<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2enclosuresfull.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-7529203369447603545</atom:id><lastBuildDate>Wed, 19 Jun 2013 10:44:19 +0000</lastBuildDate><category>Puisi</category><category>Naskah Drama Sunda</category><category>Kumpulan Cerpen</category><category>Cerpen Pengalaman Pribadi</category><category>Naskah Drama Musikalisasi</category><category>Cerpen Uncategories</category><category>Cerpen Horor</category><category>Surat</category><category>Cerpen Pendidikan</category><category>Cerpen Cinta</category><category>Naskah Drama Remaja</category><category>Cerpen Lucu</category><category>Review</category><category>Cerpen Remaja</category><category>Artikel</category><category>Cerpen Sosial</category><category>Puisi Taufik Ismail</category><category>Cerpen Sedih</category><category>Materi Teater</category><category>Kata-Kata Mutiara</category><category>Sastrawan Indonesia</category><category>Pidato</category><category>Cerpen Keluarga</category><category>Profil Teater</category><category>Kesenian</category><category>Kata Kata Cinta</category><category>Seni Artsitektur</category><category>Kebudayaan</category><category>Donatur Naskah</category><category>Contoh Cerpen</category><category>Puisi Emha Ainun Nadjib</category><category>Sinopsis Novel</category><category>Novel Kiriman Sahabat</category><category>Akademik</category><category>Naskah Jawa</category><category>Cerpen Ayah</category><category>Seni Pahat</category><category>Cerpen Dewi Lestari</category><category>Naskah Inggris</category><category>kumpulan Puisi Inggris</category><category>SMS Cinta</category><category>SMS Bulan Ramadhan</category><category>About Me</category><category>Ramalan Zodiak</category><category>Cerita</category><category>Humor</category><category>Cerbung</category><category>Biografi</category><category>Google Search dan Daftar Isi</category><category>Cerpen Sahabat</category><category>Naskah Drama Anak-anak</category><category>Berita</category><category>Posting Ga Penting</category><category>Seniman Indonesia</category><category>Cerpen Fantasi</category><category>Kartu Ucapan</category><category>Sinopsis Naskah Drama</category><category>Cerpen Anak-anak</category><category>Kumpulan Novel</category><category>Cerpen  Motivasi</category><category>Seni Musik</category><category>Naskah Drama Pendek</category><category>Kumpulan Puisi</category><category>Iklan</category><category>Cerpen Bahasa Inggris</category><category>Drama Kontemporer</category><category>Cerpen Persahabatan</category><category>You Tube</category><category>Naskah Adaptasi Cerpen</category><category>Cerpen Tragedi</category><category>Naskah Drama Komedi</category><category>Gambar</category><category>Cerpen Fiksi</category><category>Cerpen Romantis</category><category>Seni Tari</category><category>Cerpen Misteri</category><category>SMS Ucapan Lebaran</category><category>Pantun</category><category>Lomba</category><category>Cerpen Ibu</category><category>Cerpen Perjuangan</category><category>Icon</category><category>Kata Kata Bijak</category><category>Naskah Drama Religi</category><category>Cerpen Islam</category><category>Privacy Policy</category><category>naskah drama</category><category>Kata Kata Lucu</category><category>Cerpen Kehidupan</category><category>Ramalan Bintang</category><category>Naskah Monolog</category><category>Kata kata Motivasi</category><category>Cerpen Moment</category><title>Kumpulan Cerpen Indonesia Terbaru  2013</title><description>Loker Seni Kumpulan Naskah Drama, Naskah Monolog, Novel, Puisi, Cerpen, Ramalan Zodik, Ramalan Bintang dan Kata Mutiara.</description><link>http://www.lokerseni.web.id/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Loker Seni)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>2122</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/LokerSeni" /><feedburner:info uri="lokerseni" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><media:copyright>Loker Seni 2011 - 2012</media:copyright><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/-tIyKK5jfYAE/TxhUmc4zAkI/AAAAAAAAAcA/-ieQ0mmeq14/s1600/Loker+Seni+Gambar1.png" /><media:keywords>Cerpen,Naskah,Drama,Puisi,Pidato,Cerita,Rakyat,Cerita,bahasa,Inggris</media:keywords><media:category scheme="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd">Arts/Literature</media:category><itunes:owner><itunes:email>agus.lizam@gmail.com</itunes:email><itunes:name>Loker Seni</itunes:name></itunes:owner><itunes:author>Loker Seni</itunes:author><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:image href="http://2.bp.blogspot.com/-tIyKK5jfYAE/TxhUmc4zAkI/AAAAAAAAAcA/-ieQ0mmeq14/s1600/Loker+Seni+Gambar1.png" /><itunes:keywords>Cerpen,Naskah,Drama,Puisi,Pidato,Cerita,Rakyat,Cerita,bahasa,Inggris</itunes:keywords><itunes:subtitle>Loker Seni</itunes:subtitle><itunes:summary>Kumpulan Cerpen - Naskah Drama - Puisi - Pidato - Cerita Rakyat dan tentang remaja</itunes:summary><itunes:category text="Arts"><itunes:category text="Literature" /></itunes:category><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7529203369447603545.post-7514738384716843585</guid><pubDate>Wed, 19 Jun 2013 10:43:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-06-19T03:44:19.132-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Cerpen Cinta</category><title>Syair Cinta Melati Air - Cerpen Cinta</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;SYAIR CINTA MELATI AIR&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Karya Rofi'iyati&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Malam ini hujan turun begitu derasnya, rintik hujan terlihat menetes di tepi jendela kamar. Angin berhembus lembut, serasa malam berjalan seperti di kutub utara. Dingin menemani malam santriwati asal Rembang itu, sambil menghafal ayat-ayat Al Qur’an ia menatap hujan yang menenangkan malamnya sembari duduk di pinggir jendela. Usai menghabiskan malamnya dengan lantunan-lantunan suci, ia melanjutkan dengan menggoreskan tinta pada secarik kertas yang ada di atas meja belajar kamarnya. Mengukir kata hati menjadi sebuah karya berarti, saat itu hatinya tak menentu dengan kepadatan rasa yang ada dalam benaknya. Zahra meluapkan segala rasa yang ada dalam benaknya ke dalam syair yang dibuatnya, ntah apakah itu mungkin tentang rasa cinta yang dipendamnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-k495XSVwOZs/UcGLKh2VBTI/AAAAAAAAG0E/4qWkRWqe_4E/s1600/Cerpen+Cinta+dalam+Air.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="297" src="http://3.bp.blogspot.com/-k495XSVwOZs/UcGLKh2VBTI/AAAAAAAAG0E/4qWkRWqe_4E/s400/Cerpen+Cinta+dalam+Air.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Syair Cinta Melati Air &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Zahra seorang yang sangat menyukai bunga melati, mungkin pendapat orang lain melati itu penuh dengan arti misteri dan sangatlah mistis. Namun baginya melati itu bunga yang sederhana namun tetap indah. Melati ini juga sebagai filosofi hidupnya, bahwa kesederhanaan itu tetap akan lebih indah dari pada kesempurnaan yang hanya dibuat-buat semata. Zahra memaknai syair yang dibuatnya sebagai curhatan tentang hidupnya, karena memang ia tak begitu bercerita pada sekitarnya. Dan orang-orang pun tak heran jika acap kali menjumpai Zahra membawa sekeranjang penuh dengan bunga melati.&lt;br /&gt;
“Zahra ayo turun, makan dulu sini. Bu dhe sudah masak enak buat kamu dan pak dhe mu.” Seru bu dhe Zahra dari lantai bawah menyuruh Zahra segera makan malam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Segera Zahra bergegas merampungkan syair yang telah dibuatnya, dan memakai jilbab dan segera turun untuk makan malam bersama pak dhe dan bu dhenya dan Lekas-lekas ia menutup pintu kamarnya.&lt;br /&gt;
“njeh bu dhe, sekedap. Zahra segera turun.” Jawab Zahra yang lekas turun menapaki tangga.&lt;br /&gt;
Zahra ialah seorang santriwati yang mondok di Pondok Pesantren Al Ulumsyi Solo Jawa Tengah yang tak lain milik pak dhe nya sendiri. Zahra sudah mondok sekitar 3 tahun disitu, dengan program hafalan atau yang nantinya disebut hafidzoh. Abah dan Umi Zahra mengabdi di Rembang sebagai pengasuh pesantren juga, namun berbeda dengan pesantren pak dhe nya. Abah Zahra mengasuh sebuah pesantren khusus mempelajari kitab-kitab klasik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah makan malam selesai, terdengar lantunan salam dari arah ruang tamu depan. Setelah bu dhe Zahra membuka pintunya ternyata Zaka, anak dari teman Pak dhe Zahra yakni putra dari Kyai Husein Fadli yang juga mempunyai sebuah pondok pesantren di Jombang. Ia Berkunjung untuk bersilaturrahim dengan Pak dhe yang 2 hari yang lalu baru sembuh dari sakitnya.&lt;br /&gt;
“Wa’alaikumsalam. Oalah, nak Zaka to. Monggo-monggo masuk.” Sambut Bu dhe sembari mempersilahkan duduk.&lt;br /&gt;
“Kyai Syarif ada umi? Saya ingin menjenguk beliau. Saya dengar kemarin usai sembuh dari sakitnya.” Tutur Zaka dengan lembut dan santunnya pada Bu dhe.&lt;br /&gt;
Tak lama kemudian Kyai Syarif pun datang dengan aura wibawa dari raut wajah beliau dan bersalaman dengan Zaka. Lama mereka berbincang, Zahra menghiraukan apa yang mereka obrolkan, karena memang agama mengharamkan menguping perbincangan seseorang. Zahra meninggalkannya dan kembali ke kamar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Zaka ternyata tak hanya berkunjung untuk menjenguk Kyai Syarif, namun juga menanyakan tentang kelangsungan terbitnya majalah Al Fikroh untuk tahun ini. Ia dipilih sebagai Ketua tim redaksinya, tak heran jika ia dipilih karena memang ia ahli dalam berorganisasi dan ahli dalam bidang sastra. Dan dia sangat bijaksana dan selalu berfikir logis.&lt;br /&gt;
“Pak kyai, saya mau Tanya untuk tema majalah Al Fikroh kita bagusnya apa? Soalnya terus terang saya kebingungan mencari tema”. Tanya Zaka dengan seksama&lt;br /&gt;
“Oalah nang, tema kok bingung-bingung. “Santri modern dengan sastra klasik”, itu aja tema yang gunakan”. Jawab pak Kyai alias pak dhe Zahra itu dengan tegas nan bijak.&lt;br /&gt;
Usai Zaka silaturahim ke rumah pak Kyai, dia menyusuri jalan pulangnya menuju hujroh putra miliknya sembari berpikir keras dengan tema yang sudah ditentukan pak Kyai tadi. Nampaknya beban yang dipikir begitu berat hingga dia tak konsen saat membuat rubrik-rubrik untuk mengisi majalah Al Fikroh.&lt;br /&gt;
Tepat jam 8 malam Zaka duduk manis sambil mencoret-coret pensil sederhananya pada secarik kertas putih. Dalam keheningan malam bersama orchestra alam dan jangkrik-jangkrik yang merdu itu, ia teringat bahwa ia tak sendirian mengemban tugas itu dan masih ada Zahra keponakan Kyai Syarif yang juga pandai dalam bidang sastra. Ia tak kepikiran sama sekali untuk mengajaknya bekerja sama.&lt;br /&gt;
~~~&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pagi pun menjelang saat kokok ayam bersenandung dipagar pinggir jendela, mengusik para penghuni bumi tuk bangun membuka dunia di esok hari. Membawa sedikit demi sedikit semburat sinar mentari menghangatkan jiwa yang sedari malam menusuk menjerumus dalam mimpi. Zaka terlihat sudah bersih dan rapi, melangkah menuju ndalem menemui pak Kyai kembali untuk meminta izin mengajak Zahra bergabung membuat majalah Al Fikroh bersamanya.&lt;br /&gt;
Saat Zaka segenap membawa kitab tafsir yang ada digenggamannya sambil mulutnya terlihat menggerutu menghafal ayat-ayat Al Qur’an. Tiba-tiba pak Kyai menepuk pundak Zaka, hingga Zaka tersingkap kaget dalam benaknya.&lt;br /&gt;
“Assalamu’alaikum, antum mau kemanakah? Kelihatannya lekas buru-buru sekali nak?”.&lt;br /&gt;
“Wa’alaikumsalam pak Kyai, kebetulan saya mau ketemu pak Kyai. Saya mau izin mengajak Zahra ikut bergabung dalam pembuatan majalah kita pak Kyai, boleh tidakkah?.”&lt;br /&gt;
“Oh, ya ajak saja dia. Tapi ingat masih dalam batasan syara’ lho ya bekerja samanya”. Tutur pak Kyai mengingatkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan hati riang gembira Zaka pun beranjak langsung ke rumah pak Kyai. Sesampainya didepan pintu, terlihat dari sudut rumah, Zahra sedang mengintip ke arah dimana Zaka berdiri.&lt;br /&gt;
“Oalah nak Zaka to, mari masuk”. Sambut bu. Nyai membukakan pintu.&lt;br /&gt;
“Njeh umi, saya ingin ketemu Zahra untuk mengajaknya bekerjasama membuat majalah AL Fikroh kita bu Nyai”. Tutur Zaka pelan dan lembut.&lt;br /&gt;
Tak sengaja mendengar perkacapan Zaka dengan bu dhe nya Zahra terkejut sembari mengernyitkan dahinya dan berkata dalam hati “Apa?, aku bekerjasama sama Zaka membuat majalah itu?”. Zahra memang jelas kaget, karena selama ia mondok tidak pernah bertatap muka dengan lawan jenisnya. Hingga ajakan Zaka tadi membuat hatinya bergetir kaku.&lt;br /&gt;
Bu dhe Zahra pun menyetujuinya, dan membiarkan Zahra meluapkan kreatifitasnya ke dalam majalah tahunan pondoknya. “Oh, ya nak Zaka. Silahkan saja, asal tidak melebihi batas kewajaran”.&lt;br /&gt;
~~~&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rencananya majalah Al Fikroh akan diterbitkan 3 bulan lagi, hingga Zaka pun berfikir keras dengan Zahra bagaimana merampungkan majalah itu. Di senja hari saat mentari telah terbujur kaku menanti sang rembulan. Zaka dan Zahra terlihat asyik beragumentasi diteras rumah pak dhe Zahra.&lt;br /&gt;
“Neng, gimana nih majalah kita. Apa ide cemerlangmu?”. Tanya Zaka membuka pembicaraan.&lt;br /&gt;
“Emm kemarin kan kata pak dhe tema nya “Santri modern dengan sastra klasik”. Gimana kalau kita buat rubric dan artikel-artikel yang menyangkut pesantren kita sendiri ?. Mulai dari jadwal kegiatan, system pembelajaran dan segala macamnya”. Jawab Zahra dengan argumennya yang lugas itu.&lt;br /&gt;
“Oke, bagus itu idemu. Tak salah aku mengajakmu bekerjasama”. Sahut Zaka begitu riang.&lt;br /&gt;
Waktu demi waktu pun berlalu, hingga semua konsep dan bahan untuk majalah Al Fikroh telah terkumpul dengan sempurna. Tak ketinggalan atas dasar bantuan santri lainnya juga. Akan tetapi disini Zaka merasakan sebuah getaran rasa yang tak pernah ia rasa sebelumnya saat menatap Zahra keponakan pak Kyai itu.&lt;br /&gt;
Dia merasa Zahra ialah sosok yang begitu tercipta sempurna. Cerdas, anggun nan lembut, aqidahnya tetancap kuat dalam badannya. Cinta, ya mungkin inilah yang dirasa Zaka terhadap Zahra. Sampai apa yang ia rasakan membuatnya tak menentu dalam hidupnya. Tanpa basa – basi ia mengirimkan sepucuk surat untuk Zahra, lewat teman karib Zahra yaitu Luthfa. Seorang pengurus ndalem di pondok Al Ulumsyi yang terkenal crewet dan berparas imut itu.&lt;br /&gt;
Untukmu&lt;br /&gt;
Ya ukhty. . .Khaurotuyyasmin&lt;br /&gt;
Senyummu telah mengubah hari-hariku lebih berwarna&lt;br /&gt;
Mengubah kelabu dalam impianku, menjadi cerita putih nan bersih&lt;br /&gt;
Tetesan madu dari bibirmu, membarengi jalan kehidupanku&lt;br /&gt;
Seakan seorang bidadari yang menuntun lika-liku Qolbuku&lt;br /&gt;
Dalam Sujudku, Ku ucap syukur pada Robby&lt;br /&gt;
Yang telah mengirimkan intan permatanya di siang jua malamku&lt;br /&gt;
Dan untukmu ya khaura&lt;br /&gt;
Ku tunggu kau dipertigaan cintaku…&lt;br /&gt;
Air,&lt;br /&gt;
malam Rabu dibawah gemerlap bintang&lt;br /&gt;
Tak kuasa Zaka menahan rasanya, ia pun mengirimkan surat dengan rentetan syair indah itu. Sesampainya Zahra membuka dan membaca surat itu, Tak sadar airmatanya mengucur deras dari bola mata nya. Merasakan haru dalam benaknya. Zahra menatap dalam hatinya, ia merasakan hal yang sama pada Zaka. Menatap sang bintang penuh pesona nan rembulan begitu manjanya. Ia membalas surat Zaka dengan ukiran disudut kertas putih sembari merangkai kata manja nan nyata.&lt;br /&gt;
Untukmu&lt;br /&gt;
Ya akhy…&lt;br /&gt;
Untukku kau persembahkan syair itu,&lt;br /&gt;
Hingga bahagianya hati sungguh tak terkira&lt;br /&gt;
Hatiku bernajat agar akhi selalu dilimpahkan rasa bahagia&lt;br /&gt;
Saat kelopak melati tlah merekah&lt;br /&gt;
Ku harap akhi menyambutnya dengan senyuman anugrah&lt;br /&gt;
Walau setiap kali sunyi tak henti menyapa&lt;br /&gt;
Terima kasih akhi, telah berikan rasa tulus padaku&lt;br /&gt;
Atas dasar Robby ku buka pintu hati&lt;br /&gt;
Siap menjadi pembeda dari yang sebelumnya&lt;br /&gt;
Walau sederhana, ku harap akhi menerimanya dengan ikhlas&lt;br /&gt;
Ku akan datang hingga saatnya tiba…&lt;br /&gt;
Melati,&lt;br /&gt;
Di Pelita malam Rabu&lt;br /&gt;
Nan penuh kesyukuran&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lama mereka berjibaku dalam riangnya hati layaknya remaja, seiring tugas bersama yang mereka kerjakan. Ukhuwah pun semakin merekat dengan lekat, hingga akhirnya mereka merampungkan dan usai menerbitkan majalah Al Fikroh.&lt;br /&gt;
“Alhamdulillah ya Kang, tugas kita telah selesai.” Ucap Zahra ditaman belakang asrama.&lt;br /&gt;
“iya, tapi ku rasa tugasku belum selesai deh”. Sahut Zaka membuat heran Zahra&lt;br /&gt;
“Hm.? Memang masih ada tugas yang belum terselesaikan?, ayo ku bantu”. Tanya Zahra begitu dalamnya.&lt;br /&gt;
“Ah kau ini, tugasku meminangmu belum tuh? hehe”. Jawab Zaka dengan guyonan asyiknya.&lt;br /&gt;
“Apa ini akang, bisa aja atuh. Tanya dulu sama abah, hehe”.&lt;br /&gt;
“Tapi, ntar ah belajar dulu sampai Al Azhar Mesir”.&lt;br /&gt;
Begitulah mereka, guyon tapi serius, namun dalam ukhuwah mereka ternyata diam-diam abah Zahra telah menjodohkannya dengan seseorang. Namun Zahra belum tau dengan siapa dia dijodohkan.&lt;br /&gt;
~~~&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat pagi kembali menyapa, mentari ternsenyum manis seusai fajar terjadwal. Terlihat embun masih pekat menyelimuti, perlahan Zahra membuka jendela kamarnya memandang cerah harinya pagi itu. Kembali bergegas ia untuk mandi dan sarapan pagi bersama pak dhe dan bu dhenya. Namun tak seperti biasanya, terdengar perbincangan serius dari ruang tamu, dan ternyata kedua orang tua Zahra menyambangnya. Yah, Kyai Fikri dan Bu Nyai Fatimah ternyata. Orang tua Zahra membicarakan tentang perjodohannya kepada bu dhe dan pak dhe nya.&lt;br /&gt;
Zahra terheran, “dengan siapa aku mau dijodohin?”. Sahutnya mengagetkan perbincangan antar keluarganya itu.&lt;br /&gt;
“Oh neng Zahra, sini. Abah sama umi mu ingin membicarakan sesuatu”. Sambut umi Zahra.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil mengecup kedua tangan orang tuanya dan duduk bersama. “Iya, tapi apa yang ingin abah sama umi bicarakan?, Zahra dengar Zahra akan dijodohkan apa benar begitu ? Namun dengan siapa ?”.&lt;br /&gt;
“Tenanglah Zahra, abah mau menjodohkan kamu dengan putra teman abah kok. 3 minggu lagi saat khataman bilghoib abah akan kembali menjemputmu. Usaikan dulu hafalanmu sama bu dhe dengan bagus”. Jawab abah menjelaskan dengan panjang lebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tersentak hati Zahra mendengarnya, saat Zahra sudah menaruh rasa pada santri putra yaitu Zakariya Chusain Nawawi yang tak lain ialah Zaka. Merasa asa nya telah pupus, Zahra pun hanya mengangguk pasrah.&lt;br /&gt;
“Tapi abah, kenapa tidak dari kemarin-kemarin?, ini terlalu cepat”. Ucap Zahra bernada sedih.&lt;br /&gt;
“Sudahlah Zahra, ini pilihan terbaik untukmu”. Jawab abah menegaskan.&lt;br /&gt;
~~~&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3 minggu pun berlalu, hingga khataman Qur’an khusus bilghoib terlaksana. Namun disini tak terlihat batang hidung Zaka yang sudah di nanti-nanti Zahra sedari tadi. Zahra terlihat lesu tanpa adanya Zaka, ditambah lagi ia masih dibayang-bayang dengan perkataan abah kalu dia akan dijodohkan. Dalam hati Zahra merontak, ingin rasanya menangis kencang, namun tak bisa dilakukannya.&lt;br /&gt;
“Zahra, kamu tidak siap-siap untuk khataman nanti?”. Tanya Luthfa memecah lamunan Zahra yang sedang duduk ditaman belakang asrama.&lt;br /&gt;
“Eh Luthfa, iya ini sebentar lagi aku mau kesana. Luthfa aku habis ini mau pulang ke Rembang, kamu baik-baik ya disini”.&lt;br /&gt;
“Loh, kenapa kok langsung pulang?, ndak beberapa bulan lagi kamu disini?”.&lt;br /&gt;
“nggak fa, kata abah aku mau dijodohin, namun dengan siapa aku tak tau”.&lt;br /&gt;
“Ya sudah, terima saja dengan ikhlas. Mungkin ini memang jalanmu”. Jawab Luthfa menenangkan&lt;br /&gt;
Khataman pun selesai, tiba waktunya Zahra untuk pulang. Menitihkan air mata saat berpamitan dengan pak dhe dan bu dhe nya, tak ketinggalan dengan temannya Luthfa.&lt;br /&gt;
Terik begitu menyengat kala perjalanan pulang ke Rembang, menyusuri jalan berbukit di bawah sinar mentari. Setelah hampir sehari perjalanan, Zahra pun tiba malam hari di rumahnya, Nampak letih menghujam seluruh badaannya. Hingga Zahra terlelap dikamarnya.&lt;br /&gt;
~~~&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Symfoni alam pagi bersenandung riang memenuhi syair cerita hidup Zahra, pagi nan cerah, embun jua tak begitu terasa kala pagi itu, semburat mentari perlahan menampakkan el0k sinarnya, kicau burung di dedaunan menambah merdu suara dzikir zaman, langit cerah terbungkus kain biru nan indah, dengan segala karyaNya, penuh syukur menjalani indah dunia. Zahra sudah siap dengan tatanan rapi untuk harinya, diatas tempat tidur Zahra mengulang lagi hafalan Qur’annya. Karena tak ingin lupa begitu saja dan karena ia sudah menjadi hafidzoh, yang memang menuntutnya untuk selalu hafal.&lt;br /&gt;
Terdengar salam dan ketukan pintu yang membuyarkan hafalan dari bibir Zahra, segera ia membuka pintu dengan menggenggam Al Qur’an ditangannya. Dan tak disangka ternyata Kyai Husein teman pak dhe Zahra, disusul belakangnya Zaka dan ibundanya bernama Siti Aisyah. Dengan tatap muka kaget ia tak menyangka bahwa Zaka akan datang kerumahnya, pertanyaan pun membuncah dikepalanya. “Ada apa ini?, apa yang terjadi? Kenapa Zaka sampai rumahku?”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Abah Zahra pun jua menyusul menyambut kedatangan keluarga Zaka, Zahra menuju kedapur menyiapkan minuman dan cemilan kecil untuk mereka. Setelah itu duduk penuh keheranan diantara mereka.&lt;br /&gt;
“Zahra, inilah maksud abah kemarin”.&lt;br /&gt;
“maksud abah yang mana?, Zahra jadi bingung”.&lt;br /&gt;
“Abah akan menjodohkanmu dengan nak Zaka, putra Kyai Husein ini”. Terang umi Zahra menjelaskan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hati Zahra pun semakin bingung, apa arti semua ini. Seakan langit yang awalnya mendung menjadi cerah, terang temerang memerkikkan suara alam riang. Dan merangkai obat akan kekecewaan yang dirasanya. Yang ada difikirannya pun hanyalah ucap syukur, yang awalnya kecewa karena perasaannya tak sampai dengan Zaka sekarang begitu membahagiakan. Masa lalu yang dulu bagai pelangi ternyata hanyalah ilusi.&lt;br /&gt;
“Masya Allah, dengan Zaka? Zaka sendiri kok tidak bercerita denganku tentang hal ini?”. Tanya Zahra pada Zaka.&lt;br /&gt;
“Aku sengaja membuat narasi seperti ini, agar kamu tahu bagaimana menyikapi sebuah keadaan dengan baik dan bijak”. Jawab Zaka dengan nada pelan.&lt;br /&gt;
“Iya Zahra, Abah jua sengaja tak memberitahumu agar menjadi kejutan untukmu”. Imbuh Abah Zahra.&lt;br /&gt;
“Namun, dulu Zaka pernah bilang kalau akan belajar dulu sampai Mesir”. Tanya Zahra kembali.&lt;br /&gt;
“Memang aku akan belajar dulu hingga tamat menjadi sastrawan sejati, rencananya besok akan berangkat ke Mesir. Hehe, ini Cuma sebagai penyambung tali silaturrahmi kita saja”. Jawab Zaka sambil tersenyum ringan.&lt;br /&gt;
Mereka pun berbincang cukup lama, dan usai itu Zaka dan kelurganya berpamitan untuk pulang dan menandakan salamnya untuk hari esok sebelum dia pergi ke Mesir. Zahra kembali tersirat sedih dalam parasnya, namun dia mengerti semua keadaan ini.&lt;br /&gt;
~~~&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lama menunggu, dari tahun ke tahun pun terlewati. Zaka kembali untuk Zahra, tepat dipertigaan depan rumah, Zaka memanggil Zahra dengan nada rindu yang tak terkira.&lt;br /&gt;
“Fatimah Nailatuz Zahra, syair cintaku berlanjut untukmu”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan raut kaget Zahra menoleh ke arah Zaka, menyuguhkan senyum simpul menyimpan rindu. Mereka pun kembali bertemu merangkai narasi hidup dengan syair nan indah. Menciptakan sebuah karya hidup yang tak pernah terbatas arti, memahami kondisi setia mereka jalani hingga akhir yang abadi. Berjalan bersama menuju teras rumah dengan hati penuh rasa bahagia&lt;br /&gt;
“nak Zaka sudah pulang to, kenapa ndak mengabari umi”. Sapa umi Zahra dari depan pintu.&lt;br /&gt;
“Nggeh umi, kemarin baru sampai dari bandara”. Jawab Zaka.&lt;br /&gt;
“Oalah, ya sudah beristiratlah dahulu disini. Zahra rindu sekali tuh padamu”. Sambung umi menyudutkan Zahra dan membuatnya tersipu malu.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
Hari demi hari pun ia jalani bersama dengan ikatan suci nan bersih. Saling bersilang pendapat satu sama lain menambah wawasan masing-masing, melengkapi kekurangan dengan kelebihan masing-masing, itulah yang sering mereka lakukan bersama dalam cerita hidup mereka. “jiwaku adalah jiwamu dalam rupa yang berbeda”. Ya mungkin itu yang tepat untuk Zahra dan Zaka.&lt;br /&gt;
Sebuah cerita syair cinta sang pecinta melati air, menyuguhkan petuah tersembunyi dari balik tirai kehidupan. Dari fajar menjelang hingga senja menutup sang raja terang dengan begitu indah nan mengagungkan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;PROFIL PENULIS&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Nama : Rofi'iyati&lt;br /&gt;
Asal Kota : Kudus, Jawa Tengah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
No. Urut : 948&lt;br /&gt;
Tanggal Kirim : 02/05/2013 16:54:48 &lt;/div&gt;
Baca juga &lt;a href="http://www.lokerseni.web.id/2013/01/kumpulan-cerpen-cinta-terbaru-update.html" target="_blank"&gt;Cerpen Cinta&lt;/a&gt; yang lainnya.&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/LokerSeni/~4/q2z5KXRH2A8" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/LokerSeni/~3/q2z5KXRH2A8/syair-cinta-melati-air-cerpen-cinta.html</link><author>agus.lizam@gmail.com (Loker Seni)</author><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/-k495XSVwOZs/UcGLKh2VBTI/AAAAAAAAG0E/4qWkRWqe_4E/s72-c/Cerpen+Cinta+dalam+Air.jpg" height="72" width="72" /><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1" /><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD" /><feedburner:origLink>http://www.lokerseni.web.id/2013/06/syair-cinta-melati-air-cerpen-cinta.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7529203369447603545.post-364852927269509334</guid><pubDate>Wed, 19 Jun 2013 10:39:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-06-19T03:39:27.356-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Cerpen Persahabatan</category><title>Aku, Sahabatku dan Dia… - Cerpen Persahabatan</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;AKU, SAHABATKU DAN DIA&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Karya Fitri Susilowati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal Masuk SMP aku dapat teman-teman baru.Masa orentasi siswa (MOS) kami lewati.Saat MOS kami disuruh dandan macam-macam sama kakak OSIS.Disuruh pakai topi kerucutlah , bikikn papan nama, dan bwa bekal makan yang aneh-aneh.Saat mos aku kagum dengan seorang kakak OSIS sebut saja Dia kak Bactiar .Saat latihan LBB, aku jatuh pingsan dan kata teman-temanku aku tadi dibawa ke UKS sama kak Bactiar, senengnya..&lt;br /&gt;“Kamu sudah sadar dek?”, kak Bactiar datang dan membawakan aku teh manis.&lt;br /&gt;“Sudah kak,makasih ya.”.Iya sama-sama, jawabnya lembut.Paasti tadi belum sarapan ya sampai pingsan . “iya kak.”&lt;br /&gt;Hari pertama MOS sudah kami lewati, masih tersisa dua hari lagi.Aku pun mulai menyiapkan perlengkapan untuk besok.Semalam Aku tak bias tidur gara-gara memikirkan kakak ganteng yang bimbing Aku saat MOS.Hari kedua Mos Aku sudah siap dengan segala keprerluanku dan semangat kesekolah untuk ketemu kakak ganging,,hehhe gumaku dalam hati.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-HpNnt71WRSY/UcGKLKwk2cI/AAAAAAAAGz4/1Sd6lihy_Go/s1600/Cerpen+Persahabatan+2013+%231.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="287" src="http://1.bp.blogspot.com/-HpNnt71WRSY/UcGKLKwk2cI/AAAAAAAAGz4/1Sd6lihy_Go/s400/Cerpen+Persahabatan+2013+%231.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Aku, Sahabatku dan Dia…&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sampai di sekolah sambil menunggu teman yang lain Aku duduk dibangku luar kelas ..Ehhh gak disangka kakak ganteng nyapa Aku.seneng banget rasanya.Acara MOS dimulai dengan upacara apel pagi.Selesai apel kita istarahat sebentar dan melanjutkan kegiatan.Kegiatan hari itu adalah perkenalan lingkungan sekolah yang dipandu oleh pak Sulaiman.KEgiatan saat itu lumayan melelahkan untuk kami.Aku telah sampai di rumah berganti pakaian dan istirahat.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;Selanjutnya Aku menyiapkan perlengkapan untuk kegiatan Outbond besok hari terakhir MOS.Semua perlengkapan sudah ku persiapkan.Malam hari Aku tidur lebih awal supaya paginya fres.Hari MOS terakhir tiba bias kita mulai kegiatan degan apel pagi.Setelah itu kami bentuk kelompok dan mulai kegiatan Outbond.Hal yang paling seru saat kami menyebrangi sungai dengan seuntas tali yang diikat dari ujung sungai ke ujung sungai satunya.Hari yang begitu hari yang begitu melelahkan.Acara penutup MOS dimulai, saat itu kami menampilkan derama untuk pensi penutupan MOS.Setelah selesai kakak kelas yang membimbing kita memberikan kata kesan dan pesan selama MOS.Kami pun saling berjabatan tangan, kakak ganteng tersenyum manis padaku.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;KMB sudah dimulai,Aku duduk paling depan dengan temanku.Setiap hari kami kegiatan dengan canda &amp;amp; tawa.Kami juga harus mengikuti Ekstrakulikuler Wajib yaitu Pramuka.Disinilah awal pertemuanku dengan sahabatku namanya Anung Subekti.Awalnya bermula dari kegiatan iseng-iseng aja Aku bercanda dan akhirnya dia jadi sahadat akrabku.Tapi kami beda kelas dia dikelas A sedangkan Aku di kelas D.Saat ujian semester Ganjil kami pindah kelas di ruang atas.Kata sahabatku ada yang titip salam temannya sama Aku.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;Awalnya dari keisengan temanku Aku jadian sama temanya itu.Setiap hari kami sering bercada dan ngobrol bareng.Saat Aku ada masalah sama cowok Aku sering berkeluh kesah sama Anung sahabat ku itu.Saat persami di sekolah kami saling bersaing dalam permainan yang diadakan kakak Dewan Ambalan dan guru.Saat malam Api unggun aku ditugasi memegan api suci.Setelah selesai upcara setiap regu harus Pentas Seni.Semua kegiatan telah selesai,kamipun istirahat.Pagi harinya kami jelajah alam,tak ku duga reguku berjalan berdampingan dengan regu cowokku Kami saling berlomba untuk menjadi juranya.Regukulah yang diputuskan jadi juara sama kakaknya, senanglah kami.&lt;br /&gt;Kami semua kembali ke sekolah untuk persiapan upacara penutupan kemah.Setelah selesai kami pulang sampai dirumah Aku langsung tidur, karena capek.Paginya Aku bangun kesiangan untungnya itu pas hari Minggu jadinya kita libur.Waktu libur Aku gunakan untuk istirahat.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;Semester pertama dikelas VII dimulai.Aku duduk tepat didepan meja guru, karena Aku suka duduk didepan.Waktupun terus berjalan dan silih berganti akhir semester 1 akan segara berakhir.Kami telah siap menghadapi UAS , selama 1 minggu.Setelah UAS ada ujian perbakikan sebelum pembagian rapot.Banyak teman-temanku yang remidi begitu juga dengan Aku.Pembagian rapotpun tiba betapa senangnya hatiku saat itu masuk 10 besar.Liburan semester selama 2 minggu. Saat liburan Aku membantu nenek panen padi di sawah.Pengalaman yang begitu menyenangkan.Liburan berlalu begitu cepatnya.Kami sudh harus masuk sekolah menuju semester 2.Berjalan semester Aku kenalan dengan cowok kelas A, namanya BIMA.Saat itu waktu kami ujian MID semester dia bertanya sama Aku.”Eh….Kamu punya bolpen kah?”&lt;br /&gt;Aku jawab,” Ngak punya Aku”.Aku tahu namanya saat kami sama-sama pinjam buku di perpustakaan lewat kartu perpusnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;Kami semakin dekat dan akrab sejak kenal diperpus itu.Kegiatan ekstra kulikuler pramuka mengadakan kemah di Bumi Perkemahan Kedung Tangkil.Sejak tepat tanggal 16 Desember kami resmi jadian,kalau boleh dibilang saat itu masih cimon (Cinta Monyet) hehehe…Saat perkemahan kami agak menjauh karena takut teman-teman kami tahu malah menoloki kami.Kejadian saat kemah yang paling ku ingat adalah saat dia kasih bunga mawar ke Aku.Selesai perkemahan, selang 2 minggu kami harus ujian semester 2.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;Tak terasa kami sudah kelas VIII . Aku mulai terjun ke Organisasi yaitu OSIS.Aku dicalonkan sama teman-teman untuk maju ke OSIS.Di sini Aku banyak belajar berbicara didepan umum, dan beljar bikin program kegiatan.Selain itu Aku juga ikut jadi DK(Dewan Kerja) Penggalang.Sebelum menjadi Dk kami diberi pelatihan sama kakak DK yang lama.Setelah pendadaran kami dilantik oleh kepala sekolah saat kegiatan pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku belajar kebersamaan, kepedulian, dan kasih saying selama jadi Dk.Saat Aku kesusahan ada temanya Bima yang membantuku namanya Anung.Sejak saat itu aku akrab dengan Anung, setiap Aku ada masalah sama Bima dia selalu Kemah ketika Aku kedinginan tidak bawa jaket Dia meminjamkan jaketnya kepadaku.&lt;br /&gt;“ Kak, Fitri ceweknya Kak Anungya..?” Kata adik kelasku.&lt;br /&gt;“Bukan,kami hanya berteman,jawabku malu-malu”.&lt;br /&gt;Adikku mengira Aku pacaran sama Dia padahal kami hanya berteman baik saja.Kedekatanku dengan Anung membuat Bima cemburu , karena Aku sering bareng Anung sahabatku dari pada Dia.Kelas VIII berjalan begitu cepat tak terasa kami sudah masuk kelas XI. Saat itu Aku dengan temanku dipindah ke kelas A. Aku senang sih bias dipindah di kelas A, tapi kenapa harus satu kelas sama cowokku Bima dan sahabat baiku Anung.Aku takutnya hubunganku sama Bima hancur karena kedekatanku sama Anung.Berjalan setengah semester biasa saja.Hal yang Aku takutkan terjadi Bima mutusin Aku, karena Aku cuek sama Dia.Sedih banget Aku,sahabatku datang dan menenangkan Aku.Aku merasa tenang bersandar dipundak sahabatku itu.Selang 1 bulan sahabatku jadian sama teman sekelanya.Sejak saat itu Aku merasa kesepian ,karena Dia sibuk dengan ceweknya.Tapi Aku masih beruntung punya temn-teman yng cer sama Aku yaitu, DONI, YUNUS, YUSUF, dan SURYANA.Mereka selalu menemaniku saat Aku sedih atau senang.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;Tak terasa waktu Ujian telah dekat,kami siap-siap untuk les dan pendalaman materi.Ketika les matematika diluar Aku harus satu kelompok les sama Bima si cimonku.6 kali kami latian ujian dari kabupaten , provinsi, dan primagama.Sebelum ujian kami melakukan doa bersama,kami saling berpelukan dan meminta maaf atas kesalahan yang kita buat Selma ini.Waktu begitu cepat saat UNAS pun tiba kami menyiapkan mental.4 hari kami ujian, setelah selesai ujian kami masih kesekolah untuk melunasi uang sekolah dan mengembalikan buku ke perpustakaan.Acara perpisahan disekolah begitu haru, karena saat itu juga diumumkan kelulusan kami.Alhmdulillah Aku lulus ,tapi Aku juga sedih karena teman sekelasku ada yang tidak lulus.Kami masih menunggu waktu 2 minggu lagi untuk cap 3 jari dan menggambil ijazah.Selama libur Aku membantu paman jualan bakso dan mie ayam dekat SMK N 1 Nnggulan.Kami disuruh kesekolah untuk mengambil ijazah.Saat itu Aku senang karena sahabatku Anung menyapa dan memelukku dengan hangatnya.Dia bercerita kalau sudah putus dengan Ika ceweknya.Mungkin Dia masih menyimpan rasa sama Aku tapi Dia malu mengakuinya itu yang bisaku baca dari matanya.aku dengar sahabatku sekolah di SMA N 1 Sentolo. Waktu sekolah Aku sering berpapasan dengan Dia.Sejak kami jarang berjumpa karena sekolah kami yang berbeda, semoga kau masih mengigatku sahabat terbaikku… ANUNG SUBEKTI.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;Inilah kisahku mengenang masa SMP dengan sahabat terbaiku ,sampai sekarang kami masih saling menyayangi dan mengasihi ,walau terpisah oleh jark dan waktu.Sahabatku kita pasti berjumpa lagi mengenang masa-masa indah kita dulu.Aku rindu canda dan tawamu.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;PROFIL PENULIS&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Nama         : Fitri Susilowti&lt;br /&gt;TTL            : 13 Maret 1994&lt;br /&gt;Sekolah         :  Stikes Muhammadiyah Samarinda&lt;br /&gt; Alamat      : Jl.Juanda 9.Gang Blimbing 5 no.1,Samarinda, Kalimantan Timur&lt;br /&gt;E-mail        : Fitrisusilowati24@yahoo.com&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Baca juga &lt;a href="http://www.lokerseni.web.id/2013/01/kumpulan-cerpen-persahabatan-terbaru.html" target="_blank"&gt;Cerpen Persahabatan &lt;/a&gt;yang lainnya. &lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/LokerSeni/~4/UP8Qb1CRPDw" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/LokerSeni/~3/UP8Qb1CRPDw/aku-sahabatku-dan-dia-cerpen.html</link><author>agus.lizam@gmail.com (Loker Seni)</author><media:thumbnail url="http://1.bp.blogspot.com/-HpNnt71WRSY/UcGKLKwk2cI/AAAAAAAAGz4/1Sd6lihy_Go/s72-c/Cerpen+Persahabatan+2013+%231.jpg" height="72" width="72" /><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1" /><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD" /><feedburner:origLink>http://www.lokerseni.web.id/2013/06/aku-sahabatku-dan-dia-cerpen.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7529203369447603545.post-2726058129719690487</guid><pubDate>Wed, 19 Jun 2013 10:35:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-06-19T03:35:29.712-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Cerpen Cinta</category><title>I Wish.. - Cerpen Cinta</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;I WISH...&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Karya Justinus Ristoadi&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kesedihan adalah suatu saat di mana seseorang mendapati dirinya menangis di tengah-tengah kegembiraan, terdiam di tengah-tengah gegap gempita, dan mendapati dirinya seorang diri, terpuruk, dan hanya bisa tersenyum dengan senyum palsu.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;Aku melihat bagimana orang lain mentertawakan, mencemooh, dan tak jarang juga yang menghina dengan kata-kata yang tak pantas diucapkan, tanpa mampu berbuat apa-apa. Aku terdiam seribu kata, bukan karena aku tak berani melawan mereka, aku hanya tak punya kata-kata untuk membalas ucapan mereka. Ucapannya begitu tajam hingga akupun tak bisa mengelak. Sekali lagi, aku hanya bisa mengasihani diriku, mengasihani kebodohanku, aku adalah seorang yang tak berarti apa-apa, aku adalah seorang yang kamu lirikpun aku tak layak. Aku memang adalah seorang yang pantas kau sebut pecundang.&lt;br /&gt;***&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-TPgwiVUraLE/UcGJUxJbzKI/AAAAAAAAGzs/ogLjHJO90Zs/s1600/Cerpen+Cinta+Remaja.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-TPgwiVUraLE/UcGJUxJbzKI/AAAAAAAAGzs/ogLjHJO90Zs/s400/Cerpen+Cinta+Remaja.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;I Wish..&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
“Hai?! Hari ini kamu terlihat murung, apa ada masalah?” sapa seseorang yang kemudian duduk ber-dekatan denganku. Aku melihat senyumnya hari ini sungguh indah. Entah bagaimana aku menulisnya dalam kata-kata, atau pun melukiskannya di atas kanvas. Aku mengaguminya. Sungguh!&lt;br /&gt;Bella―yang sekarang menjadi lawan bicaraku. Nama itu akan dan selalu membekas di benakku, betapa tidak, sampai saat ini pun aku masih membayangkannya.&lt;br /&gt;“Apakah aku terlihat murung saat ini, Bel?” kutatapnya lekat, kemudian mencoba menunjukkan senyum palsuku, senyum yang selalu aku tunjukkan untuk menutupi semua kesedihan dalam diriku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia tersenyum, memamerkan lesung pipinya, me-mamerkan senyumnya yang indah itu lagi, hatiku semakin bergetar, bergejolak, menikmati keindahan senyumannya adalah suatu keberuntungan bagiku.&lt;br /&gt;“Hei, apa kau bisa memperlihatkan senyum selain senyum seperti itu?! Aku benar-benar tak tertarik dengan senyummu,” ia kembali menatapku dengan cemberut lalu berganti dengan senyuman yang tersungging manis di pipinya.&lt;br /&gt;“Sebenarnya aku tak berniat untuk se” belum sempat aku untuk melanjutkan kata-kataku, ia me-nempelkan jari telunjuk di bibirnya.&lt;br /&gt;“Kamu memang masih seperti anak kecil, ya? Sudahlah, aku tak mau mendengarkan alasan-alasanmu itu, jadi mulai sekarang, belajar menjadi dirimu sendiri dan mulailah percaya pada hatimu saat ini,” ujarnya.&lt;br /&gt;“Percaya pada hatiku, ya?” ucapku lirih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengangguk pelan, lalu tersenyum. Aku hanya bisa menatapnya dengan pandangan tak pasti.&lt;br /&gt;“Jujur, aku sangat tak ingin melihatmu terpuruk seperti ini, aku ingin kamu bangkit, bangkit dan berdiri tegak dengan kedua kakimu, dan melangkah pasti menuju apa yang selalu kamu impikan.”&lt;br /&gt;Aku hanya memandangi wajahnya tanpa berkata, ia pun juga melakukan hal yang sama, pandagan kami beradu. Tak ada lagi kata yang terucap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku beranjak dari situ, “Uhh, oke! Mari kita lihat seberapa hebatnya seorang Jonathan, apa dia bisa menaklukkan ini?!”&lt;br /&gt;“Hahaha, ada-ada saja,” Bella terdiam sejenak, “Bagaimana dengan nilaimu di kelas? Tak terasa sebentar lagi kita akan lulus, ya?” lanjutnya.&lt;br /&gt;Aku tertawa simpul, “Umm, ya begitulah, semuanya terasa begitu sangat cepat. Ayo, kita masuk, lima menit lagi kelas akan dimulai!”&lt;br /&gt;Bella berjalan mendahuluiku, kelasnya cukup berjauhan dari tempat kami duduk tadi, alhasil ia berjalan dengan langkah yang cukup terburu-buru. Aku masih ingin melihat senyumnya. Tanpa sengaja, aku memanggilnya. Ia menghentikan langkahnya, lalu menoleh. “Ada apa, Jo?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berlari mendekatinya, “Umm, Bel…” aku terdiam sejenak.&lt;br /&gt;“Ada apa, bicara yang jelas, dong?”&lt;br /&gt;“Umm… Aku… Aku”&lt;br /&gt;“Aku? Aku apa?” tanyanya penasaran.&lt;br /&gt;Aku hanya bisa menggaruk kepalaku yang tak terasa gatal. “Umm… Apa aku bisa pinjam sebuah bolpen?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bella mendengus pelan. Lalu mengaduk-aduk isi tasnya. “Huh! Ini, ambil saja, hanya untuk sebuah bolpen ini saja kamu terbata-bata, apalagi untuk menyatakan cinta?”&lt;br /&gt;“Uhh, terima kasih.” jawabku salah tingkah.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku duduk santai di jok Jeep-ku, memandangi layar ponsel yang sejak tadi kupegang. Akhirnya kuputuskan untuk menulis sebuah pesan singkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To : Bella&lt;br /&gt;Aku antar pulang, mau?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sent!&lt;br /&gt;Selang beberapa menit, sebuah pesan masuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;From : Bella&lt;br /&gt;Boleh, aku tunggu di dpn&lt;br /&gt;gerbang,y.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa pikir panjang, aku bergegas tancap gas keluar parkiran. Terlihat olehku Bella yang menunggu ke-panasan di luar, tangan mungilnya tak henti-henti mengusap peluh yang menetes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan, kami hanyadiam seribu bahasa. Terdiam oleh pikran kami masing-masing, akupun bingung harus memulai pembicaraan seperti apa. Karena tak betah dengan suasana seperti ini, akhirnya aku mulai membuka sedikit percakapan.&lt;br /&gt;“Akhir-akhir kamu terlihat mesra dengan yang namanya Dion itu, Bel? Sudah ada yang spesial, ya?” gurauku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bella tertawa kecil. “Apa seperti itu, ya, yang kamu lihat? Ahh, biasa saja, menurutku,”&lt;br /&gt;“Mungkin menurutmu itu hal biasa, tapi bisa saja berbeda dengan pendapat orang lain,” aku menoleh sebentar ke arahnya.&lt;br /&gt;Alisnya mengerut, “Apa pendapatmu juga termasuk, Jo?”&lt;br /&gt;Aku mengertukan dahi, “Umm, bisa jadi, kan?”&lt;br /&gt;Bella menarik napas pelan kemudian membuang pandangan keluar jendela. “Aku hanya berteman baik dengannya. Tak ada hubungan khusus di antara kami, kok. Kamu cemburu, ya?”&lt;br /&gt;Senyumanku terasa getir. “Uhh, memang apa hubungannya denganku? Mengapa kamu bisa me-nyimpulkan kalau aku cemburu?”&lt;br /&gt;Bella terdiam, lalu memaksakan untuk tersenyum. Aku sangat sadar, senyuman itu bukan senyuman yang biasa ia perlihatkan padaku. Senyumannya terasa kaku.&lt;br /&gt;Tak terasa mobilku sampai juga di depan pagar rumahnya. Bella beranjak keluar mobil, lalu masuk ke dalam rumah. Ia pergi tanpa mengucap sepatah kata apapun padaku.&lt;br /&gt;Kuhembuskan napas perlahan yang kurasa semakin berat. Ada apa sebenarnya dengan perempuan itu?, batinku. Tanpa menunggu lama, aku tancap gas dan kembali ke rumah kos-ku.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam di dinding kamar kos-ku sudah menunjukkan pukul 01.00 dini hari, dan parahnya aku tak kunjung juga untuk terlelap. Pikiranku melayang memikirkan apa yang kulakukan pada Bella, sehingga perempuan itu melengos siang tadi. Arrrggghh!!! Aku hanya bisa meremas rambutku sendiri. Dan sakit yang kurasakan. Ponsel yang sejak tadi diam tanpa suara dan tergeletak di sudut meja kini sudah berada di genggamanku. Beberapa deret kata tersusun rapi di layar ponsel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To : Bella&lt;br /&gt;Ada apa denganmu tadi? Apa ada yg&lt;br /&gt;salah denganku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sent!&lt;br /&gt;Aku tak mengharapkan jawabannya dan aku yakin ia takkan membalas pesan itu sekarang. Pastinya ia sedang terlelap bersama mimpinya, mimpi bermesraan dengan laki-laki yang bernama Dion itu. Jujur. Aku cemburu dengan kedekatan mereka. Entah mengapa, aku sendiri pun tak tahu. Ponsel-ku bergetar, ada satu pesan masuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;From : Bella&lt;br /&gt;Tidak. Kesalahan km satu2nya&lt;br /&gt;adlh km tak bs memahami keadaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh pesan balasan yang singkat, padat dan membingungkan. Berulang-ulang kali aku membacanya, tapi tak ada satupun kata yang bisa aku cerna dan aku terjemahkan kedalam otakku. Saat ini, hanya Bella dan Bella yang memenuhi isi otakku, diperparah lagi dengan isi pesan itu. Alhasil, malam ini aku kurang tidur.&lt;br /&gt;Kumatikan ponsel, lalu kubanting dengan kasar ke tempat tidur. Apanya yang salah? Apanya yang tak bisa memahami keadaan? Hah?!, teriakku kesal.&lt;br /&gt;“Woy!! Ada masalah, kau, Jo?! Kenapa harus pakai teriak-teriak segala? Kau pikir ini kebun binatang, seenaknya saja kau berteriak-teriak!” maki teman kos yang merasa terganggu dengan teriakanku.&lt;br /&gt;“Bukan urusanmu. Lebih baik, kau lanjutkan tidurmu itu.” ucapku sinis.&lt;br /&gt;Ia hanya melengos, lalu pergi dari kamarku. Huh, menganggu saja!, gumamku kesal.&lt;br /&gt;Kubaringkan tubuh ini agar bisa sedikit rileks. Sepertinya kantuk sudah mulai menjalar, dan aku mencoba untuk mencari posisi tidur yang enak. Saat subuh menjelang, aku baru bisa terlelap.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya, aku terlambat. Yah, efek dari tak bisa tidur semalam. Setengah jam setelah bel berbunyi tadi, kantuk sudah mulai menyerangku. Mataku mulai terasa berat dan ditambah banyak menguap, sampai beberapa kali aku ditegur oleh guru―yang saat ini tak kuhiraukan celotehannya. Ahh, memang pelajar itu tak pantas untuk sering-sering begadang. Ya, inilah akibatnya.&lt;br /&gt;Waktu senggang pada jam istirahat seperti ini, biasanya aku gunakan untuk membaca Sastra Klasik di taman sekolah, tepatnya di bawah pohon rindang yang ada di pusat taman. Seperti yang kulakukan saat ini. Halaman demi halaman kubaca dengan santai. Tanpa aku sadari, seseorang duduk berdekatan denganku, reflek aku mendongak dan sedikit terkejut, ternyata Bella sudah duduk manis di sampingku.&lt;br /&gt;“Apa itu yang kamu baca? Sepertinya menarik, Jo?” ucapnya sambil sekali-kali melirik buku yang sedang kupegang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menoleh ke arahnya, meninggalkan sejenak bacaan yang hampir selesai aku baca. Beruntungnya aku, karena tiba-tiba saja terlintas untuk membaca sebuah kutipan menarik yang berasal dari buku itu dan sangat cocok menggambarkan Bella saat ini.&lt;br /&gt;“Kadang-kadang seseorang yang sangat kau sayangi membuatmu kecewa, tetapi ia melakukannya karena mereka tak tahu bahwa apa yang ia lakukan itu mem-buatmu kecewa,” jawabku seraya tersenyum getir.&lt;br /&gt;“Huh, kalimat macam apa itu?” balasnya sinis.&lt;br /&gt;“Aku hanya mengutipnya, kalau kamu mau protes, jangan protes padaku, tapi proteslah dengan yang mengarang buku ini.” Aku kembali fokus dengan apa yang kubaca. Bella tampak kesal. Raut wajahnya berubah drastis, dan itu terlihat oleh ekor mataku. Aku hanya tersenyum dalam hati. Biarlah kamu belajar untuk menjadi seorang yang dewasa, batinku.&lt;br /&gt;“Maumu, apa, Jo?!” teriak Bella tiba-tiba. Cukup membuatku tercengang rupanya.&lt;br /&gt;“Apa maksudmu, bicaralah pelan-pelan, be calm down, please?” ujarku agak pelan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PLAAAKKK!!!&lt;br /&gt;Aku benar-benar terperanggah. Tanpa segan-segan Bella menamparku, mendaratkan tangannya dengan keras tepat ke pipiku. Aku memegangi pipiku yang sedikit berdenyut.&lt;br /&gt;“Ada apa denganmu? Mengapa kau menjadi sangat arogan seperti ini? Kau tak bisa mengontrol emosimu? Akhir-akhir ini kamu berbeda,” ucapku dengan nada menggantung, kulihat dia masih bergeming, dan tak ada tanda-tanda bahwa ia akan meninggalkan tempatnya berdiri.&lt;br /&gt;“Bel, kenapa hanya dengan kata-kata itu kamu marah? Kemarahanmu sangat tidak logis. Ini hanya sebuah buku, sebuah karangan fiktif orang Indonesia.” Kucoba untuk melunak, tapi…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BRUUUKKK!!!&lt;br /&gt;Bella dengan sengaja dan emosi langsung meraih dan membuang buku yang aku pegang ke tanah.&lt;br /&gt;“Terserah!! Aku takkan peduli denganmu ataupun dengan buku bodohmu itu!!” umpatnya keras. Kemudian ia berlalu.&lt;br /&gt;Aku hanya bisa meratapi kepergiannya, sampai akhirnya hilang di belokkan koridor. Kuhembuskan napas perlahan, lalu memungut buku itu. Kotor, dan cukup banyak halaman yang lepas dari jilidnya. Setelah selesai dengan urusanku di tempat itu, aku beranjak dan kembali ke kelas.&lt;br /&gt;Yang tak kuketahui, Bella diam-diam menangis, menangis karena menyesal telah melakukan apa yang seharusnya tak ia lakukan.&lt;br /&gt;Aku bejalan gontai menuju kelas. Beberapa menit lagi kelas akan dimulai. Masih terbayang di benakku bagaimana Bella menamparku. Apa salahku? Apa aku salah bicara?, rutukku.&lt;br /&gt;Aku melawati sisa-sisa waktu pelajaran dengan sedikit tidak konsentrasi. Entah mengapa pikiranku jauh menerawang ke arah Bella. Sepertinya bayangannya tak mau lepas dari benakku. Tanpa sadar, kelas pun berakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan langkah berat, aku menuju tempat mobilku terparkir. Terlihat olehku, Bella sudah bersandar di pintu mobil, ditambah dengan wajah yang masam semasam buah jeruk nipis yang belum matang. Aku muak melihat raut wajah seperti itu. Sesegera mungkin aku menghampirinya.&lt;br /&gt;“Ada apa? Mau ku antar pulang?” tawarku agak ramah.&lt;br /&gt;“Aku hanya ingin minta maaf, atas apa yang telah aku lakukan padamu tadi,” ucapnya lirih, hampir tak terdengar.&lt;br /&gt;“Ummm, aku belum dengar. Bisa diulangi?” pintaku dengan senyum jahil. Sebenarnya aku tak mempersoalkan kejadian tadi, hanya merasa heran dengan apa yang ia lakukan. Sungguh sangat sulit untuk menebak perasaannya.&lt;br /&gt;Bella cemberut, lalu sontak mencubit lenganku. “Bodoh! Telingamu kau taruh di mana? Apa sudah kamu masak bersama sup tadi pagi?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tertawa, lalu kami kembali terdiam. Sekali lagi, perempuan itu memang sulit untuk dimengerti.&lt;br /&gt;“Bel?” aku mencoba membuka pembicaraan lagi.&lt;br /&gt;“Iya?” jawabnya, tapi pandangan matanya tertuju ke arah lain.&lt;br /&gt;“Apa yang membuat kamu menamparku tadi? Sampai sekarang pun rasa sakitnya masih membekas,” dengan nada memelas, berharap bisa sedikit mencairkan suasana.&lt;br /&gt;“Ha? Kamu tunggu di sini dulu sebentar, oke? Sepertinya Dion memanggilku. Atau kalau kamu mau pulang lebih dulu, aku tidak masalah, kok. Nanti biar aku sekalian dengan Dion. Daah, Jo!” ucapnya terburu-buru.&lt;br /&gt;Mataku mengikuti kemana ia pergi. Aku juga melihat Dion melambaikan tangannya ke arah Bella. Aku baru sadar, sejak tadi ternyata Bella memperhatikan Dion, ia sama sekali tak mengubrisku yang sejak tadi bicara dengannya. Sial!&lt;br /&gt;Aku segera masuk ke dalam Jeep-ku, kemudian dengan cepat berlalu dari tempat itu. Sebenarnya, aku semakin muak dengan kedekatan mereka berdua. Kuraih ponsel-ku yang ada di dashboard, lalu mengetik sebuah pesan singkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To : Bella&lt;br /&gt;Aku pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sent!&lt;br /&gt;Ku kembalikan ponsel itu ke tempat semula. Tanpa sadar, aku mengingat kembali kenangan bersama Bella dulu, kenangan di mana kami menjalin suatu hubungan khusus. Hubungan di mana kami bisa saling mengenal diri kami masing-masing secara lebih dekat. Hari-hari kami lalui dengan segudang canda dan tawa, namun juga segudang duka dan lara. Aku tersenyum sendiri mengingat semua kenangan indah itu.&lt;br /&gt;Tapi, semua harus berhenti hanya karena suatu kesalahan kecilku, yang sampai saat ini pun aku tak tahu. Ya, hubungan kami berakhir di tengah jalan. Sebenarnya, aku masih memiliki rasa kepadanya, entah rasa peduli, rasa sayang, ataupun rasa yang lain, aku sendiri pun tak tahu akan hal itu. Aku masih belum bisa menerjemahkan apa yang saat ini aku rasakan padanya. Tapi, jujur! Aku sangat mengharapkannya kembali, dan sayangnya, aku tak bagaimana harus mengungkapkan itu semua padanya. Sial!&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;Melihat kedekatannya pada Dion, semakin mem-buatku hanya mampu berangan-angan untuk meminta-nya kembali. Aku melihat bagaimana caranya ia memanggil, berbicara, dan semua yang Bella lakukan dengan Dion, cukup membuatku merasa risih.&lt;br /&gt;Pikiranku semakin jauh melayang. Aku dengan Dion memang jauh berbeda. Dion punya segalanya untuk memikat hati seorang perempuan. Mobil yang selalu ia bawa adalah selalu keluaran terbaru, maklum, ayahnya adalah seorang pengusaha terkaya dan tersuskses di kota ini. Kalau ia mau, ia bisa saja membeli seluruh sekolah ini beserta isi-isinya. Selain itu, ia juga punya kharisma tersendiri, yang mungkin membuat sebagian besar anak-anak perempuan di sekolah ini mengaguminya. Hah, apa peduliku?!&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;Aku melirik jam tanganku, masih pukul 04.00 sore, kuputuskan untuk sekedar berkeliling, menikmati jalan-jalan perbukitan, di sekitar kota. Ya, kota ini memiliki beberapa tempat yang sangat indah yang sangat sayang jika tak dinikmati. Mobilku melaju cukup pelan, dan tak terasa sampai di perbukitan pinus. Cahaya matahari mulai redup dan hanya sedikit berkas-berkas cahaya yang menyeruak di antara dahan-dahan pinus, ditambah hawa dingin yang mulai berhembus.&lt;br /&gt;Aku mempercepat laju mobilku, aku hanya tak ingin pulang sampai larut ditambah badanku yang mulai gerah dan lengket memaksaku untuk cepat-cepat sampai ke kos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu siang di sekolah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuhabiskan waktu itu seperti biasa, duduk di bawah pohon di pusat taman, membaca buku Sastra Klasik. Beberapa menit awal aku merasa biasa-biasa saja. Namun beberapa menit pikiran-pikiran tentang Bella kembali menerobos pertahananku. Kualihkan pikiran-pikiran itu dengan membaca halaman demi halaman dengan sangat dan sangat fokus, sampai-sampai hal itu membuatku pening. Aku sedikit melemaskan otot-otot tengkukku dengan menengadah. Merilekskan otot-otot yang kaku, lalu menerawang jauh, entah apa yang aku pikirkan, akupun tak tahu. Tanpa sadar, seseorang menepuk bahuku.&lt;br /&gt;“Kamu melamun lagi? Ada apa dengannmu?” ternyata Bella yang menepuk bahuku tadi.&lt;br /&gt;“Eh, Oh, aku? Aku… Aku tak melamun,” ucapku sedikit terbata-bata. Entah mengapa semua badanku bisa digerakkan sekarang. Aku sungguh berterima kasih pada Bella yang ternyata menyelamatkanku dari keadaan yang sungguh bisa membuatku gila.&lt;br /&gt;“Kenapa wajahmu pucat seperti itu, Jo?! Kau sakit hari ini?” ujarnya sedikit khawatir.&lt;br /&gt;“Aku tak apa-apa, mungkin hanya kelelahan membaca ini, ceritanya cukup berat.” elakku. Aku tak ingin tertangkap basah sedang memikirkannya. Ia hanya mengangguk pelan. Tapi tatapannya terlihat ia tak percaya dengan apa yang aku katakan. Aku berharap ia tak sadar bahwa aku sedang berbohong padanya.&lt;br /&gt;“Umm, aku ke sini ingin membicarakan sesuatu padamu, Jo.” ucap Bella tiba-tiba.&lt;br /&gt;“Uhh! Aku juga, Bel. Ada hal penting, dan sudah lama ingin aku katakan padamu.” balasku seraya meletakkan buku yang sejak tadi aku pegang.&lt;br /&gt;“Apa itu? Aku ingin mendengarnya, dan kali ini pasti aku dengarkan” wajah Bella berubah menjadi serius. Aku sedikit ragu untuk mengungkapkannya.&lt;br /&gt;“Ra… Sejak kamu memutuskan hubungan kita, aku sungguh merasa kehilangan. Sungguh!” aku terdiam sejenak, mengumpulkan segenap tenaga untuk melanjutkan kata-kataku. “Aku sadar, akulah yang bersalah, aku memang tak pantas untuk disebut kekasih yang baik. Aku sungguh minta maaf. Aku memang laki-laki yang bodoh, karena tak bisa menjagamu, tak bisa membuatmu merasa aman bila di dekatku. Aku minta maaf. Aku sungguh minta maaf.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bella tersenyum. “Jadi?” lanjutnya.&lt;br /&gt;“Umm… Jadi…. Maukah kamu menjadi kekasihku? Lagi?” ucapku gugup.&lt;br /&gt;Bella lagi-lagi tersenyum. Memamerkan senyumnya yang indah itu. “Aku bisa menjadi kekasih-mu lagi, asalkan kau mau berkata jujur. Sepele, kan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengrenyitkan dahi, bingung lebih tepatnya. Apa aku ini kurang jujur dalam mengungkapkan pe-rasaanku?, batinku. “Aku sudah mengungkapkan semua apa yang kurasakan padamu, bukan? Jangan membuatku bingung,”&lt;br /&gt;“Iya, benar! Tapi ada satu hal yang belum kau ungkapkan padaku, Jo?” Bella tersenyum jahil.&lt;br /&gt;“Apa itu?” hal itu semakin membuatku bingung dan penasaran.&lt;br /&gt;“Apa kamu cemburu tentang kedekatanku dengan Dion??&lt;br /&gt;“Ummm… Itu… Itu… Kalau soal itu―”&lt;br /&gt;“Hmmm?” Bella sepertinya tak sabar menunggu jawabanku.&lt;br /&gt;“Iya. Aku cemburu. Kuakui, aku memang cemburu melihat kamu dengan Dion. Tapi setelah tahu kalau kamu hanya berteman dengannya, aku mendadak jadi lega.” ujarku.&lt;br /&gt;“Apa yang kamu suka dariku? Aku telah banyak melukaimu, menjahatimu. Tapi kenapa, kenapa kamu masih menyukaiku? Apa alasannya?” Bella mulai berkaca-kaca.&lt;br /&gt;Tanganku reflek mengusap air matanya yang mulai mengalir turun ke pipinya. “Memang banyak perempuan di sana yang lebih darimu, tapi hanya kamu, ya, hanya kamu yang punya tempat spesial di hati ini.”&lt;br /&gt;Bella tersenyum. “Terima kasih, Jo.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;T A M A T&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;PROFIL PENULIS&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Nama : Justinus Ristoadi&lt;br /&gt;Umur : 17 tahun&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Baca juga &lt;a href="http://www.lokerseni.web.id/2013/01/kumpulan-cerpen-cinta-terbaru-update.html" target="_blank"&gt;Cerpen Cinta&lt;/a&gt; yang lainnya.&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/LokerSeni/~4/kKfTfDa0Syk" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/LokerSeni/~3/kKfTfDa0Syk/i-wish-cerpen-cinta.html</link><author>agus.lizam@gmail.com (Loker Seni)</author><media:thumbnail url="http://1.bp.blogspot.com/-TPgwiVUraLE/UcGJUxJbzKI/AAAAAAAAGzs/ogLjHJO90Zs/s72-c/Cerpen+Cinta+Remaja.jpg" height="72" width="72" /><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1" /><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD" /><feedburner:origLink>http://www.lokerseni.web.id/2013/06/i-wish-cerpen-cinta.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7529203369447603545.post-8259015412723288272</guid><pubDate>Wed, 19 Jun 2013 10:31:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-06-19T03:31:37.882-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Cerpen Remaja</category><title>Cinta Tak Terduga - Cerpen Remaja</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;CINTA TAK TERDUGA&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Karya Zulaikah Oktaviani&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;Sebut saja namaku Okta, aku baru saja naik kelas. Dan sekarang aku kelas 9.&lt;br /&gt;Ada suka dukanya sih aku naik kelas ini, sukanya iya jelas tau sendiri dong gimana...&lt;br /&gt;Sedihnya harus pisah lagi sama temen-temen kelas 8, iya nggak semuanya pisah sih, Cuma iya di acak.&lt;br /&gt;Awal masuk kelas baru dan kelas tertua pastinya di bangku Smp biru putih, haha..&lt;br /&gt;Kesan pertama biasa aja, terasa asing juga udah pasti, awal ketemu teman-teman baru yang awalnya hanya ketemu tapi nggak pernah satu kelas sekarang jadi satu kelas.&lt;br /&gt;Beruntung bisa satu kelas lagi sama sahabatku, panggil saja dia mitha.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-fcs0yV7uXQg/UcGIa5k86GI/AAAAAAAAGzg/0ivnXUQkEFY/s1600/Cerpen+Cinta+Maret.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="253" src="http://2.bp.blogspot.com/-fcs0yV7uXQg/UcGIa5k86GI/AAAAAAAAGzg/0ivnXUQkEFY/s400/Cerpen+Cinta+Maret.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Cinta Tak Terduga&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Hari berganti hari, temanpun sudah banyak yang akrab satu sama lain, sampai hal-hal yang nggak pernah aku bayangin dilakuin sama teman-teman. Menyenangkan sekali..&lt;br /&gt;Suatu hari pernah ada cowok yang coba godain aku sama mitha. Awalnya aku nggak tau dianya siapa ternyata itu tetangganya mitha, namanya mono...&lt;br /&gt;Dia anaknya hiperaktif, gokil, suka bercanda, gombal ke cewek-cewek, tapi sayang nggak ada yang mau sama dianya.. :D&lt;br /&gt;“ayah kamu seorang polisi ya??” gombalnya ke mitha. “loh kok tau” jawab mitha. “karena kamu telah memenjarakan hatiku dihatimuh,,haha...” (sambil ketawa girang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini pelajaran full day, dari pada bosen mending mainan hp bareng mitha,&lt;br /&gt;“udah dapat lagu terbaru belum??” kata ke mitha, “lagu baru siapa? Hpku penuh lagunya the virgin. Haha..” candanya.&lt;br /&gt;“aduuhh bosan aku dengernya, kemarin malem ada yang sms aku minta kenalan, sapa yaa..” pikirku bingung.&lt;br /&gt;“iya tanya aja siapa,,mana no.nya berapa barangkali aku tau,” jawabnya kentus.&lt;br /&gt;“udah tak balez ni” jawabku (menyodorkan hp)&lt;br /&gt;Nggak lama setelah itu langsung dibales sama si orang asingnya.&lt;br /&gt;“ehh. Ehh inii dibales nih..” kata mitha. “mana.mana..siapa.siapa jawabnya??” tanyaku penasaran.&lt;br /&gt;“ngakunya sih namanya paijo, lucu banget nih orang, penggemar rahasia kamu nih..” jawabnya sewot. “yee gitu aja sewot, mana aku tau juga itu siapa, ehc tapii boleh juga sih buat temen smsan.. haha” jawabku girang.&lt;br /&gt;“iyaa terserah kamunya toh, hp.hp kamu juga. Wekk.. :p” sambil lari menjauh. “huuu.. dasar miss lebay..”&lt;br /&gt;Waktu lagi enak-enak sms dibawah bangku, ada temeanku yang bilang gini “ehh mbak lagii smsan yaa?? Sama siapa??” “iyaa nih sms sama no.baru, heee..” jawabku mringis.&lt;br /&gt;“dari tadi kamunya dilihatin terus tu sama anak bangku depan,” “hahh masak?” jawabku kaget.&lt;br /&gt;Langsung berdiri seketika dong akunya, penasaran pengen tau siapa. Aku lihatin aja itu cowok bangku depan, ehh dianya senyum ke aku, aku bales senyum juga dong akunya. cakep sih anaknya itu.. haha.&lt;br /&gt;Lanjut smsannya, aku tanya dong siapa sebenarnya itu cowok yang ngaku namanya paijo.&lt;br /&gt;“sebenarnya kamu siapa sih? Kenal sama aku?” tanyaku ke dia. “aku temen sekelas kamu”&lt;br /&gt;“hahhh..” jawabku kaget. Spontan aku langsung lihat cowok bangku depan dong, dianya senyum lagi. Makin bikin aku penasaran aja.&lt;br /&gt;“kamu cowok yang bangku depan bukan??” tanyaku penuh dengan rasa deg.degan. “iyaa” jawabnya.&lt;br /&gt;Tuu kan bener apa aku duga, langsung aja tuh keringat dingin bercucuran, haha..&lt;br /&gt;Sambil lihat-lihatan sama dianya yah nggak lupa juga senyum-senyum sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya tau juga siapa cowok misterius itu, dan cukup lumayan juga sih anaknya.&lt;br /&gt;Manis senyumnya membuatku jatuh hati padanya, alisnya yang tebal seakan membuatku melihat rembulan diwajahnya, tutur katanya yang lemut membuatku seakan melayang jika berbicara padanya, seakan semua yang ada didirinya membuat spesial didiriku. Aku ingin teriakkan ke dunia kalau aku jatuh cinta pada pandangan pertama..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata nama dia yang sebenarnya itu krishna, krishna dewantara. Nama bagus-bagus gitu kenalan sama akunya pake ngaku nama paijo segala.&lt;br /&gt;Kenapa ya semenjak kenal dia akunya jadi semangat sekolah, semangat untuk semuanya. Dia anaknya baik banget, sopan santun, humoris, pinter, yang bikin aku klepek-klepek yaitu senyum manisnya yang selalu bikin aku kangen terus sama dia. Haha I falling in Love..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari berlanjut hari, bulan berganti bulan, dan tepat dihari inii ada persiapan acara hut RI yang ke 65, dan lebih tepatnya kelasku yang dibuat tempat semua persiapannya itu, secara otomatis nggak begitu efektif kan kbmnya, kesempatan buat santai bersama teman-teman.&lt;br /&gt;Waktu itu masih malu-malu buat deket sama si mancungnya. Haha malu-malu tapi mau lah.&lt;br /&gt;Lama-lama deket-deket dan akhirnya jadian deh kita.&lt;br /&gt;“kamu mau nggak jadi pacarku??” katanya lewat pesan singkat. “aku maunya ngomong langsung,heee” jawabku. Nggak berselang lama dianya telfon. “bidadari disana, mau nggak jadi permaisuriku..” bilangnya genit. “hmmm iyaa aku mau,” jawabku sambil senyam senyum sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah kasih di biru putih pun dimulai, haha nggak nyangka pangeranku juga memiliki perasaaan yang sama ke akunya.&lt;br /&gt;“ciee.ciee yang baru jadian nie yee..” goda sahabat centilku. “aahh apa sih jadi malu aku” jawabku malu-malu.&lt;br /&gt;Setiap hari kemana-mana jalan berempat, aku sama dia, mitha sama mono. Iya double date gitu deh. Haha...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa bulan kemudian aku dan dia memutuskan untuk break dulu, karena bentar lagi semesteran dan kita juga udah kelas 3 jadi harus benar-benar fokus akan hal itu.&lt;br /&gt;Tapi nggak tau kenapa rasanya separuh dari hidupku hilang saat jauh dari dia.&lt;br /&gt;Kita setiap hari hanya bisa lirik-lirikan aja. Setelah ujian semester sudah kelar seperti biasanya liburan pun datang, haha..&lt;br /&gt;Selama liburan hanya diisi dengan kekosongan hati, yang berharap dia masih mempunyai perasaan seperti dulu dan menyatakan cintanya lagi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu minggu kuhabiskan waktu hanya makan tidur dan menenangkan pikiran dirumah, hanya bisa menanti dan menanti suatu hal yang menurutku belum pasti terjadi. Tapi aku berharap lebih akan hal itu.&lt;br /&gt;Pada satu hari aku diajak main sama mitha, “mbak makan-makan y0g ndek rumah laladut” katanya di pesan singkat. “iya ayog, akunya udah bosen berdiam diri dirumah terus menerus,haha..” jawabku. “ok.ok”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya aku jemput mitha dirumahnya, ternyata ada si dia “paijo.ku” juga disana, nggak tau kenapa jantung ini berasa semakin kencang berdetak, seolah-olah menemukan sosok yang hilang selama ini..&lt;br /&gt;Pandangan kepadaku begitu tajam mengalahkan apapun benda tajam didunia ini, sorot matanya yang memancarkan keistimewaannya, mata indahnya yang senantiasa menyejukkan dan mendamaikan hati setiap wanita. Membuatku semakin tak berdaya memandangnya. Memandang mata indahnya. Ku berdoa dalam hati. Oh Tuhan jika Kau izinkan aku memilikinya lagi betapa bahagianya hatiku ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba aku dikejutkan dia main gitar didepanku, didepan teman-teman juga. Dan tak ketinggalan tatapan mata itu seolah tertuju hanya untuk aku seorang.&lt;br /&gt;Dia menyayikan lagu indah yang menggambarkan perasaaannya padaku,&lt;br /&gt;“Oh Tuhan apakah aku ini sedang bermimpi??” pikirku dalam hati. (sambil mencubit tanganku). “aauuwww.. sakit”. Hahc inii beneran? Aku sedang nggak bermimpi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makan-makan, bercanda sambil nikmati petikan gitar bernyanyi bareng, haduh seakan tak mau mengakhiri hari itu.&lt;br /&gt;nggak lama mono sama lisa pamit pulang, tinggal aku, mitha, lala dan krishna (paijo.ku) duduk mandangin orang lewat.&lt;br /&gt;“eh aku minta tolong tinggalin aku sama dia aja dong” kata krishna (sambil nunjuk kearahku).&lt;br /&gt;“iya.iya beres pak bos” jawab mitha (sambil geret lala).&lt;br /&gt;Akunya hanya tersipu malu, harap-harap cemas dan keringat dingin. “Haduh dianya mau ngapain yaa??”, tanyaku dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sekian lama aku mengharapkan momen seperti ini, dia menyatakan cinta lagi sama aku, dan kali ini sangat berbeda dari sebelumnya dan jujur baru kali ini ada cowok yang menyatakan cinta ke aku langsung.&lt;br /&gt;Tatap mata indahnya kembali menatapku sembari menaruh harapan untuk menerimanya kembali, mungkin mataku juga memancarkan hal yang sama, hal yang tak bisa menolak permintaan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia duduk di depanku, tepat dihadapanku dan berkata, “Ani..kamu mau nggak jadi pacarku lagi??” katanya dengan lembut sambil memegang tanganku dengan erat.&lt;br /&gt;Jujur dalam hatiku berkata iya aku mau, tapi untuk mengeluarkan kata itu begitu sulitnya, yang seakan memaksaku untuk menghela nafas dalam-dalam dan memberanikan diri untuk berkata itu.&lt;br /&gt;“iyaa aku mau jadi pacar kamu lagi,” jawabku dengan senyum mautku, haha...&lt;br /&gt;Tiba-tiba dia berkata begini, “boleh aku duduk disampingmu??, kita foto berdua”. “iya boleh aja kok” jawabku penuh senyum. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Momen terindahku yang mungkin nggak bisa untuk ku lupakan,&lt;br /&gt;tepat dihari senin, 25 januari 2010, awal tahun yang ku nanti-nanti.. &lt;br /&gt;bahagianya tak akan pernah bisa ku ungkapkan karena ku telah memilikimu lagi pujaan hatiku. Mumumuuu... :*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kita sepakat untuk menyatukan nama kita, dari namaku Zulaikah Oktaviani dan nama dia Krishna Dewantara, kita sepakat menyingkatnya menjadi “DETA” yaitu gabungan dari “Dewa dan okTA”. Semoga kita untuk selamanya,, Amin...!!&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;PROFIL PENULIS&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Nama: Zulaikah Oktaviani&lt;br /&gt;Email: celalu.maniez@yahoo.com&lt;br /&gt;Add facebook: Oktaviani ( www.facebook.com/okta.bayyu )&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Baca juga &lt;a href="http://www.lokerseni.web.id/2013/01/kumpulan-cerpen-remaja-terbaru-update.html" target="_blank"&gt;Cerpen Remaja&lt;/a&gt; yang lainnya. &lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/LokerSeni/~4/tMoa2HCjmmQ" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/LokerSeni/~3/tMoa2HCjmmQ/cinta-tak-terduga-cerpen-remaja.html</link><author>agus.lizam@gmail.com (Loker Seni)</author><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/-fcs0yV7uXQg/UcGIa5k86GI/AAAAAAAAGzg/0ivnXUQkEFY/s72-c/Cerpen+Cinta+Maret.jpg" height="72" width="72" /><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1" /><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD" /><feedburner:origLink>http://www.lokerseni.web.id/2013/06/cinta-tak-terduga-cerpen-remaja.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7529203369447603545.post-7375158956105586381</guid><pubDate>Wed, 19 Jun 2013 10:28:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-06-19T03:28:16.646-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Cerpen Cinta</category><title>Hani Bunny Sopir - Cerpen Cinta</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;HANI BUNNY SOPIR&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Karya Ypriliansi Nora Evita&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Setengah rela, mungkin itulah yang akan dikatakan Kencana kali ini. Pertama kalinya saat Rico akan terbang. Terbang? Ya.. maksudnya terbang, mengemudikan pesawat. Profesi Rico sebagai pilot tentu amat ampuh menciptakan rasa rindu di diri Kencana. Dan… entah kenapa kali ini ia benar – benar tak rela jika Rico harus terbang. Rasanya… pada saat itulah Rico akan meninggalkannya.&lt;br /&gt;“Ric… perasaan aku nggak enak…” kata Kencana ketika Rico akan berangkat. “Mendingan kamu nggak jadi deh, terbangnya…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rico terdiam sejenak. Dipandanginya wajah Kencana. “Kencana… percaya deh.aku bakalan baik – baik aja. Aku akan kembali, dan bawain kamu sesuatu yang special, seperti janji aku. Aku kan, mau terbang ke Australia…”&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-oo3OOn8Lyuw/UcGHi5SAFYI/AAAAAAAAGzU/6zIBgD1fBAU/s1600/Cerpen+Badut+Cinta.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="257" src="http://3.bp.blogspot.com/-oo3OOn8Lyuw/UcGHi5SAFYI/AAAAAAAAGzU/6zIBgD1fBAU/s400/Cerpen+Badut+Cinta.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Hani Bunny Sopir&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kencana diam saja mendengar perkataan Rico. Bagaimanapun… ia tetap tak rela melepas Rico. Walaupun ia tahu, Rico wajib melaksanakan tugasnya mengantarkan para penumpang ke tempat tujuan. Tapi…&lt;br /&gt;“Sayang…” panggil Rico.“Kamu nggak papa kan…”&lt;br /&gt;“Iya… hati – hati ya…” jawab Kencana.&lt;br /&gt;“Pasti… aku berangkat ya…” kata Rico. Kemudian ia pergi menuju bandara.&lt;br /&gt;Kencana masih menatap mobil Rico yang melaju dari halaman rumahnya, kemudian melaju di jalan raya. Esoknya, tiba – tiba ada telepon dari pihak maskapai penerbangan. Suatu berita yang mengejutkan. Dan… membuat Kencana semakin percaya akan perasaan tak enak yang menghinggapinya ketika Rico akan terbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata maskapai penerbangan, pesawat Rico mengalami kecelakaan di suatu daerah. Pesawat jatuh di areal hutan. Sebagian besar penumpang tewas, namun beberapa luka parah. Sedangkan Rico sendiri…&lt;br /&gt;“Sang pilot… meninggal dunia…” ujar petugas maskapai penerbangan.&lt;br /&gt;“APAAAAA…..???” Kencana berteriak histeris mendengar kabar itu. Dilepaskannya gagang telepon rumah itu. Seketika ia lemas.&lt;br /&gt;“Maa… Mama…” panggil Kencana.&lt;br /&gt;“Ada apa sih, Sayang…” Mama heran melihat mata Kencana sembab.&lt;br /&gt;“Rico Maa….” Ujar Kencana. “Rico… Rico… meninggal… dunia, Maa….”&lt;br /&gt;“Ya Allah…” ujar Mama kaget. “Sabar ya, Kencana…”&lt;br /&gt;-o0o-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah beberapa bulan terlewati. Namun, Kencana masih belum bisa melupakan Rico. Sosok pilot muda yang amat dicintainya itu. Dan… ia masih tak rela Rico pergi.&lt;br /&gt;Pagi itu terpaksa ia menaiki bus antar kota untuk pergi ke kampusnya, karena mobilnya mogok. Dengan langkah gontai ia menuju halte untuk menunggu bus. Tak lama kemudian, muncul sebuah bus. Ia segera menyetopnya dan naik ke atasnya. Bus itu penuh, hamper semua bangku terisi. Hanya tinggal sepasang bangku yang masih kosong. Bangku dekat sopir. Kencana segera menuju bangku itu dan duduk di sana.&lt;br /&gt;Tanpa sengaja dipandangnya sang sopir. Sopir itu masih muda… dan… Kencana benar – benar terkejut melihat sang sopir. Ia seakan melihat Rico saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa terasa Kencana sudah sampai di kampus. Ia segera turun. Dan masih memikirkan sopir bus AKDP atau Antar Kota Dalam Propinsi yang betul – betul mirip Rico itu.&lt;br /&gt;“Hei…” tiba – tiba Neysa, temannya, datang. “Ngelamun apa sih…”&lt;br /&gt;“Itu tuh… tadi aku naik bus ke sini. Terus aku lihat sopirnya, mirip banget sama Rico.” Kata Kencana.&lt;br /&gt;“What?? Bus apa sih??” Neysa tiba – tiba penasaran.&lt;br /&gt;“Lestari Indah…” ujar Kencana.&lt;br /&gt;“Itu kan… Hani…” ujar Neysa.&lt;br /&gt;“Tau banget…”&lt;br /&gt;“Tetangga aku…”&lt;br /&gt;Siang itu Kencana pulang kuliah dengan naik bus antar kota lagi. Untung saja busnya cepat datang. Ketika akan turun, ia bilang kepada kondekturnya. Sang kondektur-pun bilang kepada sopir. Dan anehnya, si sopir seakan tahu, seakan menghafalkan dimana rumah Kencana. Kencana secara refleks menoleh kea rah sopir. Hani…&lt;br /&gt;Esok harinya, Kencana baru pulang belanja di toko depan rumahnya. Saat itu lewatlah bus Hani. Jalan sepi – sepisaja. Namun… tampak Hani membunyikan klakson bus, sehingga Kencana melihat bus itu. What??&lt;br /&gt;-o0o-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita saja… Kini Hani telah mengenal Kencana. Melalui suatu perkenalan yang entah dimulai darimana, tapi yang jelas pertama kali yang mengajak adalah Hani. Kencana-pun diam – diam menanti saat itu. Ia suka kepada Hani. Dan jelas… Hani juga suka kepada Kencana. Melalui tindakannya yang istimewa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu hujan deras. Kencana pulang kuliah. Ia duduk disamping Hani. Dan betapa terkejutnya ia saat didapatinya bunga mawar merah tergeletak di depannya. Ini bunga siapa.. juga.&lt;br /&gt;“Kencana… itu buat kamu…” ujar Hani.&lt;br /&gt;Kencana memandang Hani. Heran… namun diambilnya bunga itu. Apa sih, maksud Hani. Pertama ia tak menyangka bahwa Hani akan seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan anehnya, setiap kali ia menaiki bus Hani, Hani mengemudikan bus dengan lembuuuuuut sekali.&lt;br /&gt;“Kencana…” ujar Hani seraya tetap memegang setir.&lt;br /&gt;“Apa…” jawab Kencana.&lt;br /&gt;“Kamu suka nggak sama aku…” kata Hani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kencana terkejut. Ini sopir ngapain sih, bilang kayak gitu. Percaya tak percaya Kencana mendengar semuanya.&lt;br /&gt;“Nggak…” jawab Kencana.&lt;br /&gt;“Kalo gitu… aku yang suka sama kamu…” ujar Hani.&lt;br /&gt;-o0o-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kencana masih terdiam mendengar perkataan Hani yang blak – blakan tanpa basa – basi terlebih dahulu. Tanpa memberinya kesempatan untuk beradaptasi dengan keadaan. Hani begitu cepat , mengungkapkan semuanya. Sebenaranya nggak cepat – cepat amat sih… sekitar satu bulan yang lalu. Kencana bingung… tak mungkin ia menjawab semuanya dengan cepat secepat Hani mengungkapkan perasaannya. Haruskah ia bilang…. Ya? Tapi ia tak siap. Haruskah ia bilang… Tidak? Hani akan sakit hati karenanya.&lt;br /&gt;“Han… aku turun sini…” Kencana tiba – tiba ingin turun. Ya, sudah sampai di rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hani spontan menghentikan laju kendaraannya. Kencana turun. Sementara itu Hani terdiam seraya terus melajukan kendaraannya lagi dan menatap Kencana. Inikah… jawaban Kencana? Hani, kau terlalu berani untuk menembak Kencana menjadi kekasihmu. Tidak! Ini cinta, dan tidak memandang derajat. Kencana… mungkin inilah yang akan dikatakan Hani. Ia benar – benar cinta kepada Kencana. Namun… ia tahu semuanya. Kencana adalah gadis yang cantik dan… kaya raya. Anak konglomerat. Pengusaha.&lt;br /&gt;“Hani…..” panggil Setyo, kondekturnya. “Lu denger nggak sih… ada yang turun di Semangka… Semangka Han…!!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hani terkejut. Dilambatkannya laju busnya kemudian berhenti. Ia tak menyangka, karena Kencana-kah ia tak konsentrasi bahkan tak sadar saat Setyo meneriakkan nama Semangka padanya?&lt;br /&gt;“Han… kamu kenapa sih?” tanya Setyo saat bus agak sepi.&lt;br /&gt;“Nggak… kamu tau kan, sama cewek yang tadi turun di Nangkasari… Aku suka sama dia. Tapi dia nolak aku…” cerita Hani.&lt;br /&gt;“Han… dia itu cewek kaya. Dan… aku kira dia nolak kamu karena…” perkataan Setyo langsung terputus.&lt;br /&gt;-o0o-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu Kencana melamun di beranda kamarnya. Ia rasa semuanya begitu cepat. Dan… walaupun ia memiliki rasa yang sama seperti Hani, ia tak mungkin menerima Hani. Tak mungkin… Karena… Hani itu tak seperti apa yang diharapkan mamanya. Ya, Mama ingin Kencana memiliki calon suami seperti Rico nantinya. So, bukannya Hani itu seperti Rico? Ya, tapi Hani itu… jelas, dari segi materi memang kurang. Bandingkan dengan Rico, yang segalanya mewah. Memang sepadan dengan hasil kerja kerasnya sebagai pilot. Dan, tidak… itu semua bukan berarti merendahkan pekerjaan Hani. Pekerjaan Hani juga mulia. Mengantarkan penumpang ke tempat tujuan. Siang malam, tanpa henti dan sedikit istirahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, tapi aku itu cinta Hani… tapi aku nggak berani terima kamu. Apa jadinya nanti kalau Mama mencemooh kamu, Hani…&lt;br /&gt;“Tipe kayak Kencana itu, suka cowok berduit…” kata Setyo malam itu.&lt;br /&gt;“Iya sih..” kata Hani seraya menyeruput kopi. “Tapi… aku harus gimana lagi. Aku nggak bisa ngelakuin apa – apa selain… ini doang.”&lt;br /&gt;“Cinta itu butuh pengorbanan…” kata Setyo.&lt;br /&gt;Hani hanya terdiam. Ia tahu, cinta butuh pengorbanan. Tapi harus gimana lagi sih…Susah amat sih, punya gebetan orang kaya…&lt;br /&gt;-o0o-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang itu Hani hanya jalan – jalan sendirian. Menyusuri pasir – pasir berkilat karena panas, yang terkadang beterbangan ditiup angin. Jalanan agak rame, seperti biasanya. Hari ini dia libur kerja. Dan… bosan mungkin di rumah. Tapi, kalau kerja kadang capek banget. Memang serba susah. Lagi – lagi ia teringat Kencana, bagaimana Kencana saat ini. Apakah ia masih sendiri, atau mungkin sudah menemukan cowok yang sepadan dengan dia. Ah, kenapa aku dipertemukan dengan Kencana bila akhirnya seperti ini…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika itulah, seorang ibu berjalan membawa barang yang banyak. Tampak menunggu kendaraan di pinggir jalan. Mungkin dari swalayan di dekat pertigaan itu. tetapi… tiba – tiba saja sebuah mobil serasa menyerempet ibu itu. Kontan saja Hani menarik ibu itu ke pinggir dekat tembok.&lt;br /&gt;“Waduh…” ibu itu tampak tegang, takut. “Makasih ya, Nak. Kalo nggak ada kamu, nggak tau tadi ibu gimana. Soalnya mobil itu kencang banget…”&lt;br /&gt;“Nggak papa, Bu. Tapi, Ibu nggak papa kan?” tanya Hani seraya membantu membereskan barang – barang yang jatuh.&lt;br /&gt;“Nggak papa…” kata ibu itu. “Oke, saya duluan ya…” ibu itu memberhentikan sebuah bus.&lt;br /&gt;Hani hanya tersenyum. Seraya ia terus berjalan. Ah, andai saja tadi itu ibunya Kencana. Mungkin ada kesempatan buat aku untuk jadi penghuni hati Kencana. Karena aku udah nyelamatin ibu itu.&lt;br /&gt;-o0o-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa bulan berlalu. Ih, cepet banget ya. Ya iyalah… kan hari gini waktu tambah cepat.&lt;br /&gt;Hani masih memiliki rasa seperti dulu. Mencintai Kencana dan menyayanginya. Oke, oke… walau ia tahu seperti apa reaksi Kencana akhir – akhir ini. Yang suka cuek kalau ngeliat dia. Karena…&lt;br /&gt;Ya, Kencana tahu bagaimana reaksi keluarganya bila nantinya ia menggandeng Hani sebagai calon suaminya. Pasti kata tidak level dominan dari jawaban mereka. Tak usah… nggak usah deh pake cerita dulu sama Mama. Karena walaupun Kencana bercerita soal kebaikan Hani dan kesetiaannya, tidak cukup untuk mendukungnya tetap jadian dengan sopir Lestari Indah itu. Karena pasti yang utama adalah materi, penampilan dan profesi Hani. Minimal dia harus berjas gitu. Nggak berjas… nggak tahu lah. Mending aku harus menjauhi dan mencegah Hani agarnggak terus cinta sama aku perlahan – lahan, piker Kencana. Karena jujur, Kencana nggak mau Hani sakit hati.&lt;br /&gt;Suatu hari… yang cerah mungkin. Jelas… kebalikan dari hari kemarin yang hujan deras. Hani seperti biasa mengemudikan bus Lestari Indah yang telah menjadi tumpuan hidupnya selama kurang lebih tiga tahun itu. Penumpang lumayan ramai… jadi mungkin penghasilannya sedikit bertambah… sambil mengumpulkan uang buat beli cincin blink – blink buat Kencana. Dan saat itulah sebuah truk berhenti mendadak di depan bus Hani, hingga mendadak ia berhenti. Kemudian ia menyalip truk itu. tapi naas, saat itu truk tersebut jalan lagi. Hingga secara terkejut Hani berusaha menghindar dari truk itu dan truk di depannya. Yah, daripada parah, mendingan nabrak pohon atau masuk jurang, piker Hani. Namun ternyata bus itu terguling di pekarangan kosong penuh pohon pisang.&lt;br /&gt;Teriakan penumpang mengiringi kecelakaan itu. Sementara Hani sudah tak berdaya di depan. Terjepit badan bus. Ia hanya bisa mengerang kesakitan, dan akhirnya… pingsan.&lt;br /&gt;-o0o-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aduh… kenapa sih, aku harus naik busnya Hani, piker Kencana siang itu. dan terpaksa ia duduk di samping Hani. Tapi… kok tangan Hani yang kiri seperti diperban. Kayak orang patah tulang gitu.&lt;br /&gt;“Han…” ujar Kencana sedikit panic. “Kamu kena-” tiba – tiba perkataan Kencana terputus.&lt;br /&gt;“Nggak papa… biasa aja…” kata Hani seraya terus mengemudi.&lt;br /&gt;“Tapi tangan kamu sampe diperban gitu, Han…” ujar Kencana seraya mencoba memegang tangan Hani.&lt;br /&gt;“Nggak papa…” kata Hani lagi.&lt;br /&gt;“Ehem…” Setyo tiba – tiba muncul dibelakang Kencana. “Kita abis kecelakaan kemarin. Si Hani kejepit bus kemarin… makanya tangannya sampe parah gitu…”&lt;br /&gt;“Setyo… kamu apaan sih…” Hani memprotes komentar sahabat karibnya itu.&lt;br /&gt;Mendengar penjelasan Setyo, Kencana menjadi kaget. “Han… kenapa kamu nggak bilang sama aku…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama Hani tak menjawab pertanyaan Kencana. Sudahlah… buat apa aku bilang sama kamu. Ia tahu, percuma jika Hani bilang kepada Kencana soal kecelakaan yang menimpa dirinya. Yang membuat tangannya lecet besar dan kakinya memar. Tetaplah Kencana tak akan peduli padanya. Ia tahu, saat ini Kencana peduli padanya karena hanya basa – basi saja.&lt;br /&gt;“Percuma tau aku bilang sama kamu. Kamu nggak mungkin peduliin aku. Kamu bakalan cuekin aku.” Jawab Hani kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kencana menoleh. Hani memandang Kencana. “I… iya, sori kemarin aku cuek sama kamu. Aku tau, kita nggak mungkin bersatu walau aku punya rasa yang sama seperti kamu, Han. Karena… yah, karena itu… aku yakin kamu tau penyebabnya. Tapi Han, aku masih punya rasa iba saat ngeliat kamu menderita seperti ini…”&lt;br /&gt;“Aku udah menderita sejak kamu cuekin aku…” jawab Hani.&lt;br /&gt;Kencana tersentak. “Maafin aku, Han…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hani hanya tersenyum. Ia mencoba memegang tangan Kencana dengan tangan kirinya. Walaupun nyeri sedikit dirasakannya.&lt;br /&gt;“Kamu nggak libur kerja aja? Tangan kamu parah banget… sampe selengan gitu…” kata Kencana.&lt;br /&gt;“Nggak… ini buat kamu…”&lt;br /&gt;-o0o-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dag – dig – dug Hani menginjakkan kakinya di rumah besar itu. Bagai puri… jauh banget kalo dibandingin dengan kontrakannya yang kecil. Yah, tapi ini buat Kencana. Kalo nggak sekarang… kapan lagi?&lt;br /&gt;“Han…” Kencana tiba – tiba muncul seraya menghampiri Hani. “Aduuh… ntar kalo Mama tau gimana… aku nggak mau kamu kenapa – kenapa, Han…”&lt;br /&gt;“Kencana, aku cuma pengen tau rumah kamu aja. Oke, aku pulang dulu ya…” Hani kemudian pergi meninggalkan rumah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama kemudian, Mama datang. Mama heran melihat Kencana yang sedikit gugup. “Tadi itu siapa…”&lt;br /&gt;“Oh, itu… emm… temen aku, Ma…” jawab Kencana.&lt;br /&gt;Kayaknya… aku pernah melihat pemuda itu, piker Mama. Itu kan, sopir bus Lestari Indah yang udah nyelamatin Mama dari perampok, dan saat Mama hamper keserempet. Wah, gimana caranya, aku harus tau hubungan Kencana dengan dia. Kalo Kencana sama dia, lumayan. Pemuda itu pemuda baik. Ulet dalam bekerja sepertinya.&lt;br /&gt;-o0o-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kencana, hari ini Mama akan menjodohkan kamu dengan seseorang…” kata Mama hari itu.&lt;br /&gt;“Sa… sama siapa, Ma?” Kencana penasaran.&lt;br /&gt;Mama tak menjawab. Mama hanya tersenyum sambil mengajak Kencana untuk menuju ruang tamu. Kencana sendiri masih penasaran, kenapa Mama tak cerita soal ini jauh – jauh hari sebelum acara dimulai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, ketika sampai di ruang tamu… bgeitu terkejutnya Kencana saat melihat Hani berdiri disertai orang tuanya. Wajahnya berseri – seri. Begitu pula Kencana.&lt;br /&gt;“Kencana… kami akan menjodohkan kamu dengan Hani Putradamara ini…” kata Mama kemudian.&lt;br /&gt;Kencana tersenyum. Percaya tak percaya ia mendengar semuanya. Ia tak menyangka, Mama akan merestui hubungannya dengan Hani, sopir bus Lestari Indah itu.&lt;br /&gt;Segera perjodohan itu disetujui. Dan saat itulah Kencana dan Hani mulai menjalin cinta mereka.&lt;br /&gt;-o0o-&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;PROFIL PENULIS&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Saya Ypriliansi Nora Evita, asal Bondowoso. kali ini ada cerpen yang 
mengisahkan kisah cinta antara sopir bus dan gadis kaya raya. cerita ini
 merupakan imajinasi saya. semoga bermanfaat bagi anda. terima kasih.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Baca juga &lt;a href="http://www.lokerseni.web.id/2013/01/kumpulan-cerpen-cinta-terbaru-update.html" target="_blank"&gt;Cerpen Cinta&lt;/a&gt; yang lainnya. &lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/LokerSeni/~4/O9525YYueYA" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/LokerSeni/~3/O9525YYueYA/hani-bunny-sopir-cerpen-cinta.html</link><author>agus.lizam@gmail.com (Loker Seni)</author><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/-oo3OOn8Lyuw/UcGHi5SAFYI/AAAAAAAAGzU/6zIBgD1fBAU/s72-c/Cerpen+Badut+Cinta.jpg" height="72" width="72" /><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1" /><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD" /><feedburner:origLink>http://www.lokerseni.web.id/2013/06/hani-bunny-sopir-cerpen-cinta.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7529203369447603545.post-5793281988217461920</guid><pubDate>Wed, 19 Jun 2013 10:23:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-06-19T03:23:58.476-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Cerpen Ibu</category><title>Pengorbanan Terakhir Ibu - Cerpen Ibu</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;PENGORBANAN TERAKHIR IBU&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Karya Siti Fatmah&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;Pada malam itu desa Sukamaju dihadang hujan yang deras beserta petir yang menyambar, saat itulah bayi Ibu Ruminah lahir . Ibu Ruminah adalah seorang janda yang suaminya telah meninggal saat bayi itu masih di dalam kandungan , proses kelahiran bayi itu dibantu oleh dukun beranak satu-satunya di desa itu. bayi itu terlahir dengan sempurna , Ibu Ruminah terlihat sangat bahagia akhirnya bayi yang ia kandung selama 9 bulan telah lahir dengan selamat dan sempurna, walaupun bayi itu terlahir tanpa seorang ayah.Ibu Ruminah memberi nama bayi cantik itu adalah Lestari atau biasa dipanggil Tari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14 Tahun Kemudian…..&lt;br /&gt;“Ibu, Ibu…” teriak seorang anak gadis. “iya nak, ibu disini” teriak sang ibu dari belakang rumah “ibu…., ibu dimana si”teriak anak gadis itu dengan wajah yang sangat marah. Ibu itu langsung menghampiri anaknya yang sedang marah.&lt;br /&gt;“iya nak ada apa”Tanya bu Mina.&lt;br /&gt;“Ibu gimana si, kuping ibu tuli hah, dipanggil gak dateng-dateng” Bentak anak gadis itu.&lt;br /&gt;“Maaf nak, dibelakang ibu harus menyelesaikan cucian orang”jelas ibu itu dengan lembut.&lt;br /&gt;“udah ah bu, aku mau makan , sekarang makanannya mana”ucap gadis itu.&lt;br /&gt;“Iya, sebentar ya, ibu ambilkan makanan dulu, ”kata ibu Mina yang langsung mengambil makanan .&lt;br /&gt;“yaudah cepetan, jangan lama”ucap gadis itu dengan kasar.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-d8I1OzWd0ds/UcGGoS_6EgI/AAAAAAAAGzI/UVSrAUaRWAA/s1600/Cerpen+Ibu.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="292" src="http://2.bp.blogspot.com/-d8I1OzWd0ds/UcGGoS_6EgI/AAAAAAAAGzI/UVSrAUaRWAA/s400/Cerpen+Ibu.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Pengorbanan Terakhir Ibu &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Setelah Ibu Mina mengambil makanan untuk anaknya yang bernama Tari. Tiba-tiba Tari langsung membuang makanan itu di hadapan ibunya.&lt;br /&gt;“Astagfirullah alazim, kenapa kamu mumbuang makanan ini nak”ucap ibu Mina.&lt;br /&gt;“Mau tau kenapa, Tari udah bosen bu makan tempe tahu terus setiap hari, Tari mau makan ayam bu”&lt;br /&gt;“Nak uang ibu tidak cukup untuk membeli ayam, sudalah nak makan aja apa adanya , itu namanya kita mensyukuri nikmat yang sudah diberikan Allah kepada kita”&lt;br /&gt;“Nikmat, ini yang namanya nikmat, makan cuman pake tahu ama tempe doang, pokonya tari gak makan kalau gak pake ayam, terserah ibu mau nyari uang dimana, yang penting tari mau makan ayam , kalau gak ibu tau sendiri akibatnya” ucap anak itu dengan mengancam.&lt;br /&gt;“Iya nak, ibu akan berusaha untuk membeli ayam untuk kamu” kata ibu Tari&lt;br /&gt;“Yaudah sana cepetan” ketus tari.&lt;br /&gt;“oh, ya nak kamu hari ini tidak sekolah” Tanya ibu Ruminah.&lt;br /&gt;“sekolah untuk apa, kalau ujung-ujungnya aku dikatain sama teman-teman karena punya ibu tukang cuci,dan miskin kaya ibu” kasar Tari.&lt;br /&gt;“ya , Allah. Nak ilmu itu penting buat masa depan kamu”&lt;br /&gt;“Ahh, ibu bawel, udah sana cepat beliin ayam, atau Tari kabur dari rumah ini” kata Tari dengan mengancam ibunya.&lt;br /&gt;“Iya nak, ibu pergi dulu yaa, Assalamualaikum ” kata ibu Ruminah dengan lembut dan langsung pergi kepasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang jalan menuju pasar , Ibu Ruminah hanya dapat permintaan memikirkan anaknya, dia sangat bingung bagaimana caranya dia dapat membelia ayam, sementara uang yang dia miliki hanya tinggal dua ribu rupiah.&lt;br /&gt;“ Ya , Allah bagaimana caranya hamba bisa memenuhi keinginan putri hamba, tidak mungkin jika hamba hutang lagi kepada orang, pasti tidak ada yang ingin meminjamkan hamba uang , karena hutang hamba sudah banyak terhadap orang lain” ucap ibu Ruminah dalam hati . Tiba-tiba ibu Ruminah teringat dengan cincin pemberian Almarhum suaminya, lalu dia pun langsung melihat jari telunjuk yang terdapat sebuah cincin yang indah. Tanpa pemikiran panjang ibu Ruminah langsung menuju took mas , dia akan menjual cincin peberian almarhum suaminya, hanya untuk membeli ayam buat anaknya.&lt;br /&gt;“Permisi, Pak saya ingin menjual cincin ini” Ucap ibu Ruminah.&lt;br /&gt;“Coba saya lihat” ucap seorang penjual toko mas.&lt;br /&gt;“Kalau boleh saya tau, berapa ya pak harganya jika cincin itu dijual” Tanya Ibu.&lt;br /&gt;“Kalau cincin seperti ini mah palingan harganya , dua ratus ribu”&lt;br /&gt;“Apa, dua ratus ribu, saya membeli cincin itu seharga lima ratus ribu.” Sahut ibu Ruminah&lt;br /&gt;“Ibu, sekarang harga mas lagi turun kalau ibu mau jual ya harganya segitu” kata bapak itu dengan kasar.&lt;br /&gt;“Yasudahlah pak, saya mau, tidak apa-apa” ucap ibu Ruminah&lt;br /&gt;Lalu penjual toko itu langsung pergi mengambil uang. Ibu Ruminah hanya dapat berdiam, dia merasa sangat berdosa karena dia sudah melanggar janjinya untuk menjaga cincin pemberian suaminya.&lt;br /&gt;“Mas, maafkan aku , aku sudah melanggar janji itu. Maafkan aku, ku terpaksa, aku tidak mau putri kita kelaparan” ucap Ibu Ruminah dalam hati. Tiba-tiba Bapak penjual toko mas menghampiri ibu Ruminah.&lt;br /&gt;“Ini bu , uangnya” ucap bapak itu dengan memberikan uang dua ratus ribu, kepada ibu Ruminah&lt;br /&gt;“terima kasih pak.” Sahut ibu Ruminah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu Ruminah langsung pergi ke kios ayam, dan dia langsung membeli ayam. Sesampai dirumah ibu Ruminah langsung memasak ayam untuk anaknya. Lalu setelah makanan untuk anaknya sudah siap , dia langsung memanggil anaknya.&lt;br /&gt;“Tari,tari sini nak ayamnya sudah matang, ayo nak kita makan, Tari” teriak ibu Ruminah.&lt;br /&gt;“Iiiiiiihh, ibu berisik tau.” Ucap tari.&lt;br /&gt;“Ayo nak , makanannya sudah matang, ayo kita makan” kata ibu dengan halus.&lt;br /&gt;“iya-iya.”&lt;br /&gt;Lalu merekapun makan bersama dengan lahap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokkan harinya…..&lt;br /&gt;Saat Ibu Ruminah dan anaknya Tari sedang menjemur pakaian di halaman rumah , tiba-tiba datang seorang perempuan cantik dengan memakai mobil mewah berwarna merah datang kerumah Ibu Ruminah, Ibu Ruminah sangat terkejut dengan kedatangn perempuan itu seperti ibu Ruminah mengenal perempuan itu. Lalu perempuan itu menghampiri Ibu Ruminah dan anaknya.&lt;br /&gt;“Hai Ruminah , sudah lama yaa, kita tidak bertemu” sapa perempuan itu.&lt;br /&gt;“Iya Sinta sudah lama kita tidak bertemu.”sahut ibu.&lt;br /&gt;“Ibu, siapa wanita itu?” Tanya Tari.&lt;br /&gt;“Kamu tidak mengenal saya Tari, apa ibu kamu tidak pernah menceritakan keluarga ayah kamu.” Jelas perempuan itu.&lt;br /&gt;“Keluarga ayah, ibu dia tante aku” Tanya Tari .&lt;br /&gt;“Iya nak , dia tante kamu dia adik dari ayah kamu, dia namnya tante sinta”jelas ibu Ruminah.&lt;br /&gt;“Tante, kenapa ibu gak pernah cerita sama Tari kalau ayah masih punya keluarga” ucap Tari dengan nada kasar.&lt;br /&gt;“Mungkin ibu kamu takut kalau kamu nantinya akan diambil, oleh keluarga ayahmu”Sahut perempuan itu&lt;br /&gt;“Maksud tante, apa”Tanya Tari.&lt;br /&gt;“Tante datang kesini hanya untuk, menjemput kamu nak, tante mau kamu tinggal di kota sama tante dan eyang disana.”&lt;br /&gt;“Tidak, saya tidak mau Tari diasuh olek kalian, Tari ibu mohon sama kamu nak tolong jangan ikut tante itu” kata ibu Ruminah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Tari, sayang kalau kamu ikut tante ya , tante jamin kehidupan kamu akan tercukupi, lagian kamu disana bukan hanya tinggal sama tante doang tapi ada eyang disana, lihat ibu kamu tu memang egois , masa dia biarin kamu sengsaran tinggal digubuk yang bau seperti ini, jadi kamu mau kan ikut tante.” Ucap tante Sinta dengan merayu Tari. Suasana dirumah itu sangat tegang dan Ibu Ruminah sangat ketakutan jika anak satu-satunya dia diambil oleh keluarga suaminya.&lt;br /&gt;“Tari, ibu mohon nak” ucap ibu Ruminah.&lt;br /&gt;“Maaf bu, Tari mau ikut tante Sinta, Ibu mau kan Tari sukses, jadi Tari memutuskan untuk ikut tante Sinta” kata Tari yang menyakiti ibunya. “Tarii ,nak”. Ucap ibu Ruminah dengan meneteskan air mata dipipinya.&lt;br /&gt;“Bagus Tari, kamu memang anak yang pintar , ayo kita pergi sekarang dari gubuk ini,” ketus wanita itu.&lt;br /&gt;“Ibu, Tari pergi dulu yaa” Pamit Tari.&lt;br /&gt;“Tari…. Nak jangan tinggalin ibu” kata ibu Ruminah dengan berjatuhannya air mata dipipinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taripun pergi bersama tante Sinta dengan meninggalkan Ibunya. Ibu Ruminahpun sangat sedih karena,anak yang dia kandung selama 9 bulan tega meninggalkan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, dirumah eyang Tari.&lt;br /&gt;Taripun sudah sampai dirumah eyangnya yang sangat mewah menurutnya , dia sangat senang karena akan tinggal dirumah yang mewah ini.&lt;br /&gt;“wah , rumahnya bagus sekali, lebih baik aku tinggal disini dari pada aku harus tinggal di desa bersama ibu” Ucap Tari dalam hati.&lt;br /&gt;“Tari ayo masuk” kata tante Sinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat Tari masuk kerumah, wanita separuh baya menyambutnya dengan riang gembira Lalu wanita itu memeluknya , ternyata wanita itu adalah eyangnya Tari.&lt;br /&gt;“Tari, ini eyang nak, eyang Titi.” Ucap wanita itu.&lt;br /&gt;”eyang, Tari rindu sama eyang” kata Tari dengan memeluk eyangnya.&lt;br /&gt;“Eyang juga rindu sekali sama Tari, ayo masuk Tari” ucap eyang Titi, lalu dia mengajak Tari masuk ke rumah mewahnya.&lt;br /&gt;“ Tari, bagaimana kehidupan kamu disana”Tanya eyang Titi&lt;br /&gt;“yaaah, dirumah ibu mah , gak enak nek, setiap hari makannya cuman tempe ama tahu.” Kata Tari.&lt;br /&gt;“Terus gimana dengan sekolah kamu?” Tanya eyang itu lagi.&lt;br /&gt;“ Tari gak sekolah enyang gak punya biaya”.&lt;br /&gt;“Kalau kamu gak sekolah, apa yang kamu lakukan selama ini disana” Tanya Tante Sinta dengan nada suara yang agak keras.&lt;br /&gt;“Yah , aku bantuin ibu kerja”&lt;br /&gt;“Apa, kamu kerja keterlaluan sekali Ruminah, dia sudah membunuh kakakku dan sekarang dia tega menyuruh anaknya kerja, hanya demi kepentingan dirinya.” Ucap tante Sinta dengan nada yang keras.&lt;br /&gt;“Apa, Ibu membunuh ayah, maksud tante apa”Tanya Tari dengan pikiran yang membingungkan.&lt;br /&gt;“iyaTari, gara-gara ibu kamu, ayah kamu meninggal dan asal kamu tau setelah ayah kamu meninggal ibu kamu langsung pergi begitu saja membawa kamu, padahal kami ingin merawat kamu, tapi karena keegoisan ibu kamu , akibatnya kamu menjadi menderita seperti ini” jelas tante Sinta dengan tegas.&lt;br /&gt;“Sudah-sudah yang penting sekarang Tari sudah sama kita, Tari kamu maukan tinggal sama eyang disini.” Tanya eyang.&lt;br /&gt;“ya, pastilah eyang, Tari pasti mau tinggal disini, Tari gak mau tinggal dirumah orang yang sudah membunuh ayah” Ucap Tari.&lt;br /&gt;“Bagus Tari , memang kamu harus seperti itu” ucap Tante Sinta, dengan senyum kecil dibibirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Taripun tinggal dirumah eyangnya yang mewah itu bersama tante Sinta, sementara ibunya dilupakan begitu saja. Ibu Ruminah sangat merindukan Putrinya itu, setiap malam dia selalu berdoa agar putrinya dapat kembali kepelukannanya.&lt;br /&gt;“ Ya, Allah ya Tuhanku, hamba mohon kepadamu kembalikanlah putri hamba ya Allah , hamba sangat merindukannya, sudah berbulan-bulan dia tidak datang kesini, ya Allah semoga anak hamba masih berada dijalanmu dan berilah dia kesehatan kepadanya ya Allah, Aminn.”Doa Ibu Ruminah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa Tahun kemudian….&lt;br /&gt;Hari ini Ibu Ruminah pergi ke kota hanya untuk menemui anaknya , dia sudah menjual rumah yaitu harta satu-satunya agar dapat menemui anaknya yang berada di kota. Sesampai dikota Ibu Ruminah langsung menuju rumah mertuanya dab disanalah tempat Tari anaknya tinggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di Rumah Eyang Titi.&lt;br /&gt;Ibu Ruminah sudah sampai dirumah mertuanya itu, dia sedang berada di depan gerbang rumah mertuanya, lalu tiba-tiba mata ibu Ruminah tertuju kepada perempuan cantik memakai baju dress merah yang sedang duduk diteras rumah, dan ternyata perempuan itu adalah Tari anak Ibu Ruminah dia sudah menjadi gadis dewasa dan sangat cantik. Lalu Ibu Ruminah langsung menyebut nama Tari.&lt;br /&gt;“Tari, Tari” teriak ibu itu. Tari melihat ibu itu, lalu diapun terus memperhatikan ibu itu. Tiba-tiba Tari menyebut ibu.&lt;br /&gt;“Ibu” ucap Tari yang langsung menghampiri ibunya.&lt;br /&gt;“Tari , ini ibu nak, ya Allah ternyata kamu sudah jadi gadis cantik yang dewasa.” Ucap ibu Ruminah.&lt;br /&gt;“Ibu ,mau ngapain kesini” Tanya Tari dengan ketus.&lt;br /&gt;“Ya Allah nak, ibu kesini mau melihat kamu, ibu rindu sekali sama kamu.” Kata ibu.&lt;br /&gt;“Hah , rindu, udalah sebaiknya ibu pulang kampong sekarang juga, Tari gak mau melihat orang yang udah pembunuh ayah.” Ucap Tari yang langsung pergi meninggalkan ibunya. Ibu Ruminah hanya dapat berdiam memikirkan kata-kata anaknya, dia sangat bingung mengapa Tari bisa berkata seperti itu.&lt;br /&gt;“nak, apa maksudmu ibu tidak mengerti, ini pasti ada kesalah pahaman, Tari ,Tari dengerin ibu nak”Teriak ibu Ruminah. Lalu seorang satpam mengusir ibu Ruminah.&lt;br /&gt;“Ibu, sebaiknya ibu pergi dari sini, atau saya panggilkan polisi.” Kata satpam itu dengan kasar.&lt;br /&gt;“Iya , baik pak”&lt;br /&gt;“yasudah, sana cepat pergi” ucap satpan itu dengan nada suara tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dirumah Tari semua keluarga disana sangat terkejud dengan kedatangan ibu Ruminah yang tak lain adalah ibunya Tari . Tiba-tiba seorang wanita cantik memanggil namanya.&lt;br /&gt;“Tari” panggil seorang wanita .&lt;br /&gt;“Tante Sinta” sahut Tari.&lt;br /&gt;“Apa benar ibu kamu datang kesini, terus dimana dia?” Tanya tante Sinta.&lt;br /&gt;“aku sudah usir tante” ucap Tari.&lt;br /&gt;“Apa, kamu mengusirnya” ucap tante Sinta.&lt;br /&gt;“iya, memangnya kenapa tante” Tanya Tari dengan wajah yang serius.&lt;br /&gt;“Kenapa kamu mengusirnya walau bagaimanapun juga, dia tetap ibu kamu Tari”kata tante Sinta.&lt;br /&gt;“tante ini gimana sih, kan waktu dulu tante yang nyuruhn aku untuk membenci ibu.”&lt;br /&gt;“Iya, dulu tante memang berkata seperti itu, maafin tante Tari, tante sudah melakukan kesalahan yan besar” ucap tante Sinta sambil meneteskan air mata.&lt;br /&gt;“Maaf tante , Tari sudah terlanjur benci sama Ibu , jadi Tari tidak bisa menerima ibu lagi”kata Tari yang langsung pergi menuju kamarnya.&lt;br /&gt;“Ya Allah maafkalah hambamu ini” ucap tante sinta dengan berdoa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu Ruminah terus berjalan mengikuti kata hatinya, tak tau harus kemana dia pergi , kalau dia balik lagi ke kampong dimana dia harus tinggal, tapi kalau dia tetap disini menuggu anaknya, apakah mungkin anaknya mau menerimana dia atas kesalah pahaman ini. Saat ibu Ruminah sedang berjalan, tiba-tiba mobil berhenti dihadapanya, lalu keluarlah seorang pemuda dari mobil itu.&lt;br /&gt;“Ibu, ibunya Tari ya”Tanya pemuda.&lt;br /&gt;“ ya benar ,kamu siapa ya nak, kenapa kamu kenal sama anak saya” Tanya ibu Ruminah.&lt;br /&gt;“oh ya bu ,perkenalkan saya Tio, kekasihnya Tari” ucap Tio dengan memperkenalkan dirinya.&lt;br /&gt;“Ibu ingat, kamu yang tadi dirumah Tarikan.”&lt;br /&gt;“Iya bu, oh ya ibu mau kemana?” Tanya Tio.&lt;br /&gt;“Ibu, juga tidak tau nak mau pergi kemana.”&lt;br /&gt;“Bagaimana , ibu tinggal dirumahku untuk sementara, sambil menyadarkan Tari.”ucap Tio&lt;br /&gt;“Apa, tidak usah nak , nanti ibu malah merepotka kamu.”kata ibu Ruminah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu Ruminah terus berjalan mengikuti kata hatinya, tak tau harus kemana dia pergi , kalau dia balik lagi ke kampong dimana dia harus tinggal, tapi kalau dia tetap disini menuggu anaknya, apakah mungkin anaknya mau menerimana dia atas kesalah pahaman ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokkannya….&lt;br /&gt;Ibu Ruminah datang lagi kerumah Tari, tapi disana ibu Ruminah diperlakukan dengan kasar oleh anaknya sendiri, didepan eyang Titi dan tante Sinta.&lt;br /&gt;“Ibu sebaiknya pergi dari sini, Tari gak mau melihat ibu lagi.” Kata Tari dengan kasar.&lt;br /&gt;“Mengapa-mengapa kamu mengusir ibu, apa salah ibu Tari.” Tanya Ibu Ruminah , yang langsung meneteskan air mata.&lt;br /&gt;“salah ibu adalah karena ibu, ayah meninggal , karena ibu semasa kecil aku selalu menderita, aku gak pernah bahagia kalau berada disisi ibu.”ujarku&lt;br /&gt;“Nak, dengerin ibu, bukan ibu yang menyebabkan ayah kamu meniggal, itu semua sudah takdir Allah nak, lalu kalau ibu pulang kampong ibu mau tinggal dimana, rumah sudah ibu jual hanya ingin menemui kamu.” Ucap ibu.&lt;br /&gt;“oooooo, jadi ibu kesini cuman mau minta duit sama , aku ini ini duit untuk ibu, jadi sekarang ibu pergi dari sini.” Ucap Tari dengan mengusir ibunya. Lalu tiba-tiba jantung Tari terasa sakit, dan Taripun jatuh pingsan. Semua yang berada disana langsung panik termasuk ibunya Tari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tari langsung dibawa kerumah sakit, sesampai di rumah sakit ,Tari langsung diperiksa oleh dokter, tidak disangka dokter bilang kalau Jantung Tari mengalami kebocoran jantung, keluarga Tari sangat tidak percaya dengan omongan dokter, karena selama ini Tari terlihat sehat-sehat saja, tapi mengapa tiba-tiba dokter bilang kalau Tari mengalami kebocoran jantung.&lt;br /&gt;“Lalu bagaimana dok, caranya agar Tari sembuh?” Tanya eyangt Tari.&lt;br /&gt;“cara satu-satunya adalah dengan mendonorkan jantung kepada Tari.” Ucap dokter itu.&lt;br /&gt;“Dok, biar saya saja yang mendonorkan jantung untuk cucu saya, saya sudah tua sebentar lagi saya akan meninggal jadi biar saya saja yang mendonorka jantung untuk cucu saya.” Ucap eyang.&lt;br /&gt;“Maaf, bu saya tidak bisa mengambil jantung orang yang masih hidup.” Jelas dokter itu, yang langsung meninggalkan keluarga Tari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu Ruminah sangat sedih karena anaknya mengidap penyakit yang sangat mematikan. Ibu Ruminah langsung pergi meninggalkan rumah sakit, dia tidak sanggup melihat anaknya menderita seperti itu, dia sangat sedih sepanjang jalan dia hanya dapat menangisi anaknya.&lt;br /&gt;“ Ya, Allah mengapa kau memberikan penyakit kepada putri hamba, biarkanlah hamba yang memiliki penyakit itu ya Allah.” Doa ibu Ruminah.&lt;br /&gt;Saat ibu Ruminah menyebrang jalan, tiba-tiba mobil hitam dari arah timur melaju kencang dan menabrak ibu Ruminah. Ibu Ruminah langsung dibawa kerumah sakit oleh orang-orang yang berada disana, sementara orang yang menabrak ibu Ruminah langsung diamankan oleh pejalan kaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Rumah Sakit……&lt;br /&gt;Tari, masih terbaling lemah tidak berdaya. Eyang dan Tantenya hanya bisa mengharapkan suatu mukzizat agar Tari dapat sembuh.&lt;br /&gt;“Sinta, apa mungkin ini suatu azab yang dikasih Allah kepada Tari, karena Tari sudah durhaka kepada ibunya.” Ucap eyang Titi.&lt;br /&gt;“Ini semua salah Sinta, bu.. Sinta yang sudah membuat Tari menjadi anak durhaka.” Kata tante Sinta yang terisak tangisan. Tiba-tiba seorang dokter menghampiri mereka&lt;br /&gt;“Ibu, kami mendapatkan kabar baik untuk Tari, kami sudah menemukan pendonor jantung untuk Tari.”ucap dokter itu.&lt;br /&gt;“Apa, benar dokter, lalu siapa orang yang sudah mendonorkan jantungnya dok.” Tanya eyang.&lt;br /&gt;“Dia adalah korban tabrak lari, lalu dia berpesan sebelum dia meninggal, dia ingin mendonorkan jantungnya untuk pasien yang bernama Tari, lalu ibu itu bernama Ruminah.” Jelas dokter.&lt;br /&gt;“Apa, Ruminah.Astagfirulah alazim, ya Allah betapa mulia hati seorang wanita itu.” Ucap tante Sinta.&lt;br /&gt;“Jadi bagaimana, kita segera lakukan operasi, bu.”ujar dokter itu.&lt;br /&gt;“Baiklah lakukanlah dokter.” kata eyang.&lt;br /&gt;Operasi itupun segera dilaksanakan, dan yang mendonorkan jantung untuk Tari adalah ibunya sendiri, dia relah menggantika nyawanya untuk anaknya itu.&lt;br /&gt;Beberapa jam kemudian, dokter itu keluar dari ruang operasi dan mengabarkan operasi itu berhasil dilakukan Tari telah selamat dari maut yang mengancamnya, tapi dia telah kehilangan orang yang sudah melahirkanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari kemudian….&lt;br /&gt;Tari telah sadar kembali ,dia sudah bisa membuka matanya. Saat mata dia membuka matanya, hanya ada eyang dan tantenya. Lalu Tari menanyakan keberadaan ibunya.&lt;br /&gt;“Ibu, ibu.” Ucap Tari yang memanggil ibunya.&lt;br /&gt;“Tari , sayang kamu sudah sadar nak.” Ujar eyang.&lt;br /&gt;“Eyang, ibu dimana , Tari mau ketemu ibu.” Ucap Tari yang terus memanggil ibunya. Tante dan Ibunya hanya bisa berdiam membisu mendengan Tari mencari ibunya.&lt;br /&gt;“Mengapa kalian diam, dimana ibu, Tari mau ketemu ibu, Eyang tadi Tari mimpi ketemu ibu, lalu ibu ninggalin Tari Ibu memberikan salam perpisahan sama Tari, eyang ibu mana Tari kangen sama ibu, Tari menyesal karena sudah bersikap kasar sama Ibu.” Kata Tari.&lt;br /&gt;“Sayang, kamu harus tabah ya nak, ibu kamu… suda tiada lagi didunia ini, dia meninggal akibat kecelakaan tabrak lari.” Jelas tante Sinta.&lt;br /&gt;“Apa, gak mungkin ibu, gak mungkin meninggal.”&lt;br /&gt;“Tari kamu harus tau ini, orang yang sudah mendonorkan kamu jantung, itu adalah ibu kamu, dia yang sudah mendonorkan jantungnya untuk kamu, agar kamu tetap hidup.” Jelas eyang.&lt;br /&gt;“ i i ibuuu, maafin Tari buu, Tari menyesal , ibuuu jangan tinggalin Tari.” teriak Tari yang terisak tangisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tari sangat menyesal atas perlakuannya kepada ibunya , dia sangat sedih dan dia sangat terpukul atas kepergian ibunya , dia belum sempat meminta maaf kepada ibunya yang sudah melahirkannya . Dia berjanji dia akan selalu mendoakan ibunya setiap hari agar ibunya dapat diterima disisi Allah SWT, tetapi sampai kapanpun rasa penyesalan dia masih tetap membekas dihatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangilah ibumu dan Berikanlah kebahagiaan kepadanya, minta maaflah sebelum ajal datang menjemputnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SELESAI&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;PROFIL PENULIS&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Nama: Siti Fatmah&lt;br /&gt;umur: 14 tahun&lt;br /&gt;Nama Facebook: Fatmah Siti.&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/LokerSeni/~4/eNZQ1QCQufw" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/LokerSeni/~3/eNZQ1QCQufw/pengorbanan-terakhir-ibu-cerpen-ibu.html</link><author>agus.lizam@gmail.com (Loker Seni)</author><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/-d8I1OzWd0ds/UcGGoS_6EgI/AAAAAAAAGzI/UVSrAUaRWAA/s72-c/Cerpen+Ibu.jpg" height="72" width="72" /><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1" /><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD" /><feedburner:origLink>http://www.lokerseni.web.id/2013/06/pengorbanan-terakhir-ibu-cerpen-ibu.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7529203369447603545.post-8831460559774958283</guid><pubDate>Tue, 18 Jun 2013 07:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-06-18T00:00:27.256-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Cerpen Cinta</category><title>My Flower - Cerpen Cinta</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;MY FLOWER&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Karya Nadia Hayu&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;Awal yang melukiskan kegembiraan dan keceriaan dalam raut wajah mahasiswa dan mahasiswi fakultas kedokteran yang tengah bersantai dan bersendau gurau di koridor rumah sakit. Keceriaa mereka mengubah rasa ketegangan selama mereka menjalani praktek di rumah sakit. Mereka tengah bersantai ria di jam istirahat ini. Selain itu, ada salah satu mahasiswi yang masih menjalani tugasnya di jam istirahat, dia adalah Diangga.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dia tengah membantu dokter menangani seorang pasien yang amat sangat sulit untuk diajak kompromi, nama pasien itu Rehan. “ ayolah Rehan, ini kemotrapi terakhir kamu, jadi tolonglah patuhlah untuk kali ini.” Bujuk dokter. “ aku bilang aku tidak mau, kalian selalu memaksaku, kalian selalu bilang ini kemotrapi terakhirku, tapi nyatanya apa? Aku sehat aku tidak perlu kemo lagi.” Ujar Rehan dengan emosinya yang meninggi. Diangga yang berdiri dekat pintu ruangan mendekati diri Rehan yang duduk diranjangnya, Diangga memukul kepala Rehan dengan tiba-tiba,” emank lho superman, atau punya 9 nyawa sekaligus, lho selalu menyepelekan sebuah nyawa!” ujar kesal Diangga&lt;br /&gt;“ emank lho siapa berani berkata seperti itu, lho masih mahasiswa disini jangan sok jadi dokter.” Ujar ketus Rehan. Mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Rehan semakin membuat kesal dan emosi perasaan Diangga. “ ok, kalau begitu, terserah apa maumu. Dokter , kamu tangani sendiri pasien satu ini.” Ujar Diangga membalas ucapan ketus Rehan. Diangga pun saat itu melangkah keluar dari ruangan tersebut dengan perasaan kesal dan sebal.&lt;br /&gt;“ dasar emanknya dia siapa , beraninya ngomong kayak gitu ke gue, sorry ya gue udah gak mau lagi ngurusin lho, emank gue babu lo apa.” Gumam diri Diangga.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-Ebsy6rmC0xg/UcAFVlIJOiI/AAAAAAAAGyk/FeWOO17S-fo/s1600/Cerpen+Bunga.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://2.bp.blogspot.com/-Ebsy6rmC0xg/UcAFVlIJOiI/AAAAAAAAGyk/FeWOO17S-fo/s400/Cerpen+Bunga.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;My Flower&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tanpa memperhatikan jalan, Diangga tak sengaja menabrak seorang cowok muda berpakaian sama seperti Diangga. “ maaf ya…, aku nggak liat jalan.” Ujar Diangga meminta maaf. “ lain kali lihat jalan ya, jangan ngelamun aja!” ujar cowok muda itu dengan lembut dan halus. “ sekali lagi maafkan aku,maaf banget!”&lt;br /&gt;Dengan senyuman manis yang keluar dari raut wajah cowok itu dan sambil mengusik rambut Diangga membuat Diangga salah tingkah saat itu, “ kamu ini lucu sekali sih…, duluan ya.” Ujar perpisahan dari cowok tampan itu. Wajah yang awalnya terlihat kesal , kini berubah menjadi wajah yang senang dan bahagia, dalam diri Diangga bertanya-tanya siapa cowok tampan tadi. Dipikiran Diangga muncul perasaan bahwa cowok itu adalah pandangan pertama yang sekilas terjatuh dalam hatinya. Senyum dan kata-kata lembutnya membuat perasaan Diangga sangat ingin tahu siapa cowok tampan itu.” Hey Diangga, ngelamun aja….” Suara seorang wanita seusia Diangga yaitu Safa menggugah lamunannya. Diangga merasa terkejut dengan suara Safa , “lho, ngagetin saja, untung gue gak jantungan, kalo iya bisa mati tau….” Ujar Diangga. Safa hanya bisa tersenyum dengan sahut dari Diangga, “ emanknya lagi nglamunin apa sih? Kok serius banget..” Tanya safa. “ lho tau gak, siapa pemuda itu?” Tanya Diangga sambil menunjuk kearah cowok tersebut. “ yang mana?” sahut Safa sambil mencari arah telunjuk Diangga mengarah. “ itu…, yang lagi jalan dengan seragam sama dengan kita.” Jelas singkat Diangga. “ oh dia, namanya Sammy. Dia juga dari fakultas kedokteran.” Jelas Safa . “ fakultas kedokteran ? tapi aku jarang lihat dia.” Gumam hati Diangga.&lt;br /&gt;Safa mengajak Diangga yang waktu itu jam praktek mereka telah usai untuk beristirahat di kantin rumah sakit. Seua teman-teman juga sudah berkumpul bersama untuk bersantai dan mengobrol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari ini Diangga selalu menghabiskan waktunya untuk menangani soal Rehan. Dari pagi sampai malam Diangga berada di rumah sakit untuk menghadapi keras kepala Rehan yang tetap tidak mau menjalani kemoterapinya. Rehan adalah salah satu pasien yang sedang menjalani pengobatan karena penyakit tumor otak stadium 1.&lt;br /&gt;“ gue bilang gak mau ya gak mau, lo ngapain maksa2 gue.”keras kepala Rehan yang tetap tidak mau kemoterapi&lt;br /&gt;“ ayolah Rehan, ini sudah 2 minggu kamu seperti ini, apa kamu tidak ingin sembuh?” bujuk perawat yang juga ikut membujuk Rehan.&lt;br /&gt;“ biarin, akku mati juga gak papa, itu malah memperingan pekerjaan kalian.” Sahut Rehan dengan rasa keras kepalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan rasa jengkel dan emosi yang mulai memuncak, Diangga mendekati diri Rehan , “lo bener- bener ya, lo emank gak bisa di sabarin, emank lo piker dokter itu seorang pembunuh biarin lo mati tanpa pengobatan. Mereka itu sudah baik hati memberi penngobatan agar lho sembuh, emank lo gak pingin sembuh apa, lo gak pingin berkumpul lagi dengan keluarga lo?”&lt;br /&gt;“lo tau apa tentang keluarga gue, kalau bicara dijaga jangan asal jeplak.” Sulu emosi Rehan&lt;br /&gt;“lo itu yang asal jeplak, lo tau betapa berharganya nyawa itu, kita hanya bisa hidup sekali, termasuk lo. Lo bukan dewa yang bisa hidup berabad-abad tahun.” Ujar emosi Diangga yang makin memuncak.&lt;br /&gt;“ gue mau jadi dewa kek, gue mau jadi apa itu urusan gue, hidup-hidup gue, kenapa lo yang repot,urus aja urusan lo sendiri, jangan ngurusi urusan orang lain.” Sahut Rehan dengan santainya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diangga yang tampak begitu geram dengan kata-kata yang keluar dari mulut Rehan, tiba-tiba tangan Diangga menggeram baju Rehan dengan puncak emosi diatas rata-rata,” denger y ague udah sabar nanganin lo, tapi lo gak tahu diri, lo bisa gak hargain orang ngomong? Bisa tidaaaaaakkkk!” bentak Diangga&lt;br /&gt;“ Dianggaaa!lepaskan dia, aku bilang lepaskaaaannn!” teriak dokter yang tiba-tiba muncul. Diangga tetap bersih kukuh tak mau melepaskan dan menatap tajam mata Rehan ddengan penuh amarah. Dokter yang bernama dokter Miko segera melepaskan tangan Diangga dengan paksa. “ keluar kau sekarang!” ucap dokter Miko, aku bilang Keluarrrrrr!”&lt;br /&gt;“ baiklah, aku akan keluar,aku tidak mau menangani dia lagi, tidak….” Ucap Diangga dengan mata berkaca-kaca.&lt;br /&gt;Diangga pun pergi dari ruangan itu, disamping itu pemuda yang bernama Sammy sempat berdiri disamping ruangan menyaksikan kejadian tersebut.&lt;br /&gt;Diangga berlari cukup cepat sampai dia berhenti di taman Rumah sakit. Disana ia duduk dan menangis sekencang mungkin berteriak untuk memuaskan amarahnya. Terlihat amarahnya dan emosinya tidak terkendali saat berada di ruangan yang menurutnya adalah neraka. “ percuma lo marah, toh itu akan membuatnya senang.” Suara yang tiba-tiba muncul, ternyata itu suara Sammy. Diangga sangat terkejut, ia segera menghapus air matanya, “ lo…?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sammy duduk di sebelah Diangga, “ kadang emosi akan membuat kita keehilangan kesadaran, tapi tergantung bagaimana kita mengendalikan emosi .”ujar Sammy.&lt;br /&gt;“ gue akui itu salah, tapi semua itu ada alasannya.” Bela diri Diangga&lt;br /&gt;“aku tahu alasanmu, mungkin lo kasihan terhadap dia, di usia yang masih muda dia sudah menyerah begitu saja. Kasian banget hidupnya. “ ucap Sammy sambil tersenyum.&lt;br /&gt;“kasian..? gue gak kasian sama dia, gue hanya gak suka tingkahnya aja, blagu banget.” Sahut Diangga dengan gaya salting.&lt;br /&gt;“ tapi lucu juga pertengkaran antara dokter dan pasiennya, bagaimana ya reaksinya kalau gue masukkan ke youtobe, seru tuh.” Ujar jail Sammy untuk mengalihkan suasana sambil tertawa terbahak-bahak.&lt;br /&gt;“ he….lucu ya? Terus aja seperti itu!” sahut Diangga dengan ketus.&lt;br /&gt;“ bdw, lo tunjukin aja apa yang lo bisa untuk nakhlukin dia.” Ucap Sammy yang sekejab berhenti tertawa.&lt;br /&gt;“ maksud lo?” merasa bingung dengan ucapan Sammy&lt;br /&gt;“ lo tau maksud gue…!” sahut Sammy sambil tersenyum manis.&lt;br /&gt;Mereka berdua pun saling berbincang-bincang untuk tanda perkenalan dan bercanda ria, bersendau gurau bersama yang membuat diri Diangga tertawa terpingkal-pingkal. Saat itu emosi Diangga yang awalnya memuncak kini terobati dengan lelucon Sammy yang sangat menghiburnya.&lt;br /&gt;……&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kesekian kalinya, malam sebelum pulang Diangga datang ke ruangan Rehan. Malam itu ternyata Rehan belum tidur, ia malah sedang asyik menonton tv. Diangga dengan tingkah yang sopan meminta maaf untuk tindakannya yang keterlaluan kepada Rehan. Rehan tak menggubris Diangga, dia kelihatan sangat asyik dengan acara tv. Tanpa sepengetahuan Rehan tiba-tiba Diangga mengambil remote control dan segera mematikan tv.&lt;br /&gt;“ hey, lo apa-apan sih….” Sahut Rehan&lt;br /&gt;“ lo sih asyik banget leat tvnya.” Ujar Diangga dengan rasa sebalnya.&lt;br /&gt;“ kembaliin gak remotenya...” ucap Rehan yang juga tampak kesal dengan kelakuan Diangga. Rehan bangkit dari tempatnya dan memaksa mengambil remote dari tangan Diangga, tapi Diangga tak mau melepaskannya, sampai akhirnya mereka berdua saling kejar-kejaran di ruangan itu.&lt;br /&gt;“ apa sih mau lo? Kenapa lo selalu nggnggu hidup gue mulu.” Ujar Rehan yang sudah merasa sangat geram.&lt;br /&gt;“ mau gue, lo dengerin dulu ucapan gue..” sahut Diangga&lt;br /&gt;“emank apa yang ingin lo katakan?” Tanya Rehan dengan santainya sambil duduk kembali ke tempatnya semula.&lt;br /&gt;“ gue kesini mau minta maaf sama lo soal yang tadi pagi.” Kata Diangga dengan penuh penyesalan.&lt;br /&gt;“ akhirnya lo sadar juga, mana ada calon dokter yang bersikapa sangat arogan terhadap pasiennya.” Ujar Rehan sambil menyindir diri Diangga.&lt;br /&gt;“ tenang….tenang…’’(ujar hati Diangga) “apalah kata lo gue gak peduli, yang penting gue udah minta maaf jadi gue gak punya salah sama lo.” Selesai berkata panjang Diangga berniat untuk segera pergi dari ruang itu, tapi muncul suara yang sangat mengagetkannya keluar dari mulut Rehan, “ gue juga minta maaf.” Diangga memandang serius raut wajah Rehan, ia sangat terkejut dengan ucapan itu.” Apa gue gak salah denger…. Lo bisa juga ngucapin kata maaf.” Ujar Diangga dengan rasa tak percaya.&lt;br /&gt;“ heh, lo jangan bangga dulu kita itu sama-sama salah, jadi sepantasanya juga saling meminta maaf.” Sahut Rehan menjelaskan ucapannya.&lt;br /&gt;“ hmmm….ya udahlah jadi kita impas.” Tanpa berpamitan dulu Diangga segera meninggalkan ruangan itu dengan perasaan lega.&lt;br /&gt;….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai kejadian tersebut, berhari-hari Diangga lebih sangat hati-hati dalam berkata jika berada di ruangan Rehan apalagi sekarang bukan hanya Diangga yang menangani Rehan tapi Diangga ditemani Sammy pemuda pujaan hatinya. Yah, tapi berlega hatilah Diangga tidak lebih sering berada di rumah sakit, karena ia harus bolak-balik kampus dan rumah sakit untuk menyelesaikan sksnya sebagai mahasiswa kedokteran. Selain itu, Rehan yang kini merasa kesal dengan Diangga yang jarang berada di rumah sakit, ia merasa tidak ada yang mengajaknya bertengkar dan membuatnya terhibur selain Diangga. Baginya suasana tampak sangat tenang dan damai.&lt;br /&gt;“ suster, dimana dokter gadungan itu, kayaknya jarang banget denger dia marah-marah?” Tanya Rehan untuk mengorek informasi.&lt;br /&gt;“ dia itu masih mahasiswa, jadi gak selalu ada disini, mungkin kalau dia disini pasti dia ada tugas praktikum. Kenapa? kamu kangen dengannya?” sahut lembut sang perawat.&lt;br /&gt;“ gaklah, siapa juga yang kangen dengannya, nanti kalau dia denger pasti gede kepala tuh.” Sahut Rehan yang segera membetulkan ucapannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perawat itu hanya tersenyum melihat ekspresi Rehan yang tampak malu-malu untuk mengakui.” Nah selesai. “ ujar perawat yang selesai memberikan suntikan obat di dalam infuse Rehan.” Itu apa sus?”&lt;br /&gt;“ itu untuk mengatasi jika pasien yang sulit untuk menjalani kemoterapi sepertimu.” Sahut Diangga yang tiba-tiba muncul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perawat dan Rehan pun terkejut dengan datangnya Diangga yang secara tiba-tiba. Usai tugasnya selesai perawat itu permisi keluar dan meninggalkan Diangga dan Rehan berdua.&lt;br /&gt;“lo bisa nggak, datang salam dulu gak ada sopan santunnya banget.”&lt;br /&gt;“ yah, kalo buat lo ngapain gue harus sopan sama lo, idih gak gue banget.” Ujar Diangga.&lt;br /&gt;“ kemana aja lo jarang banget gue denger teriakan lo.” Ucap balas Rehan.&lt;br /&gt;“ yah secara gue inikan super duper sibuk banget jadi corry ya untuk orang yang lagi galau atas gak adanya gue.”sindir Diangga dengan tawa kecilnya.&lt;br /&gt;“ idih males banget siapa juga yang galau karena lo, corry ya lo bukan level gue.” Sahut Rehat yang kelihatan salting.&lt;br /&gt;“ ups, siapa yang bilang kalo itu lo? GR banget.” Sahut Diangga membalas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu salah tingkah dan wajah memerah tampak dalam wajah dan tingkah Rehan terhadap ucapan Diangga. Rehan yang tidak mau Diangga melihat kondisinya, ia mengusir Diangga dengan paksa keluar dari ruangannya. Diangga tertawa terpingkal-pingkal dengan salah tingkah Rehan.&lt;br /&gt;“ hei Rehan, kenapa lo? Gue pingin lihat wajah lo yang merah tuh.” Ucap Diangga sambil tak kuasa menahan tawannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilain sisi tampak Sammy sedang memperhatikan Diangga, ia mencoba mendekati Diangga, “ lo kanapa? Tertawa sendiri di ruangan orang.” Seru Sammy. “ lo pasti ketawa banget Sam, baru kali ini gue ngelihat wajah Rehan tampak merah, lucu banget.” Jelas Diangga yang masih belum bisa mengendalikan tawannya.&lt;br /&gt;“ benarkah? Wah ceritanya nih kalian udah akur?” jail Sammy.&lt;br /&gt;“ yah nggak tahulah…” sahut Diangga&lt;br /&gt;“ lo mau pulang?” Tanya Sammy&lt;br /&gt;“ ya kenapa ?”&lt;br /&gt;“ gue anterin lo mau?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diangga terkejut dengan tawaran Sammy terhadapnya, tak pernah sekalipun cowok didunia ini yang mau mengantar Diangga pulang.&lt;br /&gt;“ boleh,,,,” ucap Diangga dengan gagapnya&lt;br /&gt;Tiba-tiba Sammy menggandeng tangan Diangga dan menariknya berjalan menuju tempat parkir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam yang bertaburan bintang-bintang yang bersinar dan bulan yang tampak bulat berseri menambah suasana indah malam untuk Sammy dan Diangga. Dengan mengendarai motor , tampak Diangga dan Sammy seperti pasangan yang baru saja menjalin hubungan sepasang kekasih, sangat cocok. Jujur hal itulah yang selalu diinginkan Diangga didalam hatinya. Tak lama mereka sudah sampai didepan rumah Diangga.&lt;br /&gt;“ thanks ya Sam” ujar Diangga sambil turun dari motor Sammy.&lt;br /&gt;“ its ok, jadi ini rumah lo.bagus juga.”&lt;br /&gt;“ bukan, ini rumah ortu gue, gue belum punya rumah.”&lt;br /&gt;“ ahhh, ya llo bener.” Ujar Sammy dengan senyuman la khas nya.&lt;br /&gt;Saat itu pertemuan yang singkat antar Sammy dan Diangga, Sammy berpamitan pulang dan Diangga segera masuk karena hari sudah mulai larut.&lt;br /&gt;…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi yang sudah menjelang siang, Diangga memutuskan untuk mampir sebentar ke rumah sakit. Kali ini ia bukan untuk menemui Rehan, tapi terlihat ia masuk di suatu ruangan. Disana ada dokter yang tengah menunggunya, dokter itu adalah dokter Miko.&lt;br /&gt;“ kamu sudah datang. Duduklah!”ujar sang Dokter&lt;br /&gt;“ ada apa? Kenapa ayah ingin bertemu denganku disini?”Tanya Diangga.&lt;br /&gt;“ ayah ingin melihat perkembangan keadaan putrikku.” Ucap dokter Miko.&lt;br /&gt;“ aku baik-baik saja ayah, aku masih rutin minum obat dan jalani kemo sesuai jadwal.” Sahut Diangga.&lt;br /&gt;“ ayah mohon, segeralah operasi! Ayah tidak tahu apa yang terjadi padamu nanti.”&lt;br /&gt;“ tunggu aku lulus menjadi dokter baru aku mau.”&lt;br /&gt;“ Diangga…..”&lt;br /&gt;“ ayah, percaya padaku aku bisa bertahan. Aku pergi dulu.” Sahut Diangga dengan tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diangga pun keluar dari ruangan itu, tampak raut wajahnya menjadi murung dan tak berekspresif. Ia terus berjalan tanpa menfokuskan jalannya. Saat itu Rehan yang juga sedang berjalan-jalan di sekitar rumah sakit tampak senang melihat diri Diangga, tapi Diangga terlihat tak focus jadi ia tak tahu ada Rehan, ia langsung saja jalan tanpa menyapa Rehan.&lt;br /&gt;“ Diangga…..” panggil Rehan, tapi Diangga tetap saja tak membalas panggilannya. Rrehan sekejap menarik tangan Diangga untuk menghentikan jalan Diangga&lt;br /&gt;“ kalau jalan harus focus, lo mikirin apa sih?” kata Rehan&lt;br /&gt;“ lo…, nagapain lo?”Diangga yang tampak terkejut dengan Rehan.&lt;br /&gt;“ gue tadi manggil lo, tapi lo malah nylonos aja, apa sih yang lo pikirin?” sahut Rehan yang memberi peerhatian terhadap Diangga.&lt;br /&gt;“ please gue lagi gak ingin bertengkar.” Ujar Diangga dengan keadaan yang masih murung dan lemas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar jawaban diangga yang sangat ketus, Rehan menarik tangan Diangga dan memakasa Diangga untuk ikut dengannya. Rehan tetap saja tak mau melepaskan Diangga meskipun Diangga berusaha keras untuk melepaskan tangannya dari Rehan. Sampai di suatu tempat yang sangat aneh tapi menawan, Rehan baru saja melepaskan tangan Diangga.&lt;br /&gt;“ apa- apain sih lo, lo nggak berhak narik-narik tangan gue, dan juga tempat apa ini?”&lt;br /&gt;“ udah ikut aja.” Sahut Rehan. Rehan melanjutkan langkahnya yang lurus kedepan . Diangga yang tak tahu maksud dari Rehan, ia hanya mengikuti langkah Rehan. Rehan meghentikan langkahnya, dan Diangga melihat sekitar tempat aneh itu penuh dengan bunga- bunga mekar indah. Terlihat ekspresi Diangga menunjukkan kekaguman.&lt;br /&gt;“ ini bunga- bunga yang mekar hanya setiap bulan desember, karena perubahan cuaca ia jadi mekar setiap bulannya.” Jela Rehan.&lt;br /&gt;“ darimana lo tau tempat sebagus ini?” Tanya Diangga.&lt;br /&gt;“ ini tempat setiap harinya gue merenung, dan kalau sedang sedih gue biasa datang kesini.” Jelas Rehan.&lt;br /&gt;“ lo sedih?jadi lo bisa sedih juga.” Sindir Diangga.&lt;br /&gt;“jujur gue sangat kesepian, makanya gue terus bikin lo emosi, maaf ya.” Sahut Reno dengan penyesalan.&lt;br /&gt;“ lo suka sama gue?” Tanya Diangga sambil memanndang wajah Rehan.&lt;br /&gt;“ gue nggak tahu ini rasa suka atau apa, tapi perasaan gue lo adalah bunga bagi gue, bunga yang mekar yang selalu membuat gue bangkit dari apa yang gue alami. Lo penyemangat gue Diangga.”&lt;br /&gt;Jelas Rehan sepenuhnya tulus mengungkapkan.&lt;br /&gt;“ gue nggak tahu harus ngomong apa, gue bingung.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diangga mendesah pelan, hendak bergerak meninggalkan Rehan. Tiba –tiba suasana menjadi hening, ketika Rehan menyatakan perasaannya. Diangga merasa terkejut dengan ungkapan Rehan, karena kata-kata itu ingin ia dengar bukan dari mulut Rehan tapi Sammy pemuda yang ia sukai.&lt;br /&gt;“ Diangga…., gue akan tunggu lo sampai l siap!”&lt;br /&gt;Diangga tak menggubris ucapan Rehan, ia tetap saja berjalan meninggalkan Rehan disana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai keluar dari tempat itu, Diangga berjalan dengan perasaan bingung dan resah. Dalam jalannya, ia selalu kepikiran tentang ucapan Rehan kepadanya.&lt;br /&gt;“ kenapa harus dia, kenapa bukan Sammy?” Diangga bertanya-tanya dalam dirinya dengan sangat kesalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekejab mata, Diangga melihat Sammy bersama Safa yang tengah asyik mengobrol bersama, terlihat Diangga merasa cemburu dan kesal. Diangga menghampiri mereka.&lt;br /&gt;“ kalian?”&lt;br /&gt;“ ya, lo tahu baru tadi pagi Sammy nembak gue, menurut gue kita cocok jadi gue terima,” jelas Safa ddengna gembiranya.&lt;br /&gt;“ selamat untuk kalian.” Ucap Diangga yang perasaannya menjadi remuk dan hancur mendengar ungkapan Safa tentang dirinnya dan Sammy yang telah menjadi pasangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diangga yang tak kuat, ia berlari sambil meneteskan air mata kesedihannya. Hatinya langsung saja terpuruk dan tak terbendung lagi kesedihannya. “ jahat, jahattttttttttttt…….., gue benci lo Sammy, gue benci lo.”&lt;br /&gt;“ kenapa lo benci gue?” ujar Sammy yang tiba-tiba datang.&lt;br /&gt;“karena gue suka sama lo, puas! Selama ini lo anggep gue apa,barang yang bisa lo permainin.” Ucap emosi Diangga&lt;br /&gt;“ jujur gue juga suka sama lo, tapi nggak tahu kenapa gue nggak bisa ngungkapin itu ke lo, gue bingung. Jadi gue pacaran sama Safa untuk nglupain lo.” Jelas Sammy dengna rasa penyesalan.&lt;br /&gt;“ sorry, lo lupain gue ya.” Sahut Sammy sambil memeluk Diangga dengan erat. Dan peristiwa itu disaksikan langsung oleh Rehan.&lt;br /&gt;…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya, Diangga mampir sebentar ke tempat Rehan mengajaknya kemarin, ia merenungi perasaannya sejenak. Tak lama, Diangga kembali untuk menemui Rehan di ruangannya. Tampak disana sedang sibuk mempersiapkan sesuatu. Hari itu adalah hari operasi Rehan untuk mengangkat tumornya. Untung saja Rehan masih berada di ruangannya, Diangga segera menemui Rehan.&lt;br /&gt;“ Rehan, gue bisa bicara sebentar?” kata Diangga&lt;br /&gt;“ apa?” sahut Rehan dengan ketusnya.&lt;br /&gt;“ kenapa lo suka gue?”&lt;br /&gt;“ karena lo bunga bagi gue, bunga mekar yang kadang bikin jiwa gue nyaman ada disamping lo, tapi sekarang bunga yang gue idamkan memilih kupu-kupu, bukanlah lebah yang sangat membutuhkannya.”&lt;br /&gt;“ memang bunga memilih kupu-kupu, tapi sang kupu- kupu menyerah karena disana ada lebah, ya meskipun lebah menyengat dan merugikan orang lain, tapi bagi bunga dia sangat menguntungkan. Bunga bukan hanya butuh kupu-kupu tapi dia juga butuh lebah untuk penyerbukannya.”&lt;br /&gt;“ jadi menurutmu lebah lebih baik untuk bunga.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diangga mengganguk dan tersenyum kepada Rehan, Rehanpun tersenyum juga serta ia turun dari tempatnya dan segera memeluk Diangga dengan erat.&lt;br /&gt;“ CINTA MEMANG TAK HARUS MEMILKI, LEBIH BAIK DICINTAI DARIPADA MENCINTAI, MENCINTAI LEBIH MENYAKITKAN DARI PADA DICINTAI”&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;PROFIL PENULIS&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Nama : Nadia hayu P.&lt;br /&gt;Sekolah : SMA Negeri 4 Blitar&lt;br /&gt;Alamat facebook : nadya zasky&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
No. Urut : 934&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tanggal Kirim : 01/05/2013 7:35:54&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&amp;nbsp; &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Baca juga &lt;a href="http://www.lokerseni.web.id/2013/01/kumpulan-cerpen-cinta-terbaru-update.html" target="_blank"&gt;Cerpen Cinta&lt;/a&gt; yang lainnya. &lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/LokerSeni/~4/8OQ7w3wgTPI" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/LokerSeni/~3/8OQ7w3wgTPI/my-flower-cerpen-cinta.html</link><author>agus.lizam@gmail.com (Loker Seni)</author><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/-Ebsy6rmC0xg/UcAFVlIJOiI/AAAAAAAAGyk/FeWOO17S-fo/s72-c/Cerpen+Bunga.jpg" height="72" width="72" /><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1" /><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD" /><feedburner:origLink>http://www.lokerseni.web.id/2013/06/my-flower-cerpen-cinta.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7529203369447603545.post-5248085215425837175</guid><pubDate>Tue, 18 Jun 2013 06:52:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-06-17T23:52:29.842-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Cerpen Cinta</category><title>Kekasih yang Bersembunyi - Cerpen Cinta</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;KEKASIH YANG BERSEMBUNYI&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Karya Beri Hindari&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Siapa yang akan menjawab ?&lt;br /&gt;Jika aku bertanya “ Di mana kekasihku ? “&lt;br /&gt;Mungkin hanya untaian rindu&lt;br /&gt;Dan rantai hari yang menanti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di mana dirimu kekasihku ?&lt;br /&gt;Sembunyikah engkau dari cintamu ?&lt;br /&gt;Seperti matahari dan bulan&lt;br /&gt;Yang lama tidak bertemu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini aku dan Dita sibuk melakukan praktikum anatomi tubuh manusia, kami sama-sama kuliah jurusan kedokteran, kebetulan kami sekarang mendapatkan mayat yang telah di beri izin untuk kami otopsi bersama teman sekelompok lainnya, mayatnya masih seger lho. (.~~). Semuanya berjalan lancar, hanya saja setelah membelah dada mayat, Dita terlihat lemas, padahal biasanya dia kuat melakukan otopsi seperti ini.&lt;br /&gt;Setelah hampir lima jam kami selesai, aku, Dita dan kelompokku bubar dengan tugas untuk membuat laporan. Kecuali aku dan Dita yang masih tinggal di ruang praktek.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-2pYtAd4bWGY/UcADiq_NWeI/AAAAAAAAGyU/oDmzqbk7gSw/s1600/Cerpen+Cinta+Maret.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="253" src="http://4.bp.blogspot.com/-2pYtAd4bWGY/UcADiq_NWeI/AAAAAAAAGyU/oDmzqbk7gSw/s400/Cerpen+Cinta+Maret.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Kekasih yang Bersembunyi &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tiba-tiba Dita menarikku, memelukku erat. (o’ ‘)?.&lt;br /&gt;“Aduh, kamu ini Yang, nanti ada orang masuk gimana?“ kataku.&lt;br /&gt;“Habis kalau gak begini, aku gak bisa melupakan mayat tadi“ katanya polos.&lt;br /&gt;“Kalau begitu, kita pergi saja dari tempat ini, kita refreeshing !“ (-^^)/(‘ ‘a).&lt;br /&gt;“Ya, ayo bawa aku kabur dari tempat ini“ katanya memelas lalu tertawa (^^D).&lt;br /&gt;Setelah itu, kami pergi dari ruang praktek dan keluar dari kampus, meninggalkan hari yang melelahkan. (.--). Setelah istirahat sambil makan siang, kami pergi jalan-jalan menelusuri tempat-tempat yang banyak pohon untuk beberpa jam.&lt;br /&gt;Aku dan Dita sudah satu tahun pacaran, dan kami sudah sangat serius, pokoknya aku Cinnnnnta sama dia, ya Dita ya… (.^^)..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya setelah jalan-jalan aku singgah ke kostan Dita, sekalian makan malam di tempatnya, setelah makan malam kami berbicara panjang lebar, sambil aku memeluknya yang duduk di depanku.&lt;br /&gt;“Yang, aku sudah gak bisa berpaling lagi dari kamu, aku sayaaaaaang sama kamu“ kataku. Gombal ya, tapi ini keluar dari hatiku. (.~~).&lt;br /&gt;“Jadi sebelumnya kamu suka berpaling ya!“ katanya. (. ‘ ‘)?.&lt;br /&gt;“Bukan begitu, awal-awalkan kita masih saja suka ribut, saling gak percaya, tapi ternyata setelah satu tahun ini aku sadar betul indahnya sikapmu!“&lt;br /&gt;“ Mmmmmm, gombal!“&lt;br /&gt;“Tapi lucu ya, kalau aku memper-istri kamu kelak, kita sama-sama dokter, nanti kalau sakit, kita saling mengobati, tapi… tetep profesional ya “ . hehe, kataku, (.^^).&lt;br /&gt;“Memang siapa yang mau jadi istri kamu?, ih ke-PD-an!“ Dita manja.&lt;br /&gt;“Biarin, kalau gak mau, aku akan bawa kabur kamu dan akan kupaksa jadi istriku!“&lt;br /&gt;“…“ Dita.&lt;br /&gt;“Kenapa?“ tanyaku melihat Dita diam.&lt;br /&gt;“Ya, bawa kabur saja aku, kalau suatu saat aku tidak mau mendampingi kamu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sedikit aneh mendengar perkataan Dita. (.’ ‘)?.&lt;br /&gt;“Kenapa?, ada apa Yang?“ tanyaku.&lt;br /&gt;“ ggak ada apa-apa, hanya saja akupun berpikir, aku gak ingin kehilangan kamu hingga akhir hidupku, bodoh rasanya kalau aku harus menghilangkan kamu dalam hidupku“ katanya. (.--).&lt;br /&gt;Aku tidak tahu harus bicara apa, aku hanya bisa mengungkapkannya lewat pelukanku. Tepat pukul 21.00, aku pulang ke kostanku, dengan meninggalkan pesan pada Dita melalui ucapanku.&lt;br /&gt;“Yang, wajah ini adalah apa yang benar-benar aku butuhkan untuk kulihat besok dan seterusnya, baik-baik ya, jumpa lagi besok“ kataku. Lalu aku pulang dan tidur. (,--), zzzz.&lt;br /&gt;@)&amp;gt;&amp;gt;-&amp;gt;--,,,--&lt;- br=""&gt;&lt;br /&gt;(--.). Dua bulan sudah aku tidak bertemu Dita, dua jam sudah aku menunggu, di café dekat kampus, setelah kami berjanji untuk bertemu kali ini, brengsek!, (~`’), ada apa sebenarnya?, kenapa akhir-akhir ini Dita selalu menghindar dariku. Dia seakan-akan bersembunyi dariku, ada apa?, adakah sesuatu yang membebanimu?. Di kostannya dia selalu tidak ada, selama dua bulan?, lalu dia tinggal di mana?. Aku hubungi orang tuanya, mereka bilang Dita belum pulang selama dua bulan ini?. Tapi aku tidak mengatakan bahwa dua bulan ini Dita tidak ada di kostannya. Aku tidak mau orang tuanya khawatir.&lt;br /&gt;Aku coba hubungi HP-nya, tidak ada nada sambung. (.--). Kemana engkau kekasihku?.&lt;br /&gt;“Kamu ada di sini rupanya!“ suara ini membuyarkan sejuta tanya di benakku. Dia teman akrabku yang aku percaya di kampus, namanya Facce.&lt;br /&gt;“Kamu Ce! “ kataku “ Ya, aku lagi nunggu Dita“ (.~~).&lt;br /&gt;“Jadi, kamu masih belum juga ketemu Dita selama ini? “&lt;br /&gt;“Ya, aku cukup lelah dan khawatir, aku gak tahu dia ada di mana dan bagaimana keadaannya“ (.--).&lt;br /&gt;“Sayang sekali, aku ikut prihatin“ Facce.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku minum dulu orenge juice yang ku pesan “Menurutmu, apa mungkin Dita sudah gak lagi ingin bersamaku dan gak mencintaiku lagi?“&lt;br /&gt;“Mendengar cerita kamu dengan Dita, sepertinya itu tidak mungkin“ jawabnya singkat “Sebenarnya aku sengaja mencari kamu tadi di kampus, kata teman sekelasmu, katanya kamu ada di sini“&lt;br /&gt;“Mencariku?, ada apa?, apa ada hubungannya dengan Dita?“ (-‘ ‘), aku langsung antusias.&lt;br /&gt;“Tapi aku harap kamu tidak langsung mengambil kesimpulan, ok!?“&lt;br /&gt;“Ya, ada apa?, jadi benar ini tentang Dita?“&lt;br /&gt;“Begini, dua minggu yang lalu aku melihat Dita, dia ada di taman Monumen Pahlawan pada hari Kamis, aku sedang magang di klinik mata dekat taman itu, kalau pulang aku sengaja selalu lewat taman itu karena udaranya segar “ katanya “ Lalu aku lihat Dita lagi pada hari Senin, kemudian aku lihat dia pada hari Kamis, aku simpulkan, sepertinya itu jadi jadwal rutin“&lt;br /&gt;“Benarkah?, ini hari Kamis, kemungkinan Dita ada di sana!?“&lt;br /&gt;“Mungkin, aku yakin kamu bisa menyelesaikan masalah ini dengan segera dan bijaksana “ katanya membuatku ingin bertanya. (,’’)?.&lt;br /&gt;“Apa lagi yang kamu lihat?“ tanyaku.&lt;br /&gt;“Tidak, ayolah segera kesana, ini pukul setengah tiga, aku lihat dia berada di sana antara pukul tiga hingga setengah empat“&lt;br /&gt;“Baiklah, terima kasih, Ce!“ (.’ ‘), aku segera berangkat menuju taman Monumen Pahlawan.&lt;br /&gt;Setengah jam kemudian aku sampai di taman, aku telusuri setiap sudut taman, hingga bagian terakhir yang belum aku telusuri, aku gelisah….&lt;br /&gt;Aku melihat Dita dalam jarak lima meter di depanku, dia duduk di sebuah bangku taman, lututku bergetar, aku baru sadar ternyata sebesar ini kerinduanku…(.~~), aku rasa kekesalanku hilang karena aku mencintai Dita…, Dita. Jantungku berdegup keras, ‘ DEG…DEG…DEG ‘, seakan aku menemukan kembali duniaku untuk singgah, aku melangkah perlahan mendekatinya, tapi…&lt;br /&gt;Aku lihat seorang lelaki berkaca mata menghapiri Dita dan duduk di sebelahnya. Siapa dia?. (-`’)?. Aku mundur beberapa langkah dan bersembunyi di balik pepohonan, sambil mengawasi Dita.&lt;br /&gt;Mereka berbicara sangat akrab, dan… sesekali aku melihat lelaki itu merangkul Dita bahkan memeluknya, ini tidak mungkin!?. Mungkin ini pesan yang tidak Facce sampaikan padaku, dia ingin aku melihatnya langsung.&lt;br /&gt;Dita…, tanpa kusadari aku lemas terlunglai hingga aku terduduk bersandar pada pohon tempat aku bersembunyi, aku tidak bisa marah, aku merasa duniaku hancur… (_--). Kenapa kau lakukan semua ini Dita, sekuat apapun aku mencoba, air mataku terjun.&lt;br /&gt;Akhirnya aku pergi dari taman Monumen Pahlawan, meninggalkan semua ini…, tanpa sempat bertemu Dita… Sudahlah…. (-**)..&lt;br /&gt;@)&amp;gt;&amp;gt;-&amp;gt;--,,,--&lt;- br=""&gt;&lt;br /&gt;Ceritanya sudah berubah, aku saat ini sedang berusaha melupakan Dita…, sedikit demi sedikit. Cinta ini sudah terlalu berkarat.&lt;br /&gt;Aku dan Facce membuka layanan kesahatan secara cuma-cuma, semua ini selain praktek terjun ke masyarakat, juga untuk menyelesaikan skripsi kami, aku dan Facce sepakat untuk segera lulus, terlebih aku ingin segera meninggalkan suasana kampus untuk bisa melupakan semuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua bulan sudah sejak aku melihat Dita di taman Monumen Pahlawan. Bayangan itu masih terlintas jelas dalam pikiranku. (.--).&lt;br /&gt;“Ini sudah jam istirahat, lapar nih“ Facce. (.’’).&lt;br /&gt;“Aku juga, aku ingin makan banyak!“ kataku.\(‘`D)/.&lt;br /&gt;“Ayo!“&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami berjalan meninggalkan klinik. Hingga langkahku terasa dipaku dengan bumi, di depanku Dita sedang berdiri melambaikan tangan dengan sungkan, aku lihat dia baik-baik saja.&lt;br /&gt;“Hi“ Katanya padaku (,^^) “Hi, Ce“ sambungnya.&lt;br /&gt;“Hi“ Facce.&lt;br /&gt;Aku tidak menjawab… (.`’).&lt;br /&gt;“Sebaiknya aku duluan“ Facce lalu meninggalkan kami, aku tidak bereaksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami berdiam diri sesaat, tanpa bicara.&lt;br /&gt;“Apa kabar?“ katanya.&lt;br /&gt;“Baik!“ jawabku singkat. (-`’).&lt;br /&gt;“Aku ingin bicara, kamu ada waktu?“&lt;br /&gt;“Sebenarnya ini jadawal istirahat, tapi baiklah, kita bicara di dalam“&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengajak Dita keruangan belakang klinik. Lalu kami duduk pada bangku panjang yang sama.&lt;br /&gt;“Ada apa?“ tanyaku.&lt;br /&gt;“Sebelumnya aku minta maaf, seharusnya sejak empat bulan yang lalu aku menceritakan semua ini“ (.--)…&lt;br /&gt;“O ya?“&lt;br /&gt;“Aku tidak tahu harus mulai dari mana“ katanya seperti kebingungan.&lt;br /&gt;“Bagaimana kalau mulai dari kebersamaan kamu dengan kekasih kamu di taman Monumen Pahlawan“ kataku pedas. (_`’).&lt;br /&gt;Dita menatapku sesaat “Jadi kamu pernah melihatku?“&lt;br /&gt;“Kamu menyesal aku melihal kalian?“&lt;br /&gt;“Ada sesuatu yang kamu belum ketahui!“ katanya meyakinkan.&lt;br /&gt;“Ya, tapi aku sudah tahu semuanya!“&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dita menatapku lebih serius.&lt;br /&gt;“Sungguh?“ Dita.&lt;br /&gt;“Ya “ kataku, aku tidak lagi bisa menahan marahku, (-`’) “ AKU TAHU KAMU ADALAH WANITA PENDUSTA, YANG TEGA MEMPERMAINKAN CINTA, MULUTMU ITU PENUH DENGAN RACUN“ kataku “Aku tidak menyangka kamu sekejam itu, padahal aku begitu menyayangimu!“&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dita lebih serius lagi menatapku “Bukan!, bukan itu!, aku…“&lt;br /&gt;‘ Plak ‘, aku tampar Dita dengan keras hingga bibirnya berdarah.&lt;br /&gt;“CUKUP!!, AKU SUDAH MULAI MELUPAKANMU, JIKA KAMU BERMAKSUD INGIN MEMPERBAIKI HUBUNGAN KITA!, ITU SUDAH TERLAMBAT“ kataku “Aku minta kau gak perlu menemuiku lagi !“&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dita menatapku dan menangis. Aku… tidak peduli.&lt;br /&gt;“Baiklah!, sebaiknya memang begitu, maafkan aku!“ katanya sambil menyeka darah dari mulutnya. Lalu beranjak pergi. (.~~)…&lt;br /&gt;Dita sempat membalikan badannya dan berkata “ Aku menyayangimu, engkau selalu jadi kekasihku! “&lt;br /&gt;Akhirnya aku duduk sendiri, terasa berat untuk bergerak… aku sedikit merasa menyesal. Hingga Facce datang, membawakan makanan untukku. Aku tidak mau membicarakannya. Sudahlah.&lt;br /&gt;@)&amp;gt;&amp;gt;-&amp;gt;--,,,--&lt;- br=""&gt;&lt;br /&gt;Satu tahun kemudian aku benar-benar melupakan Dita, hari ini akan melelahkan, karena aku di wisuda, aku akan mendapatkan gelar dokter, \(^^D)/. Begitu juga Facce. Akhirnya, semuanya tuntas.&lt;br /&gt;Setelah tujuh jam acara wisuda selesai, aku dan Facee, keluar ruangan dengan ceria dan membawa Ijazah. (,^^), senangnya.&lt;br /&gt;Kami berbicara tentang rencana kami selanjutnya, sambil tertawa lega, orang tua kami juga datang. Tapi… aku tidak melihat Dita, juga orang tuanya, mungkin Dita tidak lulus pada tahun ini, kenapa aku masih memikirkan Dita?, akh, sudahlah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku dan Facce pamit pada orang tua kami, untuk merayakan wisuda ini dengan beberapa teman, pada sebuah café. Baru kami bermaksud pergi dengan mobil Facce, seorang lelaki menghalangi mobil Facce.&lt;br /&gt;“Siapa dia?“ Facce.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku perhatikan orang itu dengan seksama…, aku ingat dia adalah orang yang bertemu Dita di taman Monumen Pahlawan, tapi juga aku baru sadar dia adalah salah satu dosen di kampusku.&lt;br /&gt;“Dia kekasih Dita!“ kataku. (.`’).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Facce menatapku seakan dia juga teringat sesuatu. Aku segera turun dari mobil dan menemui orang ini.&lt;br /&gt;“Ada apa?“ kataku.&lt;br /&gt;“Kamu Tira-kan?“ katanya menyebut namaku.&lt;br /&gt;“Benar!, dan kalau tidak salah anda kekasih Dita!“ kataku.&lt;br /&gt;“Anda salah paham!, aku bukan kekasih Dita!“&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku heran mendengarnya, Facce yang juga sudah turun dari mobil, heran mendengarnya.&lt;br /&gt;“Lalu?“ tanyaku. (.`’)?.&lt;br /&gt;“Aku membawa berita tentang Dita!“&lt;br /&gt;Aku tersenyum mendengarnya “Apapun berita itu, sudah tidak ada hubungannya lagi denganku, sebaiknya anda tidak menghalangai kami!, permisi, kami sudah di tunggu!“&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengajak Facce untuk pergi dari tempat ini.&lt;br /&gt;“Dita sekarat!“ katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berhenti melangkah, begitu juga dengan Facce, kami saling pandang sesaat.&lt;br /&gt;“Sebenarnya dia HIV positif“ katanya.&lt;br /&gt;“Maksud anda?“ tanyaku. (.’’)?.&lt;br /&gt;“Aku adalah dokter pribadinya, atas rujukan orang tua Dita, 10 tahun yang lalu dia terkena virus HIV AIDS, melalui pisau bedah orang yang HIV positif, dia terluka oleh pisau itu, kira-kira setahun yang lalu dia selalu konsultasi denganku, hingga dia masuk karantina“&lt;br /&gt;“Anda tidak bercandakan?“ kataku mulai gugup.&lt;br /&gt;Dia tidak menanggapi perkataanku “ Sebulan yang lalu mulutnya sobek besar, karena sistem pertahanan tubuhnya sudah lemah, luka itu tidak lekas sembuh, lalu menjadi infeksi akut, selain itu dia memang sudah sangat lemah“ katanya “ Keadaannya kritis sekarang, dia sekarat, satu keinginan dia sebelum meninggal, dia ingin menemui kamu! “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku seperti tersambar petir rasanya, ini tidak mungkin, kenapa Dita tida bicara padaku, dan luka di mulutnya itu, mungkinkah itu karena tamparanku. Dita… Tubuhku terasa lemas. (.--).&lt;br /&gt;“Sebaiknya kau temui dia“ Facce.&lt;br /&gt;“Dimana dia?“ Tanyaku pada dokter itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia lalu menuliskan alamatnya dan memberikan padaku.&lt;br /&gt;“Ini bukan rumah sakit?“ tanyaku.&lt;br /&gt;“Bukan, dia tidak mau di bawa ke rumah sakit, dan mungkin dia akan mengingkari bahwa dia ingin bertemu kamu!“&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku melihat alamat itu dengan seksama, alamat ini cukup jauh. Facce melihat alamat itu.&lt;br /&gt;“Ini cukup jauh, biar aku antar kamu“&lt;br /&gt;Aku tidak tunggu lama lagi, aku dan Facce segera berangkat setelah mohon diri pada dokter tadi.&lt;br /&gt;Setelah dua jam dan bertanya-tanya alamat, kami sampai pada sebuah rumah di tepi danau yang banyak terdapat pepohonan rindang.&lt;br /&gt;Aku melangkah dengan berat, semetara Facee memilih untuk menunggu di mobil, sedikit demi sedikit aku mendekati rumah itu, hingga aku menemukan seorang wanita duduk pada sebuah kursi roda, dia membelakangiku. Tapi aku tahu itu Dita…(.~~).&lt;br /&gt;Aku berusaha untuk memanggilnya, lalu “Ditaa…?“ Kataku sambil menitikan air mata tanpa aku sadari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dita berbalik dengan perlahan dan ragu, aku bisa melihat perban besar menutupi pipi kirinya, mungkin wajahnya yang sebelah kiri luka. Selain itu aku lihat dia kurus dan sangat lemas, nafasnya pendek.&lt;br /&gt;“KAMU!?, apa yang kau lakukan di sini?“ katanya. (.`’)?.&lt;br /&gt;“Aku menjemputmu“ kataku lirih. (.~~).&lt;br /&gt;“Pergilah, kita sudah gak ada hubungan apa-apa lagi!“ katanya, sambil membuang muka “Aku…“&lt;br /&gt;“CUKUP!!, jangan usir aku!“ aku potong ucapannya “Biarkan aku menemanimu, biarkan aku…“ Aku tidak sanggup bicara lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku melangkah cepat mendekati Dita, dan membenamkan kepalaku pada pangkuannya yang sedang duduk di kursi roda. Air mataku benar-benar tidak bisa kubendung lagi. Aku rasakan tangannya bergetar menyentuh rambutku.&lt;br /&gt;“Ternyata aku mencintai wanita yang begitu tangguh, tidak akan pernah ada wanita yang bisa menggantikan engkau di hatiku“ kataku di sela tangisku “Seharusnya aku izinkan engkau menyampaikan semua ini saat itu, …aku tahu, kamu akan menyampaikannya saat itu…, tapi aku hanya bisa menamparmu hingga kau seperti ini, maafkan aku “ (.~~).&lt;br /&gt;“Tira kekasihku, tidak perlu ada yang disesali, walau aku bisa menyerahkan hati ini, tapi aku tidak bisa menyerahkan tubuh ini padamu, apa lagi engkau begitu tulus ingin memper-istri-kan aku, tidak mungkin aku membagi wabah ini padamu, karena aku mencintaimu kekasihku“ katanya semakin menyayat hatiku “Berdirilah!“&lt;br /&gt;Aku tidak berdiri dengan kakiku, tapi dengan lututku “Adalah mimpiku untuk bisa membenamkan wajahku pada pangkuanmu, karena hatiku sudah mengakui engkau adalah suamiku, walau itu tidak akan terjadi, kamu tidak boleh seperti ini!“&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dita bersusah payah mengangkat diriku, aku berdiri dan berusaha menyembunyikan tangisanku yang menjadi-jadi. (.~~). Tapi aku lihat Dita tersenyum tenang. (^^,).&lt;br /&gt;“Aku ingin membawamu!“ kataku.&lt;br /&gt;“Bawalah aku kemanapun engkau mau, aku akan bahagia di saat terakhir hidupku ada engkau di sampingku“ (.^^).&lt;br /&gt;Lalu aku membawa Dita pergi, dengan berusaha sekuat tenaga untuk tidak menangis lagi, karena aku ingin Dita hanya melihat aku tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sempat bertanya, dengan siapa Dita tinggal di rumah tadi, ternyata dokter itu yang merawat Dita.&lt;br /&gt;“Pasti dr.Dian yang memberi tahu semua ini-kan!?, padahal aku minta dia supaya merahasiahkan semua ini“&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak bicara.&lt;br /&gt;“Hari ini kamu jadi dokterkan?“ katanya.&lt;br /&gt;“Iya Sayangku!“&lt;br /&gt;“Selamat ya?“ (,^^).&lt;br /&gt;Aku membawa Dita kerumah sakit, sepanjang jalan dia tidak melepaskan tanganku dari genggamannya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua hari kemudian, Dita menghembuskan nafas terakhirnya…, dan aku merasa menjadi orang yang paling bersalah…, kendati-pun aku menagis dan meraung, Dita tidak akan kembali.&lt;br /&gt;Kalimat yang dia ucapkan terakhir kali “Aku pernah bilang, aku tidak ingin kehilanganmu hingga akhir hidupku, aku bahagia hidup dan mati dengan cintamu, jangan salahkan dirimu… aku mencintaimu“&lt;br /&gt;Dita pergi dengan wajah yang paling indah yang pernah aku lihat. (.^^).&lt;br /&gt;@)&amp;gt;&amp;gt;-&amp;gt;--,,,--&lt;- br=""&gt;&lt;br /&gt;Sekarang aku duduk di halaman rumah sakit jiwa…. (,~~), menunggu pengesahan aku boleh pulang, dan mengabdi sebagai dokter, aku ingin membantu pengidap AIDS…, agar tidak ada lagi Dita yang berjuang sendiri. Dita… aku selalu mencintaimu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekasihku telah bersembunyi&lt;br /&gt;Menjaga hatiku dari luka&lt;br /&gt;Kini… aku melihatnya di mana-mana…&lt;/-&gt;&lt;/-&gt;&lt;/-&gt;&lt;/-&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;PROFIL PENULIS&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
NAMA : BERI HENDARI&lt;br /&gt;TEMPAT TGL LAHIR : SUKABUMI,27-O2-1982&lt;br /&gt;JENIS KELAMIN : LAKI-LAKI&lt;br /&gt;AGAMA :ISLAM&lt;br /&gt;STATUS : MENIKAH&lt;br /&gt;PEKERJAAN : KARYAWAN SWASTA / PELATIH TEATER&lt;br /&gt;HOBI : MENULIS NOVEL, NASKAH DRAMA DAN LAGU, TEATER, MUSIK, OLAH RAGA (SILAT). KOMPUTER&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Baca juga &lt;a href="http://www.lokerseni.web.id/2013/01/kumpulan-cerpen-cinta-terbaru-update.html" target="_blank"&gt;Cerpen Cinta&lt;/a&gt; yang lainnya.&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/LokerSeni/~4/p9DQ9UgO3hk" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/LokerSeni/~3/p9DQ9UgO3hk/kekasih-yang-bersembunyi-cerpen-cinta.html</link><author>agus.lizam@gmail.com (Loker Seni)</author><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/-2pYtAd4bWGY/UcADiq_NWeI/AAAAAAAAGyU/oDmzqbk7gSw/s72-c/Cerpen+Cinta+Maret.jpg" height="72" width="72" /><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1" /><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD" /><feedburner:origLink>http://www.lokerseni.web.id/2013/06/kekasih-yang-bersembunyi-cerpen-cinta.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7529203369447603545.post-1638620481670912892</guid><pubDate>Tue, 18 Jun 2013 06:47:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-06-17T23:47:36.336-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Cerpen Cinta</category><title>Kekasih Pertama Davia - Cerpen Cinta</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;KEKASIH PERTAMA DAVIA&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Karya Ernita Eka Agustin&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;Sore itu hujan turun. Terlihat air yang turun dari langit, lalu mengalir dari atas genting dan kemudian turun ke bumi. Bunga-bunga di depan rumah basah, begitu pula rumput-rumput disekitarnya. Tapi beruntung hujan kali ini sudah sudah reda. Hanya terlihat rintik-rintik air yang turun.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;Davia menyandarkan kepalanya dikursi dekat jendela. Sedari hujan turun, ia terus memandangi keluar jendela. Tak sepatah katapun keluar dari mulutnya. Hanya terdiam dan terdiam.&lt;br /&gt;Tiba-tiba terdengar suara hanphone berdering dari maja dekat Davia duduk. Suara handphone itu memecahkan lamunan Davia. Ia segera meraih hanphone-nya. Rupanya satu pesan telah ia terima.&lt;br /&gt;Vi, nanti kita ketemu di taman jam 7 malam, ya? Aku tunggu, loh! Aku pingin kasih kamu sesuatu. Malla.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-vGoz0-tMuuE/UcACai94jDI/AAAAAAAAGyI/Y1FEqrF6HPw/s1600/Cerpen+Cinta+Remaja.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-vGoz0-tMuuE/UcACai94jDI/AAAAAAAAGyI/Y1FEqrF6HPw/s400/Cerpen+Cinta+Remaja.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Kekasih Pertama Davia&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Rupanya pesan itu dari Malla, sahabat Davia.&lt;br /&gt;Iya. Tapi ada apaan sih La? Kamu mau kasih apa ke aku?&lt;br /&gt;Davia membalas pesan Malla. Namun sampai satu jam kemudian Malla tidak membalas pesan Davia. Davia jadi penasaran. Kira-kira apa, ya yang akan dikasih oleh Malla? Sahabatnya yang satu ini memang suka memberi kejutan.&lt;br /&gt;Pernah ketika Davia berulang tahun, ia dikerjain habis-habisan oleh Malla. Malla memang jago kalau soal urusan sureprise.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu sudah menunjukkan pukul tujuh kurang lima belas menit. Davia masih mempersiapkan diri untuk pergi menemui Malla di taman.&lt;br /&gt;“Vi, kamu mau kemana?” Tiba-tiba seorang laki-laki lantas membuka pintu kamarnya. Dan ternyata ia adalah mas Danang, kakak Davia.&lt;br /&gt;“Mau ke taman kota, mas. Tadi Malla SMS aku. Katanya aku suruh kesana.”&lt;br /&gt;“Oh, iya sudah hati-hati. Ingat! Jangan pulang malam-malam.”&lt;br /&gt;“Iya, mas. Bawel banget, sih”&lt;br /&gt;Davia segera pergi menemui Malla di taman kota.&lt;br /&gt;Sesampainya di dapan taman kota, Davia berhenti sejenak. Sepintas ia seperti melihat sesosok laki-laki yang ia kenal. Tapi entah siapa dia, Davia tidak bisa mengingatnya. Karena sudah tidak sabar mengetahui surprise apa yang akan diberikan oleh sahabatnya, Davia segera menemui Malla.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Davia mencari-cari dimana posisi Malla. Dan pada akhirnya Davia menemukan sahabatnya itu. Davia segera menghampiri Malla.&lt;br /&gt;“Hai, La! Kamu mau kasih aku sureprise apa lagi sih? Kebiasaan, deh!” tanya Davia penasaran.&lt;br /&gt;“Sini! Duduk Dulu! Tapi kamu janji jangan marah, ya?” Davia semakin dibuat penasaran oleh Malla.&lt;br /&gt;Malla terlihat sedang mencari seseorang. Apapun yang dilakukan Malla, Davia benar-benar tidak mengerti. Davia terlihat asyik dengan jus apel yang telah dibelikan oleh Malla.&lt;br /&gt;Tiba-tiba Malla tersenyum manis sambil menunjuk kearah belakang Davia. “Itu dia orangnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Davia mengangkat wajahnya dan menoleh ke arah Malla. Setelah itu Davia menoleh ke arah belakang. Davia benar-benar terkejut ketika melihat sosok laki-laki memakai jaket biru, celana jeans panjang. Davia kaget dan kemudian berdiri memandangi laki-laki itu.&lt;br /&gt;“Hai, Vi!” sapa laki-laki itu.&lt;br /&gt;“Vi, sesuatu yang mau aku kasih ke kamu itu ya ini.” Ucap Malla.&lt;br /&gt;Davia tak dapat berkata apa-apa setelah melihat laki-laki itu. Namanya Farel. Ia adalah mantan pacar Davia. Mereka berdua sudah putus dua tahun yang lalu. Farel meninggalkan Davia karena Davia jarang ada waktu untuk Farel. Davia jarang menemui Farel karena kegiatannya di sekolah sebagai pengurus OSIS dan setelah pulang sekolah Davia kursus melukis. Meskipun begitu, Davia tetap menunjukkan perhatian dan kasih sayangnya pada Farel. Sedangkan Farel sendiri disibukkan dengan kegiatan yang merupakan hobinya, yaitu sepakbola.&lt;br /&gt;Hubungan mereka harus berakhir karena adanya pihak ketiga yang hadir merusak hubungan mereka. Namanya Anggun. Dia selalu dekat dengan Farel ketika di kelas. Hingga akhirnya Farel merasa jatuh hati pada Anggun. Parahnya, Farel lebih memilih Anggun daripada Davia karena Anggun selalu dekat dengan Farel.&lt;br /&gt;Setelah setahun kelulusan, akhirnya mereka bertemu lagi karena ulah Malla yang sengaja mempertemukan mereka berdua. Padahal saat itu Davia nyaris melupakan masa lalunya itu walau tidak seratus persen. Malla pun meninggalkan mereka berdua agar mereka bisa berbicara dengan leluasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Farel memegang tangan Davia. Farel menatap Davia dengan penuh harapan. Davia pun masih terdiam membisu seolah tidak mengerti dengan apa yang terjadi. Mata Davia berkaca-kaca ingin menangis.&lt;br /&gt;“Vi, aku ingin bicara sama kamu. Aku ingin minta maaf sama kamu karena aku sudah ninggalin kamu demi mendapatkan belaian dari seorang kekasih. Aku tau kamu sayang banget sama aku, Vi. Aku minta maaf sama kamu. Dan sekarang aku ingin kita kembali sama kamu. Aku janji Vi gak akan sia-siakan kamu lagi.” Dengan itu, Farel memberanikan diri untuk berkata bahwa ia ingin kembali pacaran lagi dengan Davia.&lt;br /&gt;Perlahan-lahan air mata Davia menetes. Dalam ingatannya saat itu adalah teringat akan masa-masa dimana Farel selalu membuat Davia sakit hati dengan terus memperlihatkan kedekatannya dengan Anggun. Dan Farel tidak sedikitpun mempedulikan Davia. Namun saat itu teringat pula kenangan-kenangan indah bersama Farel ketika mereka masih bersama. Kata-kata cinta dan sayang yang selalu terucap dan tercurah diantara mereka dulu. Hati Davia terasa sakit malam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Davia memeluk Farel.&lt;br /&gt;“Farel, Davia kangen sama Farel. Tapi Davia tidak tau apakah Davia siap kembali lagi sama Farel. Davia sayang banget sama Farel.” Davia melepas pelukannya. Ia meneruskan kata-katanya.&lt;br /&gt;“Farel, kamu gak tau gimana rasanya jadi aku yang di duakan, Rel. Kamu gak tau gimana perasaanku ketika kamu bilang ingin memutuskan hubungan kita. Padahal aku sayang banget sama kamu, Rel. Tega, ya kamu. Dan kamu gak tau apa yang ...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum sempat meneruskan kata-katanya, Farel menempelkan jari telunjuknya ke bibir Davia. Farel memotong kata-kata Davia.&lt;br /&gt;“Dan aku tau apa yang sudah kamu korbankan untuk aku, Vi. Malla sudah cerita semuanya ke aku. Bahkan selama ini kamu menahan perasaanmu pada orang lain demi menunggu cintaku kembali, Vi. Maafkan, aku, Vi!” Farel memeluk Davia. “Aku mohon beri aku kesempatan untuk memperbaiki kesalahanku, Vi!”&lt;br /&gt;“Aku gak bisa jawab sekarang, Rel.” Davia melepaskan pelukan Farel dan pergi meninggalkan Farel di taman itu.&lt;br /&gt;Diperjalanan pulang Davia teringat akan apa yang telah terjadi dengannya tadi. Tiba-tiba Farel datang dan memohon kembali kepada Davia. Sakit di hati Davia belum terobati karena ulah Farel. Davia tidak bisa melupakan apa yang telah Farel perbuat pada dirinya.&lt;br /&gt;Sesampainya dirumah, Davia langsung masuk menuju kamarnya. Ia melempar tasnya dan merebahkan diri di ranjang tempat tidur. Air mata Davia masih tetap mengalir. Yang ia ingat malam itu adalah masa pacarannya dulu dengan Farel, masa dimana Farel menyakiti Davia, dan peristiwa malam itu.&lt;br /&gt;Tiba-tiba handphone Davia berdering. Dua pesan telah ia teriama. Pesan tersebut dari Malla dan Farel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Farel.&lt;br /&gt;Vi, maafkan aku. Aku yakin kamu masih sayang sama aku, Vi. Beri aku kesempatan, Vi. Satu hal yang harus kamu tau. Aku akan menunggu jawabanmu.&lt;br /&gt;Dan satu lagi pesan dari Malla.&lt;br /&gt;Malla.&lt;br /&gt;Vi, gimana tadi kamu sama Farel? Kalian pasti balikan, kan? Aku tau kamu kan masih sayang sama Farel.&lt;br /&gt;Tak satupun dari dua pesan itu yang dibalas oleh Davia.&lt;br /&gt;Davia merasa lelah dengan perisatiwa malam ini. Akhirnya ia tertidur pulas bersama buku diary-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dear diary.&lt;br /&gt;Di, hari ini aku lelah. Aku benar-benar lelah.&lt;br /&gt;Sahabatku Malla telah mempertemukan aku dengan Farel, pacar pertamaku sekaligus mantan pacar pertamaku. Kamu sudah tau dia, kan, Di.&lt;br /&gt;Farel berkata padaku bahwa ia ingin kembali lagi padaku. Katakan padaku, Di! Apa yang harus aku lakukan, Di? Aku memang masih sayang padanya, Di. Tapi rasanya hatiku masih sakit ketika teringan oleh apa yang pernah ia lakukan padaku.&lt;br /&gt;Aku bimbang, Di.&lt;br /&gt;Itulah yang ditulis Davia dalam buku diarynya.&lt;br /&gt;Hari ini adalah hari minggu. Davia sendirian dirumah. Mas Danang pergi bersama Mbak Laras, pacarnya. Sedangkan mama dan papa Davia pergi ke rumah sakit mengunjungi temannya yang sedang sakit. Tapi Davia memutuskan untuk tidak keluar pada hari itu.&lt;br /&gt;Kegalauan masih menyelimuti hati Davia karena peristiwa semalam. Selera makan hari itupun tak ada dalam diri Davia. Davia sedari pagi hanya terdiam. Mondar-mandir, kesana kemari, berpindah tempat duduk sesuka hati.&lt;br /&gt;Rindu melanda hati Davia. Ia sebenarnya ingin memberi kesempatan Farel. Namun Davia ragu. Davia mengambil handphone di kamarnya. Ia mengirim pesan untuk Farel.&lt;br /&gt;Davia.&lt;br /&gt;Temui aku jam tiga sore ditempat tadi malam.&lt;br /&gt;Beberapa menit kemudian, balasan pesan dari Farel telah ia terima.&lt;br /&gt;Farel.&lt;br /&gt;Iya, Vi. Aku pasti datang.&lt;br /&gt;Waktu terus berjalan hingga akhirnya menunjukkan pukul tiga kurang sepuluh menit. Davia segera mempersiapkan diri untuk menemui Farel. Davia pun berangkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di taman, Davia berhenti berjalan dan menatap sosok laki-laki yang akan ia temui, Farel. Davia dengan perlahan-lahan berjalan menghampiri Farel sambil menatap Farel dalam-dalam. Ketika sampai tepat di depan Farel, Davia pun masih terdiam.&lt;br /&gt;“Hai, Vi!” Farel memulai membuka percakapan diantara mereka.&lt;br /&gt;“Farel, maafkan aku karena selama ini aku jarang mendekatimu. Aku terlalu sibuk dengan urusanku dan aku juga terlalu membiarkanmu jarang menemui aku. Tapi kamu juga harus meminta maaf padaku karena hal yang sama, Rel.” Ucap Davia secara perlahan-lahan. Air mata Davia perlahan-lahan keluar.&lt;br /&gt;Mereka masih saling bertatapan. Kemudian Farel memeluk Davia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Farel berkata, “ Iya, Vi. Aku minta maaf. Aku janji gak akan menyia-nyiakan kamu lagi, Vi. Kamu yang terbaik buat aku, Vi. Aku sayang kamu.”&lt;br /&gt;“Aku juga sayang kamu, Rel.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Davia melepas pelukan Farel. Farel pun mengusap air mata yang mengalir di pipi Davia. Kemudian Davia memegang tangan Farel.&lt;br /&gt;Davia berkata, “Rel, kamu tau, kan bahwa aku sayang banget sama kamu?”&lt;br /&gt;Farel menjawab, “Iya, Vi.”&lt;br /&gt;Kemudian Davia bertanya lagi pada Farel. “Rel, kamu tau, kan aku masih mengharapkanmu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Farel menjawab, “Iya, Vi, aku tau itu.”&lt;br /&gt;“Kamu janji gak akan sia-siakan aku lagi?”&lt;br /&gt;“Aku janji, Vi. Jadi, kamu mau balikan sama aku, Vi?” tanya Farel memastikan pertanyaan Davia. Davia mengangguk. “Serius, Vi?” Davia mengangguk lagi.&lt;br /&gt;Farel terlihat senang mendengar hal itu. Dan Davia yang semula meneteskan air mata, kembali tersenyum karena melihat kegirangan Farel.&lt;br /&gt;Dulu ketika Farel hendak memutuskan hubungannya Bersama Davia, Farel berkata bahwa ia akan kembali bila ia sudah bisa mencintai Davia lagi. Dan sekarang cinta itu kembali pada Farel.&lt;br /&gt;Dan pada akhirnya, dua sejoli yang sama-sama berstatus baru pertama kali pacaran itu kembali lagi seperti dulu. Sejak hari itu, Farel selalu menyempatkan diri untuk Davia. Mereka sering jalan berdua, bergandengan tangan dan saling bercanda. Dan sejak saat itu pula senyum utuh Davia kembali utuh karena Farel.&lt;br /&gt;Sesungguhnya, cinta yang indah itu di dasari dengan hati yang tulus dan pengertian yang kuat. Maka dari itu, suatu hubungan akan tetap utuh walau badai coba memisahkan.&lt;br /&gt;Ibarat dua ikan yang berenang melawan arus air, mereka tetap saling bergandengan untuk melawan arus itu bersama-sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thank you !!!&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;PROFIL PENULIS&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Cerpen ini merupakan cerpen pertama yang saya terbitkan. tapi cerpen ini
 bukan cerpen pertama yang saya tulis. saya merupakan pemula dalam 
menulis cerpen ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Add facebook : www.facebook.com/ernitaeka1&lt;br /&gt;Follow twitter : @ernitaeka2&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Baca juga &lt;a href="http://www.lokerseni.web.id/2013/01/kumpulan-cerpen-cinta-terbaru-update.html" target="_blank"&gt;Cerpen Cinta&lt;/a&gt; yang lainnya.&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/LokerSeni/~4/haxJSK4q36s" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/LokerSeni/~3/haxJSK4q36s/kekasih-pertama-davia-cerpen-cinta.html</link><author>agus.lizam@gmail.com (Loker Seni)</author><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/-vGoz0-tMuuE/UcACai94jDI/AAAAAAAAGyI/Y1FEqrF6HPw/s72-c/Cerpen+Cinta+Remaja.jpg" height="72" width="72" /><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1" /><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD" /><feedburner:origLink>http://www.lokerseni.web.id/2013/06/kekasih-pertama-davia-cerpen-cinta.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7529203369447603545.post-6434288037567629619</guid><pubDate>Tue, 18 Jun 2013 06:41:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-06-17T23:41:45.482-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Cerpen Anak-anak</category><title>Rahasia Tukang Sihir - Cerpen Anak Anak</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;RAHASIA TUKANG SIHIR&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Karya Dea Rahma dan Buku Dongeng&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;Tuan Navaro adalah seorang yang sangat beruntung. Kepemimpinannya sangat makmur, rakyatnya setia, dan tidak ada musuh yang menyerangnya (waktu saat itu). Apabila saat itu beliau sedang sedih, maka seluruh rakyat pun akan ikut sedih.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;Tuan Navaro mempunyai seorang putri yang sangat dia sayangi, namanya Maria. Dia sangat cantik, dia memiliki kulit yang putih halus, memiliki warna pipi yang merah dan bibir yang merah segar. Namun sayangnya Putri mengalami sakit, sehingga juragan kaya itu sedih melihat putri tercinta jatuh sakit. Sakitnya itu sangat aneh, dan semakin hari bukan semakin membaik namun semakin semakin memburuk, bahkan sampai tidak sadar diri. Semua tabib terpandai terahli dan termasyur di daerah itu sudah dipanggil, namun tidak salah satu pun dari mereka bisa menyembuhkan sang putrikesayangannya. Hal itu membuat juragan kaya itu semakin sedih.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-Ho0s-nFbQPo/UcAA0pJY3iI/AAAAAAAAGx4/SBa2iUmNgUM/s1600/Cerpen+Sihir.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="258" src="http://4.bp.blogspot.com/-Ho0s-nFbQPo/UcAA0pJY3iI/AAAAAAAAGx4/SBa2iUmNgUM/s400/Cerpen+Sihir.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Rahasia Tukang Sihir&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Di kampong lain, ada anak seorang penggembala kambing yang sangat tampan, sebut saja dia Karlos. Pekerjaan Karlos setiap pagi hanya menggiring kambing – kambingnya untuk merumput dan mengiringnya sampai saat sang fajar mulai tidur. Karena ini masih zaman dulu, semua kambing itu dimasukan dalam kadang dan ditutup rapat – rapat agar tidak diamangsa oleh serigala.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;Suatu sore, saat Karlos hendak menggiring kambingnya untuk kembali dalam kandang, tiba – tiba karlos di kagetkan karena ada 1 kambingnya yang hilang. Dengan kesal Karlos terpaksa kembali ke dalam hutan untuk mencari seekor kambing yang hilang. Berjalan dihutan saat malam hari sangatlah sulit, karena banyak parit – parit dan pohon tumbang atau semak berduri yang tidak terlihat oleh mata, karena kurangnya cahaya. Apalagi untuk mencari kambing yang hilang entah kemana! Tetapi Karlos harus tetap mencari kambing itu.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;Dengan hati – hati Karlos berjalan menembus hutan. Tiba – tiba ia melihat cahaya samar – samar ditengah hutan. Dia terkejut bukan main, karena di tengah hutan seperti ini ada cahaya. Ia pikir ini adalah cahaya dari seorang pengembara yang sedang berkemah, dan dia berharap kambingnnya dibawa oleh sang pengembara itu, karena biasanya kambing yang tersesat di tengah hutan sangat tertarik dengan cahaya. Namun Karlos tercengang, karena cahaya itu bukan cahaya Bulan, bukan juga cahaya lampu milik warga pada umumnya, bukan juga cahaya dari seorang pengembara yang sedang berkemah. Melainkan itu adalah cahaya dari Singgahsana Penyihir – penyihir yang jahat. Dan dihadapan sang pemimpin penyihir itu, ada 3 anak buahnya yang terlihat sedang laporan atas kejahatan yang mereka perbuat.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;Pemimpin Penyihir mengambil dan membuka buku berwarna merah kumal untuk mencatat kejahatan anak buahnya. Ketua Penyihir metanap tajam anak buahnya satu persatu, sepertinya anak buahnya paham apa yang di inginkan ketua mereka. Ya para anak buah penyihir mulai laporan, dari penyihir pertama dia membakar lading jagung milik warga. Penyihir kedua melapor kalau dia telah membuat walikota sakit parah setelah memakan kue buatan istrinya, sehingga walikota membenci istrinya. Dan laporan dari penyihir ketiga, dia telah membuat Muria, putrid juragan kaya raya dikampung sebelah tidak sadarkan diri, dan mengejek para bangsawaan itu bahwa mereka tolol, karena obat buat Muria adalah kura – kura yang ada dalam pipa saluran air, dan membuatnya sebagai bahan utama sup, bila diminum 3 hari berturut – turut maka Muria akan sembuh. Ketua penyihir tertawa puas mendengar hal hal jahat yang telah dilakukan oleh anak buahnya. Mereka tidak tahu kalau disitu ada Karlos, setelah mendengar itu dia menjadi melamun. Untung teriakan sang kambing menyadarkan dia ditengah gelap malam hutan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;Dijemputnya sang kambing, dan dibawanya pulang ke rumah untuk dikandangkan. Malam itu Karlos tidak dapat tidur dengan nyenyak, karena dia terus memikirkan hal yang di omongkan oleh sang penyihir itu. Karena merasa tidak tenang, akhirnya Karlos memutuskan untuk ke rumah juragan kaya itu. Dia menyuruh adiknya untuk menggantikan dia menggembala kambing. Karlos berjalan sendirian menuju ke rumah tuan Navaro, saat sampai disana Karlos menghadapi berbagai macam kesusahan. Berawal dari susahnya bertemu dengan Tuan Navaro dan susahnya meyakinkan Tuan Navaro bahwa ia tidak berbohong. Karena Karlos mengotot dan keadaan Muria yang telah parah sekali, akhirnya Tuan Navaro mengalah dan mengikuti usul Karlos, namun bila gagal KArlos harus mau menerima sgala konsekwensi dari Tuan Navaro.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;Para pembantu melakukan tugas yang telah diperintahkan oleh bosnya, mencari kura – kura yang ada disaluran pipa utama kerajaan, dan di buatnya sup. Diminumkan ke Muria 3 hari berturut – turut, saat hari ketiga Muria terbangun, pipinya yang pucat sedikit demi sedikit berubah memerah dan matanya yang sayu pelan pelan berubah menjadi bercahaya. Tetangga Tuan Navaro bahagia mendengar Muria anak juragan kaya itu telah sembuh dari penyakitnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;Tuan Navaro memanggil Karlos kembali ke rumahnya, beliau mengucapakan terima kasih kepada Karlos. Karena dia telah menyembuhkan Putri kesayangannya. Karlos kemudian bercerita bagaimana dia bisa menyembuhkan Muria dari penyakit anehnya itu. Setelah pesta kebahagiaan sang juragan kaya itu, beliau menyuruh para ulama – ulama yang ada di daerah rumahnya untuk memimpin do’a bersama di hutan kaki bukit, agar penyihir itu tidak kembali lagi dan membuat onar. Meskipun telah di do’a I bersama para warga setempat menamai itu sebagai hutan Penyihir dan tidak mau masuk kedalam hutan kecuali terpaksa.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;Sedangkan Karlos dan keluarganya, dia disuruh tinggal di rumah Tuan Navaro dan diangkat oleh Beliau sebagai instruktur di perkebunannya. Dan akhirnya dia menikah dengan Muria, yaitu seseorang yang pernah dia tolong jiwanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;PROFIL PENULIS&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dea, itu panggilanku, selamat menikmati cerpen yang pertama kali saya 
unggah mohon bimbingan, kritik dan sarannya , terima kasih sudah 
berkunjung :) alamat FB : rahma dea alamat TWITTER : @rachma_dea &lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/LokerSeni/~4/XhaQZog0M7Y" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/LokerSeni/~3/XhaQZog0M7Y/rahasia-tukang-sihir-cerpen-anak-anak.html</link><author>agus.lizam@gmail.com (Loker Seni)</author><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/-Ho0s-nFbQPo/UcAA0pJY3iI/AAAAAAAAGx4/SBa2iUmNgUM/s72-c/Cerpen+Sihir.jpg" height="72" width="72" /><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1" /><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD" /><feedburner:origLink>http://www.lokerseni.web.id/2013/06/rahasia-tukang-sihir-cerpen-anak-anak.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7529203369447603545.post-5303541484098001243</guid><pubDate>Tue, 18 Jun 2013 06:32:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-06-17T23:32:18.855-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Cerpen Cinta</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Cerpen Remaja</category><title>Karena Cinta yang Membawaku Kembali - Cerpen Cinta Remaja</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;KARENA CINTA YANG MEMBAWAKU KEMBALI&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Karya Caemrey Buyunk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepasang kekasih yang sebut saja namanya Febry dan Fitry menjalin cinta cukup lama.Berjanji ingin sehidup semati, namun mereka baru sama-sama menginjakan kaki di sekolah menengah atas (SMA). Butuh waktu yang lama untuk melanjutkan kisah cinta mereka ke jenjang yang serius. Walau sudah menjalin tali kasih kurang lebih 3 tahun , tapi harapan kuat untuk selalu bersama tetap mereka jaga.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;Mereka menjalani hidup begitu indah penuh canda dan tawa. Seakan tak ada rasa khawatir akan terjadi sesuatu yang tidak mereka inginkan. Fitry begitu ingin untuk bersama dan selalu bertanya. “Apakah Febry benar-benar tulus dan yakin untuk selalu bersamanya.?” Mereka sering kali menghabiskan waktu bersama saat pulang sekolah. Bercanda tawa di taman dekat sekolah. Terkadang tak terasa waktu berjalan membuat mereka telat pulang kerumah. Orangtua Fitry marah karena anaknya sering pulang terlambat.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-c5Bh-a4vXf4/Ub_-weRZE2I/AAAAAAAAGxk/bmC_ZeO6IGA/s1600/Cerpen+cinta.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="287" src="http://2.bp.blogspot.com/-c5Bh-a4vXf4/Ub_-weRZE2I/AAAAAAAAGxk/bmC_ZeO6IGA/s400/Cerpen+cinta.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Karena Cinta yang Membawaku Kembali&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Keesokan harinya, seperti biasa mereka bermain bersama saat pulang sekolah. Fitry selalu menanyakan “Apakah Febry benar-benar tulus mencintainya dan ingin bersamanya selamanya.?” Hanya pertanyaan itu yang selalu dia ulang setiap mereka bertemu. Sehingga membuat Febry merasa jenuh dan merasa dirinya terikat oleh pertanyaan-pertanyaan untuk masa depan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;Tanpa terasa waktu sudah menjelang sore Febry mengantarkan Fitry kerumahnya. Itu lah saat pertama kali Febry bertemu dengan orang tua Fitry. Walau sudah berpacaran cukup lama, namun Febry tidak pernah datang untuk bertemu dengan orangtua Fitry.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Assalamualaikum” Penuh dengan rasa senang Fitry mengucapkan salam.&lt;br /&gt;“Walaikumsalam.!” Jawab laki-laki sepruh baya dengan nada tinggi.&lt;br /&gt;“Papa. Kenalin ini teman aku. Namanya Febry”&lt;br /&gt;“Sore Om. Aku Febry” Dengan rasa takut Febry mencoba untuk berjabat tangan.&lt;br /&gt;“Ooo. Kamu yang namanya Febry. Yang sering bawa anak saya keluyuran. Jam segini baru pulang!” Orangtua Fitry langsung marah dan menghiraukan tangan Febry yang ingin berjabat tangan.&lt;br /&gt;“Iya. Maaf om.” Jawabku singkat tanpa menjelaskan satu apapun.&lt;br /&gt;”Gak ko pa’. Dia itu baik ko” Fitry mencoba untuk member pembelaan.&lt;br /&gt;“ Diam kamu. Sekarang kamu masuk ke kamar. Dan kamu pergi!! Jangan mencoba untuk kesini lagi.!! ” Orangtua Fitry terlihat semakin sangar mengusir Febry.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Febry pergi, orangtua Fitry masuk menghampirinya yang sedang menanggis di dalam kamar,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Fitry!! Jangan pernah bawa laki-laki itu lagi kesini.” Suara keras itu&lt;br /&gt;terdengar dari pintu kamar.&lt;br /&gt;“Memangnya kenapa pak?? Bu?? Febry salah apa??” Fitry tak mengerti dengan sikap orangtuanya.&lt;br /&gt;“Dia itu laki-laki yang tidak baik untuk kamu. Dan bapa tidak suka!!” Orangtuanya pergi dari hadapan Fitry dengan alasan yang singkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjelasan itu semakin membuat Fitry bingung. Fitry hanya bisa menangis dan tak mengerti kenapa orangtuanya begitu benci dengan Febry.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya, Saat pulang sekolah Fitry mondar mandir mencari Febry. handphone Febry mati dan tidak bisa dihubungi. Akhirnya dia mencoba mencari ke taman dan ternyata langkahnya benar dia melihat Febry duduk sendirian dan berlari menghampirinya,,,&lt;br /&gt;“ Sayang.. aku udah berkeliling mencari mu ternyata kamu disini” Suara perempuan itu mengejutkan Febry.&lt;br /&gt;“ Iya maaff sayang. aku gak ngasih tau kamu” Jawab Febry sambil menoleh&lt;br /&gt;kebelakang&lt;br /&gt;“Kamu masih marah ya sama aku, gara-gara kejadian kemarin??” Fitry&lt;br /&gt;langsung membuka pembicaraannya.&lt;br /&gt;“Enggak,! Sudahlah lupain saja” Jawab Febry singkat.&lt;br /&gt;“Maafin orangtua aku ya, aku juga gak ngerti kenapa mereka seperti itu. Tapi kamu masih cinta kan sama aku?! Dan cinta kita selamanya kan?!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fitry mencoba memberi sedikit penjelasan untuk meyakinkan Febry.&lt;br /&gt;“Heemmm.. Maaf sayang. sepertinya aku gak bisa. Semua itu percuma orangtua mu sangat benci kepada ku.!” Sambil menundukan kepalanya.&lt;br /&gt;“Kenapa?! Kamu mau nyerah gitu aja.. Mana janji mu selama ini untuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selalu bersama ku.? Tapi ku yakin kita bisa tetap bersama!! Fitry memohon agar Febry bisa mempertahankan cinta mereka.&lt;br /&gt;“ Maaf sayang. Simpan saja keyakinan mu mungkin ini lah jalan kita. Lupakan aku sekarang kita akhiri hubungan ini. Terima kasih untuk semua kasih sayang mu.” Hanya dengan jawaban singkat Febry pergi meninggalkan Fitry.&lt;br /&gt;“Tapi aku gak mau pisah dengan mu saayyaanngg.!! Febry.! Aku sayang kamu..!!” Teriakan dan tangis Fitry tak dapat merubah keputusan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fitry pulang kerumah membawa perasaan yang hancur karna ditinggal oleh Febry. Dia hanya bisa menangis dalam kamar, mengenang masa-masa saat indah bersama Febry. Menghabiskan waktu di taman dengan penuh rasa cinta dan canda tawa. Tapi semua itu hanya tinggal kenangan dan tak mungkin terulang kembali. Malam semakin larut namun air matanya tetap mengalir membasahi pipi. Perasaan yang bercampur aduk mulai menghantui dirinya, seperti tak ada gunanya lagi dia hidup di dunia ini.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;Selintas dia berfikir untuk mengakhiri hidupnya yang terasa sangat tidak berguna lagi. Namun dia merasa takut untuk melakukannya. Dalam perasaan yang hancur dan pikiran yang bercampur aduk, rasa itu semakin kuat menghantuinya. Tanpa berfikir panjang. Dia bangun dari tempat tidurnya dan mengambil seutas tali, lalu mengikatnya ke tiang pintu kamar. Dengan meneteskan air mata ia berjalan menuju kamar orangtuanya. ia melihat orangtuanya tidur sangat pulas dalam keadaan seperti itu air matanya bagaikan air terjun yang tak ada hentinya. “ Ibu, Bapak. Maffkan aku. Aku gak kuat menahan semua ini, mungkin ini jalan terakhir ku. Doakan aku semoga ku tenang disana. Aku mencintai kalian. Maafkan aku.!!” Fitry mulai beranjak dari kamar orangtuanya.&lt;br /&gt;Setelah mencoba berfikir berulang kali, namun rasa itu lebih kuat menghantuinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia berdiri di atas kursi dan meletakan lehernya di tali yang sudah diikatnya. “ Febry,, kepergian ku kan datang untuk menjemputmu. Aku akan menebus janji untuk tetap bersama. Tunggu aku dalam tidur mu dan saat kau menutup mata.” Fitry menutup matanya. Dan akhirnya.??&lt;br /&gt;“,,Menutup mata untuk selamanya.,,,”&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;Saat mata hari terbit, ibu Fitry berniat untuk membangunkan anaknya sekolah. ibunya memanggil-manggil dari dapur. Namun tak ada jawaban dari anakanya. Akhirnya ibunya memutuskan untuk menghampiri ke kamar anaknya. Sesampai di kamar betapa kagetnya sang ibu melihat anaknya tergantung tak bernyawa. Ibunya berteriak memanggil bapanya dan sang bapak yang menyaksikan keadaan anaknya hanya bisa terdiam seperti ada penyesalan yang mendalam terhadap anaknya. Sore itu pun juga Fitry dimakamkan di tanah keluarga dekat rumahnya. Namun peristiwa itu tidak sampai berhembus ketelinga Febry.&lt;br /&gt;Febry yang sudah beberapa hari tak melihat adanya Fitry disekolah. Dia mulai bertanya-tanya. “Kemana Fitry? Apa yang terjadi padanya.?”, Setelah semingu Febry baru mendapat kabar dari wali kelas Fitry bahwa Fitry sudah pergi untuk selamanya dan kepergiannya diakhiri dengan cara yang sangat tragis. Mendengar kabar itu Febry hanya bisa meneteskan air mata. Sejuta penyesalan menggambarkan wajahnya yang dibasahi air mata.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;Setiap hari Febry selalu memikirkan Fitry seperti bayangan Fitry begitu melekat dalam benaknya. Sampai akhirnya keadaan itu mempengaruhi pikiran dan kehidupannya. Setiap detik waktunya hanya ada Fitry.. Fitry.. dan Fitry..!! Febry merasa sangat bersalah namun sekarang hanya tinggal sebuah penyesalan yang tak kan pernah usai.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;Suatu malam, biasanya Febry setelah belajar langsung tidur. Namun malam itu terasa beda. Dia tanpak gelisah pikirannya melayang entah kemana. Matanya sangat sulit untuk tidur dan akhirnya sampai larut malam barulah ia bisa tertidur. Namun saat tidur dia bermimpi. Fitry datang menjemputnya dan mengajak Febry untuk pergi bersamanya selamanya. Fitry ingin Febry menebus semua janji-janji yang telah mereka ikat saat masih bersama. Febry berteriak ketakutan dan akhirnya ia terbangun dalam mimpi yang kelam itu. Semua tubuhnya basah kuyub karena keringat dan rasa takut.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;Hari demi hari mimpi itu selalu datang menghatui pikirannya. Seakan dirinya terikat oleh rantai yang tak mungkin bisa untuk ia lepaskan. Saat pulang sekolah Febry berjalan sendiri tibanya disebuah jembatan ia berhenti sejenak dan berteriak berharap semua pikiran yang menghantuinya akan hilang. Namun takdir berkata lain saat ia mencoba untuk melepaskan diri dari rasa yang selalu menghampirinya. tiba-tiba pandangannya terlihat gelap dan berkunang-kunang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilihatnya di ujung pojok sungai seperti ada sosok Fitry yang datang memanggilnya dan mengajaknya untuk pergi bersama. Lambaian tangannya membuat tubuh Febry tak berdaya. Tanpa sadar Febry menyambut lambaian tangan tersebut dan melepaskan tubuhnya dari ketinggian jembatan. Hanya bebatuan sungai yang menanti kedatangan Febry menghembuskan nafas terakhirnya untuk pergi selama-lamanya.&lt;br /&gt;“Apakah cinta mereka akan dipertemukan disana.??”&lt;br /&gt;“Dan apakah ini kebahagian yang mereka cari selama ini.??”&lt;br /&gt;Waallahuaalllammm. Aku pun tidak tah.!!&lt;br /&gt;So. Cinta adalah anugrah dari yang maha kuasa, menjalin sebuah hubungan harus dengan niat yang baik, dan kuat kan iman anda jika anda tak ingin seperti ini, lemahnya iman membuat setan merajalela bermain dalam diri anda. Jangan takut untuk berpisah karena jodoh ditangan ALLAH.. Dan kembalilah kejalan ALLAH untuk sebuah keputusan..!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAMAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;PROFIL PENULIS&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Nama : Halkemri Buyunk.&lt;br /&gt;Alamat : JL. Gondangdia Baru, Jatiwaringin Pondok Gede Bekasi&lt;br /&gt;fb : caemrey.buyunkcayangbundo@facebook.com&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Baca juga &lt;a href="http://www.lokerseni.web.id/2013/01/kumpulan-cerpen-remaja-terbaru-update.html" target="_blank"&gt;Cerpen Remaja&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.lokerseni.web.id/2013/01/kumpulan-cerpen-cinta-terbaru-update.html" target="_blank"&gt;Cerpen Cinta&lt;/a&gt; yang lainnya.&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/LokerSeni/~4/K72P6UZUo0E" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/LokerSeni/~3/K72P6UZUo0E/karena-cinta-yang-membawaku-kembali.html</link><author>agus.lizam@gmail.com (Loker Seni)</author><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/-c5Bh-a4vXf4/Ub_-weRZE2I/AAAAAAAAGxk/bmC_ZeO6IGA/s72-c/Cerpen+cinta.jpg" height="72" width="72" /><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1" /><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD" /><feedburner:origLink>http://www.lokerseni.web.id/2013/06/karena-cinta-yang-membawaku-kembali.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7529203369447603545.post-6877753898211178144</guid><pubDate>Tue, 18 Jun 2013 06:26:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-06-17T23:26:38.396-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Cerpen Cinta</category><title>Tulang Rusuk Tidak Akan Tertukar - Cerpen Cinta</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;TULANG RUSUK TIDAK AKAN TERTUKAR&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Karya Fitria Choirunnisa'&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“kriiiing,,,,,,,,kriiiiiing,,,,,”, suara yang tak asing lagi bagi telinga Zahra, ya jam beker berbentuk hati berwarna ungu yang berada di meja kecil di sebelah ranjang Zahra. Jarum pada jam itu sudah menunjukkan jam 03.30 dini hari. Waktu yang tepat untuk ber-taqorub1 kepada Allah, seperti yang biasa dilakukan zahra. Dia selalu dibangunkan oleh jam beker kesayangannya. Dengan mata yang sedikit terpejam dia meraih jam yang dari tadi tak mau berhenti berdering. “Masya Allah,,, udah jam setengah empat, hampir subuh”, ucap zahra kaget dan langsung berdiri dari ranjangnya. Mata yang tadi masih malas untuk melihat dunia langsung terbuka lebar dan bulat seperti mata boneka. Zahra langsung berlari ke kamar mandi dan mengambil wudhu. Latifa Zahra Ar-rahmah kerap di panggil Zahra adalah seorang gadis berjilbab berasal dari Yogyakarta yang merantau mencari ilmu dan mencoba mengadu nasib di jakarta. Sudah 4 tahun dia berada di jakarta semenjak dia menjadi mahasiswi di Universitas Indonesia dan mengambil jurusan ekonomi, pelajaran yang menjadi favoritnya. Dia juga mendapat beasiswa berkat ketajaman otaknya. Selain kuliah dia juga bekerja part time untuk mencukupi kebutuhannya selama di jakarta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-LyET5eAy4mM/Ub_9e9yaL4I/AAAAAAAAGxY/NR6F707yQBU/s1600/Cerpen+Tulang+Rusuk.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="245" src="http://2.bp.blogspot.com/-LyET5eAy4mM/Ub_9e9yaL4I/AAAAAAAAGxY/NR6F707yQBU/s400/Cerpen+Tulang+Rusuk.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Tulang Rusuk Tidak Akan Tertukar&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
Setiap pulang kuliah dia langsung menuju tempat kerjanya di sebuah toko buku, dia bekerja sebagai penjaga toko. Dia sangat menikmati pekerjaannya ini, tak lain karena dia bisa membaca berbagai buku gratis tanpa harus membeli. Gadis ini memang hobi sekali dengan membaca, sudah banyak buku yang dia baca. Saat ini zahra sedang menyusun skripsinya, jadi dia harus pandai membagi waktu untuk bekerja dan menyusun skripsinya, agar dia dapat menyelesaikan kuliahnya tepat waktu. Namun kemarin dia mendapat jadwal jaga di tokonya malam hari, jadi dia baru pulang ketika hari sudah menujukkan larut malam. Imbasnya hari ini dia terlambat bangun biasanyanya jam 03.00 dia sudah bangun dan langsung sholat tahajud, namun hari ini dia terlambat 30 menit. Setelah selesai menunaikan sholat tahajud dan witir, zahra melanjutkan membaca Al-Qur'an sambil menunggu adzan subuh. Hanya waktu itu yang bisa dia luangkan untuk mengaji, karena kesibukannya setiap hari.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
Adzan subuh berkumandang, zahra menyudahi mengajinya dan langsung bergegas ke mushola yang dekat dengan kos – kosannya untuk sholat berjama'ah. Zahra memang gadis yang berbeda dengan gadis – gadis sebayanya, disaat para gadis lain tidur dengan nyenyak di kamar mereka, zahra sudah bangun dan melakukan ritual shalat tahajudnya. 'ojo sampe lali shalat ya nduk,, shalat tahajud e ojo sampe ora,,' pesan itulah yang selalu diingat zahra, pesan dari orangtuanya sebelum dia berangkat ke jakarta 4 tahun silam. Sepulang dari mushola zahra langsung membuka laptopnya dan mulai mengerjakan skripsinya yang semalam tertunda, karena dia pulang sudah larut malam dan terlalu capek. Saking seriusnya zahra tak menghiraukan waktu, sampai matahari menyapanya pun tak dia hiraukan. Jam sudah menunjukkan pukul tujuh, zahra segera pergi mandi dan menyiapkan sarapan seadanya. Hari ini dia ada janji bertemu dosennya untuk konsultasi masalah skripsinya. Selesai sarapan zahra langsung pergi menuju kampusnya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dia berhenti di depan jalan menunggu kopaja yang akan menjemputnya dan mengantarkannya menuju kampus terbaiknya. Sesaat kemudian tangannya melambai mengisyaratkan pada sebuah kopaja yang lewat di depannya. Seakan sudah memahami apa yang diisyaratkan zahra, sopir kopaja pun menghentikan laju kopanyanya dan membiarkan zahra naik. “silahkan neng,” seru kenek kopaja itu mengiringi langkah zahra memasuki kopaja. Zahra memilih duduk di dekat jendela. Zahra duduk santai sambil menikmati musik yang dia dengarkan lewat earphone dan suasana macet di jalanan jakarta yang sudah menjadi pemandangan biasa bagi zahra. Tak beberapa lama kemudian “bang,, berhenti di depan situ ya,” ucap zahra pada kenek kemudian di lanjutkan teriakan kenek pada sang sopir. Dan kopaja pun berhenti di depan kampus zahra. Zahra mengeluarkan uang 5 ribu rupiah dari sakunya untuk membayar kopaja. Setiap hari, setiap akan pergi ke kampus ataupun ke tempat bekerjanya, zahra selalu naik kopaja, kalau tidak dia selalu menggunakan busway, karena menurutnya itu akan lebih hemat, dari pada naik taksi mahal. Maklum zahra kan mahasiswi fakultas ekonomi jadi setiap perbuatannya yang berbau uang selalu menggunakan prinsip ekonomi, bukan pelit, tapi hanya perhitungan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sesampainya di kampus, zahra langsung menemui dosen di ruangannya untuk konsultasi masalah skripsi yang dia buat, yang sudah mencapai 80%. karena zahra tergolong berotak emas, tak banyak yang dikoreksi dari hasil skripsinya itu. Sejam kemudian zahra keluar dari ruangan dosennya, dia menuju kantin kampusnya untuk sekedar minum atau menemui teman – temannya. “Assalamu'alaikum,,,”, ucapnya pada dua gadis berjilbab yang sudah ada di sebuah meja di sudut kantin. “Wa'alaikum salam,, zahra?? baru datang ya??”, ucap salah satu gadis di meja itu, sebut saja dewi, dia adalah sahabat zahra yang paling dekat, setiap ada masalah zahra selalu berbagi cerita padanya. “hehe iya,, tadi baru aja dari ruangan Bu Yanti, biasa masalah skripsi,,,”, ucap zahra sambil nyengir dan mengambil tempat duduk sebelah dewi. “ow,,, udah selesai skripsimu zah??” tanya gadis yang satu lagi, namanya ayu. Dia juga sahabat zahra namun tak terlalu dekat. “belum baru 80% ay,, mungkin seminggu ini udah selesai”, ucapa zahra santai sambil mengangkat tangan pada pelayan hendak memesan minuman. “wah cepat juga ya kerjamu zah,,, aku aja baru 50%”, ucap ayu sedikit kagum. “iya,, sebenernya itu otak apa mesin sih zah,,”, sahut dewi. “apa sih kalian ini biasa aja dong,” elak zahra sedikit malu - malu. Kemudia pelayan menghampiri meja zahra dan teman – temannya. “permisi,, ini mbak minumnya”, ucapnya. “oh iya,, terima kasih mbak,,” ucap zahra lembut.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Mereka pun berbincang – bincang berbagai topik pembicaraan. Obrolan itu tiba – tiba terhenti karena lagu mariah carey-hero dari ponsel zahra. Segera zahra mengangkat ponsel yang ada di atas meja. “oh,, iya bu,, segera saya kesana. iya,,, terima kasih”, ucap zahra pada seseorang di ujung sana. “siapa zah?? bos kamu ya??” tanya dewi penasaran. Zahra mengangguk. “iya,, aku disuruh segera ke toko, katanya ada banyak pelanggan, jadi aku pergi dulu ya”, ucap zahra tergesa – gesa, sambil merapikan barang bawaannya dan memasukkan kembali ke tasnya. Zahra langsung beranjak pergi meninggalkan kedua temannya. “eh zah,,, minuman mu???” teriak ayu berharap masih bisa di dengar zahra. “kamu yang bayar dulu ya ay,,” balas zahra sambil tetap pergi tanpa menoleh. “ih,, dasar itu anak, kebiasaan lama deh”, gerutu ayu, sedikit kesal pada tingkah temannya itu. Dewi hanya tersenyum melihat ayu dan zahra.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesampainya di toko, zahra langsung disambut oleh Ibu Sita pemilik toko tempat zahra bekerja. Langsung saja zahra ditugaskan melayani pelanggan yang lumayan banyak. Hari ini pelanggan di tokonya lumayan banyak berbeda dengan hari biasanya. Menjelang istirahat makan siang toko kembali normal, dan zahra meminta izin untuk pergi makan siang dulu. Dia langsung menuju gerai tukang gado – gado yang ada di depan tokonya. Tempat favoritnya untuk makan siang. Zahra memesan satu gado – gado dan dengan setia menunggu makanannya datang. Tak sengaja dia melirik sebuah kalender yang terpajang rapi di dinding. Dia melihat ke sebuah angka dan baru menyadari hari ini adalah tanggal 07 juni. Ya, hari ini adalah hari bersejarah yang selalu di ingatnya. Zahra tersenyum dan mulai mengingat peristiwa di masa SMA nya dulu.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
Zahra dulu waktu SMA bersekolah di SMAN 1 Yogyakarta. Dulu dia duduk di kelas XA, kemudian mengambil jurusan IPS di kelas XI IPS 4 dan XII IPS 4. Ceritanya berawal di kelas XA, dulu zahra adalah gadis yang culun dan pendiam. Sampai – sampai dia selalu menjadi bahan ejekan teman – temannya di kelas. Hingga suatu hari saat dia diganggu teman – temannya, sampai membuat dia menangis tersedu – sedu di bangkunya. Tiba – tiba ada seorang cowok menghampiri zahra dan mengulurkan sapu tangannya untuk mengusap air mata di pipi zahra. Laki – laki itu bernama fahri, dia juga teman sekelas zahra tapi dia berbeda dengan teman – temannya yang lain. Dia tidak pernah mengejek zahra dan termasuk cowok pendiam.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Zahra kemudian menerima uluran sapu tangan fahri. “makasih ya,,,” ucap zahra dengan suara terisak. “udah, mereka itu gak usah dipikir, jangan nangis lagi ya”, ucap fahri lembut dengan menyunggingkan senyum mautnya. Seketika itu jantung zahra seakan berhenti berdetak, tiba – tiba dia berharap waktu berhenti saat itu juga, agar saat itu tak cepat berlalu. Baru kali ini zahra diberi perhatian oleh seorang cowok. Fahri kemudian beranjak meninggalkan zahra yang masih tertegun mendengar ucapan fahri. Semenjak kejadian itu, zahra sering memerhatikan fahri, dan jantungnya selalu berdebar lebih kencang jika berada lebih dekat dengan fahri. Zahra tidak mengerti apa yang sebenarnya dia rasakan, apa pungkin ini yang dinamakan cinta??. pertanyaan itu yang selalu terngiang di pikiran zahra. Namun dia hanya bisa memerhatikan fahri dari jauh, karena fahri merupakan salah satu siswa yang jadi pedoman di sekolah, karena rupanya yang lumayan mempesona. Zahra hanya bisa tersenyum saat fahri di kemuruni cewek – cewek centil. Saat fahri menapatnya, zahra langsung mengalihkan pandangannya, karena dia tidak mau tatapan fahri semankin menyihirnya. Ternyata tanpa zahra ketahui sejak mereka satu kelas fahri juga sering memerhatikan zahra, dia juga tertarik pada kepolosan dan senyum manis dengan lesung pipit zahra. Namun diantara mereka tak ada yang berani mengungkapkan perasaan, bahkan meminta nomor telepon tak berani. Sebenarnya sudah lama farhi ingin meminta nomor hp zahra tapi selalu saja diurungkan niatnya. Sampai akhirnya ketika kelas XI mereka terpisah, tidak satu kelas lagi, zahra mengambil jurusan IPS sedangkan fahri mengambil jurusan IPA. Mereka jadi jarang bertemu, bahkan tidak pernah. Karena mereka mulai aktif dan sibuk dalam kegiatan ekstrakuriluler mereka masing – masing, zahra sibuk dengan OSIS nya, sedangkan fahri dengan SBQ nya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Fahri salah satu siswa SMAN 1 Yogyakarta yang memiliki suara merdu saat berqiro'ah. Setiap acara keagamaan yang diadakan sekolah, selalu fahri yang di beri tanggung jawab berqiro'ah. Hingga pada saat acara purnawiyata kelas XII di SMAN 1 Yogyakarta, fahri yang ditunjuk untuk berqiro'ah, dan zahra yang bertugas sebagai sie acara. Karena acara itulah akhirnya mereka berani ngobrol dan meminta nomor telepon. “oh ya,, untuk memudahkan kita berkomunikasi, bagaimana kalau aku minta nomor kamu, boleh tidak”, ucap farhi ragu. “tentu saja, ide yang bagus itu”, ucap zahra sambil menuliskan nomor teleponnya pada selembar kertas dan mengulurkannya pada fahri. Tetap dengan menahan rasa groginya, serta tetap menjaga jarak, supaya fahri tidak mendengar genderang perang yang ada dalam jantungnya. “makasih, nanti kalau ada yang penting aku sms kamu”, ucap fahri yang ternyata juga menahan rasa groginya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Zahra tersenyum dan meminta izin untuk pergi, karena dia sudah ditunggu teman – temannya di ruang osis untuk koordinasi terakhir sebelum acara besok. Malam harinya fahri ragu ingin menghubungi zahra atau tidak, namun dia ingin sekali menghubungi zahra, meskipun hanya sms saja. Dan dengan segenap keyakinan dia beranikan diri sms zahra, 'hay ara,,, masih ingat aku??' sedikit ragu, fahri kemudian mengirim pesan itu ke nomor yang diberikan zahra tadi di sekolah.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dengan setia fahri menunggu, berharap mendapatkan respon baik dari zahra. 'hemm,, ini sinten??' perlahan fahri membuka dan membaca pesan dari zahra, ada perasaan lega dalam hatinya, ternyata ditanggapi positif, kemudian dengan semangat dia membalas sms zahra lagi, 'ini aku fahri, aku cuma mau tanya besok itu aku perform jam berapa ya kira – kira', sedikit pertanyaan basa – basi sebagai modus agar fahri tetap bisa sms zahra. Kemudian zahra membalas 'ow kamu al,, besok kamu perform jam setengah 8 kan kamu pembuka acaranya :-)'. Dengan riang fahri membaca sms dari zahra. Ada smile di akhir pesannya, semakin membuat fahri terbang, kemudian mereka pun asyik ber-smsan. Panggilan 'ara' untuk zahra memang sangat spesial, karena hanya fahri yang memanggilnya 'ara', 'ara' diambil dari nama belakang zahra, Ar-rahmah. Dan 'al' juga spesial untuk fahri, memang nama lengkap fahri adalah Muhammad Al-fahri, dan baru zahra yang memanggilnya 'al'. Semenjak saat itu mereka sering sms-an. Zahra merasa senang sekali bisa berhubungan lebih dekat dengan fahri, baru kali ini impiannya sejak kelas X terwujud. Zahra juga masih menyimpan sapu tangan fahri dengan rapi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waktu yang akhirnya membawa mereka naik ke kelas XII, dan mereka harus mati – matian menyiapkan diri untuk UN. Namun mereka tetap berhubungan lewat sms, dan hubungan mereka menjadi semakin dekat. Dan perasaan mereka masing – masing menjadi semakin mengakar dan tumbuh semakin besar. Puncaknya pada saat purnawiyata mereka, mereka menyempatkan diri untuk mengobrol langsung setelah acara usai. “Al,,, kamu terlihat keren pake jas” ucap zahra membuka pembicaraan. “kamu juga Ara, tambah cantik,,,” balas fahri. Zahra tersenyum dan kembali bertanya “setelah ini kamu mau melanjutkan kemana Al??”. “habis ini aku mau ke jombang, mau ke ponpes Tebu Ireng”, jawab fahri dengan nada rendah, dengan perasaan sedikit sedih. Fahri tahu hari ini adalah pertemuan terakhirnya dengan zahra, karena minggu depan dia akan ke jombang. “ha?? ke ponpes Tebu Ireng, jadi kamu mau mondok disana??”, ucap zahra sedikit kaget, dan raut mukanya berubah sedih. Fahri mengangguk.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sunyi menyelinap diantara mereka, sejenak mereka terdiam dalam pikiran masing – masing. “oh ya,, Al, ini sapu tangan mu yang waktu di kelas X dulu, masih ingat??” ucap zahra memecah keheningan. Sontak fahri menatap satu tangan yang ada di tangan zahra. “Ara,, tentu saja aku masih ingat sekali waktu itu, sebenarnya ada yang ingin aku bicarakan padamu”, ucap farhi ragu. “apa??” tanya zahra penasaran. “te amo amor”2, ucap fahri terbata – bata. Mendengar kata – kata itu jantung zahra serasa berhenti berdetak. Zahra mengerti maksud dari kata itu, karena memang fahri dan zahra memiliki ketertarikan yang sama dengan negara spanyol dan bahasa spanyol. Zahra langsung menatap fahri. “maksud kamu apa Al??, apa mungkin kita bersama, kamu mau ke jombang sedangkan aku mau ke jakarta meneruskan sekolahku”, ucap zahra dengan suara rendah sambil menitihkan air mata, tak bisa lagi menahannya. “sebenernya aku juga punya perasaan sama ke kamu Al, tapi,,,,” tambah zahra. “aku kan udah bilang Ara, jangan menangis lagi, usap air matamu itu. Jika memang kita di takdirkan untuk bersama, suatu saat nanti kita pasti akan dipertemukan lagi, tulang rusuk tidak akan tertukar Ara,” ucap fahri sambil mengulurkan sapu tangannya yang tadi diberikan zahra.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Zahra mengusap air matanya, dan menatap fahri. Fahri tak berani menyentuh gadis yang sedang menangis di depannya itu, karena dia sangat menghargai wanita. “Ara,, mungkin ini pertemuan terakhir kita, minggu depan aku akan berangkat, aku harap kamu baik – baik ya di jakarta nanti, jaga diri baik – baik. Selamat tinggat Ara”, ucap fahri sambil meninggalkan zahra dan menitihkan air mata yang sedari tadi sudah berusaha ia tahan. Sangat berat keputusan yang diambil fahri saat ini, namun dia harus memutuskan, dan dia telah mengutamakan kepentingan agama, keinginannya untuk menghafal Al-qur'an. Dia yakin Allah sudah merencanakan hal indah di luar sana. Dan fahri pun pergi dengan membawa cinta Zahra. Dan kejadian itu terjadi pada tanggal 07 juni 2008.&lt;br /&gt;
“mbak zahra,,, ini gado – gadonya”, suara pelayan. Zahra tersadar dari lamunan tentang masa lalunya tentang cinta pertamnya, fahri. Bahkan sampai sekarang pun zahra masih menyimpan perasaan untuk fahri. Yang selalu dia ingat dari fahri adalah kata – katanya ' Jika memang kita di takdirkan untuk bersama, suatu saat nanti kita pasti akan di pertemukan lagi, tulang rusuk tidak akan tertukar Ara'. Tanpa sadar Zahra tersenyum sendiri, sampai pelayan menegurnya setelah ucapannya yang pertama tadi tak di hiraukan, “mbak Zahra,,, kenapa??”. “oh,, tidak apa – apa mbak,, makasih ya”, ucap zahra sedikit salting. Kemudian dia memutuskan untuk mengakhiri petualangannya di masa lalu dan menikmati gado – gado favoritnya. Kemudian terdengar lagu mariah carey-hero dari ponsel zahra. Zahra langsung mengobok – obok isi tasnya mencari dimana letak ponselnya. Dan kemudian meletakkan ponselnya di telinga kanannya. “wa'alaikum salam, Alhamdulillah sehat buk,, enggeh3 besok minggu depan wisudanya, ibuk datang kan??” ucap zahra pada sesorang di ujung telponnya. Kemudian zahra menutup teleponnya dan melanjutkan makan siangnya. Minggu depan zahra akan wisuda, dan ibunya akan datang menyaksikan zahra, sekaligus menjemput zahra untuk diajak pulang ke Yogyakarta. Zahra hanya menuruti semua keinginan orang tuanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seminggu berlalu, hari – hari zahra dia lalui seperti biasa, namun hari ini dia harus menjemput orangtuanya di bandara Soekarno-Hatta, karena besok dia harus wisuda. Zahra merasa lega karena study nya sudah berakhir, skripsinya juga sudah selesai tepat waktu, meski harus ekstra kerja keras karena ia juga harus membagi waktunya untuk bekerja. Yang patut dibanggakan lagi zahra lulus dengan IPK sempurna. Selesai mandi dan sarapan, Zahra mencari ponselnya dan mulai menekan beberapa nomor dan mulai tersambung dengan seseorang, “ Ibu,,, sampun dugi??4 saya jemput ya bu,,”. Zahra langsung berangkat menuju bandara menjemput orangtuanya. Mereka bertemu dan langsung berpelukan, melepas rindu. Sudah lama mereka tidak bertemu. Kemudian mereka menuju ke kos- an zahra, namun kali ini zahra tidak naik kopaja lagi, kasihan orang tuanya sudah capek, harus naik kopaja pula.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dia meminta sebuah taksi mengantarkan mereka pulang. Sesampainya di kos-an mereka kembali melepas rindu, dan berbincang – bincang santai. “nduk5,, tidak di sangka ya, sekarang kamu sudah mau sarjana”, ucap ayah zahra. “enggeh yah,,,” jawab zahra dengan senyuman. “oalah nduk,,, ternyata di jakarta itu panas ya,,,” ucap ibu zahra sambil kipas – kipas. “kok betah6 lo kamu tinggal di sini??” tambah ibunya. Zahra hanya tersenyum manis, mendengar ucapan ibunya yang baru menyadari jakarta itu panas. “pokoknya setelah wisuda kamu harus kembali ke Yogyakarta nduk, ibuk mu mau menjodohkan kamu dengan anak temannya, dulu mereka sedah pernah janji akan berbesanan jika anak mereka laki – laki dan perempuan”, ucap ayah zahra santai. Sontak zahra kaget mendengar ucapan ayahnya. Jodoh?? dijodohkan??, ini kan bukan zaman siti nurbaya lagi, kenapa harus dijodohkan sih, gimana dengan fahri??. Zahra berusaha memberontak dalam hati, dia tak berani melawan orang tuanya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Namun semenjak itu, pikiran zahra serasa penuh dengan beban, dia masih mencintai fahri, tapi dia tidak bisa melawan orang tuanya. Imbasnya saat wisuda zahra sering melamun, sampai dia tidak menyadari namanya dipanggil untuk memberikan sambutan, karena IPK nya sempurna. “zah,,, kamu di panggil, ayo maju” bisik dewi sambil menyikut tangan kanan zahra. Sontak zahra pun kaget dan tersadar dari lamunannya. Kemudian dia melangkah ke depan dengan langkah yang sedikit gontai, dan mulai berpidato, namun dengan wajah yang datar, tak mengisyaratkan kebahagiaan mendapat IPK sempurna. Malah dewi dan ayu lah yang justru terlihat lebih bahagia dari pada zahra. Setelah kurang lebih 5 menit zahra berpidato, riuh rendah suara tepuk tangan mengiringi langkah zahra kembali ke tempat duduknya. Menyadari ada yang berbeda dari temannya, dewi langsung menanyakan sebenarnya apa yang terjadi pada zahra. “eh zah,, kamu kenapa sih?? kok lesu banget?? ada masalah?? cerita dong!?” bisik dewi pada zahra, yang baru saja duduk. “hemm,, nanti ya aku critain, setelah acara ini” jawab zahra. Dewi mengangguk pasrah, dan mencoba menahan rasa penasarannya. Acara wisuda pun berakhir, dan berjalan dengan meriah. Tibalah sesi foto – foto, semua larut dalam suasana kebahagiaan, namun tidak untuk zahra, masih ada masalah yang mengganjal pikirannya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Setelah beberapa kali jepretan untuk zahra dan orangtuanya, zahra meminta izin untuk pergi bersama dewi sebentar. “yah,, buk,,, zahra, mau pergi sama dewi dulu, ayah sama ibu pulang dulu aja”, ucap zahra dengan penuh rasa hormat. Ayah dan ibu zahra mengangguk, dan membiarkan putri kebanggaannya pergi, bersama temannya. Mungkin untuk pertemuan terakhir, karena besok siang mereka akan kembali ke Yogyakarta. “ati – ati7 nduk”, ucap ibu zahra. Zahra kemudian melangkah pergi bersama dewi, mereka memutuskan untuk bicara di kantin kampus. Zahra menceritakan semua yang terjadi padanya, masalah fahri, dan masalah perjodohan yang direncanakan orangtuanya. “udah lah zah, diterima saja keputusan orangtua mu, mereka kan lebih tahu siapa yang pantas dengan mu, lagi pula anggap ini sebagai rasa baktimu terhadap mereka”, ucap dewi menasehati zahra. “perjodohan itu tak selamanya menyeramkan lho zah, siapa tahu dia memang tempatmu sesungguhnya, kamu bagian dari rusuknya”, tambah dewi semakin menguatkan zahra. “iya dew, kamu benar, ini salah satu baktiku pada ayah dan ibu, aku harus bisa merelakan fahri, mungkin kita memang tidak berjodoh”, ucap zahra dengan nada rendah. “gitu dong zah, terus kapan rencananya kamu akan kembali ke Yogyakarta??”, tanya dewi lagi. “besok siang dew jam 1”, ucap zahra santai. “what?? berarti ini pertemuan terakhir kita dong”, ucap dewi mulai sedih. “iya dew,, makasih ya selama ini kamu teman terbaikku, selalu mendengarkan curahan hatiku”, ucap zahra mulai menitihkan air mata.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dewi langsung memeluk zahra dengan erat. “sama – sama zah, aku pasti akan sangat merindukanmu, jangan putus tali silaturahim antara kita ya??” pinta dwi dengan air mata yang membanjiri pipinya. “pasti dew, oh ya,, titip salam buat ayu ya!?, maaf utangnya gak aku bayar, biar dia shodaqoh”, ucap zahra dengan sedikit tertawa. Dewi mengangguk dan mulai melepaskan pelukannya. Mereka hanyut dalam suasana perpisahan. “selamat jalan dew, jaga dirimu baik – baik ya, ayu juga, Assalamu'alaikum”, ucap zahra sambil melangkah pergi meninggalkan dewi sahabatnya. “Wa'alaikumsalam,,”, jawab dewi, tanpa henti memandang kepergian zahra sampai bayangan zahra tak terlihat lagi. Keesokan harinya, zahra bersiap untuk kembali ke kota kelahirannya Yogyakarta. Dan mulai mengucapkan selamat tinggal untuk jakarta. Dan zahra akhirnya tiba di Yogyakarta tepat pukul 3 sore. Dia dan orangtuanya langsung istirahat melepas lelah. Zahra kembali mengingat masa – masa indahnya di Yogyakarta, termasuk masa indahnya bersama fahri di SMA, namun dia harus segera menyiapkan lubang untuk segera mengubur masa lalunya itu, jika dia bertemu dengan calon yang direncanakan orangtuanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara itu di Yogyakarta, fahri juga baru saja tiba. Hari ini memang saatnya dia kembali, dia sudah berhasil mengejar mimpinya menghafal Al-Qur'an. Dia sudah qatam 30 juz. Sesampainya di rumah, dia disambut hangat oleh keluarganya. Fahri merasa lega, akhirnya bisa kembali setelah 4 tahun dia meninggalkan kota tercintanya ini. Termasuk meninggalkan cintanya di SMA. Hal yang selalu dinantikannya ketika dia sudah kembali adalah dia ingin melihat zahra, masihkah dia mengingat fahri??, masih adakah cintanya untuk fahri??. Hanya pertanyaan itu yang memenuhi benak fahri. Tapi satu yang dia tahu pasti, cintanya pada zahra belum layu, masih tetap tumbuh. Setelah puas melepas lelah setelah perjalan jauh dari Jombang ke Yogyakarta fahri memutuskan untuk berbincang – bincang bersama ayah dan ibunya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Semua larut dalam perasaan rindu, “le8,, ternyata awakmu9 sudah besar, ayah gak menyangka waktu cepat berlalu, sudah cocok jadi manten10”, ucap ayah fahri, sedikit dengan nada bergurau. “enggeh yah,,,tapi belum ada calonnya”, jawab fahri sambil tersenyum menanggapi gurauan ayahnya. “kalau itu gak usah khawatir le,,, ibu wes ada calon buat kamu cantik, kemarin baru saja wisuda dia sarjana ekonomi UI lho le,, dan pastinya sholehah, kamu pasti demen tur tresno11”, ucap ibu fahri dengan semangat. “iya le,, besok rencananya ayah sama ibu mau kerumahnya, kamu ikut ya le??” ajak ayahnya tak kalah semangat. Fahri langsung terdiam, tak bisa berkata apa – apa. Dia menyesali perkataannya tadi, kenapa dia mengucapkan belum ada calon, padahal dalam hatinya sudah dipenuhi dengan zahra, tak ada lagi tempat untuk yang lainnya. “le,,, mau kan??”, tanya ibunya mengagetkan fahri yang sedang asyik dengan penyesalan atas apa yang diucapkannya. Fahri tak bisa mengelak lagi, dia tak berani melawan orangtuanya, dia selalu menuruti semua keinginan orangtuanya. “enggeh,,, terserah ibu”, ucapnya pasrah. Fahri masih saja mengutuk dirinya sendiri, apa tadi yang dia bicarakan, kenapa tidak dipikir dulu. Namun nasi sudah menjadi bubur, dia harus bertanggung jawab atas segala yang telah diucapkannya, meskipun akhirnya dia harus segera mengubur dalam – dalam cintanya pada zahra. Dia yakin pasti ini memang yang terbaik untuk dia, orangtuanya tidak mungkin salah dengan pilihannya, mereka pasti lebih tahu segalanya. Fahri pasrah menghadapi hari esok yang akan tiba, hari dimana dia akan bertemu dengan calon yang dipilihkan orangtuanya.&lt;br /&gt;
“nduk,, cepetan siap – siapnya, tamunya sebentar lagi datang”, teriak ibu zahra pada zahra yang sedang bersiap – siap bertemu dengan jodoh pilihan orangtuanya. Dia juga telah bersiap mengubur fahri dalam masa lalunya, dia harus menerima semua ini. “enggeh,,, buk, sebentar lagi zahra selesai”, ucap zahra pasrah. Beberapa menit kemudian terdengar bel pintu rumahnya berbunyi. “Assalamu'alaikum,,,”. Mendengar suara itu hatinya semakin bergemuruh, gugup itu lah satu – satunya yang dia rasakan. Lekat – lekat dia mendengarkan semuanya melalui dapur, pasti ini yang di maksud orangtuanya. Kemudian terdengar ibunya membalas suara itu. “Wa'alaikumsalam,, wah Jeng,, silahkan masuk, ini pasti fahri itu ya??”, ucap ibu zahra dengan semangat. Fahri?? mendengar ibunya menyebutkan nama itu, sontak jantung zahra berhenti. Kenapa namanya sama dengan fahri?? apa mungkin ini kebetulan. Namun segera zahra menghilangkan pikirannya yang ngelantur tak karuan. Kemudian ia mendengar orangtuanya mengobrol santai dengan tamu mereka. Tiba – tiba ibu zahra menghampirinya di dapur, dan meminta zahra untuk mengantarkan minuman. Dalam hati zahra berkata 'yah, ini waktunya,,, aku harus mengubur fahri, pasti dia lebih baik'. Ibu zahra kembali keruang tamu.&lt;br /&gt;
“mana putrinya yang baru wisuda kemarin Pak??” tanya ayah fahri pada ayah zahra. Hati fahri langsung berdebar kencang, pasti ini yang dimaksud orangtuanya. Gugup itu yang dirasakannya, dia juga harus segera bersiap mengubur zahra. “oh,, sebentar lagi dia kemari”, ucap ayah zahra. “zahra,, mana minumnya nduk??”, ucap ibu zahra memanggil. Fahri sontak kaget, zahra??, kenapa namanya sama? Atau mungkin???. belum selesai fahri berpikir, zahra masuk dengan membawa nampan yang berisi minuman dan makanan ringan. Mata fahri tak berpaling memandang zahra yang tertunduk malu. Dalam hati fahri ingin meloncat kegirangan. 'subhanallah inikah cara- Mu mempertemukan ku dengan dia Ya Allah, terima kasih '.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dengan malu – malu zahra menyuguhkan minuman pada keluarga fahri, dan disaat dia mengangkat wajah, di hadapannya ada wajah yang sangat dikenalnya, yaitu fahri. Zahra tidak percaya dengan apa yang dilihatnya, dia berpikiran ini mungkin hanya halusinasinya. Zahra berusaha menutup mata dan menggelengkan kepalanya, berharap halusinasinya berakhir. Ternyata setelah dia membuka mata lagi, wajah fahri tetap ada di hadapannya. Berarti ini semua nyata. Dalam hati zahra begitu bahagia, ternyata lelaki pilihan orangtuanya adalah fahri orang dia cintai selama ini. “Ara???” spontan fahri memanggil zahra menyadarkan zahra untuk segera kembali kepada kesadarannya. “Al???ternyata,,,” jawab zahra dengan nada semangat.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sejenak mata fahri dan zahra bertemu, seakan mereka bercerita tentang perasaan lega mereka. “lho,, kalian sudah kenal???” tanya ibu fahri semangat. Pertanyaan ibu fahri membubarkan acara saling bertatapan zahra dan fahri. “enggeh bu,,,dia teman SMA saya”, ucap fahri sampil tersenyum bahagia. “wah,, ternyata kalian memang jodoh, tanpa harus mengenalkan kalian, kalian sudah saling mengenal satu sama lain”, ucap ibu zahra senang. Fahri dan zahra tersenyum dan tertunduk malu. “iya bu,, kita ndak usah repot – repot mengenalkan mereka, tinggal menentukan tanggalnya saja ini”, gurauan ayah zahra membuat suasana mencair tanpa ada ketegangan lagi. “iya betul Pak,, sudah tidak sabar saya melihat fahri menikah”, tambah ayah fahri semakin membuat suasana penuh dengan kekeluargaan. Sedangkan fahri dan zahra tertunduk malu mendapat ejekan dari orangtua mereka. Namun hati mereka tak kalah bahagianya, ternyata yang mereka khawatirkan selama ini tidak terjadi, mereka tak perlu susah – susah mengubur kenangan mereka di masa SMA.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara orangtua fahri dan zahra berbincang – bincang di ruang makan. Fahri dan zahra melepaskan kerinduan mereka sendiri, dengan mengobrol di ruang tamu. “Ara,, aku gak menyangka ternyata kita dipertemukan lagi dengan cara seperti ini”, ucap fahri memulai pembicaraan. “Iya Al,,, awalnya aku gak mau dengan acara perjodohan ini”, ucap zahra. “jadi sebenernya kamu ndak mau dengan ku??”, tanya fahri sedikit menggoda zahra. “bukan gitu Al,, aku ndak mau, karena aku ndak tahu kalau yang dimaksud ayah dan ibuku itu kamu”, ucap zahra mencoba menjelaskan pada fahri. “karena aku masih menunggumu Al,,” tambah zahra memperjelas alasannya. Fahri tersenyum, damai rasanya mendengar kata – kata itu dari zahra. “Ara,,, te amo”, ucap fahri singkat sambil memandang zahra dengan rasa sayang yang tulus. Zahra tersenyum dan membalas tatapan fahri dengan penuh cinta “te amo juga Al,,,”.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tanpa sadar tangan fahri hendak memegang tangan zahra. “eits,,, tunggu dulu belum halal Al,, sabar dulu” ucap zahra menghentikan pergerakan tangan fahri. “hehe,, maaf lupa, hampir saja khilaf Astaghfirullah haladzim”, ucap fahri sambil menyunggingkan senyum mautnya. Zahra pun tersenyum melihat tingkah fahri yang sedikit salting. “Ara,,, benarkan ucapakanku, tulang rusuk gak akan tertukar, dan ternyata kamu lah salah satu rusukku yang hilang, dan tak akan pernah ada penggantinya, Allah juga yang telah mempertemukan kita lagi dengan cara- Nya sendiri ”, ucapan fahri menyejukkan hati zahra. “oh ya,, ini aku kembalikan sapu tangan kamu Al, aku sudah tidak membutuhnya lagi untuk menghapus air mataku, karena aku sudah punya tanganmu yang akan selalu menghapus air mataku yang jatuh kelak”, ucap zahra sambil mengulurkan sapu tangan. Fahri memandang zahra penuh cinta, di ikuti zahra. Dan mereka saling berpandangan. “hayo,,, ndak boleh terlalu sering berpandangan, belum halal, sebentar lagi le,, seng sabar12”, ucap ibu fahri sambil melangkah mendekati fahri dan zahra diikuti oleh ayah fahri dan orangtua zahra. “haduh,, pak hasan,,, putra mu sudah tidak sabar kayaknya”, gurau ayah zahra. Diiringi gelak tawa penuh kebahagian diantara dua keluarga besar itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
TAMAT&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;PROFIL PENULIS&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Nama        : Fitria Choirunnisa'&lt;br /&gt;
E_mail        : firniez_angel14@yahoo.com&lt;br /&gt;
Follow        : @vithree_niessa14&lt;br /&gt;
Alamat        : Kec. Sutojayan, Kab. Blitar jatim-indonesia&lt;br /&gt;
TTL                : Juli 1995&lt;br /&gt;
mohon kritik dan sarannya ya,, masih belajar ^_^&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baca juga &lt;a href="http://www.lokerseni.web.id/2013/01/kumpulan-cerpen-cinta-terbaru-update.html" target="_blank"&gt;Cerpen Cinta&lt;/a&gt; yang lainnya. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/LokerSeni/~4/mglDhbc7yKc" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/LokerSeni/~3/mglDhbc7yKc/tulang-rusuk-tidak-akan-tertukar-cerpen.html</link><author>agus.lizam@gmail.com (Loker Seni)</author><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/-LyET5eAy4mM/Ub_9e9yaL4I/AAAAAAAAGxY/NR6F707yQBU/s72-c/Cerpen+Tulang+Rusuk.jpg" height="72" width="72" /><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1" /><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD" /><feedburner:origLink>http://www.lokerseni.web.id/2013/06/tulang-rusuk-tidak-akan-tertukar-cerpen.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7529203369447603545.post-8538871394683413572</guid><pubDate>Sun, 16 Jun 2013 18:53:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-06-16T11:53:53.894-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Cerpen Remaja</category><title>Teman Makan Teman - Cerpen Remaja</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;TEMAN MAKAN TEMAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Karya Nur Annisa Reskiana&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;Senin 22 april 2013 ini aku males ngapa-ngapain, apalagi ini hari pertama libur setelah Ujian Nasional, jadi ini waktunya untuk bersantai. Saat sedang asyiknya main hp di tempat tidur tiba-tiba ibu dateng “dilla ... ada randy dan temen-temen kamu tuh” kata ibu “loh? Ngapain mereka kesini bu?” tanyaku “ibu nggak tau, kamu temuin dulu gih” kata ibu sambil keluar dari kamarku, aku langsung beranjak dari tempat tidur dan berbenah diri sedikit lalu segera menemui teman-temanku.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;Di ruang tamu aku lihat teman-temanku juga randy pacarku “pagi sayang ..” sapa randy padaku “pada ngapain pagi-pagi kesini?” tanyaku “kita mo ke villanya septi nih dil, kamu ngikut yah” kata jack “ah masa aku ngikut juga sih ...” kataku males “yaiya lah kamu ngikut, masa randy sendirian” kata yuri “kamu ngikut say?” tanyaku ke randy “iyah, kamu ngikut kan??” tanya randy balik “yaudah deh aku siap-siap dulu, sekalian ijin ke ibu” pamitku menuju dapur “bu dilla pergi ke villanya septi ya bu ama temen-temen” ucapku “randy juga ikut?” tanya ibu “ikut kok bu” jawabku “yasudah, kamu cepetan siap-siap biar temen kamu nggak nunggu lama” kata ibu, aku pun langsung siap-siap.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-vjjgbagudf0/Ub4Jmxg-MhI/AAAAAAAAGxE/75VZi_cygJQ/s1600/Cerpen+Sedih+1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="318" src="http://3.bp.blogspot.com/-vjjgbagudf0/Ub4Jmxg-MhI/AAAAAAAAGxE/75VZi_cygJQ/s400/Cerpen+Sedih+1.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Teman Makan Teman&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Saatnya untuk berangkat, aku pun berpamitan ke ibu. Perjalanan menuju villanya septi memakan waktu sekitar lima jam lamanya, di dalam mobil aku pun menyempatkan untuk tidur. Waktu aku bangun kita semua sudah ada di kawasan dekat villanya septi “pulas amat tidurnya” kata randy sambil membenahi poni yang menutupi sebelah mataku, aku pun hanya tersenyum “sep .. punya cemilan nggak? Laper nih” kataku “nih” kata septi sambil melemparkan sebungkus plastik cemilan dari depan, aku pun mengambil satu dan memakannya, tak lama kemudian kami pun sampai di villanya septi “wah sep, betah nih aku disini” kata jack “yee kamu sih dimana ajah betah terus jack yang penting gratis” kata yuri, kami pun hanya tertawa saja “udah ah, masuk yuk” ajak septi, kami berenam pun masuk ke villa, di dalam ada mbok parni yang ngurusin villa selama nggak dipakek “dil, ri kamu tidur dikamar aku ajah yaa” kata septi “okeh” jawabku berbarengan dengan yuri “nah kalian bertiga bakalan tidur di kamar tamu, entar mbok yang anter” terang septi, kami bertiga pun menuju kamar septi di dekat tangga, saat di dalem kami pun menata baju-baju kami di lemari pakaian “eeh entar malem begadang yukk” kata yuri “hayukk .. ngajak yang cowok-cowok juga kan” kataku “yee nggak usah, kita bertiga ajah lagi, sekalian girls talk gitu” terang yuri “wah boleh tuh” kata septi “yaudah, pokoknya nanti malem kita harus begadang bareng, nggak ada deh yang namanya tidur duluan atau ketiduran” kataku “okeh” kata septi dan yuri serempak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malamnya kami semua makan malam dihalaman villa, pemandangan malam begitu asri, bulan dan bintang terlihat begitu jelas indahnya “sep besok-besok kalo kita reunian kesini ajah ya, tempatnya enak sep” kata yoyo “boleh, gampang kalo masalah itu mah” kata septi “sayang, aku entar malem begadang yah ama yuri and septi” kataku pada randy “kok pake acara begadang segala?” tanya randy “biasa, sih yuri ngajak girls talk ajah kok” jawabku “yaudah, tapi kamu jangan terlalu kecapekan loh, kalo ngantuk tidur” kata randy “iyah pasti” kataku melanjutkan makan lagi.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;Waktu menunjukkan pukul 20:30 dan kami berenam masih ada diruang nonton melihat film dari dvd yang baru di beli kemarin sama jack “guys rencana kita besok mo kemana nih” kata yoyo “terserah sih, aku ngikut aja” kata yuri “eeh sep, kata kamu deket sini ada danau kan?” tanya randy “iyah ada, nggak jauh juga kok dari sini” jawab septi “yaudah besok kita kesitu ajah sekalian hunting foto” kata randy “ya aku sih mau ajah, tergantung yang lain deh” kata septi “wah boleh-boleh, kan kita bisa narsis bareng gitu kayak biasanya” kata jack “kita? Kamu kali jack” kata yuri “hehehe, tauu nih kan diantara kita semua kamu yang paling narsis jack” kataku “huh kalian ini selalu ajah aku” kata jack cemberut “udah udah, jadi besok kita fix ke danau nih ya?” tanya randy “okeh” kata kami serempak “dil ke kamar sekarang yuk” ajak septi “hanyukk, eeh yur ayuk ke kamar” kataku pada yuri, yuri hanya mengangguk dan berdiri dari tempat duduknya “loh pada mo kemana?” tanya yoyo “ke kamar, biasa mo girls talk” kata yuri “heleh dasar cewek” kata jack, aku, septi dan yuri pun cuek meninggalkan ketiga cowok itu “udahlah jack, kan udah kodratnya kayak begitu” kata randy “yee itu kan karna cewek kamu disitu juga makanya bilangnya gitu, coba kalo nggak” kata jack.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;Dikamar kami pun mulai berbenah diri masing-masing, dari yang ke kamar mandi nyuci muka, ganti baju tidur, dll. Abis itu kami bertiga ngumpul diatas tempat tidur “enaknya ngobrolin apa yah??” tanya septi “aku juga nggak tau” kataku “eemm gimana kalo tentang cinta pertama ajah” kata septi “yee kamu tau sendiri aku ajah masih belum punya pacar, gimana mo cerita tentang cinta pertama” protes yuri “iyah juga sih, aku juga masih proses pdkt, kalo kamu dil? Ama si randy gimana? Dia kan cinta pertama kamu” kata septi “mmm sebenernya sih randy bukan orang yang pertama sep” kataku “kok bisa gitu dill?” tanya yuri “ya bisa lah yur” kataku “cerita cerita dong ... kita juga pengen tau dill” kata septi “tapi aku malu buat cerita sama kalian” kataku “nggak usah malu dilla ... anggap ajah kita disini lagi dengerin curahan hati kamu” kata yuri, aku pun mulai mengingat masa-masa itu.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;Kamis 24 Desember 2009, hari ini aku sedang menunggu dito temen sekolahku di taman, katanya ada yang perlu dibicarakan. Lima belas menit aku ada disitu akhirnya dito datang, “dill maaf ya agak telat, kamu udah lama disini?” tanya dito, aku hanya menggeleng “baru lima belas menit ajah kok” kataku, kami berdua diam sejenak dan suasana menjadi hening “dil .. sebenernya aku mau ngomong sesuatu sama kamu” kata dito “emang mau ngomong apaan to? Ngomong ajah” kataku santai “sejak kita deket, aku tuh mulai suka sama kamu dill, aku nyaman deket kamu, kamu mau nggak jadi pacar aku dill?” perkataan itu terlontar dari mulut dito dan itu sangat sulit untuk aku percaya “jadi gimana dill?” tanya dito lagi yang masih menunggu jawabanku “gimana yah to? Boleh nggak sih aku nggak jawab sekarang?” tanyaku balik “okeh terserah kamu, aku tau ini pasti terlalu cepet buat kamu karena kita belum lama akrab” kata dito, aku hanya mengangguk, tiba-tiba hpku berbunyi tanda ada sms, aku pun melihatnya ternyata dari ibu “dito .. maaf aku harus pulang sekarang, ibu udah nunggu” kataku “aku anter yah dill” tawar dito “nggak perlu, makasih” kataku meninggalkan dito.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;Besoknya disekolah aku menceritakan ini kepada ira “jadi aku harus gimana ra? aku bingung banget nih” kataku “yaudah dill terima ajah, kali-kali ajah emang jodoh” tanggap ira “yah nggak asik ah kamu” kataku kelimpungan “lagian, kamu tinggal terima ajah repot, kamu sendiri kan suka ama dia” kata ira “iyah juga sih, aku emang suka ama dia, apalagi dia baik banget” terangku “nah... itu kamu suka ama dia, nggak usah pake ditunda lagi, sikatt ajah, tapi ... kalo udah jadian jangan lupa traktirannya yah” kata ira “iih apaan sih kamu itu..” kataku sambil mendorong kecil tubuhnya, kami pun tertawa berdua.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;Lusanya ditempat yang sama aku pun bertemu dito, dia masih memakai seragam sekolah, “baru pulang?” tanyaku “iyah, ada les dari pak cecep” jawab dito “jadi gimana dill jawaban kamu?” tanya dito “eh mmm iyah to, aku mau” kataku “mau apa?” tanya dito lagi “yah aku mau jadi pacar kamu” kataku “wah bener dill?? Makasih yah udah mau nerima aku” kata dito sambil memegang tanganku erat “engg jalan yuk dil, cari makan aku laper nih.. sekalian ngerayain jadiannya kita” lanjut dito, aku hanya mengangguk. Kami berdua pun menuju cafe yang biasanya kami kunjungi.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;Hari demi hari begitu indahnya aku lewati dengan dito, dia selalu ada saat aku butuh. Ibu juga suka dengan dito, katanya dito itu anak yang baik dan bisa ngejaga aku. Hampir tiap sore dito datang kerumah. Belakangan ini disisi lain ternyata vivi sahabatku sekaligus tetanggaku sejak aku kecil selalu memperhatikan kedatangan dito dirumah, karena penasaran vivi pun menanyakannya kepadaku “dil .. siapa sih cowok yang sering kesini tuh?” tanya vivi saat dia dirumahku “oh itu... emm dia cowok aku vi” jawabku “wah kamu .. punya cowok kok nggak bilang-bilang sih ama sahabat sendiri” kata vivi “hehehe, maaf abisnya aku malu vi” ucapku “kapan-kapan kenalin ke aku yah dil, biar aku juga tau pacar sahabat aku kayak gimana” kata vivi “kamu beneran mau kenal dia??” tanyaku senang “iyah dong, masa aku nggak kenal ama pacar sahabat aku sendiri” terangnya “okeh yaudah, kalo gitu aku atur waktunya deh supaya kita bisa jalan bareng” ucapku.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;Akhirnya aku pun mulai mengatur acara, supaya pacarku dan sahabatku bisa bertemu. Dan ... mana aku tau kalo hal itu ternyata bakalan membuat bencana buat hubungan aku. Sabtu sore aku dan dito ada diteras rumah menunggu vivi dateng “kamu ngajak siapa lagi sayang? Ira?” tanya dito “bukan, tungguin ajah yah .. paling bentar lagi nongol kok” jawabku, dua puluh menit aku dan dito menunggu, vivi pun datang “hai dill, sorry telat yah” kata vivi “iyah nggak apa” kataku “vi .. kenalin ini dito pacarku, dito ini vivi sahabat aku” lanjutku, mereka berdua pun bersalaman “kita jadi berangkat?” tanya vivi “jadi kok, ya kan sayang?” kataku pada dito “iyah, yaudah yuk berangkat” ajak dito, kami bertiga pun berangkat untuk jalan-jalan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;Setelah hari itu vivi sering ikut aku dan dito kalo lagi jalan, katanya sih biar nggak bete dirumah mulu, aku sebagai sahabat tidak buat nolak, jadi aku seneng ajah kalo dia ikut. Tapi rupanya dito kurang suka, dan saat jam istirahat disekolah dia bilang ke aku untuk menyuruh vivi jangan ikut terus kalo aku sama dito lagi jalan “gapapah lah , dia kan juga pengen ngikut maen dit” kataku “yah tapi kan aku juga pengen jalan berdua ama kamu sayang, masa setiap jalan kita selalu bertiga sih?? Kan nggak enak” protes dito, aku pun setuju dengan perkataan dito yang satu ini, kami berdua juga butuh privasi, akhirnya sepulang sekolah nanti aku berniat untuk menemui vivi.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;Saat dirumah aku pun mengsms vivi buat dateng kerumah, “ada apaan kok nyuruh aku dateng dil?” tanya vivi “nggak papah, aku Cuma pengen ngobrol ajah” kataku “eh dill kapan kamu ama dito jalan lagi? Aku ngikut lagi yah” kata vivi “engg sebenernya itu yang mau aku omongin vi..” kataku “si dito kurang suka kalo kamunya ..” kataku , tiba-tiba hp vivi berbunyi “halo? Iyah ma .. oh yasudah abis ini vivi pulang” ucapnya mengakhiri telpon “dill sorry yah aku harus balik, mama nyuruh pulang, nanti ajah kita lanjutin ngobrolnya” kata vivi lalu meninggalkan aku.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;Esoknya aku mencoba lagi untuk bicara dengan vivi, tapi nggak tau kenapa vivi selalu menghindar kalo aku mau bicara. Akhirnya aku pun menyerah dan pasrah dengan keadaan. Disekolah aku pun menceritakan hal ini pada ira “dilla ... kamu ini gimana sih? Harusnya kamu itu lebih tegas lah ama vivi” kata ira “tapi mau gimana lagi ir, dia selalu menghidar gitu” kataku “kamu juga sih ... kenapa juga tiap dia mau ikut kamu bolehin, emang kamu nggak takut apa kalo dia ngambil dito dari kamu?” tanya ira “kok ngomongnya gitu ra... dia kan sahabat aku” kataku “terus kalo sahabat nggak bisa nyakitin perasaan kamu gitu, kamu pikir dia nggak bisa ngerebut dito, bisa ajah kan temen makan temen??” tanya ira dengan penuh emosi “udahlah ira.. vivi nggak mungkin kayak begitu kok, percaya deh ama aku” ucapku “ya ampun dill, kamu terlalu baik sih ... aku kasih tau ya terlalu baik ama bego nggak jauh beda loh dill” kata ira “iih kok gitu sih ira..” kataku.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;Setelah lama berhubungan aku dan dito pun harus terpisah secara sementara, karena sekarang udah musimnya ujian aku dkekang oleh ibu untuk nggak megang hp dan pergi-pergi dulu, “yah kok gitu sayang ..” kata dito saat aku sudah menyampaikan kabar itu “yah abis ibu yang ngelarang .. jadi ya mau gimana lagi” terangku “nggak asyik dong” kata dito “gapapah, lagian Cuma seminggu doang kan ..” ucapku “tapi seminggu itu lama sayang” kata dito sambil memasang wajah yang jeleknya, aku hanya tersenyum dan memegang tangannya “udah .. kita jalanin ajah dulu yah” ucapku. Seminggu sudah aku dan dito tidak berhubungan, akhirnya setelah ujian ini aku memutuskan untuk jalan-jalan dengan dito, and jelas vivi pun nggak ketinggalan buat ikut, sebenarnya aku masih ragu karena takut dito nggak suka, tapi ternyata kali ini dito nggak nolak kayak biasanya, dan aku pun cukup senang dito udah mau nerima kehadiran vivi.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;Hari selasa ira dateng kerumah buat belajar kelompok, “ir aku lagi seneng nih” kataku “seneng kenapa? Dapet kado dari dito?” tanya ira “nggak, aku seneng soalnya dito udah nggak nolak-nolak lagi kalo vivi ngikut jalan bareng” jawabku “apah?? Kayak gitu kamu nggak curiga?” kata ira “lah emang apa yang mau dicurigain sih ir?” tanyaku “aduh dilla .. kamu ini yah, ternyata emang bener deh kayaknya terlalu baik ama bego itu nggak jauh beda” kata ira “maksudnya kamu?” tanyaku “udah deh .. mending belajar ajah jangan bahas itu” kata ira.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;Minggu sore aku mengajak dito untuk nonton di bioskop tapi dia nggak bisa karena bakalan ada acara keluarga, aku pun mengajak vivi tapi dia bilang mau pergi dengan mamanya, akhirnya tanpa pikir panjang pun aku mengajak ira. Saat nyampe di mall aku dan ira memutuskan untuk berkeliling sejenak sebelum ke bioskop 21, tapi waktu jalan si ira ngelihat dito sedang berdua dengan cewek disebuah restoran “eh dil .. dilla, lihat deh .. itu dito kan??” tanya ira “yang mana sih? Kamu salah liat kali” kataku “itu loh ... sana yang lagi ama cewek” kata ira sambil menunjuk yang dia maksud “loh?? Itu kan dito ama vivi” ucapku “ah masa? Kamu yakin?” tanya ira “iyah itu pasti mereka” kataku yakin “yaudah kalo gitu kita samperin ajah” kata ira, kami berduapun menghampiri tempat dito dan vivi “dito .. vivi” ucapku “dilla?? Kok kamu disini?” tanya dito dengan ekspresi sangat kaget “harusnya aku yang tanya gitu ke kamu, kamu ngapain juga berduaan ama vivi, kamu kan bilangnya ada acara keluarga” ucapku “tapi dill .. kamu jangan mikir macem-macem dulu yah .. ini semua” “halah .. udah berhenti! Kamu jahat to, kamu nggak bisa dipercaya, dan kamu vi .. nyesel aku punya sahabat kaya kamu” potongku lalu meninggalkan tempat itu, dito sempat mau mengejar aku namun vivi menahannya “udah dito .. biarin ajah, toh dia juga udah tau kan?” kata vivi “eh vi .. tega banget ya kamu, pacar sahabat sendiri diembat emang kamu nggak laku?? Dan kamu to, aku nggak nyangka yah kamu bisa kayak begini, kalian berdua emang nggak punyak hati!!” ucap ira lalu pergi menyusul dilla.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;Setelah kejadian itu aku tidak lagi berhubungan dengan vivi dan dito, aku ngerasa hubungan kami semua sudah selesai.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;Selasa 23 April 2013 01:00 , “ooh jadi kayak gitu dill ceritanya??” tanya yuri “yaah kurang lebih gitu deh” jawabku “pantesan dulu randy nembak-nembak kamu tapi kamunya nggak nerima. Itu karena kejadian waktu itu yah dill??” tanya yuri lagi “huss yuri .. nanyaknya kok gitu sih..” kata septi “nggak apa sepp, emang kaya gitu kok, waktu itu aku masih trauma” terangku “terus kamu tau sekarang mereka dimana?” tanya septi , aku hanya menggeleng “sudahlah kawan ... itu kan Cuma masa lalu .. sekarang?? Masa mendatang kan udah ada randy” ucap yuri sok bijak padahal nggak sama sekali “yee kamu apaan sih ri ngomongnya lebay” kataku “tauuk nih .. kamu ketularan jack yah” canda septi, aku pun tertawa, “ih kalian ini apaan sih” kata yuri cemberut, melihat itu aku dan septi malah ketawa berdua “hoooaaaammm, udah ahh tidur yukk ngantuk” ucap yuri “yailah ... tadi katanya mo tidurnya entar pagi ajah” kata septi “yee kan si dilla udah tuh ngedongengnya jadi sekarang waktunya tidur” kata yuri, aku pun melemparkan bantal kecil ke yuri “dasar sialan... masa aku dibilang ngedongeng sih ..” kataku, yuri hanya mengejek aku “sudah .. ada benernya juga kita tidur sekarang, soalnya kita besok kan harus bangun pagi” kata septi, akhirnya kami bertiga pun tidur bareng. Sebelum tidur aku sempat memikirkan kejadian itu lagi, sungguh rasanya begitu sakit mengingat dan menceritakannya lagi seperti tadi, tapi yuri adabenarnya juga, itu Cuma masa lalu dan masa sekarang aku sudah punya randy cowok yang baik dan nggak akan ninggalin aku. :)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;PROFIL PENULIS&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Nama : Nur Annisa Reskiana &lt;br /&gt;Sekolah : SMK PGRI 2 Sidoarjo &lt;br /&gt;T.T.L : Makassar, 05 Juli 1997 &lt;br /&gt;Fb : noer annizza rezkiana (nannizza44@gmail.com)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
No. Urut : 911&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tanggal Kirim : 28/04/2013 10:34:58 &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Baca juga &lt;a href="http://www.lokerseni.web.id/2013/01/kumpulan-cerpen-remaja-terbaru-update.html" target="_blank"&gt;Cerpen Remaja&lt;/a&gt; yang lainnya. &lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/LokerSeni/~4/q_W4yb9eqNo" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/LokerSeni/~3/q_W4yb9eqNo/teman-makan-teman-cerpen-remaja.html</link><author>agus.lizam@gmail.com (Loker Seni)</author><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/-vjjgbagudf0/Ub4Jmxg-MhI/AAAAAAAAGxE/75VZi_cygJQ/s72-c/Cerpen+Sedih+1.jpg" height="72" width="72" /><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1" /><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD" /><feedburner:origLink>http://www.lokerseni.web.id/2013/06/teman-makan-teman-cerpen-remaja.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7529203369447603545.post-7419756485374151470</guid><pubDate>Sun, 16 Jun 2013 18:48:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-06-16T11:48:42.420-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Cerpen Remaja</category><title>Berawal Darimu - Cerpen Remaja</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;BERAWAL DARIMU&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Karya Oksiana Tiovani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunyi bel masuk pun sudah mulai terdengar tepat pukul 07.00 WIB. Tidak seperti biasa, SMP Bima Sakti dikejutkan oleh kedatangan siswa baru dari Prancis. Namanya adalah Axel Teddy. Dia biasa dipanggil dengan sebutan Axel. WOW! Murid baru itu langsung terkenal dalam sehari! Wajar saja sih, dia kan tampan, keren, plus cerdasnya kayak anak profesor gitu! Siapa coba yang tak tertarik padanya? Semua mata bakalan terhipnotis olehnya! Idaman semua wanita nih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, ada suatu kejanggalan ketika Axel melihat gadis yang sedang duduk di pojok kelas. Dia bingung, kenapa gadis semanis itu dari tadi hanya menyendiri dan membaca buku fiksi? Tidak mungkin, gadis semanis dia suka menyendiri seperti itu kan? Akhirnya, Axel pun menanyakan kejanggalan itu kepada teman sebangkunya, “Don! Siapa sih nama gadis di pojok sana? Kenapa dia menyendiri terus?”. Jawab Doni sambil menggoda, “Wah, wah! Sepertinya ada yang jatuh cinta pada pandangan pertama nih! Cie, cie!”.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-MZydy1yrVF0/Ub4IbND8U3I/AAAAAAAAGw4/hvAlp7FjHXg/s1600/Cerpen+Cinta+dalam+Air.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="297" src="http://2.bp.blogspot.com/-MZydy1yrVF0/Ub4IbND8U3I/AAAAAAAAGw4/hvAlp7FjHXg/s400/Cerpen+Cinta+dalam+Air.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Berawal Darimu&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tanya Axel dengan wajah penuh keingintahuan, “Ah, sudahlah. Siapa namanya?”. Akhirnya Doni meberitahu nama gadis itu, “Baiklah. Namanya Gaye”. Axel kebingungan, ada ada saja nama itu. Namun, dia berpikir pasti nama aneh seperti itu ada maksudnya. Sudah diputuskan olehnya untuk mengajak ngobrol gadis bernama Gaye itu, “Hey! Namamu Gaye kan?”. Jawab gadis itu dengan sinisnya, “Tak ada gunanya kau bertanya jika sudah tahu. Mengganggu saja!”. Ini kali pertamanya Axel disebut pengganggu oleh seorang gadis, Axel pun langsung merebut bukunya dan bilang, “Oh, jadi kamu sedang baca buku ini ya? Ku pinjam dulu ya! Dadah!”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Axel pun lari tuk mencuri perhatiannya. Namun, gadis itu masih saja berdiri dan dia menangis? Melihat kejadian itu Kristin si gadis sok cantik pun ikut campur, “Tak ada gunanya kau melakukan itu! Melakukan hal seperti itu dengan gadis cengeng sepertinya? Tak akan ada respon! Dia paling cuma berdiri, dan menangis agar dikasihani!”. Mendengar perkataan Kristin, Gaye pun langsung berteriak, “Cukup! Kristin, aku tahu aku cengeng. Axel, jika kau ingin membacanya silahkan! Aku akan meminjamnya lagi di perpustakaan. Dan ku peringatkan, jangan pernah mendekatiku lagi!”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat kesedihannya itu, Axel merasa bersalah telah membuatnya malu di hadapan semua teman sekelasnya. Tak sempat untuk meminta maaf, Gaye sudah berlari meninggalkan kelas. Saat pelajaran, Axel masih memikirkan kejadian tadi. Dia ingin minta maaf tapi dia takut apa yang akan dikatakan olehnya nanti. Axel pun mendapatkan ide. Setelah semua siswa pulang, Axel meletakkan buku fiksi tadi di laci mejanya dan menyisipkan surat permintaan maafnya. Axel hanya bisa melakukan itu, dan berharap dia mau memaafkannya kalau bisa dia jadi teman dekatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya, Gaye mendatangi Axel, “Terima kasih!”. Axel pun kebingungan, “Huh? Terima kasih? Ini semua kan salahku?”. Melihat wajah Axel yang begitu bingung, Gaye sampai menahan tawa dan meresponnya dengan tulus, “Kau lucu juga ya. Dadah!”. Melihat kejadian itu, semua siswa justru kebingungan. Karena ini kali pertamanya Gaye mau menampakkan senyumannya. Mereka baru sadar, kalau Gaye bisa semanis itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar kabar itu, Kristin CS merasa tersaingi oleh Gaye. Namun sepertinya, Gaye sudah mau menerima Axel. Bahkan beberapa hari kemudian dia akan pulang dengan Axel? Akhirnya, Kristin CS membuntuti mereka sewaktu pulang sekolah. Mereka terkejut karena Axel mengajaknya ke Salon Indah yang terkenal paling mewah dan mahal di kota itu. Sudah diputuskan bahwa Kristin CS akan menunggu sampai Gaye dan Axel keluar dari salon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat memasuki salon, Gaye bertanya pada Axel, “Axel, apa maksudmu mengajakku di salon ini? Bahkan jika aku tidak jajan seminggu pun, uangku masih tak cukup”. Axel pun menjawabnya dengan senyum manisnya, “Tenang saja! Ini sebagai tanda permintaan maafku! Yang sudah ku persiapkan dari dulu. Jadi ini semua gratis, tis, tis, tis! Itu dia! Hey, Lina! Tolong urus dia ya!”. Balas Lina, “Ok!”. Gaye menarik-narik baju Axel, “Tapi, aku tidak pernah”. Axel langsung memasang muka di depan Gaye dan berkata, “Tak apa. Percaya saja pada Lina. O iya, aku akan menunggumu di pojok sana. Tenang saja, aku tidak akan meninggalkanmu!”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah 1 jam menunggu, Gaye pun menemui Axel dengan baju yang sudah dipilihnya untuk Gaye. Axel menyuruh Gaye untuk melepaskan kaca matanya. Namun Gaye menjawab, “Minusku sudah banyak. Sering kali aku tersandung jika tidak memakai kaca mata ini”. Axel menggandeng tangan Gaye dan berkata, “Dengan begini kau tak kan tersandung kan? Jadi, ku mohon lepas kaca matamu sekali-kali. Karna aku ingin melihat wajah aslimu dibalik kaca matamu”. Mendengar ketulusan Axel, Gaye akhirnya mau menuruti keinginan Axel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat mereka keluar, Kristin langsung mengajak teman-temannya, “Ayo, kita ikuti mereka!”. Karena teman-temannya sudah tidak mood mereka menjawab dengan kesalnya, “Ikuti saja sendiri!”. Pulang juga deh Kristin CS. Axel dan Gaye memutuskan untuk bermain-main di mall. Axel mengajak Gaye untuk bermain di Timezone. Mereka menghabiskan waktu bersama disana. Bermain, bercanda, dan tertawa bersama. Gaye bisa merasakan hal-hal menyenangkan yang bisa dilakukan oleh remaja pada umumnya. Gaye baru sadar, ada banyak hal yang begitu menyenangkan layaknya membaca buku-buku fiksi favoritnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari sudah mulai sore, mereka harus segera pulang. Mereka berpisah di persimpangan jalan. Mereka saling melambaikan tangan dan berkata, “Sampai jumpa besok!”. Sampai di rumah, Gaye langsung mandi dan menulis di buku hariannya:&lt;br /&gt;Kamis, 4 April 2013&lt;br /&gt;Hari ini adalah hari yang dari dulu ku tunggu.&lt;br /&gt;Selama ini, tak ada yang mau mengajakku bermain ke mall dan semacamnya.&lt;br /&gt;Namun, Axel berbeda.&lt;br /&gt;Dia mau menerimaku.&lt;br /&gt;Tak peduli aku kutu buku,&lt;br /&gt;Tak peduli seberapa miskin aku,&lt;br /&gt;Dia masih mau menerimaku apa adanya.&lt;br /&gt;Aku hanya bisa berterima kasih pada-Mu Tuhan,&lt;br /&gt;Karna telah mempertemukanku dengan sahabat sebaik dia.&lt;br /&gt;Aku berjanji,&lt;br /&gt;Akan menjaganya semampu,&lt;br /&gt;Dan sebanyak kekuatan yang ku miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya, Gaye sengaja menunggu di depan rumah Axel. Entah mengapa Gaye begitu semangat untuk ke sekolah bersama Axel. Tapi ternyata, Axel ada latihan basket hari ini. Jadi, dia sudah berangkat pagi-pagi buta. Gaye pun berjalan berjalan sendirian menuju sekolahnya. Namun, sesampainya di gerbang sekolah dia berpapasan dengan Kristin CS. Kristin menarik telinga Gaye dengan kejamnya, “Hey! Kamu itu sadar tidak! Kamu itu gak pantes buat Axel! Sadar dong! Udah miskin, jelek, dekil lagi!”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba Axel datang dan menampar Kristin. Kristin berlagak dengan sombongnya, “Axel, apa sih yang kamu lihat dari dia? Mending kamu main bareng aku, aku kan udah cantik, populer, kaya, apa yang kurang sih dari aku? Bener kan temen-temen?”. Jawab Kristin CS, “Betul tuh!”. Karna Axel tidak bisa menahan emosinya dia berteriak dengan kerasnya, “Karna aku mencintainya! Aku cinta Gaye! Puas kau!”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaye terkejut mendengar perkataan Axel. Dia langsung lari, dan menahan malu. Lebih-lebih, jika Gaye tetap disana mungkin dia langsung menjadi kepiting bakar yang benar-benar merah. Gaye berpikir, bukankah Axel itu hanya sebatas sahabat dekatnya? Dan kenapa Gaye harus malu seperti itu. Atau mungkin Gaye juga telah mencintainya? Gaye berteriak, “Arrgghh!!! Aku tak mengerti!”.Tepat setelah Gaye berteriak Axel menarik-narik seragam Gaye dari belakang, “Maaf. Aku yang salah lagi. Aku selalu salah. Aku selalu membuatmu malu. Dan akulah yang selalu membuatmu jadi sedih”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaye berbalik, “Tak apa Axel. Ini bukan salahmu. Menyukai seseorang itu adalah hal yang wajar. Tapi ku rasa, lebih baik kita berteman saja. Kita juga baru smp kan?”. Axel tersenyum dan memeluk Gaye, “Terima kasih”. Gaye yang tak tahan dipeluk, “Iya. Tapi jangan erat-erat meluknya!”. Axel pun melepaskan pelukannya sambil tersenyum dan sedikit tertawa sendiri, “Hehehehe. Sudah ya, aku mau ganti seragam dulu. Masak mau pelajaran pakai kaos olahraga! Dadah!”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sewaktu jam istirahat Doni memberitahukan sesuatu, “Hey, tahu tidak kalau lusa Gaye ulang tahun?”. Dengan bingungnya Axel menjawab, “Huh? Tapi dia tidak pernah tuh bicara soal ulang tahunnya?”. Doni melepas kaca matanya, “Jelas lah. Gadis misterius kog dilawan!”. Axel pun berpikir, memang benar walau Axel sudah cukup dekat dengan Gaye namun dia belum bisa memahami seorang Gaye yang sebenarnya. Terlebih oleh sikap pemalunya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah pulang sekolah, Axel berencana membelikan kado istimewa untuk Gaye. Karena Gaye menyukai buku fiksi, Axel mengunjungi Toko Ophicius yang terkenal dengan buku-buku fiksinya. Namun di tengah mencarikan buku yang sesuai untuknya Axel mendapat kabar, bahwa ayahnya mengalami kecelakaan yang menyebabkannya jatuh koma. Dan malam nanti dia sudah harus terbang ke Prancis. Axel merasa bahwa hadiah ini akan menjadi kenangan darinya. Dia hanya bisa menyisipkan secarik surat untuk Gaye dan menitipkan hadiah itu ke Doni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua hari kemudian, Gaye menerima kado dari Axel lewat Doni. Gaye bertanya, “Kenapa bukan Axel yang memberikannya langsung?”. Karena Doni takut dia menjawab, “Aku tidak tahu. Mungkin ada surat atau apalah di situ. Tapi lebih baik kau membukanya di rumahmu saja”. Gaye bisa menerima jawaban Doni, dan Gaye senang sekali karena ini kali pertamanya dia mendapatkan sebuah kado dari sahabatnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di rumah, Gaye tidak langsung ganti baju karena entah kenapa dia ingin segera membuka kado pertamanya itu. Namun, kebahagiaan Gaye mulai menghilang ketika membaca surat ini:&lt;br /&gt;Untuk Gaye sahabatku,&lt;br /&gt;Gaye selama ini mungkin kita sudah bisa dikatakan,&lt;br /&gt;Cukup dekat ya.&lt;br /&gt;Namun, walau kita bisa sedekat ini&lt;br /&gt;Entah mengapa aku masih belum memahamimu,&lt;br /&gt;Memahami seorang Gaye yang sebenarnya.&lt;br /&gt;Setiap berada di kelas,&lt;br /&gt;Aku selalu memperhatikanmu,&lt;br /&gt;Dari apa yang sering kau lakukan,&lt;br /&gt;Sampai apa yang membuatmu kesal di kelas.&lt;br /&gt;Kau tahu,&lt;br /&gt;Ternyata waktu itu berjalan begitu cepat ya.&lt;br /&gt;Tak terasa kita sudah bersama selama 1 bulan.&lt;br /&gt;Namun, kenyataannya aku harus kembali ke Prancis,&lt;br /&gt;Kampung halamanku.&lt;br /&gt;Karena ayahku mengalami kecelakaan sampai dia menjadi koma.&lt;br /&gt;Aku pun sebagai anak selayaknya merawat ayahku disana,&lt;br /&gt;Begitu juga ibuku,&lt;br /&gt;Yang harus meninggalkan perusahaannya yang berada di Indonesia.&lt;br /&gt;Aku jahat ya,&lt;br /&gt;Mengatakan hal ini mendadak,&lt;br /&gt;Dan tak berani berkata langsung kepadamu.&lt;br /&gt;Aku hanya bisa berjanji,&lt;br /&gt;Suatu hari nanti aku akan datang kembali,&lt;br /&gt;Dan bertemu lagi denganmu.&lt;br /&gt;Maaf...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca surat itu, Gaye merasa sangat kehilangan sahabat yang sangat berarti untuknya. Namun, dia percaya bahwa Axel akan memenuhi janjinya suatu hari nanti. Beberapa tahun kemudian ada seorang pria mencari Gaye di rumahnya, “Hey! Kamu Gaye kan?”. Melihat tahi lalat yang ada di lehernya Gaye langsung menangis bahagia, “Axel? Ini Axel kan?”. Pria itu menjawab, “Iya aku Axel”.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;PROFIL PENULIS&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Nama: Oksiana Tiovani&lt;br /&gt;Tempat/tgl lahir: Boyolali, 20 Oktober 1998&lt;br /&gt;Sekolah: SMP N 1 Boyolali&lt;br /&gt;Kelas: IX&lt;br /&gt;Alamat Facebook: https://www.facebook.com/oksiana.tiovani&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Baca juga &lt;a href="http://www.lokerseni.web.id/2013/01/kumpulan-cerpen-remaja-terbaru-update.html" target="_blank"&gt;Cerpen Remaja&lt;/a&gt; yang lainnya.&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/LokerSeni/~4/RG6IWR8OW0I" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/LokerSeni/~3/RG6IWR8OW0I/berawal-darimu-cerpen-remaja.html</link><author>agus.lizam@gmail.com (Loker Seni)</author><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/-MZydy1yrVF0/Ub4IbND8U3I/AAAAAAAAGw4/hvAlp7FjHXg/s72-c/Cerpen+Cinta+dalam+Air.jpg" height="72" width="72" /><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1" /><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD" /><feedburner:origLink>http://www.lokerseni.web.id/2013/06/berawal-darimu-cerpen-remaja.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7529203369447603545.post-8885099301696187514</guid><pubDate>Sun, 16 Jun 2013 18:44:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-06-16T11:44:46.734-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Cerpen Remaja</category><title>Antara Mama dan Cowok Impian - Cerpen Remaja</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;ANTARA MAMA DAN COWOK IMPIAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Karya Azmi Vira&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Udara pagi menusuk hidungku yang gak terlalu mancung dan juga gak pesek. Sepanjang jalan menuju sekolah, aku bener-bener deg-degan harus gimana nanti. Ketemu senior yang galak, bawel, tapi ganteng-ganteng juga sih menurutku. Kali ini aku harus pede, harus siap ketemu temen-temen baru, guru-guru baru dan semoga gak ada yang killer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekolah impian, sekolah favorite, masa depan yang cerah, segudang cita-cita menuju sukses dan……………. Arggggggghhh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi cowok! Hanya masalah yang satu ini aku selalu nyaris gagal. Padahal November tahun ini usiaku sudah menginjak 15 tahun. Mungkin emang Cuma mama cinta sejatiku.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-YoNQBzhzbF8/Ub4HduXZtVI/AAAAAAAAGwo/QAcZo3Jb_IM/s1600/Cerpen+Malaikat.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="248" src="http://1.bp.blogspot.com/-YoNQBzhzbF8/Ub4HduXZtVI/AAAAAAAAGwo/QAcZo3Jb_IM/s400/Cerpen+Malaikat.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Antara Mama dan Cowok Impian&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Matahari sudah mencapai puncak saat aku dan beberapa teman lainnya menuju stand-stand dilapangan tempat pendaftaran berbagai Eskul. Hmmm… Ikutan apa ya? Tanpa banyak pikir aku langsung memutuskan untuk ikut Paskib, Theatre, dan English Club.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, waktu aku mau cari stand English Club ternyata gak ada ketuanya, jadinya nunggu dulu deh. Padahal waktu demo eskul dikelas, aku liat salah satu kakaknya ada yang cakep, biarpun semuanya terbilang cakep sih.&lt;br /&gt;“Si Andre kemana sih?”, kata kakak yang cowok.&lt;br /&gt;“Gatau, paling di Canteen. Coba entar gue cari”, jawab kakak cewek disebelahnya.&lt;br /&gt;“Yaudah sana! Hmm.. Ketuanya lagi dicari de, masukin nomor kamu aja ya. Nih!”, kata kakak yang cowok sambil ngulurin Cellphonenya.&lt;br /&gt;“Ok!”, jawabku dan meraih Cellphonenya.&lt;br /&gt;“Kelas berapa? Oh iya, nama kakak Harry”, katanya sambil tersenyum yang lumayan manis.&lt;br /&gt;“MOPD X.5.. Ohh aku Sofi”,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai memberikan nomor telfon, aku langsung lari ke kelas karena masih banyak tugas kelompok yang mau dikerjain.&lt;br /&gt;Belum lama aku duduk dilantai depan kelas sama anak-anak lainnya, Kak Harry yang tadi di stand English Club dateng. Tapi kali ini dia bawa satu cowok lain, berperawakan agak kurus, tinggi dan putih bersih kulitnya, serta bentuk hidung yang aku impi-impikan selama ini cocok banget sama pembawaannya yang tenang tapi terlihat tegas dibalut Almamater Hitam. Matanya yang agak bergaris tapi tajam membuatku teringat demo Eskul kemarin. Siapa ya? Apa itu yang dimaksud Ketua Eskul English Club?&lt;br /&gt;“ini!”, kata Kak Harry&lt;br /&gt;“Ohh.. Sini de, nama kamu siapa? Kelas?”, Tanya kakak itu.&lt;br /&gt;“Sofi Nurul Syifa, X.5 MOPD”, jawabku simpul sambil melihat kakak itu mencatat nama dan kelasku.&lt;br /&gt;“Ok.. Nomor telfon silahkan masukin ya”,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akupun menulis nomor telfon dikertas yang dikasih sama kakak Ketua itu. Aku belum tau siapa namanya. EHHH! Tunggu! Tadi kak Harry sama temennya nyebutin nama kakak ini. Kalo gak salah Andre namanya! Iya!!! Aku ingat sekarang!&lt;br /&gt;“Sip.. Makasih ya, selamat bergabung di English Club. Sabtu besok udah mulai ada kegiatan Eskul, biasanya kita kumpul mulai jam 8 de”, terang kak Andre.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan DERRRRRRRRRRRRRRRR!&lt;br /&gt;Waktunya kumpul dilapangan! Senior kedisiplinan udah berkeliaran.&lt;br /&gt;“Sama-sama. Ohh makasih ya kak infonya, aku ke lapangan dulu ya kak”, ujarku sambil setengah lari.&lt;br /&gt;“Iya de, semoga sukses”, jawab kak Andre dari kejauhan.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari demi hari berlalu, sekarang udah hari sabtu. Gak terasa MOPD dan LDKS yang dalam waktu seminggu lebih itu sekarang udah selesai. Lega rasanya!&lt;br /&gt;Semalam kak Harry yang ternyata Humas ngirimin aku sms buat ngasih tau schedule Eskul. Smsnya pake bahasa Inggris, dan aku ngebales smsnya pake bahasa Inggris juga hahaha semoga gak ada yang salah grammarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini terpaksa kesekolah harus naik angkot, karena papa mama udah berangkat kerja jam setengah 7 tadi. Ini hari pertama meeting Eskul. Dilanjut sehabis dzuhur ada kumpul Paskib, dan setiap hari Jum’at sepulang sekolah aku harus bagi waktu buat Teater. Kalo dibayangin sih jadwalku padat, emang itu tradisi disekolah ini. Hampir semuanya aktif di Eskul, bahkan ada lohh temenku yang ngambil 6 eskul sekaligus. Jadi kalo gak aktif ya malu sendiri hehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini kak Andre bicara panjang lebar, biasa, hari pertama Cuma Intro doang dan beberapa planning program kedepannya.&lt;br /&gt;“Hey de…”, sapa kak Harry dan biasa, sambil tersenyum yang lumayan manis saat aku berjalan dikoridor.&lt;br /&gt;“Hey”,&lt;br /&gt;“Mau pulang de?”,&lt;br /&gt;“Belum, aku mau cari temenku habis ini mau kumpul Paskib soalnya. Oh iya kak, tadi ketuanya namanya kak Andre ya?”,&lt;br /&gt;“Iya de.. Kenapa? Suka ya?”, Tanya kak Harry menyipitkan matanya yang emang udah sipit.&lt;br /&gt;“Ahh enggak lah, aku kan Cuma Tanya, abisnya tadi keliatannya dia gak banyak ngobrol sama kakak-kakak”,&lt;br /&gt;“Iya dia emang gitu de orangnya, agak pendiem kali ya haha. Tapi dia sering nanyain kamu”,&lt;br /&gt;“Hah? Nanyain gimana?”,&lt;br /&gt;“Ya suruh aku cepet-cepet sms kamu buat ngasih tau kumpul, nanyain sms-sms kamu sama aku, yaa pokoknya nanyain tentang kamu deh”,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merenung! Kenapa aku jadi keingetan dia terus sih? Apa aku suka beneran sama dia? Ahhh! Paling Cuma perasaan ngefans doang nih. Kak Andre juga mungkin karena dia ketua makanya nyuruh Humas buat cepet-cepet sms aku, bukan karena dia suka sama aku. Ngayal itu namanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm.. Sore ini aku ngerasa ilfeel banget sama satu cowok! Nama ‘Irfan Prasetya Putra’ yang ada ditopi item buluknya, dan gaya sok cool yang dia pasang setiap hari bikin aku ilfeel! Kalo bukan wakil ketua angkatan senior Paskib males banget nanggepinnya. Sok mau nganterin aku pulang lagi, kejadian itu juga yang bikin kak Andre gak jadi nyapa aku waktu gak sengaja ketemu di depan TU. Coba aja tadi gak ada kak Irfan, mungkin sekarang aku udah ngobrol banyak sama kak Andre.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cellphoneku bergetarrrrrrrrrrrrrrrrrr!&lt;br /&gt;“Sofi?”,&lt;br /&gt;“Siapa nih?”&lt;br /&gt;“Ini aku, Andre”,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hah??? Kak Andre sms aku???????? Aaaaaaaaaaaaa! Bahagianyaaaa!&lt;br /&gt;“Iya ini aku Sofi. Ada apa ya kak?”,&lt;br /&gt;“Gapapa de haha. Udah pulang kan?”,&lt;br /&gt;“Masih di angkot nih kak. Kakanya?”,&lt;br /&gt;“Udah sampe dong hehe rumah kaka kan belakang sekolah. Angkot? Bukanya kalo pagi kamu dianterin mobil silver sampe depan kelas?”,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata kak Andre asik juga kalo di sms. Gak kayak aslinya yang cool. Bikin cewek-cewek pada ngelukis tanda Tanya diotaknya. Ehhh dia juga tau keseharianku ternyata!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan blablabla. Serasa punya pacar kalo smsan sama kak Andre. Nyamaaaaan banget. Gaya bahasanya yang dewasa dan kadang-kadang diplomatis bikin aku tambah suka sama dia. Iseng ngintip status Relationshipnya di facebook dan ternyata dia LAJANG! Iseng lagi aku liat status religion di facebooknya, ternyata dia bener-bener beda keyakinan sama aku! Ya Allah apa yang harus aku lakuin? Aku udah semakin deket sama dia sekarang!&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan demi bulan berlalu, sikap kak Andre masih sama. Perhatian tapi pendiam. Suka bikin aku ngelukis tanda Tanya dihati. Jadi galau sendiri mastiin perasaan yang sebenernya ke aku gimana? Aku jadi males masuk Eskul lagi. Gak sanggup liat wajahnya yang kayaknya gak bisa aku gapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu dia sms aku, nanyain kenapa aku jarang kumpul akhir-akhir ini. Aku ngeles aja karena males pergi naik angkot sendirian, kalo bareng papa mama berarti jam 06.30 AM udah sampai disekolah, sedangkan jam segitu kalo hari sabtu masih sepi, nanti aku kayak anak bego lagi sendirian disekolah pagi-pagi. Akhirnya sabtu depan kak Andre janji buat nemenin aku, dia rela dateng pagi-pagi. Tapi ternyata sabtu itu aku bangun kesiangan, aku pikir kak Andre gak serius mau nemenin aku, ternyata dia serius! Dia rela dateng pagi-pagi dihari sabtu padahal kumpul jam 08.00 AM Cuma buat nemenin aku. Aku jadi ngerasa bersalah deh.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;March, 27 2013.&lt;br /&gt;Sulit diungkapkan dengan kata-kata! Kak Andre nembak aku secara langsung! Gini ceritanya, gak sengaja kita ketemu di perpus. Kak Andre tanya-tanya kenapa aku jarang kumpul Eskul lagi sekarang, aku ngeles aja. Tapi ternyata dia tau aku boong. Akhirnya bahas tentang Irfan si Kpop bajakan. Ternyata kak Andre kemakan omongan Irfan selama ini! Dia ngira aku pacaran sama Irfan! WTF!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal dulu waktu Irfan nembak aku di sms, udah aku tolak secara halus. Emang dasar si Irfan Kpop bajakan aja yang emang gak ngerti-ngerti. Akhirnya pelan-pelan kak Andre ungkapin perasaannya. Suasana perpus emang udah sepi kalo jam bel pulang udah menggema seantero sekolah. Jadi kak Andre meluapkan perasaannya yang “katanya” dipendam hampir selama satu tahun ini. Sejak awal kita ketemu pas aku MOPD dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutku dia Gentle dan Setia. Cukup itu dulu! Jalani aja dulu, aku belum tau banyak tentang dia. Happy-happy aja dulu buat saat ini. Dan tentang Irfan, gak perlu ditanggepin kayaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Detik demi detik berlalu, hubungan yang baru dibentuk ini udah seperti hubungan yang matang. Sikap Andre yang terlalu dewasa kadang bikin aku ilfeel sendiri. Tapi perasaan itu kalah sama rasa sayangku yang besar sama dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain nganterin aku pulang sekolah, setiap malam dia juga selalu telfon sebelum tidur. Itu yang rutin dia lakuin mulai tanggal 27 Maret itu.&lt;br /&gt;“Lagi ngapain yang?”, suara lembutnya mengisi ruang telingaku yang dingin dimalam yang mulai hening.&lt;br /&gt;“tiduran aja nih”, aku mulai merapikan singgasanaku yang empuk itu.&lt;br /&gt;“Oh iya yang, kamu mau kuliah dimana nanti?”, kenapa tiba-tiba dia tanya ini ya?&lt;br /&gt;“Hmm.. Aku di Jakarta yang, kalo kamu?”,&lt;br /&gt;“Aku disuruh ikut jejak keluarga, di Bandung kayaknya“,&lt;br /&gt;“Ohh yaudah, bagus dong”,&lt;br /&gt;“Iya tapi nanti kita jarang ketemu. Bakal kangen aku..”,&lt;br /&gt;“Hmm.. Tapikan belum tentu beberapa tahun mendatang kita masih pacaran yang”,&lt;br /&gt;“Loh? Kok kamu ngomongnya gitu sih? Kamu pengen cepet putus? Kamu gak beneran sayang sama aku?”,&lt;br /&gt;“Bukannya gitu, aku Cuma bicara peluang.. Aku belum mau serius pacaran”, aku bicara tanpa dipikir-pikir dulu sebelumnya.&lt;br /&gt;“Jadi selama ini kamu gak serius? Kamu mainin aku?”, dia mulai kedengaran gak tenang disana.&lt;br /&gt;“Aku serius. Tapi aku belum sampe sejauh itu mikir kedepannya, jurusanpun aku belum tau mau ambil apa”,&lt;br /&gt;“Ok! Aku tau, kita selisih satu tahun, tapi itu Cuma 1 tahun kan? Kita bakal laluin itu, apalagi aku, sebentar lagi aku kelas XII.. waktu berjalan gak akan terasa, jadi apa salahnya aku mikirin masa depan?”,&lt;br /&gt;“Iya aku tau. Masa depan untuk pacaran? Lebih serius? Lebih jauh? Aku belum mikirin itu”,&lt;br /&gt;“Ohh aku tau! Jadi intinya, kamu gak mau punya masa depan sama aku?”,&lt;br /&gt;“Ya Allah bukan itu maksudnya! Terserah kamu deh!”,&lt;br /&gt;“Intinya, kamu gak beneran sayang kan sama aku?”,&lt;br /&gt;“Aku sayang sama kamu, bahkan kamu cowok terbaik yang pernah aku milikin, tapi kamu terlalu dewasa, aku gak suka”,&lt;br /&gt;“Dewasa apanya? Selama ini aku gak pernah ngapa-ngapain kamu, aku gak pernah cium atau peluk kamu, bahkan pegang tangan kamu aja aku belom pernah! Dari sisi apa kamu bilang aku terlalu dewasa?”,&lt;br /&gt;“Maksud aku dewasa bukan artian negatif, bahasa kamu terlalu dewasa, terlalu jauh, aku masih mau nikmatin masa SMA”,&lt;br /&gt;“Ohh yang tadi tentang kuliah ya? Itu Cuma khayalan aku aja, aku pengen hubungan kita gak Cuma sebatas pacaran sekolah sesaat, yang semusim bersemi terus gugur gitu aja, bukannya sebagian cewek seneng kalo cowok berpikir kedepan?”,&lt;br /&gt;“Iya mungkin mereka, tapi dalam hal ini aku gamau! Aku masih kecil, dan mungkin aku gak pantes jadi pacar kamu. Aku blum berani kalau harus ngebayangin kuliah sendiri, ngekost, jauh dari ortu, dan ngadepin masalah orang dewasa..”,&lt;br /&gt;“Kamu gak akan maju kalo takut, akan ada aku”,&lt;br /&gt;“udah ahh.. aku mau ngantuk, aku belum siap aja ngomongin masalah ini. Please!”,&lt;br /&gt;“Ok! Aku tunggu sampe kamu siap..”,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haduhhhh! Tetep aja mau nunggu! Heran! Kututup telfon dan membenamkan wajah dikasur! Capek!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari demi hari dia semakin menunjukkan kedewasaannya, cara berpikirnya kayak bukan anak SMA pada umumnya, semuanya dia tanggapin serius, gak pernah maen-maen dengan kata-kata. Dan ada saatnya dia becanda, biarpun dulu aku kurang bisa menerima sifat dewasanya, tapi sekarang kayaknya mulai bisa, apalagi dia udah berani cerita tentang aku ke kakaknya. Itu udah nunjukin kalo dia bener-bener serius. Tapi tetep gak tega aja, seandainya dia tau, aku gak bakalan mungkin mau serius sama dia, sebelum dia jadi muslim. Itu gak bakal terjadi. Tapi aku udah terlanjur sayang sama dia  dan kalo sampai dia gak mau jadi muslim, kita gak akan pernah bisa bersatu. Dan semua ini Cuma akan jadi kenangan pahit di masa remaja kami.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari yang paling menyedihkan!!! Aku sayang dia, bahkan sayang banget. Kenapa seseorang diberikan cinta? Buat apa? Kalau Cuma begini? Aku sadar, kami (aku dan dia) emang belum sepenuhnya dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, sulit kalo udah nyangkut perasaan…. SULIT !!!! Kalo boleh dikata, aku pengen nangis! Iyaaa nangis!!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekilas dialog konyol dan iseng antara aku dan mama diruang tamu penuh kegalauan yang menyergap.&lt;br /&gt;“Ma, temenku cerita… Katanya dia dibolehin nikah sama yang beda agama asalkan hidup bahagia dan sejahtera”&lt;br /&gt;“biasanya yang begitu sih yang orang gak punya, kayak mamanya temenmu itu loh siapa tuh mama lupa namanya, yang papa nya buka toko mas dimall”&lt;br /&gt;“Cindy? Hmm.. Tapi jangan sampe juga sih”,aku Cuma bisa natap gelas yang mulai kosong ditanganku.&lt;br /&gt;“Iyalah. Jadi seakan kayak zinah gitu katanya, gak boleh”, kata-kata mama semakin menyakitkan ditelingaku.&lt;br /&gt;“Hmm.. tapi kalo Cuma temenan gapapa kan?”, aku mencoba bertanya penuh bimbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, aku menatap wajah mama penuh harapan dan seakan meyakinkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya tapi jangan terlalu dekat, takutnya terbawakan”, jawab mama mulai cuek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TEGGGG!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya kuping ini dijemur dibawah matahari! Gimana bisa mama ngizinin aku pacaran sama Andre? Kalo aku temenan aja gak boleh! Gimana bisa?? KECIL kesempatan aku. Jauh! Bener-bener gak bisa! Aku sayang dia.. Ahhh mama! Aku bingung!!!! Aku bingung bilang apalagi! Aku bener-bener… AHHH! Masuk kamar aja. Dan mengsms dia semampku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Via sms :&lt;br /&gt;“sayang  “,&lt;br /&gt;“kenapa? Kok kayaknya sedih”, dia cepet banget balesnya.&lt;br /&gt;“aku bingung, mama tadi bilang begitu”,&lt;br /&gt;“Gitu gimana?”,&lt;br /&gt;“katanya, aku gak boleh terlalu deket sama non muslim”,&lt;br /&gt;“Hah?? Mama kamu bilang gitu? Jadi? Kamu udah bilang kita pacaran?”,&lt;br /&gt;“belum lah, gila itu namanya. Aku Cuma nanya iseng aja cerita-cerita, tapi kata mama jangan terlalu deket. Aku bener-bener pengen nangis”,&lt;br /&gt;“Tapi kamu sayang aku kan? Please.. Aku bener-bener sayang kamu, jangan tinggalin aku”,&lt;br /&gt;“Aku gak akan tinggalin kamu. Mungkin kita bisa jalanin kayak dulu, kayak ade dan kaka kelas, gak lebih”,&lt;br /&gt;“Gak! Aku gamau! Aku pengennya lebih!”,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia berulang kali nyoba nelfon. Disaat kayak gini? Gak mungkin aku angkat. Lebih baik aku nangis aja dikamar, kunci pintu, shalat, tiduran, Lepaskan semuanya!!&lt;br /&gt;“Angkat! Aku pengen ngomong”, dia sms lagi.&lt;br /&gt;“ok! Kalo emang saat ini kamu gak bisa dikonfirmasi, besok aku tunggu disekolah”, dia bener-bener nanggepin ini serius.&lt;br /&gt;“Aku gak bisa. Besok niatnya aku gak sekolah, badanku serasa lelah banget”,&lt;br /&gt;“Gak! Kamu harus sekolah, please. Ini penting, aku mau ngomong. Pleaseee ”, aduhh bahasa smsnya bikin aku gak tega.&lt;br /&gt;“Gak bisa. Udah ah jangan ganggu aku, aku pengen istirahat, aku capek”, Sakit banget waktu ngirim sms yang ini, serasa mencabik-cabik hati dengan tangan sendiri.&lt;br /&gt;“ahhh… aku tau sekarang, kamu emang gak pernah sayang sama aku”,&lt;br /&gt;“tolong yang, aku beneran sayang. Tapi aku gak bisa ngejalaninnya. Aku sayang mamaku dan aku gak mau ngehianatin dia. Dan kamu tau, dia gak bisa aku gantiin sama siapapun didunia ini”,&lt;br /&gt;“Aku tau, aku juga punya mama. Tapi seenggaknya sebentar aja kasih aku kesempatan, kita jalanin dulu, Cuma pacaran aja, bukan nikah. Pleasee”,&lt;br /&gt;“Gak bisa sayang.. Buat bertemen deket aja mama gak ngizinin, aku tau karakter mama. Apalagi pacaran, itu beneran gak mungkin. Gini aja, lupain yang udah terjadi sekarang, aku akan anggep kamu kakak kelas yang paling baik, dan kamu bisa cari pengganti aku yang seiman”,&lt;br /&gt;“Sakit tau.. secara gak langsung kamu minta putus. Ini belum clear, pokoknya besok kamu harus sekolah kalo enggak aku dateng kerumah kamu, kalo perlu aku temuin mama kamu”,&lt;br /&gt;“Gila aja! Aku gak akan pernah maafin kalo sampe kamu ngelakuin itu”,&lt;br /&gt;“Ok! Makanya, bilang sama aku. Kamu gak bakal takut, ada aku. Kalo ada apa-apa kamu bilang sama aku, mungkin bagi kamu abis ini gampang nyari pengganti yang “seiman”, tapi aku? Diluaran? Mereka? Gak ada yang aku mau selain kamu”,&lt;br /&gt;“Kamu pasti bisa, kamu kan ganteng, pinter, baik lagi, pasti banyak yang nungguin, dan pastinya lebih menjanjikan daripada aku”,&lt;br /&gt;“Hah? Ganteng? Aku gamau dicintai Cuma karena ganteng, itu gak lama, dan mungkin Cuma pandangan segelintir orang, jadi seandainya aku berubah jelek, orang itu gak akan suka lagi sama aku. Gitu?”,&lt;br /&gt;“Bukan. Maksudku, coba aja cari, kamu kan punya potensi”,&lt;br /&gt;“Aku kan udah pernah bilang, aku jarang pacaran, dan aku baru sekali pacaran sama yang “seiman”, dan itu juga waktu SMP, mungkin susah lagi nyarinya”,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa ya kalo dia sms kata : seiman, selalu dikasih tanda kutip?&lt;br /&gt;“Haha. Terserahlah, aku Cuma berharap yang terbaik, kamu kakak kelas yang terbaik yang pernah aku kenal”,&lt;br /&gt;“Ok, adik kelas. Dan.. Aku Cuma bisa diem, buat apa dipaksa, aku seneng kalo kamu seneng, intinya kamu gak pernah mau perjuangin ini sama aku, dan makasih buat semuanya ”,&lt;br /&gt;“Iya, makasih juga, selama ini udah banyak pelajaran yang aku dapet dari kakak.. Dan makasih buat semuanya yang udah kakak kasih”,&lt;br /&gt;“Ok, anggap aja hadiah dari temen biasa, bukan siapa-siapa. Aku Cuma bisa apa ya? Kalo dibilang nangis lebay kayaknya hahaha”,&lt;br /&gt;“Hahaha. Aku udah nangis dari tadi malah”,&lt;br /&gt;“Jangan nangis de, tambah jelek tau! Udah ah haha. Tidur sana anak kecil!”,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kayaknya dia lagi beneran nangis disana deh. Aduhh jadi ga enak, ngebayangin anak cowok nangis rasanya, bikin merasa bersalah. Dia kan cowok, tapi emang, sekasar-kasarnya cowok, pasti ada sisi harunya juga, apalagi dia kan pendiem, tenang, datar, gak beringasan kayak cowok lain, ya ketauan banget kalo dia anak rumahan dari gerak geriknya, caranya jalan, makan, bicara, dll. Dia emang terlalu halus buat dibikin nangis.&lt;br /&gt;“hmm.. kakak gak nangis kan?”,&lt;br /&gt;“hahaha enggak kok de”,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia bener-bener dewasa, gak salah aku bilang dia dewasa. Aku pikir dia bakal marah karena gak terima, kayak cowok lain, yang merasa dipermainkan, dan bakalan balik membenci aku, karena aku pernah ngalamin itu. Tapi dia… Dia beda, apalagi ini situasinya gak sepele, menyangkut agamanya juga, tapi dia bener-bener dewasa, dia gak marah, malah kayaknya dia nutup-nutupin apa yang sebenernya dia rasain. Aku tau karakternya.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini aku dapet kabar dari kak Harry, katanya udah hampir seminggu Andre absen. Katanya sih sakit, tapi kak Harry malah nyangka Andre lagi patah hati. Aku jadi bingung, semoga aja besok Andre bener-bener masuk. Jangan Cuma gara-gara itu dia jadi begini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Udara pagi emang paling sejuk disemua waktu. Biarpun bukan didaerah pegunungan, cukup membuat tubuhku menggigil karena semalam hujan. Air masih nampak di atas daun-daun kehijauan. Aku melangkahkan kakiku yang lemah menuju kelas, dan saat melewati koridor gak sengaja aku ketemu Andre! Berarti dia udah masuk sekarang. Cepat-cepat aku mengejarnya karena dia seakan mau menghindar dariku.&lt;br /&gt;“Kak! Tunggu!”,&lt;br /&gt;“Hey.. Kenapa de?”,&lt;br /&gt;“Hmm.. Kemana aja kak? Udah sembuh? Oh iya, waktu liburan UN aku sms kenapa gak pernah dibales sih?”,&lt;br /&gt;“Hahaha.. Sorry, lagi gak punya pulsa de”,&lt;br /&gt;“Lohh? Bukannya kakak buka counter? Ok deh gapapa yang penting kakak baik-baik aja”,&lt;br /&gt;“Ehh haha.. kakak duluan ya”, diapun berlalu.. Menjauh.. Menghilang dari pandangan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seakan bukan Andre yang aku kenal dulu, yang romantic tapi misterius. Tapi gayanya yang cool masih jelas waktu dia pergi ninggalin aku dipagi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena bingung mau ngapain,sore itu aku ajak kak Harry chattingan. Sekalian cari info tentang Andre. Tiba-tiba kak Harry ngirimin inbox yang isinya photo chat antara Andre dan Nadine. Setauku Nadine itu anak English Club juga,dia non muslim. Cantik sih rambutnya bagus, hmm pantes!! Setelah aku baca beberapa potongan photo itu, ternyata JELAS! MEREKA PACARAN! Mereka mesra-mesraan di comment-comment itu. Andre udah lupain aku! Dia bener-bener udah ngubur semuanya! Aku… Aku… Aku pengen nangis! Sebenernya aku masih mau banget pacaran sama Andre. Tapi aku gak mau ngecewain mama.&lt;br /&gt;“sabar ya de.. “, kak Harry nyoba hibur kegalauan hatiku yang dari tadi aku tutup-tutupin.&lt;br /&gt;“haha biasa aja lah kak..”,&lt;br /&gt;“sebenernya, kamu masih sayang gak sama Andre? Jujur dari hati kamu yang paling dalem deh”,&lt;br /&gt;“Hmm.. Kenapa tanya itu kak? Kalau jujur sih, aku masih sayang banget. Tapi yaudahlah kak kalo dia seneng aku juga ikut seneng”,&lt;br /&gt;“Beneran? Kamu pengen move on gak?”,&lt;br /&gt;“Pastinya.. “,&lt;br /&gt;“Kamu mau pacaran sama aku? Aku janji deh, bakal bikin mama kamu bangga. Aku ini muslim tulen, dan bukan Cuma itu, aku bakal hormatin kamu sebagai cewek”,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TEG!!! WTH?! Mana mungkin dia pacaran sama mantan sahabat deketnya sendiri?&lt;br /&gt;“Tapi.. Itu gak mungkin, aku gak ada perasaan apa-apa sama kakak”,&lt;br /&gt;“Jadi, kamu masih beneran sayang sama Andre?”,&lt;br /&gt;“Iya.. Maafin aku kak”,&lt;br /&gt;“Ok! Gapapa.. Pertahanin cinta kamu de, aku percaya, kalian bisa laluin ini semua”, kak Harry meraih jemariku perlahan, dia mulai berucap penuh kasih sayang seorang sahabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agak risih sih, tapi aku percaya dia anak baik-baik. Dan saat itu juga Andre dan mama datang! WTF!!! MAMA???? Kenapa bisa? Copot deh mataku ini!&lt;br /&gt;“Sayang.. Kamu.. Bener-bener udah dewasa sekarang”, mama berucap dengan lirih.&lt;br /&gt;“Mama.. Ini gak seperti yang mama bayangin, aku Cuma temenan sama kak Harry”,&lt;br /&gt;“Mama tau, yang sebenernya kamu sayang itu Andre kan?”,&lt;br /&gt;“Iya ma.. Tapi gapapa, Sofi sayang banget sama mama. Sofi gak mau bikin mama kecewa”,&lt;br /&gt;“Enggak sayang, justru mama yang harusnya minta maaf udah memaksakan kehendak. Selama ini kamu anak yang baik, kamu selalu nurut, dan kamu gak pernah nikmatin masa remaja kamu diluar. Kali ini mama percaya sama Andre, dia bisa jaga kamu”,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andre HEBAT! Gimana bisa dia ngeyakinin mama sampe seperti ini?? Aku salut! Udah kuduga sebelumnya, Andre emang pempimpin, novelist, dan detective yang ternyata bisa juga jadi psikolog dan bikin mama terhipnotis sama sugestinya.&lt;br /&gt;“Hah?? Apa? Mama… Mama serius? Tapi Andre kan udah punya pacar.. ”,&lt;br /&gt;“Haha enggak, itu rencana kita aja. Kita pengen tau perasaan kamu yang sebenernya gimana. Ternyata kepancing juga kan”, sambung Harry sambil nyengir.&lt;br /&gt;“Apa?? Jadi??”, aku hampir gak bisa nutup mulutku yang menganga.&lt;br /&gt;“Jadi, kamu masih mau kan pacaran sama aku?”, tanya Andre meraih jemariku untuk pertama kalinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku melirik ke arah mama, dia Cuma tersenyum seakan mengiyakan.&lt;br /&gt;“Tante percayain sama kamu, untuk saat ini kamu harus bisa jaga berlian tante ini.. Dan ingat, ini bukan berarti tante restuin kalo nanti kamu nikah sama Sofi sebelum kamu merubah status itu”, jelas mama panjang lebar masih dalam balutan kewibawaannya.&lt;br /&gt;“Ehmm.. Iya tante, aku paham kok.. Masalah itu gimana nanti, dan aku yakin akan ada jalan keluar yang terbaik”,&lt;br /&gt;“Mama.. Makasih.. Aku sayaaaaang banget sama mama, sama Andre juga”,&lt;br /&gt;“Sama gue enggak nih?”, sambung Harry ikutan nimbrung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percayalah, setiap masalah pasti akan ada 1000 jalan keluar.&lt;br /&gt;Cinta yang rumit, akan menjadi indah kalau dilalui dengan kedewasaan dan pemikiran yang jernih.&lt;br /&gt;Dimana cinta suci bersemi disitulah akan ada restu yang tidak ternilai harganya…&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;PROFIL PENULIS&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Nama : Azmi Vira&lt;br /&gt;B'day : May, 07 1998&lt;br /&gt;Kota : Semarang &lt;br /&gt;Pekerjaan : Pelajar&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Baca juga &lt;a href="http://www.lokerseni.web.id/2013/01/kumpulan-cerpen-remaja-terbaru-update.html" target="_blank"&gt;Cerpen Remaja&lt;/a&gt; yang lainnya. &lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/LokerSeni/~4/vIOIZmKVqBo" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/LokerSeni/~3/vIOIZmKVqBo/antara-mama-dan-cowok-impian-cerpen.html</link><author>agus.lizam@gmail.com (Loker Seni)</author><media:thumbnail url="http://1.bp.blogspot.com/-YoNQBzhzbF8/Ub4HduXZtVI/AAAAAAAAGwo/QAcZo3Jb_IM/s72-c/Cerpen+Malaikat.jpg" height="72" width="72" /><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1" /><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD" /><feedburner:origLink>http://www.lokerseni.web.id/2013/06/antara-mama-dan-cowok-impian-cerpen.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7529203369447603545.post-5586088016959706702</guid><pubDate>Sun, 16 Jun 2013 18:39:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-06-16T11:39:33.108-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Cerpen Cinta</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Cerpen Romantis</category><title>Fatherhood - Cerpen Cinta Romantis</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;FATHERHOOD&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Karya Alkaela&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;Summer yang selalu di tunggu-tunggu para warga daratan Eropa sepertinya tak begitu dihiraukan oleh orang-orang yang mendiami Oxford. Mereka di musim panas pastilah akan menyibukkan diri, berendam di kumpulan buku, tesis-tesis pasca sarjana atau mengerjakan tugas yang belum terselesaikan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;Sama halnya dengan Aku dan Fian. Kami tak terpengaruh dengan suasana musim panas ini toh temperature musim panas ini masih berada di bawah garis normal kami sebagai orang dari Negara Tropis.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-8ibX8_0Trsg/Ub4GTI9puII/AAAAAAAAGwc/GwZl7XW1g-U/s1600/Cerpen+Cinta+Remaja.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-8ibX8_0Trsg/Ub4GTI9puII/AAAAAAAAGwc/GwZl7XW1g-U/s400/Cerpen+Cinta+Remaja.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Fatherhood&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ting tong&lt;br /&gt;“Surprise!!!” Teriak mereka berdua dengan semangat.&lt;br /&gt;“Laras! Kak Ardhian!” Aku tak kalah semangat. Laras dan Ardhian menikah 4 tahun yang lalu dan sekarang…“Eh siapa ini? Hm masuk dulu ya, maaf apartemennya kecil.”&lt;br /&gt;Teman SMAku sekarang mampir di apartemen kecil kami, Laras dan Kak Ardhian. Mereka berdua masuk ke apartemenku dan digendongan Laras, jagoan kecil yang tampak malu-malu berlindung di pelukan bundanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar keributan di pintu Fian yang sedari tadi mengkoreksi tesis yang kubuat berjalan keluar dari ruang kerja, di tatapnya orang-orang yang ada di ruang tamu dan aku yang di dapur sedang menyiapkan minum. Tatapannya berhenti pada sesosok laki-laki yang dulu pernah bersekolah dan sekelas dengannya.&lt;br /&gt;“Ardhian!” Sentaknya dan yang dipanggilpun berbalik. Mereka tampak senang. Sudah lama aku tak melihat Fian dengan mata berbinar. Mereka berpelukkan dengan erat kupikir seperti pasangan kekasih yang telah lama tak bertemu.&lt;br /&gt;“Sepertinya sudah 2 tahun gak ketemu ya?” Fian menepuk-nepuk pundak Ardhian.&lt;br /&gt;“Kamu sendiri juga tambah tua!” Kata Ardhian menepuk kepala lelaki yang 5 cm lebih tinggi darinya.&lt;br /&gt;Kami berlima duduk di sofa putih ruang tamu, ya bercerita tentang masa lalu dan rutinitas yang kami jalani saat ini. Pandanganku tak bisa lepas pada Adega.&lt;br /&gt;Putra pertama Ardhian dan Laras tersebut bergelantung manja pada ayah bundanya dan sesekali berceloteh riang. Umurnya yang baru menginjak 3 tahun tak menyurutkan niatnya untuk berbicara walau kurang begitu ku mengerti. Pipinya yang chubby mengunyah cup cake keju yang kusajikan, membuatku tak tahan untuk mencubit pipinya. Dia terlampau imut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu jam lebih kami bercanda mengenang masa lalu dan kini mulai beranjak siang.&lt;br /&gt;“Lalu apa rencana kalian?” Fian penasaran. Kupikir ia mulai menjadi kepo jika menyangkut masalah tentang sahabat-sahabatnya.&lt;br /&gt;“Karena ini bulan madu, kami akan mengunjungi Paris.” Kak Ardhian yang dulu kukira pendiam malah berceloteh tentang rencana mereka. “ Karena itu, Fian, Noah. Maukah kalian menjaga Adega untuk kami…” Lagi wajah coolnya itu menunjukkan ekspresi ‘maukah kamu melakukannya, atau kubanting kalian berdua sekaligus’ yang membuatku dan Fian tentunya mengangguk setuju.&lt;br /&gt;Setelah mereka memberi instruksi pada aku dan Fian bagaimana cara merawat Adega mereka berangkat ke Paris kupikir ini memang bulan madu yang sangat dan teramat mereka tunggu.&lt;br /&gt;Aku jadi iri, mereka di tengah liburan masih sempat bulan madu tapi aku dan Fian hanya diam. Ya aku tahu, sulit memang mengajak Fian keluar walau hanya untuk mengambil kiriman yang dikirim di depan pintu apartemen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat menutup pintu aku berbalik. Aku mengehela nafas, Fian kembali dengan kesibukannya dan Adega…&lt;br /&gt;“Ah Adega jangan sayang!” seruku saat Adega keluar dan menuju balkon yang tak jauh dari ruang tamu dia mengeluarkan tangannya. Aku berlari cepat untuk menangkapnya.&lt;br /&gt;“Tante, indah ya?” Dia tampak polos innocent, matanya yang berbinar dengan keindahan Oxford tersenyum kagum dengan riang dan rambutnya yang lembut terbawa angin Oxford. Ia tak sadar betapa bahayanya aksi yang ia lakukan tadi.&lt;br /&gt;“Ia Dega, indah tapi bahaya tahu.” Kataku memeluk Adega dari belakang dan membiarkan Adega duduk di pangkuanku.&lt;br /&gt;“Solly ya tante, aku itu kuat!” Katanya berdiri dan menghadap padaku. Tangannya yang mungil dan berbalut jacket snoopy itu ia tekuk bak binaraga. Aku tertawa dengan Adega yang imut dan lucu ini.&lt;br /&gt;“Adega main sama om yuk?” Ajakku padanya yang juga mengangguk padaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku yang tengah menggendong badan mungil Adega berjalan hati-hati menuju ruang kerja Fian. Seperti biasa bau kertas dan tinta memenuhi ruangan ini. AC yang selalu menyala untuk mendinginkan laptop dan ipad Fian yang panas karena dipakai tanpa henti. AC ini membuat perbedaan yang drastic pada suhu udara di luar dan di ruang kerja Fian. Kurasakan pelukan Adega yang semakin kuat. Kulit tropisnya belum terbiasa dengan suhu 19⁰C yang tertera pada panel AC.&lt;br /&gt;“Fian?” sekali lagi hati-hati saat aku mencoba melangkah untuk berada di belakangnya. “Mau mau main sama Adega?” sedikit gugup memang apalagi kalau begini. Fian yang konsentrasi itu selalu membuat jantungku berpacu berkali-kali lipat dari biasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senyumnya itu lho gak ketulungan membuat aku semakin deg-degan. Akhirnya aku memalingkan wajah. Aku berjalan dan sekali lagi dengan hati-hati mendekat ke Fian.&lt;br /&gt;“Jaga Adega sebentar ya aku mau ke swalayan.” Kataku lalu berbalik pergi dan menutup pintu ruangan tersebut. aku menghela nafas lega.&lt;br /&gt;‘Kenapa aku jadi kembali seperti anak SMA?’&lt;br /&gt;Malam harinya kami menikmati makan malam sederhana yang ku buat Adega sudah pintar makan sendiri walau pipinya yang chubby dan putih sering tertempel makanan. Celotehnya menghiasi meja makan kami. Aku tersenyum dan sesekali memandang Fian. Ia juga tersenyum lagi-lagi getaran di hatiku semakin berpacu aku memalingkan muka dan membereskan sisa makanan di meja makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara aku berkutat di dapur Fian dan Adega tampak asik bermain. Sudah lama semenjak aku melihat Fian begitu dewasa dan terbuka.&lt;br /&gt;‘Apa karena Adega?’ pikirku. Fian jadi berubah tapi bukan kearah negative, positive malah dan aku menyukainya. Ia jadi penyabar dan penuh perhatian. Sesuatu yang hilang dari diri Fian.&lt;br /&gt;Adega sudah mulai ngantuk, aku membawanya ke kamar di samping kamarku dan Fian. Malam ini aku pisah ranjang yah boleh diartikan begitu, aku tidur dengan Adega. Sebenarnya Adega tidur bersama aku dan Fian bukan hal buruk lagi pula kasurnya masih muat tapi, aku memutuskan untuk menghindari Fian sampai debaran ini jadi normal kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjauhi Fian kalau bisa aku pasti akan melakukannya tapi…&lt;br /&gt;“Kau kenapa?” Tanya Hyorin dengan logat British yang cukup fasih meski ia keturunan dan berkewarganegaraan Korea. Ia temanku selama bekerja di rumah sakit swasta ini untuk magang. Beda denganku yang bersekolah di Oxford, ia bersekolah di Cambridge. Meski begitu, kami tetap bersahabat.&lt;br /&gt;“Ehn entahlah,”&lt;br /&gt;“Apa ada masalah dengan suamimu?”&lt;br /&gt;“Hyorin, apa yang membuatmu suka pada Steven?” kataku dengan memperhatikan raut wajahnya. Ia bingung, jelas sekali.&lt;br /&gt;“Maksudmu? Kenapa aku suka padanya?” katanya dengan pasti memperjelas pertanyaanku. Aku mengangguk lemas dan menerawang ke depan.&lt;br /&gt;“Apakah kau pernah berusaha menghindari orang yang kau cintai?” tambahku, dan berlarut kembali dalam diam.&lt;br /&gt;“Oke-oke akan ku jawab pertanyaanmu.” Aku memasang telingaku. “Aku suka dia karena dia dewasa.” Aku mengingat Steve, ia memang kebapakan. Saat menikah dengan Hyorin ia telah memiliki seorang anak dari pernikahannya yang terdahulu.&lt;br /&gt;“Fatherhood mungkin. Ah benar itu dia, kita seorang wanita pasti akan luluh dengan aura fatherhood seorang lelaki!” Katanya bersemangat. “Tapi untuk pertanyaanmu yang kedua aku tak begitu yakin, menjawabnya tapi…”&lt;br /&gt;“Tapi apa?!” aku mulai tak sabar, mataku berkaca-kaca.&lt;br /&gt;“Menurut temanku saat seperti itu kita butuh sesuatu yang baru dengan pasangan kita. Cobalah untuk bersamanya lebih sering dan nikmati sensasi debaran atau apalah itu namanya. Sudah dulu ya?” Hyorin beranjak dari tempat duduknya dan pergi menuju suaminya yang membawakan makanan untuknya.&lt;br /&gt;Somehow, I feel jealous…&lt;br /&gt;Seminggu ini aku, Fian dan Adega berada di apartemen. Seminggu ini pula Adega selalu berceloteh riang kesana-kemari bercerita tentang segala hal dan kesukaannya terhadap Oxford. Seminggu ini pula Fian semakin … kupikir ini sulit untuk di deskripsikan dan aku jangan tanya, setiap kali aku mencoba untuk berdua dengan Fian jantung ini serasa berpacu berkali-kali-kali lipat dari biasanya dan aku tak akan pernah bisa menikmati getaran tersebut sama seperti apa yang Hyorin katakan padaku.&lt;br /&gt;Hari ini Kak Ardhian dan Laras akan datang menjemput Adega dan meninggalkan aku dan Fian berdua lagi. Seperti yang kuduga mereka tambah mesra. Senyum mereka semakin lebar dari terakhir kali datang kemari mereka mengucap terima kasih, memberikan hadiah dan pergi meninggalkan aku dan Fian … berdua … saja. Kupikir mereka akan meneruskan kegiatan bulan madu mereka di Indonesia dengan program anak ke-2 mereka.&lt;br /&gt;Aku tak ingin malam cepat menyerang, aku takut semakin jatuh dalam pesona fatherhood Fian, aku takut terkena serangan jantung gara-gara Fian membuat jantungku jadi abnormal.&lt;br /&gt;Tapi hari pun juga harus berganti dan akhirnya di sinilah aku. Aku terus menenggak air putih. Pikiranku yang tak jernih atau aku yang berpikiran kotor membuat aku berpikir 2 kali untuk sekamar dengan Fian. Mataku sudah tak dapat berbohong, merah menandakan lelah terlebih saat harus menjadi relawan di panti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia sudah terlelap. Fian menghadap cahaya bulan ketika aku tak tidur di sampingnya. Aku menghela nafas lega. Kuberanikan diri menata diriku tidur di sampingnya lalu menggulingkan tubuh membelakanginya dan langkah terakhir adalah memejamkan mata lalu tertidur.&lt;br /&gt;“Aku kangen!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pupus sudah segala keinginanku untuk tidur nyenyak! Mataku kembali berwarna putih. Fian memelukku dari belakang dan kurasakan pelukannya semakin kencang.&lt;br /&gt;“Fi fian aku ma mau ti tidur!”&lt;br /&gt;‘Gagap? Aku gagap? Dasar Fian bisa-bisanya ia buat aku seperti ini. Oh God semoga ia tak tahu kalau aku …’&lt;br /&gt;“Kamu gak kangen sama aku.”&lt;br /&gt;‘Aku kangen banget!’&lt;br /&gt;“Hadap kesini!”&lt;br /&gt;‘Kalo aku bisa aku pasti udah menghadap kamu!’&lt;br /&gt;“Aku gak akan ngelakuin yang macam-macam kok, aku menghormati keputusanmu untuk menjaga scholarship yang kamu dapat.” Aku tertegun dengan apa yang ia ucapkan.&lt;br /&gt;“Adega lucu ya? Suatu saat kita pasti punya benda yang seperti itu.”&lt;br /&gt;‘Fian, anak bukan benda.’ Sweat drop mendengar apa yang Ia ucapkan.&lt;br /&gt;“Saat Ardhian dan Laras datang kupikir mereka hanya berdua tapi ternyata mereka membawa anak mereka. Somehow, I feel jealous.” Fian membenamkan wajahnya di leherku, membuatku merinding.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak tahan ini sudah sampai batasnya. Aku mengabaikan debaran jantung yang mulai tak menentu ini. Aku berbalik menghadap Fian memelukknya seakan-akan ia akan pergi jauh entah kemana.&lt;br /&gt;“Maaf… maaf… aku belum sempurna.” Aku tersedu-sedu. Menangis akan apa yang telah kuperbuat pada Fian selama ini. Ia menginginkan keturunan tapi aku masih egois dengan scholarship omong kosong itu. Aku muak tapi ia mengormatiku lebih dari apapun, aku bangga padanya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;Benar apa yang dikatakan Hyorin, wanita akan jatuh pada aura fatherhood seorang lelaki. Sadar atau tidak setiap lelaki memiliki aura fatherhood. Aura fatherhood Fian ada dan nyata walaupun tertutup oleh ke-cuek-annya. Aura yang diam-diam mulai tampak tersebut telah berhasil menjeratku pada 1001 pesona Fian. Semakin aku mengenalnya semakin aku tak ingin berpisah dengannya. Fatherhood itu ada pada Fian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&amp;amp;*&lt;br /&gt;10 February 2013&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Baca juga &lt;a href="http://www.lokerseni.web.id/2013/01/kumpulan-cerpen-cinta-terbaru-update.html" target="_blank"&gt;Cerpen Cinta&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.lokerseni.web.id/2013/01/kumpulan-cerpen-romantis-terbaru-update.html" target="_blank"&gt;Cerpen Romantis&lt;/a&gt; yang lainnya.&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/LokerSeni/~4/OsNV5_AnqLU" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/LokerSeni/~3/OsNV5_AnqLU/fatherhood-cerpen-cinta-romantis.html</link><author>agus.lizam@gmail.com (Loker Seni)</author><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/-8ibX8_0Trsg/Ub4GTI9puII/AAAAAAAAGwc/GwZl7XW1g-U/s72-c/Cerpen+Cinta+Remaja.jpg" height="72" width="72" /><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1" /><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD" /><feedburner:origLink>http://www.lokerseni.web.id/2013/06/fatherhood-cerpen-cinta-romantis.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7529203369447603545.post-7033497104990203647</guid><pubDate>Sun, 16 Jun 2013 18:34:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-06-16T11:34:11.104-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Cerpen Persahabatan</category><title>Perbedaan Antara Sahabat - Cerpen Persahabatan</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;PERBEDAAN ANTARA SAHABAT&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Karya Nurjannah&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;Dulu aku mempunyai sahabat yang bernama Karina, dia mempunyai perbedaan agama dengan aku. Sahabat ku menganut agama Kristen, sedangkan aku menganut agama Islam. Aku bingung, kenapa aku berbeda dengan sahabat ku ini. Dan aku memberanikan bertanya kepada guru agama ku, “Pak, kenapa didunia ini diciptakan berbagai macam agama ?” Lalu guru ku menjawab, “Nak, Allah swt. Menciptakan berbagai agama didunia ini karena, Allah swt. Ingin menguji kaum hawa dan kaum adam. Apakah kaum-kaum ini akan tergoda dengan berbagai agama lainnya dan akan meninggalkan ajaran nabi besar Muhammad saw. Apabila tergoda kaum-kaum yang meninggalkan ajaran nabi Muhammad saw, berarti bukan penganut agama sejati.” Dan aku bertanya lagi, “tetapi kenapa didalam al-kitab yang dimiliki agama Kristen tercantum nama nabi-nabi kita pak.” Guru ku menjawab pertanyaan ku yang kedua ini, “Supaya Allah swt. Menyadarkan dan membenarkan agama nya dan Allah swt disebut Tuhan Yang Maha Adil.”&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-LHQuhOwYRCQ/Ub4FDLZRMxI/AAAAAAAAGwM/lq5PAb-NmY4/s1600/Cerpen+Persahabatan+2013+%231.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="287" src="http://4.bp.blogspot.com/-LHQuhOwYRCQ/Ub4FDLZRMxI/AAAAAAAAGwM/lq5PAb-NmY4/s400/Cerpen+Persahabatan+2013+%231.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Perbedaan Antara Sahabat&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
Aku terdiam sejenak, tiba-tiba teman ku bertanya kepada ku, “Apakah kamu tau ilmu apa yang paling penting didunia ini.” Aku menjawab pertanyaannya, “Ayah ku pernah berkata kepada ku, bahwa hanya ilmu-ilmu yang penting ada didalam sebuah kitab suci yaitu, Al-Qur’an. Tanpa Al-Qur’an ilmu-ilmu yang lainnya tidak akan bermanfaat bagi manusia didunia ini.” “Oh… Begitu!!!”, Ujar teman ku sambil tersenyum di depan ku.&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;Teng.. Teng.. Teng.. bel sekolah ku berbunyi menunjukkan pelajaran di mulai. Kebetulan sekali hari itu aku belajar agama Islam, tentang perbedaan kaum hawa dan kaum adam. 2L ( Lagi Lagi) aku berpisah kelas dari sahabat terbaikku. Guru ku mulai menerangkan apa-apa saja perbedaan kaum hawa dan kaum adam, sedangkan aku menyimak apa yang diterangkan oleh guru ku didepan. Aku bertanya kepada guru ku, “Pak, apakah kaum hawa diwajibkan untuk memakai jilbab agar menutup aurat nya.” Guru ku menjawab, “ Ya. Kaum hawa diwajibkan untuk memakai jilbab, tetapi kaum hawa tersebut harus menggunakan jilbab itu untuk kepentingan yang positif bukan negatif.” Kemudian aku bertanya lagi, “Misalnya kaum hawa itu setelah memakai jilbab itu, dia melepaskannya lagi. Apakah dia sangat berdosa.” “ Ya. Dia akan berdosa, dan dia akan menyesali perbuatan yang tidak disukai oleh Allah swt. Jilbab itu adalah harta terpenting bagi kaum hawa untuk menutup aurat nya.”, ujar guru ku. Aku menjawab, “Terima kasih pak, atas pengetahuan yang bapak berikan kepada kami semua.” Guru ku menjawab, “ sama-sama. Apakah ada yang ingin bertanya lagi ?” “TIDAK ADA, Pak” berteriak murid-murid dikelas dengan bersamaan. Lonceng sekolah ku berbunyi kembali bertandakan waktu nya pulang.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;Saya pun sampai dirumah dengan selamat. Saya pun pergi ganti baju. Setelah itu aku makan siang. Kemudian ayah ku bertanya kepada ku, “Nak, peljaran apa yang kamu dapatkan disekolah mu tadi ?” Aku menjawab, “Jilbab adalah hartan terpenting bagi kaum hawa untuk menutup auratnya dan perbedaan kaum hawa dan kaum adam, hanya itu yang saya dapatkan, ayah.” Ayah ku menjawab lagi, “ Maka itu ayah menyuruh mu untuk memakai jilbab. Tapi pakailah dengan rasa keikhlsan bukan dengan rasa terpakasa, ingat itu.” Aku menjawab, “ Iya, ayah.” Setelah aku ditanya oleh ayah ku, aku pun pergi belajar dikamar ku dengan adik ku.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;Keesokannya, aku dan sahabat ku berbincang-bincang tentang agama ku dan agama nya di kantin sekolah. Aku bertanya kepada sahabat ku, “Karna apakah kamu menganut agama Kristen??” Dia menjawab, “Dari lahir aku telah beragama Kristen, dan aku mengikuti agama yang dianut oleh orang tua . Kalau kamu ?” Aku menjawab, “Aku hanya mengikuti ajaran nabi Muhammad saw dan sama seperti kamu aku juga dari lahir telah beragama Islam.”&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;Ternyata perbedaan agama itu sangat mengasyikkan, tapi kenapa orang-orang yang berada diluar sana banyak mengatakan bahwa perbedaanagama hanya membawa pertengkaran yang tak berujung dengan kedamaian. Diri ku berkata lain, perbedaan agama akan mendapatkan ilmu dari agama-agama lainnya. Akhirnya aku dan sahabat ku menjadi sahabat sampai kelas 1 SMP. Karena aku kelas 2 pindah sekolah ke SMP NEGERI 3 ParePare. Dan sampai saat ini dia tidak pernah ada kabar nya. Aku sangat merindukan sahabat ku itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAMAT&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;PROFIL PENULIS&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Nama : Nurjannah&lt;br /&gt;TTL : Balikpapan,28 Juni 1999&lt;br /&gt;Sekolah : SMPN 3 PAREPARE&lt;br /&gt;Email fb : cjannah74@ymail.com&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Baca juga &lt;a href="http://www.lokerseni.web.id/2013/01/kumpulan-cerpen-persahabatan-terbaru.html" target="_blank"&gt;Cerpen Persahabatan&lt;/a&gt; yang lainnya.&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/LokerSeni/~4/86NugQYlAdA" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/LokerSeni/~3/86NugQYlAdA/perbedaan-antara-sahabat-cerpen.html</link><author>agus.lizam@gmail.com (Loker Seni)</author><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/-LHQuhOwYRCQ/Ub4FDLZRMxI/AAAAAAAAGwM/lq5PAb-NmY4/s72-c/Cerpen+Persahabatan+2013+%231.jpg" height="72" width="72" /><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1" /><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD" /><feedburner:origLink>http://www.lokerseni.web.id/2013/06/perbedaan-antara-sahabat-cerpen.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7529203369447603545.post-5108644645780037369</guid><pubDate>Sun, 16 Jun 2013 18:29:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-06-16T11:29:25.121-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Cerpen Sedih</category><title>Terbanglah Balon Biruku - Cerpen Sedih</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;TERBANGLAH BALON BIRUKU&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Karya Tifa Raisandra&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Aku gadis kecil berumur 13 tahun dan harus menderita dengan penyakitku ini. Penyakit itu yang membuatku menyerah untuk melanjutkan hidup. Kanker. Kanker, merupakan salah satu penyakit yang mematikan. Setiap harinya aku dikejutkan dengan berbagai peristiwa aneh. Mulai dari sakit kepala, kejang- kejang, muntah dan sering terjatuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku, Farine Callista. Pecinta warna biru, suka menerbangkan balon-balon indah itu ke langit dan melukiskan peristiwa penting dalam hidupku di buku harian. Menurutku menerbangkan balon adalah kebiasaan yang unik dan aneh tapi seru. Sehari aku bisa menghabiskan 5 sampai 7 balon biru dan aku harus berbelanja buku harian setiap minggunya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-Q_u393lBpwA/Ub4D7QItP9I/AAAAAAAAGwA/D42meV57IC4/s1600/Cerpen+Balon+Biru.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="251" src="http://3.bp.blogspot.com/-Q_u393lBpwA/Ub4D7QItP9I/AAAAAAAAGwA/D42meV57IC4/s400/Cerpen+Balon+Biru.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Terbanglah Balon Biruku &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Aku juga punya seorang sahabat. Namanya Refan. Dia laki-laki, yang bisa diajak bercanda, dewasa dan selalu mengerti keadaan. Dia sahabat kecilku hingga sekarang. Tiada kehadirannya seperti satu jiwa tapi tidak mempunya hati. Karena itulah kami sering bermain bersama. Tetapi kini keadaanku tidak menyakinkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berubah, yang dulunya periang kini pemurung. Walaupun sekarang aku penyakitan, bagi Refan itu tidak masalah. Ia tetap pada pendiriannya. Selalu menemani apapun keadaannya. Ia memang sahabat terbaikku yang pernah kukenal. Pernah aku bertanya padanya sebelum aku sakit, “Apakah kamu akan meninggalkanku ketika sakit?” Refan langsung menjawabnya “Tidak akan pernah,” aku pun tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cahaya menembus kaca bening kamarku, semilir angin sejuk berhembus mulai menusuk jiwaku dan seseorang terseyum manis di sebelahku. Dia belahan jiwaku, Mama. Mama sudah menyiapkanku air putih hangat, roti selai kacang dan obat. Sekarang aku tergantung dengan obat, obat bagaikan nyawa keduaku.&lt;br /&gt;“Kalau kamu mau jalan-jalan bilang Mama ya,” kata beliau.&lt;br /&gt;“Pasti Ma,” ucapku seraya memeluknya hangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku keluar dari kamarku dan menuju teras depan rumah. Biasanya pagi-pagi Refan sudah ke rumahku untuk diajak jalan-jalan. Tetapi sekarang kok tidak. Kemana dia? Tanyaku dalam hati. Mama melihatku di jendela dengan penuh air mata. Setiap harinya beliau selalu menangis bila lagi sendiri. Entah karena penyakit ini yang membuat tetes-tetes air terus tumpah dari pelupuk matanya.&lt;br /&gt;“Pagi ... bidadari kecil!” sapa Refan yang tiba-tiba muncul dengan membawa sebuah balon.&lt;br /&gt;“Refan ... kemana saja kamu? Aku sudah menunggu,” ucapku sambil melambaikan tangan.&lt;br /&gt;“Maaf ya, tadi aku membantu nenek-nenek menyebrang jalan,” ucapnya jujur.&lt;br /&gt;“Oh, nggak apa-apa kok” ucapku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mama keluar dari balik persembunyiannya sambil mengahapus air mata di pipinya. Refan segera menyalimi Mama dan meminta untuk diinzinkan di ajak jalan-jalan. Aku sangat senang karena Mama selalu percaya Refan untuk menjagaku. Akhirnya aku dan Refan sepakat mengunjungi taman kota. Di sana banyak sekali bunga-bunga indah. Bunga mawar tentunya.&lt;br /&gt;“Sudah bawa buku harian dan pulpen biru?” tanyanya mengingatkanku.&lt;br /&gt;“Sudah,” jawabku singkat.&lt;br /&gt;“Cokelat?” dia mulai menanyai yang aneh. Alisku naik sebelah.&lt;br /&gt;“Buat apa? Kita kan nggak suka bawa cokelat,” sergahku.&lt;br /&gt;“Buat aku dong. Itukan bayarannya aku menjagamu,” ucapnya sambil cekikikan.&lt;br /&gt;“Jadi nggak ikhlas nih?” aku memancingnya.&lt;br /&gt;“Bercanda doang kok. Cepet marahan ... cepet tuanya lho,” ledeknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku langsung manyun diiringi gelak tawanya. Akhirnya kami telah sampai, bau bunga mawarnya telah tercium ... harum sekali. Refan langsung memetik salah satu bunga yang sudah mekar dengan warna yang sangat merah. Ia menyuruhku menuliskan sesuatu di buku harianku. Menuliskan tentang pagi hari ini bersama sang sahabat.&lt;br /&gt;“Sudah belum nulisnya?” tanyanya.&lt;br /&gt;“Bentar lagi,” jawabku datar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah aku selesai menulis, aku robek kertasnya dan digulung menyerupai huruf o. Lalu diikatkan dengan benang balon dan bunga mawar itu di selipkan diantara benang dan kertas. Selidik punya selidik, Refan ingin tahu apa yang barusan tadi aku tulis. Dengan terpaksa aku memberitahukannya. Dia suka memaksa tetapi tidak suka dipaksa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dear balon biruku ...&lt;br /&gt;Hari ini sangat cerah sekali. Awan-awan putih mengiringi pagiku sebagai tanda aku masih berhak untuk hidup dan juga sahabatku. Bagiku Refan, ia malaikat penolong. Aku beri dia gelar seminggu lalu. Di berhak menyandang titel “Malaikat Penolong” karena wujud sifatnya. Aku bahagia, punya Mamah, Papa dan sahabat. Karena keluarga adalah maha karya alam yang amat berharga. Terima kasih untuk sang Khalik ... juga my best friend, Refan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengingat-ngingat apa yang tadi aku tulis. Setelah puas dia mendengarkan ocehanku, tibanya saat menerbangkan balon itu.&lt;br /&gt;“Make a wish,” katanya mengingatkanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berharap Refan akan selalu menjadi sahabat baikku, harapku sambil memejamkan mata. Kami mulai merenggangkan tangan dan balon itu sudah melayang-layang ke langit. Sekejap mata, balon itu menghilang di balik awan. Awalnya Refan menganggap aku manusia aneh karena menurutnya menerbangkan balon itu cuma sia-sia waktu dan tenaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari demi hari akhirnya ia mengerti. Ia memaklumi kebiasaanku dan mendukungku agar terus melakukanya karena itu bukan perbuatan dosa dan dilarang. Dia juga pernah bertanya, “Ketika sudah di terbangkan ... tujuannya apa?” Aku menjawab sekenanya “Supaya seluruh dunia, alam dan Tuhan tau,” dia bertanya lagi “Bukannya komunikasi dengan Tuhan bisa lewat doa?” aku tersenyum “Iya aku tau dan tau sekali. Tetapi ini sudah jadi ritualku sehari-hari,”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia langsung bengong saat itu. Ternyata Refan meniru kebiasaanku tetapi hanya sementara, karena kegiatan itu hanya pantas dilakukan oleh kaum hawa bukan kaum adam. Tetapi Refan tetap menghormati kegiatanku. Berlama-lama di taman tidak bagus juga. Semakin ramai dan panas. Refan mengajakku pulang ke rumah tetapi sebelum pulang ia membelikanku sesuatu.&lt;br /&gt;“Kamu suka?” Refan melirikku.&lt;br /&gt;“Sangat suka. Ini benda yang pernah aku baca di buku dongeng,” kataku sambil berkhayal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benda itu mungil dan lucu. Bentuknya segitiga di dalamnya ada salju-salju putih dan dua orang yang tengah tersenyum. Cantik sekali. Ketika di pertengahan jalan menuju rumah. Kepalaku sedikit pusing dan badanku sakit. Melihat itu Refan langsung panik dan buru-buru menelepon Mamaku. Sakit di kepalaku mulai menjadi-jadi, akhirnya aku terjatuh, benda yang aku pegang pecah dan tidak sadarkan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku melihat cahaya putih mendekati diriku. Ia mengajakku untuk jalan-jalan dan aku menyanggupinya. Tetapi ada sesuatu yang janggal, gumamku kecil. Tadi aku berada di jalanan bersama Refan. Aku mengingat-ngingat kejadian. Yang aku ingat hanya itu saja. Aneh, makhluk itu selalu tersenyum jika ku ajak bicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan nada kesal, akhirnya makhluk itu pun mulai mengeluarkan suara. Karena sifat kecerewetanku dan dia menyerah juga.&lt;br /&gt;“Cepatlah kau punya dua pilihan! Ikut bersamaku atau pulang?” desaknya.&lt;br /&gt;“Aku lelah menghadapi semuanya di duniaku. Menahan beban setiap hari ... apakah Tuhan mengijinkanku untuk tinggal disini?” tanyaku.&lt;br /&gt;“Ya ... sebelum kau tinggal di sini. Ada perimintaan lain? Sebaiknya kau memberikan kata-kata terakhir untuk keluargamu sebelum aku mencabut nyawamu,” jawabnya.&lt;br /&gt;“Baiklah, jika Tuhan mengijinkanku pergi. Aku mau menerbangkan balon keterakhirku!” kataku.&lt;br /&gt;“Silahkan saja, sekarang tutup matamu!” ucapnya dan menyuruhku. Aku pun menurutinya dan menutup mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mataku terbuka begitu saja. Semua orang menangisiku dengan sendu dan sahabatku sedang membacakan puisi. Tetapi aku tak mendengar puisinya. Ketika keluargaku melihat aku bangun dari koma ... mereka langsung memelukku dengan eratnya dan ternyata ... aku sudah koma satu minggu. Aku menangis di pelukan Mama. Tetapi aku sudah janjian dengan mahkluk bercahaya itu, kalau aku di beri kesempatan hidup untuk memberikan kata-kata terakhir dan menerbangkan balon.&lt;br /&gt;“Ma, Pa, Fan dan semunya. Terima kasih sudah menjagaku, menemani hari-hari cerahku, membantuku, menyemangatiku, dan semunya. Tanpa semuanya, aku tidak bisa bertbuat banyak. Di sini aku hanya beban untuk semuanya,” ucapku panjang lebar.&lt;br /&gt;“Tidak sayang, kamu bukan beban. Kamu anak Mamah dan Papa, itu kewajiban kami,” isak tangis mamah mulai pecah bak air sungai yang meluap.&lt;br /&gt;“Maksud kamu apa Rine, kamu mau ninggalin aku gitu,” potong Refan tak mengerti maksudku.&lt;br /&gt;“Kamu malaikat penolong ... tanpamu aku lemah dan tanpamu aku penyakitan. Terima kasih ya selama ini kau selalu ada di sampingku dengan penuh pengorbananmu,” kataku dan tersenyum.&lt;br /&gt;“Ini permintaan terakhirku,” kataku lagi.&lt;br /&gt;“Apa itu?” Mama mulai menyiapkan diri.&lt;br /&gt;“Aku mau balon biru, buku dan pulpen,” pintaku.&lt;br /&gt;“Baik aku ambilkan,” Refan langsung menyanggupinya.&lt;br /&gt;“Terima kasih, ini balon terakhirku yang ke 257!” kataku menoleh Refan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku segera memainkan jemari tanganku dengan cekatan di atas kertas halus. Kata demi kata akhirnya menjadi kalimat-kalimat yang utuh. Aku menyuruh Mamah untuk mengikatkannya dan Refan menerbangkannya. Setelah aku lihat Balon itu sudah menghilang di terpa angin. Keinginanku akhirnya selesai juga. Tibanya saat malaikat pencabut nyawa menjemputku.&lt;br /&gt;“Aku sayang kalian, kalian adalah makhluk yang sangat berjasa untukku. Aku tunggu di keabadianku,” kataku setengah berteriak. Aku mulai lemas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlahan dan perlahan. Sesuatu ada yang menarikku keluar, mataku mulai menutup dan ruh-ku telah terbang. Demikian banyak orang menangisi dan mengasihaniku. Aku tidak tega melihatnya, karena nanti kami akan dipertemukan lagi walaupun kini rasa rindu mulai menggerayangiku. Perjanjian tetap perjanjian dan hidup adalah hidup. Karena hidupku bukan untuk di tangisi atau di kasihani tetapi di semangati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini dia yang aku tulis sebelum aku di panggil sang Khalik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dear Balon Biruku ...&lt;br /&gt;Ini hari terakhirku. Tiada yang tau kalau aku sudah buat perjanjian kecuali Tuhan dan malaikat itu. Aku senang sudah mempunyai keluarga dan sahabat. Sampai akhir hayatku ini aku masih merasa bahagia. Bahagia ... sekali seperti sesosok manusia yang baru dikaruniani seorang adik. Bagiku sahabat adalah yang mengerti segala tentangku dan di dunia ini di sebut takdir dan sisanya pilihan. Aku punya satu prinsip “Tak ada kesedihan yang lebih besar mengingat hari-hari penuh kesenangan pada saat sedang menderita.” Salam Farine Callista sang pengidap kanker &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;PROFIL PENULIS&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ini cerpen pertama saya. Semoga bermanfaat! Dan alamat FB Tifa Raisandra juga Twitter @Tifaraisa ... Terima Kasih&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Baca juga &lt;a href="http://www.lokerseni.web.id/2013/01/kumpulan-cerpen-sedih-terbaru-update.html" target="_blank"&gt;Cerpen Sedih &lt;/a&gt;yang lainnya.&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/LokerSeni/~4/EjIOUit9mWI" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/LokerSeni/~3/EjIOUit9mWI/terbanglah-balon-biruku-cerpen-sedih.html</link><author>agus.lizam@gmail.com (Loker Seni)</author><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/-Q_u393lBpwA/Ub4D7QItP9I/AAAAAAAAGwA/D42meV57IC4/s72-c/Cerpen+Balon+Biru.jpg" height="72" width="72" /><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1" /><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD" /><feedburner:origLink>http://www.lokerseni.web.id/2013/06/terbanglah-balon-biruku-cerpen-sedih.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7529203369447603545.post-376312389171198505</guid><pubDate>Sat, 15 Jun 2013 18:02:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-06-15T11:02:08.767-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Cerpen Cinta</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Cerpen Remaja</category><title>Malaikat Untuk Tasya - Cerpen Cinta Remaja</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;MALAIKAT UNTUK TASYA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Karya Mimin Khoirum Widiawati&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;Oke , kenalin . Nama gue Natasya Five Nindry Dewi . Panggil aja gue Tasya .Gue itu anak ke lima dari 5 bersaudara , yaa anak bungsu gitu deeh .Gue tuh manja abis , dan gue gak suka banget sama warna merah .Gue gak pernah akur sama kakak-kakak gue .Gue benci mereka semua . Gue gak suka aturan yang mereka buat untuk gue . Kalau menurut gue , itu gak bakalan ngerubah sifat gue yang urak-urakan ini .Jadi , gue milih jalanin aja hidup gue tanpa mikirin mereka semua .Gue gak punya ortu lagi . Mereka udah tenang di surga sana .&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;Semenjak kematian kedua ortu gue , gue jadi kayak gini . Gue jadi anak yang berandalan . Gue gak terima , kalau gue mesti hidup sama kakak yang gak pernah gue suka . Jadi , ginilah caranya gue memberontak dari kehidupan gue yang gak pernah bersahabat sama gue .&lt;br /&gt;Kakak gue itu , sukanya ngomel , marah gak jelas , nyuruh ini , nyuruh itu , iiihh ...!! emang nya dia kira gue pembantu apa ??!!&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-t6hYAfMq7pA/Ubyr77ykNeI/AAAAAAAAGvw/EDymKKSv8CQ/s1600/Cerpen+Malaikat.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="248" src="http://2.bp.blogspot.com/-t6hYAfMq7pA/Ubyr77ykNeI/AAAAAAAAGvw/EDymKKSv8CQ/s400/Cerpen+Malaikat.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Malaikat Untuk Tasya&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kalau gak mau cepet tua karena ngadapin gue , mendingan kerjain sendiri aja deeh , tuh semua. Paling males yah, kalau disuruh bangun pagi. Ampuunnnn. Gue gak bisa banget bangun pagi-pagi tau gak siiih????!!!&lt;br /&gt;Tapi, ada satu hal yang bikin gue sampai saat ini masih mau sekolah. Yaitu, Mila. Sahabat gue. Tanpa dia, gue bukan siapa-siapa. Dia yang udah ngajarin gue arti sebuah kehidupan.&lt;br /&gt;Bagi gue, Mila sangat berarti.&lt;br /&gt;Gue sayang banget sama sahabat gue itu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu pagi di sekolah. . . . .&lt;br /&gt;Uhh .. Sial banget sih gue hari ini ..!! Dasar kakak gak tau terima kasih !&lt;br /&gt;Udah bagus-bagus yaa , gue mau di suruh nyuci piring , eh malah gak di kasih uang jajan . Awas loe nanti kalau gue pulang , gue pecahin tuh semua piring !!&lt;br /&gt;Uhhhhhh !!! ( sambil menendang sebuah kaleng )&lt;br /&gt;Bruukk ... kaleng itu mengenai kepala seorang guru BP yang sangar nya minta ampun .&lt;br /&gt;“ Tasya !! apa yang kamu lakukan ?” tanya Bu Indah sambil memelototi Tasya .&lt;br /&gt;“Nendang kaleng Bu,”&lt;br /&gt;“Kamu tahu tidak , kaleng itu kena kepala Ibu , apa kamu mau , masuk ruang BP ?”&lt;br /&gt;“Udah laa Bu, gak benjol juga . Manja banget sih Ibu , kena kaleng gitu aja udah mau masukkan saya ke ruang BP.” ( sambil berlalu meninggalkan Bu Indah yang sedang ngomel-ngomel )&lt;br /&gt;“Tasyaaaaaaaaaaaaa !!!!!!! Ibu kurangi point kamu , Ibu kurangi 25 . awas kamu kalau ketemu Ibu lagi , gak akan Ibu biarin pergi kamu ! Dasar murid kurang ajar !!!!” ( sambil memegangi jidat nya yang rada benjol )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesaat kemudian ....&lt;br /&gt;“Haaii-haaii” sapa Tasya pada sahabat nya .&lt;br /&gt;“Haii juga Sya” kata sahabat nya , Mila .&lt;br /&gt;“Lagi mikirin apa’an sii ?” tanya Tasya penasaran .&lt;br /&gt;“Ini nii , katanya mau ada murid baru di kelas IX B . Katanya sih ganteng , cute , pokoknya perfect abis deh .” kata Mila , dengan nada yg di lebay-lebay’in .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tasya mempunyai sahabat yang sangat mengerti dia . Namanya Mila .&lt;br /&gt;Mila senasib dengan Tasya , sama-sama sudah gak punya orang tua lagi . makanya mereka berdua serasa klop banget giitu .&lt;br /&gt;“Alaah . Seganteng apa sih ? Paling juga di bawahnya kakak Nicky . “ kata Tasya sambil menyebut nama artis idolanya , yaitu Nicky XOIX .&lt;br /&gt;“Huuuh .. Nickyyy aja terus , gak bakalan juga loe ketemu dia Sya , jangan mimpi deh hahahahah .” kata Mila menertawai Tasya .&lt;br /&gt;“Awas lo yaa La, kalau gue ketemu , gue jitak lo .” Hmm ..&lt;br /&gt;“Ke kantin yuk La .” kata Tasya .&lt;br /&gt;“Ayo , laper gue .” kata Mila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa menit kemudian , Tasya dan Mila tiba di kantin sekolah yang kebetulan jauh dari kelas mereka , jadi mereka berdua bisa bolos tanpa sepengetahuan guru .&lt;br /&gt;Di kantin , Tasya makan banyak sekali , karena dia tidak sarapan pagi tadi .&lt;br /&gt;Mila pun demikian .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba , datang sesosok pria yang tampan dan gagah duduk di meja sebelah Tasya dan Mila makan .&lt;br /&gt;“Syaa .. Ganteng banget cowo itu .” kata Mila sambil menyikut-nyikut tangan Tasya .&lt;br /&gt;“Apaan sih loe La ? Gue lagi makan nih , jangan di ganggu .” kata Tasya .&lt;br /&gt;“Itu Sya , liat dulu .” kata Mila .&lt;br /&gt;“Ah , mendingan gue makan , udah jangan ganggu gue .” kata Tasya .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba cowo itu menyapa Mila .&lt;br /&gt;“Haii Mila ...” kata Reno , nama cowo itu .&lt;br /&gt;“Haaa haa haa haaiii ju ju ju gaa ..” kata Mila dengan gagap . ( Mila kalau ngobrol sama cowo cakep pasti jadi gagap )&lt;br /&gt;“Rileks aja lagi ngomong sama gue , nama gue Reno . Gue anak baru , gue tau loe dari anak-anak yang pada ngomongin loe , katanya loe tukang bolos yaa ?” kata Reno .&lt;br /&gt;“Salam kenal yaa , Reno . Hmm , gue sebenernya gak mau bolos , tapi temen gue yang satu ini nii , yang ngajakin gue bolos mulu’ , yaa . jadi kebiasaan deh . heheheh ..” kata Mila sambil malu-malu .&lt;br /&gt;“ouh . jadi si Tasya ini yang ngajarin lo bolos-bolos gitu yaa ?” kata Reno sambil melirik Tasya yang lagi makan bakso .&lt;br /&gt;“Apa lo ?! Lirik-lirik gue ?!! Mau gue makan lo ?” kata Tasya sinis .&lt;br /&gt;“Dasar cewe aneh . Udah lah La , kita ngobrol berdua aja . Gak usah ngurusin temen lo yang gak tau malu itu .” kata Reno .&lt;br /&gt;“apa kata lo ?!!!!!! Belum tau gue lo yaa . Gue gibeng terbang lo .!” kata Tasya sedikit ngamuk .&lt;br /&gt;“Oiya La , lo kelas berapa ?” tanya Reno pada Mila dan dia tidak menghiraukan Tasya yang marah-marah .&lt;br /&gt;“Kelas 3 Ren , lo kelas berapa ?” tanya Mila balik .&lt;br /&gt;“Sama , waah .. Jangan-jangan kita satu kelas , gue kelas IX B .. lo ?” tanya Reno lagi pada Mila .&lt;br /&gt;“Gue kelas IX C Ren . yaah , gak sekelas deh .” Kata Mila .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka berdua pun asyik ngobrol dan tidak menghiraukan Tasya . Akhirnya Tasya marah dan dia meninggalkan Reno dan Mila berdua di kantin .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesaat kemudian ....&lt;br /&gt;“Tasya , kamu kenapa ?” tanya salah seorang siswa bernama Joni yang ternyata menyukai Tasya , dia adalah anak yang pintar dan sopan .&lt;br /&gt;“Gak usah tanya-tanya !!!!! Lo kira lo siapa berani-beraninya tegur gue ?!!” kata Tasya marah .&lt;br /&gt;“Bukan gitu Sya , aku cuma pengen tau , aku sedih liat kamu sedih terus .” kata Joni .&lt;br /&gt;“Lo gak usah sok perhatian deh sama gue . Gue gak butuh perhatian dari lo . !!! Pergi sana lo .!” kata Tasya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, Joni pun pergi meninggalkan Tasya yang masih saja marah-marah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba....&lt;br /&gt;“Sya, ngambek yaa ????” sapa Mila yang merasa bersalah.&lt;br /&gt;“Gak.” dengan ketusnya Tasya menjawab.&lt;br /&gt;“Yaaaah Sya. Gitu aja ngambek. Jangan ngambek dong Sya. Pliiiisss.” kata Mila&lt;br /&gt;“Apaan sih lo ?? Pergi sana sama sii Reno itu. Iiuuuh” kata Tasya&lt;br /&gt;“Hmmmm. Cemburu yaaah ?? Lo suka yah, sama Reno ? Ciiee.” kata Mila&lt;br /&gt;“Iihh. Apaan sih. Gak lagi, jangan ngaco yah lo La.” kata Tasya&lt;br /&gt;“Makanya, maafin gue yah Sya, pliiiiiiiiiiiissssss banget” kata Mila&lt;br /&gt;“Yaudah, gue maafin lo, tapi ada syaratnya. Lo harus nraktir gue makan bakso selama 1 bulan. Gimana ?? Kalau gak mau juga gak papa, tapi gue bakalan ngambek terus loooh.” kata Tasya&lt;br /&gt;“Okee okee Sya, biar loe gak ngambek gue bakalan nraktir lo makan bakso selama 1 bulan. Okee.”kata Mila&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya mereka berdua pun berbaikan lagi. Sebenernya, dalam hati Tasya, dia penasaran dengan Reno. Tapi, dia malu sama Mila. Malu kalau Mila sampai tau kalau Tasya suka sama Reno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya....&lt;br /&gt;“Tassyyyyyaaaaaaaaaaa. Bangun, lo gak sekolah apa ? Udah jam berapa nih ? Ya ampuun Tasya, banguuuuuuuuunnnn” teriak Kak Ita, kakak keempat Tasya.&lt;br /&gt;“Apaan sih kak ? Gue masih ngantuk. Nanti aja banguninnya kenapa sih ? Udah sana pergi ahh.” Jawab Tasya dengan nada bermalas malasan untuk menjawab.&lt;br /&gt;“Ya ampun Tasya, liat nih. Udah jam 07.00, lo nanti dimarain Bu Indah, mau ?” kata Kak Ita.&lt;br /&gt;“Iya iya Kak, gue bangun. Ahh. Nyebelin banget sih lo kak.”kata Tasya.&lt;br /&gt;“Tasya, kenapa ngomong kayak gitu sama kakak kamu ? Hah ? Mau belajar jadi gak sopan yah ?” kata Kak Sam, kakak Ketiga Tasya.&lt;br /&gt;“Ya ampun. Iya iya, maafin gue kak. Gue telat nih, mau cepet cepet. Jangan diomelin mulu’.”kata Tasya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tasya emang suka banget telat bangun. Sampai kakak-kakaknya nyerah buat ngebangunin dia yang susaaaaaaaahhhh banget buat dibangunin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesaat kemudian...&lt;br /&gt;Bukk.!!!! Suara kaleng yang ditendang Tasya lagi-lagi mendarat dikepala Bu Indah.&lt;br /&gt;“Hmm Hmm Hmm Hmm... Lagi-lagi Tasya, dasar anak badung” kata Bu Indah dalam hati.&lt;br /&gt;“Maaf yah Bu, saya gak sengaja...” kata Tasya meminta maaf.&lt;br /&gt;“Yasudah, sana pergi ke kelas.” kata Bu Indah ramah tak seperti biasanya.&lt;br /&gt;“Kok Ibu gak marah sih? Ibu cape’ yah, ngadapin saya? Maaf deh, kalau gitu Bu, saya janji gak ngulangin lagi..” kata Tasya dengan muka yang dimelas-melasin.&lt;br /&gt;“Gak kok. Ibu gak cape’ ngadapin kamu. Cuma Ibu lagi kurang enak badan aja. Ibu lagi males marah-marah. Apalagi sama kamu yang badungnya minta ampun. Yang ada mlah penyakit Ibu gak sembuh-sembuh lagi.. Sudah sana ke kelas.”kata Bu Indah.&lt;br /&gt;“Yah Ibu, gak seru nih. Gak pake’ marah-marah. Yaudah deh, saya ke kelas yah Bu. Byee Ibu cantiik. :*” kata Tasya pada Bu Indah sambil berjalan meninggalkan Bu Indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di kelas...&lt;br /&gt;“La, ngapain tuh anak ada dikelas kita..?” tanya Tasya kepada Mila yang heran melihat Reno ada didalam kelasnya dan menduduki bangkunya.&lt;br /&gt;“Lo gak tau yah Sya? Dia kan udah dipindahin ke kelas kita..” kata Mila.&lt;br /&gt;“Ohh. Terus, ngapain dia duduk di bangku gue??” tanya Tasya lagi.&lt;br /&gt;“Hehehehh.. Gak tau tuh Reno. Dia bilang pengen duduk sebangku gue..” kata Mila.&lt;br /&gt;“Iddiiiih. Enak bener hidup dia kalau kayak gitu. Dia pikir dia siapa.?!!!!! Anak baru aja belagu. Itu kan bangku gue, gue yang pertama kali nempatin. Dia dengan sekali datang langsung main ambil bangku gue. Awas aja yah..!!!!!!” kata Tasya sambil ngomel panjang lebar lalu mendatangi Reno..&lt;br /&gt;“Sabar Sya, sabar. Nanti juga pindah sendiri dia. Dia bercanda aja kok mungkin..” kata Mila menenangkan Tasya.&lt;br /&gt;“Allaaaaaah..!!! Dia kalau gak dimaki-maki gak bakalan pindah..!” kata Tasya sambil mendatangi Reno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu...&lt;br /&gt;Braaaaaaaaaaaaaaaaaaakkkk!!!! Suara meja yang dipukul Tasya. Tasya benar-benar marah kali ini.&lt;br /&gt;“Heeh cewek bego’, ngapain lo mukul meja gue.?” Kata Reno sedikit marah juga.&lt;br /&gt;“Heeh cowok sableng, lo yang ngapain, hah? Ini meja gue, bukan meja lo.!” Kata Tasya.&lt;br /&gt;“Ohh yaa? Ini meja lo? Itu dulu, sekarang ini jadi meja gue.!!” Kata Reno.&lt;br /&gt;“Enak aja yah lo.!! Udah jago lo?! Haah? Jangan mentang mentang lo cowok yah, lo pikir gue takut sama lo!!” kata Tasya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reno pun terdiam. Bukan karena dia takut pada Tasya. Tapi karena dia teringat pada perkataan Mila yang memberitahunya bahwa Tasya seperti ini karena dia kesepian ditinggal oleh kedua orang tuanya.&lt;br /&gt;“Gue minta maaf Sya..” kata Reno tulus.&lt;br /&gt;“Gue gak bakal yah, maafin lo!!! Ingat itu! Dasaar!! Gue benci sama lo Ren..! Gue benci sama semuanya.!!! Gue benci..!!!! Gak pernah ada orang yang bisa ngerti’in gue. Gue benci!!” kata Tasya dengan mata yang berkaca-kaca. Lalu dia berlari meninggalkan kelas.&lt;br /&gt;“Tasyaaaaa.!!” Teriak Reno memanggil Tasya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laluu...&lt;br /&gt;“Gue benci! Gue benci! Gue benci!!!!!!!!!” Teriak Tasya. Dia sekarang sedang berada di gedung belakang sekolah. Dia menangis sendirian disana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tiba-tiba Reno datang menghampiri Tasya. Dia memang merasa bersalah pada Tasya. Dia ingin meminta maaf. Lalu. . . . .&lt;br /&gt;“Tasya.” Panggil Reno&lt;br /&gt;“Apa? Gak bosen-bosennya yah lo gangguin gue.” Jawab Tasya sambil menangis&lt;br /&gt;“Gue minta maaf.” Kata Reno&lt;br /&gt;“Mungkin maaf itu gak akan pernah cukup Ren. Lo tau, selama gue hidup, gak pernah ada orang yang suka sama gue. Bahkan kakak-kakak gue sendiri, gak pernah ada yang suka sama gue. Gue benci kayak gini Ren. Ditambah lagi sama sikap lo yang bikin gue tambah muak hidup didunia.” Jawab Tasya sambil menangis&lt;br /&gt;“Gue gak bermaksud gitu Sya. Gue pikir, lo cewek yang asik. Gue coba deketin lo dengan cara kayak gitu. Gue gitu karena gue pengen deket sama lo Sya. Gak semua orang kok gak suka sama lo. Gue suka sama lo Sya. Suka banget, dari pertama gue liat lo. Lo mau gak, jadi pacar gue?” kata Reno yang mengagetkanku&lt;br /&gt;“(kaget) gue gak salah denger?” jawabku&lt;br /&gt;“(menggeleng) gak kok, lo mau jadi pacar gue?” kata Reno mengulangi pertanyaannya&lt;br /&gt;“Sebenernya, gue juga suka sama lo Ren.” Jawab Tasya&lt;br /&gt;“Jadi, lo mau gak?” tanya Reno&lt;br /&gt;“(mengangguk) iya.” Jawab Tasya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata masih ada orang yang menyayangi Tasya. Betapa senangnya dia. Dia sadar, kalau Reno sebenarnya adalah orang yang baik. Terimakasih Tuhan, Engkau telah menurunkan seorang malaikat untukku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;PROFIL PENULIS&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Nama : Mimin Khoirum Widiawati&lt;br /&gt;TTL : Malang, 26 Desember 1996&lt;br /&gt;Sekolah : SMKN 1 Bontang, Kalimantan Timur&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
No. Urut : 897&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tanggal Kirim : 25/04/2013 15:00:08&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Baca juga &lt;a href="http://www.lokerseni.web.id/2013/01/kumpulan-cerpen-cinta-terbaru-update.html" target="_blank"&gt;Cerpen Cinta&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.lokerseni.web.id/2013/01/kumpulan-cerpen-remaja-terbaru-update.html" target="_blank"&gt;Cerpen Remaja&lt;/a&gt; yang lainnya.&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/LokerSeni/~4/xauYj3KbB7g" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/LokerSeni/~3/xauYj3KbB7g/malaikat-untuk-tasya-cerpen-cinta-remaja.html</link><author>agus.lizam@gmail.com (Loker Seni)</author><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/-t6hYAfMq7pA/Ubyr77ykNeI/AAAAAAAAGvw/EDymKKSv8CQ/s72-c/Cerpen+Malaikat.jpg" height="72" width="72" /><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1" /><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD" /><feedburner:origLink>http://www.lokerseni.web.id/2013/06/malaikat-untuk-tasya-cerpen-cinta-remaja.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7529203369447603545.post-1751224189965481782</guid><pubDate>Sat, 15 Jun 2013 17:57:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-06-15T10:57:30.912-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Cerpen Cinta</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Cerpen Romantis</category><title>Cerpen Cinta Romantis - Dia Milikku</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;DIA MILIKKU&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Karya Mimin Khoirum Widiawati&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;“Udahlah Ka! Kamu ternyata gak sebaik yang aku kira! Mendingan sekarang kita PUTUS!”&lt;br /&gt;Kata-kata itu selalu terngiang ditelingaku. Aku putus dengan Judika. Orang yang sudah menjadi pacarku selama 3 bulan ini. Sungguh aku sangat sayang padanya. Tapi dia sudah menghancurkan kepercayaan yang telah kuberikan untuknya. Tapi, aku tidak ingin mengingat hal ini lagi. Aku harus melupakannya.&lt;br /&gt;“Hai Ra.” Sapa Syifa, sahabatku&lt;br /&gt;“ Hai juga Fa. Kamu sama siapa kerumahku?” tanyaku&lt;br /&gt;“Sama pacar baruku. Kenalin, Judika ini Dira. Dira, ini Judika.” Kata Syifa yang amat sangat mengagetkanku. Kenapa bisa Syifa pacaran dengan mantanku? Memang salahku, yang gak pernah ngenalin Judika ke Syifa. Tapi emang dasarnya Judika playboy. Baru putus seminggu udah gandeng pacar baru. Aku pun berkenalan dengan Judika, dan seolah-olah aku tidak mengenalnya di hadapan Syifa. Aku tidak ingin menyakiti hati sahabatku.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-SiAa1SHNFkM/Ubyq9a6hslI/AAAAAAAAGvk/N2GmDWHYdDQ/s1600/Cerpen+cinta.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="287" src="http://4.bp.blogspot.com/-SiAa1SHNFkM/Ubyq9a6hslI/AAAAAAAAGvk/N2GmDWHYdDQ/s400/Cerpen+cinta.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Dia Milikku&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Setelah kejadian itu, hampir tiap hari aku murung. Aku masih sangat menyayanginya. Tapi kenapa dia pacaran dengan sahabatku sendiri? Oh Tuhan. Aku bingung sekarang. Kadang muncul dibenakku rasa bersalah telah memutuskan Judika. Tapi, aku juga marah, karena waktu itu aku melihat dengan mataku sendiri kalau Judika selingkuh. Ahh! Aku bingung!! Tapi, aku mencoba untuk melupakan Judika dan berdoa yang terbaik untuk Syifa. Dan semoga juga, Syifa tidak disakiti oleh Judika.&lt;br /&gt;Sebulan telah berlalu. Perlahan-lahan aku sudah mulai bisa melupakan Judika. Aku sudah mulai bisa melupakan sosok yang telah membuat hatiku sakit berulang kali itu. Terimakasih Tuhan, Engkau sedikit-sedikit sudah membantuku menghapus kenangan Judika. Hingga suatu hari di kelas. . . . .&lt;br /&gt;“Ra. Lagi ngapain?” tanya Syifa tiba-tiba mengagetkanku&lt;br /&gt;“Eh, kamu Fa. Ngagetin aja. Ini nih, aku lagi ngetik laporan buat dikumpulin ke Bu Eli besok. Kamu gak ngerjain laporannya?” tanyaku&lt;br /&gt;“Ah, aku malas! Aku lagi galau nih.” Kata Syifa&lt;br /&gt;“Galau kenapa Fa? tanyaku&lt;br /&gt;“Aku putus sama Judika, gara-gara dia ketahuan selingkuh. Ihh!! Nyebelin banget sih jadi cowok! Benci banget deh aku sama dia!” kata Syifa sambil marah-marah&lt;br /&gt;“Udahlah Fa. Mungkin bukan dia cowok yang pantas buat kamu. Kamu harus belajar buat ngelupain cowok yang gak punya perasaan kayak dia.” Kataku menenangkan Syifa&lt;br /&gt;“Iya Ra. Makasih yah. Kamu udah ngasih saran ke aku.” Kata Syifa&lt;br /&gt;“Iya. Sama-sama.” Jawabku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bel pulangpun berbunyi. Aku segera merapikan meja dan bergegas ingin pulang. Tapi langkahku terhenti setelah ada yang menghalangi langkah kakiku. Sosok bertubuh tinggi, tampan, dan dengan bau parfum yang tidak asing bagiku. Yah, Judika.&lt;br /&gt;“Mau apa kamu?” tanyaku dengan tatapan yang sinis&lt;br /&gt;“(sambil memegang tanganku) maafin aku Ra.” Kata Judika&lt;br /&gt;“(sambil menarik tanganku) gak bakal!” jawabku singkat&lt;br /&gt;“Plis Ra. Aku masih sayang banget sama kamu. Waktu kamu putusin aku, kamu sama sekali gak mau dengerin penjelasan dari aku. Semua itu gak seperti yang kamu lihat Ra. Pliis, percaya sama aku.” Kata Judika&lt;br /&gt;“Oh yah? Jadi yang aku lihat waktu itu apa? Kamu lagi main drama? Atau mungkin, teater? Mesra-mesraan sama cewek lain sementara kamu masih pacarku waktu itu! Dimana sih, hatimu Ka? Pembelaan dirimu itu gak penting buatku! Aku gak bakalan pernah percaya!” kataku kesal dan sempat meneteskan air mata&lt;br /&gt;“Yang kamu lihat waktu itu semuanya gak bener Ra. Sebenernya, dia itu mantanku. Dia gak pernah terima aku putusin. Dia terus aja ngejar-ngejar aku. Sampai waktu hari itu, kamu ngeliat aku yang dipeluk sama dia. Dia tiba-tiba aja meluk aku waktu kamu datang. Dia sengaja pengen ngancurin hubungan kita. Dan rencananya berhasil. Kita putus dengan mudahnya. Karena hasutan orang lain.” Kata Judika&lt;br /&gt;“Tapi kenapa kamu pacaran sama Syifa Ka? Sama sahabatku sendiri? Terus kamu tega nyakitin perasaan dia. Kamu selingkuhin dia! Kamu itu cowok macam apa sih?!” kataku kesal&lt;br /&gt;“Maafin aku Ra. Sebenernya, aku pacaran sama Syifa cuma buat ngilangin rasa sakit hatiku ke kamu. Aku Cuma pengen dapetin penggantimu. Tapi, kamu memang pemenangnya Ra. Kamu abadi dihatiku. Aku gak pernah bisa buat ngelupain kamu meskipun aku pacaran sama sahabat kamu sendiri. Aku sayang sama kamu Ra. Pliis Dira, maafin aku.” Kata Judika membuat hatiku luluh&lt;br /&gt;“Aku juga minta maaf Ka. Waktu itu, aku gak pernah mau dengerin penjelasan kamu. Aku juga sebenernya masih sayang sama kamu.” Kataku&lt;br /&gt;“Jadi kita balikan lagi yah. Kamu mau kan jadi pacarku lagi?” kata Judika&lt;br /&gt;“(mengangguk)”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, aku pulang bersama dengan Judika. Senang sekali rasanya bisa balikan sama Judika. Aku sadar kalau aku memang sangat menyayanginya. Bagiku, Judika segalanya. Meskipun aku sempat mencoba untuk melupakannya, tapi rasa sayangku untuknya tetaplah abadi. Hingga hal yang tak pernah kuinginkanpun terjadi.&lt;br /&gt;“Pagi Fa.” Sapaku pada sahabat baikku itu&lt;br /&gt;“(menatapku sinis, lalu mengalihkan pandangannya tanpa menjawab sapaanku)”&lt;br /&gt;“Kenapa? Ada yang salah yah sama aku? Aku udah buat kamu marah yah? Aku minta maaf yah Fa.” Kataku seraya mengulurkan tanganku untuk meminta maaf pada Syifa&lt;br /&gt;“(menepis tanganku) kamu itu bener-bener cewek licik yah.” Katanya sambil tersenyum sinis&lt;br /&gt;“Apa maksudmu?” tanyaku tak mengerti&lt;br /&gt;“Pasti kamu kan, yang udah ngerayu Judika biar dia putus sama aku? Dasar cewek licik. Sahabat sendiri ditikung. Aku liat dengan mataku sendiri kemarin kamu pelukan sama Judika didepan kelas. Dasar perebut kamu Ra! Aku benci sama kamu!” kata Syifa yang sangat mengagetkanku&lt;br /&gt;“Kamu salah paham Fa. Semuanya gak seperti yang kamu kira. Aku gak nikung kamu.” Kataku memberi penjelasan kepada Syifa&lt;br /&gt;“Allaaahh! Alasan kamu tuh udah basi tau gak? Yang kenalin Judika kekamu itu aku Ra. Kenapa kamu malah kayak gini sama aku? Dimana sih hatimu sebagai seorang cewek?” kata Syifa diikuti dengan tangisan&lt;br /&gt;“Maafin aku Fa. Aku yang gak pernah cerita kekamu. Sebenernya, Judika itu mantanku. Dulu, aku putusin dia karena aku salah paham sama dia. Dan aku gak mau dengerin penjelasan dari dia. Dia sangat terpukul, makanya dia pacarin kamu. Dia tau kalau kamu tuh sahabatku. Dia pikir, dengan dia pacarin kamu, rasa sayangnya ke aku tuh bakalan hilang. Tapi nyatanya gak. Dia masih tetap sayang sama aku. Makanya kemarin dia dateng kekelas buat minta maaf ke aku. Dan ngejelasin semuanya. Akhirnya, aku balikan lagi sama dia. Tapi kalau karena dia persahabatan kita jadi hancur, aku bakalan putusin dia lagi Fa.” Kataku sambil menangis&lt;br /&gt;“(memelukku) maafin aku yah Ra. Aku udah salah paham. Gak usah Ra, kamu gak usah putusin Judika. Kamu cocok kok sama dia. Aku dukung kalian. Maafin aku yah.” Kata Syifa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku akhirnya baikan sama Syifa. Dan hubunganku dengan Judika, tetap berjalan lancar. Aku berharap, bisa selamanya bersama dengan orang-orang yang kusayangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;PROFIL PENULIS&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Karya : Mimin Khoirum Widiawati&lt;br /&gt;TTL : Malang, 26 Desember 1996&lt;br /&gt;Sekolah : SMKN 1 Bontang, Kalimantan Timur&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Baca juga &lt;a href="http://www.lokerseni.web.id/2013/01/kumpulan-cerpen-cinta-terbaru-update.html" target="_blank"&gt;Cerpen Cinta&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.lokerseni.web.id/2013/01/kumpulan-cerpen-romantis-terbaru-update.html" target="_blank"&gt;Cerpen Romantis&lt;/a&gt; yang lainnya.&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/LokerSeni/~4/u4PmQnQTtNk" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/LokerSeni/~3/u4PmQnQTtNk/cerpen-cinta-romantis-dia-milikku.html</link><author>agus.lizam@gmail.com (Loker Seni)</author><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/-SiAa1SHNFkM/Ubyq9a6hslI/AAAAAAAAGvk/N2GmDWHYdDQ/s72-c/Cerpen+cinta.jpg" height="72" width="72" /><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1" /><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD" /><feedburner:origLink>http://www.lokerseni.web.id/2013/06/cerpen-cinta-romantis-dia-milikku.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7529203369447603545.post-5173800940917277505</guid><pubDate>Sat, 15 Jun 2013 17:53:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-06-15T10:53:57.935-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Cerpen Cinta</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Cerpen Remaja</category><title>Cerpen Cinta Remaja - Kamu Hanyalah Bayangan Semu</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;KAMU HANYALAH BAYANGAN SEMU&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Karya Mimin Khoirum Widiawati&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;Aku berlari ketika melewati koridor sekolah sendirian. Waktu itu, semua anak sudah pulang sekolah. Aku dimintai tolong oleh guruku untuk mengantarkan buku tugas yang diberikannya ke kantor. Mengapa sekolahku begitu sepi? Tidak ada orang yang terlihat. Bahkan gurupun tidak ada yang terlihat. Aku takut, sampai akhirnya aku tidak memperhatikan jalanku. Dan tiba-tiba. . . . .&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;BRAKKK! Aku menabrak seorang kakak kelas. Minuman yang dibawanya tumpah membasahi bajunya, bajuku, dan buku yang sedang aku bawa. Buku-buku itu jatuh berhamburan ke lantai. Berserakan dan basah. Aku lalu memungut buku-buku itu sambil meminta maaf pada kakak kelasku itu karena sudah menabraknya. Tapi, apa tanggapannya? Dia hanya diam. Tidak membantuku untuk memungut buku-buku itu, dan tidak mengucapkan kata apapun ketika aku minta maaf padanya. Dia hanya memberikanku sehelai saputangan dan berlalu pergi. Sungguh orang yang aneh.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-epE3bisWgrY/UbyqFS5TqDI/AAAAAAAAGvY/L2hBcPJ3onw/s1600/Cerpen+Cinta+dalam+Air.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="297" src="http://4.bp.blogspot.com/-epE3bisWgrY/UbyqFS5TqDI/AAAAAAAAGvY/L2hBcPJ3onw/s400/Cerpen+Cinta+dalam+Air.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Kamu Hanyalah Bayangan Semu&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Aku lalu melihat saputangan pemberiannya tadi. Dibagian pojok bawah, tertulis “Arana”. Aku yakin itu bukan namanya. Karena Arana adalah nama perempuan, sedangkan dia adalah seorang laki-laki. Tiba-tiba, aku ingat. Bahwa namaku adalah Arana. Apakah ini hanya sebuah kebetulan? Kenapa disaputangannya ada namaku? Atau mungkin, Arana itu adalah pacarnya? Arana kan bukan cuma aku saja, pikirku. Yasudahlah, aku tidak ingin memikirkannya lagi. Aku lalu mengantarkan buku-buku itu ke kantor dan bergegas pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya dirumah . . . . . .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali aku melihat saputangan yang diberikannya tadi. Saputangan yang unik, dengan gambar Winnie The Pooh berwarna Kuning. Aku yakin, itu bukan miliknya, karena tidak mungkin seorang laki-laki mempunyai saputangan bergambar Winnie The Pooh. Tanpa kusadari, aku jadi senyum-senyum sendiri memikirkan kakak kelasku tadi. Dia pribadi yang pendiam, tampan, dan misterius. Dia jarang bergaul. Jarang sekali aku melihatnya berkumpul dengan teman-temannya. Dia orang yang aneh, karena aku tidak pernah sedikitpun mendengar dia berbicara. Apa dia bisu? Ah itu tidak mungkin, pikirku. Sudahlah, aku malah jadi berpikiran yang tidak-tidak tentangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya. . . . .&lt;br /&gt;“Kak, kak. Ini nih saputangannya. Makasih yah.” Kataku kepada kakak kelasku yang kemarin memberiku saputangan&lt;br /&gt;Dia hanya mengambil saputangan itu tanpa menjawab ucapan terimakasihku. Ya Tuhan, kenapa dengan orang ini? Sungguh aku sangat bingung padanya. Ingin sekali aku mendengar suaranya. Tapi dia tetap saja tidak bersuara. Aku semakin penasaran padanya. Sepertinya, aku jatuh cinta. Ya, jatuh cinta dengan lelaki misterius ini.&lt;br /&gt;Tanpa aku sadari, aku jadi semakin sering memperhatikannya. Tapi, ada yang kurang. Aku tidak tahu siapa namanya. Aku ingin bertanya pada temannya, tapi aku malu. Setiap kali ada kesempatan untuk bertanya, rasa malu selalu datang menyergapku. Sehingga aku tidak jadi bertanya siapa nama lelaki yang sudah aku cintai itu.&lt;br /&gt;Setelah aku mengembalikan saputangannya tadi, aku malah ingin mengambil kembali saputangan itu. Mengapa? Aku juga tidak tahu. Tapi, tulisan “Arana” di pojok bagian bawah saputangan itu seperti mengisyaratkan bahwa dia memang sengaja membuat tulisan itu dan memberikannya padaku. Sungguh hal yang bodoh. Mana mungkin semua itu terjadi. Bahkan aku dan dia tidak saling mengenal sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai suatu hari. . . . . .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Arana!” panggil seseorang yang sontak mengagetkanku, aku pun menoleh dan betapa terkejutnya aku ketika melihat kakak kelasku berdiri tepat dibelakangku. Dia memanggil namaku, hatiku senang bukan main.&lt;br /&gt;“Iya, ada apa?” tanyaku padanya&lt;br /&gt;“Kamu mau kemana?” tanyanya&lt;br /&gt;“Gak kemana-mana kok. Aku cuma mau duduk disini.” Kataku sambil menunjuk kursi yang ada dikoridor sekolah, sambil duduk di kursi itu&lt;br /&gt;“Namaku Niko.” Katanya sambil berlalu pergi meninggalkanku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa terkejutnya aku. Dia seolah-olah tahu bahwa aku sedang mencari tahu siapa namanya. Ada apa dengan lelaki itu? Mengapa dia misterius sekali. Mengapa semua yang aku alami seolah-olah sudah direcanakan. Sungguh tidak masuk akal. Aku semakin penasaran dan tentu saja, semakin aku penasaran semakin aku jatuh cinta padanya. Pada Niko. Yah, aku tahu namanya sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa saat kemudian. . . . .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bel pulangpun berbunyi. Aku lalu merapikan buku-buku pelajaranku sambil bergegas ingin sampai dirumah. Aku ingin berteriak sekeras-kerasnya, karena hari ini aku sangat senang. Kak Niko, Kak Niko, Kak Niko!!! Hanya nama itu yang ingin aku teriakkan. Aku bahagia sekali karena aku sudah tahu siapa namanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya dirumah. . . . .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku lalu masuk kekamarku, dan disana aku berteriak-teriak seperti orang gila. Aku senang sekali, sungguh sangat senang. Tiba-tiba HPku berdering, tanda ada sms masuk. Kulirik layar HPku dan, 1 pesan baru. Aku lalu membukanya. Betapa terkejutnya aku ketika membaca pesan itu. Pesan dari nomor yang tidak dikenal, yang membuat bulu kudukku merinding, yang membuatku ngeri, dan yang membuatku takut. Pesan itu berisi “Jangan pernah kamu dekat dengannya! Karena, dia bukan MANUSIA! Ingat itu Arana!”&lt;br /&gt;Sontak pesan itu membuatku terduduk lemas dan tidak bisa berkata-kata. Apa maksudnya? Dekat dengan siapa? Siapa yang bukan manusia? Tuhan, apa yang dimaksud orang ini adalah Kak Niko? Apa mungkin Kak Niko bukan manusia? Tidak! Kak Niko itu manusia. Dia bahkan menegurku tadi. Aku sungguh tidak percaya. Bagaimana mungkin, orang ini mengirim pesan yang tidak penting itu padaku? Ah, sudahlah. Aku yakin kalau Kak Niko itu adalah manusia. Orang yang mengirim pesan ini mungkin hanyalah orang iseng yang kurang kerjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya. . . . .&lt;br /&gt;Aku mencari-cari Kak Niko disekolah. Aku mencarinya kekelas, ke kantin, kemana saja. Tapi dia tidak ada. Apa dia tidak masuk hari ini? Aku terus mencarinya, sampai akhirnya aku melihatnya sedang duduk sendirian di taman belakang sekolah. Aku lalu menghampirinya, dan duduk disebelahnya. Dia sepertinya tidak menyadari kehadiranku. Sampai akhirnya, aku membangunkannya dari lamunannya.&lt;br /&gt;“Kak Niko.” Kataku sambil menepuk pundaknya. Sontak dia kaget. Dan dia lalu menengok kearahku sambil tersenyum.&lt;br /&gt;“Iya, kenapa?” jawabnya. Dia bahkan bisa aku sentuh. Itu berarti dia manusia, dia nyata.&lt;br /&gt;“Gak kenapa-napa kok. Kamu ngapain sendirian disini? Gak kekelas?” tanyaku&lt;br /&gt;“Gak. Aku lagi pengen disini, malas belajar.” Kata Kak Niko&lt;br /&gt;“Kak, aku mau nanya sesuatu.” Kataku&lt;br /&gt;“Apa?” tanyanya. Wajahnya yang tampan membuat jantungku berdebar-debar dengan hebatnya. Aku tidak menyangka, aku bisa berbicara dengannya.&lt;br /&gt;“Saputangan yang kemarin itu, kok ada tulisan “Arana”nya? Arana itu kan namaku. Padahal, kita gak saling kenal sebelumnya.” Kataku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menghela nafas sejenak sebelum akhirnya dia menjawab pertanyaanku.&lt;br /&gt;“Sudah seharusnya kamu tahu Arana.” Katanya&lt;br /&gt;“Tahu apa?” tanyaku sambil kebingungan&lt;br /&gt;“Dulu, aku adalah orang yang sangat menyukaimu. Aku mengagumimu, dan aku membuatkanmu sebuah saputangan yang bertuliskan “Arana” di pojok bawahnya. Maksudku, aku ingin memberikannya kekamu sambil menyatakan perasaanku. Setahun yang lalu, tepat dihari aku ingin menembakmu, aku kecelakaan. Motor yang kubawa menabrak sebuah mobil yang parkir didepanku. Karena aku laju, aku gak sempat ngerem. Dan, motorku hancur. Aku dilarikan kerumah sakit, tapi Tuhan berkehendak lain. Aku meninggal dunia saat perjalanan menuju rumah sakit.” Jelasnya yang membuat hatiku serasa hancur. Aku sangat terkejut mendengarnya. Tanpa kusadari, air mataku pun menetes&lt;br /&gt;“Arana, memang Cuma kamu yang bisa melihat wujudku. Memang Cuma kamu yang dapat menyentuhku. Aku datang, hanya ingin memberikanmu saputangan ini. Arana, aku suka kamu. Hanya itu yang ingin aku sampaikan kekamu. Aku bukan lagi manusia Arana. Tapi, aku sangat mencintaimu. Aku sangat menyayangimu. Jaga dirimu baik-baik. Aku sayang kamu Arana.” Kata Kak Niko sambil perlahan-lahan menghilang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menangis mendengar penjelasannya. Ternyata, pesan yang kemarin itu benar. Tuhan, aku juga mencintai Kak Niko. Sekarang, yang aku punya hanyalah saputangan ini. Aku akan menjaganya dengan baik, seperti aku menjaga cintaku untuk Kak Niko. Aku akan selalu mengenang Kak Niko dihatiku, selamanya. . . . . .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;PROFIL PENULIS&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Nama : Mimin Khoirum Widiawati&lt;br /&gt;TTL : Malang, 26 Desember 1996&lt;br /&gt;Sekolah : SMKN 1 Bontang, Kalimantan Timur&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Baca juga &lt;a href="http://www.lokerseni.web.id/2013/01/kumpulan-cerpen-cinta-terbaru-update.html" target="_blank"&gt;Cerpen Cinta&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.lokerseni.web.id/2013/01/kumpulan-cerpen-remaja-terbaru-update.html" target="_blank"&gt;Cerpen Remaja&lt;/a&gt; yang lainnya.&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/LokerSeni/~4/C0CvcSTehDE" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/LokerSeni/~3/C0CvcSTehDE/cerpen-cinta-remaja-kamu-hanyalah.html</link><author>agus.lizam@gmail.com (Loker Seni)</author><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/-epE3bisWgrY/UbyqFS5TqDI/AAAAAAAAGvY/L2hBcPJ3onw/s72-c/Cerpen+Cinta+dalam+Air.jpg" height="72" width="72" /><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1" /><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD" /><feedburner:origLink>http://www.lokerseni.web.id/2013/06/cerpen-cinta-remaja-kamu-hanyalah.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7529203369447603545.post-9014691353981541978</guid><pubDate>Sat, 15 Jun 2013 17:49:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-06-15T10:49:27.918-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Cerpen Cinta</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Cerpen Remaja</category><title>Ku Nanti Kita Kembali - Cerpen Cinta Remaja</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;KUNANTI KITA KEMBALI&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Karya Arachmadi Putra Pambudi&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Raut wajah Nabila, sesaat tertampak seperti monster imut saat ia terbangun dari mimpinya di atas susunan karakter-karakter yang begitu empuk , saat pagi menyapa&lt;br /&gt;“Ah, pagi ini tak berbeda dengan kemarin.. ” .sambutnya tanpa semangat,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sesaat teringat olehnya kejadian tadi malam, ketika semua orang sedang berbagi cokelat, ketika semua orang berbicara tentang cinta melebihi kapasitas normalnya, ia justru mendapatkan hal yang bahkan semua orang tak ingin, di saat ia mengharap sebuah kejutan manis, di saat ia merindukan pelukan hangat itu, kenyataan menjawab dengan modus inversnya, Tak terasa, cairan itu pun meleleh lagi di wajahnya, mewakili kesedihannya yang mendalam, di dalam hatinya berkata ..&lt;br /&gt;“Mengapa harus ditemukan, bila akhirnya terpisah ? ”.&lt;br /&gt;Namun begitu, Nabila tetap berharap cintanya kembali. Hari – hari tetap dilalui Nabila dengan senyuman, sekilas tak tampak aksen sedih di wajahnya.. .&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-TH8urKyJONQ/UbypEJYHzGI/AAAAAAAAGvI/JUDQoGtGAqg/s1600/Cerpen+Cinta+Remaja.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-TH8urKyJONQ/UbypEJYHzGI/AAAAAAAAGvI/JUDQoGtGAqg/s400/Cerpen+Cinta+Remaja.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Ku Nanti Kita Kembali&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Di kelas Tasya sahabat Nabila mengambil buku lalu duduk disamping Nabila&lt;br /&gt;“Lho, Bil kamu kok fine-fine aja, gak galau nih ?” tanyanya sambil menyalin jawaban matematika Nabila,&lt;br /&gt;“Ah, ndak Sya , aku yakin dia pasti balik” ucapnya dengan penuh semangat sambil menghirup spray yang dipegangnnya,&lt;br /&gt;“Em, yakin bener , semangat ya say :D , kagak usah galau ” ,&lt;br /&gt;“Pastinya dong Sya ”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bel pun berdering tanda waktu istirahat telah usai, satu persatu kawan Nabila pun masuk ke kelas, senyuman Nabila tak lepas dari seorang yang baru saja masuk itu , sorotan senyumannya buyar, ketika seorang itu meliriknya balik dengan wajah cuek, terbesit perih di hatinya, tapi ia anggap ini adalah cobaan untuk dia dan hatinya, seberapa kuat cinta yang dimilikinya, pelajaran pun berjalan seperti biasa, lambat laun Nabila merasa tak nyaman, tapi ia lagi-lagi bersabar, menanti waktu yang diharapnya mungkin terjadi...&lt;br /&gt;“Woi, Did tu Nabila lu cuekin gitu sih, bantu dong gak kompak ah, 1 kelompok juga” Teriak Tasya ke Dida yang sedang ngobrol dengan teman-temannya, bermaksud mendekatkan Dida dengan Nabila kembali..&lt;br /&gt;“Lu aja Sya, gue sibuk” Teriak Dida balik.&lt;br /&gt;“Ah elu, kagak asyik ah,”.&lt;br /&gt;”Udah Sya, aku bisa sendiri kok, sini, kamu aja yang bantu aku ” ucap Nabila sambil mengambilkan kursi untuk Tasya,&lt;br /&gt;“Maaf Bil, aku nggak bisa bawain Dida ke kamu ”,&lt;br /&gt;”It’s ok Sya, gapapa.. ayo kita kerjain tugasnya...”...&lt;br /&gt;Tak terasa 1 bulan sudah dari hari yang menyakitkan batin itu, tapi tetap saja Nabila masih memendam rasa yang sama pada Dida, ia yakin, Dida pasti kembali untuknya.. selama itu, banyak&lt;br /&gt;cinta datang, menawarkan keinginannya untuk bersama Nabila, tapi Nabila masih saja enggan untuk&lt;br /&gt;berpindah ke lain hati [baca: move on] , Hingga pada suatu hari , saat ia sedang berpetualang di&lt;br /&gt;Facebooknya, ia mendapati status hubungan Dida yang sebelumnya “lajang” berubah menjadi "berpacaran", ia yakin ini adalah cara Dida untuk menyatakan cintanya kembali pada Nabila, tapi sayang, bagai tersengat getaran THUNDERSHOCK berkekuatan 100.000 Volt dari seekor Pikachu, ia&lt;br /&gt;membaca status - status di timeline Dida , “Makasih buat semuanya :* #dnadnd” , “Puas deh jalan bareng haha ! #dna” , “Ah, iya.. mungkin itu saudaranya kali ”, ucap Nabila dalam hati, mencoba&lt;br /&gt;menguatkan dirinya, mencoba menahan air matanya... .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba di chatbox Dida men-chat Nabila&lt;br /&gt;“Eh, Bil”,&lt;br /&gt;”Iia sayang ” balas Nabila penuh berbunga di hatinya,&lt;br /&gt;“Sayang?, ga salah.. eh kita dah putus ya” chat balik Dida, seakan tanpa hati dia mengetiknya,&lt;br /&gt;“lho, tapi aku masih sayang sama kamu” balas Nabila mulai sedih... ,&lt;br /&gt;“Suck, makan tuh sayang ! ntar gue dimarain lagi”,&lt;br /&gt;”Sama sapa”,&lt;br /&gt;”Sama pacarku lah, sama sapa lagi”,&lt;br /&gt;”oh, Sapa namanya” Dalam hatinya Nabila berkata “Pasti yang dimaksud itu aku..”,&lt;br /&gt;”Lu juga udah tau kok”,&lt;br /&gt;”lah iya , siapa Didaa ”..&lt;br /&gt;dan chat pun tiba-tiba ditutup oleh Dida, terbesit rasa sedih di hati Nabila untuk ke sekian kalinya . Tiap Nabila bertanya, siapa nama cewe itu, tiap itu pula Dida tak mau menjawabnya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari Dida jatuh sakit, dan harus di rujuk ke Rumah Sakit di Jakarta, Nabila sedikit terkejut mendengar berita itu, dia tak menyangka bakal terpisah jauh dari Dida, meski itu hanya untuk beberapa saat, ia mulai tampak sedih, ditambah lagi BBM, sms, chat darinya tak pernah satupun dibalas oleh Dida.&lt;br /&gt;“Lhoo, Nabila sayang, kok sedih sih, cerita dong ” rayu Tasya yang baru datang dari kantin,&lt;br /&gt;“Dida Sya ”,&lt;br /&gt;“Kenapa Dida , Bil ?”,&lt;br /&gt;”Dia sakit, kasian aku ga bisa jenguk dia, dia pasti sendirian di sana, mungkin mama dan papanya aja , tapi dia kan butuh temen ”,&lt;br /&gt;”Lho, kan sudah ada Aura... ups,”,&lt;br /&gt;”Aura?, siapa itu Sya pacar barunya Dida ya?”&lt;br /&gt;tanya balik Nabila, sambil melelehkan gumpalan air yang sempat tertahan di kedua matanya itu,&lt;br /&gt;“Be..begini Bil, benernya bukan pacar baru, tapi lebih ke CLBK , maaf Bil bikin kamu sedih ”jelas Tasya beserta penyesalannya,&lt;br /&gt;“Iya Sya, ndak papa ” ucap Nabila sambil menangis,&lt;br /&gt;dengan memegang dadanya , seperti menahan sakit dan ia pun pingsan..&lt;br /&gt;“Bil, kamu ga papa kan ?, Bil, Nabila ???”.. .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara indikator detak jantung itu begitu terdengar keras, menandakan keadaan sekitar semakin sepi saja, hanya Nabila, Tasya, dan mama Nabila yang sedang tertidur pulas di sofa,&lt;br /&gt;“Eh, aku di mana toh ?” tanyanya dalam hati, “lho kok di rumah sakit , sudah waktunya tah?” gumamnya dalam hati lagi..&lt;br /&gt;“Lho , Bil, kamu udah sadar ” ucap Tasya yang baru masuk dari kamar mandi, lantas memeluk Nabila ,&lt;br /&gt;“Iya Sya, aku kok di sini yah ? kenapa yah :O” tanya Nabila penuh bingung ,&lt;br /&gt;“Kamu tadi pingsan, trus dibawa ke UKS deh, karena keadaanmu memburuk, makanya dibawa ke sini , maafin aku ya Bil, maafin aku, mungkin kalo aku ga keceplosan tapi, kamu nggak kaya gini ”, sesal Tasya disusul lelehan air matanya,&lt;br /&gt;“Sst, iya Sya ndak papa, kalo kamu ndak bilang gitu tadi, aku ndak akan tau dong ” jawab Nabila mencoba membenarkan kesalahan Tasya, lalu ia berkata lagi ... “Sya, aku titip surat ini ya, tolong berikan ke mama, aku mau tidur dulu , oia minta mama buat langsung baca ya ”,&lt;br /&gt;”Iya Bil, aku kasih mama kamu ntar kalo udah bangun ”...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabila pun tertidur pulas, mungkin bisa dikata lebih pulas dari biasa, dengan senyumnya , Tasya tak menaruh curiga apapun, Tasya meneruskan cerpennya... tak lama kemudian mama Nabila bangun,&lt;br /&gt;“Lho, Tasya ndak tidur nak ?” tanya mama Nabila sedikit membuka mata ,&lt;br /&gt;“Belum tante, nanti saja, nanggung ini cerpennya , oh iya tante, ini surat dari Nabila katanya buat tante, dan harus langsung dibaca te hehe...”,&lt;br /&gt;”Oh, iya, makasih ya nak, aneh Nabila itu, bilang langsung kan bisa, ckckck”,&lt;br /&gt;mereka berdua pun tertawa kecil.. Sesaat setelah membaca surat itu, senyum tawa mama Nabila, tiba-tiba berubah menjadi tetesan air mata..&lt;br /&gt;“Lho, ada apa tante ?” tanya Tasya gelisah,&lt;br /&gt;“Ndak nak, ndak ada apa apa, hanya masalah keluarga ” jelas mamanya menutupi isi surat itu,&lt;br /&gt;“Oh, maaf tante ”...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi itu, Dida sudah pulang dari Jakarta, iapun masuk sekolah kembali, banyak teman-teman yang bertanya kabar , atau sekedar bertanya pengalaman Dida selama di Jakarta,&lt;br /&gt;“Eh Did, sini bentar, gue mau bicara sama lu...” ucap Tasya menarik paksa Dida,&lt;br /&gt;“Apaan si lu Sya , ganggu orang cerita aja”,&lt;br /&gt;”Eh lu gak usa banyak omong deh, lu gak ngerasa, apa yang berbeda di kelas ini ?”,&lt;br /&gt;”Apaan ? kaagak kagak, kagak ade”,&lt;br /&gt;”Emm, lu gak kangen sama Nabila?”,&lt;br /&gt;”Nabila?, eh kagak lah, dia tuh udah sama Yuna , ngerti lo ?”,&lt;br /&gt;”Heh, Dida.. lu kagak tau ya ??, Yuna tuh kakaknya yang baru aja pulang dari Austy setaan !!, oh itu yang bikin lu mutusin Nabila?, eh makanya kalo gak ngerti tanya dulu, dasar dongo’ !!” Tasya pun lari keluar dengan menitikkan air mata lagi,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dida hanya terdiam, terpaku, menyesali apa yang sudah dilakukan olehnya pada Nabila, sebenarnya ia yakin Nabila tak akan seperti itu, tapi, karena hasutan dan rayuan Aura, Dida pun terpancing, yang akhirnya Dida pun hanya sebagai cowo taruhan, ya.. Aura bertaruh dengan temannya untuk balikan dengan mantannya masing-masing , merekapun sudah putus, agak lama sebelum Dida masuk sekolah... Dida pun berlari mengejar Tasya,&lt;br /&gt;“Tasya woy, tunggu gue !” ,&lt;br /&gt;“Hik..Hik.. Apaan ?”,&lt;br /&gt;“Ntar plis anterin gue ke Nabila, gue mau minta maaf sama dia, gua udah sakitin dia aja”,&lt;br /&gt;”Gak cuma AJA tapi BANGET, tau gak, lo sakit, dia bawaanya nangis pas sholat, itu buat sapa?, buat lo Diid !!” bentak Tasya lagi, sambil menangis..&lt;br /&gt;“Iye, iye gue salah, gak biasanya lu ah, cengeng tau kagak, malu kalee sama anak buah lo !”,&lt;br /&gt;“Bi..biarin,hk.. hk.. a,,airmata gu..gue, napa el..elu yang rep..repot ?, lu ku..kudu ja..janji ke gue, ja..ngan per...pernah lu nyesel gu..gue a..ajak ke Nabila ~~” suara Tasya hampir tak jelas sesenggukan,&lt;br /&gt;“Iyeee gue janji” jawab Dida .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah pelajaran usai, mereka pun menuju tempat parkir untuk bersiap,&lt;br /&gt;“”&lt;br /&gt;“Udah, lu ikut mobil gue aja, ntar mobil lu biar ngikut dibelakang mobil gue dibawa supir gue aja” ucap Tasya sinis,&lt;br /&gt;”iye dahh.. iyeee”,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan pulang mereka saling diam, dan akhirnya Tasya pun membuka pembicaraan&lt;br /&gt;“Eh, Did.. gue ke makam papa dulu...”,&lt;br /&gt;”Oke Sya...”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di pemakaman, Dida pun membuntuti Tasya menuju sebuah makam,&lt;br /&gt;“Lho, tanahnya masih merah Sya, baru kemarin ya meninggalnya?” tanya Dida penasaran ,&lt;br /&gt;“Udah lu diem...”,.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tasya menaburkan bunga di sekitar makam itu, ...&lt;br /&gt;“Sapa nama papamu Sya?” tanya Dida basa basi,&lt;br /&gt;”Tu pindain bunganya biar lo tau” . Dida pun memindah buket bunga itu,&lt;br /&gt;betapa terkejutnya Dida, saat nisan itu tertulis “NABILA FEBRIANTI”, “Eh, Eh... S..S.SSya.. MMMakam N..Nabilaa????” tanya Dida gelagapan hampir pingsan,&lt;br /&gt;“Iye, lu udah puas buat dia sakit heh?, lu masi aja ya gak ngerasa, Nabila sakit tu gara gara tau lo balikan sama si Aura, ngerti lo ?, dan gue sekarang tanya, sapa yang donor mata buat lo ??”,&lt;br /&gt;”ssssapa?, NnnabNnabila?”,&lt;br /&gt;”SERATUS BUAT LO !” lantas Tasya pun dengan menahan tangisnya pergi meninggalkan Dida ...,&lt;br /&gt;Sementara itu, Dida masih bersimpuh didepan rumah terakhir Nabila, dengan seribu penyesalan, ia menangis tersedu-sedu sambil memeluk erat nisan bertuliskan nama indah mantan pacarnya yang sangat mencintainya itu... Terbayang sekilas semu Nabila tersenyum melambai pada Dida, dan membisikkan..&lt;br /&gt;“love you..”,&lt;br /&gt;dengan tenaga yang tersisa, terkuras dari tangisnya tadi...&lt;br /&gt;“Nabilaaaa, love you tooo !!!”, teriaknya bersama kilatan petir yang menyambar, tangisnya semakin deras, seiring derasnya tangisan langit saat itu.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;Semenjak saat itu, Dida rutin mengunjungi makam mantannya itu seminggu sekali, bersama kekasih barunya, Tasya... mereka jadian sesuai permintaan Nabila dalam surat yang diberikannya pada mamanya saat itu...&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;Ahh, Entah aku menyebut happy ending atau sad ending nih, tapi setidaknya, Nabila telah membuktikan bahwa cintanya pada Dida tulus, Dida juga telah menyadari akan arti penting sebuah perasaan, jika seorang perempuan benar-benar memilih cintanya, tak ada alasan bagi laki-laki yang dicintainya untuk ragu akan ketulusan cintanya .&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;PROFIL PENULIS&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Add fb : http://facebook.com/thedidaz&lt;br /&gt;Follow twitter : @cutemonboy&lt;br /&gt;plurk : http://plyrk.com/didyl&lt;br /&gt;Follow blog : http://arachmadiputra.blogspot.com&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Baca juga &lt;a href="http://www.lokerseni.web.id/2013/01/kumpulan-cerpen-cinta-terbaru-update.html" target="_blank"&gt;Cerpen Cinta&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.lokerseni.web.id/2013/01/kumpulan-cerpen-remaja-terbaru-update.html" target="_blank"&gt;Cerpen Remaja&lt;/a&gt; yang lainnya. &lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/LokerSeni/~4/3wRdfJM9dKI" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/LokerSeni/~3/3wRdfJM9dKI/ku-nanti-kita-kembali-cerpen-cinta.html</link><author>agus.lizam@gmail.com (Loker Seni)</author><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/-TH8urKyJONQ/UbypEJYHzGI/AAAAAAAAGvI/JUDQoGtGAqg/s72-c/Cerpen+Cinta+Remaja.jpg" height="72" width="72" /><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1" /><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD" /><feedburner:origLink>http://www.lokerseni.web.id/2013/06/ku-nanti-kita-kembali-cerpen-cinta.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7529203369447603545.post-7200372729767435693</guid><pubDate>Sat, 15 Jun 2013 17:44:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-06-15T10:44:30.274-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Cerpen Sedih</category><title>Please, Remember - Cerpen Sedih</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;PLEASE REMEMBER&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Karya Apri Dwi Jayanti&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Semilir angin sore membuat seorang gadis cantik betah untuk berdiam diri di taman sebuah rumah sakit. Berulang kali bibir tipis dan nampak pucat itu tersenyum saat melihat beberapa anak kecil bermain bola dengan tingkah mereka yang sangat menggemaskan. Sesekali gadis berusia 21 tahun itu bertepuk tangan saat melihat ekspresi gembira dari anak-anak kecil yang berhasil mengalahkan temannya itu. Tapi tiba-tiba saja raut wajahnya menjadi sedih dan murung saat pandangan matanya teralih pada seorang wanita dan pria yang sedang menagajak bermain seorang anak laki-laki berusia sekitar 6 tahun itu. Entah kenapa tiba-tiba ia juga ingin seperti anak laki-laki itu, ingin merasakan di dampingi oleh orang tuanya dan bisa bercengkrama dengan orang tuanya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-piYhjcxTCwY/UbynwWgXvwI/AAAAAAAAGu8/7vnprnwLu64/s1600/Cerpen+Badut+Cinta.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="257" src="http://1.bp.blogspot.com/-piYhjcxTCwY/UbynwWgXvwI/AAAAAAAAGu8/7vnprnwLu64/s400/Cerpen+Badut+Cinta.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Please, Remember &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
“Jullie…..” Ucap seseorang sambil menepuk pelan pundak gadis itu yang membuat gadis itu terkejut. “Ahh maaf, apa aku mengejutkanmu?” Tanya seorang pria muda yang mengenakan kemeja putih yang dibalut dengan jas putih serta celana bahan panjang berwarna hitam yang membuat pria itu nampak tampan dan membuat para wanita di rumah sakit itu sangat mengaguminya.Gadis itu, Jullie hanya mengagukkan kepalanya sebagai jawaban atas pertanyaan pria dihadapannya itu.&lt;br /&gt;“Sedang apa kamu disini?aku dan suster Rina mencarimu sejak tadi tapi ternyata kamu berada disini” Ucap pria itu Adit, yang membuat Jullie menolehkan kepalanya memandang pria itu.&lt;br /&gt;“Aku bosan berada di kamar terus” Ucap gadis itu sambil sedikit menggembungkan pipinya yang membuat siapa saja ingin sekali mencubit pipi gadis itu karena tingkahnya yang masih lucu walaupun usianya sudah dewasa.&lt;br /&gt;“Yasudah sekarang kembali ke kamar ya?ini sudah sore dan disini terlalu dingin nanti kamu bisa sakit lagipula ini waktunya kamu minum obat kan?” Ucap Adit yang seketika langsung membuat Jullie menggelengkan kepalanya.&lt;br /&gt;“Aku masih ingin disini dokter, lagipula aku ini tidak sakit jadi aku tidak mau meminum obat-obat itu lagi” Ucap Jullie lalu kembali mengalihkan pandangannya ke depan, menatap seru objek yang ada di hadapannya itu.&lt;br /&gt;“Tapi Jullie…..”&lt;br /&gt;“Sssttttt dokter diamlah, aku sedang asyik memperhatikan anak-anak kecil itu jadi diamlah. Jika dokter bicara terus nanti aku jadi tidak focus dan nantinya aku tidak akan tahu siapa yang akan menang” Ucap Jullie sambil tersenyum memandangi anak-anak kecil yang sedang bermain bola di hadapannya itu. Pria itu, Adit hanya bisa memandang gadis di sampingnya itu dengan tatapan yang sulit diartikan. Baru saja ia akan berkata kepada gadis itu tapi niatnya harus terhenti saat ia merasakan getaran ponsel di saku celananya. Adit memperhatikan sejenak Jullie yang masih asyik memandangi anak-anak kecil itu lalu ia segera mengambil ponselnya dan menerima panggilan masuk itu.&lt;br /&gt;“Hallo…iya,hmmm baiklah aku akan segera kembali keruanganku” Ucap Adit dan menyudahi sambungan telfon itu dan kembali memasukkan ponselnya ke dalam saku celananya.&lt;br /&gt;“Yasudah kalau kamu masih ingin disini…” Adit menghentikan ucapannya sejenak yang membuat Jullie menolehkan kepalanya kearah pria itu. “Tapi setelah itu kamu harus cepat kembali ke kamar, oke?” Ucap Adit sambil tersenyum lalu mengusap lembut puncak kepala gadis yang menjadi pasiennya itu. Setelah itu Adit pergi dari taman yang membuat Jullie kembali menatap pemandangan dihadapannya dan lagi bibir mungilnya mengembangkan senyum saat melihat keceriaan anak-anak kecil di hadapannya.&lt;br /&gt;“Emmm…boleh saya duduk disini?” Ucap seseorang yang membuat Jullie menolehkan kepalanya kearah kiri. Gadis itu mengerutkan keningnya saat melihat seorang wanita berusia sekitar 45 tahun itu sedang menatapnya dengan tatapan memohon. “Bolehkan saya duduk disini?” Ucap wanita itu lagi yang membuat Jullie langsung mengalihkan pandangannya pada tempat kosong di bangku yang sedang ia duduki itu. Jullie menatap ragu wanita asing yang ada dihadapannya sebelum akhirnya ia mengangguk dan membuat wanita itu tersenyum. Jullie menggeser sedikit tubuhnya dan tak lama wanita itu duduk disamping Jullie yang membuat gadis itu sedikit resah karena ia duduk satu bangku dengan orang yang tidak dikenalinya.&lt;br /&gt;“Apakah kamu pasien disini?” Tanya wanita itu yang membuat Jullie menatap wanita disampinya itu. Entah mengapa, ia merasaka kehangatan dan kedamaian saat melihat mata indah disampingnya itu. Jullie menganggukan kepalanya lalu kembali menatap kedepan tapi seketika ia merasa kecewa saat ia sudah tak melihat anak-anak kecil tadi bermain bola.&lt;br /&gt;“Memangnya sudah berapa lama kamu dirawat disini?” Tanya wanita itu. Jullie menolehkan kepalanya dan ia sedang menginggat sudah berapa lama ia dirawat dirumah sakit.&lt;br /&gt;“Aku…..aku,ahhh aku sendiri lupa sudah berapa lama aku disini dan terkadang aku juga bingung kenapa aku bisa dirawat disini” Ucap Jullie sambil menundukkan kepalanya dan meremas jemari tangannya. Tapi seketika ia mendongakan kepalanya dan menatap wanita disampingnya itu. “Kalau ibu, apa yang sedang ibu lakukan dirumah sakit ini?apa ibu dirawat juga disini?” Tanya Jullie antusias.&lt;br /&gt;“Saya?ahh tidak saya kesini karena ingin menemui anak saya yang menjadi dokter disini tapi karena dia sedang ada operasi jadi saya harus menunggunya selesai melakukan operasi” Ucap wanita itu yang membuat Jullie menganggukan kepalanya pelan. Jullie kembali menatap kedepan dan raut wajah sedih itu kembali terlihat di wajah cantiknya saat melihat seorang ibu yang sedang mendorong kursi roda seorang gadis seusianya dan melihat ibu itu mengajak bicara anaknya dan sesekali mengusap lembut rambut anaknya itu. Wanita disampingnya itu mengikuti arah pandang Jullie dan seketika juga membuat wanita itu sedih saat melihat raut wajah gadis disampingnya itu.&lt;br /&gt;“Apakah kamu ingin seperti itu?” Tanya wanita itu yang membuat Jullie menolehkan kepalanya dan mengikuti arah pandang wanita itu.&lt;br /&gt;“A..aku ah tidak tapi aku hanya…..hanya iri saja melihat itu” Ucap Jullie sambil menundukkan kepalanya sedih. Gadis itu kembali meremas jemarinya yang membuat wanita disampingnya itu menatapnya iba. Wanita itu mengelus lembut rambut gadis itu yang membuat Jullie mendongakan kepalanya.&lt;br /&gt;“Apa ibumu tidak menjengukmu?” Ucap wanita itu lembut lalu menatap gadis itu dengan tatapan sedih.&lt;br /&gt;“Eh…?ibu…ibuku?” Ucap Jullie sedikit bingung lalu sedetik kemudian ia menggelengkan kepalanya lemah.&lt;br /&gt;“Boleh saya memelukmu..?” Ucap Wanita itu yang membuat Jullie menautkan kedua alisnya bingung dengan permintaan wanita disampingnya itu. “Hmm aku hanya sedang rindu dengan putriku, kebetulan putiku juga seusia denganmu dan sekarang dia sedang kuliah diluar negeri jadi sekarang saya merindukannya”. Ucap wanita itu lagi saat melihat raut wajah kebingungan dari gadis disampingnya itu. Jullie nampak sedang berpikir apakah ia harus mengijinkan wanita disampingnya itu untuk memeluknya atau tidak tapi saat ia melihat mata wanita itu entah mengapa ia menjadi luluh dan membuat ia menganggukan kepalanya pelan. Wanita itu tersenyum lalu merentangkan tangannya dan membawa tubuh gadis itu kedalam pelukannya. Wanita itu mengelus rambut gadis itu lalu mengusap pelan punggung gadis itu yang membuat matanya sekarang sedikit berkaca-kaca karena menginggat putrinya.&lt;br /&gt;“Apa ibu terlalu merindukan putri ibu?” Tanya Jullie yang masih berada dalam pelukan wanita yang sedang memeluknya itu.&lt;br /&gt;“Iya….akhir-akhir ini dia tidak memberikan saya kabar dan sepertinya dia kini tengah melupakan saya…mungkin karena tugas-tugas kuliahnya jadi dia melupakan saya” Ucap wanita itu dan tanpa terasa air matanya menetes membasahi pipinya tapi wanita itu buru-buru menghapusnya karena takut gadis yang masih ia peluk itu mengetahui kalau ia sedang menangis.&lt;br /&gt;“Aku juga merindukan ibuku…..” Ucap Jullie pelan lalu ia mengusap pelan punggung wanita itu. “Aku yakin pasti putrimu tidak melupakanmu, mungkin benar dia sedang sibuk dengan….emmm dengan kuliahnya dan aku yakin pasti dia akan segera menghubungi ibu” Ucap Jullie. Wanita itu melepaskan pelukannya lalu menatap gadis disampingnya itu dengan senyum yang mengembang dibibirnya.&lt;br /&gt;“Jullie…….” Panggil seseorang yang membuat Jullie menolehkan kepalanya ke kanan dan mendapati seorang wanita dengan seragam putihnya itu sedang memandangnya dengan cemas. “Kenapa kamu tidak kembali kekamar juga?suster khawatir denganmu, ayo sekarang kita kembali ke kamar ini sudah sangat sore” Ucap suster itu yang membuat Jullie sedikit mengerucutkan bibirnya. Wanita disampingnya itu tersenyum lalu mengusap rambut Jullie dengan sayang.&lt;br /&gt;“Kembalilah kekamarmu, benar kata suster ini sudah sangat sore nanti kamu bisa tambah sakit” Ucap wanita itu.&lt;br /&gt;“Hmm kalau begitu aku pergi dulu bu..dan emmm dan terimakasih karena sudah menemaniku disini” Ucap Jullie lalu bangun dari duduknya.&lt;br /&gt;“Iya sama-sama…dan semoga kamu bisa cepat keluar dari rumah sakit ini” Ucap wanita itu yang membuat Jullie tersenyum lalu meninggalkan taman itu bersama dengan suster.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;Wanita itu menatap sendu punggung Jullie yang semakin menjauh dan setelah punggung itu menghilang dari jarak pandangnya, air mata yang sedari tadi ia tahan akhirnya tumpah begitu saja. Wanita itu terisak kencang dan langsung menutup mulutnya dengan telapak tangannya agar isakannya tidak terlalu terdengar. Bahu wanita itu bergetar hebat, ia merasakan dadanya teramat sakit saat harus menerima kenyataan pahit. Kenyataan pahit yang harus ia terima bahwa putri tunggalnya itu semakin hari semakin melupakannya dan tidak mengingatnya sama sekali. Ya Jullie, gadis itu adalah putri tunggalnya yang harus menderita karena divonis terkena penyakit Alzheimer. Sebuah penyakit yang membuat jaringan otak mengalami penyusutan dan penurunan dan menyebabkan menurunnya daya ingat dan kemampuan mental. Penyakit yang membuat putrinya itu kehilangan memori terus menerus dan membuatnya mengalami kesulitan progesif dalam memahami dan mempertahankan informasi dan bahkan nantinya akan membuatnya kesulitan untuk makan, bergerak, dan berbicara serta bisa menyebabkan kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita itu semakin terisak jika memikirkan hal-hal yang lambat laun pasti akan dialami putrinya, bahkan kini gadis itu sudah tidak mengingatnya setiap kali ia mengunjungi putrinya itu. Bahkan ia masing ingat kapan terakhir kali putrinya itu memanggilnya mama. Hari itu, hari dimana putrinya itu mengajaknya untuk pergi bertamasya bersama tapi dengan bodohnya ia justru mengorbankan permintaan putrinya itu dan memilih pergi ke luar kota untuk urusan pekerjaannya.&lt;br /&gt;“Ma….Jullie ingin pergi bersama dengan mama. Sepertinya bertamasya di puncak seru ma” Ucap Jullie saat itu.&lt;br /&gt;“Aduh Jullie mama banyak kerjaan sayang, bagaimana kalau perginya setelah mama pulang dari luar kota saja” Ucap wanita itu yang membuat Jullie saat itu langsung menunduk sedih. Rasa penyesalan yang sangat besar itu kini datang menghampirinya. Saat itu setelah ia ingin mengajak Jullie pergi bersama, wanita itu harus mendapatkan kabar buruk bahwa Jullie jatuh pingsan dan dibawa ke rumah sakit. Hingga saat ini, putrinya itu masih dirawat dirumah sakit dan bahkan kini putrinya sudah mulai melupakannya karena penyakitnya itu. Sakit, itulah hal yang ia rasakan dan selama ini wanita itu berusaha tegar untuk putri tunggalnya, berusaha untuk tidak mengeluarkan air mata di hadapan putrinya.&lt;br /&gt;“Tuhan, aku mohon kembalikan putriku seperti dulu” Ucap Wanita itu dengan suara bergetar dan semakin tenggelam dalam isakan tangisnya.&lt;br /&gt;*******&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suster itu nampak terkejut saat melihat dokter muda itu sudah berdiri di depan pintu saat ia baru keluar dari kamar rawat inap itu.&lt;br /&gt;“Apa dia sudah tidur?” Tanya dokter itu, Adit kepada suster dihadapannya itu.&lt;br /&gt;“Sudah dokter…kalau begitu saya permisi dulu dokter” Ucap suster itu lalu pergi dari hadapan Adit.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;Pria itu, Adit menghela nafas beratnya sebelum akhirnya ia mulai memasuki kamar tersebut. Adit berjalan menghampiri seorang gadis yang sudah lelap tertidur di tempat tidurnya itu. Cantik, satu kata itulah yang ada diotak Adit saat ini. Walaupun gadis itu terlihat pucat dan tubuhnya semakin kurus tapi aura kecantikannya itu tidak pernah lepas dari wajahnya. Adit berhenti tepat disamping tempat tidur gadis itu, menatapnya lekat lalu pandangannya teralih pada cincin yang melingkar dijari manis gadis itu. Cincin yang sama dengan cincin yang dikenakannya dan cincin yang menjadi pengikat bahwaa gadis itu adalah tunangannya. Adit menengadahkan kepalanya berusaha untuk menahan air mata yang mendesak ingin keluar dari matanya. Dadanya teramat sesak karena harus mengetahui gadisnya itu menderita karena penyakit yang dideritanya dan juga merasakan sakit karena gadis itu melupakannya sebagai tunangannya dan hanya mengenalnya sebagai dokter yang merawatnya. Adit mencium kening gadis itu lama lalu mengusap pelan pipi tirus gadis itu.&lt;br /&gt;“Selamat tidur Jullie,mimpi yang indah sayang…Cepatlah sembuh…aku merindukanmu” Ucap Adit lirih lalu mencium pipi Jullie pelan dan seiringan dengan itu air mata yang ia tahan jatuh mengalir membasahi pipinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*****END******&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;PROFIL PENULIS&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Nama : Apri Dwi Jayanti&lt;br /&gt;TTL    : Jakarta, 13 Januari 1996&lt;br /&gt;Status: Pelajar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Facebook : Apri Dwii Jayanti&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Baca juga &lt;a href="http://www.lokerseni.web.id/2013/01/kumpulan-cerpen-sedih-terbaru-update.html" target="_blank"&gt;Cerpen Sedih &lt;/a&gt;yang lainnya. &lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/LokerSeni/~4/8__M-rsvtN0" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/LokerSeni/~3/8__M-rsvtN0/please-remember-cerpen-sedih.html</link><author>agus.lizam@gmail.com (Loker Seni)</author><media:thumbnail url="http://1.bp.blogspot.com/-piYhjcxTCwY/UbynwWgXvwI/AAAAAAAAGu8/7vnprnwLu64/s72-c/Cerpen+Badut+Cinta.jpg" height="72" width="72" /><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1" /><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD" /><feedburner:origLink>http://www.lokerseni.web.id/2013/06/please-remember-cerpen-sedih.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7529203369447603545.post-3949141810456372480</guid><pubDate>Sat, 15 Jun 2013 17:40:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-06-15T10:40:34.609-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Cerpen Horor</category><title>Misteri Lagu Nina Bobok - Cerpen Horor</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;MISTERI LAGU NINA BOBOK.........&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Karya Siswondo..........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar tahun 2004 datang keluarga kecil yang pindah dipulau jawa yang berasal dari Jakarta disebuah rumah jawa kuno yang kabarnya dulu pada jaman belanda ada sebuah kelurga kecil yang tinggal dirumah jawa ini dan mempunyai seorang anak perempuan yang bernama nina, karena demam tinggi dan tidak sempat menciptakan lagu serta menyanyikannya untuk nina akhirnya nina meninggal dunia, namun keluarga kecil dari Jakarta tidak begitu percaya pada mitos tersebut.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;Ketika sudah sampai dirumah jawa tersebut wina 6tahun anak dari yoga dan vina yang akan menempati rumah jawa tersebut mendengar suara nyanyian Nina Bobok yang dibawakan oleh seorang wanita didalam kamar dengan merdunya, wina lalu menceritakan kepada ibunya yang sedang beres-beres.&lt;br /&gt;“Mama, wina dengar ibu-ibu lagi nyanyi Nina Bobok didalam kamar”&lt;br /&gt;“Apa wina sayang, jangan aneh-aneh lah, mama nggak suka”&lt;br /&gt;“beneran Ma wina dengar”&lt;br /&gt;“Wina, mama mohon jangan ngada-ngada mama lagi sibuk beres-beres, Ya sudah kamu sama papa aja ya”&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-b-LL502qieQ/Ubym4EUHMKI/AAAAAAAAGuw/b6hJRbgXR_U/s1600/Cerpen+Horor.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="262" src="http://4.bp.blogspot.com/-b-LL502qieQ/Ubym4EUHMKI/AAAAAAAAGuw/b6hJRbgXR_U/s400/Cerpen+Horor.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Misteri Lagu Nina Bobok&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Lalau wina menghampiri papanya dengan wajah yang ketakutan….&lt;br /&gt;“Papa, wina tadi dengar suara ibu-ibu nyanyi Nina Bobo didalam kamar itu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papa nina menjawab dengar tertawa kecil seakan meremehkan perkataan wina tersebut?&lt;br /&gt;“Wina dirumah ini tidak ada siapa-siapa kecuali ada papa, mama, dan wina, kalau wina tidak percaya ayo kita kekamar yang katanya wina ada hantunya”&lt;br /&gt;Lalau wina diajak ayahnya kekamar yang membuat wina ketakutan, pas sudah didepan pintu kamar wina mendengar teriak-teriakan kecil namun papanya tidak mendengarnya, ketika papa wina akan membukanya, nina berusaha untuk mencegahnya.&lt;br /&gt;“Papa jangan dibuka……”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika papanya sudah membuka pintu itu dan melihat kedalam tidak ada apapun yang ada Cuma ranjang, lemari dan lukisan seorang anak kecil, lalu papa wina menghampiri wina dan mengajak kedalam serta memberitahu bahwa tidak ada apa-apa dikamar ini, dan wina pun ditawari ayahnya untuk menempati kamar tersebut.&lt;br /&gt;“wina mau kan tidur dikamar ini, bagus lo kamarnya”&lt;br /&gt;“Wina nggak mau ayah disini ada hantunya”&lt;br /&gt;“”Wina papa kan sudah bilang hantu itu tidak ada jadi wina nggak boleh takut lagi, Papa ngerti kok wina belum terbiasa dengan rumah baru kita, ya sudah wina ikut papa ketaman ya”&lt;br /&gt;Jawab wina dengan wajah yang masih ketakutan?&lt;br /&gt;“ia papa”&lt;br /&gt;Saat akan meninggalkan kamar itu terdengar lagi suara nyanyaian Nina Bobok oleh wanita misterius itu, wina biggung apa yang harus ia perbuat dan harus bercerita kepada siapa bahwa rumah yang ia tinggali bersama papa dan mamanya itu berhantu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Handpone mama wina berbunyi pertanda ada yang meneleponya saat itu, lalau mama wina segera mengangkatnya saat sedang membersikan ruang tamu yang penuh debu.&lt;br /&gt;“HALO……..dengan siapa ya”&lt;br /&gt;“Tante Ini Frans kakanya kamaya”&lt;br /&gt;“OW…Frans bagaimana kabarmu dan keluarga disana”&lt;br /&gt;“Tidak baik tante ayah dan ibu sudah meninggal karena kecelakaan pesawat saat akan pergi ke Korea”&lt;br /&gt;“Tante turut berduka cita Frans”&lt;br /&gt;“Ia tante, Emmmm tante Frans minta tolong untuk beberapa bulan kedepan Kamaya tinggal dirumah tante, soalnya Frans ada kerjaan diKorea karena client ayah ada disana”&lt;br /&gt;“Oh…….ia Frans tentu saja tante mau, Rumah tante selalu terbuka buat kamu dan kamaya”&lt;br /&gt;“Ngomong-ngomong alamat tante ada dimana”&lt;br /&gt;“DIjogja tepatnya dirumah jawa kamu tahu kan”&lt;br /&gt;“Oh……Ia tante makasih tante, sudah dulu ya tante, Terimakasih”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat sudah selesai terdengar ada yang jatuh dikamar yang membuat wina takut membuat kaget mama wina namun mama wina berfikir mungkin itu Cuma tikus, lalu mama wina menemui papa wina dan menceritakan kabar bahwa keponakanya yang bernama Kamaya akan tinggal bersama mereka.&lt;br /&gt;“Papa, Mama ada kabar buat papa”&lt;br /&gt;“Apa ma sepertinya penting sekali”&lt;br /&gt;“Papa masih ingat Kamaya keponakan mama yang ada dibatam”&lt;br /&gt;“Oh.ia mama, Papa ingat ma, memang ada apa dengan Kamaya Ma”&lt;br /&gt;“Kamaya mau tinggal satu rumah sama kita karena si Frans mau ke Korea mengurusi kerjaan ayahnya, Nasib mereka sungguh malang Pa harus ditinggal oleh Ayah Dan Ibunya untuk selamanya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papa wina kaget saat mendengar kabar buruk itu?&lt;br /&gt;“Berarti disini ada yang menjaga wina dong ma”&lt;br /&gt;“Ia Papa, Wina senang kan Tante Kamaya akan tinggal bersama kita”&lt;br /&gt;Wina hanya tersenyum……….&lt;br /&gt;Karena waktu semakin sore Wina dan kedua orang tuanya masuk rumah……&lt;br /&gt;sebuah tempat tinggal yang mewah dan besar singgah 2 saudara yang ditinggalakan oleh kedua orang tuanya karena kecelakaan pesawat, Kamaya, Frans serta para pembantunya berkumpul diruang tamu. Karena Frans akan akan memeberi tahu bahwa Kamaya akan tinggal bersama tantenya dipulau jawa.&lt;br /&gt;“Selamat malam, disini saya akan memberikan informasi penting yaitu Kamaya akan tinggal bersama Tante Vina yang saat ini beliau tinggal dipulau jawa tepatnya dirumah jawa”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamaya kaget saat mendengar keputusan yang diberikan kak Frans untuknya, karena sebenarnya Kamaya tidak ingin pindah sebab masih ada para pembantunya yang masih bisa mengurusi segala keperluannya.&lt;br /&gt;“nggak kak Kamaya nggak mau, kamaya masih pengen tinggal disini karena almarhum ayah dan ibu belum genap 10 hari kak”&lt;br /&gt;“Kakak tahu Kamaya Ini yang terbaik untukmu, karena Kakak akan pergi ke Korea untuk menyelesaikan bisnis ayah disana, kakak mohon”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamaya terdiam sejenak tanpa satu kata pun, salah satu pembantunya terlihat khawatir dengan Kamaya seperti mau memeberikan informasi penting. Beberapa menit kemudian kamaya memberikan keputusan pada kakaknya tersebut.&lt;br /&gt;“Baik kak, Kamaya mau ikut Tante Vina dijawa, tapi dengan satu syarat”&lt;br /&gt;“Apa itu Kamaya”&lt;br /&gt;“Kamaya ingin kakak jangan lama-lama diKorea”&lt;br /&gt;“Ia Kamaya…Ya sudah kakak mau mengurusi paspor dan visa untuk berangkat minggu depan dan besok kamu akan kakak antar ketempat Tante Vina di jawa disana kamu bisa jaga Wina”&lt;br /&gt;“Ia kak”&lt;br /&gt;Lalau Frans meninggalakan kamaya………….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu terpukulnya Kamaya kehilangan kedua orang tuanya yang ia sayangi, Kamaya yang dulu ceria kini menjadi pemurung, hari-hari ini pembantunya melihat kamaya sering melihat keluar jendela sambil melamun, pembantunya tersebut mendekati dan memeberi tahu tentang rumah jawa yang ia dengar tadi.&lt;br /&gt;“Non Kamaya, maaf Bibik menganggu, Bibik mau bercerita tentang rumah jawa yang diceritakan oleh Den Frans tadi supaya Non Kamaya bisa jaga diri disana”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamaya lalu menoleh kearah pembantunya dengan mata penuh misteri yang membuat pembantunya gugup.&lt;br /&gt;“Maksud Bibik apa? “&lt;br /&gt;“Bibik asli orang jawa, dulu waktu bibik kecil dijawa dekat tempat Tante Non kamaya tinggal, jadi bibik sedikit tahu tentang rumah jawa itu”&lt;br /&gt;“Apa ditempat Tante Vina ada penunggunya”&lt;br /&gt;“Emmm ya begitulah Non, Tapi sudah melegenda non, jadi kalau non denger lagu Nina Bobok yang dinyanyikan oleh seorang wanita dan suara anak nangis jangan digubris Non, Satu lagi Non Konon Jaman belanda dulu ada seorang kelurga yang mempunyai anak yang meninggal karena demam tinggi dan anak itu tidak sempat dinyanyiin lagu, jadi penasaran sampai sekarang”&lt;br /&gt;Lalu pembantu tersebut meningglkan kamaya, dengan penuh rasa ketakutan….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi itu, kamaya sedang beres-beres barang yang ia akan bawa ke jawa,Kamaya melihat foto ayah dan ibunya dan masih teringat saat orang tuanya masih hidup setiap pagi selalu sarapan bersama-sama, namun kenangan hanya tinggal kenangan yang tidak akan pernah terulang kembali.&lt;br /&gt;“Kamaya Ayo kita berangkat ntar ketinggalan pesawat”&lt;br /&gt;Kata Frans……&lt;br /&gt;“Ia kak”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat akan menaiki mobil Kamaya berpamitan dengan pembantunya yang sudah ia anggap seperti keluarganya sendiri.&lt;br /&gt;“Mbok, Pakde Kamaya pamit ya”&lt;br /&gt;“Ia Non inget ya hati-hati disana”&lt;br /&gt;Lalu kamaya tersenyum dan lekas masuk mobil, ketika mobil jalan serta menjauh dari rumahnya terlihat mendiang almarhum ayah dan ibunya terlihat sedang melambaikan tangan seolah mereka masih ada namun kamaya hanya berfikir ini hanya halusinasi belaka karena rasa kangenya yang amat mendalam terhadap ayah dan ibunya.&lt;br /&gt;Ketika sampai dibandara Kamaya Dan Frans lekas masuk Ke pesawat karena jadwal pemberangkatan Batam Ke Jawa akan segera lepas landas……..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3 jam sudah berlalu Kamaya Dan Frans sudah sampai dipulau jawa dan meninggalkan Batam tempat kelahiran mereka berdua, lalu Frans ditelfon oleh Om yoga karena mereka akan dijemput.&lt;br /&gt;“Frans Ini om Yoga, kamu dimana sekarang”&lt;br /&gt;“Ia om saya dan Kamaya sudah sampai dibandara Om dimana”&lt;br /&gt;“Kamu dan kamaya lagsung aja menuju ke pintu masuk bandara”&lt;br /&gt;“Ia om”&lt;br /&gt;Lalu mereka menuju ketempat om yoga yang telah menunggu…….&lt;br /&gt;Sesampainya didepan pintu masuk bandara ia langsung masuk mobil dan berangkat kerumah omnya, mereka juga sambil bercerita bahwa hidup dijawa sungguh enak bisa menikmati pemandangan yang indah dan masih asri, saat itu Frans dan Om yoga sedang asik-asiknya ngobrol, Kamaya hanya terdiam memikirkan perkataan pembantunya bahwa rumah jawa itu ada penghuni mahluk halus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya mereka dirumah Om yoga, Frans dan Kamaya disambut oleh wina dengan suka ria…&lt;br /&gt;“Tante Kamaya, apa kabar?”&lt;br /&gt;“Baik wina, wina sendiri dirumah baru suka nggak”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu wina membisikan kata-kata yang membuat Kamaya kaget…..&lt;br /&gt;“Wina Takut Tante dirumah wina ada suara-suara aneh”&lt;br /&gt;Kamaya tegang saat mendengar cerita dari wina, Konon anak seumuran wina masih bisa berkomunikasi dengan makluk halus, dan itu adalah kenyataan.lalu Mama wina mengajak Frans dan Kamaya untuk masuk rumah namun wina saat itu memegang tangan Kamaya seerat mungkin dan mengatakan?&lt;br /&gt;“Aku takut Tante”&lt;br /&gt;Kamaya menyakinkan wina bahwa dirumahnya tidak ada apa-apa, Kamaya sebenarnya punya indera yang bisa melihat mahluk halus secara kasap mata, ketika akan masuk rumah tersebut Kamaya merasakan hawa negative menyelimutinya seolah ada yang tidak suka ia masuk rumah tersebut, saat wina dan Kamaya akan melewati kamar yang membuat wina takut, Kamaya merasakan ada sesuatau yang mematai-matainya dari belakang dan dari depan entah itu sebuah arwah yang tak tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat sudah berkumpul dan istrirahat diruang tamu Kamaya Dan Frans minum the hangat agar perasaan dan pikiran menjadi rileks, Lalu Tante vina menanyakan sesuatu hal.&lt;br /&gt;“Kamaya kamu yakin mau tinggal disini….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamaya terdiam seolah-olah ia sedang dipermainkan?&lt;br /&gt;“Ia tante memang Kenapa”&lt;br /&gt;“Awas disini ada seorang yang menyanyi lagu nina bobok tiap malam dan tangisan anak kecil”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamaya terdiam dan wajahnya pucat karena cerita dari tantenya itu?&lt;br /&gt;“hahahahahhaha Takut ya Kamaya, tenang kamaya disini mana ada hantu, itu Cerita konyolnya wina”&lt;br /&gt;Lalu Kamaya menjawabnya dengan serius seolah-olah ia ingin menyakinkan bahwa makluk halus dan dunia lain itu ada dan dekat dengan kita.&lt;br /&gt;“Itu memang ada tante tepat disamping kita berada”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tante vina lalu mengalihkan pembicaraan saat itu pada frans yang sedang asyik-asyiknya minum the dan melihat siaran Televisi.&lt;br /&gt;“Frans Kamu kapan berangkat Ke Korea”&lt;br /&gt;“Mungkin minggu depan Tante dan besok harus pulang kejakarta lagi karena ada yang harus diselesaikan”&lt;br /&gt;“ow ia ia”&lt;br /&gt;Malam kelam mulai datang menyelimuti rumah Jawa, terdengar suara burung gagak pertanda ada sesosok arwah yang datang pada malam itu, Wina dan kamaya sedang asyik-asyiknya bermain boneka bersama-sama dikamar wina dekat kamar kosong yang ditakuti wina, sekitar pukul 10.00 malam terdengar suara nyanyian Nina Bobok yang merdu bagaikan penyanyi ulung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nina bobo, oh.. nina bobo..&lt;br /&gt;Kalau tidak bobo di gigit nyamuk..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagu itu diulang bekali-kali selama setengah jam mungkin saat itu yang bisa mendengar wina dan Kamaya saja, karena rasa penasaran itu melanda mereka berdua, kamaya putuskan untuk mencari sosok wanita yang menyanyikan lagu ninak bobo tersebut dikamar sebelah wina. Wina saat itu benar-benar ketakutan namun kamaya mencoba menenangkannya jangan sampai teriak, Kamaya keluar kamar untuk menuju kekamar yang misterius itu, sesampainya didepan pintu? suara itu tetap tidak menghilang malah tambah keras, tangan kamaya bergetar hebat saat akan membuka pintu dan……..&lt;br /&gt;“Kak jangan dibuka….”&lt;br /&gt;Sahut wina sekeras mungkin membuat semua penghuni rumah terbangun oleh suaranya, kamaya terdiam saat Tante Vina sudah ada disampingnya dan datang lah om yoga serta Kak Frans.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanya Tante Vina pada kamaya?&lt;br /&gt;“Ada apa ini kamaya dan kenapa kamu ada disini”&lt;br /&gt;“Maaf tante, tadi disini ada suara orang nyanyi lagu Nina Bobok”&lt;br /&gt;“Apa ada yang nyanyi nina bobok, ah….ngaco kamu kamaya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu tante vina masuk kekamarnya lagi dengan om yoga, sedangkan kan frans memberi saran untuk ku.&lt;br /&gt;“Kamaya makanya sebelum tidur berdoa dulu”&lt;br /&gt;Kamaya hanya terdiam sambil memegang erat tangan wina yang sedari tadi ketakutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu pagi yang mendung, semua orang rumah beraktivitas seperti biasanya namun kakak kamaya harus pulang ke Jakarta pagi itu, sebenarnya berat untuk meninggalkan kamaya disini namun apa daya frans karena harus meniti masa depan yang lebih baik agar tidak menyusahkan keluarganya atau orang lain.&lt;br /&gt;“Kamaya kak Frans pamit ya, kamu jaga diri disini, jangan malas-malasan ya”&lt;br /&gt;“ia kak, tapi kamaya juga pesan kakak harus percaya dengan cerita kamaya bahwa dirumah ini tidak beres”&lt;br /&gt;“maksud kamu apa kamaya”&lt;br /&gt;“Oh…..tidak kak”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahut tante vina dan om yoga…..&lt;br /&gt;“Hati-hati dijalan ya Frans, kalau sudah pulang nanti kamu mampir kesini”&lt;br /&gt;“ia tante itu pasti, wina om pamit ya”&lt;br /&gt;“ia om……”&lt;br /&gt;Frans lalu berlekas masuk mobil dan meninggalkan kamaya…….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlihat begitu sedih kamaya saat itu namun, demi kebaikan kakaknya dan dirinya kelak, Tante vina mencoba member motivasi agar kamaya semangat dan selalu ceria.&lt;br /&gt;“Tenang kamaya kakakmu tidak apa-apa, ayo ikut tante masak didapur sama wina”&lt;br /&gt;“ia tante…..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat akan kedapur harus melewati kamar yang misterius itu terdengar suara anak kecil nangis, kamaya berhenti sejenak mendengarkan suara itu semakin didengar semakin keras, dan pada saat itu dikagetkan oleh tante vina.&lt;br /&gt;“Hayo…….ngapain kamaya”&lt;br /&gt;“Tante dengar suara tadi”&lt;br /&gt;“Suara apa………”&lt;br /&gt;“nggak tante, tante kamaya pengen pindah kamar ke kamar kosong ini….nanti biar kamaya yang bersihin”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wina sepertinya berusaha tidak mengijinkan karena takut hantu wanita itu akan marah pada kamaya.&lt;br /&gt;“Jangan kak kamaya nanti hantu wanita dan anak kecil itu marah”&lt;br /&gt;Lalu tante vina mengalihkan pembicaraan lagi karena masih tak percaya dengan adanya makluk halus.&lt;br /&gt;“Udah apaan si kalian debat yang nggak penting, Ya sudah kamaya boleh menempati kamar itu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kamaya sedang beres-beres baju dikamar wina, wina datang menghampiri kamaya dengan membawa serenteng bawah putih untuk kamaya agar tak diganggu makluk halus yang selama ini sering menampakan diri.&lt;br /&gt;“Kak kamaya aku punya sesuatu buat kakak biar nggak diganggu hantu itu lagi, terima ya kak aku udah susah payah buatnya”&lt;br /&gt;Jawab kamaya?&lt;br /&gt;“Ia wina sayang makasih ya, oya ikut kakak yok bersih-bersih kamar”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wina?&lt;br /&gt;“ayok kak”&lt;br /&gt;Lalu mereka berdua menuju kekamar yang misterius itu dan membukanya secara perlahan-lahan, sungguh kotor kamar itu sudah berapa lama kamar itu tidak dipakai hingga penuh debu membuat pengap, kamaya lalu membuka jendela kamar agar pengapnya keluar dan timbul matahari begitu terlihat barang-banrang yang tergeletak ada semacam kertas kusam diatas kasur, kamaya lalu mengambilnya dan berisikan bait lagu nina bobok.&lt;br /&gt;Kamaya berfikir bahwa yang diceritakan selama ini, ia yakin bukan kisah real nya asal mula lagu nina bobok ini, kamaya yakin dibalik wanita misterius dan tangisan anak kecil itu ada kaitanya dengan kertas yang berisikan bait ini, ia langsung membereskan kamar itu hingga rapi dan bersih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu……….&lt;br /&gt;Didalam kamar yang sepi kamaya tertidur pulas seakan sedang bertemu ibunya dan kamaya dipangkuan ibunya dinyanyikan lagu nina bobok yang membuat tidurnya nyaman, tapi semakin lama semakin menyeramkan suaranya membuat kamaya tebangun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamaya sadar ada yang memenggil-manggil namanya, terlihat sesosok anak kecil berada didepan lemari sambil menangis, kamaya memanggil –manggil wina, mungkin dikira wina.&lt;br /&gt;“wina-wina ngapain kamu disitu”&lt;br /&gt;Tangisan itu makin keras……..dan berbalik, sungguh menyeramkan hingga kamaya langsung berlari meninggalkan kamar itu, ketika akan membuka pintu sungguh sulit hingga anak kecil itu memegang tubuh kamaya dan kamaya seperti sedang dalam kisah opera nyata yang tak mungkin masuk akal manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Cerita kebenaran yang digambarkan anak kecil itu yang bernama (NINA)&lt;br /&gt;Beberapa dekade setelah kedatangan Cornelis de Houtmen di Banten, warga negara Belanda dari berbagai kalangan sudah memenuhi pulau Jawa dan pulau-pulau lainnya di Indonesia. Alkisah seorang gadis belia asal Belanda bernama Nina Van Mijk, gadis yang berasal dari keluarga komposer musik klasik sederhana yang menetap di Nusantara untuk memulai hidup baru karena terlalu banyak saingan musisi di Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup Nina berjalan normal seperti orang-orang Belanda di Nusantara pada umumnya, berjalan-jalan, bersosialisasi dengan penduduk pribumi, dan mengenal budaya Nusantara. Kedengaran indah memang, tapi semenjak kejadian aneh itu keadaan menjadi berbanding terbalik. Kejadian aneh itu terjadi pada suatu malam badai, petir gak henti-hentinya saling bersahutan. Dari dalam kamarnya Nina menjerit keras sekali, di ikuti suara vas bunga yang terjatuh dan pecah.&lt;br /&gt;Ayah, Ibu serta pembantu keluarga Nina menghambur ke kamar Nina. Pintu terkunci dari dalam, akhirnya pintu itu didobrak oleh ayah Nina. Dan satu pemandangan mengerikan disaksikan oleh keluarga itu, terlihat diranjang tidur Nina melipat tubuhnya kebelakang persis dalam posisi kayang merayap mundur sambil menjerit-jerit dan sesekali mengumpat-ngumpat dengan bahasa Belanda. Rambutnya yang lurus pirang menjadi kusut gak keruan, kelopak matanya menghitam pekat. Itu bukan Nina, itu adalah jiwa orang lain didalam tubuh Nina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nina Kerasukan!&lt;br /&gt;Sudah seminggu berlalu semenjak malam itu, Nina dipasung didalam kamarnya. Tangannya diikat dengan seutas tambang. Keadaan Nina makin memburuk, tubuhnya semakin kurus dan pucat, rambut pirang lurusnya sudah kusut gak karuan. Ibu Nina hanya bisa menangis setiap malam ketika mendengar Nina menjerit-jerit. Ayah Nina gak tahu harus berbuat apa lagi, karena kejadian aneh seperti ini gak pernah diduganya. Karena putus asa dan gak tahan melihat keadaan anaknya, ayah Nina pulang ke Belanda sendirian meninggalkan anak dan istrinya di Nusantara. Pembantu rumahnya pun pergi meninggalkan rumah itu karena takut. Tinggallah Nina yang dipasung dan Ibunya disatu rumah yang gak terurus.&lt;br /&gt;Kembali lagi pada satu malam badai namun aneh, saat itu terdengar Nina gak lagi menjerit-jerit seperti biasanya. Kamarnya begitu hening, perasaan ibu Nina bercampur aduk antara bahagia dengan takut. Bahagia bila ternyata anaknya sudah sembuh, tetapi takut bila ternyata anaknya sudah meninggal.&lt;br /&gt;Ibu Nina mengintip dari sela-sela pintu kamar Nina, dan ternyata Nina sedang duduk tenang diatas ranjangnya. Gak berkata apa-apa tapi sejurus kemudian dia menangis sesengukan. Ibu Nina langsung masuk kedalam kamarnya dan memeluk Nina erat-erat. Sambil menangis nina berkata:&lt;br /&gt;“Ibu, aku takut..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Ibunya menjawab sambil menangis pula.&lt;br /&gt;“Gak apa nak, Ibu ada disini. Kamu gak perlu menangis lagi, ayo kita makan. Ibu tahu kamu pasti lapar..”&lt;br /&gt;“Aku gak lapar, tetapi bolehkah aku meminta sesuatu?”&lt;br /&gt;“Apapun nak..! apapun..!!”&lt;br /&gt;“Aku ngantuk, rasanya aku akan tertidur sangat pulas. Mau kah ibu nyanyikan sebuah lagu pengantar tidur untukku?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu Nina terdiam, agak sedikit gak percaya dari apa yang didengar oleh anaknya. Tapi kemudian ibu Nina berkata sambil mencoba tersenyum.&lt;br /&gt;“Baiklah, ibu akan menyanyikan sebait lagu untukmu..”&lt;br /&gt;Setelah sebait lagu itu Nina terlelap damai dengan kepala dipangkuan ibunya, wajah anggunnya telah kembali. Ibu Nina menghela nafas lega, anaknya telah tertidur pulas. Tapi..&lt;br /&gt;Nina gak bergerak sedikit pun, nafasnya gak terdengar, denyut nadinya menghilang, aliran darahnya berhenti. Nina telah tertidur benar-benar lelap untuk selamanya dengan sebuah lagu ciptaan ibunya sebagai pengantar kepergian dirinya setelah berjuang melawan penderitaan.&lt;br /&gt;Lagu tersebut sudah ada sejak nenek moyang kita. Tapi tahu kah anda di balik lagu yang cukup sederhana itu ada kisah tragis di balik ceritanya? Kelihatan memang gak ada yang ganjil dari lagu tersebut, tapi pernahkah anda coba bertanya pada seseorang tentang siapakah gadis bernama Nina dari lagu tersebut?&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Konon katanya ketika anda menyanyikan lagu ini untuk pengantar tidur anak-anak anda yang masih kecil (bayi), tepat ketika anda meninggalkan kamar tempat anak anda tertidur. Nina akan datang ke kamar anak anda dan membuat anak anda tetap terlelap hingga keesokan paginya dengan sebuah lagu.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ketika kamaya sadar ia ingat bahwa semua ini terjadi agar pandangan mitos ini bukan sekedar mitos tapi memang kenyataan mulai dari terciptanya lagu dan kisah-kisah tragis, sebenarnya masih banyak lagi kisah-kisah yang berhubungan dengan mitos namun itu akan menjadi sejarah tersendiri. Dan ingat satu hal lagi bahwa dunia lain itu ada percaya atau tidak percaya itu kenyataan ada tapi kita sebagai manusia harus percaya pada kuasa tuhan.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
5 bulan kemudian…………&lt;br /&gt;Semenjak kejadian yang kamaya alami ia sudah tidak takut lagi dengan suara anak kecil nangis dan suara nyanyian Nina Bobok dari ibu nina, saat itu juga kamaya akan meninggalkan rumah tante vina itu karena ia sudah dijemput kakaknya untuk ikut kekorea, apa yang ia alami akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;Saat kamaya sedang melihat kamar yang misterius itu ia sadar ada sebuah lukisan entah itu wajah siapa akan menjadi sebuah misteri, saat akan meninggalakan kamar itu kamaya melihat lukisan itu menangis darah dan datanglah sebuah alunan lagu Nina Bobok aku pun ikut menyanyi juga sambil melihat wina yang ketakutan lagi sambil tersenyum. Setelah kamaya masuk mobil dan berangkat terlihat dari kejauhan dirumah tante dan om kamaya ada Nina dan Ibu Nina yang akan abadi dirumah itu.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;PROFIL PENULIS&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Nama : siswondo&lt;br /&gt;tempat, tgl lahir :Karyatani, 07 agustus 1994&lt;br /&gt;Alamat: Labuhan Maringgai,Lampung Timur&lt;br /&gt;Status: Mahasiswa&lt;br /&gt;di....Perguruan Tinggi Teknokrat,Lampung, Jln Pagar Alam, Kedaton Bandar Lampung.&lt;br /&gt;Umur:19tahun&lt;br /&gt;Hobi:menulis,menyanyi,travelling&lt;br /&gt;Alamat Email: Siswondo454@gmail.com&lt;br /&gt;Alamat facebook: Siswondo Best Plend's Porepers&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Baca juga &lt;a href="http://www.lokerseni.web.id/2011/08/kumpulan-cerpen-horor-terbaik.html" target="_blank"&gt;Cerpen Horor &lt;/a&gt;yang lainnya. &lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/LokerSeni/~4/A60dnXjRRGY" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/LokerSeni/~3/A60dnXjRRGY/misteri-lagu-nina-bobok-cerpen-horor.html</link><author>agus.lizam@gmail.com (Loker Seni)</author><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/-b-LL502qieQ/Ubym4EUHMKI/AAAAAAAAGuw/b6hJRbgXR_U/s72-c/Cerpen+Horor.jpg" height="72" width="72" /><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1" /><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD" /><feedburner:origLink>http://www.lokerseni.web.id/2013/06/misteri-lagu-nina-bobok-cerpen-horor.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7529203369447603545.post-2114846831088995050</guid><pubDate>Sat, 15 Jun 2013 07:16:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-06-15T00:16:02.803-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kata kata Motivasi</category><title>Kata kata Motivasi Paling Update dan Terbaru 2013</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Kata kata Motivasi&lt;/b&gt; - Dalam Kehidupan ini memang kata kata motivasi ini sangat diperlukan kita untuk lebih baik lagi melangkah kedepannya dan memandang sebuah kehidupan yang lebih terang lagi, &lt;a href="http://www.lokerseni.web.id/2013/04/kata-kata-motivasi-paling-update-dan.html" target="_blank"&gt;kata kata motivasi&lt;/a&gt; ini didedikasikan untuk anda yang sedang membutuhkan sebuah semangat untuk menggapai sebuah kehidupan yang cerah dan mungkin juga bagi anda yang sedang galau dengan pasangan anda atau galau akan sebuah pekerjaan yang sedang anda yang memaksa anda lebih ekstra lagi.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sebelum membaca kata kata motivasi dibawah ini alangkah baiknya anda terlebih dahulu untuk membaca Postingan Loker Seni yang tidak jauh beda dengan Postingan kata kata motivasi ini, yakni postingan tentang &lt;a href="http://www.lokerseni.web.id/2012/12/katakata-mutiara.html" target="_blank"&gt;kata kata mutiara&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.lokerseni.web.id/2012/12/kata-kata-Bijak.html" target="_blank"&gt;kata kata bijak&lt;/a&gt; karena barang kali dengan membaca postingan sebelumnya anda bisa mendapatkan sebuah motivasi lebih, atau yang sedang galau atau sedang jatuh cinta alangkah baiknya untuk membaca kata kata mutiara cinta, Baiklah mungkin anda sudah tidak sabar untuk membaca kata kata motivasi dibawah ini :&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.lokerseni.web.id/2013/04/kata-kata-motivasi-paling-update-dan.html" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="Kata kata Motivasi" border="0" height="231" src="http://3.bp.blogspot.com/-06B7JpDnkj0/UWqPuGLEFiI/AAAAAAAAAKs/RUZEu8O6tBA/s400/Kata+kata+Motivasi.jpg" title="Kata kata Motivasi" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Kata kata Motivasi&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;b&gt;KATA KATA MOTIVASI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
Kenali terlebih dahulu sebelum menilai, karena yang tampak indah tak selalu indah dan yang tampak buruk tak selalu buruk.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;
Hidup tanpa mempunyai TUJUAN sama seperti " Layang-layang putus" Miliki tujuan dan PERCAYALAH anda dapat mencapainya.&lt;/blockquote&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
Orang bijak adalah orang yang selalu belajar dari kegagalannya sedangkan orang yang bodoh adalah orang yang selalu menutupi kegagalannya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;
Orang yang gagah perkasa itu bukan orang yang bertubuh kekar melainkan orang yang mampu mengendalikan emosinya ketika marah.&lt;/blockquote&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
Kebanyakan orang gagal adalah orang yang tidak menyadari betapa dekatnya mereka ke titik sukses saat mereka memutuskan untuk menyerah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;
Jangan pernah berfikir tidak akan pernah bisa mendaptkan dia, meraih cita-cita,dan segala hal yang kau inginkan.&lt;/blockquote&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
Orang sukses takkan pernah mengeluh bagaimana kalau akan gagal,namun berusaha bagaimana untuk berhasil.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;
Genggamlah bumi sebelum bumi menggengam anda, pijaklah bumi sebelum bumi memijak anda,maka perjuangkanlah hidup ini sebelum anda memasuki perut bumi.&lt;/blockquote&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
Jangan sesali apa yang telah terjadi kemarin, tapi jika kamu tak mampu menjadi lebih baik hari ini, kamu patut menyesali.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;
Hargai apa yang kamu miliki saat ini. Kebahagiaan tak akan pernah datang kepada mereka yang tak menghargai apa yang telah dimiliki.&lt;/blockquote&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
Ketika tak ada kata terucap, diam mampu ungkapkan apa yang tak terkatakan. Tak semua bisa memahami, tapi sahabat selalu mengerti.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;
Kebencian hanya merugikan diri sendiri, tersenyumlah ketika disakiti. Hati tanpa benci membentuk jiwa yang tegar dan damai.&lt;/blockquote&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
Cinta mungkin akan membuatmu terluka, tapi ia membuatmu semakin dewasa. Jadilah pribadi yang selalu memaafkan, terutama hatimu.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;
Jika sewaktu waktu kita jatuh bukan berarti tidak bisa bangun kembali, kecuali jika memang kita memilih menyerah.&lt;/blockquote&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
Ketika anda merasa mengatahui banyak hal sesungguhnya itu pertanda bahwa anda tidak tahu banyak hal.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;
Pernikahan samasekali bukan akhir dari rangkaian cerita "cinta" yang selama ini anda rajut karena sebenarnya anda belum memulai apapun.&lt;/blockquote&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
Seringkali kita merasa mencintai tetapi yang terjadi sebenarnya adalah kita hanya mementingkan pengakun atas eksistensi kita.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;
Berbahagialah anda jika masih bisa merasa sedih karena itu artinya anda siap menerima kebahagiaan.&lt;/blockquote&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
Kebahagiaanmu tidak ditentukan oleh orang lain, tapi oleh dirimu sendiri. Apa yang kamu lakukan hari ini, tentukan bahagia masa depanmu.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;
Salah satu hal tersulit dalam hidup adalah tetap menjadi dirimu sendiri ketika semua orang berusaha mengubahmu menjadi orang lain.&lt;/blockquote&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
Kamu tak bisa kembali ke masa lalu dan mengubah sebuah awal yang buruk, namun kamu bisa membuat akhir yang indah, mulai saat ini!&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;
Janganlah berdoa untuk hidup yang mudah, tetapi berdoalah untuk menjadi manusia yang tangguh.&lt;/blockquote&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
Jangan terlalu bergantung pada orang lain. faktanya kamu lebih kuat dari apa yang kamu pikirkan, hanya kamu tidak mempercayainya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;
Hidup ini pilihan. Apapun yang membuatmu sedih, tinggalkanlah...tanpa rasa takut akan hilangnya kebahagiaan di masa depan.&lt;/blockquote&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Semoga dengan segelintir kata kata motivasi diatas anda bisa bersemangat dalam menatap sebuah masa depan yang lebih cerah untuk kehidupan yang lebih sejahtera lagi, atau anda setelah membaca kata kata motivasi diatas dan beban dalam pikiran anda sudah plong, anda ingin sebuah Cerita yang segar, kalo begitu saya referensikan untuk membaca sebuah &lt;a href="http://www.lokerseni.web.id/2013/01/Cerita-Lucu.html" target="_blank"&gt;cerita lucu&lt;/a&gt; yang bisa membawa gelak tawa anda. SHARE atau LIKE jika postingan kata kata motivasi diatas sangat bermanfaat bagi anda. &lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/LokerSeni/~4/vS302S2rtKA" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/LokerSeni/~3/vS302S2rtKA/kata-kata-motivasi-paling-update-dan.html</link><author>agus.lizam@gmail.com (Loker Seni)</author><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/-06B7JpDnkj0/UWqPuGLEFiI/AAAAAAAAAKs/RUZEu8O6tBA/s72-c/Kata+kata+Motivasi.jpg" height="72" width="72" /><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1" /><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD" /><feedburner:origLink>http://www.lokerseni.web.id/2013/04/kata-kata-motivasi-paling-update-dan.html</feedburner:origLink></item><language>en-us</language><copyright>Loker Seni 2011 - 2012</copyright><media:credit role="author">Loker Seni</media:credit><media:rating>nonadult</media:rating><media:description type="plain">Loker Seni</media:description></channel></rss>
