<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>Lumbung Riset</title><description>Pusat Informasi dan Refrensi Penelitian</description><managingEditor>noreply@blogger.com (CAMPUS)</managingEditor><pubDate>Tue, 17 Sep 2024 05:09:59 +0700</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">32</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://lumbungriset.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Pusat Informasi dan Refrensi Penelitian</itunes:subtitle><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><title>LAYANAN   LUMBUNG RISET</title><link>http://lumbungriset.blogspot.com/2009/07/layanan-indocampus_02.html</link><category>Hubungi Lumbung Riset</category><author>noreply@blogger.com (CAMPUS)</author><pubDate>Sun, 4 Jul 2010 16:03:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3748603830614555481.post-8284173732333698706</guid><description>&lt;marquee onmouseout="this.start()" behavior="alternate" direction="up" align="center" scrollamount="3" onmouseover="this.stop()" width="480" height="100"&gt;&lt;img src="http://img523.imageshack.us/img523/3384/27656693453c9b7m3.jpg" alt="" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/marquee&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Seputar Layanan Lumbung Riset&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Blog Lumbung Riset merupakan media layanan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;one stop on line &lt;/span&gt; yang bertujuan untuk memberikan layanan konsultasi dan informasi penelitian dalam bentuk skripsi, tesis, desertasi, jurnal, artikel dan buku.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Layanan Blog Lumbung Riset hanya diperuntukkan sebagai bahan informasi pembelajaran, refrensi akademik, refrensi penelitian, komparasi penelitian. Blog Lumbung Riset tidak mendukung serta bertanggungjawab atas penyalahgunaan isi terutama kegiatan yang mengarah pada praktek-praktek plagiatisme dalam penelitian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang benar-benar serius untuk memanfaatkan jasa layanan kami berupa bimbingan penelitian dan atau tertarik untuk memiliki semua refrensi hasil penelitian versi lengkapnya , saudara bisa langsung menghubungi admin Lumbung Riset dengan mengirimkan pesan melalui &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a style="font-weight: bold; color: rgb(51, 204, 0);" href="http://www.emailmeform.com/fid.php?formid=356727"&gt;FORM PESAN&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; yang telah kami sediakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada para semua pihak khusunya mahasiswa, Lumbung Riset mengucapkan banyak terima Kasih atas kepercayaan yang telah diberikan kepada kami, kepercayaan, mutu dan kepuasan saudara adalah semangat bagi kami untuk terus mengembangkan dan memberikan pelayanan yang terbaik bagi semua Insan indonesia. Salam Hangat&lt;br /&gt;&lt;a style="color: rgb(255, 255, 255);" href="http://www.emailmeform.com/fid.php?formid=353356" target="_new"&gt;Contact Form&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">6</thr:total></item><item><title>Analisis Kinerja Perusahaan Sebelum Dan Sesudah Melakukan SEO (Seasoned Equity Offerings)</title><link>http://lumbungriset.blogspot.com/2009/07/analisis-kinerja-perusahaan-sebelum-dan.html</link><category>Skripsi Manajemen</category><author>noreply@blogger.com (CAMPUS)</author><pubDate>Mon, 13 Jul 2009 11:14:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3748603830614555481.post-5304329850782485979</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Abstraksi Penelitian&lt;br /&gt;Seasoned Equity Offerings merupakan penawaran saham tambahan yang dilakukan perusahaan yang listed di pasar modal, diluar saham yang terlebih dahulu beredar di masyarakat melalui Initial Public Offerings (IPO). Secara umum Seasoned Equity Offerings, dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu: pertama, melalui mekanisme right issue, dan  melalui mekanisme second offerings, third offerings, dan seterusnya.Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Rumusan masalah yang akan diteliti adalah :” Apakah kinerja keuangan perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia setelah Seasoned Equity Offerings akan lebih buruk secara signifikan dibandingkan dengan sebelum melakukan Seasoned Equity Offerings?”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Untuk menentukan sampel dalam penelitian ini digunakan metode teknik purposive sampling, yaitu teknik pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tertentu yang didasarkan untuk tujuan penelitian. Dari populasi yang ada diambil sampel dengan kriteria sebagai berikut:&lt;br /&gt;Dari populasi yang ada diambil sampel dengan kriteria sebagai berikut:&lt;br /&gt;1.Perusahaan  yang listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan pernah melakukan Seasoned Equity Offerings pada tahun 1998-2003.&lt;br /&gt;2.Perusahaan yang menerbitkan laporan keuangan tahunan secara kontinyu dalam periode tahun 1995 – 2006.&lt;br /&gt;     Berdasarkan hasil olahan data dapat diperoleh hasil penelitian antara lain; Berdasar hasil pengujian korelasi paired samples t test menunjukkan hasil korelasi antara kedua variabel sangat erat dan benar-benar berhubungan secara nyata.serta paired samples t test, Ho diterima atau likuiditas perusahaan setelah melakukan SEO lebih baik dibandingkan dengan sebelum melakukan SEO. Hubungan debt to equity ratio perusahaan sebelum dan sesudah melakukan Seasoned Equity Offerings adalah sangat  tidak erat dan benar-benar tidak berhubungan secara nyata. Tingkat leverage perusahaan setelah melakukan SEO lebih baik dibandingkan dengan sebelum melakukan SEO. Korelasi antara profitability ratio perusahaan sebelum dan sesudah melakukan Seasoned Equity Offerings adalah sangat tidak erat dan benar-benar tidak berhubungan secara nyata. Tingkat profitabilitas perusahaan setelah melakukan SEO tidak lebih baik dibandingkan dengan sebelum melakukan SEO. Berdasar hasil pengujian korelasi paired samples t test menunjukkan antara korelasi antara Perputaran Aktiva  perusahaan sebelum dan sesudah melakukan Seasoned Equity Offerings adalah sangat erat dan benar-benar berhubungan secara nyata dan tingkat perputaran aktiva perusahaan setelah melakukan SEO lebih baik dibandingkan dengan sebelum melakukan SEO. Berdasar perhitungan paired samples t test, tingkat perputaran aktiva perusahaan setelah melakukan SEO lebih baik dibandingkan dengan sebelum melakukan SEO.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>Pengaruh Kepuasan Kerja Terhadap Komitmen Organisasi Karyawan Pada PT. Bank “X” Cabang Surabaya</title><link>http://lumbungriset.blogspot.com/2009/07/pengaruh-kepuasan-kerja-terhadap.html</link><category>Skripsi MSDM</category><author>noreply@blogger.com (CAMPUS)</author><pubDate>Mon, 13 Jul 2009 11:09:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3748603830614555481.post-2758532548240357426</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.1.Latar Belakang Permasalahan&lt;br /&gt;     Sumber daya manusia (SDM) semakin diakui sebagai sumber daya organisasi vital dan sentral di masa yang akan datang. SDM senantiasa melekat pada setiap sumber daya organisasi apapun sebagai faktor penentu keberadaan dan peranannya dalam memberikan kontribusi ke arah pencapaian tujuan organisasi secara efektif dan efisien.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Salah satu aspek penting aspirasi setiap SDM adalah berkaitan dengan aspirasi dan sikap terhadap pekerjaan. Faktor pekerjaan ini dapat menjadi indikator ketepatan aspirasi sikap personil suatu organisasi sebagai imbas berbagai pendekatan kebijaksanaan organisasional. Sikap termasuk perasaan dan aspirasi seorang karyawan tentang berbagai dimensi pekerjaan sering diistilahkan dengan “Kepuasan Kerja” (Job Satisfaction).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Menurut Robbins (2001) dalam Cholil dan Riani (2003:13) kepuasan kerja adalah sikap karyawan terhadap pekerjaannya. Robbins (2001) juga mengingatkan kepada setiap pengelola organisasi untuk benar-benar mencermati betapa pentingnya pemahaman dan pemenuhan kepuasan kerja yang memiliki dampak pada tingkat produktivitas, absensi dan perputaran tenaga kerja. Kepuasan kerja merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi kepuasan hidup karena sebagian besar waktu manusia dihabiskan di tempat kerja. Penyebab para karyawan merasa kurang puas adalah dikarenakan mereka kurang menerima feedback, kemampuan mereka kurang optimal dimanfaatkan, supervisi yang tidak memadai, hanya tersedia sedikit kesempatan untuk ikut berpartisipasi dan pujian atas pekerjaan yang dilakukan dengan baik jarang dilontarkan oleh atasan mereka serta mereka lebih sering mengalami kebosanan. Logikanya, seorang karyawan yang dipahami, dilayani dan dipenuhi perasaan dan aspirasinya terutama yang berkaitan dengan pekerjaan akan memiliki kesetiaan tulus dan berpotensi memberikan kontribusi terbaik bagi kepentingan keberhasilan tujuan organisasinya. Setiap karyawan sangat sadar betapa itu semua pada gilirannya akan berimplikasi semakin besarnya potensi sumber daya organisasi untuk semakin memenuhi dan meningkatkan kepuasan kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Adapun aspek-aspek atau dimensi kepuasan kerja bersifat variatif. Luthan (1992) dalam Cholil dan Riani (2003:15) menjelaskan dimensi kepuasan kerja terdiri dari pekerjaan itu sendiri, gaji, peluang promosi, supervisi dan kelompok kerja. Sementara McAfee dan Paul (1987) dalam Cholil dan Riani (2003:15) menambahkan dimensi kondisi kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Teori yang mendukung uraian di atas adalah teori motivasi yang dikemukakan oleh Claude S. George dalam Hasibuan (1999:115) yang menyatakan bahwa seseorang mempunyai kebutuhan yang berhubungan dengan tempat dan suasana di lingkungan ia bekerja yaitu : gaji yang layak, kesempatan untuk maju, pengakuan sebagai individu, keamanan kerja, tempat kerja yang baik, penerimaan oleh kelompok, perlakuan yang wajar dan pengakuan atas prestasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Keberhasilan dan kinerja seorang karyawan dalam bidang pekerjaannya ditentukan oleh beberapa faktor diantaranya adalah kepuasan kerja, keterlibatan kerja serta komitmennya pada organisasi. Kepuasan kerja (job satisfaction) merujuk pada sikap umum seorang individu terhadap pekerjaannya. Seseorang dengan tingkat kepuasan kerja tinggi menunjukkan sikap yang positif terhadap kerja itu, seseorang yang tidak puas dengan pekerjaannya menunjukkan sikap yang negatif terhadap pekerjaan itu. Keterlibatan kerja (job involvement) mengukur derajat sejauh mana seseorang memihak secara psikologis pada pekerjaannya dan menganggap tingkat kinerjanya yang dipersepsikan sebagai penting untuk harga diri. Karyawan dengan tingkat keterlibatan kerja yang tinggi dengan kuat memihak pada jenis kerja yang dilakukan dan benar-benar peduli dengan jenis kerja itu. Komitmen organisasi didefinisikan sebagai suatu keadaan di mana seorang karyawan memihak pada suatu organisasi tertentu dan tujuan-tujuannya, serta berniat memelihara keanggotaan dalam organisasi itu. Jadi keterlibatan kerja yang tinggi berarti pemihakan seseorang pada pekerjaannya yang khusus. Komitmen pada organisasi yang tinggi berarti pemihakan pada organisasi yang mempekerjakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Teori yang melandasi hubungan antara kepuasan kerja dengan komitmen organisasi adalah teori harapan (expectancy theory) yang dikemukakan oleh Victor H. Vroom dalam Hasibuan (1999:116) yang menyatakan bahwa kekuatan yang memotivasi seseorang untuk bekerja giat dalam mengerjakan pekerjaannya tergantung dari hubungan timbal balik antara apa yang ia inginkan dan butuhkan dari hasil pekerjaan itu. Berapa besar ia yakin perusahaan akan memberikan pemuasan bagi keinginannya sebagai imbalan atas usaha yang dilakukannya itu. Bila keyakinan yang diharapkan cukup besar untuk memperoleh kepuasannya maka ia akan bekerja keras dan berkomitmen tinggi kepada perusahaan atau organisasinya dan sebaliknya.&lt;br /&gt;   Komitmen organisasional sedemikian penting untuk dipahami dan diciptakan. Terjadinya komitmen personil atau individu dalam setiap jajaran dan tingkatan organisasi berkaitan dengan sikap keberpihakan personil untuk menyatu dengan tujuan dan sasaran serta sesuai dengan nilai organisasi. Dengan demikian setiap pengelola organisasi apapun sangat berkepentingan untuk menempuh berbagai upaya strategis untuk menciptakan dan melestarikan serta meningkatkan derajat komitmen sumber daya manusia sebagai jembatan untuk mencapai efektifitas perilaku dan kinerja individu, kelompok dan organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Obyek dalam penelitian ini adalah PT. Bank “X“ yang bergerak di bidang industri perbankan. Sebagai perusahaan jasa, PT. Bank “X” Cabang Surabaya seharusnya lebih memperhatikan kepuasan kerja karyawannya karena karyawan merupakan faktor pelaksana dari segala kegiatan perusahaan. Sebagaimana diketahui bahwa kepuasan kerja akan tercipta apabila gaji yang diterima telah sesuai dengan keahlian yang dimiliki karyawan, memberikan rekomendasi promosi sesuai dengan prestasi yang dicapai, sistem supervisi yang digunakan sesuai dengan tujuan perusahaan, adanya kelompok kerja sehingga tidak terjadi kompleksitas tugas dan lingkungan kerja yang mendukung karyawan untuk lebih berprestasi. Apabila semua dimensi kepuasan kerja terpenuhi maka komitmen para karyawan untuk memberikan jasa terbaiknya dapat terwujud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Tidak tercapainya target ini, harus menjadi bahan evaluasi bagi pihak manajemen khususnya bagian personalia agar di masa mendatang, pihak perusahaan dapat mencapai target yang telah ditetapkan dengan jalan melakukan perbaikan faktor-faktor apa saja yang dapat berpengaruh terhadap peningkatan kepuasan kerja sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan  komitmen organisasi demi tercapainya tujuan jangka panjang perusahaan.&lt;br /&gt;Adapun alasan pemilihan judul adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;1.Besarnya pengaruh gaji yang meliputi (jumlah gaji dibandingkan dengan kebutuhan minimal, beban kerja, pengalaman kerja, dan  tingkat kemampuan yang dimiliki seorang karyawan)  terhadap komitmen organisasi akan berdampak pada komitmen karyawan terhadap PT. ”X” di Surabaya.&lt;br /&gt;2.Adanya hubungan karakteristik pekerjaan yang terdiri tingkat kemampuan dengan pekerjaan, kebebasan yang diberikan pada karyawan dan umpan baliknya dengan  komitmen organisasi yang mempengaruhi kesediaan karyawan untuk tetap mempertahankan nilai-nilai dan sistem nilai yang ada pada PT. ”X” di Surabaya.&lt;br /&gt;3.Adanya kesempatan promosi (obyektivitas dalam sistem promosi yang ada, kebijakan promosi dan kepercayaan yang diberikan pada karyawan untuk menanggung beban yang lebih besar) karyawan PT. ”X”  terhadap komitmen organisasi.&lt;br /&gt;4.Besarnya pengaruh sistem supervisi yang meliputi (perhatian yang diberikan pemimpin, kemampuan pimpinan mengawasi aktivitas karyawan dan obyektivitas dalam menilai kerja karyawan)  terhadap komitmen organisasi  PT. ”X” di Surabaya.&lt;br /&gt;5.Adanya hubungan kelompok kerja yang terdiri kesediaan untuk bekerjasama dengan rekan kerja, memberi saran kepada rekan kerja dan tingkat persaingan kerja dengan  komitmen organisasi pada PT. ”X” di Surabaya.&lt;br /&gt;6.Adanya kondisi kerja (tempat dan fasilitas serta peralatan kerja  yang tersedia) karyawan PT. ”X”  terhadap komitmen organisasi di Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Berpijak pada uraian di atas inilah akan dilakukan penelitian yang mencoba untuk mengetahui pengaruh kepuasan kerja terhadap komitmen organisasi pada karyawan PT. Bank “X” Cabang Surabaya dengan judul : Pengaruh Kepuasan Kerja Terhadap Komitmen Organisasi Karyawan Pada PT. Bank “X” Cabang Surabaya.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.1.Rumusan Masalah&lt;br /&gt;Berdasarkan latar belakang permasalahan di atas, maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut :&lt;br /&gt;1.Apakah faktor-faktor kepuasan kerja yang terdiri dari gaji, karakteristik pekerjaan, kesempatan promosi, sistem supervisi, kelompok kerja dan kondisi kerja berpengaruh signifikan secara bersama-sama terhadap komitmen organisasi karyawan pada PT. Bank “X” Cabang Surabaya ?&lt;br /&gt;2.Apakah faktor - faktor kepuasan kerja yang terdiri dari gaji, karakteristik pekerjaan, kesempatan promosi, sistem supervisi, kelompok kerja dan kondisi kerja berpengaruh signifikan secara parsial terhadap komitmen organisasi karyawan pada PT. Bank “X” Cabang Surabaya ?&lt;br /&gt;3. Dari keenam factor-faktor yang mempengaruhi kepuasan  kerja karyawan (gaji, karakteristik pekerjaan, kesempatan promosi, sistem supervisi, kelompok kerja dan kondisi kerja) manakah yang mempunyai pengaruh dominan terhadap komitmen organisasi karyawan PT. Bank “X” Cabang Surabaya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.2.Tujuan Penelitian&lt;br /&gt;Penelitian ini bertujuan untuk :&lt;br /&gt;1.Membuktikan dan menganalisis pengaruh faktor-faktor kepuasan kerja yang terdiri dari gaji, karakteristik pekerjaan, kesempatan promosi, sistem supervisi, kelompok kerja dan kondisi kerja secara bersama-sama terhadap komitmen organisasi karyawan pada PT. Bank “X” Cabang Surabaya.&lt;br /&gt;2.Membuktikan dan menganalisis pengaruh diantara faktor-faktor kepuasan kerja yang terdiri dari gaji, karakteristik pekerjaan, kesempatan promosi, sistem supervisi, kelompok kerja dan kondisi kerja secara parsial terhadap komitmen organisasi karyawan pada PT. Bank “X” Cabang Surabaya.&lt;br /&gt;3.Membuktikan dan menganalisis pengaruh yang paling dominan diantara faktor-faktor kepuasan kerja yang terdiri dari gaji, karakteristik pekerjaan, kesempatan promosi, sistem supervisi, kelompok kerja dan kondisi kerja terhadap komitmen organisasi karyawan pada PT. Bank “X” Cabang Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.3.Manfaat Penelitian&lt;br /&gt;1.Penelitian ini diharapkan dapat membantu perusahaan dalam upaya menetapkan kebijakan yang berkaitan dengan kepuasan kerja.&lt;br /&gt;2.Penelitian ini diharapkan dapat menumbuhkan ide-ide bagi pihak lain untuk penelitian-penelitian selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Pengaruh Kepuasan Konsumen Atas Atribut-Atribut Service Recovery Terhadap Niat Menggunakan Ulang Jasa Hotel Inna Simpang Surabaya</title><link>http://lumbungriset.blogspot.com/2009/07/pengaruh-kepuasan-konsumen-atas-atribut.html</link><category>Skripsi Manajemen</category><author>noreply@blogger.com (CAMPUS)</author><pubDate>Mon, 13 Jul 2009 11:04:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3748603830614555481.post-4089941440917084615</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Abstraksi Penelitian&lt;br /&gt;Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepuasan konsumen atas atribut-atribut service recovery terhadap niat menggunakan ulang jasa hotel Inna Simpang Surabaya. Peneliti memilih hotel sebagai obyek penelitian karena pada bidang jasa hotel rentan terhadap keluhan atas pelayanan yang diberikan. Sedangkan Hotel Inna Simpang dipilih karena setelah dilakukan studi awal ternyata ditemukan banyak keluhan yang masuk baik itu yang disebabkan pihak hotel sendiri maupun rekanan hotel Inna Simpang yaitu salah satunya adalah agen perjalanan dan armada taxi. Konsumen yang diteliti adalah konsumen yang dijumpai dimana mereka pernah mengalami ketidakpuasan dan kemudian mengajukan keluhan kepada pihak hotel serta konsumen tersebut terlibat dalam pembuatan keputusan pemilihan hotel yang akan dipakai. Penelitian ini dilakukan mengingat pentingnya menangani keluhan konsumen secara memuaskan, sehingga lebih banyak kesempatan bagi konsumen yang terlibat untuk tetap loyal dan kemudian melakukan pembelian ulang (Lovelock dan Wright, 1999: 137). Karena biaya mencari konsumen baru sekitar lima sampai sepuluh kali lebih mahal daripada biaya untuk memelihara konsumen yang ada (Milyati Arsiani, 1999:120. Selanjutnya penanganan keluhan konsumen ini disebut sebagai service recovery.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Variabel bebas yang digunakan dalam penelitian ini adalah kepuasan atas kompensasi, kepuasan atas kecepatan merespon, kepuasan atas permintaan maaf, dan kepuasan atas inisiatif perbaikkan sedangkan variabel tergantungnya adalah niat penggunaan ulang jasa hotel Inna Simpang Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Jumlah kusioner yang dipakai dalam sampel penelitian ini adlah sebanyak 100 responden. Jawaban kusioner di dapat dengan cara penyebaran kusioner dalam hotel Inna Simpang Surabaya. Dengan Teknik Pearson Product Moment dan teknik crocbach alpha, data penelitian ini telah memenuhi syarat validitas dan reabilitas. Sedangkan teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis regresi linier berganda dan perhitungannya dilakukan dengan bantuan program SPSS 10.00 for windows&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Model persamaan regresi linier berganda yang diperoleh dari hasil penelitian adalah: Y= - 0,623 + 0,385 X1 + 0,311 X2 + 0,308 X3 + 0, 216 X4, berdasarkan hasil analisis tersebut ditarik kesimpulan bahwa variabel bebas  (terdiri dari kepuasan atas kompensasi, kepuasan atas kecepatan merespon, kepuasan atas permintaan maaf, dan kepuasan atas inisiatif perbaikkan) yang digunakan memiliki pengaruh yang signifikant baik secara parsial maupun simultan terhadap variabel tergantung (niat penggunaan ulang jasa hotel Inna Simpang Surabaya). Hal ini bisa dilihat dari hasil uji t dan uji F yang dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Nilai koefisien korelasi (R) adalah 0,835 atau 83,5% dan bertanda positif menandakan bahwa hubungan yang terjadi adalah hubungan searah. Nilai koefisien determinasi (R2) atau R square adalah 0,697. Hal tersebut menunjukkan bahwa dari persamaan tersebut, sebesar 69,7% dari perubahan Y dipengaruhi oleh empat variabel yang diteliti. Sedangkan sisanya 30,3% dipengaruhi oleh variabel lain diluar variabel bebas yang digunakan tersebut. Variabel lain yang mungkin bisa mempengaruhi misalnya kepuasan konsumen atas arstektur dari hotel Inna Simpang Surabaya, dimana menggunakan gaya khas Jawa Timuran, kepuasan atas pelayanan yang baik, switching cost serta faktor lainnya yang dapat mempengaruhi konsumen menggunakan ulang jasa hotel Inna Simpang Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Perlindungan Hukum Konsumen Jasa Pengangkutan Laut (Studi terhadap Kasus Kecelakaan yang Terjadi di Selat Gresik – Bawean)</title><link>http://lumbungriset.blogspot.com/2009/07/perlindungan-hukum-konsumen-jasa.html</link><category>Skripsi Hukum</category><author>noreply@blogger.com (CAMPUS)</author><pubDate>Sat, 11 Jul 2009 15:23:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3748603830614555481.post-3724002569862246362</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Abstraksi Penelitian&lt;br /&gt;Sebagai negara kepulauan, penggunaan transportasi laut akan menjadi pilihan utama. Hal ini dikarenakan pengangkutan laut lebih ekonomis, dan sesuai dengan kemampuan masayrakat Indonesia sebagai negara berkembang. Meskipun sudah ada peraturan perundangan yang menjamin keselamatan konsumen dalam transportasi laut, namun kenyataannya, masih terdapat bentuk-bentuk penyelewengan yang terjadi dalam pelayanan transportasi laut yang seringkali merugikan pihak konsumen. Para penyedia jasa transportasi terkadang tidak memenuhi standar pelayanan yang layak terhadap penggunaan jasa alat transportasi ini. Contoh terbaru adalah terjadinya kecelakaan kapal penumpang yang terjadi di perairan dekat pelabuhan Tual, Maluku Tenggara. Dimana, dalam peristiwa kecelakaan kapal motor tersebut mengakibatkan enam orang penumpang meninggal dunia. Ini merupakan contoh yang mencerminkan betapa aspek perlindungan konsumen sebagai pengguna jasa pengangkutan laut tidak mendapat perlindungan yang memadai sehingga menyebabkan jatuhnya korban jiwa.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dalam penelitian ini, penulis berupaya untuk mengetahui bagaimanakah pelaksanaan perlindungan hukum terhadap konsumen pengguna jasa pengangkutan laut terhadap kasus kecelakaan laut yang terjadi di selat Gresik – Bawean serta faktor-faktor apakah yang mendukung dan menghambat perlindungan hukum terhadap konsumen pengguna jasa pengangkutan laut pada kasus kecelakaan laut yang terjadi di selat Gresik – Bawean. Metode yang digunakan penulis disini adalah deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data dengan cara interview dan  observasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hasil penelitian penulis, dapat disimpulkan bahwa faktor penghambat perlindungan konsumen pengguna jasa angkutan laut pada kasus kecelakaan selat Gresik-Bawean, antara lain adalah : (1) Diterbitkannya peraturan untuk melindungi konsumen ; (2) Adanya peraturan berkaitan dengan kelayakan kapal pada jasa pengangkutan laut ; (3) Kesadaran pemilik kapal untuk menjamin keamanan konsumen saat menggunakan jasa pengangkutan laut ; dan (4) Dukungan Pemerintah Daerah untuk keamanan konsumen saat menggunakan jasa Pengangkutan laut. Sedang faktor penghambat perlindungan terhadap konsumen pengguna jasa angkutan laut pada kasus kecelakaan selat Gresik-Bawean, antara lain adalah : (1) Sosialisasi peraturan tentang perlindungan konsumen kurang sehingga masyarakat masih kurang paham akan haknya sebagai konsumen ; (2) Adanya kolusi di Pelabuhan ; (3) Kurangnya tanggung jawab pemilik kapal terhadap kasus kecelakaan yang terjadi ; dan (4) Lambannya penanganan klaim oleh lembaga-lembaga yang bertanggung jawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Kunci : perlindungan hukum, konsumen - jasa pengangkutan laut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Pendidikan  Pemberdayaan  (Empowering  Education) ; Buku Panduan Bagi Para Pendidik</title><link>http://lumbungriset.blogspot.com/2009/07/pendidikan-pemberdayaan-empowering.html</link><category>Ruang Donwload</category><author>noreply@blogger.com (CAMPUS)</author><pubDate>Fri, 10 Jul 2009 12:36:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3748603830614555481.post-8350366064782365742</guid><description>Pendahuluan&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Buku ini adalah buku Pendidikan Pemberdayaan. Buku ini tidak sama dengan buku cetak biasa. Buku ini tidak mengandung informasi yang biasanya dimuat oleh buku-buku cetak yang dipakai di sekolah-sekolah. Buku ini tidak memuat larangan-larangan dan kebenaran-kebenaran baku umum. Buku ini tidak mengajarkan arti tradisional dari istilah-istilah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Manual ini memiliki tujuan yang berbeda: mengajarkan anda untuk belajar sendiri, memperoleh pengalaman dan pengetahuan sosial sendiri, dan dengan murah hati membaginya dengan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kelas-kelas Pendidikan Pemberdayaan, para siswa diajarkan untuk mengembangkan hubungannya dengan orang lain berdasarkan kepercayaan dan kemitraan dan peka jender, serta bagaimana cara untuk bekerjasama dan membentuk suatu tim dengan sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelatihan ini dibangun dengan etika dan filosofi anti-kekerasan dan didasarkan pada usaha mendapatkan pengetahuan melalui pengalaman sendiri. Ditiap sesi, tiap siswa mendapatkan pemberdayaan, dan mereka berhak untuk menjadi bagian penting dalan dialog yang terjadi di dalam tiap pelatihan. Tiap siswa memainkan peranan aktif dalam proses pengajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana hal ini dapat dicapai dalam diskusi kelompok besar maupun kecil, curah pendapat, studi kasus, permainan-peranan (role-playing); melalui situasi-situasi yang disarankan dimana garis tipis antara ciptaan dan kenyataan dihapuskan, ketika situasi-situasi yang diciptakan dilihat sebagai suatu model hubungan antar manusia dalam masyarakat. Harus ditekankan bahwa pendidikan jenis ini menggunakan pengalaman unik dan berharga dari tiap siswa. Hal ini menggambarkan penghormatan terhadap pengalaman dan diri tiap siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini merupakan pendekatan pengajaran yang merupakan dasar dari Proyek Pendidikan Pemberdayaan internasional. Proyek ini sendiri memiliki sejarahnya sendiri. Sejarah tersebut termasuk lokakarya-lokakarya pelatihan Kepemimpinan Perempuan yang diadakan oleh Women’s Center dan NIS-US Women’s Consortium sejak tahun 1995. Terdapat pula kelas-kelas yang diadakan di berbagai sekolah dan universitas di Kyiv, Symferopol dan Uzhorod yang tercakup dalam proyek percobaan (pilot project) yang dibiayai oleh Global Women’s Fund. Dan akhirnya, pada tahun 1999, Proyek Pendidikan Pemberdayaan diajukan oleh Information and Consultation Women’s Center (Kyiv) dan didukung oleh Open Society Institute Women’s Network dan International Renaissance Foundation. Berkat dukungan tersebut kini kelas-kelas Pendidikan Pemberdayaan diadakan tidak hanya di Ukrania namun juga di Albania, Georgia. Kyrgyzstan, Lithuania, Tajikistan dan Uzbekistan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan Pemberdayaan terdiri dari empat unit: Komunikasi yang Berhasil, Dialog Bervariasi (Keseteraan Jender), Mengatur diri sendiri-berkolaborasi dengen orang lain, Di jalan menuju anti-kekerasan. Setiap unit mengandung sejumlah latihan yang dijabarkan dalam manual ini, yang dikumpulkan dari berbagai sumber seperti seminar pelatihan, pertemuan, diskusi terbatas, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itulah manual kami menjadi hasil dari kerjasama dengan banyak orang, pelatih, peserta berbagai proyek, aktivis gerakan perempuan di berbagai negara. Kami berterimakasih kepada semua yang telah membantu kami. Khususnya kami berterimaksih kepada Open Society Institute Women’s Network dan International Renaissance foundation yang memungkinkan terlaksananya proyek kami. Kami juga hendak mengucapkan terima kasih kepada para pengkaji ulang: Doktor Philologis Lubos Pustovit (National Academy of Sciences of Ukraine) dan profesor Evhen Rehusinky (Vernadsky Tavrian State University). Mereka memeriksa manual-manual kami dan memberikan banyak masukan yang berharga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manual ini ditujukan terutama untuk mereka yang bekerja untuk proyek ini dan melakukan seminar di tingkat pendidikan menengah. Namun kami berharap buku ini juga dapat berguna bagi mereka yang tertarik terhadapan Pendidikan Pemberdayaan sebagai proyek dan gaya hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mempublikasikan buku ini mungkin hanya langkah pertama pada jalan yang terbuka di depan kita&lt;br /&gt;&lt;a style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);" href="http://www.ziddu.com/download/5546721/EE-Bogor20031113.doc.html"&gt; Donwload Versi Lengkapnya&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>PENEGAKAN HUKUM TERHADAP TINDAK PIDANA PENCURIAN LISTRIK DALAM HAJATAN BESAR</title><link>http://lumbungriset.blogspot.com/2009/07/penegakan-hukum-terhadap-tindak-pidana.html</link><category>Skripsi Hukum</category><author>noreply@blogger.com (CAMPUS)</author><pubDate>Fri, 10 Jul 2009 12:32:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3748603830614555481.post-7619897107695271571</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;PENEGAKAN HUKUM TERHADAP TINDAK PIDANA PENCURIAN LISTRIK DALAM HAJATAN BESAR&lt;br /&gt;(Studi Kasus di Desa Wonosari Kecamatan Pagu Kabupaten Kediri)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abstraksi Penelitian&lt;br /&gt;Perkembangan teknologi dengan adanya fasilitas listrik seringkali tidak diimbangi dengan perkembangan kemampuan ekonomi masyarakat. Akibatnya masyarakat sering kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya dengan berbagai fasilitas pendukung yang memerlukan sumber energi tenaga listrik. Ini menjadikan masyarakat berupaya untuk mendapatkan pasokan energi listrik lebih dengan biaya serendah mungkin, sehingga pada akhirnya menggunakan listrik secara ilegal untuk kepentingan beberapa momen tertentu. Yang umum terjadi dalam lingkup masyarakat desa adalah momen hajatan besar seperti pernikahan, khitan, dan selamatan yang memerlukan daya pasokan listrik besar. Penulis di sini tertarik untuk mengungkap faktor-faktor yang melatarbelakangi terjadinya tindak pidana pencurian listrik dalam hajatan besar serta bentuk penegakan hukum oleh PLN dan Kepolisian dalam mengatasi tindak pidana pencurian listrik.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dalam penelitian ini, penulis menggunakan pendekatan yuridis sosiologis. Lokasi penelitian penulis adalah Desa Wonosari Kecamatan Pagu Kabupaten Kediri yang mana merupakan lokasi di mana terdapat fenomena tindak pidana pencurian listrik. Dalam penelitian, penulis menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Dalam analisis data, penulis menggunakan analisis data deskriptif kualitatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hasil penelitian penulis, dapat diketahui bahwa Faktor penyebab terjadinya tindak pidana pencurian listrik dalam hajatan besar antara lain adalah: (1) Faktor ekonomi; (2) Pihak penyelenggara tidak mau tahu masalah pengadaan listrik, asalkan acara berjalan dengan lancar; (3) Bantuan oknum dari pihak PT. PLN dalam pelaksanaan pencurian listrik; (4) Minimnya pengawasan, baik dari pihak PT. PLN maupun kepolisian; (5) Kurang tegasnya sanksi. Tindakan penegakan hukum dari pihak PT. PLN dan Kepolisian terhadap tindak pidana pencurian listrik dalam hajatan besar adalah sebagai berikut: (1) Pengusutan dengan penngukuran meteran oleh PLN dengan dibantu pihak Kepolisian; (2) Sanksi pencabutan listrik dan denda oleh PLN; (3) Penangkapan oleh pihak Kepolisian atas kasus pencurian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis mengajukan saran dimana hendaknya PT. PLN berbenah dengan melakukan pengawasan terpadu terhadap aktivitas hajatan yang berpotensi terjadi pencurian listrik. Selain itu pelaksanaan sanksi hendaknya diperjelas sehingga individu yang melakukan tindak pencurian listrik akan mempertimbangkan konsekuensi yang timbul akibat tindakan pencurian tersebut. Untuk pihak kepolisian merancang suatu agenda untuk melakukan pengawasan terhadap kegiatan hajatan yang berpotensi terjadinya pencurian listrik oleh penyelenggara. Untuk legislatif pembuat undang-undang hendaknya memperhatikan adanya kekurangan dari peraturan perundangan yang ada berkaitan dengan tindak pidana pencurian listrik dan kemudian mengeluarkan aturan baru yang lebih eksplisit dan jelas terutama berkaitan dengan konsekuensi yang timbul bila individu melakukan pencurian listrik dalam hajatan besar&lt;br /&gt;Kata Kunci : penegakan hukum, tindak pidana, pencurian listrik, hajatan besar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>TINJAUAN YURIDIS PUTUSAN HAKIM DALAM PERKARA PELANGGARAN LALU LINTAS TERHADAP PELANGGARAN LALU LINTAS DI KOTA MALANG</title><link>http://lumbungriset.blogspot.com/2009/07/tinjauan-yuridis-putusan-hakim-dalam.html</link><category>Skripsi Hukum</category><author>noreply@blogger.com (CAMPUS)</author><pubDate>Fri, 10 Jul 2009 12:09:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3748603830614555481.post-6890357799396561665</guid><description>Abstraksi Penelitian&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pelanggaran lalu lintas merupakan permasalahan yang banyak dihadapi di berbagai Kota besar. Pelaksanaan penegakan hukum lalu lintas merupakan tanggungjawab Kepolisian dengna lembaga peradilan sebagai pendukung dalam hal legislasi hukum. Mekanisme legislasi dilakukan oleh pengadilan yakni dengan proses pemeriksaan cepat dengan adanya pembebanan sangsi terhadap para pelanggar. Sanksi denda yang diberikan tidak bisa dibilang ringan, tetapi tetap terjadi peningkatan kuantitas para pelanggar. Oleh karena itu, penting untuk diketahui bentuk putusan hakim dalam pelanggran lalu lintas serta korelasi putusan tersebut dengan kepastian, keadilan dan kemanfaatan bagi pelanggar dengan tujuan dapat dilakukan peminimalisiran angka pelanggaran lalu lintas&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bentuk putusan hakim dalam pelanggaran lalu lintas, pertimbangan hakim dalam pengambilan putusan, serta juga aspek keadilan, kepastian, dan kemanfaatan putusan hakim dalam putusan kasus lalu lintas. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan pendekatan yuridis sosiologis. Lokasi penelitian penulis adalah Gedung Pengadilan Negeri Kota Malang yang biasa menyelenggarakan sidang berkaitan dengan pelanggaran lalu lintas. Dalam penelitian, penulis menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Dalam analisis data, penulis menggunakan analisis data deskriptif kualitatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hasil penelitian penulis, dapat diketahui bahwa bentuk Putusan Hakim adalah berupa pidana denda terhadap terdakwa, tanpa adanya BAP serta surat putusan Peradilan berkaitan dengan perkara tersebut. Pertimbangan hakim dalam perkara lalu lintas terutama adalah karena mengacu pada kenyataan bahwa pelanggaran dalam peraturan lalu lintas memiliki sifat melawan hukum atau yang mana dalam KUH Pidana ditunjukkan dengan kata wederrechttelijk  untuk menunjukkan sifat tidak sah suatu perbuatan atau suatu maksud. Wujud konkrit dari aspek keadilan yang paling mudah dilihat adalah kesesuaian antara pelanggaran pidana yang dilakukan dengan sanksi yang dijatuhkan. Asas kepastian hukum berarti Hakim harus dapat memberikan pertimbangan yang sesuai dengan tolok ukur peraturan perundangan yang berlaku dalam bidang lalu lintas dan jalan raya. Bila menilik pada aspek kemanfaatan, memang sanksi pidana yang dijatuhkan terhadap terdakwa pelanggar lalu lintas sangat dibutuhkan untuk dapat menimbulkan efek jera sehingga terdakwa tidak lagi mengulangi perbuatannya dalam pelanggaran lalu lintas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis mengajukan saran dimana perlu diterapkan mekanisme baru untuk mengatasi ketidakhadiran terdakwa pelanggar lalu lintas dalam sidang peradilan. selain dititipkan kembali ke Kepolisian yang mana dapat menunjang citra pelaksanaan hukum lalu lintas. Dengan memperhatikan aspek keadilan dan transparansi hukum, maka hendaknya terdakwa yang terkena sanksi pelanggaran lalu lintas bersedia menghadiri sidang demi pembelajaran hukum bagi masyarakat. Hendaknya kepolisian juga meningkatkan upaya sidang di tempat dengan menghadirkan hakim, jaksa dan sebagainyayang bisa memberikan contoh pembelajaran hukum bagi masyarakat.&lt;br /&gt;Kata Kunci : tinjauan yuridis, putusan hakim, perkara pelanggaran lalu lintas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Tema Pesan Film (Analisis Isi Frekuensi Kemunculan Tema Pesan Dalam Fim Catatan Akhir Sekolah Karya Hanung Bramantyo)</title><link>http://lumbungriset.blogspot.com/2009/07/tema-pesan-film-analisis-isi-frekuensi.html</link><category>Skripsi Ilmu Komunikasi</category><author>noreply@blogger.com (CAMPUS)</author><pubDate>Wed, 8 Jul 2009 11:15:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3748603830614555481.post-8796494525525220223</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Abstraksi Penelitian&lt;br /&gt;Film sebagai salah satu bentuk media masa dipandang mampu memenuhi permintaan dan selera masyarakat akan hiburan dikala penat menghadapi aktifitas hidup sehari-hari. Pasar film Indonesia memang baru tumbuh lagi setelah melewati masa kritisnya. Rexinema salah satu rumah produksi yang telah sukses dalam film Jelangkung dan Tusuk Jelangkung, kembali menghadirkan sebuah film drama remaja di tengah ramainya film-film remaja yang sedang muncul. Catatan Akhir Sekolah (CAS) sukses di pasaran tidak terlepas dari strategi kreatif produser yang memperhitungkan selera dan kegemaran pangsa pasar, terutama genre kelompok remaja. Alasan peneliti menggunakan film ini karena CAS adalah tipikal yang beda dari kebanyakan. Film CAS tidak hanya memfokuskan pada masalah cinta pada kebanyakan film remaja, CAS menawarkan sisi lain yang berbeda yaitu dengan menampilkan kisah persahabatan dan keinginan sekelompok anak SMU dalam menunjukkan eksistensi mereka.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Atas dasar latar belakang tersebut maka penulis ingin mengetahui tema pesan apa saja yang terdapat dalam film CAS. Penelitian ini mengambil objek penelitian pada film Catatan Akhir Sekolah yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo dan di produksi oleh Rexinema.&lt;br /&gt;Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis isi. Dengan tipe penelitian deskriptif kuantitatif. Unit analisisnya adalah unit tematik. Alasan menggunakan analisis isi karena akan memperoleh suatu hasil atau pemahaman terhadap berbagai isi pesan komunikasi yang disampaikan oleh media massa atau sumber informasi yang lain secara objektif dan sistematis. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik dokumentasi, yaitu teknik pengumpulan data dengan menelaah catatan-catatan atau dokumen-dokumen sebagai sumber data serta pengamatan langsung pada objek penelitian.&lt;br /&gt;Penelitian ini menggunakan struktur kategori yang merujuk dari kategori yang telah dibuat oleh Flournoy dan Kris Budiman yang kemudian disesuaikan sendiri oleh peneliti menurut kebutuhan penelitian.Sedangkan samplingnya menggunakan total sampling, dengan merujuk pada keseluruhan tema yang ada pada film CAS. Satuan ukurnya adalah scene-scene yang terdapat dalam film CAS. Teknik analisis data yang dipakai dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik analisis distribusi frekuensi. Alat analisis ini digunakan dengan tujuan untuk mengetahui frekuensi kemunculan masing-masing kategori. Kemudian untuk memastikan validitas dan reliabilitas penelitian, penulis akan melakukan uji reliabilitas dan validitas. Dalam uji reliabilitas kategori, penulis menggunakan sistem koding, dimana penulis dibantu oleh koder guna mengukur ketepatan penilaian penulis terhadap kandungan tema pesan dalam tiap scene film ”Catatan Akhir Sekolah”. Untuk menghitungnya peneliti menggunakan rumus Holsty yang selanjutnya dimasukkan kedalam rumus Scott.&lt;br /&gt;Dari hasil penelitian penulis, dapat ditarik kesimpulan bahwa tema pesan yang terdapat dalam tiap scene dalam film Catatan Akhir Sekolah meliputi tujuh macam tema berikut ini, yaitu  : Tema Kejahatan dan Hukum ; Human Interest ; Pendidikan, seni, dan olah raga ; Penampilan ; Tata Rumah ; Tema anak ; serta tema Ekonomi&lt;br /&gt;Dari hasil penelitian yang juga telah diuji validitas dan reliabilitasnya dengan dua orang koder, dimana nilai reliabilitasnya menurut rumus holsty adalah 99% dan dengan hasil tersebut maka data tersebut dapat dinyatakan reliabel dan valid. Selanjutnya analisa data dengan menggunakan alat distribusi frekuensi, maka ditemukan tema yang dominan keluar pada film “Catatan Akhir Sekolah” adalah tema human interest, yaitu tema yang meliputi percintaan, persahabatan, tindak emosional, dan humor sebanyak 23,1%; 18,2%; 60,9%; 58,5%; 36,5%; 20,7%; 2,4%; 1,2% yang muncul pada masing-masing sub tema. Tema tersebut mendominasi karena memang secara umum, film “Catatan Akhir Sekolah” mengisahkan tentang persahabatan tiga orang siswa SMA yang selalu dianggap pecundang oleh teman-temannya sehingga mereka tertantang untuk membuktikan eksistensi diri mereka lewat suatu kegiatan positif, yaitu membuat film dokumenter tentang sekolah mereka sebelum mereka lulus. Persahabatan yang dibumbui romantika cinta remaja amat mendominasi tiap scene&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Penerapan Akuntansi Sumber Daya Manusia Terhadap Laporan Keuangan PT ’X’ di surabaya”</title><link>http://lumbungriset.blogspot.com/2009/07/penerapan-akuntansi-sumber-daya-manusia.html</link><category>Skripsi Akutansi</category><author>noreply@blogger.com (CAMPUS)</author><pubDate>Tue, 7 Jul 2009 13:45:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3748603830614555481.post-7468679491277969829</guid><description>1.1.  Latar Belakang Masalah&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pola industri abad ini mengalami perubahan yaitu dengan memunculkan suatu pola ekonomi baru yaitu “knowledge-based industries”. Realitas saat ini menunjukkan bahwa perubahan pola industri dengan sumber daya fisik (pabrik, mesin dan tanah) telah berubah pada pola industri berbasis pengetahuan. Perubahan ini belum direspon dan dilaporkan secara memadai pada laporan keuangan perusahaan. Pengeluaran untuk investasi non fisik masih dicatat sebagai biaya bukan dilaporkan sebagai aset atau sumber daya perusahaan yang nantinya akan mendatangkan future economic benefit.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt; Adanya perubahan paradigma pelaporan akuntansi memunculkan saat dibandingkan antara lain sumber daya perusahaan di neraca dengan nilai pasar saham perusahaan. Ini terjadi mencolok pada perusahaan yang berbasis di pengetahuan, menurut hasil penelitian Steward untuk perusahaan yang berbasis pengetahuan bahwa dalam jangka panjang perbandingan antara nilai buku perusahaan yang tercantum di neraca dengan nilai pasar saham berbanding 1:7 sedangkan untuk industri baja 1:1. hasil penelitian ini sebagai bukti adanya ”missing value” untuk perusahaan yang berbasis pengetahuan. Yang kemudian disebut sebagai modal intelektual (intellectual).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sumber daya manusia merupakan salah satu faktor produksi yang peranannya dirasakan semakin penting bagi pengembangan perusahaan maupun ekonomi nasional. Sumber daya manusia yang berkualitas tinggi bermanfaat bukan saja dalam menyesuaikan gerak langkah perusahaan  atas iklim usaha yang begitu cepat, namun tersedianya SDM yang tinggi tersebut memungkinkan perusahaan dapat antisipasi terhadap kemungkinan berbagai perubahan dalam lingkungan usaha, dengan demikian akan memberikan ”competitive advantage” bagi perusahaan (Bawazier, 1992: 19).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuntutan persaingan di berbagai bidang, harus dijawab dengan perbaikan dan peningkatan kualtias SDM yang ada. PT ”X” tak mungkin mempunyai kinerja yang bagus tanpa ditunjang kualitas sumber daya manusia yang bagus pula. Pola pengaturan dan pengawasan sumber daya manusia harus disesuaikan dengan kondisi yang ada. Pengelolaan sumber daya manusia dengan baik akan meningkatkan daya saing PT ”X”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akuntansi sumber daya manusia pada dasarnya memberikan pandangan berbeda dengan akuntansi konvensional dan memberikan solusi atas kelemahan-kelemahannya dengan memasukkan manusia dalam laporan keuangan sebagai unsur aktiva.&lt;br /&gt;Adapun faktor biaya yang merupakan bagian dari pengukuran ini yaitu biaya untuk merekrut, memilih, memperkerjakan, melatih dan mengembangkan aktiva manusia. Karena itulah akuntansi sumber daya manusia bukan hanya suatu sistem yang mengukur biaya dan nilai manusia dari suatu organisasi, tetapi merupakan ilmu yang mempelajari bagaimana me-manage manusia sebagai sumber daya organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai sebuah perusahan, PT ”X”  dalam perekrutmen karyawan, sumber daya manusia merupakan salah aset akan berpengaruh pada penyusunan laporan keuangan. Steward menyebutkan bahwa sumber daya manusia adalah aktiva organisasi yang paling penting. Juga disebutkan oleh Polanyi (1996: 56) bahwa sumber daya ini mempunyai sifat yang unik dan masalah pengukurannya pun komplek dan tidak mudah diidentifikasi kepemiliknya, tetapi pengetahuan yang dimiliki sumber daya ini memiliki peranan yang besar dalam meningkatkan nilai dan kelangsungan hidup perusahaan. Jadi pengetahuan yang dimiliki karyawan akan menjadi aset yang berharga bagi perusahaab apabila diciptakan, dipelihara dan ditransformasikan dan di-manage sehingga mempunyai manfaat terhadap perusahaan, jika tidak maka pengetahuan tersebut tidak ada artinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peningkatan kualitas PT ”X” membutuhkan informasi mengenai sumber daya manusia dan biaya-biaya yang terkait didalamnya, informasi keuangan yang relevan dan akurat memberikan keyakinan yang memadai bagi pengmabil keputusan.&lt;br /&gt;Berdasarkan latar belakang maka penulis mengambil judul ” Penerapan Akuntansi Sumber Daya Manusia Terhadap Laporan Keuangan PT ’X’ di surabaya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.2      Rumusan Masalah&lt;br /&gt;Sesuai dengan uraian latar belakang masalah diatas,maka dapat dirumuskan masalah yang akan diteliti adalah “ Bagaiamana penerapan akuntansi sumber daya manusia pada PT “X” dan pengaruhnya dalam penyusunan laporan keuangan? “`&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.3       Tujuan Penelitian&lt;br /&gt; Sesuai dengan perumusan masalah yang telah dijelaskan diatas, maka tujuan penelitian yang ingin dicapai adalah :&lt;br /&gt;a) Umum&lt;br /&gt; Mengaplikasikan metode pengukuran akuntansi sumber daya manusia dalam pelaporan keuangan perusahaan&lt;br /&gt;b) Khusus&lt;br /&gt;a.  Mengetahui pengaruh dari pelaporan akuntansi sumber daya manusia bagi pihak manajemen perusahaan dan bagaimana pengaruhnya terhadap penyusunan laporan keuangan perusahaan.&lt;br /&gt;b. Mengenalkan akuntansi sumber daya manusia pada masyarakat umumnya dan pengaruhnya terhadap manajemen dalam pengelolaan perusahaan .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.4       Manfaat Penelitian&lt;br /&gt;     Penelitian yang dilakukan diharapkan akan dapat memberikan manfaat sebagai berikut :&lt;br /&gt;a. Memberikan usulan rancangan pelaporan akuntansi sumber daya manusia dalam laporan keuangan perusahaan.&lt;br /&gt;b. Mensosialisasikan pentingnya pemakaian akuntansi sumber daya manusia dalam upaya untuk menyajikan laporan keuangan yang relevan.&lt;br /&gt;c. Mendeteksi tingkat pentingnya faktor sumber daya manusia bagi pihak manajemen perusahaan.&lt;br /&gt;d. Menambah wawasan terhadap penelitan akuntansi yang berhubungan dengan akuntansi sumber daya manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Analisis Manfaat Analisis Pekerjaan Dalam Perancangan Sistem Informasi Sumber Daya Manusia Pada PT. Adhi Karya, tbk</title><link>http://lumbungriset.blogspot.com/2009/07/analisis-manfaat-analisis-pekerjaan.html</link><category>Skripsi Manajemen</category><author>noreply@blogger.com (CAMPUS)</author><pubDate>Tue, 7 Jul 2009 11:58:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3748603830614555481.post-4801690576830533056</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Abstraksi Penelitian&lt;br /&gt;Dewasa ini semakin dipahami bahwa memiliki informasi dan memahami pentingnya informasi tentang sumber daya manusia yang terdapat dalam suatu organisasi merupakan salah satu tantangan yang harus dihadapi dalam kehidupan organisasional. Dikatakan tantangan oleh karena tanpa informasi tersebut suatu organisasi tidak mungkin atau sulit mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memandapatkan sumber daya manusia semaksimal mungkin.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tantangan demikian menjadi lebih jelas lagi terlihat apabila diingat bahwa hanya berdasarkan informasi yang mutkhir, lengkap dan dapat dipercayalah analisis pekerjaan dapat dilakukan secara tepat. Dengan perkataan lain melalui system informasi sumber daya manusia yang demikian dapat ditingkatkan produktivitas suatu organisasi dalam rangka pencapian tujuan dan sasarannya. Artinya, dalam usaha meningkatkan produktivitas, efisiensi dan efektivitas pelaksanaan berbagai kegiatan dalam organisasi serta dalam usaha meningkatkan mutu hasil pekerjaan, titik tolak yang paling tepat adalah pengetahuan yang mendalam tentang berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh setiap orang dalam organisasi. Kegiatan analisis pekerjaan merupakan hal yang sangat penting bagi suatu organisasi. Dikatakan demikian karena berbagai tindakan dalam pengelolaan sumber daya manusia tergantung pada informasi tentang analisis pekerjaan yang telah dilakukan. Teori manajemen sumber daya manusia memberi petunjuk bahwa ada paling sedikit sepuluh kegiatan pengelolaan sumber daya manusia yang penyelenggaraannya dengan baik didasarkan pada informasi yang berhasil dikumpulkan dan diolah. Fenomena diatas menjadi daya tarik tersendiri bagi penulis untuk mengupas mengenai seberapa besar manfaat analisis pekerjaan dalam proses pembentukkan Sistem Informasi Sumber Daya Manusia (SISDM), dan seperti apa wujud dari manfaat analisis pekerjaan itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kajian ini, penulis menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan metode studi kepustakaan (libarary research) yaitu penelitian yang dilakukan dengan cara membaca buku-buku dan sumber-sumber yang dianggap penting dan ada kaitannya dengan penelitian yang dilakukan, terutama yang berhubungan dengan analisis pekerjaan dan sistem informasi sumber daya manusia. Juga penggunaan teknik analisis diskripitif dengan menggambarkan atau menjelaskan laporan teori yang kemudian dibandingkan dengan hasil survei, untuk mengetahui ada tidaknya kesesuaian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari penelitian yang telah dilakukan oleh penulis yang dikaitkan dengan analisis pekerjaan dan Sistem Informasi Sumber Daya Manusia (SISDM), pada penerapannya dalam perusahaan, analisis pekerjaan memang memberikan manfaat bagi perancangan sistem informasi sumber daya manusia perusahaan. Dikarenakan informasi dari hasil analisis pekerjaan merupakan salah satu sumber data dalam perancangan SISDM. Namun hubungan keduanya tidak hanya berhenti pada analisis sebagai sumber data bagi SISDM, akan tetapi SISDM sendiri dijadikan bahan untuk melakukan analisis pekerjaan selanjutnya. Sebagai akibat adanya pemuktahiran data (perubahan sesuai perkembangan informasi yang diperoleh berupa input data terbaru).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Pengaruh Ability (kemampuan) Dan Motivasi    Terhadap Prestasi Kerja Karyawan PT. Meco    Inoxprima Sepanjang Sidoarjo</title><link>http://lumbungriset.blogspot.com/2009/07/pengaruh-ability-kemampuan-dan-motivasi.html</link><category>Skripsi Manajemen</category><author>noreply@blogger.com (CAMPUS)</author><pubDate>Tue, 7 Jul 2009 11:54:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3748603830614555481.post-312620765411040501</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Abstraksi Penelitian&lt;br /&gt;Syarat yang harus dipenuhi suatu perusahaan agar dapat sukses dalam persaingan adalah berusaha mencapai tujuan untuk menciptakan dan mempertahankan pelanggan. PT. Meco Inoxprima adalah perusahaan yangbergerak dalam bidang plan engineering dengan total tenaga kerja 350 orang dengan staff 116 orang sedangkan pada bagian produksi 234 orang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara ability                         ( kemampuan ) dan motivasi terhadap prestasi kerja karyawan PT. Meco Inoxprima Sepanjang-Sidoarjo. Objek yang digunakan dalam penelitian ini adalah karyawan bagian produksi PT. Meco Inoxprima.&lt;br /&gt; Dalam penelitian ini menggunakan teori A. A. Prabu Mangkunegara yang menyatakan bahwa Ability ( kemampuan ) dan motivasi berpengaruh terhadap prestasi kerja karyawan.&lt;br /&gt; Variabel bebas yang digunakan dalam penelitian ini adalah ability                ( kemampuan ) ( X1 ) dan motivasi ( X2 ). Sedangkan variabel tergantungnya adalah prestasi kerja yang pengerjaannya dilakukan dengan menggunakan bantuan SPSS 11,5 for windows dengan hasil persamaan regresi sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Y = 1,836 + 0,283 X1 + 0,154 X2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Persamaan regresi diatas menunjukkan bahwa semua koefisien berganda positif yang berarti semua variabel bebas yang dimasukkan dalam model memiliki arah perubahan yang searah dengan variabel terikatnya, artinya apabila variabel bebas naik dengan asumsi variabel terikatnya juga ikut naik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dari hasil analisis diperoleh kesimpulan bahwa variabel bebas yang digunakan mempunyai pengaruh yang signifikan baik secara simultan maupun secara parsial terhadap variabel terikat. Hal ini bisa  dilihat dari hasil perhitungan uji statistik F, dimana nilai F-hitung sebesar 11,321 lebih besar dari nilai kritis F-tabel pada taraf signifikansi 5% yaitu sebesar 3,91. sedangkan untuk uji statistik t menunjukkan keseluruhan nilai t-hitung sebesar 2,655 lebih besar dari nilai kritis t-tabel pada taraf signifikansi 5% yaitu sebesar 1,66.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Pengaruh karakteristik individu, karakteristik pekerjaan dan pengalaman kerja terhadap komitmen organisasi PT. Bumi Menara Internusa Surabaya</title><link>http://lumbungriset.blogspot.com/2009/07/pengaruh-karakteristik-individu.html</link><category>Skripsi Manajemen</category><author>noreply@blogger.com (CAMPUS)</author><pubDate>Tue, 7 Jul 2009 11:49:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3748603830614555481.post-6716389356456333084</guid><description>1.1. Latar Belakang&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Komitmen karyawan bagi sebuah perusahaan sangat penting baik bagi karyawan maupun organisasi, karena dianggap sebagai outcome yang positif. Sebab komitmen karyawan yang tinggi terhadap organisasi memungkinkan seseorang karyawan yang memperlihatkan keinginan kuat untuk tetap menjadi anggota organisasi, kemudian karyawan tersebut bersedia untuk berusaha sebaik mungkin demi kepentingan organisasi tersebut serta tingkat kepercayaan yang tinggi akan tujuan dan nilai-nilai organisasi yang melekat pada dirinya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Agar karyawan mempunyai komitmen organisasi yang tinggi, dibutuhkan karyawan yang profesional dan handal dalam bidangnya. Hal tersebut, ditandai beberapa organisasi yang  memasukkan unsur komitmen sebagai salah satu syarat untuk memegang suatu jabatan/posisi yang ditawarkan dalam iklan-iklan lowongan pekerjaan. Sehingga pemahaman tersebut sangatlah penting agar tercipta kondisi kerja yang kondusif sehingga perusahaan dapat berjalan secara efisien dan efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adanya perbedaan keinginan dan harapan konsumen, karyawan dituntut  bekerja secara baik. Dalam arti sesuai dengan persepsi pelanggan, yaitu karyawan harus bersikap sabar, teliti, tenang dan telaten dalam menyelesaikan tugasnya. Agar dapat merealisasikan ini semua dibutuhkan komitmen yang tinggi dari karyawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut pendapat Mchinsky (1987) yang dikutip Tri Mardiana (2004:24), menyatakan bahwa komitmen karyawan pada organisasi dapat dipengaruhi sejauh mana perusahaan mampu menyeleksi orang-orang yang diperkirakan mempunyai komitmen terhadap organisasi, sedangkan campur tangan organisasi mengandung pengertian sejauh mana perusahaan dpat melakukan sesuatu yang membuat karyawan memiliki komitmen pada organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan  pendapat Steers  dan Porters (1983) yang dikutip oleh Tri Mardiana (2004:27) faktor-faktor yang mempengaruhi komitmen organisasi adalah (1) karakteritik individu termasuk masa jabatan dalam organisasi dan variasi kekuatan kebutuhan seperti kebutuhan berprestasi,(2) karakteristik pekerjaan seperti identitas tugas dan kesempatan berinteraksi dengan rekan sekerja, (3) pengalaman kerja, seperti keterandalan organisasi yang terlihat dimasa lampau dan cara-cara pekerja lainya memperbincangkan dan mengutarakan perasaan mereka mengenai organisasi, dan (4) karakteristik struktural seperti tingkat formalisasi, ketergantungan fungsional dan desentralisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalan komitmen bukan hanya merupakan kreiteria evaluasi, namun lebih dari itu yang merupakan pendukung efektivitas organisasi. Para karyawan dengan komitmen organisasi yang tinggi akan memberikan tingkat kepercayaan dan memiliki keinginan untuk tetap ada di dalam organisasi tersebut. Menurut pendapat Mitchel (1982:136) memandang komitmen organisasi sebagai suatu orientasi nilai terhadap kerja yang menunjukkan bahwa individu sangat memikirkan pekerjaannya, pekerjaan yang memberikan kepuasan hidup, dan pekerjaan memberikan status bagi individu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PT. Bumi Menara Internusa merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dibidang pembekuan udang dan beraneka ragam ikan laut yang siap diekspor keluar negeri dan didistribusikan ke dalam negeri. Agar udang yang dibekukan tetap segar dan sesuai dengan keinginan dan kebutuhan pelanggan, diperlukan komitmen karyawan yang tinggi terhadap perusahaan. Komitmen karyawan yang tinggi ditandai dengan adanya orang-orang yang bersedia berusaha demi kepentingan perusahaan, loyal dan terlibat secara penuh dalam usaha meraih tujuan dan kelangsungan hidup perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian ini berusaha menggali lebih dalam tentang pengaruh karakteristik individu, karakteristik pekerjaan dan pengalaman kerja terhadap komitmen organisasi PT. Bumi Menara Internusa Surabaya. Oleh karena itu judul yang diajukan dalam penelitian ini adalah: “ Pengaruh karakteristik individu, karakteristik pekerjaan dan pengalaman kerja terhadap komitmen organisasi PT. Bumi Menara Internusa Surabaya”.  &lt;br /&gt;              &lt;br /&gt;1.2. Perumusan Masalah&lt;br /&gt;Berdasarkan uraian di atas, maka masalah yang di  bahas dalam penelitian ini dapat di rumuskan sebagaimana berikut:&lt;br /&gt;1. Apakah karakteristik individu, karakteritik pekerjaan dan pengalaman kerja secara bersama-sama (simultan) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap komitmen organisasi karyawan  PT. Bumi Menara Internusa Surabaya di Surabaya?&lt;br /&gt;2. Apakah karakteristik individu, karakteritik pekerjaan dan pengalaman kerja secara sebagian (parsial) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap komitmen organisasi karyawan PT. Bumi Menara Internusa Surabaya di Surabaya?&lt;br /&gt;3. Dari ketiga faktor tersebut diatas (karakteristik individu, karakteritik pekerjaan dan pengalaman kerja) mana yang paling dominan terhadap komitmen organisasi  karyawan PT. Bumi Menara Internusa Surabaya di Surabaya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.3.   Tujuan Penelitian&lt;br /&gt;Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah:&lt;br /&gt;1. Untuk mengkaji pengaruh karakteristik individu, karakteritik pekerjaan dan pengalaman kerja terhadap komitmen organisasi karyawan  PT. Bumi Menara Internusa Surabaya di Surabaya secara bersama-sama (simultan).&lt;br /&gt;2. Untuk mengkaji pengaruh karakteristik individu, karakteritik pekerjaan dan pengalaman kerja terhadap komitmen organisasi karyawan PT. Bumi Menara Internusa Surabaya di Surabaya secara sebagian (parsial).&lt;br /&gt;3. Untuk mengkaji pengaruh paling dominan dari ketiga faktor tersebut diatas (karakteristik individu, karakteritik pekerjaan dan pengalaman kerja) terhadap komitmen organisasi  karyawan PT. Bumi Menara Internusa Surabaya di Surabaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.4. Manfaat Penelitian&lt;br /&gt;Manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Memberikan informasi kepada manajemen mengenai besarnya pengaruh karakteristik individu, karakteritik pekerjaan dan pengalaman kerja terhadap komitmen organisasi.&lt;br /&gt;2. Memberikan kesempatan kepada penulis untuk mengkaji teori yang telah diterima selama masa perkuliahan.&lt;br /&gt;3. Manambah informasi (referensi) bagi pihak lain yang mengadakan penelitian lebih lanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.5. Sistematika Penulisan Skripsi&lt;br /&gt;Sistematika skripsi ini disusun dalam urutan sebagai berikut:&lt;br /&gt;Bab I Pendahuluan&lt;br /&gt; Bab ini membahas mengenai latar belakang masalah yang merupakan landasan pemikiran secara garis besar yang menimbulkan minat untuk melakukan penelitian.Dalam bab ini juga dibahas tujuan dan manfaat penelitian.&lt;br /&gt;Bab II    Tinjauan Pustaka&lt;br /&gt; Bab ini membahas landasan teori yang mengemukakan berbagai teori, konsep dan argumentasi untuk membantu memecahkan masalah penelitian yang telah dirumuskan.&lt;br /&gt;Bab III    Metode Penelitian&lt;br /&gt; Bab ini mengemukakan pendekatan penelitian yang digunakan oleh penulis dan membahas mengenai jenis dan tata cara perolehan yang digunakan dalam menunjang penyelesaian penelitian,serta mengungkapkan teknik yang digunakan .&lt;br /&gt;Bab IV    Hasil dan Pembahasan&lt;br /&gt; Bab ini mengemukakan hasil dan pembahasan penelitian.Dalam bagian ini harus dijelaskan mengenai gambaran umum subyek penelitian,deskripsi hasil penelitian,serta pembahasan hasil penelitian berdasarkan berbagai teori,konsep dan argument yang telah dikemukakan.&lt;br /&gt; Bab V   Simpulan dan Saran&lt;br /&gt; Pada bab ini berisi kesimpulan mengenai pembahasan serta saran yang mungkin dapat diterapkan untuk memperbaiki keadaan perusahaan yang bersangkutan dan sekaligus  penutup dari skripsi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Scarcity In Islamic Economic Perspective (Studi Kritis Atas Esai Populasi Thomas R. Malthus)</title><link>http://lumbungriset.blogspot.com/2009/07/scarcity-in-islamic-economic.html</link><category>Skripsi Manajemen</category><author>noreply@blogger.com (CAMPUS)</author><pubDate>Tue, 7 Jul 2009 11:47:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3748603830614555481.post-2452197255700538256</guid><description>Abstraksi Penelitian&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam banyak literatur ekonomi modern, ekonomi dipahami sebagai suatu studi ilmiah yang mengkaji bagaimana orang per orang atau kelompok-kelompok masyarakat menentukan pilihan. Pilihan harus dilakukan manusia pada saat mereka akan memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Pilihan itu memang harus dilakukan dikarenakan keterbatasannya sumber daya (limited resources) atau alat pemuas kebutuhan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Mungkin pembahasan tentang kelangkaan sumber daya (scarcity of resources) merupakan pembahasan yang sangat klasik, hal ini terlihat dari beberapa literatur ekonomi dari karya beberapa tokoh ekonom baik Kapitalis, Sosialis maupun Islam. Pembahasan tentang scarcity merupakan pembahasan yang kelihatan sepele namun memiliki implikasi yang begitu besar pada aktivitas perekonomian. Ketiga sistem itu memandang scarcity secara berbeda. Walaupun dalam kenyataannya antara sistem ekonomi Kapitalis dan Sosialis memandang bahwa scarcity of rsources adalah penyebab dari kurang maksimalnya pemenuhan kebutuhan dan keinginan manusia yang tidak terbatas (unlimited needs and wants). Kapitalis dan Sosialis menempatkan scarcity sebagai problem utama perekonomian, sedang Islam menempatkannya sebagai problem cabang (furu’).&lt;br /&gt;Penelitian ini secara sederhana menggunakan metode kualitatif dengan jenis library research dan fokus pada life history (studi tokoh). Penelitian ini, memang diarahkan untuk mendeskripsikan pemikiran tokoh Thomas R. Malthus yang terkenal dengan Malthusian Doctrine-nya yang hingga saat ini tetap kontroversial. Memang jika di kaji lebih dalam, akan di dapati korelasi antara Malthusian Doctrine dengan scarcity disinilah tujuan dari metode ini digunakan. Metode ini didukung oleh beberapa pendekatan guna memperoleh gambaran yang komprehensif tentang pemikiran Malthus. Di akhir dari metode penelitian, peneliti menggunakan beberapa teknik analisis data yang bertujuan untuk menemukan dan menggali perspektif teoritis dan empiris guna formulasi teori (theory building).&lt;br /&gt;Adapun penelitian ini dilakukan guna untuk menjawab persoalan yang terjadi yang telah dirumuskan dalam rumusan masalah sebagaimana yang telah disesuaikan dengan judul penelitian. Yaitu; bagaimanakah perbedaan dan persamaan scarcity dalam pandangan Malthus dan Islam? Dan bagaimanakah solusi Islam dalam mengatasi problem scarcity?&lt;br /&gt;Dari hasil formulasi teori (theory bulding) ini diharapkan penelitian ini dapat bermanfaat sebagai problem solving perekonomian kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>"Sekolah Gratis Ada Di Mana-mana....Hilang Satu Beban"</title><link>http://lumbungriset.blogspot.com/2009/07/sekolah-gratis-ada-di-mana-manahilang.html</link><category>Informasi</category><author>noreply@blogger.com (CAMPUS)</author><pubDate>Mon, 6 Jul 2009 15:42:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3748603830614555481.post-237388696301556649</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjYq9pd6nYA8i5SyNRoNcqnrRnGlsk1Fq3eL-r-OGebWL2JGdqZP1VMdi2ATO6n5m8yCNjmXX0YOTZGKlh646IWoXZjNa2nvuyHK3RHuPKfuU7_lFPQsj4Y8zTYWHr_LpHjXJ1GW6Q1-hc/s1600-h/header01.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 287px; height: 63px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjYq9pd6nYA8i5SyNRoNcqnrRnGlsk1Fq3eL-r-OGebWL2JGdqZP1VMdi2ATO6n5m8yCNjmXX0YOTZGKlh646IWoXZjNa2nvuyHK3RHuPKfuU7_lFPQsj4Y8zTYWHr_LpHjXJ1GW6Q1-hc/s200/header01.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5355265929602051122" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Anak Indonesia Bebas Biaya Sekolah!&lt;br /&gt;Ada kabar  gembira  bagi pendidikan Indonesia  ! di Januari 2009 ini  anak-anak Indonesia usia SD dan SMP dapat menikmati Sekolah bebas SPP.Sebuah harapan yang sudah lama diidam-idamkan , Sekolah Indonesia bebas biaya.Para orang tua bisa bernafas lega  karena Departemen Pendidikan Nasional  mengeluarkan kebijakan yang memberlakukan sekolah gratis, terutama pada sekolah negeri tingkat pendidikan dasa mulai SD sampai SMP.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hal tersebut terwujud berkat adanya kenaikan jumlah biaya santunan BOS (Biaya Operasional Sekolah) yang di dalamnya termasuk sumbangan pembiayaan pendidikan (SPP), uang penerimaan siswa baru (PSB), biaya ujian sekolah dan juga BOS buku. Adapun perincian dana BOS yang akan diterima oleh tiap siswa adalah sebesar Rp. 400.000/ tahun untuk SD / SDLB di wilayah kota, Rp. 397.000/ tahun untuk SD/ SDLB di kabupaten. Sedangkan untuk siswa SMP/ SMPLB/ SMPT di kota Rp. 575.000/ tahun dan SMP/ SMPLB/ SMPT di kabupaten Rp. 570.000/ tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan BOS, orang tua siswa tak perlu bingung soal biaya. Angka putus sekolah akan berkurang, dan pendidikan pun akan lebih terfokus kepada peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siswa Sekolah Swasta Juga Bisa Bernafas Lega&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk siswa miskin yang belajar di sekolah swasta, juga tak perlu khawatir. Pemerintah juga telah menginstruksikan kepada sekolah-sekolah swasta, untuk mendata siswa yang kurang mampu dan membebaskannya dari punguntan biaya operasional sekolah dan tidak ada juga pungutan biaya yang berlebihan kepada siswa yang mampu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa sih RSBI dan SBI?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RSBI adalah Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional, sedangkan SBI adalah Sekolah Bertaraf Internasional. Saat ini di Indonesia terutama di kota-kota besar, banyak sekolah-sekolah yang menyamakan kurikulumnya dengan kurikulum internasional. Dari segi fasilitas pun sudah disesuaikan dengan kualitas bertaraf internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siswa Senang Belajar, Guru Tenang Mengajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemberlakuan sekolah gratis bukan berarti penurunan kualitas pendidikan. Untuk itu bukan hanya siswa saja yang diringankan dalam hal biaya, namun kini para guru juga akan merasa lega dengan kebijakan pemerintah tentang kenaikan akan kesejahteraan guru. Tahun 2009 ini pemerintah telah memutuskan untuk memenuhi ketentuan UUD 1945 pasal 31 tentang alokasi APBN untuk pendidikan sebesar 20%. Sehingga akan tersedianya anggaran untuk menaikkan pendapatan guru, terutama guru pegawai negeri sipil (PNS) berpangkat rendah yang belum berkeluarga dengan masa kerja 0 tahun, sekurang-kurangnya berpendapatan Rp. 2 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biaya Seragam, Ekstrakulikuler dan Studitour-nya Bagaimana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari dana BOS yang diterima sekolah wajib menggunakan dana tersebut untuk pembiayaan seluruh kegiatan dalam rangka penerimaan siswa baru, sumbangan pembiayaan pendidikan (SPP), pembelian buku teks pelajaran, biaya ulangan harian dan ujian, serta biaya perawatan operasional sekolah. Sedangkan biaya yang tidak menjadi prioritas sekolah dan memiliki biaya besar, seperti: studytour (karyawisata), studi banding, pembelian seragam bagi siswa dan guru untuk kepentingan pribadi (bukan inventaris sekolah), serta pembelian bahan atau peralatan yang tidak mendukung kegiatan sekolah, semuanya tidak ditanggung biaya BOS. Dan pemungutan biaya tersebut juga akan tergantung dengan kebijakan tiap-tiap sekolah. Serta tentunya pemerintah akan terus mengawasi dan menjamin agar biaya-biaya tersebut tidak memberatkan para siswa dan orangtua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada Bantuan dari APBD, loh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua pasti berharap terealisasinya pendidikan gratis. Agar anak-anak Indonesia dapat mengenyam pendidikan dasar 9 tahun dan dapat mengangkat martabat dan derajat bangsa kita. Bagaimana jika suatu waktu terjadi hambatan atau ada sekolah yang masih kekurangan dalam pemenuhan biaya operasionalnya? Tenang saja… karena pemerintah daerah wajib untuk memenuhi kekurangannya dari dana APBD yang ada. Agar proses belajar-mengajar pun tetap terlaksana tanpa kekurangan biaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sanksi Bagi Pelaku Penyimpangan Dana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah Daerah akan memasyarakatkan dan melaksanakan kebijakan BOS tahun 2009 ini. Dan akan bertindak tegas bagi yang melanggarnya serta memberantas para pelaku penyimpangan dana tersebut. Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan maka dana BOS akan disalurkan langsung ke rekening tiap-tiap sekolah. Dan secara khusus pemerintah akan mengirim tim pengawas untuk memonitor dana tersebut.&lt;br /&gt;&lt;a style="font-weight: bold;" href="http://sekolahgratis.info/wp-content/uploads/2009/04/panduan-bos-2009.pdf"&gt;Donwload Panduan Sekolah Gratis&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjYq9pd6nYA8i5SyNRoNcqnrRnGlsk1Fq3eL-r-OGebWL2JGdqZP1VMdi2ATO6n5m8yCNjmXX0YOTZGKlh646IWoXZjNa2nvuyHK3RHuPKfuU7_lFPQsj4Y8zTYWHr_LpHjXJ1GW6Q1-hc/s72-c/header01.gif" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Pengaruh Analisis Laporan Keuangan Terhadap Keputusan Investasi Pada Perusahaan Food And Beverages (Makanan Dan Minuman)</title><link>http://lumbungriset.blogspot.com/2009/07/pengaruh-analisis-laporan-keuangan.html</link><category>Skripsi Manajemen</category><author>noreply@blogger.com (CAMPUS)</author><pubDate>Mon, 6 Jul 2009 11:34:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3748603830614555481.post-5975756236441532587</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pengaruh Analisis Laporan Keuangan Terhadap Keputusan Investasi Pada Perusahaan Food And Beverages (Makanan Dan Minuman) Yang Terdaftar Pada Bursa Efek Surabaya (Bes) Periode 2001 - 2005&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian ini dilakukan berdasarkan laporan keuangan perusahaan - perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar pada bursa efek surabaya (BES), yang telah memenuhi syarat sebagai perusahaan yang boleh dilakukan penelitian kerena sudah terdaftar pada bursa efek surabaya 2001 - 2005,dan perusahaan yang masih aktif diperdagangkan di pasar sekunder, dan memiliki laporan keuangan terlengkap dari perusahaan tahun 1999 sampai tahun 2001. Dengan judul : Pengaruh Analisis Laporan Keuangan Terhadap Keputusan Investasi Pada Perusahaan Food and Beverages (Makanan dan Minuman) Yang Terdaftar Pada Bursa Efek Surabaya (BES) Periode 2001 - 2005. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh analisis laporan keuangan terhadap pengambilan keputusan investasi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dari pengolahan data dengan bantuan SPSS 11.0 for windows diperoleh hasil sebagai berikut:&lt;br /&gt;Model persamaan regresi linier berganda adalah : Y = 2,523 -0,001 X1 -8,225E-07 X2 -1,789E-05 X3 + 4,004E-05 X4 + 0,047 X5 + e , Nilai koefisien korelasi atau R adalah 0,719 atau 70%. Bertanda positif menunjukkan bahwa  korelasi yang terjadi antara variabel X dan Y adalah sangat kuat dengan hubungan tidak searah. Untuk nilai R Square adalah 0,517 atau 50% artinya pada perubahan variabel ROI benar - benar nyata dipengaruhi oleh lima variabel bebas dalam model regresi sebesar 50% dan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian ini.&lt;br /&gt;Nilai F hitung sebesar 5,143 yang ternyata lebih besar dari F tabel dengan  = 5% dan df = 24 sebesar 4,26. Hal ini menunjukan bahwa variabel analisis laporan keuangan secara bersama - sama berpengaruh secarah siknifikan terhadap pengambilan keputusan investasi pada perusahaan makanan dan minuman periode 2001 - 2005.&lt;br /&gt;Untuk uji t didapat nilai t hitung untuk CR adalah -0,224, QR adalah -1,585, DER adalah -0,295, DAR adalah 0,843, dan TAT adalah 1,907 dengan nilai t tabel sebesar I,71, t hitung untuk CR, QR dan DER lebih kecil dari t tabel itu berarti secara individual analisis laporan keuangan yang ditunjukan oleh curren ratio (CR), quick ratio (QR), dan debt to equity ratio (DER) tidak mempengaruhi secarah siknifikan pengambilan keputusan investasi pada perusahaan makanan dan minuman periode 2001 -2005.&lt;br /&gt;Sedangkan untuk t hitung DAR adalah 0,843, dan TAT adalah 1,907 pada level siknifikan 0,005% lebih besar dari t tabel yaitu 1,71,maka dengan demikian dugaan yang menyatakan bahwa analisis laporan keuangan yang ditunjukan oleh debt to assets ratio (DAR)dan total assets turnover (TAT) mempengaruhi pengambilan keputusan investasi terbukti secara nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Motivasi Kerja Karyawan PT. Meco Inoxprima Sepanjang Sidoarjo</title><link>http://lumbungriset.blogspot.com/2009/07/faktor-faktor-yang-mempengaruhi.html</link><category>Skripsi Manajemen</category><author>noreply@blogger.com (CAMPUS)</author><pubDate>Mon, 6 Jul 2009 11:28:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3748603830614555481.post-3214855685986274582</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi kerja karyawan sangatlah penting dan harus diperhatikan oleh setiap manajer pada perusahaan. Faktor-faktor tersebut dapa dibagi menjadi dua yaitu faktor Intern dan faktor Ekstern. Faktor- faktor Intern merupakan faktor motivasi yang ada dalam diri setiap manusia. Sedangkan faktor Ekstern merupakan faktor motivasi dari luar yang dapat mempengaruhi setiap orang untuk melakukan suatu tindakan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi motivasi kerja karyawan PT. Meco Inoxprima di Sepanjang –Sidoarjo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan teknik analisa data yaitu Teknik Analisis Faktor pada program SPSS ver.10,5. Jumlah populasi keseluruhan adalah 350 orang yang terdiri dari 116 orang pada bagian manajemen dan 234 orang  karyawan bagian lapangan. Sedangkan sample yang diambil adalah 75 sampel.&lt;br /&gt; Dalam penelitian ini menggunakan dasar teori motivasi yang dikemukankan oleh Hezberg. Yang menyebutkan bahwa kepuasan manuisia terdiri dari puas dan tidak puas. Yang selanjutnya diteliti lagi oleh Pittsburgh sehingga melahirkan teori two faktor yaitu  Hygiene. Yaitu hal yang menyebabkan ketidakpuasan atau perasaan negative yang meliputi Kebijakan dan administrasi perusahaan (X1.1), Pengawasan (X1.2), Hubungan dengan Pengawas (X1.3), Kondisi Kerja (X1.4), gaji (X1.5), Hubungan dengan rekan sekerja (X1.6), Kehidupan Pribadi (X1.7), Hubungan dengan bawahan (X1.8), Status dan Keamanan (X1.9). Motivator. Yaitu hal yang menyangkut kepuasan kerja dan perasaan positif yang meliputi; tercapainya tujuan (X2.1), Pengakuan (X2.2), pekkerjaan (x2.3), Pertanggung jawaban (X2.4), Peningkatan (X2.5), Pengembangan (X2.6).&lt;br /&gt; Dari hasil olah data yang menggunakan program SPSS ver.10,5 dengan teknik anlisis faktor diketahui bahwa terdapat dua faktor motivasi baru yang terbentu yaitu Faktor Motivasi Intern yang meliputi Hubungan dengan Pengawas dengan nilai faktor loading 0,940, Pekerjaan itu Sendiri dengan loading faktor 0, 936, Pertanggung Jawaban 0,960, Pengembangan  0,805. Faktor Motivasi Ekstern yang meliputi Kondisi kerja dengan nilai loading faktor 0,871, Gaji 0,782, Status dan Keamanan 0,889, dan Tercapainya Tujuan dengan nilai loading faktor 0, 662. Dengan nilai KMO sebesar 0,709 dan Bartlet Test sebesar 542,665 dengan tingkat signifikansi 0,000.&lt;br /&gt; Dari nilai reproduce dan residual dari hasil olah data, serta nalisis validitas dan reliabilitas maka dapat diketahui bahwa model dengan dua komponen group yaitu Motivasi Intern dan Motivasi Ekstern mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap motivasi kerja karyawan PT. Meco Inoxprima Sepanjang-Sidoarjo. Sedangkan variabel 1 dan 2 lainnya dinyatakan gugur.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pelanggan Pada  CV. New Aura Transport Service Di Surabaya</title><link>http://lumbungriset.blogspot.com/2009/07/pengaruh-kualitas-pelayanan-terhadap.html</link><category>Skripsi Manajemen</category><author>noreply@blogger.com (CAMPUS)</author><pubDate>Mon, 6 Jul 2009 11:26:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3748603830614555481.post-1022770303526558887</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Peningkatan kualitas pelayanan jasa sangat penting bagi pelanggan, yang secara umum dibagi 5 bagian untuk pelanggan yaitu tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Alasan perusahaan juga meningkatkan kualitas pelayanan jasa adalah untuk menciptakan kepuasan pelanggan, karena sebagai suatu strategi yang tepat untuk berhasil dan bertahan dalam persaingan yang terus meningkat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Populasi dalam penelitian ini adalah pelanggan pengguna jasa sentral mobil CV. New Aura Transport Service di Surabaya. Sedangkan Teknik sampling yang digunakan adalah Teknik Accidental sampling. Adapun jumlah sampel ditetapkan sebanyak 100 orang, sehingga sampelnya berjumlah 100 orang. Penelitian ini menggunakan tehnik analisis factor dengan alat statistik SPSS 12,0 for windows.&lt;br /&gt;Berdasarkan hasil olahan data dapat diperoleh hasil penelitian antara lain; nilai KMO (Kaiser Meyer Olkin) dan Bartlett’s Test sebesar 0,663 yang lebih besar dari nilai 0,5 maka kumpulan faktor-faktor tersebut dapat diproses lebih lanjut, dengan menggunakan analisa faktor. Sedangkan nilai Bartletts’ Test sebesar adalah 1113,186 dengan signifikansi 0,000 (dibawah 5%) sehingga bisa disimpulkan model telah memenuhi fungsi ketepatan (goodness of fittest) sebagai syarat untuk bisa dilakukan analisa factor. Selanjutnya dianalisis dengan nilai MSA (Measures of Sampling Adequacy) untuk korelasi matriks, nampak bahwa Faktor Peralatan yang memadai (X1.2) dengan nilai MSA 0,477. Sehingga harus dilakukan analisis factor ulang lagi.&lt;br /&gt;Diperoleh variasi komponen variabel X1 (tangibles) terdiri dari para karyawan bersikap tanggap (X3-1), Karyawan perusahaan yang berpengetahuan luas (X4-1) dan Perusahaan mempunyai kredibilitas yang baik (X4-2). Selanjutnya untuk komponen X2 (reliability), menghasilkan variasi factor-faktor pertanyaan : Pemberian informasi yang mudah dipahami dan jelas (X5-1), Kemampuan memahami kebutuhan pelanggan (X5-2), Perhatian secara individual dari karyawan (X5-3), dan kemudahan untuk dihubungi (X5-4). Kemudian untuk komponen 3 (responsiveness) terdiri dari : Fasilitas yang memadai (X1-1), pelayanan purna yang cepat (X2-1), pelayanan purna yang sudah tepat (X2-2), dan karyawan bersikap sopan (X4-5). Komponen 4 (Assurance) terdiri dari : Kebersihan pengguna jasa rental mobil yang dijamin (X2-5), Kebersihan rental mobil yang dijamin (X2-6), Karyawan bersikap ramah (X4-3), Karyawan bersikap tulus (X4-4), dan pelaksanaan pemberlakuan garansi (X4-6). Dan factor pembentuk komponen variable 5 (emphaty) terdiri dari : Karyawan yang terampil (X1-3), penampilan karyawan (X1-4), Pelayanan dan janji yang sudah sesuai (X2-3) dan jasa yang segera diberikan (X2-4).&lt;br /&gt;Saran yang dapat diberikan pada CV. New Aura Transport Service Surabaya, dalam meningkatkan kepuasan pelanggan : Faktor-faktor kualitas pelayanan : Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance dan Emphaty harus mendapat perhatian yang sama secara bersamaan (terintegrasi) dalam meningkatkan kepuasan pelanggan pengguna jasa angkutan laut CV. New Aura Transport Service Surabaya, karena sama-sama memiliki pengaruh terhadap kepuasan pelanggan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Pembentukan Sistem Ketahanan Sosial Melalui Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan</title><link>http://lumbungriset.blogspot.com/2009/07/pembentukan-sistem-ketahanan-sosial.html</link><category>Proposal Riset</category><author>noreply@blogger.com (CAMPUS)</author><pubDate>Sat, 4 Jul 2009 15:58:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3748603830614555481.post-2483159743999735977</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ringkasan Proposal&lt;br /&gt;Konflik dan intregasi dalam masyarakat Surakarta tampak memiliki persamaan-persamaan yang khas. Pertama, adanya “power struggle” (perebutan kekuasaan). Kedua, karena adanya “value struggle” (perbenturan nilai) dalam upaya perebutan pengaruh dan  hegemoni baik sosial, politik, ekonomi maupun budaya dan agama. Karenanya diperlukan perspekif paradigma baru dalam pembangunan masyarakat Surakarta, yaitu berpijak pada suatu kerangka budaya yang otentik dan positif mendukung kemajuan, kemandirian, partisipasi masyarakat dan keadilan sosial&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Perencanaan pembangunan yang berbasis pada komponen-komponen masyarakat seperti disebut di atas mutlak diperlukan, terlebih-lebih pada era otonomi daerah sekarang ini. Otonomi daerah mengamanatkan bahwa keterlibatan masyarakat beserta komponen didalamnya yang merupakan kunci keberhasilan pembangunan itu sendiri. Manakala pembangunan tidak dilakukan bersama-sama oleh komponen-komponen yang ada di masyarakat, maka potensi kegagalan akan semakin besar dan mungkin sekali dapat menimbulkan kerusuhan-kerusuhan sosial seperti yang sering terjadi di masa lalu. Oleh karenanya kemitraan antara institusi pemerintah, asosiasi-asosiasi lokal dan stakeholders mutlak diperlukan. Adanya pemberdayaan dalam ketiga komponen penting ini, merupakan kunci yang sangat penting dalam membentuk suatu ketahanan sosial.&lt;br /&gt;Pemerintah kelurahan sebagai pemegang otonomi terkecil semestinya mampu memberikan pelayanan yang memperkuat ketahanan sosial dan menjamin kepastian hukum bagi masyarakatnya. Begitu halnya dengan asosiasi lokal diharapkan mampu memperdayakan masyarakat, sehingga masyarakat tidak hanya sebagai obyek dari pembangunan, tetapi masyarakat dilibatkan dalam proses pembangunan. Adapun stakeholders diharapkan mampu berpartisipasi secara aktif sehingga terwujud penciptaan norma-norma oleh masyarakat.&lt;br /&gt;Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk membentuk sistem ketahanan sosial melalui pemberdayaan masyarakat. Dalam rangka mencari sistem tersebut dilakukan identifikasi terhadap pemerintah daerah, asosiasi lokal dan stakeholders.&lt;br /&gt;Metode yang digunakan dalam penelitian ini action research (riset aksi) untuk menyusun sistem ketahanan sosial melalui pemberdayaan masyarakat. Tetapi sebelum menemukan model yang sesuai, diperlukan sebuah studi yang mendalam lewat sebuah eksplorasi yang menyeluruh terhadap kondisi lapangan. Acuan dalam penyusunan sistem ketahanan sosial ini adalah data-data yang ditemukan di lapangan.&lt;br /&gt;Penelitian ini dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama dilakukan untuk memetakan pemerintah daerah, asosiasi-asosiasi lokal dan stakeholders, untuk menyusun sistem ketahanan sosial melalui pemberdayaan masyarakat. Tahap kedua dilakukan ujicoba model dan evaluasi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Kajian Yuridis Normatif tentang Kepemimpinan Perempuan Menurut Hukum Islam dan Hukum Positif</title><link>http://lumbungriset.blogspot.com/2009/07/kajian-yuridis-normatif-tentang.html</link><category>Skripsi Hukum</category><author>noreply@blogger.com (CAMPUS)</author><pubDate>Sat, 4 Jul 2009 11:26:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3748603830614555481.post-350266329749419493</guid><description>Abstraksi Penelitian&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tampilnya sosok perempuan menjadi pemimpin masih kontroversial hingga saat ini. Kita juga mendengar kontroversi yang terjadi antara para kyai NU yakni kontroversi seputar fatwa yang dikeluarkan oleh para kyai NU yang “mengharamkan wanita menjadi pemimpin”. Kemudian ada yang berpendapat bahwa posisi pemimpin adalah “milik” kaum lelaki, sehingga hanya individu yang berjenis kelamin inilah yang layak serta mampu menjalankan fungsi sebagai pemimpin. Sementara di pihak lain berargumen posisi pemimpin bukanlah monopoli kaum lelaki saja. Perempuan berhak, layak, dan mampu tampil menjadi pemimpin. Berdasarkan fenomena tersebut di atas, penulis tertarik untuk mengungkap lebih jauh lagi dalam bentuk penelitian dengan judul Kajian Yuridis Normatif tentang Kepemimpinan Perempuan Menurut Hukum Islam dan Hukum Positif&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tujuan penulis dalam melakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui kepemimpinan perempuan dari perspektif Hukum Islam dan kepemimpinan perempuan dari perspektif hukum positif. Dalam penulisan skripsi ini, penulis menggunakan metode penelitian hukum normatif, yang membandingkan literatur yang ada berkaitan dengan topik permasalahan yang dibahas untuk kemudian ditarik suatu kesimpulan. Karena dalam hal ini metode penelitian adalah metode normatif, maka penulis menggunakan Data Sekunder sebagai sumber data penelitian, yaitu data-data dari literatur, peraturan perundang-undangan, artikel-artikel, makalah dan sumber tertulis lainnya. Dalam hal ini data dianalisis dengan metode analisis deskriptif kualitatif, yaitu melukiskan atau menggambarkan dalam rumusan pengertian terhadap bahan-bahan yang diperoleh dari penelitian kepustakaan.&lt;br /&gt;Berdasarkan penelitian penulis, dari perspektif hukum Islam, terdapat kontroversi berkaitan dengan kepemimpinan perempuan. Hal ini dikarenakan terdapat larangan dalam Islam berkaitan dengan kepemimpinan perempuan. Dasar hukum pelarangan itu berasal dari ayat al-Qur'an, yaitu surat al-Nisa ayat 34: yang menyatakan bahwa tiap laki-laki adalah pemimpin bagi wanita. Dalam hadits juga ada tiga macam hadits yang dijadikan dasar dari ketidaksetujuan kepemimpinan wanita. Yaitu hadits yang menyatakan, "Tidak akan bahagia suatu kaum yang menyerahkan urusan mereka kepada perempuan".Kemudian hadits yang menyebutkan bahwa Nabi pernah menyatakan bahwa wanita ‘kurang akalnya’ dan ‘sempit agamanya’. Juga hadits yang menyatakan “Perempuan janganlah dijadikan imam sedangkan makmumnya laki-laki,” Hadits tersebut dijadikan dasar menolak kepemimpinan perempuan. Akan tetapi ulama  yang mendukung diperbolehkannya kepemimpinan perempuan menyatakan bahwa baik dari surat maupun hadits sebagaimana tersebut di atas harus dilihat dulu dari perspektif kejadian yang melatari keluarnya hadits tersebut, sehingga mereka menyimpulkan bahwa hadits-hadits diatas berlaku spesifik hanya pada masa tersebut sehingga tidak dapat dijadikan dasar untuk melarang kepemimpinan perempuan pada era ini. Sedang Dari perspektif hukum positif, terutama yang berkaitan dengan kepemimpinan negara, pasal 27 UUD 1945 amandemen IV menyatakan bahwa “…Segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan …” sehingga kesimpulan yang didapat adalah, wanita juga mempunyai kesempatan yang sama dengan laki-laki untuk berkiprah di bidang politik, termasuk menjadi pemimpin negara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Kunci  : Yuridis normatif, kepemimpinan perempuan, hukum Islam, Hukum Positif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Rubrik Sastra Dan Budaya Di Surat Kabar (Analisis Isi pada Harian Kompas dan Jawa Pos Edisi Februari – April 2006).</title><link>http://lumbungriset.blogspot.com/2009/07/rubrik-sastra-dan-budaya-di-surat-kabar.html</link><category>Skripsi Ilmu Komunikasi</category><author>noreply@blogger.com (CAMPUS)</author><pubDate>Sat, 4 Jul 2009 11:20:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3748603830614555481.post-2897653131483924512</guid><description>Abstraksi Penelitian&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kehadiran surat kabar disebabkan karena kebutuhan infomasi, ekspresi diri, dan komunikasi. Diantara surat kabar yang beredar di masyarakat, penulis tertarik untuk meneliti dua surat kabar yang termasuk dalam jajaran surat kabar populer di Indonesia, yaitu Kompas dan Jawa Pos. Kompas diterbitkan dalam skala nasional dan dengan lay out yang diperuntukkan pembaca kalangan berpendidikan serta ekonomi menengah ke atas. Sedang Jawa Pos besar di Daerah dengan tampilan yang lebih sederhana, namun lebih mengena bagi masyarakat menengah kebawah. Dalam surat kabar tersebut, berbagai rubrik ditawarkan, semuanya membutuhkan kreasi tersendiri dari dewan redaksi untuk tetap netral dan obyektif dalam menyajikan berita.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Salah satu rubrik yang ditawarkan adalah rubrik sastra dan budaya, walaupun tidak hadir setiap hari. Walau hadir hanya dalam hitungan mingguan (Sabtu dan Minggu), akan tetapi kehadiran rubrik ini sudah cukup menghilangkan haus pembaca terutama kalangan tertentu. Disini, penulis tertarik untuk membahas mengenai rubrik sastra dan budaya dari kedua surat kabar tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis isi yang bersifat kualitatif. Penelitian dengan metode analisis isi dirancang untuk mengkaji isi komunikasi terdokumentasi (terekam). Penelitian ini mempunyai ruang lingkup penelitian yaitu rubrik sastra dan budaya di surat kabar Jawa Pos dan Kompas edisi Februari – April 2006. Keseluruhannya adalah sebanyak 24 edisi dengan total  63 tulisan dalam rubrik sastra dan budaya pada kedua Surat Kabar tersebut.  Dalam penelitian ini, setelah melakukan dokumentasi, penulis melakukan pencatatan terhadap bahan analisis yang terdapat dalam isi kolom pada rubrik. Kemudian hasil dokumentasi tersebut dianalisis dalam lembar coding shet yang telah dibuat dan disesuaikan dengan kategorinya. Untuk menguji reliabilitas, penelitian ini dibantu  oleh dua orang coder (orang yang melakukan pengkodingan) dalam pengkodingan data.&lt;br /&gt;Surat Kabar secara umum disini dianggap sebagai pers yang mana merupakan bagian dari Komunikasi Massa. Secara sederhana, komunikasi massa dapat dikatakan sebagai komunikasi dengan menggunakan media massa. Pers sendiri adalah lembaga kemasyarakatan, alat perjuangan nasional yang mempunyai karya sebagai salah satu media komunikasi massa, yang bersifat umum berupa penerbitan yang teratur waktu terbitnya diperlengkapi atau tidak diperlengkapi dengan alat-alat milik sendiri berupa alat-alat percetakan, alat-alat foto, mesin-mesin stencil atau alat-alat tehnik lainnya. Karena pembahasan erat hubungannya dengan pers, maka penulis disini membahas teori-teori pers, yaitu antara lain teori authoritarian pers, teori libertarian pers, teori social responsibility, dan teori social communist pers.&lt;br /&gt;Berdasarkan  analisis yang dilakukan pada rubrik sastra dan budaya Harian Kompas dan Jawa Pos edisi Februari – April 2006, dari pengkodingan antara peneliti dan koder I yang ditentukan didapatkan coefisien reliability 0.98 atau 98% dan direpresentasikan dalam nilai keterandalan formula scott adalah sebesar 0.97 atau 97 %. Sedangkan dari pengkodingan antara peneliti dan koder II yang ditentukan didapatkan koefisien reliability 0.98 atau 98 % dan direpresentasikan dalam nilai keterandalam formula scott adalah sebesar 0.97 atau 97%. Dari hasil analisis, dapat diketahui kategori tema politik dan pemerintahan sebesar 0% ; ekonomi 0 % ; diplomasi, perang, dan pertahanan sebesar 4.7% ; kejahatan dan hukum 1.6 % ; moral masyarakat 4.8% ; kecelakaan dan bencana alam sebesar 1.6% ; human interest sebesar 66.7% ; kesehatan dan kesejahteraan masyarakat 1.6%  ; pendidikan olah raga sebesar 12.7%; dan agama sebesar 6.3 %. Dari data tersebut, diketahui bahwa tulisan pada Rubrik Sastra dan Budaya pada Harian Kompas dan Jawa Pos cenderung mengangkat tema human interest, yaitu kategorisasi tema berkaitan dengan percintaan, persahabatan, perasaan atau emosional seseorang dan juga humor dengan porsi yang lebih besar.&lt;br /&gt;Dari hasil penelitian, terlihat adanya ketidaksesuaian dalam misi Jawa Pos dengan kandungan isi Rubrik Sastra dan Budaya, sehingga dapat dikatakan disini bahwa tema yang dimuat harian Jawa Pos sudah kurang sesuai dengan visi dan misinya. Sedangkan untuk Harian Kompas, dapat dikatakan bahwa visi dan misi harian Kompas kurang sesuai dengan dominasi tema human interest  yang dimuat pada kolom Sastra dan Budaya pada Harian tesrebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Prosedur Survey Dan Teknik Wawancara</title><link>http://lumbungriset.blogspot.com/2009/07/prosedur-survey-dan-teknik-wawancara.html</link><category>Metodologi Penelitian</category><author>noreply@blogger.com (CAMPUS)</author><pubDate>Sat, 4 Jul 2009 09:24:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3748603830614555481.post-7927576943586380453</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Survey adalah suatu teknik mengunpulkan informasi dari masyarakat dengan cara menanyakan sejumlah pertanyaan terstruktur kepada responden. Kunci sukses pengumpulan informasi adalah dilihat dari proses wawancara dan kecakapan dari pewawancara dalam berintraksi dengan responden untuk mendapatkan informasi yang berkualitas.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kunci sukses wawancara adalah pewawancara mampu mengajak berpartisipasi responden untuk diwawancarai, menjamin kerasiaaan serta berhasil untuk menerangkan secara baik tujuan dari survey.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal-hal yang harus diperhatikan pewawancara&lt;br /&gt;1.Responden mempunyai hak untuk mengetahui prihal survey dan wawancara sebelum mereka sujutu diwawancara. Pewawancara harus siap untuk mengantisipasi pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan oleh responden seperti&lt;br /&gt;a.Maksud dan tujuan kedatangan pewawancara&lt;br /&gt;b.Pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan&lt;br /&gt;c.Bagaimana responden bisa terpilih untuk diwawancara&lt;br /&gt;d.Bagaimana data itu nantinya dipergunanakan&lt;br /&gt;e.Berapa lama waktu wawancara&lt;br /&gt;f.Manfaat survey bagi masyarakat&lt;br /&gt;g.Apakah identitas responden dirahasiakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Menjaga kerahasiaan semua informasi dari responden karena responden membutuhkan kepastian bahwa pewawancara dapat menjaga privasi mereka. Jangan mendiskusikan tentang apapun yang dikatakan responden kepada orang yang tidak berkepentingan kecuali kepada tim survey. Pewawancara tidak terlibat lansung dalam permasalahan atau peristiwa yang sedang atau akan terjadi terjadi di lokasi survey. Jika mendengar permasalahan atau peristiwa yang terjadi di suatu wilayah, hal tersebut dapat dijadikan bahan informasi untuk memperkaya data isian kusioner tanpa harus terlibat jauh.&lt;br /&gt;3.Teknis penyampaian persetujuan informasi . beberapa wawancara dapat dilakukan mudah, dan yang lainnya tidak mudah bahkan sangat sulit untuk menyakinkan responden agar berperan serta. Menghadapi situasi yang demikian pewawancara harus sanggup menjelaskan pada responden akan arti pentinya keterlibatan responden dalam survey ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknik Wawancara Umum&lt;br /&gt;Suksesnya wawancara tergantung dari banyak hal diantaranya adalah tingkat sensitivitas pewawancara, taktik, kiat, dan kemampuan hubungan personal dan kepribadian. Teknik wawancara yang akan digariskan berikut guna menyertai prosedur yang akan ditetapkan sebelumnya.&lt;br /&gt;1.Memperkenlkan diri dan menjelaskan tujuan survey&lt;br /&gt;Pewawancara harus menciptakan kesan pertama yang dapat membuat responden bisa menerima kehadiran anda dan dapat melakukan proses wawancara. Sebelum memulai wawancara perkenalkan diri dan jelaskan maksud kedatangan anda.&lt;br /&gt;Hal yang perlu diperhatikan:&lt;br /&gt;a.Cara anda memperkenalkan diri secara ramah dan sopan merupakan kunci pembuka hubungan dengan calon responden. Menjaga sikap rendah hati sebagai seseorang yang membutuhkan bantuan dari responden dengan selalu bermuka manis (senyum), sekalipun sikap responden kurang berkenan.&lt;br /&gt;b.Sampaikan tujuan dulu kesediaan responden untuk diwawancara. Jika saat itu responden belum bersedia diwawancara karena kesibukan tertentu buatlah janji untuk datang diwaktu lain. Jangan memaksa responden untuk diwawancarai saat ia sedang punya kesibukan lain.&lt;br /&gt;c.Bila responden tidak bersedia diwawancarai, anda boleh mencoba menyakinkan sekali lagi bahwa tidak ada jawaban yang salah atau benar dan semua jawaban akan dirahasiakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Membangun hubungan baik dengan responden&lt;br /&gt;Tugas utama seorang pewawancara adalah membangun rapport atau suatu perasaan saling memahami antara pewawancara dan responden yang akan berdampak baik sehingga akan timbul rasa saling percaya. Usahakan menggunakan pendekatan empati kepada responden dengan cara memahami situasi lingkungan social, budaya, ekonomi responden. Pewawancara menerangkan pertanyaan yang dilontarkan. Aspek lain yang dapat membangun hubungan baik dengan maksud pertanyaan yang dilontarkan. Aspek lain yang dapat membangun hubungan baik dengan responden adalah:&lt;br /&gt;a.Memotivasi responden agar menjadi sumber informasi yang baik&lt;br /&gt;b.Mempertahankan sikap netral tepat seperti yang tertulis&lt;br /&gt;c.Melakukan probing untuk menambah kejelasan informasi yang dibutuhkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Mempertahankan kenetralan&lt;br /&gt;Survey menginginkan pewawancara tetap bersikap objektif dan professional. Sikap pewawancara akan sangat mempengaruhi persepsi responden mengenai sebuah pertanyaan. Menjaga sikap pewawancara selama melakukan wawancara:&lt;br /&gt;a.Jangan menyarankan sebuah jawaban&lt;br /&gt;b.Jangan mengintepretasikan Jawaban responden&lt;br /&gt;c.Jangan Menduga jawaban sebelum responden menjawab.&lt;br /&gt;d.Jangan memberikan pendapat meskipun responden meminta bantuan anda.&lt;br /&gt;e.Jangan menyarankan bahwa satu jawaban lebih disukai oleh responden lain.&lt;br /&gt;f.Jangan berikan setuju atau tidak setuju dengan komentar atau pendapat anda&lt;br /&gt;g.Jangan menghakimi jawaban responden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Probing&lt;br /&gt;Kualitas dari wawancara ditentukan oleh kemampuan pewawancara berkomunikasi dan kritis. Salah satu aspek yang menarik dan penting dari tugas wawancara adalah probing. Probing adalah seni dalam mencari informasi tambahan dengan cara menggali informasi lebih mendalam. Hal-hal yang harus dihindari saat probing adalah kesan yang memojokkan responden, jangan bernada interrograsi seperti polisi menginterrograsi pencuri.&lt;br /&gt;Usahakan situasi probing berlangsung secara rileks, interaktif, komunikatif dan akrab sehingga responden tidak merasa dicerca pertanyaan yang bertubi-tubi.&lt;br /&gt;5.Probing mempunyai dua fungsi utama:&lt;br /&gt;Jenis-jenis Probing&lt;br /&gt;a.Mengulangi pertanyaan&lt;br /&gt;Pewawancara mengulangi pertanyaan sekali lagi karena bisa jadi responden tidak mendengar pertanyaan secara utuh atau kehilangan titik dari pertanyaan. Mungkin pewawanca terlalu cepat saat membacakan pertanyaan. Ulangi sekali lagi pertanyaan agak pelan dengan intonasi tepat sampai responden mengerti apa yang dimaksud dari pertanyaan yang dibacakan pewawancara.&lt;br /&gt;b.Mengulangi jawaban responden&lt;br /&gt;Terkadang dengan mengulangi jawaban dari responden dapat merangsang pemikiran lebih jauh dari responden sehingga mendapat jawaban yang sesuai dengan tujuan pertanyaan.&lt;br /&gt;c.Menggunakan pertanyaan pancingan yang netral&lt;br /&gt;Seperti ‘bagaimana”, Apa yang anda maksud”, “mengapa memilikim pikiran seperti itu” atau pertanyaan lainnya.&lt;br /&gt;d.Mohon penjelasan&lt;br /&gt;Pewawancara boleh menyatakan belum memahami jawaban dari responden, maka meminta responden menjelaskan kembali.&lt;br /&gt;e.Jangan tergesa-gesa pindah ke pertanyaan lain.&lt;br /&gt;Sebelum mendapatkan jawaban yang selengkap mungkin dan mendekati kebenaran/ kenyataan jangan tergesa-gesa pindah ke pertanyaan berikutnya. Sikap tergesa-gesa dapat menyebabkan responden bingung dan sukar mengungat kembali informasi yang yang akan diberikan.&lt;br /&gt;f.Menghadapi jawaban “saya tidak tahu”&lt;br /&gt;Salah satu jawaban yang menggambarkan tanggapan responden yang meragukan adalah jawaban tidak tahu. Jawaban tersebut dapat berarti salah satu dari berikut:&lt;br /&gt;Responden tidak mengerti apa yang ditanyakan&lt;br /&gt;Responden sedang memikirkan pertanyaan itu dan mengatakan saya tidak tahu untuk mengisi kesunyian dan guna memperoleh waktu untuk berpikir. Pewawancara harus sensitive terhadap kemampuan responden dan mengubah teknik bertanya sesuai dengan kemampuannya, harus sabar dan memberi waktu yang cukup untuk responden berpikir.&lt;br /&gt;Responden berusaha menghindari pertanyaan karena ia takut salah menjawab atau ragu atau karena pertanyaan itu menyinggung perasaan. Dalam kedaan seperti ini pewawancara harus menjelaskan bahwa keseluruhan jawaban akan dijaga kerahariaannya, pewawancara yang bijak selalu menyakinkan responden akan kerahasiaan setiap jawaban terhadap pertanyaan yang diragukan.&lt;br /&gt;Responden bisa jadi tidak tahu atau ia tidak memiliki pendapat. Penggunaan beberapa teknik mungkin membantu pewawancara untuk menentukan kenyataan dan kesungguhan bahwa responden tidak tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: Manual Survey A2F REDI-WB&lt;br /&gt;&lt;a style="font-weight: bold;" href="http://www.blogger.com/www.siap-bos.blogspot.com"&gt;Sumber Web: Kabari Bos&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Efektifitas media relations dalam menarik  perhatian investor (Studi pada Bagian Informasi dan Komunikasi Kota Kendari)</title><link>http://lumbungriset.blogspot.com/2009/07/efektifitas-media-relations-dalam.html</link><category>Skripsi Ilmu Komunikasi</category><author>noreply@blogger.com (CAMPUS)</author><pubDate>Fri, 3 Jul 2009 16:56:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3748603830614555481.post-5850296563317492479</guid><description>Abstraksi Penelitian&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Humas merupakan kegiatan yang menyangkut individu baik ke dalam maupun individu ke luar serta tugas dan fungsinya  masing-masing lembaga atau organisasi, sehingga humas selalu diarahkan untuk melakukan hubungan baik dengan media. Hal ini karena media mempunyai andil yang sangat penting dalam mengkomunikasikan kegiatan-kegaitan, kebijakan pemerintah. Salah satu kegiatan pemerintah misalnya promosi daerah. Untuk menciptakan opini public yang baik serta publisitas yang maksimal humas harus mampu menjalin hubungan yang baik pula dengan media. Efektifitak media relations yang dilakukan oleh Humas Kota Kendari dapat dilihat dari keberhasilannya mengkomunikasikan program-program pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Efektifitas Media Rrelations yang dicapai Humas Pemkot Kendari untuk menarik prhtian Investor.&lt;br /&gt;Analisa yang digunakan untuk menjawab pertanyaan peneliti dengan menggunakan analisa domain, mencari hubungan semantiknya dan kemudian di deskripsikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil penelitian menunjukkan bahwa Efektifitas media relations mampu menarik perhatian investor. Hal ini dikarenakan suksesnya program-program pemerintah yang disosialisasikan kepada masyarakat,melalui publisitas yang baik pula sehingga salah satu program pemerintah untuk memajukan dan menyetarakan Kota Kendari dengan Kota maju lainnya dengan cara melirik investor untuk menanamkan modalnya dapat berhasil dengan baik dengan adanya penigkatan jumlah investor setiap tahunnya.Hubungan yang baik dengan media menciptakan publisitas yang baik pula terhadap promosi daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Kendala Yuridis Dalam Pemberantasan Tindak Pidana Narkotika</title><link>http://lumbungriset.blogspot.com/2009/07/kendala-yuridis-dalam-pemberantasan.html</link><category>Skripsi Hukum</category><author>noreply@blogger.com (CAMPUS)</author><pubDate>Fri, 3 Jul 2009 16:10:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3748603830614555481.post-6083690807767635062</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Abstraksi Penelitian&lt;br /&gt;Permasalahan penyalahgunaan/ketergantungan Narkotika sudah sedemikian kompleks sehingga dapat menjadi ancaman dari sudut pandang mikro (keluarga) maupun makro (masyarakat) yang pada gilirannya membahayakan ketahanan nasional. Pemberantasan tindak pidana Narkotika diarahkan untuk tercapainya suatu sistem peradilan pidana dan ketentuan pidananya bagi pelaku tindak pidana Narkotika sesuai dengan Perundang-undangan yang berlaku. Sehubungan dengan itu, prosedru sistem peradilan pidana menggambarkan tugas dan tanggung jawab masing-masing aparat penegak hukum. Sebagai penegak hukum dalam memberantas tindak pidana Narkotika. Inilah faktor yang menyebabkan penulis tertarik untuk membahas topik ini melalui penulisan tugas akhir / skripsi ini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dalam penelitian ini, penulis berupaya untuk mengetahui kendala Yuridis dalam Pemberantasan Tindak Pidana Narkotika serta Dampak adanya kendala Yuridis dalam Pemberantasan Tindak Pidana Narkotika. Metode yang digunakan penulis disini adalah metode pendekatan doktrinal research / normatif yaitu menganalisa terhadap ketentuan-ketentuan perundangan yang berlaku dalam hukum positif serta teori-teori dan norma-norma hukum yang berkaitan dengan masalah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hasil penelitian penulis, dapat disimpulkan bahwa terkait dengan perumusan tindak pidana Undang-Undang Narkotika, dimana delik narkotika diberikan batasan yang terlalu luas. Misalnya rumusan tindak pidana yang terdapat pada pasal 80 ayat (1), pasal 80 ayat (3), pasal 82, dan pasal 88 UU Narkotika yang mana terdapat alternatif hukuman tindak pidana, sehingga penafsirannya menjadi luas. Sedang terkait dengan sistem perumusan ancaman pidana dimana UU Narkotika masih menggunakan sistem perumusan yang pasti atau tidak pasti (definite – indefinite), sehingga ancaman pidana terkait dengan penerapan UU Narkotika menjadi tidak tegas. Kalaupun ada susunan yang menggunakan sistem definite, ancaman pidana juga sangat besar sehingga tetap menimbulkan sulit diberlakukannya ancaman pidana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Kunci : Kendala Yuridis, pemberantasan, tindak pidana narkotika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Pelaksanaan Tugas Pokok POLRI Di Dalam Memelihara Keamanan  Dan Ketertiban Masyarakat</title><link>http://lumbungriset.blogspot.com/2009/07/pelaksanaan-tugas-pokok-polri-di-dalam.html</link><category>Skripsi Hukum</category><author>noreply@blogger.com (CAMPUS)</author><pubDate>Fri, 3 Jul 2009 15:38:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3748603830614555481.post-2048848432229723936</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Abstraksi Penelitian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peranan hukum dalam mengatur kehidupan manusia sudah dikenal sejak masyarakat mengenal hukum, sebab hukum dibuat untuk mengatur kehidupan manusia sebagai makhluk social.Hubungan antara masyarakat dan hukum diungkapkan dengan adagium, ubi societas ibi ius, yang berarti di mana ada masyarakat di sana ada hukum. Hukum memegang peranan penting dalam perkembangan masyarakat, oleh karena itu tidak heran apabila peranan hukum mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Pada masyarakat yang sederhana, hukum berfungsi untuk menciptakan dan memelihara keamanan dan ketertiban (Kamtib). Selanjutnya fungsi ini berkembang sesuai dan seiring dengan perkembangan masyarakat. Permasalahan : 1)bagaimana fungsi dan kedudukan kepolisian sebagai alat negara? dan 2) faktor-faktor apa yang mendukung dan menghambat kedudukan polisi sebagai alat negara dalam penegakan hukum dan ketertiban masyarakat, serta upaya untuk mengatasi hambatan tersebut?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Metode penelitian yang dipergunakan dalam pembahasan skripsi ini adalah pendekatan secara normatif. Artinya pengkajian didasarkan atas bahan hukum sekunder, seperti buku-buku, jurnal hukum, dan hasil penelitian ahli maupun bahan hukum primer seperti peraturan perundang-undangan, diperoleh melalui penelitian kepustakaan (library research), dan didukung oleh penelitian lapangan (field research). Dari bahan-bahan hukum yang terkumpul, dilakukan pengolahan, dianalisis secara kualitatif, dan kemudian dituangkan dalam bentuk deskriptif.   &lt;br /&gt;Lembaga kepolisian sebagai suatu institusi atau aparat penegak hukum merupakan salah satu lembaga yang ada dalam masyarakat sebagai pelaksana perwujudan fungsi hukum,yaitu menciptakan dan memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Polri sebagai salah satu komponen bangsa memiliki fungsi sebagai penegak hukum dan ketertiban masyarakat, pengayom, pelindung dan pelayan masyarakat dalam rangka mewujudkan keamanan dalam negeri (Kamdagri), memiliki fungsi bantuan pertahanan, disamping juga merupakan bagian tak terpisakan dari Criminal Justice System (CJS), sedangkan kedudukan Polri sebagai alat negara, merupakan bagian dari kekuasaan eksekutif yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden.&lt;br /&gt;Faktor-faktor pendukung kedudukan Polri sebagai alat negara yaitu ada pengakuan secara konstitusional dan yuridis melalui UUD 1945 dan UU No.2 / 2002 terhadap keberadaan Polri sebagai alat negara dalam penegakan hukum dan ketertiban masyarakat. Sedangkan sebagai faktor penghambat kerja polri, ada dua yaitu 1)secara internal, seperti : kondisi struktur organisasi Polri yang rumit dan birokrasi, sistem anggaran yang memakai system budget oriented, dan minimnya jumlah personil Polri dibandingkan jumlah penduduk;  dan 2) secara eksternal, dapat berupa ancaman isu global HAM, demokratisasi, dan lingkungan. Upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi hambatan tersebut adalah dengan melakukan perampingan struktur organisasi Polri, menggunakan program oriented system untuk penyusunan sistem anggaran, menambah jumlah personil Polri, memberi pendidikan dan pelatihan/skill bagi anggota Polri, maupun melakukan kerjasama Interpol dan  instansi/Pemerintah daerah (Pemda).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Kunci : Fungsi &amp;amp; Kedudukan, Kepolisian, Alat Negara,  Penegakan Hukum, &amp;amp;  Ketertiban Dalam Masyarakat&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item></channel></rss>