<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0">

<channel>
	<title>LUSA</title>
	
	<link>http://www.lusa.web.id</link>
	<description />
	<lastBuildDate>Thu, 11 Mar 2010 06:38:23 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/Lusa" /><feedburner:info uri="lusa" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><creativeCommons:license>http://creativecommons.org/licenses/by-nd/2.0/</creativeCommons:license><image><link>http://creativecommons.org/licenses/by-nd/2.0/</link><url>http://creativecommons.org/images/public/somerights20.gif</url><title>Some Rights Reserved</title></image><feedburner:emailServiceId>Lusa</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname>http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><item>
		<title>Spermisida</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Lusa/~3/ruvQNc0fkzM/</link>
		<comments>http://www.lusa.web.id/spermisida/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Mar 2010 06:12:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lusa</dc:creator>
				<category><![CDATA[KB]]></category>
		<category><![CDATA[aerosol]]></category>
		<category><![CDATA[asi]]></category>
		<category><![CDATA[diafragma]]></category>
		<category><![CDATA[HBV]]></category>
		<category><![CDATA[HIV/ AIDS]]></category>
		<category><![CDATA[hubungan seksual]]></category>
		<category><![CDATA[infeksi saluran uretra]]></category>
		<category><![CDATA[insersi]]></category>
		<category><![CDATA[kehamilan]]></category>
		<category><![CDATA[kondom]]></category>
		<category><![CDATA[kontrasepsi]]></category>
		<category><![CDATA[kontrasepsi hormonal]]></category>
		<category><![CDATA[kontrasepsi vagina film]]></category>
		<category><![CDATA[metode KB efektif]]></category>
		<category><![CDATA[metode sederhana]]></category>
		<category><![CDATA[penis]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit menular seksual]]></category>
		<category><![CDATA[resiko tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[senggama]]></category>
		<category><![CDATA[sperma]]></category>
		<category><![CDATA[spermisida]]></category>
		<category><![CDATA[suppositoria]]></category>
		<category><![CDATA[syok]]></category>
		<category><![CDATA[vagina]]></category>
		<category><![CDATA[vaginitis]]></category>
		<category><![CDATA[vulva]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.lusa.web.id/?p=776</guid>
		<description><![CDATA[Pengertian
Spermisida adalah alat kontrasepsi yang mengandung bahan kimia (non oksinol-9) yang digunakan untuk membunuh sperma.
Jenis
Jenis spermisida terbagi menjadi:

Aerosol (busa).
Tablet vagina, suppositoria atau dissolvable film.
Krim.


Cara Kerja
Cara kerja dari spermisida adalah sebagai berikut:

Menyebabkan sel selaput sel sperma pecah.
Memperlambat motilitas sperma.
Menurunkan kemampuan pembuahan sel telur.

Pilihan

Aerosol (busa) akan efektif setelah dimasukkan (insersi).
Aerosol dianjurkan bila spermisida digunakan sebagai pilihan pertama [...]

<strong>Tulisan Sejenis :</strong>


<ol>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/diafragma/" rel="bookmark">Diafragma</a><!-- (22.2485)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/kondom/" rel="bookmark">Kondom</a><!-- (17.1049)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/cara-pakai-diafragma/" rel="bookmark">Cara Pakai Diafragma</a><!-- (15.1676)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/cara-pakai-kondom-lelaki/" rel="bookmark">Cara Pakai Kondom Lelaki</a><!-- (11.2428)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/cara-pakai-kondom-wanita/" rel="bookmark">Cara Pakai Kondom Wanita</a><!-- (11.1831)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/kie-dalam-pelayanan-kb/" rel="bookmark">KIE dalam Pelayanan KB</a><!-- (5.57358)--></li>

	
</ol>


]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Pengertian</strong><br />
Spermisida adalah alat kontrasepsi yang mengandung bahan kimia (non oksinol-9) yang digunakan untuk membunuh sperma.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Jenis</strong><br />
Jenis spermisida terbagi menjadi:</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Aerosol (busa).</li>
<li>Tablet vagina, suppositoria atau <em>dissolvable film</em>.</li>
<li style="text-align: justify;">Krim.</li>
</ol>
<p><span id="more-776"></span>
<p style="text-align: justify;"><strong>Cara Kerja</strong><br />
Cara kerja dari spermisida adalah sebagai berikut:</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Menyebabkan sel selaput sel sperma pecah.</li>
<li>Memperlambat motilitas sperma.</li>
<li style="text-align: justify;">Menurunkan kemampuan pembuahan sel telur.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pilihan</strong></p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Aerosol (busa) akan efektif setelah dimasukkan (insersi).</li>
<li>Aerosol dianjurkan bila spermisida digunakan sebagai pilihan pertama atau metode kontrasepsi lain tidak sesuai dengan kondisi klien.</li>
<li>Tablet vagina, suppositoria dan film sangat mudah dibawa dan disimpan. Penggunaannya dianjurkan menunggu 10-15 menit setelah dimasukkan (insersi) sebelum hubungan seksual.</li>
<li>Jenis spermisida jeli biasanya digunakan bersamaan dengan diafragma.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;"><strong>Manfaat</strong><br />
Alat kontrasepsi spermisida ini memberikan manfaat secara kontrasepsi maupun non kontrasepsi.
</p>
<p style="text-align: justify;">Manfaat kontrasepsi</p>
<ol>
<li>Efektif seketika (busa dan krim).</li>
<li>Tidak mengganggu produksi ASI.</li>
<li>Sebagai pendukung metode lain.</li>
<li>Tidak mengganggu kesehatan klien.</li>
<li>Tidak mempunyai pengaruh sistemik.</li>
<li>Mudah digunakan.</li>
<li>Meningkatkan lubrikasi selama hubungan seksual.</li>
<li>Tidak memerlukan resep ataupun pemeriksaan medik.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Manfaat non kontrasepsi<br />
Memberikan perlindungan terhadap penyakit menular seksual termasuk HBV dan HIV/AIDS.
</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Keterbatasan</strong></p>
<ol>
<li style="text-align: justify;"> Efektifitas kurang (bila wanita selalu menggunakan sesuai dengan petunjuk, angka kegagalan 15 dari 100 perempuan akan hamil setiap tahun dan bila wanita tidak selalu menggunakan sesuai dengan petunjuk maka angka kegagalan 29 dari 100 perempuan akan hamil setiap tahun).</li>
<li style="text-align: justify;">Spermisida akan jauh lebih efektif, bila menggunakan kontrasepsi lain (misal kondom).</li>
<li style="text-align: justify;">Keefektifan tergantung pada kepatuhan cara penggunaannya.</li>
<li style="text-align: justify;">Tergantung motivasi dari pengguna dan selalu dipakai setiap melakukan hubungan seksual.</li>
<li style="text-align: justify;">Pengguna harus menunggu 10-15 menit setelah spermisida dimasukkan sebelum melakukan hubungan seksual.</li>
<li style="text-align: justify;">Hanya efektif selama 1-2 jam dalam satu kali pemakaian.</li>
<li style="text-align: justify;">Harus selalu tersedia sebelum senggama dilakukan.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;"><strong>Penilaian Klien</strong><br />
Meskipun tidak memerlukan pemeriksaan khusus, namun perlu diperhatikan kondisi pengguna alat kontrasepsi spermisida. Hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut:</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td colspan="2" width="583" valign="top">
<p align="center"><strong>Spermisida</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="288" valign="top">
<p align="center"><strong>Sesuai untuk klien yang:</strong></p>
</td>
<td width="295" valign="top">
<p align="center"><strong>Tidak sesuai untuk klien yang:</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="288" valign="top">Tidak suka atau tidak boleh menggunakan kontrasepsi   hormonal (seperti perokok, wanita di atas 35 tahun)</td>
<td width="295" valign="top">Mempunyai resiko tinggi apabila hamil (berdasar umur,   paritas, masalah kesehatan)</td>
</tr>
<tr>
<td width="288" valign="top">Lebih suka memasang sendiri alat kontrasepsinya</td>
<td width="295" valign="top">Terinfeksi saluran uretra</td>
</tr>
<tr>
<td width="288" valign="top">Menyusui dan memerlukan kontrasepsi pendukung</td>
<td width="295" valign="top">Memerlukan metode kontrasepsi efektif</td>
</tr>
<tr>
<td width="288" valign="top">Tidak ingin hamil dan terlindung dari penyakit menular seksual,   tetapi pasangannya tidak mau menggunakan kondom</td>
<td width="295" valign="top">Tidak mau repot untuk mengikuti petunjuk pemakaian   kontrasepsi dan siap pakai sewaktu akan melakukan hubungan seksual</td>
</tr>
<tr>
<td width="288" valign="top">Memerlukan metode sederhana sambil menunggu metode lain</td>
<td width="295" valign="top">Tidak stabil secara psikis atau tidak suka menyentuh alat   reproduksinya (vulva dan vagina)</td>
</tr>
<tr>
<td width="288" valign="top">Jarang melakukan hubungan seksual</td>
<td width="295" valign="top">Mempunyai riwayat sindrom syok karena keracunan</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="text-align: justify;"><strong>Penanganan Efek Samping</strong><br />
Pemakaian alat kontrasepsi spermisida juga mempunyai efek samping dan masalah lain. Di bawah ini merupakan penanganan efek samping dan masalah-masalah yang timbul akibat pemakaian spermisida.</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="288" valign="top">
<p align="center"><strong>Efek Samping Atau Masalah</strong></p>
</td>
<td width="295" valign="top">
<p align="center"><strong>Penanganan</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="288" valign="top">Iritasi vagina atau iritasi penis dan tidak nyaman</td>
<td width="295" valign="top">Periksa adanya vaginitis dan penyakit menular seksual.   Bila penyebabnya spermisida, sarankan memakai spermisida dengan bahan kimia   lain atau bantu memilih metode kontrasepsi lain.</td>
</tr>
<tr>
<td width="288" valign="top">Gangguan rasa panas di vagina</td>
<td width="295" valign="top">Periksa reaksi alergi atau terbakar. Yakinkan bahwa rasa   hangat adalah normal. Bila tidak ada perubahan, sarankan menggunakan   spermisida jenis lain atau bantu memilih metode kontrasepsi lain.</td>
</tr>
<tr>
<td width="288" valign="top">Tablet busa vaginal tidak larut dengan baik</td>
<td width="295" valign="top">Pilih spermisida lain dengan komposisi bahan kimia berbeda   atau bantu memilih metode kontrasepsi lain.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong>Referensi</strong><br />
americanpregnancy.org/preventingpregnancy/spermicide.html<br />
diunduh 8 Maret 2010, 05:42 PM.<br />
birth-control-comparison.info/spermicide.htm diunduh 8 Maret 2010, 05:56 PM.<br />
emedicinehealth.com/birth_control_spermicides/article_em.htm  diunduh 9 Maret 2010, 12:21 PM.<br />
health.alberta.ca/documents/Birth-control-Spermicide.pdf  diunduh 10 Maret 2010, 7:32 PM.<br />
hu-berlin.de/sexology/ATLAS_EN/html/methods_of_contraception.html diunduh 10 Maret 2010, 7:24 PM.<br />
mayoclinic.com/health/spermicide/MY01005/DSECTION diunduh 8 Maret 2010, 05:30 PM.<br />
plannedparenthood.org/health-topics/birth-control/spermicide-4225.htm diunduh 5 Maret 2010, 07:51 AM.<br />
Saifuddin, BA. 2008. <em>Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi.</em> Jakarta: Yayasan Bina Pustaka. (Bagian Kedua MK 24- MK 27).</p>


<strong>Tulisan Sejenis :</strong>


<ol>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/diafragma/" rel="bookmark">Diafragma</a><!-- (22.2485)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/kondom/" rel="bookmark">Kondom</a><!-- (17.1049)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/cara-pakai-diafragma/" rel="bookmark">Cara Pakai Diafragma</a><!-- (15.1676)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/cara-pakai-kondom-lelaki/" rel="bookmark">Cara Pakai Kondom Lelaki</a><!-- (11.2428)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/cara-pakai-kondom-wanita/" rel="bookmark">Cara Pakai Kondom Wanita</a><!-- (11.1831)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/kie-dalam-pelayanan-kb/" rel="bookmark">KIE dalam Pelayanan KB</a><!-- (5.57358)--></li>

	
</ol>



<p><a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/DIK_tU0jOj7QGhj7vmRdJBhEl9c/0/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/DIK_tU0jOj7QGhj7vmRdJBhEl9c/0/di" border="0" ismap="true"></img></a><br/>
<a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/DIK_tU0jOj7QGhj7vmRdJBhEl9c/1/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/DIK_tU0jOj7QGhj7vmRdJBhEl9c/1/di" border="0" ismap="true"></img></a></p><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Lusa/~4/ruvQNc0fkzM" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.lusa.web.id/spermisida/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.lusa.web.id/spermisida/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Cara Pakai Diafragma</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Lusa/~3/QSygD_42yIc/</link>
		<comments>http://www.lusa.web.id/cara-pakai-diafragma/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Mar 2010 09:23:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lusa</dc:creator>
				<category><![CDATA[KB]]></category>
		<category><![CDATA[diafragma]]></category>
		<category><![CDATA[hubungan seksual]]></category>
		<category><![CDATA[kanalis servikalis]]></category>
		<category><![CDATA[kehamilan]]></category>
		<category><![CDATA[kontrasepsi]]></category>
		<category><![CDATA[metode barier]]></category>
		<category><![CDATA[serviks]]></category>
		<category><![CDATA[spermisida]]></category>
		<category><![CDATA[tuba fallopi]]></category>
		<category><![CDATA[uterus]]></category>
		<category><![CDATA[vagina]]></category>
		<category><![CDATA[vulva]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.lusa.web.id/?p=761</guid>
		<description><![CDATA[Diafragma dirancang aman dan disesuaikan vagina untuk menutupi serviks. Diafragma merupakan kap berbentuk bulat, cembung, terbuat dari lateks (karet) yang dapat dibengkokkan. Alat kontrasepsi metode barier yang berupa diafragma ini mempunyai cara kerja sebagai berikut:

 Mencegah masuknya sperma melalui kanalis servikalis ke uterus dan saluran telur (tuba falopi).
Sebagai alat untuk menempatkan spermisida.

Efektifitas diafragma untuk mencegah [...]

<strong>Tulisan Sejenis :</strong>


<ol>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/diafragma/" rel="bookmark">Diafragma</a><!-- (19.9023)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/spermisida/" rel="bookmark">Spermisida</a><!-- (14.062)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/cara-pakai-kondom-wanita/" rel="bookmark">Cara Pakai Kondom Wanita</a><!-- (11.9832)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/cara-pakai-kondom-lelaki/" rel="bookmark">Cara Pakai Kondom Lelaki</a><!-- (10.6623)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/kondom/" rel="bookmark">Kondom</a><!-- (8.68862)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/perubahan-fisiologis-masa-nifas-pada-sistem-reproduksi-part-2/" rel="bookmark">Perubahan Fisiologis Masa Nifas Pada Sistem Reproduksi (Part 2)</a><!-- (6.94203)--></li>

	
</ol>


]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Diafragma dirancang aman dan disesuaikan vagina untuk menutupi serviks. Diafragma merupakan kap berbentuk bulat, cembung, terbuat dari lateks (karet) yang dapat dibengkokkan. Alat kontrasepsi metode barier yang berupa diafragma ini mempunyai cara kerja sebagai berikut:</p>
<ol>
<li> Mencegah masuknya sperma melalui kanalis servikalis ke uterus dan saluran telur (tuba falopi).</li>
<li>Sebagai alat untuk menempatkan spermisida.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Efektifitas diafragma untuk mencegah kehamilan sekitar 94% bila wanita selalu menggunakannya dan 84% bila wanita tidak selalu menggunakannya. Selain itu, diafragma akan efektif apabila cara menggunakannya benar dan tepat.</p>
<p style="text-align: justify;">Dibawah ini merupakan cara pemakaian alat kontrasepsi metode barier diafragma.</p>
<p><span id="more-761"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pemasangan Diafragma</strong></p>
<ul>
<li><strong>Tahap 1</strong></li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-762" title="Gambar pemasangan diafgragma 1" src="http://www.lusa.web.id/wp-content/uploads/2010/03/diafgragma1.JPG" alt="Gambar pemasangan diafgragma 1" width="208" height="178" />Kosongkan kandung kemih dan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Pastikan diafragma tidak berlubang. Oleskan spemisida pada kap diafragma secara merata.</p>
<ul>
<li><strong>Tahap 2</strong></li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-763" title="Gambar pemasangan diafgragma 2" src="http://www.lusa.web.id/wp-content/uploads/2010/03/diafgragma2.JPG" alt="Gambar pemasangan diafgragma 2" width="208" height="178" />Cari posisi yang nyaman pada saat pemasangan diafragma. Posisi dapat dengan mengangkat satu kaki ke atas kursi, duduk di tepi kursi, berbaring ataupun sambil jongkok. Pisahkan bibir vulva. Tepi diafragma melipat menjadi dua dengan sisi yang lain. Letakkan jari telunjuk di tengah kap untuk pegangan yang kuat. Spermisida harus berada di dalam kap.</p>
<ul>
<li><strong>Tahap 3</strong></li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-764" title="Gambar pemasangan diafgragma 3" src="http://www.lusa.web.id/wp-content/uploads/2010/03/diafgragma3.JPG" alt="Gambar pemasangan diafgragma 3" width="208" height="178" /><br />
Masukkan diafragma ke dalam vagina jauh ke belakang, dorong bagian depan pinggiran ke atas di balik tulang pubis. Masukkan jari ke dalam vagina sampai menyentuh serviks. Sarungkan karetnya dan pastikan serviks telah terlindungi.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Perhatian </strong><br />
Diafragma masih terpasang dalam vagina sampai 6 jam setelah berakhir hubungan seksual. Jika hubungan seksual berlangsung di atas 6 jam setelah pemasangan, tambahkan spermisida ke dalam vagina. Jangan meninggalkan diafragma di dalam vagina lebih dari 24 jam.</p>
<p><strong>Pelepasan Diafragma</strong></p>
<ul>
<li><strong>Tahap 1</strong></li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-765" title="Gambar pelepasan diafgragma 1" src="http://www.lusa.web.id/wp-content/uploads/2010/03/diafgragma4.JPG" alt="Gambar pelepasan diafgragma 1" width="208" height="178" />Sebelum melepas diafragma, cuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Kait bagian ujung diafragma dengan jari telunjuk dan tengah untuk memecah penampung.</p>
<ul>
<li><strong>Tahap 2</strong></li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-766" title="Gambar pelepasan diafgragma 2" src="http://www.lusa.web.id/wp-content/uploads/2010/03/diafgragma5.JPG" alt="Gambar pelepasan diafgragma 2" width="208" height="178" /><br />
Tarik diafragma turun dan tarik keluar. Cuci dengan sabun dan air, kemudian keringkan sebelum disimpan kembali di tempatnya.</p>
<p><strong>Referensi</strong><br />
plannedparenthood.org/health-topics/birth-control/diaphragm-4244.htm<br />
Saifuddin, BA. 2008. <em>Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi. </em>Jakarta: Yayasan Bina Pustaka. (Bagian Kedua MK 21- MK 24).</p>


<strong>Tulisan Sejenis :</strong>


<ol>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/diafragma/" rel="bookmark">Diafragma</a><!-- (19.9023)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/spermisida/" rel="bookmark">Spermisida</a><!-- (14.062)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/cara-pakai-kondom-wanita/" rel="bookmark">Cara Pakai Kondom Wanita</a><!-- (11.9832)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/cara-pakai-kondom-lelaki/" rel="bookmark">Cara Pakai Kondom Lelaki</a><!-- (10.6623)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/kondom/" rel="bookmark">Kondom</a><!-- (8.68862)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/perubahan-fisiologis-masa-nifas-pada-sistem-reproduksi-part-2/" rel="bookmark">Perubahan Fisiologis Masa Nifas Pada Sistem Reproduksi (Part 2)</a><!-- (6.94203)--></li>

	
</ol>



<p><a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/BAUcaDxB3gdr-2KfmjvFZY8lano/0/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/BAUcaDxB3gdr-2KfmjvFZY8lano/0/di" border="0" ismap="true"></img></a><br/>
<a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/BAUcaDxB3gdr-2KfmjvFZY8lano/1/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/BAUcaDxB3gdr-2KfmjvFZY8lano/1/di" border="0" ismap="true"></img></a></p><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Lusa/~4/QSygD_42yIc" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.lusa.web.id/cara-pakai-diafragma/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.lusa.web.id/cara-pakai-diafragma/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Cara Pakai Kondom Wanita</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Lusa/~3/ucdF0Czt7m8/</link>
		<comments>http://www.lusa.web.id/cara-pakai-kondom-wanita/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Mar 2010 19:14:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lusa</dc:creator>
				<category><![CDATA[KB]]></category>
		<category><![CDATA[air mani]]></category>
		<category><![CDATA[cara pakai kondom]]></category>
		<category><![CDATA[coitus]]></category>
		<category><![CDATA[inner ring]]></category>
		<category><![CDATA[kehamilan]]></category>
		<category><![CDATA[kondom]]></category>
		<category><![CDATA[kondom lelaki]]></category>
		<category><![CDATA[kondom wanita]]></category>
		<category><![CDATA[outer ring]]></category>
		<category><![CDATA[penis]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit menular seksual]]></category>
		<category><![CDATA[reproduksi]]></category>
		<category><![CDATA[vagina]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.lusa.web.id/?p=748</guid>
		<description><![CDATA[Kondom wanita kondom yang dirancang khusus untuk digunakan oleh perempuan, berbentuk silinder yang dimasukkan ke dalam alat kelamin atau kemaluan wanita. Kondom wanita berfungsi untuk mencegah kehamilan dan mengurangi resiko penyakit menular seksual.  Kondom wanita memiliki dua ujung di mana ujung yang satu yang dimasukkan ke arah rahim tertutup dengan busa untuk menyerap sperma [...]

<strong>Tulisan Sejenis :</strong>


<ol>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/cara-pakai-kondom-lelaki/" rel="bookmark">Cara Pakai Kondom Lelaki</a><!-- (24.6019)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/kondom/" rel="bookmark">Kondom</a><!-- (13.5976)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/cara-pakai-diafragma/" rel="bookmark">Cara Pakai Diafragma</a><!-- (12.173)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/spermisida/" rel="bookmark">Spermisida</a><!-- (10.7923)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/diafragma/" rel="bookmark">Diafragma</a><!-- (6.10985)--></li>

	
</ol>


]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Kondom wanita kondom yang dirancang khusus untuk digunakan oleh perempuan, berbentuk silinder yang dimasukkan ke dalam alat kelamin atau kemaluan wanita. Kondom wanita berfungsi untuk mencegah kehamilan dan mengurangi resiko penyakit menular seksual.  Kondom wanita memiliki dua ujung di mana ujung yang satu yang dimasukkan ke arah rahim tertutup dengan busa untuk menyerap sperma dan ujung yang lain ke arah luar terbuka.</p>
<p style="text-align: justify;">Cara kerja kondom wanita sama dengan cara kondom lelaki, yaitu mencegah sperma masuk ke dalam alat reproduksi wanita. Manfaat, keterbatasan maupun efek samping yang ditimbulkan kondom wanita, hampir sama dengan kondom lelaki. Tingkat efektifitas kondom wanita akan tinggi, apabila cara menggunakannya benar.</p>
<p style="text-align: justify;">Adapun cara pemakaian kondom wanita, adalah sebagai berikut:</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li><strong>Tahap 1</strong></li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-759" title="Gambar kondom wanita 1" src="http://www.lusa.web.id/wp-content/uploads/2010/03/kondom-wanita-1.jpg" alt="Gambar kondom wanita 1" width="248" height="242" /><br />
Buka kemasan kondom secara hati-hati dari tepi, dan arah robekan ke arah tengah. Jangan menggunakan gigi, benda tajam saat membuka kemasan.<br />
<span id="more-748"></span>
<ul style="text-align: justify;">
<li><strong>Tahap 2</strong></li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-760" title="Gambar kondom wanita 2" src="http://www.lusa.web.id/wp-content/uploads/2010/03/kondom-wanita-2.jpg" alt="Gambar kondom wanita 2" width="248" height="242" /><br />
Sebelum hubungan seksual, perhatikan kondom wanita. Kondom wanita punya ring yang lebar (<em>outer ring</em>) untuk bagian luar dan ring yang kecil (<em>inner ring</em>) untuk bagian dalam.</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li><strong>Tahap 3</strong></li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-767" title="Gambar kondom wanita 3" src="http://www.lusa.web.id/wp-content/uploads/2010/03/kondom-wanita-3.jpg" alt="Gambar kondom wanita 3" width="518" height="242" /><br />
Pegang <em>inner ring</em> kondom, lalu tekan dengan ibu jari pada sisi ring, dan dengan jari lain pada sisi yang berseberangan, kemudian tekan sehingga sisi ring yang berseberangan akan bersentuhan dan bentuk<em> inner ring</em> menjadi lonjong.</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li><strong>Tahap 4</strong></li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-768" title="Gambar kondom wanita 4" src="http://www.lusa.web.id/wp-content/uploads/2010/03/kondom-wanita-4.jpg" alt="Gambar kondom wanita 4" width="518" height="242" /><br />
Atur posisi yang nyaman. Posisi dapat dilakukan secara berdiri satu kaki di atas kursi, jongkok maupun berbaring.</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li><strong>Tahap 5</strong></li>
</ul>
<table style="text-align: justify;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="50%" valign="top">
<p style="text-align: center;"><img class="size-full wp-image-769   alignnone" title="Gambar kondom wanita 5" src="http://www.lusa.web.id/wp-content/uploads/2010/03/kondom-wanita-5.jpg" alt="Gambar kondom wanita 5" width="248" height="242" /></p>
</td>
<td width="50%" valign="top">
<p style="text-align: center;"><img class="size-full wp-image-770 alignnone" title="Gambar kondom wanita 6" src="http://www.lusa.web.id/wp-content/uploads/2010/03/kondom-wanita-6.jpg" alt="Gambar kondom wanita 6" width="248" height="242" /></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="text-align: justify;"><img class="size-full wp-image-771 aligncenter" title="Gambar kondom wanita 7" src="http://www.lusa.web.id/wp-content/uploads/2010/03/kondom-wanita-7.jpg" alt="Gambar kondom wanita 7" width="248" height="242" /></p>
<p style="text-align: justify;">Masukkan <em>inner ring</em> ke dalam vagina dengan hati-hati. Sewaktu kondom masuk ke dalam vagina, gunakan jari telujuk untuk menekan <em>inner ring </em>lebih jauh ke dalam vagina. Pastikan kondom jangan sampai berputar, dan <em>outer ring </em>(ring yang besar) tetap berada di luar.</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li><strong>Tahap 6</strong></li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-772" title="Gambar kondom wanita 8" src="http://www.lusa.web.id/wp-content/uploads/2010/03/kondom-wanita-8.jpg" alt="Gambar kondom wanita 8" width="248" height="242" /><br />
Berikan sedikit minyak pelicin pada penis atau bagian dalam kondom. Bantu penis masuk ke dalam kondom.</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li><strong>Tahap 7</strong></li>
</ul>
<table style="text-align: justify;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="50%" valign="top">
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-773" title="Gambar kondom wanita 9" src="http://www.lusa.web.id/wp-content/uploads/2010/03/kondom-wanita-9.jpg" alt="Gambar kondom wanita 9" width="248" height="242" /></p>
</td>
<p style="text-align: center;">
<td width="50%" valign="top"><img class="aligncenter size-full wp-image-774" title="Gambar kondom wanita 10" src="http://www.lusa.web.id/wp-content/uploads/2010/03/kondom-wanita-10.jpg" alt="Gambar kondom wanita 10" width="248" height="242" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="text-align: justify;">Pasca coitus, keluarkan kondom secara hati-hati dengan memutar bagian <em>outer ring</em> untuk menjaga air mani yang tertampung di dalam kondom tidak tumpah. Keluarkan kondom secara hati-hati. Buang kondom bekas pakai ke tempat yang aman (tempat sampah). Jangan buang di toilet.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Video cara pakai kondom wanita</strong></p>
<p style="text-align: center;"><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="500" height="405" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube-nocookie.com/v/zjmoQlAQP4Y&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;rel=0&amp;border=1" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="500" height="405" src="http://www.youtube-nocookie.com/v/zjmoQlAQP4Y&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;rel=0&amp;border=1" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object>
</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Referensi</strong><br />
avert.org/female-condom.htm diunduh 4 Maret 2010, 9:58 PM.<br />
health.state.ny.us/publications/9571.pdf diunduh 4 Maret 2010, 10:01 PM.<br />
kondomku.com/page_3  diunduh 28 Feb. 2010, 10:25 PM.<br />
organisasi.org/kondom_untuk_wanita_cewek_perempuan_dan_cara_memakai_menggunakan_condom_khusus_kaum_hawa_informasi_ilmu_seksologi_indonesia diunduh 5 Maret 2010, 04:07 PM.<br />
plannedparenthood.org/health-topics/birth-control/female-condom-4223.htm diunduh 4 Maret 2010, 1:54 PM.<br />
Saifuddin, BA. 2008. <em>Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi</em>. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka. (Bagian Kedua MK 17- MK 21).<br />
youtube.com/watch?v=zjmoQlAQP4Y</p>


<strong>Tulisan Sejenis :</strong>


<ol>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/cara-pakai-kondom-lelaki/" rel="bookmark">Cara Pakai Kondom Lelaki</a><!-- (24.6019)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/kondom/" rel="bookmark">Kondom</a><!-- (13.5976)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/cara-pakai-diafragma/" rel="bookmark">Cara Pakai Diafragma</a><!-- (12.173)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/spermisida/" rel="bookmark">Spermisida</a><!-- (10.7923)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/diafragma/" rel="bookmark">Diafragma</a><!-- (6.10985)--></li>

	
</ol>



<p><a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/eLiUvKNBN4BJtXNiLR9qtnc9E5o/0/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/eLiUvKNBN4BJtXNiLR9qtnc9E5o/0/di" border="0" ismap="true"></img></a><br/>
<a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/eLiUvKNBN4BJtXNiLR9qtnc9E5o/1/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/eLiUvKNBN4BJtXNiLR9qtnc9E5o/1/di" border="0" ismap="true"></img></a></p><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Lusa/~4/ucdF0Czt7m8" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.lusa.web.id/cara-pakai-kondom-wanita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.lusa.web.id/cara-pakai-kondom-wanita/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Cara Pakai Kondom Lelaki</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Lusa/~3/KP-tPbSiucs/</link>
		<comments>http://www.lusa.web.id/cara-pakai-kondom-lelaki/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Mar 2010 07:59:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lusa</dc:creator>
				<category><![CDATA[KB]]></category>
		<category><![CDATA[cara pakai kondom]]></category>
		<category><![CDATA[coitus]]></category>
		<category><![CDATA[ejakulasi]]></category>
		<category><![CDATA[ereksi]]></category>
		<category><![CDATA[kehamilan]]></category>
		<category><![CDATA[kondom]]></category>
		<category><![CDATA[kondom lelaki]]></category>
		<category><![CDATA[kondom pria]]></category>
		<category><![CDATA[kontrasepsi]]></category>
		<category><![CDATA[penis]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit menular seksual]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.lusa.web.id/?p=734</guid>
		<description><![CDATA[Efektifitas pemakaian kondom akan tinggi, apabila pengguna kondom dapat menggunakan kondom dengan baik dan benar setiap kali akan berhubungan seksual. Angka kegagalan kontrasepsi kondom sangat sedikit yaitu 2-12 kehamilan per 100 perempuan per tahun. Kondom merupakan selubung/sarung karet yang terbuat dari berbagai bahan diantaranya lateks (karet), plastik (vinil) atau bahan alami (produksi hewani) yang dipasang [...]

<strong>Tulisan Sejenis :</strong>


<ol>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/cara-pakai-kondom-wanita/" rel="bookmark">Cara Pakai Kondom Wanita</a><!-- (24.9756)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/kondom/" rel="bookmark">Kondom</a><!-- (14.5489)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/spermisida/" rel="bookmark">Spermisida</a><!-- (10.8881)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/cara-pakai-diafragma/" rel="bookmark">Cara Pakai Diafragma</a><!-- (10.8694)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/diafragma/" rel="bookmark">Diafragma</a><!-- (6.05146)--></li>

	
</ol>


]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Efektifitas pemakaian kondom akan tinggi, apabila pengguna kondom dapat menggunakan kondom dengan baik dan benar setiap kali akan berhubungan seksual. Angka kegagalan kontrasepsi kondom sangat sedikit yaitu 2-12 kehamilan per 100 perempuan per tahun. Kondom merupakan selubung/sarung karet yang terbuat dari berbagai bahan diantaranya lateks (karet), plastik (vinil) atau bahan alami (produksi hewani) yang dipasang pada penis saat berhubungan. Selain sebagai pencegah kehamilan, juga mencegah penyakit menular seksual.</p>
<p style="text-align: justify;">Di bawah ini, adalah cara pemakaian kondom pria.</p>
<p><span id="more-734"></span></p>
<ul>
<li>Tahap 1</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-735" title="Gambar cara pakai kondom pria 1" src="http://www.lusa.web.id/wp-content/uploads/2010/03/kondom1.JPG" alt="Gambar cara pakai kondom pria 1" width="108" height="76" />Kondom dipasang saat penis ereksi, dan sebelum melakukan hubungan badan.</p>
<ul>
<li>Tahap 2</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-742" title="Gambar cara pakai kondom pria 2" src="http://www.lusa.web.id/wp-content/uploads/2010/03/kondom2.JPG" alt="Gambar cara pakai kondom pria 2" width="117" height="92" />Buka kemasan kondom secara hati-hati dari tepi, dan arah robekan ke arah tengah. Jangan menggunakan gigi, benda tajam saat membuka kemasan.</p>
<ul>
<li>Tahap 3</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-743" title="Gambar cara pakai kondom pria 3" src="http://www.lusa.web.id/wp-content/uploads/2010/03/kondom3.JPG" alt="Gambar cara pakai kondom pria 3" width="132" height="100" /><br />
Tekan ujung kondom dengan jari dan jempol untuk menghindari udara masuk ke dalam kondom. Pastikan gulungan kondom berada di sisi luar.</p>
<ul>
<li>Tahap 4</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-744" title="Gambar cara pakai kondom pria 4" src="http://www.lusa.web.id/wp-content/uploads/2010/03/kondom4.JPG" alt="Gambar cara pakai kondom pria 4" width="127" height="96" /><br />
Buka gulungan kondom secara perlahan ke arah pangkal penis, sambil menekan ujung kondom. Pastikan posisi kondom tidak berubah selama coitus, jika kondom menggulung, tarik kembali gulungan ke pangkal penis.</p>
<ul>
<li>Tahap 5</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-745" title="Gambar cara pakai kondom pria 5" src="http://www.lusa.web.id/wp-content/uploads/2010/03/kondom5.JPG" alt="Gambar cara pakai kondom pria 5" width="110" height="117" /><br />
Setelah ejakulasi, lepas kondom saat penis masih ereksi. Hindari kontak penis dan kondom dari pasangan Anda.</p>
<ul>
<li>Tahap 6</li>
</ul>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-746" title="Gambar cara pakai kondom pria 6" src="http://www.lusa.web.id/wp-content/uploads/2010/03/kondom6.JPG" alt="Gambar cara pakai kondom pria 6" width="128" height="113" />
</p>
<p style="text-align: justify;">Buang dan bungkus kondom bekas pakai ke tempat yang aman.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Video cara pakai kondom lelaki</strong></p>
<p style="text-align: center;"><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="500" height="405" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube-nocookie.com/v/tcpfZKvOFZ4&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;rel=0&amp;border=1" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="500" height="405" src="http://www.youtube-nocookie.com/v/tcpfZKvOFZ4&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;rel=0&amp;border=1" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<p><strong>Referensi</strong><br />
avert.org/condom.htm  diunduh 4 Maret 2010, 10:17 PM.<br />
kondomku.com/page_3 diunduh 28 Feb. 2010, 10:25 PM.<br />
plannedparenthood.org/health-topics/birth-control/condom-10187.htm diunduh 4 Maret 2010, 1:52 PM.<br />
Saifuddin, BA. 2008. <em>Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi. </em>Jakarta: Yayasan Bina Pustaka. (Bagian Kedua MK 17- MK 21).<br />
youtube.com/watch?v=tcpfZKvOFZ4&amp;feature=player_embedded</p>


<strong>Tulisan Sejenis :</strong>


<ol>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/cara-pakai-kondom-wanita/" rel="bookmark">Cara Pakai Kondom Wanita</a><!-- (24.9756)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/kondom/" rel="bookmark">Kondom</a><!-- (14.5489)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/spermisida/" rel="bookmark">Spermisida</a><!-- (10.8881)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/cara-pakai-diafragma/" rel="bookmark">Cara Pakai Diafragma</a><!-- (10.8694)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/diafragma/" rel="bookmark">Diafragma</a><!-- (6.05146)--></li>

	
</ol>



<p><a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/cc6VtaedlIO6Ipb-hhTcHNXpNBg/0/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/cc6VtaedlIO6Ipb-hhTcHNXpNBg/0/di" border="0" ismap="true"></img></a><br/>
<a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/cc6VtaedlIO6Ipb-hhTcHNXpNBg/1/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/cc6VtaedlIO6Ipb-hhTcHNXpNBg/1/di" border="0" ismap="true"></img></a></p><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Lusa/~4/KP-tPbSiucs" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.lusa.web.id/cara-pakai-kondom-lelaki/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.lusa.web.id/cara-pakai-kondom-lelaki/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Diafragma</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Lusa/~3/f1DT0Kwhy6Y/</link>
		<comments>http://www.lusa.web.id/diafragma/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Mar 2010 10:39:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lusa</dc:creator>
				<category><![CDATA[KB]]></category>
		<category><![CDATA[AKDR]]></category>
		<category><![CDATA[arching spring]]></category>
		<category><![CDATA[asi]]></category>
		<category><![CDATA[coil spring]]></category>
		<category><![CDATA[flat spring]]></category>
		<category><![CDATA[infeksi saluran uretra]]></category>
		<category><![CDATA[kehamilan resiko tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[keracunan]]></category>
		<category><![CDATA[kontrasepsi]]></category>
		<category><![CDATA[kontrasepsi hormonal]]></category>
		<category><![CDATA[metode barier]]></category>
		<category><![CDATA[metode KB efektif]]></category>
		<category><![CDATA[metode sederhana]]></category>
		<category><![CDATA[pemeriksaan pelvik]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit menular seksual]]></category>
		<category><![CDATA[senggama]]></category>
		<category><![CDATA[serviks]]></category>
		<category><![CDATA[spermisida]]></category>
		<category><![CDATA[syok]]></category>
		<category><![CDATA[tuba fallopi]]></category>
		<category><![CDATA[uterus]]></category>
		<category><![CDATA[vagina]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.lusa.web.id/?p=731</guid>
		<description><![CDATA[Pengertian
Diafragma adalah kap berbentuk bulat, cembung, terbuat dari lateks (karet) yang dimasukkan ke dalam vagina sebelum berhubungan seksual dan menutupi serviks.
Jenis
Jenis diafragma antara lain:

Flat spring (flat metal band).
Coil spring (coiled wire).
Arching spring (kombinasi metal spring).



Flat spring (Diafragma pegas datar)
Jenis ini cocok untuk vagina normal dan disarankan untuk pemakaian pertama kali. Memiliki pegas jam yang kuat [...]

<strong>Tulisan Sejenis :</strong>


<ol>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/spermisida/" rel="bookmark">Spermisida</a><!-- (21.0659)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/cara-pakai-diafragma/" rel="bookmark">Cara Pakai Diafragma</a><!-- (19.2163)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/kondom/" rel="bookmark">Kondom</a><!-- (13.2954)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/kie-dalam-pelayanan-kb/" rel="bookmark">KIE dalam Pelayanan KB</a><!-- (5.76068)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/perubahan-fisiologis-masa-nifas-pada-sistem-reproduksi-part-2/" rel="bookmark">Perubahan Fisiologis Masa Nifas Pada Sistem Reproduksi (Part 2)</a><!-- (5.38787)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/cara-pakai-kondom-wanita/" rel="bookmark">Cara Pakai Kondom Wanita</a><!-- (5.25233)--></li>

	
</ol>


]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Pengertian</strong><br />
Diafragma adalah kap berbentuk bulat, cembung, terbuat dari lateks (karet) yang dimasukkan ke dalam vagina sebelum berhubungan seksual dan menutupi serviks.</p>
<div id="attachment_733" class="wp-caption aligncenter" style="width: 190px"><img class="size-full wp-image-733 " title="Diafragma dan spermisida" src="http://www.lusa.web.id/wp-content/uploads/2010/03/diafragma-and-spermisida.JPG" alt="Diafragma dan spermisida" width="180" height="161" /><p class="wp-caption-text">Diafragma dan spermisida</p></div>
<p><strong>Jenis</strong><br />
Jenis diafragma antara lain:</p>
<ol>
<li><em>Flat spring </em>(<em>flat metal band</em>).</li>
<li><em>Coil spring</em> (<em>coiled wire</em>).</li>
<li><em>Arching spring</em> (kombinasi <em>metal spring</em>).</li>
</ol>
<p><span id="more-731"></span>
</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Flat spring </em>(Diafragma pegas datar)<br />
Jenis ini cocok untuk vagina normal dan disarankan untuk pemakaian pertama kali. Memiliki pegas jam yang kuat dan mudah dipasang.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Coil spring </em>(Diafragma pegas kumparan)<br />
Jenis ini cocok untuk wanita yang vaginanya kencang dan peka terhadap tekanan. Jenis ini memiliki pegas kumparan spiral dan jauh lebih lunak dari pegas datar.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Arching spring</em><br />
Jenis ini bermanfaat pada dinding vagina yang tampak kendur atau panjang dan posisi serviks menyebabkan pemasangan sulit. Tipe ini merupakan kombinasi dari <em>flat spring</em> dan<em> coil spring</em>, dan menimbulkan tekanan kuat pada dinding vagina.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Cara Kerja</strong><br />
Alat kontrasepsi metode barier yang berupa diafragma ini mempunyai cara kerja sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Mencegah masuknya sperma melalui kanalis servikalis ke uterus dan saluran telur (tuba falopi).</li>
<li>Sebagai alat untuk menempatkan spermisida.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;"><strong>Manfaat</strong><br />
Alat kontrasepsi diafragma memberikan dua manfaat secara kontrasepsi dan non kontrasepsi.</p>
<p>Manfaat kontrasepsi</p>
<ol>
<li>Efektif bila digunakan dengan benar.</li>
<li>Tidak mengganggu produksi ASI.</li>
<li>Tidak mengganggu hubungan seksual karena telah dipersiapkan sebelumnya.</li>
<li>Tidak mengganggu kesehatan klien.</li>
<li>Tidak mempunyai pengaruh sistemik.</li>
</ol>
<p>Manfaat non kontrasepsi</p>
<ol>
<li>Memberikan perlindungan terhadap penyakit menular seksual.</li>
<li>Dapat menampung darah menstruasi, bila digunakan saat haid.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;"><strong>Keterbatasan</strong><br />
Meskipun alat kontrasepsi diafragma ini mempunyai manfaat secara kontrasepsi maupun non kontrasepsi, tetapi alat ini juga mempunyai keterbatasan. Adapun keterbatasan diafragma, antara lain:</p>
<ol>
<li>Efektifitas tidak terlalu tinggi (angka kegagalan 6-16 kehamilan per 100 perempuan per tahun pertama, bila digunakan dengan spermisida).</li>
<li>Keberhasilan kontrasepsi ini tergantung pada cara penggunaan yang benar.</li>
<li>Memerlukan motivasi dari pengguna agar selalu berkesinambungan dalam penggunaan alat kontrasepsi ini.</li>
<li>Pemeriksaan pelvik diperlukan untuk memastikan ketepatan pemasangan.</li>
<li>Dapat menyebabkan infeksi saluran uretra.</li>
<li>Harus masih terpasang selama 6 jam pasca senggama.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;"><strong>Penilaian Klien</strong><br />
Sebelum alat kontrasepsi diafragma digunakan oleh klien, sebaiknya petugas kesehatan mengkaji klien terlebih dahulu. Sehingga alat kontrasepsi ini sesuai atau tidak digunakan oleh wanita tersebut.</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td colspan="2" width="583" valign="top">
<p align="center"><strong>Diafragma</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="288" valign="top">
<p align="center"><strong>Sesuai untuk klien yang:</strong></p>
</td>
<td width="295" valign="top">
<p align="center"><strong>Tidak sesuai untuk<br />
</strong>
</p>
<p align="center"><strong>klien yang:</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="288" valign="top">Tidak mau atau tidak boleh menggunakan metode kontrasepsi   hormonal (perokok, wanita di atas 35 tahun)</td>
<td width="295" valign="top">Mempunyai umur dan paritas serta masalah kesehatan yang   menyebabkan kehamilan resiko tinggi</td>
</tr>
<tr>
<td width="288" valign="top">Tidak menyukai metode yang diberikan oleh petugas   kesehatan (AKDR)</td>
<td width="295" valign="top">Terinfeksi saluran uretra</td>
</tr>
<tr>
<td width="288" valign="top">Menyusui dan memerlukan kontrasepsi pendukung</td>
<td width="295" valign="top">Tidak suka menyentuh alat kelaminnya (vulva dan vagina)</td>
</tr>
<tr>
<td width="288" valign="top">Jarang melakukan hubungan seksual dengan pasangannya</td>
<td width="295" valign="top">Mempunyai riwayat sindrom syok karena keracunan</td>
</tr>
<tr>
<td width="288" valign="top">Ingin melindungi dari penyakit menular seksual</td>
<td width="295" valign="top">Ingin metode KB efektif</td>
</tr>
<tr>
<td width="288" valign="top">Memerlukan metode sederhana sebelum memilih metode lain</td>
<td width="295" valign="top"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="text-align: justify;"><strong>Penanganan Efek Samping</strong><br />
Di bawah ini merupakan penanganan efek samping dari pemakaian alat kontrasepsi diafragma.</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="288" valign="top">
<p align="center"><strong>Efek Samping Atau Masalah</strong></p>
</td>
<td width="295" valign="top">
<p align="center"><strong>Penanganan</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="288" valign="top">Infeksi saluran uretra</td>
<td width="295" valign="top">Pemberian antibiotik, sarankan mengosongkan kandung kemih   pasca senggama atau gunakan metode kontrasepsi lain</td>
</tr>
<tr>
<td width="288" valign="top">Alergi diafragma atau spermisida</td>
<td width="295" valign="top">Berikan spermisida bila ada gejala iritasi vagina pasca   senggama dan tidak mengidap PMS atau bantu memilih metode lain</td>
</tr>
<tr>
<td width="288" valign="top">Rasa nyeri pada tekanan terhadap kandung kemih/rektum</td>
<td width="295" valign="top">Nilai kesesuaian ukuran forniks dan diafragma. Bila   terlalu besar, coba ukuran yang lebih kecil. Follow up masalah yang telah   ditangani</td>
</tr>
<tr>
<td width="288" valign="top">Timbul cairan vagina dan berbau</td>
<td width="295" valign="top">Periksa adanya PMS atau benda asing dalam vagina. Sarankan   lepas segera diafragma pasca senggama. Apabila kemungkinan ada PMS, lakukan   pemrosesan alat sesuai dengan pencegahan infeksi</td>
</tr>
<tr>
<td width="288" valign="top">Luka dinding vagina akibat tekanan pegas diafragma</td>
<td width="295" valign="top">Hentikan penggunaan diafragma untuk sementara dan gunakan   metode lain. Bila sudah sembuh, periksa kesesuaian ukuran forniks dan   diafragma</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="text-align: justify;"><strong>Hal yang Perlu Diperhatikan</strong><br />
Jika ada kemungkinan terjadi sindrom syok keracunan, rujuk segera pasien ke fasilitas pelayanan kesehatan yang lebih lengkap. Apabila terjadi panas lebih dari 38 derajat Celcius maka berikan rehidrasi per oral dan analgesik.</p>
<p><strong>Referensi </strong><br />
plannedparenthood.org/health-topics/birth-control/diaphragm-4244.htm diunduh 2 Maret 2010, 07:45 PM.<br />
Ridha, W. 2008. <em>Metode Barier Intravaginal</em>. one.indoskripsi.com/judul-skripsi-tugas-makalah/ilmu-kesehatan/metode-barier-intravaginal  diunduh 2 Maret 2010, 07:48 PM.<br />
Saifuddin, BA. 2008. <em>Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi.</em> Jakarta: Yayasan Bina Pustaka. (Bagian Kedua MK 21- MK 24).<br />
Stacey, D. 2008. <em>Diaphragm</em>.. contraception.about.com/od/prescriptionoptions/a/Diaphragm.htm diunduh 2 Maret 2010, 10:18 PM.</p>


<strong>Tulisan Sejenis :</strong>


<ol>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/spermisida/" rel="bookmark">Spermisida</a><!-- (21.0659)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/cara-pakai-diafragma/" rel="bookmark">Cara Pakai Diafragma</a><!-- (19.2163)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/kondom/" rel="bookmark">Kondom</a><!-- (13.2954)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/kie-dalam-pelayanan-kb/" rel="bookmark">KIE dalam Pelayanan KB</a><!-- (5.76068)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/perubahan-fisiologis-masa-nifas-pada-sistem-reproduksi-part-2/" rel="bookmark">Perubahan Fisiologis Masa Nifas Pada Sistem Reproduksi (Part 2)</a><!-- (5.38787)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/cara-pakai-kondom-wanita/" rel="bookmark">Cara Pakai Kondom Wanita</a><!-- (5.25233)--></li>

	
</ol>



<p><a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Kkoy5oSWbw5RiKoXvTJQoGLZspk/0/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Kkoy5oSWbw5RiKoXvTJQoGLZspk/0/di" border="0" ismap="true"></img></a><br/>
<a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Kkoy5oSWbw5RiKoXvTJQoGLZspk/1/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Kkoy5oSWbw5RiKoXvTJQoGLZspk/1/di" border="0" ismap="true"></img></a></p><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Lusa/~4/f1DT0Kwhy6Y" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.lusa.web.id/diafragma/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.lusa.web.id/diafragma/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Kondom</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Lusa/~3/PdLMohZ3tA8/</link>
		<comments>http://www.lusa.web.id/kondom/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Mar 2010 01:07:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lusa</dc:creator>
				<category><![CDATA[KB]]></category>
		<category><![CDATA[akseptor]]></category>
		<category><![CDATA[anamnesis]]></category>
		<category><![CDATA[asi]]></category>
		<category><![CDATA[ejakulasi dini]]></category>
		<category><![CDATA[HIV/ AIDS]]></category>
		<category><![CDATA[infeksi]]></category>
		<category><![CDATA[kehamilan]]></category>
		<category><![CDATA[kondom]]></category>
		<category><![CDATA[kondom pria]]></category>
		<category><![CDATA[kondom wanita]]></category>
		<category><![CDATA[kontrasepsi]]></category>
		<category><![CDATA[metode barier]]></category>
		<category><![CDATA[morning after pil]]></category>
		<category><![CDATA[penis]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit menular seksual]]></category>
		<category><![CDATA[reproduksi]]></category>
		<category><![CDATA[spermisida]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.lusa.web.id/?p=729</guid>
		<description><![CDATA[Kondom tidak hanya mencegah kehamilan, tetapi juga mencegah penyakit menular seksual termasuk HIV/AIDS. Kondom akan efektif apabila pemakaiannya baik dan benar. Selain itu, kondom juga dapat dipakai bersamaan dengan kontrasepsi lain untuk mencegah PMS.
Pengertian Kondom
Kondom merupakan selubung/sarung karet yang terbuat dari berbagai bahan diantaranya lateks (karet), plastik (vinil) atau bahan alami (produksi hewani) yang dipasang [...]

<strong>Tulisan Sejenis :</strong>


<ol>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/spermisida/" rel="bookmark">Spermisida</a><!-- (18.7072)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/cara-pakai-kondom-lelaki/" rel="bookmark">Cara Pakai Kondom Lelaki</a><!-- (15.6757)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/diafragma/" rel="bookmark">Diafragma</a><!-- (15.0558)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/cara-pakai-kondom-wanita/" rel="bookmark">Cara Pakai Kondom Wanita</a><!-- (14.8999)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/cara-pakai-diafragma/" rel="bookmark">Cara Pakai Diafragma</a><!-- (10.1824)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/manfaat-asi-bagi-ibu/" rel="bookmark">Manfaat ASI Bagi Ibu</a><!-- (6.12092)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/kie-dalam-pelayanan-kb/" rel="bookmark">KIE dalam Pelayanan KB</a><!-- (5.3418)--></li>

	
</ol>


]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Kondom tidak hanya mencegah kehamilan, tetapi juga mencegah penyakit menular seksual termasuk HIV/AIDS. Kondom akan efektif apabila pemakaiannya baik dan benar. Selain itu, kondom juga dapat dipakai bersamaan dengan kontrasepsi lain untuk mencegah PMS.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pengertian Kondom</strong><br />
Kondom merupakan selubung/sarung karet yang terbuat dari berbagai bahan diantaranya lateks (karet), plastik (vinil) atau bahan alami (produksi hewani) yang dipasang pada penis saat berhubungan. Kondom terbuat dari karet sintetis yang tipis, berbentuk silinder, dengan muaranya berpinggir tebal, yang digulung berbentuk rata. Standar kondom dilihat dari ketebalannya, yaitu 0,02 mm.</p>
<p><span id="more-729"></span><strong>Jenis Kondom</strong><br />
Ada beberapa jenis kondom, diantaranya:</p>
<ol>
<li>Kondom biasa.</li>
<li>Kondom berkontur (bergerigi).</li>
<li>Kondom beraroma.</li>
<li>Kondom tidak beraroma.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Kondom untuk pria sudah lazim dikenal, meskipun kondom wanita sudah ada namun belum populer.</p>
<p><strong>Cara Kerja Kondom</strong><br />
Alat kontrasepsi kondom mempunyai cara kerja sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Mencegah sperma masuk ke saluran reproduksi wanita.</li>
<li>Sebagai alat kontrasepsi.</li>
<li>Sebagai pelindung terhadap infeksi atau tranmisi mikro organisme penyebab PMS.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;"><strong>Efektifitas Kondom</strong><br />
Pemakaian kontrasepsi kondom akan efektif apabila dipakai secara benar setiap kali berhubungan seksual. Pemakaian kondom yang tidak konsisten membuat tidak efektif. Angka kegagalan kontrasepsi kondom sangat sedikit yaitu 2-12 kehamilan per 100 perempuan per tahun.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Manfaat Kondom</strong><br />
Indikasi atau manfaat kontrasepsi kondom terbagi dua, yaitu manfaat secara kontrasepsi dan non kontrasepsi.
</p>
<p style="text-align: justify;">Manfaat kondom secara kontrasepsi antara lain:</p>
<ol>
<li>Efektif bila pemakaian benar.</li>
<li>Tidak mengganggu produksi ASI.</li>
<li>Tidak mengganggu kesehatan klien.</li>
<li>Tidak mempunyai pengaruh sistemik.</li>
<li>Murah dan tersedia di berbagai tempat.</li>
<li>Tidak memerlukan resep dan pemeriksaan khusus.</li>
<li>Metode kontrasepsi sementara</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Manfaat kondom secara non kontrasepsi antara lain:</p>
<ol>
<li>Peran serta suami untuk ber-KB.</li>
<li>Mencegah penularan PMS.</li>
<li>Mencegah ejakulasi dini.</li>
<li>Mengurangi insidensi kanker serviks.</li>
<li>Adanya interaksi sesama pasangan.</li>
<li>Mencegah imuno infertilitas.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;"><strong>Keterbatasan Kondom</strong><br />
Alat kontrasepsi metode barier kondom ini juga memiliki keterbatasan, antara lain:</p>
<ol>
<li>Efektifitas tidak terlalu tinggi.</li>
<li>Tingkat efektifitas tergantung pada pemakaian kondom yang benar.</li>
<li>Adanya pengurangan sensitifitas pada penis.</li>
<li>Harus selalu tersedia setiap kali berhubungan seksual.</li>
<li>Perasaan malu membeli di tempat umum.</li>
<li>Masalah pembuangan kondom bekas pakai.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;"><strong>Penilaian Klien</strong><br />
Klien atau akseptor kontrasepsi kondom ini tidak memerlukan anamnesis atau pemeriksaan khusus, tetapi diberikan penjelasan atau KIE baik lisan maupun tertulis. Kondisi yang perlu dipertimbangkan bagi pengguna alat kontrasepsi ini adalah:</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td colspan="2" width="583" valign="top">
<p align="center"><strong>Kondom</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="288" valign="top">
<p align="center"><strong>Baik digunakan</strong></p>
</td>
<td width="295" valign="top">
<p align="center"><strong>Tidak baik digunakan</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="288" valign="top">Ingin berpartisipasi dalam program KB</td>
<td width="295" valign="top">Mempunyai pasangan yang beresiko tinggi apabila terjadi   kehamilan</td>
</tr>
<tr>
<td width="288" valign="top">Ingin segera mendapatkan kontrasepsi</td>
<td width="295" valign="top">Alergi terhadap bahan dasar kondom</td>
</tr>
<tr>
<td width="288" valign="top">Ingin kontrasepsi sementara</td>
<td width="295" valign="top">Menginginkan kontrasepsi jangka panjang</td>
</tr>
<tr>
<td width="288" valign="top">Ingin kontrasepsi tambahan</td>
<td width="295" valign="top">Tidak mau terganggu dalam persiapan untuk melakukan   hubungan seksual</td>
</tr>
<tr>
<td width="288" valign="top">Hanya ingin menggunakan alat kontrasepsi saat berhubungan</td>
<td width="295" valign="top">Tidak peduli dengan berbagai persyaratan kontrasepsi</td>
</tr>
<tr>
<td width="288" valign="top">Beresiko tinggi tertular/menularkan PMS</td>
<td width="295" valign="top"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kunjungan Ulang</strong><br />
Saat klien datang pada kunjungan ulang harus ditanyakan ada masalah dalam penggunaan kondom dan kepuasan dalam menggunakannya. Apabila masalah timbul karena kekurangtahuan dalam penggunaan, maka sebaiknya informasikan kembali kepada klien dan pasangannya. Apabila masalah yang timbul dikarenakan ketidaknyamanan dalam pemakaian, maka berikan dan anjurkan untuk memilih metode kontrasepsi lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Penanganan Efek Samping</strong><br />
Di bawah ini merupakan penanganan efek samping dari pemakaian alat kontrasepsi kondom.</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="288" valign="top">
<p align="center"><strong>Efek Samping Atau Masalah</strong></p>
</td>
<td width="295" valign="top">
<p align="center"><strong>Penanganan</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="288" valign="top">Kondom rusak atau bocor sebelum pemakaian</td>
<td width="295" valign="top">Buang dan pakai kondom yang baru atau gunakan spermisida</td>
</tr>
<tr>
<td width="288" valign="top">Kondom bocor saat berhubungan</td>
<td width="295" valign="top">Pertimbangkan pemberian <em>Morning After Pil</em></td>
</tr>
<tr>
<td width="288" valign="top">Adanya reaksi alergi</td>
<td width="295" valign="top">Berikan kondom jenis alami atau ganti metode kontrasepsi   lain</td>
</tr>
<tr>
<td width="288" valign="top">Mengurangi kenikmatan berhubungan seksual</td>
<td width="295" valign="top">Gunakan kondom yang lebih tipis atau ganti metode   kontrasepsi lain</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong>Referensi</strong><br />
Bambangguru. 2008. <em>AIDS</em>. bambangguru.wordpress.com/2008/12/01/aids/#more-301  diunduh 28 Feb. 2010, 08:45 PM<br />
kondomku.com/page_3  diunduh 28 Feb. 2010, 10:25 PM.<br />
Saifuddin, BA. 2008. <em>Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi</em>. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka. (Bagian Kedua MK 17- MK 21).<br />
swish.org.uk/?q=sex_info/condoms  diunduh 28 Feb. 2010, 08:40 PM.<br />
thebody.com/content/art12636.html  diunduh 28 Feb. 2010, 10:21 PM</p>


<strong>Tulisan Sejenis :</strong>


<ol>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/spermisida/" rel="bookmark">Spermisida</a><!-- (18.7072)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/cara-pakai-kondom-lelaki/" rel="bookmark">Cara Pakai Kondom Lelaki</a><!-- (15.6757)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/diafragma/" rel="bookmark">Diafragma</a><!-- (15.0558)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/cara-pakai-kondom-wanita/" rel="bookmark">Cara Pakai Kondom Wanita</a><!-- (14.8999)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/cara-pakai-diafragma/" rel="bookmark">Cara Pakai Diafragma</a><!-- (10.1824)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/manfaat-asi-bagi-ibu/" rel="bookmark">Manfaat ASI Bagi Ibu</a><!-- (6.12092)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/kie-dalam-pelayanan-kb/" rel="bookmark">KIE dalam Pelayanan KB</a><!-- (5.3418)--></li>

	
</ol>



<p><a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/5JKQJq2YllSxCYp-lIdzN1v7Pxs/0/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/5JKQJq2YllSxCYp-lIdzN1v7Pxs/0/di" border="0" ismap="true"></img></a><br/>
<a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/5JKQJq2YllSxCYp-lIdzN1v7Pxs/1/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/5JKQJq2YllSxCYp-lIdzN1v7Pxs/1/di" border="0" ismap="true"></img></a></p><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Lusa/~4/PdLMohZ3tA8" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.lusa.web.id/kondom/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.lusa.web.id/kondom/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Perubahan Fisiologis Masa Nifas Pada Sistem Kardiovaskuler</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Lusa/~3/_8TBHNRDpc0/</link>
		<comments>http://www.lusa.web.id/perubahan-fisiologis-masa-nifas-pada-sistem-kardiovaskuler/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Mar 2010 08:21:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lusa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Askeb III (Nifas)]]></category>
		<category><![CDATA[dekompensasi kordis]]></category>
		<category><![CDATA[diuresis]]></category>
		<category><![CDATA[estrogen]]></category>
		<category><![CDATA[hemokonsentrasi]]></category>
		<category><![CDATA[koagulasi]]></category>
		<category><![CDATA[persalinan]]></category>
		<category><![CDATA[persalinan per vaginam]]></category>
		<category><![CDATA[persalinan seksio sesarea]]></category>
		<category><![CDATA[plasenta]]></category>
		<category><![CDATA[plasma darah]]></category>
		<category><![CDATA[post partum]]></category>
		<category><![CDATA[progesteron]]></category>
		<category><![CDATA[retensi cairan]]></category>
		<category><![CDATA[shunt]]></category>
		<category><![CDATA[vaskuler]]></category>
		<category><![CDATA[vitum cordia]]></category>
		<category><![CDATA[volume darah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.lusa.web.id/?p=728</guid>
		<description><![CDATA[Volume darah normal yang diperlukan plasenta dan pembuluh darah uterin, meningkat selama kehamilan. Diuresis terjadi akibat adanya penurunan hormon estrogen, yang dengan cepat mengurangi volume plasma menjadi normal kembali. Meskipun kadar estrogen menurun selama nifas, namun kadarnya masih tetap tinggi daripada normal. Plasma darah tidak banyak mengandung cairan sehingga daya koagulasi meningkat.
Aliran ini terjadi dalam [...]

<strong>Tulisan Sejenis :</strong>


<ol>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/perubahan-fisiologis-masa-nifas-pada-sistem-hematologi/" rel="bookmark">Perubahan Fisiologis Masa Nifas Pada Sistem Hematologi</a><!-- (27.0458)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/perubahan-fisiologis-masa-nifas-pada-sistem-endokrin/" rel="bookmark">Perubahan Fisiologis Masa Nifas Pada Sistem Endokrin</a><!-- (26.8972)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/perubahan-fisiologis-masa-nifas-pada-sistem-perkemihan/" rel="bookmark">Perubahan Fisiologis Masa Nifas Pada Sistem Perkemihan</a><!-- (22.8634)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/perubahan-fisiologis-masa-nifas-pada-sistem-reproduksi-part-1/" rel="bookmark">Perubahan Fisiologis Masa Nifas Pada Sistem Reproduksi (Part 1)</a><!-- (22.6798)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/perubahan-fisiologis-masa-nifas-pada-sistem-pencernaan/" rel="bookmark">Perubahan Fisiologis Masa Nifas Pada Sistem Pencernaan</a><!-- (22.5592)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/perubahan-fisiologis-masa-nifas-pada-sistem-reproduksi-part-2/" rel="bookmark">Perubahan Fisiologis Masa Nifas Pada Sistem Reproduksi (Part 2)</a><!-- (21.1935)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/perubahan-fisiologis-masa-nifas-pada-sistem-muskuloskeletal/" rel="bookmark">Perubahan Fisiologis Masa Nifas Pada Sistem Muskuloskeletal</a><!-- (19.8081)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/perubahan-fisiologis-masa-nifas-pada-tanda-tanda-vital/" rel="bookmark">Perubahan Fisiologis Masa Nifas Pada Tanda-Tanda Vital</a><!-- (18.2337)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/konsep-dasar-masa-nifas/" rel="bookmark">Konsep Dasar Masa Nifas</a><!-- (8.25244)--></li>

	
</ol>


]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Volume darah normal yang diperlukan plasenta dan pembuluh darah uterin, meningkat selama kehamilan. Diuresis terjadi akibat adanya penurunan hormon estrogen, yang dengan cepat mengurangi volume plasma menjadi normal kembali. Meskipun kadar estrogen menurun selama nifas, namun kadarnya masih tetap tinggi daripada normal. Plasma darah tidak banyak mengandung cairan sehingga daya koagulasi meningkat.</p>
<p style="text-align: justify;">Aliran ini terjadi dalam 2-4 jam pertama setelah kelahiran bayi. Selama masa ini ibu mengeluarkan banyak sekali jumlah urin. Hilangnya progesteron membantu mengurangi retensi cairan yang melekat dengan meningkatnya vaskuler pada jaringan tersebut selama kehamilan bersama-sama dengan trauma selama persalinan.</p>
<p><span id="more-728"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Kehilangan darah pada persalinan per vaginam sekitar 300-400 cc, sedangkan kehilangan darah dengan persalinan seksio sesarea menjadi dua kali lipat. Perubahan yang terjadi terdiri dari volume darah dan hemokonsentrasi. Pada persalinan per vaginam, hemokonsentrasi akan naik dan pada persalinan seksio sesarea, hemokonsentrasi cenderung stabil dan kembali normal setelah 4-6 minggu.</p>
<p style="text-align: justify;">Pasca melahirkan, shunt akan hilang dengan tiba-tiba. Volume darah ibu relatif akan bertambah. Keadaan ini akan menimbulkan dekompensasi kordis pada penderita vitum cordia. Hal ini dapat diatasi dengan mekanisme kompensasi dengan timbulnya hemokonsentrasi sehingga volume darah kembali seperti sediakala. Pada umumnya, hal ini terjadi pada hari ketiga sampai kelima post patum.</p>
<p><strong>Referensi</strong><br />
Ambarwati, 2008. <em>Asuhan Kebidanan Nifas</em>. Yogyakarta: Mitra Cendikia. (hlm: 85-86).<br />
Kuliahbidan. 2008. <em>Perubahan dalam Masa Nifas.</em> kuliahbidan.wordpress.com/2008/09/19/perubahan-dalam-masa-nifas/  diunduh 6 Feb 2010, 02:25 PM.<br />
scribd.com/doc/16287636/ASUHAN-KEPERAWATAN-MATERNITAS<br />
diunduh 12 Feb 2010, 04:30 PM.<br />
scribd.com/doc/17226035/Post-Partum-Oke  diunduh 8 Feb 2010, 11:46 PM.<br />
scribd.com/doc/24817163/Postpartum-Normal diunduh 12 Feb 2010, 04:46 PM.</p>


<strong>Tulisan Sejenis :</strong>


<ol>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/perubahan-fisiologis-masa-nifas-pada-sistem-hematologi/" rel="bookmark">Perubahan Fisiologis Masa Nifas Pada Sistem Hematologi</a><!-- (27.0458)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/perubahan-fisiologis-masa-nifas-pada-sistem-endokrin/" rel="bookmark">Perubahan Fisiologis Masa Nifas Pada Sistem Endokrin</a><!-- (26.8972)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/perubahan-fisiologis-masa-nifas-pada-sistem-perkemihan/" rel="bookmark">Perubahan Fisiologis Masa Nifas Pada Sistem Perkemihan</a><!-- (22.8634)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/perubahan-fisiologis-masa-nifas-pada-sistem-reproduksi-part-1/" rel="bookmark">Perubahan Fisiologis Masa Nifas Pada Sistem Reproduksi (Part 1)</a><!-- (22.6798)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/perubahan-fisiologis-masa-nifas-pada-sistem-pencernaan/" rel="bookmark">Perubahan Fisiologis Masa Nifas Pada Sistem Pencernaan</a><!-- (22.5592)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/perubahan-fisiologis-masa-nifas-pada-sistem-reproduksi-part-2/" rel="bookmark">Perubahan Fisiologis Masa Nifas Pada Sistem Reproduksi (Part 2)</a><!-- (21.1935)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/perubahan-fisiologis-masa-nifas-pada-sistem-muskuloskeletal/" rel="bookmark">Perubahan Fisiologis Masa Nifas Pada Sistem Muskuloskeletal</a><!-- (19.8081)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/perubahan-fisiologis-masa-nifas-pada-tanda-tanda-vital/" rel="bookmark">Perubahan Fisiologis Masa Nifas Pada Tanda-Tanda Vital</a><!-- (18.2337)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/konsep-dasar-masa-nifas/" rel="bookmark">Konsep Dasar Masa Nifas</a><!-- (8.25244)--></li>

	
</ol>



<p><a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/poK1tOsGMpciDIeMJDkUIib8QTQ/0/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/poK1tOsGMpciDIeMJDkUIib8QTQ/0/di" border="0" ismap="true"></img></a><br/>
<a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/poK1tOsGMpciDIeMJDkUIib8QTQ/1/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/poK1tOsGMpciDIeMJDkUIib8QTQ/1/di" border="0" ismap="true"></img></a></p><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Lusa/~4/_8TBHNRDpc0" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.lusa.web.id/perubahan-fisiologis-masa-nifas-pada-sistem-kardiovaskuler/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.lusa.web.id/perubahan-fisiologis-masa-nifas-pada-sistem-kardiovaskuler/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Perubahan Fisiologis Masa Nifas Pada Sistem Hematologi</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Lusa/~3/IID2bFoC9e0/</link>
		<comments>http://www.lusa.web.id/perubahan-fisiologis-masa-nifas-pada-sistem-hematologi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Mar 2010 02:06:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lusa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Askeb III (Nifas)]]></category>
		<category><![CDATA[eritrosit]]></category>
		<category><![CDATA[fibrinogen]]></category>
		<category><![CDATA[hematokrit]]></category>
		<category><![CDATA[leukosit]]></category>
		<category><![CDATA[leukositosis]]></category>
		<category><![CDATA[nifas]]></category>
		<category><![CDATA[pembekuan darah]]></category>
		<category><![CDATA[persalinan lama]]></category>
		<category><![CDATA[plasenta]]></category>
		<category><![CDATA[plasma]]></category>
		<category><![CDATA[post partum]]></category>
		<category><![CDATA[sistem hematologi]]></category>
		<category><![CDATA[status gizi]]></category>
		<category><![CDATA[viskositas]]></category>
		<category><![CDATA[volume darah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.lusa.web.id/?p=727</guid>
		<description><![CDATA[Pada minggu-minggu terakhir kehamilan, kadar fibrinogen dan plasma serta faktor-faktor pembekuan darah meningkat. Pada hari pertama post partum, kadar fibrinogen dan plasma akan sedikit menurun tetapi darah lebih mengental dengan peningkatan viskositas sehingga meningkatkan faktor pembekuan darah.
Leukositosis adalah meningkatnya jumlah sel-sel darah putih sebanyak 15.000 selama persalinan. Jumlah leukosit akan tetap tinggi selama beberapa hari [...]

<strong>Tulisan Sejenis :</strong>


<ol>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/perubahan-fisiologis-masa-nifas-pada-sistem-kardiovaskuler/" rel="bookmark">Perubahan Fisiologis Masa Nifas Pada Sistem Kardiovaskuler</a><!-- (28.9524)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/perubahan-fisiologis-masa-nifas-pada-sistem-endokrin/" rel="bookmark">Perubahan Fisiologis Masa Nifas Pada Sistem Endokrin</a><!-- (24.959)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/perubahan-fisiologis-masa-nifas-pada-sistem-perkemihan/" rel="bookmark">Perubahan Fisiologis Masa Nifas Pada Sistem Perkemihan</a><!-- (23.2533)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/perubahan-fisiologis-masa-nifas-pada-sistem-reproduksi-part-2/" rel="bookmark">Perubahan Fisiologis Masa Nifas Pada Sistem Reproduksi (Part 2)</a><!-- (22.5796)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/perubahan-fisiologis-masa-nifas-pada-sistem-reproduksi-part-1/" rel="bookmark">Perubahan Fisiologis Masa Nifas Pada Sistem Reproduksi (Part 1)</a><!-- (20.951)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/perubahan-fisiologis-masa-nifas-pada-sistem-muskuloskeletal/" rel="bookmark">Perubahan Fisiologis Masa Nifas Pada Sistem Muskuloskeletal</a><!-- (20.2945)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/perubahan-fisiologis-masa-nifas-pada-sistem-pencernaan/" rel="bookmark">Perubahan Fisiologis Masa Nifas Pada Sistem Pencernaan</a><!-- (20.252)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/perubahan-fisiologis-masa-nifas-pada-tanda-tanda-vital/" rel="bookmark">Perubahan Fisiologis Masa Nifas Pada Tanda-Tanda Vital</a><!-- (18.8464)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/konsep-dasar-masa-nifas/" rel="bookmark">Konsep Dasar Masa Nifas</a><!-- (11.9257)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/masalah-menyusui-masa-pasca-persalinan-lanjut/" rel="bookmark">Masalah Menyusui Masa Pasca Persalinan Lanjut</a><!-- (5.47444)--></li>

	
</ol>


]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Pada minggu-minggu terakhir kehamilan, kadar fibrinogen dan plasma serta faktor-faktor pembekuan darah meningkat. Pada hari pertama post partum, kadar fibrinogen dan plasma akan sedikit menurun tetapi darah lebih mengental dengan peningkatan viskositas sehingga meningkatkan faktor pembekuan darah.</p>
<p style="text-align: justify;">Leukositosis adalah meningkatnya jumlah sel-sel darah putih sebanyak 15.000 selama persalinan. Jumlah leukosit akan tetap tinggi selama beberapa hari pertama masa post partum. Jumlah sel darah putih akan tetap bisa naik lagi sampai 25.000 hingga 30.000 tanpa adanya kondisi patologis jika wanita tersebut mengalami persalinan lama.</p>
<p><span id="more-727"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Pada awal post partum, jumlah hemoglobin, hematokrit dan eritrosit sangat bervariasi. Hal ini disebabkan volume darah, volume plasenta dan tingkat volume darah yang berubah-ubah. Tingkatan ini dipengaruhi oleh status gizi dan hidarasi dari wanita tersebut. Jika hematokrit pada hari pertama atau kedua lebih rendah dari titik 2 persen atau lebih tinggi daripada saat memasuki persalinan awal, maka pasien dianggap telah kehilangan darah yang cukup banyak. Titik 2 persen kurang lebih sama dengan kehilangan darah 500 ml darah.</p>
<p style="text-align: justify;">Penurunan volume dan peningkatan sel darah pada kehamilan diasosiasikan dengan peningkatan hematokrit dan hemoglobin pada hari ke 3-7 post partum dan akan normal dalam 4-5 minggu post partum.<br />
Jumlah kehilangan darah selama masa persalinan kurang lebih 200-500 ml, minggu pertama post partum berkisar 500-800 ml dan selama sisa masa nifas berkisar 500 ml.</p>
<p><strong>Referensi </strong><br />
Ambarwati, 2008. <em>Asuhan Kebidanan Nifas</em>. Yogyakarta: Mitra Cendikia. (hlm: 86).<br />
Kuliahbidan. 2008. <em>Perubahan dalam Masa Nifas</em>. kuliahbidan.wordpress.com/2008/09/19/perubahan-dalam-masa-nifas/  diunduh 6 Feb 2010, 02:25 PM.<br />
Saleha, 2009. <em>Asuhan Kebidanan Pada Masa Nifas</em>. Jakarta: Salemba Medika (hlm: 61-62).</p>


<strong>Tulisan Sejenis :</strong>


<ol>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/perubahan-fisiologis-masa-nifas-pada-sistem-kardiovaskuler/" rel="bookmark">Perubahan Fisiologis Masa Nifas Pada Sistem Kardiovaskuler</a><!-- (28.9524)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/perubahan-fisiologis-masa-nifas-pada-sistem-endokrin/" rel="bookmark">Perubahan Fisiologis Masa Nifas Pada Sistem Endokrin</a><!-- (24.959)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/perubahan-fisiologis-masa-nifas-pada-sistem-perkemihan/" rel="bookmark">Perubahan Fisiologis Masa Nifas Pada Sistem Perkemihan</a><!-- (23.2533)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/perubahan-fisiologis-masa-nifas-pada-sistem-reproduksi-part-2/" rel="bookmark">Perubahan Fisiologis Masa Nifas Pada Sistem Reproduksi (Part 2)</a><!-- (22.5796)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/perubahan-fisiologis-masa-nifas-pada-sistem-reproduksi-part-1/" rel="bookmark">Perubahan Fisiologis Masa Nifas Pada Sistem Reproduksi (Part 1)</a><!-- (20.951)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/perubahan-fisiologis-masa-nifas-pada-sistem-muskuloskeletal/" rel="bookmark">Perubahan Fisiologis Masa Nifas Pada Sistem Muskuloskeletal</a><!-- (20.2945)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/perubahan-fisiologis-masa-nifas-pada-sistem-pencernaan/" rel="bookmark">Perubahan Fisiologis Masa Nifas Pada Sistem Pencernaan</a><!-- (20.252)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/perubahan-fisiologis-masa-nifas-pada-tanda-tanda-vital/" rel="bookmark">Perubahan Fisiologis Masa Nifas Pada Tanda-Tanda Vital</a><!-- (18.8464)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/konsep-dasar-masa-nifas/" rel="bookmark">Konsep Dasar Masa Nifas</a><!-- (11.9257)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/masalah-menyusui-masa-pasca-persalinan-lanjut/" rel="bookmark">Masalah Menyusui Masa Pasca Persalinan Lanjut</a><!-- (5.47444)--></li>

	
</ol>



<p><a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/9Em_BLgY3oR1tZQDBwxQYJLGQxg/0/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/9Em_BLgY3oR1tZQDBwxQYJLGQxg/0/di" border="0" ismap="true"></img></a><br/>
<a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/9Em_BLgY3oR1tZQDBwxQYJLGQxg/1/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/9Em_BLgY3oR1tZQDBwxQYJLGQxg/1/di" border="0" ismap="true"></img></a></p><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Lusa/~4/IID2bFoC9e0" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.lusa.web.id/perubahan-fisiologis-masa-nifas-pada-sistem-hematologi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.lusa.web.id/perubahan-fisiologis-masa-nifas-pada-sistem-hematologi/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Perubahan Fisiologis Masa Nifas Pada Tanda-Tanda Vital</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Lusa/~3/jJvO-kEVJeA/</link>
		<comments>http://www.lusa.web.id/perubahan-fisiologis-masa-nifas-pada-tanda-tanda-vital/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Mar 2010 09:34:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lusa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Askeb III (Nifas)]]></category>
		<category><![CDATA[bradikardi]]></category>
		<category><![CDATA[infeksi post partum]]></category>
		<category><![CDATA[inpartu]]></category>
		<category><![CDATA[jantung]]></category>
		<category><![CDATA[mastitis]]></category>
		<category><![CDATA[nadi]]></category>
		<category><![CDATA[perdarahan post partum]]></category>
		<category><![CDATA[pernafasan]]></category>
		<category><![CDATA[post partum]]></category>
		<category><![CDATA[pre eklamsia]]></category>
		<category><![CDATA[suhu badan]]></category>
		<category><![CDATA[syok]]></category>
		<category><![CDATA[tanda-tanda vital]]></category>
		<category><![CDATA[tekanan darah]]></category>
		<category><![CDATA[traktus genetalis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.lusa.web.id/?p=726</guid>
		<description><![CDATA[Pada masa nifas, tanda-tanda vital yang harus dikaji antara lain:

Suhu badan.
Nadi.
Tekanan darah.
Pernafasan.

Suhu badan.
Suhu tubuh wanita inpartu tidak lebih dari 37,2 derajat Celcius. Pasca melahirkan, suhu tubuh dapat naik kurang lebih 0,5 derajat Celcius dari keadaan normal. Kenaikan suhu badan ini akibat dari kerja keras sewaktu melahirkan, kehilangan cairan maupun kelelahan. Kurang lebih pada hari ke-4 [...]

<strong>Tulisan Sejenis :</strong>


<ol>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/perubahan-fisiologis-masa-nifas-pada-sistem-hematologi/" rel="bookmark">Perubahan Fisiologis Masa Nifas Pada Sistem Hematologi</a><!-- (20.8105)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/perubahan-fisiologis-masa-nifas-pada-sistem-perkemihan/" rel="bookmark">Perubahan Fisiologis Masa Nifas Pada Sistem Perkemihan</a><!-- (20.2781)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/perubahan-fisiologis-masa-nifas-pada-sistem-kardiovaskuler/" rel="bookmark">Perubahan Fisiologis Masa Nifas Pada Sistem Kardiovaskuler</a><!-- (20.2034)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/perubahan-fisiologis-masa-nifas-pada-sistem-endokrin/" rel="bookmark">Perubahan Fisiologis Masa Nifas Pada Sistem Endokrin</a><!-- (19.2413)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/perubahan-fisiologis-masa-nifas-pada-sistem-pencernaan/" rel="bookmark">Perubahan Fisiologis Masa Nifas Pada Sistem Pencernaan</a><!-- (18.8837)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/perubahan-fisiologis-masa-nifas-pada-sistem-muskuloskeletal/" rel="bookmark">Perubahan Fisiologis Masa Nifas Pada Sistem Muskuloskeletal</a><!-- (17.8411)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/perubahan-fisiologis-masa-nifas-pada-sistem-reproduksi-part-2/" rel="bookmark">Perubahan Fisiologis Masa Nifas Pada Sistem Reproduksi (Part 2)</a><!-- (16.9395)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/perubahan-fisiologis-masa-nifas-pada-sistem-reproduksi-part-1/" rel="bookmark">Perubahan Fisiologis Masa Nifas Pada Sistem Reproduksi (Part 1)</a><!-- (15.9002)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/konsep-dasar-masa-nifas/" rel="bookmark">Konsep Dasar Masa Nifas</a><!-- (10.9229)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/tanda-bahaya-trimester-i/" rel="bookmark">Tanda Bahaya Trimester I</a><!-- (9.03983)--></li>

	
</ol>


]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada masa nifas, tanda-tanda vital yang harus dikaji antara lain:</p>
<ol>
<li>Suhu badan.</li>
<li>Nadi.</li>
<li>Tekanan darah.</li>
<li>Pernafasan.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;"><strong>Suhu badan.</strong><br />
Suhu tubuh wanita inpartu tidak lebih dari 37,2 derajat Celcius. Pasca melahirkan, suhu tubuh dapat naik kurang lebih 0,5 derajat Celcius dari keadaan normal. Kenaikan suhu badan ini akibat dari kerja keras sewaktu melahirkan, kehilangan cairan maupun kelelahan. Kurang lebih pada hari ke-4 post partum, suhu badan akan naik lagi. Hal ini diakibatkan ada pembentukan ASI, kemungkinan payudara membengkak, maupun kemungkinan infeksi pada endometrium, mastitis, traktus genetalis ataupun sistem lain. Apabila kenaikan suhu di atas 38 derajat celcius, waspada terhadap infeksi post partum.</p>
<p><span id="more-726"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Nadi.</strong><br />
Denyut nadi normal pada orang dewasa 60-80 kali per menit. Pasca melahirkan, denyut nadi dapat menjadi bradikardi maupun lebih cepat. Denyut nadi yang melebihi 100 kali per menit, harus waspada kemungkinan infeksi atau perdarahan post partum.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Tekanan darah.</strong><br />
Tekanan darah adalah tekanan yang dialami darah pada pembuluh arteri ketika darah dipompa oleh jantung ke seluruh anggota tubuh manusia. Tekanan darah normal manusia adalah sistolik antara 90-120 mmHg dan diastolik 60-80 mmHg. Pasca melahirkan pada kasus normal, tekanan darah biasanya tidak berubah. Perubahan tekanan darah menjadi lebih rendah pasca melahirkan dapat diakibatkan oleh perdarahan. Sedangkan tekanan darah tinggi pada post partum merupakan tanda terjadinya pre eklamsia post partum. Namun demikian, hal tersebut sangat jarang terjadi.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pernafasan.</strong><br />
Frekuensi pernafasan normal pada orang dewasa adalah 16-24 kali per menit. Pada ibu post partum umumnya pernafasan lambat atau normal. Hal ini dikarenakan ibu dalam keadaan pemulihan atau dalam kondisi istirahat. Keadaan pernafasan selalu berhubungan dengan keadaan suhu dan denyut nadi. Bila suhu nadi tidak normal, pernafasan juga akan mengikutinya, kecuali apabila ada gangguan khusus pada saluran nafas. Bila pernafasan pada masa post partum menjadi lebih cepat, kemungkinan ada tanda-tanda syok.</p>
<p><strong>Referensi</strong><br />
Ambarwati, 2008. <em>Asuhan Kebidanan Nifas</em>. Yogyakarta: Mitra Cendikia. (hlm: 84-85).<br />
Anam. 2009. <em>Pemeriksaan Frekwensi Pernafasan</em>. anam56.blogspot.com/2009/01/d.html diunduh 28 Feb. 2010, 3:20 PM.<br />
Kuliahbidan. 2008. <em>Perubahan dalam Masa Nifas</em>. kuliahbidan.wordpress.com/2008/09/19/perubahan-dalam-masa-nifas/  diunduh 6 Feb. 2010, 02:25 PM.<br />
Saleha, 2009. <em>Asuhan Kebidanan Pada Masa Nifas</em>. Jakarta: Salemba Medika (hlm: 61).<br />
shvoong.com/medicine-and-health/m-genetics/1895771-jurus-mengatasi-darah-tinggi-hipertensi/  diunduh 28 Feb. 2010, 11.05 AM.<br />
Suherni, 2007. <em>Perawatan Masa Nifas</em>. Yogyakarta: Fitramaya. (hlm: 83-84).</p>


<strong>Tulisan Sejenis :</strong>


<ol>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/perubahan-fisiologis-masa-nifas-pada-sistem-hematologi/" rel="bookmark">Perubahan Fisiologis Masa Nifas Pada Sistem Hematologi</a><!-- (20.8105)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/perubahan-fisiologis-masa-nifas-pada-sistem-perkemihan/" rel="bookmark">Perubahan Fisiologis Masa Nifas Pada Sistem Perkemihan</a><!-- (20.2781)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/perubahan-fisiologis-masa-nifas-pada-sistem-kardiovaskuler/" rel="bookmark">Perubahan Fisiologis Masa Nifas Pada Sistem Kardiovaskuler</a><!-- (20.2034)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/perubahan-fisiologis-masa-nifas-pada-sistem-endokrin/" rel="bookmark">Perubahan Fisiologis Masa Nifas Pada Sistem Endokrin</a><!-- (19.2413)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/perubahan-fisiologis-masa-nifas-pada-sistem-pencernaan/" rel="bookmark">Perubahan Fisiologis Masa Nifas Pada Sistem Pencernaan</a><!-- (18.8837)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/perubahan-fisiologis-masa-nifas-pada-sistem-muskuloskeletal/" rel="bookmark">Perubahan Fisiologis Masa Nifas Pada Sistem Muskuloskeletal</a><!-- (17.8411)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/perubahan-fisiologis-masa-nifas-pada-sistem-reproduksi-part-2/" rel="bookmark">Perubahan Fisiologis Masa Nifas Pada Sistem Reproduksi (Part 2)</a><!-- (16.9395)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/perubahan-fisiologis-masa-nifas-pada-sistem-reproduksi-part-1/" rel="bookmark">Perubahan Fisiologis Masa Nifas Pada Sistem Reproduksi (Part 1)</a><!-- (15.9002)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/konsep-dasar-masa-nifas/" rel="bookmark">Konsep Dasar Masa Nifas</a><!-- (10.9229)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/tanda-bahaya-trimester-i/" rel="bookmark">Tanda Bahaya Trimester I</a><!-- (9.03983)--></li>

	
</ol>



<p><a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/RsW3rGc-iD-Qdr3Lw2BQQ6qXByU/0/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/RsW3rGc-iD-Qdr3Lw2BQQ6qXByU/0/di" border="0" ismap="true"></img></a><br/>
<a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/RsW3rGc-iD-Qdr3Lw2BQQ6qXByU/1/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/RsW3rGc-iD-Qdr3Lw2BQQ6qXByU/1/di" border="0" ismap="true"></img></a></p><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Lusa/~4/jJvO-kEVJeA" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.lusa.web.id/perubahan-fisiologis-masa-nifas-pada-tanda-tanda-vital/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.lusa.web.id/perubahan-fisiologis-masa-nifas-pada-tanda-tanda-vital/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Perubahan Fisiologis Masa Nifas Pada Sistem Endokrin</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Lusa/~3/4eVkJ_nsFB4/</link>
		<comments>http://www.lusa.web.id/perubahan-fisiologis-masa-nifas-pada-sistem-endokrin/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Feb 2010 03:11:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lusa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Askeb III (Nifas)]]></category>
		<category><![CDATA[asi]]></category>
		<category><![CDATA[estrogen]]></category>
		<category><![CDATA[FSH]]></category>
		<category><![CDATA[hipotalamik pituitary ovarium]]></category>
		<category><![CDATA[hormon pituitary]]></category>
		<category><![CDATA[hormon plasenta]]></category>
		<category><![CDATA[human chorionic gonadotropin]]></category>
		<category><![CDATA[Human placental lactogen]]></category>
		<category><![CDATA[involusio uteri]]></category>
		<category><![CDATA[kehamilan]]></category>
		<category><![CDATA[kontraksi]]></category>
		<category><![CDATA[LH]]></category>
		<category><![CDATA[menstruasi]]></category>
		<category><![CDATA[oksitosin]]></category>
		<category><![CDATA[ovulasi]]></category>
		<category><![CDATA[persalinan]]></category>
		<category><![CDATA[plasenta]]></category>
		<category><![CDATA[post patum]]></category>
		<category><![CDATA[progesteron]]></category>
		<category><![CDATA[prolaktin]]></category>
		<category><![CDATA[sistem endokrin]]></category>
		<category><![CDATA[uterus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.lusa.web.id/?p=725</guid>
		<description><![CDATA[Selama proses kehamilan dan persalinan terdapat perubahan pada sistem endokrin. Hormon-hormon yang berperan pada proses tersebut, antara lain:

Hormon plasenta.
Hormon pituitary.
Hipotalamik pituitary ovarium.
Hormon oksitosin.
Hormon estrogen dan progesteron.


Hormon plasenta.
Pengeluaran plasenta menyebabkan penurunan hormon yang diproduksi oleh plasenta. Hormon plasenta menurun dengan cepat pasca persalinan. Penurunan hormon plasenta (human placental lactogen) menyebabkan kadar gula darah menurun pada masa [...]

<strong>Tulisan Sejenis :</strong>


<ol>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/perubahan-fisiologis-masa-nifas-pada-sistem-kardiovaskuler/" rel="bookmark">Perubahan Fisiologis Masa Nifas Pada Sistem Kardiovaskuler</a><!-- (26.8369)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/perubahan-fisiologis-masa-nifas-pada-sistem-reproduksi-part-1/" rel="bookmark">Perubahan Fisiologis Masa Nifas Pada Sistem Reproduksi (Part 1)</a><!-- (26.4372)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/perubahan-fisiologis-masa-nifas-pada-sistem-hematologi/" rel="bookmark">Perubahan Fisiologis Masa Nifas Pada Sistem Hematologi</a><!-- (24.4751)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/perubahan-fisiologis-masa-nifas-pada-sistem-reproduksi-part-2/" rel="bookmark">Perubahan Fisiologis Masa Nifas Pada Sistem Reproduksi (Part 2)</a><!-- (22.9398)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/perubahan-fisiologis-masa-nifas-pada-sistem-pencernaan/" rel="bookmark">Perubahan Fisiologis Masa Nifas Pada Sistem Pencernaan</a><!-- (22.3434)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/perubahan-fisiologis-masa-nifas-pada-sistem-perkemihan/" rel="bookmark">Perubahan Fisiologis Masa Nifas Pada Sistem Perkemihan</a><!-- (21.3339)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/perubahan-fisiologis-masa-nifas-pada-sistem-muskuloskeletal/" rel="bookmark">Perubahan Fisiologis Masa Nifas Pada Sistem Muskuloskeletal</a><!-- (19.8817)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/perubahan-fisiologis-masa-nifas-pada-tanda-tanda-vital/" rel="bookmark">Perubahan Fisiologis Masa Nifas Pada Tanda-Tanda Vital</a><!-- (15.9874)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/proses-laktasi/" rel="bookmark">Proses Laktasi</a><!-- (12.6439)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/konsep-dasar-masa-nifas/" rel="bookmark">Konsep Dasar Masa Nifas</a><!-- (9.2888)--></li>

	
</ol>


]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Selama proses kehamilan dan persalinan terdapat perubahan pada sistem endokrin. Hormon-hormon yang berperan pada proses tersebut, antara lain:</p>
<ol>
<li>Hormon plasenta.</li>
<li>Hormon pituitary.</li>
<li>Hipotalamik pituitary ovarium.</li>
<li>Hormon oksitosin.</li>
<li>Hormon estrogen dan progesteron.</li>
</ol>
<p><span id="more-725"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Hormon plasenta.</strong><br />
Pengeluaran plasenta menyebabkan penurunan hormon yang diproduksi oleh plasenta. Hormon plasenta menurun dengan cepat pasca persalinan. Penurunan hormon plasenta (human placental lactogen) menyebabkan kadar gula darah menurun pada masa nifas. Human Chorionic Gonadotropin (HCG) menurun dengan cepat dan menetap sampai 10% dalam 3 jam hingga hari ke-7 post partum dan sebagai onset pemenuhan mamae pada hari ke-3 post partum.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Hormon pituitary.</strong><br />
Hormon pituitary antara lain: hormon prolaktin, FSH dan LH. Hormon prolaktin darah meningkat dengan cepat, pada wanita tidak menyusui menurun dalam waktu 2 minggu. Hormon prolaktin berperan dalam pembesaran payudara untuk merangsang produksi susu. FSH dan LH meningkat pada fase konsentrasi folikuler pada minggu ke-3, dan LH tetap rendah hingga ovulasi terjadi.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Hipotalamik pituitary ovarium.</strong><br />
Hipotalamik pituitary ovarium akan mempengaruhi lamanya mendapatkan menstruasi pada wanita yang menyusui maupun yang tidak menyusui. Pada wanita manyusui mendapatkan menstruasi pada 6 minggu pasca melahirkan berkisar 16% dan 45% setelah 12 minggu pasca melahirkan. Sedangkan pada wanita yang tidak menyusui, akan mendapatkan menstruasi berkisar 40% setelah 6 minggu pasca melahirkan dan 90% setelah 24 minggu.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Hormon oksitosin.</strong><br />
Hormon oksitosin disekresikan dari kelenjar otak bagian belakang, bekerja terhadap otot uterus dan jaringan payudara. Selama tahap ketiga persalinan, hormon oksitosin berperan dalam pelepasan plasenta dan mempertahankan kontraksi, sehingga mencegah perdarahan. Isapan bayi dapat merangsang produksi ASI dan sekresi oksitosin, sehingga dapat membantu involusi uteri.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Hormon estrogen dan progesteron.</strong><br />
Volume darah normal selama kehamilan, akan meningkat. Hormon estrogen yang tinggi memperbesar hormon anti diuretik yang dapat meningkatkan volume darah. Sedangkan hormon progesteron mempengaruhi otot halus yang mengurangi perangsangan dan peningkatan pembuluh darah. Hal ini mempengaruhi saluran kemih, ginjal, usus, dinding vena, dasar panggul, perineum dan vulva serta vagina.</p>
<p><strong>Referensi</strong><br />
Ambarwati, 2008. <em>Asuhan Kebidanan Nifas</em>. Yogyakarta: Mitra Cendikia. (hlm: 82-84).<br />
Kuliahbidan. 2008. <em>Perubahan dalam Masa Nifas</em>. kuliahbidan.wordpress.com/2008/09/19/perubahan-dalam-masa-nifas/  diunduh 6 Feb 2010, 02:25 PM.<br />
scribd.com/doc/17226035/Post-Partum-Oke  diunduh 8 Feb 2010, 11:46 PM.<br />
scribd.com/doc/24817163/Postpartum-Normal diunduh 12 Feb 2010, 04:46 PM.<br />
Saleha, 2009. <em>Asuhan Kebidanan Pada Masa Nifas</em>. Jakarta: Salemba Medika (hlm: 60).</p>


<strong>Tulisan Sejenis :</strong>


<ol>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/perubahan-fisiologis-masa-nifas-pada-sistem-kardiovaskuler/" rel="bookmark">Perubahan Fisiologis Masa Nifas Pada Sistem Kardiovaskuler</a><!-- (26.8369)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/perubahan-fisiologis-masa-nifas-pada-sistem-reproduksi-part-1/" rel="bookmark">Perubahan Fisiologis Masa Nifas Pada Sistem Reproduksi (Part 1)</a><!-- (26.4372)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/perubahan-fisiologis-masa-nifas-pada-sistem-hematologi/" rel="bookmark">Perubahan Fisiologis Masa Nifas Pada Sistem Hematologi</a><!-- (24.4751)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/perubahan-fisiologis-masa-nifas-pada-sistem-reproduksi-part-2/" rel="bookmark">Perubahan Fisiologis Masa Nifas Pada Sistem Reproduksi (Part 2)</a><!-- (22.9398)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/perubahan-fisiologis-masa-nifas-pada-sistem-pencernaan/" rel="bookmark">Perubahan Fisiologis Masa Nifas Pada Sistem Pencernaan</a><!-- (22.3434)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/perubahan-fisiologis-masa-nifas-pada-sistem-perkemihan/" rel="bookmark">Perubahan Fisiologis Masa Nifas Pada Sistem Perkemihan</a><!-- (21.3339)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/perubahan-fisiologis-masa-nifas-pada-sistem-muskuloskeletal/" rel="bookmark">Perubahan Fisiologis Masa Nifas Pada Sistem Muskuloskeletal</a><!-- (19.8817)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/perubahan-fisiologis-masa-nifas-pada-tanda-tanda-vital/" rel="bookmark">Perubahan Fisiologis Masa Nifas Pada Tanda-Tanda Vital</a><!-- (15.9874)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/proses-laktasi/" rel="bookmark">Proses Laktasi</a><!-- (12.6439)--></li>

	
	<li><a href="http://www.lusa.web.id/konsep-dasar-masa-nifas/" rel="bookmark">Konsep Dasar Masa Nifas</a><!-- (9.2888)--></li>

	
</ol>



<p><a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/S3s0qO2MpVF9QmfwLD62bpP4VnI/0/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/S3s0qO2MpVF9QmfwLD62bpP4VnI/0/di" border="0" ismap="true"></img></a><br/>
<a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/S3s0qO2MpVF9QmfwLD62bpP4VnI/1/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/S3s0qO2MpVF9QmfwLD62bpP4VnI/1/di" border="0" ismap="true"></img></a></p><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Lusa/~4/4eVkJ_nsFB4" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.lusa.web.id/perubahan-fisiologis-masa-nifas-pada-sistem-endokrin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.lusa.web.id/perubahan-fisiologis-masa-nifas-pada-sistem-endokrin/</feedburner:origLink></item>
	</channel>
</rss><!-- Dynamic page generated in 2.430 seconds. --><!-- Cached page generated by WP-Super-Cache on 2010-03-11 13:38:32 -->
