<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-9109038426511020586</id><updated>2024-11-01T00:17:22.660-07:00</updated><category term="Aturan"/><category term="Contoh"/><category term="Proposal"/><category term="Sekilas"/><title type='text'>Ma&#39;arif Classroom Action Research Community</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://mcarco.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9109038426511020586/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mcarco.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Ali Mahrus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06352167429543607151</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhjGf8VFX5qlWNH2z_gLvZaA3HRMwG2ZCoif_mgRKRGDCvjTSLR4q2lR2CyqRxAO__9A8gor3-5gvLzxDA9wc74-1J7QdbCkvWqo7-MIMR9F9Ow5NWdKq8bJKTiSpf2w0c/s113/IMG_0073.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>5</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9109038426511020586.post-7334497540563538476</id><published>2010-08-03T20:23:00.000-07:00</published><updated>2010-08-03T20:27:35.624-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Aturan"/><title type='text'>Proses Penelitian Tindakan Kelas (PTK)</title><content type='html'>Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, bahwa keseluruhan proses PTK selengkapnya terdiri atas tahapan-tahapan seperti yang dilukiskan pada Bagan 02, yang pada pokoknya terdiri dari empat tahapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Refleksi Awal, Gagasan Umum, Penelaahan Lapangan, dan Tema Kepedulian&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; &lt;table&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td&gt; Keempat tahapan berpikir ini adalah langkah awal yang merupakan akumulasi dan rasa ketidakpuasan seorang Guru atau hasil renungannya terhadap kinerja yang dilakukan. Refleksi awal tidak lain merupakan latar belakang masalah untuk melahirkan gagasan umum. Penelaahan lapangan adalah keberhasilan dalam mengidentifikasi permasalahan yang ada. Menganalisis sumber  &lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;script type=&quot;text/javascript&quot;&gt;&lt;!--
google_ad_client = &quot;pub-6907603241689177&quot;;
/* 300x250, dibuat 10/07/19 */
google_ad_slot = &quot;8355091870&quot;;
google_ad_width = 300;
google_ad_height = 250;
google_language = &quot;en&quot;;
//--&gt;
&lt;/script&gt; &lt;script type=&quot;text/javascript&quot;
src=&quot;http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js&quot;&gt;
&lt;/script&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;penyebabnya, dan berdasarkan logika ilmiah diwujudkanlah tema kepedulian yang merupakan permasalahan pokok yang akan diteliti. Agar hasil penelaahan lapangan dapat seakurat mungkin, maka Guru dianjurkan menyimak kepustakaan penelitian pendidikan (jurnal dan buku sumber) dan pengalaman pribadinya. Hal ini akan membantu kerja yang lebih tepat. Di samping itu, kajian kepustakaan akan menyadarkan Guru ke arah kesiapan pengenalan nilai-nilai pendidikan, nilai-nilai sosial, minat siswa dan atau kelompok kerjanya, yang semuanya akan mempengaruhi rasionalitas, keterbukaan, dan keserasian kerja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai ilustrasi, misalkan seorang Guru Biologi sangat peduli terhadap hasil belajar siswanya yang selalu terpuruk (dilihat dari nilai formatif, sumatif, dan ebtanas). Guru mulai bertanya-tanya mengapa nilai siswa selalu buruk? Padahal pembelajaran telah dilakukan sesuai dengan tuntutan kurikulum, banyak pembahasan masalah-masalah nyata, sering ulangan, dan sebagainya. Setelah diselidiki lebih jauh, misalnya dengan mengadakan wawancara pada beberapa siswa, terungkap bahwa siswa kurang puas dengan model pembelajaran diskusi biasa yang diterapkan selama ini. Disinyalir bahwa Guru tidak pernah mengubah cara memfasilitasi pembelajaran, tidak pernah mengajak siswa bereksperimen atau penyelidikan. Berdasarkan data tersebut, Guru mulai memikirkan tema kepeduliannya, misalnya Penerapan Model Problem-Based Learning Sebagai Upaya Peningkatan Kompetensi Dasar Siswa Pada Bidang Studi Biologi. Rumusan-rumusan tema tersebut selanjutnya dijabarkan ke dalam rumusan masalah, misalnya apakah penerapan model Problem-Based Learning dapat meningkatkan kompetensi dasar siswa? Bagaimana respon siswa terhadap pembelajaran biologi dengan model Problem-Based Learning? Untuk menjawab permasalahan-permasalahan tersebut, Guru hendaknya menyimak tentang peranan Model Problem-Based Learning dalam peningkatan kompetensi dasar siswa, sehingga dia dapat merumuskan hipotesis tindakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Perencanaan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perencanaan selalu mengacu kepada tindakan apa yang dilakukan, dengan mempertimbangkan keadaan dan suasana obyektif dan subyektif. Dalam perencanaan tersebut, perlu dipertimbangkan tindakan khusus apa yang dilakukan, apa tujuannya. Mengenai apa, siapa melakukan, bagaimana melakukan, dan apa hasil yang diharapkan. Setelah pertimbangan itu dilakukan, maka selanjutnya disusun gagasan-gagasan dalam bentuk rencana yang dirinci. Kemudian gagasan-gagasan itu diperhalus, hal-hal yang tidak penting dihilangkan, pusatkan perhatian pada hal yang paling penting dan bermanfaat bagi upaya perbaikan yang dipikirkan. Sebainya perencanaan tersebut didiskusikan dengan Guru yang lain unutk memperoleh masukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berkaitan dengan contoh permasalahan dan tema kepedulian yang telah diuarikan tersebut, alternatif perencanaan untuk melaksanakan PTK adalah menyiapkan rancangan pembelajaran dan lembaran kerja siswa dengan model Problem-Based Learning, mengalokasikan waktu sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran model Problem-Based Learning, menyiapkan pedoman observasi, pedoman penilaian kinerja, , menyiapkan tes kompetensi kognitif, menyiapkan tes sikap, meyiapkan format observasi, menyiapkan angket respon siswa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Pelaksanaan Tindakan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika perencanan yang telah dirumuskan sebelumnya merupakan perencanaan yang cukup matang, maka proses tindakan semata-mata merupakan pelaksanaan perencanaan itu. Namun, kenyataan dalam praktik tidak sesederhana yang dipikirkan. Oleh sebab itu, pelaksanaan tindakan boleh jadi berubah atau dimodifikasi sesuai dengan keperluan di lapangan. Tetapi jangan sampai modifikasi yang dilakukan terlalu jauh menyimpang. Jika perencanaan yang telah dirumuskan tidak dilaksanakan, maka Guru hendaknya merumuskan perencanaan kembali sesuai dengan fakta baru yang diperoleh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesuai dengan contoh permasalahan yang diuraikan sebelumnya, maka tindakan dapat dilakukan sesuai dengan berikut. Pertama-tama Guru menyajikan permasalahan kepada siswa. Selanjutnya, dia bisa memulai pembelajaran dengan langkah-langkah sesuai dengan model Problem-Based Learning. Jika perencanaan telah menetapkan pelaksanaan asesmen kinerja diadakan setiap kali pertemuan, lakukanlah asesmen kinerja tersebut dengan seksama. Hasil asesmen dianalisis sekaligus diberi komentar pada masing-masing konsep yang menjadi materi kinerja para siswa. Komentar hendaknya menyatakan penilaian kuantitatif pada setiap tahap yang dikehendaki secara logis. Komentar berikut nilai dikembalikan kepada siswa untuk dibahas pada pertemuan berikutnya. Agar waktunya efisien, maka diadakan identifikasi kesalah pahaman siswa sekaligus dapat dikelompokkan jenis-jenis kesalah pahaman tersebut. Setelah pembahasan tentang hasil asesmen tersebut selesai, mulailah pembelajaran topik baru, dan demikian seterusnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Observasi dan Evaluasi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal yang tidak bisa dilupakan, bahwa sambil melakukan tindakan hendaknya juga dilakukan pemantauan secara cermat tentang apa yang terjadi. Dalam pemantauan itu, lakukan pencatatan-pencatatan sesuai dengan form yang telah disiapkan. Catat pula gagasan-gagasan dan kesan-kesan yang muncul, dan segala sesuatu yang benar-benar terjadi dalam proses pembelajaran. Secara teknis operasional, kegiatan pemantauan dapat dilakukan oleh Guru lain. Di sinilah letak kerja kolaborasi antar profesi. Namun, jika petugas pemantau itu bukan rekanan peneliti, sebaiknya diadakan sosialisasi materi pemantauan untuk menjaga agar data yang dikumpulkan tidak terpengaruh minat pribadinya. Untuk memperoleh data yang lebih obyektif, Guru dapat menggunakan alat-alat optik atau elektronik, seperti kamera, perekam video, atau perekam suara. Pada setiap kali akan mengakhiri penggalan kegiatan, lakukanlah evaluasi terhadap hal-hal yang telah direncanakan. Jika observasi berfungsi untuk mengenali kualitas proses tindakan, maka evaluasi berperanan untuk mendeskripsikan hasil tindakan yang secara optimis telah dirumuskan melalui tujuan tindakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seacara ilustratif, berkaitan dengan contoh permasalahan yang telah diungkapkan sebelumnya, maka pemantauan dilakukan untuk mengamati selama pembelajaran, mengamati interaksi selama proses penyelidikan berlangsung, mengamati respon siswa terhadap proses pembelajaran. Sedangkan evaluasi ditujukan kepada hasil belajar siswa melalui asesmen kinerja, portofolio, tes, dan respon siswa melalui penyebaran angket.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. Refleksi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Refleksi adalah suatu upaya untuk mengkaji apa yang telah terjadi, yang telah dihasilkan, atau apa yang belum dihasilkan, atau apa yang belum tuntas dari langkah atau upaya yang telah dilakukan. Dengan perkataan lain, refleksi merupakan pengkajian terhadap keberhasilan atau kegagalan pencapaian tujuan. Untuk maksud ini, Guru hendaknya terlebih dahulu menentukan kriteria keberhasilan. Refleksi terdiri atas 5 komponen, yaitu Analisis; Sintesis; Pemaknaan; Penjelasan; dan Penyusunan Kesimpulan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelima komponen itu dapat terjadi secara berurutan, atau terjadi bersamaan. Apabila Guru selaku pelaksana PTK telah memiliki gambaran menyeluruh mengenai apa yang terjadi pada fase sebelumnya, maka kalau dia ingin melanjutkan tindakan berikutnya, dia harus memikirkan faktor-faktor penyebabnya. Pengkajian seperti itu dilakukan dengan tetap memperhatikan ke seluruhan tema kepedulian PTK yang sedang berjalan dan tentu saja dengan memperhatikan tujuan yang ingin dicapai atau perubahan yang diharapkan. Dalam rangka menetapkan tindakan selanjutnya, Guru hendaknya jangan semata-mata terpaku kepada faktor-faktor penyebab yang berhasil dianalisis, tetapi yang lebih penting adalah penetapan langkah berikutnya merupakan hasil renungan kembali mengenai kekuatan dan kelemahan tindakan yang telah dilakukan, perkiraan peluang yang akan diperoleh, kendala atau kesulitan bahkan ancaman yang mungkin dihadapi. Hasil refleksi hendaknya didiskusikan sebelum diambil suatu keputusan, lebih-lebih hasil refleksi yang akan digunakan sebagai dasar kesimpulan dan rekomendasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berikut disajikan contoh ilustrasi refleksi. Misalkan hasil observasi terungkap bahwa dari strategi (misalkan diskusi kelas) yang telah digunakan dalam pembelajaran, ternyata siswa ribut, kurang bertanggung jawab, kesiapannya kurang. Hasil observasi terhadap proses pembahasan hasil asesmen diperoleh data bahwa siswa kurang aktif berinteraksi terhadap materi pelajaran, temannya, dan terhadap Guru. Hasil analisis kompetnsinya terungkap masih rendah (belum mencapai target minimal). Respon siswa tidak bisa mengikuti pembelajaran secara optimal dalam waktu singkat, sulit mendapat giliran dalam diskusi kelas, tidak ada kesesuaian antara materi diskusi dengan materi tes, dan lain-lain. Terhadap semua data tersebut, maka Guru melakukan refleksi. Misalnya diskusi kelas diubah menjadi diskusi kelompok, lebih banyak menyiapkan pertanyaan-pertanyaan dalam diskusi, memberikan tugas sebelumnya kepada siswa, menunjuk secara bergiliran siswa untuk mengerjakan tugas sekaligus dinilai secara kualitatif atau kuantitatif, hasil asesmen didiskusikan kepada siswa sebelum pembelajaran berikutnya, sasaran belajar dirumuskan secara realistis yang mudah diukur, dan lain-lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikianlah tentang proses penelitian tindakan kelas, jika anda membutuhkan sesutau berkenaan dengan penelitian tindakan kelas (ptk), maka silakan tinggalkan pesan atau berikan komentar. Mudah_mudahan saya bisa membantu anda semampunya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tulisan ini diambil dari &lt;a href=&quot;http://alhafizh84.wordpress.com/2009/12/03/proses-penelitian-tindakan-kelas-ptk/&quot;&gt;http://alhafizh84.wordpress.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mcarco.blogspot.com/feeds/7334497540563538476/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mcarco.blogspot.com/2010/08/proses-penelitian-tindakan-kelas-ptk.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9109038426511020586/posts/default/7334497540563538476'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9109038426511020586/posts/default/7334497540563538476'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mcarco.blogspot.com/2010/08/proses-penelitian-tindakan-kelas-ptk.html' title='Proses Penelitian Tindakan Kelas (PTK)'/><author><name>Ali Mahrus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06352167429543607151</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhjGf8VFX5qlWNH2z_gLvZaA3HRMwG2ZCoif_mgRKRGDCvjTSLR4q2lR2CyqRxAO__9A8gor3-5gvLzxDA9wc74-1J7QdbCkvWqo7-MIMR9F9Ow5NWdKq8bJKTiSpf2w0c/s113/IMG_0073.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9109038426511020586.post-2769046842715968595</id><published>2010-08-03T20:20:00.000-07:00</published><updated>2010-08-03T20:27:25.975-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Aturan"/><title type='text'>Prosedur Penelitian Tindakan Kelas</title><content type='html'>Prosedur Penelitian Tindakan Kelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan proses pengkajian suatu masalah pada suatu kelas melalui sistem daur ulang dari berbagai kegiatan, seperti yang ditunjukkan oleh urtan berikut ini :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;[ Merencanakan, kemudian Melakukan Tindakan, kemudian Mengamati dan menilai, kemudian Merefleksikan, kemudian Merencanakan,  kemudian Melakukan Tindakan, kemudian Mengamati dan Menilai, kemudian Merefleksikan, dan seterusnya ]&amp;gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td&gt;Daur tersebut dapat dilaksanakan bertolak dari hasil refleksi diri tentang adanya unsur ketidakpuasan diri sendiri terhadap kinerja yang dilakukan dan yang dilalui sebelumnya. Misalnya, Guru sadar bahwa hasil belajar siswa pada bidang studi yang diasuh selalu   &lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;&gt;
&lt;!--
google_ad_client = &quot;pub-6907603241689177&quot;;
/* 300x250, dibuat 10/07/19 */
google_ad_slot = &quot;8355091870&quot;;
google_ad_width = 300;
google_ad_height = 250;
google_language = &quot;en&quot;;
//--&gt;
&lt;/script&gt; &lt;script src=&quot;http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js&quot; type=&quot;text/javascript&quot;&gt;
&lt;/script&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;terpuruk. Guru saat itu berpikir tentang strategi pembelajaran yang diterapkan selama ini, fasilitas yang mendukung pelajaran, lalu mencari kelemahan-kelemahan kinerja yang telah dilakukan yang diduga sebagai penyebab terpuruknya hasil belajar siswa. Untuk merencanakan tindakan perbaikan, ada beberapa pertanyaan yang dapat membantu Guru, sebagai berikut. (1) Apa kepedulian anda terhadap kelas itu? (2) Mengapa anda peduli terhadap hal tersebut? (3) Apa yang menurut pendapat anda, anda dapat lakukan berkenan dengan hal itu? (4) Bukti-bukti yang bagaimana yang dapat anda kumpulkan untuk membantu menelaah apa yang terjadi? (5) Bagaimana anda akan mengumpulkan buktibukti itu? (6) Bagaimana anda akan memeriksa bahwa pertimbangan anda mengenai apa yang terjadi itu cukup tepat dan cermat? Jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan itu akan menghasilkan penilaian praktis tentang situasi yang dihadapi dan menghasilkan pula rencana yang mungkin digunakan untuk menangani situasi itu. Dalam hal seperti itu, daur ulang yang serupa dengan yang dikemukakan tersebut terjadi pula, yaitu dengan terjadinya apa yang dirasakan Guru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1.  Guru mengalami suatu masalah dalam mengajar apabila sistem nilai yang diperoleh tidak sesuai dengan tuntutan kurikulum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.  Guru membayangkan pemecahan masalah tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3.  Guru bertindak sesuai dengan cara pemecahan yang dibayangkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4.  Guru menilai hasil upaya pemecahan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5.  Guru memperbaiki praktik, rencana, dan gagasan-gagasan mengajar dengan strategi baru sesuai dengan hasil penilaian itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6.  Guru menerangkan hasil perubahan itu sambil menelaah dampaknya terhadap hasil kerjanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi anda yang membutuhkan sesuatu tentang Penelitian Tindakan Kelas (PTK), silakankan tinggalkan pesan atau komentar. Insya Allah akan saya bantu sebisanya. terima kasih :-) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tulisan ini diambil dari &lt;a href=&quot;http://alhafizh84.wordpress.com/2009/12/03/prosedur-penelitian-tindakan-kelas-ptk/&quot;&gt;http://alhafizh84.wordpress.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mcarco.blogspot.com/feeds/2769046842715968595/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mcarco.blogspot.com/2010/08/prosedur-penelitian-tindakan-kelas.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9109038426511020586/posts/default/2769046842715968595'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9109038426511020586/posts/default/2769046842715968595'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mcarco.blogspot.com/2010/08/prosedur-penelitian-tindakan-kelas.html' title='Prosedur Penelitian Tindakan Kelas'/><author><name>Ali Mahrus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06352167429543607151</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhjGf8VFX5qlWNH2z_gLvZaA3HRMwG2ZCoif_mgRKRGDCvjTSLR4q2lR2CyqRxAO__9A8gor3-5gvLzxDA9wc74-1J7QdbCkvWqo7-MIMR9F9Ow5NWdKq8bJKTiSpf2w0c/s113/IMG_0073.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9109038426511020586.post-9052250205920427533</id><published>2010-08-03T20:16:00.000-07:00</published><updated>2010-08-03T20:27:08.478-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Aturan"/><title type='text'>Tujuan dan Manfaat Penelitian Tindakan Kelas (PTK)</title><content type='html'>&lt;b&gt;Tujuan dan Manfaat Penelitian Tindakan Kelas (PTK)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tujuan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dapat digolongkan atas dua jenis, tujuan utama dan tujuan sertaan. Tujuan_tujuan tersebut adalah sebagai berikut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Tujuan utama pertama, melakukan perbaikan dan peningkatan layanan profesional Guru dalam menangani proses pembelajaran. Tujuan tersebut dapat dicapai dengan melakukan refleksi untuk mendiagnosis kondisi, kemudian mencoba secara sistematis berbagai model pembelajaran alternatif yang diyakini secara teoretis dan praktis dapat memecahkan masalah pembelajaran. Dengan kata lain, guru melakukan perencanaan, melaksanakan tindakan, melakukan evaluasi, dan refleksi.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td&gt;2. Tujuan utama kedua, melakukan pengembangan keteranpilan Guru yang bertolak dari kebutuhan untuk menanggulangi berbagai persoalan aktual yang dihadapinya terkait dengan pembelajaran. Tujuan ini dilandasi oleh tiga hal penting, (1) kebutuhan pelaksanaan tumbuh dari Guru sendiri, bukan karena ditugaskan oleh kepala sekolah,  &lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;&gt;
&lt;!--
google_ad_client = &quot;pub-6907603241689177&quot;;
/* 300x250, dibuat 10/07/19 */
google_ad_slot = &quot;8355091870&quot;;
google_ad_width = 300;
google_ad_height = 250;
google_language = &quot;en&quot;;
//--&gt;
&lt;/script&gt; &lt;script src=&quot;http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js&quot; type=&quot;text/javascript&quot;&gt;
&lt;/script&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;(2) proses latihan terjadi secara hand-on dan mind-on, tidak dalam situasi artifisial, (3) produknyas adalah sebuah nilai, karena keilmiahan segi pelaksanaan akan didukung oleh lingkungan.&lt;br /&gt;
3. Tujuan sertaan, menumbuh kembangkan budaya meneliti di kalangan Guru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adapun manfaat_manfaat Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dapat memberikan manfaat sebagai inovasi pendidikan yang tumbuh dari bawah, karena Guru adalah ujung tombak pelaksana lapangan. Dengan PTK Guru menjadi lebih mandiri yang ditopang oleh rasa percaya diri, sehingga secara keilmuan menjadi lebih berani mengambil prakarsa yang patut diduganya dapat memberikan manfaat perbaikan. Rasa percaya diri tersebut tumbuh sebagai akibat Guru semakin banyak mengembangkan sendiri pengetahuannya berdasarkan pengalaman praktis. Dengan secara kontinu melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), Guru sebagai pekerja profesional tidak akan cepat berpuas diri lalu diam di zone nyaman, melainkan selalu memiliki komitmen untuk meraih hari esok lebih baik dari hari sekarang. Dorongan ini muncul dari rasa kepedulian untuk memecahkan masalah_masalah praktis dalam kesehariannya. Manfaat lainnya, bahwa hasil Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dapat dijadikan sumber masukan dalam rangka melakukan pengembangan kurikulum. Proses pengembangan kurikulum tidak bersifat netral, melainkan dipengaruhi oleh gagasan-gagasan yang saling terkait mengenai hakikat pendidikan, pengetahuan, dan pembelajaran yang dihayati oleh Guru di lapangan. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dapat membantu guru untuk lebih memahami hakikat pendidikan secara empirik.&lt;br /&gt;
Tulisan di ambil dari: &lt;a href=&quot;http://alhafizh84.wordpress.com/2009/12/02/tujuan-dan-manfaat-penelitian-tindakan-kelas-ptk/&quot;&gt;http://alhafizh84.wordpress.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mcarco.blogspot.com/feeds/9052250205920427533/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mcarco.blogspot.com/2010/08/tujuan-dan-manfaat-penelitian-tindakan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9109038426511020586/posts/default/9052250205920427533'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9109038426511020586/posts/default/9052250205920427533'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mcarco.blogspot.com/2010/08/tujuan-dan-manfaat-penelitian-tindakan.html' title='Tujuan dan Manfaat Penelitian Tindakan Kelas (PTK)'/><author><name>Ali Mahrus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06352167429543607151</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhjGf8VFX5qlWNH2z_gLvZaA3HRMwG2ZCoif_mgRKRGDCvjTSLR4q2lR2CyqRxAO__9A8gor3-5gvLzxDA9wc74-1J7QdbCkvWqo7-MIMR9F9Ow5NWdKq8bJKTiSpf2w0c/s113/IMG_0073.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9109038426511020586.post-4353647264351280887</id><published>2010-07-20T01:18:00.000-07:00</published><updated>2010-07-22T19:20:27.390-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sekilas"/><title type='text'>Sekapur Sirih</title><content type='html'>Sebelum anda membaca lebih jauh mengenai Apa itu PTK, bagaimana PTK itu dijalankan? Ada baiknya anda mengetahui apa sih MCARC? MCARC adalah singkatan dari Maarif Classroom Action Research Community. Yang arti dalam Bahasa Indonesia kurang lebih Komunitas PTK Ma&#39;arif. Komunitas ini dibentuk pada tanggal 18 Juli 2010. Ide awal&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;table&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td&gt;berdirinya komunitas ini adalah, ketika PUSDIKLAT LP. Ma&#39;arif mengadakan pelatihan ToT PTK (Training of Trainer Penelitian Tindakan Kelas). Pelatihan ini diikuti oleh perwakilan dari LP. Ma&#39;arif Cabang se-Provinsi Jawa Timur.&lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;script type=&quot;text/javascript&quot;&gt;&lt;!--
google_ad_client = &quot;pub-6907603241689177&quot;;
/* 300x250, dibuat 10/07/19 */
google_ad_slot = &quot;8355091870&quot;;
google_ad_width = 300;
google_ad_height = 250;
google_language = &quot;en&quot;;
//--&gt;
&lt;/script&gt; &lt;script type=&quot;text/javascript&quot;
src=&quot;http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js&quot;&gt;
&lt;/script&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Pelatihan ini diadakan dalam dua gelombang. Gelombang pertama pada akhir Desember 2009. Gelombang Kedua pada bulan April 2010.&lt;br /&gt;
Jumlah peserta yang mengikuti pelatihan semestinya sebanyak 74 empat orang. Namun jumlah peserta pelatihan pada gelombang pertama dan kedua hanya berjumlah 56 orang. Tetapi pada pelatihan yang terakhir hanya tertinggal 16 orang. Hanya 16 orang yang berhasil bertahan sampai finish. Berikut ini adalah nama-nama peserta pelatihan yang berhasil bertahan sampai finish:&lt;br /&gt;
&lt;table border=&quot;0&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td width=&quot;40%&quot;&gt;Nama Lengkap&lt;/td&gt;  &lt;td width=&quot;30%&quot;&gt;Asal&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;30%&quot;&gt;Jabatan&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td width=&quot;40%&quot;&gt;Ali Mahrus, S.Pd&lt;/td&gt;  &lt;td width=&quot;30%&quot;&gt;Kab. Blitar&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;30%&quot;&gt;Sekretaris&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td width=&quot;40%&quot;&gt;Fatkhur Rozi Amien, S.Pd.I&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;30%&quot;&gt;Kab. Probolinggo&lt;/td&gt; &lt;td width=&quot;30%&quot;&gt;Anggota&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mcarco.blogspot.com/feeds/4353647264351280887/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mcarco.blogspot.com/2010/07/sekapur-sirih.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9109038426511020586/posts/default/4353647264351280887'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9109038426511020586/posts/default/4353647264351280887'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mcarco.blogspot.com/2010/07/sekapur-sirih.html' title='Sekapur Sirih'/><author><name>Ali Mahrus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06352167429543607151</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhjGf8VFX5qlWNH2z_gLvZaA3HRMwG2ZCoif_mgRKRGDCvjTSLR4q2lR2CyqRxAO__9A8gor3-5gvLzxDA9wc74-1J7QdbCkvWqo7-MIMR9F9Ow5NWdKq8bJKTiSpf2w0c/s113/IMG_0073.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9109038426511020586.post-2438043890077770392</id><published>2010-07-19T08:29:00.000-07:00</published><updated>2010-07-19T08:47:20.466-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Contoh"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Proposal"/><title type='text'>Contoh Proposal</title><content type='html'>SISTEMATIKA PROPOSAL PTK&lt;br /&gt;
JUDUL&lt;br /&gt;
Judul PTK hendaknya dinyatakan dengan akurat dan padat permasalahan serta bentuk tindakan yang dilakukan peneliti sebagai upaya pemecahan masalah. Formulasi judul hendaknya singkat, jelas, dan sederhana namun secara tersirat telah menampilkan sosok PTK bukan sosok penelitian formal.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;table&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td&gt;LATAR BELAKANG MASALAH&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam latar belakang permasalahan ini hendaknya diuraikan urgensi penanganan permasalahan yang diajukan itu melalui PTK. Untuk itu, harus ditunjukkkan fakta – fakta yang mendukung, &lt;/td&gt; &lt;td&gt; &lt;script type=&quot;text/javascript&quot;&gt;&lt;!--
google_ad_client = &quot;pub-6907603241689177&quot;;
/* 300x250, dibuat 10/07/19 */
google_ad_slot = &quot;8355091870&quot;;
google_ad_width = 300;
google_ad_height = 250;
google_language = &quot;en&quot;;
//--&gt;
&lt;/script&gt; &lt;script type=&quot;text/javascript&quot;
src=&quot;http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js&quot;&gt;
&lt;/script&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Permasalahan yang diusulkan untuk ditangani melalui PTK itu dijabarkan secara lebih rinci dalam bagian ini. Masalah hendaknya benar – benar di angkat dari masalah keseharian di sekolah yang memang layak dan perlu diselesaikan melalui PTK. Sebaliknya permasalahan yang dimaksud seyogyanya bukan permasalahan yang secara teknis metodologik di luar jangkauan PTK. Uraian permasalahan yang ada hendaknya didahului oleh identifikasi masalah, yang dilanjutkan dengan analisis masalah serta diikuti dengan refleksi awal sehingga gambaran permasalahan yang perlu di tangani itu nampak menjadi perumusan masalah tersebut. Dalam bagian ini dikunci dengan perumusan masalah tersebut. Dalam bagian inipun, sosok PTK harus secara konsisten tertampilkan.&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mcarco.blogspot.com/feeds/2438043890077770392/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mcarco.blogspot.com/2010/07/contoh-proposal.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9109038426511020586/posts/default/2438043890077770392'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9109038426511020586/posts/default/2438043890077770392'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mcarco.blogspot.com/2010/07/contoh-proposal.html' title='Contoh Proposal'/><author><name>Ali Mahrus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06352167429543607151</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhjGf8VFX5qlWNH2z_gLvZaA3HRMwG2ZCoif_mgRKRGDCvjTSLR4q2lR2CyqRxAO__9A8gor3-5gvLzxDA9wc74-1J7QdbCkvWqo7-MIMR9F9Ow5NWdKq8bJKTiSpf2w0c/s113/IMG_0073.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>