<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-5374864984673272199</atom:id><lastBuildDate>Thu, 19 Dec 2024 03:27:46 +0000</lastBuildDate><category>Homeschool</category><category>Homeschooler</category><category>Travelling</category><category>Friendship</category><title>Main dan Tidur di Sekolah</title><description>Blog Jasmine Isobel Hanan Badriyah Rachman</description><link>https://indosidenreng.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Cerita dari Rumah)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>3</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5374864984673272199.post-1822243343701231635</guid><pubDate>Sat, 24 Oct 2020 18:30:00 +0000</pubDate><atom:updated>2021-11-26T02:31:44.972+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Friendship</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Homeschool</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Homeschooler</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Travelling</category><title>(Masih Sebelum) Jalan-jalan ke Parepare </title><description>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jauri pun menggambar. Beberapa menit kemudian, dia meminta saya untuk menggambar sesuatu. Saya lalu gambar panda, sebagian badannya dan kepalanya, baru Jauri langsung mewarnainya. Eh, cuma beberapa menit dia mewarnai lalu dia menunjukkan hasilnya. Sebenarnya jelek, jadi saya bilang &#39;bagus&#39; saja supaya tidak tersinggung Jauri. Mami memanggil saya masuk.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Kenapa temanmu belum pulang?&quot; tanya Mami.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Karena dia tidak main mi lagi nanti sama saya, Mami,&quot;jawab saya, sambil memohon pada Mami,&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Mami pun bilang boleh lagi main sebentar baru sudah. Soalnya sudah mau makan siang. Saya pun keluar, duduk di samping Azizah. Selesai saya menggambar, eh, selesai Jauri menggambar, Azizah langsung pamit.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Aini tiba-tiba mau pulang untuk makan. Tapi nanti kembali lagi kalau sudah makan, kata Aini sambil memakai sandal. Tapi saya bilang tidak usah karena mau makan.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Azizah langsung pamit pada saya. Saya bilang, tunggu dulu dan langsung memanggil Mami, bahwa Azizah ingin pulang. Mami bilang tunggu sebentar. Semenit kemudian Mami datang memakai celemek.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Azizah mau pulang, ya? Nanti Tante simpan nomor hapenya, ya?&quot;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Iya, Tante, saya mau pulang ke Palu, ya,&quot; jawab Azizah, sambil salam tangan dengan Mami.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Mami menyuruh saya berfoto dengan Azizah. Kalau sudah, baru foto dengan Aini dan Jauri. Mami menyuruh saya berfoto dengan Azizah saling peluk. Malu sih kalau difoto. Tapi biarlah, cuma sekali saja, toh? Akhirnya saya berpelukan dengan Azizah. Tapi waktu berpelukan dengan Azizah, saya tertawa dengan Azizah dan Aini karena difoto dua kali. Akhirnya selesailah di foto!&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Azizah pun memakai sandal bersama Aini. Saya juga memakai sendal karena mau mengantar Azizah sampai depan pagar. Saya pun berpelukan sekali lagi, habis itu dadah-dadah dari jauh. Dan akhirnya saya takkan bertemu lagi dengannya.&amp;nbsp; Sedih, sih kalau ditinggalkan sahabat, tapi saya harus kuat!&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Baru habis Azizah pergi, datanglah Kak Iccang naik motor. Kak Iccang pergi cuci tangan. Kak Iccang langsung sampaikan bahwa, Kak Dian akan datang pas selesai Dhuhur.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Saya langsung berlari ke dalam rumah, menuju ke dapur. Lalu menemukan Mami yang sedang memotong wortel. &quot;Kak Iccang sudah datang dan dia bilang Kak Dian akan datang pada saat selesai Dhuhur.&quot;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Mami langsung kaget, Mami tidak diberitahu, tapi kak Iccang diberitahu. Saya pun juga tidak tahu-menahu, sumpah! Mami pun menyuruh saya untuk memberithu Kak Iccang pada Kak Dian lagi betul atau tidak. Saya berlari memberitahu Kak Iccang. Kak Iccang mendapat balasan dari Kak Dian padahal belum tanya. Jawaban Kak Dian adalah akan datang setelah Dhuhur seperti jawaban sebelumnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Mami berkata, &quot;Mami sudah masak.&quot;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Saya bilang, &quot;Tidak apa-apa! Kan makan dulu sebelum pergi.&quot;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Mami langsung setuju. Mami pun melanjutkan memasak.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Saya pun pergi duduk di luar membaca sambil menuggu Mami selesai masak.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Saya tiba-tiba dipanggil Mami. &quot;Tanya Kak Iccang sama Kak Rusdi kalau Mami masak. Tanya mau makan atau tidak.&quot;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Saya berlari lalu bertanya pada Kak Rusdi sama Kak Iccang. Kak Rusdi masih kenyang dan Kak Iccang masih kenyang dan sudah makan. Saya langsung mengangguk, berlari ke dapur dan kubilang pada Mami bahwa keduanya masih kenyang.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Mami pun pas-pas selesai juga masak, Mami langsung menyuruh saya mengambil piring dua untuk makan. Saya pun pergi untuk mengambil piring di samping meja makan. Saya berikan satu untuk Mami, lalu Mami mengambilnya dari tangan saya. Sudah kami berdua makan, Mami ke depan teras lalu menyuruh Kak Rusdi untuk makan. Tapi Kak Rusdi menolak dengan halus. Sudah Kak Rusdi berbicara, saya langsung bertanya pada Mami, &quot;Kenapa Kak Rusdi menolak, Mami? Apa dia masih sakit?&quot;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Kak Rusdi itu lidahnya masih pahit, Bobel, jadi dia tidak berselera makan. Makanya tadi dia menolak untuk makan.&quot;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Saya pun mengangguk mengerti, lalu saya diam.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Mami juga memanggil Kak Iccang untuk makan, tapi Kak Iccang menolak untuk makan juga, soalnya Kak Iccang sudah makan sebelum ke KB (Kampung Buku, rumah Bobel).&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Selesai Mami bicara, Kak Dian nanti datang mungkin setelah Dhuhur sama Om Appang. Tapi walau ditunggu dua jam Kak Dian tidak datang. Saya pun masuk ke dalam rumah, lalu ke kamar Mami.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Kenapa?&quot; tanya Mami sambil melipat baju.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;BOSAN NUNGGU! Sudah mau jam tiga belum datang juga Kak Dian. Jadi saya ke sini,&quot; jawab saya, sambil berbaring.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Mami pun langsung menyuruh untuk tidur.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;YA!&quot;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Karena pasti masih lama! Jadi saya tidur saja.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Mami akan bangunkan kalau sudah datang Kak Dian.&quot;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Saya pun mengangguk dan langsung minta izin untuk tidur di kamar Mami. Tapi, saya sulit untuk tidur, dan juga Mami selalu bertanya-tanya, baju apa yang cocok di bawah ke Parepare nanti dengan Maros, akhirnya saya tidak tidur. Saya pun menemani Mami bicara.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Lima belas menit kemudian Kak Dian datang, lalu berkata, &quot;AYO GAES! Kita pergi ke Parepare!&quot;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kak Dian masuk ke teras, duduk, sambil menuggu kami memasukkan tas ke bagasi mobil. Saya dan Kak Iccang sudah memasukkan tas ke bagasi Mobil. Tinggal menunggu Mami, tapi sudah sepuluh menit Mami masih siap-siap untuk menaikkan tas. Soalnya kalau Mami bawa barang semua rasanya Mami mau bawa. Jadi banyak yang biasa dibawa Mami.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Saya, Kak Iccang, Kak Dian, dan Om Appang menunggu di dalam mobil supaya tidak tambah lama lagi buang waktu. Tapi rasanya sudah ditambahi lagi sepuluh menit, Mami belum datang.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Saya pun keluar dari mobil lalu masuk ke dalam rumah mencari Mami. Di ruang tamu sama ruang makan tidak ada. Pas cari di kamarnya, Mami ada.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Kak Dian, Kak Iccang, dan Om Appang sudah menunggu di mobil, tapi Mami lama sekali. Jadi saya keluar dari Mobil, Mami.&quot;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Mami langsung mengangguk dan menyuruh saya masuk ke mobil. Saya masuk ke mobil dan menunggunya. Tapi sudah lima menit, lalu saya mau masuk, tapi Kak Dian melarang saya. Jadi saya tunggu Mami di mobil, akhirnya Mami keluar juga dan berpamitan pada Kak Rusdi. Mami langsung masuk ke mobil dan meminta maaf pada Kak Dian, Om Apppang, dan Kak Iccang karena lama di dalam rumah dan telah membuat kami karenanya menunggu.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Lalu saya dan Mami membuka jendela kaca mobil. Kami berpamitan pada Kak Rusdi. Lalu&amp;nbsp; kami pun&amp;nbsp; berangkat. Saya hanya menatap jendela selama perjalanan, dari Gowa ke Parepare, tapi waktu masih di Makassar saya cerita-cerita sambil makan kue. Tapi Mami sama yang lain asyik cerita-cerita.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Akhirnya kami sampai di Pangkep untuk singgah di tempat makan yang besar, yang seperti restoran, padahal cuma menjual gorengan, namanya, &quot;Tahu Sumedang.&quot;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tapi pas kita parkir ada temannya Om Appang, Om Appang langsung turun dari mobil dan bersalaman sama temannya, Kak Dian berkata Kak Iccang, Mami, dan saya, &quot;Itu adalah temannya di Pinrang.&quot;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kami pun turun semua dari mobil lalu pergi ke bagian penjual Gorengan Expres, mungkin. Kami naik tangga, tapi cuma sebentar, kami pun beli beli gorengannya. Tapi menurut Mami, yang bagian kasirnya kata Mami tidak ramah, katanya disuruh bayar dulu baru diberikan gorengannya pada kami. Mami juga bilang bahwa sambel pedisnya sedikit sekali, baru pakai kantong sambel yang bisa ditutup-tutup supaya tidak basi, yang paling kecil juga plastiknya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dan pas sebelum ke sini, Kak Iccang yang kasih rekomendasi makan di situ, jadi kami makan di situ. Tapi pas di coba, cuma biasa-biasa saja.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kami makannya pas di mobil. Mami juga tanya Kak Iccang bahwa berapa banyak nilainya dari satu sampai sepuluh, satu paling rendah, Kak Iccang bilang, &quot;Tujuh recomendetnya kalau saya.&quot;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Mestinya kita tanya dulu berapa nilainya, baru singgah!&quot; kata Mami sama Kak Dian bersamaan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Mami juga bilang, &quot;Krispy tahunya cuma sedikit dan di dalam tahunya basah. Mungkin lebih mirip tahu susu&quot;. Mami juga bilang menyesal membeli Tahu sumedang.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Saya juga mencoba cirengnya. Cirengnya besar dan tidak basah dalamnya, keras dan malah krispy. Buat orang yang suka cireng, itu mungkin rasanya aneh.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kak Dian langsung memanggil Om Appang untuk melanjudkan perjalanan kita ke Parepare. Om Appang pun langsung pamit sam temannya, lalu naik mobilnya,.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kami pun melanjudkan kepergian kami.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Saya selesai makan gorengan. Tahu tidak berapa yang kumakan? Cuma satu! Soalnya cuma cireng yang saya makan. Soalnya cireng yang kumakan itu lebih besar daripada telapak tangan saya. Mungkin sebesar telapak kaki saya! Saya tidak mau makan gorengan yang lain. Soalnya saya sudah menduganya, kalau yang saya makan biasa-biasa saja. Yang lain juga pasti biasa-biasa saja juga! Dan ternyata benar! Satu gorengan itu 5.000 mungkin! MAHAL BETUL!&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Lalu kami pun pergi melanjutkan dan cerita-cerita lagi!&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Setelah itu saya hanya menatap jendela setelah beli gorengan, dan tiba-tiba ada lagu Blackpink Lovesick Girls yang terputar! Saya langsung menyanyi-menyanyi, dan bagusnya ada selanjutnya lagunya lagi Blackpink, How you like that! SENANG BANGET! DUA KALI! HUI! PESTA! Hehehehehehehehehehehehe...! Sudah terputar Blackpink, Kapal Udara sesudahnya! Asyik! Pokoknya&amp;nbsp; waktu tidak terasa kalau lagu diputar!&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Akhirnya kami sampai di Parepare! Tujuan kami ke Rumah Putih. Kami jalan lagi lebih ke dalam Kota Parepare. Mungkin sekitar lima belas kami baru sampai di Rumah Putih.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pas kami sampai di Rumah Putih, kami mutar-mutar tiga kali untuk cari tempat parkir, akhirnya diparkir, tapi di parkir di depan Rumah Putih ternyata! Percuma dong mutar-mutarnya tiga kali!&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Saya langsung keluar mobil cepat-cepat! Saya paling duluan yang sampai masuk duluan dari yang lain. Langsung saya menyapa mereka.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Halo!&quot;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Semua langsung bersamaan berkata,&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Ayo masuk! Sini Bobel! Makan!&quot;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kata Kakak-kakak yang ada di situ.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Saya pun membuka sepatu dan masuk ke Rumah Putih.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Saya keluar ke halaman samping Rumah Putih, dan menemukan Papi sedang merokok. Papi langsung melihat saya lalu bertanya banyak pada saya. Sudah Papi bertanya, saya cepat-cepat pergi dari Papi, lalu saya duduk di depan Om Uccang sama Kakak Zizi. Lalu tiba-tiba ada Kak Avi yang mau duduk di samping saya lalu ia meyapa. Saya menyapanya juga.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sudah itu saya meminta kunci mobil pada Kak Dian, tapi kunci mobilnya ada pada Om Appang. Untungnya Om Appang ada di sampingnya Kak Dian.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tapi Om Appang bilang harus ada yang menemani saya ke mobil. Jadi saya minta tolongnya pada Kak Iccang untuk gantisSepatu sama celana karena saya lagi pakai rok, terus banyak nyamuk dan dingin. Terus saya ganti sepatu dengan sandal, soalnya kaki saya panas.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Saya pun menyuruh Kak Iccang untuk balik ke kiri supaya dia tidak lihat saya buka rok. Jadi dia balik kiri, karena posisi mobilnya itu ke kanan, makanya dia balik ke kiri.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Mungkin saya ganti celana sekitar tujuh menit sama ganti sandal. Selesai saya ganti celana saya mematikan lampu mobil, lalu saya menutup pintu mobil. Terus saya suruh Kak Iccang balik, lalu saya suruh Kak Iccang untuk mengunci mobil.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kami pun langsung masuk ke Rumah Putih dan duduk-duduk di dalam Rumah Putih.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Saya langsung memberikan kunci mobilnya ke Om Appang lalu saya duduk lagi di sofa yang bisa orang baring. Tapi ternyata orang mau rapat, jadi saya keluar ke depan teras Rumah Putih untuk duduk-duduk.[]&lt;/p&gt;</description><link>https://indosidenreng.blogspot.com/2021/11/masih-sebelum-jalan-jalan-ke-parepare.html</link><author>noreply@blogger.com (Cerita dari Rumah)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5374864984673272199.post-8673797854526772696</guid><pubDate>Fri, 16 Oct 2020 08:37:00 +0000</pubDate><atom:updated>2020-11-14T13:41:04.215+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Homeschool</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Homeschooler</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Travelling</category><title>(Sebelum) Jalan-jalan ke Parepare</title><description>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Langsung saya terkejut kenapa tidak akan ketemu lagi Azizah. Azizah adalah sahabat saya yang baik mau pulang ke Palu, karena bapaknya lagi di rumah sakit. Waktu itu, bapaknya lagi cuci piring. Ada gelas yang bapaknya cuci terjatuh dan pecah. Buruknya, kaca belingnya menusuk urat kaki bapaknya, lalu dimasukkan ke rumah sakit Palu. Tapi di sana tidak bisa ditangani. Terus dimasukkan ke rumah sakit internasional Manado. Sekarang sudah sembuh, hanya perlu pengobatan lagi sedikit. Tapi bapaknya Azizah sendirian di rumah sakit. Jadi harus ditemani. Azizah harus pulang bersama keluarganya. Apalagi mamanya Azizah pulang bersama adik-adiknya. Tapi Azizah pasti senang juga karena dia sudah mau pulang ke kampung halamannya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Saya langsung bilang padanya, &quot;Cerita selengkapnya nanti di dalam rumah saja.&quot;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Azizah dengan Aini pun langsung pergi cuci tangan pakai sabun, lalu kami pun pergi duduk di dalam toko buku lalu cerita-cerita. Akhirnya Azizah memberikan sebuah buku tulis pada saya. Dia menyuruh saya melihat isinya. Saya pun membuka isi bukunya. Isinya semua salam perpisahahan dan nama-nama kami dengan nama-nama geng Blackpink sama puisi. Ada juga semacam quiz.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Saya bilang, ini hadiah yang sangat bagus dari Azizah. Azizah bilang bahwa itu pasti hadiah jelek sedunia.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Tapi kamu bilang bagus karena tidak mau menyinggung perasaan saya,&quot; kata Azizah,&amp;nbsp; sambil merendahkan suaranya.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;HADIAH YANG PALING BAGUS SEDUNIA!&quot; teriak saya, bersamaan dengan Aini.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Papi masuk ke toko buku lalu meyuruh saya dengan Azizah dan Aini untuk duduk di depan teras. Saya ajak Azizah dan Aini untuk duduk di depan teras. Kami duduk di lantai. Kami akan duduk untuk sementara waktu. Kalau kakak-kakak sudah berangkat, baru kami duduk di kursi.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Setengah jam kemudian Papi sudah mau pergi ke Parepare.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Aini langsung bertanya pada saya apa saya tidak pergi berangkat ke Parepare bersama Papi sama Mami.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Kalau saya sebentar sore berangkat bersama Mami, dengan ada orang namanya Kak Dian sama Kak Appang,&quot; jawab saya tegas pada Aini.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Papi pun pamit pada Mami dan saya. Tapi pas melihat Azizah sama Aini, Papi salam dua kali lagi.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Azizah, Om pergi dulu, ya. Azizah sudah mau pulang ya ke Palu nanti tanggal 10? Sampai nanti lagi, ya Azizah. Sama siapa yang satunya lagi?&quot; tanya Papi pada saya sambil memenjamkan matanya.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Aini,&quot; jawab saya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Iya, ya! Ani, eh, Aini dan Azizah, Om pergi dulu, ya!&quot; kata Papi senang.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Uh! Kenapa nakke iya tidak ditahu namata kodong!&quot; keluh Aini, karena namanya tidak diingat sama Papi.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Papi pun keluar pagar diantar Mami keluar. Saya dan Azizah terbahak-bahak.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Mami pun masuk lalu mengunci pagar. Ia lalu berkata, &quot;Kamu main-main saja dulu sama Azizah dan Aini, biar Mami masak.&quot;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Saya melanjutkan cerita bersama Azizah dan Aini. Tapi beberapa menit kemudian Mami memanggil saya untuk packing.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Saya mau packing dulu.&quot;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Packing memang sebelum berangkat, Bobel. Saya menunggu...&quot; ujar Azizah.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Saya pun masuk kamar, lalu menemukan Mami duduk di ranjang tempat tidur sambil memegang hape. Mami menyuruh saya untuk packing baju-baju saya, handuk, shampo, sabun, dan sikat gigi.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Saya pun pergi mengambil tas merah muda yang besar lalu saya isi dengan baju-baju yang ingin saya pakai di Parepare dan Pangkep.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tapi tiba-tiba&amp;nbsp; Mami bilang, &quot;Putarlah lagu supaya tidak sunyi.&quot;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Saya pun mengambil hape Samsung lipat saya, ambil headset, lalu buka radio, lalu saya memakai mode speaker aktif lalu terputarlah lagu. Saya cari channel Prambors karena di situ lagu-lagunya banyak lagu kesukaan saya, misalnya Blackpink atau BTS.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sebenarnya saya lebih suka dengar lagu di Youtube daripada radio. Cuma saya hanya diperbolehkan nonton tv seminggu sekali; hari Minggu hari nonton saya dan cuma dua jam saja, tidak boleh lebih atau kurang. Batas waktu nontonnya kalau lebih, dikurangi waktu nontonnya minggu depan.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Selesai saya packing barang-barang, saya bilang pada Mami bahwa hanya barang yang belum saya packing adalah celana hitam untuk jalan ada dua dan celana tidur, yang belum saya ambil karena masih basah bagian karet celananya.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Oh, oke, duduk-duduklah dengan Azizah sama Aini di depan,&quot; ujar Mami.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Saya pun mengambil hape Samsung saya di kamar lalu keluar kamar lalu duduk di samping Azizah.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Sudah selesai packingnya?&quot; tanya Azizah.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Sudah!&quot;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Weh! Bisakah kita menggambar Bobel!? Bosan!&quot; kata Aini, mengomel.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Bisa!&quot;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Saya berlari mengambil kertas dengan tiga pulpen. Saya meletakkannya lalu duduk di kursi. Aini usulkan bahwa saya yang menggambar, sedangkan Azizah sama Aini yang mewarnai. Saya setuju.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Saya pun menggambar wajah geng &quot;Bcan&quot; atau kalau ditulis hurufnya begini &quot;BCAN&quot;. Kepanjangan Bcan adalah Azizah, Bobel, Aini, Naura. Maksudnya juga geng Blackpink: Jisoo-Aini, Jennie-Azizah, Rose-Naura, Lisa-Bobel. Itu sebenarnya maksud tipe siapa yang disukai. Saya pernah bertanya pada Azizah, Aini, dan Naura mana yang disukai. Azizah jawab Jennie, Aini jawab Jisoo, lalu Naura jawab Rose, keberuntungan saya juga suka Lisa, jadi saya jadi Lisa. Soalnya gayanya baju gombrang sama pakai celana pendek, makanya saya suka Lisa!&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Selesai saya menggambar satu kertas, Azizah bilang, &quot;Gambar dua lagi!&quot; Satunya buat Aini, satunya lagi buat saya! Saya tanya Aini gambar apa lagi yang mau digambar, tapi Aini bilang gambar orang saja. Saya bilang pada Aini, justru itulah saya mau menggambar yang lain soalnya sudah menggambar manusia, jadi yang lain saja!&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Aini mengusulkan bahwa lebih baik menggambar hewan. Saya pun bertanya pada Azizah mau jadi hewan apa. Dia jawab mau jadi hewan kelinci, sedangkan Aini mau jadi Panda, lalu saya jadi Kucing! Saya pun menggambar kami bertiga jadi hewan.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Selesai saya menggambar, saya langsung bertanya pada Azizah dan Aini, &quot;Saya tulis nama hewan apa?&quot;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Aini mengusulkan nama aslinya saja. Maksudnya nama kami bertiga saja menamai hewan itu saja. Saya jawab, nama yang lainnya saja, misalnya Pan-pan. Lalu Azizah dan Aini setuju.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Azizah mau nama apa?&quot; tanya saya, sambil menaruh pulpen di sela-sela atas telinga.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Mong-mong saja! Soalnya lucu didengar,&quot; jawab Azizah.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Kitty saja!&quot; jawab Aini polos.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Pan-pan saja! Lebih cocok dengan Panda!&quot; kata saya tegas pada Aini.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Oke, tapi siapa paling banyak suaranya ditulis nanti,&quot; kata Aini.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Saya pun mau menerima tantangannya. Saya dan Aini pun langsung bertanya pada Azizah, mana bagus nama hewannya, &quot;Pan-pan atau Kitty?&quot;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Pan-Pan lebih bagus daripada Kitty. Soalnya Kitty kedengaran lebih seperti nama kucing...&quot; kata Azizah. Aini pun marah lalu diam.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Akhirnya saya menulis nama hewan yang jadi kami bertiga.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Selesai saya menggambar, Azizah dan Aini pun meminta alat mewarnai, saya bilang, &quot;Yang pensil warna boleh!&quot;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Saya pun pergi ke kamarku lalu kuambil pensil warna di dalam kotak pouch warna Pink beserta warna Biru muda lalu berlari keluar kamar lalu ke depan teras rumah tempat Azizah dan Aini duduk, lalu kutaruh tempat pensil warna di meja.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Azizah dan Aini langsung membuka resleting tempat pensil warna saya lalu mengambil salah-satu pensil warnaku untuk dipakai mewarnai gambarnya.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Selesai Azizah dan Aini mewarnai, tiba-tiba adik Azizah yang bernama Jauri datang. Dia membuka pagar, tapi dia masuk tanpa cuci tangan, lalu saya suruh cuci tangan. Jauri pun cuci tangan lalu masuk.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Na cari ka&#39; Mama, Jauri? Na panggilka?&quot; tanya Azizah sambil memegang kertasnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Iya, dipanggil makan, Kak...&quot; jawab Jauri sambil berdiri melirik kakaknya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Bobel, pulangka dulu, ya, dipanggilka sama Mamaku...&quot; izin Azizah.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;JANGAN! Saya berangkat siang ini! Ini mi waktu kita main sama,&quot; saya memohon ke Azizah, menarik tangannya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Oke, saya akan lebih lama lagi di sini,&quot; kata Azizah sambil menenangkan saya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Aini selesai mewarnai. Saya pergi mengambilkan kertas untuk Jauri di kamar dan saya berikan Jauri&amp;nbsp; pensil untuk menggambar.&lt;/p&gt;</description><link>https://indosidenreng.blogspot.com/2020/10/sebelum-jalan-jalan-ke-parepare.html</link><author>noreply@blogger.com (Cerita dari Rumah)</author><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5374864984673272199.post-3867912950575399205</guid><pubDate>Mon, 12 Oct 2020 05:21:00 +0000</pubDate><atom:updated>2020-11-06T19:09:22.757+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Homeschool</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Homeschooler</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Travelling</category><title>Jalan-jalan ke Parepare</title><description>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Baru-baru ini kami pergi keluar kota bersama Kak Indra, Kak Rafsan, Kak Iccang, Kak Appang, Kak Dian, Kak Zizi, Kak Wilda, Kak Avi, Papi, Mami, dan saya! Kami pergi ke Parepare tanggal 8 Oktober, lalu ke Rammang-Rammang, Maros, tanggal 10 Oktober.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pagi-pagi saya bangun, mungkin jam setengah 9 pagi. Saya langsung bersihkan tempat tidur, matikan kipas angin, lalu ke luar kamar dan cuci muka dulu baru pipis. Sudah itu saya langsung kerjakan tugas rumah. Sudah kerjakan tugas rumah, saya langsung memotong pepaya sebuah yang besar untuk sarapan bertiga. Saya pergi mengambil tiga mangkok di lemari lalu saya taruh mangkoknya dekat buah pepaya yang sudah diiris.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sudah potong buah, saya pergi membangunkan Mami sama Papi karena sudah mau jam sembilan! Waktu dibangunkan, Mami langsung membangunkan Papi karena Papi tak dengarkan suara saya membangunkannya, makanya mami membangunkan papi.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Mami dan Papi pun bangun lalu ke kamar mandi lalu sarapan bersama saya. Papi yang duluan selesai sarapan karena Papi yang harus berangkat pagi; saya sama Mami sore perginya sama Kak Dian dan Kak Appang.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Papi langsung pergi ambil handuk dan ke kamar mandi. Papi sudah mandi, pergi ganti baju lalu duduk-duduk di teras. Lalu datanglah kak Wilda. Kak Wilda naik Maxim lalu pergi langsung cuci tangan lalu menaruh tas untuk bajunya di lantai lalu membuka pintu dapur kafe depan rumah untuk pergi mencuci piring dan simpan piring sebelum pergi, supaya kalau berangkat bersih and cantik!&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sesudah saya mandi, kakak-kakak pun mulai datang. Saya pun pergi ganti baju lalu pergi ke teras. Sudah itu saya duduk-duduk di batu besar yang ada dekat pagar sambil makan kue.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Datanglah Kak Rafsan. Tapi pas Kak Rafsan datang, Kak Wilda langsung tanya bahwa di mana Kak Indra. Kak Rafsan langsung menjawab bahwa Kak Rafsan habis naik mobil dengan Kak Indra lalu turun dari mobil. &quot;Sekarang Kak Indra ada di tikungan menuju ke sini,&quot; kata Kak Rafsan.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Selesai Kak Rafsan bicara, datanglah mobilnya sama Kak Indra. Kak indra pergi langsung parkir mobil lalu turun untuk masuk rumah, langsung duduk.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Kak Indra belum cuci tangan,&quot; seru saya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kak Indra pun langsung pergi cuci tangan.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Beberapa menit kemudian Kak Rafsan membawa tas tripot sama kue-kue ke bagasi. Saya berkata pada Kak Rafsan bahwa lebih baik menaruh kuenya di depan saja supaya jadi bekal &amp;nbsp;jalan, supaya tidak beli bekal atau cemilan-cemilan nanti di jalan. Kak Rafsan langsung memindahkan &amp;nbsp;kue-kue di depan.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Selesai saya berbicara, tiba-tiba ada suara yang memanggil saya. Saya balik kiri, kanan, dan bawah tak ada apa-apa, tapi ada lagi suara yang memanggil saya. Saya balik kiri ternyata ada Azizah dan Aini yang memanggil saya.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Saya langsung berlari ke arah mereka. Saya bertanya, &quot;Kenapa datang jam 10? Apakah Azizah akan pulang ke Palu?&quot;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Azizah menjawabnya akan pulang nanti tanggal 10 Oktober. Saya jawab lagi, &quot;Saya juga mau pergi ke Parepare hari ini sampai tanggal 11 oktober.&quot;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Kita tidak bisa ketemu lagi selamanya,&quot; kata Azizah.&lt;/p&gt;</description><link>https://indosidenreng.blogspot.com/2020/10/jalan-jalan-ke-parepare.html</link><author>noreply@blogger.com (Cerita dari Rumah)</author><thr:total>8</thr:total></item></channel></rss>