<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>Majalah Khittah</title><description>Menebar Dakwah, Menjalin Ukhuwah</description><managingEditor>noreply@blogger.com (Majalah Khittah)</managingEditor><pubDate>Fri, 13 Sep 2024 02:04:36 -0700</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">8</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://majalah-khittah.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Menebar Dakwah, Menjalin Ukhuwah</itunes:subtitle><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><title>Protestan</title><link>http://majalah-khittah.blogspot.com/2007/08/protestan.html</link><category>Humor Santri</category><author>noreply@blogger.com (Majalah Khittah)</author><pubDate>Sun, 5 Aug 2007 14:01:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2603476591001639882.post-3782824498740553842</guid><description>MERASA agak kurang sehat, Kiai Sodrun pamit tidak bisa ikut acara kunjungan kerja bersama teman-temannya. Ia memilih berada di kantor sendirian. Tetapi sial. Tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu,  beberapa orang mendatangi kantor dewan untuk menyampaikab protes atas kebijakan pemerintah daerah yang mereka nilai tidak adil. Mau tidak mau, ia harus menemui mereka.Setelah menyampaikan berbagai </description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Tak Bisa Mematikan Handphone</title><link>http://majalah-khittah.blogspot.com/2007/08/tak-bisa-mematikan-handphone.html</link><category>Humor Santri</category><author>noreply@blogger.com (Majalah Khittah)</author><pubDate>Sun, 5 Aug 2007 13:59:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2603476591001639882.post-8058166937085821024</guid><description>KOMISI A sedang melakukan rapat dengar pendapat dengan sebuah instansi. Begitu pemimpin selesai membuka rapat, Kiai Sodrun angkat tangan:“Demi kelancaran jalannya rapat ini dan tidak ada yang terganggu, saya usul supaya semua mematikan hand phonenya,” katanya dengan tegas.Usul kiai Sodrun disetujui. Beberapa menit kemudian, ia tersentak sadar kalau ia juga membawa hand phone yang baru ia beli </description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Jangan Pedulikan Omongan Orang</title><link>http://majalah-khittah.blogspot.com/2007/08/jangan-pedulikan-omongan-orang.html</link><category>Kedai Sufi</category><author>noreply@blogger.com (Majalah Khittah)</author><pubDate>Sun, 5 Aug 2007 13:58:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2603476591001639882.post-1541646595635699298</guid><description>Juha dan anaknya, dua orang yang selalu berlawanan dalam perilaku mereka. Setiap kali Juha memerintah anaknya melakukan sesuatu, namun anaknya selalu menentang perintah itu.Malah, anaknya selalu berkata: “Apa kata orang tentang kita bila mereka mengetahui hal itu ?”. Suatu ketika, Juha ingin memberi pelajaran kepada anaknya, suatu pelajaran yang berguna dan membuatnya berhenti menuruti omongan </description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEivNGSd44bJpxq8Oetx-4x3owj1vhr32veoGXRhKXjLBYCxQt702U_COHfhAHfWNGZFj1fvXTRswRS4Xo-tbuvyx5jZmcgKrPAIxVLOMZKvOxh4Z1bYy8ty_pXcqmdUZ2T3OngUT1L_GXxr/s72-c/krktr.+kedai+sufi.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Tak Bergeming Diimingi Jabatan Bupati Lumajang</title><link>http://majalah-khittah.blogspot.com/2007/08/tak-bergeming-diimingi-jabatan-bupati.html</link><category>Tokoh Kita</category><author>noreply@blogger.com (Majalah Khittah)</author><pubDate>Sun, 5 Aug 2007 13:25:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2603476591001639882.post-8034494247640569935</guid><description>"Tidak banyak yang tahu bahwa Jember pernah memiliki seorang ulama besar yang tidak hanya berjuang membesarkan NU, tapi juga berjuang melawan kolonial, dan dua periode menjabat sebagai Ketua DPRD Jember. Dialah KH. Mahmud Nahrawi".Di antara deretan nama ulama Jember, nama KH. Mahmud –sapaan akrabnya— nyaris tak pernah muncul, seolah tenggelam ditelan waktu. Padahal, di era 60-an, kiprah KH. </description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiLzdtdbs7NfQ2rjwo2I4yZErScfQnuwDbLxAtvGT0MIE7HKHZ01LFnCR_m1mc6VwRRrbFDvlneqpqsXnvuwzUw9nhMLy6rTtkRzGJ28YsrpYy7jVtHdb4UfxjZSTkMz9I6kUdAfnV94vdA/s72-c/ft.+nahrawi.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Restoran Penggugah Kalbu [Siti Roudlatul Jannah]</title><link>http://majalah-khittah.blogspot.com/2007/08/restoran-penggugah-kalbu-siti-roudlatul.html</link><category>Resonansi</category><author>noreply@blogger.com (Majalah Khittah)</author><pubDate>Sun, 5 Aug 2007 10:40:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2603476591001639882.post-8759176703701731203</guid><description>Tak sengaja aku memergokisejoli tengah duduk di sebuahrestoran yang biasa disinggahimasyarakat penempuh jarakJember-Surabaya. Merekamembawa bayi yang terlihatbersemangat melebarkan mulutnya, begitu si ibu menyuapkan sesendok bubur kepadanya. Si ayah pun tak mau ketinggalan, bak sebuah gerakan ritmis, suapan demi suapan nasi dan lauk, dikunyahnya hingga tandas. Pada hitungan kedua puluh enam, </description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg15vQdcUn32lQAHdwdREmeHVMkO06LHeMRSpnLGQRXERCGc8pgJEuxpxHU1dXLO2ScVVZgOTujqsX4b6swEKQd5u-5qYNmkofriZH5k-M4e34m0hD0NymRnQzvYkMofQtRbfiF0uLIh6lM/s72-c/krktr.+resonansi.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Ketika Jumlah Penduduk Miskin Diperdebatkan</title><link>http://majalah-khittah.blogspot.com/2007/08/ketika-jumlah-penduduk-miskin.html</link><category>Laporan Utama</category><author>noreply@blogger.com (Majalah Khittah)</author><pubDate>Sun, 5 Aug 2007 10:09:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2603476591001639882.post-1326894559284987682</guid><description>Jumlah pendudukmiskin di negeri ini masihmenjadi perdebatan.Hal itu terkait denganpengumuman BadanPusat Statistik (BPS)di Jakarta, 2 Juli lalu.BPS menyebutkan, 37,17juta orang atau 16,58 persen dari 224,328 juta penduduk Indonesia tergolong miskin.Dibandingkan dengan tahun sebelumnya, angka yang dikeluarkan BPS tahun ini terbilang lebih kecil. Pasalnya, Maret 2006 lalu, jumlah penduduk miskin </description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Panjat Kelapa dan Sistem Bermadzhab</title><link>http://majalah-khittah.blogspot.com/2007/08/panjat-kelapa-dan-sistem-bermadzhab.html</link><category>Kolom</category><author>noreply@blogger.com (Majalah Khittah)</author><pubDate>Sun, 5 Aug 2007 09:06:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2603476591001639882.post-1995136774657882604</guid><description>"Setiap hari kita sudahbanyak memanfaatkan buahdan bagian buah kelapaseperti santan, dawet,srondeng dan lain-lain,bahkan tempurung kelapa,serabut dan masih banyaklagi."     Kalau ada yang tanya darimana didapat semua itu, maka dengan mudah sekali kita menjawab. Dari pohon kelapa, dipanjat pohonnya, diambil buahnya kemudian diolah menjadi es degan,dawet dan lain-lain.Bagaimana proses dan prosedur </description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi1ZkqkswwwJNO07QK2WumEpFLD3o0JkW7RbfOxrOzmrmsv0uc8MSKV-lJBd1-NqengV7UTdy3jcs5D74FpAZkoFa0e_OGqVeDqBdCkPnSbz-yprfdnihR8Si7qbd6eT0ME5zIuL-MT5u8j/s72-c/Mbah+Muchit.JPG" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Berhasil Meningkatkan Jumlah Orang Miskin</title><link>http://majalah-khittah.blogspot.com/2007/08/berhasil-meningkatkan-jumlah-orang.html</link><category>EDITORIAL</category><author>noreply@blogger.com (Majalah Khittah)</author><pubDate>Sun, 5 Aug 2007 08:39:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2603476591001639882.post-7213022758041533694</guid><description>Tanyakan pada orang miskin,apa yang menyebabkan merekamenjadi orang miskin. Lalu,baru carikan jalan keluarnyaagar ia keluar dari kubangankemiskinan. Demikian sebuahlontaran keras dalam sebuahdiskusi di lembaga swadayamasyarakat.Pertanyaan diatas memang menggugah naluri kemanusiaan kita: benarkah orang-orang menjadi miskin karena taqdir. Pengemis di jalanan itu, dalam kacamata ini, nampak telah </description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiJ5A9qDC2wccnPlVXjO4CSY0OXYl18oKCV62cMI8tcNpI5Ii7I8xul31i3C4dNKOwbjBTYEfuz5K999ZZmnLcyRs6IBKpd2Y7723dVQ8j5ySWNKOihtybMJx0bLzfhtTGiUdqx44iPkuXT/s72-c/krktr.+editorial.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item></channel></rss>