<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" version="2.0">

<channel>
	<title>malaikatpararoh</title>
	<atom:link href="https://malaikatpararoh.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml"/>
	<link>https://malaikatpararoh.wordpress.com</link>
	<description>Peduli Seni Dan Budaya Lewat Tulisan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 05 Jun 2012 05:50:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain="malaikatpararoh.wordpress.com" path="/?rsscloud=notify" port="80" protocol="http-post" registerProcedure=""/>
<image>
		<url>https://s0.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>malaikatpararoh</title>
		<link>https://malaikatpararoh.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link href="https://malaikatpararoh.wordpress.com/osd.xml" rel="search" title="malaikatpararoh" type="application/opensearchdescription+xml"/>
	<atom:link href="https://malaikatpararoh.wordpress.com/?pushpress=hub" rel="hub"/>
	<itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Peduli Seni Dan Budaya Lewat Tulisan</itunes:subtitle><item>
		<title>Seni Dan Agama</title>
		<link>https://malaikatpararoh.wordpress.com/2012/06/05/seni-dan-agama/</link>
					<comments>https://malaikatpararoh.wordpress.com/2012/06/05/seni-dan-agama/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alex STB]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Jun 2012 05:33:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Seni Budaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://malaikatpararoh.wordpress.com/2012/06/05/seni-dan-agama/</guid>

					<description><![CDATA[Membicarakan fenomena agama dan seni sangat menarik karena hubungan yang erat antara keduanya. Seni atau kesenian adalah manifestasi budaya (priksa, rasa, karsa, intuisi, dan karya) manusia yang memenuhi syarat-syarat estetik. Dalam ensiklopedi Indonesia dijelaskan bahwa seni merupakan penjelmaan rasa indah yang terkandung dalam jiwa orang, dilahirkan dengan perantaraan alat-alat komunikasi ke dalam bentuk yang dapat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://malaikatpararoh.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/06/hehe.jpg"><img data-attachment-id="590" data-permalink="https://malaikatpararoh.wordpress.com/2012/06/05/seni-dan-agama/hehe/" data-orig-file="https://malaikatpararoh.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/06/hehe.jpg" data-orig-size="174,290" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;}" data-image-title="hehe" data-image-description="" data-image-caption="" data-medium-file="https://malaikatpararoh.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/06/hehe.jpg?w=174" data-large-file="https://malaikatpararoh.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/06/hehe.jpg?w=174" class=" wp-image-590 alignright" title="hehe" src="https://malaikatpararoh.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/06/hehe.jpg?w=54&#038;h=90" alt="" width="54" height="90" srcset="https://malaikatpararoh.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/06/hehe.jpg?w=90 90w, https://malaikatpararoh.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/06/hehe.jpg?w=54 54w, https://malaikatpararoh.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/06/hehe.jpg?w=108 108w" sizes="(max-width: 54px) 100vw, 54px" /></a>Membicarakan fenomena agama dan seni sangat menarik karena hubungan yang erat antara keduanya. Seni atau kesenian adalah manifestasi budaya (priksa, rasa, karsa, intuisi, dan karya) manusia yang memenuhi syarat-syarat estetik. Dalam ensiklopedi Indonesia dijelaskan bahwa seni merupakan penjelmaan rasa indah yang terkandung dalam jiwa orang, dilahirkan dengan perantaraan alat-alat komunikasi ke dalam bentuk yang dapat ditangkap oleh indera, baik itu pendengaran (misalnya seni suara), indera penglihatan (misalnya seni lukis) ataupun yang dilahirkan dengan perantaraan gerak (misalnya seni tari dan drama). Secara garis besar, seni dapat dibedakan atas hal-hal sebagai berikut: 1. Seni sastra atau kesusastraan, yaitu seni dengan alat bahasa. 2. Seni musik yaitu seni dengan alat bunyi atau suara. 3. Seni tari yaitu seni dengan alat gerak. 4. Seni rupa yaitu seni dengan alat garis, bentuk, warna. 5. Seni drama atau teater yaitu seni dengan alat komunikasi sastra, musik, tari atau gerak atau rupa. Seni di kalangan masyarakat primitive jelas merupakan ekspresi kepercayaan mereka. Seni tari yang mereka kembangkan adalah dalam rangka pemujaan hewan totem. Seni pahat, nyanyian atau suara, juga demikian.demian juga masyarakat primitive yang lain, karya seni mereka tidak dapat dipisahka, bahkan penampilan, dari keyakinan keagamaan atau kepercayaan itu sendiri. Tarian dan nyanyian masyarakat primitive adalah tarian dan nyanyian mistik. Masyarakat kuno yang telah maju, seperti bangsa mesir kuno, telah mampu menghasilkan karya pyramid, obelisk, spink, lukisan dan huruf hyeroliph. Pyramid dan tempat penyimpanan mayat dalam gua-gua batu dibuat sedemikian rupa sehingga merupakan keajaiban dunia sampai saat ini. Keberhasilan demikian di dorong oleh kepercayaan ada hidup sesudah mati. Di ruangan tempat mayat disimpan, penuh dengan tulisan hyerogliph yang mengajarkan bagaimana nanti perjalanan sesudah mati dan bagaimana menghadapinya. Mayat mereka juga dibalsem supaya awet karena juga didorong oleh kepercayaan kepada keabadian. Karya seni besar di India, yaitu kisah Ramayan dan Mahabharata, jelas kisah epik keagamaan Hindu. Candi juga peninggalan seni bangunan dan arsitektur keagamaan Hindu dan Budha. Di Bali sampai saat ini dapat disaksikan dengan jelas betapa seni ukir dan seni tari berkembang demikian pesat sehingga menjadi daya tarik turisme mancanegara karena digerakkan oleh kepercayaan mereka. Pura, bahkan bangunan rumah sekali pun, dibuat dengan ukiran berbagai dewa. Gereja dan nyanyian kebaktian dalam Kristen adalah penampilan dari karya seni arsitektur dan seni suara yang dilahirkan oleh paham dan rasa keagamaan penganutnya. Gambaran yang telah dikemukakan menunjukkan bahwa Islam sudah lama menumbuhkan sebuah tradisi seni yang adiluhung, terutama dalam sastra, kaligrafi, seni dekoratif dan lain-lain. Seni kaligrafi dan arsitektur masjid dalam islam juga karya seni yang berhubungan dengan wahyu dan tempat menyembah Allah. Para sufi menulis cerita dan puisi yang sarat dengan pengembaraan mereka mendekati dan menemui Allah di alam ruhani. Kelompok keagamaan yang berusaha untuk lebih kaffah menampilkan seni nasyid dan pembacaan Alquran dengan seni murattal, tidak dengan terlalu diragukan. Tidak seperti paham keagamaan yang agak longgar. Seni mereka adalah nyanyian gambus dan bacaan alquran dengan irama yang agak bersifat tarik suara seperti yang sering di dengar dalam Musabaqah Tilawatil Quran. Dengan demikian, jelas betapa seni suatu umat beragama tidak lain dari ekspresi keagamaan mereka itu sendiri. Bahkan, suatu kelompok keagamaan juga punya kesenian yang berbeda dengan kelompok lain. Dalam Islam, tidak ada teori atau ajaran yang terinci mengenai seni dan estetika (berbeda halnya dengan etika). Jika disimpulkan hal tersebut tidak keliru, hanya saja kita mencatat hal-hal sebagai berikut Islam adalah agama fitrah, agama yang serasi benar dengan fitrah kejadian manusia (ar-Ruum: 30). Kesenian bagi manusia juga termasuk fitrahnya. Kesanggupan berseni ini pulalah yang membedakan antara manusia dan makhluk Tuhan lainnya. Allah memiliki segala sifat yang baik (al-A’raaf: 10), seperti Jamal (Mahaindah), Jalal (Mahaagung), dan Kamal (Mahasempurna). (as-Sajdah: 6, 23, 14), sedangkan manusia merupakan khalifah Tuhan (al-Baqarah: 30;al-An’aam: 165; al-Ahzaab: 72; Faathir: 39) mengemban amanah mewakili Tuhan diatas dunia dalam batas-batas kemampuan manusia. Seni adalah hidup, sekaligus bagian dari hidup manusia. Seni juga merupakan manifestasi dan refleksi dari kehidupan manusia. Memenuhi panggilan kepada yang lebih menghidupkan manusia dalam pelbagai lapangan adalah wajib bagi muslim menurut kemampuan mereka masing-masing. Berkreasi seni merupakan jawaban positif terhadap panggilan yang lebih menghidupkan itu. Kesenian itu pada dasarnya menurut penilaian hukum Islam adalah mubah, jaiz, boleh. Hal-hal lain yang diluar seni itu sendiri dapat membawa perubahan kepada penilan hokum itu, umpamanya dari mubah menjadi makruh. Sebaliknya karya seni, yaitu hal-hal yang memenuhi syarat-syarat estetik, menurut penilaian Islam merupakan karya, sekaligus ibadah atau pengabdian bila memiliki ciri-ciri sebagai berikut: a. Ikhlas sebagai titik tolak b. Mardhatillah sebagai titik tuju c. Amal saleh sebagai garis amal Pertanyaan lama yang senantiasa baru dalam estetika dan kehidupan kesenian adalah “Seni untuk senikah? Seni untuk rakyatkah? Seni untuk manusiakah?” bagi setiap muslim tidak sulit untuk menentukan jawaban atas pertanyaan atas pertanyaan itu. Seni merupakan bagian dari kehidupan itu sendiri. Dengan demikian, pertanyaan “seni untuk apa?” Sama saja dengan “hidup untuk apa?” tujuan kesenian adalah sama dengan tujuan hidup itu sendiri. Tujuan hidup setiap muslim adalah kebahagiaan spiritual dan material di dunia dan akhirat serta menjadi rahmat bagi segenap alam dibawah naungan keridhaan Allah. Ditinjau dari fungsinya, maka seni merupakan media untuk mensyukuri nikmat Tuhan. Allah telah berkenan menganugerahi manusia dengan berbagai potensi, baik potensi rohani (af’idah) maupun potensi indrawi (mata, telinga, dan lain sebagainya). Fungsi seni adalah untuk menghayati sepuhan Allah (shibghatu’ilah), baik yang teradapat pada alam, maupun yang terdapat pada kreasi manusia. Seorang muslim yang baik, yang terikat jiwanya kepada Islam, yang berkreasi seni pada hakikatnya adalah melaksanakan tugas ibadah dan menunaikan fungsi khilafah. Persoalan hubungan Islam dengan seni, sebenarnya bukan hanya persoalan sikap kebanyakan ulama dan fuqaha (ahli hukum Islam) yang kaku dan risih terhadap kegiatan seni. Persoalan yang tak kalah penting justru menyangkut hal-hal mendasar. Pertama, menyusutnya ingatan kolektif umat Islam terhadap khazanah budaya Islam, khususnya seninya, yang kaya dan pernah berkem_ang selama beberapa abad bukan saja di belahan negeri Arab dan Persia, tetapi juga di kepulauan Nusantara; Kedua, merosotnya pemahaman konseptual tentang seni di kalangan luas pemeluk agama Islam, serta ketidakpedulian mereka terhadap arti dan peranan penting seni dalam kehidupan. Khususnya sebagai sarana pendidikan dan pemekaran imaginasi, yang niscaya bermanfaat bagi perkembangan kebudayaan dan peningkatan kreativitas umat. Akan tetapi, karya seni masyarakat secular tampak sudah demikian materialis dan biologis. Yang menjadi tumpuan perhatian, seperti dalam percintaan muda mudi, adalah kecantikan wajah dan penampilan, tidak budi luhur dan kedalaman perasaan. Tarian juga sangat di dominasi goyang dan penampilan erotis. Semua penampilan materialis biologis dari seni modern tidak terlepas dari kaitannya dengan “agama”. Seni masyarakat sekular dihasilkan oleh “agama” mereka yang dinamakan materialisme itu. Materialisme dianut dan dipercayai sebagai suatu kebenaran satu-satunya. Materi dan fisik adalah sesuatu yang amat dipentingkan dan mendominasi kehidupan masyarakat modern, sehingga lahirlah seni yang vulgar. Dengan kata lain, tanpa disadari, hiburan dan seni telah terkontaminasi oleh kemewahan dan budaya hedonism terutama dari sisi estetika yang indah dan lurus. Sebagian orang menggambarkan umat Islam sebagai masyarakat ahli ibadah dan kerja keras, maka tak ada tempat bagi orang-orang yang lalai dan bermain-main, seperti tertawa bergembira ria, bernyanyi atau bermain music. Tidak boleh bibir tersenyum, hati senang, dan tak boleh kecantikan terlukis pada wajah-wajah manusia. Mungkin sebagian orang yang berfikiran ekstrim setuju terhadap sikap mereka yang bermuka masam, dahi berkerut, dengan penampilan seram dan orang yang keras, putus harapan gagal atau gagap. Namun, sebenarnya keperibadian yang buruk ini bukanlah dari ajaran agama. Artinya, mereka sendirilah yang mewajibkan tabiat buruk tersebut atas nama agama. Sementara agama sendiri tidak memerintahkannya, melainkan persepsi merekalah yang keliru. Kebalikan dari tabiat di atas adalah orang-orang yang bebas mengumbar hawa nafsunya, di mana hidupnya diisi dengan hiburan dan kesenangan, mencampuradukkan antara yang disyariatkan dan yang dilarang, antara yang halal dan haram. Mereka serba permisif dan mengeksploitasikan kebebasannya, menyebarkan kesesatan terselubung maupun terang-terangan. Semuanya mengatasnamakan seni atau refresing. Mereka lupa bahwa hukum agama tidak melihat label namanya tetapi pada esensinya. Dan semua perkara itu tergantung apa yang dimaksudkan.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://malaikatpararoh.wordpress.com/2012/06/05/seni-dan-agama/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		
		<media:content medium="image" url="https://2.gravatar.com/avatar/529e367f12651ba244a2f355cd72de0971953a919e5c3fdc15af795c8c494279?s=96&amp;d=wavatar&amp;r=G">
			<media:title type="html">malaikatpararoh</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="https://malaikatpararoh.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/06/hehe.jpg?w=90">
			<media:title type="html">hehe</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Legenda Kapal Hantu “The Flying Dutchman”</title>
		<link>https://malaikatpararoh.wordpress.com/2012/05/22/legenda-kapal-hantu-the-flying-dutchman/</link>
					<comments>https://malaikatpararoh.wordpress.com/2012/05/22/legenda-kapal-hantu-the-flying-dutchman/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alex STB]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 May 2012 03:28:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Seni Budaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://malaikatpararoh.wordpress.com/?p=582</guid>

					<description><![CDATA[Menurut cerita rakyat , The Flying Dutchman adalah kapal hantu yang tidak akan pernah bisa berlabuh, tetapi harus mengarungi “tujuh lautan” selamanya.Flying Dutchman selalu terlihat dari kejauhan , kadang-kadang disinari dengan sorot cahaya redup. Banyak versi dari cerita ini. Menurut beberapa sumber, Legenda ini berasal dari Belanda, sementara itu yang lain meng-claim bahwa itu berasal dari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div><img class="alignright" src="https://i0.wp.com/i613.photobucket.com/albums/tt211/HeleponPegang/the-cursed-voyage-of-the-flying-dut.jpg" alt="" width="270" height="169" /></div>
<div></div>
<div>Menurut cerita rakyat , The Flying Dutchman adalah kapal hantu yang tidak akan pernah bisa berlabuh, tetapi harus mengarungi “tujuh lautan” selamanya.<strong>Flying Dutchman</strong> selalu terlihat dari kejauhan , kadang-kadang disinari dengan sorot cahaya redup.</div>
<div></div>
<div>Banyak versi dari cerita ini. Menurut beberapa sumber, Legenda ini berasal dari Belanda, sementara itu yang lain meng-claim bahwa itu berasal dari sandiwara Inggris The Flying Dutchman (1826) oleh Edward Fitzball dan novel “The Phantom Ship” (1837) oleh Frederick Marryat, kemudian di adaptasi ke cerita Belanda “Het Vliegend Schip” (The Flying Ship) oleh pastor Belanda A.H.C. Römer.</div>
<p>Versi lainnya termasuk opera oleh Richard Wagner (1841) dan “The Flying Dutchman on Tappan Sea” oleh Washington Irving (1855).</p>
<p>Beberapa sumber terpercaya menyebutkan bahwa pada abad 17 seorang kapten Belanda bernama Bernard Fokke (versi lain menyebut kapten “Ramhout Van Dam” atau “Van der Decken”) mengarungi lautan dari Holland ke pulau Jawa dengan kecepatan luar biasa.<br />
Ia dicurigai meminta bantuan iblis untuk mencapai kecepatan tadi. Namun ditengah pelayarannya menuju Cape of God Hope tiba-tiba cuaca buruk,sehingga kapal oleng. Lalu seorang awak kapal meminta supaya pelayaran dihentikan .</p>
<p>Tetapi sang kapten tidak mau ,lalu dia berkata “aku bersumpah tidak akan mundur dan akan terus menembus badai untuk mencapai tempat tujuanku , atau aku beserta semua awak kapalku akan terkutuk selamanya” Tiba -tiba badai menghantam kapal itu sehingga mereka kalah melawan alam.</p>
<p><img class="alignleft" src="https://malaikatpararoh.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/05/dutchman.jpg?w=180&#038;h=135" alt="" width="180" height="135" /></p>
<div></div>
<p>Dan terkutuklah selama-lamanya Sang Kapten bersama para anak kapalnya itu menjadi jasad hidup dan berlayar di tujuh lautan untuk selama-lamanya.<br />
Konon , Kapal tersebut dikutuk untuk melayari 7 samudera sampai akhir zaman. lalu cerita itu menyebar sangat cepat ke seluruh dunia.</p>
<p>Sumber lain juga menyebutkan munculnya penyakit berbahaya di kalangan awak kapal sehingga mereka tidak diijinkan untuk berlabuh dipelabuhan manapun .<br />
Sejak itu, kapal dan awaknya dihukum untuk selalu berlayar, tidak pernah berlabuh/menepi. Menurut beberapa versi, ini terjadi pada tahun 1641, yang lain menebak tahun 1680 atau 1729.</p>
<p>Terneuzen (Belanda) disebut sebagai rumah sang legenda Flying Dutchman, Van der Decken, seorang kapten yang mengutuk Tuhan dan telah dihukum untuk mengarungi lautan selamanya, telah diceritakan dalam novel karya Frederick Marryat &#8211; The Phantom Ship dan Richard Wagner opera.</p>
<p>Banyak saksi yang mengaku telah melihat kapal hantu ini. Pada tahun 1939 kapal ini terlihat di Mulkzenberg. Pada tahun 1941 seklompok orang di pantai Glencairn menyaksikan kapal berlayar yang tiba &#8211; tiba lenyap ketika akan menubruk batu karang.<br />
Penampakan The Flying Dutchman kembali terlihat oleh awak kapal laut militer M.H.S Jubilee di dekat Cape Town di bulan agustus 1942.</p>
<p>Bahkan ada suatu catatan kisah tentang pelayaran Christoper Columbus,waktu itu awak kapal Columbus melihat kapal terkatung katung dengan layar mengembang.setelah itu awak yang pertama melihat langsung tewas seketika.</p>
<p>Mitos akhir-akhir ini juga mengisahkan apabila suatu kapal modern melihat kapal hantu ini dan awak kapal modern memberi signal, maka kapal modern itu akan tenggelam / celaka.</p>
<p>Bagi seorang pelaut , pertemuan yang tak diduga dengan kapal hantu The Flying Dutchman akan mendatangkan bahaya bagi mereka dan konon , ada suatu cara untuk mengelak dari kemungkinan berpapasan dengan kapal hantu tersebut , yakni dengan memasangkan tapal kuda di tiang layar kapal mereka sebagai perlindungan.</p>
<p>Selama berabad &#8211; abad, legenda The Flying Dutchman menjadi sumber inspirasi para sastrawan dan novelis. Sejak tahun 1826 Edward Fitzball telah menulis novel The Pantom Ship (1837) yang diangkat dari pengalaman bertemu dengan kapal seram ini.<br />
Banyak pujangga terkenal seperti Washington Irving dan Sir Walter Scott juga tertarik mengangkat legenda ini.</p>
<p>Istilah Flying Dutchman juga dipakai untuk julukan beberapa atlet sepakbola, terutama para pemain ternama asal Belanda. Ironisnya, bintang veteran negeri Orange, Dennis Bergkamp justru dikenal sebagai orang yang phobia atau takut untuk terbang, sehingga ia dijuluki The Non-Flying Dutchman.</p>
<p><strong>Beberapa Laporan Penampakan The Flying Dutchman yang sempat didokumentasikan :</strong></p>
<p><strong>1823</strong> : Kapten Oweb , HMS Leven mengisahkan telah dua kali melihat sebuah kapal kosong terombang ambing ditengah lautan dari kejauhan , namun dalam sekejap mata kapal tersebut kemudian menghilang.</p>
<p><strong>1835</strong> : Dikisahkan pada tahun itu , sebuah kapal berbendera Inggris yang terkepung oleh badai ditengah samudera, didatangi oleh sebuah kapal asing yang disebut-sebut sebagai Kapal Hantu The Flying Dutchman , kemudian secara tiba-tiba kapal asing tersebut mendekat dan seakan-akan ingin menabrak kapal mereka , namun anehnya sebelum keduanya saling berbenturan kapal asing tersebut kemudian lenyap seketika.</p>
<p><strong>1881</strong> : Tiga orang anak kapal HMS Bacchante termasuk King George V telah melihat sebuat kapal tak berawak yang berlayar menentang arus kapal mereka. Keesokan harinya , salah seorang daripada mereka ditemui mati dalam keadaan yang mengerikan.</p>
<p><strong>1879</strong> : Anak kapal SS Pretoria juga mengaku pernah melihat kapal hantu tersebut.</p>
<p><strong>1939</strong> : kapal ini terlihat di Mulkzenberg , beberapa orang yang menyaksikannya terkejut kerana kapal usang tersebut tiba-tiba menghilang</p>
<p><strong>1941</strong> : Beberapa saksi mata dipantai Glencairn melaporkan sebuah kapal usang yang menabrak batu karang dan terpecah belah , namun setelah dilakukan penyelidikan di TKP , tidak ada tanda-tanda dari bangkai kapal tersebut.</p>
<p><strong>1942</strong> : Empat orang saksi telah melihat sebuah kapal kosong memasuki perairan Table Bay kemudian menghilang.Seorang pegawai telah mendokumentasikan penemuan tersebut di dalam catatan hariannya.</p>
<p><strong>1942</strong> : Penampakan The Flying Dutchman kembali terlihat oleh awak kapal laut militer M.H.S Jubilee di dekat Cape Town di bulan agustus 1942</p>
<p><strong>1959</strong> : Awak kapal Straat Magelhaen kembali melaporakan melihat sebuah kapal misterius yang terombang-ambing ditengah lautan dalam keadaan kosong dengan teleskopnya.</p>
<p><em>Sumber: </em><a href="http://www.dunia-unik.com/2012/05/legenda-kapal-hantu-flying-dutchman.html?utm_source=feedburner&amp;utm_medium=feed&amp;utm_campaign=Feed%3A+dunia-unik+%28DuniaUnik%29">http://www.dunia-unik.com</a></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://malaikatpararoh.wordpress.com/2012/05/22/legenda-kapal-hantu-the-flying-dutchman/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		
		<media:content medium="image" url="https://2.gravatar.com/avatar/529e367f12651ba244a2f355cd72de0971953a919e5c3fdc15af795c8c494279?s=96&amp;d=wavatar&amp;r=G">
			<media:title type="html">malaikatpararoh</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="http://i613.photobucket.com/albums/tt211/HeleponPegang/the-cursed-voyage-of-the-flying-dut.jpg"/>

		<media:content medium="image" url="https://malaikatpararoh.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/05/dutchman.jpg?w=300"/>
	</item>
		<item>
		<title>Makna Hari Kartini</title>
		<link>https://malaikatpararoh.wordpress.com/2012/04/21/makna-hari-kartini/</link>
					<comments>https://malaikatpararoh.wordpress.com/2012/04/21/makna-hari-kartini/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alex STB]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Apr 2012 12:35:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Seni Budaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://malaikatpararoh.wordpress.com/?p=551</guid>

					<description><![CDATA[Raden Adjeng Kartini sang Pahlawan Nasional Indonesia sebagai pelopor perjuangan kaum perempuan, simbol persamaan gender, emansipasi wanita di Indonesi. Raden Adjeng Kartinidalah putri dari golongan bangsawan Jawa &#8220;Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat&#8221;, Bupati Jepara pada saat itu berkuasa. Kartini lahir di Jepara, tanggal 21 April 1879 dan wafat pada tanggal 17 September 1904 di Rembang. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;"><strong><a href="https://malaikatpararoh.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/04/images.jpg"><img data-attachment-id="552" data-permalink="https://malaikatpararoh.wordpress.com/2012/04/21/makna-hari-kartini/images/" data-orig-file="https://malaikatpararoh.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/04/images.jpg" data-orig-size="267,189" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;}" data-image-title="images" data-image-description="" data-image-caption="" data-medium-file="https://malaikatpararoh.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/04/images.jpg?w=267" data-large-file="https://malaikatpararoh.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/04/images.jpg?w=267" class="alignright size-thumbnail wp-image-552" title="images" src="https://malaikatpararoh.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/04/images.jpg?w=150&#038;h=106" alt="" width="150" height="106" srcset="https://malaikatpararoh.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/04/images.jpg?w=150 150w, https://malaikatpararoh.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/04/images.jpg 267w" sizes="(max-width: 150px) 100vw, 150px" /></a></strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong><span style="color:#000000;">Raden Adjeng Kartini sang Pahlawan Nasional Indonesia sebagai pelopor perjuangan kaum perempuan, simbol persamaan gender, emansipasi wanita di Indonesi.</span></strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong><span style="color:#000000;">Raden Adjeng Kartinidalah putri dari golongan bangsawan Jawa &#8220;Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat&#8221;, Bupati Jepara pada saat itu berkuasa. Kartini lahir di Jepara, tanggal 21 April 1879 dan wafat pada tanggal 17 September 1904 di Rembang.</span></strong></p>
<h4 style="text-align:center;"><strong><em>Setiap  Tanggal  21  April  kita  sebagai  warga  negara  Indonesia  khususnya perempuan  merayakan  Hari Kartini, dari  tahun  ke  tahun  sejauh  yang  kita ingat  setiap  hari  Kartini  disekolah  diwajibkan  memakai  pakaian  adat daerah  dari  berbagai  pelosok  tanah  air  atau  kegiatan‐kegiatan  yang berkaitan  dengan  kewanitaan. Dimana  kaum  perempuan  bisa  sekolah setinggi‐tingginya,  dan  mendapatkan  hak  yang  sama  dengan kaum pria. </em></strong></h4>
<h4 style="text-align:center;"><strong><em>Tapi Ironisnya justru setelah sekian lama kondisi kaum perempuan saat ini masih banyak yang jauh dari </em><em>harapan, ada  yang  mandiri  seolah‐olah   bisa hidup  tanpa  kaum  pria,atau  kaum  perempuan  menjadi </em><em>budak  di  negeri orang  dan  menjadi  bahan  pelecehan  atau  diperjual  belikan.Yang seharusnya  adalah kesetaraan,saling menghormati, saling mendukung,dan saling menjaga kebebasan secara manusiawi. </em></strong></h4>
<h4 style="text-align:center;"><strong><em>Di dalam keluarga, di dalam pekerjaan, di dalam masyarakat, masih banyak kita lihat ketidak adilan yang  </em><em>diterima  oleh  kaum  perempuan.Tapi  apakah sebagai  perempuan  harus  diam  diperlakukan  seperti  </em><em>itu&#8230;Nasib  kita sebagai  kaum  perempuan  ada  ditangan  kita  sendiri,jadi  perlihatkan  kalau kaum </em><em>perempuan  itu  tidak  lemah  dan  mempunyai  kekuatan  untuk melebihi  kaum  pria  tapi  tidak  lepas  dari tanggung jawab terhadap keluarga, pekerjaan ,dan masyarakat sebagai kodratnya kaum perempuan. </em></strong></h4>
<h4 style="text-align:center;"><strong><em>Semoga makna hari kartini  ditahun  ini  dan  juga  tahun‐tahun  mendatang bukan  sekedar  memperingati </em><em>dengan  kegiatan‐kegiatan  tapi  muncul Kartini‐Kartini  baru  yang  melegenda  seperti  Ibu  Kartini. Sebuah bangsa akan maju tergantung pada kualitas perempuan.Dan dibalik suksesnya sebuah keluarga biasanya ada  seorang  perempuan yang  kuat, dan  tabah memikul  beban  sebagai  seorang  istri, seorang  ibu, seorang karyawati dan seorang wanita yang baik berkepribadian.</em></strong></h4>
<p style="text-align:left;"><strong><span style="color:#000000;">Habis Gelap Terbitlah Terang ( Door Duisternis tot Lich ) merupakan sebuah buku kumpulan surat-surat Kartini yang di kirimkan kepada sahabat-sahabatnya di Belanda. Buku tersebut merupakan bukti begitu besar keinginan seorang Kartini untuk melepaskan kaumnya dari diskriminasi yang sudah membudaya pada zamannya.</span></strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong><span style="color:#000000;">Sebagai penghormatan atas jasa-jasanya sebagai pelopor kebangkitan perempuan, Presiden Soekarno menetapkan tanggal 21 April sebagai hari lahir Kartini dan sekaligus juga menetapkan Raden Adjeng Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional yang di peringati setiap tahun. Dan sekarang di kenal dengan Hari Kartini.<a href="http://www.kucoba.com/2012/04/makna-hari-kartini-arti-kartini-21.html"><span style="color:#000000;"><br />
</span></a></span></strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong><span style="color:#000000;"><img src="https://whos.amung.us/swidget/059kpnyb74m8.gif" alt="" width="0" height="0" border="0" /></span></strong></p>
<p><strong><img src="https://whos.amung.us/swidget/059kpnyb74m8.gif" alt="" width="0" height="0" border="0" /></strong></p>
<p><strong><img src="https://whos.amung.us/swidget/059kpnyb74m8.gif" alt="" width="0" height="0" border="0" /></strong></p>
<p><strong><img src="https://whos.amung.us/swidget/059kpnyb74m8.gif" alt="" width="0" height="0" border="0" /></strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://malaikatpararoh.wordpress.com/2012/04/21/makna-hari-kartini/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		
		<media:content medium="image" url="https://2.gravatar.com/avatar/529e367f12651ba244a2f355cd72de0971953a919e5c3fdc15af795c8c494279?s=96&amp;d=wavatar&amp;r=G">
			<media:title type="html">malaikatpararoh</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="https://malaikatpararoh.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/04/images.jpg?w=150">
			<media:title type="html">images</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="http://whos.amung.us/swidget/059kpnyb74m8.gif"/>

		<media:content medium="image" url="http://whos.amung.us/swidget/059kpnyb74m8.gif"/>

		<media:content medium="image" url="http://whos.amung.us/swidget/059kpnyb74m8.gif"/>

		<media:content medium="image" url="http://whos.amung.us/swidget/059kpnyb74m8.gif"/>
	</item>
		<item>
		<title>Pekan Seni Mahasiswa Nasional XI</title>
		<link>https://malaikatpararoh.wordpress.com/2012/04/19/pekan-seni-mahasiswa-nasional-xi/</link>
					<comments>https://malaikatpararoh.wordpress.com/2012/04/19/pekan-seni-mahasiswa-nasional-xi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alex STB]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Apr 2012 19:34:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Seni Budaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://malaikatpararoh.wordpress.com/?p=535</guid>

					<description><![CDATA[Silakan Download buku_panduan_peksiminas11 buku_materi_peksiminas11 Peksiminas merupakan puncak kegiatan kemahasiswaan di bidang pengembangan bakat dan minat mahasiswa dalam bidang seni. Peksiminas diselenggarakan sekali dalam dua tahun oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendiknas dengan menunjuk salah satu pengurus BPSMI (Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia) sebagai panitia penyelenggara kegiatan. Peserta adalah hasil seleksi terbaik dari mahasiswa peserta yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><a href="https://malaikatpararoh.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/04/peksiminas1-265x300.jpg"><img data-attachment-id="540" data-permalink="https://malaikatpararoh.wordpress.com/2012/04/19/pekan-seni-mahasiswa-nasional-xi/peksiminas1-265x300/" data-orig-file="https://malaikatpararoh.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/04/peksiminas1-265x300.jpg" data-orig-size="265,300" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;}" data-image-title="peksiminas1-265&#215;300" data-image-description="" data-image-caption="" data-medium-file="https://malaikatpararoh.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/04/peksiminas1-265x300.jpg?w=265" data-large-file="https://malaikatpararoh.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/04/peksiminas1-265x300.jpg?w=265" class=" wp-image-540 alignleft" title="peksiminas1-265x300" src="https://malaikatpararoh.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/04/peksiminas1-265x300.jpg?w=106&#038;h=120" alt="" width="106" height="120" srcset="https://malaikatpararoh.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/04/peksiminas1-265x300.jpg?w=106 106w, https://malaikatpararoh.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/04/peksiminas1-265x300.jpg?w=212 212w, https://malaikatpararoh.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/04/peksiminas1-265x300.jpg?w=133 133w" sizes="(max-width: 106px) 100vw, 106px" /></a></h2>
<h4>Silakan Download</h4>
<p><a href="https://malaikatpararoh.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/04/buku_panduan_peksiminas11.pdf">buku_panduan_peksiminas11</a></p>
<p><a href="https://malaikatpararoh.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/04/buku_materi_peksiminas11.pdf">buku_materi_peksiminas11</a><img src="https://whos.amung.us/swidget/059kpnyb74m8.gif" alt="" width="0" height="0" border="0" /></p>
<p>Peksiminas merupakan puncak kegiatan kemahasiswaan di bidang pengembangan bakat dan minat mahasiswa dalam bidang seni. Peksiminas diselenggarakan sekali dalam dua tahun oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendiknas dengan menunjuk salah satu pengurus BPSMI (Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia) sebagai panitia penyelenggara kegiatan.</p>
<p>Peserta adalah hasil seleksi terbaik dari mahasiswa peserta yang ikut pada pekan seni mahasiswa daerah (peksimida). Seperti dinyatakan di dalam Pola Pengembangan kemahasiswaan yang diterbitkan oleh Ditjen Dikti Depdiknas tahun 2006 penyelenggaraan Peksiminas bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan praktik mahasiwa dalam menumbuhkan apresiasi terhadap seni, baik seni suara, seni<br />
pertunjukan, penulisan sastra, seni rupa, dll. Kegiatan Peksiminas untuk pertama kalinya diselenggarakan di kota Surakarta pada tahun 1991.</p>
<p>Berikut ini adalah penyelenggaraan /Penyelenggara Peksiminas</p>
<p>1. Peksiminas I 1991 Pengda BPSMI Jawa Tengah Surakarta<br />
2. Peksiminas II 1993 Pengda BPSMI Bali Denpasar<br />
3. Peksiminas III 1995 Pengda BPSMI DKI Jakarta<br />
4. Peksiminas IV 1997 Pengda BPSMI Jawa Barat Bandung<br />
5. Peksiminas V 1999 Pengda BPSMI Jawa Timur Surabaya<br />
6. Peksiminas VI 2002 Pengda BPSMI DIY Yogyakarta<br />
7. Peksiminas VII 2004 Pengda BPSMI Lampung Bandar Lampung<br />
8. Peksiminas VIII 2006 Pengda BPSMI Sulawesi Selatan Makassar<br />
9. Peksiminas IX 2008 Pengda BPSMI Jambi Jambi<br />
10 Peksiminas X 2010 Pengprov BPSMI Kalimantan Barat Pontianak</p>
<p><img src="https://whos.amung.us/swidget/059kpnyb74m8.gif" alt="" width="0" height="0" border="0" /></p>
<p><img src="https://whos.amung.us/swidget/059kpnyb74m8.gif" alt="" width="0" height="0" border="0" /></p>
<p><img src="https://whos.amung.us/swidget/059kpnyb74m8.gif" alt="" width="0" height="0" border="0" /></p>
<p><img src="https://whos.amung.us/swidget/059kpnyb74m8.gif" alt="" width="0" height="0" border="0" /></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://malaikatpararoh.wordpress.com/2012/04/19/pekan-seni-mahasiswa-nasional-xi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		
		<media:content medium="image" url="https://2.gravatar.com/avatar/529e367f12651ba244a2f355cd72de0971953a919e5c3fdc15af795c8c494279?s=96&amp;d=wavatar&amp;r=G">
			<media:title type="html">malaikatpararoh</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="https://malaikatpararoh.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/04/peksiminas1-265x300.jpg?w=132">
			<media:title type="html">peksiminas1-265x300</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="http://whos.amung.us/swidget/059kpnyb74m8.gif"/>

		<media:content medium="image" url="http://whos.amung.us/swidget/059kpnyb74m8.gif"/>

		<media:content medium="image" url="http://whos.amung.us/swidget/059kpnyb74m8.gif"/>

		<media:content medium="image" url="http://whos.amung.us/swidget/059kpnyb74m8.gif"/>

		<media:content medium="image" url="http://whos.amung.us/swidget/059kpnyb74m8.gif"/>
	<enclosure length="2306278" type="application/pdf" url="https://malaikatpararoh.files.wordpress.com/2012/04/buku_panduan_peksiminas11.pdf"/><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Silakan Download buku_panduan_peksiminas11 buku_materi_peksiminas11 Peksiminas merupakan puncak kegiatan kemahasiswaan di bidang pengembangan bakat dan minat mahasiswa dalam bidang seni. Peksiminas diselenggarakan sekali dalam dua tahun oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendiknas dengan menunjuk salah satu pengurus BPSMI (Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia) sebagai panitia penyelenggara kegiatan. Peserta adalah hasil seleksi terbaik dari mahasiswa peserta yang [&amp;#8230;]</itunes:subtitle><itunes:summary>Silakan Download buku_panduan_peksiminas11 buku_materi_peksiminas11 Peksiminas merupakan puncak kegiatan kemahasiswaan di bidang pengembangan bakat dan minat mahasiswa dalam bidang seni. Peksiminas diselenggarakan sekali dalam dua tahun oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendiknas dengan menunjuk salah satu pengurus BPSMI (Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia) sebagai panitia penyelenggara kegiatan. Peserta adalah hasil seleksi terbaik dari mahasiswa peserta yang [&amp;#8230;]</itunes:summary><itunes:keywords>Seni Budaya</itunes:keywords></item>
		<item>
		<title>Temu Teater Mahasiswa Nusantara X</title>
		<link>https://malaikatpararoh.wordpress.com/2012/04/19/informasi-temu-teman-purwokerto/</link>
					<comments>https://malaikatpararoh.wordpress.com/2012/04/19/informasi-temu-teman-purwokerto/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alex STB]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Apr 2012 17:48:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Seni Budaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://malaikatpararoh.wordpress.com/?p=531</guid>

					<description><![CDATA[salam budaya ! silakan download PROPOSAL TTMN X Kepada rekan-rekan  Teater Mahasiswa se-Nusantara bahwa Pelaksanaan Temu Teman X diajukan pada tanggal 09-15 Juli 2012 dengan pertimbangan beberapa sebagai berikut : 1.Sesuai Kalender Akademik PT se-Indonesia bahwa pelaksanaan OSPEK/OPAK dilaksanakan dari tanggal 27-31 Agustus 2012. Sedangkan awal masuk kuliah dimulai 01-05 September 2012. 2.Di STAIN Purwokerto [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h6></h6>
<h2><a href="https://malaikatpararoh.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/04/ttmn-x.jpeg"><img loading="lazy" data-attachment-id="532" data-permalink="https://malaikatpararoh.wordpress.com/2012/04/19/informasi-temu-teman-purwokerto/ttmn-x/" data-orig-file="https://malaikatpararoh.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/04/ttmn-x.jpeg" data-orig-size="420,420" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;}" data-image-title="ttmn x" data-image-description="" data-image-caption="" data-medium-file="https://malaikatpararoh.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/04/ttmn-x.jpeg?w=270" data-large-file="https://malaikatpararoh.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/04/ttmn-x.jpeg?w=270" class="alignleft  wp-image-532" title="ttmn x" src="https://malaikatpararoh.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/04/ttmn-x.jpeg?w=180&#038;h=180" alt="" width="180" height="180" srcset="https://malaikatpararoh.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/04/ttmn-x.jpeg?w=300 300w, https://malaikatpararoh.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/04/ttmn-x.jpeg?w=180 180w, https://malaikatpararoh.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/04/ttmn-x.jpeg?w=360 360w, https://malaikatpararoh.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/04/ttmn-x.jpeg?w=150 150w" sizes="(max-width: 180px) 100vw, 180px" /></a>salam budaya !<a href="https://malaikatpararoh.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/04/proposal-peserta21.pdf"><br />
</a></h2>
<h3>silakan download</h3>
<p><a href="https://malaikatpararoh.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/04/proposal-ttmn-x.pdf">PROPOSAL TTMN X</a></p>
<h5>Kepada rekan-rekan  Teater Mahasiswa se-Nusantara bahwa Pelaksanaan Temu Teman X diajukan pada tanggal 09-15 Juli 2012 dengan pertimbangan beberapa sebagai berikut :<br />
1.Sesuai Kalender Akademik PT se-Indonesia bahwa pelaksanaan OSPEK/OPAK dilaksanakan dari tanggal 27-31 Agustus 2012. Sedangkan awal masuk kuliah dimulai 01-05 September 2012.<br />
2.Di STAIN Purwokerto tgl 01 September 2012 ada Wisuda Sarjana dan tanggal 03 September 2012 ada pelaksanaan Ujian Praktek Bagi Mahasiswa Baru.<br />
3.Biaya Transportasi Pasca Lebaran naik 2-3 kali lipat, apalagi dengan rencana kenaikan BBM. Agar masalah transportasi tidak menjadi kendala besar buat teman-teman.<br />
4.Bulan Juli adalah waktu liburan yang bebas dari aktivitas kampus/perkuliahan, diharapkan agar teman-teman dapat menikmati waktu libur dengan seksama di Purwokerto.<br />
Informasi Lain :<br />
A.Biaya Registrasi Peserta sebesar Rp. 170.000,00 dipergunakan untuk :<br />
a.Makan Peserta sebanyak 18 kali (6 hari).<br />
b.Kaos/T-Shirt.<br />
c.Buku Antologi Naskah/Essai (Per Komunitas)<br />
d.Materi Workshop, seminar dan diskusi.<br />
e.Tiket Wisata.<br />
B.Bagi Komunitas yang hendak mementaskan karyanya, tidak diwajibkan mengirimkan CD (Tidak ada kurasi Pentas), hanya konsep penyutradaraan, biografi Komunitas dan, Katalog, Sinopsis dan foto-foto dokumentasi.<br />
C.Pementasan dibatasi maksimal 25 pementasan untuk 1 lokasi pertunjukan. Jika pendaftar pentas melebihi 40 Komunitas, akan disediakan 2 gedung pementasan (GOR STAIN dan Soemardjito UNSOED)</h5>
<p><img src="https://whos.amung.us/swidget/059kpnyb74m8.gif" alt="" width="0" height="0" border="0" /></p>
<p><img src="https://whos.amung.us/swidget/059kpnyb74m8.gif" alt="" width="0" height="0" border="0" /></p>
<p><img src="https://whos.amung.us/swidget/059kpnyb74m8.gif" alt="" width="0" height="0" border="0" /></p>
<p><img src="https://whos.amung.us/swidget/059kpnyb74m8.gif" alt="" width="0" height="0" border="0" /></p>
<p><img src="https://whos.amung.us/swidget/059kpnyb74m8.gif" alt="" width="0" height="0" border="0" /></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://malaikatpararoh.wordpress.com/2012/04/19/informasi-temu-teman-purwokerto/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		
		<media:content medium="image" url="https://2.gravatar.com/avatar/529e367f12651ba244a2f355cd72de0971953a919e5c3fdc15af795c8c494279?s=96&amp;d=wavatar&amp;r=G">
			<media:title type="html">malaikatpararoh</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="https://malaikatpararoh.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/04/ttmn-x.jpeg?w=300">
			<media:title type="html">ttmn x</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="http://whos.amung.us/swidget/059kpnyb74m8.gif"/>

		<media:content medium="image" url="http://whos.amung.us/swidget/059kpnyb74m8.gif"/>

		<media:content medium="image" url="http://whos.amung.us/swidget/059kpnyb74m8.gif"/>

		<media:content medium="image" url="http://whos.amung.us/swidget/059kpnyb74m8.gif"/>

		<media:content medium="image" url="http://whos.amung.us/swidget/059kpnyb74m8.gif"/>
	<enclosure length="1373457" type="application/pdf" url="https://malaikatpararoh.files.wordpress.com/2012/04/proposal-peserta21.pdf"/><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>salam budaya ! silakan download PROPOSAL TTMN X Kepada rekan-rekan  Teater Mahasiswa se-Nusantara bahwa Pelaksanaan Temu Teman X diajukan pada tanggal 09-15 Juli 2012 dengan pertimbangan beberapa sebagai berikut : 1.Sesuai Kalender Akademik PT se-Indonesia bahwa pelaksanaan OSPEK/OPAK dilaksanakan dari tanggal 27-31 Agustus 2012. Sedangkan awal masuk kuliah dimulai 01-05 September 2012. 2.Di STAIN Purwokerto [&amp;#8230;]</itunes:subtitle><itunes:summary>salam budaya ! silakan download PROPOSAL TTMN X Kepada rekan-rekan  Teater Mahasiswa se-Nusantara bahwa Pelaksanaan Temu Teman X diajukan pada tanggal 09-15 Juli 2012 dengan pertimbangan beberapa sebagai berikut : 1.Sesuai Kalender Akademik PT se-Indonesia bahwa pelaksanaan OSPEK/OPAK dilaksanakan dari tanggal 27-31 Agustus 2012. Sedangkan awal masuk kuliah dimulai 01-05 September 2012. 2.Di STAIN Purwokerto [&amp;#8230;]</itunes:summary><itunes:keywords>Seni Budaya</itunes:keywords></item>
		<item>
		<title>Lomba Cipta Puisi dan Mengarang Cerpen Nasional, Aruh Sastra Kalimantan Selatan IX, Banjarmasin, 14-16 September 2012</title>
		<link>https://malaikatpararoh.wordpress.com/2012/04/11/lomba-cipta-puisi-dan-mengarang-cerpen-nasional-aruh-sastra-kalimantan-selatan-ix-banjarmasin-14-16-september-2012/</link>
					<comments>https://malaikatpararoh.wordpress.com/2012/04/11/lomba-cipta-puisi-dan-mengarang-cerpen-nasional-aruh-sastra-kalimantan-selatan-ix-banjarmasin-14-16-september-2012/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alex STB]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Apr 2012 14:15:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Seni Budaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://malaikatpararoh.wordpress.com/?p=299</guid>

					<description><![CDATA[&#160; &#160; &#160; ARUH SASTRA KALIMANTAN SELATAN IX Banjarmasin, 14-16 September 2012 Di Kota Seribu Sungai Seni Budaya Kita Kayuh Baimbai Sekapur Sirih Aruh Sastra Kalimantan Selatan (ASKS) adalah agenda budaya yang berlangsung sekali dalam setahun, setelah ASKS I di Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (2004), ASKS II di Pagatan, Kabupaten Tanah Bumbu (2005), ASKS [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://malaikatpararoh.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/04/427447_170092576443594_100003285597383_249501_2022858370_n.jpg"><img class="wp-image alignleft" src="https://malaikatpararoh.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/04/427447_170092576443594_100003285597383_249501_2022858370_n.jpg?w=123&#038;h=123" alt="Image" width="123" height="123" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>ARUH SASTRA KALIMANTAN SELATAN IX Banjarmasin, 14-16 September 2012 Di Kota Seribu Sungai Seni Budaya Kita Kayuh Baimbai Sekapur Sirih Aruh Sastra Kalimantan Selatan (ASKS) adalah agenda budaya yang berlangsung sekali dalam setahun, setelah ASKS I di Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (2004), ASKS II di Pagatan, Kabupaten Tanah Bumbu (2005), ASKS III di Kotabaru, Kabupaten Kotabaru (2006), ASKS IV di Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara (2007), ASKS V di Paringin, Kabupaten Balangan (2008), ASKS VI di Marabahan, Kabupaten Batola (2009), ASKS VII di Tanjung, Kabupaten Tabalong (2010), ASKS VIII di Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (2011) dan ASKS IX di Kota Banjarmasin (2012). Pedoman Pelaksanaan ini dibuat sebagai panduan bagi panitia pelaksana dan peserta acara. Kepada semua pihak diharapkan bantuan, dukungan dan partisipasinya, agar seluruh kegiatan dapat berjalan dengan baik dan lancar.</p>
<p>A. Dasar Pelaksanaan ASKS IX di Kota Banjarmasin dilaksanakan atas amanat/mandat/rekomendasi Sidang Pleno ASKS VII di Tanjung, Kabupaten Tabalong (2010), ditegaskan lagi dalam Sidang Pleno ASKS VIII di Barabai, Kabupaten Hulu Tengah (2011). Amanat/mandat/rekomendasi tersebut disetujui dan ditandatangani bersama oleh wakil-wakil peserta 13 kabupaten/kota Kalimantan Selatan.</p>
<p>B. Maksud dan Tujuan Kegiatan berupa acara sastra, seni dan budaya berskala Provinsi Kalimantan Selatan. Bertujuan meningkatkan apresiasi masyarakat Kota Banjarmasin, khususnya, dan Kalimantan Selatan, umumnya, terhadap sastra, seni dan budaya.</p>
<p>C. Sasaran Meningkatkan kualitas dan produktifitas karya sastra, seni dan budaya melalui lomba, dialog, sarasehan, diskusi, penerbitan buku hasil lomba dan gelar sastra. Siswa SLTP/SLTA dan guru kesenian/guru mata pelajaran Bahasa Indonesia Kota Banjarmasin dapat lebih mengenal dan berinteraksi dengan sastrawan/budayawan 13 kabupaten/kota Kalimantan Selatan yang keberadaannya tidak banyak diketahui pendidik beserta anak didiknya, akibat kurikulum pendidikan yang tidak mengajarkan pengetahuan tentang karya sastrawan Indonesia di daerah.</p>
<p>D. Bentuk Kegiatan Lomba Cipta Puisi Nasional ASKS IX. Lomba Mengarang Cerpen Nasional ASKS IX. Lomba Mengulas Karya Sastra (LMKS) Kategori Pelajar, Mahasiswa dan Umum Kalimantan Selatan. Penerbitan Buku Kumpulan Puisi, Cerpen dan Ulasan Sastra Pemenang Lomba. Penerbitan Buku Kumpulan Puisi dan Cerpen 30 Sastrawan Kalimantan Selatan. Sastrawan Masuk Sekolah (SMS): Apresiasi Sastra di SLTP/SLTA Kota Banjarmasin. Sarasehan Puisi, Cerpen dan Ulasan Sastra Pemenang Lomba. Gelar Sastra Kalimantan Selatan. Sidang Pleno ASKS IX.</p>
<p>E. Materi Kegiatan Lomba Cipta Puisi Nasional ASKS IX Lomba Cipta Puisi Nasional ASKS IX dimulai sejak diumumkan, ditutup 20 Juli 2012.</p>
<p>Setelah lomba ditutup, rapat pertama (penyerahan puisi yang telah disortir kepada) Dewan Juri dilaksanakan Minggu, 22 Juli 2012, Pukul 16.00 WITA. Jumat, 27 Juli 2012, Pukul 16.00 WITA, Dewan Juri menetapkan puisi pemenang.Dewan Juri: Eko Suryadi WS, Micky Hidayat, Roeck Syamsuri Sabri. Lomba Mengarang Cerpen Nasional ASKS IX Lomba Mengarang Cerpen Nasional ASKS IX dimulai sejak diumumkan, ditutup 20 Juli 2012. Setelah lomba ditutup, rapat pertama (penyerahan cerpen yang telah disortir kepada) Dewan Juri dilaksanakan Minggu, 22 Juli 2012, Pukul 16.00 WITA. Jumat, 27 Juli 2012, Pukul 16.00 WITA, Dewan Juri menetapkan cerpen pemenang. Dewan Juri: Burhanuddin Soebely, Jamal T. Suryanata, Sandi Firly.</p>
<p>Lomba Mengulas Karya Sastra (LMKS) Kategori Pelajar, Mahasiswa dan Umum Kalimantan Selatan Sejak dasawarsa lalu hingga kini telah terbit puluhan judul buku kumpulan puisi, cerpen, novel dan drama (berbahasa Indonesia maupun berbahasa Banjar) karya sastrawan Indonesia di Kalimantan Selatan, diterbitkan oleh penerbit lokal/nasional, sebagai hasil sayembara, atau terbit atas prakarsa pribadi penulisnya. Beberapa di antaranya ada yang diulas sekilas di rubrik sastra media cetak lokal, tapi hingga kini belum ada upaya signifikan untuk mengkaji, menelaah dan mengulas buku-buku sastra tersebut secara komprehensif &#8212; agar apresiasi terhadap sastra Indonesia di Kalimantan Selatan lebih terukur. Untuk itu, diadakan Lomba Mengulas Karya Sastra (LMKS) Kategori Pelajar, Mahasiswa dan Umum Kalimantan Selatan, dengan daftar judul buku pilihan sebagai bahan ulasan.</p>
<p>LMKS Pelajar, Mahasiswa dan Umum Kalimantan Selatan dimulai sejak diumumkan, ditutup 20 Juli 2012. Setelah lomba ditutup, rapat pertama (penyerahan naskah yang telah disortir kepada) Dewan Juri dilaksanakan Minggu, 22 Juli 2012, Pukul 16.00 WITA. Jumat, 27 Juli 2012, Pukul 16.00 WITA, Dewan Juri menetapkan nominasi pemenang. Sebelum pemenang disahkan, panitia akan mengundang nominator tiga kategori lomba tersebut untuk presentasi di depan Dewan Juri, di tempat dan waktu tersendiri. Nominator yang absen akan didiskualifikasi.</p>
<p>Dewan Juri: Rustam Effendi, Sainul Hermawan, Syarifuddin R. Penerbitan Buku Kumpulan Puisi, Cerpen dan Ulasan Sastra Pemenang Lomba 6 Puisi Terbaik dan 20 Puisi Nominasi (nonperingkat, tanpa hadiah) Lomba Cipta Puisi Nasional ASKS IX, 6 Cerpen Terbaik Lomba Mengarang Cerpen Nasional ASKS IX dan 9 Ulasan Sastra Terbaik LMKS Kategori Pelajar, Mahasiswa dan Umum Kalimantan Selatan akan dibukukan.</p>
<p>Penerbitan Buku Kumpulan Puisi dan Cerpen 30 Sastrawan Kalimantan Selatan Melalui sistem seleksi oleh kurator, puisi dan cerpen 30 sastrawan Kalimantan Selatan terpilih akan dibukukan. Pengumpulan puisi, cerpen, dan proses seleksi berlangsung sampai dengan 20 Juli 2012. Kurator/Editor: Micky Hidayat, Hajriansyah, Y.S. Agus Suseno.</p>
<p>Sastrawan Masuk Sekolah (SMS): Apresiasi Sastra di SLTP/SLTA Kota Banjarmasin Penyair/sastrawan peserta ASKS IX 13 kabupaten/kota Kalimantan Selatan akan berbagi ilmu dan pengalaman dengan siswa di sekolah. Di saat bersamaan, Sabtu, 15 September 2012, Pukul 08.30 WITA s.d. 12.00 WITA, mereka akan melakukan apresiasi sastra: berceramah, membacakan karya, menginformasikan perkembangan sastra (tulis modern maupun sastra daerah Banjar) Indonesia terkini di Kalimantan Selatan; menyampaikan proses kreatif, teknik baca puisi, kiat menulis puisi, cerpen, novel, cara menerbitkan/memublikasikan karya, dan bertanya jawab dengan siswa SLTP/SLTA Kota Banjarmasin.</p>
<p>Sarasehan Puisi, Cerpen dan Ulasan Sastra Pemenang Lomba Pemenang Lomba Cipta Puisi Nasional ASKS IX, Lomba Mengarang Cerpen Nasional ASKS IX dan LMKS Kategori Pelajar, Mahasiswa dan Umum Kalimantan Selatan akan diundang untuk menerima hadiah dan menjadi peserta aktif seluruh kegiatan, termasuk sarasehan sastra bersama dewan juri bidang lomba bersangkutan. Narasumber: Eko Suryadi WS, Micky Hidayat, Roeck Syamsuri Sabri, Burhanuddin Soebely, Jamal T. Suryanata, Sandi Firly, Rustam Effendi, Sainul Hermawan, Syarifuddin R. Gelar Sastra Kalimantan Selatan Dikoordinir oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata bersama Dewan Kesenian dan komunitas sastra masing-masing, Tim Kesenian 13 kabupaten/kota menampilkan gelar sastra, baik dalam bentuknya yang modern (baca puisi perorangan, pergelaran sastra, musikalisasi puisi) maupun tradisional (basyair, madihin, baturai pantun,balamut). Penampilan bersifat eksibisi (nonlomba), durasi per kabupaten/kota 20 menit.</p>
<p>Sidang Pleno ASKS IX Sastrawan, budayawan, pejabat Dinas Kebudayaan dan Pariwisata bersama pengurus Dewan Kesenian seluruh kabupaten/kota mendiskusikan isu-isu aktual tentang seni, sastra dan budaya, menyampaikan seruan/maklumat/resolusi ke publik; menandatangani dan menyerahkan amanat/mandat/rekomendasi kepada pelaksana ASKS X (2013) dan ASKS XI (2014). Pimpinan Sidang: Eko Suryadi WS, HE. Benyamine, Syarkian Noor Hadie.</p>
<p>F. Tema Kegiatan Kegiatan bertema “Di Kota Seribu Sungai, Seni Budaya Kita Kayuh Baimbai”. G. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Kegiatan dilaksanakan di panggung terbuka, tepi Sungai Martapura (depan Balai Kota Banjarmasin, Jalan R.E. Martadinata), dan di Gedung Balairung Sari Taman Budaya Provinsi Kalimantan Selatan, Jalan Brigjend. H. Hassan Basry, Banjarmasin, 14-16 September 2012.</p>
<p>LOMBA CIPTA PUISI NASIONAL ASKS IX</p>
<p>1) Lomba terbuka untuk warga negara Indonesia (WNI), di manapun berada. Puisi ditulis dalam bahasa Indonesia, diketik 1,5 spasi dalam format kuarto (A4), dengan huruf Times New Roman, font 12, tema bebas.</p>
<p>2) Peserta boleh mengirim lebih dari 1 judul puisi. Peserta dapat mengirim dengan dua cara (pilih salah satu):</p>
<p>(a) bagi yang mengirimkan print out-nya, tiap 1 judul puisi dikirim 4 rangkap</p>
<p>(1 naskah asli, 3 fotokopi); masukkan sampul tertutup, di kiri atas amplop tulis “Lomba Cipta Puisi Nasional ASKS IX”, dikirim lewat pos ke Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olah Raga Kota Banjarmasin, Jalan Pangeran Hidayatullah (Lingkar Dalam Banua Anyar) Banjarmasin. Tulis alamat lengkap, e-mail, nomor telepon, biodata penulis dan fotokopi kartu identitas yang masih berlaku. Sertakan CD berisi naskah puisi tersebut.</p>
<p>(b) Puisi (dan kelengkapan syarat lainnya) juga dapat dikirim (dalam 1 folder) ke e-mail asksix.ciptapuisi@gmail.com</p>
<p>3) Puisi harus karya asli, bukan saduran, jiplakan, terjemahan (ditulis dalam surat pernyataan) dan belum pernah dipublikasikan dalam bentuk apa pun, di media manapun.</p>
<p>4) Lomba dimulai sejak diumumkan, ditutup 20 Juli 2012, Pukul 12.00 WITA. Dewan Juri akan menetapkan Juara I, Juara II, Juara III; Juara Harapan I, Juara Harapan II dan Juara Harapan III. Selain piagam penghargaan, pemenang akan mendapat hadiah uang tunai, total Rp 7,5 juta. 6 Puisi Terbaik dan 20 Puisi Nominasi (nonperingkat, tanpa hadiah) akan dibukukan bersama 6 Cerpen Terbaik Lomba Mengarang Cerpen Nasional ASKS IX dan 9 Ulasan Sastra Terbaik LMKS Kategori Pelajar, Mahasiswa dan Umum Kalimantan Selatan.</p>
<p>5) 6 (enam) pemenang utama akan diundang untuk menerima hadiah dan menjadi peserta ASKS IX. Akomodasi dan konsumsi selama acara di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, disediakan.</p>
<p>6) Hal-hal yang belum jelas dapat ditanyakan melalui contact person 085249954849, 082159630379. LOMBA MENGARANG CERPEN NASIONAL ASKS IX</p>
<p>1) Lomba terbuka untuk warga negara Indonesia (WNI), di manapun berada. Cerpen ditulis dalam bahasa Indonesia, diketik 1,5 spasi dalam format kuarto (A4), dengan huruf Times New Roman, font 12, panjang 5-10 halaman (1500-3000 kata), tema bebas.</p>
<p>2) Peserta boleh mengirim lebih dari 1 judul cerpen. Peserta dapat mengirim dengan dua cara (pilih salah satu):</p>
<p>(a) bagi yang mengirimkan print out-nya, tiap 1 judul cerpen dikirim 4 rangkap (1 naskah asli, 3 fotokopi); masukkan sampul tertutup, di kiri atas amplop tulis “Lomba Mengarang Cerpen Nasional ASKS IX”, dikirim lewat pos ke Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olah Raga Kota Banjarmasin, Jalan Pangeran Hidayatullah (Lingkar Dalam Banua Anyar) Banjarmasin. Tulis alamat lengkap, e-mail, nomor telepon, biodata penulis dan fotokopi kartu identitas yang masih berlaku. Sertakan CD berisi naskah cerpen tersebut.</p>
<p>(b) Cerpen (dan kelengkapan syarat lainnya) juga dapat dikirim (dalam 1 folder) ke e-mail asksix.mengarangcerpen@gmail.com</p>
<p>3) Cerpen harus karya asli, bukan saduran, jiplakan, terjemahan (ditulis dalam surat pernyataan) dan belum pernah dipublikasikan dalam bentuk apa pun, di media manapun.</p>
<p>4) Lomba dimulai sejak diumumkan, ditutup 20 Juli 2012, Pukul 12.00 WITA. Dewan Juri akan menetapkan Juara I, Juara II, Juara III; Juara Harapan I, Juara Harapan II dan Juara Harapan III. Selain piagam penghargaan, pemenang akan mendapat hadiah uang tunai, total Rp 7,5 juta. 6 Cerpen Terbaik akan dibukukan bersama 6 Puisi Terbaik dan 20 Puisi Nominasi Lomba Cipta Puisi Nasional ASKS IX dan 9 Ulasan Sastra Terbaik LMKS Kategori Pelajar, Mahasiswa dan Umum Kalimantan Selatan.</p>
<p>5) 6 (enam) pemenang utama akan diundang untuk menerima hadiah dan menjadi peserta ASKS IX. Akomodasi dan konsumsi selama acara di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, disediakan.</p>
<p>6) Hal-hal yang belum jelas dapat ditanyakan melalui contact person 085249954849, 082159630379. LOMBA MENGULAS KARYA SASTRA (LMKS) KATEGORI PELAJAR, MAHASISWA DAN UMUM KALIMANTAN SELATAN</p>
<p>1) Lomba terbuka untuk pelajar, mahasiswa dan umum, berdomisili di Provinsi Kalimantan Selatan. Ulasan ditulis dalam bahasa Indonesia, diketik 1,5 spasi dalam format kuarto (A4), dengan huruf Times New Roman, font 12, panjang 5-10 halaman (1500-3000 kata).</p>
<p>2) Ulasan berupa tinjauan kritis, analitis, dalam bentuk esai, resensi, artikel atau karya ilmiah; membahas salah satu buku karya sastrawan Indonesia di Kalimantan Selatan (daftar terlampir). Bagi yang tidak memiliki, buku yang akan diulas bisa diperoleh/dibeli dengan menghubungi nomor telepon yang tercantum di belakang nama penulis/tahun penerbitan. Peserta juga dapat menghubungi panitia dengan mengganti biaya fotokopinya. Ulasan harus karya asli, bukan saduran, jiplakan, terjemahan (ditulis dalam surat pernyataan) dan belum pernah dipublikasikan dalam bentuk apapun, di media manapun.</p>
<p>3) Peserta boleh mengirim lebih dari 1 ulasan. Peserta dapat mengirim dengan dua cara (pilih salah satu):</p>
<p>(a) Bagi yang mengirimkan print out-nya, tiap 1 ulasan dikirim 4 rangkap (1 naskah asli, 3 fotokopi); masukkan sampul tertutup, di kiri atas amplop tulis “LMKS Kalimantan Selatan” (cantumkan kategori), dikirim lewat pos atau diantar langsung (pada hari/jam kerja) ke Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olah Raga Kota Banjarmasin, Jalan Pangeran Hidayatullah (Lingkar Dalam Banua Anyar) Banjarmasin. Tulis alamat lengkap, e-mail, nomor telepon dan biodata penulis. Untuk pelajar, lampirkan surat keterangan kepala sekolah, fotokopi KTM untuk mahasiswa dan fotokopi kartu identitas yang masih berlaku untuk peserta umum. Sertakan CD berisi naskah ulasan tersebut.</p>
<p>(b) Naskah ulasan (dan kelengkapan syarat lainnya) juga dapat dikirim (dalam 1 folder) ke e-mail asksix.lmks@gmail.com</p>
<p>4) Lomba dimulai sejak diumumkan, ditutup 20 Juli 2012, Pukul 12.00 WITA. Sebelum pemenang disahkan, panitia akan mengundang nominator untuk presentasi di hadapan Dewan Juri, di waktu dan tempat tersendiri. Nominator yang absen akan didiskualifikasi. Dewan Juri akan menetapkan Juara I, Juara II dan Juara III untuk setiap kategori. 9 (sembilan) pemenang utama akan diundang untuk menerima hadiah dan menjadi peserta ASKS IX. Akomodasi dan konsumsi selama acara di Kota Banjarmasin, disediakan.</p>
<p>5) Selain piagam penghargaan, pemenang akan mendapat hadiah uang tunai, total Rp 10 juta. 9 Ulasan Sastra Terbaik akan dibukukan bersama 6 Puisi Terbaik dan 20 Puisi Nominasi Lomba Cipta Puisi Nasional ASKS IX dan 6 Cerpen Terbaik Lomba Mengarang Cerpen Nasional ASKS IX.</p>
<p>6) Hal-hal yang belum jelas dapat ditanyakan melalui contact person 085249954849, 082159630379. GELAR SASTRA KALIMANTAN SELATAN</p>
<p>1) Tim Kesenian kabupaten/kota dipersilakan menampilkan apa pun ragam dan bentuk gelar sastra yang dikehendaki. Pilihan terhadap jenis kesenian yang ingin ditampilkan dan penunjukan/pemilihan anggota Tim Kesenian menjadi kewenangan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata bersama Dewan Kesenian dan komunitas sastra kabupaten/kota masing-masing.</p>
<p>2) Tim Kesenian kabupaten/kota akan difasilitasi untuk menampilkan gelar sastra, baik dalam bentuknya yang modern (baca puisi perorangan, pergelaran sastra, musikalisasi puisi) maupun tradisional (basyair, madihin, baturai pantun,balamut). Penampilan bersifat eksibisi (nonlomba), durasi 20 menit.</p>
<p>3) Tim Kesenian yang menyajikan seni kolektif (pergelaran sastra, musikalisasi puisi, madihin berpasangan, basyair berpasangan, baturai pantun) menyiapkan sendiri peralatan yang diperlukan (personel maksimal 10 orang). Panitia hanya memfasilitasi tempat pertunjukan.</p>
<p>4) Pimpinan/perwakilan Tim Kesenian kabupaten/kota melaporkan bentuk kesenian, daftar nama dan jumlah anggota yang akan ditampilkan, menghadiri temu teknis dan orientasi tempat di Gedung Balairung Sari Taman Budaya Provinsi Kalimantan Selatan, Jalan Brigjend. H. Hassan Basry, Banjarmasin, Sabtu, 15 September 2012, Pukul 08.30-12.00 WITA.</p>
<p>5) Tim Kesenian seluruh kabupaten/kota diharapkan hadir dan tampil tepat waktu, sesuai dengan jadwal kegiatan dan urutan penampilan.</p>
<p>6) Hal-hal yang belum jelas dapat ditanyakan melalui contact person 082159630379, 085249954849.</p>
<p>JADWAL ACARA ARUH SASTRA KALIMANTAN SELATAN IX Banjarmasin, 14-16 September 2012</p>
<p>Jumat, 14 September 2012 09.00-15.00 WITA</p>
<p>Registrasi dan penempatan peserta (check in) – hotel/penginapan 15.00-17.00 WITA</p>
<p>Temu teknis Sastrawan Masuk Sekolah (SMS): Apresiasi Sastra di SLTP/SLTA Kota Banjarmasin (Taman Budaya Provinsi Kalimantan Selatan, Jalan Brigjend. H. Hassan Basry, Banjarmasin) 19.00-23.00 WITA</p>
<p>Pembukaan (panggung terbuka, pinggir Sungai Martapura, depan Balai Kota Banjarmasin, Jalan R.E. Martadinata) Sambutan-sambutan Peluncuran (launching) buku sastra oleh Wali Kota Banjarmasin, sambutan, sekaligus membuka secara resmi ASKS IX Penyerahan hadiah kepada Juara Lomba Cipta Puisi Nasional ASKS IX, Juara Lomba Mengarang Cerpen Nasional ASKS IX dan Juara Lomba Mengulas Karya Sastra (LMKS) Kategori Pelajar, Mahasiswa dan Umum Kalimantan Selatan Penyerahan buku ASKS IX kepada wakil-wakil peserta 13 kabupaten/kota Gelar Sastra Kabupaten Hulu Sungai Selatan Gelar Sastra Kabupaten Kotabaru Gelar Sastra Kabupaten Batola Penutup</p>
<p>Sabtu, 15 September 2012 08.30-12.00 WITA</p>
<p>Sastrawan Masuk Sekolah (SMS): Apresiasi Sastra di SLTP/SLTA Kota Banjarmasin</p>
<p>SMA Negeri 1 Banjarmasin</p>
<p>SMA Negeri 2 Banjarmasin</p>
<p>SMA Negeri 7 Banjarmasin</p>
<p>SMP Negeri 1 Banjarmasin</p>
<p>SMP Negeri 2 Banjarmasin</p>
<p>SMP Negeri 9 Banjarmasin</p>
<p>MTsN Mulawarman Banjarmasin</p>
<p>SMK Negeri 1 Banjarmasin</p>
<p>MAN 2 Model Banjarmasin</p>
<p>SMA Muhammadiyah 1 Banjarmasin</p>
<p>SMA KORPRI Banjarmasin</p>
<p>SMA Sabilal Muhtaddin Banjarmasin</p>
<p>08.30-12.00 WITA Orientasi tempat Gelar Sastra Kalimantan Selatan (Gedung Balairung Sari Taman Budaya Provinsi Kalimantan Selatan, Jalan Brigjend. H. Hassan Basry Banjarmasin)</p>
<p>13.30-18.00 WITA Sarasehan Puisi, Cerpen dan Ulasan Sastra Pemenang Lomba ASKS IX (Gedung Balairung Sari Taman Budaya Provinsi Kalimantan Selatan, Jalan Brigjend. H. Hassan Basry Banjarmasin) Narasumber: Eko Suryadi WS Micky Hidayat Roeck Syamsuri Sabri Burhanuddin Soebely Jamal T. Suryanata Sandi Firly Rustam Effendi Sainul Hermawan Syarifuddin R. Pemandu: Nailiya Nikmah JKF 20.00-23.00 WITA</p>
<p>Gelar Sastra Kalimantan Selatan (Gedung Balairung Sari Taman Budaya Provinsi Kalimantan Selatan, Jalan Brigjend. H. Hassan Basry Banjarmasin)</p>
<p>Kabupaten Tabalong</p>
<p>Kabupaten Balangan</p>
<p>Kabupaten Hulu Sungai Tengah</p>
<p>Kabupaten Hulu Sungai Utara</p>
<p>Kabupaten Tapin</p>
<p>Kabupaten Tanah Bumbu</p>
<p>Kabupaten Tanah Laut</p>
<p>Kabupaten Banjar Kota Banjarbaru</p>
<p>Kota Banjarmasin</p>
<p>Minggu, 16 September 2012</p>
<p>08.30-12.00 WITA Sidang Pleno ASKS IX (Gedung Balairung Sari Taman Budaya Provinsi Kalimantan Selatan, Jalan Brigjend. H. Hassan Basry Banjarmasin) Pimpinan Sidang: Eko Suryadi WS, HE. Benyamine, Syarkian Noor Hadie 12.00-13.30 WITA ISHOMA 13.30-14.30 WITA</p>
<p>Penutupan 18.00- WITA Peserta check out</p>
<p>Daftar Pilihan Buku Lomba Mengulas Karya Sastra (LMKS) Kategori Pelajar, Mahasiswa dan Umum Kalimantan Selatan</p>
<p>Kumpulan Puisi Silir Pulau Dewata, Drs. Akhmad Tajuddin, M.Si [2003] (082158919945)</p>
<p>La Ventre de Kandangan, Mosaik Sastra HSS 1937-2003 [2004] (08125021804)</p>
<p>Tanah Perjanjian, Ajamuddin Tifani [2005] (081348829145)</p>
<p>Di Batas Laut, Eko Suryadi WS [2005] (085821035088)</p>
<p>Nyanyian Seribu Burung, Arsyad Indradi [2006] (085821035088)</p>
<p>Garunum, Antulugi Puisi Basa Banjar, Hamami Adaby, Arsyad Indradi, Ersis Warmansyah Abbas, Rudy Resnawan, Dewa Pahuluan [2006]</p>
<p>Kaduluran, Hamami Adaby [2006]</p>
<p>Jejak-Jejak Angin, Kumpulan Puisi Hajriansyah dan M. Nahdiansyah Abdi [2007] (085248955593)</p>
<p>Mahligai Junjung Buih, Antologi Puisi dan Cerpen Sastrawan Hulu Sungai Utara, ASKS IV Kabupaten Hulu Sungai Utara [2007]</p>
<p>Meditasi Rindu, Sajak-sajak Pilihan 1980-2008Micky Hidayat [2008] (082149652892)</p>
<p>Lelaki Kembang Batu, Eza Thabry Husano [2008]</p>
<p>Tarian Cahaya di Bumi Sanggam, Bunga Rampai Puisi ASKS V Kabupaten Balangan [2008] (085821035088)</p>
<p>Bertahan di Bukit Akhir, Antologi Puisi Penyair Hulu Sungai Tengah [2008] (081351128514)</p>
<p>Di Jari Manismu Ada Rindu, Hamami Adaby [2008] Pistol Air, M. Nahdiansyah Abdi [2008] (085248955593)</p>
<p>Malaikat Hutan Bakau [2008] Pewaris Tunggal Istana Pasir, M. Nahdiansyah Abdi [2009] (081348029470]</p>
<p>Badai Gurun dalam Darah, Ibramsyah Amandit [2009] (081349503031)</p>
<p>Sebatung, Melukis dalam Kaca, M. Sulaiman Najam [2009] (0811512459)</p>
<p>Debur Ombak Guruh Gelombang, Sajak-sajak 1993-2002 Jamal T. Suryanata [2009] (085248296080)</p>
<p>Istana Daun Retak, Ali Syamsuddin Arsy [2010] (081351696235)</p>
<p>Elegi Negeri Seribu Ombak, Eko Suryadi WS [2010] (0811512459)</p>
<p>Konser Kecemasan, Sajak-sajak Peduli Lingkungan Hidup Penyair Kalimantan Selatan [2010] (082149652892)</p>
<p>Petualang Tanah Kering, Kumpulan Puisi Penyair Tapin [2010] (082158949883)</p>
<p>Syair Rumah, Roeck Syamsuri Sabri [2010] (08125021298)</p>
<p>Menyampir Bumi Leluhur, Bunga Rampai Puisi ASKS VII Kabupaten Tabalong [2010] (081351574466)</p>
<p>Badai 2011, Hamami Adaby [2011]</p>
<p>Doa Banyu Mata, Kumpulan Puisi Bahasa Banjar Abdurrahman El Husaini [2011] (081349551589)</p>
<p>Pendulang, Hutan Pinus, dan Hujan [2011] (085821035088)</p>
<p>Tragedi Buah Manggis, Antologi Puisi Penyair Tanah Bumbu [2011] (085821035088)</p>
<p>Seloka Bisu Batu Benawa, Bunga Rampai Puisi ASKS VIII Kabupaten Hulu Sungai Tengah [2011] (081351128514)</p>
<p>Kumpulan Cerpen Galuh, Sakindit Kisdap Banjar, Jamal T. Suryanata [2005] (085248296080)</p>
<p>Bulan di Pucuk Cemara, Kumpulan Cerpen Jamal T. Suryanata [2006] (085248296080)</p>
<p>Kau Tidak Akan Pernah Tahu, Rahasia Sedih Tak Bersebab, Antologi Sastra Pemenang Lomba Penulisan Puisi dan Cerpen ASKS III 2006 [2006]</p>
<p>Orkestra Wayang, Antologi Cerpen Sastrawan Hulu Sungai Selatan [2007] (085249954849)</p>
<p>Dongeng Kesetiaan, Ratih Ayuningrum [2008] (085251268654)</p>
<p>Nyanyian Tanpa Nyanyian, Kumpulan Cerita Pendek Pengarang Perempuan Kalimantan Selatan [2008] (085248955593]</p>
<p>Perempuan yang Memburu Hujan, Harie Insani Putra dan Sandi Firly [2008] (08125020503)</p>
<p>Darah Penanda, Antologi Sastra Pemenang Lomba Menulis Puisi dan Cerpen Dewan Kesenian Kota Banjarbaru [2008]</p>
<p>Angin Besar Menggerus Ladang-Ladang Kami, Kumpulan Cerpen Hajriansyah [2009] (085248955593)</p>
<p>Bintang Kecil di Langit yang Kelam, Kumpulan Cerita Pendek Jamal T. Suryanata [2009] (085248296080)</p>
<p>Magnet Baitullah, Antologi Cerpen dari Tanah Suci M. Hasbi Salim [2010] (085214751701)</p>
<p>Rindu Rumpun Ilalang, Nailiya Nikmah JKF [2010] (08125109312)</p>
<p>Pelajaran Bahasa, Kumpulan Cerita Pendek Sainul Hermawan [2010] (081348905090)</p>
<p>Manyanggar Banua, Bunga Rampai Puisi dan Cerita Pendek Bahasa Banjar Pemenang Lomba ASKS VII Kabupaten Tabalong [2010] (081351574466)</p>
<p>Pelangi di Pelabuhan, Antologi Cerpen FLP Kalimantan Selatan [2011] (08125109312)</p>
<p>Balian Jazirah Anak Ladang, Bunga Rampai Puisi dan Cerita Pendek Pemenang Lomba ASKS VIII Kabupaten Hulu Sungai Tengah [2011] (081351128514)</p>
<p>Rahasia Perkawinan Sang Bintang, Aliansyah Jumbawuya (2010) Novel Palas, Aliman Syahrani [2004] (08125060259)</p>
<p>Bahara Mingsang Idang Siritan, Burhanuddin Soebely [2005] (08125021804)</p>
<p>Gadis Dayak, Setia Budhi (2006)</p>
<p>Jazirah Cinta, Randu Alamsyah (2006)</p>
<p>Rumah Debu, Sandi Firly [2010] (08125020503)</p>
<p>Seteguk Rindu, Hamami Adaby (2011)</p>
<p>Drama Bulan Emas Ular Betina, Lima Drama Adjim Arijadi [2010] (081348829145)</p>
<p>Genta Panjang Perang Banjar, Enam Drama Perang Banjar Adjim Arijadi [2010] (081348829145)</p>
<p><img src="https://whos.amung.us/swidget/059kpnyb74m8.gif" alt="" width="0" height="0" border="0" /></p>
<p><img src="https://whos.amung.us/swidget/059kpnyb74m8.gif" alt="" width="0" height="0" border="0" /></p>
<p><img src="https://whos.amung.us/swidget/059kpnyb74m8.gif" alt="" width="0" height="0" border="0" /></p>
<p><img src="https://whos.amung.us/swidget/059kpnyb74m8.gif" alt="" width="0" height="0" border="0" /></p>
<p><img src="https://whos.amung.us/swidget/059kpnyb74m8.gif" alt="" width="0" height="0" border="0" /></p>
<p><img src="https://whos.amung.us/swidget/059kpnyb74m8.gif" alt="" width="0" height="0" border="0" /></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://malaikatpararoh.wordpress.com/2012/04/11/lomba-cipta-puisi-dan-mengarang-cerpen-nasional-aruh-sastra-kalimantan-selatan-ix-banjarmasin-14-16-september-2012/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>2</slash:comments>
		
		
		
		<media:content medium="image" url="https://2.gravatar.com/avatar/529e367f12651ba244a2f355cd72de0971953a919e5c3fdc15af795c8c494279?s=96&amp;d=wavatar&amp;r=G">
			<media:title type="html">malaikatpararoh</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="https://malaikatpararoh.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/04/427447_170092576443594_100003285597383_249501_2022858370_n.jpg?w=950">
			<media:title type="html">Image</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="http://whos.amung.us/swidget/059kpnyb74m8.gif"/>

		<media:content medium="image" url="http://whos.amung.us/swidget/059kpnyb74m8.gif"/>

		<media:content medium="image" url="http://whos.amung.us/swidget/059kpnyb74m8.gif"/>

		<media:content medium="image" url="http://whos.amung.us/swidget/059kpnyb74m8.gif"/>

		<media:content medium="image" url="http://whos.amung.us/swidget/059kpnyb74m8.gif"/>

		<media:content medium="image" url="http://whos.amung.us/swidget/059kpnyb74m8.gif"/>
	</item>
		<item>
		<title>Putri Banjar Di Sangarasi (Barito Timur)</title>
		<link>https://malaikatpararoh.wordpress.com/2012/04/11/putri-banjar-di-sangarasi-barito-timur-4/</link>
					<comments>https://malaikatpararoh.wordpress.com/2012/04/11/putri-banjar-di-sangarasi-barito-timur-4/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alex STB]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Apr 2012 04:26:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Seni Budaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://malaikatpararoh.wordpress.com/2012/04/11/putri-banjar-di-sangarasi-barito-timur-4/</guid>

					<description><![CDATA[Kalau kita bepergian dari Banjarmasin ke Tamiang Layang dan melintasi Desa Jaar, bangunan itu tidak tampak dari jalan raya. Sebuah bangunan sekolah dasar akan menghalangi pandangan kita. Menurut tetuha adat di Desa Jaar, di dalam bangunan berbentuk rumah adat Banjar itu terdapat pusara Putri Mayang Sari. Ia adalah putri Sultan Banjar yang pernah menjadi pemimpin [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img src="https://whos.amung.us/swidget/059kpnyb74m8.gif" alt="" width="0" height="0" border="0" /><a href="https://malaikatpararoh.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/04/n1233626115_30329372_3713457.jpg"><img class=" wp-image alignright" src="https://malaikatpararoh.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/04/n1233626115_30329372_3713457.jpg?w=277&#038;h=206" alt="Image" width="277" height="206" /></a></p>
<p>Kalau kita bepergian dari Banjarmasin ke Tamiang Layang dan melintasi Desa Jaar, bangunan itu tidak tampak dari jalan raya. Sebuah bangunan sekolah dasar akan menghalangi pandangan kita. Menurut tetuha adat di <strong>Desa Jaar</strong>, di dalam bangunan berbentuk rumah adat Banjar itu terdapat pusara <strong>Putri Mayang Sari</strong>. Ia adalah <strong>putri Sultan Banjar</strong> yang pernah menjadi pemimpin di <strong>Tanah Dayak Ma&#8217;anyan</strong>. Karena itu bagi orang <strong>Dayak Maanyan</strong>, bangunan unik itu mempunyai arti dan makna tersendiri.</p>
<p>Tulisan ini bertujuan memaparkan hubungan antara <strong>Urang Banjar</strong> dan <strong>Urang Ma&#8217;anyan</strong> yang bersumber dari tradisi lisan.</p>
<p><strong>Putri Mayang</strong> Sari Menurut sejarah lisan orang <strong>Dayak Ma&#8217;anyan</strong>, Mayang Sari yang adalah putri <strong>Sultan Suriansyah</strong> yang bergelar <strong>Panembahan Batu Habang</strong> dari istri keduanya, <strong>Noorhayati.</strong> Putri Mayang Sari dilahirkan di <strong>Keraton Peristirahatan Kayu Tangi pada 13 Juni 1858</strong>, yang dalam penanggalan Dayak Ma&#8217;anyan disebut <strong>Wulan Kasawalas Paras Kajang Mamma&#8217;i</strong>. Sedangkan Noorhayati sendiri, menurut tradisi lisan orang Dayak Ma&#8217;anyan adalah perempuan Ma&#8217;anyan cucu dari <strong>Labai Lamiah, tokoh mubaligh Suku Dayak Ma&#8217;anyan. </strong></p>
<p>Putri Mayang Sari diserahkan oleh Sultan Suriansyah kepada <strong>Uria Mapas</strong>, <strong>pemimpin dari tanah Ma&#8217;anyan</strong> di wilayah <strong>Jaar Sangarasi</strong>. Dituturkan, dalam kesalahpahaman Pangeran Suriansyah membunuh saudara Uria Mapas yang bernama <strong>Uria Rin&#8217;nyan</strong> yaitu pemimpin di wilayah <strong>Hadiwalang</strong> yang sekarang bernama <strong>Dayu</strong>. Akibatnya, Sultan Suriansyah terkena denda <strong>Adat Bali</strong>, yaitu selain membayar sejumlah barang adat juga harus menyerahkan anaknya sebagai ganti orang yang dibunuhnya.</p>
<p>Setelah Uria Mapas meninggal dunia, penduduk setempat mengangkat Putri Mayang  Sari untuk memimpin daerah <strong>Sangarasi</strong> yang sekarang bernama <strong>Ja&#8217;ar</strong> &#8211;lima kilometer dari <strong>Tamiang Layang</strong>. Kepemimpinan Mayang Sari sangat diakui masyarakat setempat, karena selain putri dari seorang Sultan Banjar, ia adalah saudara angkat Uria Mapas Negara. Dalam tradisi Dayak Ma&#8217;anyan, Putri Mayang Sari dicitrakan sebagai perempuan berambut panjang dan berparas cantik. Namun bukan hanya kecantikan yang mempesona dimilikinya, tetapi kemampuan menyejahterakan rakyat di wilayah yang dipimpinnya. Dituturkan, pada masa hidupnya Putri Mayang Sari tidak pernah diam. Ia rajin mengadakan kunjungan ke desa untuk mengetahui kehidupan rakyat yang sebenarnya, dan secara khusus untuk mengetahui bagaimana ketahanan pangan masyarakat. Ia selalu mengawasi bagaimana hasil panen masyarakat. Untuk meningkatkan hasil panen, Putri Mayang Sari menganjurkan agar penduduk menanam padi di daerah berair, karena hasil panennya lebih baik daripada di daerah kering (tegalan).</p>
<p>Rute kunjungan Putri Mayang Sari setiap tahun adalah melewati daerah Timur yakni <strong>Uwei, Jangkung, Waruken</strong>, <strong>Tanjung</strong>. Kemudian daerah Barat yaitu <strong>Tangkan, Serabun, Beto, Dayu, Patai, Harara dan kembali ke Jaar Sangarasi</strong>. Menurut kepercayaan orang Dayak Ma&#8217;anyan, daerah atau wilayah yang dikunjungi atau dilewati Putri Mayang Sari itu selalu mendapat berkah-keberuntungan, misalnya pohon buah berbuah lebat. <strong>Konon, buah langsat di daerah Tanjung yang terkenal manis dan disenangi banyak orang adalah karena daerah Tanjung adalah tempat singgah Putri Mayang Sari.</strong></p>
<p>Setelah seharian  menempuh perjalanan, seperti biasa Puteri Mayang Sari duduk diserambi depan tempat tinggalnya.  Saat menikmati istirahat melintaslah serombongan burung sejenis burung betet diatas kepala puteri lalu bersamaan dengan itu jatuhlah kembang kamboja berwarna kuning dipangkuannya. Dengan rasa penuh heran dan kaget dipungutlah bunga kamboja itu lalu diselipkan pada rambutnya yang panjang terurai sebagai hiasan. Keesokkan harinya puteri Mayang Sari jatuh sakit dan tiga hari kemudian puteri meninggal yakni pada hari Rabu tanggal 15 Oktober 1615 atau Sa’ban 1024 H; dalam hitungan Ma’anyan ‘Wulan Katiga Paras Kanjang Minau’.</p>
<p>Puteri Mayang Sari lahir di keraton peristirahatan di Kayu Tangi yakni pada Rabu tanggal 13 Juni 1585 atau 6 Jumadil Awal 993 H ; dalam hitungan Ma’anyan ‘Wulan Kasawalas Paras Kanjang Mam’mai.</p>
<p>Kendati beragama Islam, dalam menjalankan pemerintahannya Putri Mayang Sari menggunakan <strong>sistem mantir epat pangulu isa</strong> yaitu <strong>sistem pemerintahan tradisional Dayak Ma&#8217;anyan</strong>. Dalam pola kepemimpinan ini, <strong>satu wilayah ditangani empat pemimpin (mantir) dan satu pengulu</strong>. <em>Empat mantir mengurus masalah pemerintahan, sedangkan pengulu mengatur seluk beluk Hukum Adat. Dalam pemerintahannya memang ada dua hal yang diprioritaskan</em>, yaitu terpenuhnya kebutuhan pangan rakyat dan tegaknya <strong>Hukum Adat yang bagi orang Dayak Ma&#8217;anyan adalah tata aturan kehidupan.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Setelah mengalami sakit selama tiga hari, <strong>pada 15 Oktober 1615</strong> atau dalam penanggalan Dayak Ma&#8217;anyan disebut <strong>Wulan Katiga Paras Kajang Minau</strong>, Putri Mayang sari wafat. Karena kecintaan rakyat kepadanya, jasadnya tidak langsung dikuburkan, tetapi disemayamkan terlebih dahulu di dalam rumah hingga kering. Setelah mengering, karena cairan dari mayat disalurkan ke dalam tempayan, jasad Putri Mayang dibawa ke seluruh daerah agar semua rakyat mendapat kesempatan memberikan penghormatan terakhir kepada pemimpin mereka yang telah meninggal dunia. Akhirnya, jenazah Putri disemayamkan di <strong>Sangarasi</strong> yaitu wilayah Jaar sekarang.</p>
<p>Urang Banjar dan Ma&#8217;anyan Tradisi lisan orang Dayak Ma&#8217;anyan memang banyak bertutur tentang relasi antara Urang Banjar dan Urang Ma&#8217;anyan. Misalnya dituturkan, orang Ma&#8217;anyan pada mulanya adalah <strong>penghuni Kayu Tangi.</strong> Karena itu, orang Ma&#8217;anyan, dalam <strong>bahasa ritual wadian</strong>, menyebut dirinya sebagai <strong>anak nanyu hengka Kayu Tangi</strong>. Hal itu untuk menunjukkan, sebelum hidup terserak di beberapa wilayah sekarang, mereka tinggal di Kayu Tangi, yaitu wilayah yang sekarang berkembang menjadi Kota Banjarmasin.</p>
<p align="center">
<p>Dalam Sejarah Banjar (2003: 36-7) dituliskan, sebelum berdirinya Kesultanan Banjarmasin <strong>pada 1526</strong>, bahkan sebelum adanya <strong>Negara Dipa</strong> dan <strong>Negara Daha </strong>sebagai <strong>cikal-bakal Kesultanan Banjarmasin</strong>, berdiri satu negara etnik orang Ma&#8217;anyan yang bernama <strong>Nansarunai.</strong> Karena kuatnya <strong>usak jawa</strong> atau Jawa yang merusak yaitu gempuran dari <strong>Majapahit,</strong> mereka harus pergi dari Nansarunai.</p>
<p>Juga dituturkan tentang seorang tokoh bernama <strong>Labai Lamiah</strong>. Konon, ia adalah <strong>orang Dayak Ma&#8217;anyan</strong> <span style="text-decoration:underline;">pertama yang menjadi muallaf dan mubaligh</span>. Ia berdakwah di <strong>wilayah Nagara</strong> yang masyarakatnya pada waktu itu adalah campuran antara suku Dayak Ma&#8217;anyan dan mantan prajurit Majapahit yang masih memeluk <strong>agama Hindu Syiwa</strong>. Labai Lamiah berhasil mengislamkan orang-orang Ma&#8217;anyan yang ada <strong>di Banua Lawas</strong> atau sekarang disebut <strong>Pasar Arba</strong>, tidak jauh dari <strong>Kalua. </strong>Akibatnya, Balai Adat orang Ma&#8217;anyan di tempat itu berubah fungsi menjadi Masjid. Hingga sekarang, di halaman Masjid itu masih dapat ditemukan beberapa guci yang menjadi simbol keberadaan orang Ma&#8217;anyan.</p>
<p>Orang Dayak Ma&#8217;anyan yang memeluk Islam disebut <strong>jari hakey</strong>. Pada awalnya, sebutan hakey ditujukan kepada utusan Raja Banjar yang hadir dalam <strong>Ijambe</strong> (upacara kematian). Ketika mereka dengan sopan menolak memakan daging babi yang dihidangkan dan menjelaskan alasannya, orang Ma&#8217;anyan berkata: <strong>&#8220;O &#8230; hakahiye sa&#8221;</strong> (o &#8230; begitukah). Berdasarkan ucapan itu, semua orang Banjar, muslim dan orang Dayak Ma&#8217;anyan yang beragama Islam disebut hakey. Adanya kaum yang bahakey membuat orang Ma&#8217;anyan tidak lagi satu warna. Mereka yang bertahan dengan adat, pergi meninggalkan wilayah Kerajaan Banjar mencari tempat baru. Dipimpin <strong>Uria Napulangit</strong>, mereka pergi ke dan menetap di tepi <strong>Sungai Siong</strong> di sebelah Barat Daya <strong>Tamiang Layang</strong> sekarang.</p>
<p>Namun rasa persaudaraan mereka dengan kerabat yang bahakey tetap terjalin. Hal itu tampak dengan dibangunnya <strong>Balai Adat</strong> yang dikhususkan untuk muslim, yang mereka sebut <strong>Balai Hakey</strong>. Bangunan ini dapat dilihat dalam upacara besar Dayak Ma&#8217;anyan seperti Ijambe (upacara pembakaran mayat), khususnya di masyarakat Paju Epat (nama wilayah empat kampung besar). Di Balai itu, masakan yang disajikan harus disembelih secara Islam oleh perwakilan yang beragama Islam.Hingga kini, Balai Hakey tetap didirikan oleh orang Dayak Ma&#8217;anyan setiap kali ada Ijambe. Balai yang kokoh, sekokoh sikap toleransi orang Ma&#8217;anyan.</p>
<p><em>Perekat Sosial Hikmat atau kearifan memang ada di mana-mana. Ia berseru di pinggir jalan memanggil orang untuk menghampirinya</em>, demikian kata Penulis Amsal. Ia ada di mana saja termasuk di dalam tradisi lisan. Bagi masyarakat yang belum mengenal budaya tulis-menulis, tradisi lisan merupakan sarana untuk menyimpan sejarah silam kehidupan suku. Lebih dari itu, tradisi lisan juga sarana untuk menguraikan jati diri. Karena itu, dalam upacara penting misalnya Ijambe, tradisi lisan selalu dituturkan.</p>
<p>Paparan di atas memperlihatkan betapa dahsyatnya Urang Ma&#8217;anyan menguraikan jati dirinya ketika berhadapan dengan Urang Banjar. Tentu saja, hal itu dilakukan karena Banjar tidak sekadar identitas suku, tetapi juga identitas politik, sosial, ekonomi dan agama. Banjar sebagai identitas agama tampak dalam adagium &#8216;Banjar berarti Islam dan Islam berarti Banjar&#8217;.</p>
<p>Namun bagi orang Ma&#8217;anyan, adagium bersosok dingin itu tidak harus dikontestasikan. Tidak perlu jalan merah yang sarat amarah, apalagi pertumpahan darah. Bagi mereka, Banjar adalah hakey yaitu saudara mereka yang memeluk agama Islam. Tradisi lisan telah menjadi referensi kultural mereka untuk bersikap ramah kepada siapa pun, kendati berbeda agama dan keyakinan. Juga menjadi rujukan politik, ketika menerima seseorang yang tidak seagama dengan mereka untuk menjadi pemimpin mereka. Tradisi lisan telah menjadi sumber kearifan untuk merekatkan persaudaraan dan kekerabatan.</p>
<p><strong>Tradisi lisan memang seumpama teks Kitab Suci, punya daya paksa yang tinggi namun cara kerjanya sangat halus sehingga tidak terasa sama sekali</strong>. Hal ini tampak dari berdirinya bangunan rumah adat Banjar yang adalah makam Putri Mayang Sari di Desa Jaar, Tamiang Layang, Kalteng. Mereka mendirikan bangunan itu berdasarkan tradisi lisan Putri Banjar di Tanah Ma&#8217;anyan. Lebih jauh lagi, tempat pemakaman Putri Mayang Sari itu baru saja dipugar oleh <strong>Pemkab Barito Timur.</strong> Ini petanda, sekarang pun beliau masih dihormati masyarakat setempat.</p>
<p>Secara fisik, bangunan itu adalah makam Putri Mayang Sari. Namun secara metafisik, bangunan itu adalah terusan batin persaudaraan yang menghubungkan Urang Dayak Ma&#8217;anyan dengan Urang Banjar. Juga menjadi media budaya dan sumber sejarah, di mana mereka dapat merunut benang merah kekerabatan dengan orang Banjar dan kemudian berkata: <strong><span style="text-decoration:underline;">&#8220;Kalian bukan orang lain.&#8221;</span></strong></p>
<p><img src="https://whos.amung.us/swidget/059kpnyb74m8.gif" alt="" width="0" height="0" border="0" /></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://malaikatpararoh.wordpress.com/2012/04/11/putri-banjar-di-sangarasi-barito-timur-4/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		
		<media:content medium="image" url="https://2.gravatar.com/avatar/529e367f12651ba244a2f355cd72de0971953a919e5c3fdc15af795c8c494279?s=96&amp;d=wavatar&amp;r=G">
			<media:title type="html">malaikatpararoh</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="http://whos.amung.us/swidget/059kpnyb74m8.gif"/>

		<media:content medium="image" url="https://malaikatpararoh.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/04/n1233626115_30329372_3713457.jpg?w=462">
			<media:title type="html">Image</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="http://whos.amung.us/swidget/059kpnyb74m8.gif"/>
	</item>
		<item>
		<title>Asal Muasal Gasing</title>
		<link>https://malaikatpararoh.wordpress.com/2012/04/08/asal-muasal-gasing/</link>
					<comments>https://malaikatpararoh.wordpress.com/2012/04/08/asal-muasal-gasing/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alex STB]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Apr 2012 06:36:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Seni Budaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://malaikatpararoh.wordpress.com/?p=239</guid>

					<description><![CDATA[A.   Latar Belakang Gasing merupakan salah satu hasil peeninggalan budaya yang masih terdapat hingga saat ini dan tidak jarang masih dimainkan oleh masyarakat. Dalam perkembangannya, Gasing menjadi salah satu permainan tradisional dan terdapat di berbagai daerah di nusantara bahkan dibeberapa Negara juga memiliki kebudayaan bemain gasing. Asal usul gasing secara umum berasal dari buah beremban [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img src="https://whos.amung.us/swidget/059kpnyb74m8.gif" alt="" width="0" height="0" border="0" /><strong><a href="https://malaikatpararoh.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/04/gasing-telor-lombok21.jpg"><img class=" wp-image alignright" src="https://malaikatpararoh.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/04/gasing-telor-lombok21.jpg?w=275&#038;h=176" alt="Image" width="275" height="176" /></a></strong></p>
<div></div>
<div><strong>A.   </strong><strong>Latar Belakang</strong></div>
<div>Gasing merupakan salah satu hasil peeninggalan budaya yang masih terdapat hingga saat ini dan tidak jarang masih dimainkan oleh masyarakat. Dalam perkembangannya, Gasing menjadi salah satu permainan tradisional dan terdapat di berbagai daerah di nusantara bahkan dibeberapa Negara juga memiliki kebudayaan bemain gasing. Asal usul gasing secara umum berasal dari buah beremban atau permainan laga telur ayam, tetapi dalam masyarakat dayak dan melayu kalbar, permainan gasing berasal dari aktivitas masyarakat yang berkembang menjadi seni budaya.</div>
<div>Bagi masyarakat Kalimantan barat, bermain gasing lazim dilaksanakan pada saat musin lading. Dari beberapa sumber suku dayak kanayant  menyatakan bahwa gasing berasal dari jelmaan Talino (Jubata). Namun permainan gasing dikalimantan barat kini mulai jarang dilakukan, hanya dilakukan pada saat tertentu saja dan pada saat khusus saja. Gasing itu sendiri merupakan benda yang terbuat dari kayu dan di bentuk sedemikian rupa sesuai bentuk dan jenis gasing.</div>
<div></div>
<div>B.   TUJUAN</div>
<div>Penulisan makalah ini tidak lain dan tidak bukan adalah untuk menjelaskan tentang Gasing yang ada dikalimantan barat. Makalah ini menyajikan tentang gasing yang diharap dapat menambah pengetahuan kita semua tentang gasing yang merupakan salah satu hasil budaya bangsa. Setidaknya, setelah kita memahami isi makalah ini, kita dapat mengetahui tentang permainan gasing terutama permainan gasing yang ada di Kalimantan Barat. <strong></strong></div>
<div align="center"></div>
<div></div>
<div align="center"><strong>GASING KALIMANTAN BARAT</strong></div>
<div align="center"></div>
<div></div>
<div><strong>A.   </strong><strong>Asal Usul Lshirnya Permainan Gasing</strong></div>
<div></div>
<div><strong>1.      </strong><strong>Asal Usul Gasing Secara Umum</strong></div>
<div>·         <strong></strong></div>
<div><strong>Asal Usul Perkataan Gasing – Gah Berpusing</strong><br />
Menurut sumber dari Terengganu, gasing berasal daripada permainan memusing buah berembang. Buah berembang berbentuk bulat, licin dan agak leper. Buah yang mudah ditemui di pesisir pantai ini selalu digunakan oleh ahli silat sebagai satu latihan untuk menguatkan tangan. Di sesetengah tempat, buah berembang juga dikenali sebagai buah perepat (<em>sonneratia alba</em>). Buah berembang ini juga dijadikan sebagai permainan. Dalam permainan buah berembang, buah ini akan dipusingkan dengan menggunakan tangan. Buah berembang yang berpusing paling lama dan paling ligat dikira paling gah dan pemusingnya dianggap sebagai pemenang. Gasing dicipta berdasarkan bentuk buah berembang. Perkataan gasing berasal daripada gabungan dua perkataan iaitu ‘gah berpusing’. Gah dalam istilah permainan gasing bermaksud berpusing dengan ligat dan tegak.</div>
<div>·         <strong>Gasing Berasal Daripada Permainan Laga Telur</strong><br />
Sumber dari Kedah ada menyatakan bahawa permainan gasing berasal daripada permainan ‘laga telur ayam’. Permainan memusing dan melagakan telur ayam ini menjadi permainan kegemaran kanak-kanak pada masa dahulu. Kemudian barulah timbul idea untuk menghasilkan gasing mengikut rupa bentuk telur. Paksi ditambah agar gasing berputar dengan laju dan tegak. Gasing yang diputar dengan tangan kurang ligat berputar dan pusingannya tidak tahan lama. Oleh itu tali digunakan supaya dapat memusingkan gasing dengan lebih ligat dan lama.</div>
<div>·         <strong>Gasing Berasal Daripada Peralatan Memburu Binatang</strong><br />
Pemain gasing veteran dari Sungai Pahang menyatakan bahawa gasing dahulunya merupakan senjata untuk memburu binatang. Gasing yang berbentuk leper dan bulat akan berputar dengan ligat apabila dilemparkan ke badan binatang buruan. Idea permainan gasing dikatakan datang daripada aktiviti masa lapang para pemburu, yang pada mulanya bertujuan menguji kecekapan melempar gasing ke sasaran.</div>
<div><strong>2.      </strong><strong>Asal Usul Gasing Kalimantan Barat</strong></div>
<div>Dua suku asli dan terbesar yang menghuni Kalimantan Barat yaitu Dayak dan Melayu. Kedua suku ini memang mempunyai banyak kesamaan-kesamaan budayanya diantaranya adalah permainan gasing. Yang berbeda hanyalah dalam penyebutan atau bahasa yang digunakan. Tidaklah heran bila dalam penuturan asal usul permainan gasing ini dibuat dalam dua bahasa atau penyebutan, tidak lain agar para pembaca sedikit dapat memahami inilah kultur sebagian kecil bangsa ini. Konon Gasing pada masyarakat Dayak Kanayatn lebih dikenal dengan Pangka atau Bapangka’ dan sebaliknya Bepangkak menurut melayu dalam hal inilah maka sengaja penulis hanya menuturkan menurut versi dayak karena menurut legenda dan ceritanya banyak kesamaannya.</div>
<div>Menurut cerita yang terdapat pada orang Dayak Kanayatn, gasing adalah Manusia (Talino) jelmaan jubata (Tuhan) yang disebut NEK GASIKNG bernama  NEK ABAKNG SAJINTE JUBATA TAPAKNG, juga sebagai penguasa pohon-pohon kayu yang tumbuh dihutan. Sehingga Janis kayu yang dibuat sebagai bahan gasing yang terbaik adalah urat/bandir (akar) dari kayu Tapakng.Pangka’ gasing bagi masyrakat Adat  Dayak Kanayatn, diakui sebagai salah satu unsur Budaya adat yang telah lama dilakukan secara turun temurun dan tidak hanya Permainan belaka, melainkan memiliki makna bagi kehidupan manusia, maka dari itu pangka’ gasing adalah merupakan tradisi Budaya adat, yang penyelanggaraannya ditentukan pada musim atau waktu dalam proses kegiatan Bahuma atau berladang (bertani padi), yaitu pada saat padi mulai ditanam sampai pada panen raya (beranyi) padi.</div>
<div>Konon manusia (Talino) pada mulanya tidak mengenal beras atau padi sebagai bahan makanan pokok, melainkan sejenis cendawan (kulat/jamur) yang tumbuh dan diambil dari batang kayu yang telah mati. Melihat kehidupan manusia seperti itu, Nek Gasikng melakukan kegiatan berputar ditengah-tengah ruang utama samik, dengan tujuan agar padi turun ke bumi, dan menjelang subuh Nek Uit-uit memanggil padi/beras (Nyaru’Leko) di tengah pante (teras rumah). Karena Nek Gasikng melakukannya sendiri, maka ia memiliki keinginan membuat benda yang dapat berputar menyerupainya yang berputar, sehingga ia mengambil akar Tapakng sesuai namanya untuk membuat sebuah gasing yang menyerupai namanya juga. Setelah itu gasing mulai dimainkan oleh manusia (Talino), saat itu juga tanpa disadari oleh manusia ternyata dari khayangan seorang jelmaan Putra Jubata (Tuhan) yang bernama BARUAKNG tertarik untuk bermain gasing atau berpangka’ dengan anak-anak manusia yang ada dibumi. Dengan ketertarikannya itu ia memutuskan turun kebumi untuk mengajak anak manusia berpangka’ gasing.</div>
<div>Berawal dari Baruakng dan anak manusia bermaain gasing saat itulah padi dikenal oleh manusia dibumi sebagai makanan pokok. Baruakng setiap kali turun kebumi bermain gasing selalu membawa bekal nasi, sedangkan manusia berbekal jamur/kulat karang, nak-anak manusia yang bermain gasing bersama Baruakng. Menjadi penasaran anak manusia melihat makanan Baruakng seperti ulat, putih bersinar, sehingga anak-anak manusia mencoba memakannya. Setelah memakannya anak manusia tertidur karena rasa nasi Baruakng sangat enak dan nyaman. Merasa nasi itu enak, anak-anak manusia meminta kepada Baruakng agar dibawa kebumi contoh bijinya atau bibitnya untuk disampaikan kepada Nek Inang-inang (orang tua anak manusia yang berpangka; gasing bersama Baruakng). Keesokan harinya Baruakng berencana membawa biji padi kebumi, namun dimarahi oleh orang tuanya yang bernama NEK SIJAEK sehingga ia mencari akal, karena Baruakng belum bersunat maka ia menyembunyikan biji padi itu dalam kekulit kamaluannya, (sehingga sekarang Baruakng disebut Nek Baruakng Kulub).</div>
<div>Sampai dibumi Baruakng memberi tahu kepada manusia agar biji padi itu ditanam ditempat yang tersembunyi agar tidak terlihat oleh bapaknya, dan disarankan supaya ditanam didapur tempat pembakaran yang ada dalam rumah, saran tersebut dipenuhi dan dituruti oleh manusia.</div>
<div>Konon pula menurut versi cerita suku melayu Kalimantan Barat khususnya Kabupaten SAMBAS, Timbulnya permainan ini menurut ceritanya adalah sebagai berikut:</div>
<div>Seorang putra khayangan yang turun kebumi sedang melihat anak manusia yang bermain dan ia tertarik dengan permainan ini yaitu memainkan sepotong kayu yang berputar-putar dihalaman rumah anak manusia tersebut, anak bangsa khayangan ini merasa heran campur senang sepotong kayu yang telah dibentuk sedemikian rupa dapat berputar dengan cara dilempar dengan menggunakan seutas tali, kemudian dengan kekagumamannya, ia mengajak anak manusi naik kekhayangan dengan membawa benda yang dimainkan tersebut, sesampainya di Khayangan dimintanya anak manusia untuk memainkan permainan itu di hadapan anak-anak bangsa Khayangan, mereka semua terkagum – kagum dengan permainan tersebut, kemudian anak manusia diberi makan, pada saat diberi makanan tersebut, giliran anak manusia yang terheran karena belum pernah ia makan makanan yang berbiji putih dan nikmat sampai perutnya merasa kenyang dan kenyangnyapun lama, melihat anak manusia yang makan dengan banyak dan senang sehingga tergugahlah perasaan anak bangasa Khayangan lalu iapun berkata ’’nanti akan saya bawakan benda ini kebumi’’ dengan sarat kamu harus selalu memainkan benda ini.</div>
<div>Kemudian anak manusia diantarkannya pulang kebumi, dan sesuai dengan permintaan anak bangsa Khayangan, anak manusia tadi selalu memainkan permainan ini, hampir lupa dengan apa yang telah diucapkan pada waktu mereka bermain dikhayangan, datanglah anak bangsa Khayangan dengan membawa sebutir biji benda yang dikeluarkannya dari kemaluannya karena takut dimarahi oleh orang tuanya maka biji tersebut disimpan dalam kemaluannya, benda tersebut dimintakan oleh anak bangsa Khayangan untuk ditanam.</div>
<div>Anak manusiapun menurut apa yang dimintakan, biji tersebut ditanam dan dari hari kehari makin menampakkan pertumbuhannya semakin banyak pula, sesuai permintaan anak bangsa khayangan agar selalu memainkan permainan ini, dan biji yang ditanam tadipun akhirnya telah layak untuk diambil, dari satu biji yang ditanam hasilnya berlipat ganda beribu-ribu banyaknya, maka biji tanaman ini terus dikembangkan. Sejak saat itulah tanaman ini dikenal oleh manusia sebagai makanan pokok yang dapat mengenyangkan dan tahan lama. Oleh anak manusia permainan yang berputar serta berpusing tersebut diberilah nama’’ GASING’’.</div>
<div>Sampai saat ini permainan ini dimainkan oleh anak manusia mulai musim bertanam padi sampai masa panen. Dengan turunnya padi kepada manusia kebumi, maka Pangkak gasing (bermain gasing) dilakukan turun-temurun bagi masyarakat dayak (KALIMANTAN BARAT PADA UMUMNYA) hingga sampai sekarang ini dari tingkat pedesaan sampai tingkat Propinsi KALBAR, baik dalam acara peringatan hari-hari besar agama,gawai NAIK DANGO, pesta ulang tahun kerajaan maupun peringatan hari-hari besar Nasional. Padi dengan gasing berhubungan sangat erat sekali,sehingga didalam kehidupan orang Dayak dan Melayu Kalbar,padi dibuatkan tempat khusus (dango padi/tamping) lumbung padi dimasukkan sebuah gasing yang namanya gasing gantang, ukuran gasing yang disimpan kedango padi tersebut ukurannnya sama dengan pengukur padi/beras sebagai alat timbangan tempo dulu yaitu GANTANG. Sedangkan didalam tempayan tempat menyimpan beras disimpan gasing cupak, yang ditutupkan pada mulut tempayan,dan pase untuk ukuran beras.</div>
<div><strong>Gasing</strong> sendiri merupakan salah satu khasanah permainan tradisional anak-anak Nusantara yang layak untuk dilestarikan, namun sangat disayangkan permainan gasing tradisional ini pada masa sekarang cenderung terlupakan dan tergantikan oleh beragam jenis permainan produk asing. Padahal permainan gasing tradisional pada masa lalu tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia, mulai dari Sumatera, Sunda, Jawa, Bali, Maluku, Sulawesi, NTT, NTB, Kalimantan hingga Papua. Sementara di <strong>Kalimantan</strong>, Meliputi <strong>Kalteng</strong> (<em>Kalimantan Tengah</em>), <strong>Kalsel</strong> (<em>Kalimantan Selatan</em>) dan <strong>Kaltim</strong> (<em>Kalimantan Timur</em>) permainan gasing tradisional ini disebut sebagai Bagasing. Sedangkan <strong>Kalbar</strong> (<em>Kalimantan Barat</em>), permainan gasing biasa disbut bepangkak.</div>
<div><strong>B.  Jenis-Jenis Gasing</strong><br />
Jenis gasing yang sering dimainkan ada dua macam yang terdiri dari: 1. Gasing untuk permainan berindu (URI). 2. Gasing yang digunakan khusus untuk bermain pangkak.</div>
<div><strong>a. Gasing untuk permainan berindu.</strong><br />
Gasing ini tidak digunakan untuk dipangkakkan sebab bentuk dan gasingnya sangat berbeda dari gasing yang digunakan untuk berpangkak diantara cirinya yaitu mempunyai kepala yang kecil bagian burit sangat kecil(pasaknya halus) hanya diadu lamanya berputar,setelah diemban lalu dicedok dan diletakkan diatas piring kemudian diletakkan diatas meja,dibiarkan di meja sampai akhirnya gasing tersebut mati dengan sendirinya.</div>
<div><strong>b. Gasing untuk bermain berpangkak.</strong><br />
Gasing ini digunakan untuk berpangkak,dengan berbagai jenis nya,diantara modelnya sebagai berikut:</div>
<div>Ø  Model buah gerambang/gasing epal atau buah ampaning.</div>
<div>Ø  Model Leper/gasing epal Tumpi.</div>
<div>Ø  Model Botol/Gasing rojo pangkok.</div>
<div>Ø  Model Cantung pisang/Gasing rojo bangkukng.</div>
<div>Ø  Model jantung/Gasing palang</div>
<div>Gasing dapat dibedakan menjadi gasing adu bunyi, adu putar dan adu pukul.</div>
<div></div>
<div><strong>C. Ciri- Ciri dan Kegunaan Model Gasing</strong></div>
<div>·         Gasing model buah gerambang/epal epeh ampaning.</div>
<div>·         Pakang/bagian pinggirnya dengan ukuran 2 sampai 3 cm. Tingginya 4 samapai 8 cm, kepala kecildan dapat digunakan untuk dipasangkan ataupun dipangkakkan.</div>
<div>·         Gasing leper/gasing epal Tumpi.</div>
<div>·         Pakangnya/bagian pinggirnya dengan ukuran 1 sampai 2 cm,tinggi 3 sampai 6 cm,bagian kepala kecil dan dapat digunakan adu uri sebagai penentu untuk mulainya berpangkak.</div>
<div>·         Gasing botol/gasing ronjo pangkok.</div>
<div>·         Gasing ini unkurannya 8 sampai 12 cm bagian pakang/pinggirnya tebal hampir menyerupai botol,hanya dapat digunakan untuk dipangkakkan sebab kekuatan putarnya tidak tahan lama.</div>
<div>·         Gasing cantung pisang/Gasing ronjo bangkukng.</div>
<div>·         Gasing ini ukurannya sama dengan gasing botol hanya badannya lebih besar,hanya dapat digunakan untuk memangkak gasing lawan.</div>
<div>·         Gasing jantung /Gasing palang.</div>
<div>·         Gasing ini hampir menyerupai organ jantung, ukurannya besar, mempunyai bahu/badan seperti gasing leper dan gasing buan gerambang, digunakan hanya untuk memangkak gasing lawan karena ketahanan lama berputarnya tidaklah kuat.</div>
<div><strong>Untuk gasing berpangkak jenisnya ada dua macam yaitu:</strong></div>
<div>1.      Gasing Murni (gasing polos); jenis gasing ini tidak ditambah apapun kecuali pasak dan motif kayunya harus asli.Untuk gasing standar Kalbar dengan ukuran keliling gasing 32cm dari bagian pakang/pinggir gasing yang terluar,sedangkan yang tidak standar biasanya ukurannya mencapai 40 cm beratnya sampai 2 kg.</div>
<div>2.      Gasing bertambah (gasing remot)adalah gasing yang telah dikombinasikan ditambah pemberat berupa timah yang ditambahkan pada keliling pakang gasing dan diberi simpai pengaman dari bahan almunium ataupun seng yang dipakukan untuk melindungi timah agar supaya timahnya tidak keluar dan bahan nya terbuat dari kayu jenis putih yang alot atau tidak mudah pecah bilapun gasing tersebut pecah saat dipangkak tidak membahayakan orang yang berada disekitarnya.Ketahanan atau lamanya berputar lebih lama bila dibandingkan dengan jenis gasing pangkak yang olainnya. Gasing ini hanya dimainkan oleh masyarakat Melayu Kabupaten Sambas.</div>
<div></div>
<div></div>
<div><strong>D. </strong><strong>Cara Memperbaiki/Membetulkan Gasing &amp; Merawat Gasing</strong></div>
<div></div>
<div><strong>a. Cara memperbaiki/membetulkan gasing.</strong></div>
<div>Setelah gasing selesai dibuat/dibubut atau diraut,agar gasing seimbang maka gasing perlu diuji untuk mengetahui apakah gasing sudah seimbang atau belum dengan cara sebagai berikut:</div>
<div>1.      Mengucil/memutarkan gasing tersebut dengan tangan,kemudian diberi tanda dengan spidol atau dengan menggunakan serpihan kayu kecil yang diberi air liur dibagian atas kepala gasing kemudian dilihat pada bagian mana yang sedikit atau kecil yang terkena spidol /air liur maka pada bagian pinggir pakang gasing tersebut diberi sedikit demi sedikit paku kecil/ tanah yang ditempelkan dibagian burit gasing lalu digeser-geser sambil tetap mengucil sehinggalah keadaan gasing benar-benar seimbang maka pada bagian yang diberi tanah tersebut diberi beberapa pemberat sehingga gasing benar-benar seimbang.boleh dengan memasang pasak terlebih dahulu atau memberi pasaknya kemudian .kegunaan memberi penyeimbang ini adalah agar gasing awet hidupnya atau lama berputarnya.</div>
<div>2.      Dengan mengucil/memutar atau menyurung (menghidup/ memutar gasing dengan sara mendorongkan gasing kedepan dengan terlebih dahulu membolang/ mengikat) gasing tanpa diberi pasak, pada bagian burit gasinglah yang akan diberi tanda dengan spidol dibagian yang terkena spidol, maka pada bagian tersebutlah yang akan diraut sampai kesemua bagian burit gasing terkena spidol maka gasing tersebut telah seimbang. Tahap berikutnya barulah memasangkan pasaknya, dengan terlebih dahulu melobangi dengan alat pelobang, pada pasak atu lobang diberi lem perekat agar pasak dapat merekat dengan lem kawin yang daya rekatnya 2 jam,barulah gasing terebut dipurtar lagi apabila sudah benar-benar seimbang,maka tahapan ini sudah mencapai tahap yang sempurna.</div>
<div></div>
<div><strong>b. Cara merawat dan menyimpan gasing Agar supaya gasing tetap awet dan tahan lama ada beberapa cara perawatannya:</strong></div>
<div>1.      Gasing diletakkan dalam parit atau dalam sumur/ perigi,khusus untuk gasing yang terbuat dari bahan kayu keras;seperti kayu mbaris dan kayu belian/ulin.</div>
<div>2.      Gasing diletakkan atau disimpan di tempat yang teduh dengan cara meletakkan gasing tersebut diatas sebuah bekas tempat/kotak sabun B 29.Untuk masing-masing satu tempat satu buah gasing.</div>
<div>3.      Membuat tempat khusus yang terbuat dari triplek yang silobangi yang disesuaikan dengan besarnya gasing,kemudian gasing diletakkan dengan posisi bagian atas gasing tetap diatas tidak dibalik-balikkan, tujuan meletakkan gasing bagian atas teap diatas adalah agar gasing tidak berobah keseimbangannya dengan demikian gasing tetap terjamin keawetannya.</div>
<div>4.      Sebelum gasing disimpan terlebuh dahulu gasing tersebut pada bagian bawahnya diolesi dengan oli agar pasaknya tidak karatan.</div>
<div>5.      Menyimpan tali gasing yaitu dengan cara memasukkan talinya dalam kantong plastik dan di ikat.</div>
<div>6.      Untuk gasing remot/gasing bertambah agar awet, setelah gasing selesai dibuat maka gasing tersebut diberi warna sesuai dengan yang diinginkan,kemudian dioles dengan lem super glue (lem kaca)kemudian dapat juga di cat dengan warna clear atau Warna transparan.</div>
<div></div>
<div><strong>E. Ketentuan dan Panduan Teknis Permainan Gasing Kal- Bar</strong></div>
<div>1.      Pertandingan gasing akan didahului adu uri oleh kedua regu yang bertanding.</div>
<div>2.      Pemenang uri ditentukan oleh putaran gasing yang terlama dan untuk regu pemenang uri mendapat nilai 15,berkesempatan untuk memangkak terlebih dahulu sebanyak tiga kali dan kemudian memasang tiga kali.</div>
<div>3.      Gasing pemasang/pemangkak tidak boleh untuk dibetulkan dan dipindahkan.</div>
<div>4.      Gasing yang sah putarannya bila posisi kepala gasing tetap berada diatas dan bagian pasaknya dibawah/di atas tanah.</div>
<div>5.      Gasing pemasang harus berada dalam lingkaran dan apa bila tidak berada dalam lingkaran ( sebanyak tiga kali memasang) dan gasingnya tidak berputar/hidup,gasing lawan tidak dapat memangkak gasing yang tidak berputar tersebut maka pihak lawan memperoleh nilai 10( sepuluh).</div>
<div>6.      Pemangkak harus berada diluar satu lingkaran garis yang akan dipangkak.</div>
<div>7.      Pemangkak yang mengijak garis /line sebagaimana telah ditentukan pada poin 6,tersebut diatas maka dinyatakan dis/kalah dan pihak lawan yang mendapatkan nilai sesuai letak gasing yang dipasang.</div>
<div>8.      Apabila gasing pemangkak tidak mengenai gasing lawan,maka pihak lawan akan memperoleh nilai sesuai letak gasing yang dipasang.</div>
<div>9.      Apabila gasing pemangkak dapat menyentuh langsung/mengenai gasing lawan,kemudian diadu gasing yang terlama berputar yang akan mendapatkan nilai sesuai letaj gasing tersebut.</div>
<div>10.  Apabila gasing pemangkak menyentuh/mengenai gasing lawan dan kedua-dua gasing tersebut keluar dari arena/lingkaran,maka keduabelah pihak tidak mendapat nilai.</div>
<div>11.  Gasing pemangkak harus menentuh langsung/mengenai tanpa menyentuh tanah terlebih dahulu dianggap syah,dan bila menyentuh tanah terlebih dahulu maka gasing lawan yang akan mendapatkan nilai sesuai letak gasingnya.</div>
<div>12.  Apabila talinya menyentuh gasing lawan dan mempengaruhi posisi gasing lawan atau gasing lawan menjadi mati (tidak berputar),maka niali diberikan pada gasing lawan sesuai letak gasingnya.</div>
<div></div>
<div><strong>F. Permainan Gasing Melayu Sambas</strong></div>
<div></div>
<div><strong>a. Bahan dan Alat</strong></div>
<div><strong>1. Bahan</strong></div>
<div>Gasing terbuat dari kayu diantaranya adalah sebagai berikut: Kayu Mbaris,kayu Keranji, kayu Belian (ulin),kayu Laban tanduk,kayu Mampat, kayu Akasia,kayu Asam jawa,kayu Pertai cina, kayu Mirau, kayu jeruk sambal,(batang limau calung),kayu dungun. Pasak gasing yang didigunakan intuk pangkak terbuat dari besi,sedangkan untuk gasing berindu (uri) pasaknya terbuat dari jarum jahit.</div>
<div><strong>2. Alat</strong></div>
<div>·         Tali: Tali terbuat dari kulit katu seperti: Kulit kayu temaran ,Kulit Peluntan, kulit Baruk,dan dapat juga dibuat dari tali nyilon. Khusus untuk tali yang terbuat dari kulit kayu cara pembuatannya adalah dengan terlebih dahulu direndam beberapa hari,kemudian di pukul-pukul untuk membuang bagian kulit luarnya,lalu di jemur,dan selanjutnya dipintal menjadi tali sesuai yang diinginkan,pada bagian ujungnya lebih kecilsedangkan pada bagian tengahnya berdiameter antara 0,5 sampai 1,0 cm, panjangnya disesuaikan penggunaannya. Sedangkan untuk tali nyilon, tali harus dibuka terlebih dahulu kemudian dipintal lagi sebab tali buatan pabrik pintalannya kiri oleh karena itu tali tersebut dibuka dan dipintal disesuaikan dengan yang diinginkan.</div>
<div>·         Pencedok. Pencedok digunakan khusus untuk gasing berindu,terbuat dari potongan triplek ataupun kayu tipis dengan panjang kira-kira 15 sampai 20 cm dan bentuknya seperti sendok nasi.</div>
<div>·         Pancang/Tonggak kayu Pancang /tonggak kayu panjangnya kira-kira 2 meter dengan keliling 20 sampai 30 cm yang digunakan untuk tonggak tempat mengembankan gasing untuk gasing berindu,tonggak tersebut ditancapkan pada tanah tempat dimana permainan gasing akan dilaksanakan.</div>
<div>·         Piring/Pinggan. Piring atau Pinggan digunakan sebagai alas(wadah/tempat) gasing berindu yang berputar setelah diemban yang diberi sedikit minyak agar supaya permukaan piring/pinggan licin.</div>
<div>·         Perlengkapan lainnya seperti:</div>
<div>Getah kayu moras yang berguna agar tali tidak licin pada saat tali dibolang (diikatkan kegasing). Damar;berguna agar gasingnya tidak licin pada saat tali dibolang. Aplas; berguna untuk mengamplas pasak gasing agar cocok dengan tempat atau tanah dimana gasing akan dimainkan (khusus gasing pangkak).</div>
<div><strong>b. Tata CaraPembuatan Gasing</strong></div>
<div><strong>1. Tata cara pembuatan gasing berindu.</strong><br />
Untuk pembuatan gasing berindu dapat dilakukan dua cara</div>
<div><strong><em>a. Cara Diraut:</em></strong></div>
<div>·         Dengan cara diraut; pertama-tama kayu dibakal(dibulatkan sesuai bentuk bakal gasing.</div>
<div>·         Setelah berbentuk seperti gasing, pekerjaan meraut tetap dilakukan, gasing diputar dan diberi tanda dengan spidol dimana yang terkena spidol ditempat itulah yang perlu diraut,sampailah akhirnya kesemua bagian dari gasing terkena spidol selesai sebagian membuat gasing berindu.</div>
<div>·         Pembuatan pasak ; pasak dibuat dari jarum jahit ,bagian bawah (burit gasing) dilobangi dengan bor/gurdi dengan ukuran 0,5 sampai dengan 0,8mm kemudian disopak dengan kayu sepang yang terlebih dahulu diraut berbentuk bulat yang disesuaikan dengan mata bor sebagai pelobang. Pasak tersebut ditancapkan pada kayu sepang dengan sedikit –demi sedikit diansah/dipotong dengan batu canai(batu ansahan),sampai benar-benar gasing tersebut layak untuk dimainkan.</div>
<div><strong><em>b. Dibubut/dilarik.</em></strong></div>
<div>·         Kayu dibakal berbentuk seperti gasing(dibulatkansesuai bentuk gasing).</div>
<div>·         Setelah berbentuk seperti gasing,bakal gasing tersebut dilarik/dibubut dengan mesin bubut ,sempai menjadi bentuk gasing yang diinginkan.</div>
<div>·         Pembuatan pasak dan pemberian pasak sam halnya dengan cara pembuatan gasing yang Diraut.</div>
<div><strong>2. Tata cara pembuatan gasing pangkak:</strong></div>
<div>Untuk pembuatan gasing pangkak dapat dilakukan dua cara:</div>
<div>1.      Dengan cara diraut sebagai mana pembuatan gasing berindu namun dengan cara ini memerlukan waktu yang cukup lama,untuk mencapai hasil yang memuaskan.</div>
<div>2.      Untuk cara kedua ini; pertama-tama kayu dibulatkan,kemudian dibakal sehingga berbentuk sebuah bakal gasing yang siap untuk dilarik /dibubut.seperti berikut :</div>
<div><strong><em>a. Pembuatan pasak.</em></strong><br />
Pasak gasing terbuat dari besi baut ukura 14 dan kikir bulat dengan ukuran 8s/d 12.<br />
<em>Cara kerja pembuatannya sebagai berikut:</em><br />
Baut dilobangi dengan menggunakan bor listrik sedalam 1.cm, kikir bulat dipotong dengan menggunakan gerinda sepanjang 1,5.cm, kemudian diberi lem kawin (lem besi),seterusnya kikir bulat yang telah dipotong dimasukkan kelobang pada baut dirapikan/dihaluskan dengan menggunakan gerinda sesuaikan dengan yang diinginkan.</div>
<div><strong>b</strong>. Bila gasingnya telah selesai dibubut bagian bawahnya (burit) Dilobangi untuk memasukkan pasak gasing yang telah tersedia disesuikan dengan panjangnya pasak.</div>
<div></div>
<div><strong>G. Pola Permainan Gasing</strong></div>
<div></div>
<div><strong>a.   </strong><strong>Cara/Sistem Meraje atau Pangkak</strong></div>
<div>Cara/Sistem Meraje adalah apabila misalnya dalam 1 regu terdiri dari lima orang ,jadi bila kedua regu saling berlawan tahapannya adalah :</div>
<div>1.      Pangkak system meraje diawali dengan berindu untuk menentukan siapa pemenang gasing yang paling lama berputar (masih hidup) dinyatakan sebagai pemenang, regunya mendapatkan poin 1 dan diberikan kesempatan untuk memangkak gasing lawannya dan jika orang pertama memangkak gasing lawan ternyata kena gasingnya tetep dirindukan .selanjutnya orang kedua memangkak dan orang kedua juga masang gasingnya dipangkak tidak kena gasing lawangnya (dabbok) gasing lawan tetap dibiarkan hidup(berputar),begitu juga untuk orang ketiga dan orang keempat ,orang kelimalah merupakan penentu bila gasing orang kelima memangkak ternyata kena maka gsing yang masih berputar (hidup) tetap dirindukan gasing yang matinya terakhir adalah pemenangnya dan mendapatkan poin, selanjutnya bila orang kelima ternyata ia memangkak dan tidak kena atau lobos(gasing terlempar tidak kena)maka regu pemasanglah yang mendapat poin gasing yang masih hidup tidak dirindukan,pada saat berindu posisi gasing tidak boleh untuk dibetulkan,sedangkan bila sudah giliran memasang posisi gasing boleh untuk bibetulkan dan jika sipemasang gasingnya lobos atau terlempar(tidak hidup)maka dapat digantikan oleh teman seregunya yang lain, sedangkan pemangakak tidak boleh digantikan dan posisi gasingnya tidak boleh untuk dibetulkan, begitulah seterusnya sampai pada poin yang ditentukan (untuk pertandingan poinnya sampai 10) sistem poinnya seperti poin permainan pingpong<br />
Bila pertandingan persahabatan poin gimnya tergantung kesepakatan kedua regu.</div>
<p><img src="https://whos.amung.us/swidget/059kpnyb74m8.gif" alt="" width="0" height="0" border="0" /></p>
<p><img src="https://whos.amung.us/swidget/059kpnyb74m8.gif" alt="" width="0" height="0" border="0" /></p>
<p><img src="https://whos.amung.us/swidget/059kpnyb74m8.gif" alt="" width="0" height="0" border="0" /></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://malaikatpararoh.wordpress.com/2012/04/08/asal-muasal-gasing/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		
		<media:content medium="image" url="https://2.gravatar.com/avatar/529e367f12651ba244a2f355cd72de0971953a919e5c3fdc15af795c8c494279?s=96&amp;d=wavatar&amp;r=G">
			<media:title type="html">malaikatpararoh</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="http://whos.amung.us/swidget/059kpnyb74m8.gif"/>

		<media:content medium="image" url="https://malaikatpararoh.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/04/gasing-telor-lombok21.jpg?w=458">
			<media:title type="html">Image</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="http://whos.amung.us/swidget/059kpnyb74m8.gif"/>

		<media:content medium="image" url="http://whos.amung.us/swidget/059kpnyb74m8.gif"/>

		<media:content medium="image" url="http://whos.amung.us/swidget/059kpnyb74m8.gif"/>
	</item>
		<item>
		<title>Hikayat Datu Banua Lima (Ringkasan)</title>
		<link>https://malaikatpararoh.wordpress.com/2012/04/08/hikayat-datu-banua-lima-ringkasan-2/</link>
					<comments>https://malaikatpararoh.wordpress.com/2012/04/08/hikayat-datu-banua-lima-ringkasan-2/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alex STB]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Apr 2012 04:52:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Seni Budaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://malaikatpararoh.wordpress.com/2012/04/08/hikayat-datu-banua-lima-ringkasan-2/</guid>

					<description><![CDATA[Sakitar abad ke-5 M badiri sabuah Karajaan nang marupakan karajaan pamulaan di Kalimantan selatan, jauh sabalum badirinya karajaan Nagara Dipa, karajaan tarsabut bangaran karajaan Tanjungpuri. Barmula badirinya karajaan Tanjungpuri adalah wayah kadatangan bubuhan Imigran Malayu asal Karajaan Sriwijaya di pulau Sumatera sekitar Tahun 400-500 Masehi, ulih karana kabudayaan imigran Malayu sudah maju, lalu bubuhannya mandiriakan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h1><a href="https://malaikatpararoh.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/04/gambar-perahu-tambangan.jpg"><img class="size-full wp-image" src="https://malaikatpararoh.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/04/gambar-perahu-tambangan.jpg?w=487" alt="Image" /></a></h1>
<p>Sakitar abad ke-5 M badiri sabuah Karajaan nang marupakan karajaan pamulaan di Kalimantan selatan, jauh sabalum badirinya karajaan Nagara Dipa, karajaan tarsabut bangaran karajaan Tanjungpuri. Barmula badirinya karajaan Tanjungpuri adalah wayah kadatangan bubuhan Imigran Malayu asal Karajaan Sriwijaya di pulau Sumatera sekitar Tahun 400-500 Masehi, ulih karana kabudayaan imigran Malayu sudah maju, lalu bubuhannya mandiriakan kampung nang lawas kalawasan baubah jadi sabuah Karajaan halus. Bubuhan Imigran Malayu nintu banyak nang kawin wan panduduk satampat yakni bubuhan urang Dayak (Maanyan, Bukit, Ngaju), sahingga Karajaan Tanjungpuri nangintu panduduknya bubuhan Malayu wan Dayak. Parpaduan kadua suku nintu ahirnya kaina manurun akan suku Banjar.</p>
<p>Samantara sekitar 3000-1500 SM untuk partama kalinya Imigran dari Yunnan di China Selatan datang ke tanah Borneo mereka inilah padatuan bubuhan urang Dayak atau istilahnya “Melayu tua”. Ba abad-abad lawasnya Karajaan Tanjungpuri badiri, panduduknya makmur wan sajahtera, hidup damai jua bahagia. Pada Tahun 1309 M badiri jua sabuah Karajaan bubuhan urang Maanyan nang bangaran “Nan Sarunai” kadua karajaan ni bakulaan rakat banar kada suah bahualan. Walau babida kayakinan karana Karajaan Tanjungpuri kabanyakan pangikut ajaran Buddha sadangkan Kerajaan Nan Sarunai kabanyakan pangikut ajaran Kaharingan tapi kadua karajaan tatap saling mahurmati. Kadua karajaan sama-sama jua bakumitmin manjaga alam lingkungan kada hakun manambang batu bara nang banyak ada di wilayah karajaan, apalagi mananam sawit karana wayah nintu kadada jua balum nang hakun manukari.</p>
<p>Karajaan Tanjungpuri baisian lima ikung Panglima, Nang Partama bagalar Panglima Alai urangnya ahli pulitik wan strategi, Nang Kadua Panglima Tabalong awaknya ganal kuat banar urangnya wan bajiwa kasatria, Nang Katiga Panglima Balangan urangnya bungas, pintar wan katuju manuntut ilmu sadangkan nang ka ampat wan kalima urangnya kambar bagalar Panglima Hamandit wan Panglima Tapin nang badua ni urangnya pamanasan, pangarasan wan pawanian. Kalimanya badangsanak, anak dari Datu Intingan (dangsanaknya Datu Dayuhan Kapala suku Dayak Maratus) wan Dayang Baiduri (Putri Imigran Melayu katurunan Sriwijaya).</p>
<p>Wayah nintu Karajaan Majapahit lagi ba napsu banar handak manguasai Nusantara. Gara-garanya Maha Patih Gajah Mada tamakan sumpah handak “manguasai” Nusantara tapi ulih bubuhan pulitikus Majapahit diparhalus kalimatnya manjadi “mamparsatu” akan Nusantara. Ulih mata-mata Majapahi nang manyaru jadi padagang ka kutaraja kadua karajaan tuti, di dapat inpormasi bahawa kadua karajaan nintu makmur banar, istananya haja balapis amas, mandangar nintu manciguk liur Prabu Hayam Wuruk Raja Majapahit handak banar manguasai Karajaan Tanjungpuri wan Karajaan Nan Sarunai.</p>
<p>Pada Tahun 1356 Karajaan Majapahit mangirim ekpedisi militer partama ke wilayah Borneo. Nang pamulaan disarang adalah Karajaan Nan Sarunai, Sakitar 5.000 pasukan Majapahit datang bakapal jalan sungai Barito di pimpin ulih Senopati Arya Manggala. Maliat pasukan nang sing banyakan lalu buhan Karajaan Nan Sarunai maminta bantuan ka Karajaan Tanjungpuri. Lalu ulih raja Tanjungpuri dikirim lima ikung Panglima tadi mambawa 1000 pasukan mambantu Karajaan Nan Sarunai, satalah itu pacahlah perang ganal antara pasukan Majapahit malawan pasukan Nan Sarunai nang dibantu pasukan Tanjungpuri, Banyak bangat jatuh kurban dikadua balah pihak, pasukan Majapahit nang tarkanal harat batampur karana sudah bakuliling Nusantara manakluk akan barbagai karajaan, wayah nintu mandapat parlawanan nang hibat sama sakira. Banyak tantara Majapahit nang matian di tangan lima panglima Tanjungpuri nang sakti-sakti nintu. Panglima Alai nang ahli strategi ma atur pasukan, panglima Tabalong nang ganal awak bahamuk di baris pamukaan, banyak tantara Majapahit nang tarabangan di timbainya atawa di tawak akannya kadada nang wani baparak lagi bubuhan tantara Majapahit, sadangkan panglima Balangan manjadi pimpinan barisan pangawal raja, dengan kasaktiannya inya kawa malindungi raja dari karuyukan pasukan Majapahit. Samantara panglima Hamandit wan panglima Tapin ba adu kasaktian wan bubuhan Pandikar Majapahit, banyak sudah Pandikar Parsilatan Majapahit nang marupakan urang-urang bayaran mati di tangan Panglima Hamandit wan Panglima Tapin. Imbah dua hari batampur ahirnya pasukan Majapahit kawa dipukul mundur, bahkan Senopati Arya Manggala panggal kapalanya kana Mandau tarabang “Pangkalima Angkin”, Panglimanya Karajaan Nan Sarunai nang tarkanal sakti. Sisa-sisa pasukan Majapahit bukahan babuat ka kapal bulikan ka Jawa.</p>
<p>Di Tanjungpuri imbah peperangan malawan Majapahit banyak infrastruktur Karajaan nang hancur, pahumaan banyak nang rusak kaya itu jua puhun gatah banyak nang karingan, Palabuhan karajaan kada rami lagi karana banyak padagang nang gair singgah imbah mandangar ada perang, maka tarjadi “krisis moneter” barkapanjangan di Karajaan Tanjungpuri. Kalima Panglima Karajaan mandapat tanah Kakuasaan masing-masing di daerah lima aliran sungai nang ba hulu di Pagunungan Maratus sabagai hadiah dari Sri Baginda Darmapala. Daerah lima aliran sungai nintu ahirnya bangaran sasuai galar lima Panglima Tanjungpuri. Panglima Alai mandapat wilayah nang bangaran Batang Alai (wayah ini jadi Kabupaten HST), Panglima Tabalong mandapat wilayah nang bangaran Batang Tabalong (wayah ini jadi Kabupaten Tabalong), Panglima Balangan mandapat wilayah nang bangaran Batang Balangan (wayah ini jadi Kabupaten Balangan), Panglima Hamandit mandapat wilayah Batang Hamandit (wayah ini jadi Kabupaten HSS) sadangkan Panglima Tapin mandapat wilayah Batang Tapin (wayah ini jadi Kabupaten Tapin). Ada kisah manarik antara dua Panglima kambar yaitu Panglima Hamandit wan Panglima Tapin, nang badua ni sama-sama handak wan anak Raja Tanjungpuri nang bangaran Putri Diang Bulan, sampai-sampai nang badua ni takalahi tapi karana sama-sama sakti, maka kaduduanya kada kawa saling ma alah akan. Ahirnya di suruh Putri Diang Bulan ba adu ba igal, tarnyata Panglima Tapin taharat ba igal pada Panglima Hamandit, makanya bubuhan Tapin banyak nang harat bajapin “bagandut” tapi Putri Diang Bulan kada sampai hati mamilih antara badua ni ahirnya Putri Diang Bulan manyuruh nang badua ti ba adu bapantun pulang, sakalinya Panglima Hamandit nang taharat bapantun makanya bubuhan daerah Hamandit ni harat-harat di bidang sastra. Karana sama-sama baisi kalabihan Putri Diang Bulan jadi sasain bingung saurangan, karana kabibingungan ahirnya Putri Diang Bulan mamilih kawin wan Panglima Alai, makanya bubuhan Hamandit wan Tapin banyak nang kada katuju wan bubuhan Alai mun urusan bibinian. Panglima Tabalong wan Panglima Balangan nang maliat Cinta sagi ampat di antara dangsanaknya mamilih nitral kada umpat mana-mana. Datu Dayuhan wan Datu Intingan nang maliat hal tarsabut ahirnya lakas turun tangan ba usaha marakat akan lima dangsanak ti, makanya saban tahun di ada akan Aruh ganal di daerah pahuluan sana.</p>
<p>Pada Tahun 1387 atau 29 tahun imbah peperangan antara Majapahit wan Tanjungpuri, bardiri sabuah Karajaan Hindu di Borneo bangaran Nagaradipa, kapala pamarintahannya bangaran Empu Jatmika seorang palarian matan Kerajaan Kediri. Karena tingkah lakunya nang baik wan santun inya di katujui ulih Raja Tanjungpuri nang bangaran Sri Baginda Kartapala (anak Sri Baginda Darmapala), ulih Sri Baginda Kartapala ditawari anak sidin nang bangaran putri Junjung Buih gasan dikawin akan wan anak Empu Jatmika nang Bangaran Lambung Mangkurat, tapi karana marasa katuhaan, Lambung Mangkurat kada handak mangawini Junjung Buih lalu inya manyurung anaknya nang bangaran Raden Putera. Raden Putera ni anak Lambung Mangkurat dari parkawinan wan urang Biaju (Dayak Ngaju). Singkat carita ahirnya Raden Putra kawin wan Putri Junjung Buih, sajak itu Sri Baginda Kartapala manyarah akan saluruh kakuasaan wan wilayah Tanjungpuri kawadah Nagaradipa. Nagaradipa sandiri ma angkat Raden Putera manjadi Raja bagalar Pangeran Suryanata. Namun ada sasuatu hal nang bagajulak di dalam pamarintahan Nagaradipa yaitu barabut pangaruh antara bubuhan Imigran Majapahit nang sangaja disusup akan jadi pajabat di Nagaradipa wan bubuhan Tanjungpuri nang umpat mangabdi jadi pajabat di karajaan Nagaradipa. Apalagi imbah bubuhan pulitikus Majapahit kawa mampangaruhi Patih Lambung Mangkurat nang ahirnya mamutus akan malarang adat istiadat Melayu wan Dayak di Kerajaan Nagaradipa wan pakaian harus ma umpati gaya pakaian bubuhan Majapahit (kelak pada saat perpindahan kekuasaan dari Nagaradipa ke Nagaradaha kabudayan melayu wan Dayak kambali mandapat tampat di karajaan). Mandangar hal tarsabut sing sarikan lima Panglima Tanjungpuri nang sudah tuha-tuha pukuknya buhan baliau nang balima ni kaciwa bangat tu pang sabab bubuhannya basumpah kada pacang tunduk wan Majapahit. Tapi ulih karana masih mahurmati Putri Junjung Buih sabagai cucu Sri Baginda Darmapala, kalima Panglima ti kawa Manahan diri, imbah itu kalima panglima ni kada suah lagi muncul baik di dunia pulitik maupun di dunia parsilatan, bubuhannya ma asing akan diri ka gunung Maratus. Bubuhan kaluarga Karajaan Tanjungpuri pun tapacah dua ada nang mandukung Nagaradipa ada jua nang kada, nang kada mandukung ahirnya ma asing akan diri ka Pagunungan Maratus di bawah pimpinan Pangeran ke-10 ma umpati bubuhan Datu Banua lima. Tampat bakumpulnya bubuhan Kaluarga Karajaan Tanjungpuri di Pagunungan Maratus nang di pimpin Pangeran ke 10 adalah “Manggajaya”. Maliat hal tarsabut Patih Lambung Mangkurat marasa tarancam lalu atas bantuan Majapahit inya mangirim pasukan di bawah pimpinan Hulu Balang Arya Megatsari wan Tumenggung Tatah Jiwa ka daerah Batang Tabalong, Batang Balangan, Batang Alai, Batang Hamandit wan Batang Tapin supaya tunduk tarhadap kakuasaan Nagaradipa. Kalima wilayah tarsabut memang kawa ditakluk akan tapi daerah “Manggajaya” kada wani bubuhannya manyarang ka sana karana ujar habar Lima ikung Panglima nang bagalar Datu Banua Lima ada di Manggajaya wan jua di sana bakumpul bubuhan katurunan kaluarga karajaan Tanjungpuri wan karajaan Nan Sarunai. Itulah sababnya kanapa bubuhan urang pahuluan (Banua Lima) tarkanal bajiwa pahlawan sabab masih katurunan bubuhan Panglima karajaan Tanjungpuri. Kelak dimasa panjajahan Walanda, bubuhan Manggajaya ni nang mangganii Pangeran Hidayatullah batampur di wilayah Banua Lima, jua di masa mampartahankan kamardekaan bubuhan Banua Lima ni tarkanal sabagai bagian dari pasukan ALRI Div. IV di bawah kumando Brigjen Hasan Basri (katurunan Panglima Hamandit)… Tamat.</p>
<p>Sumber : Datu Panglima Alai_Admin Group Bubuhan Kulaan Urang Alai Borneo.</p>
<p><img src="https://whos.amung.us/swidget/059kpnyb74m8.gif" alt="" width="0" height="0" border="0" /></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://malaikatpararoh.wordpress.com/2012/04/08/hikayat-datu-banua-lima-ringkasan-2/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		
		<media:content medium="image" url="https://2.gravatar.com/avatar/529e367f12651ba244a2f355cd72de0971953a919e5c3fdc15af795c8c494279?s=96&amp;d=wavatar&amp;r=G">
			<media:title type="html">malaikatpararoh</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="https://malaikatpararoh.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/04/gambar-perahu-tambangan.jpg?w=487">
			<media:title type="html">Image</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="http://whos.amung.us/swidget/059kpnyb74m8.gif"/>
	</item>
		<item>
		<title>Putri Junjung Buih (Cerita Rakyat)</title>
		<link>https://malaikatpararoh.wordpress.com/2012/04/08/putri-junjung-buih/</link>
					<comments>https://malaikatpararoh.wordpress.com/2012/04/08/putri-junjung-buih/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alex STB]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Apr 2012 03:48:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Seni Budaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://malaikatpararoh.wordpress.com/?p=211</guid>

					<description><![CDATA[Mencari jejak sejarah Banjar di Kalimantan maka tak bisa menghindari mitos yang berkembang di masyarakat Banjar itu sendiri. Terlepas dapat dibuktikan atau tidak, setidaknya mitos bisa menjadi pintu masuk ketika ingin menyusuri sejarah Banjar. Ini dilakukan sebagai bentuk menjunjung tinggi kearifan lokal yang ada di tanah Banjar itu sendiri. dengan kata lain, menerima mitos berangkat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img src="https://whos.amung.us/swidget/059kpnyb74m8.gif" alt="" width="0" height="0" border="0" /></p>
<p><em><a href="https://malaikatpararoh.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/04/lukisan_puteri_junjung_buih.jpg"><img class="size-full wp-image" src="https://malaikatpararoh.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/04/lukisan_puteri_junjung_buih.jpg?w=170" alt="Image" /></a></em></p>
<p>Mencari jejak sejarah Banjar di Kalimantan maka tak bisa menghindari mitos yang berkembang di masyarakat Banjar itu sendiri. Terlepas dapat dibuktikan atau tidak, setidaknya mitos bisa menjadi pintu masuk ketika ingin menyusuri sejarah Banjar. Ini dilakukan sebagai bentuk menjunjung tinggi kearifan lokal yang ada di tanah Banjar itu sendiri. dengan kata lain, menerima mitos berangkat dari pemahaman bahwa adanya sesuatu yang ghaib di dunia ini.</p>
<p>Tersebutlah kisah tentang Putri Junjung Buih. Jauh sebelum kemunculan Putri Junjung Buih, di tanah Banjar ini pernah kedatangan seorang saudagar benama Mpu Jatmika yang berasal dari Keling. Mpu Jatmika tidak sendirian tapi bersama dua orang anaknya yang bernama Lambung Mangkurat dan Mpu Mandastana.</p>
<p>Sebelum memutuskan untuk menetap, Mpu Jatmika terlebih dahulu mengambil tanah lantas mengendusnya. Ternyata tanah tersebut berbau harum. Dari situlah Mpu Jatmika yakin bahwa daerah yang sebelumnya memiliki nama Banjar ini cocok dibangun sebuah negeri.</p>
<p>Sebagai realisasinya, Mpu Jatmika mendirikan kerajaan bernama Dipa dengan ibukotanya bernama Kuripan dan mengangkat dirinya untuk menjadi raja sementara di kerajaan tersebut. Bukan tanpa alasan kenapa Mpu Jatmika menyatakan bahwa dirinya hanya sebagai raja sementara. Alasannya adalah karena Mpu Jatmika menyadari bahwa dirinya bukanlah keturunan raja dan takut akan kutukan. Ini menyiratkan bahwa Mpu Jatmika memiliki pemahaman bahwa Mpu Jatmika sadar akan takdir, bahwa semua kewajiban manusia telah ditetapkan oleh takdir dan kedudukan raja telah dikodratkan oleh Tuhan.</p>
<p>Lantas, bagaimana implementasi Mpu Jatmika terhadap pemamahan tersebut? Bukankah menjadi raja sementara sama saja dengan menjadi raja?</p>
<p>Untuk menyiasati takdir dan takut akan kutukan, meski ia telah meniatkan hanya menjadi raja sementara, Mpu Jatmika memerintahkan anak buahnya membuat patung dari kayu cendana. Patung itulah yang kemudian dijadikan raja sebagai bentuk visualisasi dari Mpu Jatmika. Dalam praktiknya, Mpu Jatmika yang mengendalikan negara Dipa namun rajanya adalah patung tersebut di atas.</p>
<p>Negara Dipa tumbuh subur dan makmur. Untuk memperluas wilayah, Mpu Jatmika memerintahkan Tumenggung Tatah Jiwa untuk mewujudkannya. Satu persatu wilayah seperti Batang Tabalong, Batang Balangan, Batang Petak, Batang Alai, Batang Amandit beserta bukit-bukit di sekitarnya berhasil ditundukkan. Sebaagai bentuk kemenangan, di setiap wilayah yang berhasil ditundukkan,  Tumenggung Tatah Jiwa mengangkut 1000 orang penduduknya untuk dibawa ke ibukota kerajaan. Dari sini bisa dilihat bahwa peperangan di zaman dahulu bukan untuk menghabiskan nyawa manusia tapi untuk meningkatkan jumlah tenaaga manusia.</p>
<p>Kemakmuran negara Dipa kemudian banyak mendapat kunjungan dari pedagang Cina, Johor, Aceh, Bugis, Makassar, Sumbawa, Bali, Jawa, Banten, Madura, Tuban, Makau, dan Kaling.</p>
<p>Sebelum Mpu Jatmika wafat, ia meninggalkan wasiat agar Lambung Mangkurat dan Mpu Mandastana jangan berniat untuk menjadi raja, sebab mereka bukanlah keturunan raja. Bahkan dalam wasiat tersebut Mpu Jatmika menyuruh Lambung Mangkurat pergi bertapa untuk mencari petunjuk tentang raja yang sah.</p>
<p>Setelah Mpu Jatmika wafat, Lambung Mangkurat segera melaksaakan wasiat tersebut di atas. Lambung Mangkurat melakukan tapa brata (orang Banjar kemudian mengenalnya dengan istilah <em>balampah</em>). Tapa brata tersebut sesuai isi wasiat dilaksanakan di sebuah sungai. Saat bertapa, pusaran air keluar buih yang bersinar dan muncul seorang putri. Dari situlah kemudian diberi nama Putri Junjung Buih dan selanjutnya menjadi ratu di negara Dipa.</p>
<p><strong>Puteri Junjung Buih</strong> adalah seorang Raja Puteri dari Kerajaan Negara Dipa menurut Hikayat Banjar Puteri ini berasal dari unsur etnis pribumi Kalimantan. Kerajaan-kerajaan di Kalimantan biasanya mengaku sebagai keturunan dari puteri pribumi ini. Puteri Junjung Buih merupakan anak dari Ngabehi Hileerdan merupakan anak angkat Lambung Mangkurat yang diperolehnya ketika &#8220;balampah&#8221; (bahasa Banjar : bertapa) yang muncul dari dalam buih di sungai. Raja puteri ini kemudian menikah dengan Pangeran Suryanata dari Majapahit. Salah seorang anak mereka yaitu Pangeran Aria Dewangga menikah dengan Putri Kabuwaringin, puteri dari Lambung Mangkurat (unsur pendiri negeri), kemudian mereka berdualah yang menurunkan raja-raja dari Kerajaan Negara Dipa, Kerajaan Negara Daha hingga Kesultanan Banjar dan <a title="Kesultanan Kotawaringin" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Kotawaringin">Kesultanan Kotawaringin</a>.</p>
<p>Menurut mitologi rakyat pesisir Kalimantan seorang raja haruslah keturunan raja puteri ini sehingga raja-raja Kalimantan mengaku sebagai keturunan Puteri Junjung Buih. Beberapa kerajaan di Kalimantan Barat  juga mengaku sebagai keturunan Puteri Junjung Buih. Dalam tradisi Kerajaan Kutai, Putri Junjung Buih/Putri Junjung Buyah merupakan isteri kedua dari Aji Batara Agung Dewa Sakti Raja  ke-1.</p>
<p>Menurut Drg Marthin Bayer, Puteri Junjung Buih adalah sama dengan <a title="Kameloh Putak Janjulen Karangan (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kameloh_Putak_Janjulen_Karangan&amp;action=edit&amp;redlink=1">Kameloh Putak Janjulen Karangan</a> yang dikenal dalam <a title="Masyarakat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Masyarakat">masyarakat</a> <a title="Dayak" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dayak">Dayak</a>. <a title="Puteri Lela Menchanai (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Puteri_Lela_Menchanai&amp;action=edit&amp;redlink=1">Puteri Lela Menchanai</a> yang berasal dari Jawa (tahun 1524), adalah permaisuri Sultan Bolkiah dari Brunei menurut legenda <a title="Suku Kedayan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Kedayan">suku Kedayan</a> dipercaya berasal dari buih lautan (mirip cerita Putri Junjung Buih yang keluar dari buih di sungai).</p>
<p>Dalam <a title="Perang Banjar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perang_Banjar">Perang Banjar</a>, salah seorang puteri dari Panembahan Muda Aling yang bernama Saranti diberi gelar Poetri Djoendjoeng Boewih</p>
<p><em><a href="https://malaikatpararoh.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/04/lukisan_puteri_junjung_buih.jpg"><em>Sumber: (Ringkasan bebas dari buku ‘Sejarah Banjar’ terbitan Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Propinsi Kalsel, 2003).dan Wikipedia Bahasa Indonesia, Ensiklopedia Bebas.</em></a><br />
</em></p>
<p><img src="https://whos.amung.us/swidget/059kpnyb74m8.gif" alt="" width="0" height="0" border="0" /></p>
<p><img src="https://whos.amung.us/swidget/059kpnyb74m8.gif" alt="" width="0" height="0" border="0" /></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://malaikatpararoh.wordpress.com/2012/04/08/putri-junjung-buih/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		
		<media:content medium="image" url="https://2.gravatar.com/avatar/529e367f12651ba244a2f355cd72de0971953a919e5c3fdc15af795c8c494279?s=96&amp;d=wavatar&amp;r=G">
			<media:title type="html">malaikatpararoh</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="http://whos.amung.us/swidget/059kpnyb74m8.gif"/>

		<media:content medium="image" url="https://malaikatpararoh.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/04/lukisan_puteri_junjung_buih.jpg?w=170">
			<media:title type="html">Image</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="http://whos.amung.us/swidget/059kpnyb74m8.gif"/>

		<media:content medium="image" url="http://whos.amung.us/swidget/059kpnyb74m8.gif"/>
	</item>
	</channel>
</rss>