<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-3726145345379689667</atom:id><lastBuildDate>Fri, 22 Aug 2025 17:11:48 +0000</lastBuildDate><category>Artikel</category><category>Cerita Dewasa</category><title>masa puber</title><description>Kumpulan artikel dan cerita dewasa</description><link>http://masa--puber.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (masa puber)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>13</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Kumpulan artikel dan cerita dewasa</itunes:subtitle><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3726145345379689667.post-2315691151506455229</guid><pubDate>Thu, 08 Dec 2011 01:17:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-12-08T08:17:16.980+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Artikel</category><title>Gimana sih Caranya Pacaran?</title><description>ABG atau orang dewasa, ngga muna kalau yang kita lihat dari seseorang adalah penampilan fisiknya terlebih dahulu. Cuma, yang tidak disadari ABG adalah bahwa cara pacaran itu membutuhkan lebih dari bersama orang dengan penampilan fisik yang menarik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak cowok atau cewek ABG yang cari pasangan hanya berdasarkan penampilan fisik, kalo ngga keren ngga mau jadi pacarnya, kalo ngga putih ngga mau PDKT. Well, ini sah-sah aja untuk dilakukan, tapi ngga jarang, pacaran yang cuma melibatkan ketertarikan fisik ini cenderung tidak tahan lama. Kenapa?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada intinya saat kita cari pacar kita berharap kalau kita mendapatkan ‘teman untuk berbagi’. Cowok atau cewek yang dicap play boy atau playgirl kerap gonta-ganti pacar karena merasa mereka belum menemukan pasangan yang ‘sreg’ yang bisa klop dengan diri mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi jangan heran kalau ada cowok/cewek yang sering gonta-ganti pacar yang keren-keren nantinya mereka luluh dengan seseorang yang biasa-biasa saja. Bukan karena mereka capek dengan cewek/cowok menarik, tapi lebih tepat karena mereka menemukan apa yang mereka butuhkan dalam diri pasangan mereka tersebut yang tidak ditemukannya pada diri orang lain sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nah, sudah siap pacaran?</description><link>http://masa--puber.blogspot.com/2011/12/gimana-sih-caranya-pacaran.html</link><author>noreply@blogger.com (masa puber)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3726145345379689667.post-5305208538511604636</guid><pubDate>Thu, 08 Dec 2011 01:16:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-12-08T08:16:35.511+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Artikel</category><title>Apakah Dia Benar-Benar Menyukai Saya?</title><description>Jatuh cinta memang dapat terjadi pada siapa saja dan banyak sekali dialami oleh para remaja zaman sekarang. Remaja merasakan jatuh cinta sebagai perasaan yang sangat menyenangkan namun terkadang membingungkan. Keraguan akan “Apakah dia benar-benar menyukai saya?” menjadi sebuah pertanyaan yang sering muncul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengetahui seseorang yang memang menyukai diri kita tidaklah terlalu sulit. Namun harus diingat untuk tidak cepat membuat kesimpulan, butuh waktu untuk membuktikannya. Lihatlah sikapnya dalam beberapa minggu bahkan beberapa bulan. Konsistensi sikap perhatiannya menunjukkan bahwa dia benar-benar menyukai Anda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika dia mulai bertanya tentang diri Anda, keluarga, sekolah atau pekerjaan itu artinya dia mulai ingin mengetahui tentang diri Anda. Keingintahuan merupakan awal dari rasa suka. Dia kemudian mencari tahu apa yang disukai dan tidak disukai oleh Anda. Hal ini bisa juga dengan bertanya kepada teman-teman. Tidak hanya itu, jika dia benar-benar menyukai Anda, dia juga akan bersedia menjawab pertanyaan Anda tentang dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seseorang yang menyukai orang lain akan menunjukkan dengan perhatian yang sangat telihat. Misalnya dengan bertanya “Apakah kamu sudah makan?”, “Sedang apa?”, atau “Apakah kamu ada acara malam ini?”. Hal ini bisa menjadi penunjuk bahwa dia sedang memikirkan dan ingin bersama dengan Anda. Perhatian lain seperti menemani pergi, membantu membawakan sesuatu atau menolong hal yang lainnya juga bisa semakin menguatkan bahwa dia memang menyukai Anda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan jika dia sampai memberikan tanda cinta atau mengucapkan kata cinta berarti dia memang menyukai Anda. Tanyakan padanya apa maksud dari semua tanda cinta dan kata cinta yang dia berikan. Lihatlah responnya dalam menjawab pertanyaan Anda maka Anda akan tahu apakah dia benar-benar serius. Terkadang memang butuh kepekaan untuk mengenali tanda cinta dari dirinya karena bahasa cinta setiap orang berbeda. Mungkin baginya memberikan waktunya untuk menemani adalah sebuah tanda cinta namun bagi Anda hadiah berbentuk hati adalah tanda cinta yang sesungguhnya. Oleh sebab itu, kenalilah dan perbanyak komunikasi serta obrolan untuk mengetahui tentang diri masing-masing.</description><link>http://masa--puber.blogspot.com/2011/12/apakah-dia-benar-benar-menyukai-saya.html</link><author>noreply@blogger.com (masa puber)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3726145345379689667.post-6857489828806756392</guid><pubDate>Thu, 08 Dec 2011 01:15:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-12-08T08:15:14.011+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Artikel</category><title>Antara Cinta dan Sekolah</title><description>Memasuki masa pubertas, remaja mulai mengenal hal baru karena pengaruh perkembangan hormon, yaitu rasa ketertarikan pada lawan jenis. Secara fisik, tubuh mulai mengalami perubahan, baik perempuan maupun laki-laki semakin peduli dengan penampilan mereka. Satu permasalahan yang selalu menguras energi mulai muncul, yakni tentang cinta dan sekolah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cinta mampu membawa &lt;a href="http://masa--puber.blogspot.com/"&gt;dampak&lt;/a&gt; yang baik dan buruk bagi anak sekolah. Agar tidak terjebak dampak &lt;a href="http://masa--puber.blogspot.com/"&gt;negatif&lt;/a&gt; cinta, berikut tips yang perlu dilakukan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Pilihlah pacar yang memberikan motivasi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si Andi memang ganteng, jelas kalah dengan Baim teman akrab kamu. Ketika keduanya menyatakan cinta, siapa yang kamu pilih? Pasti jawabannya Andi. Tampang bukanlah ukuran utama mencari pacar, apalagi kalau kelebihan yang doi miliki cuma tampang. Lebih baik pilih Baim, karena doi selalu memberi motivasi dan semangat ke kamu. Kalau bukan Baim, mungkin kamu tidak pernah yakin bila tulisan kamu pantas dipublikasikan atau wajah kamu cukup cantik untuk jadi gadis sampul. Pilih seorang motivator untuk kamu cintai!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Jatuh cintalah pada anak sekolah yang pintar&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ingin pintar? Dekati cowok atau cewek menarik dan pintar. Walaupun sedikit terdengar aji mumpung, tetapi jatuh cinta dengan cowo atau cewe pintar membuat kamu tertantang untuk maju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Lakukan aktivitas positif bersama&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berpacaran tidak melulu harus berdua-duaan. Lakukan kegiatan ekstrakulikuler atau intrakulikuler bersama-sama. Tantang pasangan dalam meraih prestasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Jangan terjebak cinta “buta”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Remaja terkadang “buta” ketika berbicara tentang cinta. Seperti apapun pacar kamu, kamu akan menilai doi 100% baik, kamu seolah menafikan semua tabiat buruk dari doi, padahal pandangan terbuka dan akal sehat tetap penting dalam urusan cinta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. Ingat, masa depan kamu masih panjang!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pergaulan remaja penuh dengan godaan. Apalagi pasangan remaja yang baru mengenal cinta. Banyak remaja yang mengenyampingkan sekolah demi cinta atau menganggap remeh masa depan, padahal kamu belum akan menikah saat ini bukan? Karena itu, tetap waspada dan nikmati masa muda kamu dengan langkah yang benar.</description><link>http://masa--puber.blogspot.com/2011/12/antara-cinta-dan-sekolah.html</link><author>noreply@blogger.com (masa puber)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3726145345379689667.post-5935472415200556742</guid><pubDate>Thu, 08 Dec 2011 01:10:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-12-08T08:10:33.869+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Artikel</category><title>Arti Pacaran Buat Kamu. .??</title><description>Duh, udah mau lulus sekolah tapi kok belum dapat &lt;a href="http://masa--puber.blogspot.com/"&gt;pacar&lt;/a&gt; ya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin banyak diantara kamu yang berpikiran seperti itu dan pusing karena belum juga nemu pasangan padahal prom night sudah diujung mata. Alih-alih mikirin ujian, kamu malah sibuk hunting cowok sedapatnya demi untuk dapat pasangan secepat mungkin sebelum kamu lulus SMU. Tunggu dulu, slow down… Jangan terlalu terburu-buru. Ada banyak hal yang harus kamu ketahui sebelum kamu mulai pacaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa sih arti pacaran?&lt;br /&gt;
Pacaran adalah tahap &lt;a href="http://masa--puber.blogspot.com/"&gt;pengenalan&lt;/a&gt; atau penjajakan 2 pribadi sebelum melangkah ke tahap perkawinan. Pacaran bisa dilakukan berkali-kali atau bahkan tidak sama sekali dalam hidup seseorang. Dalam fase pacaran, seseorang berusaha untuk mengenal &lt;a href="http://masa--puber.blogspot.com/"&gt;pasangan&lt;/a&gt; satu sama lain dan mencoba mengetahui kecocokan yang dimiliki antara 2 pasangan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau di kalangan ABG, pacaran lebih cenderung bersifat senang-senang, karena memang belum memiliki masalah-masalah hidup yang kompleks seperti layaknya orang yang beranjak dewasa. Berhubung masih muda, palingan kriteria cowok idaman kita masih berkisar tentang kriteria fisik, yang tinggi kurus lah, yang putih, yang anak band lah. Pacaran pun masih cenderung main-main, sekedar mencari teman untuk hangout bareng, atau tempat untuk manja-manjaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada intinya pacaran berarti menggabungkan dua orang dalam satu hubungan, dengan kata lain dalam pacaran ada 2 orang yang berperan aktif yaitu si cowok dan si cewek. Walaupun belum menjurus ke arah hubungan yang serius, pacaran tetap saja melibatkan 2 orang dan 2 orang ini haruslah tahu peran dan posisi masing-masing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi pacaran bukan berarti punya seseorang untuk nemenin kamu jalan-jalan ke Mall, jemput kamu, antar kamu ke salon atau jadi ajang pamer ke temen-temen satu kelompok. Siap pacaran, berarti siap membagi keseharian kamu, siap untuk berempati terhadap perasaan pasangan kamu, dan siap untuk mengerti dia sebagai seorang pribadi, bukan sekedar pajangan yang bisa dipamerin atau jadi ‘sopir dan body guard’ kamu.</description><link>http://masa--puber.blogspot.com/2011/12/arti-pacaran-buat-kamu.html</link><author>noreply@blogger.com (masa puber)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3726145345379689667.post-1284699585684278302</guid><pubDate>Thu, 08 Dec 2011 01:08:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-12-08T08:08:14.959+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Artikel</category><title>Apakah Kamu Sudah Remaja?</title><description>Merujuk pada arti kamus, definisi &lt;a href="http://masa--puber.blogspot.com/"&gt;remaja&lt;/a&gt; adalah penggolongan manusia yang berusia 12 tahun hingga 21 tahun. Golongan ini merupakan transisi dari apa yang disebut sebagai masa kanak-kanak menuju masa dewasa. Seperti halnya masa transisi lainnya, manusia dalam golongan ini pun cenderung tidak stabil dan banyak mengalami goncangan, dikarenakan pijakan yang diandalkan masih sangat goyah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam cara berpikir dan bersikap masih antara mencoba-coba meninggalkan cara kanak-kanak tetapi belum mau menggunakan cara-cara dewasa yang sebenarnya. &lt;a href="http://masa--puber.blogspot.com/"&gt;Transisi&lt;/a&gt; yang terjadi juga merujuk pada perkembangan fisik, dimana pada masa ini anak gadis akan pertama kali mendapat haid, perubahan tubuh dan perubahan suara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedangkan anak laki-laki juga akan tumbuh jakun, tubuh bertambah kekar dan tinggi, kemudian suara juga semakin berat.Dalam masa transisi inilah masalah cenderung banyak terjadi akibat kelabilan emosi mereka. Keinginan untuk &lt;a href="http://masa--puber.blogspot.com/"&gt;bersosialisasi&lt;/a&gt; dan mendapat pengakuan akan keberadaanpun semakin kuat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka tidak mau lagi ikut bersama-sama bapak dan Ibu mereka untuk diajak berkunjung ke rumah paman, bibi atau teman-teman orang tua mereka. Pada masa ini, remaja lebih suka bergaul dan bersosialisasi dengan orang-orang yang dianggap sebaya ataupun yang dianggap teman oleh mereka. Pokoknya yang tidak ketuaan atau juga yang tidak terlalu anak kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apabila orang tua cenderung memaksa, akibatnya dalam fase ini akan timbul &lt;a href="http://masa--puber.blogspot.com/"&gt;pemberontakan &lt;/a&gt;secara emosi karena dianggap bahwa orang tua tidak mengakui integritas pendapat dan keinginannya. Tentu dalam hal ini yang disinggung adalah pengakuan akan keberadaan mereka di dunia untuk dianggap sejajar sebagi manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Manusia dalam fase remaja juga senang sekali berangan-angan akan masa depan atau tentang fantasi mereka akan kehidupan. Bagaimana menjadi pusat perhatian dan selalu dilihat dan dipuja sekitarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akibat kelabilan mereka, manusia pada fase ini mudah sekali terpengaruh pada lingkungan sekitar yang &lt;a href="http://masa--puber.blogspot.com/"&gt;mayoritas&lt;/a&gt; berada dekat pada mereka. Dikarenakan kecenderungan untuk bergaul dengan orang luar selain keluarga lebih kuat, maka masa ini dianggap cukup berbahaya. Apabila teman-teman dekatnya memberi pengaruh yang buruk, maka remaja akan secara mengalir masuk kedalam pengaruh itu dan merasa keberadaannya terancam apabila ia mencoba keluar dari lingkungannya.</description><link>http://masa--puber.blogspot.com/2011/12/apakah-kamu-sudah-remaja.html</link><author>noreply@blogger.com (masa puber)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3726145345379689667.post-6545566319654853680</guid><pubDate>Thu, 08 Dec 2011 00:45:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-12-08T07:45:29.717+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Artikel</category><title>Menghadapi Anak yang Memasuki Masa Puber</title><description>Tugas paling sulit yang sering dihadapi oleh orang tua dalam membesarkan anak adalah pada saat anak berangkat dewasa ( usia remaja / belasan tahun ). Di satu sisi anak masih berada dalam dunia kanak-kanaknya tetapi di sisi lainnya ia mulai masuk ke alam &lt;a href="http://masa--puber.blogspot.com/"&gt;kedewasaan&lt;/a&gt;. Suasana peralihan seperti ini sering membingungkan para orang tua karena berubahnya sikap anak. Ia bukan anak &lt;a href="http://masa--puber.blogspot.com/"&gt;kecil&lt;/a&gt; yang dapat “dikendalikan” oleh orang tuanya malah kadang cenderung untuk melawan setiap pendapat orang tuanya. Keluhan-keluhan dari orang tua seperti ini, “Aduh, Bobi membuat saya hampir gila”, “Saya khawatir dia akan jadi apa nantinya?”, sering kali terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua issue utama pada &lt;a href="http://masa--puber.blogspot.com/"&gt;remaja&lt;/a&gt; yang terkait dengan perkembangan adalah masalah individu dan seksualitas. Umumnya para remaja mulai “menarik diri” dari banyak nilai-nilai ( values) yang selama ini didapatkannya. Pada tahun-tahun “rawan” ini para remaja malah mengambil nilai-nilai dari peer groupnya ( kelompok ) dan budaya pop yang melingkar disekitar hidupnya. Ia mulai enggan untuk bergabung dengan acara-acara keluarga dan malah lebih sering bergabung dengan teman-temannya. Ia malah bertanya, “Apa saya harus ikut?” yang sering membuat orang tua sebal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam hal seksualitas, para remaja sering menerima pesan-pesan yang beragam. Dari orang tuanya atau Agamawan ia menerima satu pesan, tetapi di lain pihak ia menerima pesan dari berbagai media seperti tv, film, teman sekelompoknya dll. Untuk itu resep jitu bagi orang tua adalah mau terbuka terhadap anak remajanya agar ia dapat menyerap pesan yang baik dan jika ia bingung ia hanya berpaling kepada orang tuanya. Bagi kita orang Indonesia, pesan-pesan relijius dan moral dapat mencegah anak menyalah artikan pesan-pesan yang berhubungan dengan masalah seksualitas tersebut. Misalnya berbagai &lt;a href="http://masa--puber.blogspot.com/"&gt;film&lt;/a&gt; di tv, terutama film-film seri remaja dari luar, disitu digambarkan bahwa berhubungan intim sebelum menikah adalah sah-sah saja. Disinilah tugas orang tua untuk menyiapkan dan melatih daya serap anaknya sedini mungkin. Jika sejak awal anak diberi pengertian yang memadai baik dari aspek &lt;a href="http://masa--puber.blogspot.com/"&gt;rohani&lt;/a&gt; maupun kesehatan mungkin ia akan terhindari dari pengaruh &lt;a href="http://masa--puber.blogspot.com/"&gt;negatif&lt;/a&gt;. Walaupun bukan tak mungkin lingkungan di luar rumah juga dapat mempengaruhinya. Meskipun begitu bukan berarti acara-acara televisi seperti itu tidak boleh ditonton sama sekali. Ambil segi positifnya seperti pesan tentang kesetiakawanan, gotong royong, kasih sayang dll.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun dikatakan bahwa masa remaja adalah “masa-masa penuh chaos” tetapi umunya para remaja dapat melewati fase ini dengan selamat. Meskipun begitu ada beberapa perilaku yang membutuhkan perhatian orang tua seperti : nilai pelajaran yang menurun, menarik diri dari pergaulan, gangguan pola makan dan yang berbahaya adalah penyalah gunaan &lt;a href="http://masa--puber.blogspot.com/"&gt;obat-obatan&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://masa--puber.blogspot.com/"&gt;alkohol&lt;/a&gt;. Untuk kedua hal ini orang tua harus menerapkan “zero tolerancy policy” ( tiada toleransi ). Konsep egaliterisme memang menempatkan manusia sederajat tetapi bukan berarti orang tua dan anaknya selalu sederajat. Mereka sederajat dalam pengertian sebagai umat manusia tetapi dalam bidang otoritas orang tua tentu tidak sama dengan anaknya. Ini yang harus disadari oleh orang tua walaupun bukan berarti orang tua harus menjadi otoriter. Orang tua mempunyai aturan-aturan, keputusan-keputusan dimana sang anak harus menghormatinya. Jika anak remaja dan anda terlibat konflik sehubungan dengan keputusan dan aturan yang anda buat yakinkan bahwa anda tidak setuju tanpa harus menjadi tidak dihormati oleh anak anda. Jika anak remaja anda makin kurang ajar, akhiri diskusi dengan mengatakan, “Bapak / Ibu tidak menganggap kamu secara tidak hormat tetapi bapak / ibu tidak mau kamu tidak menghormati kami. Diskusi ini selesai sampai kamu dapat menghormati kami dan berpikir secara jernih!” Sikap tegas dari orang tua dapat mengajarkan anak remaja anda untuk lebih menghormati orang tuanya selain menerapkan aturan dan keputusan orang tuanya tersebut. Karena itu sikap tegas orang tua memang diperlukan untuk menjadikan pribadi anak remaja mereka lebih dewasa dan tidak salah melangkah di alam kedewasaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Popularity: 14%</description><link>http://masa--puber.blogspot.com/2011/12/menghadapi-anak-yang-memasuki-masa.html</link><author>noreply@blogger.com (masa puber)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3726145345379689667.post-4265248783820415361</guid><pubDate>Wed, 07 Dec 2011 18:09:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-12-08T01:09:45.635+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Artikel</category><title>Pengertian, Penyebab dan Ciri Pubertas</title><description>1. Pengertian&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masa &lt;a href="http://masa--puber.blogspot.com/"&gt;puber&lt;/a&gt; adalah masa dimana seseorang mengalami perubahan struktur tubuh dari anak-anak menjadi dewasa. Masa pubertas ditandai dengan kematangan organ-organ reproduksi, baik organ reproduksi primer maupun sekunder. (Moeliono,2006)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengerttian pubertas berasal dari kta puberte, latin yang berarti matang. Adolesence dari kata adolescentia, latin yang berarti menjadi dewasa  msa yang sangat penting pada pertumbuhan yaitu masa peralihan dari massa kanak-kanak ke massa dewasa. (Suryanah, 2000) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Ciri Pubertas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada anak perempuan, masa puber hormon estrogen dan progesteron mulai berperan aktif akan mengalami perubahan fisik, seperti tumbuh payudara, panggul mulai melebar dan haid, akan mulai tumbuh bulu-bulu halus di sekitar ketiak dan vagina, dan perubahan fisik lainnya seperti kulit dan rambut mulai berminyak, lengan dan kaki bertambah panjang, vagina mengeluarkan cairan. Untuk seorang anak perempuan, tanda-tanda itu biasanya muncul pada usia 10 tahun ke atas dan pada anak laki-laki, biasanya lebih lambat, yaitu pada usia 11 tahun ke atas. (Moeliono, 2006)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Penyebab Munculnya Pubertas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada tiga hal yang menjadi &lt;a href="http://masa--puber.blogspot.com/"&gt;masa puber&lt;/a&gt;, yaitu peran kelenjar pituitary, peranan gonad, dan interaksi kelenjar  pituitary dan gonad. Ketiga hal ini dinamai hurlock dengan kondisi-kondisi yang menyebabkan perubahan masa puber:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
a) Peran kelenjar pituitary&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelenjar pituitary memproduksi dua hormon: hormon pertumbuhan yang berpengaruh dalam menentukan besarnya individu, dan hormon gonadotrofik yang merangsang gonad untuk meningkatkan aktivitasnya. sebelum datangnya masa puber, jumlah hormon gonadotofik bertambah secara bertahap, demikian pula kepekaan gonad terhadap hormon gonadotrofik. Dalam kondisi itulah terjadinya perubahan-perubahan pada masa puber.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
b) Peranan Gonad&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seiring pertumbuhan dan perkembangan gonad, bertambah besarlah organ-organ seks yaitu ciri-ciri seks primer daan fungsinya pun menjadi matang. Begitu pula ciri-ciri &lt;a href="http://masa--puber.blogspot.com/"&gt;seks seks&lt;/a&gt; sekunder seperti berkembangnya rambut kemaluan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
c) Interaksi kelenjar pituitary dan gonad&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hormon yang diproduksi gonad, yang di rangsang oleh hormon gonadotrofik yang diproduksi oleh kelenjar pituitary, kemudian bereaksi terhadap kelenjar ini dan secara berangsur-angsur mengakibatkan penurunan jumlah hormon pertumbuhan yang diproduksi sehingga menjadi proses pertumbuhan terhenti. Interaksi antara hormon gonadotrofik dan gonad terus berlangsung sepanjang kehidupan reproduksi individu, kemudian berkurang secara perlahan saat laki-laki mendekati climacteric dan wanita mendekati menopause.            (AL-migwar,2006)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sehubungan dengan masalah seksual, ada beberapa ciri utama dari masa pubertas yaitu:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Ciri Primer&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yaitu matangnya organ&lt;a href="http://masa--puber.blogspot.com/"&gt; seksual&lt;/a&gt; yang ditandai dengan adanya &lt;a href="http://masa--puber.blogspot.com/"&gt;menstruasi&lt;/a&gt;  (menarche) pertama pada anak perempuan dan produksi cairan &lt;a href="http://masa--puber.blogspot.com/"&gt;sperma&lt;/a&gt; pertama pada anak laki-laki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Ciri Sekunder&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meliputi perubahan pada bentuk tubuh pada perempuan dan laki-laki. Anak wanita mulai tumbuh &lt;a href="http://masa--puber.blogspot.com/"&gt;buah dada&lt;/a&gt;, panggul membesar, paha membesar dan tumbuh bulu-bulu pada alat kelamin. Pada laki-laki terjadi perubahan otot, bahu melebar, suara mulai berubah, tumbuh bulu-bulu pada &lt;a href="http://masa--puber.blogspot.com/"&gt;alat kelamin&lt;/a&gt; dan ketiak serta kumis pada bibir.</description><link>http://masa--puber.blogspot.com/2011/12/1.html</link><author>noreply@blogger.com (masa puber)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3726145345379689667.post-61247541995812709</guid><pubDate>Tue, 06 Dec 2011 22:41:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-12-08T07:39:19.934+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Cerita Dewasa</category><title>Ika gadis Bandung yang genit dan seksi</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://masa--puber.blogspot.com/" title="cerita dewasa"&gt;&lt;b&gt;Cerita dewasa&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;  sex ini bermula waktu umurku masih 23 tahun. Aku duduk di tingkat akhir  suatu perguruan tinggi teknik di kota &lt;a href="http://masa--puber.blogspot.com/"&gt;Bandung&lt;/a&gt;. Wajahku ganteng. Badanku  tinggi dan tegap, mungkin karena aku selalu berolahraga seminggu tiga  kali. Teman-­temanku bilang, kalau aku bermobil pasti banyak cewek&amp;nbsp;  cantik sexy yang dengan sukahati menempel padaku. Aku sendiri sudah  punya pacar. Kami pacaran secara serius. Baik orang tuaku maupun orang  tuanya sudah setuju kami nanti menikah. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tempat kos-ku dan tempat kos-nya  hanya berjarak sekitar 700 m. Aku sendiri sudah dipegangi kunci kamar  kosnya. Walaupun demikian bukan berarti aku sudah berpacaran tanpa batas  dengannya. Dalam masalah pacaran, kami sudah saling cium-ciuman,  gumul-gumulan, dan remas-remasan. Namun semua itu kami lakukan dengan  masih berpakaian. Toh walaupun hanya begitu, kalau “&lt;a href="http://masa--puber.blogspot.com/"&gt;voltase&lt;/a&gt;’-ku sudah  amat tinggi, aku dapat ‘muntah” juga. Dia adalah seorang yang menjaga  keperawanan sampai dengan menikah, karena itu dia tidak mau berhubungan  sex sebelum menikah. Aku menghargai prinsipnya tersebut. Karena aku  belum pernah pacaran sebelumnya, maka sampai saat itu aku belum pernah  merasakan &lt;a href="http://masa--puber.blogspot.com/"&gt;memek perempuan.&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pacarku seorang anak bungsu. Kecuali  kolokan, dia juga seorang penakut, sehingga sampai jam 10 malam minta  ditemani. Sehabis mandi sore, aku pergi ke kosnya. Sampai dia berangkat  tidur. aku belajar atau menulis tugas akhir dan dia belajar atau  mengerjakan tugas-tugas kuliahnya di ruang tamu. Kamar kos-nya sendiri  berukuran cukup besar, yakni 3mX6m. Kamar sebesar itu disekat dengan  triplex menjadi ruang tamu dengan ukuran 3mX2.5m dan ruang tidur dengan  ukuran 3mX3.5m. Lobang pintu di antara kedua ruang itu hanya ditutup  dengan kain korden.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;lbu kost-nya mempunyai empat anak, semua  perempuan. Semua manis-manis sebagaimana kebanyakan perempuan Sunda.  Anak yang pertama sudah menikah, anak yang kedua duduk di kelas 3 SMA,  anak ketiga kelas I SMA, dan anak bungsu masih di SMP. Menurut  desas-desus yang sampai di telingaku, menikahnya anak pertama adalah  karena &lt;a href="http://masa--puber.blogspot.com/"&gt;hamil duluan&lt;/a&gt;. Kemudian anak yang kedua pun sudah mempunyai  prestasi. Nama panggilannya Ika. Dia dikabarkan sudah pernah hamil  dengan pacarya, namun digugurkan. Menurut penilaianku, Ika seorang &lt;a href="http://masa--puber.blogspot.com/"&gt;playgirl&lt;/a&gt;. Walaupun sudah punya pacar, pacarnya kuliah di suatu  politeknik, namun dia suka mejeng dan menggoda laki-laki lain yang  kelihatan keren. Kalau aku datang ke kos pacarku, dia pun suka mejeng  dan bersikap genit dalam menyapaku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;lka memang mojang Sunda yang amat  aduhai. Usianya akan 18 tahun. Tingginya 160 cm. Kulitnya berwarna  kuning langsat dan kelihatan licin. Badannya kenyal dan berisi.  Pinggangnya ramping. Buah dadanya padat dan besar membusung. Pinggulnya  besar, kecuali melebar dengan indahnya juga pantatnya membusung dengan  montoknya. Untuk gadis seusia dia, mungkin payudara dan pinggul yang  sudah terbentuk sedemikian indahnya karena terbiasa dinaiki dan digumuli  oleh pacarnya. Paha dan betisnya bagus dan mulus. Lehernya jenjang.  Matanya bagus. Hidungnya mungil dan sedikit mancung. Bibirnya mempunyai  garis yang &lt;a href="http://masa--puber.blogspot.com/"&gt;sexy&lt;/a&gt; dan sensual, sehingga kalau memakai lipstik tidak perlu  membuat garis baru, tinggal mengikuti batas bibir yang sudah ada.  Rambutnya lebat yang dipotong bob dengan indahnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sore itu sehabis mandi aku ke kos  pacarku seperti biasanya. Di teras rumah tampak Ika sedang mengobrol  dengan dua orang adiknya. Ika mengenakan baju atas ‘you can see’ dan rok  span yang pendek dan ketat sehingga lengan, paha dan betisnya yang  mulus itu dipertontonkan dengan jelasnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Mas Bob, ngapel ke Mbak Dina? Wah…  sedang nggak ada tuh. Tadi pergi sama dua temannya. Katanya mau bikin  tugas,” sapa Ika dengan centilnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“He… masa?” balasku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Iya… Sudah, ngapelin Ika sajalah Mas  Bob,” kata Ika dengan senyum menggoda. Edan! Cewek Sunda satu ini  benar-benar menggoda hasrat. Kalau mau mengajak beneran aku tidak  menolak nih, he-he-he…&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Ah, neng Ika macam-macam saja…,” tanggapanku sok menjaga wibawa. “Kak Dai belum datang?”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pacar Ika namanya Daniel, namun Ika  memanggilnya Kak Dai. Mungkin Dai adalah panggilan akrab atau panggilan  masa kecil si Daniel. Daniel berasal dan Bogor. Dia ngapeli anak yang  masih SMA macam minum obat saja. Dan pulang kuliah sampai malam hari.  Lebih hebat dan aku, dan selama ngapel waktu dia habiskan untuk ngobrol.  Atau kalau setelah waktu isya, dia masuk ke kamar Ika. Kapan dia punya  kesempatan belajar?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Wah… dua bulan ini saya menjadi singgel  lagi. Kak Dai lagi kerja praktek di Riau. Makanya carikan teman Mas Bob  buat menemani Ika dong, biar Ika tidak kesepian… Tapi yang keren lho,”  kata Ika dengan suara yang amat manja. Edan si playgirl Sunda mi. Dia  bukan tipe orang yang ngomong begitu bukan sekedar bercanda, namun tipe  orang yang suka nyerempet-nyerempet hal yang berbahaya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Neng Ika ini… Nanti Kak Dainya ngamuk dong.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Kak Dai kan tidak akan tahu…”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku kembali memaki dalam hati. Perempuan  Sunda macam Ika ini memang enak ditiduri. Enak digenjot dan dinikmati  kekenyalan bagian-bagian tubuhnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku mengeluarkan kunci dan membuka pintu  kamar kos Dina. Di atas meja pendek di ruang tamu ada sehelai memo dari  Dina. Sambil membuka jendela ruang depan dan ruang tidur, kubaca isi  memo tadi. ‘Mas Bobby, gue ngerjain tugas kelompok bersama Niken dan  Wiwin. Tugasnya banyak, jadi gue malam ini tidak pulang. Gue tidur di  rumah Wiwin. Di kulkas ada jeruk, ambil saja. Soen sayang, Dina’&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku mengambil bukuku yang sehari-harinya  kutinggal di tempat kos Di. Sambil menyetel radio dengan suara  perlahan, aku mulai membaca buku itu. Biarlah aku belajar di situ sampai  jam sepuluh malam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sedang asyik belajar, sekitar jam setengah sembilan malam pintu diketok dan luar. Tok-tok-tok…&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kusingkapkan korden jendela ruang tamu  yang telah kututup pada jam delapan malam tadi, sesuai dengan kebiasaan  pacarku. Sepertinya Ika yang berdiri di depan pintu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Mbak Di… Mbak Dina…,” terdengar suara Ika memanggil-manggil dan luar. Aku membuka pintu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Mbak Dina sudah pulang?” tanya Ika.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Belum. Hari ini Dina tidak pulang. Tidur di rumah temannya karena banyak tugas. Ada apa?”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Mau pinjam kalkulator, mas Bob. Sebentar saja. Buat bikin pe-er.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Ng… bolehlah. Pakai kalkulatorku saja, asal cepat kembali.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Beres deh mas Bob. Ika berjanji,” kata Ika dengan genit. Bibirnya tersenyum manis, dan pandang matanya menggoda menggemaskan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kuberikan kalkulatorku pada Ika. Ketika  berbalik, kutatap tajam-tajam tubuhnya yang aduhai. Pinggulnya yang  melebar dan montok itu menggial ke kiri-kanan, seolah menantang diriku  untuk meremas­-remasnya. Sialan! Kontholku jadi berdiri. Si ‘boy-ku ini  responsif sekali kalau ada cewek cakep yang enak &lt;a href="http://www.blogger.com/goog_1325020161"&gt;digenjot.&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://masa--puber.blogspot.com/"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sepeninggal Ika, sesaat aku tidak dapat  berkonsentrasi. Namun kemudian kuusir pikiran yang tidak-tidak itu.  Kuteruskan kembali membaca textbook yang menunjang penulisan tugas  sarjana itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tok-tok-tok! Baru sekitar limabelas menit pintu kembali diketok.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Mas Bob… Mas Bob…,” terdengar Ika memanggil lirih.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pintu kubuka. Mendadak &lt;a href="http://masa--puber.blogspot.com/"&gt;kontholku&lt;/a&gt;  mengeras lagi. Di depan pintu berdiri Ika dengan senyum genitnya.  Bajunya bukan atasan ‘you can see’ yang dipakai sebelumnya. Dia  menggunakan baju yang hanya setinggi separuh dada dengan ikatan tali ke  pundaknya. Baju tersebut berwarna kuning muda dan berbahan mengkilat.  Dadanya tampak membusung dengan gagahnya, yang ujungnya menonjol dengan  tajam dan batik bajunya. Sepertinya dia &lt;a href="http://masa--puber.blogspot.com/"&gt;tidak memakai BH&lt;/a&gt;. Juga, bau  harum sekarang terpancar dan tubuhnya. Tadi, bau parfum harum semacam  ini tidak tercium sama sekali, berarti datang yang kali ini si Ika  menyempatkan diri memakai parfum. Kali ini bibirnya pun dipolesi lipstik  pink.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Ini kalkulatornya, Mas Bob,” kata Ika manja, membuyarkan keterpanaanku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Sudah selesai. Neng Ika?” tanyaku basa-basi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Sudah Mas Bob, namun boleh Ika minta diajari Matematika?”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“0, boleh saja kalau sekiranya bisa.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tanpa kupersilakan Ika menyelonong masuk  dan membuka buku matematika di atas meja tamu yang rendah. Ruang tamu  kamar kos pacarku itu tanpa kursi. Hanya digelari karpet tebal dan  sebuah meja pendek dengan di salah satu sisinya terpasang rak buku. Aku  pun duduk di hadapannya, sementara pintu masuk tertutup dengan  sendirinya dengan perlahan. Memang pintu kamar kos pacarku kalau mau  disengaja terbuka harus diganjal potongan kayu kecil.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Ini mas Bob, Ika ada soal tentang bunga  majemuk yang tidak tahu cara penyelesaiannya.” Ika mencari-cari halaman  buku yang akan ditanyakannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menunggu halaman itu ditemukan, mataku  mencari kesempatan melihat ke dadanya. Amboi! Benar, Ika tidak memakai  bra. Dalam posisi agak menunduk, kedua gundukan payudaranya kelihatan  sangat jelas. Sungguh padat, mulus, dan indah. Kontholku terasa mengeras  dan sedikit berdenyut-denyut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Halaman yang dicari ketemu. Ika dengan  centilnya membaca soal tersebut. Soalnya cukup mudah. Aku menerangkan  sedikit dan memberitahu rumusnya, kemudian Ika menghitungnya. Sambil  menunggu Ika menghitung, mataku mencuri pandang ke buah dada Ika. Uhhh… harum dan segarnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Kok sepi? Mamah, Ema, dan Nur sudah  tidur?” tanyaku sambil menelan ludah. Kalau bapaknya tidak aku tanyakan  karena dia bekerja di Cirebon yang pulangnya setiap akhir pekan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Sudah. Mamah sudah tidur jam setengah  delapan tadi. Kemudian Erna dan Nur berangkat tidur waktu Ika  bermain-main kalkulator tadi,” jawab Ika dengan tatapan mata yang  menggoda.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hasratku mulai naik. Kenapa tidak  kusetubuhi saja si Ika. Mumpung sepi. Orang-orang di rumahnya sudah  tidur. Kamar kos sebelah sudah sepi dan sudah mati lampunya. Berarti  penghuninya juga sudah tidur. Kalau kupaksa dia meladeni hasratku,  tenaganya tidak akan berarti dalam melawanku. Tetapi mengapa dia akan  melawanku? jangan-jangan dia ke sini justru ingin bersetubuh denganku.  Soal tanya Matematika, itu hanya sebagai atasan saja. Bukankah dia  menyempatkan ganti baju, dari atasan you can see ke atasan yang  memamerkan separuh payudaranya? Bukankah dia datang lagi dengan  menyempatkan tidak memakai bra? Bukankah dia datang lagi dengan  menyempatkan memakai parfum dan lipstik? Apa lagi artinya kalau tidak  menyodorkan din?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tiba-tiba Ika bangkit dan duduk di sebelah kananku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Mas Bob… ini benar nggak?” tanya Ika.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada kekeliruan di tengah jalan saat Ika  menghitung. Antara konsentrasi dan menahan nafsu yang tengah berkecamuk,  aku mengambil pensil dan menjelaskan kekeliruannya. Tiba-tiba Ika lebih  mendekat ke arahku, seolah mau memperhatikan hal yang kujelaskan dan  jarak yang lebih dekat. Akibatnya… gumpalan daging yang membusung di  dadanya itu menekan lengan tangan kananku. Terasa hangat dan lunak,  namun ketika dia lebih menekanku terasa lebih kenyal.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan sengaja lenganku kutekankan ke payudaranya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Ih… Mas Bob nakal deh tangannya,” katanya sambil merengut manja. Dia pura-pura menjauh.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Lho, yang salah kan Neng Ika duluan. Buah dadanya menyodok-nyodok lenganku,” jawabku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;lka cemberut. Dia mengambil buku dan  kembali duduk di hadapanku. Dia terlihat kembali membetulkan yang  kesalahan, namun menurut perasaanku itu hanya berpura-pura saja. Aku  merasa semakin ditantang. Kenapa aku tidak berani? Memangnya aku  impoten? Dia sudah berani datang ke sini malam-malam sendirian. Dia  menyempatkan pakai parfum. Dia sengaja memakai baju atasan yang  memamerkan gundukan payudara. Dia sengaja tidak pakai bra. Artinya, dia  sudah mempersilakan diriku untuk menikmati kemolekan tubuhnya. Tinggal  aku yang jadi penentunya, mau menyia-siakan kesempatan yang dia berikan  atau memanfaatkannya. Kalau aku menyia-siakan berarti aku band!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku pun bangkit. Aku berdiri di atas  lutut dan mendekatinya dari belakang. Aku pura-pura mengawasi dia dalam  mengerjakan soal. Padahal mataku mengawasi tubuhnya dari belakang. Kulit  punggung dan lengannya benar-benar mulus, tanpa goresan sedikitpun.  Karena padat tubuhnya, kulit yang kuning langsat itu tampak licin  mengkilap walaupun ditumbuhi oleh bulu-bulu rambut yang halus.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kemudian aku menempelkan kontholku yang  menegang ke punggungnya. Ika sedikit terkejut ketika merasa ada yang  menempel punggungnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Ih… Mas Bob jangan begitu dong…,” kata Ika manja.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Sudah… udah-udah… Aku sekedar mengawasi pekerjaan Neng Ika,” jawabku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;lka cemberut. Namun dengan cemberut  begitu, bibir yang sensual itu malah tampak menggemaskan. Sungguh sedap  sekali bila dikulum-kulum dan dilumat-lumat. Ika berpura-pura meneruskan  pekerjaannya. Aku semakin berani. Kontholku kutekankan ke punggungnya  yang kenyal. Ika menggelinjang. Tidak tahan lagi. tubuh Ika kurengkuh  dan kurebahkan di atas karpet. Bibirnya kulumat-lumat, sementara kulit  punggungnya kuremas-remas. Bibir Ika mengadakan perlawanan, mengimbangi  kuluman-­kuluman bibirku yang diselingi dengan permainan lidahnya.  Terlihat bahkan dalam masalah ciuman Ika yang masih kelas tiga SMA sudah  sangat mahir. Bahkan mengalahkan kemahiranku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa saat kemudian ciumanku  berpindah ke lehernya yang jenjang. Bau harum terpancar dan kulitnya.  Sambil kusedot-sedot kulit lehernya dengan hidungku, tanganku berpindah  ke buah dadanya. Buah dada yang tidak dilindungi bra itu terasa kenyal  dalam remasan tanganku. Kadang-kadang dan batik kain licin baju  atasannya, putingnya kutekan-tekan dan kupelintir-pelintir dengan  jari-jari tanganku. Puting itu terasa mengeras.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Mas Bob Mas Bob buka baju saja Mas  Bob…,” rintih Ika. Tanpa menunggu persetujuanku, jari-jari tangannya  membuka Ikat pinggang dan ritsleteng celanaku. Aku mengimbangi, tall  baju atasannya kulepas dan baju tersebut kubebaskan dan tubuhnya. Aku  terpana melihat kemulusan tubuh atasnya tanpa penutup sehelai kain pun.  Buah dadanya yang padat membusung dengan indahnya. Ditimpa sinar lampu  neon ruang tamu, payudaranya kelihatan amat mulus dan licin. Putingnya  berdiri tegak di ujung gumpalan payudara. Putingnya berwarna pink  kecoklat-coklatan, sementara puncak bukit payudara di sekitarnya  berwarna coklat tua dan sedikit menggembung dibanding dengan permukaan  kulit payudaranya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Celana panjang yang sudah dibuka oleh  Ika kulepas dengan segera. Menyusul. kemeja dan kaos singlet kulepas dan  tubuhku. Kini aku cuma tertutup oleh celana dalamku, sementara Ika  tertutup oleh rok span ketat yang mempertontonkan bentuk pinggangnya  yang ramping dan bentuk pinggulnya yang melebar dengan bagusnya. Ika pun  melepaskan rok spannya itu, sehingga pinggul yang indah itu kini hanya  terbungkus celana dalam minim yang tipis dan berwarna pink. Di daerah  bawah perutnya, celana dalam itu tidak mampu menyembunyikan warna hitam  dari jembut lebat Ika yang terbungkus di dalamnya. Juga, beberapa helai  jembut Ika tampak keluar dan lobang celana dalamnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;lka memandangi dadaku yang bidang.  Kemudian dia memandang ke arah kontholku yang besar dan panjang, yang  menonjol dari balik celana dalamku. Pandangan matanya memancarkan nafsu  yang sudah menggelegak. Perlahan aku mendekatkan badanku ke badannya  yang sudah terbaring pasrah. Kupeluk tubuhnya sambil mengulum kembali  bibirnya yang hangat. Ika pun mengimbanginya. Dia memeluk leherku sambil  membalas kuluman di bibirnya. Payudaranya pun menekan dadaku. Payudara  itu terasa kenyal dan lembut. Putingnya yang mengeras terasa benar  menekan dadaku. Aku dan Ika saling mengulum bibir, saling menekankan  dada, dan saling meremas kulit punggung dengan penuh nafsu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ciumanku berpindah ke leher Ika. Leher  mulus yang memancarkan keharuman parfum yang segar itu kugumuli dengan  bibir dan hidungku. Ika mendongakkan dagunya agar aku dapat menciumi  segenap pori-pori kulit lehernya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Ahhh… Mas Bob… Ika sudah menginginkannya dari kemarin… Gelutilah tubuh Ika… puasin Ika ya Mas Bob…,” bisik Ika terpatah-patah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku menyambutnya dengan penuh antusias.  Kini wajahku bergerak ke arah payudaranya. Payudaranya begitu  menggembung dan padat. namun berkulit lembut. Bau keharuman yang segar  terpancar dan pori-porinya. Agaknya Ika tadi sengaja memakai parfum di  sekujur payudaranya sebelum datang ke sini. Aku menghirup kuat-kuat  lembah di antara kedua bukit payudaranya itu. Kemudian wajahku  kugesek-gesekkan di kedua bukit payudara itu secara bergantian, sambil  hidungku terus menghirup keharuman yang terpancar dan kulit payudara.  Puncak bukit payudara kanannya pun kulahap dalam mulutku. Kusedot  kuat-kuat payudara itu sehingga daging yang masuk ke dalam mulutku  menjadi sebesar-besarnya. Ika menggelinjang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Mas Bob… ngilu… ngilu…,” rintih Ika.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gelinjang dan rintihan Ika itu semakin  membangkitkan hasratku. Kuremas bukit payudara sebelah kirinya dengan  gemasnya, sementara puting payudara kanannya kumainkan dengan ujung  lidahku. Puting itu kadang kugencet dengan tekanan ujung lidah dengan  gigi. Kemudian secara mendadak kusedot kembali payudara kanan itu  kuat-kuat. sementara jari tanganku menekan dan memelintir puting  payudara kirinya. Ika semakin menggelinjang-gelinjang seperti ikan belut  yang memburu makanan sambil mulutnya mendesah-desah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Aduh mas Booob… ssshh… ssshhh… ngilu  mas Booob… ssshhh… geli… geli…,” cuma kata-kata itu yang berulang-ulang  keluar dan mulutnya yang merangsang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku tidak puas dengan hanya menggeluti  payudara kanannya. Kini mulutku berganti menggeluti payudara kiri.  sementara tanganku meremas-remas payudara kanannya kuat-kuat. Kalau  payudara kirinya kusedot kuat-kuat. tanganku memijit-mijit dan  memelintir-pelintir puting payudara kanannya. Sedang bila gigi dan ujung  lidahku menekan-nekan puting payudara kiri, tanganku meremas  sebesar-besarnya payudara kanannya dengan sekuat-kuatnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Mas Booob… kamu nakal…. ssshhh… ssshhh… ngilu mas Booob… geli…” Ika tidak henti-hentinya menggelinjang dan mendesah manja.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah puas dengan payudara, aku  meneruskan permainan lidah ke arah perut Ika yang rata dan berkulit amat  mulus itu. Mulutku berhenti di daerah pusarnya. Aku pun berkonsentrasi  mengecupi bagian pusarnya. Sementara kedua telapak tanganku menyusup ke  belakang dan meremas-remas pantatnya yang melebar dan menggembung padat.  Kedua tanganku menyelip ke dalam celana yang melindungi pantatnya itu.  Perlahan­-lahan celana dalamnya kupelorotkan ke bawah. Ika sedikit  mengangkat pantatnya untuk memberi kemudahan celana dalamnya lepas. Dan  dengan sekali sentakan kakinya, celana dalamnya sudah terlempar ke  bawah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat berikutnya, terhamparlah  pemandangan yang luar biasa merangsangnya. Jembut Ika sungguh lebat dan  subur sekali. Jembut itu mengitari bibir memek yang berwarna coklat tua.  Sambil kembali menciumi kulit perut di sekitar pusarnya, tanganku  mengelus-elus pahanya yang berkulit licin dan mulus. Elusanku pun ke  arah dalam dan merangkak naik. Sampailah jari-jari tanganku di tepi  kiri-kanan bibir luar memeknya. Tanganku pun mengelus-elus memeknya  dengan dua jariku bergerak dan bawah ke atas. Dengan mata terpejam, Ika  berinisiatif meremas-remas payudaranya sendiri. Tampak jelas kalau Ika  sangat menikmati permainan ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perlahan kusibak bibir memek Ika dengan  ibu jari dan telunjukku mengarah ke atas sampai kelentitnya menongol  keluar. Wajahku bergerak ke memeknya, sementara tanganku kembali  memegangi payudaranya. Kujilati kelentit Ika perlahan-lahan dengan  jilatan-jilatan pendek dan terputus-putus sambil satu tanganku  mempermainkan puting payudaranya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Au Mas Bob… shhhhh… betul… betul di  situ mas Bob… di situ… enak mas… shhhh…,” Ika mendesah-desah sambil  matanya merem-melek. Bulu alisnya yang tebal dan indah bergerak ke  atas-bawah mengimbangi gerakan merem-meleknya mata. Keningnya pun  berkerut pertanda dia sedang mengalami kenikmatan yang semakin meninggi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku meneruskan permainan lidah dengan melakukan jilatan-jilatan panjang dan lubang anus sampai ke kelentitnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karena gerakan ujung hidungku pun secara  berkala menyentuh memek Ika. Terasa benar bahkan dinding vaginanya  mulai basah. Bahkan sebagian cairan vaginanya mulai mengalir hingga  mencapai lubang anusnya. Sesekali pinggulnya bergetar. Di saat bergetar  itu pinggulnya yang padat dan amat mulus kuremas kuat-kuat sambil ujung  hidungku kutusukkan ke lobang memeknya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Mas Booob… enak sekali mas Bob…,” Ika  mengerang dengan kerasnya. Aku segera memfokuskan jilatan-jilatan lidah  serta tusukan-tusukan ujung hidung di vaginanya. Semakin lama vagina itu  semakin basah saja. Dua jari tanganku lalu kumasukkan ke lobang  memeknya. Setelah masuk hampir semuanya, jari kubengkokkan ke arah atas  dengan tekanan yang cukup terasa agar kena ‘G-spot’-nya. Dan berhasil!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Auwww… mas Bob…!” jerit Ika sambil  menyentakkan pantat ke atas. sampai-sampai jari tangan yang sudah  terbenam di dalam memek terlepas. Perut bawahnya yang ditumbuhi  bulu-bulu jembut hitam yang lebat itu pun menghantam ke wajahku. Bau  harum dan bau khas cairan vaginanya merasuk ke sel-sel syaraf  penciumanku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku segera memasukkan kembali dua jariku  ke dalam vagina Ika dan melakukan gerakan yang sama. Kali ini aku  mengimbangi gerakan jariku dengan permainan lidah di kelentit Ika.  Kelentit itu tampak semakin menonjol sehingga gampang bagiku untuk  menjilat dan mengisapnya. Ketika kelentit itu aku gelitiki dengan lidah  serta kuisap-isap perlahan, Ika semakin keras merintih-rintih bagaikan  orang yang sedang mengalami sakit demam. Sementara pinggulnya yang amat  aduhai itu menggial ke kiri-kanan dengan sangat merangsangnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Mas Bob… mas Bob… mas Bob…,” hanya kata-kata itu yang dapat diucapkan Ika karena menahan kenikmatan yang semakin menjadi-jadi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Permainan jari-jariku dan lidahku di  memeknya semakin bertambah ganas. Ika sambil mengerang­-erang dan  menggeliat-geliat meremas apa saja yang dapat dia raih. Meremas rambut  kepalaku, meremas bahuku, dan meremas payudaranya sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Mas Bob… Ika sudah tidak tahan lagi…  Masukin konthol saja mas Bob… Ohhh… sekarang juga mas Bob…! Sshhh. . .  ,“ erangnya sambil menahan nafsu yang sudah menguasai segenap tubuhnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun aku tidak perduli. Kusengaja untuk  mempermainkan Ika terlebih dahulu. Aku mau membuatnya orgasme,  sementara aku masih segar bugar. Karena itu lidah dan wajahku kujauhkan  dan memeknya. Kemudian kocokan dua jari tanganku di dalam memeknya  semakin kupercepat. Gerakan jari tanganku yang di dalam memeknya ke  atas-bawah, sampai terasa ujung jariku menghentak-hentak dinding atasnya  secara perlahan-lahan. Sementara ibu jariku mengusap-usap dan  menghentak-hentak kelentitnya. Gerakan jari tanganku di memeknya yang  basah itu sampai menimbulkan suara crrk-crrrk-crrrk-crrk crrrk…  Sementara dan mulut Ika keluar pekikan-pekikan kecil yang  terputus-putus:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Ah-ah-ah-ah-ah…”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sementara aku semakin memperdahsyat  kocokan jari-jariku di memeknya, sambil memandangi wajahnya. Mata Ika  merem-melek, sementara keningnya berkerut-kerut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Crrrk! Crrrk! Crrek! Crek! Crek! Crok!  Crok! Suara yang keluar dan kocokan jariku di memeknya semakin terdengar  keras. Aku mempertahankan kocokan tersebut. Dua menit sudah si Ika  mampu bertahan sambil mengeluarkan jeritan-jeritan yang membangkitkan  nafsu. Payudaranya tampak semakin kencang dan licin, sedang putingnya  tampak berdiri dengan tegangnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sampai akhirnya tubuh Ika mengejang  hebat. Pantatnya terangkat tinggi-tinggi. Matanya membeliak-­beliak. Dan  bibirnya yang sensual itu keluar jeritan hebat, “Mas Booo00oob …!“ Dua  jariku yang tertanam di dalam vagina Ika terasa dijepit oleh dindingnya  dengan kuatnya. Seiring dengan keluar masuknya jariku dalam vaginanya,  dan sela-sela celah antara tanganku dengan bibir memeknya terpancarlah  semprotan cairan vaginanya dengan kuatnya. Prut! Prut! Pruttt! Semprotan  cairan tersebut sampai mencapai pergelangan tanganku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa detik kemudian Ika terbaring  lemas di atas karpet. Matanya memejam rapat. Tampaknya dia baru saja  mengalami orgasme yang begitu hebat. Kocokan jari tanganku di vaginanya  pun kuhentikan. Kubiarkan jari tertanam dalam vaginanya sampai jepitan  dinding vaginanya terasa lemah. Setelah lemah. jari tangan kucabut dan  memeknya. Cairan vagina yang terkumpul di telapak tanganku pun  kubersihkan dengan kertas tissue.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketegangan kontholku belum juga mau  berkurang. Apalagi tubuh telanjang Ika yang terbaring diam di hadapanku  itu benar-benar aduhai. seolah menantang diriku untuk membuktikan  kejantananku pada tubuh mulusnya. Aku pun mulai menindih kembali tubuh  Ika, sehingga kontholku yang masih di dalam celana dalam tergencet oleh  perut bawahku dan perut bawahnya dengan enaknya. Sementara bibirku  mengulum-kulum kembali bibir hangat Ika, sambil tanganku meremas-remas  payudara dan mempermainkan putingnya. Ika kembali membuka mata dan  mengimbangi serangan bibirku. Tubuhnya kembali menggelinjang-gelinjang  karena menahan rasa geli dan ngilu di payudaranya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah puas melumat-lumat bibir.  wajahku pun menyusuri leher Ika yang mulus dan harum hingga akhirnya  mencapai belahan dadanya. Wajahku kemudian menggeluti belahan  payudaranya yang berkulit lembut dan halus, sementara kedua tanganku  meremas-remas kedua belah payudaranya. Segala kelembutan dan keharuman  belahan dada itu kukecupi dengan bibirku. Segala keharuman yang  terpancar dan belahan payudara itu kuhirup kuat-kuat dengan hidungku,  seolah tidak rela apabila ada keharuman yang terlewatkan sedikitpun.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kugesek-gesekkan memutar wajahku di  belahan payudara itu. Kemudian bibirku bergerak ke atas bukit payudara  sebelah kiri. Kuciumi bukit payudara yang membusung dengan gagahnya itu.  Dan kumasukkan puting payudara di atasnya ke dalam mulutku. Kini aku  menyedot-sedot puting payudara kiri Ika. Kumainkan puting di dalam  mulutku itu dengan lidahku. Sedotan kadang kuperbesar ke puncak bukit  payudara di sekitar puting yang berwarna coklat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Ah… ah… mas Bob… geli… geli …,“ mulut  indah Ika mendesis-desis sambil menggeliatkan tubuh ke kiri-kanan.  bagaikan desisan ular kelaparan yang sedang mencari mangsa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku memperkuat sedotanku. Sementara  tanganku meremas-remas payudara kanan Ika yang montok dan kenyal itu.  Kadang remasan kuperkuat dan kuperkecil menuju puncak bukitnya, dan  kuakhiri dengan tekanan-tekanan kecil jari telunjuk dan ibu jariku pada  putingnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Mas Bob… hhh… geli… geli… enak… enak… ngilu… ngilu…”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku semakin gemas. Payudara aduhai Ika  itu kumainkan secara bergantian, antara sebelah kiri dan sebelah kanan.  Bukit payudara kadang kusedot besarnya-besarnya dengan tenaga isap  sekuat-kuatnya, kadang yang kusedot hanya putingnya dan kucepit dengan  gigi atas dan lidah. Belahan lain kadang kuremas dengan daerah tangkap  sebesar-besarnya dengan remasan sekuat-kuatnya, kadang hanya  kupijit-pijit dan kupelintir-pelintir kecil puting yang mencuat gagah di  puncaknya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Ah… mas Bob… terus mas Bob… terus…  hzzz… ngilu… ngilu…” Ika mendesis-desis keenakan. Hasratnya tampak sudah  kembali tinggi. Matanya kadang terbeliak-beliak. Geliatan tubuhnya ke  kanan-kini semakin sening fnekuensinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sampai akhirnya Ika tidak kuat mehayani  senangan-senangan keduaku. Dia dengan gerakan eepat memehorotkan celana  dalamku hingga tunun ke paha. Aku memaklumi maksudnya, segera kulepas  eelana dalamku. Jan-jari tangan kanan Ika yang mulus dan lembut kemudian  menangkap kontholku yang sudah berdiri dengan gagahnya. Sejenak dia  memperlihatkan rasa terkejut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Edan… mas Bob, edan… Kontholmu besar  sekali… Konthol pacan-pacanku dahulu dan juga konthol kak Dai tidak  sampai sebesar in Edan… edan…,” ucapnya terkagum-kagum. Sambil  membiankan mulut, wajah, dan tanganku terus memainkan dan menggeluti  kedua belah payudaranya, jan-jari lentik tangan kanannya meremas­remas  perlahan kontholku secara berirama, seolah berusaha mencari kehangatan  dan kenikmatan di hiatnya menana kejantananku. Remasannya itu  mempenhebat vohtase dam rasa nikmat pada batang kontholku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Mas Bob. kita main di atas kasur saja…,” ajak Ika dengan sinar mata yang sudah dikuasai nafsu binahi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku pun membopong tubuh telanjang Ika ke  ruang dalam, dan membaringkannya di atas tempat tidun pacarku. Ranjang  pacarku ini amat pendek, dasan kasurnya hanya terangkat sekitar 6  centimeter dari lantai. Ketika kubopong. Ika tidak mau melepaskan  tangannya dari leherku. Bahkan, begitu tubuhnya menyentuh kasur,  tangannya menanik wajahku mendekat ke wajahnya. Tak ayal lagi, bibirnya  yang pink menekan itu melumat bibirku dengan ganasnya. Aku pun tidak mau  mengalah. Kulumat bibirnya dengan penuh nafsu yang menggelora,  sementara tanganku mendekap tubuhnya dengan kuatnya. Kuhit punggungnya  yang halus mulus kuremas-remas dengan gemasnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kemudian aku menindih tubuh Ika.  Kontholku terjepit di antara pangkal pahanya yang mulus dan perut  bawahku sendiri. Kehangatan kulit pahanya mengalir ke batang kontholku  yang tegang dan keras. Bibirku kemudian melepaskan bibir sensual Ika.  Kecupan bibirku pun turun. Kukecup dagu Ika yang bagus. Kukecup leher  jenjang Ika yang memancarkan bau wangi dan segarnya parfum yang dia  pakai. Kuciumi dan kugeluti leher indah itu dengan wajahku, sementara  pantatku mulai bergerak aktif sehingga kontholku menekan dan  menggesek-gesek paha Ika. Gesekan di kulit paha yang licin itu membuat  batang kontholku bagai diplirit-plirit. Kepala kontholku merasa  geli-geli enak oleh gesekan-gesekan paha Ika.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Puas menggeluti leher indah, wajahku pun  turun ke buah dada montok Ika. Dengan gemas dan ganasnya aku  membenamkan wajahku ke belahan dadanya, sementara kedua tanganku meraup  kedua belah payudaranya dan menekannya ke arah wajahku. Keharuman  payudaranya kuhirup sepuas-puasku. Belum puas dengan menyungsep ke  belahan dadanya, wajahku kini menggesek-gesek memutar sehingga kedua  gunung payudaranya tertekan-tekan oleh wajahku secara bergantian.  Sungguh sedap sekali rasanya ketika hidungku menyentuh dan menghirup  dalam-dalam daging payudara yang besar dan kenyal itu. Kemudian bibirku  meraup puncak bukit payudara kiri Ika. Daerah payudara yang  kecoklat-coklatan beserta putingnya yang pink kecoklat-coklatan itu pun  masuk dalam mulutku. Kulahap ujung payudara dan putingnya itu dengan  bernafsunya, tak ubahnya seperti bayi yang menetek susu setelah  kelaparan selama seharian. Di dalam mulutku, puting itu kukulum-kulum  dan kumainkan dengan lidahku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Mas Bob… geli… geli …,“ kata Ika kegelian.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku tidak perduli. Aku terus  mengulum-kulum puncak bukit payudara Ika. Putingnya terasa di lidahku  menjadi keras. Kemudian aku kembali melahap puncak bukit payudara itu  sebesar-besarnya. Apa yang masuk dalam mulutku kusedot sekuat-kuatnya.  Sementara payudara sebelah kanannya kuremas sekuat-kuatnya&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;dengan tanganku. Hal tersebut kulakukan  secara bergantian antara payudara kiri dan payudara kanan Ika. Sementara  kontholku semakin menekan dan menggesek-gesek dengan beriramanya di  kulit pahanya. Ika semakin menggelinjang-gelinjang dengan hebatnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Mas Bob… mas Bob… ngilu… ngilu… hihhh…  nakal sekali tangan dan mulutmu… Auw! Sssh… ngilu… ngilu…,” rintih Ika.  Rintihannya itu justru semakin mengipasi api nafsuku. Api nafsuku  semakin berkobar-kobar. Semakin ganas aku mengisap-isap dan  meremas-remas payudara montoknya. Sementara kontholku berdenyut-denyut  keenakan merasakan hangat dan licinnya paha Ika.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akhirnya aku tidak sabar lagi.  Kulepaskan payudara montok Ika dari gelutan mulut dan tanganku. Bibirku  kini berpindah menciumi dagu dan lehernya, sementara tanganku membimbing  kontholku untuk mencari liang memeknya. Kuputar-putarkan dahulu kepala  kontholku di kelebatan jembut di sekitar bibir memek Ika. Bulu-bulu  jembut itu bagaikan menggelitiki kepala kontholku. Kepala kontholku pun  kegelian. Geli tetapi enak.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Mas Bob… masukkan seluruhnya mas Bob…  masukkan seluruhnya… Mas Bob belum pernah merasakan memek Mbak Dina kan?  Mbak Dina orang kuno… tidak mau merasakan konthol sebelum nikah.  Padahal itu surga dunia… bagai terhempas langit ke langit ketujuh. mas  Bob…”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jan-jari tangan Ika yang lentik meraih batang kontholku yang sudah amat tegang. Pahanya yang mulus itu dia buka agak lebar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Edan… edan… kontholmu besar dan keras sekali, mas Bob…,” katanya sambil mengarahkan kepala kontholku ke lobang memeknya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sesaat kemudian kepala kontholku  menyentuh bibir memeknya yang sudah basah. Kemudian dengan  perlahan-lahan dan sambil kugetarkan, konthol kutekankan masuk ke liang  memek. Kini seluruh kepala kontholku pun terbenam di dalam memek. Daging  hangat berlendir kini terasa mengulum kepala kontholku dengan enaknya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku menghentikan gerak masuk kontholku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Mas Bob… teruskan masuk, Bob… Sssh…  enak… jangan berhenti sampai situ saja…,” Ika protes atas tindakanku.  Namun aku tidak perduli. Kubiarkan kontholku hanya masuk ke lobang  memeknya hanya sebatas kepalanya saja, namun kontholku kugetarkan dengan  amplituda kecil. Sementara bibir dan hidungku dengan ganasnya  menggeluti lehernya yang jenjang, lengan tangannya yang harum dan mulus,  dari ketiaknya yang bersih dari bulu ketiak. Ika  menggelinjang-gelinjang dengan tidak karuan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Sssh… sssh… enak… enak… geli… geli, mas Bob. Geli… Terus masuk, mas Bob…”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bibirku mengulum kulit lengan tangannya  dengan kuat-kuat. Sementara gerakan kukonsentrasikan pada pinggulku.  Dan… satu… dua… tiga! Kontholku kutusukkan sedalam-dalamnya ke dalam  memek Ika dengan sangat cepat dan kuatnya. Plak! Pangkal pahaku beradu  dengan pangkal pahanya yang mulus yang sedang dalam posisi agak membuka  dengan kerasnya. Sementara kulit batang kontholku bagaikan diplirit oleh  bibir dan daging lobang memeknya yang sudah basah dengan kuatnya sampai  menimbulkan bunyi: srrrt!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Auwww!” pekik Ika.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku diam sesaat, membiarkan kontholku tertanam seluruhnya di dalam memek Ika tanpa bergerak sedikit pun.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Sakit mas Bob… Nakal sekali kamu… nakal sekali kamu….” kata Ika sambil tangannya meremas punggungku dengan kerasnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku pun mulai menggerakkan kontholku  keluar-masuk memek Ika. Aku tidak tahu, apakah kontholku yang berukuran  panjang dan besar ataukah lubang memek Ika yang berukuran kecil. Yang  saya tahu, seluruh bagian kontholku yang masuk memeknya serasa  dipijit-pijit dinding lobang memeknya dengan agak kuatnya. Pijitan  dinding memek itu memberi rasa hangat dan nikmat pada batang kontholku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Bagaimana Ika, sakit?” tanyaku&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Sssh… enak sekali… enak sekali…  Barangmu besar dan panjang sekali… sampai-sampai menyumpal penuh seluruh  penjuru lobang memekku…,” jawab Ika.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku terus memompa memek Ika dengan  kontholku perlahan-lahan. Payudara kenyalnya yang menempel di dadaku  ikut terpilin-pilin oleh dadaku akibat gerakan memompa tadi. Kedua  putingnya yang sudah mengeras seakan-akan mengkilik-kilik dadaku yang  bidang. Kehangatan payudaranya yang montok itu mulai terasa mengalir ke  dadaku. Kontholku serasa diremas-remas dengan berirama oleh otot-otot  memeknya sejalan dengan genjotanku tersebut. Terasa hangat dan enak  sekali. Sementara setiap kali menusuk masuk kepala kontholku menyentuh  suatu daging hangat di dalam memek Ika. Sentuhan tersebut serasa  menggelitiki kepala konthol sehingga aku merasa sedikit kegelian.  Geli-geli nikmat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kemudian aku mengambil kedua kakinya  yang kuning langsat mulus dan mengangkatnya. Sambil menjaga agar  kontholku tidak tercabut dari lobang memeknya, aku mengambil posisi agak  jongkok. Betis kanan Ika kutumpangkan di atas bahuku, sementara betis  kirinya kudekatkan ke wajahku. Sambil terus mengocok memeknya perlahan  dengan kontholku, betis kirinya yang amat indah itu kuciumi dan kukecupi  dengan gemasnya. Setelah puas dengan betis kiri, ganti betis kanannya  yang kuciumi dan kugeluti, sementara betis kirinya kutumpangkan ke atas  bahuku. Begitu hal tersebut kulakukan beberapa kali secara bergantian,  sambil mempertahankan rasa nikmat di kontholku dengan mempertahankan  gerakan maju-mundur perlahannya di memek Ika.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah puas dengan cara tersebut, aku  meletakkan kedua betisnya di bahuku, sementara kedua telapak tanganku  meraup kedua belah payudaranya. Masih dengan kocokan konthol perlahan di  memeknya, tanganku meremas-remas payudara montok Ika. Kedua gumpalan  daging kenyal itu kuremas kuat-kuat secara berirama. Kadang kedua  putingnya kugencet dan kupelintir-pelintir secara perlahan. Puting itu  semakin mengeras, dan bukit payudara itu semakin terasa kenyal di  telapak tanganku. Ika pun merintih-rintih keenakan. Matanya merem-melek,  dan alisnya mengimbanginya dengan sedikit gerakan tarikan ke atas dan  ke bawah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Ah… mas Bob, geli… geli… Tobat… tobat…  Ngilu mas Bob, ngilu… Sssh… sssh… terus mas Bob, terus…. Edan… edan…  kontholmu membuat memekku merasa enak sekali… Nanti jangan disemprotkan  di luar memek, mas Bob. Nyemprot di dalam saja… aku sedang tidak subur…”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku mulai mempercepat gerakan masuk-keluar kontholku di memek Ika.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Ah-ah-ah… benar, mas Bob. benar… yang cepat… Terus mas Bob, terus…”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku bagaikan diberi spirit oleh  rintihan-rintihan Ika. tenagaku menjadi berlipat ganda. Kutingkatkan  kecepatan keluar-masuk kontholku di memek Ika. Terus dan terus. Seluruh  bagian kontholku serasa diremas­-remas dengan cepatnya oleh  daging-daging hangat di dalam memek Ika. Mata Ika menjadi merem-melek  dengan cepat dan indahnya. Begitu juga diriku, mataku pun merem-melek  dan mendesis-desis karena merasa keenakan yang luar biasa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Sssh… sssh… Ika… enak sekali… enak sekali memekmu… enak sekali memekmu…”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Ya mas Bob, aku juga merasa enak sekali… terusss… terus mas Bob, terusss…”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku meningkatkan lagi kecepatan  keluar-masuk kontholku pada memeknya. Kontholku terasa bagai  diremas-remas dengan tidak karu-karuan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Mas Bob… mas Bob… edan mas Bob, edan… sssh… sssh… Terus… terus… Saya hampir keluar nih mas Bob…&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;sedikit lagi… kita keluar sama-sama ya Booob…,” Ika jadi mengoceh tanpa kendali.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku mengayuh terus. Aku belum merasa mau  keluar. Namun aku harus membuatnya keluar duluan. Biar perempuan Sunda  yang molek satu ini tahu bahwa lelaki Jawa itu perkasa. Biar dia  mengakui kejantanan orang Jawa yang bernama mas Bobby. Sementara  kontholku merasakan daging-daging hangat di dalam memek Ika bagaikan  berdenyut dengan hebatnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Mas Bob… mas Bobby… mas Bobby…,” rintih  Ika. Telapak tangannya memegang kedua lengan tanganku seolah mencari  pegangan di batang pohon karena takut jatuh ke bawah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;lbarat pembalap, aku mengayuh sepeda  balapku dengan semakin cepatnya. Bedanya, dibandingkan dengan pembalap  aku lebih beruntung. Di dalam “mengayuh sepeda” aku merasakan keenakan  yang luar biasa di sekujur kontholku. Sepedaku pun mempunyai daya tarik  tersendiri karena mengeluarkan rintihan-rintihan keenakan yang tiada  terkira.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Mas Bob… ah-ah-ah-ah-ah… Enak mas Bob,  enak… Ah-ah-ah-ah-ah… Mau keluar mas Bob… mau keluar… ah-ah-ah-ah-ah…  sekarang ke-ke-ke…”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tiba-tiba kurasakan kontholku dijepit  oleh dinding memek Ika dengan sangat kuatnya. Di dalam memek, kontholku  merasa disemprot oleh cairan yang keluar dari memek Ika dengan cukup  derasnya. Dan telapak tangan Ika meremas lengan tanganku dengan sangat  kuatnya. Mulut sensual Ika pun berteriak tanpa kendali:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“…keluarrr…!”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mata Ika membeliak-beliak. Sekejap tubuh Ika kurasakan mengejang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku pun menghentikan genjotanku.  Kontholku yang tegang luar biasa kubiarkan diam tertanam dalam memek  Ika. Kontholku merasa hangat luar biasa karena terkena semprotan cairan  memek Ika. Kulihat mata Ika kemudian memejam beberapa saat dalam  menikmati puncak orgasmenya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah sekitar satu menit berlangsung,  remasan tangannya pada lenganku perlahan-lahan mengendur. Kelopak  matanya pun membuka, memandangi wajahku. Sementara jepitan dinding  memeknya pada kontholku berangsur-angsur melemah. walaupun kontholku  masih tegang dan keras. Kedua kaki Ika lalu kuletakkan kembali di atas  kasur dengan posisi agak membuka. Aku kembali menindih tubuh telanjang  Ika dengan mempertahankan agar kontholku yang tertanam di dalam memeknya  tidak tercabut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Mas Bob… kamu luar biasa… kamu  membawaku ke langit ke tujuh,” kata Ika dengan mimik wajah penuh  kepuasan. “Kak Dai dan pacar-pacarku yang dulu tidak pernah membuat aku  ke puncak orgasme seperti ml. Sejak Mbak Dina tinggal di sini, Ika suka  membenarkan mas Bob saat berhubungan dengan Kak Dai.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku senang mendengar pengakuan Ika itu.  berarti selama aku tidak bertepuk sebelah tangan. Aku selalu  membayangkan kemolekan tubuh Ika dalam masturbasiku, sementara dia juga  membayangkan kugeluti&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;dalam onaninya. Bagiku. Dina bagus  dijadikan istri dan ibu anak-anakku kelak, namun tidak dapat dipungkiri  bahwa tubuh aduhai Ika enak digeluti dan digenjot dengan penuh nafsu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Mas Bob… kamu seperti yang kubayangkan.  Kamu jantan… kamu perkasa… dan kamu berhasil membawaku ke puncak  orgasme. Luar biasa nikmatnya…”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku bangga mendengar ucapan Ika. Dadaku  serasa mengembang. Dan bagai anak kecil yang suka pujian, aku ingin  menunjukkan bahwa aku lebih perkasa dari dugaannya. Perempuan Sunda ini  harus kewalahan menghadapi genjotanku. Perempuan Sunda ini harus  mengakui kejantanan dan keperkasaanku. Kebetulan aku saat ini baru  setengah perjalanan pendakianku di saat Ika sudah mencapai orgasmenya.  Kontolku masih tegang di dalam memeknya. Kontolku masih besar dan keras,  yang haruss menyemprotkan pelurunya agar kepalaku tidak pusing.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku kembali mendekap tubuh mulus Ika,  yang di bawah sinar lampu kuning kulit tubuhnya tampak sangat mulus dan  licin. Kontholku mulai bergerak keluar-masuk lagi di memek Ika, namun  masih dengan gerakan perlahan. Dinding memek Ika secara berargsur-angsur  terasa mulai meremas-remas kontholku. Terasa hangat dan enak. Namun  sekarang gerakan kontholku lebih lancar dibandingkan dengan tadi. Pasti  karena adanya cairan orgasme yang disemprotkan oleh memek Ika beberapa  saat yang lalu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Ahhh… mas Bob… kau langsung memulainya  lagi… Sekarang giliranmu… semprotkan air manimu ke dinding-dinding  memekku… Sssh…,” Ika mulai mendesis-desis lagi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bibirku mulai memagut bibir merekah Ika  yang amat sensual itu dan melumat-lumatnya dengan gemasnya. Sementara  tangan kiriku ikut menyangga berat badanku, tangan kananku meremas-remas  payudara montok Ika serta memijit-mijit putingnya, sesuai dengan mama  gerak maju-mundur kontholku di memeknya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Sssh… sssh… sssh… enak mas Bob, enak…  Terus… teruss… terusss…,” desis bibir Ika di saat berhasil melepaskannya  dari serbuan bibirku. Desisan itu bagaikan mengipasi gelora api  birahiku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sambil kembali melumat bibir Ika dengan  kuatnya, aku mempercepat genjotan kontholku di memeknya. Pengaruh adanya  cairan di dalam memek Ika, keluar-masuknya konthol pun diiringi oleh  suara, “srrt-srret srrrt-srrret srrt-srret…” Mulut Ika di saat terbebas  dari lumatan bibirku tidak henti-hentinya mengeluarkan rintih  kenikmatan,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Mas Bob… ah… mas Bob… ah… mas Bob… hhb… mas Bob… ahh…”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kontholku semakin tegang. Kulepaskan  tangan kananku dari payudaranya. Kedua tanganku kini dari ketiak Ika  menyusup ke bawah dan memeluk punggung mulusnya. Tangan Ika pun memeluk  punggungku dan mengusap-usapnya. Aku pun memulai serangan dahsyatku.  Keluar-masuknya kontholku ke dalam memek Ika sekarang berlangsung dengan  cepat dan berirama. Setiap kali masuk, konthol kuhunjamkan keras-keras  agar menusuk memek Ika sedalam-dalamnya. Dalam perjalanannya, batang  kontholku bagai diremas dan dihentakkan kuat-kuat oleh dinding memek  Ika. Sampai di langkah terdalam, mata Ika membeliak sambil bibirnya  mengeluarkan seruan tertahan, “Ak!” Sementara daging pangkal pahaku  bagaikan menampar daging pangkal pahanya sampai berbunyi: plak! Di saat  bergerak keluar memek, konthol kujaga agar kepalanya yang mengenakan  helm tetap tertanam di lobang memek. Remasan dinding memek pada batang  kontholku pada gerak keluar ini sedikit lebih lemah dibanding dengan  gerak masuknya. Bibir memek yang mengulum batang kontholku pun sedikit  ikut tertarik keluar, seolah tidak rela bila sampai ditinggal keluar  oleh batang kontholku. Pada gerak keluar ini Bibir Ika mendesah, “Hhh…”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku terus menggenjot memek Ika dengan  gerakan cepat dan menghentak-hentak. Remasan yang luar biasa kuat,  hangat, dan enak sekali bekerja di kontholku. Tangan Ika meremas  punggungku kuat-kuat di saat kontholku kuhunjam masuk sejauh-jauhnya ke  lobang memeknya. beradunya daging pangkal paha menimbulkan suara: Plak!  Plak! Plak! Plak! Pergeseran antara kontholku dan memek Ika menimbulkan  bunyi srottt-srrrt… srottt-srrrt… srottt-srrrtt… Kedua nada tersebut  diperdahsyat oleh pekikan-pekikan kecil yang merdu yang keluar dari  bibir Ika:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Ak! Uhh… Ak! Hhh… Ak! Hhh…”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kontholku terasa empot-empotan luar  biasa. Rasa hangat, geli, dan enak yang tiada tara membuatku tidak kuasa  menahan pekikan-pekikan kecil:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“lka… Ika… edan… edan… Enak sekali Ika… Memekmu enak sekali… Memekmu hangat sekali… edan… jepitan memekmu enak sekali…”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Mas Bob… mas Bob… terus mas Bob   rintih Ika, “enak mas Bob… enaaak… Ak! Ak! Ak! Hhh… Ak! Hhh… Ak! Hhh…”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tiba-tiba rasa gatal menyelimuti segenap  penjuru kontholku. Gatal yang enak sekali. Aku pun mengocokkan  kontholku ke memeknya dengan semakin cepat dan kerasnya. Setiap masuk ke  dalam, kontholku berusaha menusuk lebih dalam lagi dan lebih cepat lagi  dibandingkan langkah masuk sebelumnya. Rasa gatal dan rasa enak yang  luar biasa di konthol pun semakin menghebat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Ika… aku… aku…” Karena menahan rasa  nikmat dan gatal yang luar biasa aku tidak mampu menyelesaikan ucapanku  yang memang sudah terbata-bata itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Mas Bob… mas Bob… mas Bob! Ak-ak-ak… Aku mau keluar lagi… Ak-ak-ak… aku ke-ke-ke…”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tiba-tiba kontholku mengejang dan  berdenyut dengan amat dahsyatnya. Aku tidak mampu lagi menahan rasa  gatal yang sudah mencapai puncaknya. Namun pada saat itu juga tiba-tiba  dinding memek Ika mencekik kuat sekali. Dengan cekikan yang kuat dan  enak sekali itu. aku tidak mampu lagi menahan jebolnya bendungan dalam  alat kelaminku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pruttt! Pruttt! Pruttt! Kepala kontholku  terasa disemprot cairan memek Ika, bersamaan dengan pekikan Ika,  “…keluarrrr…!” Tubuh Ika mengejang dengan mata membeliak-beliak.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Ika…!” aku melenguh keras-keras sambil  merengkuh tubuh Ika sekuat-kuatnya, seolah aku sedang berusaha  rnenemukkan tulang-tulang punggungnya dalam kegemasan. Wajahku  kubenamkan kuat-kuat di lehernya yang jenjang. Cairan spermaku pun tak  terbendung lagi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Crottt! Crott! Croat! Spermaku  bersemburan dengan derasnya, menyemprot dinding memek Ika yang terdalam.  Kontholku yang terbenam semua di dalam kehangatan memek Ika terasa  berdenyut-denyut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa saat lamanya aku dan Ika  terdiam dalam keadaan berpelukan erat sekali, sampai-sampai dari alat  kemaluan, perut, hingga ke payudaranya seolah terpateri erat dengan  tubuh depanku. Aku menghabiskan sisa-sisa sperma dalam kontholku. Cret!  Cret! Cret! Kontholku menyemprotkan lagi air mani yang masih tersisa ke  dalam memek Ika. Kali ini semprotannya lebih lemah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perlahan-lahan tubuh Ika dan tubuhku pun  mengendur kembali. Aku kemudian menciumi leher mulus Ika dengan  lembutnya, sementara tangan Ika mengusap-usap punggungku dan  mengelus-elus rambut kepalaku. Aku merasa puas sekali berhasil bermain  seks dengan Ika. Pertama kali aku bermain seks, bidadari lawan mainku  adalah perempuan Sunda yang bertubuh kenyal, berkulit kuning langsat  mulus, berpayudara besar dan padat, berpinggang ramping, dan berpinggul  besar serta aduhai. Tidak rugi air maniku diperas habis-habisan pada  pengalaman pertama ini oleh orang semolek Ika.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Mas Bob… terima kasih mas Bob. Puas sekali saya. indah sekali… sungguh… enak sekali,” kata Ika lirih.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku tidak memberi kata tanggapan.  Sebagai jawaban, bibirnya yang indah itu kukecup mesra. Dalam keadaan  tetap telanjang, kami berdekapan erat di atas tempat tidur pacarku. Dia  meletakkan kepalanya di atas dadaku yang bidang, sedang tangannya  melingkar ke badanku. Baru ketika jam dinding menunjukkan pukul 22:00,  aku dan Ika berpakaian kembali. Ika sudah tahu kebiasaanku dalam  mengapeli Dina, bahwa pukul 22:00 aku pulang ke tempat kost-ku sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebelum keluar kamar, aku mendekap erat tubuh Ika dan melumat-lumat bibirnya beberapa saat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Mas Bob… kapan-kapan kita mengulangi  lagi ya mas Bob… Jangan khawatir, kita tanpa Ikatan. Ika akan selalu  merahasiakan hal ini kepada siapapun, termasuk ke Kak Dai dan Mbak Dina.  Ika puas sekali bercumbu dengan mas Bob,” begitu kata Ika.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku pun mengangguk tanda setuju. Siapa  sih yang tidak mau diberi kenikmatan secara gratis dan tanpa ikatan?  Akhirnya dia keluar dari kamar dan kembali masuk ke rumahnya lewat pintu  samping. Lima menit kemudian aku baru pulang ke tempat kost-ku.&lt;/div&gt;</description><link>http://masa--puber.blogspot.com/2011/12/ika-gadis-bandung-yang-genit-dan-seksi.html</link><author>noreply@blogger.com (masa puber)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3726145345379689667.post-508002067399094245</guid><pubDate>Tue, 06 Dec 2011 22:17:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-12-08T07:39:44.830+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Cerita Dewasa</category><title>Cerita Dewasa - Pesta Sex Siswa SMU</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Pesta Sex&lt;/b&gt;  – Sebelum kuceritakan pengalaman seks ku ini, aku minta maaf bila ada  kata-kata dariku yang kurang tepat, jadi aku mohon maaf yah. Aku adalah  seorang mahasiswa dari sebuah perguruan tinggi swasta di Bandung. Pada  saat aku &lt;a href="http://masa--puber.blogspot.com/"&gt;SMU&lt;/a&gt;, aku dikenal sebagai lelaki yang “abuy” (anak buaya),  memang sih kata cewek-cewek atau mantan-mantan pacarku, saya tipe cowok  yang romantis, dengan body &lt;a href="http://masa--puber.blogspot.com/"&gt;seksi&lt;/a&gt; dan atletis.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada waktu aku kelas 3 SMU menjelang  Ebtanas, aku belajar bersama teman wanita yang bernama Vonny dan Nadya,  ketika itu aku berlajar bersama, dan tidak sedikit pun aku berpikir  untuk bermacam-macam dengan mereka berdua. Memang sih banyak cowok-cowok  yang “sirik” padaku, karena aku bisa dekat dengan mereka berdua, yang  termasuk seleb di sekolah **** (edited) di kotaku, yang penting itu  sekolah swasta terkenal di Bandung. Pada waktu itu acara belajar itu  dilakukan oleh kami bertiga di rumah Vonny. Pada waktu itu jam  menunjukkan sekitar pukul 18:00, ketika aku sedang dalam perjalanan  menuju rumah Vonny. Hujan turun deras sekali, dan mengakibatkan aku  terpaksa berhenti untuk menunggu hujan tersebut (maklum ketika itu aku  memakai motor). Tapi apa boleh buat, karena aku sudah mempunyai janji  dengan mereka berdua untuk belajar bersama, yah.. aku berani berkorban  meski hujan itu belum reda.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan akhirnya aku pun sampai di rumah  Vonny dengan basah kuyup. Tiba-tiba Vonny keluar dari rumahnya karena  mendengar suara motorku, maklum ketika itu aku memakai motor NSR yang  cukup berisik untuk didengar. Tiba-tiba pun Vonny menghampiriku untuk  membukakan pagar, agaraku bisa masuk, dan secara otomatis Vonny pun  menjadi basah kuyup, dan terlihatlah olehku pemandangan yang  menggiurkan. &lt;a href="http://masa--puber.blogspot.com/"&gt;BH-nya&lt;/a&gt; yang terlihat jelas olehku, dan kuperkirakan  ukurannya cukup besar (36B) dan dia waktu itu memakai BH berwarna hitam,  jadi terlihat jelas olehku. Setelah itu aku pun masuk ke rumahnya, dan  permisi ke Vonny untuk ke toilet untuk membersihkan badanku akibat hujan  tadi. Ketika aku mandi terdengar Vonny mengetuk pintu dan memanggilku  untuk memberikan handuk, aku pun membuka pintu dan mengambil handuk  tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah selesai mandi aku keluar dengan  hanya memakai handuk saja. Aku mencari Vonny untuk meminjam pakaian  kakaknya yang kebetulan sedang di luar kota. Aku melihat-lihat rumahnya,  dan kurasakan tidak ada satu orang pun di rumahnya. Cuek saja, aku  pikir. Dan aku pun dikagetkan oleh suara seseorang yang memanggilku,  ketika kulihat, dia adalah Nadya, yang entah kapan datangnya. Kemudian  dia memberikan baju kepadaku, aku sempat kaget dibuatnya, karena aku  tidak tahu dia kapan datangnya. Aku pun kembali ke kamar mandi untuk  memakai baju ini. Dan ketika aku sedang ganti baju, tiba-tiba Vonny  masuk, dan terkejut sekali karena menduga aku sudah tidak ada di dalam  (maklum pintu kamar mandi lupa saya kunci). Vonny berkata dengan wajah  panik, “Sorry yah Yon,” dan dia langsung beranjak keluar dan aku pun  melanjutkan memakai pakaian itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah selesai, aku pun beranjak dari  situ. Aku keluar ke arah ruang tamu dan melihat mereka sedang  bersiap-siap untuk memulai belajar bersama. Aku sempat melihat wajah  Vonny yang sedikit canggung. Setelah itu aku duduk dan mengeluarkan buku  yang telah kubawa. Setelah beberapalama belajar, entah apa yang  merasuki otakku ini sehingga membuat si “Joni” berdiri. Pada saat itu  Vonny minta maaf padaku atas kejadian tadi, dan dengan berbisik dia agar  tidak memberitahu pada siapapun juga, aku pun mengiyakannya. Ketika itu  Nadya mengajak untuk menonton &lt;a href="http://masa--puber.blogspot.com/"&gt;VCD&lt;/a&gt; yang baru dipinjamnya untuk melepas  suntuk dalam belajar, dan kami pun menuju kamar Vonny. Kami bertiga pun  mulai menonton film tersebut. Setelah beberapa lama kami menonton,  terlihatlah suatu adegan yang “hot”, kami betiga hanya diam saja, sambil  berpandang-pandangan. Aku melihat Nadya yang sudah mulai kegelisahan,  mungkin karena melihat adegan tersebut, dan terlihat Vonny yang dari  tadi diam saja, tetapi dia seperti mulai terangsang oleh adegan  tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku pun melirik ke arah Vonny, dan tanpa  dia sadari dia mengusap-ngusap ke arah kemaluannya, dan sedikit-sedikit  berdesah kecil, “Sshh.. ahh..” hal ini membuat si “Joni” beranjak dari  tempatnya. Timbul hatiku untuk mengerjai mereka berdua. Aku menggeserkan  posisi dudukku ini untuk mendekatkan ke mereka berdua. Aku pun  memberanikan diri untuk mengelus-elus pahanya yang montok dan putih  mulus itu. Dia pun hanya diam saja, seakan akan menikmati elusan itu.  Nadya melihat dan ikut terangsang juga, ketika itu Nadya nekad untuk  mendekat padaku, dan tiba-tiba dia mengecup bibirku dengan hangat, dan  aku pun membalas dengan manis ciumannya.&lt;a href="http://masa--puber.blogspot.com/"&gt; Ciumannya&lt;/a&gt; yang sangat lembut  itu membuatku semakin membabi buta. Aku pun meremas dada Nadya yang  masih terbungkus oleh BH, dan Nadya pun sangat menikmatinya. Tiba-tiba  aku mendengar desahan dari Vonny, “Ssshh.. ahh.. puaskan aku malam ini,  Yon.. pleassee, aku udah nggak tahannich.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku menyuruh mereka membuka pakaiannya  satu persatu. Mereka pun dengan cepat membuka pakaiannya. Lalu Nadya  melucuti pakaianku, dan ketika membuka celanaku mereka terbelalak,  karena melihat punyaku itu yang cukup besar (18 cm). Dengan cepat Vonny  melahap penisku yang sudah tegang dari tadi. Saat Vonny melahap penisku  itu, aku terus menjilati puting susu Nadya yang sudah mulai mengeras,  dan Nadya menggelinjang keenakan. Saat itu aku menyuruh Nadya untuk  terlentang di &lt;a href="http://masa--puber.blogspot.com/"&gt;ranjang&lt;/a&gt;, kini aku mulai menjilati &lt;a href="http://masa--puber.blogspot.com/"&gt;kemaluannya&lt;/a&gt; yang sudah  mengeluarkan bau yang harum dari kemaluannya. Aku terus menjilatinya  dengan buas, dengan sedikit-sedikit aku mengocok-ngocok dengan jariku,  dan dia pun menikmatinya. Dia menyuruhku untuk memasukkannya ke  vaginanya, “Ayo Yonn, masukin dong itunya, aku udah nggak sabaran  nunggunya,” aku berkata, “Iya sayang, sabar yah..” tiba-tiba Vonny  melepaskan kemaluanku itu dari dalam mulutnya dan membimbing batanganku  itu masuk ke dalam liang milik Nadya yang sudah basah sejak tadi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Bless.. bless.. bless” batanganku pun  masuk setengahnya, dan aku menggoyangkan maju-mundur secara  perlahan-lahan dengan bantuan Vonny yang terus memelukku dan menciumku  itu. Tiba-tiba Nadya menjerit kesakitan karena batang kemaluanku itu  terlalu besar untuk masuk ke dalam liang senggama miliknya. Aku terus  berusaha, dan akhirnya batangku itu pun berhasil amblas semuanya di  dalam, dan terasa olehku cairan hangat yang keluar dari kemaluan Nadya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Ahh.. ahh.. ah.. Nadya..”&lt;br /&gt;
Setalah 20 menit aku melakukannya bersama Nadya, sekarang giliran Vonny  yang sudah tak tahandengan horny-nya itu. Aku pun mulai memasukkan ke &lt;a href="http://masa--puber.blogspot.com/"&gt;liang Vonny&lt;/a&gt; yang sangat menggodaitu, “Bless.. bless..” amblaslah sudah  batanganku itu di dalamnya. “Ah ah ah..” desahnya. Aku merasakan dia  sudah akan orgasme, tapi memang benar dia mendesah, “Yonn.. aa.. kuu  maa.. uu.. keeluarr..” Lalu aku berkata, “Tahan yah say.. bentar lagi,  aku pun maukeluar nich..” Dan setelah beberapa lama dia pun orgasme, dan  mengeluarkan cairan hangat yang terasa olehku. Segera setalah itu aku  pun mempercepat goyanganku itu dan.. “Creett.. croott.. creett..” aku  memuntahkan seluruh maniku itu di mulut Vonny dan Nadya. Mereka berdua  sangat menikmatinya. Kami bertiga pun terkulai lemas di tempat tidur.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Vonny dan Nadya bekata kepadaku, “Thanks  yah sayang, aku belum pernah merasakan seperti ini Yon.. emang kamu  sangat hebat untuk melakukan hal ini,” aku pun bekata, “Iya sayang,”  sambil aku mengecup bibir mereka berdua. Karena hari sudah larut malam  aku pun bergegas untuk pulang dan pamit kepada mereka. Setelah kejadian  itu kami sering melakukannya, baik di rumah maupun di hotel. Sekian  cerita sex dariku ini. Bila anda berkesan, anda dapat berkenalan  denganku melalui e-mail. Terima kasih atas nilai yang anda berikan lewat  &lt;b&gt;&lt;a href="http://masa--puber.blogspot.com/" title="cerita dewasa"&gt;cerita dewasa&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; ini.&lt;/div&gt;</description><link>http://masa--puber.blogspot.com/2011/12/cerita-dewasa-pesta-sex-siswa-smu.html</link><author>noreply@blogger.com (masa puber)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3726145345379689667.post-7896267183513458956</guid><pubDate>Tue, 06 Dec 2011 22:12:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-12-08T07:40:00.370+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Cerita Dewasa</category><title>Cerita Dewasa Sex Tukar Pasangan</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perlu diketahui bahwa saya termasuk pria  yang aneh atau punya kelainan seks. Coba bayangkan saja, sudah punya  istri yang cantik tapi masih merindukan &lt;a href="http://masa--puber.blogspot.com/" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;wanita dewasa&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; lain juga. Kurang ajarnya, &lt;a href="http://masa--puber.blogspot.com/" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;wanita dewasa&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;  itu adalah kakak ipar sendiri. Kalau dibanding-bandingkan maka jelas  istri saya memiliki beberapa kelebihan. Selain lebih muda dibanding  kakak iparku yg terliat dewasa, di mata saya istriku lebih cantik dan  manis. Postur tubuhnya lebih ramping dan berisi. Sedangkan kakak iparku  yang sudah punya dua anak itu badannya sedikit gemuk, tetapi kulitnya  lebih mulus. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Entah setan mana yang sering membuatku  mengkhayal berhubungan intim dengan dia. Perasaan itu sudah muncul  ketika saya masih berpacaran dengan adiknya. Semula saya mengira setelah  menikah dan punya anak perasaan itu akan hilang sendiri. Ternyata lima  tahun kemudian setelah punya anak berusia empat tahun, perasaan khusus  terhadap kakak ipar saya tidak menghilang. Bahkan terasa tambah  mendalam. Ketika menggauli istri saya seringkali tanpa sadar  membayangkan yang saya sebadani adalah kakak ipar, dan biasanya saya  akan mencapai puncak kenikmatan paling tinggi. Ketika bertemu saya  sering secara sembunyi-sembunyi menikmati lekuk-lekuk tubuhnya. Mulai  dari pinggulnya yang bulat besar hingga buah dadanya yang proporsional  dengan bentuk tubuhnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sesekali saya sukses mencuri lihat paha  atau belahan buah dadanya yang putih mulus. Jika sudah demikian maka  jantung akan berdetak sangat kencang. Nafsu saya menjadi begitu  bergelora. Pernah suatu ketika saya mengintip saat dia mandi di rumah  saya lewat lubang kunci pintu kamar mandi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun karena takut ketahuan istri dan  orang lain, itu saya lakukan tanpa konsentrasi sehingga tidak puas.  Keinginan untuk menikmati tubuh kakak ipar makin menguat. Namun saya  masih menganggap itu hanya angan-angan karena rasanya mustahil dia mau  suka rela berselingkuh dengan adik ipar sendiri. Namun entah kenapa di  lubuk hati yang paling dalam saya punya keyakinan mimpi gila-gilaan itu  akan kesampaian.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cuma saya belum tahu bagaimana cara  mewujudkan. Kalau pun suatu waktu itu terjadi saya tidak ingin prosesnya  terjadi melalui kekerasan atau paksaan. Saya ingin melakukan suka sama  suka, penuh kerelaan dan kesadaran, serta saling menikmati. Mungkin  setan telah menunjukkan jalannya ketika suatu hari istri saya bilang  kakaknya ingin meminjam &lt;a href="http://masa--puber.blogspot.com/" target="_blank"&gt;VCD porno&lt;/a&gt;. Kebetulan saya punya cukup banyak VCD  yang saya koleksi sejak masih bujangan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebelum berhubungan intim saya dan istri  biasa nonton VCD dulu untuk pemanasan meningkatkan gairah dan  rangsangan. ”Kenapa kakakmu tiba-tiba pengin nonton VCD gituan ?” tanya  saya pada istri saya. ”Nggak tahu.” ”Barangkali setelah sterilisasi  nafsunya gede,” komentar saya asal-asalan. Beberapa keping VCD pun saya  pinjamkan. Ini salah satu jalan untuk mencapai mimpi saya. Tetapi harus  sabar karena semua memerlukan proses dan waktu agak panjang. Setelah itu  secara rutin kakak ipar saya meminjam VCD porno. Rata-rata seminggu  sekali. ”Dia lihat sendiri atau sama suaminya ?” tanya saya. ”Ya sama  suaminya dong,” jawab istri saya. ”Kamu cerita sama dia ya sebelum main  kita nonton VCD biru ?” ”Iya …,” jawab istri saya malu-malu. ”Wah  rahasia kok diceritakan sama orang lain.” ”Kan sama saudara sendiri  nggak apa-apa.” ”Eh … kamu bilang sama dia, kapan-kapan kita nonton  bareng yuk …” ”Maksudmu ?” ”Ya dia dan suaminya nonton bareng sama  kita.” ”Huss … malu ah …” ”Kenapa malu ? Toh kita sama-sama suami istri  dan seks itu kan hal wajar dan normal …” Sampai di situ saya sengaja  tidak memperpanjang pembicaraan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya hanya bisa menunggu sambil berharap  mudah-mudahan saran itu benar-benar disampaikan kepada kakaknya.  Sebulan setelah itu kakak ipar dan suaminya berkunjung ke rumah kami dan  menginap. Istri saya mengatakan mereka memenuhi saran saya untuk nonton  VCD porno bersama-sama. Diam-diam saya bersorak dalam hati. Satu  langkah maju telah terjadi. Namun saya mengingatkan diri sendiri, harus  tetap sabar dan berhati-hati. Kalau tidak maka rencana bisa buyar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Malam itu setelah anak-anak tidur kami  nonton VCD porno bersama-sama. Saya lihat pada adegan-adegan yang hot  kakak ipar tampak terpesona. Tanpa sadar dia mendekati suaminya.  Beberapa VCD telah diputar. Tampak nafsu mereka sudah tak terkendali.  Saling mengelus dan meremas. Istri saya juga demikian. Sejak tadi  tangannya sudah menelusup di balik sarung saya memegangi senjata  kebanggaan saya. ”Mbak silakan pakai kamar belakang,” kata saya kepada  kakak ipar setelah melihat mereka kelihatan tak bisa menahan diri lagi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tanpa berkata sepatah pun kakak ipar  menarik tangan suaminya masuk kamar yang saya tunjukkan. ”Sekarang kita  gimana ?” tanya saya menggoda istri saya. ”Ya main dong …” Kami berdua  segera masuk kamar satunya lagi. Anak-anak kami kebetulan tidur di  lantai dua sehingga suara-suara birahi kami tak akan mengganggu tidur  mereka. Ketika saya berpacu dengan istri saya, di kamar belakang kakak  ipar dan suaminya juga melakukan hal serupa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jeritan dan erangan kenikmatan wanita  yang diam-diam saya rindukan itu kedengaran sampai telinga saya. Saya  pun jadi makin terangsang. Malam itu istri saya kembali saya bayangkan  sebagai kakak ipar. Saya bikin dia orgasme berkali-kali dalam permainan  seks yang panjang dan melelahkan tetapi sangat menyenangkan. Selanjutnya  kegiatan bersama itu kami lakukan rutin, minimal seminggu sekali.  Sesekali di rumah kakak ipar sebagai variasi. Dua keluarga tampak rukun,  meski diam-diam saya menyimpan suatu keinginan lain.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat anak-anak liburan sekolah saya  mengusulkan wisata bersama ke daerah pegunungan. Istri saya, kakak ipar  dan suaminya setuju. Tak lupa saya membawa beberapa VCD porno baru  pinjaman teman serta playernya. Setelah seharian bermain kesana-kemari  anak-anak kelelahan sehingga mereka cepat tertidur. Apalagi udaranya  dingin. Sedangkan kami orang tua menghabiskan malam untuk mengobrol  tentang banyak hal. ”Eh … dingin-dingin begini enaknya nonton lagi yuk,”  kata saya. ”Nonton apa ?” tanya suami kakak ipar. ”Biasa. VCD gituan.  Kebetulan saya punya beberapa VCD baru.” Mereka setuju.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kemudian kami berkumpul di kamar saya,  sedangkan anak-anak ditidurkan di kamar kakak ipar yang bersebelahan.  Jadilah di tengah udara dingin kami memanaskan diri dengan melihat  adegan-adegan persetubuhan yang panas beserta segala variasinya. Sampai  pada keping ketiga tampak kakak ipar sudah tak tahan lagi. Dia merapat  ke suaminya, berciuman. Istri saya terpengaruh.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wanita itu mulai meraba-raba  &lt;a href="http://masa--puber.blogspot.com/" target="_blank"&gt;selangkangan&lt;/a&gt; saya. Senjata kebanggaan saya sudah mengeras. ”Ayo kita  pindah ….” bisik istri saya. ”Husss .. pindah kemana. Di sebelah ada  anak-anak. Di sini saja.” Akhirnya kami bergulat di sofa. Tak risih  meski di tempat tidur tidak jauh dari kami kakak ipar dan suaminya juga  melakukan hal serupa. Bahkan mereka tampak sangat bergairah. Pakaian  kakak ipar sudah tak karuan lagi. Saya bisa melirik paha dan perutnya  putih mulus. Mereka berpagutan dengan ganas sehingga sprei tempat tidur  juga awut-awutan. Istri saya duduk mengangkangkan paha.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya tahu, ia minta &lt;a href="http://masa--puber.blogspot.com/" target="_blank"&gt;dioral&lt;/a&gt;. Mulut dan  lidah saya pun mulai mempermainkan perangkat kelaminnya tanpa melepas  celana dalam. ”Ohhhh … terus .. enakkkkkk, Mas ….” lenguh istri saya  merasa sangat nikmat. Sementara itu ekor mata saya melirik aksi kakak  ipar dan suaminya yang berkebalikan dengan saya dan istri. Kakak ipar  tampak amat bergairah mengaraoke penis suaminya. Saya pun melanjutkan  menggarap vagina dan wilayah sekitarnya milik istri saya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lidah saya makin dalam mempermainkan  lubang, mengisap-isap, dan sesekali menggigit &lt;a href="http://masa--puber.blogspot.com/" target="_blank"&gt;klitoris&lt;/a&gt;. ”Ooh … ahhhhh ….  ahhhh ……..” istri saya mengerang keras tanpa merasa malu meski di  dekatnya ada kakak kandungnya yang juga sedang bergulat dengan suaminya.  Satu demi satu saya lepas pakaiannya yang menghalangi. Pertama celana  dalamnya, lalu rok bawahnya. Lenguhan istri saya bersahut-sahutan dengan  erangan suami kakak ipar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa saat kemudian posisi berubah.  Istri saya gantian mengulum penis saya, sedangkan suami kakak ipar mulai  menggarap kelamin istrinya. Erangan saya pun berlomba dengan erangan  kakak ipar. Setengah jam kemudian saya mulai menusuk istri saya. Tak  lama disusul suami kakak ipar yang melakukan hal serupa terhadap  istrinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lenguhan dua perempuan kakak beradik  yang dilanda kenikmatan terdengar bergantian. ”Mas, batangmu enakkk  sekali ….”’ bisik istri saya. ”Lubangmu juga enak,” jawabku. Sembari  menaikturunkan pinggul tanganku meremas-remas &lt;a href="http://masa--puber.blogspot.com/" target="_blank"&gt;payudara&lt;/a&gt; istri saya yang  meski tidak terlalu besar tetapi padat dan tampak merangsang. Setelah  beberapa saat bertahan dalam posisi konvensional, lalu saya memutar  tubuh istri saya dan menyetubuhi dari belakang. Saya melirik ke tempat  tidur. Posisi kakak ipar berada di atas suaminya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Teriakan dan gerakan naik turunnya  sangat merangsang saya untuk merasakan betapa enaknya menyetubuhi kakak  ipar. Namun saya harus menunggu saat yang tepat.&lt;br /&gt;
Kira-kira ketika istri saya, kakak ipar dan suaminya sudah berada di  dekat puncak kenikmatannya, sehingga kesadarannya agak berkurang. Sambil  menggenjot istri saya dari belakang saya terus melirik mereka berdua.  Entah sudah berapa kali istri saya mencapai puncaknya, saya sudah tak  begitu memperhatikan lagi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;”Ayo kita ke tempat tidur,” bisik saya  pada istri saya. ”Kan dipakai …. ” Saya segera menggendong tubuhnya,  lalu menelentangkan di tempat tidur di samping kakaknya yang sedang  digarap suaminya. Mula-mula keduanya agak kaget atas kehadiran kami.  Tetapi kemudian kami mulai asyik dengan pasangan masing-masing. Tak  perduli dan tak malu. Malah suara-suara erotis di sebelah kami makin  meningkatkan gairah seksual.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di tengah-tengah nafsu yang menggelora  saya menggamit suami kakak ipar saya. Dia menoleh sambil menyeringai  menahan nikmat. ”Ssst … kita tukar ….” ”Hhhh …. ” dia terbengong tak  paham. Lalu saya mengambil keputusan. Penis saya cabut dari vagina istri  saya, kemudian bergeser mendekati kakak ipar saya yang masih  merem-melek menikmati tusukan suaminya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;”Mas sama istri saya, saya gantian  dengan Mbak …,” kata saya. Tanpa memedulikan kebengongannya saya  langsung memeluk tibuh mulus kakak ipar yang sudah sekian lama saya  rindukan. Saya ciumi lehernya, pipinya, bibirnya, dan saya kulum puting  susunya yang mengeras. Mula-mula kakak ipar saya kaget dan hendak  memberontak. Tapi mulutnya segera saya tutup dengan bibir saya. Kemudian  penis saya masukkan pelan-pelan ke vaginanya yang telah basah kuyup.&lt;br /&gt;
Setelah itu saya melakukan gerakan memompa naik-turun sambil sesekali memutar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ternyata vaginanya masih sangat enak.  Untuk menambah gairah kedua payudaranya saya remas dan sesekali saya  gigit putingnya. ”Ohhh …. ahhhh ….. hhhhh … shhhh ….,” suaranya mulai  tak karuan menahan gempuran hebat saya. Di samping saya, suami kakak  ipar saya tampaknya juga tak mau kehilangan waktu percuma. Dia pun  &lt;a href="http://masa--puber.blogspot.com/" target="_blank"&gt;menyetubuhi&lt;/a&gt; istri saya dengan penuh semangat. Tak ada keraguan lagi.  Yang ada hanya bagaimana menuntaskan nafsu yang sudah memuncak di  ubun-ubun.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya merasakan kenikmatan yang luar  biasa. Impian menggauli kakak ipar kesampaian sudah. Hampir satu jam  kami bertempur dengan berbagai gaya. Mulai konvensional, miring, hingga  menungging. Suami kakak ipar saya lebih dulu menyelesaikan permainannya.  Beberapa menit kemudian saya menyusul dengan menyemprotkan begitu  banyak sperma ke dalam vagina kakak ipar saya. Rasanya belum pernah saya  mengeluarkan begitu banyak sperma sebagaimana malam itu. Kakak ipar pun  tampak melenguh puas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://masa--puber.blogspot.com/" target="_blank"&gt;Vaginanya&lt;/a&gt; menjempit penis saya cukup  lama. Setelah peristiwa malam itu, kami menjadi terbiasa mengadakan  hubungan seks bersama-sama dan bisa ditebak akhirnya kami bergantian  pasangan secara sukarela. Tak ada paksaan sama sekali.&lt;/div&gt;</description><link>http://masa--puber.blogspot.com/2011/12/cerita-dewasa-sex-tukar-pasangan.html</link><author>noreply@blogger.com (masa puber)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3726145345379689667.post-7008398734655433629</guid><pubDate>Tue, 06 Dec 2011 21:46:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-12-08T07:40:14.968+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Cerita Dewasa</category><title>Cerita Mesum dewasa – Mesum Dengan Pembantu</title><description>Kali ini &lt;a href="http://masa--puber.blogspot.com/" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;Tim Kreatif Masa Puber&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; akan memberikan anda sebuah &lt;a href="http://masa--puber.blogspot.com/2011/12/cerita-mesum-dewasa-mesum-dengan.html"&gt;&lt;b&gt;cerita mesum dewasa&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; yang mengisahkan antara majikan dengan seorang pembantu rumah tangga, dan ini tidak kalah serunya dengan &lt;a href="http://masa--puber.blogspot.com/2011/12/cerita-mesum-dewasa-mesum-dengan.html" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;cerita panas sedarah&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; yang sudah saya tuliskan beberapa hari yang lalu. Dan mungkin juga cerita mesum &lt;a href="http://masa--puber.blogspot.com/" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;dewasa&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; termasuk sebuah cerita yang sangat fantastis sekali untuk anda baca.&lt;br /&gt;
Banyak sekali &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;cerita mesum dewasa&lt;/span&gt;  yang bisa anda adapatkan dari berbagai macam situs dewasa, hanya saja  ceritanya selalu monoton tidak ubahnya dengan cari mesum yang lainnya.  Nah pembaca langsung saja akan saya berikan cerita mesum yang saya  maksutkan tadi seperti dibawah ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama kenalkan nama saya Sebastian (nama samaran), saya bekerja di  salah satu perusahaan swasta di ibukota Jawa Tengah. Usia saya 27 tahun  dan belum menikah. Sejak membaca artikel yang ada di 17tahun.com, saya  tertarik untuk membagi pengalaman saya dengan pembaca yang lain. Tentang  wanita yang saya sukai, saya lebih menyukai orang Indonesia asli dan  bahkan saya sering mengamati pembantu- pembantu yang ada di sekitar  rumah saya tinggal dan juga wanita-wanita yang usianya lebih tua dari  saya.&lt;br /&gt;
Kisah ini berawal 6 atau 7 bulan yang lalu, saat itu saya bermaksud  menjemput pacar saya di rumahnya, namun sesampainya di rumahnya ternyata  kosong, hanya ada pembantu bernama S yang ada di rumah. S yang berusia  jauh lebih tua dari saya ini bertubuh kecil, hitam, berparas cantik dan  mempunyai bentuk payudara yang menarik (walaupun kecil tapi bentuknya  tegak ke depan).&lt;br /&gt;
Saat itu saya menunggu pacar saya pulang dari kerjanya, kemudian S  minta tolong saya untuk mengangkat meja ke ruangan sebelahnya bersama  dengannya. Untuk mengangkat tentunya kami harus membungkuk, dan pada  saat itu S yang menggunakan pakaian batik membungkuk untuk mengangkat  meja tersebut di hadapan saya. Saat itulah saya menyaksikan dua bukit  kembar yang bergantungan di dalam BH berwarna hitam. Secara refleks,  ‘adik’ saya langsung bangkit dan saya terus memperhatikan pemandangan  tersebut sampai akhirnya S menyadari bahwa saya sedang memandangi  payudaranya. Secara refleks S langsung menutup pakaiannya itu dan  tersipu malu. Saya bersikap pura- pura tidak mengetahui kejadian  tersebut.&lt;br /&gt;
Itulah awal dari cerita ini. Sejak saat itu apabila ada kesempatan S  memperlihatkan payudaranya di depan saya, entah waktu dia sedang  mengepel lantai atau sedang membungkuk selalu dengan secara sengaja dia  memperlihatkannya di depan mata saya. Dalam pikiran saya sudah  berkecamuk pikiran untuk dapat meremas payudara tersebut, namun kemudian  rasa khawatir muncul lagi karena dia adalah pembantu yang bekerja di  tempat pacar saya, bagaimana nanti kalau sampai ketahuan?&lt;br /&gt;
Persisnya, hari Sabtu bulan Oktober saya ke rumah pacar saya lagi  untuk mengambil barang yang tertinggal di sana (pada waktu itu pacar  saya dan keluarganya sedang ke kota S untuk acara pernikahan keluarga).  Otomatis pada saat itu di rumah pacar saya hanya ada S seorang diri,  saya pun segera masuk ke ruangan di mana saya meninggalkan barang saya.  Kemudian saya bermaksud untuk segera pulang dan memanggil S untuk  membukakan pintu bagi saya. Namun setelah saya panggil berulang kali  tidak ada jawaban, saya beranikan diri untuk menuju kamarnya untuk  memanggil dia.&lt;br /&gt;
Pada saat saya sudah berada di depan kamar dan berusaha mengintip ke  dalam kamar, saya melihat dia sedang melepaskan baju atas yang  dipakainya sehingga hanya memakai &lt;a href="http://masa--puber.blogspot.com/2011/12/cerita-mesum-dewasa-mesum-dengan.html" target="_blank"&gt;BH&lt;/a&gt; warna hitam dan rok warna coklat. S  agak terkejut melihat saya sudah berada di depan kamarnya dan langsung  berusaha untuk menutupi bagian depan dari tubuhnya. Saya yang sudah  terlanjur di depan kamar pun tidak kalah kagetnya melihat S dengan  pakaian yang minim. Kami saling berpandangan dan tanpa dapat berkata  apa-apa satu sama lain.&lt;br /&gt;
Akhirnya saya beranikan untuk maju dan mencoba untuk menyentuh  payudaranya, ternyata S hanya diam saja, sehingga akhirnya saya peluk  dia dari belakang (bau tubuhnya sangat wangi karena kelihatannya S habis  mandi dan keramas). Kedua tangan saya secara otomatis terarah ke  payudaranya yang masih tertutup BH hitam, saya coba mengelusnya dan saya  berusaha memasukkan tangan saya ke dalam. Ternyata sesuai dugaan saya,  putingnya sudah mengeras dan memanjang. Saat saya pilin, S mengeluarkan  suara, “Ah.. ah.. ahh…” sehingga menimbulkan rangsangan yang hebat bagi  saya.&lt;br /&gt;
Saya terus memilin putingnya sambil menciumi tengkuknya dari  belakang. Adegan tersebut berlangsung selama kurang lebih 5 menit,  kemudian S melepaskan tangan saya dari payudaranya dan berbalik  menghadap saya, kaos yang saya pakai mula- mula dilepaskannya, kemudian  menyusul celana pendek yang saya pakai sehingga sekarang saya tinggal  menggunakan celana dalam saja dengan gundukan di tengah yang cukup  besar. Gundukan tersebut dielus dengan gerakan tangan yang sangat  merangsang sehingga rasanya penis saya sudah berdenyut-denyut.&lt;br /&gt;
Kemudian setelah puas dengan elusannya, S melepaskan celana dalam  saya dan berkata, “Untuk ukuranmu kontolmu cukup gede juga ya..”  sehingga tampaklah penis saya yang sudah tegang.&lt;br /&gt;
Dengan posisi berjongkok, S terus mengocok penis saya dan kemudian  memasukkan penis saya ke dalam mulutnya. Perasaan saya semakin berdebar-  debar, apalagi ditambah dengan kenikmatan kuluman penis saya di mulut  S. S masih terus mengulum penis saya dan kadang ditambah dengan meremas  payudaranya sendiri.&lt;br /&gt;
Setelah kurang lebih 10 menit, saya angkat dia sehingga sekarang  dalam posisi berdiri. Saya tidurkan dia di ranjang dan saya mulai  menciumi dia di wajahnya, kemudian dilanjutkan dengan berpagutan, lidah  kami saling memasuki mulut masing-masing, sehingga menambah gairah kami.  Kemudian ciuman mulai saya turunkan ke arah leher dan payudara. Melihat  puting yang tegak menghadap ke atas itu saya menjadi gemas dan segera  saya kulum dan saya gigit dengan pelan, S kelihatan sangat terangsang,  terlihat dari gerakan-gerakan dia yang mulai tidak teratur dan napasnya  yang tersengal- sengal.&lt;br /&gt;
Putingnya masih saya gigit sampai 5 menit kemudian, dan tangan kanan  saya mulai menuju ke bagian bawah. Rok yang masih digunakan saya minta  untuk dilepas sehingga sekarang tampaklah celana dalam warna hitam  dengan bentuk yang sangat kecil, sehingga menambah rangsangan bagi saya.  Tangan kiri saya masih sibuk memilin &lt;a href="http://masa--puber.blogspot.com/2011/12/cerita-mesum-dewasa-mesum-dengan.html" target="_blank"&gt;putingnya&lt;/a&gt;, sedangkan tangan kanan  saya mulai bergerilya ke bagian dalam celana dalamnya.&lt;br /&gt;
Begitu memasuki celana dalamnya, terasa ada rambut- rambut keriting  yang sudah sedikit basah, saya coba gosok- gosok terus bagian tersebut  sambil saya pilin putingnya.&lt;br /&gt;
S terus mendesah, “Ah… shh… shhh… enak sekali Mas..! Yang lebih cepat..!”&lt;br /&gt;
Saya tingkatkan gosokan tangan kanan saya di vaginanya.&lt;br /&gt;
Dan setelah beberapa saat saya berhenti, S yang kelihatannya hampir  orgasme melihat saya dengan wajah kecewa. Tapi kemudian saya segera  mengangsurkan mulut saya ke &lt;a href="http://masa--puber.blogspot.com/2011/12/cerita-mesum-dewasa-mesum-dengan.html" target="_blank"&gt;vaginanya&lt;/a&gt; setelah sebelumnya celana dalamnya  saya copot. Tampaklah bagian V yang sangat indah, bulu-bulu kecil  keriting dipotong dengan rapih mengikuti jalur V- nya. Saya segera  menciumi bagian tersebut(sebelumnya saya merasa jijik untuk mencium  vagina cewek) dan saya menuju ke daerah klitorisnya, saya temukan  &lt;a href="http://masa--puber.blogspot.com/2011/12/cerita-mesum-dewasa-mesum-dengan.html" target="_blank"&gt;klitorisnya&lt;/a&gt; dan saya jilati dengan lidah saya dengan cepat.&lt;br /&gt;
S semakin tidak karuan. Menggelinjang ke sana kemari dan mengeluarkan suara- suara yang semakin keras.&lt;br /&gt;
“Lebih cepat Mas, lebih cepat..! Ah.. shh.. saya ndak tahan udah mau keluar..!”&lt;br /&gt;
Mendengat itu saya semakin bersemangat untuk menjilati klitorisnya  sambil kadang meremas &lt;a href="http://masa--puber.blogspot.com/2011/12/cerita-mesum-dewasa-mesum-dengan.html" target="_blank"&gt;payudaranya&lt;/a&gt;. Tidak lama kemudian akhirnya  menyemprotlah cairan kenikmatan dari lubang vaginanya dan S kelihatan  sangat puas sekali.&lt;br /&gt;
Setelah itu S duduk dan saya diminta untuk tiduran di ranjangnya,  dengan sangat seksi dia mulai menciumi dada saya, perut saya dan  akhirnya sampai jugalah ke penis saya yang sudah ereksi sedemikian  hebat. S mulai mengulum lagi penis saya, mula-mula dengan pelan namun  lama kelamaan semakin bertambah cepat sehingga saya merasakan akan ada  sesuatu yang muncrat dari penis saya.&lt;br /&gt;
“S saya mau keluar nih..! Ah..!”&lt;br /&gt;
S kemudian mengeluarkan penis saya dari dalam mulutnya dan mengepitkan  penis saya di antara kedua dadanya. Dengan gerakan naik turun S mengocok  penis saya dengan kedua payudaranya. Akhirnya pertahanan saya jebol  juga.&lt;br /&gt;
“S.., saya keluar, ah..!”&lt;br /&gt;
Rasanya seperti terbang ke awang- awang, nikmatnya penis saya dipegang  oleh cewek (biasanya saya hanya melakukan onani sambil melihat gambar  atau film BF).&lt;br /&gt;
Setelah itu kami berbaring di ranjang karena kelelahan. S bercerita  ke saya bahwa dia sudah lama ingin melakukan hubungan seks dengan saya,  apalagi setelah dia bercerai dengan suaminya. Sambil bercerita, tangan S  mulai meraba penis saya lagi sehingga mau tidak mau penis saya kembali  tegak menantang.&lt;br /&gt;
Melihat itu S berkata, “Saya masukkan ke memekku ya Mas..? Mas mau di bawah atau di atas?”&lt;br /&gt;
Saya jawab saya di bawah saja, jadi dapat melihat dan meremas payudaranya.&lt;br /&gt;
S berkata, “Mas kok nakal sih..? Ntar kan sakit..!”&lt;br /&gt;
Kemudian S mulai bangkit dan pelan- pelan ke atas saya dan memasukkan  penis saya ke dalam lubang vaginanya. Mulanya terasa seret sekali,  namun akhirnya dapat juga penis saya (ukuran nya tidak terlalu panjang  mungkin sekitar 14 cm saja) memasuki liang senggamanya. S mulai  menggoyang pinggulnya di atas saya dan saya mulai merasakan kenikmatan  itu. Saya sudah membayangkan kenikmatannya waktu melihat film BF, namun  saya tidak berani mempraktekkannya.&lt;br /&gt;
Goyangan pinggul S membuat payudaranya tergoncang-goncang ke kiri dan  ke kanan. Saya yang berada di bawahnya sangat terangsang melihat hal  itu, tangan saya mulai meremasnya.&lt;br /&gt;
“S susumu kok bagus banget toh, belum pentilnya yang gede banget (waktu  itu putingnya sudah dalam ukuran maksimal dan warnanya merah sekali,  mungkin karena saya gigit tadi)”&lt;br /&gt;
Semakin lama goyangan S semakin cepat dan S sudah mendapat orgasmenya yang kedua.&lt;br /&gt;
Setelah itu kami berganti posisi, saya duduk di ranjang dan dengan  posisi berhadapan saya minta S memasukkan penis saya ke lubang  vaginanya.&lt;br /&gt;
“S cepet..! Aku udah ndak tahan nih..! Pentilmu gede banget..!” (bagian  yang paling menarik saya dari tubuh wanita adalah payudara, terutama  putingnya)&lt;br /&gt;
Kemudian S menggiring penis saya masuk ke dalam lubang vaginanya, saya  mengeluarkan desahan tersebut dan juga S secara bersamaan juga  mengeluarkan terus desahan-desahannya.&lt;br /&gt;
Goyangan yang kami lakukan semakin bertambah cepat. Sambil saya remas  payudaranya, saya mencium mulutnya. Kami terus saling berpagutan sambil  menggoyangkan pinggul masing- masing. Setelah 10 menit, saya merasa  saya sudah mau sampai lagi.&lt;br /&gt;
“S aku udah mau keluar lagi nih..! Dikeluarin di dalam atau di luar..?”&lt;br /&gt;
“Di dalam aja, tunggu sebentar ya, aku juga mau keluar nih..! Ah.., sh..!”&lt;br /&gt;
“S aku udah ndak tahan nih..!”&lt;br /&gt;
“Aku juga Mas, ah..!”&lt;br /&gt;
Akhirnya pada saat bersamaan kami mengeluarkan cairan kenikmatan kami  bersama-sama di dalam lubang vagina S. Setelah itu S mengeluarkan penis  saya dari lubang vaginanya dan membungkuk untuk menjilati penis saya  dan membersihkannnya sampai sisa-sisa sperma kami bersih luar biasa  sekali nikmatnya dan ini kami lakuka berulang-ulang.&lt;br /&gt;
Itulah &lt;i&gt;cerita mesum dewasa&lt;/i&gt; yang saya maksutkan tadi karena cerita ini saya rasa sungguh sangat menarik seperti &lt;a href="http://mediaterbaru.com/cerita-dewasa/cerita-dewasa-bersama-tante-sendiri.html" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;cerita dewasa&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;  yang lainnya, dan sekali lagi saya tekankan kepada anda semua cerita  ini hanya untuk bagi anda yang sudah dewasa apabila anda masih dibawah  umur saya harap untuk segera meninggalka artikel ini .</description><link>http://masa--puber.blogspot.com/2011/12/cerita-mesum-dewasa-mesum-dengan.html</link><author>noreply@blogger.com (masa puber)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3726145345379689667.post-550565230853814234</guid><pubDate>Tue, 06 Dec 2011 21:24:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-12-08T07:40:31.446+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Cerita Dewasa</category><title>Cerita Dewasa Bersama Tante Sendiri</title><description>&lt;b&gt;Cerita dewasa&lt;/b&gt; ini hanya khusus bagi anda yang sudah  berumur 17 tahun keatas karena cerita ini sangat banyak mengandung  cerita bokeb yang bernuansa panas sekali, dan dalam cerita ini tidak  ubahnya dengan cerita dewasa &lt;a href="http://masa--puber.blogspot.com/2011/12/cerita-dewasa-bersama-tante-sendiri.html" title="Tante Girang"&gt;&lt;b&gt;tante girang&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; yang lain pada umunya. Serta mirip dengan adegan video dewasa yang biasa ada di &lt;a href="http://masa--puber.blogspot.com/2011/12/cerita-dewasa-bersama-tante-sendiri.html" title="Kerangbulu.com"&gt;&lt;b&gt;kerangbulu.com&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; atau bahkan video &lt;a href="http://masa--puber.blogspot.com/" title="Ngentube"&gt;&lt;b&gt;ngentube&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;
Tujuan saya sendiri menuliskan &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;cerita dewasa&lt;/span&gt;  tentang seorang tante ini hanya untuk berbagi dengan anda yang senang  sekali menyaksikan film porno, dan seperti yang anda ketahui film porno  pada saat ini sering sekali mengalami masalah admin dengan kata lain  sulit diakses seperti halnya &lt;a href="http://masa--puber.blogspot.com/2011/12/cerita-dewasa-bersama-tante-sendiri.html" title="Tube8.com"&gt;&lt;b&gt;tube8&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; atau &lt;a href="http://masa--puber.blogspot.com/" title="Redtube.com"&gt;&lt;b&gt;redtube&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; mungkin masalah adminnya saja.&lt;br /&gt;
Sekali lagi cerita ini hanya khusus bagi anda yang sudah berumur 117  tahun keatas, bagi anda yang belum dewasa mohon kesadaran nya untuk  tidak membaca artikel ini atau bisa anda cari artikel yang lain yang  berada di &lt;a href="http://masa--puber.blogspot.com/" title="Berita Terbaru"&gt;&lt;b&gt;masapuber.blogspot.com&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;, baiklah sudah saatnya bagi anda untuk membaca kisah cerita dewasa bersama istri pama sendiri seperti dibawah ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Kulihat bibi tidur tidak berselimut, karena biarpun kamar bibi  memakai AC, tapi kelihatan AC-nya diatur agar tidak terlalu dingin.  Posisi tidur bibi telentang dan bibi hanya memakai baju daster merah  muda yang tipis. Dasternya sudah terangkat sampai di atas perut,  sehingga terlihat CD mini yang dikenakannya berwarna putih tipis,  sehingga terlihat belahan kemaluan bibi yang ditutupi oleh rambut hitam  halus kecoklat-coklatan.&lt;br /&gt;
Buah dada bibi yang tidak terlalu besar tapi padat itu terlihat  samar-samar di balik dasternya yang tipis, naik turun dengan  teratur.Walaupun dalam posisi telentang, tapi buah dada bibi terlihat  mencuat ke atas dengan putingnya yang coklat muda kecil.&lt;br /&gt;
Melihat pemandangan yang menggairahkan itu aku benar-benar terangsang  hebat. Dengan cepat kemaluanku langsung bereaksi menjadi keras dan  berdiri dengan gagahnya, siap tempur.&lt;br /&gt;
Perlahan-lahan kuberjongkok di samping tempat tidur dan tanganku  secara hati-hati kuletakkan dengan lembut pada belahan kemaluan bibi  yang mungil itu yang masih ditutupi dengan CD. Perlahan-lahan tanganku  mulai mengelus-elus kemaluan bibi dan juga bagian paha atasnya yang  benar-benar licin putih mulus dan sangat merangsang.&lt;br /&gt;
Terlihat bibi agak bergeliat dan mulutnya agak tersenyum, mungkin  bibi sedang mimpi, sedang becinta dengan paman. Aku melakukan kegiatanku  dengan hati-hati takut bibi terbangun. Perlahan-lahan kulihat bagian CD  bibi yang menutupi kemaluannya mulai terlihat basah, rupanya bibi sudah  mulai terangsang juga. Dari mulutnya terdengar suara mendesis perlahan  dan badannya menggeliat-geliat perlahan-lahan.&lt;br /&gt;
Aku makin tersangsang melihat pemandangan itu.Cepat-cepat kubuka  semua baju dan CD-ku, sehingga sekarang aku bertelanjang bulat. Penisku  yang 19 cm itu telah berdiri kencang menganguk-angguk mencari mangsa.  Dan aku membelai-belai buah dadanya, dia masih tetap tertidur saja. Aku  tahu bahwa puting dan klitoris bibiku tempat paling suka dicumbui, aku  tahu hal tersebut dari film-film bibiku.&lt;br /&gt;
Lalu tanganku yang satu mulai gerilya di daerah vaginanya. Kemudian  perlahan-lahan aku menggunting CD mini bibi dengan gunting yang terdapat  di sisi tempat tidur bibi.Sekarang kemaluan bibi terpampang dengan  jelas tanpa ada penutup lagi. Perlahan-lahan kedua kaki bibi kutarik  melebar, sehingga kedua pahanya terpentang. Dengan hati-hati aku naik ke  atas tempat tidur dan bercongkok di atas bibi.&lt;br /&gt;
Kedua lututku melebar di samping pinggul bibi dan kuatur sedemikian  rupa supaya tidak menyentuh pinggul bibi. Tangan kananku menekan pada  kasur tempat tidur, tepat di samping tangan bibi, sehingga sekarang aku  berada dalam posisi setengah merangkak di atas bibi.Tangan kiriku  memegang batang penisku. Perlahan-lahan kepala penisku kuletakkan pada  belahan bibir kemaluan bibi yang telah basah itu. Kepala penisku yang  besar itu kugosok-gosok dengan hati-hati pada bibir kemaluan bibi.  Terdengar suara erangan perlahan dari mulut bibi dan badannya agak  mengeliat, tapi matanya tetap tertutup.&lt;br /&gt;
Akhirnya kutekan perlahan-lahan kepala kemaluanku membelah bibir  kemaluan bibi.Sekarang kepala kemaluanku terjepit di antara bibir  kemaluan bibi. Dari mulut bibi tetap terdengar suara mendesis perlahan,  akan tetapi badannya kelihatan mulai gelisah. Aku tidak mau mengambil  resiko, sebelum bibi sadar, aku sudah harus menaklukan kemaluan bibi  dengan menempatkan posisi penisku di dalam lubang vagina bibi. Sebab itu  segera kupastikan letak penisku agar tegak lurus pada kemaluan bibi.  Dengan bantuan tangan kiriku yang terus membimbing penisku, kutekan  perlahan-lahan tapi pasti pinggulku ke bawah, sehingga kepala penisku  mulai menerobos ke dalam lubang kemaluan bibi.Kelihatan sejenak kedua  paha bibi bergerak melebar, seakan-akan menampung desakan penisku ke  dalam lubang kemaluanku.&lt;br /&gt;
Badannya tiba-tiba bergetar menggeliat dan kedua matanya mendadak  terbuka, terbelalak bingung, memandangku yang sedang bertumpu di  atasnya. Mulutnya terbuka seakan-akan siap untuk berteriak. Dengan cepat  tangan kiriku yang sedang memegang penisku kulepaskan dan buru-buru  kudekap mulut bibi agar jangan berteriak. Karena gerakanku yang  tiba-tiba itu, posisi berat badanku tidak dapat kujaga lagi, akibatnya  seluruh berat pantatku langsung menekan ke bawah, sehingga tidak dapat  dicegah lagi penisku menerobos masuk ke dalam lubang kemaluan bibi  dengan cepat.&lt;br /&gt;
Badan bibi tersentak ke atas dan kedua pahanya mencoba untuk  dirapatkan, sedangkan kedua tangannya otomatis mendorong ke atas,  menolak dadaku. Dari mulutnya keluar suara jeritan, tapi tertahan oleh  bekapan tangan kiriku.”Aauuhhmm.. aauuhhmm.. hhmm..!” desahnya tidak  jelas.Kemudian badannya mengeliat-geliat dengan hebat, kelihatan bibi  sangat kaget dan mungkin juga kesakitan akibat penisku yang besar  menerobos masuk ke dalam kemaluannya dengan tiba-tiba.&lt;br /&gt;
Meskipun bibi merontak-rontak, akan tetapi bagian pinggulnya tidak  dapat bergeser karena tertekan oleh pinggulku dengan rapat. Karena  gerakan-gerakan bibi dengan kedua kaki bibi yang meronta-ronta itu,  penisku yang telah terbenam di dalam vagina bibi terasa  dipelintir-pelintir dan seakan-akan dipijit-pijit oleh otot-otot dalam  vagina bibi.&lt;br /&gt;
Hal ini menimbulkan kenikmatan yang sukar dilukiskan.Karena sudah  kepalang tanggung, maka tangan kananku yang tadinya bertumpu pada tempat  tidur kulepaskan. Sekarang seluruh badanku menekan dengan rapat ke atas  badan bibi, kepalaku kuletakkan di samping kepala bibi sambil berbisik  kekuping bibi.”Bii.., bii.., ini aku Eric. Tenang bii.., sshheett..,  shhett..!” bisikku.&lt;br /&gt;
Bibi masih mencoba melepaskan diri, tapi tidak kuasa karena badannya  yang mungil itu teperangkap di bawah tubuhku. Sambil tetap mendekap  mulut bibi, aku menjilat-jilat kuping bibi dan pinggulku secara  perlahan-lahan mulai kugerakkan naik turun dengan teratur.Perlahan-lahan  badan bibi yang tadinya tegang mulai melemah.Kubisikan lagi ke kuping  bibi, “Bii.., tanganku akan kulepaskan dari mulut bibi, asal bibi janji  jangan berteriak yaa..?”Perlahan-lahan tanganku kulepaskan dari mulut  bibi.Kemudian Bibi berkata, “Riic.., apa yang kau perbuat ini..? Kamu  telah memperkosa Bibi..!”Aku diam saja, tidak menjawab apa-apa, hanya  gerakan pinggulku makin kupercepat dan tanganku mulai memijit-mijit buah  dada bibi, terutama pada bagian putingnya yang sudah sangat mengeras.&lt;br /&gt;
Rupanya meskipun wajah bibi masih menunjukkan perasaan marah, akan  tetapi reaksi badannya tidak dapat menyembunyikan perasaannya yang sudah  mulai terangsang itu. Melihat keadaan bibi ini, tempo permainanku  kutingkatkan lagi.Akhirnya dari mulut bibi terdengar suara, “Oohh..,  oohh.., sshh.., sshh.., eemm.., eemm.., Riicc.., Riicc..!”Dengan masih  melanjutkan gerakan pinggulku, perlahan-lahan kedua tanganku bertumpu  pada tempat tidur, sehingga aku sekarang dalam posisi setengah bangun,  seperti orang yang sedang melakukan push-up.Dalam posisi ini, penisku  menghujam kemaluan bibi dengan bebas, melakukan serangan-serangan  langsung ke dalam lubang kemaluan bibi.&lt;br /&gt;
Kepalaku tepat berada di atas kepala bibi yang tergolek di atas  kasur. Kedua mataku menatap ke bawah ke dalam mata bibi yang sedang  meram melek dengan sayu. Dari mulutnya tetap terdengar suara  mendesis-desis. Selang sejenak setelah merasa pasti bahwa bibi telah  dapat kutaklukan, aku berhenti dengan kegiatanku. Setelah mencabut  penisku dari dalam kemaluan bibi, aku berbaring setengah tidur di  samping bibi. Sebelah tanganku mengelus-elus buah dada bibi terutama  pada bagian putingnya.&lt;br /&gt;
“Eehh.., Ric.., kenapa kau lakukan ini kepada bibimu..!”  katanya.Sebelum menjawab aku menarik badan bibi menghadapku dan memeluk  badan mungilnya dengan hati-hati, tapi lengket ketat ke badan. Bibirku  mencari bibinya, dan dengan gemas kulumat habis. Woowww..! Sekarang bibi  menyambut ciumanku dan lidahnya ikut aktif menyambut lidahku yang  menari-nari di mulutnya.&lt;br /&gt;
Selang sejenak kuhentikan ciumanku itu.Sambil memandang langsung ke  dalam kedua matanya dengan mesra, aku berkata, “Bii.. sebenarnya aku  sangat sayang sekali sama Bibi, Bibi sangat cantik lagi ayu..!”Sambil  berkata itu kucium lagi bibirnya selintas dan melanjutkan perkataanku,  “Setiaap kali melihat Bibi bermesrahan dengan Paman, aku kok merasa  sangat cemburu, seakan-akan Bibi adalah milikku, jadi Bibi jangan marah  yaa kepadaku, ini kulakukan karena tidak bisa menahan diri ingin  memiliki Bibi seutuhnya.&lt;br /&gt;
“Selesai berkata itu aku menciumnya dengan mesra dan dengan tidak  tergesa-gesa.Ciumanku kali ini sangat panjang, seakan-akan ingin  menghirup napasnya dan belahan jiwanya masuk ke dalam diriku. Ini  kulakukan dengan perasaan cinta kasih yang setulus-tulusnya. Rupanya  bibi dapat juga merasakan perasaan sayangku padanya, sehingga pelukan  dan ciumanku itu dibalasnya dengan tidak kalah mesra juga.Beberapa lama  kemudian aku menghentikan ciumanku dan aku pun berbaring telentang di  samping bibi, sehingga bibi dapat melihat keseluruhan badanku yang  telanjang itu.”Iih.., gede banget barang kamu Ricc..! Itu sebabnya tadi  Bibi merasa sangat penuh dalam badan Bibi.” katanya, mungkin punyaku  lebih besar dari punya paman.&lt;br /&gt;
Lalu aku mulai memeluknya kembali dan mulai menciumnya. Ciumanku  mulai dari mulutnya turun ke leher dan terus kedua buah dadanya yang  tidak terlalu besar tapi padat itu. Pada bagian ini mulutku  melumat-lumat dan menghisap-hisap kedua buah dadanya, terutama pada  kedua ujung putingnya berganti-ganti, kiri dan kanan.Sementara aksiku  sedang berlangsung, badan bibi menggeliat-geliat kenikmatan. Dari  mulutnya terdengar suara mendesis-desis tidak hentinya. Aksiku  kuteruskan ke bawah, turun ke perutnya yang ramping, datar dan mulus.  Maklum, bibi belum pernah melahirkan. Bermain-main sebentar disini  kemudian turun makin ke bawah, menuju sasaran utama yang terletak pada  lembah di antara kedua paha yang putih mulus itu.Pada bagian kemaluan  bibi, mulutku dengan cepat menempel ketat pada kedua bibir kemaluannya  dan lidahku bermain-main ke dalam lubang vaginanya.&lt;br /&gt;
Mencari-cari dan akhirnya menyapu serta menjilat gundukan daging  kecil pada bagian atas lubang kemaluannya. Segera terasa badan bibi  bergetar dengan hebat dan kedua tangannya mencengkeram kepadaku, menekan  ke bawah disertai kedua pahanya yang menegang dengan kuat.Keluhan  panjang keluar dari mulutnya, “Oohh.., Riic.., oohh.. eunaakk..  Riic..!”Sambil masih terus dengan kegiatanku itu, perlahan-lahan  kutempatkan posisi badan sehingga bagian pinggulku berada sejajar dengan  kepala bibi dan dengan setengah berjongkok.&lt;br /&gt;
Posisi batang kemaluanku persis berada di depan kepala bibi. Rupanya  bibi maklum akan keinginanku itu, karena terasa batang kemaluanku  dipegang oleh tangan bibi dan ditarik ke bawah. Kini terasa kepala penis  menerobos masuk di antara daging empuk yang hangat. Ketika ujung lidah  bibi mulai bermain-main di seputar kepala penisku, suatu perasaan nikmat  tiba-tiba menjalar dari bawah terus naik ke seluru badanku, sehingga  dengan tidak terasa keluar erangan kenikmatan dari mulutku.Dengan posisi  69 ini kami terus bercumbu, saling hisap-mengisap, jilat-menjilat  seakan-akan berlomba-lomba ingin memberikan kepuasan pada satu sama  lain.&lt;br /&gt;
Beberapa saat kemudian aku menghentikan kegiatanku dan berbaring  telentang di samping bibi. Kemudian sambil telentang aku menarik bibi ke  atasku, sehingga sekarang bibi tidur tertelungkup di atasku. Badan bibi  dengan pelan kudorong agak ke bawah dan kedua paha bibi kupentangkan.  Kedua lututku dan pantatku agak kunaikkan ke atas, sehingga dengan  terasa penisku yang panjang dan masih sangat tegang itu langsung  terjepit di antara kedua bibir kemaluan bibi.Dengan suatu tekanan oleh  tanganku pada pantat bibi dan sentakan ke atas pantatku, maka penisku  langsung menerobos masuk ke dalam lubang kemaluan bibi. Amblas semua  batangku.&lt;br /&gt;
“Aahh..!” terdengar keluhan panjang kenikmatan keluar dari mulut  bibi.Aku segera menggoyang pinggulku dengan cepat karena kelihatan bahwa  bibi sudah mau klimaks. Bibi tambah semangat juga ikut mengimbangi  dengan menggoyang pantatnya dan menggeliat-geliat di atasku. Kulihat  wajahnya yang cantik, matanya setengah terpejam dan rambutnya yang  panjang tergerai, sedang kedua buah dadanya yang kecil padat itu  bergoyang-goyang di atasku.Ketika kulihat pada cermin besar di lemari,  kelihatan pinggul bibi yang sedang berayun-ayun di atasku.&lt;br /&gt;
Batang penisku yang besar sebentar terlihat sebentar hilang ketika  bibi bergerak naik turun di atasku. Hal ini membuatku jadi makin  terangsang. Tiba-tiba sesuatu mendesak dari dalam penisku mencari jalan  keluar, hal ini menimbulkan suatu perasaan nikmat pada seluruh badanku.&lt;br /&gt;
Kemudian air maniku tanpa dapat ditahan menyemprot dengan keras ke  dalam lubang vagina bibi, yang pada saat bersamaan pula terasa  berdenyut-denyut dengan kencangnya disertai badannya yang berada di  atasku bergetar dengan hebat dan terlonjak-lonjak. Kedua tangannya  mendekap badanku dengan keras.&lt;br /&gt;
Pada saat bersamaan kami berdua mengalami orgasme dengan dasyat.  Akhirnya bibi tertelungkup di atas badanku dengan lemas sambil dari  mulut bibi terlihat senyuman puas.”Riic.., terima kasih Ric. Kau telah  memberikan Bibi kepuasan sejati..!”Setelah beristirahat, kemudian kami  bersama-sama ke kamar mandi dan saling membersihkan diri satu sama lain.&lt;br /&gt;
Sementara mandi, kami berpelukan dan berciuman disertai kedua tangan  kami yang saling mengelus-elus dan memijit-mijit satu sama lain,  sehingga dengan cepat nafsu kami terbangkit lagi. Dengan setengah  membopong badan bibi yang mungil itu dan kedua tangan bibi menggelantung  pada leherku, kedua kaki bibi kuangkat ke atas melingkar pada  pinggangku dan dengan menempatkan satu tangan pada pantat bibi dan  menekan, penisku yang sudah tegang lagi menerobos ke dalam lubang  kemaluan bibi.&lt;br /&gt;
“Aaughh.. oohh.. oohh..!” terdengar rintihan bibi sementara aku  menggerakan-gerakan pantatku maju-mundur sambil menekan ke atas.Dalam  posisi ini, dimana berat badan bibi sepenuhnya tertumpu pada kemaluannya  yang sedang terganjel oleh penisku, maka dengan cepat bibi mencapai  klimaks.”Aaduhh.. Riic.. Biibii.. maa.. maa.. uu.. keluuar.. Riic..!”  dengan keluhan panjang disertai badannya yang mengejang,&lt;br /&gt;
bibi mencapai orgasme, dan selang sejenak terkulai lemas dalam  gendonganku.Dengan penisku masih berada di dalam lubang kemaluan bibi,  aku terus membopongnya. Aku membawa bibi ke tempat tidur. Dalam keadaan  tubuh yang masih basah kugenjot bibi yang telah lemas dengan sangat  bernafsu, sampai aku orgasme sambil menekan kuat-kuat pantatku. Kupeluk  badan bibi erat-erat sambil merasakan airmaniku menyemprot-nyemprot,  tumpah dengan deras ke dalam lubang kemaluan bibi, mengisi segenap  relung-relung di dalamnya, sumber cerita &lt;a href="http://masa--puber.blogspot.com/2011/12/cerita-dewasa-bersama-tante-sendiri.html"&gt;ratubokep.wordpress.com&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;
Sekian dulu drai saya semoga anda bisa merasa terobati bagi anda yang gemar membaca &lt;a href="http://masa--puber.blogspot.com/2011/12/cerita-dewasa-bersama-tante-sendiri.html"&gt;&lt;i&gt;cerita dewasa&lt;/i&gt; &lt;/a&gt; ini, selebihnya saya mohon maaf apabila anda kesamaan kisah atau nama  dari cerita ini selebihnya saya mohon undur diri dari perjumpaan kita  ini dan kita akan berjumpa lagi yang yang&amp;nbsp; tentunya dengan cerita-cerita  &lt;a href="http://masa--puber.blogspot.com/" title="Berita Terbaru"&gt;&lt;b&gt;dewasa&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; yang lebih panas dan sekali terima kash.</description><link>http://masa--puber.blogspot.com/2011/12/cerita-dewasa-bersama-tante-sendiri.html</link><author>noreply@blogger.com (masa puber)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3726145345379689667.post-5852770831377392911</guid><pubDate>Tue, 06 Dec 2011 20:32:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-12-08T07:40:46.862+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Cerita Dewasa</category><title>Cerita Dewasa Sedarah – Ngentot Adik Tiri</title><description>&lt;b&gt;&lt;a href="http://masa--puber.blogspot.com/"&gt;Cerita dewasa&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;  ini mengisahkan seorang laki-laki dengan saudara perempuan yang  terlibat hubungan terlarang, dan seperti yang anda ketahui cerita dewasa  ini memang bisa membuat kita merangsang jika kita membacanya sampai  tuntas.&lt;br /&gt;
Untuk anda yang sedang mencari tahu tentang &lt;a href="http://masa--puber.blogspot.com/2011/12/agen-bola-cerita-dewasa-sedarah-ngentot.html"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;cerita dewasa&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;  disini ada artikel yang memuat cerita tersebut, namun sebelumnya karena  cerita ini saya ambil dari situs yang lain semoga saja yang mempunyai  artikel ini tidak marah, nah bagaimanakah ceritanya kita baca  bersama-sama dibawah ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ceritaku ini dimulai, waktu aku SMA kelas 3, waktu itu aku baru  sebulan tinggal sama ayah tiriku. Ibu menikah dengan orang ini karena  karena tidak tahan hidup menjanda lama-lama. Yang aku tidak  sangka-sangka ternyata ayah tiriku punya 2 anak cewek yang keren dan  seksi habis, yang satu sekolahnya sama denganku, namanya Lusi dan yang  satunya lagi sudah kuliah, namanya Riri. Si Lusi cocok sekali kalau  dijadikan bintang iklan obat pembentuk tubuh, nah kalau si Riri paling  cocok untuk iklan BH sama suplemen payudara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Sejak pertama aku tinggal, aku selalu berangan-angan bahwa dapat  memiliki mereka, tapi angan-angan itu selalu buyar oleh berbagai hal.  Dan siang ini kebetulan tidak ada orang di rumah selain aku dengan Lusi,  ini juga aku sedang kecapaian karena baru pulang sekolah. “Lus! entar  kalau ada perlu sama aku, aku ada di kamar,” teriakku dari kamar. Aku  mulai menyalakan komputerku dan karena aku sedang suntuk, aku mulai dech  surfing ke situs-situs porno kesayanganku, tapi enggak lama kemudian  Lusi masuk ke kamar sambil bawa buku, kelihatannya dia mau tanya  pelajaran. “Ben, kemaren kamu udah nyatet Biologi belom, aku pinjem  dong!” katanya dengan suara manja. Tanpa memperdulikan komputerku yang  sedang memutar film BF via internet, aku mengambilkan dia buku di rak  bukuku yang jaraknya lumayan jauh dengan komputerku.&lt;br /&gt;
“Lus..! nich bukunya, kemarenan aku udah nyatet,” kataku.&lt;br /&gt;
Lusi tidak memperhatikanku tapi malah memperhatikan film BF yang sedang di komputerku.&lt;br /&gt;
“Lus.. kamu bengong aja!” kataku pura-pura tidak tahu.&lt;br /&gt;
“Eh.. iya, Ben kamu nyetel apa tuh! aku bilangin bonyok loh!” kata Lusi.&lt;br /&gt;
“Eeh.. kamu barusan kan juga liat, aku tau kamu suka juga kan,” balas aku.&lt;br /&gt;
“Mending kita nonton sama-sama, tenang aja aku tutup mulut kok,” ajakku berusaha mencari peluang.&lt;br /&gt;
“Bener nich, kamu kagak bilang?” katanya ragu.&lt;br /&gt;
“Suwer dech!” kataku sambil mengambilkan dia kursi.&lt;br /&gt;
Lusi mulai serius menonton tiap adegan, sedangkan aku serius untuk terus menatap tubuhnya.&lt;br /&gt;
“Lus, sebelum ini kamu pernah nonton bokep kagak?” tanyaku.&lt;br /&gt;
“Pernah, noh aku punya VCD-nya,” jawabnya.&lt;br /&gt;
Wah gila juga nich cewek, diam-diam nakal juga.&lt;br /&gt;
“Kalau &lt;a href="http://masa--puber.blogspot.com/2011/12/agen-bola-cerita-dewasa-sedarah-ngentot.html"&gt;ML&lt;/a&gt;?” tanyaku lagi.&lt;br /&gt;
“Belom,” katanya, “Tapi.. kalo sendiri sich sering.”&lt;br /&gt;
Wah makin berani saja aku, yang ada dalam pikiranku sekarang cuma ML sama dia.&lt;br /&gt;
Bagaimana caranya si “Beni Junior” bisa puas, tidak peduli saudara tiri, yang penting nafsuku hilang.&lt;br /&gt;
Melihat dadanya yang naik-turun karena terangsang, aku jadi semakin terangsang, dan batang kemaluanku pun makin tambah tegang.&lt;br /&gt;
“Lus, kamu terangsang yach, ampe napsu gitu nontonnya,” tanyaku memancing.&lt;br /&gt;
“Iya nic Ben, bentar yach aku ke kamar mandi dulu,” katanya.&lt;br /&gt;
“Eh.. ngapain ke kamar mandi, nih liat!” kataku menunjuk ke arah celanaku.&lt;br /&gt;
“Kasihanilah si Beni kecil,” kataku.&lt;br /&gt;
“Pikiran kamu jangan yang tidak-tidak dech,” katanya sambil meninggalkan kamarku.&lt;br /&gt;
“Tenang aja, rumah kan lagi sepi, aku tutup mulut dech,” kataku memancing.&lt;br /&gt;
Dan ternyata tidak ia gubris, bahkan terus berjalan ke kamar mandi  sambil tangan kanannya meremas-remas buah dadanya dan tangan kirinya  menggosok-gosok kemaluannya, dan hal inilah yang membuatku tidak  menyerah. Kukejar terus dia, dan sesaat sebelum masuk kamar mandi,  kutarik tangannya, kupegang kepalanya lalu kemudian langsung kucium  bibirnya. Sesaat ia menolak tapi kemudian ia pasrah, bahkan menikmati  setiap permainan lidahku. “Kau akan aku berikan pengalaman yang paling  memuaskan,” kataku, kemudian kembali melanjutkan menciumnya. Tangannya  membuka baju sekolah yang masih kami kenakan dan juga ia membuka BH-nya  dan meletakkan tanganku di atas dadanya, kekenyalan dadanya sangat  berbeda dengan gadis lain yang pernah kusentuh.&lt;br /&gt;
Perlahan ia membuka roknya, celanaku dan celana dalamnya. “Kita ke dalam  kamar yuk!” ajaknya setelah kami berdua sama-sama bugil, “Terserah  kaulah,” kataku,&lt;br /&gt;
“Yang penting kau akan kupuaskan.” Tak kusangka ia berani menarik  penisku sambil berciuman, dan perlahan-lahan kami berjalan menuju  kamarnya. “Ben, kamu tiduran dech, kita pake ’69′ mau tidak?” katanya  sambil mendorongku ke kasurnya. Ia mulai menindihku, didekatkan  vaginanya ke mukaku sementara penisku diemutnya, aku mulai mencium-cium  vaginanya yang sudah basah itu, dan aroma kewanitaannya membuatku  semakin bersemangat untuk langsung memainkan klitorisnya.&lt;br /&gt;
Tak lama setelah kumasukkan lidahku, kutemukan klitorisnya lalu aku  menghisap, menjilat dan kadang kumainkan dengan lidahku, sementara  tanganku bermain di dadanya. Tak lama kemudian ia melepaskan emutannya.  “Jangan hentikan Ben.. Ach.. percepat Ben, aku mau keluar nich! ach..  ach.. aachh.. Ben.. aku ke.. luar,” katanya berbarengan dengan  menyemprotnya cairan kental dari vaginanya. Dankemudian dia lemas dan  tiduran di sebelahku.&lt;br /&gt;
“Lus, sekali lagi yah, aku belum keluar nich,” pintaku.&lt;br /&gt;
“Bentar dulu yach, aku lagi capek nich,” jelasnya.&lt;br /&gt;
Aku tidak peduli kata-katanya, kemudian aku mulai mendekati vaginanya.&lt;br /&gt;
“Lus, aku masukkin sekarang yach,” kataku sambil memasukkan penisku perlahan-lahan.&lt;br /&gt;
Kelihatannya Lusi sedang tidak sadarkan diri, dia hanya terpejam coba  untuk beristirahat. Vagina Lusi masih sempit sekali, penisku dibuat cuma  diam mematung di pintunya. Perlahan kubuka dengan tangan dan terus  kucoba untuk memasukkannya, dan akhirnya berhasil penisku masuk  setengahnya, kira-kira 7 cm.&lt;br /&gt;
“Jangan Ben.. entar aku hamil!” katanya tanpa berontak.&lt;br /&gt;
“Kamu udah mens belom?” tanyaku.&lt;br /&gt;
“Udah, baru kemaren, emang kenapa?” katanya.&lt;br /&gt;
Sambil aku masukkan penisku yang setengah, aku jawab pertanyaannya,&lt;br /&gt;
“Kalau gitu kamu kagak bakal hamil.”&lt;br /&gt;
“Ach.. ach.. ahh..! sakit Ben, a.. ach.. ahh, pelan-pelan, aa.. aach.. aachh..!” katanya berteriak nikmat.&lt;br /&gt;
“Tenang aja cuma sebentar kok, Lus mending doggy style dech!” kataku tanpa melepaskan penis dan berusaha memutar tubuhnya.&lt;br /&gt;
Ia menuruti kata-kataku, lalu mulai kukeluar-masukkan penisku dalam  vaginanya dan kurasa ia pun mulai terangsang kembali, karena sekarang ia  merespon gerakan keluar-masukku dengan menaik-turunkan pinggulnya.&lt;br /&gt;
“Ach.. a.. aa ach..” teriaknya.&lt;br /&gt;
“Sakit lagi Ben.. a.. aa.. ach..”&lt;br /&gt;
“Tahan aja, cuma sebentar kok,” kataku sambil terus bergoyang dan meremas-remas buah dadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ben,. ach pengen.. ach.. a.. keluar lagi Ben..” katanya.&lt;br /&gt;
“Tunggu sebentar yach, aku juga pengen nich,” balasku.&lt;br /&gt;
“Cepetan Ben, enggak tahan nich,” katanya semakin menegang.&lt;br /&gt;
“A.. ach.. aachh..! yach kan keluar.”&lt;br /&gt;
“Aku juga Say..” kataku semakin kencang menggenjot dan akhirnya setidaknya enam tembakan spermaku di dalam vaginanya.&lt;br /&gt;
Kucabut penisku dan aku melihat seprei, apakah ada darahnya atau tidak? tapi tenyata tidak.&lt;br /&gt;
“Lus kamu enggak perawan yach,” tanyaku.&lt;br /&gt;
“Iya Ben, dulu waktu lagi masturbasi nyodoknya kedaleman jadinya pecah dech,” jelasnya.&lt;br /&gt;
“Ben ingat loh, jangan bilang siapa-siapa, ini rahasia kita aja.””Oh  tenang aja aku bisa dipercaya kok, asal lain kali kamu mau lagi.”&lt;br /&gt;
“Siapa sih yang bisa nolak ‘Beni Junior’,” katanya mesra.&lt;br /&gt;
Setelah saat itu setidaknya seminggu sekali aku selalu melakukan &lt;a href="http://masa--puber.blogspot.com/2011/12/agen-bola-cerita-dewasa-sedarah-ngentot.html"&gt;ML&lt;/a&gt;  dengan Lusi, terkadang aku yang memang sedang ingin atau terkadang juga  Lusi yang sering ketagihan, yang asyik sampai saat ini kami selalu  bermain di rumah tanpa ada seorang pun yang tahu, kadang tengah malam  aku ke kamar Lusi atau sebaliknya, kadang juga saat siang pulang sekolah  kalau tidak ada orang di rumah.&lt;br /&gt;
Kali ini kelihatannya Lusi lagi ingin, sejak di sekolah ia terus  menggodaku, bahkan ia sempat membisikkan kemauannya untuk ML siang ini  di rumah, tapi malangnya siang ini ayah dan ibu sedang ada di rumah  sehingga kami tak jadi melakukan ini. Aku menjanjikan nanti malam akan  main ke kamarnya, dan ia mengiyakan saja, katanya asal bisa ML denganku  hari ini ia menurut saja kemauanku.&lt;br /&gt;
Ternyata sampai malan ayahku belum tidur juga, kelihatannya sedang  asyik menonton pertandingan bola di TV, dan aku pun tidur-tiduran sambil  menunggu ayahku tertidur, tapi malang malah aku yang tertidur duluan.  Dalam mimpiku, aku sedang dikelitiki sesuatu dan berusaha aku tahan,  tapi kemudian sesuatu menindihku hingga aku sesak napas dan kemudian  terbangun.&lt;br /&gt;
“Lusi! apa Ayah sudah tidur?” tanyaku melihat ternyata Lusi yang menindihiku dengan keadaan telanjang.&lt;br /&gt;
“kamu mulai nakal Ben, dari tadi aku tunggu kamu, kamu tidak  datang-datang juga. kamu tau, sekarang sudah jam dua, dan ayah telah  tidur sejak jam satu tadi,” katanya mesra sambil memegang penisku karena  ternyata celana pendekku dan CD-ku telah dibukanya.&lt;br /&gt;
“Yang nakal tuh kamu, Bukannya permisi atau bangunin aku kek,” kataku.&lt;br /&gt;
“kamu tidak sadar yach, kamu kan udah bangun, tuh liat udah siap kok,” katanya sambil memperlihatkan penisku.&lt;br /&gt;
“Aku emut yach.”&lt;br /&gt;
Emutanya kali ini terasa berbeda, terasa begitu menghisap dan kelaparan.&lt;br /&gt;
“Lus jangan cepet-cepet dong, kasian ‘&lt;a href="http://masa--puber.blogspot.com/2011/12/agen-bola-cerita-dewasa-sedarah-ngentot.html"&gt;Beni Junior&lt;/a&gt;’ dong!”&lt;br /&gt;
“Aku udah kepengen berat Ben!” katanya lagi.&lt;br /&gt;
“Mending seperti biasa, kita pake posisi ’69′ dan kita sama-sama enak,”  kataku sembil berputar tanpa melepaskan emutannya kemudian sambil terus  diemut.&lt;br /&gt;
Aku mulai menjilat-jilat vaginanya yang telah basah sambil tanganku  memencet-mencet payudaranya yang semakin keras, terus kuhisap vaginanya  dan mulai kumasukkan lidahku untuk mencari-cari klitorisnya.&lt;br /&gt;
“Aach.. achh..” desahnya ketika kutemukan klitorisnya.&lt;br /&gt;
“Ben! kamu pinter banget nemuin itilku, a.. achh.. ahh..”&lt;br /&gt;
“kamu juga makin pinter ngulum ‘Beni’ kecil,” kataku lagi.&lt;br /&gt;
“Ben, kali ini kita tidak usah banyak-banyak yach, aa.. achh..” katanya sambil mendesah.&lt;br /&gt;
“Cukup sekali aja nembaknya, taapi.. sa.. ma.. ss.. sa.. ma.. maa ac.. ach..” katanya sambil menikmati jilatanku.&lt;br /&gt;
“Tapi Ben aku.. ma.. u.. keluar nich! Ach.. a.. aahh..” katanya sambil menegang kemudian mengeluarkan cairan dari vaginanya.&lt;br /&gt;
“Kayaknya kamu harus dua kali dech!” kataku sambil merubah posisi.&lt;br /&gt;
“Ya udah dech, tapi sekarang kamu masukin yach,” katanya lagi.&lt;br /&gt;
“Bersiaplah akan aku masukkan ini sekarang,” kataku sambil mengarahkan penisku ke vaginanya.&lt;br /&gt;
“Siap-siap yach!”&lt;br /&gt;
“Ayo dech,” katanya.&lt;br /&gt;
“Ach.. a.. ahh..” desahnya ketika kumasukkan penisku.&lt;br /&gt;
“Pelan-pelan dong!”&lt;br /&gt;
“Inikan udah pelan Lus,” kataku sambil mulai bergoyang.&lt;br /&gt;
“Lus, kamu udah terangsang lagi belon?” tanyaku.&lt;br /&gt;
“Bentar lagi Ben,” katanya mulai menggoyangkan pantatnya untuk  mengimbangiku, dan kemudian dia menarik kepalaku dan memitaku untuk  sambil menciumnya.&lt;br /&gt;
“Sambil bercumbu dong Ben!”&lt;br /&gt;
Tanpa disuruh dua kali aku langsung mncumbunya, dan aku betul-betul menikmati permainan lidahnya yang semakin mahir.&lt;br /&gt;
“Lus kamu udah punya pacar belom?” tanyaku.”Aku udah tapi baru abis putus,” katanya sambil mendesah.&lt;br /&gt;
“Ben pacar aku itu enggak tau loh soal benginian, cuma kamu loh yang beginian sama aku.”&lt;br /&gt;
“Ach yang bener?” tanyaku lagi sambil mempercepat goyangan.&lt;br /&gt;
“Ach.. be.. ner.. kok Ben, a.. aa.. ach.. achh,” katanya terputus-putus.&lt;br /&gt;
“Tahan aja, atau kamu mau udahan?” kataku menggoda.&lt;br /&gt;
“Jangan udahan dong, aku baru kamu bikin terangsang lagi, kan kagak enak  kalau udahan, achh.. aa.. ahh.. aku percepat yach Ben,” katanya.&lt;br /&gt;
Kemudian mempercepat gerakan pinggulnya.&lt;br /&gt;
“Kamu udah ngerti gimana enaknya, bentar lagi kayaknya aku bakal keluar  dech,” kataku menyadari bahwa sepermaku sudah mengumpul di ujung.&lt;br /&gt;
“Achh.. ach.. bentar lagi nih.”&lt;br /&gt;
“Tahan Ben!” katanya sambil mengeluarkan penisku dari vaginanya dan kemudian menggulumnya sambil tanganya mamainkan klitorisnya.&lt;br /&gt;
“Aku juga Ben, bantu aku cari klitorisku dong!” katanya menarik tanganku ke vaginanya.&lt;br /&gt;
Sambil penisku terus dihisapnya kumainkan klitorisnya dengan tanganku dan..&lt;br /&gt;
“Achh.. a.. achh.. achh.. ahh..” desahku sambil menembakkan spermaku dalam mulutnya.&lt;br /&gt;
“Aku juga Ben..” katanya sambil menjepit tanganku dalam vaginanya.&lt;br /&gt;
“Ach.. ah.. aa.. ach..” desahnya.&lt;br /&gt;
“Aku tidur di sini yach, nanti bangunin aku jam lima sebelum ayah  bagun,” katanya sambil menutup mata dan kemudian tertidur, di sampingku.  Tepat jam lima pagi aku bangun dan membangunkanya, kemudian ia bergegas  ke kamar madi dan mempersiapkan diri untuk sekolah, begitu juga dengan  aku. Yang aneh siang ini tidak seperti biasanya Lusi tidak pulang  bersamaku karena ia ada les privat, sedangkan di rumah cuma ada Mbak  Riri, dan anehnya siang-siang begini Mbak Riri di rumah memakai kaos  ketat dan rok mini seperti sedang menunggu sesuatu.&lt;br /&gt;
———-&lt;br /&gt;
“Siang Ben! baru pulang? Lusi mana?” tanyanya.&lt;br /&gt;
“Lusi lagi les, katanya bakal pulang sore,” kataku, “Loh Mbak sendiri kapan pulang? katanya dari Solo yach?”&lt;br /&gt;
“Aku pulang tadi malem jam tigaan,” katanya.&lt;br /&gt;
“Ben, tadi malam kamu teriak sendirian di kamar ada apa?”&lt;br /&gt;
Wah gawat sepertinya Mbak Riri dengar desahannya Lusi tadi malam.&lt;br /&gt;
“Ach tidak kok, cuma ngigo,” kataku sambil berlalu ke kamar.&lt;br /&gt;
“Ben!” panggilnya, “Temenin Mbak nonton &lt;a href="http://masa--puber.blogspot.com/2011/12/agen-bola-cerita-dewasa-sedarah-ngentot.html"&gt;VCD&lt;/a&gt; dong, Mbak males nich nonton sendirian,” katanya dari kamarnya.&lt;br /&gt;
“Bentar!” kataku sambil berjalan menuju kamarnya, “Ada film apa Mbak?” tanyaku sesampai di kamarnya.&lt;br /&gt;
“Liat aja, nanti juga tau,” katanya lagi.&lt;br /&gt;
“Mbak lagi nungguin seseorang yach?” tanyaku.&lt;br /&gt;
“Mbak, lagi nungguin kamu kok,” katanya datar, “Tuh liat filmnya udah mulai.”&lt;br /&gt;
“Loh inikan..?” kataku melihat film BF yang diputarnya dan tanpa  meneruskan kata-kataku karena melihat ia mendekatiku. Kemudian ia mulai  mencium bibirku.&lt;br /&gt;
“Mbak tau kok yang semalam,” katanya, “Kamu mau enggak ngelayanin aku, aku lebih pengalaman dech dari Lusi.”&lt;br /&gt;
Wah pucuk di cinta ulam tiba, yang satu pergi datang yang lain.&lt;br /&gt;
“Mbak, aku kan adik yang berbakti, masak nolak sich,” godaku sambil  tangan kananku mulai masuk ke dalam rok mininya menggosok-gosok  vaginanya, sedangkan tangan kiriku masuk ke kausnya dan memencet-mencet  payudaranya yang super besar.&lt;br /&gt;
“Kamu pinter dech, tapi sayang kamu nakal, pinter cari kesempatan,”  katanya menghentikan ciumannya dan melepaskan tanganku dari dada dan  vaginanya.&lt;br /&gt;
“Mbak mau ngapain, kan lagi asyik?” tanyaku.”Kamu kagak sabaran yach,  Mbak buka baju dulu terus kau juga, biar asikkan?” katanya sambil  membuka bajunya.&lt;br /&gt;
Aku juga tak mau ketinggalan, aku mulai membuka bajuku sampai pada akhirnya kami berdua telanjang bulat.&lt;br /&gt;
“Tubuh Mbak bagus banget,” kataku memperhatikan tubuhnya dari atas  sampai ujung kaki, benar-benar tidak ada cacat, putih mulus dan sekal.&lt;br /&gt;
Ia langsung mencumbuku dan tangan kanannya memegang penisku, dan mengarahkan ke vaginanya sambil berdiri.&lt;br /&gt;
“Aku udah enggak tahan Ben,” katanya.&lt;br /&gt;
Kuhalangi penisku dengan tangan kananku lalu kumainkan vaginanya dengan tangan kiriku.&lt;br /&gt;
“Nanti dulu ach, beginikan lebih asik.”&lt;br /&gt;
“Ach.. kamu nakal Ben! pantes si Lusi mau,” katanya mesra.&lt;br /&gt;
“Ben..! Mbak..! lagi dimana kalian?” terdengar suara Lusi memanggil dari luar.&lt;br /&gt;
“Hari ini guru lesnya tidak masuk jadi aku dipulangin, kalian lagi dimana sich?” tanyanya sekali lagi.&lt;br /&gt;
“Masuk aja Lus, kita lagi pesta nich,” kata Mbak Riri.&lt;br /&gt;
“Mbak! Entar kalau Lusi tau gimana?” tanyaku.&lt;br /&gt;
“Ben jangan panggil Mbak, panggil aja Riri,” katanya dan ketika itu aku melihat Lusi di pintu kamar sedang membuka baju.&lt;br /&gt;
“Rir, aku ikut yach!” pinta Lusi sambil memainkan vaginanya.&lt;br /&gt;
“Ben kamu kuat nggak?” tanya Riri.&lt;br /&gt;
“Tenang aja aku kuat kok, lagian kasian tuch Lusi udah terangsang,” kataku.&lt;br /&gt;
“Lus cepet sinih emut ‘Beni Junior’,” ajakku.&lt;br /&gt;
Tanpa menolak Lusi langsung datang mengemut penisku.&lt;br /&gt;
“Mending kita tiduran, biar aku dapet vaginamu,” kataku pada Riri.&lt;br /&gt;
“Ayo dech!” katanya kemudian mengambil posisi.&lt;br /&gt;
Riri meletakkan vaginanya di atas kepalaku, dan kepalanya menghadap vagina Lusi yang sedang mengemut penisku.&lt;br /&gt;
“Lus, aku maenin vaginamu,” katanya.&lt;br /&gt;
Tanpa menunggu jawaban dari Lusi ia langsung bermain di  vaginanya.Permainan ini berlangsung lama sampai akhirnya Riri  menegangkan pahanya, dan.. “Ach.. a.. aach.. aku keluar..” katanya  sambil menyemprotkan cairan di vaginanya.&lt;br /&gt;
“Sekarang ganti Lusi yach,” kataku.&lt;br /&gt;
Kemudian aku bangun dan mengarahkan penisku ke vaginanya dan masuk perlahan-lahan.&lt;br /&gt;
“Ach.. aach..” desah Lusi.&lt;br /&gt;
“Kamu curang, Lusi kamu masukin, kok aku tidak?” katanya.&lt;br /&gt;
“Abis kamu keluar duluan, tapi tenang aja, nanti abis Lusi keluar kamu  aku masukin, yang penting kamu merangsang dirimu sendiri,” kataku.&lt;br /&gt;
“Yang cepet dong goyangnya!” keluh Lusi.&lt;br /&gt;
Kupercepat goyanganku, dan dia mengimbanginya juga.&lt;br /&gt;
“Kak, ach.. entar lagi gant.. a.. ach.. gantian yach, aku.. mau keluar  ach.. aa.. a.. ach..!” desahnya, kemudian lemas dan tertidur tak  berdaya.&lt;br /&gt;
“Ayo Ben tunggu apa lagi!” kata Riri sambil mengangkang mampersilakan penisku untuk mencoblosnya.&lt;br /&gt;
“Aku udah terangsang lagi.”&lt;br /&gt;
Tanpa menunggu lama aku langsung mencoblosnya dan mencumbunya.&lt;br /&gt;
“Gimana enak penisku ini?” tanyaku.&lt;br /&gt;
“Penis kamu kepanjangan,” katanya, “tapi enak!”.&lt;br /&gt;
“Kayaknya kau nggak lama lagi dech,” kataku.&lt;br /&gt;
“Sama, aku juga enggak lama lagi,” katanya, “Kita keluarin sama-sama yach!” terangnya.&lt;br /&gt;
“Di luar apa di dalem?” tanyaku lagi.&lt;br /&gt;
“Ach.. a.. aach.. di.. dalem.. aja..” katanya tidak jelas karena sambil mendesah.&lt;br /&gt;
“Maksudku, ah.. ach.. di dalem aja.. aah.. ach.. bentar lagi..”&lt;br /&gt;
“Aku.. keluar.. ach.. achh.. ahh..” desahku sambil menembakkan spermaku.&lt;br /&gt;
“Ach.. aach.. aku.. ach.. juga..” katanya sambil menegang dan aku merasakan cairan membasahi penisku dalam vaginanya.&lt;br /&gt;
Akhirnya kami bertiga tertidur di lantai dan kami bangun pada saat bersamaan.&lt;br /&gt;
“Ben aku mandi dulu yach, udah sore nich.”&lt;br /&gt;
“Aku juga ach,” kataku.&lt;br /&gt;
“Ben, Lus, lain kali lagi yach,” pinta Riri.&lt;br /&gt;
“Itu bisa diatur, asal lagi kosong kayak gini, ya nggak Ben!” kata Lusi.&lt;br /&gt;
“Kapan aja kalian mau aku siap,” kataku.&lt;br /&gt;
“Kalau gitu kalian jangan mandi dulu, kita main lagi yuk!” kata Riri mulai memegang penisku.&lt;br /&gt;
Akhirnya kami main lagi sampai malam dan kebetulan ayah dan ibu  telepon dan mengatakan bahwa mereka pulangnya besok pagi, jadi kami  lebih bebas bermain, lagi dan lagi. Kemudian hari selanjutya kami sering  bermain saat situasi seperti ini, kadang tengah malam hanya dengan Riri  atau hanya Lusi. Oh bapak tiri, ternyata selain harta banyak, kamu juga  punya dua anak yang siap menemaniku kapan saja, ohh nikmatnya hidup  ini.&lt;br /&gt;
Itulah &lt;i&gt;cerita dewasa&lt;/i&gt; yang bisa diberikan oleh &lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Tim Kreatif&lt;/span&gt; &lt;a href="http://masa--puber.blogspot.com/"&gt;Masa Pube&lt;/a&gt;r&lt;/b&gt;  kali ini, semoga saja anda bisa mengambil semua hikmah yang terkandung  didalam cerita dewasa tersebut, perlu diingat cerita ini khusus bagi  anda yang sudah dewasa sekian dan terima kasih.</description><link>http://masa--puber.blogspot.com/2011/12/agen-bola-cerita-dewasa-sedarah-ngentot.html</link><author>noreply@blogger.com (masa puber)</author><thr:total>0</thr:total></item></channel></rss>