<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>MAUL-UNDERGROUND</title><description>Inspirasi dari Fenomena alam dan Lingkungan</description><managingEditor>noreply@blogger.com (MauL-Underground)</managingEditor><pubDate>Fri, 6 Sep 2024 08:33:47 +0800</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">260</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://maul-underground.blogspot.com/</link><language>en-us</language><item><title>Sisa Makanan yang Terbuang Percuma, Percepat Perubahan Iklim</title><link>http://maul-underground.blogspot.com/2016/04/sisa-makanan-yang-terbuang-percuma.html</link><category>alam</category><category>global warming</category><category>nature</category><category>Pemanasan global</category><author>noreply@blogger.com (MauL-Underground)</author><pubDate>Thu, 21 Apr 2016 21:11:00 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6233578485864015846.post-4564678392272867909</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="caption" style="background-color: #fafafa; color: #4b4b4b; font-family: Arimo, sans-serif; font-size: 16px; margin-left: 1em; margin-right: 1em; width: 640px;"&gt;
&lt;img alt="Sisa Makanan yang Terbuang Percuma, Percepat Perubahan Iklim" class="ease lazy" height="400" itemprop="image" pagespeed_url_hash="4092225618" src="http://media.nationalgeographic.co.id/daily/640/0/201603031325670/b/foto-sisa-makanan-yang-terbuang-percuma-percepat-perubahan-iklim.jpg" style="background: url(&amp;quot;http://static.nationalgeographic.co.id/img/ximg_loader.png.pagespeed.ic.UEzBODIKHi.png&amp;quot;) 50% 50% rgb(0, 0, 0); border: 0px; box-shadow: rgb(102, 102, 102) 0px 4px 3px -3px; color: #afbfce; display: inline-block; max-width: 100%; transition: all 0.1s ease-in-out;" title="Sisa Makanan yang Terbuang Percuma, Percepat Perubahan Iklim" width="400" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="caption" style="background-color: #fafafa; color: #4b4b4b; font-family: Arimo, sans-serif; font-size: 16px; margin-left: 1em; margin-right: 1em; width: 640px;"&gt;
&lt;span style="color: grey; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 15px;"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;i style="color: grey; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 15px;"&gt;Brian Finke/National Geographic&lt;/i&gt;&lt;span style="color: grey; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 15px;"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h2 itemprop="description" style="background-color: #fafafa; color: #505f70; font-family: Lato, sans-serif; font-size: 17px; margin: 0px 0px 20px; padding: 0px; text-shadow: rgb(255, 255, 255) 0px 1px 0px;"&gt;
Anda bisa bayangkan bagaimana penuhnya langit dengan makanan yang mencapai lebih dari 1,4 milyar ton per tahun, 400 juta ton lebih berat dari Gunung Fuji.&lt;/h2&gt;
&lt;div itemprop="articleBody" style="background-color: #fafafa; color: #4b4b4b; font-family: Arimo, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;
&lt;div style="line-height: 24px;"&gt;
Jumlah makanan yang dibuang oleh manusia diperkirakan dapat mencapai selangit makanan. Anda bisa bayangkan bagaimana penuhnya langit dengan makanan yang mencapai lebih dari 1,4 milyar ton per tahun. 400 juta ton lebih berat dari Gunung Fuji, Jepang, yang tingginya 2,3 mil di atas permukaan laut.&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 24px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 24px;"&gt;
Jika memerangi kelaparan global tidak cukup menjadi alasan untuk membalikkan tren ini, maka penelitian terbaru ini (semoga) dapat menyadarkan bahwa mengurangi limbah makanan secara drastis dapat membantu dalam memerangi perubahan iklim.&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 24px;"&gt;
Jürgen Kropp, salah satu penulis studi terbaru melihat bagaimana kelebihan makanan membebani planet ini. Ia mengatakan bahwa bukan rahasia lagi, jika negara-negara Barat bertanggung jawab atas keadaan darurat hari ini.&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 24px;"&gt;
"Gaya konsumsi makanan di negara-negara Barat merupakan bagian dari krisis iklim " kata Kropp dilansir dari The Huffington Post.&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 24px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 24px;"&gt;
Penelitian, yang diterbitkan dalam jurnal&amp;nbsp;&lt;em&gt;Environmental Science &amp;amp; Technology&lt;/em&gt;, menemukan bahwa&amp;nbsp; konsumsi tidak banyak berubah selama 50 tahun terakhir, surplus global makanan meningkat sekitar 65 persen. Produksi makanan yang terus-terusan berlebihan justru meningkatkan gas rumah kaca yang dipancarkan, namun tidak mengurangi jumlah orang yang kelaparan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 24px;"&gt;
Menurut penelitian, menghindari pembuangan makanan dari hasil pertanian dapat membantu mencegah dampak iklim, seperti cuaca ekstrem dan kenaikan permukaan laut.&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 24px;"&gt;
"Pertanian adalah pendorong utama perubahan iklim, terhitung lebih dari 20 persen emisi gas rumah kaca global secara keseluruhan pada 2010," kata rekan penulis, Prajal Pradhan dalam sebuah pernyataan. "Menghindari kerugian limbah makanan, karena itu akan menghindari emisi gas rumah kaca yang tidak perlu dan membantu mengurangi perubahan iklim."&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 24px;"&gt;
Setiap tahun, sekitar sepertiga dari makanan dunia hilang atau terbuang percuma. Hal ini dipaparkan oleh Organisasi Pangan dan Pertanian Amerika Serikat. Mereka menjelaskan pula bahwa makanan yang terbuang, senilai hampir $ 1 triliun, sebenarnya dapat memberi makan sekitar 2 miliar orang (jumlah yang cukup mengejutkan), mengingat laporan lain menyatakan ada sekitar 800 juta orang kekurangan gizi di dunia.&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 24px;"&gt;
Peneliti dari Institut Potsdam untuk Penelitian Dampak Iklim memperingatkan bahwa pada tahun 2050, sepersepuluh dari emisi sektor pertanian dapat ditelusuri kembali ke produksi makanan yang terbuang. Tentu saja harus ada upaya global untuk mengurangi jumlah makanan yang terbuang ini.&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 24px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 24px;"&gt;
"Menghindari kerugian makanan dapat mempengaruhi berbagai tantangan sekaligus, mengurangi dampak lingkungan pertanian, menghemat sumber daya yang digunakan dalam produksi pangan, dan meningkatkan ketahanan pangan lokal, regional, dan global," kata Kropp dalam sebuah pernyataan.&lt;/div&gt;
&lt;div class="article_credit" style="color: #313b47; font-family: 'Palatino Linotype', 'Book Antiqua', Palatino, serif; line-height: 24px; margin-bottom: 20px; margin-top: -10px;"&gt;
(&lt;i&gt;K.N Rosandrani /&amp;nbsp;&lt;a href="http://huffingtonpost.com/" style="color: #0645ad; text-decoration: none;" target="_blank"&gt;Huffingtonpost.com&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;)&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>7 Tragedi Kesehatan yang Disebabkan oleh Pemanasan Global</title><link>http://maul-underground.blogspot.com/2016/04/7-tragedi-kesehatan-yang-disebabkan.html</link><category>alam</category><category>global warming</category><category>kesehatan</category><category>nature</category><category>Pemanasan global</category><category>penyakit</category><author>noreply@blogger.com (MauL-Underground)</author><pubDate>Thu, 21 Apr 2016 21:07:00 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6233578485864015846.post-3525648909214480029</guid><description>&lt;h2 itemprop="description" style="background-color: #fafafa; color: #505f70; font-family: Lato, sans-serif; font-size: 17px; margin: 0px 0px 20px; padding: 0px; text-shadow: rgb(255, 255, 255) 0px 1px 0px;"&gt;
Selain menghancurkan Bumi kita, pemanasan global juga akan dan telah merugikan kesehatan ribuan orang dalam skala yang tidak main-main.&lt;/h2&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;img alt="7 Tragedi Kesehatan yang Disebabkan oleh Pemanasan Global" class="ease lazy" height="269" itemprop="image" pagespeed_url_hash="2604163102" src="http://media.nationalgeographic.co.id/daily/640/0/201509191542334/b/foto-7-tragedi-kesehatan-yang-disebabkan-oleh-pemanasan-global.jpg" style="background: url(&amp;quot;http://static.nationalgeographic.co.id/img/ximg_loader.png.pagespeed.ic.UEzBODIKHi.png&amp;quot;) 50% 50% rgb(0, 0, 0); border: 0px; box-shadow: rgb(102, 102, 102) 0px 4px 3px -3px; color: #afbfce; display: inline-block; max-width: 100%; transition: all 0.1s ease-in-out;" title="7 Tragedi Kesehatan yang Disebabkan oleh Pemanasan Global" width="400" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="caption" style="background-color: #fafafa; color: #4b4b4b; font-family: Arimo, sans-serif; font-size: 16px; margin-bottom: 10px; width: 640px;"&gt;
&lt;span style="color: grey; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 15px;"&gt;Ilustrasi (&lt;i&gt;crooksandliars.com&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div itemprop="articleBody" style="background-color: #fafafa; color: #4b4b4b; font-family: Arimo, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;
&lt;div style="line-height: 24px;"&gt;
Anda tentu tahu bahwa pemanasan global akan menghancurkan Bumi kita. Menurut kantor administrasi presiden AS Barrack Obama, ternyata pemanasan global juga akan dan telah merugikan kesehatan ribuan orang dalam skala yang tidak main-main.&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 24px;"&gt;
Laporan tersebut dibuat berdasarkan pooling terhadap lebih dari 100 ahli kesehatan dan lingkungan di Departemen Kesehatan dan Agen Perlindungan Lingkungan AS. Inilah rangkuman laporan tersebut.&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 24px;"&gt;
&lt;strong&gt;1. Lebih banyak kematian akibat gelombang panas yang ekstrim&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 24px;"&gt;
Efek gelombang panas mungkin kurang disadari oleh Anda yang sehari-harinya lebih banyak berada dalam ruangan ber-AC.&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 24px;"&gt;
Tapi di negara-negara berkembang, di masyarakat yang tidak memiliki akses terhadap pendingin udara, gelombang panas adalah masalah hidup dan mati. Dan pada dekade ke depan, bahkan AS dan negara-negara maju pun akan merasakan akibatnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 24px;"&gt;
Laporan ini memerkirakan akan ada setidaknya 11 ribu kematian yang berhubungan dengan gelombang panas di AS.&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 24px;"&gt;
&lt;strong&gt;2. Masa alergi musiman lebih panjang&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 24px;"&gt;
Dengan akses yang mudah ke dokter dan obat-obatan pereda alergi, sekarang ini, mungkin kita masih menganggap ringan gejala alergi musiman yang makin sering muncul.&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 24px;"&gt;
Namun laporan tersebut memprediksi, akan ada ratusan bahkan ribuan, kasus alergi di rmah sakit dan kematian dini akibat alergi mulai tahun 2030.&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 24px;"&gt;
Para ahli menjelaskan bahwa peningkatan kadar karbondioksida di udara akan memungkinkan lebih banyak alergen tumbuh, memicu bersin, mata berair, dan serangan alergi yang serius termasuk sesak napas dan kematian.&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 24px;"&gt;
&amp;nbsp;&lt;strong&gt;3. Pasokan air menjadi kotor&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 24px;"&gt;
Pemanasan global, membuat es di kutub mencair. Ini berarti lebih banyak air limpasan (air hujan yang tidak menguap), sehingga menyerap polutan. Akhirnya, pasokan mata air untuk minum terkontaminasi juga. Begitupun sungai dan laut tempat sebagian makanan kita berasal.&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 24px;"&gt;
&lt;strong&gt;4. Lebih banyak penyakit disebarkan oleh nyamuk&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 24px;"&gt;
Tahun ini epidemi virus Zika adalah indikasi bahwa penyakit yang disebarkan oleh serangga bukan sesuatu yang bisa dianggap ringan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 24px;"&gt;
Temperatur hangat berarti musim kawin dan berkembang biak lebih panjang dari sebelumnya, bagi nyamuk dan dan kutu pembawa penyakit Lyme dan penyakit paras lain karena parasit.&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 24px;"&gt;
&lt;strong&gt;5. Gizi dalam sayur berkurang&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 24px;"&gt;
Perubahan iklim berarti pergeseran musim tanam. Menurut laporan tersebut, tidak hanya perubahan iklim akan mengubah praktik pertanian, meningkatnya karbondioksida di atmosfer juga dapat menurunkan nilai gizi dari tanaman.&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 24px;"&gt;
Jikapun Anda masih bisa mendapatkan semua sayuran yang Anda suka, mereka tidak akan cukup bernutrisi untuk Anda.&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 24px;"&gt;
&amp;nbsp;&lt;strong&gt;6. Meningkatkan risiko keracunan makanan&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 24px;"&gt;
Kenaikan suhu dan peningkatan kejadian seperti banjir dan kekeringan akan menghasilkan lebih banyak kesempatan terjadinya kontak antara pasokan bahan makanan dengan patogen yang menyebabkan risiko buruk terhadap kesehatan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 24px;"&gt;
&lt;strong&gt;7. Naiknya kasus kesehatan mental&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 24px;"&gt;
Ini adalah efek tidak langsung, tapi masih sangat serius. Dengan perubahan iklim, kita dapat berharap untuk melihat peristiwa cuaca yang lebih ekstrim seperti angin topan dan badai yang super dahsyat.&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 24px;"&gt;
Semua kehancuran disebabkan oleh fenomena alam itu, baik kehancuran harta benda maupun nyawa, akan memicu dampak psikologis pada ribuan orang.&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 24px;"&gt;
Menjaga agar lingkungan tetap hijau dengan menanam pohon, mengambil aksi nyata untuk mengurangi polusi (gunakan kendaraan umum alih-alih kendaraan pribadi, hemat listrik, kurangi pemakaian kertas, tisu, plastik, memilah sampah organik dan non organik dan lain-lain) adalah cara kita untuk menunda dan mengurangi risiko bencana kesehatan global tersebut.&lt;/div&gt;
&lt;div class="article_credit" style="color: #313b47; font-family: 'Palatino Linotype', 'Book Antiqua', Palatino, serif; line-height: 24px; margin-bottom: 20px; margin-top: -10px;"&gt;
(&lt;i&gt;Lily Turangan/Kompas.com&lt;/i&gt;)&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title> Dasar Permainan MarketGlory</title><link>http://maul-underground.blogspot.com/2014/08/dasar-permainan-marketglory.html</link><category>Cara Mendapatkan uang dengan Blog</category><category>Market glory</category><category>Marketglory</category><author>noreply@blogger.com (MauL-Underground)</author><pubDate>Sun, 10 Aug 2014 16:09:00 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6233578485864015846.post-2810393136351901350</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjvzNqcptFbZus6e_Cg4vBmwYzHsZNgC3TIRDd7Ggu4zJU43B7b4E1kkFr0kMcLqS3qajNHw0BvONvYCO26AL97XkJXTEvxSgCGdvG5SWJqj2d2rH9rRVvkTvDKPF2F6yLZgBm0pHAvQMc/s200/market.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjvzNqcptFbZus6e_Cg4vBmwYzHsZNgC3TIRDd7Ggu4zJU43B7b4E1kkFr0kMcLqS3qajNHw0BvONvYCO26AL97XkJXTEvxSgCGdvG5SWJqj2d2rH9rRVvkTvDKPF2F6yLZgBm0pHAvQMc/s320/market.png" height="112" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp; Dasar Permainan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: x-large;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;b style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: x-large;"&gt;MarketGlory&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Sebelum anda bermain &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Games&lt;/span&gt;
 MarketGlory anda perlu mengerti mengenai dasar-dasarnya. Banyak 
yang harus diketahui agar kita bisa dapat bermain tanpa ada kesalahan 
dalam 
strategi. Berikut adalah dasar-dasarnya:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi8mzcpi2YGFsCmB9szVeYu7zeassHOCsyhyEVXSa8ODqVhbiNHaB7u-Mm2U4Ciqc86qVdtJQOCX84kb4XVDmMz6TqcCgZyrsDlMKsAP9C4t9mJkkuNeOdA3l5xeKvQi2WCyRlcvyWDdrQ/s1600/energi.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi8mzcpi2YGFsCmB9szVeYu7zeassHOCsyhyEVXSa8ODqVhbiNHaB7u-Mm2U4Ciqc86qVdtJQOCX84kb4XVDmMz6TqcCgZyrsDlMKsAP9C4t9mJkkuNeOdA3l5xeKvQi2WCyRlcvyWDdrQ/s1600/energi.png" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi1fwTVBQHnS8l9gViq0Q09n36h6XwCx4iThSYCTV0rY8sW09a6XvkjwugQtutRqMHvvArTeU6WsniujB6_R7Q4BvffRHfFPIhJAjj36N-rBOwIGs1BR8ri9oIKwj2eQkAAc6oTaMbE96OW/s1600/energy.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEigUk8OBhQl2QkSmBBKt2KtbOKHigFiGv9EduD6TBy9FdVgF94MpVHaQnespwb-MHDabWD0rw7VVnAGLnfYEM3kMyf_HTJ1xUCdqkdMjdtpe6AVjF_RtZ7QY_-TxZ_Z9CjBh0wHc8YTR1M8/s1600/energy.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;1. Energi&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEigUk8OBhQl2QkSmBBKt2KtbOKHigFiGv9EduD6TBy9FdVgF94MpVHaQnespwb-MHDabWD0rw7VVnAGLnfYEM3kMyf_HTJ1xUCdqkdMjdtpe6AVjF_RtZ7QY_-TxZ_Z9CjBh0wHc8YTR1M8/s1600/energy.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEigUk8OBhQl2QkSmBBKt2KtbOKHigFiGv9EduD6TBy9FdVgF94MpVHaQnespwb-MHDabWD0rw7VVnAGLnfYEM3kMyf_HTJ1xUCdqkdMjdtpe6AVjF_RtZ7QY_-TxZ_Z9CjBh0wHc8YTR1M8/s1600/energy.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Energi
 sangat berperan penting dalam bermain game ini karena energi sangat 
menentukan produktifitas kita dalam melakukan pekerjaan. Semakin tinggi 
energi semakin tinggi pula produktifitas kita. Energi yang kita akan 
berhenti di angka 1 dan masih tetap bisa melakukan aktifitas-aktifitas 
lainnya seperti work, fight reff dengan produktifitas dibawah 10 tetapi 
perlu memiliki energi yang lebih ketika akan bermain diarena, ellection 
dan war. Energi kita akan turun 5% setiap jamnya, berkurang 10% untuk 
Fight dan 50% untuk work. Maksimal energi adalah 100&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://indo-mg.blogspot.com/2013/11/cara-mendapatkan-energy-di-marketglory.html"&gt;Cara
 Mendapatkan Energy Di MarketGlory&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;2. Experience&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgVitz8F-QgTFC2iZmAOg0EkOBJgJG-w7o9l2FHtLwCW6AP2ZYKfTNTe3avimVQWJMqRloUJI2z8k2RJ45LcliEZVP9gfrGLteLFRPHBpfL7ZniOa27ghjGyKXuHVwvkwxld-JyE8F32KwR/s1600/experience.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgVitz8F-QgTFC2iZmAOg0EkOBJgJG-w7o9l2FHtLwCW6AP2ZYKfTNTe3avimVQWJMqRloUJI2z8k2RJ45LcliEZVP9gfrGLteLFRPHBpfL7ZniOa27ghjGyKXuHVwvkwxld-JyE8F32KwR/s1600/experience.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Fungsi
 dari eksperience tidak jauh berbeda dengan energi dalam game ini karena
 eksperience juga menentukan besar produktifitas. Anda bisa juga membeli
 eksperience mulai dari promo 100 ekperience dengan harga 20 euro atau 
membeli 1 eksperience dengn harga 0,5 euro (tidak wajib). Aturan Market 
Glory yang baru tentang eksperience:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;Berikut eksperience 
yang anda dapat jika anda work&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;- Untuk 0 refferal - 
sebesar 0,7 poin per hari;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;- Untuk 1 referral aktif -
 1 point per hari;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;- Untuk 2 referral aktif - dengan 1,5 poin per 
hari;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;- Selama 3
 referral aktif - dengan 2 poin per hari;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;- Untuk 4 referral aktif - 
sebesar 2,5 poin per hari;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;- Untuk 5 atau lebih referral aktif - dengan 3 poin
 per hari.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Eksperience akan menurun 0,3% 
per hari(0.3 poin) jika kita tidak memiliki eksperience yang aktif.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Maksimal Eksperience adalah 
1900&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;3. Knowledge&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg_cpbAsYkjlPWzwvVE5sRNe1jK0NRw18ZnP8eg9Iuxlt5GkRs4vcMWT2NbNVXl_RHcFRwIqQWrk3zybPYdqUvb5D2idQjwcdbbPjVn_J0S1B-VyJd1MyDIwdA0hyphenhyphenKzQSU8lgVA7GL_CmU4/s1600/knowledge.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg_cpbAsYkjlPWzwvVE5sRNe1jK0NRw18ZnP8eg9Iuxlt5GkRs4vcMWT2NbNVXl_RHcFRwIqQWrk3zybPYdqUvb5D2idQjwcdbbPjVn_J0S1B-VyJd1MyDIwdA0hyphenhyphenKzQSU8lgVA7GL_CmU4/s1600/knowledge.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Knowledge
 Sama
 dengan energi dan experience, knwledge juga menentukan produktifitas. 
Semakin besar knowledge semakin besar pula produktifitas. Knowledge akan
 bertambah ketika kita membeli buku, buku LQ(low Quality) akan bertambah
 1 poin, NQ(Normal Quality) akan bertambah 3 poin, HQ(high Quality) akan
 bertambah 5
 poin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Maksimal Knowledge adalah
 1000&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;4. Productivity&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgFbG5MEyGlAa_8fsDVGNN7FNW2Dd2DjH8GPrefMYGhAU8i3ewVqyTr5s6F-B1usO96pOiVlzpCjAkBLRMfdt5gtIvT-9l8i2Yce1BlKZjRDdIkMaFCfkAZHpRavfB4H8WXKh9bykyRffEC/s1600/productivity.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgFbG5MEyGlAa_8fsDVGNN7FNW2Dd2DjH8GPrefMYGhAU8i3ewVqyTr5s6F-B1usO96pOiVlzpCjAkBLRMfdt5gtIvT-9l8i2Yce1BlKZjRDdIkMaFCfkAZHpRavfB4H8WXKh9bykyRffEC/s1600/productivity.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Produktivity
 adalah hal yang penting untuk melakukan aktifitas work, semakin tinggi 
produktivity semakin tinggi pula gaji yang kita dapat jika kita work.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Rumus Productivity :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Productivity= Energi&amp;nbsp;+ 
Eksperience&amp;nbsp;+ Knowledge / 3&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; 
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; = 2.19&amp;nbsp;&amp;nbsp; +&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 109.24&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; +&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 1&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; / 
3&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
 =37.4766(37.48 poin)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Mata
 Uang&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;1. Mata uang lokal&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiqxZsjuIA2MZ-ZRwPIDv8eDT-V9Dff9wncQw5DrvZSNx1D1miFAbDrFWCdUr79fLd5PeqOykYThzxBDAd16n5lb3Ra1qWYbqeBFtArUYPdFg1dXEDrGAtESMFEivTmA5qfF9q1q9NS6e0G/s1600/idr.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiqxZsjuIA2MZ-ZRwPIDv8eDT-V9Dff9wncQw5DrvZSNx1D1miFAbDrFWCdUr79fLd5PeqOykYThzxBDAd16n5lb3Ra1qWYbqeBFtArUYPdFg1dXEDrGAtESMFEivTmA5qfF9q1q9NS6e0G/s1600/idr.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Mata uang
 
lokal yang digunakan didalam Market Glory di setiap negara berbeda-beda 
sesuai dengan negara dimana anda mendaftar misal: IDR untuk Indonesia, 
USD untuk USA, AUD Untuk Australia dan sebagainya. Kursnya pun setiap 
negara berbeda beda dan hanya bisa digunakan untuk transaksi lokal dan 
membeli produk-produk lokal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;2. Gold&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi6dNeJBFxVGHD4o5iqhJ-3G4vBMI-JNuC7m80DFbIWrblFH3beyk2MEbks0YUWU6dQxNxKIM2iaSPs26iJev6-kGwdN-_-jgMnVjIWuqe29iW3KewYla4fWSA-LTKln0FXbG_0WvfD6yuO/s1600/gold.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi6dNeJBFxVGHD4o5iqhJ-3G4vBMI-JNuC7m80DFbIWrblFH3beyk2MEbks0YUWU6dQxNxKIM2iaSPs26iJev6-kGwdN-_-jgMnVjIWuqe29iW3KewYla4fWSA-LTKln0FXbG_0WvfD6yuO/s1600/gold.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Mata uang
 Gold adalah 
mata uang global yang bisa digunakan untuk transaksi global. Untuk 
menyatukan mata uang seluruh negara menggunakan Gold dengan cara 
mengconvert mata uang lokal menjadi gold.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;3. Euro&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjEHGgyCTuCt7Okiw4DoVwqNDEuvJppmhuqVei2Q51TFfzHjke3_W0lvcjMQgiBhIE8jCpQtXyT-Nk20gsfl9uEL0cxjyKyG-o8g3Z8PZocyhHZCvXZKtakeXjkYhBeinG9Mo4x8MRAVUq5/s1600/euro.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjEHGgyCTuCt7Okiw4DoVwqNDEuvJppmhuqVei2Q51TFfzHjke3_W0lvcjMQgiBhIE8jCpQtXyT-Nk20gsfl9uEL0cxjyKyG-o8g3Z8PZocyhHZCvXZKtakeXjkYhBeinG9Mo4x8MRAVUq5/s1600/euro.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Mata uang
 Euro inilah 
mata uang yang sama dengan mata uang real. Euro bisa di WD(Withdraw) 
ketika mencapai nominal minimal 20 Euro. Sama dengan mata uang lokal dan
 Gold, 
Euro bisa di convert menjadi Gold.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Cara melakukan convert 
mata uang:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;MARKET&amp;gt;&amp;gt;&amp;gt;FINANCIAL
 MARKET&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjxpEZkBxSwnUvcIubFL4OgNJCU-A47_J4NineTT2EY-Z2-68jaPUYCSj36KZqjZsRp6iiTFvAaAJwmOk8w6hlI4tWGFl5yuWJ_Ar8SpWT9r2gnn-GIcIYZPUBiGM6JyOoZnnpsCgY1CDI/s1600/mat.png" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjxpEZkBxSwnUvcIubFL4OgNJCU-A47_J4NineTT2EY-Z2-68jaPUYCSj36KZqjZsRp6iiTFvAaAJwmOk8w6hlI4tWGFl5yuWJ_Ar8SpWT9r2gnn-GIcIYZPUBiGM6JyOoZnnpsCgY1CDI/s320/mat.png" height="288" width="320" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Anda bisa mengconvet dari
 Euro ke Gold, Mata uang lokal ke Gold dan sebaliknya dengan kelipatan 
bilangan utuh.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Demikian secara singkat 
mengenai dasar-dasar Maerket Glory, Jika tertatik mencoba silahkan 
klik &lt;a href="http://indo-mg.blogspot.com/p/contact.html"&gt;disini&lt;/a&gt; . 
Selamat Bermain!!&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;!&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt; http://indo-mg.blogspot.com/&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjvzNqcptFbZus6e_Cg4vBmwYzHsZNgC3TIRDd7Ggu4zJU43B7b4E1kkFr0kMcLqS3qajNHw0BvONvYCO26AL97XkJXTEvxSgCGdvG5SWJqj2d2rH9rRVvkTvDKPF2F6yLZgBm0pHAvQMc/s72-c/market.png" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Merunut Alur Hidup Kupu-kupu</title><link>http://maul-underground.blogspot.com/2014/08/merunut-alur-hidup-kupu-kupu.html</link><category>alam</category><category>alur hidup kupu-kupu</category><category>kupu-kupu</category><category>lingkungan</category><category>nature</category><author>noreply@blogger.com (MauL-Underground)</author><pubDate>Sun, 10 Aug 2014 08:00:00 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6233578485864015846.post-290632334554650186</guid><description>&lt;h1 id="maintitle" style="text-align: center;"&gt;
Merunut Alur Hidup Kupu-kupu&lt;/h1&gt;
&lt;div class="caption" style="margin-top: 15px; text-align: center; width: 640px;"&gt;
&lt;img alt="kupukupu,taman kupukupu gita persada,lampung,troides helena" height="266" src="http://nationalgeographic.co.id/media/daily/640/0/201408091303180/b/merunut-alur-hidup-kupu-kupu.jpg" width="400" /&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="caption" style="margin-top: 15px; text-align: center; width: 640px;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;span&gt;Kupu-kupu
 jenis &lt;em&gt;Troides helena&lt;/em&gt; yang berkembang biak dengan baik di Taman
 Kupu-kupu Gita Persada, Lampung (Dwi Oblo/National Geographic 
Indonesia).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="caption" style="margin-top: 15px; text-align: left; width: 640px;"&gt;
&lt;h2 id="subtitle"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Adegan intim yang terjadi di Taman 
Kupu-kupu Gita 
Persada, Gunung Betung, Lampung, ini berlangsung 3 - 4 jam.&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div id="content"&gt;
Sepasang kupu-kupu &lt;em&gt;Troides helena&lt;/em&gt; 
sedang berasyik masyuk. Adegan intim yang terjadi di Taman Kupu-kupu 
Gita Persada, Gunung Betung, Lampung, ini berlangsung 3 - 4 jam.&lt;br /&gt;

"Itu karena jantan menumpahkan semua spermanya ke kantong sperma yang
 ada di tubuh betina," jelas Martinus, pengelola Gita Persada.&lt;br /&gt;

Usai kawin, si betina akan keluyuran mencari pohon inang bagi telur 
dan larvanya, sementara sang jantan pelan-pelan akan mati. Kala telur 
telah menetas, lahirlah para generasi baru kupu-kupu: larva atau ulat.&lt;br /&gt;

Ulat Troides sangat menakutkan: bertubuh hitam dengan duri-duri 
runcing. Satu sinyal sedang dia kirimkan kepada makhluk lain: jangan 
mendekat, aku beracun!&lt;br /&gt;

Namun Martinus dengan santai membelainya. Jari telunjuknya menyentuh 
lembut jajaran duri si ulat. "Tidak apa-apa. Sentuh saja, dia tidak 
menyengat," ujarnya.&lt;br /&gt;

Tanpa hirau keadaan sekeliling, mulut si ulat menggerogoti dedaunan. 
Berbeda dengan ulatnya yang membuat bergidik, kupu-kupu Troides helena 
sangat menawan: sayap lebar, bercorak hitam dan kuning cerah.&lt;br /&gt;

Racun ulat sebagai alat pertahanan terhadap para pemangsanya—burung 
misalnya. Ini berbeda dengan ulat bulu yang menaruh racun di 
bulu-bulunya. Tak pelak lagi, bila menyentuh ulat bulu, kulit akan 
gatal-gatal. "Ulat bulu adalah salah satu tahap hidup ngengat, yang 
berbeda dengan ulat kupu-kupu," tandas Martinus coba meyakinkan.&lt;br /&gt;

&lt;strong&gt;Di Taman Gita Persada pengunjung dapat mengamati setiap tahap
 perkembangan hidup kupu-kupu&lt;/strong&gt;. Dari telur kupu-kupu yang 
sekecil debu, akan terlahir larva beberapa milimeter. Seiring waktu, 
tubuh larva akan berkembang ribuan kali lipat—menjadi ulat.&lt;br /&gt;

Ulat kupu-kupu &lt;em&gt;Troides helena&lt;/em&gt; misalnya, semula hanya 
berukuran beberapa milimeter, yang kemudian membengkak sebesar jari 
kelingking. "Hidup ulat hanya makan, tidur, makan, tidur, makan, tidur,"
 terang lelaki berkacamata ini.&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;

&lt;div class="caption img" style="width: 427px;"&gt;
&lt;img alt="kupukupu,taman kupukupu gita persada,lampung,troides helena" height="400" src="http://nationalgeographic.co.id/media/daily/640/0/201408091305160/b/preview.jpg" width="266" /&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="caption img" style="width: 427px;"&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;span&gt;Kupu-kupu
 jenis &lt;em&gt;Troides helena&lt;/em&gt; yang sedang kawin. Proses alami ini dapat
 kita saksikan di Taman Kupu-kupu Gita Persada, Lampung (Dwi 
Oblo/National Geographic Indonesia).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;

Seperti serangga yang lain, karena terus membesar, ulat akan melepas 
selubung kulitnya yang tak mampu menampung tubuhnya yang melar. "Itu 
namanya instar, mengganti kulit lama dengan yang baru. Instar ulat 
kupu-kupu antara enam hingga tujuh kali," paparnya.&lt;br /&gt;

Ulat amat lahap makan untuk menyongsong tahap kehidupan selanjutnya, 
yaitu kepompong. Pada instar terakhirnya, ulat Troides helena akan 
berubah menjadi segumpal kepompong yang bertengger di daun atau 
ranting.&lt;br /&gt;

Wujudnya berubah total: seperti gulungan daun. Dua utas tali sutra 
menopang bagian atas kepompong, sementara jalinan sutra menopang di 
bagian bawah. Martinus menyatakan, bentuk seperti daun merupakan 
strategi kepompong untuk menghindari pemangsa.&lt;br /&gt;

Perubahan dari ulat menjadi kepompong melibatkan proses rumit di 
dalam tubuh calon kupu-kupu itu. "Karena hidupnya hanya makan, ulat 
tidak memiliki organ genital. Alat pencernaannya bahkan lebih kompleks 
daripada kupu-kupu," terang dosen Fakultas Teknik Universitas Lampung 
ini.&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;

&lt;div class="caption img" style="width: 640px;"&gt;
&lt;img alt="kupukupu,taman kupukupu gita persada,lampung,herawati soekardi" height="213" src="http://nationalgeographic.co.id/media/daily/640/0/201408091307080/b/preview.jpg" width="320" /&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="caption img" style="width: 640px;"&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;span&gt;Direktur
 Yayasan Sahabat Alam, yang mengelola Taman Kupu-kupu Gita Persada, 
Lampung, Herawati Soekardi (Dwi Oblo/National Geographic Indonesia).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;

Menariknya, selama masa kepompong, tubuh ulat dirombak ulang. "Alat 
genital dan sayap yang semula tidak ada, lalu dibuat. Alat pencernaan 
yang terlalu kompleks, dikurangi. Dari mata yang sederhana berubah 
menjadi mata yang kompleks. Mulut ulat dengan rahang yang kuat, berubah 
menjadi sedotan atau probosis," Martinus memaparkan.&lt;br /&gt;

Kala masa kepompong selesai, lahirlah seekor kupu-kupu. Meskipun baru
 lahir, naluri menggiring kupu-kupu untuk mencari pasangan hidup dan 
kawin mawin.&lt;br /&gt;"Yang ada dalam otaknya pertama-tama adalah 
bereproduksi. Dia akan mencari pasangan, kawin, dan tak berapa lama akan
 mati," jelas Martinus, "karena itu, seperempat jam setelah lahir, 
kupu-kupu bisa langsung kawin."&lt;br /&gt;

Setelah kawin, kupu-kupu kembali mengulangi siklus hidupnya yang 
baru.&lt;br /&gt;
&lt;div style="color: red;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;(&lt;em&gt;Agus Prijono&lt;/em&gt; - National Geographic)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Mengenali Arus Pembawa Ikan </title><link>http://maul-underground.blogspot.com/2014/08/mengenali-arus-pembawa-ikan.html</link><category>alam</category><category>ikan</category><category>lingkungan</category><category>nature</category><author>noreply@blogger.com (MauL-Underground)</author><pubDate>Sat, 9 Aug 2014 22:00:00 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6233578485864015846.post-4605088615065618445</guid><description>&lt;div class="caption" style="margin-top: 15px; text-align: center; width: 640px;"&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;Infografis: Mengenali Arus 
Pembawa Ikan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="caption" style="margin-top: 15px; text-align: center; width: 640px;"&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;a href="http://nationalgeographic.co.id/media/daily/640/0/201408071011580/b/mengenali-arus-pembawa-ikan.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="mengenali arus pembawa ikan" border="0" height="160" src="http://nationalgeographic.co.id/media/daily/640/0/201408071011580/b/mengenali-arus-pembawa-ikan.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;Penelitian untuk mencari daerah-daerah ”panen 
ikan” telah banyak dilakukan berbagai pihak. Salah satu caranya, mencari
 keterkaitan antara arus atau gelombang di dekat pantai dan tingkat 
kesuburan daerah tangkapan ikan. Dengan mengetahui keterkaitan itu, bisa
 diketahui pula di mana dan kapan ikan bakal berlimpah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika 
masyarakat nelayan punya informasi itu, diharapkan nelayan bisa bekerja 
lebih efektif dan efisien. Nilai ekonomi yang dinikmati pun akan 
meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fadli Syamsudin, Peneliti Utama Bidang Oseanografi 
BPPT, menjelaskan korelasi berbagai arus di pantai selatan Jawa beberapa
 waktu lalu. ”Pulau Jawa amat penting karena di sana bertemu berbagai 
arus mainstream. Pada pertemuan arus itu banyak terdapat zat hara 
sehingga banyak ikan,” ujar dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sepanjang pantai selatan 
Pulau Jawa terdapat banyak arus dan gelombang yang melintas. Baik yang 
sifatnya musiman, tengah musiman, atau yang merupakan arus global. Di 
sana juga terdapat rezim gelombang Kelvin Samudra India (IOKW) yang 
memiliki karakter khusus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Di selatan Jawa, gelombang Kelvin 
merambat sepanjang pantai dari barat ke timur. Karakter gelombang ini, 
di belahan bumi selatan, garis pantai berada di sebelah kiri gelombang,”
 kata Fadli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Arus selatan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu juga
 terdapat Arus Selatan Jawa (SJC) yang melintas sepanjang tahun. Arus 
SJC berganti-ganti dari timur ke barat atau sebaliknya sesuai angin 
musim. Arus SJC yang baru saja melintasi Laut Tiongkok Selatan dan 
Samudra India akan membawa banyak uap air sehingga banyak hujan di 
Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arus tersebut, tambah Fadli, terperangkap di pantai, 
di dalam Radius Rossby. Radius Rossby adalah jarak yang terkait dengan 
kecepatan dan panjang gelombang Rossby—gelombang yang terjadi karena 
pengaruh kemiringan pantai. Arus ini berada pada jarak 120 kilometer-160
 kilometer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fadli mengatakan, ”Ukuran Radius Rossby berbeda-beda 
pada setiap perairan.” Di selatan Pulau Jawa, Radius Rossby jaraknya 
180-200 kilometer dari pantai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat musim barat, kata dia, 
tinggi paras laut lebih tinggi daripada muka air laut di daerah lepas 
pantai. Adapun perputaran arus global yang seperti ban berjalan 
mengelilingi bumi dari Samudra Pasifik menuju ke Samudra Atlantik, 
Samudra Indonesia, dan kembali ke Samudra Pasifik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, 
Indonesia juga dilalui Arus Lintas Indonesia (Arlindo atau Indonesian 
Throughflow/ITF) yang mengalir dari Samudra Pasifik ke Samudra India. 
Arus ini membawa massa air hangat dari Pasifik melalui Indonesia ke 
Samudra India.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan penelitian (Gordon, 1986), ITF 
berperan penting dalam sirkulasi termohalin. Massa air yang ada di 
kedalaman Laut Atlantik naik (upwelling) dan menjadi hangat di Pasifik, 
lalu berjalan kembali ke Atlantik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di selatan Pulau Jawa juga 
banyak fenomena akibat interaksi lautan-atmosfer. Fenomena musiman, 
antarmusim, dan fenomena dengan periode lebih panjang seperti El Nino 
(El Nino Southern Oscillation/ENSO) amat berdampak terhadap transportasi
 laut dan perikanan tangkap.&lt;br /&gt;Proses fisik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses terjadinya 
arus dan gelombang demikian kompleks. Proses tersebut melibatkan 
dinamika atmosfer dan lautan yang amat bergantung pada faktor-faktor 
temperatur, interaksi laut-daratan, massa air laut, topografi dasar 
laut, dan angin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk melihat sebaran ikan, proses fisik menjadi
 sesuatu yang dominan. Ikan biasa berada di perairan yang hangat, banyak
 zat hara sebagai makanan mereka. Kedua hal tersebut muncul sejalan 
dengan beberapa fenomena oseanologi. ”Ikan amat sensitif terhadap 
perubahan iklim (tahunan),” ujar Fadli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian yang dilakukan
 di Pasifik, mengamati terjadinya fenomena ENSO. Pada saat terjadi El 
Nino, kolam panas di utara Papua dari barat bergeser ke Laut Pasifik di 
timur. Kekosongan akibat pergeseran tersebut diisi oleh massa air dengan
 suhu lebih rendah, massa air dari bawah bergerak ke atas. Kedalaman 
massa air panas ini sekitar 300 meter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upwelling yang terjadi 
membawa lapisan termoklin—batas antara massa air hangat dan massa air 
dingin—naik. Pada lapisan tersebut banyak terdapat zat hara. ”Karena 
banyak zat hara, di sana banyak berkumpul ikan. Maka, saat terjadi El 
Nino banyak ikan,” kata Fadli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat terjadi fenomena El 
Nino, di Samudra India terjadi Indian-Ocean Dipole (IOD) positif yang 
ditandai dengan berpindahnya massa air dari timur ke barat. Massa air 
ini membawa banyak ikan. Saat melewati selatan Jawa, ”Ada gelombang 
Kelvin yang membawanya dari barat ke timur,” ujar Fadli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gelombang
 Kelvin ditimbulkan angin pasat dari barat ke timur yang bertiup kuat, 
”Gelombang Kelvin menyeret kolam panas yang diikuti upwelling yang 
membawa banyak ikan,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum, ikan tidak menyukai 
suhu tinggi. Sebaliknya, ketika terjadi IOD negatif yang bersamaan 
dengan La Nina, ikan tidak banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian tentang arus dan 
gelombang memang amat penting untuk perikanan tangkap, terutama bagi 
nelayan nontradisional. Namun, selain penelitian tentang fenomena ENSO- 
IOD dan pengaruhnya terhadap upwelling, beragam gelombang dan arus 
pembawa massa air, juga dibutuhkan penelitian lain. ”Penelitian akan 
perilaku ikan amat penting karena setiap jenis memiliki pola migrasi 
berbeda,” ujar Kunarso dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan 
Universitas Diponegoro pada sebuah diskusi.&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="color: red; font-size: xx-small;"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: red; font-size: xx-small;"&gt;&lt;em&gt;Brigitta Isworo Laksmi/KOMPAS&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: red; font-size: xx-small;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: red; font-size: xx-small;"&gt;- 
National Geographic)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Bukti Marketglory Bisa Dicairkan</title><link>http://maul-underground.blogspot.com/2014/08/bukti-marketglory-bisa-dicairkan.html</link><category>Cara Mendapatkan uang dengan Blog</category><category>Market glory</category><category>Marketglory</category><category>mencari dolar di internet</category><author>noreply@blogger.com (MauL-Underground)</author><pubDate>Sat, 9 Aug 2014 11:18:00 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6233578485864015846.post-1521217144449822846</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
Bukti PO
 MarketGlory &lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;(sumber : 
http://indo-mg.blogspot.com/2013/11/dasar-permainan-marketglory.html)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEivSvwc4m2dtfaH_9_UCJmwSoycoh1TiDK5CeuolI0ILm2p5aheYh8Tok55QfiypqL7SDbv3JSgE3VcqWh_Tkd0xkJXpTZ6IwHYPlJkpRT7woMfhTrwoXudcM0xRMJyBjATQ9y_ZTNmeVqQ/s1600/Screenshots_2014-07-10-18-59-09.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="255" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEivSvwc4m2dtfaH_9_UCJmwSoycoh1TiDK5CeuolI0ILm2p5aheYh8Tok55QfiypqL7SDbv3JSgE3VcqWh_Tkd0xkJXpTZ6IwHYPlJkpRT7woMfhTrwoXudcM0xRMJyBjATQ9y_ZTNmeVqQ/s1600/Screenshots_2014-07-10-18-59-09.png" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
Ini Bukti-bukti WD dari Akun an Lissa Tan :D&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
Semoga bisa memotivasi teman2 ..&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;b&gt;MarketGlory -&amp;gt; &lt;a href="http://www.marketglory.com/strategygame/mwardono"&gt;REGISTER&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="640" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgawuUOyJFocBtK17mNjgHTSHcZ_npzeXb7sxob0p8jdPRB4czmdYlaVEKPYtEhnLjDteW4VNQn5e_JQ8Qh_riHDSKjVtff2rkDKJHd9tlcRsJGIDlP3L8kA5IBq9FXy2yRYzZIB298dAtf/s1600/WD+1.png" width="528" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;WD ke1&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEilXrWw_p0RWu_AjcwIM22syFMOZFqaaKNiUVBAGeDSKKQOLGM-OjHy4hWUlz0ulKD3uDINqXs8Ti4Wt3zkUphaqdZZVHztUa7RR64pS7epIb5RTxvBDHYr89ReYLO6uGLmETF5yi-pP8X5/s1600/WD+2.png" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="640" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEilXrWw_p0RWu_AjcwIM22syFMOZFqaaKNiUVBAGeDSKKQOLGM-OjHy4hWUlz0ulKD3uDINqXs8Ti4Wt3zkUphaqdZZVHztUa7RR64pS7epIb5RTxvBDHYr89ReYLO6uGLmETF5yi-pP8X5/s1600/WD+2.png" width="540" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;WD ke 2&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhe3tzk_7mNGRq2DnAIrPEQ-9UU5a3XcZtOwdFNLurp1BlhPVGS2AKwNt_HJPSYBPzYDhErFKrru9oL9hzZcykr909k5Vk574j3aE_MlQbVfYyLphpyhFvFWNN8yysbDiE8FHgzFYDbXx6O/s1600/WD+3.png" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="640" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhe3tzk_7mNGRq2DnAIrPEQ-9UU5a3XcZtOwdFNLurp1BlhPVGS2AKwNt_HJPSYBPzYDhErFKrru9oL9hzZcykr909k5Vk574j3aE_MlQbVfYyLphpyhFvFWNN8yysbDiE8FHgzFYDbXx6O/s1600/WD+3.png" width="540" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;WD ke 3&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;

&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj50vDSA17rqIVIFRli5DXIewfC-RfqiST4gSO2UNoip9E2ZAJou63wHFJx4Bma7UCGmps4E-iZDsVrpZ5suw-tdJBVn7dscAi7agQVB9MRuq8J8yZStnDvBoCxZLDEmHTwF6pYRicYHW5Z/s1600/WD+4.png" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="609" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj50vDSA17rqIVIFRli5DXIewfC-RfqiST4gSO2UNoip9E2ZAJou63wHFJx4Bma7UCGmps4E-iZDsVrpZ5suw-tdJBVn7dscAi7agQVB9MRuq8J8yZStnDvBoCxZLDEmHTwF6pYRicYHW5Z/s1600/WD+4.png" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;WD ke 
4(menggunakan jasa resseler)&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&amp;nbsp;Masih belum percaya???&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEivSvwc4m2dtfaH_9_UCJmwSoycoh1TiDK5CeuolI0ILm2p5aheYh8Tok55QfiypqL7SDbv3JSgE3VcqWh_Tkd0xkJXpTZ6IwHYPlJkpRT7woMfhTrwoXudcM0xRMJyBjATQ9y_ZTNmeVqQ/s72-c/Screenshots_2014-07-10-18-59-09.png" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>MARKET GLORY - The Real Gaming Strategy Online For Making Money</title><link>http://maul-underground.blogspot.com/2014/08/market-glory-real-gaming-strategy.html</link><category>game</category><category>Market glory</category><category>Marketglory</category><category>mencari dolar di internet</category><category>Mencari uang di internet</category><author>noreply@blogger.com (MauL-Underground)</author><pubDate>Sat, 9 Aug 2014 09:06:00 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6233578485864015846.post-3017518522117679448</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="" id="result_box" lang="id"&gt;&lt;span title="MarketGlory is an 
economic, political, social and military simulator where you can convert
 your virtual currency into real money."&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://www.marketglory.com/strategygame/mwardono" target="_blank"&gt;&lt;img alt="join now" border="0" src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSz2oRhSVf_ZqUJaxLsMch0jIq6HS3afjm_nWo-tZVE13Hs0UGQKp8NZ5BA-w" height="320" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://www.marketglory.com/strategygame/mwardono" target="_blank"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="" id="result_box" lang="id"&gt;&lt;span title="MarketGlory is an 
economic, political, social and military simulator where you can convert
 your virtual currency into real money."&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="" id="result_box" lang="id"&gt;&lt;span title="MarketGlory is an 
economic, political, social and military simulator where you can convert
 your virtual currency into real money."&gt;&lt;b&gt;MarketGlory&lt;/b&gt;
 adalah simulator politik, sosial dan ekonomi militer di mana Anda 
dapat mengkonversi mata uang virtual Anda menjadi uang riil .&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="" id="result_box" lang="id"&gt;&lt;span title="MarketGlory is an 
economic, political, social and military simulator where you can convert
 your virtual currency into real money."&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="" id="result_box" lang="id"&gt;&lt;span title="MarketGlory is an 
economic, political, social and military simulator where you can convert
 your virtual currency into real money."&gt;&lt;/span&gt;&lt;span title="Each player
 from the MarketGlory community has the opportunity to: work, set up 
companies, run for the government, recommend referrals, gain military 
ranks and build their own organization."&gt;Setiap
 pemain dari masyarakat &lt;a href="http://www.marketglory.com/strategygame/mwardono" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;MarketGlory&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; memiliki kesempatan untuk : 
bekerja,
 mendirikan perusahaan , untuk menjalankan pemerintahan , 
merekomendasikan arahan , mendapatkan rangking militer dan membangun 
organisasi sendiri .&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="" id="result_box" lang="id"&gt;&lt;span title="Each player from 
the MarketGlory community has the opportunity to: work, set up 
companies, run for the government, recommend referrals, gain military 
ranks and build their own organization."&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="" id="result_box" lang="id"&gt;&lt;span title="Each player from 
the MarketGlory community has the opportunity to: work, set up 
companies, run for the government, recommend referrals, gain military 
ranks and build their own organization."&gt;&lt;/span&gt;&lt;span title="The road to
 success in MarketGlory is achieved through a personal strategy by each 
player in the community."&gt;Jalan menuju sukses dalam &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="" id="result_box" lang="id"&gt;&lt;span title="Each player
 from the MarketGlory community has the opportunity to: work, set up 
companies, run for the government, recommend referrals, gain military 
ranks and build their own organization."&gt;&lt;a href="http://www.marketglory.com/strategygame/mwardono" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;MarketGlory&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="" id="result_box" lang="id"&gt;&lt;span title="The road to
 success in MarketGlory is achieved through a personal strategy by each 
player in the community."&gt; 
dicapai melalui strategi masing-masing pemain di masyarakat . &lt;/span&gt;&lt;span title="There is no time limit, some will reach objectives sooner than 
others."&gt;Tidak ada batasan waktu, beberapa akan mencapai tujuan lebih 
cepat daripada yang lain . &lt;/span&gt;&lt;span title="It is important to be 
present in MarketGlory and develop something that gives you satisfaction
 in this game."&gt;Hal ini penting untuk hadir di &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="" id="result_box" lang="id"&gt;&lt;span title="Each player
 from the MarketGlory community has the opportunity to: work, set up 
companies, run for the government, recommend referrals, gain military 
ranks and build their own organization."&gt;&lt;a href="http://www.marketglory.com/strategygame/mwardono" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;MarketGlory&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="" id="result_box" lang="id"&gt;&lt;span title="It is important to be 
present in MarketGlory and develop something that gives you satisfaction
 in this game."&gt; dan 
mengembangkan sesuatu yang memberi Anda kepuasan dalam game ini . &lt;/span&gt;&lt;span title="Success is the result of an activity which is based on action 
and perseverance."&gt;Sukses adalah hasil dari suatu kegiatan yang 
didasarkan pada tindakan dan ketekunan . &lt;/span&gt;&lt;span title="In every 
field of life, those who do not give up will certainly reach all their 
goals."&gt;Dalam setiap bidang kehidupan , mereka yang tidak menyerah pasti
 akan mencapai semua tujuan mereka .&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span class="" id="result_box" lang="id"&gt;&lt;span title="In every field of 
life, those who do not give up will certainly reach all their goals."&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="" id="result_box" lang="id"&gt;&lt;span title="MarketGlory is an 
economic, political, social and military simulator where you can convert
 your virtual currency into real money."&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://www.marketglory.com/strategygame/mwardono" target="_blank"&gt;&lt;img alt="Join 
now" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi4j8Dl8ZGItFnAC30nYcpgtCmBK1sooTQ6tlwTZ9-TrZpZ2HKn7F7s2tPRYur4Fsl_QJIZp-wPgF98QLQOPHsR6AQCU51hdf7QrSx-zNuPRa8NJKmZjhskg0SVE_UFXqdjHDx-zEHjmIRB/s1600/MG.jpg" height="142" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span class="" id="result_box" lang="id"&gt;&lt;span title="In every field of 
life, those who do not give up will certainly reach all their goals."&gt;&lt;/span&gt;&lt;span title="Therefore, success in MarketGlory can give you a substantial 
income in real life."&gt;Oleh karena itu , keberhasilan dalam &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="" id="result_box" lang="id"&gt;&lt;span title="Each player
 from the MarketGlory community has the opportunity to: work, set up 
companies, run for the government, recommend referrals, gain military 
ranks and build their own organization."&gt;&lt;a href="http://www.marketglory.com/strategygame/mwardono" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;MarketGlory&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="" id="result_box" lang="id"&gt;&lt;span title="Therefore, success in MarketGlory can give you a substantial 
income in real life."&gt;
 dapat memberikan penghasilan besar dalam kehidupan nyata .&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="" id="result_box" lang="id"&gt;&lt;span title="Therefore, success
 in MarketGlory can give you a substantial income in real life."&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="" id="result_box" lang="id"&gt;&lt;span title="Therefore, success
 in MarketGlory can give you a substantial income in real life."&gt;&lt;/span&gt;&lt;span title="Money does not bring happiness, but their number does."&gt;Uang 
tidak membawa kebahagiaan , namun jumlah mereka tidak.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="" id="result_box" lang="id"&gt;&lt;span title="Money does not 
bring happiness, but their number does."&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="" id="result_box" lang="id"&gt;&lt;span title="Money does not 
bring happiness, but their number does."&gt;&lt;/span&gt;&lt;span title="We 
appreciate your interest in reading this entire material."&gt;Kami 
menghargai ketertarikan Anda dalam membaca seluruh materi ini .&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="" id="result_box" lang="id"&gt;&lt;span title="We appreciate your
 interest in reading this entire material."&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="" id="result_box" lang="id"&gt;&lt;span title="We appreciate your
 interest in reading this entire material."&gt;&lt;/span&gt;&lt;span title="Recommend your referral link to everybody and earn commissions of
 MarketGlory."&gt;Merekomendasikan link referral Anda untuk semua orang dan
 mendapatkan komisi dari &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="" id="result_box" lang="id"&gt;&lt;span title="Each player
 from the MarketGlory community has the opportunity to: work, set up 
companies, run for the government, recommend referrals, gain military 
ranks and build their own organization."&gt;&lt;a href="http://www.marketglory.com/strategygame/mwardono" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;MarketGlory&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="" id="result_box" lang="id"&gt;&lt;span title="Recommend your referral link to everybody and earn commissions of
 MarketGlory."&gt; . &lt;/span&gt;&lt;span title="Exploit all the opportunities offered by us and be with us for a 
long term to benefit from future projects, too."&gt;Memanfaatkan
 semua kesempatan yang ditawarkan oleh kami dan bersama kami untuk 
jangka panjang untuk memperoleh manfaat dari proyek-proyek masa depan 
juga .&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="" id="result_box" lang="id"&gt;&lt;span title="Exploit all the 
opportunities offered by us and be with us for a long term to benefit 
from future projects, too."&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="" id="result_box" lang="id"&gt;&lt;span title="Exploit all the 
opportunities offered by us and be with us for a long term to benefit 
from future projects, too."&gt;&lt;/span&gt;&lt;span title="In life every chance is 
worth valued at the time."&gt;Dalam kehidupan setiap kesempatan ini layak 
dihargai pada saat itu . &lt;/span&gt;&lt;span title="Now you can develop a great
 opportunity worldwide by MarketGlory and to accomplish all your goals."&gt;Sekarang
 Anda dapat mengembangkan kesempatan besar di seluruh dunia oleh &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="" id="result_box" lang="id"&gt;&lt;span title="Each player
 from the MarketGlory community has the opportunity to: work, set up 
companies, run for the government, recommend referrals, gain military 
ranks and build their own organization."&gt;&lt;a href="http://www.marketglory.com/strategygame/mwardono" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;MarketGlory&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="" id="result_box" lang="id"&gt;&lt;span title="Now you can develop a great
 opportunity worldwide by MarketGlory and to accomplish all your goals."&gt;
 dan untuk mencapai semua tujuan Anda . &lt;/span&gt;&lt;span title="Many people 
waste their time on the internet without having won anything; here, with
 just a few minutes a day, you can manage your business in MarketGlory 
and increase your income."&gt;Banyak
 orang membuang-buang waktu mereka di internet tanpa memenangkan apa pun
 , di sini , hanya dengan beberapa menit sehari , Anda dapat mengelola 
bisnis Anda di &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="" id="result_box" lang="id"&gt;&lt;span title="Each player
 from the MarketGlory community has the opportunity to: work, set up 
companies, run for the government, recommend referrals, gain military 
ranks and build their own organization."&gt;&lt;a href="http://www.marketglory.com/strategygame/mwardono" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;MarketGlory&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="" id="result_box" lang="id"&gt;&lt;span title="Many people 
waste their time on the internet without having won anything; here, with
 just a few minutes a day, you can manage your business in MarketGlory 
and increase your income."&gt; dan meningkatkan penghasilan Anda . &lt;/span&gt;&lt;span title="We do not guarantee that everyone will achieve success, that 
depends on what strategy each player has in MarketGlory."&gt;Kami
 tidak menjamin bahwa setiap orang akan mencapai kesuksesan , itu 
tergantung pada apa strategi tiap pemain memiliki di &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="" id="result_box" lang="id"&gt;&lt;span title="Each player
 from the MarketGlory community has the opportunity to: work, set up 
companies, run for the government, recommend referrals, gain military 
ranks and build their own organization."&gt;&lt;a href="http://www.marketglory.com/strategygame/mwardono" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;MarketGlory&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="" id="result_box" lang="id"&gt;&lt;span title="We do not guarantee that everyone will achieve success, that 
depends on what strategy each player has in MarketGlory."&gt; .
 &lt;/span&gt;&lt;span title="We make sure everything is fair, transparent and 
with equal opportunities for all users."&gt;Kami memastikan semuanya adil ,
 transparan dan kesempatan yang sama bagi semua pengguna .&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="" id="result_box" lang="id"&gt;&lt;span title="We make sure 
everything is fair, transparent and with equal opportunities for all 
users."&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="" id="result_box" lang="id"&gt;&lt;span title="We make sure 
everything is fair, transparent and with equal opportunities for all 
users."&gt;&lt;/span&gt;&lt;span title="We offer support and tools to allow you to 
expand your business globally as much as you wish."&gt;Kami
 menawarkan dukungan dan alat untuk memungkinkan Anda untuk 
mengembangkan bisnis Anda secara global sebanyak yang Anda inginkan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="" id="result_box" lang="id"&gt;&lt;span title="We offer support 
and tools to allow you to expand your business globally as much as you 
wish."&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="" id="result_box" lang="id"&gt;&lt;span title="We offer support 
and tools to allow you to expand your business globally as much as you 
wish."&gt;&lt;/span&gt;&lt;span title="Each person deserves to know the economic 
strategies to start his own business in MarketGlory."&gt;Setiap orang 
berhak untuk mengetahui strategi ekonomi untuk memulai bisnis sendiri di&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="" id="result_box" lang="id"&gt;&lt;span title="Each player
 from the MarketGlory community has the opportunity to: work, set up 
companies, run for the government, recommend referrals, gain military 
ranks and build their own organization."&gt;&lt;a href="http://www.marketglory.com/strategygame/mwardono" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;MarketGlory&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="" id="result_box" lang="id"&gt;&lt;span title="Each person deserves to know the economic 
strategies to start his own business in MarketGlory."&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="" id="result_box" lang="id"&gt;&lt;span title="Each person 
deserves to know the economic strategies to start his own business in 
MarketGlory."&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="" id="result_box" lang="id"&gt;&lt;span title="Each person 
deserves to know the economic strategies to start his own business in 
MarketGlory."&gt;&lt;/span&gt;&lt;span title="Together we are a team and no matter 
who you are and where you are from, we all enjoy MarketGlory."&gt;Bersama-sama
 kita adalah tim dan tidak peduli siapa Anda dan di mana Anda berasal 
dari , kita semua menikmati &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="" id="result_box" lang="id"&gt;&lt;span title="Each player
 from the MarketGlory community has the opportunity to: work, set up 
companies, run for the government, recommend referrals, gain military 
ranks and build their own organization."&gt;&lt;a href="http://www.marketglory.com/strategygame/mwardono" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;MarketGlory&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="" id="result_box" lang="id"&gt;&lt;span title="Together we are a team and no matter 
who you are and where you are from, we all enjoy MarketGlory."&gt; .&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="" id="result_box" lang="id"&gt;&lt;span title="Together we are a 
team and no matter who you are and where you are from, we all enjoy 
MarketGlory."&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="" id="result_box" lang="id"&gt;&lt;span title="Together we are a 
team and no matter who you are and where you are from, we all enjoy 
MarketGlory."&gt;&lt;/span&gt;&lt;span title="People everywhere have the opportunity
 to enjoy MarketGlory and contribute to the development of the system."&gt;Orang-orang
 di mana-mana memiliki kesempatan untuk menikmati &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="" id="result_box" lang="id"&gt;&lt;span title="Each player
 from the MarketGlory community has the opportunity to: work, set up 
companies, run for the government, recommend referrals, gain military 
ranks and build their own organization."&gt;&lt;a href="http://www.marketglory.com/strategygame/mwardono" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;MarketGlory&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="" id="result_box" lang="id"&gt;&lt;span title="People everywhere have the opportunity
 to enjoy MarketGlory and contribute to the development of the system."&gt; dan
 memberikan kontribusi pada pengembangan sistem . &lt;/span&gt;&lt;span title="Thus, you can achieve success both in virtual and real life."&gt;Dengan
 demikian , Anda dapat mencapai sukses baik dalam kehidupan virtual dan 
nyata.. &lt;span style="color: red; font-size: xx-small;"&gt;http://indo-mg.blogspot.com/&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="" id="result_box" lang="id"&gt;&lt;span title="Thus, you can achieve success both in virtual and real life."&gt;&lt;span style="color: red; font-size: xx-small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span class="" id="result_box" lang="id"&gt;&lt;span title="Thus, you can achieve success both in virtual and real life."&gt;&lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=6233578485864015846"&gt;&lt;span style="color: red; font-size: xx-small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: red; font-size: xx-small;"&gt;&lt;a href="http://www.marketglory.com/strategygame/mwardono" target="_blank"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;JOIN NOW&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi4j8Dl8ZGItFnAC30nYcpgtCmBK1sooTQ6tlwTZ9-TrZpZ2HKn7F7s2tPRYur4Fsl_QJIZp-wPgF98QLQOPHsR6AQCU51hdf7QrSx-zNuPRa8NJKmZjhskg0SVE_UFXqdjHDx-zEHjmIRB/s72-c/MG.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Psikologi Pohon</title><link>http://maul-underground.blogspot.com/2013/08/psikologi-pohon.html</link><category>nature</category><category>pohon</category><category>psikologi pohon</category><author>noreply@blogger.com (MauL-Underground)</author><pubDate>Wed, 14 Aug 2013 20:02:00 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6233578485864015846.post-9028981922182829074</guid><description>Sebenarnya tulisan ini tidak ada hubungan dengan alam, tapi berhubung tentang pohon, maka saya masukkan. Sobat blogger semua pernah terpikirkan kenapa kita disuruh menggambar pohon ketika psikotes? Nah disini akan kita bahasa satu per satu. Analisa ini berdasarkan peneliti Jonathan Rich, Ph.D&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhOcKoCUnpucEdPvYKHrLCH-xHwLhTPttiFwrsXyoyt0ZZTLCPmJdT_M55TeBX_exfPGaPbvSG-8aEbkdpUWxOrT4iqGGhmhZIbShX09_JQ_HmFhic31dgk5_yGWKR1klca30tJBh8u-2tL/s1600/tree.gif" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhOcKoCUnpucEdPvYKHrLCH-xHwLhTPttiFwrsXyoyt0ZZTLCPmJdT_M55TeBX_exfPGaPbvSG-8aEbkdpUWxOrT4iqGGhmhZIbShX09_JQ_HmFhic31dgk5_yGWKR1klca30tJBh8u-2tL/s200/tree.gif" width="132" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: magenta;"&gt;Quote:1.Pohon 
anda terletak di mana pada bidang kertas?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;* Di tengah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Anda praktis dan 
rendah hati. Sama seperti anda yang memilih di bagian tengah, anda juga 
menerapkan pendekatan jalan tengah. Anda menangani masalah-masalah dengan sikap 
mengharapkan yang terbaik dan membayangkan yang terburuk. Dengan cara ini anda 
siap dengan apapun yang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;* Di bagian bawah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Anda lebih suka 
melakukan riset terlebih dulu sebelum memutuskan apakah anda merasa yakin atau 
pesimistik akan sebuah solusi, ini disebabkan bagian bawah dari pertengahan 
halaman melambangkan pendekatan hidup yang membumi.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;* Tinggi di atas&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Anda 
melihat hikmah dari semua masalah. Semakin tinggi letak pohon anda menunjukkan 
sikap anda yang semakin tinggi dalam memandang hidup. Kendati pun hal-hal 
terjadi tidak seperti yang anda inginkan, anda memandangnya sebagai pengalaman 
pembelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhxTGWm6k5LM2h-MO3jHxHEUlRtkMxpH45QXhrMnfoHqcirUJUKMCCQa-6VmQ4DPGoZsQYUz-8-vZKXgIPxeM2zq4pCoMxS8c2l66z9rDxJ21dS_E_DLJKrw5P9W2iFb4eLN0w_tlbyGoSl/s1600/pohon-aneh1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhxTGWm6k5LM2h-MO3jHxHEUlRtkMxpH45QXhrMnfoHqcirUJUKMCCQa-6VmQ4DPGoZsQYUz-8-vZKXgIPxeM2zq4pCoMxS8c2l66z9rDxJ21dS_E_DLJKrw5P9W2iFb4eLN0w_tlbyGoSl/s200/pohon-aneh1.jpg" width="188" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: magenta;"&gt;Quote:2. 
Batang pohon seperti apa yang anda gambar?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;* Lebar&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Batang pohon 
melambangkan kekuatan emosional. Batang lebar berarti anda bisa tetap tenang dan 
tidak mudah marah. Anda pusat ketenangan di tengah badai. Pendirian anda juga 
kuat.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;* Ramping&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Anda fleksibel dan terbuka dengan pandangan-pandangan atau 
pendapat orang lain. Anda juga sensitif dan banyak empati untuk masalah orang 
lain.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;* Pohon bercabang di puncak&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Anda terpecah di antara beberapa pilihan 
hidup saat ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhPaYi31CTmIHN1a5l-afSQZmPwst3OMh0jTqYI7vEXPCFoT0iIqex4d-tme59EucKQr5An83lFTnaO_MBfi-3mrW4JuBDXbnLtD-_GHIO27PXhZETkQXq5Eishi5laDx_cf5SoXt9v54BS/s1600/pohon.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhPaYi31CTmIHN1a5l-afSQZmPwst3OMh0jTqYI7vEXPCFoT0iIqex4d-tme59EucKQr5An83lFTnaO_MBfi-3mrW4JuBDXbnLtD-_GHIO27PXhZETkQXq5Eishi5laDx_cf5SoXt9v54BS/s200/pohon.jpg" width="111" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: magenta;"&gt;Quote:3. 
Berapa tinggi pohon anda?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;* Lebih dari setengah tinggi 
kertas&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Menggambar pohon lebih tinggi menunjukkan hasrat untuk mencapai 
prestasi yang tinggi dalam hidup. Anda juga dermawan dalam soal uang. Dan dalam 
bekerja anda seksama serta men cek ulang untuk memastikan anda bekerja dengan 
baik.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;* Tinggi pohon kurang dari setengah tinggi kertas&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Anda puas dengan 
hidup ini apa adanya.anda juga hemat dan sangat efisien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgQGVHNzSUf0LR3uXCg55FTOmGUHNK8lC5O0Nrtxci3eeq7skg9dgimaJmkWEsqLdDgZAiRt_nyRh8N5dWU92RH9_Ks3c8ICVnLERe96BmIOyn9Y-78GFe4Mut2sbaZRTEVi2_MtxKUMc-7/s1600/pohon.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgQGVHNzSUf0LR3uXCg55FTOmGUHNK8lC5O0Nrtxci3eeq7skg9dgimaJmkWEsqLdDgZAiRt_nyRh8N5dWU92RH9_Ks3c8ICVnLERe96BmIOyn9Y-78GFe4Mut2sbaZRTEVi2_MtxKUMc-7/s200/pohon.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: magenta;"&gt;Quote:4. 
Pohon anda terletak di mana?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;* Di tanah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Anda mendambakan rasa aman dan 
stabilitas. Anda menyukai kehidupan keluarga dan lebih suka pekerjaan di mana 
anda bisa bertahan bertahun-tahun.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;* Di pot&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Anda sangat sibuk bekerja 
sepanjang waktu. Anda senang berpergian dan bertualang, serta mengenal 
orang-orang baru dan tempat-tempat baru.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;* Di puncak gunung&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Anda 
mendambakan perhatian dan senang menjadi pusat perhatian. Anda adalah 
entertainer alamiah dan komunikator ulung yang membuat orang tertarik pada 
anda.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;* Melayang di awang-awang (tidak ada dasarnya)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Anda impulsif dan 
spontan. Anda sangat mudah menjadi senang jika sesuatu mengilhami anda.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;* Di 
pulau&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Anda memerlukan banyak waktu untuk menyendiri untuk mengisi ulang 
energi anda, juga membantu anda untuk menemukan solusi dari masalah 
anda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg7XRhY-TUU9eKr6TjdyFU8YAfuDQq88-4pX1JC0AdEJ_qbBizjHh0hktVxaroRgUGcIYGSmKiDXdN-MTJOp3BSQ1GQW1phFL2iiSOakBQjpHpZIaUgv6R0N6e8-kNAS-LUnnlY9bKdpCPl/s1600/pohon.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg7XRhY-TUU9eKr6TjdyFU8YAfuDQq88-4pX1JC0AdEJ_qbBizjHh0hktVxaroRgUGcIYGSmKiDXdN-MTJOp3BSQ1GQW1phFL2iiSOakBQjpHpZIaUgv6R0N6e8-kNAS-LUnnlY9bKdpCPl/s1600/pohon.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: magenta;"&gt;Quote:5. Apakah pohon anda mempunyai dahan?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;* Ya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Anda 
adalah orang yang berorientasi pada otak kiri. Dalam survei-survei, dahan-dahan 
digambar oleh orang yang logis dan analitis. Anda jarang kehilangan kesabaran 
karena anda terlalu sibuk memikirkan solusi rasional untuk semua masalah yang 
muncul.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;* Tidak&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Jika anda hanya menggambar kerangka dasar pohon, berarti 
anda dikuasai oleh otak kanan yang intuitif. Anda mengikuti instink-instink anda 
dalam segala sesuatu, mulai dari menerima pekerjaan sampai berteman dengan orang 
baru. Dan biasanya anda benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiWMTC8mdlZCdWumcFnlcFlOuk0rbFoj0hwyD_cO8lCqVxvRDaeJUqdwzpa-FT_fl-qJICNkA0xkQ5cfPhFwS4HufDA4HKyUOS0lVJnI1Smr1PtNcNFncfS3zDndYR6WkvR-79yHKy26UHx/s1600/pohon.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiWMTC8mdlZCdWumcFnlcFlOuk0rbFoj0hwyD_cO8lCqVxvRDaeJUqdwzpa-FT_fl-qJICNkA0xkQ5cfPhFwS4HufDA4HKyUOS0lVJnI1Smr1PtNcNFncfS3zDndYR6WkvR-79yHKy26UHx/s1600/pohon.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: magenta;"&gt;Quote:6. Pohon anda condong ke arah 
mana?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;* Ke kiri&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Anda cenderung memendam apa yang anda pikirkan. Sikap 
anda konsevatif dan introvert. Anda tidak menyukai guncangan-guncangan . 
Meskipun anda tidak setuju anda akan menyimpannya untuk diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;* Ke 
kanan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Anda berorientasi pada aksi.anda akan mengatakan apa yang anda pikirkan 
kendatipun bertentangan dengan pandangan-pandangan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;* 
Lurus&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Anda berada di tengah antara memendam perasaan-perasaan anda dan 
mengungkapkannya. Jadi anda cenderung memilih perang dengan diri anda. Anda akan 
bicara hanya jika masalah itu benar-benar penting untuk 
anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhnHOYBzb4D69KNsH4KxM5-AN-aXmBGQnn7A5sOhH3YasxMxCJ6JDujTLjHV4PuiYBL31sexoF-j58FCfh2wgoH6YPsT349M3qnP76Wf_vstwkMvBQQdimkJmGIsJwePP57kDFWOLACvwjP/s1600/pohon.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhnHOYBzb4D69KNsH4KxM5-AN-aXmBGQnn7A5sOhH3YasxMxCJ6JDujTLjHV4PuiYBL31sexoF-j58FCfh2wgoH6YPsT349M3qnP76Wf_vstwkMvBQQdimkJmGIsJwePP57kDFWOLACvwjP/s1600/pohon.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: magenta;"&gt;Quote:7. Apakah anda menggambar akar?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;* Ya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Akar 
melambangkan keluarga dan sejarah, berarti masa lalu penting bagi anda. Anda 
menganggap itulah dasar dari siapa anda saat inidan membantu anda memahami diri 
sendiri secara lebih baik anda menyukai tradisi keluarga, resep-resep yang 
diturunkan dari ibu, juga pusaka/peninggalan dari keluarga anda.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;* 
Tidak&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Anda fokus pda masa depan. Anda mandiri dan senang menciptakan 
tradisi-tradisi baru. Anda belajar lebih banyak tentang diri anda dengan 
merasakan situasi-situasi baru dan bertemu dengan orang-orang 
baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhRb1uKRGMwb-oA6zO3NaUFZbaZ3886yCELQW0CsMCjfwBUZql7KtWd9QfKiIRijIOG58EyMlhcjcIIB-P_2VDzoHNBzNgLSmAHCzS5zor8j0ljyNrUZvgC3DVWSlpFu1YptqDflkAtpO73/s1600/pohon.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhRb1uKRGMwb-oA6zO3NaUFZbaZ3886yCELQW0CsMCjfwBUZql7KtWd9QfKiIRijIOG58EyMlhcjcIIB-P_2VDzoHNBzNgLSmAHCzS5zor8j0ljyNrUZvgC3DVWSlpFu1YptqDflkAtpO73/s1600/pohon.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="color: magenta;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="color: magenta;"&gt;&lt;b&gt;Quote:8. Apakah pohon anda lebih didominasi daun (bagian daun 
lebih dominan) ?&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;* Ya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Anda adalah pemikir yang dalam. Studi-studi 
menunjukkan daun melabangkan pemikiran. Orang-orang yang menggambar daun adalah 
orang yang selalu memikirkan apa saja. Selain membuat anda suka merenung dan 
introspeksi, sifat ini juga membuat anda mengambil keputusan dengan hati-hati. 
Karena anda cenderung melihat manfaat dari semua masalah.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;* Tidak&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Anda 
cenderung memandang dunia ini adalah hitam dan putih. Kurangnya daun berarti 
anda tidak mudah tergoyahkan dengan banyaknya warna abu-abu dari suatu masalah. 
Anda tidak membuang waktu memusingkan solusi dari sebuah masalah. Anda memilih 
sevuah rencana aksi dan bergerak ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgmQUJ5v-TjeSvJDqmTeAc-pBruStGnLohiIbvue_74VGex98byrHqg5wzcakrOxoB-Q6Ha1wQ_HVXIjX_fo6R5xjlaKb93LPHDGY7_z8czRft2KdoImXTonmvLyikjiVEMwVtxkUrYj2xW/s1600/pohon.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgmQUJ5v-TjeSvJDqmTeAc-pBruStGnLohiIbvue_74VGex98byrHqg5wzcakrOxoB-Q6Ha1wQ_HVXIjX_fo6R5xjlaKb93LPHDGY7_z8czRft2KdoImXTonmvLyikjiVEMwVtxkUrYj2xW/s200/pohon.jpg" width="165" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: magenta;"&gt;Quote:9. Apakan anda 
menggambar yang lain selain pohon?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;* Buah / kacang pada 
pohon&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Yangmembuat anda paling bahagia adalah melihat hasil pekerjaan yang 
dikerjakan dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;* Rumput di bawah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Anda punya rumah dimana para 
tamu mersa disambut baik dan keluarga anda betah tinggal disana, mebuat anda 
merasa paling damai.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;* Ada bunga di bawah pohon&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Anda paling bahagia jika 
dikelilingi kebahagiaan (orang-orang disekitar anda bahagia).&lt;br /&gt;&lt;b&gt;* Ada 
burung/hewan/ orang di sekitar pohon&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Anda cinta pada keluarga dan 
teman-teman, dan itu adalah kebahagaiaan terbesar anda.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;* Ada ayunan di 
pohon&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Anda paling bahagia jika meluangkan waktu untuk 
bersenang-senang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tips : Usahakan jangan pernah menggunakan Setip 
atau Penghapus.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="color: red; font-size: xx-small;"&gt;* dari berbagai sumber&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhOcKoCUnpucEdPvYKHrLCH-xHwLhTPttiFwrsXyoyt0ZZTLCPmJdT_M55TeBX_exfPGaPbvSG-8aEbkdpUWxOrT4iqGGhmhZIbShX09_JQ_HmFhic31dgk5_yGWKR1klca30tJBh8u-2tL/s72-c/tree.gif" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">6</thr:total></item><item><title>Penguin dan Sayap yang Berevolusi</title><link>http://maul-underground.blogspot.com/2013/05/penguin-dan-sayap-yang-berevolusi.html</link><category>alam</category><category>nature</category><category>Pinguin</category><author>noreply@blogger.com (MauL-Underground)</author><pubDate>Fri, 31 May 2013 18:44:00 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6233578485864015846.post-2417304714242319766</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_ADoR3IJ7rXF27yFC2Q2FqeYwrDxB_iRIM-Uprwns-3k9frrtxQZV_fm_p67XqLD0cHf0X-G6M9qqd9BKBXFtDfZoue0VoAGwmDrA7dbLKru5rhWuKWOs34W_oVw8E8ghytkn2FvxaiXC/s1600/penguin+dan+sayap+yang+berevolusi.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_ADoR3IJ7rXF27yFC2Q2FqeYwrDxB_iRIM-Uprwns-3k9frrtxQZV_fm_p67XqLD0cHf0X-G6M9qqd9BKBXFtDfZoue0VoAGwmDrA7dbLKru5rhWuKWOs34W_oVw8E8ghytkn2FvxaiXC/s320/penguin+dan+sayap+yang+berevolusi.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Sayap penguin telah beralih fungsi digunakan alat bantu untuk berenang, 
ketimbang untuk membawanya mengangkasa. Dan penguin telah kehilangan 
kemampuan terbangnya beribu-ribu tahun lalu. Mengapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Studi 
terbaru menduga bahwa penguin si burung laut berhenti terbang sebagai 
akibat proses evolusi, yang membuat penguin harus melakukan adaptasi 
terhadap lingkungan: menjadi perenang ulung. Menurut studi yang 
dipublikasikan pada &lt;em&gt;Proceedings of the National Academy of Sciences&lt;/em&gt;
 edisi 20 Mei ini, penguin perlu berenang di tengah lingkungan yang 
kompetitif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin terbang, untuk beberapa aspek, adalah suatu 
keuntungan bagi para penguin yang hidup di Kutub Selatan. Misalnya saat 
melarikan diri dari predator, atau saat pawai koloni penguin emperor 
yang bisa sampai berhari-hari lamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Namun ditegaskan kembali oleh 
Katsufumi Sato, ahli bidang ekologi perilaku di Ocean Research Institute
 - University of Tokyo, hal ini terjadi karena faktor evolusi. Burung 
penguin berevolusi ke ukuran tubuh yang lebih besar sehingga membutuhkan
 penopang ketika menyelam di dalam air. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi alasan penting ini,
 sayap mengalami pengurangan secara progresif, yang membuat berenang 
lebih efisien dan saat dipakai terbang sebaliknya. Ini bisa jadi jawaban
 mengapa pada saat itulah kemampuan penguin untuk terbang 
berangsur-angsur lenyap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sato yang merupakan National Geographic 
Society Emerging Explorer ini juga menjelaskan, tubuh yang lebih besar 
memungkinkan mereka untuk lebih lama menyelam. Ketika kesempatan dalam 
masa transisi di mana sayap tersebut digunakan baik untuk terbang maupun
 menyelam, maka yang terjadi malah merugikan bagi penguin karena 
memboroskan energi serta tidak bisa bertahan lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Julia Clarke, 
peneliti yang menekuni evolusi burung dari University of Texas di 
Austin, mengungkap, "Ada perbedaan yang ditemukan pada penguin-penguin 
di asal mula, akan tetapi masih sedikit data relevan yang bisa dipakai 
mengembangkannya. Penemuan terbaru ini dapat menjadi satu kunci dalam 
pemaparan tentang transisi dari model 'sayap' ke 'sirip' penguin.&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;(&lt;em&gt;Gloria
 Samantha. National Geographic News&lt;/em&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_ADoR3IJ7rXF27yFC2Q2FqeYwrDxB_iRIM-Uprwns-3k9frrtxQZV_fm_p67XqLD0cHf0X-G6M9qqd9BKBXFtDfZoue0VoAGwmDrA7dbLKru5rhWuKWOs34W_oVw8E8ghytkn2FvxaiXC/s72-c/penguin+dan+sayap+yang+berevolusi.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Enam Hewan Paling Kesepian di Dunia</title><link>http://maul-underground.blogspot.com/2013/05/enam-hewan-paling-kesepian-di-dunia.html</link><category>Badak jawa</category><category>hewan langka</category><category>nature</category><author>noreply@blogger.com (MauL-Underground)</author><pubDate>Wed, 22 May 2013 19:02:00 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6233578485864015846.post-3698486096679654827</guid><description>&lt;h1 id="maintitle"&gt;
Enam Hewan Paling Kesepian di Dunia&lt;/h1&gt;
&lt;h2 id="subtitle"&gt;
Langka dan terancam punah membuat spesies semakin 
sedikit jumlahnya. Mereka pun merasa hidup dalam kesepian dalam 
menjalani hidupnya.&lt;/h2&gt;
Menjadi spesies hewan langka dan terancam punah 
bukanlah menjadi pilihan mereka. Habitat hewan-hewan di alam liar 
semakin hari semakin sempit, bahkan hilang akibat ulah tangan-tangan 
jahil manusia yang merampasnya untuk dijadikan lahan komersial dan 
industri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kondisi ini jelas mengancam keberlangsungan hidup spesies-spesies
 yang tinggal di dalamnya. Tak sedikit spesies yang mati satu demi satu 
dan terus menurun jumlahnya, sehingga menjadikan mereka tergolong dalam 
hewan langka yang terancam punah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan, beberapa di antaranya 
tinggal hidup sendiri di suatu habitat dan belum sempat menghasilkan 
keturunan. Seperti halnya manusia, hidup sendiri tanpa adanya teman 
membuat hewan tersebut merasa kesepian dan terisolasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut 6
 spesies hewan langka yang dinilai hidupnya paling kesepian di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ikan
 &lt;em&gt;Mangarahara cichlid&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEihup9u9k3wQYHIYiLhtqaFakZCML8sKGyjpnjSiOTv_VtfAN2MqSw8VTxBtd4mNmmJqWKyJYQhyVJaDSRm-ncb0COtu_O9467ic-J2l4-lpMv-w3sy5uUjik5OVnBjs5WvsxklkzrtWrkF/s1600/Mangarahara+cichlid.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="131" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEihup9u9k3wQYHIYiLhtqaFakZCML8sKGyjpnjSiOTv_VtfAN2MqSw8VTxBtd4mNmmJqWKyJYQhyVJaDSRm-ncb0COtu_O9467ic-J2l4-lpMv-w3sy5uUjik5OVnBjs5WvsxklkzrtWrkF/s200/Mangarahara+cichlid.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Merupakan spesies ikan 
langka yang sudah sangat jarang dapat ditemukan di alam liar dan 
terancam punah. &lt;em&gt;Mangarahara cichlid&lt;/em&gt; saat ini hidup kesepian, 
dalam pengawasan kebun binatang. Namun sayang, dua ekor ikan &lt;em&gt;Mangarahara
 cichlid&lt;/em&gt; yang masih tersisa semuanya berjenis kelamin laki-laki 
sehingga tidak memungkinkan untuk saling membuahi dan menghasilkan 
keturunan satu sama lain. Dengan demikian, hewan ini tidak bisa menjaga 
kelestariannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;Ikan &lt;strong style="font-weight: normal;"&gt;&lt;em&gt;Mangarahara cichlid&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt; &lt;strong&gt;&lt;em&gt;(Mangarahara cichlid&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Spesies ini pun akan segera punah jika dua ekor &lt;em&gt;Mangarahara
 cichlid&lt;/em&gt; jantan yang saat ini berada di Kebun Binatang Berlin tidak
 dapat menemukan betina (pasangannya) dengan segera.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kura-kura
 Lonesome George&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjiRehdxQ49DUI0pR7zWC76ciQGrT_ldOQ9yAK9euBuBsOogD7iVp8wvhdNn5_qLIKjWlu9apjyIUcLpV2IUB9CT1lFl2aJDQVn7zj_7duCslF2JuxyvC2rcNPWtTtx0nLsmnOggZC0eaPV/s1600/Kura-kura+Lonesome+George.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="149" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjiRehdxQ49DUI0pR7zWC76ciQGrT_ldOQ9yAK9euBuBsOogD7iVp8wvhdNn5_qLIKjWlu9apjyIUcLpV2IUB9CT1lFl2aJDQVn7zj_7duCslF2JuxyvC2rcNPWtTtx0nLsmnOggZC0eaPV/s200/Kura-kura+Lonesome+George.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Kura-kura Lonesome George, merupakan 
spesies terakhir dari subspesies &lt;em&gt;Geochelone elephantopus abingdoni&lt;/em&gt;
 yang juga menjadi ikon dari Pulau Pinta, Kepulauan Galapagos. Kura-kura
 darat raksasa ini termasuk&amp;nbsp; hewan yang berumur panjang, mampu mencapai 
lebih dari 100 tahun. Namun sayang, George meninggal tahun lalu dalam 
kesendirian dan kesepiannnya, tanpa sempat berhasil kawin dan 
menghasilkan keturunan untuk melanjutkan subspesies yang memang terancam
 punah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;Kura-kura Lonesome George&amp;nbsp; (&lt;span class="st"&gt;&lt;i&gt;Chelonoidis nigra abingdonii&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Macan tutul amur&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjiWl9GosmC0mVIoFABJnXR6DaBjLOsl0j-bwOL7g7mONDWvXaLnu5zUqEmutP-rRWpUNWivCaaoLf_LQYSEb20r3PAFr3MucDBgCDQy7kDBSMyxctxsgIGg-Ozj7AD8YOKspjxPSUaSEp_/s1600/amur_leopard.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjiWl9GosmC0mVIoFABJnXR6DaBjLOsl0j-bwOL7g7mONDWvXaLnu5zUqEmutP-rRWpUNWivCaaoLf_LQYSEb20r3PAFr3MucDBgCDQy7kDBSMyxctxsgIGg-Ozj7AD8YOKspjxPSUaSEp_/s200/amur_leopard.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Hutan di Rusia 
Timur menjadi rumah bagi macan tutul amur, kucing besar tangkas dan 
pintar yang jumlahnya saat ini sangat sedikit bahkan diperkirakan hanya 
tersisa 30 ekor di planet ini. Penampilannya yang sangat mencolok dan 
khas dengan motif leopardnya yang merupakan daya tarik justru 
menimbulkan masalh buat diri mereka. Pasalnya, kulitnya yang 
tutul-tutul, menarik para pemburu ilegal untuk membunuh mereka dan 
mengambil kulitnya kemudian dijual dengan harga yang sangat tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;strong style="font-weight: normal;"&gt;Macan tutul amur&lt;/strong&gt; (&lt;span class="st"&gt;&lt;i&gt;Panthera Pardus Orientalis&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Badak
 jawa&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-CXNVyNprZ-SrdzE-Y_7lYVgZrQxx2un5NycxHP95SV_IfU9owjsu3y1i46xZqOQCDDhmBNUVVgdquRo6WGCemSWxgkC-fcPae3bN8FCPAhbUOVAexzZrYpRwtcDKxtf0ZNk2cfvkbctR/s1600/badak-jawa.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="152" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-CXNVyNprZ-SrdzE-Y_7lYVgZrQxx2un5NycxHP95SV_IfU9owjsu3y1i46xZqOQCDDhmBNUVVgdquRo6WGCemSWxgkC-fcPae3bN8FCPAhbUOVAexzZrYpRwtcDKxtf0ZNk2cfvkbctR/s200/badak-jawa.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;

&amp;nbsp;Taman Nasional Ujung Kulon, Jawa Barat merupakan rumah sekaligus 
saksi bisu bagi kesepian bagi badak. Karena di tempat itulah spesies 
langka ini terisolasi dan dilindungi. Jumlahnya yang kini hanya 
tersisisa kurang dari 100 ekor menjadi alasan membuat taman khusus untuk
 melindungi dan melestarikan spesies yang terancam punah dan juga 
menjadi maskot bagi Indonesia. Karena mamalia besar ini hanya ditemukan 
di pulau Jawa dan tergolong jenis spesies mamalia besar yang paling 
langka.&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;i&gt;Badak Jawa (&lt;span class="st"&gt;Rhinoceros sondaicus)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Gorila gunung&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://nationalgeographic.co.id/media/daily/300/0/201207301035410/n/enam-hewan-paling-kesepian-di-dunia.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="gorila,primata,monyet" border="0" height="134" src="http://nationalgeographic.co.id/media/daily/300/0/201207301035410/n/enam-hewan-paling-kesepian-di-dunia.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;Malang benar nasib gorila gunung yang hidup di Afrika Tengah dan 
Afrika Timur. Pegunungan yang merupakan habitat mereka semakin hari 
semakin terkikis karena ulah manusia demi tujuan komersial. Hilangnya 
habitat yang selama ini menjadi rumah bagi mereka, memaksa spesies ini 
untuk berjuang hidup beradaptasi di tempat baru dan tak sedikit yang 
berguguran. Diperkirakan jumlah gorila saat ini kurang dari 900 ekor, 
dan terancam punah.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;span&gt;Gorila gunung (&lt;em&gt;Gorilla gorilla 
berengei&lt;/em&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

&lt;strong&gt;Lumba-lumba vaquita&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;


&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgO_9kjBdBqTin16YVB5eAUzomyAGkUBIV-Qp_NY5F37SOS5CqUKIHnT0Z9H2gjJbi1oAa-Q7dItBZ9MJDHMfaNtl0YJ5qRyZo3bxz_FYkTtnTE4D5I2f7pTR2BBsl9AtKEdaIkjEbx8dlY/s1600/lumba-lumba+vaquita.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="132" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgO_9kjBdBqTin16YVB5eAUzomyAGkUBIV-Qp_NY5F37SOS5CqUKIHnT0Z9H2gjJbi1oAa-Q7dItBZ9MJDHMfaNtl0YJ5qRyZo3bxz_FYkTtnTE4D5I2f7pTR2BBsl9AtKEdaIkjEbx8dlY/s200/lumba-lumba+vaquita.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Vaquita ialah lumba-lumba mini atau kecil yang biasa ditemukan di 
Teluk Meksiko, California. Vauqita tergolong ke dalam spesies langka 
yang jumlahnya tinggal tersisa 200. Jaring-jaring ikan demi kepentingan 
industri perikanan menjadi perangkap menakutkan yang selalu menghantui 
kehidupan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;span class="st"&gt;Lumba-lumba vaquita (&lt;i&gt;Phocoena sinus&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="color: red; font-size: x-small;"&gt;Sumber : National Geographic Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; </description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEihup9u9k3wQYHIYiLhtqaFakZCML8sKGyjpnjSiOTv_VtfAN2MqSw8VTxBtd4mNmmJqWKyJYQhyVJaDSRm-ncb0COtu_O9467ic-J2l4-lpMv-w3sy5uUjik5OVnBjs5WvsxklkzrtWrkF/s72-c/Mangarahara+cichlid.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Burung Manakin - Sang Virtuoso</title><link>http://maul-underground.blogspot.com/2012/05/burung-manakin-sang-virtuoso.html</link><category>burung</category><category>nature</category><author>noreply@blogger.com (MauL-Underground)</author><pubDate>Wed, 9 May 2012 20:37:00 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6233578485864015846.post-3962639928207215581</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEggL5_NdfTV8KuoNXT9RbFO_9LSa9AudgBZqZ3w-LiVD_pA2pWvAqtgDUbO9z_rcqm3Cu1O0oX5gfbMRO0AHcEMSNXqYdrjqfAz6FBDacEluCqa2obFpOOUWnY47nS6S72uvzyNuLw9O1Gw/s1600/sang-virtuoso.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEggL5_NdfTV8KuoNXT9RbFO_9LSa9AudgBZqZ3w-LiVD_pA2pWvAqtgDUbO9z_rcqm3Cu1O0oX5gfbMRO0AHcEMSNXqYdrjqfAz6FBDacEluCqa2obFpOOUWnY47nS6S72uvzyNuLw9O1Gw/s320/sang-virtuoso.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Jauh di dalam hutan halimun Amerika Selatan, club-winged manakin yang mungil bernyanyi dengan sayapnya. Para ilmuwan baru saja mulai meneliti evolusi perilaku yang rumit, aneh, dan amat menghibur ini.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;OLEH DAN KOEPPEL &lt;br /&gt;FOTO OLEH TIM LAMAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyaksikan burung manakin beraksi seperti menemukan pertunjukan tari dan lagu yang spektakuler di tengah hutan. Sekitar setengah dari 40 spesies manakin yang dikenali, mengeluarkan musik dengan menggerakkan anggota badannya. Untuk merayu lawan jenisnya, sang jantan melakukan berbagai manuver seperti gerak cepat, putar badan, berdiri tegak, dan meluncur mundur (seperti moonwalk Michael Jackson).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Charles Darwin menulis tentang manakin dalam The Descent of Man: “Keragaman suara... dan keragaman alat untuk menghasilkan suara tersebut, sungguh menakjubkan. Dengan demikian kita memahami pentingnya suara tersebut untuk kawin.” Namun, baru lebih dari satu abad kemudian mekanisme pembuatan musiknya terungkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya segelintir ornitolog peneliti club-winged manakin yang hidup di Kolombia dan Ekuador. Mungkin tidak ada yang lebih mengenal burung itu daripada Kim Bostwick. Bostwicklah, seorang kurator burung dan mamalia di Cornell University Museum of Vertebrates—yang memecahkan misteri club-winged manakin, yang paling menonjol di antara manakin lainnya. Inilah spesies satu-satunya yang menggunakan bulunya untuk menghasilkan suara tik, tik, ting dengan tujuan membuat lawan jenisnya mabuk kepayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ilmuwan tahu bahwa sayap merupakan sumber suara itu, tetapi tidak tahu persis cara kerjanya. Bostwick merekam gerakan burung tersebut dengan kamera video berkecepatan seribu bingkai per detik, lebih dari 30 kali kecepatan perekam gambar standar. Gerak lambat video memecahkan misteri tersebut: Burung itu menepukkan kedua sayapnya 107 kali per detik.&amp;nbsp;&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Ketika meneliti bulu sekunder burung ini di laboratorium, Bostwick melihat bahwa pada setiap sayap ada satu bulu khusus yang memiliki tujuh gerigi. Bulu kelima menggesek bulu bergerigi tersebut seperti plektrum, seperti alat pemetik gitar—hingga mencapai frekuensi menakjubkan 1.500 siklus per detik (tujuh gerigi, masing-masing dipetik dua kali = 14, kali 107 = 1.498). Hasilnya adalah nada seperti suara biola.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Di dunia terdapat hampir 10.000 spesies avifauna, tetapi tidak ada yang bersuara dengan cara seperti ini—yaitu dengan cara menggesekkan anggota tubuhnya (meskipun jangkrik melakukan hal serupa).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam makalah yang akan diterbitkan tahun ini, Bostwick dan rekan-rekannya menjelaskan pemindaian CT mikro terhadap sayap manakin dan menemukan bahwa tulang sayap tersebut pejal. Sebagian besar burung memiliki tulang berongga, yang meringankan beban saat di udara. Tulang besar manakin yang besar tersebut, menurut Bostwick, kemungkinan berevolusi guna mendukung ketukan bulu-bulunya yang besar.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Namun, dia penasaran bagaimana cara burung seukuran sembilan sentimeter ini membawa beban ekstra tersebut saat terbang? Dan bagaimana cara menangani “kebutuhan energi serta fisik yang terlibat dalam penggunaan sayap itu”? Itulah misteri manakin berikutnya yang harus dipecahkan.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: red; font-size: x-small;"&gt;Sumber : National Geographic Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEggL5_NdfTV8KuoNXT9RbFO_9LSa9AudgBZqZ3w-LiVD_pA2pWvAqtgDUbO9z_rcqm3Cu1O0oX5gfbMRO0AHcEMSNXqYdrjqfAz6FBDacEluCqa2obFpOOUWnY47nS6S72uvzyNuLw9O1Gw/s72-c/sang-virtuoso.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">12</thr:total></item><item><title>Dua Orangutan, Berlian dan Hamzah, Dilepasliarkan</title><link>http://maul-underground.blogspot.com/2012/05/dua-orangutan-berlian-dan-hamzah.html</link><category>nature</category><category>orang utan</category><author>noreply@blogger.com (MauL-Underground)</author><pubDate>Wed, 9 May 2012 20:26:00 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6233578485864015846.post-7760270554188404336</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhBkCKA25Ag9C6_L_x6PYND8rmKj6V_8IBIBAnmusVTkp6eu6ddXrd6VYT-x5EW0XU92jqn3VKSUChWtXemnuM9KP2D1h38b4Fh8LuVJEuEIqxdGI4MJil8MJdVMY2bt3Zc75sBOhhBHrg9/s1600/org+utan.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="142" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhBkCKA25Ag9C6_L_x6PYND8rmKj6V_8IBIBAnmusVTkp6eu6ddXrd6VYT-x5EW0XU92jqn3VKSUChWtXemnuM9KP2D1h38b4Fh8LuVJEuEIqxdGI4MJil8MJdVMY2bt3Zc75sBOhhBHrg9/s400/org+utan.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berlian dan Hamzah, dua orangutan hasil rehabilitasi Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF), berhasil dilepasliarkan di Hutan Kehje Sewen, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, Minggu (6/5). Ini adalah pelepasliaran kedua di tahun 2012 setelah di akhir Februari lalu dilepas empat orangutan di Kawasan Hutan Lindung Bukit Batikap, Kalimantan Tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehari sebelum dilepasliarkan, Hamzah dan Berlian diterbangkan dengan helikopter menuju Hutan Kehje Sewen. Mereka lebih dulu menuju Gunung Belah dan diinapkan semalam untuk aklimatisasi. Tepat pada Minggu pagi, keduanya dilepasliarkan, dengan kandang Berlian yang lebih dulu dibuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski sudah bertahun-tahun berada dalam perlindungan manusia dalam, insting Berlian tidak tumpul. Orangutan betina yang diselamatkan tahun 2006 di Samarinda ini langsung menuju pohon terdekat dan memanjatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reaksi takut malah dirasakan Hamzah ketika pertama kali kandangnya dibuka. Dia lebih dulu melihat kondisi sekitar hingga akhirnya menuju pohon terdekat dan menaikinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencananya masih ada beberapa orangutan lain yang akan menyusul langkah Hamzah dan Berlian. Sesuai dengan traget dapat Rencana Aksi Konservasi Orangutan Indonesia 2007-2017 yang dicanangkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam Konferensi Perubahan Iklim di Bali tahun 2007 lalu. Target utamanya adalah pengembalian habitat orangutan paling lambat pada 2015 mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Untuk dapat mencapai target pelepasliaran orangutan pada 2015, dibutuhkan lebih banyak lagi lahan restorasi ekosistem," kata CEO Yayasan BOS Jamartin Sihite dalam rilisnya, Selasa (8/5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Untuk itu berbagai upaya terus dilakukan bekerjasama dengan Pemerintah Kalimantan Timur, baik Pemerintah Kabupaten Kutai Timur maupun Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hutan Kehje Sewen merupakan hutan yang Izin Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Restorasi Ekosistem (IUPHHK-RE) dikelola oleh PT Restorasi Habitat Orangutan Indonesia (RHOI). Dengan izin ini, pengelola dapat menggunakan kawasan hutan yang sangat dibutuhkan untuk melepasliarkan orangutan hasil rehabilitasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Dewan Pembina Yayasan BOS Bungaran Saragih mengaku gembira atas usaha pelepasliaran kali ini. "Semoga ke depannya akan lebih banyak lagi pihak yang terlibat, demi tercapainya tujuan bersama yaitu mengembalikan seluruh orangutan yang ada di pusat reintroduksi ke habitat aslinya," katanya.&lt;br /&gt;
&lt;div style="cursor: default; font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; line-height: 24px;"&gt;
&lt;span style="color: red; font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;(Zika Zakiya. Sumber: BOSF)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhBkCKA25Ag9C6_L_x6PYND8rmKj6V_8IBIBAnmusVTkp6eu6ddXrd6VYT-x5EW0XU92jqn3VKSUChWtXemnuM9KP2D1h38b4Fh8LuVJEuEIqxdGI4MJil8MJdVMY2bt3Zc75sBOhhBHrg9/s72-c/org+utan.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">5</thr:total></item><item><title>Kondisi Pesut Mahakam di Perairan Kalimantan Timur Kritis</title><link>http://maul-underground.blogspot.com/2012/04/kondisi-pesut-mahakam-di-perairan.html</link><category>lumba-lumba</category><category>nature</category><category>pesut</category><author>noreply@blogger.com (MauL-Underground)</author><pubDate>Sun, 8 Apr 2012 06:00:00 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6233578485864015846.post-6587148057331179728</guid><description>&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgOp4CjqUkGu4y86r9qErfKUSPZ3n8HwLxmomArRt3vOFE7lF1Icn6lEjC5TU3cAq52EyJ4pwwbg03BKuW5ewrJyLnezspkYd0ReEwPLt5WHA9dY0JmxIkhDmTd8mAFZx4DB0oGi5m2lCDv/s1600/pesut.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgOp4CjqUkGu4y86r9qErfKUSPZ3n8HwLxmomArRt3vOFE7lF1Icn6lEjC5TU3cAq52EyJ4pwwbg03BKuW5ewrJyLnezspkYd0ReEwPLt5WHA9dY0JmxIkhDmTd8mAFZx4DB0oGi5m2lCDv/s320/pesut.jpg" height="212" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h2 id="subtitle" style="color: #333333; cursor: default; font-family: 'Helvetica Neue',Helvetica,Arial,sans-serif; font-size: 16px; line-height: 22px; margin: 15px 0px 0px; padding: 0px;"&gt;
&lt;span style="color: white;"&gt;Pesut mahakam termasuk satwa di ambang kepunahan. Saat ini, pesut mahakam berada di kategori kritis atau berstatus rawan punah menurut badan International Union for Conservation of Nature (IUCN).&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;div style="color: white;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div id="content" style="cursor: default; font-family: 'Helvetica Neue',Helvetica,Arial,sans-serif; margin-bottom: 30px;"&gt;
&lt;div style="color: white; cursor: default; font-size: 16px; line-height: 24px;"&gt;
Eksistensi pesut mahakam&lt;i&gt;&amp;nbsp;(Orcaella brevirostris),&lt;/i&gt;&amp;nbsp;mamalia air tawar endemik Kalimantan Timur, mendapat ancaman tambahan dari pembukaan lahan perkebunan sawit. Polutan dari kebun-kebun sawit mengakibatkan air tercemar, dan ikan yang menjadi makanan pesut semakin berkurang.&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: white; cursor: default; font-size: 16px; line-height: 24px;"&gt;
Peneliti pesut mahakam dari Universitas Amsterdam, Belanda yang bekerja sama dengan Yayasan Konservasi untuk Spesies Air Tawar Langka Indonesia (RASI) Danielle Kreb menyatakan, jumlah populasi pesut mahakam di pesisir Kalimantan Timur pada tahun 2010 diperkirakan sekitar 90 ekor. Namun, kondisi populasinya ini kian memprihatinkan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: white; cursor: default; font-size: 16px; line-height: 24px;"&gt;
"Habitat hidup pesut terkonsentrasi pada aliran sungai yang dalam, padahal daerah tersebut merupakan daerah penangkapan ikan, sehingga lalu lintas angkutan sungai pun semakin ramai. Akibatnya, banyak pesut yang terjerat jaring nelayan atau tertabrak kapal&lt;i&gt;speedboat&lt;/i&gt;," kata Kreb pada lokakarya Pelestarian Pesut Borneo, di Jakarta (20/3).&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: white; cursor: default; font-size: 16px; line-height: 24px;"&gt;
&lt;br /&gt;
Gangguan lain&amp;nbsp;bagi pesut adalah aktivitas tambang batu bara. "Pengangkutan batu bara dengan kapal ponton menganggu indera pesut. Orang yang mencari dan menangkap ikan dengan mengandalkan sonar&amp;nbsp;&lt;i&gt;(echolocation)&lt;/i&gt;&amp;nbsp;jika telinganya rusak, mereka tidak dapat menemukan makanan."Selain itu bahan-bahan kimia dari perusahaan penambangan emas, juga sangat meracuni ikan. Ditambah lagi sekarang, ujarnya, pupuk serta herbisida dari perkebunan sawit yang memanfaatkan area di tepi sungai ikut mengontaminasi aliran air dan menyebabkan ikan mati.&lt;/div&gt;
&lt;div style="cursor: default; line-height: 24px;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="color: red; font-size: x-small;"&gt;(Gloria Samantha - National Geographic)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgOp4CjqUkGu4y86r9qErfKUSPZ3n8HwLxmomArRt3vOFE7lF1Icn6lEjC5TU3cAq52EyJ4pwwbg03BKuW5ewrJyLnezspkYd0ReEwPLt5WHA9dY0JmxIkhDmTd8mAFZx4DB0oGi5m2lCDv/s72-c/pesut.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">6</thr:total></item><item><title>Burung Sekawan</title><link>http://maul-underground.blogspot.com/2012/04/burung-sekawan.html</link><category>burung</category><category>nature</category><author>noreply@blogger.com (MauL-Underground)</author><pubDate>Fri, 6 Apr 2012 14:00:00 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6233578485864015846.post-5236691190006413538</guid><description>&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgb_YQq0o0I_MS6QfEh3nFlEzuKR3KrwpRA6c0ODEeQ9M2mevuhq3WkCo9W5Hb9JYRDpE-KVIdw6F6kVA0niCtizrbTTAqQXKyrJOt2COg_BgNFIIBAh5U7h6PhedFEq0fc38gBsPCXc5Yc/s1600/flamengo.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgb_YQq0o0I_MS6QfEh3nFlEzuKR3KrwpRA6c0ODEeQ9M2mevuhq3WkCo9W5Hb9JYRDpE-KVIdw6F6kVA0niCtizrbTTAqQXKyrJOt2COg_BgNFIIBAh5U7h6PhedFEq0fc38gBsPCXc5Yc/s320/flamengo.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h2 id="subtitle" style="color: #333333; cursor: default; font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 16px; line-height: 22px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 15px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;
Walaupun terkenal, kita tidak tahu banyak tentang burung ini.&lt;/h2&gt;
&lt;div id="contentcredit" style="color: #555555; cursor: default; font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 9px; line-height: 18px; text-transform: uppercase;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div id="content" style="color: #333333; cursor: default; font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; margin-bottom: 30px;"&gt;
&lt;div style="cursor: default; font-size: 16px; line-height: 24px;"&gt;
Flamingo terlihat seperti burung yang dirancang balita periang—kaki panjang tidak kepalang, pergelangan kaki berbonggol (yang mirip lutut), leher meliuk-liuk, dan paruh kebesaran—lalu diwarnai dengan krayon paling terang. Namun, paduan keanehan fisik tersebut memungkinkan flamingo karibia berkembang biak di danau asin, dataran lumpur, laguna pasang surut, dan rawa bakau. Dengan paruh bengkoknya hewan ini mengeruk gumpalan lumpur untuk membuat sarang. Bulu kaku di dalam paruhnya menyaring air yang berisi krustasea, moluska, dan serangga kecil serta larvanya, di samping tumbuhan air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bulu nan megah itu? Keberadaannya seolah khusus untuk menghibur kita, tetapi sebenarnya bulu itu awalnya tidak berwarna merah muda. Piyik yang baru menetas berbulu putih yang lalu berubah abu-abu—kemudian memperoleh warna merah mudanya dari bakteri yang hidup di air dan beta-karotena yang diperolehnya dari makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun flamingo kini menjadi dekorasi pasaran yang diabadikan oleh hiasan halaman murahan dari plastik, anehnya burung ini tetap misterius. "Walaupun terkenal, kita tidak tahu banyak tentang burung ini," kata Chris Brown, kurator burung di Dallas Zoo and Children’s Aquarium, yang meneliti flamingo di Semenanjung Yucatán Meksiko. Para ilmuwan masih tidak mengetahui pasti mengenai perilaku sederhana sekalipun, seperti kecenderungan untuk berdiri dengan satu kaki. (Beberapa berteori bahwa itu ada hubungannya dengan cara tidur burung tersebut.) Dan karena flamingo tinggal di daerah terpencil dan berpindah tempat seiring banjir atau keringnya tempat makannya, peneliti mengalami kesulitan menghitung dan melacaknya—atau meneliti pengaruh kekeringan, badai, dan tinggi air yang berfluktuasi akibat perubahan iklim atau pembangunan pesisir terhadap spesies ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kita tahu adalah bahwa flamingo dalam kawanan besar di alam liar suka berkumpul dan sangat setia. Hewan ini melakukan tarian kawin bersama-sama. Induknya menyayangi anaknya, para piyik dikumpulkan bersama agar terlindung saat kedua induknya terbang mencari makan. Dan ketika ada bahaya mendekat, ribuan burung terbang serentak—laksana gerakan balet yang dapat memperbesar kemungkinan selamat dalam dunia nan berbahaya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="cursor: default; font-size: 16px; line-height: 24px;"&gt;
&lt;span style="color: #555555; font-size: 9px; line-height: 18px; text-transform: uppercase;"&gt;OLEH NANCY SHUTE&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #555555; font-size: 9px; line-height: 18px; text-transform: uppercase;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #555555; font-size: 9px; line-height: 18px; text-transform: uppercase;" /&gt;&lt;span style="color: #555555; font-size: 9px; line-height: 18px; text-transform: uppercase;"&gt;FOTO OLEH KLAUS NIGGE&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="cursor: default; font-size: 16px; line-height: 24px;"&gt;
&lt;span style="color: #555555; font-size: 9px; line-height: 18px; text-transform: uppercase;"&gt;Sumber National geographic&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgb_YQq0o0I_MS6QfEh3nFlEzuKR3KrwpRA6c0ODEeQ9M2mevuhq3WkCo9W5Hb9JYRDpE-KVIdw6F6kVA0niCtizrbTTAqQXKyrJOt2COg_BgNFIIBAh5U7h6PhedFEq0fc38gBsPCXc5Yc/s72-c/flamengo.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>8 Fakta Tentang Air Dunia</title><link>http://maul-underground.blogspot.com/2012/04/8-fakta-tentang-air-dunia.html</link><category>air</category><category>nature</category><author>noreply@blogger.com (MauL-Underground)</author><pubDate>Thu, 5 Apr 2012 15:00:00 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6233578485864015846.post-638702584007821993</guid><description>&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEieG3dbT66exCDE42oddBhtaBd1_6yfWgJDWdCncldAdKjHd_CjtBRi7nwC2iYG7GGUEMHz3_KCH0Oa-1xKoomBnDjpbS5YopdllQq3BdRKTuW9NSx4lZM2m6jw7ZDIojU1Upt8orN0H1wY/s1600/air.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEieG3dbT66exCDE42oddBhtaBd1_6yfWgJDWdCncldAdKjHd_CjtBRi7nwC2iYG7GGUEMHz3_KCH0Oa-1xKoomBnDjpbS5YopdllQq3BdRKTuW9NSx4lZM2m6jw7ZDIojU1Upt8orN0H1wY/s320/air.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #333333; cursor: default; font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; line-height: 24px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam rangka Hari Air Sedunia 2012 yang jatuh pada hari Kamis (22/3) lalu, The Earth Institute Columbia University memberikan beberapa fakta mengenai air dan makanan yang ada di Bumi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini adalah fakta-fakta yang dipaparkan oleh The Earth Insitute.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Jika diakumulasikan, penggunaan air di India, Cina, dan Amerika Serikat adalah satu pertiga dari jumlah seluruh air di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Lebih dari 90 persen penggunaan air adalah untuk pertanian dan perkebunan. Walaupun begitu, hanya 16 persen lahan yang telah teririgasi dari sekian banyak penggunaan air untuk pertanian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. 16 persen lahan yang teririgasi menghasilkan 36 persen bahan makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Ekstraksi air tanah meningkat tiga kali lipat hanya dalam waktu lima tahun. Konsumsi air tanah di Cina dan India meningkat sepuluh kali lipat sejak tahun 1950.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Penggunaan air tanah yang begitu besar berkontribusi terhadap kenaikan permukaan laut sebanyak 25 persen dalam beberapa tahun terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam Climate Dynamics, penggunaan air tanah juga mengubah iklim lokal dan mempercepat pemanasan global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Menurut Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), pada tahun 2030 hampir setengah populasi manusia yang ada akan kekurangan air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Krisis air akan mengancam kelangsungan pembangkit listrik di dunia. Krisis air yang diakibatkan permintaan yang tinggi akan membuat pembangkit listrik tidak berfungsi.&lt;div style="cursor: default; font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; line-height: 24px;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: red; font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;(Arief Sujatmoko. Sumber: The Earth Institute)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEieG3dbT66exCDE42oddBhtaBd1_6yfWgJDWdCncldAdKjHd_CjtBRi7nwC2iYG7GGUEMHz3_KCH0Oa-1xKoomBnDjpbS5YopdllQq3BdRKTuW9NSx4lZM2m6jw7ZDIojU1Upt8orN0H1wY/s72-c/air.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">5</thr:total></item><item><title>Lumba-lumba Terkecil di Dunia Terancam Punah</title><link>http://maul-underground.blogspot.com/2012/04/lumba-lumba-terkecil-di-dunia-terancam.html</link><category>lumba-lumba</category><category>nature</category><author>noreply@blogger.com (MauL-Underground)</author><pubDate>Wed, 4 Apr 2012 22:53:00 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6233578485864015846.post-3082948877543010948</guid><description>&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjG6vxf3XovlRS6Ye3flC2aew_R4lO4mIPWMNYaAz0B2oNY-oWNcUicQIPHRBh8J414C-yZNmJ3jbKgF9dSJdnWVvDN-Nyt4thB1mh0wMc1pmeWsHUveEk1UznpcX5lvvL_ef3H4NRN-I3n/s1600/Cephalorhynchus+hectori+maui.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="214" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjG6vxf3XovlRS6Ye3flC2aew_R4lO4mIPWMNYaAz0B2oNY-oWNcUicQIPHRBh8J414C-yZNmJ3jbKgF9dSJdnWVvDN-Nyt4thB1mh0wMc1pmeWsHUveEk1UznpcX5lvvL_ef3H4NRN-I3n/s320/Cephalorhynchus+hectori+maui.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #333333; cursor: default; font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; line-height: 24px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #333333; cursor: default; font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; line-height: 24px;"&gt;
Pemerintah Selandia Baru mengumumkan turunnya jumlah populasi lumba-lumba terkecil di dunia, lumba-lumba Maui (&lt;em&gt;Cephalorhynchus hectori maui&lt;/em&gt;). Spesies ini hanya berjumlah 55 individu dewasa, turun drastis dibanding tahun 2005 yang mencapai 111 individu.&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #333333; cursor: default; font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; line-height: 24px;"&gt;
Penyebab utama penurunan jumlah lumba-lumba yang hanya memiliki panjang 1,7 meter ini diperkirakan karena terjerat jaring pukat. Di mana jumlah kematian terbesar karena jaring tersebut terjadi di Januari 2012. "Angka terakhir dari populasi ini menunjukkan jika kita harus bertindak sekarang, tak ada pilihan lain," ujar pegiat lingkungan, Katrina Subedar dari LSM Selandia Baru, Forest and Bird, dikutip dari&amp;nbsp;&lt;em&gt;&lt;a href="http://www.mongabay.com/" style="-webkit-transition-delay: initial; -webkit-transition-duration: 0.25s; -webkit-transition-property: background; -webkit-transition-timing-function: ease-in-out; border-bottom-style: none; border-color: initial; border-image: initial; border-left-style: none; border-right-style: none; border-top-style: none; border-width: initial; color: #6475ad; outline-color: initial; outline-style: none; outline-width: initial; text-decoration: none;"&gt;Mongabay&lt;/a&gt;.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Penundaan dalam jenis apa pun bisa berujung pada kematian lebih banyak lumba-lumba di jaring ikan hingga mencapai titik yang tak bisa ditolong lagi."&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #333333; cursor: default; font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; line-height: 24px;"&gt;
Dari 55 individu lumba-lumba ini, diperkirakan hanya ada 20 betina. Namun, diragukan mereka bisa menambah individu baru dalam waktu dekat. Pasalnya, spesies ini butuh tujuh tahun untuk bisa berkembang biak dan hanya memproduksi satu individu dalam kurun beberapa tahun.&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #333333; cursor: default; font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; line-height: 24px;"&gt;
Menurut grup konservasi Selandia Baru, penyelamatan lumba-lumba Maui bisa terjadi jika ada tindak nyata berjangka panjang dari Pemerintah. Terutama dari Menteri Perindustrian yang melarang penggunaan jaring pukat di habitat lumba-lumba Maui. "Kita tahu ada solusi yang bisa menyelamatkan (lumba-lumba) Maui. Sudah saatnya pemerintah bertindak atas nama warga Selandia Baru untuk melindungi harta nasional ini," kata Manajer Program Kelautan WWF-Selandia Baru Rebecca Bird.&lt;/div&gt;
&lt;div style="cursor: default; font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; line-height: 24px;"&gt;
&lt;span style="color: #333333;"&gt;Lumba-lumba Maui merupakan sub-spesies dari lumba-lumba Hector (&lt;/span&gt;&lt;em style="color: #333333;"&gt;Cephalorhynchus hectori&lt;/em&gt;&lt;span style="color: #333333;"&gt;) dan biasa ditemukan di perairan Selandia Baru. Dalam daftar yang dirilis International Union for Conservation of Nature (IUCN), mereka masuk dalam spesies terancam punah. Nasib kedua spesies ini pun sama, terancam jaring pukat dan aktivitas memancing dari manusia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: red; font-size: x-small;"&gt;(Zika Zakiya. Sumber: Mongabay)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjG6vxf3XovlRS6Ye3flC2aew_R4lO4mIPWMNYaAz0B2oNY-oWNcUicQIPHRBh8J414C-yZNmJ3jbKgF9dSJdnWVvDN-Nyt4thB1mh0wMc1pmeWsHUveEk1UznpcX5lvvL_ef3H4NRN-I3n/s72-c/Cephalorhynchus+hectori+maui.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Makaka Pendaulat Takhta</title><link>http://maul-underground.blogspot.com/2012/03/makaka-pendaulat-takhta.html</link><category>makaka</category><category>nature</category><author>noreply@blogger.com (MauL-Underground)</author><pubDate>Mon, 19 Mar 2012 15:00:00 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6233578485864015846.post-80630245647327388</guid><description>&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhl-oEXX3lDJfLYRaPG3ehNtOKmWPC6UB5JM-93qMaDkqlUYm14ycYW5_mcfO4Sbjke2nSTgIwMaWhVf3iAzRZs-LwMXvjBu2xTY4ind-r-H7Ge8PsTFuNDwmn_Zeya_5X-OyTY4JiHsOYK/s1600/makaka.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhl-oEXX3lDJfLYRaPG3ehNtOKmWPC6UB5JM-93qMaDkqlUYm14ycYW5_mcfO4Sbjke2nSTgIwMaWhVf3iAzRZs-LwMXvjBu2xTY4ind-r-H7Ge8PsTFuNDwmn_Zeya_5X-OyTY4JiHsOYK/s320/makaka.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="bodytext"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="bodytext"&gt;
Seperti manusia, monyet endemik Sulawesi Utara ini&amp;nbsp; punya perilaku&amp;nbsp; dan perhitungan unik dalam merebut&amp;nbsp; kursi kepemimpinan tertinggi di&amp;nbsp; kelompoknya.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;Awan putih memayungi tajuk hutan Taman Wisata Alam (TWA) Batu­putih, Sulawesi Utara. Di tengah sua­sana hutan yang hening, pohon-pohon rao (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dracontomelon dao&lt;/span&gt;) yang kokoh dengan akarnya yang pipih meroket angkuh ke langit. Tiba-tiba teriakan monyet hitam sula­wesi­—penduduk lokal menyebutnya kera hitam atau yaki—memenuhi hutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Detik itu juga, puluhan yaki berhamburan ke arah pantai dengan panik. Yaki kecil meloncat ke pelukan induk sembari berlari, sementara yaki muda berlomba-lomba menjadi yang ter­depan. Di baris­an paling akhir, pemandangan unik tampil menutup adegan: seekor yaki muda berlari limbung menggunakan dua kakinya, berhati-hati menjaga agar mangga ranum yang sedang ia nikmati tak terlepas dari tangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama kemudian, di belakang mereka mun­cul seorang lelaki dari balik pepohonan. Ia mengenakan baju kutung, memperlihatkan lengan­­nya yang kekar. Tangan kirinya meng­geng­­gam katapel dengan karet pelontar ber­­warna jingga mencolok mata. Sambil me­ngatapel­kan batu ke arah tanah dan batang pohon, ia tertawa saat melihat saya. Ya, seperti biasa, Ferdy Martin Dalentang, lelaki itu, ber­hasil melaksanakan tugasnya dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peran Ferdy sehari-hari memang menghalau para primata penyandang nama latin Macaca nigra, yang tergabung dalam sebuah ke­lompok bernama Rambo II. Kelompok ini terdiri dari 60 individu: 7 jantan dewasa, 18 betina dewasa, dan sisanya adalah anak-anak berusia hingga sekitar empat tahun. Wilayah jelajah hari­an mereka dan permukiman penduduk yang terletak di bagian barat TWA hanya dibatasi oleh sungai kecil yang bermuara di Laut Maluku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bawah penugasan Macaca Nigra Project, se­buah proyek kerja sama antara German Primate Centre, Institut Pertanian Bogor, dan Universitas Sam Ratulangi, Ferdy menjaga kelompok ini agar tidak menyambangi kebun penduduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PADA JANUARI YANG BASAH lalu, saya dan foto­grafer Reynold Sumayku duduk beralas ponco, memunggungi pantai hitam dengan deburan ombak yang kadang menggetarkan gendang telinga. Di depan kami membentang lahan terbuka, kira-kira seluas lapangan voli. Di sini­lah para yaki terbiasa menghabiskan waktu untuk menyelisik serta bermain. Kami berdiam diri di antara gemerisik dedaunan, hingga seekor yaki melintas di hadapan kami. Ia naik ke sebuah batang pohon, lalu mengamati keadaan sekitar. Seekor yaki menyusulnya, kemudian mereka pun menghilang ditelan hutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak berapa lama kemudian, pohon mulai berayun di kejauhan, awalnya hanya sebuah, semakin lama semakin banyak. Dalam sekejap, apa yang tampak sebagai gumpalan-gumpalan berwarna hitam mulai keluar dari kerapatan vegetasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar lima menit setelah itu, dedaunan kering yang bertabur di lantai hutan ber­hamburan di depan mata. Sekitar delapan pasang yaki muda sibuk bermain, bergumul sam­bil menyeringai dan menggigit. Mereka saling berbenturan kemudian bertukar pasang­an, berkejaran sambil membuat gerakan ber­putar di udara, juga bersalto. Seekor yaki mungil sibuk mempermainkan daun saat yaki dengan badan lebih besar berlari dan menubruknya sampai terguling-guling.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, dua yaki sibuk mengerubuti yaki yang lebih kecil: Seekor menarik tangan kirinya, sedangkan yang lain menarik kaki kanannya sebelum yaki keempat meloncat ke dalam pergulatan.cAda pula yang tiba-tiba menjambak rambut di kepala teman­nya, lalu melarikan diri. Kadang mereka ber­kejaran dari dahan yang satu ke dahan lain, dan berakhir dengan bunyi gedebuk di tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat saya sibuk memperhatikan apa yang ter­jadi, seekor yaki jantan dewasa yang diberi nama Kiting Junior oleh para peneliti menghampiri. Ia memperhatikan tas, kompas, serta buku catatan di atas ponco, sambil mengecapkan bibirnya kepada saya, tanda pertemanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian apa yang saya anggap sebagai per­gulatan serius terjadi. Dua yaki berkejaran, mengeluarkan suara lengking yang nyaring. Mereka berlari ke arah pantai, membuat yaki lain berhenti bermain dan mengikuti arah suara. Pergumulan seperti ini kerap terjadi kala mereka bersantai. Kadang berakhir dengan pelukan, lalu saling mengecapkan bibir dengan cepat. Saat santai seperti ini adalah waktu yang paling tepat bagi yaki muda untuk melatih keterampilan serta kekuatan, sebagai bekal masa depannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SAYA TERINGAT PERCAKAPAN dengan Jatna Supriat­na, seorang ahli primata Indonesia. Namanya selalu tercantum dan menjadi rujukan dalam situs IUCN—organisasi internasional da­lam bidang konservasi lingkungan—terkait sta­tus spesies makaka yang hidup di daratan Sulawesi mulai dari utara hingga selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Perilaku berkelompok pada primata memang sangat menarik. Makaka salah satu contoh­nya. Sama dengan manusia, kelompok itu punya struktur tertentu,” ungkap Jatna. Menurut penelitian bersama timnya, ada delapan spesies makaka endemik yang menghuni Sulawesi. Macaca nigra hidup mulai dari ujung tanduk Sulawesi Utara, hingga ke Sungai Onggak Dumoga, pembatas geografis dengan spesies tetangga­nya,&amp;nbsp;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Macaca nigrescens&lt;/span&gt;&amp;nbsp;di bagian barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama seperti manusia yang punya sistem hierarki dalam kehidupannya, yaki yang me­nganut sistem multi male multi female dalam kelompoknya ini hidup dengan struktur serupa. Kepemimpinan tertinggi ada pada individu yang disebut peneliti sebagai alpha male. Sedangkan individu jantan yang menduduki peringkat kedua dan ketiga dinamakan beta male, gamma male, dan seterusnya. Peringkat seperti ini juga berlaku pada yaki&amp;nbsp; betina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pergaulannya sehari-hari, sang alpha male tidak akan sembarang bergaul dengan yaki lain. Ia memiliki lingkar pergaulan yang umumnya terdiri dari jantan beta dan gamma, juga alpha female. Jantan dari peringkat tinggi ini tidak akan mau hidup dekat dengan individu yang peringkat jauh lebih rendah di bawahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PADA PUKUL 13.48, di tengah kicauan burung kadalan sulawesi (Phaenicophaeus calyorhynchus), arakan awan kelabu kembali mem­bendung sorotan matahari dalam sebuah area berpohon jarang di kawasan TWA. Para individu dalam kelompok Rambo II bertebaran di sana-sini dengan malasnya. Di balik sebuah batang pohon kecil yang telah mati, tiga ekor yaki tampak tak peduli dengan keberadaan kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si yaki muda sedang asyik mengamati barisan semut merah di ujung batang. Sesekali dicomotnya serangga itu dan dimasukkan ke dalam mulut. Kadang ia terlompat sambil meng­gosokkan badannya dengan tangan. Mung­kin ia tergigit. Di sebelahnya sepasang yaki dewasa sedang tekun menyelisik. Sang jantan menyorongkan badan dan si betina sibuk menyibaki rambut di dadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama, si betina meninggalkan sang jantan yang ternyata hanya memiliki tiga jari di tangan kirinya. Inilah sang alpha male yang bernama Jati, singkatan dari Jari Tiga. Jati kehilangan jemarinya karena terkena jerat ayam hutan yang dipasang oleh penduduk saat ia masih kecil.&lt;br /&gt;Kami hanya berada sekitar satu setengah meter darinya. Ia memang punya karisma se­bagai yaki nomor satu dalam kelompok ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rambut­­nya tampak lebih sehat dan berkilau di­banding jantan lainnya. “Warna bantalan tungging alpha male biasanya lebih cerah, akibat hormon dengan tingkat stres yang lebih rendah karena ia tidak diancam oleh jantan lain,” ujar Giyarto, manajer riset Macaca Nigra Project. Berbeda dengan Kiting Junior yang tampak selalu ingin tahu dan mendekat setiap ada ke­sempatan, Jati hanya memandang kami se­belah mata. Tatapannya tajam mengamati ke­lompoknya serta daerah sekitar—kecuali kami—dengan dagu terangkat tinggi-tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jantan yang belum genap setahun menjadi alpha male ini jarang terlihat ada di tengah kelompok. Saya pernah mengikutinya saat ia men­cari makan sendirian di barisan paling depan, sementara kelompoknya masih ber­gerombol jauh di belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Seekor alpha male memang harus sendirian,” ujar Jatna menjawab gambaran keadaan Jati yang seolah dijauhi oleh kelompoknya. “Dia harus dominan. Kalau pada manusia, ya dia harus jaim agar berbeda dari yang lain dan bisa diakui sebagai alpha male di kelompoknya. Kalau dia ada di tengah, justru rentan karena dengan mudah dia akan diserang oleh beta dan gamma male,” Jatna menjelaskan. Salah satu tugas alpha male adalah mengawasi keadaan. Baik dalam kelompoknya sendiri maupun kelompok lain saat bersinggungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di belakang Pos Satu atau dekat dengan pintu penjaga TWA, sistem hierarki yang di­maksudkan Jatna terlihat jelas. Selain si angkuh Jati, Rawing adalah jantan penting di dalam kelompok. Ia merupakan beta male, yaki peringkat kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang hari, setiap kali kami mendekati sekumpulan betina dewasa dan anak-anak dengan tingkah polah mereka yang lucu, Rawing akan selalu beringsut maju kemudian duduk mendekat, seolah hendak memperingati kami untuk menjaga jarak dengan mereka. Menurut Giyarto, Jantan dewasa yang satu ini memang seolah memiliki tugas untuk menjaga anak-anak dan betina dalam kelompok. Kadang Rawing duduk sendirian di atas akar layaknya manusia, sambil mengawasi kami dengan matanya yang tajam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak berapa lama, suara mangga menumbuk tanah terdengar di sana sini. Juga buah kelapa yang terjun dari ketinggian sekitar tiga puluh meter. Waktunya makan sore sebelum menuju ke pohon tidur seperti nantu (Palaquium amboinense) atau coro (Ficus variegata). Tiba-tiba, terdengar gemuruh tetesan air yang mendera dedaunan. Hujan! Gumpalan-gumpalan hitam terlihat berjejeran menghiasi dahan tempat mereka berteduh di atas sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dasar hutan, tetesan hujan semakin jarang saat tiba-tiba Rawing yang ada di depan kami mengeluarkan suara agresif saat menghadapi Perot, jantan tingkat rendah di sampingnya. Merasa terancam, Perot justru mengintimidasi yaki lain bernama Wartabone. “Itu biasa terjadi. Jika jantan tingkat atas mengancam tingkat di bawahnya, tingkat bawah ini akan kembali mengancam tingkat di bawahnya lagi. Dan jika tingkat terendah ini tak memiliki bawahan untuk diancam, bisa jadi manusia yang ada di dekatnya jadi sasaran berikutnya,” ujar Giyarto sambil mengamati ketiga jantan dewasa ini dengan saksama. Wartabone pun menyingkir dan memunggungi Perot, hingga air yang tercurah dari langit kembali bertambah deras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya, saya bertemu dengan Ugura. Yaki betina yang memiliki peringkat nomor satu dalam kelompok Rambo II atau sang alpha female ini memiliki perilaku yang sedikit sadis terhadap anak-anak yaki yang ada di sekelilingnya. Giyarto bercerita kepada saya, Ugura pernah berlari sambil memegang kaki yaki mungil dan menyeretnya. Di hadapan saya, dua kali Ugura menekan badan seekor bayi yaki ke tanah selama sekitar lima detik hingga berteriak kemudian lari ke sang induk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah salah satu yang disebut Jatna sebagai perilaku survival karena persaingan. Jika jantan harus berjuang untuk menjadikan dirinya sebagai alpha male, betina kelak menjadi alpha female berdasarkan garis darah atau keturunan. Suatu saat nanti anak-anak Ugura akan menggantikannya dan sejak dini Ugura sudah mulai menekan anak-anak lain agar tak mengancam kedudukan anaknya kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perebutan kekuasaan dalam dunia yaki juga mirip dengan kita, manusia. Seekor yaki harus pandai berkolaborasi dengan rekan-rekannya agar kedudukannya bisa naik. Ia juga harus pintar memperhitungkan dengan siapa ia bekerja sama. “Hal ini sangat rumit karena ada perhitungan untung rugi, sama seperti manusia,” papar Jatna. “Seekor yaki akan mem­perhitungkan betul, siapa yang harus ia dekati agar bisa mencapai struktur hierarki yang lebih tinggi. Namun, seringnya hal ini ditempuh dengan berkelahi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaki jantan yang tertekan karena tak pernah bisa memenangkan persaingan dengan jantan lain bisa mengubah perilaku seksualnya. “Daripada dikalahkan terus oleh jantan lain, perilakunya jadi seperti betina. Itu disebut dengan gay, dan memang ada dalam dunia primata,” ungkapnya. Ia akan berbaur dengan para betina dan ikut mengasuh anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DI ANTARA PEPOHONAN yang semakin merapat, langkah Ismail Agung, seorang asisten peneliti, semakin pesat. Terkadang hanya pelindung hujan berwarna kuning pada tas punggungnya yang sekelebat terlihat. Sesaat ia memperlambat langkah. Setelah itu ia kembali berjalan amat cepat hingga berlari di hutan. Kadang tubuhnya terperosok menuruni lembah kecil yang curam, namun dengan sigap ia kembali mendaki pung­­gungan di depannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua batang kayu ber­diameter sepelukan orang dewasa tiba-tiba meng­hadang, melintang setinggi dada. Dengan gesit ia mengangkat badan dan meloncatinya, meninggalkan saya yang bimbang dengan dua pilihan: mengikuti apa yang dilakukannya, atau menyusup di bawah batang pohon dan menerabas tanaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terengah memanjat kayu berlumut dan ber­hasil menyusul Agung, saya baru menyadari suara arloji yang ia kalungkan di tali tasnya yang berbunyi setiap dua menit sekali, sebagai pengingat untuk merekam apa yang dilakukan yaki yang dikejarnya. Di genggamannya terdapat sebuah peranti elektronik berselimut bahan kulit serta plastik kedap air yang ia gunakan untuk mencatat perilaku si yaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar empat meter di depan Agung, seekor yaki jantan dewasa bergerak tak kalah gesit. Inilah Napoleon, jantan yang baru dua minggu bergabung dengan kelompok yang dinamakan Pantai Batu, mencomot nama area yang terletak di dalam Cagar Alam Tangkoko. Kelompok yaki yang satu ini amat jarang ber­hadapan dengan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Napoleon bergerak dengan tangkas. Kami pun tiba pada semenanjung yang merupakan kaki Gunung Batuangus. Di sinilah Napoleon ber­gabung dengan kelompok besarnya yang berjumlah sekitar 60 individu. Kami pun bertemu dengan Pascal Marty, peneliti ber­kebangsaan Swis. Ia sedang berkonsentrasi mencatat kegiatan seekor jantan tanpa nama yang baru dua hari ini terlihat berusaha ber­gabung dengan kelompok Pantai Batu. Dalam proyek ini, Agung membantunya meneliti peri­laku yaki jantan terkait perebutan kekuasaan dalam sistem hierarki kelompok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar awal Januari 2012, alpha male ke­lompok Pantai Batu bernama Luke diketahui me­miliki luka gores yang cukup parah pada bagian pergelangan tangan kanan bagian dalam. Ia bahkan tak sanggup menggunakan tangan kanannya untuk berjalan. Akibat terburuk, ia di­keluarkan dari kelompoknya. Para peneliti tidak tahu pasti siapa yang menyebabkan Luke terluka. Hal yang jelas, ini adalah hasil per­kelahiannya dengan jantan dewasa lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luke disingkirkan dari kelompoknya dan para jantan dari kelompok lain pun berdatangan ke dalam kelompok Pantai Batu untuk merebut posisi alpha male. Timbul pertanyaan dalam diri saya, mengapa Raja, sang beta male dari kelompok Pantai Batu tidak dengan segera meng­gantikan posisi Luke saat ia terluka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Belum tentu beta male akan segera naik. Ke­mungkinan memang ada, tetapi selain mendapat dukungan dari gamma male, beta male juga harus mendapat dukungan dari para betina,” papar Jatna. Alpha female akan menentukan, jantan mana yang potensial menjadi alpha dan meng­untungkannya. “Betina ini akan mempertimbangkan, gen jantan mana yang baik bagi dirinya, yaitu yang ke­kerabatannya tidak terlalu jauh, juga tidak terlalu dekat,” lanjutnya. Bahkan, para betina ini bisa bersatu dan berkelahi mengalahkan jantan-jantan dari luar kelompok yang ingin merebut kedudukan sebagai alpha male jika mereka menghendaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jantan yang luka atau tidak diterima di tempat lain biasanya akan bergabung membuat male band. Mereka bisa membina sebuah kelompok jantan untuk menyerang kelompok lain. Jumlahnya bisa lima hingga sepuluh,” jelas Jatna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok jantan seperti ini akan selalu memantau kelompok-kelompok yaki yang ada di sekitar mereka dan menguji kekuatan mereka terhadap alpha male kelompok tersebut. Jika mereka bisa diterima dalam suatu kelompok, bisa jadi mereka akan membawa seluruh jantan yang ada dalam male band untuk merombak hierarki kelompok yang ia masuki. “Bisa terjadi keributan yang amat besar,” ujarnya dengan penuh penekanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Napoleon dan jantan yang belum bernama ini adalah contoh jantan yang ingin menguji ke­kuatan mereka terhadap kelompok Pantai Batu sepeninggalan Luke. Napoleon sudah mulai diterima, setidaknya oleh para betina dan anak-anak. Menurut Pascal, Napoleon masih men­duduki posisi terendah dalam kelompok ini. Tetapi setidaknya ia sudah bisa bergaul walau masih malu-malu menghadapi jantan lain. Namun, tidak demikian dengan jantan tak ber­nama yang masih melakukan pendekatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengetahui tingkat stres pada jantan yang baru masuk ke dalam kelompok, Pascal mengambil sampel feses jantan baru serta jantan yang menduduki peringkat tinggi dalam kelompok, seperti Raja. Selama dua minggu pertama sampel diambil dengan frekuensi dua kali sehari kemudian selanjutnya sehari sekali. Dari sampel ini para peneliti akan mendapatkan tingkat stres dari kandungan hormon testosteron yang ada di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersama Pascal,&amp;nbsp; kami menyaksikan bagai­mana si jantan tak bernama mengikuti ke­lompok Pantai Batu dalam jarak tertentu. Kadang ia dikejar oleh Napoleon, kadang di­dekati pula oleh jantan muda yang ada di sana, atau menjauhi kelompok untuk beberapa waktu hingga Pascal kehilangan jejaknya di balik rimbunnya kanopi hutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUATU HARI DI SEBUAH ruang kelas yang terletak tak jauh dari pelabuhan di Desa Batuputih—tempat para nelayan sibuk menurunkan hasil tangkapan ikan dari laut yang masih me­mantulkan sinar keperakan dari arah timur—dengan mata jenaka Victor Wodi berdiskusi dengan para siswa sekolah dasar kelas empat. Di papan tulis yang tersorot oleh lampu proyektor, gambar sampah plastik, kota berpolusi, dan orang menggunakan masker silih berganti ter­pampang di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di atas meja, wajah-wajah yang terlihat dipenuhi rasa penasaran pun muncul, apalagi saat video tentang ekosistem hutan diputar. Agus, siswa paling aktif yang duduk di barisan terdepan, berbinar-binar me­nyambar pancingan yang dilemparkan oleh Victor, kadang dengan bahasa daerah. Gelak tawa pun memenuhi kelas. “Apa yang terjadi jika kita membuang sampah di laut?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sabun mengandung zat apa yang mem­bahayakan lingkungan?” Hingga…“Siapa yang pernah makan yaki?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mathilde Chanvin asal Prancis dan Victor warga Batuputih, berbagi ilmu konservasi di empat desa yang bersinggungan langsung dengan batas Cagar Alam Tangkoko, juga TWA Batuputih dan Batuangus. Mereka mendidik murid kelas satu hingga enam sekolah dasar, dengan menggandeng Macaca Nigra Project serta Pusat Penyelamatan Satwa di Tasikoki, Sulawesi Utara, untuk memaparkan seluk beluk yaki serta satwa endemik Sulawesi lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu malam tercurah hujan, Victor ber­kisah kepada saya saat mereka memulai proyek ini dengan membagikan kuesioner ke­pada anak-anak di tempat mereka mengajar. Salah satunya berisi pertanyaan: apa yang kamu lakukan saat melihat yaki? Di Batuputih, tempat mata pencaharian penduduk adalah menangkap ikan laut, anak-anak menulis: senang atau gembira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun saat pertanyaan ini diajukan kepada anak-anak di daerah Pinangunian di sebelah timur cagar alam, jawaban yang mereka dapatkan adalah: menembak dan memakannya.&lt;br /&gt;Yunus Masala dari Kepolisian Hutan yang bertugas di TWA Batuputih teringat, bagai­mana ia harus mengerahkan pasukannya ter­masuk sukarelawan dari kelompok pecinta alam menjelang Natal dan tahun baru, melalui kegiatan yang disebut sebagai Operasi Lilin untuk mencegah perburuan yaki dan satwa lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat-saat itulah permintaan masya­rakat setempat akan daging meningkat pesat. Pemburu pun akan tinggal di dalam hutan selama beberapa hari untuk mengumpulkan daging binatang. Mereka melakukan peng­asapan daging di dalam kawasan. Biasanya pem­beli sudah menunggu di tepi hutan untuk mendapatkan apa yang mereka tangkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu ancaman bagi yaki yang datang dari manusia adalah penjualan daging yaki di pasar, terutama pasar Langoan dan Tomohon. “Kalau sekarang kelelawar atau tikus saja dijual lima belas ribu per ekor, daging yaki yang dijual secara kiloan mungkin bisa seratusan ribu harganya,” ungkap Yunus. Bersama daging babi rusa, biasanya penjualan daging satwa ini dilakukan pada dini hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yaki ditangkap dengan menggunakan jerat,” ujar Yunus. Ia pernah mendapati jerat yang di­letakkan di dalam bambu untuk mengelabui yaki agar mau mengambil makanan yang diletakkan di dalamnya. “Ada juga jebakan yang bisa melontarkan panah dari dua arah,” katanya sambil menggambarkan bagaimana alat itu bekerja melepas panah ke badan yaki, yang membuat saya bergidik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cacat karena jerat tampaknya menjadi hal yang biasa bagi kelompok Rambo II yang wilayah jelajahnya terdekat dengan kampung, walau jerat tersebut belum tentu ditujukan kepada mereka. “Biasanya jerat dipasang untuk ayam hutan,” ujar Giyarto. Tetapi tak pelak lagi, yaki kecil yang penasaran dan baru berumur sekitar satu tahunan biasanya menjadi korban dari ulah manusia ini. “Pada akhir tahun 2010 hingga awal tahun 2011, kurang lebih ada enam individu dari Rambo II yang terjerat. Namun akhir tahun lalu, tidak ada korban,” jelas Giyarto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rambo II bisa jadi masih cukup beruntung karena hidup di kawasan yang dilindungi. Menurut Yunus, ada beberapa kelompok yaki yang jumlah­nya semakin menyusut di kawasan cagar alam, akibat senapan angin serta jerat burung atau jerat babi yang sulit terpantau oleh para petugas.&lt;br /&gt;Menurut informasi yang di­peroleh dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi utara, Cagar Alam Tangkoko didirikan pada 12 Februari 1919 me­lalui Besluit Van den Governeur Nederlands dengan luas 4.446 hektare.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Pada 1981, melalui SK menteri Pertanian, ditetapkanlah dua kawasan taman wisata alam, yaitu Batuputih seluas 615 hektare tempat kelompok Rambo II tinggal, serta TWA Batuangus yang memiliki luas 635 hektare dan sebelumnya merupakan bagian dari cagar alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;“Ada empat wilayah permukiman yang me­ngelilingi kawasan Cagar Alam: Batuputih, Duasudara, Pinangunian, serta Kasawari,” tutur Yunus kepada saya di sela-sela gemericik air yang terjun ke sebuah sungai yang melintas di pintu TWA Batuputih. “Di Kasawari sudah ada satu tempat peribadatan yang masuk ke dalam kawasan cagar alam. Kini penduduknya pun semakin padat. Sementara di Pinangunian, setengah kampung sudah masuk ke kawasan cagar alam,” lanjutnya sambil menelusuri&amp;nbsp; tempat-tempat tersebut dengan jarinya di atas sebuah peta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Yunus tercantum dalam lembar peta tersebut sebagai salah satu tim pembuat. “Seharusnya dibuat batas kawasan yang jelas. Jadi bisa ketahuan bahwa memang mereka masuk ke dalam kawasan cagar alam,” ujarnya dengan tegas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama menghabiskan beberapa waktu di sekitar kawasan taman wisata alam, kami sempat mendengar soal pencurian kayu di hutan. Yunus mengakui, pembalakan liar memang kerap terjadi karena kebutuhan untuk membuat perahu misalnya. Pencuri kayu biasa­nya masuk melalui bibir pantai yang membatasi gunung-gunung ini dengan laut lepas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat mengikuti para peneliti mengamati kelompok yaki Pantai Batu, kami sempat tercengang memperhatikan sisa tebangan pohon beringin berdiameter sekitar tiga rangkulan orang dewasa. Bagian batang yang besar dengan panjang sekitar empat atau lima meter telah tiada, menyisakan ujung batang kecil yang tergeletak begitu saja di lantai hutan. Serpihan kayu yang masih basah hasil potongan gergaji mesin bertebaran di sekitar kami. Habitat yaki semakin terancam. Pada 2004, Jatna memperkirakan populasi yaki hanya tinggal sekitar 3.500 ekor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya, yaki di Sulawesi Utara tak sendiri. “Ada puluhan ribu Macaca nigra di Pulau Bacan,” tutur Jatna berdasarkan survei populasi yang pernah ia dan timnya lakukan pada 1992 hingga 1994 di pulau yang terletak di Provinsi Maluku Utara itu. Alkisah, ada se­pasang yaki yang dipersembahkan kepada raja di Maluku sebagai cendera mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut tulisan Jack Fooden pada 1969, ahli primata asal Amerika Serikat, yaki ini bisa jadi dibawa sekitar tiga atau empat abad yang lalu. Tanpa persaingan konsumsi pakan dari satwa lain, monyet introduksi ini berkembang biak dengan pesat. Ironis memang, karena di tempat asalnya sendiri, yaki menyandang status kritis di alam, sementara menurut beberapa peneliti, yaki hasil introduksi tidak boleh dikembalikan ke tempat asalnya sebelum diteliti lebih lanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PADA SUATU PAGI yang panas di tengah kerapatan hutan di tepi pantai, setelah hampir seminggu berada di tempat ini, saya mengamati kelompok Rambo II saat bermain. Tiba-tiba seekor yaki muda memperhatikan saya dari jarak sekitar dua meter. Saya pun mengecapkan bibir tanpa memperhatikannya dengan saksama, berusaha menghindari kontak mata. Yaki itu membalas mengecap. Tak berapa lama ia naik ke pohon yang tak terlalu tinggi, setingkat dengan pandangan mata saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia kembali memperhatikan saya dan me­ngecap-ngecapkan bibirnya. Beberapa menit kemudian yaki itu sudah tidak ada. Saya pun lega karena saya pikir ia sudah pergi entah ke mana. Tetapi tiba-tiba dari atas kepala saya terdengar suara khas hampir mirip dengan kucing: “maww,” panggilan yang disebut Giyarto sebagai contact call, komunikasi yang paling sering terdengar dalam kelompok yaki, terutama saat bersantai. Ternyata ia ada di dahan yang terletak di atas kepala saya, tetap dengan pandangan ingin tahu sembari mengecapkan bibirnya. Ah, tampaknya sekarang saya mendapat teman baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jatna pernah berkata kepada saya di akhir perjumpaan, “Mempelajari primata itu seperti mempelajari psikologi manusia. Kita bisa me­lihat bagaimana manusia bisa berkembang. Makaka itu benar-benar prototipe manusia. Selain perilakunya yang mirip, mereka juga bisa menyesuaikan diri di mana pun mereka berada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai dari tempat yang amat panas seperti gurun di Gibraltar, hingga tempat bersuhu amat dingin seperti di Jepang.” Tidak salah pula jika ia mengutip kata-kata Jack Fooden sebelum saya beranjak pergi; “Jika manusia adalah presiden alam semesta, makaka adalah wakilnya.”&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="color: red; font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="color: red; font-size: x-small;"&gt;Tulisan dari :&amp;nbsp;TITANIA FEBRIANTI&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="color: red; font-size: x-small;"&gt;Fotografer: REYNOLD SUMAYKU&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="color: red; font-size: x-small;"&gt;Sumber : National Geographic&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhl-oEXX3lDJfLYRaPG3ehNtOKmWPC6UB5JM-93qMaDkqlUYm14ycYW5_mcfO4Sbjke2nSTgIwMaWhVf3iAzRZs-LwMXvjBu2xTY4ind-r-H7Ge8PsTFuNDwmn_Zeya_5X-OyTY4JiHsOYK/s72-c/makaka.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total></item><item><title>Wanita Lebih Mampu Mendeteksi Keberadaan Ular</title><link>http://maul-underground.blogspot.com/2012/03/wanita-lebih-mampu-mendeteksi.html</link><category>nature</category><category>ular</category><author>noreply@blogger.com (MauL-Underground)</author><pubDate>Sun, 18 Mar 2012 18:30:00 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6233578485864015846.post-7957944973642730144</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj705_UzJI4LM2CiS05UYk4d85p3mk0Wh5cfhByxS6fq7o-sbh7k7TdFYQCA-AXJx-hmtSd-KFzCcDdR7QNjEXoA75y4Uqlbva4V46CYTJ4pziaPAoE13_NjqyXTcJoTQ6SMcVc8BVjs493/s1600/ular.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="233" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj705_UzJI4LM2CiS05UYk4d85p3mk0Wh5cfhByxS6fq7o-sbh7k7TdFYQCA-AXJx-hmtSd-KFzCcDdR7QNjEXoA75y4Uqlbva4V46CYTJ4pziaPAoE13_NjqyXTcJoTQ6SMcVc8BVjs493/s320/ular.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Wanita yang baru saja berovulasi lebih baik dalam mendeteksi ular dibandingkan dengan pada waktu lain dalam siklus menstruasi. Temuan ini merupakan kesimpulan yang didapat dari sebuah studi yang dilakukan oleh Nabuo Masataka, peneliti dari Kyoto University, Jepang, terhadap 60 orang wanita sehat di usia produktif, pada tiga fase yang berbeda dalam siklus mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temuan ini sekaligus membuka peluang untuk mempelajari kemampuan refleks manusia untuk mempertahankan diri. Dalam studi, responden ditunjukkan sembilan buah gambar, salah satunya adalah gambar yang mengandung ular yang berada di antara bunga-bungaan. Adapun gambar-gambar lainnya hanyalah gambar bunga-bungaan, tanpa ada ularnya. Responden diuji untuk diketahui seberapa cepat mereka mampu mendeteksi ular tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, wanita lebih cepat mendeteksi ular saat mereka berada dalam fase yang disebut dengan luteal phase dalam siklus menstruasi mereka. Fase ini merupakan tahap sesaat setelah terjadinya ovulasi. Di antara para wanita, refleks ini tampaknya terpengaruh oleh level hormon pada masa-masa mereka bisa menjadi hamil dan juga lebih protektif terhadap embrio mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kemampuan ini bisa jadi berkontribusi terhadap kemampuan wanita untuk meningkatkan kewaspadaan mereka terhadap stimulus ancaman terhadap diri mereka pada masa-masa yang memungkinkan mereka mengalami kehamilan,” kata Masataka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masataka yakin, hasil studi ini juga memperkuat teori bahwa kita memiliki apa yang disebut sebagai fear reflex atau sebuah respons bawaan terhadap sinyal-sinyal ancaman seperti ular yang berpotensi berbahaya tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam studi-studi terdahulu, ditemukan bahwa kemampuan ini juga hadir pada anak bayi yang berusia hingga delapan bulan, serta pada primata lain, non manusia. Temuan Masataka ini sendiri dipublikasikan di jurnal Scientific Reports, Inggris. &lt;i&gt;&lt;span style="color: red; font-size: xx-small;"&gt;&lt;span style="background-color: white; font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; line-height: 23px;"&gt;(Sumber: Live Science)&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj705_UzJI4LM2CiS05UYk4d85p3mk0Wh5cfhByxS6fq7o-sbh7k7TdFYQCA-AXJx-hmtSd-KFzCcDdR7QNjEXoA75y4Uqlbva4V46CYTJ4pziaPAoE13_NjqyXTcJoTQ6SMcVc8BVjs493/s72-c/ular.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">4</thr:total></item><item><title>86 Kota di 30 Negara Dukung Pelestarian Muaro Jambi</title><link>http://maul-underground.blogspot.com/2012/03/86-kota-di-30-negara-dukung-pelestarian.html</link><category>muaro jambi</category><category>nature</category><author>noreply@blogger.com (MauL-Underground)</author><pubDate>Sun, 18 Mar 2012 15:00:00 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6233578485864015846.post-1591172007642208343</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjUys_F6GwmyYu1vYx2A066yKK1GOdew_PKOLTziJtOg4loo3EXf0cKw04ixoX-TziKEswmNlrJmJtff4kYHgQe9pEetbRFnyUH87Dg7GuGWAA_qQXHxChyH5kgHj6XFJr058vy4Vfx4ESa/s1600/situs+muaro+jambi.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="239" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjUys_F6GwmyYu1vYx2A066yKK1GOdew_PKOLTziJtOg4loo3EXf0cKw04ixoX-TziKEswmNlrJmJtff4kYHgQe9pEetbRFnyUH87Dg7GuGWAA_qQXHxChyH5kgHj6XFJr058vy4Vfx4ESa/s320/situs+muaro+jambi.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="color: #111111; font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 15px; line-height: 23px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="background-color: white; color: #111111; font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 15px; line-height: 23px;"&gt;Usaha pelestarian situs Muaro Jambi tidak hanya mendapat dukungan di Indonesia saja. Tapi juga mendapat sokongan dari 86 kota di 30 negara di seluruh dunia.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="background-color: white; color: #111111; font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 15px; line-height: 23px;"&gt;Dukungan ini datang dari petisi online Save Muarajambi di&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.petitions24.com/save_muarajambi" style="background-color: white; color: red; font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 15px; line-height: 23px; outline-color: initial; outline-style: none; outline-width: initial; text-decoration: none;" target="" title=""&gt;http://petitions24.com/save_muarajambi&lt;/a&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #111111; font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 15px; line-height: 23px;"&gt;. Hingga Kamis (8/3),&amp;nbsp; sudah lebih dari 2.600 orang yang mendukung petisi ini. Jika ditambah dengan penandatangan petisi dalam aksi keprihatinan di Jambi beberapa waktu lalu yang mencapai 1.500 orang, maka total penandatangan petisi telah mencapai lebih dari 4.100 orang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="background-color: white; color: #111111; font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 15px; line-height: 23px;"&gt;Dalam rilis yang diterima Minggu (11/3), diketahui jika dukungan tersebut datang tiga benua: Amerika, Eropa, Asia. Dari benua Eropa, penandatangan terbanyak berasal dari Belanda. Menyusul kemudian Inggris, Jerman, Prancis, Italia, Swedia, Latvia, Rumania, dan Yunani. Sedangkan dari kawasan Asia Tenggara, dukungan terbanyak datang dari Thailand.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="background-color: white; color: #111111; font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 15px; line-height: 23px;"&gt;Bahkan salah seorang penandatangan petisi berasal dari Chennai (Madras), India. Tempat dimana sebuah artefak batu kuno asal Muaro Jambi pernah dilaporkan dikirim oleh seorang perwira Inggris pada abad 19, walau sekarang tak diketahui jelas dimana keberadaannya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="background-color: white; color: #111111; font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 15px; line-height: 23px;"&gt;Petisi ini pertama kali diluncurkan di Indonesia pada 9 Februari 2012 lalu karena khawatir dengan ancaman kerusakan situs dari industri batubara dan sawit yang berada dalam kawasan percandian. Petisi ini meminta agar kawasan Muaro Jambi ditetapkan sebagai cagar budaya nasional yang dilindungi Undang-Undang, dilakukan penutupan atas industri yang mengancam kelestarian situs, serta diakuinya peninggalan bersejarah ini sebagai warisan dunia oleh badan PBB, UNESCO.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="background-color: white; color: #111111; font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 15px; line-height: 23px;"&gt;Pekan lalu, beberapa pencetus petisi ini menemui Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bidang Kebudayaan (Wamenbud) Ibu Wiendu Nuryanti. Dalam pertemuan itu, Wiendu menegaskan usaha penetapan Muaro Jambi sebagai sebuah kawasan cagar budaya tak akan berhenti. "Saya sepenuhnya setuju bila dikatakan ini adalah krisis, sehingga kita harus segera melakukan upaya-upaya menyelamatkan situs," kata Wiendu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="background-color: white; color: #111111; font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 15px; line-height: 23px;"&gt;Kawasan Percandian Muaro Jambi merupakan peninggalan kebudayaan masa Hindu-Buddha di Asia pada abad 7-13 Masehi. Luasnya yang secara administratif mencakup tujuh wilayah desa, membuat Muaro Jambi sebagai kompleks paling luas dan terpadat tinggalan kepurbakalaannya di Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="background-color: white; color: #111111; font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 15px; line-height: 23px;"&gt;Kompleks ini pertama kali ditemukan pada tahun 1974 melalui informasi yang disampaikan masyarakat sekitar. Ketika dipugar di tahun 1975 hingga sekarang, diperkirakan ada 80-90 candi yang ada di kompleks Muaro Jambi. Namun, saat ini kondisinya mulai memprihatinkan karena kondisi asam hasil penimbunan batubara merusak batu bata penopang candi-candi tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="background-color: white; color: red; font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; font-size: x-small; line-height: 23px;"&gt;&lt;i&gt;(Sumber : National geographic)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjUys_F6GwmyYu1vYx2A066yKK1GOdew_PKOLTziJtOg4loo3EXf0cKw04ixoX-TziKEswmNlrJmJtff4kYHgQe9pEetbRFnyUH87Dg7GuGWAA_qQXHxChyH5kgHj6XFJr058vy4Vfx4ESa/s72-c/situs+muaro+jambi.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>TN Sembilang Ditetapkan Jadi Tempat Singgah di Jalur Migrasi Burung</title><link>http://maul-underground.blogspot.com/2012/03/tn-sembilang-ditetapkan-jadi-tempat.html</link><category>burung</category><category>nature</category><author>noreply@blogger.com (MauL-Underground)</author><pubDate>Sun, 18 Mar 2012 13:42:00 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6233578485864015846.post-4695087728311674354</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgKHPUkxcrL5RQHUmA_jE5xrbyCktMsTg-EuizEiq0jhGUY3bg9mVl2lZEdXnOnJ4k80zwhzLa-ZA7zl0pgCW64i5j4J1YwlVRq9-TOQ3_McpzbFbVYVM5XY_zviF20gRLhao32WPFpHg-Z/s1600/burung+beo.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgKHPUkxcrL5RQHUmA_jE5xrbyCktMsTg-EuizEiq0jhGUY3bg9mVl2lZEdXnOnJ4k80zwhzLa-ZA7zl0pgCW64i5j4J1YwlVRq9-TOQ3_McpzbFbVYVM5XY_zviF20gRLhao32WPFpHg-Z/s320/burung+beo.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #111111; font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 15px; line-height: 23px; outline-color: initial; outline-style: none; outline-width: initial;"&gt;
&lt;span style="font-size: x-small; outline-color: initial; outline-style: none; outline-width: initial;"&gt;Kementerian Kehutanan menetapkan Taman Nasional (TN) Sembilang, Provinsi Sumatra Selatan, sebagai tempat persinggahan burung liar yang bermigrasi. Hal ini diutarakan oleh Dirjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Kemenhut, Darori, di Jakarta, Senin (12/3).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #111111; font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 15px; line-height: 23px; outline-color: initial; outline-style: none; outline-width: initial;"&gt;
&lt;span style="font-size: x-small; outline-color: initial; outline-style: none; outline-width: initial;"&gt;Indonesia menjadi negara yang penting bagi jalur migrasi burung karena memiliki lokasi-lokasi strategis sebagai tempat persinggahan kawanan burung. Selain karena letak geografisnya, juga karena Indonesia memiliki banyak kawasan pesisir dengan garis pantai yang panjang.&lt;br style="outline-color: initial; outline-style: none; outline-width: initial;" /&gt;&amp;nbsp;&lt;br style="outline-color: initial; outline-style: none; outline-width: initial;" /&gt;Migrasi burung global ini, menurut Darori lagi, perlu dilindungi. Sudah 28 jenis burung di antaranya yang terancam punah secara global. Burung-burung yang melintas di wilayah Indonesia bisa mencapai 50 juta burung dari lebih dari sekitar 200 populasi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #111111; font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 15px; line-height: 23px; outline-color: initial; outline-style: none; outline-width: initial;"&gt;
&lt;span style="font-size: x-small; outline-color: initial; outline-style: none; outline-width: initial;"&gt;Jenis burung yang bermigrasi umumnya bergerak dari belahan bumi utara ke selatan atau sebaliknya. Satwa yang bermigrasi melintasi 22 negara dari Rusia, Alaska, sampai Australia dan Selandia Baru dengan melewati Asia bagian serta bagian tenggara.&lt;br style="outline-color: initial; outline-style: none; outline-width: initial;" /&gt;&amp;nbsp;&lt;br style="outline-color: initial; outline-style: none; outline-width: initial;" /&gt;Peresmian TN Sembilang sebagai tempat persingahan burung liar bermigrasi akan dilakukan di acara pertemuan East Asian-Australian Flyway Partnership (EAAFP) ke-6 di Palembang pada 19-23 Maret 2012 mendatang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #111111; font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 15px; line-height: 23px; outline-color: initial; outline-style: none; outline-width: initial;"&gt;
&lt;span style="font-size: x-small; outline-color: initial; outline-style: none; outline-width: initial;"&gt;TN Sembilang memiliki hutan rawa gambut, hutan rawa air tawar, dan hutan riparian (tepi sungai). Taman nasional yang luas wilayahnya 2.051 km persegi itu adalah juga habitat bagi harimau Sumatra, gajah Asia, tapir Asia, siamang, kucing emas, rusa Sambar,&amp;nbsp;ikan Sembilang, buaya muara, penyu air tawar raksasa, lumba-lumba air tawar, dan berbagai spesies burung.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: x-small; outline-color: initial; outline-style: none; outline-width: initial;"&gt;&lt;i style="color: red;"&gt;(Sumber :National geographic)&lt;/i&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgKHPUkxcrL5RQHUmA_jE5xrbyCktMsTg-EuizEiq0jhGUY3bg9mVl2lZEdXnOnJ4k80zwhzLa-ZA7zl0pgCW64i5j4J1YwlVRq9-TOQ3_McpzbFbVYVM5XY_zviF20gRLhao32WPFpHg-Z/s72-c/burung+beo.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Kearifan Lokal, Modal Sederhana Penanggulangan Bencana</title><link>http://maul-underground.blogspot.com/2012/03/kearifan-lokal-modal-sederhana.html</link><category>kearifan lokal</category><category>nature</category><author>noreply@blogger.com (MauL-Underground)</author><pubDate>Sun, 18 Mar 2012 13:39:00 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6233578485864015846.post-3503402208218146438</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjwfP0Iqj-fhKgy-hZrn53pHdCLuXDkT-gmZnYo28q-Vbt4tzepIRewXONDXNXKNG1DPLXopAonc9udZCIllsj4pLTbDWMezX7s2nADQrTfugdCR8hCoaG4Pt7uq0pYDQdgO_7Utf3UE6_h/s1600/kearifan_lokal.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjwfP0Iqj-fhKgy-hZrn53pHdCLuXDkT-gmZnYo28q-Vbt4tzepIRewXONDXNXKNG1DPLXopAonc9udZCIllsj4pLTbDWMezX7s2nADQrTfugdCR8hCoaG4Pt7uq0pYDQdgO_7Utf3UE6_h/s1600/kearifan_lokal.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="background-color: white; color: #111111; font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 15px; line-height: 23px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="background-color: white; color: #111111; font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 15px; line-height: 23px;"&gt;Pengetahuan yang dibagi turun temurun dalam suatu masyarakat berjasa besar dalam penanggulangan bencana sebuah daerah. Sebab, pengetahuan yang biasa disebut kearifan lokal ini membuat masyarakat lebih tanggap saat suatu bencana menerjang wilayahnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="background-color: white; color: #111111; font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 15px; line-height: 23px;"&gt;Saat gempa dan tsunami menerjang Aceh di tahun 2004, warga Pulau Simeulue yang tidak jauh dari pusat gempa, hanya mengalami korban jiwa sebanyak tujuh orang. Sebaliknya, warga Banda Aceh yang berada di daratan utama menderita korban tewas paling banyak --mencapai 161.000 orang&amp;nbsp; tewas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="background-color: white; color: #111111; font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 15px; line-height: 23px;"&gt;"Ini semua karena kearifan lokal. Gempa dan tsunami masuk sebagai nyanyian (rakyat) oleh masyarakat Pulau Simeulue. Saat bencana terjadi, warga Pulau Simeulue tahu apa yang harus dilakukan," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho di Lido, Bogor, Selasa (13/3).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="background-color: white; color: #111111; font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 15px; line-height: 23px;"&gt;Kearifan lokal menyangkut gempa dan tsunami tertanam paling lekat di masyarakat Jepang. Saat gempa 9,0 skala Richter dan tsunami menerjang Jepang pada 11 Maret 2011, semua anak sekolah di kota Kamaishi, Prefektur Iwate, berhasil diselamatkan karena adanya pendidikan bencana.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="background-color: white; color: #111111; font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 15px; line-height: 23px;"&gt;Jepang belajar banyak mengenai gempa dan tsunami dari rekam jejak nenek moyang mereka. Saat bencana itu terjadi di Meiji-Sanriku pada tahun 1896, korban tewas mencapai 1.867 orang&amp;nbsp; atau sama dengan 83 persen jumlah penduduk. Ketika gempa dan tsunami kembali terjadi di Showa Sanriku tahun 1993, korban tewas 'hanya' 972 orang atau setara dengan 20 persen dari jumlah penduduk.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="background-color: white; color: #111111; font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 15px; line-height: 23px;"&gt;Menurut B.Wisnu Widjaja sebagai Kepala Pusat Pelatihan BNPB, Indonesia bisa menajamkan kearifan lokal seperti ini. Salah satu caranya dengan mengadakan pelatihan di daerah-daerah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="background-color: white; color: #111111; font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 15px; line-height: 23px;"&gt;"Memang pelatihan ini belum bisa menjangkau secara tepat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang ada pun umurnya baru 1-2 tahun. Tapi ini bisa membantu membangun desa-desa yang tangguh di Indonesia," ujar Wisnu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i style="background-color: white; color: red; font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; font-size: small; line-height: 23px;"&gt;(Sumber :National geographic)&lt;/i&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="color: red; font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="line-height: 23px;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjwfP0Iqj-fhKgy-hZrn53pHdCLuXDkT-gmZnYo28q-Vbt4tzepIRewXONDXNXKNG1DPLXopAonc9udZCIllsj4pLTbDWMezX7s2nADQrTfugdCR8hCoaG4Pt7uq0pYDQdgO_7Utf3UE6_h/s72-c/kearifan_lokal.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Rusia 'Ekspor' Harimau demi Konservasi</title><link>http://maul-underground.blogspot.com/2012/03/rusia-ekspor-harimau-demi-konservasi.html</link><category>harimau</category><category>nature</category><author>noreply@blogger.com (MauL-Underground)</author><pubDate>Sat, 3 Mar 2012 18:00:00 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6233578485864015846.post-4614514621982082502</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhd6jqPJ8bOBIGlPwmWlhmjB-3aiwsKNkHT1U_xMmT3DVpRBDBSVuVZ_coLeKn7DrYPIswpDET7Q9GE02wHFYphMQq-2qghxQPthPHhNAj209mDsfXuMP4pMwmjt2ulYTUtM_MwHSG2qyoX/s1600/harimau+siberia.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhd6jqPJ8bOBIGlPwmWlhmjB-3aiwsKNkHT1U_xMmT3DVpRBDBSVuVZ_coLeKn7DrYPIswpDET7Q9GE02wHFYphMQq-2qghxQPthPHhNAj209mDsfXuMP4pMwmjt2ulYTUtM_MwHSG2qyoX/s320/harimau+siberia.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Rusia mengirim dua pasang harimau Siberia &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Panthera tigris altaica&lt;/span&gt;)
 ke Iran sebagai bagian dari proyek kerjasama meningkatkan jumlah 
spesies ini yang mulai menurun di negara-negara Timur Tengah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harimau
 yang biasa disebut harimau Amur ini dijadwalkan akan tiba di suaka 
margasatwa Miankaleh di lepas pantai Laut Kaspia di akhir tahun 2012. 
Spesies harimau di Kaspia sendiri sudah hampir punah karena praktek 
perburuan dan perubahan lingkungan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilansir dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;The International Bussines Time&lt;/span&gt;, Kamis (1/3), para ahli zoologi dari Iran sengaja memillih harimau Siberia karena kesamaan genetika dengan harimau Kaspia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilihan
 waktu pemindahan juga sengaja dilakukan pada akhir tahun untuk 
menyamakan suhu antara di Siberia dengan di Kaspia. Di waktu tersebut 
adalah suhu yang paling mirip agar harimau bisa beradaptasi dan 
mengurangi stres.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya di tahun 2010, Rusia sudah mengirim 
dua harimau Siberia, termasuk satu betina yang tengah mengandung. Namun,
 hanya satu dari dua harimau ini yang masih bertahan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk
 Rusia, kerjasama ini juga berguna untuk melestarikan harimau Amur yang 
terancam punah. Menurut data dari International Union for Conservation 
of Nature (IUCN), populasi terendah harimau ini terjadi di tahun 1930-an
 ketika jumlahnya hanya 20-30 ekor. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah itu meningkat tajam 
lewat sensus di tahun 2005 yang menyebut populasi mereka bertambah 
menjadi 360 ekor. Namun, perburuan dan sedikitnya jumlah makanan membuat
 jumlah ini semakin menurun. Harimau Amur hingga saat ini masuk alam 
kategori 'terancam punah.'&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i style="color: red;"&gt;(Sumber : International Bussines Times, Iucnredlist)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhd6jqPJ8bOBIGlPwmWlhmjB-3aiwsKNkHT1U_xMmT3DVpRBDBSVuVZ_coLeKn7DrYPIswpDET7Q9GE02wHFYphMQq-2qghxQPthPHhNAj209mDsfXuMP4pMwmjt2ulYTUtM_MwHSG2qyoX/s72-c/harimau+siberia.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total></item><item><title>Wakatobi Ditetapkan Sebagai Cagar Biosfer</title><link>http://maul-underground.blogspot.com/2012/03/wakatobi-ditetapkan-sebagai-cagar.html</link><category>nature</category><category>wakatobi</category><author>noreply@blogger.com (MauL-Underground)</author><pubDate>Sat, 3 Mar 2012 00:53:00 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6233578485864015846.post-6594650942108421152</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgQc8-KluzhD74TmCJvh30wyqthDp3-n0vyT9sAlleR4gccaEwthQaLEF6B5LBd635AesZ-XIqniOEeq47Prxk_uqnRxmxBagOZ1NHamQ6x9alfQbXKgX0LvkYtOWFeLXQTME1kcWA2dXjU/s1600/peta_wakatobi.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgQc8-KluzhD74TmCJvh30wyqthDp3-n0vyT9sAlleR4gccaEwthQaLEF6B5LBd635AesZ-XIqniOEeq47Prxk_uqnRxmxBagOZ1NHamQ6x9alfQbXKgX0LvkYtOWFeLXQTME1kcWA2dXjU/s320/peta_wakatobi.jpg" width="292" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Kepulauan Wakatobi, Sulawesi Tenggara, ditetapkan sebagai situs cagar 
biosfer oleh Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan 
Perserikatan Bangsa-bangsa (UNESCO). Ini merupakan situs kedelapan di 
Indonesia yang diakui sebagai cagar biosfer dunia. UNESCO akan bersidang
 di Paris, Prancis, April mendatang untuk menetapkan status itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Setelah
 masuk nominasi akhir tahun lalu, Wakatobi diterima sebagai cagar 
biosfer dunia," kata Bupati Wakatobi Hugua di Kendari, Selasa (28/2). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepulauan
 Wakatobi dan perairannya seluas 1,39 juta hektar ditetapkan sebagai 
taman nasional oleh Menteri Kehutanan tahun 2002. Kawasan laut Wakatobi 
merupakan pusat kegiatan karang dunia yang menjadi habitat 750 dari 850 
koral dunia. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;(sumber : Kompas)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgQc8-KluzhD74TmCJvh30wyqthDp3-n0vyT9sAlleR4gccaEwthQaLEF6B5LBd635AesZ-XIqniOEeq47Prxk_uqnRxmxBagOZ1NHamQ6x9alfQbXKgX0LvkYtOWFeLXQTME1kcWA2dXjU/s72-c/peta_wakatobi.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Gajah Melindungi Sesamanya dalam Proses Kelahiran</title><link>http://maul-underground.blogspot.com/2012/03/gajah-melindungi-sesamanya-dalam-proses.html</link><category>gajah</category><category>nature</category><author>noreply@blogger.com (MauL-Underground)</author><pubDate>Thu, 1 Mar 2012 22:46:00 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6233578485864015846.post-37020166556252391</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-fo0YbY55G8TXs5fc7GjR3gRQpVblRyOPWPesBieScHzGfavhpvlMQzKW92yKzw4d-IlN2VB4rDF_bJmJF_KmHaTcT44xRWiXsytwu6JHRWCY3-sst7OlntJVhK-I1IeWoqn5LAlSNPcP/s1600/gajah.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="167" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-fo0YbY55G8TXs5fc7GjR3gRQpVblRyOPWPesBieScHzGfavhpvlMQzKW92yKzw4d-IlN2VB4rDF_bJmJF_KmHaTcT44xRWiXsytwu6JHRWCY3-sst7OlntJVhK-I1IeWoqn5LAlSNPcP/s320/gajah.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Fotografer Paolo Torchio berhasil mengabadikan momen langka ketika 
melihat secara langsung proses kelahiran gajah di alam liar. Tepatnya di
 Amboseli National Park, Kenya, di awal Februari lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan 
hanya proses kelahiran itu yang membuatnya terpesona, tapi juga perilaku
 kelompok gajah yang melindungi sesamanya dalam proses kelahiran. 
Diceritakan Torchio, proses melahirkan dan melindungi itu dimulai dengan
 perilaku gugup dan gelisah sebuah kelompok gajah yang terdiri dari 
banyak betina. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti ada yang mengomandoi, gajah-gajah ini 
berdiri saling bersisian, mengelilingi seekor betina yang sedang 
melahirkan. Mereka seperti sengaja mempertontonkan otot dan gading 
kepada musuh yang mencoba mendekat.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini adalah formasi yang 
biasanya mereka lakukan dalam dua kasus, yakni diserang predator seperti
 singa atau saat kelahiran seekor gajah baru," ujar Torchio seperti 
dilansir &lt;span style="font-style: italic;"&gt;The Daily Mail,&lt;/span&gt; Rabu (29/2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar
 pukul 07.30 pagi waktu setempat, akhirnya bayi gajah tersebut lahir. 
Kedatangannya ke dunia langsung disambut dengan 'teriakan' kelompoknya. 
Tak berapa lama, para anggota kelompok ini mulai menggali dan 
melemparkan tanah berpasir ke udara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Menurut saya, itu mereka 
lakukan untuk menyembunyikan bau darah dan plasenta. Serta membuat 
bingung predator yang ada," kata Torchio.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Cynthia Moss, peneliti gajah selama 30 tahun dalam bukunya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Elephant Memories: Thirteen Years in the Life of an Elephant Family&lt;/span&gt;,
 gajah yang hidup berkelompok biasanya bertalian darah satu sama lain. 
Kesemua anggotanya juga bertanggung jawab atas perlindungan pada gajah 
yang lebih muda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Induk asli gajah yang baru lahir biasanya akan memilih beberapa 'baby-sitter' dari kelompoknya atau biasa disebut &lt;span style="font-style: italic;"&gt;allmother&lt;/span&gt;. Semakin banyak &lt;span style="font-style: italic;"&gt;allmother&lt;/span&gt; yang dimiliki seekor bayi gajah, semakin besar pula peluangnya untuk bertahan hidup. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Rasanya luar biasa mengamati kesatuan sebuah keluarga. Dengan seluruh betinanya mencoba membantu si bayi," ujar Torchio. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;(Sumber: The Daily Mail,&amp;nbsp; Elephanttrust)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-fo0YbY55G8TXs5fc7GjR3gRQpVblRyOPWPesBieScHzGfavhpvlMQzKW92yKzw4d-IlN2VB4rDF_bJmJF_KmHaTcT44xRWiXsytwu6JHRWCY3-sst7OlntJVhK-I1IeWoqn5LAlSNPcP/s72-c/gajah.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Singkong, Makanan Penyelamat Umat Manusia</title><link>http://maul-underground.blogspot.com/2012/02/singkong-makanan-penyelamat-umat.html</link><category>nature</category><category>singkong</category><author>noreply@blogger.com (MauL-Underground)</author><pubDate>Wed, 29 Feb 2012 13:18:00 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6233578485864015846.post-8650059588511771606</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi5ROBU5stmFOfvIMUknEz8EuMPf-e4yoDDA6ZVuNZqvcznI7f-6v8TTLYGwYw9PPPH00RjZXSvvzjNPB8aZOL-kbLstVM5pQMaUfV51EZPW5OJtKIrWpKxYusRA6iVY4NZLI3xUiab19JS/s1600/singkong.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="214" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi5ROBU5stmFOfvIMUknEz8EuMPf-e4yoDDA6ZVuNZqvcznI7f-6v8TTLYGwYw9PPPH00RjZXSvvzjNPB8aZOL-kbLstVM5pQMaUfV51EZPW5OJtKIrWpKxYusRA6iVY4NZLI3xUiab19JS/s320/singkong.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Sejumlah ilmuwan dari International Centre for Tropical Agriculture, 
Kolombia yang melakukan studi bertajuk Climate Change Agriculture and 
Food Security Research Programme mengungkapkan bahwa singkong, bisa jadi
 “Rambo” di kalangan bahan makanan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peneliti menyebutkan, 
tanaman yang sering diabaikan ini justru lebih produktif pada kondisi 
temperatur yang lebih panas, dan bisa menjadi harapan satu-satunya bagi 
para petani Afrika yang terancam oleh perubahan iklim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam laporan yang dipublikasikan di jurnal &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tropical Plant Biology,&lt;/span&gt;
 singkong sendiri merupakan sumber karbohidrat kedua yang biasa 
dikonsumsi oleh penduduk kawasan sub-Sahara, Afrika, setelah jagung. Dia
 dimakan oleh sekitar 500 juta orang per harinya. Singkong juga mampu 
bertahan jauh lebih baik dibandingkan dengan kentang, jagung, kacang, 
pisang, jawawut, dan gandum dalam studi yang menggunakan kombinasi 24 
model prediksi daya tahan tanaman dan perubahan iklim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Singkong 
merupakan tanaman yang paling tahan, seperti Rambo di kalangan bahan 
makanan,” kata Andy Jarvis, pakar perubahan iklim yang mengetuai 
penelitian. “Dia mampu bertahan terhadap perubahan iklim seperti apapun 
yang terjadi,” ucapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jarvis menyebutkan, singkong mampu 
bertahan di temperatur tinggi. Dan jika musim kering datang, ia akan 
mematikan diri sampai hujan kembali turun. “Tak ada tanaman lain yang 
mampu memiliki level ketahanan seperti ini,” ucapnya. “Dia mampu tumbuh 
di tanah berkondisi buruk dan hanya sedikit air,” sebut Jarvis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peneliti
 menyebutkan, pada tahun 2030, temperatur akan 1,2 sampai dua derajat 
Celsius lebih panas dibanding saat ini. Jika dikombinasikan dengan 
perubahan pola curah hujan, maka singkong akan menjadi tanaman 
satu-satunya yang bisa bertahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ilmuwan berharap, temuan 
mereka ini akan mendorong komunitas ilmiah untuk fokus melakukan studi 
terhadap umbi-umbian tersebut. Sebagai informasi, penelitian seputar 
singkong selama beberapa dekade terakhir sangat tertinggal jauh 
dibandingkan dengan penelitian yang dilakukan terhadap bahan makanan 
lain seperti jagung, beras, dan gandum. (Sumber: Associated Press)</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi5ROBU5stmFOfvIMUknEz8EuMPf-e4yoDDA6ZVuNZqvcznI7f-6v8TTLYGwYw9PPPH00RjZXSvvzjNPB8aZOL-kbLstVM5pQMaUfV51EZPW5OJtKIrWpKxYusRA6iVY4NZLI3xUiab19JS/s72-c/singkong.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item></channel></rss>