<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-8332187912761095177</atom:id><lastBuildDate>Mon, 09 Sep 2024 20:38:39 +0000</lastBuildDate><category>Budidaya Bekicot</category><category>Budidaya Mutiara</category><category>Kepiting Saus Tiram</category><category>Ketam Kelapa</category><category>Memelihara Iguana</category><category>Memelihara Kucing</category><category>Penyu di Ambang Kepunahan</category><category>ayam kaloa (Sulawesi)</category><category>budidaya belut</category><category>budidaya ikan bandeng</category><category>budidaya ikan cupang</category><category>budidaya ikan gurame</category><category>budidaya ikan lele</category><category>budidaya kepiting bakau</category><category>budidaya kura-kura brazil</category><category>budidaya labi-labi (bulus)</category><category>budidaya lobster air tawar</category><category>budidaya udang barong</category><category>budidaya udang windu</category><category>daging masak gorontalo (Gorontalo)</category><category>ikan bakar colo dabu-dabu (Papua)</category><category>memelihara kelomang</category><category>memelihara kura-kura brazil</category><category>pembantaian penyu untuk upacara</category><category>perburuan gajah</category><category>pohon pinang mulai langka</category><category>rajungan saus lada hitam</category><category>resep sambal jeruk mentah (NTT)</category><category>sambal belimbing (NTT)</category><category>sambal dabu-dabu (Manado)</category><category>save the tiger</category><title>Meja Informasi</title><description></description><link>http://meja-informasi.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Merah dan Putih)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>31</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8332187912761095177.post-1986258876130340267</guid><pubDate>Mon, 15 Mar 2010 03:13:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-14T20:24:32.030-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Budidaya Bekicot</category><title>BUDIDAYA BEKICOT( Achanita spp. )</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhbS0pKg-KXmRnHh7AecsJJNVROMuo8TyI_mZxHP_c2mf4pFv3vg7VPn_6yUBlt1zhIv2GVGUtP1bVKFU8-aGu4YeAQLXJ_gbQOmsUkWiKRvM2ZLiM7bDAr0fHoBireYG6_uTyRiDYhQ7_O/s1600-h/bekicotc.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhbS0pKg-KXmRnHh7AecsJJNVROMuo8TyI_mZxHP_c2mf4pFv3vg7VPn_6yUBlt1zhIv2GVGUtP1bVKFU8-aGu4YeAQLXJ_gbQOmsUkWiKRvM2ZLiM7bDAr0fHoBireYG6_uTyRiDYhQ7_O/s200/bekicotc.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5448695988741047442&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;1. SEJARAH SINGKAT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bekicot berasal dari Afrika Timur, tersebar keseluruh dunia dalam waktu relatif&lt;br /&gt;singkat, karena berkembang biak dengan cepat. Bekicot tersebar ke arah Timur&lt;br /&gt;sampai di kepulauan Mauritius, India, Malaysia, akhirnya ke Indonesia. Bekicot&lt;br /&gt;sejak tahun 1933 telah ada disekitar Jakarta, sumber lain menyatakan bahwa&lt;br /&gt;bekicot jenis Achatina fulica masuk ke Indonesia pada tahun 1942 (masa&lt;br /&gt;pendudukan Jepang). Sampai saat ini, bekicot jenis Achanita fulica banyak&lt;br /&gt;terdapat di Pulau Jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;2. SENTRA PERIKANAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sentra peternakan bekicot banyak ditemukan di masyarakat pedesaan Jawa&lt;br /&gt;Timur, Bogor (Jawa Barat), Sumatera Utara dan Bali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;3. JENIS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bekicot diternakkan umumnya jenis Achatina fulica yang banyak disenangi&lt;br /&gt;orang, karena bekicot jenis ini banyak mengandung daging. Konon di Eropa,&lt;br /&gt;bekicot jenis ini digunakan sebagai bahan baku makanan yang disebut&lt;br /&gt;Escargot. Escargot semula berbahan baku Helix pomatia. Karena Helix pomatia&lt;br /&gt;jenis Achatina fulica menggantikannya sebagai bahan baku Escargot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;4. MANFAAT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain pakan ternak bekicot merupakan sumber protein hewani yang bermutu&lt;br /&gt;tinggi karena mengandung asam-asam amino esensial yang lengkap.&lt;br /&gt;Masyarakat yang menggemari makanan dari bahan baku bekicot (sate bekicot,&lt;br /&gt;keripik bekicot ) adalah masyarakat Kediri.&lt;br /&gt;Disamping itu bekicot juga kerap dipakai dalam pengobatan tradisional, karena&lt;br /&gt;ekstrak daging bekicot dan lendirnya sangat bermanfaat untuk mengobati&lt;br /&gt;berbagai macam penyakit seperti abortus, sakit waktu menstruasi, radang&lt;br /&gt;selaput mata, sakit gigi, gatal-gatal, jantung dan lain-lain. Sedangkan kulit&lt;br /&gt;bekicot sangat mujarab untuk penyakit tumor. Sejenis obat yang dikenal berasal&lt;br /&gt;dari kulit bekicot, dinamakan Maulie., yang dapat menyembuhkan berbagai&lt;br /&gt;penyakit seperti kekejangan, jantung suka berdebar, tidak bisa tidur/insomania,&lt;br /&gt;leher membengkak dan penyakit kaum wanita termasuk keputihan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;5. PERSYARATAN LOKASI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lokasi perlu dipilih yang dekat dengan jalan, agar mudah penanganannya, baik&lt;br /&gt;saat pembuatan kandang, saat pengontrolan maupun penanganannya&lt;br /&gt;pascapanen, artinya pada saat membawa hasil panen tersebut tidak kesulitan&lt;br /&gt;dalam transportasinya. Lokasi yang sesuai untuk budidaya bekicot adalah&lt;br /&gt;lokasi yang basah serta lembab dan terlindung dari cahaya matahari secara&lt;br /&gt;langsung. Selain itu juga tanah yang disukai adalah tanah yang banyak&lt;br /&gt;mengandung kapur sebagai zat untuk pembentukan cangkang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;6. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Penyiapan Sarana dan Peralatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1) Perkandangan&lt;br /&gt;Walaupun lahan yang diperlukan tidaklah terlalu luas namun persyaratan&lt;br /&gt;mengenai kelembaban dan keteduhan perkandangan perlu diperhatikan,&lt;br /&gt;karena dalam aslinya dan untuk berkembang biak secara baik bekicot&lt;br /&gt;senang dengan keadaan yang lembab dan teduh. Kandang didirikan di tanah&lt;br /&gt;kering, teduh, lembab dengan suhu udara berkisar 25–30 derajat C.&lt;br /&gt;Cara pemeliharaan bekicot tidak terlalu sulit. Bisa dilakukan secara terpisah,&lt;br /&gt;artinya bekicot yang kecil dipelihara terpisah dari yang besar. Bisa juga&lt;br /&gt;dilakukan secara campuran, yaitu bekicot kecil dan besar dipelihara dalam&lt;br /&gt;satu kandang tanpa melihat umur/besarnya. Bila dilakukan secara terpisah&lt;br /&gt;resikonya harus dibuat beberapa kandang. Fungsi kandang itu antara lain&lt;br /&gt;untuk penetasan, pembesaran dan sebagai kandang induk.&lt;br /&gt;Ada tiga cara berternak bekicot di dalam kandang, antara lain:&lt;br /&gt;a. Kandang kotak kayu&lt;br /&gt;Kandang terbuat dalam lembaran kayu tripleks yang berkaki. Untuk&lt;br /&gt;kerangkanya dapat digunakan kayu kaso. Ukuran panjang dan lebar&lt;br /&gt;kandang adalah 1 x 1 meter, tinggi 1,25 meter. Di atas kotak tersebut&lt;br /&gt;diberi kawat kasa, agar bekicot tidak keluar dari dalam kandang.&lt;br /&gt;Sebaiknya di atas kotak perlu dibuatkan tempat berteduh, agar keadaan&lt;br /&gt;tempat selalu gelap/tidak langsung kena sinar matahari.&lt;br /&gt;b. Kandang dari bak semen&lt;br /&gt;Pembuatan kandang ini sama dengan kandang kotak kayu. Dalam bak&lt;br /&gt;semen yang perlu diperhatikan adalah alasnya. Untuk menciptakan&lt;br /&gt;suasana lembab, alas semen perlu diberi tanah dan cacing untuk&lt;br /&gt;menggemburkan tanah dan menyerap kotoran yang dikeluarkan bekicot.&lt;br /&gt;Tebal lapisan tanah di dalam bak sekitar 30 cm. Zat-zat makanan yang&lt;br /&gt;diperlukan bekicot hendaklah selalu tersedia di dalam bak.&lt;br /&gt;c. Kandang galian tanah&lt;br /&gt;Tanah digali dengan ukuran panjang, lebar dan tinggi 1 x 1 x 1 m. Perlu&lt;br /&gt;diperhatikan sebaiknya tanah galian yang akan digunakan untuk kandang&lt;br /&gt;dipilih yang agak kering. Sebaiknya kandang dibuat di bawah pohon yang&lt;br /&gt;rimbun, kalau dindingnya terlalu basah perlu diberi lapisan pasir.&lt;br /&gt;Untuk menjaga keadaan selalu gelap, seperti cara pertama dan kedua, di&lt;br /&gt;atas kandang perlu dibuatkan bedeng sebagai penutup. Masa panen, bila&lt;br /&gt;kandangnya terbuat dari tanah galian, cara pengambilannya dilakukan&lt;br /&gt;dengan menggunakan galah yang bisa menjepit bekicot agar bekicot dan&lt;br /&gt;telurnya tidak rusak.&lt;br /&gt;2) Peralatan&lt;br /&gt;Alat-alat yang diperlukan untuk pembuatan kandang: kayu, semen, bata&lt;br /&gt;pasir, kain kasa dan cangkul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Pembibitan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tidak semua jenis bekicot cocok untuk dibudidayakan. Dua jenis bekicot yang&lt;br /&gt;biasa diternakkan, yaitu spesies Achatina fulica dan Achatina variegata. Ciri&lt;br /&gt;bekicot jenis Achanita fulica biasanya warna garis-garis pada&lt;br /&gt;tempurung/cangkangnya tidak begitu mencolok. Sedangkan jenis Achatina&lt;br /&gt;variegata warna garis-garis pada cangkangnya tebal dan berbuku-buku.&lt;br /&gt;1) Pemilihan Bibit Calon Induk&lt;br /&gt;Jika bibit unggul belum tersedia maka sebagai langkah pertama dapat&lt;br /&gt;digunakan bibit lokal dengan jalan mengumpulkan bekicot yang banyak&lt;br /&gt;terdapat di kebun pisang, kelapa, serta semak belukar. Bekicot yang baik&lt;br /&gt;dijadikan bibit adalah yang tidak rusak/cacat yang sementara waktu dan&lt;br /&gt;yang besar dengan berat lebih kurang 75-100 gram/ekor.&lt;br /&gt;2) Reproduksi dan Perkawinan&lt;br /&gt;Bekicot biasanya mulai kawin pada usia enam sampai tujuh bulan ditempat&lt;br /&gt;pemeliharaan yang cukup memenuhi syarat. Pada masa kawin bekicot&lt;br /&gt;betina mulai menyingkir ke tempat yang lebih aman. Bekicot bertelur di&lt;br /&gt;sembarang tempat. Jumlah telurnya setiap penetasan biasanya lebih dari&lt;br /&gt;lima puluh butir (50-100). Jumlah produksi telur tergantung masa subur&lt;br /&gt;bekicot itu sendiri. Besar telur bekicot tidak lebih dari 2 mm.&lt;br /&gt;3) Proses Kelahiran&lt;br /&gt;Telur bekicot akan menetas setelah usianya cukup. Pada waktu telur itu&lt;br /&gt;menetas dan menjadi anak cangkang, biasanya tidak ditunggui induknya.&lt;br /&gt;Begitu bekicot selesai bertelur, telurnya ditinggalkan begitu saja. Telur&lt;br /&gt;bekicot akan pecah sendiri melalui proses alam.&lt;br /&gt;Penetasan bekicot hingga menjadi anak tergantung pada keadaan tempat&lt;br /&gt;dan waktu tetas. Bilamana tempat itu memenuhi syarat (sempurna) seperti&lt;br /&gt;kelembaban tanah, iklim dan cahaya yang mencukupi, maka telur akan cepat&lt;br /&gt;menetas. Sebaliknya jika keadaan tanah/iklim kering dan tempatnya kurang&lt;br /&gt;menguntungkan maka telur akan lambat menetas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Pemeliharaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pemeliharaan bekicot bisa dilakukan dengan cara terpisah dan bisa juga secara&lt;br /&gt;campuran di dalam suatu tempat. Meskipun cara terpisah membutuhkan tempat&lt;br /&gt;khusus tetapi ada keuntungannya. Misalnya, anak bekicot bisa diketahui&lt;br /&gt;perkembangannya secara tepat, baik besarnya maupun usianya. Dengan&lt;br /&gt;demikian, tidak sulit untuk memberikan perawatan secara khusus. Bagi&lt;br /&gt;peternak bekicot sangat mudah kiranya apabila perawatan anak bekicot itu&lt;br /&gt;dilakukan di tempat khusus. Adapun makanan anak bekicot bisa diberi&lt;br /&gt;makanan dengan sejenis ganggang (lumut), pupus daun dan sedikit zat kapur.&lt;br /&gt;Harus diingat hendaklah tempatnya selalu teduh dan lembab. Setelah anak&lt;br /&gt;bekicot berusia dua/tiga bulan, hendaklah dipindahkan kekandang pembesaran.&lt;br /&gt;Keberhasilan budidaya bekicot tergantung pada cara perawatan dan&lt;br /&gt;pemeliharaan teknis selama diternakkan. Beberapa perawatan teknis dalam&lt;br /&gt;budidaya bekicot diantaranya meliputi:&lt;br /&gt;1) Menjaga kelembaban lingkungan&lt;br /&gt;Bekicot sangat suka tempat yang lembab sehingga untuk mempertahankan&lt;br /&gt;kelembaban lingkungan dapat digunakan atap atau perlindungan lain. Pada&lt;br /&gt;musim panas kelembaban lingkungan dapat dipertahankan dengan&lt;br /&gt;menyiramkan air lokasi peternakan setiap hari.&lt;br /&gt;2) Mempertahankan kondisi lingkungan&lt;br /&gt;Bekicot menyukai tempat yang lembab, namun bukan berarti pada tanah&lt;br /&gt;yang becek. Sehingga diperlukan usaha untuk mempertahankan kondisi&lt;br /&gt;lingkungan yang sesuai dengan yang dikehendaki bekicot.&lt;br /&gt;3) Pemberian pakan yang bermutu secara teratur&lt;br /&gt;Agar hasil budidaya berhasil dengan baik diperlukan pemberian pakan yang&lt;br /&gt;bermutu dan teratur. Pemberian pakan berpedoman pada mutu pakan dan&lt;br /&gt;kebiasaan waktu makan. Mutu makan yang baik akan menentukan kualitas&lt;br /&gt;daging bekicot. Mutu pakan yang baik dapat dipenuhi dengan memberi&lt;br /&gt;pakan berupa daun-daunan yang disukai dan buah-buahan. Misalnya; daun&lt;br /&gt;dan buah pepaya, daun bayam, buah terung mentimun, swai dan lain&lt;br /&gt;sebagainya.&lt;br /&gt;4) Menjaga areal agar tidak dimasuki hewan lain&lt;br /&gt;Agar bekicot dapat tumbuh baiak tanpa gangguan dari hewan yang&lt;br /&gt;merupakan musuhnya dan hewan yang dapat merebut makanannya maka&lt;br /&gt;lahan budidaya harus dijaga agar tidak dapat dimasuki hewan-hewan lain.&lt;br /&gt;5) Menjaga bekicot agar tidak keluar dari areal pemeliharaan&lt;br /&gt;Untuk menjaga agar bekicot tidak keluar dari areal dapat dilakukan hal&lt;br /&gt;sebagai berikut:&lt;br /&gt;a. membuat tutup kandang (bila budidaya bekicot dalam kandang)&lt;br /&gt;b. membuat pagar yang bagian atasnya diolesi dengan detergen&lt;br /&gt;c. menabur abu atau garam disekeliling pagar bagian dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;7. HAMA DAN PENYAKIT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai saat ini belum banyak diketahui tentang adanya hama atau penyakit&lt;br /&gt;yang dapat menyebabkan kematian bekicot, kecuali semut, bebek dan itik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;8. PANEN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan pemeliharaan cukup baik, bekicot mulai dapat dipanen setelah 5-8&lt;br /&gt;bulan. secara fisik dapat dilihat apabila panjang cangkang telah mencapai 8-10&lt;br /&gt;Cm, maka bekicot telah siap untuk diambil dagingnya.&lt;br /&gt;Hasil utama dari ternak bekicot adalah dagingnya, yang dapat diolah langsung&lt;br /&gt;dengan dibuat sate, keripik, dendeng/masakan segar lainnya dan dapat juga&lt;br /&gt;diolah dalam bentuk kalengan. Ada juga permintaan dalam keadan hidup.&lt;br /&gt;Disamping itu daging dari bekicot ini dapat dijadikan tepung, yang&lt;br /&gt;pengolahannya melalui proses pengeringan terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.1. Hasil Tambahan&lt;br /&gt;Disamping diambil dagingnya, kulit/cangkang bekicot juga laku untuk dijual.&lt;br /&gt;Baik untuk bahan dasar obat-obatan/dibuat tepung untuk tambahan makanan&lt;br /&gt;untuk hewan ternak yang membutuhkan tepung berbahan dasar yang&lt;br /&gt;mengandung zat kapur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.2. Penangkapan&lt;br /&gt;Bekicot dikumpulkan di dalam kotak kardus/peti dari kayu dan jangan&lt;br /&gt;menggunakan karung goni karena dapat mengakibatkan kulit bekicot pecah.&lt;br /&gt;Setelah dimasukkan dalam peti, pertama sekali perlu dilakukan pencucian agar&lt;br /&gt;terhindar dari semua kotoran dan lumpur yang melekat pada cangkangnya.&lt;br /&gt;Pencucian ini dengan cara menyemprot bekicot dengan air bersih. Setelah itu,&lt;br /&gt;Bekicot di karantina selama 1-2 hari/malam tanpa diberikan makan agar&lt;br /&gt;kotoran dan lendirnya keluar sebanyak mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;9. PASCAPANEN&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Setelah dilakukan penagkapan dan pengumpulan bekicot lalu dilakukan&lt;br /&gt;penyortiran dengan jalan membuang bekicot yang mati atau terlalu kecil untuk&lt;br /&gt;diolah. Kemudian dilakukan penggaraman, dengan memberikan garam 10-15%&lt;br /&gt;dari berat total bekicot, dengan cara diaduk rata. Penggaraman dapat&lt;br /&gt;mematikan bekicot sekaligus mengeluarkan lendir sebanyak mungkin.&lt;br /&gt;Setelah melalui tahapan penggaraman, segera direbus dengan air garam 3%&lt;br /&gt;selama 10 menit, kemudian diangkat dan disemprot dengan air dingin, baru&lt;br /&gt;dilakukan pencukilan daging. Perebusan kedua dilakukan setelah bagian perut&lt;br /&gt;dibuang dan kotoran lainnya dalam larutan garam 3%. Cara ini bertujuan untuk&lt;br /&gt;menghilangkan lendir dan daging menjadi lebih lunak. Kemudian daging&lt;br /&gt;tersebut dibungkus dan dikemas dalam karton.</description><link>http://meja-informasi.blogspot.com/2010/03/budidaya-bekicot-achanita-spp.html</link><author>noreply@blogger.com (Merah dan Putih)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhbS0pKg-KXmRnHh7AecsJJNVROMuo8TyI_mZxHP_c2mf4pFv3vg7VPn_6yUBlt1zhIv2GVGUtP1bVKFU8-aGu4YeAQLXJ_gbQOmsUkWiKRvM2ZLiM7bDAr0fHoBireYG6_uTyRiDYhQ7_O/s72-c/bekicotc.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8332187912761095177.post-5146942392973183456</guid><pubDate>Mon, 15 Mar 2010 02:49:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-14T19:59:52.713-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Memelihara Iguana</category><title>Memelihara Iguana</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhs6L7Q7iqShJFYvCkR-Ne4zvXFIkv4C71Os1QIjgWr3dJZABlRxxtozkOUA2Hlcv4MfbLju3QjIehRtkiRrqBDrOpNNGz1qqvF0-MbT4QkwW5MjeH_puFMA8o1HRxkJowsF9acq-W-LsXv/s1600-h/HOBI_1C.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 164px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhs6L7Q7iqShJFYvCkR-Ne4zvXFIkv4C71Os1QIjgWr3dJZABlRxxtozkOUA2Hlcv4MfbLju3QjIehRtkiRrqBDrOpNNGz1qqvF0-MbT4QkwW5MjeH_puFMA8o1HRxkJowsF9acq-W-LsXv/s200/HOBI_1C.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5448688912225250930&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama: Iguana hijau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Latin: Iguana iguana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara Asal: Amerika bagian Tengah dan bagian Selatan Central and South America. Iguana yang import kebanyakan dari Columbus, El Salvador, Hoduras, Peru, Mexico dan Suriname.Size: Iguana Dewasa bisa mencapai 1.8mtr&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Umur:&lt;/span&gt; Apabila di pelihara dengan baik bisa mencapai usia 20 tahun..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Catatan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Banyak orang yang berpikir bahwa Iguana adalah hewan untuk pemula dalam pemeliharaan reptile, tapi sebetulnya itu adalah hal yang keliru. Iguana memerlukan penanganan yang serius yang biasanya diluar dari kemampuan pemula. Hal ini disebabkan kurangnya informasi dan pengetahuan yang menyebabkan Iguana mati sebelum dewasa. Dalam memelihara Iguana harus memperhatikan kandang, makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Penampilan Umum: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Iguana adalah hewan yang paling sering dikenal sibagai Kadal. Iguana memiliki lima jari di tiap kakinya,memiliki aeœjenggerae. Semua jenis Iguana memiliki duri yang berada di sepajang punggungnya. Berbeda degan yang diketahui masyrakat bahwa warna iguana adalah hijau, semua juvenil mempunyai warna hijau, tapi setelah mereka dewasa,warna tubuhnya berubah menjadi coklat cenderung oranye dengan garis pada ekornya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Kandang:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; 2.5 3.6 M Panjang x 1.2 1.5 lebar x 1.8 m Tinggi. Tempat minum harus disediakan di dalam kandang. Ranting untuk menajat atau pohon juga bisa disedikan di dalam kandang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Temperature:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Iguanas berasal dari tempat yang bersuhu tropic dan perlu tempat yang hangat, Suhu yang baik adalah 26 C s/d 29 C, tempat berjemur 32 C s/d 35 C. sebaiknya di kandang di pasang Thermometer untuk memantau keadaan suhu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panas dan Pencahayaan: Sinar UV baik untuk menjaga metabolism dan pertumbuhan tulang pada Iguana, Tanpa sinar ultra violet Iguana akan mudah sakit dan bisa menyebabkan kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Alas:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Iguanas sering kali menggunakan lidahnya untuk mengidentasi suatu benda maka alas yang berbahan dari serutan kayu tidak bisa digunakan karena akan menyebabkan tertelannya benda yang ada. Sebagai alas bisa digunakan Kertas koran atau kertas bekas, bisa juga di gunakan sejenis carpet karet atau bisa juga digunakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Kelembaban:&lt;/span&gt; Kelembaban yang disukai adalah 65 % - 75 % . bisa digunakan pengairan yang menggunakan mesin atau pun bisa juga disemprot sehari dua kali untuk mempertahankan kelembaban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Diet: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Iguana adalah binatang pemakan tumbuhan. Sebaiknya untuk memberikan makanan dari bahan yang terbuat dari tumbuahn yang terdiri dari 40 - 45 % hijau “hijauan (collard,turnip,mustard,dandelion,escalore dan Cress) , Kemudian 40 “ 45% adalah Sayuran (green bean, butternut, kabocha, snap dan atau peas, pasnip, asparagus, okra, alfalfa (yang matang bukan tunas ), onions, mushrooms, bell peppers, sweet potato, zucchini, yellow squash dan carrot ). 5 “ 10 % adalah (Blackberris, strawberri, raspberri, grapes, manggo, melon, papaya, banana dan apel.) Tidak dianjurkan memberi makanan dari tanaman liar karena bisa menyebabkan iguana terkena penyakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Maintenance: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jagalah agar kandang selalu bersih, alas dan kandang bisa dibersihkan dengan pemutih dicampur air sebnyak 5 %, setelah itu disiram dengan air bersih agar sisa pemutihnya hilang, dan tidak meracuni Iguana. Selalu cuci sebelum dan setelah memegang iguana dan atau alat2.nya</description><link>http://meja-informasi.blogspot.com/2010/03/memelihara-iguana.html</link><author>noreply@blogger.com (Merah dan Putih)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhs6L7Q7iqShJFYvCkR-Ne4zvXFIkv4C71Os1QIjgWr3dJZABlRxxtozkOUA2Hlcv4MfbLju3QjIehRtkiRrqBDrOpNNGz1qqvF0-MbT4QkwW5MjeH_puFMA8o1HRxkJowsF9acq-W-LsXv/s72-c/HOBI_1C.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8332187912761095177.post-1016291425712647574</guid><pubDate>Mon, 15 Mar 2010 02:45:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-14T19:59:39.333-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Memelihara Kucing</category><title>Memelihara Kucing</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgXUYy39cT8NUHrM80YVO1A0im5BilsQduEFcd9WfBngByZU2z30MwGzd3D64pH_ckUNZJRgtKcEzq5cS7lZrl3Nmy8tQrAtrarwE9Ppp8iZ29I8GjeCqXIce36cGCl6-K0RGsc7zjHwEpQ/s1600-h/Calico_cat_-_Phoebe.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgXUYy39cT8NUHrM80YVO1A0im5BilsQduEFcd9WfBngByZU2z30MwGzd3D64pH_ckUNZJRgtKcEzq5cS7lZrl3Nmy8tQrAtrarwE9Ppp8iZ29I8GjeCqXIce36cGCl6-K0RGsc7zjHwEpQ/s200/Calico_cat_-_Phoebe.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5448686931318229762&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kucing adalah makhluk yang sangat lucu, menyenangkan dan menggemaskan. Namun mereka memerlukan perhatian yang sangat ekstra, terutama kucing yang masih bayi. Jika anda adalah salah satu penggemar kucing dan ingin memelihara kucing sebagai binatang peliharaan anda, baca artikel berikut sebagai panduan awal anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Menyapih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu kucing biasanya mulai menyapih anak kucing pada umur sekitar 4 minggu. Pada umur 8 minggu anak kucing mulai diberikan makanan padat. Anak kucing pada umur ini masih bisa di susui oleh ibu kucing, namun hal ini tidak menjadi kebutuhan nutrisi utama, hanya sekedar untuk membuat anak kucing merasa nyaman dekat dengan ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya anak kucing tidak boleh di pisahkan dari ibunya hingga mereka berumur setidaknya 8 minggu. Anak kucing yang di pisahkan dari ibu nya dalam usia yang telalu muda biasanya akan lebih manja dan rewel serta membutuhkan perhatian ekstra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Susu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan memberikan susu sapi karena dapat menimbulkan diare. Jika anda ingin memberikan susu untuk kucing anda, berikanlah susu yang memang khusus di formulasikan untuk kucing. Diare yang tidak berhenti lebih dari 24 jam memerlukan perhatian khusus dan jika perlu di bawa ke dokter hewan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Air&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sediakan air yang bersih dan segar setiap saat untuk kucing anda. Tempat minuman harus cukup rendah supaya kucing anda dapat meminum air dari tempatnya dengan mudah. Kucing biasanya senang bermain dengan air dan seringkali menarik-narik tempat minumnya sehingga airnya mudah tumpah, oleh karena itu pilihlah tempat minum yang cukup berat. Tempatkan tempat minum di tempat yang mudah di jangkau oleh kucing anda dan cukup jauh terpisah dari toilet mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Makanan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda dapat memberikan makanan kering atau makanan kaleng bagi kucing anda, atau bahkan keduanya. Pastikan untuk memilih makanan yang khusus di formulakan untuk kucing. Anak kucing membutuhakan nutrisi yang berbeda dengan kucing dewasa, oleh karena itu pilihlah makanan yang memiliki nutrisi lengkap untuk pertumbuhan mereka. Anda dapat menemukan makanan tersebut di pet shop. Baca dan ikuti instruksi yang tertera pada kemasan makanan kucing dengan teliti, jika terdapat tanda “ COMPLETE” berarti makanan tersebut mengandung semua kebutuhan nutrisi kucing untuk tetap sehat. Jika terdapat tanda “ COMPLEMENTARY” berarti makanan tersebut membutuhkan kombinasi makanan lain untuk dapat memenuhi kebutuhan nutrisi kucing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak kucing berumur 8-12 minggu memerlukan makanan 4x dalam sehari, 3-6 bulan 3x dalam sehari, dan anak kucing diatas 6 bulan 2x sehari. Anda juga dapat memberikan makanan kering yang dapat di simpan untuk jangka waktu lama, namun jangan lupa untuk sesekali menggantinya dengan makanan basah agar kucing anda tidak menjadi bosan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Hangat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak kucing harus terus berada dalam keadaan hangat, namun sayangnya tubuh mereka terlalu kecil untuk dapat mempertahankan suhu tubuh mereka. Itulah sebabnya mengapa mereka senang berpelukan satu sama lain. Anak kucing yang berumur kurang dari 10 minggu memerlukan tempat yang hangat, berikanlah sinar lampu yang dapat menghangatkan tubuh mereka atau beri mereka selimut yang cukup tebal sebagai tempat tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Litter Tray&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda akan membutuhkan litter tray plastik yang dapat di isi dengan pasir, atau pasir kucing yang tersedia di pet shop. Tanah dari kebun sebaiknya tidak di gunakan untuk litter tray terutama untuk kucing yang belum di vaksin karena di khawatirkan dapat membawa penyakit dari kucing lain yang menjadikan tanah tersebut sebagai toilet. Litter tray sebaiknya di beri alas Koran untuk menghindari tumpahnya pasir selama kucing menggali, atau jika ada gunakan litter tray yang jauh lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Letakkan litter tray di pojokan yang sepi dan dapat di akses dengan mudah sehingga kucing anda tidak akan terganggu. Pastikan litter tray tidak berada dekat dengan tempat makan dan minum. Kucing biasanya segan untuk memakai litter tray jika terlalu dekat dengan tempat makan dan minum mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan lupa untuk sering membersihkan dan mengganti pasir di litter tray secara regular supaya kucing anda dapat terus menggunakannya dengan nyaman karena kebanyakan kucing tidak akan mau untuk terus memakai litter tray nya jika sudah mulai mencium bau yang tidak enak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Mandi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kucing punya kebiasaan membersihkan diri mereka sendiri dengan menjilati tubuh mereka, mereka belajar dari cara ibunya membangun kebiasaan ini pada diri mereka. Anda tentu saja bisa membantu membersihkan diri mereka dengan membasuh tubuh mereka dengan handuk yang di beri air hangat. Anda baru perlu memandikan mereka jika mereka benar-benar dalam keadaan kotor.. Pastikan anda memandikan mereka dengan air hangat-hangat kuku agar mereka tidak panik ketika mandi. Jangan lupa untuk membersihkan badan mereka dengan shampoo khusus kucing yang bisa anda dapatkan di pet shop. Keringkan dengan handuk lembut dan hair dryer agar segera kering, karena terlalu lama dalam keadaan basah akan membuat mereka kedinginan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Petting&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda dapat membuat kucing anda menjadi ramah dan mudah berteman dengan siapapun asalkan anda mau membantu mereka dengan menyediakan waktu untuk bermain dan memanjakkan mereka. Belailah tubuh mereka terutama di bagian dagu dan seputar telinga mereka. Biarkanlah kucing anda merasa rileks dengan memberi mereka pijatan ringan di sekitar tubuh merka. Mereka akan sangat menikmati sentuhan anda dan mulai merasa jauh lebih dekat dengan anda sehingga mereka mengenali anda lebih baik. Bicaralah pada mereka dengan nada yang pelan, karena mereka takut dengan nada bentakan atau nada yang keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Bermain&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bermain menjadi sangat penting bagi kucing. Mereka belajar untuk bersosialisasi, membangun kemampuan fisik mereka, berlatih dan bersenang-senang! Kucing sangat menikmati waktu bermain mereka dengan berlari-lari, menggaruk-garuk, dan saling memeluk dan menjilati satu sama lain.</description><link>http://meja-informasi.blogspot.com/2010/03/memelihara-kucing.html</link><author>noreply@blogger.com (Merah dan Putih)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgXUYy39cT8NUHrM80YVO1A0im5BilsQduEFcd9WfBngByZU2z30MwGzd3D64pH_ckUNZJRgtKcEzq5cS7lZrl3Nmy8tQrAtrarwE9Ppp8iZ29I8GjeCqXIce36cGCl6-K0RGsc7zjHwEpQ/s72-c/Calico_cat_-_Phoebe.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8332187912761095177.post-1158170910264220309</guid><pubDate>Sun, 14 Mar 2010 15:53:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-14T09:22:30.369-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">pembantaian penyu untuk upacara</category><title>Pembantaian Penyu untuk Upacara</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhC3aCL_Lvy7SKLb8NoRuWPQmrKCTsi0hUgFm9uiq9pYeb4nmJxJNA80kr-asAQt5SjICP4wOSMFc8G4rICi3PughIgrVS0eZSTd1fheMmhJP3Lr3xFKBVpPmC-rN5Jpy7aA6bXZiT0GJat/s1600-h/penyu-dibantai.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 151px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhC3aCL_Lvy7SKLb8NoRuWPQmrKCTsi0hUgFm9uiq9pYeb4nmJxJNA80kr-asAQt5SjICP4wOSMFc8G4rICi3PughIgrVS0eZSTd1fheMmhJP3Lr3xFKBVpPmC-rN5Jpy7aA6bXZiT0GJat/s200/penyu-dibantai.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5448518980355192770&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembantaian penyu berlangsung setiap hari -- berkedok alasan untuk&lt;br /&gt;kebutuhan&lt;br /&gt;upacara agama. &#39;&#39;Itu alasan yang dibuat-buat!&#39;&#39; kata seorang pedande&lt;br /&gt;kondang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat Kabupaten Badung-Bali sejak dahulu (menurut literatur WWF)&lt;br /&gt;memang bertradisi menyediakan daging mentah penyu sebagai salah satu&lt;br /&gt;sesajian&lt;br /&gt;utama untuk upacara keagamaan Hindu. Di samping itu, penyu yang dimasak&lt;br /&gt;hanya menjadi sesajian pelengkap saja. &#39;&#39;Artinya, masakan penyu tidak&lt;br /&gt;harus&lt;br /&gt;selalu tersedia dalam upacara keagamaan,&#39;&#39; tegas Ida Pedande Gede Putra&lt;br /&gt;Bajing, pendeta kondang dari Denpasar, ketika ditemui penulis dua hari&lt;br /&gt;menjelang&lt;br /&gt;Hari Raya Nyepi. Ketika liputan selidik ini dilakukan, dari akhir Febuari&lt;br /&gt;- Maret -&lt;br /&gt;hingga awal April lalu, banyak orang yang mengaku membeli penyu untuk&lt;br /&gt;perlengkapan upacara keagamaaan. Tetapi begitu diselidiki, ternyata mereka&lt;br /&gt;memasak penyu dan menyantapnya untuk konsumsi sehari-hari -- tidak khusus&lt;br /&gt;untuk upacara agama lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyelewengkan alasan agama&lt;br /&gt;Gede Putra Bajing mengakui, di Bali banyak orang yang menyelewengkan&lt;br /&gt;alasan&lt;br /&gt;memasak penyu untuk upacara keagamaan. &#39;&#39;Saya sebagai pedande&lt;br /&gt;menggarisbawahi, di dalam Kitab Wedha maupun ajaran Hindu keseluruhan,&lt;br /&gt;tidak&lt;br /&gt;ada perintah wajib masakan daging penyu untuk upacara agama,&#39;&#39; jelasnya.&lt;br /&gt;Meskipun memang dibutuhkan, katanya. Tapi, cuma sekali setahun. Yaitu,&lt;br /&gt;pada&lt;br /&gt;saat upacara &#39;&#39;Taur Agung&#39;&#39; di tiap pura besar dalam rangkaian Hari Raya&lt;br /&gt;Nyepi.&lt;br /&gt;Yang mana bagian kepala dan lehernya saja yang mentah untuk sesajen.&lt;br /&gt;Tetapi&lt;br /&gt;itu juga cukup satu ekor saja untuk satu wilayah besar -- kabupaten,&lt;br /&gt;kotamadya,&lt;br /&gt;dan propinsi. Maksudnya, di Bali ada delapan kabupaten, satu Kotamadya&lt;br /&gt;Denpasar, dan propinsi Bali. Jadi untuk satu tahun buat kepentingan&lt;br /&gt;upacara&lt;br /&gt;agama hanya butuh 10 ekor saja se-Bali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan daging penyu yang dimasak sebagai sajian untuk upacara atau&lt;br /&gt;pesta&lt;br /&gt;adat, kata Putra Bajing, memang dipersilakan bagi yang mampu biaya. &#39;&#39;Jadi&lt;br /&gt;bukan keharusan!&#39;&#39; tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia juga mengakui memang ada anggapan di kalangan masyarakat Hindu Bali,&lt;br /&gt;kalau menyajikan daging penyu sebagai sebuah prestisius. Karena dagingnya&lt;br /&gt;dimitoskan keramat sebagai sajian upacara besar Nyepi setahun sekali, dan&lt;br /&gt;Upacara Panca Bali Krama setiap 10 tahun sekali, serta upacara Eka Dasa&lt;br /&gt;Ludra setiap 100 tahun sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&#39;&#39;Di samping itu &#39;kan harganya juga mahal -- seperti juga hewan sapi dan&lt;br /&gt;kerbau&lt;br /&gt;untuk kurban umat Islam,&#39;&#39; lanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&#39;&#39;Jadi sama seperti umat Islam, tidak wajib bagi yang tidak mampu,&#39;&#39;&lt;br /&gt;tambahnya.&lt;br /&gt;Pedande ini juga mengetahui, masih sebagian kecil dari masyarakat Bali&lt;br /&gt;yang&lt;br /&gt;menyadari, bahwa penyu itu dilindungi. Dan juga masih sebagian kecil yang&lt;br /&gt;menyadari, bahwa masakan penyu tidak harus ada untuk upacara keagamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&#39;&#39;Sebaiknya para pedande dan mangku adat menyuluh masyarakat. Ini &#39;kan&lt;br /&gt;bisa&lt;br /&gt;membantu jagawana yang kewalahan mensosialisasikan penyu dilindungi,&#39;&#39;&lt;br /&gt;ujar&lt;br /&gt;Bajing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perangkat Hukum Siap Pakai&lt;br /&gt;Perlindungan penyu sebenarnya sudah diundangkan. Yaitu, UU No V Tahun 1990&lt;br /&gt;tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Tepatnya bab&lt;br /&gt;XII tentang Ketentuan Pidana, pasal 40 ayat 2, dijelaskan; &#39;&#39;Barang siapa&lt;br /&gt;sengaja&lt;br /&gt;melakukan pelanggaran terhadap ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal&lt;br /&gt;21 ayat 1 dan 2 serta pasal 33 ayat 3, maka dipidana dengan pidana penjara&lt;br /&gt;paling&lt;br /&gt;lama lima tahun dan denda paling banyak Rp 100.000.000&#39;&#39;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusus penyu dan satwa lain yang dilindungi ada di dalam Pasal 21 ayat 2&lt;br /&gt;yang&lt;br /&gt;intinya melarang setiap orang untuk: menangkap, melukai, membunuh,&lt;br /&gt;menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang&lt;br /&gt;dilindungi secara utuh maupun bagian tertentunya dalam keadaan hidup&lt;br /&gt;maupun&lt;br /&gt;mati, serta mengeluarkan satwa yang dilindungi dari suatu tempat di&lt;br /&gt;Indonesia ke&lt;br /&gt;tempat lain di dalam atau di luar Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dalam Pasal 33 ayat 3, melarang setiap orang melakukan kegiatan&lt;br /&gt;yang tidak sesuai dengan fungsi zona pemanfaatan dan zona lain dari taman&lt;br /&gt;nasional, taman hutan raya, dan taman wisata alam. Pasal dan ayat ini&lt;br /&gt;termasuk&lt;br /&gt;juga dalam hal pengambilan telur dari sarangnya di dalam pasir yang&lt;br /&gt;bertujuan&lt;br /&gt;untuk memperniagakan. Seperti yang terjadi di Jember, Banyuwangi, dan&lt;br /&gt;Sukabumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rincian ketentuan hukum di atas dipertegas pula dengan Pasal 40 ayat 5.&lt;br /&gt;Bahwa&lt;br /&gt;tindak pidana dimaksud ayat 1 dan 2 adalah kejahatan. Termasuk juga kepada&lt;br /&gt;yang memiliki dan memperniagakan bagian dari tubuhnya untuk barang&lt;br /&gt;kerajinan. Seperti di Bali, Sidoarjo, Yogyakarta, dan Jepara. Bahkan&lt;br /&gt;sebelumnya, Indonesia&lt;br /&gt;ikut menandatangani Covention on International Trade in Endangered Species&lt;br /&gt;of&lt;br /&gt;Wild Flora and Fauna (CITES) tahun 1978, yang menegaskan beberapa satwa di&lt;br /&gt;antaranya semua jenis penyu atau produk dari penyu tidak boleh&lt;br /&gt;diperdagangkan.&lt;br /&gt;Lalu memorandum CITES disosialisasikan di Indonesia melalui Keputusan&lt;br /&gt;Presiden RI No. 43 tahun 1978. Belakangan keluar pula Peraturan Pemerintah&lt;br /&gt;No.VII dan VIII/Maret 1999 yang melengkapi UU No.V.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sulit ditindak tegas&lt;br /&gt;Di Bali, papan-papan penyuluhan prihal ketentuan itu juga tidak ada.&lt;br /&gt;&#39;&#39;Anggaran&lt;br /&gt;penyuluhannya tidak cukup. Kami pernah memasang plang penyuluhan, walaupun&lt;br /&gt;jumlahnya sedikit. Tapi dicabut warga,&#39;&#39; ungkap Endang Husnaeni,&lt;br /&gt;Koordinator&lt;br /&gt;Jagawana dari Unit Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kab Badung yang&lt;br /&gt;membawahi wilayah Benoa dan Nusa Dua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&#39;&#39;Kami juga tidak bisa bertindak tegas. Karena orang Bali dan Bugis&lt;br /&gt;mengancam&lt;br /&gt;akan bikin kerusakan masal kalau bisnis penyu ditutup,&#39;&#39; tambahnya. Kalau&lt;br /&gt;ingin&lt;br /&gt;penggrebekan, menurut Endang, harus gabungan jagawana dengan polisi dan&lt;br /&gt;kesatuan keamanan lainya serta kejaksaan. Supaya operasi gabungan bisa&lt;br /&gt;berwibawa dan mencengangkan para pelaku. Tapi, untuk melaksanakan UU&lt;br /&gt;No.V/1990, juga harus ada dulu Juklak dan Juknisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuota 5.000 ekor&lt;br /&gt;Khusus di Bali, peraturan di atas sulit dilaksanakan. Pemda setempat&lt;br /&gt;menimbang&lt;br /&gt;fenomena tersendiri di Bali bahwa sejak dahulu penyu menjadi makanan&lt;br /&gt;tradisi&lt;br /&gt;bernuansa keagamaan. Namun kebijakan itu bertahap secara kuantitas&lt;br /&gt;dikurangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini masih diberlakukan Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat&lt;br /&gt;I&lt;br /&gt;Propinsi Bali No. 22 Tahun 1990 tentang pembatasan pemanfaatan penyu di&lt;br /&gt;Bali&lt;br /&gt;hanya untuk kepentingan (agama) yaitu sebanyak 5.000 ekor setahun. Dengan&lt;br /&gt;begitu Pemda tidak mentolerir eksploitasi penyu secara berlebihan. Artinya&lt;br /&gt;juga,&lt;br /&gt;tidak mentolerir jika penyu dijadikan santapan tradisi setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi siapa yang bisa mengawasi hanya 5.000 ekor dikonsumsi setahun?&lt;br /&gt;Sedangkan pihak jagawana sebagai yang berwenang bersama polisi untuk&lt;br /&gt;mensosialisasikan penyu sebagai hewan yang dilindungi bersama aturan&lt;br /&gt;hukumnya -- sudah diancam ketika memberi penyuluhan.</description><link>http://meja-informasi.blogspot.com/2010/03/pembantaian-penyu-untuk-upacara.html</link><author>noreply@blogger.com (Merah dan Putih)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhC3aCL_Lvy7SKLb8NoRuWPQmrKCTsi0hUgFm9uiq9pYeb4nmJxJNA80kr-asAQt5SjICP4wOSMFc8G4rICi3PughIgrVS0eZSTd1fheMmhJP3Lr3xFKBVpPmC-rN5Jpy7aA6bXZiT0GJat/s72-c/penyu-dibantai.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8332187912761095177.post-4294105728824095322</guid><pubDate>Sun, 14 Mar 2010 15:29:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-14T08:41:25.559-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">perburuan gajah</category><title>Perburuan Gajah di Aceh Timur Marak</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjCjSNPdUFPJfO_dnf25ZIh3eiAUdlO8zs2PJCn2_kaLR8EVvzucKZsuYdB9RBBJwK4Et4kCSyQQD_xKY2feWxwTyRXzVbi4HrGMkRGDPx_JUklZhROlqGuGxho7U4RZnCGJn__5nbsSv03/s1600-h/sumatra-elephant.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjCjSNPdUFPJfO_dnf25ZIh3eiAUdlO8zs2PJCn2_kaLR8EVvzucKZsuYdB9RBBJwK4Et4kCSyQQD_xKY2feWxwTyRXzVbi4HrGMkRGDPx_JUklZhROlqGuGxho7U4RZnCGJn__5nbsSv03/s200/sumatra-elephant.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5448514695157199106&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Aceh Timur – Perburuan gajah liar marak di Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Para pemburu bertujuan mengomersialkan beberapa bagian tubuh binatang itu antara lain gading dan giginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil buruan tersebut diduga dijual ke luar daerah dan diselundupkan ke luar negeri. Hal itu ditenggarai dilakukan oleh kelompok tertentu yang mempunyai jaringan pemburu di lapangan dan memiliki pengusaha penampung dari luar Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daerah perburuan paling parah di ataranya terjadi di pedalaman hutan Kecamatan Simpang Jernih, Serbajadi, dan Lokop. Pemburu hewan dilindungi itu masuk ke hutan secara tersebunyi supaya tidak diketahui masyarakat sekitar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika berhasil memperoleh buruannya, mereka langsung mengeksekusinya di lokasi, kemudian dibawa keluar hutan dengan cara dibalut, dimasukkan ke dalam karung, atau tempat yang telah disediakan sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Harga jualnya sangat mahal, mencapai jutaan hingga puluhan juta rupiah sehingga mereka (pemburu) tergiur tanpa menghiraukan akibatnya,” kata Hasan, pawang gajah di Aceh Timur, Sabtu (6/3/2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, akibat aksi perbuaruan itu sekarang habitat gajah liar di kawasan hutan setempat terganggu. Oleh kaena itu, hewan berbelalai tersebut sering keluar hutan merusak tanaman pekebunan atau perumahan warga.</description><link>http://meja-informasi.blogspot.com/2010/03/perburuan-gajah-di-aceh-timur-marak.html</link><author>noreply@blogger.com (Merah dan Putih)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjCjSNPdUFPJfO_dnf25ZIh3eiAUdlO8zs2PJCn2_kaLR8EVvzucKZsuYdB9RBBJwK4Et4kCSyQQD_xKY2feWxwTyRXzVbi4HrGMkRGDPx_JUklZhROlqGuGxho7U4RZnCGJn__5nbsSv03/s72-c/sumatra-elephant.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8332187912761095177.post-3430351373680180895</guid><pubDate>Fri, 12 Mar 2010 09:26:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-12T01:39:38.877-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">pohon pinang mulai langka</category><title>Pohon PInang mulai langka</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEia7g2qT1XqWFDPzB2zeI4g5T9a-pjM4XUNAmYwyPlgA8kaG2bUqu3tl7Ikead_9c6QFJOqIiqQLXEWrecsmNuqtczKXVEPkIOcs1gHZyzhk5GovT47SNaa2VHBuas2r_z4fGZpuTDGbxv5/s1600-h/PIC_4438.JPG&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEia7g2qT1XqWFDPzB2zeI4g5T9a-pjM4XUNAmYwyPlgA8kaG2bUqu3tl7Ikead_9c6QFJOqIiqQLXEWrecsmNuqtczKXVEPkIOcs1gHZyzhk5GovT47SNaa2VHBuas2r_z4fGZpuTDGbxv5/s200/PIC_4438.JPG&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5447679228783036290&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi8weffrL5CqW-L9dezP5izyHclbo5fHRKyagT1OakNOrR-twEHA8GcaImy3CClLV9r0yTUs3FcViDp4hQA9XvuecEl10_wNNlh2QI4_uNnDFfyUCplHOCFwQOENWnxwXaKWGWigO1WIF2p/s1600-h/gambar-3-biji-buah-pinang.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 139px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi8weffrL5CqW-L9dezP5izyHclbo5fHRKyagT1OakNOrR-twEHA8GcaImy3CClLV9r0yTUs3FcViDp4hQA9XvuecEl10_wNNlh2QI4_uNnDFfyUCplHOCFwQOENWnxwXaKWGWigO1WIF2p/s200/gambar-3-biji-buah-pinang.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5447679061524778482&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhcyAVxxyNkE7G1x3ojCKUEY5bssTUuJ1iJ9U_xvKZu14Z3bHWx5lRlec3S2CpZySC_V4Yw2GcsJ3jsrRDZUzIHNeNwwxmUrQIk3ZrHLcSvoFXF_D0WopIIRKbwnKKLeiBtthjJeEdZ5bWU/s1600-h/80859518.FHOyOqin.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhcyAVxxyNkE7G1x3ojCKUEY5bssTUuJ1iJ9U_xvKZu14Z3bHWx5lRlec3S2CpZySC_V4Yw2GcsJ3jsrRDZUzIHNeNwwxmUrQIk3ZrHLcSvoFXF_D0WopIIRKbwnKKLeiBtthjJeEdZ5bWU/s200/80859518.FHOyOqin.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5447678560377070498&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pinang (Areca catechu) dulu dekat dengan masyarakat, terutama orang-orang yang suka nyirih. Campuran antara daun sirih, pinang, kapur menjadi menu wajib nenek saya dulu. Relief pada Candi Borobudur dan Candi Sukuh, keduanya berselisih sekitar delapan abad, juga menampilkan pohon pinang secara jelas. Artinya keberadaan pinang memang sudah menjadi bagian dari masyarakat di nusantara ini sejak lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut primbon.com, pohon pinang merah dapat mengundang rezeki dan mmenjadi penangkal niat jahat dari orang yang hobby meneluh, guna-guna, santet dan sebagainya. Anda percaya? Saya sih nggak percaya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, setiap bulan Agustus masyarakat Indonesia semakin dekat dengan pohon pinang. Permainan panjat pinang seakan menjadi menu wajib untuk memeriahkan hari kemerdekaan. Ini sebenarnya permainan lucu-lucuan yang memadukan antara kerjasama, kekuatan, keberanian, kekonyolan, dan keberuntungan. Bagaimana detail permainan itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah pohon pinang yang tinggi dan batangnya dilumuri oleh pelumas disiapkan oleh panitia perlombaan. Pada bagian atasnya diletakkan berbagai hadiah menarik. Para peserta berlomba untuk mendapatkan hadiah-hadiah tersebut dengan cara memanjat batang pohon. Oleh karena batang pohon tersebut licin karena dibaluri minyak pelumas, para pemanjat batang pohon sering kali jatuh. Akal dan kerja sama para peserta untuk memanjat batang pohon inilah yang biasanya berhasil mengatasi licinnya batang pohon, dan menjadi atraksi menarik bagi para penonton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, pernahkah kita berpikir bahwa diperlukan waktu antara enam sampai lima tahun bagi sebuah pohon pinang untuk tumbuh setinggi kurang lebih 15 meter? Jika, katakanlah, semua kecamatan di Indonesia yang berjumlah 5500 menyelenggarakan panjat pinang, maka ada 5500 pohon pinang yang tumbuh sejak lima atau enam tahun lalu dibabat dan teronggok begitu saja setelah tujuh belasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa jadinya jika bukan tiap kecamatan, tapi tiap desa membuat acara panjat pinang? Akan lebih banyak lagi pohon pinang yang tercabut dari akarnya. Padahal selama ini tidak pernah ada masyarakat yang melakukan penanaman pohon pinang di lingkungan mereka. Jika dari tahun ke tahun hal seperti ini terjadi, adalah sebuah keniscayaan bagi punahnya pohon pinang dari bumi nusantara. Kita tidak ingin itu terjadi, khan? Pakai apa dong nenek-nenek kita nanti kalau pengin nyirih?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, sudah saatnya kita hentikan acara panjat pinang. Masih ada acara lain yang lebih menghibur daripada panjat pinang itu. Setuju?</description><link>http://meja-informasi.blogspot.com/2010/03/pohon-pinang-mulai-langka.html</link><author>noreply@blogger.com (Merah dan Putih)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEia7g2qT1XqWFDPzB2zeI4g5T9a-pjM4XUNAmYwyPlgA8kaG2bUqu3tl7Ikead_9c6QFJOqIiqQLXEWrecsmNuqtczKXVEPkIOcs1gHZyzhk5GovT47SNaa2VHBuas2r_z4fGZpuTDGbxv5/s72-c/PIC_4438.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8332187912761095177.post-1420443451746503965</guid><pubDate>Fri, 12 Mar 2010 07:26:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-11T23:32:48.644-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">save the tiger</category><title>Selamatkan Harimau Sumatra</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEixlAzSuU7_fxB5sgEtTj18hv8mO52uZCqXx9Ab-bbn2gkpELYIKGVLTUn10B52psAT2A6FNlAajdECKqTfaJf6I70YPmMpIlgcdJ-fMs3CAzkjGak9WizMuQ3tcCJUhalR3VBdbWsPNYX-/s1600-h/tiger-sumatra.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 139px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEixlAzSuU7_fxB5sgEtTj18hv8mO52uZCqXx9Ab-bbn2gkpELYIKGVLTUn10B52psAT2A6FNlAajdECKqTfaJf6I70YPmMpIlgcdJ-fMs3CAzkjGak9WizMuQ3tcCJUhalR3VBdbWsPNYX-/s200/tiger-sumatra.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5447646425083762658&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Harimau Sumatra atau dalam bahasa latin disebut Panthera tigris sumatrae merupakan satu dari lima subspisies harimau (Panthera tigris) di dunia yang masih bertahan hidup. Harimau Sumatera termasuk satwa langka yang juga merupakan satu-satunya sub-spisies harimau yang masih dipunyai Indonesia setelah dua saudaranya Harimau Bali (Panthera tigris balica) dan Harimau Jawa (Panthera tigris sondaica) dinyatakan punah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hewan dari filum Chordata ini hanya dapat diketemukan di Pulau Sumatera, Indonesia. Populasinya di alam liar diperkirakan tinggal 400–500 ekor. Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) semakin langka dan dikategorikan sebagai satwa yang terancam punah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Asal usul&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harimau dipercaya merupakan keturunan hewan pemangsa zaman purba yang dikenal sebagai Miacids. Miacids hidup pada akhir zaman Cretaceous kira-kira 70-65 juta tahun yang lalu semasa zaman dinosaurus di Asia Barat (Andrew Kitchener, “The Natural History of Wild Cats”).  Harimau kemudian berkembang di kawasan timur Asia di China dan Siberia sebelum berpecah dua, salah satunya bergerak ke arah hutan Asia Tengah di barat dan barat daya menjadi harimau Caspian. Sebagian lagi bergerak dari Asia Tengah ke arah kawasan pergunungan barat, dan seterusnya ke Asia tenggara dan kepulauan Indonesia,  sebagiannya lagi terus bergerak ke barat hingga ke India (Hemmer,1987).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harimau Sumatera dipercaya terasing ketika permukaan air laut meningkat pada 6.000 hingga 12.000 tahun silam. Uji genetik mutakhir telah mengungkapkan tanda-tanda genetik yang unik, yang menandakan bahwa subspesies ini mempunyai ciri-ciri yang berbeda dengan subspisies harimau lainnya dan sangat mungkin berkembang menjadi spesies terpisah, bila berhasil lestari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu diketahui, terdapat 8 subspisies harimau yang tiga diantaranya telah dinyatakan punah. Kedelapan subspisies harimau tersebut adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Harimau Indochina (Panthera tigris corbetti) terdapat di Malaysia, Kamboja, China, Laos, Myanmar, Thailand, dan Vietnam.&lt;br /&gt;   2. Harimau Bengal (Panthera tigris tigris) Bangladesh, Bhutan, China, India, dan Nepal.&lt;br /&gt;   3. Harimau Cina Selatan (Panthera tigris amoyensis) China.&lt;br /&gt;   4. Harimau Siberia (Panthera tigris altaica) dikenal juga sebagai Amur, Ussuri, Harimau Timur Laut China, atau harimau Manchuria. Terdapat di China, Korea Utara, dan Asia Tengah di Rusia.&lt;br /&gt;   5. Harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae) terdapat hanya di pulau Sumatera, Indonesia.&lt;br /&gt;   6. Harimau Caspian (Panthera tigris virgata) telah punah sekitar tahun 1950an. Harimau Caspian ini terdapat di Afganistan, Iran, Mongolia, Turki, dan Rusia.&lt;br /&gt;   7. Harimau Jawa (Panthera tigris sondaica) telah punah sekitar tahun 1972. Harimau Jawa terdapat di pulau Jawa, Indonesia.&lt;br /&gt;   8. Harimau Bali (Panthera tigris balica) yang telah punah sekitar tahun 1937. Harimau Bali terdapat di pulau Bali,  Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Ciri-ciri dan Habitat&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Harimau Sumatra adalah subspesies harimau terkecil. Harimau Sumatera mempunyai warna paling gelap diantara semua subspesies harimau lainnya, pola hitamnya berukuran lebar dan jaraknya rapat bahkan terkadang dempet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harimau Sumatra jantan memiliki panjang rata-rata 92 inci dari kepala hingga ke ekor dengan berat 300 pound. Betinanya rata-rata memiliki panjang 78 inci dan berat 200 pound. Belang harimau sumatra lebih tipis daripada subspesies harimau lain. Subspesies ini juga punya lebih banyak janggut serta surai dibandingkan subspesies lain, terutama harimau jantan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukurannya yang kecil memudahkannya menjelajahi rimba. Terdapat selaput di sela-sela jarinya yang menjadikan mereka mampu berenang cepat. Harimau ini diketahui menyudutkan mangsanya ke air, terutama bila binatang buruan tersebut lambat berenang. Bulunya berubah warna menjadi hijau gelap ketika melahirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harimau Sumatra hanya ditemukan di pulau Sumatra. Kucing langka ini mampu hidup di manapun, dari hutan dataran rendah sampai hutan pegunungan, dan tinggal di banyak tempat yang tak terlindungi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanan harimau sumatra tergantung tempat tinggalnya dan seberapa berlimpah mangsanya. Harimau sumatra merupakan hewan soliter yang berburu di malam hari. Kucing ini mengintai mangsanya dengan sabar sebelum menyerang dari belakang atau samping. Mereka memakan apapun yang dapat ditangkap, umumnya celeng dan rusa, dan terkadang unggas,ikan, dan Orangutan. Menurut penduduk setempat harimau sumatra juga gemar makan durian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harimau Sumatera juga mampu berenang dan memanjat pohon ketika memburu mangsa. Luas kawasan perburuan harimau Sumatera tidak diketahui dengan tepat, tetapi diperkirakan bahwa 4-5 ekor harimau Sumatera dewasa memerlukan kawasan jelajah seluas 100 kilometer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Konservasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga sekarang diperkirakan hanya tersisa 400-500 ekor Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) yang masih bertahan di alam bebas. Selain itu terdapat sedikitnya 250 ekor Harimau Sumatera yang dipelihara di berbagai kebun binatang di seluruh penjuru dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengrusakan habitat adalah ancaman terbesar terhadap populasi harimau sumatera saat ini. Pembalakan hutan tetap berlangsung bahkan di taman nasional yang seharusnya dilindungi. Tercatat 66 ekor harimau terbunuh antara tahun 1998 hingga 2000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam upaya penyelamatan harimau Sumatera dari kepunahan, Taman Safari Indonesia ditunjuk oleh 20 kebun binatang di dunia sebagai Pusat Penangkaran Harimau Sumatera, studbook keeper dan tempat penyimpanan sperma (Genome Rescue Bank) untuk harimau Sumatera.&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Klasifikasi ilmiah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerajaan: Animalia; Filum: Chordata; Kelas: Mammalia; Ordo: Carnivora; Famili: Felidae; Genus: Panthera; Spesies: Panthera tigris; Upaspesies: Panthera tigris sumatrae. Nama trinomial: Panthera tigris sumatrae (Pocock, 1929).</description><link>http://meja-informasi.blogspot.com/2010/03/selamatkan-harimau-sumatra.html</link><author>noreply@blogger.com (Merah dan Putih)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEixlAzSuU7_fxB5sgEtTj18hv8mO52uZCqXx9Ab-bbn2gkpELYIKGVLTUn10B52psAT2A6FNlAajdECKqTfaJf6I70YPmMpIlgcdJ-fMs3CAzkjGak9WizMuQ3tcCJUhalR3VBdbWsPNYX-/s72-c/tiger-sumatra.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8332187912761095177.post-3432231219084769990</guid><pubDate>Fri, 12 Mar 2010 07:07:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-11T23:22:22.624-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ketam Kelapa</category><title>Ketam Kelapa</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjV__NtaVUQTDZKekn-mcrBpL6foqkri0Sav_IuLxMCwLBcyJr9iV-4vx9ogLBZh0eHLQyDTvPFJepzu_-kAiPUB1nAE2AtMpCmZHXKQLVqlAbrxu-rN_5VM5-3mnUvX-dcjduKWncmnVtr/s1600-h/Birguslatro_Soaking_1.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 140px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjV__NtaVUQTDZKekn-mcrBpL6foqkri0Sav_IuLxMCwLBcyJr9iV-4vx9ogLBZh0eHLQyDTvPFJepzu_-kAiPUB1nAE2AtMpCmZHXKQLVqlAbrxu-rN_5VM5-3mnUvX-dcjduKWncmnVtr/s200/Birguslatro_Soaking_1.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5447643985679649714&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia ternyata memang memiliki jenis fauna yang sangat beragam. Bahkan beberapa diantaranya terancam punah, salahsatunya adalah binatang ini yang namanya memang kurang dikenal. Namanya Coconut Crab atau kepiting kelapa yang merupakan binatang bercangkang diluar terbesar di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diberi nama Coconut Crab karena kebiasaan kepiting ini yang suka memanjat pohon kelapa dan menjadikan buahnya sebagai makanan utama. Hewan ini bisa ditemukan di Sulawesi atau Maluku. Hewan ini biasa hidup di pesisir pantai, tapi ada juga yang hidup di daerah cukup jauh dari pantai. Coconut Crab memang sudah jadi binatang cukup langka. Bahkan, undang undang telah melindungi hewan ini. Namun, karena rasanya yang enak jika di jadikan makanan, masyarakat masih saja banyak yang memburunya. Kepiting ini sangat mahir dalam memanjat pohon kelapa. Ujung kakinya yang runcing bisa digunakan sebagai tangan untuk memeluk batang kelapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menaiki pohon, kepiting ini akan menjatuhkan kelapanya. Dan ia akan turun untuk menguliti kelapa dengan capitnya yang kuat. Setelah itu, Coconut Crab akan membawa lagi buah kelapa tersebut ke atas pohon. Lalu kelapa tersebut dijatuhkan lagi hingga pecah agar ia bisa menyantap buahnya. Berat hewan ini bisa mencapai 3-6 kilogram dengan panjang tubuh hingga 40 cm. Coconut Crab jantan biasanya memiliki ukuran tubuh yang lebih besar dibandingkan betina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umur binatang ini bisa mencapai 30 - 60 tahun, bahkan jika ingin dijadikan santapan, usia binatang ini harus sudah 10 tahun. Bayangkan saja hidup 10 tahun hanya untuk dijadikan santapan. Sebetulnya, Coconut Crab tak masuk dalam kategori kepiting. Karena binatang ini masuk jenis umang yang sangat maju dalam berevolusi. Kendati Coconut Crab adalah tipe turunan dari umang-umang, hanya yang muda yang memakai kulit keong untuk melindungi perutnya yang lunak, dan kadang-kadang hewan dewasa memakai batok kelapa yang pecah untuk melindungi perutnya. kepiting kelapa dewasa tidaklah membawa kulit keong, melainkan mengeraskan perisai perut mereka dengan menumpuk kitin dan kapur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka juga membengkokkan ekor mereka untuk melindunginya, seperti banyak kepiting sejati. Perut yang mengeras melindungi ketam kenari dan mengurangi kehilangan air di darat, namun kulit ditubuhnya harus diganti secara berkala. Pergantian kulit berlangsung selama 30 hari, selama itu tubuh hewan ini lunak dan rapuh, dan ia bersembunyi untuk berlindung. Meski masuk dalam jenis umang, orang-orang sudah terlanjur mengenalnya sebagai kepiting.</description><link>http://meja-informasi.blogspot.com/2010/03/ketam-kelapa.html</link><author>noreply@blogger.com (Merah dan Putih)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjV__NtaVUQTDZKekn-mcrBpL6foqkri0Sav_IuLxMCwLBcyJr9iV-4vx9ogLBZh0eHLQyDTvPFJepzu_-kAiPUB1nAE2AtMpCmZHXKQLVqlAbrxu-rN_5VM5-3mnUvX-dcjduKWncmnVtr/s72-c/Birguslatro_Soaking_1.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8332187912761095177.post-3082539630104682386</guid><pubDate>Fri, 12 Mar 2010 06:41:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-11T22:48:44.601-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Penyu di Ambang Kepunahan</category><title>Penyu Di Ambang Kepunahan</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjFkEzMoOV3GUDWnxgMdVE0qGymWJyQY3m67AGVBusCP4bH984ZSThrNFKuqM8kON-d1F7oxHvo2pHv9FJIXV4RYQabx6DQiFzNafFeMXSufuY2F5-T6Fra4v3AIoPtBV4E9ahmhEH_Nz9N/s1600-h/98b173f497.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjFkEzMoOV3GUDWnxgMdVE0qGymWJyQY3m67AGVBusCP4bH984ZSThrNFKuqM8kON-d1F7oxHvo2pHv9FJIXV4RYQabx6DQiFzNafFeMXSufuY2F5-T6Fra4v3AIoPtBV4E9ahmhEH_Nz9N/s200/98b173f497.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5447634973472379954&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Perairan Indonesia sangat kaya akan spesies ikan, reptil dan mamalia, seperti penyu salah satunya. Dari tujuh jenis penyu yang ada di dunia, Indonesia memiliki enam jenis penyu yang terdiri dari penyu hijau, penyu lengkang, penyu tempayan, penyu belimbing, penyu pipih, dan penyu sisik dengan karapas atau batok kulitnya yang sangat indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perairan Sangalaki, Berau, Kalimantan Timur, merupakan salah satu habitat terbesar penyu-penyu di Asia. Namun, dalam 20 tahun terakhir jumlah penyu sudah jauh berkurang, bahkan hanya tersisa sekitar 10 persennya saja. Kesimpulannya, penyu-penyu itu sudah terancam punah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena nyaris punah, oleh pemerintah hewan ini kemudian dilindungi dengan Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990. Badan Konservasi Alam dan Sumber Daya Alam Internasional (IUCN) juga memasukkan penyu dalam daftar merah satwa yang sudah terancam punah. Alhasil, perburuan penyu, telur, dan memperdagangkan bagian-bagian penyu sama sekali dilarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, di berbagai tempat, penyu ternyata masih diburu dan dibantai hingga detik ini. Di Bali, misalnya, pembantaian penyu paling marak terjadi di daerah Tanjung Benoa. Lembaga Penyelamat Satwa Pro-Fauna mencatat, puncak pembantaian penyu di Bali terjadi tahun 1999 hingga 2000, dimana 27 ribu penyu dibantai untuk dikonsumsi. Hewan ini dibunuh dan diambil dagingnya untuk disate. Banyak pula pedagang ilegal penyu berlindung di balik kepentingan upacara adat,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga seekor penyu berkisar Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta. Dagingnya saja dijual seharga Rp 25 ribu per kilogram, sedangkan kulit yang sudah kering biasanya dijual mencapai Rp 80 ribu per kilogram. Tidak heran jika populasi penyu dalam 10 tahun terakhir menurun drastis. Penyebabnya tak lain praktik perburuan liar dan kian rusaknya lingkungan pantai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil investigasi Pro-Fauna menyebutkan, setiap tahun sekitar 1.000 ekor penyu dibantai di pesisir pantai Pulau Jawa. Satwa langka itu diawetkan, dimakan telur dan dagingnya, atau dicari karapasnya untuk bahan suvenir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat saja di Teluk Penyu, Cilacap, Jawa Tengah, jangan harap wisatawan bisa melihat penyu mendarat di tempat itu. Nelayan juga nyaris sudah tak pernah bisa lagi mendapatkan tangkapan penyu dari laut mereka. Padahal, 10 hingga 5 tahun lalu banyak dijumpai penyu sisik terjerat jaring nelayan tanpa sengaja. Tapi, kini penyu sepertinya benar-benar telah punah dari perairan Cilacap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak sulit mencari penyebab hilangnya penyu-penyu dari perairan Cilacap. Pasalnya, daging dan telur satwa ini sudah dikonsumsi manusia. Sedangkan tubuh dan kulitnya diawetkan (opsetan). Di Cilacap, bisnis opsetan penyu pernah berjaya hingga awal tahun 2000. Dulu, para pengrajin setiap bulannya bisa menjual lebih dari 20 penyu opsetan. Harga seekor penyu sisik awetan bisa mencapai Rp 500 ribu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya diawetkan, sejumlah warung juga masih berani menjual telur penyu secara terbuka kepada wisatawan. Di pantai Pangumbahan, Sukabumi, Jawa Barat, misalnya, setiap tahun ada ribuan ekor penyu yang mendarat dan bertelur. Pantai sepanjang tiga kilometer ini sudah terkenal sebagai daerah penetasan penyu sejak zaman Belanda. Pasirnya yang putih dan halus sangat disukai penyu-penyu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, telur penyu langsung dipanen para pemburu hanya berselang beberapa detik saja begitu telur diluarkan penyu dengan linangan air mata. Maklum, pemerintah daerah setempat membuat peraturan daerah yang membolehkan pengusaha memanen telur-telur itu atas nama konservasi. Ironisnya, telur-telur itu kemudian diperdagangkan secara terbuka di sepanjang Jalan Ahmad Yani, Kota Sukabumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara di Yogyakarta, investigasi Tim Sigi mendapati sejumlah pengrajin masih memproduksi aneka suvenir dari karapas atau kulit penyu. Karapas-karapas ini didatangkan dari Bali dan Cilacap. Agar tidak terendus petugas, pengrajin hanya melayani pesanan dari pelanggan tetap dan tidak menjual bebas ke sembarang toko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tangan pengrajin, karapas disulap jadi suvenir antik. Mulai dari cincin, gelang, sisir, hingga kotak cincin. Suvenir ini dijual di sejumlah toko di Kota Gede dan Malioboro. Di sebuah toko kerajinan perak terkemuka yang letaknya tak jauh dari Kantor Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta, suvenir berbahan karapas penyu masih ditawarkan kepada pengunjung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Investigasi Pro-Fauna di sepanjang Pantai Selatan Jawa menemukan, setidaknya ada enam lokasi yang masih aktif menjadi basis perdagangan penyu, baik dalam bentuk daging, telur, minyak, atau suvenir berbahan dasar karapas. Diperkirakan, di enam lokasi itu ada ribuan ekor penyu dibantai setiap tahun. Namun, perburuan penyu di Bali masih yang terbesar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain di perairan Jawa dan Bali, penyu dan telur-telurnya juga masih terus diburu manusia di Kalimantan, Sumatra, dan Sulawesi. Di Tarakan, Kalimantan Timur, petugas BKSDA setempat belum lama ini berhasil menyita 300-an penyu awetan dari sebuah kapal yang dinakhodai seorang warga negara Cina, Wang Sue Cheng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maraknya perdagangan ilegal penyu bukannya dibiarkan. Upaya menyelamatkan penyu dari pembantaian dan perdagangan gelap antardaerah dan antarnegara terus dilakukan banyak pihak. Namun, seiring dengan banyaknya permintaan, berbagai cara pun terus dilakukan pengusaha untuk mengelabui petugas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Bali, misalnya, banyaknya wisatawan yang tergiur dengan sate atau sop penyu, sehingga pasokan daging penyu ke daerah wisata ini masih menjadi yang terbesar. Dalam tiga tahun terakhir, tercatat ada 12 kapal yang tertangkap mengangkut penyu ke Bali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada berbagai modus penyelundupan penyu. Kalau sebelumnya penyu biasa dibawa hidup-hidup oleh nelayan, belakangan ini mereka lebih memilih membawanya dalam bentuk daging. Penyu-penyu dipotong di tengah laut, dagingnya dibagi-bagi dalam ukuran kecil sehingga petugas kesulitan mengidentifikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlindungan terhadap penyu memang sulit dilakukan. Alasannya, masih banyak pihak yang menggantungkan hidup dari eksploitasi penyu. Di Sukabumi, operasi terhadap pengusaha dan pedagang telur penyu sempat menuai sukses. Pengusaha telur penyu terbesar, Adang Gunawan dan sejumlah pengecer telur penyu menjadi tersangka. Namun, polisi setempat kemudian menghentikan penyidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Samarinda, Kalimantan Timur, lain lagi ceritanya. Pekan lalu, dua orang pedagang divonis bersalah pengadilan karena terbukti memperdagangkan telur penyu yang dilindungi undang-undang. Tapi, ironisnya, di sepanjang jalan kota ini, praktik perdagangan telur penyu masih berlanjut hingga kini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara sejumlah kisah yang mengundang keprihatinan tersebut, kesadaran untuk melestarikan penyu dari ancaman kepunahan juga kian tumbuh. Di Pantai Kuta, Bali, misalnya, satuan tugas pantai yang dipimpin Gung Aji bahkan bisa menjadikan pelestarian penyu sebagai salah satu daya tarik wisatawan. Para turis dari berbagai negara diberi kesempatan ikut melepas anak penyu (tukik) ke laut. Turis yang tukiknya paling cepat menggapai air akan mendapat hadiah sebotol bir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyu adalah binatang purba yang perkembangbiakannya sangat lambat. Ia baru bereproduksi setelah berumur 30 tahun, atau sama dengan sepertiga dari umur rata-rata penyu. Tapi, dari setiap 1.000 tukik yang menetas, hanya ada satu yang akan hidup hingga dewasa. Maka, tak ada pilihan lain, kecuali menyelamatkan penyu dari kepunahan akibat predator paling berbahaya, yaitu manusia.&lt;br /&gt;Sumber : Liputan6.com</description><link>http://meja-informasi.blogspot.com/2010/03/penyu-di-ambang-kepunahan.html</link><author>noreply@blogger.com (Merah dan Putih)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjFkEzMoOV3GUDWnxgMdVE0qGymWJyQY3m67AGVBusCP4bH984ZSThrNFKuqM8kON-d1F7oxHvo2pHv9FJIXV4RYQabx6DQiFzNafFeMXSufuY2F5-T6Fra4v3AIoPtBV4E9ahmhEH_Nz9N/s72-c/98b173f497.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8332187912761095177.post-4851376720916965095</guid><pubDate>Fri, 12 Mar 2010 06:20:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-11T22:38:28.476-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Budidaya Mutiara</category><title>Budidaya Mutiara</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQoTgKUO5JlfuMHMJqmiInENtQ6E_OinN6mU5v5jM1Rvz4sDXEpfNhDhdvsiOBIxCem7DNJkLy_d6UJKvUlQQ0gMzpGV6un361nn0iBDZk6ZMA4hYraKZYV0O_HvOm4wFSPaXE6UKgQ0F2/s1600-h/pearl1.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 153px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQoTgKUO5JlfuMHMJqmiInENtQ6E_OinN6mU5v5jM1Rvz4sDXEpfNhDhdvsiOBIxCem7DNJkLy_d6UJKvUlQQ0gMzpGV6un361nn0iBDZk6ZMA4hYraKZYV0O_HvOm4wFSPaXE6UKgQ0F2/s200/pearl1.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5447632553865608690&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;LOKASI USAHA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketepatan pemilihan lokasi merupakan salah satu syarat keberhasilan budidaya tiram mutiara. Ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan lokasi budidaya, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;(1). Faktor Ekologi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan kelangsungan hidup tiram, diantaranya kualitas air, pakan, dan kondisi fisiologis organisme. Batasan faktor ekologi yang dapat digunakan untuk mengevaluasi lokasi budidaya adalah :&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;1.&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Lokasi terlindung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Lokasi usaha untuk budidaya tiram mutiara ini berada di perairan laut yang tenang. Pemilihan lokasi pembenihan maupun budidaya berada dekat pantai dan terlindung dari pengaruh angin musim dan tidak terdapat gelombang besar. Lokasi dengan arus tenang dan gelombang kecil dibutuhkan untuk menghindari kekeruhan air dan stress fisiologis yang akan mengganggu kerang mutiara, terutama induk.&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;2.&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Dasar perairan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dasar perairan sebaiknya dipilih yang berkarang dan berpasir. Lokasi yang terdapat pecahan-pecahan karang juga merupakan alternatif tempat yang sesuai untuk melakukan budidaya tiram mutiara.&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;3.&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Arus air&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Arus tenang merupakan tempat yang paling baik, hal ini bertujuan untuk menghindari teraduknya pasir perairan yang masuk ke dalam tiram dan mengganggu kualitas mutiara yang dihasilkan. Pasang surut air juga perlu diperhatikan karena pasang surut air laut dapat menggantikan air secara total dan terus-menerus sehingga perairan terhindar dari kemungkinan adanya limbah dan pencemaran lain.&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;4.&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Salinitas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dilihat dari habitatnya, tiram mutiara lebih menyukai hidup pada salinitas yang tinggi. Tiram mutiara dapat hidup pada salinitas 24 ppt dan 50 ppt untuk jangka waktu yang pendek, yaitu 2 – 3 hari. Pemilihan lokasi sebaiknya di perairan yang memiliki salinitas antara 32 – 35 ppt. Kondisi ini baik untuk pertumbuhan dan kelangsungan hidup tiram mutiara.&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;5.&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Suhu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Perubahan suhu memegang peranan penting dalam aktivitas biofisiologi tiram di dalam air. Suhu yang baik untuk kelangsungan hidup tiram mutiara adalah berkisar 25 – 30 0 C. Suhu air pada kisaran 27 – 31&amp;degC juga dianggap layak untuk tiram mutiara.&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;6.&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Kecerahan air&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kecerahan air akan berpengaruh pada fungsi dan struktur invertebrata dalam air. Lama penyinaran akan berpengaruh pada proses pembukaan dan penutupan cangkang. Cangkang tiram akan terbuka sedikit apabila ada cahaya dan terbuka lebar apabila keadaan gelap. Untuk pemeliharaan sebaiknya kecerahan air antara 4,5 – 6,5 m. Jika kisaran melebihi batas tersebut, maka proses pemeliharaan akan sulit dilakukan. Untuk kenyamanan, induk tiram harus dipelihara di kedalaman melebihi tingkat kecerahan yang ada.&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;7.&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Derajat keasaman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Derajat keasaman air yang layak untuk kehidupan tiram pinctada maxima berkisar antara pH 7,8 – pH 8,6 agar tiram mutiara dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Pada prinsipnya, habitat tiram mutiara di perairan adalah dengan pH lebih tinggi dari 6,75. Tiram tidak akan dapat berproduksi lagi apabila pH melebihi 9,00. Aktivitas tiram akan meningkat pada pH 6,75 – pH 7,00 dan menurun pada pH 4,0 – 6,5.&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;8.&lt;/span&gt; Oksigen terlarut&lt;br /&gt;Oksigen terlarut dapat menjadi faktor pembatas kelangsungan hidup dan perkembangannya. Tiram mutiara akan dapat hidup baik pada perairan dengan kandungan oksigen terlarut berkisar 5,2 – 6,6 ppm. Pinctada Maxima untuk ukuran 40 – 50 mm mengkonsumsi oksigen sebanyak 1,339 l/l, ukuran 50 – 60 mm mengkonsumsi oksigen sebanyak 1,650 l/l, untuk ukuran 60 – 70 mm mengkonsumsi sebanyak 1,810 l/l.&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;9.&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Parameter lain :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;a&lt;/span&gt;. Fosfat&lt;br /&gt;Kandungan fosfat yang lebih tinggi dari batas toleransi akan mengakibatkan tiram mutiara mengalami hambatan pertumbuhan. Fosfat pada kisaran 0,1001 – 0,1615 g/l merupakan batasan yang layak untuk normalitas hidup dan pertumbuhan organisme budidaya. Lokasi budidaya dengan fosfat berkisar antara 0,16 – 0,27 g/l merupakan kandungan fosfat yang baik untuk budidaya mutiara.&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;b&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;.&lt;/span&gt; Nitrat dan nitrit&lt;br /&gt;Kisaran nitrat yang layak untuk organisme yang dibudidayakan sekitar 0,2525 – 0,6645 mg/l dan nitrit sekitar 0,5 – 5 mg/l. Konsentrasi nitrit 0,25 mg/l dapat mengakibatkan stres dan bahkan kematian pada organisme yang dipelihara.&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;c.&lt;/span&gt; Amoniak&lt;br /&gt;Batas toleransi organisma akuatik terhadap amoniak berkisar antara 0,4 – 3,1 g/l. Pada kisaran yang lebih tinggi dari angka tersebut dapat mengakibatkan gangguan pernafasan dan akhirnya mengakibatkan kematian pada organisme.&lt;br /&gt;Pemilihan lokasi juga harus terhindar dari polusi dan pencemaran air, misalnya pencemaran yang berasal dari limbah rumah tangga, limbah pertanian, dan limbah industri. Pencemaran air akan mengakibatkan kematian, baik spat maupun induk tiram mutiara.&lt;br /&gt;Selain itu kegiatan mulai dari pembenihan sampai dengan budidaya induk tiram dapat dipilih lokasi di sekitar pantai yang berdekatan dengan lokasi tempat tinggal pengelola usaha budidaya. Hal ini untuk kemudahan dalam pengangkutan dan pemindahan induk tiram mutiara, sehingga mengurangi risiko kerugian akibat kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2). Faktor Risiko&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;1&lt;/span&gt;. &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Pencemaran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Lokasi budidaya tiram mutiara harus berada di lokasi yang bebas dari pencemaran, misalnya limbah rumah tanga, pertanian, maupun industri. Limbah rumah tangga dapat berupa deterjen, zat padat, berbagai zat beracun, dan patogen yang menghasilkan berbagai zat beracun. Pencemaran yang berasal dari kegiatan pertanian berupa kotoran hewan, insektisida, dan herbisida akan membahayakan kelangsungan hidup tiram mutiara.&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;2&lt;/span&gt;. &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Manusia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pencurian dan sabotase merupakan faktor yang juga perlu dipertimbangkan dalam menentukan lokasi budidaya mutiara. Risiko ini terutama pada saat akan panen atau setelah satu tahun penyuntikan inti bulat (nukleus).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;FASILITAS PRODUKSI DAN PERALATAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fasilitas produksi dan peralatan utama yang dibutuhkan untuk budidaya tiram mutiara ini adalah &lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;1&lt;/span&gt;. &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Rakit Pemeliharaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Rakit apung selain sebagai tempat pemeliharaan induk, pendederan, dan pembesaran, juga berfungsi sebagai tempat aklimatisasi (beradaptasi) induk pasca pengangkutan. Bahan rakit dapat dibuat dari kayu dengan ukuran 7m x 7m. selain kayu, bahan rakit dapat pula terbuat dari bambu, pipa paralon, besi, ataupun alumunium. Bahan pembuat ini disesuaikan dengan anggaran, ketersediaan bahan, dan umur ekonomis.&lt;br /&gt;Untuk menjaga agar rakit tetap terapung, digunakan pelampung seperti pelampung yang terbuat dari styrofoam, drum plastik, dan drum besi. Agar rakit tetap kokoh, maka sambungan sambungan kayu diikat dengan kawat galvanizir. Apabila kayu berbentuk persegi, maka sambungan dapat menggunakan baut. Pemasangan rakit hendaknya dilakukan pada saat air pasang tertinggi dan diusahakan searah dengan arus air atau sejajar dengan garis pantai. Hal ini bertujuan untuk menghindari kerusakan rakit apabila terjadi gelombang besar. Agar rakit tetap berada pada posisi semula, maka rakit diberi jangkar berupa pemberat yang terbuat dari semen seberat 50-60 kg. Tali jangkar yang digunakan antara 4-5 kali kedalaman tempat.&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;2.&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Keranjang Pemeliharaan Induk&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Keranjang pemeliharaan induk bisa terbuat dari kawat galvanizir, plastik, atau kawat alumunium. Jika menggunakan bahan dari kawat, sebaiknya keranjang dilapisi atau dicelupkan dengan bahan plastik atau aspal sehingga daya tahan keranjang tersebut lebih lama. Ukuran keranjang 25 cm x 25cm x 60 cm. Ukuran ini dapat bervariasi, tergantung ukuran induk, ketersediaan bahan, biaya, dan kemudahan penanganannya. Satu keranjang pemeliharaan dapat diisi dengan induk ukuran dorso ventral 17 – 20 cm (DVM) sebanyak 8 – 10 ekor.&lt;br /&gt;Untuk pendederan atau pemeliharaan spat yang baru dipindahkan dari hatchery, digunakan keranjang jaring ukuran 40 cm x 60 cm. Untuk spat ukuran 2-3 cm dipelihara dalam keranjang dengan lebar jaring ukuran 0,5 – 1 cm. Lebar mata jaring yang digunakan disesuaikan dengan ukuran spat. Semakin besar ukuran spat, maka digunakan jaring dengan mata jaring yang lebih besar pula agar sirkulasi air dapat terjaga dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;3.&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Spat Kolektor&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bahan yang digunakan untuk tempat penempelan spat atau sebagai substrat disebut kolektor. Spat kolektor dapat terbuat dari berbagai jenis bahan, misalnya serabut tali PE, tali PE, senar plastik, paranet, asbes gelombang, genteng fiber, atau bilah pipa paralon. Jika terbuat dari bahan paranet, serabut tali, atau bahan lain berbentuk serabut, maka harus digunakan kantong untuk meletakkan bahan tersebut. Keranjang jaring dengan kerangka besi atau kawat ukuran 40 cm x 60 cm juga dapat digunakan sebagai wadah kolektor. Potongan paranet atau serabut tali dimasukkan ke dalam kantong-kantong jaring dan diikat erat.&lt;br /&gt;Pipa paralon juga dapat digunakan sebagai kolektor. Caranya pipa paralon berdiameter 2-3 inci dipotong sepanjang 30 – 50 cm, lalu dibelah menjadi dua. Selanjutnya belahan pipa tersebut dijalin dengan tali PE (berdiameter 3-5 mm) sepanjang 40 – 50 cm.&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;4.&lt;/span&gt; Bak Pencucian&lt;br /&gt;Bak pencucian digunakan untuk membersihkan tiram mutiara dari organisma dan parasit lain yang menempel pada tiram mutiara. Organisma dan parasit yang menempel di kulit tiram akan mengakibatkan lambatnya pertumbuhan tiram mutiara. Bak pencucian biasanya terbuat dari fiberglass, tetapi ada juga bak pencucian ini terbuat dari bahan lain yang awet, seperti dari semen, plastik dan bahan lainnya.&lt;br /&gt;BAHAN BAKU&lt;br /&gt;Bahan baku yang dibutuhkan untuk budidaya mutiara ini ada dua macam, yaitu : (1). spat (benih) tiram mutiara jenis pinctada maxima; dan (2) inti bundar (nukleus) .&lt;br /&gt;Kedua jenis bahan baku ini merupakan bahan baku utama yang harus ada dalam proses budidaya tiram mutiara. Inti bundar atau nukleus merupakan benda yang disuntikkan kedalam tiram untuk menghasilkan mutiara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;TENAGA KERJA &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tenaga kerja untuk budidaya mutiara ini harus memiliki keahlian khusus, terutama untuk melakukan operasi penyuntikan nukleus kedalam tiram mutiara. Ketidaktepatan dalam penempatan nukleus akan mengakibatkan kegagalan panen karena nukleus yang sudah dimasukkan akan dimuntahkan kembali. Untuk tenaga kerja lain, seperti tenaga kerja untuk perawatan tiram mutiara dan tenaga kerja untuk keamanan tidak memerlukan keahlian khusus. Jumlah tenaga kerja untuk keamanan relatif banyak karena budidaya ini rentan terhadap perampokan dan pencurian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;TEKNOLOGI &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi yang digunakan pada budidaya tiram mutiara ini merupakan kombinasi antara teknologi sederhana dan teknologi modern. Teknologi sederhana yang digunakan dalam budidaya mutiara ini adalah penggunaan fasilitas rakit apung, sedangkan teknologi modern yang digunakan adalah bioteknologi untuk perawatan tiram dari spat sampai tiram siap untuk dioperasi. Teknologi operasi peletakan nukleus pada kerang yang telah cukup umur (ukuran minimal 9 cm) sangatlah rumit dan kompleks. Untuk pengoperasian ini digunakan tenaga kerja asing yang sebagian besar berasal dari Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;PROSES PRODUKSI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses budidaya tiram mutiara secara garis besar melalui tiga tahapan, yaitu:&lt;br /&gt;a. Pengoperasian tiram&lt;br /&gt;b. Pemeliharaan&lt;br /&gt;c. Panen&lt;br /&gt;Untuk proses produksi usaha budidaya mutiara ini, spat yang berukuran 700 milimikron dipelihara dan dibersihkan, serta diseleksi untuk dibudidayakan. Setelah tiram diseleksi, maka tahap selanjutnya adalah memasukkannya kedalam kolektor. Isi satu kolektor untuk ukuran ini adalah 200 – 300 buah. Spat yang dipelihara tersebut akan dipelihara selama 2 bulan. Setelah 2 bulan, maka spat akan bertambah menjadi 2 – 3 centimeter. Dalam jangka waktu tersebut, ukuran masing-masing tiram tidak selalu sama. Langkah selanjutnya adalah memasukkan tiram ukuran 2-3 cm tersebut kedalam waring (net) yang berisi 20 buah. Tiram mutiara yang telah dipelihara dalam kurun waktu tersebut akan siap dioperasi apabila ukuran minimalnya 9 cm. Rata rata pertumbuhan tergantung pada suhu dan kondisi air. Apabila kondisi air berkurang, maka tiram kemungkinan tidak terjadi pertumbuhan. Setelah satu setengah tahun dioperasi maka tiram sudah dapat menghasilkan mutiara yang siap untuk diperdagangkan.&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;(1). Pengoperasian Tiram Mutiara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Cara pemasangan inti mutiara bulat pada tiram mutiara yang telah terbuka cangkangnya, dengan menempatkannya dalam penjepit dengan posisi bagian anterior menghadap ke pemasang inti. Setelah posisi organ bagian dalam terlihat jelas, dibuat sayatan mulai dari pangkal kaki menuju gonad dengan hati-hati. Kemudian dengan graft carrier masukkan graft tissue (potongan mantel) ke dalam torehan yang dibuat. Inti dimasukkan dengan nucleus carrier secara hati-hati sejalur dengan masuknya mantel dan penempatannya harus bersinggungan dengan mantel. Setelah pemasangan inti selesai, tiram mutiara dipelihara dalam keranjang pemeliharaan.&lt;br /&gt;Untuk pemasangan inti mutiara setengah bulat (blister), tiram mutiara yang telah terbuka cangkangnya diletakkan dalam penjepit dengan posisi bagian ventral menghadap arah pemasang inti. Inti mutiara blister bentuknya setengah bundar, jantung atau tetes air. Diameter inti mutiara blister berkisar 1 ~ 2 cm. Setelah itu sibakkan mantel yang menutupi cangkang dengan spatula, sehingga cangkang bagian dalam (nacre) terlihat jelas. Inti mutiara blister yang telah diberi lem/perekat dengan alat blister carrier ditempatkan pada posisi yang dikehendaki; minimal 3 mm di atas otot adducator.&lt;br /&gt;Setelah cangkang bagian atas diisi inti mutiara blister, kemudian tiram mutiara dibalik untuk pemasangan inti cangkang yang satunya. Diusahakan pemasangan inti ini tidak saling bersinggungan bila cangkang menutup. Satu ekor tiram mutiara dapat dipasangi inti mutiara blister sebanyak 8 ~ 12 buah, dimana setiap belahan cangkang dipasangi 4 ~ 6 buah, setelah pemasangan inti mutiara blister selesai, tiram mutiara dipelihara dalam keranjang pemeliharaan di laut.&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;(2). Proses Pemeliharaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;1.&lt;/span&gt; Tiram mutiara yang dipasangi inti mutiara bulat perlu dilakukan pengaturan posisi pada waktu awal pemeliharaan, agar inti tidak dimuntahkan keluar. Disamping itu tempat dimasukkan inti pada saat operasi harus tetap berada dibagian atas.&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;2.&lt;/span&gt; Pemeriksaan inti dengan sinar-X dilakukan setelah tiram mutiara dipelihara selama 2 – 3 bulan, dengan maksud untuk mengetahui apabila inti yang dipasang dimuntahkan atau tetap pada tempatnya.&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;3.&lt;/span&gt; Pembersihan cangkang tiram mutiara dan keranjang pemeliharaannya harus dilakukan secara berkala; tergantung dari kecepatan/kelimpahan organisme penempel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;(3). Panen&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Waktu yang dibutuhkan dari setelah dioperasi (nukleus dimasukkan kedalam kerang) sampai dengan masa panen adalah 1,5 tahun. Jadi jangka waktu dari mulai spat sampai dengan panen dibutuhkan waktu kurang lebih tiga tahun. Dalam satu tahun dapat dilakukan 2-3 kali operasi sehingga dalam satu tahun dapat dipanen lebih dari satu kali. Setelah kerang menghasilkan mutiara, maka kerang dewasa tersebut dapat dioperasi lagi sebanyak 2 sampai 3 kali (cukunyo), dengan setiap masa panen menunggu jangka waktu 1 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;JUMLAH, JENIS DAN MUTU PRODUKSI &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;(1). Jumlah Produksi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jumlah produksi mutiara tergantung pada jumlah kerang yang sudah dioperasi. Setiap kerang akan menghasilkan satu butir mutiara seberat antara 2,5 sampai 3 gram. Risiko kegagalan dari budidaya ini cukup tinggi, yaitu rata-rata 30 persen. Artinya dari 10.000 kerang yang dipelihara dan dioperasi, 3.000 diantaranya akan mati atau gagal panen.&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;(2). Jenis Produksi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dengan cara pembudidayaan yang benar, maka jenis mutiara yang dihasilkan dapat dibedakan menjadi lima jenis, yaitu :&lt;br /&gt;a. Round (bundar sempurna)&lt;br /&gt;b. Semi round (agak bundar)&lt;br /&gt;c. Drop (bentuk tetesan air)&lt;br /&gt;d. Oval (lonjong)&lt;br /&gt;e. Barok (bentuk tidak beraturan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;(3). Mutu Produksi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mutiara yang dihasilkan sangat tergantung dari teknik menyuntik dan kondisi alam selama proses penyuntikan sampai dengan panen. Mutiara yang dihasilkan dengan cara budidaya yang biasa, terbagi menjadi 3 tingkatan, yaitu :&lt;br /&gt;a. Grade A : 40 persen&lt;br /&gt;b. Grade B : 30 persen&lt;br /&gt;c. Grade C : 30 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;PRODUKSI OPTIMUM&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kapasitas produksi optimum tergantung pada jumlah blok yang dimiliki, setiap blok biasanya berukuran lebar 10 meter dan panjang rentang tali 100 meter. Untuk setiap blok terdapat 11 buah rentang tali yang berjarak masing-masing 1 meter. Rata-rata jarak antar blok 10 – 15 meter dan sangat tergantung pada ketersediaan lokasi. Jumlah kerang berukuran 10 centimeter yang siap dioperasi sekitar 10 persen dari jumlah seluruh kerang yang dimiliki. Kerang besar dimasukkan ke dalam kantung jaring berbingkai besi dengan ukuran 40 cm x 70 cm untuk 8 – 12 kerang.&lt;br /&gt;KENDALA PRODUKSI&lt;br /&gt;Pengusaha mutiara mengalami kesulitan karena mutiara yang dihasilkan pada satu musim panen tidak seragam baik keseragaman bentuk maupun keseragaman kualitas.&lt;br /&gt;Selain itu risiko keamanan dari pencurian dan perampokan merupakan kendala produksi yang seringkali mengakibatkan kerugian sampai miliaran rupiah, bahkan kebangkrutan.</description><link>http://meja-informasi.blogspot.com/2010/03/budidaya-mutiara.html</link><author>noreply@blogger.com (Merah dan Putih)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQoTgKUO5JlfuMHMJqmiInENtQ6E_OinN6mU5v5jM1Rvz4sDXEpfNhDhdvsiOBIxCem7DNJkLy_d6UJKvUlQQ0gMzpGV6un361nn0iBDZk6ZMA4hYraKZYV0O_HvOm4wFSPaXE6UKgQ0F2/s72-c/pearl1.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8332187912761095177.post-8586783755325104610</guid><pubDate>Thu, 11 Mar 2010 07:16:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-10T23:28:04.456-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">memelihara kelomang</category><title></title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhfmKVovXc-RKrFeMTMrtiIvHAZ78ESC_bL2LIeLVNuAllaAJkSHHuLXPbocmnPHyLVGjoBuuXubNYMsxQe7-b9IXdu-psRIavRiKLCFEetz0KMXwc2Ve_s8OtmageictSecs3LjFCnll0u/s1600-h/hermitcrab.s.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 141px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhfmKVovXc-RKrFeMTMrtiIvHAZ78ESC_bL2LIeLVNuAllaAJkSHHuLXPbocmnPHyLVGjoBuuXubNYMsxQe7-b9IXdu-psRIavRiKLCFEetz0KMXwc2Ve_s8OtmageictSecs3LjFCnll0u/s200/hermitcrab.s.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5447274255984075122&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Memelihara kelomang (land hermit crab) lebih dari sekedar makanan dan garam. Persiapan pertama untuk  kelomang dapat lebih daripada anda perkirakan sebelumnya. Biaya utamanya adalah rumahnya, pemanas, alas, pengukur, tempat minum, kolam dan tempat makanan, dekorasi, background dan barang lainnya seperti seashell, spong laut, sumber kalsium atau sejenisnya. Jika anda tidak dapat memenuhi kebutuhan dari kelomang ini, maka sebaiknya and menunggu sampai anda dapat memenuhinya. Lebih baik anda memiliki tempat yang telah siap dipakai daripada panik di menit-menit terakhir pada waktu moulting (ganti kulit) atau moutling pertama.  Umumnya semua hewan peliharaan memiliki biaya pertama untuk dapat membuat hidup mereka nyaman dan memiliki rumah dan lingkungan yang menyenangkan.&lt;br /&gt;Kebalikan dari kepercayaan pada umumnya, kelomang adalah bukan hewan peliharaan buangan dan mereka juga patut mendapatkan perawatan seperti hewan peliharaan lainnya. Sebelum anda membeli kelomang lihatlah checklist dulu. Jika sewaktu-waktu anda mengetahui bahwa  anda tidak dapat lagi memenuhi kebutuhan kelomang anda, atau anda memutuskan bahwa kelomang bukan hewan peliharaan untuk anda, maka sebaiknya anda mencoba mencari teman anda yang dapat merawat mereka dengan baik.&lt;br /&gt;Alternatif lainnya, anda dapat menaruh mereka untuk diadopsi di The Crab Street Journal Adoption Center. Pemilik kelomang dari seluruh dunia ikut berpartisipasi di dalam society yang dikenal sebagai the Land Hermit Crab Owners Society, dengan forum utamanya di Hermies Yahoo! Group dan Auslandhermitcrabs Yahoo! Group.  Society&#39;s journalnya tersedia dalam versi online yang juga dicetak setiap tiga bulan sekali. Versi website yang diperbaharui sebulan sekali. Untuk lengkapnya, kunjungi http://www.crabstreetjournal.com untuk informasi tentang bagaimana mendaftar untuk adopsi kelomang atau menaruh kelomang anda untuk diadopsi.&lt;br /&gt;Yang diperlukan&lt;br /&gt;Produk-produk yang dianjurkan untuk perawatan kelomang yang optimum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelomang sering diiklankan sebagai hewan peliharaan yang murah dan mudah dirawat meskipun pernyataan itu belum tentu benar. Untuk mejaga kelomang anda supaya senang dan sehat, anda akan perlu memberikan lebih dari sekedar makanan dan air. Di bawah ini adalah daftar yang barang-barang yang penting yang anda perlukan untuk kelomang anda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Aquarium&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Aquarium dengan tutup dapat membantu menjaga suhu dan kelembaban dalam habitat kelomang. Ini juga dapat membantu mengurangi lumut dan kuman bakteri yang dapat menyebabkan penyakit dan juga kematian pada kelomang, sering ditemui dengan bau musty dan bau pesing amonia.&#39;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Alas/Substrate&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Alas adalah material yang ditaruh didasar aquarium dan membuat pantai dalam crabitat anda. Alas yang popular adalah pasir pantai yang telah dibersihkan; pasir bebas silica, batu batuan sungai, hancuran pasir koral laut, Calci Sand dan pasir lainnya yang aman untuk kelomang anda dan suhu di lingkungan anda. Anda perlu ketinggian yang cukup untuk kelomang untuk menutupi kelomang terbesar anda; dua kali dari tinggi mereka untuk cukup mengubur diri mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Pemanas dasar aquarium (under tank heater)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pemanas dibawah aquarium adalah pad pemanas yang dibuat khusus untuk hewan kecil dan reptil. Merek yang popular adalah FMR, Four Paws, Petzone, ZooMed, ExoTerra. Pemanas dasar aquarium ini dapat dipakai untuk menjaga kelomang hangat dengan menghangatkan secara perlahan dari dasar aquarium yang kemudian menghangatkan pasirnya. Anda memerlukan thermostat untuk mengatur kehangatan pasir dalam aquarium jika pemanas buatan ini dapat melebihi 26 C.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Tiga wadah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Gunakan mangkok non-metalik, tidak berlubang untuk tempat minum air segar, satu lagi untuk air garam dan satu lagi untuk makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Makanan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kelomang anda telah terbiasa makan berbagai makanan dan membutuhkan campuran makanan daging dan sayuran seperti pellet,  makanan pokok yang kering yang tidak habis cepat seperti makanan segar yang mereka butuhkan secara rutin. Contoh makanan dapat mangkok dengan hancuran pellet Aussie Hermit Crab Pellets, ditaburi dengan makanan tropis dan kerang scallop dengan makanan segar seperti anggur, beras, ikan atau sayuran. Coba mengganti makanan dan beri dalam porsi kecil untuk menghindari busuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Spong Laut&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Spong laut alami ditaruh ditempat minuman untuk memberi kelembaban dan moisture di tropical crabitat anda. Taruh satu spong di tempat air minumnya untuk mengurangi tumpahan dan menambah kelembaban.&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Thermometer&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Thermometer dipakai untuk memantau suhu di dalam aquarium. Thermometer tersedia dalam tiga jenis: Jenis yang ditempel di aquarium, stiker yang dapat berubah warna waktu suhu di aquarium naik; thermometer reptile bulat bekerja berdasarkan seperti per yang kontrasi dan expand; digital thermometer yang menggunakan probe dan dapat mengukur suhu di lokasi yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Hygrometer&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hygrometer digunakan untuk memantau kelembaban dalam aquarium. Seperti suhu, kelembaban juga sangat penting. Jika kelembaban turun dan udara menjadi kering, kelomang anda akan mengalami kesulitan bernafas dengan insangnya, yang berfungsi sebagai paru-paru pada waktu basah dan berfungsi dengan benar.&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Water Conditioner&lt;br /&gt;Water conditioner sangat penting jika kwalitas air tidak sesuai untuk dipakai untuk ikan dalam aquarium. Penting menghilangkan zat yang berbahaya dari air ledeng seperti kaporit/klorin dan zat metal berat yang dapat menyebabkan kelomang sakit.&lt;br /&gt;Stress Coat® dari Aquarium Pharmaceuticals dapat dipakai untuk memandikan kelomang anda. Anda hanya memerlukan satu atau dua tetes ke dalam air hangat, jadi satu botol kecil akan cukup untuk jangka waktu yang lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Garam kelomang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Garam untuk kelomang biasanya garam batu atau garam laut yang aman untuk kelomang. Ditambahkan di kolam air asinnya di aquarium anda dengan tempat minum air tawar. &lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;Jangan pernah menggunakan garam untuk masak&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Bak mandi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bak mandi digunakan untuk memandikan kelomang kamu. Kedalamannya harus cukup dalam supaya kelomangnya tidak dapat memanjat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Botol semprotan air (mister)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Botol semprotan air dapat menghasilkan butiran air yang halus, untuk membasahi insang kelomang. Semprotan ini sangat berguna jika anda berpergian dengan kelomang anda atau pada saat udara yang kering. Gunakan dengan benar dan rawat airnya jika perlu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Daftar Pemeriksaan Perawatan: Harian, Mingguan, Bulanan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Harian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ganti makanan dan minuman di crabarium&lt;br /&gt;Angkat semua makanan dari tercecer di alas setiap hari.&lt;br /&gt;Luangkan waktu untuk memperhatikan aquarium dan pastikan alasnya bersih dan kering.&lt;br /&gt;Pantau suhu dan kelembaban dan sesuaikan.&lt;br /&gt;Coba memegang kelomang kamu setiap hari, khususnya waktu mereka hendak mengenali kamu, beri mereka makanan seperti kismis dll.&lt;br /&gt;Cuci spong sampai bersih. Remas spong sampai semua airnya keluar dan rendam ke air dan kembalikan ke aquarium.&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Mingguan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Angkat semua sisa-sisa makanan berceceran dan bersihkan tempat air minum dan tempa makanan.&lt;br /&gt;Lap aquarium dengan  lap basah dan periksa kondisi alasnya&lt;br /&gt;Rotasi kan shell di dalam crabarium&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Bulanan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bersihkan crabarium. Keluarkan semua yang ada di dalam aquarium. Pindahkan kelomangnya dulu, lalu kayu, tempat makanan, tempat minuman, batu dan shells. Lalu keluarkan pasirnya dan cuci dengan air sampai airnya keluar bersih.&lt;br /&gt;Lap crabarium dengan lap yang bersih&lt;br /&gt;Cuka hanya satu produk pembersih yang saya dapat anjurkan. Ingat jangan menggunakan bahan kimia yang dapat membahayakan kelomang kamu.&lt;br /&gt;Jemur crabarium yang masih basah di bawah matahari, juga alas pasirnya.&lt;br /&gt;Cuci semua mangkok, kerang, dan mainan yang ada sebelum menggembalikan kelomangnya ke rumahnya yang sudah bersih.&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Tanggung Jawab Pemelihara&lt;br /&gt;Mengapa memelihara kelomang sebagai hewan peliharaan&lt;/span&gt;?&lt;br /&gt;Kelomang adalah hewan peliharaan yang menarik yang mana jika dipelihara dengan baik, sehat dan senang, mereka dapat hidup sampai beberapa tahun. Jika anda mau membeli barang-barang kebutuhannya:  pemanas, kelembaban, tempat persembunyian, kebersihan, makanan dan air yang sesuai  maka anda telah setengah jalan menuju pemeliharaan kelomang yang sehat. &lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Pilih dengan baik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sangat penting anda memilih kelomang yang cocok untuk keluarga anda dan crabitat. Jika anda hanya memiliki ruangan untuk crabitat yang kecil di rumah anda, maka lebih baik anda memilih kelomang yang kecil. Kelomang yang besar memerlukan ruangan yang lebih luas untuk mereka berkeliaran dalam aquarium dan juaga memerlukan tempat minum dan makanan, tempat persembunyian dan lainnya lebih besar. Juga penting, jika anda memiliki anak kecil, jangan membeli kelomang besar yang dapat mencubit kulit dengan capitannya. Banyak kelomang yang lebih besar takut terjatuh dan mereka akan berpegangan jika mereka merasa dalam bahaya. Untuk anak-anak lebih baik memilih kelomang ukuran kecil. Meskipun mereka mencapit, tidak akan sakit atau membahayakan.&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Gaya hidup keluarga anda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kelomang memerlukan makanan dan air baru setiap hari. Jika berpergian lebih dari dua hari dan anda tidak dapat untuk memberi kebutuhan penting ini, maka sangat penting untuk anda mencari orang yang dapat memelihara kelomang anda.  Tempat minum cadangan dapat membantu dalam persediaan air selama sehari jika anda bekerja. Tempat minum reservoir dapat menampung air untuk beberapa hari dan bekerja seperti tempat minum anjing/kucing hanya lebih kecil saja.&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Lingkungan rumah anda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Anda akan perlu mendapatkan tempat yang sesuai dalam rumah anda untuk penempatan crabitat kelomang anda.  Ditempat di mana jauh dari drafts dan jauh dari bahan-bahan kimia, inksetisida, atau asap. Lokasi umunya adalah di ruang keluarga/tamu atau di kamar, tetapi suara kelomang berpesta pada malam hari.&lt;br /&gt;Jika memungkinkan, crabitat sebaiknya ditaruh jauh dari daerah yang ramai untuk mendapatkan privasi dan tidak berisik .&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Waktu anda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Anda akan memerlukan paling sedikit lima menit di pagi dan malam hari mengisi kembali air dan makanannya, membersihkan alas dari makanan yang jatuh atau yang dipindahkan dari mangkok makanan and memeriksa tanda-tanda adanya masalah atau penyakit.  Lihat daftar pengecekan/pemeriksaan untuk informasi lebih lanjut tentang apa yang diperlukan setiap hari, minggu dan bulan.&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Biaya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Set up pertama adalah sesuatu yang anda dapat lihat sebagai kebutuhan penting.  Tidak ada kompromi untuk crabitat, pemanas, pengurku, alas dll. Mereka semua adalah pengeluaran yang perlu anda beli dan anda perlu menyiapkan crabitat terlebih dahulu sebelum membeli kelomangnya atau kelomang anda tidak dapat hidup lama.&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Mulai dengan langkah kanan yang benar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Dimana saya harus beli?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sangat penting untuk membeli kelomang dalam keadaan sehat yang baik, karena sangat sukar untuk memperbaiki apa yang telah terjadi di masa lampau, khususnya kesehatan yang buruk yang menyebabkan kuman bakteri dan jamur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belilah di petshop yang memiliki macam-macam kelomang dan perlengkapannya atau paling sedikit dari petshop yang dapat menyediakan barang atas permintaan anda. Jika petshop tersebut menjual kelomang dengan alas serutan kayu atau alas yang tidak sesuai maka carilah toko lainnya yang menyediakan kelomang yang sehat yang mulai melangkah dengan kaki kanannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Studi telah membuktikan bahwa kondisi yang buruk dan penjagaan kesehatan yang buruk akan menuju kontaminasi bakteri yang dapat menyebabkan kaki-kaki mereka copot, lumutan dan jamuran, membuat mereka stres dan tidak dapat hidup lama. &lt;br /&gt;Pertimbangan yang penting&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Apakah kelomang memiliki tempat yang tidak stress?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Setiap kelomang sebaiknya dapat mundur ke sekitar persembunyian yang aman, gua, atau ruangan diman mereka dapat merasa nyaman dan aman di lingkungannya.&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Apakah setiap kelomang memiliki tempat ruangan yang cukup untuk mengali dan mengganti kulit (moult)?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Moulting adalah penyebab utama banyaknya kelomang yang mati dalam pemeliharaan . Mereka memerlukan kondisi moulting yang cukup atau mereka tidak akan selamat. Alas pasi harus cukup dalam sehingga ketingginan alasnya dua kali dari ukuran kelomang pada satu sisi aquarium. Anda harus menyediakan tempat pengasingan kecil untuk setiap kelomang dan jika memungkinkan siapkan sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Apakah ada tiga rumah kerang untuk setiap ukuran kelomang?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Setiap kelomang sebaiknya dapat menemukan paling sedikit tiga rumah kerang untuk besar dan bentuknya.  Rumah kerang sebaiknya termasuk rumah kerang yang umumnya dipakai untuk kelomang. Jika kelomang anda tidak dapat menemukan ukuran yang cocok, kelomang anda dapat menjadi seperti kepiting. Jika anda tidak dapat memberi rumah kerang yang cocok untuk setiap ukuran kelomang maka sebaiknya anda pelihara kelomang-kelomang yang sama besar. Paling sedikit mereka dapat memilih beberapa rumah-rumah kerang yang ada.&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Agresif&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sering kali kelomang yang lebih besar lebih agresif daripada yang kecil. Tidak baik untuk memilih kelomang yang sangat agresif, karena mereka akan terus menjadi agresif di aquarium anda..&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Tanda-tanda penyakit&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jika anda melihat tanda-tanda sakit pada kelomang saat di petshop, sebaiknya jangan dibeli, khususnya jika ada tanda-tanda lumut, bakteri, kutu, jamur atau penyakit lainnya yang dapat menular kelomang anda yang dirumah. Petshop seharusnya tidak menjual hewan yang sakit. &lt;br /&gt;</description><link>http://meja-informasi.blogspot.com/2010/03/memelihara-kelomang-land-hermit-crab.html</link><author>noreply@blogger.com (Merah dan Putih)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhfmKVovXc-RKrFeMTMrtiIvHAZ78ESC_bL2LIeLVNuAllaAJkSHHuLXPbocmnPHyLVGjoBuuXubNYMsxQe7-b9IXdu-psRIavRiKLCFEetz0KMXwc2Ve_s8OtmageictSecs3LjFCnll0u/s72-c/hermitcrab.s.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8332187912761095177.post-7426624945433328537</guid><pubDate>Thu, 11 Mar 2010 07:09:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-10T23:28:34.161-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">memelihara kura-kura brazil</category><title>merawat kura-kura brazil</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh3ko4K7Y1fN74bV8XxzrqK3EpwcpdobNJobb2m5Mf7fvede75A94p59klUmLvGVXkKEJI-jJogROz1seRLZkWztc3s0o7MRJdv_U2mySCt4zgP951Jp8_lfcJezG42Kk02GmueLbb2ClZr/s1600-h/kra2.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh3ko4K7Y1fN74bV8XxzrqK3EpwcpdobNJobb2m5Mf7fvede75A94p59klUmLvGVXkKEJI-jJogROz1seRLZkWztc3s0o7MRJdv_U2mySCt4zgP951Jp8_lfcJezG42Kk02GmueLbb2ClZr/s200/kra2.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5447271375471364290&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kura-kura brazil  adalah salah satu kura-kura air yang sudah populer dipelihara. Kura-kura brazil juga dikenal sebagai kura-kura red-ear slider atau latinnya trachemys scripta elegans Pada lembar pemeliharaan ini, pemeliharaan umum akan dibahas untuk jenis spesies ini. Pencarian/riset yang lebih lanjut sangat penting untuk membangun rencana perawatan yang terbaik untuk spesies yang dipelihara.&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Pemeliharan Dalam Ruangan (Indoor)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bentuk akomodasi dalam ruangan yang paling berguna adalah aquarium. Untuk anakan kura-kura, kedalaman air dianjurkan antara 7,5 cm sampat 15 cm dengan batu batuan untuk daerah kering untuk berjemurnya. Ukuran aquarium yang sesuai untuk anakan adalah 60 cm atau 75 cm x 30 cm. Waktu kura-kura telah tumbuh besar, habitatnya pun harus diganti yang lebih besar.  Kura-kura brazil adalah perenang yang baik jadi kedalaman air tidak menjadi faktor penting setelah mereka dewasa. Kedalaman 20 cm sampai 60 cm cukup untuk kura-kura antara 10 cm dan kura-kura dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Air&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kualitas air sangat penting bagi kura-kura air. Banyak masalah yang terjadi pada kura-kura air dapat dihindari jika pemelihara memanfaatkan sedikit waktu dan uang untuk merancang dan membeli sistem filter untuk kura-kuranya. Untuk kura-kura dewasa, kami menganjurkan untuk menggunakan filter tabung(canister) sebab mereka mudah dibersihkan dan memberi kualitas filter air yang baik. Anakan kura-kura mungkin agak sukar karena airnya yang dangkal. Maka dari itu spon filter atau powerhead filter dapat digunakan untuk air yang dangkal. Sering mengganti air menjadi suatu keharusan atau kewajiban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Lampu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Lampu reflector sebaiknya dipakai sebagai fasilitas jemur (basking). Reflector ini sebaiknya diposisikan untuk menyediakan basking spot 32 derajat Celcius pada satu daerah di habitatnya. Habitatnya juga sebaiknya dilengkapi dengan lampu fluorescent spektrum penuh untuk memberikan UVB. Sumber UVB diperlukan untuk sintesa Vitamin D3 yang diperlukan dalam metabolisma kalsium. Lampu Mercury Vapor juga dapat dipakai untuk memenuhi kebutuhan akan kehangatan dan sinar UV. Tanaman air atau tanaman plastik dianjurkan untuk memberikan rasa aman dan tempat persembunyiannya.&lt;br /&gt;Pemeliharaan Luar Rumah (Outdoor)&lt;br /&gt;Habitat anti pemangsa memberikan bermacam keuntungan dibanding akomodasi dalam ruangan dan sebaiknya dipikirkan sebagai pilihan di cuaca yang hangat.&lt;br /&gt;Kolam dapat dibuat di lingkungan yang aman untuk membuat habitat luar rumah lebih nyaman. Kolam yang lebih besar dapat memakai filter untuk memberikan tempat tinggal yang spetakuler bagi kura-kura anda.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Makanan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hati-hati jangan memberi makan yang berlebihan. Untuk kura-kura dewasa dianjurkan hanya memberi makanan 2 sampai 3 kali perminggu dan setiap hari atau setiap dua hari untuk kura-kura anakan yang sedang tumbuh cepat. Slider akan mengkomsumsi sayuran, sayuran hijau seperti green mustard, turnip hijau, dandelion, bayam, wortel, zucchini dan tanaman air seperti duckweed, water lettuce, water hyacint dsb. Mereka juga mengkonsumsi serangga, cacing, dan ikan. Banyak makanan kura-kura komersial yang ada di pasaran sudah menjadi makanan yang sangat baik untuk kura-kura slider.&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Suplemen&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Suplemen kalsium tambahan sangat penting. Kalsium bubuk dapat ditaburkan di makanan. Pemeliharan dianjurkan menggunakan suplemen kalsium dengan vitamin D3 jika hewannya dipelihara dalam ruangan(indoor) dan kalsium tanpa vitamin D3 jika dipelihara di luar rumah(outdoor). Penyediaan tulang sotong(cuttlefish bone) juga dianjurkan untuk dapat digerogoti.&lt;br /&gt;</description><link>http://meja-informasi.blogspot.com/2010/03/merawat-kura-kura-brazil.html</link><author>noreply@blogger.com (Merah dan Putih)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh3ko4K7Y1fN74bV8XxzrqK3EpwcpdobNJobb2m5Mf7fvede75A94p59klUmLvGVXkKEJI-jJogROz1seRLZkWztc3s0o7MRJdv_U2mySCt4zgP951Jp8_lfcJezG42Kk02GmueLbb2ClZr/s72-c/kra2.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8332187912761095177.post-3610582122160195727</guid><pubDate>Wed, 10 Mar 2010 13:59:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-12T00:01:02.112-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">rajungan saus lada hitam</category><title>Rajungan Saus Lada Hitam</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEghvXR29r-Cj5QcB9q6Kn1OabfX9X8C0e2Xg9xzEopHUNezAh6DhWSnpecGnpz6zKd1jpDiXl8eL4UGG4KGn-A6Xzg5Jial4juKHJ2O8Q17IDKD2AEx-aD0ZHRDuw5UdJpn5tzYZjasJsFU/s1600-h/resep-masakan-rajungan-saus-lada-hitam-asli-indonesia.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 176px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEghvXR29r-Cj5QcB9q6Kn1OabfX9X8C0e2Xg9xzEopHUNezAh6DhWSnpecGnpz6zKd1jpDiXl8eL4UGG4KGn-A6Xzg5Jial4juKHJ2O8Q17IDKD2AEx-aD0ZHRDuw5UdJpn5tzYZjasJsFU/s200/resep-masakan-rajungan-saus-lada-hitam-asli-indonesia.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5447653772825073698&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Bahan-bahan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1 kg Rajungan hidup&lt;br /&gt;1 liter Minyak sayur&lt;br /&gt;20 g Bawang putih, iris diagonal/ menyilang&lt;br /&gt;70 g Daun bawang, iris diagonal/ menyilang&lt;br /&gt;2 btr Telur, kocok lepas&lt;br /&gt;50 ml Kecap asin ABC&lt;br /&gt;5 g Daun ketumbar&lt;br /&gt;20 g Jahe, potong sebesar batang korek api&lt;br /&gt;25 g Cabe merah besar&lt;br /&gt;10 g Lada hitam, tumbuk kasar&lt;br /&gt;10 g Lada putih, tumbuk kasar&lt;br /&gt;Secukupnya Garam&lt;br /&gt;Secukupnya Gula pasir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Cara Membuat:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Potong rajungan menjadi 2 bagian,&lt;br /&gt;2. Panaskan minyak, kemudian goreng rajungan hingga berubah warna, angkat dan sisihkan&lt;br /&gt;3. Ambil sedikit minyak dari bekas menggoreng rajungan&lt;br /&gt;4. Tumis bawang putih, cabe merah, jahe, lada putih, dan lada hitam. Tumis hingga harum,&lt;br /&gt;5. Kocok lepas telur, kemudian masukkan kedalam tumisan,&lt;br /&gt;6. Tambahkan kecap asin, garam, gula, dan rajungan. Aduk rata&lt;br /&gt;7. Masukkan irisan daun bawang, aduk sebentar. Matikan api dan pindahkan ke piring yang telah disiapkan&lt;br /&gt;8. Taburkan dengan daun ketumbar</description><link>http://meja-informasi.blogspot.com/2010/03/bahan-bahan-1-kg-rajungan-hidup-1-liter.html</link><author>noreply@blogger.com (Merah dan Putih)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEghvXR29r-Cj5QcB9q6Kn1OabfX9X8C0e2Xg9xzEopHUNezAh6DhWSnpecGnpz6zKd1jpDiXl8eL4UGG4KGn-A6Xzg5Jial4juKHJ2O8Q17IDKD2AEx-aD0ZHRDuw5UdJpn5tzYZjasJsFU/s72-c/resep-masakan-rajungan-saus-lada-hitam-asli-indonesia.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8332187912761095177.post-1074175058314014049</guid><pubDate>Wed, 10 Mar 2010 13:58:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-10T06:03:45.201-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">resep sambal jeruk mentah (NTT)</category><title>Resep Sambal Jeruk Mentah ( Nusa Tenggara Timur )</title><description>&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Bahan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* 6 buah cabai rawit, iris halus&lt;br /&gt;* 3 buah jeruk nipis yang berwarna hijau, iris kecil-kecil bentuk dadu&lt;br /&gt;* 3 buah belimbing sayur mentah, iris tipis&lt;br /&gt;* 3 buah bawang merah, iris tijavascript:void(0)pis&lt;br /&gt;* 3 tangkai daun kemangi, ambil daunnya&lt;br /&gt;* 1 buah tomat mengkal yang berwarna hijau kemerahan, potong dadu&lt;br /&gt;* 1 sdt garam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Cara Membuat:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Campur semua bahan, aduk hingga rata, diamkan ± 1/2 jam sampai bumbu meresap&lt;br /&gt;* Hidangkan</description><link>http://meja-informasi.blogspot.com/2010/03/resep-sambal-jeruk-mentah-nusa-tenggara.html</link><author>noreply@blogger.com (Merah dan Putih)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8332187912761095177.post-6923909193863470969</guid><pubDate>Wed, 10 Mar 2010 13:58:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-10T06:04:33.347-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">sambal belimbing (NTT)</category><title>Sambal Belimbing (Nusa Tenggara Timur)</title><description>&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Bahan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;• 10 buah belimbing wuluh&lt;br /&gt;• 10 siung bawang merah&lt;br /&gt;• 10 biji cabe rawit&lt;br /&gt;• 3 buah tomat &lt;br /&gt;• 1 buah jeruk nipis peras airnya&lt;br /&gt;• 2 buah jeruk purut. Iris halus&lt;br /&gt;• Garam secukupnya&lt;br /&gt;• Gula dan terasi secukupnya (bila suka)&lt;br /&gt;Cara membuat:&lt;br /&gt;Belimbing, bawang merah, cabe rawit dan tomat diulek halus.&lt;br /&gt;Tambah perasan jeruk nipis, garam dan irisan jeruk purut.&lt;br /&gt;Sambal ini paling cocok dimakan dengan daging Se’I.&lt;br /&gt;Se’I bakar,Se’I goreng (hot plate)</description><link>http://meja-informasi.blogspot.com/2010/03/sambal-belimbing-nusa-tenggara-timur.html</link><author>noreply@blogger.com (Merah dan Putih)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8332187912761095177.post-3581185264425800194</guid><pubDate>Wed, 10 Mar 2010 13:57:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-10T06:05:15.169-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">ikan bakar colo dabu-dabu (Papua)</category><title>Ikan Bakar Colo Dabu Dabu (Papua)</title><description>&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Bahan :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1 ekor (± 1kg) ikan kue/baronang (bisa diganti dengan ikan lainnya seperti kembung, kerapu, dll)&lt;br /&gt;1 sdt garam&lt;br /&gt;1½ sdm air jeruk nipis&lt;br /&gt;1 sdt air jahe&lt;br /&gt;1 sdm minyak goreng&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Dabu-dabu :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;10 buah cabai rawit merah/hijau, iris tipis&lt;br /&gt;3 buah tomat hijau, potong dadu&lt;br /&gt;4 buah bawang merah, iris-iris&lt;br /&gt;1 sdt garam&lt;br /&gt;½ sdt gula pasir&lt;br /&gt;1 sdm air jeruk nipis&lt;br /&gt;20 helai daun kemangi, iris kasar&lt;br /&gt;1½ sdm minyak goreng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Cara Membuat:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Siapkan dan panaskan panggangan terlebih dahulu.&lt;br /&gt;Bersihkan ikan, buang insang dan isi perutnya. Setelah itu buat beberapa keratan yang dalam pada kedua sisi ikan hingga ke tulangnya. Lumuri dengan garam, air jeruk dan air jahe. taruh ikan dalam lemari pendingin, diamkan selama 15 menit.&lt;br /&gt;Dabu-dabu : campur semua bahan dalam mangkuk, simpan dalam lemari pendingin sebelum disajikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Membakar ikan : &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;olesi ikan dengan minyak goreng lalu tiriskan sampai minyak tidak menetes lagi. Taruh ikan di atas pemanggang kawat yang sudah diolesi minyak, lalu panggang sampai salah satu sisi matang. Balikkan ikan, panggang salah satu sisi lainnya hingga matang. kemudian berturut-turut panggang bagian punggung (pegang dengan japitan) dan kepalanya. Sesekali ikan diolesi dengan minyak Ikan telah matang jika getahnya sudah tidak ada lagi yang keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Selera Nusantara</description><link>http://meja-informasi.blogspot.com/2010/03/bahan-1-ekor-1kg-ikan-kuebaronang-bisa.html</link><author>noreply@blogger.com (Merah dan Putih)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8332187912761095177.post-1103180750582216690</guid><pubDate>Wed, 10 Mar 2010 13:56:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-10T06:05:49.952-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">ayam kaloa (Sulawesi)</category><title>Ayam Kaloa (Sulawesi)</title><description>&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Bahan :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1 ekor ayam&lt;br /&gt;100 gram kelapa, parut memanjang, sangrai, blender&lt;br /&gt;10 siung bawang putih, iris tipis&lt;br /&gt;10 butir bawang merah, iris tipis&lt;br /&gt;4 cm langkuas, memarkan&lt;br /&gt;3 batang serai, memarkan&lt;br /&gt;3 lembar daun salam&lt;br /&gt;3 buah kluwak&lt;br /&gt;2 sendok makan air asam jawa&lt;br /&gt;850 ml air&lt;br /&gt;1/2 buah pala, memarkan&lt;br /&gt;5 butir cengkeh&lt;br /&gt;2 cm kayumanis&lt;br /&gt;4 sendok teh garam&lt;br /&gt;60 gram gula merah, sisir halus&lt;br /&gt;1 sendok teh gula pasir&lt;br /&gt;1 sendok makan minyak untuk menumis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;bumbu halus:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;4 siung bawang putih&lt;br /&gt;2 tangkai serai, ambil putihnya&lt;br /&gt;4 cm lengkuas&lt;br /&gt;1 sendok makan ketumbar, sangrai&lt;br /&gt;1 sendok teh jintan, sangrai&lt;br /&gt;1 sendok teh merica, sangrai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;CARA MEMBUAT :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Larutkan kluwak dalam air asam dan air. Lembutkan. Sisihkan.&lt;br /&gt;2.Tumis bawang putih, bawang merah, lengkuas, serai, daun salam, dan bumbu halus sampai harum.&lt;br /&gt;3. Masukkan kluwak yang sudah dilarutkan dalam air. Tambahkan air. Biarkan mendidih.&lt;br /&gt;4. Masukkan ayam, pala, cengkeh, kayumanis, garam, gula merah, dan gula pasir. Masak sampai ayam matang. Tambahkan kelapa sangrai. Masak sampai kental.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;untuk 6 porsi&lt;/span&gt;</description><link>http://meja-informasi.blogspot.com/2010/03/ayam-kaloa-sulawesi.html</link><author>noreply@blogger.com (Merah dan Putih)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8332187912761095177.post-632413518578628805</guid><pubDate>Wed, 10 Mar 2010 13:55:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-10T06:06:40.397-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">daging masak gorontalo (Gorontalo)</category><title>Daging Masak Gorontalo (Gorontalo)</title><description>&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Bahan :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;500 gram daging has dalam, potong melebar&lt;br /&gt;1 pak (50 gram) Bumbu Inti A KOKITA&lt;br /&gt;2 sendok makan kecap manis KOKITA&lt;br /&gt;50 gram kacang tanah goreng, haluskan&lt;br /&gt;1/2 sendok teh pala bubuk&lt;br /&gt;1/4 sendok teh cengkeh bubuk&lt;br /&gt;1/2 sendok teh kayumanis bubuk&lt;br /&gt;1 sendok teh air asam&lt;br /&gt;500 ml air&lt;br /&gt;11/2 sendok teh garam&lt;br /&gt;1 sendok makan minyak untuk menumis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;CARA MEMBUAT :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Lumuri daging dengan Bumbu Inti A KOKITA, kecap manis KOKITA, kacang tanah, pala, cengkeh, kayu manis, dan air asam. Diamkan 30 menit di lemari es.&lt;br /&gt;2. Tumis rendaman daging. Aduk sampai berubah warna. Tuang air sedikit-sedikit sambil dimasak sampai meresap.&lt;br /&gt;3. Angkat daging. Bakar di atas bara api sampai kecokelatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;untuk 4 porsi &lt;/span&gt;</description><link>http://meja-informasi.blogspot.com/2010/03/daging-masak-gorontalo-gorontalo.html</link><author>noreply@blogger.com (Merah dan Putih)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8332187912761095177.post-2861541209596791678</guid><pubDate>Wed, 10 Mar 2010 13:53:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-11T23:51:07.309-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">sambal dabu-dabu (Manado)</category><title>Sambal Dabu-Dabu (Manado)</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhIbEhMflFX71MT6IlfsvLBVi13vdh1uAv2h7Jo-REDIm5Mwmems1kQHj8NMkizUoTc3DQeQXQvgKoXJX51dJa5Z7swZXOTSNf1cthYN3TjvcWQfHwTV4jMmRm9bayLs2nT0Kmggn2uFzM_/s1600-h/dabudabu.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 162px; height: 200px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhIbEhMflFX71MT6IlfsvLBVi13vdh1uAv2h7Jo-REDIm5Mwmems1kQHj8NMkizUoTc3DQeQXQvgKoXJX51dJa5Z7swZXOTSNf1cthYN3TjvcWQfHwTV4jMmRm9bayLs2nT0Kmggn2uFzM_/s200/dabudabu.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5447651686300344034&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bahan&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;-10 butir bawang merah,diiris tipis&lt;br /&gt;-10 buah cabe merah,diiris tipis&lt;br /&gt;-250 gram tomat sayur merah,dipotong dadu&lt;br /&gt;-2 sendok makan minyak sayur matang&lt;br /&gt;-10 kuntum daun kemangi&lt;br /&gt;-4 sendok makan air jeruk nipis&lt;br /&gt;-garam secukupnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Pembuatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1.seluruh bahan diaduk jadi satu</description><link>http://meja-informasi.blogspot.com/2010/03/sambal-dabu-dabu-manado.html</link><author>noreply@blogger.com (Merah dan Putih)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhIbEhMflFX71MT6IlfsvLBVi13vdh1uAv2h7Jo-REDIm5Mwmems1kQHj8NMkizUoTc3DQeQXQvgKoXJX51dJa5Z7swZXOTSNf1cthYN3TjvcWQfHwTV4jMmRm9bayLs2nT0Kmggn2uFzM_/s72-c/dabudabu.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8332187912761095177.post-841909792676862635</guid><pubDate>Wed, 10 Mar 2010 13:52:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-12T01:16:49.443-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kepiting Saus Tiram</category><title>Kepiting Saus TIram</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiJB1TTfuOlXK1FDv9P2knweBKIW5vlY17ZK9Pktu8kFNq9qCZ_v3BQBvExLNN_m4mQTxEAXIxT7RmUyy_L6PJDl3vSlriheDG2NU7y4zNI1wrMppnH1nbmVaAt1AET1J6c73GKzcxsObB9/s1600-h/Kepiting+saus+tiram.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 151px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiJB1TTfuOlXK1FDv9P2knweBKIW5vlY17ZK9Pktu8kFNq9qCZ_v3BQBvExLNN_m4mQTxEAXIxT7RmUyy_L6PJDl3vSlriheDG2NU7y4zNI1wrMppnH1nbmVaAt1AET1J6c73GKzcxsObB9/s200/Kepiting+saus+tiram.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5447673724471955602&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingredients:&lt;br /&gt;Bahan:&lt;br /&gt;- 4 ekor kepiting segar / hidup&lt;br /&gt;- 1 buah jeruk nipis, peras airnya&lt;br /&gt;- minyak goreng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saus:&lt;br /&gt;- 2 sdm margarin&lt;br /&gt;- 2 siung bawang putih, geprek lalu cincang&lt;br /&gt;- 1 ruas ibu jari jahe, potong korek api tipis&lt;br /&gt;- 1 lembar daun serai, ambil bagian putihnya, geprek sedikit.&lt;br /&gt;- 3 sdm saus tiram&lt;br /&gt;- 1 sdm kecap asin&lt;br /&gt;- 1 sdm worcestershire sauce&lt;br /&gt;- 1 sdm saus sambal (Mimi pakai merk 2 belibis), atau sesuai selera&lt;br /&gt;- 2 sachet saus tomat, bekas dari Pizza H*t , hehehehe...&lt;br /&gt;- Merica bubuk secukupnya&lt;br /&gt;- Garam secukupnya&lt;br /&gt;- 60 ml air&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Directions:&lt;br /&gt;Cara membuat:&lt;br /&gt;- Matikan kepiting dan bersihkan cangkang lalu perciki dengan air jeruk nipis, sisihkan&lt;br /&gt;- Tiriskan air jeruknya lalu goreng dalam minyak banyak di atas api sedang hingga matang dan kering. Tiriskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saus:&lt;br /&gt;- Ambil 1 sdm minyak bekas menggoreng kepiting, panaskan dengan margarin hingga leleh.&lt;br /&gt;- Tumis bawang putih, jahe dan serai hingga harum&lt;br /&gt;- Masukkan semua bumbu dan air, didihkan lalu kecilkan api&lt;br /&gt;- Masukkan kepiting goreng, aduk rata hingga bumbu meresap. Angkat.&lt;br /&gt;- Sajikan panas.</description><link>http://meja-informasi.blogspot.com/2010/03/kepiting-saus-tiram.html</link><author>noreply@blogger.com (Merah dan Putih)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiJB1TTfuOlXK1FDv9P2knweBKIW5vlY17ZK9Pktu8kFNq9qCZ_v3BQBvExLNN_m4mQTxEAXIxT7RmUyy_L6PJDl3vSlriheDG2NU7y4zNI1wrMppnH1nbmVaAt1AET1J6c73GKzcxsObB9/s72-c/Kepiting+saus+tiram.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8332187912761095177.post-1029413038389005994</guid><pubDate>Mon, 08 Mar 2010 18:16:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-10T05:36:49.599-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">budidaya lobster air tawar</category><title>Budidaya Lobster Air Tawar</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjyjy9CjphvGMcg1-XXvXi3y9fVRgMFKcuXpgl-JzHAqafkkf1GTLpMmhHOBFTxdVRgyI4nWtTQFZ_vHCiZdLeOZNRxBj1Vgo73DTgLJdOPOlEA2vH0U1GWAc5qnQyOjKS-bAwg4L-o3lje/s1600-h/lobster1.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 228px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjyjy9CjphvGMcg1-XXvXi3y9fVRgMFKcuXpgl-JzHAqafkkf1GTLpMmhHOBFTxdVRgyI4nWtTQFZ_vHCiZdLeOZNRxBj1Vgo73DTgLJdOPOlEA2vH0U1GWAc5qnQyOjKS-bAwg4L-o3lje/s320/lobster1.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5446329919150136162&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Pemeliharaan induk&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Pemaliharaan induk dilakukan dalam bak fibre atau bak beton. Caranya, siapkan bak fibre glass atau bak beton berukuran panjang 2 m, lebar 1 m dan tinggi 1 m; keringkan selama 3 – 5 hari; isi air setinggi 30 – 35 cm; masukan pelindung berupa potongan pipa paralon berdiameter 4 inchi dengan panjang 15 - 20 cm; tebar induk sebanyak 10 – 15 ekor/m2 (jantan dan betina terpisah); beri pakan setiap hari berupa pelet udang dengan diameter 1 mm dan panjang 3 mm sebanyak 2 – 4 butir/ ekor; pemeliharaan induk dilakukan selama 2 – 3 minggu dan setiap tiga hari air diganti ½ bagiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Seleksi induk &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Seleksi induk dilakukan dengan melihat tanda-tanda tubuh. Induk jantan yang matang kelamin dicirikan dengan genital pore berbentuk seperti selang kecil (petashma) yang terletak pada tangkai kaki jalan kelima, carapace (kepala) lebih besar dari abdomen (badan), warna lebih cerah dari induk yang belum matang atau induk betina.&lt;br /&gt;Sedangkan induk betina dicirikan dengan genital pore (thelycum) seperti lubang antara kaki jalan kedua dan ketiga, carapace lebih kecil dari abdomen dan warna tubuh lebih kusam ari induk jantan atau sama dengan induk jantan yang belum matang. Pada umumnya ukuran tubuh dan capit jantan lebih besar dari betina. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Pemijahan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pemijahan dilakukan dalam bak fibre atau bak beton. Caranya, siapkan bak fibre glass atau bak beton berukuran panjang 2 m, lebar 1 m dan tinggi 1 m; keringkan selama 3 – 5 hari; isi air setinggi 30 – 35 cm; masukan pelindung berupa potongan pipa paralon berdiameter 4 inchi dengan panjang 15 - 20 cm; tebar induk sebanyak 10 – 15 ekor/m2 tebar 5 ekor induk betina; tebar 3 ekor induk jantan; beri 2 – 4 butit pelet udang setiap hari; (jantan dan betina terpisah); beri pakan setiap hari berupa pelet udang dengan diameter 1 mm dan panjang 3 mm sebanyak 2 – 4 butir/ ekor; pemeliharaan induk dilakukan selama 2 – 3 minggu dan setiap tiga hari air diganti ½ bagiannya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Seleksi induk yang memijah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Seleksi induk yang sudah memijah dilakukan dengan melihat tanda-tanda tubuh. Caranya, keringkan bak hingga ketinggian 6 cm; tangkap induk-induk betina yang sudah berisi telur berwarna kuning tua atau coklat; masukan ke dalam waskom besar yang diberi aerasi; lakukan seleksi ulang agar mendapatkan induk yang betul-betul matang gonad; masukan ke dalam waskom lain. Catatan : jangan menangkan dengan sekup net, karena bisa menyebabkan induk kaget dan telurnya jatuh. Tangkap dengan kedua tangan, satu untuk memegang kepala satu lagi untuk memegang ekor.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Pengeraman telur dan penetasan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Pengeraman telur dilakukan di akuarium. Caranya : siapkan sebuah akuarium ukuran panjang 60 cm, lebar 40 cm dan tinggi 40 cm; keringkan selama 2 hari; isi air setinggi 30 cm; pasang dua buah titik aerasi dan hidupkan selama pengeraman; masukan 1 ekor induk yang sudah bertelur; beri 2 – 4 butir pelet udang setiap hari; ganti air ½ bagiannya setpa tiga hari sekali.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Perontokan telur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Perontokan telur dilakukan setelah masa pengeraman berlangsung selama 40 – 42 hari. Caranya, surutkan air hingga 20 cm, tangkap induk dengan sekup net dan angkat ke atas akuarium, tangkap induk dengan tangan, celupkan induk ke dalam air akuarium itu berkali-kali hingga larva dalam tubuh habis; kembalikan induk ke tempat pemeliharaan; isi air akuarium tadi hingga mencapai ketinggian semula; biarkan selama seminggu. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Pemeliharaan larva&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pemeliharaan dilakukan dalam bak fibre atau bak beton. Caranya, siapkan bak fibre glass atau bak beton berukuran panjang 2 m, lebar 1 m dan tinggi 1 m; keringkan selama 3 – 5 hari; isi air setinggi 30 – 35 cm; masukan pelindung berupa potongan pipa paralon berdiameter 4 inchi dengan panjang 15 - 20 cm; tangkap larva dari akuarium perontokan, masukan ke dalam baskom; hitung jumlahnya; tebar 350 ekor larva/m2; beri 100 gram tepung pelet/1.000 ekoer larva; lakukan panen sebulan kemudian.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Pendederan I&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pendederan pertama dilakukan di kolam tanah. Caranya : siapkan kolam ukuran 100 m2; keringkan 4 – 5 hari; perbaiki seluruh bagiannya; buatkan kemalirnya; ratakan tanah dasarnya; tebarkan 2 karung kotoran ayam atau puyuh; isi air setinggi 40 cm dan rendam selama 5 hari (air tidak dialirkan); tebar 5.000 ekor larva pada pagi hari; setelah 2 hari, beri 0,5 – 1 tepung pelet atau pelet yang telah direndam setiap hari; panen benih dilakukan setelah berumur 3 minggu.&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt; &lt;br /&gt;Pendederan II&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pendederan kedua juga dilakukan di kolam tanah. Caranya : siapkan kolam ukuran 100 m2; keringkan 4 – 5 hari; perbaiki seluruh bagiannya; buatkan kemalirnya; ratakan tanah dasarnya; tebarkan 2 karung kotoran ayam atau puyuh; isi air setinggi 40 cm dan rendam selama 5 hari (air tidak dialirkan); tebar 3.000 ekor benih dari pendederan I (telah diseleksi); beri 1 - 2 kg tepung pelet atau pelet yang telah direndam setiap hari; panen benih dilakukan setelah berumur sebulan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Pendederan III&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pendederan ketiga dilakukan di kolam tanah. Caranya : siapkan kolam ukuran 100 m2; keringkan 4 – 5 hari; perbaiki seluruh bagiannya; buatkan kemalirnya; ratakan tanah dasarnya; tebarkan 2 karung kotoran ayam atau puyuh; isi air setinggi 40 cm dan rendam selama 5 hari (air tidak dialirkan); tebar 2.000 ekor hasil dari pendederan II (telah diseleksi); beri 3 – 5 kg pelet kecil (khusus udang); panen benih dilakukan sebulan kemudian.&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt; &lt;br /&gt;Pembesaran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pembesaran lobster air tawar dilakukan di kolam tanah. Caranya : siapkan sebuah kolam ukuran 200 m2; perbaiki seluruh bagiannya; tebarkan 4 karung kotoran ayam atau puyuh; isi air setinggi 40 - 60 cm dan rendam selama 5 hari; masukan 6.000 ekor benih hasil seleksi dari pendederan III; beri pakan 3 persen setiap hari, 3 kg di awal pemeliharaan dan bertambah terus sesuai dengan berat ikan; alirkan air secara kontinyu; lakukan panen setelah 3 bulan. Sebuah kolam dapat menghasilkan konsumsi beukuran 20 – 30 gram 80 – 100 kg</description><link>http://meja-informasi.blogspot.com/2010/03/budidaya-lobster-air-tawar.html</link><author>noreply@blogger.com (Merah dan Putih)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjyjy9CjphvGMcg1-XXvXi3y9fVRgMFKcuXpgl-JzHAqafkkf1GTLpMmhHOBFTxdVRgyI4nWtTQFZ_vHCiZdLeOZNRxBj1Vgo73DTgLJdOPOlEA2vH0U1GWAc5qnQyOjKS-bAwg4L-o3lje/s72-c/lobster1.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8332187912761095177.post-7785504431141266094</guid><pubDate>Mon, 08 Mar 2010 17:54:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-10T05:36:12.473-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">budidaya kepiting bakau</category><title>Budidaya Kepiting Bakau</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgLDlHDaXKq5UvDZrBCwHOfSM6lmRBZzJSD9MM1D8fRl_vtH1DznBLZaw3Gx67_s7mpH0h5IAJZy_DLgav2ZduueN8Gx2MtGNtL6-QfQvRyrPiBg264rxKZewtoZUgRwU3EAn_u-WNxKPdW/s1600-h/MudCrabScylla_serrata+(kepiting+bakau).jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgLDlHDaXKq5UvDZrBCwHOfSM6lmRBZzJSD9MM1D8fRl_vtH1DznBLZaw3Gx67_s7mpH0h5IAJZy_DLgav2ZduueN8Gx2MtGNtL6-QfQvRyrPiBg264rxKZewtoZUgRwU3EAn_u-WNxKPdW/s200/MudCrabScylla_serrata+(kepiting+bakau).jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5446330665705622978&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;TINGKAH LAKU DAN KEBIASAAN KEPITING BAKAU&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum tingkah laku dan kebiasaan kepiting bakau yang dapat diamati adalah sbb:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;1. Senang berendam dalam lumpur &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kesenangan berendam dalam lumpur dan membuat lubang pada dinding atau pematang tambak pemeliharaan. Dengan mengetahui kebiasaan ini, maka kita dapat merencanakan atau mendesain tempat pemeliharaan sedemikian rupa agar kemungkinan lolosnya kepiting yang dipelihara sekecil mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;2. Kanibalisme dan saling menyerang&lt;/span&gt;, sifat inilah yang paling menyolok pada kepiting sehingga dapat merugikan usaha penanganan hidup dan budidayanya. Karena sifatnya yang saling menyerang ini akan menyebabkan kelulusan hidup rendah dan menurunkan produktivitas tambak. Sifat kanibalisme ini yang paling dominan ada pada kepiting jantan, oleh karena itu budidaya monosex pada produksi kepiting akan memberikan kelangsungan hidup lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;3. Molting atau ganti kulit&lt;/span&gt;. Sebagaimana hewan jenis crustacea, maka kepiting juga mempunyai sifat seperti crustacea yang lain, yaitu molting atau ganti kulit. Setiap terjadi ganti kulit, kepiting akan mengalami pertumbuhan besar karapas maupun beratnya. Umumnya pergantian kulit akan terjadi sekitar 18 kali mulai dari stadia instar sampai dewasa. Selama proses ganti kulit, kepiting memerlukan energi dan gerakan yang cukup kuat, maka bagi kepiting dewasa yang mengalami pergantian kulit perlu tempat yang cukup luas. &lt;br /&gt;Pertumbuhan kepiting akan terlihat lebih pesat pada saat masih muda, hal ini berkaitan dengan frekuensi pergantian kulit pada saat stadia awal tersebut. Periode dan tipe frekuensi ganti kulit penting artinya dalam melakukan pola usaha budidaya yang terkait dengan desain dan konstruksi wadah, tipe budidaya dan pengelolaanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;4. Kepekaan terhadap Polutan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kualitas air sangat berpengaruh terhadap ketahanan hidup kepiting. Penurunan mutu air dapat terjadi karena kelebihan sisa pakan yang membusuk. Bila kondisi kepiting lemah, misalnya tidak cepat memberikan reaksi bila dipegang atau perutnya kosong bila dibelah, kemungkinan ini akibat dari menurunnya mutuair. Untuk menghindari akibat yang lebih buruk lagi, selekasnya pindahkan kepiting ke tempat pemeliharaan lain yang kondisi airnya masih segar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;LOKASI BUDIDAYA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tambak pemeliharaan kepiting diusahakan mempunyai kedalaman 0,8-1,0 meter dengan salinitas air antara 15-30 ppt.Tanah tambak berlumpur dengan tekstur tanah liat berpasir (sandy clay) atau lempung berliat (silty loam) dan perbedaan pasang surut antara 1,5-2 meter. Disamping syarat seperti tersebut diatas, pada prinsipnya tambak pemeliharaan bandeng maupun udang tradisional dapat digunakan sebagai tempat pemeliharaan kepiting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan lokasi pemeliharaan kepiting, antara lain :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;1. Air yang digunakan bebas dari pencemaran dan jumlahnya cukup.&lt;br /&gt;2. Tersedia pakan yang cukup dan terjamin kontinyuitasnya.&lt;br /&gt;3. Terdapat sarana dan prasaranaproduksi dan pemasarannya.&lt;br /&gt;4. Tenaga yang terampil dan menguasai teknis budidaya kepiting&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Disain dan Konstruksi Tambak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Apabila perlakuan terhadap kepiting selama masa pemeliharaan kurang baik, seperti : mutu air kurang diperhatikan, makanan tidak mencukupi maka pada saat kepiting tersebut mencapai kondisi biologis matang telur akan berusaha meloloskan diri, dengan jalan memanjat dinding/pagar atau dengan cara membuat lubang pada pematang. Untuk menghindari hal tersebut, maka konstruksi pematang dan pintu air perlu diperhatikan secermat mungkin. Pada pematang dapat dipasang pagar kere bambu atau dari waring, hal ini akan mnegurangi kemungkinan lolosnya kepiting.&lt;br /&gt;Pemasangan pagar kere bambu atau waring pematang yang kokoh (lebar 2-4 meter) dilakukan diatas pematang bagian pinggir dengan ketinggian sekitar 60 cm. Pada tambak yang pematangnya tidak kokoh, pemasangan pagar dilakukan pada kaki dasar pematang dengan tinggi minimal 1 meter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;PENEBARAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada lokasi penghasil kepiting tangkapan dari alam, pada musim benih unyuk budiadaya tradisional petani hanya mengandalkan benih kepiting benih kepiting yang masuk secara alami pada saat pasang surut air. Setelah beberapa bulan mulai dilakukan panen selektif dengan memungut kepiting yang berukuran siap jual. Dapat juga kepiting yang sudah mencapai ukuran tersebut dilepas kembali ke dalam petak pembesaran untuk memperoleh ukuran atau kegemukan yang lebih besar.&lt;br /&gt;Pada budidaya polikultur dengan ikan bandeng, ukuran benih kepiting dengan berat 20-50 gram dapat ditebar dengan kepadatan 1000-2000 ekor/Ha, dan ikan bandeng gelondongan yang berukuran berat 2-5 gram ditebar dengan kepadatan 2000-3000 ekor/Ha. Pada budidaya sistem monokultur benih kepiting dengan ukuran seperti tersebut diatas ditebar dengan kepadatan 5000-15000 ekor/Ha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;BUDIDAYA KEPITING BERTELUR&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepiting yang baru saja dipanen dari tambak, dapat dibudidaya lebih lanjut untuk meningkatkan mutu kepiting betina tidak bertelur atau bertelur belum penuh menjadi bertelur penuh dengan cara budidaya yang lebih intensif. Dengan kondisi betelur maka akan menaikkan nilai tambahnya. Karena harga kepiting betina bertelur dapat mencapai 2-3 kali harga kepiting tidak bertelur, sehingga hal ini akan sangat membantu menaikkan pendapatan petani nelayan.&lt;br /&gt;Metode yang digunakan untuk tujuan produksi kepiting bertelur ada dua macam, yakni : dengan &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;sistim kurungan&lt;/span&gt; dan &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;sistim karamba apung&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;1. Sistim Kurungan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kurungan dapat dibuat dari bahan bambu yang dibuat menjadi rangkaian. Lebat bilah bambu 1-2 cm dengan panjang 1,7 meter. Bilah-bilah bambu dirangkai secara teratur sehingga membentuk kere atau semacam pagar. Kere ini kemudian dipasang pada saluran tambak memanjang pada pinggirannya, bila dipasang dalam tambak, agar ditempatkan pada bagian yang relatif lebih dalam dan mendapat penggantian air yang cukup.&lt;br /&gt;Kere atau pagar bambu ditancapkan sedalam 30 cm dengan bagian bawah dibuat lebih rapat bertujuan agar kepiting tidak lolos. Untuk penempatan kurungan pada saluran tambak ukurannya disesuaikan dengan lebar saluran tersebut dan agar tidak mengganggu kelancaran aliran saluran tambak tersebut. Untuk skala yang lebih besar dapat menggunakan petakan tambak dengan luasan antara 0,25-0,50 hektar dengan pagar keliling dari kere bambu ataupun dari waring. pagar bambu ditancapkan sedalam kurang lebih 30 cm dan diusahakan bagian yang halus menghadap ke dalam dengan maksud agar kepiting tidak dapat memanjat karena bagian ini licin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;2. Karamba Apung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Selain menggunakan kurungan, untuk budidaya kepiting bertelur dapat juga menggunakan karamba apung. Karamba apung dibuat dari rangkaian bilah bambu seperti pada pembuatan kere, kemudian kere yang sudah dirangkai menjadi kotak, yang ukurannya disesuaikan dengan lokasi dimana karamba apung akan ditempatkan. Selanjutnya pada sisi-sisi panjang yang berlawanan dipasang pelampung yang terbuat dari potongan bambu yang masih utuh atau dari bahan lainnya. Penempatan karamba apung ini pada tempat bergantian airnya terjadi secara cukup/baik, seperti pada saluran, tepi sungai dan tempat lainnya yang memenuhi persyaratan seperti tersebut diatas. Pada usaha budidaya dengan karamba apung ini kepadatan dapat mencapai 20 ekor/m2, dengan kepadatan tersebut akan meningkatkan kelulusan hidup kepiting yang dipelihara. Ukuran siap panen kepiting bertelur sekitar 200 gr/ekor.&lt;br /&gt;Proses produksi kepiting bertelur paling lama berlangsung sekitar 5-14 hari atau tergantung ukuran awal penebaran. Singkatnya masa pemeliharaan ini juga dimungkinkan karena kepiting betina yang ditebar dengan berat sekitar 150 gram biasanya sudah mengandung telur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;USAHA PENGGEMUKAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Usaha budidaya selain dijadikan kepiting bertelur adalah usaha penggemukan. proses usaha penggemukan sama dengan budidaya produksi kepiting bertelur. Caranya dapat dengan menggunakan kurungan bambu atau karamba bambu apung. Perbedaan yang jelas terletak pada kepiting yang dipelihara. Kepiting yang dipelihara pada usaha penggemukan ini adalah kepiting berukuran ekspor dari jenis kelamin jantan maupun betina yang masih keropos. Jangka waktu penggemukan sekitar 5-10 hari, kepiting sudah akan menjadi gemuk dan berisi bila pemeliharaannya secara baik. Apabila dilanjutkan pemeliharaannya bagi yang berjenis kelaminbetina, bahkan akan menjadi kepiting bertelur. Untuk menghindari mortalitas akibat perkelahian antara jantan dan betina, sebaiknya pemelihraan dilakukan secara monosex.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Pakan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Berbagai jenis pakan seperti: ikan rucah, usus ayam, kulit sapi, kulit kambing, bekicot, keong sawah, dll. &lt;br /&gt;Dari jenis pakan tersebut, ikan rucah segar lebih baik ditinjau dari fisik maupun kimiawi dan peluang untuk segera dimakan lebih cepat karena begitu ditebar tidak akan segera dimakan oleh kepiting.&lt;br /&gt;Pemberian pakan pada usaha pembesaran hanya bersifat suplemen dengan dosis sekitar 5%. Lain halnya pada usaha kepiting bertelur dan penggemukan, pemberian pakan harus lebih diperhatikan dengan dosis antara 5-15% dari erat kepiting yang dipelihara.&lt;br /&gt;Kemauan makan kepiting muda biasanya lebih besar, karena pada periode ini dibutuhkan sejumlah makanan yang cukup banyak untuk pertumbuhan dan proses ganti kulit. Kemauan makan akan berkurang pada saat kepiting sedang bertelur, dan puncaknya setelah telur keluar sepertinya kepiting berpuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;PASCA PANEN KEPITING BAKAU&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu hal yang menguntungkan dalam penanganan kepiting setelah dipanen adalah kemampuannya bertahan hidup cukup lama pada kondisi tanpa air. Namun demikian, penanganan yang kurang baik tetap saja akan menurunkan kondisi kesehatannya dan dapat menyebabkan kematian.&lt;br /&gt;Apabila kepiting setelah dipanen langsung dimasukkan kedalam keranjang dengan mengikat capit, kaki jalan dan kaki renangnya yang merupakan alat gerak yang cukup kuat, maka kepiting tersebut akan saling capit satu dengan yang lainnya.&lt;br /&gt;Kondisi demikian akan menimbulkan kerusakan secara fisik pada tubuh kepiting dan mempengaruhi kondisi fisiologis yang akhirnya dapat mengakibatkan kematian. Untuk mengatasi keadaan tersebut kepiting yang baru ditangkap harus segera diikat sebelum dimasukkan ke dalam keranjang.&lt;br /&gt;Cara pengikatan kepiting yang baru ditangkap dapat dilakukan seperti dibawah ini :&lt;br /&gt;1. Pengikatan kedua capit dan seluruh kaki-kakinya&lt;br /&gt;2. Pengikatan capitnya saja dengan satu tali&lt;br /&gt;3. Pengikatan masing-masing capit dengan tali terpisah&lt;br /&gt;tali pengikat dapat menggunakan tali rafia atau jenis tali lainnya yang cukup kuat. Setelah kepiting diikat, baik pengikatan capitnya saja maupun pengikatan seluruh kaki-kakinya akan mempermudah penanganan dan pengangkutannya&lt;br /&gt;Penanganan kepiting yang telah disusun dalam keranjang yang perlu mendapat perhatian ialah tetap menjaga suhu dan kelembaban. Usahakan suhu tidak lebih tinggi dari 26°C dan kelembaban yang baik adalah 95%. Cara yang dapat dilakukan untuk menjaga suhu dan kelembaban ideal bagi kelangsungan hidup kepiting selama dalam pengangkutan ialah : elupkan kepiting ke dalam air payau (salinitas 15-25‰) selama kurang lebih 5 menit sambil digoyang-goyangkan agar kotoran terlepas. Setalah kepiting disusun kembali di dalam wadah. tutuplah wadah dengan karung goni basah.</description><link>http://meja-informasi.blogspot.com/2010/03/tingkah-laku-dan-kebiasaan-kepiting.html</link><author>noreply@blogger.com (Merah dan Putih)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgLDlHDaXKq5UvDZrBCwHOfSM6lmRBZzJSD9MM1D8fRl_vtH1DznBLZaw3Gx67_s7mpH0h5IAJZy_DLgav2ZduueN8Gx2MtGNtL6-QfQvRyrPiBg264rxKZewtoZUgRwU3EAn_u-WNxKPdW/s72-c/MudCrabScylla_serrata+(kepiting+bakau).jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8332187912761095177.post-2622349104471230427</guid><pubDate>Mon, 08 Mar 2010 08:46:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-10T05:35:48.525-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">budidaya ikan lele</category><title>Budidaya Ikan Lele</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh4AudhJX43-RZpREz95JA5dn2FrLlwxC5AN3gJMgpvipdP_veRNRUAbXMjq81jmyqHZRgNkWl29dMjKDXKPLy-K6vQUJQImQkwWEuVu0nqM8e5N5SyOt0uv23z3wma9zHzyUK3FHlwCv3R/s1600-h/CatFish+002.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 138px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh4AudhJX43-RZpREz95JA5dn2FrLlwxC5AN3gJMgpvipdP_veRNRUAbXMjq81jmyqHZRgNkWl29dMjKDXKPLy-K6vQUJQImQkwWEuVu0nqM8e5N5SyOt0uv23z3wma9zHzyUK3FHlwCv3R/s200/CatFish+002.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5446826567322147138&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikan lele merupakan jenis ikan air Tawar yang dapat dibudidayakan. Alas an orang budidaya lele adalah dapat dibudidayakan di lahan dan sumber air yang terbatas, cara lebih mudah, pemasarannya relatif mudah dan modal dapat dijangkau. Budidaya lele semakin meningkat setelah masuk jenis lele dumbo. Keunggulan lele dumbo dibanding lele lokal antara lain cepat besar, telur lebih banyak dan lebih tahan terhadap penyakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertumbuhan yang cepat tanpa memperhatikan pengelolaan induk menyebabkan kualitas lele menurun. Penurunan kualitas dapat karena perkawinan inbreeding. Ini menyebabkan penurunan derajat penetasan, pertumbuhan lambat, daya tahan penyakit menurun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertumbuhan awal lele dapat memanfaatkan makan dari plankton, cacing, insekta dan lain – lain. Tetapi untuk pembesaran dianjurkan untuk memakai pellet karena akan meningkatkan effisiensi dan pruduktifitas. Budidaya lele dapat dilakukan di areal pada ketinggian 1 m - 800 m dpi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persyaratan lokasi, baik kualitas tanah maupun air tidak terlalu spesifik, artinya dengan penggunaan teknologi yang memadai terutama pengaturan suhu air budidaya masih tetap dapat dilakukan pada lahan yang memiliki ketinggian diatas &gt;800 m dpi. Namun bila budidaya dikembangkan dalam skala massal harus tetap memperhatikan tata ruang dan lingkungan sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budidaya lele dapat dilakukan di kolam tanah, bak permanent maupun bak plastic. Usahakan air dapat mengalir mengalir. Sumber air dapat berasal dari air sungai mapun air sumur. Suhu air yang ideal untuk pertumbuhan ikan lele berkisar antara 22-32°C. Suhu air mempengaruhi laju pertumbuhan, laju metabolisme ikan dan napsu makan ikan serta kelarutan oksigen dalam air. Keasaman air yang ideal antara 6-9.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk kolam yang ideal untuk pemeliharaan ikan lele adalah empat persegi panjang dengan ukuran sesuai dengan lokasi. Kedalaman kolam berkisar antara 1,0-1,5 m dengan kemiringan kolam dari pemasukan air ke pembuangan 0,5%. Saringan dapat dipasang pada pintu pemasukan dan pengeluaran agar ikan-ikan jangan ada yang lolos keluar/masuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;PELAKSANAAN BUDIDAYA LELE:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;a. Persiapan kolam tanah (tradisional)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;    Siapkan kolam tanah. Lakukan pencangkulan tanah dasar kolam dan ratakan. Berikan kapur ke dalam kolam bertujuan untuk memberantas hama, penyakit dan memperbaiki kualitas tanah. Dosis yang dianjurkan adalah 20-200 gram/m2, tergantung pada keasaman kolam. Untuk kolam dengan pH rendah dapat diberikan kapur lebih banyak, juga sebaliknya apabila tanah sudah cukup baik, pemberian kapur dapat dilakukan sekedar untuk memberantas hama penyakit yang kemungkinan terdapat di kolam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemupukan dengan kotoran ternak ayam, berkisar antara 500-700 gram/m2; urea 15 gram/m2; SP3 10 gram/m2; NH4N03 15 gram/m2. Kolam dibiarkan selama ± 7 (tujuh) hari, guna memberi kesempatan tumbuhnya makanan alami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;b. Persiapan kolam tembok&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;    Persiapan kolam tembok hampir sama dengan kolam tanah. Bedanya, pada kolam tembok tidak dilakukan pengolahan dasar kolam, perbaikan parit dan bak untuk panen, karena parit dan bak untuk panen biasanya sudah dibuat Permanen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;c. Penebaran Benih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;    Sebelum benih ditebarkan sebaiknya benih disuci hamakan dulu dengan merendamnya didalam larutan KM5N04 (Kalium permanganat) atau PK dengan dosis 35 gram/m2 selama 24 jam atau formalin dengan dosis 25 mg/l selama 5-10 menit. Penebaran benih sebaiknya dilakukan pagi atau sore hari atau pada saat udara tidak panas. Sebelum ditebarkan ke kolam, benih perlakuan penyesuaian suhu dengan cara memasukan air kolam sedikit demi sedikit ke dalam wadah pengangkut benih. Benih yang sudah teraklimatisasi akan dengan sendirinya keluar dari kantong (wadah) angkut benih menuju lingkungan yang baru yaitu kolam. Hal ini berarti bahwa perlakuan tersebut dilaksanakan diatas permukaan air kolam dimana wadah (kantong) benih mengapung diatas air. Jumlah benih yang ditebar 35-50 ekor/m2 yang berukuran 5-8 cm.&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;br /&gt;d. Pemberian Pakan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;    Selain makanan alami, untuk mempercepat pertumbuhan lele perlu pemberian makanan tambahan berupa pellet. Jumlah makanan yang diberikan sebanyak 2-5% perhari dari berat total ikan yang ditebarkan di kolam. Pemberian pakan frekuensinya 2 – 3 kali setiap hari. Sedangkan komposisi makanan buatan dapat dibuat dari campuran dedak halus dengan ikan rucah dengan perbandingan 1:9 atau campuran dedak halus, bekatul, jagung, cincangan bekicot dengan perbandingan 2:1:1:1 campuran tersebut dapat dibuat bentuk pellet.&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;br /&gt;e. Pemanenan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;    Ikan lele akan mencapai ukuran konsumsi setelah dibesarkan selama 130 hari, dengan bobot antara 200 - 250 gram per ekor dengan panjang 15 - 20 cm.  Budidaya lele di tingkat pembudidaya sering dihadapkan pada permasalahan timbulnya penyakit atau kematian ikan. Pada kegiatan pembesaran, penyakit banyak ditimbulkan akibat buruknya penanganan kondisi lingkungan. Predator yang biasanya menyerang antara lain ular, burung atau predator lainnya. Sedangkan organisme pathogen yang sering menyerang adalah Ichthiophthirius sp., Trichodina sp., Monogenea sp. dan Dactylogyrus sp. Penanggulangan hama insekta dapat dilakukan dengan pemberian insektisida yang direkomendasikan pada saat pengisian air sebelum benih ditanam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penanggulangan organisme pathogen dapat dilakukan dengan pengelolaan lingkungan budidaya yang baik dan pemberian pakan yang teratur dan mencukupi. Pengelolaan lingkungan dapat dilakukan dengan melakukan persiapan kolam dengan baik. Pada kegiatan budidaya dengan menggunakan kolam tanah, persiapan kolam meliputi pengeringan, pembalikan tanah, perapihan pematang, pengapuran, pemupukan, pengairan dan pengkondisian tumbuhnya plankton sebagai sumber pakan. Pada kegiatan budidaya dengan menggunakan bak tembok atau bak plastik, persiapan kolam meliputi pengeringan, disenfeksi (bila diperlukan), pengairan dan pengkondisian tumbuhnya plankton sebagai sumber pakan. Perbaikan kondisi air kolam dapat pula dilakukan dengan penambahan bahan probiotik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghindari terjadinya penularan penyakit, maka hendaknya memperhatikan hal-hal sebagai berikut pindahkan segera ikan yang memperlihatkan gejala sakit dan diobati secara terpisah. Ikan yang tampak telah parah sebaiknya dimusnahkan. Jangan membuang air bekas ikan sakit ke saluran air. Kolam yang telah terjangkit harus segera dikeringkan dan dilakukan pengapuran dengan dosis 1 kg/5 m2. Kapur (CaO) ditebarkan merata didasar kolam, kolam dibiarkan sampai tanah kolam retak-retak. Kurangi kepadatan ikan di kolam yang terserang penyakit. Alat tangkap dan wadah ikan harus dijaga agar tidak terkontaminasi penyakit. Sebelum dipakai lagi sebaiknya dicelup dulu dalam larutan Kalium Permanganat (PK) 20 ppm (1 gram dalam 50 liter air) atau larutan kaporit 0,5 ppm (0,5 gram dalam 1 m3 air). Setelah memegang ikan sakit cucilah tangan kita dengan larutan PK. Bersihkan selalu dasar kolam dari lumpur dan sisa bahan organik. Usahakan agar kolam selalu mendapatkan air segar atau air baru. Tingkatkan gizi makanan ikan dengan menambah vitamin untuk menambah daya tahan ikan.</description><link>http://meja-informasi.blogspot.com/2010/03/budidaya-ikan-lele.html</link><author>noreply@blogger.com (Merah dan Putih)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh4AudhJX43-RZpREz95JA5dn2FrLlwxC5AN3gJMgpvipdP_veRNRUAbXMjq81jmyqHZRgNkWl29dMjKDXKPLy-K6vQUJQImQkwWEuVu0nqM8e5N5SyOt0uv23z3wma9zHzyUK3FHlwCv3R/s72-c/CatFish+002.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8332187912761095177.post-1198648207185100772</guid><pubDate>Mon, 08 Mar 2010 08:44:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-10T05:35:22.626-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">budidaya belut</category><title>Budidaya Belut</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh0EgFW79jPvooheZWIfdxiOPsO6sC3tzpL_3ZPxBV7fnTrMIOBf2rZ3pbsR5_jXddnDdQkVSEcDXYSgP7nQro6yRe8wVz8ncxMEou2wc5mA51XYx35TnD_wEiNwb-MUX5O_7UgrBkfFAIz/s1600-h/anguilla-japonica-japanese-eel-belut-jepang.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 118px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh0EgFW79jPvooheZWIfdxiOPsO6sC3tzpL_3ZPxBV7fnTrMIOBf2rZ3pbsR5_jXddnDdQkVSEcDXYSgP7nQro6yRe8wVz8ncxMEou2wc5mA51XYx35TnD_wEiNwb-MUX5O_7UgrBkfFAIz/s200/anguilla-japonica-japanese-eel-belut-jepang.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5446497633468417698&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Belut merupakan jenis ikan konsumsi air tawar dengan bentuk tubuh bulat  memanjang yang hanya memiliki sirip punggung dan tubuhnya licin. Belut suka  memakan anak-anak ikan yang masih kecil. Biasanya hidup di sawah-sawah, di  rawa-rawa/lumpur dan di kali-kali kecil. Di Indonesia sejak tahun 1979, belut  mulai dikenal dan digemari, hingga saat ini belut banyak dibudidayakan dan  menjadi salah satu komoditas ekspor. Sentra perikanan belut Internasional terpusat di Taiwan, Jepang, Hongkong,  Perancis dan Malaysia. Sedangkan sentra perikanan belut di Indonesia berada di daerah Yogyakarta dan di daerah Jawa Barat. Di daerah lainnya baru merupakan tempat penampungan belut-belut tangkapan dari alam atau sebagai &lt;br /&gt;pos penampungan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;JENIS &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klasifikasi belut adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;Kelas : Pisces&lt;br /&gt;Subkelas : Teleostei&lt;br /&gt;Ordo : Synbranchoidae&lt;br /&gt;Famili : Synbranchidae &lt;br /&gt;Genus : Synbranchus &lt;br /&gt;Species : Synbranchus bengalensis Mc clell (belut rawa); Monopterus albus Zuieuw (belut sawah); Macrotema caligans Cant (belut kali/laut) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi jenis belut ada 3 (tiga) macam yaitu belut rawa, belut sawah dan belut kali/laut. Namun demikian jenis belut yang sering dijumpai adalah jenis belut sawah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;MANFAAT &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaat dari budidaya belut adalah:&lt;br /&gt;1) Sebagai penyediaan sumber protein hewani.&lt;br /&gt;2) Sebagai pemenuhan kebutuhan sehari-hari.&lt;br /&gt;3) Sebagai obat penambah darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;LOKASI BUDIDAYA &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;1)&lt;/span&gt; Secara klimatologis ikan belut tidak membutuhkan kondisi iklim dan geografis yang spesifik. Ketinggian tempat budidaya ikan belut dapat berada di dataran rendah sampai dataran tinggi. Begitu pula dengan kelembaban dan curah hujan tidak ada batasan yang spesifik. &lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;2)&lt;/span&gt; Kualitas air untuk pemeliharaan belut harus bersih, tidak terlalu keruh dan tidak tercemar bahan-bahan kimia beracun, dan minyak/limbah pabrik. Kondisi tanah dasar kolam tidak beracun. &lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;3)&lt;/span&gt; Suhu udara/temperatur optimal untukpertumbuhan belut yaitu berkisar antara 25-31 derajat C. &lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;4)&lt;/span&gt; Pada prinsipnya kondisi perairan adalah air yang harus bersih dan kaya akan oksigen terutama untuk bibit/benih yang masih kecil yaitu ukuran 1-2 cm. Sedangkan untuk perkembangan selanjutnya belut dewasa tidak memilih kualitas air dan dapat hidup di air yang keruh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;1. Penyiapan Sarana dan Peralatan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;1) &lt;/span&gt;Perlu diketahui bahwa jenis kolam budidaya ikan belut harus dibedakan antara lain: kolam induk/kolam pemijahan, kolam pendederan (untuk benih belut berukuran 1-2 cm), kolam belut remaja (untuk belut ukuran 3-5 cm) dan kolam pemeliharaan belut konsumsi (terbagi menjadi 2 tahapan yang masing-masing dibutuhkan waktu 2 bulan) yaitu untuk pemeliharaan belut ukuran 5-8 cm sampai menjadi ukuran 15-20 cm dan untuk pemeliharan belut dengan ukuran 15-20 cm sampai menjadi ukuran 30-40 cm. &lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;2) &lt;/span&gt;Bangunan jenis-jenis kolam belut secara umum relatif sama hanya dibedakan oleh ukuran, kapasitas dan daya tampung belut itu sendiri. &lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;3)&lt;/span&gt; Ukuran kolam induk kapasitasnya 6 ekor/m2. Untuk kolam pendederan (ukuran belut 1-2 cm) daya tampungnya 500 ekor/m2. Untuk kolam belut remaja (ukuran 2-5 cm) daya tampungnya 250 ekor/m2. Dan untuk kolam belut konsumsi tahap pertama (ukuran 5-8 cm) daya tampungnya 100 ekor/m2. Serta kolam belut konsumsi tahap kedua (ukuran 15-20cm) daya tampungnya 50 ekor/m2, hingga panjang belut pemanenan kelak berukuran 30-50 cm. &lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;4)&lt;/span&gt; Pembuatan kolam belut dengan bahan bak dinding tembok/disemen dan dasar bak tidak perlu diplester. &lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;5) &lt;/span&gt;Peralatan lainnya berupa media dasar kolam, sumber air yang selalu ada, alat penangkapan yang diperlukan, ember plastik dan peralatan-peralatan lainnya. &lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;6)&lt;/span&gt; Media dasar kolam terdiri dari bahan-bahan organik seperti pupuk kandang, sekam padi dan jerami padi. Caranya kolam yang masih kosong untuk lapisan pertama diberi sekam padi setebal 10 cm, diatasnya ditimbun dengan pupuk kandang setebal 10 cm, lalu diatasnya lagi ditimbun dengan ikatan-ikatan merang atau jerami kering. Setelah tumpukan-tumpukan bahan organik selesai dibuat (tebal seluruhnya sekitar 30 cm), berulah air dialirkan kedalam kolam secara perlahan-lahan sampai setinggi 50 cm (bahan organik+ air). Dengan demikian media dasar kolam sudah selesai, tinggal media tersebut dibiarkan beberapa saat agar sampai menjadi lumpur sawah. Setelah itu belut-belut diluncurkan ke dalam kolam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;2. Penyiapan Bibit &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;1) Menyiapkan Bibit &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;a) Anak belut yang sudah siap dipelihara secara intensif adalah yang berukuran 5-8 cm. Di pelihara selama 4 bulan dalam 2 tahapan dengan masing-masing tahapannya selama 2 bulan. &lt;br /&gt;b) Bibit bisa diperoleh dari bak/kolam pembibitan atau bisa juga bibit diperoleh dari sarang-sarang bibit yang ada di alam. &lt;br /&gt;c) Pemilihan bibit bisa diperoleh dari kolam peternakan atau pemijahan. Biasanya belut yang dipijahkan adalah belut betina berukuran ± 30 cm dan belut jantan berukuran ± 40 cm. &lt;br /&gt;d) Pemijahan dilakukan di kolam pemijahan dengan kapasitas satu ekor pejantan dengan dua ekor betina untuk kolam seluas 1 m2. Waktu pemijahan kira-kira berlangsung 10 hari baru telur-telur ikan belut menetas. Dan setelah menetas umur 5-8 hari dengan ukuran anak belut berkisar 1,5–2,5 cm. Dalam ukuran ini belut segera diambil untuk ditempatkan di kolam pendederan calon benih/calon bibit. Anak belut dengan ukuran sedemikian tersebut diatas segera ditempatkan di kolam pendederan calon bibit selama ± 1 (satu) bulan sampai anak belut tersebut berukuran 5-8 cm. Dengan ukuran ini anak belut sudah bisa diperlihara dalam kolam belut untuk konsumsi selama dua bulan atau empat bulan. &lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;2) Perlakuan dan Perawatan Bibit &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dari hasil pemijahan anak belut ditampung di kolam pendederan calon benih selama 1 bulan. Dalam hal ini benih diperlakukan dengan secermat mungkin agar tidak banyak yang hilang. Dengan perairan yang bersih dan lebih baik lagi apabila di air yang mengalir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;3. Pemeliharaan Pembesaran &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;1) Pemupukan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jerami yang sudah lapuk diperlukan untuk membentuk pelumpuran yang subur dan pupuk kandang juga diperlukan sebagai salah satu bahan organik utama. &lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;2) Pemberian Pakan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bila diperlukan bisa diberi makanan tambahan berupa cacing, kecoa, ulat besar(belatung) yang diberikan setiap 10 hari sekali. &lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;3) Pemberian Vaksinasi &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;4) Pemeliharaan Kolam dan Tambak &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Yang perlu diperhatikan pada pemeliharaan belut adalah menjaga kolam agar tidak ada gangguan dari luar dan dalam kolam tidak beracun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;HAMA DAN PENYAKIT &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;1. Hama &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;1)&lt;/span&gt; Hama pada belut adalah binatang tingkat tinggi yang langsung mengganggu kehidupan belut. &lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;2)&lt;/span&gt; Di alam bebas dan di kolam terbuka, hama yang sering menyerang belut antara lain: berang-berang, ular, katak, burung, serangga, musang air dan ikan gabus. &lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;3)&lt;/span&gt; Di pekarangan, terutama yang ada di perkotaan, hama yang sering menyerang hanya katak dan kucing. Pemeliharaan belut secara intensif tidak banyak diserang hama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;2. Penyakit &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penyakit yang umum menyerang adalah penyakit yang disebabkan oleh organisme tingkat rendah seperti virus, bakteri, jamur, dan protozoa yang berukuran kecil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;PANEN &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemanenan belut berupa 2 jenis yaitu  :&lt;br /&gt;1) Berupa benih/bibit yang dijual untuk diternak/dibudidayakan.&lt;br /&gt;2) Berupa hasil akhir pemeliharaan belut yang siap dijual untuk konsumsi (besarnya/panjangnya sesuai dengan permintaan pasar/konsumen). &lt;br /&gt;Cara Penangkapan belut sama seperti menangkap ikan lainnya dengan  peralatan antara lain : bubu/posong, jaring/jala bermata lembut, dengan pancing  atau kail dan pengeringan air kolam sehingga belut tinggal diambil saja. &lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;br /&gt;PASCAPANEN &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pemeliharaan belut secara komersial dan dalam jumlah yang besar, penanganan pasca panen perlu mendapat perhatian yang serius. Hal ini agar  belut dapat diterima oleh konsumen dalam kualitas yang baik, sehingga mempunyai jaringan pemasaran yang luas.</description><link>http://meja-informasi.blogspot.com/2010/03/budidaya-belut.html</link><author>noreply@blogger.com (Merah dan Putih)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh0EgFW79jPvooheZWIfdxiOPsO6sC3tzpL_3ZPxBV7fnTrMIOBf2rZ3pbsR5_jXddnDdQkVSEcDXYSgP7nQro6yRe8wVz8ncxMEou2wc5mA51XYx35TnD_wEiNwb-MUX5O_7UgrBkfFAIz/s72-c/anguilla-japonica-japanese-eel-belut-jepang.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8332187912761095177.post-5334621385968342655</guid><pubDate>Mon, 08 Mar 2010 08:14:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-10T05:35:04.487-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">budidaya ikan cupang</category><title>Budidaya Ikan Cupang</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjn6Ezc8_jf06UA3L3nfJFmEipKAvoqkrR_wbsn1ORWfwgF7Hk8vZkx5lHBzlczdGYKScw01WApxYDC-x4zhUPCkwAmQVBvp3AjLTKh4AKaGOoRgKB1TUiNIxUQLQ1kR2XAoX91sve7vyX3/s1600-h/foto-ikan-cupang2.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 200px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjn6Ezc8_jf06UA3L3nfJFmEipKAvoqkrR_wbsn1ORWfwgF7Hk8vZkx5lHBzlczdGYKScw01WApxYDC-x4zhUPCkwAmQVBvp3AjLTKh4AKaGOoRgKB1TUiNIxUQLQ1kR2XAoX91sve7vyX3/s200/foto-ikan-cupang2.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5446818045682153810&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikan hias ini bernama latin Betta sp. Ikan cupang ini banyak dijual di toko-toko ikan hias, penjual ikan hias jalanan, juga pedagang keliling. Selain sebagai binatang adu, ikan ini juga sebagai hiasan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Membedakan jantan dan betina&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Beda jantan dan betina ikan cupang sangat jelas. Bisa dari jauh dan tidak perlu dipegang. Perbedaan tersebut bisa dilihat dari warna, bentuk sirip, bentuk perut dan gerakan. Betina ditandai dengan warna tubuh yang lebih gelap atau kusam, sirip-siripnya lebih pendek dari jantan, perut lebih gendut dan tidak banyak bergerak atau tidak banyak berlaga. Sedangkan jantan bertubuh lebih terang dari betina, sirip lebih panjang, perut ramping dan lebih banyak bergerak atau berlaga. Induk jantan dan betina mulai dipijahkan setelah berumur 6 bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Pematangan gonad&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pematangan gonad dilakukan dalam akuarium kecil atau toples. Caranya, siapkan dua akuarium ukuran panjang 20 cm, lebar 20 cm dan tinggi 20 cm atau toples dengan volume 2 – 3 liter (satu untuk jantan dan satu untuk betina); keringkan selama 2 hari; isi air setinggi 15 cm, masukan satu ekor induk jantan atau betina; beri pakan berupa cacing secukupnya cacing rambut atau cacing sutra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Pemijahan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pemijahan dilakukan di akurium atau toples. Caranya, siapkan dua akuarium ukuran panjang 20 cm, lebar 20 cm dan tinggi 20 cm atau toples dengan volume 2 – 3 liter (satu untuk jantan dan satu untuk betina); keringkan selama 2 hari; isi air setinggi 15 cm; masukan serumpun eceng goduk sebagai pelindung; masukan satu ekor induk jantan; masukan induk betina; biarkan memijah.&lt;br /&gt;Catatan : Proses pemijahan diawali dengan pembuatan sarang oleh induk jantan berupa buih di permukaan air. Selanjutnya mengajak betina untuk memijah. Pemijahan bisa terjadi kapan saja, bisa pagi, siang, sore atau malam. Bila sudah memijah ditandai dengan adanya telur di dalam busa dan jantan berada di permukaan, menunggui telur sambil mengibas-ngibaskan siripnya. Telur akan menetas dalam waktu 24 – 36 jam dan mulai berenang setelah berumur 5 – 6 hari. Satu ekor induk betina bisa menghasilkan larva sebanyak 500 – 1.500 ekor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Pendederan I&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pendederan dilakukan di akuarium atau toples yang sama. Caranya, tangkap induk jantan dan masukan kembali ke tempat pematangan gonad; tangkap juga induk betina dan masukan ke tempat pematang gonad; larva yang sudah berumur 6 hari diberi pakan berupa infusoria, atau rotifera, atau naupli artemia; panen setelah satu bulan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Pendederan II dan III&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pendederan II dilakukan di akuarium atau toples lain. Caranya, siapkan sebuah akuarium ukuran panjang 20 cm, lebar 20 cm dan tinggi 20 cm atau toples dengan volume 2 – 3 liter; keringkan selama 2 hari; isi air setinggi 15 cm, masukan 30 ekor benih yang berasal dari tempat pendederan; beri pakan berupa cacing rambut atau cacing sutra sesuai takaran; panen setelah satu bulan. Pendederan II dilakukan seperti pendederan II, tetapi dengan kepadatan 20 ekor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Pembesaran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pembesaran dilakukan di akuarium atau toples lain. Caranya, siapkan sebuah akuarium ukuran panjang 20 cm, lebar 20 cm dan tinggi 20 cm atau toples dengan volume 2 – 3 liter; keringkan selama 2 hari; isi air setinggi 15 cm, masukan 10 ekor benih yang berasal dari tempat pendederan; beri pakan berupa cacing rambut atau cacing sutra sesuai takaran; panen setelah dua bulan. Ikan siap dijual.</description><link>http://meja-informasi.blogspot.com/2010/03/budidaya-ikan-cupang.html</link><author>noreply@blogger.com (Merah dan Putih)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjn6Ezc8_jf06UA3L3nfJFmEipKAvoqkrR_wbsn1ORWfwgF7Hk8vZkx5lHBzlczdGYKScw01WApxYDC-x4zhUPCkwAmQVBvp3AjLTKh4AKaGOoRgKB1TUiNIxUQLQ1kR2XAoX91sve7vyX3/s72-c/foto-ikan-cupang2.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item></channel></rss>