<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>Mendidik Islami</title><description>mendidik untuk menjadi islami</description><managingEditor>noreply@blogger.com (Tiara Fida Salma)</managingEditor><pubDate>Fri, 8 Nov 2024 07:09:13 -0800</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">3</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://mendidikislami.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>mendidik untuk menjadi islami</itunes:subtitle><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><title>Mendidik pura putri keluarga sakinah</title><link>http://mendidikislami.blogspot.com/2015/04/mendidik-pura-putri-keluarga-sakinah.html</link><category>mendidik islami</category><category>pendidikan anak</category><author>noreply@blogger.com (Tiara Fida Salma)</author><pubDate>Thu, 9 Apr 2015 15:38:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-898625365949118781.post-2156279041879242065</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pendidikan dibutuhkan oleh siapapun tak mengenal usia dari kanak-kanak, dewasa hingga lansia, karenanya mendidik mereka adalah hal yang sangat penting dan tak boleh diabaikan begitu saja, sebelumnya dalam blog mendidik islami ini telah diposting mendidik lansia, sekarang marilah kita mendalami bagaiman cara &lt;a href="http://mendidikislami.blogspot.com/2015/04/mendidik-pura-putri-keluarga-sakinah.html"&gt;mendidik putera putera keluarga sakinah&lt;/a&gt;. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dalam al quran Allah berfirman hendaknya kita menjaga diri kita dari api neraka, kemudian menjaga  pula anak anak kita dari api neraka, hal ini memberikan pelajaran berharga agar kita mendidik diri dan putera puteri keluarga termasuk orang orang yang berada dalam kekuasaan kita, seperti isteri maupun pembantu yang berada di rumah kita. Ayat tersebut berbunyi &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. QS. Al-Tahrim: 6&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pendidikan dengan cara memberikan suri tauladan yang baik, karena nabi kita adalah suri tauladan baik bukan saja ceramah atau memberi fatwa tetapi beliau memberikan fatwa baik dan terus menerus memberikan contoh kepada para sahabat dan ummatnya hingga berpulang keharibaan-Nya, satu teladan baik itubu lebih utama daripada seribu fatwa.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dalam keluarga karena tokoh yang paling pertama dikenal adalah orang tua maka, hendaknya orang tua mampu menjadi teladan baik bagi anak-anaknya, bila ada kebiasaan yang buruk dari orang tua maka si anak sudah pasti akan menirunya dan begitu pula sebaliknya bila ada kebiasan baik dari orang tuanya, maka dengan sendirinya putera puterinya akan menirunya pula, itulah sepenggal &lt;a href="http://mendidikislami.blogspot.com/2015/04/mendidik-pura-putri-keluarga-sakinah.html"&gt;mendidik putra putri keluarga sakinah&lt;/a&gt; menjadi islami untuk mempersiapkan generasi muslim yang sejati &lt;/div&gt;
</description></item><item><title>Mendidik Lansia</title><link>http://mendidikislami.blogspot.com/2015/04/mendidik-lansia.html</link><category>pendidikan islam</category><category>pendidikan lansia</category><author>noreply@blogger.com (Tiara Fida Salma)</author><pubDate>Wed, 8 Apr 2015 22:52:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-898625365949118781.post-3520435312298338075</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pendidikan dibutuhkan tidak hanya pada anak naka usia dini, tetapi pendidikan dibutuhkan oleh siapapun dan samapi usia berapapun, seperti saya adalah pelaku sebagai pendidik bagi orang orang yang usianya sudah menginjak 70-80 tahunan. Hal  ini saya tekuni kurang lebih 15 tahun, entah sampai kapan&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Saya merasakan betul kebutuhan mereka dimana masa mudanya tidak banyak mendapatkan sentuhan pendidikan membaca Al Quran, Fiqh atau pengetahuan agama Islam secara mendalam. Di usianya yang senja ini mereka ingin bertaubat dan beribadah semaksimal mungkin hingga ia rela hadir di tempat pengajian meskipun jalannya sudah tidak lancar lagi, bahkan di antara mereka sudah ada yang pakai kursi roda, tongkat dua, meskipun ada juga yang dengan jalan kaki tertatih-tatih&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Mereka adalah orang orang yang dalam kehidupannya mapan sejak kecil, ada yang isteri pejabat, mantan pengusaha, atau anaknya sukses duniawi. Inti persoalan dari cara mendidik lansia adalah dengan memahami karakternya kemudian dilanjutkan dengan bagaiman cara memabuat mereka nyaman dalam belajar agama, harus ramah dan formula khusus, formula khusus yang dimaksud adalah harus lebih banyak toleransi terutama masalah ubudiyah, seperti sholat sambil duduk, bagaimana memahami mereka bila terjangkit penyakit beser dan lain sebagainya&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Saya berusaha memahami karakter mereka satu persatu dan saya dapati rata rata mereka adalah ingin mendapatkan akhir kehidupan yang baik (khusnul khatimah) seungguh sebuah niat yang sangat mulia yang harus dibantu untuk mencapainya. Kisahnya pun bermacam macam, dari yang sakit linu biasa, lutut, huingga yang sakit parah. Namun saya juga terkadang memikirkan, terhadap ibu saya sendiri saya belum tentu bisa mengabdi sedemikian rupa, namun harus ku jalani dengan harapan semoga menjadi amal baik bagi saya untuk saat ini dan hari akhirat kelak.. amiiin&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;</description></item><item><title>Blog Ustadz</title><link>http://mendidikislami.blogspot.com/2011/03/blog-ustadz.html</link><category>about blog</category><author>noreply@blogger.com (Tiara Fida Salma)</author><pubDate>Thu, 3 Mar 2011 06:20:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-898625365949118781.post-8954761142248956447</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berawal dari iseng kemudian ketagihan dan kini saatnya ustadz yang konon setiap harinya konsumen kitab kuning mengkaji agama islam kini profesional dalam blogspot, isi web ini akan berkaitan dengan Tasawuf, Fiqih, Tafsir, dan review blogspot. karena itu saran kepada pembaca untuk terus mengikuti langkah dan kinerja blog yang baru setengah jadi ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;keberlanjutan blog ini, sepenuhnya atas dasar pribadi dan untuk konsumsi peribadi, kalau anda kebertulan tidak berkenan silahkan tinggalkan komentar mendidik untuk kami. kami menginginkan perdamaian dan menjauhkan permusuhan baik secara langsung maupun tidak langsung. Kami ingin menjadi pribadi agamis yang cinta perdamaian dan benci dengan keresahan, yang kita dambakan dalam setiap gerak kita adalah toleransi dan provokasi kebaikan, sukan sebaliknya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Akhirnya hanya ucapan terimakasih yang patut kami serahkan sepenuhnya dalam pertemuan kali ini. (Ustadz Ngeblog)</description></item></channel></rss>