<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4268448123317699163</id><updated>2015-02-08T12:19:26.973+07:00</updated><category term="Politik"/><category term="Opini"/><category term="Travel"/><category term="MerdekaTV"/><category term="Coretanku"/><category term="Historia"/><category term="Komputer"/><category term="Tips n Trik"/><category term="Resensi"/><category term="Seni"/><category term="Buruh"/><category term="ActNOW"/><category term="Pojok"/><category term="Analisa"/><category term="Sehat"/><category term="Tokoh"/><title type='text'>MerdekaFiles</title><subtitle type='html'>Aksi Sekarang Juga</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ramchesmerdeka.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4268448123317699163/posts/default?redirect=false'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ramchesmerdeka.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4268448123317699163/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false'/><author><name>Ramches Merdeka</name><uri>https://plus.google.com/103384315644688268342</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-VM-GRqiDrDI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAEp4/G24C2-pKENY/s512-c/photo.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>414</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4268448123317699163.post-2583402356689756686</id><published>2015-02-07T12:58:00.003+07:00</published><updated>2015-02-07T12:58:42.116+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Resensi"/><title type='text'>Karl Marx, Das Kapital Buku 1</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://2.bp.blogspot.com/-tJvQvKG0gic/VNWo2ICJcgI/AAAAAAAAE8Q/ylu-un_QA20/s1600/karl-marx-das-kapital-buku-1.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Kapital Buku 1: Proses Produksi Kapital&quot; style=&quot;border:none&quot; src=&quot;http://2.bp.blogspot.com/-tJvQvKG0gic/VNWo2ICJcgI/AAAAAAAAE8Q/ylu-un_QA20/s1600/karl-marx-das-kapital-buku-1.jpg&quot; height=&quot;125&quot; title=&quot;Karl Marx, Das Kapital Buku 1&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;color: #444444;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt; &lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://ramchesmerdeka.blogspot.com/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;MFILES&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; - Karl Marx lahir pada tahun 1818 di Rhineland yang sedang digabung ke kerajaan Prusia. Di tahun 1836, Ia masuk Universitas Berlin. Ia mendapat Doktornya dengan disertasi mengenai filsafat kuno. Dua tahun kemudian Ia menjadi editor dua majalah pertama, Rheinesche Zeitung di Rhineland dan kedua, Deutsche Franzosische Jahrbucker, terbitan Paris yang ditujukan pada pembaca Jerman. Kedua-duanya ditutup kekuasaan Prusia karena dianggap melanggar hukum. Marx lalu mundur ke Brussel sebagai buangan, lalu kembali jadi editor sebuah majalah baru, Neue Rheinische Zeitung. Tapi kemudian Ia dibuang kembali ke London.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: #444444;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Sisa hidupnya, dari 1849-1883 tak lebih sebagai orang buangan di Inggris. Dia tidak pernah lagi mendapat pekerjaan tetap. Di Warsawa, dia hidup dari pembelian atas tulisan-tulisannya sebagai jurnalisme bebas. Dalam masa terpanjang periode ini ia hidup dirundung kemiskinan dan penyakit. Tapi sampai pada masa akhir hayatnya, pengaruh politiknya tak&amp;nbsp;&amp;nbsp;terabaikan. Kehidupannya yang kelabu dipengasingan adalah yang paling menarik bagi masa kini karena seluruh ide dan pikiran-pikran yang dihasilkannya.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: #444444;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Sampai pertengahan 1840-an, pandangan Marx dibentuk dan berubah cepat sekali, begitu Ia dapat menyerap berbagai ide dan pikiran dari berbagai sumber. Dallas tahun 1843. Ia jadi socials dan mammillae kerjasama dan persahabatan seumur hidup dengan Frederich Engels dalam mempelajari ekonomi.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: #444444;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Dalam kerjasamanya dengan Engels ia sampai pada suatu pemikiran “materialisme sejarah” – “Historis Materialism”-, yang dia pegang teguh sampai akhir hayatnya. Masyarakat, katanya berkembang melalui suatu pertumbuhan yang bertingkat-tingkat. Masing-masing tingkat punya struktur ekonomi yang berbeda-beda. Tingkat paling akhir, kapitalisme. Ia harus digulingkan melalui suatu revolusi yang dipimpin klas pekerja. teorinya yang tak lapuk mengenai sejarah dan program politiknya yang praktis dikaitkan oleh analisisnya mengenai kapitalisme, yang didalamnya dihasilkan dua hal. Pertama, meningkatnya krisis-krisis ekonomi dan kedua, menajamnya polarisasi klas. Sehingga menyusun suatu tingkat baru revolusi yang akan datang.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: #444444;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Ia mulai dengan analisis yang hanya menggambarkan. Ketika yang dipaksa kepengasingan sesudah tahun 1848, Marx menjadi mapan untuk menyelesaikan karyanya. DAS KAPITAL adalah hasil akhirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dari Hegel ke Materialisme Sejarah&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: #444444;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: #444444;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;HEGEL&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ketika Marx masih mahasiswa, kehidupan intelektual Jerman dikuasai oleh filsafat Hegel. Pada mulanya Marx menolak, tapi kemudian ia jadi Hegelian bergairah. Walau kemudian lagi ia menolak banyak pikiran Hegel., namun seluruh jalan pikirannya secara fundamental sekali telah dibentuk Hegel.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: #444444;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Menurut Hegel, sejarah bukanlah sembarang deretan peristiwa, tapi suatu proses yang dapat dimengerti, dikuasai oleh hukum-hukum obyektif, yang hanya terpahami dengan memandang sejarah sebagai suatu keseluruhan. Ia bukannya sebuah kemajuan yang uniform satu arah, tapi suatu proses yang “dialects”. setiap tingkat perkembangannya dikarakterisasi oleh adanya ‘pertentangan’ antar kekuatan yang baku lawan. Ia hanya merukun kembali dalam suatu sintesa yang lebih tinggi ditingkat selanjutnya, namun demi menghimpun pertentangan-pertentangan baru. Dalam garis besarnya, Marx memegang pandangan ini sepanjang hidupnya. Yang ia tolak dari Hegel ialah ‘idealismenya’. Idealisme dalam arti tekhnis. Filsafat adalah pandangan yang menganggap bahwa ’pikiran ‘ atau ‘ide-ide’ adalah primer dan benda-benda fisikal, sekunder. Menurut Hegel, sejarah, pertama-tama adalah cerita tentang perkembangan ‘akal’ atau ’roh’. Setiap periode dan setiap negeri punya perangkat ide-ide sendiri yang berbeda-beda.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: #444444;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Tulisan-tulisan Hegel sangatlah kabur dan dapat ditafsir dalam banyak cara. Filsafat Jerman dalam masa 1830-an dan 40-an dibelah oleh perbedaan pendapat antar berbagai aliran kaum Hegelian. Hegel sendiri ketika itu telah meninggal, sehingga tak serta dalam perdebatan itu. Kaum konservatif menyatakan bahwa negara Prusia merupakan bentuk tertinggi dari akal. Ia suatu titik kulminasi sejarah. Pandangan yang agak bersifat parochial ini dimengerti secara populer dikalangan birokrasi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: #444444;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Marx, bergabung sementara dengan aliran “Hegelian muda”, sebuah gerakan oposisi yang menekankan pentingnya perubahan yang terus-menerus dan menggerakkan pembangkangan terhadap agama yang sudah mapan. Gaya mereka, seperti digambarkan Isaiah Berlin,’persenyawaan sok ilmiah dengan keangkuhan’, penuh paradoks dari hal-hal yang tak jelas ujung pangkalnya dan sok prasasti yang dibungkus oleh prosa alternatif dari permainan kata (Karl Marx,4th edition-Oxford University Press,1978-hal. 53). Karya-karya Marx yang dini sekali ditulis dalam gaya demikian dan sangat membosankan. Marx tidak pernah benar-benar mencampakkan pengaruh itu, sebagaimana akan terlihat pada beberapa bagian Das Kapital.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sosialisme&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: #444444;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Marx juga dipengaruhi tulisan kaum sosialis diawal 1840-an. Pada masa itu, istilah ‘sosialis’ dan ‘komunis’ tidak punya arti yang jelas. Kini ‘sosialisme’ berarti, diatas segalanya, bertentangan dengan ’kapitalisme’. Dan konsep tentang Kapitalisme sebagai suatu bentuk masyarakat yang jelas, tidak ada sampai Marx menemukannya. Penulis-penulis sosialis pada zaman Marx menolak masyarakat yang ada ketika itu, atas dasar moral dan mengemukakan suatu rancangan masyarakat yang lebih baik sebagai ganti. Beberapa dari usul mereka tak tersangkal amat menjengkelkan, walau bukan ini yang menjadi pokok kritik Marx. Ia menolak teori-teori sosialis yang ada di masa itu dan menganggapnya suatu ‘utopi’. Ketika itu Marx telah berpandangan bahwa sejarah dikuasai oleh hukum-hukum yang objektif, yang tidak dapat diubah hanya dengan mengatakan benda-benda itu seharusnya menjadi lain. Seperti apalagi air. Ia tidak dapat mendaki dengan mengatakan ia harus begitu. Walau Marx membenci kapitalis, ia menganggap penghinaan terhadapnya sebagai  tidak kena. Lebih baik menggantinya dengan memperlihatkan bahwa suatu revolusi sosialis adalah suatu keharusan yang logis yang datang dari perkembangan kapitalisme. organisasi dari mayarakat yang akan datang ditentukan oleh rakyatnya sendiri, begitu mereka memasuki era itu, halmana tidak dapat diramalkan secara rinci kini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: #444444;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Untaian berharga lainnya dari pemikiran Marx datang dari ekonomi-politik (masa itu dinamakan economics). Perkembangan dari ilmu ekonomi Marx akan diulas lebih rinci dibawah. Cukuplah untuk mencatat disini bahwa ia adalah pemula dari ilmu ekonomi pada 1844-5 dengan mengambil banyak analisis ekonomi penulis lainnya. Pikiran yang esensial diperolehnya dari literatur adalah konsepsi tentang suatu ekonomi yang sistemnya melekat padanya dan dikuasai oleh hukum-hukum objektif. Dalam pandangan baru temuan Marx itu, proses perkembangan ekonomi menggantikan “jiwa” atau ”akal” Hegel sebagai motor sejarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Materialisme Sejarah  (Historical Materialism)&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: #444444;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Semua pengaruh yang diterima Marx menggabung ke dalam suatu bingkai teori selama tahun-tahun 1844 dan 1845. Marx dan Engels bekerjasama erat sekali masa itu. Kenyataan bahwa mereka menarik ide-ide dari berbagai sumber, tidaklah mengurangi penting atau orizinalitas pencapaian mereka. Semua pemikir besar membangun karya para pendahulu mereka.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: #444444;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Marx, dalam tahun 1844 telah sampai pada suatu ide sentralnya, ketika menulis sejumlah catatan atau naskah-naskah kasar yang dikenal sebagai ‘manuskrip ekonomi dan filsafat’ atau ‘manuskrip Paris’. Disinilah untuk pertama kalinya ia memusatkan sesuatu yang kemudian jadi tema pokok DAS KAPITAL, yaitu hubungan antara kapital dan upah kerja atau kerja upahan, hubungan antara kapitalis dan pekerja, kecuali jika mereka bekerja untuk sang kapitalis. Sesudah menjual tenaga kerjanya, para pekrja itu tidak punya hak atas produk kerjanya. Produk itu sepenuhnya milik sang kapitalis yang mempekerjakannya. Dengan begitu para pekerja itu tetap miskin dan terantung. Sedang si kapitalis jadi kaya terus.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: #444444;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Hubungan antara kapital dan pekerja adalah struktural. Tidak personal, perorangan. Para pekerja itu bukannya ditindas oleh sang kapitalis, tetapi oleh kapital. Yang justru dihasilkan oleh kerja. Tapi perilakunya itu adalah sebagai sekutu yang menindas para pekerja yang menghasilkannya. Dalam istilah Marx yang dipakainya pada 1844 itu, kerja yang ‘dirampok’ atau ‘diasingkan’ (alienated or astranged).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: #444444;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Ditingkat ini perkembangan pikiran Marx sangatlah kuat dipengaruhi Ludwig Feuerbach, seorang filosofis materialis dan pengeritik Hegel. Marx secara khusus mempergunakan ide Feuerbach tentang ‘esensi’ manusia atau ‘makhluk’. Produksi manusia secara alamiah adalah kreatif. Dan menempatkan takluk pada hukum-hukum kapital yang impersonal –tak menyangkut orang- berarti menghancurkan hubungan ilmiah antara produsen dan produk. Seberapa jauh konsepsi ini bertahan dalam karya-karya Marx yang sudah matang, adalah kontroversial. Terminologi didalam karya-karyanya yang kemudian menjadi berbeda, namun ide-ide dari tahun 1844 tetap dapat dibaca didalamnya bagi mereka yang mau.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: #444444;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Tahun berikutnya, 1845, Marx dan Engels bekerjasama untuk sebuah manuskrip yang juga tidak terbit semasa hidup mereka. ‘Ideologi Jerman’-The German Ideology-, karya inilah yang untuk pertama kalinya menampilkan ‘materialisme sejarah’. Ia dianggap sebagai pertanda berakhirnya periode pertama dari evolusi intelektual Marx. Sebuah ide di mana pikiran pikirannya berubah cepat. Sejak tahun 1845 itu ia  bekerja untuk mengembangkan  karangka dasar yang telah diletakan  dalam ideologi Jerman. Buku itu sulit di baca karena argumentasi positifnya  berpalung dengan serangan yang tidak berkesudahan  terhadap penulis-penulis lain.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: #444444;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Kata pengantar  untuk sumbangan pada kritik untuk ekonomi politik- contribution  to the critique of politikal  economi  adalah pernyataan singkat  yang lebih baik daripada materialisme sejarah.&lt;br /&gt;Di Dalam “Ideology Jerman”  Marx memulai dengan dari fakta-fakta yang sederhana. Untuk hidup manusia harus memproduksi alat-alat  penyambung hidupnya, makan dan lain sebagainya. Untuk melakukan mereka harus bekerja sama  dalam suatu pembagian kerja [Di sini  terlihat betapa konsep tentang  esensi manusia tak di libatkan]. Setiap tingkat perkembangan produksi itu sendiri adalah hasil perkembangan sejarah  dan hasil pencapaian manusia generasi sebelumnya. Perkembangan produksi mengharuskan keterlibatan bentuk-bentuk kerja sama, pembagian kerja dan kerenanya juga organisasi kemasyarakatan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: #444444;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Masyarakat berubah dari serentetan tingkat yang di tandai dengan  berbagai bentuk pemilikan. Pemilikan komunal masyarakat kuno di dasarkan pada peran budak. Pemilikan feodal tanah  atas pemerasan hamba, dan pemilikan perorangan borjuis kapitalis  atas eksploitasi terhadap proletariat dari pekerja upahan yang tak punya milik apa apa. Setiap bentuk produksi merupakan, lebih tinggi dari yang dulu, dan setiap tingkat memberi syarat bagi yang akan datang. Perkembangan kapitalis  menciptakan  pemiskinan proletariat yang semakin meluas dan meningkat, maka itu waktu akan menggulingkan kapitalisme. Komunisme adalah produk sejarah yang tak terhindarkan.    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: #444444;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Peristiwa  dan kejadian 1848 merupakan titik  yang menentukan dalam kehidupan Marx. Pada mulanya di Prancis, kemudian   demonstrasi-demonstasi rakyat serta pemberontakan  menjalari seluruh Eropa. DI Dallas, Dearth, Prussia,  Bangkok tuntutan rakyat bagi suatu konstitusi baru  yang membatasi kesewenang-wenagan otokrasi. Untuk waktu itu, ini adalah suatu tuntutan yang REVOLUSIONER. Sebuah  kongres kemudian diadakan di Frankrut  guna menyusun suatu konstitusi baru.dan peristiwa ini tidak begitu revolusioner, dalam arti adanya suatu perubahan yang mendadak dan menentukan, sebagai ganti penciptaan suatu hura-hura politik  rezim lama yang sempoyongan dan baru membuka kesempatan.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: #444444;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Manifesto komunis  untuk liga komunis ditulis dekat  sebelum pecahnya revolusi, dan dalam tahun 1848 itu, Marx kembali ke Jerman, dimana ia menasehatkan menahan diri – moderatioan - .nasehatnya itu didasarkan bahwa Jerman haruslah lebih dahulu  melewati satu tingkat yang sama dengan revolusi Perancis 1789, sebelum syarat-syarat matang untuk suatu revolusi komunis. Begitu keadaan berbalik, kekuatan radikal Jerman terpecah, dan angkatan bersenjata yang tetap setia terhadap otokrasi dan pemerintah Prusia, pada akhirnya mampu memegang kontrol pada suatu keadaan.dan Marx  dibuang kembali, kali ini ke london.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2.  Ekonomi Politik Klasik&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: #444444;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Produk terpenting dari Marx  selama dipembuangan adalah DAS KAPITAL. Untuk menempatkan Das Kapital dalam konteks teori-teori ekonomi saat itu, khusus apa yang di namakan Marx sebagai  Ekonomi Politik Klasik, diperlukan pemahaman terhadap karya-karya  Adam smith, David Ricardo dan ahli-ahli ekonom inggris  lainnya di akhir abad ke 18  dan awal abad ke 19. Marx membangun karya  dan sering merujuk pada karya mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Nilai dan Nilai Lebih&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ekonomi politik klasik, keberadaannya merupakan oposisi terhadap teori-teori yang beraliran Merkantilistik abad ke 17 dan 18. Kaum Merkantilistik pada pokoknya mengutamakan perdagangan luar negeri yang dianggap Marx sebagai hal yang sekundair.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: #444444;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pedagang, mereka berpikir tipikal kapitalis yang keuntungannya datang dari membeli murah – menjual mahal. Yang selangkah lebih maju dari pandangan ini adalah kaum ‘Fisiokrat’ Prancis abad ke 18. Mereka ini menekankan pentingnya produksi di banding perdagangan. Dan mereka mengangggap pertanian hanya yang benar-benar produktif. Marx mempelajari teori dan karya kaum merkantilis dan fisiokrat itu dan sewaktu-waktu merujuk pada mereka.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: #444444;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Suatu tema pokok dalam ekonomi politik klasik (didalamnya terdapat karya kaum fisiokrat), adalah pembahasan tentang laba dan sewa dalam pengertian surplus yang datang dari produksi. Ide dasarnya dapat dilihat dalam suatu ekonomi hanya memproduksi satu jenis barang, katakan misalanya Jagung. Jagung lalu menjadi bahan makanan dan juga masukan bagi produksi (seperti bibit). Manakala jagung cukup diproduksi untuk mengganti bibit dan untuk memberi makan para produsennya, maka setiap kelebihan adalah SURPLUS. Nilai lebih yang akan mendukung klas penguasa yang tak berproduksi beserta orang-orang yang menggelantungkan diri pada mereka (tentara, pegawai, pendeta dlsb).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: #444444;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan yang menarik disini adalah, bagaimana surplus itu jatuh ketangan penguasa? Eksistensi surplus yang fisikal itu, sudah tentu tak dipersoalkan lagi, karena surplus itu dapat dinikmati para produsen itu sendiri. Smith, Richardo, dan Marx, semua memberi jawaban yang sama terhadap pertanyaan itu. Didalam suatu masyarakat kapitalis, surplusnya direbut oleh para pemilik kekayaan, karena mereka cukup kaya untuk membeli alat-alat produksi yang diperlukan (tanah, bibit jagung, dalam contohnya yang sederhana) sedangkan para pekerja tidak dapat berproduksi dengan kemampuannya sendiri dan karena itu harus menerima upah apa saja yang mereka dapatkan. Persaingan untuk mendapat pekerjaan membuat upah tetap saja pada batas minimum. Smith dan Richardo menganggap hal itu sebagai ‘alamiah’ dan ‘abadi’. Tapi Marx menganggap sebagai hal yang sementara karena perkembangan masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: #444444;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Persoalan selanjutnya haruslah dipertimbangkan bahwa di dalam sistim kapitalis, berbagai barang diproudksi oleh perusahaan – perusahaan tertentu. Setiap perusahaan mengeluarkan uang untuk pembeli alat dan bahan produksi, membayar upah dan menutup pengeluarannya dengan menjual produknya. Seseorang dapat saja berbicara tentng surplus fisikal untuk keseluruhan sistim,  tapi tidak untuk satu-satu perusahaan. Laba perusahaan tertentu bergantung pada biaya yang ia keluarkan dan harga yang ia peroleh. Harga barang dapat berubah dari minggu ke minggu atau hari ke hari. Maka itu para ahli ekonomi klasik mengembangkan suastu konsep harga ‘normal’ atau ‘alamiah’, atau ‘nilai’ dari sesuatu barang. Surplus yang masuk pada para kapitalis atau pemilik tanah sebagai nilai-lebih adalah kelebihan nilai yang dihasilkan diatas nilai yang diserap oleh biaya-biaya, termasuk upah. Suatu teori nilai-lebih punya dua unsur : suatu teori nilai dan penjelasan bagaimana surplus itu disadap dari para pekerja dan dipindahkan kepada para pemilik modal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Adam Smith &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Adam Smith, pengarang dari “The Wealth Of Nations” (1776) pada umumnya diakui sebagai pendiri ekonomi politik klasik. Ia memberi tekanan khusus pada pembagian kerja sebagai penyebab meningkatnya produktivitas dan kesejahteraan. Pembagian kerja memungkinkan setiap produsen berspesialisasi dan melakukan pekerjaan-pekerjaan khususnya lebih efisien. Tapi ia dibatasi oleh luasnya pasar, karena pasar kecil tidak menyediakan ruang bagi spesialisasi. Bagitu kekayaan dan populasi bertumbuh, cara transportasi berkembang maju, dan pasar berkembang meluas, kesemuanya lalu memungkinkan pembagian kerja yang lebih terperinci.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: #444444;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Dan dengan begitu penghasilan kekayaan semakin besar. Pertumbuhan ekonomi adalah proses akumulatif dimana setiap langkah dari perluasan pasar menyediakan basis untuk pertumbuhan selanjutnya. Marx menemukan ide tentang proses perkembangan ekonomi yang terus menerus dari Smith dan menjadikannya landasan bagi analisanya tentang kapitalisme.&lt;br /&gt;Harga ‘alamiah’ setiap produk, manurut Smith adalah sedemikian rupa sehingga ia menutup pengeluaran-pengeluaran untuk upah dan sewa serta menghasilkan laba pada rate pasar yang berjalan. Ia punya analisa pasar yang luar biasa baiknya. Tenaga-tenaga pasar cenderung membawa harga ke garis harga yang ‘alamiah’. Manakala harga pasar tinggi, laba juga akan tinggi. Para produsen kan ditarik ke wilayah bisnis. Suplai dengan demikian juga akan mengakar, sedang harga akan ditarik turun kembali. Sebegitu jauh dan baik, maka Marx telah mengambil banyak dari analisis itu.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: #444444;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Perlakuan Smith terhadap penentuan upah, laba dan sewa lebih banyak dipersoalkan. Nilai, katanya, ditentukan dengan mempertambahkan upah, laba dan sewa. Pada waktu bersamaan, katanya pula, upah, laba dan sewa tergantung pada jumlah keseluruhan nilai yang telah dihasilkan. Dan nilai akan ditemukan dengan membagi mereka. Argumentasinya memutar. Teori Smith tentang laba bagaimana pun sangat lemah. Katanya, laba ditentukan oleh atau melalui ‘kompetisi’ tapi ia tidak menyediakan analisis yang koheren bagaimana itu terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;David Ricardo&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;David Ricardo, seorang pedagang surat-surat berharga dan anggota Parlemen Inggris adalah seorang tokoh lainnya dari dunia ekonomi politik klasik. Karyanya “PRINCIPLES OF POLITICAL ECONOMY AND TAXATION”—prinsip-prinsip ekonomi dan pajak—adalah suatu upaya untuk memilah-milah kerangka dasar pemikiran Adam Smith dari kekurangannya.&lt;br /&gt;Nilai komoditi menurut Ricardo, ditentukan oleh seberapa banyak tenaga kerja diperlukan untuk menghasilkannya (dengan beberapa pengecualian dibawah). Suatu perubahan upah, tidak akan berubah nilai. Tapi ia merubah sebagian besar dari nilainya yang dihasilkan dan yang akan menunjang seluruh lawan dari laba. Jika upah naik, maka laba menurun. Namun jumlahnya tetap sama. Nilai dari hasil ¾ output—dapat diukur secara bebas dengan cara bagaimana ia dibagi-bagi.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: #444444;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Sesudah mengetahui prinsip ini, kesukaran masih tetap. Pengembalian dari uang yang ditanam, mestilah sama untuk bermacam-macam industri. Sebab jika tidak, kapital akan mengalir kepada yang lebih menguntungkan seperti juga keterangan Smith. Dimanapun jumlah kapital yang ditanam, ia punya sangkut paut dengan para pekerja yang dipekerjakan, semakin tinggi pula pembagian laba. Maka itu lebih diperlukan harga yang lebih tinggi supaya ia menghasilkan pengembalian kapital yang layak. Harga-harga, karenanya tidak dapat seimbang dengan permintaan tenaga kerja. Richardo mengakhiri keterangannya dengan alasan bahwa nilai, sebagian besarnya ditentukan oleh tenaga kerja dan bersandar kembali pada posisi dan pandangan Smith.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: #444444;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Marx mengkritik Richardo atas kegagalannya dalam hal ini dan memberikan pemecahannya sendiri, dengan melibatkan sikapnya terhadap ‘nilai’ dan harga ‘alamiah’ (harga produksi dalam istilh Marx) sebagai hal-hal yang sangat berbeda. Nilai ditentukan oleh kerja yang terkandung didalam produksi, sebagai suatu definisi. Upah dan laba ditentukan oleh atau dengan membagi nilai yang diproduksi seluruh ekonomi. Dan harga produksi ditentukan dengan menambah laba dan upah untuk setiap barang secara terpisah. Demikian menurut Smith. Sedang sirkulasi ia hindari (walau pemecahan yang diajukan Marx, menimbulkan masalah tersendiri).&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: #444444;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Masalah sewa tetap tinggal sebagai hal yang harus dijelaskan. Menurut Richardo, sewa itu timbul karena berbagai  bidang tanah dengan berbagai macam taraf kesuburan. Harga produk pertanian haruslah cukup tinggi, agar tanah yang paling buruk dapat menghasilkan laba bagi petani di dalam rate yang berlaku. Karena, jika tanah tidak menguntungkan, ia tidak akan ditanami. Dan tanah yang lebih baik yang akan menentukan sewa, karena petani akan bersaing untuk menggunakannya. Sedang si pemilik tanah dapat meminta sewa yang demikian. Marx mengambil oper teori ini, mengembangkan dan mengolahnya secara tersendiri sampai pada bagian-bagian  akhir Das kapital, walau ia menganggapnya sebagai masalah kedua.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: #444444;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Marx menganggap Smith dan Richardo sebagai perwakilan terbaik dari dunia Ekonomi Politik.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: #444444;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Sesudah Richardo, para ahli ekonomi jika tidak menyalin ide-idenya, mereka hanya cenderung menekankan pentingnya ‘Suplai dan Permintaan’ sebagai penentu harga. Mereka tidak menceritakan kisah-kisah yang masuk akal mengenai pasar-pasar tertentu, tapi meninggalkannya tanpa analisis yang koheren tantang upah, laba dan sewa bagi keseluruhan sistem. Marx menamakan mereka itu sebagai “ekonom vulgar” karena perlakuan mereka semaunya. Sebenarnya, adalah mungkin untuk memberikan perhitungan yang koheren bagi keseluruhan sistem ekonomi dalam pengertian suplai dan permintaan, seperti yang telah diperlihatkan Walras pada 1870-an. Tapi ketika itu kesehatan Marx jatuh, dan tidak sempat memperhatikan karya-karya Walras. Marx mungkin saja tidak setuju seandainya dia tahu hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Uang  &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Demi kelengkapan, diperlukan suatu pembicaraan singkat mengenai ekonomi keuangan yang sedang berkembang dalam isolasi relatif dari teori-teori nilai dan nilai lebih. Uang di zaman Marx, didasarkan pada emas (paling sedikit di Inggris dan pusat-pusat kapitalis besar lainnya). Uang kertas telah beredar dan dapat ditukarkan dengan emas. Dan mata uang emas juga beredar. Menurut Marx, nilai uang juga langsung terkait pada nilai emas. Dan emas itu bergantung pada para pekerja yang diperlukan untuk menghasilkan emas itu. (disaring dari tambang emas). Jadi sama dengan komoditi lain. Dalam hal ini Marx berbeda dengan teori-teori sebelum, ‘teori kuantitas uang’ yang mengaitkan nilai uang pada kuantitasnya dalam sirkulasi. Menurut teori itu, kuantitas uang menentukan nilainya. Menurut Marx, ia berjalan terbalik. Nilai uang yang justru yang menentukan kuantitasnya dalan sirkulasi.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: #444444;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Perdebatan mengenai keuangan dipertengahan abad ke-19 terpusat pada dampak dikeluarkannya uang kertas.uang kertas itu bukannya tidak ditukarkan, atau tidak ditukarkan kini, tetapi berjanji akan membayar. Janji ini diberikan bank perorangan yang mengeluarkannya dan dapat pula ditebus dengan emas (dalam bentuk emas). “The Currency School” adalah aliran yang lebih menyukai adanya pembatasan pengeluaran uang kertas, karena pengeluaran yang terlalu banyak akan membawa kenaikan harga yang akan diikuti krisis keuangan “The Banking School” aliran yang tidak melihat adanya bahaya demikian. Dasar mereka ialah setiap kelebihan pengeluaran uang kertas akan kembali kepada Bank yang mengeluarkannya untuk disimpan atau ditukar dengan emas. Dalam hal ini Marx menyokong “The Banking School”. Ia berpendapat bahwa krisis finansial adalah simpton dari masalah yang lebih fundamental yang tidak ada sangkutannya dengan kelebihan pengeluaran uang kertas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Pembuatan Kapital  (The Making of Capital)&lt;/b&gt;Perkembangan Ilmu Ekonomi Marx&lt;br /&gt;Pada tahun 1840, Marx sudah sampai pada suatu pandangan tersendiri terhadap kapitalisme sebagai suatu jenis ekonomi yang jelas, dengan suatu jangka hidup terbatas. Pada taraf ini ia mengambil teori ekonomi lain-lain orang yang sudah jadi, menafsirkannya kembali dan menempatkan teori-teori itu ke dalam sistem yang membentuk sendiri. Bagian-bagian ekonomi dari tulisannya ECONOMIC AND PHILOSOPHIE MANUSCRIPTS, -Manuskrip Ekonomi dan filsafat-1844, pada pokoknya terdiri dari kutipan-kutipan Adam Smith dan lainnya. ‘Wage Labour and Capital’ – kerja upahan dan kapital-, terbit tahun 1849 didasarkan pada kuliah-kuliah yang diberikan pada 1846-47 pada pokoknya mesih bersifat Smith dalam struktur keseluruhannya, walau Marx bersikap selektif. ‘Kerja upahan dan kapital’ kadang-kadang terasa sebagai pemula untuk memahami Das kapital, walau sesungguhnya ia menampilkan suatu teori yang rada berbeda. Ia harus dibaca dengan kehati-hatian yang khusus, karena Engels-lah yang telah mengolahnya sesudah Marx meninggal demi memberikan kemiripan pada kematangan karya Marx. THE POVERTY of PHYLOSOPHY (1847), sungguh banyak mengutip Richardo dan juga dari kalangan “Sosialis richardian”, sebuah kelompok para penulis radikal Inggris.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: #444444;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Dalam 1850-an di London dalam masa pembuangan Marx kembali lagi ke ilmu ekonomi. Pertanda penting dari pemikiran Marx masa ini adalah naskah yang telah ditulis pada 1857-58 yang diterbitkan tahun 1933, lama setelah ia meninggal dengan GRUNDRISSE (foundations). Dasar naskah ini jelas tidak untuk diterbitkan karena sulit dibaca. Isinya melompat dari suatu subjek ke subjek lainnya tanpa perencanaan yang jelas. Namun dalam kekacauannya, Grundrisse mengandung semua tema pokok yang ada dalam Das kapital. Dipertengahan 1850-an, kita melihat sudah mematangnya ilmu ekonomi Marx. Pentingnya Grundrisse bagi pembaca moderen tidak terletak pada ilmu ekonomi Marx, yang secara lebih baik yang dikemukakan dalam Das kapital, tetapi di dalam keterangan filsafat yang terjalin di dalam Grundrisse, yang jelas lebih banyak kehegelannya daripada dalam Das Kapital. Grundrisse juga merupakan sebuah jembatan antara Das kapital dengan karya-karya filsafat Marx yang dini.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: #444444;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Kewajiban Marx selanjutnya, menemukan jalan untuk mengemukakan teori yang baru, dalam hal mana ia mengalami kesukaran. Ketika ia memulai dengan ‘A  CONTRIBUTION  to the CRITIQUE of  POLITICAL ECONOMY’, diterbitkan 1859, sebuah karya yang ternyata tidak lebih dari cicilan pertama. Kekecewaan muncul dari kalangan sahabat-sahabatnya, karena karya itu hanya berurusan dengan hal pertukaran dan uang dan tidak berbicara apa-apa tentang hubungan kapital dengan tenaga kerja. Kepada Engels, Mrax menulis gambarannya mengenai Das kapital yang memerlukan 6 jilid, mencakupi hal-hal kapital tentu, kerja upahan, pemilikan tanah, negara, perdagangan internasional, dan pasar dunia. Yang pertama tentulah hal kapital yang berkembang menjadi 3 jilid (ditambah 3 jilid lagi mengenai teori nilai lebih) yang tidak pernah selesai, sedang sisanya yang 5 tidak pernah dimulai bahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;KAPITAL&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sebagian penulisan Das Kapital dikerjakan dalam pertengahan 1860-an. Marx menulis rancangan naskah untuk ketiga jilid bersamaan dengan jilid ke-4 mengenai sejarah dari pemikiran dan ide-ide ekonomi (cukup banyak dan luas untuk memenuhi 3 jilid, ternyata ketika akhirnya diterbitkan dengan THEORIES OF SURPLUS VALUE – Teori-teori nilai lebih ). Caranya ia menulis, memulai dengan beberapa naskah kasaran tentang tiap topik, kebanyakan ekstrak dari penulis-penulis lain dan sumber-sumber fakta, laporan parlemendan sebangsanya. Dalam naskah rancangan selanjutnya, ia menyusun kembali bahan-bahan, membuangi banyak kutipan, kecuali dari mana ia mendapatkan faktual atau ilustrasi untuk bagian-bagian terpenting. Di dalam bagian-bagian yang tak selesai dari jilid 1,2 dan 3, marx mengikuti naskah-naskah rancangannya terdahulu dan tetap tinggal begitu dalam versi yang diterbitkan. Dalam jilid 1, Marx membuat pernyataan terima kasih atas sumbangan para pendahulunya dengan mengutip pernyataannya terdahulu, bahwa ia dapat menemukan setiap ……yang penting. (catatan ini dapat membingungkan pembaca yang tidak awas akan maksudnya).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: #444444;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Marx juga memberikan waktu panjang untuk mengolah struktur Das kapital, dan hasilnya tidak seperti Grunrisse. Setiap konsep diantar, dijelaskan dan ditegaskan. Tatanan seperti ini, bagaimanapun punya kekurangan. Sebagaimana ditulis oleh Marx dalam “kata penutup” pada jilid satu edisi Jerman: ‘metode penyampaian tentu berbeda dari bentuk  penelitian. Yang terakhir haruslah menyusun bahan secara rinci …..hanya setelah pekerjaan ini selesai, semua gerak yang sesungguhnya dapat digambarkan secara memadai. Jika ini dikerjakan memadai. Jika ini dikerjakan dengan baik, barulah dapat ditampilkan hal  seperti yang kita alami sebelumnya, yaitu suatu konstruksi apriori yang murni.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: #444444;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Masalah yang dihadapi Marx dalam pengembangan dan penympaian analisanya tentang kapitalisme, bertolak dari kerasnya permintaan teori sejarahnya. Dalam arti istilah yaitu, kapitalisme adalah suatu “bentuk produksi yng dibatasi oleh suatu struktur dasar yang spesifik, mengenai hubungan-hubungan produksi yang melibatkan dua klas, pemeras dan yang diperas. Dan kapitalisme adalah suatu ‘bentuk yang terkahir’ . Semua sosok penting masyarakat dibentuk oleh sistem produksi yang dominan (tidak seluruhnya ditentukan). Dan setiap bentuk itu punya hukum-hukum yang melekat padanya. Ia memelihara atau memproduksinya kepada pergantian bentuk yang selanjutnya. Untuk memasang analisa kapitalisme ke bingkainya, Marx harus mengidentifikasi struktur dasar kapitalisme dan menyimpulkan hukum-hukum gerak sistem dari struktur itu. Teori ini dalam perkembangannya harus berpindah dari yang ‘abstrak ke yang konkrit’, dari konsep kapitalisme abstrak ke kapitalisme yang sungguh berlaku pada masyarakat tertentu.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: #444444;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;‘Metode Penyelidikan’ atau proses penelitian tidak dapat mengikuti pola ini. Konsep-konsep abstrak tidak dengan sendirinya berlaku. Ia hanya dapat diuji dengan  melihat apakah ia diperuntukan bagi pelukisan gerak ‘gerak aktual’ yang sebenarnya. Dan tidak melompat begitu saja dari kepala teoritisi? ia dikembangkan melalui proses yang menyakitkan, melalui uji-coba-pembenaran, talaahan, menyadap dan mengeritik teori-teori yang ada. Dan melalui saling pengaruh antara teori dan bukti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kapital Buku 1: Proses Produksi Kapital&lt;br /&gt; &lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;By Karl Marx, Oey Hay Djoen (Translator), Hilmar Farid (editor)&lt;br /&gt; Paperback, 929 pages&lt;br /&gt; Published 2004 by Hasta Mitra (first published 1867)&lt;br /&gt; ISBN 9798659291&lt;br /&gt; edition language: Indonesian&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: #444444;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;Sumber: &lt;a href=&quot;http://kalanganbawa.blogspot.com/2010/08/ringkasan-das-%20%20kapital.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;KLIK DISINI&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: #444444;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;Diterbitkan ulang untuk pendidikan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4268448123317699163/posts/default/2583402356689756686'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4268448123317699163/posts/default/2583402356689756686'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ramchesmerdeka.blogspot.com/2015/02/karl-marx-das-kapital-buku-1.html' title='Karl Marx, Das Kapital Buku 1'/><author><name>Ramches Merdeka</name><uri>https://plus.google.com/103384315644688268342</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-VM-GRqiDrDI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAEp4/G24C2-pKENY/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/-tJvQvKG0gic/VNWo2ICJcgI/AAAAAAAAE8Q/ylu-un_QA20/s72-c/karl-marx-das-kapital-buku-1.jpg" height="72" width="72"/><georss:featurename>Jakarta, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-6.2087634 106.84559899999999</georss:point><georss:box>-6.4613213999999992 106.5228755 -5.9562054 107.16832249999999</georss:box><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1"/><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4268448123317699163.post-5549458370409873617</id><published>2015-01-26T01:23:00.002+07:00</published><updated>2015-01-26T01:23:32.699+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Resensi"/><title type='text'>Karl Marx Das Kapital Buku 2</title><content type='html'>&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://4.bp.blogspot.com/-MMXrabMObi4/VMUzacdMfFI/AAAAAAAAE7Q/-CdBx1YX4V8/s1600/karl-marx-das-kapital-buku-2.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Karya Karl Marx tentang proses sirkulasi produksi&quot; style=&quot;border:none&quot; src=&quot;http://4.bp.blogspot.com/-MMXrabMObi4/VMUzacdMfFI/AAAAAAAAE7Q/-CdBx1YX4V8/s1600/karl-marx-das-kapital-buku-2.jpg&quot; height=&quot;414&quot; title=&quot;Karl Marx Das Kapital Buku 2&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr align=&quot;left&quot;&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span style=&quot;color: #444444;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://ramchesmerdeka.blogspot.com/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;MFILES&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; - Buku II dari magnum opus Karl Marx, Das Kapital ini telah selesai diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Oey Hay Djoen dan diterbitkan oleh penerbit Hasta Mitra, penerbit buku-buku Pramudya Ananta Toer di Jakarta. Kita ingin melakukan refleksi, apa relevansi (kepenadaan) sebuah buku, yang pertama kali diterbitkan dalam bahasa Jerman di tahun 1885, dua tahun setelah meninggalnya salah seorang pelopor gerakan Kiri, bagi kita, yang hidup di Indonesia, lebih dari seabad kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, mari kita renungkan kembali, suka-duka Marx dalam menghasilkan karya besar itu. Seperti kita ketahui, Das Kapital, Capital dalam bahasa Inggris, atau Kapital, dalam bahasa Indonesia terdiri dari tiga jilid. Jilid pertama diterbitkan tahun 1867, dan masih ditulis oleh Karl Marx sendiri, sambil terus menulis naskah-naskah persiapan untuk Jilid kedua dan ketiga, yang baru dapat disunting dan diterbitkan oleh sahabat dan teman seperjuangannya, Friedrich Engels, setelah Marx meninggal. Jilid kedua, aslinya juga dalam bahasa Jerman, diterbitkan tahun 1885, sedangkan jilid ketiga, juga dalam bahasa Jerman, baru diterbitkan tahun 1894. Ketiga jilid Kapital itu merupakan hasil studi intensif di British Museum di London, selama 17-20 tahun, semenjak Marx bersama keluarganya hijrah ke London, tahun 1849. Studi kepustakaan itu dilakukannya dalam kemiskinan yang luar biasa, di mana ‘cakar ayam’ Marx ditulis kembali oleh Jenny von Westphalen, isteri Marx, yang meninggal dalam kemiskinan dan kesehatan buruk, dua tahun sebelum Marx. Juga tiga dari enam orang anak Marx – Jenny Jr, Franziska, dan Edgar — meninggal, akibat kondisi tempat tinggal mereka yang begitu buruk. Maklumlah, Marx praktis bekerja purna waktu untuk penulisan buku itu, dengan hanya mengandalkan honorarium sebagai koresponden New York Daily Tribune serta bantuan finansial Engels. Selain Jenny, anak bungsu mereka, Eleanor (”Tussy“), membantu Marx menulis naskah buku itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didahului oleh beberapa karya lain, yakni Manifesto of the Communist Party (1847-8, yang ditulis bersama Engels), Grundrisse (1857-8), A Contribution to the Critique of Political Economy (1859), dan ketiga jilid Theories of Surplus Value (1861-3), ketiga jilid Das Kapital merangkum seluruh teori ekonomi Marx, sebuah kritik menyeluruh terhadap sistem ekonomi kapitalis. Sementara fokus Jilid 1 pada industri manufaktur, dengan tokoh-tokohnya para buruh dan industrialis, Jilid 2 lebih terfokus pada pasar, dengan tokoh-tokohnya para pemilik uang atau peminjam uang, pedagang besar, pedagang sedang, dan kaum wiraswasta di berbagai bidang khusus, yang disebut oleh Mandel “functional capitalists”, seperti para pengusaha transportasi, pengusaha pergudangan, dan para banker (1978: 14). Selanjutnya, Jilid 3 memperlebar fokus sorotan dengan rumus “trinitas” aktor dan faktor ekonomi, yakni kapital yang menghasilkan laba, tanah yang menghasilkan sewa tanah, dan buruh yang hanya mendapatkan upah (Marx 1991c: 953-970 (Bab 48). Jilid ketiga juga berbicara tentang empat kelompok kelas penguasa, yakni kapitalis industri, kapitalis perdagangan, bank, dan kapitalis pemilik tanah. Sedangkan lima kategori pendapatan, adalah upah, laba sektor industri, laba sektor perdagangan dan bank, bunga bank, dan sewa tanah, yang dapat diringkas menjadi tiga jenis pendapatan, yakni upah, laba dan sewa tanah (Mandel 1991: 64).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pisau analisis yang digunakan oleh Marx, yakni moda produksi (mode of production), mulai dipopulerkan oleh Marx &amp;amp; Engels dalam Manifesto Komunis, di mana mereka menggambarkan evolusi dari moda produksi feudal, moda produksi manufaktur, ke moda produksi industri modern (Tucker 1978: 474-5).[1] Secara garis besar, moda produksi adalah sistem ekonomi yang paling dominan dalam suatu formasi sosial.[2] Setiap sistem ekonomi, menurut Marx, merupakan hasil interaksi antara ‘kekuatan-kekuatan produksi’ (forces of production) dan ‘relasi-relasi produksi’ (relations of production), seperti yang diuraikannya dalam pengantar buku Contribution to the Critique of Political Economy, yang pertama terbit tahun 1859 (Tucker 1978: 4). Konseptualisasi begini mencegah determinisme teknologis, yang lebih mementingkan forces of production, maupun determinisme ekonomis, yang lebih mementingkan relations of production, khususnya faktor modal dan manajemen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam moda produksi kapitalis, komoditi dihasilkan dengan memeras nilai lebih (surplus value) dari kerja sang buruh yang membuat sang kapitalis semakin kaya sementara sang buruh semakin miskin. Yang dimaksud Marx dengan nilai lebih (surplus value) adalah selisih antara nilai komoditi dan upah yang diterima buruh untuk memproduksi barang itu, yang diapropriasi oleh pemilik modal. Sementara itu, permintaan akan komoditi terpelihara oleh pemberhalaan (fetishism) komoditi, sebagaimana dikemukakan oleh Marx dalam Buku I Kapital. Yang dimaksud dengan konsep ini oleh Marx adalah produksi dan pertukaran (perdagangan) barang yang semata-mata dimotivasi oleh maksimalisasi keuntungan. Marx menganggap ini ciri khas kapitalisme, di mana produksi barang untuk memenuhi permintaan pasar menjadi tujuan utama sang kapitalis, tanpa mempertimbangkan kebutuhan sosial dan keadilan sosial. Dalam proses ini, produsen dan pedagang sangat tergantung pada fluktuasi harga dan permintaan. Akibatnya, kepentingan komoditi merajai seluruh hubungan sosial. Pemujaan komoditi juga diidentikkan dengan obsesi untuk mencari uang sebanyak-banyaknya, untuk membeli semua barang yang dapat dibeli dengan uang itu, tanpa mengindahkan nilai-nilai lain (Marx 2004: 41-56; Wilczynski 1986: 89, 578).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori pemberhalaan komoditi merontokkan kepopuleran hukum “permintaan &amp;amp; penawaran” yang begitu dipercaya oleh para ekonom liberal, walaupun secara tidak langsung teori “pemberhalaan komoditi” merupakan dasar bagi teori pemasaran yang sangat menggantungkan diri pada iklan. Sebab “permintaan” (demand) nyatanya sangat tergantung pada usaha “penciptaan” permintaan oleh industri periklanan. Lebih jauh lagi, “permintaan” juga ikut diciptakan oleh lembaga-lembaga promosi hutang luar negeri, yang ikut mendorong pemasaran produk-produk dari negara-negara kapitalis lanjut ke negara-negara miskin, sehingga mereka semakin dalam terjerat dalam hutang. Secara teoretis, popularitas teori supply &amp;amp; demand itu, yang masih dipertahankan oleh Paul Samuelson, dirontokkan oleh Marx dalam Buku II Kapital, dengan menunjukkan bahwa permintaan akan komoditi tertentu tidak hanya ditentukan oleh konsumen, tapi juga oleh pebisnis, yang ikut membeli tanah, tenaga kerja, dan barang modal (capital goods), kemudian menjualnya kembali kepada publik (Mandel 1991a: 22-23).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun Kapital tidak hanya memberikan gambaran sesaat atau anatomi sistem kapitalis. Mengikuti jejak pendahulunya, yakni buku Engels, The Condition of the Working Class in England, maka Buku I Kapital memberikan latar belakang sejarah terbentuknya moda produksi kapitalis di Inggris, sampai menjadi sistem ekonomi yang meliputi sebagian besar dunia yang dikuasai bangsa-bangsa Eropa. Proses ini dimulai dengan perampasan tanah-tanah petani di daerah-daerah jajahan bangsa Inggris di Kepulauan Britania, khususnya Skotlandia, untuk dialihkan menjadi peternakan domba, guna mendukung industri wol yang mulai tumbuh di Inggris. Proses ini menghasilkan urbanisasi dan pengangguran besar-besaran di kota-kota di Inggris, yang menghasilkan buruh murah yang serta merta dimanfaatkan oleh industri tekstil yang semakin berkembang berkat penemuan mesin uap oleh James Watt, serta pasokan kapas dari daerah jajahan Inggris di seberang laut, yakni Hindia. Produksi tekstil yang digerakkan oleh mesin uap itu, menghancurkan industri pertenunan rakyat dengan ATBM-nya, yang semakin memicu urbanisasi di Inggris, dan menambah buruh murah – termasuk perempuan dan anak-anak – untuk melayani industri tekstil di Manchester dan kota-kota sekitarnya. Proses industrialisasi itu juga memasuki sektor pertanian, di mana produksi gandum, wol, dan daging juga sudah dikuasai oleh para kapitalis pertanian. Dampak revolusioner dari industri berskala besar terhadap manufaktur, kerajinan tangan, dan industri rumahan, dikupas secara terinci dalam Buku I Kapital (lihat Marx 204: 479-517). Sementara itu, para kapitalis industri mendorong Britania Raya (setelah Inggris mencaplok Skotlandia, Wales, dan Irlandia), menjadi negara imperialis, demi menyedot bahan mentah dari luar negeri sambil melempar produk-produk industri mereka ke mancanegara, terutama bekas negeri-negeri jajahan yang tetap dirangkul di bawah payung Persemakmuran (Commonwealth).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah kapitalisme Inggris ini dapat dibaca di Bagian 8 dari Buku Pertama Kapital (Marx 2004: 796-870), sedangkan ledakan kemiskinan yang diakibatkan oleh Revolusi Industri di Inggris, dapat dibaca di buku Engels, The Condition of the Working Class in England. Buku itu merupakan hasil observasi langsung Engels di pusat industri tekstil di Manchester dan sekitarnya antara 1842-4, pada saat ia diutus oleh ayahnya, pemilik kilang kertas Ermen &amp;amp; Engels di Barmen, Jerman, untuk belajar bisnis di Manchester, di mana perusahaan keluarga itu punya kantor. Kendati datang dari latar belakang borjuis, Engels muda sudah menunjukkan kepekaan yang tinggi terhadap penderitaan kelas bawah di Wuppertal, di mana ia dilahirkan. Kecenderungannya ke arah sosialisme menjadi semakin mantap setelah perjumpaan dengan Marx di Koeln (Jerman) dan Paris, masing-masing di tahun 1842 dan 1844. Selain itu, yang membantu pemahaman Engels terhadap penderitaan kelas pekerja di Inggris adalah Mary Burns, karyawati Ermen &amp;amp; Engels asal Irlandia, yang menjadi teman hidupnya sampai kematian Mary di tahun 1863 (Hobsbawm 1969; Dennehy 1996: 106; Tucker 1978: xv-xviii, 579).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita kembali ke Buku II Kapital yang sedang kita luncurkan siang ini. Walaupun fokus buku ini adalah tentang sirkulasi uang dan komoditi, kepedulian Marx yang begitu besar terhadap eksploitasi kaum buruh tetap tampak di buku ini. Misalnya, dalam bagian tentang perawatan alat-alat produksi, Marx menggambarkan bagaimana buruh seringkali melakukan pembersihan mesin-mesin pada waktu jeda, atau pada saat mesin sedang berjalan, tanpa mendapat upah dan dengan risiko kecelakaan kerja (lihat hal. 195). Jadi itu merupakan tambahan nilai lebih yang diperas oleh para kapitalis dari kaum proletar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena berbicara tentang sirkulasi uang dan komoditi, Buku II ini juga berbicara secara terinci sekali tentang transportasi komoditi, dengan fokus per-kereta-api-an di Inggris, dan tentang sirkulasi dan ‘penimbunan’ uang secara ‘otonom’, lepas dari keterikatan pada sirkulasi barang. Uraian Marx tentang per-kereta-api-an di Inggris, masih tetap relevan buat mereka yang mendalami ilmu ekonomi angkutan di masa kini, agar dapat memahami bagaimana korporasi-korporasi penyedia jasa angkutan menimbun keuntungan mereka sendiri. Sedangkan dalam berbicara tentang akumulasi kapital, khususnya uang, yang independen dari peredaran barang, Karl Marx sudah 65 tahun mendahului John Maynard Keynes, dengan berbicara tentang penimbunan uang (money hoarding). Bahkan Marx sudah lebih maju dari pada Keynes, sebab ia membedakan antara investasi yang dapat menaikkan nilai lebih, atau investasi produktif, dan investasi yang tidak produktif (Mandel 1991a: 76). Dengan kata lain, fenomena jutawan-jutawan pialang saham seperti George Soros, sudah diantisipasi Marx lebih dari seratus tahun sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bab 12 dalam Buku II Kapital, kedengaran seperti laporan industri properti masa kini di Indonesia. Di situ Marx menggambarkan pergeseran pembangunan rumah atas dasar pesanan dari orang yang membutuhkan rumah kepada seorang kontraktor, ke pembangunan rumah untuk “pasar”. Jadinya, timbullah pasar “tanah” dan pasar “rumah”, yang sangat tergantung pada pasar “uang” alias penyediaan kredit oleh bank, serta perangsang-perangsang yang diberikan oleh pemerintah. Di masa Marx menulis karya besarnya, lebih dari seabad yang lalu, ribuan vila mewah sudah mulai bermunculan di Belgravia, Tyburnia, dan tempat-tempat lain di seputar kota London (Marx 1991a: 311-312). Lebih dari seabad kemudian, kecenderungan ini masih terus berlangsung. Dalam penelitian saya terhadap penyebaran harta jarahan keluarga dan kroni Soeharto di manca negara, muncul lapangan golf yang dikelilingi bungalow-bungalow mewah di dekat lapangan pacuan kuda di Ascott, di luar kota London, yang dimiliki Tommy Soeharto melalui dua orang proxynya (Aditjondro 2006b: 62-3; Time, 24 Mei 1999: 22).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak lagi aspek perkembangan kapitalisme global masa kini yang sudah diantisipasi Marx dalam Buku II Kapital ini, lebih dari seratus tahun lalu. Yang paling penting, menurut hemat saya, adalah analisisnya terhadap inter-relasi antara dua arus, yakni arus uang dan arus komoditi. Ini sejajar dengan penemuan berbagai studi non-Marxis yang menemukan, bagaimana korporasi-korporasi pertambangan migas AS yang terbesar didominasi oleh satu keluarga besar, yakni keluarga Rockefeller, sementara bank-bank AS yang terbesar, yang menguasai Wall Street, dikuasai oleh satu keluarga lain, yakni keluarga Morgan. Kedua ‘dinasti’ itu bersinerji menguasai kebijakan politik luar negeri AS, tidak peduli dari partai mana presidennya berasal (Gibson 1994; Medvin 1974).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, apa relevansi kedua buku Kapital yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia bagi gerakan-gerakan kemasyarakatan (social movements) di sini? Pertama-tama, pisau analisis dan uraian historis Marx dan Engels dapat membantu pemahaman yang lebih kritis terhadap sejarah perkembangan kapitalisme di Indonesia, mulai dari kelahirannya s/d perkembangan neoliberalisme di Indonesia dewasa ini. Untuk menyoroti perkembangan industri tekstil di Indonesia, misalnya, kita dapat bercermin pada sejarah industri tekstil di Inggris, setelah penemuan mesin uap dan setelah pasokan kapas dari India terjamin. Gejala yang paralel dengan di Inggris, berupa hancurnya tekstil hasil ATBM dan hancurnya batik tulis setelah bertumbuhnya pabrik-pabrik tekstil yang berdiri selama dasawarsa pertama Orde Baru, dengan kucuran kredit bank-bank pemerintah, telah terdokumentasi di Indonesia. Bulan Oktober 1972 misalnya, 30 ribu perusahaan ber-ATBM di Pekalongan, Solo, Klaten, Sukoharjo, Jepara dan Tegal terpaksa gulung tikar, dengan melepas ribuan orang buruh mereka (Mortimer 1973: 79).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain untuk memahami sejarah perkembangan sektor-sektor ekonomi tertentu, kita juga dapat bercermin pada sejarah integrasi ekonomi Britania Raya, untuk mengkaji integrasi ekonomi Jawa dan luar Jawa. Industri pakaian wol di Inggris berkembang, setelah aneksasi Skotlandia dan transformasi daerah pertanian di pegunungan Skotlandia menjadi padang-padang penggembalaan domba. Proses serupa kemudian berulang di Australia. Saya ingat bahwa hal yang serupa tapi tak sama terjadi di akhir 1980-an, ketika seorang kroni Soeharto, Bob Hasan, berusaha menguasai semua subsektor pengolahan hasil hutan. Waktu itu provinsi-provinsi di luar Jawa dilarang mengekspor rotan mentah maupun tikar rotan, demi pengembangan industri perabot rotan di Jawa, yang dikuasai oleh Bob Hasan dan kawan-kawannya. Akibatnya, terjadi pengangguran dan kelaparan besar-besaran di Kalimantan Selatan dan Tengah.[3] Sampai-sampai, keempat Gubernur se Kalimantan bersama-sama menghimbau pemerintah pusat untuk mencabut larangan ekspor rotan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal perkembangan neoliberalisme di Indonesia dewasa ini, sudah tidak dapat diragukan relevansi pisau analisis Marx, terutama dari Buku II Kapital , yang sangat susah dibaca oleh orang awam di bidang ekonomi moneter dan ekonomi keuangan internasional. Apalagi di buku ini berhamburan kutipan-kutipan Marx dari Adam Smith dan David Ricardo, yang karyanya belum diterjemahkan dan diajarkan secara lengkap di banyak fakultas ekonomi di Indonesia. Tapi kalau buku ini dapat diperas inti sarinya, yang meliputi apa yang saya sebut ‘otonomi’ uang dalam perdagangan internasional, serta kesejajaran antara penguasaan uang dan penguasaan komoditi strategis tertentu, seperti migas, maka manfaat membaca Buku II ini akan lebih terasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Evolusi kapital domestik menjadi kapital internasional, seperti yang dikupas Marx, juga penting untuk memahami perkembangan kapitalis domestik di Indonesia yang sudah menjadi kapitalis internasional. Kembali lagi, saya akan gunakan contoh dari sektor migas. Perusahaan migas Britania yang tertua, Burmah Oil, didirikan oleh beberapa orang pengusaha Skotlandia dengan menambang minyak bumi di Burma, ketika Burma masih merupakan jajahan Britania, dan diperintah dari New Delhi. Tahun 1910, Angkatan Laut Britania Raya mulai memonopoli pembelian minyak buminya pada Burmah Oil, sebab pesaingnya, Shell, telah bergabung dengan beberapa pengusaha Belanda menjadi Royal Dutch Shell. Burmah Oil ini kemudian melahirkan Anglo-Persian Oil Company, yang kemudian menjadi Anglo-Iranian, lalu British Petroleum (BP). Sekarang singkatannya bermakna, Beyond Petroleum. Burmah Oil sendiri masih bertahan, dengan menguasai 23% saham BP. Sampai krisis ekonomi Malam Tahun Baru 1974 membangkrutkan perusahaan itu, sehingga sahamnya diambilalih oleh Bank of England. Tapi sebelumnya, Burmah Oil telah mendapat konsesi pengeboran migas di lepas pantai Timor dan Australia, dan memasok 23 tanker LNG kepada Pertamina dengan harga yang sangat didongkrak (Longhurst 1959: 18, Sampson 1977: 69-71; Aditjondro 2000: 18, 29-30).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sejarah Burmah Oil/BP itu, kita dapat membaca kebenaran tesis dasar Marx, yang menjelujuri seluruh batang tubuh Kapital, yakni bahwa fungsi negara dalam moda produksi kapitalis pada dasarnya adalah melayani kepentingan kapital. Paling tidak, ada korelasi yang kuat antara kepentingan negara dan kepentingan kapital. Sementara itu, BP kini menguasai salah satu ladang gas alam terbesar di Nusantara, yakni ladang Tangguh di daerah Kepala Burung, Papua Barat, yang dilindungi kepentingannya oleh pemerintah Indonesia dengan pembentukan provinsi siluman, Irja Barat yang beribukota di Manokwari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana akumulasi kapital semakin memperbesar keuntungan para kapitalis, yang dekatan dengan penguasa politik, seperti halnya Burmah Oil/BP, dapat kita saksikan juga pada pertumbuhan Medco, maskapai pertambangan migas swasta terbesar di Indonesia. Perusahaan itu didirikan oleh pengusaha politikus Arifin Panigoro, bersama adik-adiknya dan besan Soeharto, alm. Eddy Kowara Adiwinata. Di masa kejayaan Soeharto, perusahaan itu berekspansi ke negara-negara Asia Tengah (eks Uni Soviet), dengan memanfaatkan kedekatannya pada keluarga dan konco-konco Soeharto (Aditjondro 1998: 133-4). Selama era pasca-Soeharto, Medco terus berkembang, di luar maupun di dalam negeri, saat Arifin Panigoro mulai aktif berpolitik dengan mendekati Amien Rais, lalu Megawati Soekarnoputri, dan sekarang mengambil jarak dari Megawati sambil membaca situasi politik di tahun-tahun mendatang. Sementara itu, Soegiarto, mantan direktur keuangan kelompok Medco, yang masih memegang jabatan komisaris di beberapa anak perusahaan Medco, mendapat kedudukan strategis sebagai Menteri BUMN dalam Kabinet SBY-JK (Aditjondro 2006a).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak kalah hebatnya dengan Medco adalah perusahaan-perusahaan milik keluarga Menko Kesra Aburizal (”Ical”) Bakrie, yang juga berkembang dengan pesat di bawah payung rezim Soeharto. Di masa kediktatoran Soeharto, adik-adik Ical ikut membangun perusahaan-perusahaan perdagangan minyak bersama anak-anak dan adik sepupu Soeharto di Hong Kong dan Singapura. Setelah Soeharto turun takhta, Ical dan adik-adiknya melepaskan diri dari kelompok itu. Sebelumnya, sebagai ancang-ancang menghadapi era pasca-Soeharto, Bakrie Bersaudara sudah membangun imperium bisnis migas mereka sendiri. Indra Usmansyah Bakrie, adik Ical, tercatat sebagai Presiden Komisaris Kondur Petroleum S.A. yang berbasis di Panama. Perusahaan itu dimiliki oleh PT Bakrie Energi, yang 95 % milik Bakrie Bersaudara dan 5% milik Rennier A.R. Latief, CEO dan Presdir Kondur Petroleum SA. Di Indonesia, perusahaan ini bergerak di bawah nama PT Energi Mega Perkasa Tbk., yang juga dipimpin oleh Renier Latief. Perusahaan ini sekarang menjadi perusahaan migas swasta nasional kedua terbesar setelah Medco. Di mancanegara, bisnis minyak Bakrie bersaudara ini tetap bergerak dengan kendaraan Kondur Petroleum SA, yang beroperasi di Kroasia, Uzbekistan, Yaman dan Iran. Sebelumnya, sebagai operator Kawasan Production Sharing Selat Malaka (KPS-SM), Kondur telah berbisnis dengan Shell, yang menampung minyak mentah dari Selat Malaka untuk dimurnikan di Australia (idem).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain di Kondur Petroleum SA, Bakrie Bersaudara juga memiliki saham dalam PT Bumi Resources Tbk, yang telah mengalihkan usahanya dari perhotelan ke pertambangan migas dan bahan baku enerji lain. Diversifikasi usaha itu dilakukan dengan membeli 40% saham Korean National Oil Corporation (KNOC), yang menanam 4,4 juta dollar AS dalam unit pengolahan minyak TAC Sambidoyong di Cirebon. Selain di Indonesia, KNOC melakukan eksplorasi migas di sebelas negara lain, termasuk Libya, Afrika Selatan, Yaman, Vietnam, Venezuela, Peru dan Argentina (idem).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian dulu analisis tentang akumulasi modal penguasa di Indonesia, mengikuti jejak Kapital. Sekarang marilah kita bicara tentang relevansi karya Marx itu bagi gerakan-gerakan kemasyarakatan (social movements) di Nusantara. Yang jelas, ketiga jilid Capital masih relevan sebagai amunisi bagi gerakan buruh di Indonesia. Sebab Buku I Kapital juga menggambarkan perjuangan buruh di Inggris – didukung oleh partai-partai sosialis yang mulai menjamur di sana — untuk merebut hak-hak mereka. Mulai dari pembatasan hari kerja s/d pembatasan jam kerja (lihat Bab X).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengetahuan mendalam tentang gerakan buruh diperoleh Marx dan Engels, berkat keterlibatan mereka sendiri dalam gerakan-gerakan itu. Atau, dalam kasus Engels, kedekatannya dengan seorang buruh di perusahaan keluarganya. Sebelum lahirnya gerakan buruh sosialis dan komunis, Marx dan Engels ikut melahirkan International Working Men’s Association di London pada tanggal 28 September 1864, yangdikenal dengan nama First International, bersama wakil-wakil buruh dari Inggris, Perancis, dan Jerman. Marx ikut aktif dalam dewan pimpian organisasi itu, tapi menolak jabatan Ketua. Alasannya, “sebagai pekerja intelektual, bukan pekerja kasar, ia tidak memenuhi syarat”. Baru setelah terbitnya Das Kapital, yang menaikkan popularitasnya di kalangan buruh, Marx mulai aktif “memimpin” organisasi itu dari London. Itu berlangsung sampai Kongres IWMA 1872 di Den Haag, Negeri Belanda. Celakanya, perpecahan antara kaum Marxis dan anarkis di bawah pimpinan Mikhail Bakunin mengancam kesatuan organisasi itu. Sampai-sampai kongres memutuskan, atas usul Marx, agar markas besar IWMA dipindahkan dari London ke New York. Ternyata keputusan itu mematikan wadah buruh Marxis internasional yang pertama itu (Tucker 1978: xxxiv-xxxv; Guerin 1989: 111-4; Magnis-Suseno 2001: 54).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, apa kontribusi Kapital bagi gerakan perempuan? Saya tidak sependapat dengan berbagai literatur, yang hanya merujuk ke karya Engels, Origin of the Family, Private Property, and the State (1845) sebagai satu-satunya kontribusi pemikiran ‘dwitunggal’ Marx &amp;amp; Engels bagi gerakan perempuan (lihat misalnya Putnam-Tong 1998: 150). Dalam Buku I Kapital, mengecam keras eksploitasi perempuan dan anak-anak oleh industri garmen dan tekstil di Inggris (hal. 252-5, 303-4, 416-26).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara khusus Marx mengulas kematian Mary Anne Walkley (20 tahun), tukang jahit topi perempuan dalam salah satu perusahaan busana terbaik di kota London, milik seorang nyonya yang terhormat, Elise. Demi menyiapkan pesta dansa untuk menghormatan bagi Puteri Wales, Mary bersama 60 orang buruh perempuan lain bekerja 26,5 jam tanpa henti, 30 orang dalam satu kamar, yang hanya memasok 1/3 dari jumlah udara yang diperlukan. Di malam hari, mereka tidur berduaan dalam salah satu lubang pengap. Walhasil, Mary jatuh sakit pada hari Jumat, dan meninggal pada hari Minggu, tanpa dapat menyelesaikan bagiannya. Dokter yang terlambat dipanggil menyimpulkan di depan hakim pemeriksa mayat: “Mary Anne Walkley meninggal, karena jam kerja yang panjang, dalam ruang kerja yang penuh sesak, dan tidur dalam kamar yang terlalu sempit dan berventilasi buruk sekali” (Marx 2004: 253).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak lagi penderitaan buruh yang diuraikan Marx dalam Buku I Kapital, yang terutama terfokus pada buruknya kondisi ‘hiperkes’ (higiene perusahaan &amp;amp; keselamatan kerja) di berbagai perusahaan. Termasuk penderitaan buruh perempuan di pabrik-pabrik pemintalan rami, pengelantangan, katun, wol, sutera, dan tembikar, bahkan di tambang batubara (Marx 2004: 223, 256, 300) (lihat Tabel 1, dari Marx 2004: 3000). Tema ini kembali kita jumpai dalam volume ketiga dari Capital, yang mengecam ironi bahwa para produsen busana mewah memperlakukan para buruh dan penjahitnya dengan sangat tidak manusiawi (lihat Marx 1991b: 189-90). Berbagai kritik Marx ini senafas dengan apa yang dikemukakan Engels dalam The Condition of the Working Class in England, yang terbit dua dasawarsa sebelum Das Kapital.[4]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati demikian, Rosemarie Putnam Tong masih menulis: “Meskipun Bapak Marxisme tidak mempertimbangkan opresi terhadap perempuan dengan keseriusan yang sama dengan pertimbangannya atas opresi terhadap pekerja, beberapa dari mereka [para Marxis] menawarkan penjelasan mengapa perempuan teropresi sebagai perempuan” (1998: 150). Opresi terhadap perempuan tidak dapat diisolasi dari opresi terhadap buruh, yang juga meliputi perempuan. Namun memang harus diakui, bahwa fokus Marx lebih ke dampak hiperkes dari Revolusi Industri di Inggris, dengan hanya sedikit menyinggung aspek lain, yang kadang-kadang tersembunyi di catatan kaki. Misalnya, dalam catatan kaki No. 2 di halaman 597 dari Buku I Kapital ada indikasi tentang kesenjangan antara upah buruh perempuan dan laki-laki di Inggris, dengan menyebutkan bahwa upah seminggu untuk buruh perempuan pembuat paku “hanya 5 shilling”. Di halaman sebelumnya, juga di catatan kaki, ada rujukan tentang pelecehan seksual terhadap buruh perempuan di perusahaan penjilidan buku di London City, di mana majikan memikat mereka dengan upah ekstra dan dengan uang buat makan malam di warung sebelah pabrik. “Dengan demikian, diciptakan kemesuman yang luar biasa di antara “jiwa-jiwa muda yang abadi” ini”, tulis Marx. Ironisnya, seperti ditambahkan di catatan kaki itu, perusahaan itu “menjilid banyak Kitab Injil dan lain-lain kitab keagamaan” (Marx 2004: 596).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampak hiperkes dari penindasan buruh, termasuk buruh perempuan dan anak-anak di Inggris, lebih dari seabad lalu, sangat berguna untuk membuka mata para aktivis lingkungan di Nusantara. Barangkali, karena latar belakang kelas menengah serta obsesi dengan “alam” membuat para aktivis lebih dekat dengan petani dan bangsa-bangsa pribumi (indigenous peoples), dan kurang memperhatikan kondisi buruh di dalam pabrik, tambang, perkebunan, kilang kayu lapis, industri dan armada perikanan, serta buruh konstruksi proyek-proyek raksasa, seperti bendungan (Aditjondro 1993). Padahal, bagaikan “burung kenari dalam tambang”, buruh adalah manusia yang pertama kali menderita atau meninggal dunia akibat buruknya mutu lingkungan di basis-basis produksi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walhasil, dari seluruh makalah ini dapat disimpulkan, bahwa karya besar Karl Marx, Das Kapital, yang ditulis lebih dari seabad lalu, tetap relevan bagi perjuangan anti-kapitalisme di Indonesia. Pertama, Buku I Kapital yang memberikan dasar-dasar untuk memahami dinamika kapitalisme, termasuk sejarahnya yang bermula dari pencaplokan tanah-tanah pertanian di Skotlandia s/d ekspansinya menjadi sistem ekonomi dunia, sangat relevan untuk memahami pertumbuhan kapitalisme di Nusantara, sementara Buku II memperlebar pemahaman kita terhadap sistem kapitalisme global. Kedua, khusus bagi gerakan buruh, perjuangan buruh dan partai-partai Kiri di Inggris untuk menghapuskan buruh anak-anak serta usaha menentukan jam kerja maksimal, yang dikemukakan dalam Buku I, serta penderitaan khusus buruh sektor angkutan yang dikemukakan dalam Buku II, sangat relevan sebagai sumber inspirasi bagi gerakan buruh di Nusantara. Ketiga, perhatian Marx terhadap penderitaan buruh perempuan dan anak-anak di berbagai sektor industri di Inggris, lebih dari seabad yang lalu, sangat berguna untuk memberikan dimensi ‘kelas pekerja’ bagi gerakan perempuan dan gerakan lingkungan di Nusantara, sambil menciptakan platform bersama gerakan buruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;b&gt;George Junus Aditjondro&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Yogyakarta, 16 September 2006&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;b&gt;Catatan:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;[1] Sesungguhnya, ‘bibit’ pemikiran untuk membedakan masyarakat berdasarkan moda produksinya, dengan kata lain, berdasarkan sistem ekonominya,sudah ada di karya Marx bersama Engels, The German Ideology, yang ditulis antara tahun 1845-6. Di situ mereka membedakan tiga tahap perkembangan masyarakat dilihat dari pembagian pekerjaan, yakni sistem tribal (suku); sistem komunal purba di mana beberapa suku sudah bergabung ke dalam satu ‘kota’, karena kesepekatan maupun penundukan; dan sistem feudal yang lahir dari sistem sebelumnya, di mana para bangsawan yang berkuasa memperluas sayap mereka ke desa-desa sekitarnya. Dalam tahap feudal itulah muncul kelompok-kelompok pengrajin yang bukan pemilik tanah dan juga tidak berdarah biru, yang merupakan embrio dari sistem kapitalis (Tucker 1978: 151-3). Selanjutnya, dalam pengantar Contribution to the Critique of Political Economy, yang diterbitkan oleh Marx tahun 1859, Marx, “secara garis besar” (in broad outlines), membedakan moda produksi Asiatik, moda produksi kuno, moda produksi feudal, dan moda produksi borjuis modern (Asiatic, ancient, feudal, and modern bourgeois modes of production) (Tucker 1978: 5). Dari sinilah berkembang penafsiran, bahwa teori perkembangan ekonomi Marx bersifat linier dan Eropa-sentris, seolah-olah setiap masyarakat di dunia harus berevolusi melalui tahap-tahap tersebut. Pandangan yang linier dan Euro-sentris itu telah ditolak oleh sejumlah Marxis Afrika, seperti Amilcar Cabral dan Samir Amin. Cabral, seorang pemikir dan pejuang kemerdekaan Guinea-Bissau dan Cabo Verde, berpendapat bahwa negara-negara Afrika yang berada dalam moda produksi tribal, dapat langsung melompat ke moda produksi sosialis, tanpa harus melalui tahap feudal dan kapitalis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[2] Dalam formasi sosial yang bernama Indonesia, hadir beberapa moda produksi secara simultan, yakni moda produksi tribal, moda produksi feodal, moda produksi agraris non-feodal, moda produksi agribisnis, dan moda produksi industri kapitalis. Tetapi semua produksi non-kapitalis itu terikat ke dalam satu moda produksi yang dominan, yakni moda produksi kapitalis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[3] Ini terjadi di desa-desa di sekitar kota Kuala Kapuas, Kalimantan Tengah, di mana harga rotan anjlok dari Rp 650 ribu per ton menjadi hanya Rp 300 ribu akibat larangan ekspor rotan itu. Lihat Laporan Hasil Forum Refleksi &amp;amp; Inspirasi (FRI) V, 17-24 September 1988 di Kuala Kapuas, Kalimantan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[4] Karya Engels, The Condition of the Working Class in England, oleh Ted Benton, seorang peneliti pemikiran Engels dianggap sebagai perintisan “sosialisme ekologis”, karena perhatiannya yang sangat jeli terhadap kondisi kehidupan para buruh di Inggris, baik di tempat tinggal maupun di tempat kerja mereka. Lihat Benton 1996. Karena itu, tidak ada salahnya untuk menggali dimensi ekologi dari karya-karya Engels dan Marx, sebagai amunisi tidak hanya bagi gerakan perempuan, tapi, seperti yang akan kita lihat sebentar lagi, bagi gerakan lingkungan di Nusantara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[5] Di masa lalu, buruh-buruh tambang biasanya membawa burung kenari dalam sangkar bersama mereka, kalau turun ke tambang-tambang bawah tanah. Kondisi burung kenari itu mereka jadikan indikator, ada tidaknya gas-gas berbahaya di dalam tambang. Sebab burung itu lebih peka terhadap gas-gas tersebut ketimbang manusia. Kalau burung itu mulai sakit, apalagi mati, para buruh buru-buru berusaha keluar dari tambang, walaupun mereka belum mencium gas-gas yang berbahaya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;b&gt;Referensi:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Aditjondro, George Junus (1993). “Pengakuan Dosa Seorang Aktivis Lingkungan”. Health &amp;amp; Law, No. 1/Vol. I, Salatiga: ICHLAS (Indonesian Center for Health Law Advocacy and Studies), hal. 14-25.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;—————-(1998). Dari Soeharto ke Habibie: Guru kencing berdiri, murid kencing berlari: Kedua puncak korupsi, kolusi, dan nepotisme rezim Orde Baru. Jakarta: Masyarakat Indonesia untuk Kemanusiaan (MIK) &amp;amp; Pijar Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;—————- (2000). Tangan-tangan berlumuran minyak: Politik minyak di balik tragedi Timor Lorosae. Jakarta: Solidamor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;—————–(2006a). Dari hutan Amazon sampai ke lapangan migas Blok Cepu: Sejarah perkembangan teori ekonomi-politik dan relevansinya dalam menyoroti hubungan ekonomi Utara &amp;amp; Selatan. Kuliah Umum di Jurusan Ilmu Pemerintahan, FISIP Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Kamis, 20 April.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;—————–(2006b). Korupsi kepresidenan, reproduksi oligarki berkaki tiga: istana, tangsi, dan partai penguasa. Yogyakarta: LKiS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benton, Ted (1996). “Engels and the Politics of Nature.” Dalam Christopher J. Arthur (peny.). Engels Today: A Centennary Appreciation. New York: St. Martin’s Press, hal.67-94.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dennehy, Anne (1996). “The Condition of the Working Class in England: 150 Years On”. Dalam Arthur, op. cit., hal. 95-128.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engels, Frederick (1969). The Condition of the Working Class in England. London: Granada Publishing. Pertama kali diterbitkan di Inggris tahun 1844-5.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gibson, Donald (1994). Battling Wall Street: The Kennedy Presidency. New York: Sheridan Square Press.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guerin, Daniel (1989). “Marxism and anarchism”. Dalam David Goodway (peny.). For Anarchism: History, Theory, and Practice. London: Routledge, hal. 109-26.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hobsbawm, Eric (1969). ‘Introduction’ dalam Engels, op. cit., hal 7-17.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Longhurst, Henry (1959). Adventures in Oil: The Story of British Petroleum. London: Sidgwick &amp;amp; Jackson.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Magnis-Suseno, Franz (2001). Pemikiran Karl Marx: Dari Sosialisme Utopis ke Perselisihan Revisionisme. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mandel, Ernest (1990). ‘Introduction’. Dalam Marx, Karl (1990). Capital: A Critique of Political Economy. Vol.1. Diterjemahkan ke Bahasa Inggris oleh Ben Fowkes. London: Penguin Books, hal. 11-86.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;———– (1991a). ‘Introduction’. Dalam Marx, Karl (1991). Capital: A Critique of Political Economy. Vol.2. Diterjemahkan ke Bahasa Inggris oleh David Fernbach. London: Penguin Books, hal. 11-79.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;———— (1991b). ‘Introduction’. Dalam Marx, Karl (1991). Capital: A Critique of Political Economy. Vol.3. Diterjemahkan ke Bahasa Inggris oleh David Fernbach. London: Penguin Books &amp;amp; New Left Review, hal. 9-90.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marx, Karl (1990). Capital: A Critique of Political Economy. Vol.1. Diterjemahkan ke bahasa Inggris oleh Ben Fowkes. London: Penguin Books.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;——— (1991a). Capital: A Critique of Political Economy. Vol. 2. Disunting oleh F. Engels. Diterjemahkan ke bahasa Inggris oleh David Fernbach. London: Penguin Books.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;——— (1991b). Capital: A Critique of Political Economy. Vol. 3. Disunting oleh F. Engels. Diterjemahkan ke bahasa Inggris oleh David Fernbach. London: Penguin Books.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;———- (2004). Kapital: Sebuah Kritik Ekonomi Politik. Buku I: Proses Produksi Kapital. Diterjemahkan oleh ‘Teman-teman di Eropa” dan Oey Hay Djoen. Editor: Hilmar Farid. Jakarta: Hasta Mitra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;———– (2006). Kapital: Sebuah Kritik Ekonomi Politik. Buku II: Proses Sirkulasi Kapital. Alih bahasa: Oey Hay Djoen. Jakarta: Hasta Mitra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Medvin, Norman (1974). The Energy Cartel: Who Runs the American Oil Industry. New York: Vintage Books.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putnam-Tong, Rosemarie (1998). Feminist Thought: Pengantar Paling Komprehensif kepada Arus Utama Pemikiran Feminis. Yogyakarta: Jalasutra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampson, Anthony (1977). The Seven Sisters: The Great Oil Companies and the World They Made. London: Coronet Books.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Smith, David &amp;amp; Phil Evans (2004). Das Kapital untuk pemula. Yogyakarta: Resist Book.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tucker, Robert C. (1978). The Marx-Engels Reader. Second Edition. New York: W.W. Norton &amp;amp; Company.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ward, Ken (1973). “Indonesia’s Modernisation: Ideology and Practice’, dalam Red Mortimer (peny.). Showcase State: The Illusion of Indonesia’s ‘Accelerated Moderisation’. Sydney: Angus &amp;amp; Robertson (Publishers) Ltd., hal. 67-82.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wilczynski, J. (1984). An Encyclopedic Dictionary of Marxism, Socialism and Communism. London: The Macmillan Press Ltd.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Keterangan:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini merupakan makalah beliau yang dipresentasikan dalam acara diskusi dan peluncuran buku Das Kapital II karya Karl Marx yang diselenggarakan oleh Akatiga, Ultimus, Senat Mahasiswa FISIP Unpar, Puspik dan Kampus di kampus Unika Parahyangan, 18 September 2006.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #444444;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Kapital Buku 2: Proses Sirkulasi Kapital&lt;br /&gt;by Karl Marx, Oey Hay Djoen (Translator), Friedrich Engels&lt;br /&gt;Paperback, 580 pages&lt;br /&gt;Published 2006 by Hasta Mitra–Ultimus–Institute for Global Justice (first published 1885)&lt;br /&gt;ISBN 9798659341&lt;br /&gt;edition language: Indonesian&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4268448123317699163/posts/default/5549458370409873617'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4268448123317699163/posts/default/5549458370409873617'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ramchesmerdeka.blogspot.com/2015/01/karl-marx-das-kapital-buku-2.html' title='Karl Marx Das Kapital Buku 2'/><author><name>Ramches Merdeka</name><uri>https://plus.google.com/103384315644688268342</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-VM-GRqiDrDI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAEp4/G24C2-pKENY/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-MMXrabMObi4/VMUzacdMfFI/AAAAAAAAE7Q/-CdBx1YX4V8/s72-c/karl-marx-das-kapital-buku-2.jpg" height="72" width="72"/><georss:featurename>Jakarta, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-6.2087634 106.84559899999999</georss:point><georss:box>-6.4613213999999992 106.5228755 -5.9562054 107.16832249999999</georss:box><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1"/><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4268448123317699163.post-3202683440146616101</id><published>2015-01-26T00:40:00.001+07:00</published><updated>2015-01-26T00:44:48.307+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Resensi"/><title type='text'>Karl Marx Das Kapital Buku 3</title><content type='html'>&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://4.bp.blogspot.com/-dCL55Y-ecJU/VMUpUtiNA7I/AAAAAAAAE7A/mQoHHmDrHp4/s1600/karl-marx-das-kapital-buku-3.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Tulisan Karl Mark tentang proses produksi kapitalis secara menyeluruh&quot; src=&quot;http://4.bp.blogspot.com/-dCL55Y-ecJU/VMUpUtiNA7I/AAAAAAAAE7A/mQoHHmDrHp4/s1600/karl-marx-das-kapital-buku-3.jpg&quot; height=&quot;468&quot; style=&quot;border:none;&quot; title=&quot;Karl Marx Das Kapital Buku 3&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr align=&quot;left&quot;&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span style=&quot;color: #444444;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://ramchesmerdeka.blogspot.com/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;MFILES&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; - Volume ketiga Kapital, dengan pemecahan masalah mengenai tingkat laba (masalah dasar dari para ahli ekonomi Marxis), tidak terbit sebelum tahun 1894. Seperti halnya di Jerman, seperti di semua negeri lain, agitasi telah dilakukan dengan bantuan material yang belum selesai yang dikandung didalam volume pertama; doktrin Marxis telah dipopulerkan dan mendapatkan penerimaan berdasarkan volume pertama ini saja; keberhasilan teori Marxis yang tidak lengkap itu memang sangat fenomenal; dan tidak seorangpun menyadari bahwa terdapat sesuatu celah didalam ajaran itu.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Selanjutnya ketika volume ketiga akhirnya terbit, kalau pada awalnya ia menarik perhatian di kalangan-kalangan para ahli yang terbatas, dan menimbulkan sejumlah komentar tertentu -- sejauh yang mengenai gerakan sosialis secara keseluruhan, volume baru itu boleh dikatakan tidak mengesankan bagi wilayah luas dimana gagasan itu dibahas dalam buku asli itu telah menjadi dominan. Kesimpulan teori dari volume 3 hingga kini tidak menimbulkan usaha apapun ke arah populerisasi, mereka juga tidak menjamin penyebarluasan. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Sebaliknya bahkan di kalangan kaum sosial demokrat kadangkala kita mendengar, dewasa ini, penggegaman-kembali kekecewaan dengan volume ketiga Das Kapital yang begitu sering disuarakan oleh para ahli ekonom borjuis dan dengan demikian kaum sosial demokrat ini cuma sekedar memperlihatkan betapa sepenuhnya mereka menerima pemaparan tidak lengkap teori tentang nilai yang disajikan dalam volume pertama.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Dari sudut pandang ilmiah, volume ketiga Das Kapital mesti, jelas sekali, terutama dipandang sebagai pelengkap kritik Marx atas kapitalisme. Tanpa volume ketiga ini kita tidak dapat mengerti, baik hukum mengenai tingkat laba yang benar-benar dominan; maupun pecahnya nilai lebih menjadi laba, bunga dan sewa; atau bekerjanya hukum nilai didalam bidang persaingan. Tetapi, dan ini masalah yang terpenting, semua masalah ini, betapapun pentingnya dari sudut pandang teori semurninya, dalam perbandingan adalah tidak penting dari sudut pandang praktek perjuangan klas. Sejauh yang mengenai perjuangan klas, masalah teori yang fundamental adalah asal usul nilai lebih, yaitu penjelasan ilmiah mengenai eksploitasi; bersama dengan penjelasan mengenai kecenderungan pada sosialisasi proses produksi, yaitu, penjelasan ilmiah mengenai landasan objektif revolusi sosialis dari KEMACETAN DAN KEMAJUAN MARXISME.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: #444444;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Kapital Buku 3: Proses Produksi Kapitalis Secara Menyeluruh&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;by Karl Marx, Oey Hay Djoen (Translator), Friedrich Engels&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Paperback, 996 pages&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Published 2007 by Hasta Mitra–Ultimus–Institute for Global Justice (first published 1894)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;ISBN 9798659406&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;edition language: Indonesian&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4268448123317699163/posts/default/3202683440146616101'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4268448123317699163/posts/default/3202683440146616101'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ramchesmerdeka.blogspot.com/2015/01/karl-marx-das-kapital-buku-3.html' title='Karl Marx Das Kapital Buku 3'/><author><name>Ramches Merdeka</name><uri>https://plus.google.com/103384315644688268342</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-VM-GRqiDrDI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAEp4/G24C2-pKENY/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-dCL55Y-ecJU/VMUpUtiNA7I/AAAAAAAAE7A/mQoHHmDrHp4/s72-c/karl-marx-das-kapital-buku-3.jpg" height="72" width="72"/><georss:featurename>Kota Batam, Kota Batam, Kepulauan Riau, Indonesia</georss:featurename><georss:point>1.0456264 104.03045350000002</georss:point><georss:box>0.029552899999999882 102.73956000000003 2.0616999 105.32134700000002</georss:box><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1"/><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4268448123317699163.post-7370817381334391542</id><published>2015-01-09T00:04:00.000+07:00</published><updated>2015-01-25T18:09:56.917+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="ActNOW"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Coretanku"/><title type='text'>Dari Pedagogis ke Andragogis, Memanusiakan Manusia</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://4.bp.blogspot.com/-C0CdY6Y75Po/VK623OLu3_I/AAAAAAAAEt4/qP7nGsSAyEA/s1600/dari-pedagogis-ke-andragogis-memanusiakan-manusia.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Pendidikan&quot; style=&quot;border:none&quot; src=&quot;http://4.bp.blogspot.com/-C0CdY6Y75Po/VK623OLu3_I/AAAAAAAAEt4/qP7nGsSAyEA/s1600/dari-pedagogis-ke-andragogis-memanusiakan-manusia.jpg&quot; height=&quot;183&quot; title=&quot;Dari Pedagogis ke Andragogis, Memanusiakan Manusia&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://ramchesmerdeka.blogspot.com/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;&lt;b&gt;MFILES&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt; - Pedagogis adalah ilmu atau seni mengajar anak-anak, proses pembelajaran terpusat pada guru atau pengajar. Andragogis adalah ilmu atau seni mengajar orang dewasa, proses pembelajaran terpusat pada peserta didik. &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembelajaran yang bercorak pedagogik hanya akan menghasilkan budaya bisu (the cultural of silence). Peserta didik hanya diposisikan sebagai obyek yang harus menuruti kemauan guru. Dengan pembelajaran yang bercorak andragogik maka peserta didik menjadi mitra belajar bagi guru itu sendiri. Guru dan peserta didik menjadi sama-sama belajar, ada keharmonisan dan kehangatan dalam belajar karena keduanya merasa di”manusiakan” . Pembelajaran andragogik juga menekankan pada problem solver sehingga teori yang diajarkan akan menjadi pisau analisis terhadap realitas yang ada, bukannya terbatas hanya sebagai alat ukur untuk mengetahui apakah kita tahu jawaban dari soal yang diuji diakhir waktu belajar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dari Pedagogis ke Andragogis &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Perintis methode Andragogis adalah John Dewey yang mempraktekkannya di University of Chicago tahun 1896. Kemudian dikembangkan Edward C.Linderman via buku ” The Meaning of Adult Education ” tahun 1926, Martha Anderson melalui ” Education Through Experience” tahun 1927. Selanjutnya methode ini disempurnakan oleh Malcolm Knowles ( 1913-1997). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1970 Knowles membedakan cara mengajar kepada anak yang disebut pedagogi dengan cara mengajar kepada orang dewasa yang dinamakan andragogi. Knowles berkeyakinan bahwa cara orang dewasa belajar sangat berbeda dengan cara anak belajar. Menurut Knowles, pedagogi berasal dari istilah Yunani paid (anak) dan agogus (membimbing) ; sementara andragogi dari istilah Yunani aner, andr (orang dewasa) dan agogus( pembimbing). Pedagogy means specifically “the art and science of teaching children” while andragogy “is the art and science of helping adults learn. Dalam pemahaman Knowles, untuk membina peserta didik dewasa cara mengajar untuk anak tidak berlaku lagi, atau haruslah ditinggalkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan pokok antara Pedagogis dan Andragogis diuraikan Knowles dalam bukunya &quot;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt; The Adult Learner ”, 1993 sebagai berikut &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt; 1. Konsep diri peserta didik&lt;br /&gt; • Pedagogis : Pribadi yang bergantung kepada gurunya&lt;br /&gt; • Andragogis : Semakin mengarahkan diri (self-directing)&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;2. Pengalaman peserta didik&lt;br /&gt; • Pedagogis : Masih harus dibentuk daripada digunakan sebagai sumber belajar&lt;br /&gt; • Andragogis : Sumber yang kaya untuk belajar bagi diri sendiri dan orang lain&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;3. Kesiapan belajar peserta didik&lt;br /&gt; • Pedagogis : Seragam (uniform) sesuai tingkat usia dan kurikulum&lt;br /&gt; • Andragogis : Berkembang dari tugas hidup &amp;amp; masalah&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;4. Oriensi dalam belajar&lt;br /&gt; • Pedagogis : Orientasi bahan ajar (subject-centered)&lt;br /&gt; • Andragogis : Orientasi tugas dan masalah (task or problem centered)&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;5. Motivasi belajar&lt;br /&gt; • Pedagogis : Dengan pujian, hadiah, dan hukuman&lt;br /&gt; • Andragogis : Oleh dorongan dari dalam diri sendiri (internal incentives, curiosity) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembelajaran orang dewasa menurut Knowles dapat dialihkan dari pedagogis ke andragogis dengan berpedoman pada asumsi :&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;1. Orang dewasa perlu dibina untuk mengalami perubahan dari kebergantungan kepada pengajar kepada kemandirian dalam belajar. Orang dewasa mampu mengarahkan dirinya mempelajari sesuai kebutuhannya.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;2. Pengalaman orang dewasa dapat dijadikan sebagai sumber di dalam kegiatan belajar untuk memperkaya dirinya dan sesamanya.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;3. Kesiapan belajar orang dewasa bertumbuh dan berkembang terkait dengan tugas, tanggung jawab dan masalah kehidupannya.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;4. Orientasi belajar orang dewasa harus diarahkan dari berpusat pada bahan pengajaran kepada pemecahan-pemecahan masalah.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;5. Motivasi belajar orang dewasa harus diarahkan dari pemberian pujian dan hukuman kepada dorongan dari dalam diri sendiri serta karena rasa ingin tahu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu Knowles juga melihat perbedaan proses pembelajaran orang dewasa dengan anak-anak dalam tujuh aspek utama, yaitu suasana, perencanaan, diagnosa kebutuhan, penentuan tujuan belajar, rumusan rencana belajar, kegiatan belajar dan evaluasinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Perbedaan lain yang saling kontradiksi adalah:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;1. Suasana&lt;br /&gt; • Pedagogis : Tegang, rendah dalam mempercayai, formal, dingin, kaku, lambat, orientasi otoritas guru, kompetitif dan sarat penilaian&lt;br /&gt; • Andragogis : Santai, mempercayai, saling menghargai, informal, hangat, kerjasama, mendukung&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;2. Perencanaan&lt;br /&gt; • Pedagogis : Utamanya oleh guru&lt;br /&gt; • Andragogis : Kerjasama peserta didik dengan fasilitator&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;3. Diagnosa kebutuhan&lt;br /&gt; • Pedagogis : Utamanya oleh guru&lt;br /&gt; • Andragogis : Bersama-sama: pengajar dan peserta didik&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;4. Penetapan tujuan&lt;br /&gt; • Pedagogis : Utamanya oleh guru&lt;br /&gt; • Andragogis : Dengan kerjasama dan perundingan&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;5. Desain rencana belajar&lt;br /&gt; • Pedagogis : Rencana bahan ajar oleh guru, Penuntun belajar (course syllabus) dibuat guru, Sekuens logis (logical sequence), pembelajaran oleh guru.&lt;br /&gt; • Andragogis : Perjanjian belajar(learning contracts), Projek belajar(learning projects), Urutan belajar atas dasar kesiapan(sequenced by readiness)&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;6. Kegiatan belajar&lt;br /&gt; • Pedagogis : Tehnik penyajian(transmitt al techniques), Tugas bacaan(assigned readings)&lt;br /&gt; • Andragogis : Projek untuk penelitian(inquiry projects), Projek untuk dipelajari(learning projects), Tehnik pengalaman(experien tial techniques)&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;7. Evaluasi belajar&lt;br /&gt; • Pedagogis : Oleh guru, Berpedoman pada norma(on a curve), Pemberian angka&lt;br /&gt; • Andragogis : Oleh peserta didik berdasarkan evidensi yang dipelajari oleh rekan-rekan, fasiltator, ahli(by learner-collected evidence validated by peers, facilitators, experts), Referensinya berdasarkan criteria(criterion- referenced)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Selanjutnya saya bagikan curah pendapat dari seorang pensiunan guru yang mengkritik sekolah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: #274e13;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;&quot;Disinilah Saya Berdiri&quot;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Alkisah, ada seorang pemuda yang menjadi murid Zen yang paling tekun. Ia menghampiri sang Guru dan bertanya kepadanya, “jika aku bekerja dengan sangat keras dan rajin, berapa lama yang kubutuhkan untuk mencapai Zen?” Sang Guru berpikir, lalu menjawab, “sepuluh tahun.” Si murid kemudian berkata, “tapi, jika aku bekerja sangat, sangat keras dan benar – benar mengupayakan diriku untuk belajar dengan cepat, kira – kira berapa lama?” Jawab Sang Guru, “Dua puluh tahun.” “Tapi, jika aku benar – benar bekerja untuk hal itu, berapa lama?” Tanya murid. “Tiga puluh tahun,” jawab Sang Guru. “Saya tak mengerti,” jawab si murid yang merasa kecewa. “Setiap kali saya berkata saya akan berusaha lebih keras, Anda malah menjawab itu akan lebih memakan waktu saya. Mengapa demikian?” Respon sang Guru, “ketika kamu menaruh satu matamu untuk satu tujuan, kamu hanya memiliki satu mata yang tertuju pada jalan yang kamu tempuh.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilema yang saya hadapi dalam mengikuti sistem pendidikan Amerika Serikat adalah, bahwa kita terlalu terfokus dalam satu tujuan, entah itu lulus suatu tes, ataupun menyelesaikan sekolah dengan nilai terbaik. Namun, dalam prosesnya, kita tidak pernah benar – benar belajar. Kita hanya melakukan apapun demi mencapai tujuan kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa dari kita mungkin berpikir, “jika kamu lulus suatu ujian, atau menjadi valedictorian (istilah untuk pembaca pidato perpisahan di sekolah, biasanya merupakan siswa/siswi dengan nilai terbaik), tidakkah kamu mempelajari sesuatu dari sana?” Yah, mungkin kamu telah belajar sesuatu, tetapi tidak semuanya. Mungkin kamu hanya belajar menghapalkan nama, tempat, dan tanggal, hanya untuk terlupakan tak lama kemudian, karena kamu menghapus semua isi otakmu hanya untuk mempersiapkan ujian berikutnya. Sekolah tidak menjadi lembaga yang kita harapkan ketika kita menjajaki tempat yang bersangkutan. Kini, sekolah menjelma menjadi suatu tempat dimana kebanyakan murid memutuskan bahwa tujuan mereka berada di tempat tersebut adalah untuk keluar dari sana secepatnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang saya telah mencapai tujuan yang saya sebutkan tadi. Saya telah lulus. Seharusnya saya melihat kelulusan ini sebagai suatu pengalaman positif, terutama oleh sebab saya menjadi yang terbaik dalam angkatan saya. Tetapi, sekedar mengingatkan kembali, saya tidak bilang bahwa saya lebih pintar dari teman – teman saya. Saya menunjukkan bahwa saya hanya menjadi yang terbaik dalam mengerjakan apa yang memang ditujukan kepada saya. Disinilah saya berdiri, dan sudah selayaknya saya bangga. Saya telah menyelesaikan periode indoktrinasi ini. Saya akan meninggalkan sekolah musim gugur ini lalu beranjak ke tahap selanjutnya, seperti yang sudah diharapkan, untuk mendapatkan sebuah dokumen, bukti bahwa saya bisa masuk ke dalam dunia kerja. Tetapi, saya sedang berusaha memperjuangkan kenyataan bahwa saya adalah seorang manusia, seorang pemikir, petualang – bukan seorang pekerja. Seorang pekerja ialah seseorang yang terjebak dalam rutinitas, diperbudak oleh sistem. Ironisnya, pada saat ini saya telah membuktikan bahwa sayalah budak terbaik. Saya melakukan apa yang menjadi kewajiban saya saat itu. Sewaktu teman – teman duduk di kelas iseng menggambar sebagai bekal menjadi artis yang hebat di kemudian hari, saya duduk di kelas menulis catatan lalu menjadi penempuh ujian yang hebat. Ketika yang lain datang ke kelas tanpa membawa tugas karena mereka sedang membaca tentang apa yang menjadi hobi mereka, saya tak pernah melewatkan satu tugas pun. Selagi yang lainnya menciptakan lagu sambil menulis liriknya, saya memutuskan untuk mengambil tambahan kelas, walaupun mungkin saya tidak memerlukannya. Kemudian saya berpikir, kenapa saya menginginkan posisi ini? Ya, saya telah mencapainya, tetapi apa yang kemudian terjadi? Ketika saya meninggalkan institusi pendidikan, akankah saya sukses atau tenggelam selamanya? Saya tidak tahu apa yang ingin saya lakukan dengan hidup saya; saya tidak punya ketertarikan tertentu karena saya melihat setiap mata pelajaran sebagai pekerjaan, saya menjadi yang terunggul di setiap subjek hanya untuk menjadi yang terbaik, bukan untuk belajar. Dan kini saya sungguh ketakutan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;John Taylor Gatto, seorang pensiunan guru sekolah sekaligus aktivis yang mengkritik keras sekolah – sekolah yang bersifat mendiktekan murid, menegaskan, “kita bisa menumbuhkan kualitas terbaik dalam masa muda – keingintahuan, petualangan, kemampuan beradaptasi dengan cepat, dan wawasan yang menakjubkan hanya dengan sedikit lebih fleksibel terhadap waktu, teks, dan ujian, dengan memperkenalkan anak – anak kepada orang – orang yang benar – benar berkompeten, dan memberikan setiap murid pelajaran yang mereka butuhkan untuk mengambil resiko setiap saat. Kenyataannya, kita tidak melakukan itu.” Kita semua dikungkung dalam tembok beton ini. Kita diharapkan (baca: dipaksa) menjadi sama. Kita dilatih untuk mahir tiap kali mengikuti ujian standardisasi. Siapapun yang menyimpang atau melihat dengan kacamata yang berbeda tidak dianggap berguna dalam konteks pendidikan publik, sehingga mereka pun dihina. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam artikelnya di The American Mercury bulan April 1924 yang ditujukan kepada sekolah – sekolah publik, H. L. Mencken meminta sekolah – sekolah tersebut agar tidak mendiktekan anak – anak muda berbagai macam ilmu pengetahuan dan membangun intelijensi mereka dengan cara demkian…. Tidak lebih buruk dari kenyataan. Tujuannya  sekedar untuk mengurangi penyerataan individu sebanyak mungkin, melatih dan menciptakan warga yang distandardisasi, menurunkan adanya perbedaan pendapat dan keaslian. Tujuannya di AS adalah demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh, tidakkah kalian bingung ketika kalian membayangkan seperti apakah “berpikir kritis?” Adakah sesuatu yang bernama “berpikir tidak kritis?” Berpikir adalah memproses informasi untuk membentuk sebuah opini. Tetapi apabila kita tidak kritis dalam memprosesnya, apakah kita benar – benar berpikir? Atau, jika kita menerima suatu opini orang sebagai kenyataan tanpa berpikir panjang? Inilah yang terjadi kepada saya, dan jika salah satu guru Bahasa Inggris kelas sepuluh saya yang sangat inovatif, Donna Bryan, tidak sering memacu saya membuka pikiran sebelum mengadopsi doktrin buku teks, saya bisa hancur. Saya telah dicerahkan sekarang, walaupun pikiran saya tetap kaku. Saya harus melatih diri seraya terus mengingat bagaimana gilanya berada di tempat penuh kemunafikan ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kini saya berdiri di dunia yang diarahkan oleh ketakutan, dunia yang menekan keunikkan setiap dari kita, dunia dimana kita hanya bisa merelakan korporatisme (sistem organisasi yang melibatkan masyarakat ke dalam beberapa kelompok korporat yang didasarkan atas solidaritas organik demi kepentingan bersama) dan materialistis belaka merajalela, bila tidak menuntut adanya perubahan. Kita tidak dicerahkan oleh sistem pendidikan yang seharusnya membuat kita mampu menetapkan pekerjaan secara otomatis, untuk pekerjaan yang perlu kita selesaikan, untuk perbudakkan tanpa terpacu untuk pencapaian berarti. Kita tidak memiliki pilihan ketika uang merupakan motivasi kita dalam hidup. Motivasi kita seharusnya merupakan semangat, tetapi hilang ketika kita masuk ke dalam suatu sistem yang mengilusi kita, bukannya menginspirasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita lebih dari sekedar rak buku bergerak. Kita tidak dikondisikan untuk mengungkapkan fakta yang pernah diajarkan di sekolah tanpa berpikir terlebih dahulu. Kita semua spesial, sama halnya dengan semua manusia yang ada di planet ini, jadi tidakkah kita seharusnya mendapatkan sesuatu yang lebih baik dari ini, menggunakan pikiran untuk inovasi ketimbang memorisasi, untuk kreativitas ketimbang aktivitas sia – sia, untuk refleksi daripada stagnasi? Kita tidak di sini untuk mendapatkan gelar, kemudian mencari pekerjaan sehingga kita dapat mendapatkan penempatan demi penempatan di berbagai industri yang telah diakui. Masih ada banyak lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang paling mengecewakan ialah, kebanyakan murid tidak memiliki kesempatan untuk menolak seperti apa yang telah saya lakukan. Berbagai teknik mencuci otak yang sama, diaplikasikan untuk mayoritas siswa demi menciptakan tenaga kerja yang gampang puas diri, untuk bekerja di perusahaan – perusahaan dan pemerintah yang penuh rahasia, dan yang paling buruk adalah, mereka tidak sadar akan itu, tidak sama sekali. Saya tak akan bisa mengembalikan 18 tahun hidup saya walaupun saya kabur ke negara lain dengan sistem pendidikan yang bertujuan lebih untuk mencerahkan ketimbang mengkondisikan. Sebagian dari hidup saya telah berakhir, dan saya ingin memastikan bahwa tidak ada anak – anak lain yang memiliki potensi yang dimatikan oleh kekuasaan yang bersifat mengeksploitasi ataupun mengontrol. Kita adalah manusia, kita adalah para pemikir, pemimpi, petualang, artis, penulis, insinyur. Kita adalah apa yang kita mau – tetapi hanya ketika kita memiliki sistem edukasi yang mendukung kita daripada menumbangkan kita. Sebuah pohon mampu untuk tumbuh hanya jika akarnya diberi fondasi menyehatkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi siapapun di luar sana, yang harus bekerja di meja kerja dan kewalahan menghadapi perintah otoriter dari instruktur kalian, jangan berkecil hati. Kalian masih memiliki kesempatan untuk bangkit, bertanya, bersikap kritis, membentuk persepsi kalian sendiri. Aturlah keadaan yang bisa mencerdasan kalian kemudian mengembangkan pikiran kalian, bukannya mengarahkan. Desaklah agar kalian dapat mengikuti suatu kelas tertentu yang menarik untuk kalian. Katakan bahwa alasan, “kamu harus belajar ini untuk ujian” bukan merupakan suatu hal yang baik untukmu. Pendidikan adalah baik jika digunakan dengan baik juga, lebih fokus belajar daripada meraih nilai sempurna. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kalian yang bekerja dalam sistem terkutuk ini, saya tidak bermaksud untuk menghina kalian, namun lebih kepada memotivasi. Kalian memiliki kemampuan untuk mengubah sistem yang tidak kompeten ini. Saya mengerti bahwa kalian tidak menjadi guru atau tenaga administrasi hanya untuk melihat murid kalian muak akan sekolah. Kalian tidak dapat menerima otoritas dari yang berwenang, yang memberitahu kalian apa yang harus kalian ajar, bagaimana caranya, dan bagaimana kalian dihukum jika kalian tidak melakukannya. Potensi kami telah dipertaruhkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi kalian yang akan meninggalkan lembaga ini, jangan lupakan apa yang terjadi selama di kelas ini. JANGAN meninggalkan apa yang mengejar kalian. Kita adalah masa depan yang baru, dan kita TIDAK akan membiarkan tradisi ini bertahan. KITA akan menghancurkan korupsi untuk menumbuhkan taman ilmu di seluruh Amerika. Sekali dididik dengan baik, kita akan memiliki kemampuan melakukan apa saja, dan yang terbaik, kita hanya akan menggunakan kekuatan itu untuk kebaikan, kita bisa menjadi bijak. Kita tidak akan menerima hal yang tidak pasti. KITA akan bertanya, KITA akan menuntut akan kebenaran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disinilah saya berdiri. Saya tidak berdiri sebagai seorang valedictorian sendirian. Saya dibentuk oleh lingkungan saya, teman – teman saya yang sedang duduk dan melihat saya. Saya tak dapat mencapai semua ini tanpa kalian semua. Kalianlah yang membuat saya benar – benar menjadi diri saya sekarang. Kalianlah kompetitor sekaligus tulang belakang saya. Dengan demikian, kita semua adalah valedictorian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat ini, saya dikehendaki untuk mengucapkan salam perpisahan kepada sekolah ini, siapapun yang mengelolanya, dan semua yang berdiri bersama saya maupun di belakang saya, namun saya berharap salam perpisahan ini lebih mengarah ke “sampai jumpa nanti,” ketika kita bekerja sama mendalangi perubahan dalam bidang pendidikan. Tetapi pertama-tama, mari kita mendapatkan sehelai kertas yang membuktikan bahwa kita memiliki kemampuan yang cukup untuk melakukannya!&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ramchesmerdeka.blogspot.com/feeds/7370817381334391542/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ramchesmerdeka.blogspot.com/2015/01/dari-pedagogis-ke-andragogis.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4268448123317699163/posts/default/7370817381334391542'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4268448123317699163/posts/default/7370817381334391542'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ramchesmerdeka.blogspot.com/2015/01/dari-pedagogis-ke-andragogis.html' title='Dari Pedagogis ke Andragogis, Memanusiakan Manusia'/><author><name>Ramches Merdeka</name><uri>https://plus.google.com/103384315644688268342</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-VM-GRqiDrDI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAEp4/G24C2-pKENY/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-C0CdY6Y75Po/VK623OLu3_I/AAAAAAAAEt4/qP7nGsSAyEA/s72-c/dari-pedagogis-ke-andragogis-memanusiakan-manusia.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Jakarta, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-6.2087634 106.84559899999999</georss:point><georss:box>-6.4613213999999992 106.5228755 -5.9562054 107.16832249999999</georss:box><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1"/><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4268448123317699163.post-8988985812859179127</id><published>2014-12-30T13:31:00.000+07:00</published><updated>2015-01-25T18:12:15.387+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Politik"/><title type='text'>Pasarisasi BBM, Tolak Neoliberalisme!</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://3.bp.blogspot.com/-QFosRkfTzYI/VKJGRpMcmOI/AAAAAAAAErY/G7haYt6LX74/s1600/pasarisasi_bbm_tolak_neoliberalisme.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Pasarisasi BBM, Tolak Neoliberalisme!&quot; src=&quot;http://3.bp.blogspot.com/-QFosRkfTzYI/VKJGRpMcmOI/AAAAAAAAErY/G7haYt6LX74/s1600/pasarisasi_bbm_tolak_neoliberalisme.jpg&quot; height=&quot;212&quot; style=&quot;border:none;&quot; title=&quot;Neoliberalisme&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: #666666;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://ramchesmerdeka.blogspot.com/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;MFILES&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;- Motif  penaikkan harga BBM sebenarnya tidak pernah berubah. Sebagaimana  tercantum dalam Pasal 28 (b) UU Migas No. 22/2001, motifnya adalah untuk  melepaskan harga BBM ke mekanisme pasar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: #666666;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Dengan  dilepaskannya harga BBM ke mekanisme pasar, maka pasar bisnis eceran  BBM di Indonesia akan terbuka bagi masuknya para pemain baru.  Sebagaimana sudah sering saya kemukakan, menyusul terbitnya UU Migas No.  22/2001, terdapat sekitar 80.000 SPBU swasta--asing dan domestik, yang  antri untuk dioperasikan di seluruh Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: #666666;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Sejauh yang  saya ketahui, fakta itu tidak pernah dibantah. Alih-alih dibantah, para  pihak yang selama ini menyokong kenaikan harga BBM, cenderung berusaha  mengemukakan berbagai argumen lain untuk mengalihkan perhatian  masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: #666666;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Namun karena tidak didukung fakta, berbagai  argumen lain itu sangat mudah dipatahkan. Simak misalnya argumen  mengenai tujuan pengurangan subsidi BBM untuk memperluas ruang fiskal.  Fakta yang ada secara tegas membantah hal tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: #666666;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Sebagaimana  berlangsung dalam periode 2001 – 2014, pengurangan subsidi BBM yang  ditandai oleh kenaikan harga BBM sebesar 465 persen (rata-rata 33 persen  per tahun), selain bermuara pada penurunan subsidi BBM terhadap belanja  pemerintah pusat dari 26,2 persen menjadi 19,3 persen, ternyata diikuti  oleh peningkatan belanja pegawai dan belanja barang pemerintah pusat  dari 18,7 persen menjadi 37,6 persen.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: #666666;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Gambaran yang lebih  jelas mengenai hubungan timbal balik antara pengurangan subsidi BBM  versus peningkatan belanja pegawai dan belanja barang pemerintah pusat  tersebut dapat disimak pada angka-angka berikut. Relatif terhadap Produk  Domestik Bruto (PDB), dalam periode 2001 – 2014, subsidi BBM turun dari  4,1 persen menjadi 2,4 persen PDB atau turun 1,7 persen PDB.  Sebaliknya, belanja pegawai dan belanja barang pemerintah pusat  meningkat dari 2,9 persen menjadi 4,8 persen PDB atau meningkat 1,9  persen PDB.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: #666666;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Bagaimana halnya dengan belanja modal? Jika  pengurangan subsidi BBM benar ditujukan untuk memperluas ruang fiskal,  maka belanja modal seharusnya meningkat secara signifikan. Namun fakta  yang ada tidak mengkonfirmasi hal tersebut. Relatif terhadap belanja  pemerintah pusat, belanja modal 2001 – 2014 justru turun dari 16 persen  menjadi 12,6 persen. Sedangkan relatif terhadap PDB, belanja modal turun  dari 2,5 persen menjadi 1,6 persen PDB.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: #666666;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Jika dicermati  lebih jauh, pengurangan subsidi BBM, penurunan belanja modal, serta  peningkatan belanja pegawai dan belanja barang pemerintah pusat  sebagaimana dipaparkan tersebut, ternyata cenderung berlangsung secara  bersamaan dengan penurunan belanja pemerintah pusat dan belanja negara  secara keseluruhan. Dalam periode 2001 – 2014, belanja pemerintah pusat  turun dari 15,5 persen menjadi 12,7 persen PDB. Sedangkan belanja negara  turun dari 20,3 persen menjadi 18,7 persen PDB.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: #666666;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Menyimak  angka-angka tersebut, dapat disaksikan bahwa perkembangan perekonomian  Indonesia dalam 14 tahun terakhir, selain ditandai oleh berlangsungnya  proses pasarisasi harga BBM, juga ditandai oleh berlangsungnya proses  pasarisasi perekonomian. Artinya, akibat pelaksanaan agenda-agenda  ekonomi neoliberal secara massif dalam 14 tahun terakhir, peran negara  dalam perekonomian cenderung merosot.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: #666666;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Rangkaian fakta itu,  ditambah oleh fakta bahwa pengelolaan transaksi keuangan bisnis eceran  BBM selama ini didominasi oleh bank-bank BUMN, memaksa kita untuk  menarik kesimpulan sebagai berikut. Pengurangan subsidi BBM pada  dasarnya adalah mekanisme terselubung untuk: (a) mengalihkan beban  peningkatan belanja pegawai dan belanja barang pemerintah pusat kepada  para pengguna BBM; (b) mempercepat pertumbuhan SPBU swasta—asing dan  domestik, di Indonesia; dan (c) mengakhiri dominasi bank-bank BUMN dalam  pengelolaan transaksi keuangan bisnis eceran BBM.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: #666666;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Diluar  ketiga kesimpulan tersebut, sejalan dengan peningkatan indeks gini 2001 –  2014 dari 0,32 menjadi 0,43, rasanya tidak berlebihan bila pengurangan  subsidi BBM juga patut diwaspadai sebagai mekanisme terselubung untuk  memperlebar kesenjangan kaya-miskin.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: #666666;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: xx-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #666666;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Dr. Revrisond Baswir&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: xx-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #666666;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;i&gt;Kepala Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan UGM&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: xx-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #666666;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;@Kedaulatan Rakyat, Senin, 8 Desember 2014&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel="related" href="http://ramchesmerdeka.blogspot.com/2014/12/pasarisasi-bbm-tolak-neoliberalisme.html" title="Pasarisasi BBM, Tolak Neoliberalisme!"/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ramchesmerdeka.blogspot.com/feeds/8988985812859179127/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ramchesmerdeka.blogspot.com/2014/12/pasarisasi-bbm-tolak-neoliberalisme.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4268448123317699163/posts/default/8988985812859179127'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4268448123317699163/posts/default/8988985812859179127'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ramchesmerdeka.blogspot.com/2014/12/pasarisasi-bbm-tolak-neoliberalisme.html' title='Pasarisasi BBM, Tolak Neoliberalisme!'/><author><name>Ramches Merdeka</name><uri>https://plus.google.com/103384315644688268342</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-VM-GRqiDrDI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAEp4/G24C2-pKENY/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/-QFosRkfTzYI/VKJGRpMcmOI/AAAAAAAAErY/G7haYt6LX74/s72-c/pasarisasi_bbm_tolak_neoliberalisme.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Yogyakarta, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-7.7970683999999988 110.37052670000003</georss:point><georss:box>-7.922921399999999 110.20916520000003 -7.6712153999999986 110.53188820000003</georss:box><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1"/><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4268448123317699163.post-408884859155099111</id><published>2014-12-30T03:28:00.000+07:00</published><updated>2015-01-25T18:20:28.760+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="ActNOW"/><title type='text'>Serikat Buruh Migran Indonesia Caci Maki Parpol</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://4.bp.blogspot.com/-DBnPsVUtsc8/VKG47iPmzuI/AAAAAAAAEqs/RGz6cZWryFw/s1600/serikat_buruh_migran_indonesia_caci_maki_parpol.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Pendapat SBMI terhadap pemilu 2014 adalah pemilu borjuis&quot; src=&quot;http://4.bp.blogspot.com/-DBnPsVUtsc8/VKG47iPmzuI/AAAAAAAAEqs/RGz6cZWryFw/s1600/serikat_buruh_migran_indonesia_caci_maki_parpol.jpg&quot; height=&quot;179&quot; style=&quot;border:none;&quot; title=&quot;Serikat Buruh Migran Indonesia Caci Maki Parpol&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #444444;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://ramchesmerdeka.blogspot.com/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;MFILES&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; - Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) menuturkan bahwa tidak ada lagi partai politik yang dapat melindungi buruh migran. Sebab, buruh tidak pernah dimanusiakan oleh kebijakan politik suatu negara. &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: #444444;&quot;&gt;&quot;Buruh selalu ditindas. Tidak ada lagi jaminan bahwa pemilu akan memperjuangkan kaum buruh,&quot; kata Anis, Koordinator Lapangan, dari SBMI, dalam orasinya di jakarta, Kamis (1/05/2014) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut mereka, keberadaan partai-partai tidak bisa menjawab persoalan kaum buruh migran. Selama berganti kepemimpinan, nasib buruh migran tidak pernah bisa lebih baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Selama ini memang kita berada dalam cengkraman kapitalisme, partai-partai tidak akan bisa melawan politik borjuasi terbukti banyak buruh kita yang mengalami hukuman mati di luar negeri,&quot; katanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Politik borjuis ini merupakan gabungan dari kapitalisme global yang tidak memperjuangkan kaum buruh. Sebab, tidak ada kemampuan politik dalam melawan sebuah jaringan dari korporasi ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Ini sudah bagian dari sistem, partai-partai yang ada sekarang hanya memperjuangkan kepentingannya yang mapan,&quot; katanya. (tribun)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ramchesmerdeka.blogspot.com/feeds/408884859155099111/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ramchesmerdeka.blogspot.com/2014/12/serikat-buruh-migran-indonesia-caci.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4268448123317699163/posts/default/408884859155099111'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4268448123317699163/posts/default/408884859155099111'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ramchesmerdeka.blogspot.com/2014/12/serikat-buruh-migran-indonesia-caci.html' title='Serikat Buruh Migran Indonesia Caci Maki Parpol'/><author><name>Ramches Merdeka</name><uri>https://plus.google.com/103384315644688268342</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-VM-GRqiDrDI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAEp4/G24C2-pKENY/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-DBnPsVUtsc8/VKG47iPmzuI/AAAAAAAAEqs/RGz6cZWryFw/s72-c/serikat_buruh_migran_indonesia_caci_maki_parpol.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Jakarta, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-6.2087634 106.84559899999999</georss:point><georss:box>-6.4613213999999992 106.5228755 -5.9562054 107.16832249999999</georss:box><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1"/><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4268448123317699163.post-7194590326496949025</id><published>2014-09-24T10:14:00.001+07:00</published><updated>2015-01-25T18:28:29.932+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Analisa"/><title type='text'>Investigatif Mafia Minyak di Indonesia</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://1.bp.blogspot.com/-SJFqywhjccU/VCHrVV1AfZI/AAAAAAAAEkY/oIMshuG2KVU/s1600/tulisan_investigatif_mafia_minyak_di_indonesia_tempo.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://1.bp.blogspot.com/-SJFqywhjccU/VCHrVV1AfZI/AAAAAAAAEkY/oIMshuG2KVU/s1600/tulisan_investigatif_mafia_minyak_di_indonesia_tempo.jpg&quot; height=&quot;160&quot; style=&quot;border: medium none;&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;Pencuri Dalam Selimut dan Pembodohan ala Menteri Penerangan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;   &lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&quot;Since Allah is the Truth of Life, seeking truth means seeking Allah.&quot; -Team Hamba Allah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;KATA SAMBUTAN DAN UCAPAN TERIMA KASIH&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Tulisan ini sudah dishare lebih dari 49.000 orang di Facebook, JRX Superman is Dead, JFlow, Kill The DJ (Marzuki Mohamad), Adri Prakarsa &quot;Nidji&quot;, Fadjroel Rachman, Ulin Yusron, M. Iqbal Lubekran (staf Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama), Ndorokakung (Wicaksono), Monstreza (Faizal Iskandar), Supermomo (Rama Baskoro), Badutromantis (Intan Anggita), Iman Brotoseno, Agus Noor, Rahung Nasution, Kemal Arsjad, Kristina &quot;KD&quot;, Shafiq Pontoh, Anton DH Nugrahanto (Divisi Media Sosial Tim Pemenangan Nasional Joko Widodo-Jusuf Kalla), Nadine Alexandra Dewi Ames (Puteri Indonesia 2010, Miss Universe Indonesia 2011), dan masih banyak lagi di Twitter.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;1. Tulisan ini sangat ditakutkan kubu Prahara, Muhammad Riza Chalid, Bambang Trihatmodjo, Hutomo Mandala Putra, Anthony Salim, Tomy Winata, Aburizal Bakrie, Probosutedjo, Bob Hasan, Mafia Berkeley pimpinan Pendiri Partai Soska/Sosialis-Kanan Indonesia Raden Mas Soemitro Djojohadikoesoemo (priyayi yang dididik di Belanda), Yusril Ihza Mahendra, Fuad Bawazier, Ny Ani Yudhoyono, Nathaniel Rothschild &quot;Zionis&quot;, dan Rob Allyn &quot;George W. Bush&quot; untuk diketahui orang banyak, khususnya yang tinggal di Sumatera Barat dan Jawa Barat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;2. Tulisan ini sangat membantu relawan Anies Baswedan-Dahlan Iskan-Joko Widodo-Tri Rismaharini-Billy Boen dalam memahami peta politik Indonesia yang &quot;ujung-ujungnya duit&quot; (/ “follow the money”) dan kami yakin suatu saat tulisan ini menyelamatkan Anda dan meningkatkan pahala Anda.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Akhir kata, kami sadar bahwa tulisan ini tidak mungkin ada tanpa data dan bantuan dari Forum Studi Islam FEUI, Persekutuan Oikumene FEUI, Keluarga Umat Katolik Sivitas Akademika FEUI, Badan Otonom Economica FEUI, PO UI, KMK UI, SALAM UI, Masyarakat Desa Tulung Rejo Pare Kediri/&quot;Kampung Inggris&quot; (Smart, Elfast, Logico dan The Gravity), Team Pengajar pro bono Masjid Terminal Depok Program SBMPTN, Indonesia Mengajar, BTA Group (BTA 8 dan BTA 45), Open Government Indonesia, dan Indonesia Mengglobal. Oleh karena itu, kami ucapkan terima kasih dan tanpa mengulur waktu lebih banyak, kami ucapkan selamat menikmati.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;_________________________________________________________________________________&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; text-align: left;&quot;&gt;TEASER (PENGGODA)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://1.bp.blogspot.com/-06PFB3Tq1Zc/VCHsnuvk2XI/AAAAAAAAEkk/AY3GqZBnJek/s1600/teaser_penggoda.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://1.bp.blogspot.com/-06PFB3Tq1Zc/VCHsnuvk2XI/AAAAAAAAEkk/AY3GqZBnJek/s1600/teaser_penggoda.jpg&quot; height=&quot;502&quot; style=&quot;border: medium none;&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b style=&quot;color: #111111; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: small; line-height: 22px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://2.bp.blogspot.com/-IMAAVhLHk3A/VCHtjg4DfsI/AAAAAAAAEkw/zqqSb96FMb8/s1600/teaser_penggoda2.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://2.bp.blogspot.com/-IMAAVhLHk3A/VCHtjg4DfsI/AAAAAAAAEkw/zqqSb96FMb8/s1600/teaser_penggoda2.jpg&quot; height=&quot;420&quot; style=&quot;border: none;&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://2.bp.blogspot.com/-QPUpUsYReNo/VCHuXEMLyfI/AAAAAAAAEk4/kWFZAMBYhCI/s1600/teaser_penggoda3.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://2.bp.blogspot.com/-QPUpUsYReNo/VCHuXEMLyfI/AAAAAAAAEk4/kWFZAMBYhCI/s1600/teaser_penggoda3.jpg&quot; height=&quot;640&quot; style=&quot;border: none;&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://3.bp.blogspot.com/-nGZVn4C2hNA/VCHuiyVH-TI/AAAAAAAAElA/x_aqomZm_vM/s1600/teaser_penggoda4.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://3.bp.blogspot.com/-nGZVn4C2hNA/VCHuiyVH-TI/AAAAAAAAElA/x_aqomZm_vM/s1600/teaser_penggoda4.jpg&quot; height=&quot;492&quot; style=&quot;border: none;&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://1.bp.blogspot.com/-d2hfcYoqAjU/VCH9kbljA7I/AAAAAAAAElQ/i_YOBuqQKoY/s1600/mafia_minyak_dan_sby.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://1.bp.blogspot.com/-d2hfcYoqAjU/VCH9kbljA7I/AAAAAAAAElQ/i_YOBuqQKoY/s1600/mafia_minyak_dan_sby.png&quot; style=&quot;border: medium none;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://1.bp.blogspot.com/-WUuI0INQL5I/VCI1q9hXG4I/AAAAAAAAElw/M_asIgOu1qE/s1600/mafia_minyak_dan_sby3.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://1.bp.blogspot.com/-WUuI0INQL5I/VCI1q9hXG4I/AAAAAAAAElw/M_asIgOu1qE/s1600/mafia_minyak_dan_sby3.png&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;MILITER &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Indonesia constitutes the greatest prize in the Southeast Asian area.&quot; -Richard Nixon, &quot;Asia After Vietnam&quot;, Foreign Affairs, October 1967, p. 111.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana yang kita ketahui bersama, usai Indonesia ditolak Amerika Serikat dalam pembelian alutsista dan Dr. (HC) Ir. Soekarno (Pendiri Partai PNI) memutuskan untuk membeli alutsista dari Uni Soviet ketika Perang Barat versus Komunis, terjadi tiga peristiwa yang amat penting di Indonesia yakni &quot;pemberian&quot; Supersemar kepada Letnan Jenderal Soeharto,&lt;a href=&quot;http://books.google.co.id/books?id=DLJwAAAAMAAJ&amp;amp;q=%22Pada+hari+kedua,+ekonomi+Indonesia+telah+dibagi,+sektor+demi+sektor.+Ini+dilakukan+dengan+cara+yang+spektakuler,+kata+Jeffrey+Winters%22&amp;amp;dq=%22Pada+hari+kedua,+ekonomi+Indonesia+telah+dibagi,+sektor+demi+sektor.+Ini+dilakukan+dengan+cara+yang+spektakuler,+kata+Jeffrey+Winters%22&amp;amp;hl=en&amp;amp;sa=X&amp;amp;ei=9_zuU9XkMpXs8AWuj4L4BQ&amp;amp;ved=0CCEQ6AEwAQ&quot;&gt;pengeksekusian UU Penanaman Modal Asing oleh Pendiri Partai Soska/Sosialis-Kanan Indonesia Raden Mas Soemitro Djojohadikoesoemo (priyayi yang dididik di Belanda),&lt;/a&gt; dan penguasaan Pertamina oleh militer. Oleh karena itu, kami sangat yakin bahwa orang tua Anda masih mengingat dengan baik siapa Direktur Utama Pertamina tahun 1968-1976. Iya benar. Letnan Jenderal Ibnu Sutowo yang tinggal persis di samping Jalan Cendana, Menteng.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Ia mulai aktif di dunia perminyakan sejak tahun 1956, resmi menjadi Direktur Utama Pertamina sejak tahun  1968, dan sudah memiliki simpanan pribadi sekurang-kurangnya 226,2 juta USD pada tahun 1970. Tahun 1976, beliau diganti karena marak diberitakan soal korupsi dalam jumlah yang sangat besar. Korupsi ini membuat Pertamina berutang sebesar 10,5 miliar USD atau 30% total output (PDB) Indonesia saat itu. Luar biasa bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Selingan: Sejak tahun 1970, Ibnu Sutowo sering berpergian ke New York Amerika Serikat dan sering menyuruh Bob Tutupoly datang ke New York untuk membawa rendang dan menyanyi di restoran termahal di New York yang di-booking secara penuh oleh Ibnu Sutowo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Selingan: Gaya hidup mewah Ibnu Sutowo dan keluarga yang lain dapat dilihat di internet. Salah satu contohnya ada di &lt;a href=&quot;http://www.merdeka.com/peristiwa/gaya-hidup-mewah-ibnu-sutowo-dan-keluarga.html&quot;&gt;http://www.merdeka.com/peristiwa/gay...-keluarga.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Selingan: Ibnu Sutowo disebut &lt;a href=&quot;http://www.merdeka.com/peristiwa/ibnu-sutowo-sang-jenderal-inti-pemegang-kartu-truf-soeharto.html&quot;&gt;Atmakusumah, Redaktur Pelaksana Harian Indonesia Raya (surat kabar yang paling keras menyoroti kebijakan-kebijakan Ibnu Sutowo saat itu),&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;http://hambaallahyangsetia.blogspot.com/2007/08/cia-otak-pemberontakan-di-indonesia.html&quot;&gt;memegang kartu truf Letnan Jenderal Soeharto&lt;/a&gt; (mertua &lt;a href=&quot;http://www.allannairn.org/2014/07/prabowo-part-2-i-was-americans-fair.html&quot;&gt;the American&#39;s fair-haired boy&lt;/a&gt;.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Selingan: Lima bulan setelah &quot;pemberian&quot; Supersemar, Ibnu Sutowo menandatangani perjanjian Production-Sharing Contract (PSC) dengan &lt;a href=&quot;http://books.google.co.id/books?id=9eNkj98IkHkC&amp;amp;pg=PA52&amp;amp;lpg=PA52&amp;amp;dq=%22Independent+Indonesian+American+Petroleum+Company%22+Delaware+1966&amp;amp;source=bl&amp;amp;ots=WOoOE0RCKx&amp;amp;sig=RqJGyGEa0mIn4VG8yDWQ_u10y94&amp;amp;hl=en&amp;amp;sa=X&amp;amp;ei=JpwhVNKmGs_luQT3qoKQDw&amp;amp;ved=0CB0Q6AEwAA#v=onepage&amp;amp;q=%22Independent%20Indonesian%20American%20Petroleum%20Company%22%20Delaware%201966&amp;amp;f=false&quot;&gt;Independent Indonesian American Petroleum Company (IIAPCO) yang berkantor pusat di Delaware, Amerika Serikat.&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;http://books.google.co.id/books?id=W8pYtLRCkFsC&amp;amp;pg=PA250&amp;amp;dq=%22PSAs+were+first+developed+in+the+late+1960s+in+Indonesia,+when+nationalism+was+surging+through+oil-producing+countries.%22&amp;amp;hl=en&amp;amp;sa=X&amp;amp;ei=YpshVK3XJcSVuATHu4LADA&amp;amp;ved=0CBoQ6AEwAA#v=onepage&amp;amp;q=%22PSAs%20were%20first%20developed%20in%20the%20late%201960s%20in%20Indonesia%2C%20when%20nationalism%20was%20surging%20through%20oil-producing%20countries.%22&amp;amp;f=false&quot;&gt;Menurut Greg Muttitt dalam Buku &quot;A Game As Old As Empire&quot;,&lt;/a&gt; PSC tersebut merupakan PSC yang pertama di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Selingan: Entah dimana hati nurani Ibnu Sutowo. Saat itu, Indonesia masih dilanda bencana kelaparan yang sangat besar. &lt;a href=&quot;http://ibnusutowo.wordpress.com/2009/03/26/majalah-tempo-2001-biografi-pembelaan-diri-yang-subjektif/&quot;&gt;Namun karena cadangan devisa (/simpanan mata uang asing oleh Bank Indonesia) tak cukup untuk mengimpor bahan pangan&lt;/a&gt;, negara-negara sahabat terpaksa memberi bantuan pangan kepada Indonesia. Tak heran, &lt;a href=&quot;http://www.businessinsider.co.id/snapshot-singaporeans-are-tallest-in-asean/&quot;&gt;tinggi rata-rata penduduk Indonesia (baik pria maupun wanita) jauh lebih rendah&lt;/a&gt; daripada tinggi rata-rata penduduk Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, Vietnam, dan bahkan Kamboja.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, hingga detik ini ia tidak pernah diadili, &lt;a href=&quot;http://indonesia-baru.liputan6.com/read/2034488/adiguna-sutowo-coblos-teman-sma-di-tps-02-menteng&quot;&gt;keluarganya tetap tinggal di samping Keluarga Cendana&lt;/a&gt; dan masih saja kerap membuat ulah, seperti &lt;a href=&quot;http://www.merdeka.com/peristiwa/cerita-ali-sadikin-mengaku-tertipu-ibnu-sutowo-soal-tanah-hilton.html&quot;&gt;menipu Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin&lt;/a&gt; dan &lt;a href=&quot;http://www.library.ohiou.edu/indopubs/1997/06/12/0006.html&quot;&gt;menipu Bank Indonesia&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Selingan: Anak Ibnu Sutowo, Adiguna Sutowo, mendirikan &lt;a href=&quot;http://en.wikipedia.org/wiki/Mugi_Rekso_Abadi&quot;&gt;PT Mugi Rekso Abadi (MRA)&lt;/a&gt; pada tahun 1993. MRA memiliki 35 anak perusahaan, antara lain: Hard Rock Café di Bali dan di Jakarta, Zoom Bar &amp;amp; Lounge, BC Bar, Cafe 21, Radio Hard Rock FM (Jakarta, Bandung, Bali), i-Radio, majalah Cosmopolitan, majalah FHM, Four Seasons Hotel dan Four Seasons Apartement di Bali, dealership Ferrari, Maserati, Mercedes Benz, Harley Davidson, Ducati, dan Bulgari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Selingan: Adiguna Sutowo dan &lt;a href=&quot;http://www.tribunnews.com/seleb/2013/11/20/akhirnya-terungkap-adiguna-sutowo-berselingkuh-dengan-istri-piyu-padi&quot;&gt;istri gitaris Piyu &quot;Padi&quot;&lt;/a&gt; terlibat dalam penabrakan pagar rumah istri kedua Adiguna Sutowo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Selingan: Putra bungsu dari Adiguna Sutowo, Indraguna Sutowo (&lt;a href=&quot;http://www.library.ohiou.edu/indopubs/1996/10/30/0007.html&quot;&gt;Pembalap&lt;/a&gt;), menikah dengan&lt;a href=&quot;http://hiburan.kompasiana.com/gosip/2010/05/19/mengenal-keluarga-mertua-dian-sastro-144236.html&quot;&gt;Dian Sastrowardoyo&lt;/a&gt; (lulusan Filsafat, &lt;a href=&quot;http://hot.detik.com/read/2006/11/01/190043/702785/230/87-percaya-dian-sastro-selingkuhi-abi&quot;&gt;mantan pacar anak pendiri Pemuda Pancasila&lt;/a&gt;) pada Mei 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Titel Direktur Utama Pertamina boleh saja tidak lagi dipegang Ibnu Sutowo, namun kekuasaan militer pada sektor perminyakan tetap mendominasi hingga hari ini. (Direktur Utama Pertamina selanjutnya adalah Mayor Jenderal Piet Haryono, Mayor Jenderal Joedo Soembono, dan Mayor Jenderal Abdul Rachman Ramly) Maka, bukan suatu pemandangan yang langka di Indonesia, di samping kantor-kantor Pertamina terdapat markas-markas militer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Selingan: Usai reformasi 1998, KKN antara perminyakan dan militer tidak dapat dilenyapkan dan malah membantu militer &lt;a href=&quot;http://www.google.com/publicdata/explore?ds=d5bncppjof8f9_&amp;amp;ctype=l&amp;amp;met_y=sh_sta_stnt_zs&amp;amp;hl=en#!ctype=l&amp;amp;strail=false&amp;amp;bcs=d&amp;amp;nselm=h&amp;amp;met_y=si_pov_gini&amp;amp;scale_y=lin&amp;amp;ind_y=false&amp;amp;rdim=region&amp;amp;idim=country:IDN&amp;amp;ifdim=region&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;dl=en_US&amp;amp;ind=false&quot;&gt;berjaya kembali&lt;/a&gt;. Hal ini terwujud dengan &lt;a href=&quot;http://www.wikileaks.org/plusd/cables/06JAKARTA8261_a.html&quot;&gt;penggunakan BIN dan TNI (termasuk di dalamnya Babinsa) untuk memenangkan Partai Demokrat di pemilu 2004&lt;/a&gt;, usaimenantu Letnan Jenderal (Purn.) Sarwo Edhie Wibowo, Susilo Bambang Yudhoyono, menjabat sebagai Menteri ESDM di tahun 1999-2000. Bukti nyatanya adalah &lt;a href=&quot;https://groups.yahoo.com/neo/groups/forum_alumni_HMI_komperta_umm/conversations/topics/147&quot;&gt;kehadiran petinggi-petinggi militer dalam jajaran tim sukses Jend. (Purn) SBY tahun 2004&lt;/a&gt;. Di antaranya adalah Sudi Silalahi (Sesmenko Polhukam waktu itu), Azis Ahmadi (sekretaris pribadi Menko Polhukam), &lt;a href=&quot;http://12122am.blogspot.com/2013/06/awal-mula-konflik-megawati-sby.html&quot;&gt;Kolonel Kurdi Mustofa (Asisten Deputi Politik Dalam Negeri di Kemenko Polhukam), Mayor Jenderal Muhammad Yasin&lt;/a&gt;, dan Mayor Jenderal Setia Purwaka.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;*Selingan: Hal di atas termasuk dalam &lt;a href=&quot;http://pemilu.tempo.co/read/news/2014/05/02/269574899/Lima-Rasa-Penasaran-Megawati-terhadap-SBY&quot;&gt;lima pertanyaan yang diajukan Megawati Soekarnoputri sejak tahun 2006&lt;/a&gt; yang hingga kini belum dijawab oleh SBY.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengetahui seberapa seksinya perminyakan Indonesia, silakan cermati perhitungan KPK atas pemasukan potensial negara dari sektor perminyakan bila seluruh aktivitas mematuhi hukum (/tidak ada penyelundupan, penyuapan, gratifikasi, dan korupsi) Hasilnya adalah 20.000 triliun per tahun, 220% dari &lt;a href=&quot;http://bps.go.id/tab_sub/view.php?kat=2&amp;amp;tabel=1&amp;amp;daftar=1&amp;amp;id_subyek=11&amp;amp;notab=1&quot;&gt;jumlah keseluruhan output (PDB) Indonesia per tahun 2013&lt;/a&gt;, atau 1.340% dari &lt;a href=&quot;http://www.bpk.go.id/assets/files/lkpp/2013/lkpp_2013_1402973186.pdf&quot;&gt;realisasi belanja negara tahun 2013&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Fakta: &lt;a href=&quot;http://finance.detik.com/read/2012/04/23/095335/1898748/4/disebut-sarang-koruptor-pertamina-jangan-kebakaran-jenggot&quot;&gt;Mahfud MD&lt;/a&gt; pernah menyebut Pertamina sebagai “sarang koruptor”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Fakta: &lt;a href=&quot;http://www.tribunnews.com/pemilu-2014/2014/07/06/advokat-antikorupsi-apresiasi-jokowi-jk-angkat-isu-kelompok-kepentingan-di-debat-capres&quot;&gt;Todung Mulya Lubis&lt;/a&gt; mengapresiasi keblak-blakan Jusuf Kalla yang mengangkat soal mafia migas untuk pertama kali di tataran nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Fakta: Dari tahun 2007 hingga tahun 2012, secara kasar terdapat kekurangan 654 triliun rupiah pada penerimaan negara bukan pajak (PNPB) migas di &lt;a href=&quot;http://www.kemenkeu.go.id/sites/default/files/lkpp%202012%20Audited.pdf&quot;&gt;Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (Audited)&lt;/a&gt; bila PNPB migas dihitung sesuai &lt;a href=&quot;http://www.skkmigas.go.id/wp-content/uploads/2012/08/Laporan-Tahunan-2012.pdf&quot;&gt;Laporan Tahunan SKK Migas&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Fakta: Karena perminyakan sangat-sangat menarik, tak heran kalau &lt;a href=&quot;http://www.beritasatu.com/hukum/133651-rizal-ramli-bersihkan-dulu-kepala-ikannya.html&quot;&gt;fokus KPK saat ini adalah membersihkan Kementerian ESDM dari koruptor-koruptor&lt;/a&gt;. Contoh-contohnya adalah &lt;a href=&quot;http://nasional.kompas.com/read/2014/04/29/1343545/Rudi.Rubiandini.Divonis.7.Tahun.Penjara&quot;&gt;memvonis mantan Kepala SKK Migas, Rudi Rubiandini (Alumni dan Guru Besar Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan ITB), dengan hukuman 7 tahun penjara&lt;/a&gt;; &lt;a href=&quot;http://www.tempo.co/read/news/2014/01/16/063545435/Waryono-Karno-Ditetapkan-Tersangka-Suap-SKK-Migas&quot;&gt;menetapkan mantan Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, Waryono Karno, sebagai tersangka&lt;/a&gt;; &lt;a href=&quot;http://nasional.kompas.com/read/2014/05/14/1333338/KPK.Tetapkan.Sutan.Bhatoegana.sebagai.Tersangka&quot;&gt;menetapkan Ketua Komisi VII (Energi Sumber Daya Mineral) DPR sekaligus Ketua DPP Partai Demokrat, Sutan Bhatoegana, sebagai tersangka&lt;/a&gt;; &lt;a href=&quot;http://www.tempo.co/read/news/2014/06/03/078582067/KPK-Cegah-Teman-Dekat-Ibas-Yudhoyono&quot;&gt;mencegah staf Menteri ESDM, I Gusti Putu Ade Pranjaya, untuk ke luar negeri&lt;/a&gt;; &lt;a href=&quot;http://www.tempo.co/read/news/2014/06/03/063582088/Dicegah-KPK-Ini-Dua-Versi-Peran-Teman-Ibas&quot;&gt;mencegah Direktur Utama PT Rajawali Swiber Cakrawala, Deni Karmaina (teman Edhie Baskoro Yudhoyono), untuk ke luar negeri&lt;/a&gt;; &lt;a href=&quot;http://www.beritasatu.com/hukum/194564-kpk-buka-peluang-periksa-menteri-esdm.html&quot;&gt;memanggil Triesnawati Wacik (istri Jero Wacik) dan Ayu Vibrasita (anak Jero Wacik)&lt;/a&gt; dan &lt;a href=&quot;http://www.jpnn.com/read/2014/09/03/255500/Jero-Wacik-Tersangka-Sejak-2-September-&quot;&gt;menetapkan Menteri ESDM dan Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Jero Wacik (Alumni ITB) sebagai tersangka.&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Fakta: &lt;a href=&quot;http://casdiraku.wordpress.com/2010/01/22/pertamina-dan-pengelolaan-migas-pasca-uu-no-222001/&quot;&gt;UU No. 22 Tahun 2001 mencabut hak Pertamina sebagai satu-satunya pemegang kuasa migas negara&lt;/a&gt; dan memposisikan Pertamina hanya menjadi kontraktor yang harus bersaing&lt;a href=&quot;http://gamil-opinion.blogspot.com/2009/02/quo-vadis-pertamina-2.html&quot;&gt;tanpa keistimewaan apapun&lt;/a&gt; dengan kontraktor-kontraktor asing dan swasta yang sudah jauh lebih besar. &lt;a href=&quot;https://groups.yahoo.com/neo/groups/berita-lingkungan/conversations/topics/3788&quot;&gt;UU ini dimotori oleh &lt;/a&gt;Marsekal Madya (Purn.) Ginandjar Kartasasmita &lt;a href=&quot;http://www.minihub.org/siarlist/msg04752.html&quot;&gt;(Alumni ITB, Menteri ESDM zaman Soeharto, &lt;/a&gt;&lt;a href=&quot;http://catatanbaskoro.wordpress.com/2008/08/12/ginandjar-kartasasmita-dan-kasus-balongan/&quot;&gt;Tersangka Mark-Up Kilang Balongan, &lt;/a&gt;&lt;a href=&quot;http://www.minihub.org/siarlist/msg04752.html&quot;&gt;Wakil Ketua MPR tahun 1999-2004, Fraksi Golkar)&lt;/a&gt;, Arifin Panigoro &quot;Medco Energy&quot; &lt;a href=&quot;http://www.library.ohiou.edu/indopubs/2000/11/22/0000.html&quot;&gt;(Alumni ITB, Anak Didik Kesayangan Ginandjar Kartasasmita, &lt;/a&gt;&lt;a href=&quot;http://www.theglobal-review.com/content_detail.php?lang=id&amp;amp;id=14715&amp;amp;type=102#.U6V6pfk9hrU&quot;&gt;Partner Bisnis Hatta Rajasa, &lt;/a&gt;&lt;a href=&quot;http://pdpjaktim.blogspot.com/2007/06/struktur-organisasi-pkn-pdp.html&quot;&gt;Sahabat alumni ITB Laksamana Sukardi tersangka kasus penjualan VLCC di bawah harga pasar, dan Pendiri Partai PDP yang dipecat Megawati Soekarnoputri)&lt;/a&gt;, dan Fuad Bawazier &lt;a href=&quot;http://www.library.ohiou.edu/indopubs/2000/06/17/0004.html&quot;&gt;(Dirjen Pajak dari tahun 1993 sampai tahun 1998, Menteri Keuangan tahun 1998, &lt;/a&gt;&lt;a href=&quot;http://www.library.ohiou.edu/indopubs/2000/06/17/0004.html&quot;&gt;Penyalur uang Keluarga Cendana ke Poros Tengah dan Amien Rais, &lt;/a&gt;&lt;a href=&quot;http://www.minihub.org/siarlist/msg03887.html&quot;&gt;Anggota MPR-RI dari PAN tahun 1999-2004, Anggota DPR-RI dari PAN tahun 2004-2009, Satu dari Dua Calon Ketua Umum PAN tahun 2005-2010,&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;http://www.republika.co.id/berita/pemilu/menuju-ri-1/14/05/28/n69lme-inilah-susunan-tim-kampanye-prabowohatta&quot;&gt;dan Anggota Dewan Pakar Tim Kampanye Prabowo-Hatta)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Fakta: &lt;a href=&quot;http://www.oecd.org/corporate/ca/49801431.pdf&quot;&gt;Menurut Prof. Sidharta Utama, C.F.A. (pakar tatakelola perusahaan/corporate governance ternama di Indonesia)&lt;/a&gt;; ada fenomena pada perusahaan-perusahaan migas dan pertambangan di Indonesia yakni keberadaan anggota dewan direksi atau komisaris yang berlatar belakang militer, polisi, atau politikus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Fakta: Menurut David Ransom, warga negara Amerika Serikat lulusan Harvard, dalam laporannya di &lt;a href=&quot;http://la.utexas.edu/users/hcleaver/357L/357LRansomBerkeleyMafiaTable.pdf&quot;&gt;Majalah Ramparts Oktober 1970&lt;/a&gt; dan di &lt;a href=&quot;http://la.utexas.edu/users/hcleaver/357L/357LRansomFordCountryTable.pdf&quot;&gt;Buku &quot;The Trojan Horse: A Radical Look at Foreign Aid&quot; tahun 1974&lt;/a&gt;, pada awal tahun 1949, di sekolah yang didanai oleh Yayasan Ford, School of Advanced International Studies di Washington, Raden Mas Soemitro Djojohadikusumo menjelaskan bahwa Partai Soska/Sosialis-Kanan Indonesia yang didirikannya bersama K.R.T. Soedjatmoko Mangoendiningrat bermazhabkan sosialisme yang memperbolehkan &quot;free access&quot; kepada sumberdaya alam Indonesia dan memberikan &quot;sufficient incentives&quot; untuk investasi korporasi asing. &lt;a href=&quot;http://www.youtube.com/watch?v=CLAEXVUtknU&quot;&gt;Tak heran, pada 17 Juli 2013 di Washington,&lt;/a&gt;ananda Hashim tanpa tedeng aling-aling mengakui ia seorang kapitalis, membenarkan bahwa Prabowo sangat pro-Amerika, dan mengatakan AS akan tetap menjadi partner yang istimewa di pemerintahan Gerindra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Selingan: Laporan David Ransom kemudian &lt;a href=&quot;https://drive.google.com/file/d/0BwLP6fE-ANT-OVVTZ1lUbm4wWVk/edit?usp=sharing&quot;&gt;diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia oleh Koalisi Anti Utang (KAU) &lt;/a&gt;pada tahun 2006.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Fakta: &lt;a href=&quot;http://books.google.co.id/books?id=4dznWH93bYEC&amp;amp;pg=PT43&amp;amp;dq=%22Claudine+told+me+that+there+were+two+primary+objectives+of+my+work.%22+%22Second,+I+would+work+to+bankrupt+the+countries+that+received+those+loans%22&amp;amp;hl=en&amp;amp;sa=X&amp;amp;ei=SQsfVMjSLYyOuATW54LACQ&amp;amp;ved=0CBoQ6AEwAA#v=onepage&amp;amp;q=%22Claudine%20told%20me%20that%20there%20were%20two%20primary%20objectives%20of%20my%20work.%22%20%22Second%2C%20I%20would%20work%20to%20bankrupt%20the%20countries%20that%20received%20those%20loans%22&amp;amp;f=false&quot;&gt;Menurut John Perkins, konsultan ternama Parson Chas T. Main, Inc. (MAIN), dalam Buku &quot;Confessions of an Economic Hit Man&quot; yang diterbitkan pada Agustus 2004 dan menjadi New York Times Bestseller tahun itu;&lt;/a&gt; pertumbuhan yang berbasis PDomestikB (/jumlah keseluruhan output yang BERADA di Indonesia-baik yang dimiliki asing maupun yang dimiliki WNI-, bukan PNasionalB/jumlah keseluruhan output yang DIMILIKI Warga Negara Indonesia-baik yang berada di luar negeri maupun yang berada di dalam negeri-) &lt;a href=&quot;http://books.google.co.id/books?id=4dznWH93bYEC&amp;amp;pg=PT44&amp;amp;dq=the+growth+of+GNP+may+result+even+when+it+profits+only+one+person,+such+as+an+individual+who+owns+a+utility+company,+and+even+if+the+majority+of+the+population+is+burdened+with+debt.+The+rich+get+richer+and+the+poor+grow+poorer.+Yet,+from+a+statistical+standpoint,+this+is+recorded+as+economic+progress.&amp;amp;hl=en&amp;amp;sa=X&amp;amp;ei=5uYeVPmMJ8efugTDyYCgCg&amp;amp;ved=0CBoQ6AEwAA#v=onepage&amp;amp;q=the%20growth%20of%20GNP%20may%20result%20even%20when%20it%20profits%20only%20one%20person%2C%20such%20as%20an%20individual%20who%20owns%20a%20utility%20company%2C%20and%20even%20if%20the%20majority%20of%20the%20population%20is%20burdened%20with%20debt.%20The%20rich%20get%20richer%20and%20the%20poor%20grow%20poorer.%20Yet%2C%20from%20a%20statistical%20standpoint%2C%20this%20is%20recorded%20as%20economic%20progress.&amp;amp;f=false&quot;&gt;sama sekali tidak menjamin&lt;/a&gt; apakah sesungguhnya ada pertumbuhan yang nyata pada pendapatan tiap warga negara Indonesia, sering sekali yang tumbuh &lt;a href=&quot;http://books.google.co.id/books?id=fs9BVn1l_TcC&amp;amp;pg=PT163&amp;amp;dq=According+to+the+Wall+Street+Journal,+adjusted+for+local+purchasing+power+the+Paiton+power+cost+60+percent+more+than+power+in+the+neighboring+Philippines+and+twenty+times+rates+paid+by+U.S.+consumers.+Canadian+auditors+who+concluded+that+project+costs+were+inflated+by+as+much+as+72+percent.&amp;amp;hl=en&amp;amp;sa=X&amp;amp;ei=fx0fVOCNItjluQSKm4GIAw&amp;amp;ved=0CBwQ6AEwAA#v=onepage&amp;amp;q=According%20to%20the%20Wall%20Street%20Journal%2C%20adjusted%20for%20local%20purchasing%20power%20the%20Paiton%20power%20cost%2060%20percent%20more%20than%20power%20in%20the%20neighboring%20Philippines%20and%20twenty%20times%20rates%20paid%20by%20U.S.%20consumers.%20Canadian%20auditors%20who%20concluded%20that%20project%20costs%20were%20inflated%20by%20as%20much%20as%2072%20percent.&amp;amp;f=false&quot;&gt;malah pendapatan perusahaan asing&lt;/a&gt; atau hanya pendapatan segelintir pejabat negara saja. Tak heran, &lt;a href=&quot;http://en.wikipedia.org/wiki/Economy_of_the_United_States&quot;&gt;Amerika Serikat sendiri sekarang malah mengutamakan penggunaan indeks kesenjangan pendapatan dan angka pengangguran&lt;/a&gt;negaranya dalam meracik kebijakan fiskal dan moneter, alih-alih perubahan PDB dari tahun ke tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Selingan: &lt;a href=&quot;http://jakarta45.wordpress.com/2009/06/01/washington-consensus-dan-model-pembangunan-alterntif/&quot;&gt;Walaupun ditentang keras Prof. Sri-Edi Swasono (menantu pertama Bung Hatta, suami Prof. Meutia Hatta, dan Guru Besar Ekonomi Kerakyatan FEUI) karena dianggap mencuci otak dan menjauhkan mahasiswa FEUI dari amanah Pasal 33 UUD 1945;&lt;/a&gt; Prof. Sumitro Djojohadikusumo (besan Presiden Jenderal Besar Soeharto dan mertua Gubernur BI tahun 1993-1998 Sudrajad Djiwandono yang mengucurkan &lt;a href=&quot;http://profil.merdeka.com/indonesia/u/urip-tri-gunawan/&quot;&gt;BLBI&lt;/a&gt;) &lt;a href=&quot;http://finance.detik.com/read/2014/06/17/102745/2610175/4/1/ini-penjelasan-kebocoran-versi-prabowo-dan-soemitro-djojohadikoesoemo&quot;&gt;tak pernah berhenti fanatik&lt;/a&gt; mengajarkan &lt;a href=&quot;https://docs.google.com/presentation/d/1qhVDxaBBEgar2KZAaxqv1Jmc1ZtNGqUQkJBZJ9tWwHg/edit?usp=sharing&quot;&gt;ICOR (Perubahan Savings dan Foreign Debt:Perubahan PDB)&lt;/a&gt; kepada mahasiswa-mahasiswa FEUI.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-left: 30px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;img 590px=&quot;&quot; alt=&quot;&quot; src=&quot;http://indonesiana.tempo.co/uploads/foto/2014/08/24/tambang1.jpg&quot; height=&quot;433&quot; max-width:=&quot;&quot; style=&quot;border: none;&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;*Fakta: &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://www.google.co.id/search?q=Soviet+lebih+bisa+dipercaya+ketimbang+AS+karena+Soviet+belum+pernah+menjadi+negara+kolonial+di+luar+negeri%2C+sebaliknya+Inggris+dan+Perancis+adalah+bekas+negara-negara+kolonial+yang+bersahabat+dengan+Amerika&amp;amp;oq=Soviet+lebih+bisa+dipercaya+ketimbang+AS+karena+Soviet+belum+pernah+menjadi+negara+kolonial+di+luar+negeri%2C+sebaliknya+Inggris+dan+Perancis+adalah+bekas+negara-negara+kolonial+yang+bersahabat+dengan+Amerika&amp;amp;aqs=chrome..69i57.258j0j4&amp;amp;sourceid=chrome&amp;amp;es_sm=93&amp;amp;ie=UTF-8#tbm=bks&amp;amp;q=Uni+Soviet+belum+pernah+menjadi+negara+kolonial+di+luar+negeri%2C+sebaliknya+Inggris+dan+Perancis+adalah+bekas+negara-negara+kolonial+yang+bersahabat+dengan+Amerika&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;M&lt;/span&gt;enurut Dr.&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://www.google.co.id/search?q=Soviet+lebih+bisa+dipercaya+ketimbang+AS+karena+Soviet+belum+pernah+menjadi+negara+kolonial+di+luar+negeri%2C+sebaliknya+Inggris+dan+Perancis+adalah+bekas+negara-negara+kolonial+yang+bersahabat+dengan+Amerika&amp;amp;oq=Soviet+lebih+bisa+dipercaya+ketimbang+AS+karena+Soviet+belum+pernah+menjadi+negara+kolonial+di+luar+negeri%2C+sebaliknya+Inggris+dan+Perancis+adalah+bekas+negara-negara+kolonial+yang+bersahabat+dengan+Amerika&amp;amp;aqs=chrome..69i57.258j0j4&amp;amp;sourceid=chrome&amp;amp;es_sm=93&amp;amp;ie=UTF-8#tbm=bks&amp;amp;q=Uni+Soviet+belum+pernah+menjadi+negara+kolonial+di+luar+negeri%2C+sebaliknya+Inggris+dan+Perancis+adalah+bekas+negara-negara+kolonial+yang+bersahabat+dengan+Amerika&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Had&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://www.google.co.id/search?q=Soviet+lebih+bisa+dipercaya+ketimbang+AS+karena+Soviet+belum+pernah+menjadi+negara+kolonial+di+luar+negeri%2C+sebaliknya+Inggris+dan+Perancis+adalah+bekas+negara-negara+kolonial+yang+bersahabat+dengan+Amerika&amp;amp;oq=Soviet+lebih+bisa+dipercaya+ketimbang+AS+karena+Soviet+belum+pernah+menjadi+negara+kolonial+di+luar+negeri%2C+sebaliknya+Inggris+dan+Perancis+adalah+bekas+negara-negara+kolonial+yang+bersahabat+dengan+Amerika&amp;amp;aqs=chrome..69i57.258j0j4&amp;amp;sourceid=chrome&amp;amp;es_sm=93&amp;amp;ie=UTF-8#tbm=bks&amp;amp;q=Uni+Soviet+belum+pernah+menjadi+negara+kolonial+di+luar+negeri%2C+sebaliknya+Inggris+dan+Perancis+adalah+bekas+negara-negara+kolonial+yang+bersahabat+dengan+Amerika&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;i Soebadio dalam Buku &quot;Hubungan Indo&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://www.google.co.id/search?q=Soviet+lebih+bisa+dipercaya+ketimbang+AS+karena+Soviet+belum+pernah+menjadi+negara+kolonial+di+luar+negeri%2C+sebaliknya+Inggris+dan+Perancis+adalah+bekas+negara-negara+kolonial+yang+bersahabat+dengan+Amerika&amp;amp;oq=Soviet+lebih+bisa+dipercaya+ketimbang+AS+karena+Soviet+belum+pernah+menjadi+negara+kolonial+di+luar+negeri%2C+sebaliknya+Inggris+dan+Perancis+adalah+bekas+negara-negara+kolonial+yang+bersahabat+dengan+Amerika&amp;amp;aqs=chrome..69i57.258j0j4&amp;amp;sourceid=chrome&amp;amp;es_sm=93&amp;amp;ie=UTF-8#tbm=bks&amp;amp;q=Uni+Soviet+belum+pernah+menjadi+negara+kolonial+di+luar+negeri%2C+sebaliknya+Inggris+dan+Perancis+adalah+bekas+negara-negara+kolonial+yang+bersahabat+dengan+Amerika&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;nesia-Amerika Se&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://www.google.co.id/search?q=Soviet+lebih+bisa+dipercaya+ketimbang+AS+karena+Soviet+belum+pernah+menjadi+negara+kolonial+di+luar+negeri%2C+sebaliknya+Inggris+dan+Perancis+adalah+bekas+negara-negara+kolonial+yang+bersahabat+dengan+Amerika&amp;amp;oq=Soviet+lebih+bisa+dipercaya+ketimbang+AS+karena+Soviet+belum+pernah+menjadi+negara+kolonial+di+luar+negeri%2C+sebaliknya+Inggris+dan+Perancis+adalah+bekas+negara-negara+kolonial+yang+bersahabat+dengan+Amerika&amp;amp;aqs=chrome..69i57.258j0j4&amp;amp;sourceid=chrome&amp;amp;es_sm=93&amp;amp;ie=UTF-8#tbm=bks&amp;amp;q=Uni+Soviet+belum+pernah+menjadi+negara+kolonial+di+luar+negeri%2C+sebaliknya+Inggris+dan+Perancis+adalah+bekas+negara-negara+kolonial+yang+bersahabat+dengan+Amerika&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;rikat Dasawarsa Ke&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://www.google.co.id/search?q=Soviet+lebih+bisa+dipercaya+ketimbang+AS+karena+Soviet+belum+pernah+menjadi+negara+kolonial+di+luar+negeri%2C+sebaliknya+Inggris+dan+Perancis+adalah+bekas+negara-negara+kolonial+yang+bersahabat+dengan+Amerika&amp;amp;oq=Soviet+lebih+bisa+dipercaya+ketimbang+AS+karena+Soviet+belum+pernah+menjadi+negara+kolonial+di+luar+negeri%2C+sebaliknya+Inggris+dan+Perancis+adalah+bekas+negara-negara+kolonial+yang+bersahabat+dengan+Amerika&amp;amp;aqs=chrome..69i57.258j0j4&amp;amp;sourceid=chrome&amp;amp;es_sm=93&amp;amp;ie=UTF-8#tbm=bks&amp;amp;q=Uni+Soviet+belum+pernah+menjadi+negara+kolonial+di+luar+negeri%2C+sebaliknya+Inggris+dan+Perancis+adalah+bekas+negara-negara+kolonial+yang+bersahabat+dengan+Amerika&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;&amp;nbsp;II t&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://www.google.co.id/search?q=Soviet+lebih+bisa+dipercaya+ketimbang+AS+karena+Soviet+belum+pernah+menjadi+negara+kolonial+di+luar+negeri%2C+sebaliknya+Inggris+dan+Perancis+adalah+bekas+negara-negara+kolonial+yang+bersahabat+dengan+Amerika&amp;amp;oq=Soviet+lebih+bisa+dipercaya+ketimbang+AS+karena+Soviet+belum+pernah+menjadi+negara+kolonial+di+luar+negeri%2C+sebaliknya+Inggris+dan+Perancis+adalah+bekas+negara-negara+kolonial+yang+bersahabat+dengan+Amerika&amp;amp;aqs=chrome..69i57.258j0j4&amp;amp;sourceid=chrome&amp;amp;es_sm=93&amp;amp;ie=UTF-8#tbm=bks&amp;amp;q=Uni+Soviet+belum+pernah+menjadi+negara+kolonial+di+luar+negeri%2C+sebaliknya+Inggris+dan+Perancis+adalah+bekas+negara-negara+kolonial+yang+bersahabat+dengan+Amerika&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;ahun 1955-1965&quot; yang diterbitkan pada tahun 2005&lt;/a&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;, Soekarno adalah penentang Nekolim (Neo Kolonialisme dan Imperialisme) dalam berbagai bentuk/&quot;go to hell with your aid&quot; dan bapak p&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;endiri bangsa kita ini memandang bahwa Uni Soviet lebih bisa dipercaya ketimbang A&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;S karena Uni Soviet belum pernah menja&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;di negara kolonial di luar negeri, sebaliknya Inggris dan Perancis adalah bekas nega&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;ra-negara kolonial yang bersahabat dengan Amerika.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-left: 30px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;*Fakta:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;https://id-id.facebook.com/notes/ryamizard-ryacudu/jenderal-tni-ryamizard-ryacudu-prajurit-profesional-sejati/68489076305&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Menurut Jenderal (Purn.) Ryamizard Ryacudu/&quot;Si Hadis&quot; dalam bukunya yang berjudul &quot;Bangsa Indonesia Terjebak Perang Modern&quot; yang diterbitkan dua bulan sebelum ia diberhentikan SBY,&lt;/a&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&amp;nbsp;penyelesaian konflik/separatisme daerah di Papua melibatkan Amerika Serikat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-left: 30px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;*Fakta&lt;/span&gt;:&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://www.google.co.id/search?q=the+most+crucial+issue+at+the+moment+Kremlin+Indonesia&amp;amp;oq=the+most+crucial+issue+at+the+moment+Kremlin+Indonesia&amp;amp;aqs=chrome..69i57.1531j0j4&amp;amp;sourceid=chrome&amp;amp;es_sm=93&amp;amp;ie=UTF-8#tbm=bks&amp;amp;q=the+most+crucial+issue+moment+in+our+struggle+with+the+Kremlin+is+problem+of+Indonesia&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Menurut rekaman Policy Planning Staff (PPS-divisi&amp;nbsp;&lt;i&gt;think-tank&lt;/i&gt;&amp;nbsp;Kementerian Luar Negeri AS) RG 59, pada tanggal 17 Desember 1948&lt;/a&gt;, Direktur PPS, Kennan, mengatakan kepada Menteri Luar Negeri AS, Jenderal Marshall, bahwa &quot;persoalan paling penting dalam pergulatan kita dengan Kremlin sekarang adalah masalah Indonesia.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-left: 30px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;*Fakta:&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://books.google.co.id/books?id=mKNhz3aPqLEC&amp;amp;pg=PA41&amp;amp;dq=Dukungan+Washington+atas+Belanda+dan+kepemilikannya+atas+daerah-daerah+jajahan+tanpa+mempertimbangkan+kaum+nasionalis+Indonesia&amp;amp;hl=en&amp;amp;sa=X&amp;amp;ei=jgsMVJDLEsKwuASL44CwBw&amp;amp;ved=0CBoQ6AEwAA#v=onepage&amp;amp;q=Dukungan%20Washington%20atas%20Belanda%20dan%20kepemilikannya%20atas%20daerah-daerah%20jajahan%20tanpa%20mempertimbangkan%20kaum%20nasionalis%20Indonesia&amp;amp;f=false&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Menurut profesor sejarah Universitas Amsterdam di Belanda, Prof. Frances Gouda,&lt;/a&gt;&amp;nbsp;sejak tahun 1946, Washington mendukung Belanda dan kepemilikannya atas daerah-daerah jajahan melalui Marshall Plan, tidak mengakui nasionalisasi aset yang dilakukan kaum nasionalis Indonesia, dan diam-diam mengizinkan tentara Belanda untuk menggunakan peralatan militer AS. Tak heran,&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://books.google.co.id/books?id=mKNhz3aPqLEC&amp;amp;pg=PA226&amp;amp;dq=Soekarno+menyatakan+protes+kepada+Washington,+menyatakan+bahwa+Belanda+menyalahgunakan+senjata,+amunisi,+dan+baju+seragam+Amerika.&amp;amp;hl=en&amp;amp;sa=X&amp;amp;ei=sA8MVOfiMpPnuQTHp4KQDA&amp;amp;ved=0CBwQ6AEwAA#v=onepage&amp;amp;q=Soekarno%20menyatakan%20protes%20kepada%20Washington%2C%20menyatakan%20bahwa%20Belanda%20menyalahgunakan%20senjata%2C%20amunisi%2C%20dan%20baju%20seragam%20Amerika.&amp;amp;f=false&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Soekarno melayangkan protes kepada Washington&lt;/a&gt;, yang menyatakan bahwa Belanda menyalahgunakan senjata, amunisi, dan baju seragam Amerika.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-left: 30px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;*Fakta:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://m.kompasiana.com/post/read/636633/2/prabowo-jika-jadi-presiden-saya-akan-terapkan-neoliberalisme-di-indonesia.html&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Menurut Ketua Dewan Koperasi Indonesia; Prof. Sri-Edi Swasono;&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;Soekarno sangat menentang paham liberalisme dan bahkan, pada kuliah tahunan tahun 1958, beliau&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;https://www.google.co.id/search?q=capable+only+of+%E2%80%9Cquoting+Schumpeter+and+Keynes%E2%80%9D+and+ignorant+of+the+rich+literature+of+Marxism&amp;amp;oq=capable+only+of+%E2%80%9Cquoting+Schumpeter+and+Keynes%E2%80%9D+and+ignorant+of+the+rich+literature+of+Marxism&amp;amp;aqs=chrome..69i57.241j0j1&amp;amp;sourceid=chrome&amp;amp;es_sm=93&amp;amp;ie=UTF-8#q=capable+only+of+%E2%80%9Cquoting+Schumpeter+and+Keynes%E2%80%9D+and+ignorant+of+the+rich+literature+of+Marxism&amp;amp;tbm=bks&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;menegur BEM FEUI karena pandai mengutip Schumpeter dan Keynes tetapi melupakan literatur Marx&lt;/a&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-left: 30px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;*Fakta: Pasal 33 ayat 3 UUD 1945 mewajibkan &quot;Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.&quot;, bukan “...dipergunakan untuk sebesar-besarnya beberapa dinasti yang&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://chirpstory.com/li/213225&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;tindakannya berkontradiksi dengan ucapannya&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;”, seperti yang dirasakan oleh&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://chirpstory.com/li/213225&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;penduduk Sumbawa&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;&amp;nbsp;dan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://asiapacific.anu.edu.au/newmandala/2014/06/21/demokrasi-indonesia-dalam-bahaya/&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;penduduk Rusia&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white; color: #111111; line-height: 22px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;b&gt;MAFIA PERMINYAKAN&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; text-align: left;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;Karena semua kalangan berpendidikan telah mengetahui mengenai&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.bonihargens.com/2014/07/12/2401/siapa-sih-mafia-migas-itu-kesaksian-pelaku-1.php&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;Muhammad Riza Chalid&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;“Gasoline Godfather” di&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://ekonomi.kompasiana.com/bisnis/2012/03/09/sketsa-tangis-karen-dan-petral-di-sarasehan-anak-negeri-445487.html&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;Petral (Pertamina Energy Trading Limited),&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://dendemang.wordpress.com/2008/02/02/kekayaan-keluarga-soeharto/&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;Hutomo Mandala Putra (Humpuss Group), Bambang Trihatmodjo (Bimantara Grup)&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;(ipar-ipar salah satu&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://hambaallahyangsetia.blogspot.com/2007/08/cia-otak-pemberontakan-di-indonesia.html&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;capres&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;), dan&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.indonesia-2014.com/read/2014/07/03/obor-rakyat-riza-chalid-dan-hatta-rajasa#.U_i48flXdw4&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;Hatta&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;Rajasa&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;dalam memaling uang rakyat dan hak rakyat di perminyakan, k&lt;/span&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;ami hanya akan memberikan sedikit&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;&lt;i&gt;generous clues for non engineering or economics graduates&lt;/i&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-left: 30px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;1. Fakta:&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.thejakartapost.com/news/2014/06/09/hatta-denies-receiving-fund-oil-broker-cabinet-seat-offers.html&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Pada 9 Juni 2014, Koran “Jakarta Post”&lt;/a&gt;&amp;nbsp;memuat wawancara dengan Hatta Rajasa. Hatta Rajasa mengakui bahwa ia telah bersahabat dengan Muhammad Riza Chalid (MRC) selama beberapa dekade, mengatakan bahwa MRC mempunyai bisnis impor minyak, dan mengatakan bahwa ia&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://pemilu.tempo.co/read/news/2014/07/04/269590439/Beredar-Foto-Hatta-Saksi-Nikah-Anak-Riza-Chalid&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;kenal MRC dan Haji Harris Efendi Thahir (Ketua Umum Majelis Dzikir SBY Nurussalam) dari Majelis Dzikir.&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-left: 30px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;2. Fakta: Melihat sejarah Hatta Rajasa, ia dikenal sebagai salah satu pengusaha yang&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.theglobal-review.com/content_detail.php?lang=id&amp;amp;id=14715&amp;amp;type=102#.U6V6pfk9hrU&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;sejak tahun 1980 bergabung dengan Medco Energy&lt;/a&gt;&amp;nbsp;milik&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.library.ohiou.edu/indopubs/2000/11/22/0000.html&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Arifin Panigoro (Alumni ITB dan Pendiri Partai PDP)&lt;/a&gt;&amp;nbsp;di Singapura dan di Indonesia.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-left: 30px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;3. Fakta:&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://hutte-stijl.blogspot.com/2012/05/menelisik-mafia-minyak-di-rezim-sby.html&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;Tabloid &quot;Politic&quot; Edisi 15 di Bulan Mei 2012&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;memaparkan bahwa Muhammad Riza Chalid mempunyai bisnis impor minyak, mempunyai Kidzania (di Pacific Place, SCBD&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://sosok.kompasiana.com/2013/08/03/ahok-melejit-tomy-winata-tiarap-578788.html&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Tomy Winata&lt;/a&gt;), mendirikan Al-Jabr Islamic International School yang&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.antarafoto.com/peristiwa/v1280483101/sekolah-islam-al-jabr&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;diresmikan oleh Menteri Agama Drs. H. Suryadharma Ali, M.Si.&lt;/a&gt;, dan menempati rumah di Jalan Wijaya (di belakang&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://portal.cbn.net.id/cbprtl/cybernews/detail.aspx?x=general&amp;amp;y=cybernews%7C0%7C0%7C4%7C841&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;Mabes Polri&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;dan di kawasan SCBD Tomy Winata&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://tempointeraktif.com/khusus/selusur/suap.deputi.gub.bi/page04.php&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;Bank Artha Graha&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-left: 30px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;4. Fakta:&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://finance.detik.com/read/2014/07/02/202728/2626171/1034/emil-salim-benarkan-ada-mafia-minyak-di-ri&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Pada Rabu, 2 Juli 2014, Ketua Dewan Pertimbangan Presiden, Prof. Dr. Emil Salim, Ph.D (keponakan Haji Agus Salim, Pendiri Partai PAN)&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;menegaskan bahwa “R” adalah sahabat salah satu cawapres, R adalah keturunan Pakistan, R sangat ingin subsidi BBM tetap ada dan membesar karena akan semakin menguntungkan dirinya, dan terakhir kita membangun kilang penyulingan minyak (&lt;i&gt;refinery&lt;/i&gt;) adalah pada sekitar zaman&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.minihub.org/siarlist/msg04752.html&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Marsekal Madya (Purn.) Ginandjar Kartasasmita (Alumni ITB)&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-left: 30px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;5. Fakta: Nama Riza Chalid makin ramai disebut-sebut sejak pemberitaan bahwa&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://news.liputan6.com/read/619695/faisal-basri-bbm-mahal-karena-negara-beli-minyak-lewat-calo&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;hendak membubarkan Petral karena disinyalir jadi sarang korupsi. Namun, belum tuntas rencana Dahlan Iskan membubarkan Petral, ia keburu dipanggil dan ditegur keras oleh Presiden Jenderal (Purn.) SBY dan Hatta Rajasa di depan Karen Agustiawan (Alumni ITB). Isu pembubaran Petral pun kembali menguap.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-left: 30px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;6. Fakta:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://www.joomag.com/magazine/geo-energi-januari-2014/0108246001389864970?page=18&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;Laporan Utama di Majalah GEO ENERGI Indonesia edisi Januari 2014&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;: &quot;Ambisi Pertamina buat (Si)apa?&quot; yang ditulis oleh Sri Widodo Soetardjowijono, Ishak Pardosi, Amanda Puspita Sari, Faisal Ramadhan, dan Indra Maliara menguraikan bagaimana&amp;nbsp;&lt;b&gt;60 persen anggota kabinet&amp;nbsp;SBY&amp;nbsp;berasal dari rekomendasi Riza Chalid&amp;nbsp;&lt;/b&gt;(dimasukkan melalui Hatta Rajasa-untuk mengamankan bisnis minyak Riza Chalid) dan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.itoday.co.id/politik/mengungkap-tabir-bisnis-ibas-yudhyono&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;bagaimana pernikahan Edhie Baskoro Yudhoyono dan Siti Ruby Aliya Rajasa&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;diyakini hampir seluruh elemen masyarakat Indonesia berfungsi untuk mempertebal dan mengembangkan dinasti Ny&amp;nbsp;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;Ani Yudhoyono (anak&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://hambaallahyangsetia.blogspot.com/2007/08/cia-otak-pemberontakan-di-indonesia.html&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Letjen Sarwo Edhie Wibowo&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;&amp;nbsp;dan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;Hatta Rajasa&amp;nbsp;&lt;/span&gt;di Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-left: 30px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;7. Fakta:&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://penerbitsalemba.com/v2/product/view/640&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Dr. Theodorus M. Tuanakotta, S.E., M.B.A.&lt;/a&gt;&amp;nbsp;(Mantan&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.deloitte.com/view/en_ID/id/about-us/firm-history/&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;CEO Deloitte&lt;/a&gt;&amp;nbsp;salah satu Big4 Kantor Akuntan Publik/Auditor Independen di dunia, MBA dari Harvard Business School,&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.iapi.or.id/iapi/sejarah_iapi.php&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;pendiri Ikatan Akuntan Indonesia – Seksi Akuntan Publik&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.bpk.go.id/assets/files/storage/2013/12/file_storage_1386233856.pdf&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Tenaga Ahli BPK dan KPK&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://gen.lib.rus.ec/search.php?&amp;amp;req=big+data&amp;amp;view=simple&amp;amp;column=def&amp;amp;sort=year&amp;amp;sortmode=DESC&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;penulis buku&lt;/a&gt;&quot;&lt;a href=&quot;http://penerbitsalemba.com/v2/product/view/668&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Akuntansi Forensik dan Audit Investigatif&lt;/a&gt;&quot; dan &quot;&lt;a href=&quot;http://penerbitsalemba.com/v2/product/view/871&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Mendeteksi Manipulasi Laporan Keuangan&lt;/a&gt;&quot;&amp;nbsp;yang sangat populer, penerima Satyalancana Wira Karya, dan&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://maksi-ppak.fe.ui.ac.id/index.php/penelitian/staf-pangajar-aktif&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;anggota staf pengajar dan peneliti di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia&lt;/a&gt;) menuturkan bahwa Hatta Rajasa memiliki influence amat sangat besar di Indonesia karena ia terlibat dengan&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://ekonomi.kompasiana.com/bisnis/2012/03/09/sketsa-tangis-karen-dan-petral-di-sarasehan-anak-negeri-445487.html&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Muhammad Riza Chalid &quot;Gasoline Godfather&quot; Pertamina Energy Trading Limited (Petral) di Singapura&lt;/a&gt;. Menurut Pak Theodorus, Riza Chalid menghasilkan 3,153 juta USD per hari&amp;nbsp;&lt;b&gt;setara&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;b&gt;37,845 miliar rupiah per hari&lt;/b&gt;&amp;nbsp;(Kalkulasi: Impor 850rb barrel/hari x 80% Petral x 41,67% Riza Chalid x 159 liter/barrel x 0,07 USD mark-up/liter x Rp12.000/USD), sementara keluarga&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.wikileaks.org/plusd/cables/06JAKARTA13526_a.html&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Ani Yudhoyono&lt;/a&gt;&amp;nbsp;mendapat&amp;nbsp;&lt;b&gt;0,5 USD&amp;nbsp;per barrel&lt;/b&gt;&amp;nbsp;dari&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.bps.go.id/brs_file/eksim_03feb14.pdf&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;minyak mentah dan minyak olahan baik yang diimpor maupun yang diekspor&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;b&gt;setara 8,522 miliar rupiah per hari&lt;/b&gt;&amp;nbsp;(Kalkulasi: Minyak Mentah [Ekspor 13.017.000 ton/tahun + Impor 16.015.600 ton/tahun = 29.032.600 ton/tahun *&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.eia.gov/cfapps/ipdbproject/iedindex3.cfm?tid=94&amp;amp;pid=57&amp;amp;aid=32&amp;amp;cid=ID,&amp;amp;syid=2008&amp;amp;eyid=2012&amp;amp;unit=BCOPMT&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;7,418 barrel/ton&lt;/a&gt;&amp;nbsp;= 215.363.826,8 barrel/tahun] + Minyak Olahan [Ekspor 5.914.700 ton/tahun + Impor 29.612.100 ton/tahun = 35.526.800 ton/tahun *&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.eia.gov/cfapps/ipdbproject/docs/unitswithpetro.cfm&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;8,53 barrel/ton&lt;/a&gt;&amp;nbsp;= 303.043.604 barrel/tahun] = 518.407.430,8 barrel/tahun * 0,5 USD/barrel = 259.203.715,4 USD/tahun * Kurs Rp12.000/USD = Rp3.110.444.584.800/tahun = Rp8.521.765.985,75/hari.)&amp;nbsp;(Hal senada juga dipublikasikan oleh&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://goo.gl/c4BztM&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Menteri Koordinator bidang Perekonomian dan Menteri Keuangan di zaman kyai haji yang gemar membaca&lt;/a&gt;, Dr. Rizal Ramli, Ph.D.;&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2012/03/01/04364557/Bubarkan.Petral.&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Guru Besar Manajemen UI&lt;/a&gt;, Prof. Rhenald Kasali, S.E., M.Sc., Ph.D.;&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://daryonodsb.blogspot.com/2013/06/lagi-kaitan-tentang-persoalan-bbm.html&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;peneliti PPE FEB UMS&lt;/a&gt;, Dr. Daryono Soebagyo, M.Ec.;&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://satunegeri.com/siapa-mafia-migas-itu/&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;peneliti senior Indonesian Resources Studies&lt;/a&gt;, Ir. Samsul Hilal, M.S.E.; dan&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://imes.or.id/details-berita.php?id_berita=192#.U6jDoPk9hrU&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Direktur Eksekutif Indonesia Mining and Energy Studies&lt;/a&gt;, Erwin Usman.)&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-left: 30px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin-bottom: 10px; margin-left: 30px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #111111;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 22px;&quot;&gt;Utama: Permainan antara Muhammad Riza Chalid “Gasoline Godfather” di Petral dan Hatta Rajasa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin-bottom: 10px; margin-left: 30px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #111111;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 22px;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin-bottom: 10px; margin-left: 30px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #111111;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 22px;&quot;&gt;*Fakta: Trend pendidikan S1 Direktur Utama Pertamina akhir-akhir ini (Martiono Hadianto, Baihaki Hakim, Ariffi Nawawi, dan Karen Agustiawan) adalah Teknik ITB dan Hatta Rajasa (besan Ani Yudhoyono) berasal dari S1 Teknik Perminyakan ITB.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin-bottom: 10px; margin-left: 30px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #111111;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 22px;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin-bottom: 10px; margin-left: 30px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #111111;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 22px;&quot;&gt;*Fakta: Pada 11 Februari 2014, Wakil Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), M. Fanshurullah Asa, kembali menegaskan fakta bahwa Indonesia mengimpor BBM dari Singapura, negara yang tidak ada eksplorasi (pencarian) dan eksploitasi (produksi) minyak.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin-bottom: 10px; margin-left: 30px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #111111;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 22px;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin-bottom: 10px; margin-left: 30px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #111111;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 22px;&quot;&gt;*Fakta: Walaupun Singapura tidak memiliki sumur minyak, kapasitas penyulingan minyak (refinery) di Singapura adalah 1,4 juta barrel/hari, sedangkan kapasitas di Indonesia hanya 1,1 juta barrel/hari.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin-bottom: 10px; margin-left: 30px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #111111;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 22px;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin-bottom: 10px; margin-left: 30px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #111111;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 22px;&quot;&gt;*Fakta: Majalah Intelijen edisi 5-18 November 2009 mengulas mengenai perusahaan induk Riza Chalid, Petral dan Global Energy Resources, dan anak-anak perusahaannya Supreme Energy, Orion Oil, Paramount Petro, Straits Oil, dan Cosmic Petroleum di British Virgin Island dan kongsi bisnisnya yang bersifat tidak transparan dengan Pertamina.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin-bottom: 10px; margin-left: 30px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #111111;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 22px;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin-bottom: 10px; margin-left: 30px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #111111;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 22px;&quot;&gt;*Fakta: Pada unjuk rasa di depan Gedung KPK pada Selasa, 3 Juni 2014 , Direktur Riset Badan Pemerhati (BP) Migas, Syafti Hidayat; Koordinator Jaringan Aksi Mahasiswa (JAM) Indonesia, Anyonk Latupono; dan Koordinator Lapangan Koalisi Mahasiswa Jakarta (KMJ), Saefullah Muhammad menuntut KPK memeriksa Hatta Rajasa atas perannya sebagai mafia migas.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin-bottom: 10px; margin-left: 30px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #111111;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 22px;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin-bottom: 10px; margin-left: 30px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #111111;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 22px;&quot;&gt;*Fakta: Pada Senin 16 Juni 2014, Direktur Pengolahan Solidaritas Kerakyatan Khusus (SKK) Migas, Ferdinand Hutahayan, telah melaporkan Hatta Rajasa kepada KPK dan menyampaikan bukti-bukti yang dimilikinya. Lebih jauh, Ferdinand mengatakan mafia perminyakan meraup untung sedikitnya Rp 100 miliar per hari atau Rp 36 triliun per tahun.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin-bottom: 10px; margin-left: 30px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #111111;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 22px;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin-bottom: 10px; margin-left: 30px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #111111;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 22px;&quot;&gt;*Fakta: Pada Kamis 3 Juli 2014, ratusan massa Aliansi Zatapi SP3 mengadakan aksi teatrikal di Bundaran HI dan demo di depan Kantor Kemenko Perekonomian dan Kantor Kementerian BUMN menuntut pembubaran Petral karena melakukan mark-up paling sedikit 5 USD per barrel.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin-bottom: 10px; margin-left: 30px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #111111;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 22px;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin-bottom: 10px; margin-left: 30px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #111111;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 22px;&quot;&gt;*Fakta: Ketua Umum MUI dan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. KH. Din Syamsuddin, M.A.; Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Komaruddin Hidayat; tokoh NU Dr. (H.C.) K.H. Salahuddin Wahid; K.H. Hasyim Muzadi; menantu Bung Hatta, Prof. Sri-Edi Swasono; Kepala Pusat Studi Ekonomi Pancasila UGM, Dr. Revrisond Baswir; Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE), Dr. Hendri Saparini, Ph.D; Menteri Koordinator bidang Perekonomian di zaman kyai haji yang gemar membaca, Kwik Kian Gie; dan Rektor IBII, Anthony Budiawan mengatakan ada pemberian 85% pengelolaan (eksplorasi dan eksploitasi) migas Indonesia kepada asing secara transaksional dan Indoktrinasi &amp;amp; Brainwashing dalam pembelian BBM yang menggunakan harga NYMEX.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin-bottom: 10px; margin-left: 30px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #111111;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 22px;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin-bottom: 10px; margin-left: 30px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #111111;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 22px;&quot;&gt;*Fakta: Pada tahun 2012, secara kasar Pertamina lebih bayar 2,869 miliar USD atau setara 34,4 triliun rupiah atas BBM impor. (Kalkulasi: [{Impor Hasil Minyak dan Lainnya USD 28.495.656.000 - Impor Gas Bumi USD 839.489.000}/Impor Produk Kilang dan Pembelian Domestik Pertamina 226.470.000 barrel = USD 122,12/barrel - Harga Rata-Rata Minyak OPEC pada Tahun 2012 USD 109,45/barrel = Selisih USD 12,67/barrel] x Impor Produk Kilang dan Pembelian Domestik 226.470.000 barrel.) Asumsi: Kuantitas yang diimpor tiap hari sama sepanjang tahun dan kurs Rp12.000/USD). Ke depannya, kami sarankan audit working papers/audit files seluruh BUMN, seperti Pertamina, dapat dibaca oleh seluruh pembayar pajak/WNI.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin-bottom: 10px; margin-left: 30px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #111111;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 22px;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin-bottom: 10px; margin-left: 30px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #111111;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 22px;&quot;&gt;*Fakta: Silakan melihat laporan keuangan Pertamina bagian Opini Auditor Independen PricewaterhouseCoopers, Petral di Singapura yang notabene berperan sangat penting bagi kita, negara raksasa pengimpor minyak, malahan tidak diaudit oleh PwC sendiri dengan alasan aset lancar (kas, piutang, dsb) dan aset tetap (bangunan, dsb)-nya kecil. Padahal dengan diauditnya Petral oleh PwC sendiri, mungkin dapat mengungkap kecurigaan harga beli BBM yang sesungguhnya yang selama ini memberatkan pos belanja negara sekali pakai habis/mengikat (subsidi).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin-bottom: 10px; margin-left: 30px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #111111;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 22px;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin-bottom: 10px; margin-left: 30px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin-bottom: 10px; margin-left: 30px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #111111;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 22px;&quot;&gt;*Fakta: Banyak kegeraman warga di twitter, facebook, dan instagram yang intinya menceritakan ambisi menggebu-gebu Muhammad Riza Chalid agar Hatta Rajasa menjadi orang nomor 1 di negeri ini. Dimulai dari Riza Chalid berusaha sangat keras untuk mencomblangi Joko Widodo dengan Hatta Rajasa. Salah satunya adalah dengan mendorong Amien Rais (sahabat karib Fuad Bawazier) untuk menyuarakan duet Joko Widodo-Hatta Rajasa dari jauh-jauh hari, membuat team desain untuk membuat gambar-gambar “JKW-HR” untuk di BBM, Twitter, Facebook, dan spanduk; dan bahkan, usai pileg, Riza Chalid dan Hatta Rajasa mendatangi pemenang Bung Hatta Anti-Corruption Award untuk mengajukan dana kampanye tidak terbatas dengan ganti Hatta Rajasa menjadi wakil dirinya dan platform pengelolaan Sumber Daya Alam akan diatur oleh PAN.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin-bottom: 10px; margin-left: 30px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #111111;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 22px;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin-bottom: 10px; margin-left: 30px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;Utama: Penistaan Rasa Keadilan oleh Keluarga Jend. Besar (Purn.) Soeharto dan Keluarga Ani Yudhoyono kepada Masyarakat Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-left: 30px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;*Fakta: Selain kasus Ibnu Sutowo dan Rudi Rubiandini, sangat banyak sekali kasus di Kementerian ESDM yang merobek-robek rasa keadilan masyarakat Indonesia. Sedikit dari sekian banyak kasus yang dibiarkan pemerintah Orba dan “Orba bungkus baru” adalah&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.iesr.or.id/blog/2012/02/dari-pertamina-ke-bpmigas-sebuah-perjalanan-yang-belum-selesai/&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Production Sharing Contract sejak UU No. 8 Tahun 1971 berlaku&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://books.google.co.id/books?id=FRQ8AAAAQBAJ&amp;amp;pg=PA228&amp;amp;lpg=PA228&amp;amp;dq=Triton+indonesia+1989&amp;amp;source=bl&amp;amp;ots=xDKqTEcHON&amp;amp;sig=I9wsfGv7eQnfoxCvxegyjj6ZGUI&amp;amp;hl=en&amp;amp;sa=X&amp;amp;ei=WJuxU9mkIcWJuATup4CYAQ&amp;amp;ved=0CDAQ6AEwAw#v=onepage&amp;amp;q=Triton%20indonesia%201989&amp;amp;f=false&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Triton (perusahaan Perancis) tahun 1989,&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://news.okezone.com/read/2012/05/30/339/638267/kejagung-persilakan-kpk-tangani-kasus-depo-balaraja&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Depo Balaraja sejak tahun 1996&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://catatanbaskoro.wordpress.com/2008/08/12/ginandjar-kartasasmita-dan-kasus-balongan/&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Mark-Up di Kilang Balongan sejak tahun 1998&amp;nbsp;oleh Marsekal Madya (Purn.) Ginandjar Kartasasmita (Alumni ITB)&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://casdiraku.wordpress.com/2010/01/22/pertamina-dan-pengelolaan-migas-pasca-uu-no-222001/&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Undang-Undang No. 22 Tahun 2001 yang melepas hak Pertamina sebagai pemegang kuasa pengelolaan migas negara dan memposisikan Pertamina tak jauh berbeda dari kontraktor swasta&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://arsip.gatra.com/2003-12-27/versi_cetak.php?id=32855&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Petral dan Credit Suisse Singapura di tahun 2002&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://antikorupsi.org/en/content/korupsi-tanker-pertamina-presiden-berjanji-tak-akan-temui-laksamana&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;penjualan VLCC di bawah harga pasar oleh Laksamana Sukardi (Alumni ITB, Sahabat Arifin Panigoro “Medco Energy”, Pendiri Partai PDP yang dipecat Megawati Soekarnoputri) di bulan Juni tahun 2004&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.tempo.co/read/news/2012/06/18/090411191/Pertamina-Siap-Diperiksa-KPK&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;perjanjian sewa tanker Humpuss Intermoda (perusahaan Tommy Soeharto) untuk tahun 1990-2009 dan 2009-2014&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.tempo.co/read/news/2009/04/03/063168195/Berkas-Kasus-Zatapi-Dilimpahkan-ke-Kejaksaan&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;impor minyak Zatapi di tahun 2008&lt;/a&gt;, dan&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.tempo.co/read/news/2013/05/08/078478824/Korupsi-Bioremediasi-Ricksy-Divonis-5-Tahun&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;kelebihan Cost Recovery kepada Chevron di tahun 2012&lt;/a&gt;.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-left: 30px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;*Fakta: Dari tahun 2004 hingga tahun 2012, terdapat inkonsistensi data produksi minyak antara&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.skkmigas.go.id/wp-content/uploads/2012/08/Laporan-Tahunan-2012.pdf&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;di SKK Migas&lt;/a&gt;&amp;nbsp;dan&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://prokum.esdm.go.id/Publikasi/Statistik/Statistik%20Minyak%20Bumi.pdf&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;di Kementerian ESDM&lt;/a&gt;.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-left: 30px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;*Fakta:&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.skkmigas.go.id/wp-content/uploads/2012/08/Laporan-Tahunan-2012.pdf&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Dari tahun 2002 hingga tahun 2012&lt;/a&gt;, trend jumlah lifting&amp;nbsp;(produksi) minyak kita terus menurun namun trend cost recovery kita terus menanjak.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-left: 30px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;*Fakta: Negara superpower Amerika Serikat yang terunggul dalam penyadapan pun kewalahan dengan inkonsistensi data statistik perminyakan di negara kita. Hal ini dinyatakan secara gamblang oleh US dalam pembukaan laporan&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.mexicodiplomatico.org/art_diplomatico_especial/indonesia_usa_petroleum_report_2005-2006.pdf&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;2005-2006&lt;/a&gt;&amp;nbsp;dan pembukaan laporan&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://photos.state.gov/libraries/indonesia/39181/pdfs2/PetroleumReportConsolidated2008.pdf&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;2007-2008&lt;/a&gt;.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-left: 30px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;*Fakta: Defisit (/produksi dikurang konsumsi) minyak&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2014/09/01/140300826/Jurus.Pamungkas.BBM.Bersubsidi&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;dimulai sejak awal pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tahun 2004&lt;/a&gt;. Kala itu defisitnya 3,8 miliar dollar AS. Selama dua periode pemerintahan Yudhoyono, defisitnya sudah meroket lebih dari tujuh kali lipat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-left: 30px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;*Fakta: Usai kedatangan Obama ke Indonesia pada 9-10 November 2010, suami Ani Yudhoyono menyerahkan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://portal.cbn.net.id/cbprtl/cybernews/detail.aspx?x=Economy&amp;amp;y=cybernews%7C0%7C0%7C3%7C4&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Lapangan Banyu Urip Blok Cepu di Bojonegoro, Jawa Timur yang memiliki kandungan minyak terbesar di dunia&lt;/a&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&amp;nbsp;(&lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://www.beritasatu.com/ekonomi/203630-proyek-migas-blok-cepu-capai-90.html&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;produksi harian 30 ribu barrel, cadangan minyak 450 juta barrel&lt;/a&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;) kepada Mobil Cepu Ltd. (MCL), anak perusahaan Exxon Mobil Corporation. Satu-satunya alasan yang masuk akal bagi kami adalah penyadapan Amerika telah berhasil menemukan perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh keluarga Ani Yudhoyono dan menggunakannya dalam tawar-menawar (&lt;i&gt;bargaining&lt;/i&gt;).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-left: 30px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white; clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;http://indonesiana.tempo.co/uploads/foto/2014/08/23/Pertamina_hanya_mengelola_14,5_persen1.jpg&quot; height=&quot;492&quot; style=&quot;border: 0px none; float: right; height: auto; max-width: 590px;&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;&quot;&gt;*Fakta: Sepanjang tahun 2013, Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) dan Serikat Pekerja Pertamina PWK (SPP PWK) mendemo Menteri ESDM Jero Wacik (Sekretaris Jenderal Majelis Tinggi Partai Demokrat, Alumni ITB)&amp;nbsp;dan Kepala SKK Migas Rubi Rudiandini (Alumni dan Guru Besar Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan ITB)&amp;nbsp;yang terus-menerus mengatakan Pertamina tidak mampu mengelola Blok Mahakam,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.antaranews.com/berita/358280/serikat-pekerja-pertamina-cilacap-siap-mogok-nasional&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;memprotes mengapa Pertamina hanya mengelola 15 persen sektor migas Indonesia dan selebihnya dikelola oleh asing&lt;/a&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;, dan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://www.antaranews.com/berita/358280/serikat-pekerja-pertamina-cilacap-siap-mogok-nasional&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;mengecam penyerahan KSO Pertamina kepada perusahaan China&lt;/a&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-left: 30px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;AKUN-AKUN PENYEBAR KEBOHONGAN DAN PEMBENTUK OPINI&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;1. FPI dibentuk oleh&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://www.wikileaks.org/plusd/cables/06JAKARTA8261_a.html&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;pensiunan militer&lt;/a&gt;&amp;nbsp;sebagai&amp;nbsp;&lt;i&gt;attack dog&lt;/i&gt;&amp;nbsp;yang memisahkan militer dan polisi dari tuduhan pelanggaran HAM. (Lihat dokumen-dokumen&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://wikileaks.org/cable/2006/05/06JAKARTA5851.html&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Wikileaks&lt;/a&gt;) Di samping itu, ingat saat tahun 1998, selain militer, ada unsur lain yang melakukan kekerasan terhadap mahasiswa&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://goo.gl/bbLnP8&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;dengan senjata-senjata yang tak lazim dengan pakaian-pakaian menyerupai santri-santri&lt;/a&gt;.&amp;nbsp;Tak hanya sampai di situ,&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://id.berita.yahoo.com/fpi-fbr-dan-pemuda-pancasila-deklarasi-dukung-prabowo-101423662.html&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Pemuda Pancasila yang diboyong ke dalam tim kampanye Prabowo-Hatta&lt;/a&gt;&amp;nbsp;untuk memikat&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://goo.gl/nlWh75&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;korban utang luar negeri zaman Soeharto&lt;/a&gt;&amp;nbsp;rupa-rupanya juga digunakan untuk&amp;nbsp;membuat bangsa Indonesia pucat pasi, teringat akan&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://actofkilling.com/&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;The Act of Killing&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.komnasperempuan.or.id/wp-content/uploads/2014/02/SDK-2-Temuan-Tim-Gabungan-Pencari-Fakta-Peristiwa-Kerusuhan-.pdf&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;kebiadaban peristiwa kerusuhan 13-15 Mei 1998&lt;/a&gt;, dan perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-left: 30px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Japto_Soerjosoemarno&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;*Japto Soerjosoemarno&amp;nbsp;(Keturunan Yahudi, anak&amp;nbsp;Mayor Jenderal (Purn.) Soetarjo Soerjosoemarno,&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.oocities.org/hukum_indonesia/mafia.html&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Pendiri dan Ketua Umum Pemuda Pancasila,&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://news.detik.com/read/2011/11/21/103041/1771712/10/234-sc-sangkal-terlibat-kasus-raafi&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;dan Ketua Geng 234SC);&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-left: 30px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://artofkill.blogspot.com/2006/03/gue-dikatain-raja-jelek.html&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;*Yorrys Raweyai/Thung Hok Liong&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://mayorblognow.blogspot.com/2011/09/blog-post_15.html&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;(Berasal dari Papua,&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.oocities.org/hukum_indonesia/mafia.html&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Ketua Pemuda Pancasila,&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.tempo.co/read/news/2013/03/17/064467507/Yorrys-Raweyai-Tak-Sungkan-Disebut-Mantan-Preman&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Politisi Golkar,&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://majalah.tempo.co/konten/2014/06/09/LU/145584/Sembilan-Nyawa-Naga-Sembilan/15/43&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Anggota 9 Naga,&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.dpr.go.id/id/Komisi/Komisi-I&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;dan Anggota Komisi I DPR RI);&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-left: 30px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://gosipnya.blogspot.com/2012/12/tommy-winata.html&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;*Tomy Winata/Oe Suat Hong&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://books.google.co.id/books?id=lEGrOWWEvswC&amp;amp;pg=PA152&amp;amp;dq=Pada+1999+ia+memiliki+53%25+saham+diskotik+%E2%80%9CManhattan%E2%80%9C+dan+%E2%80%9CMussro%E2%80%9D+di+hotel+Borobudur&amp;amp;hl=en&amp;amp;sa=X&amp;amp;ei=Qjj8U9eHI9C9uATn-YKQBw&amp;amp;ved=0CCcQ6AEwAA#v=onepage&amp;amp;q=Pada%201999%20ia%20memiliki%2053%25%20saham%20diskotik%20%E2%80%9CManhattan%E2%80%9C%20dan%20%E2%80%9CMussro%E2%80%9D%20di%20hotel%20Borobudur&amp;amp;f=false&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;(Pemilik Bank Artha Graha, Mal Artha Gading, Mangga Dua Square, Hotel Borobudur dan Electronic City,&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://wikileaks.org/plusd/cables/06JAKARTA5851_a.html&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Anggota 9 Naga,&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://mafiaindonesia.blogspot.com/2008/10/9-naga-genk-dengan-jendral-mafia.html&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Pemilik tempat judi di ITC Mangga Dua,&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://groups.yahoo.com/neo/groups/dilf/conversations/topics/1202&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Pemilik Pulau Pantara, Pulau Sebaru, dan Pulau Matahari di Kepulauan Seribu,&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.library.ohiou.edu/indopubs/1996/01/13/0042.html&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Pendiri Satelindo,&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.library.ohiou.edu/indopubs/2001/09/13/0030.html&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Sahabat Tommy Soeharto, Agen Amerika Serikat dan Taiwan, Pemodal FPI, Pengguling Megawati Soekarnoputri dari kursi kepresidenan,&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://news.detik.com/read/2011/07/25/112726/1688562/159/datang-dari-swiss-menghilang-di-cikeas&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Penyedia tempat di tahun 2001 saat SBY pertama kali mengutarakan keinginannya untuk maju sebagai presiden,&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://wikileaks.org/plusd/cables/06JAKARTA5851_a.html&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;dan Pemberi dana kepada Partai Demokrat);&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-left: 30px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://wikileaks.org/plusd/cables/06JAKARTA5851_a.html&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;*Sugianto Kusuma/Aguan&lt;/a&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://mayorblognow.blogspot.com/2011/09/blog-post_15.html&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;(Mengenalkan Tomy Winata kepada Yayasan Kartika Eka Paksi sewaktu dipimpin Jenderal Edi Sudradjat,&lt;/a&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://artofkill.blogspot.com/2006/03/gue-dikatain-raja-jelek.html&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Senior Tomy Winata,&lt;/a&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://www.arthagraha.com/main/statics/dewan-komisaris/3&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Komisaris Utama Bank Artha Graha,&lt;/a&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://www.library.ohiou.edu/indopubs/1996/01/13/0042.html&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;bersama TB Silalahi dan Tomy Winata menjabat sebagai Komisaris PT Jakarta International Hotel &amp;amp; Development, Tbk.,&lt;/a&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;https://wikileaks.org/plusd/cables/06JAKARTA5851_a.html&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Anggota 9 Naga,&lt;/a&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://www.library.ohiou.edu/indopubs/2001/09/13/0030.html&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Agen Amerika Serikat dan Taiwan,&lt;/a&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;https://wikileaks.org/plusd/cables/06JAKARTA5851_a.html&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Pemberi dana kepada Partai Demokrat,&lt;/a&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://www.thejakartaglobe.com/archive/150-richest-indonesians-3/&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;dan Pemilik Agung Sedayu Grup);&lt;/a&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-left: 30px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://wikileaks.org/cable/2006/07/06JAKARTA8261.html&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;*Mayor Jenderal (Purn.) TB Silalahi/Tiopan Bernhard Silalahi&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://nugroho77.blogspot.com/2013/03/kisah-sukses-tommy-winata.html&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;(Pernah ditugaskan di Papua dan membantu Tomy Winata di Yayasan Kartika Eka Paksi,&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://books.google.co.id/books?id=yofXCqhGW_8C&amp;amp;pg=PA416&amp;amp;lpg=PA416&amp;amp;dq=Malah+menurut+seorang+sumber,+purnawirawan+jenderal+ini+bagaikan+%22bapak+angkat%22+bagi+sang+taipan&amp;amp;source=bl&amp;amp;ots=4iJiJNt0Iu&amp;amp;sig=JxsGvTAY7TXc4617luFiBaRtj4M&amp;amp;hl=en&amp;amp;sa=X&amp;amp;ei=1Tj8U9unKNKzuAS2oYKgBg&amp;amp;ved=0CB0Q6AEwAA#v=onepage&amp;amp;q=Malah%20menurut%20seorang%20sumber%2C%20purnawirawan%20jenderal%20ini%20bagaikan%20%22bapak%20angkat%22%20bagi%20sang%20taipan&amp;amp;f=false&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Bapak angkat Tomy Winata,&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://news.detik.com/read/2011/07/25/112726/1688562/159/datang-dari-swiss-menghilang-di-cikeas?9922022&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Komisaris Bank Artha Graha, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara tahun 1993-1998,&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://wikileaks.org/cable/2006/07/06JAKARTA8261.html&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Penyalur uang Tommy Winata kepada Presiden SBY,&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://majalah.tempo.co/konten/2012/02/20/WAW/138940/-TB-Silalahi--Kongres-Luar-Biasa-Akan-Merusak-Partai-Demokrat/51/40&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Ketua Dewan Pengawas Partai Demokrat,&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://nasional.kompas.com/read/2013/04/21/14104489/Ini.Struktur.Kepengurusan.Partai.Demokrat.yang.Baru&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Anggota Dewan Majelis Tinggi Partai Demokrat,&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/T.B._Silalahi&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;dan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden);&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-left: 30px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://mafiaindonesia.blogspot.com/2008/10/9-naga-genk-dengan-jendral-mafia.html&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;*Rudi Raja Mas&amp;nbsp;(Pengelola kasino di Pulau Ayer Kepulauan Seribu, Pengelola berbagai tempat judi di Mangga Dua dan Glodok,&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.library.ohiou.edu/indopubs/2000/07/02/0011.html&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Penggandeng FPI,&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://news.detik.com/read/2014/05/20/125516/2587009/10/ahok-diskotek-stadium-memang-sudah-harus-ditutup&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;dan Musuh Basuki Tjahaja Purnama karena menolak penutupan Diskotek Stadium);&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-left: 30px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://sosok.kompasiana.com/2013/08/03/ahok-melejit-tomy-winata-tiarap-578788.html&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;http://indonesiana.tempo.co/uploads/foto/2014/08/28/Bank_Artha_Graha_dan_FPI1.jpg&quot; height=&quot;426&quot; style=&quot;border: 0px none; float: right; height: auto; max-width: 590px;&quot; width=&quot;300&quot; /&gt;*Abraham &quot;Lulung&quot; Lunggana&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.library.ohiou.edu/indopubs/2000/07/02/0011.html&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;(Preman Tanah Abang dan Pemilik Ratusan Kios di Tanah Abang,&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://tempo.co.id/hg/narasi/2004/09/01/nrs,20040901-02,id.html&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Pelindung Tomy Winata,&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.tempo.co/read/news/2013/07/30/214500850/Profil-Lulung-Lunggana-Bisnis-Keras-di-Tanah-Abang&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta yang&amp;nbsp;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;k&lt;/span&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;alah melawan Basuki Tjahaja Purnama,&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://megapolitan.kompas.com/read/2014/08/26/20083481/Haji.Lulung.Di.Rumah.Mobil.Mewah.Gue.Ada.Lima&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;dan Ketua DPW PPP DKI Jakarta yang membawa Lamborghini);&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-left: 30px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.library.ohiou.edu/indopubs/2001/09/13/0030.html&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;*Eggi Sudjana&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.minihub.org/siarlist/msg04884.html&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;(Sahabat&amp;nbsp;Habib Rizieq FPI yang bermarkas di Petamburan Tanah Abang,&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://news.detik.com/read/2012/12/12/175102/2116874/10/kasus-aceng-kapolres-kalau-garut-rusuh-kita-tahu-siapa-dalangnya?9922032&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Kuasa Hukum Bupati Garut Aceng Fikri yang memperingatkan akan kerusuhan,&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.merdeka.com/peristiwa/udar-pristono-tiba-tiba-muncul-di-mk-ingin-temui-eggi-sudjana.html&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Ketua Tim Pengacara eks Kadishub DKI Udar Pristono yang tersangkut kasus korupsi bus TransJakarta,&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.merdeka.com/peristiwa/panggil-ketua-sidang-dengan-abang-eggy-sudjana-disembur-jimly.html&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;dan Ketua Tim Advokasi Pemenangan Prabowo-Hatta yang disemprot Ketua DKPP Jimly Asshiddique karena memanggilnya dengan sebutan &quot;Abang&quot;); dan&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-left: 30px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://docs.google.com/file/d/0B8noE55YKOmrT3RiZWFnYTFSWnc/edit?usp=sharing&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;*Fuad Bawazier&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://books.google.co.id/books?id=cTHqqDr61dMC&amp;amp;pg=PA125&amp;amp;lpg=PA125&amp;amp;dq=Fuad+Bawazier+Al-Irsyad+Suharto+family+the+most+important+civiliant+donor&amp;amp;source=bl&amp;amp;ots=u1gJ7R7bxA&amp;amp;sig=RtJQUxEu66zjGaxZ9CNrB0Juh70&amp;amp;hl=en&amp;amp;sa=X&amp;amp;ei=9FUHVNHGCNOyuATzyIKIAg&amp;amp;ved=0CB0Q6AEwAA#v=onepage&amp;amp;q=Fuad%20Bawazier%20Al-Irsyad%20Suharto%20family%20the%20most%20important%20civiliant%20donor&amp;amp;f=false&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;(Pendiri Al-Irsyad,&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.library.ohiou.edu/indopubs/2000/06/17/0004.html&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Dirjen Pajak dari tahun 1993 sampai tahun 1998, Menteri Keuangan tahun 1998,&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.minihub.org/siarlist/msg03887.html&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Komisaris Utama Satelindo,&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.library.ohiou.edu/indopubs/2000/06/17/0004.html&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Penyalur uang Keluarga Cendana ke Poros Tengah&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.library.ohiou.edu/indopubs/2000/11/22/0000.html&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;yang bersama Arifin Panigoro &quot;Medco Energy&quot; menjatuhkan Gus Dur,&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.library.ohiou.edu/indopubs/2000/06/17/0004.html&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Sahabat karib Amien Rais,&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.minihub.org/siarlist/msg03887.html&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Anggota MPR-RI dari PAN tahun 1999-2004, Calon Ketua Umum PAN tahun 2005-2010, Anggota DPR-RI dari PAN tahun 2004-2009,&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.republika.co.id/berita/pemilu/menuju-ri-1/14/05/28/n69lme-inilah-susunan-tim-kampanye-prabowohatta&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;dan Anggota Dewan Pakar Tim Kampanye Prabowo-Hatta)&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;2.&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://chirpstory.com/li/184384&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;Triomacan2000&lt;/span&gt;&amp;nbsp;(Syahganda Nainggolan&lt;/a&gt;&amp;nbsp;[dulu Staf Ahli Menko Ekuin Hatta Rajasa, sekarang&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.republika.co.id/berita/pemilu/menuju-ri-1/14/05/28/n69lme-inilah-susunan-tim-kampanye-prabowohatta&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;Direktur Penggalangan Relawan Tim Sukses Prabowo-Hatta Rajasa&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;],&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://sumutpolling.wordpress.com/kandidat-gubernur/profil-abdul-rasyid/&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;Abdul Rasyid&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;[Staf Ahli Menko Ekuin Hatta Rajasa], dan&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.beritasatu.com/nasional/82974-terkonfirmasi-triomacan2000-adalah-raden-nuh.html&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;Raden Nuh&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;) selalu melindungi dan memuja setinggi langit Hatta Rajasa, besan&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.wikileaks.org/plusd/cables/06JAKARTA13526_a.html&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;Ani Yudhoyono&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-left: 30px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;*Selingan:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://forum.detik.com/pernikahan-azima-rajasa-t816153p3.html&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Putra sulung Hatta Rajasa, Ihsan Rajasa (pengusaha minyak),&lt;/a&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&amp;nbsp;dicerai istrinya,&lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://forum.detik.com/pernikahan-azima-rajasa-t816153p2.html&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Kusuma Anggraini &quot;Ninik&quot;&lt;/a&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&amp;nbsp;(cucu kesayangan Mooryati Soedibyo)&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://www.gebraknews.com/2014/06/perkawinan-putra-sulung-cawapres-hatta.html&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;karena Ihsan tidak setia&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;. Dikabarkan pula,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://ttgindo.wordpress.com/2014/07/08/keluarga-geng-dan-bisnis-hatta-rajasa/&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;Ihsan gemar&amp;nbsp;&lt;i&gt;show-off&lt;/i&gt;&amp;nbsp;(pamer) berselingkuh di depan istrinya dan tak jarang melakukan KDRT usai mengonsumsi narkoba&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;Lantas, apakah Anda sekeluarga&amp;nbsp;tahan melihat dan mendengar&amp;nbsp;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;keluarga Soeharto dan keluarga Ani Yudhoyono pura-pura berbelas kasihan&lt;/span&gt;; menginginkan mereka&amp;nbsp;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;makin mencekik setiap sendi kehidupan&lt;/span&gt;; &amp;nbsp;dan&amp;nbsp;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;merindukan kegelisahan akan Hak Asasi Manusia&lt;/span&gt;&amp;nbsp;Anda sekeluarga?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;clear: left; float: left; font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img 590px=&quot;&quot; alt=&quot;&quot; auto=&quot;&quot; src=&quot;http://indonesiana.tempo.co/uploads/foto/2014/08/05/BOMMM_RATATATAAAAAA._._._Di_London_saat_Pemeriksaan_1.jpg&quot; height:=&quot;&quot; height=&quot;480&quot; max-width:=&quot;&quot; style=&quot;border: none;&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; style=&quot;color: #111111; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;b&gt;JAWABAN ATAS DOA KITA&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&quot;Setahun pertama kita&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2014/06/20/2143348/Setahun.Pertama.Jokowi-JK.Targetkan.Berantas.Mafia.Minyak&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;selesaikan&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;mafia perminyakan.&quot; tegas Jusuf Kalla pada Dialog KADIN, 20 Juni 2014.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&quot;&lt;a href=&quot;http://pemilu.tempo.co/read/news/2014/07/29/092596333/Fokus-Ekonomi-Jokowi-Pertanian-dan-Energi&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;Selain Kementerian Pertanian&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://indonesia-baru.liputan6.com/read/2083824/jokowi-menteri-esdm-harus-kuat-mafianya-banyak&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;Kementerian ESDM&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;juga harus dipimpin oleh orang yang memiliki&lt;i&gt;leadership&lt;/i&gt;&amp;nbsp;yang kuat. Karena di situ ada banyak mafia.&quot; kata Joko Widodo di Pasar Notoharjo, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (26 Juli 2014).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;b&gt;TESTIMONI&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&quot;Jokowi memang bagus menjadi Presiden. Saya doakan semoga terkabul keinginannya.&quot; ~&lt;a href=&quot;http://pemilu.tempo.co/read/news/2014/03/15/269562521/Ridwan-Kamil-Doakan-Jokowi-Jadi-Presiden&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;Ridwan Kamil&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&quot;Tidak banyak yang tahu kan kalau sebenarnya Jokowi itu lebih tegas dan keras daripada saya. Dia kelihatan lembut di luar karena orang Jawa. Saya kalau lagi diskusi sama dia tegas banget.&quot; ~&lt;a href=&quot;http://news.detik.com/read/2014/03/21/151011/2532964/10/ahok-tidak-banyak-yang-tahu-jokowi-lebih-tegas-dari-saya&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;Basuki Tjahaja Purnama&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&quot;Jokowi&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;adalah bagian dari sedikit pemimpin yang ingin membersihkan dan memperbaiki keadaan. Yang sedikit ini menginspirasi saya. Menawarkan diri ingin membersihkan dan memperbaiki keadaan. Fenomena Jokowi juga menunjukkan bahwa tanpa modal yang kuat, juga bisa.&quot; ~&lt;/span&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://nasional.kompas.com/read/2013/09/20/0715298/Mahfud.MD.Lihat.Jokowi.Dia.Berani.karena.Tak.Tersandera&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;Mahfud MD&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&quot;&lt;a href=&quot;http://www.youtube.com/watch?v=hA-VwRskyCE&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Pilihlah pemimpin yang bertindak dengan hati nurani&lt;/a&gt;&amp;nbsp;bukan untuk kepentingan pribadi.&quot; ~&lt;a href=&quot;https://www.facebook.com/aniesbaswedan/photos/a.184628331574161.32084.182838371753157/679078848795771/?type=1&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Anies Baswedan&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&quot;Jokowi adalah arus besar kecintaan rakyat, dia tidak bisa dibendung adalah realitas politik saat ini.&quot; ~&lt;a href=&quot;http://www.tribunnews.com/pemilu-2014/2014/05/25/dahlan-iskan-dukung-jokowi-jk&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;Dahlan Iskan&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&quot;Saya ingin tunjukan ke dunia bahwa Indonesia masih memiliki orang baik seperti Pak Jokowi.” ~&lt;a href=&quot;http://www.jokowi.id/berita/jokowi-diibaratkan-seperti-airlangga/&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Iwan Fals&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&quot;Kalau mencalonkan diri, kita siap mendukung. Pak J&lt;/span&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;okowi layak didukung.&quot; ~&lt;a href=&quot;http://nasional.kompas.com/read/2013/09/27/0713328/Makna.di.Balik.Peci.Gus.Dur.untuk.Jokowi&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;Yenny Wahid&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;usai istri (alm.) Abdurrahman Wahid memakaikan peci (alm.) suaminya kepada Joko Widodo&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&quot;Supaya&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://goo.gl/c4BztM&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;seluruh&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;a href=&quot;http://goo.gl/c4BztM&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;rakyat Indonesia sejahtera&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;dan&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.google.com/publicdata/explore?ds=d5bncppjof8f9_&amp;amp;ctype=l&amp;amp;met_y=sh_sta_stnt_zs&amp;amp;hl=en#!ctype=l&amp;amp;strail=false&amp;amp;bcs=d&amp;amp;nselm=h&amp;amp;met_y=si_pov_gini&amp;amp;scale_y=lin&amp;amp;ind_y=false&amp;amp;rdim=region&amp;amp;idim=country:IDN&amp;amp;ifdim=region&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;dl=en_US&amp;amp;ind=false&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;kesenjangan pendapatan&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;tidak makin melebar, kita harus memberhentikan dinasti penguasa&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://hambaallahyangsetia.blogspot.com/2014/06/pidato-rizal-ramli-menentukan-jalan.html&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;“Orba bungkus baru”&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;dan memberantas mafia perminyakan.&quot; ~Seorang sahabat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&quot;Bagi kita, rakyat itu yang utama, rakyat umum yang mempunyai&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://kwikkiangie.com/v1/2014/07/ketahanan-nasional-dan-perang-modern/&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;kedaulatan dan kekuasaan (&lt;i&gt;souvereiniteit&lt;/i&gt;)&lt;/a&gt;, karena rakyat itu jantung hati bangsa, dan rakyat itulah yang menjadi ukuran tinggi rendah derajat kita. Dengan rakyat kita akan naik dan dengan rakyat pula kita akan turun. Hidup atau matinya Indonesia Merdeka, semuanya itu bergantung kepada semangat rakyat. Penganjur-penganjur dan golongan kaum terpelajar baru berarti kalau di belakangnya ada rakyat yang sadar dan insyaf akan kedaulatan dirinya.” ~&lt;a href=&quot;http://bunghatta.ac.id/files/dokumen/bung-hatta-dan-karyanya-bagi-indonesia.pdf&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;Drs. Mohammad Hatta&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;dalam majalah &quot;Daulat Ra&#39;jat&quot; tanggal 20 September 1931-ejaan disesuaikan dengan EYD&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&quot;Firman Tuhan inilah gitaku, Firman Tuhan inilah harus menjadi gitamu pula: &quot;Innallaaha laa yughayyiru maa biqawmin, hattaa yughayyiruu maa bi-anfusihim&quot; Tuhan tidak mengubah nasibnya sesuatu bangsa, sebelum bangsa itu mengubah nasibnya.&quot; ~Ir. Soekarno (Bapak Pendiri Bangsa,&lt;a href=&quot;http://hambaallahyangsetia.blogspot.com/2007/08/cia-otak-pemberontakan-di-indonesia.htmlhttp://hambaallahyangsetia.blogspot.com/2007/08/cia-otak-pemberontakan-di-indonesia.html&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;Pemimpin Gerakan Non-Blok&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;) pada Pidato HUT Proklamasi 17 Agustus 1964&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&quot;Ya Allah, janganlah mengangkat Penguasa kami orang yang tidak takut kepada-Mu dan tidak juga merahmati kami.&quot; ~&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://quraishshihab.com/pesan-untuk-umat/&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;M. Quraish Shihab&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white; clear: left; float: left; font-size: x-small; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;http://indonesiana.tempo.co/uploads/foto/2014/08/28/Buya_Syafii_Maarif_-_Memanusiakan_Manusia1.jpg&quot; height=&quot;452&quot; style=&quot;border: 0px none; display: block; height: auto; margin-left: auto; margin-right: auto; max-width: 590px;&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;b&gt;BONUS SELINGAN&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;Apakah para pencinta selingan setanah air mau dikasih selingan lagi?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;Pertama, tegakkan badan. Kedua, tarik napas secara mendalam.&amp;nbsp;Ketiga, senyum…..Iya, senyum. Seriusan. Karena ketenangan dan senyuman akan menaikkan testosterone dan menurunkan cortisol&lt;a href=&quot;http://www.ted.com/talks/amy_cuddy_your_body_language_shapes_who_you_are&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;yang baik untuk kesehatan dan kehidupan&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;Oke kita balik lagi ke selingan ekonomi level SMP ya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;Anda masih ingat polemik PP Mobil Murah yang ditandatangani SBY pada 23 Mei 2013?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.bi.go.id/id/publikasi/kebijakan-moneter/tinjauan/Documents/b79c2fafe56942cb86028bb32a9f1a0c2013Q2LKMdraftfinal1.pdf&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;Saat itu&lt;/span&gt;, Indonesia telah mulai merasakan&amp;nbsp;&lt;i&gt;twin deficit&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;[defisit di APBN &amp;amp;&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://drive.google.com/file/d/0B8noE55YKOmrbDNJRVFCOXY5aWs/edit?usp=sharing&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;defisit di transaksi berjalan (&lt;i&gt;current account&lt;/i&gt;), sehingga nilai tukar Rupiah ke USD sangat lemah dan rentan&lt;/a&gt;]&amp;nbsp;dan pembenahan kemacetan Jakarta dan sekitarnya masih mengalami banyak sekali resistensi.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;Ibarat azab kemurkaan Allah yang tidak ada hentinya&lt;/span&gt;, pelaku pasar dan industri selain otomotif dibuat makin gemetar dengan kabar bahwa besan Hatta Rajasa menandatangani PP Mobil Murah, sesuatu&lt;i&gt;policy&lt;/i&gt;&amp;nbsp;yang memicu meledaknya&amp;nbsp;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;jumlah pos belanja negara sekali pakai habis/mengikat (subsidi) dan&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://drive.google.com/file/d/0B8noE55YKOmrbDNJRVFCOXY5aWs/edit?usp=sharing&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;jumlah impor bahan baku otomotif dan BBM&lt;/a&gt;&amp;nbsp;yang membuat nilai tukar makin runyam mencekam&lt;/span&gt;. Dalih yang digunakan besan Hatta Rajasa, Hatta Rajasa, dan&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://finance.detik.com/read/2014/08/15/181747/2663760/1034/jero-lihat-senyum-pak-hidayat-tanda-penjualan-motor-dan-mobil-naik&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Menperin MS Hidayat (kader Golkar)&lt;/a&gt;saat itu tak lain dan tak bukan adalah&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.kemenperin.go.id/artikel/7857/LCGC-untuk-Angkutan-Pedesaan&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;mobil murah adalah angkutan untuk pedesaan&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;yang akan&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.koran-jakarta.com/?11031-mobil%20lcgc%20wajib%20pertamax&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;menggunakan Pertamax&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, dan, karena telah menyematkan embel-embel &quot;ramah lingkungan&quot; pada mobil pribadi, mobil murah harus&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.tribunnews.com/bisnis/2013/09/24/mobil-lcgc-bebas-pajak-barang-mewah&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;mendapat penghapusan PPn-BM&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://bisnis.liputan6.com/read/793057/rupiah-jeblok-ri-bakar-duit-rp-210-triliun-buat-subsidi-bbm&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;Nyatanya&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;statistik/fakta lebih berjaya daripada pidato yang berkontradiksi dengan perbuatan. Lantas, Pak Chatib Basri selaku Menteri Keuangan&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://katadata.co.id/berita/2014/04/08/menkeu-tagih-komitmen-menperin-soal-mobil-murah&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;secara emosional menagih janji MS Hidayat&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Namun, penagihan janji itu dijawab sendiri oleh suami&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.wikileaks.org/plusd/cables/06JAKARTA13526_a.html&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;Ani Yudhoyono&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;secara tidak langsung dengan penunjukkan&amp;nbsp;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;Muhammad Lutfi&lt;/span&gt;, Duta Besar Indonesia di Jepang (&lt;a href=&quot;https://www.wikileaks.org/plusd/cables/06JAKARTA8261_a.html&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;Dulu penyalur uang Tomy Winata Bank Artha Graha kepada Partai Demokrat&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;),&amp;nbsp;sebagai Menteri Perdagangan.&lt;/span&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;Keambrukan pengurusan ekonomi negara dan ketamakan kebijakan pro-mobil pribadi ternyata tak berhenti sampai di situ.&amp;nbsp;Usai kader yang amat sangat dibanggakan Gerindra, Basuki Tjahaja Purnama, dan&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://bisnis.liputan6.com/read/774534/ahok-cabut-subsidi-bbm-dewan-transportasi-itu-bagus&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Dewan Transportasi Kota Jakarta&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.merdeka.com/uang/menteri-esdm-berbalik-arah-serang-ahok-soal-hapus-bbm-subsidi.html&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;diserang oleh Hatta Rajasa dan Jero Wacik (Sekretaris Jenderal Majelis Tinggi Partai Demokrat)&lt;/a&gt;&amp;nbsp;ketika mengusulkan pencabutan subsidi BBM di DKI Jakarta untuk penguraian kemacetan dan pengalokasian dana yang lebih tepat sasaran; Joko Widodo yang merasa membanjirnya mobil murah membuat penguraian kemacetan makin berat malahan ditolak dalam&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.tempo.co/read/news/2013/12/26/083540186/Jokowi-LCGC-Bebas-Pajak-Kok-Transjakarta-Tidak-&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;pengajuan penghapusan bea impor untuk bus&lt;/a&gt;&amp;nbsp;dan pemasangan pembatas jalan TransJakarta yang tangguh di jalan Thamrin-Sudirman dan Gatot Subroto-Tomang, dan diganjal dalam penerbitan PP&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://katadata.co.id/opini/2014/09/04/prof-m-ikhsan-pajak-kendaraan-bukan-solusi-masalah-bbm&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Electronic Road Pricing&lt;/a&gt;.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-left: 30px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;*Selingan: Pada kuliah tamu di FEUI, salah satu direktur Salim/Liem Sioe Liong Group pernah menyarankan mahasiswa FEUI untuk mencari hubungan antara&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://jinbun.wordpress.com/2009/04/10/temasek-penguasa-perusahaan-strategis-di-indonesia/&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Penjualan 39,5% saham Astra International, Tbk. (&lt;/a&gt;&lt;a href=&quot;http://jinbun.wordpress.com/2009/04/10/temasek-penguasa-perusahaan-strategis-di-indonesia/&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia)&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;a href=&quot;http://jinbun.wordpress.com/2009/04/10/temasek-penguasa-perusahaan-strategis-di-indonesia/&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;milik Pemerintah&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://ichaview.blogspot.com/2010/11/masa-depan-negeri-ini-sebenarnya-ada-di.html&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;ke C&amp;amp;C Mauritius (Jardine Cycle &amp;amp; Carriage)&lt;/a&gt;&amp;nbsp;(Update: Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional&amp;nbsp;saat itu,&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.tempo.co/read/news/2006/02/05/05573461/ICW-Bongkar-Korupsi-di-BPPN&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Syafruddin Temenggung, sudah ditetapkan sebagai tersangka&lt;/a&gt;),&amp;nbsp;Kasus korupsi IT KPU tahun 2004 yang dimenangkan oleh&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://www.google.co.id/search?q=Astra+International&amp;amp;oq=Astra+International&amp;amp;aqs=chrome..69i57.516j0j9&amp;amp;sourceid=chrome&amp;amp;es_sm=93&amp;amp;ie=UTF-8#q=%22Astra+Graphia+%22Integrasi+Teknologi%22+site%3Alinkedin.com&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Astra Graphia (Integrasi Teknologi)&lt;/a&gt;, Keputusan SBY untuk mengubah tradisi merk mobil Kabinet dari Volvo (Swedia)&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://otomotif.kompas.com/read/2014/04/21/0736464/Kiprah.Toyota.Menggeser.Volvo.Sebagai.Mobil.Dinas.Menteri&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;ke Toyota (Jepang) yang dipegang oleh Astra International, Tbk. &amp;nbsp;(milik Jardine International UK HK SG)&lt;/a&gt;, Pemberian jabatan Ketua Umum Partai Demokrat dan Ketua&amp;nbsp;Divisi Komunikasi Politik/Wasekjen Partai Demokrat masing-masing kepada Anas Urbaningrum (satu dari sebelas Anggota&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Komisi_Pemilihan_Umum&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;KPU tahun 2001-2005&lt;/a&gt;) dan Andi Nurpati (satu dari delapan Anggota&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Komisi_Pemilihan_Umum&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;KPU tahun 2007-2010&lt;/a&gt;), dan&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://finance.detik.com/read/2014/08/15/181747/2663760/1034/jero-lihat-senyum-pak-hidayat-tanda-penjualan-motor-dan-mobil-naik&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Sinkronisasi kebijakan pemerintah dengan peluang Astra International, Tbk.&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-left: 30px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;*Selingan: Presiden Direktur Astra Daihatsu Motor, Sudirman, dengan bangga mengklaim bahwa&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://pemilu.tempo.co/read/news/2013/09/20/124515151/Daihatsu-Luncurkan-Varian-Baru-Ayla&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;65-70 persen konsumen Ayla berada di wilayah Jabodetabek.&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-left: 30px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;*Selingan: Berbagai direktur institusi internasional seperti Asian Development Bank dan World Bank; berbagai Chief Economist bank-bank terbesar di dunia seperti Citibank dan HSBC; dan berbagai Chief Economist bank-bank terbesar di regional seperti BII Maybank yang diundang ke FEUI pada acara Economix menuturkan bahwa kebijakan Mobil Murah merupakan&amp;nbsp;&lt;i&gt;a misguided policy&lt;/i&gt;, usai mereka memastikan tidak ada wartawan/jurnalis yang hadir. Lebih jauh, mereka mengatakan sebaiknya masyarakat awam melakukan pengukuran dampak&amp;nbsp;&lt;i&gt;policy&lt;/i&gt;&amp;nbsp;pemerintahan negara-negara maju yang pro-transportasi publik dan dampak&amp;nbsp;&lt;i&gt;policy&lt;/i&gt;&amp;nbsp;pemerintah Indonesia yang pro-mobil pribadi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-left: 30px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;*Selingan: Walaupun digunakan oleh hampir seluruh rakyat menengah ke bawah,&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://katadata.co.id/infografik/2014/06/06/rp-100-triliun-subsidi-bbm-dinikmati-pengguna-mobil-pribadi&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;transportasi darat publik di Indonesia hanya diberi 3% dari total subsidi BBM&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, sementara mobil pribadi menikmati porsi terbesar yakni 49% dari total subsidi BBM.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-left: 30px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;*Selingan: Karena 68,3% rumah tangga golongan bawah tidak memiliki kendaraan,&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://finance.detik.com/read/2013/03/15/172535/2195328/1034/peneliti-ui-93-bbm-subsidi-dinikmati-rumah-tangga-menengah-atas&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;93% subsidi BBM dinikmati oleh rumah tangga golongan atas dan rumah tangga golongan menengah.&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Atau dengan kata lain, rumah tangga&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://finance.detik.com/read/2013/03/15/172535/2195328/1034/peneliti-ui-93-bbm-subsidi-dinikmati-rumah-tangga-menengah-atas&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;golongan bawah cuma diberi 7% dari total subsidi BBM&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, sedangkan rumah tangga golongan menengah kecipratan 30% dari total subsidi BBM dan rumah tangga golongan atas,&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://goo.gl/c4BztM&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;dengan senang hati dan riang gembira&lt;/a&gt;, mengeruk 63% dari total subsidi BBM.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-left: 30px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;*Selingan:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://siteresources.worldbank.org/INTINDONESIA/Resources/Publication/280016-1106130305439/617331-1110769011447/810296-1110769073153/reducingpoverty.pdf&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Jumlah penduduk Indonesia yang berpenghasilan di bawah US$ 2 per hari&lt;/a&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&amp;nbsp;(atau dapat&lt;a href=&quot;http://www.tempo.co/read/kolom/2014/05/13/1340/Miskin-Rentan-dan-Timpang&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;dikategorikan Bank Dunia sebagai &quot;miskin&quot;&lt;/a&gt;) berjumlah 103 juta penduduk.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-left: 30px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;*Selingan:&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.tnp2k.go.id/images/uploads/downloads/Poverty%20Brief%20January%202014%20Bahasa-1.pdf&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;Rumah tangga miskin hanya mengeluarkan 7% dari total pengeluarannya untuk transportasi&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, sementara yang terbesar bagi rumah tangga miskin (65% dari total pengeluaran) adalah makanan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-left: 30px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;*Solusi&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://goo.gl/c4BztM&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;Tidak Berbohong&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;(&quot;Tepat Sasaran&quot;): Usai&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.tempo.co/read/news/2013/11/18/090530626/Rupiah-Loyo-Anggaran-untuk-Subsidi-BBM-Jebol&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;momentum&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://lampost.co/berita/analisis-kebijakan-subsidi-bbm-para-capres&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;konversi minyak ke gas&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;dimanfaatkan; standar ketepatan waktu, kenyamanan, dan keamanan transportasi publik&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://twitter.com/iKosasih&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;ditingkatkan&lt;/a&gt;;&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.portalkbr.com/berita/perbincangan/3050067_5534.html&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;kelangkaan penyelidik dan penyidik di KPK&lt;/a&gt;&amp;nbsp;ditangani;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;pelayan publik&amp;nbsp;(khususnya&lt;a href=&quot;http://nasional.kompas.com/read/2014/08/26/13405821/Mewujudkan.TNI.Bebas.Korupsi&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;TNI&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.tempo.co/read/news/2010/04/09/063239272/Presiden-Didesak-Pimpin-Langsung-Menumpas-Mafia-Syahril&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Polri, Kementerian Hukum dan HAM,&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.tempo.co/read/news/2014/09/03/063604151/Pukat-UGM-Sektor-Energi-Jadi-Bancakan-Politikus&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Kementerian ESDM&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://drive.google.com/file/d/0B8QPsQ-9eAMBZHI4WFpXY0VIUmc/edit?usp=sharing&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Ditjen Pajak,&lt;/a&gt;&amp;nbsp;dan&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://surabaya.tribunnews.com/2014/09/02/dana-pendidikan-rawan-dikorupsi&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;Kementerian Pendidikan&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://erixreview.wordpress.com/2014/05/31/keliru-prabowo-soal-penambahan-guru-dan-tunjangan-profesi/&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;direstrukturisasi&lt;/a&gt;&amp;nbsp;dan&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.neraca.co.id/article/41566/Harusnya-Belanja-Pegawai-Dipotong&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;hanya diisi&lt;/a&gt;&amp;nbsp;oleh insan-insan yang&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://finance.detik.com/read/2014/08/12/083658/2659426/4/belanja-pegawai-besar-tapi-layanan-publik-tak-memuaskan&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;berkualitas, memuaskan, dan jujur&lt;/a&gt;;&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://news.detik.com/pemilu2014/read/2014/06/09/205336/2603544/1562/jokowi-manajemen-pengawasan-harus-kita-jalankan-setiap-detik&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;manajemen pengawasan (&lt;i&gt;monitoring&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://kasihindonesia.com/?page_id=24&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;dan pengendalian (&lt;i&gt;controlling&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://news.detik.com/read/2014/03/21/151011/2532964/10/ahok-tidak-banyak-yang-tahu-jokowi-lebih-tegas-dari-saya&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;secara tegas mengacu pada&amp;nbsp;&lt;i&gt;best practice&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;; dan&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://faisalbasri01.wordpress.com/2013/12/08/wto-dan-pertanian-kita/&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;angka ketergantungan impor hortikultura (khususnya kedelai)&lt;/a&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;&amp;nbsp;dan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;https://faisalbasri01.wordpress.com/2014/01/27/lezatnya-berburu-rente/&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;sapi&lt;/a&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;&amp;nbsp;ditekan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://www.kpk.go.id/id/berita/berita-sub/1140-luthfi-dan-fathanah-didakwa-terlibat-pencucian-uang?tmpl=component&amp;amp;format=pdf&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;tanpa dimanipulasi&lt;/a&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;;&lt;/span&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://finance.detik.com/read/2014/07/09/150357/2632505/1034/1/saran-ke-presiden-baru-jangan-subsidi-bbm-nya-tapi-orangnya&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;rumah tangga miskin dan rumah tangga rentan&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;diberi&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://drive.google.com/file/d/0B8noE55YKOmrZ3ZGNFROTVRxM2s/edit?usp=sharing&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;BLT, Raskin, Jamkesmas, BSM Pendidikan, PNPM, dan KUR&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;agar tak hanya mampu&lt;i&gt;catch-up&lt;/i&gt;&amp;nbsp;dengan kenaikan harga, tetapi juga melampaui daya beli sebelumnya (/kuantitas barang yang didapat menjadi lebih banyak.)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-left: 30px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;*Sambil Menyelam Minum Air: Tak hanya&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://twitter.com/iKosasih&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;transportasi publik&lt;/a&gt;&amp;nbsp;dan&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://drive.google.com/file/d/0B8noE55YKOmrZ3ZGNFROTVRxM2s/edit?usp=sharing&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;kesenjangan&amp;nbsp;pendapatan&lt;/a&gt;&amp;nbsp;yang terbenahi,&amp;nbsp;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;infrastruktur (/belanja negara produktif)&amp;nbsp;Indonesia&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://finance.detik.com/read/2014/03/14/142034/2525896/4/di-bawah-vietnam-infrastruktur-ri-peringkat-ke-6-di-asean&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;yang saat ini di bawah Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Vietnam (atau berada pada peringkat keenam di ASEAN)&lt;/a&gt;pun&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://psekp.ugm.ac.id/berita/id/118&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;mendapat pendanaan dan pembangunan yang serius&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;sehingga&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://microsite.metrotvnews.com/metronews/read/2014/01/21/2/209502/Ketum-Kadin-Relokasikan-Dana-Subsidi-BBM-untuk-Infrastruktur&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;biaya menurun (/deflasi, barang lebih murah)&lt;/a&gt;&amp;nbsp;dan, sesuai&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.bkkbn.go.id/ViewBerita.aspx?BeritaID=1809&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;visi-misi Joko Widodo-Jusuf Kalla&lt;/a&gt;&amp;nbsp;yang&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://news.detik.com/read/2014/04/30/150536/2569956/10/dki-juara-dalam-urusan-kesehatan-dan-pendidikan-jokowi-tetap-membumi&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;berorientasi pada Pembangunan Manusia&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;lima tantangan bangsa di bawah ini didanai dan diselesaikan:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-left: 60px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;1.&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.neraca.co.id/article/42077/40-Anak-Indonesia-Menderita-Gizi-Buruk/2&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Kesehatan&lt;/a&gt;&amp;nbsp;dan&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.google.co.id/publicdata/explore?ds=z6409butolt8la_&amp;amp;ctype=l&amp;amp;met_y=gci_5.03#!ctype=l&amp;amp;strail=false&amp;amp;bcs=d&amp;amp;nselm=h&amp;amp;met_y=gci_A.04.01&amp;amp;scale_y=lin&amp;amp;ind_y=false&amp;amp;rdim=world&amp;amp;idim=country:SGP:MYS:IDN:BRN:VNM&amp;amp;ifdim=world&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;dl=en_US&amp;amp;ind=false&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Pendidikan Dasar&lt;/a&gt;&amp;nbsp;Indonesia yang&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www3.weforum.org/docs/WEF_GlobalCompetitivenessReport_2013-14.pdf&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;di bawah Singapura, Brunei Darussalam, Malaysia, dan Vietnam&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;(atau berada pada peringkat kelima di ASEAN);&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-left: 60px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;2. K&lt;/span&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;emampu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;an membaca, matematika, dan sains Indonesia yang&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://thelearningcurve.pearson.com/index/index-ranking&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;terendah di antara 40 negara paling berpengaruh di dunia&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-left: 60px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;3. Pendidikan Menengah,&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://finance.detik.com/read/2013/11/06/142438/2405053/4/pengangguran-paling-banyak-dari-tamatan-smk&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Pendidikan Kejuruan&lt;/a&gt;, dan Pendidikan Tinggi Indonesia yang&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www3.weforum.org/docs/WEF_GlobalCompetitivenessReport_2013-14.pdf&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;di bawah Singapura, Brunei Darussalam, dan Malaysia&lt;/a&gt;&amp;nbsp;(atau berada pada peringkat keempat di ASEAN);&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-left: 60px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;4.&amp;nbsp;Persentase undangan untuk Jabodetabek, keluarga militer, polisi,&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.antaranews.com/berita/361089/asosiasi-profesor-desak-terciptanya-kebebasan-akademik&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;kemendiknas,&lt;/a&gt;&amp;nbsp;dan politikus yang secara jelas membesar dan transparansi jalur undangan yang&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.topuniversities.com/university-rankings/world-university-rankings/2012?ugrad_course=&amp;amp;pgrad_course=&amp;amp;loc=Indonesia&amp;amp;field_ranking_scores_71962=0.4&amp;amp;field_ranking_scores_71963=0.1&amp;amp;field_ranking_scores_71964=0.2&amp;amp;field_ranking_scores_71965=0.05&amp;amp;field_ranking_scores_71966=0.05&amp;amp;field_ranking_scores_71967=0.2&amp;amp;field_ranking_scores_71968=0&amp;amp;field_ranking_scores_71969=0&amp;amp;field_ranking_scores_71970=0&amp;amp;field_ranking_scores_71971=0&amp;amp;field_ranking_scores_71972=0&amp;amp;custom_ranking=&amp;amp;save_my_rankings_data_sort=2%2Casc%2C0&amp;amp;save_my_rankings_data_limit=50&amp;amp;save_my_rankings_data_search=&amp;amp;save_my_rankings_data_start=0&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;secara drastis memburuk&lt;/a&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;semenjak&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.kpk.go.id/id/berita/berita-sub/1793-parpol-harus-sevisi-berantas-korupsi&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;periode terakhir dinasti transaksional&lt;/a&gt;. Hal ini berhasil&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.topuniversities.com/university-rankings/world-university-rankings/2013#sorting=rank+region=+country=97+faculty=+stars=false+search=&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;mewujudkan terkuburnya UI, UGM, ITB, Unair, IPB, Unibraw, dan ITS di dasar pentas persaingan global&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-left: 60px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;5.&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://swa.co.id/corporate/accenture-ycab-perkenalkan-dunia-kerja-bagi-siswa?mobile=on&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Rata-rata pengangguran muda Indonesia yang saat ini sudah 5 kali lebih tinggi&lt;/a&gt;&amp;nbsp;daripada rata-rata pengangguran nasional (FYI, rata-rata pengangguran muda Indonesia juga merupakan&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.tempo.co/read/news/2012/04/11/090396328/Penganggur-Muda-Indonesia-Tertinggi-di-Asia&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;yang tertinggi di Asia Pasifik&lt;/a&gt;.) Hal ini terjadi karena kurikulum dan mata ajar&lt;a href=&quot;http://www.mckinsey.com/~/media/McKinsey/dotcom/Insights%20and%20pubs/MGI/Research/Productivity%20Competitiveness%20and%20Growth/The%20archipelago%20economy/MGI_Unleashing_Indonesia_potential_Full_report.ashx&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;tidak disesuaikan dengan&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;a href=&quot;http://www.glassdoor.com/index.htm&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;permintaan pemberi kerja&lt;/a&gt;&lt;a href=&quot;http://www.mckinsey.com/~/media/McKinsey/dotcom/Insights%20and%20pubs/MGI/Research/Productivity%20Competitiveness%20and%20Growth/The%20archipelago%20economy/MGI_Unleashing_Indonesia_potential_Full_report.ashx&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;&amp;nbsp;(&lt;i&gt;demand-driven curriculum&lt;/i&gt;)&lt;/a&gt;&amp;nbsp;dan&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://www.class-central.com/&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;i&gt;best practice&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-left: 90px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;*Selingan: Tidak hanya&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.oecd.org/edu/50204168.pdf&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;aspek operasional dan outputnya&lt;/a&gt;&amp;nbsp;yang mengecewakan,&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://news.detik.com/read/2014/09/02/204544/2679512/10/1/temukan-potensi-besar-korupsi-kpk-awasi-penggunaan-dana-pendidikan&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;aspek finansialnya juga sangat membuat geram&lt;/a&gt;.&amp;nbsp;Kendati anggaran pendidikan kita tiap tahun sekurang-kurangnya 20% dari APBN dan Kementerian Pendidikan diisi oleh guru-guru/pendidik/suri teladan&amp;nbsp;&lt;i&gt;character building&lt;/i&gt;,&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_opini_BPK_terhadap_Laporan_Keuangan_Kementerian/Lembaga&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Kementerian Pendidikan mendapat opini terburuk BPK&lt;/a&gt;&amp;nbsp;yakni TMP (/Tidak Memberikan Pendapat) pada tahun 2010 dan 2011 dan opini WDP (/Wajar Dengan Pengecualian) pada tahun 2009 dan 2012.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;http://indonesiana.tempo.co/uploads/foto/2014/08/07/Tega1.jpg&quot; style=&quot;border: 0px none; display: block; margin-left: auto; margin-right: auto; max-width: 590px;&quot; /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;img 590px=&quot;&quot; alt=&quot;&quot; auto=&quot;&quot; block=&quot;&quot; src=&quot;http://2.bp.blogspot.com/-rKe3HHyGLso/VAR43JnSCGI/AAAAAAAAAPA/a96MpT1HkJo/s1600/strong%2Band%2Bequitable%2Beducation%2Bpolicies%2Btackles%2Bincome%2Binequality.jpg&quot; display:=&quot;&quot; height:=&quot;&quot; height=&quot;281&quot; margin-left:=&quot;&quot; margin-right:=&quot;&quot; max-width:=&quot;&quot; style=&quot;border: none;&quot; width=&quot;448&quot; /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white; font-size: x-small;&quot;&gt;Mantap tidak selingannya? All praise is to Allah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;b&gt;LAMPIRAN 1: PROYEKSI REALISTIS&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;Kubu&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://hambaallahyangsetia.blogspot.com/2007/08/cia-otak-pemberontakan-di-indonesia.html&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;Menantu Soeharto&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&quot;&lt;a href=&quot;http://www.komnasperempuan.or.id/wp-content/uploads/2014/02/SDK-2-Temuan-Tim-Gabungan-Pencari-Fakta-Peristiwa-Kerusuhan-.pdf&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;Sang Pembunuh Massal&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&quot; dan Besan Ani Yudhoyono &quot;Sang Mafia Perminyakan&quot;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white; clear: left; float: left; font-size: x-small; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Transaksional Orba bungkus Baru&quot; src=&quot;http://indonesiana.tempo.co/uploads/foto/2014/06/28/2960vfd1.jpg&quot; height=&quot;480&quot; style=&quot;border: 0px none; display: block; margin-left: auto; margin-right: auto; max-width: 590px;&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white; font-size: x-small;&quot;&gt;#Pembodoh #MentalPencuri #AzabMenanti&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;Kubu&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.youtube.com/watch?v=4k3Qe5elzdk&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;Pencipta Perdamaian&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;dan&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.youtube.com/watch?v=h_jV32bQdbs&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;Terobosan&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;dengan&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.youtube.com/watch?v=vMvN4sGXKgk&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Dialog yang Memanusiakan Manusia&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white; clear: left; float: left; font-size: x-small; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;People Give Back&quot; src=&quot;http://indonesiana.tempo.co/uploads/foto/2014/07/05/Edward_Suhadi1.jpg&quot; height=&quot;450&quot; style=&quot;border: 0px none; display: block; height: auto; margin-left: auto; margin-right: auto; max-width: 590px;&quot; width=&quot;600&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 14px; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://images-blogger-opensocial.googleusercontent.com/gadgets/proxy?url=http%3A%2F%2Findonesiana.tempo.co%2Fuploads%2Ffoto%2F2014%2F08%2F14%2FMemanusiakan_Manusia1.jpg&amp;amp;container=blogger&amp;amp;gadget=a&amp;amp;rewriteMime=image%2F*&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;http://indonesiana.tempo.co/uploads/foto/2014/08/14/Memanusiakan_Manusia1.jpg&quot; style=&quot;border: 0px none; display: block; max-width: 590px;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;Ketua Umum MUI dan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. KH. Din Syamsuddin, M.A., Prof. Dr. H. Ahmad Syafi&#39;i Ma&#39;arif, Prof. Drs. H. A. Malik Fadjar, M.Sc., Prof. Dr. H. Syafiq A. Mughni, Prof. Dr. Abdul Munir Mulkhan, Prof. Dr. Bambang Setiaji, Prof. Dr. Muhammad Quraish Shihab, M.A., Dr. Alwi Abdurrahman Shihab, Ketua PBNU KH. M. Imam Aziz, Ketua KBNU Sultonul Huda, Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa, Ketua GP Ansor Nusron Wahid (caleg Golkar dengan perolehan suara tertinggi [234.021 suara], calon pimpinan DPR RI), Ketua Umum PBNU 1999-2010 KH. Ahmad Hasyim Muzadi,&amp;nbsp;Ketua PB HMI 2009-2011 M. Chozin Amirullah, Savic Ali, Akhmad Sahal,&amp;nbsp;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;Nono A. Makarim (Komite Etik KPK), Teten Masduki, Todung Mulya Lubis,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Anies Baswedan, Dahlan Iskan, Ir. Tri Rismaharini, M.T., Billy Boen, Andy F. Noya,&amp;nbsp;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;Ketua Dewan Guru Besar FEUI Prof. Prijono Tjiptoherijanto, Ph.D (pakar Ekonomi Demografi/Kependudukan), Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gajah Mada Prof. Wihana Kirana Jaya, M.Soc.Sc., Ph.D,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Tita Larasati, Deni Rodendo, Onno W Purbo,&amp;nbsp;Goenawan Mohamad (Pendiri PAN, Jurnalis), Faisal Basri (Pendiri PAN, Ekonom), Abdillah Toha (Pendiri PAN, Komisaris Penerbit Mizan), Fadjroel Rachman, Adian Napitupulu, Wanda Hamida, Ulin Yusron, Arief Budiman (kakak Alm. Soe Hok Gie, pemimpin Gerakan Golput di era Orde Baru), Poltak Hotradero (Kepala Divisi Riset Bursa Efek Indonesia), Ari Perdana, Haryo Aswicahyono, Arianto Patunru, Guru Besar Akuntansi UI Wahjudi Prakarsa, Guru Besar Ekonomi UGM Tony Prasetiantono, Mardi Wu, Yoris Sebastian, René Suhardono, Indra Jaya Piliang (Ketua Balitbang DPP Partai Golkar dan Ketua Departemen Kajian dan Kebijakan Partai Golkar), Rudi Valinka (Auditor Forensik), Ricky Setiawan (Wikipedia Admin), Enda Nasution, Wicaksono (@ndorokakung), Henry Manampiring (@newsplatter), Ainun Chomsun (@pasarsapi),&amp;nbsp;Agung Mahardilan (@AgungMahardilan), Rama J Baskoro (@supermomo), Faizal Iskandar (@monstreza), Alexander Thian (@aMrazing),&amp;nbsp;Satria Ramadhan (@satriaoo), Intan Anggita (@BadutRomantis), Paramita Mohamad (@sillysampi),&amp;nbsp;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;Gabriel Montadaro,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Shafiq Pontoh, Adi S. Noegroho (@sheque),&amp;nbsp;Satrio Utomo, Ario Pratomo, Dolly Lesmana, Ricky Setiawan, Doni Priliandi, Dondi Hananto, Nukman Luthfie,&amp;nbsp;Yunarto Wijaya,&amp;nbsp;Yopie Suryadi, Yan Hendry Jauwena, Bunga Mega, Riana Bismarak, Vanya Sunanto,&amp;nbsp;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;Pramudya Oktavinanda,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Wimar Witoelar (Kolumnis), Lin Chi Wei (Kata Data), Arsendo Atmowiloto (Wartawan), Yenni Kwok,&amp;nbsp;Danny Wirianto, Adib Hidayat, Lisa Luhur, Aulia Masna, Didi Nugrahadi,&amp;nbsp;Karaniya Dharmasaputra,&amp;nbsp;Abi Hasantoso,&amp;nbsp;Iwan Piliang, Coen Husain Pontoh (Editor IndoPROGRESS),&amp;nbsp;Metta Dharmasaputra (Penulis &quot;Saksi Kunci&quot;), Wishnutama (CEO PT Net Mediatama), Mira Lesmana, Riri Riza, Nia Dinata, Rayya Makarim, Joko Anwar, Slamet Rahardjo Djarot, Eros Djarot, Hanung Bramantyo, Denis Adhiswara, Jay Subiakto, Jajang C. Noer, Nazyra C. Noer, Edward Suhadi, Iman Brotoseno, Monty Tiwa,&amp;nbsp;Darwis Triyadi, Arbain Rambey,&amp;nbsp;Ayu Utami, Leila S. Chudori, Djenar Maesa Ayu, Alanda Kariza, Marina Silvia, Avianti Armand, Ben Sohib, Zen Hae,&amp;nbsp;Adjie Silarus, Putu Aditya Nugraha, Agus Noor, Iksaka Banu, Yan Widjaya,&amp;nbsp;Kurnia Effendi, Amin Kamil, Prita Laura, Olga Lidya, Butet Kartaredjasa, Happy Salma, Sarah Sechan, VJ Cathy Sharon, Artasya Sudirman, Sandrina Malakiano,&amp;nbsp;Imam Darto, Charles Bonar Sirait, Nico Siahaan, Darius Sinathriya, Valentino Jebret,&amp;nbsp;Caesar Gunawan, Indra Bekti, Gofar Hilman, Sys NS, Boy William, Indra Birowo, Desta, Ananda Omesh, Sasha Stevenson, Arie Keriting, Ge Pamungkas, Andovi da Lopez, Jovial da Lopez, Cak Lontong, Muhadkly Acho, Jhody Bejo, Eddi Brokoli,&amp;nbsp;Dedi Gumelar “Mi’ing”, Genrifinadi Pamungkas, Andi Wijaya, Dimas Yudhistira, Danny Jayawardhana, Krisnanjaya Harefa, Boris T Manullang, Mohamad Ali Sidik Zamzami,&amp;nbsp;Mongol Stres, Bene Dion Rajagukguk, Kemal Pahlevi,&amp;nbsp;David Nurbianto,&amp;nbsp;Soleh Solihun, Ernest Prakasa, dan Pandji Pragiwaksono.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;Slank, Erwin Gutawa, Addie MS, Trio Lestari (Glenn Fredly, Tompi, Sandhy Sondoro), KLA Project, Oppie Andaresta, Once, JFlow, Barry Likumahuwa, Dimas Pradipta, TP. Thomas, Nita Aartsen, Jordy Waelauruw, Ivan Saba, Banyu Biru, Dewa Budjana, Gerald Situmorang,&amp;nbsp;Mohammad Ridwan Hafiedz,&amp;nbsp;Yeppy Romero, Setiawan Djody,&amp;nbsp;Mario Marcella, Ian Antono, Robi Navicula, Andre Hehanusa, Titi &quot;Film Jalanan&quot;, Giring Ganesha &quot;Nidji&quot;, Adri Prakarsa &quot;Nidji&quot;, Kikan Namara, Cokelat, Ho Katarsis, Edo Kondologit, Ivan Nestorman, Nina Tamam, Titiek Puspa, Yuni Shara, Krisdayanti, Gita Gutawa, Sherina Munaf, Tika Panggabean, Kartika Jahja, Dira Sugandi, Bonita Adi, Tata Tangga, Monita Tahalea,&amp;nbsp;Sashi Gandarum, Lea Simanjuntak, Bernadeta Astari,&amp;nbsp;Sari Simorangkir, Tina Toon, Melanie Ricardo, Sonia Eryka, Dewi Lestari, Afgan Syahreza, Yovie Widianto, Bams, Yukie PasBand, Aditya Anugrah, Aqi “Alexa”, Ronny Waluya, Joe Saint Loco, Indra Aziz, Ello, Michael IDOL, Judika IDOL, Delon IDOL, Melly Manuhutu, Anugrah Aditya, Sawarna &quot;Warna&quot;, Kristina, Aura Kasih, Sruti Respati, Kadri Jimmo, Kahitna, 3 Composers, Yovie &amp;amp; Nuno, Kerispatih, Stereocase, Five Minutes, Wali, Lyla,&amp;nbsp;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;Samsons,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Tendostar, 5 Romeo, Superman is Dead, Soul ID, CJR,&amp;nbsp;Cherrybelle, Hotma &quot;Meng&quot; Roni Simamora,&amp;nbsp;Jalu Pratidina, Saykoji,&amp;nbsp;Deejay Cream, Billy BeatBox, Yacko, Tabib Qiu, Lady Gan,&amp;nbsp;Kill The DJ, Jogja Hip Hop Foundation, Dochi ‘Pee Wee Gaskins’, Pop the Disco, Homogenic, Widi ‘Vierratale’, Josaphat ‘Killing Me Inside’, Che Cupumanik, Ajul &amp;amp; Rekan, /rif, Roy Jeconiah, Ahmad Albar, Donny Fatah, Otong Koil, Willy &quot;Sket&quot;, Well Willy, Krisna Sadrach, ARockGuns, Ananda Sukarlan, Irsa Destiwi, Indra Lesmana, Levi Gunardi, Doadibadai Hollo &quot;Badai Kerispatih&quot;, Dameria Hutabarat, Adi Adrian, Reynold Silalahi,&amp;nbsp;Marco Kusumawijaya (Arsitek), Amir Sidharta (Kurator Museum),&amp;nbsp;Ong Harry Wahyu, Samuel Indratma (Community Visual Artist), Fiki Satari,&amp;nbsp;Wahyu Aditya (Kartunis), Sweta Kartika, Beng Rahadian, Kemal Arsjad, Arief Widhiyasa (CEO Agate Studio-Indonesian Game Developer), Maudy Ayunda (mahasiswi Oxford University), Cinta Laura (asisten dosen di Columbia University),&amp;nbsp;Chelsea Olivia,&amp;nbsp;Marsha Timothy, Lala Timothy, Acha Septriasa, Vanessa Angel,&amp;nbsp;Vino G Bastian, Ringgo Agus Rahman, Gading Marten, Ibnu Jamil, Richard Kevin, Ari Wibowo, Gusti Randa,&amp;nbsp;Anwar Fuady, Chicco Jerikho Jarumillind, Joshua Suherman, Sunny Soon,&amp;nbsp;Aron Ashab, Ricky Harun, Rieke Diah Pitaloka,&amp;nbsp;Feby Febiola, Sophia Latjuba, Alice Norin, Putri Patricia, Prisia Nasution, Adinda Thomas, Arzetti Bilbina Huzaimi Setiawan, Nadine Alexandra Dewi Ames, Aline Adita, Melanie Subono,&amp;nbsp;Erikar Lebang,&amp;nbsp;Andreas Prasadja,&amp;nbsp;Reza Gunawan, Nicky, Kemal Desmo Nasution, I Gede Siman Sudartawa, Richard Sambera, Chris John, Rudy Hartono, Taufik Hidayat, Joko Supriyanto, Rexy Mainaky, Ivana Lie, Susy Susanti, Yayasan Puteri Indonesia, HKTI, Leonardo Kamilius, Melanie Tedja, Niwa Dwitama,&amp;nbsp;Ignasius Ryan Hasim, Iman Usman, dan kamu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;#PeopleGiveBack #SapuBersih #DiberkahiAllah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;b&gt;LAMPIRAN 2: KONFIRMASI&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://drive.google.com/file/d/0B8QPsQ-9eAMBOWl2SnBKSEJLYWc/edit?usp=sharing&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;STRATEGI&lt;/a&gt;&amp;nbsp;JOKO WIDODO-JUSUF KALLA&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.ihrri.com/contry.php&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;The International Human Rights Rank Indicator&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://files.transparency.org/content/download/702/3015/file/CPI2013_DataBundle.zip&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;The Corruption Perceptions Index 2013&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://rsf.org/index2014/data/index2014_en.pdf&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;The 2014 World Press Freedom Index&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.netindex.com/download/allcountries/&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;The Internet Speed Index&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;(&lt;a href=&quot;https://www.youtube.com/watch?v=fpyZqhbWkZk&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;Solution&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;) (&lt;a href=&quot;https://www.youtube.com/watch?v=sMJG78MbEUM&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;Threat&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;) (&lt;a href=&quot;http://en.wikipedia.org/wiki/Massive_open_online_course&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;Benefits&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.google.com/publicdata/explore?ds=d5bncppjof8f9_&amp;amp;ctype=l&amp;amp;met_y=sh_sta_stnt_zs&amp;amp;hl=en#!ctype=l&amp;amp;strail=false&amp;amp;bcs=d&amp;amp;nselm=h&amp;amp;met_y=si_pov_gini&amp;amp;scale_y=lin&amp;amp;ind_y=false&amp;amp;rdim=region&amp;amp;idim=country:IDN&amp;amp;ifdim=region&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;dl=en_US&amp;amp;ind=false&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;Income Inequality Index (GINI Index)&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;(&lt;a href=&quot;http://hambaallahyangsetia.blogspot.com/2014/06/pidato-rizal-ramli-menentukan-jalan.html&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;Explanation&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.google.com/publicdata/explore?ds=d5bncppjof8f9_&amp;amp;ctype=l&amp;amp;met_y=ny_gnp_pcap_kd_zg&amp;amp;hl=en#!ctype=l&amp;amp;strail=false&amp;amp;bcs=d&amp;amp;nselm=h&amp;amp;met_y=ny_gnp_pcap_kd&amp;amp;scale_y=lin&amp;amp;ind_y=false&amp;amp;rdim=region&amp;amp;idim=country:IDN:AUS:BRN:MYS:PHL:SGP:VNM:THA:LAO:KOR:JPN:CHN&amp;amp;ifdim=region&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;dl=en_US&amp;amp;ind=false&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;Gross National Income per Capita (Constant 2000 US$) (Japan, Australia, Singapore, Brunei, Korea, Malaysia, China, Thailand, Indonesia, the Phillipines, Vietnam, Lao PDR)&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://hdr.undp.org/sites/default/files/reports/14/hdr2013_en_complete.pdf&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;The Human Development Report 2013&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.google.com/publicdata/explore?ds=ltjib1m1uf3pf_#!ctype=l&amp;amp;strail=false&amp;amp;bcs=d&amp;amp;nselm=h&amp;amp;met_y=lifeexpy_t1c&amp;amp;scale_y=lin&amp;amp;ind_y=false&amp;amp;rdim=country_group&amp;amp;idim=country_group:oecd:non-oecd&amp;amp;idim=country:IDN&amp;amp;ifdim=country_group&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;dl=en_US&amp;amp;ind=false&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;OECD Factbook 2013&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://thelearningcurve.pearson.com/index/index-ranking&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;The Global Index of Cognitive Skills and Educational Attainment 2014&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.scimagojr.com/countryrank.php&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;The SCImago Journal &amp;amp; Country Rank&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.timeshighereducation.co.uk/world-university-rankings/2014/reputation-ranking&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;The Times Higher Education World Reputation Rankings 2014&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.topuniversities.com/subject-rankings/2014&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;QS World University Rankings 2013/2014&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www3.weforum.org/docs/WEF_GlobalCompetitivenessReport_2013-14.pdf&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;The Global Competitiveness Index 2013-2014&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://data.worldjusticeproject.org/#/index/IDN&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;The WJP Rule of Law Index 2014&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.doingbusiness.org/rankings&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;The Ease of Doing Business Index 2013&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;#IndonesiaBaru #IndonesiaBersih #IndonesiaLepasLandas&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white; clear: left; float: left; font-size: x-small; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Shalat&quot; src=&quot;http://indonesiana.tempo.co/uploads/foto/2014/07/05/shalat1.jpg&quot; style=&quot;border: 0px none; display: block; margin-left: auto; margin-right: auto; max-width: 590px;&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white; font-size: x-small;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;img 590px=&quot;&quot; alt=&quot;Shalat&quot; auto=&quot;&quot; src=&quot;http://www.tempo.co/co4/images/wblank.jpg&quot; height:=&quot;&quot; height=&quot;5&quot; max-width:=&quot;&quot; style=&quot;border: none;&quot; width=&quot;5&quot; /&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;Backup:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://hambaallahyangsetia.blogspot.com/2014/06/keterkaitan-antara-militer-mafia.html&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot; target=&quot;_blank&quot; title=&quot;Back-Up&quot;&gt;http://hambaallahyangsetia.blogspot.com/2014/06/keterkaitan-antara-militer-mafia.html&lt;/a&gt;&amp;nbsp;(Mulai 8 Agustus 2014, Data-data akan Ditambah Mingguan)&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;Tabloid Al-Mihrab (&lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;https://drive.google.com/file/d/0B8noE55YKOmrbUE1ejA4WXJUdk0/edit?usp=sharing&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Unduh&lt;/a&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;Tabloid Obor Rahmatan Lil&#39;Alamin (&lt;a href=&quot;https://drive.google.com/file/d/0B8noE55YKOmrQVY2akZxZl9ZVWc/edit?usp=sharing&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Unduh&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;Tabloid Jokowi-JK (&lt;a href=&quot;https://drive.google.com/file/d/0B8noE55YKOmrTFZpemE2R2hldzA/edit?usp=sharing&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Unduh&lt;/a&gt;)&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;Tabloid Pelayan Rakyat (&lt;a href=&quot;https://drive.google.com/file/d/0B8noE55YKOmrNUlibkRlTjdDYkE/edit?usp=sharing&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Unduh&lt;/a&gt;)&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;Tabloid Bejo (&lt;a href=&quot;https://drive.google.com/file/d/0B8noE55YKOmrZXhjaFE1UnJPZjA/edit?usp=sharing&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Unduh&lt;/a&gt;)&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;Menguak Siapa Prabowo oleh Garuda Luka (&lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://garudaluka.com/entry/menguak-siapa-prabowo&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;Baca&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;Surat Terbuka untuk Tasniem Fauzia oleh Dian Paramita (&lt;a href=&quot;http://www.dianparamita.com/blog/surat-terbuka-untuk-tasniem-fauzia&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;Baca&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;Menggulung Lengan Baju Bersama Jokowi oleh Lilik HS, kawan karib Widji Thukul (&lt;a href=&quot;http://indoprogress.com/2014/07/menggulung-lengan-bersama-jokowi/&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;Baca&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;Penjelasan “Stockholm Syndrome” Korban Penculikan dan Kelunakan Wiranto oleh Prof. Dr. Hermawan Sulistyo, Ph.D, Peneliti LIPI dan Ketua Tim Gabungan Pencari Fakta Tanggal 13-15 Mei 1998 (&lt;a href=&quot;https://www.youtube.com/watch?v=5N71X0WK8Ts&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;Simak&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;Alasan Allan Nairn Baru Membocorkan Wawancara Off-The-Record oleh Team Tempo (&lt;a href=&quot;http://pemilu.tempo.co/read/news/2014/07/07/269591030/Allan-Nairn-Ia-Akan-Jadi-Presiden-yang-Berbahaya/0&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;Baca&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;Jokowi atau Prabowo: Ketika Sentimen Agama Bertarung dengan Nalar oleh Maulana M. Syuhada, lulusan ITB (&lt;a href=&quot;http://politik.kompasiana.com/2014/05/31/jokowi-atau-prabowo-ketika-sentimen-agama-bertarung-dengan-nalar-658816.html&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;Baca&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;Pilpres 2014 menurut Rob Allyn (Konsultan Prahara): Bisnis atau Kebenaran oleh Indonesia 2014 (&lt;a href=&quot;http://www.indonesia-2014.com/read/2014/07/13/rob-allyn-si-pemecah-belah-indonesia#.U8ivjPk9hrU&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;Baca&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;Ketika Kampanye Hitam Gagal Menghentikan Orang Baik oleh Maulana M. Syuhada, lulusan ITB (&lt;a href=&quot;http://politik.kompasiana.com/2014/07/13/ketika-kampanye-hitam-gagal-menghentikan-orang-baik-668047.html&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;Baca&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;Mengapa Jokowi? oleh Anies Baswedan (&lt;a href=&quot;http://www.youtube.com/watch?v=r0iVrQXveOM&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Simak&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;b&gt;AMANAH&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;Demi tumpah darah kita serta anak-cucu kita, mari kita bantu relawan Anies Baswedan-Dahlan Iskan-Joko Widodo-Tri Rismaharini-Billy Boen dalam menyebarluaskan tulisan ini, memberi masukan atau penelusuran atas nama-nama calon menteri kabinet kerja Joko Widodo-Jusuf Kalla (&lt;a href=&quot;http://www.tribunnews.com/pemilu-2014/2014/08/14/alasan-jokowi-larang-menteri-rangkap-jabatan-partai&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;baik profesional murni maupun profesional yang telah meninggalkan jabatan di partai politik&lt;/a&gt;)&amp;nbsp;dan Rancangan APBN 2015 (&lt;a href=&quot;http://goo.gl/SukhPu&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;yang masih terdapat 362 program licik pemerintahan SBY dan tidak menyisakan anggaran untuk program Joko Widodo&lt;/a&gt;)&amp;nbsp;dan, sejalan dengan&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://nasional.kompas.com/read/2012/11/24/15221746/KPK.Harus.Temukan.Motif.Pemberian.FPJP.Bank.Century.&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;proses hukum kasus Bank Century&lt;/a&gt;&amp;nbsp;dan&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.indopos.co.id/2014/06/pakar-nilai-sistem-anggaran-jokowi-bisa-diterapkan-secara-nasional.html&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;gelombang Indonesia Baru Lahir-Batin&lt;/a&gt;, mengawasi pula gerak-gerik pengusung&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:5biP8r7wOvIJ:www.antikorupsi.org/id/content/12-poin-ruu-kuhap-%25E2%2580%259Camputasi%25E2%2580%259D-sejumlah-kewenangan-kpk+&amp;amp;cd=4&amp;amp;hl=en&amp;amp;ct=clnk&amp;amp;gl=id&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Revisi KUHP dan KUHAP&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://koran.tempo.co/konten/2006/06/13/73641/Proteksi-Pejabat-Masuk-RUU-Administrasi-Pemerintahan&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;RUU Administrasi Pemerintahan&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://nasional.kompas.com/read/2014/09/10/14583311/Bambang.Widjojanto.Dasar.Usulan.Pilkada.oleh.DPRD.Libido.Berkuasa&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;RUU Pilkada&lt;/a&gt;, dan&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://twitter.com/Meltedja/status/488658579344207873&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;UU MD3&lt;/a&gt;.&amp;nbsp;Terima kasih.&lt;/span&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.amazon.com/s/ref=nb_sb_noss_2?url=search-alias%3Dstripbooks&amp;amp;field-keywords=oil+gas+price&amp;amp;rh=n%3A283155%2Ck%3Aoil+gas+price&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;b&gt;BONUS DATA&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://drive.google.com/file/d/0B8QPsQ-9eAMBcTBRZXpoYXRaYTQ/edit?usp=sharing&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Deutsche Bank&lt;/a&gt;&amp;nbsp;- Oil &amp;amp; Gas for Beginners&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://drive.google.com/file/d/0B8QPsQ-9eAMBTFlrLXFkcWFlc3c/edit?usp=sharing&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;UBS Investment Research&lt;/a&gt;&amp;nbsp;- Introduction to the Oil Industry&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://gen.lib.rus.ec/search.php?req=Oil+Gas+in+Nontechnical+Language+&amp;amp;open=0&amp;amp;view=simple&amp;amp;column=def&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Thomas O. Miesner, Martin S. Raymond&amp;nbsp;&amp;amp; William L. Leffler&lt;/a&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&amp;nbsp;- Oil &amp;amp; Gas in Nontechnical Language&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.opec.org/opec_web/static_files_project/media/downloads/publications/WOO_2013.pdf&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;OPEC&lt;/a&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&amp;nbsp;- World Oil Outlook&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.eia.gov/cfapps/ipdbproject/iedindex3.cfm?tid=5&amp;amp;pid=57&amp;amp;aid=1&amp;amp;cid=CH,ID,JA,SN,&amp;amp;syid=2004&amp;amp;eyid=2013&amp;amp;unit=TBPD&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Energy Information Administration&lt;/a&gt;&amp;nbsp;- International Energy Statistics&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.bp.com/en/global/corporate/about-bp/energy-economics/statistical-review-of-world-energy/statistical-review-downloads.html&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;BP&lt;/a&gt;&amp;nbsp;- Statistical Review of World Energy&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://drive.google.com/file/d/0B8QPsQ-9eAMBRFBCM2hPbWFxaUU/edit?usp=sharing&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;HSBC&lt;/a&gt;&amp;nbsp;- Sector Structure in Oil &amp;amp; Gas&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.glassdoor.com/index.htm&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Glassdoor&lt;/a&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://www.qerja.com/&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Qerja&lt;/a&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://www.jobstreet.co.id/&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Jobstreet&lt;/a&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;https://www.linkedin.com/&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;LinkedIn&lt;/a&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://id.jobsdb.com/id&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;JobsDB&lt;/a&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;, &amp;amp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://www.hays.com/cs/groups/hays_common/@og/@content/documents/promotionalcontent/hays_920901.pdf&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Hays&lt;/a&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&amp;nbsp;- Salaries, Qualifications, and Vacancies&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://twitter.com/ITBCareerCenter&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;ITB Career Center&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://twitter.com/CDCUIcareer&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;CDC UI&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://twitter.com/eccugm&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;ECC UGM&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://twitter.com/cdcunpad&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;CDC Unpad&lt;/a&gt;, &amp;amp;&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://twitter.com/BINUSCAREER&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;CDC BINUS&lt;/a&gt;&amp;nbsp;- Vacancies&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white; clear: left; float: left; font-size: x-small; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;http://indonesiana.tempo.co/uploads/foto/2014/08/17/Bisnis_Proses_Industri_Migas1.jpg&quot; style=&quot;border: 0px none; max-width: 590px;&quot; /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&quot;Hidupmu indah bila kau t&lt;/span&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;ahu jalan mana yang benar. Harapan ada, Harapan ada bila kau mengerti.&quot; ~Salam Bagi Sahabat - Glenn Fredly&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.britishcouncil.org/labour_market_shortfalls_in_sea_eiu_final_18_july.pdf&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;The Economist&lt;/a&gt;&amp;nbsp;- Skills Shortages in Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://datatopics.worldbank.org/hnp/files/edstats/IDNpub11.pdf&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;World Bank&lt;/a&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;&amp;nbsp;- Trends in Demand, Gaps, and Supply of Indonesia&#39;s Labor Market&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://www.bcgperspectives.com/Images/Growing_Pains_Lasting_Advantage_May_2013_tcm80-134978.pdf&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Boston Consulting Group&lt;/a&gt;&amp;nbsp;- Growing Pains, Lasting Advantage: Tackling Indonesia&#39;s Talent Challenges&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.mckinsey.com/~/media/McKinsey/dotcom/Insights%20and%20pubs/MGI/Research/Productivity%20Competitiveness%20and%20Growth/The%20archipelago%20economy/MGI_Unleashing_Indonesia_potential_Full_report.ashx&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;McKinsey &amp;amp; Company&lt;/a&gt;&amp;nbsp;- Unleashing Indonesia&#39;s Potential&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.ilo.org/wcmsp5/groups/public/---asia/---ro-bangkok/---ilo-jakarta/documents/publication/wcms_154355.pdf&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;International Labour Organization&lt;/a&gt;&amp;nbsp;- Labour and Social Trends in Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://e-resources.pnri.go.id/&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Business Monitor International (Fitch Group)&lt;/a&gt;&amp;nbsp;- Quarterly Report: Industry Report &amp;amp; Forecasts Series&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://drive.google.com/file/d/0B8QPsQ-9eAMBd3Z4YVhNN0RJZE0/edit?usp=sharing&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Tips&lt;/a&gt;&amp;nbsp;- Sample of Resume (Curriculum Vitae)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://gen.lib.rus.ec/search.php?&amp;amp;req=Gene+Zelazny+Say+It+with+Chart&amp;amp;view=simple&amp;amp;column=def&amp;amp;sort=year&amp;amp;sortmode=DESC&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Gene Zelazny&lt;/a&gt;&amp;nbsp;- Say It with Chart&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://twitter.com/KemahasiswaanUI&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Direktorat Kemahasiswaan UI&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://twitter.com/TimBeasiswa&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Tim Beasiswa Keluarga Mahasiswa ITB&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;https://www.facebook.com/groups/148164981898119/&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Beasiswa Dirmawa UGM&lt;/a&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;https://www.facebook.com/groups/kesma/&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Scholarship &amp;amp; Career Center (SCC)&lt;/a&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;https://www.facebook.com/groups/pejuangbeasiswawni/&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Pejuang Beasiswa di Dalam &amp;amp; Luar Negeri untuk WNI&lt;/a&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;https://www.facebook.com/intofui&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;UI International Office&lt;/a&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;https://www.facebook.com/groups/303882226315930/&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;ITS International Office&lt;/a&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;https://www.facebook.com/binus.io&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;BINUS International Office&lt;/a&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;https://www.facebook.com/IndoMengglobal&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Indonesia Mengglobal&lt;/a&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;,&lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;https://www.facebook.com/InternIndonesia&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;InternID&lt;/a&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;https://www.facebook.com/goodjobsid&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Good Jobs ID&lt;/a&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;https://www.facebook.com/KampusUpdate&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Kampus Update&lt;/a&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;, &amp;amp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;https://www.facebook.com/groups/135843863733/&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Young Leaders for Indonesia&lt;/a&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&amp;nbsp;- Scholarships, Internships, and Competitions&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.quora.com/&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Quora&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.ted.com/talks/browse?rating=inspiring&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;TED Talks&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://reports.toastmasters.org/findaclub/searchresults.cfm?Country=Indonesia&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Toastmasters Indonesia&lt;/a&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;https://www.facebook.com/KelasInspirasi&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Kelas Inspirasi&lt;/a&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;https://www.facebook.com/akademiberbagi&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Akademi Berbagi&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://www.facebook.com/Indorelawan&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Indorelawan.org&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.indorunners.org/&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Indo Runners&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.b2w-indonesia.or.id/&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Bike to Work Indonesia&lt;/a&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;https://twitter.com/BLUTransJakarta&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;BLU TransJakarta&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://twitter.com/CommuterLine&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;PT KAI Commuter Jabodetabek&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.nebengers.com/&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Nebengers&lt;/a&gt;,&lt;a href=&quot;http://lewatmana.com/&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Lewat Mana&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://twitter.com/TMCPoldaMetro&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;TMC Polda Metro Jaya&lt;/a&gt;, dan&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://twitter.com/PTJASAMARGA&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;PT Jasamarga&lt;/a&gt;&amp;nbsp;- Equipments&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;BONUS SELINGAN (EXTENDED VERSION)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;Apakah para pecinta selingan setanah air mau sedikit selingan tentang ketulusan PKS? Apa? Kurang kencang suaranya.!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;Oke, cukup-cukup. Kami akan berikan sedikit selingan untuk Anda. Apakah Anda siap?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;Selingan kita&lt;/span&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&amp;nbsp;dimulai pada awal tahun 2013 saat BMKG dan KADIN memperingatkan&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://www.google.co.id/maps/dir/Departemen+Pertanian,+Jl+Harsono+Rm+No+3+Ragunan+Jakarta+Selatan,+Tlp+021-7822638,+12560/Kantor+Partai+Keadilan+Sejahtera(PKS),+MD+Building,+JL.TB.Simatupang,+No.82,+Pasar+Minggu,+12520,+12520/@-6.2975958,106.8207681,15z/data=!3m1!4b1!4m13!4m12!1m5!1m1!1s0x2e69f200d4cb01ed:0x1b4e7394fd45bb8c!2m2!1d106.823!2d-6.29628!1m5!1m1!1s0x2e69ed8b52317861:0xbf88edd2389811ed!2m2!1d106.841748!2d-6.303116&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;PKS&lt;/a&gt;&amp;nbsp;akan dua hal penting ini:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;1.&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://jatim.tribunnews.com/2013/01/23/maret-2013-didominasi-kemarau-basah&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Maret-Agustus 2013 merupakan puncak kemarau basah&lt;/a&gt;&amp;nbsp;yang akan mengakibatkan kegagalan panen Hortikultura yang sangat masif.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;2.&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2013/02/11/07115310/Swasembada.Sapi.Amburadul&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Populasi sapi jantan dewasa di Indonesia hanya 1,45 juta ekor dan sapi betina produktif (indukan) tidak boleh dipotong&lt;/a&gt;&amp;nbsp;karena akan mengganggu keberlanjutan produksi dan populasi sapi lokal.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;Namun rupa-rupanya, hal ini malah dimanfaatkan dengan kejam oleh PKS&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.kpk.go.id/id/berita/berita-sub/1140-luthfi-dan-fathanah-didakwa-terlibat-pencucian-uang?tmpl=component&amp;amp;format=pdf&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;untuk mengumpulkan pundi-pundi kampanye Pileg dan Pilpres 2014&lt;/a&gt;&amp;nbsp;dengan mengeluarkan&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2013/01/28/03370675/Stop.Impor.Hortikultura&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;larangan impor hortikultura&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.beritasatu.com/ekonomi/95472-kementerian-pertanian-harus-transparan-soal-data-sapi-dan-daging.html&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;dan sapi&lt;/a&gt;. (Suatu larangan yang segera direspon dengan pengurangan jumlah produksi oleh negara-negara penghasil hortikultura dan sapi untuk mencegah kemubaziran.)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;Hal yang dinanti-nantikan PKS pun datang.&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://m.bisnis.com/industri/read/20130618/99/145714/anomali-cuaca-produksi-hortikultura-anjlok-90&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Terjadi kegagalan panen hortikultura yang sangat masif di Indonesia&lt;/a&gt;&amp;nbsp;dan&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.radioaustralia.net.au/indonesian/2013-08-20/populasi-ternak-merosot-peternak-indonesia-kembali-resah/1178292&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;kepunahan supply sapi Indonesia karena pemotongan sapi betina produktif untuk memenuhi permintaan masyarakat&lt;/a&gt;. Akibatnya, belum memasuki bulan suci Ramadhan 2013 saja, harga hortikultura dan harga sapi sudah&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://indo.wsj.com/posts/2013/08/14/pemerintah-selidiki-tingginya-harga-daging-sapi/&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;mencekik masyarakat Indonesia&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;Usai ada lonjakan harga dari tingginya demand dalam negeri (&lt;i&gt;demand-pull inflation&lt;/i&gt;) dan dari tingginya biaya pemroduksian mendadak&amp;nbsp;(&lt;i&gt;cost-push inflation&lt;/i&gt;),&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.tribunnews.com/nasional/2014/02/01/tifatul-jangan-pakai-isu-poligami-pemilih-perempuan-bisa-kabur&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;dengan senyum yang amat sangat sumringah seperti habis berpoligami tanpa izin istri pertama&lt;/a&gt;&amp;nbsp;PKS&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://banjarmasin.tribunnews.com/2013/07/20/impor-cabai-dan-bawang&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;mengimpor hortikultura&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.tribunnews.com/bisnis/2013/07/22/tak-ada-batasan-kuota-impor-sapi-hingga-31-akhir-2013&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;dan sapi dengan besar-besar&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;Jadi jangan lagi Anda heran. Atas&amp;nbsp;&lt;i&gt;rent-seeking&lt;/i&gt;&amp;nbsp;tanpa rasa belaskasihan pada kegetiran hidup dan tanpa rasa takut akan bulan suci Ramadhan, KPK menangkap&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.gatra.com/ekonomi-1/57191-kadin-minta-pemerintah-berantas-mafia-impor-pangan1.html&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;mafia pangan 12 triliun rupiah&lt;/a&gt;&amp;nbsp;berpencitraan wahabi (/&lt;a href=&quot;https://id.berita.yahoo.com/pindahkan-makam-nabi-saudi-disumpahi-bakal-hancur-002016993.html&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;ahistoris, narsis, dan ingin hidup sendiri&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;seperti&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://depoklik.com/ketua-dprd-pelayanan-publik-buruk-wali-kotanya-fokus-pencitraan/&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Walikota Depok&lt;/a&gt;.)&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-left: 30px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;*Selingan:&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.neraca.co.id/article/42077/40-Anak-Indonesia-Menderita-Gizi-Buruk/2&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Menurut UNICEF&lt;/a&gt;, sekitar 40% balita Indonesia menderita gizi buruk/malnutrisi. Hal ini tentu saja mengerikan karena&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://wartakota.tribunnews.com/2013/11/27/malnutrisi-masih-menjadi-masalah-gizi-anak-indonesia&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;95 persen pertumbuhan otak dan kognitif berada pada masa ini.&lt;/a&gt;&amp;nbsp;Tak heran, jika malnutrisi ini&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.unicef.org/indonesia/id/media_18720.html&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;menyebabkan Indonesia kehilangan 62 triliun rupiah per tahun dalam produktivitas yang hilang melalui kepandaian yang buruk dan kemampuan fisik yang kurang.&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;Senang dengan selingan di atas?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;Cukup balaslah dengan&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://gen.lib.rus.ec/&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;meningkatkan pengetahuan Anda&lt;/a&gt;&amp;nbsp;dan menyebarkannya agar Indonesia tidak tenggelam di&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.google.co.id/publicdata/explore?ds=z6409butolt8la_&amp;amp;ctype=l&amp;amp;met_y=gci_5.03#!ctype=l&amp;amp;strail=false&amp;amp;bcs=d&amp;amp;nselm=h&amp;amp;met_y=gci_5.03&amp;amp;scale_y=lin&amp;amp;ind_y=false&amp;amp;rdim=world&amp;amp;idim=country:SGP:MYS:IDN:BRN&amp;amp;ifdim=world&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;dl=en_US&amp;amp;ind=false&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;ASEAN Economic Community&lt;/a&gt;, terhindar dari&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.bkkbn.go.id/ViewBerita.aspx?BeritaID=1809&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;malapetaka demografi&lt;/a&gt;, dan&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://www.bcgperspectives.com/Images/Growing_Pains_Lasting_Advantage_May_2013_tcm80-134978.pdf&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;masuk surga dengan mudah&lt;/a&gt;.&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot;&gt;&amp;nbsp;Terima kasih.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://e-resources.pnri.go.id/&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;b&gt;TRIBUTE (PENGHORMATAN)&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;Tulisan&amp;nbsp;ini didedikasikan untuk (alm.)&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://acch.kpk.go.id/hoegeng-iman-santoso&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;Kapolri Hoegeng Imam Santoso&lt;/a&gt;&amp;nbsp;dan (alm.) Dokter Forensik&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2013/09/28/238307/Dari-Indonesia-X-Files-Terbongkarlah-Kasus-Munir&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;dr. Abdul Mun&#39;im Idries, Sp.F.&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: center;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;http://indonesiana.tempo.co/uploads/foto/2014/08/05/a_must1.png&quot; style=&quot;border: 0px none; max-width: 590px;&quot; /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;https://www.youtube.com/watch?v=cpmqFBBCiRo&quot; style=&quot;color: #2981c4; text-decoration: none;&quot;&gt;“Innallaaha laa yughayyiru maa biqawmin, hattaa yughayyiruu maa bi-anfusihim”&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #111111; line-height: 22px; margin-bottom: 10px; margin-top: 5px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span data-mce-mark=&quot;1&quot; style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;Selamat menjalankan misi yang Allah beri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="related" href="http://ramchesmerdeka.blogspot.com/2014/09/tulisan-investigatif-mafia-minyak-di.html" title="Investigatif Mafia Minyak di Indonesia"/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4268448123317699163/posts/default/7194590326496949025'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4268448123317699163/posts/default/7194590326496949025'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ramchesmerdeka.blogspot.com/2014/09/tulisan-investigatif-mafia-minyak-di.html' title='Investigatif Mafia Minyak di Indonesia'/><author><name>Ramches Merdeka</name><uri>https://plus.google.com/103384315644688268342</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-VM-GRqiDrDI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAEp4/G24C2-pKENY/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/-SJFqywhjccU/VCHrVV1AfZI/AAAAAAAAEkY/oIMshuG2KVU/s72-c/tulisan_investigatif_mafia_minyak_di_indonesia_tempo.jpg" height="72" width="72"/><georss:featurename>Jakarta, Jakarta, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-6.2087634 106.84559899999999</georss:point><georss:box>-6.4613213999999992 106.5228755 -5.9562054 107.16832249999999</georss:box><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1"/><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4268448123317699163.post-4268138842487048447</id><published>2014-07-10T11:48:00.000+07:00</published><updated>2015-01-09T01:19:35.556+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Coretanku"/><title type='text'>Terasing Di jalan Cinta Para Pejuang</title><content type='html'>&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://2.bp.blogspot.com/-a5Zg5aWO7hc/U74aiPXwKtI/AAAAAAAAEg4/2hIFFawESf0/s1600/terasing-di-jalan-cinta-para-pejuang.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Refleksi&quot; style=&quot;border:none&quot; src=&quot;http://2.bp.blogspot.com/-a5Zg5aWO7hc/U74aiPXwKtI/AAAAAAAAEg4/2hIFFawESf0/s1600/terasing-di-jalan-cinta-para-pejuang.jpg&quot; height=&quot;426&quot; title=&quot;Terasing Di jalan Cinta Para Pejuang&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: xx-small;&quot;&gt;Terasing&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #444444; font-size: 16px; line-height: 20.796875px;&quot;&gt;Aku masih terus saja terperangkap dalam pasungan zaman barbar ini. Sebagian dari diriku tengah tidak mampu menjawab problem keterasinganku. Sebagian dari diriku telah gagal mengatasi keterasinganku sendiri, sepertinya aku hanya mampu melarikan diri dari kebebasan yang diberikan oleh cinta itu sendiri.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br style=&quot;background-color: white; color: #444444; font-size: 16px; line-height: 20.796875px;&quot; /&gt;&lt;br style=&quot;background-color: white; color: #444444; font-size: 16px; line-height: 20.796875px;&quot; /&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #444444; font-size: 16px; line-height: 20.796875px;&quot;&gt;Kebohongan, kemunafikan dan segala bentuk kedurjanaan kembali menjadi alasan untuk menguji eksistensiku yang terasing!&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br style=&quot;background-color: white; color: #444444; font-size: 16px; line-height: 20.796875px;&quot; /&gt;&lt;br style=&quot;background-color: white; color: #444444; font-size: 16px; line-height: 20.796875px;&quot; /&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #444444; font-size: 16px; line-height: 20.796875px;&quot;&gt;Sebenar hanya satu yang dapat kulakukan sebagai manusia untuk mengatasi keterasingan ini yakni dengan merawat keterasingan itu sendiri menjadi akrab sepenuh hati.&lt;/span&gt;&lt;br style=&quot;background-color: white; color: #444444; font-size: 16px; line-height: 20.796875px;&quot; /&gt;&lt;br style=&quot;background-color: white; color: #444444; font-size: 16px; line-height: 20.796875px;&quot; /&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #444444; font-size: 16px; line-height: 20.796875px;&quot;&gt;Tapi tunggu dulu, aku nggak mau terburu-buru mendefinisikan perasaan yang naif ini. Ketrasingan ini bagiku tidak dapat didefinisikan secara linear, karena bukan hanya pada hubungan antara perempuan dan laki-laki yang bersifat melankolis. Aku masih terjebak pada keterasingan itu sendiri...&lt;/span&gt;&lt;br style=&quot;background-color: white; color: #444444; font-size: 16px; line-height: 20.796875px;&quot; /&gt;&lt;br style=&quot;background-color: white; color: #444444; font-size: 16px; line-height: 20.796875px;&quot; /&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #444444; font-size: 16px; line-height: 20.796875px;&quot;&gt;Keterasingan ini seperti labirin, aku mulai ragu merawat dan memperjuangkannya. Sama seperti halnya ketika aku mendengar musik, aku tenggelam hanya sekedar menikmatinya untuk merawatnya dengan cara melatih keterampilanku soal musik adalah keniscayaan... Dan aku makin terasing, berketerusan... semakin terus kunikmati lagu itu semakin menampakkan keterasinganku...&lt;/span&gt;&lt;br style=&quot;background-color: white; color: #444444; font-size: 16px; line-height: 20.796875px;&quot; /&gt;&lt;br style=&quot;background-color: white; color: #444444; font-size: 16px; line-height: 20.796875px;&quot; /&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #444444; font-size: 16px; line-height: 20.796875px;&quot;&gt;Ketrasingan ini terus saja menuntutku untuk bisa memahami keunikan antara kita dan dengan hal itulah aku berusaha menjadi satu dan merontokan dinding pembatas diantara kita.... kita berbeda agama tetapi satu, kita berbeda bahasa tetapi satu, kita berbeda status sosial tetapi satu, dan perbedaan-perbedaan yang lainnya...&lt;/span&gt;&lt;br style=&quot;background-color: white; color: #444444; font-size: 16px; line-height: 20.796875px;&quot; /&gt;&lt;br style=&quot;background-color: white; color: #444444; font-size: 16px; line-height: 20.796875px;&quot; /&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #444444; font-size: 16px; line-height: 20.796875px;&quot;&gt;Perbedaan harus ada memang, karena dengan hal itulah aku terus berlatih untuk berempati dan mengembangkan kasih sayangku...&lt;/span&gt;&lt;br style=&quot;background-color: white; color: #444444; font-size: 16px; line-height: 20.796875px;&quot; /&gt;&lt;br style=&quot;background-color: white; color: #444444; font-size: 16px; line-height: 20.796875px;&quot; /&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #444444; font-size: 16px; line-height: 20.796875px;&quot;&gt;Aku dituntut untuk menghidupi eksistensi pihak lain dengan iklas atau tanpa pamrih... hal ini harus kulakukan karena aku manusia yang tidak mungkin hidup sendiri tanpa adanya manusia lain. Mereka butuh kedamaian, dan aku harus menolak berperang, memfitnah, mengadu domba, permusuhan, menjilat...&lt;/span&gt;&lt;br style=&quot;background-color: white; color: #444444; font-size: 16px; line-height: 20.796875px;&quot; /&gt;&lt;br style=&quot;background-color: white; color: #444444; font-size: 16px; line-height: 20.796875px;&quot; /&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #444444; font-size: 16px; line-height: 20.796875px;&quot;&gt;Walau ragu, aku harus mampu merespon sisi-sisi kemanusiaanku ketika melihat penderitaan orang lain... Bagiku hidup yang bermakna adalah ketika dihatiku selalu ada pada perjuangan klas, pada perjuangan mereka yang tertindas....&lt;/span&gt;&lt;br style=&quot;background-color: white; color: #444444; font-size: 16px; line-height: 20.796875px;&quot; /&gt;&lt;br style=&quot;background-color: white; color: #444444; font-size: 16px; line-height: 20.796875px;&quot; /&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #444444; font-size: 16px; line-height: 20.796875px;&quot;&gt;Aku akan terus menapaki jalan kehidupan ini untuk semakin memahami keberadaanku untukmu, untuk semua yang kucintai. Salah satu caraku untuk memahamimu kulakukan dengan cara melebur dalam kehidupan mereka, menyatu, berjuang dan mengkoordinasikan kekuatan bersama untuk terus berlawan untuk menyempurnakan kemanusiaan kita.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #444444; font-size: 16px; line-height: 20.796875px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #444444; font-size: 16px; line-height: 20.796875px;&quot;&gt;Bekasi, pasca pemilu borjuis 2014&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="related" href="http://ramchesmerdeka.blogspot.com/2014/07/terasing-di-jalan-cinta-para-pejuang.html" title="Terasing Di jalan Cinta Para Pejuang"/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4268448123317699163/posts/default/4268138842487048447'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4268448123317699163/posts/default/4268138842487048447'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ramchesmerdeka.blogspot.com/2014/07/terasing-di-jalan-cinta-para-pejuang.html' title='Terasing Di jalan Cinta Para Pejuang'/><author><name>Ramches Merdeka</name><uri>https://plus.google.com/103384315644688268342</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-VM-GRqiDrDI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAEp4/G24C2-pKENY/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/-a5Zg5aWO7hc/U74aiPXwKtI/AAAAAAAAEg4/2hIFFawESf0/s72-c/terasing-di-jalan-cinta-para-pejuang.jpg" height="72" width="72"/><georss:featurename>Jakarta, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-6.2087634 106.84559899999999</georss:point><georss:box>-6.4613213999999992 106.5228755 -5.9562054 107.16832249999999</georss:box><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1"/><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4268448123317699163.post-1869484024183612484</id><published>2014-07-04T05:07:00.001+07:00</published><updated>2015-01-25T18:45:35.448+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="ActNOW"/><title type='text'>PRT Asing Dipajang di Mal Singapura untuk Ditawarkan</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://3.bp.blogspot.com/-Y5davKJv6VU/VMTKiHqSGEI/AAAAAAAAE6w/R3XMAbPGxII/s1600/prt-asing-dipajang-di-mal-singapura-untuk-ditawarkan.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://3.bp.blogspot.com/-Y5davKJv6VU/VMTKiHqSGEI/AAAAAAAAE6w/R3XMAbPGxII/s1600/prt-asing-dipajang-di-mal-singapura-untuk-ditawarkan.jpg&quot; height=&quot;352&quot; style=&quot;border:none;&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr align=&quot;left&quot;&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: xx-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;&quot;&gt;PRT Yang Dipajang Seperti Barang Dagangan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span style=&quot;clear: left; float: left; font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://ramchesmerdeka.blogspot.com/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;MERDEKAFILES&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; - Kontroversi merebak mengenai perdagangan Pekerja Rumah Tangga (PRT) asing di Singapura. Dilaporkan PRT asing tersebut dipajang di depan mal untuk ditawarkan ke calon majikan.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pihak Pemerintah Filipina yang menyadari praktik memalukan ini pertama kali. Sebagian besar PRT tersebut berasal dari Filipina dan pihak Filipina pun bermaksud untuk menyelidikinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &quot;Kementerian Luar Negeri Filipina siap untuk mengambil langkah meningkatkan perlindungan terhadap pekerja Filipan di Singapura,&quot; ujar Juru Bicara Kemlu Filipina Charles Jose, seperti dikutip The Straits Times, Senin (30/6/2014).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &quot;Semua pekerja Filipina yang berada di luar negeri bisa melaporkan masalah ini kepada Kepolisian Singapura. Dengan catatan memang ada bukti penyiksaan serta tindakan tidak manusiawi,&quot; lanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sebelumnya, ada laporan pekan lalu bahwa beberapa agen tenaga kerja Singapura yang memajang para PRT asing dari Filipina, Indonesia dan Myanmar di dalam ruangan dan galeri di sebuah mal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Tetapi tidak dijelaskan laporan mengenai PRT dari Indonesia yang diberlakukan tidak manusiawi ini. Sebagian besar PRT yang ada di Singapura memang sebagian besar berasal dri Filipina, Indonesia, Vietnam serta Myanmar. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: #444444;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4268448123317699163/posts/default/1869484024183612484'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4268448123317699163/posts/default/1869484024183612484'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ramchesmerdeka.blogspot.com/2014/07/prt-asing-dipajang-di-mal-singapura.html' title='PRT Asing Dipajang di Mal Singapura untuk Ditawarkan'/><author><name>Ramches Merdeka</name><uri>https://plus.google.com/103384315644688268342</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-VM-GRqiDrDI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAEp4/G24C2-pKENY/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/-Y5davKJv6VU/VMTKiHqSGEI/AAAAAAAAE6w/R3XMAbPGxII/s72-c/prt-asing-dipajang-di-mal-singapura-untuk-ditawarkan.jpg" height="72" width="72"/><georss:featurename>Singapore</georss:featurename><georss:point>1.352083 103.81983600000001</georss:point><georss:box>0.84410649999999987 103.174389 1.8600595 104.46528300000001</georss:box><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1"/><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4268448123317699163.post-2394186772071124983</id><published>2014-06-25T00:59:00.000+07:00</published><updated>2015-01-25T21:54:17.083+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Resensi"/><title type='text'>Asal Usul Keluarga, Kepemilikan Pribadi dan Negara</title><content type='html'>&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://2.bp.blogspot.com/-Stl_ZBpgWOw/U6my_PcOcDI/AAAAAAAAEfo/qgjzVryyqxI/s1600/asal-usul-keluarga-kepemilikan-pribadi-dan-negara.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Tentang Kepemilikan&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;http://2.bp.blogspot.com/-Stl_ZBpgWOw/U6my_PcOcDI/AAAAAAAAEfo/qgjzVryyqxI/s1600/asal-usul-keluarga-kepemilikan-pribadi-dan-negara.jpg&quot; height=&quot;200&quot; title=&quot;Asal Usul Keluarga, Kepemilikan Pribadi dan Negara&quot; width=&quot;148&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: x-small;&quot;&gt;Penulis &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;: Friedrich Engels&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: x-small;&quot;&gt;Penerjemah : Vidi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: x-small;&quot;&gt;Editor &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; : Joesoef Isak&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: x-small;&quot;&gt;Penerbit &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; : Kalyanamitra&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: x-small;&quot;&gt;Cetakan &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; : Cetakan Pertama: April 2004. Cetakan kedua: Maret 2011&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: x-small;&quot;&gt;Tebal &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;: Lvi, 204 Halaman&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: x-small;&quot;&gt;ISBN &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; : 978-979-17251-4-9&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: x-small;&quot;&gt;Harga &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; : -&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Sinopsis&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Buku berjudul “Asal-usul Keluarga, Kepemilikan Pribadi, dan Negara: atau judul aslinya “The Origin of the Family, Private Propertyand The State” yang ditulis oleh friedrich Engels ini diterbitkan seratus tahun lalu. Sekarang buku ini kembali mendapatkan popularitasnya. Ini tak lepas dari kebangkitan gerakan pembebasan perempuan di Amerika Serikat dan Kanada sepanjang akhir decade 1960-an. Bersaaan dengan aktivitas pengorganisasian dan mobilisasi aksi-aksi masa demi penghancuran dan kini kaum perempuan pun bertanya-tanya tentang bagaimaa sebenarnya asal-muasal penindasan terhadap diri mereka, dan apakah demikian selalu kejadiannya sejak zaman lampau. Alhasil, banyak kaum feminis kemudian kembali membaca karya klasik Engels ini. Karena buku ini tidak haya mempersenjatai gerakan secara teoritis, akan tetapi memberikan juga inspirasi bagi gerakan dengan keyakinan bahwa pembebasan terhadap kaum perempuan dapat dimenangkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Dalam konteks Indonesia, Karya Friedrich engels ini menjadi penting karena memberikan pencerahan baru dan jalan terang bagi kaum perempuan, khususnya, bagi kita umumnya. Karya semacam ini langka, kalau boleh dikatakaan sulit utuk ditemukan di Indonesia. Sejak Orde Baru berkuasa, buku-buku berpandangan kritis dilarang dicetak dan beredar karena dianggap membahayakan Negara dan mengilhami orang banyak untuk melakukan perubahan terhadap system keekuasaan yang otoriter, dengan jalan revolusi. Pada masa Orde Lama, Jajasan Pembaharuan, sebuah penerbit progresif yang kerap menerbitkan buku-buku berperspektif kritis pun, belum sempat menerjemahkan karya Friedrich Engels ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;---------------------------------------------------------------------------------&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Pengantar Sederhana......&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Bagian I.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&quot;karena penemuan tersebut membuat kami mengetahui kearah mana penelitian harus dilanjutkan, apa yang harus di investigasi, dan bagaimana menata secara benar seluruh hasil dari studi ini&quot;. Engels.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Perhatian besar morgan dan rekan sealirannya ditujukan pada aktivitas manusia dalam memproduksi pemenuhan kebutuhan hidupnya dan dengan mempelajari perkembangan yang terjadi di dalam kekuatan produktif, berdasarkan cara ini morgan menggambarkan tiga jaman pokok dalam sejarah manusia yakni jaman kebuasaan, jaman barbarisme dan jaman peradaban. ciri ekonomi pada jaman kebuasaan dibangun atas dasar pengumpulan makanan dan perburuan, jaman ini budaya berkebun sederhana muncul, jaman kebuasaan dimulai dari kemunculan manusia pertama (hominid) yang berasal dari leluhur Anthropoid manusia sekitar 1000.000 tahun yang lalu. jaman barbarisme hadir sekitar 8000 tahun yang lalu ciri kehidupan ekonominya diawali dengan sistem pertanian dan pengumpulan stok pangan (sebagai makanan cadangan untuk populasi yang lebih besar), pada &amp;nbsp;jaman ini populasi kota mulai muncul dari Mesir hingga ke seluruh Mesopotamia dan mulai dari India ke China dan jaman peradaban dicirikan dengan pengembangan pengelolaan secara modern metal/logam yang muncul sekitar 3000 tahun lalu yang berkembang di negara kota-Roma dan Yunani. Dalam terminologi ahli antropologi lain jaman kebuasan di samakan dengan jaman paleolitikum (jaman batu lama), jaman barbarisme disamakan dengan jaman neolitikum, jaman peradaban disamakan dengan jaman logam. Oleh karenanya, jaman yang terlama dalam kehidupan manusia adalah jaman kebuasaan, yang berkembang selama lebih dari 99 persen usia keberadaan manusia di bumi, sedang dua jaman yang terakhir, yaitu jaman barbarisme dan jaman peradaban berkembang kurang dari satu persen usia keberadaan manusia di muka bumi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Periodeisasi yang panjang di dalam ketiga fase tersebut memproduksi berbagai macam situasi didalam masa peralihan setiap jaman (terutama jaman kebuasan menuju ke jaman barbarisme) sebagai basis material embrio munculnya kebangkitan sistem kepemilikan pribadi, lembaga keluarga patriarkal yang kemudian mentransisi menjadi lembaga patriarkal dan Negara yang merupakan fakta mencolok dari djaman pra-sejarah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Negara kini telah berkembang begitu besar, hingga kini sulit dipercaya bahwa dulu tidak pernah ada negara. padahal dikemukakan bahwa dahulu didalam komune primitif terdapat pemerintahan mandiri. disana kaum laki laki dan perempuan yang dipilih untuk menjadi utusan berkumpul secara berkala di dalam dewan dewan kolektif yang membuat keputusan keputusan internal. lebih menakjubkan lagi di masa Engels di didapati fakta fakta yang menunjukkan bahwa posisi kaum perempuan melebihi kaum laki laki dan bahkan paling berpengaruh di dalam pengambilan keputusan dari pemilihan ketua, seperti rakyat suku Indian Amerika dan yang lain-lainnya memberikan kesaksian tentang peran kaum perempuan yang vokal dan menonjol di dalam dewan dewan masyarakat. Di dalam suku Iroquois kaum perempuan lebih berpengaruh ketimbang kaum laki laki, baik di dalam pemilihan dan di dalam pemecatan kepala suku, ibu-ibu yang ada dalam setiap keluarga maternal membentuk kelompok yang berfungsi semacam dewan penasehat untuk membangun pengaruh yang mengendalikan perilaku prajurit muda. Menurut Engels apa yang berkembang adalah demokrasi alami yang primitif. adapun ciri ciri sistem ekonomi di bawah demokrasi alami ini adalah:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;1. Produksi barang kebutuhan hidup belum sempurna pengolahannya;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;2. Tak ada kelas elit yang memaksakan hak kepemilikan pribadinya;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;3. Alat alat kerja lebih dinilai sebagai alat bantu seseorang dan bukan sebagai barang milik orang tersebut;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;4. Pertukaran makanan dan benda benda lain pemberian guna memelihara hubungan kolektiif (persaudaraan). Artinya belum muncul pertentangan yang disebabkan oleh ketidak setraan ekonomi seperti sekarang ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Munculnya negara secara teknis di landasi oleh kemajuan yang telah dicapai dari periode barbarisme, yaitu dari pembagian kerja primitif antara laki laki dan perempuan menuju ke pembagian kerja masyarakat yang baru yang jauh lebih produktif. dari sanalah muncul pertamakali nilai lebih (surplus ekonomi) lahir dan melebihi kebutuhan yang mendesak. namun secara bertahap kemungkinan berlebih ini semakin lama semakin dikuasai oleh para pemilik pribadi yang kemudian meningkat menjadi kelas yang bermilik (mulai terbentuknya kelas). Perpecahan masyarakat menjadi kelas kelas tentu berangkat dari kepentingan yang berbeda beda (bertentangan), maka dibutuhkan adanya semacam aparatus publik yang fungsinya untuk mengatur pertentangan sembari mempertahankan kekuasaan dan privilese kelas penguasa yang kaya. Sehingga muncullah negara, di bentuklah sistem peradilannya, di perkuat dengan angkatan bersenjatanya sekaligus penjara-penjara untuk menjaga satbilitas pemenuhan kehidupan kaum penghisap yang kaya. Engels menegaskan bahwa, pusat mata rantai di dalam masyarakat beradab adalah Negara, yang terbukti telah menjadi Negara kelas penguasa di seluruh periode perkembangannya. Bahkan di hampir semua kasus, Negara secara lebih mendasar berkembang menjadi sebuah mesin untuk terus menerus menekan kelas yang ditindas dan dihisap.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Namun dibandingkan dengan negara Keluarga merupakan institusi yang hadir lebih awal dan lebih kompleks sehingga lebih sulit untuk memetakannya. Hal tersebut disebabkan karena gagasan dasarnya yang salah bahwa fungsi pro kreasi biologis merupakan basis pembentukan keluarga. Kenyataannya, keluarga merupakan institusi social yang tidak wajib dan belum sempurna yang muncul di tahap akhir system klan maternal. Namun seiring dengan perkembangan kepemilikan pribadi, keluarga menjadi wajib dan patriarkal dalam masyarakat berkelas. Betul, di dalam fungsi biologis pro kreasi yang murni, ibu berperan penting. Ibulah yang melahirkan, kemudian merawat , menyususi dan melindungi anak anaknya sampai mereka tumbuh juga berkembang mengurus dirinya sendiri. Sebaliknya, di dalam keluarga-ayah figure sentral ayah merupakan pemberian untuk istri dan anaknya, kepatuhan istri dan anak demi harapan ayah dan control ayah atas nasib anak istrinya. Sehingga defenisi istilah keluarga sebenarnya adalah keluarga ayah, institusi social-ekonomi yang menundukkan pro kreasi dibawah kekuasaan, larangan dan hukum buatan laki-laki yang mengontrol dan menguasai alat alat produksi pada masa barbarisme. &amp;nbsp;Sehingga dapat kita bentuk suatu gagasan sederhana bahwa betul akar daripada ketertindasan perempuan juga (ketertindasan kelas) dalam setiap jaman yang telah muncul mulai dari fase barbarisme hingga peradaban yaitu kepemilikan terhadap alat alat produksi kebutuhan sosial yang vital oleh segelintir orang yang berkuasa, sebagaimana Engels menyimpulkan bahwa eksploitasi kelas dan penindasan seksual terhadap perempuan muncul bersamaan dengan tujuan melayani kepentingan system kepemilikan pribadi dan itu berlaku hingga saat ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Melalui klasifikasi primitifnya Morgan meyimpulkan bahwa system pertalian keluarga mendahului system keluarga namun Morgan juga para pengikutnya masih gagal menggantikan istilah keluarga untuk menggambarkan horde (kelompok atau klan pada jaman pra-keluarga). Disinilah cacat serius dari karya Morgan. Morgan menyatakan bahwa institusi keluarga hadir belakangan di dalam sejarahnya, akan tetapi istilah keluarga muncul pertama kali dari bahasa Roma, Famulus (budak rumah tangga). Problemnya adalah istillah tersebut hadir di dalam jaman peradaban. Sementara keluarga berpasangan mulai hadir dimasa-masa peralihan antara jaman kebuasan dan barbarisme yang berarti tidak ada keluarga pada jaman kebuasan, masa jutaan tahun pertama kehidupan makhluk manusia. Sehingga jelas istillah Morgan tentang keluarga harus direvisi untuk memecahkan persoalan ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Namun Morgan ketika menggambarkan tahap tahap perkembangan klan sebelum munculnya keluarga berpasangan, Morgan terus menggunakan istilah keluarga. Menurutnya periode kehidupan manusia awal adalah keluarga consanguine (keluarga bertalian darah), kemudian keluarga punaluan (pasangan intim atau partner) dan terakhir keluarga berpasangan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Beberapa istilah yang telah dipakai para ahli cendikiawan yang ditujukan untuk masa pra-peradaban merupakan bentuk revisi atas istilah Morgan diatas. Primal horde (gerombolan pengembara pada jaman purba) adalah istilah yang lebih pas untuk menggantikan keluarga consanguine dari Morgan. Istilah primal horde telah dipakai luas dalam menggambarkan kelompok atau beberapa kelompok manusia dan dunia antrophoid misalnya Horde Maternal adalah prototype (bentuk pertama) dari klan maternal yang kemudian berkembang menjadi system klan maternal dan pada perkembangan puncaknya menjadi klan maternal. Perbedaan utama di antara horde dan klan terletak pada kemandirian horde yang tidak berafiliasi dengan horde lainnya. Namun demikian, ketika anggotanya telah saling kenal mengenal dengan anggota dari horde yang lain dan kemudian bergabung maka itu kemudian akan menjadi klan. Jaringan antar klan terdiri dari beberapa phratry dan suku. Sehingga unit masyarakat yang paling awal adalah horde maternal, dan bukan keluarga ayah. Horde maternal ini kemudian berkembang menjadi system klan maternal dan pada puncaknya perkembangannya menghasilkan suku matriarkal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Masih ada istilah Morgan yang perlu di koreksi dan disusun kembali, yakni “keluarga punaluan”. Istilah hubungan ‘cross-cousin’ (persilangan antar sepupu oleh Taylor lebih tepat dipakai untuk merujuk masa pra-keluarga daripada istilah keluarga. Hubungan cross-cousin adalah sebuah system pertukaran pasangan antara dua komunitas yang telah bersepakat dalam hal berhubungan dengan perkawinan. Sekelompok kaka adik baik laki-laki maupun perempuan memilih pasangan kawin dari kelompok kakak adik lainnya, dan demikian pula sebaliknya. System ini berlaku untuk semuanya , pada generasi atau level usia yang sama. Cross-cousin merupakan istilah Taylor yang lebih dihargai sebagai penemuan yang lebih dikenal kemampuannya dalam menjelaskan persoalan keluarga dimasa pra-sejarah, daripada istilah morgan yang menyesatkan, yaitu “perkawinan kelompok”. Kenapa ?, karena perkawinan kelompok lebih bermakna sebatas persetujuan di antara komunitas klan kakak adik (laki-laki dan perempuan bersama) untuk saling memilih pasangan kawin sesuai dengan keinginan mereka sendiri, untuk jangka waktu tertentu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Pada tahap awal dalam system kawin cross-cousin tidak ada aturan tentang keharusan berpindah tempat tinggal bagi salah satu pasangan, juga tidak dikenal cara hidup bersama sebagai suami istri seperti di jaman peradaban sekarang ini. Perempuan tetap tinggal bersama horde atau klan maternalnya dan laki-laki tetap bersama horde atau klannya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Di Polynesia keluarga berpasangan telah muncul disana (bahkan didapati formasi keluarga dengan kepemilikan property). Berkaitan dengan hubungan cross-cousin, mereka yang terlibat di dalamnya hanya bertemu untuk melakukan hubungan seksual. Ahli ahli antropologi menyatakan bahwa kelompok yang masih melakukan perkawinan semacam ini tidak mengenali asal usul bentuk hubungan mereka, yaitu hubungan cross-cousin. Masih di dapati kelompok ini seperti contoh di pulau Trobrian. Oleh Malinowsky menjelaskan mereka yang terlibat di dalam hubungan tersebut adalah beberapa pasang anak muda di dalam rumah pasangan muda, yang di sebut sebagai Bukumatula (rumah bujangan), yang kemudian berkemungkinan mengarah ke perkawinan tetap atau tidak sama sekali. Kepentingan komunitas ini hanya sebatas hubungan seksual. Pasangan berbagi tempat tidur dan tidak lebih dari itu. Jika terjadi hubungan permanen maka bias mengarah pada perkawinan. Artinya mereka yang terlibat dalam hubungan tersebut akan melakukan hubungan seksual secara teratur. Kendati demikian mereka tidak pernah mencari makan bersama, tidak saling melayani, tidak ada kewajiban untuk saling menolong dalam segala hal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Perkembangan lebih jauh dan hubungan cross-cousin ini adalah munculnya praktek tinggal bersama sebagai pasangan. Baik untuk jangka panjang maupun jangka pendek, akhirnya pasangan tersebut pindah dari bukumatula ke tempat tempat tinggal mereka sendiri. Mulai dari sinilah hadir sepasang suami-istri nenek moyang dari keluarga berpasangan. Laki-laki yang sebelumnya orang luar kini tinggal bersama perempuan di dalam klan maternalnya. Ini di sebut sebagai perkawinan matrilokal. Laki-laki menjadi keluarga yang diakui oleh perempuan sebelum mendapat pengakuan dari anak-anak si perempuan, laki laki akan menjadi ayah secara resmi dari anak anak si perempuan jika hubungannya bertahan dan tetap. Perkembangan ini merupakan embrio kelahiran keluarga pasangan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Di dalam keluarga berpasangan, komunitas menyediakan kebutuhan keluarga tersebut, dan melindungi seluruh anggotanya lepas dari soal apakah laki-laki atau perempuan atau keluarga pribadi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Perbedaan mencolok antara tatanan keluarga patriarkhal dan keluarga berpasangan &amp;nbsp;dapat ditemukan di dalam posisi perempuan. Perempuan di dalam masyarakat patriakhal telah dikeluarkan dari produksi social, dan kemudian bergantung hidup pada bantuan laki-laki juga mengabdi sebagai pelayan domestic di dalam keluarga patriakhal. Sementara di sisi lain keluarga berpasangan masih menjadi bagian dari masyarakat komunal dan karenanya tidak menurunkan derajat perempuan. Kepemimpinan dalam produksi, posisi terhormat dalam di dalam penyelesaian persoalan-persoalan komunitas, semuanya masih dipegang oleh kaum perempuan. Termasuk didalamnya kebebasan dan hak yang sama, seperti kebebasan seksual.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Kemunculan kepemilikan pribadi yang dibangun di atas fondasi pertanian, pengumpulan bahan persediaan, pengolahan metal, dan pembagian kerja masyarakat telah menghasilkan kekuatan sosial baru. Berkaitan dengan periode barbarisme, maka pengikatan institusi keluarga berkembang berdampingan dengan perkembangan kepemilikan pribadi ke tangan laki-laki. Engles menjelaskan bahwa anak laki-laki si suami yang kaya mengharuskan mewarisi kekayaan dari sang ayah, sementara fungsi utama seorang istri yang sah adalah melahirkan anak-anak (laki-laki) yang kemudian mewariskan kekayaan tersebut. Perempuan menjadi budak di dalam institusi keluarga yang terkonsolidasi, sebagai pelayan aki-laki kelas kaya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Menurut Morgan sehubungan dengan tahapan sejarah bentuk-bentuk keluarga, maka keluarga patriarkhal berada di urutan pendahulu sebelum keluarga monogami. Akan tetapi di dalam gambaran dasarnya hanya ada perbedaan kecil di antara dua bentuk keluarga tersebut. Karena kedua bentuk keluarga tersebut diciptakan oleh kepentingan kepemilikan pribadi. Di dalam keluarga pathriarkhal laki-laki memiliki beberapa istri, sebagaimana juga ia memiliki gundik dan budak. Ini terjadi pada tahap barbarisme yang berkembang dengan keberadaan aristokrasi pemilik tanah dan daerah-daerah kekuasaan para raja. Namun seiring dengan kebangkitan perkotaan di Negara kota Greco-Roma, keluarga menjadi monogamy. Laki-laki beristri satu yang sah dan anak-anak mereka mewarisi kekayaannya. Lebih jauh lagi ketika gereja Kristen muncul, keluarga dengan system monogamy diperketat mekanisme pengaturannya. Perubahan dari istri banyak menjadi satu istri, tidak berpengaruh besar terhadap karakter keluarga sebagai institusi kelas, karena baik dalam keluarga patriarkhal maupun monogamik, keberadaan perempuan direduksi menjadi kumpulan budak dan sepenuhnya di subordinasikan ke tuan atau pemiliknya. Menurut Engels, sejak dari awalnya monogami adalah monogamy untuk perempuan saja, tapi tidak untuk laki-laki. Itulah warisan yang masih ada hingga sekarang ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Di tahap perkembangan masyarakat kapitalis unsur kecil terakhir dari hubungan keluarga ini dikenal sebagai ”keluarga inti”. Keluarga inti adalah produk akhir dari system kepemilikan pribadi (private property) yang tetap merupakan keluarga patriarkhal monogamy.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Dalam perjuangan pembebasan rakyat dan perempuan dari ketertindasannya maka &amp;nbsp;mulai dari institusi keluarga yang paling inti hingga institusi Negara yang paling besar harus di bebaskan dari system kepemilikan pribadi atas alat alat produksi oleh segelintir orang. Dengan demikian rakyat pada umumnya dan perempuan pada khususnya akan terbebaskan dari cengkraman system ekonomi patriaki dan kapitalisme sekarang ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Bagian II&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Pelarangan terhadap pembahasan sejarah keluarga masih kuat hingga awal dekade 1860-an. Tampaknya dibuat agar keluarga tidak dapat dan mengalami perkembangan sejarah. Ilmu sejarah pada masa masa tersebut diatas masih sepenuh ya berada dibawah pengaruh Lima Kitab Taurat Musa, yang menggambarkan secara jelas bentuk dan keluarga patriarchal yang diterima sebagai bentuk kelurag yang paling tertua. Selain itu sejarah di masa itu meyakini bahwa selain perkawinan monogamy juga terdapat dua bentuk perkawinan lainnya, yaitu poligami di daerah Asia timur dan poliandri di India Tibet.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Sejak tahun 1861 kajian tentang sejaarah keluarga mulai dikembangkan, sejak buku bachofen yang berjudul, Mother Right di terbitkan. Ada beberapa proposisi (rancangan) yang dikembangkan oleh Bachofen di dalam karyanya ;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;1. hubungan seksual promiskuitas (perkawinan tak terbatas) adalah kehidupan awal &amp;nbsp;seksual manusia yang oleh Bachofen dinamakan “hetaerisme”;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;2. di dalam hubungan promiskuitas tidak ditemukan adanya pola pola tertentu yang dianggap sebagai garis ayah atau paternity dan karenanya garis keturunan hanya diletakkan pada garis perempuan;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;3. oleh generasi yang muda kaum perempuan adalah satu-satunya orang tua yang diketahui pasti sebagai ibu mereka disinilah peranan perempuan semakin utuh (gynaeocracy);&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;4. masa-masa di dalam transisi menuju monogami, perempuan dijadikan milik satu laki-laki, yang secara tidak langsung menyatakan pelanggaran terhadap keputusan agama purba, karenanya pelanggaran tersebut harus dibayar, dengan cara menyerahkan perempuan bersangkutan selama jangka waktu tertentu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Bachofen begitu banyak mengumpulkan bukti bukti dalam hal ini kisah-kisah yang sumbernya berasal dari literautr klasik kuno guna mendukung rangkaian proposisinya. Bachofen meyatakan bahwa evolusi dari hetaerisme menuju ke monogamy dan dari hak ibu menjadi hak ayah, terjadi khususnya pada masyarakat yunani. Ini merupakan dampak dari perkembangan konsep religius, yang menyatakan bahwa kehadiran dewa-dewa baru yang mewakili pandangan baru kedalam kelompok tradisional para dewa lama yang mewakili pandangan lama, sehingga kelompok dewa lama akan terdesak oleh kelompok dewa yang mewakili pandangan baru.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Bachofen lalu menyajikan oresteia buah tangan yang ditulis &amp;nbsp;Aeschylus sebagai penafsiran dramatis tentang perjuangan hak ibu melawan kebangkitan hak ayah dan di menangkan oleh hak ayah. Cerita singkatnya seperti dibawah ini Kamrade;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Clytemnestra (istri Agamemnon)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Agamemnon (suami Clytemnestra)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Aegisthus (selingkuhan Agamemnon)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Orestes (anak laki laki Agamemnon dan Clytemnestra)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Apollo dan Athena (dewa pelindung hak Ayah)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Erinyes (dewi pelindung hak Ibu)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Ceritanya dimulai dengan Clytemnestra yang membunuh suaminya, Agamemnon yang baru saja pulang dari perang Troya demi merebut kembali kekasihnya, Aegisthus. Orestes yang setelah di hasut oleh Apollo dengan sabda &amp;nbsp;dewanya dan merupakan anak laki-laki hasil perkawinan dari Clytemnestra &amp;nbsp;dan Agamemnon, membalas dendam kematian ayahnya (Agamemnon) dengan membunuh ibunya (Clytemnestra).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Erinyes : &quot;Kamu Orestes, aku tuntut kamu karena kamu telah membunuh ibumu (matricide), dan kasus ini akan aku bawa ke pengadilan dewa, dasar anak durhaka&quot;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Orestes : &quot;it&#39;s ok..silahkan saja, siapa takut&quot;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Apollo karena telah mengetahui bahwa kasus tersebut akan di sidangkan dia meminta kepada Athena agar menjadi hakim di dalam siding di pengadilan nanti.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Apollo : &quot;Athena besok nanti kamu jadi hakim dikasus pembunuhan Clytemnestra ya&quot;.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Athena : &quot;Siapa pelaku pembunuhannya kawan ?&quot;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Apollo : &quot;Si Orestes, anak Agamemnon itu&quot;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Athena : &quot;Loh, gimana ceritanya?&quot;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Apollo : &quot;Orestes membalas dendam kematian ayahnya yang dibunuh oleh ibunya gara-gara orang ketiga (selingkuhan) gitu, namanya Aegisthus&quot;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Athena : &quot;ohh begitu yahh&quot; (sambil menggeleng-geleng kepala).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Apollo : &quot;bisa nggak?&quot;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Athena : &quot;siap kawan, don&#39;t worry&quot;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Apollo : &quot;Tapi kita harus memenangkan kasus ini loh!&quot;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Athena : &quot;iya santai aja, itu urusanku, Gampang&quot;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Baik Apollo maupun Athena adalah dewa dewa yang mewakili tatanan baru yang berdasarkan hak ayah. Seluruh persoalan ini secara singkat disimpulkan melalui perdebatan diantara Orestes dan Erinyes. Athena mendengarkan perdebatan kedua belah pihak di dalam persidangan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Orestes &amp;nbsp; : Clytemnestra (sambil menunjuk-nunjuk ke Erinyes) &amp;nbsp; telah berbuat kejahatan &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;ganda, dia telah membunuh suaminya sendiri juga telah membunuh ayahku. Dasar orang tua &amp;nbsp;jahat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;(Tiba tiba Erinyes bersuara)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Erinyes &amp;nbsp;: Dengan nada datar dia berkata “Dia membunuh laki-laki yang tidak berhubungan &amp;nbsp; &amp;nbsp;darah” anak tolol.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Apollo kemudian campur tangan untuk membela Orestes dan memanggil dewan juri Athena untuk melakukan pemungutan suara terhadap persoalan tersebut. Sebagai hasilnya, suara untuk menghukum Orestes atau membebaskannya jumlahnya seimbang. Athena sebagai pemimpin sidang menjatuhkan pilihannya dengan berpihak kepada Orestes, dan memenagkan kasus tersebut untuk seorang Orestes.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Pembunuhan terhadap mereka yang tidak berhubungan darah, dan jika yang dibunuh adalah suaminya sendiri, merupakan sesuatu yang dapat dimaafkan, dan bahkan bukan merupakan persoalan Erinyes. Fungsi Erinyes adalah menghukum pembunuhan-pembunuhan yang terjadi antar hubungan darah, dan pembunuhan yang paling kejam diantara pembunuhan yang lain adalah pembunuhan terhadap ibu kandung (matricide).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Bachofen percaya bahwa para dewa tersebut menyajikan mujizat untuk mengalahkan hak ibu, dan menggantikan dengan hak ayah. Akan tetapi konsepsi semacam itu yang meletakkan religi sebagai pengontrol sejarah dunia jelas akan berakhir ke dalam mistisisme murni.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;J.E. Mc.Lenan yang berbeda dengan dengan yang lain. Sungguh bertolak belakang dengan pendahulunya. Berseberangan dengan kejeniusan mistik, Mc Lenan adalah seorang ahli hukum yang meletakkan landasan teorinya diatas fondasi yang rasionalitas untuk menguji juga membela kasus-kasusnya. Mc Lenan menemukan fakta bahwa diantara masyarakat yang hidup di jaman kebuasan, barbarisme, dan bahkan dijaman peradaban terdapat satu bentuk perkawinan tertentu. Pengantin laki-laki agar dapat menikah dengan pengantin perempuan maka dia harus mencari si pengantin perempuan di luar dari kelompoknya artinya pengantin perempuan harus diluar dari sukunya dan sudah tentu berada di dalam suku yang lain. Setelah mendapatkan pasangannya maka si perempuan harus di bawa paksa oleh si laki-laki dari sukunya agar pernikahan dapat di laksanakan. Sementara di dapati fakta juga bahwa laki-laki harus mengambil istri dari kelompoknya sendiri. Mc Lenan menyebut suku yang mengambil istri diluar dari sukunya adalah “eksogami”, dan &amp;nbsp;yang mencari istri dari suku sendiri adalah “endogami”. Untuk perkawinan eksogami Mc Lenan meyakini bahwa hanya dengan penangkapanlah maka para istri itu bisa di dapatkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Kebiasaan membunuh anak-anak perempuan segera setelah melahirkan bisa jadi menyebar luas di antara masyarakat di jaman kebuasan. Kebiasaan semacam ini berakibat meningkatnya jumlah laki-laki di banding perempuan. Sehingga bukanlah suatu keanehan jika seorang perempuan dimiliki oleh beberepa orang laki-laki. Akibat logis dari cara perkawinan seperti ini adalah seorang anak akan tidak tahu persis siapa bapak sebenarnya tetapi lebih tahu tentang siapa ibu sebenarnya, sehingga pertalian keluarga di perhitungkan dari garis ibu dan bukan dari garis laki-laki. Selain itu berkurangnya jumlah perempuan berdampak pada penculikan secara sistematis di dalam suatu suku tertentu, namun demikian tidak menghentikan poliandri. Mengapa demikian ? karena eksogami dan poliandri memiliki dasar persoalan yang sama yaitu keinginan untuk menyeimbangkan jumlah perempuan dan laki-laki sehingga kita harus mengakui bahwa semua ras eksogamis juga telah menjadi poliandri secara bersamaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Namun Mc Lenan dalam beberapa hal juga membuat banyak kekeliruan. Berulang kali dia menyatakan bahwa “garis kekeluargaan hanya melalui perempuan” dan tetap menggunakan konsepsi tersebut pada tahap masyarakat yang lebih lanjut. Padahal pada tahap yang lebih lanjut Mc Lenan juga mengakui pula bahwa juga ada keberadaan dan kekerabatan berdasar pada garis laki-laki, sekalipun garis keturunan dan warisan memang masih diberikan secara eksklusif melalui garis perempuan. Namun suatu fakta yang aneh sebagaimana penjelasan Mc. Lenan di atas karena tak ada suatu daerah pun, atau bahkan di semua tempat yang di ketahui menerapkan eksogami sekaligus dengan system keluarga laki-laki. Yang sudah tentu keduanya tidak bias hidup secara bersama-sama. Akan tetapi teori Mc Lenan disambut baik dan di dukung luas di inggris. Mc Lenan dianggap sebagai penemu sejarah keluarga dan paling mahir di bidang tersebut.. Mc Lenan dapat disebut sebagai pendiri dan pemimpin aliran pra sejarah Inggris yang artinya adalah pemikiran yang baik untuk para ahli pra sejarah hanya dengan merujuk dan pemujaan setinggi-tingginya terhadap teori konstruksi sejarah &amp;nbsp;yang artifisal (palsu) ala Mc Lenan yang dimulai dari pembunuhan bayi-bayi perempuan kemudian poliandri dan perkawinan dengan cara penangkapan sampai akhirnya menjadi keluarga matriarkhal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Betapapun masuk akalnya, teori Mc Lenan ternyata bukanlah penemuan yang baik. Sampai sejauh ini fakta yang ditemukan masih sangat &amp;nbsp;bertentangan dengan konsepsi yang dibangun oleh Mc Lenan sehingga kesimpulan sederhana bahwa “tak ada satu daerah pun atau bahkan disemua tempat yang diketahui, yang menerapkan eksogami sekaligus juga dengan system keluarga laki-laki. Sudah tentu keduanya tak bisa hidup sama-sama” merupakan kritikan tajam bagi teori yang selama ini di bangun oleh Mc Lenan dan juga di sembah oleh para pengikut Lenan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Ketika perhatian kita ditujukan pada persoalan perkawinan, maka semakin banyak bukti yang ditemukan bahwa pada masyarakat terbelakang terdapat bentuk perkawinan umum, sebagaimana dalam tulisan Lubbock, The Origin of Civilization pada tahun 1870 mengakui dimana sejumlah laki-laki dan sejumlah perempuan saling memiliki secara bersama-sama dengan bahasa lain bahwa perkawinan kelompok merupakan suatu fakta sejarah yang di akui oleh Lubbock. Begitu juga Morgan pada tahun 1871 berhasil memberikan bukti baru tentang ‘sistem pertalian keluarga’ yang berlaku di antara masyarakat Iroquois merupakan system yang berlaku juga pada semua masyarakat asli Amerika Serikat serta tersebar luas di seluruh benua amerika. Morgan juga berhasil membuktikan system pertalian keluarga tersebut di beberapa daerah di luar dari suku suku yang ada di benua Amerika, berikut kesimpulan-kesimpulan dari hasil pembuktiannya bahwa :&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;1. System pertalian keluarga juga berlaku di dalam masyarakat Asia, dan Australia juga Afrika yang dimodifikasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;2. Bahwa perkembangan system pertalian keluarga sepenuhnya diperjelas dengan perkawinan kelompok &amp;nbsp;yang mendekati kepunahan di Hawai dan Australia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;3. &amp;nbsp;Bahwa seiring dengan bentuk perkawinan tersebut, maka system pertalian keluarga &amp;nbsp;yang berkembang di pulau-pulau tersebut hanya dapat dijelaskan melalui bentuk perkawinan kelompok yang lebih primitive dan sekarang mengalami kepunahan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Akan tetapi Mc Lenan bersikeras tetap mempertahankan pendapatnya dengan menyatakan bahwa fakta ‘perkawinan kelompok’ hanyalah imajinasi, dan dengan demikian ia sudah ditinggal jauh oleh Bachofen. Morgan juga menemukan fakta lain dalam bentuk komunikasi &amp;nbsp;di dalam masyarakat Indian bahwa orang-orang Indian juga menyapa orang asing atau orang kulit putih dengan brother (saudara laki-laki) atau father (ayah), namun Mc Lenan menyangkal hal tersebut bahwa istillah-istillah yang digunakan tersebut di atas merupakan bentuk sapaan yang tidak bermakna sama sekali, sebagaimana panggilan “Romo” (Father) bagi pendeta katolik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Dalam satu hal masih ada yang belum dipatahkan dari pemikiran Mc Lenan, yaitu antitesis di antara “suku” eksgamus dan endogamus. Antitesis itu sendiri menyatakan tentang keberadaan dua tipe suku yang masing masing berdiri sendiri tanpa saling terkait, yaitu suku-suku yang mengambil istri-istrinya dari dalam suku, dan tipe kedua &amp;nbsp;yang hanya mengambil istri-istrinya dari luar suku.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Pada tahun 1871 Morgan menuliskan kesimpulannya dengan samar-samar, maka dalam bukunya Ancient Society (1877) di kembangkan dengan penuh keyakinan. Morgan menemukan fakta bahwa pada kurun waktu tertentu terjadi praktek perkawinan sekaum (gente). Di dalam gente tidak diperbolehkan adanya perkawinan dengan sesama anggota. Namun praktek mengambil istri dari dalam kaum sendiri bisa terjadi, dan dalam kenyataan hal seperti itu memang berlangsung. Karena ada larangan untuk beristri dari dalam kaum sendiri maka laki-laki harus mengambil istri dari luar gente mereka. Dengan demikian gente itu sendiri benar benar eksogamus maka kesukuan yang terdiri dari gente-gente malah benar-benar endogamus.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Kini penemuan Morgan secara umum telah di akui, atau bahkan di anggap lebih tepat oleh para ahli pra sejarah Inggris. Namun demikian hampir tidak seorang pun dari mereka (Mc Lenan) bersedia secara terbuka mengakui bahwa kita berhutang pada Morgan atas Revolusi gagasannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;sumber &lt;a href=&quot;http://pembebasanjogja.blogspot.com/2014/02/rangkuman-untuk-pengatar-sederhana-asal.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;KLIK DISINI&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4268448123317699163/posts/default/2394186772071124983'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4268448123317699163/posts/default/2394186772071124983'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ramchesmerdeka.blogspot.com/2014/06/asal-usul-keluarga-kepemilikan-pribadi.html' title='Asal Usul Keluarga, Kepemilikan Pribadi dan Negara'/><author><name>Ramches Merdeka</name><uri>https://plus.google.com/103384315644688268342</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-VM-GRqiDrDI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAEp4/G24C2-pKENY/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/-Stl_ZBpgWOw/U6my_PcOcDI/AAAAAAAAEfo/qgjzVryyqxI/s72-c/asal-usul-keluarga-kepemilikan-pribadi-dan-negara.jpg" height="72" width="72"/><georss:featurename>Hong Kong</georss:featurename><georss:point>22.396428 114.10949700000003</georss:point><georss:box>21.9265115 113.46405000000003 22.8663445 114.75494400000004</georss:box><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1"/><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4268448123317699163.post-667159897124015638</id><published>2014-06-23T14:25:00.001+07:00</published><updated>2015-01-25T21:55:58.350+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Seni"/><title type='text'>Jejak Suara - Wiji Thukul</title><content type='html'>&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://2.bp.blogspot.com/-n7jVJaCXPxg/U6fWG5pvpPI/AAAAAAAAEfU/2GW5twJ0Lg0/s1600/jejak-suara-wiji-thukul.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Puisi Wiji Thukul&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;http://2.bp.blogspot.com/-n7jVJaCXPxg/U6fWG5pvpPI/AAAAAAAAEfU/2GW5twJ0Lg0/s1600/jejak-suara-wiji-thukul.jpg&quot; height=&quot;504&quot; title=&quot;Jejak Suara - Wiji Thukul&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif; font-size: large;&quot;&gt;Ucapkan Kata-katamu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;jika kau tak sanggup lagi bertanya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;kau akan ditenggelamkan keputusan-keputusan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;jika kau tahan kata-katamu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;mulutmu tak bisa mengucapkan apa maumu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;terampas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;kau akan diperlakukan seperti batu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;dibuang dipungut&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;atau dicabut seperti rumput&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;atau menganga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;diisi apa saja menerima&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;tak bisa ambil bagian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;jika kau tak berani lagi bertanya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;kita akan jadi korban keputusan-keputusan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;jangan kau penjarakan ucapanmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;jika kau menghamba kepada ketakutan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;kita memperpanjang barisan perbudakan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;kemasan-kentingan-sorogenen&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;-----------------------------------------------------&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Nyanyian Kesesakan&lt;/span&gt;l&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;dalam kesesakan aku menyanyi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;menggedor malam yang miskin cahaya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;di kegelapan malam yang makin menekan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;aku memburu kebebasan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;dari waktu yang bisu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;kuterima kabar buruk melulu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;hari-hari makin rawan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;sia-sia kau mencari ketentraman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;di hari-hari penuh ancaman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;sia-sia kau cari aman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;mari kita bangun jalan perlawanan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;--------------------------------------------------&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif; font-size: large;&quot;&gt;Suti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Suti tidak kerja lagi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;pucat ia duduk dekat amben-nya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Suti di rumah saja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;tidak ke pabrik tidak ke mana-mana&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Suti tidak ke rumah sakit&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;batuknya memburu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;dahaknya berdarah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;tak ada biaya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Suti kusut-masai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;di benaknya menggelegar suara mesin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;kuyu matanya membayangkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;buruh-buruh yang berangkat pagi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;pulang petang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;hidup pas-pasan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;gaji kurang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;dicekik kebutuhan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Suti meraba wajahnya sendiri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;tubuhnya makin susut saja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;makin kurus menonjol tulang pipinya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;loyo tenaganya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;bertahun-tahun dihisap kerja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Suti batuk-batuk lagi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;ia ingat kawannya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Sri yang mati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;karena rusak paru-parunya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Suti meludah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;dan lagi-lagi darah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Suti memejamkan mata&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;suara mesin kembali menggemuruh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;bayangan kawannya bermunculan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Suti menggelengkan kepala&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;tahu mereka dibayar murah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Suti meludah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;dan lagi-lagi darah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Suti merenungi resep dokter&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;tak ada uang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;tak ada obat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;solo, 27 februari 88&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;-------------------------------------------&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Ceritakanlah Ini Kepada Siapa Pun&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;panas campur debu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;terbawa angin ke mana-mana&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;koran hari ini memberitakan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;kedungombo menyusut kekeringan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;korban pembangunan dam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;muncul kembali ke permukaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;tanah-tanah bengkah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;pohon-pohon besar malang-melintang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;makam-makam bangkit dari ingatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;mereka yang dulu diam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;kali ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;cerita itu siapa akan membantah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;dasar waduk ini dulu dusun rumah-rumah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;waktu juga yang menyingkap&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;retorika penguasa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;walau senjata ditodongkan kepadamu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;walau sepatu di atas kepalamu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;di atas kepalaku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;di atas kepala kita&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;ceritakanlah ini kepada siapa pun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;sebab cerita ini belum tamat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;solo, 30 agustus 91&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;-----------------------------------------------&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Kampung&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;bila pagi pecah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;mulailah sumpah serapah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;anak dipisuhi ibunya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;suami istri ribut-ribut&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;bila pagi pecah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;mulailah sumpah serapah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;kiri kanan ribut&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;anak-anak menangis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;suami istri bertengkar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;silih berganti dengan radio&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;orang-orang bergegas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;rebutan sumur umum&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;lalu gadis-gadis umur belasan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;keluar kampung menuju pabrik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;pulang petang bermata kusut&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;keletihan menjalani hidup&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;tanpa pilihan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;dan anak –anak terus lahir berdesakan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;tak mengerti rumahnya di pinggir selokan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;bermain di muka genangan sampah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;di belakang tembok-tembok&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;menyumpal gang-gang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;berputar dalam bayang-bayang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;mencari tanah lapang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;solo, sorogenen, juli 1988&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;----------------------------------------------&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Apa Guna&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Apa gunanya punya ilmu tinggi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Kalau hanya untuk mengibuli&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Apa gunanya banyak baca buku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Kalau mulut kau bungkam melulu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Di mana-mana moncong senjata&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;berdiri gagah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;kongkalikong&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Dengan kaum cukong&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Di desa-desa rakyat dipaksa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Menjual tanah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Tapi, tapi, tapi, tapi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Dengan harga murah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Apa gunanya punya ilmu tinggi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Kalau hanya untuk mengibuli&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Apa gunanya banyak baca buku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Kalau mulut kau bungkam melulu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;-------------------------------------------&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Catatan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;jauh hari sebelum kedua clash dalam sejarah kita&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;rakyat adalah tulang punggung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;tiang utama majapahit mataram dan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;tulang belulang segala monumen peringatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;tembok raksasa cina piramid mesir serta borobudur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;buku sejarah mana cukup halaman catatannya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;sejarah selalu penuh nama-nama pujangga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;raja dan pahlawan-pahlawan gugur demi bangsa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;tetapi tak pernah lengkap&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;di zaman kerja paksa rakyat membikin anyer-panarukan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;dengan air mata bangkainya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;di zaman romusha jepang menanam kapas dengan tangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;rakyat kita&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;dalam dua perang dunia tak tahu apa-apa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;pada upacara kemerdekaan bangsa kita selalu kita&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;sebut nama-nama agung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;tetapi sejarah tahu berapa juta ember darah siapa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;ditenggak sudah demi hidup&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;hari ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;marilah kita berdoa demi arwah!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Amin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;--------------------------------------------------------&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;TUJUAN KITA SATU IBU&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;kutundukkan kepalaku,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;bersama rakyatmu yang berkabung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;bagimu yang bertahan di hutan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;dan terbunuh di gunung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;di timur sana&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;di hati rakyatmu,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;tersebut namamu selalu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;di hatiku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;aku penyair mendirikan tugu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;meneruskan pekik salammu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&quot;a luta continua.&quot;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;kutundukkan kepalaku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;kepadamu kawan yang dijebloskan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;ke penjara negara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;hormatku untuk kalian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;sangat dalam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;karena kalian lolos dan lulus ujian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;ujian pertama yang mengguncangkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;kutundukkan kepalaku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;kepadamu ibu-bu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;hukum yang bisu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;telah merampas hak anakmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;tapi bukan hanya anakmu ibu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;yang diburu dianiaya difitnah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;dan diadili di pengadilan yang tidak adil ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;karena itu aku pun anakmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;karena aku ditindas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;sama seperti anakmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;kita tidak sendirian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;kita satu jalan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;tujuan kita satu ibu:pembebasan!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;kutundukkan kepalaku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;kepada semua kalian para korban&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;sebab hanya kepadamu kepalaku tunduk&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;kepada penindas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;tak pernah aku membungkuk&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;aku selalu tegak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;4 Juli 1997&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;------------------------------------------------------&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Ibunda&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;ibunda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;akhirnya menjengukku juga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;datang ke penjara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;dari kampung ke ibukota&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;melihat anak tersayang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;babak belur dianiaya tentara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;ibunda akhirnya angkat bicara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;menggugat tuan jaksa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;yang menjebloskan anaknya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;berbulan-bulan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;di penjara negara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;tak jelas pasal kesalahannya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;kejahatan apakah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;yang direncanakan oleh anaknya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;hingga kalian pukuli dia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;siang malam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;seperti anjing-anjing liar saja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;kejahatan macam apakah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;yang dijalani oleh anakku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;hingga kalian main strom seenaknya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;sampai anakku demam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;tinggi suhu tubuh badannya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;durhaka apakah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;yang diperbuat oleh anakku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;hingga tubuhnya mati rasa kalian siksa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;hak istimewa apakah yang kalian miliki&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;begitu sewenang-wenang kalian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;main hakim menjalankan pengadilan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;tanpa undang-undang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;undang-undang apakah yang kalian praktikkan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;tuan jaksa jawab tuan jaksa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;undang-undang mana bikinan siapa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;yang mengizinkan pejabat negara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;menganiaya rakyat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;dan menginjak hak-haknya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;tuan jaksa jawab tuan jaksa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;tanyakan kepada para ibunda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;di mana pun juga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;siapa rela&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;bila anaknya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;terancam keselamatan jiwanya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;tuan jaksa jawab tuan jaksa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;tanyakan kepada para ibunda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;siapa saja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;siapa rela&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;melihat si jantung hati darah dagingnya dicederai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;biar pun yang melakukannya penguasa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;maka sekalian aku menempuh bahaya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;demi keadilan si buah hati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;aku menuntut&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;tuan jaksa – bebaskan dia!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;16 november 96&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;----------------------------------------------------------&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif; font-size: large;&quot;&gt;PERINGATAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Jika rakyat pergi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Ketika penguasa pidato&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Kita harus hati-hati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Barangkali mereka putus asa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Kalau rakyat bersembunyi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Dan berbisik-bisik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Ketika membicarakan masalahnya sendiri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Penguasa harus waspada dan belajar mendengar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Bila rakyat berani mengeluh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Itu artinya sudah gawat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Dan bila omongan penguasa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Tidak boleh dibantah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Kebenaran pasti terancam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Apabila usul ditolak tanpa ditimbang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Suara dibungkam kritik dilarang tanpa alasan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Dituduh subversif dan mengganggu keamanan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Maka hanya ada satu kata: lawan!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;(1986)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;-----------------------------------------------------&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;BONGKAR&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;bongkar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;telanjangi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;tangkap jangan dilepas lagi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;kita selalu sembunyi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;selalu ada alasan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;membenarkan diam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;selalu cari alasan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;menghindar mengatakan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;kita tenggelam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;ditimbun dalih-dalih membenarkan pembangunan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;melihat korban-korban&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;tak bersaksi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;melihat korban-korban&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;hanya melihat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;kita selalu cari keselamatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;aman mapan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;cuci tangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;membiarkan semua berjalan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;mari telanjangi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;bongkar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;jangan mau lagi alasan-alasan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;tanya! tanya!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;-------------------------------------------------------&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif; font-size: large;&quot;&gt;MAKIN TERANG BAGI KAMI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;tempat pertemuan kami sempit&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;bola lampu kecil cahaya sedikit&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;tapi makin terang bagi kami&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;tangerang - solo - jakarta kawan kami&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;kami satu : buruh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;kami punya tenaga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;tempat pertemuan kami sempit&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;di langit bintang kelap-kelip&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;tapi makin terang bagi kami&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;banyak pemogokan di sanasini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;tempat pertemuan kami sempit&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;tapi pikiran ini makin luas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;makin terang bagi kami&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;kegelapan disibak tukar-pikiran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;kami satu : buruh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;kami punya tenaga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;tempat pertemuan kami sempit&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;tanpa buah cuma kacang dan air putih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;tapi makin terang bagi kami&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;kesadaran kami tumbuh menyirami&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;kami satu : buruh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;kami punya tenaga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;jika kami satu hati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;kami tahu mesin berhenti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;sebab kami adalah nyawa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;yang menggerakkannya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Bandung 21 mei 1992&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;--------------------------------------------&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Riwayat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;- untuk r&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;sungai ini merah dulu airnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;oleh genangan darah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;kakek nenek kami&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;sungai ini berbuncah dulu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;oleh perlawanan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;disambut letusan peluru&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;bangkai-bangkai mengapung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;hanyut dibawa arus ke hilir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;bangkai kakek nenek kami&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;bangkai-bangkai jepang mengambang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;dibabat parang kakek nenek kami&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;demi hutan tanah air&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;ibu bumi kami&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;gagah berani&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;kakek nenek kami&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;menyerahkan riwayatnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;pada batang-batang pohon&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;sebesar seratus dekapan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;pada sampan-sampan lincah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;dari hulu ke hilir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;memburu dada penjajah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;bukan siapa-siapa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;kakek nenek kamilah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;yang merebut tanah air&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;tanyakan kepada yang mampu membaca&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;tanyakan kepada yang tak pura-pura buta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;siapa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;sekarang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;saat aku berdiri di tepi sungai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;yang mahaluas ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;kusaksikan hutan-hutan roboh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;dan kayu-kayu gelondong berkapal-kapal itu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;akan diangkut kemana&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;siapa punya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;riwayat kita pahit di mulut&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;getir diucap buram di mata&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;akankah berhanti riwayat sampai di sini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;1997&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;--------------------------------------------------&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Negeri Ini Milikmu Cuma Tanah Air&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;bulan malam membuka mataku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;merambati wuwungan rumah-rumah bambu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;yang rendah dan yang miring&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;di muka parit yang suka banjir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;membayangkan masa depanmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;rumah-rumah bambu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;yang rendah dan yang miring&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;lentera minyak gemetar merabamu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;pengembara o pengembara yang nyenyak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;bulan malam menggigit batinku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;mulutnya lembut seperti pendeta tua&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;mengulurkan lontar nasibmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;o tanah-tanah yang segera rata&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;berubahlah menjadi pabrik-pabrik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;kita pun lalu kembali bergerak seperti jamur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;liar di pinggir-pinggir kali&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;menjarah tanah-tanah kosong&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;mencari tanah pemukiman di sini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;beranak cucu melahirkan anak suku-suku terasing&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;yang akrab dengan peluh dan matahari&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;di tanah negeri ini milikmu cuma tanah air&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;-------------------------------------------------------&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif; font-size: large;&quot;&gt;TENTANG SEBUAH GERAKAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;tadinya aku pengin bilang:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;aku butuh rumah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;tapi lantas kuganti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;dengan kalimat:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;setiap orang butuh tanah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;ingat: setiap orang!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;aku berpikir tentang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;sebuah gerakan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;tapi mana mungkin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;aku nuntut sendirian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;aku bukan orang suci&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;yang bisa hidup dari sekepal nasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;dan air sekendi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;aku butuh celana dan baju&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;untuk menutup kemaluanku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;aku berpikir tentang gerakan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;tapi mana mungkin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;kalau diam?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;------------------------------------------&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Monumen Bambu Runcing&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;monumen bambu runcing&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;di tengah kota&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;menuding dan berteriak merdeka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;di kakinya tak jemu juga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;pedagang kaki lima berderet-deret&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;walau berulang-ulang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;dihalau petugas ketertiban&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;semarang, 1 maret 86&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;--------------------------------------------------------&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Syair Keadaan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;kalimat-kalimat kotor&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;menghambur dalam gelap&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;membawa bau minuman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;keringat tengik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;dan kesumpekan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;ibu-ibu megap-megap&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;mengurus dapur suami dan anaknya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;harga barang-barang kebutuhan makin tinggi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;kaum penganggur sambung-menyambung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;berbaris setiap hari&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;dan parpol-parpol&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;sibuk sendiri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;mengurus entah apa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;leleran keringat dan kacaunya pikiran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;keputusasaan dan harapan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;yang dipompakan iklan-iklan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;siang malam membikin tegang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;dan disana kaum tani&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;dipaksakan menyerahkan tanahnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;dan disana pabrik-pabrik memecat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;buruhnya, memanggil tentara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;karena ada aksi mogok&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;di depan kantornya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;dan parpol-parpol&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;sibuk sendiri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;mengurus entah apa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;hujan turun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;got-got meluap&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;banjir datang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;bingunglah rakyat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;gunung-gunung digunduli&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;hutan-hutan dibabati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;cukong-cukong kongkalikong&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;para birokrat mengantongi uang komisi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;karena memberi lisensi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;dan para pemilik modal besar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;terus mengaduk-aduk&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;menguras mengisap isi perut bumi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;dan parpol-parpol&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;halo!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;selamat pagi!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;hujan turun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;got-got meluap banjir datang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;menenggelamkan rumah-rumah rakyat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;dan parpol-parpol&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;hallo!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;kita nanti ketemu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;dalam Pemilu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;lima tahun lagi!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Solo, Jagalan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Kalangan, 02-02, 1989.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;---------------------------------------------------&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif; font-size: large;&quot;&gt;Kemerdekaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;kemerdekaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;mengajarkan aku berbahasa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;membangun kata-kata&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;dan mengucapkan kepentingan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;kemerdekaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;mengajar aku menuntut&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;dan menulis surat selebaran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;kemerdekaanlah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;yang membongkar kuburan ketakutan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;dan menunjukkan jalan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;kemerdekaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;adalah gerakan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;yang tak terpatahkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;kemerdekaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;selalu di garis depan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Solo, 27-12-1988&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4268448123317699163/posts/default/667159897124015638'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4268448123317699163/posts/default/667159897124015638'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ramchesmerdeka.blogspot.com/2014/06/jejak-suara-wiji-thukul.html' title='Jejak Suara - Wiji Thukul'/><author><name>Ramches Merdeka</name><uri>https://plus.google.com/103384315644688268342</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-VM-GRqiDrDI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAEp4/G24C2-pKENY/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/-n7jVJaCXPxg/U6fWG5pvpPI/AAAAAAAAEfU/2GW5twJ0Lg0/s72-c/jejak-suara-wiji-thukul.jpg" height="72" width="72"/><georss:featurename>Surabaya, East Java, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-7.2642396 112.74557879999998</georss:point><georss:box>-7.2642396 112.74557879999998 -7.2642396 112.74557879999998</georss:box><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1"/><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4268448123317699163.post-6890479859629889316</id><published>2014-06-23T13:54:00.000+07:00</published><updated>2014-12-29T18:30:44.343+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Seni"/><title type='text'>Aku Masih Utuh dan Kata-kata Belum Binasa – Wiji Thukul</title><content type='html'>&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://3.bp.blogspot.com/-UbTEM2LTR9o/U6fOvXD-X-I/AAAAAAAAEfE/N8aMyHRAy98/s1600/aku-masih-utuh-dan-kata-kata-belum-binasa.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Aku Masih Utuh dan Kata-kata Belum Binasa – Wiji Thukul&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;http://3.bp.blogspot.com/-UbTEM2LTR9o/U6fOvXD-X-I/AAAAAAAAEfE/N8aMyHRAy98/s1600/aku-masih-utuh-dan-kata-kata-belum-binasa.jpg&quot; height=&quot;364&quot; title=&quot;Wiji Thukul&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Aku Masih Utuh dan Kata-kata Belum Binasa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;aku bukan artis pembuat berita&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;tapi aku memang selalu kabar buruk buat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;penguasa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;puisiku bukan puisi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;tapi kata-kata gelap&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;yang berkeringat dan berdesakan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;mencari jalan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;ia tak mati-mati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;meski bola mataku diganti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;ia tak mati-mati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;meski bercerai dengan rumah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;ditusuk-tusuk sepi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;ia tak mati-mati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;telah kubayar yang dia minta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;umur-tenaga-luka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;kata-kata itu selalu menagih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;padaku ia selalu berkata&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;kau masih hidup&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;aku memang masih utuh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;dan kata-kata belum binasa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;(Wiji Thukul.18 juni 1997)&lt;/span&gt;</content><link rel="related" href="http://ramchesmerdeka.blogspot.com/2014/06/aku-masih-utuh-dan-kata-kata-belum.html" title="Aku Masih Utuh dan Kata-kata Belum Binasa – Wiji Thukul"/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4268448123317699163/posts/default/6890479859629889316'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4268448123317699163/posts/default/6890479859629889316'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ramchesmerdeka.blogspot.com/2014/06/aku-masih-utuh-dan-kata-kata-belum.html' title='Aku Masih Utuh dan Kata-kata Belum Binasa – Wiji Thukul'/><author><name>Ramches Merdeka</name><uri>https://plus.google.com/103384315644688268342</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-VM-GRqiDrDI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAEp4/G24C2-pKENY/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/-UbTEM2LTR9o/U6fOvXD-X-I/AAAAAAAAEfE/N8aMyHRAy98/s72-c/aku-masih-utuh-dan-kata-kata-belum-binasa.jpg" height="72" width="72"/><georss:featurename>Jakarta, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-6.2087634 106.84559899999999</georss:point><georss:box>-6.2087634 106.84559899999999 -6.2087634 106.84559899999999</georss:box><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1"/><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4268448123317699163.post-4242567775469444281</id><published>2014-06-23T13:29:00.000+07:00</published><updated>2014-06-23T13:29:08.666+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Seni"/><title type='text'>Tribute To Wiji</title><content type='html'>&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://1.bp.blogspot.com/-t_m7eeCyWFs/U6fI0vDYC6I/AAAAAAAAEe0/5D5n-m0chg0/s1600/tribute-to-wiji.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Puisi Wiji Thukul&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;http://1.bp.blogspot.com/-t_m7eeCyWFs/U6fI0vDYC6I/AAAAAAAAEe0/5D5n-m0chg0/s1600/tribute-to-wiji.jpg&quot; height=&quot;640&quot; title=&quot;Tribute To Wiji&quot; width=&quot;444&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: xx-small;&quot;&gt;Tribute to wiji&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;apa penguasa kira&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;rakyat hidup di hari ini saja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;apa penguasa kira&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;ingatan bisa dikubur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;dan dibendung dengan moncong tank&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;apa penguasa kira&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;selamanya ia berkuasa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;tidak!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;tuntutan kita akan lebih panjang umur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;ketimbang usia penguasa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;derita rakyat selalu lebih tua&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;walau penguasa baru naik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;mengganti penguasa lama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;umur derita rakyat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;panjangnya sepanjang umur peradaban&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;umur penguasa mana&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;pernah melebihi tuanya umur batu akik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;yang dimuntahkan ledakan gunung berapi?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;ingatan rakyat serupa bangunan candi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;kekejaman penguasa setiap jaman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;terbaca di setiap sudut dan sisi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;yang menjulang tinggi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;(puisi pelarian wiji thukul)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;-----------------------------------------------------------------------------&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Kuburan Purwoloyo&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;di sini terbaring&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;mbok Cip&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;yang mati di rumah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;karena ke rumah sakit&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;tak ada biaya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;di sini terbaring&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;pak Pin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;yang mati terkejut&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;karena rumahnya tergusur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;di tanah ini terkubur orang-orang yang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;sepanjang hidupnya memburuh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;terhisap dan menanggung hutang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;di sini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;gali-gali&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;tukang becak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;orang-orang kampung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;yang berjasa dalam setiap Pemilu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;terbaring&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;dan keadilan masih saja hanya panji&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;di sini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;kubaca kembali&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;: sejarah kita belum berubah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Jagalan, kalangan solo, 25 oktober 88&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;----------------------------------------------------------------------------------&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: large;&quot;&gt;Sajak Kota&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;kota macam apa yang kita bangun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;mimpi siapa yang ditanam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;di benak rakyat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;siapa yang merencanakan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;lampu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;lampu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;menyibak jalan raya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;jalan raya dilicinkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;diaspal oleh uang rakyat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;motor-motor mulus meluncur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;merek-merek iklan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;merek-merek iklan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;di atap gedung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;menyala&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;berjejer-jejer&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;toko roti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;toko sepatu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;berjejer-jejer&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;salon-salon kecantikan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;siapa merencanakan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;nasib rakyat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;----------------------------------------------------------------------------------------&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: large;&quot;&gt;Batas Panggung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;kepada para pelaku&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;ini adalah daerah kekuasaan kami&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;jangan lewati batas itu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;jangan campuri apa yang terjadi di sini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;karena kalian penonton&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;kalian adalah orang luar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;jangan rubah cerita yang telah kami susun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;jangan belokkan jalan cerita yang telah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;kami rencanakan karena&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;kalian adalah penonton&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;kalian adalah orang luar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;kalian harus diam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&amp;nbsp;panggung seluas ini hanya untuk kami&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;apa yang terjadi d sini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;jangan ditawar-tawar lagi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;panggung seluas ini hanya untuk kami&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;jangan coba bawa pertanyaan-pertanyaan berbahaya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;ke dalam permainan ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;panggung seluas ini hanya untuk kami&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;kalian harus bayar kami untuk membiayai apa yang kami kerjakan di sini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;biarkan kami menjalankan kekuasaan kami&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;tontonlah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;tempatmu di situ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&amp;nbsp;solo, 21 november 91&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;----------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: large;&quot;&gt;Gunungbatu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;gunungbatu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;desa yang melahirkan laki-laki&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;kuli-kuli perkebunan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;seharian memikul kerja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;setiap pagi makin bungkuk&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;dijaga mandor dan traktor&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;delapan ratus gaji sehari&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;di rumah ditunggu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;gunung batu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;desa yang melahirkan laki-laki&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;pencuri-pencuri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;menembak binatang di hutan lindung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;mengambil telur penyu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;di pantai terlarang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;demi piring nasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;kehidupan sehari-hari&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;gunungbatu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;desa terpencil jawa barat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;dipagari hutan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;dibatasi pantai-pantai cantik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;ujung genteng, cibuaya, pangumbhan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;sulit transportasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;-jakarta dekat-&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;sulit komunikasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;sejarah gunungbatu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;sejarah kuli-kuli&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;sejak jaman kolonial&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;sampai republik merdeka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;sejarah gunungbatu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;sejarah kuli-kuli&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;gunungbatu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;masih di tanah air ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;november 87&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;-------------------------------------------------------------------------------&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: large;&quot;&gt;Derita Sudah Naik Seleher&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;kaulempar aku dalam gelap&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;hingga hidupku menjadi gelap&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;kausiksa aku sangat keras&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;hingga aku makin mengeras&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;kau paksa aku terus menunduk&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;tapi keputusan tambah tegak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;darah sudah kau teteskan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;dari bibirku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;luka sudah kau bilurkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;ke sekujur tubuhku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;cahaya sudah kau rampas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;dari biji mataku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;derita sudah naik seleher&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;kau&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;menindas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;sampai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;di luar batas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;17 november 96&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;-----------------------------------------------------------------------------------&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: large;&quot;&gt;Puisi Sikap&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;maunya mulutmu bicara terus&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;tapi tuli telingamu tak mau mendengat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;maumu aku ini jadi pendengar terus&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;bisu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;kamu memang punya tank&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;tapi salah besar kamu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;kalau karena itu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;aku lantas manut&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;andai benar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;ada kehidupan lagi nanti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;setelah kehidupan ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;maka akan kuceritakan kepada semua makhluk&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;bahwa sepanjang umurmu dulu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;telah kuletakkan rasa takut itu ditumitku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;dan kuhabiskan hidupku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;untuk menentangmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;hei penguasa zalim&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;24 Januari 1997&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;--------------------------------------------------------------------------------&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: large;&quot;&gt;Kepada Ibuku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;I&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Ibu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;aku tidak punya data komplit tentang ketidakadilan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;hanya mataku terpukau di hingar jalan raya aspalan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;kendaraan bikinan jepang itali amerika laju&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;tetapi abang-abang becak disingkirkan oleh kebijaksanaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;pembangunan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Ibu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;di dadamu subur aku melihat ladang-ladang tebu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;tetapi petani ditipu pabrik gula&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;dan jakarta seperti paris penuh honda suzuki mercy jimny&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;udara kotor jalan macet&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;tetapi mengapa abang-abang becak disingkirkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;oleh kebijaksanaan pembangunan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Gali-gali dibunuh mati koruptor korupsi hidup aman sentosa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;sehat wal afiat seperti sediakala&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;dan radio kita semakin sering warta berita:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;pembangunan di Indonesia berkembang pesat dan jauh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;dibandingkan ketika kami berkunjung kemari tahun lalu,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;demikian menurut menteri luar negeri Anu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;saksikanlah di layar televisi republik indonesia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;petani-petani panen padi palawija wajahnya riang gembira&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;sementara kampanye sebelum pemilu semakin galak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;II&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;siapa boleh tinggal di tanah Ibu ini?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;tentu saja siapa yang sanggup membayar hukum&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;dan membeli surat izin dagang anakku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;lalu bagaimana dengan saudara-saudaraku yang tak mampu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;gampang nak, ikutlah kb jangan banyak anak, ini penting&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;demi hidup masa depan sejahtera&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;boleh pilih tinggal di tanah negara atau transmigrasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;keluar jawa atau&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;silakan jadi kere&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;jangan takut lapar nak! kota adalah gudang pangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;bebas digenggam siapa pun yang tega hati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;---------------------------------------------------------&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Busuk&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;derita sudah matang bung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;bahkan busuk&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;: tetap di telan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;17 Nopember 96&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;-----------------------------------------------------------------&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Tanpa Judul&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;kuterima kabar dari kampung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;rumahku kalian geledah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;buku-bukuku kalian jarah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;tapi aku ucapkan banyak terima kasih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;karena kalian telah memperkenalkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;sendiri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;pada anak-anakku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;kalian telah mengajar anak-anakku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;membentuk makna kata penindasan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;sejak dini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;ini tak diajarkan di sekolahan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;tapi rezim sekarang ini memperkenalkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;kepada semua kita&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;setiap hari di mana-mana&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;sambil nenteng-nenteng senapan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;kekejaman kalian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;adalah bukti pelajaran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;yang tidak pernah ditulis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;11 agustus 96&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;---------------------------------------------------&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: large;&quot;&gt;P E N Y A I R&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;jika tak ada mesin ketik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;aku akan menulis dengan tangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;jika tak ada tinta hitam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;aku akan menulis dengan arang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;jika tak ada kertas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;aku akan menulis pada dinding&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;jika aku menulis dilarang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;aku akan menulis dengan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;tetes darah!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;sarang jagat teater&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;19 januari 1988&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;---------------------------------------------&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: large;&quot;&gt;Lingkungan Kita si Mulut Besar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;lingkungan kita si mulut besar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;dihuni lintah-lintah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;yang kenyang menghisap darah keringat tetangga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;dan anjing-anjing yang taat beribadah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;menyingkiri para panganggur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;yang mabuk minuman murahan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;lingkungan kita si mulut besar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;raksasa yang membisu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;yang anak-anaknya terus dirampok&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;dan dihibur film-film kartun amerika&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;perempuannya disetor&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;ke mesin-mesin industri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;yang membayar murah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;lingkungan kita si mulut besar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;sakit perut dan terus berak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;mencret oli dan logam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;busa dan plastik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;dan zat-zat pewarna yang merangsang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;menggerogoti tenggorokan bocah-bocah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;yang mengulum es&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;limapuluh perak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;kampung kalangan-solo, desember 1991&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;---------------------------------------------------&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Lumut&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;dalam gang pikiranku menggumam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;seperti kemarin saja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;kini los rumah yang dulu kami tempati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;jadi bangunan berpagar tembok tinggi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;aku jalan lagi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;melewati rumah yang pernah disewa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Riyanto buruh kawan sekerjaku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;ke mana lagi dia sekeluarga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;rumah itu kini gantian di sewa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;keluarga mbak Nina&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;kampung ini tak memiliki tanah lapang lagi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;tanah-tanah kosong sudah dibeli orang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;dalam gang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;setengah gelap setengah terang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;aku menemukan perumpamaan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;kita ini lumut&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;menempel di tembok-tembok bangunan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;berkembang di pingir-pinggir selokan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;di musim kemarau kering&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;diterjang banjir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;tetap hidup&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;kalau keadaan berubah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;perumpamaan boleh berubah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;menurutmu sendiri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;kita ini siapa?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;kalangan solo, 8 februari 91&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;----------------------------------&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Satu Mimpi Satu Barisan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;di lembang ada kawan sofyan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;jualan bakso kini karena dipecat perusahaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;karena mogok karena ingin perbaikan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;karena upah ya karena upah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;di ciroyom ada kawan sodiyah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;si lakinya terbaring di amben kontrakan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;buruh pabrik teh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;terbaring pucet dihantam tipes&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;ya dihantam tipes&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;juga ada neni&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;kawan bariyah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;bekas buruh pabrik kaos kaki&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;kini jadi buruh di perusahaan lagi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;dia dipecat ya dia dipecat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;kesalahannya : karena menolak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;diperlakukan sewenang-wenang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;di cimahi ada kawan udin buruh sablon&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;kemarin kami datang dia bilang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;umpama dironsen pasti nampak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;isi dadaku ini pasti rusak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;karena amoniak ya amoniak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;di cigugur ada kawan siti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;punya cerita harus lembur sampai pagi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;pulang lunglai lemes ngantuk letih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;membungkuk 24 jam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;ya 24 jam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;di majalaya ada kawan eman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;buruh pabrik handuk dulu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;kini luntang lantung cari kerjaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;bini hamil tiga bulan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;kesalahan : karena tak sudi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;terus diperah seperti sapi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;dimana-mana ada sofyan ada sodiyah ada bariyah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;tak bisa dibungkam kodim&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;tak bisa dibungkam popor senapan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;di mana-mana ada neni ada udin ada siti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;di mana-mana ada eman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;di bandung – solo – jakarta – tangerang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;tak bisa dibungkam kodim&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;tak bisa dibungkam popor senapan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;satu mimpi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;satu barisan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Bandung, 21 mei 92&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;-------------------------------------------------------&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: large;&quot;&gt;BURUH-BURUH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;di batas desa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;pagi - pagi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;dijemput truk&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;dihitung seperti pesakitan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;diangkut ke pabrik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;begitu seterusnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;mesin terus berputar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;pabrik harus berproduksi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;pulang malam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;badan loyo&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;nasi dingin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;bagaimana kalau anak sakit&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;bagaimana obat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;bagaimana dokter&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;bagaimana rumah sakit&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;bagaimana uang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;bagaimana gaji&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;bagaimana pabrik? mogok?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;pecat! mesin tak boleh berhenti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;maka mengalirlah tenaga murah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;mbak ayu kakang dari desa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;disedot&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;sampai pucat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;(solo, 4-86)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;-----------------------------------------&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Aku Menuntut Perubahan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Seratus lobang kakus&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Lebih berarti bagiku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Ketimbang mulut besarmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Tak penting&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Siapa yang menang nanti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Sudah bosen kami&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Dengan model urip kayak gini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Ngising bingung, hujan bocor&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Kami tidak butuh mantra&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Jampi-jampi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Atau janji&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Atau sekarung beras&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Dari gudang makanan kaum majikan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Tak bisa menghapus kemlaratan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Belas kasihan dan derma baju bekas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Tak bisa menolong kami&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Kami tak percaya lagi pada itu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Partai politik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Omongan kerja mereka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Tak bisa bikin perut kenyang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Mengawang jauh dari kami&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Punya persoalan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Bubarkan saja itu komidi gombal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Kami ingin tidur pulas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Utang lunas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Betul-betul merdeka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Tidak tertekan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Kami sudah bosan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Dengan model urip kayak gini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Tegasnya=&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Aku menuntut perubahan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;9 April 92&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;-----------------------------------------&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;color: #333333; line-height: 19.59375px; margin: 0px; outline: none; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: large;&quot;&gt;Kota Ini Milik Kalian&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #333333; font-size: 14px; line-height: 19.59375px; margin: 0px; outline: none; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #333333; font-size: 14px; line-height: 19.59375px; margin: 0px; outline: none; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #333333; font-size: 14px; line-height: 19.59375px; margin: 0px; outline: none; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;di belakang gedung-gedung tinggi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #333333; font-size: 14px; line-height: 19.59375px; margin: 0px; outline: none; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;kalian boleh tinggal&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #333333; font-size: 14px; line-height: 19.59375px; margin: 0px; outline: none; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;kalian bebas tidur di mana-mana kapan saja&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #333333; font-size: 14px; line-height: 19.59375px; margin: 0px; outline: none; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;kalian bebas bangun sewaktu kalian mau&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #333333; font-size: 14px; line-height: 19.59375px; margin: 0px; outline: none; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;jika kedinginan karena gerimis atau hujan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #333333; font-size: 14px; line-height: 19.59375px; margin: 0px; outline: none; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;kalian bisa mencari hangat&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #333333; font-size: 14px; line-height: 19.59375px; margin: 0px; outline: none; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;di sana ada restoran&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #333333; font-size: 14px; line-height: 19.59375px; margin: 0px; outline: none; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;kalian bisa tidur dekat kompor penggorengan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #333333; font-size: 14px; line-height: 19.59375px; margin: 0px; outline: none; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;bakmi ayam dan babi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #333333; font-size: 14px; line-height: 19.59375px; margin: 0px; outline: none; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;denting garpu dan sepatu mengkilap&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #333333; font-size: 14px; line-height: 19.59375px; margin: 0px; outline: none; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;di samping sedan-sedan dan mobil-mobil bikinan asli jepang&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #333333; font-size: 14px; line-height: 19.59375px; margin: 0px; outline: none; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #333333; font-size: 14px; line-height: 19.59375px; margin: 0px; outline: none; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;kalian bisa mandi kapan saja&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #333333; font-size: 14px; line-height: 19.59375px; margin: 0px; outline: none; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;sungai itu milik kalian&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #333333; font-size: 14px; line-height: 19.59375px; margin: 0px; outline: none; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;kalian bisa cuci badan dengan limbah-limbah industri&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #333333; font-size: 14px; line-height: 19.59375px; margin: 0px; outline: none; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #333333; font-size: 14px; line-height: 19.59375px; margin: 0px; outline: none; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;apa belum cukup terang benderang itu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #333333; font-size: 14px; line-height: 19.59375px; margin: 0px; outline: none; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;lampu merkuri taman&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #333333; font-size: 14px; line-height: 19.59375px; margin: 0px; outline: none; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;apa belum cukup nyaman tidur di bawah langit kawan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #333333; font-size: 14px; line-height: 19.59375px; margin: 0px; outline: none; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;kota ini milik kalian&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #333333; font-size: 14px; line-height: 19.59375px; margin: 0px; outline: none; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;kecuali gedung-gedung tembok pagar besi itu; jangan!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #333333; font-size: 14px; line-height: 19.59375px; margin: 0px; outline: none; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;-------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #333333; font-size: 14px; line-height: 19.59375px; margin: 0px; outline: none; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #333333; font-size: 14px; line-height: 19.59375px; margin: 0px; outline: none; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0px; outline: none; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0px; outline: none; padding: 0px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #333333; font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: large;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 19.59375px;&quot;&gt;Kota&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0px; outline: none; padding: 0px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #333333; font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 14px; line-height: 19.59375px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0px; outline: none; padding: 0px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #333333; font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 14px; line-height: 19.59375px;&quot;&gt;bahasa sibuk adalah bahasa kota yang tak bisa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0px; outline: none; padding: 0px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #333333; font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 14px; line-height: 19.59375px;&quot;&gt;diajak bicara&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0px; outline: none; padding: 0px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #333333; font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 14px; line-height: 19.59375px;&quot;&gt;bahasa sibuk adalah bahasa untung rugi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0px; outline: none; padding: 0px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #333333; font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 14px; line-height: 19.59375px;&quot;&gt;bahasa sibuk adalah bahasa kita&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0px; outline: none; padding: 0px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #333333; font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 14px; line-height: 19.59375px;&quot;&gt;bahasa cinta sudah dijual&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0px; outline: none; padding: 0px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #333333; font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 14px; line-height: 19.59375px;&quot;&gt;hidup jadi serba otomatis&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0px; outline: none; padding: 0px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #333333; font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 14px; line-height: 19.59375px;&quot;&gt;sulit terharu lupa meditasi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0px; outline: none; padding: 0px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #333333; font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 14px; line-height: 19.59375px;&quot;&gt;-------------------------------------------------------------------&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0px; outline: none; padding: 0px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #333333; font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 14px; line-height: 19.59375px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0px; outline: none; padding: 0px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #333333; font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 14px; line-height: 19.59375px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0px; outline: none; padding: 0px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #333333; font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 19.59375px;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0px; outline: none; padding: 0px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Sajak&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;font-size: 14px; margin: 0px; outline: none; padding: 0px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;font-size: 14px; margin: 0px; outline: none; padding: 0px;&quot;&gt;sajakku adalah kata-kata&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;font-size: 14px; margin: 0px; outline: none; padding: 0px;&quot;&gt;yang mula-mula menyumpal di tenggorokan&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;font-size: 14px; margin: 0px; outline: none; padding: 0px;&quot;&gt;lalu dilahirkan ketika kuucapkan&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;font-size: 14px; margin: 0px; outline: none; padding: 0px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;font-size: 14px; margin: 0px; outline: none; padding: 0px;&quot;&gt;sajakku adalah kata-kata&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;font-size: 14px; margin: 0px; outline: none; padding: 0px;&quot;&gt;yang mula-mula bergulung-gulung&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;font-size: 14px; margin: 0px; outline: none; padding: 0px;&quot;&gt;dalam perasaan&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;font-size: 14px; margin: 0px; outline: none; padding: 0px;&quot;&gt;lalu lahirlah ketika kuucapkan&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;font-size: 14px; margin: 0px; outline: none; padding: 0px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;font-size: 14px; margin: 0px; outline: none; padding: 0px;&quot;&gt;sajakku&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;font-size: 14px; margin: 0px; outline: none; padding: 0px;&quot;&gt;adalah kebisuan&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;font-size: 14px; margin: 0px; outline: none; padding: 0px;&quot;&gt;yang sudah kuhancurkan&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;font-size: 14px; margin: 0px; outline: none; padding: 0px;&quot;&gt;sehingga aku bisa mengucapkan&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;font-size: 14px; margin: 0px; outline: none; padding: 0px;&quot;&gt;dan engkau mendengarkan&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;font-size: 14px; margin: 0px; outline: none; padding: 0px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;font-size: 14px; margin: 0px; outline: none; padding: 0px;&quot;&gt;sajakku melawan kebisuan&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;font-size: 14px; margin: 0px; outline: none; padding: 0px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;font-size: 14px; margin: 0px; outline: none; padding: 0px;&quot;&gt;wiji thukul, solo, 1988&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4268448123317699163/posts/default/4242567775469444281'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4268448123317699163/posts/default/4242567775469444281'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ramchesmerdeka.blogspot.com/2014/06/tribute-to-wiji.html' title='Tribute To Wiji'/><author><name>Ramches Merdeka</name><uri>https://plus.google.com/103384315644688268342</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-VM-GRqiDrDI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAEp4/G24C2-pKENY/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/-t_m7eeCyWFs/U6fI0vDYC6I/AAAAAAAAEe0/5D5n-m0chg0/s72-c/tribute-to-wiji.jpg" height="72" width="72"/><georss:featurename>Bandung, West Java, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-6.9148644 107.60824209999998</georss:point><georss:box>-6.9148644 107.60824209999998 -6.9148644 107.60824209999998</georss:box><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1"/><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4268448123317699163.post-4254898412028413961</id><published>2014-06-23T12:59:00.000+07:00</published><updated>2014-06-23T12:59:57.793+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Seni"/><title type='text'>Wiji, Puisi - Puisi Kaum Buruh</title><content type='html'>&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://3.bp.blogspot.com/-N8xhdoVw3hM/U6fBjMTJDtI/AAAAAAAAEek/-pFaEyOgndk/s1600/wiji-puisi-puisi-kaum-buruh.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Wiji Thukul&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;http://3.bp.blogspot.com/-N8xhdoVw3hM/U6fBjMTJDtI/AAAAAAAAEek/-pFaEyOgndk/s1600/wiji-puisi-puisi-kaum-buruh.jpg&quot; height=&quot;640&quot; title=&quot;Wiji, Puisi - Puisi Kaum Buruh&quot; width=&quot;480&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: xx-small;&quot;&gt;Wiji&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: large;&quot;&gt;Satu Mimpi Satu Barisan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;di lembang ada kawan sofyan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;jualan bakso kini karena dipecat perusahaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;karena mogok karena ingin perbaikan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;karena upah ya karena upah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;di ciroyom ada kawan sodiyah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;si lakinya terbaring di amben kontrakan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;buruh pabrik teh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;terbaring pucet dihantam tipes&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;ya dihantam tipes&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;juga ada neni&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;kawan bariyah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;bekas buruh pabrik kaos kaki&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;kini jadi buruh di perusahaan lagi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;dia dipecat ya dia dipecat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;kesalahannya : karena menolak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;diperlakukan sewenang-wenang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;di cimahi ada kawan udin buruh sablon&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;kemarin kami datang dia bilang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;umpama dironsen pasti nampak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;isi dadaku ini pasti rusak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;karena amoniak ya amoniak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;di cigugur ada kawan siti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;punya cerita harus lembur sampai pagi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;pulang lunglai lemes ngantuk letih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;membungkuk 24 jam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;ya 24 jam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;di majalaya ada kawan eman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;buruh pabrik handuk dulu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;kini luntang lantung cari kerjaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;bini hamil tiga bulan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;kesalahan : karena tak sudi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;terus diperah seperti sapi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;dimana-mana ada sofyan ada sodiyah ada bariyah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;tak bisa dibungkam kodim&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;tak bisa dibungkam popor senapan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;di mana-mana ada neni ada udin ada siti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;di mana-mana ada eman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;di bandung – solo – jakarta – tangerang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;tak bisa dibungkam kodim&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;tak bisa dibungkam popor senapan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;satu mimpi&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;satu barisan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Bandung, 21 mei 92&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;----------------------------------------------------------------------------&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: large;&quot;&gt;Sehari Saja Kawan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Satu kawan bawa tiga kawan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Masing-masing nggandeng lima kawan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Sudah berapa kita punya kawan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Satukawan bawa tiga kawan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Masing-masing bawa lima kawan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Kalau kita satu pabrik bayangkan kawan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Kalau kita satu hati kawan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Satu tuntutan bersatu suara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Satu pabrik satu kekuatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Kita tak mimpi kawan!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Kalau satu pabrik bersatu hati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Mogok dengan seratus poster&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Tiga hari tiga malam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Kenapa tidak kawan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Kalau satu pabrik satu serikat buruh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Bersatu hati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Mogok bersama sepuluh daerah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Sehari saja kawan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Sehari saja kawan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Sehari saja kawan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Kalau kita yang berjuta-juta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Bersatu hati mogok&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Maka kapas tetap terwujud kapas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Karena mesin pintal akan mati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Kapas akan tetap berwujud kapas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Tidak akan berwujud menjadi kain&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Serupa pelangi pabrik akan lumpuh mati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Juga jalan-jalan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Anak-anak tak pergi sekolah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Karena tak ada bis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Langit pun akan sunyi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Karena mesin pesawat terbang tak berputar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Karena lapangan terbang lumpuh mati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Sehari saja kawan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Kalau kita mogok kerja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Dan menyanyi dalam satu barisan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Sehari saja kawan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Kapitalis pasti kelabakan!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;(12-11-94)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;-----------------------------------------------------------------------------&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: large;&quot;&gt;Teka Teki yang Ganjil&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Pada malam itu kami berkumpul dan berbicara,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Dari mulut kami tidak keluar hal-hal yang besar..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Masing-masing berbicara tentang keinginannya&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;ang sederhana dan masuk akal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Ada yang sudah lama sekali ingin bikin dapur&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;di rumah kontraknya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Dan itu mengingatkan yang lain&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;bahwa mereka juga belum punya panci, kompor&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;gelas minum dan wajan penggoreng&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Mereka jadi ingat bahwa mereka pernah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;ingin membeli barang-barang itu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;tetapi keinginan itu dengan cepat terkubur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;oleh keletihan kami,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Dan upah kami dalam waktu singkat telah berubah&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;menjadi odol-shampo-sewa rumah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;dan bon-bon di warung yang harus kami lunasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Ternyata banyak di antara kami yang masih susah&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;menikmati teh hangat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Karena kami masih pusing bagaimana mengatur&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;letak tempat tidur dan gantungan pakaian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Ada yang sudah lama ingin mempunyai kamar mandisendiri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Dari situ pembicaraan meloncat ke soal harga semen&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;dan juga cat tembok yang harganya tak pernah turun,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Kami juga berbicara tentang kampanye pemilihan umum&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;yang sudah berlalu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Tiga partai politik yang ada kami simpulkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Tak ada hubungannya sama sekali dengan kami: buruh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Mereka hanya memanfaatkan suara kami&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;demi kedudukan mereka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Kami tertawa karena menyadari&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Bertahun-tahun kami dikibuli&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;dan diperlakukan seperti kerbau&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Akhirnya kami bertanya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Mengapa sedemikian sulitnya buruh membeli sekalengcat,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;padahal tiap hari ia bekerja tak kurang dari 8 jam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Mengapa sedemikian sulitnya bagi buruh&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;untuk menyekolahkan anak-anaknya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Padahal mereka tiap hari menghasilkan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;berton-ton barang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Lalu salah seorang di antara kami berdiri&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Memandang kami satu-persatu kemudian bertanya:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;‘Adakah barang-barang yang kalian pakai&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;yang tidak dibikin oleh buruh?’&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Pertanyaan itu mendorong kami untuk mengamati&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;barang-barang yang ada di sekitar kami:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;neon, televisi, radio, baju, buku…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Sejak itu kami selalu merasa seperti&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;sedang menghadapi teka-teki yang ganjil&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Dan teka-teki itu selalu muncul&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;ketika kami berbicara tentang panci-kompor-&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;gelas minum-wajan penggoreng&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Juga di saat kami menghitung upah kami&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;yang dalam waktu singkat telah berubah&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;menjadi odol-shampo-sewa rumah&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;dan bon-bon di warung yang harus kami lunasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Kami selalu heran dan bertanya-tanya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Kekuatan macam apakah yang telah menghisap&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;tenaga dan hasil kerja kami?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Kalangan, Solo, 21 September 93&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;------------------------------------------------------------------------------&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: large;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: large;&quot;&gt;BURUH-BURUH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;di batas desa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;pagi - pagi&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;dijemput truk&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;dihitung seperti pesakitan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;diangkut ke pabrik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;begitu seterusnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;mesin terus berputar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;pabrik harus berproduksi&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;pulang malam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;badan loyo&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;nasi dingin&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;bagaimana kalau anak sakit&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;bagaimana obat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;bagaimana dokter&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;bagaimana rumah sakit&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;bagaimana uang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;bagaimana gaji&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;bagaimana pabrik? mogok?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;pecat! mesin tak boleh berhenti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;maka mengalirlah tenaga murah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;mbak ayu kakang dari desa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;disedot&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;sampai pucat&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;(solo, 4-86)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;--------------------------------------------------------------------------&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: large;&quot;&gt;Suti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Suti tidak kerja lagi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;pucat ia duduk dekat amben-nya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Suti di rumah saja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;tidak ke pabrik tidak ke mana-mana&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Suti tidak ke rumah sakit&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;batuknya memburu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;dahaknya berdarah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;tak ada biaya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Suti kusut-masai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;di benaknya menggelegar suara mesin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;kuyu matanya membayangkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;buruh-buruh yang berangkat pagi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;pulang petang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;hidup pas-pasan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;gaji kurang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;dicekik kebutuhan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Suti meraba wajahnya sendiri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;tubuhnya makin susut saja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;makin kurus menonjol tulang pipinya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;loyo tenaganya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;bertahun-tahun dihisap kerja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Suti batuk-batuk lagi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;ia ingat kawannya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Sri yang mati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;karena rusak paru-parunya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Suti meludah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;dan lagi-lagi darah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Suti memejamkan mata&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;suara mesin kembali menggemuruh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;bayangan kawannya bermunculan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Suti menggelengkan kepala&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;tahu mereka dibayar murah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Suti meludah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;dan lagi-lagi darah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Suti merenungi resep dokter&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;tak ada uang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;tak ada obat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;solo, 27 februari 88&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;--------------------------------------------------------------------------------&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: large;&quot;&gt;Sukmaku Merdeka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Tidak tergantung kepada Departemen Tenaga Kerja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Semakin hari semakin nyata nasib di tanganku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Tidak diubah oleh siapapun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Tidak juga akan dirubah oleh Tuhan Pemilik Surga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Apakah ini menyakitkan? entahlah !&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Aku tak menyumpahi rahim ibuku lagi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Sebab pasti malam tidak akan berubah menjadi pagi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Hanya dengan memaki-maki&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Waktu yang diisi keluh akan berisi keluh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Waktu yang berkeringat karena kerja akan melahirkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Serdadu-serdadu kebijaksanaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Biar perang meletus kapan saja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Itu bukan apa-apa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Masalah nomer satu adalah hari ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Jangan mati sebelum dimampus takdir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Sebelum malam mengucap selamat malam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Sebelum kubur mengucapkan selamat datang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Aku mengucap kepada hidup yang jelata&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;M E R D E K A ! !&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;------------------------------------------------------------------------&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Nonton Harga&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;ayo keluar keliling kota&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;tak perlu ongkos tak perlu biaya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;masuk toko perbelanjaan tingkat lima&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;tak beli tak apa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;lihat-lihat saja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;kalau pingin durian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;apel-pisang-rambutan-anggur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;ayo..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;kita bisa mencium baunya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;mengumbar hidung cuma-cuma&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;tak perlu ongkos tak perlu biaya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;di kota kita&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;buah macam apa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;asal mana saja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;ada&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;kalau pingin lihat orang cantik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;di kota kita banyak gedung bioskop&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;kita bisa nonton posternya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;atau ke diskotik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;di depan pintu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;kau boleh mengumbar telinga cuma-cuma&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;mendengarkan detak musik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;denting botol&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;lengking dan tawa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;bisa juga kau nikmati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;aroma minyak wangi luar negeri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;cuma-cuma&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;aromanya saja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;ayo..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;kita keliling kota&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;hari ini ada peresmian hotel baru&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;berbintang lima&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;dibuka pejabat tinggi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;dihadiri artis-artis ternama ibukota&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;lihat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;mobil para tamu berderet-deret&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;satu kilometer panjangnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;kota kita memang makin megah dan kaya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;tapi hari sudah malam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;ayo kita pulang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;ke rumah kontrakan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;sebelum kehabisan kendaraan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;ayo kita pulang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;ke rumah kontrakan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;tidur berderet-deret&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;seperti ikan tangkapan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;siap dijual di pelelangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;besok pagi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;kita ke pabrik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;kembali bekerja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;sarapan nasi bungkus&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;ngutang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;seperti biasa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;18 november 96&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;----------------------------------------------------------------&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;LEUWIGAJAH MASIH HAUS&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;leuwigajah tak mau berhenti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;dari pagi sampai pagi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;bis-bis-mobil pengangkut tenaga murah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;bikin gemetar jalan-jalan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;dan debu-debu tebal membumbung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;mesin-mesin tak mau berhenti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;membangunkan buruh tak berkamar-mandi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;tanpa jendela tanpa cahaya matahari&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;jejer berjejer alas tikar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;lantai dinding dingin lembab pengap&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;mulut lidah-lidah penghuni rumah kontrak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;terus bercerita buruk&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;lembur paksa sampai pagi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;tubuh mengelupas-jari jempol putus - upah rendah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;mogok - pecat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;seperti nyabuti bulu ketiak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;tubuh-tubuh muda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;terus mengalir ke leuwigajah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;seperti buah-buah disedot vitaminnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;mesin-mesin terus menggilas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;memerah tenaga murah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;satu kali duapuluhempat jam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;masuk - absen - tombol ditekan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;dan truk-truk pengangkut produksi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;meluncur terus ke pasar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;leuwigajah tak mau berhenti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;dari pagi sampai pagi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;asap crobong terus kotor&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;selokan air limbah berwarna&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;mesin-mesin tak mau berhenti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;terus minta darah tenaga muda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;leuwigajah makin panas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;berputar dan terus menguras&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Bandung 21 mei 1992&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;----------------------------------------------------------------------------&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;SEORANG BURUH MASUK TOKO&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;masuk toko&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;yang pertama kurasa adalah cahaya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;yang terang benderang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;tak seperti jalan-jalan sempit&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;di kampungku yang gelap&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;sorot mata para penjaga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;dan lampu-lampu yang mengitariku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;seperti sengaja hendak menunjukkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;dari mana asalku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;aku melihat kakiku – jari-jarinya bergerak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;aku melihat sandal jepitku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;aku menoleh ke kiri ke kanan – bau-bau harum&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;aku menatap betis-betis dan sepatu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;bulu tubuhku berdiri merasakan desir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;kipas angin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;yang berputar-putar halus lembut&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;badanku makin mingkup&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;aku melihat barang-barang yang dipajang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;aku menghitung-hitung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;aku menghitung upahku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;aku menghitung harga tenagaku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;yang menggerakkan mesin-mesin di pabrik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;aku melihat harga-harga kebutuhan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;di etalase&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;aku melihat bayanganku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;makin letih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;dan terus dihisap&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;--------------------------------------------------------------------------&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Edan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Sudah dengan cerita mursilah?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Edan…!!!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Dia dituduh maling karena mengumpulkan serpihan kain&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Dia sambung-sambung jadi mukena untuk sembahyang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Padahal mukena tak dibawa pulang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Padahal mukena dia taroh di tempat kerja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Edan…!!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Sudah diperas dituduh maling pula&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Sudah dengan cerita santi?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Edan…!!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Karena istirahat gaji dipotong&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Edan…!!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Karena main kartu lima kawannya langsung dipecat majikan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Padahal tak pakai wang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Padahal pas waktu luang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Edan…!!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Kita mah bukan sekrup&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Bandung, 21 Mei 1992&lt;/span&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4268448123317699163/posts/default/4254898412028413961'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4268448123317699163/posts/default/4254898412028413961'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ramchesmerdeka.blogspot.com/2014/06/wiji-puisi-puisi-kaum-buruh.html' title='Wiji, Puisi - Puisi Kaum Buruh'/><author><name>Ramches Merdeka</name><uri>https://plus.google.com/103384315644688268342</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-VM-GRqiDrDI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAEp4/G24C2-pKENY/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/-N8xhdoVw3hM/U6fBjMTJDtI/AAAAAAAAEek/-pFaEyOgndk/s72-c/wiji-puisi-puisi-kaum-buruh.jpg" height="72" width="72"/><georss:featurename>Jakarta, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-6.2087634 106.84559899999999</georss:point><georss:box>-6.4613213999999992 106.5228755 -5.9562054 107.16832249999999</georss:box><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1"/><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4268448123317699163.post-3934952592932026885</id><published>2014-06-19T03:17:00.000+07:00</published><updated>2014-06-19T03:17:51.951+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Analisa"/><title type='text'>“Agenda Tersembunyi” Dalam UU SJSN Dan RUU BPJS Rugikan Kepentingan Nasional</title><content type='html'>&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://4.bp.blogspot.com/-ELnXmh3XZvg/U6Hy3nTzmgI/AAAAAAAAEeM/omEul5KaFYk/s1600/skenario-neoliberal-bpjs-sjsn.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://4.bp.blogspot.com/-ELnXmh3XZvg/U6Hy3nTzmgI/AAAAAAAAEeM/omEul5KaFYk/s1600/skenario-neoliberal-bpjs-sjsn.jpg&quot; height=&quot;480&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: xx-small;&quot;&gt;Skenario Neoliberal&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Berikut adalah analisa berkaitan dengan skenario neoliberal berkaitan dengan BPJS-SJSN di Indonesia. Artikel ini dimuat di blog ini untuk referensi mengenai BPJS-SJSN yang merupakan produk yang sangat merugikan kepentingan nasional.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;--------------------------------------------------------------------------------&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Ada yang menarik dari pro dan kontra atas SJSN/BPJS yang sekarang ini terjadi, yaitu sama-sama menggunakan UUD 1945 sebagai landasannya. Bedanya: kelompok yang pro mengatakan bahwa SJSN/BPJS yang akan dibentuk merupakan amanat konsitusi dasar (UUD 1945), sedangkan yang kontra justru menganggap SJSN/BPJS bertentangan dengan amanat UUD 1945. Lantas siapa yang benar?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Dalam pembukaan UUD 1945 alenia 4 tertera sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;“Kemudian dari pada itu untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah Kemerdekaan Kebagsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia, yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada : Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Kutipan lengkap ini penting agar kita tak asal-asalan menginterpretasikan bahwa tujuan tujuan pendirian NKRI dalam pembukaan UUD 1945 adalah untuk mewujudkan negara kesejahteraan, seperti dinyatakan Surya Chandra Surapaty di Kompas (20/7/2011). Negara kesejahteraan (welfare state) adalah sebuah konsep ekonomi-politik yang dijalankan di negara-negara barat sebagai jalan keluar untuk mengurangi ekses negatif dari kapitalisme.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Sementara dasar falsafah dan tujuan nasional yang terkandung dalam alenia empat UUD 1945 jauh lebih konferehensif dan lebih maju dari konsep negara kesejahteraan ala dunia barat. Disana ada semangat kemerdekaan dari segala bentuk penjajahan. Ada semangat kemandirian. Disana tersirat semangat untuk membangunan karakter bangsa Indonesia perdasarkan Pancasila.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Baiklah, mari kita runut satu-persatu bagaimana sistem jaminan sosial menjadi isu penting, setidaknya sejak krisis global tahun 1997. Sudah menjadi pemahaman umum bahwa resep yang dipakai oleh Indonesia menangani krisis adalah resepnya IMF dan lembaga kreditor lainya. Resep yang ditawarkan yang paling utama adalah adanya liberalisasi di segala bidang melalui skema deregulasi dan SAP (structural adjustment program). Sedemikian membiusnya resep tersebut sehingga liberalisasi menjadi tema utama dari semua proses ekonomi-politik Indonesia sejak reformasi. Liberalisasi menemukan lahannya dalam suasana euforia bangsa ini setalah lepas dari tekanan orde baru.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Kisah SJSN dimulai dari ide untuk mereformasi sektor keuangan. Tahun 1998, asian development bank/ADB mengeluarkan dokumen “Technical Assistance to the Republic of Indonesia for the Reform of Pension and Provident Funds”, yang menganjurkan adanya reformasi (liberalisasi) dalam pengelolaan dana pensiun atau jaminan hari tua.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Dalam perubahan kedua UUD 1945 ( tahun 2000) ditambahkan pasal antara lain pasal 28H (3), berbunyi: “Setiap orang berhak atas jaminan sosial yang memungkinkan pengembangan dirinya secara utuh sebagai manusia yang bermartabat”. Pada perubahan ketiga ( tahun 2001) ditambah lagi pasal 23A: “Pajak dan pungutan lain yang bersifat memaksa untuk keperluan negara diatur dengan undang-undang”. Dalam perubahan keempat (2002) pada pasal 34 ditambahkan ayat (2): “Negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan. Sedangkan Ayat (3) dan (4) dari pasal ini menjelaskan bahwa negara bertanggungjawab dan diatur dengan undang-undang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Perubahan atau penambahan pasal-pasal dalam konstitusi diatas bukan tanpa maksud dan tujuan. Pasal-pasal dan ayat-ayat yang dicontohkan harus dimaknai sebagai respon atas arahan dari resep yang ditawarkan oleh IMF dan “kawan-kawannya”. Inilah hidden agenda dari amandeman UUD 1945. Maka, mereka pun seolah menemukan landasan konstitusionalnya. Skenario ini menemukan kesesuaiannya dalam proses selanjutnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Pada tahun 2002, ADB berdasarkan pada Report and Recommendation of the President to the Board of Directors on a Proposed Loan to the Republic of Indonesia for Financial Governance and Social Security Reform Program (Laporan dan Rekomendasi Presiden kepada Dewan Direksi pada Usulan Pinjaman untuk Republik Indonesia untuk Kelola Keuangan dan Program Keamanan Reformasi Sosial), mengeluarkan dokumen Technical Assistance to the Republic of Indonesia for Financial Governance and Social Security Reform. Dokumen itu mendorong adanya reformasi dalam pengelolaan keuangan negara dan jaminan sosial. Secara rinci ADB memberikan rekomendasi dan arahan-arahan bagi pemerintah maupun parlemen. Berbagai upaya dilakukan oleh ADB, bahkan dengan menggerlontorkan dana mencapai US$ 250 juta untuk mendukung lahirnya sistem jaminan sosial nasional di Indonesia. Akhirnya, pada tahun 2004, lahirlah UU Nomor 40 tentang sistem jaminan sosial nasional/SJSN. Didalamnya terkandung pasal-pasal krusial yang mengingkari tujuan nasional dalam pembukaan UUD 1945. Melainkan hanya turunan dari pasal-pasal tambahan dalam UUD 1945.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Pasal 17 merupakan pasal dimana pengalihan kewajiban negara menjadi kewajiban rakyat. Perlu dikutip secara lengkap agar masyarakat tak bingung. Bunyi pasal 17 adalah (1) Setiap peserta wajib mcmbayar iuran yang bcsarnya ditetapkan berdasarkan pcrsentase dari upah atau suatu jumlah nominal tertentu; (2) Setiap pemberi kerja wajib mcmungut iuran dari pekerjanya, menambahkan iuran yang menjadi kewajibannya dan membayarkan iuran tersebut kepada Badan Penye1enggara]aminan Sosial secara berkala; (3) Besarnya iuran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) ditetapkan untuk setiap jenis program secara berkala sesuai dengan perkembangan sosial, ekonomi dan kebutuhan dasar hidup yang layak; (4) Iuran program jaminan sosial bagi fakir miskin dan orang yang tidak mampu dibayar oleh Pemerintah, (5) Pada tahap pertama, iuran sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dibayar oleh Pemerintah untuk program jaminan kesehatan; (6) Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dan ayat (5) diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Dalam pasal ini tidak ada kalimat dimana pemerintah akan membayar iuran untuk rakyat miskin secara terus menerus, bahkan dalam bagian penjelasan undang-undang inipun tidak ada. Oleh karena dasar inilah, kami mengajukan judicial review ke MK. Jadi apa yang dinyatakan oleh Surya Chandra Surapaty di Kompas (20/7/2011) adalah interpretasi ngawur dan memalukan karena terkesan hanya menjadi lips service untuk memoles RUU BPJS.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Hidden agenda dalam pasal ini adalah memaksa rakyat untuk membayar iuran wajib selain pajak. Pekerja dan pengusaha akan bertambah bebannya karena harus membayar lebih banyak pada BPJS. Jika tdak, mereka akan dikenai sanksi. Melalui skema asuransi sosial rakyat, dimobilisirlah dananya dengan iming-iming 5 jaminan sosial (jamian kesehatan, kecelakaan kerja, hari tua, pension dan hari tua) yang digambarkan sebagai anak kandung dari UU SJSN. Padahal, kelima jaminan sosial itu sudah ada dan diselanggarakan oleh 4 BUMN yang saat ini sudah ada: Jamostek, Askes, Asabri dan Taspen.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Pada pasal lima dijelaskan bahwa ke empat BUMN tersebut merupakan BPJS, yakni di ayat (1), (2) dan (3). Tapi pada ayat (4) dari pasal ini dimungkinkan membentuk badan baru melalui undang-undang. Jadi untuk kesekian kalinya, Surya Chandra Surapaty gagal memahami dengan menyatakan bahwa BUMN yang ada bukan BPJS. Ayat (4) inilah yang mendasari DPR untuk mengambil inisiatif membentuk BPJS dengan mengajukan RUU BPJS yang arus besarnya adalah melebur atau mentransformasikan BPJS yang ada menjadi satu (terakhir menjadi dua) dengan mengubah bentuk BPJS yang BUMN dengan badan hukum publik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Keteguhan DPR dengan pendiriannya tersebut terkesan dipaksakan oleh karena: pertama, bahwa tidak ada ketentuan di UU SJSN yang secara eksplisit menyebutkan bahwa BPJS harus badan hukum publik; kedua keinginan melebur atau mengubah 4 BUMN dengan alasan bahwa BUMN tidak cocok lagi sebagai penyelenggara jaminan sosial.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Pendapat ini disokong oleh seorang professor, ahli jaminan sosial, dan guru besar UI, yaitu Hasbullah Thabrany, yang dengan penuh semangat menyatakan bahwa penyelenggaraan jaminan sosial oleh BUMN adalah keliru (Kompas, 19/7). Sang professor lupa bahwa dalam UU SJSN justru tak ada kalimat yang menyatakan hal tersebut. UU nomor 40 tahun 2004 adalah tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional bukan Sistem Asuransi Sosial Nasional. Pada bab ketentuan umum dalam UU ini sudah jelas bahwa keduanya berbeda. Lebih lanjut sang profesor meyakinkan bahwa badan hukum publik adalah milik negara dan tak akan ada campur tangan pihak swasta atau asing. Yakinkah? Mari kita lihat salah satu pasal di RUU BPJS. Dalam pasal 8 ada satu ketentuan tentang kewenangan BPJS untuk “menempatkan dana jaminan sosial untuk investasi jangka pendek dan jangka panjang dengan mempertimbangkan aspek likuiditas, solvabilitas, kehati-hatian, keamanan dana, dan hasil yang memadai”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Kemudian ketentuan bahwa BPJS dapat melakukan kerjasama dengan penyedia layanan kesehatan. Kewenangan berinvestasi dan bekerjasama dengan penyedia kesehatan ini membuka peluang bagi masuknya swasta (masuk dalam scenario pasar bebas). Padahal pukesmas dan RSU milik pemerintah dapat dimaksimalkan untuk mendukung sistem jaminan sosial. BPJS dilarang mendirikan dan/atau memiliki seluruh atau sebagian fasilitas pelayanan kesehatan; dilarang mendirikan dan/atau memiliki seluruh atau sebagian fasilitas jaminan sosial lainnya. Ketentuan ini jelas akan memberikan peluang bagi swasta yang menganut pasar bebas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Yang pantas dicermati adalah keteguhan DPR dan para pendukungnya ternyata sejalan dengan apa yang tertera dalam dokumen-dokumen ADB, terutama white paper mengenai Jaminan Hari Tua, Jaminan Pensiun, dan Jaminan Kematian, Sistem Jaminan Sosial Nasional, yang dibuat ADB bersama pemerintah dalam hal ini departemen keuangan dibantu oleh konsultan asing bernama Mr. Mitchell Wiener, ahli Dana Pensiun. Pertama, dalam ringkasan eksekutif white paper, pengertian jaminan sosial disamakan dengan asuransi sosial. Kedua, tertulis ; “Menurut Undang-Undang SJSN, empat persero yang ada saat ini yaitu PT Jamsostek, PT Taspen, PT Asabri dan PT Askes secara bersama-sama akan menjadi administrator (BPJS) dari program SJSN. Secara teknis, untuk menjalankan program SJSN tidak diperlukan empat BPJS, namun cukup satu atau dua BPJS… (cetak tebal oleh penulis)” Ketiga, “bentuk badan hukum BPJS harus berdasarkan pada prinsip-prinsip dana amanat (trust fund). BPJS tersebut sebaiknya bersifat nirlaba dan harus melaksanakan segala upaya untuk sebesar-besarnya kepentingan peserta.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Itulah titik krusial dimana kontrol negara terhadap 4 BUMN (baca: 109 triliun rupiah) dicerabut secara sistematis. Para pendukung skema ini memainkan peranan penting dalam menyusun strategi dimana kontrol negara dicerabut dan dialihkan menjadi lembaga dibawah kontrol presiden. Dalam hal ini, kontrol negara pasti lebih kuat dibandingkan hanya oleh seorang presiden. Yang dibutuhkan adalah sistem kontrol dan pemastian keuntungan dari BUMN tersebut bisa efektif menaikkan pendapatan negara sehingga dapat dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Pengalihan ini secara sistematis memberi peluang dalam pengelolaan dana secara independen oleh BPJS, dan dapat bekerjasama dengan pihak ketiga tanpa ada batasan yang jelas. Negara dalam hal ini dikebiri, bahkan hanya diminta untuk menyokong modal awal BPJS, namun tidak diberi ruang untuk mengelola keuntungan sebagai kas negara.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Dalam hal ini, makna gotong-royong direduksi menjadi subsidi silang antar peserta asuransi, bukan keterlibatan rakyat dalam pembangunan bangsa Indonesia menuju kesejahteraan umum. Dilain pihak, menerapan pajak progresif bagi orang kaya dapat juga menjadi sumber penerimaan negara yang besar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Demikianlah, dilihat dari prosesnya terdapat benang merah dimana ada satu skenario untuk melepaskan kontrol negara terhadap asetnya. Salah besar jika ini tidak ada campurtangan asing seperti dibantah oleh para pendukung RUU BPJS. Mereka tak menyadari (atau tidak mengakui) bahwa RUU BPJS justru mengacu pada poin-poin dalam white paper ketimbang UU SJSN dan UUD 1945.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Keterlibatan ADB dan resep liberalisasi (pasar bebas) ala IMF itulah yang berlangsung dengan hidden agendanya, adalah liberalisasi bidang keuangan negara dan jaminan sosial. Tujuanya satu: agar APBN tidak lagi dipotong banyak-banyak untuk jaminan sosial dan bisa dialihkan untuk pembayaran utang dan BLBI serta untuk pembiayaan sektor yang lebih mengacu pada sistem pasar bebas yang menguntungkan swasta (asing).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Dengan demikian skenario besar (hidden agenda) tersebut berpotensi akan merugikan kepentingan nasional, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Pekerja dan rakyat yang masih berpendapatan rendah dan miskin harus membayar iuran lebih ke BPJS. Pada saat yang sama, pekerja dan rakyat tidak dapat mengontrol secara langsung pengelolaan dana yang yang diinvestasikan dalam kerangka pasar bebas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Pengusaha (pelaku usaha nasional) yang notabene juga sedang terancam dan telah terdesak oleh pasar bebas, diwajibkan membayar iuran yang lebih. Pada saat yang sama, tidak ada kompensasi (proteksi) bagi industri nasional agar lebih berdaya dan maju; masih banyak pungli, perijinan sulit, bahan baku dan teknologi juga tidak didukung.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Negara tidak lagi diberi kesempatan mengelola sebagian keuntungan dari BUMN (4 BUMN) sebagai sumber pendapatan untuk ABBN, sehingga biaya pembangunan jadi kurang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Dana besar yang tidak kurang dari 190 triliyun merupakan asset yang sangat besar dan berpengaruh besar terhadap perekonomian nasional, tetapi akan lepas dari kontrol negara dan masuk dalam sistem pasar bebas (liberal). Ini bertentangan dengan pasal 33 ayat (1) UUD 1945; “perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Bangsa kita harus memaknai bahwa BUMN adalah lahan usaha bagi keluarga besar bangsa Indonesia yang dikelola oleh negara untuk menambah pendapatan dan digunakan mendukung tujuan nasional. BUMN adalah badan produktif yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak. Oleh karena itu, BUMN harus dikuasai oleh negara, sebagaimana pasal 33 UUD 1945 ayat (2). Kepesertaan masayarakat kedalam 4 BUMN tersebut tak lain adalah bentuk dari kegotong-royongan dan pembelaan terhadap negara dan bangsa demi terwujudnya kesejahteraan umum dan keadilan sosial. Oleh karena itu merupakan keniscayaan bagi bangsa Indonesia untuk mempertahankan aset negara (BUMN) sambil menyusun-merancang sistem jaminan sosial yang benar-benar sesuai dengan UUD 1945 yang asli. (berdikarionline)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: x-small;&quot;&gt;Ditulis oleh Satria Puta&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4268448123317699163/posts/default/3934952592932026885'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4268448123317699163/posts/default/3934952592932026885'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ramchesmerdeka.blogspot.com/2014/06/agenda-tersembunyi-dalam-uu-sjsn-dan.html' title='“Agenda Tersembunyi” Dalam UU SJSN Dan RUU BPJS Rugikan Kepentingan Nasional'/><author><name>Ramches Merdeka</name><uri>https://plus.google.com/103384315644688268342</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-VM-GRqiDrDI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAEp4/G24C2-pKENY/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-ELnXmh3XZvg/U6Hy3nTzmgI/AAAAAAAAEeM/omEul5KaFYk/s72-c/skenario-neoliberal-bpjs-sjsn.jpg" height="72" width="72"/><georss:featurename>Jakarta, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-6.2087634 106.84559899999999</georss:point><georss:box>-6.4613213999999992 106.5228755 -5.9562054 107.16832249999999</georss:box><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1"/><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4268448123317699163.post-7142040910561483249</id><published>2014-06-07T13:28:00.000+07:00</published><updated>2014-11-30T22:30:21.113+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tips n Trik"/><title type='text'>Tips Menulis Siaran Resmi</title><content type='html'>&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://4.bp.blogspot.com/--AveoUKAj0c/U5KwDwVE9oI/AAAAAAAAEdU/rIlif6Un1a8/s1600/tips-menulis-siaran-resmi.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; display: inline !important; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Komunikasi&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;http://4.bp.blogspot.com/--AveoUKAj0c/U5KwDwVE9oI/AAAAAAAAEdU/rIlif6Un1a8/s1600/tips-menulis-siaran-resmi.png&quot; height=&quot;544&quot; title=&quot;Tips Menulis Siaran Resmi&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr align=&quot;left&quot;&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: xx-small;&quot;&gt;Tips Piramida terbalik&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://ramchesmerdeka.blogspot.com/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;MERDEKAFILES&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;, Jakarta - Defenisi press release atau siaran resmi adalah informasi dalam bentuk berita yang dibuat suatu organisasi/ perusahaan untuk disampaikan kepada pengelola pers/ redaksi media massa (tv, radio, media cetak, media online) untuk dipublikasikan dalam media massa tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Penulisan press release layak muat apabila cara menulisnya seperti halnya wartawan menulis berita langsung (straight news) dengan gaya piramida terbalik (inverted pyramid). Dimulai dengan membuat lead/ teras berita/ kepala berita sebagai paragraf pertama yang mengandung unsur 5W + 1H (What: apa yang terjadi? Where: dimana terjadinya? When: kapan peristiwa tersebut terjad? Who: siapa yang terlibat dalam peristiwa tersebut? Why: mengapa peristiwa tersebut terjadi? How: bagaimana berlangsungnya peristiwa tersebut?).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Penulisan dengan gaya piramida terbalik ini digunakan dengan alasan: Pertama, pembaca dikategorikan sebagai orang sibuk dan mempunyai waktu yang singkat untuk mendapatkan berita-berita yang faktual. Kedua, redaksi media massa harus memotong Press Release tersebut tanpa mengurangi isi pokoknya. Ketiga, redaksi tidak mempunyai cukup waktu untuk membaca keseluruhan Press Release. Sebelum redaksi memutuskan dibuang atau dipakai release tersebut, mereka harus tahu dengan cepat apa keseluruhan isi release itu (Cole dalam Soemirat dan Ardianto, 2004).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Setelah menulis lead sebagai paragraf pertama, kembangkan lead itu dalam paragraf kedua untuk menjelaskan atau mendukung paragraf pertama yang perlu dijelaskan atau mendukung paragraf pertama yang perlu dijelaskan. Kemudian masuk kepada tubuh berita. Penulisan dengan gaya piramida terbalik ini berarti menulis berita dari mulai yang sangat penting (lead) sampai kepada semakin tidak penting. Sedangkan judul diambil dari lead (berita yang sangat penting tadi).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Struktur penulisan siaran pers hakikatnya sama dengan dengan struktur naskah berita:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Head (judul)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Dateline (baris tanggal),&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Lead (teras berita),&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;News body (tubuh atau isi berita).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Format Siaran Pers&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Format khusus dalam naskah siaran pers bisa dengan format sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Bagian atas naskah berisi &quot;Untuk Disiarkan Segera&quot; atau &quot;Untuk Disiarkan Tanggal ...&quot;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Headline. Judul siaran pers, layaknya judul berita yang harus menggambarkan isi siaran pers.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Dateline. Baris Tanggal. Berisi nama kota dan tanggal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Body. Konten atau isi siaran pers, terdiri dari Lead (Teras) dan Tubuh Berita (Body).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Info Lembaga. Di bagian akhir naskah, cantumkan informasi tentang lembaga atau instansi yang mengirimkan rilis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Informasi Kontak. Setelah itu, di bawahnya dicantumkan nama dan alamat lembaga, no. telepon, fax, email, website, termasuk CP (Contact Person) yang bisa dihubungi. (Contoh Rilis)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Tips Siaran Pers&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Untuk menarik perhatian pembaca, beberapa aturan dasar yang biasa digunakan untuk menarik perhatian pembaca antara lain, yaitu:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Memilih judul yang positif (aktif) dan bukannya pasif.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Paragraf pertama (lead) harus tajam dan ringkas; antara 12 sampai 20 kata merupakan ukuran yang ideal.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Usahakan supaya kalimat dan paragraf pendek-pendek.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Hindari kata yang berlebihan seperti “ini” dan “itu”, serta kata keterangan dan kata sifat yang tidak perlu. Anda tidak perlu mengatakan bahwa sesuatu “hebat” atau “fantastis”. Kalau itu sehebat yang anda nyatakan, maka akan jelas dengan sendirinya dari teks yang anda tulis.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Hindari kata-kata panjang karena kolom surat kabar sempit.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Hindari istilah khusus dan penggunaan singkatan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Jawab enam pertanyaan ––siapa, mengapa, apa, bilamana, di mana dan bagaimana. Kalau anda tidak menjawab keenam pertanyaan ini maka siaran pers anda tidak berisi semua informasi yang diperlukan wartawan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Jangan menulis awal, bagian tengah dan akhir. Masukkan semua butir yang penting pada awal siaran pers. Kalau artikelnya terlalu panjang mereka akan memotongnya dari bawah dan jika Anda meletakkan butir-butir yang paling penting pada akhir berita, maka bagian itu tidak akan termuat.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Tulislah berita dan bukan pandangan (harus berdasarkan fakta).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Selalu periksa kembali ejaan nama orang.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Ketiklah siaran pers hanya pada satu sisi kertas saja dengan spasi rangkap. Berikan margin yang cukup pada semua sisi halaman.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Selalu beri tanggal pada siaran pers.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Selalu cantumkan nama kontak dan nomor telepon di siang hari pada bagian bawah siaran.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Buatlah siaran pers sesingkat mungkin.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Berkaitan dengan press release ada &amp;nbsp;hal-hal terpenting yang harus diketahui oleh pembuat siaran pers (&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Jefkins (2003))&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Kebijakan editorial&lt;/b&gt;, hal ini mengungkapkan pandangan dasar dari suatu media yang dengan sendirinya akan melandasi pemilihan subjek-subjek yang akan dicetak atau yang akan diterbitkannya. Selain itu aturan keredaksian dan aturan kewartawanan juga perlu diketahui PR dalam menulis dan mengirimkan press release.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Frekuensi penerbitan&lt;/b&gt;, setiap terbitan punya frekuensi penerbitan yang berbeda-beda, bisa harian, mingguan, bulanan, atau bahkan tahunan. Hal itu perlu diketahui oleh para praktisi PR, sehingga dapat menyesuaikan diri dalam pembuatan press release.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Tanggal/tenggat terbit&lt;/b&gt;, kapan tanggal dan saat terakhir sebuah naskah harus diserahkan ke redaksi untuk penerbitan yang akan datang? Hal ini ditentukan oleh frekuensi dan proses percetakannya. Hal ini penting diketahui praktisi humas karena kerap kali siaran pers yang dikirimkan tidak bisa termuat karena terganjal oleh tenggat terbit.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Proses percetakan,&lt;/b&gt;&amp;nbsp;hal ini wajib diketahui oleh praktisi humas sehingga pemuatan press release bisa sesuai dengan yang hiharapkan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Daerah sirkulasi&lt;/b&gt;, apakah jangkauan sirkulasi dari suatu media itu berskala lokal, pedesaan, perkotaan, nasional atau internasional. Hal ini dinilai sangat penting agar pesan yang disampaikan efektif dan efisien.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Jangkauan pembaca&lt;/b&gt;. Berapa dan siapa saja yang membaca jurnal atau media yang bersangkutan? Seorang praktisi PR juga dituntut untuk mengetahui kelompok usia, jenis kelamin, pekerjaan, status sosial, minat khusus, kebangsaan, etnik, agama, hingga ke orientasi politik dari suatu khalayak pembaca media.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Metode distribusi&lt;/b&gt;. Praktisi PR juga perlu mengetahui metode-metode distribusi suatu media, apakah eceran atau langganan. Kemudian ihwal tiras juga patut diketahui dalam upaya efektivitas dan efisiensi komunikasi yang dijalankan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Abdullah (2000) mengatakan bahwa yang dinomorsatukan oleh wartawan atau redaktur dalam menilai sebuah peristiwa yang akan menjadi berita adalah nilai jurnalistiknya. Hal serupa diberlakukan pula kepada rilis yang masuk yang dikirimkan oleh lembaga humas, atau materi sebuah jumpa pers, juga kegiatan khusus (special event) hingga hasil wawancara dengan narasumber. Meskipun nilai jurnalistik masing-masing media relatif berbeda, para praktisi media massa di seluruh dunia memiliki patokan unsur-unsur yang memiliki nilai jurnalistik, yaitu: aktualitas, kedekatan (proximity), penting, keluarbiasaan, ketegangan, konflik atau pertentangan, seks, kemajuan, emosi, dan humor. Kemudian ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam pengiriman press release:&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Kirimkan secepat mungkin&lt;/b&gt;. Artinya, jika kegiatan berlangsung hari itu, kirimkan hari itu juga. Jangan menunda hingga esok harinya, kecuali jika pelaksanaannya adalah malam hari.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Jika pengirim siaran pers sudah mengenal nama wartawan sesuai bidangnya, tujukanlah pada wartawan tadi.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Pengiriman bisa pula melalui faksimili (atau e-mail).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Jika melampirkan foto atau cetakan berwarna atau contoh produk, lebih baik melalui kurir.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;•Konfirmasikan kembali melalui telepon, apakah siaran pers tadi sudah diterima atau belum.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Adakalanya siaran pers ini melengkapi acara jumpa pers atau konferensi pers sehingga para kuli tinta tidak salah mengutip pernyataan atau data yang ada. Karena itulah ada hal-hal penting yang perlu diperhatikan dalam penyelenggaraan konferensi pers atau jumpa pers:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Jangan mengundang wartawan secara mendadak karena biasanya wartawan sudah memiliki jadwal kerja yang padat.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Hargailah waktu wartawan, jangan menunda waktu yang telah dijadwalkan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Jangan mengundurkan waktu hanya karena ada wartawan yang belum datang.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Wartawan paling menyukai acara jumpa pers pagi hari.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Hindari jumpa pers pada hari libur.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Hindari jumpa pers yang jaraknya sangat jauh.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Jika ingin suasana santai, jumpa pers bisa pula di rumah makan atau tempat rileks lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Hadirkanlah orang yang mempunyai kredibilitas sehingga menambah bobot acara jumpa pers.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Jangan “mengusir” wartawan yang datang tidak diundang sejauh ia betul-betul membutuhkan informasi untuk berita.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Sediakan bahan-bahan atau data tertulis sebagai pelengkap tulisan/ berita yang akan ditulis wartawan. Apakah itu proposal, brosur, rilis dan lain-lain.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Masukkan bahan-bahan tadi dalam map atau amplop.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Jika akan memberi cinderamata atau uang transportasi, masukkanlah ke dalam amplop besar atau map tadi.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Hindari jumpa pers satu arah. Berilah kesempatan wartawan untuk bertanya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Jangan heran apabila dalam kesempatan itu wartawan akan bertanya pula tentang materi lain di luar materi yang dijumpaperskan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Hindari jawaban “No Comment” dalam diskusi, sebab jawaban ini mengesankan pembenaran dari pernyataan wartawan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Khusus dalam Press Briefing karena dilakukan secara reguler dalam kegiatan besar, maka perlu diperhatikan hal-hal berikut:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Susunlah jadwal yang pasti, siapa yang tampil sebagai narasumber dan siapkan data yang akurat.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Konfirmasikan dahulu, apakah narasumber yang akan ditambilkan itu bersedia muncul dalam pertemuan dengan wartawan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Siapkan bahan-bahan tertulis dalam press room yang disediakan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Buatlah jurnal harian yang akurat dan lengkap.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Sediakan press room yang memadai yang dilengkapi dengan berbagai sarana komunikasi dan pengetikan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: xx-small;&quot;&gt;Dari berbagai sumber&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4268448123317699163/posts/default/7142040910561483249'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4268448123317699163/posts/default/7142040910561483249'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ramchesmerdeka.blogspot.com/2014/06/tips-menulis-siaran-resmi.html' title='Tips Menulis Siaran Resmi'/><author><name>Ramches Merdeka</name><uri>https://plus.google.com/103384315644688268342</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-VM-GRqiDrDI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAEp4/G24C2-pKENY/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/--AveoUKAj0c/U5KwDwVE9oI/AAAAAAAAEdU/rIlif6Un1a8/s72-c/tips-menulis-siaran-resmi.png" height="72" width="72"/><georss:featurename>Semarang, Semarang City, Central Java, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-6.9666667 110.41666669999995</georss:point><georss:box>-7.2188187 110.09394319999996 -6.7145147000000005 110.73939019999995</georss:box><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1"/><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4268448123317699163.post-1630924350885993402</id><published>2014-06-05T15:49:00.000+07:00</published><updated>2014-11-30T22:32:12.792+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Analisa"/><title type='text'>Pilih Jokowi atau Prabowo? Pilih: BANGUN PARTAI BURUH INDEPENDEN..!!</title><content type='html'>&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://3.bp.blogspot.com/-QDMbuUF6fWg/U5AujL0vtpI/AAAAAAAAEdE/XCDC_1qOgYw/s1600/pilih=jokowi-atau-prabowo-pilih-bangun-partai-buruh-alternatif-independen+(2).png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Pilih Jokowi atau Prabowo? Pilih: BANGUN PARTAI BURUH INDEPENDEN..!!&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;http://3.bp.blogspot.com/-QDMbuUF6fWg/U5AujL0vtpI/AAAAAAAAEdE/XCDC_1qOgYw/s1600/pilih=jokowi-atau-prabowo-pilih-bangun-partai-buruh-alternatif-independen+(2).png&quot; height=&quot;358&quot; title=&quot;Pemilu 2014&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr align=&quot;left&quot;&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: xx-small;&quot;&gt;Pilih Bangun Partai Rakyat&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Sebagian rakyat Indonesia hari ini sedang bingung memilih antara Jokowi atau Prabowo sebagai Presiden yang akan menggantikan Susilo Bambang Yudhoyono. Apa yang membuat mereka bingung? Jawabannya, dalam lacakanku, karena kedua calon presiden itu mengusung kosep ekonomi kerakyatan untuk merumuskan janji-janjinya dalam berkampanye.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Titik tekan yang diberikan oleh konsep ekonomi kerakyatan adalah “mengulurkan tangan” kepada kapitalis-kapitalis bermodal sangat kecil (sebagai ganti istilah UKM, Koperasi dan pedagang-pedagang di pasar-pasar tradisional). Berangkat dari titik tekan inilah kemudian kedua calon Presiden ini menggembar-gemborkan keberpihakannya para rakyat. Nah, keberpihakan kepada rakyat dalam kerangka ekonomi kerakyatan inilah yang saat ini sedang menjadi “rebutan” antara Jokowi dan Prabowo.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Rebutan yang membuat “orang kiri” yang mendukung Jokowi dan Prabowo bingung luar biasa!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Orang kiri yang ada digaris militan tentu tidak perlu bingung terhadap fenomena seperti ini. Ketika orang kiri militan menggunakan analisis kelas dan metode dialektika untuk memahami kondisi seperti ini, maka selesailah urusan. Dan, kemudian berkomitmen apa yang harus dilakukan?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Bangun partai buruh-marxis independen anti-kolaborasi dengan unsur-unsur kelas borjuis, itulah jawabannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Dengan orang kiri mendukung salah satu calon presiden tersebut itu artinya orang kiri telah melakukan pengikisan ideologi perjuangan kelas untuk menumbangkan kelas kapitalis. Jelas konsep ekonomi kerakyatan adalah konsep yang bertumpu pada tetap dipertahankannya alat produksi dikuasai/dimiliki secara individu, sedangkan kepemilikan alat produksi secara individu inilah yang menjadi biang kerok dari penindasan dari kelas yang satu terhadap kelas yang lain (exploitation l’homme par l’homme).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Penciptaan kesejahteraan rakyat melalui jalur konsep ekonomi kerakyatan hanyalah kamuflase saja dari watak eksploitasi yang bercokol di dalam konsep itu sendiri. Konsep ini sama sekali tidak menyentuh program-program perjuangan kelas dan kepemilikan alat produksi secara kolektif. Jika pun melalui konsep ekonomi kerakyatan ini diselipkan agenda penghapusan kerja alih daya (outsourcing) dan menaikan upah buruh, penyelipan ini digunakan hanya untuk “membekuk” kesadaran kritis kelas pekerja (untuk tidak mengatakan penjinakan) untuk memperjuangkan hak-haknya yang lebih esensial: kepemilikan alat produksi secara kolektif.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;GOLPUT DAN BANGUN KEMANDIRIAN PARTAI BURUH ADALAH SOLUSINYA..!!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Yang semakin melegitimasi orang-orang kiri mendukung Prabowo dan Jokowi tidak hanya konsep dari ekonomi kerakyatan dari mereka berdua. Tetapi janji mereka untuk merumuskan program-program berlandaskan pelayanan masyarakat, terutama masyarakat miskin. Penting untuk diberikan catatan: program-program pelayanan masyarakat miskin ini diderivasikan (diturunkan) dari konsep ekonomi kerakyatan. Nah, karena program ini merupakan derivasi dari konsep ekonomi kerakyatan, maka konsekuensinya adalah secara esensial program tersebut tentu saja ujung-ujungnya akan memproyeksikan rakyat miskin sebagai &quot;komoditi.&quot; Dalam hal ini program untuk rakyat miskin itu hanya akan memposisikan rakyat miskin sebagai alas kaki para penguasa untuk mengamankan kepentingan kapitalisme bermodal besar. Alas kaki [sebagai metafor] digunakan untuk melindungi kaki agar tidak terkena &quot;kotoran&quot; dan &quot;duri&quot; (baca: menghindari tudingan tidak berpihak kepada rakyat), demikian pula yang dilakukan oleh Jokowi dan Prabowo.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Konsep ekonomi kerakyatan sesungguhnya berorientasi pada mengintegrasikan kaum miskin ke dalam pasar dunia. Yang mengejutkan adalah “kaum miskin” dalam konsep ekonomi kerakyatan diibaratkan orang sakit yang harus diobati, diobati dengan cara berpartisipasi dalam “perekonomian pertumbuhan yang sehat.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Digariskan dalam konsep ekonomi kerakyatan bahwa yang menjadi persoalan orang miskin ialah ketidakmampuan mereka untuk menghasilkan uang (baca: akumulasi kapital) karena kepemilikan modalnya yang cekak/minim. Dengan kata lain, orang miskin itu tidak mengikuti model para kapitalis yang sudah bermodal besar dan kuat (masyarakat yang sehat tidak berpenyakit korengan dan borokan).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Sementara itu, semkian banyak saja orang yang terancam oleh sifat kapitalisme yang anarkis: korban-korban eksploitasi surplus value, perusakan lingkungan, marjinalisasi kaum perempuan dan eksploitasi massa melalui budaya pop, dll., dsb.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Perhatikan saja, betapa politik tidak jauh bedanya dengan komoditi, diperjual belikan sedemikian rupa. Misalnya, Megawati pernah melakukan transaksi politik dengan Prabowo melalui kontrak politik. Dan, berdasarkan kontrak politik inilah kemudian Prabowo memberikan sejumlah &quot;pembayaran&quot; kepada Megawati (ingat: Mega-Pro pada pemilu presiden 5 tahun yang lalu). Seperti halnya orang mengkontrak rumah pada juragan kontrakan, Prabowo bisa bernaung di bawah dukungan Megawati asalkan Prabowo memberikan keuntungan. Namun, ketika Prabowo tidak memberikan keuntungan maka kontrak itu dialihkan kepada pihak lain. Prabowo ogah meninggalkan rumah itu karena dia merasa belum habis masa kontraknya. Sementara itu Megawati memberikan kontrak rumah itu kepada Jokowi yang masih di huni oleh Prabowo, pada saat inilah terjadi percekcokan segitiga Jokowi-Megawati-Prabowo.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Rebutan dan percekcokan tersebut sebenarnya merupakan terjemahan dari persaingan antara kapitalis di ranah pasar bebas, dimana pihak yang satu menghantam pihak lainnya dengan tujuan agar pihak lain bangkrut dan tersingkir, dan kemudian si pemenang bisa melakukan monopoli. Secara ringkas dapatlah dikatakan, tradisi politik yang dibangun diantara mereka adalah tradisi politik dalam kerangka borjuistik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;Artinya pula, orang-orang kiri yang mendukung Jokowi dan Prabowo adalah orang-orang yang telah terjebak dalam permainan ala borjuistik ini..!!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;Ditulis Oleh: Ismantoro Dwi Yuwono&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;sumber:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;https://www.facebook.com/notes/ismantoro-dwi-yuwono/pilih-jokowi-atau-prabowo-pilih-bangun-partai-buruh-independen/10154209250045503&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4268448123317699163/posts/default/1630924350885993402'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4268448123317699163/posts/default/1630924350885993402'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ramchesmerdeka.blogspot.com/2014/06/pilih-jokowi-atau-prabowo-pilih-bangun.html' title='Pilih Jokowi atau Prabowo? Pilih: BANGUN PARTAI BURUH INDEPENDEN..!!'/><author><name>Ramches Merdeka</name><uri>https://plus.google.com/103384315644688268342</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-VM-GRqiDrDI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAEp4/G24C2-pKENY/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/-QDMbuUF6fWg/U5AujL0vtpI/AAAAAAAAEdE/XCDC_1qOgYw/s72-c/pilih=jokowi-atau-prabowo-pilih-bangun-partai-buruh-alternatif-independen+(2).png" height="72" width="72"/><georss:featurename>Jakarta, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-6.2087634 106.84559899999999</georss:point><georss:box>-6.4613213999999992 106.5228755 -5.9562054 107.16832249999999</georss:box><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1"/><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4268448123317699163.post-5841193533755496433</id><published>2014-05-29T12:04:00.001+07:00</published><updated>2015-02-07T16:24:48.196+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pojok"/><title type='text'>Mud Max, Film Dokumenter Lapindo</title><content type='html'>&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://1.bp.blogspot.com/-dZYEvxYXZEI/U4a_AvuLCeI/AAAAAAAAEbs/iF4sghlSwWo/s1600/lumpur-lapindo.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Dokumentasi Kasus Lumpur Lapindo Sidoarjo&quot; src=&quot;http://1.bp.blogspot.com/-dZYEvxYXZEI/U4a_AvuLCeI/AAAAAAAAEbs/iF4sghlSwWo/s1600/lumpur-lapindo.png&quot; height=&quot;362&quot; title=&quot;Mud Max, Film Dokumenter Lapindo&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&quot;MUD MAX: Investigative Documentary - Sidoarjo Mud Volcano Disaster?. Bisa jadi ada yang menduga film tersebut adalah pelesetan film Mad Max, yang dibintangi aktor Hollywood Mel Gibson, yang dibuat beberapa seri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Gambaran itu langsung mengingatkan pada film dokumenter lain yang sukses yaitu Ring of Fire. Kebetulan, dalam pembuatan MUD MAX, ASU bekerja sama dengan produser film Immodicus, yang juga memproduseri film Ring of Fire.Selanjutnya, di menit-menit awal film tersebut menampilkan rentetan bencana yang terjadi di Indonesia yang disebut-sebut berkaitan dengan posisi geologis Indonesia yang berada pada jalur Ring of Fire. Mulai meletusnya Gunung Krakatau di Selat Sunda pada 1880-an, sampai gempa di Jogja 2006, yang hanya selisih beberapa jam sebelum terjadi semburan liar di dekat lokasi pengeboran Lapindo di Desa Jatirejo, Kecamatan Porong, Sidoarjo, Mei 2006.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Sederet ahli pun ditampilkan dalam bentuk wawancara untuk menjelaskan keterkaitan potensi bencana di Indonesia dengan Ring of Fire tadi. Yang paling menonjol dan sering dimunculkan adalah Adriano Mazzini, peneliti proses geologis dan fisika Universitas Oslo, Norwegia. Lelaki berdarah Italia tersebut bahkan beberapa kali ditampilkan sedang mengambil sampel atau mengadakan pengamatan pada fenomena semburan lumpur.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Tidak saja yang terjadi di Sidoarjo, namun juga di tempat lain di Indonesia. Di antaranya Bleduk Kuwu, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah; Gunung Anyar, Surabaya; dan Kalanganyar, Sidoarjo. Sepertinya, Mazzini mencoba menarik benang merah antara fenomena semburan lumpur tersebut dengan yang terjadi di Porong.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Secara keseluruhan, memang banyak pengulangan yang ditampilkan dalam film itu. Termasuk penjelasan para ahli yang mengarah pada kesimpulan bahwa semburan lumpur panas di Porong itu adalah natural disaster (bencana alam).Sementara dalam konferensi para ahli geologi internasional di Capetown, Afrika Selatan, 2008 lalu, para ahli berbeda pendapat. Satu sisi menyebut sebagai natural disaster, sementara sisi lain menyebutnya dengan istilah man made.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Karena ada perbedaan pendapat itulah akhirnya diadakan voting. Hasilnya, sekitar 70 persen ahli geologi dunia menyatakan Lusi adalah man made. Yang setuju dengan natural disater hanya sekitar 20 persen. Sisanya menyebutkan gabungan kedua penyebab tersebut.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Meski begitu, film tersebut mencoba netral dengan tidak banyak membahas kontroversinya. Akibatnya, pemberian subjudul investigative documentary, jadi kurang tampak pada keseluruhan film. Sebagian besar film tersebut lebih banyak mengulas teknis geologis, terutama yang menyangkut posisi Indonesia pada jalur Ring of Fire.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Film tersebut lantas mencoba untuk netral dengan menampilkan ahli-ahli lain yang menyatakan bahwa semburan liar itu berkaitan dengan pengeboran di Jatirejo. Meski porsinya tidak sebanyak mereka yang mendukung teori korelasi dengan gempa Jogja, bagi penonton kritis kemunculan pendapat itu cukup untuk memicu pemikiran terhadap kemungkinan teori man made disaster.Secara keseluruhan film tersebut sepertinya tidak ingin mengembangkan kontroversi terkait penyebab munculnya semburan liar di sumur Lapindo, yang sampai sekarang masih terus berlangsung. Film itu lebih memunculkan pada teori-teori geologis terjadinya mud volcano. Bahkan, di bagian akhir film, diungkapkan bahwa para ahli yang berbeda pendapat sepakat menjadikan Lusi sebagai natural laboratory (laboratorium alam) guna pengembangan ilmu geologi.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Itu juga terjadi pada sesi diskusi panel seusai pemutaran film. Hampir seluruh pertanyaan yang disampaikan berkaitan dengan teori-teori geologis. Yang patut disayangkan, panelis yang hadir dalam diskusi tersebut sebagian besar adalah ahli yang mendukung teori bahwa Lusi adalah natural disaster. &quot;Kami sudah mengundang ahli yang berbeda pendapat, namun mereka tidak bisa hadir,&quot; dalih Avian Tumengkol, juru bicara Immodicus.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Di bagian akhir ditampilkan upaya-upaya yang telah dilakukan Lapindo terkait dampak sosial yang disebabkan semburan lumpur. Munculnya Andi Darussalam Tabusala, yang disebut sebagai wakil keluarga Bakrie, terkesan sebagai justifikasi bahwa Lapindo tidak terkait dengan semburan lumpur panas tersebut.Andi memang menyatakan bahwa Lapindo telah mengeluarkan banyak uang untuk membantu menyelesaikan masalah yang terkait Lapindo. Tapi, dia menegaskan bahwa bantuan tersebut tidak bisa diartikan bahwa Lapindo mengaku bersalah. &quot;Sebagai bentuk tanggung jawab sosial. Seperti tetangga yang membantu tetangganya yang sedang dirundung masalah,&quot; katanya.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Kesan tersebut semakin kuat dengan ditampilkannya korban Lusi yang sudah direlokasi dan mendapatkan rumah di kompleks perumahan di Sidoarjo, yang dibangun Lapindo. Korban, yang tampaknya pasangan muda, mengaku sangat beruntung. &quot;Tidak pernah terbayangkan sebelumnya kalau kami akan mendapatkan rumah yang sebagus ini,&quot; kata sang suami yang berjenggot tersebut.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Namun, upaya menjaga netralitas film di tengah kontroversi yang masih terus berlangsung, luntur karena tidak ditampilkan korban yang belum terselesaikan masalahnya, sebagai penyeimbang pernyataan korban yang merasa diuntungkan tadi.Ending film tersebut makin mengesankan sulitnya menjaga netralitas dengan ditampilkannya perkembangan terakhir kasus Lusi yang menyebutkan bahwa polisi sudah menghentikan pemeriksaan dengan menerbitkan SP3 (surat perintah penghentian penyidikan). Hal itu diperkuat dengan penjelasan adanya desakan DPR agar pemerintah mengambil alih penanganan dampak Lusi.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Di sisi lain, tidak ditampilkan hasil voting para ahli geologis internasional dalam konferensi di Capetown, yang menunjukkan bahwa sebagian besar mereka (sekitar 70 persen) menyatakan Lusi bukan sebagai natural disaster, melainkan disebabkan faktor manusia (man made). Seharusnya, kalau memang berniat netral, fakta itu juga ditampilkan sebagai penyeimbang.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4268448123317699163/posts/default/5841193533755496433'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4268448123317699163/posts/default/5841193533755496433'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ramchesmerdeka.blogspot.com/2014/05/mud-max-film-dokumenter-lapindo.html' title='Mud Max, Film Dokumenter Lapindo'/><author><name>Ramches Merdeka</name><uri>https://plus.google.com/103384315644688268342</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-VM-GRqiDrDI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAEp4/G24C2-pKENY/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/-dZYEvxYXZEI/U4a_AvuLCeI/AAAAAAAAEbs/iF4sghlSwWo/s72-c/lumpur-lapindo.png" height="72" width="72"/><georss:featurename>Jakarta, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-6.2087634 106.84559899999999</georss:point><georss:box>-6.4613213999999992 106.5228755 -5.9562054 107.16832249999999</georss:box><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1"/><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4268448123317699163.post-7761610708693027379</id><published>2014-05-27T15:30:00.001+07:00</published><updated>2014-05-27T15:30:11.366+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Resensi"/><title type='text'>Globalisasi Neoliberal, Hanya Mengabadikan Kemiskinan (3)</title><content type='html'>&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://3.bp.blogspot.com/-l0aEX7NGtAs/U4RLQ_G7XbI/AAAAAAAAEbc/69OZBeXEIek/s1600/Globalisasi+Neoliberal%252C+Hanya+Mengabadikan+Kemiskinan.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Globalisasi Neoliberal&quot; src=&quot;http://3.bp.blogspot.com/-l0aEX7NGtAs/U4RLQ_G7XbI/AAAAAAAAEbc/69OZBeXEIek/s1600/Globalisasi+Neoliberal%252C+Hanya+Mengabadikan+Kemiskinan.png&quot; height=&quot;355&quot; title=&quot;Globalisasi Neoliberal, Hanya Mengabadikan Kemiskinan&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #f8f8f8; color: #555555; font-family: &#39;Source Sans Pro&#39;; line-height: 24px; margin: 0px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #666666; font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif; margin: 0px; padding: 0px;&quot;&gt;Selain listrik, sektor publik lain seperti pendidikan dan kesehatan pun diprivatisasi. Di Indonesia, privatisasi pendidikan tinggi ditandai dengan kemunculan Undang-Undang Badan Hukum Milik Negara (UU BHMN) pada awal tahun 2000. Skema privatisasi pendidikan tinggi ini kemudian terus berlanjut dengan dikeluarkannya Rancangan Undang-Undang Badan Hukum Pendidikan (RUU BHP) yang kemudian disahkan menjadi Undang-Undang pada tanggal 17 Desember 2008. UU BHP merupakan skenario World Bank/Bank Dunia yang tercantum dengan jelas dalam dokumen Indonesia Managing Higher Education for Relevance and Efficiency (IMHERE).12 Meskipun UU BHP dibatalkan secara hukum oleh Mahkamah Konstitusi (MK) pada 30 Maret 2010, privatisasi pendidikan tinggi pun terus berlanjut dan terus menghambat akses rakyat miskin terhadap pendidikan tinggi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #f8f8f8; color: #555555; font-family: &#39;Source Sans Pro&#39;; line-height: 24px; margin: 0px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #666666; font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif; margin: 0px; padding: 0px;&quot;&gt;&lt;br style=&quot;font-family: &#39;Source Sans Pro&#39;; margin: 0px; padding: 0px;&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #f8f8f8; color: #555555; font-family: &#39;Source Sans Pro&#39;; line-height: 24px; margin: 0px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #666666; font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif; margin: 0px; padding: 0px;&quot;&gt;Pada tahun 2011, DPR mengeluarkan Rancangan Undang-Undang Pendidikan Tinggi (RUU PT) yang memiliki isi serupa dengan UU BHP. Bedanya, kali ini privatisasi pendidikan dibalut dalam nama lain yang lebih soft, yakni “otonomi”. RUU PT ini pun kemudian disahkan menjadi Undang-Undang pada tanggal 13 Juli 2012. Gerakan sosial yang anti dengan privatisasi pendidikan pun kemudian kembali melakukan judicial review terhadap UU PT tersebut. Sayangnya, kali ini MK tidak mengabulkan tuntutan pembatalan UU PT dan dengan demikian melegalkan privatisasi pendidikan tinggi terhitung sejak 29 April 2014.13&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #f8f8f8; color: #555555; font-family: &#39;Source Sans Pro&#39;; line-height: 24px; margin: 0px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #666666; font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif; margin: 0px; padding: 0px;&quot;&gt;&lt;br style=&quot;font-family: &#39;Source Sans Pro&#39;; margin: 0px; padding: 0px;&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #f8f8f8; color: #555555; font-family: &#39;Source Sans Pro&#39;; line-height: 24px; margin: 0px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #666666; font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif; margin: 0px; padding: 0px;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;font-family: &#39;Source Sans Pro&#39;; margin: 0px; padding: 0px;&quot;&gt;(Lalu Apa?) Solusi Kemiskinan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #f8f8f8; color: #555555; font-family: &#39;Source Sans Pro&#39;; line-height: 24px; margin: 0px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #666666; font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif; margin: 0px; padding: 0px;&quot;&gt;Dalam buku ini, Macarov memang menunjukkan posisinya dimana ia berpendapat globalisasi neoliberal menjadi penyebab utama dari kemiskinan dan kemiskinan memang diciptakan secara struktural. Namun, menurut saya, secara umum solusi yang ditawarkan Macarov (untuk mengatasi kemiskinan dan berbagai problem yang dihasilkan globalisasi dan privatisasi tersebut) dalam buku ini tidak begitu mempesona. Solusi yang diungkapkan Macarov, menurut saya, cenderung bersifat reformis ketimbang revolusioner, seperti subsidi, kemudahan kredit bagi usaha mikro, dan peningkatan pajak bagi orang kaya. Solusi-solusi itu, menurut saya, sangatlah tidak mencukupi, jika kita memang menginginkan terwujudnya tatanan masyarakat yang setara, dan terbebas dari pemiskinan dan kemiskinan itu sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #f8f8f8; color: #555555; font-family: &#39;Source Sans Pro&#39;; line-height: 24px; margin: 0px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #666666; font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif; margin: 0px; padding: 0px;&quot;&gt;&lt;br style=&quot;font-family: &#39;Source Sans Pro&#39;; margin: 0px; padding: 0px;&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #f8f8f8; color: #555555; font-family: &#39;Source Sans Pro&#39;; line-height: 24px; margin: 0px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #666666; font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif; margin: 0px; padding: 0px;&quot;&gt;Dalam buku ini, Macarov terlihat tidak mengajukan sebuah solusi yang menawarkan perubahan secara struktural. Saya sendiri berpendapat bahwa karena kemiskinan diciptakan oleh globalisasi neoliberal yang sangat bersifat struktural, maka solusi untuk mengatasi permasalahan kemiskinan pun perlu diletakkan pada dimensi yang juga bersifat struktural. Perubahan mode ekonomi kapitalisme dalam wajah globalisasi neoliberal seperti yang berlangsung saat ini menjadi mode ekonomi yang sosialis, menurut saya, harus terus diusahakan. Selain itu, penguasaan aset-aset publik secara privat hanya dapat dihentikan melalui struktur kekuasaan politik yang diisi oleh mereka yang tidak bersetuju terhadap kapitalisme. Dalam perjalanannya, tentu saja semua usaha-usaha untuk mengubah struktur ekonomi politik kapitalisme yang memiskinkan sebagian besar rakyat ini tidak akan berlangsung dengan “aman-aman saja”. Akan tetapi, kapitalisme dalam wajah globalisasi neoliberal ini akan terus bertahan selama tidak ada upaya untuk mengubahnya dan dengan demikian, maka kemiskinan pun juga tidak akan pernah dapat diakhiri.***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #f8f8f8; color: #555555; font-family: &#39;Source Sans Pro&#39;; line-height: 24px; margin: 0px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #666666; font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif; margin: 0px; padding: 0px;&quot;&gt;&lt;br style=&quot;font-family: &#39;Source Sans Pro&#39;; margin: 0px; padding: 0px;&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #f8f8f8; color: #555555; font-family: &#39;Source Sans Pro&#39;; line-height: 24px; margin: 0px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #666666; font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif; margin: 0px; padding: 0px;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: #666666; font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif; margin: 0px; padding: 0px;&quot;&gt;-----------------------------------------------------&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #f8f8f8; color: #555555; line-height: 24px; margin: 0px; padding: 0px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #666666; margin: 0px; padding: 0px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;margin: 0px; padding: 0px;&quot;&gt;1.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;Ke-nyinyir-an mahasiswa dan lulusan-lulusan universitas Ibukota terhadap aksi May Day kaum buruh ini dapat dilihat di berbagai media sosial seperti twitter,facebook, path, dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #f8f8f8; color: #555555; line-height: 24px; margin: 0px; padding: 0px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;color: #666666; margin: 0px; padding: 0px;&quot;&gt;2.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;color: #666666; margin: 0px; padding: 0px;&quot;&gt;Mereka lupa bahwa banyak buruh yang bekerja di pabrik-pabrik kini merupakan lulusan D3 dan bahkan S1. Selain itu, pendapat semacam ini juga dapat dilihat misalnya pada tautan (http://www.merdeka.com/uang/upah-buruh-lulusan-s1-haruskah-sama-dengan-lulusan-sma.html).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #f8f8f8; color: #555555; line-height: 24px; margin: 0px; padding: 0px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;color: #666666; margin: 0px; padding: 0px;&quot;&gt;3.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;color: #666666; margin: 0px; padding: 0px;&quot;&gt;David Macarov. 2003. What the Market does to People : Privatization, Globalization, and Poverty. London, Zed Books.,hlm. 52.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #f8f8f8; color: #555555; line-height: 24px; margin: 0px; padding: 0px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;color: #666666; margin: 0px; padding: 0px;&quot;&gt;4.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;color: #666666; margin: 0px; padding: 0px;&quot;&gt;Beatrix Campbell. 2013. End of Equality. Calcutta : Seagull Books.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #f8f8f8; color: #555555; line-height: 24px; margin: 0px; padding: 0px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;color: #666666; margin: 0px; padding: 0px;&quot;&gt;5.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;color: #666666; margin: 0px; padding: 0px;&quot;&gt;Berdasarkan data yang didapat dari Kompas, Sekitar 70 persen kerusakan lingkungan di Indonesia disebabkan oleh operasi pertambangan (http://regional.kompas.com/read/2012/09/28/17313375/70.Persen.Kerusakan.Lingkungan.akibat.Operasi.Tambang)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #f8f8f8; color: #555555; line-height: 24px; margin: 0px; padding: 0px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;color: #666666; margin: 0px; padding: 0px;&quot;&gt;6.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;color: #666666; margin: 0px; padding: 0px;&quot;&gt;Hal tersebut tidak terlepas dari konstruksi patriarkal yang menempatkan perempuan bukan sebagai kepala rumah tangga dan pencari nafkah utama. Lihat Silvia Federici. 2012. Revolution at Point Zero : Housework, Reproduction, and Feminist Struggle. PM Press.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #f8f8f8; color: #555555; line-height: 24px; margin: 0px; padding: 0px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;color: #666666; margin: 0px; padding: 0px;&quot;&gt;7.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;color: #666666; margin: 0px; padding: 0px;&quot;&gt;Sistem ekonomi laizess faire dikenal juga dengan istilah sistem ekonomi pasar bebas. Sistem ekonomi ini menekankan kebebasan yang sepenuhnya pada pihak swasta dalam ekonomi dan menekankan minimnya campur tangan pemerintah dalam ekonomi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #f8f8f8; color: #555555; line-height: 24px; margin: 0px; padding: 0px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;color: #666666; margin: 0px; padding: 0px;&quot;&gt;8.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;color: #666666; margin: 0px; padding: 0px;&quot;&gt;Pernyataan Sikap KSN ‘Privatisasi PLN Sebuah Skenario Penghancuran Bangsa oleh Kekuatan Kapitalis’&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #f8f8f8; color: #555555; line-height: 24px; margin: 0px; padding: 0px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #666666; margin: 0px; padding: 0px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: x-small;&quot;&gt;http://ksn.or.id/2012/04/privatisasi-pln-sebuah-skenario-penghancuran-bangsa-oleh-kekuatan-kapitalis/&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #f8f8f8; color: #555555; line-height: 24px; margin: 0px; padding: 0px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;color: #666666; margin: 0px; padding: 0px;&quot;&gt;9.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;color: #666666; margin: 0px; padding: 0px;&quot;&gt;Dalam buku I. Wibowo dan Francis Wahono (ed.). 2003. Neoliberalisme. Yogyakarta : Cindelaras Pustaka Rakyat Cerdas., hlm. 206-207.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #f8f8f8; color: #555555; line-height: 24px; margin: 0px; padding: 0px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;color: #666666; margin: 0px; padding: 0px;&quot;&gt;10.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;color: #666666; margin: 0px; padding: 0px;&quot;&gt;David Macarov. 2003. What the Market does to People : Privatization, Globalization, and Poverty. Op.Cit., hlm. 79.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #f8f8f8; color: #555555; line-height: 24px; margin: 0px; padding: 0px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;color: #666666; margin: 0px; padding: 0px;&quot;&gt;11.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;color: #666666; margin: 0px; padding: 0px;&quot;&gt;Dalam pernyataan sikap resmi dari KSN “Privatisasi PLN Sebuah Skenario Penghancuran Bangsa oleh Kekuatan Kapitalis” (http://ksn.or.id/2012/04/privatisasi-pln-sebuah-skenario-penghancuran-bangsa-oleh-kekuatan-kapitalis/ ) dinyatakan bahwa “Privatisasi PLN dimulai dengan ditandatanganinya LOI yang pertama oleh Presiden Soeharto pada tanggal 31 Oktober 1997, dimana pada butir 41 Pemerintah Indonesia akan mengevaluasi lagi belanja negara berkaitan dengan pelayanan publik (seperti listrik, air, minyak dll), dan berjanji bahwa sektor pelayanan publik tersebut akan di privatisasi, agar tercipta pasar yang effisien, kompetitif dan transparan (ini adalah “adagium” klasik dari Kapitalis agar perusahaan negara dapat dikuasainya).”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #f8f8f8; color: #555555; line-height: 24px; margin: 0px; padding: 0px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;color: #666666; margin: 0px; padding: 0px;&quot;&gt;12.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;color: #666666; margin: 0px; padding: 0px;&quot;&gt;Lihat http://web.worldbank.org/external/projects/main?pagePK=104231&amp;amp;piPK=73230&amp;amp;theSitePK=40941&amp;amp;menuPK=228424&amp;amp;Projectid=P085374.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #f8f8f8; color: #555555; line-height: 24px; margin: 0px; padding: 0px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;color: #666666; margin: 0px; padding: 0px;&quot;&gt;13.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;color: #666666; margin: 0px; padding: 0px;&quot;&gt;Putusan dapat dilihat di http://www.mahkamahkonstitusi.go.id/index.php?page=web.Putusan&amp;amp;id=1&amp;amp;kat=1.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #f8f8f8; color: #555555; line-height: 24px; margin: 0px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #666666; margin: 0px; padding: 0px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;br style=&quot;margin: 0px; padding: 0px;&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #f8f8f8; color: #555555; line-height: 24px; margin: 0px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;margin: 0px; padding: 0px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #666666; margin: 0px; padding: 0px;&quot;&gt;Ditulis oleh&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Fathimah Fildzah Izzati&amp;nbsp;dan diunduh untuk diterbitkan pada weblog ini untuk menambah referensi.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: #666666; margin: 0px; padding: 0px;&quot;&gt;Penulis adalah anggota redaksi Left Book Review (LBR) Indoprogress dan anggota Partai Rakyat Pekerja (PRP), beredar di twitterland dengan ID : @ffildzahizz&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #f8f8f8; color: #555555; line-height: 24px; margin: 0px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #666666; margin: 0px; padding: 0px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;br style=&quot;margin: 0px; padding: 0px;&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;background-color: #f8f8f8; color: #555555; line-height: 24px; margin: 0px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #666666; margin: 0px; padding: 0px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: x-small;&quot;&gt;sumber:&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://indoprogress.com/2014/05/globalisasi-neoliberal-kemiskinan-dan-lalu-apa-solusinya/&quot; style=&quot;color: #666666; list-style: none; margin: 0px; outline: none !important; padding: 0px; text-decoration: none;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;KLIK DISINI&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ramchesmerdeka.blogspot.com/feeds/7761610708693027379/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ramchesmerdeka.blogspot.com/2014/05/globalisasi-neoliberal-hanya27_27.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4268448123317699163/posts/default/7761610708693027379'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4268448123317699163/posts/default/7761610708693027379'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ramchesmerdeka.blogspot.com/2014/05/globalisasi-neoliberal-hanya27_27.html' title='Globalisasi Neoliberal, Hanya Mengabadikan Kemiskinan (3)'/><author><name>Ramches Merdeka</name><uri>https://plus.google.com/103384315644688268342</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-VM-GRqiDrDI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAEp4/G24C2-pKENY/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/-l0aEX7NGtAs/U4RLQ_G7XbI/AAAAAAAAEbc/69OZBeXEIek/s72-c/Globalisasi+Neoliberal%252C+Hanya+Mengabadikan+Kemiskinan.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Jakarta, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-6.2087634 106.84559899999999</georss:point><georss:box>-6.2087634 106.84559899999999 -6.2087634 106.84559899999999</georss:box><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1"/><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4268448123317699163.post-4923127784291999640</id><published>2014-05-27T15:25:00.002+07:00</published><updated>2014-05-27T16:15:15.419+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Resensi"/><title type='text'>Globalisasi Neoliberal, Hanya Mengabadikan Kemiskinan (2)</title><content type='html'>&lt;span id=&quot;goog_1595086999&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://1.bp.blogspot.com/-l0aEX7NGtAs/U4RLQ_G7XbI/AAAAAAAAEbY/ezNQVbecBoM/s1600/Globalisasi+Neoliberal,+Hanya+Mengabadikan+Kemiskinan.png&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img height=&quot;356&quot; src=&quot;https://images-blogger-opensocial.googleusercontent.com/gadgets/proxy?url=http%3A%2F%2F1.bp.blogspot.com%2F-l0aEX7NGtAs%2FU4RLQ_G7XbI%2FAAAAAAAAEbY%2FezNQVbecBoM%2Fs1600%2FGlobalisasi%2BNeoliberal%2C%2BHanya%2BMengabadikan%2BKemiskinan.png&amp;amp;container=blogger&amp;amp;gadget=a&amp;amp;rewriteMime=image%2F*&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span id=&quot;goog_1595087000&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id=&quot;goog_1595086969&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Macarov melakukan kritik terhadap berbagai metode penetapan ‘garis kemiskinan’ yang banyak dilakukan di berbagai negara di dunia. Penetapan ‘garis kemiskinan’ yang didasarkan pada rata-rata pendapatan minimum yang dapat diraih setiap warga negara per bulannya tanpa memperhatikan hal-hal yang lain, merupakan hal yang bermasalah. Dalam hal ini, mereka yang termasuk ke dalam kategori orang yang berada di atas ‘garis kemiskinan’ tersebut, meskipun hanya dengan perbedaan yang sangat sedikit, tidak dapat dikategorikan sebagai orang yang miskin. Selain itu, penetapan ‘garis kemiskinan’ yang didasarkan pada pendapatan rata-rata yang terendah dan tertinggi juga memiliki masalah. Pengukuran semacam ini bermasalah karena gap/kesenjangan yang besar antara pendapatan yang terendah dan tertinggi tidak dieperhitungkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Lalu, apa implikasi dari penetapan ‘garis kemiskinan’ ini? Selain berimplikasi pada berbagai kebijakan publik yang ditetapkan pemerintah, penetapan ‘garis kemiskinan’ ini juga sedikit banyak mempengaruhi pendapat umum atau common sense mengenai kemiskinan. Meskipun demikian, ada beberapa hal yang disepakati dalam mendefinisikan kemiskinan. Yakni sejauh mana orang dapat mengakses berbagai kebutuhan yang merupakan kebutuhan pokok, termasuk pendidikan, kesehatan, dan rumah yang layak, maka ia dapat dikatakan tidak hidup dalam kemiskinan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Pendapat bahwa kemiskinan itu bersifat sangat relatif dan bergantung pada masing-masing individu juga banyak berkembang. Hanya saja, pendapat mengenai hal ini memiliki banyak kekurangan. Pendapat ini dapat membuat negara mengabaikan kewajiban mereka dalam memenuhi semua kebutuhan warganya. Macarov dalam bukunya ini memang tidak menyebutkan mana pendapat yang lebih masuk akal atau menyatakan dengan tegas dimana posisinya. Namun, Macarov lebih banyak menekankan definisi kemiskinan pada kemiskinan struktural. Kemiskinan struktural didefinisikan Macarov sebagai kemiskinan yang disebabkan oleh sistem ekonomi yang berkembang di sebuah negara yang kemudian menyebabkan kemiskinan terhadap warga negaranya.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Selain berbagai definisi kemiskinan tersebut, ada hal diungkapkan Macarov dalam buku ini, yakni mengenai dampak atau implikasi yang terjadi akibat kemiskinan. Selain kelaparan, menurut Macarov, prostitusi, kekerasan, dan kerusakan lingkungan menjadi beberapa dampak lain yang ditimbulkan akibat kemiskinan. Menurut Macarov, kerusakan lingkungan terjadi misalnya diakibatkan oleh mereka yang hidup dalam kemiskinan terpaksa membakar hutan atau mengambil ikan di sungai dan memburu binatang dihutan tanpa memperhatikan keberlangsungan lingkungan demi mempertahankan hidup mereka. Bahkan, Macarov mengamini pernyataan Indira Gandhi yang terkenal yang menyatakan bahwa kemiskinan ialah the greatest polluter.&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: red; font-size: xx-small;&quot;&gt;3&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Saya sendiri kurang sependapat dengan pendapat Macarov tersebut. Prostitusi dan kekerasan akan selalu ada selama kapital masih menghendaki hal itu. Meski tingkat kemiskinan berkurang, kedua hal itu akan selalu ada sejauh kapitalisme masih menjadi fondasi utama masyarakat. Sebagaimana diungkapkan Beatrix Campbell, bahwa kapitalisme yang berkelindan dengan patriarki akan selalu menghasilkan erotic capital yang memungkinkan tumbuh suburnya bisnis prostitusi dan kekerasan.&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: red; font-size: xx-small;&quot;&gt;4&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; Selain itu, menurut saya, kemiskinan tidak dapat dinyatakan sebagai the greatest polluter demikian juga dengan mengatakan bahwa mereka yang miskin sebagai the greatest polluter. Fakta bahwa banyak orang miskin hidup di lingkungan yang kumuh memang tidak dapat dielakkan. Namun, menyebut mereka sebagai the greatest polluter saya rasa masih terlalu terburu-buru. Terlebih, kerusakan lingkungan yang dihasilkan kapitalisme, yang dihasilkan kaum pemilik modal (para pengusaha tambang, para pengusaha kayu dan kertas, dan sebaginya) tentunya jauh lebih besar dan lebih hebat!&lt;span style=&quot;color: red; font-size: xx-small;&quot;&gt;&lt;b&gt;5&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Apa Penyebab Kemiskinan?&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Dalam buku ini, Macarov menjelaskan dengan sangat baik berbagai pendapat umum atau “common sense” yang berkembang di seputar perdebatan mengenai penyebab kemiskinan. Macarov menyatakan bahwa banyak pendapat yang menyatakan bahwa persoalan kemiskinan disebabkan oleh problem/masalah yang ada di dalam personal seorang manusia. Kemiskinan diakibatkan oleh mental individu manusia yang malas, yang tidak memiliki motivasi untuk berjuang hidup dengan layak dan sebagainya. Dengan demikian, solusinya selalu diletakkan pada bagaimana mengubah manusia tersebut. Entah apakah agar dia tidak malas, dan sebagainya. Kemiskinan yang seringkali dikaitkan dengan problem mental perseorangan ini mengandung masalah karena pengandaian manusia sebagai individu yang memiliki kemampuan untuk menentukan pilihan selalu tidak dapat dilepaskan kaitannya dengan struktur sosial politik yang melingkupinya.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Persoalan mengenai kemiskinan yang sering dikaitkan dengan problem mental perseorangan ini, pernah diujikan dan coba dibuktikan kebenarannya oleh Macarov. Pada bagian awal buku ini, Macarov menceritakan pengalamannya dalam membuktikan bahwa pendapat mengenai kemiskinan akibat problem mental perseorangan (malas, tidak punya motivasi, dan sebagainya) adalah tidak benar adanya. Pada sebuah kelas mata kuliah yang ia ajar di salah satu universitas, Macarov menceritakan hasil observasi yang dilakukan para mahasiswanya atas kemiskinan. Para mahasiswa tersebut dibolehkan hidup hanya dengan sejumlah uang berdasarkan standar garis kemiskinan yang ada. Mereka kemudian diminta menuliskan apa saja yang mereka makan dengan menggunakan sedikit uang tersebut, apa yang mereka lakukan dan apa yang mereka rasakan dalam kondisi seperti itu.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Hasilnya, sebagian besar mahasiswa Macarov tersebut mengungkapkan bahwa bahwa mereka merasa malas, tidak punya motivasi dalam hidup, ingin melakukan kejahatan atau tindakan kriminal karena atau akibat kondisi kemiskinan yang mereka alami. Beberapa dari mahasiswa tersebut bahkan bercerita bahwa ingin mengakhiri hidup mereka dan melakukan bunuh diri demi mengakhiri hidup yang sengsara itu. Hasil observasi tersebut kemudian mematahkan argumen mengenai kemalasan individu sebagai penyebab kemiskinan. Sebaliknya, kemalasan individu, tidak adanya motivasi dalam hidup, dan keinginan untuk berbuat jahat, justru merupakan akibat dari kemiskinan!&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Pendapat lain yang banyak berkembang di seputar penyebab kemiskinan ialah pendapat bahwa kemiskinan disebabkan oleh hal-hal yang sifatnya lebih struktural. Macarov membagi pendapat ini kedalam beberapa hal dimana diantaranya berkaitan dengan kelompok-kelompok minoritas sebagai pihak yang paling rentan dan banyak berada dalam kemiskinan. Dalam hal ini, kemiskinan yang terjadi pada kelompok minoritas diakibatkan diskriminasi yang seringkali menimpa mereka. Kelompok-kelompok minoritas seringkali mendapatkan diskrimasi dalam berbagai hal termasuk dalam hal ekonomi. Hal ini yang menyebabkan banyak kelompok minoritas menjadi mereka yang hidup dalam kemiskinan akibat dihambatnya akses mereka terhadap ekonomi. Selain itu, kemiskinan juga banyak disebabkan oleh seksisme. Pemiskinan perempuan seringkali terjadi akibat perempuan lebih banyak mendapat banyak hambatan dalam berbagai hal termasuk dalam hal ekonomi. Terkait hal ini, perempuan seringkali mengalami kemiskinan yang lebih besar daripada laki-laki. Sebagai contoh, di banyak tempat, perempuan yang bekerja dengan beban kerja yang sama dengan laki-laki mendapatkan upah yang lebih sedikit dibandingkan laki-laki.&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: red; font-size: xx-small;&quot;&gt;6&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Terakhir, Macarov menyebutkan bahwa penyebab kemiskinan secara struktural tidak lain tentunya ialah sistem ekonomi kapitalisme laizess faire&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: red; font-size: xx-small;&quot;&gt;7&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; dimana sekelompok kecil orang berkuasa sepenuhnya atas akses dan berbagai aset ekonomi dibandingkan dengan sebagian besar lainnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Globalisasi dan Privatisasi sebagai Penyebab Kemiskinan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Dalam buku ini, kemiskinan struktural menjadi sorotan utama Macarov. Terkait hal ini, Macarov mengidentifikasi bahwa anak-anak, orang lanjut usia, mereka yang tidak bekerja/pengangguran, para pekerja yang miskin, menjadi orang-orang yang paling dimiskinkan secara struktural. Penyebab kemiskinan secara struktural yakni sistem eknonomi yang berbasis pada sistem ekonomi pasar dijadikan sorotan atau fokus utama Macarov. Hal ini banyak menjadi bagian terbesar tulisannya, terutama mengenai globalisasi sebagai konsekuensi sistem ekonomi neoliberal yang hampir tidak bisa lagi dihindari oleh sebagian besar negara di dunia. Dijadikannya pasar sebagai mesin ekonomi membuat semua harus dilakukan berdasarkan pada ukuran-ukuran itu. Konsekuensi tak terpisahkan dari globalisasi neoliberal diantaranya ialah privatisasi. Privatisasi merupakan ciri yang tak dapat dipisahkan dari neoliberalisme yang berkelindan dengan globalisasi. Privatisasi yang sering juga disebut dengan penjualan aset negara merupakan sebuah proses pengalihan hak kepemilikan dari kepemilikan publik (negara) ke pemilikan pribadi/perusahaan swasta.&lt;span style=&quot;color: red; font-size: xx-small;&quot;&gt;&lt;b&gt;8&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; Dalam hal ini, pada tulisan Revrisond Baswir yang berjudul ‘Privatisasi BUMN: Menggugat Model Ekonomi Neoliberalisme IMF‘, dapat dilihat bahwa privatisasi ditujukan untuk menata ulang struktur perekonomian suatu negara demi kelancaran agenda-agenda neoliberal secara internasional.&lt;span style=&quot;color: red; font-size: xx-small;&quot;&gt;&lt;b&gt;9&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Macarov mengemukakan bahwa negara biasanya melakukan privatisasi dengan berbagai alasan. Macarov mengidentifikasi bahwa setidaknya terdapat delapan alasan yang secara umum digunakan berbagai negara dalam melakukan priv&lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;https://draft.blogger.com/&quot; style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;atisasi. Dalam hal ini, fleksibilitas pasar tenaga kerja dan pemangkasan pengeluaran atas nama efisiensi menjadi dalih yang paling sering digunakan negara dalam melancarkan privatisasi. Selain itu, kurangnya kepercayaan kepada pemerintah juga sering menjadi alasan dibalik privatisasi. Rumitnya prosedur birokrasi pun menjadi alasan lain yang sering digunakan demi membenarkan privatisasi. Hanya saja, yang dihasilkan dari privatisasi dengan berbagai alasan tersebut tetaplah sama, yakni terjadinya peningkatan jumlah pekerja kontrak dan outsourcing, inefisiensi, dan bahkan korupsi. Menurut Macarov, privatisasi selalu berjalan beriringan dengan meluasnya korupsi di berbagai negara, khususnya pada negara-negara yang dikatergorikan sebagai negara ‘transisional’ yang mengalihkan pelayanan publik menjadi milik privat.&lt;span style=&quot;color: red; font-size: xx-small;&quot;&gt;&lt;b&gt;10&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; Maka dari itu, globalisasi, menurut Macarov, menghasilkan kurangnya akuntabilitas, rendahnya tingkat upah/penurunan upah, korupsi dan meningkatkan ketidaksetaraan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Selain terjadi pada korporasi/perusahaan-perusahaan swasta, privatisasi juga terjadi pada sektor-sektor yang menyangkut hajat hidup orang banyak, seperti pelayanan kesehatan, pendidikan, dan hal-hal lain yang menjadi komponen penting dari kesejahteraan rakyat seperti perumahan, dan sebagainya Dalam buku ini, Macarov memang lebih banyak menjelaskan apa yang terjadi di negara-negara Eropa dan Amerika. Namun, praktik privatisasi dengan dalih efisiensi ini juga banyak terjadi di Indonesia. Privatisasi Perusahaan Listrik Negara (PLN) salah satunya.&lt;span style=&quot;color: red; font-size: xx-small;&quot;&gt;&lt;b&gt;11&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; Listrik yang jelas menyangkut kepentingan hajat hidup orang banyak pun (sektor publik) diprivatisasi atas nama efisiensi. Hasilnya, sistem outsourcing kini menjadi sistem kerja utama di PLN saat ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;Bersambung ke: &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span id=&quot;goog_1595086978&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id=&quot;goog_1595086984&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id=&quot;goog_1595086987&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id=&quot;goog_1595086992&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id=&quot;goog_1595086995&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id=&quot;goog_1595087002&quot;&gt;&lt;/span&gt;Globalisasi Neoliberal, Hanya Men&lt;span id=&quot;goog_1595087005&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id=&quot;goog_1595087006&quot;&gt;&lt;/span&gt;gabadikan &lt;span id=&quot;goog_1595086981&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id=&quot;goog_1595086982&quot;&gt;&lt;/span&gt;Kemiskinan (3)&lt;span id=&quot;goog_1595087003&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id=&quot;goog_1595086996&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id=&quot;goog_1595086993&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id=&quot;goog_1595086988&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id=&quot;goog_1595086985&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id=&quot;goog_1595086979&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4268448123317699163/posts/default/4923127784291999640'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4268448123317699163/posts/default/4923127784291999640'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ramchesmerdeka.blogspot.com/2014/05/globalisasi-neoliberal-hanya27.html' title='Globalisasi Neoliberal, Hanya Mengabadikan Kemiskinan (2)'/><author><name>Ramches Merdeka</name><uri>https://plus.google.com/103384315644688268342</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-VM-GRqiDrDI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAEp4/G24C2-pKENY/s512-c/photo.jpg'/></author><georss:featurename>Jakarta, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-6.2087634 106.84559899999999</georss:point><georss:box>-6.2087634 106.84559899999999 -6.2087634 106.84559899999999</georss:box><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1"/><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4268448123317699163.post-862734307893117063</id><published>2014-05-25T23:29:00.001+07:00</published><updated>2015-02-07T16:26:02.056+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pojok"/><title type='text'>Children of A Nation</title><content type='html'>&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://3.bp.blogspot.com/-cOYAEMRBFhU/U4IYmYNC_ZI/AAAAAAAAEaU/I0R5BFYbnno/s1600/children-of-a-nation.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Pemilu Indonesia 2009&quot; src=&quot;http://3.bp.blogspot.com/-cOYAEMRBFhU/U4IYmYNC_ZI/AAAAAAAAEaU/I0R5BFYbnno/s1600/children-of-a-nation.png&quot; height=&quot;340&quot; title=&quot;Children of A Nation&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Children of a Nation atau anak-anak bangsa adalah film tentang pergolakan panggung politik pada pemilu 2009. Segera setelah Pemilihan Legislatif dilaksanakan, bangsa ini mempunyai kesempatan 1 kali dalam 5 tahun untuk memilih Presiden. Pemimpin yang akan menjadi tumpuan hidup hampir dari 300 juta rakyat.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Film ini mengangkat kisah nyata Indonesia yang jamak kita lihat saat itu. Kisah yang mungkin tidak pernah terpikiran oleh kita, ataupun liputan masa. Kisah menarik yang direkam oleh para filmmaker dari @fictionaryTV untuk mengingatkan kembali, alasan pembentukan bangsa ini.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bahwa pemilu di Indonesia saat ini merupakan miliknya para pemilik modal atau kaum kapitalis. Kemenangan SBY-Boediono pada Pemilu 2009 lalu yang menyewa berbagai media, berbagai kelompok pegiat dunia maya untuk memenangkannya, dan juga ada intervensi dari negara asing. Hal ini terlihat sangat jelas dalam film ini yang menegaskan bahwa pemilu hanyalah milik kelompok borjuasi nasional.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Email: childrenofanation@gmail.com&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Twitter: @COAN_Film&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;videoyoutube&quot;&gt;&lt;div class=&quot;video-responsive&quot;&gt;&lt;div class=&quot;video-youtube loader&quot; data-src=&quot;//www.youtube.com/embed/sR02xOpqYl8&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4268448123317699163/posts/default/862734307893117063'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4268448123317699163/posts/default/862734307893117063'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ramchesmerdeka.blogspot.com/2014/05/children-of-nation.html' title='Children of A Nation'/><author><name>Ramches Merdeka</name><uri>https://plus.google.com/103384315644688268342</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-VM-GRqiDrDI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAEp4/G24C2-pKENY/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/-cOYAEMRBFhU/U4IYmYNC_ZI/AAAAAAAAEaU/I0R5BFYbnno/s72-c/children-of-a-nation.png" height="72" width="72"/><georss:featurename>Jakarta, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-6.2087634 106.84559899999999</georss:point><georss:box>-6.4613213999999992 106.5228755 -5.9562054 107.16832249999999</georss:box><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1"/><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4268448123317699163.post-6296127445336047132</id><published>2014-05-24T22:48:00.001+07:00</published><updated>2014-05-25T14:24:34.191+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Seni"/><title type='text'>Puisi Wiji Thukul Tentang Lawan Pemilu Borjuis</title><content type='html'>&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Puisi, Wiji Thukul, Pemilu Borjuis&quot; src=&quot;http://3.bp.blogspot.com/-7P7nu6FIu8w/U4C-r0XkaHI/AAAAAAAAEYc/4jzQRpjaP3Q/s1600/puisi-wiji-thukul-tentang-lawan-pemilu-borjuis.png&quot; height=&quot;371&quot; title=&quot;Puisi Wiji Thukul Tentang Lawan Pemilu Borjuis&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: xx-small;&quot;&gt;Wiji&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #666666;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Trebuchet MS&#39;, sans-serif;&quot;&gt;Puisi Wiji Thukul yang bertema pemilu, bahkan jika puisi tersebut dibaca dalam konteks historis waktu dan tempat puisi tersebut ditulis, akan menambah kelengkapan historiografi pemilu di Indonesia. Berikut ini aku terbitkan ulang di Weblogku ini Puisi perlawanan itu menj&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Trebuchet MS&#39;, sans-serif;&quot;&gt;adi&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Trebuchet MS&#39;, sans-serif;&quot;&gt;penggalan-penggalan. Puisi ini juga diterbitkan di Web &lt;a href=&quot;http://komitepolitikalternatif.blogspot.com/2014/03/penggalan-penggalan-puisi-wiji-thukul.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;KomitePolitikAlternatif&lt;/a&gt;. Selamat Berlawan!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;color: #666666; font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #666666; font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;color: #666666; font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #666666; font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Satu dan dua ataupun tiga,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;color: #666666; font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Semua sama sama bohongnya,&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Milih boleh, tidak memilih boleh,&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jangan memaksa, itu hak gue&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;(Satu, dua dan tiga, Wiji Thukul, 1992)&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;--------------------------------------------&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ya, ya bagong namanya, pemilu kemarin besar jasanya,&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bagong ya bagong, tapi bagong sudah mati,&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pada suatu pagi, mayatnya ditemukan orang di tepi rel kereta api.... (Sajak Bagong)&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;---------------------------------------------&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Di tanah ini terkubur orang-orang yang sepanjang hidupnya memburuh,&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Terhisap dan menanggung hutang&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Disini, gali-gali, tukang becak, orang-orang kampung,&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Yang berjasa dalam setiap Pemilu&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Terbaring&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dan keadilan masih saja hanya janji (Kuburan Purwoloyo)&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;----------------------------------------------&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;... kudengar dari mulut seorang kawanku,&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;dia diinterograsi dipanggil gurunya, karena ikut kampanye PDI,&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;dan di kampungku ibu RT tak mau menegur sapa warganya, hanya karena ia GOLKAR,&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;.....&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ada juga kontestan yang nyogok tukang-tukang becak,&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Akibatnya dalam kampanye banyak yang mencak-mencak&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;....&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Di radio aku mendengar berita-berita&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tapi aku jadi muak karena isinya kebohongan yang tak mengatakan kenyataan,&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Untunglah warta berita segera bubar,&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Acara yang kutunggu-tunggu datang: dagelan! (Aku Lebih Suka Dagelan)&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;------------------------------------------------&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kami tak percaya lagi pada itu, partai politik,&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Omongan kerja mereka tak bisa bikin perut kenyang,&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Mengawang jauh dari kami punya persoalan&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bubarkan saja itu komidi gombal,&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kami ingin tidur pulas,&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Utang lunas,&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Betul-betul merdeka,&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tidak Tertekan,&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;...&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tegasnya = Aku menuntut perubahan! (Aku Menuntut Perubahan)&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;----------------------------------------------------&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;....&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bila tiba harinya, hari coblosan&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Aku tak akan ikut berbondong-bondong&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ke tempat pemungutan suara&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Aku tidak akan datang&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Aku tidak akan menyerahkan suaraku&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Aku tidak akan ikutan masuk ke dalam kotak suara itu&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pemilu&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;O pilu pilu (Hari Ini Aku Akan Bersiul-Siul)&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ramchesmerdeka.blogspot.com/feeds/6296127445336047132/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ramchesmerdeka.blogspot.com/2014/05/puisi-wiji-thukul-tentang-lawan-pemilu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4268448123317699163/posts/default/6296127445336047132'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4268448123317699163/posts/default/6296127445336047132'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ramchesmerdeka.blogspot.com/2014/05/puisi-wiji-thukul-tentang-lawan-pemilu.html' title='Puisi Wiji Thukul Tentang Lawan Pemilu Borjuis'/><author><name>Ramches Merdeka</name><uri>https://plus.google.com/103384315644688268342</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-VM-GRqiDrDI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAEp4/G24C2-pKENY/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/-7P7nu6FIu8w/U4C-r0XkaHI/AAAAAAAAEYc/4jzQRpjaP3Q/s72-c/puisi-wiji-thukul-tentang-lawan-pemilu-borjuis.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Jakarta, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-6.2087634 106.84559899999999</georss:point><georss:box>-6.4613213999999992 106.5228755 -5.9562054 107.16832249999999</georss:box><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1"/><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4268448123317699163.post-7779413093708670652</id><published>2014-05-24T22:17:00.000+07:00</published><updated>2014-05-25T14:28:18.534+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Historia"/><title type='text'>23 Mei 1965, Ulang Tahun PKI Yang Ke-5 Di Gelora Bung Karno</title><content type='html'>&lt;span id=&quot;goog_912703967&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://3.bp.blogspot.com/-c9Rd9iEHP3U/U4C3Anze22I/AAAAAAAAEYM/OJVelA2HEZs/s1600/23-mei-1965-ulang-tahun-pki-yang-ke5-di+gelora-bung-karno.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #666666;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Ulang Tahun PKI&quot; src=&quot;http://3.bp.blogspot.com/-c9Rd9iEHP3U/U4C3Anze22I/AAAAAAAAEYM/OJVelA2HEZs/s1600/23-mei-1965-ulang-tahun-pki-yang-ke5-di+gelora-bung-karno.png&quot; height=&quot;448&quot; title=&quot;23 Mei 1965, Ulang Tahun PKI Yang Ke-5 Di Gelora Bung Karno&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #666666;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span id=&quot;goog_912703968&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #666666;&quot;&gt;Partai Komunis Indonesia (PKI) didirikan atas inisiatif tokoh sosialis Belanda, Henk Sneevliet dan Pak Yahya pada 1914, dengan nama Indische Sociaal-Democratische Vereeniging (ISDV) (atau Persatuan Sosial Demokrat Hindia Belanda). Keanggotaan awal ISDV pada dasarnya terdiri atas 85 anggota dari dua partai sosialis Belanda, yaitu SDAP (Partai Buruh Sosial Demokratis) dan SDP (Partai Sosial Demokratis), yang aktif di Hindia Belanda.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;videoyoutube&quot;&gt;&lt;div class=&quot;video-responsive&quot;&gt;&lt;div class=&quot;video-youtube loader&quot; data-src=&quot;//www.youtube.com/embed/i7v9gcOm1VM&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #666666; font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #666666; font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Pada Kongres ISDV di Semarang (Mei 1920), nama organisasi ini diubah menjadi Perserikatan Komunis di Hindia (PKH). Semaun adalah ketua partai dan Darsono menjabat sebagai wakil ketua. Sekretaris, bendahara, dan tiga dari lima anggota komite adalah orang Belanda.[4] PKH adalah partai komunis Asia pertama yang menjadi bagian dari Komunis Internasional. Henk Sneevliet mewakili partai pada kongres kedua Komunis Internasional 1921.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #666666; font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #666666; font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Pada 1924 nama partai ini sekali lagi diubah, kali ini adalah menjadi Partai Komunis Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #666666; font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #666666; font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Keterangan Photo:&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;background-color: white; font-size: 14px; line-height: 22px;&quot;&gt;Perayaan ulang tahun Partai Komunis Indonesia dirayakan secara besar-besaran, Presiden Sukarno terlihat mesra berdampingan dengan Ketua Partai Komunis Indonesia D.N Aidit pada 23 Mei 1965.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; line-height: 22px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #666666; font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: xx-small;&quot;&gt;Sumber photo:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #666666; font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: xx-small; line-height: 22px;&quot;&gt;Perayaan ulang tahun Partai Komunis Indonesia dirayakan besar -besaran digelar, Presiden Sukarno terlihat mesra berdampingan dengan Ketua Partai Komunis Indonesia D.N Aidit pada 23 Mei 1965. &lt;a href=&quot;http://sin.stb.s-msn.com/i/3E/B1582BBA12DB16CD667A3E2765DCD4_h498_w598_m2.jpg&quot;&gt;http://sin.stb.s-msn.com/i/3E/B1582BBA12DB16CD667A3E2765DCD4_h498_w598_m2.jpg&lt;/a&gt; Source:AP Photo Photographer : Howard Sochurek&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #666666; font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Referensi: wikipedia&lt;span id=&quot;goog_912703969&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id=&quot;goog_912703970&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;https://draft.blogger.com/&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ramchesmerdeka.blogspot.com/feeds/7779413093708670652/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ramchesmerdeka.blogspot.com/2014/05/23-mei-1965-ulang-tahun-pki-yang-ke-5.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4268448123317699163/posts/default/7779413093708670652'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4268448123317699163/posts/default/7779413093708670652'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ramchesmerdeka.blogspot.com/2014/05/23-mei-1965-ulang-tahun-pki-yang-ke-5.html' title='23 Mei 1965, Ulang Tahun PKI Yang Ke-5 Di Gelora Bung Karno'/><author><name>Ramches Merdeka</name><uri>https://plus.google.com/103384315644688268342</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-VM-GRqiDrDI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAEp4/G24C2-pKENY/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/-c9Rd9iEHP3U/U4C3Anze22I/AAAAAAAAEYM/OJVelA2HEZs/s72-c/23-mei-1965-ulang-tahun-pki-yang-ke5-di+gelora-bung-karno.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Jakarta, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-6.2087634 106.84559899999999</georss:point><georss:box>-6.2087634 106.84559899999999 -6.2087634 106.84559899999999</georss:box><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1"/><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4268448123317699163.post-1573856957567826019</id><published>2014-05-24T21:44:00.000+07:00</published><updated>2014-05-27T15:34:07.259+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Resensi"/><title type='text'>Globalisasi Neoliberal, Hanya Mengabadikan Kemiskinan (1)</title><content type='html'>&lt;span id=&quot;goog_912703992&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id=&quot;goog_1595086875&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://draft.blogger.com/goog_1595086874&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Globalisasi, Neoliberal&quot; src=&quot;http://2.bp.blogspot.com/-DdI1Azaubqo/U4Cvn1vl3mI/AAAAAAAAEX8/Z2xhB0gRJwY/s1600/Globalisasi+Neoliberal,+Hanya+Mengabadikan+Kemiskinan.png&quot; height=&quot;356&quot; title=&quot;Globalisasi Neoliberal, Hanya Mengabadikan Kemiskinan&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://draft.blogger.com/&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span id=&quot;goog_1595086876&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id=&quot;goog_912703993&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif;&quot;&gt;Judul resensi di indoprogres:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://4.bp.blogspot.com/-LWJUPM54Uj0/U4CtJ_yFaeI/AAAAAAAAEXw/es47oskAuHQ/s1600/what-the-market-does-to-people-david-macarov.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Privatization, Globalization, and Poverty&quot; src=&quot;http://4.bp.blogspot.com/-LWJUPM54Uj0/U4CtJ_yFaeI/AAAAAAAAEXw/es47oskAuHQ/s1600/what-the-market-does-to-people-david-macarov.jpg&quot; title=&quot;What the Market does to People: Privatization, Globalization, and Poverty&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: large;&quot;&gt;Globalisasi Neoliberal, Kemiskinan, dan (Lalu Apa?) Solusinya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #666666; font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #666666; font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #666666; font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: x-small;&quot;&gt;Judul buku: &lt;b&gt;What the Market does to People: Privatization, Globalization, and Poverty&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #666666; font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: x-small;&quot;&gt;Penulis: &lt;b&gt;David Macarov&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #666666; font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: x-small;&quot;&gt;Kota terbit, penerbit: &lt;b&gt;London, Zed Books&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #666666; font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: x-small;&quot;&gt;Tahun terbit : &lt;b&gt;2003&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #666666; font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: x-small;&quot;&gt;Tebal buku : &lt;b&gt;183 halaman&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #666666; font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #666666; font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;1 MEI 2014 yang lalu menjadi ruang dengan banyak kaca besar berjejeran di sepanjang jalan, yang memantulkan kesadaran banyak lulusan universitas produk privatisasi, mengenai buruh dan kemiskinan. Banyak mahasiswa dan mereka yang merupakan jebolan dari universitas-universiats ternama di ibukota nyinyir dan cenderung kesal terhadap aksi-aksi buruh dalam memperingati May Day atau hari buruh internasional.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #666666; font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #666666; font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Intinya, &amp;nbsp;‘kaum terpelajar’ yang tengah menempuh pendidikan tinggi maupun yang telah menjadi sarjana itu tidak rela jika buruh punya gaya hidup yang ‘mewah’ seperti mereka dan bukannya bersyukur dengan kebutuhan-kebutuhan pokok/primer saja, padahal mereka (para buruh) sudah selayaknya hidup miskin karena buruh hanyalah lulusan SMA dan bukan lulusan S1 atau D3.2&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #666666; font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #666666; font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Saya jadi teringat sebuah momen di masa lalu ketika salah satu dosen saya, pengajar mata kuliah Politik di Amerika Latin, menanyakan sebuah pertanyaan kepada seluruh peserta mata kuliah di kelas itu ‘Apa penyebab kemiskinan?’ Banyak yang terdiam, hingga salah seorang teman saya mengacungkan jarinya dan kemudian menjawab dengan cukup ngasal dan (sayangnya) juga lantang ‘Mereka miskin karena mereka malas, Mas.’ Dosen saya tersebut langsung meninggikan intonasinya dan berkata ‘Coba nanti kamu bangun jam 2 pagi dan langsung ke pasar tradisional, ya. Bisa pasar minggu atau yang lainnya. Lihat para kuli panggul yang hidup miskin di lorong-lorong pasar di sana sudah memanggul banyak sayur-sayuran berkuintal-kuintal di jam segitu, persis ketika kebanyakan orang masih tertidur lelap. Mereka sungguh pemalas, kan!’&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #666666; font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #666666; font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Perdebatan mengenai definisi kemiskinan, ukuran-ukurannya, penyebab-penyebabnya serta upaya untuk mengatasi persoalan kemiskinan, tak pelak lagi merupakan salah satu perdebatan paling abadi sepanjang masa. Lebih-lebih di Indonesia, dimana kemiskinan seringkali dianggap sebagai hasil dari perbuatan perseorangan, individu yang malas, tidak punya jiwa entrepreneurship, dan sama sekali jauh dari problem yang sifatnya lebih struktural. Pertanyaannya, apa pentingnya membahas kemiskinan? Bukankah kemiskinan itu bersifat sangat relatif? Tergantung dari kemampuan tiap individu mensyukuri apa yang telah dianugerahkan padanya? Bukannya memang sudah sunatullah atau sudah seharusnya ada yang kaya dan ada yang miskin? Buku yang ditulis oleh David Macarov ini dengan cukup baik memetakan berbagai pertanyaan dan argumentasi yang mungkin terbayang di benak khalayak ketika mendengar kata kemiskinan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #666666; font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #666666; font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;Apa yang Dimaksud dengan Kemiskinan?&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #666666; font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Kemiskinan adalah sebuah masalah, mungkin semua orang bisa bersetuju. Hanya saja, masalah yang seperti apa dan dari sudut pandang/perspektif yang seperti apa, tentu akan sangat berbeda-beda dan beragam. Pada titik inilah, pendefinisian mengenai kemiskinan dapat dilihat signifikansinya. Pendefinisian kemiskinan dapat menjadi pintu awal untuk membantu kita menganalisis berbagai pertanyaan yang menyertai kemiskinan: apa yang menjadi penyebab kemiskinan, serta posisi dan masukan kita terhadap permasalahan kemiskinan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #666666; font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #666666; font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Perdebatan mengenai definisi kemiskinan hampir bisa dipastikan selalu terjadi sepanjang waktu. Jejak kemiskinan sendiri sudah dapat dikenali semenjak ribuan tahun yang lalu yang ditandai dengan peninggalan berbagai agama dalam menangani kemiskinan. Seperti misalnya konsep zakat dalam Islam yang menjadi ‘jawaban’ paling dikenal dalam mengatasi problem kemiskinan. Namun, apa yang dimaksud dengan kemiskinan, hingga kini masih banyak yang memperdebatkan definisinya. Dalam buku ‘What the Market does to People: Privatization, Globalization, and Poverty’ ini, Macarov mengidentifikasi bahwa terdapat beberapa pendapat umum yang berkembang seputar definisi kemiskinan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #666666; font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #666666; font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Dalam hal ini, definisi kemiskinan seringkali ditetapkan sebuah pemerintahan suatu negara melalui penggambaran apa yang dikenal sebagai ‘garis kemiskinan’. Penggambaran mengenai ‘garis kemiskinan’ ini cenderung berbeda-beda dan tidak sama di setiap negara. Menurut Macarov, perbedaan ini sangat bergantung pada tujuan negara menetapkan ‘garis kemiskinan’ itu sendiri. Macarov menjelaskan bahwa beberapa negara menetapkan ‘garis kemiskinan’ dengan menggunakan ukuran-ukuran kemiskinan absolut, yakni berdasarkan pendapatan dan asset yang dimiliki seorang warga negara. Sementara itu, ada juga negara yang menetapkan ‘garis kemiskinan’ berdasarkan ukuran-ukuran yang bersifat relatif.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #666666; font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: #666666; font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Bersambung ke&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://draft.blogger.com/&quot;&gt;&lt;span id=&quot;goog_1595086946&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id=&quot;goog_1595086950&quot;&gt;&lt;/span&gt;Globalisasi Neoliberal, Hanya Mengabadikan Kemiskinan (2)&lt;span id=&quot;goog_1595086951&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span id=&quot;goog_1595086947&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: #666666; font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #666666; font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: x-small;&quot;&gt;sumber: &lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://indoprogress.com/2014/05/globalisasi-neoliberal-kemiskinan-dan-lalu-apa-solusinya/&quot; style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: small;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;KLIK DISINI&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ramchesmerdeka.blogspot.com/feeds/1573856957567826019/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ramchesmerdeka.blogspot.com/2014/05/globalisasi-neoliberal-hanya.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4268448123317699163/posts/default/1573856957567826019'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4268448123317699163/posts/default/1573856957567826019'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ramchesmerdeka.blogspot.com/2014/05/globalisasi-neoliberal-hanya.html' title='Globalisasi Neoliberal, Hanya Mengabadikan Kemiskinan (1)'/><author><name>Ramches Merdeka</name><uri>https://plus.google.com/103384315644688268342</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-VM-GRqiDrDI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAEp4/G24C2-pKENY/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/-DdI1Azaubqo/U4Cvn1vl3mI/AAAAAAAAEX8/Z2xhB0gRJwY/s72-c/Globalisasi+Neoliberal,+Hanya+Mengabadikan+Kemiskinan.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Jakarta, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-6.2087634 106.84559899999999</georss:point><georss:box>-6.4613213999999992 106.5228755 -5.9562054 107.16832249999999</georss:box><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1"/><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4268448123317699163.post-3901690526567257766</id><published>2014-05-24T15:22:00.000+07:00</published><updated>2014-05-27T14:33:14.489+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Historia"/><title type='text'>Seputar Pembantaian 65 Bagian [4]</title><content type='html'>&lt;span id=&quot;goog_912704007&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id=&quot;goog_1595086882&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;table align=&quot;left&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://draft.blogger.com/goog_1595086881&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Kudeta Militer&quot; src=&quot;http://2.bp.blogspot.com/-d2qvTMAiE80/U4BMOUbCt8I/AAAAAAAAEXk/Xr-SZ8rU2RY/s1600/seputar-pembantaian-65-bagian1.png&quot; height=&quot;392&quot; title=&quot;Seputar Pembantaian 65&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://draft.blogger.com/&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span id=&quot;goog_1595086883&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id=&quot;goog_912704008&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #666666;&quot;&gt;James Alexander Malcolm Caldwell[1] pada tahun 1969 menulis suatu laporan mengenai perlawanan bersenjata dari anggota PKI yang berusaha melawan balik pembantaian oleh rezim militer pimpinan Suharto. Dalam tulisan yang dimuat di Jurnal New Revolutionaries Left Opposition, yang disunting oleh Tariq Ali, Malcolm Caldwell menghimpun berbagai sumber pemberitaan luar negeri, pernyataan resmi pemerintah, dan menulis laporan singkat mengenai perlawanan PKI yang sudah mengambil bentuk perang gerilya dan menerapkan taktik-taktik Maois. Berikut tulisannya yang dihimpun dan diterjemahkan Bumi Rakyat:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;color: #666666; font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #666666; font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;color: #666666; font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #666666; font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Sebagaimana yang diperkirakan, pembantaian para komunis dan simpatisannya di Indonesia sejak kudeta Oktober 1965 telah gagal untuk melenyapkan komunisme. Sebaliknya: Partai Komunis Indonesia (PKI), dengan kasar dan luka-luka telah mencampakkan ilusi konstitusionalisnya serta memutuskan untuk melawan balik. Semenjak pernyataan kebijakan umum yang dikeluarkan Komite Sentral PKI ‘di suatu tempat di Jawa’ pada 17 Agustus 1966 (Hari Ulang Tahun (HUT) proklamasi kemerdekaan Indonesia ke 21), PKI secara resmi mengadopsi perjuangan bersenjata Maois sebagai garis Partai.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;color: #666666; font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kondisi-kondisi terkini memang sedang tidak menguntungkan. Indonesia adalah kepulauan maha luas, membentang lebih dari tiga ribu mil sepanjang khatulistiwa. Masalah-masalah logistik sangat besar sekali—namun lebih merupakan masalah bagi tentara reguler daripada gerilyawan. Wilayah dalam negeri mencakup pulau-pulau terbesar seperti Kalimantan (Borneo) dan Sumatera, yang menimbulkan faktor terpencil dan sukar diakses, suatu faktor prasyarat sebagai daerah-daerah basis.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Negara Indonesia telah lama memiliki tradisi revolusioner yang panjang. Stamford Raffles (yang memerintah Indonesia sejak 1811 hingga 1815 saat masih dalam penguasaan Inggris) menulis bahwa orang Jawa: ‘…sejak kedatangan kaum Eropa, mereka tidak membuang kesempatan sama sekali untuk mencoba merebut kemerdekaan mereka’. Saat pemberontakan massal pada 1825-1830 yang dikenal sebagai Perang Jawa[2], delapan ribu orang Eropa kehilangan nyawanya sementara rakyat Jawa menderita sebanyak 200.000 korban jiwa (sebagian besar karena penyakit dan kelaparan). Di bawah pimpinan Pangeran Diponegoro, Sultan Yogyakarta, kaum tani bangkit secara massal di daerah Banyumas, Bagelin, Madiun, dan Kediri, serta membuktikan bahwa mereka mahir dalam perang gerilya sampai akhirnya mereka kehilangan pemimpin mereka akibat pengkhianatan Belanda. Hanya dalam beberapa tahun saja Jawa abad 19 bersih dari pemberontakan tani, ekspresi keluhan sosial dan ekonomi yang muncul bebarengan dengan daya pikat agama dan tradisi dari kaum revolusioner tani. Perlawanan terhadap Belanda juga tak dibatasi hanya terjadi di Jawa, karena banyak meletus perlawanan dimana-mana pula. Salah satu contohnya pemberontakan Maluku 1816-1818. Penundukan Belanda terhadap Aceh di Sumatera Utara yang memakan waktu hingga lebih dari 30 tahun dengan banyaknya korban jiwa pun tidak pernah tuntas sepenuhnya.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Abad ke20, yang menjadi saksi lahirnya gerakan nasionalis Indonesia modern dengan pembentukan organisasi-organisasi politik di seluruh negeri, bahkan turut menyaksikan pemberontakan-pemberontakan petani bersenjata lainnya. Selama Perang Dunia I, pasukan-pasukan Belanda harus dikirim untuk menumpas perlawanan di Kediri dan daerah-daerah industri gula lainnya di sekitar Yogyakarta dan Surakarta. Partai Komunis Indonesia, didirikan pada Mei 1920, juga merupakan salah satu partai komunis paling lama di dunia. Selama periode 1926-1927 mereka melancarkan pemberontakan di Jawa dan Sumatera, bentrokan bersenjata di Priangan dan Bantam (Jawa Barat), di Solo, Banyumas, Pekalongan, Kedu, dan Kediri (Jawa Tengah dan Jawa Timur), serta di Padang dan Padangpanjang (Sumatera Barat). Perlawanan gerilya berlangsung paling lama di Banya, yang selalu merupakan daerah bermasalah bagi Belanda—pemberontakan tani melawan Belanda meletus disana pada 1888. Penindasan brutal oleh Belanda pun diberikan dan para pimpinan PKI yang tidak terbunuh dalam peristiwa itu kemudian digantung atau dibui dan diasingkan. Banyak di antara mereka yang kemudian meninggal di tanah pembuangan di Tanah Merah akibat wabah Malaria di Irian Barat (Nugini Barat).&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Perang dan penjajahan oleh Jepang membantu menyiapkan rakyat untuk perlawanan bersenjata menghadapi kembalinya Belanda. Jepang sendiri mempersenjatai dan melatih pemuda-pemuda Indonesia, sementara yang lainnya berhimpun dalam organisasi-organisasi perlawanan bawah tanah. Bentrokan bersenjata dengan Jepang tidak begitu sering sampai mendekati akhir Perang Dunia II, dengan prioritas utama untuk persiapan perjuangan menghadapi Belanda. Setelah Perang, meletus berbagai kerusuhan berupa pemberontakan tani secara spontan di berbagai bagian Indonesia, terutama di Sumatera, dimana anggota kelas penguasa tradisional yang sekian lama memiliki kedekatan dengan Belanda akhirnya dibunuh. Namun pengalaman besar Indonesia dalam perang gerilya muncul bersama dengan perlawanan panjang melawan rekolonialisme Belanda. Setelah perang mempertahankan kemerdekaan selesai, kelompok-kelompok pembangkang seperti Darul Islam, Republik Maluku Selatan (RMS), mengobarkan pemberontakan bersenjata terhadap pemerintah baru, dan pada tahun 1958 terdapat pemberontakan besar di Sumatera. Karena itu bisa dikatakan bahwa sejak jauh-jauh hari sudah terdapat contoh bagi PKI untuk melancarkan perjuangan bersenjata.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Akibat pembantaian 1965-1966 yang dilakukan oleh penguasa militer di Indonesia, PKI tidak punya pilihan lain selain mengangkat senjata. 18 tahun sebelumnya pada 1948, karena terancam oleh penumpasan dan pembubaran terhadap unit-unit militer yang bersimpati pada PKI, maka PKI terpaksa melancarkan pemberontakan bersenjata di Surakarta dan di sekeliling kota Madiun serta di daerah Ngawi dan Ponorogo. Peristiwa 1948 merupakan kegagalan sekaligus malapetaka besar. Tentara Republik yang menumpasnya telah menangkap dan memenjarakan sebanyak 35.000 pemberontakan serta membunuh ribuan lainnya, termasuk para pimpinan komunis. Suripno, salah satu pimpinan PKI, menulis dalam penjara bahwa “Pelajaran yang kita ambil dari peristiwa ini, pelajaran yang sungguh berharga sekaligus pelajaran pahit, adalah rakyat tidak mendukung kita.”&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kenyang dengan pengalaman pemberontakan prematur, kader-kader PKI yang selamat akhirnya secara alamiah menjadi ragu dan takut untuk menempuh militansi karena khawatir berakhir dengan tragedi serupa. Pada tahun 1948 mereka telah salah menghitung pengaruh dan kekuatan wibawa Sukarno, sebagai simbol nasionalisme Indonesia, sehingga sebagai akibat dari menentang rezim Sukarno mereka mengalami kehancuran mematikan. Hal ini terjadi terlepas dari adanya frustasi ekonomi politik yang bisa saja digunakan untuk memenangkan dukungan rakyat ke sisi PKI. PKI kemudian bangkit di bawah pimpinan DN Aidit pada 1950an dengan berlindung di bawah bayang Presiden Sukarno, demi memperkuat diri mereka secara politik melawan kekuatan-kekuatan politik reaksioner di ndonesia (antara lain kelompok Muslim yang menginginkan terbentuknya negara Islam di satu sisi dan juga Angkatan Darat di sisi lain) serta secara bersamaan berusaha mencari jalan keluar dari stagnansi ekonomi, korupsi politik, serta kesenjangan sosial yang muncul seiring dengan kebijakan-kebijakan internal rezim yang gagal ini. Sembari menjalankan tindakan menjaga keseimbangan yang rapuh ini, Partai juga mencari basis massa yang benar-benar kuat agar Peristiwa 1948 tidak lagi terulang. Bahkan ketika PKI semakin dekat dengan Partai Komunis Tiongkok (PKT) di awal 1960an, seiring dengan mendekatnya Sukarno ke orbit Peking, PKI juga berpegang pada rumusan Aidit mengenai transisi damai menuju sosialisme melalui pemerintah merdeka yang demokratis nasional.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Terdapat beberapa pembenaran atas optimisme PKI sebagaimana juga terhadap kewaspadaannya. Kewaspadaannya muncul akibat perseteruannya dengan angkatan darat yang sangat besar dan dipersenjatai dengan baik. Memang benar bahwa terdapat beberapa unit yang bersimpati kepada kaum komunis dan mereka juga mendapat dukungan di berbagai tentara di pangkat-pangkat yang lebih rendah. Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) di bawah Oemar Dhani, serta angkatan laut atau Korps Komando Angkatan Laut (KKO) secara umum juga bersimpati. Namun kekuasaan secara besar tetap berada di tangan pejabat-pejabat militer yang anti Komunis seperti Jenderal Nasution dan Jenderal Suharto. Mereka memiliki unit-unit anti-komunis yang terlatih dalam operasi anti perang gerilya, yang dikenal sebagai Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD), yang mereka banggakan “terlatih untuk mengemban tugas mulai dari pembunuhan sampai pengintimidasian, baik berseragam maupun tidak berseragam’.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kewaspadaan juga disebabkan akibat struktur sosial Indonesia. Akibat beberapa alasan historis, orang Jawa yang jantung geografisnya terletak di Jawa Timur dan Jawa Tengah, namun juga tumbuh pesat di Jakarta dan sekitarnya, serta menempati eberapa daerah pedalaman di pesisir selatan dan timur Sumatera, memiliki karakteristik berbeda dibandingkan orang non Jawa dan luar Jawa. Secara khusus, masuknya agama Islam ke kepulauan nusantara telah menimbulkan perbedaan penting antara Jawa dan non Jawa. Semuanya memang Muslim, namun ketaatan lebih besar dan lebih ortodoks berlaku pada orang non Jawa daripada sebaliknya. Islam datang ke kepulauan nusantara melalui pedagang dari Timur Tengah dan pedagang muslim dari India. Mereka cenderung mempertahankan ikatan perdagangan dan dengan para pedagang—di Sumatera, di sepanjang pesisir barat dan utara Jawa, serta pulau-pulau timur lainnya. (Terdapat pula pedalaman yang menganut Hinduisme—seperti di Bali—dan menganut agama Kristen khususnya di pulau-pulau timur, seperti kepulauan Maluku).&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dikotomi kultural demikian diperkokoh dengan perbedaan kelas yang disebabkan berbagai macam alasan. Penghisapan Belanda mengalami intensifikasi pertama kali di daerah-daerah Jawa; mereka membutuhkan sawah-sawah teririgasi, penumbuhan tebu, misalnya. Penghisapan, administrasi, pertumbuhan populasi, dan pemiskinan berjalan beriring-iringan. Permasalahan ketiadaan tanah, penguasaan jabatan pemerintahan korup, serta tuan tanahisme, dengan demikian muncul paling parah di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Berbanding kontras dengan hal tersebut, di banyak bagian pulau-pulau luar, yang umumnya tidak terlalu padat penduduknya, masih memungkinkan bagi orang Indonesia untuk berpartisipasi dalam perdagangan internasional melalui komoditas-komoditas lokal seperti karet, yang mengubah kepulauan secara khusus mulai 1870an hingga seterusnya[3]. Akibatnya kaum tani “terploletarisasi” muncul di daerah-daerah berpenduduk padat di Jawa; sementara sejumlah kecil kaum tani di belahan daerah lainnya menjadi “terborjuasifikasi” dengan menjadi petani pemilik ladang kecil yang memiliki kepentingan dan kontak dengan ekonomi (kapitalis) internasional. Hal ini sebagian disebabkan karena hubungan mereka dengan perdagangan namun juga disebabkan budaya yang mendorong pengembangan usaha swasta dan penghematan (seperti nilai-nilai Protestan) sedangkan kaum tani yang “terploletarisasi” masih dipengaruhi budaya yang menekankan kewajiban sosial, upacara adat, dan kegiatan-kegiatan yang mementingkan solidaritas sosial dan kebersamaan. Akibatnya terdapat kesenjangan yang makin dalam di antara masyarakat Jawa, dengan kaum tani paling miskin cenderung menjadi abangan dengana kaum tani yang lebih kaya, pedagang, ulama, atau golongan santri. Hal ini tercermin dari para pimpinannya, dimana latar belakang seseorang sangat berpengaruh dalam menentukan pandangan politiknya: orang Sumatera dan penduduk pulau luar lainnya misalnya yang melancarkan pemberontakan pada 1958 memiliki tujuan dengan kandungan-kandungan yang lebih rasional dan memuat kebijakan-kebijakan kapitalistis, sementara para priayi Jawa seringkali berada diantara golongan yang menghendaki statisme dan gotong royong melalui manipulasi politik.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Akhirnya kewaspadaan tinggi muncul menyangkut hubungan dengan Tiongkok dan kaum Tionghoa. Terdapat antara dua setengah juta hingga tiga juta etnis Tionghoa di Indonesia (lebih dari sejuta diantaranya adalah warga negara Republik Rakyat Tiongkok (RRT)) dan—sebagaimana di daerah lain di Asia Tenggara—hubungan antara komunitas ‘pribumi’ dengan komunitas ‘pendatang’ sangat sensitif dan terkadang mudah tersulut konflik. Beberapa orang Tionghoa Indonesia adalah pendukung PKI, namun PKI secara keanggotaan dan simpatisan yang dominan tetap bukanlah Tionghoa. Bagaimanapun juga hubungan dekatnya dengan PKT, dan kepercayaan umum bahwa ‘Sekali Cina tetap Cina’ (yang memicu mitos lain bahwa orang Tionghoa Indonesia adalah barisan kelima Mao) menyebabkan PKI kesulitan mengindari cap kebencian yang dilayangkan pada kaum Tionghoa.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sementara itu di sisi lain terdapat berbagai alasan penyebab optimisme. Hingga setahun atau dua tahun lalu sebelum kejatuhan Sukarno, Sukarno telah mempertahankan dan melindungi PKI dari  bayonet-bayonet para pimpinan angkatan darat anti-komunis. Dukungan rakyat pun tumbuh. Pemilu nasional tahun 1955 dan pemiliu daerah tahun 1957 telah mencerminkan hal ini. Dalam kesempatan lainnya PKI memenangkan suara lebih banyak daripada partai lainnya di Jawa Tengah serta meraih peringkat kedua di Jawa Timur. PKI juga tumbuh sebagai mayoritas absolut, sebagaimana yang terjadi di Semarang, Surabaya, Madiun, Magelang, Malang, dan Surakarta. Sebelum pemusnahan Partai, para pimpinan PKI memperkirakan bahwa terdapat antara 16 hingga 20 juta pendukung PKI di Indonesia yang berpopulasikan 110 juta. Bagaimanapun juga, dukungan mereka mengalami kesenjangan kuat di antara kaum abangan Jawa dan priayi, serta lebih lemah di daerah lainnya (kecuali di Kalimantan, dimana terdapat Organisasi Komunis Klandestin yang beroperasi melawan Malaysia di Sarawak dan memiliki basis-basis di teritori Indonesia, dimana banyak kaum Tionghoa disana merupakan petani). Dukugan terkonsentrasikan demikian secara otomatis menimbulkan ketidakpercayaan proporsional, ketakutan dan oposisi dari kalangan santri yang saleh, konservatif, dan sejahtera.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Seiring dengan kesehatan Sukarno yang menunjukkan tanda-tanda melemah pada tahun 1964 dan awal 1965, PKI menemukan dirinya berada dalam posisi sulit. Demi membuat persiapan untuk perjuangan bersenjata, melalui propaganda dan pengamanan senjata, akan seketika mendorong penindasan oleh Angkatan Darat. Namun kini jelas bahwa kemampuan Sukarno semakin habis dalam menghalangi jenderal-jenderal sayap kanan sebelum Partai berhasil mendirikan dan mengonsolidasikan basis massa yang sepenuhnya tak terkalahkan. Pada awal 1965, PKI menyerukan untuk mempersenjatai kaum buruh dan tani ‘demi mempertahankan Revolusi Indonesia’, Sukarno tak memiliki kemampuan untuk menuruti tuntutan ini, sedangkan Angkatan Darat tidak akan tinggal diam bilamana musuh besar mereka mempersenjatai diri. Gambaran mengenai apa yang akan terjadi akan menyerupai reaksi biadab yang dilancarkan para tuan tanah terhadap para petani yang melaksanakan Undang-Undang Reforma Agraria, seperti yang terjadi di Jengkol, Kediri. Organisasi-organisasi pemuda muslim militan  sudah gatal untuk menggulung kaum komunis dan kaum Tionghoa, yang berbulan-bulan sebelum kudeta Jenderal, menggelar drum band di jalanan. Posisi rawan mereka di hadapan kekuatan militer dan kalangan agamawan hampir merata mengena hingga kepada para pimpinan PKI.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bukan pada tempatnya untuk membahas masalah kudeta Untung pada 30 September dan kontra-kudeta para Jenderal dengan analisis yang begitu mendetail. Fakta hubungan yang kelihatan antara Untung dengan PKI, atau dengan beberapa anggota lainnya, serta keterlibatan organisasi pemuda dan perempuan dalam menculik dan membunuh enam jenderal, telah menjadi dalih sempurna bagi peristiwa yang muncul berikutnya: penindasan terhadap PKI dan pembantaian beratus-ratus ribu para kader dan para simpatisan PKI. Pola pembantaian ini bervariasi dari satu daerah dengan daerah lainnya antar pulau di Indonesia, namun yang mengejutkan adalah pada awalnya perlawanan bersenjata PKI melawan pembantaian tersebut sangatlah lemah. Nampaknya ini disebabkan kebimbangan yang berlaku cukup lama, bahkan para pimpinan PKI masih percaya bahwa Sukarno masih kuat dan mampu menyelamatkan mereka. Kebimbangan ini harus dibayar mahal, karena RPKAD bergerak dari satu daerah ke daerah lain di bulan Oktober, November, dan Desember, dalam mengepalai pembantaian, termasuk mempersenjatai para anggota organisasi-organisasi pemuda Muslim untuk melaksanakan pembantaian. Di luar para kader, simpatisan, dan semua yang terbunuh, sebanyak 300.000 orang yang dianggap sebagai ‘komunis’ atau ‘simpatisan-komunis’ digiring ke kamp-kamp konsentrasi yang didirikan dengan tergesa-gesa. Sedangkan perlawanan balik dari PKI muncul dalam pola-pola yang sporadis. Seorang perwira Angkatan Darat Pro PKI di Kalimantan Tengah memimpin pemberontakan yang kemudian berhasil dihancurkan oleh Angkatan Darat. Sejumlah kecil unit Angkatan Darat divisi Jawa Tengah menaruh simpati pada PKI namun tidak melakukan perlawanan sama sekali ketika RPKAD dikirim kesana. Aidit sendiri ditembak di dekat Surakarta, ketika dia ingin melarikan diri kesana demi mendirikan area basis di Klaten dan Boyolali.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pernyataan sikap PKI pada Agustus 1966, mendukung perlawanan bersenjata Maois, yang diikuti dengan kritik pedih terhadap kebijakan PKI sebelumnya, semata-mata merupakan suatu keharusan yang mau tidak mau harus ditempuh. Sejak saat itu, perlawanan-perlawanan gerilya sporadis telah sampai kabarnya ke Barat, dan tulisan ini merupakan suatu upaya untuk memberikan gambaran mengenai situasi terkini. Bagaimanapun juga, merangkai sejarah awal perang pembebasan rakyat bukanlah suatu hal yang mudah. Berita-berita mengenai perlawanan tersebut sangatlah jarang dan kalaupun ada, tersebar di sana-sini, serta seringkali sulit untuk diandalkan. Hal ini memang wajar apalagi karena agensi resmi pemerintah berusaha meredam sebisa mungkin perlawanan apapun yang muncul. Sedangkan kaum gerilyawan, di sisi lain, jarang memiliki saluran-saluran komunikasi reguler terhadap dunia luas. Sehingga selanjutnya yang bisa dilakukan adalah menyisir laporan-laporan dari Barat, pernyataan resmi pejabat Indonesia, dan sumber-sumber dari PK, yang tersedia seadanya baik dalam bahasa Inggris maupun dalam bahasa Indonesia.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Di Jawa, perlawanan terkuat muncul di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Aksi bersenjata untuk menculik dan mengeksekusi para tuan tanah lokal dan pejabat-pejabat reaksioner dikabarkan terjadi di Malang Selatan, Blitar Selatan, Tulungagung, Bojonegoro, dan Kediri. Bentrokan-bentrokan dengan aparat keamanan muncul juga di Ngawi, Malang, dan Banyuwangi. Pada Bulan Maret 1968, sebanyak 330 perwira dan prajurit Angkatan Darat, dikabarkan telah menyeberang secara massal ke gerilyawan-gerilyawan PKI, mengangkat senjata dan menggunakan peralatan-peralatan lainnya, di Malang, Jawa Timur. Seorang jurnalis Kompas, surat kabar Katolik, mengunjungi Jawa Timur di tahun berikutnya dan melaporkan bahwa kegiatan-kegiatan PKI memiliki karakter politik dan sangat terorganisir dengan baik, serta bahwa di pedesaan Malang, Banyuwangi, dan Tulungagung meletus berbagai insiden bersenjata hampir tiap hari. Sementara itu, aksi-aksi lain ditujukan untuk merampas peralatan militer—senapan, granat, senapan mesin, dan sebagainya. Di daerah Surabaya, kaum gerilyawan PKI menyerang dan melengkapi suplai mereka dari depot amunisi Angkatan Darat (yang kini telah dibersihkan dari elemen-elemen pro-PKI seperti mantan Marsekal Angkatan Udara Republik Indonesia, Omar Dhani).&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Menilai dari konsultasi-konsultasi di administrasi jajaran atas mengenai situasi-situasi Jawa Timur, jelas bahwa pihak otoritas sangat terganggu oleh perkembangan tersebut. Pada 5 Agustus 1968, The Times London melaporkan bahwa sebanyak 600 gerilyawan PKI telah tertangkap dan 30 lainnya terbunuh dalam serangan Angkatan Darat di Tenggara Jawa. Flame Thrower atau penyembur api, sulfur, dan dinamit dikerahkan penggunaannya untuk menggelontor mereka agar keluar dari tempat-tempat persembunyiannya. Sepekan berikutnya, koran yang sama melaporkan bahwa sebanyak 50 gerilyawan telah tewas dalam serangan terhadap daerah terpencil di Jawa Timur, serta jaringan terowongan-terowongan dan gua-gua ‘benteng pertahanan komunis’ telah ditemukan. (Sebelumnya diasumsikan secara luas bahwa PKI berupaya mendirikan daerah basis di bagian selatan Jawa Timur dan Jawa Tengah; serta berbagai kondisi, terlepas dari kenyataan bahwa derah-daerah tersebut merupakan jantung pusat dukungan lama, namun merupakan daerah menguntungkan karena terdapat hutan-hutan, pegunungan, serta daerah sawah subur yang mana dukungan dari kaum tani bisa diraih dari sana). Sementara itu pencerabutan pada ‘komunis’ dari kehidupan publik terus berlanjut. Pada permulaan Agustus 1968 dilaporkan dari Jakarta bahwa sebanyak 800 orang yang dicurigai sebagai komunis, telah ditangkap, termasuk diantaranya lima orang perwira senior Angkatan Darat.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Insiden-insiden juga dikabarkan bermunculan dari waktu ke waktu dari Jawa Barat, Sulawesi (Celebes), dan Sumatera. Pada April 1968 52 anggota angkatan bersenjata ditangkap dan didakwa merencanakan pembangunan sel komunis bawah tana di Sumatera Selatan. Sejak akhir 1967 kaum tani di Sumatera Utara telah berusaha untuk merebut tanah dari perkebunan-perkebunan ‘Negara’ (yang sebenarnya merupakan perusahaan pribadi dari birokrat militer yang menjalankannya) serta dipukul mundur secara brutal, kini telah berada di perbukitan dan memulai perjuangan bersenjata.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Namun perlawanan paling gigih dan berbobot dari kaum gerilyawan PKI selama ini dilaporkan muncul di Kalimantan. Disana luasnya hutan dan pegunungan sangat menguntungkan kaum gerilyawan. Terlebih sejak pembantaian November 1967 (yang dilancarkan oleh sebagian Dayak lokal dengan persekutuan Angkatan Darat), dimana ratusan orang Tionghoa tewas dan puluhan ribu digiring dari rumah mereka di pedesaan menuju kamp-kamp konsentrasi darurat di dekat Pontianak dan pelabuhan-pelabuhan lainnya. Selain itu seluruh populasi Tionghoa di Borneo—lebih dari sejuta di Sarawak, Sabah, dan Kalimantan—telah dipandang sebagai lawan potensial bagi rezim Suharto. Kedua belah pihak juga saling mengklaim kemenangan-kemenangan dalam berbagai pertempuran yang terjadi. Selain itu jumlah pertempuran yang bermunculan mengindikasikan bahwa ini merupakan area lain dimana, sebagaimana di Jawa Timur, situasinya telah berkembang baik bagi PKI dan buruk bagi Pemerintah.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pada Oktober 1967, empat bulan setelah perlawanan bersenjata pertama kali dilaporkan meletus,suatu bentrokan dimana 150 gerilyawan terbunuh terjadi di gunung Merbabu, dekat kota Bengkajan. Bantuan pasukan pemerintah dari berbagai tempat lain, khususnya dari Sumatera, kemudian segera dialihkan ke Kalimantan Barat, ke pusat pemberontakan gerilyawan. Menurut perkiraan-perkiraan resmi, jumlah gerilya bersenjata cukup kecil dan mereka mengklaim hanya berkisar antara tujuh ratus hingga dua ribu. Namun angka demikian sudah cukup, bila jumlah tersebut memang benar dan akurat, untuk memberikan masalah besar dan perhatian besar bagi pihak otoritas. Celah dimana Divisi Siliwangi telah dikirim untuk melawan para gerilyawan, dan pada Maret 1968 pertemuan tingkat tinggi para komandan militer diadakan untuk mendiskusikan program pengamanan terkait hal tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pertempuran-pertempuran Kalimantan Barat rupanya dikomandoi oleh Sofyan, seorang pimpinan PKI, yang dikatakan memiliki daerah basis di daerah Gunung Slabu. Bentrokan-bentrokan juga dikabarkan meletus di Batu Hitam, Bengkayan, Sengkung, Melantjeu, Benua Martinus, Sambas, Seluas, Sanggau, Singkawang, dan di daerah-daerah lainnya. Pasokan-pasokan beras disimpan berkodi-kodi di area-area pelatihan semi permanen di daerah-daerah antara Sambas dan Pontianak, berpusat di Gunung Niut, dalam jangkauan yang terbentang hingga melewati perbatasan Sarawak. Pasokan-pasokan demikian di area-area terpencil dan tak terjangkau menunjukkan adanya dukungan lokal ekstensif untuk pengiriman, pengantaran barang, serta kesediaan untuk bungkam. Di daerah hutan-hutan belantara, para gerilyawan sendiri mampu membabat lahan dan bercocok tanam.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Secara kontras, pasukan-pasukan pemerintah menghadapi permasalahan-permasalahan logistik serius. Tidak ada jalan raya serta terlalu sedikit helikopter Rusia (yang diperoleh berkat kedekatan Sukarno dengan Uni Soviet) untuk memberikan mobilitas yang dibutuhkan tentara. Pasukan-pasukan pemerintah butuh berhari-hari untuk mencapai sasaran, kekurangan bahan makanan, obat-obatan, dan suplai-suplai lainnya yang diperlukan. Kebanyakan pasukan-pasukan reguler tidak suka dengan hutan Borneo, yang asing bagi mereka. Dalam melakukan pembalasan dendam terhadap kampung-kampung yang mereka duga membantu dan menyembunyikan para pemberontak, pasukan pemerintah mengalienasi penduduk lokal dengan membakar rumah-rumah, merampok dan menjarah, serta memperlakukan para penduduk kampung tersebut dengan kasar dan semena-mena. Demi mencegah para gerilyawan mendapatkan perlindungan di Sarawak, pemerintah Indonesia berusaha bekerjasama secara erat dengan pasukan keamanan Malaysia di sepanjang perbatasan. Setelah penyergapan oleh lima ratus tentara pembebasan di sekitar enam puluh kilometer dari kota Bengkayanpada akhir November 1967, pasukan-pasukan keamanan sadar bahwa mereka sedang menghadapi kaum gerilya terlatih dan bersenjata lengkap dengan senjata otomatis, mortir berat, dan perlengkapan canggih lainnya, serta terlindungi dengan baik oleh daerah pegunungan dan pedesaan yang menguntungkan kaum gerilyawan. Dalam penyerbuan kota Singkawang, para gerilyawan berhasil melarikan diri dengan lebih dari dua ratus senjata otomatis baru. Daerah-daerah basis yang dikosongkan oleh para pemberontak dan diduduki kemudian oleh para pasukan keamanan meninggalkan berbagai salinan tulisan-tulsan Mao Tse Tung, sehingga tidak ada keraguan lagi bahwa kaum gerilyawan memang bersiap untuk perjuangan jangka panjang dan terus-menerus.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Karena alasan-alasan demikian maka sejumlah kegelisahan terhadap situasi tersebut terus diekspresikan di media massa resmi Indonesia selama 1968. Akhir-akhir ini pemberontakan menyebar ke Kalimantan Timur, dimana kelompok-kelompok gerilyawan bergerak dekat Kerajan dan Longawan.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Terlalu dini untuk berspekulasi mengenai  perkembangan gerilya kaum tani dalam perjuangan pembebasan di salah satu negara terbesar di dunia ini. Namun beberapa faktor tertentu harus ada sebagai prasyaratnya. Pertama, krisis ekonomi berkelanjutan. Meskipun terdapat rencana-rencana yang diuji untuk memperbaiki ekonomi, rezim militeris sayap Kanan terbukti telah gagal dalam menahan kemerosotan ekonomi. Kelaparan dan kemelaratan tetap menimpa banyak rakyat miskin di perkotaan dan pedesaan, sementara kekayaan segelintir elit penguasa semakin besar dari waktu ke waktu. Terdapat berbagai demonstrasi massa menuntut beras di Jakarta di awal 1968. Korupsi, sekali lagi, terlepas dari janji-janji reformasi yang nyaring berbunyi, malah semakin memburuk. Sepertinya tidak terdapat prospek perbaikan signifikan di lapangan ekonomi bagi rakyat Indonesia pada umumnya, meskipun segelintir orang kaya dan berkuasa diuntungkan oleh bantuan dan investasi asing.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kedua, intervensi Amerika di perkara urusan Indonesia pasti memicu respon kedengkian nasonalistis. Terlepas dari Pemerintahan AS memiliki pengaruh ekonomi vital melalui konsorsium internasional dengan kreditur kapitalis dan melalui agensi-agensi ekonomi internasionakm bisnis AS telah mengarahkan dan memporak-porandakan ekonomi dengan mengambil keuntungan yang dirampas AS melalui regulasi-regulasi hukum terbaru yang mendorong modal asing untuk menjawab permintaan bantuan finansial darurat. Secara alamiah, untuk menjaga agar investasi tersebut dan untuk membantu menjamin “iklim” yang tepat untuk investasi lebih lanjut, maka diadakanlah keberadaan militer AS. Tampaknya untuk tujuan-tujuan yang tidak bersalah, perluasan pesat angkatan bersenjata AS dipimpin oleh seorang kolonel yang, menurut kata-kata wartawan The Times pada 8 Juli 1968: “…merupakan veteran berpengalaman dalam Pasukan Khusus dan Kontra-Insurgensi di Asia”. Basis-basis baru telah didirikan dan basis-basis lama telah direnovasi. Pembangunan neo-kolonial sedemikian lancang pastinya akan memicu reaksi lokal, yang mana PKI bisa memenangkan dukungan mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ketiga, kaum mahasiswa yang telah memainkan peran dalam memperbolehkan para pimpinan Angkatan Darat untuk menggulingkan Sukarno, telah menikmati buah simalakama saat mereka menyadari bahwa rezim yang mereka dukung telah membuka kedoknya sebagai penindas yang banal dan tidak mampu meningkatkan kesejahteraan massa. Para idealis dan realis politik di antara kelompok-kelompok yang berpengaruh di masyarakat Indonesia kini hanya punya satu arah pilihan—yaitu menuu PI dan perjuangan senjata untuk masyarakat sosialis.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Keempat, pimpinan tertinggi tidaklah tersatukan dan bahkan bisa jadi terpecah belah dalam pertikaian antar faksi, dengan satu sisi mendukung Nasution dari Sumatera dan kaum Santri Jawa, di sisi lainnya, mendukung Suharto. Nampaknya juga sulit untuk menyembuhkan perpecahan dalam masyarakat Indonesia yang begitu tragis diperburuk oleh pembantaian yang mereka sendiri lakukan selama periode 1965-1966. Rekam jejak rezim demikian dimanapun juga baik di Asia, Afrika, maupun di Amerika Latin, akan membawa kesimpulan bahwa hal tersebut tidak akan membawa penyelesaian dan pemecahan masalah melainkan hanya melayani kepentingan kapital monopoli internasional yang dipimpin oleh AS.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kelima, pembantaian mengerikan yang terekspos melalui kekerasan anti PKI hanya meninggalkan luka dan kesedihan bagi komunitas Tionghoa Indonesia. Suatu laporan mengklaim bahwa tak ada satu pun orang Tionghoa yang dibiarkan hidup di pesisir barat Aceh di Sumatera Utara. Begitu halnya di Jawa, penindasan melalui kekerasan menimpa banyak komunitas Tionghoa. Namun banyak pula yang melaporkan bahwa mereka mampu melawan balik sembari menyerukan slogan-slogan Maois, di Kediri, Melang, Probolinggo, Pasuruan, bondowoso, Situbondo, Panarukan, dan Besuki, serta berupaya merampas persenjataan dari detasemen angkatan bersenjata setempat.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Keenam, situasi keamanan secara keseluruhan di daerah, dari sudut pandang AS dan sekian rejim yang menjadi antek-anteknya, secara umum tengah merosot. Partai Komunis Malaysia (PKM) telah aktif lagi di Malaysia Utara dan kamp basis mereka sempat ditemukan di Johor Selatan. Dua perlima Burma kini, mengacu ke sumber-sumber AS, ada di tangan Komunis Burma. Pertempuran juga tengah berlangsung di utara, timur laut, dan selatan Thailand, serta meletus dalam skala signifikan di Filipina. Vietnam juga secara terus menerus menentang agresi militer skala penuh AS. Gerakan pembebasan nasional di Indonesia harus mengambil keuntungan dari perluasan gerakan pembebasan dimana-mana dan di tiap daerah, seiring dengan makin terpecahnya serta terceraiberainya perhatian dan kekuatan AS.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Rakyat sedunia akan mengamati dengan perhatian dan kepentingan besar terhadap upaya PKI untuk meraih kemenangan dengan perjuangan senjata serta memperjuangkan keadilan ekonomi bagi rakyat miskin disana, hingga meraih kemerdekaan ekonomi sepenuhnya bagi negara mereka, bebas dari penindasan jaring neo-kolonialisme negara-negara kapitalis Barat.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;-----------------------------------------------------------------&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;[1] James Alexander Malcolm Caldwell merupakan anak buruh tambang batu bara yang kemudian menjadi seorang penulis Marxis dan pengajar di Inggris. Malcolm Caldwell bukan sekedar akademisi melainkan juga seorang aktivis politik. Dia sendiri sempat melakukan kerja pengorganisiran di bawah Partai Buruh di Inggris dan sempat maju sebagai salah satu kandidat dalam pemilihan umum daerah di Sidcup, Bexley. Malcolm Caldwell terbunuh di sekitar tahun 1978 saat sedang melakukan peliputan ke Kamboja ketika Khmer Merah berkuasa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;[2]Perang Jawa juga dikenal sebagai Perang Diponegoro di Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;[3] Lihat Malcolm Caldwell, (1968). The Modern World: Indonesia. Oxford University Press.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;sumber: bumirakyat&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ramchesmerdeka.blogspot.com/feeds/3901690526567257766/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ramchesmerdeka.blogspot.com/2014/05/seputar-pembantaian-65-bagian-4.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4268448123317699163/posts/default/3901690526567257766'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4268448123317699163/posts/default/3901690526567257766'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ramchesmerdeka.blogspot.com/2014/05/seputar-pembantaian-65-bagian-4.html' title='Seputar Pembantaian 65 Bagian [4]'/><author><name>Ramches Merdeka</name><uri>https://plus.google.com/103384315644688268342</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-VM-GRqiDrDI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAEp4/G24C2-pKENY/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/-d2qvTMAiE80/U4BMOUbCt8I/AAAAAAAAEXk/Xr-SZ8rU2RY/s72-c/seputar-pembantaian-65-bagian1.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Jakarta, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-6.2087634 106.84559899999999</georss:point><georss:box>-6.2087634 106.84559899999999 -6.2087634 106.84559899999999</georss:box><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1"/><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD"/></entry></feed>