<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3196870927350682334</id><updated>2024-10-10T01:23:34.805+07:00</updated><category term="Materi Kuliah"/><category term="About Me"/><category term="Akademik"/><title type='text'>MIDWIFERY EDUCATION</title><subtitle type='html'>Blog To Share New Information Midwifery Education</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://im3psblogpoenya.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3196870927350682334/posts/default?redirect=false'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://im3psblogpoenya.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Dewi Candra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14646360748570168599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjgrFvc7vdRwhu3810QsJt9UnaH9CDuL0PHrx3OAJZYWWrs8l0CraSKBpnakGpS4_W0Lhn5pCIEDxjW7a6hhDiIf7eFUKtzhlNzUjlClpkS4VRyJt8YEAruiBOWJaVTWg/s220/foto2.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>9</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3196870927350682334.post-8968494390979485112</id><published>2009-09-16T13:27:00.003+07:00</published><updated>2009-09-16T14:01:34.419+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="About Me"/><title type='text'>AROGAN????</title><content type='html'>Arogan.....&lt;br /&gt;kata2 yg sering qita dengar kan? tapi arti sebenarnya bisa membbuat hati orang sakit dan marah ketika tidak tepat penggunaannya. setuju ga??&lt;br /&gt;termasuk q dan teman2q skr...gr2 kata2 &quot;AROGAN&quot; merasa sgt marah, tersinggung,sakit hati dan pengen ngamuk saja!&lt;br /&gt;Apakah salah klo seorang Bidan Pendidik mendidik para calon bidan tentang etika?&lt;br /&gt;padahal bidan selama ini terkenal dengan ETIKA nya yg nomor satu.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tp knp ya? q berada di lingkungan yg tidak sehat karena kami ingin generasi penerus kami akan menjadi seorang Bidan yg profesional, berbudi dan BerETIKA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;memang mereka bukanlah seprofesi jd tidak tahu apa yg pantas dan apa yg menjadi tolak ukur kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kami hanya mengajari tentang ber ETIKA dan agar bisa menempatkan diri tp malah kami dituduh AROGAN.&lt;br /&gt;sungguh aneh....&lt;br /&gt;sebenarnya arogan itu apakah sedemikian?&lt;br /&gt;ato emang mereka ja yg tidak tahu apa itu AROGAN&lt;br /&gt;ato hanya mereka sj yg ingin menghancurkan citra BIDAN??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://im3psblogpoenya.blogspot.com/feeds/8968494390979485112/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://im3psblogpoenya.blogspot.com/2009/09/arogan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3196870927350682334/posts/default/8968494390979485112'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3196870927350682334/posts/default/8968494390979485112'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://im3psblogpoenya.blogspot.com/2009/09/arogan.html' title='AROGAN????'/><author><name>Dewi Candra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14646360748570168599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjgrFvc7vdRwhu3810QsJt9UnaH9CDuL0PHrx3OAJZYWWrs8l0CraSKBpnakGpS4_W0Lhn5pCIEDxjW7a6hhDiIf7eFUKtzhlNzUjlClpkS4VRyJt8YEAruiBOWJaVTWg/s220/foto2.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3196870927350682334.post-3184625723710474402</id><published>2009-09-15T14:27:00.000+07:00</published><updated>2009-09-15T14:27:08.802+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Materi Kuliah"/><title type='text'>Asuhan Persalinan : 5 BENANG MERAH</title><content type='html'>Ada 5 dasar asuhan persalinan yang bersih dan aman yang disebut dengan 5 benang merah asuhan persalinan, yaitu :&lt;br /&gt;A. Membuat keputusan klinik&lt;br /&gt;B. Asuhan sayang ibu dan sayang bayi&lt;br /&gt;C. Pencegahan infeksi&lt;br /&gt;D. Pencatatan (rekam medis)&lt;br /&gt;E. Rujukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Membuat Keputusan Klinik&lt;br /&gt;Membuat keputusan klinik adalah proses pemecahan masalah yang akan digunakan untuk merencanakan arahan bagi ibu dan bayi baru lahir.&lt;br /&gt;Ada 4 langkah proses pengambilan keputusan klinik, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;1. Pengumpulan data&lt;br /&gt;a. Data subjektif&lt;br /&gt;b. Data objektif&lt;br /&gt;2. Diagnosis&lt;br /&gt;3. Penatalaksanaan asuhan atau perawatan&lt;br /&gt;a. Membuat rencana&lt;br /&gt;b. Melaksanakan rencana&lt;br /&gt;4. Evaluasi&lt;br /&gt;1. Pengumpulan Data&lt;br /&gt;Penolong persalinan mengumpulkan data subjektif dan data objektif dari klien. Data subjektif adalah informasi yang diceritakan ibu tentang apa yang dirasakan, apa yang sedang dialami dan apa yang telah dialami, termasuk informasi tambahan dari anggota keluarga tentang status ibu. Data objektif adalah informasi yang dikumpulkan berdasarkan pemeriksaan / pengantar terhadap ibu atau bayi baru lahir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara mengumpulkan data, yaitu :&lt;br /&gt;1. Berbicara dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang kondisi ibu dan &lt;br /&gt;riwayat perjalanan penyakit.&lt;br /&gt;2. Mengamati tingkah laku ibu apakah terlihat sehat atau sakit, nyaman atau &lt;br /&gt;terganggu (kesakitan).&lt;br /&gt;3. Melakukan pemeriksaan fisik.&lt;br /&gt;4. Melakukan pemeriksaan tambahan lainnya bila perlu, misalnya pemeriksaan &lt;br /&gt;laboratorium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Diagnosis&lt;br /&gt;Membuat diagnosa secara tepat dan cepat setelah data dikumpulkan dan dianalisa. Pencarian dan pengumpulan data untuk diagnosis merupakan proses sirkuler (melingkar) yang berlangsung secara terus-menerus bukan proses linier (berada pada satu garis lurus).&lt;br /&gt;Diagnosis terdiri atas diagnosis kerja dan diagnosis defenitif. Diagnosis kerja diuji dan dipertegas atau dikaji ulang berdasarkan pengamatan dan temuan yang diperoleh secara terus-menerus. Setelah dihasilkan diagnosis defenitif barulah bidan dapat merencanakan penataksanaan kasus secara tepat.&lt;br /&gt;Untuk membuat diagnosa :&lt;br /&gt;1. Pastikan bahwa data-data yang ada dapat mendukung diagnosa.&lt;br /&gt;2. Mengantisipasi masalah atau penyulit yang mungkin terjadi setelah diagnosis &lt;br /&gt;defenitif dibuat.&lt;br /&gt;3. Memperhatikan kemungkinan sejumlah diagnosa banding atau diagnosa ganda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Penatalaksanaan Asuhan atau Perawatan&lt;br /&gt;Rencana penatalaksanaan asuhan dan perawatan disusun setelah data terkumpul dan diagnosis defenitif ditegakkan. Setelah membuat rencana asuhan, laksanakan rencana tersebut tepat waktu dan mengacu pada keselamatan klien.&lt;br /&gt;Pilihan intervensi efektif dipengaruhi oleh :&lt;br /&gt;1. Bukti-bukti klinik&lt;br /&gt;2. Keinginan dan kepercayaan ibu&lt;br /&gt;3. Tempat dan waktu asuhan&lt;br /&gt;4. Perlengkapan, bahan dan obat-obatan yang tersedia&lt;br /&gt;5. Biaya yang diperlukan&lt;br /&gt;6. Tingkat keterampilan dan pengalaman penolong persalinan&lt;br /&gt;7. Akses , transportasi, dan jarak ke tempat rujukan&lt;br /&gt;8. Sistem dan sumber daya yang mendukung ibu (suami, anggota keluarga, &lt;br /&gt;sahabat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Evaluasi&lt;br /&gt;Penatalaksanaan yang telah dikerjakan harus dievaluasi untuk menilai tingkat efektivitasnya. Tentukan apakah perlu dikaji ulang atau diteruskan sesuai dengan kebutuhan saat itu atau kemajuan pengobatan.&lt;br /&gt;Jadi proses pengumpulan data, membuat diagnosa, penatalaksanaan intervensi atau tindakan dan evaluasi merupakan proses sirkuler (melingkar) yang saling berhubungan.&lt;br /&gt;Asuhan sayang ibu adalah asuhan dengan prinsip saling menghargai budaya, kepercayaan dan keinginan sang ibu. Salah satu prinsip dasarnya adalah mengikutsertakan suami dan keluarga selama proses persalinan dan kelahiran bayi. Perhatian dan dukungan kepada ibu selama proses persalinan akan mendapatkan rasa aman dan keluaran yang lebih baik. Juga mengurangi jumlah persalinan dengan tindakan (ekstraksi vakum, cunam dan seksio sesar) dan persalinan akan berlangsung lebih cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asuhan sayang ibu dalam proses persalinan :&lt;br /&gt;1. Memanggil ibu sesuai namanya, menghargai dan memperlakukannya sesuai &lt;br /&gt;martabatnya.&lt;br /&gt;2. Menjelaskan asuhan dan perawatan yang akan diberikan pada ibu sebelum &lt;br /&gt;memulai asuhan tersebut.&lt;br /&gt;3. Menjelaskan proses persalinan kepada ibu dan keluarganya.&lt;br /&gt;4. Mengajurkan ibu untuk bertanya dan membicarakan rasa takut atau kuatir.&lt;br /&gt;5. Mendengarkan dan menanggapi pertanyaan dan kekhawatiran ibu.&lt;br /&gt;6. Memberikan dukungan, membesarkan hatinya dan menenteramkan perasaan ibu &lt;br /&gt;beserta anggota keluarga yang lain.&lt;br /&gt;7. Menganjurkan ibu untuk ditemani suaminya dan/atau anggota keluarga yang lain &lt;br /&gt;selama persalinan dan kelahiran bayinya.&lt;br /&gt;8. Mengajarkan suami dan anggota keluarga mengenai cara memperhatikan dan &lt;br /&gt;mendukung ibu selama persalinan dan kelahiran bayinya.&lt;br /&gt;9. Melakukan pencegahan infeksi yang baik secara konsisten.&lt;br /&gt;10. Menghargai privasi ibu.&lt;br /&gt;11. Menganjurkan ibu untuk mencoba berbagai posisi selama persalinan dan &lt;br /&gt;kelahiran bayi.&lt;br /&gt;12. Menganjurkan ibu untuk minum cairan dan makan makanan ringan bila ia &lt;br /&gt;menginginkannya.&lt;br /&gt;13. Menghargai dan membolehkan praktek-praktek tradisional yang tidak memberi &lt;br /&gt;pengaruh yang merugikan.&lt;br /&gt;14. Menghindari tindakan berlebihan dan mungkin membahayakan (episiotomi, &lt;br /&gt;pencukuran, dan klisma).&lt;br /&gt;15. Menganjurkan ibu untuk memeluk bayinya segera setelah lahir.&lt;br /&gt;16. Membantu memulai pemberian ASI dalam 1 jam pertama setelah kelahiran bayi.&lt;br /&gt;17. Menyiapkan rencana rujukan (bila perlu).&lt;br /&gt;18. Mempersiapkan persalinan dan kelahiran bayi dengan baik, bahan-bahan, &lt;br /&gt;perlengkapan dan obat-obatan yang diperlukan. Siap melakukan resusitasi bayi &lt;br /&gt;baru lahir pada setiap kelahiran bayi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asuhan sayang ibu pada masa post partum :&lt;br /&gt;1. Menganjurkan ibu untuk selalu berdekatan dengan bayinya (rawat gabung).&lt;br /&gt;2. Membantu ibu untuk mulai membiasakan menyusui dan menganjurkan &lt;br /&gt;pemberian ASI sesuai permintaan.&lt;br /&gt;3. Mengajarkan ibu dan keluarganya mengenai nutrisi dan istirahat yang cukup &lt;br /&gt;setelah melahirkan.&lt;br /&gt;4. Menganjurkan suami dan anggota keluarganya untuk memeluk bayi dan &lt;br /&gt;mensyukuri kelahiran bayinya.&lt;br /&gt;5. Mengajarkan ibu dang anggota-anggota keluarganya tentang bahaya dan tanda-&lt;br /&gt;tanda bahaya yang dapat diamati dan anjurkan mereka untuk mencari &lt;br /&gt;pertolongan jika terdapat masalah atau kekhawatiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindakan-tindakan pencegahan infeksi dalam pelayanan asuhan kesehatan :&lt;br /&gt;1. Meminimalkan infeksi yang disebabkan mikroorganisme (bakteri, virus, jamur).&lt;br /&gt;2. Menurunkan resiko penularan penyakit yang mengancam jiwa (hepatitis dan &lt;br /&gt;HIV/AIDS).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penolong persalinan dapat terpapar hepatitis dan HIV di tempat kerjanya melalui :&lt;br /&gt;1. Percikan darah atau cairan tubuh pada mata, hidung, mulut atau melalui &lt;br /&gt;diskontinuitas permukaan kulit (luka atau lecet kecil).&lt;br /&gt;2. Luka tusuk akibat jarum yang terkontaminasi atau peralatan tajam lainnya, baik &lt;br /&gt;saat prosedur dilakukan atau saat memproses peralatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Defenisi tindakan-tindakan dalam pencegahan infeksi :&lt;br /&gt;1. Asepsis atau teknik aseptik&lt;br /&gt;Asepsis atau teknik aseptik adalah semua usaha yang dilakukan dalam &lt;br /&gt;mencegah masuknya mikroorganisme ke dalam tubuh yang mungkin akan &lt;br /&gt;menyebabkan infeksi. Caranya adalah menghilangkan dan/atau menurunkan &lt;br /&gt;jumlah mikroorganisme pada kulit, jaringan dan benda-benda mati hingga &lt;br /&gt;tingkat aman.&lt;br /&gt;2. Antisepsis&lt;br /&gt;Antisepsis adalah usaha mencegah infeksi dengan cara membunuh atau &lt;br /&gt;menghambat pertumbuhan mikroorganisme pada kulit atau jaringan tubuh &lt;br /&gt;lainnya.&lt;br /&gt;3. Dekontaminasi&lt;br /&gt;Dekontaminasi adalah tindakan yang dilakukan untuk memastikan bahwa &lt;br /&gt;petugas kesehatan dapat menangani secara aman benda-benda (peralatan &lt;br /&gt;medis, sarung tangan, meja pemeriksaan) yang terkontaminasi darah dan cairan &lt;br /&gt;tubuh. Cara memastikannya adalah segera melakukan dekontaminasi terhadap &lt;br /&gt;benda-benda tersebut setelah terpapar/terkontaminasi darah atau cairan tubuh.&lt;br /&gt;4. Mencuci dan membilas&lt;br /&gt;Mencuci dan membilas adalah tindakan-tindakan yang dilakukan untuk &lt;br /&gt;menghilangkan semua darah, cairan tubuh atau benda asing (debu, kotoran) &lt;br /&gt;dari kulit atau instrumen.&lt;br /&gt;5. Disinfeksi&lt;br /&gt;Disinfeksi adalah tindakan yang dilakukan untuk menghilangkan hampir semua &lt;br /&gt;mikroorganisme penyebab penyakit pada benda-benda mati atau instrumen.&lt;br /&gt;6. Disinfeksi tingkat tinggi (DTT)&lt;br /&gt;Disinfeksi tingkat tinggi (DTT) adalah tindakan yang dilakukan untuk &lt;br /&gt;menghilangkan semua mikroorganisme kecuali endospora bakteri, dengan cara &lt;br /&gt;merebus atau cara kimiawi.&lt;br /&gt;7. Sterilisasi&lt;br /&gt;Sterilisasi adalah tindakan yang dilakukan untuk menghilangkan semua &lt;br /&gt;mikroorganisme (bakteri, virus, jamur, parasit), termasuk endospora bakteri &lt;br /&gt;pada benda-benda mati atau instrumen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip-prinsip pencegahan infeksi yang efektif berdasarkan :&lt;br /&gt;1. Setiap orang (ibu, bayi baru lahir, penolong persalinan) harus dianggap dapat &lt;br /&gt;menularkan penyakit karena infeksi yang terjadi bersifat asimptomatik (tanpa &lt;br /&gt;gejala).&lt;br /&gt;2. Setiap orang harus dianggap beresiko terkena infeksi.&lt;br /&gt;3. Permukaan tempat pemeriksaan, peralatan dan benda-benda lain yang akan dan &lt;br /&gt;telah bersentuhan dengan kulit tak utuh, selaput mukosa, atau darah harus &lt;br /&gt;dianggap terkontaminasi sehingga setelah selesai digunakan harus dilakukan &lt;br /&gt;proses pencegahan infeksi secara benar.&lt;br /&gt;4. Jika tidak diketahui apakah permukaan, peralatan atau benda lainnya telah &lt;br /&gt;diproses dengan benar, harus dianggap telah terkontaminasi.&lt;br /&gt;5. Resiko infeksi tidak bisa dihilangkan secara total tetapi dapat dikurangi hingga &lt;br /&gt;sekecil mungkin dengan menerapkan tindakan-tindakan pencegahan infeksi &lt;br /&gt;yang benar dan konsisten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindakan-tindakan pencegahan infeksi meliputi :&lt;br /&gt;1. Cuci tangan&lt;br /&gt;2. Memakai sarung tangan&lt;br /&gt;3. Memakai perlengkapan pelindung&lt;br /&gt;4. Menggunakan asepsis atau teknik aseptik&lt;br /&gt;5. Memproses alat bekas pakai&lt;br /&gt;6. Menangani peralatan tajam dengan aman&lt;br /&gt;7. Menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan serta pembuangan sampah secara &lt;br /&gt;benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persalinan dan kelahiran bayi bisa terjadi di luar institusi, baik di rumah, klinik bersalin swasta, polindes, atau puskesmas. Jika proses ini berlangsung di rumah, hati-hati agar benda-benda yang terkontaminasi tidak menyentuh daerah yang telah dibersihkan dan disiapkan untuk suatu prosedur.&lt;br /&gt;Catat semua asuhan yang telah diberikan kepada ibu dan/atau bayinya. Jika asuhan tidak dicatat, dapat dianggap tidak pernah melakukan asuhan tersebut. Pencatatan adalah bagian penting dari proses membuat keputusan klinik karena memungkinkan penolong persalinan untuk terus-menerus memperhatikan asuhan yang diberikan selama proses persalinan dan kelahiran bayi. Mengkaji ulang catatan memungkinkan untuk menganalisa data yang telah dikumpulkan dan dapat lebih efektif dalam merumuskan suatu diagnosa serta membuat rencana asuhan atau perawatan bagi ibu dan bayinya. Partograf merupakan bagian terpenting dari proses pencatatan selama persalinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencatatan rutin adalah penting karena :&lt;br /&gt;1. Dapat digunakan sebagai alat bantu untuk membuat keputusan klinik dan &lt;br /&gt;mengevaluasi apakah asuhan atau perawatan sudah sesuai dan efektif, untuk &lt;br /&gt;mengidentifikasi kesenjangan pada asuhan yang diberikan dan untuk membuat &lt;br /&gt;perubahan dan peningkatan rencana asuhan atau perawatan.&lt;br /&gt;2. Dapat digunakan sebagai tolok ukur keberhasilan dalam proses membuat &lt;br /&gt;keputusan klinik, sedangkan sebagai metode keperawatan, informasi ini harus &lt;br /&gt;dapat diberikan atau diteruskan kepada tenaga kesehatan lainnya.&lt;br /&gt;3. Merupakan catatan permanen tentang asuhan, perawatan dan obat yang &lt;br /&gt;diberikan.&lt;br /&gt;4. Dapat dibagikan diantara para penolong kelahiran. Hal ini penting jika &lt;br /&gt;memerlukan rujukan dimana lebih dari satu penolong kelahiran memberikan &lt;br /&gt;asuhan pada ibu dan bayi baru lahir.&lt;br /&gt;5. Dapat mempermudah kelangsungan asuhan dari satu kunjungan ke kunjungan &lt;br /&gt;berikutnya, dari satu penolong persalinan kepada penolong persalinan lain atau &lt;br /&gt;dari seorang penolong persalinan ke fasilitas kesehatan lainnya. Melalui &lt;br /&gt;pencatatan rutin, penolong persalinan mendapatkan informasi yang relevan dari &lt;br /&gt;setiap ibu atau bayi baru lahir yang diasuhnya.&lt;br /&gt;6. Dapat digunakan untuk penelitian atau studi kasus.&lt;br /&gt;7. Diperlukan untuk memberi masukan data statistik sebagai catatan nasional dan &lt;br /&gt;daerah, termasuk catatan kematian dan kesakitan ibu / bayi baru lahir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aspek-aspek penting dalam pencatatan :&lt;br /&gt;1. Tanggal dan waktu asuhan tersebut diberikan&lt;br /&gt;2. Identifikasi penolong persalinan&lt;br /&gt;3. Paraf atau tandatangan (dari penolong persalinan) pada semua catatan&lt;br /&gt;4. Mencakup informasi yang berkaitan secara tepat,dicatat dengan jelas dan dapat &lt;br /&gt;dibaca&lt;br /&gt;5. Ketersediaan sistem penyimpanan catatan atau data pasien&lt;br /&gt;6. Kerahasiaan dokumen-dokumen medis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu harus diberikan salinan catatan medik (catatan klinik antenatal, dokumen-dokumen rujukan, dll) beserta panduan yang jelas mengenai :&lt;br /&gt;- Maksud dari dokumen-dokumen tersebut&lt;br /&gt;- Kapan harus dibawa&lt;br /&gt;- Kepada siapa harus diberikan&lt;br /&gt;- Bagaimana cara penyimpanan yang aman di rrumah atau selama perjalanan ke &lt;br /&gt;tempat rujukan.&lt;br /&gt;Meskipun sebagian besar ibu menjalani persalinan normal namun sekitar 10-15 % diantaranya akan mengalami masalah selama proses persalinan dan kelahiran sehingga perlu dirujuk ke fasilitas kesehatan rujukan. Sangatlah sulit menduga kapan penyulit akan terjadi sehingga kesiapan merujuk ibu dan/atau bayinya ke fasilitas kesehatan rujukan secara optimal dan tepat waktu jika penyulit terjadi. Setiap tenaga penolong / fasilitas pelayanan harus mengetahui lokasi fasilitas tujukan terdekat yang mampu melayani kegawatdaruratan obstetri dan bayi baru lahir, seperti :&lt;br /&gt;- Pembedahan termasuk bedah sesar.&lt;br /&gt;- Transfusi darah.&lt;br /&gt;- Persalinan menggunakan ekstraksi vakum daan cunam.&lt;br /&gt;- Antibiotik IV.&lt;br /&gt;- Resusitasi bayi baru lahir dan asuhan lannjutan bagi bayi baru lahir.&lt;br /&gt;Informasi tentang pelayanan yang tersedia di tempat rujukan, ketersediaan pelayanan purna waktu, biaya pelayanan dan waktu serta jarak yang ditempuh ke tempat rujukan merupakan hal penting yang harus diketahui oleh klien dan penolong persalinan. Jika terjadi penyulit, upaya rujukan melalui alur yang tepat dan waktu yang singkat. Jika ibu dan bayi baru lahir mengalami penyulit dan dirujuk ke tempat yang tidak sesuai, mereka akan kehilangan banyak waktu yang berharga dan kesempatan terbaik untuk menyelamatkan jika mereka.&lt;br /&gt;Pada saat kunjungan antenatal, jelaskan bahwa petugas kesehatan, klien dan suami akan selalu berupaya untuk mendapatkan pertolongan terbaik, termasuk kemungkinan rujukan setiap ibu hamil apabila terjadi penyulit. Pada saat terjadi penyulit seringkali tidak cukup waktu untuk membuat rencana rujukan sehingga keterlambatan dalam membuat keputusan dapat membahayakan jiwa klien. Anjurkan ibu untuk membahas rujukan dan membuat rencana rujukan bersama suami dan keluarganya serta tawarkan untuk berbicara dengan suami dan keluarganya untuk menjelaskan antisipasi rencana rujukan.&lt;br /&gt;Masukkan persiapan-persiapan dan informasi berikut ke dalam rencana rujukan :&lt;br /&gt;- Siapa yang akan menemani ibu dan bayi barru lahir.&lt;br /&gt;- Tempat-tempat rujukan mana yang lebih dissukai ibu dan keluarga. (Jika ada lebih &lt;br /&gt;dari satu kemungkinan tempat rujukan, pilih tempat rujukan yang paling sesuai &lt;br /&gt;berdasarkan jenis asuhan yang diperlukan).&lt;br /&gt;- Sarana transportasi yang akan digunakan ddan siapa yang akan mengenderainya. &lt;br /&gt;Ingat bahwa transportasi harus tersedia segera, baik siang maupun malam.&lt;br /&gt;- Orang yang ditunjuk menjadi donor darah, jika transpusi darah diperlukan.&lt;br /&gt;- Uang yang disisihkan untuk asuhan medis, transportasi, obat-obatan dan bahan-&lt;br /&gt;bahan.&lt;br /&gt;- Siapa yang akan tinggal dan menemani anakk-anak yang lain pada saat ibu tidak &lt;br /&gt;di rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaji ulang tentang keperluan dan tujuan upaya rujukan pada ibu dan keluarganya. Kesempatan ini harus dilakukan selama ibu melakukan kunjungan asuhan antenatal atau pada saat awal persalinan, jika memungkinkan. Jika ibu belum membuat rencana selama kehamilannya, penting untuk mendiskusikan rencana rujukan dengan ibu dan keluarganya pada saat-saat awal persalinan. Jika kemudian timbul masalah pada saat persalinan dan rencana rujukan belum dibicarakan maka seringkali sulit untuk membuat persiapan-persiapan dengan cepat. Rujukan tepat waktu merupakan unggulan asuhan sayang ibu dalam mendukung keselamatan ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal-hal yang penting dalam mempersiapkan rujukan untuk ibu :&lt;br /&gt;1. Bidan&lt;br /&gt;2. Alat&lt;br /&gt;3. Keluarga&lt;br /&gt;4. Surat&lt;br /&gt;5. Obat&lt;br /&gt;6. Kendaraan&lt;br /&gt;7. Uang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bidan&lt;br /&gt;Pastikan bahwa ibu dan/atau bayi baru lahir didampingi oleh penolong persalinan yang kompoten dan memiliki kemampuan untuk menatalaksana kegawatdaruratan obstetri dan bayi baru lahir untuk dibawa ke fasilitas rujukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alat&lt;br /&gt;Bawa perlengkapan dan bahan-bahan untuk asuhan persalinan, masa nifas dan bayi baru lahir (tabung suntik, selang IV, dll) bersama ibu ke tempat rujukan. Perlengkapan dan bahan-bahan tersebut mungkin diperlukan jika ibu melahirkan sedang dalam perjalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarga&lt;br /&gt;Beritahu ibu dan keluarga mengenai kondisi terakhir ibu dan/atau bayi dan mengapa ibu dan/atau bayi perlu dirujuk. Jelaskan pada mereka alasan dan keperluan upaya rujukan tersebut. Suami atau anggota keluarga yang lain harus menemani ibu dan/atau bayi baru lahir ke tempat rujukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat&lt;br /&gt;Berikan surat ke tempat rujukan. Surat ini harus memberikan identifikasi mengenai ibu dan/atau bayi baru lahir, cantumkan alasan rujukan dan uraikan hasil pemeriksaan, asuhan atau obat-obatan yang diterima ibu dan/atau bayi baru lahir. Lampirkan partograf kemajuan persalinan ibu pada saat rujukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obat&lt;br /&gt;Bawa obat-obatan esensial pada saat mengantar ibu ke tempat rujukan. Obat-obatan mungkin akan diperlukan selama perjalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendaraan&lt;br /&gt;Siapkan kendaraan yang paling memungkinkan untuk merujuk ibu dalam kondisi yang cukup nyaman. Selain itu pastikan bahwa kondisi kendaraan itu cukup baik untuk mencapai tempat rujukan dalam waktu yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uang&lt;br /&gt;Ingatkan pada keluarga agar membawa uang dalam jumlah yang cukup untuk membeli obat-obatan yang diperlukan dan bahan-bahan kesehatan lain yang diperlukan selama ibu dan/atau bayi baru lahir tinggal di fasilitas rujukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://im3psblogpoenya.blogspot.com/feeds/3184625723710474402/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://im3psblogpoenya.blogspot.com/2009/09/asuhan-persalinan-5-benang-merah.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3196870927350682334/posts/default/3184625723710474402'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3196870927350682334/posts/default/3184625723710474402'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://im3psblogpoenya.blogspot.com/2009/09/asuhan-persalinan-5-benang-merah.html' title='Asuhan Persalinan : 5 BENANG MERAH'/><author><name>Dewi Candra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14646360748570168599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjgrFvc7vdRwhu3810QsJt9UnaH9CDuL0PHrx3OAJZYWWrs8l0CraSKBpnakGpS4_W0Lhn5pCIEDxjW7a6hhDiIf7eFUKtzhlNzUjlClpkS4VRyJt8YEAruiBOWJaVTWg/s220/foto2.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3196870927350682334.post-3740442056466799920</id><published>2009-09-14T12:01:00.000+07:00</published><updated>2009-09-14T12:16:03.815+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Materi Kuliah"/><title type='text'>KDPK : Prosedur Memandikan Pasien Dewasa</title><content type='html'>A. Pengertian&lt;br /&gt; Tindakan keperawatan yang dilakukan pada pasien yang tidak mampu mandi secara sendiri dengan cara memandikan di tempat tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Tujuan&lt;br /&gt;1. Menjaga kebersihan tubuh,&lt;br /&gt;2. Mengurangi infeksi akibat kulit kotor,&lt;br /&gt;3. Memperlancar sistem peredaran darah&lt;br /&gt;4. Menambah kenyamanan pasien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;C. Alat dan bahan&lt;br /&gt;1. Baskom mandi dua buah, masing-masing berisi air dingin dan air hangat&lt;br /&gt;2. Pakaian pengganti&lt;br /&gt;3. Kain penutup&lt;br /&gt;4. Handuk besar&lt;br /&gt;5. Handuk kecil untuk mengeringkan badan&lt;br /&gt;6. Sarung tangan pengusap/waslap&lt;br /&gt;7. Tempat untuk pakain kotor&lt;br /&gt;8. Sampiran&lt;br /&gt;9. Sabun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Prosedur kerja&lt;br /&gt;1. Jelaskan prosedur pada pasien&lt;br /&gt;2. Cuci tangan&lt;br /&gt;3. Atur posis pasien&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Lakukan tindakan memandikan pasien yang diawali dengan membentangkan handuk di bawah kepala, kemdian bersihkan muka, telinga, dan leher degan sarung tangan pengusap. Keringkan dengan handuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Kain penutup diturukan, kedua tangan  pasien diangkat dan pindahkan handuk di atas dada pasien, lalu bentangkan. Kemudian kembalikan kdua tangan ke posisi awal diats handuk, lalu basahi kedua tangan dengan air bersih. Keringkan dengan handuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Kedua tangan diangkat, handuk dipindahkan di  sisi pasien, bersihkan daerah dada dan perut, lalu keringkan dengan handuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Miringkan pasien ke kiri, handuk dibentangkan kebawah punggung sampai glutea dan basahi punggung h inga glutea, lalu keringkan degan handuk. Selanjutnya miringkan pasien  ke kanan dan laukan hal yang sama. Kemudian kembalikan pasien pada posisi terlentang dan pasangkan pakaian dengan rapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Letakkan handuk di bawah lutut lalu bersihkan kaki. Kaki yang paling jauh didahulukan dan keringkan dengan handuk..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Ambil handuk dan letakkan di bawah glutea. Pakaian bawah perut dibuka, lalu bersihkan daerah lipatan paha dan genitalia. Setelah selesai, pasang kembali pakaian dengan rapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Cuci tangan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://im3psblogpoenya.blogspot.com/feeds/3740442056466799920/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://im3psblogpoenya.blogspot.com/2009/09/kdpk-personal-hygiene-1.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3196870927350682334/posts/default/3740442056466799920'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3196870927350682334/posts/default/3740442056466799920'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://im3psblogpoenya.blogspot.com/2009/09/kdpk-personal-hygiene-1.html' title='KDPK : Prosedur Memandikan Pasien Dewasa'/><author><name>Dewi Candra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14646360748570168599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjgrFvc7vdRwhu3810QsJt9UnaH9CDuL0PHrx3OAJZYWWrs8l0CraSKBpnakGpS4_W0Lhn5pCIEDxjW7a6hhDiIf7eFUKtzhlNzUjlClpkS4VRyJt8YEAruiBOWJaVTWg/s220/foto2.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3196870927350682334.post-8480544245948816908</id><published>2009-07-09T16:36:00.000+07:00</published><updated>2009-07-09T20:59:37.256+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Materi Kuliah"/><title type='text'>LUKA</title><content type='html'>Pengertian&lt;br /&gt;Luka adalah gangguan dari kondisi normal pada kulit (Taylor, 1997. sedangkan menurut Koizer 1995 Luka adalah kerusakan kontinyuitas kulit, mukosa membran dan tulang atau organ tubuh lain.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Jenis Luka&lt;br /&gt;Menurut Mekanismenya&lt;br /&gt;1. Luka mekanik&lt;br /&gt;   a. Luka Insisi terjadi karena teriris benda tajam&lt;br /&gt;   b. Luka memar, terjadi akibat benturan dengan benda tumpul&lt;br /&gt;   c. Luka Lecet, terjadi karena bergesekan dengan benda yang kasar tapi tidak tajam&lt;br /&gt;   d. Luka Tusuk, terjadi akibat benda tajam yang berdiameter kecil dan masuk dalam&lt;br /&gt;      tubuh termasuk juga karena tembak (peluru)&lt;br /&gt;   e. Luka Robek, terjadi karena benda tajam dan kasar&lt;br /&gt;   f. Luka Tembus, terjadi luka yang menembus organ tubuh&lt;br /&gt;   g. Luka gigitan, terjadi karena gigitan binatang atau manusia&lt;br /&gt;2. Luka Non Mekanik&lt;br /&gt;   Luka Bakar, kehilangan atau kerusakan  jaringan tubuh terjadi karena disebabkan&lt;br /&gt;   oleh energi panas atau bahan kimia atau  listrik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Kontaminasi Luka&lt;br /&gt;1. Luka Bersih&lt;br /&gt;   Luka yang tidak terdapat imflamasi dan infeksi, tidak melibatkan saluran&lt;br /&gt;   pencernaan, pernafasan dan perkemihan&lt;br /&gt;2. Luka Bersih Terkontaminasi&lt;br /&gt;   Luka bedah yang melibatkan saluran pernafasan, perkemihan dan pencernaan. namun&lt;br /&gt;   luka tidak menunjukkan infeksi&lt;br /&gt;3. Luka Terkontaminasi&lt;br /&gt;   Luka terbuka, segar, luka kecelakaan dan bedah yang berhubungan dengan saluran&lt;br /&gt;   pencernaan, pernafasan dan perkemihan yang menunjukkan adanya infeksi&lt;br /&gt;4. Luka Kotor&lt;br /&gt;   Luka lama, luka kecelakaan yang mengandung jaringan mati dan mikroorganisme&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Kedalaman dan Luasnya Luka&lt;br /&gt;1. Luka Superfisial&lt;br /&gt;   Terjadi pada lapisan epidermis kulit&lt;br /&gt;2. Luka Partial Thickness&lt;br /&gt;   Hilangnya lapisan epidermis dan bagian atas dermis&lt;br /&gt;3. Luka Full Thickness&lt;br /&gt;   Hilangnya seluruh lapisan kulit meliputi kerusakan nekrosis jaringan subkutan dan&lt;br /&gt;   dapat meluas sampai bawah tetapi tidak melewati jaringan yang mendasarinya&lt;br /&gt;4. Luka Full Thickness yang sudah mencapai otot dan tendon serta tulang dengan&lt;br /&gt;   kerusakan yang luas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Proses Penyembuhan Luka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tahap Penyembuhan Luka menurut Taylor (1997):&lt;br /&gt;1) Fase Inflamatory&lt;br /&gt;   Fase inflammatory dimulai setelah pembedahan dan berakhir hari ke 3 – 4 pasca&lt;br /&gt;   operasi. Dua tahap dalam fase ini adalah Hemostasis dan Pagositosis. Sebagai&lt;br /&gt;   tekanan yang besar, luka menimbulkan lokal adaptasi sindrom. Sebagai hasil adanya&lt;br /&gt;   suatu konstriksi pembuluh darah, berakibat pembekuan darah untuk menutupi luka.&lt;br /&gt;   Diikuti vasodilatasi menyebabkan peningkatan aliran darah ke daerah luka yang&lt;br /&gt;   dibatasi oleh sel darah putih untuk menyerang luka dan menghancurkan bakteri dan&lt;br /&gt;   ebris. Lebih kurang 24 jam setelah luka sebagian besar sel fagosit ( makrofag)&lt;br /&gt;   masuk ke daerah luka dan mengeluarkan faktor angiogenesis yang merangsang&lt;br /&gt;   pembentukan anak epitel pada akhir pembuluh luka sehingga pembentukan kembali&lt;br /&gt;   dapat terjadi.&lt;br /&gt;2) Fase Proliferative&lt;br /&gt;   Dimulai pada hari ke 3 atau 4 dan berakhir pada hari ke-21. Fibroblast secara&lt;br /&gt;   cepat mensintesis kolagen dan substansi dasar. Dua substansi ini membentuk&lt;br /&gt;   lapis-lapis perbaikan luka. Sebuah lapisan tipis dari sel epitel terbentuk&lt;br /&gt;   melintasi luka dan aliran darah ada didalamnya, sekarang pembuluh kapiler&lt;br /&gt;   melintasi luka (kapilarisasi tumbuh). Jaringan baru ini disebut granulasi&lt;br /&gt;   jaringan, adanya pembuluh darah, kemerahan dan mudah berdarah.&lt;br /&gt;3) Fase Maturasi&lt;br /&gt;   Fase akhir dari penyembuhan, dimulai hari ke-21 dan dapat berlanjut selama 1 – 2&lt;br /&gt;   tahun setelah luka. Kollagen yang ditimbun dalam luka diubah, membuat penyembuhan&lt;br /&gt;   luka lebih kuat dan lebih mirip jaringan. Kollagen baru menyatu, menekan pembuluh&lt;br /&gt;   darah dalam penyembuhan luka, sehingga bekas luka menjadi rata, tipis dan garis&lt;br /&gt;   putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Komplikasi dari Luka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Haemorraghe (Hematoma)&lt;br /&gt;2. Infeksi&lt;br /&gt;   Masuknya bakteri/kuman kedalam luka. Jenis infeksi yang biasanya timbul pada luka&lt;br /&gt;   - Cellulitis , infeksi bakteri pada jaringan&lt;br /&gt;   - Abses, infeksi bakteri terlokalisasi&lt;br /&gt;   - Lymphangitis, infeksi lanjutan dari selulitis atau abses yang menuju ke sistem&lt;br /&gt;     lymphatik&lt;br /&gt;3. Dehiscence (rusaknya luka bedah) &amp; Eviscerasi (keluarnya isi dari dalam luka)&lt;br /&gt;4. Keloid, jaringan ikat yang tumbuh secara berlebihan&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Faktor yang Mempercepat Penyembuhan Luka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1) Pertimbangan Perkembangan&lt;br /&gt;   Anak dan dewasa penyembuhannya lebih cepat daripada orang tua. Orang tua lebih&lt;br /&gt;   sering terkena penyakit kronis, penurunan fungsi hati dapat mengganggu sintesis&lt;br /&gt;   dari faktor pembekuan darah.&lt;br /&gt;2) Nutrisi&lt;br /&gt;   Penyembuhan menempatkan penambahan pemakaian pada tubuh. Klien memerlukan diit&lt;br /&gt;   kaya protein, karbohidrat, lemak, vitamin C dan A, dan mineral seperti Fe, Zn.&lt;br /&gt;   Klien kurang nutrisi memerlukan waktu untuk memperbaiki status nutrisi mereka&lt;br /&gt;   setelah pembedahan jika mungkin. Klien yang gemuk meningkatkan resiko infeksi&lt;br /&gt;   luka dan penyembuhan lama karena supply darah jaringan adipose tidak adekuat.&lt;br /&gt;3) Infeksi&lt;br /&gt;   Infeksi luka menghambat penyembuhan. Bakteri sumber penyebab infeksi.&lt;br /&gt;4) Sirkulasi dan Oksigenasi&lt;br /&gt;   Sejumlah kondisi fisik dapat mempengaruhi penyembuhan luka. Adanya sejumlah besar&lt;br /&gt;   lemak subkutan dan jaringan lemak (yang memiliki sedikit pembuluh darah). Pada&lt;br /&gt;   orang-orang yang gemuk penyembuhan luka lambat karena jaringan lemak lebih sulit&lt;br /&gt;   menyatu, lebih mudah infeksi, dan lama untuk sembuh. Aliran darah dapat terganggu&lt;br /&gt;   pada orang dewasa dan pada orang yang menderita gangguan pembuluh darah perifer,&lt;br /&gt;   hipertensi atau diabetes millitus. Oksigenasi jaringan menurun pada orang yang&lt;br /&gt;   menderita anemia atau gangguan pernapasan kronik pada perokok.&lt;br /&gt;5) Keadaan Luka&lt;br /&gt;   Keadaan khusus dari luka mempengaruhi kecepatan dan efektifitas penyembuhan luka.&lt;br /&gt;   Beberapa luka dapat gagal untuk menyatu.&lt;br /&gt;6) Obat&lt;br /&gt;   Obat anti inflamasi (seperti steroid dan aspirin), heparin dan anti neoplasmik&lt;br /&gt;   mempengaruhi penyembuhan luka. Penggunaan antibiotik yang lama dapat membuat&lt;br /&gt;   seseorang rentan terhadap infeksi luka.&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Bahan yang Digunakan dalam Perawatan Luka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Sodium Klorida 0,9 %&lt;br /&gt;   Sodium klorida adalah larutan fisiologis yang ada di seluruh tubuh karena alasan ini tidak ada reaksi hipersensitivitas dari sodium klorida. Normal saline aman digunakan untuk kondisi apapun (Lilley &amp; Aucker, 1999). Sodium klorida atau natrium klorida mempunyai Na dan Cl yang sama seperti plasma. Larutan ini tidak mempengaruhi sel darah merah (Handerson, 1992). Sodium klorida tersedia dalam beberapa konsentrasi, yang paling sering adalah sodium klorida 0,9 %. Ini adalah konsentrasi normal dari sodium klorida dan untuk alasan ini sodium klorida disebut juga normal saline (Lilley &amp; Aucker, 1999). Merupakan larutan isotonis aman untuk tubuh, tidak iritan, melindungi granulasi jaringan dari kondisi kering, menjaga kelembaban sekitar luka dan membantu luka menjalani proses penyembuhan serta mudah didapat dan harga relatif lebih murah (http://rpromise.com/woundcare/)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 Larutan povodine-iodine.&lt;br /&gt;  Iodine adalah element non metalik yang tersedia dalam bentuk garam yang dikombinasi dengan bahan lain Walaupun iodine bahan non metalik iodine berwarna hitam kebiru-biruan, kilau metalik dan bau yang khas. Iodine hanya larut sedikit di air, tetapi dapat larut secara keseluruhan dalam alkohol dan larutan sodium iodide encer. Iodide tinture dan solution keduanya aktif melawan spora tergantung konsentrasi dan waktu pelaksanaan (Lilley &amp; Aucker, 1999). Larutan ini akan melepaskan iodium anorganik bila kontak dengan kulit atau selaput lendir sehingga cocok untuk luka kotor dan terinfeksi bakteri gram positif dan negatif, spora, jamur, dan protozoa. Bahan ini agak iritan dan alergen serta meninggalkan residu (Sodikin, 2002). Studi menunjukan bahwa antiseptik seperti povodine iodine toxic terhadap sel (Thompson. J, 2000). Iodine dengan konsentrasi &gt; 3 % dapat memberi rasa panas pada kulit. Rasa terbakar akan nampak dengan iodine ketika daerah yang dirawat ditutup dengan balutan oklusif kulit dapat ternoda dan menyebabkan iritasi dan nyeri pada sisi luka. (Lilley &amp; Aucker, 1999).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://im3psblogpoenya.blogspot.com/feeds/8480544245948816908/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://im3psblogpoenya.blogspot.com/2009/07/luka.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3196870927350682334/posts/default/8480544245948816908'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3196870927350682334/posts/default/8480544245948816908'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://im3psblogpoenya.blogspot.com/2009/07/luka.html' title='LUKA'/><author><name>Dewi Candra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14646360748570168599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjgrFvc7vdRwhu3810QsJt9UnaH9CDuL0PHrx3OAJZYWWrs8l0CraSKBpnakGpS4_W0Lhn5pCIEDxjW7a6hhDiIf7eFUKtzhlNzUjlClpkS4VRyJt8YEAruiBOWJaVTWg/s220/foto2.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3196870927350682334.post-6229321725053085189</id><published>2009-07-09T15:52:00.000+07:00</published><updated>2009-07-09T21:03:09.847+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="About Me"/><title type='text'>Dengarkan Curhatku........</title><content type='html'>hari ini sebenarnya tidak ingin menulis ini, tapi kadang q sungguh ga bisa jika ada ketidakadilan dalam kehidupan sesama. nqmun apa dayaq yang hanya seorang pekerja yang ikut dibawah kekuasaan orang lain. &lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;q bingung harus mulai darimana karena sebenarnya sudah kelewat batas dan sudah lama terpendam. q tidak habis fikir, kenapa dalam satu atap satu persatuan tapi selalu ada ketidakadilan. padahal qt sama-sama dalam satu produksi dan dalam satu bidang tp kenapa antar profesi selaludipandang beda dan tidak sama? apakah seorang BIG BOZZZ selalu ingin dijilat dan dipuja? atau sebenarnya ada hal yang disembunyikan yang tentunya mengandung tujuan tertentu untuk menghancurkan karyanya sendiri? semua sungguh ta masuk akal tapi itulah yang terjadi, q juga heran kenapa arogansi selalu saja jadi nomor satudilingkunganq ini.&lt;br /&gt;emang ada pepatah mengalah bukanlah kalah dan lebih baik mengalah untuk menang. tapi dalam yang kujalani, kenapa selalu mengalah tapi tetap saja tidak ada keadilan yang aku temui. semua jalan kami serba ditindas, serba dilecehkan dan dihina.&lt;br /&gt;ibarat qt sudah mengalah tapi malah dihancurkan tanpa ada perasaan dan dibunuh tanpa beliau berkedip.&lt;br /&gt;q baru sadar dan mengetahui sendiri bahwa uang, harta memang sangat dahsyat untuk membutakan mata manusia. q berharap semua ini kan ada hikmah serta semua dapat imbalan yang sesuai dengan apa yang mereka perbuat&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://im3psblogpoenya.blogspot.com/feeds/6229321725053085189/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://im3psblogpoenya.blogspot.com/2009/07/dengarkan-curhatku.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3196870927350682334/posts/default/6229321725053085189'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3196870927350682334/posts/default/6229321725053085189'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://im3psblogpoenya.blogspot.com/2009/07/dengarkan-curhatku.html' title='Dengarkan Curhatku........'/><author><name>Dewi Candra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14646360748570168599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjgrFvc7vdRwhu3810QsJt9UnaH9CDuL0PHrx3OAJZYWWrs8l0CraSKBpnakGpS4_W0Lhn5pCIEDxjW7a6hhDiIf7eFUKtzhlNzUjlClpkS4VRyJt8YEAruiBOWJaVTWg/s220/foto2.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3196870927350682334.post-8280894826520163415</id><published>2009-07-04T13:03:00.000+07:00</published><updated>2009-07-08T20:46:10.948+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Materi Kuliah"/><title type='text'>MANAJEMEN KEBIDANAN</title><content type='html'>Manajemen kebidanan adalah proses pemecahan masalah yang digunakan sebagai metode untuk mengorganisasikan pikiran dan tindakan berdasarkan teori ilmiah, penemuan –penemuan, ketrampilan dalam rangkaian/tahapan yang logis untuk pengambilan suatu keputusan yang terfokus pada klien. (Varney, 1997)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manajemen kebidanan terdiri dari beberapa langkah yang berurutan, yang dimulai dengan pengumpulan data dasar dan berakhir dengan evaluasi. Langkah-langkah tersebut membentuk kerangka yang lengkap yang bias diaplikasikan dalam semua situasi. Akan tetapi, setiap langkah tersebut bias dipecah-pecah kedalam tugas-tugas tertentu dan semuanya bervariasi sesuai dengan kondisi klien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Prisip Proses Manajemen Kebidanan Menurut American College of Nurse Midwife (ANCM) tahun 1999&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Secara sistematis mengumpulkan dan memperbaharui data yang lengkap dan relevan dengan melakukan pengkajian yang komprehensif terhadap kesehatan setiap klien, termasuk mengumpulkan riwayat kesehatan dan pemeriksaan fisik&lt;br /&gt;2.Mengidentifikasi masalah dan membuat diagnosa berdasarkan interpretasi data dasar&lt;br /&gt;3.Mengidentifikasi kebutuhan terhadap asuhan kesehatan dalam menyelesaikan masalah dan merumuskan tujuan asuhan kesehatan bersama klien&lt;br /&gt;4.Memberikan informasi dan support sehingga klien dapat membuat keputusan dan tanggung jawab terhadap kesehatannya&lt;br /&gt;5.membuat rencana asuhan yang komprehensif bersama klien&lt;br /&gt;6.Secara pribadi bertanggungjawab terhadap implementasi rencana individual&lt;br /&gt;7.Melakukan konsultasi, perencanaan dan melaksanankan manajemen dengan berkolaborasi dan merujuk klien untuk mendapatkan asuhan selanjutnya&lt;br /&gt;8.Merencanakan manajemen terhadap komplikasi tertentu, dalam situasi darurat dan bila ada penyimpangan dari keadaan normal&lt;br /&gt;9.Melakukan evaluasi bersama klien terhadap pencapaian asuhan kesehatan dan merevisi rencana asuhan sesuai dengan kebutuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;SASARAN MANAJEMEN KEBIDANAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Bidan sesuai dengan perannya sebagai tenaga kesehatan memiliki kewajibsan memberikan asuhan untuk menyelamatkan ibu dan anak dari gangguan kesehatan. Untuk melaksanakan asuhan tersebut digunakan metode pendekatan yang disebut manajemen kebidanan. Metode dan pendekatan digunakan untuk mendalami permasalahan yang dialami oleh pasien atau klien dan kemudian merumuskan permasalahan tersebut, serta akhirnya mengambil langkah pemecahannya. Manajemen kebidanan membantu proses berfikir bidan didalam melaksanakn asuhan dan pelayanan kebidanan.&lt;br /&gt; Manajemen kebidanan tidak hanya diimplementasikan pada asuhan kebidanan pada individu, akan tetapi dapat juga diterapkan didalam pelaksanakan pelayanan kebidanan yang ditujukan kepada keluarga dan masyarakat.&lt;br /&gt; Manajemen kebidanan mendorong bidan menggunakan cara yang teratur dan rasional, sehingga mempermudah pelaksanaan yang tepat dalam memecahkan masalah pasien dan kliennya. Dan kemudian akhirnya tujuan mewujudkan kondisi ibu atau anak yang sehat, dapat dicapai.&lt;br /&gt; Sebagaimana dikemukakan diatas bahwa permasalahan kesehatan ibu dan anak yang ditangani oleh bidan mutlak menggunakan metode dan pendekatan manajemen kebidanan. Sesuai dengan lingkup dan tanggung jawab bidan, maka sasaran manajemen kebidanan ditujukan baik kepada individu ibu dan anak, keluarga maupun kelompok masyarakat.&lt;br /&gt; Manajemen kebidanan dapat digunakan oleh bidan didalam melaksanakan kegiatan pemeliharaan dan peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit, penyembuhan, pemulihan kesehatan ibu dan anak dalam lingkup dan tanggung jawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Langkah-langkah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I.Mengumpulkan semua data yang dibutuhkan, menilai keadaan klien secara keseluruhan&lt;br /&gt;II.Menginterpretasikan data untuk mengidentifikasi diagnosa/masalah&lt;br /&gt;III.Mengidentifikasi diagnosa/masalah potensial dan mengantisipasi penangannya&lt;br /&gt;IV.Menetapkan kebutuhan terhadap tindakan segera, konsultasi, kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain serta berdasarkan kondisi klien&lt;br /&gt;V.Menyusun rencana asuhan secara menyeluruh dengan  tepat dan rasional berdasarkan keputusan yang dibuat pada langkah yang selanjutnya&lt;br /&gt;VI.Pelaksanaan langsung asuhan secara efisien dan aman&lt;br /&gt;VII.Mengevaluasi keefektifan asuhan yang diberikan dengan mengulang kembali manajemen proses untuk aspek-aspek asuhan yang tidak efektif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat penjelasan diatas, maka proses manajemen kebidanan merupakan langkah sistematis yang merupakn pola piker bidan dalam melaksanakan asuhan kepada klien. Diharapkan dengan pendekatan pemecahan masalah yang bsistematis dan rasional, maka seluruh aktifitas/tindakan yang diberikan oleh bidan kepada klien akan efektif. Terhindar dari tindakan yang bersifat coba-coba yang akan merugikan klien.&lt;br /&gt;Untuk kejelasan langkah-langkah diatas maka dalam pembahasan ini akan dijelaskan dari setiap langkah :&lt;br /&gt;    &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Langkah I : Pengumpulan Data Dasar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pada langkah ini dilakukan pegumpulan informasi yang akurat dan lengkap dari semua sumber yang berkaitan dengan kondisi klien.&lt;br /&gt;Untuk memperoleh data dilakukan dengan cara :&lt;br /&gt;1.Anamnesa&lt;br /&gt;Biodata&lt;br /&gt;Riwayat Menstruasi&lt;br /&gt;Riwayat Kesehatan&lt;br /&gt;Riwayat Kehamilan, Persalinan &amp; Nifas&lt;br /&gt;Biopsikospiritual&lt;br /&gt;Pengetahuan Klien&lt;br /&gt;2.Pemeriksaan fisik sesuai dengan kebutuhan dan pemeriksaan tanda-tanda vital&lt;br /&gt;3.Pemeriksaan Khusus&lt;br /&gt;Inspeksi&lt;br /&gt;Palpasi&lt;br /&gt;Auskultasi&lt;br /&gt;Perkusi&lt;br /&gt;4.Pemeriksaan penunjang&lt;br /&gt;Laboratorium&lt;br /&gt;Catatan terbaru dan sebelumnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila klien mengalami komplikasi yang perlu dikonsultasikan kepada dokter dalam manajemen kolaborasi bidan akan melakukan konsultasi&lt;br /&gt;Pada langkah pertama ini dikumpulkan semua informasi yang akurat dari semua sumber yang berkaitan dengan kondisi klien. Bidan mengumpulkan data dasar awal yang lengkap.. Pada keadaan tertentu dapat terjadi langkah  pertama akan overlap dengan langkah 5 dan 6 (atau menjadi bagian dari langkah-langkah tersebut) karena data yang diperlukan diambil dari hasil pemeriksaan laboratorium atau pemeriksaan diagnostik yang lain. Kadang-kadang bidan perlu memulai manajemen  dari langkah 4 untuk mendapatkan data dasar awal yang perlu disampaikan kepada dokter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Langkah II : Interpretasi Data Dasar&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Pada langkah ini dilakukan identifikasi terhadap diagnosa atau masalah berdasarkan interpretasi atas data-data yang telah dikumpulkan. Data dasar yang telah dikumpulkan diinterpretasikan sehingga dapat merumuskan diagnosa dan masalah yang spesifik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diagnosa Kebidanan&lt;br /&gt; Diagnosa kebidanan adalah diagnosa yang ditegakkan oleh bidan dalam lingkup praktek kebidanan dan memenuhi standar nomenklatur diagnopsa kebidanan.&lt;br /&gt;Standar Nomenklatur Diagnosa Kebidanan :&lt;br /&gt;1.Diakui dan telah disyahkan oleh profesi&lt;br /&gt;2.Berhubungan langsung dengan praktek kebidanan&lt;br /&gt;3.Memiliki cirri khs kebidanan&lt;br /&gt;4.Didukung oleh clinical judgement dalam praktek kebidanan&lt;br /&gt;5.Dapat diselesaikan dengan pendekatan manajemen kebidanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumusan diagnosa dan masalah keduanya digunakan karena masalah tidak dapat didefinisikan seperti diagnosa tetapi tetap membutuhkan penenganan. Masalah sering berkaitan dengan hal-hal yang sedang dialami oleh wanita yang diidentifikasi oleh bidan sesuai dengan hasil pengkajian. Masalah juga sering menyertai diagnosa.&lt;br /&gt;Sebagai contoh :&lt;br /&gt;Diperoleh diagnosa “kemungkinan wanita hamil”&lt;br /&gt;Masalah : wanita tsb tidak menginginkan kehamilannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh lain :&lt;br /&gt;Wanita hamil Trimester III&lt;br /&gt;Merasa takut terhadap persalinan dan melahirkan yang sudah tidak dapat ditunda lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perasaan takut tidak termasuk dalam kategori standart nomenklatur diagnosa kebidanan tetapi tentu akan menciptakan suatu masalah yang membutuhkan pengkajian lebih lanjut dan memerlukan suatu perencanaan untuk mengurangi rasa takut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Masalah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah hal-hal berkaitan dengan pengalaman klien yang ditemukan dari hasil pengkajian atau yang menyertai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh perumusan masalah :&lt;br /&gt;Masalah Dasar&lt;br /&gt;Wanita tidak menginginkan kehamilan Wanita mengatakan belum ingin hamil&lt;br /&gt;Ibu hamil trimester III merasa takut Ibu mengatakan takut menghadapi persalinan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebutuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah hal-hal yang dibutuhkan klien dan belum teridentifikasi dalam diagnosa dan masalah yang didapatkan dengan melakukan analisa data&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh kebutuhan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebutuhan Dasar&lt;br /&gt;Ibu menyenangi Binatang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebutuhan :&lt;br /&gt;Penyuluhan bahaya binatang terhadap kehamilan&lt;br /&gt;Pemeriksaan TORCH Ibu mengatakan sekeluarga menyayangi binatang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah III : Mengidentifkasi Diagnosa atau Masalah Potensial &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada langkah ini kita mengidentifikasi masalah atau diagnosa potensial lain berdasarkan rangkaian masalah dan diagnosa yang sudah diidentifikasi. Langkah ini membutuhkan antisipasi, bila memungkinkan dilakukan pencegahan, sambil mengamati klien bidan diharapkan dapat bersiap-siap bila diagnosa/masalah potensial ini benar-benar terjadi. Pada langkah ini penting sekali melakukan asuhan yang aman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh : Seorang wanita dengan pembesaran uterus yang berlebihan. Bidan harus mempertimbangkan kemungkinan penyebab pemuaian uterus yang berlebihan tersebut, misalnya:      &lt;br /&gt;oBesar dari masa kehamilan&lt;br /&gt;oIbu dengan diabetes kehamilan, atau&lt;br /&gt;oKehamilan kembar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dia harus mengantisipasi, melakukan perencanaan untuk mengatasinya dan bersiap-siap terhadap kemungkinan tiba-tiba terjadi perdarahan postpartum yang disebabkan oleh atonia uteri karena pembesaran uterus yang berlebihan.&lt;br /&gt; Pada persalinan dengan bayi besar, bidan sebaiknya mengantisipasi dan bersiap-siap terhadap kemungkinan terjadinya distosia bahu dan juga kebutuhan untuk resusitasi. Bidan juga sebaiknya waspada terhadap kemungkinan wanita menderita infeksi saluran kencing yang menyebabkan tingginya kemungkinan terjadinya peningkatan partus premature atau bayi kecil.&lt;br /&gt; Persiapan yang sederhana adalah dengan bertanya dan mengkaji riwayat kehamilan pada setiap kunjungan ulang, pemeriksaan laboratorium terhadap simptomatik terhadap bakteri dan segera memberi pengobatan jika infeksi saluran kencing terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah IV : Mengidentifikasi dan Menetapkan Kebutuhan yang Memerlukan Penanganan Segera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Mengidentifikasi perlunya tindakan segera oleh bidan atau dokter dan/atau untuk dikonsultasikan atau ditangani bersama dengan anggota tim kesehatan yang lain sesuai dengan kondisi klien.&lt;br /&gt; Langkah keempat mencerminkan kesinambungan dari proses manajemen kebidanan. Jadi manajemen bukan hanya selama asuhan primer periodik atau kunjungan prenatal saja, tetapi juga selama wanita tersebut bersama bidan, terus-menerus, misalnya pada waktu wanita tersebut dalam persalinan.&lt;br /&gt; Data baru mungkin saja perlu dikumpulkan dan dievaluasi. Beberapa data mungkin mengindikasikan situasi yang gawat dimana bidan harus bertindak segera untuk kepentingan keselamatan jiwa ibu atau anak (misalnya perdarahan kala III atau perdarahan segera setelah lahir, distosia bahu, atau nilai APGAR yang rendah).&lt;br /&gt; Dari data yang dikumpulkan dapat menunjukkan satu situasi yang memerlukan tindakan segera sementara yang lain harus menunggu intervensi dari seorang dokter, misalnya prolaps tali pusat. Situasi lainnya bisa saja tidak merupakan kegawatan tetapi memerlukan konsultasi atau kolaborasi dengan dokter.&lt;br /&gt; Demikian juga bila ditemukan tanda-tanda awal dari pre-eklampsia, kelainan panggul, adanya penyakit jantung, diabetes atau masalah medik yang serius, bidan perlu melakukan konsultasi atau kolaborasi dengan dokter.&lt;br /&gt; Dalam kondisi tertentu seorang wanita mungkin juga akan memerlukan konsultasi atau kolaborasi dengan dokter atau tim kesehatan lainnya seperti pekerja sosial, ahli gizi, atau seorang ahli perawatan klinis bayi baru lahir. Dalam hal ini bidan harus mampu mengevaluasi kondisi setiap klien untuk menentukan kepada siapa konsultasi dan kolaborasi yang paling tepat dalam manajemen asuhan klien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah V : Merencanakan Asuhan yang Menyeluruh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pada langkah ini direncanakan asuhan yang menyeluruh, ditentukan oleh langkah-langkah sebelumnya. Langkah ini merupakan kelanjutan manajemen terhadap diagnosa atau masalah yang telah dididentifikasi atau diantisipasi. Pada langkah ini informasi/data dasar yang tidak lengkap dapat dilengkapi.&lt;br /&gt; Rencana asuhan yang menyeluruh tidak hanya meliputi apa yang sudah teridentifikasi dari kondisi klien atau dari setiap masalah yang berkaitan tetapi juga dari kerangka pedoman antisipasi terhadap wanita tersebut seperti apa yang diperkirakan akan terjadi berikutnya, apakah dibutuhkan penyuluhan, konseling, dan apakah perlu merujuk klien bila ada masalah-masalah yang berkaitan dengan sosial-ekonomi, kultural atau masalah psikologis.&lt;br /&gt; Dengan kata lain, asuhan terhadap wanita tersebut sudah mencakup setiap hal yang berkaitan dengan semua aspek asuhan. Setiap rencana asuhan haruslah disetujui oleh kedua belah pihak, yaitu oleh bidan dan klien, agar dapat dilaksanakan dengan efektif karena klien merupakan bagian dari pelaksanaan rencana tersebut. Oleh karena itu, pada langkah ini tugas bidan adalah merumuskan rencana asuhan sesuai dengan hasil pembahasan rencana bersama klien, kemudian membuat kesepakatan bersama sebelum melaksanakannya.&lt;br /&gt; Semua keputusan yang dikembangkan dalam asuhan yang menyeluruh ini harus rasional dan benar-benar valid berdasarkan pengethuan dan teori yang up to date serta sesuai dengan asumsi tentang apa yang akan atau tidak akan dilakukan klien.&lt;br /&gt; Rasional berarti tidak berdasarkan asumsi, tetapi sesuai dengan keadaan klien dan pengetahuan teori yang benar dan memadai atau berdasarkan suatu data dasar yang lengkap, dan bisa dianggap valid sehingga menghasilkan asuhan klien yang lengkap dan tidak berbahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah VI : Melaksanakan Perencanaan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pada langkah keenam ini rencana asuhan menyeluruh seperti yang telah diuraikan pada langkah ke 5 dilaksanakan secara efisien dan aman. Perencanaan ini bias dilakukan seluruhnya oleh bidan atau sebagian dilakukan oleh bidan dan sebagian lagi oleh klien, atau anggota tim kesehatan yang lain. Jika bidan tidak melakukan sendiri ia tetap memikul tanggung jawab untuk mengarahkan pelaksanaannya. (misalnya: memastikan agar langkah-langkah tersebut benar-benar terlaksana). Dalam situasi dimana bidan berkolaborasi dengan dokter, untuk menangani klien yang mengalami komplikasi, maka keterlibatan bidan dalam manajemen asuhan bagi klien adalah bertanggung jawab terhadap terlaksananya rencana asuhan bersama yang menyeluruh tersebut. Manajemen yang efisien akan menyingkat waktu dan biaya serta meningkatkan mutu dari asuhan klien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah VII : Evaluasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pada langkah ketujuh ini dilakukan evaluasi keefektifan dari asuhan yang sudah diberikan meliputi  pemenuhan kebutuhan akan bantuan apakah benar-benar telah terpenuhi sesuai dengan kebutuhan sebagaiman atelah diidentifikasi di dalam masalah dan diagnosa. Rencana tersebut dapat dianggap efektif  jika memang benar efektif dalam pelaksanaanya. Ada kemungkinan bahwa sebagian rencana tersebut telah efektif sedang sebagian belum efektif.&lt;br /&gt; Mengingat bahwa proses manajemen asuhan ini merupakan suatu kontinum, maka perlu mengulang kembali dari awal setiap asuhan yang tidak efektif melalui proses manajemen untuk mengidentifikasi mengapa proses manajemen tidak efektif serta melakukan penyesuaian pada rencana asuhan tersebut.&lt;br /&gt; Langkah-langkah proses manajemen pada umumnya merupakan pengkajian yang memperjelas proses pemikiran yang mempengaruhi tindakan serta berorientasi  pada proses klinis. Karena proses manajemen tersebut berlangsung di dalam situasi klinik dan dua langkah yang terakhir tergantung pada klien dan situasi klinik, maka tidak mungkin proses manajemen ini dievaluasi dalam tulisan saja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah ini sebagai pengecekan apakah rencana asuhan tersebut efektif. Dalam pendokumentasian/catatan asuhan kebidanan diterapkan dalam bentuk SOAP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: Data Subyektif&lt;br /&gt;   Data dari pasien yang didapat dari anamnesa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O: Obyektif&lt;br /&gt;   Hasil Pemeriksaan Fisik serta diaagnostik dan pendukung lain, juga catatan medis lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: Assasment (Analisa dan Interpretasi berdasarkan data yang terkumpul dibuat kesimpulan)&lt;br /&gt;1. Diagnosa&lt;br /&gt;2. Antisipasi Diagnosa / masalah potensial&lt;br /&gt;3. Perlunya tindakan segera&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;P: Planning / Perencanaan&lt;br /&gt;   Merupakan gambaran pendokumentasian dari tindakan.&lt;br /&gt;   Evaluasi didalamnya ternasuk :&lt;br /&gt;1.Asuhan Mandiri&lt;br /&gt;2.Kolaborasi&lt;br /&gt;3.Tes Diagnostik / Lab&lt;br /&gt;4.Konseling&lt;br /&gt;5.Follow up</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://im3psblogpoenya.blogspot.com/feeds/8280894826520163415/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://im3psblogpoenya.blogspot.com/2009/07/manajemen-kebidanan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3196870927350682334/posts/default/8280894826520163415'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3196870927350682334/posts/default/8280894826520163415'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://im3psblogpoenya.blogspot.com/2009/07/manajemen-kebidanan.html' title='MANAJEMEN KEBIDANAN'/><author><name>Dewi Candra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14646360748570168599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjgrFvc7vdRwhu3810QsJt9UnaH9CDuL0PHrx3OAJZYWWrs8l0CraSKBpnakGpS4_W0Lhn5pCIEDxjW7a6hhDiIf7eFUKtzhlNzUjlClpkS4VRyJt8YEAruiBOWJaVTWg/s220/foto2.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3196870927350682334.post-7000700293715287805</id><published>2009-07-03T11:45:00.000+07:00</published><updated>2009-07-08T20:43:37.454+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Akademik"/><title type='text'>UHAP I</title><content type='html'>&lt;span style=&quot;color: rgb(255, 0, 0);font-size:130%;&quot; &gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:180%;&quot;&gt;UHAP I (Ujian Tahap I)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujian tahap I atau sering dikenal dengan UHAP I adalah suatu kegiatan ujian praktek pada mahasiswa d-3 kebidanan semester II. Ujian ini dilakukan untuk persyaratan mengikuti Praktek KDPK (Ketrampilan Dasar Praktek Keperawatan). jadi mahasiswa sebelum praktek harus lulus dahulu UHAP 1 yah... bisa dibilang sebagai evaluasi dan persiapan untuk terjun kelahan praktek.&lt;br /&gt;Berikut ini adalah uraian tentang segala sesuatu tentang UHAP I yang saya ketahui dan biasanya dilaksanakan di Prodi D3 Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Kadiri&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size:130%;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:130%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Materi Yang Diujikan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;UHAP I umumnya banyak sekali perasat/keterampilan yang akan diujikan. tapi akhirnya disesuaikan dengan apa yang paling dibutuhkan dalam praktek dilahan, maka dimampatkan menjadi 10 perasat yaitu :&lt;br /&gt;1. NGT (Pemberian makanan melalui selang)&lt;br /&gt;2. Kateterisasi&lt;br /&gt;3. Huknah&lt;br /&gt;4. Oksigenasi&lt;br /&gt;5. Pemasangan Infus&lt;br /&gt;6. Injeksi (meliputi: Injeksi IC, SC, IM dan IV)&lt;br /&gt;7. Rawat Luka dan Angkat jahitan&lt;br /&gt;8. Pemeriksaan Fisik&lt;br /&gt;9. Memandikan pasien dewasa di tempat tidur&lt;br /&gt;10. Memandikan bayi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kira-kira sepuluh perasat itulah yang harus dijalani oleh setiap mahasiswa dan harus lulus jika tidak lulus maka dengan terpaksa mahasiswa tersebut tidak bisa dipraktekkan kelahan dan harus mengulang tahun depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size:130%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Cara Penilaian&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;yah... itulah kira-kira gambarannya tentang UHAP I. dan sekarang saya sedang menguji dua persat yaitu perasat Rawat luka dan Memandikan Pasien dewasa ditempat tidur. huh.... capek banget rasanya karena semua mahasiswa harus melalui tahapan-tahapan :&lt;br /&gt;1. Responsi (Pre conference)&lt;br /&gt;   yaitu responsi atau tanya jawab tentang teori dari perasat yang akan dilakukan meliputi           Pengertian, Tujuan, Indikasi, Kontra indikasi dan Hal-hal yang harus diperhatikan beserta segala sesuatu tentang perasat yang akan dilakukan&lt;br /&gt;2. Prosedur Tindakan&lt;br /&gt;   yaitu penilaian untuk mahasiswa saat melakukan perasat yang dia dapat meliputi penilaian  tentang persiapan alat, persiapan pasien, persiapan lingkungan, prosedur yang sistematis, komunikasi dengan pasien sampai dengan pemrosesan alat-alat setelah digunakan&lt;br /&gt;3. Evaluasi (Post Conference)&lt;br /&gt;   Yaitu penilaian dari evaluasi mahasiswa saat melakukan perasat yang meliputi evaluasi sikap, evaluasi tindakan dan kemampuan mengevaluasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kriteria LULUS&lt;br /&gt;Mahasiswa harus mendapatkan nilai yang sesuai agar lulus dan kriteria penilaiannya adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Pre conference bobotnya 30%&lt;br /&gt;2. Prosedur tindakan bobotnya 50%&lt;br /&gt;3. Post conference bobotnya 30%&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu dijumlah dan hasilnya dijumlahkan dan dibuat rentang seperti berikut:&lt;br /&gt;A   : 79 - 100&lt;br /&gt;B : 68 - 78&lt;br /&gt;C : 56 - 67&lt;br /&gt;D : 45 - 55&lt;br /&gt;E : 0 - 44&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah rentang nilai tersebut yang digunakan sebagai acuan dan perlu diketahui bahwa batas kelulusan adalah  &lt;span style=&quot;font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);&quot;&gt;B&lt;/span&gt; atau &lt;span style=&quot;color: rgb(255, 0, 0); font-weight: bold;&quot;&gt;68&lt;/span&gt;. jadi mahasiswa yang masih dapat C atau dibawahnya maka harus HER sampai nilainya B.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahasiswa yang sudah lulus semua perasat baru bisa diterjunkan kelahan praktek. (im3p)</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://im3psblogpoenya.blogspot.com/feeds/7000700293715287805/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://im3psblogpoenya.blogspot.com/2009/07/uhap-i.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3196870927350682334/posts/default/7000700293715287805'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3196870927350682334/posts/default/7000700293715287805'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://im3psblogpoenya.blogspot.com/2009/07/uhap-i.html' title='UHAP I'/><author><name>Dewi Candra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14646360748570168599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjgrFvc7vdRwhu3810QsJt9UnaH9CDuL0PHrx3OAJZYWWrs8l0CraSKBpnakGpS4_W0Lhn5pCIEDxjW7a6hhDiIf7eFUKtzhlNzUjlClpkS4VRyJt8YEAruiBOWJaVTWg/s220/foto2.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3196870927350682334.post-4836982730242565091</id><published>2009-07-03T11:26:00.000+07:00</published><updated>2009-07-08T20:42:31.332+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="About Me"/><title type='text'>Selamat datang di Blog - q ini......</title><content type='html'>&lt;span style=&quot;font-family: lucida grande;&quot;&gt;hari yang setengah panas ini sebenarnya aku sekarang sedang menguji suatu ujian tahap I di Prodi DIII Kebidanan FIK UNIK. daripada q jenuh menguji dari tadi ga da yang nyambung n ga da yang perfect so..... q buat ja blog untuk q sendiri dengan tujuan dan harapan nanti akan bermanfaat. yah maklum q bukanlah orang IT coz q adalah orang kesehatan yang bekerja sebagai pengajar di institusi kesehatan (bukaan promosi loh.....).&lt;br /&gt;siapa tahu dengan ini q bisa menulis dan menerbitkan tulisan-tulisan yang bisa bermanfaat bagi semuanya.... Aminn......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oh ya kembali lagi ke topik awal tadi, sekarang q sedang Menguji UJIAN TAHAP I (uhap 1) mau tahu kelanjutannya ? ntar dech q posting -in.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;intinya selamat datang ja di blogq yang masih awam ini...........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;awalnya q tuh ga tahu sama sekali tentang blog, blogger ato apalah itu karena terus terang q gaptek (He...he....).&lt;br /&gt;tapi karena seseorang yang dekat dihatiq orang IT, maka q sedikit demi sedikit tahu tapi ya gitu dech otodidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;udah ah q udah kehabisan kata-kata nich.........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So.....&lt;br /&gt;Welcome to my blog&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://im3psblogpoenya.blogspot.com/feeds/4836982730242565091/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://im3psblogpoenya.blogspot.com/2009/07/selamat-datang-di-blog-q-ini.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3196870927350682334/posts/default/4836982730242565091'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3196870927350682334/posts/default/4836982730242565091'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://im3psblogpoenya.blogspot.com/2009/07/selamat-datang-di-blog-q-ini.html' title='Selamat datang di Blog - q ini......'/><author><name>Dewi Candra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14646360748570168599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjgrFvc7vdRwhu3810QsJt9UnaH9CDuL0PHrx3OAJZYWWrs8l0CraSKBpnakGpS4_W0Lhn5pCIEDxjW7a6hhDiIf7eFUKtzhlNzUjlClpkS4VRyJt8YEAruiBOWJaVTWg/s220/foto2.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3196870927350682334.post-5418946496165171776</id><published>2009-01-02T11:04:00.002+07:00</published><updated>2009-09-06T20:47:50.134+07:00</updated><title type='text'>Privacy Policy</title><content type='html'>Privacy Policy for &lt;a href=&quot;http://im3psblogpoenya.blogspot.com&quot;&gt;http://im3psblogpoenya.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If you require any more information or have any questions about our privacy policy, please feel free to contact us by email at &lt;a href=&quot;mailto:deech4n@gmail.com&quot;&gt;deech4n@gmail.com&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;At &lt;a href=&quot;http://im3psblogpoenya.blogspot.com&quot;&gt;http://im3psblogpoenya.blogspot.com&lt;/a&gt;, the privacy of our visitors is of extreme importance to us. This privacy policy document outlines the types of personal information is received and collected by &lt;a href=&quot;http://im3psblogpoenya.blogspot.com&quot;&gt;http://im3psblogpoenya.blogspot.com&lt;/a&gt; and how it is used.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Log Files&lt;br /&gt;Like many other Web sites, &lt;a href=&quot;http://im3psblogpoenya.blogspot.com&quot;&gt;http://im3psblogpoenya.blogspot.com&lt;/a&gt; makes use of log files. The information inside the log files includes internet protocol ( IP ) addresses, type of browser, Internet Service Provider ( ISP ), date/time stamp, referring/exit pages, and number of clicks to analyze trends, administer the site, track user’s movement around the site, and gather demographic information. IP addresses, and other such information are not linked to any information that is personally identifiable.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cookies and Web Beacons&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://im3psblogpoenya.blogspot.com&quot;&gt;http://im3psblogpoenya.blogspot.com&lt;/a&gt; does use cookies to store information about visitors preferences, record user-specific information on which pages the user access or visit, customize Web page content based on visitors browser type or other information that the visitor sends via their browser.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DoubleClick DART Cookie&lt;br /&gt;.:: Google, as a third party vendor, uses cookies to serve ads on &lt;a href=&quot;http://im3psblogpoenya.blogspot.com&quot;&gt;http://im3psblogpoenya.blogspot.com&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;.:: Google&#39;s use of the DART cookie enables it to serve ads to users based on their visit to &lt;a href=&quot;http://im3psblogpoenya.blogspot.com&quot;&gt;http://im3psblogpoenya.blogspot.com&lt;/a&gt; and other sites on the Internet.&lt;br /&gt;.:: Users may opt out of the use of the DART cookie by visiting the Google ad and content network privacy policy at the following URL - &lt;a href=&quot;http://www.google.com/privacy_ads.html&quot;&gt;http://www.google.com/privacy_ads.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Some of our advertising partners may use cookies and web beacons on our site. Our advertising partners include ....&lt;br /&gt;Google Adsense&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;These third-party ad servers or ad networks use technology to the advertisements and links that appear on &lt;a href=&quot;http://im3psblogpoenya.blogspot.com&quot;&gt;http://im3psblogpoenya.blogspot.com&lt;/a&gt; send directly to your browsers. They automatically receive your IP address when this occurs. Other technologies ( such as cookies, JavaScript, or Web Beacons ) may also be used by the third-party ad networks to measure the effectiveness of their advertisements and / or to personalize the advertising content that you see.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://im3psblogpoenya.blogspot.com&quot;&gt;http://im3psblogpoenya.blogspot.com&lt;/a&gt; has no access to or control over these cookies that are used by third-party advertisers.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You should consult the respective privacy policies of these third-party ad servers for more detailed information on their practices as well as for instructions about how to opt-out of certain practices. &lt;a href=&quot;http://im3psblogpoenya.blogspot.com&quot;&gt;http://im3psblogpoenya.blogspot.com&lt;/a&gt; privacy policy does not apply to, and we cannot control the activities of, such other advertisers or web sites.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If you wish to disable cookies, you may do so through your individual browser options. More detailed information about cookie management with specific web browsers can be found at the browsers&#39; respective websites.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://im3psblogpoenya.blogspot.com/feeds/5418946496165171776/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://im3psblogpoenya.blogspot.com/2009/01/privacy-policy.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3196870927350682334/posts/default/5418946496165171776'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3196870927350682334/posts/default/5418946496165171776'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://im3psblogpoenya.blogspot.com/2009/01/privacy-policy.html' title='Privacy Policy'/><author><name>Dewi Candra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14646360748570168599</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjgrFvc7vdRwhu3810QsJt9UnaH9CDuL0PHrx3OAJZYWWrs8l0CraSKBpnakGpS4_W0Lhn5pCIEDxjW7a6hhDiIf7eFUKtzhlNzUjlClpkS4VRyJt8YEAruiBOWJaVTWg/s220/foto2.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>