<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/atom10full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" gd:etag="W/&quot;C0IBRnY_fip7ImA9WhRUEE4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5716347532470389768</id><updated>2012-01-20T10:52:37.846+07:00</updated><category term="Life" /><category term="Konsultan Murah" /><category term="Konsultan AMDAL pontianak" /><category term="Konsultan UKL UPL Pakan Ternak" /><category term="Konsultan Lingkungan" /><category term="Download Area" /><category term="teknik Lingkungan" /><category term="Technology" /><title>Sera Envirotama Consultant</title><subtitle type="html">Sera Envirotama Consultant, Konsultan Lingkungan yang terdiri dari kaum muda yang enrgik dan kreatif serta inovatif,memiliki cabang di Jakarta, Pontianak, Singkawang dan Bengkulu</subtitle><link rel="http://schemas.google.com/g/2005#feed" type="application/atom+xml" href="http://www.sera-envirotama.com/feeds/posts/default" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.sera-envirotama.com/" /><link rel="next" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5716347532470389768/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false&amp;v=2" /><author><name>Miftahhurrahman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15854352140600168797</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><generator version="7.00" uri="http://www.blogger.com">Blogger</generator><openSearch:totalResults>47</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/atom+xml" href="http://feeds.feedburner.com/MiftahhurrahmanBlog" /><feedburner:info xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" uri="miftahhurrahmanblog" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><entry gd:etag="W/&quot;CEIDQ3c4eip7ImA9WhRXEkU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5716347532470389768.post-1114085913340300660</id><published>2011-12-19T14:44:00.007+07:00</published><updated>2011-12-19T15:16:12.932+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-12-19T15:16:12.932+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Konsultan Murah" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="teknik Lingkungan" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Konsultan Lingkungan" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Konsultan AMDAL pontianak" /><title>UKL UPL Laboratorium Klinik Mitra Medika, Pontianak Kalimantan Barat</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/--3T16Z3IdhM/Tu7vcVORBQI/AAAAAAAAAKM/L2Ll0BLpZik/s1600/IMG-20111001-00217.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/--3T16Z3IdhM/Tu7vcVORBQI/AAAAAAAAAKM/L2Ll0BLpZik/s400/IMG-20111001-00217.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5687746649427870978" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Laboratorium Klinik Mitra medika adalah salah satu Klien dari Sera Envirotama Consultant, Konsultan Lingkungan di Pontianak, Batam, Jakarta dan Bengkulu. Mitra Medika memberi layanan analisa klinis yang berdiri di Wilayah Kecamatan Pontianak Utara, Kota Pontianak, Kalimantan barat, dengan data sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IDENTITAS PEMRAKARSA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Nama         :   Izhar Yudha Fahriansyah&lt;br /&gt;2. Alamat         : Jl. Adisucipto KM. 15,3, Kel. Limbung, &lt;br /&gt;                  Kec.Sungai raya, Kabupaten Kuburaya.&lt;br /&gt;3. Lokasi Kegiatan : Jl. Khatulistiwa 15 RT.001/RW 014, Kel. &lt;br /&gt;                  Siantan Hilir, Kec.Pontianak Utara, Kota &lt;br /&gt;                  Pontianak.&lt;br /&gt;4. Status Modal : Perorangan &lt;br /&gt;5. Jenis Usaha :   Laboratorium Klinik&lt;br /&gt;6. Nama Kegiatan :  Mitra Medika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai dengan rekomendasi dari Badan Lingkungan Hidup Kota Pontianak, Berdasarkan jenis kegiatan usaha yang diperkirakan dapat menimbulkan dampak penting bagi lingkungan, dan Undang – undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup serta PERMENLH No. 13 Tahun 2010 tentang Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup Dan Surat Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan Dan Pemantauan Lingkungan Hidup, serta Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 028/MENKES/PER/I/2011 tentang Klinik maka &lt;span class="fullpost"&gt;diwajibkan kepada pelaku kegiatan usaha untuk melengkapi kegiatan usahanya dengan Dokumen Pengelolaan Lingkungan yang untuk skala besaran usaha dimaksud adalah Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL UPL) sebagai persyaratan beroperasionalnya kegiatan usaha tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah yang dilakukan dalam penyusunan ini adalah mengetahui proses apa saja yang terjadi di tahap Pra Konstruksi, Konstruksi, dan Operasional kemudian menentukan prediksi dampak dan menentukan langkah pengelolaan dan pemantauan yang akan dilakukan. secara singkat akan dijelaskan di bawah ini: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan usaha yang dilakukan pemrakarsa merupakan kegiatan Laboratorium Klinik yang menggunakan lahan seluas 93 m2 dengan luas bangunan 114 m2 berbentuk Ruko dua lantai Tahapan pelaksanaan rencana pembangunan meliputi tahap pra-konstruksi, konstruksi, dan pasca-konstruksi. Adapun saat ini memasuki tahap Pasca Konstruksi yaitu berupa persiapan launching/pembukaan klinik karena ijin dari dinas kesehatan sudah keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Tahap Pra Konstruksi&lt;br /&gt;   Pada tahap pra konstruksi, kegiatan yang dilakukan adalah pengurusan perijinan mulai dari pembuatan perjanjian sewa ruko, kerjasama dan pengurusan perijinan di RT, LURAH, dan instansi terkait.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-wDvVlLqJ1uU/Tu7wbI4AzjI/AAAAAAAAAKY/g4ciUMrtrsk/s1600/kunjunganpadang.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 268px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-wDvVlLqJ1uU/Tu7wbI4AzjI/AAAAAAAAAKY/g4ciUMrtrsk/s400/kunjunganpadang.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5687747728445066802" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Tahap Konstruksi&lt;br /&gt;   Pada tahap ini, tidak dikaji, karena pemrakarsa menyewa ruko yang sudah jadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Tahap Operasional&lt;br /&gt;   Pada tahap operasional, dimulai dengan adanya perekrutan tenaga kerja dan      operasional Laboratorium Klinik secara  umum. Tahap operasional direncanakan dimulai pada Bulan November tahun 2011 dan saat ini direncanakan jumlah karyawan analis adalah sebanyak 8 orang dan dua orang dokter. Untuk bangunan Laboratorium Klinik sendiri terdiri atas bangunan berbentuk ruko dua lantai. Dalam proses operasional usaha, dikerjakan oleh tenaga yang berpengalaman di bidang Analis dan medis, sehingga efektivitas waktu dan pekerjaan dapat terlaksana dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam melakukan kegiatan usaha, memang pemrakarsa menggunakan alat penolong seperti reagen kimia, jarum suntik, alat sterilisasi, dan lain lain. Namun demikian, tetap harus dilakukan pengelolaan lingkungan oleh pemrakarsa agar memberikan kepercayaan dan kenyamanan bagi warga sekitar dan salah satu upaya dalam mentaati peraturan yang berlaku di indonesia terkait pengelolaan dan perlindungan terhadap lingkungan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses yang terjadi di lokasi usaha adalah pelayanan analisa klinis kesehatan untu Klinik Pratama/Pelayanan Dasar seperti analisa Mikrobiologi, Patologi, Kimia Darah, dan lain-lain. Pasien yang datang akan diterima di loket/kasir untuk kemudian di arahan menuju Bagian yang sesuai dan akan di lakukan analisa/pemeriksaan terhadap pasien tersebut. Setelah dilakukan pengambilan sampel darah/urine maka hasil ampel tersebut akan di analisa oleh tim analis yang terkait, dan kemudian hasilnya akan dikeluarkan dalam jangka waktu tertentu yang dapat di follow up dengan tindakan dokter yang direncanakan akan ada di lokasi usaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya, kegiatan usaha yang dilakukan dalah salah satu upaya mendukung pemerintah sesuai dengan Undang-Undang No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan pada pasal 3 disebutkan bahwa “Pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya, sebagai investasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang produktif secara sosial dan ekonomis”. Dengan usaha ini, pemrakarsa secara tidak langsung juga mengubah mindset masyarakat yang tadinya menganggap kesehatan adalah hal yang sepele menjadi sesuatu yang penting krena merupakan investasi bagi pembangunan sumber daya manusia, seperti ungkapan yang menyebutkan bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari segi prediksi dampak yang mungkin terjadi di proses operasional ini antara lain adalah Potensi Penurunan kualitas air permukaan akibat buangan sisa pencucian reagen dari proses operasional Laboratorium Klinik yang berpotensi menimbulkan limbah organik dan limbah B3 yang jika terjadi langsung dibuang ke badan air akan mencemari air tanah di sekitar lokasi, selain itu dampak terhadap sanitasi juga perlu diperhatikan karena sisa sampel darah atau urin sendiri rentan terhadap kehadiran bakteri patogen yang dapat menyebarkan penyakit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk dampak ekonomi diperkirakan yang signifikan adalah dampak positif yang berasal dari peluang untuk melakukan kegiatan seperti apotek, warung, rumah makan di sekitar lokasi usaha untuk kebutuhan pekerja Klinik dan tamu klinik sehingga dapat mensejahterakan warga sekitar dari keberadaan usaha Laboratorium Klinik dengan cara berjualan kebutuhan tersebut. Sedangkan untuk dampak dari tenaga kerja, pemrakarsa akan mengutamakan warga lokal yang sesuai dengan persyaratan skill untuk bekerja sebagai tenaga analis, cleaning servis atau petugas parkir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk alat pemadam api ringan (APAR) direncanakan akan tersedia di lokasi usaha dengan rentang jarak setiap 21 meter terdapat satu buah APAR yang berada di lokasi yang terjangkau sehingga mudah saat akan digunakan dalam keadaan darurat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Ruang terbuka hijau (RTH) yang direncanakan akan dibangun adalah seluas 10% atau seluas 9,3  m2 dengan detail seluas 9,3 m2 dari tanaman yang terletak di sepanjang pinggiran depan dan belakang bangunan Laboratorium Klinik, dengan rincian sebagian di jalan masuk dan sisanya terletak di depan pintu masuk dan di halaman bangunan yang menurut PERMEN PU No. 5 Tahun 2008, RTH dapat berupa tanaman dalam pot. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk lahan parkir yang ada menggunakan konblok berongga yang dapat berfungsi sebagai upaya untuk menangkap air hujan, sehingga prinsip konservasi air dapat berjalan dengan baik di rencana lokasi usaha. Untuk saluran drainase, sudah terdapat saluran dibelakang dan depan bangunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber energi yang diperlukan berasal dari suplai tenaga listrik PLN sebesar 2200  watt dengan cadangan genset sebesar 2500 Kva. Untuk air bersih menggunakan suplai air dari PDAM dengan cadangan berupa air huan dan ditampung menggunakan bak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk septic tank berjumlah 1 buah dengan kapasitas per unit adalah 1,5 m3, terletak di belakang bangunan dan mudah diakses dari samping dan belakang lokasi usaha, dengan tujuan agar saat dilakukan penyedotan secara berkala oleh petugas, maka pipa penyedot dapat menjangkau lokasi septic tank. Direncanakan untuk penyedotan dalam upaya pengelolaan septic tank akan bekerja sama dengan Dinas Kebersihan Kota Pontianak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Limbah cair yang berasal dari proses laboratorium klinik umumnya tergolong limbah klinis dan bukan tergolong limbah industri karena bukan tergolong kegiatan usaha manufaktur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Limbah dari kegiatan ini memiliki parameter kunci dari BOD, COD, TSS, pH, minyak dan lemak, dan total coliform seperti yang disyaratkan untuk pengelolaan kegiatan rumah sakit menurut Keputusan Menteri negara Lingkungan Hidup No. 58 tahun 1995. Untuk sampel yang diambil pada saat penyusunan dokumen ini adalah di badan air dengan peruntukan sampel air permukaan dengan pertimbangan bahwa kegiatan operasional belum berlangsung dan baku mutu yang digunakan adalah PP 82 tahun 2001. Selain itu limbah cair yang dihasilkan juga dapat berasal dari sisa perawatan genset/ganti oli genset yang dilakukan di lokasi usaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk limbah padat yang dihasilkan dari aktivitas perkantoran Laboratorium Klinik berupa limbah padat B3 dari kain majun yang digunakan untuk mencegah ceceran oli bekas dari genset, sampah domestik dan sampah yang terkontaminasi zat infeksius seperti kapas dan plester serta bekas jarum suntik. Acuan mengenai timbulan sampah kota di Indonesia adalah SNI S-04-1993-03 yang ditetapkan oleh Badan Standardisasi Nasional (BSNI). Dalam SNI, ditetapkan bahwa timbulan sampah di kota sedang adalah 0,7-0,8 kg/orang.hari, sedangkan di kota kecil sebesar 0,5-0,6 kg/orang.hari. Sehingga dengan jumlah pekerja sebanyak 10 orang dan rata-rata pasien adalah 10 orang per hari maka diperkirakan sampah domestik dari usaha ini adalah 12 kg/hari. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5716347532470389768-1114085913340300660?l=www.sera-envirotama.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="related" href="http://www.sera-envirotama.com/2011/12/ukl-upl-laboratorium-klinik-mitra.html" title="UKL UPL Laboratorium Klinik Mitra Medika, Pontianak Kalimantan Barat" /><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.sera-envirotama.com/feeds/1114085913340300660/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.sera-envirotama.com/2011/12/ukl-upl-laboratorium-klinik-mitra.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5716347532470389768/posts/default/1114085913340300660?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5716347532470389768/posts/default/1114085913340300660?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.sera-envirotama.com/2011/12/ukl-upl-laboratorium-klinik-mitra.html" title="UKL UPL Laboratorium Klinik Mitra Medika, Pontianak Kalimantan Barat" /><author><name>Miftahhurrahman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15854352140600168797</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/--3T16Z3IdhM/Tu7vcVORBQI/AAAAAAAAAKM/L2Ll0BLpZik/s72-c/IMG-20111001-00217.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DEcNSHk5fSp7ImA9WhdVEUo.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5716347532470389768.post-4408440297079721218</id><published>2011-09-16T04:14:00.004+07:00</published><updated>2011-09-16T19:28:19.725+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-09-16T19:28:19.725+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="teknik Lingkungan" /><title>Dokumen Pengelolaan Lingkungan Hidup (DPLH) Klinik Bersalin di Pontianak</title><content type="html">Kali ini kami akan mengangkat tema mengenai Dokumen Pengelolaan Lingkungan Hidup (DPLH) Klinik Bersalin di Pontianak. seperti diketahui sesuai PERMENLH No. 14 tahun 2010 maka setiap kegiatan usaha yang telah beroperasi dan memiliki izin usaha tetapi belum memiliki dokumen lingkungan maka wajib membuat dokumen DPLH. dibawah ini merupakan salah satu contoh materi penyusunan dokumen DPLH pada Klinik Bersalin Mutiara Ibu di Kota Pontianak yang merupakan salah satu klien Sera Envirotama Consultant (Konsultan UKL UPL yang memiliki daerah operasi di Kota Pontianak).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mutiara Ibu merupakan kegiatan Klinik Bersalin dan Perawatan yang menggunakan lahan seluas 202 m2 dan sudah mendapatkan Izin Mendirikan Bangunan yang dikeluarkan oleh Walikota Pontianak dengan Nomor &lt;span class="fullpost"&gt; : 648/268/RG.92-894/B-96 tanggal 11 Januari 1997 untuk jenis penggunaan bangunan Rumah Bersalin, Klinik. Tahapan pelaksanaan rencana pembangunan meliputi tahap pra-konstruksi, konstruksi, dan pasca-konstruksi. Adapun saat ini memasuki tahap operasional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Tahap Operasional&lt;br /&gt;Pada tahap operasional, dimulai dengan adanya perekrutan tenaga kerja dan operasional Klinik Bersalin secara  umum. Tahap operasional dimulai pada tahun 1997 dan saat ini jumlah karyawan adalah sebanyak 4 orang. Untuk bangunan Klinik Bersalin sendiri terdiri atas satu lantai dengan jumlah kamar sebanyak 6 buah. Kegiatan Klinik Bersalin sendiri antara lain memberikan pelayanan seperti pelayanan bersalin, dan pemeriksaan kandungan. Dalam proses perawatan tersebut, sebagian besar dilakukan oleh tenaga bidan yang berpengalaman, sehingga kualitas pelayanan dapat terjaga dengan baik. Umumnya produk penolong yang digunakan adalah Underpad (alas untuk persalinan, menyerap darah sehingga tidak berbentuk liquid tetapi melekat pada underpad) jarum suntik, tabung oksigen, timbangan bayi, vacuum bayi, infus serta presipitator (pembantu pernafasan bayi) yang jumlahnya tidak signifikan dalam artian tergantung pada jumlah pasien yang ada. Namun demikian, tetap harus dilakukan pengelolaan lingkungan oleh pemrakarsa agar memberikan kepercayaan bagi pengunjung dan saah satu upaya dalam mentaati peraturan yang berlaku di indonesia terkait pengelolaan dan perlindungan terhadap lingkungan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari segi prediksi dampak yang mungkin terjadi di proses operasional ini antara lain adalah Potensi Penurunan kualitas udara, kebisingan, kualitas air permukaan akibat buangan limbah cair dari proses operasional klinik bersalin, serta dampak terhadap sosial ekonomi masyarakat sekitar. Untuk dampak ekonomi diperkirakan yang signifikan adalah dampak positif yang berasal dari peluang untuk melakukan kegiatan seperti warung, rumah makan, kost, meningkatnya harga properti (rumah, tanah) di sekitar lokasi usaha sehingga dapan mensejahterakan warga sekitar dari keberadaan usaha Klinik Bersalin. Sedangkan untuk dampak dari tenaga kerja, pemrakarsa akan mengutamakan warga lokal yang sesuai dengan persyaratan skill untuk bekerja sebagai bidan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya konsep yang ditawarkan dalam rencana usaha ini adalah Klinik Bersalin yang ramah lingkungan, sehingga dalam konstruksinya menerapkan sistem-sistem yang ramah lingkungan diantaranya adalah adanya taman di tengah bangunan, bahkan ukuran taman lebih besar daripada ukuran klinik bersalin sehingga pengunjung dapat merasakan suasana yang segar dan sejuk, penghijauan di sekitar kamar perawatan, saluran di sekeliling bangunan dan di depan pintu masuk/ sekitar area parkir untuk meminimalisasi panas, tersedia tempat sampah di setiap lokasi kamar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk alat pemadam api ringan (APAR) direncanakan akan tersedia di klinik dengan rentang jarak setiap 21 meter terdapat satu buah APAR yang berada di lokasi yang terjangkau sehingga mudah saat akan digunakan dalam keadaan darurat. Untuk area parkir seluas 34 m2 yang direncanakan memiliki kapasitas 4 kendaraan roda empat dan maksimal 10 kendaraan bermotor bersamaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Ruang terbuka hijau (RTH) yang direncanakan akan dibangun adalah seluas +177 m2 dengan detail seluas 72 m2 dari taman dan pond yang terletak di tengah-tengah bangunan Klinik Bersalin. Untuk taman yang terletak di tengah bangunan dapat berfungsi sebagai upaya untuk menangkap air hujan, sehingga prinsip konservasi air dapat berjalan dengan baik di rencana lokasi usaha. Untuk saluran drainase, sudah terdapat disekeliling bangunan dengan lantai di sekitar diatur memiliki elevasi rata-rata 1% menuju saluran drainase sehingga limpasan air hujan dapat langsung menuju saluran drainase.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk septic tank berjumlah 3 buah dengan kapasitas per unit adalah 2 m3, terletak di samping bangunan dengan tujuan agar saat dilakukan penyedotan secara berkala oleh petugas, maka pipa penyedot dapat menjangkau lokasi septic tank. Direncanakan untuk penyedotan dalam upaya pengelolaan septic tank akan bekerja sama dengan Dinas Kebersihan Kota Pontianak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Limbah cair yang berasal dari proses pencucian saat perawatan umumnya tergolong limbah klinis dan bukan tergolong limbah industri karena bukan tergolong kegiatan usaha manufaktur. Limbah dari kegiatan ini memiliki parameter kunci dari Posphat, BOD, COD, TSS, minyak dan lemak dari aktivitas persalinan yang disyaratkan untuk pengelolaan kegiatan rumah sakit menurut Keputusan Menteri negara Lingkungan Hidup No. 58 tahun 1995. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk limbah padat yang dihasilkan dari operasional Klinik Bersalin berupa sampah klinis. Acuan mengenai timbulan sampah kota di Indonesia adalah SNI S-04-1993-03 yang ditetapkan oleh Badan Standardisasi Nasional (BSNI). Dalam SNI, ditetapkan bahwa timbulan sampah di kota sedang adalah 0,7-0,8 kg/orang.hari, sedangkan di kota kecil sebesar 0,5-0,6 kg/orang.hari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari penjabaran kegiatan diatas, maka dibuat sebuah prediksi dampak yang nantinya berbeda-beda pada setiap konsultan, tergantung dari ketajaman analisis dan pengalaman konsultan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dibuat prediksi dampak, lalu dibuat Pengelolaan lingkungan dan metode pemantauan lingkungan yang sudah dilakukan dan rencana pengelolaan lingkungan selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esensi dari DPLH ini adalah memperbaiki pengelolaan lingkungan yang sudah ada dengan harapan agar kualitas lingkungan di sekita lokasi usaha dapat ditangani dengan baik, dan merupakan komitmen pemilik usaha dalam menjaga lingkungan (ditandai dengan surat pernyataan bahwa akan melaksanakan semua program pengelolaan dan pemantauan lingkungan yang tertera di dalam dokumen DPLH).&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5716347532470389768-4408440297079721218?l=www.sera-envirotama.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.sera-envirotama.com/feeds/4408440297079721218/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.sera-envirotama.com/2011/09/dokumen-pengelolaan-lingkungan-hidup.html#comment-form" title="1 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5716347532470389768/posts/default/4408440297079721218?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5716347532470389768/posts/default/4408440297079721218?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.sera-envirotama.com/2011/09/dokumen-pengelolaan-lingkungan-hidup.html" title="Dokumen Pengelolaan Lingkungan Hidup (DPLH) Klinik Bersalin di Pontianak" /><author><name>Miftahhurrahman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15854352140600168797</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DUcBQ304fCp7ImA9Wx9UFks.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5716347532470389768.post-4055936192887127569</id><published>2011-02-10T23:36:00.009+07:00</published><updated>2011-02-14T14:04:12.334+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-02-14T14:04:12.334+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Konsultan Murah" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Konsultan Lingkungan" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Konsultan AMDAL pontianak" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Konsultan UKL UPL Pakan Ternak" /><title>UKL UPL Pakan Ternak dan Analisa Dampaknya</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-_cniIHxFnFU/TVjAE1rYn5I/AAAAAAAAAJY/f1vNhR9GW_k/s1600/chicken-farm.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 273px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-_cniIHxFnFU/TVjAE1rYn5I/AAAAAAAAAJY/f1vNhR9GW_k/s400/chicken-farm.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5573415728232046482" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tingginya animo usaha ternak di Indonesia menimbulkan permasalahan yang kompleks, diantaranya adalah permintaan kuantitas ternak yang tinggi dan asupan ternak itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mensiasati permasalahan itu, maka beberapa produsen ternak ada yang membuka usaha pakan ternak dengan harapan selain untuk mencukupi kebutuhan nya sendiri, juga dapat memberikan nilai ekonomis dengan penjualan pakan itu sendiri. Namun sejalan dengan itu harus dibuat dokumen Kajian Lingkungan sebelum mendirikan pabrik pakan tersebut, agar dampak yang mungkin terjadi dapat dikelola dan dipantau semaksimal mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan produksi pakan ternak umumnya menimbulkan dampak antara lain pada proses filling bahan baku, dan proses penghancuran bahan baku. Sedangkan secara umum, dampak yang terjadi adalah dampak –dampak umum Pra konstruksi dan konstruksi saat pembangunan pabrik pakan ternak antara lain : &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-nw8MesMoYHg/TVjElXm_4_I/AAAAAAAAAJ4/fDTsPIkencI/s1600/DSC04811.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-nw8MesMoYHg/TVjElXm_4_I/AAAAAAAAAJ4/fDTsPIkencI/s400/DSC04811.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5573420685142778866" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tahap Pra Konstruksi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan pada tahap prakonstruksi diperkirakan berupa timbulnya persepsi  dan keresahan masyarakat disekitar lokasi rencana pembangunan Pabrik Produksi Pakan Ternak karena dikhawatirkan kegiatan tersebut menimbulkan dampak negative bagi warga sekitar dan lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-myEnjUknSaY/TVjDKNHuTsI/AAAAAAAAAJw/BnXZdmC6YMM/s1600/wall%2Bmural%2BConstruction%2BBuilding%2BSite.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-myEnjUknSaY/TVjDKNHuTsI/AAAAAAAAAJw/BnXZdmC6YMM/s400/wall%2Bmural%2BConstruction%2BBuilding%2BSite.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5573419118959152834" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tahap Konstruksi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pada tahap ini yang dilaksanakan adalah pembangunan konstruksi pabrik. Pembangunan dapat dilakukan oleh pihak ketiga (kontraktor) atau dapat juga dilakukan oleh pemrakarsa itu sendiri. Dampak yang mungkin terjadi di tahap ini adalah dampak SOSEKBUDMAS, Penurunan kualitas udara, air dan tanah akibat aktivitas konstruksi, keselamatan kerja bagi pekerja dan keselamatan warga, ketertiban umum, kebersihan, Bangkitan lalu lintas dan Kesempatan kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tahap Operasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pada tahap ini  dampak yang umum terjadi adalah dampak dari detail prosesproduksi itu sendiri. Secara umum, proses produksi pabrik pakan ternak terdiri dari :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-pkajMlXlX78/TVQVGmVv48I/AAAAAAAAAJI/6RVu2SQ6TkQ/s1600/untitled.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 333px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-pkajMlXlX78/TVQVGmVv48I/AAAAAAAAAJI/6RVu2SQ6TkQ/s400/untitled.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5572101842079310786" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;a. Poultry Feed System&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Poultry Feed System adalah proses pengolahan bahan baku pakan ternak untuk hewan ayam, babi dan sapi. Proses ini diawali dengan memasukkan bahan baku ke penampung, kemudian di takar dengan mesin dosing yang diatur dengan komputerisasi. Setelah melewati tahap penakaran bahan baku, maka tahap selanjutnya adalah penggilingan atau penghancuran bahan baku tersebut menjadi partikel yang berukuran lebih kecil. Ukuran partikel konsentrat ini berbeda-beda berdasarkan kebiasaan dalam pemberian pakannya. Selanjutnya masuk ke dalam proses pelleting. Pabrik pakan dalam skala besar umumnya dilengkapi dengan peralatan yang lebih komplit, sehingga mesin pelleting dijalankan dengan komputerisasi. Pellet yang sudah dingin siap di packing untuk kemudian distribusikan. Para peternak sapi perah umumnya menghendaki adar tekstur konsentrat lembut dengan ukuran  saringan (srceen) 4mm. Hal ini berhubungan dengan kebiasaan pemberian pakan yang dicampur air. Pemberian pakan dalam keadaan basah ini sebetulnya kurang baik, mengingat konsentrat yang tersisa dalam bak pakan akan menjadi asam dan menjadi sumber penyakit (tumbuhnya bakteri pathogen) yang dapat menyebabkan ternak sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-ltRNJXLGAFM/TVjAnjkzuvI/AAAAAAAAAJg/IKqmtx3QEhU/s1600/extruder.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 311px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-ltRNJXLGAFM/TVjAnjkzuvI/AAAAAAAAAJg/IKqmtx3QEhU/s400/extruder.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5573416324668046066" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;b. Extruding system&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Extruding system adalah proses pembuatan pakan untuk ikan. Proses ini dimulai dari memasukkan bahan baku di intake, setelah ditakar di mesin dosing kemudian dilakukan fine grinding yaitu penghancuran bahan baku menjadi berukuran lebih kecil dari ukuran yang umum untuk pakan ternak yaitu lebih kecil dari 4 mm. setelah di grinding kemudian bahan baku di campur di mesin mixing, setelah dicampur di mesin mixing, maka bahan baku akan masuk ke mesin extruding, didalam mesin ini terjadi steaming dengan tekanan sangat tinggi  sehingga kadar air akan naik drastis. Setelah menaikkan kadar air lewat proses steaming, maka yang selanjutnya dilakukan adalah usaha penghilangan kadar air dengan pendinginan yang bertujuan agar bahan baku dapat mengapung (coating). Setelah itu, pakan di packing dan di distribusikan. Dari segi fisik, makanan ikan ini berbentuk mash atau tepung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-mPaf5qsz00E/TVjBq_TX-nI/AAAAAAAAAJo/wGP8jSaBv9U/s1600/priya_chemicals_chelate.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 293px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-mPaf5qsz00E/TVjBq_TX-nI/AAAAAAAAAJo/wGP8jSaBv9U/s400/priya_chemicals_chelate.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5573417483162352242" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;c. Premixes&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Premixed (premix)  adalah suatu campuran permulaan dengan bahan pengencer (diluent) atau pembawa (carrier) yang kemudian akan digunakan dalam pembuatan konsentrat atau ransum. Didalam perdagangan istilah premix ini adalah gabungan bermacam-macam vitamin dan mineral dengan komposisi/imbangan yang dengan cermat telah diperhitungkan termasuk dosis pemakaiannya dalam setiap pencampuran konsentrat atau ransum. Dalam industri pakan ternak yang terkandung dalam premix ini menjadi salah satu rahasia yang tidak boleh diketahui oleh orang lain selain petugas khusus. Premix ini biasa terdiri dari bahan sumber vitamin makro dan mikro, mineral makro dan mikro serta additives yang dibuat dalam jumlah yang sedikit dan harus terdistribusi merata dalam ransum atau konsentrat yang akan dibuat, antara lain Vitamin A, D3, E, Kalsium, Fosfor, Cobalt, Copper, Iodine, Besi, Mangan, Selenium, dan Zinc dengan konsentrasi yang berbeda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembuatan premix di pabrik pakan, adalah berbagai macam vitamin, mineral dan bahan bahan lain yang akan digunakan dalam jumlah sedikit, terlebih dahulu dicampurkan sebelum dimasukan kedalam mesin pencampur (mixer), kemudian setelah sesuai dalam teknik pencampuran dan quality control, premixes siap di packing dan di distribusikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bahan pembuat premix dimana penggunaan bahan tersebut perlu mendapat perhatian khusus, khususnya terhadap kandungan zat-zat yang sifatnya membahayakan dalam dosis yang berlebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu perlu diperhatikan juga limbah dari pembersihan ceceran debu dan kebutuhan air pada saat  produksi agar dapat dikelola dengan baik dari segi kualitas dn kuantitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( Diambil dari Intisari Dokumen UKL UPL Pakan Ternak Di Singkawang, Kalimantan Barat, Oleh Sera Envirotama Consultant) &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5716347532470389768-4055936192887127569?l=www.sera-envirotama.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.sera-envirotama.com/feeds/4055936192887127569/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.sera-envirotama.com/2011/02/ukl-upl-pakan-ternak-dan-analisa.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5716347532470389768/posts/default/4055936192887127569?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5716347532470389768/posts/default/4055936192887127569?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.sera-envirotama.com/2011/02/ukl-upl-pakan-ternak-dan-analisa.html" title="UKL UPL Pakan Ternak dan Analisa Dampaknya" /><author><name>Miftahhurrahman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15854352140600168797</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/-_cniIHxFnFU/TVjAE1rYn5I/AAAAAAAAAJY/f1vNhR9GW_k/s72-c/chicken-farm.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEIBQHg-eCp7ImA9WhRXEkU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5716347532470389768.post-9112826197380875378</id><published>2010-10-06T00:04:00.006+07:00</published><updated>2011-12-19T15:15:51.650+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-12-19T15:15:51.650+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="teknik Lingkungan" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Konsultan Lingkungan" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Konsultan AMDAL pontianak" /><title>Konsultan Lingkungan</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-atICJ1XliWE/TVi_Nu9QlkI/AAAAAAAAAJQ/22FxP3Nl7CA/s1600/5.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-atICJ1XliWE/TVi_Nu9QlkI/AAAAAAAAAJQ/22FxP3Nl7CA/s400/5.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5573414781535163970" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Masalah Lingkungan yang terjadi di indonesia memerlukan penanganan yang tepat. Jika tidak ditangani dengan tepat, maka pencemaran lingkungan akan semakin bertambah. Pencemaran terjadi karena aktifitas manusia. Pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan penduduk mau tidak mau ikut memacu eksploitasi terhadap lingkungan. Akibatnya kualitas lingkungan semakin menurun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencegahan pencemaran lingkungan dapat dilakukan salah satunya dengan membuat dokumen Pengelolaan lingkungan seperti &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;AMDAL, UKL UPL, DPLH, DELH&lt;/span&gt;. Dalam dokumen ini dimuat tentang bagaimana dampak lingkungan yang mungkin terjadi dari kegiatan suatu aktifitas pembangunan dan disertai dengan cara penanganannya. Pembuatan dokumen lingkungan sekarang menjadi sangat penting karena menjadi syarat izin usaha. Dengan kata lain, jika usaha yang disyaratkan memiliki izin lingkungan dan belum memilikinya, maka tidak akan mendapatkan izin lainnya, dengan kata lain, TIDAK DAPAT BEROPERASI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjawab kebutuhan akan Penanganan Lingkungan tersebut, maka Sera Envirotama Consultant memberikan solusi dalam kebutuhan akan penyusun dokumen lingkungan. Sera Envirotama adalah konsultan lingkungan yang bergerak di pembuatan Dokumen UKL UPL, DPLH, DELH, AMDAL, perancangan IPAL, IPA, dan pengolahan limbah lainnya serta pelaporan Lingkungan. Walau Baru berdiri tahun 2010, tetapi staff dan para pendiri CV. Sera Envirotama telah memiliki pengalaman menyusun dokumen AMDAL, UKL UPL, dan pekerjaan terkait lainnya baik untuk perusahaan lokal maupun perusahaan asing. CV. Sera Envirotama Merupakan konsultan yang beroperasi di area Kalimantan Barat dan Jakarta, Bekasi dan Tangerang. Di Pulau Kalimantan tepatnya di Provinsi Kalimantan Barat, Sera Envirotama berkantor di Jl. Danau Sentarum Komplek Green Silva Blok B-14, Pontyianak, Kalimantan Barat. Dan area operasionalnya adalah di Kabupaten Kubu Raya, Kota Pontianak, Kota Singkawang, dan Kabupaten Sambas. Sedangkan untuk daerah Bekasi Tangerang dan Jakarta, Konsultan Sera Envirotama memiliki kantor di Jl. Delima Raya No.83, Duren Sawit, Jakarta Timur &lt;span class="fullpost"&gt; dengan Manajer Area Sdri. Meutia Octaviany, ST dan untuk daerah Bengkulu di Jl. Fatmawati No.89, Kelurahan Purwodadi, Kecamatan Kota Arga Makmur, Kab. Bengkulu Utara dengan Manajer Area Sdr. Deka Satria, ST&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam mengembangkan bisnis, kami Sera Envirotama Consultant menerapkan filosofi "True Partner.Environment" dimana kami memadukan sisi bisnis, pelayanan terhadap klien dan juga tetapo memperhatikan pelestarian lingkungan. Kami percaya, investasi dan pertumbuhan ekonomi dapat berjalan selaras dengan pelestarian dan pencegahan pencemaran lingkungan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Partner yang sudah bekerjasama dengan Konsultan Sera Envirotama diantaranya adalah PT. Meteor Perkasa untuk UKL UPL Air minum Dalam Kemasan (AMDK) merk "For3" di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, PT. Gunung Jaya di Kota Singkawang untuk kegiatan UKL UPL pembangunan SPBU, CV. Karya Setia Anugrah untuk UKL UPL Kegiatan Perumahan dengan jumlah 146 Unit di Kabupaten Kubu Raya, PT. Bintang Jaya Proteina Feedmill di Kota Singkawang untuk UKL UPL Pabrik Produksi Pakan Ternak dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kompetensi Penyusun Sera Envirotama Consultant&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai dengan UU no.32 Tahun 2009 yang menyebutkan bahwa penyusun AMDAL haruslah memiliki sertifikasi kompetensi, dan ini mulai berlaku efektif sejak tanggal 3 Oktober 2010. Maka demi menaati persyaratan yang disebutkan oleh UU tersebut,  Sera Envirotama Consultant sebagai salah satu Konsultan AMDAL, UKL UPL, DPLH, Dan DELH di Provinsi Kalimantan Barat (Kota Pontianak, Singkawang, Sambas dan Kubu Raya) Bekasi, Tangerang, dan Bengkulu, merasa pelu menaatinya dengan menyediakan tenaga ahli yang bersertifikasi kompetensi sebagai Ketua (1 orang) dan anggota (2 orang). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi anda, Para pemrakarsa, Calon Klien , yang tertarik dapat menghubungi Contact person CV. Sera Envirotama Consultant di nomor (021) 99595996 (Area Jabodetabek, Ibu Mutia) untuk area Jakarta dan sekitarnya, dan (0561) 7028910 (Bpk. Mifta) untuk area Kalimantan Barat (Konsultan UKL UPL Pontianak, Singkawang, Sambas dan Kubu Raya) dan untuk area Bengkulu dengan sdr. Deka Satria (085729581324). Sedangkan untuk Via Email dapat dikirim ke sera _envirotama@yahoo.com.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5716347532470389768-9112826197380875378?l=www.sera-envirotama.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.sera-envirotama.com/feeds/9112826197380875378/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.sera-envirotama.com/2010/10/konsultan-lingkungan.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5716347532470389768/posts/default/9112826197380875378?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5716347532470389768/posts/default/9112826197380875378?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.sera-envirotama.com/2010/10/konsultan-lingkungan.html" title="Konsultan Lingkungan" /><author><name>Miftahhurrahman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15854352140600168797</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/-atICJ1XliWE/TVi_Nu9QlkI/AAAAAAAAAJQ/22FxP3Nl7CA/s72-c/5.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DUUEQHszeCp7ImA9Wx9UFks.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5716347532470389768.post-4479878016194265086</id><published>2010-03-25T12:44:00.006+07:00</published><updated>2011-02-14T14:06:41.580+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-02-14T14:06:41.580+07:00</app:edited><title>Undang Undang Lingkungan Hidup di Indonesia dan Penerapannya (part 1)</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_hicXCMhAK_c/S6sBESh6jFI/AAAAAAAAAHE/PgtAUKZww2U/s1600/EE+at+work.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_hicXCMhAK_c/S6sBESh6jFI/AAAAAAAAAHE/PgtAUKZww2U/s320/EE+at+work.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5452452947067309138" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bagi para pemerhati lingkungan atau mungkin yang sering dijumpai di surat kabar sebagai "Pakar Lingkungan", Undang undang lingkungan Hidup mungkin merupakan salah satu yang paling dicermati dalam 4 bulan terakhir ini. Undang undang itu adalah Undang Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Undang Undang yang di sahkan Oleh presiden Susilo Bammabng Yudhoyono pada tanggal 3 Oktober 2009 itu berisi 127 Pasal dan menggantikan undang undang sebelumnya yaitu Undang Undang No.23 tahun 1997.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Undang Undang No 32 tahun 2009 ini (Selanjutnya di singkat UU 32/2009), terdapat beberapa substansi baru yang memerlukan beberapa penyesuaian. Diantaranya adalah perihal &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. "Izin Lingkungan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pasal 36 ayat 1, disebutkan bahwa &lt;br /&gt;"Setiap Usaha dan/atau kegiatan yang wajib memiliki AMDAL atau UKL/UPL wajib memiliki Izin Lingkungan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bagi beberapa orang, akan muncul pertanyaan&lt;br /&gt;1. Apa sih sebenarnya bentuk Izin lingkungan ini?apakah berbentuk sertifikat?rekomendasi?atau bagaimana?&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;perlu diketahui bahwa izin lingkungan bukanlah AMDAL atau pun UKL/UPL yang dimiliki. karena AMDAL dan UKL/UPL sendiri merupakan sebuah studi kelayakan. Hal ini sesuai dengan yang tercantum dalam pasal 36 ayat 2 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Izin Lingkungan sebagaimana dimaksud pada ayat 1 diterbitkan berdasarkan keputusan kelayakan lingkungan hidup sebagaimana dimaksud dalam pasal 31 atau Rekomendasi UKL/UPL"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 31 Sendiri membahas tentang hasil akhir penilaian AMDAL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka itu, beberapa perusahaan yang ingin mengurus izin lingkungan, masih dihadapkan pada masalah yang pelik, yaitu belum dibahasnya detail tentang 'Izin Lingkungan' Itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Penyusun AMDAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_hicXCMhAK_c/S6sAMYjfkWI/AAAAAAAAAG8/TsTnVV1j4Tk/s1600/amdal2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 317px; height: 297px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_hicXCMhAK_c/S6sAMYjfkWI/AAAAAAAAAG8/TsTnVV1j4Tk/s320/amdal2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5452451986611868002" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dalam Pasal 28 ayat 1, disebutkan bahwa &lt;br /&gt;"Penyusun AMDAL sebagaimana dimaksud dalam pasal 26 ayat 1 dan pasal 27 wajib memiliki sertifikat kompetensi penyusun AMDAL"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini berarti jika Mr.A sudah memiliki sertifikat AMDAL B, tetapi belum memiliki sertifikasi kompetensi penyusun AMDAL, maka ia belum bisa menyusun dokumen AMDAL.&lt;br /&gt;Permasalahannya terletak di ayat selanjutnya yaitu ayat 3 dan 4.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ayat 3: "sertifikat kompetensi penyusun amdal sebagaimana dimaksud pada ayat 1 diterbitkan oleh lembaga sertifikasi kompetensi penyusun amdal yang ditetapkan oleh peraturan menteri sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ayat 4: " ketentuan lebih lanjut mengenai sertifikasi dan kriteria kompetensi penyusun amdal diatur dengan peraturan menteri"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit rumit bukan?ya, sedikit rumit menurut saya. Tetapi seorang senior saya dari Sekolah Tinggi Teknik Lingkungan "YLH" Yogyakarta, berhasil mendapatkan sertifikasi kompetensi dari lembaga bernama INTAKINDO di jakarta 13-14 maret 2010 lalu. Apakah lembaga tersebut yang ditunjuk sesuai dengan peraturan Menteri? wallahu alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini baru sedikit dari kebingungan yang bakal kita alami dalam menerapkan UUPLH ini. Harapan saya dan mungkin harapan semua rakyat indonesia, kelengkapan yang dibutuhkan dalam peraturan ini hendaknya di percepat , sehingga pelaksanaannya tidak  setengah-setengah dan jelas sanksi nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Viva Lingkungan Indonesia...!! &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5716347532470389768-4479878016194265086?l=www.sera-envirotama.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.sera-envirotama.com/feeds/4479878016194265086/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.sera-envirotama.com/2010/03/undang-undang-lingkungan-hidup-di.html#comment-form" title="4 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5716347532470389768/posts/default/4479878016194265086?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5716347532470389768/posts/default/4479878016194265086?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.sera-envirotama.com/2010/03/undang-undang-lingkungan-hidup-di.html" title="Undang Undang Lingkungan Hidup di Indonesia dan Penerapannya (part 1)" /><author><name>Miftahhurrahman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15854352140600168797</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_hicXCMhAK_c/S6sBESh6jFI/AAAAAAAAAHE/PgtAUKZww2U/s72-c/EE+at+work.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>4</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DUYHSH89cSp7ImA9Wx9UFks.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5716347532470389768.post-7633307114611447441</id><published>2009-08-03T00:12:00.004+07:00</published><updated>2011-02-14T14:05:39.169+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-02-14T14:05:39.169+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="teknik Lingkungan" /><title>Teknologi Membran : Mikro Filtasi, Ultrafiltrasi, Nanofiltrasi, dan Reverse Osmosis</title><content type="html">Dewasa ini, telah dikembangkan beberapa sistem membran sebagai modifikasi dari sistem membran konvensional, antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mikro filtrasi (MF)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mikro filtrasi adalah proses yang mengurangi kadar polutan dari fluida ( liquid dan gas) dengan cara melewatkannya pada sebuah microporous membran. Membran mikrofiltrasi berukuran 0.1 sampai 1 mikron. Mikrofiltrasi tidak berbeda secara fundamental dengan reverse osmosis, ultra filtrasi ataupun nanofiltrasi,kecuali dalam hal ukuran partikel yang dihilangkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ultra Filtrasi (UF)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ultrafiltrasi adalah variasi dari membran filtrasi dimana terjadi gaya dari liquid terhadap membran semi permeabel. Suspended solid dan cairan pekat dengan berat molekul yang besar, dapat tertahan, tetapi air dan cairan pekat dengan berat molekul pencemar yang kecil dapat melewati membran. Proses pemisahan menggunakan proses ultrafiltrasi biasanya digunakan di bidang industri dan penelitian untuk penjernihan air karena ukuran yang dapat diolah adalah air pekat  yang mengandung makromolekul yang memiliki berat atom sekitar 10&lt;sup&gt;3&lt;/sup&gt; - 10&lt;sup&gt;6&lt;/sup&gt; Da (1 Da = 0,000714 gram). Pengolahan menggunakan Ultra filtrasi pada umumnya menggunakan membran berukuran 0.001 mikron – 0.01 mikron. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Nano Filtration (NF)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nano filtrasi adalah proses pemisahan jika ultrafiltrasi dan mikrofiltrasi tidak dapat mengolah air seperti yang diharapkan. Nanofiltrasi dapat menghasilkan proses pemisahan  yang sangat terjangkau secara ekonomis. Tetapi Nano filtrasi belum dapat mengolah mineral terlarut, warna dan salinasi air, sehingga air hasil olahan (permeate) masih mungkin mengandung ion monovalen dan larutan dengan pencemar  yang memiliki  berat molekul rendah seperti alkohol. Pengolahan menggunakan Nano filtrasi pada umumnya menggunakan membran berukuran 0.0001 mikron – 0.001 mikron &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Reverse Osmosis (RO)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reverse osmosis adalah proses pengolahan yang membutuhkan tekanan relatif tinggi, walaupun pada beberapa kasus dapat digunakan dalam tekanan rendah, hemat energi , menghasilkan air olahan yang dapat menyaring zat dengan molekul terkecil sekalipun yang tidak dapat diolah oleh proses Mikro filtrasi, ultra filtrasi dan nanofiltrasi. Reverse omosis memiliki kemampuan untuk mengurangi  seluruh pencemar dissolved  dan Suspended solid. Reverse osmosis pada umumnya digunakan pada proses desalinasi air laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jadi, jangan salah jika nanti anda ditanya oleh mahasiswa/dosen, atasan atau bahkan klien anda tentang teknologi membran ini, semoga bisa membantu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Referensi :&lt;br /&gt;1. www.wikipedia.com&lt;br /&gt;2. www.niroinc.com/membranefiltration.asp &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5716347532470389768-7633307114611447441?l=www.sera-envirotama.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.sera-envirotama.com/feeds/7633307114611447441/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.sera-envirotama.com/2009/08/teknologi-membran-mikro-filtasi.html#comment-form" title="2 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5716347532470389768/posts/default/7633307114611447441?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5716347532470389768/posts/default/7633307114611447441?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.sera-envirotama.com/2009/08/teknologi-membran-mikro-filtasi.html" title="Teknologi Membran : Mikro Filtasi, Ultrafiltrasi, Nanofiltrasi, dan Reverse Osmosis" /><author><name>Miftahhurrahman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15854352140600168797</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUYFR3kyfSp7ImA9WxJaEk4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5716347532470389768.post-2633064518772139304</id><published>2009-08-02T23:48:00.003+07:00</published><updated>2009-08-03T00:11:56.795+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-08-03T00:11:56.795+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="teknik Lingkungan" /><title>Headloss, Pengertian dasar</title><content type="html">Headloss adalah suatu nilai untuk mengetahui seberapa besarnya reduksi tekanan total (total head) yang diakibatkan oleh fluida saat melewati sistem pengaliran. Total head, seperti kita ketahui  merupakan kombinasi dari elevation head (tekanan karena ketinggian suatu fluida), Velocity head, (tekanan karena Kecepatan alir suatu fluida) dan pressure head (tekanan normal dari fluida itu sendiri) . Headloss tidak dapat dihindarkan pada penerapan sistem pengaliran fluida dilapangan. Head loss dapat terjadi karena &lt;br /&gt;1. Gesekan antara fluida dan dinding pipa&lt;br /&gt;2. Friksi antara sesama partikel pembentuk fluida tersebut&lt;br /&gt;3. dan turbulensi yang diakibatkan saat aliran di belokkan arahnya atau hal lain seperti misalnya perubahan akibat komponen perpipaan (valve, flow reducer, atau kran)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehilangan karena friksi/gesekan adalah bagian dari total headloss yang terjadi saat aliran fluida melewati suatu pipa lurus. Headloss pada suatu fluida pada umumnya berbanding lurus dengan  panjang pipa , nilai kuadrat dari kecepatan fluida dan nilai  friksi fluida yang disebut faktor friksi. dan juga nilai headloss berbandng terbalik dengan diameter pipa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5716347532470389768-2633064518772139304?l=www.sera-envirotama.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.sera-envirotama.com/feeds/2633064518772139304/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.sera-envirotama.com/2009/08/headloss-pengertian-dasar.html#comment-form" title="3 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5716347532470389768/posts/default/2633064518772139304?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5716347532470389768/posts/default/2633064518772139304?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.sera-envirotama.com/2009/08/headloss-pengertian-dasar.html" title="Headloss, Pengertian dasar" /><author><name>Miftahhurrahman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15854352140600168797</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DkQMSH85fCp7ImA9WxJQFko.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5716347532470389768.post-8423936588600000927</id><published>2009-05-30T15:52:00.004+07:00</published><updated>2009-05-30T16:06:29.124+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-05-30T16:06:29.124+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="teknik Lingkungan" /><title>Diameter Pipa, tekananan, dan kehilangan tekanan karena gesekan pipa</title><content type="html">Di dalam kehidupan sehari hari mungkin kita pernah di beri logika bahwa semakin kecil pipa maka tekanan yang dihasilkan akan semakin besar. Tetapi sebenarnya pipa yang besar juga dapat memberikan tekanan yang besar dan bahkan mampu meminimalisasi kehilangan tekanan karena gesekan air terhadap pipa.&lt;br /&gt;menurut rumus:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f = 0.2083 (100/c)&lt;sup&gt;1.852&lt;/sup&gt; q&lt;sup&gt;1.852&lt;/sup&gt; / dh&lt;sup&gt;4.8655&lt;/sup&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimana :&lt;br /&gt;f = friction head loss in feet of water per 100 feet of pipe (fth20/100 ft pipe)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c = Hazen-Williams roughness constant&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;q = volume flow (gal/min)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dh = inside hydraulic diameter (inches)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;(http://www.engineeringtoolbox.com/hazen-williams-water-d_797.html)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Hal ini menunjukkan bahwa semakin kecil ukuran pipa maka kerugian gesek yang dihasilkan juga semakin besar. Jika kerugian gesek yang dihasilkan semakin besar maka tekanan hanya besar di bagian "gesekan" saja, tetapi tidak di bagian air yang terpancar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itulah pipa-pipa yang memiliki debit besar pada umumnya menggunakan pipa yang berdiameter besar. Hal ini juga dapat menjaga umur pipa, karena jika pipa semakin kecil dan debit semakin besar maka dikhawatirkan gesekan yang terjadi akan menjadikan pipa semakin tipis.&lt;br /&gt;fenomena inilah yang  harus diperhatikan terutama saat mendesign sistem perpipaan  terutama yang membutuhkan tekanan sesuai kriteria.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5716347532470389768-8423936588600000927?l=www.sera-envirotama.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.sera-envirotama.com/feeds/8423936588600000927/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.sera-envirotama.com/2009/05/diameter-pipa-tekananan-dan-kehilangan.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5716347532470389768/posts/default/8423936588600000927?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5716347532470389768/posts/default/8423936588600000927?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.sera-envirotama.com/2009/05/diameter-pipa-tekananan-dan-kehilangan.html" title="Diameter Pipa, tekananan, dan kehilangan tekanan karena gesekan pipa" /><author><name>Miftahhurrahman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15854352140600168797</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEECSHY8fSp7ImA9WxVQF0k.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5716347532470389768.post-8861946185792711562</id><published>2009-02-04T17:16:00.000+07:00</published><updated>2009-02-04T17:17:49.875+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-02-04T17:17:49.875+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="teknik Lingkungan" /><title>Mekanika teknik</title><content type="html">Mekanika teknik atau dikenal juga sebagai mekanika rekayasa atau analisa struktur merupakan bidang ilmu utama yang dipelajari di ilmu teknik sipil. Pokok utama dari ilmu tersebut adalah mempelajari perilaku struktur terhadap beban yang bekerja padanya. Perilaku struktur tersebut umumnya adalah lendutan dan gaya-gaya (gaya reaksi dan gaya internal).&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam mempelajari perilaku struktur maka hal-hal yang banyak dibicarakan adalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.stabilitas &lt;br /&gt;2.keseimbangan gaya &lt;br /&gt;3.kompatibilitas antara deformasi dan jenis tumpuannnya &lt;br /&gt;4.elastisitas &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mengetahui gaya-gaya dan lendutan yang terjadi maka selanjutnya struktur tersebut dapat direncanakan atau diproporsikan dimensinya berdasarkan material yang digunakan sehingga aman dan nyaman (lendutannya tidak berlebihan) dalam menerima beban tersebut.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5716347532470389768-8861946185792711562?l=www.sera-envirotama.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.sera-envirotama.com/feeds/8861946185792711562/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.sera-envirotama.com/2009/02/mekanika-teknik.html#comment-form" title="3 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5716347532470389768/posts/default/8861946185792711562?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5716347532470389768/posts/default/8861946185792711562?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.sera-envirotama.com/2009/02/mekanika-teknik.html" title="Mekanika teknik" /><author><name>Miftahhurrahman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15854352140600168797</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEMEQ3oyeip7ImA9WxVSFE4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5716347532470389768.post-4641037216674370964</id><published>2009-01-08T23:04:00.004+07:00</published><updated>2009-01-08T23:33:22.492+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-01-08T23:33:22.492+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="teknik Lingkungan" /><title>Water Hammer</title><content type="html">Water hammer adalah tekanan yang disebabkan oleh variasi debit di dalam pipa atau tabung. Waater hammer dapat disebabkan karena penutupan atau pembukaan keran pada pengaliran secara tiba-tiba.Saat aliran dalam pipa dihentikan/kran ditutup,&lt;span class="selengkapnya"&gt; maka air yang mengalir akan kembali dan akan menghasilkan tekanan yang akan diterima pipa pada jalur balik tersebut.&lt;br /&gt;Adapun tekanan yang disebabkan oleh water hammers dapat dihitung sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dp = 0.070 v l / t          (1)&lt;br /&gt;dimana, :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dp = increase in pressure (psi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;v = flow velocity (ft/s)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;t = valve closing time (s)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;l = upstream pipe length (ft)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5716347532470389768-4641037216674370964?l=www.sera-envirotama.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.sera-envirotama.com/feeds/4641037216674370964/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.sera-envirotama.com/2009/01/water-hammer.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5716347532470389768/posts/default/4641037216674370964?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5716347532470389768/posts/default/4641037216674370964?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.sera-envirotama.com/2009/01/water-hammer.html" title="Water Hammer" /><author><name>Miftahhurrahman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15854352140600168797</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CE4AQnk4fCp7ImA9WxVTFEg.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5716347532470389768.post-6371361419689768885</id><published>2008-12-28T15:26:00.000+07:00</published><updated>2008-12-28T15:29:03.734+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-12-28T15:29:03.734+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="teknik Lingkungan" /><title>Pertemuan Nairobi</title><content type="html">Pada tanggal 6 – 17 Nopember 2006 berlangsung Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang perubahan iklim di Nairobi. Perubahan iklim dan pemanasan global terjadi akibat produksi CO2 yang berlebihan dan berkurangnya fungsi hutan untuk mengikatnya dan mengubah menjadi O2. Selain itu pemanasan global juga timbul karena produksi gas rumah kaca yang tidak terkendali. Sementara solusi ekonomi yang disodorkan adalah skema perdagangan karbon (carbon trade)&lt;span class="selengkapnya"&gt; seperti yang disepakati melalui Protokol Kyoto.Indonesia sebagai negara yang memiliki hutan tropis yang luas memang harus memiliki fokus yang jelas untuk mendapatkan dana mitigasi dan adaptasi ini dalam Konferensi PBB, seperti dikatakan oleh Dadang sebagai anggota delegasi dari Indonesia. Apalagi Program Lingkungan Hidup PBB (UNEP) menyatakan bahwa selama 100 tahun terakhir telah terjadi peningkatan permukaan air setinggi 10 – 25 cm. UNEP memprediksi, bila kenaikan permukaan air laut naik sampai 30 cm – 50 cm, sekitar 3,1 juta penduduk Indonesia harus mengungsi. Ini berarti air laut akan menenggelamkan daratan Indonesia seluas 34.000 kilometer persegi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pantai-pantai yang diperkirakan tenggelam adalah pantai utara Jawa; pantai selatan, timur, barat Kalimantan; pantai barat Sulawesi; serta daerah rawa di Papua yang terletak di pantai barat dan selatan. Tanda kenaikan permukaan air laut di Indonesia kian tampak. Dalam rentang waktu 1925 – 1989 saja, percepatan kenaikan permukaan air laut setiap tahun setinggi 4,38 mm per tahun di Jakarta, 9,27 mm di Semarang, 5,47 mm di Surabaya. Atau rata-rata di Indonesia terjadi percepatan tinggi muka air laut 8.00 mm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenaikan permukaan air laut tersebut dapat dimaklumi karena adanya kenaikan suhu bumi dalam kontek pemanasan global (global warming). Berdasarkan penelitian yang dilakukan sejak 1980-an, disimpulkan bahwa planet bumi akan mengalami kenaikan suhu rata-rata 3,5 derajat Celcius akibat penumpukan gas rumah kaca. Menurut Deputi Meneg LH Bidang Konservasi SDA dan Pengendalian Lingkungan, Masnellyati Hilman, indikasi pemanasan global telah terasakan di Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimantan yang biasanya bersuhu 35 derajat celcius naik menjadi 39 derajat Celcius, Sumatera dari 33-34 naik menjadi 37 derajat Celcius, dan Jakarta dari 32-33 naik menjadi 36 derajat Celcius. Dengan kenaikan suhu yang tergolong drastis itu diperkirakan dalam 15 tahun ke depan akan ada pulau-pulau kecil di Indonesia yang tenggelam. Melihat kenyataan ini bahkan Australia yang sebelumnya menolak menanda-tangani Protokol Kyoto malah mengajak dibentuk “Kyoto Baru” di Asia yang melibatkan Cina, India, AS, Australia, Korea Selatan, dan Jepang.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5716347532470389768-6371361419689768885?l=www.sera-envirotama.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.sera-envirotama.com/feeds/6371361419689768885/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.sera-envirotama.com/2008/12/pertemuan-nairobi.html#comment-form" title="4 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5716347532470389768/posts/default/6371361419689768885?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5716347532470389768/posts/default/6371361419689768885?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.sera-envirotama.com/2008/12/pertemuan-nairobi.html" title="Pertemuan Nairobi" /><author><name>Miftahhurrahman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15854352140600168797</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DEUCRXg5eCp7ImA9WxVTFEs.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5716347532470389768.post-4868772178143447405</id><published>2008-12-28T15:23:00.002+07:00</published><updated>2008-12-28T19:11:04.620+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-12-28T19:11:04.620+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="teknik Lingkungan" /><title>Satuan Proses : Contoh Soal Menghitung  kebutuhan Kapur dan Soda Abu</title><content type="html">Contoh Soal &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghitung  kebutuhan Kapur dan Soda Abu&lt;br /&gt;Diketahui kandungan Dalam Air sebagai Berikut:&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;CO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt; = 8.8 mg/l Sebagai CO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;&lt;br /&gt;Ca&lt;sup&gt;2+&lt;/sup&gt; = 70 mg/l&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;Mg&lt;sup&gt;2+&lt;/sup&gt; = 9.7 mg/l&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;Na&lt;sup&gt;+&lt;/sup&gt; = 6.9 mg/l&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;Alkalinitas (HCO&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt;&lt;sup&gt;-&lt;/sup&gt;) = 115 mg/l sebagai CaCO&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt;&lt;br /&gt;SO&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt;&lt;sup&gt;2-&lt;/sup&gt; = 96 mg/l&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;Cl&lt;sup&gt;-&lt;/sup&gt; = 10.6 mg/l&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Solusi:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Langkah 1 Konversi kan satuan komponen menjadi meq/l&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GAMBAR1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh perhitungan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara mendapatkan BE CO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt; adalah &lt;br /&gt;BE &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; = BM CO2/Valensi CO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; = 44 / 2&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; = 22&lt;br /&gt;Cara mendapatkan nilai meq/l adalah&lt;br /&gt;Meq/l = {mg/l} / BE&lt;br /&gt;Dst…&lt;br /&gt;Akhirnya didapatkanlah angka yang ada didalam tabel diatas&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Langkah 2&lt;/b&gt;: &lt;b&gt;Buat Bar Chart reaksi kesadahan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kita buat bar chart sesuai dengan urutannya &lt;br /&gt;yaitu&lt;br /&gt;CO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt; dibuat disebelah kiri angka 0&lt;br /&gt;Ion bermuatan positif disebelah atas&lt;br /&gt;Ion bermuatan Negatif dibawah&lt;br /&gt;Urutan ion positif yaitu : Ca Mg dan Na&lt;br /&gt;Urutan Ion Negatif yaitu : HCO&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt;&lt;sup&gt;-&lt;/sup&gt;,&lt;br /&gt;SO&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt;&lt;sup&gt;2-&lt;/sup&gt; dan Cl&lt;sup&gt;-&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;Maka akan kita dapatkan gambar awal sebagai &lt;br /&gt;berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;GAMBAR2&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Penjelasan&lt;br /&gt;Nilai Ca&lt;sup&gt;2+&lt;/sup&gt; = 3.5 meq/l&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Mg&lt;sup&gt;2+&lt;/sup&gt;= 0.8 meq/l&amp;nbsp; maka &lt;br /&gt;di gambar,batas ion Mg&lt;sup&gt;2+&lt;/sup&gt; adalah 3.5 + 0.8 = 4.3 meq/l&lt;br /&gt;Dst...&lt;br /&gt;Setelah itu kita reaksikan ion positif (di atas) dengan ion negatif (di bawah) dan akan mendapatkan gambar sebagai berikut &lt;br /&gt;GAMBAR3&lt;br /&gt;Penjelasan :&lt;br /&gt;Sebagian Ion Ca&lt;sup&gt;2+&lt;/sup&gt;; bereaksi &lt;br /&gt;dengan seluruh ion HCO&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt; yaitu sebanyak 2.3 ion Ca&lt;sup&gt;2+&lt;/sup&gt; dan &lt;br /&gt;membentuk Ca(HCO&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt;)&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt; sebanyak 2.3 meq/l.&lt;br /&gt;dan ion Ca&lt;sup&gt;2+&lt;/sup&gt; yang awalnya &lt;br /&gt;berjumlah 3.5 meq/l kini hanya tersisa &lt;br /&gt;3.5 meq/l – 2.3 meq/l&amp;nbsp; = 1.2 meq/l&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;1.2 meq/l Ca&lt;sup&gt;2+&lt;/sup&gt; (sisa dari reaksi dengan HCO&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt;) &lt;br /&gt;&amp;nbsp;bereaksi dengan sebagian 1.2 meq/l ion SO&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt; &lt;sup&gt;2-&lt;/sup&gt; membentuk &lt;br /&gt;CaSO&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt; sebanyak 1.2 meq/l.&lt;br /&gt;pada tahap ini ion Ca&lt;sup&gt;2+&lt;/sup&gt; habis bereaksi sedangkan &lt;br /&gt;ion SO&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt;&lt;sup&gt;2-&lt;/sup&gt; masih bersisa sejumlah &lt;br /&gt;2 meq/l – 1.2 meq/l = 0.8 meq/l&lt;br /&gt;0.8 meq/l SO&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt;&lt;sup&gt;2-&lt;/sup&gt; (sisa dari reaksi dengan Ca&lt;sup&gt;2+&lt;/sup&gt;) bereaksi dengan Mg&lt;sup&gt;2+&lt;/sup&gt; membentuk MgSO&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt; &lt;br /&gt;sebanyak 0.8 meq/l. dan karena kebetulan sama-sama memiliki meq/l yang sama, &lt;br /&gt;maka kedua-duanya habis bereaksi.&lt;br /&gt;Ion Na&lt;sup&gt;+&lt;/sup&gt; bereaksi dengan ion Cl&lt;sup&gt;-&lt;/sup&gt; membentuk NaCl sebanyak 0.3 Meq/l,dan karena kebetulan memiliki nilai yang sama &lt;br /&gt;yaitu sebesar 0.3 meq/l Na dan 0.3 meq/l Cl, maka kedua-duanya habis bereaksi&lt;br /&gt;Hasil reaksi&lt;br /&gt;CO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt; sebanyak 0.4 meq/l (ingat,,!!CO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt; &lt;br /&gt;tidak ikut bereaksi.pada kesadahan, tetapi hanya melarutkan baru kapur menjadi &lt;br /&gt;ion-ion Mg dan Ca)&lt;br /&gt;Ca(HCO&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt;)&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt; sebanyak 2.3 meq/l.&lt;br /&gt;CaSO&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt; sebanyak 1.2 meq/lMgSO&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt; sebanyak 0.8 meq/l&lt;br /&gt;NaCl sebanyak 0.3 Meq/l&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah 3&lt;br /&gt;Hitung kebutuhan bahan kimia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebutuhan Bahan Kimia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table class="MsoNormalTable" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="493" style="width: 369.85pt; border-collapse: collapse; margin-left: 4.55pt" id="table1"&gt;&lt;br /&gt; &lt;tr style="height: 12.75pt"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;td width="155" nowrap valign="bottom" style="width: 116.0pt; height: 12.75pt; border: 1.0pt solid windowtext; padding-left: 5.4pt; padding-right: 5.4pt; padding-top: 0cm; padding-bottom: 0cm"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align:center"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:Arial"&gt;Jenis kesadahan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;  &lt;td width="122" nowrap valign="bottom" style="width: 91.85pt; height: 12.75pt; border-left: medium none; border-right: 1.0pt solid windowtext; border-top: 1.0pt solid windowtext; border-bottom: 1.0pt solid windowtext; padding-left: 5.4pt; padding-right: 5.4pt; padding-top: 0cm; padding-bottom: 0cm"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align:center"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:Arial"&gt;Kebutuhan kapur&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;  &lt;td width="216" nowrap valign="bottom" style="width: 162.0pt; height: 12.75pt; border-left: medium none; border-right: 1.0pt solid windowtext; border-top: 1.0pt solid windowtext; border-bottom: 1.0pt solid windowtext; padding-left: 5.4pt; padding-right: 5.4pt; padding-top: 0cm; padding-bottom: 0cm"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align:center"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:Arial"&gt;Kebutuhan Soda Abu&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt; &lt;/tr&gt;&lt;br /&gt; &lt;tr style="height: 18.75pt"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;td width="155" nowrap valign="bottom" style="width: 116.0pt; height: 18.75pt; border-left: 1.0pt solid windowtext; border-right: 1.0pt solid windowtext; border-top: medium none; border-bottom: 1.0pt solid windowtext; padding-left: 5.4pt; padding-right: 5.4pt; padding-top: 0cm; padding-bottom: 0cm"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align:center"&gt;CO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;  &lt;td width="122" nowrap valign="bottom" style="width: 91.85pt; height: 18.75pt; border-left: medium none; border-right: 1.0pt solid windowtext; border-top: medium none; border-bottom: 1.0pt solid windowtext; padding-left: 5.4pt; padding-right: 5.4pt; padding-top: 0cm; padding-bottom: 0cm"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align:center"&gt;1x&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;  &lt;td width="216" nowrap valign="bottom" style="width: 162.0pt; height: 18.75pt; border-left: medium none; border-right: 1.0pt solid windowtext; border-top: medium none; border-bottom: 1.0pt solid windowtext; padding-left: 5.4pt; padding-right: 5.4pt; padding-top: 0cm; padding-bottom: 0cm"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align:center"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:Arial"&gt;(-)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt; &lt;/tr&gt;&lt;br /&gt; &lt;tr style="height: 15.75pt"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;td width="155" nowrap valign="bottom" style="width: 116.0pt; height: 15.75pt; border-left: 1.0pt solid windowtext; border-right: 1.0pt solid windowtext; border-top: medium none; border-bottom: 1.0pt solid windowtext; padding-left: 5.4pt; padding-right: 5.4pt; padding-top: 0cm; padding-bottom: 0cm"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align:center"&gt;Ca-Karbonat&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;  &lt;td width="122" nowrap valign="bottom" style="width: 91.85pt; height: 15.75pt; border-left: medium none; border-right: 1.0pt solid windowtext; border-top: medium none; border-bottom: 1.0pt solid windowtext; padding-left: 5.4pt; padding-right: 5.4pt; padding-top: 0cm; padding-bottom: 0cm"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align:center"&gt;1x&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;  &lt;td width="216" nowrap valign="bottom" style="width: 162.0pt; height: 15.75pt; border-left: medium none; border-right: 1.0pt solid windowtext; border-top: medium none; border-bottom: 1.0pt solid windowtext; padding-left: 5.4pt; padding-right: 5.4pt; padding-top: 0cm; padding-bottom: 0cm"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align:center"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:Arial"&gt;(-)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt; &lt;/tr&gt;&lt;br /&gt; &lt;tr style="height: 15.75pt"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;td width="155" nowrap valign="bottom" style="width: 116.0pt; height: 15.75pt; border-left: 1.0pt solid windowtext; border-right: 1.0pt solid windowtext; border-top: medium none; border-bottom: 1.0pt solid windowtext; padding-left: 5.4pt; padding-right: 5.4pt; padding-top: 0cm; padding-bottom: 0cm"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align:center"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;span lang="SV"&gt;Ca-Non Karbonat&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;  &lt;td width="122" nowrap valign="bottom" style="width: 91.85pt; height: 15.75pt; border-left: medium none; border-right: 1.0pt solid windowtext; border-top: medium none; border-bottom: 1.0pt solid windowtext; padding-left: 5.4pt; padding-right: 5.4pt; padding-top: 0cm; padding-bottom: 0cm"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align:center"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:Arial"&gt;(-)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;  &lt;td width="216" nowrap valign="bottom" style="width: 162.0pt; height: 15.75pt; border-left: medium none; border-right: 1.0pt solid windowtext; border-top: medium none; border-bottom: 1.0pt solid windowtext; padding-left: 5.4pt; padding-right: 5.4pt; padding-top: 0cm; padding-bottom: 0cm"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align:center"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:Arial"&gt;1x&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt; &lt;/tr&gt;&lt;br /&gt; &lt;tr style="height: 15.75pt"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;td width="155" nowrap valign="bottom" style="width: 116.0pt; height: 15.75pt; border-left: 1.0pt solid windowtext; border-right: 1.0pt solid windowtext; border-top: medium none; border-bottom: 1.0pt solid windowtext; padding-left: 5.4pt; padding-right: 5.4pt; padding-top: 0cm; padding-bottom: 0cm"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align:center"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;span lang="SV"&gt;Mg-Karbonat&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;  &lt;td width="122" nowrap valign="bottom" style="width: 91.85pt; height: 15.75pt; border-left: medium none; border-right: 1.0pt solid windowtext; border-top: medium none; border-bottom: 1.0pt solid windowtext; padding-left: 5.4pt; padding-right: 5.4pt; padding-top: 0cm; padding-bottom: 0cm"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align:center"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:Arial"&gt;2x&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;  &lt;td width="216" nowrap valign="bottom" style="width: 162.0pt; height: 15.75pt; border-left: medium none; border-right: 1.0pt solid windowtext; border-top: medium none; border-bottom: 1.0pt solid windowtext; padding-left: 5.4pt; padding-right: 5.4pt; padding-top: 0cm; padding-bottom: 0cm"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align:center"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:Arial"&gt;(-)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt; &lt;/tr&gt;&lt;br /&gt; &lt;tr style="height: 15.75pt"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;td width="155" nowrap valign="bottom" style="width: 116.0pt; height: 15.75pt; border-left: 1.0pt solid windowtext; border-right: 1.0pt solid windowtext; border-top: medium none; border-bottom: 1.0pt solid windowtext; padding-left: 5.4pt; padding-right: 5.4pt; padding-top: 0cm; padding-bottom: 0cm"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align:center"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;span lang="SV"&gt;Mg-Non karbonat&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;  &lt;td width="122" nowrap valign="bottom" style="width: 91.85pt; height: 15.75pt; border-left: medium none; border-right: 1.0pt solid windowtext; border-top: medium none; border-bottom: 1.0pt solid windowtext; padding-left: 5.4pt; padding-right: 5.4pt; padding-top: 0cm; padding-bottom: 0cm"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align:center"&gt;1x&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;  &lt;td width="216" nowrap valign="bottom" style="width: 162.0pt; height: 15.75pt; border-left: medium none; border-right: 1.0pt solid windowtext; border-top: medium none; border-bottom: 1.0pt solid windowtext; padding-left: 5.4pt; padding-right: 5.4pt; padding-top: 0cm; padding-bottom: 0cm"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align:center"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:Arial"&gt;1x&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt; &lt;/tr&gt;&lt;br /&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;CO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kapur = 0.4 meq/l&amp;nbsp; x 1 = 0.4 meq/l &lt;br /&gt;Soda Abu = (-)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ca(HCO&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt;)&lt;sub&gt;2 &lt;/sub&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kapur = 2.3 meq/l x 1 = 2.3 meq/l&lt;br /&gt;Soda Abu = (-)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;CaSO&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kapur = (-)&lt;br /&gt;Soda Abu = 1.2 meq/l x 1 = 1.2 meq/l &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;MgSO&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kapur = 0.8 meq/l x 1 = 0.8 meq/l&lt;br /&gt;Soda Abu = 0.8 meq/l x 1 = 0.8 meq/l &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Total kapur = 0.4 meq/l + 2.3 meq/l + 0.8 &lt;br /&gt;meq/l&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;;= 3.5 meq/l&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Total Soda abu = 1.2 meq/l + 0.8 meq/l&lt;br /&gt;;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;= 2 meq/l&lt;br /&gt;Maka dapat dicari Total Kebutuhan kapur (CaO, BE=28) dan &lt;br /&gt;Soda Abu (Na&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;CO&lt;sub&gt;3, &lt;/sub&gt;BE=53&lt;br /&gt;Total Kebutuhan kapur = kuantitas stoikiometri + excess &lt;br /&gt;lime (approximately 35 mg/l CaO)&lt;br /&gt;Dimana :&lt;br /&gt;Kuantitas stoikiomateri = meq/l x BE CaO&lt;br /&gt;Maka &lt;br /&gt;Total Kebutuhan kapur = meq/l x BE CaO + excess limenbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; = (3.5 x &lt;br /&gt;28) + 35&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; = 133 mg/l &lt;br /&gt;CaO&lt;br /&gt;Total kebutuhan soda abu = meq/l x BE Na&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;CO&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; = 2 x 53&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; = 106 mg/l Na&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;CO&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5716347532470389768-4868772178143447405?l=www.sera-envirotama.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.sera-envirotama.com/feeds/4868772178143447405/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.sera-envirotama.com/2008/12/saruan-proses-contoh-soal-menghitung.html#comment-form" title="4 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5716347532470389768/posts/default/4868772178143447405?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5716347532470389768/posts/default/4868772178143447405?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.sera-envirotama.com/2008/12/saruan-proses-contoh-soal-menghitung.html" title="Satuan Proses : Contoh Soal Menghitung  kebutuhan Kapur dan Soda Abu" /><author><name>Miftahhurrahman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15854352140600168797</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DUcAQn85eyp7ImA9WxRaGU4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5716347532470389768.post-8014205156024941129</id><published>2008-12-21T08:03:00.008+07:00</published><updated>2008-12-22T16:10:43.123+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-12-22T16:10:43.123+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="teknik Lingkungan" /><title>Satuan Proses : Pengolahan Kesadahan pada air</title><content type="html">&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_hicXCMhAK_c/SU2nfe5A99I/AAAAAAAAAGk/0exP2WM_9vM/s1600-h/Carbonate.png"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 223px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_hicXCMhAK_c/SU2nfe5A99I/AAAAAAAAAGk/0exP2WM_9vM/s320/Carbonate.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5282062097285445586" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kesadahan adalah keadaan dimana &lt;br /&gt;suatu perairan mengandung ion ion Ca&lt;sup&gt;2+&lt;/sup&gt; dan Mg&lt;sup&gt;2+.&lt;/sup&gt; Air yang &lt;br /&gt;sadah perlu diolah sebelum dikonsumsi, pengolahannya adalah dengan cara &lt;br /&gt;softening (penyabunan) yang terdiri dari 2 macam jenis yaitu pertukaran ion dan &lt;br /&gt;presipitasi.air bawah tanah (groundwater) pada umumnya lebih sadah daripada air &lt;br /&gt;permukaan tanah. Kesadahan yang tinggi dapat ditemukan di daerah yang keadaan &lt;br /&gt;geografisnya adalah batuan berkapur contohnya &lt;span class="selengkapnya"&gt;di daerah gunungkidul,yogyakarta. &lt;br /&gt;Hal ini disebabkan CO2 yang ada didalam tanah akan melarutkan&amp;nbsp; batu kapur &lt;br /&gt;tersebut dan batu kapur tersebut akan menguraikan ion kalsium (Ca&lt;sup&gt;2+&lt;/sup&gt;). &lt;br /&gt;Kesadahan dinyatakan dalam satuan Meq/l (mili Equivalen per liter) atau mg/l &lt;br /&gt;sebagai CaCO&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt;. derajat kesadahan di tunjukkan seperti dibawah ini&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;table x:str border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="409" style="border-collapse:&lt;br /&gt; collapse;width:307pt" id="table1"&gt;&lt;br /&gt; &lt;colgroup&gt;&lt;br /&gt;  &lt;col width="239" style="width: 179pt"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;col width="170" style="width: 128pt"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/colgroup&gt;&lt;br /&gt; &lt;tr height="21" style="height:15.75pt"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;td height="21" width="239" style="height: 15.75pt; width: 179pt; font-size: 12.0pt; font-weight: 700; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: center; color: windowtext; font-style: normal; text-decoration: none; vertical-align: bottom; white-space: nowrap; border: .5pt solid windowtext; padding-left: 1px; padding-right: 1px; padding-top: 1px"&gt;&lt;br /&gt;  Kesadahan (mg/l sebagai CaCO3)&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;  &lt;td width="170" style="width: 128pt; font-size: 12.0pt; font-weight: 700; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: center; color: windowtext; font-style: normal; text-decoration: none; vertical-align: bottom; white-space: nowrap; border-left: medium none; border-right: .5pt solid windowtext; border-top: .5pt solid windowtext; border-bottom: .5pt solid windowtext; padding-left: 1px; padding-right: 1px; padding-top: 1px"&gt;&lt;br /&gt;  Tingkat Kesadahan&lt;/td&gt;&lt;br /&gt; &lt;/tr&gt;&lt;br /&gt; &lt;tr height="21" style="height:15.75pt"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;td height="21" style="height: 15.75pt; font-size: 12.0pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: center; color: windowtext; font-weight: 400; font-style: normal; text-decoration: none; vertical-align: bottom; white-space: nowrap; border-left: .5pt solid windowtext; border-right: .5pt solid windowtext; border-top: medium none; border-bottom: .5pt solid windowtext; padding-left: 1px; padding-right: 1px; padding-top: 1px"&gt;&lt;br /&gt;  1 – 75&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;  &lt;td style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: center; color: windowtext; font-weight: 400; font-style: normal; text-decoration: none; vertical-align: bottom; white-space: nowrap; border-left: medium none; border-right: .5pt solid windowtext; border-top: medium none; border-bottom: .5pt solid windowtext; padding-left: 1px; padding-right: 1px; padding-top: 1px"&gt;&lt;br /&gt;  Soft&lt;/td&gt;&lt;br /&gt; &lt;/tr&gt;&lt;br /&gt; &lt;tr height="21" style="height:15.75pt"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;td height="21" style="height: 15.75pt; font-size: 12.0pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: center; color: windowtext; font-weight: 400; font-style: normal; text-decoration: none; vertical-align: bottom; white-space: nowrap; border-left: .5pt solid windowtext; border-right: .5pt solid windowtext; border-top: medium none; border-bottom: .5pt solid windowtext; padding-left: 1px; padding-right: 1px; padding-top: 1px"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;span lang="SV"&gt;75 – 150&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;  &lt;td style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: center; color: windowtext; font-weight: 400; font-style: normal; text-decoration: none; vertical-align: bottom; white-space: nowrap; border-left: medium none; border-right: .5pt solid windowtext; border-top: medium none; border-bottom: .5pt solid windowtext; padding-left: 1px; padding-right: 1px; padding-top: 1px"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;span lang="SV"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kesadahan sedang&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt; &lt;/tr&gt;&lt;br /&gt; &lt;tr height="21" style="height:15.75pt"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;td height="21" style="height: 15.75pt; font-size: 12.0pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: center; color: windowtext; font-weight: 400; font-style: normal; text-decoration: none; vertical-align: bottom; white-space: nowrap; border-left: .5pt solid windowtext; border-right: .5pt solid windowtext; border-top: medium none; border-bottom: .5pt solid windowtext; padding-left: 1px; padding-right: 1px; padding-top: 1px"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;span lang="SV"&gt;150 – 300&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;  &lt;td style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: center; color: windowtext; font-weight: 400; font-style: normal; text-decoration: none; vertical-align: bottom; white-space: nowrap; border-left: medium none; border-right: .5pt solid windowtext; border-top: medium none; border-bottom: .5pt solid windowtext; padding-left: 1px; padding-right: 1px; padding-top: 1px"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;span lang="SV"&gt;Sadah&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt; &lt;/tr&gt;&lt;br /&gt; &lt;tr height="21" style="height:15.75pt"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;td height="21" style="height: 15.75pt; font-size: 12.0pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: center; color: windowtext; font-weight: 400; font-style: normal; text-decoration: none; vertical-align: bottom; white-space: nowrap; border-left: .5pt solid windowtext; border-right: .5pt solid windowtext; border-top: medium none; border-bottom: .5pt solid windowtext; padding-left: 1px; padding-right: 1px; padding-top: 1px"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;span lang="SV"&gt;300 – atau lebih&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;  &lt;td style="font-size: 12.0pt; font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: center; color: windowtext; font-weight: 400; font-style: normal; text-decoration: none; vertical-align: bottom; white-space: nowrap; border-left: medium none; border-right: .5pt solid windowtext; border-top: medium none; border-bottom: .5pt solid windowtext; padding-left: 1px; padding-right: 1px; padding-top: 1px"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;span lang="SV"&gt;Sangat&amp;nbsp; Sadah&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt; &lt;/tr&gt;&lt;br /&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengolahan Kesadahan&lt;br /&gt;Presipitasi : Proses kapur-soda abu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CO2 + Ca(OH)2&lt;br /&gt;CaCO&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt; + H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;O&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reaksi kalsium karbonat&lt;br /&gt;Ca (HCO&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt;)&lt;sub&gt;2 &lt;/sub&gt;+ Ca(OH)&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;&lt;br /&gt;2 CaCO&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt; + 2 H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;O&lt;br /&gt;Reaksi Magnesium Karbonat&lt;br /&gt;Mg (HCO&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt;)&lt;sub&gt;2 &lt;/sub&gt;+ Ca(OH)&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;&lt;br /&gt;CaCO&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt; + MgCO&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt; &lt;br /&gt;+ 2 H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;O&lt;br /&gt;MgCO&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt; + Ca(OH)&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;&lt;br /&gt;Mg(OH)&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt; + CaCO&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt;&lt;br /&gt;Magnesium Non karbonat&lt;br /&gt;MgSO4 + Ca(OH)&lt;br /&gt;Mg(OH)&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt; + CaSO&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt;&lt;br /&gt;Kalsium Non Karbonat&lt;br /&gt;CaSO&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt; + Na&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;CO&lt;sub&gt;3 &lt;/sub&gt;&lt;br /&gt; CaCO&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt; + Na&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;SO&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebutuhan Bahan Kimia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table class="MsoNormalTable" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="493" style="width: 369.85pt; border-collapse: collapse; margin-left: 4.55pt" id="table2"&gt;&lt;br /&gt; &lt;tr style="height: 12.75pt"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;td width="155" nowrap valign="bottom" style="width: 116.0pt; height: 12.75pt; border: 1.0pt solid windowtext; padding-left: 5.4pt; padding-right: 5.4pt; padding-top: 0cm; padding-bottom: 0cm"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align:center"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:Arial"&gt;Jenis kesadahan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;  &lt;td width="122" nowrap valign="bottom" style="width: 91.85pt; height: 12.75pt; border-left: medium none; border-right: 1.0pt solid windowtext; border-top: 1.0pt solid windowtext; border-bottom: 1.0pt solid windowtext; padding-left: 5.4pt; padding-right: 5.4pt; padding-top: 0cm; padding-bottom: 0cm"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align:center"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:Arial"&gt;Kebutuhan kapur&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;  &lt;td width="216" nowrap valign="bottom" style="width: 162.0pt; height: 12.75pt; border-left: medium none; border-right: 1.0pt solid windowtext; border-top: 1.0pt solid windowtext; border-bottom: 1.0pt solid windowtext; padding-left: 5.4pt; padding-right: 5.4pt; padding-top: 0cm; padding-bottom: 0cm"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align:center"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:Arial"&gt;Kebutuhan Soda Abu&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt; &lt;/tr&gt;&lt;br /&gt; &lt;tr style="height: 18.75pt"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;td width="155" nowrap valign="bottom" style="width: 116.0pt; height: 18.75pt; border-left: 1.0pt solid windowtext; border-right: 1.0pt solid windowtext; border-top: medium none; border-bottom: 1.0pt solid windowtext; padding-left: 5.4pt; padding-right: 5.4pt; padding-top: 0cm; padding-bottom: 0cm"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align:center"&gt;CO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;  &lt;td width="122" nowrap valign="bottom" style="width: 91.85pt; height: 18.75pt; border-left: medium none; border-right: 1.0pt solid windowtext; border-top: medium none; border-bottom: 1.0pt solid windowtext; padding-left: 5.4pt; padding-right: 5.4pt; padding-top: 0cm; padding-bottom: 0cm"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align:center"&gt;1x&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;  &lt;td width="216" nowrap valign="bottom" style="width: 162.0pt; height: 18.75pt; border-left: medium none; border-right: 1.0pt solid windowtext; border-top: medium none; border-bottom: 1.0pt solid windowtext; padding-left: 5.4pt; padding-right: 5.4pt; padding-top: 0cm; padding-bottom: 0cm"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align:center"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:Arial"&gt;(-)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt; &lt;/tr&gt;&lt;br /&gt; &lt;tr style="height: 15.75pt"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;td width="155" nowrap valign="bottom" style="width: 116.0pt; height: 15.75pt; border-left: 1.0pt solid windowtext; border-right: 1.0pt solid windowtext; border-top: medium none; border-bottom: 1.0pt solid windowtext; padding-left: 5.4pt; padding-right: 5.4pt; padding-top: 0cm; padding-bottom: 0cm"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align:center"&gt;&lt;br /&gt;  Ca-Karbonat&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;  &lt;td width="122" nowrap valign="bottom" style="width: 91.85pt; height: 15.75pt; border-left: medium none; border-right: 1.0pt solid windowtext; border-top: medium none; border-bottom: 1.0pt solid windowtext; padding-left: 5.4pt; padding-right: 5.4pt; padding-top: 0cm; padding-bottom: 0cm"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align:center"&gt;1x&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;  &lt;td width="216" nowrap valign="bottom" style="width: 162.0pt; height: 15.75pt; border-left: medium none; border-right: 1.0pt solid windowtext; border-top: medium none; border-bottom: 1.0pt solid windowtext; padding-left: 5.4pt; padding-right: 5.4pt; padding-top: 0cm; padding-bottom: 0cm"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align:center"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:Arial"&gt;(-)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt; &lt;/tr&gt;&lt;br /&gt; &lt;tr style="height: 15.75pt"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;td width="155" nowrap valign="bottom" style="width: 116.0pt; height: 15.75pt; border-left: 1.0pt solid windowtext; border-right: 1.0pt solid windowtext; border-top: medium none; border-bottom: 1.0pt solid windowtext; padding-left: 5.4pt; padding-right: 5.4pt; padding-top: 0cm; padding-bottom: 0cm"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align:center"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;span lang="SV"&gt;Ca-Non Karbonat&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;  &lt;td width="122" nowrap valign="bottom" style="width: 91.85pt; height: 15.75pt; border-left: medium none; border-right: 1.0pt solid windowtext; border-top: medium none; border-bottom: 1.0pt solid windowtext; padding-left: 5.4pt; padding-right: 5.4pt; padding-top: 0cm; padding-bottom: 0cm"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align:center"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:Arial"&gt;(-)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;  &lt;td width="216" nowrap valign="bottom" style="width: 162.0pt; height: 15.75pt; border-left: medium none; border-right: 1.0pt solid windowtext; border-top: medium none; border-bottom: 1.0pt solid windowtext; padding-left: 5.4pt; padding-right: 5.4pt; padding-top: 0cm; padding-bottom: 0cm"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align:center"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:Arial"&gt;1x&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt; &lt;/tr&gt;&lt;br /&gt; &lt;tr style="height: 15.75pt"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;td width="155" nowrap valign="bottom" style="width: 116.0pt; height: 15.75pt; border-left: 1.0pt solid windowtext; border-right: 1.0pt solid windowtext; border-top: medium none; border-bottom: 1.0pt solid windowtext; padding-left: 5.4pt; padding-right: 5.4pt; padding-top: 0cm; padding-bottom: 0cm"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align:center"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;span lang="SV"&gt;Mg-Karbonat&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;  &lt;td width="122" nowrap valign="bottom" style="width: 91.85pt; height: 15.75pt; border-left: medium none; border-right: 1.0pt solid windowtext; border-top: medium none; border-bottom: 1.0pt solid windowtext; padding-left: 5.4pt; padding-right: 5.4pt; padding-top: 0cm; padding-bottom: 0cm"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align:center"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:Arial"&gt;2x&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;  &lt;td width="216" nowrap valign="bottom" style="width: 162.0pt; height: 15.75pt; border-left: medium none; border-right: 1.0pt solid windowtext; border-top: medium none; border-bottom: 1.0pt solid windowtext; padding-left: 5.4pt; padding-right: 5.4pt; padding-top: 0cm; padding-bottom: 0cm"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align:center"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:Arial"&gt;(-)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt; &lt;/tr&gt;&lt;br /&gt; &lt;tr style="height: 15.75pt"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;td width="155" nowrap valign="bottom" style="width: 116.0pt; height: 15.75pt; border-left: 1.0pt solid windowtext; border-right: 1.0pt solid windowtext; border-top: medium none; border-bottom: 1.0pt solid windowtext; padding-left: 5.4pt; padding-right: 5.4pt; padding-top: 0cm; padding-bottom: 0cm"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align:center"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;span lang="SV"&gt;Mg-Non karbonat&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;  &lt;td width="122" nowrap valign="bottom" style="width: 91.85pt; height: 15.75pt; border-left: medium none; border-right: 1.0pt solid windowtext; border-top: medium none; border-bottom: 1.0pt solid windowtext; padding-left: 5.4pt; padding-right: 5.4pt; padding-top: 0cm; padding-bottom: 0cm"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align:center"&gt;1x&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;  &lt;td width="216" nowrap valign="bottom" style="width: 162.0pt; height: 15.75pt; border-left: medium none; border-right: 1.0pt solid windowtext; border-top: medium none; border-bottom: 1.0pt solid windowtext; padding-left: 5.4pt; padding-right: 5.4pt; padding-top: 0cm; padding-bottom: 0cm"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align:center"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:Arial"&gt;1x&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt; &lt;/tr&gt;&lt;br /&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Variasi Proses Kapur-soda abu&lt;br /&gt;a. pengolahan dengan kapur berlebih &lt;br /&gt;(excess-lime treatment&lt;br /&gt;Agar pengolahan berjalan optimal, &lt;br /&gt;terutama untuk presipitasi Magnesium,&amp;nbsp;&amp;nbsp; ditambahkan kapur berlebih kurang lebih &lt;br /&gt;sebanyak 35 mg.l CaO atau sekitar 1.25 meq/l&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_hicXCMhAK_c/SU2Xp_Fzx6I/AAAAAAAAAGU/u-j7F6UIIQI/s1600-h/reaksi+excess+lime.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 197px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_hicXCMhAK_c/SU2Xp_Fzx6I/AAAAAAAAAGU/u-j7F6UIIQI/s400/reaksi+excess+lime.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5282044685541689250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GAMBAR proces lime excess&lt;br /&gt;b.Split treatment&lt;br /&gt;Sebagian air baku diolah dengan proses &lt;br /&gt;excess lime dan menetralisir kelebihan kapur dengan bagian dari air baku tersisa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_hicXCMhAK_c/SU2ZDdo5eGI/AAAAAAAAAGc/owLRdW3eV4k/s1600-h/split+treatment.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 224px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_hicXCMhAK_c/SU2ZDdo5eGI/AAAAAAAAAGc/owLRdW3eV4k/s400/split+treatment.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5282046222750283874" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar proses Split treatment&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5716347532470389768-8014205156024941129?l=www.sera-envirotama.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.sera-envirotama.com/feeds/8014205156024941129/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.sera-envirotama.com/2008/12/kesadahan-kesadahan-adalah-keadaan.html#comment-form" title="3 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5716347532470389768/posts/default/8014205156024941129?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5716347532470389768/posts/default/8014205156024941129?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.sera-envirotama.com/2008/12/kesadahan-kesadahan-adalah-keadaan.html" title="Satuan Proses : Pengolahan Kesadahan pada air" /><author><name>Miftahhurrahman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15854352140600168797</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_hicXCMhAK_c/SU2nfe5A99I/AAAAAAAAAGk/0exP2WM_9vM/s72-c/Carbonate.png" height="72" width="72" /><thr:total>3</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DUECR3s_fip7ImA9WxRaEks.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5716347532470389768.post-5905174941194553346</id><published>2008-12-14T21:38:00.009+07:00</published><updated>2008-12-14T22:14:26.546+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-12-14T22:14:26.546+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Technology" /><title>Masukin lagu Sendiri Di Playlist.com</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_hicXCMhAK_c/SUUf-2I09dI/AAAAAAAAAFk/uz6WBNqED0U/s1600-h/logoplaylist.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 202px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_hicXCMhAK_c/SUUf-2I09dI/AAAAAAAAAFk/uz6WBNqED0U/s320/logoplaylist.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5279661302706664914" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Beberapa Hari yang lalu saya mendapat testimoni di Friendster dari seorang teman bernama &lt;b&gt;&lt;a href="http://profiles.friendster.com/52999493"&gt;年andRi_MeFirst's&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; yang menanyakan cara masukin lagu-lagu pilihan kita sendiri di www.playlist.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya coba menjawab kegelisahan hati mas andri.memasukkan lagu di playlist dot com sebenarnya mudah,ini sudah ada di fasilitas bagi user/member playlist.com.&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah 1&lt;br /&gt;daftar di Playlist.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah 2&lt;br /&gt;Manage song (pilihan standar saat anda memasukkan lagu-lagu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah 3&lt;br /&gt;klik "Add URL/Link Direct To playlist"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah 4&lt;br /&gt;akan Muncul Kotak dialog baru yang meminta anda untuk memasukkan  alamat Link lagu yang anda inginkan.Tapi ingat,lagu ini harus sudah anda upload di webserver anda. gunakan saja yang gratis dari google yaitu google sites (http://sites.google.com) tutorial mengenai mengupload data di googlepages/sites dapat anda lihat di &lt;a href="http://amen24.wordpress.com/2007/10/07/google-page-creator/"&gt;Blog nya Mas Amen24&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_hicXCMhAK_c/SUUgpQw0G9I/AAAAAAAAAFs/mdV3KDfN7YQ/s1600-h/upload+form.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 255px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_hicXCMhAK_c/SUUgpQw0G9I/AAAAAAAAAFs/mdV3KDfN7YQ/s320/upload+form.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5279662031408208850" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah anda memiliki link lagu anda yang telah terupload di googlesites (dulu googlepages), masukkan link tersebut ke kotak yang tersedia.Klik "Add link" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;beri judul,&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_hicXCMhAK_c/SUUg7tLydGI/AAAAAAAAAF0/-80lBL28-MI/s1600-h/upload+form3.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 299px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_hicXCMhAK_c/SUUg7tLydGI/AAAAAAAAAF0/-80lBL28-MI/s320/upload+form3.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5279662348275184738" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;close windows dan kembali ke halaman "Add URL/Link Direct To playlist" tadi&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_hicXCMhAK_c/SUUhMI6-IYI/AAAAAAAAAF8/NvsLpQ6XMeE/s1600-h/upload+form4.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_hicXCMhAK_c/SUUhMI6-IYI/AAAAAAAAAF8/NvsLpQ6XMeE/s320/upload+form4.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5279662630598746498" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;misal :saya memasukkan lagu ciptaan band saya yaitu ORION BAND dengan judul MASIH SAJA yang alamat nya ada di http://miftahhurrahman.googlepages.com/masihsaja.mp3&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;langkah 5&lt;br /&gt;akan muncul tulisan "do you want to save the change to playlist?"  klik yes&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_hicXCMhAK_c/SUUhkQavPhI/AAAAAAAAAGE/sVGuuw7GITA/s1600-h/upload+form5.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 249px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_hicXCMhAK_c/SUUhkQavPhI/AAAAAAAAAGE/sVGuuw7GITA/s320/upload+form5.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5279663044927897106" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;dan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SIM SALABIM....&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_hicXCMhAK_c/SUUhviEZWZI/AAAAAAAAAGM/rWu1yr6gXak/s1600-h/upload+form6.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 289px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_hicXCMhAK_c/SUUhviEZWZI/AAAAAAAAAGM/rWu1yr6gXak/s400/upload+form6.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5279663238644586898" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Lagu pilihan anda akan mejeng di playlist.com..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah kan??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunci dari semuanya adalah  : anda harus mempunyai webserver/hostingan untuk "menitipkan" file lagu-lagu anda agar dapat di link oleh playlist.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Bermanfaat bagi semuanya khususnya mas  &lt;b&gt;&lt;a href="http://profiles.friendster.com/52999493"&gt;年andRi_MeFirst's&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika bermanfaat..jangan lupa comentar nya..&lt;br /&gt;Keep Blogging...!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Miftahhurrahman&lt;br /&gt;Mahasiswa Teknik Lingkungan STTL "YLH" Yogyakarta&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5716347532470389768-5905174941194553346?l=www.sera-envirotama.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.sera-envirotama.com/feeds/5905174941194553346/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.sera-envirotama.com/2008/12/masukin-lagu-sendiri-di-playlistcom.html#comment-form" title="2 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5716347532470389768/posts/default/5905174941194553346?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5716347532470389768/posts/default/5905174941194553346?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.sera-envirotama.com/2008/12/masukin-lagu-sendiri-di-playlistcom.html" title="Masukin lagu Sendiri Di Playlist.com" /><author><name>Miftahhurrahman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15854352140600168797</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_hicXCMhAK_c/SUUf-2I09dI/AAAAAAAAAFk/uz6WBNqED0U/s72-c/logoplaylist.JPG" height="72" width="72" /><thr:total>2</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;Dk4BQ38zcCp7ImA9WxRaEEw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5716347532470389768.post-6094476828352402797</id><published>2008-12-11T13:21:00.004+07:00</published><updated>2008-12-12T00:02:32.188+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-12-12T00:02:32.188+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="teknik Lingkungan" /><title>Mendesign Sistem Pengaliran Air buangan</title><content type="html">&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_hicXCMhAK_c/SUFGnTrHJdI/AAAAAAAAAFA/k7Q1XRQEZOA/s1600-h/drainase.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 202px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_hicXCMhAK_c/SUFGnTrHJdI/AAAAAAAAAFA/k7Q1XRQEZOA/s320/drainase.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278577879364871634" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Air buangan diartikan sebagai kejadian dimasukkannya benda padat, cair dan gas kedalam air dengan sifatnya berupa endapan, atau padat,padat tersuspensi,terlarut,koloid,dan emulsi yang menyebabkan air tersebut harus dipisahkan atau dibuang dengan saluran air buangan.air buangan dapat berasal dari buangan rumah tangga,sekolah,perkantoran,hotel rumah sakit, pasar restoran dan lain-lain.&lt;br /&gt;Prinsip air buangan harus dapat mengalir secara terus menerus dan cepat terbuang,akan tetapi tidak boleh mengganggu estetika seperti terjadinya endapan di sepanjang saluran buangan dengan bau dan warna air buangan yang mengganggu kesehatan.air buangan rumah tangga bersifat organis dan rata-rata mudah dirombak susunan kimianya oleh bakteri aerobic maupun anaerobic.oleh karena itu di daerah perkotaan rancang dan bangun sistem penyaluran air buangan sangat penting.&lt;br /&gt;Rancang dan bangun jaringan perpipaan air buangan diperoleh dari data-data yang benar tentang &lt;span class="selengkapnya"&gt;:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.jumlah air buangan yang masuk dalam saluran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.terpisah atau tidaknya saluran air buangan yaitu antara saluran air hujan dan buangan domestic &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. besar dan kecilnya curah hujan di daerah yang terkena proyek penyaluran air buangan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. penyiapan kapasitas pengolahan dari bangunan pengolahan air buangan (BP.AB) yang akan mengolah buangan akhir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah air buangan dihitung berdasarkan prediksi sekarang dan masa datang. Faktor-faktor yang mempengaruhi besar jumlah air buangan adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Jumlah penduduk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2, Tingkat sosial ekonomi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Besar kecilnya kota&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. iklim dan pengaruhnya terhadap hidrologi air tanah dari permukaan sehingga memudahkan orang memperoleh air&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada umumnya prediksi air buangan dihitung dari pemakaian air per orang per kapita dengan catatan setiap pemakai membuang air yang dikonsumsi sebanyak 60% - 70 %. Konsumsi 30% - 40% air digunakan untuk mandi,minum, mencuci, menyiram tanaman membuat makanan dan minuman, serta air teruapkan dalam pengumpulan dan penyimpanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Faktor-faktor dalam pengaliran air buangan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air buangan yang disalurkan kedalam sistem riool harus mengalir dengan lancar menuju ke lokasi badan air penerima. Saluran sejauh mungkin harus tetap berfungsi yaitu baik dalam keadaan debit minimum amupun dalam keadaan debit maksimum. Untuk itu beberapa fakor perlu diperhatikan antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. kemiringan saluran (S)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Luas penampang melintang aliran (A)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Kekasaran dalam saluran (n)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Kondisi pengaliran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Ada atau tidaknya rintangan-rintangan belokan-belokan dan lain-lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Karakteristik cairan spesific gravity dan viscosity&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Jenis pengaliran&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didalam penyaluran air buangan dikenal dua jenis aliran yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Pengaliran yang mengalami tekanan , yaitu pengaliran yang terjadi dalam pipa akibat adanya pemompaan (tekanan hidrolik) di dalam saluran tertutup, karena muka air tidak berhubungan secarabebas dengan tekanan atmosfer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. pengaliran bersifat terbuka dalam saluran tertutup, yaitu pengaliran secara gravitasi, karena permukaan air buangan pada saluran berhubungan dengan udara bebas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Syarat pengaliran di dalam penyaluran&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat-syarat pengaliran yang harus diperhatikan pada perencanaan jaringan pengaliran air buangan adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pengaliran air buangan dalam saluran harus secara gravitasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pengaliran hampir selalu un-steady terkadang-kadang dapat non-uniform&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3,aliran harus dapat membawa material yang terdapat dalam aliran meskipun didalam kondisi debit minimum sampai ke bangunan pengolahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. dianjurkandapat membersihkan saluran sendiri (self cleaning) dengan kecepatan yang disyaratkan atau dengan kecepatan yang tidak menimbulkan kerusakan (pengikisan) pada permukaan saluran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Pengaliran dapat mensirkulasikan udara/gas-gas sehingga tidak ter akumulasi didalam saluran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Pengaliran air buangan harus tiba secepatnya sampai ke bangunan pengolahan air buangan untuk menghindari terjadinya pembusukan dan pengaliuran tidak lebih dari 18 jam untuk daerah tropis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Penempatan dan pemasangan saluran&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi praktisnya pemsangan dan pemeliharaan saluran, maka hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penempatan dan pemasangan pipa saluran dibawah tanah  adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.macam jalan yang akan dilalui/tempat saluran ditanam, mengingat gaya berat yang mempengaruhinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. pengaruh bangunan-bangunan yang ada, mengingat fondasi dan gaya yang berpengaruh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Jenis tanah yang akan ditanami pipa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Adanya saluran-saluran lain seperti saluran air minum , saluran gas, saluran listrik. Jika saluranitu terlintasi maka saluran air kotor sebaiknya ditempatkan di bawahnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Ketebalan tanah urugan dan kedalaman pipa dari muka tanah, harus disesuaikan dengan diameter saluran (minimum 1.20 m dan maksimum 7 m utk pipa lateral induk)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk saluran umum (public sewer) dimulai dari saluran lateral ditempatkan pada:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. tepi jalan, sebaiknya dibawah trotoat atau tanggul jalan.hal ini mengingat kemungkinan dilakukan penggalian di kemudian hari untuk perbaikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Dibawah (ditengah jalan) bila jalan tidak lebar dan bila bagian kiri dan kanan jalan terdapat jumlah rumah atau bangunan yang hampir sama banyaknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bila penerimaan air kotor dari kanan dan kiri tidak sama, dapat dipasang di tepi jalan, di bagian mana yang paling banyak sambungannya (paling banyak rumah-rumahnya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Jalan-jalan yang mempunyai jumlah rumah/bangunan sama banyak di kedua sisinya dan mempunyai elevasi lebih tinggi dari jalanan, amaka penempatan pipa bisa dilakukan di tengah jalan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. saluran bisa diletakkan di kiri dan kanan jalan jika disebelah sisi kiri dan kanan jalan terdapat banyak sekalirumah/bangunan. Jalan jalan dengan rumah/bangunan di satu sisi lebih tinggi dari rumah/bangunan disisi lainnya,maka penanaman saluran diletakkan pada sisi jalan sebelah, dimana terdapat elevasi yang lebih tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Referensi : Tjokrokusumo,Ir,KRT, "Pengantar Enjinering Lingkungan", Sekolah Tinggi Teknik Lingkungan Yogyakarta "YLH", 1995&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Semoga apa yang anda baca diatas bermanfaat..saran dan kritik membangun saya harapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keep Blogging..!!!&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5716347532470389768-6094476828352402797?l=www.sera-envirotama.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.sera-envirotama.com/feeds/6094476828352402797/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.sera-envirotama.com/2008/12/mendesign-sistem-pengaliran-air-buangan.html#comment-form" title="6 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5716347532470389768/posts/default/6094476828352402797?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5716347532470389768/posts/default/6094476828352402797?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.sera-envirotama.com/2008/12/mendesign-sistem-pengaliran-air-buangan.html" title="Mendesign Sistem Pengaliran Air buangan" /><author><name>Miftahhurrahman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15854352140600168797</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_hicXCMhAK_c/SUFGnTrHJdI/AAAAAAAAAFA/k7Q1XRQEZOA/s72-c/drainase.gif" height="72" width="72" /><thr:total>6</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CE4NRXk5fCp7ImA9WxRbGE8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5716347532470389768.post-7159403256448421647</id><published>2008-12-08T23:41:00.008+07:00</published><updated>2008-12-09T18:43:14.724+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-12-09T18:43:14.724+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="teknik Lingkungan" /><title>Perbedaan Saringan Pasir lambat dan Saringan Pasir Cepat pada sistem pengolahan air minum</title><content type="html">&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_hicXCMhAK_c/ST5V3iJuHxI/AAAAAAAAAE4/_eHvQmmL8Sk/s1600-h/rapidsand3.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 278px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_hicXCMhAK_c/ST5V3iJuHxI/AAAAAAAAAE4/_eHvQmmL8Sk/s320/rapidsand3.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5277750225873542930" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Seringkali kita mendengar istilah filtrasi untuk pengolahan air minum menggunakan saringan pasir lambat dan saringan pasir cepat.apakah yang dimaksud dengan saringan pasir cepat dan pasir lambat?seringkali mahasiswa bingung jika ditanya tentang hal ini. menurut TjokroKusumo dalam bukunya yang berjudul "ANDA BERTANYA, SAYA MENJAWAB" yang diterbitkan oleh STTL "YLH" Yogyakarta, perbedaan saringan pasir lambat dan pasir cepat adalah sebagai berikut :&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Saringan Pasir Cepat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecepatan Filter   0.1-0.4 m/jam&lt;br /&gt;Diameter Pasir    0.25 - 0.3 mm&lt;br /&gt;Kedalaman Media    Kerikil 30 cm ; pasir 90-110 cm&lt;br /&gt;Distribusi pasir dalam filter  tidak berlapis&lt;br /&gt;sistem buangan    melalui pipa berlubang,cabang keluar melalui pipa utama&lt;br /&gt;Kehilangan Head    6 cm awal - 120 cm akhir&lt;br /&gt;Kurun Waktu     20-30-60 hari&lt;br /&gt;penetrasi unsur tersuspensi  sangat baik&lt;br /&gt;Metode pencucian   Pengerukan Lapisan dan pencucian&lt;br /&gt;Jumlah air pencuci   0.2 - 0.6 % air yang disaring&lt;br /&gt;Persiapan pengolahan   Tidak perlu jika NTU &lt; 50&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_hicXCMhAK_c/ST5R-u6zibI/AAAAAAAAAEY/n_8LSlQUcbw/s1600-h/high+rate+sand+filter.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 276px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_hicXCMhAK_c/ST5R-u6zibI/AAAAAAAAAEY/n_8LSlQUcbw/s320/high+rate+sand+filter.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5277745951513217458" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;strong&gt;Gambar Saringan pasir Cepat&lt;/strong&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Saringan Pasir Lambat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecepatan Filter   4-21 m/menit&lt;br /&gt;Diameter Pasir    0.55 mm &lt;br /&gt;Kedalaman Media    Kerikil 30-45 cm ; pasir 60-70 cm&lt;br /&gt;Distribusi pasir dalam filter  belapis, butiran teringan diatas dan terbesar di bawah&lt;br /&gt;sistem buangan    melalui pipa berlubang, keluar melalui pipa utama&lt;br /&gt;Kehilangan Head    30 cm awal - 240 atau 275 cm akhir&lt;br /&gt;Kurun Waktu     12-24-72 hari&lt;br /&gt;penetrasi unsur tersuspensi  sangat baik&lt;br /&gt;Metode pencucian   Pencucian balik dan penghilangan solid  tersuspensi&lt;br /&gt;Jumlah air pencuci   1 - 6 % air yang disaring&lt;br /&gt;Persiapan pengolahan   koagulasi, Flokulasi, dan sedimentasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_hicXCMhAK_c/ST5SW0io6yI/AAAAAAAAAEg/HbaJP0GRONY/s1600-h/low+rate+sand+filter.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 273px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_hicXCMhAK_c/ST5SW0io6yI/AAAAAAAAAEg/HbaJP0GRONY/s320/low+rate+sand+filter.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5277746365339331362" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;strong&gt;Gambar Saringan pasir Lambat&lt;/strong&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_hicXCMhAK_c/ST5Uv_8UE7I/AAAAAAAAAEo/tn5I15DA8e8/s1600-h/sand-detail.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 290px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_hicXCMhAK_c/ST5Uv_8UE7I/AAAAAAAAAEo/tn5I15DA8e8/s320/sand-detail.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5277748996919792562" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;strong&gt;Gambar detail saringan pasir&lt;/strong&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_hicXCMhAK_c/ST5VbEFmFLI/AAAAAAAAAEw/pV4gUPQGTTE/s1600-h/sndfltr2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 241px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_hicXCMhAK_c/ST5VbEFmFLI/AAAAAAAAAEw/pV4gUPQGTTE/s320/sndfltr2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5277749736766837938" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;strong&gt;Gambar skema saringan pasir pada umumnya&lt;/strong&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_hicXCMhAK_c/ST5VbEFmFLI/AAAAAAAAAEw/pV4gUPQGTTE/s1600-h/sndfltr2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 241px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_hicXCMhAK_c/ST5VbEFmFLI/AAAAAAAAAEw/pV4gUPQGTTE/s320/sndfltr2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5277749736766837938" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pada umumnya, penyaringan menggunakan saringan pasir cepat pasir akan berkurang karena adanya pengerukan pasir pada saat pencucian,sedangkan pada saringan pasir lambat, pasir cenderng tidak berkurang karena metode pencuciannya manggunakan backwash.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Artikel Ini bermanfaat, dan jangan lupa tinggalkan comment atau backlink blog ini...&lt;br /&gt;Keep bloging..!!&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5716347532470389768-7159403256448421647?l=www.sera-envirotama.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.sera-envirotama.com/feeds/7159403256448421647/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.sera-envirotama.com/2008/12/perbedaan-saringanb-pasir-lambat-dan.html#comment-form" title="4 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5716347532470389768/posts/default/7159403256448421647?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5716347532470389768/posts/default/7159403256448421647?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.sera-envirotama.com/2008/12/perbedaan-saringanb-pasir-lambat-dan.html" title="Perbedaan Saringan Pasir lambat dan Saringan Pasir Cepat pada sistem pengolahan air minum" /><author><name>Miftahhurrahman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15854352140600168797</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_hicXCMhAK_c/ST5V3iJuHxI/AAAAAAAAAE4/_eHvQmmL8Sk/s72-c/rapidsand3.gif" height="72" width="72" /><thr:total>4</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;C04BR3YyfCp7ImA9WxRUGUk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5716347532470389768.post-7180626245702387015</id><published>2008-11-29T13:45:00.003+07:00</published><updated>2008-11-29T13:59:16.894+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-11-29T13:59:16.894+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Technology" /><title>Mengatasi Booting Windows Lama karena Reset Secara paksa</title><content type="html">&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_hicXCMhAK_c/STDnZ4lOgtI/AAAAAAAAAD4/pQq8xLjuGAE/s1600-h/windows+booting.png"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_hicXCMhAK_c/STDnZ4lOgtI/AAAAAAAAAD4/pQq8xLjuGAE/s320/windows+booting.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273969595522122450" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah anda mengalami hang pada windows, sehingga anda terpaksa menekan Tombol reset??dan biasanya yang terjadi setelah anda menekan Tombol reset adalah booting windows anda akan berhenti di tengah jalan, dan anda akan kesulian masuk windows.biasanya bagi yang gampang panik, terutama yang memiliki data-data penting di My document atau hardisk lain, maka akan langsung meng install ulang windows...saya juga pernah mengalami hal demikian, setelah saya install ternyata tidak terjadi apa-apa..ternyata hal ini disebabkan oleh sistem yang sibuk sehingga sistem menjadi hang.solusi yang saya temukan cukup simpel.Jika anda mengalami hang setelah menekan reset pada PC anda,maka yang perlu anda lakukan adalah:&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;1.Matikan PC anda.&lt;br /&gt;2.cabut Seluruh konektivitas listriknya (UPS, Power Supply, dsb) dan pastikan tidak nyetrum saat anda memegang komponennya.&lt;br /&gt;3.cabut power connector Harddisk, diamkan selama kurang lebih 20 detik&lt;br /&gt;4.pasang kembali Power connector harddisk, hidupkan PC anda&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_hicXCMhAK_c/STDnjgbWaJI/AAAAAAAAAEA/UjqC6_wibyc/s1600-h/power+connector+HDD.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 267px; height: 193px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_hicXCMhAK_c/STDnjgbWaJI/AAAAAAAAAEA/UjqC6_wibyc/s320/power+connector+HDD.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273969760836937874" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar Power Connector Hard disk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_hicXCMhAK_c/STDn45EN6EI/AAAAAAAAAEI/5Dj1DAN_ovw/s1600-h/hd_lables.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 275px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_hicXCMhAK_c/STDn45EN6EI/AAAAAAAAAEI/5Dj1DAN_ovw/s320/hd_lables.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273970128228051010" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar Hard disk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari pengalaman yang saya lakukan, setelah menghidupkan PC, maka windows akan kembali seperti semula.Ilustrasinya adalah sama seperti HP anda Hang maka, biasanya anda akan mencopot baterai nya dan menghidupkan kembali HP anda.kira-kira seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Bermanfaat,&lt;br /&gt;Keep blogging&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Miftahhurrahman&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5716347532470389768-7180626245702387015?l=www.sera-envirotama.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.sera-envirotama.com/feeds/7180626245702387015/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.sera-envirotama.com/2008/11/mengatasi-booting-windows-lama-karena.html#comment-form" title="3 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5716347532470389768/posts/default/7180626245702387015?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5716347532470389768/posts/default/7180626245702387015?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.sera-envirotama.com/2008/11/mengatasi-booting-windows-lama-karena.html" title="Mengatasi Booting Windows Lama karena Reset Secara paksa" /><author><name>Miftahhurrahman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15854352140600168797</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_hicXCMhAK_c/STDnZ4lOgtI/AAAAAAAAAD4/pQq8xLjuGAE/s72-c/windows+booting.png" height="72" width="72" /><thr:total>3</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;A04ESX47cCp7ImA9WxRUGU4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5716347532470389768.post-6329167472315887513</id><published>2008-11-29T12:55:00.006+07:00</published><updated>2008-11-29T13:25:08.008+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-11-29T13:25:08.008+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Technology" /><title>Safe Mode Pada Windows XP</title><content type="html">&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_hicXCMhAK_c/STDfy26sX_I/AAAAAAAAADw/Fo3U50L2t-c/s1600-h/0-hHV2vV6B-win2ksafemode2-s-.png"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 241px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_hicXCMhAK_c/STDfy26sX_I/AAAAAAAAADw/Fo3U50L2t-c/s320/0-hHV2vV6B-win2ksafemode2-s-.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273961228478996466" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Apa itu safe mode?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;safe mode adalah komponen windows yang memperbolehkan pengguna untuk masuk/mengakses sistem windows di PC pengguna tanpa harus mengaktifkan/menggunakan program2 yang tidak dibutuhkan.safe mode menjadi lebih berguna jika user memiliki masalah saat menjalankan windows secara normal(sulit masuk windows normally).hal ini biasanya disebabkan ada file yang korup dan sistem hang karena ada masalah pada beberapa program yang dijalankan.pada safe mode fitur program yang ditampilkan hanyalah driver-driver standar dan progra-program standar bawaan windows saja.settingan standar ini sudah cukup untuk mengatur kembali(re-configure) error yang terjadi pada windows yang biasanya terjadi karena kesalahan progam,hang, atau dapat juga untuk menghilangkan virus yang biasanya aktif saat user menyalakan windows secara normal(tanpa safe mode)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana cara masuk kedalam safe mode &lt;span class="selengkapnya"&gt;dengan Windows XP..??&lt;br /&gt;1. Saat tampilan screen menampilkan status memory dan hardware information tentang PC anda,diamkan, kemudian sebelum masuk windows booting,  tekan tombol F8 artinya, anda harus cepat menekan F8 diantara tampilan bios dan sebelum windows booting (kan biasanya ada cursor kelap-kelip tuh, nah,tekan F8 nya disitu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Catatan: Berdasarkan pengalaman penulis,jika untuk masuk setup booting adalah F8, maka untuk masuk safe mode juga F8,tetapi jika untuk masuk setup booting adalah F12 maka untuk masuk safe mode adalah F12,ini berarti cara masuk safe mode pada tiap komputer berbeda-beda.tergantung dari pilihan untuk masuk ke boot menu nya)&lt;br /&gt;Contoh seperti di bawah ini:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_hicXCMhAK_c/STDdFiSdCKI/AAAAAAAAADo/WgPZZUCTi5U/s1600-h/new_bootingsc02.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 201px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_hicXCMhAK_c/STDdFiSdCKI/AAAAAAAAADo/WgPZZUCTi5U/s320/new_bootingsc02.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273958250824140962" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar samping menunjukkan untuk masuk Booting harus menekan F2, maka untuk masuk safe mode nya juga menekan F2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.windows XP akan menampilkan daftar bermacam2 pilihan booting untuk sistem windows anda.&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_hicXCMhAK_c/STDarZL-I8I/AAAAAAAAADg/A0wzEkwc9b0/s1600-h/0-hHV2vV6B-win2ksafemode2-s-.png"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 241px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_hicXCMhAK_c/STDarZL-I8I/AAAAAAAAADg/A0wzEkwc9b0/s320/0-hHV2vV6B-win2ksafemode2-s-.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273955602681177026" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;pilih 'safe Mode' menggunakan arah  yang ada di keyboard,tekan enter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tunggu beberapa saat, dan anda akan masuk kedalam windows safe mode (ditandai dengan wallpaper windows yang di setiap pojok nya terdapat kata-kata "safe mode"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Bermanfaat..&lt;br /&gt;Jika ada kekurangan harap dimaklumi..&lt;br /&gt;By:Miftahhurrahman&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5716347532470389768-6329167472315887513?l=www.sera-envirotama.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.sera-envirotama.com/feeds/6329167472315887513/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.sera-envirotama.com/2008/11/safe-mode-pada-windows-xp.html#comment-form" title="2 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5716347532470389768/posts/default/6329167472315887513?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5716347532470389768/posts/default/6329167472315887513?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.sera-envirotama.com/2008/11/safe-mode-pada-windows-xp.html" title="Safe Mode Pada Windows XP" /><author><name>Miftahhurrahman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15854352140600168797</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_hicXCMhAK_c/STDfy26sX_I/AAAAAAAAADw/Fo3U50L2t-c/s72-c/0-hHV2vV6B-win2ksafemode2-s-.png" height="72" width="72" /><thr:total>2</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkIBQ309eyp7ImA9WxRVE04.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5716347532470389768.post-4041360131088373467</id><published>2008-11-11T00:23:00.004+07:00</published><updated>2008-11-11T00:35:52.363+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-11-11T00:35:52.363+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="teknik Lingkungan" /><title>Gas-Gas Rumah Kaca</title><content type="html">&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_hicXCMhAK_c/SRhvI8SpysI/AAAAAAAAADY/BxwiX-Dyjjw/s1600-h/greenhouse_effect.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 290px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_hicXCMhAK_c/SRhvI8SpysI/AAAAAAAAADY/BxwiX-Dyjjw/s320/greenhouse_effect.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5267081963623795394" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bumi, kita mendapatkan energi dari sinar matahari. Kita akan merasakan panas jika matahari sedang bersinar terik karena bumi menyerap sebagian energi dari matahari. Namun demikian, tidak semua energi tersebut diserap. Sebagian energi dipantulkan kembali ke angkasa dalam bentuk panas. Secara alamiah sinar pantulan dari bumi akan dilepaskan ke angkasa sehingga panas di bumi cenderung stabil. Akan tetapi, keadaan ini akan terganggu apabila di atmosfer bumi terdapat kumpulan gas yang dapat menghalangi sinar pantulan ke angkasa. Akibatnya sinar yang seharusnya menjauh dari bumi akan tetap terkumpul di sekitar bumi yang semakin lama semakin banyak dan menjadikan bumi semakin panas. Fenomena ini dikenal dengan pemanasan global (global warming). Kumpulan gas yang menghalangi sinar pantulan dari bumi disebut dengan gas rumah kaca (green house gases). Efek yang ditimbulkan oleh gas rumah kaca disebut dengan efek rumah kaca (green house effect)&lt;span class="selengkapnya"&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak revolusi industri, aktivitas manusia menyebabkan kenaikan konsentrasi gas rumah kaca sampai pada tingkat yang tidak diharapkan. Kelimpahan yang paling besar adalah karbon dioksida (CO2) yang mencapai 64% dari seluruh gas rumah kaca di atmosfer. Sedangkan sisanya (36%) merupakan gabungan beberapa gas. Sebelum revolusi industri, kadar CO2 di atmosfer masih relatif rendah, yaitu 280 ppm pada 1860. Dengan semakin banyak pembakaran bahan bakar fosil seperti batu bara, minyak bumi, dan gas alam, kadar CO2 meningkat hingga 379 ppm pada 2005 (Forster et al, 2007).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan guidelines IPCC 1996 yang telah direvisi, yang dikategorikan sebagai gas rumah kaca adalah CO2, metana (CH4), dinitrogen oksida (N2O), hidrofluorokarbon (HFC, merupakan kelompok gas), perfluorokarbon (PFC, merupakan kelompok gas), dan sulfur heksafluorida (SF6). Gas-gas inilah yang juga menjadi acuan pada Protokol Kyoto (1997). Gas rumah kaca lain yang terdapat pada guidelines IPCC 2006 adalah nitrogen trifluorida (NF3), trifluorometil sulfur pentafluorida (SF5CF3), eter terhalogenasi, dan halokarbon lain. Gas-gas yang mengandung fluorida seperti HFC, PFC, SF6, SF5CF3, dan NF3 dapat dikelompokkan sebagai gas-gas terfluorinasi (fluorinated gases). Gas-gas ini diproduksi terutama sebagai pengganti zat-zat perusak ozon atau Ozone Depleting Substances (ODS), terutama klorofluorokarbon (CFC) atau freon yang banyak digunakan sebagai refrigeran dan propelan aerosol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata usaha untuk mengganti zat-zat perusak ozon menimbulkan masalah baru, yaitu pemanasan global. Bahkan, zat-zat tersebut memiliki potensial pemanasan global (global warming potential, GWP) yang lebih besar dibandingkan dengan CO2. Sebagai contoh, SF5CF3 memiliki GWP 18.000 kali GWP CO2. NF3, senyawa yang banyak dihasilkan dari proses pembuatan semikonduktor dan pembuatan LCD ini memiliki GWP 16.800 kali GWP CO2. Namun secara keseluruhan, potensi senyawa-senyawa tersebut belum menyamai potensi yang disebabkan oleh CO2, karena emisi CO2 yang sangat besar. Namun, kontrol dini terhadap emisi senyawa-senyawa tersebut harus dilakukan agar tidak menimbulkan permasalahan yang lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain gas-gas rumah kaca yang telah disepakati pada Protokol Kyoto, para ilmuwan juga menyebutkan beberapa zat yang harus diwaspadai karena ikut berperan terhadap pemanasan global. Zat-zat tersebut adalah ozon, uap air, dan aerosol. Zat-zat ini juga dapat dikategorikan sebagai gas rumah kaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ozon merupakan gas rumah kaca yang secara kontinyu dihasilkan dan dirusak di atmosfer melalui reaksi kimia. Di troposfer, aktivitas manusia telah meningkatkan kadar ozon melalui pelepasan gas seperti karbon monoksida, hidrokarbon, dan oksida-oksida nitrogen, yang dapat bereaksi secara kimia menghasilkan ozon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uap air merupakan gas rumah kaca dengan kadar terbanyak di atmosfer. Namun demikian, aktivitas manusia tidak berpengaruh besar terhadap keberadaan uap air di atmosfer. Aerosol adalah partikel-partikel kecil yang berada di atmosfer dengan ukuran, konsentrasi dan komposisi kimia yang bervariasi. Aerosol di atmosfer berasal dari emisi aerosol secara langsung atau terbentuk dari senyawa-senyawa lain yang ada di atmosfer. Pembakaran bahan bakar fosil dan biomassa, serta proses-proses industri melepaskan aerosol yang mengandung senyawa-senyawa sulfur, senyawa organik, dan jelaga. Aerosol di atmosfer juga dapat muncul dari alam, seperti dari letusan gunung berapi. (diambil dari www.chem.is.try.org, Oleh M. Alaudin)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5716347532470389768-4041360131088373467?l=www.sera-envirotama.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.sera-envirotama.com/feeds/4041360131088373467/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.sera-envirotama.com/2008/11/gas-gas-rumah-kaca.html#comment-form" title="4 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5716347532470389768/posts/default/4041360131088373467?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5716347532470389768/posts/default/4041360131088373467?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.sera-envirotama.com/2008/11/gas-gas-rumah-kaca.html" title="Gas-Gas Rumah Kaca" /><author><name>Miftahhurrahman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15854352140600168797</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_hicXCMhAK_c/SRhvI8SpysI/AAAAAAAAADY/BxwiX-Dyjjw/s72-c/greenhouse_effect.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>4</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CkUCQn08fCp7ImA9WxRVE04.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5716347532470389768.post-2747996938180257565</id><published>2008-11-09T01:30:00.009+07:00</published><updated>2008-11-10T22:17:43.374+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-11-10T22:17:43.374+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="teknik Lingkungan" /><title>Menghitung Headloss pada sistem perpipaan</title><content type="html">&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_hicXCMhAK_c/SRhQA-VFM0I/AAAAAAAAACs/FZGGi8C4pB8/s1600-h/keran.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_hicXCMhAK_c/SRhQA-VFM0I/AAAAAAAAACs/FZGGi8C4pB8/s320/keran.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5267047741871436610" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Headloss sering disingkat HL (untuk singkatan headloss) atau Hf (headfriction, kehilangan tekanan yang disebabkan friksi atau gesekan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Kehilangan head pada instalasi pipa termasuk energi atau head diperlukan untuk :&lt;br /&gt; a. menanggulangi gesekan (tahanan) pada pipa (headloss mayor)&lt;br /&gt; b. perlengkapan lainnya (saringan, klep kaki, sambungan, siku, socket dll) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Gesekan terjadi baik pada pipa isap dan pipa hantar yang besarnya tergantung :&lt;br /&gt; a. kecepatan aliran &lt;br /&gt; b. ukuran pipa &lt;br /&gt; c. kondisi pipa bagian dalam &lt;br /&gt; d. bahan pembuat pipa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehilangan energi gesekan pipa umumnya dihitung dengan rumus dari Hazen-William:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt; hf = {(10.684 Q 1.85) / C 1.85 D 4.87} x L &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="baca selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;      Dimana :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; V =  kecepatan rata-rata dalam pipa (m/detik); &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; C = koefisien gesekan pipa (Lihat Tabel); &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; R = jari-jari hidrolik (m); R = D/4 untuk penampang pipa lingkaran; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; L = panjang pipa (m); &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; D = diameter dalam pipa (m); &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; S =  gradien hidrolik = hf/L; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; hf = kehilangan energi (m); &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Q = debit aliran (m3/detik).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai C pada rumus  Hazen-William, tergantung pada derajat kehalusan pipa bagian dalam, jenis bahan pembuat pipa dan umur pipa &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi pipa dan nilai C (Hazen-William) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       &lt;strong&gt;Jenis pipa&lt;/strong&gt;         &lt;strong&gt;Koefisien Kehalusan “C” &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Pipa besi cor, baru                                      130&lt;br /&gt;   Pipa besi cor, tua                                      100&lt;br /&gt;   Pipa baja, baru                                    120 – 130&lt;br /&gt;   Pipa baja, tua                                    80 – 100&lt;br /&gt;   Pipa dengan lapisan semen                            130 – 140&lt;br /&gt;   Pipa dengan lapisan asphalt                            130 – 140&lt;br /&gt;   Pipa PVC                                            140 – 150&lt;br /&gt;   Pipa besi galvanis                                    110 – 120&lt;br /&gt;   Pipa beton (baru, bersih)                            120 – 130&lt;br /&gt;   Pipa beton (lama)                                    105 – 110&lt;br /&gt;   Alumunium                                            135 – 140&lt;br /&gt;   Pipa bambu (betung, wulung, tali)                     70 – 90&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh :&lt;br /&gt;Hitung kehilangan head karena gesekan pada pipa besi (baru) berdiameter 10 cm, panjang 120 m jika air mengalir dengan debit 10 liter/detik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyelesaian:&lt;br /&gt;Dari soal didapatkan data:&lt;br /&gt;Q = 10 liter/detik =  0.01 m3/detik&lt;br /&gt;D = 10 cm = 0.1 meter&lt;br /&gt;L =  120 m&lt;br /&gt;Berdasarkan tabel, diketahui dengan pipa besi baru, maka &lt;br /&gt;nilai  C = 130 ,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan rumus :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hf = {(10.684 Q 1.85) / C 1.85 D 4.87} x L&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hf = {(10.684 (0.01) 1.85) / (130) 1.85 (0.1) 4.87} x 120&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;hf = 0,019 x 120 m = 2,3 meter&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;konversi  (hf) dengan satuan meter ke satuan SI adalah: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;p = 0.0981 . h . SG &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dimana :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;h = head (m)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;p = pressure (bar)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SG = 1 (tetapan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dapat dicari tekanan yang hilang sebesar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;p = 0.0981 . (2,3) . 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;p = 0.22563 bar&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tekanan yang hilang tadi (hf) dikurangi dengan Head static dan akan mendapatkan sisa tekan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5716347532470389768-2747996938180257565?l=www.sera-envirotama.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.sera-envirotama.com/feeds/2747996938180257565/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.sera-envirotama.com/2008/11/menghitung-headloss-pada-sistem.html#comment-form" title="1 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5716347532470389768/posts/default/2747996938180257565?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5716347532470389768/posts/default/2747996938180257565?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.sera-envirotama.com/2008/11/menghitung-headloss-pada-sistem.html" title="Menghitung Headloss pada sistem perpipaan" /><author><name>Miftahhurrahman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15854352140600168797</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_hicXCMhAK_c/SRhQA-VFM0I/AAAAAAAAACs/FZGGi8C4pB8/s72-c/keran.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>1</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CkQGR349eip7ImA9WxRVE04.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5716347532470389768.post-6424095568286270551</id><published>2008-11-09T00:26:00.005+07:00</published><updated>2008-11-10T22:18:46.062+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-11-10T22:18:46.062+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Technology" /><title>Studio Kata Kata.com,tempatnya E-book gratisan</title><content type="html">&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_hicXCMhAK_c/SRhQyL7K-lI/AAAAAAAAAC0/sYbkoGffoAs/s1600-h/studiokatakata.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 245px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_hicXCMhAK_c/SRhQyL7K-lI/AAAAAAAAAC0/sYbkoGffoAs/s320/studiokatakata.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5267048587334449746" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesulitan cari e-book..??&lt;br /&gt;Tugas kuliah berjubel trus disuruh cari referensi tapi ga punya buku..??&lt;br /&gt;saya juga pernah mengalami susahnya mencari situs yang menyediakan buku-buku elektronik (E-book).Pernah beberapa kali mencoba mencari di mbah&lt;a href="https://www.google.com" target="_blank"&gt;Google&lt;/a&gt; , tetapi tetap saja susah mencari yang full gratisan. dibawah ini saya coba share pengalaman mendapatkan situs gratisan penyedia E-book gratisan.mungkin ada beberapa temen yang berkata: "..susah amat, mending download di &lt;a href="https://www.4shared.com" target="_blank"&gt;4Shared.com&lt;/a&gt;.itu memamng benar, &lt;a href="https://www.4shared.com" target="_blank"&gt;4Shared.com&lt;/a&gt; memang menyediakan fitur ini, tetapi &lt;span class="selengkapnya"&gt; kali ini saya akan khusus membahas situs lain, untuk memperkaya khazanah kita ber-internet dan ber-Gratis ria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begini ceritanya:&lt;br /&gt;1 tahun yang lalu saya di beri sebuah folder oleh teman saya yang Kuliah di salah satu universitas negeri terkenal di Yogyakarta,folder tersebut berisi beberapa file yang saya tidak tertarik membukanya.1 tahun kemudian, saya iseng membuka folder tersebut ternyata berisi e-book.&lt;br /&gt;e-book tersebut ternyata berasal dari situs penyedia e-book  yaitu &lt;a href="https://www.studiokatakata.com" target="_blank"&gt;Studio Kata Kata.com&lt;/a&gt;. Setelah saya coba buka, ternyata situsnya bener-benr memberikan E-book gratis..saya udah mencoba mendownloa 2 buku di situs tersebut. Tertarik..??Silahkan Cek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selalu Menulis....&lt;br /&gt;Salam Blogger-holic..!!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5716347532470389768-6424095568286270551?l=www.sera-envirotama.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.sera-envirotama.com/feeds/6424095568286270551/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.sera-envirotama.com/2008/11/studio-kata-katacomtempatnya-e-book.html#comment-form" title="3 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5716347532470389768/posts/default/6424095568286270551?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5716347532470389768/posts/default/6424095568286270551?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.sera-envirotama.com/2008/11/studio-kata-katacomtempatnya-e-book.html" title="Studio Kata Kata.com,tempatnya E-book gratisan" /><author><name>Miftahhurrahman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15854352140600168797</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_hicXCMhAK_c/SRhQyL7K-lI/AAAAAAAAAC0/sYbkoGffoAs/s72-c/studiokatakata.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>3</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CkIESX0yeCp7ImA9WxRVE04.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5716347532470389768.post-1893615051200253732</id><published>2008-11-09T00:22:00.003+07:00</published><updated>2008-11-10T22:21:48.390+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-11-10T22:21:48.390+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Technology" /><title>Non Aktifkan Autorun di komputer untuk meminimalisasi serangan Virus</title><content type="html">&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_hicXCMhAK_c/SRhRe1x79WI/AAAAAAAAAC8/LEUdqL-NdlE/s1600-h/CruzerAutorun.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 302px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_hicXCMhAK_c/SRhRe1x79WI/AAAAAAAAAC8/LEUdqL-NdlE/s320/CruzerAutorun.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5267049354484249954" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah kena virus walupun kamu ngerasa ga ada meng-klik file atau data ga jelas yang ada di Flash disk (FD) mu atau pun temen kamu?itu artinya ada virus yang menyebar lewat "fasilitas" autorun yang enable di komputer kita. Pada umumnya autorun digunakan untuk memainkan drive secara otomatis contohnya dari CD, disket ataupun DVD.Biasanya saat CD atau Flasdisk  di masukkan akan ada box dialog yang menampilan pilihan untuk  membuka atau memainkan file yang ada di Flashdisk atau CD kamu itu.nahh,,itu dia yang dinamakan Autorun yang masih enable.nah, saat autorun itu jalan, jika Flashdisk ataupun CD mu mengandung virus, maka  virus yang ada langsung beraksi.Oleh karena itu, untuk mencegah virus &lt;span class="selengkapnya"&gt;yang bekerja di bidang autorun ini, kita harus mematikan autorun di komputer kita terlebih dahulu.agar kita dapat membuka explorer dan scan CD ataupun Flashdisk yang kita cmasukkan ini, ataupun jika tidak terdeteksi , kita bisa langsung menghapus file-file yang kita curigai sebagai virus (contohnya file MS.Word yang harusnya ber ekstensi ".doc" berubah menjadi ".exe" yang artinya aplikasi.&lt;br /&gt;oleh karena itu sebaiknya kita non-aktifkan dulu autorun di komputer kita (pada umumnya komputer secara default.  autorun nya aktif)  sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klik--&gt;Start-&gt;Run-&gt;ketik "gpedit.msc"-&gt;Ok-&gt;muncul jendela "Group Policy"-&gt;klik "Administrative Templates"--&gt;yang ada pada di menu "User Configuration" (paling bawah)--&gt;Double-klik-&gt;System(jendela-kanan)-&gt;pada jendela "system" itu-&gt; klik-kanan "Turn off Autoplay"lalu pilih "-&gt;Properties"--&gt;muncul jendela "Turn off Autoplay properties"-&gt;klik setting-&gt;klik pada "Enabled" (dari defaultnya Not Configured)--&gt; Pada Option "Turn off Autoplay on" Pilih "All Drives" (dari default "CD-ROM Drives) -&gt; lalu klik "Apply" -&gt; lalu "Ok".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nahh....setelah kita matikan fitur autorun nya ini, setiap kita memasukkan Flashdisk, CD ataupun DVD, maka tidak akan berjalan secara otomatis. Sehingga jika kita ingin meminkan film yang ada di dvd atau CD yang biasanya "play" secara otomatis, setelah autorunnya di non aktifkan, kita harus memainkannya secara manual. Semoga dapat memberi pencerahan bagi pembaca.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5716347532470389768-1893615051200253732?l=www.sera-envirotama.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.sera-envirotama.com/feeds/1893615051200253732/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.sera-envirotama.com/2008/11/non-aktifkan-autorun-di-komputer-untuk.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5716347532470389768/posts/default/1893615051200253732?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5716347532470389768/posts/default/1893615051200253732?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.sera-envirotama.com/2008/11/non-aktifkan-autorun-di-komputer-untuk.html" title="Non Aktifkan Autorun di komputer untuk meminimalisasi serangan Virus" /><author><name>Miftahhurrahman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15854352140600168797</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_hicXCMhAK_c/SRhRe1x79WI/AAAAAAAAAC8/LEUdqL-NdlE/s72-c/CruzerAutorun.JPG" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CkIDQnw5fyp7ImA9WxRVE04.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5716347532470389768.post-7941346075405065588</id><published>2008-11-07T23:18:00.004+07:00</published><updated>2008-11-10T22:22:53.227+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-11-10T22:22:53.227+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Life" /><title>Sifat orang dilihat dari cara memilih box di warnet</title><content type="html">&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_hicXCMhAK_c/SRRrAwpAI-I/AAAAAAAAACk/bphYi5PLo_Y/s1600-h/warnet.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 318px; height: 210px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_hicXCMhAK_c/SRRrAwpAI-I/AAAAAAAAACk/bphYi5PLo_Y/s320/warnet.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5265951525104002018" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifat orang dilihat dari cara memilih box di warnet&lt;br /&gt;Secara psikologi, ada kaitan antara kebiasaan dan sifat-sifat seseorang. Sebagian kecil bisa ditebak dari kecenderungan seseorang saat dipersilahkan memilih ruangan di warung (warung internet maksudnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Pengunjung tanya box mana yang kosong, dan langsung manut : ini orang yang sangat toleransi terhadap orang lain. Dia selalu berusaha menghargai orang lain selama dalam hal yang tidak merugikan dirinya;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Pengunjung langsung menunjuk box terdekat yang kosong : ini cerminan orang yang menyukai kepraktisan. Dia ingin apapun yang hendak dikerjakan bisa segera dikerjakan dan berhasil dengan cepat tanpa membuang-buang &lt;span class="selengkapnya"&gt;waktu;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Pengunjung memilih box yang berlokasi di sudut ruangan (kalau perlu malah keliling dulu buat “survey” lokasi yang cocok, ya-elah…); Type ini adalah orang yang lebih condong pada kepentingannya dibandingkan dengan orang lain; Beliau-beliau ini akan memperhatikan hak-haknya dengan benar dan teliti;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Pengunjung yang mengingat dengan baik box mana yang menurutnya nyaman dan sesuai dengan yang ia mau (biasanya akan langsung menunjuk nomor favoritnya); Orang ini adalah type orang yang menyukai kemapanan; Biasanya setelah menemukan sesuatu yang pas dengan seleranya, beliau ini ogah berpindah-pindah, dan sepertinya juga berlaku dalan hal pasangan hidup;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Kebalikan dari type sebelumnya, yaitu pengunjung yang selalu kurang enjoy dengan box yang ditempatinya dan selalu berpindah-pindah pada lain kunjungan; Rasanya ada saja yang kurang mengena di hati; Lebih dari itu, beliau ini akan mengingat dengan jelas nomor box yang menurutnya cacat; Hati-hati dengan orang jenis ini, karena beliau adalah type orang yang mencatat kesalahan-kesalahan orang lain di lubuk hatinya; Tapi tentunya tak akan jadi masalah jika kita adalah orang yang bisa mengarahkan dan meyakinkannya dalam hal-hal yang melibatkan kita dengan beliau.&lt;br /&gt;diambil dari &lt;li&gt;&lt;a href="http://x5d.blogspot.com"&gt;azis blog`s&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5716347532470389768-7941346075405065588?l=www.sera-envirotama.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.sera-envirotama.com/feeds/7941346075405065588/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.sera-envirotama.com/2008/11/sifat-orang-dilihat-dari-cara-memilih.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5716347532470389768/posts/default/7941346075405065588?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5716347532470389768/posts/default/7941346075405065588?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.sera-envirotama.com/2008/11/sifat-orang-dilihat-dari-cara-memilih.html" title="Sifat orang dilihat dari cara memilih box di warnet" /><author><name>Miftahhurrahman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15854352140600168797</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_hicXCMhAK_c/SRRrAwpAI-I/AAAAAAAAACk/bphYi5PLo_Y/s72-c/warnet.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;Dk4CRHk8cCp7ImA9WxRUFUQ.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5716347532470389768.post-4936047440001616766</id><published>2008-11-05T00:22:00.012+07:00</published><updated>2008-11-25T13:36:05.778+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-11-25T13:36:05.778+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Life" /><title>Kenapa Mahasiswa STTL "YLH" pada nge-Blog..??</title><content type="html">&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_hicXCMhAK_c/SRRYYR9FCbI/AAAAAAAAACU/9WPbRglIWKo/s1600-h/sttl+logo.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 253px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_hicXCMhAK_c/SRRYYR9FCbI/AAAAAAAAACU/9WPbRglIWKo/s320/sttl+logo.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5265931038462642610" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai angkatan tua di kampus tercinta, &lt;a href=”http://sttl-ylh.ac.id” target="_blank"&gt;Sekolah Tinggi Teknik Lingkungan “YLH”&lt;/a&gt; Yogyakarta, ada beberapa fenomena baru di kampus. Yang pertama, mahasiswa muda yang mayoritas angkatan 2006 , 2007, dan 2008, banyak yang internetan di kampus,hal ini dikarenakan di STTL “YLH” sudah terpasang Hotspot area.&lt;br /&gt;Yang kedua adalah semakin banyak mahasiswa STTL yang membicarakan tentang blog. Saya berfikir, apakah temen-temen ini emang serius mau bikin blog..???ternyata setelah diusut, para adek-adek kelas ini sedang &lt;span class="selengkapnya"&gt;mengerjakan tugas mata Kuliah Konservasi Lingkungan yang di doseni oleh Pak Agus Suyanto, S.Hut.tugasnya, mereka di wajibkanmembuat blog tentang konservasi lingkungan. Saya pun jadi bergairah untuk menulis kembali, sebagai pancingan bagi para blogger-blogger muda ini untuk menulis lebih banyak, lebih kreatif dan menambah komunitas blogger di dunia maya. Salah satu blogger yang saya lihat memiliki prospek adalah &lt;a href=”http://qmbok88.blogspot.com” target="_blank"&gt;Hengky perwira buana&lt;/a&gt; yang menurut saya sudah mulai memahami logika mengedit blog di blogspot.harapan saya, para blogger STTL yang masih terpecah-pecah ini, dapat menyatu di komunitas Blogger dengan cara saling memasang link teman mereka di blognya.hal ini yang menurut saya belum di mengerti oleh mereka.walau sudah ada sebagian yang mengerti.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5716347532470389768-4936047440001616766?l=www.sera-envirotama.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.sera-envirotama.com/feeds/4936047440001616766/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.sera-envirotama.com/2008/11/kenapa-mahasiswa-sttl-ylh-pada-nge-blog.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5716347532470389768/posts/default/4936047440001616766?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5716347532470389768/posts/default/4936047440001616766?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.sera-envirotama.com/2008/11/kenapa-mahasiswa-sttl-ylh-pada-nge-blog.html" title="Kenapa Mahasiswa STTL &quot;YLH&quot; pada nge-Blog..??" /><author><name>Miftahhurrahman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15854352140600168797</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_hicXCMhAK_c/SRRYYR9FCbI/AAAAAAAAACU/9WPbRglIWKo/s72-c/sttl+logo.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;Ak4NQXkyeip7ImA9WhRVEko.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5716347532470389768.post-279377623543473433</id><published>2008-11-04T23:34:00.012+07:00</published><updated>2012-01-11T17:49:50.792+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-01-11T17:49:50.792+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Life" /><title>Online Ticketing Sera Envirotama</title><content type="html">&lt;iframe width="500" height="158" frameborder="0" scrolling="no" src="http://www.utiket.com/widget/searchwidget.html?lng=indonesia&amp;amp;destlist=indonesia&amp;amp;style=horizontal&amp;amp;pid=771"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;========================================================&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.utiket.com/images/logo/partner%20wide.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ticketing&lt;/span&gt;, istilah itu masih asing di telinga saya saat mengenal dunia tiket 5 tahun lalu. Kenapa baru sekarang saya memulai bisnis ticketing..??&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;banyak alasan kenapa baru tahun ini saya berniat membuka bisnis ticketing.yang pertama adalah saya tidak punya cukup waktu untuk menangani bisnis ini. Tetapi hal itu tidak menurunkan niat saya untuk memulainya. Lalu muncullah tugas-tugas pekerjaan yang memaksa saya untuk mencari tiket dengan cepat (kadang sampai tengah malam sekali..!!) di internet. Kebanyakan data yang saya peroleh adalah data yang berasal dari maskapai. Sambil mencari data, saya pun &lt;span class="selengkapnya"&gt;berfikir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt; “..ternyata online ticketing banyak fungsinya juga, tidak website dan jadwal pesawat saja, tetapi kepercayaan konsumen juga. Ticketing dapat membantu rencana kegiatan sehari ini, atau seminggu ini, dan menghemat waktu ..”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Awal 2008, blog mulai menggaung , sampai-sampai, pemerintah perlu membuat pertemuan komunitas para blogger yang saya lihat di TV, lalu saya pun mulai merancang blog saya sendiri. Awalnya weblog ini saya gunakan untuk bisnis konsulotan saya, tetapi mengingat trafficnya sudah lumayan, saya pun menggunakannya untuk memulai bisnis ticketing online menggunakan Badan Usaha yang saya miliki yaitu CV. Sera Envirotama. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="selengkapnya"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="selengkapnya"&gt;Saya pun membuka Ticketing (Layanan tiket Murah Online di Pontianak, Sambas, Pemangkat, Yogyakarta, dsb) dengan layanan seperti dibawah ini : &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;iframe width="500" height="158" frameborder="0" scrolling="no" src="http://www.utiket.com/widget/searchwidget.html?lng=indonesia&amp;amp;destlist=indonesia&amp;amp;style=horizontal&amp;amp;pid=771"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;div&gt;==================================================================&lt;/div&gt;&lt;div&gt;http://www.utiket.com/?pid=771&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5716347532470389768-279377623543473433?l=www.sera-envirotama.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="related" href="http://www.sera-envirotama.com/2008/11/kenapa-miftahhurrahman-nge-blog.html" title="Online Ticketing Sera Envirotama" /><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.sera-envirotama.com/feeds/279377623543473433/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.sera-envirotama.com/2008/11/kenapa-miftahhurrahman-nge-blog.html#comment-form" title="1 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5716347532470389768/posts/default/279377623543473433?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5716347532470389768/posts/default/279377623543473433?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.sera-envirotama.com/2008/11/kenapa-miftahhurrahman-nge-blog.html" title="Online Ticketing Sera Envirotama" /><author><name>Miftahhurrahman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15854352140600168797</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>

