<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3254209266811622970</id><updated>2024-09-05T15:53:05.489+07:00</updated><category term="love"/><category term="curhat"/><category term="news"/><category term="life"/><category term="health"/><category term="komputer"/><category term="gaya hidup"/><category term="S2"/><category term="anak"/><category term="bisnis"/><category term="corona"/><category term="covid-19"/><category term="etika"/><category term="inpirasi"/><category term="kapan kawin"/><category term="kapan nikah"/><category term="karier"/><category term="karir"/><category term="motivasi"/><category term="new normal"/><category term="orang kaya"/><category term="resign"/><category term="sahabat"/><category term="sahabat pria"/><title type='text'>Coretan Minako</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://minakoangel.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3254209266811622970/posts/default?redirect=false'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://minakoangel.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3254209266811622970/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false'/><author><name>Dian Minnie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03382483750427206468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQ_3kPcAYTjpm07RujFkllaESu-NlhZcnIWSUNARLsJTMUSfzSNzHPcSirQlvkYKOGehvusCGcyLLB8Lcnb660GEnTtrPncj4wBDnTQdBfz1zf3Rm6UHNImslycs5uaDk/s149/i.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>115</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3254209266811622970.post-676092556569641487</id><published>2020-12-27T23:50:00.001+07:00</published><updated>2020-12-27T23:50:03.272+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="bisnis"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="gaya hidup"/><title type='text'>Alasan Perempuan Lebih Berhati-hati dalam Berbisnis </title><content type='html'></content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://minakoangel.blogspot.com/feeds/676092556569641487/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/3254209266811622970/676092556569641487' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3254209266811622970/posts/default/676092556569641487'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3254209266811622970/posts/default/676092556569641487'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://minakoangel.blogspot.com/2020/12/alasan-perempuan-lebih-berhati-hati.html' title='Alasan Perempuan Lebih Berhati-hati dalam Berbisnis '/><author><name>Dian Minnie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03382483750427206468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQ_3kPcAYTjpm07RujFkllaESu-NlhZcnIWSUNARLsJTMUSfzSNzHPcSirQlvkYKOGehvusCGcyLLB8Lcnb660GEnTtrPncj4wBDnTQdBfz1zf3Rm6UHNImslycs5uaDk/s149/i.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3254209266811622970.post-4833687671277192813</id><published>2020-12-27T00:28:00.004+07:00</published><updated>2020-12-27T00:28:48.367+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="curhat"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="gaya hidup"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kapan kawin"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kapan nikah"/><title type='text'>Ada Luka Dibalik Pertanyaan &quot;Kapan Nikah&quot;</title><content type='html'>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: whitesmoke; color: #151b28; font-family: Merriweather, serif; font-size: 14px;&quot;&gt;Memasuki usia yang cukup untuk menikah, baik laki-laki maupun perempuan yang masih melajang pasti sering ditanya &quot;kapan nikah&quot;. &amp;nbsp;Tak jarang pertanyaan ini dapat mengganggu pikiran dan membuat tertekan. Ajang kumpul keluarga maupun teman lama biasanya tidak lepas dari pertanyaan &quot;kapan nikah?&quot;, &quot;kapan nyusul?&quot;, &quot;mana calonnya?&quot;, &quot;kebanyakan milih-milih sih...&quot; dan sebagainya. Alij-alih menaruh perhatian pada yang ditanya, pertanyaan-pertanyaan itu dianggap wajar dan dengan entengnya dilayangkan kepada kerabat atau teman yang terlihat masih sendiri. Itulah sebabnya mengapa Saya menghindari ajang kumpul-kumpul maupun reuni.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;background-color: whitesmoke; box-sizing: border-box; color: #151b28; font-family: Merriweather, serif; font-size: 14px; margin: 0px 0px 10px; text-align: justify;&quot;&gt;Menurut Psikolog Klinis dan sexuality Educator, Ines Kristanti, M.Psi., Psikolog, perhatikan bagaimana konteks orang menanyakan kepada Kita. Selain itu pikirkan juga apa tujuan yang ingin mereka mau atas pertanyaan tersebut. Bisa jadi pertanyaan-pertanyaan sejenis memang murni sebagai bentuk perhatian saat melihat teman atau kerabat yang belum melepas masa lajang. Bisa juga mereka &amp;nbsp;menanyakannya sebatas candaan iseng atau ingin tahu alias kepo.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;background-color: whitesmoke; box-sizing: border-box; color: #151b28; font-family: Merriweather, serif; font-size: 14px; margin: 0px 0px 10px; text-align: justify;&quot;&gt;Namun, yang sering kali tidak disadari adalah &amp;nbsp;dampak psikologis dari pertanyaan-pertanyaan tersebut. Pernahkah terpikirkan bahwa mereka yang belum menikah sebenarnya merasa sedih dalam hatinya karena tidak kunjung dipertemukan dengan jodohnya, dan pertanyaan &quot;kapan nikah&quot; justru menambah kesedihannya, menambah beban pikirannya. Cobalah untuk menempatkan diri di posisi mereka.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;background-color: whitesmoke; box-sizing: border-box; color: #151b28; font-family: Merriweather, serif; font-size: 14px; margin: 0px 0px 10px; text-align: justify;&quot;&gt;Memang, ada beberapa jawaban yang bisa diberikan. Mulai dari jaawaban logis sampai jawaban sadis. Namun alangkah lebih baik menjawab dengan jawaban yang baik-baik dan sarat dengan doa. Siapa tahu ada malaikat lewat dan menyampaikannya kepada Allah sehingga doamu segera terkabul.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;background-color: whitesmoke; box-sizing: border-box; color: #151b28; font-family: Merriweather, serif; font-size: 14px; margin: 0px 0px 10px; text-align: justify;&quot;&gt;Saat ini yang terpenting adalah menata kembali hatimu agar bisa menerima kehadiran calon pasangan. Ikhlaskanlah luka yang telah lalu. Saat kita telah mengikhlaskan apa yang telah terjadi pada diri kita, berdamai dengan diri sendiri, menerima diri apa adanya dan bersyukur, maka pada saat itulah kita mulai menemukan kebahagiaan diri kita.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;background-color: whitesmoke; box-sizing: border-box; color: #151b28; font-family: Merriweather, serif; font-size: 14px; margin: 0px 0px 10px; text-align: justify;&quot;&gt;Tak dapat dipungkiri , dalam konsensus umum negara kita, perempuan akan dianggap “enggak laku atau terlalu selektif” ketika belum menikah di usia 30 tahun. Jika batas waktunya tiba, bersiap-siaplah diberondong pertanyaan “kapan nikah?”. Meskipun awalnya Saya termasuk orang yang tidak pernah ambil pusing dengan&lt;span class=&quot;Apple-converted-space&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em style=&quot;box-sizing: border-box;&quot;&gt;stereotip&lt;/em&gt;&lt;em style=&quot;box-sizing: border-box;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/em&gt;&lt;span class=&quot;Apple-converted-space&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;tersebut dan sudah &#39;kebal&#39; dengan pertanyaan &quot;kapan nikah?&quot; saja sempat berpikir untuk &#39;lari&#39; ke Jakarta dimana masih banyak teman Saya yang berusia lebih dari 30 tahun dan masih melajang dapat dengan tenang menjalani kehidupannya tanpa diribeti pertanyaan &quot;kapan nikah?&quot;.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;background-color: whitesmoke; box-sizing: border-box; color: #151b28; font-family: Merriweather, serif; font-size: 14px; margin: 0px 0px 10px; text-align: justify;&quot;&gt;Konsensus sosial membentuk standar kebahagiaan yang berbeda bagi perempuan. Mereka dituntut menikah cepat dan punya anak untuk bisa dapat predikat &#39;bahagia&#39;. Sementara standar yang sama tidak disematkan kepada laki-laki. Amat jarang bagi laki-laki mendapat komentar nyinyir soal pernikahan di umur yang menginjak kepala tiga. Laki-laki lebih sering ditanya soal jabatan, atau pekerjaan, sesuatu hal yang bisa diusahakan. Pertanyaan yang sama tidak berlaku untuk perempuan. Mereka dilihat dari hal-hal yang kadang mereka sendiri tak punya kuasa untuk memperjuangkannya. Setinggi apa pun jabatan dan prestasi perempuan, mereka akan tetap ditanya soal nikah dan anak :(&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;background-color: whitesmoke; box-sizing: border-box; color: #151b28; font-family: Merriweather, serif; font-size: 14px; margin: 0px 0px 10px; text-align: justify;&quot;&gt;Saya kadang berpikir, sia-sia perjuangan Kartini kalau masih ada orang yang berpikir seperti itu. Apalagi sesama perempuan. Masak sebagai perempuan tidak boleh untuk bercita-cita setinggi-tingginya? bermimpi setinggi-tingginya? (jadi Bupati misalnya :D ups....)&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;background-color: whitesmoke; box-sizing: border-box; color: #151b28; font-family: Merriweather, serif; font-size: 14px; margin: 0px 0px 10px; text-align: justify;&quot;&gt;Ketika mendapatkan pertanyaan-peertanyaan tersebut, Saya enggan untuk menjawab. Saya memilih jawaban sadis dan sarkas seperti, &quot;mau nyumbang berapa nanya-nanya kapan nikah?&quot;, atau &quot;pangeran berkuda putihnya lagi kena macet&quot; dan lain sebagainya. Tetapi Saya juga melihat siapa yang bertanya. Jika yang bertanya Tante, Om, Pakde lebih baik Saya tidak menjawab daripada dianggap nggak sopan. :D&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;background-color: whitesmoke; box-sizing: border-box; color: #151b28; font-family: Merriweather, serif; font-size: 14px; margin: 0px 0px 10px; text-align: justify;&quot;&gt;Semoga, orang-orang yang sering tanya ‘kapan’, sadar bahwa pertanyaan itu&lt;span class=&quot;Apple-converted-space&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em style=&quot;box-sizing: border-box;&quot;&gt;unfaedah&lt;/em&gt;. Kecuali benar-benar peduli dan mau membantu menemukan pasangan atau menyumbang untuk biaya pernikahan, itu beda urusan. Tapi kalau hanya untuk basa-basi atau sekadar penasaran, lebih baik stop saja lah.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;background-color: whitesmoke; box-sizing: border-box; color: #151b28; font-family: Merriweather, serif; font-size: 14px; margin: 0px 0px 10px; text-align: justify;&quot;&gt;Salah satu penyebab tingginya angka perceraian di Indonesia adalah menikah muda tanpa kesiapan psikologis. Jangan jadi penyebab angka ini bertambah tinggi dengan terus-terusan bertanya, “Kapan nikah?” dan sebagainya. Satu hal yang jadi perhatian saya adalah mengapa orang-orang tidak menanyakan hal yang sama saat menghadiri pemakaman. Tidak ada satupun dari pelayat yang hadir melontarkan pertanyaan, “kapan mau nyusul dikubur?”. Oke, mungkin itu pertanyaan yang tidak sopan. Tapi, apakah pertanyaan “kapan nikah” itu sopan? Bukankah rezeki, jodoh dan maut sama-sama rahasia Allah? Lalu kenapa kita hanya kepo soal urusan pernikahan dan keturunan orang lain tapi tidak soal kematian?&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;background-color: whitesmoke; box-sizing: border-box; color: #151b28; font-family: Merriweather, serif; font-size: 14px; margin: 0px 0px 10px; text-align: justify;&quot;&gt;Kita tidak pernah tahu mengapa seseorang tak kunjung menikah. Bisa saja karena ada trauma, masih banyak tanggungan, masih ada mimpi yang belum dicapai, masih ingin keliling dunia, dan sebagainya. Atau bisa saja mereka telah berikhtiar semakismal mungkin namun belum mendapat kepercayaan dari Allah. Semua pertanyaan berbau “kapan” sama sekali tidak membantu, namun justru bisa menambah beban. Bahkan, bisa jadi pertanyaan tersebut merenggangkan tali silaturahmi.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;background-color: whitesmoke; box-sizing: border-box; color: #151b28; font-family: Merriweather, serif; font-size: 14px; margin: 0px 0px 10px; text-align: justify;&quot;&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “&lt;em style=&quot;box-sizing: border-box;&quot;&gt;barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka berkatalah yang baik dan jika tidak baik, maka diamlah&lt;/em&gt;.” Diam saja dan tidak kepo tentang urusan pribadi orang lain justru lebih baik daripada berkata-kata namun menyakiti. &amp;nbsp;Walau mungkin pertanyaan “kapan nikah” dan sejenisnya merupakan bentuk perhatian dan kasih sayang, namun seringkali kita tak sadar bahwa ada luka di balik itu.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;background-color: whitesmoke; box-sizing: border-box; color: #151b28; font-family: Merriweather, serif; font-size: 14px; margin: 0px 0px 10px; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;em style=&quot;box-sizing: border-box;&quot;&gt;So&lt;/em&gt;, daripada melontarkan pertanyaan “kapan nikah” dan kapan-kapan yang lain yang ujung-ujungnya bisa melukai hati, akan lebih baik apabila kita mendoakan mereka saja. “Semoga Allah mendekatkan jodohmu” atau “semoga Allah melancarkan rezekimu.” Doa-doa seperti ini tentu lebih enak didengar daripada pertanyaan bernada menodong atau menuntut. Dan, yang pasti, tidak ada hati yang terluka saat mendengarnya. ;)&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://minakoangel.blogspot.com/feeds/4833687671277192813/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/3254209266811622970/4833687671277192813' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3254209266811622970/posts/default/4833687671277192813'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3254209266811622970/posts/default/4833687671277192813'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://minakoangel.blogspot.com/2020/12/ada-luka-dibalik-pertanyaan-kapan-nikah.html' title='Ada Luka Dibalik Pertanyaan &quot;Kapan Nikah&quot;'/><author><name>Dian Minnie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03382483750427206468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQ_3kPcAYTjpm07RujFkllaESu-NlhZcnIWSUNARLsJTMUSfzSNzHPcSirQlvkYKOGehvusCGcyLLB8Lcnb660GEnTtrPncj4wBDnTQdBfz1zf3Rm6UHNImslycs5uaDk/s149/i.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3254209266811622970.post-6768570152352350122</id><published>2020-06-28T17:38:00.001+07:00</published><updated>2020-06-28T17:38:39.531+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="corona"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="covid-19"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="life"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="new normal"/><title type='text'>Selamat Datang di &quot;New Normal&quot;, Ayo ambil peluang</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;_2cuy _3dgx _2vxa&quot; style=&quot;background-color: white; box-sizing: border-box; color: #1c1e21; direction: ltr; font-family: Georgia, serif; font-size: 17px; margin: 0px auto 28px; white-space: pre-wrap; width: 700px; word-wrap: break-word;&quot;&gt;
Jika Lockdown dan PSBB yang dilakukan Indonesia tidak berhasil, untuk menyelamatkan perekonomian kemungkinan akan diberlakukan &lt;span class=&quot;_4yxo&quot; style=&quot;font-family: inherit; font-weight: 600;&quot;&gt;Herd Immunity&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;_4yxo _4yxp&quot; style=&quot;font-family: inherit; font-style: italic; font-weight: 600;&quot;&gt;, &lt;/span&gt;yang artinya menyerahkan rakyat pada seleksi alam.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;_2cuy _3dgx _2vxa&quot; style=&quot;background-color: white; box-sizing: border-box; color: #1c1e21; direction: ltr; font-family: Georgia, serif; font-size: 17px; margin: 0px auto 28px; white-space: pre-wrap; width: 700px; word-wrap: break-word;&quot;&gt;
Saat ini Kita dan Pemerintah sama-sama dihadapkan pada ketidakpastian, tidak pasti kapan virus corona akan berakhir, tidak pasti kapan Kita bisa kembali beraktifitas seperti sediakala. Dan sebagian orang merasa tidak pasti apakah setelah virus corona berakhir, mereka masih bisa mendapatkan pekerjaan dan penghasilan seperti sebelumnya.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;_2cuy _3dgx _2vxa&quot; style=&quot;background-color: white; box-sizing: border-box; color: #1c1e21; direction: ltr; font-family: Georgia, serif; font-size: 17px; margin: 0px auto 28px; white-space: pre-wrap; width: 700px; word-wrap: break-word;&quot;&gt;
Banyak ketidakpastian yang harus Kita hadapi. Disatu sisi Virus Corona telah merubah banyak hal di Kehidupan Kita tanpa Kita sadari. Virus Corona tidak hanya berdampak pada kesehatan, tapi juga berdampak pada sektor ekonomi dan sosial. Jika Kita tidak mampu beradaptasi dengan perubahan ini, maka Kita akan masuk ke dalam golongan orang yang merugi dan tertinggal. Kebiasan-kebiasaan baru ini akan dikenal dengan istilah &lt;span class=&quot;_4yxo&quot; style=&quot;font-family: inherit; font-weight: 600;&quot;&gt;&quot;New Normal&quot;. &lt;/span&gt;​&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;_2cuy _3dgx _2vxa&quot; style=&quot;background-color: white; box-sizing: border-box; color: #1c1e21; direction: ltr; font-family: Georgia, serif; font-size: 17px; margin: 0px auto 28px; white-space: pre-wrap; width: 700px; word-wrap: break-word;&quot;&gt;
Jika Kita tetap bertahan dan ingin selamat dari pandemi ini, sebaiknya persiapkan diri untuk beradaptasi dan menjalankan &lt;span class=&quot;_4yxo&quot; style=&quot;font-family: inherit; font-weight: 600;&quot;&gt;&quot;New Normal&quot;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;_2cuy _3dgx _2vxa&quot; style=&quot;background-color: white; box-sizing: border-box; color: #1c1e21; direction: ltr; font-family: Georgia, serif; font-size: 17px; margin: 0px auto 28px; white-space: pre-wrap; width: 700px; word-wrap: break-word;&quot;&gt;
Apa saja yang termasuk dalam prediksi &lt;span class=&quot;_4yxo&quot; style=&quot;font-family: inherit; font-weight: 600;&quot;&gt;&quot;New Normal&quot;?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;_2cuy _3dgx _2vxa&quot; style=&quot;background-color: white; box-sizing: border-box; color: #1c1e21; direction: ltr; font-family: Georgia, serif; font-size: 17px; margin: 0px auto 28px; white-space: pre-wrap; width: 700px; word-wrap: break-word;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;_4yxo&quot; style=&quot;font-family: inherit; font-weight: 600;&quot;&gt;1. Kesehatan dan Kebersihan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;_2cuy _3dgx _2vxa&quot; style=&quot;background-color: white; box-sizing: border-box; color: #1c1e21; direction: ltr; font-family: Georgia, serif; font-size: 17px; margin: 0px auto 28px; white-space: pre-wrap; width: 700px; word-wrap: break-word;&quot;&gt;
Kesehatan dan kebersihan akan menjadi komoditas nomor satu. Ketakutan orang-orang akan terserang virus membuat semua orang kini semakin ketat menjaga kesehatan dan kebersihan. Jika Kita ke luar rumah, di jalan-jalan, di warung-warung, rumah makan dan mall banyak Kita temui wastafel dadakan dimana-mana. Hand sanitizer menjadi barang yang paling dicari. Orang-orang mengenakan masker kemana-mana. Vitamin dan jamu  menjadi yang paling banyak dikonsumsi selain makanan pokok. Sebelum bepergian, orang akan dicek terlebih dahul suhu tubuhnya dan tidak akan diijinkan melanjutkan perjalanan jika terindikasi tidak sehat. Tidak  menutup kemungkinan, kedepannya orang akan diwajibkan membawa dokumen pribadi saat bepergian. Atau bisa jadi sistem pelacakan kesehatan terminal transportasi umum seperti bandara, dan stasiun akan menjadi lebih praktis dan mudah.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;_2cuy _3dgx _2vxa&quot; style=&quot;background-color: white; box-sizing: border-box; color: #1c1e21; direction: ltr; font-family: Georgia, serif; font-size: 17px; margin: 0px auto 28px; white-space: pre-wrap; width: 700px; word-wrap: break-word;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;_4yxo&quot; style=&quot;font-family: inherit; font-weight: 600;&quot;&gt;2. Online&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;_2cuy _3dgx _2vxa&quot; style=&quot;background-color: white; box-sizing: border-box; color: #1c1e21; direction: ltr; font-family: Georgia, serif; font-size: 17px; margin: 0px auto 28px; white-space: pre-wrap; width: 700px; word-wrap: break-word;&quot;&gt;
Selama pandemi ini, dengan diberlakukannya &lt;span class=&quot;_4yxp&quot; style=&quot;font-family: inherit; font-style: italic;&quot;&gt;Work For Home, &lt;/span&gt;orang banyak yang bekerja secara &lt;span class=&quot;_4yxp&quot; style=&quot;font-family: inherit; font-style: italic;&quot;&gt;online. Online Meeting &lt;/span&gt;menjadi tren yang terus meningkat selama pandemi. Setelah merasakan praktisnya &lt;span class=&quot;_4yxp&quot; style=&quot;font-family: inherit; font-style: italic;&quot;&gt;meeting online, &lt;/span&gt;ke depan orang bisa-bisa merasa tidak perlu menyewa kantor lagi untuk tempat karyawan bekerja. Karyawan bisa bekerja darimana saja asalkan mereka terus &lt;span class=&quot;_4yxp&quot; style=&quot;font-family: inherit; font-style: italic;&quot;&gt;online. &lt;/span&gt;Mereka bisa bekerja dari rumah, dari hotel, dari kampung halaman, di tepi pantai dan dimana saja. Asalkan ada jaringan internet yang memadahi dan kencang kerja &lt;span class=&quot;_4yxp&quot; style=&quot;font-family: inherit; font-style: italic;&quot;&gt;online &lt;/span&gt;tidak perlu jadi masalah.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;_2cuy _3dgx _2vxa&quot; style=&quot;background-color: white; box-sizing: border-box; color: #1c1e21; direction: ltr; font-family: Georgia, serif; font-size: 17px; margin: 0px auto 28px; white-space: pre-wrap; width: 700px; word-wrap: break-word;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;_4yxo&quot; style=&quot;font-family: inherit; font-weight: 600;&quot;&gt;3. Menurunnya Persewaan Kantor&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;_2cuy _3dgx _2vxa&quot; style=&quot;background-color: white; box-sizing: border-box; color: #1c1e21; direction: ltr; font-family: Georgia, serif; font-size: 17px; margin: 0px auto 28px; white-space: pre-wrap; width: 700px; word-wrap: break-word;&quot;&gt;
Karena karyawan sekarang bisa bekerja darimana saja, tentunya imbasnya pada persewaan kantor. Harga sewa kantor yang mahal menjadi beban bagi pengusaha. Dengan terbiasanya bekerja &lt;span class=&quot;_4yxp&quot; style=&quot;font-family: inherit; font-style: italic;&quot;&gt;online,&lt;/span&gt; Pengusaha bisa mengurangi sewa kantor tanpa mengurangi produktifitas perusahaan. Jika dulu harus menyewa satu gedung/ruko untuk perusahaan, kini pengusaha bisa mengurangi biaya dengan menyewa sebagian kecil dari ruko/gedung. Ke depan kemunginan akan semakin menjamur bisnis-bisnis &lt;span class=&quot;_4yxo&quot; style=&quot;font-family: inherit; font-weight: 600;&quot;&gt;persewaan kantor gabungan, &lt;/span&gt;dimana dalam satu gedung/ruko terdapat kantor kecil-kecil yang disewakan dengan harga murah.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;_2cuy _3dgx _2vxa&quot; style=&quot;background-color: white; box-sizing: border-box; color: #1c1e21; direction: ltr; font-family: Georgia, serif; font-size: 17px; margin: 0px auto 28px; white-space: pre-wrap; width: 700px; word-wrap: break-word;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;_4yxo&quot; style=&quot;font-family: inherit; font-weight: 600;&quot;&gt;4. Banyaknya PHK dan Pengurangan Gaji&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;_2cuy _3dgx _2vxa&quot; style=&quot;background-color: white; box-sizing: border-box; color: #1c1e21; direction: ltr; font-family: Georgia, serif; font-size: 17px; margin: 0px auto 28px; white-space: pre-wrap; width: 700px; word-wrap: break-word;&quot;&gt;
Dengan terbiasanya bekerja &lt;span class=&quot;_4yxp&quot; style=&quot;font-family: inherit; font-style: italic;&quot;&gt;online, &lt;/span&gt;Pengusaha pasti akan berpikir untuk melakukan efisiensi. Progress kerja disetorkan dan dinilai secara &lt;span class=&quot;_4yxp&quot; style=&quot;font-family: inherit; font-style: italic;&quot;&gt;online. &lt;/span&gt;Dari sini Pengusaha akan mendapatkan gambaran dari sektor mana saja di perusahaannya yang tidak efektif dan boros. Jika tiga pekerjaan bisa dikerjakan bisa dikerjakan oleh satu karyawan sekaligus, maka alih-alih mempekerjakan tiga orang karyawan, Pengusaha akan memecat dua karyawan dan memampatkan pekerjaan dalam satu karyawan saja. Ini juga akan berimbas pada gaji karyawan. Karena bisa bekerja &lt;span class=&quot;_4yxp&quot; style=&quot;font-family: inherit; font-style: italic;&quot;&gt;online &lt;/span&gt;darimana saja, Pengusaha jadi bisa memangkas gaji untuk efektifitas. Kelihatannya kejam, tapi disisi lain karena orang bebas bekerja darimana saja dengan jam kerja yang tidak terikatorang jadi bisa menerima job lain juga. Maka kemungkinan setelah pandemi, Kita akan menemua orang yang bekerja di 2-3  perusahaan sekaligus.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;_2cuy _3dgx _2vxa&quot; style=&quot;background-color: white; box-sizing: border-box; color: #1c1e21; direction: ltr; font-family: Georgia, serif; font-size: 17px; margin: 0px auto 28px; white-space: pre-wrap; width: 700px; word-wrap: break-word;&quot;&gt;
Orang yang bisa memenangkan situasi ini adalah orang yang LINCAH, mampu BERADAPTASI dengan cepat terhadap TEKNOLOGI dan pintar MENGAMBIL PELUANG. Orang yang malas dan suka mengeluh akan TERTINGGAL di belakang. Mereka hanya bisa mengumpat Pengusaha karena telah memecatnya tapi mereka juga tidak bisa memperbaiki kehidupannya karena tidak mau beradaptasi&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;_2cuy _3dgx _2vxa&quot; style=&quot;background-color: white; box-sizing: border-box; color: #1c1e21; direction: ltr; font-family: Georgia, serif; font-size: 17px; margin: 0px auto 28px; white-space: pre-wrap; width: 700px; word-wrap: break-word;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;_4yxo&quot; style=&quot;font-family: inherit; font-weight: 600;&quot;&gt;5. Meninggalkan Kota Besar&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;_2cuy _3dgx _2vxa&quot; style=&quot;background-color: white; box-sizing: border-box; color: #1c1e21; direction: ltr; font-family: Georgia, serif; font-size: 17px; margin: 0px auto 28px; white-space: pre-wrap; width: 700px; word-wrap: break-word;&quot;&gt;
Karena terbiasa bekerja secara &lt;span class=&quot;_4yxp&quot; style=&quot;font-family: inherit; font-style: italic;&quot;&gt;online &lt;/span&gt;dan tidak perlu datang ke kantor, lama kelamaan orang akan meninggalkan kota besar yang penuh dengan kemacetan. Mereka mulai memburu rumah-rumah di pinggiran kota atau bahkan di kota yang lebih kecil dengan harga yang lebih murah namun pemandangannya lebih baik daripada di kota besar. Mereka akan menciptakan ruang yang nyaman untuk bekerja sambil menikmati bersihnya udara dan pemandangan yang indah di luar rumah.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;_2cuy _3dgx _2vxa&quot; style=&quot;background-color: white; box-sizing: border-box; color: #1c1e21; direction: ltr; font-family: Georgia, serif; font-size: 17px; margin: 0px auto 28px; white-space: pre-wrap; width: 700px; word-wrap: break-word;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;_4yxo&quot; style=&quot;font-family: inherit; font-weight: 600;&quot;&gt;6. Belanja dan Bisnis &lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;_4yxo _4yxp&quot; style=&quot;font-family: inherit; font-style: italic; font-weight: 600;&quot;&gt;Online&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;_2cuy _3dgx _2vxa&quot; style=&quot;background-color: white; box-sizing: border-box; color: #1c1e21; direction: ltr; font-family: Georgia, serif; font-size: 17px; margin: 0px auto 28px; white-space: pre-wrap; width: 700px; word-wrap: break-word;&quot;&gt;
Belanja &lt;span class=&quot;_4yxp&quot; style=&quot;font-family: inherit; font-style: italic;&quot;&gt;online &lt;/span&gt;akan menggeser kebutuhan di mall / supermarket. Selama pandemi, Kita telah dipaksa benar-benar melakukan apapun dengan SERBA &lt;span class=&quot;_4yxp&quot; style=&quot;font-family: inherit; font-style: italic;&quot;&gt;ONLINE  &lt;/span&gt;bahkan belli sayur dan lauk pun kini sudah bisa dilakukan secara &lt;span class=&quot;_4yxp&quot; style=&quot;font-family: inherit; font-style: italic;&quot;&gt;online&lt;/span&gt;. Jangan heran nanti akan muncul semakin banyak toko &lt;span class=&quot;_4yxp&quot; style=&quot;font-family: inherit; font-style: italic;&quot;&gt;online &lt;/span&gt;dan aplikasi yang menjual beragam kebutuhan manusia. Jangan heran jika nanti supermarket dan pasar menjadi tempat mangkalnya kurir dan ojek &lt;span class=&quot;_4yxp&quot; style=&quot;font-family: inherit; font-style: italic;&quot;&gt;online, &lt;/span&gt;karena merekalah yang bertugas mengantarkan belanja orang-orang ke rumah. Bisnis &lt;span class=&quot;_4yxp&quot; style=&quot;font-family: inherit; font-style: italic;&quot;&gt;online &lt;/span&gt; akan sangat menjamur. Bahkan kemungkinan pebisnis &lt;span class=&quot;_4yxp&quot; style=&quot;font-family: inherit; font-style: italic;&quot;&gt;offline&lt;/span&gt; pun akan banyak&lt;span class=&quot;_4yxp&quot; style=&quot;font-family: inherit; font-style: italic;&quot;&gt; &lt;/span&gt; yang berbondong-bondong memindahkan toko mereka ke dunia &lt;span class=&quot;_4yxp&quot; style=&quot;font-family: inherit; font-style: italic;&quot;&gt;online.&lt;/span&gt; Pebisnis &lt;span class=&quot;_4yxp&quot; style=&quot;font-family: inherit; font-style: italic;&quot;&gt;offline &lt;/span&gt;yang tidak mampu mengikuti perubahan ini akan mati secara perlahan-lahan.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;_2cuy _3dgx _2vxa&quot; style=&quot;background-color: white; box-sizing: border-box; color: #1c1e21; direction: ltr; font-family: Georgia, serif; font-size: 17px; margin: 0px auto 28px; white-space: pre-wrap; width: 700px; word-wrap: break-word;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;_4yxo&quot; style=&quot;font-family: inherit; font-weight: 600;&quot;&gt;7. Munculnya &lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;_4yxo _4yxp&quot; style=&quot;font-family: inherit; font-style: italic; font-weight: 600;&quot;&gt;Tren Digital Nomad&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;_2cuy _3dgx _2vxa&quot; style=&quot;background-color: white; box-sizing: border-box; color: #1c1e21; direction: ltr; font-family: Georgia, serif; font-size: 17px; margin: 0px auto 28px; white-space: pre-wrap; width: 700px; word-wrap: break-word;&quot;&gt;
Bosan dikurung berbulan-bulan di rumah membuat sebagian orang untuk bekerja &lt;span class=&quot;_4yxp&quot; style=&quot;font-family: inherit; font-style: italic;&quot;&gt;online &lt;/span&gt;lebih keras dan mengumpulkan uang untuk liburan setelah covid-19 ini berakhir. Jika dulu Kita sering kesal karena sulit liburan karena jadwal kerja yang padat, akibat pandemi ini Kita jadi bisa bekerja &lt;span class=&quot;_4yxp&quot; style=&quot;font-family: inherit; font-style: italic;&quot;&gt;online &lt;/span&gt; darimana saja. Daripada bosan di rumah, Kita bisa menghemat uang dan bekerja keras untuk dapat menghabiskan waktu di hotel-hotel yang nyaman di daerah wisata impian. Jika dulu sektor pariwisata dijejali dengan orang-orang yang butuh liburan, setelah pandemi akan banyak kita temui orang yang melakukan kerja sekaligus liburan dalam waktu yang bersamaan. Maka jika dulu tren &lt;span class=&quot;_4yxp&quot; style=&quot;font-family: inherit; font-style: italic;&quot;&gt;digital nomad &lt;/span&gt;hanya dilakukan oleh milenial-millenial barat, tak menutup kemungkinan setelah pandemi ini millenial-millenial Indonesia akan mengalami hal serupa.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;_2cuy _3dgx _2vxa&quot; style=&quot;background-color: white; box-sizing: border-box; color: #1c1e21; direction: ltr; font-family: Georgia, serif; font-size: 17px; margin: 0px auto 28px; white-space: pre-wrap; width: 700px; word-wrap: break-word;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;_4yxo&quot; style=&quot;font-family: inherit; font-weight: 600;&quot;&gt;8. Uang Digital akan mengalahkan Uang Kertas dan Uang Koin&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;_2cuy _3dgx _2vxa&quot; style=&quot;background-color: white; box-sizing: border-box; color: #1c1e21; direction: ltr; font-family: Georgia, serif; font-size: 17px; margin: 0px auto 28px; white-space: pre-wrap; width: 700px; word-wrap: break-word;&quot;&gt;
Sadar bahwa uang kertas dan uang koin menjadi penyebab penularan virus, orang kini mulai beralih ke uang digital. Dompet digital seperti GOPAY, DANA, OVO, LINKAJA, dan lainnya akan menjadi primadona orang-orang untuk melakukan pembayaran. Bank-bank konvensional akan banyak menjerit karena akan kalah jumlah nasabah dengan dompet digital. Jika dulu satu orang bisa menyimpan uangnya dalam beberapa rekening Bank, misalnya BCA untuk operasional keperluan sehari-hari, Mandiri untuk transferan gaji, Niaga untuk tabungan, BNI untuk dana cadangan, ke depan bank-bank ini akan ditinggalkan oleh orang-orang. Orang cukup memiliki satu bank saja sebagai tempat cadangan uang dan mereka mulai membagi pos-pos pengeluaran mereka ke dompet-dompet digital yang tersedia. Dompet digital ini murah tanpa biaya bulanan seperti bank konvensional dan memiliki biaya administrasi transaksi yang lebih murah dibandingkan dengan bank konvensional.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;_2cuy _3dgx _2vxa&quot; style=&quot;background-color: white; box-sizing: border-box; color: #1c1e21; direction: ltr; font-family: Georgia, serif; font-size: 17px; margin: 0px auto 28px; white-space: pre-wrap; width: 700px; word-wrap: break-word;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;_4yxo&quot; style=&quot;font-family: inherit; font-weight: 600;&quot;&gt;9. Muncul oraang-oranng degan pemikiran baru yang membuat banyak perubahan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;_2cuy _3dgx _2vxa&quot; style=&quot;background-color: white; box-sizing: border-box; color: #1c1e21; direction: ltr; font-family: Georgia, serif; font-size: 17px; margin: 0px auto 28px; white-space: pre-wrap; width: 700px; word-wrap: break-word;&quot;&gt;
Pandemi Covid-19 memaksa orang untuk berdiam di rumah. Untuk mengatasi kebosanan, meningkatkan  intensitas membaca dan menonton. Maka tidak heran setelah pandemi ini akan muncul orang-orang dengan pemikiran luar bisas dan bisa membuat perubahan bagi orang-orang di sekitarnya. Karena selama pandemi ini mereka jadi punya banyak waktu untuk membaca dan mencari informasi sehingga muncullah orang-orang yang memiliki pemikiran kritis yang sebelumnya tidak pernah kita temui.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;_2cuy _3dgx _2vxa&quot; style=&quot;background-color: white; box-sizing: border-box; color: #1c1e21; direction: ltr; font-family: Georgia, serif; font-size: 17px; margin: 0px auto 28px; white-space: pre-wrap; width: 700px; word-wrap: break-word;&quot;&gt;
Seperti telah dikatakan diatas, intinya pandemi covid-19 ini menjadi seleksi alam bagi kita semua. Jika Kita tidak mampu beradaptasi dengan cepat, maka tinggal menunggu waktu saja kita akan menjadi manusia yang tertinggal dan mengalami kerugian. Tetapi jika Kita menjadi manusia yang tanggap terhadap perubahan dan pintar mengambil peluang maka Kita akan menjadi manusia yang bisa melewati pandemi ini dengan aman bahkan mendapatkan keberuntungan. Aamiin... Insya Allah&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://minakoangel.blogspot.com/feeds/6768570152352350122/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/3254209266811622970/6768570152352350122' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3254209266811622970/posts/default/6768570152352350122'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3254209266811622970/posts/default/6768570152352350122'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://minakoangel.blogspot.com/2020/06/selamat-datang-di-new-normal-ayo-ambil.html' title='Selamat Datang di &quot;New Normal&quot;, Ayo ambil peluang'/><author><name>Dian Minnie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03382483750427206468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQ_3kPcAYTjpm07RujFkllaESu-NlhZcnIWSUNARLsJTMUSfzSNzHPcSirQlvkYKOGehvusCGcyLLB8Lcnb660GEnTtrPncj4wBDnTQdBfz1zf3Rm6UHNImslycs5uaDk/s149/i.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3254209266811622970.post-6387134961102264004</id><published>2019-09-29T13:40:00.001+07:00</published><updated>2020-05-09T22:04:01.020+07:00</updated><title type='text'>Ada Apa Dengan Pasal di RKUHP</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;background-color: white; box-sizing: border-box; font-family: Merriweather, serif; font-size: 14px; margin-bottom: 10px;&quot;&gt;
Saya membuat tulisan ini BUKAN untuk membenarkan pasal-pasal kontroversial dalam RKUHP, hanya Saja untuk memperluas perspektif netizen terhadap pasal kontroversial yang banyak beredar di media sosial. Apakah netizen sudah membaca isi dari RKUHP, minimal bunyi Pasal asli yang mendadak viral tersebut? Budayakan membaca terlebih dahulu, mencari tahu dari data utama, menggali informasi yang berkaitan dari secara mendalam sebelum Kita memviralkannya. Jangan sampai Kita menyuarakan sesuatu yang Kita sendiri belum paham dengan baik. Saya membuat tulisan ini bukan berarti Saya telah paham, Saya pun membaca dari berbagai literatur, menganalisa secara objektif, membuka diri dengan bertanya pada teman-teman yang ahli dibidangnya, karena konsentrasi Saya bukan di Hukum Pidana melainkan Tata Negara :)&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; box-sizing: border-box; font-family: Merriweather, serif; font-size: 14px; margin-bottom: 10px;&quot;&gt;
Sebenarnya, mempunyai KUHP nasional telah lama dicita-citakan oleh Pemerintah Kita sejak Indonesia merdeka.Dari sumber yang Saya baca, dalam UU No 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana yang menyatakan berlakunya KUHP 1915 dengan berbagai perubahan, pada bagian akhir UU itu dikatakan bahwa akan segera disusun KUHP baru. Beberapa hari lalu pengesahan Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) nasional sudah hampir pasti dicanangkan 24 September 2019. Namun, kepastian itu buyar ketika Presiden Joko Widodo (Jokowi) dikabarkan meminta penundaan pengesahan RKUHP karena ada sejumlah isu belum tuntas dan perlu dibahas anggota DPR mendatang. Bahkan sampai terjadi demo mahasiswa yang meminta untuk menolak RKUHP karena sebelumnya telah viral beredar Pasal-Pasal kontroversial bahkan banyak meme-meme mengenai Pasal-Pasal tersebut berseliweran di Media Sosial Saya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; box-sizing: border-box; font-family: Merriweather, serif; font-size: 14px; margin-bottom: 10px;&quot;&gt;
Sempat terkejut membaca isu-isu yang beredar di internet, karena setahu Saya RKUHP dibuat oleh profesor-profesor pakar hukum yang telah dirancang puluhan tahun dan telah melewati perjalanan panjang untuk membahasnya, hingga sekarang profesor-profesor yang membahasnya banyak yang sudah meninggal. Sebagian isi rancangan KUHP bersumber dari masukan dan aspirasi masyarakat melalui berbagai cara, seminar, penelitian, konferensi, workshop, dan sebagainya. Sebagian bersumber dari hasil-hasil perbandingan dengan hukum pidana negara lain, yang dianggap baik dan tepat digunakan. Berbagai perkembangan dan kemajuan masyarakat ikut juga menjadi masukan bagi para penyusun rancangan KUHP. Masa hasilnya seperti itu? Saya masih bertanya-tanya dalam hati.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; box-sizing: border-box; font-family: Merriweather, serif; font-size: 14px; margin-bottom: 10px;&quot;&gt;
Sedikit banyak Saya mengetahui dan mengenal ketua/tim perancang RKUHP ini, serta sering mengikuti seminarnya juga, karena kebetulan Beliau pernah mengajar Saya ketika Saya mengambil Magister Ilmu Hukum. Masa Seperti ini? Ketidakpercayaan Saya terjawab dengan adanya chat WA yang masuk dari nomor Beliau. Kemungkinan Beliau kirim broadcast ke semua nomor yang ada di kontaknya, alhamdulillahnya nomor Saya termasuk yang dikirimi :D . Isi dari chat tersebut seperti ini :&lt;/div&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot; style=&quot;background-color: white; box-sizing: border-box; font-family: Merriweather, serif; font-size: 14px; margin-bottom: 10px;&quot;&gt;
&quot;Sbg mhsw yg berpikiran kritis &amp;amp; jernih, coba sdr bersm kwn2 melakukan penelitian :&lt;br /&gt;
-apa alsn2 mhsw menolak RKUHP?&lt;br /&gt;
-apa kekurangan/kelemahan RKUHP dibandingkan dg WvS (KUHP warisan Bld)?&lt;br /&gt;
-apkh mhsw pernah membaca sendiri &amp;amp; memahami betul RKUHP?&lt;br /&gt;
-apkh mhsw tahu ltr belakang proses pembaharuan &amp;amp; perkembangan RKUHP?&lt;br /&gt;
-apkh mhsw tahu/sadar bhw WvS (KUHP Bld banyak mengandung kelemahan/kekurangan dilht dari nilai2 filosofis Pancasila, nilai religius &amp;amp; nilai2 hk yg hdp di masyarakat? Apkh kekurangan WvS itu mau tetap dipertahankan &amp;amp; membiarkan ilmu WvS itu menjajah cara berpikir hk bangsa/mhsw/aprt penegak hk yg menimbulkan korban ketdkadilan terhadap kasus2/rakyat kecil?&lt;br /&gt;
-apkh mhswa tahu bhw semua seminar/pertemuan ilmiah nasional sepakat untuk mengganti &amp;amp; memperbarui WvS Bld dgn KUHP Nasional?&lt;br /&gt;
-tahukah mhsw bhwa RKUHP itu sdh melalui berbagai kajian/pembahasan ilmiah yg ckp lama?&lt;br /&gt;
-apkh setlh 74/75 th merdeka, mhsw msh tetap menginginkan WvS/KUHP Bld berlaku?&lt;br /&gt;
-apkh keinginan menolak RKUHP murni dari mhsw atau dari segolongan elit/pjbt/Jurist lama yg khawatir lahan/pekerjaan lamanya di bidang hk akan mengalami kebangkrutan krn dia sendiri tdk pernah tahu ilmu hk pid baru (ilmu RKUHP)? Dia &amp;amp; lembaganya hanya tahu ilmu WvS?&lt;br /&gt;
-dst (msh banyak mslh/pertanyaan detail yg bisa diajukan ke mhsw yg demo)&quot;&lt;/blockquote&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; box-sizing: border-box; font-family: Merriweather, serif; font-size: 14px; margin-bottom: 10px;&quot;&gt;
Baca WhatsApps tersebut Saya berpikir, ini fix ada yang salah antara bunyi Pasal RKUHP yang asli dengan yang viral. Maka kemudian Saya mencari tahu dan mendonlot file RKUHPnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; box-sizing: border-box; font-family: Merriweather, serif; font-size: 14px; margin-bottom: 10px;&quot;&gt;
Dalam hukum pidana itu yang dicari kebenaran materiil bukan formil. (setahu saya, jika salah teman-teman atau bapak/ibu dosen pakar pidana bisa meluruskan). Hukum pidana membawa konsekuensi yang berat, yakni sanksi pidana. Membuat aturan pidanapun tidak mudah, jangankan satu kata dalam pasal. Di Pidana, salah memberikan titik(.) koma (,) dan, atau, dan/atau dan sebagainya itu bisa jadi celah BEBAS atau LEPAS nya tersangka. Oleh karenanya pembuat UU tidak boleh terlalu mudah menjadikan perbuatan tertentu menjadi tindak pidana. Di sinilah partisipasi masyarakat menjadi sangat penting. Masyarakat kita dari berbagai kalangan telah menyuarakan pendapat dan kritiknya atas rancangan KUHP tersebut kepada penyusun, kepada DPR dan pemerintah. Bisa dikatakan bahwa penyusunannya telah partisipatoris.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; box-sizing: border-box; font-family: Merriweather, serif; font-size: 14px; margin-bottom: 10px;&quot;&gt;
Ok, sekarang masuk ke Pasal RKUHP yang kontroversi dan menjadi viral. Ini juga bukan murni pendapat Saya pribadi namun hasil dari membaca, mengkaji dan bertanya kepada yang lebih ahli dibidangnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; box-sizing: border-box; font-family: Merriweather, serif; font-size: 14px; margin-bottom: 10px;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;box-sizing: border-box; font-weight: 700;&quot;&gt;1. Pasal Gelandangan (Pasal 432 RUKUHP)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; box-sizing: border-box; font-family: Merriweather, serif; font-size: 14px; margin-bottom: 10px;&quot;&gt;
Yang Viral : Wanita dan Pekerja pulang malam dan terlunta-lunta akan didenda&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; box-sizing: border-box; font-family: Merriweather, serif; font-size: 14px; margin-bottom: 10px;&quot;&gt;
Klarifikasi Penjelasannya : Tidak semua perbuatan menggelandang dalam pasal ini dikenakan pidana, yang dipidana hanya perbuatan bergelandangan di jalan atau di tempat umum&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;box-sizing: border-box; font-weight: 700;&quot;&gt;yang terbukti mengganggu ketertiban umum&lt;/span&gt;. Artinya untuk dipidana dengan denda paling banyak 1 juta, harus dibuktikan dulu bahwa perbuatan tersebut merugikan kepentingan umum (delik materiil). Pasal ini sejatinya juga bukan norma hukum baru. Dalam KUHP yang berlaku saat ini, perbuatan menggelandang justru dapat dikenakan pidana kurungan paling lama 3 sampai 6 bulan (pasal 504 ayat 1 KUHP). Jadi, selama Kalian para Wanita yang pulang malam karena bekerja tidak akan dikenai Pasal ini.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; box-sizing: border-box; font-family: Merriweather, serif; font-size: 14px; margin-bottom: 10px;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;box-sizing: border-box; font-weight: 700;&quot;&gt;2. Pasal Perzinahan (Pasal 417 dan 419 RKUHP)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; box-sizing: border-box; font-family: Merriweather, serif; font-size: 14px; margin-bottom: 10px;&quot;&gt;
Yang Viral : Kumpul Kebo dapat DIPIDANA&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; box-sizing: border-box; font-family: Merriweather, serif; font-size: 14px; margin-bottom: 10px;&quot;&gt;
Klarifikasi penjelasannya : Dasar Negara adalah Pancasila. Ingat Sila ke -1, Ketuhanan Yang Maha Esa. Artinya negara mengakui aturan-aturan hukum beragam. Tidak ada satu agamapun di Indonesia yang memperbolehkan adanya praktik perzinahan. Pasal 417 RKUHP ini &amp;nbsp;jika dibaca lebih detail terdapat pengecualiannya, bahwa seseorang yang dikenakan pidana perzinaan, HANYA jika ada pengaduan dari suami, istri, orang tua, atau anaknya (pasal 417 ayat 2).Karena termasuk jenis&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;box-sizing: border-box; font-weight: 700;&quot;&gt;Delik Aduan&lt;/span&gt;, jadi tidak semua orang yang bisa melapor kalian-kalian yang suka &#39;zina&#39; terus dipidana. Selama tidak ada yang mengadu ya tidak akan kena sanksi pidana.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; box-sizing: border-box; font-family: Merriweather, serif; font-size: 14px; margin-bottom: 10px;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;box-sizing: border-box; font-weight: 700;&quot;&gt;3. Pasal Unggas Berkeliaran ( Pasal 278 RKUHP)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; box-sizing: border-box; font-family: Merriweather, serif; font-size: 14px; margin-bottom: 10px;&quot;&gt;
Yang Viral : Orang yang membiarkan unggasnya berjalan ditanah orang lain yang sudah ditaburi benih, dipidana dengan denda Kategori II atau maksimal 10 juta rupiah.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; box-sizing: border-box; font-family: Merriweather, serif; font-size: 14px; margin-bottom: 10px;&quot;&gt;
Klarifikasi penjelasannya : &amp;nbsp;Pasal ini sejatinya bukan norma hukum baru. WvS (KUHP Belanda) &amp;nbsp;yang ada saat ini pun mengatur pidana denda bagi orang yang membiarkan unggasnya berjalan di tanah orang lain yang sudah ditaburi benih. Tidak relevan? Lalu kenapa baru sekarang dipersoalkan? Pasal ini mengakomodir suara, aspirasi Saudara Kita yang tinggal di Pedesaan. Banyak benih biji-bijian yang mereka tanam dirusak/hancur oleh unggas milik tetangga. Mungkin bagi masyarakat perkotaan Pasal ini tidak penting, tapi yakin deh ini sangat merugikan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; box-sizing: border-box; font-family: Merriweather, serif; font-size: 14px; margin-bottom: 10px;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;box-sizing: border-box; font-weight: 700;&quot;&gt;4. Pasal Menghina Presiden &amp;nbsp;(Pasal 218 RKUHP)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; box-sizing: border-box; font-family: Merriweather, serif; font-size: 14px; margin-bottom: 10px;&quot;&gt;
Yang Viral : Menghina Presiden akan DIPIDANA&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; box-sizing: border-box; font-family: Merriweather, serif; font-size: 14px; margin-bottom: 10px;&quot;&gt;
Klarifikasi Penjelasannya : Pasal tentang penghinaan presiden, pada WvS (KUHP Belanda) &amp;nbsp;memang sudah ada tetap penghinaan terhadap raja/ratu negeri Belanda. Bahkan, di WvS (KUHP Belanda) penghinaannya sangat banyak, termasuk keluarga atau kerabat kerajaan, gubernur atau wakil gubernur jenderal dan sebagainya yang dilindungi, bahkan sampai penghinaan dengan cara sindiran juga menjadi tindak pidana. Ketika Indonesia , penghinaan kepada raja/ratu telah diubah menjadi penghinaan pada presiden. &amp;nbsp;Selama pasal itu ada, terjadi perdebatan yakni mana batas antara kritik dan menghina presiden. Maka kemudian MK dalam putusannya membatalkan pasal penghinaan Presiden, bukan berarti boleh menghina presiden sebab bisa kena pasal penghinaan (umum). Dewasa ini ternyata muncul juga sikap yang keterlaluan dan bisa merendahkan martabat presiden, yang merupakan kepala negara kita, maka dalam RKUHP Pasal ini dihidupkan kembali. Namun bukan berarti Kita tidak boleh mengkritik Presiden. Kritik terhadap Presiden tetap diperbolehkan, yang dapat dikenakan sanksi pidana adalah menyebut Presiden dengan sebutan binatang atau kata-kata kotor. Pasal ini juga delik aduan abslout, yang artinya hanya dapat diproses jika ada pengaduan LANGSUNG presiden/wakil presiden baik lisan atau tertulis (pasal 220 RKUHP).&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; box-sizing: border-box; font-family: Merriweather, serif; font-size: 14px; margin-bottom: 10px;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;box-sizing: border-box; font-weight: 700;&quot;&gt;5. Pasal Santet (Pasal 252 RKUHP)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; box-sizing: border-box; font-family: Merriweather, serif; font-size: 14px; margin-bottom: 10px;&quot;&gt;
Yang Viral : Ancaman Pidana mengenai Santet dinilai sulit dibuktikan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; box-sizing: border-box; font-family: Merriweather, serif; font-size: 14px; margin-bottom: 10px;&quot;&gt;
Klarifikasi Penjelasannya : Jika dibaca teliti, Pasal 252 ayat (1) RKUHP berbunyi &quot;Setiap orang yang menyatakan dirinya mempunyai kekuatan gaib, memberitahukan, memberikan harapan, menawarkan atau memberi bantuan jasa kepada orang lain bahwa karena perbuatannya dapat menimbulkan penyakit, kematian atau penderitaan mental atau fisik seseorang dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun atau pidana denda paling banyak kategori IV.&quot; Jadi, bukan perbuatan santet yang dipidana, melainkan&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;box-sizing: border-box; font-weight: 700;&quot;&gt;orang yang menyatakan dirinya mempunyai kekuatan gaib, dan menawarkan atau memberikan bantuan jasa kepada orang lain&amp;nbsp;&lt;/span&gt;bahwa karena perbuatannya dapat menimbulkan penyakit, kematian, atau penderitaan mental atau fisik. Jika ternyata motifnya keuntungan, maka sanksi pidananya bisa ditambah sepertiga (pasal 252 ayat 2 RKUHP).&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; box-sizing: border-box; font-family: Merriweather, serif; font-size: 14px; margin-bottom: 10px;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;box-sizing: border-box; font-weight: 700;&quot;&gt;6. Pasal Aborsi &amp;nbsp;(Pasal 470-471 RKUHP)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; box-sizing: border-box; font-family: Merriweather, serif; font-size: 14px; margin-bottom: 10px;&quot;&gt;
Yang Viral : Sengaja menggugurkan kandungan termasuk korban perkosaan DIPIDANA&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; box-sizing: border-box; font-family: Merriweather, serif; font-size: 14px; margin-bottom: 10px;&quot;&gt;
Klarifikasi Penjelasan : Baca Pasal ini harus bersamaan dengan UU No 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan sebagai&amp;nbsp;&lt;em style=&quot;box-sizing: border-box;&quot;&gt;Lex&lt;/em&gt;&lt;em style=&quot;box-sizing: border-box;&quot;&gt;&amp;nbsp;Spesialis&lt;/em&gt;nya. Pasal 75 ayat (2) UU Kesehatan ini menegaskan bahwa aborsi terhadap korban perkosaaan bukan sebuah tindak pidana. Intiya, aborsi memang dilarang kecuali untuk korban perkosaan dan ibu dalam keadaan gawat darurat.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; box-sizing: border-box; font-family: Merriweather, serif; font-size: 14px; margin-bottom: 10px;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;box-sizing: border-box; font-weight: 700;&quot;&gt;7. Pasal Suami Perkosa Istri (Pasal 480 RKUHP)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; box-sizing: border-box; font-family: Merriweather, serif; font-size: 14px; margin-bottom: 10px;&quot;&gt;
Yang Viral : Suami perkosa istri dapat dipidana penjara paling lama 12 tahun&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; box-sizing: border-box; font-family: Merriweather, serif; font-size: 14px; margin-bottom: 10px;&quot;&gt;
Klarifikasi Penjelasan : Pasal ini ditujukan kepada semua orang yang dengan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa seseorang bersetubuh. Tidak dibatasi, apakah perbuatan dilakukan terhadap orang lain atau terhadap istri sendiri (&lt;em style=&quot;box-sizing: border-box;&quot;&gt;marital rape&lt;/em&gt;), atau apakah pemaksaan dilakukan terhadap perempuan atau laki-laki. Perkosaan juga diperluas termasuk didalamnya memasukan alat kelamin ke anus atau mulut orang lain atau ke anus/mulut pelaku sendiri (sodomi), juga memasukkan bagian tubuh lain termasuk benda ke alat kelamin atau anus.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; box-sizing: border-box; font-family: Merriweather, serif; font-size: 14px; margin-bottom: 10px;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;box-sizing: border-box; font-weight: 700;&quot;&gt;8. Pasal Penyebaran Ajaran komunisme/marxisme-leninisme (Pasal 188 RKUHP)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; box-sizing: border-box; font-family: Merriweather, serif; font-size: 14px; margin-bottom: 10px;&quot;&gt;
Yang Viral : penyebaran ajaran komunisme/marxisme-leninisme yang dapat dipidana paling lama 4 tahun&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; box-sizing: border-box; font-family: Merriweather, serif; font-size: 14px; margin-bottom: 10px;&quot;&gt;
Klarifikasi Penjelasan : Pasal ini terdapat pengecualiannya, bahwa&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;box-sizing: border-box; font-weight: 700;&quot;&gt;TIDAK menjadi pidana jika&lt;/span&gt;&amp;nbsp;orang tersebut melakukan kajian komunisme/marxisme-leninisme&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;box-sizing: border-box; font-weight: 700;&quot;&gt;untuk kepentingan ilmu pengetahuan&lt;/span&gt;&amp;nbsp;(Pasal 188 ayat 6 RKUHP). Kajian untuk kepentingan ilmu pengetahuan disini dalam termasuk didaalmnya aktifitas mengajar, mempelajari, memikirkan, menguji, dan menelaah di lembaga pendidikan atau lembaga penelitian dan pengkajian (penjelasan pasal 188 ayat 6 RKUHP).&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; box-sizing: border-box; font-family: Merriweather, serif; font-size: 14px; margin-bottom: 10px;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;box-sizing: border-box; font-weight: 700;&quot;&gt;9. Pasal Alat Kontrasepsi &amp;nbsp;(Pasal 414, 416 RKUHP)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; box-sizing: border-box; font-family: Merriweather, serif; font-size: 14px; margin-bottom: 10px;&quot;&gt;
Yang Viral : Orang Tua Sengaja perlihatkan Alat Kontrasepsi di depan Anak di denda 1 Juta&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; box-sizing: border-box; font-family: Merriweather, serif; font-size: 14px; margin-bottom: 10px;&quot;&gt;
Klarifikasi Penjelasan : Pasal 414 RKUHP ini berbunyi &quot;Setiap Orang yang secara terang-terangan mempertunjukkan, menawarkan, menyiarkan tulisan, atau menunjukkan untuk dapat memperoleh alat pencegah kehamilan kepada Anak dipidana denda paling banyak kategori I. Perbuatan yang dapat dipidana berdasarkan ketentuan ini adalah perbuatan mempertunjukkan, menawarkan atau menunjukkan untuk dapat memperoleh sarana untuk mencegah kehamilan. Perbuatan mempertunjukkan dapat dipindana bilamana dilakukan secara terang-terangan atau tidak terang-terangan tanpa diminta. Jadi, apabila perbuatan itu dilakukan untuk memenuhi permintaan bukan merupakan suatu tindak pidana.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; box-sizing: border-box; font-family: Merriweather, serif; font-size: 14px; margin-bottom: 10px;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;box-sizing: border-box; font-weight: 700;&quot;&gt;10. Pasal Pelaku Kriminal yang Berusia Diatas 75 tahun Tidak Dipenjara (Pasal 70 ayat (1) huruf b RKUHP)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Klarifikasi Penjelasannya : Pasal ini ada pengecualinnya, yakni tidak berlaku bagi Tindak Pidana yang diancam dengan pidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih, Tindak Pidana yang diancam dengan pidana minimum khusus, atau Tindak Pidana tertentu yang sangat membahayakan atau merugikan masyarakat, atau merugikan keuangan atau merugikan perekonomian negara. Misalnya tindak pidana korupsi, pembalakan liar, perdagangan manusia, terrorisme, pemerkosaan, dll. Tidak dipenjara disini dimaknai bahwa hukuman maksimal 5 tahun tersebut oleh hakim setelah mempertimbangkan tujuan pemidanaan dan pedoman pemidanaan dapat&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;box-sizing: border-box; font-weight: 700;&quot;&gt;DIGANTI&lt;/span&gt;&amp;nbsp;menjadi denda (pasal 70 ayat 1 RKUHP). Jadi pidananya tetap ADA.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; box-sizing: border-box; font-family: Merriweather, serif; font-size: 14px; margin-bottom: 10px;&quot;&gt;
Dalam pemikiran Saya, &amp;nbsp;tidak ada yang salah dalam bunyi pasalnya. &amp;nbsp;Tafsiran yang sediki berbeda dan keliru serta dianalogikan menjadi hiperbolalah yang membuat masyarakat resah. &amp;nbsp;Entah apa tujuannya, yang jelas marilah Kita budayakan membaca dari data aslinya terlebih dahulu sebelum memviralkannya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; box-sizing: border-box; font-family: Merriweather, serif; font-size: 14px; margin-bottom: 10px;&quot;&gt;
Terlepas dari isu Pasal kontroversial dalam RKUHP, Urgensi memiliki KUHP Nasional sangatlah penting. Lupakah Kita kepada cita-cita Pemerintah diawal kemerdekaan? Para profesor-profesor dan pakar hukum telah menyusun naskah RKUHP sejak sekitar 1977-1993, dan seterusnya naskah diserahkan kepada pemerintah, kemudian dibahas di DPR, aspirasi dan partisipasi masyarakat itu cukup diperhatikan serta didengarkan melalui seminar, workshop, kajian ilmiah di universitas-universitas dengan menghadirkan beberapa elemen masyarakat. Namun kini, kesempatan dan mimpi kita memiliki KUHP nasional, KUHP yang disusun bangsa sendiri dengan memperhatikan sungguh-sungguh kepribadian bangsa kita sendiri, nilai-nilai bangsa kita sendiri, menjadi tertunda lagi, entah sampai kapan. &amp;nbsp;Tidakkah Kita ingin mempunyai KUHP buatan bangsa sendiri?&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; box-sizing: border-box; font-family: Merriweather, serif; font-size: 14px; margin-bottom: 10px;&quot;&gt;
KUHP bukanlah kitab suci. Masih ada&amp;nbsp;&lt;em style=&quot;box-sizing: border-box;&quot;&gt;legislative review&lt;/em&gt;&amp;nbsp;dan&amp;nbsp;&lt;em style=&quot;box-sizing: border-box;&quot;&gt;judicial review&lt;/em&gt;&amp;nbsp;buat mengoreksinya jika ternyata salah dan bertentangan dengan konstitusi kita. Urgensi memiliki KUHP nasional sangatlah penting. Jadi, mau menunggu sampai kapan lagi? Menunggu sampai kapan pun tidak mungkin semua pihak bersepakat dalam semua isu dalam KUHP. Tidak ada yang absolut dalam politik. Ada saluran konstitusi yang bisa membatalkan UU yaitu melalui Mahkamah Konstitusi.&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://minakoangel.blogspot.com/feeds/6387134961102264004/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/3254209266811622970/6387134961102264004' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3254209266811622970/posts/default/6387134961102264004'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3254209266811622970/posts/default/6387134961102264004'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://minakoangel.blogspot.com/2019/09/ada-apa-dengan-pasal-di-rkuhp.html' title='Ada Apa Dengan Pasal di RKUHP'/><author><name>Dian Minnie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03382483750427206468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQ_3kPcAYTjpm07RujFkllaESu-NlhZcnIWSUNARLsJTMUSfzSNzHPcSirQlvkYKOGehvusCGcyLLB8Lcnb660GEnTtrPncj4wBDnTQdBfz1zf3Rm6UHNImslycs5uaDk/s149/i.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3254209266811622970.post-555857218448165369</id><published>2019-03-27T13:25:00.000+07:00</published><updated>2019-03-27T13:36:59.759+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="anak"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="curhat"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="life"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="orang kaya"/><title type='text'>Alasan kenapa Jadi Anak (dianggap) Orang Kaya itu tidak enak.</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #444444; font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 14px;&quot;&gt;Jadi anak orang kaya? Wuih pasti hidupnya seneng banget, jauh dari penderitaan, selalu bahagia. Kebahagiaan bukanlah karena harta, tetapi karena hati.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #444444; font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 14px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #444444; font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 14px;&quot;&gt;Saya menulis ini mungkin karena curhat colongan karena Saya tergolong orang yang agak introvet dan tidak mudah mengungkapkan isi hati kepada orang lain secara langsung. Atau mungkin juga karena bahasa tulisan Saya lebih halus daripada bahasa lisan Saya. Terserah bagaimana pembaca menyikapi. Beberapa tahun yang lalu Saya pun sempat menulis perasaan Saya ketika ada seseorang yang mengatakan Saya MAHAL (&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;https://minakoangel.blogspot.com/2014/09/mahal.html&quot; style=&quot;font-family: verdana, sans-serif; font-size: 14px;&quot;&gt;https://minakoangel.blogspot.com/2014/09/mahal.html&lt;/a&gt;&amp;nbsp;)&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #444444; font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 14px;&quot;&gt;padahal Saya tidak dijual atau menjual diri lho.... hahahahahaha.....&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;color: #444444; font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 14px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #444444; font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 14px;&quot;&gt;Pengantarnya sudah cukup, sekaranng masuk ke topik curhatannya, kenapa si jadi anak (dianggap) Orang Kaya itu nggak enak. Disini Saya pake dalam kurung dianggap karena yang memberikan label &#39;Orang Kaya&#39; pada orang tua adalah masyarakat sekitar, bukan Saya. Karena menurut Saya semua manusia itu sama dihadapan Tuhan, yang membedakan di dunia adalah &#39;&lt;i&gt;bejo&lt;/i&gt;&#39; sama &#39;&lt;i&gt;ora bejo&lt;/i&gt;&#39;. Dan Saya dan orang tua mungkin termasuk yang &#39;bejo&#39; dalam hal materi.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #444444; font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 14px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #444444; font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 14px;&quot;&gt;Ini lho alasan kenapa jadi anak (dianggap) orang kaya itu tidak enak&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #444444; font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 14px;&quot;&gt;&lt;b&gt;1. Harapan Tinggi Dari Keluarga&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul style=&quot;background-color: white; color: #444444; font-family: Arial, serif; font-size: 14px;&quot;&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Semua orang dalam keluarganya terutama mami papinya adalah orang yang sukses di bidangnya, bahkan mereka rata-rata udah sukses di usia muda. Jadi wajar dong kalo ortu dan keluarga pengen dia juga sukses minimal sama dengan kesuksesan ortunya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Itu pasti jadi sesuatu yang membebani dan butuh kepercayaan diri dan usaha yang besar. Mereka merasa hidup nggak berarti kalau nggak sukses kayak mami papinya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #444444; font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 14px;&quot;&gt;Alhamdulillah Ayah dan Ibu Saya termasuk orang yang sukses di bidangnya. Jujur ini sangat membebani pikiran Saya. Seorang anak pasti dong berkiblat pada orang tuanya. Saat ini Saya merasa tidak dapat atau lebih tepatnya belum dapat menyamakan apa yang Saya raih dengan yang Ayah Ibu Saya raih (dalam hal ini mungkin berkaitan dengan &lt;i&gt;prestise&lt;/i&gt;), meskipun teman-teman memandang Saya termasuk Wanita yang berpendidikan tinggi, berkarier bagus dan MAHAL (ahahahaha, entah kenapa Saya masih sakit hati dikatain MAHAL) namun Saya merasa Saya masih bukan apa-apa dan tidak ada apa-apanya. Mereka Saja yang Salah menilai.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #444444; font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 14px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #444444; font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 14px;&quot;&gt;&lt;b&gt;2. Kurang dikenali secara Pribadi&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul style=&quot;background-color: white; color: #444444; font-family: Arial, serif; font-size: 14px;&quot;&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Orang-orang pasti lebih kenal dirinya sebagai anak dari Bapak ato Ibu S yang super kaya di kampung, yang mobilnya 17 dan punya banyak perusahaan. Dia selalu berada di bayang-bayang ortunya yang kaya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Apapun yang dilakuinnya pasti dianggap bakalan mudah wong anak orang kaya kok! Padahal bisa saja itu karena kerja kerasnya sendiri dan gak ada campur tangan ortunya. Tapi orang mana mau tau itu? Kalo pun dijelasin orang juga gak bakalan percaya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #444444; font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 14px;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;That&#39;s Right&lt;/i&gt;. &lt;/b&gt;Ini pernah Saya alami ketika Saya berada di sebuah Kota kecil, dimana ibarat daun jatuh pun seantero kota bakal tahu. Alhamdulillah nama Ayah Ibu Saya termasuk diperhitungkan di sana. Itu sebabnya Saya tidak mau berkarir di Kota tersebut dan memilih menetap di kota besar, kota tempat kelahiran Saya setelah lulus kuliah, padahal Saya sempat membuka usaha kecil-kecilan lho di Kota X yang akhirnya Saya tinggalkan karena Saya ingin dikenal sebagai Saya bukan sebagai putra Bapak S Ibu E.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #444444; font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 14px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #444444; font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 14px;&quot;&gt;&lt;b&gt;3. Susah mengukur keikhlasan Mereka yang dekat dengannya&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul style=&quot;background-color: white; color: #444444; font-family: Arial, serif; font-size: 14px;&quot;&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Anak orang kaya udah terkenal banyak duit dan harusnya murah hati karena punya cukup banyak untuk dibagikan. Temen-temen yang ada di sekitar mereka jadi susah buat ngukurnya. Termasuk kalo ada yang berusaha jadi pacar. Susah ngukur motivasinya. Apa beneran suka atau suka duitnya aja.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Mereka ini juga pengen disukai dan dicintai sebagai pribadi sebagaimana mereka adanya, terlepas dari uang yang ada di kantongnya. Tapi kita semua suka gak bisa ngebedain hal itu bukan?&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b style=&quot;color: #444444; font-family: verdana, sans-serif; font-size: 14px;&quot;&gt;&lt;i&gt;That&#39;s Right&lt;/i&gt;.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;color: #444444; font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 14px;&quot;&gt;Ini kenapa Saya selalu curiga pada kepada teman-teman Pria yang mendekati dan ingin menjadikan Saya sebagai pacar. Ini pula sebabnya Saya lebih memilih menetap di kota besar tempat kelahiran Saya dan pernah menolak fasilitas yang akan diberikan pada Saya. Cuma mau lihat siapa yang &lt;b&gt;tulus&lt;/b&gt; dan siapa yang &lt;b&gt;modus.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #444444; font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 14px;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #444444; font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 14px;&quot;&gt;&lt;b&gt;4.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=&quot;background-color: white; color: #444444; font-family: verdana, sans-serif; font-size: 14px;&quot;&gt;Temen ngarep dibayarin&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #444444; font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 14px;&quot;&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;ul style=&quot;background-color: white; color: #444444; font-family: Arial, serif; font-size: 14px; text-align: start;&quot;&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Dimanapun dia berada dan ketemu temen-temen, dia suka bingung jika harus selalu ngebayarin belanjaan atau makan mereka. Dia seolah kas berjalan yang harus selalu siap dengan duit banyak, buat bayarin temen-temennya. Belum lagi barisan orang yang selalu minta traktiran, minta dibeliin oleh-oleh, minta dikasi hadiah, minta dibeliin inilah itulah.. padahal mereka ini juga seneng kalo ada yang traktir.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #444444; font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 14px;&quot;&gt;Ini kenapa Saya tidak pernah memulai &#39;mengajak jalan&#39; teman-teman. Kalau Saya &#39;diajak&#39; ayo.. ayo.. saja. Karena mohon maaf (bukan bermaksud menyinggung atau su&#39;udzon), teman-teman di lingkungan Saya (terutama perempuan, laki juga ada tapi dikit) setiap Saya ajak selalu bilang &#39;bayari...&#39; Kan Saya jadi males, padahal kalau Saya yang diajak Saya selalu berusaha merogoh kocek sendiri. Mereka pikir Saya bank apa, selalu ada uang huh...!!!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #444444; font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 14px;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #444444; font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 14px;&quot;&gt;&lt;b&gt;5. Orang pikir, Kaya berarti nggak pernah punya masalah&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;ul style=&quot;background-color: white; color: #444444; font-family: Arial, serif; font-size: 14px; text-align: start;&quot;&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Anak orang kaya haram hukumnya buat galau dan susah, karena kaya itu identik dengan kesenangan, kebahagiaan dan kenyamanan, pokoknya gak boleh ada kata susah dalam kamusnya. Kenyataannya mereka ini juga manusia biasa kayak kamu dan saya, yang punya masalah. Meski punya banyak uang, kadang uang gak bisa nyelesein semua masalahnya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Saat mereka lagi galau semua orang gak percaya, seolah galau itu hanya dibuat-buat dan masalahnya juga diada-adakan. Apa sih yang harus digalauin orang kaya? Kan semua udah disediain?&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;color: #444444; font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 14px;&quot;&gt;Saat Saya galau karena lagi nggak punya uang karena lagi nganggur atau baru saja &lt;i&gt;resign, &lt;/i&gt;teman-teman pasti mengatakan masa kamu nggak punya uang? kan naikmu mobil? Hellow.... apa iya mobil bisa jalan sendiri tanpa bensin? Untuk beli bensin memangnya bisa pake senyum, kan ya harus pake uang. Dapat uang darimana jika posisi tidak bekerja?&lt;br /&gt;Kan &lt;i&gt;online shop &lt;/i&gt;mu jalan. Heloww.... seberapa si pendapatan dari jualan itu. Buat beli bensin sekali saja langsung habis. Atau ketika Saya meminta lowongan pekerjaan pada teman, pasti pada bilang, aduh ga berani bayar direktur. Sepertinya mereka semua perlu ditutur dengan pitutur jaa kalau &#39;&lt;i&gt;urip iku sawang sinawang, ojo mung nyawang sing kesawang.&#39;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;color: #444444; font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 14px;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;color: #444444; font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 14px;&quot;&gt;Jadi anak (dianggap) orang Kaya juga sering dibuat merasa bersalah, begitu banyak kecemburauan karena seperti saya bilang tadi &lt;/span&gt;&lt;b style=&quot;color: #444444; font-family: verdana, sans-serif; font-size: 14px;&quot;&gt;kebetulan &lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;color: #444444; font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 14px;&quot;&gt;alias &#39;&lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;color: #444444; font-family: verdana, sans-serif; font-size: 14px;&quot;&gt;bejo&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;color: #444444; font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 14px;&quot;&gt;&#39; lahir di keluarga yang Alhamdulillah berkecukupan. Banyak kalimat-kalimat kecemburuan bahkan sampai dikatain MAHAL yang sering Saya dengar seperti, &quot;kamu pasti nggak pernah ngerasain susahnya cari duit buat kuliah&quot;, &quot;kalau aku jadi kamu aku pasti....bla..bla...bla..&quot;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;color: #444444; font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 14px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;color: #444444; font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 14px;&quot;&gt;Hellow... Stop menjudge. Saya tidak pernah meminta Tuhan untuk dilahirkan di keluarga yang (dianggap) Kaya. Tuhan yang mentakdirkannya. Satu hal lagi, k&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: #444444; font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 14px;&quot;&gt;aya itu bukan berarti bisa membeli segalanya. Justru orang kaya itu sangat berhati-hati mengeluarkan uangnya, bukan asal belanja, bukan asal memberi. Bukannya pelit lho ya.... Karena bagi mereka bagaimana uang yang mereka punya bisa diputar untuk menghasilkan yang lebih banyak. Sering ada di medsos-medsos, perbedaan orang Kaya dan yang pura-pura Kaya kan. Nah baca dulu deh....!!!&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;color: #444444; font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 14px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://minakoangel.blogspot.com/feeds/555857218448165369/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/3254209266811622970/555857218448165369' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3254209266811622970/posts/default/555857218448165369'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3254209266811622970/posts/default/555857218448165369'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://minakoangel.blogspot.com/2019/03/alasan-kenapa-jadi-anak-dianggap-orang.html' title='Alasan kenapa Jadi Anak (dianggap) Orang Kaya itu tidak enak.'/><author><name>Dian Minnie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03382483750427206468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQ_3kPcAYTjpm07RujFkllaESu-NlhZcnIWSUNARLsJTMUSfzSNzHPcSirQlvkYKOGehvusCGcyLLB8Lcnb660GEnTtrPncj4wBDnTQdBfz1zf3Rm6UHNImslycs5uaDk/s149/i.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3254209266811622970.post-4329432812287551964</id><published>2018-07-08T15:54:00.000+07:00</published><updated>2018-07-08T21:53:55.668+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="inpirasi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="karir"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="motivasi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="resign"/><title type='text'>Saya Resign Sebelum Mendapat Pekerjaan Pengganti. Ternyata Pengalaman Ini yang Saya Dapatkan </title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&amp;nbsp;Kebaikan yang didapati saat resign sebelum dapat pekerjaan penggant&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;i&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&lt;i&gt;Teman / Kerabat &amp;nbsp;(TK): ​Hey, katanya kamu resign? Emang habis ini mau kemana?​​​&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
Saya&lt;i&gt;&amp;nbsp;(S) : Hehehe...... Iya nih, belum tahu mau kemana. Belum mulai apply-apply lagi. Ada Tawaran?&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;​T : Ngajar aja rak wes, jadi Dosen. &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;​K
 : Serius? Terus kenapa resign kalau belum dapat pengganti? Mendingan 
nunggu dulu aja sambil nyari-nyari. Lagian disitu kan sudah enak, 
ngapain resign segala.&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
​Bagi penganut paham &quot;yang pasti-pasti saja&quot; mungkin ​​​&lt;b&gt;​​&lt;/b&gt;penggalan percakapan di atas sangat asing dan tidak pernah dialami. Namun bagi yang mengikuti &amp;nbsp;prinsip &lt;i&gt;​&lt;b&gt;​&quot;&lt;u&gt;yang penting &lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;​RESIGN &lt;/u&gt;&lt;i&gt;&lt;u&gt;​dulu, lain-lain pikir keri&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;​&lt;/b&gt;&lt;b&gt;​​ alias dipikir nanti belakangan&quot; &lt;/b&gt;​tentunya
 ​​​situasi tersebut sangat familier. Ditambah lagi jika Kita resign pas
 sebulan atau dua bulan mendekati lebaran. Pasti akan tambah pernyataan,
 &quot;kenapa nggak habis lebaran aja, biar dapat THR dulu&quot;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Saya 
kebetulan termasuk yang golongan kedua. Banyak orang terdekat heran dan 
terlongo heran saat Saya bilang belum punya pekerjaan lain. Padahal ini 
bukan kali pertama Saya ​RESIGN sebelum dapat pekerjaan pengganti. 
Tetapi memang ini pekerjaan terlama Saya dengan posisi dan jobdisk yang 
lumayan membuat orang tidak percaya Saya BISA dengan mudah memutuskan 
RESIGN sebelum dapat pekerjaan pengganti. Mungkin herannya orang 
terdekat sama dengan heran Saya yang sering bertanya-tanya tentang 
konsep jodoh kali ya. &quot;KOK BISA?&quot;​​&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Banyak tanggapan pro dan 
kontra Saya terima saat akhirnya Saya memutuskan untuk TETAP RESIGN 
meski belum menemukan pekerjaan pengganti. Ada yang pura-pura takjub 
mengagumi keberanian (atau kenekatan?) Saya. Ada pula yang menganggap 
Saya gegabah, sombong, pongah, mudah menyerah dan bodoh. (Magister lho, 
dianggap bodoh hehehe....). Tak jarang mereka menyelipkan beberapa 
nasehat bahwa lelah dan jenuh dengan pekerjaan itu hal biasa, bergesekan
 dengan teman kerja itu hal biasa. Tidak seharusnya sampai membuat Saya 
nekat keluar tanpa rencana yang matang.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
RESIGN tanpa pekerjaan 
pengganti memang penuh resiko. &amp;nbsp;Jujur saja, predikat PENGANGGURAN itu 
memang menyeramkan. Apalagi Saya tidak tahu kapan akan kembali mendapat 
pekerjaan. Memang sebelum RESIGN sudah ada yang melirik Saya, tetapi 
dengan berbagai pertimbangan Saya putuskan untuk tidak mengambil 
kesempatan tersebut. Saya tidak ingin timbul prasangka ada kemelut atau 
politik di tempat kerja Saya sebelumnnya sehingga Saya memilih tempat 
lain dengan tawaran posisi dan keahlian yang sama. Beberapa kali RESIGN,
 Saya mempunyai prinsip bahwa Saya tidak akan masuk ke lingkungan yang 
sama dengan lingkungan kerja sebelumnya. Misalnya Saya resign dari 
pabrik, maka Saya tidak akan menerima tawaran kerja atau melamar di 
Pabrik lagi dengan posisi yang sama. Saya selalu berprinsip, &#39;Jangan 
pernah mau punya pekerjaan yang sama selama mungkin. Harus ada 
peningkatan dan perkaya skill, cari peluang meskipun harus loncat 
keluar.&#39;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Beberapa kali RESIGN sebelum punya pekerjaan pengganti membuat Saya sangat paham beberapa hal ini :&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Setiap keputusan sudah mengalami pertimbangan yang panjang. Meski diragukan, Saya merasa perlu mengapresiasi keputusan ini. &lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div style=&quot;margin-left: 20px; text-align: justify;&quot;&gt;
​Hanya
 Saya yang tahu kegalauan apa yang diri ini alami setiap kali pulang 
​​​ke rumah dengan tubuh lelah. Hanya Saya yang tahu bagaimana akhir 
pekan menjadi penghiburan yang terindah setelah enam hari mengalami 
tekanan. Hanya Saya yang tahu situasi yang Saya rasakan di tempat kerja 
Saya, dan hanya Saya yang tahu, berapa lama batin Saya bergolak, 
bertanya pada diri sendiri benarkah keputusan yang Saya ambil ini.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-left: 20px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-left: 20px; text-align: justify;&quot;&gt;
Biar
 saja orang bilang Saya sembrono, gegabah, pongah dan sombong. Satu yang
 Saya tahu, keputusan ini diambil bukan tanpa pertimbangan atau 
pergulatan atas segala kebimbangan. Karena itu, Saya merasa perlu untuk 
mengapresiasi diri sendiri (lebih tepatnya menghibur diri dan membela 
diri). Butuh keberanian besar untuk mengantarkan surat RESIGN ke meja 
atasan. Apalagi jika atasan Kita itu sangat sangat baik dan loyal dengan
 Kita sebagai bawahannya. &lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-left: 20px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-left: 20px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;2. &amp;nbsp;Saya memang harus berpikir &quot;Mau apa sekarang&quot; setiap pagi.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-left: 20px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-left: 20px; text-align: justify;&quot;&gt;
Lalu
 apakah hidup Saya damai-damai saja setelah berganti status sebagai 
&quot;Pengacara&quot; alias Pengangguran tanpa acara? Jelas tidak. Saya masih 
harus menjawab pertanyaan maha sulit &quot;&lt;i&gt;​sekarang dimana?&quot;&lt;/i&gt;​. 
Setelah RESIGN, Saya harus segera menentukan langkah selanjutnya. Karena
 bagaimanapun menjadi pengangguran terlalu lama bukan tujuan Saya. Namun
 sekarang, dengan ketiadaan bebean deadline pekerjaan dan 
telepon-telepon atasan yang menagih pekerjaan, Saya bisa lebih fokus 
untuk​​​ menentukan mau apa Saya setelah ini. Saya bisa &lt;i&gt;​browsing-browsing lowker&lt;/i&gt;​ tanpa sembunyi-sembunyi. Saya bisa mendatangi panggilan &lt;i&gt;​interview&lt;/i&gt;​ atau seminar-seminar untuk meningkatkan &lt;i&gt;​skill &lt;/i&gt;​ tanpa ​​​​​​​​​perlu mengarang sakit atau ada keperluan keluarga untuk bisa hadir.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-left: 20px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-left: 20px; text-align: justify;&quot;&gt;
3. &lt;b&gt;​Melepaskan
 diri dari sesuatu butuh jeda untuk menenangkan diri. &quot;Istirahat&quot; dulu 
di rumah membuat Saya bisa berpikir lebih jernih&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-left: 20px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-left: 20px; text-align: justify;&quot;&gt;
Apakah Saya pernah menyesali keputusan Saya? Terkadang, IYA. Apalagi jika dikaitkan dengan &lt;i&gt;​prestise&lt;/i&gt;​,
 keinginan untuk nonton bioskop atau sekedar nongkrong makan di cafe 
sementara uang di dompet kian tipis. Namun satu hal yang saya pahami, 
sembari mencari peluang baru, ini adalah waktu bagi Saya untuk 
memanjakan diri. Mungkin menyempatkan diri untuk piknik bersama keluarga
 ke tempat-tempat seru yang selama ini cuma angan-angan saja. Atau 
sekedar makan malam bersama keluarga mengganti waktu yang selama ini 
sempat hilang dengan banyaknya pekerjaan. Atau menyalurkan hobbi Saya 
menulis dan membaca. Hal-hal sederhana semacam itu sudah cukup memberi 
Saya ruang baru untuk bisa berpikir jernih.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-left: 20px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-left: 20px; text-align: justify;&quot;&gt;
4&lt;b&gt;. Tak punya penghasilan dari pekerjaan tetap memaksa Saya untuk lebih kreatif dan &lt;i&gt;​ubet. &lt;/i&gt;​Dan ternyata bisa juga Saya begini.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-left: 20px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-left: 20px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;​​​​&lt;/b&gt;​​​​Saya
 adalah &amp;nbsp;aktor dari film yang Saya sutradarai. Meskipun rejeki, jodoh 
dan maut telah diatur, namun rejeki itu seperti jodoh yang harus 
dijemput. Tidak bisa Kita hanya duduk manis kemudian &lt;i&gt;​simsalabim &lt;/i&gt;​dapat
 uang segepok. Meskipun banyak kenyataan yang tak sejalan sengan 
rencana​​​, tapi Saya tidak mau terjebak dalam hidup pengangguran yang 
bangun pagi tanpa rencana dan tentunya tak punya banyak uang untuk 
bersenang-senang. Meskipun Saya menganggur, raga Saya di rumah, namun 
Saya harus bisa tetap menghasilkan uang. Saya harus bisa mencari &lt;i&gt;​project freelance &lt;/i&gt;​untuk
 menunjang kehidupan. Mengaku tidak pintar, tapi Alhamdulillah gelar 
Sarjana Saya dua dan satu Magister. Saya harus bisa mendapatkan 
​penghasilan dari ilmu yang Saya pelajari. ​​​​​​Dengan banyaknya waktu 
yang Saya miliki Saya bisa lebih telaten mengerjakan beberapa &lt;i&gt;​project &lt;/i&gt;​&lt;i&gt;freelance&lt;/i&gt;
 berbau akademis yang selama ini Saya pikir Saya tidak bisa 
mengerjakannya. Dan Alhamdulillah hasilnya lebih dari ketika Saya punya 
pekerjaan tetap. ​​​&lt;span style=&quot;-webkit-text-stroke-width: 0px; background-color: white; color: #1d2129; display: inline !important; float: none; font-family: Georgia, serif; font-size: 17px; font-style: normal; font-variant-caps: normal; font-variant-ligatures: normal; font-weight: 400; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-align: left; text-decoration-color: initial; text-decoration-style: initial; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: pre-wrap; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain​ &lt;em&gt;project ​freelance&lt;/em&gt;&amp;nbsp; berbau akademis, karena gelar Sarjana Saya ada dua, Saya gunakan keahlian dan gelar sarjana Saya untuk merintis &lt;em&gt;online shop&lt;/em&gt; dengan menggunakan &lt;em&gt;platform e-comerce&lt;/em&gt;. &amp;nbsp;Saya bangun kembali &lt;em&gt;online shop&lt;/em&gt; dengan menggunakan &lt;em&gt;platform e-comerce&lt;/em&gt; yang baru. Saya memang telah mempunyai bisnis&lt;em&gt; online shop&lt;/em&gt;, akan tetapi bisnis itu terpaksa berhenti karena &lt;em&gt;deadline&lt;/em&gt;
 pekerjaan yang membuat Saya hampir tidak punya waktu untuk mengurus 
hal-hal yang berbau pribadi. Tidak berhenti disitu saja, selain &lt;em&gt;online shop&lt;/em&gt; yang Saya bangun sendiri, Saya pun dipercaya mengelola &lt;em&gt;online shop&lt;/em&gt; yang sedang dirintis oleh teman Saya.&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;-webkit-text-stroke-width: 0px; background-color: white; color: #1d2129; display: inline !important; float: none; font-family: Georgia, serif; font-size: 17px; font-style: normal; font-variant-caps: normal; font-variant-ligatures: normal; font-weight: 400; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-align: left; text-decoration-color: initial; text-decoration-style: initial; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: pre-wrap; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-left: 20px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;5. Tak terikat waktu 40 jam seminggu
 senin sampai Sabtu &amp;nbsp;membuat Saya lebih loyal pada organisasi yang 
selama ini hanya numpang &amp;nbsp;nama dan hanya dikenal dari nama.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-left: 20px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-left: 20px; text-align: justify;&quot;&gt;
​​​​​​​​Tak
 terikat &amp;nbsp;dengan institusi maupun instansi manapun membuat Saya lebih 
leluasa &amp;nbsp;dalam membawa diri. Saya tidak perlu ijin mencuri-curi waktu 
jam makan &amp;nbsp;siang untuk menghadiri rapat dengan mengorbankan diri tidak 
makan siang &amp;nbsp;karena tidak cukup waktu, atau sering ijin dari perusahaan 
ketika di &amp;nbsp;delegasikan oleh organisasi untuk hadir dalam 
kegiatan-kegiatannya. &amp;nbsp;Tidak terikat waktu membuat Saya lebih sering 
untuk datang menampakkan &amp;nbsp;diri dan menjadi lebih dikenal. Untuk 
mendapatkan peluang, PINTAR saja &amp;nbsp;tidak cukup. Memperbanyak RELASI bisa 
jadi dapat membuka peluang dan &amp;nbsp;kesempatan baru. Atau bahkan bisa masuk 
ke &#39;dunia&#39; baru yang selama ini &amp;nbsp;tidak pernah Kita bayangkan dapat 
berada di dalamnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-left: 20px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Melepaskan &amp;nbsp;apa yang sudah lama menjadi 
tumpuan memang tidak pernah mudah. Rasa &amp;nbsp;takut salah mengambil keputusan
 &amp;nbsp;selalu saja ada. Namun Saya mempunyai &amp;nbsp;prinsip apa yang telah Saya 
putuskan tidak akan pernah Saya sesali. Saya &amp;nbsp;meyakini bahwa setiap 
keputusan selalu ada hikmahnya, termasuk keputusan berhenti bekerja. 
&amp;nbsp;Meski orang lain menilai Saya gegabah, &amp;nbsp;hanya Saya yang benar-benar 
tahu apa yang terjadi di sana kan?!?&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://minakoangel.blogspot.com/feeds/4329432812287551964/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/3254209266811622970/4329432812287551964' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3254209266811622970/posts/default/4329432812287551964'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3254209266811622970/posts/default/4329432812287551964'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://minakoangel.blogspot.com/2018/07/teman-kerabat-hey-katanya-kamu-resign.html' title='Saya Resign Sebelum Mendapat Pekerjaan Pengganti. Ternyata Pengalaman Ini yang Saya Dapatkan '/><author><name>Dian Minnie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03382483750427206468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQ_3kPcAYTjpm07RujFkllaESu-NlhZcnIWSUNARLsJTMUSfzSNzHPcSirQlvkYKOGehvusCGcyLLB8Lcnb660GEnTtrPncj4wBDnTQdBfz1zf3Rm6UHNImslycs5uaDk/s149/i.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3254209266811622970.post-7821598522947185475</id><published>2016-10-30T19:17:00.003+07:00</published><updated>2016-10-30T19:17:17.075+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="karier"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="life"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="news"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="S2"/><title type='text'>Nikah atau S2 (Sebelum Lanjut S2 tanyakan 3 Hal ini pada dirimu)</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Beberapa hari yang lalu saya membaca beberapa ulasan tentang 
pendidikan Pasca Sarjana. Sebenarnya hanya iseng-iseng saja membacanya, 
namun ada ulasan yang menarik yang tidak berkaitan dengan tips-tips 
untuk mendapatkan beasiswa dan sebagainya. Ulasan tersebut sangatlah 
mengena. Tidak ada formula khusus untuk sukses. Seseorang bisa sukses 
dengan berbagai cara, tidak semata-mata harus kuliah S2, oleh karena itu
 bangun kesadaranmu terlebih dahullu sebelum menentukan langkah yang 
kamu ambil. Begitulah bunyi ulasan yang sangat menohok idealis dan ego 
saya, karena memang memang benar adanya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dalam konteks menentukan 
pendidikan pascasarjana terkadang kita memulai dengan menentukan 
universitasnya dahulu, bukan menentukan apa yang kita cari atau yang 
kita butuhkan. Resikonya adalah salah memilih langkah.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Konsep sederhana yang direkomendasikan oleh Simon Sinek yaitu Golden Circle Why - How - What.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Langkah pertama untuk memulai dalam pengambilan keputusan adalah &lt;strong&gt;WHY, Mengapa kita membutuhkan pendidikan pascasarjana dengan jurusan X di universitas Y &lt;/strong&gt;Pertanyaan selanjutnya adalah &lt;strong&gt;HOW, Bagaimana cara kita menjawab pertanyaan pertama&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;yang merupakan pertanyaan besar sebagai penentu pertanyaan selanjutnya. Kemudian yang terakhir adalah &lt;strong&gt;WHAT, Apa aspirasi karier untuk lima tahun kedepan&lt;/strong&gt;, apakah harus dengan menempuh pendidikan pascasarjana untuk mencapainya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Saya
 mulai menyusun pertanyaan yang menurut saya dapat membantu dalam 
menemukan jawaban lebih dari sekedar jawaban iseng atau untuk mengisi 
waktu luang dan sebagainya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
1. Apa aspirasi karier dalam kurun 5 tahun kedepan, apakah harus ditempuh dengan pendidikan pascasarjana untuk mencapainya?&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pertanyaan
 ini merupakan pertanyaan kritis menurut saya, karena pertama, bisa jadi
 untuk mencapai aspirasi karier ternyata harus menempuh pendidikan 
pascasarjana. Misalnya untuk yang ingin berkarier sebagai seorang dosen 
sudah pasti dan diharuskan untuk menempuh pendidikan pascasarjana. Jika 
itu kenyataannya, tidak perlu repot-repot memikirkan universitas dan 
jurusan atau mempersiapkan recommendation letter. Kedua, pertanyaan ini
 sangat membantu untuk berpikir karier seperti apakah yang dibutuhkan 
dan apakah karier tersebut realistis. Alasan kedua tersebut 
terinspirasi dari seorang teman yang sempat berkeluh kesah perihal 
karier. Ia bercerita bahwa ia memilih jurusan X dikampus Y karena ingin 
bekerja sebagai A. Namun ternyata karier sebagai A tidak memungkinkan 
baginya karena dinilai tidak linnier, dan ia baru mengetahuinya setelah 
berkecimpung di dalamnya. Jika ia ingin meneruskan berkarir sebagai A, 
mau tidak mau ia harus memilih, menempuh pendidikan sarjana yang sama 
dengan pascasarjananya atau mengambil pascasarjana lagi yang sesuai 
dengan pendidikan sarjananya. Tentunya lebih baik jika hal tersebut 
dihindari.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
2. Bila pendidikan pascasarjana merupakan langkah yang harus saya ambil, jurusan apakah yang sebaiknya saya pilih?&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Jurusan
 di pascasarjana memang sangat spesifik, sebagai contoh jika ingin 
berkarier di farmasi, kita harus menentukan apakah jurusan farmakologi, 
farmasi klinik, bahan alam atau teknologi farmasi, jika ingin berkarier 
di bidang hukum, kita harus menentukan apakah akan berada pada jurusan 
hukum pidana, hukum perdata, hukum bisnis, hukum tata negara, hukum 
administrasi publik, hukum administrasi negara, hukum kesehatan, atau 
hukum ketenagakerjaan yang paling cocok untuk mendukung karier kita. 
Jawabannya akan sangat beragam dari satu orang denngan orang yang lain 
karena dalam bidang farmasi maupun hukum mereka pun perlu menentukan 
karier seperti apa yang diinginkan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
3. Universitas mana yang memiliki jurusan yang paling cocok dengan aspirasi karier kita?&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Ini
 juga pertanyaan yang susah karena kita sering terjebak dengan reputasi 
universitas dan finansial. Banyak orang berbondong-bondong ingin kuliah 
di UGM, Undip, UNS dan lain sebagainya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Bagi saya pribadi, 
pendidikan pascasarjana itu ibarat memilih satu persimpangan jalan dan 
menekuninya sampai ujung. Memang betul saat ini saya masih bisa bekerja 
di bidang di luar pendidikan pascasarjana saya, namun alangkah baiknya 
jika bidang yang kita pilih sejalan dengan karier kita kelak. Godaan 
memang besar namun ada baiknya kita tetap bijaksana dalam membuat 
keputusan penting untuk hidup kita, masa depan kita. So, sebelum lanjut 
S2 jangan lupa tanyakan 3 hal tersebut dalam diri Anda.&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://minakoangel.blogspot.com/feeds/7821598522947185475/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/3254209266811622970/7821598522947185475' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3254209266811622970/posts/default/7821598522947185475'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3254209266811622970/posts/default/7821598522947185475'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://minakoangel.blogspot.com/2016/10/nikah-atau-s2-sebelum-lanjut-s2.html' title='Nikah atau S2 (Sebelum Lanjut S2 tanyakan 3 Hal ini pada dirimu)'/><author><name>Dian Minnie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03382483750427206468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQ_3kPcAYTjpm07RujFkllaESu-NlhZcnIWSUNARLsJTMUSfzSNzHPcSirQlvkYKOGehvusCGcyLLB8Lcnb660GEnTtrPncj4wBDnTQdBfz1zf3Rm6UHNImslycs5uaDk/s149/i.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3254209266811622970.post-1980042934875674365</id><published>2016-10-07T10:15:00.000+07:00</published><updated>2016-10-07T14:01:08.310+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="etika"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="life"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="sahabat"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="sahabat pria"/><title type='text'>Etika Seorang Wanita Bersahabat dengan Pria Beristri</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Memasuki usia yang &quot;cukup&quot; , banyak diantara kita yang mungkin sudah 
tidak sendiri lagi. Sudah ada seorang Pria atau Wanita yang mendampingi 
kita. Namun apakah persahabatan harus terhenti ketika kita memutuskan 
untuk mengakhiri masa sendiri kita? Tentu saja jawabnya &quot;Tidak&quot;. &amp;nbsp;Akan 
tetapi berbicara mengenai masalah persahabatan dengan lain jenis jika 
tidak menjaga etika dan batas-batas syariat sangat riksan berkembang 
menjadi &quot;perselingkuhan&quot;. Secara naluri, setiap wanita yang sudah 
berumah tangga pasti akan merasakan kekecewaan dan bahkan tersakiti oleh
 sesuatu yang bernama perselingkuhan tersebut. Selingkuh bukan berarti 
suami memiliki pacar atau orang spesial diluar sepengetahuan istrinya, 
tetapi juga bersahabat dengan teman wanitanya tanpa ada batasan-batasan 
yang sesuai dengan syariatnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Menjalin persahabatan dengan lawan 
jenis memang bukanlah suatu perkara yang dilarang atau diharamkan, 
karena dalam pergaulan dan bersosialisasi pastinya ada interaksi antara 
laki-laki dan perempuan. Namun jika yang menjadi sahabat kita adalah 
pria yang sudah beristri, tentulah kita harus menjaga sikap dan beretika
 sesuai dengan aturannya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Bagi para remaja yang masih sangat 
idealis dengan pemikirannya pasti akan melontarkan pertanyaan, 
&#39;bagaimana jika persahabatan itu sudah terjalin bertahun-tahun, bahkan 
kita sudah bersahabat sebelum dia mengenal istrinya?&#39; Apapun alasannya, 
semuanya tetap akan berubah ketika sahabat pria mu itu telah mempunyai 
istri. Semua tidak lagi sama dan akan berbeda dari sebelumnya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Nah perlu pembaca Kompasiana ketahui, terutama bagi yang masih &lt;i&gt;single&lt;/i&gt; dan masih sangat idealis yang mungkin belum tahu bagaimana perasaan seorang wanita ketika suaminya &lt;i&gt;chatting&lt;/i&gt;-an
 yang menurutnya tidak penting-penting banget dan di waktu yang tidak 
tepat, bahwa sebenarnya tidak ada persahabatan intens lawan jenis 
setelah adanya sebuah pernikahan. Karena tidak pantas lagi jika kamu 
membutuhkan pertolongan sahabatmu setiap kali ada masalah atau sedang 
kesepian dengan sering menghubungi atau menelponnya, menemuinya, 
memintanya untuk datang membantumu. Yaah, walaupun sekedar &lt;i&gt;online&lt;/i&gt;
 bareng atau telponan. Kalo ga penting-penting amat mendingan jangan 
deh, percayalah ada hati yang tersakiti dibelakang sikap atau &lt;i&gt;chatting&lt;/i&gt;-anmu itu&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dalam
 agama apapun pasti ada batasan-batasan &amp;nbsp;pergaulan antara laki-laki dan 
perempuan terutama bagi yang sudah berkeluarga demi menjaga keutuhan dan
 keharmonisan rumah tangga. Berikut adalah beberapa hal terkait etika 
yang sebaiknya dijaga ketika bersahabat dengan pria yang sudah beristri :&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Berhubungan Intens di Ruang &lt;i&gt;Chatting&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, meskipun secara fisik tidak berduaan dengan jarak yang dekat, tetapi berduaan di ruang &lt;i&gt;chat&lt;/i&gt; baik &lt;i&gt;BBM, WhatsApp, Messenger, Line&lt;/i&gt;
 dan lain sebagainya juga memiliki bahaya yang sama. Sama seperti halnya
 ngobrol berdua tanpa ada pihak ketiga. Sehingga hal ini sangat 
berbahaya, terlebih jika setiap kali &lt;i&gt;chat&lt;/i&gt;, segera &lt;i&gt;end chat&lt;/i&gt; agar tidak diketahui orang lain terutama pasangannya. Hal ini akan menimbulkan banyak kecurigaan dan &lt;i&gt;negative thinking&lt;/i&gt;.
 Berbeda jika isi atau topik pembicaraan seputar pentingnya pekerjaan, 
ilmu, tugas, dan sebangsanya itu diperbolehkan . Tetapi jika hanya 
sekedar iseng, &lt;i&gt;say hello&lt;/i&gt;, bersenda gurau, sekedar membalas PM (&lt;i&gt;Personal Message&lt;/i&gt;)
 di sosmed atau saling balas-balasan komentar, yang pada akhirnya 
berujung pada kenyamanan dan ketergantungan haruslah dihindari. Jika 
suatu hari istrinya mengetahui hal itu, pasti akan sangat melukai 
hatinya dan menghilangkan kepercayaannya pada kita dan suaminya. Karena 
kita ataupun suaminya telah merusak kepercayaannya. Sehingga hal itu 
akan berdampak buruk kepada kita sendiri.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Tidak Sering Berduaan, &lt;/b&gt;di
 dalam ajaran Islam, berduaan dengan lawan jenis yang bukan mahramnya 
saja itu dilarang dan berdosa, apalagi berduaan dengan lawan jenis yang 
sudah berstatus suami orang. Jangan mentang-mentang kita telah 
bersahabat sejak kecil dan sudah terbiasa seperti kakak-adik, sudah 
sangat nyaman dalam urusan ngobrol, jalan berdua, kemana-mana berdua 
sampai terbiasa gelendotan, INGAT, ketika sahabat pria mu sudah menikah,
 berarti kita sebagai sahabatnya harus sadar diri dan wajib merubah 
segala sikap yang dapat menimbulkan fitnah dan dosa. Sadari bahwa 
istrinya sudah pasti merasa tidak nyaman dengan kedekatan kalian berdua,
 apalagi dalam Islam pun memang dilarang melakukan &lt;i&gt;khalwat&lt;/i&gt; dengan yang bukan mahromnya. Dan tidak ada persahabatan antara laki-laki dan perempuan dengan kedekatan yang cukup&lt;i&gt;intens&lt;/i&gt; kecuali di dalamnya terdapat benih-benih rasa.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Berbicara dan Berbusana Sopan&lt;/b&gt;,bagi
 sebagian orang mungkin hal wajar jika berbicara lembut, manja, dan 
berbusana seksi. Namun tidak bagi seorang Muslimah, atau seorang wanita 
yang berakhlak. &amp;nbsp;Jika berbicara atau ngobrol bersama laki-laki (sahabat 
atau suami orang) hendaknya jangan bernada yang dapat menimbulkan daya 
tarik terutama juga penampilan dan gaya busana. Hal ini perlu 
diperhatikan. Jangan sampai semua hal itu merusak pikiran laki-laki yang
 sedang bersama dengan kita. Tidak ada pengecualian kepada sahabat. 
Siapapun itu, jika dia termasuk makhluk yang bernama laki-laki, jaga 
sikap dan bicara kita. Karena sikap, busana dan cara berbicara kita 
mencerminkan &quot;kelas kepribadian&quot; kita, peperti pepatah jawa mengatakan &lt;i&gt;&quot;Ajining diri dumunung aneng lathi, ajining raga ana ing busana&quot;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Jaga Jarak, m&lt;/b&gt;enjaga
 jarak seperti mengurangi intensitas kedekatan bukan berarti harus 
dengan sikap bermusuhan. &amp;nbsp;Yang benar adalah mengurangi frekuensi 
pertemuan yang tidak terlalu penting, mengurangi komunikasi, senda 
gurau, jalan bareng dan jangan ada lagi pertemuan yang hanya berdua 
saja, juga tidak ada lagi kirim-kirim pesan baik secara 
sembunyi-sembunyi ataupun terang-terangan. Hal ini bukan berarti 
bermusuhan, melainkan menghentikan total bentuk-bentuk hubungan yang 
bersifat intim dan pribadi. Jika ada waktu yang tepat untuk bertemu, 
maka ajaklah istrinya untuk ikut bergabung. Tidak ada lagi kesempatan 
hanya untuk kita, meskipun bersama dengan teman-temanyang lainnya. 
Karena saat ini sudah ada penghalang antara kita dengan sahabat pria 
kita.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Foto Berdua, &lt;/b&gt;secara etika, foto berduaan 
antara wanita dan pria yang sudah beristri, apalagi dengan gaya yang 
sangat akrab tentu saja akan menyakiti perasaan istrinya. Hal yang cukup
 terlihat sepele namun ini tidak mustahil dapat meretakkan keharmonisan 
rumah tangga sahabat pria kita.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Hormati dan Hargai Istrinya Dengan Menjaga Sikap, k&lt;/b&gt;omitmen
 dalam pernikahan itu bukanlah perkara main-main. Bila sahabat pria itu 
masih menghubungi kita, mengajak jalan atau sekadar makan bareng berdua,
 itu artinya kita harus mulai membatasi hubungan persahabatan dengannya.
 Bagaimana pun kita harus menghormati dan menjaga perasaan istrinya. 
Terlebih bila istrinya sudah mengetahui persahabatan kalian. Hindari 
berbuat hal yang bisa membuat istrinya curiga dan berprasangka buruk 
melihat keakraban kita dengan suaminya. Dan jika kita &amp;nbsp;masih &lt;i&gt;single,&amp;nbsp;&lt;/i&gt; jika sering terllihat jalat berdua dengan sahabat pria kita akan menjauhkan kita dari jodoh yang baik.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Dekatilah Istrinya&lt;/b&gt;Katanya sahabat pria itu lebih mengasyikkan, lebih asyik diajak ngobrol, lebih seru diajak &lt;i&gt;hang out&lt;/i&gt;,
 lebih nyaman diajak curhat dan lain sebagainya. Namun ingatlah ketika 
ia telah beristri, itu tandanya kitajuga harus mendekati istrinya. 
Mendekati istrinya disini bukan dengan maksud &quot;menusuk&quot; dari belakang 
lho, karena banyak terjadi dengan alih-alih sahabat tetapi ternyata lima
 tahun kemudian akhirnya mengantikan posisi istrinya (&lt;i&gt;naudzubillahminzalik&lt;/i&gt;).
 Mendekati istrinya yang disini yang dimaksudkan adalah Jika ada 
keperluan apapun kepada sahabat priamu, maka tanyakanlah terlebih dulu 
pada istrinya. Misalnya, saat kita ingin bertanya sesuatu, maka 
tanyakanlah terlebih dahulu pada istrinya, jika istrinya tidak tahu maka
 ia akan bertanya pada suaminya lalu menyampaikannya pada kita,&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sahabat
 pembaca kompasiana, berteman baik dengan laki-laki itu tidak dilarang, 
yang dilarang jika pertemanan atau persahabatan itu dapat merusak 
hubungan baik yang dibangun susah payah oleh sahabat bersama 
keluarganya. Memang terkadang persahabatan yang bukan muhrim bisa 
disalahartikan, padahal hanya sekedar teman biasa, namun karena 
seringnya berkomunikasi, banyak waktu dihabiskan bersama dan cukup 
perhatian justru membahayakan. Oleh karenanya, sebagai wanita kita harus
 bisa menjaga hati agar tidak ada orang yang tersakiti karena tingkah 
dan perilaku kita.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Nah itulah beberapa point penting tentang etika
 yang menjadi batasan interaksi wanita dengan pria yang sudah beristri. 
Meskipun saat ini kita berada di arus pergaulan bebas yang amat deras, 
semoga kita semua tetap senantiasa dapat menjaga silaturahmi dengan baik
 dan sesuai dengan syariat Islam. Semoga tulisan ini dapat memberikan 
manfaat bagi kita semua para pembaca. Amiin&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://minakoangel.blogspot.com/feeds/1980042934875674365/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/3254209266811622970/1980042934875674365' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3254209266811622970/posts/default/1980042934875674365'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3254209266811622970/posts/default/1980042934875674365'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://minakoangel.blogspot.com/2016/10/etika-seorang-wanita-bersahabat-dengan.html' title='Etika Seorang Wanita Bersahabat dengan Pria Beristri'/><author><name>Dian Minnie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03382483750427206468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQ_3kPcAYTjpm07RujFkllaESu-NlhZcnIWSUNARLsJTMUSfzSNzHPcSirQlvkYKOGehvusCGcyLLB8Lcnb660GEnTtrPncj4wBDnTQdBfz1zf3Rm6UHNImslycs5uaDk/s149/i.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3254209266811622970.post-98554541972714933</id><published>2016-05-29T22:39:00.002+07:00</published><updated>2016-05-29T22:39:33.280+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="curhat"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="love"/><title type='text'>Surat Cinta Untuk Masa Laluku</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;_2cuy _3dgx _2vxa&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Untukmu dimanapun sekarang berada. Aku tak tahu kenapa kamu tiba-tiba hadir dibenakku. Dan seperti biasa, kehadiranmu selalu membuatku menangis. 
Taukah kamu, bahwa sesungguhnya kamu adalah halaman buku  paling menarik seperti halaman buku Tere Liye, Dee Lestari atau Andrea Hirata yang  selalu ingin aku kunjungi, ku baca, ku resapi lalu berulang-ulang berhasil mendoktrin pikiranku.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;_2cuy _3dgx _2vxa&quot;&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;_2cuy _3dgx _2vxa&quot;&gt;
Sejenak aku tercekat, seperti apakah posisiku dihatimu sekarang dan saat itu? Sebagai kekasih kah? Sebagai Adikkah? Sebagai Kakakkah atau  sebagai RIP (Rest In Peace)&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;_2cuy _3dgx _2vxa&quot;&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;_2cuy _3dgx _2vxa&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Apapun itu, terima kasih telah bersedia hadir dalam hidupku, mengisi dan mewarnai hariku yang sempat kelabu. Meskipun ketika bersamamu tak bisa ku pungkiri hanya air mata yang akhirnya menghiasi. Kamu bahkan tak kan pernah tau betapa kamulah yang telah menghancurkan semua prinsip dan egoku.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;_2cuy _3dgx _2vxa&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;_2cuy _3dgx _2vxa&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Aku mungkin aku terlalu berlebihan dengan satu kisah yang pernah kita ukir. Sudah ku coba untuk mengikhlaskan dan melupakan mu. Dengan tingkat kesibukan yang telah aku jalani selama 4 tahun ini hampir berhasil menjauhkanmu tapi tidak berhasil melupakanmu Karena, berbagai pesona yang mencoba menarik perhatianku belum ada yang bisa menandingimu.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;_2cuy _3dgx _2vxa&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;_2cuy _3dgx _2vxa&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
 Terkadang terlintas engkau tiba-tiba datang meskipun hujan badai di luar sana hanya untuk mengusap air mataku. Tapi aku tahu itu tak mungkin. Itu hanya terjadi dalam senetron romantis. This is Realita.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;_2cuy _3dgx _2vxa&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;_2cuy _3dgx _2vxa&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Terima kasih telah menjauhiku, karena, dengan begitu, aku  tau ada titik dimana kita pernah merasa dekat. Sangat dekat Walau itu.  Dulu.......&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;_2cuy _3dgx _2vxa&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;_2cuy _3dgx _2vxa&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Jika kamu (mungkin) masih sempat, peduli atau bahkan sempat membaca postingan ini (Hey, dalam tahap ini, aku bukan sedang mengiba atau  berusaha membuat hati mu gerimis. Bukan itu) Kenang aku sebagai seorang.... sebut saja sebagai masa lalu. Sebut saja sebagai wanita  yang pernah kau ambil hati nya penuh-penuh, namun pada akhir nya, kau  kembalikan lagi separuhnya saja. Hati ku masih belum kau kembalikan  penuh-penuh.  Dan separuh hati ini selalu berhasil memaksaku untuk menuliskan  kata-kata bodoh ini untuk mu, separuh hati ini selalu berhasil  membuat ku menitikkan sedikit saja air mata, jika kamu mulai  berkelebatan lagi di pikiran ku.....Sedikit saja.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;_2cuy _3dgx _2vxa&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;_2cuy _3dgx _2vxa&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Jika kini, di setiap bangun dan tidurmu aku yakin bukan lagi aku  yang mampir di pikiranmu (mungkin dulu pun bukan aku) sangat tidak apa-apa. Tapi, Jangan  pernah salahkan aku, Jika malam-malam dan lelapku, aku masih di hampiri mimpi yang  sama. Mimpi tentang kisah kita berdua, bergulir, seperti nyata walau  sebenarnya itu hanya berserakan di masa lalu yang kini susah payah aku  ubah. Dan disana, aku selalu bertanya-tanya &quot;Sampai kapan, hey Kamu?&quot;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;_2cuy _3dgx _2vxa&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;_2cuy _3dgx _2vxa&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Segala yang  hilang, akan diganti dengan yang lebih baik.. Dan, Kamu sudah sampai  pada titik itu. Tak apa jika kerabat, sahabat dan rekan mu menjadikan ku sebagai  perbandingan. Bukankah sifat kita -manusia- adalah selalu membandingkan?  Tak apa jika pada akhirnya bukan aku yang akan bergabung dalam silsilah  dan foto keluargamu. Bukan kah itu bagian dari takdir? Dan skenario  Tuhan yang selalu kita percayai hingga kini, adalah skenario yang  terbaik?&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;_2cuy _3dgx _2vxa&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;_2cuy _3dgx _2vxa&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Lagi-lagi pertanyaan bodoh yang ingin aku  lontarkan. Mengapa kita mesti bertemu jika pada akhirnya kita tidaklah  satu? Orang-orang disana selalu menjawab : &quot;karena, kita harus bertemu  orang yang tidak tepat, sebelum akhirnya bertemu orang yang tepat&quot; .
 Jadi, baiklah. Setidaknya bisa kusimpulkan aku bukanlah orang yang tepat. Aku adalah persinggahan sementaramumu. Aku adalah ujian. Aku adalah  masa lalu.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;_2cuy _3dgx _2vxa&quot;&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;_2cuy _3dgx _2vxa&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Ketika kamu dan dia sedang berbahagia merencanakan piknik keluarga, aku masih sibuk sendiri.  Sibuk akan masa lalu yang belum selesai. Hey, aku tidak menyalahkanmu.. Ini bukan pilihanku tapi ini takdirku. Namun, aku berjanji tidak akan lama lagi. Karena,  aku percaya.. Tuhan sudah menyediakan pula Jodoh ku.  Jodoh. Bukan  pengganti mu. Yang akan mendekapku lama-lama. Hingga aku lupa. Hingga  aku amnesia. Luka itu apa?   
Dunia kita tak lagi sama, mimpi kita sudah  berbeda.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;_2cuy _3dgx _2vxa&quot;&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;_2cuy _3dgx _2vxa&quot;&gt;
Sebagai apapun aku dihatimu, terima kasih sudah mau peduli. Bahagia untuk mu. Selalu.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;_2cuy _3dgx _2vxa&quot;&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;_2cuy _3dgx _2vxa&quot;&gt;
*Inspirated Song Ratusan Purnama - Melly Goeslow dan  Marthino Lio Ost AADC 2&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://minakoangel.blogspot.com/feeds/98554541972714933/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/3254209266811622970/98554541972714933' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3254209266811622970/posts/default/98554541972714933'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3254209266811622970/posts/default/98554541972714933'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://minakoangel.blogspot.com/2016/05/surat-cinta-untuk-masa-laluku.html' title='Surat Cinta Untuk Masa Laluku'/><author><name>Dian Minnie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03382483750427206468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQ_3kPcAYTjpm07RujFkllaESu-NlhZcnIWSUNARLsJTMUSfzSNzHPcSirQlvkYKOGehvusCGcyLLB8Lcnb660GEnTtrPncj4wBDnTQdBfz1zf3Rm6UHNImslycs5uaDk/s149/i.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3254209266811622970.post-7579876891476222238</id><published>2016-05-29T22:36:00.000+07:00</published><updated>2016-05-29T22:36:15.486+07:00</updated><title type='text'>Makna Lagu &quot;Andaikan Kau Datang Kembali&quot;</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Setiap lagu pasti punya cerita bagi pencipta maupun pendengarnya. 
Terkadang setiap lagu menyimpan kenangan tersendiri bagi pendengarnya. 
Kenangan disini bukan saja berarti liriknya mewakili perasaan atau kisah
 hidup kita namun bisa jadi kenangan yang tersebut adalah suasana pada 
saat lagu itu diputar berulang-ulang pada era atau masa tertentu. 
Misalnya ketika kita mendengar lagu &quot;Kita&quot; &amp;nbsp;dari Sheila On 7, pasti 
ingatan kita langsung tertuju ke era tahun 2000-an ketika lagu tersebut &lt;em&gt;booming&lt;/em&gt;.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sebuah
 lagu yang tetap enak di dengar dan tidak membosankan adalah lagu-lagu 
ciptaan tahun 1980-an dimana pada era 2000-an telah berlabel &quot;tembang 
kenanngan&quot;. Lagu Andaikan Kau Datang Kembali-nya Koes Plus yang 
dinyanyikan oleh Yuni Shara pun termasuk lagu yang masih &lt;em&gt;easy listeing.&amp;nbsp;&lt;/em&gt;Namun
 kita pasti tidak pernah menyangkanya jika lagu tersebut bukan hanya 
lagu percintaan yang cengeng melainkan lagu hikmah yang penuh makna 
seperti yang dituturkan oleh &amp;nbsp;Yok Koeswoyo di pengajian Kyai Kanjeng Cak
 Nun.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Terlalu indah dilupakan&lt;br /&gt;Terlalu sedih dikenangkan&lt;br /&gt;Setelah aku jauh berjalan&lt;br /&gt;Dan kau ku tinggalkan&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dunia
 ini begitu indah. Semakin jauh berjalan di dunia ini, kita semakin 
meninggalkan sang kholik, sang penciptanya. KAU pada lirik itu berarti 
Allah SWT sang pemberi nafas.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Betapa hatiku bersedih&lt;br /&gt;Mengenang kasih dan sayangmu&lt;br /&gt;Setulus pesanmu kepadaku&lt;br /&gt;Engkau kan menunggu&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Saat
 disepertiga malam kita merenungi, betapa karunia cinta serta kasih 
sayang sang Kholik masih tercurahkan, bahkan saat kita berbuat hina, 
berbuat dosa, bermaksiat. Dengan Rahman dan Rohimnya Allah tetap 
memberikan kenikmatan dalam hidup kita.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Andaikan kau datang kemari&lt;br /&gt;Jawaban apa yang kan ku beri&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Jika
 Allah mencabut nyawa kita saat ini, dan mengutus malaikat didalam kubur
 menanyai iman dan amal sholeh kita di dunia. (Sebagian umat Islam 
mengamalkan membacakan talqin saat menguburkan jenazah. Membacakan 
tuntunan jawaban atas pertanyaan Malaikat yang akan menemui di alam 
kubur setelah para pelayat pulang)&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Adakah cara yang kau temui&lt;br /&gt;Untuk kita kembali lagi&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Ruh
 di alam kubur akan menyesali perbuatan yang telah dilakukannya dahulu. 
Berandai-andai adakah jalan Allah atau cara Allah untuk mengulangi 
masa-masa lalu ? Untuk kita kembali lagi, untuk bisa merubah tingkah 
laku &amp;nbsp;yang buruk menjadi baik?&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Bersinarlah bulan purnama&lt;br /&gt;Seindah serta tulus cintanya&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Bulan
 Purnama adalah simbol dari Rasul, simbol dari nabi, simbol dari para 
ulama, dan simbol dari segala sesuatu yang memantulkan cahaya cinta 
Allah. Penulis lagu itu mengharap kepada para ulama, kepada para 
pensyiar agama untuk tetap bersinar, untuk tetap memantulkan Nur dari 
Allah setulus-tulusnya, tanpa melihat apapun selain Allah.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Bersinarlah terus sampai nanti&lt;br /&gt;Lagu ini...ku...akhiri&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetap Istikhomah sampai menghadap Khusnul khotimah, in-syaa Allah.&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Subhanallah........
 Ternyata lagu ini memilik makna yang dalam sekali. &amp;nbsp;Semoga Allah swt 
menghadiahi akhir yang &quot;khusnul khotimah&quot; untuk kita semua. Aaamiiin Yaa
 Rabbal&#39;Alamiiin.&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://minakoangel.blogspot.com/feeds/7579876891476222238/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/3254209266811622970/7579876891476222238' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3254209266811622970/posts/default/7579876891476222238'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3254209266811622970/posts/default/7579876891476222238'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://minakoangel.blogspot.com/2016/05/makna-lagu-andaikan-kau-datang-kembali.html' title='Makna Lagu &quot;Andaikan Kau Datang Kembali&quot;'/><author><name>Dian Minnie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03382483750427206468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQ_3kPcAYTjpm07RujFkllaESu-NlhZcnIWSUNARLsJTMUSfzSNzHPcSirQlvkYKOGehvusCGcyLLB8Lcnb660GEnTtrPncj4wBDnTQdBfz1zf3Rm6UHNImslycs5uaDk/s149/i.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3254209266811622970.post-6990044560043420442</id><published>2016-05-07T15:34:00.000+07:00</published><updated>2016-05-07T15:34:01.960+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="life"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="love"/><title type='text'>Wanita Introvert Tidak Menyukai Sesuatu Yang Frontal</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Berbicara mengenai Wanita, memang banyak sekali tipenya, tapi berdasar kepribadian hanya ada dua, &lt;em&gt;i&lt;/em&gt;&lt;em&gt;ntrovert&amp;nbsp;&lt;/em&gt;dan &lt;em&gt;ekstrovert.&amp;nbsp;&lt;/em&gt;Misterius,
 tertutup dan susah buat diajak hura-hura. Mungkin begitulah pandangan 
hampir kebanyakan orang ketika berhadapan dengan seorang &lt;em&gt;introvert&lt;/em&gt;. Pria yang tak sengaja jatuh hati pada mereka jangan terlalu &lt;em&gt;frontal&amp;nbsp;&lt;/em&gt;dalam meng-&lt;em&gt;eksplore&amp;nbsp;&lt;/em&gt;keinginannya untuk mendekati wanita dengan tipe seperti ini karena akan membuat mereka menjauh dan &lt;em&gt;illfeel&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;strong&gt;1. &amp;nbsp;Wanita &lt;em&gt;introvert,&amp;nbsp;&lt;/em&gt;tidak menyukai sesuatu yang Frontal.&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Wanita &lt;em&gt;introvert&amp;nbsp;&lt;/em&gt;lebih memilih mengenali calon pasangan dengan berteman lebih dahulu. &amp;nbsp;Jadi, lebih baik &lt;em&gt;make it slow&amp;nbsp;&lt;/em&gt;saja &lt;em&gt;boys&lt;/em&gt;. Wanita &lt;em&gt;introvert&lt;/em&gt;&amp;nbsp;
 kebanyakan tak pernah suka lelaki baru yang tiba-tiba datang dan 
mengutarakan maksudnya di depan. Mungkin cara itu berlaku bagi wanita &lt;em&gt;ekstrovert&lt;/em&gt;, tapi wanita &lt;em&gt;introvert&lt;/em&gt;&amp;nbsp; tak terbiasa &lt;em&gt;blak-blakan&lt;/em&gt; dan sangat menghargai proses, dan pastikan semuanya berjalan serba pelan-pelan.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Wanita &lt;em&gt;introvert&amp;nbsp;&lt;/em&gt;seringkali
 dikenal sebagai tipe yang sukar jatuh cinta, memang begitulah adanya. 
Walau ada sebagian yang mengaku mudah naksir atau menyukai lawan jenis, 
tapi jatuh cinta itu perihal berbeda. Tak ada batasan baginya perihal 
sampai kapan kalian menjalani tahapan ‘pertemanan’ dan kapan hubungan 
ini berlanjut ke jenjang yang lainnya. Ada yang hanya hitungan bulan, 
ada pula yang menahun. Bergantung kalian, secepat apa kalian membuatnya 
&amp;nbsp;merasa nyaman dan percaya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Wanita &lt;em&gt;introvert&lt;/em&gt; memang suka kalau diberi perhatian, apalagi secara penuh dan intensif, namun perhatian dan &lt;em&gt;kepo&lt;/em&gt; berlebihan justru akan membuat risih. Alih-alih merasa diperhatikan, tapi malah membuat kami merasa diinterogasi. Misalnya &lt;em&gt;nih&lt;/em&gt; di minggu-minggu pertama kamu &lt;em&gt;whatsapp&lt;/em&gt; atau &lt;em&gt;Line&lt;/em&gt; hanya dua kali sehari untuk menanyakan kabarnya. Di waktu selanjutnya intensitas berkirim pesan bisa ditambah, karena seorang &lt;em&gt;introvert&lt;/em&gt;
 pada umumnya butuh waktu untuk membiasakan diri dengan kedatangan orang
 baru. Kamu juga yang harus membuat batasan terkait apa-apa saja yang 
boleh dan tidak untuk ditanyakan pada masa awal perkenalan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;strong&gt;2. &amp;nbsp;Kenali dari Hobi&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Biar &amp;nbsp;&lt;em&gt;introvert&lt;/em&gt;, tapi dijaman yang serba teknologi ini, mereka nggak gaptek kok. Saya mewakili satu dari sekian ratus Wanita &lt;em&gt;introvert&lt;/em&gt; punya beberapa akun sosial media. &amp;nbsp;Jadi, kalau kamu beneran niat, jadilah &lt;em&gt;stalker&amp;nbsp;&lt;/em&gt;di media sosial kami para Wanita &lt;em&gt;introvert&lt;/em&gt;.
 Dari situ bakal ketahuan kok apa yang kami sukai, Mulai dari musik, 
film favorit, sampai bacaan yang sering kami baca. Bisa kamu cari tahu 
dan sedikit menganalisis lewat postingan di akun medsos kami. Dengan 
cara ini setidaknya kamu punya bekal saat mau mengajak kami 
berkomunikasi?&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;strong&gt;3. Tunjukkan Keseriusan dan Pengorbanan&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Tunjukkan kalau kalian serius tertarik, tapi jangan &lt;em&gt;frontal&lt;/em&gt; alias &lt;em&gt;blak-blakan&lt;/em&gt;. Misalnya lagi &lt;em&gt;nih,&amp;nbsp;&lt;/em&gt;baru sehari dua hari kenal &lt;em&gt;eh&amp;nbsp;&lt;/em&gt;langsung ngajak makan atau nonton berdua. &lt;em&gt;Kan&amp;nbsp;&lt;/em&gt;ngeri &lt;em&gt;bro.&amp;nbsp;&lt;/em&gt;Jangaaaan…. Ajak &lt;em&gt;chat&amp;nbsp;&lt;/em&gt;dulu,
 ketemu ya cuma jangan berdua. Kalau justru dia yang ajak temen atau 
keluarganya, kamu ya mau aja. Sebab, dengan mau berkenalan dengan kawan 
atau keluarga, kami bisa menganggapmu serius terhadap kami.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Jangan
 menyerah menghadapi Kami, karena disinilah level kesabaranmu akan 
diuji. Tunjukkan keseriusanmu dengan adanya konsistensi. Percayalah, 
lama-lama kami para wanita &lt;em&gt;intovert&lt;/em&gt; akan sadar kok kalau kamu memang tak main-main dengan kami. &amp;nbsp;Satu hal lagi, wanita &lt;em&gt;intovert&lt;/em&gt;
 juga akan luluh kalau kamu menunjukkan ‘pengorbanan’ tanpa adanya kesan
 menyombongkan tentunya. Dengan datang saat hari spesial kami misalnya, 
padahal ada jarak sekian ratus kilometer yang membentang. Atau rela 
mengantar kami karena menurutmu sudah terlampau malam untuk pulang 
sendirian. Sesekali sah-sah saja kok menawarkan bantuanmu untuk kami.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Proses lama itu relatif, bergantung kapan kami bisa percaya. &lt;em&gt;Nah,&amp;nbsp;&lt;/em&gt;percaya
 itu berasal dari kapan rasa nyaman sudah kami dapat. Ketika kami sudah 
berani bercerita apa saja kepadamu, dan setelahnya perasaan kami jadi 
lega, itu artinya kami percaya. Tenang, ketika kami bercerita, kamu 
nggak perlu kudu jadi mahluk solutif kok. Asal kamu bisa pegang rahasia,
 disitulah kami merasa aman dan terjaga. Tak hanya itu, kami juga akan 
melihat reaksimu ketika kami bercerita. Apa kamu saja yang menuntut kami
 terbuka, tapi tidak sebaliknya, atau bagaimana. Kalau kamu pun 
berangsur terbuka, berarti &lt;em&gt;kan&amp;nbsp;&lt;/em&gt;kita sama-sama percaya, dan itu artinya kami juga punya hati kepadamu. Kami siap untuk ke jenjang selanjutnya kok.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://minakoangel.blogspot.com/feeds/6990044560043420442/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/3254209266811622970/6990044560043420442' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3254209266811622970/posts/default/6990044560043420442'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3254209266811622970/posts/default/6990044560043420442'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://minakoangel.blogspot.com/2016/05/wanita-introvert-tidak-menyukai-sesuatu.html' title='Wanita Introvert Tidak Menyukai Sesuatu Yang Frontal'/><author><name>Dian Minnie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03382483750427206468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQ_3kPcAYTjpm07RujFkllaESu-NlhZcnIWSUNARLsJTMUSfzSNzHPcSirQlvkYKOGehvusCGcyLLB8Lcnb660GEnTtrPncj4wBDnTQdBfz1zf3Rm6UHNImslycs5uaDk/s149/i.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3254209266811622970.post-3106354287098824034</id><published>2016-01-17T14:24:00.000+07:00</published><updated>2016-01-31T10:33:33.311+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="curhat"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="life"/><title type='text'>Perlukah Serikat Pekerja Dosen dan Tenaga Kependidikan?</title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;o:OfficeDocumentSettings&gt;
  &lt;o:AllowPNG/&gt;
 &lt;/o:OfficeDocumentSettings&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;br /&gt;
&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:WordDocument&gt;
  &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;
  &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;
  &lt;w:TrackMoves/&gt;
  &lt;w:TrackFormatting/&gt;
  &lt;w:PunctuationKerning/&gt;
  &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;
  &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;
  &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;
  &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;
  &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;
  &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;
  &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;
  &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;
  &lt;w:Compatibility&gt;
   &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;
   &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;
   &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;
   &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;
   &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;
   &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;
   &lt;w:EnableOpenTypeKerning/&gt;
   &lt;w:DontFlipMirrorIndents/&gt;
   &lt;w:OverrideTableStyleHps/&gt;
  &lt;/w:Compatibility&gt;
  &lt;m:mathPr&gt;
   &lt;m:mathFont m:val=&quot;Cambria Math&quot;/&gt;
   &lt;m:brkBin m:val=&quot;before&quot;/&gt;
   &lt;m:brkBinSub m:val=&quot;--&quot;/&gt;
   &lt;m:smallFrac m:val=&quot;off&quot;/&gt;
   &lt;m:dispDef/&gt;
   &lt;m:lMargin m:val=&quot;0&quot;/&gt;
   &lt;m:rMargin m:val=&quot;0&quot;/&gt;
   &lt;m:defJc m:val=&quot;centerGroup&quot;/&gt;
   &lt;m:wrapIndent m:val=&quot;1440&quot;/&gt;
   &lt;m:intLim m:val=&quot;subSup&quot;/&gt;
   &lt;m:naryLim m:val=&quot;undOvr&quot;/&gt;
  &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:LatentStyles DefLockedState=&quot;false&quot; DefUnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
  DefSemiHidden=&quot;true&quot; DefQFormat=&quot;false&quot; DefPriority=&quot;99&quot;
  LatentStyleCount=&quot;267&quot;&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;0&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Normal&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 7&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 8&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 9&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 7&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 8&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 9&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;35&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;caption&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;10&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Title&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;1&quot; Name=&quot;Default Paragraph Font&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;11&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Subtitle&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;22&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Strong&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;20&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Emphasis&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;59&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Table Grid&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Placeholder Text&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;1&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;No Spacing&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Revision&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;34&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;List Paragraph&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;29&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Quote&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;30&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Intense Quote&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;19&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Subtle Emphasis&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;21&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Intense Emphasis&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;31&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Subtle Reference&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;32&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Intense Reference&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;33&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Book Title&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;37&quot; Name=&quot;Bibliography&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;TOC Heading&quot;/&gt;
 &lt;/w:LatentStyles&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt;
&lt;style&gt;
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
 {mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;;
 mso-tstyle-rowband-size:0;
 mso-tstyle-colband-size:0;
 mso-style-noshow:yes;
 mso-style-priority:99;
 mso-style-parent:&quot;&quot;;
 mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
 mso-para-margin:0in;
 mso-para-margin-bottom:.0001pt;
 mso-pagination:widow-orphan;
 font-size:10.0pt;
 font-family:&quot;Calibri&quot;,&quot;sans-serif&quot;;
 mso-bidi-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;}
&lt;/style&gt;
&lt;![endif]--&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Kehadiran UU Nomor 21 tahun 2000 tentang Serikat Pekerja menjadi
awal revolusi kebangkitan pekerja di Indonesia. Mendengar kata serikat pekerja,
mungkin yang ada dalam bayangan kita adalah butuh-buruh pabrik yang berdemo
memperjuangkan hak-hak mereka, menuntut kenaikan upah minimum. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Serikat &amp;nbsp;Pekerja dimasa modern ini lebih sedikit
menunjukkan posisi yang lebih elegan di mata hukum. Karena Serikat &amp;nbsp;Pekerja
tidak hanya berbicara bagaimana buruh pabrik memperjuangkan hak-hak mereka akan
tetapi Serikat &amp;nbsp;Pekerja semakin cerdas memperjuangkan hak-hak pekerja
dengan ilmu, dialog dan media yang cerdas. &amp;nbsp;Kekuatan Serikat pekerja itu
kuat dan sangat kuat bahkan di mata hukum. Pekerja yang sudah di dalam anggota
akan bisa memperjuangkan hak-hak mereka sesuai dengan hukum Undang-Undang Ketenagakerjaan
Nomor 13 Tahun 2003.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Ketakutan yang terbesar dari sebuah perusahaan adalah ketika
permainan mulus mereka mempekerjakan karyawan dengan seenaknya mereka tapi terbentur
dengan UU ini. Mulai dari upah di bawah UMR, tidak memberikan jaminan kesehatan,
memberikan lembur yang tidak layak bayar, bahkan ada beberapa perusahan yang
mengharuskan mempekerjakan karyawannya bekerja melebih jam yang telah
ditetapkan bedasarkan undang-undang yang berlaku dengan alih-alih loyalitas. Ketakutan
ini berlanjut ketika semua harus diproses oleh pihak terkait ketika semua tidak
sesuai aturan. Maka tidak heran kita sering mendengarkan banyak sebagian
perusahaan pimpinannya menghalang-halangi pembentukan serikat pekerja. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Ini hanya sebagai contoh saja, sebenarnya tidak ada masalah
antara saya dengan perguruan tinggi tempat saya bekerja. Saya bekerja kurang
lebih 2,5 tahun di perguruan tinggi tersebut. Suatu periode yang tergolong
cukup ‘nyaman’ dan menunjukkan keadaan yang baik-baik saja dengan manajemen Yayasan
perguruan tinggi tersebut. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Sebenarnya ketika masa kerja saya tepat satu tahun, sudah tercium bau-bau tidak sedap dari manajemen Yayasan dalam hal
bagaimana mereka mengelola perguruan tinggi ini. Karena ini Yayasan maka
otonomi mereka sangat tidak terbatas. Namun ternyata mereka terlalu jauh
mendefiniskan otonomi ini sehingga masalah ketenagakerjaan juga mereka anggap
adalah urusan pihak Yayasan. Tapi begitulah kenyataan di lapangan ketika
menghadapi Yayasan yang egois dengan sebuah kepemilikannya sendiri sehingga
seolah-olah mereka mempunyai kekuasaan tidak terbatas.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Memang dari dulu saya masih belum begitu yakin ketika sebuah
Yayasan bergerak dalam dunia pendidikan. Mana ada sekarang Yayasan yang
benar-benar &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;pure&lt;/i&gt; sosial membantu
mencerdaskan anak bangsa. Kalau sudah mempertimbangkan &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;profit&lt;/i&gt; untuk sebuah pendidikan maka sudah bisa dibayangkan sendiri,
apa yang terjadi. Pendidikan tidak lagi berbicara bagaimana menciptakan
generasi penerus bangsa akan tetapi bagaimana menciptakan kuantitas jumlah peserta
didik untuk profit semata.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Beginilah salah satu wajah pendidikan Indonesia. Rugi
&amp;nbsp;rasanya kita berkoar-koar selama ini memperjuangkan pendidikan &amp;nbsp;agar
lebih bagus lagi ketika di lapangan masih saja kita tidak bisa berbuat apa-apa
ketika keanehan terjadi. Perguruan tinggi sudah menjadi lahan untuk mencari
laba sebanyak-banyaknya bagi sebagian pemilik Yayasan. Sebanyak mungkin mereka
menerima mahasiswa. Tapi apakah mereka memikirkan kualitas dosennya. Dan apakah
dosen dan tenaga kependidikan yang dipekerjakan juga benar-benar sudah
sejahtera? Jangan-jangan masih dibawah UMK semua. Jangan-jangan ekpolitasi
modern sudah mulai ada yaitu mengeksploitasi keilmuan dosen-dosen yang sudah
menghabiskan ratusan juta sekolah tapi hanya dibayar sebungkus nasi kotak.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Berbicara upah untuk seorang dosen saya sendiri akan sedikit
tutup telinga, anggap saja tidak tahu dan mau tahu. Mempermasalahkan upah dosen
Yayasan &lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;maka itu akan berujung dengan
kekecewaan dan rasa sakit hati. Begitu pula dengan tenaga kependidikan yang
notabene memengang peranan penting dalam keberlangsungan operasional perguruan
tinggi tersebut. &lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Apakah dosen dan tenaga kependidikan yang bekerja pernah
memegang uang segepok seperti dosen dan tenaga kependidikan perguruan tinggi
negeri dapatkan &lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;setiap bulan? Beban
kerja sama bahkan lebih banyak tapi kenapa isi kantong berbeda? Hak seseorang
terbedakan akibat nasib yang tidak mendukungnya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Yayasan sekarang sudah keras hati. Hampir semua Yayasan yang
bergerak di bidang pendidikan tidak pernah ikhlas memberikan upah kepada dosen
dan tenaga kependidikan yang telah berhasil menaikkan pamor universitas mereka.
Pamor universitas didapatkan secara otentik oleh akreditasi dari BAN-PT. Mereka
lebih senang menghabiskan pikiran mereka memikirkan berapa banyak omset Yayasan
mereka dari mahasiswa yang masuk. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Apa yang terjadi apabila dosen yang mengajar di tempat
mereka mogok semua? Apa yang terjadi apabila tenaga kependidikan tidak
melaksanakan pekerjaannya secara maksimal karena saling cemburu? Apakah Yayasan
tersebut akan senyam senyum duduk santai sambil mengipas hasil uang spp
mahasiswa? Siapapun akan mengatakan TIDAK. Tapi, mengapa sering sekali kita
dengar cerita-cerita miris ketika dosen maupun tenaga kependidikan hanya
dibayar hanya cukup untuk membeli pulsa dan bensin setiap bulannya. Apakah
salah ketika dosen &lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;sebagai&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;tenaga pendidik dan kependidikan &lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;berkolaborasi membentuk serikat pekerja&lt;/span&gt;
untuk memperjuangkan hak-hak normatif mereka? &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Disinilah bentuk ketakutan Yayasan ketika serikat pekerja
mempunyai kekuatan yang sama seperti mereka. Tapi jangan senang dulu, ketika dosen
dan tenaga kependidikan cukup berani membentuk Serikat pekerja, yang harus kita
persiapkan sebagai dosen dan tenaga kependidikan hanya 2 hal kemungkinan; di
pecat atau di naikkan jabatan. &lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Sepertinya dan sudah pasti kemungkinan
kedualah yang bakal terjadi, karena Yayasan takut. Yayasan tidak suka dengan
orang yang sok hebat menjadi pahlawan di siang bolong hanya untuk mengganggu
aktifitas mereka meraup uang dari mahasiswa dari jalan-jalan yang tidak benar. Yayasan
tidak mau tahu apakah dosen dan staff &lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;sejahtera
atau tidak. Yayasan tidak ambil pusing ketika &amp;nbsp;karyawannya harus bekerja
lembur yang tidak dibayar. Kata mereka simpel saja “&lt;b&gt;kalau tidak mau kerja lagi,
keluar saja&lt;/b&gt;”. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Serikat pekerja bukan pemberontak tapi sebagai mitra penguasaha
dalam menjalankan usahanya. Kenapa sepertinya pengusaha sangat benci dengan
kehadiran serikat pekerja di tempat mereka? Secara logika kita akan
menyimpulkan adalah pengusaha yang salah akan sangat alergi menerima kehadiran
serikat pekerja. Betapa tidak, serikat pekerja bisa menuntut hak-hak normatif
mereka jika tidak sesuai dengan undang-undang. Kejadian ini yang tidak mau
dialami oleh pihak Yayasan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Perlu tidak dosen atau tenaga kependidikan membentuk Serikat
Pekerja? Pertanyaan ini mungkin akan sedikit terkhususkan untuk dosen atau
staff tenaga kependidikan Yayasan yang tidak mempunyai penghasilan sampingan
setiap bulan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Perguruan tinggi mempunyai pengembangan konsep Tridharma Perguruan
Tinggi yang khusus pada bidang pengembangan pendidikan, penelitian, dan
pengabdian masyarakat. Bagaimana bisa dosen mengajar dengan maksimal ketika disaat
yang sama dia harus memikirkan keluarganya mau makan apa besok hari?&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tapi&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;saya bisa apa untuk merubah itu semua. Saya
seorang staff biasa yang hanya bisa diam saja melihat Yayasan meraup untung kebanjiran
mahasiswa, sedangkan dosen dan tenaga kependidikan perlu bekerja &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;extra &lt;/i&gt;untuk tetap mempertahankan
reputasi Perguruan Tinggi. Saya selama ini diam saja karena secara tidak
langsung telah menjadi bagian orang-orang yang melihat kedhaliman, penindasan
hak. &lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Kapan saya akan mengakhiri keadaan sebagai
penonton? Biar waktu menjelaskan semuanya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://minakoangel.blogspot.com/feeds/3106354287098824034/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/3254209266811622970/3106354287098824034' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3254209266811622970/posts/default/3106354287098824034'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3254209266811622970/posts/default/3106354287098824034'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://minakoangel.blogspot.com/2016/01/perlukah-serikat-pekerja-dosen-dan.html' title='Perlukah Serikat Pekerja Dosen dan Tenaga Kependidikan?'/><author><name>Dian Minnie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03382483750427206468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQ_3kPcAYTjpm07RujFkllaESu-NlhZcnIWSUNARLsJTMUSfzSNzHPcSirQlvkYKOGehvusCGcyLLB8Lcnb660GEnTtrPncj4wBDnTQdBfz1zf3Rm6UHNImslycs5uaDk/s149/i.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3254209266811622970.post-5007763966014096041</id><published>2015-07-16T21:21:00.000+07:00</published><updated>2015-07-16T21:21:16.863+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="curhat"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="life"/><title type='text'>MUDIK... [antara] Silaturahmi dan Ajang Pamer </title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;o:OfficeDocumentSettings&gt;
  &lt;o:AllowPNG/&gt;
 &lt;/o:OfficeDocumentSettings&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;br /&gt;
&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:WordDocument&gt;
  &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;
  &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;
  &lt;w:TrackMoves/&gt;
  &lt;w:TrackFormatting/&gt;
  &lt;w:PunctuationKerning/&gt;
  &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;
  &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;
  &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;
  &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;
  &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;
  &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;
  &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;
  &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;
  &lt;w:Compatibility&gt;
   &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;
   &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;
   &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;
   &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;
   &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;
   &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;
   &lt;w:EnableOpenTypeKerning/&gt;
   &lt;w:DontFlipMirrorIndents/&gt;
   &lt;w:OverrideTableStyleHps/&gt;
  &lt;/w:Compatibility&gt;
  &lt;m:mathPr&gt;
   &lt;m:mathFont m:val=&quot;Cambria Math&quot;/&gt;
   &lt;m:brkBin m:val=&quot;before&quot;/&gt;
   &lt;m:brkBinSub m:val=&quot;&amp;#45;-&quot;/&gt;
   &lt;m:smallFrac m:val=&quot;off&quot;/&gt;
   &lt;m:dispDef/&gt;
   &lt;m:lMargin m:val=&quot;0&quot;/&gt;
   &lt;m:rMargin m:val=&quot;0&quot;/&gt;
   &lt;m:defJc m:val=&quot;centerGroup&quot;/&gt;
   &lt;m:wrapIndent m:val=&quot;1440&quot;/&gt;
   &lt;m:intLim m:val=&quot;subSup&quot;/&gt;
   &lt;m:naryLim m:val=&quot;undOvr&quot;/&gt;
  &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:LatentStyles DefLockedState=&quot;false&quot; DefUnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
  DefSemiHidden=&quot;true&quot; DefQFormat=&quot;false&quot; DefPriority=&quot;99&quot;
  LatentStyleCount=&quot;267&quot;&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;0&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Normal&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 7&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 8&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 9&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 7&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 8&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 9&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;35&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;caption&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;10&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Title&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;1&quot; Name=&quot;Default Paragraph Font&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;11&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Subtitle&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;22&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Strong&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;20&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Emphasis&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;59&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Table Grid&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Placeholder Text&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;1&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;No Spacing&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Revision&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;34&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;List Paragraph&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;29&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Quote&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;30&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Intense Quote&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;19&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Subtle Emphasis&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;21&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Intense Emphasis&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;31&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Subtle Reference&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;32&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Intense Reference&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;33&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Book Title&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;37&quot; Name=&quot;Bibliography&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;TOC Heading&quot;/&gt;
 &lt;/w:LatentStyles&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt;
&lt;style&gt;
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
 {mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;;
 mso-tstyle-rowband-size:0;
 mso-tstyle-colband-size:0;
 mso-style-noshow:yes;
 mso-style-priority:99;
 mso-style-parent:&quot;&quot;;
 mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
 mso-para-margin-top:0in;
 mso-para-margin-right:0in;
 mso-para-margin-bottom:10.0pt;
 mso-para-margin-left:0in;
 line-height:115%;
 mso-pagination:widow-orphan;
 font-size:11.0pt;
 font-family:&quot;Calibri&quot;,&quot;sans-serif&quot;;
 mso-ascii-font-family:Calibri;
 mso-ascii-theme-font:minor-latin;
 mso-hansi-font-family:Calibri;
 mso-hansi-theme-font:minor-latin;
 mso-bidi-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;
 mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}
&lt;/style&gt;
&lt;![endif]--&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Sepanjang pengamatan saya dalam
diam, telah terjadi pergeseran makna terhadap tradisi “MUDIK”&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Menurut istilah, &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-weight: bold;&quot;&gt;Mudik&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;
adalah kegiatan perantau / pekerja migran untuk kembali ke kampung halamannya. Kata &lt;i&gt;mudik&lt;/i&gt; berasal dari sandi kata Bahasa Jawa ngoko
yaitu &lt;i&gt;mulih dilik&lt;/i&gt; yang berarti pulang sebentar. Mudik di &lt;a href=&quot;https://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia&quot; title=&quot;Indonesia&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: windowtext; text-decoration: none; text-underline: none;&quot;&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;
identik dengan tradisi tahunan yang terjadi menjelang hari raya besar keagamaan
misalnya menjelang lebaran. Pada saat itulah ada kesempatan untuk berkumpul
dengan sanak saudara yang tersebar di perantauan, selain tentunya juga &lt;i&gt;sowan&lt;/i&gt;
dengan orang tua.&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Namun t&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;radisi mudik lebaran kini tidak lagi sekadar ajang
silaturahmi, tetapi sudah menjadi ajang pamer keberhasilan materi. Mereka yang
sukses dan berlimpah materi, memperlihatkan gengsi sebagai ekspresi wah,
melampaui mereka yang kalah. &lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Perilaku pamer
status sosial tersebut ditandai dengan pamer kendaraan, baju baru lengkap
dengan pernak-pernik perhiasan dan lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Penampilan masyarakat
yang mudik dengan memamerkan status sosial itu adalah untuk memperlihatkan
kepada keluarga atau pada kalangan kerabat dan masyarakat bahwa status sosial
mereka meningkat karena dinilai telah sukses di rantau.&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Namun ironisnya, justru banyak penampilan
mereka yang `kamuflase` atau mengelabui orang ditandai antara lain dengan
membawa kendaraan pribadi (kendati dirental), baju baru dan lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Sebagai contoh,
menjelang &lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;lebaran&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;usaha persewaan (rental) mobil laris manis.
Bahkan ada penyewa &lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;yang tiap tahun
selalu meminta agar mobil yang disewanya &lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;warna catnya tidak diganti, jenis mobil
tersebut harus sama. Permintaan sewa mobil dengan persyaratan demikian,
katanya, penting untuk mengesankan mereka telah memiliki kendaraan sendiri
sekaligus menjaga citra bahwa dirinya sukses dirantau.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Contoh lainnya, yang
dirantau justru berbondong-bondong ke bank atau ke kantor pos mengirimkan wesel
atau belanja lebaran untuk keluarga di kampung, kendati uang yang dikirim Rp
500 hingga Rp 1 juta . Perilaku ini juga memamerkan bahwa mereka telah sukses
di rantau hingga berhasil mengirimkan belanja. Sebaliknya bagi orang di kampung
pergi ke kantor pos untuk mengambil kiriman belanja lebaran tentu akan bangga
dan menceritakan pada orang lainnya bahwa keluarganya dirantau telah sukses
hingga berhasil mengirimkan uang&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Dari beberapa pemaparan
diatas tersirat bahwa kebiasaan mudik selama ini lumayan bergeser dari makna
awalnya, yakni bersilaturahmi. Adanya perasaan gengsi atau tidak mau kalah
dengan kesuksesan yang diraih saudara atau teman di kampung halaman bisa
menjadi salah satu pemicu bahwa persepsi mudik selama ini selalu identik dengan
ajang pamer kesuksesan, meskipun tentunya masih banyak pula para pemudik
lainnya yang memang mudik karena rindu dengan sanak keluarga dan lebih
mementingkan silaturahmi daripada sekedar menjadi ajang pamer semata.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Tradisi mudik seperti
sekarang inilah yang terkadang membuat saya malas untuk ikut mudik merayakan
lebaran bersama dengan keluarga besar. Disamping saya belum punya apa-apa yang
bisa dibanggakan dihadapan keluarga, melihat beberapa saudara yang selalu
dengan gadget barunya, tablet, ipad keluaran terbaru sedangkan saya tidak
pernah mengganti handphone jika handphone saya tidak rusak terkadang menjadi
beban psikis tersendiri. &lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Akan lebih baik bagi
kita bersama jika mudik yang pada awalnya memiliki tujuan mulia, yakni untuk
saling bersilaturahmi kembali diarahkan ke tujuan semula. Para pemudik jangan
lagi mempunyai pikiran bahwa mereka harus membawa sesuatu yang baru setiap kali
mudik. Melainkan para pemudik haruslah bersikap apa adanya saja, apabila ada
kelebihan finansial tidak salahnya membawakan oleh-oleh buat keluarga yang
nantinya bisa membuat mereka senang. Tetapi apabila keadaan finansial kurang
menguntungkan nggak usah deh memaksakan diri, pastinya keluarga di desa juga
akan mengerti dan mereka sebenarnya juga hanya ingin berkumpul dan
bersilaturahmi di hari raya Idul Fitri.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Keluarga di kampung
halaman bakal masih mengakui kita sebagai keluarga kok meskipun datang tidak
&quot;bermewah-mewah&quot;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://minakoangel.blogspot.com/feeds/5007763966014096041/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/3254209266811622970/5007763966014096041' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3254209266811622970/posts/default/5007763966014096041'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3254209266811622970/posts/default/5007763966014096041'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://minakoangel.blogspot.com/2015/07/mudik-antara-silaturahmi-dan-ajang-pamer.html' title='MUDIK... [antara] Silaturahmi dan Ajang Pamer '/><author><name>Dian Minnie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03382483750427206468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQ_3kPcAYTjpm07RujFkllaESu-NlhZcnIWSUNARLsJTMUSfzSNzHPcSirQlvkYKOGehvusCGcyLLB8Lcnb660GEnTtrPncj4wBDnTQdBfz1zf3Rm6UHNImslycs5uaDk/s149/i.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3254209266811622970.post-7849436457955955631</id><published>2015-06-23T09:09:00.000+07:00</published><updated>2015-06-23T09:30:08.534+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="news"/><title type='text'>Siap Naik Tapi tidak Siap Turun </title><content type='html'>&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16px;&quot;&gt;Kira-kira sebulan yang lalu, tepatnya 16 Mei 2015 hampir semua media memberitakan jatuhnya seorang mahasiswa pecinta alam ke kawah merapi. Mari kita&amp;nbsp;tundukan kepala barang sejenak, seraya berdoa, semoga almarhum Erry Yunanto, mahasiswa pecinta alam yang jatuh ke kawah garuda dilapangkan dikuburnya, diampu&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16px;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;text_exposed_show&quot; style=&quot;display: inline;&quot;&gt;ni dosanya, dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan oleh Allah SWT, untuk menghadapi cobaan ini.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 1em;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Adakah yang hikmah atau pelajaran yang dapat kita ambil dari peristiwa tersebut?&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16px;&quot;&gt;Erry Yunanto, seorang mahasiswa semester 6, umur 21 tahun, mencoba naik ke puncak garuda, sebuah tonjolan batu setinggi 8 meteran, tepat di puncak gunung merapi. Sementara dibawahnya menganga jurang kawah gunung sedalam 150–200 meter (gbr 1). Dia naik keatas tanpa kesulitan berarti, hanya berbekal air minum, lalu diambil beberapa foto oleh teman seperjalanannya (gbr 2) .&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16px;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;text_exposed_show&quot; style=&quot;display: inline;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 1em; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16px;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj1hsIQYX7p0URq2NoQMzZpOQ0HCapGqds4vLznVudoGehNFuXdJZHbV7ToHFC8Omhj53Vw-Bg-CDrkPkcjCvdiN9oXGi5K63vC0fBd4WX6-TREGtnu-pU6wkVWVxhaefKpLQ5wqVi24fop/s1600/11152356_999768853380048_8650806278561575115_n.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;182&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj1hsIQYX7p0URq2NoQMzZpOQ0HCapGqds4vLznVudoGehNFuXdJZHbV7ToHFC8Omhj53Vw-Bg-CDrkPkcjCvdiN9oXGi5K63vC0fBd4WX6-TREGtnu-pU6wkVWVxhaefKpLQ5wqVi24fop/s320/11152356_999768853380048_8650806278561575115_n.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Saat turun dia agak ragu, bahkan meminta temannya untuk berjaga, dan “menangkapnya” jika turun kebablasan. Lalu peristiwa itu terjadi begitu cepat. Dia tergelincir ke arah kanan batuan, dan terjun bebas sejauh 150 meter ke dasar kawah gunung. Didasar temperatur bisa berkisar dari 30 – 50 derajat celcius, dan dipenuhi asap belerang yang berbahaya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 1em; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16px;&quot;&gt;Salut bagi team SAR Jogya, yang berhasil mengangkat korban dengan metoda, peralatan dan personil &lt;i&gt;vertikal rescue&lt;/i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;( gbr 3 ). Sehingga korban bisa diserahkan kepada keluarga dan dikuburkan secara layak. Setelah sebelumnya di buat visum, bahwa kematian korban disebabkan luka pada kepala, perut dan patah kaki akibat benturan dengan benda padat. Begitu kira-kira kronologisnya yang termuat di beberapa media.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 1em; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16px;&quot;&gt;Tak ingin berandai-andai karena mungkin semua ini sudah &quot;Takdir&quot;, dari foto 2, nampak bahwa korban memang ber “&lt;b&gt;tangan kosong&lt;/b&gt;” alias tanpa peralatan apapun juga. Demikian pula dari cerita teman seperjalanannya, bahwa korban SIAP untuk NAIK TEBING. Namun TIDAK SIAP untuk TURUN TEBING, dengan tangan kosong, alias tanpa bantuan alat sama sekali.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 1em; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16px;&quot;&gt;Turun tebing dengan tangan kosong, tanpa alat, bahkan tidak pernah saya temukan teori dan prakteknya sejak jaman dulu. Saat pertama melihat klub pecinta alam semasa SMU dahulu belajar manjat di tebing 48 meter kira-kira tahun 2000an. Yang ada adalah naik dengan tangan kosong, atau free-climbing. Sementara untuk turun, tetap saja harus pake alat. Dari yang canggih pake full body harnes dengan figur-eight atau descender. Atau yang paling sederhana. Hanya butuh seutas tali, dengan metoda “hasty”. Dililitkan pada kedua ketiak, tangan kiri mengatur arah tali, tangan kanan berfungsi sebagai rem. Bisa tali kernmantle yang mahal, atau sekedar tali dadung yang murah meriah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 1em; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16px;&quot;&gt;Naik dengan tangan kosong sekalipun lebih mudah, alasannya sederhana, yaitu karena pegangan dan pijakan, tepat ada didepan mata, sehingga mudah untuk dipilih dan dijangkau. Sementara turun, jadi lain ceritanya. Jika badan menghadap ke dinding, maka pijakan kaki akan sulit untuk dipilih, bahkan kadang sekedar untuk dilihat, karena terhalang oleh badan. Jika badan memunggungi dinding, bahayanya adalah pegangan jari jemari menjadi lemah. Sedangkan gaya “duduk” hanya bisa dilakukan pada kemiringan tertentu, dan tersedia cukup banyak pegangan kokoh, seperti pohon, akar, dsb.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 1em; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16px;&quot;&gt;Kesimpulannya, korban bukan seorang pendaki gunung yang terlatih. Bukan anggota kelompok Pecinta Alam yang terdidik. Melainkan dari komunitas &lt;i&gt;back-packer&lt;/i&gt;. Sebuah komunitas yang mengandalkan pada kepemilikan peralatan mendaki, ditambah semangat untuk selfie, yang sengaja atau tidak, suka atau tidak melakukan “skip level”. Melompati tahap kronologis pendidikan dan pelatihan dasar, serta pembinaan lanjutannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 1em; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16px;&quot;&gt;Dihubungkan dengan analisa, karena saya sangat senang menghubung-hubungkan suatu peristiwa dengan logika, yang dibutuhkan oleh kasus aksiden adalah “force-mayeure”, sebuah kejadian yang tak disangka sangka. Mirip dengan bencana tsunami Aceh. Sementara insiden hanya membutuhkan satu kata juga, yaitu “pengabaian”. Mirip dengan tsunami sampah di Leuwi Gajah tempo hari, yang menelan lebih dari 140 nyawa manusia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 1em; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16px;&quot;&gt;Jika yang muncul aksiden, biasanya orang hanya berkata …ah kasihan betul. Lalu mediapun menyorotinya dengan sorot mata penuh welas asih. Sebaliknya jika yang terjadi adalah insiden, keadaan berbalik, semua orang mengutuk dan menyumpah-nyumpah, dan media massa pun akan menelanjangi dan membantainya tanpa belas kasihan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 1em; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16px;&quot;&gt;Dari semua pemberitaan, segera nampak bahwa ini adalah aksiden, sebuah kecelakaan di gunung titik. Tak ada nada sumbang, tak ada kritik, bahkan semua prihatin. Dari Bupati Sleman sampai rektorat. Sepertinya semua menjadi sah, dan berhenti hanya sampai kata “yaah sudah takdirnya”. Jadi beruntunglah kaum komunitas &lt;i&gt;back-packer&lt;/i&gt; ini, setidaknya bebas hujatan. Sekalipun kita juga tahu persis, team vertikal rescue, justru datang dari kelompok pendaki gunung dan pecinta alam yang sudah terlatih .&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 1em; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16px;&quot;&gt;Saya hanya merasa aneh, saat seseorang pergi ke gunung hanya dengan mengandalkan punya ransel dan sepatu gunung (walaupun dahulu saya pernah melakukannya :p). Sementara dia MENGABAIKAN kebutuhan pendidikan dan latihan dasar dianggap sebagai aksiden. Padahal hal ini sangat teramat nyata, terjadi dimana mana, bahwa ini adalah INSIDEN.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 1em;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16px;&quot;&gt;&lt;b&gt;Ironinya …..&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16px;&quot;&gt;Jika kecelakaan dan kematian itu datang dari kelompok Pendaki Gunung dan Pecinta Alam, baik saat pendidikan atau pengembaraan. Maka opsi aksiden seolah tertutup, tidak boleh ada kasus force-mayeure. Ini adalah harus INSIDEN, dan jajaran kolat ( komando latihan ) tak ayal dicap sebagai serigala haus darah yang membunuh seolah menjadi tujuannya. Media massa berubah garang, polisi menciduk para instruktur, dan kematian pembekuan organisasi berdentang di mana-mana, di tingkat SLTA sampai perguruan tinggi.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 1em;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16px;&quot;&gt;Jadi tak aneh, jika sekarang , banyak orang naik gunung, selfie disana, masuk medsos, menjadi terkenal, dengan modal uang dan perlengkapan. Cukup masuk kelompok &lt;i&gt;back-packer&lt;/i&gt;. Karena apapun yang terjadi, mereka akan senantiasa masuk kasus AKSIDEN, yang dimanja. Mulai bikin sampah di gunung sampai matinya pun tetap saja aksiden, sebuah kecelakaan … titik.&amp;nbsp;Sementara para pecinta alam dan tim SAR yang sering kena getahnya, yang sering mempertaruhkan nyawa untuk menyelamatkan mereka. Yang membersihkan gunung dari sampah sampah mereka, tetap saja masuk grup INSIDEN yang patut untuk dicerca, dibekukan dan dihukum, bahkan jika sesuatu yang diluar dugaan terjadi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 1em;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16px;&quot;&gt;Bagi saya pribadi setidaknya , akan berlaku hukum dua arah …..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16px;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16px;&quot;&gt;Jika para pengambil kebijakan, termasuk media massa, melakukan pengabaian,&amp;nbsp;maka itu juga menjadi sebuah insiden.&amp;nbsp;Lalu sudah menjadi hak kami untuk mengatakan yang sebenar benarnya,&amp;nbsp;sekalipun akan sangat menyakitkan….&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16px;&quot;&gt;~~Di sadur dan dirangkum dari beberapa media~~&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: helvetica, arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16px;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://minakoangel.blogspot.com/feeds/7849436457955955631/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/3254209266811622970/7849436457955955631' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3254209266811622970/posts/default/7849436457955955631'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3254209266811622970/posts/default/7849436457955955631'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://minakoangel.blogspot.com/2015/06/siap-naik-tidak-siap-turun.html' title='Siap Naik Tapi tidak Siap Turun '/><author><name>Dian Minnie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03382483750427206468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQ_3kPcAYTjpm07RujFkllaESu-NlhZcnIWSUNARLsJTMUSfzSNzHPcSirQlvkYKOGehvusCGcyLLB8Lcnb660GEnTtrPncj4wBDnTQdBfz1zf3Rm6UHNImslycs5uaDk/s149/i.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj1hsIQYX7p0URq2NoQMzZpOQ0HCapGqds4vLznVudoGehNFuXdJZHbV7ToHFC8Omhj53Vw-Bg-CDrkPkcjCvdiN9oXGi5K63vC0fBd4WX6-TREGtnu-pU6wkVWVxhaefKpLQ5wqVi24fop/s72-c/11152356_999768853380048_8650806278561575115_n.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3254209266811622970.post-1350990308851655800</id><published>2015-05-02T22:07:00.004+07:00</published><updated>2015-05-02T22:08:31.150+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="news"/><title type='text'>Restorasi Pendidikan Berkarakter Pancasila</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Sejarah Hari Pendidikan&amp;nbsp;&lt;/b&gt; &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Berbicara tentang pendidikan pasti kita 
mengenal sosok tentang Ki Hajar Dewantara. Siapa yang tidak kenal sosok 
tokoh pendidikan Bapak &lt;b&gt;Ki Hadjar Dewantara&lt;/b&gt;, tokoh yang berjasa memajukan pendidikan di Indonesia.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Tanggal 2 Mei sejatinya adalah hari 
kelahiran Ki Hadjar Dewantara , beliaulah yang dianggap sebagai pahlawan
 yang memajukan pendidikan di Indonesia, berkat jasa beliau Perguruan 
Taman Siswa berdiri, suatu lembaga pendidikan yang memberikan kesempatan
 bagi para pribumi jelata untuk bisa memperoleh hak pendidikan seperti 
halnya para priyayi maupun orang-orang Belanda. Ajaran kepemimpinan Ki 
Hadjar Dewantara yang sangat poluler di kalangan masyarakat adalah &lt;b&gt;Ing Ngarso Sun Tulodo&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;Ing Madyo Mbangun Karso&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;Tut Wuri Handayani&lt;/b&gt;.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Ing Ngarso Sun Tulodo&lt;/b&gt; artinya &lt;i&gt;Ing ngarso&lt;/i&gt; itu di depan / dimuka, &lt;i&gt;Sun&lt;/i&gt; berasal dari kata &lt;i&gt;Ingsun&lt;/i&gt; yang artinya saya, &lt;i&gt;Tulodo&lt;/i&gt;
 berarti tauladan. Jadi makna Ing Ngarso Sun Tulodo adalah menjadi 
seorang pemimpin harus mampu memberikan suri tauladan bagi bawahan atau 
anak buahnya.&lt;span id=&quot;more-833&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Ing Madyo Mbangun Karso&lt;/b&gt;, &lt;i&gt;Ing Madyo&lt;/i&gt; artinya di tengah-tengah, &lt;i&gt;Mbangun&lt;/i&gt; berarti membangkitan atau menggugah dan &lt;i&gt;Karso&lt;/i&gt;
 diartikan sebagai bentuk kemauan atau niat. Jadi makna dari kata itu 
adalah seorang peminpin ditengah kesibukannya harus juga mampu 
membangkitkan atau menggugah semangat kerja anggota bawahanya. Karena 
itu seorang pemimpin juga harus mampu memberikan inovasi-inovasi 
dilingkungan tugasnya dengan menciptakan suasana kerja yang lebih 
kodusif untuk keamanan dan kenyamanan kerja.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Demikian pula dengan kata &lt;b&gt;Tut Wuri Handayani&lt;/b&gt;, &lt;i&gt;Tut Wuri&lt;/i&gt; artinya mengikuti dari belakang dan &lt;i&gt;handayani&lt;/i&gt;
 berati memberikan dorongan moral atau dorongan semangat. Sehingga 
artinya Tut Wuri Handayani ialah seorang komandan atau pimpinan harus 
memberikan dorongan moral dan semangat kerja dari belakang. Dorongan 
moral ini sangat dibutuhkan oleh bawahan, karena paling tidak hal ini 
dapat menumbuhkan motivasi dan semangat kerja.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pendidikan dan Pancasila&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Adalah hal yang menarik ketika peringtan
 Hari pendidikan Nasional tahun 2015 memasang tema “Pendidikan dan 
Kebudayaan sebagai Gerakan Pencerdasan dan Penumbuhan Generasi 
Berkarakter Pancasila”. Pilihan tema itu dimaksudkan agar 
pendidikan di sekolah menjadi sebuah proses pembelajaran tidak hanya 
untuk mengejar kecerdasan, tapi juga mengarah pada pendidikan moral 
untuk membangun generasi berkarakter nilai-nilai budaya bangsa yang 
terumuskan dalam Pancasila. Kita melihat Indonesia dengan problem 
pendidikannya dari tahun ke tahun mengalami perubahan. Sekilas juga kita
 saksikan beberapa perubahan kebijakan pendidikan kita akhir-akhir ini 
seakan-akan meresahkan, membingungkan, dan tanpa kejelasan. Ketika 
kurikulum pendidikan diubah, dunia pendidikan kita pun bagaikan sampah. 
Pendidikan moral di Indonesia belakangan mengalami penurunan. Banyak 
anak negeri kita kehilangan jiwa kebangsaan dan nasionalismenya. Sikap 
dan tingkah laku mereka terpengaruh oleh budaya asing dari sisi 
negatifnya. Kemajuan teknologi informasi memudahkan anak didik kita 
mengakses jaringan internet, bukan untuk pembelajaran hal-hal positif, 
tapi justru yang negatif. Mereka cenderung tidak mengerti adanya ajaran 
luhur warisan pendiri bangsa ini. Pancasila hanya mereka pahami secara 
tekstual. Padahal, nilai-nilai yang ada pada Pancasila merupakan basis 
pendidikan moral untuk membentuk kepribadian luhur, kepribadian yang 
berkarakter khas bangsa Indonesia.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Makna pendidikan yang disampaikan Ki 
Hajar Dewantara di atas seakan-akan lekang dari ingatan tokoh-tokoh 
pendidikan negara kita dewasa ini. Pendidikan yang seharusnya dijadikan 
upaya untuk memajukan budi pekerti, dirubah menjadi upaya untuk 
memakmurkan diri. Pendidikan yang seharusnya dijadikan upaya untuk 
memajukan pikiran dan tumbuh kembang anak, dirubah menjadi upaya untuk 
membentuk generasi anak bangsa “membeo” terhadap negara luar. Pendidikan negeri ini sudah tidak 
berdiri diatas kaki sendiri. Pendidikan negeri ini sudah jauh dari 
kontekstualisasi nilai-nilai Pancasila sebagai pandangan hidup yang 
sejati. Dan, yang lebih memperihatinkan lagi, pendidikan kita dewasa ini
 seperti tengah dirasuki oleh faham-faham emoral yang membanggakan diri 
sendiri. Maka menengok tema peringatan Hari Pendidikan tahun ini, mental
 pendidikan negeri kita harus segera direvolusi.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, 
“Cerdas” mengandung arti sempurna perkembangan akal budinya untuk 
berpikir dan mengerti. Manusia yang cerdas adalah manusia yang mampu 
membumikan visi kehidupan ke arah yang lebih baik, kemudian mampu 
mensinergikan akal dengan jiwa suci dalam meraih masa depan yang lebih 
baik.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sedangkan, tumbuh berarti mempunyai 
kemajuan. Jadi, Pencerdasan dan Penumbuhan Generasi Berkarakter 
Pancasila dapat kita artikan sebagai sebuah upaya untuk menyempurnakan 
akal budi dan kemajuan berpikir generasi kita untuk hidup dan bersifat 
(berkarakter) seperti yang tertuang dalam Pancasila sebagai pedoman 
kehidupan bangsa, terlebih dunia pendidikan kita.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Generasi Pancasilais adalah generasi 
ber-Ketuhan Yang Maha Esa, berkemanusiaan yang adil dan beradab, 
menjunjung tinggi persatuan, memiliki kepatuhan terhadap pemimpin yang 
bijaksana dan mengedapankan permusyawaratan dalam kehidupan, serta 
sejajar dan selaras dalam bingkai keadilan disetiap lini kehidupan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Jika kita kaitkan dengan berbagai 
persoalan yang melanda bangsa kita dewasa ini, tentunya tema peringatan 
Hardiknas yang diusung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ini adalah 
isyarat bahwa pendidikan Indonesia semoga dikembalikan kesejatiannya 
dengan menguatkan aqidah dan keimanan, serta memegang teguh prinsip 
kemanusiaan yang sama dan adil tanpa berpijak dengan dipandu komplotan 
asing yang mengintai dan merusak generasi bangsa. Dan, kesemuanya itu 
telah menjadi tujuan dari pendidikan yang diungkapkan Bapak Pendidikan 
kita, Ki Hajar Dewantara seabad yang silam, yang hanya menitikberatkan 
kemajuan budi pekerti untuk kemajuan kehidupan generasi bangsa.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kita selaku insan pendidikan, diwajibkan
 untuk siap menghadirkan generasi berkarakter Pancasila di negeri ini, 
namun dengan satu syarat biarkan kami berkreasi tanpa diprovokasi dengan
 kurikulum yang gonta-ganti. Jangan bedakan ikhtiar kami dengan 
sekolah-sekolah yang setiap hari didinginkan dengan angin buatan. Dan, 
perlu diingat prestasi kami bukan status PNS namun pemikiran dan 
kelayakan untuk membentuk generasi bangsa yang taat dan beradab.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Memperingati hari pendidikan ini , 
marilah kita hembuskan napas-napas harapan dengan semangat penuh 
pengabdian, ikhlas, dan mengharapkan ridho Allah SWT dalam perjuangan 
menegakkan kebaikan, menjembatani kecerdasan, menghapus perlahan 
kebodohan, mengkaji pantas dan tidaknya kita menjadi inspirator dalam 
kerinduan generasi bangsa yang sudah lama memimpikan generasi 
Pancasilais untuk mereka persembahkan dan saksikan kepada Tuhan-nya, 
kepada Malaikat, Kepada teladannya, kepada orang tuanya, kepada gurunya,
 kepada nusa dan bangsa, dan kepada tanah tempat berakhirnya kebanggaan 
dan harga karakter mereka</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://minakoangel.blogspot.com/feeds/1350990308851655800/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/3254209266811622970/1350990308851655800' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3254209266811622970/posts/default/1350990308851655800'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3254209266811622970/posts/default/1350990308851655800'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://minakoangel.blogspot.com/2015/05/restorasi-pendidikan-berkarakter.html' title='Restorasi Pendidikan Berkarakter Pancasila'/><author><name>Dian Minnie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03382483750427206468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQ_3kPcAYTjpm07RujFkllaESu-NlhZcnIWSUNARLsJTMUSfzSNzHPcSirQlvkYKOGehvusCGcyLLB8Lcnb660GEnTtrPncj4wBDnTQdBfz1zf3Rm6UHNImslycs5uaDk/s149/i.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3254209266811622970.post-7856825417465885199</id><published>2014-09-19T00:16:00.001+07:00</published><updated>2014-09-19T00:16:35.775+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="curhat"/><title type='text'>MAHAL</title><content type='html'>&lt;br /&gt;
&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:WordDocument&gt;
  &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;
  &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;
  &lt;w:TrackMoves/&gt;
  &lt;w:TrackFormatting/&gt;
  &lt;w:PunctuationKerning/&gt;
  &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;
  &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;
  &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;
  &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;
  &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;
  &lt;w:LidThemeOther&gt;IN&lt;/w:LidThemeOther&gt;
  &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;
  &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;
  &lt;w:Compatibility&gt;
   &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;
   &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;
   &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;
   &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;
   &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;
   &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;
   &lt;w:EnableOpenTypeKerning/&gt;
   &lt;w:DontFlipMirrorIndents/&gt;
   &lt;w:OverrideTableStyleHps/&gt;
  &lt;/w:Compatibility&gt;
  &lt;m:mathPr&gt;
   &lt;m:mathFont m:val=&quot;Cambria Math&quot;/&gt;
   &lt;m:brkBin m:val=&quot;before&quot;/&gt;
   &lt;m:brkBinSub m:val=&quot;&amp;#45;-&quot;/&gt;
   &lt;m:smallFrac m:val=&quot;off&quot;/&gt;
   &lt;m:dispDef/&gt;
   &lt;m:lMargin m:val=&quot;0&quot;/&gt;
   &lt;m:rMargin m:val=&quot;0&quot;/&gt;
   &lt;m:defJc m:val=&quot;centerGroup&quot;/&gt;
   &lt;m:wrapIndent m:val=&quot;1440&quot;/&gt;
   &lt;m:intLim m:val=&quot;subSup&quot;/&gt;
   &lt;m:naryLim m:val=&quot;undOvr&quot;/&gt;
  &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:LatentStyles DefLockedState=&quot;false&quot; DefUnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
  DefSemiHidden=&quot;true&quot; DefQFormat=&quot;false&quot; DefPriority=&quot;99&quot;
  LatentStyleCount=&quot;267&quot;&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;0&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Normal&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 7&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 8&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 9&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 7&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 8&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 9&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;35&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;caption&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;10&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Title&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;1&quot; Name=&quot;Default Paragraph Font&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;11&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Subtitle&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;22&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Strong&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;20&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Emphasis&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;59&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Table Grid&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Placeholder Text&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;1&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;No Spacing&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Revision&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;34&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;List Paragraph&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;29&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Quote&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;30&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Intense Quote&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;19&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Subtle Emphasis&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;21&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Intense Emphasis&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;31&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Subtle Reference&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;32&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Intense Reference&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;33&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Book Title&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;37&quot; Name=&quot;Bibliography&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;TOC Heading&quot;/&gt;
 &lt;/w:LatentStyles&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt;
&lt;style&gt;
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
 {mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;;
 mso-tstyle-rowband-size:0;
 mso-tstyle-colband-size:0;
 mso-style-noshow:yes;
 mso-style-priority:99;
 mso-style-parent:&quot;&quot;;
 mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
 mso-para-margin-top:0cm;
 mso-para-margin-right:0cm;
 mso-para-margin-bottom:10.0pt;
 mso-para-margin-left:0cm;
 line-height:115%;
 mso-pagination:widow-orphan;
 font-size:11.0pt;
 font-family:&quot;Calibri&quot;,&quot;sans-serif&quot;;
 mso-ascii-font-family:Calibri;
 mso-ascii-theme-font:minor-latin;
 mso-hansi-font-family:Calibri;
 mso-hansi-theme-font:minor-latin;
 mso-bidi-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;
 mso-bidi-theme-font:minor-bidi;
 mso-fareast-language:EN-US;}
&lt;/style&gt;
&lt;![endif]--&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;i&gt;Jika Anda membawa
guci dari dinasti Ming yang mahal itu, apakah Anda akan membawanya dengan cara
pegang yang sembarangan, tidak memperhatikan langkah Anda, dan
melempar-lemparkannya ke udara? Tentu Jawabanyya Adalah TIDAK.&lt;br /&gt;
Kehati-hatian kita dalam membawa sesuatu, ditentukan oleh penghargaan kita
terhadap yang kita bawa.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Ketika&amp;nbsp;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;saya mengantarkan adik saya untuk interview di sebuah perusahaan di Jakarta, saya cukup dibuat tercengang, takjub dan merasa &lt;i&gt;super. &lt;/i&gt;(agak lebay si kedengarannya...)&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kami (baca : saya dan Adik) naik kereta Argo Sindoro keberangkatan pukul 06.00 untuk efisiensi waktu. Sampai di Jakarta sekitar pukul 12.00 wib. Karena takut terlambat, kami menuju tempat interview dahulu tanpa mengindahkan perut kami yang keroncongan.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sampai di lokasi kami merasa agak sedikit beruntung karena tempat interview berada di atas mall yang tentunya ada yang namanya pujasera. Kami memutuskan untuk makan pagi plus siang karena kami ditolak oleh Perusahaan dikarenakan datang terlalu cepat dari jam janjian (&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;maklum, saya kan miss ontime :-) &lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Ketika membuka menu, kami agak sedikit kebingungan karena pertama, menu yang ada tidak kami kenal tapi tetap halal pastinya, kedua karena harga ter&#39;murah&#39; yang tertera pada menu tersebut adalah 70.000 rupiah. Dengan berat hati akhirnya kami memutuskan untuk memilih menu berharga 70.000 rupiah tersebut dengan pertimbangan kami &lt;i&gt;doyan &lt;/i&gt;sehingga apa yang tersaji habis dimakan tidak tersisa. Kami merasa sayang dan &lt;i&gt;eman-eman &lt;/i&gt;jika makanan yang terkesan &#39;mahal&#39; itu terbuang.&amp;nbsp; Kami makan pukul 13.30 wib..&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Setelah makan kami menuju ke tempat interview. Setelah selesai, kami langsung menuju ke stasiun Gambir untuk mengejar kereta dengan keberangkatan pukul 17.00 wib. Apa yang semula telah kami rencanakan yaitu makan Hokben sebelum pulang batal karena masih dan sangat kenyang. Akhirnya kami merubah rencana. Ketika sampai Semarang nanti,berhubung mobil kami terparkir dengan cantiknya di Stasiun Tawang, kami berenvana akan langsung menuju KFC Pandanaran yang buka 24 jam. Tapi rencana itu batal karena pukul 01.00 wib dini hari, turun dari kereta, kami merasa masih kenyang.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Saya sempat menganalisa, ternyata ada harga ada kualitas. Biasanya kami kalo makan spageti seharga 7.500 rupiah sampai 15.000 rupiah beberapa jam terasa lapar lagi. Ini dari pukul 13.30 sampai pukul 01.00 wib belum merasa lapar (&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;atau mungkin nafsu makan kami lain dengan Anda ^_^ &lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;Sembari&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;merebahkan badan, saya sempat berfikir 70.000 rupiah untuk satu piring spagetty terasa amatlah mahal bagi kami, karena penghasilan kami kecil. Tetapi itu akan terasa biasa saja untuk mereka yang berpenghasilan &#39;lebih&#39;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Membaca quotes Mario Teguh membuat saya teringat oleh ucapan dua orang teman saya :&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Teman pertama mengatakan saya MAHAL. Dahulu saya sempat &#39;sakit hati&#39; sekali dikatakan demikian, dan sempat berhenti untuk mengejar karir maupun penghasilan yang &quot;Lebih&quot;. Tapi itu semua sirna ketika bertemu dengan teman kedua saya yang mengatakan &lt;b&gt;&#39;Pria yang Sukses Tidak Akan Takut Untuk Mendekati Wanita Sukses&#39;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Seperti biasa saya selalu menghubung-hubungkan satu kejadian dengan kejadian lain sesuai dengan analisa positif saya sendiri, yang dapat menguatkan dan memotivasi diri saya sendiri.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;Saya berprasangka positif terhadap teman pertama yang mengatakan saya &quot;Mahal&quot;. Mungkin dimata teman saya itu, saya seorang wanita yang sukses dan dia tidak dapat mengimbangi saya, sehingga dia mengatakan seperti itu untuk membunuh motivasi saya. Atau mungkin dia tahu bahwa dengan keuletan dan kegigihan saya mewujudkan semua impian saya, di masa depan saya akan menjadi seorang wanita &#39;Mahal&#39;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Teman kedua saya selalu memotivasi saya untuk lebih kuat pada Pembawaan. Karena dia tahu saya Labil dan Minder. Pembawaan yang anggun, tertata dan santun membuat kita lebih dihargai. Anggun karena kita tahu&amp;nbsp; kita ingin 
dilihat orang sebagai orang yang di hargai. Santun, kita ingin orang lain 
merasa di hormati. Jika kita bisa membawa diria untuk menghormati 
orang lain maka pantas diri kita di hormati oleh orang lain. Membawa diri sebagai orang yang pantas di bayar mahal
 &lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://minakoangel.blogspot.com/feeds/7856825417465885199/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/3254209266811622970/7856825417465885199' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3254209266811622970/posts/default/7856825417465885199'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3254209266811622970/posts/default/7856825417465885199'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://minakoangel.blogspot.com/2014/09/mahal.html' title='MAHAL'/><author><name>Dian Minnie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03382483750427206468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQ_3kPcAYTjpm07RujFkllaESu-NlhZcnIWSUNARLsJTMUSfzSNzHPcSirQlvkYKOGehvusCGcyLLB8Lcnb660GEnTtrPncj4wBDnTQdBfz1zf3Rm6UHNImslycs5uaDk/s149/i.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3254209266811622970.post-7612315064679297334</id><published>2014-09-18T23:06:00.000+07:00</published><updated>2014-09-18T23:18:26.981+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="life"/><title type='text'>Pola Asuh Adalah Pendidikan Karakter</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;i&gt;“Jangan mengkuatirkan bahwa anak-anak tidak mendengarkan Anda, kuatirkanlah bahwa mereka selalu mengamati Anda” – Robert Fulghum&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;code&gt;&lt;/code&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Berhasil mendidik anak-anak dengan baik 
adalah impian semua guru dan orang tua. Setiap guru dan orang tua pasti 
ingin agar anaknya bisa sukses dan bahagia, namun apakah pada 
kenyataannya semudah itu? Mayoritas orangtua pernah mengalami kesulitan 
dalam mendidik buah hati tercinta&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pernahkan
 kita berpikir bahwa program negatif yang (mungkin) secara tidak sengaja
 kita tanamkan ke pikiran bawah sadar anak kita, akan terus mendominasi 
dan mengendalikan hidupnya – membuatnya jadi berantakan di masa depan?&lt;/b&gt;
 Jika mau jujur melakukan evaluasi pada diri sendiri, bisa jadi kita 
semua termasuk saya sebagai tenaga kependidikan telah dan sedang melakukan hal ini
 terhadap anak-anak kita.&lt;/div&gt;
&lt;code&gt;&lt;/code&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Mengutip apa yang diungkapkan Dorothy Law Nollte:&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Jika anak dibesarkan dengan celaan, maka ia belajar memaki&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, maka ia belajar berkelahi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Jika anak dibesarkan dengan cemoohan, maka ia belajar rendah diri&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Jika anak dibesarkan dengan penghinaan, maka ia belajar menyesali diri&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Jika anak dibesarkan dengan toleransi, maka ia belajar mengendalikan diri&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Jika anak dibesarkan dengan motivasi, maka ia belajar percaya diri&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Jika anak dibesarkan dengan kelembutan, maka ia belajar menghargai&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, maka ia belajar percaya&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Jika anak dibesarkan dengan dukungan, maka ia belajar menghargai diri sendiri&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan, maka ia belajar menemukan kasih dalam kehidupannya&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;code&gt;&lt;/code&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Seperti judul diatas pola asuh adalah 
pendidikan karakter. Bagi kita orang tua, karakter apa yang ingin kita 
tanamkan pada anak kita? Berikan contoh itu dalam sikap dan perbuatan 
serta kata-kata. Maka dengan mudah anak akan mencontohnya dan 
menyimpannya dalam memori bawah sadarnya dan akan dikeluarkan kembali 
pada saat “ada pemicunya”. Maksudnya? Saat kita memberikan contoh hormat
 dan sayang pada pasangan kita, saat anak kita menikah kelak maka dia 
akan mencontoh perilaku kita orang tua-nya terhadap pasangannya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sekarang ini sangat berlaku sekali 
kata-kata mutiara “buah tidak&amp;nbsp;jatuh jauh dari pohonnya” dan itu saya 
rasakan betul saat banyak relasi dan kenalan-kenalan saya yang merasakan bahwa kehidupannya 
adalah hasil dari “fotocopy” orang tua-nya. Kalo orang tua-nya 
memberikan pengaruh yang baik tidak masalah, tetapi jika rumah tangga 
berantakan seperti orang tua-nya maka ini adalah suatu musibah. Kenapa 
ini terjadi? Yah, saya rasa Anda sudah tahu jawabannya bukan?&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Jadilah teladan bagi buah hati tercinta 
kita, pada mula dan awalnya anak akan selalu belajar dari lingkungan 
terdekatnya, yaitu orang tua. Mereka menyerap informasi dengan baiknya 
dari kelima indra mereka. Bukan hanya perkataan orang tua tapi sikap 
serta perilaku orang tua akan mereka serap juga, bahkan secara Anda 
tidak sadari.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Jika kita orang tua, ingin tahu berapa 
nilai Anda sebagai orang tua dalam mendidik anak, ada cara mudah 
mengetahuinya. Raport pertama anak pada waktu sekolah (play group 
atau TK), itu adalah raport milik kita orang tua, bukan anak. Anda dapat
 berkaca dari hasil tersebut, bagaimana kualitas “produk” (baca: anak) 
Anda. Nah itu adalah raport awal saat 3-5 tahun Anda membentuk keluarga 
dan mendidik anak. Tapi jika mau tahu hasil akhirnya lihatlah kehidupan 
anak Anda ketika dia sudah berada didalam kehidupan sebenarnya. Lihatlah
 pergaulannya, cara berbicara dan bersikap dan jika kita orang tua lebih
 jeli dan bijak lihat keuangannya. Semakin baik kondisi keuangan anak 
Anda berbanding lurus dengan karakter yang dimiliki anak Anda (yang 
halal tentunya).&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
sumber : http://www.pendidikankarakter.com/peran-pola-asuh-dalam-membentuk-karakter-anak/&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;code&gt;&lt;/code&gt;&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://minakoangel.blogspot.com/feeds/7612315064679297334/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/3254209266811622970/7612315064679297334' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3254209266811622970/posts/default/7612315064679297334'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3254209266811622970/posts/default/7612315064679297334'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://minakoangel.blogspot.com/2014/09/pola-asuh-adalah-pendidikan-karakter.html' title='Pola Asuh Adalah Pendidikan Karakter'/><author><name>Dian Minnie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03382483750427206468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQ_3kPcAYTjpm07RujFkllaESu-NlhZcnIWSUNARLsJTMUSfzSNzHPcSirQlvkYKOGehvusCGcyLLB8Lcnb660GEnTtrPncj4wBDnTQdBfz1zf3Rm6UHNImslycs5uaDk/s149/i.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3254209266811622970.post-6801518623371170506</id><published>2014-07-24T21:02:00.002+07:00</published><updated>2014-07-24T21:02:25.389+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="news"/><title type='text'>Larangan Menganiaya Diri Sendiri </title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dewasa ini sudah tidak asing lagi ditengah-tengah masyarakat yang kebanyakan adalah orang-orang muslim dengan berbagai cara melakukan perbuatan yang mengarah kepada penganiayaan diri sendiri dan bahkan ada yang sengaja bunuh diri. Dimana semua tingkah polah orang-orang yang berbuat sedemikian sulit untuk diterima oleh akal sehat, apalagi oleh orang-orang yang beriman. Mereka yang melakukan penganiayaan terhadap diri mereka sendiri sebenarnya melakukannya dengan cara sadar namun sebenarnya mereka sangatlah bodoh, karena sama sekali tidak ada manfaat yang diperoleh didalamnya kecuali kemudharatan yang mungkin akan dirasakan secara berkepanjangan. Penganiayaan terhadap diri sendiri di dalam syari’at islam dikenal pula dengan sebutan mendzalimi diri sendiri. Banyak contoh yang dilakukan orang-orang yang sengaja menganiaya diri sendiri misalnya melakukan demonstrasi mogok makan, menjahit mulut atau bibir. Ada pula dalam rangka menunjukkan penampilan atau kecantikan diri dengan menindik bibir, hidung dan lain sebagainya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Dzalim&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Para ulama mendefinisikan dzalim sebagai: &lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;“Menempatkan sesuatu bukan pada tempatnya.&quot; &lt;/span&gt;Sedangkan definisi orang dzalim (menganiaya dirinya sendiri) ialah orang yang lebih banyak kesalahannya daripada kebaikannya. Menurut Al-Alusi, menganiaya diri sendiri sebagai perbuatan dosa amat sesuai dengan fakta. Adzab yang dijatuhkan kepada manusia sesungguhnya merupakan balasan terhadap perbuatan dosa manusia. Sehingga, ketika seseorang melakukan perbuatan dosa, hakikatnya dia telah menganiaya dirinya, yakni menjatuhkan dirinya sendiri kepada siksa-Nya. Allah Swt berfirman: &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&quot;Dan Kami tidaklah menganiaya mereka tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri, karena itu tiadalah bermanfaat sedikitpun kepada mereka sembahan-sembahan yang mereka seru selain Allah, di waktu azab Tuhanmu datang. Dan sembahan-sembahan itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali kebinasaan belaka.&quot; &lt;/i&gt;(QS. Huud : 101 ) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Para pelaku dosa sebagai orang yang-orang yang mendzalimi diri mereka sendiri terdapat dalam beberapa ayat, antara lain firman Allah : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&quot;Dan Kami tidak mengutus seseorang rasul melainkan untuk dita&#39;ati dengan seizin Allah. Sesungguhnya jikalau mereka ketika menganiaya dirinya&amp;nbsp; datang kepadamu, lalu memohon ampun kepada Allah, dan Rasulpun memohonkan ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.&lt;/i&gt;&quot; ( QS. An Nisaa : 64 ) &amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;&quot;&gt;
&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #c00000; font-family: &amp;quot;; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14.0pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;color: #c00000; font-family: &amp;quot;; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14.0pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;; font-size: 14.0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Selain itu ada pula yang menyebutkan sebagai&lt;b&gt; tidak memberikan hak diri sendiri,&lt;/b&gt; seperti berpuasa terus menerus tanpa berbuka, melakukan shalat terus menerus tanpa tidur padahal tubuhnya sudah tidak kuat lagi, dan yang semisalnya. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dari pengertian dzalim tersebut diatas, maka &lt;b&gt;mendzalimi diri sendiri&lt;/b&gt; berarti adalah &lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;melakukan suatu perbuatan yang diarahkan pada dirinya sendiri namun perbuatan tersebut bukan pada tempatnya dilakukan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;. Kedzalimin terhadap diri merupakan suatu perbuatan atau tindakan yang kejam bahkan bengis, keji dan hina yang menyebab timbulnya kesengsaraan pada diri sendiri. Intinya adalah bahwa perbuatan dzalim itu adalah termasuk semua perbuatan yang dilarang oleh syari’at sehingga ia merupakan perbuatan dosa.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dicontohkan dalam Al-Qur’an&amp;nbsp; ayat yang menggambarkan tentang perbuatan dzalim pada diri sendiri yaitu orang yang mempunyai sifat angkuh sebagaimana firman Allah :&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&quot;Dan dia memasuki kebunnya sedang dia zalim terhadap dirinya sendiri [882]; ia berkata: &quot;Aku kira kebun ini tidak akan binasa selama-lamanya&quot;, &lt;/i&gt;( QS. Al Kahfi: 35 )&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;&lt;span style=&quot;color: #002060; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;&quot;&gt;Beberapa Dalil Mengenai &lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Perbuatan Menganiaya (Dzalim ) Terhadap Diri Sendiri&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: red; font-family: &amp;quot;; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14.0pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Perbuatan dzalim terhadap diri sendiri disebutkan dalam beberapa ayat Al-Qur’an yang merupakan dalil bahwa perbuatan dzalim pada diri sendiri dilarang oleh Allah. Di dalam Al-Qur’an disebutkan ada 13 ayat yang menyinggung tentang perbuatan menganiaya ( dzalim ) terhadap diri sendiri, antara lain dikutipkan beberapa ayat sebagai berikut : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah subhanahu wa ta’ala : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Surah Al Baqarah (2) ayat : 54 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَإِذْ قَالَ مُوسَى لِقَوْمِهِ يَا قَوْمِ إِنَّكُمْ ظَلَمْتُمْ أَنفُسَكُمْ بِاتِّخَاذِكُمُ الْعِجْلَ فَتُوبُواْ إِلَى بَارِئِكُمْ فَاقْتُلُواْ أَنفُسَكُمْ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ عِندَ بَارِئِكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ إِنَّهُ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya: &quot;Hai kaumku, sesungguhnya kamu telah menganiaya dirimu sendiri karena kamu telah menjadikan anak lembu (sembahanmu), maka bertaubatlah kepada Tuhan yang menjadikan kamu dan bunuhlah dirimu. Hal itu adalah lebih baik bagimu pada sisi Tuhan yang menjadikan kamu; maka Allah akan menerima taubatmu. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.&quot; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Surah Al Baqarah ( 2 ) ayat 57 : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَظَلَّلْنَا عَلَيْكُمُ الْغَمَامَ وَأَنزَلْنَا عَلَيْكُمُ الْمَنَّ وَالسَّلْوَى كُلُواْ مِن طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ وَمَا ظَلَمُونَا وَلَـكِن كَانُواْ أَنفُسَهُمْ يَظْلِمُون &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Dan Kami naungi kamu dengan awan, dan Kami turunkan kepadamu &quot;manna&quot; dan &quot;salwa&quot; [53]. Makanlah dari makanan yang baik-baik yang telah Kami berikan kepadamu; dan tidaklah mereka menganiaya Kami; akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.&quot; &lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;3. Surah An Nisaa ayat 110 : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَمَن يَعْمَلْ سُوءًا أَوْ يَظْلِمْ نَفْسَهُ ثُمَّ يَسْتَغْفِرِ اللّهَ يَجِدِ اللّهَ غَفُورًا رَّحِيمًا &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.&quot;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;Selain banyaknya ayat Al-Qur’an yang membicarakan tentang menganiaya ( mendzalimi ) diri sendiri, hadits dari Rasulullah juga membicarakannya, antara lain sebagai berikut :&lt;br /&gt;
1. Hadits riwayata Abu Daud &lt;br /&gt;2.Hadits riwayat Tirmidzi&lt;div class=&quot;MsoListParagraph&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 10.5pt; margin-right: 0in; margin-top: 0in; mso-add-space: auto; mso-list: l19 level1 lfo19; tab-stops: 0in; text-align: justify; text-indent: -.25in;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14.0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14.0pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: #002060; font-family: &amp;quot;; font-size: 14.0pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraph&quot; style=&quot;line-height: normal; margin: 0in 0in 0.0001pt 10.5pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #002060;&quot;&gt;Ancaman &lt;span&gt; &lt;/span&gt;Terhadap Orang-orang Yang&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Melakukan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Perbuatan Dzalim&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Allah SWT telah mengingatkan dalam Al Qur’an bahwa setiap perbuatan yang dilakukan oleh manusia akan mendapat balasan dari-Nya, sebagaimana firman-Nya: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&quot;Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.&quot; &lt;/i&gt;(QS. Az Zalzalah : 7-8 ) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah Swt sangat tidak menyukai terhadap perbuatan dzalim, perhatikan firman-Nya:&amp;nbsp;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;i&gt;&quot;Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan-amalan yang saleh, maka Allah akan memberikan kepada mereka dengan sempurna pahala amalan-amalan mereka; dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim.&lt;/i&gt;&quot; ( QS. Ali Imran : 57 ) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan perhatikan juga firman-Nya yang lain: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&quot;Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barang siapa mema&#39;afkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim.&quot;&lt;/i&gt; (QS.Asy-Syuura:40 ) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Perbuatan Yang Dikatagorikan Sebagai Perbuatan Dzalim ( Aniaya ) Terhadap Diri Sendiri &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;Sesuai dengan keterangan-keterangan dari beberapa ayat Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah SAW, maka sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang termasuk dalam katagori menganiaya ( dzalim ) terhadap diri sendiri cukup banyak, antara lain dapat dikemukan beberapa contoh kecil sebagai berikut : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Melakukan berbagai tindakan penganiayaan atau penyiksaan terhadap fisik terhadap anggota batang tubuhnya secara sengaja sehingga yang bersangkutan merasa tersiksa dan kesakitan yang membawa penderitaan baik dalam jangka waktu pendek atau relatif berkepanjangan dan bahkan menyebabkan kematian. Seperti misalnya memukul, melukai anggota tubuh, menjatuhkan diri dari tempat ketinggian atau melakukan perbuatan bunuh diri dengan cara gantung diri, menceburkan diri, membakar diri dan lain-lain sebagainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Melakukan berbagai tindakan yang secara tidak langsung dapat berdampak buruk bagi diri sipelaku, karena perbuatan yang dilakukannya tersebut menyebabkan timbulnya penderitaan baik fisik maupun mental, meskipun perbuatan tersebut dilakukan bukan bertujuan untuk menimbulkan kemudharatan bagi dirinya. Bahkan perbuatan yang dilakukannya sebenarnya bertujuan untuk memperoleh kesenangan belaka. Tetapi akhirnya membuat kesengsaraan. Banyak sekali contoh perbuatan yang dilakukan oleh orang-orang yang pada awalnya sekedar untuk bersenang-senang memperoleh kenikmatan atas perbuatannya namun berakhir kepada kemudharatan, antara lain : &lt;br /&gt;- Meminum Khamer (minuman keras), mengkonsumsi narkoba, merokok, mengkonsomsi makanan halal secara melampaui atas, begadang sampai larut malam. &lt;br /&gt;- Mengendarai motor ugal-ugalan dengan kecepatan tingi dan balapan liar &lt;br /&gt;- Bermain dengan meniru-niru orang-orang yang sudah professional seperti panjat tebing, olah raga terjun payung, terbang laying &lt;br /&gt;- Bermain-main dengan senjata, bermain-main dengan petasanan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Melakukan demonstrasi dengan mogok makan, aksi jahit mulut, membakar diri dengan maksud agar tuntutannya mendapat perhatian atau dipenuhi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Tidak mau melaksanakan perintah-perintah yang diwajibkan oleh Allah Swt seperti sholat fardu dan sunah, tidak berpuasa, tidak membayar zakat, tidak melakukan ibadah haji padahal mempunyai kemampuan, tidak mau melakukan amal kebajikan. Akibat enggan melaksanakan perintah-perintah yang diwajibkan tersebut maka dosa yang diperoleh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Melakukan berbagai perbuatan yang dilarang karena mengikuti hawa nafsu dan godaan syaitan sehingga diri diliputi dengan banyaknya dosa sebagai akibat melakukan berbagai ragam kemaksiatan, berupa zinah, mencuri, berjudi, menipu serta sifat-sifat tidak terpuji lainnya . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Melumuri diri dengan sifat-sifat tidak terpuji seperti iri dan dengki&amp;nbsp; (tidak suka melihat kebahagiaan orang lain), angkuh dan sombong, ujub, riya, takabbur, tinggi hati, mau menang sendiri, melakukan fitnah (menuduh), buruk sangka, bermuka dua, suka berdusta dan berbagai macam penyakit hati lainnya yang menimbulkan dosa.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 14.0pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kedzaliman yang dilakukan oleh seseorang yang dilakukannya terhadap dirinya sendiri sesungguhnya adalah sebuah perbuatan yang tidak layak dilakukan karena yang bersangkutan telah melakukan sesuatu yang tidak pada tempatnya dan bertentangan dengan rasa keadilan dan hati nuraninya. Sehingga seyogyanya kedzaliman tersebut tidaklah perlu dilakukan mengingat keharamannya. Sedangkan apabila seseorang telah merasa berbuat kedzaliman pada dirinya sendiri maka segeralah bergegas meminta ampun dan&amp;nbsp;bertaubat. Sesungguhnya perbuatan dzalim itu merupakan perbuatan yang dilaknat Allah, karena perbuatan dzalim kepada diri sendiri itu hanyalah mendatangkan kemudharatan dan tidak akan sedikitpun mendatangkan kemaslahatan. Untuk itu bagi siapa saja yang suka berbuat dzalim pada dirinya sendiri dengan melakukan berbagai perbuatan yang diharamkan oleh syari’at segera menghentikan kebiasaan yang buruk tersebut&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;Sumber : http://musnijaprie-alpasery.blogspot.com/2012/01/larangan-menganiaya-diri-sendiri_4122.html&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://minakoangel.blogspot.com/feeds/6801518623371170506/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/3254209266811622970/6801518623371170506' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3254209266811622970/posts/default/6801518623371170506'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3254209266811622970/posts/default/6801518623371170506'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://minakoangel.blogspot.com/2014/07/larangan-menganiaya-diri-sendiri.html' title='Larangan Menganiaya Diri Sendiri '/><author><name>Dian Minnie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03382483750427206468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQ_3kPcAYTjpm07RujFkllaESu-NlhZcnIWSUNARLsJTMUSfzSNzHPcSirQlvkYKOGehvusCGcyLLB8Lcnb660GEnTtrPncj4wBDnTQdBfz1zf3Rm6UHNImslycs5uaDk/s149/i.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3254209266811622970.post-4350646842330441010</id><published>2014-07-24T19:36:00.000+07:00</published><updated>2014-07-24T19:36:04.197+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="news"/><title type='text'>Stres dan Depresi Bisa Jadi Akibat  Tidak Menjalankan Agama</title><content type='html'>## Mari Instropeksi ##&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&quot;Dan&amp;nbsp;
  barangsiapa&amp;nbsp; berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya 
penghidupan  yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari&amp;nbsp; 
kiamat&amp;nbsp; dalam keadaan  buta...&quot; &lt;/i&gt;(QS. Thaahaa, 20:124)&lt;/div&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;blockquote&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&quot;Barangsiapa
 yang Allah  menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia
 melapangkan dadanya  untuk (memeluk agama) Islam. Dan barangsiapa yang 
dikehendaki Allah  kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak 
lagi sempit, seolah-olah ia  sedang mendaki langit. Begitulah Allah 
menimpakan siksa kepada orang-orang yang  tidak beriman.&quot; &lt;/i&gt;(QS. Al 
An&#39;aam, 6:125)&lt;/div&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Keengganan orang-orang yang 
jauh dari  agama untuk taat kepada Allah menyebabkan mereka 
terus-menerus menderita  perasaan tidak nyaman, khawatir dan stres. 
Akibatnya, mereka terkena berbagai  ragam penyakit kejiwaan yang mewujud
 pada keadaan raga mereka. Tubuh mereka  lebih cepat mengalami 
kerusakan, dan mereka mengalami penuaan yang cepat dan  melemah.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sebaliknya,
 karena orang-orang  beriman sehat secara kejiwaan, mereka tidak terkena
 stres, atau berkecil hati,  dan jasmani mereka senantiasa prima dan 
sehat. Pengaruh baik akibat ketundukan  mereka kepada Allah, tawakal 
mereka kepada-Nya dan kepribadian kokoh mereka,  kemampuan melihat 
kebaikan dalam segala hal, dan ridha dengan apa yang terjadi  sembari 
berharap akan janji-Nya, tercermin dalam penampilan raga mereka. Hal ini
  tentu saja dialami oleh mereka yang menjalani hidupnya sesuai ajaran 
Al Qur&#39;an,  dan yang benar-benar memahami agama. Tentu saja mereka pun 
dapat menderita sakit  dan pada akhirnya mengalami penuaan, namun proses
 alamiah ini tidak disertai  dengan kerusakan pada sisi kejiwaan 
sebagaimana yang dialami oleh selainnya.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Stres dan 
depresi, yang dianggap  sebagai penyakit zaman kita, tidak hanya 
berbahaya secara kejiwaan, tapi juga  mewujud dalam berbagai kerusakan 
tubuh. Gangguan umum yang terkait dengan stres  dan depresi adalah 
beberapa bentuk penyakit kejiwaan, ketergantungan pada obat  terlarang, 
gangguan tidur, gangguan pada kulit, perut dan tekanan darah, pilek,  
migrain [sakit kepala berdenyut yang terjadi pada salah satu sisi kepala
  dan umumnya disertai mual dan gangguan penglihatan], sejumlah penyakit
 tulang, ketidakseimbangan  ginjal, kesulitan bernapas, alergi, serangan
 jantung, dan pembengkakan otak.  Tentu saja stres dan depresi bukanlah 
satu-satunya penyebab semua ini, namun  secara ilmiah telah dibuktikan 
bahwa penyebab gangguan-gangguan kesehatan  semacam itu biasanya 
bersifat kejiwaan.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Stres, yang menimpa begitu banyak  
orang, adalah suatu keadaan batin yang diliputi kekhawatiran akibat 
perasaan  seperti takut, tidak aman, ledakan perasaan yang berlebihan, 
cemas dan berbagai  tekanan lainnya, yang merusak keseimbangan tubuh. 
Ketika seseorang menderita  stres, tubuhnya bereaksi dan membangkitkan 
tanda bahaya, sehingga memicu  terjadinya beragam reaksi biokimia di 
dalam tubuh: Kadar adrenalin dalam aliran  darah meningkat; penggunaan 
energi dan reaksi tubuh mencapai titik tertinggi;  gula, kolesterol dan 
asam-asam lemak tersalurkan ke dalam aliran darah; tekanan  darah 
meningkat dan denyutnya mengalami percepatan. Ketika glukosa tersalurkan
  ke otak, kadar kolesterol naik, dan semua ini memunculkan masalah bagi
 tubuh.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Oleh karena stres yang parah,  khususnya, mengubah
 fungsi-fungsi normal tubuh, hal ini dapat berakibat sangat  buruk. 
Akibat stres, kadar adrenalin dan kortisol di dalam tubuh meningkat di  
atas batas normal. Peningkatan kadar kortisol dalam rentang waktu lama 
berujung  pada kemunculan dini gangguan-gangguan seperti diabetes, 
penyakit jantung,  tekanan darah tinggi, kanker, luka pada permukaan 
dalam dinding saluran  pencernaan, penyakit pernapasan, eksim. Kadar kortisol yang 
tinggi dapat berdampak  pada terbunuhnya sel-sel otak.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Penegangan yang  diakibatkan stres berdampak pada 
penyempitan pembuluh darah nadi, gangguan pada  aliran darah ke 
daerah-daerah tertentu di kepala dan penurunan jumlah darah yang  
mengalir ke daerah tersebut. Jika suatu jaringan mengalami kekurangan 
darah hal  ini akan langsung berakibat pada rasa sakit, sebab suatu 
jaringan yang di satu  sisi mengalami penegangan mungkin sedang 
membutuhkan darah dalam jumlah banyak  dan di sisi lain telah 
mendapatkan pasokan darah dalam jumlah yang kurang akan  merangsang 
ujung-ujung saraf penerima rasa sakit. Di saat yang sama zat-zat  
seperti adrenalin dan norepinefrin, yang mempengaruhi sistem saraf 
selama stres  berlangsung, juga dikeluarkan. Hal ini secara langsung 
atau tidak langsung  meningkatkan dan mempercepat penegangan otot. 
Demikianlah, rasa sakit berakibat  pada penegangan, penegangan pada 
kecemasan, dan kecemasan memperparah rasa  sakit.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Akan 
tetapi, salah satu dampak paling  merusak dari stres adalah serangan 
jantung. Penelitian menunjukkan bahwa &lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;orang  yang agresif, khawatir, 
cemas, tidak sabar, dengki, suka memusuhi dan mudah  tersinggung 
&lt;/span&gt;memiliki peluang terkena serangan jantung jauh lebih besar daripada  
orang yang tidak memiliki kecenderungan sifat-sifat tersebut. Alasannya
 adalah bahwa rangsangan  berlebihan pada sistem saraf simpatetik [yakni
 sistem saraf yang mengatur  percepatan denyut jantung, perluasan 
bronkia, penghambatan otot-otot halus  sistem pencernaan makanan, dsb.],
 yang dimulai oleh hipotalamus, juga  mengakibatkan pengeluaran insulin 
yang berlebihan, sehingga menyebabkan  penimbunan kadar insulin dalam 
darah. Ini adalah permasalahan yang teramat  penting. Sebab, tak satu 
pun keadaan yang berujung pada penyakit jantung koroner  memainkan peran
 yang sedemikian paling penting dan sedemikian berbahaya  sebagaimana 
kelebihan insulin dalam darah.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Stres kejiwaan 
memiliki dampak penting pada sistem  kekebalan dan berujung pada 
kerusakannya. Saat dilanda stres, otak meningkatkan  produksi hormon 
kortisol dalam tubuh, yang melemahkan sistem kekebalan. Atau  dengan 
kata lain, &lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;terdapat hubungan langsung antara otak, sistem kekebalan 
tubuh  dan hormon&lt;/span&gt;. Para pakar di bidang ini menyatakan: &quot;Pengkajian
 terhadap stres kejiwaan  atau stres raga telah mengungkap bahwa selama 
stres berat berlangsung terjadi  penurunan pada daya kekebalan yang 
berkaitan dengan keseimbangan hormonal.  Diketahui bahwa kemunculan dan 
kemampuan bertahan dari banyak penyakit termasuk  kanker terkait dengan 
stres.&quot;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Singkatnya, stres merusak  keseimbangan alamiah 
dalam diri manusia. Mengalami keadaan yang tidak normal ini  secara 
terus-menerus akan merusak kesehatan tubuh, dan berdampak pada beragam  
gangguan fungsi tubuh. Para ahli menggolongkan dampak buruk dari stres 
terhadap  tubuh manusia dalam sejumlah kelompok utama sebagaimana 
berikut:&lt;/div&gt;
- Cemas dan Panik: Suatu perasaan  yang menyebabkan peristiwa tidak terkendali.&lt;br /&gt;
- Mengeluarkan keringat yang  semakin lama semakin banyak&lt;br /&gt;
- Perubahan suara: Berbicara secara gagap dan  gugup&lt;br /&gt;
- Aktif yang berlebihan: Pengeluaran energi yang tiba-tiba,  pengendalian diabetik yang lemah&lt;br /&gt;
- Kesulitan tidur: Mimpi buruk&lt;br /&gt;
- Penyakit  kulit: Bercak, bintik-bintik, jerawat, demam, eksim dan  &lt;em&gt;psoriasis&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;
- Gangguan  saluran pencernaan: Salah cerna, mual, luka pada permukaan dalam dinding saluran  pencernaan&lt;br /&gt;
-
 Penegangan otot: gigi yang bergesekan atau terkunci, rasa sakit  
sedikit tapi terus-menerus pada rahang, punggung, leher dan pundak&lt;br /&gt;
- Infeksi  berintensitas rendah: pilek, dsb.&lt;br /&gt;
- Migrain&lt;br /&gt;
- Denyut jantung dengan  kecepatan yang tidak wajar, rasa sakit pada dada, tekanan darah tinggi&lt;br /&gt;
-  Ketidakseimbangan ginjal, menahan air&lt;br /&gt;
- Gangguan pernapasan, pendek  napas&lt;br /&gt;
- Alergi&lt;br /&gt;
- Sakit pada persendian&lt;br /&gt;
- Mulut dan tenggorokan  kering&lt;br /&gt;
- Serangan jantung&lt;br /&gt;
- Melemahnya sistem kekebalan&lt;br /&gt;
- Pengecilan di  bagian otak&lt;br /&gt;
- Perasaan bersalah dan hilangnya percaya diri&lt;br /&gt;
- Bingung,  ketidakmampuan menganalisa secara benar, kemampuan berpikir yang rendah, daya  ingat yang lemah&lt;br /&gt;
- Rasa putus asa yang besar, meyakini bahwa segalanya  berlangsung buruk&lt;br /&gt;
- Kesulitan melakukan gerak atau diam, memukul-mukul dengan  irama tetap&lt;br /&gt;
- Ketidakmampuan memusatkan perhatian atau kesulitan  melakukannya&lt;br /&gt;
- Mudah tersinggung dan sangat peka&lt;br /&gt;
- Bersikap yang tidak  sesuai dengan akal sehat&lt;br /&gt;
- Perasaan tidak berdaya atau tidak  berpengharapan&lt;br /&gt;
- Kehilangan atau peningkatan nafsu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kenyataan bahwa mereka yang tidak  mengikuti nilai-nilai ajaran agama mengalami &quot;stres&quot; dinyatakan oleh Allah dalam  Al Qur&#39;an:&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;blockquote&gt;
&lt;i&gt;&quot;Dan&amp;nbsp;
 barangsiapa&amp;nbsp; berpaling dari  peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya 
penghidupan yang sempit, dan Kami akan  menghimpunkannya pada hari&amp;nbsp; 
kiamat&amp;nbsp; dalam keadaan buta...&quot; &lt;/i&gt;(QS. Thaahaa,  20:124)&lt;/blockquote&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dalam
 sebuah ayat lain, Allah telah  menyatakan bahwa &lt;i&gt;&quot;… hingga apabila bumi 
telah menjadi sempit  bagi mereka, padahal bumi itu luas dan jiwa mereka
 pun telah sempit (pula  terasa) oleh mereka, serta mereka telah 
mengetahui bahwa tidak ada tempat lari  dari (siksa) Allah, melainkan 
kepada-Nya saja…&quot;&lt;/i&gt; (QS. At Taubah,  9:118)&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kehidupan yang 
&quot;gelap dan sempit&quot;  ini, atau stres, nama yang diberikan di masa kini, 
adalah akibat ketidakmampuan  orang-orang tak beriman untuk menaati 
nilai-nilai akhlak yang diajarkan agama.  Kini, para dokter menyatakan 
bahwa jiwa yang tenang, damai dan penuh percaya  diri sangatlah penting 
dalam melindungi pengaruh stres. Kepribadian yang tenang  dan damai 
hanya dimungkinkan dengan menjalani hidup sesuai ajaran Al Qur&#39;an.  
Sungguh, telah dinyatakan dalam banyak Al Qur&#39;an bahwa Allah akan 
memberikan  &quot;ketenangan&quot; dalam diri orang-orang beriman. (Al Qur&#39;an, 
2:248, 9:26, 40, 48:4,  18)&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Janji Allah terhadap orang-orang beriman telah dinyatakan sebagaimana  berikut:&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;blockquote&gt;
&lt;i&gt;Barangsiapa
 yang  mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam 
keadaan beriman,  maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya 
kehidupan yang baik dan  sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada 
mereka dengan pahala yang lebih baik  dari apa yang telah mereka 
kerjakan.&lt;/i&gt; (QS, An Nahl, 16:  97)&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber : http://waanakbar.blogspot.com/2012/11/stres-dan-depresi.html&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://minakoangel.blogspot.com/feeds/4350646842330441010/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/3254209266811622970/4350646842330441010' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3254209266811622970/posts/default/4350646842330441010'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3254209266811622970/posts/default/4350646842330441010'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://minakoangel.blogspot.com/2014/07/stres-dan-depresi-bisa-jadi-akibat.html' title='Stres dan Depresi Bisa Jadi Akibat  Tidak Menjalankan Agama'/><author><name>Dian Minnie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03382483750427206468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQ_3kPcAYTjpm07RujFkllaESu-NlhZcnIWSUNARLsJTMUSfzSNzHPcSirQlvkYKOGehvusCGcyLLB8Lcnb660GEnTtrPncj4wBDnTQdBfz1zf3Rm6UHNImslycs5uaDk/s149/i.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3254209266811622970.post-7608692195416416164</id><published>2014-05-12T06:35:00.002+07:00</published><updated>2014-05-12T06:35:56.845+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="life"/><title type='text'>Ciri Karakter Dewasa (Bukan Tua)</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;Kedewasaan bukanlah masalah umur, tapi tentang pengendalian diri. &lt;span class=&quot;userContent&quot;&gt;Seseorang di katakan dewasa belum tentu di lihat dari usianya memang terkadang orang menyebu&lt;span class=&quot;text_exposed_show&quot;&gt;t
 dewasa itu identik dengan usia, memang tidak 100% salah tapi juga 
kurang jika semua orang yang berumur sudah dewasa. hal yang membuat kita
 terlihat lebih dewasa atau kekanak kanakan adalah cara kita bersikap 
pada orang orang lain.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Anak muda yang mengendalikan dirinya dengan baik, tampil lebih dewasa dari pejabat tinggi yang emosional.&amp;nbsp; &lt;span class=&quot;userContent&quot;&gt;&lt;span class=&quot;text_exposed_show&quot;&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Lantas bagaimana cara bersikap orang dewasa itu?&lt;br /&gt; Nah, di bawah ini contoh sikap orang dewasa:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;
 1.Orang dewasa biasanya memiliki pikiran yang jauh ke depan, dengan 
memiliki visi misi hidup yang jelas jadi biasanya orang dewasa tidak 
membuang waktu untuk hal yang tidak berguna, Seperti Bermain main.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;
 2.Orang dewasa juga tidak egois, karena orang dewasa selalu ingin di 
nilai oleh orang lain untuk kemajuan dirinya dan untuk kebesaran 
jiwanya, &lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;kritik baginya adalah batu krikil yang kalau dikumpulkan terus 
menerus bahkan bisa untuk membangun rumah dan sangat bermanfaat baginya.&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; 3.Bertanggung jawab, terhadap apapun yang ia perbuat dan siap menerima resiko.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;
 4. Simpati dan empati, dalam lingkungan sekitar untuk menjadi orang 
dewasa kita harus banyak melakukan sikap keduanya di lingkungan 
masyarakat, kita harus tanggap dengan situasi apapun, dan selalu imbangi 
dengan sabar.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; 5. Bisa mengendalikan diri dari emosi, orang 
dewasa selalu bisa menahan diri dan bersabar atas hal &#39;kecil&#39; yang orang
 lain lakukan yang mengusik atau mengganggu dia.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; 6. Mengakui kesalahan serta meminta maaf, sikap cowok seperti ini yang membuat cewek cewek pada jatuh hati pada cowok.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;
 7. Selalu Sopan Dalam berbicara dan bertindak, Orang dewasa selalu 
sopan kepada orang yang lebih tua daripada dia dan &lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;tau bagaimana caranya
 membawa diri saat berbicara kepada orang yg lebih tua&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; 8. 
Orang dewasa juga tau waktu dimana harus bersikap Serius dan waktu untuk
 Bermain-main, Sikap seperti ini sangat penting karena banyak orang 
yang saat serius malah bermain-main atau sebaliknya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; 9. Berbicara dengat singkat padat dan tepat , orang yang dewasa tidak bertele-tele dalam berbicara.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; 10. Selalu berpengertian , dalam hal ini orang dewasa harus selalu mengerti terhadap keadaan orang lain.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;
 Orang dewasa bukan tergantung umur melainkan berdasarkan kepribadianmu 
sendiri. Anda sendiri yang menentukan apakah kamu ingin dewasa atau 
tidak!! &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;userContent&quot;&gt;Selagi muda, terapkan Rumusan diatas, kelak kita jauh lebih beruntung dalam kehidupan kita karena karakter kita.&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://minakoangel.blogspot.com/feeds/7608692195416416164/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/3254209266811622970/7608692195416416164' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3254209266811622970/posts/default/7608692195416416164'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3254209266811622970/posts/default/7608692195416416164'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://minakoangel.blogspot.com/2014/05/ciri-karakter-dewasa-bukan-tua.html' title='Ciri Karakter Dewasa (Bukan Tua)'/><author><name>Dian Minnie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03382483750427206468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQ_3kPcAYTjpm07RujFkllaESu-NlhZcnIWSUNARLsJTMUSfzSNzHPcSirQlvkYKOGehvusCGcyLLB8Lcnb660GEnTtrPncj4wBDnTQdBfz1zf3Rm6UHNImslycs5uaDk/s149/i.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3254209266811622970.post-2692128985721583931</id><published>2014-03-14T08:39:00.001+07:00</published><updated>2014-03-14T09:01:52.180+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="life"/><title type='text'>Single Happy at 30</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Banyak diantara kita yang masih single di usia 30th. Eits... bukan berarti usiaku juga 30th lhoo. Ketika artiel ini ditulis usia saya belum mencapai 30th, tapi saya ingin memberikan beberapa alasan kepada mereka yang selalu mencemaskan &#39;usia&#39; dan &#39;single&#39;. Sebenarnya tidak ada yang perlu dicemaskan karena Single itu &lt;b&gt;Pilihan &lt;/b&gt;bukan &lt;b&gt;Takdir.&amp;nbsp; &lt;/b&gt;Mending single daripada punya pacar isinya galau terus. Single juga merupakan salah satu cara Tuhan untuk menunjukkan bahwa pacaran bukan hal yang dianjurkan. Mungkin memang belum waktunya saja bertemu dengan &lt;i&gt;prince charming. &lt;/i&gt;Lebih baik memilih yang tepat daripada terburu-buru dan berujung putus. Biar saja dikatakan terlalu pemilih. Sudah seharusnya memang memilih, karena pernikahan itu buka untuk sehari dua hari, setahun dua tahun tapi selamanya sampai ke surga.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Nah.... apa saja yang bisa buat kita tetap Happy meskipun Single? 20 hal dibawah ini pasti membuat Anda setelah membacanya tersenyum dan manggut-mangut :)&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
1. Kesempatan kita bertemu dengan &lt;i&gt;the right one &lt;/i&gt;memang belum ada. Bukannya pilah-pilih untu mencari yang sempurna tapi setidaknya kita juga harus mendapatkan pria yang &lt;i&gt;sreg&lt;/i&gt; dihati. Lebih baik single darpada buang-buang waktu untuk pacaran dengan pria yang nggak jelas.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
2. Single bukan berarti &lt;i&gt;Nggak Laku.&lt;/i&gt; Bukan berarti tidak ada pria yang mau sama kita. Mungkin banyak pria yang menginginkan kita tanpa kita sadari. Tapi kalau tidak cocok atau tidak ada &lt;i&gt;chemistry &lt;/i&gt;bahasa kerennya, apa ya harus dipaksakan??? Kita juga brhak mendapatkan pria yang sesuai dengan standart kita donk.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
3. Ketika single kita bisa melakukan apapun yang kita mau. Kita bisa &lt;i&gt;shopping, &lt;/i&gt;nonton, &lt;i&gt;body message &lt;/i&gt;bahkan tidur seharian dijamin nggak ada yang protes selain orang tua kita :)&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
4. Single adalah saat yang tepat untuk&lt;i&gt; flirting&lt;/i&gt; alias tebar pesona dengan pria idaman kita.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
5. Bayangkan, berapa banyak waktu yang bisa kita gunakan bersama sahabat. Kita bisa liburan kemanapun atau &lt;i&gt;nge-mall &lt;/i&gt;berapa lamapun.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
6. Ketika single, kita bebas dari &#39;kewajiban lapor&lt;i&gt;&#39;&amp;nbsp; &lt;/i&gt;tiap tiga jam sekali. Bebas tidur lebih cepat karena tidak perlu menunggu telepon dari si dia.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
7. Tidak ada yang melarang soal selera berpakaian kita. Mau pake kaos oblong, mau tidak mandi seharian, mau seminggu tidak ganti baju, kalo ini jorok kali yee :)&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
8. Single adalah saat untuk menikmati keegoisan kita. Karena ketika kita punya pasangan biasanya kita harus siap berbagi. Berbagi makanan, berbagi uang bensin :p&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
9. Saat kita single, kita bebas melakukan apapun. Bebas berteman dengan siapapun, berteman dengan pak ustad, anak band, pak polisi, motivator, club geng motor sampai preman sekalipun.&amp;nbsp;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;Kita bebas bekerja di luar kota atau di pedalaman sekalipun. Kita bebas &lt;i&gt;traveling &lt;/i&gt;seorang diripun tidak jadi masalah. Selama kita bisa menjaga diri &lt;i&gt;why not?&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
10. Single berarti tidak perlu ada kencan rutin, kado &lt;i&gt;anniversary, &lt;/i&gt;kado valentine, jadi... kita bisa menyimpan&lt;i&gt; 30% l&lt;/i&gt;ebih banyak unag untuk ditabung.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
11. Pria ternyata butuh bantuan kita, &lt;i&gt;In Everything&lt;/i&gt;. Mulai dari memilihkan baju sampai membuat materi presentasinya. Single setidaknya kita lebih santai tanpa &#39;tanggungan&#39;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
12. Kebiasaan lain yang nggak berguna saat kita punya pasangan adalah buang-buang energi. Kita sering cemburu, ngambek dan marah dengan alasan sepele. Single lebih membuat kita hemat energi dan lebih bisa mengontrol emosi.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
13. Pria biasanya malas menghadiri acara keluarga, apalagi keluarga pacar. Sudah jelas kita bakal sering absen (pengalaman pribadi) dari acara keluarga saat punya pacar, karena permintaan pacar.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
14. Mungkin orang tua kita sudah menikah di usia awal 20 tapi zaman kan sudah berubah. Usia 20an saatnya untuk menikmati hidup, travelling keliling dunia dan mengejar karier. Urusan pendamping masih bisa menunggu saat semua itu sudah terealisasi di usia 30an. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
15. Banyak pernikahan yang berujung pada perceraian. Tapi kita tidak perlu takut atau trauma. Saat kita Single, kita punya banyak waktu untuk menyeleksi pria mana yang pantas untuk bersanding dengan kita dan pria mana yang hanya memanfaatkan kita.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
16. Banyak wanita mungkin takut sulit memiliki anak jika menikah di atas 
usia 30. Faktanya tidak begitu. Kita masih bisa kok bereproduksi di usia
 30 bahkan 40 tahun.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
17. Dengan waktu single yang panjang sehararusnya kita bisa lebih banyak belajar untuk menjadi partner yang baik saat berkomitment nanti. Bisa belajar dari pengalaman orang lain, atau dari pengalaman kita sebelumnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
18. Setiap wanita pasti ingin memakai cincin. Tapi untuk memiliki cincin yang indah tidak perlu menunggu dilamar atau bertunangan. Kita tinggal menjadi wanita mandiri dan sukses berkarier untuk mendapatkannya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
19. Saat kita memutuskan menikah berarti kita harus siap bersama si dia untuk selamanya. Itu bukanlah waktu yang sebentar. dan sangat wajar jika kita membutuhkan waktu cukup lama untuk menemukan pasangan yang benar-benar tepat sekaligus meyakinkan diri sendiri.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
20. Tenang saja, kita bukan satu-satunya wanita yang single di usia 30an. Masih banyak diluar sana yang diantaranya memiliki wajah cantik dengan segala kelebihannya. Kita kan tidak berjalan dengan label &quot;single&quot; di dahi, &lt;i&gt;so&lt;/i&gt;, jangan khawatir terhadap pandangan orang.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://minakoangel.blogspot.com/feeds/2692128985721583931/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/3254209266811622970/2692128985721583931' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3254209266811622970/posts/default/2692128985721583931'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3254209266811622970/posts/default/2692128985721583931'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://minakoangel.blogspot.com/2014/03/single-happy-at-30.html' title='Single Happy at 30'/><author><name>Dian Minnie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03382483750427206468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQ_3kPcAYTjpm07RujFkllaESu-NlhZcnIWSUNARLsJTMUSfzSNzHPcSirQlvkYKOGehvusCGcyLLB8Lcnb660GEnTtrPncj4wBDnTQdBfz1zf3Rm6UHNImslycs5uaDk/s149/i.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3254209266811622970.post-4659194470079080495</id><published>2014-03-01T11:11:00.003+07:00</published><updated>2018-11-10T13:22:39.517+07:00</updated><title type='text'>&quot;Kenapa Harus Jadi Pegawai Negeri?&quot;</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgmKZra_3-iwv-4K2BWUfOd7Jvn3U2oWC_7kGhTVbPBtKd83U9wthfmaCEsQxputmP-gcKxNu1a6AliP6D8s5Yfq1F7jMsHrttsDABnNscTrEV_CRghr1oKEOKdEX8OYPUJxw2RTggdnwR7/s1600/1654206_630121813708769_758822120_n.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgmKZra_3-iwv-4K2BWUfOd7Jvn3U2oWC_7kGhTVbPBtKd83U9wthfmaCEsQxputmP-gcKxNu1a6AliP6D8s5Yfq1F7jMsHrttsDABnNscTrEV_CRghr1oKEOKdEX8OYPUJxw2RTggdnwR7/s1600/1654206_630121813708769_758822120_n.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Alkisah ada seorang Ayah sedang pusing tidak kepalang. Bagaimana tidak, anak laki-la&lt;span class=&quot;text_exposed_show&quot;&gt;kinya yang sulung yang menjadi tumpuan cita-citanya menolak untuk jadi pengusaha. Anaknya bersikeras ingin jadi pegawai negeri. Alasannya sederhana &lt;u&gt;menjadi pengusaha&lt;/u&gt; &lt;i&gt;penuh resiko dan melelahkan&lt;/i&gt;, 
sementara jadi &lt;u&gt;pegawai negeri&lt;/u&gt; &lt;i&gt;kerjanya santai, uangnya pasti (meski 
tidak kerja serius dan sering bolospun gaji tidak berkurang), terus 
waktu tua dapat jaminan.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Bapaknya marah besar dengan alasan tersebut.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &quot;Bapak ini pegawai negeri tapi bapak tidak bekerja dengan alasan seperti kamu.&quot;, demikian suara keras sang Ayah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;
 &quot;Bapak mengabdikan diri pada negeri ini meski bapak sering merasa asing
 di negeri sendiri...Bapak sering merasa tolol diantara para pemeras 
rakyat yang sah dimata hukum. Jadi pengusaha itu lebih mulya, kamu bisa membantu memberi nafkah orang lain...&quot;. Bentak bapak.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Si anak diam tidak menjawab dalam ketakutannya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Karena dimarahi bapaknya, si anak kabur dari rumah.&lt;br /&gt;
 Seminggu tidak ditemukan. Bapak masygul mencari anaknya kesana kemari. 
Di minggu kedua nenek si anak telepon bahwa cucunya baik-baik saja ada 
di rumah neneknya.&lt;br /&gt; Mendengar kabar tersebut, bapak langsung datang 
ke rumah ibunya. Setelah bertemu anaknya terjadilah dialog dari hati 
kehati antara bapak dan anak.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; “Mengapa kamu bersikeras ingin jadi pegawai negeri, nak?”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; “Di negeri ini jadi pengusaha susah, Pak, banyak birokrasi, mendingan saya jadi birokratnya aja... Hidup lebih enak demikian”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; “Kalau kamu memang ingin kerja mengapa tidak di perusahaan swasta?”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;
 “Bagaimana saya bisa tenang kerja di perusahaan swasta, sementara 
pemerintahnya saja sering mempersulit pengusaha swasta kecuali 
orang-orang yang dekat dengan pemerintahan?”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Anaknya terus memberikan jawaban-jawaban skeptis.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; “Baiklah anaku, kalau memang itu keputusan kamu sekarang ikutlah denganku…”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;
 Lalu si bapak membawa anaknya jalan-jalan memasuki perkampungan. Di 
perkampungan bapaknya menunjuk beberapa rumah paling sederhana, memang 
seluruh kampung tersebut rumahnya mayoritas sederhana.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Kalau 
kamu bersikeras ingin jadi pegawai negeri, datanglah kamu ke lima rumah 
itu nak, dan mintalah sepuluh ribu rupiah tiap rumahnya lalu kamu bilang
 bulan depan kamu akan kembali lagi dan akan minta uang dengan jumlah 
yang sama.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Anaknya kebingungan dengan perkataan bapaknya. 
Bagaimana tidak, dia disuruh mengemis pada penduduk yang hanya untuk 
makanpun mereka kesulitan. Anaknya tidak mau menuruti perintah bapaknya,
 dia tetap diam.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Bapaknya kembali berkata dengan membentak. 
“Cepatlah kamu pergi meminta uang pada mereka, nak!! Bukankah kamu ingin
 jadi pegawai negeri? “&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Anaknya tetap diam dan matanya mulai berkaca.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;
 “Bapak...bagaimana mungkin aku mengemis pada mereka, sementara mereka 
untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya saja merasa kesulitan?”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Bapaknya kembali memaksa. “Cepatlah kamu pergi dan mintalah uang pada mereka!!!”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;
 Kali ini anaknya menangis. “Aku tidak bisa, pak……Aku lebih baik bekerja
 dengan keras dan meneteskan keringat ini daripada aku harus meminta 
uang pada mereka...”, sambil meneteskan airmata.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Bapaknya 
kembali berkata, kali ini dengan suara lembut dan bijak... 
“Anakku.. Negeri kita tercinta ini sedang sakit, kalau kamu jadi pegawai 
negeri hanya dengan alasan bekerja santai dan mendapatkan uang dengan 
pasti, kamu hanya akan menambah beban negeri ini. Beban rakyat yang 
hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya saja mereka merasa 
kesulitan. Gaji pegawai negeri itu didapat dari rakyat yang miskin ini 
nak.... Lebih baik kamu jadi pengusaha dengan meneteskan keringat kamu 
sendiri untuk menafkahi keluarga kamu. Walaupun jadi pengusaha sangat 
kecil sekalipun tidak apa, itu jauh lebih mulia dari pada kamu mengemis 
uang pada rakyat yang miskin ini&quot;....&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Sang anak tertegun dan mengangguk.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjesBDf-5Fr-NLnwxjdNtMjWxAyDH_Qftf0RBYcE1FEgGRwfPJ2Lwu2hOnSPyYjCZDod5ZSwAEU0f4yiRZcwu_4Jgf2A9ltA77Q9XqlHaRxZUUGUVX8ZTCMpgVSQAups8r-YYDHNp9wq116/s1600/1654206_630121813708769_758822120_n.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://minakoangel.blogspot.com/feeds/4659194470079080495/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/3254209266811622970/4659194470079080495' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3254209266811622970/posts/default/4659194470079080495'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3254209266811622970/posts/default/4659194470079080495'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://minakoangel.blogspot.com/2014/03/kenapa-harus-jadi-pegawai-negeri.html' title='&quot;Kenapa Harus Jadi Pegawai Negeri?&quot;'/><author><name>Dian Minnie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03382483750427206468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQ_3kPcAYTjpm07RujFkllaESu-NlhZcnIWSUNARLsJTMUSfzSNzHPcSirQlvkYKOGehvusCGcyLLB8Lcnb660GEnTtrPncj4wBDnTQdBfz1zf3Rm6UHNImslycs5uaDk/s149/i.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgmKZra_3-iwv-4K2BWUfOd7Jvn3U2oWC_7kGhTVbPBtKd83U9wthfmaCEsQxputmP-gcKxNu1a6AliP6D8s5Yfq1F7jMsHrttsDABnNscTrEV_CRghr1oKEOKdEX8OYPUJxw2RTggdnwR7/s72-c/1654206_630121813708769_758822120_n.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3254209266811622970.post-6745959300735340012</id><published>2014-03-01T07:47:00.004+07:00</published><updated>2014-03-01T07:48:34.028+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="news"/><title type='text'>Pentingnya Pendidikan Karakter</title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:WordDocument&gt;
  &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;
  &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;
  &lt;w:TrackMoves/&gt;
  &lt;w:TrackFormatting/&gt;
  &lt;w:PunctuationKerning/&gt;
  &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;
  &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;
  &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;
  &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;
  &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;
  &lt;w:LidThemeOther&gt;IN&lt;/w:LidThemeOther&gt;
  &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;
  &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;
  &lt;w:Compatibility&gt;
   &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;
   &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;
   &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;
   &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;
   &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;
   &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;
   &lt;w:EnableOpenTypeKerning/&gt;
   &lt;w:DontFlipMirrorIndents/&gt;
   &lt;w:OverrideTableStyleHps/&gt;
  &lt;/w:Compatibility&gt;
  &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;
  &lt;m:mathPr&gt;
   &lt;m:mathFont m:val=&quot;Cambria Math&quot;/&gt;
   &lt;m:brkBin m:val=&quot;before&quot;/&gt;
   &lt;m:brkBinSub m:val=&quot;--&quot;/&gt;
   &lt;m:smallFrac m:val=&quot;off&quot;/&gt;
   &lt;m:dispDef/&gt;
   &lt;m:lMargin m:val=&quot;0&quot;/&gt;
   &lt;m:rMargin m:val=&quot;0&quot;/&gt;
   &lt;m:defJc m:val=&quot;centerGroup&quot;/&gt;
   &lt;m:wrapIndent m:val=&quot;1440&quot;/&gt;
   &lt;m:intLim m:val=&quot;subSup&quot;/&gt;
   &lt;m:naryLim m:val=&quot;undOvr&quot;/&gt;
  &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:LatentStyles DefLockedState=&quot;false&quot; DefUnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
  DefSemiHidden=&quot;true&quot; DefQFormat=&quot;false&quot; DefPriority=&quot;99&quot;
  LatentStyleCount=&quot;267&quot;&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;0&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Normal&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 7&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 8&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 9&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 7&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 8&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 9&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;35&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;caption&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;10&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Title&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;1&quot; Name=&quot;Default Paragraph Font&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;11&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Subtitle&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;22&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Strong&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;20&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Emphasis&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;59&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Table Grid&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Placeholder Text&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;1&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;No Spacing&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Revision&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;34&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;List Paragraph&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;29&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Quote&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;30&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Intense Quote&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;19&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Subtle Emphasis&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;21&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Intense Emphasis&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;31&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Subtle Reference&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;32&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Intense Reference&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;33&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Book Title&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;37&quot; Name=&quot;Bibliography&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;TOC Heading&quot;/&gt;
 &lt;/w:LatentStyles&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt;
&lt;style&gt;
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;;
	mso-tstyle-rowband-size:0;
	mso-tstyle-colband-size:0;
	mso-style-noshow:yes;
	mso-style-priority:99;
	mso-style-parent:&quot;&quot;;
	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
	mso-para-margin:0cm;
	mso-para-margin-bottom:.0001pt;
	mso-pagination:widow-orphan;
	font-size:10.0pt;
	font-family:&quot;Calibri&quot;,&quot;sans-serif&quot;;
	mso-bidi-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;}
&lt;/style&gt;
&lt;![endif]--&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Sebelum
kita membahas topik ini lebih jauh lagi saya akan memberikan data dan fakta
berikut:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul type=&quot;disc&quot;&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-list: l0 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;158 kepala daerah tersangkut
     korupsi sepanjang 2004-2011&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-list: l0 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;42 anggota DPR terseret korupsi
     pada kurun waktu 2008-2011&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-list: l0 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;30 anggota DPR periode
     1999-2004 terlibat kasus suap pemilihan DGS BI&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-list: l0 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Kasus korupsi terjadi
     diberbagai lembaga seperti KPU,KY, KPPU, Ditjen Pajak, BI, dan BKPM&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;(Sumber : Litbang Kompas)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Kini
setelah membaca fakta diatas, apa yang ada dipikran anda? Cobalah melihat lebih
ke atas sedikit, lebih tepatnya judul artikel ini. Yah, itu adalah usulan saya
untuk beberapa kasus yang membuat hati di dada kita “terhentak” membaca
kelakuan para pejabat Negara.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Pendidikan
karakter, sekarang ini mutlak diperlukan bukan hanya di sekolah saja, tapi
dirumah dan di lingkungan sosial. Bahkan sekarang ini peserta pendidikan
karakter bukan lagi anak usia dini hingga remaja, tetapi juga usia dewasa.
Mutlak perlu untuk kelangsungan hidup Bangsa ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Bayangkan
apa persaingan yang muncul ditahun 2021? Yang jelas itu akan menjadi beban kita
dan orangtua masa kini. Saat itu, anak-anak masa kini akan menghadapi
persaingan dengan rekan-rekannya dari berbagai belahan Negara di Dunia. Bahkan
kita yang masih akan berkarya ditahun tersebut akan merasakan perasaan yang
sama. Tuntutan kualitas sumber daya manusia pada tahun 2021 tentunya
membutuhkan &lt;b&gt;&lt;i&gt;good character.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Bagaimanapun
juga, karakter adalah kunci keberhasilan individu. Dari sebuah penelitian di
Amerika, 90 persen kasus pemecatan disebabkan oleh perilaku buruk seperti tidak
bertanggung jawab, tidak jujur, dan hubungan interpersonal yang buruk. Selain
itu, terdapat penelitian lain yang mengindikasikan bahwa 80 persen keberhasilan
seseorang di masyarakat ditentukan oleh emotional quotient. Bagaimana
dengan&amp;nbsp;bangsa kita? Bagaimana dengan penerus orang-orang yang sekarang
sedang duduk dikursi penting pemerintahan negara ini dan yang duduk di kursi
penting yang mengelola roda perekonomian negara ini? Apakah mereka sudah
menunjukan kualitas karakter yang baik dan melegakan hati kita? Bisakah kita
percaya, kelak tongkat estafet kita serahkan pada mereka, maka mereka mampu
menjalankan dengan baik atau justru sebaliknya?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Dari
sudut pandang psikologis, saya melihat terjadi penurunan kualitas “usia
psikologis” pada anak yang berusia 21 tahun pada tahun 20011, dengan anak yang
berumur 21 pada tahun 2001. Maksud usia psikologis adalah usia kedewasaan, usia
kelayakan dan kepantasan yang berbanding lurus dengan usia biologis. Jika anak
sekarang usia 21 tahun seakan mereka seperti berumur 12 atau 11 tahun. Maaf
jika ini mengejutkan dan menyakitkan. Walau
tidak semua, tetapi kebanyakan saya temui memiliki kecenderungan seperti itu.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Saya berulangkali bekerjasama dengan anak usia tersebut dan hasilnya kurang
maksimal. Saya tidak “kapok” ber ulang-ulang bekerja sama dengan mereka. Dan
secara tidak sengaja saya menemukan pola ini cenderung berulang, saya amati dan
evaluasi perilaku dan karakter mereka. Kembali lagi ingat, disekolah pada
umumnya tidak diberikan pendidikan untuk mengatasi persaingan pada dunia kerja.
Sehingga ada survey yang mengatakan rata-rata setelah sekolah seorang anak
perlu 5-7 tahun beradaptasi dengan dunia kerja dan rata-rata dalam 5-7 tahun
tersebut pindah kerja sampai 3-5 kali. Hmm.. dan proses seperti ini sering
disebut dengan proses mencari jati diri. Pertanyaan saya mencari “diri” itu
didalam diri atau diluar diri? “saya cocoknya kerja apa ya? Coba kerjain ini
lah” lalu kalau tidak cocok pindah ke lainnya. Kenapa tidak diajarkan
disekolah, agar proses anak menjalani kehidupan&amp;nbsp; di dunia yang
sesungguhnya tidak mengalami hambatan bahkan tidak jarang yang putus asa karena
tumbuh perasaan tidak mampu didalam dirinya dan seumur hidup&amp;nbsp; terpenjara
oleh keyakinannya yang salah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Baiklah
kembali lagi ke topik, Karakter merupakan nilai-nilai perilaku manusia yang
berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama manusia,
lingkungan dan kebangsaan yang terwujud dalam pikiran, sikap, perasaan,
perkataan, dan perbuatan berdasarkan norma-norma agama, hukum, tata krama,
budaya dan adat istiadat. Dengan kata lain, tidak ada masa depan yang lebih
baik yang bisa diwujudkan tanpa kejujuran, tanpa meningkatkan disiplin diri,
tanpa kegigihan, tanpa semangat belajar yang tinggi, tanpa mengembangkan rasa
tanggung jawab, tanpa memupuk persatuan di tengah-tengah kebinekaan, tanpa
semangat berkontribusi bagi kemajuan bersama, serta tanpa rasa percaya diri dan
optimisme. Inilah tantangan kita bangsa Indonesia, sanggup?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Theodore
Roosevelt mengatakan: “To educate a person in mind and not in morals is to
educate a menace to society” (&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: #cc0000;&quot;&gt;Mendidik seseorang dalam aspek kecerdasan otak
dan bukan aspek moral adalah ancaman mara-bahaya kepada masyarakat&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://minakoangel.blogspot.com/feeds/6745959300735340012/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/3254209266811622970/6745959300735340012' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3254209266811622970/posts/default/6745959300735340012'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3254209266811622970/posts/default/6745959300735340012'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://minakoangel.blogspot.com/2014/03/pentingnya-pendidikan-karakter.html' title='Pentingnya Pendidikan Karakter'/><author><name>Dian Minnie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03382483750427206468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQ_3kPcAYTjpm07RujFkllaESu-NlhZcnIWSUNARLsJTMUSfzSNzHPcSirQlvkYKOGehvusCGcyLLB8Lcnb660GEnTtrPncj4wBDnTQdBfz1zf3Rm6UHNImslycs5uaDk/s149/i.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3254209266811622970.post-614383708158415583</id><published>2014-01-30T19:54:00.000+07:00</published><updated>2014-01-30T19:54:05.773+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="life"/><title type='text'>Filosofi BURUNG MERPATI</title><content type='html'>&lt;br /&gt; 1. Merpati adalah burung yg tidak 
pernah mendua hati.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;Coba perhatikan, apakah ada merpati yang suka 
berganti pasangan ?&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;Jawabannya adalah : TIDAK Pasangannya cukup satu 
seumur hidupnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; 2. Merpati adalah burung yg tahu ke mana dia 
harus pulang. Betapapun merpati terbang jauh, dia tidak pernah tersesat 
untuk pulang. Pernahkah ada merpati yang pulang ke rumah lain ?&lt;br /&gt;
Jawabannya adalah : TIDAK&lt;span class=&quot;text_exposed_show&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;text_exposed_show&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;text_exposed_show&quot;&gt; 3. 
Merpati adalah burung yg romantis. Coba perhatikan ketika sang jantan 
bertalu-talu memberikan pujian, sementara sang betina tertunduk malu. Pernahkah kita melihat mereka saling mencaci ?&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;text_exposed_show&quot;&gt;Jawabannya adalah : TIDAK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;text_exposed_show&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;text_exposed_show&quot;&gt;
 4. Burung merpati tahu bagaimana pentingnya bekerja sama. Coba 
perhatikan ketika mereka bekerja sama membuat sarang. Sang jantan &amp;amp; 
betina saling silih berganti membawa ranting untuk sarang anak-anak mereka. 
Apabila sang betina mengerami, sang jantan berjaga di luar kandang. Dan 
apabila sang betina kelelahan, sang jantan gantian mengerami. Pernahkah 
kita melihat mereka saling melempar pekerjaannya ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;text_exposed_show&quot;&gt; Jawabannya adalah : TIDAK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;text_exposed_show&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;text_exposed_show&quot;&gt; 5. Merpati adalah burung yg tidak mempunyai empedu, ia tidak menyimpan “KEPAHITAN” sehingga tidak menyimpan &quot;DENDAM&quot;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;text_exposed_show&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;text_exposed_show&quot;&gt; Subhanallah....&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;text_exposed_show&quot;&gt; jika seekor burung merpati bisa melakukan hal-hal di atas, mengapa manusia tidak bisa ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;text_exposed_show&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;text_exposed_show&quot;&gt; Hidup itu indah jika kita saling MENGERTI, BERBAGI, dan MENGHARGAI&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://minakoangel.blogspot.com/feeds/614383708158415583/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/3254209266811622970/614383708158415583' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3254209266811622970/posts/default/614383708158415583'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3254209266811622970/posts/default/614383708158415583'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://minakoangel.blogspot.com/2014/01/filosofi-burung-merpati.html' title='Filosofi BURUNG MERPATI'/><author><name>Dian Minnie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03382483750427206468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQ_3kPcAYTjpm07RujFkllaESu-NlhZcnIWSUNARLsJTMUSfzSNzHPcSirQlvkYKOGehvusCGcyLLB8Lcnb660GEnTtrPncj4wBDnTQdBfz1zf3Rm6UHNImslycs5uaDk/s149/i.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3254209266811622970.post-5610902229616700410</id><published>2013-09-21T19:17:00.001+07:00</published><updated>2013-09-21T19:17:23.790+07:00</updated><title type='text'>Mengapa Anak TK tak boleh di ajari Calistung ?</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Mayoritas orang Indonesia itu tidak memahami perkembangan otak anak, 
hal itu mengakibatkan para ortu salah mengasuh dan para guru salah 
mendidik. Dan apa akibatnya dari salah-salah itu?&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kita bisa lihat orang tua yang seharusnya sudah dewasa bertingkah spt seperti. Banyak. Contoh gampangnya anggota DPR kita Yang Trehormat. Tingkahnya persis
 anak TK. Kerja nggak bener tapi minta imbalan lebih, nggak dikasih ma 
rakyat&amp;nbsp; malah ngelunjak.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Contoh ke-2, kita lebih banyak mencetak insan2 bermental pegawai 
bukan visioner, bukan pakar/ahli dibidang masing2, bukan orang2 yang 
bermental pengusaha pembuka lowongan kerja. Rakyat Indonesia tidak suka 
mengambil resiko kegagalan, pilih jd pegawai karena tenang mendapat gaji 
bulanan tapi ketika di PHK kelabakan nggak punya keterampilan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Contoh ke-3, kita terbiasa mengapresiasi rangking teratas (5/10 
besar), nilai sempurna (80-100) kita jarang mengapresiasi kerja keras 
mereka dalam belajar. Padahal ada anak yang sudah belajar mati-matian tapi 
mereka tetep ndak dapat nilai bagus ndak dapet rangking karena kemampuan mereka
 tidak sama dan bakat mereka pun beda-beda. Akibatnya? ketika UN sekolah 
melakukan kecurangan diamini oleh ortu (sudah sering terjadi bukan?)&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kalau anak-anak 
kita terbiasa dihargai kerja kerasnya bukan angka atau nilainya semata, 
mereka pasti menolak disuruh curang, karena mereka PD dengan hasil usaha
 belajarnya sendiri, tapi nyatanya…..??? buanyakkk anak2 itu yang melaksanakan 
perintah memalukan itu. Dan kita sekarang pun memiliki pahlawan cilik 
kejujuran segala.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Para ahli otak di dunia termasuk di Indonesia semacam &lt;i&gt;Indonesian 
Neuroscience Society&lt;/i&gt; sudah lama melakukan penelitian bahwa: otak anak-anak itu
 belum berkembang sempurna (matang) hingga dia berusia 20-25th! Setelah 
sempurna baru mereka dianggap yang namanya “Dewasa”. Bayangkan!&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Otak kita dibagi 3: batang otak (diatas leher), limbik (kepala bg 
belakang), dan &lt;i&gt;pre frontal cortex/PFC &lt;/i&gt;(kepala bag depan/di jidat). 
Perkembangan ketiganya itu pun sesuai dengsn urutan diatas. Jadi PFC itulah 
yg terakhir berkembang dengan sempurna dan yang menandakan seseorang menjadi 
dewasa.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kita pasti sdh familiar dengan kisah Rosulallah yang ketika mengimami 
sholat beliau sujudnya lamaaaa sekali. Lalu para sahabat bertanya: 
“kenapa lama? apakah Rosulallah sedang menerima wahyu dari Allah SWT?” 
Rosul menjawab :”tidak, cucuku tadi menaiki punggungku”. Jadi beliau 
menunggu sampai cucunya turun dari punggungnya. Beliau tidak memberi isyarat pada cucunya untuk turun. Tak seperti kita, kalau kita paling dicubit itu anak 
hahaha.. benar bukan?&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Apa yg kita petik dari kisah diatas? Rosul lebih 
mementingkan/mendahulukan cucunya yg sedang bermain2 ketimbang 
ibadahnya! Subhanallah…! Dan apa hubungan kisah diatas dengan perkembangan otak?&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sambungan otak anak-anak itu belum sempurna, otak mereka baru siap 
menerima hal-hal kognitif pada usia 7-8 th. Sebelum usia itu, dunia mereka 
yang pantas adalah hanya &lt;b&gt;bermain, bermain dan bermain.&lt;/b&gt; Dan mereka PUN 
tidak boleh DIMARAHI. Allahuakbar! Sebelum ada ahli otak yang meneliti, 
Rosulallah sudah menerapkan hal itu pada cucunya! Lalu apa akibatnya kalau masa-masa usia bermain mereka direnggut untuk 
belajar hal-hal yang kognitif? –&amp;gt; Dewasanya kelak mereka bertingkah seperti 
anak kecil: suka mengurung burung demi kesenangannya sendiri, sakit-sakitan 
karena ingin diperhatikan orang-orang sekitarnya, seperti anggota DPR yang saya 
tuliskan di atas, korupsi demi kepentingan diri 
sendiri/keluarga/golongan dan tidak merasa bersalah malah ngeles terus di 
pengadilan, dan sikap kekanak2an lainnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kalau kita ingin membuktikannya, ada ciri-ciri yang mudah kita lihat 
bahwa perkembangan otak anak-anak belum siap untuk menerima hal2 kognitif :&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
(1) ketika kita membacakannya sebuah cerita/dongeng mereka akan 
meminta kita mengulanginya lagi, lagi dan lagi. Kita yang tua sampai bosen
 tapi dia tak pernah bosen mendengar cerita kesukaannya itu diulang-ulang 
berkali-kali berhari-hari.&lt;br /&gt;
(2) mereka yang antusias belajar membaca lalu bisa, tapi mereka tidak paham dengan apa yang mereka baca.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Silahkan dipraktikkan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kalau mereka hari ini minta dibacakan cerita A besok minta cerita B 
besoknya lagi C esok lagi D dan kalau mereka sudah paham dengan apa yang 
dibacakan, artinya otak mereka sudah siap menerima hal2 yang kognitif.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Lalu apa yg seharusnya kita ajarkan pada mereka (0-7/8 th)?&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
1. JANGAN DIMARAHI&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
2. TIDAK DIAJARKAN MEMBACA, MENULIS, MENGHITUNG.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
3. Bermain role play; memahami bahasa tubuh, suara dan wajah; berbagi
 hal yang memberikan pengalaman emosional, field trip, mendengarkan musik,
 mendengarkan dongeng,&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
4. Bahkan, anak usia 0-12 th pengasuhan dan pendidikannya ditujukan untuk membangun emosi yang tepat, empati, (mood &amp;amp; feeling)&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Jadi, aturan pemerintah tentang usia masuk SD harus minimal 7 th itu bukan tanpa alasan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Tentu boleh-boleh saja menyelipkan angka dan huruf, tapi tidak belajar membaca dan menulis dan menghitung. Mudah nangkep &amp;amp; ingatannya tajam atau tidak bukanlah ukurannya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Bagaimana dengan tidak mengajarkan anak calistung diusia emas 
diartikan kita memanjakan anak? wong dia belum bisa mikir itu sudah 
waktunya dipelajari atau belum &lt;img alt=&quot;:)&quot; class=&quot;wp-smiley&quot; height=&quot;15&quot; src=&quot;http://i0.wp.com/yani.widianto.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif?w=510&quot; width=&quot;15&quot; /&gt; &amp;nbsp;Usia emas itu jualannya susu Formula Pak.. &lt;img alt=&quot;:)&quot; class=&quot;wp-smiley&quot; height=&quot;15&quot; src=&quot;http://i0.wp.com/yani.widianto.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif?w=510&quot; width=&quot;15&quot; /&gt;
  Usia emas semestinya kita artikan sebagai masa-masa tumbuh kembang anak yang
 paling pas untuk kita tanamkan budi pekerti dan akhlak yg mulia.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Slogan TK: &lt;b&gt;bermain sambil belajar,&lt;/b&gt; belajar seraya bemain JANGAN diartikan dengan BELAJAR calistung.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Para peneliti otak diseluruh dunia sepakat bahwa PFC seorang anak 
belum siap untuk dijejalkan hal-hal yang kognitif. Apa akibat dari pemaksaan 
terhadap hal-hal kognitif?&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
- membuat anak tidak mampu menunjukkan emosi yang tepat.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
- kendali emosi (intra personalnya terganggu)&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
- sulit menunjukkan empati.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sudah banyak ortu yang mengeluhkan: anak-anaknya ketika masih usia dini 
sangat antuasias belajar CALISTUNG lalu ortunya merespon dengan 
memberikan porsi lebih banyak entah mengajari sendiri secara intensif 
atau memasukkannya ke les-les calistung daaannnn ujung-ujungnya datang pada satu
 masa anak-anak&amp;nbsp; itu bosan lalu akhirnya mogok belajar mogok sekolah. mereka 
menjadi malas. Itu terjadi karena otaknya yang terforsir sudah kelelahan. 
Bahkan ada yang saat mau ujian malahan blank, nggak bisa mikir sama 
sekali.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Tenang, Pak… &lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;kita hanya perlu waktu&lt;/span&gt; 3 bulan untuk &lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;melatih seorang 
anak&lt;/span&gt; bisa metematika, &lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;namun diperlukan waktu &lt;/span&gt;lebih dari 15 tahun untuk&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt; 
bisa membuat seorang anak&lt;/span&gt; mampu berempati&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;, peduli teman dan lingkungan 
serta memiliki karakter yang mulia untuk bisa menciptakan kehidupan yang
 lebih baik. Ini sudah terbukti.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disadur dari Tulisan Yani Widianto, http://yani.widianto.com/2012/03/13/mengapa-anak-tk-tak-boleh-diajari-calistung/&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://minakoangel.blogspot.com/feeds/5610902229616700410/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/3254209266811622970/5610902229616700410' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3254209266811622970/posts/default/5610902229616700410'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3254209266811622970/posts/default/5610902229616700410'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://minakoangel.blogspot.com/2013/09/mengapa-anak-tk-tak-boleh-di-ajari.html' title='Mengapa Anak TK tak boleh di ajari Calistung ?'/><author><name>Dian Minnie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03382483750427206468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQ_3kPcAYTjpm07RujFkllaESu-NlhZcnIWSUNARLsJTMUSfzSNzHPcSirQlvkYKOGehvusCGcyLLB8Lcnb660GEnTtrPncj4wBDnTQdBfz1zf3Rm6UHNImslycs5uaDk/s149/i.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>