<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" version="2.0">

<channel>
	<title>Guru Malas </title>
	<atom:link href="http://mukhlis.net/feed" rel="self" type="application/rss+xml"/>
	<link>https://mukhlis.net/</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sat, 28 Mar 2026 23:44:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.5</generator>
	<itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle/><item>
		<title>Niat Puasa Qadha: Panduan Lengkap Membayar Hutang Puasa Ramadan</title>
		<link>https://mukhlis.net/niat-puasa-qadha-panduan-lengkap-membayar-hutang-puasa-ramadan.html</link>
					<comments>https://mukhlis.net/niat-puasa-qadha-panduan-lengkap-membayar-hutang-puasa-ramadan.html?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Mar 2026 23:43:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mukhlis.net/?p=16</guid>

					<description><![CDATA[<p>Niat Puasa Qadha: Panduan Lengkap Membayar Hutang Puasa Ramadan Puasa Ramadan adalah ibadah wajib bagi setiap Muslim yang memenuhi syarat. Namun, ada kalanya seseorang tidak dapat melaksanakan puasa karena alasan tertentu, seperti sakit, bepergian jauh (musafir), atau haid bagi wanita. Dalam kondisi ini, Islam memberikan keringanan untuk mengganti (qadha) puasa yang ditinggalkan di kemudian hari. ... <a title="Niat Puasa Qadha: Panduan Lengkap Membayar Hutang Puasa Ramadan" class="read-more" href="https://mukhlis.net/niat-puasa-qadha-panduan-lengkap-membayar-hutang-puasa-ramadan.html" aria-label="Read more about Niat Puasa Qadha: Panduan Lengkap Membayar Hutang Puasa Ramadan">Read more</a></p>
<p>The post <a href="https://mukhlis.net/niat-puasa-qadha-panduan-lengkap-membayar-hutang-puasa-ramadan.html">Niat Puasa Qadha: Panduan Lengkap Membayar Hutang Puasa Ramadan</a> appeared first on <a href="https://mukhlis.net">Guru Malas </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<!-- Meta Description: Panduan lengkap niat puasa qadha, tata cara, waktu pelaksanaan, dan hukum-hukum terkait. Bayar hutang puasa Ramadan Anda dengan benar! -->

<h1>Niat Puasa Qadha: Panduan Lengkap Membayar Hutang Puasa Ramadan</h1>

<p>Puasa Ramadan adalah ibadah wajib bagi setiap Muslim yang memenuhi syarat. Namun, ada kalanya seseorang tidak dapat melaksanakan puasa karena alasan tertentu, seperti sakit, bepergian jauh (musafir), atau haid bagi wanita. Dalam kondisi ini, Islam memberikan keringanan untuk mengganti (qadha) puasa yang ditinggalkan di kemudian hari. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang <strong>niat puasa qadha</strong>, tata cara pelaksanaannya, waktu yang diperbolehkan, serta hukum-hukum terkait agar Anda dapat membayar hutang puasa Ramadan dengan benar.</p>

<h2>Apa Itu Puasa Qadha?</h2>

<p>Puasa qadha adalah puasa pengganti yang wajib dilakukan untuk mengganti puasa Ramadan yang ditinggalkan karena alasan syar&#8217;i. Kewajiban ini didasarkan pada firman Allah SWT dalam Al-Quran Surat Al-Baqarah ayat 184:</p>

<p><i>&#8220;Maka barangsiapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkannya itu pada hari-hari yang lain.&#8221;</i></p>

<p>Dari ayat ini, jelas bahwa mengganti puasa Ramadan yang terlewat adalah kewajiban yang harus dipenuhi oleh setiap Muslim yang memiliki udzur (alasan yang dibenarkan secara syariat).</p>

<h2>Mengapa Niat Puasa Qadha Penting?</h2>

<p><strong>Niat puasa qadha</strong> adalah fondasi utama dalam pelaksanaan puasa pengganti. Dalam Islam, setiap ibadah harus didahului dengan niat yang tulus karena Allah SWT. Niat membedakan antara tindakan biasa dengan ibadah. Tanpa niat, puasa yang dilakukan tidak sah dan tidak menggugurkan kewajiban qadha.</p>

<h3>Syarat Sah Niat Puasa Qadha</h3>

<p>Agar niat puasa qadha sah, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi:</p>

<ul>
  <li><strong>Dilakukan pada malam hari sebelum fajar.</strong> Niat harus sudah terpatri dalam hati sebelum terbit fajar (waktu Subuh).</li>
  <li><strong>Menentukan jenis puasa.</strong> Harus jelas bahwa niat tersebut adalah untuk puasa qadha Ramadan, bukan puasa sunnah atau puasa lainnya.</li>
  <li><strong>Ikhlas karena Allah SWT.</strong> Niat yang tulus hanya untuk mencari ridha Allah, bukan karena tujuan duniawi.</li>
</ul>

<h2>Lafadz Niat Puasa Qadha Ramadan</h2>

<p>Berikut adalah lafadz <strong>niat puasa qadha</strong> Ramadan dalam bahasa Arab, latin, dan terjemahannya:</p>

<ol>
  <li><strong>Bahasa Arab:</strong> نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ للهِ تَعَالَى</li>
  <li><strong>Latin:</strong> Nawaitu shauma ghadin &#8216;an qadha&#8217;i fardhi syahri ramadhaana lillahi ta&#8217;ala.</li>
  <li><strong>Terjemahan:</strong> &#8220;Aku berniat puasa esok hari untuk mengganti fardhu puasa bulan Ramadan karena Allah Ta&#8217;ala.&#8221;</li>
</ol>

<p>Anda dapat membaca lafadz niat di atas dengan jelas dan penuh keyakinan. Jika sulit menghafal lafadznya, cukup dengan berniat dalam hati bahwa Anda akan berpuasa untuk mengganti puasa Ramadan yang terlewat.</p>

<h2>Tata Cara Melaksanakan Puasa Qadha</h2>

<p>Tata cara melaksanakan puasa qadha sama persis dengan tata cara puasa Ramadan pada umumnya. Berikut langkah-langkahnya:</p>

<ol>
  <li><strong>Niat pada malam hari.</strong> Seperti yang telah dijelaskan, niat harus dilakukan sebelum fajar.</li>
  <li><strong>Menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa.</strong> Mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari, hindari makan, minum, berhubungan suami istri, dan segala perbuatan yang dapat membatalkan puasa.</li>
  <li><strong>Melakukan amalan-amalan sunnah.</strong> Perbanyak membaca Al-Quran, berdzikir, bersedekah, dan melakukan amalan-amalan kebaikan lainnya.</li>
  <li><strong>Berbuka puasa saat matahari terbenam.</strong> Segera berbuka puasa setelah adzan Maghrib berkumandang dengan membaca doa berbuka puasa.</li>
</ol>

<h3>Doa Berbuka Puasa Qadha</h3>

<p>Meskipun puasa qadha adalah pengganti puasa wajib, Anda tetap disunnahkan membaca doa berbuka puasa:</p>

<ol>
  <li><strong>Bahasa Arab:</strong> اَللّٰهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ</li>
  <li><strong>Latin:</strong> Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa &#8216;alaa rizqika afthartu bi rahmatika yaa arhamar raahimiin.</li>
  <li><strong>Terjemahan:</strong> &#8220;Ya Allah, hanya untuk-Mu aku berpuasa dan kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka. Dengan rahmat-Mu wahai Dzat Yang Maha Penyayang.&#8221;</li>
</ol>

<h2>Kapan Waktu yang Tepat untuk Melaksanakan Puasa Qadha?</h2>

<p>Puasa qadha dapat dilaksanakan kapan saja di luar bulan Ramadan, kecuali pada hari-hari yang diharamkan untuk berpuasa, seperti:</p>

<ul>
  <li>Hari Raya Idul Fitri (1 Syawal)</li>
  <li>Hari Raya Idul Adha (10 Dzulhijjah)</li>
  <li>Hari Tasyrik (11, 12, dan 13 Dzulhijjah)</li>
</ul>

<p>Sebaiknya, puasa qadha segera dilaksanakan setelah Ramadan berakhir agar tidak menumpuk dengan kewajiban lainnya. Semakin cepat Anda membayar hutang puasa, semakin baik. Namun, jika ada halangan, Anda masih memiliki waktu hingga Ramadan berikutnya tiba.</p>

<h3>Bolehkah Menggabungkan Puasa Qadha dengan Puasa Sunnah?</h3>

<p>Terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai hal ini. Sebagian ulama memperbolehkan menggabungkan niat puasa qadha dengan puasa sunnah, seperti puasa Senin-Kamis atau puasa Ayyamul Bidh. Namun, sebagian ulama lainnya berpendapat bahwa lebih utama untuk memisahkan niat puasa qadha dan puasa sunnah agar kewajiban qadha terpenuhi dengan sempurna.</p>

<p>Untuk kehati-hatian, sebaiknya Anda melaksanakan puasa qadha secara terpisah agar tidak ada keraguan dalam ibadah Anda.  Anda bisa membaca lebih lanjut tentang <a href="[LINK]">keutamaan puasa sunnah</a> setelah menunaikan qadha puasa.</p>

<h2>Hukum Menunda Puasa Qadha Hingga Ramadan Berikutnya</h2>

<p>Jika seseorang menunda puasa qadha hingga tiba Ramadan berikutnya tanpa alasan yang syar&#8217;i, maka ia berdosa. Selain wajib mengqadha puasa yang tertinggal, ia juga wajib membayar fidyah. Fidyah adalah denda yang dibayarkan karena tidak melaksanakan kewajiban puasa tepat waktu.</p>

<h3>Besaran Fidyah</h3>

<p>Besaran fidyah adalah satu mud (sekitar 675 gram) makanan pokok per hari puasa yang ditinggalkan. Makanan pokok tersebut dapat berupa beras, gandum, atau jagung. Fidyah diberikan kepada fakir miskin.</p>

<p>Namun, jika penundaan puasa qadha disebabkan oleh udzur syar&#8217;i yang berlanjut hingga Ramadan berikutnya, seperti sakit yang tidak kunjung sembuh, maka ia tidak wajib membayar fidyah. Ia hanya wajib mengqadha puasa setelah udzurnya hilang.</p>

<h2>Siapa Saja yang Wajib Mengqadha Puasa?</h2>

<p>Berikut adalah beberapa golongan orang yang wajib mengqadha puasa Ramadan:</p>

<ul>
  <li><strong>Orang sakit.</strong> Jika sakitnya menyebabkan tidak mampu berpuasa, maka wajib mengqadha setelah sembuh.</li>
  <li><strong>Musafir.</strong> Orang yang sedang dalam perjalanan jauh (musafir) diperbolehkan tidak berpuasa dan wajib mengqadhanya setelah kembali.</li>
  <li><strong>Wanita haid dan nifas.</strong> Wanita yang sedang mengalami haid atau nifas wajib mengqadha puasa yang ditinggalkan.</li>
  <li><strong>Orang yang pingsan atau gila.</strong> Jika pingsan atau gila dalam waktu yang lama hingga melewati bulan Ramadan, maka wajib mengqadha puasanya setelah sadar atau sembuh.</li>
</ul>

<h2>Tips Agar Semangat Melaksanakan Puasa Qadha</h2>

<p>Terkadang, melaksanakan puasa qadha terasa berat karena kita sudah terbiasa dengan pola makan yang teratur. Berikut beberapa tips agar Anda tetap semangat dalam melaksanakan puasa qadha:</p>

<ol>
  <li><strong>Niatkan karena Allah SWT.</strong> Ingatlah bahwa puasa qadha adalah kewajiban yang harus dipenuhi sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT.</li>
  <li><strong>Buat jadwal.</strong> Susun jadwal puasa qadha secara teratur agar tidak menumpuk dan terasa lebih ringan.</li>
  <li><strong>Ajak teman atau keluarga.</strong> Melaksanakan puasa qadha bersama teman atau keluarga dapat memberikan motivasi dan dukungan.</li>
  <li><strong>Perbanyak berdoa.</strong> Mohonlah kepada Allah SWT agar diberikan kemudahan dan kekuatan dalam melaksanakan puasa qadha.</li>
  <li><strong>Ingat keutamaan puasa.</strong>  Ingatlah bahwa puasa adalah ibadah yang sangat dicintai oleh Allah SWT dan memiliki banyak keutamaan.</li>
</ol>

<h2>Kesimpulan</h2>

<p><strong>Niat puasa qadha</strong> adalah kunci utama dalam melaksanakan puasa pengganti Ramadan. Pastikan Anda berniat dengan benar dan tulus karena Allah SWT. Laksanakan puasa qadha secepat mungkin dan jangan menundanya hingga Ramadan berikutnya tanpa alasan yang syar&#8217;i. Dengan melaksanakan puasa qadha, Anda telah menunaikan kewajiban dan membersihkan diri dari hutang kepada Allah SWT.</p>

<p>Jangan tunda lagi! Segera bayar hutang puasa Ramadan Anda. Mulailah dengan <strong>niat puasa qadha</strong> yang tulus dan ikuti panduan yang telah dijelaskan dalam artikel ini. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita semua.  Pelajari juga tentang <a href="[LINK]">amalan-amalan di bulan Syawal</a> setelah menunaikan qadha puasa.</p>
<p><a class="a2a_button_facebook" href="https://www.addtoany.com/add_to/facebook?linkurl=https%3A%2F%2Fmukhlis.net%2Fniat-puasa-qadha-panduan-lengkap-membayar-hutang-puasa-ramadan.html&amp;linkname=Niat%20Puasa%20Qadha%3A%20Panduan%20Lengkap%20Membayar%20Hutang%20Puasa%20Ramadan" title="Facebook" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_mastodon" href="https://www.addtoany.com/add_to/mastodon?linkurl=https%3A%2F%2Fmukhlis.net%2Fniat-puasa-qadha-panduan-lengkap-membayar-hutang-puasa-ramadan.html&amp;linkname=Niat%20Puasa%20Qadha%3A%20Panduan%20Lengkap%20Membayar%20Hutang%20Puasa%20Ramadan" title="Mastodon" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_email" href="https://www.addtoany.com/add_to/email?linkurl=https%3A%2F%2Fmukhlis.net%2Fniat-puasa-qadha-panduan-lengkap-membayar-hutang-puasa-ramadan.html&amp;linkname=Niat%20Puasa%20Qadha%3A%20Panduan%20Lengkap%20Membayar%20Hutang%20Puasa%20Ramadan" title="Email" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_whatsapp" href="https://www.addtoany.com/add_to/whatsapp?linkurl=https%3A%2F%2Fmukhlis.net%2Fniat-puasa-qadha-panduan-lengkap-membayar-hutang-puasa-ramadan.html&amp;linkname=Niat%20Puasa%20Qadha%3A%20Panduan%20Lengkap%20Membayar%20Hutang%20Puasa%20Ramadan" title="WhatsApp" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_dd addtoany_share_save addtoany_share" href="https://www.addtoany.com/share#url=https%3A%2F%2Fmukhlis.net%2Fniat-puasa-qadha-panduan-lengkap-membayar-hutang-puasa-ramadan.html&#038;title=Niat%20Puasa%20Qadha%3A%20Panduan%20Lengkap%20Membayar%20Hutang%20Puasa%20Ramadan" data-a2a-url="https://mukhlis.net/niat-puasa-qadha-panduan-lengkap-membayar-hutang-puasa-ramadan.html" data-a2a-title="Niat Puasa Qadha: Panduan Lengkap Membayar Hutang Puasa Ramadan"></a></p><p>The post <a href="https://mukhlis.net/niat-puasa-qadha-panduan-lengkap-membayar-hutang-puasa-ramadan.html">Niat Puasa Qadha: Panduan Lengkap Membayar Hutang Puasa Ramadan</a> appeared first on <a href="https://mukhlis.net">Guru Malas </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mukhlis.net/niat-puasa-qadha-panduan-lengkap-membayar-hutang-puasa-ramadan.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">16</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mencuci Sepatu dan Kecupan Hangat</title>
		<link>https://mukhlis.net/mencuci-sepatu-dan-kecupan-hangat.html</link>
					<comments>https://mukhlis.net/mencuci-sepatu-dan-kecupan-hangat.html?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Mar 2026 02:29:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Cerpen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mukhlis.net/?p=13</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pagi itu masih basah oleh embun. Di halaman kecil rumah, seorang ayah muda duduk berjongkok di samping ember biru yang setengah terisi air sabun. Di depannya, seorang anak laki-laki berusia sekitar lima tahun menatap penuh semangat hari ini ia belajar “mencuci sepatu sendiri.” “Pelan-pelan ya, Nak,” ucap sang ayah lembut. Anak itu mengangguk cepat, lalu ... <a title="Mencuci Sepatu dan Kecupan Hangat" class="read-more" href="https://mukhlis.net/mencuci-sepatu-dan-kecupan-hangat.html" aria-label="Read more about Mencuci Sepatu dan Kecupan Hangat">Read more</a></p>
<p>The post <a href="https://mukhlis.net/mencuci-sepatu-dan-kecupan-hangat.html">Mencuci Sepatu dan Kecupan Hangat</a> appeared first on <a href="https://mukhlis.net">Guru Malas </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Pagi itu masih basah oleh embun. Di halaman kecil rumah, seorang ayah muda duduk berjongkok di samping ember biru yang setengah terisi air sabun. Di depannya, seorang anak laki-laki berusia sekitar lima tahun menatap penuh semangat hari ini ia belajar “mencuci sepatu sendiri.”</p>



<p>“Pelan-pelan ya, Nak,” ucap sang ayah lembut.</p>



<p>Anak itu mengangguk cepat, lalu mengambil sikat. Dengan penuh percaya diri, ia mulai menyikat… bukan sepatunya, tapi kaos kaki yang masih menempel di dalamnya. Sikat itu digosok keras-keras, seolah semakin kuat berarti semakin bersih.</p>



<p>“Bersih, Yah! Lihat!” katanya bangga.</p>



<p>Ayah itu tersenyum, tapi matanya menangkap sesuatu serat kaos kaki mulai kasar, bahkan hampir robek di bagian ujung.</p>



<p>Ia tidak langsung melarang. Tidak memarahi.</p>



<p>Ia hanya mendekat, duduk di samping anaknya, lalu perlahan mengambil kaos kaki itu.</p>



<p>“Coba lihat, Nak,” katanya sambil memeras sedikit air. “Kalau ini disikat terus, dia bisa sakit… dan rusak.”</p>



<p>Anak itu menatap bingung. “Sakit?”</p>



<p>Ayah tersenyum kecil. “Iya, seperti tangan kamu kalau digosok keras.”</p>



<p>Anak itu mulai diam.</p>



<p>Sang ayah lalu memperagakan ia mencelupkan kaos kaki ke dalam air, lalu menguceknya dengan kedua tangan. Gerakannya pelan, tapi terarah. Tidak lama, busa mulai muncul, dan noda perlahan hilang.</p>



<p>“Kalau yang lembut, kita perlakukan dengan lembut juga,” ucapnya.</p>



<p>Anak itu memperhatikan dengan serius, lalu mencoba menirukan. Awalnya kaku, lalu perlahan mengikuti ritme ayahnya. Air memercik sedikit, membuat mereka berdua tertawa kecil.</p>



<p>“Wah, jadi bersih ya…” gumam anak itu, kali ini tanpa berteriak.</p>



<p>Ayah itu menepuk pundaknya. “Karena kamu belajar.”</p>



<p>Ada jeda sejenak. Hanya suara air dan burung pagi yang terdengar.</p>



<p>Anak itu memandangi kaos kaki di tangannya kini bersih, utuh, dan terasa berbeda. Ia menoleh pada ayahnya, matanya berbinar, bukan hanya karena berhasil… tapi karena ia merasa dibimbing.</p>



<p>“Yah…” panggilnya pelan.</p>



<p>“Iya?”</p>



<p>“Terima kasih ya, sudah ngajarin aku…”</p>



<p>Belum sempat ayah itu menjawab, anak itu mendekat, memeluk lehernya, lalu mencium pipi ayahnya dengan hangat sebuah ciuman kecil yang sederhana, tapi penuh makna.</p>



<p>Sang ayah terdiam sejenak. Dadanya menghangat, matanya sedikit berkaca-kaca. Ia mengusap kepala anaknya pelan.</p>



<p>“Terima kasih juga… sudah mau belajar sama Ayah.”</p>



<p>Di pagi sederhana itu, yang dibersihkan bukan hanya sepatu dan kaos kaki. Tapi juga ruang kecil di antara dua hati yang perlahan dipenuhi kepercayaan, kesabaran, dan cinta yang tidak terburu-buru.</p>



<p>Karena bagi seorang anak, dunia bukan tentang seberapa cepat ia bisa melakukan sesuatu…<br>melainkan siapa yang sabar berjalan di sampingnya.</p>
<p><a class="a2a_button_facebook" href="https://www.addtoany.com/add_to/facebook?linkurl=https%3A%2F%2Fmukhlis.net%2Fmencuci-sepatu-dan-kecupan-hangat.html&amp;linkname=Mencuci%20Sepatu%20dan%20Kecupan%20Hangat" title="Facebook" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_mastodon" href="https://www.addtoany.com/add_to/mastodon?linkurl=https%3A%2F%2Fmukhlis.net%2Fmencuci-sepatu-dan-kecupan-hangat.html&amp;linkname=Mencuci%20Sepatu%20dan%20Kecupan%20Hangat" title="Mastodon" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_email" href="https://www.addtoany.com/add_to/email?linkurl=https%3A%2F%2Fmukhlis.net%2Fmencuci-sepatu-dan-kecupan-hangat.html&amp;linkname=Mencuci%20Sepatu%20dan%20Kecupan%20Hangat" title="Email" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_whatsapp" href="https://www.addtoany.com/add_to/whatsapp?linkurl=https%3A%2F%2Fmukhlis.net%2Fmencuci-sepatu-dan-kecupan-hangat.html&amp;linkname=Mencuci%20Sepatu%20dan%20Kecupan%20Hangat" title="WhatsApp" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_dd addtoany_share_save addtoany_share" href="https://www.addtoany.com/share#url=https%3A%2F%2Fmukhlis.net%2Fmencuci-sepatu-dan-kecupan-hangat.html&#038;title=Mencuci%20Sepatu%20dan%20Kecupan%20Hangat" data-a2a-url="https://mukhlis.net/mencuci-sepatu-dan-kecupan-hangat.html" data-a2a-title="Mencuci Sepatu dan Kecupan Hangat"></a></p><p>The post <a href="https://mukhlis.net/mencuci-sepatu-dan-kecupan-hangat.html">Mencuci Sepatu dan Kecupan Hangat</a> appeared first on <a href="https://mukhlis.net">Guru Malas </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mukhlis.net/mencuci-sepatu-dan-kecupan-hangat.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">13</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Uap yang Tak Pernah Sampai</title>
		<link>https://mukhlis.net/uap-yang-tak-pernah-sampai.html</link>
					<comments>https://mukhlis.net/uap-yang-tak-pernah-sampai.html?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Mar 2026 22:19:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Cerpen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mukhlis.net/?p=8</guid>

					<description><![CDATA[<p>Selama tiga puluh tahun, Baskoro adalah lelaki yang tidak menuntut. Namun, ada satu keinginan yang ia simpan serapi lipatan sapu tangannya: ia ingin meminum kopi yang diseduh oleh tangan Lastri, istrinya. Bukan karena ia tak bisa menyalakan kompor, tapi karena baginya, kopi buatan istri adalah bentuk pengakuan paling tenang dalam sebuah rumah tangga. Setiap pagi, ... <a title="Uap yang Tak Pernah Sampai" class="read-more" href="https://mukhlis.net/uap-yang-tak-pernah-sampai.html" aria-label="Read more about Uap yang Tak Pernah Sampai">Read more</a></p>
<p>The post <a href="https://mukhlis.net/uap-yang-tak-pernah-sampai.html">Uap yang Tak Pernah Sampai</a> appeared first on <a href="https://mukhlis.net">Guru Malas </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Selama tiga puluh tahun, Baskoro adalah lelaki yang tidak menuntut. Namun, ada satu keinginan yang ia simpan serapi lipatan sapu tangannya: ia ingin meminum kopi yang diseduh oleh tangan Lastri, istrinya. Bukan karena ia tak bisa menyalakan kompor, tapi karena baginya, kopi buatan istri adalah bentuk pengakuan paling tenang dalam sebuah rumah tangga.</p>



<p>Setiap pagi, ia sengaja duduk di meja makan, memandangi punggung Lastri yang sibuk dengan cucian atau sarapan. Ia sering memancing dengan gumaman kecil, &#8220;Kopi pagi sepertinya nikmat ya, Las?&#8221;</p>



<p>Namun, Lastri dengan segala kepraktisan hidup yang telah mengeraskan hatinya hanya akan menjawab tanpa menoleh, &#8220;Air sudah mendidih di termos, Mas. Sasetnya ada di kaleng kerupuk. Tinggal tuang, kan?&#8221;</p>



<p>Bagi Lastri, kopi hanyalah air hitam panas. Bagi Baskoro, kopi yang diseduhkan adalah tanda bahwa ia masih layak dilayani, bukan sekadar mesin pencari nafkah yang sudah mulai berkarat. Ia merindukan gerak tangan istrinya yang mengaduk gelas, bunyi sendok yang berdenting melawan porselen sebuah simfoni kecil yang menyatakan: <em>Aku ada untukmu.</em></p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Gelas Terakhir</strong></h3>



<p>Pagi itu, dada Baskoro terasa berat, seolah ada bongkahan batu yang tertanam di paru-parunya. Ia melihat Lastri sedang terburu-buru hendak pergi ke pasar.</p>



<p>&#8220;Las,&#8221; panggilnya lirih. &#8220;Buatkan kopi. Sekali saja.&#8221;</p>



<p>Lastri yang sudah mengenakan kerudungnya hanya mendesah tipis, melirik jam dinding. &#8220;Aduh, Mas, angkotnya sudah lewat nanti. Itu airnya masih panas di termos. Sebentar saja, kan?&#8221;</p>



<p>Pintu depan tertutup. Sunyi kembali meraja.</p>



<p>Baskoro tersenyum pahit. Dengan tangan yang sedikit gemetar, ia menyeret langkah ke dapur. Ia mengambil cangkir keramik biru kado pernikahan mereka yang sudah retak seribu. Ia merobek bungkus kopi saset, menuangkan air panas, dan mengaduknya sendiri. <em>Ting. Ting. Ting.</em> Bunyinya terdengar kesepian.</p>



<p>Ia membawa gelas itu ke kursi jengki di teras depan. Ia duduk, memandangi jalanan kosong tempat istrinya baru saja berlalu. Diangkatnya gelas itu, menghirup aromanya yang tajam dan artifisial.</p>



<p>&#8220;Mungkin memang harus begini,&#8221; bisiknya pada angin.</p>



<p>Ia menyesap kopi itu. Cairan panas mengalir di kerongkongannya, namun bersamaan dengan itu, sebuah rematan hebat menghantam jantungnya. Pandangannya mengabur. Cangkir di tangannya tetap digenggam erat, meski tubuhnya mulai kehilangan daya.</p>



<p>Saat Lastri pulang dua jam kemudian, ia menemukan Baskoro masih duduk di sana. Kepalanya terkulai ke samping dengan sisa senyum yang membeku. Gelas biru itu masih berada di pangkuannya, kosong separuh, mendingin bersama napas yang telah pergi.</p>



<p>Di atas meja, sebuah sendok tergeletak sendok yang seharusnya dipegang Lastri, namun pada akhirnya, hanya menjadi saksi bisu dari kemandirian seorang lelaki yang mati dalam dahaga akan kasih sayang yang paling sederhana.</p>
<p><a class="a2a_button_facebook" href="https://www.addtoany.com/add_to/facebook?linkurl=https%3A%2F%2Fmukhlis.net%2Fuap-yang-tak-pernah-sampai.html&amp;linkname=Uap%20yang%20Tak%20Pernah%20Sampai" title="Facebook" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_mastodon" href="https://www.addtoany.com/add_to/mastodon?linkurl=https%3A%2F%2Fmukhlis.net%2Fuap-yang-tak-pernah-sampai.html&amp;linkname=Uap%20yang%20Tak%20Pernah%20Sampai" title="Mastodon" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_email" href="https://www.addtoany.com/add_to/email?linkurl=https%3A%2F%2Fmukhlis.net%2Fuap-yang-tak-pernah-sampai.html&amp;linkname=Uap%20yang%20Tak%20Pernah%20Sampai" title="Email" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_whatsapp" href="https://www.addtoany.com/add_to/whatsapp?linkurl=https%3A%2F%2Fmukhlis.net%2Fuap-yang-tak-pernah-sampai.html&amp;linkname=Uap%20yang%20Tak%20Pernah%20Sampai" title="WhatsApp" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_dd addtoany_share_save addtoany_share" href="https://www.addtoany.com/share#url=https%3A%2F%2Fmukhlis.net%2Fuap-yang-tak-pernah-sampai.html&#038;title=Uap%20yang%20Tak%20Pernah%20Sampai" data-a2a-url="https://mukhlis.net/uap-yang-tak-pernah-sampai.html" data-a2a-title="Uap yang Tak Pernah Sampai"></a></p><p>The post <a href="https://mukhlis.net/uap-yang-tak-pernah-sampai.html">Uap yang Tak Pernah Sampai</a> appeared first on <a href="https://mukhlis.net">Guru Malas </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mukhlis.net/uap-yang-tak-pernah-sampai.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">8</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>