<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>Musafir pada hari Jum'at</title><description></description><managingEditor>noreply@blogger.com (Doddy Widodo)</managingEditor><pubDate>Tue, 10 Sep 2024 17:16:35 -0700</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://musafirjumat.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle/><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><title>Boleh tidaknya Musafir pada hari Jumat</title><link>http://musafirjumat.blogspot.com/2008/10/boleh-tidaknya-musafir-pada-hari-jumat.html</link><author>noreply@blogger.com (Doddy Widodo)</author><pubDate>Mon, 20 Oct 2008 00:00:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2947470279730178102.post-6177129583080585517</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(204, 0, 0);font-family:arial;" &gt;Tidak ada&lt;/span&gt; keterangan dari &lt;span style="color: rgb(0, 153, 0); font-weight: bold; font-style: italic;font-family:arial;" &gt;Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang melarang seseorang mengadakan perjalanan pada hari Jum’at&lt;/span&gt;.  Jadi boleh saja bepergian bila waktu shalat masih belum tiba. [1]&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Dan ada keterangan-keterangan dari sahabat yang memperkuat hal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 102, 0);font-family:arial;" &gt;Umar bin Khaththab Radhiyallahu ‘anhu&lt;/span&gt; bahwa dia melihat seorang laki-laki yang sudah tampak siap bepergian, maka berkatalah orang tadi, &lt;span style="color: rgb(255, 102, 0); font-weight: bold; font-style: italic;font-family:arial;" &gt;“Hari ini, hari Jum’at, dan kalau tidak karena hari Jum’at tentu aku sudah keluar”&lt;/span&gt;. Umar berkata, “&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(0, 153, 0);font-family:arial;" &gt;Sesungguhnya shalat Jum’at itu tidak mencegah orang bepergian, maka pergilah selama belum tiba waktu matahari tergelincir.&lt;/span&gt;[2]&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Diriwayatkan dari Nafi pembantu Ibnu Umar, bahwa anak dari Said bin Zaid bin Nufail –suatu saat- sedang berada di sebidang tanahnya didaerah Al-Aqiq yang jauhnya beberapa mil dari kota Madinah. Lalu ia bertemu dengan Ibnu Umar di siang hari Jum’at, kemudian dia memberitahukan tentang masalahnya, maka pergilah Umar padanya dan meninggalkan shalat Jum’at [3]&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Dan ini adalah pendapat kebanyakan ulama. [4]</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item></channel></rss>