<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>Mutiara Illahiyah</title><description></description><managingEditor>noreply@blogger.com (Anonymous)</managingEditor><pubDate>Tue, 5 Nov 2024 18:53:33 -0800</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">39</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://mutiaraillahiyah.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle/><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><title>Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka (Bag. 3/2 Selesai)</title><link>http://mutiaraillahiyah.blogspot.com/2014/11/kedahsyatan-siksaan-dan-rintihan-para_18.html</link><category>Pustaka Islam</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sat, 15 Nov 2014 07:11:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-359975961192298472.post-8109866686414528426</guid><description>&lt;a href="http://www.facebook.com/iwan.lemabang/" target="_blank"&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhRk9vU4z5PMQI3madUCCzMuOm1mziEOSFbtR3pco4-gN71_fIgilJEpTXfe07gnCd3sO2dPRQ0xiVghWAKCRbZJB_q6Mt4uXApJ_bv_iCXjgRliIFGbfZc3OGSbF5ty_d5ltscEEGGGZlP/s1600/Iwan_Lemabang.jpg" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" width="180" height="180" style="clear:right; float:right; margin-left:1em; margin-bottom:1em" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a style="color:#ff0000;font-family:Georgia;font-size:14px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;13. Berjudi dan Minum Khamar&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Perjudian apapun bentuk dan jenisnya dilarang dalam Islam. Berjudi merupakan perbuatan keji  yang besar dosanya. Oleh sebab itu harus dijauhi. Orang yang bermain kartu dan berjudi sesungguhnya ia telah berbuat maksiat kepada Allah dan Rasul-Nya. Rasulullah SAW bersabda:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Barang siapa bermain kartu (berjudi), maka sesungguhnya ia telah berbuat durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(HR. Malik, Abu Dawud dan Ibnu Majah)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Berrjudi, bukanlah solusi untuk mengatasi kemiskinan dan bukan pula cara untuk mencari harta benda yang baik dan halal dalam Islam. Orang yang mencari harta dengan cara yang tidak benar dan tidak halal, baginya dosa yang besar dan kelak di hari kiamat akan mendapatkan siksa yang pedih. Perhatikan hadits Nabi SAW berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Sesungguhnya orang-orang yang berusaha dan mendapatkan harta Allah dengan cara yang tidak hak (benar), maka bagi mereka adalah neraka pada hari kiamat.”&lt;/a&gt;  &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(HR. Bukhari)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Demikian pula bermabuk-mabukan dengan meminum khamar atau segala jenis minuman yang memabukkan, juga haram dan besar dosanya. Meminum khamar dan berjudi merupakan perbuatan setan yang sangat keji. Segala benda-benda yang memabukkan apa pun bentuk dan jenisnya, termasuk dalam kategori khamar. Sebagaimana keterangan hadits riwayat Imam Muslim berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Setiap yang memabukkan adalah khamar dan tiap-tiap khamar adalah haram. Barang siapa meminum khamar di dunia, kemudian ia mati dan belum bertaubat daripadanya dan dia menjadi pecandunya, maka di akhirat ia tidak akan meminumnya.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(HR. Muslim)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Allah SWT berfirman:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/3-5_1_qs_al-maidah_90-91.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkurban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. Sesungguhnya setan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan shalat; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).”&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Maidah: 90-91)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Khamar termasuk salah satu jenis minuman ahli surga. Dengan tidak mendapatkan minuman khamar di akhirat, berarti tidak termasuk penduduk surga. Mengenai khamar yang ada di surga itu, sesungguhnya hanya sama nama saja dengan khamar di dunia. Mengenai hal ini perhatikan firman Allah SWT berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/3-5_2_qs_muhammad_15.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”(Apakah) perumpamaan (penghuni) surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air susu yang tiada berubah rasanya, sungai-sungai dari khamar (arak) yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang disaring; dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Tuhan mereka, sama dengan orang yang kekal di dalam neraka mereka diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong-motong ususnya.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Muhammad: 15)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/3-5_3_qs_ash-shaffat_45-47.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Diedarkan kepada mereka gelas yang berisi khamar dari sungai yang mengalir (warnanya) putih bersih, sedap rasanya bagi orang yang minum. Tidak ada dalam khamar itu alkohol dan mereka tidak mabuk karenanya.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Ash-Shaffat: 45-47)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Khamar, di dunia merupakan minuman yang diharamkan dan kekejian yang besar. Barangsiapa yang meminumnya, maka ia melakukan maksiat dan durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya, yang diancam dengan siksa yang pedih. Nabi SAW bersabda:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Jauhilah olehmu minuman khamar, karena ia adalah induk dari segala perbuatan yang keji. Barangsiapa yang tidak mau menjauhinya sungguh ia telah durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya, dan dia berhak untuk disiksa sebab kemaksiatannya kepada Allah dan Rasul-Nya itu.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(HR. Thabrani)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Keharaman khamar itu tidak hanya terbatas bagi peminumnya saja, tetapi semua yang terkait dengannya, meliputi orang yang memproduksi, yang menjual dan seterusnya. Ibnu Malik Ra meriwayatkan hadits sebagai berikut:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Rasulullah SAW melaknat sepuluh orang yang terkait dengan khamar, yaitu: Pemeras (pembuatnya); yang minta diperaskan (dibuatkan); yang meminumnya; yang membawanya; yang dibawakan khamar kepadanya; yang meminumkan khamar; yang menjual khamar; yang makan hasil penjualan khamar; yang membeli khamar; dan orang yang dibaliknya.”&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(HR. Ibnu Majah dan Tirmidzi)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Nabi SAW juga bersabda:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Aku mengutuk khamar, peminumnya; penjamunya; penjualnya; pembelinya; pemerahnya; orang yang diperahkannya; pengantar yang membawakannya; dan pemakan harganya (hasil penjualannya).”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(HR. Abu Dawud)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Ibnu Abbas meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah meminum khamar. Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka janganlah duduk pada jamuan (hidangan) minum-minuman khamar.”&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#ff0000;font-family:Georgia;font-size:14px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;14. Menggunjing&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Termasuk perbuatan yang berdosa besar lainnya ialah menggunjing, memfitnah, mengadu domba. Allah SWT berfirman:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/3-5_4_qs_al-hujurat_12.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari kamu prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya, dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha menerima taubat lagi Maha Penyayang.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Hujurat: 12)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Kita juga dilarang untuk mengikuti orang yang banyak mencela, menyebar luaskan berita-berita bohong dan memfitnah. Allah SWT berfirman:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/3-5_5_qs_al-qalam_10-11.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt;  &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Dan janganlah kamu ikuti orang yang banyak bersumpah lagi hina, yang banyak mencela, yang kian kemari menghambur fitnah.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Qalam: 10-11)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Bagi orang yang biasa menggunjing, mengadu domba dan tukang fitnah itu, Rasulullah SAW menyatakan sebagai orang yang tidak akan masuk surga kelak di akhirat. Sebagaimana haits yang diriwayatkan oleh Hudzaifah Ra ia berkata, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Orang yang mengadu domba tidak akan masuk surga.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(Muttafaq ‘Alaih)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Abu Hurairah RA juga meriwayatkan, bahwa ia mendengar Rasulullah SAW bersabda:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Sesungguhnya seseorang itu bisa kaena mengucapkan suatu perkataan  tanpa dipikirkan dan tidak tahu kejelasannya, sehingga menjadikannya tergelincir  ke dalam neraka karenanya, yang mana jarak jauh luas neraka itu lebih jauh (luas) dari jarak antara timur dan barat.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(Muttafaq ‘Alaih)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#ff0000;font-family:Georgia;font-size:14px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;15. Berdusta&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Berdusta termasuk dilarang dalam Islam dan merupakan perbuatan yang besar dosanya. Islam mengharamkan dusta karena dusta itu akan mendatangkan bahaya yangakan menimpa orang lain baik secara individu maupun kelompok. Banyak ayat-ayat Al-Qur’an yang menujukkan larangan untuk berlaku dusta. Di antaranya firman Allah SWT dalam surat An-Nahl berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/3-5_6_qs_an-nahl_116-117.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta “ini halal dan ini haram,” untuk mengadakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tiadalah beruntung. (Itu adalah) kesenangan yang sedikit; dan bagi mereka adzab yang pedih.”&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. An-Nahl: 116-117)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Allah SWT tidak memberikan petunjuk kepada para pendusta lagi ingkar. Sebagaimana dijelaskan dalam firman-Nya:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/3-5_7_qs_az-zumar_3.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang pedusta dan sangat ingkar.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Az-Zumar: 3)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Asma’ bin Yasid, pernah bertanya kepada Rasulullah SAW; “Ya Rasulullah, jika salah seorang mengatakan sesuatu yang diinginkannya dengan “saya tidak ingin,” apakah termasuk sebagai dusta?” Beliau menjawab: “Sesungguhnya dusta itu dicatat sebagai dusta, sehingga dusta yang kecil itupun dicatat sebagaii dusta kecil. (HR. Ahmad)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Orang-orang yang berdusta terhadap Allah, diancam dengan adzab yang pedih kelak di akhirat. Allah SWT berfirman:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/3-5_8_qs_az-zumar_60.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Dan pada hari kiamat kamu akan melihat orang-orang yang berbuat dusta terhadap Allah, muka mereka menjadi hitam. Bukankah dalam neraka Jahanam itu ada tempat bagi orang-orang yang menyombongkan diri.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Az-Zumar: 60)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Mengenai balasan bagi orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah, di akhirat nanti,, dapat pula diketahui dari ayat-ayat berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/3-5_9_qs_al-araf_36.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Adapun orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, mereka itu penghuni-penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.”&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-A’raf: 36)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/3-5_10_qs_al-baqarah_39.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Adapun orang-orang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Baqarah: 39)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Sedangkan mengai balasan orang yang membuat kedustaan dengan mengatasnamakan Rasulullah SAW, Imam Muslim meriwayatkan hadits bahwa Rasulullah SAW bersabda:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Barangsiapa membuat kedustaan atas namaku, maka dibangunkan untuknya sebuah rumah di dalam neraa Jahanam.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(HR. Muslim)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Dalam hadits lain juga di riwayatkan Muslim, beliau bersabda:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Barangsiapa yang berdusta atas namaku dengan sengaja, maka ia akan ditempatkan pada tempatnya di dalam neraka.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(HR. Muslim)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Dalam skala tertentu ada dusta yang diperbolehkan, jika tidak menimbulkan bahaya, dalam tiga hal. Yaitu, dalam peperangan dengan maksud sebagai strategi politik peperangan; dalam rangka kebaikan untuk mendamaikan antara manusia yang bertikai dan bermusuhan; dan perkataan suami pada istri untuk mengokohkan cintanya, begitu pula perkataan istri pada suaminya dengan tujuan untuk mengkokohkan cinta dan menciptakan keharmonisan rumah tangganya.&lt;/a&gt;&lt;a style="color:#ff0000;font-family:Georgia;font-size:14px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;16. Riya’&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Riya’ adalah termasuk perbuatan dosa besar yang akan membuat pelakunya mendapatkan adzab di akhirat. Riya’ dapat diartikan sebagai bentuk memamerkan diri pada orang lain baik mengenai kelebihan-kelebihan, kebaikan, kedermawanan, kepandaian atau kelebihan yang dimiliki lainnya. Hal itu dilakukan agar mendapatkan sanjungan dan pujian dari orang lain.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Setiap ibadah harus dilakukan karena Allah, jangan dikotori dengan karena yang selain Allah. Pahala amal ibadah yang disertai dengan riya’ akan hilang musnah, bahkan hal itu akan menyebabkannya mendapatkan adzab dari Allah SWT. Sebagaimana firman Allah SWT berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src=" " title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakitkan (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya’ kepada manusia.”&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Bagi orang-orang yang riya’, diancam dengan siksa yang pedih di akhirat kelak. Allah SWT berfirman:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/3-6_2_qs_al-maun_4-7.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dalam shalatnya, orang-orang yang berbuat riya’ dan enggan (menolong dengan) barang berguna.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Ma’un: 4-7)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA ia berkata, saya mendengar Rasulullah SAW bersabda:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Allah Ta’ala berfirman: Saya paling tidak membutuhkan persekutuan. Barangsiapa yang melaksanakan suatu amal dengan mempersekutukan Aku kepada selain Aku, maka Aku akan meninggalkannya dan tidak memperdulikannya.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(HR. Muslim)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Riya’ merupakan syirik kecil yang sangat ditakutkan Nabi SAW akan menimpa umatnya, sebagaimana dijelaskan dalam hadits bahwa Rasulullah SAW bersabda:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Sesungguhnya yang paling aku takuti pada diri kamu ialah syirik kecli. Ditanyakan pada beliau: Apakah syirik kecil itu ya Rasulullah? Beliau menjawab: Yaitu riya’. Terhadap orang yang riya’ itu besok pada hari menusia mendapatkan pembalasan atas perbuatan-perbuatan mereka, Allah berfirman: Pergilah kamu pada orng-orang yang dahulu kamu pameri (riya’i) dengan perbuatan-perbuatan kamu. Maka lihatlah adakah kamu mendapatkan balasan di sisi mereka?”&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Disebutkan dalam hadits yang cukup panjang yang diriwayatkan Muslim, mengenai balasan orang-orang yang riya’ dalam beribadah kelak di hari kiamat, simaklah sabda Rasulullah Saw berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Dari Abu Hurairah RA ia berkata, saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya manusia yang pertama kali yang diberi keputusan nanti di hari kiamat ialah orang yang (dianggap) mati syahid, diperlihatkan kepadanya kenikmatan-kenikmatan (yang dipersiapkan pada orang yang mati syahid) hingga dia mengetahuinya. Lalu Allah bertanya kepadanya: Apa yang kamu lakukan untuk mendapatkannya (kenikmatan itu)? Ia menjawab: Saya berjuang di jalan-Mu sehingga saya mati syahid. Allah menjawab: Kamu bohong, kamu berjuang agar dikatakan sebagai pemberani. Dikatakan, kemudian Allah memerintahkan untuk menyeret orang itu, akhirnya ia dilemparkan ke dalam neraka. Kedua, orang yang belajar dan mengajar  serta suka membaca Al-Qur’an, lalu diperlihatkan kepadanya kenikmatan yang selayaknya diterima oleh orang yang melakukan itu, dan iapun melihatnya. Allah berfirman: Apa yang telah kamu lakukan untuk mendapatkan kenikmatan itu? Ia berkata: Saya belajar ilmu dan mengamalkannya serta membaca Al-Qur’an karena-Mu. Allah menjawab: Kamu bohong, tetapi kamu mengajar agar kamu dikatakan sebagai orang yang alim (pandai), dan kamu membaca Al-Qur’an agar dikatakan sebagai qaari (orang ahli membaca Al-Qur’an). Dikatakan, kemudian Allah memerintahkan untuk menyeret orang itu, hingga akhirnya ia dilemparkan ke dalam neraka. Ketiga, orang yang dilapangkan rizkinya dan diberi Allah berbagai harta kekayaan, lalu ia didatangkan dengannya, diperlihatkan kenikmatannya, dan iapun mengetahuinya. Lalu Allah befirman:  Apa yang telah kamu lakukan dengannya? Ia berkata: Saya tidak meninggalkan suatu jalan yang Engkau sukai untuk berinfak di jalan itu, melainkan saya berinfak karena-Mu. Allah berfirman: Kamu bohong, tetapi kamu beramal begitu, agar dikatakan sebagai orang yang dermawan. Dikatakan, kemudian Allah memerintahkan untuk menyeret orang itu hingga akhirnya ia dilemparkan ke dalam neraka.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(HR. Muslim)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Tetapi apabila seseorang melakukan kebaikan atau ibadah secara ikhlas karena Allah tanpa unsur riya’ di dalamnya, lalu ia mendapatkan pujian dari orang lain atas amal ibadahnya, maka yang demikian itu merupakan bagian dari berita gembira yang disegerakan kepadanya. Namun dengan pujian itu, janganlah lantas membuatnya berbangga diri dan sombong. Diriwayatkan dari Abu Dzar RA, ia berkata, ditanyakan kepada Rasulullah SAW: “Bagaimana pandangan baginda tentang seseorang yang melakukan amal kebaikan dan dipuji oleh orang-orang?” Beliau menjawab: “Itu adalah berita gembira yang disegerakan kepada orang yang beriman.” (HR. Muslim)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#ff0000;font-family:Georgia;font-size:14px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;17. Memutus Hubungan Famili&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Memutuskan hubungan kekerabatan atau kefamilian dilarang dalam Islam. Bagi orang yang memutuskan hubungan kefamilian, dnyatakan dalam sebuah hadits, sebagai orang yang tidak akan masuk surga. Untuk lebih jelasnya perhatikan hadits berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Diriwayatkan dari Abi Muhammad Jubair bin Muth’im RA bahwa Rasulullah SAW bersabda: Tidak akan masuk surga orang memutus (kefamilian).” Sofyan berkata dalam satu riwayatnya, yakni: Orang yang memutuskan hubungan famili.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(Muttafaq ‘Alaih)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#ff0000;font-family:Georgia;font-size:14px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;18. Menghina Orang Islam&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Menghina, menyakiti dan mencaci maki sesama muslim dilarang dalam Islam. Sesama mukmin antara yang satu dangan yang lain adalah bersaudara. Antara yang satu dengan yang lainnya harus saling menghormati dan menghargai, saling bantu membantu dan tolong menolong. Mereka bagaikan satu tubuh, bila ada anggota tubuh yang sakit maka anggota yang lainnya pun ikut sakit. Allah SWT berfirman:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/3-6_3_qs_al-hujurat_10.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt;  &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat.”&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Hujurat: 10)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Dalam ayat selanjutnya Allah melarang untuk melakukan penghinaan dan mengolok-olok antara satu dangan yang lainnya. Allah SWT berfirman:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/3-6_4_qs_al-hujurat_11.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Hai orang-orang yang beriman, jangalah suatu kaum mengolok-olokkan kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olokkan) dan janganlah wanita-wanita (mengolok-olokkan) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olokkan), dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri, dan janganlah amu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruknya panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang dzalim.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Hujurat: 11)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Orang yang menhina dan mencaci maki orang Islam tanpa ada kesalahan yang diperbuatnya, maka baginya dosa yang besar. Allah SWT berfirman:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/3-6_5_qs_al-ahzab_58.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang yang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Ahzab: 58)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Orang mukmin yang sejatinya dituntut untuk menciptakan suasana damai, aman dan sentosa. Tingkah laku dan perbuatannya, sikap dan tutur katanya, hendaklah dapat menciptakan suasana kesejukan, mendorong semangat untuk beramal shaleh, bukan maah sebaliknya. Diriwayatkan dari Abdullah bin Amr Al-Ash RA ia berkata, Rasulullah SAW bersabda:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Orang Islam itu ialah orang yang dapat membuat orang-orang Islam merasa selamat (aman) dari lisan dan tangannya. Sedangkan orang yang hijrah adalah orang yang meninggalkan segala apa yang dilarang oleh Allah.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(HR. Bukhari dan Muslim)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Disebutkan di dalam hadits Isra’ Mi’raj, bahwa Nabi SAW menyaksikan siksaan yang ditimpakan kepada orang yang suka mengganggu dan menyakiti orang Islam. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan dari Anas RA, ia berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Ketika aku dimi’rajkan aku melewati suatu kaum yang berkuku dari tembaga, di mana mereka mencakar-cakar muka-muka dan dada-dada mereka. Lalu aku bertanya: Siapakah mereka itu hai Jibril? Jibril menjawab: Mereka adalah orang-orang yang memakan daging sesamanya dan mengganggu kehormatan mereka (kaum muslim).”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(HR. Abu Dawud)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#ff0000;font-family:Georgia;font-size:14px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;19. Memboikot Saudara Sesama Muslim&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Sebagaimana disebutkan di atas bahwa sesama muslim adalah bersaudara. Antara yang satu dengan yang lainnya harus saling hormat menghormati, tolong menolong, bantu membantu, harga menghargai. Orang Islam yang memboikot dan tidak menyapa saudara muslimnya melebihi tiga hari hingga mati, maka ia diancam dengan siksa neraka. Sebagaimana keterangan hadits yang diriwayatkan Abu Dawud berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, ia berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda: Tidak halal bagi seorang muslim memboikot saudaranya sesama muslim melebihi tiga hari. Barangsiapa yang memboikot (saudara sesama muslimnya) lebih tiga hari, lalu ia mati, maka ia akan masuk neraka.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(HR. Abu Dawud)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#ff0000;font-family:Georgia;font-size:14px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;20. Memberikan Kesaksian Palsu&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Termasuk dosa besar lainnya ialah memberikan kesaksian palsu. Realitas kebenaran akan kabur dan tertutupi, disebabkan adanya kesaksian yang palsu, sehingga yang salah menjadi benar dan yang benar menjadi salah. Perbuatan seperti itu merupakan kedzaliman yang nyata, betapa tidak? Dengan kesaksian palsu, pihak yang benar menjadi berada di pihak yang salah. Sehingga hak-haknya menjadi terampas oleh pihak lain yang salah. Yang benar menjadi teraniaya dan didzalimi. Rasulullah SAW menegaskan bahwa memberikan kesaksian palsu adalah termasuk dosa yang besar. Beliau bersabda:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Perhatikan, saya beritahukan kalian tentang dosa-dosa besar, yaitu: Menyekutukan Allah; durhaka kepada ibu bapak; perkataan dusta; dan kesaksian palsu. Beliau berkali-kali mengulanginya hingga kami berkata, kami berharap baginda berhenti (tidak mengulanginya terus).”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(HR. Bukhari dan Muslim)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Nabi SAW juga bersabda:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Barangsiapa yang telah aku putuskan baginya dari harta saudaranya dengan tidak benar (karena adanya keterangan palsu), maka janganlah ia mengambilnya. Karena sesungguhnya hal itu, berarti aku berikan kepadanya sepotong api neraka.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(HR. Bukhari dan Muslim)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Mengenai balasan orang yang memberikan kesaksian palsu di akhirat kelak ialah siksa di dalam neraka. Rasululla SAW bersabda:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Tidak akan terpeleset telapak kaki orang yang membrikan kesaksian palsu, hingga Allah mewajibkannya tergelincir ke dalam neraka.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(HR. Ibnu Majah dan Hakim)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#ff0000;font-family:Georgia;font-size:14px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;21. Menyakiti Tetangga&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Tetangga adalah orang yang paling dekat dan bersebelahan dengan rumah kita. Oleh sebab itu antar tetangga harus saling menghormati dan menghargai. Dalam hidup bertetangga antara yang satu dengan yang lainnya mempunyai hak dan kewajiban. Masing-masing tetangga harus dapat menjaga dan meindungi hak-hak tetangga. Mengganggu dan menyakiti tetangga adalah termasuk berdosa.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Berbuat baik kepada tetangga diperintahkan dalam Islam. Allah SWT berfirman:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/3-7_1_qs_an-nisa_36.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu bapak, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sahib dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. An-Nisa’: 36)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Malaikat Jibril senantiasa berpesan kepada Nabi SAW untuk berbuat baik terhadap tetangga. Diriwayatkan dari Ibnu Umar dan ‘Aisyah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Malaikat Jibril senantiasa berpesan kepadaku untuk selalu berbuat baik kepada tetangga, sehingga aku mengira bahwa tetangga itu akan dapat mewarisi.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(HR. Bukhari dan Muslim)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Nabi SAW melarang berbuat sesuatu yang menyakiti tetangga. Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah menyakiti tetangganya; barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah menghormati tamunya; ddan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata baik atau lebih baik diam.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(Muttafaq ‘Alaih)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Abu Hurairah RA juga meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Demi Allah tidaklah (sempurna) iman seseorang; demi Allah tidaklah (sempurna) iman seseorang; demi Allah tidaklah (sempurna) iman seseorang. Siapakah orang itu, ya Rasulullah? Beliau bersabda: Yaitu orang yang membuat tetangganya merasa tidak aman karena ulahnya.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(Muttafaq ‘Alaih)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Orang yang suka menyakiti tetangga, dinyatakan dalam suatu hadits sebagai orang yang tidak akan masuk surga. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan Imam Muslim:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Tidak akan masuk surga, orang yang membuat tetangganya merasa tidak aman karena gangguannya.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(HR. Muslim)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Nabi SAW pernah ditanya mengenai seorang perempuan yang selalu menyakiti tetangganya, tetapi dia juga melakukan shalat malam dan puasa di siang hari. Beliau menyatakannya sebagai orang yang akan masuk neraka. Abu Hurairah RA berkata, Rasulullah ditanya: Ya Rasulullah, jika ada wanita melakukan shalat malam, sedang di siang harinya ia berpuasa, (tetapi) ia menyakiti tetangganya dengan lisannya? Beliau menjawab: Tiada kebakan padanya dan ia kelak berada di dalam neraka. (HR. Hakim, Ibnu Hibban dan Ahmad)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#ff0000;font-family:Georgia;font-size:14px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;22. Khianat&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Termasuk dosa besar ialah khianat dan tidak memenuhi janji. Memenuhi janji dan amanat yang dipercayakan kepada seseorang menjadi sebuah keharusan baginya. Allah memerintahkan kepada orang yang beriman untuk memenuhi janji dan tidak mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadanya. Sebagaimana dijelaskan di dalam ayat berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/3-7_2_qs_al-anfal27.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Anfal: 27)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Janji itu haruslah dipenuhi, karena janji itu akan dimintai pertanggung jawaban. Allah berfirman:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src=" " title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Dan penuhilah janji, sesungguhnya janji itu pasti dimintai pertanggungan jawabannya.”&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Mengingkari janji dan khianat merupakan ciri dari orang munafik. Rasulullah SAW bersabda:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;

&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Dari Abdullah bin Amr ibnul Ash RA sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: Empat hal, bila melekat pada diri seseorang, maka ia adalah benar-benar orang munafik. Dan barangsiapa yang di dalam dirinya ada satu dari empat hal itu, maka berarti di dalam dirinya ada satu hal dari kemunafikan hingga ia meninggalkannya. Keempat hal itu ialah, apabila ia dipercaya, khianat; jika berbicara, ia dusta; bila berjanji, ia mengingkari; dan apabila bertengkar, ia bertindak keji.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(HR. Bukhari dan Muslim)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Bagi orang-orang yang khianat dan merusak janji-janji Allah akan mendapatkan laknat dan tempat kembali yang buruk serta siksa yang pedih. Allah SWT berfirman:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/3-7_4_qs_ar-rad_25.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;”Orang-orang yang merusak janji Allah setelah diikrarkan dengan teguh dan memutuskan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan dan mengadakan kerusakan di bumi, orang-orang itulah yang memperoleh kutukan dan bagi mereka tempat kediaman yang buruk (Jahanam).”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Ar-Ra’d: 25)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Ada tiga golongan manusia, kelak di akhirat menjadi musuh Allah, ketiga orang itu sebagaimana dijelaskan dalam sabda Nabi SAW berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA dari Nabi SAW, beliau bersabda, Allah SWT berfirman: Tiga orang Aku musuhnya pada hari kiamat, yaitu: Orang yang memberi dengan atas nama-Ku kemudian ia mengkhianati; orang yang menjual orang merdeka, lalu ia memakan harganya; dan orang yang mempekerjakan buruh lalu ia telah menyempurnakan pekerjaannya, namun orang itu tidak memberikan upah kepadanya.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(HR. Bukhari)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Demikian di antara dosa-dosa besar yang akan mengantarkan pelakunya masuk ke dalam neraka kelak di hari kemudian. Semoga kita dijauhkan Allah dari segala bentuk perbuatan dosa yang akan menyeret kita ke dalam neraka. Semoga!&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#0000ff;font-family:Georgia;font-size:14px;text-decoration:nonefont-weight:bold;"&gt;Sumber: Judul Buku: Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka&lt;br /&gt;Penyusun: Moh Samsi Hasan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a style="color:#ff0000;font-family:Georgia;font-size:25px;text-decoration:none;"&gt;* * * * * * * * * * * * * * *&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhRk9vU4z5PMQI3madUCCzMuOm1mziEOSFbtR3pco4-gN71_fIgilJEpTXfe07gnCd3sO2dPRQ0xiVghWAKCRbZJB_q6Mt4uXApJ_bv_iCXjgRliIFGbfZc3OGSbF5ty_d5ltscEEGGGZlP/s72-c/Iwan_Lemabang.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka (Bag. 3/1)</title><link>http://mutiaraillahiyah.blogspot.com/2014/11/kedahsyatan-siksaan-dan-rintihan-para_11.html</link><category>Pustaka Islam</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sat, 15 Nov 2014 07:10:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-359975961192298472.post-4649204262443292244</guid><description>&lt;a style="color:#ff0000;font-family:Georgia;font-size:14px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;6. Makan Harta Anak Yatim dengan Dzalim&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Memakan harta benda anak yatim termasuk kedzaliman yang besar dosanya. Rasulullah SAW mengingatkan kepada kita, terutama kepada orang yang memelihara anak yatim itu, jangan sampai memakan harta benda anak yatim yang berada dalam pemeliharaannya itu. Apabila si pemelihara anak yatim itu, karena kefakirannya terpaksa memakannya, maka hendaklah ia makan dengan cara yang ma’ruf, jangan sampai melebihi kepatutan. Allah SWT berfirman:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src=" " title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Dan janganlah kamu makan harta anak yatim  lebih dari batas kepatutan dan (jangan kamu) tergesa-gesa (membelanjakannya) sebelum mereka dewasa. Barangsiapa (di antara pemelihara itu) mampu, maka hendaklah dia menahan diri (dari memakan harta anak yatim itu), dan barangsiapa yang miskin, maka bolehlah ia memakan harta itu menurut yang patut.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. An-Nisa’: 6)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Orang yang memakan harta anak yatim secara dzalim, sesungguhnya tiada lain ia hanyalah memenuhi perutnya dangan api neraka. Allah SWT berfirman:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/3-3_1_qs_an-nisa_10.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara dzalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. An-Nisa’: 10)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Orang-orang yang memakan harta anak yatim secara dzalim itu, ketika mereka dibangkitkan dari kubur, dari mulut-mulut mereka keluar api yang menyala-nyala. Nabi SAW bersabda:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Akan dibangkitkan pada hari kiamat kaum dari kuburan mereka, dari mulut-mulut mereka keluar api menyala-nyala. Ditanyakan kepada beliau: Siapakah mereka itu, ya Rasulullah? Beliau bersabda: Apakah kamu tidak tahu bahwa Allah SWT berfirman: Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara dzalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).”&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Di dalam hadits Isra’ Mi’raj yang diriwayatakan Imam Muslim, Nabi SAW bersabda:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Tiba-tiba saya bertemu dengan orang-orang lelaki, mereka benar-benar diserahkan kepada orang-orang lelaki lain yang mencabuti janggut-janggut mereka, sedang yang lain datang dengan membawa batu-batu besar dari neraka seraya melemparkannya ke dalam mulut-mulut mereka, kemudian batu-batu itu keluar melalui dubur-dubur mereka. Maka saya bertanya: Wahai Jibril siapakah mereka itu? Jibril menjawab: Mereka itu adalah orang-orang yang memakan harta anak yatim secara dzalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (nereka).&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(HR. Muslim)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#ff0000;font-family:Georgia;font-size:14px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;7. Durhaka Terhadap Orangtua&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Durhaka terhadap kedua orang ibu bapak, termasuk dosa besar, karena perbuatan itu dilarang dalam agama. Islam menjunjung tinggi kedudukan orang tua, sebagai orang yang harus dihormati. Setelah taat dan berbakti kepada Allah dan Rasul-Nya, maka berikutnya yang harus dihormati dan diperbaiki adalah ibu dan ayah. Allah SWT berfirman:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/3-3_2_qs_al-isra_23-24.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia, dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya, atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepadanya keduanya perkataan “ah” dan jangan kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku di waktu kecil.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Isra’: 23-24)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Rasulullah SAW memberikan ungkapan yang senada atau semisal dengan&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;uffin&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(ah), sebagaimana sabda beliau berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Seandainya Allah memandang kata-kata yang lebih dekat kepada kata “ah” pasti juga Allah akan melarangnya. Oleh karena itu orang yang durhaka kepada kedua orangtua itu silahkan berbuat apa saja yanh ia kehendaki (tentang kedurhakaan) niscaya dia tidak akan masuk surga, dan orang yang berbuat baik (berbakti kepada dua orangtua) silahkan berbuat apa saja (tentang birrul walidain), maka hal itu tidak akan membuatnya masuk neraka.”&lt;/a&gt;  &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(HR. Dailami)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Ayat-ayat Al-Qur’an yang memerintahkan untuk bersyukur kepada Allah, selalu dirangkai dengan perintah bersyukur kepada dua orang ibu dan bapak. Sebagaimana firman Allah SWT berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/3-3_3_qs_luqman_14.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Luqman: 14)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Hormat kepada kedua orang ibu bapak merupakan suatu hal yang sangat penting dan harus dilakukan, karena keridhaan Allah tergantung pada keridhaan kedua ibu bapak. Sebagaimana sabda Nabi SAW:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Keridhaan Allah itu (tergantung) pada keridhaan ibu bapak; dan kemurkaan Allah (juga bergantung) pada kemurkaan kedua ibu bapak.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(HR. Tirmidzi)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Rasulullah memberikan gambaran suatu hal yang termasuk dalam kategori memaki kedua orang tua yang besar dosanya. Sebagaimana sabda beliau berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Termasuk dosa-dosa besar itu ialah orang yang memaki kedua orang tuanya. Mereka (para sahabat bertanya): Ya Rasulullah, apakah ada orang yang memaki kedua ibu bapaknya? Beliau menjawab: Ya ada, yaitu seseorang memaki bapak orang lain, lalu orang lain itu memaki bapaknya.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(HR. Muttafaq ‘Alaih)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Berbuat baik kepada ibu bapak, terus dapat dilakukan sekali pun salah satu atau keduanya telah meninggal dunia. Sebagaimana yang dijelaskan Rasulullah SAW dalam sabdanya berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Dari Abi Usaid ia berkata: Ketika kami sedang duduk-duduk di sisi Rasulullah SAW, tiba-tiba datang seorang laki-laki dari Bani Salamah, lalu ia berkata: Ya Rasulullah, apakah masih bisa saya berbuat baik kepada kedua ibu bapakku, sedang keduanya telah meninggal dunia? Rasulullah menjawab: (ya) masih bisa, yaitu dengan jalan mendoakan kepada keduanya; memohonkan ampun untuk keduanya; dan menepati janji keduanya; menyambung hubungan yang telah terjalin oleh kedua ibu bapaknya; dan memuliakan teman keduanya.”&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(HR. Abu Dawud)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Diceritakan dalam hadits Isra’ Mi’raj bahwa Rasulullah SAW melihat orang-orang yang digantung pada pohon api neraka. Setelah ditanya kepada Malaikat Jibril, ternyata mereka itu adalah orang-orang yang mencaci maki ibu bapaknya. Perhatikan hadits berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Rasulullah SAW bersabda: Pada malam saya dimi’rajkan, saya melihat suatu kaum di dalam neraka yang digantung pada pohon dari api. Lalu saya bertanya kepada Jibril: Siapa mereka itu? Jibril menjawab: Mereka adalah orang-orang mencaci maki bapak-bapak dan ibu-ibu mereka, di dunia.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(HR. Thabrani)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Durhaka kepada dua orang ibu bapak akan menjadi penghalang bagi seseorang untuk masuk ke dalam surga. Sebagaimana dijelaskan dalam hadits berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Dari Amr bin Murrah Al-Juhaini, ia berkata: Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah SAWdan berkata: Ya Rasululah, bagaimana pendapat baginda bila saya shalat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menunaikan zakat dan haji ke Baitullah, maka pahala apakah untukku? Rasulullah SAW menjawab: Barangsiapa yang berbuat demikian, kelak akan berkumpul bersama-sama dengan para nabi, orang-orang siddiq, para syuhada’, dan orang-orang yang shaleh, kecuali ia durhaka kepada kedua ibu bapaknya.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(HR. Ahmad dan Thabrani)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Dalam hadits lain disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Ada empat golongan, Allah berhak untuk tidak memasukkan mereka ke dalam surga, bahkan mereka tidak akan merasakan kemikmatannya, yaitu: Peminum khamar; orang yang makan riba; orang yang makan harta anak yatim secara dzalim; dan orang yang durhaka pada kedua ibu bapaknya, kecuali mereka bertaubat.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(HR. Hakim)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#ff0000;font-family:Georgia;font-size:14px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;8. Suap Menyuap&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Suap menyuap dilarang di dalam Islam. Orang yang melakukan suap menyuap berarti telah berbuat dosa besar. Suap menyuap itu bisa terjadi di mana saja, di kantor, di perusahaan, di lembaga hukum dan lain sebagainya. Dengan memberikan uang, barang berharga atau apa pun bentuk yang diberikan, mobil, rumah dan lain sebagainya kepada seseorang, pemimpin atau atasan atau orang yang memegang peranan penting yang terkait dengan kepentingannya, sehingga dengan suap itu seseorang mendapatkan jabatan dan kedudukan yang penting atau terbebas dari perkara atau hukuman yang semestinya dijatuhkan padanya atau mendapatkan keuntungan yang tidak semestinya diperoleh.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Islam memerintahkan untuk berbuat dan menegakkan keadilan. Keadilan tidak akan bisa tegak bila terjadi suap menyuap. Oleh sebab itu orang yang melakukan suap menyuap akan dilaknat dan mendapatkan adzab dari Allah SWT. Nabi SAW bersabda:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Dari Abdullah bin Amr, Rasulullah SAW melaknat orang yang menyuap dan yang disuap.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(HR. Tirmidzi)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Nabi SAW juga menjelaskan mengenai laknat yang ditimpakan kepada orang yang melakukan suap menyuap di dunia peradilan. Diriwayatkan dari Abu Hurairah Ra bahwa Rasulullah SAW bersabda:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Allah melaknat orang yang menyuap dan yang disuap dalam masalah hukum.”&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(HR. Ibnu Hibban)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Demikian pula orang yang menjadi perantara atau mediator terjadinya suap menyuap, juga mendapatkan laknat. Sebagaimana keterangan hadits yang diriwayatkan  dari Thaubah Ra, ia berkata:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Rasulullah SAW melaknat orang yang menyuap dan yang disuap dan orang yang menjadi perantara di antara keduanya.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(HR. Ahmad)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#ff0000;font-family:Georgia;font-size:14px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;9. Meminpin dan Mengadili Secara Dzalim&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Islam memerintahkan kepada manusia untuk berlaku adil. Terutama kepada orang yang mengemban jabatan sebagai pemimpin atau hakim. Bagi pemimpin yang berlaku tidak adil dan berlaku dzalim kepada rakyat yang dipimpinnya, maka ia akan mendapatkan siksa yang amat pedih. Allah SWT berfirman:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/3-4_1_qs_ibrahim_42.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang dzalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Ibrahim: 42)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/3-4_2_qs_asy-syura_42.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Sesungguhnya dosa itu atas orang-orang yang berbuat dzalim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat adzab yang pedih.”&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Asy-Syura: 42)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Setiap pemimpin yang berbuat dzalim dan berlaku tidak jujur terhadap rakyat yang dipimpinnya, maka haram baginya surga. Rasulullah SAW bersabda:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Barangsiapa yang Allah jadikan sebagai pemimpin atas rakyat, kemudian ia tidak jujur kepada rakyatnya, maka Allah mengharamkan surga baginya.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(HR. Bukhari)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Bagi para pemimpin yang menipu dan merampas hhak-hak rakyat yang dipimpinnya di bawah sumpah jabatannya, maka Allah mengharamkan masuk surga dan mewajibkan padanya masuk neraka. Diriwayatkan dari Abu Umamah Iyas bin Tsa’labah  Al-Haritsi RA bahwa Rasulullah SAW bersabda:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Barangsiapa yang mengambil hak seorang muslim dengan tangan kanannya (di bawah sumpahnya), maka Allah mewajibkan kepadanya masuk neraka dan mengharamkannya masuk surga. Seorang lelaki berkata: Meskipun sesuatu itu sedikit ya Rasulullah? Beliau menjawab: Meskipun (semisal) kayu arak (yang biasa dipakai bersiwak).”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(HR. Muslim)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Manusia yang paling keras siksanya kelak di hari kiamat adalah pemimpin yang tidak adil dan berlaku dzalim. Rasulullah SAW bersabda:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Manusia yang paling berat siksanya dihari kiamat ialah pemimpin yang dzalim.”&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(HR. Thabrani)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Imam Ahmad juga meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Celakalah para penguasa, celakalah para pemimpin, dan celakalah orang-orang yang memikul amanat, sungguh banyak kaum yang berangan-angan pada hari kiamat, bahwa kecurangan-kecurangan merea dtergantung dibintang tsurayya, mereka disiksa, kerena mereka tidak melakukan sesuatu yang diamanatkan kepada mereka.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(HR. Ahmad)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Setiap orang memang harus berlaku adil, tetapi orang yang memegang peranan terpenting dalam penegakan keadilan adalah hakim. Di tangan hakim-hakim keadilan di dunia ini ditegakkan. Allah mewajibkan kepada para penguasa dan hakim agar menghukum dengan adil dan tidak sewenang-wenang.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/3-4_3_qs_an-nisa_58.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya&lt;/a&gt;  &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya  dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberikan pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. An-Nisa’: 58)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Karena sangat pentingnya penegakkan keadilan itu, sehingga disebutkan dalam hadits bahwa berlaku adil sesaat lebih baik dari pada ibadah (sunah) enam puluh tahun. Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA bahwa Nabi SAW bersabda:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Wahai Abu Hurairah, adil sesaat itu lebih utama dari ibadah (sunah) enam puluh tahun, bangun malam (shalat malam) di malam harinya dan puasa di siang harinya. Dan wahai Abu Hurairah curang (tidak berlaku adil) sesaat dalam urusan hukum lebih berat dan lebih besar (dosa dan siksanya) di sisi Allah Azza wa Jalla daripada maksiat enam puluh tahun.”&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(HR. Al-Ashbahani)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Hukuman dan balasan bagi setiap pemimpin dan hakim yang memberikan keputusan secara tidak adil itu, tidak lain kecuali neraka. Rasulullah SAW bersabda:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Tidak ada seorang pun yang berada dalam suatu urusan dari umat ini, lalu ia tidak berbuat adil di antara mereka, kecuali Allah akan menjungkir balikkan (menjerumuskannya) ke dalam neraka.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(HR. Thabrani)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Orang yang meminta-minta jabatan, lalu tidak berbuat adil, maka tempatnya di neraka. Nabi SAW bersabda:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Barangsiapa yang meminta untuk memegang pengadilan kaum muslimin, hingga ia dapat mencapainya. Kemudian keadilannya dapat mengalahkan kecurangannya, maka baginya surga. Apabila kecurangannya mengalahkan keadilannya (hingga ia memberikan keputusan yang tidak adil) maka baginya neraka.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(HR. Abu Dawud)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Keadilan harus ditegakkan tanpa pandang bulu, bila tidak, maka akan terjadi kehancuran. Rasulullah mengingatkan dalam haditsnya sebagai berikut:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Sesungguhnya yang menghancurkan orang-orang sebelum kamu ialah apabila dari golongan yang terhormat melakukan pencurian mereka dibiarkan (tidak ditegakkan hukum atas mereka), sedangkan bila yang mencuri di antara mereka itu orang yang lemah, maka ditegakkan hukum atas mereka. Demi Dzat yang jiwaku berada dalam kekuasaan-Nya, seandainya Fatimah binti Muhammad melakukan pencurian, sungguh saya akan memotong tanganna.”&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(HR. Bukhari dan Muslim)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#ff0000;font-family:Georgia;font-size:14px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;10. Sumpah Palsu&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Termasuk dalam kategori dosa besar ialah sumpah palsu. Setiap orang berkewajiban untuk berlaku jujur dan menegakkan kebenaran. Orang yang melakukan sumpah palsu dan menjadikannya sebagai tameng agar kebenaran menjadi tertutup dan tidak terungkap, atau menjadikannya sebagai penghalang terhadap manusia dari jalan Allah,  maka orang yang melakukan sumpah palsu itu akan terhina dalam kepedihan adzab api neraka yang menyala-nyala. Allah SWT berfirman:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/3-4_4_qs_al-mujadilah_16-17.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Mereka menjadikan sumpah-sumpah mereka menjadi perisai, lalu mereka halangi (manusia) dari jalan Allah; karena itu mereka mendapat adzab yang menghinakan, harta benda dan anak-anak mereka tiada berguna sedikut pun (untuk menolong) dari adzab Allah. Mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.”&lt;/a&gt;  &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Mujadilah: 16-17)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Allah SWT juga berfirman mengenai akibat buruk yang sangat menghinakan dan adzab yang sangat pedih, bagi orang-orang yang menukar janji Allah dan sumpah-sumpah mereka. Sebagaimana dijelaskan dalam ayat berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/3-4_5_qs_ali-imran_77.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit, mereka itu tidak mendapatkan bagian (pahala) di akhirat, dan Allah tidak akan berkata-kata dengan mereka dan tidak akan melihat kepada mereka pada hari kiamat, dan tidak (pula) mensucikan mereka. Bagi mereka adzab yang pedih.”&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Ali Imran: 77)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Orang yang merampas apa yang menjadi hak orang lain adalah dosa besar. Apalagi jika hal itu disertai sumpah palsu, sehingga apa yang menjadi hak orang lain seolah-olah menjadi haknya, maka Allah mengharamkan baginya masuk surga dan mewajibkannya masuk ke dalam neraka. Rasullah SAW bersabda:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Dari Abi Umamah Iyas bin Tsa’labah Al-Haritsi RA, sesungguhnya Rasulullah Saw bersabda: Barang siapa yang mengamnil hak orang muslim dengan sumpah palsu, maka Allah mewajibkan baginya masuk neraka dan mengharamkan surga darinya. Seseorang bertanya: Walaupun sedikit ya Rasulullah? Beliau menjawab: Walaupun (semisal) batang kayu arok (kayu yang biasa di pakai siwak).”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(HR. Muslim)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Orang yang pandai bersilat lidah untuk memutar balik fakta kebenaran, sehingga kebenaran yang seharusnya menjadi hak orang lain terampas olehnya. Maka orang seperti ini akan mendapat siksa di dalam neraka sebagai balasan perbuatannya itu. Rasulullah SAW bersabda:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Sesungguhnya saya adalah seorang manusia, kalian berdebat dan mengajukan suatu perkara kepadaku, mungkin sebagian dari kalian lebih pandai bersilat lidah dengan argumentasinya daeipada sebagian yang lain, sehingga saya akan memberikan padanya menurut apa yang saya dengar. Barang siapa yang saya putuuskan baginya atas hak saudaranya, maka sesungguhnya berarti saya akan memutuskan baginya dengan sepotong api neraka.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(Muttafaq ‘Alaih)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Demikian pula orang yang melakukan sumpah palsu ketika menawarkan barang dagangannya, maka ia akan dibiarkan Allah dalam keadaan terhina, tesiksa di dalam neraka. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan Abi Dzar, bahwa Nabi SAW bersabda:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Ada tiga golongan pada hari kiamat, Allah tidak berbicara dengan mereka, tidak mensucikan mereka dan mereka mendapat siksa yang pedih, lalu beliau membacakan ayat: (“Seungguhnya orang-orang yang menukar janji Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit, mereka itu tidak mendapatkan bagian (pahala) di akhirat, dan Allah tidak akan berkata-kata dengan mereka dan tidak akan melihat kepada mereka pada hai kiamat, dan tidak (pula) akan mensucikan mereka. Bagi mereka adzab yang pedih.” (QS. Ali Imran: 77) sebayak tiga kali. Abu Dzar berkata: Mereka tertipu, mereka rugi, siapakah mereka itu ya Rasulullah? Beliau menjawab: Orang yang memanjangkan pakaiannya kerena sombong; orang yang mengungkit-ungkit pemberiannya; dan orang yang menawarkan dagangannya dengan sumpah palsu.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(HR. Muslim, Abu Dawud dan Tirmidzi)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#ff0000;font-family:Georgia;font-size:14px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;11. Curang Ketika Menimbang dan Menakar&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Termasuk dosa besar ialah berlaku curang dalam timbangan, takaran dan ukuran. Kecurangan dalam timbanga, takaran atau ukuran ini biasanya terjadi antara penjual dan pembeli. Ketika seseorang menjual sesuatu ia mengurangi takaran atau timbangan atau ukurannya, tetapi bila ia membeli atau menerima takaran atau ukuran dari orang lain ia penuhi bahkan dilebihkan. Perbuatan seperti itu merupakan dosa besar. Orang yang melakukannya akan celaka dan mendapatkan adzab di akhirat. Allah SWT berfirman:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/3-4_6_qs_al-muthaffifin_1-3.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt;  &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang. (Yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi, dan apabila mereka menakar dan menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Muthaffifin: 1-3)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Dengan berlaku curang alam takar-menakar atau timbang-menimbang atau ukur-mengukur, akan berakibat buruk bagi pelakunya. Sebab Allah akan memutuskan anugerah dan keberkatan padanya. Nabi SAW bersabda:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Tidak nampak khianat dalam suatu kaum kecuali Allah menjatuhkan ketakutan dalam hati mereka; dan tidaklah meluas zina dalam suatu kaum, melainkan akan banyak kematian di antara mereka; dan tidaklah suatu kaum mengurangi takaran atau timbangan, melainkan Allah akan memutukan rizki mereka; dan tidaklah suatu kaum memberikan hukuman dengan tidak benar, melainkan darah akan berceceran di antara mereka; dan suatu kaum tidak setia pada suatu perjanjian, melainkan musuh akan menguasai mereka.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(HR. Thabrani)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#ff0000;font-family:Georgia;font-size:14px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;12. Korupsi dan Mencuri&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Di antara yang masuk dalam kategori dosa besar ialahh melakukan korupsi atau pencurian. Allah SWT menjelaskan secara tegas di dalam Al-Qur’an mengena hukuman yang harus diberikan kepada para pencuri dan koruptor di dunia, sebagaimana dalam surat Al-Maidah berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/3-4_7_qs_al-maidah_38.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksa dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Maidah: 38)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Mengenai pencuri yang haru dipotong tangannya, Rasulullah SAW bersabda:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Dari ‘Aisyah RA ia berkata, sesungguhnya Rasulullah memotong tangan pencuri, yang mencuri mencapai seperempat dinar ke atas.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(HR. Bukhari dan Muslim)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Sedangkan mengenai pencuri yang kurang dari seperempat dinar, hukumnya bukan potong tangan. Nabi SAW bersabda:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Janganlah kamu sekali-kali memotong tangan orang yang mencuri yang nilainya kurang dari seperempat dinar.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(HR. Muslim)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Rasulullah SAW jug bersabda, bahwa sebagai hukuman bagi orang yang mencuri atau merampas hak orang lain, ialah haram baginya surga. Perhatikan hadits berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Dari Abu Umamah Iyas bin Tsa’labah Al-Haritsi RA sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: Barang siapa yang mengambil hak seorang muslim dengan tangan kanannya (di bawah sumpahnya), maka Allah mewajibkan kepadanya  masuk neraka dan mengharamkannya masuk surga. Seorang lelaki berkata: Meskipun sesuatu itu sedikit ya Rasulullah? Beliau menjawab: Meskipun (semisal) kayu arak.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(HR. Muslim)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Nabi SAW memberitahukan tentang terlepasnya keimanan dari seseorang ketika ia mencuri. Sebagaimana sabda beliau berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Tidaklah seorang pezina itu ketika berzina dalam keadaan beriman, dan tidaklah seorang pencuri ketika mencuri itu dia beriman, tidaklah seorang peminum itu ketika minum khamar dia beriman, dan tidaklah orang yang terhormat itu ketika tersesat ia beriman.”&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(HR. Bukhari dan Muslim)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#0000ff;font-family:Georgia;font-size:14px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;Sumber: Judul Buku: Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka&lt;br /&gt;Penyusun: Moh Samsi Hasan&lt;/a&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka (Bag. 3)</title><link>http://mutiaraillahiyah.blogspot.com/2014/11/kedahsyatan-siksaan-dan-rintihan-para_88.html</link><category>Pustaka Islam</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sat, 15 Nov 2014 07:09:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-359975961192298472.post-6967005512314642946</guid><description>&lt;img src="http://iwandj.files.wordpress.com/2008/11/bismilah2-1.gif" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | Iwan Collection's | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" width="580" height="100" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;font color="red"&gt;___________________________________________________________________________&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a style="color:#0000ff;font-family:Georgia;font-size:23px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;III. Faktor-Faktor Penyebab Masuk Neraka&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;font color="red"&gt;___________________________________________________________________________&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#ff1493;font-family:Georgia;font-size:16px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;A. Hal-hal Yang Mentebabkan Masuk Neraka&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#ff0000;font-family:Georgia;font-size:14px;text-decoration:none;font-weight:bold’"&gt;1. Kekafiran&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Orang yang tidak ber-Tuhan dan mengingkari adanya Allah sebagai Tuhan serta tidak mengakui Rasul-Rasul utusan-Nya dialah orang yang kafir. Ia tidak mempercayai adanya Allah dan sifat-sifat ke-Tuhan-an yang dimiliki-Nya. Menolak para Rasul Allah dan ajaran-ajaran yang dibawa oleh para Rasul itu. Kekafiran merupakan faktor utama yang membuat seseorang menjadi penghuni neraka. Kekal selama-lamanya. Banyak ayat-ayat Al-Qur’an yang menyatakan secara tegas bahwa orang-orang kafir akan masuk ke dalam neraka dan mereka kekal di dalamnya. Di antaranya ialah firman Allah SWT:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/3_1_qs_al-baqarah_39.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Adapun orang-orang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Baqarah: 39)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Imam At-Thabrani meriwayatkan bahwasanya orang-orang kafir itu menjadi penghuni neraka dan bagi mereka tidak mungkin dapat merasakan kesenangan-kesenangan di dalam surga. Mereka tidak dapat disebut sebagai orang yang hidup dan tidak pula mati (di dalam neraka), karena begitu Allah menyiksa mereka sampai hancur, Allah menghidupkan (memulihkan kondisi tubuhnya seperti semula) untuk disiksa kembali. Begitulah penderitaan itu terjadi selama-lamanya. Demikian sebagaimana yang disebutkan di dalam tafsir Ibnu Katsir.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Mereka yang kafir yang mati dalam kekafirannya itu mendapatkan laknat dari Allah, para malaikat, dan semua manusia. Mereka itulah yang kekal di dalam neraka, tanpa mendapatkan keringanan siksaan sedikitpun. Seperti firman Allah SWT berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/3_2_qs_al-baqarah_161-162.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan mereka mat dalam kekafiran, mereka itu mendapat laknat Allah, para malaikat dan manusia-manusia seluruhnya. Mereka kekal di dalam laknat itu, tidak akan diringankan siksa dari mereka dan tidak (pula) mereka diberi tangguh.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Baqarah: 161-162)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Allah SWT menjelaskan bahwa kekekalan mereka dalam neraka adalah disebabkan oleh kekafiran dan kemusyrikan mereka. Allah SWT berfirman:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/3_3_qs_al-mu_min_10-12.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;Sesungguhnya orang-orang yang kafir diserukan kepada mereka (pada hari kiamat): Sesungguhnya kebencian Allah (kepadamu) lebih besar daripada kebencianmu kepada dirimu sendiri karena kamu diseru untuk beriman lalu kamu kafir. Mereka menjawab: Ya Tuhan kami, Engkau telah mematikan kami dua kali dan telah menghidupkan kami dua kali (pula), lalu kami mengakui dosa-dosa kami. Maka adakah sesuatu jalan (bagi kami) untuk keluar (dari neraka)? Yang demikian itu adalah karena kamu kafir apabila Allah saja disembah. Dan kamu percaya apabila Allah dipersekutukan. Maka putusan (sekarang ini) adalah pada Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Mu’min: 10-12)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Neraka yang menyala-nyala itulah balasan bagi orang-orang kafir yang tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, mereka kekal di dalam neraka itu selama-lamanya. Allah SWT berfirman:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/3_4_qs_al-fath_13.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Dan barangsiapa yang tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya Kami menyediakan untuk orang-orang kafir neraka yang menyala-nyala.”&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt; (QS. Al-Fath: 13)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Dan firman Allah SWT:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/3_5_qs_ar-rad_5.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Orang-orang itulah yang kafir kepada Tuhannya, dan orang-orang itulah (yang diletakkan) belenggu-belenggu di lehernya. Mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Ar-Ra’d: 5)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#ff0000;font-family:Georgia;font-size:14px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;2. Kemusyrikan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Musyrik ialah orang yang menyekutukan Allah dengan sesuatu. Sedangkan perbuatan menyekutukan-Nya dengan sesuatu itu disebut syirik. Orang yang menyembah kepada yang selain Allah termasuk dalam kategori orang musyrik. Demikian pula orang yang menyejajarkan sesuatu dengan-Nya. Orang yang beribadah bukan karena Allah dan mempersembahkan peribadatannya kepada yang selain-Nya, dia telah melakukan kemusyrikan.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Syirik merupakan kedzaliman yang paling besar dan paling besar pula dosannya. Allah SWT berfirman:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/3_6_qs_luqman_13.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberikan pelajaran kepadanya: “Wahai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah nyata-nyata kezaliman yang besar.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Luqman: 13)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Begitu besar dan kejinya dosa syirik itu, sehingga Allah tidak berkenan mengampuninya. Sebagaiaman dijelaskan dalam ayat berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/3_7_qs_an-nisa_48.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa saja yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.”&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. An-Nisa’: 48)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Barangsiapa yang mempersekutukan Allah dengan sesuatu, Allah mengharamkan surga baginya dan tempatnya adalah di neraka. Sebagaimana disebutkan di dalam surat Al-Maidah berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/3_8_qs_al-maidah_72.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;”Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolong pun.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Maidah: 72)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Mengenai orang-orang yang mempersekutukan dan menyamakan tuhan-tuhan mereka dengan Allah, Tuhan semesta alam; menyembah sesembahan dan menjadikan berhala-berhala yang mereka sembah itu akan dijungkir balikkan di dalam neraka. Sebagaimana disebutkan dalam firman Allah SWT dalam surat Asy-Syu’ara’ berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/3_9_qs_asy-syuara_94-98.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Maka mereka (sesembahan-sesembahan itu) dijungkir ke dalam neraka bersama-sama orang-orang yang sesat, dan bala tentara iblis semuanya. Mereka berkata sedang mereka bertengkar di dalam neraka: Demi Allah sesungguhnya kami dahulu (di dunia) dalam kesesatan, karena kita mempersamakan kamu dengan Tuhan semesta alam.”&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Asy-Syuara’: 94-98)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Mengenai siksa neraka yang ditimpakan kepada orang-orang yang menyekutukan Allah, hingga mati dalam kemusyrikan dan kekafiran, sebagaiaman dijelaskan dalam ayat berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/3_10_qs_al-mumin_70-76.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”(Yaitu) orang-orang yang mendustakan Al-Kitab (Al-Qur’an) dan wahyu yang dibawa oleh Rasul-Rasul Kami yang telah Kami utus. Kelak mereka akan mengetahui, ketika belenggu dan rantai dipasang di leher mereka, seraya mereka diseret, ke dalam air yang sangat panas, kemudian mereka dibakar dalam api, kemudian dikatakan kepada mereka: Manakah berhala-berhala yang selalu kamu persekutukan, (yang kamu sembah) selain Allah? Mereka menjawab: Mereka telah hilang lenyap dari kami, bahkan kami dahulu tidak pernah menyembah sesuatu. Seperti demikianlah Allah menyesatkan orang-orang kafir. Yang demikian itu disebabkan karena kamu bersuka ria (dalam kemaksiatan). (Dikatakan kepada mereka): Masuklah kamu ke pintu-pintu Jahanam, sedang kamu kekal di dalamnya. Maka itu seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang sombong.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Mu’min: 70-76)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#ff0000;font-family:Georgia;font-size:14px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;3. Kemunafikan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Orang yang ucapannya tidak sesuai dengan apa yang ada di dalam hatinya berarti dia telah melakukan kemunafikan. Di dalam bibirnya mengaku beriman tetapi hatinya tidak. Ucapan yang mengaku beriman, tetapi hatinya ingkar, mulutnya bicara manis, seolah-olah sebagai orang Islam bahkan bergaya sebagai pembela Islam, tetapi sesungguhnya hatinya busuk dan penuh tipu daya. Bahkan menjadi musuh bebuyutan Islam. Inilah sesungguhnya orang yang paling berbahaya. Oleh sebab itu Allah mengancam mereka sebagai penghuni neraka yang paling dalam dan paling keras siksanya.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Apabila orang-orang munafik itu bertemu dengan orang yang beriman, mereka mengatakan bahwa dirinya telah beriman. Namun ketika kembali pada golongan setan-setan mereka mengatakan bahwa dirinya sependirian dengan setan-setan itu. Pengakuan keimanan mereka di hadapan orang-orang mukmin, tidak lain hanyalah olok-olok belaka. Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang beriman, padahal sesungguhnya mereka telah menipu diri mereka sendiri. Allah SWT menjelaskan perilaku mereka sebagaimana dalam ayat berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/3_11_qs_al-baqarah_8-9.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt;  &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Di antara manusia ada yang mengatakan: Kami beriman kepada Allah dan hari kemudian, padahal mereka itu sesungguhnya bukanlah orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri, sedangkan mereka tidak sadar.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Baqarah: 8-9)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Nabi SAW mencirikan orang munafik itu dalam tiga hal, sebagaimana yang diungkapkan dalam hadits beliau ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Tanda-tanda orang munafik itu ada tiga, yaitu: Apabila berbicara, ia dusta; apabila ia berjanji, ia mengingkari; apabila dipercaya, ia khianat.”&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Allah SWT melaknat dan berjanji untuk menyiksa orang-orang munafik di dalam neraka yang paling dalam, abadi selama-lamanya. Sebagaimana firman Allah SWT:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/3_12_qs_at-taubah_68.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Allah mengancam orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya. Cukuplah neraka itu bagi mereka; dan Allah melaknati mereka; dan bagi mereka azab yang kekal.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. At-Taubah: 68)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Allah SWT memberitahukan kepada kita bahwa tempat orang-orang munafik itu berada di tingkat neraka yang paling bawah, paling panas dan paling hebat kepedihan siksanya. Firman Allah SWT:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/3_13_qs_an-nisa_145.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka, dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka.”&lt;/a&gt;  &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. An-Nisa’: 145)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Hal itu, disebabkan orang munafik adalah orang yang berbahaya bagi Islam dan kaum muslimin. Sebab secara lahir orang-orang munafik itu seakan-akan sebagai penganut Islam, padahal sesungguhnya mereka adalah musuh dalam selimut, yang sangat berbahaya.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#ff0000;font-family:Georgia;font-size:14px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;4. Kemurtadan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Orang Islam yang keluar dari agama Islam dinamakan murtad. Sedangkan perbuatan yang menyebabkan dia murtad dinamakan  riddah. Orang murtad bisa disebabkan oleh banyak hal, tidak mempercayai salah satu dari rukun Islam atau rukun Iman, menghina dan mempermiankan agama, mengharakan yang halal dan menghalalkan yang haram dan lain sebagainya.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Orang yang murtad atau keluar dari Islam, hingga mati dalam kemurtadan dan kekafirannya itu, maka tempatnya tiada lain kecuali neraka. Sebagaimana disebutkan di dalam firman Allah SWT berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src=" " title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Barangsiapa yang murtad dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka amal mereka menjadi sia-sia di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Baqarah: 217)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Demikian faktor-faktor yang menyebabkan seseorang masuk ke dalam neraka dan menjadi penghuni neraka kekal selama-lamanya.&lt;/a&gt;  &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;Na’udzu billah min dzalik.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#ff1493;font-family:Georgia;font-size:16px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;B. Dosa-Dosa Besar&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/iwan.lemabang/" target="_blank"&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhRk9vU4z5PMQI3madUCCzMuOm1mziEOSFbtR3pco4-gN71_fIgilJEpTXfe07gnCd3sO2dPRQ0xiVghWAKCRbZJB_q6Mt4uXApJ_bv_iCXjgRliIFGbfZc3OGSbF5ty_d5ltscEEGGGZlP/s1600/Iwan_Lemabang.jpg" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" width="180" height="180" style="clear:right; float:right; margin-left:1em; margin-bottom:1em" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Di samping faktor-faktor tersebut di atas yang menyebabkan seseorang menjadi penghuni abadi di dalam neraka, masih banyak faktor lain yang membuat seseorang masuk ke dalam neraka. Pada dasarnya setiap perbuatan dosa dapat mengancam pelakunya masuk ke dalam neraka, bila tidak mau bertaubat secara sungguh-sungguh kepada Allah SWT.  Namun ada banyak dosa-dosa yang masuk dalam kategori dosa besar yang sangat membuka peluang serta mengantarkan pelakunya ke dalam neraka. Dosa bagaikan racun yang sangat berbahaya dan merupakan momok dalam kehidupan manusia.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Setiap prilaku dosa akan mengundang bencana dan malapetaka bagi pelakunya baik di dunia terutama di akhirat kelak. Seberapa pun kecilnya dosa jangan dianggap remeh, sebab dosa-dosa kecil bila dibiarkan dan dianggap remeh, lambat laun akan menjadi besar yang akan membahayakan dan membuat pelakunya di ancam dengan siksa. Sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah SWT berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/3-1_1_qs_al-qamar_47.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Sesungguhnya orang-orang yang berdosa berada dalam kesesatan (di dunia) dan dalam neraka.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Qamar: 47)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Rasulullah SAW bersabda, mengenai dosa-dosa yang termasuk kualitifikasi dosa besar, yaitu beliau bersabda:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Sudikah anda saya tunjukkan tentang dosa-dosa yang paling besar? – Beliau mengulangi sampai tiga kali – Lalu kami (para sahabat) menjawab; Baiklah ya Rasulullah. Lalu beliau bersabda: Menyekutukan Allah; durhaka kepada kedua orangtua; kemudian beliau duduk seraya berkata lagi: Ingatlah, ucapan dusta dan sumpah palsu (juga termasuk dosa yang paling besar). Beliau mengulanginya berkali-kali, sampai kami berharap agar beliau berhenti (diam).”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(Muttafaq ‘Alaih)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Dalam riwayat lain Rasulullah SAW menjelaskan tujuh dosa besar yang akan membinasakan pelakunya. Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Jauhilah tujuh perbuatan (dosa besar) yang membinasakan. Para sahabat berkata: Apakah itu, ya Rasulullah? Nabi SAW menjawab: Menyekutukan Allah; sihir; membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan alasan yang benar; makan riba; makan harta anak yatim; lari dari peperangan; dan menuduh berzina perempuan yang terpelihara, yang lalai dan yang beriman.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(HR. Bukhari dan Muslim)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Ibnu Taimiyah rahimahullah ketika ditanya mengenai dosa dan amalan penghuni neraka, ia menjawab: “Amalan penghuni neraka adalah menyekutukan Allah; mendustakan para Rasul; kekafiran; dengki; dusta; khianat; kezaliman; perbuatan keji; kecurangan; memutuskan hubungan kekerabatan; enggan berjihad; kikir; perbedaan lahir dan batin; putus asa dari rahmat Allah; merasa aman dari adzab Allah; berkeluh kesah ketika mengalami musibah; bangga dan sombong ketika mendapatkan nikmat; meninggalkan kewajiban-kewajiban yang ditetapkan Allah; melanggar hukum-hukum-Nya; melanggar kemuliaan-Nya; takut kepada makhluk dan tidak takut kepada Al-Khaliq; beramal karena riya’ dan mencari kemasyhuran; menentang Al-Kitab dan As-Sunnah baik secara iktikad maupun perbuatan; taat kepada makhluk dalam mendurhakai Al-Khaliq; fanatisme kepad sesuatu yang batil; mengejek ayat-ayat Allah; mengingkari kebenaran; menyembunyikan ilmu dan kesaksian yang wajib disiarkan; sihir; durhaka kepada orangtua (ibu bapak); membunuh jiwa yang diharamkan Allah, kecuali dengan alasan yang benar; makan harta anak yatim; melakukan riba; lari dari peperangan dan menuduh perempuan-perempuan yang terpelihara yang lalai dan beriman.”&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Di antara hal-hal lain yang termasuk dosa besar yang akan mengantarkan pelakunya ke dalam neraka ialah:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#ff0000;font-family:Georgia;font-size:14px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;1. Sihir&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Sihir termasuk dalam kategori dosa yang terbesar yang akan menghancurkan pelakunya, sebagimana disebutkan dalam hadits di atas. Allah SWT berfirman, menjelaskan tentang perilaku setan-setan yang mengajarkan sihir kepada manusia dan kejahatannya. Sebagimana dalam ayat berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/3-1_2_qs_al-baqarah_102.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Dan mereka mengikuti apa yang dibacakan oleh setan-setan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (mengerjakan sihir), hanya setan-setan itulah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan  (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir. Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan istrinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (kita Allah) dengan sihir itu, tidaklah baginya keuntungan di akhirat, dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui.”&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Baqarah: 102)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Tukang sihir dan yang membenarkannya, dukun atau tukang ramal yang bekerja sama dengan setan-setan dalam kemusyrikan dan kekufuran, tidak akan masuk surga, sebagaimana yang dijelaskan di dalam hadits Nabi SAW yang diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib RA, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Ada tiga golongan yang tidak akan masuk surga, yaitu: peminum khamar; orang yang memutuskan hubungan persaudaraan; dan orang yang membenarkan sihir.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(HR. Imam Ahmad)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#ff0000;font-family:Georgia;font-size:14px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;2. Membunuh Jiwa Tanpa Hak&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Islam melarang keras untuk melakukan pembunuhan. Membunuh atau menghilangkan nyawa seseorang tanpa adanya alasan yang dibenarkan menurut syariat Islam, merupakan dosa besar. Orang yang membunuh orang Islam tanpa adanya alasan yang benar, akan mendapatkan laknat dari Allah serta kelak di akhirat akan dibalas dengan neraka Jahannam. Allah SWT berfirman:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/3-1_3_qs_an-nisa_93.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Dan barangsiapa yang membunuh seorang muslim dengan sengaja, maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, an mengutukinya, serta menyediakan azab yang besar baginya.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. An-Nisa’: 93)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br/ &gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Dalam ayat lain juga dijelaskan mengenai dosa dan azab bagi orang yang melakukan pembunuhan tanpa hak. Sebagaimana dalam ayat berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/3-1_4_qs_al-furqan_68-70.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan alasan yang benar, dan tidak berzina, barangsiapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya), (yakni) akan dlipat gandakan azab untuknya pada hari kiamatdan dia akan kekal dalam azab itu, dalam  keadaan terhina, kecuali orang-orang yang bertobat, beriman dan mengerjakan amal shaleh.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Furqan: 68-70)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Haram membunuh jiwa yang muslim, kecuali dengan salah satu alasan. Sebagaimana yang dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas’ud, bahwa Rasulullah SAW bersabda:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Tidak halal menumpahkan darah seorang muslim yang bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan aku (Muhammad) utusan Allah, melainkan dengan salah satu dari tiga alasan; jiwa dibalas dengan jiwa, perempuan yang bersuami yang berzina dengan orang yang meninggalkan agamanya, yang memisahkan diri dari jema’ah.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(HR. Bukhari dan Muslim)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Diriwayatkan dari Ibnu Umar RA, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Orang mukmin tetap dalam kelonggaran agamanya selama ia tidak menumpahkan darah haram. Ibnu Umar berkata: Sesungguhnya termasuk kesulitan yang tidak ada jalan keluar bagi orang yang menjerumuskan dirinya di dalamnya (kesulitan itu) ialah menumpahkan darah haram tanpa alasan yang benar.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(HR. Muslim)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Dosa besar bagi orang yang membunuh orang mukmin dengan sengaja itu, juga sebagaimana dijelaskan di dalam hadits Rasulullah SAW berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Semua dosa itu berkemungkinan untuk dapat diampuni oleh Allah, kecuali dosa-dosa orang yang mati kafir atau dosa orang yang membunuh orang mukmin dengan sengaja.”&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(HR. Nasa’i dan Hakim)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Begitu besarnya dosa pembunuhan terhadap orang yang berimanitu, disebutkan dalam hadits lain bahwa bagi orang yang membantu pembunuhan terhadap orang mukmin, walaupun dengan satu kata saja, maka ia dicatat sebagai orang yang terputus dari rahmat Allah. Sebagaimana keterangan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Barangsiapa yang membantu untuk membunuh orang Islam, meskipun hanay dangan sepatah kata, maka Allah menulis di keningnya sebagai orang yang terputus dari rahmat Allah.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(HR. Ahmad)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#ff0000;font-family:Georgia;font-size:14px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;3. Memakan Riba’&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Memakan riba’ termasuk dosa besar yang akan membinasakan pelakunya, sebagaiaman disebutkan dalam hadits yang telah disebutkan di atas. Menurut sebagian ulama riba’ itu ada empat macam, yaitu:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Pertama: Riba’ Fadli, yaitu penukaran dua barang yang sejenis dengan tidak sama.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Kedua: Riba’ Qardhi, yaitu meminjam dengan syarat ada keuntungan bagi yang mempiutang.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Ketiga: Riba’ Yad, bercerai atau meninggalkan tempat jual beli sebelum terjadi timbang terima.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Keempat: Riba’ Nasa’, yaitu penukaran yang diisyaratkan terlambat salah satu dari dua barang itu.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Allah SWT berfirman mengenai orang-orang yang makan riba’ setelah sampai pada mereka tentang pengharaman Allah atas riba’. Seperti ayat berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src=" " title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Orang yang kembali (mengambil riba’), maka orang itu adalah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Baqarah: 275)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Allah SWT juga berfirman:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/3-1_5_qs_ali-imran_130-131.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba’ dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan. Dan peliharalah dirimu dari api neraka, yang disediakan untuk orang-orang yang kafir.”&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Ali Imran: 130-131)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Allah SWT memerintahkan kepada orang yang beriman untuk meninggalkan riba’, jika tidak maka Allah dan Rasul-Nya akan memeranginya. Sebagaimana firman Allah SWT berikuti ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/3-1_6_qs_al-baqarah_278-279.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkanlah sisa-sisa riba’ (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba’) maka ketehuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba’) maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Baqarah: 278-279)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Sesungguhnya harta riba’ itu tidaklah bertambah di sisi Allah, tetapi justru Allah akan memusnahkan harta yang diambil dengan cara riba’. Sebagaimana firman Allah SWT berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/3-1_7_qs_ar-ruum_39.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Dan sesuatu riba’ (tambahan) yang kamu berikan agar dia menambah pada harta manusia, maka riba’ itu tidak menambah pada sisi Allah. Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridhaan Allah, maka (yang berbuat demikian) itulah orang-orang yang melipatgandakan (pahalanya).”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Ar-Ruum: 39)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/3-1_8_qs_al-baqarah_276.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Allah memusnahkan riba’ dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Baqarah: 276)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Nabi SAW memberikan gambaran mengena dosa riba’  itu sebagaimana yang diungkapkan dalam hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah RA dari Nabi SAW, beliau bersabda:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;”Riba’ itu ada tujuh puluh macam (tingkatan) dosanya, dan riba’ yang paling ringan dosanya ialah seperti dosa seseorang yang berzina dengan ibunya sendiri.”&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Dan di dalam riwayat yang lain dikatakan:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Dosa riba’ yang aling ringan ialah seperti dosa seseorang yang menikahi ibunya sendiri.”&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(HR. Ibnu Majah dan Baihaqi)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Ibnu Majah meriwayatkan:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Tidaklah merata riba’ pada suatu kaum, kecuali akan merata pula kegilaan pada mereka. Dan tidaklah zina merajalela pada suatu kaum, melainkan akan merajalela pula kematian pada mereka, dan suatu kaum tidaklah curang dalam takaran atau timbangan, kecuali Allah akan menghalangi mereka dari kesejahteraan.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(HR. Ibnu Majah dan Hakim)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Orang-orang yang terlibat dalam transaksi secara riba’ itu juga mendapatkan laknat Allah dan Rasul-Nya. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan Jabir RA berkut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Rasulullah SAW melaknati orang yang makan riba’, yang mewakilinya, penulisnya, dan dua saksinya.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(HR. Muslim)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Dalam riwayat yang lain juga dijelaskan:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Allah melaknati riba’, orang yang makan riba, orang yang memberi makan riba’ dan yang menjadi saksi riba’, sedang mereka itu mengetahui; wanita yang menyambung rambutnya, wanita yang meminta disambung rambutnya, wanita yang membuat tahi lalat palsu, wanita yang minta dibuatkan tahi lalat, wanita yang berhias dengan mencabuti rambutnya dan wanita yang dihias dengan cabutan rambut.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(HR. Thabrani)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#ff0000;font-family:Georgia;font-size:14px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;4. Berlaku Sombong&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/iwan.lemabang/" target="_blank"&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhRk9vU4z5PMQI3madUCCzMuOm1mziEOSFbtR3pco4-gN71_fIgilJEpTXfe07gnCd3sO2dPRQ0xiVghWAKCRbZJB_q6Mt4uXApJ_bv_iCXjgRliIFGbfZc3OGSbF5ty_d5ltscEEGGGZlP/s1600/Iwan_Lemabang.jpg" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" width="180" height="180" style="clear:right; float:right; margin-left:1em; margin-bottom:1em" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Berlaku sombong termasuk dosa besar. Diriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Allah Ta’ala berfirman: Kebesaran (kesombongan) itu selendang-Ku dan keagungan adalah sarung-Ku. Barangsiapa merebutnya dari-Ku salah satu dari keduanya, maka Aku memasukkan dia ke dalam api neraka.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Dalam suatu riwayat: &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;“Aku membuat dia merasakan (tersiksa) api neraka.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(HR. Muslim)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Orang yang membanggakan diri sendiri secara berlebihan sehingga menganggap dirinya lebih tinggi, lebih unggul, lebih hebat dari segala hal, tak ada selainnya yang melebihi dirinya merupakan orang yang sombong. Sombong merupakan tabiat iblis dan dengan kesombongannya itulah iblis diusir dari surga dan menjadi terhina di dalam neraka. Allah SWT berfirman:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/3-2_1_qs_al-baqarah_34.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: Sujudlah kamu kepada Adam. Maka sujudlah mereka kecuali iblis; ia enggan dan takabbur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Baqarah: 34)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Allah SWT melarang kepada manusia berlaku sombong di muka bumi, sebagaimana yang tertuang dalam nasehat dan pesan Luqman kepada anaknya. Allah SWT berfirman:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/3-2_2_qs_lukman_18.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Dan janganlah kamu memalingkan muka dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Lukman: 18)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Sifat sombong itu akan menutup hati seseorang untuk menerima kebenaran agama. Al-Qur’an mensifati orang yang sombong itu, bila datang kepadanya suatu kebenaran dan jalan petunjuk, ia akan berpaling dan mendustakannya. Allah SWT berfirman:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/3-2_3_qs_al-araf_146.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongan dirinya di muka bumi tanpa alasan yang benar dari tanda-tanda kekuasaan-Ku. Mereka jika melihat tiap-tiap ayat(Ku), mereka tidak beriman kepadanya. Dan jika mereka melihat jalan yang membawa kepada petunjuk mereka tidak mau menempuhnya, tetapi jika mereka melihat jalan kesesatan, mereka terus menempuhnya. Yang demikian itu adalah karena mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka selalu lalai daripadanya.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-A’raf: 146)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Allah benar-benar tidak menyukai orang-orang yang berlaku sombong. Allah SWT berfirman:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/3-2_4_qs_an-nahl_23.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt;  &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Tidak diragukan lagi bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka lahirkan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. An-Nahl: 23)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Kesombongan merupakan penghalang bagi pelakunya untuk masuk ke dalam surga, sehingga orang yang masih menyimpan kesombongan di dalam hatinya sekecil apa punmembuatnya tidak bisa masuk surga. Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Tidak akan masuk surga seseorang yang dalam hatinya terdapat kesombongan seberat atom (dzarrah). Seorang lelaki berkata: Ada orang yang suka memakai baju bagus dan sandal bagus. Nabi SAW bersabda: Allah itu indah dan menyukai keindahan. Kesombongan adalah mengingkari kebenaran dan menghina orang lain.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(HR. Muslim)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Rasulullah SAW juga bersabda:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Dari Abdullah bin Mas’ud RA, dari Nabi SAW beliau bersabda: Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan walau seberat dzarrah (atom).”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(HR. Muslim)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Orang-orang yang sombong, berhati batu tanpa mengenal belas kasihan adalah ahli neraka. Sebagaimana sabda Rasululah SAW yang diriwayatkan dari Haritsah bin Wahab RA ia berkata, aku mendengar Rasulullah SAW bersabda:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Perhatikanlah, aku beritahukan anda tentang ahli neraka, yaitu seetiap orang yang berhati kasar, bertabiat keras lagi ssombong.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(Muttafaqun ‘Alaih)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Terhadap orang-orang yang sombong, Allah telah menyediakan tempat yang hina dan siksaan yang pedih di dalam neraka. Allah SWT berfirman:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/3-2_5_qs_al-araf_36.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Dan orang-orang yang mendustakan ayat Kami dan menyombongkan dirinya, mereka itu penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-A’raf: 36)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Dan masih banyak lagi ayat-ayat Al-Qur’an yang menjelaskan tempat penyiksaan bagi orang-orang yang sombong. Di antaranya:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/3-2_6_qs_lukman_7.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Dan apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami dia berpaling dengan menyombongkan diri seolah-olah dia belum mendengarnya, seakan-akan ada sumbat di kedua telinganya; maka beri kabar gembiralah dia dengan adzab yang pedih.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Lukman: 7)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/3-2_7_qs_az-zumar_60.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Bukankah dalam neraka Jahanam itu ada yempat bagi orang-orang yang menyombongkan diri.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Az-Zumar: 60)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/3-2_8_qs_an-nahl_29.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Maka masukilah pintu-pintu neraka Jahanam, kamu kekal di dalamnya. Maka amat buruklah tempat orang-orang yang menyombongkan diri itu.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. An-Nahl: 29)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#ff0000;font-family:Georgia;font-size:14px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;5. Berzina&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Zina merupakan perbuatan yang diharamkan oleh Allah SWT. Bahkan mendekatinya saja dilarang secara tegas di dalam Al-Qur’an. Orang yang melakukan zina berarti melanggar larangan Allah dan melakukan perbuatan keji yang sangat besar dosanya. Zina dapat diartikan sebagai hubungan seksual antara orang laki-laki  dengan perempuan di luar perikahan yang sah. Dua pasangan laki-laki dan perempuan sudah dikatakan telah melakukan perzinaan (persenggamaan) yang sesungguhnya bila telah terjadi penertasi antara dua alat kelamin, walau pun tidak sampai terjadi ejakulasi, atau belum mencapai puncak persenggamaan (orgasme).&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Apapun bentuknya perzinahan baik yang bersifat komersial atau non komersial, suka sama suka ataupun tidak, haruslah dijauhi, karena merupakan perbuatan keji yang diharamkan Allah SWT. Allah SWT berfirman:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/3-2_9_qs_al-isra_32.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt;  &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Isra’: 32)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/3-2_10_qs_al-furqan_68-70.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan lain  beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan alasan yang benar, dan tidak berzina, barangsiapa yang melakukan demikian itu niscaya dia mendapat (pembalasan ) dosan(nya), (yakni) akan dilipat gandakan adzab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam adzab itu, dalam keadaan terhina, kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal shaleh.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Furqan: 68-70)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Zina termasuk dosa besar setelah syirik. Sebagaiaman sabda Nabi SAW yang diriwayatkan Imam Ahmad dan Thabrani berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Tidak ada dosa yang lebih besar di sisi Allah sesudah syirik, melebihi dosa orang yang menumpahkan spermanya pada perempuan yang tidak halal baginya (berzina).”&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(HR. Ahmad dan Thabrani)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Nabi SAW juga bersabda menjelaskan tentang keimanan orang yang melakukan perzinaan:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Tidaklah seorang pezina itu ketika berzina ia dalam keadaan beriman, dan tidaklah seorang pencuri ketika mencuri itu dia beriman, tidaklah seorang peminum itu ketika minum khamar dia beriman, dan tidaklah orang-orang yang terhormat itu, ketika tersesat ia beriman.”&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(HR. Bukhari dan Muslim)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Dalam hal ini, Anas RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Sesungguhnya iman itu bagaikan baju yang dipakaikan Allah kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya, jika seorang hamba itu bezina, maka Allah melepaskan baju iman itu daripadanya. Jika dia bertaubat, maka Allah akan mengembalikannya pada hamba itu.”&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(HR. Baihaqi)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Adapun mengenai hukum di dunia bagi orang yang berzina itu dijelaskan dalam Al-Qur’an sebagai berikut:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/3-2_11_qs_an-nuur_2.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah dan hari akhir, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan sekumpulan dari orng-orang yang beriman.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. An-Nuur: 2)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Imam Baihaqi meriwayatkan akibat buruk bagi para pezina baik di dunia maupun di akhirat. Rasulullah SAW brsabda:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Wahai kaum muslimin, takutlah kamu akan berbuat zina, sebab dalam zina ada enam perkara (akibat negatif), tiga di dunia dan tiga (yang lainnya) di akhirat. Adapun yang di dunia ialah, hilangnya sinar (keimanan) di wajahnya; memperpendek umurnya; dan membuatnya selalu dalam kefakirang. Sedangkan yang tiga di akhirat itu ialah, mendapatkan murka Allah Ta’ala; kehinaan hisab; dan adzab neraka.”&lt;/a&gt;  &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(HR. Baihaqi)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Samurah bin Jundub meriwayatkan, bahwa pada suatu ketika Nabi Muhammad SAW kedatangan Malaikat Jibril dan Mikail, lalu ketiga berjalan bersama-sama, setelah sampai di suatu tempat Nabi SAW melihat pemandangan adzab yang mengerikan. Dan adzab itu tiada lain merupakan siksaan bagi orang-orang yang berzina. Selengkapnya sebagaimana sabda beliau berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Kami (bertiga) berangkat, dan sampailah kami pada suatu dapur api, di mana sebelah atasnya sempit sedangkan sebelah bawahnya besar, dari dalamnya terdengar jeritan-jeritan suara yang keras. Beliau berkata: Kami mengamatidan melihat dapur tersebut, ternyata di dalam dapur api terdapat orang laki-laki dan perempuan yang telanjang tak berpakaian, tiba-tiba mereka menyalakan api dari bawah mereka dan seketika itu mereka berteriak-teriak dan menjerit-jerit kepanasan. Lalu aku bertanya: Siapakah orang-orang itu wahai Jibril? Malaikat Jibril menjawab: Itulah orang laki-laki dan perempuan yang berzina dan itulah adzab mereka sampai hari kiamat nanti.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(HR. Bukhari)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Kelak pada hari kiamat, dikatakan kepada para pezina itu agar mereka masuk ke dalam neraka bersama dengan orang-orang yang masuk neraka. Rasulullah SAW bersabda:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Orang yang berzina dengan istri tetangganya, tidak mendapatkan pandangan (rahmat) dari Allah, dan tidak pula Allah mensucikannya dan Dia berkata: Masuklah ke dalam neraka bersama-sama orang-orang yang masuk neraka.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(HR. Ibnu Ubay)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Rasulullah SAW juga bersabda, sebagaimana yang diriwayatkan Imam Thabrani:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Sesungguhnya orang-orang yang berzina itu, wajah-wajah mereka menyalakan api yang menyala-nyala.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(HR. Thabrani)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#0000ff;font-family:Georgia;font-size:14px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;Sumber: Judul Buku: Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka&lt;br /&gt;Penyusun: Moh Samsi Hasan&lt;/a&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhRk9vU4z5PMQI3madUCCzMuOm1mziEOSFbtR3pco4-gN71_fIgilJEpTXfe07gnCd3sO2dPRQ0xiVghWAKCRbZJB_q6Mt4uXApJ_bv_iCXjgRliIFGbfZc3OGSbF5ty_d5ltscEEGGGZlP/s72-c/Iwan_Lemabang.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka (Bag. 2/2)</title><link>http://mutiaraillahiyah.blogspot.com/2014/11/kedahsyatan-siksaan-dan-rintihan-para_64.html</link><category>Pustaka Islam</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sat, 15 Nov 2014 07:08:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-359975961192298472.post-4988317438786053980</guid><description>&lt;a style="color:#ff1493;font-family:Georgia;font-size:18px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;2. Tamparan Api Neraka&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Wajah merupakan anggota tubuh manusia yang paling termulia, bila wajah kita ditampar oleh seseorang, itu adalah suatu kehinaan yang besar. Penduduk neraka dihinakan oleh Allah, sehina-hinanya, karena neraka memang tempat kembali yang paling hina. Penghinaan itu sudah diperlihatkan oleh Allah ketika mereka dikumpulkan di padang mahsyar pada hari kiamat. Wajah mereka hitam pekat, matanya dibutakan, telinganya ditulikan dan mulutnya dibisukan. Allah SWT berfirman:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/2-4_1_qs_al-isra_97.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Dan Kami akan mengumpulkan pada hari kiamat (diseret) atas muka mereka dalam keadaan buta, tuli, dan bisu. Tempat kediaman mereka adalah Jahannam. Tiap-tiap kali nyala api Jahannam itu akan padam. Kami tambahkan lagi bagi mereka nyalanya.”&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Isra’: 97)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Penghuni neraka itu diseret atas wajanya, lalu dsungkurkan ke dalam api neraka. Allah SWT berfirman:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/2-4_2_qs_an-naml_90.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Dan barangsiapa yang membawa kejahatan, maka disungkurkanlah muka mereka ke dalam neraka. Tidaklah kamu dibalas, melainkan (setimpal) dengan apa yang dahulu kamu kerjakan.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. An-Naml: 90)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Kedatangan mereka disambut dengan tamparan api neraka pada wajah, lalu disungkurkan ke dalam neraka. Api neraka melumat-lumat muka mereka, tak ada penyekat yang menutupi wajah mereka dengan api neraka. Allah SWT berfirman:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/2-4_3_qs_al-muminun_104.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Muka mereka dibakar api neraka, dan mereka di dalam neraka itu dalam keadaan cacat.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Mu’minun: 104)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/2-4_4_qs_al-anbiya_39.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Andaikata orang-orang kafir itu mengetahui, waktu (di mana) mereka itu tidak mampu mengelakkan api neraka dari muka mereka dan (tidak pula) dari punggung mereka, sedang mereka (tidak pula) mendapat pertolongan, (tentulah mereka tiada meminta disegerakan).”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Anbiya’: 39)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/2-4_5_qs_az-zumar_24.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Maka apakah orang-orang yang menoleh dengan mukanya menghindari siksa yang buruk pada hari kiamat (sama dengan orang mukmin yang tidak kena siksa)? Dan dikatakan kepada orang-orang dzalim: Rasakanlah olehmu balasan apa yang telah kamu kerjakan.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Az-Zumar: 24)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Betapa hina dan mengerikan siksaan mereka yang mukanya dibolak-balik di panggang dan dibakar di dalam api neraka. Allah SWT berfirman:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/2-4_6_qs_al-ahzab_66.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Pada hari ketika muka mereka dibolak-balikkan di dalam neraka, mereka berkata: Alangkah baiknya, andaikata kami taat kepada Allah dan taat (pula) kepada Rasul.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Ahzab: 66)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#ff0000;font-family:Georgia;font-size:14px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;3. Pakaian Penghuni Neraka yang Membakar Tubuh&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Pakaian pada dasarnya adalah berfungsi untuk melindungi kehormatan dan kebanggaan yang sekaligus dapat menimbulkan kenyamanan pada tubuh. Tidak demikian halnya dengan pakaian yang dipakaikan kepada ahli neraka. Pakaian bagi mereka adalah sebagai bentuk penyiksaan yang penuh kehinaan dan kepedihan. Pakaian mereka berupa pakaian yang sangat menyiksa, yaitu api yang membakar kulit tubuh. Allah SWT berfirman:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/2-4_7_qs_al-hajj_19.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Maka orang-orang kafir akan dibuatkan untuk mereka pakaian-pakaian dari api neraka. Disiramkan air yang sedang mendidih ke atas kepala mereka.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Hajj: 19)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Di samping pakaian yang terbuat dari api, pakaian penduduk neraka itu ada yang terbuat dari pelangkin atau ter. Sebagaimana disebutkan daam ayat berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/2-4_8_qs_ibrahim_50.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Pakaian mereka adalah dari pelangki (ter) dan muka mereka ditutup oleh api neraka.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Ibrahim: 50)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Dalam suatu riwayat disebutkan bahwa pakaian ahli neraka itu ada juga yang terbuat dari tembaga, timah dan kuningan yang dibakar di dalam neraka. Memperhatikan&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;nash-nash&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;dan riwayat tersebut jelaslah bagi kita betapa pedihnya siksaan yang ditimpakan dan dirasakan oleh penghuni neraka itu. Pakaian mereka terbuat dari api, dari pelangkin yang mendidih, dari timah, tembaga dan kuningan yang membara dengan tingkat didih kepanasannya amat jauh lebih panas bila dibandingkan dengan api dunia.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#ff0000;font-family:Georgia;font-size:14px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;4. Pohon-pohon Api Berduri, Menyeringai Berkepala Setan Sebagai Makanannya&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Makanan bagi penghuni neraka tidak ada yang dapat mengenyangkan dan meringankan mereka dari penderitaan kelaparan, apalagi menimbulkan stamina dan kekuatan. Tetapi makanan yang mereka makan yang disediakan buat mereka itu, justru menambah mereka bertambah tersiksa dan menderita. Meskipun demikian, mereka tetap memakannya karena memang itulah makanan yang disiapkan buat mereka sebagai bentuk penyiksaan. Di antara makanan bagi penduduk neraka itu ialah pohon&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;zaqqum,&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;sebagaimana yang dijelaskan dalam ayat berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/2-4_9_qs_ash-shaffat_63-66.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Sesunguhnya Kami menjadikan pohon zaqqum itu sebagai siksaan bagi orang-orang yang dzalim. Sesungguhnya dia adalah sebatang pohon yang keluar dari dasar neraka Jahim. Mayangnya seperti kepala setan-setan. Maka sesungguhnya mereka benar-benar memakan  sebagian dari buah pohon itu, maka mereka memenuhi perutnya dengan buah zaqqum itu.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Ash-Shaffat: 63-66)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Dalam ayat lain disebutkan:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/2-4_10_qs_al-waqiah_51-56.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Kemudian sesungguhnya kamu hai orang-orang yang sesat lagi mendustakan, benar-benar akan memakan pohon zaqqum, dan akan memenuhi perutmu dengannya. Sesudah itu kamu akan meminum air yang sangat panas. Maka kamu minum seperti unta yang sangat haus minum. Itulah hdangan untuk mereka pada hari Pembalasan.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Waqi’ah: 51-56)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Makanan yang mereka makan itu menambah mereka bertambah tersiksa, tetapi mereka tetap memakannya karena memang itulah makan buat mereka paling lezat yang membuat seisi perut terbakar dan mendidih. Allah SWT berfirman:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/2-4_11_qs_ad-dukhan_43-46.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Sesungguhnya pohon zaqqum itu makanan orang yang banyak berdosa. (Ia) sebagai kotoran yang berminyak yang mendidih di daam perut, seperti mendidihnya air yang sangat panas.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Ad-Dukhan: 43-46)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Di samping pohon&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;zaqqum&lt;/a&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;, makanan penghuni neraka itu ada yang berupa pohon berduri yang berbau busuk&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;(Ad-Dharii’).&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Sebagaimana dijelaskan dalam ayat berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/2-4_12_qs_al-ghasyiyah_6-7.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Mereka tidak memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri. Yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Ghasyiyah: 6-7)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Bagi orang-orang yang menyembunyikan apa yang diturunkan Allah di dalam Al Kitab dan menjualnya dengan harga yang sedikit, sesungguhnya ia memakan api neraka. Allah SWT berfirman:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/2-4_13_qs_al-baqarah_174.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah diturunkan Allah, yaitu Al-Kitab dan menjualnya dengan harga yang sedikit (murah), mereka itu sebenarnya tidak memakan (tidak menelan) ke dalam perutnya melainkan api.”&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Baqarah: 174)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#ff0000;font-family:Georgia;font-size:14px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;5. Air Panas, Darah dan Nanah yang Mendidih Sebagai Minuman&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Sebagaimana layaknya orang yang setelah makan, tentu ia perlu minum, penduduk neraka pun setelah makan makanan yang membuat isi perut mendidih dan terbakar, juga membutuhkan minum. Bagi mereka memang dipersiapkan minuman. Tetapi minuman yang disediakan buat mereka itu, tidak dapat menghilangkan kehausan dan tidak pula dapat membuat mereka merasa segar. Namun minuman itu justru membuat mereka semakin tersiksa dan seisi perut mereka bertambah bergejolak terbakar. Seolah minuman itu sebagai minyak pembakaran. Dijelaskan di dalam firman Allah SWT berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/2-4_14_qs_ash-shaffat_67-68.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artimya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Kemudian sesudah makan buah pohon zaqqum itu pasti mereka mendapat minuman yang bercampur dangan air yang sangat panas. Kemudian sesungguhnya tempat kembali mereka benar-benar ke neraka Jahim.&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Ash- Shaffat: 67-68)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Sebagaimana halnya juga disebutkan di dalam ayat berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/2-4_15_qs_al-waqiah_51-56.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Kemudian sesungguhnya kamu hai orang yang sesat lagi mendustakan, benar-benar akan memakan pohon zaqqum, dan akan memenuhi perutnmu dengannya. Sesudah itu kamu akan meminum air yang sangat panas. Maka kamu minum seperti unta yang sangat haus minum. Itulah hidangan untuk mereka pada hari Pembalasan.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Waqi’ah: 51-56)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Minuman buat penduduk neraka itu air panas yang berasal dari sumber yang mendidih. Allah SWT berfirman:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/2-4_16_qs_al-ghasyiyah_5.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Diberi minum (dengan air) dari sumber yang sangat panas.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Ghasyiyah: 5)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/2-4_17_qs_al-kahfi_29.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang-orang dzalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung meeka; dan jika mereka meminta minum, maka mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan, maka itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Kahfi: 29)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Di samping air panas, minuman bagi penghuni neraka itu juga berupa darah dan nanah yang sangat panas. Sebagaimana dijelaskan dalam ayat berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/2-4_18_qs_al-haqqah_36-37.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Dan tiada (pula) makanan sedikitpun (baginya) kecuali dari darah dan nanah. Tidak ada yang memakannya kecuali orang-orang yang berdosa.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Haqqah: 36-37)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Dan firman Allat SWT:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/2-4_19_qs_shaad_57-58.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Inilah (siksa neraka), biarlah mereka merasakannya, (minuman mereka) air yang sangat panas dan air yang sangat dingin. Dan siksa yang lain yang serupa dengan itu berbagai macam.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Shaad: 57-58)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Mengenai minuman&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;Ghassaaq&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;ada yang mengatakan sama artinya dengan&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;Ghisliin,&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;yaitu nanah campur darah yang keluar dari kulit penghuni neraka. Ada yang mengatakan bahwa ia adalah merupakan kotoran yang mengalir dari kemaluan perempuan yang berzina dan dari daging busuk serta kulit orang-orang kafir.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Minuman-minuman tersebut, tak sedikitpun menimbulkan kesegaran, tetapi justru membuat isi perut mendidih. Allah SWT berfirman:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/2-4_20_qs_an-naba_23-26.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Mereka tinggal di dalamnya berabad-abad lamanya. Mereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minum, selain air yang mendidih dan nanah, sebagai balasan yang setimpal.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. An-Naba’: 23-26)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Inilah minuman-minuman bagi penghuni neraka, sebagaimana disebutkan di dalam ayat-ayat Al-Qur’an. Kendatipun minuman itu dapat menghancurkan dan membuat isi perut mendidh, namun mereka tetap bersusah payah berusaha untuk mendapatkannya. Setelah mereka mendapatkan dan meminumnya, perut mereka menjadi terbakar dan hancur.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#ff1493;font-family:Georgia;font-size:16px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;E. Kondisi Tubuh Penghuni Neraka&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/iwan.lemabang/" target="_blank"&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhRk9vU4z5PMQI3madUCCzMuOm1mziEOSFbtR3pco4-gN71_fIgilJEpTXfe07gnCd3sO2dPRQ0xiVghWAKCRbZJB_q6Mt4uXApJ_bv_iCXjgRliIFGbfZc3OGSbF5ty_d5ltscEEGGGZlP/s1600/Iwan_Lemabang.jpg" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" width="180" height="180" style="clear:right; float:right; margin-left:1em; margin-bottom:1em" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Untuk menambah kedahsyatan siksaan, tubuh penghuni neraka dibesarkan sedemikian rupa, dan tidak ada yang mengetahui berapa ukuran besarnya secara pasti kecuali Allah SWT. Namun kita bisa mendapatkan gambaran mengenai besarnya tubuh penghuni neraka itu dari hadits-hadits Nabi SAW. Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Jarak antara dua pundak orang kafir di neraka adalah jarak perjalanan tiga hari bagi pengendara yang cepat.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(HR. Muslim)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Mengenai besar tubuhnya penghuni neraka itu, juga biisa diketahui dari hadits yang mengatakan bahwa gigi taring orang kafir itu laksana gunung Uhud, dan kulitnya setebal perjalanan tiga tiga hari. Sebagaimana diterangkan dalam hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah RA, bahwa Nabi SAW bersabda:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Gigi geraham orang kafir atau ggi taring orang kafir seperti bukit Uhud dan tebal kulitnya seperti perjalanan tiga hari.”&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Tentang seberapa tebal kulit penghuni neraka itu, Abu Hurairah juga meriwayatkan hadits sebagai berikut, bahwa Nabi SAW bersabda:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Sesungguhnya tebal kulit orang kafir adalah 42 hasta dan gigi gerahamnya seperti bukit Uhud dan tempat dduknya di Jahannam adalah jarak antara Mekkah dan Madinah.”&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(HR. Tirmidzi)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Terhadap hadits-hadits tersebut Ibnu Katsir berkata: “Supaya mereka lebih tersiksa, dan lebih besar kepayahan serta kobaran apinya lebih dahsyat.”&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;An-Nawawi berkata dalam&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;Syarhun Nawawi&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;mengenai hadit-hadits tersebut bahwa semua itu bertujuan supaya mereka lebih banyak merasakan sakit. Yang demikian itu merupakan kekuasaan Allah SWT yang harus kita percayai, karena hal itu diiberitakan oleh Rasulullah SAW yang selalu berkata benar.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#ff0000;font-family:Georgia;font-size:14px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;1. Wajahnya Hitam Pekat Hangus Terbakar&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Mengenai wajah penduduk neraka hitam pekat, seakan-akan wajah mereka diliputi gegulitaan malam. Allah SWT berfirman:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/2-5_1_qs_yunus_27.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;Dan orang-orang yang mengerjakan kejahatan (mendapat) balasan yang setimpal dan mereka ditutupi kehinaan. Tidak ada bagi mereka seorang pelindung pun dari (adzab) Allah, seakan-akan muka mereka ditutupi dengan kepingan-kepingan malam yang gelap gulita. Mereka ituah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Yunus: 27)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Allah SWT berfirman:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/2-5_2_qs_al-kahfi_29.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang-orang dzalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Kahfi: 29)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Wajah penghuni neraka itu hangus terbakar dan hitam muram. Sebagaiaman disebutkan di daam firman Allah SWT berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/2-5_3_qs_ali-imran_106.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Pada hari yang di waktu itu ada muka yang putih berseri, dan ada pula yang hitam muram. Adapun orang-orang yang hitam muram mukanya (kepada mereka dikatakan): Kenapa kamu kafir sesudah kamu beriman? Karena itu rasakanlah siksaan disebabkan kekafiran itu.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Ali Imran: 106)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#ff0000;font-family:Georgia;font-size:14px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;2. Kulit Matang dan Mencair&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Api neraka itu membakar kulit para penghuni neraka hingga matang dan hancur. Lalu Allah mengganti kulit mereka dengan kulit lain untuk dibakar lagi. Begitu seterusnya, ketika kulit mereka hancur terbakar, segera diganti dengan kulit lain, sehingga mereka tak pernah sedikitpun terlepas dari siksaan yang sangat pedih. Sebagaimana diterangkan dalam ayat berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/2-5_4_qs_an-nisa_56.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Sesungguhnya orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan dengan kulit yang lain supaya mereka merasakan adzab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. An-Nisa’: 56)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Dalam menafsirkan ayat ini  Mu’adz berkata: “Kulit penghuni neraka itu diganti seratus kali dalam sehari.” Teat menurut riwayat dari Umar, penggantian kulit penghuni neraka itu terjadi sebanyak tujuh puluh ribu kali dalam sehari. Ketika kulit dan daging itu hancur, dikatakan: “Kembalilah seperti semula,” maka seketika kembali seperti semula untuk disiksa lagi.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Ketika air mendidih yang sangat panas dituangkan ke atas kepala, maka kulit dan isi perut mereka menjadi mencair dan hancur. Allah SWT berfirman:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/2-5_5_qs_al-hajj_19-20.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Maka orang-orang kafir akan dibuatkan untuk mereka pakaian-pakaian dari api neraka. Disiramkan air yang sedang mendidih ke atas kepala mereka. Dengan air itu hancur dihancurluluhkan segala apa yang ada dalam perut mereka dan juga kulit (mereka).”&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Hajj: 19-20)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Allah SWT juga berfirman:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/2-5_6_qs_al-muddatstsir_26-29.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Aku akan memasukkan ke dalam (neraka) Saqar. Tahukah kamu apa (neraka) Saqar itu? Saqar itu tidak meninggalkan dan tidak membiarkan. (Neraka Saqar) adalah pembakar kulit manusia.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Muddatstsir: 26-29)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Kepada penduduk neraka itu dituangkan air panas yang sangat mendidih dari atas kepalanya yang membuat seluruh tubuh dan isi perutnya hancur. Abu Hurairah meriwayatkan dari Nabi SAW, beliau bersabda:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Sesungguhnya air mendidih dituangkan di atas kepala mereka hingga tembus masuk ke dalam perutnya, lalu mencairkan isi perutnya hingga keluar dari kedua telapak kakinya, dan itulah pencairan, kemudian kembali seperti semula.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(HR. Tirmidzi)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#ff0000;font-family:Georgia;font-size:14px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;3. Hati dan Organ Tubuh Dalam Terbakar, Usus Terburai&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Tubuh penghuni neraka yang terbakar itu tidak hanya organ luar saja, tetapi semua organ dalam pun ikut terbakar. Gejolak api neraka itu menjulur masuk ke dalam tubuh dan membakar semuanya. Allah SWT berfirman:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/2-5_7_qs_al-humazah_4-7.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam Huthamah. Dan tahukah kamu apa Hutjamah itu? (Yaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan. Yang membakar sampai ke hati.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Humazah: 4-7)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Muhammad bin Ka’ab Al-Qurzhi mengatakan bahwa api neraka itu melahap tubuh penghuninya sampai ke dalam hati. Jika sudah sampai pada hatinya, maka diciptakan bentuknya lagi seperti semula untuk dibakar lagi hingga hancur, lalu dikembalikan lagi, disiksa lagi, begitu seterusnya.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Tak ada sedikitpun dari tubuh penghuni neraka itu yang tersisa dan tidak terbakar oleh api neraka, baik tubuh bagian luar maupun tubuh bagian dalam. Semuanya dilumat dan di makan oleh api nereka, baik yang berupa kulit, daging, tulang belulang, otak, jantung, hati dan semua isi perut mereka, akan menjadi santapan api neraka yang menyala-nyala. Demikian menurut ulama salaf&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Diriwayatkan dari Usamah bin Zaid, dari Nabi SAW, beliau bersabda:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Pada hari kiamat ada seseorang yang didatangkan, lalu dilemparkan ke dalam neraka. Maka usus-ususnya terburai di neraka. Ia diputar oleh ususnya seperti keledai memutar batu penggiling. Kemudian penghuni neraka mengerumuninya. Mereka berkata: Hai Fulan, kenapa engkau? Bukankah engkau dulu menyuruh kami berbuat kebaikan dan melarang kami berbuat kemungkaran? Orang itu menjawab: Dulu aku menyuruh kalian berbuat kebaikan, tetapi aku sendiri tidak melakukannya. Dan aku melarang kalian melakukan kemungkaran, tetapi aku sendiri melakukannya.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(HR. Bukhari dan Muslim)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Disaat para penghuni neraka merasa kehausan, dan merengek-rengek meminta minum, maka malaikat penjaga neraka berkata dengan nada menghardik: “Wahai penduduk neraka, wahai orang-orang yang dimurkai Allah, tetaplah kalian dalam keadaan seperti itu.” Dengan nada memelas dan hina dina penduduk neraka itu menyahut: “Wahai Malik, berilah kami minuman air, kami butuh istirahat sambil minum, api telah memakan daging dan tulang-tulang kami, kulit kami telah terkoyak-koyak dan hangus, tulang-tulang kami menjadi terputus-putus.” Kemudian Malaikat Malik memberi minuman kepada mereka berupa seteguk air yang mendidih, yang apabila mereka meminumnya dengan tangan, maka jari-jari mereka menjadi rontok, dan jika minuman itu sampai ke dalam perut maka usus-usus dan hati mereka menjadi terputus-putus dan hancur lebur.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#ff1493;font-family:Georgia;font-size:16px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;F. Rintihan, Erangan dan Jeritan Penghuni Neraka&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Teriakan dan jeritan orang-orang kafir yang menjadi penduduk neraka itu sudah terjadi ketika mereka melihat lembaran catatan amalnya dan melihat kekafiran dan kemusyrikannya yang menyebabkan ia kekal dalam neraka, maka ia meneriakkan kekecewaan dan kebinasaan. Sebagaimana firman Allah SWT berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/2-5_8_qs_al-insyiqaq_10-12.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt;  &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Adapun orang yang diberikan kitabnya dari belakang, maka ia akan berteriak: Celakalah aku. Dan ia akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).”&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Insyiqaq: 10-12)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Ketika orang-orang kafir melihat neraka, mereka sangat menyesal, tetapi penyesalan itu, tidak akan menghindarkan dari api neraka, tetapi justru menambah kepedihannya, karena tidak ada tempat untuk berlari dari siksa yang sangat pedih itu, melainkan ke dalam neraka. Allah SWT berfirman:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt;  &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Dan mereka menyembunyikan penyesalannya ketika mereka telah menyaksikan siksaan itu. Dan telah diberi keputusan di antara mereka dengan adil, sedang mereka tidak dianiaya.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Yunus: 54)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Perhatikan penyesalan dan rintihan mereka di saat dilempar ke dalam neraka yang amat pedih siksanya, sebagaimana disebutkan dalam ayat berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/2-5_9_qs_al-furqan_13-14.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Dan apabila mereka dilemparkan ke tempat yang sempit di neraka itu dengan dibelenggu, mereka di sana mengharapkan kebinasaan. (Akan dikatakan kepada mereka): Janganlah kamu sekalian mengharapkan satu kebinasaan, melainkan harapkanlah kebinasaan yang banyak.&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Furqan: 13-14)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Rintihan, jeritan dan erangan kesakitan itu terjadi seiring desahan napas penghuni neraka. Sebagaimana yang digambarkan dalam ayat berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/2-5_10_qs_hud_106-107.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt;  &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Adapun orang-orang yang celaka, maka (tempatnya) di dalam neraka, di dalamnya mereka mengeluarkan napas dan menariknya (dengan merintih). Mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain). Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki.”&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Hud: 106-107)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#0000ff;font-family:Georgia;font-size:14px;text-decoration:nonefont-weight:bold;"&gt;Sumber: Judul Buku: Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka&lt;br /&gt;Penyusun: Moh Samsi Hasan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Lafal&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;zafir&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;dalam ayat tersebut menurut Al-Zajjaj berarti erangan yang sangat keras dan merupakan suara yang keras sekali. Ada upal yan megatakan bahwa&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;zafir&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;ialah desahan napas panjang atau mengeluarkan napas berulang-ulang dari dalam dada karena sangat takut sehingga otot-ototnya membesar. Sedangkan lafal&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;syahiq&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;berarti tarikan napas yang panjang sekali ke dalam dada.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Keluhan dan penyesalan mereka begitu dalam, sebagaimana digambarkan Allah SWT dalam ayat berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/2-6_1_qs_al-mulk_10-11.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Dan mereka berkata: Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu), niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala. Mereka mengakui dosa mereka. Maka kebinasaanlah bagi penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala.&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Mulk: 10-11)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Begitu berat siksaan yang mereka derita membuat mereka sadar dan mengakui kebenaran Allah SWT. Mereka berseru berteriak-teriak memohon kepada Allah dengan harapan agar kiranya Allah mengeluarkan mereka dari neraka. Allah SWT berfirman:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/2-6_2_qs_fathir_37.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;Dan mereka berteriak di dalam neraka itu: Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami, niscaya kami akan mengerjakan amal yang baik berlainan dengan yang telah kami kerjakan. Dan apakah Kami memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup lama untuk berpikr bagi orang yang mau berpikir, dan (apakah tidak) datang kepadmu pemberi peringatan? Maka raskanlah (adzab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang dzalim penolongpun.”&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Fathir: 37)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Dan firman Allah SWT:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/2-6_3_qs_al-mumin_11.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Mereka menjawab: Ya Tuhan kami, Engkau telah mematikan kami dua kali dan telah menghidupkan kami dua kali (pula), lalu kami mengakui dosa-dosa kami. Maka adakah sesuatu jalan (bagi kami) untuk keluar (dari neraka)?”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Mu’min: 11)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Siksaan yang begitu pedihnya, membuat mereka merengek-rengek dan memelas sehina-hinanya di hadapan Tuhan, sebagaimana digambarkan dalam ayat berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/2-6_4_qs_as-sajdah_12-14.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Dan (alangkah ngerinya), jika sekiranya kamu melihat ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (mereka berkata): Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), kami akan mengerjakan amal shaleh, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin. Dan kalau Kami menghendaki niscaya Kami akan berikan kepada tiap-tiap jiwa petunjuk (bagi)nya, akan tetapi telah tetaplah perkataan (ketetapan) dari-Ku. Sesungguhnya akan Aku penuhi neraka Jahannam itu dengan jin dan manusia bersama-sama. Maka rasailah olehmu (siksa ini) disebabkan kamu melupakan akan pertemuan dengan harimu ini (hari kiamat): Sesungguhnya Kami telah melupakan kamu (pula) dan rasakanlah siksa yang kekal, disebabkan apa yang kamu kerjakan.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. As-Sajdah: 12-14)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Semua permintaan dan permohonan mereka kepada Allah SWT ditolak-Nya dengan tegas yang justru menambah kepedihan siksa mereka. Sebagaimana dijelaskan dalam ayat berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/2-6_5_qs_al-mu_minun_106-108.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Mereka berkata: Ya Tuhan kami, kami telah dikuasai oleh kejahatan kami, dan adalah kami orang-orang yang sesat. Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari padanya (dan kembalikanlah kami ke dunia), maka jika kami kembali (juga kepada kekafiran), sesungguhnya kami adalah orang-orang yang dzalim. Allah berfirman: Tinggallah dengan hina dina di dalamnya, dan janganlah kamu berbicara dengan Aku.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Mu’minun: 106-108)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Jawaban Allah yang tegas dan menyakitkan itu, membuat mereka tidak berani berkata-kata memohon secara langsung kepada-Nya. Mereka lalu meminta kepada malaikat penjaga neraka untuk memohonkan pertolongan bagi mereka agar Allah SWT berkenan meringankan siksaan dari mereka walaupun hanya barang sebentar saja. Perhatikan ayat berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/2-6_5_qs_al-mu_minun_106-108.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Dan orang-orang yang berada di dalam neraka berkata kepada penjaga-penjaga neraka Jahannam: Mohonlah kepada Tuhanmu supaya Dia meringankan adzab dari kami barang sehari. Penjaga Jahannam berkata: Dan apakah belum datang kepada kamu rasul-rasulmu dengan membawa keterangan-keterangan? Mereka menjawab: Benar, sudah datang. Penjaga-penjaga Jahannam berkata: Berdoalah kamu. Dan doa orang-orang kafir itu hanyalah sia-sia belaka.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Mu’min: 49-50)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Setelah permintaan mereka juga ditolak, maka semain pedihlah siksaan neraka itu, sehingga membuat mereka putus asa dalam kepedihan siksanya, dan memohon agar dimatikan saja. Allah SWT berfirman:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/2-6_7_qs_az-zukhruf_77.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Mereka berseru: Hai Malik, biarlah Tuhanmu membunuh kami saja. Dia menjawab: Kamu akan tetap tinggal (di neraka ini).”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Az-Zukhruf: 77)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Setelah itu mereka mencoba memelas kepada penghuni surga yang bergelimang dengan kenikamatn surgawi yang begitu menggiurkan. Dengan nada memelas mereka memanggil-manggil dn meminta kepada penghuni surga, agar sudi memberikan kepada mereka minuman walau hanya setetes air saja. Sebagaimana dijelaskan dalam ayat berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/2-6_8_qs_al-araf_50.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Dan penghuni neraka menyeru penghuni surga (dengan mengakatakan): Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang telah dirizkikan Allah kepadamu. Mereka (penghuni surga) menjawab: Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya (air dan makanan) bagi orang-orang kafir.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-A’raf: 50)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Setelah itu, jeritan dan tangisan mereka semakin keras dan menjadi-jadi hingga air mata mereka habis, lalu mereka menangis darah. Air mata itu, hingga menggenangi dan membanjiri mata mereka, seperti mata air yang menggenangi bebatuan. Sebagaimana diriwayatkan dari Abdullah bin Qais bahwa Rasulullah SAW bersabda:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Sesungguhnya penghuni neraka menangis hingga andaikata kapal dijalankan dalam air mata mereka, niscaya bisa berjalan. Dan mereka menangis dengan air mata darah.”&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Perhatikan pula hadits riwayat Anas bin Malik berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Penghuni neraka terus menerus menangis hingga air mata mereka habis. Kemudian mereka menangis darah hingga membekas di wajah mereka seperti bentuk parit, andaikata kapal-kapal dijalankan di dalam air mata mereka, niscaya bisa berjalan.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(HR. Hakim)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Pada hari ini keptusan Tuhan telah berlaku dengan seadil-adilnya. Permintaan mereka pada hari itu, semuanya ditolak. Bersabar atau tidak mereka tetap mendekam dan disiksa di dalam neraka yang amat pedih siksanya itu. Allah SWT berfirman:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/2-6_9_qs_at-thuur_16.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Masuklah kamu ke dalamnya (rasakanlah panas apinya); maka baik kamu bersabar atau tidak, sama saja bagimu; kamu hanyalah diberi balasan terhadap apa yang kamu mengerjakan.”&lt;/a&gt;  &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. At-Thuur: 16)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#ff1493;font-family:Georgia;font-size:16px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;G. Penghuni Neraka Yang Paling Ringan Siksanya&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Sebagaimana dijelaskan di atas  bahwa penghuni neraka yang paling berat dan paling keras siksanya adalah mereka yang berada di kerak neraka atau di neraka yang paling dalam. Mereka ini adalah orang-orang munafik, sebagaimana disebukan dalam ayat berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/2-6_10_qs_an-nisa_145.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan)pada tingkatan yang paling bawah dari neraka, dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. An-Nisa’: 145)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Dengan demikian siksaan bagi penghuni neraka tidak sama antara sebagian dengan sebagian yang lain, hal ini tentu sesuai dengan dosa-dosa yang dipikul ketika kembali menghadap kepada Allah SWT. Dalam suatu riwayat dijelaskan bahwa sebagian dari penghuni neraka itu ada yang terbakar sampai kedua mata kakinya, ada yang sampai kedua lututnya ada yang sampai pusat (pusar)nya dan ada pula yang terendam dan terbakar dalam api neraka sampai kedua bahunya. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadits berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Dari Samurah bin Jundub RA, bahwa Nabi SAW bersabda: Sebagian dari penghuni neraka itu ada orang yang terbakar api neraka sampai sebatas kedua mata kakinya, sebagian lagi ada yang terbakar sampai kedua lututnya, sebagian lagi ada yang terbakar sampai pusat (pusar)nya dan sebagian lagi ada yang terbakar api neraka sampai kedua bahunya.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(HR. Muslim)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;Diriwayatkan dari Abbas bin Abdul Muthalib, ia bertanya kepada Rasulullah SAW: “Ya Rasulullah, apakah engkau memberikan suatu manfaat kepada Abu Thalib, dia telah memelihara engkau, tapi juga memarahimu (tidak beriman kepadamu).” Nabi SAW bersabda: “Ya dia berada di dalam siksaan yang paling ringan dari api neraka (api neraka membakarnya sampai kedua mata kakinya). Andaikata tidak karena saya, maka ia akan disiksa di dalam jurang neraka yang paling dalam (kerak neraka).”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(HR. Muslim)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Dalam riwayat lain disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Sesungguhnya ahli neraka yang lebih ringan siksanya ialah Abu Thalib, dia memakai sandal dari api neraka yang membuat otaknya mendidih.”&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Kepedihan siksa neraka itu teramat dahsyat, meskipun pada tataran yang paling ringan. Sebab penghuni neraka yang berada dalam siksaan yang paling ringan itupun, merasakan kepedihan yang luar biasa, sehingga selah-olah tidak ada siksaan yang paling pedih selain yang ditimpakan kepadanya. Perhatikan sabda Nabi SAW berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Dari Nu’man bin Bashir RA, ia berkata, aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya seringan-ringan siksa ahli neraka pada hari kiamat ialah orang yang diletakkan di bawah tumitnya dua bara api. Dari keduanya itu membuat otaknya mendidih. Namun demikian dia mengira bahwa dialah satu-satunya orang yang paling berat siksanya, padahal sesungguhnya dia adalah orang yang paling ringan siksanya.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(Muttafaq ‘Alaih)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#0000ff;font-family:Georgia;font-size:14px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;Sumber: Judul Buku: Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka&lt;br /&gt;Penyusun: Moh Samsi Hasan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a style="color:#ff0000;font-family:Georgia;font-size:25px;text-decoration:none;"&gt;* * * * * * * * * * * * * * *&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhRk9vU4z5PMQI3madUCCzMuOm1mziEOSFbtR3pco4-gN71_fIgilJEpTXfe07gnCd3sO2dPRQ0xiVghWAKCRbZJB_q6Mt4uXApJ_bv_iCXjgRliIFGbfZc3OGSbF5ty_d5ltscEEGGGZlP/s72-c/Iwan_Lemabang.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka (Bag. 2/1)</title><link>http://mutiaraillahiyah.blogspot.com/2014/11/kedahsyatan-siksaan-dan-rintihan-para_89.html</link><category>Pustaka Islam</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sat, 15 Nov 2014 07:07:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-359975961192298472.post-255160878272400743</guid><description>&lt;a style="color:#ff1493;font-family:Georgia;font-size:16px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;B. Golongan Penghuni Neraka&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.facebook.com/iwan.lemabang/" target="_blank"&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhRk9vU4z5PMQI3madUCCzMuOm1mziEOSFbtR3pco4-gN71_fIgilJEpTXfe07gnCd3sO2dPRQ0xiVghWAKCRbZJB_q6Mt4uXApJ_bv_iCXjgRliIFGbfZc3OGSbF5ty_d5ltscEEGGGZlP/s1600/Iwan_Lemabang.jpg" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" width="180" height="180" style="clear:right; float:right; margin-left:1em; margin-bottom:1em" /&gt;&lt;/a&gt;
&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Secara garis besar penghuni neraka itu dapat dikualifikasikan menjadi dua golongan, yaitu penghuni tetap yang bersifat abadi, dan penghuni tidak tetap, yang bersifat tidak abadi. Pada saatnya golongan yang kedua ini akan dikeluarkan dari neraka, kemudiandi masukkan ke dalam surga. Rasulullah SAW bersabda:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Ahli surga akan masuk ke daam surga, dan ahli neraka akan masuk ke dalam neraka. Kemudian Allah SWT menyeru (pada malaikat penjaga neraka): Hendaklah kalian mengeluarkan orang yang di dalam hatinya terdapat sebesar biji sawi dari keimanan. Maka mereka (orang-orang beriman yang ada di dalam neraka) itu keluar dari neraka dan tubuhnya menjadi hangus, hitam pekat. Lalu mereka di masukkan ke dalam Sungai Hayat (kehidupan), maka tumbuhlah badan mereka (menjadi sempurna dan baik). Sebagaimana tumbuhnya biji yang terbawa banjir di tepi aliran air. Tidakkah engkau melihat biji itu yang kemudian tumbuh kuning lagi membelok-belok.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(HR. Bukhari dan Muslim)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Untuk mengetahui lebih jelasnya siapa saja yang termasuk dalam kategori penghuni neraka yang bersifat kekal dan abadi selama-lamanya; dan siapa saja yang masuk dalam kategori penghuni neraka yang bersifat tidak kekal, maka berikut inilah penjelasannya:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#00ff00;font-family:Georgia;font-size:16px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;1. Golongan Yang Kekal di Dalam Neraka&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Adapun mereka yang termasuk dalam golongan penghuni neraka yang bersifat abadi dan kekal selama-lamanya ialah:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#ff0000;font-family:Georgia;font-size:14px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;a. Manusia dan Jin Kafir&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Orang-orang yang mengingkari adanya Tuhan, tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, merekalah sebagai penduduk neraka kekal selama-lamanya. Orang-orang kafir tidak mempercayai adanya Allah dan sifat-sifat ke-Tuhanan yang dimiliki-Nya. Mereka menolak kebenaran agama Tauhid (Islam) yang dibawa oleh para Rasul. Banyak ayat-ayat Al-Qur’an yang menjelaskan keabadian mereka di dalam neraka dan kepedihan siksa yang mereka derita. Di antaranya sebagaimana disebutkan dalam firman Allah SWT berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhtM0bdXxGMy5EN7GDonQ0IHP2nGvzplWhiTydbs5xCL1KWDDk6_p2JsqpDEK6Z95ci_gpxIcx2t5X1XnodMXiBQOqknHj2_2shgXwKKOLfLhaiNwow0rzKNMK3iacUI9bNwRGO7cDkMJI/s1600/2-2_1_QS_Al-Baqarah_39.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami mereka itu penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Baqarah: 39)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Dan firman Allah SWT:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjfRQyv7K2FO9PV8JJUF6fCIQarDoer4KnsKJxkKXNdawZp4fW8UPPT9YRwSRVLmrI3xMlXVGRU9lmyKfTMYNzmOuwCVjL81H68C67_A-dpthNkJihg4Uu74s8_waHrD_qZVzNA4sxP2sU/s1600/2-2_2_QS_Al-Baqarah_257.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang kafir, pelindung-pelindungnya ialah setan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Baqarah: 257)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Mereka itulah makhluk yang paling buruk dan siksa di dalam neraka abadi selama-lamanya. Firman Allah SWT:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEihHy34cN7CvKAEwlkdYF7k4zqk316wM4ULSUDKFT1h0F6ZHXVeoTlgUNzxNCb0hAnQNRGRfDqQSpWxFIFNez8uXA_ll52MAFu8hhgSGJ3NS6w-A0RGkolzBe-na_BF2ptbI3Zu31wBMMI/s1600/2-2_3_QS_Al-Bayyinah_6.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Sesungguhnya orang-orang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Bayyinah: 6)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Adapun yang mereka miliki tidak akan dapat mengeluarkan mereka dari neraka. Bahkan seandainya mereka memiliki harta, emas permata seisi langit dan bumi, untuk menebus agar mereka bebas dari siksa neraka, maka semua itu akan sia-sia belaka. Allah SWT berfirman:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjddu-BcVGbm1d2tGn_cpFafG0UD8zBnVm7FF8levxSyJ1-lIdwN8WNFahLfA33EjAfXj3C2Xb93qqVr8vHV6928D0Y1xqg03jfcHzkBGFWGhXBEvBzv_3qtOy6ANnRFXj3YYiYUm0UYh4/s1600/2-2_4_QS_Ali+Imran_116.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Sesungguhnya orang-orang kafir baik harta mereka maupun anak-anak mereka sekali-kali tidak dapat menolak adzab Allah dari mereka sedikit pun. Dan mereka adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Ali Imran: 116)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Dan firman Allah SWT:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhTonAIkRgOQ4nDxW9kcwkZHE5Q4OXxT_epA7pa4s2tVhzaGMKodfFxCqSiAtDSk0VMeqnDf8p17clv5MK09UbYYWSNrknaiOq801pjshcwHXrA9Khj6YdVviTxPa33reSpqxlvSk9QkXs/s1600/2-2_5_QS_Al-Maidah_36.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Sesungguhnya orang-orang kafir sekiranya mereka mempunyai apa yang di bumi seluruhnya dan mempunyai yang sebanyak itu (pula) untuk menebus diri mereka dengan itu dari adzab hari kiamat, niscaya (tebusan itu) tidak akan diterima dari mereka, dan mereka berolah adzab yang pedih.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Maidah: 36)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Demikian pula anak-anak mereka, sedikitpun tidak akan dapat membantu untuk meringankan, apalagi membebaskan mereka dari siksa neraka. Allah SWT berfirman:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgOby4NEsZpq1f5mFuUlKm2ViDcN-XFtfBU8uCfZt2rXhImgT3AjBEPIkCs-GLQ3kdgJiIyfL6gu93ltOQ8AcW_FSaya5wQ724kRMiGtiLYJSZT-crLRHNZ5IXkXxzyhXza-he1aWHHfgw/s1600/2-2_6_QS_Al-Mujadilah_17.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Harta benda dan anak-anak mereka tidak berguna sedikit pun (untuk menolong) mereka dari adzab Allah. Mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Mujadilah: 17)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Untuk mendapatkan gambaran kepedihan siksaan yang diderita orang-orang kafir di dalam neraka, perhatikan firman Allah SWT berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgo_lwghXVYA5_Xh_bqUdvKP67-MXzc2hPAlBEEFyy8RilmY7tUOw2cgDBESr-n7cSve4WRZvP409Fd3W_kWFmHi8bFQr4hykVNc9jXN3HZnzPw5IMKoaI5oSpKD5HaQKsHbpA4YqgRw4Q/s1600/2-2_7_QS_Al-Hajj_19-22.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Maka orang-orang kafir akan dibuatkan untuk mereka pakaian-pakaian dari api neraka. Disiramkan air yang sedang mendidih ke atas kepala mereka. Dengan air itu hancur luluhlah segala apa yang ada di dalam perut mereka dan juga kulit (mereka). Dan untuk mereka cambuk-cambuk dari besi. Setiap kali mereka hendak keluar dari neraka lantaran kesengsaraan mereka, niscaya mereka dikembalikan ke dalamnya. (Kepada mereka dikatakan): Rasailah adzab yang membakar ini.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Hajj: 19-22)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Sama seperti manusia yang kafir, jin kafir pun akan kekal di dalam neraka. Pada hari kiamat jin dan manusia sama-sama mendapatkan keputusan dari Tuhan yang seadil-adilnya, semua dibangkitkan untuk mendapatkan keputusan dan balasan atas perbuatan mereka selama di dunia. Allah SWT berfirman:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjMjlJUEc2_IY1nrcU56kBuopw3k96WPgh91TreCB0bC95C0E1ff6OeqNHo2dcf-5-g7oDj3p59eAz81zngSD5atyZb7DWuapWGBlRoGlT5PS9qZut-MLqrhzVLt8-5FKgJJDMvYk7Tl8M/s1600/2-2_8_QS_Maryam_68-70.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Demi Tuhanmu akan Kami bangkitkan mereka bersama setan, kemudian akan Kami datangkan mereka ke sekeliling Jahannam dengan berlutut. Kemudian pasti akan Kami tarik dari tiap-tiap golongan siapa di antara mereka yang sangat durhaka kepada Tuhan Yang Maha Pemurah. Dan kemudian Kami sungguh lebih mengetahui orang-orang yang seharusnya dimasukkan ke dalam neraka.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Maryam: 68-70)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Semua jin-jin yang kafir itu akan dihimpun dan dikumpulkan bersama-sama manusia yang kafir di dalam neraka. Allah SWT berfirman:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj_XMBMZi4f7FbJccLiE-0jYWQL5gyRfWlsVutt1bjN5-psLBf8qIAjpuW8W9TVqoyBEyTfddqpE4ueurd-TQ3QUTQHNf6X4Xz4mf69X8ba6I0t9dXF7wYGE-2_RDN8H2sGjLm6zUIcIAg/s1600/2-2_9_QS_Al-Anam_128.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Dan (ingatlah) hari di waktu Allah menghimpunkan mereka semuanya, (dan Allah berfirman): Hai golongan jin (setan) sesungguhnya kamu semua telah banyak (menyesatkan) manusia, lalu berkatalah kawan-kawan dari gologan manusia: Ya Tuhan kami, sesungguhnya sebahagian daripada kami telah dapat kesenangan dari sebahagian (yang lain) dan kami telah sampai kepada waktu yang telah Engkau tentukan bagi kami. Allah  berfirman: neraka itulah tempat diam kamu, sedang kamu kekal di dalamnya, kecuali kalau Allah menghendaki (yang lain). Sesungguhnya Tuhanmu Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-An’am: 128)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Iblis, setan dan jin-jin yang kafir di jungkir balikkan dan di masukkan ke dalam neraka bersama para pengikutnya baik dari kalangan mereka sendiri maupun dari golongan manusia, bersama-sama berhala-berhala yang disembah. Allah SWT berfirman:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhUazYy7_GAQiwZ7H6-mtD08DN3K_04GrQxyFYEbmkV11m9OFVVDvuE1VDm1NpXYQC9vntDgIJNAQk-ysYVP6pXznpeydKCSHChgKFlZJ46Lq-vGkV0-qQgQotzVKSsCmhtmccZ3iIoEng/s1600/2-2_10_QS_Asy-syuara_94-95.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Maka mereka (sembahan-sembahan itu) dijungkir ke dalam neraka bersama-sama orang-orang yang sesat, dan bala tentara iblis semuanya.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Asy-syu’ara’: 94-95)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Bahkan dalam ayat lain, dinyatakan bahwa neraka Jahannam akan dipenuhi golongan jin dan manusia. Seperti dijelaskan dalam firman Allah SWT berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiitDROT_H4L9jMEEQbUM0rLC7Uj6w6J5iDV333Ui_NZxfq9IvNaRIrSTqi9K_QdaNr6OegFTySZLaauLquP-4Q-uKyntgoSHZ0zjwSf0P1jUhLcaNTEajDgu2FXTl-OdYMgJlHSH7MfrM/s1600/2-2_11_QS_Hud_119.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Kecuali orang-orang yang diberi rahmat Tuhanmu. Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka. Kalimat Tuhanmu (keputusan-Nya) telah ditetapkan: sesungguhnya Aku akan memenuhi neraka Jahannam dengan jin dan manusia (yang durhaka) semuanya.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Hud: 119)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#ff0000;font-family:Georgia;font-size:14px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;b. Orang-Orang Munafik&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Di antara golongan yang menjadi penghuni kekal di dalam neraka ialah orang-orang munafik. Golongan ini di samping kekal di dalam neraka, merekalah yang berada di neraka yang paling dalam dan paling pedih siksanya. Banyak ayat-ayat Al-Qur’an yang menjelaskan secara tegas bahwa kaum munafik merupakan penghuni neraka yang bersifat kekal selama-lamanya. Di antaranya ialah firman Allah SWT berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_HW0BMCVBjkJ-48Ny7ayQQ1Ne219x4Eb6xXCKz3m_tqvmrn3o_TqsH0GWwTuS0cfrUX0qD0cRHbJ1QHiSs7LAw_HwifkAp6V1eK_i-vxcVd6SC-veXU0bZ-CGSDbVI7xLi1MhiODdTc8/s1600/2-2_12_QS_At-Taubah_68.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Allah mengancam orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan neraka Jahannam. Mereka kekal di dalamnya. Cukuplah neraka itu bagi mereka; dan Allah melaknati mereka; dan bagi mereka adzab yang kekal.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. At-Taubah: 68)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Golongan munafik ini, menempati neraka yang paling dalam dan paling pedih siksanya dalam kehinaan yang besar. Sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah SWT:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhaiX4GnuT2HZh6VaJ8hqKv4PDEVmU6uh-HDlodnxrPFzP6LylgQDle77ToOTDWoJuAQEmt4tMdhsuKAhmmFqmSqfIjlK0ZfSBx3ekiLuTHsEXMzdL3CdbAYftsiUUD3anol6gCVhovLng/s1600/2-2_13_QS_An-Nisa_145.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkat yang paling bawah dari neraka dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolong pun bagi mereka.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. An-Nisa’: 145)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhYs4lNhpjQztsV-BAA2mydkjm6Zb12ictCck3defdhdeuARXwE1RUMndZ28GWCDiL6HAmhmFdCZ7VwyfwnlTjbl1cwGztJKaELm9ctThe7cMLkZDNi6Wk-ayuH_4ehVw9gZ5-ounJZmEM/s1600/2-2_14_QS_At-Taubah_63.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Tidaklah mereka (orang-orang munafik itu) mengetahui bahwasanya Barang siapa menentang Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya neraka Jahannamlah baginya, dia kekal di dalamnya. Itu adalah kehinaan besar.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. At-Taubah: 63)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#ff0000;font-family:Georgia;font-size:14px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;c. Orang-orang Musyrik&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Orang-orang musyrik termasuk dalam kategori golongan penghuni neraka yang kekal dan abadi selama-lamanya. Hal itu banyak disebutkan di dalam ayat-ayat Al-Qur’an, di antaranya ialah firman Allah SWT berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEivctuVQRv-Y57K3WFVWxHLVuYM0JGBrVLG4NJvQHzuAiCMWS4SdeZSUwnsZ83BdpXvPaMuqtckbMbAH74HkTn61jmvYb4_yaJfkuCM8PxMiJzzMEaxUYRJ73zTP081hWeqtX39juXL4O4/s1600/2-2_15_QS_Al-Bayyinah_6.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Sesungguhnya orang-orang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QD. Al-Bayyinah: 6)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Dan firman Allah SWT:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjE5PFML1XTWSAIWsiwHgV082ATMjUMbMfbDXlOAIc0EmnPeO5no2MZRG5sxKchnVycWcCx03zwJ8p13NZa0bCd9yg0ITSuE92rCkQ7Evo5Z0qlPyLtOSQP4NUu1GAHThzmToFP1fyIc3Q/s1600/2-2_16_QS_Ali-Imran_151.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Akan Kami masukkan ke dalam hati orang-orang kafir rasa takut, disebabkan mereka mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah sendiri tidak menurunkan keterangan tentang itu. Tempat kembali mereka ialah neraka; dan itulah seburuk-buruk tempat tinggal bagi orang-orang dzalim.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Ali Imran: 151)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Allah SWT berfirman menjelaskan tentang kesudahan orang-orang kafir musyrik yang menyamakan tuhan-tuhan mereka dengan Allah, Tuhan semesta alam:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiZv613UCH5ykia2tRpqoYTm_PqVaD9z9ko4sQ-n8g97BlNb1VppxyVBJRvdNtRZd8GvpOU3DrvMui3M00sU76OkbB1Kb0W0H9q-4OWZLpJUspINpSyOiBw83YMwxscdRErNQs64e0mJic/s1600/2-2_17_QS_Asy-Syuara_94-98.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Maka mereka (sembahan-sembahan itu) dijungkirkan ke dalam neraka bersama-sama orang-orang yang sesat, dan bala tentara iblis semuanya. Mereka berkata sedang mereka bertengkar di daam neraka: Demi Allah; sungguh kami dahulu (di dunia) dalam kesesatan yang nyata, karena kita mempersamakan kamu dengan Tuhan semesta alam.”&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Asy-Syu’ara’: 94-98)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#ff0000;font-family:Georgia;font-size:14px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;d. Orang-orang Murtad&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Oarang-orang yang murtad atau keluar dari Islam, sampai mati dalam kemurtadannya, maka mereka termasuk dalam golongan yang kekal di dalam neraka. Allah SWT berfirman:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Barang siapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka amal mereka menjadi sia-sia di dunia dan akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Baqarah: 217)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Demikianlah golongan penghuni neraka yang bersifat abadi, kekal selama-lamnya, sebagaimana yang disebutkan di dalam ayat-ayat Al-Qur’an. Mereka itu ialah orang-orang kafir, munafik, musyrik, dan orang-orang yang murtad atau orang yang keluar dari Islam dan mati dalam kemurtadannya. Bagi mereka ini, tak memiliki secerca harapan untuk bisa keluar  dari neraka yang amat pedih siksanya. Apapun yang mereka miliki selama di dunia tak ada sedikit pun yang dapat menolak siksa Allah dan tidak pula meringankannya, baik harta benda maupun anak-anak mereka.&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;Na’udzu billahi min dzalik.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#00ff00;font-family:Georgia;font-size:16px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;2. Golongan yang Tidak Kekal di Dalam Neraka&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/iwan.lemabang/" target="_blank"&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhRk9vU4z5PMQI3madUCCzMuOm1mziEOSFbtR3pco4-gN71_fIgilJEpTXfe07gnCd3sO2dPRQ0xiVghWAKCRbZJB_q6Mt4uXApJ_bv_iCXjgRliIFGbfZc3OGSbF5ty_d5ltscEEGGGZlP/s1600/Iwan_Lemabang.jpg" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" width="180" height="180" style="clear:right; float:right; margin-left:1em; margin-bottom:1em" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang termasuk dalam kategori kelompok ini ialah orang-orang yang beriman dan ahli tauhid yang berbuat dosa, hingga mati dengan membawa banyak dosa. Jika orang beriman yang banyak melakukan dosa semasa hidupnya, lal mati dengan banyak dosa, sampai amal ketika amal perbuatannya itu ditimbang dan ternyata keburukannya lebih banyak daripada kebaikannya, maka ia akan dimasukkan ke dalam neraka terlebih dahulu sebagai balasan atas dosa-dosanya. Mengenai berapa lama mereka disiksa di daam neraka, hanyalah Allah Yang Maha Tahu. Yang jelas setiap orang akan mendapatkan balasan yang seimbang dengan amal perbuatannya.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Bagi penduduk neraka yang tergolong orang beriman, karena semasa hidupnya selalu bergelimang dosa, tetapi ia pernah mengucapkan&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;Laa illaaha illallaah&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;secara ikhlas dari dalam hatinya, sedangkan ia tidak mati dalam keadaan murtad dan tidak pula kafir, maka baginya masih ada harapan untuk keluar dari neraka.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Selama orang yang mendekam di neraka itu pernah mengucapkan kalimat tauhid dan pernah mengingat Allah SWT baginya masih ada harapan untuk keluar dari neraka. Perhatikan hadits riwayat Imam Tirmidzi berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Allah SWT berfirman pada hari kiamat: Keluarkanlah dari neraka orang yang pernah mengingat Aku pada suatu hari atau orang yang pernah takut kepada-Ku di suatu tempat.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(HR. Tirmidzi)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Nabi SAW juga bersabda:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Barangsiapa yang mengucapkan Laa illaaha illallaah, secara ikhlas di dalam hatinya, maka ia akan masuk surga.”&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Penghuni neraka yang tergolong orang beriman yang semasa hidupnya  selalu berlumuran dengan noda dan dosa, tetapi dalam saat-saat tertentu dia pernah berdzikir dan mengingat Allah serta takut kepada-Nya, maka masih ada harapan untuk bisa keluar dari siksa neraka berkat keagungan dan rahmat Allah, seperti dijelaskan dalam hadits berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt;  &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Keluarkanlah dari neraka orang yang pernah mengingat Aku pada suatu hari atau orang yang pernah takut kepada-Ku di tempat keberadaannya.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(HR. Tirmidzi)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Mengenai keberadaan orang yang beriman di dalam neraka, lalu dikelurkan daripadanya sebab kebaikan yang pernah ia lakukan walau hanya sedikit, juga dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Akan keluar dari neraka orang yang mengatakan Laa illahaa illallaah, dan di dalam hatinya ada seberat sya’irah (kacang) dari kebaikan. Dan akan keluar dari neraka orang yang mengatakan Laa illahaa illallaah, dan di dalam hatinya terdapat kebaikan seberat gandum. Dan akan keluar dari neraka orang yang mengatakan Laa illaaha illallaah, dan dalam hatinya ada kebaikan walaupun seberat dzarrah (atom).”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(HR. Bukhari dan Mulim)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Iyulah golongan penghuni neraka yang berpeluang untuk dikeluarkan dan selamat dari siksa neraka, kemudian di masukkan ke dalam surga berkat rahmat dan anugerah Allah SWT. Walaupun begitu janganlah kita menganggap ringan, dengan mengatakan, biarlah masuk neraka dulu, akhirnya juga akan masuk surga. Karena siksa neraka teramat pedih buat kita orang yang beriman. Untuk itu usaha terus menerus menjaga serta memelihara diri dan keluarga dari siksa api neraka adalah mutlak dilakukan bagi orang yang beriman, agar tidak tersentuh panas pedihnya api neraka.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#ff1493;font-family:Georgia;font-size:16px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;C. Neraka Penuh Penghuni, Mayoritas Perempuan, Mengapa?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Banyak ayat-ayat Al-Qur’an yang menunjukkan tentang banyaknya penghuni neraka. Bahkan neraka yang begitu luas dan dalam, sebagaimana telah disebutkan d atas, penuh oleh penghuni. Berdesak-desakannya penghuni dalam suatu tempat, tentu akan menambah suasana tidak nyaman, dan memang neraka bukan tempat kenyamanan, tetapi penuh dengan aneka siksa yang sangat pedih dan menyayat hati. Terpenuhinya neraka itu, sebagaimana disebutkan dalam firman Allah SWT berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/2-3_1_qs_yusuf_103.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Dan sebagian besar manusia tidak akan beriman walaupun kamu sangat menginginkannya.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Yusuf: 103)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Dan yang demikian itu juga merupakan bukti nyata atas kerja keras iblis dalam melancarkan aksinya, untuk menyeret manusia ke dalam neraka. Sebagaimana yang diungkapkan dalam ayat berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/2-3_2_qs_saba_20.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br/ &gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Dan sesungguhnya iblis telah dapat membuktikan kebenaran sangkaannya terhadap mereka, lalu mereka mengikutinya, kecuali sebagian orang-orang yang beriman.”&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Saba’: 20)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/2-3_3_qs_shaad_85.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br/ &gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Allah SWT berkata kepada iblis: Sesungguhnya Aku pasti akan memenuhi neraka Jahannam dengan jenis kamu dan dengan orang-orang yang mengikuti kamu di antara mereka semua.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Shaad: 85)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Ketika kita memperhatikan realitas sejarah para Rasul terdahulu, mereka minim pengikut, sebagian besar dari manusia menolak dakwah dan ajakan para Rasul yang diutus oleh Allah SWT kepada mereka. Sehingga di antara para Rasul itu, ada yang hanya mendapatkan satu atau dua orang pengikut, bakan ada yang tidak mempunyai pengikut. Sebagaimana yang disebutkan dalam hadits Ibnu Abbas, bahwa Nabi SAW bersabda:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Ditunjukkan kepadaku bebeapa umat, maka kulihat nabi yang pengikutnya hanya beberapa orang, ada nabi yang pengikutnya hanya seorang, ada yang pengikutnya dua orang, dan ada nabi yang tidak mempunyai pengikut . . . .”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(HR. Muslim)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Di samping keterangan di atas, yang menyebabkan banyaknya manusia masuk ke dalam neraka adalah karena mereka menuruti hawa nafsu. Betapa banyak orang yang meperturutkan hawa nafsunya untuk mencapai keinginannya, tanpa mengindahkan syariat Allah SWT. Di samping itu manusia mengikuti jejak orangtua dan nenek moyangnya yang bertentangan dengan syariat Allah. Sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah SWT berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/2-3_4_qs_az-zukhuruf_23-24.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Dan demikianlah, Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang pemberi Peringatan pun dalam suatu negeri, melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata: Sesungguhnya kami mendapatkan bapak-bapak kami menganut suatu agama dan sesungguhnya kami adalah mengikuti jejak-jejak mereka. (Rasul itu) berkata: Apakah (kamu akan mengikuti juga) sekalipun aku membawa untukmu (agama) yang lebih (nyata) memberi petunjuk daripada apa yang kamu dapati bapak-bapakmu menganutnya? Mereka menjawab: Sesungguhnya kami mengingkari agama yang kamu diutus untuk menyampaikannya.”&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Az-Zukhuruf: 23-24)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Sebagian besar penghuni neraka itu adalah wanita. Sebagaimana dijelaskan dalam hadits, dari Usamah bin Zaid, bahwa Rasulullah SAW bersabda:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Dan aku berdiri di depan pintu neraka, ternyata kebanyakan yang memasukinya adalah kaum wanita.”&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Menurut riwayat dari Ibnu Abbas, bahwa Nabi SAW bersabda dalam khutbah shalat gerhana matahari:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br/ &gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Aku melihat neraka dan kulihat sebagian besar penghuninya adalah kaum wanita.”&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br/ &gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Wanita menjadi penghuni mayoritas neraka, dan sedikit di antara mereka yang menjadi penghuni surga, mengapa?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Di dalam&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;Tadzkirah&lt;/a&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;-nya Imam Al Qurthubi, dijelaskan bahwa banyaknya wanita yang menjadi penghuni neraka itu, karena mereka lebih dikuasai hawa nafsu dan lebih memiliki kecenderungan kepada kesenangan dunia yang bersifat fana dan tipuan belaka. Secara umum wanita memiliki akal yang kurang dan kecenderungan hawa nafsu lebih mendominasi dirnya, sehingga pandangan mata hatinya sulit menembus kepentingan jangka panjang di akhirat. Mereka lemah untk melakukan amalan akhirat dan mempersiapkan bekal bagi kepentingan kehidupan akhirat. Mereka lebih condong kepada kenikmatan duniawi dan suka berhias demi keuntungan dan kesenangan dunia. Kepentingan jangka pendek terhadap kesenangan dan perhiasan dunia yang mendominasi dirinya, membuat banyak lelaki terjerat olehnya sehingga memperturutkan hawa nafsunya, dan meninggalkan kepentingan akhirat.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Hal lain, yang menjadi sebab utama banyaknya wanita masuk neraka adalah karena mereka tidak pandai bersyukur, lebih sering mengumpat dan mengingkari kebaikan suami. Itulah sebabnya, Nabi SAW memerintahkan kepada kaum wanita agar memperbanyak sedekah, sebagaimana dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan dari Abi Said Al-Khudri dari Nabi SAW, bahwa beliau bersabda:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Hai  para wanita, banyak-banyalah bersedekah, karena aku melihat sebagian besar penghuni neraka adalah kaum wanita. Mereka berkata: Mengapa bisa begitu, ya Rasulullah? Nabi SAW menjawab: Kalian banyak mengumpat dan mengingkari kebaikan suami.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(HR. Bukhari dan Muslim)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#ff1493;font-family:Georgia;font-size:16px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;D. Aneka Macam Siksaan Penghuni Neraka&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Sebagai tempat mengurung, memenjarakan dan menyiksa para musuh dan penentang Allah dan Rasul-Nya, neraka dipenuhi dengan segala macam siksaan yang sangat pedih. Siksaan itu menghancur luluhkan seluruh tubuh mereka, namun setiap kali mereka hancur, maka diganti lagi dengan kulit yang lain, agar mereka benar-benar merasakan siksa yang amat pedih. Allah SWT berfirman:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/2-3_5_qs_an-nisa_56.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt;  &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka, setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan adzab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. An-Nisa’: 56)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Siksaan itu sudah sedemikian pedihnya disaat mereka dihalau dan diseret ke dalam neraka. Ketika mereka tiba di depan pintu-pintu neraka, Malaikat Zabaniah (malaikat-malaikat yang bertugas menyiksa penduduk neraka) telah siap siaga dengan garang kejamnya. Para malaikat itu bersiaga dengan membawa rantai-rantai dan belenggu serta cambuk-cambuk dari besi neraka. Lalu rantai-rantai itu diikatkan pada tangan-tangan, kaki-kaki dan leher-leher mereka, kemudian mereka diseret dengan penuh kehinaan dan kepedihan, lalu dilemparkan ke dalam neraka yang apinya bergejolak menyala-nyala dengan dahsyatnya.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Hamparan lautan api yang berkobar-kobar tiada pernah padam menyambar dan melumatkan mereka. Segala macam siksaan ditimpakan kepada mereka, seluruh tubuh mereka terbakar oleh api neraka, para malaikat mencambuk dan memukuli dengan cambuk dan palu besi yang membara, keganasan hewan-hewan neraka menggerogoti dan menyengat para penghuni neraka dengan penuh kehinaan dan kepedihan.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#ff0000;font-family:Georgia;font-size:14px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;1. Belenggu, Rantai dan Cambuk Penyiksa yang Membara&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Para penghuni neraka itu terbelenggu dan terpancang pada pohon zaqqum di dalam neraka, api neraka masuk dari duburnya terus menyala-nyala keluar dari mulutnya, kedua telinganya dan dari kedua matanya. Mereka bergandengan dengan setan dalam satu rantai dan belenggu yang digantungkan dengan lisannya, sehingga otaknya mendidih, meleleh dan mengalir dari kedua hidungnya.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Malaikat penjaga neraka membelenggu tangan dan lehernya dengan belenggu dari rantai neraka yang membara dan menyala, kemudian menyeretnya ke dalam neraka, mengikatkannya pada tiang-tiang panjang dalam lautan api neraka, lalu dituangkan di atas kepalanya air panas yang mendidih. Allah SWT berfirman:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Dan firman Allah SWT:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/2-3_6_qs_al-haqqah_321.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta.”&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Haqqah: 32)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/2-3_7_qs_al-mumin_71-72.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Dengan rantai-rantai neraka itulah, penduduk neraka diseret ke dalam neraka, lalu dibakar di dalamnya. Allah SWT berfirman:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Ketika belenggu dan rantai dipasang di leher mereka, seraya mereka diseret ke dalam air yang sangat panas, kemudian mereka dibakar dalam api.”&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Mu’min: 71-72)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Mereka dibelenggu dan ditahan di dalam neraka. Allah SWT berfirman:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/2-3_8_qs_al-muzammil_11-13.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Dan biarkanlah Aku (saja) bertindak terhadap orang-orang yang mendustakan itu, orang-orang yang mempunyai kemewahan dan beri tangguhlah mereka sebentar. Karena sesungguhnya pada sisi Kami ada belenggu-belenggu yang berat dan nereka yang menyala-nyala. Dan makanan yang menyumbat di kerongkongan dan adzab yang pedih.”&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Muzammil: 11-13)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Mereka dipukul dengan cambuk-cambuk dari besi yang membara. Allah SWT berfirman:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://mutiaraillahiyah.files.wordpress.com/2014/11/2-3_9_qs_al-hajj_21.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Dan untuk mereka cambuk-cambuk dari besi.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Hajj: 21)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#0000ff;font-family:Georgia;font-size:14px;text-decoration:nonefont-weight:bold;"&gt;Sumber: Judul Buku: Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka&lt;br /&gt;Penyusun: Moh Samsi Hasan&lt;/a&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhRk9vU4z5PMQI3madUCCzMuOm1mziEOSFbtR3pco4-gN71_fIgilJEpTXfe07gnCd3sO2dPRQ0xiVghWAKCRbZJB_q6Mt4uXApJ_bv_iCXjgRliIFGbfZc3OGSbF5ty_d5ltscEEGGGZlP/s72-c/Iwan_Lemabang.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka (Bag. 2)</title><link>http://mutiaraillahiyah.blogspot.com/2014/11/kedahsyatan-siksaan-dan-rintihan-para_15.html</link><category>Pustaka Islam</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sat, 15 Nov 2014 07:06:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-359975961192298472.post-1457725287579335528</guid><description>&lt;img src="http://iwandj.files.wordpress.com/2008/11/bismilah2-1.gif" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | Iwan Collection's | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" width="580" height="100" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;font color="red"&gt;___________________________________________________________________________&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a style="color:#0000ff;font-family:Georgia;font-size:20px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;II. Para Penghuni Neraka dan Aneka Macam Siksaannya&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;font color="red"&gt;___________________________________________________________________________&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#ff1493;font-family:Georgia;font-size:18px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;A. Orang-orang yang Sudah Pasti Masuk Neraka, Siapa Mereka?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/iwan.lemabang/" target="_blank"&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhRk9vU4z5PMQI3madUCCzMuOm1mziEOSFbtR3pco4-gN71_fIgilJEpTXfe07gnCd3sO2dPRQ0xiVghWAKCRbZJB_q6Mt4uXApJ_bv_iCXjgRliIFGbfZc3OGSbF5ty_d5ltscEEGGGZlP/s1600/Iwan_Lemabang.jpg" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" width="180" height="180" style="clear:right; float:right; margin-left:1em; margin-bottom:1em" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Ada beberapa orang yang sudah dinyatakan secara pasti sebagai penghuni neraka. Nama-nama mereka sudah disebut di dalam&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;nash&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;secara pasti sebagai penduduk neraka. Siapakah mereka itu? Berikut inilah nama-nama mereka, yaitu:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#ff0000;font-family:Georgia;font-size:14px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;1. Qabil&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Qabil adalah salah satu putera Nabi Adam, yang merupakan saudara dari Habil. Mengapa Qabil sampai dinash sebagai orang yang menjadi penghuni neraka? Apa dosa yang telah diperbuatnya? Kisah singkatnya, ketika Nabi Adam mendapatkan perintah dari Allah agar memerintahkan pada kedua anaknya itu untuk mengadakan kurban dari hasil usaha yang terbaik. Keduanya lalu melakukan kurban dari hasil usahanya. Habil mempersembahkan kurban dengan memilih yang terbaik yang terbaik dari hasil peternakannya. Sementara Qabil berkurban dengan memilih yang terjelek dari hasil pertaniannya. Akhirnya Allah hanya menerima kurban yang dipersembahkan oleh Habil, sedangkan kurban Qabil ditolak dan tidak diterima. Dari peristiwa inilah, Qabil menaruh dendam kepada saudaranya, Habil. Hingga akhirnya Qabil sampai hati membunuh Habil saudaranya sendiri itu. Maka jadilah ia sebagai orang yang pertama kali melakukan pembunuhan di muka bumi ini.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Karena perbuatannya itu Qabil menanggung dua dosa besar, yaitu dosa tidak mengindahkan perintah Allah untuk berkurban, dan dosa pembunuhan atas saudaranya sendiri. Itulah sebabnya, maka Qabil disebutkan di dalam Al-Qur’an sebagai orang yang akan menjadi penghuni neraka. Sebagaimana yang diungkapkan dalam ayat berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEif6yszxnFT2qmmlVk1lyvLlCfyegh1aK_KXZHBMvL3AQ8ZM5Qa9YfD4vyB67fEhFfKZjswU2mxrAbyOHsQEM1f6oeHzw3Q3kSa__XpBLRFlBCAmCumVd3Oq9spQ__voInEPdl9mGSXUBg/s1600/2_1_QS_Al-Maidah_29.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Sesungguhnya aku ingin agar kamu kembali dengan (membawa) dosa (membunuh)ku dan dosamu sendiri, maka kamu akan menjadi penghuni neraka, dan yang demikian itulah pembalasan bagi orang-orang yang dzalim.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Maidah: 29)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;untuk mengetahui selengkapnya, sebagaimana yang dikisahkan dalam surat Al-Maidah, sebagai berikut:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh6UKMr5BN4IFr2kjsMnztQnUTAccD0mrHo0-gcsnt1Hi7L9u5n5pMKK2Qw7wvbUDH9PnqU947rRWmPmqpu5-c-3W7CGQgTJlJsg4TKV5xPeoWLDtJSR87KSyuLaR942gjVAlBeQ3PDgO8/s1600/2_2_QS_Al-Maidah_27-31.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putra Adam (Habil dan Kabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahakan kurban, maka diterimalah dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Kabil). Ia berkata (Kabil): Aku pasti membunuhmu. Berkata Habil: Sesungguhnya Allah hanya menerima (kurban) dari orang-orang yang bertakwa. Sesungguhnya kalau kamu menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku sekai-kali tidak tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. Sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan seru sekalian alam. Sesungguhnya aku ingin agar kamu kembali dengan (membawa) dosa (membunuh)ku dan dosamu sendiri, maka kamu akan menjadi penghuni neraka, dan yang demikian itulah pembalasan bagi orang-orang yang dzalim. Maka hawa nafsu Qabil menjadikannya menganggapnya mudah membunuh saudaranya (Habil), sebab itu dibunuhnyalah, maka jadilah ia seorang di antara orang-orang yang merugi. Kemudian Allah menyuruh seekor burung gagak menggali-gali di bumi untuk memperlihatakan kepadanya (Qabil) bagaimana dia seharusnya menguburkan mayat saudaranya. Berkata Qabil: Aduh celaka aku, mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, lalu aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini? Karena itu jadilah dia di antara orang-orang yang menyesal.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Maidah: 27-31)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#ff0000;font-family:Georgia;font-size:14px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;2. Istri Nabi Nuh dan  Istri Nabi Luth&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Istri Nabi Nuh dan istri Nabi Luth adalah dua wanita yang telah dinyatakan di dalam Al-Qur’an sebagai penghuni neraka. Dua wanita tersebut, tidak mengikuti ajaran yang dibawa oleh suaminya,. Nabi Nuh dan Nabi Luth. Bahkan keduanya menentang dan menjadi penghalang dakwah suaminya. Kedua wanita itu berkhianat kepada suaminya dan membelot dari ajaran Allah yang dibawa suaminya. Itulah sebabnya, maka kedua wanita istri Nabi itu di&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;nash&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;di dalam Al-Qur’an sebagai penghuni neraka, sebagaimana yang disebutkan dalam ayat berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjmcUgD3RNqF5AQfPhRsUa-Id_GJJvju75Nyp4ndn9D6OGWbHpaSAKKjRRi1NZeJ1xtAEaMAEHTKEHpnHq92jgV9CJ3zmtHvnjIW6HxpKFtJqHmE2tIILs2bl4gHXZ6H-jq3jWdJNlvMM0/s1600/2_3_QS_At-Tahrim_10.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Allah membuat istri Nuh dan istri Luth perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya di bawah pengawasan dua orang hamba Allah yang shaleh di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua istri itu berkhianat kepada kedua suaminya, maka kedua suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikit pun dari (siksa) Allah; dan dikatakan (kepada keduanya): Masuklah ke neraka bersama orang-orang yang masuk (neraka).”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. At-Tahrim: 10)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Meskipun kedua wanita itu istri Nabi, tetapi kedua suaminya tetap tidak bisa melakukan pembelaan kepadanya dari siksa neraka. Karena masing-masing dari keduanya telah berkhianat kepada kedua suaminya yang telah diangkat Allah sebagai Nabi dengan membawa ajaran agama tauhid. Hal itu berarti kedua wanita itu menentang Allah SWT dan menjadi musuh-Nya. Maka kedua wanita itu dinyatakan sebagai penduduk neraka.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#ff0000;font-family:Georgia;font-size:14px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;3. Kan’an&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Kan’an merupakan putera Nabi Nuh AS tetapi ia tidak beriman kepada Allah dan menentang seruan Nabi Nuh. Ia termasuk golongan orang-orang kafir, maka ia ditenggelamkan oleh Allah bersama orang-orang kafir lainnya yang menentang ajakan Nabi Nuh AS untuk menyembah Allah SWT. Sekali pun Kan’an putera seorang Nabi, tetapi sang ayah yang menjadi Nabi itu tidak dapat menyelamatkannya dari adzab Allah, karena kekafirannya itulah yang menjadi penghalang.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Al-Qur’an mengisahkan mengenai Kan’an putera Nabi Nuh yang kafir itu, sebagai orang yang celaka dan diadzab oleh Allah SWT seperti dalam ayat-ayat berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg7LF0K2-TFOXSGqQEMZ0HMBNFf90wL8ynsuRi7QZiJPFwiM_BAprAlYdN3W3oetY_OpWfJo7xbUsUAR3K3TQPAwb8u8Yz1qMYmgfC0QRlPNDdxQYSHRi6QEYVNogayICZoEqsmHoxNVik/s1600/2_4_QS_Hud_41-48.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Dan Nih berkata: Naiklah kamu sekalian ke dalamnya dengan menyebut nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya. Sesungguhnya Tuhanku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan bahtera itu berlayar membawa mereka dalam gelombang laksana gunung. Dan Nuh memanggil anaknya – sedang anak itu berada di tempat yang jauh terpencil – : Hai anakku naiklah (ke kapal) bersama kami dan janganlah kamu berada bersama-sama orang-orang yang kafir. Anaknya menjawab: Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah! Nuh berkata: Tidak ada yang melindungi hari ini dari adzab Allah selain Allah (saja) Yang Maha Penyayang. Dan gelombang menjadi penghalang antara keduanya; maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan. Dan difirmankan: Hai bumi telanlah airmu, dan hai langit (hujan) berhentilah, dan air pun disurutkan, perintahpun diselesaikan dan bahtera itu pun berlabuh di atas Bukit Judi, dan dikatakan: Binasalah orang-orang yang dzalim. Dan Nuh berseru kepada Tuhannya sambil berkata: Ya Tuhanku, sesungguhnya anakku termasuk keluargaku dan sesungguhnya janji Engkau itulah yang benar. Dan Engkau adalah Hakim yang seadil-adilnya. Allah berfirman: Hai Nuh, sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu (yang dijanjikan akan diselamatkan), sesungguhnya (perbuatan)nya perbuatan yang tidak baik. Sebab itu janganlah kamu memohon kepada-Ku sesuatu yang kamu tidak mengetahui (hakekat)nya. Sesungguhnya Aku memperingatkan kepadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang tidak berpengetahuan. Nuh berkata: Ya Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari memohon kepada Engkau sesuatu yang aku tidak mengetahui (hakekat)nya. Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun kepadaku, dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk oang-orang yang merugi. Difirmankan: Hai Nuh, turunlah dengan selamat sejahtera dan penuh keberkatan dari Kami atasmu dan atas umat-umat (yang mukmin) dan orang-orang yang bersamamu. Dan ada (pula) umat-umat yang Kami beri kesenangan pada mereka (dalam kehidupan dunia), kemudian mereka akan ditimpa adzab yang pedih dari Kami.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Hud: 41-48)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#ff0000;font-family:Georgia;font-size:14px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;4. Azar&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Kalau Qabil dan Kan’an adalah putera Nabi yang dadzab, maka Azar adalah ayah dari seorang Nabi yang menjadi kekasih Allah, yaitu Nabi Ibrahim. Sekali pun Azar merupakan ayah Nabi Ibrahim, tetapi ia tidak beriman keada Allah dan tidak pula mengikuti apa yang diperintahkan oleh Ibrahim, anaknya itu. Azar adalah seorang pembuat patung-patung atau berhala-berhala yang dijadikan sebagai tuhan dan disembah.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Azar tidak beriman kepada Allah dan tidak pula mengikuti kepada Nabi Ibrahim. Ia tetap memilih dalam kesesatannya yang nyata dengan menyembah berhala-berhala yang ia buat sendiri yang tidak bisa memberikan suatu manfaat apapun dan tidak pula kemudharatan. Itulah sebabnya, maka ia dinyatakan sebagai orang yang akan masuk ke dalam neraka. Allah SWT berfirman:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhow0c9jzH13LmLqDgDYrCalcMrYvQa49ykoXNTDc17D_MdfdR1qOXjmrKfWZ5WUBJeE1cvWP2Oph7pOfMqZF4to_xjrpPNsoAZynnx7pxUvX6bBzPnhRhIlsoSeouvrbulSsXf5WP51xg/s1600/2_5_QS_Al-Anam_74.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Dan (ingatlah) di waktu Ibrahim berkata kepada bapaknya, Azar: Pantaskah kamu menjadikan berhala-berhala sebagai tuhan-tuhan? Sesungguhnya aku melihat kamu dan kaummu dalam kesesatan yang nyata.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-An’am: 74)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Nabi Ibrahim tidak bisa menyelamatkan Azar, meskipun ia ayahnya sendiri. Istighfar yang dimohonkan kepada Allah untuk ayahnya tidaklah berguna, karena ayahnya yang menjadi pembuat berhala-berhala yang ijadikan sebagai tuhan itu, benar-benar menjadi mush Allah. Maka Ibrahim berlepas diri daripadanya, sebagaimana dikisahkan dalam ayat berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh1EA-41o7aqdoFxii816A3KkvIfR2MJMX8NgyCqpFQTtu7oYDxBdMTg6TiyZ52cwtun-WKFKykyPvkvvR5BZFNcV9JsDPFcf346kkA3dHXiZy1UWoN9Snjc9HIndd6-EKJqohsfi2eIvA/s1600/2_6_QS_At-Taubah_113-114.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Tidaklah sepatutunya bagi nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampunan (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu kaum kerabat(nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu, adalah penghuni neraka Jahannam. Dan permintaan ampun dari Ibrahim (kepada Allah) untuk bapaknya, tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah diikrarkannya kepada bapaknya itu. Maka tatkala jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya itu adalah musuh Allah, maka Ibrahim berlepas daripadanya. Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantun.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. At-Taubah: 113-114)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#ff0000;font-family:Georgia;font-size:14px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;5. Namrudz&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Namrudz adalah seorang raja Babilonia yang menganut agama Thanghut, menyembah patung dan berhala. Ia berkuasa di masa Nabi Ibrahim AS. Dengan ajaran tauhid yang dibawanya, Nabi Ibrahim menyerukan dan mengajak Namrudz dan para pengikutnya untuk meninggalkan patung dan berhala, dan hanya menyembah kepada Allah SWT semata.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br/ &gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Namrudz tidak beriman kepada Allah dan selalu menentang ajaran ke-Tuhanan yang disampaikan oleh Nabi Ibrahim. Penantangan kepada Nabi Ibrahim dan ajaran ke-Tuhanan yang dibawanya, sebagaimana yang disebutkan dalam Al-Qur’an, sebagai berikut:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjWeFkGmA2r0f_fOWfoGUA9o8QupoCz5RBDdvEvOKlHnFu__PJt_CiEUtq8Hi58A6GPbjJFa9E7XAukWBAnQC315tqYkrfCJDwYQFubmJxjHdKHSsYTWYxMelj02HjojTNdA5M0hg1fiS4/s1600/2_7_QS_Al-Baqarah_258.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Apakah kamu tidak memperhatikan orang (yaitu Namrudz raja Babilonia) yang mendebat Ibrahim tentang Tuhannya (Allah) karena Allah telah memberikan kepada orang itu pemerintahan (kekuasaan). Ketika Ibrahim mengatakan: Tuhanku ialah yang menghidupkan dan mematikan. Orang itu berkata: Saya dapat menghidupkan dan mematikan. Ibrahim berkata: Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah dia dari arah barat. Lalu terdiamlah orang kafir itu; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang dzalim.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Baqarah: 258)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Namrudz, sabagai seorang raja yang merasa takut kekuasaannya akan tergusur dan musnah oleh Ibrahim, dengan gaya kesombongannya dia menyatakan di hadapan Ibrahim bahwa dirinya juga mampu menghidupkan dan mematikan manusia. Untuk membuktikan pernyataannya itu ia lalu mendatangkan dua orang budak, kemudian yang satu dari keduanya itu ia bunuh dan yang lainnya a biarkan hidup. Itulah yang dimaksudkan dengan pernyataannya bahwa ia dapat menghidupkan dan mematikan. Betapa kerdilnya argumentasi Namrudz itu, dengan membunuh orang dia berkata bisa mematikan, dan dengan membiarkan hidup dia berkata bisa menghidupkan. Dari logika mana argumentasi itu bisa diterima? Setiap orang yang berakal waras tidak akan bisa menerima argumentasi itu.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Maka dengan berbagai cara Namrudz senantiasa berusaha untuk melumpuhkan dan mematahkan dakwah Nabi Ibrahim. Puncak kemarahannya kepada Nabi Ibrahim, ia memerintahkan untuk membakar hidup-hidup Nabi Ibrahim. Sebagaimana dikisahkan dalam firman Allah SWT berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjFsa4aVWpg4TBTtNEjDQ8CxT9mQ_oweoHTTuh_jC4J6Pg0AWFMBBe4B92MzsXqG7eQnFb6yXctbKT_T4WCCaVnSmBWpPkyFBMem_YuUo2Y2e8GQNYr7zcpH-KcYuncM5TiflAxIwZ5dkI/s1600/2_8_QS_Al-Anbiya_56-70.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Ibrahim berkata: Sebenarnya Tuhan kamu ialah Tuhan langit dan bumi yang telah menciptakannya; dan aku termasuk orang-orang yang dapat memberikan bukti yang atas demikian itu. Demi Allah, sesungguhnya aku akan melakukan tipu daya terhadap berhala-berhalamu sesudah kamu pergi meninggalkannya. Maka Ibrahim membuat berhala-berhala itu hancur berpotong-potong, kecuali yang terbesar (induk) dari patung-patung yang lain; agar mereka kembali (untuk bertanya) kepadanya. Mereka berkata: Siapakah yang melakukan perbuatan ini terhadap tuhan-tuhan kami, sesungguhnya dia termasuk oran-orang yang dzalim? Mereka berkata: Kami dengar ada seorang pemuda yang mencela berhala-berhala ini yang bernama Ibrahim. Mereka berkata: (Kalau demikian) bawalah dia ke hadapan orang banyak agar mereka menyaksikan. Mereka bertanya: Apakah kamu yang melakukan perbuatan ini terhadap tuhan-tuhan kami, hai Ibrahim? Ibrahim menjawab: Sebenarnya patung yang besar itulah yang melakukannya, maka tanyakanlah kepada berhala itu, jika mereka dapat berbicara. Maka mereka telah kembali kepada kesadaran mereka dan lalu berkata: Sesungguhnya kamu sekalian adalah orang-orang yang menganiaya (diri sendiri), kemudian kepala mereka jadi tertunduk (lalu berkata): Sesungguhnya kamu (hai Ibrahim) telah mengetahui bahwa berhala-berhala itu tidak dapat bicara. Ibrahim berkata: Maka mengapa kamu menyembah selain Allah sesuatu yang tidak dapat memberi manfaat sedikit pun dan tidak (pula) memberi mudharat kepada kamu? Ah (celakalah) kamu beserta apa yang kamu sembah selain Allah. Maka apakah kamu tidak memahami? Mereka berkata: Bakarah dia dan bantulah tuhan-tuhan kamu, jika kamu benar-benar hendak bertindak. Kami berfirman: Hai api, menjadi dinginlah dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim. Mereka hendak berbuat makar terhadap Ibrahim, maka Kami menjadikan mereka itu orang-orang yang paling merugi.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Anbiya’: 56-70)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#ff0000;font-family:Georgia;font-size:14px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;6. Fir’aun&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Raja Al-Wahid bin Mas’ub atau Ramses II alias Fir’aun, adalah sebagai seorang raja yang sombong dan mengaku dirinya sebagai tuhan. Dia telah dinyatakan sebagai penghuni neraka. Banyak ayat-ayat Al-Qur’an yang menyebutkan Fir’aun sebagai orang yang menjadi penghuni neraka. Di antaranya firman Allah SWT berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgkpJdqHBapU4kJcQTrHq27vlkOF7gMM0jGZVON1Atzy-huIWXxdyv9beji_wNujoHmdeEhb9wEDd3MNT7J50ulkEA-7NrMuCDmDsLOsj7Q4vBDHv65OOBjFepvE5Ds3b5YDJWLHvOiKBw/s1600/2-1_1_QS_Hud_96-98.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Musa dengan tanda-tanda (kekuasaan) Kami dan mu’jizat yang nyata, kepada Fir’aun dan pemimpin-pemimpin kaumnya, tetapi mereka mengikuti Fir’aun, padahal perintah Fir’aun sekali-kali bukanlah (perintah) yang benar. Ia berjalan di muka kaumnya di hari kiamat, lalu memasukkan mereka ke dalam neraka. Neraka itu seburuk-buruk tempat yang didatangi.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Hud: 96-98)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Sebagai seorang raja Fir’aun berlaku sombong lagi kejam, bahkan ia mengaku dirinya sebagai tuhan. Seperti dijelaskan dalam firman Allah SWT berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgX9MgGce2q6VEY2-G_ST4rA2VCRSQxDwZmhEW9jNMQBtksLrjJLS2Cgd23IvklE5wOkqvlmOSwra7RaNKC2X501EjO44BFgC4RLsZzqpQwxlIs7EfZ4-yn9eClc0GXVPKmhCx3aktXYFU/s1600/2-1_2_QS_Al-Qashash_38-39.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Dan Fir’aun berkata, hai pembesar-pembesar, aku tidak mengetahui ada Tuhan bagi kamu selain aku. Maka bakarlah hai Haman untukku tanah liat, kemudian buatlah untukku bangunan yang tinggi supaya aku naik melihat Tuhan Musa, dan sesungguhnya aku benar-benar yakin bahwa dia termasuk orang-orang dusta. Dan dia (Fir’aun) beserta bala tentaranya berlaku sombong di bumi tanpa alasan yang benar, dan mereka menyangka bahwa sesungguhnya mereka tidak akan dikembalikan kepada Kami.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Qashash: 38-39)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Kesombongan dan kekejaman Fir’aun itu telah diungkapkan dalam Al-Qur’an, seperti dalam ayat berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiIYkOAN3sqS6QVT4rsCRDK7ERz990iv72kUM9yMxBTGn45d_qKXufb5f9rVpRj1Bv79I2ivcvpL7vAfX7HatYoaB_G_sJLZOt0LZmjC5eAf3AkEjoaMbrbolJ71IiilWDUV09P6KiTGPA/s1600/2-1_3_QS_Al-Qashash_4.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Sesungguhnya Fir’aun menyombongkan dirinya di bumi dan membuat pendukungnya berpecah belah. Dia menindas satu golongan dari mereka, menyembelih anak-anak laki-laki dan membiarkan hidup anak-anak perempuan mereka. Sesungguhnya da termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Qashash: 4)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Kedzaliman, kekejaman dan kesewenang-wenangan Fir’aun membuat pengikut Nabi Musa menjadi takut dan cemas. Karena mereka menjadi sasaran utama pembunuhan yang dilakukan oleh rezim Fir’aun. Sehingga tidaklah ada yang beriman kepada Nabi Musa, melainkan dari kaumnya sendiri. Sebagaimana firman Allah SWT berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg76A1dFi4StJy9Iy2jgd_QH6agnTmDxV3vs8vZgRxBAf2YX7KQLd6ox6P2Ag0AwuRL5j2klH0UUMk3cByI_rDJ0xD0ld9TwtcN9FUgd7C20bBQjdWUnr-2Zk_RQBQRafLexVRrkBgvu7M/s1600/2-1_4_QS_Yunus_83.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Maka tidak ada yang beriman kepada Musa melainkan keturunan dari kaumnya (Musa sendiri) dalam ketakutan kepada Fir’aun dan pemuka-pemuka mereka yang akan memfitnah mereka. Sesungguhnya Fir’aun berkuasa di bumi, dn sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang melampaui batas.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Yunus: 83)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Oleh sebab perbuatannya itulah, maka Allah melaknat dan mengadzab Fir’aun dan para pengikutnya baik di dunia maupun di akhirat. Allah menghancurkan kekuasaan Fir’aun  di dunia beserta para pendukungnya dengan menenggelamkannya di dalam laut. Dan di akhirat Fir’aun berjalan di depan para pendukungnya menuju dan masuk ke dalam neraka untuk dipenjara dan diadzab di dalamnya. Allah SWT berfirman:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjtGwajiHTBTHH0cHjaFowW3LZ5rnMTfbKaUJMaQ_DxmBuO9ijnEDA6_I_-C1GkPS_LyrAyoThAIIjmInWhp8FPijrGbMw4izjK2zs41YeR_9Dy1AR3Fdjrfche-23kiOv9P0w4L7OKfsY/s1600/2-1_5_QS_Al-Qashash_40.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Maka Kami (Allah) mengadzabnya beserta bala tentaranya lalu Kami lemparkan mereka ke dalam laut. Maka perhatikanlah bagaimana jadinya kesudahan orang-orang yang dzalim.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Qashash: 40)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#ff0000;font-family:Georgia;font-size:14px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;7. Qarun&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Qarun adalah seorang anak dari paman Nabi Musa AS yang dikaruniai kekayaan yang berlimpah ruah, tidak ada yang dapat menandingi kekayaannya. Qarun termasuk orang yang sombong dan durhaka, ia tidak mengakui bahwa kekayaan yang berlimpah ruah itu adalah anugerah dari Allah. Tetapi dia menyatakan bahwa kekayaan yang dimilikinya itu semata-mata hasil dari kerja keras dan kepandaiannya dalam berniaga, bukan anugerah dari Allah. Allah SWT berfirman:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjqylm66T0VJ940_NpFplEvZIUkXYOS_dtgocsv3a2lBzOT-Hk2djhB3EMhNAbgr1Omf6VaC5hRjBWrEnlmxa51YCiigdqIeLW7QCy36F50cRC6LVpJsIPejQg9FuzN7alvYie-JSpgs4w/s1600/2-1_6_QS_Al-Qashash_76.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Sesungguhnya Qarun adalah termasuk kaum Musa, maka ia berlaku aniaya terhadap mereka, dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya: Janganlah kamu terlalu bangga; sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Qashash: 76)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Dan firman Allah SWT:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjaVWXjj3GlKGWMubHhw5foEQchVmrAtTyemEdOpim-7s-cBMKQCtuXxj1IPTtOA69Nrhm5LmkOyrqsqUGTFv2CWVD5brmfDFphyphenhyphenTW8G7ikPGVBEQoK6JIe5GaC4RTb7TPkXlDiDq4edNU/s1600/2-1_7_QS_Al-Qashash_78.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Qarun berkata: Sesungguhnya aku diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku. Dan apakah dia tidak mengetahui, bahwasanya Allah sungguh telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat daripadanya, dan lebih banyak mengumpulkan harta? Dan tidaklah perlu ditanya kepada orang-orang yang berdosa itu, tentang dosa-dosa mereka.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Qashash: 78)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Qarun sebagai orang kaya yang tak tertandingi di zamannya, ia menjadi sombong dan bakhil serta menentang pada ajaran Nabi Musa. Maka kekayaan yang dimilikinya itu tidak membuatnya bahagia dan beruntung, tetapi justru kekayaannya itu menghancurkan dirinya dan membuatnya celaka. Di dunia, ia dan seluruh harta kekayaannya ditelan oleh bumi atas perintah Allah SWT, dan di akhirat ia menjadi orang yang celaka, tanpa seorang penolong. Harta kekayaannya yang dipamer-pamerkan dan dibangga-banggakan itu, sedikitpun tidak dapat menyelamatkannya dari adzab Allah SWT. Sebagaimana dijelaskan dalam ayat berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh4DW0-w_rKWw6IBdlayrnDJmjoXBG1uF9WRT9ZIKXo2imoNKtaatDrDlMhGMAYzk3Mhg-ymlYbRYHlZHNUdE607Y45WOWSAZ3Snb0oDIwt-NOaZZmq2TslyWn_q2pJ7FfrNgZJUEJ5cs0/s1600/2-1_8_QS_Al-Qashash_81.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Maka Kami benamkanlah Qarun beserta rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya suatu golonganpun yang menolongnya terhadap adzab Allah. Dan tiadalah ia termasuk orang-orang (yang dapat) membela (diri).”&lt;/a&gt;  &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Qashash: 81)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Tak sedikit karena harta benda dan kekayaan seseorang menjadi sombong dan bakhil, tidak menyadari bahwa kekayaan dan harta benda yang dimilikinya itu sesungguhnya anugerah dari Allah yang harus disyukuri, bukan dikufuri. Akankah seseorang yang memiliki itu ingin mendapatkan hukuman sebagaimana yang ditimpakan Allah kepada Qarun? Bagi orang yang beriman, tentu lebih mementingkan kehidupan jangka panjang kelak di akhirat. Harta kekayaan dan kekuasaan adalah amanat dan titipan dari Allah, yang harus disyukuri dan digunakan dengan sebaik-baiknya sesuai perintah agama.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Qarun adalah sebagai figur manusia yang kaya raya yang sombong lagi mengkufuri nikmat yang dianugerahkan Allah kepadanya. Oleh sebab itu Allah menghukumnya dan dia termasuk orang yang celaka baik di dunia maupun di akhirat. Kisah tentang Qarun diabadikan di dalam Al-Qur’an, agar dijadikan sebagai pelajaran bagi orang-orang yang beriman, sehingga kekayaan dan kekuasaan yang disandang tidak membuatnya celaka, sebagaimana nasib tragis yang menimpa Qarun. Tetapi justru dapat mengantarkannya untuk menggapai kebahagiaan dunia dan akhirat.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#ff0000;font-family:Georgia;font-size:14px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;8. Amru bin Amir Al-Khuza’iy&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat Bukhari, Muslim dan Ahmad, bahwa Amru bin Amir Al-Khuza’iy adalah termasuk orang yang akan menjadi penghuni neraka, karena Rasulullah SAW telah melihat Amru bin Amir Al-Khuza’iy menarik-narik ususnya yang terburai di neraka.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#ff0000;font-family:Georgia;font-size:14px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;9. Pembunuh Ammar&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Di antara nama-nama tersebut, Nabi SAW juga menyebut bahwa orang yang membunuh Ammar dan yang merampas barangnya akan masuk ke dalam neraka. Diriwayatkan dari Amru Ibnul Ash, dari Nabi SAW beliau bersabda:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Bahwa pembunuh Ammar dan perampas barangnya akan masuk neraka.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Demikian sebagaimana yang disebutkan di dalam Mu’jam Ath-Thabrani dengan&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;isnad&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;yang shahih.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#ff0000;font-family:Georgia;font-size:14px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;10. Abu Lahab dan Istrinya&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Di samping orang-orang yang telah disebutkan di atas, masih ada lagi nama orang yang begitu populer, karena penentangannya terhadap Rasulullah SAW yaitu Abu Lahab dan istrinya.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Abdu Uzza bin abdul Muthallib yang lebih terkenal dengan sebutan Abu Lahab dan istrinya adalah termasuk orang yang dinyatakan di dalam&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;nash&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Al-Qur’an sebagai orang yang mendekam, menjadi penghuni neraka. Ia dijuluki Abu Lahab karena wajahnya selalu menyala-nyala bila bertemu dan membicarakan tentang Muhammad SAW. Ia selalu memusuhi dan menyakiti Nabi SAW. Berbagai tipu daya dan perangkap ia lakukan untuk menangkap dan menghabisi Muhammad SAW.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Dalam suatu riwayat disebutkan, bahwa pada suatu hari Nabi Muhammad SAW mengundang dan mengumpulkan paa kabilah suku Quraisy di suatu tempat. Dalam forum pertemuan itu Rasulullah SAW menyampaikan risalah, menyerukan untuk menyembah hanya kepada Allah dan tidak berlaku syirik. Beliau berkata:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;”Wahai bani Fulan (saudara-saudara), sesungguhnya aku ini adalah seorang Rasul yanf diutus Allah kepada kalian. Aku diperintahkan agar kamu hanya menyembah kepada-Nya dan tidak menyekutukan sesuatu pun dengan-Nya. Hendaklah kalian membenarkan aku dan membelaku hingga aku menyelesaikan apa yang ditugaskan oleh Allah kepadaku.”&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Begitu Rasulullah mengakhiri pidatonya, Abu Lahab yang ikut datang karena penasaran apa yang hendak dikatakan oleh Muhammad itu, segera berdiri lalu dengan suara lantang ia berteriak: “Celaka kamu hai Muhammad sepanjang hari! Apakah hanya untuk ini kamu mengumpulkan kami.”&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Ummu Jamil adalah sebutan dari istri Abu Lahab, perempuan penyebar fitnah, ke sana ke mari menaburkan fitnah dan kebohongan untuk melemahkan dan merusak dakwah Nabi Muhammad SAW, serta memecah belah pengikut beliau. Ummu Jamil sebagai pendukung suaminya Abu Lahab untuk selalu menyakiti, menghina dan menentang Rasulullah SAW. Ia termasuk perempuan yang kreatif dalam aksinya untuk memfitnah dan menyakiti Rasulullah SAW.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Disebutkan dalam suatu riwayat bahwa pada suatu malam Ummu Jamil yang tak lain adalah istri Abu Lahab yang celaka itu, menabur duri di depan rumah Rasulullah SAW yang biasa beliau leawati, maka sebagai kiasan atas tindakan busuk dan keji itu, ia disebut di dalam Al-Qur’an sebagai&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;hammalatal hathab&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(pembawa kayu bakar).&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Kedua orang yang menjadi musuh bebuyutan Nabi SAW karena tak henti-hentinya melawan dan menyakiti beliau itu, dinyatakan secara tegas di dalam Al-Qur’an sebagai orang yang celaka, dan dicap sebagai penghuni neraka.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Karena begitu monumentalnya predikat yang disandang sebagai musuh Nabi SAW sehingga disebutkan dalam suatu surat secara khusus, yaitu surat Al-Lahab, sebagai berikut:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgYF5tPUvZ1r8w5JK9csoRG6O-JNJzF5GQOrrINTJ0yj0SbX5tTGDLXtfyqbO3q3Syy4AfU6T_RxvVRWR4VTGqssBsFw1u1z9CvBcc0JJfzLSYXleBfJDY0JOslQuNbuF0sg-Ols4xqOr8/s1600/2-1_9_QS_Al-Lahab_1-5.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa. Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan. Kelak dia akan masuk ke dalam api neraka yang bergejolak. Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar. Yang di lehernya ada tali dari sabut.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Lahab: 1-5)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#0000ff;font-family:Georgia;font-size:14px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;Sumber: Judul Buku: Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka&lt;br /&gt;Penyusun: Moh Samsi Hasan&lt;/a&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhRk9vU4z5PMQI3madUCCzMuOm1mziEOSFbtR3pco4-gN71_fIgilJEpTXfe07gnCd3sO2dPRQ0xiVghWAKCRbZJB_q6Mt4uXApJ_bv_iCXjgRliIFGbfZc3OGSbF5ty_d5ltscEEGGGZlP/s72-c/Iwan_Lemabang.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka (Bag. 1/3)</title><link>http://mutiaraillahiyah.blogspot.com/2014/11/kedahsyatan-siksaan-dan-rintihan-para.html</link><category>Pustaka Islam</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sat, 15 Nov 2014 05:09:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-359975961192298472.post-5556668836948374504</guid><description>&lt;a style="color:#ff0000;font-family:Georgia;font-size:14px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;1. Neraka Jahannam&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Mengenai nama dan istilah neraka Jahannam ini banyak disebutkan di dalam ayat-ayta Al-Qur’an, di antaranya ialah:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhI53yb7RmzYLpGCekU3ez5SNdEXIr0Fl-IoLUqUX04FyZfFzyn13IVwQiBYwzAyhcXtszuPP3qc9DNqX-E55lrdxeRpoCi3Jm2a4SZUHBkFs4NxUHTT_OO3Kjw0CnGMEijQe42Py_Bh03J/s1600/1-5_1_QS_Al-Hijr_43.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Dan sesungguhnya Jahannam itu adalah tempat yang telah diancamkan kepada mereka (pengikut-pengikut setan) semuanya.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Hijr: 43)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;

&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Dan firman Allah SWT:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgD5Jm7_U5wZBOPwuBFhu-hwlu49ZbaaCFuFAs49KQPeMeDonRRlhm5h3ErZbOjZdiGbjI5SeBCvLVZjwKuijWgAM3kX3otCftcnjkiTpkwUjNkKLgih6MskBmZ-2QC_uMYKc0Lp2_-i1R1/s1600/1-5_2_QS_Maryam_86.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;Dan Kami akan menghalau orang-orang yang durhaka ke neraka Jahannam, dalam keadaan dahaga.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Maryam: 86)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEis_olru5bMoj4S5nvrYHhJgJDi7Zq19VpX7mTEpiNJRni2UozNFwzO71HMTkFzEKFDj1LMXzC_GmFdLm3OOEZkr-rqg55kyREf7ANmLt2RZK1MQfDMBui_bBP9ATcKuxpEg6N4nnTKdAm1/s1600/1-5_3_QS_Al-Kahfi_100.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Dan Kami nampakkan Jahannam pada hari itu kepada orang-orang kafir dengan jelas.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Kahfi: 100)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgSujGL77to1xpZ0kLuu45Ppt0kiZy06JCFfXLeT7e27wLiab06WkLo5MvVIhwNfyzSQcEdIkrnnqdCbprEZprW921Tb2Pds-hluAnB86zZpGU-btkhqvBf3Ca9gjkgPz4bJ5T36RQijWyb/s1600/1-5_4_QS_Ibrahim_28-29.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Tidaklah kamu perhatikan orang-orang yang telah menukar nikmat Allah dengan kekafiran dan menjatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan?, yaitu neraka Jahannam; Mereka masuk ke dalamnya; dan itulah seburu-buruk tempat kediaman.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Ibrahim: 28-29)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Sedangkan orang-orang yang menjadi calon penghuni neraka Jahannam itu di antaranya ialah:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;a. Orang-orang munafik, sebagaimana firman Allah SWT:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj-GkzuY7BrS6_SAno9YLsFcof3Z40oMSW4vdNoGqWjQK0CgvhyphenhyphennJlAltVdx34dOgik5yhWTEBkAyh0IHVNZ9nuPCP4cEw980abPjtAqGAPErfK5CD52cA_lNs4n0TsJwtOi8sMry1u8k52/s1600/1-5_5_QS_At-Taubah_68.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Allah mengancam orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya. Cukuplah nereka itu bagi mereka; dan Allah melaknati mereka; dan bagi mereka adzab yang kekal.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. At-Taubah: 68)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;b. Orang-orang kafir, sebagaimana firman Allah SWT:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiVvdePoDHKWu8zqNn3cDJEoTj0G7qL0tssDbz5_prtBnqYtujDC6ebdcEGKJHcttRCOybevHjSnNrtYM9Y1iLsHyfnbSQ9InBMtmfY8LgN4W35GaiDaWZk5CMTal9yvPBDvO-otcZEQto6/s1600/1-5_6_QS_Al-Kahfi_100.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;Dan Kami nampakkan Jahannam pada hari itu kepada orang-orang kafir dengan jelas.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Kahfi: 100)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEilYY35VOhodM_aT-hpnfVB06Tpd2c-tRfncQh7Jfr0VxjgDaP03KnsMHKwflqFFUXzt6rPP7RbjZfzdUke0c9tRxSV4LEC6-rrsDKIV2U7-qC0FDksJs6iMXni0jJ5_fQCPeD3enfX1Rtv/s1600/1-5_7_QS_Al-Ankabut_68.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Bukankah dalam neraka Jahannam itu ada tempat bagi orang-orang yang kafir.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Ankabut: 68)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;c. Mereka yang menentang kebenaran Rasul dan menjadi pengikut setan, sebagaimana firman Allah SWT:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiKM6DKGkezO_SXpzpS46QtVmGv1_b8Lnudxt_KDCar9OdFtbyJJP_0qVsWBHu4cJDfEsnH4E1xu-MAyEa7hIIrMLU8XjmWkQm0fusUmGe9o1eTzcDfGe1qFC5E3jDLFRoTV9_zs8HgvWGi/s1600/1-5_8_QS_An-Nisa_115.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Dan barang siapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran  baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam neraka Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat tempat kembali.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. An-Nisa’: 115)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhbVeCqdk3JCHFz8Wv2YShPozrDhPQ9_qjtYCLaFwU6fda1Hlwg2RYtPrQdVn5p7zT6935peW8V1x3NzZpm4PLjrl7efQ_Y6e2rqZyy4j6gVKvtmwPxizhjiBOmt8UoytXkms5rNQjdlDuN/s1600/1-5_9_QS_Al-Hijr_43.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Dan sesungguhnya Jahannam itu benar-benar tempat yang telah diancamkan kepada mereka (pengikut-pengikut setan) semuanya.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Hijr: 43)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;d. Mereka yang selalu menyimpan emas dan perak dengan tanpa menafkahkan sebagiannya di jalan Allah, sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah SWT berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjydf5zrhnnQWGznZHKSXdutr-7eVN8e7vbD2Bqz0orld3x3YooQUeby0UltAKww1G_sp024xhlKjxZ8RNV9HTZ2GNwRWKxT0dlV6K7G1MEC9BOMM6MKs5_kmgD8Zt-DPlx7Do6fwuFE7O4/s1600/1-5_10_QS_At-Taubah_34-35.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya di jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih. Pada hari dipanaskan emas dan perak itu dalam neraka Jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: “Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simapn itu.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. At-Taubah: 34-35)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;e. Para pendurhaka dan mereka yang hidupnya selalu bergelimang dalam dosa, sebagaimana firman Allah SWT:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg_TZPKTHb_exbA94WNO7ly8Foj7IpS_dRIRrKkqlKJmRmCiu8Qjmo_tEwpPaXhOoNZmBTMxPLnyva8MKl36b8jK1HMJ9q8zV_ThxwNKgXWgZGlhJyJBL3sOZF43d7Q-hDd38HSU_bzw2p1/s1600/1-5_11_QS_Maryam_86.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Dan Kami akan menghalau orang-orang yang durhaka ke neraka Jahannam dalam keadaan dahaga.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Maryam: 86)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh3Rug_veF7_6wbFG3xR_DQ4Y7HOOAb_NuqJ04u-AA7R2C1bwwS_nn7Zuwj1yk5Vfqf4r-fqMugcGBcFQk_iJjLRVE2ClNMUaKo1P3WJR_-IwVK8pXZc_UyBSTx-PVhS_RkFH_cecaSN7yx/s1600/1-5_12_QS_Thaha_74.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Sesungguhnya barang siapa yang datang kepada Tuhannya dalam keadaan berdosa, maka sesungguhnya baginya neraka Jahannam. Ia tidak mati di dalamnya dan tidak (pula) hidup.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Thaha: 74)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#ff0000;font-family:Georgia;font-size:14px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;2. Neraka Jahiim&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Mengenai istilah dan nama neraka Jahiim juga banyak disebut di dalam Al-Qur’an, di antaranya sebagaimana ayat berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgCY-igphZ1iqZ2zYchG47bXBQEEs27MGlGqhG67YujV500-6zXfgZRPC1my6nUXjUVu63ZpekGlKOKopZ7u9Dn4j0WhWHjOAd67i81ECUYBOHP-s0fTznXqQQ68CF9z-gnjtBgdiQFnEc3/s1600/1-5_13_QS_Ad-Dukhan_56.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Mereka tidak akan merasakan mati di dalamnya kecuali mati di dunia. Dan Allah memelihara mereka dari adzab neraka Jahiim.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Ad-Dukhan: 56)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Dan firman Allah SWT:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhILewtp2uHH9r4Ns3VfuVcU2tctHurzxFPuz3J5Zt-tHCpgLcQ6FdI236av_SKtie0zx_0WGdDqSopPaN9_7NSl52RoKZPhLZU9c71uUvQ6jsFLLHJYwrA36eusBKxRyiOA-8FY3bMl3At/s1600/1-5_14_QS.+Al-Haqqah_30-31.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”(Allah berfirman): “Peganglah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya.” Kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Haqqah: 30-31)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjjfSR5qmuvkl5nFmGMv6MElEWcWPoK5JZDzr9IDc7LQs6-1bqsDkHFtcPLZZ6Uw77bkWKizDKY5UvFRuYxOAG21XxMBKYbOdpldACSRmzJNFC1lkICQuLiD__W_64WX_9q9c4AFYN2geqI/s1600/1-5_15_QS_At-Takatsur_6.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. At-Takatsur: 6)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Adapun mereka yang diancam menjadi penghuni neraka Jahiim, sebagaimana yang dijelaskan di dalam Al-Qur’an, di antaranya alah sebagai berikut:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;a. Orang-orang kafir, sebagaimana disebutkan dalam surat Al-Maidah ayat 10 berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhSPZL8Uj3mVmDPYn_NLlwUiV0e5xiKMN8K39zsmtjpvvo6eYcXfOq2hyphenhyphenW6rYpawr8dStSlNdZzyVp_NCp-cmwwjpdMN9woSijetGTT1hDvvOhnOOBL9q5jQaF_3vnjfakDzHUR1a0TTRpo/s1600/1-5_16_QS_Al-Maidah_10.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Adapun orang-orang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu adalah penghuni nerak Jahiim.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Maidah: 10)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;b. Orang-orang yang durhaka, sebagaimana yang dijelaskan dalam ayat berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgSwSKsM-rnuLjK54sOd8nSwcxwOVdts7cq0mrp4bnWExlNlPq6i1P6ii8CcmIaw45UUWjoB8A7kchdKtm5Wdpejhfm2az6r6Z0dzpyw7RZjT0AEdUvtKZ52KSnlw7v8hh63g9ztYDYj59q/s1600/1-5_17_QS_Al-Infithar_13-14.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Sesungguhnya orag-orang yang banyak berbakti benar-benar dalam surga yang penuh kenikmatan. Dan sesungguhnya orang-orang yang durhaka benar-benar berada dalam neraka (Jahiim).”&lt;/a&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Infithar: 13-14)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;c. Mereka yang menentang ayat-ayat Allah, sebagaimana disebutkan dalam ayat berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiJ3LoiMFkbPH6cloiqrgw8AJX7zxZ0LVh6YfJ0-M3q5ZkddU_7Rw4oZ4vCj_37L1XhcW91RgdvG5YpfPTyfeOEWL0ndClui4qLuvtBGyYTRhZMxF3kzZgqw9JYLNwKe2KmgAS_Jbe4Qvl5/s1600/1-5_18_QS_Al-Hajj_51.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Dan orang-orang yang berusaha menentang ayat-ayat Kami dengan melemahkan (kemauan untuk beriman); mereka itu adalah penghuni-penghuni neraka (Jahiim).”&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Hajj: 51)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;d. Mereka yang dilalaikan oleh urusan harta benda dengan melupakan Allah, hidupnya hanya untuk mengejar materi dan menumpuk-numpuk harta benda, tanpa peduli dengan perintah agama. Mereka diancam menjadi penghuni neraka Jahiim. Sebagaimana diterangkan dalam surat At-takatsur, dan surat Al-Haqqah, ayat 30-31 berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgRtJhSnIoyYEai1Aet1kIY3i6BDfVtUFycnF_TAXFQ83ELdRAyYOc10CECyh_mzvmmFgIU8tiq0qqo_WDk2WBTwRGiDW3BYG0_oXTIMuIVpVkttGo8O02uDFzPZorTh3VoljCc_mKEqELL/s1600/1-5_19_QS.+Al-Haqqah_30-31.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;(Allah berfirman): Peganglah dia lalu belenggulah tangannya dan lehernya. Kemudian masukkanlah dia ke dalam api nereka yang menyala-nyala.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Haqqah: 30-31)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Ituah neraka Jahiim, sebagaimana yang disebutkan di dalam ayat-ayat Al-Qur’an beserta calon-caon penghuninya yang akan dijebloskan ke dalamnya yang penuh dengan siksaan yang amat pedih.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#ff0000;font-family:Georgia;font-size:14px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;3. Neraka Hawiyah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Hawiyah juga merupakan salah satu nama neraka, sebagaimana yang disebutkan dalam di dalam Al-qur’an, sebagaimana firman Allah SWT berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg9dmrsp2G2IjRyYiPDVpwvIWSFfTyUWQdrYWRNY5_JvG-dUi1pMZ0nnrh4ViKdLgZMXySJ9OV9szEfVz1-ZlcBFgzlHf6ry4vLF5SqvXswKnzxKCeJpN9elao2-x0aIAmMqeV2KoS6hNUP/s1600/1-5_20_QS_Al-Qari%E2%80%99ah_8-11.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan amal (kebaikan)-nya. Maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah. Dan tahukah kamu apakah Hawiyah itu? (Yaitu) api yan sangat panas.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Qari’ah: 8-11)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Dari ayat tersebut jelaslah bagi kita mengenai neraka Hawiyah dan orang-orang yang diamcan menjadi penghuninya. Yaitu orang-orang yang ringan timbangan amal kebaikannya dan dosa-dosanya lebih banyak dan lebih berat timbangannya.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Setiap amal perbuatan yang dilakukan oleh manusia semasa hidup di dunia, yang baik dan buruk, yang kecil maupun yang besar semuanya terpantau dan dicatat oleh malaikat yang bertugas untuk mencatat amal perbuatan manusia. Betapa pn kecilnya amal perbuatan yang dilakukan oleh setiap manusia pasti dicatat dan ditulis oleh malaikat dalam buku catatan amalan perbuatannya. Allah SWT berfirman:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3BqptMSsBIOXKvK8pjs-WybD7gAHhec4ka6GJyEovT8Jqm3Y5gmLmFY7iBV7fyKNKvI2zIzkC5rA-61RT5l8ygkmWnPRZFHx5OkD7uRThgbiIWUa6t-4TjcG6SdRc290brCpi2ku3ZzLu/s1600/1-5_21_QS_Al-Infithar_10-12.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Padahal sesungguhnya bagi kamu adalah (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu),  yang mulia (di sisi Allah) dan yang mencatat (pekerjaan-pekerjaan itu), mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Infithar: 10-12)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Sekecil apapun kebaikan yang pernah dilakukan seseorang ketika di dunia, pada hari perhitungan amal&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;(yaumul hisab)&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;pasti akan diperlihatkan kepadanya. Begitu pula sebaliknya, sekecil apapun kejahatan yang pernah dia lakukan semasa hidup di dunia pasti akan diperlihatkan juga. Sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah SWT berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiSTsOlVb9PyCWlhP1OHayDSrogiiW6J6JucyWKDrNwDb7gF7mcQEwS-3H3Sc7NXNUAQnEwlXuC8NmMbUT33xJxQcqzdstKf9p5FfQiZPVzQB2rx7lPlaN1fTkFTU6_OFOUEuY8EeD0lK1J/s1600/1-5_22_QS_Az-Zalzalah_7-8.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat balasan(nya). Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan eberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)-nya.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Az-Zalzalah: 7-8)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Bagi mereka yang timbangan amal keburukannya lebih berat dari kebaikannya, maka merekalah yang akan menjadi calon penghuni neraka Hawiyah. Yaitu, neraka yang nyala apinya sangat panas. Semoga timbangan amal kebaikan kita lebih berat daripada keburukannya, sehingga kita tergolong sebagai calon penghuni neraka Hawiyah.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#ff0000;font-family:Georgia;font-size:14px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;4. Neraka Wail&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Di antara salah satu nama neraka ialah neraka Wail, sebagaimana yang disebutkan di  dalam Al-Qur’an. Di antara ayat-ayat yang menyebutkan neraka Wail itu adalah sebagai berkut:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjNElMc3QUZQjXHU2kbR58F15M009Z9G-HU15g9V6mnMv2dAOaeI7SLB-YSsHvXmJOOEbjnP0nJqIg3SQvReGhBTGQ9A60OPG6Kh_Y-8-hSnO_4TpVZFyDbI4JzP60Q1Plu5Tfq5M-ZsbdV/s1600/1-5_23_QS_Maryam_37.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Maka berselisihlah golongan-golongan (yang ada) di antara mereka. Maka kecelakaanlah (neraka Wail) bagi orang-orang kafir pada waktu menyaksikan hari yang benar.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Maryam: 37)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Adapun orang-orang yang menjadi calon penghuni neraka Wail, di antaranya ialah:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;a. Orang-orang kafir, sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Adz-Dzariat berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi9HIGL0YufvWNjOPvpO_y8bVANQxc-VVmxtGZvg8m7GFKwniOqyyFM_b6tdqxx19EHyB5-hzKG4Yrqj3Gf_us1A22pnXOq4GyfwbgsxhmBiaaJEMe4KHqPGocaE-q-UgsR03Yt6vSBO9tM/s1600/1-5_24_QS_Adz-Dzariyat_60.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang kafir pada hari yang diancamkan kepada mereka.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Adz-Dzariyat: 60)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;b. Mereka yang berlaku curang dalam takar-menakar, timbang-menimbang, ukur-mengukur dan berbagai bentuk kecurangan lainnya yang biasanya dilakukan antara penjual dan pembeli. Sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah SWT berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-CHONv5J0YmCZlrd5IUrJqhdjSGeH89aYtBn5-7bgXxlahLR13fsbi3QSGFFcdFxXSvvsIm_YfmsmZGvQMuBWyroPR0-ALSvre_niKTr5y-U5aH2cTaP3v9AVrsyST66EHYlZ3HxVFaHf/s1600/1-5_25_QS_Al-Muthaffifin_1-3.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang, (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain, mereka minta dipenuhi, dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka menguranginya.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Muthaffifin: 1-3)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;c. Orang-orang yang lalai dari shalatnya, setiap amal kebaikan yang diperbuatnya tidak dilakukan secara ikhlas untuk mencari keridhaan Allah, tetapi untuk mencari sanjungan dan kemasyhuran dikalangan manusia (riya’). Dan mereka yang tak sudi memberikan pertolongan dengan sesuatu yang berguna dan bermanfaat buat orang lain yang membutuhkan. Allah SWT berfirman:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgeI8fL_kcSyD5S8yUP8re27PFguIW8dND59KqdI1E4tJT6H9tcMY8PyM923ZkkTiIZ4ND4wc8t7TzXB_mwN3cvN0aLdBzIjviNK1OlfnRyOnxfkiZa3UIlQWr9MN9s9yj8CiigZZTGWUQc/s1600/1-5_26_QS_Al-Maun_4-7.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya, orang-orang yang berbuat riya’, dan enggan (menolong dengan) barang berguna.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Ma’un: 4-7)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;d. Para pendusta yang bermain-main dalam kebatilan, sebagaimana firman Allah SWT berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhHuNRX7EM0oOp2jcovlfaUlrDRNYhRqLlPc_PcuGhNUGJESkoZ0B9lHwTcXjgFD9QpqgVpo4aDyI0UlHooz5150_2b0i0gmifAhjgoxLZNGdAuSCRUgGxNjncoR2I5ghOkVxf4lY5G4T2P/s1600/1-5_27_QS_Ath-Thuur_11-12.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Maka kecelakaan (Wail) yang besarlah di hari itu bagi orang-orang yang mendustakan. (Yaitu) orang-orang yang bermain-main dalam kebatilan.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Ath-Thuur: 11-12)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#ff0000;font-family:Georgia;font-size:14px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;5. Neraka Sa’iir&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Mengenai nama neraka Sa’iir ini juga banyak disebutkan di dalam ayat-ayat Al-Qur’an. Di antaranya ialah:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhkubKCqCnOojf5Y9psF6U1k4oaOHYWZ2o267RnV6Hw1iHcORRbMm3sT0SvkKD1iuO8g9GzsTjfrv3lw9yybQKj_xZvAW1N1RJsJYVGk6uFBtRRZXqliFbjL0FlU6GHUeSDnKtCkN1MkcBQ/s1600/1-5_28_QS_Al-Ahzab_64-65.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Coriva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Sesungguhnya Allah melaknati orang-orang kafir dan menyediakan bagi mereka api yang menyala-nyala (neraka), mereka kekal di dalamnya selama-lamanya, mereka tidak memperoleh seorang pelindungpun dan tidak (pula) seorang penolong.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Ahzab: 64-65)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Orang-orang yang diancam sebagai penghuni neraka Sa’iir sebagaimana yang dijelaskan dalam Al-Qur’an, di antaranya ialah sebagai berikut:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;a. Orang-orang yang kafir. Banyak ayat-ayat Al-Qur’an yang menjelaskan dengan jelas dan pasti bahwa orang-orang kafir adalah sebagai calon penghuni neraka, dan merekalah yang menjadi penghuni abadi di dalamnya. Allah SWT berfirman:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhKHtH7q0uhGKPNVGdHJkbsZrpTOTHoIOI12r91Kt9SuW1RtypJMURA9O0EiPi5Z2Bw74jOfM25eC9ytRCKKJn_RYARnZtIt6XAJ2zLeSac8YYcLmqRRIm39nf8C-F7KsTebNMA0f7F2xhy/s1600/1-5_29_QS_Al-Fath_13.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Dan barangsiapa yang tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya Kami menyediakan untuk orang-orang yang kafir neraka yang menyala-nyala.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Fath: 13)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;b. Orang yang menerima buku catatan amalnya dengan tangan kiri dan dari belakang. Sebagaimana firman Allah SWT:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjCgBwX3JwFxA4nRjAjfjU_Zgoscp5OsM_nQc5CEJxniNXEv78EfUgIoRLYw99FaNRJHwfeM702xFoCP6P5_FpCFmYABmkMUdOm3aZZ3WQMtXP5d-idgM86GCcIaGlU13bkkrrKgCsKewR_/s1600/1-5_30_QS_Al-Insyiqaq_10-12.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Adapun orang-orang yang diberikan kitabnya dari belakangnya, maka dia akan berteriak: “Celakalah aku.” Dan dia akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka Sa’iir).”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Insyiqaq: 10-12)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;c. Setan dan para pengikutinya, sebagaiaman firman Allah SWT berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiMEA200o7TnveNeTZxuaLZQbU3KKZyPri6QEj7ZEdLpwhZCKeekkzy5izhrUFIozRLJOU4f3IhO8WdQqKegoFu06YKYu_heD9-zQkhJWZH_VOlRSPY5-BmVjeTsBRUNqwdutvtPL62dZRV/s1600/1-6_1_QS_Fathir_6.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu), karena sesungguhnya setan-setan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Fathir: 6)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;d. Mereka yang tetap terbelenggu dan berpegang teguh pada tradisi kesesatan yang mereka warisi dari bapak-bapak dan nenek moyang mereka, setelah datang kepada mereka kebenaran yang dibawa oleh Rasul. Sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah SWT berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiwVQVX78iq89Y0K6Xhk_albYzw_EmxTh5Vevw2IeaOXqRxtbN97XqU_F6Wrp5p6fehwj1J5N-LT9EwyuC2x5P95ntgTSa5BxeuhBzK8fgIjO0o_NSvESRE5h9DkVC-kF-kGaZuSQynMThD/s1600/1-6_2_QS_Lukman_21.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Dan apabila dikatakan kepada mereka: Ikutilah apa yang diturunkan Allah. Mereka menjawab: (Tidak), tapi kami (hanya) mengikuti apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya. Apabila mereka (akan mengikuti bapak-bapak mereka) walaupun setan itu merayu mereka ke dalam siksa api yang menyala-nyala (neraka).”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Lukman: 21)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;e. Orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, sebagaimana firman Allah SWT berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEih9is8ePXNT3jkDz8a-ezsiel1xPUd6373epKgqt1ztYUYTwrk8mbBAlUiZTF0ouq8YH0KxCXO9R82TSwrrjFwikTG7judWDGAG3wIfXmKd5u5x8Y4imlCykYPB07TdvFhnjR5kOsDhkI2/s1600/1-6_3_QS_Al-Fath_13.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Dan barangsiapa yang tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya Kami menyediakan untuk orang-orang kafir neraka yang menyala-nyala.”&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Fath: 13)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;f. Orang-orang yang terpedaya dan tertipu dengan kehidupan dunia. Allah SWT berfirman:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjV18VXQjswrRROgm_sEonewu37D8_U5NmHVjaerwPYz4-lDU6czTn-AsNk991bTwZZ9RreyliC70CLoXZJElHzrbNfWAaOj0M5q4h8_IfRN3yybAPGTIz49AjS-CqSjeFnYVi8uKqKCFgG/s1600/1-6_4_QS_Al-Fathir_5-6.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka sekali-kali janganlah orang yang pandai menipu memperdayakan kamu tentang Allah. Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu) karena sesungguhnya setan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.”&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Fathir: 5-6)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;g. Orang-orang yang memakan harta benda anak yatim dengan cara yang dzalim, sebagaimana dijelaskan dalam ayat berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhukeOBzKICoz_AGaPDDwXnWvfrpT7PSTS6ZLnlhN-bJc4qg9Lqdoj_UKjE8yfhTNeMm6RGUlDSixxDhtxZqKyFKu8q6-oHzXoW_bdYLNgWf9BBSDI9KrLt1nVV-KXjdxlAPwwm_w7XgEdL/s1600/1-6_5_QS_An-Nisa_10.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara dzalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. An-Nisa’: 10)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Demikianlah di antara ayat-ayat Al-Qur’an  yang menjelaskan tentang neraka Sa’iir dan orang-orang yang menjadi calon penghuni neraka yang menyala-nyala. Semoga kita tergolong daripada mereka yang diancam dengan neraka yang amat pedih siksanya itu.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#ff0000;font-family:Georgia;font-size:14px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;6. Neraka Lazha&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Nama Lazha juga merupakan salah satu nama neraka yang disebutkan di dalam Al-Qur’an. Di antara ayat yang menyebutkan neraka Lazha ialah:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhEDyhzf8e0Kc_TCc4cdkE_pEbw4-XbXwHu_9z_uaxfn3q38PR3PdrQhx15LDHGouyHZTqA90NnxzjxuQKEaRBdwMuQrUKSdpOQ_2BAt0628PNYLHECy_Y5y4iGDrF4PUwDarUP5V_TXVZZ/s1600/1-6_6_QS_Al-Lail_14-16.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Karena itu Kami peringatkan kamu dengan neraka yang menyala-nyala. Tidak ada yang masuk ke dalamnya kecuali orang-orang yang paling celaka, yang mendustakan (kebenaran) dan berpaling (dari iman).”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Lail: 14-16)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Adapun orang-orang yang menjadi calon penghuni neraka Lazha, sebagaimana yang diterangkan di dalam Al-Qur’an, di antaranya adalah sebagai berikut:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;a.&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Orang-orang yang mendustakan kebenaran agama yang dibawa oleh Rasul dan berpaling dari keimanan, sebagaimana disebutkan dalam ayat tersebut di atas.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;b.&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Orang yang selalu menumpuk-numpuk harta benda tanpa menghiraukan yang halal dan yang haram, dan tidak pula mau menginfakkan di jalan Allah SWT. Hidupnya selalu menjauh dan membelakangi agama. Apa yang diperintahkan agama tidak dipenuhi dan apa yang dilarangnya selalu dilanggar. Sebagaimana dijelaskan dalam ayat berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEip-1zvM6mCrNclcQ6xClNNfl6cffN1F4LFhO7M_a29voFiQwRbcGxrC9jMBX3HN-MUqbxKNSNQHWg-yhmIsI03uKyhfU6gRPjCt5-HTXg4H8QNLHwoX65BY1D9GRyoxcR6b-fSFsk9JISq/s1600/1-6_7_QS_Al-Ma%E2%80%99arij_15-18.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Sekali-kali tidak dapat, sesungguhnya neraka itu adalah api yang bergejolak, yang mengelupaskan kulit kepala, yang memanggil orang yang membelakangi dan berpaling (dari agama) serta mengumpulkan (harta benda) lau menyimpannya.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Ma’arij: 15-18)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#ff0000;font-family:Georgia;font-size:14px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;7. Neraka Saqar&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Neraka Saqar juga merupakan salah satu nama nerakadi antara nama-nama neraka yang lain. Istilah neraka Saqar itu juga disebutkan di dalam Al-Qur’an. Sebagaimana disebutkan dalam firman Allah SWT berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi8Jmon8eNqdSTYWVQMr8cO5DFz3O19AHatjfdeYsiP1NQg2QCwiVPnoJif0SRuZx1RHbh3iTBWAMYy7sP8bWtSDlYL0kV-pypy9eIo20VtdODKJ1R-zvQOIqEgyU4yEXZlUDBG2GtWAznB/s1600/1-6_8_QS_Al-Muddatstsir_26-30.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Aku akan memasukkannya ke dalam (neraka) Saqar. Tahukah kamu apakah (neraka) Saqar itu? Saqar itu tidak meninggalkan dan tidak membiarkan. (Neraka Saqar) adalah pembakar manusia. Di atasnya ada sembilan belas (malaikat penjaga).”&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Muddatstsir: 26-30)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Adapun orang-orang yang menjadi calon penghuni neraka Saqar itu, sebagaimana yang disebutkan dalam Al-Qur’an, di antaranya ialah:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;a.&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Orang-orang yang melecehkan dan menghina Al-Qur’an, sebagaimana firman Allah SWT berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhh3PtACIsQ8Zyy7qlP2yH8Rk3vkaPqQ5hZYRl9SqS98qjuJnDWRvIwahjfCqnP85_EY3vCTXZO0uKVecc2u525Yva7OSwULClgYrUilWrDANCl9u12fFoNbDOHq7-UU6xQHnjHxwperstU/s1600/1-6_9_QS_Al-Muddatstsir_23-30.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Kemudian dia berpaling (dari kebenaran) dan menyombongkan diri, lalu dia berkata: (Al-Qur’an) ini tidak lain hanyalah sihir yang dipelajari (dari orang-orang dahulu), ini tidak lain hanyalah perkataan manusia. Aku akan memasukkannya ke dalam (neraka) Saqar. Tahukah kamu apakah (neraka) Saqar itu? Saqar itu tidak meninggalkan dan tidak membiarkan. (Neraka Saqar) adalah pembakar kulit manusia. Di atasnya ada sembilan belas (malaikat penjaga).”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Muddatstsir: 23-30)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;b.&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Orang-orang yang tidak pernah mengerjakan shalat dan tidak termasuk golongan yang mengerjakan shalat Mereka yang tidak mau memberi makan pada orang miskin; Mereka yang berbicara batil; Dan mereka yang mendustakan hari pembalasan. Perhatikan firman Allah SWT berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgFDLroMK4DtuopDhEHCDvljYE9N6myaoFBSvzKg1k1-YMaaXEzZ2k6k2q8eUyB9c9w0b3x-tRCjYaGbAS5d_n9ywBEG0Q7rwtnefKwnvPvzKbTS9EwPYkle2X_fvh5Y2u4kH992ceZtjsL/s1600/1-6_10_QS_Al-Muddatstsir_42-47.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)? Mereka menjawab: Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat, dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin. Dan adalah kami membicarakan yang batil bersama dengan orang-orang yang membicarakannya, dan adalah kami mendustakan hari pembalasan, hingga datang kepada kami kematian.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Muddatstsir: 42-47)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#ff0000;font-family:Georgia;font-size:14px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;8. Neraka Huthamah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Huthamah juga termasuk salah satu nama neraka yang diebutkan di dalam Al-Qur’an, seperti dalam ayat berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhDyQLEuxKXQ7mcncyR-794RqNi7Vdwn5_3aSD7i8lyKM6yhn4diFwjk0HWiRvYawHgcw6bB3XMyoPMg7MmK4mogtGr2Zt2QIHj41r3bPeluPidpn6qloovVI4J4_lUwofY1HApOV5kj5sI/s1600/1-6_11_QS_Al-Humazah_5-7.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Dan tahukah kamu apa Huthamah itu? (Yaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan, yang naik sampai ke hati.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Humazah: 5-7)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Adapun orang yang menjadi calon penghuni neraka Huthamah yang apinya menyala-nyala, berkobar-kobar dengan dahsyatnya, sehingga menjulur tembus ke dalam membakar hati ialah orang yang hidupnya hanya untuk menumpuk-numpuk harta benda dan menghitung-hitungnya, tanpa memperdulikan terhadap kondisi sosial masyarakat sekitarnya yang membutuhkan. Dia tidak mengeluarkan zakat, tidak bersedekah dan tidak pula membelanjakan sebagian harta bendanya untuk kepentingan agama dan perjuangan. Itulah ciri-ciri orang yang diancam menjadi penghuni neraa Huthamah, sebagaimana diterangkan dalam ayat berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiWQEbfs2v9CdJZp-77Itvj1i46JGuhdb35Li6jYEsRSwfymvIOjtX9J7CCExOBR4hNhtAkXEhU-H0z5G1mc72ENMURERqMDV5giXALzum7Ofr6QxaSy5s4UWXvKZoYbspHXAwwr6Ld7e-A/s1600/1-6_12_QS_Al-Humazah_2-7.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”. . . . Yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitung. Dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya. Sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam Huthamah. Dan tahukah kamu apa Huthamah itu? Yaitu api yang disediakan Allah yang dinyalakan. Yang (naik) sampai ke hati.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Humazah: 2-7)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Dari ayat-ayat tersebut di atas, kiranya menjadi jelas bagi kita. Bahwa istilah nama-nama neraka yang disebutkan di dalam Al-Qur’an ada delapan. Yaitu neraka Jahannam; neraka Jahiim; neraka Hawiyah; neraka Wail; neraka Sa’iir; neraka Lazha; neraka Saqar; dan neraka Huthamah. Yang menjadi pertanyaan, apakah nama-nama neraka tersebut di atas sekaligus merupakan tingkatan neraka secara kronologis, sesuai dengan kedahsyatan dan kepedihan siksanya. Dalam hal ini Al-Qur’an tidak menjelaskan secara terperinci sesuai dengan jenjang tingkatannya secara kronologis. Namun Al-Qur’an menyebutkan bahwa neraka yang paling dalam dan paling pedih siksanya ialah neraka Jahannam, yang menjadi tempat orang-orang munafik, seperti yang disebutkan dalam surat An-Nisa’ ayat 145, sebagaimana yang telah disebutkan di atas.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#ff1493;font-family:Georgia;font-size:16px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;I. Para Malaikat Penjaga Neraka&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Allah SWT memerintah kepada beberapa malaikat yang bertugas sebagai penjaga neraka. Malaikat-malaikat penjaga neraka itu bentuknya raksasa, sangat kuat dan kejam kepada penghuni neraka. Sorot matanya bagaikan petir yang menyambar-nyambar. Ketika pandangannya menuju ke neraka, api neraka itu berkobar dengan dahsyat, saling memakan antara satu dengan yang lainnya, seolah dihempas badai yang sangat dahsyat. Suara menggelegar bagaikan guntur. Setiap malaikat itu memiliki kekuatan yang sangat hebat, selalu mentaati apa yang diperintahkan Allah dan tidak mendurhakai-Nya. Sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah SWT berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgFmOnUhtMwrsGJOhu2D45YoB5qmFWpsiQEFqqB670ujVFxOsBPkQZnF4fILnqGCiBJxR3zPqzEGqpGD1oVcTxq64GnykvyaKf7VyP8rq1mJ6bsRbe4TO1eM65fHoaWmPRqaF9Ix_H2cT9d/s1600/1-6_13_QS_At-Tahrim_6.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. At-Tahrim: 6)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Mengenai berapa banyaknya jumlah malaikat yang bertuga di neraka itu, pada hakekatnya hanyalah Allah SWT lebih mengetahui. Tetapi di dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa malaikat penjaga neraka itu sembilan. Seperti dalam ayat berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgrd_Re03LyYDmeCbTXiuHqX4pIB_dUJIB-aHUkfjWRSyP3jKsW77o0xBb5mHYTwNW0EVpxex_GibkWSzpqt3b1UBWZED7zbDC8LWTntHOIyXu20w3Vmc6BKo8iCWbKrHE6IK6Nmq7ZJ_Jh/s1600/1-6_14_QS_Al-Muddatstsir_26-30.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Aku akan memasukkannya ke dalam (neraka) Saqar. Tahukah kamu apakah (neraka) Saqar itu? Saqar itu tidak meninggalkan dan tidak membiarkan. (Neraka) Saqar adalah pembakar kulit manusia. Di atasnya ada sembilan belas (malaikat penjaga).”&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Muddatstsir: 26-30)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Orang-orang kafir dan yang tidak beriman telah terpedaya dengan jumlah ini. Karena mereka mengira bahwa dengan jumlah yang hanya sembilan malaikat itu, akan dapat mereka kalahkan dengan mudah. Sehingga mereka tidak ada urusan dengan neraka yang hanya dijaga oleh sembilan malaikat. Padahal kekuatan masing-masing malaikat itu luar biasa. Semua manusia dapat dilumat dan dihancurkan, walau hanya dengan seorang malaikat.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Untuk lebih jelasnya perhatikan firman Allah SWT dalam ayat selanjutnya, sebagai berikut:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgeD_Sig-cAWrLHwleYHqm2pxDJNziyoBRMLyS9HVcntvyfp9xxzun3DsCLrmkDQtWg_IYKhyphenhyphenIPJjzEcMTV7jYacsqwPDOiMMd3_p-1Ktt4YAYiAmhpNoENKXI6TU1iJyfMKK4X_lqqTaMw/s1600/1-6_15_QS_Al-Muddatstsir_31.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Dan tiada Kami jadikan penjaga neraka itu melainkan dari malaikat, dan tidaklah Kami menjadikan bilangan mereka itu melainkan untuk jadi cobaan bagi orang-orang yang kafir, supaya orang-orang yang diberi Al Kitab menjadi yakin dan supaya orang-orang yang beriman bertambah imannya dan supaya orang-orang yang diberi Al-Kitab dan orang-orang mukmin itu tidak ragu-ragu dan supaya orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir (mengatakan): “Apakah yang dikehendaki Allah dengan bilangan ini sebagai suatu perumpamaan?” Demikianlah Allah membiarkan sesat orang-orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan tidak ada yang mengetahui tentara Tuhanmu melainkan Dia sendiri. Dan Saqar itu tiada lain hanyalah peringatan bagi manusia.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Muddatstsir: 31)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Dalam suatu riwayat disebutkan bahwa jumlah Malaikat Zabainiyah yang bertugas di neraka yang dipimpin oleh Malaikat Malik itu, jumlah sembilan belas, sebanyak bilangan huruf Basmalah. Malaikat itu begitu raksasa, jarak antara bahu yang kanan dengan yang kiri, sejauh perjalanan satu tahun. Allah tidak menjadikan dalam hati para penjaga neraka itu, barang sedikitpun rasa belas kasihan kepada para penghuni neraka. Malaikat penjaga neraka itu memiliki tangan dan kaki sebanyak jumlah penghuni neraka. Pada setiap tangannya selalu membawa rantai, dan cambuk dari api neraka yang membara.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Malaikat-malaikat itulah yang disebutkan Allah sebagai penjaga Jahannam, sebagaimana yang diterangkan dalam ayat berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg66gEV24LLpR7qFjkA8LcyLwEge7-4tNBCKHXWT_Qk-kqtgZZNDignnaLpfD4afJRLNSnyCTWfNqkgV1axxvaeUYoMb19uIxpc7ub7XEhD7Fo-h4ALdnRhfRjCdW3wS0arJUJ06b1CS9Dv/s1600/1-6_16_QS_Al-Mumin_49.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Dan orang-orang yang berada dalam neraka berkata kepada penjaga-penjaga Jahannam: Mohonkanlah kepada Tuhanmu supaya Dia meringankan siksa dari kami barang sehari saja.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Mu’min: 49)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Tetapi permohonan itu sia-sia belaka, bahkan semakin menambah kepedihan siksa mereka. Terhadap permintaan mereka itu, dengan nada menghardik, malaikat balik bertanya: “Apakah belum datang kepadamu para Rasul Allah dengan membawa keterangan?” Mereka menjawab: “Benar, sudah datang.” Malaikat berkata: “Bermohonlah kamu tetapi permohonan kamu itu tetap sia-sia belaka.” Seperti diterangkan dalam ayat selanjutnya berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjaS_xrwUzRd_uquXIz9KLrRnaucfAqOBm4XY7IrH5WS696II3LTR2uONqQvxwjw82GfnaSWpUdLdchjwcUi_KFcNESgM7p4wbhRIHw7Pfggfyf-ldGGsbMZQoQwKX5PJ-ORYlUzvJQe9gI/s1600/1-6_17_QS_Al-Mumin_49-50.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Penjaga Jahannam berkata: Dan apakah belum datang kepada kamu rasul-rasulmu dengan membawa keterangan-keterangan? Mereka menjawab: Benar, sudah datang. Penjaga-penjaga Jahannam berkata: Berdoalah kamu. Dan doa orang-orang kafir itu hanyalah sa-sia belaka.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Mu’min: 49-50)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Penduduk neraka juga berteriak-teriak dan berseru kepada Malaikat Malik, agar mereka dibinasakan dan dimatikan saja daripada menanggung kepedihan siksa yang tak tertahankan. Sebagaimana terungkap dalam ayat berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhenaNeT0vt4jrDWVYL29PuGIymNiUPKkXPgi42ydCrrcyPstpMdBtZA6TiIhu1BbdHbO2FgJzxPF-cs_BGFxympL3E9tqeF4AM-F4jXxXOdWo16UgslMoVFmjgOgcrC1a-dO9-phJim2BO/s1600/1-6_18_QS_Az-Zukhruf_77.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;
&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Mereka berseru: Hai Malik, biarlah Tuhanmu membunuh kami saja. Dia menjawab: Kamu akan tetap tinggal (di neraka ini).”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Az-Zukhruf: 77)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#0000ff;font-family:Georgia;font-size:14px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;Sumber: Judul Buku: Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka&lt;br /&gt;Penyusun: Moh Samsi Hasan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a style="color:#ff0000;font-family:Georgia;font-size:24px;text-decoration:none;"&gt;* * * * * * * * * * * * * * *&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhI53yb7RmzYLpGCekU3ez5SNdEXIr0Fl-IoLUqUX04FyZfFzyn13IVwQiBYwzAyhcXtszuPP3qc9DNqX-E55lrdxeRpoCi3Jm2a4SZUHBkFs4NxUHTT_OO3Kjw0CnGMEijQe42Py_Bh03J/s72-c/1-5_1_QS_Al-Hijr_43.png" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka (Bag. 1/2)</title><link>http://mutiaraillahiyah.blogspot.com/2013/02/kedahsyatan-siksaan-dan-rintihan-para.html</link><category>Pustaka Islam</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sat, 23 Feb 2013 07:31:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-359975961192298472.post-3190822207840496776</guid><description>&lt;a style="color:#ff1493;font-family:Georgia;font-size:16px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;D. Bahan Bakar Api Neraka&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Al-Qur’an dengan tegas menjelaskan api neraka yang terus berkobar dan menyala dengan dahsyat itu. Seperti dijelaskan dalam ayat:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEimLbcrO7VkydqKvY72qSnGrR3knyt2I3FxAvnyl4nxmjDU0SNYF8EB3VyjlSE-jl9DBt7xxS2wwE20cY35EuF1p7y9GYfjN2hSo7GYJ9jzTuqBvKBUkqYtb4JyrkubPtX-IWrO8dnkDwY/s1600/1-3_1_QS_Al-Baqarah_24.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Peliharalah dirimu dari neraka yanf bahan bakarnya manusia dan batu yang disediakan bagi orang-orang kafir.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Baqarah: 24)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Dan firman Allah SWT berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhcebkb8onUvKYDhGf8TLfCLAmnqBDaL1myW638QXUd0kSFxeqNggwS7soyLAZej6E8F4jJqHYqx4gL3JR92qqD-8EepdZVsW67OqGwNU2dJxPyMzhyphenhyphenKWo3uBw-Te06wBjln_qobyBkSS0/s1600/1-3_2_QS_At-Tahrim_6.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. At-Tahrim: 6)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang dimaksud dengan bahan bakar ialah segala sesuatu yang digunakan untuk menyalakan api atau mengobarkannya, demikian menurut pendapat Imam Jauhari. Menurut pendapat Abu Ubaidah: “Segala sesuatu yang engkau lemparkan di dalam api berarti engkau telah menjadikannya sebagai bahan bakar.”&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Menurut ahli tafsir, manusia yang dijadikan sebagai bahan bakar api neraka itu adalah orang-orang kafir dan musyrik. Adapun mengenai jenis batu yang dijadikan sebagai bahan bakar neraka itu, pada hakekatnya hanyalah Allah yang tahu.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;sebagian ulama salaf berpendapat bahwa batu-batu ini ialah  jenis batu belerang. Abdullah bin Mas’ud berpendapat bahwa batu-batu itu adalah batu dari belerang yang diciptakan Allah ketika menciptakan langit dan bumi, di langit dunia dan Dia menyediakan bagi orang-orang kafir. Pendapat ini, juga didukung Ibnu Abbas, Mujahid dan Ibnu Juraij.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Ibnu Rajab menyatakan bahwa kebanyakan ahli tafsir berpendapat bahwa yang dimaksud dengan batu-batu itu adalah batu belerang untuk menyalakan api.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Pendapat ini didasakan atas analisis orang-orang terdahulu bahwa batu belerang mempunyai kekhususan yang tidak dimiliki jenis batu lainnya. Bara api dan kekuatan panasnya tak terungguli oleh jenis-jenis batu yang lainnya. Dalam hal ini dinyatakan bahwa batu belerang setidaknya ada lima unsur kekhasan, yang tetap dijadikan sebagai alat pembakaran dan penyiksaan, yaitu: Cepat menyala, berbau busuk, banyak berasap, sangat lengket pada badan dan panasnya sangat kuat.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Mengenai hakekat kebenaran jenis batu yang dijadikan sebagai bahan bakar newraka itu, kiranya hanyalah Allah yang mengetahuinya. Yang pasti Allah menjelaskan bahwa bahan bakar api nerka itu ialah “manusia dan batu.” Sebab apa yang ada di akhirat itu, tidak sama persis dengan yang ada di dunia. Kesamaan itu hanyalah pada namanya saja.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Di samping keterangan ayat tersebut di atas, Allah SWT juga menjelaskan di dalam ayat yang lain bahwa bahan bakar neraka itu juga berupa orang-orang yang menyembah berhala dan berhla sembahannya itu. Allah SWT berfirman:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhd_D-4v0re5nl-Dv-NeUWpUQCX3YzO0UdBd0UadhUS8slYz0hXjJ1V1hfBR9Q2iOiy-zT7fHo-MkPbRIX626EkIHhPd4HqyNe50FVp_epiInE_JAe-vUN_mLfeQj6zE82y2GYD3ka9u7w/s1600/1-3_3_QS_Al-Anbiya_98-99.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Sesungguhnya kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah adalah umpan Jahannam, kamu pasti masuk ke dalamnya. Andaikata berhala-berhala itu tuhan, tentulah mereka tidak masuk neraka. Dan semuanya akan kekal di dalamnya.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Anbiya’: 98-99)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#ff1493;font-family:Georgia;font-size:16px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;E. Keganasan Binatang-binatang dan Pohon-pohon Neraka yang Menyeramkan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Sebagai tempat untuk menyiksa para penantang Allah dan Rasul-Nya, neraka merupakan tempat paling hina, paling buruk dan paling menyakitkan. Berbagai macam bentuk penyiksaan yang menyeramkan, menghinakan dan menghancur luluhkan, semua ada di dalamnya.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Api yang berkobar menyala-nyala, iar panas, darah, nanah yang mendidih, naungan asap api neraka yang hitam pekat dan udara yang amat panas, merupakan gambaran pemandangan yang sagat mengerikan dan memilukan. Belum lagi binatang-binatang berbisa yang siap menggigit dan menggerogoti tubuh penghuni neraka. Pohon-pohon berduri yang dahan dan tangkainya menjulur ke segenap penjuru neraka menyerupai kepala setan.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Di sebutkan dalam kitab&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corisva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;Tanbihul Ghafilin,&lt;/a&gt;  &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Abdullah bin Jabir meriwayatkan dari Rasulullah SAW bahwa beliau bersabda:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Sesungguhnya di dalam neraka terdapat ular-ular seperti leher unta, dan di dalam neraka juga juga terdapat kalajengking seperti keledai . . . . .”&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Imam Mujahid berkata, bahwa ular-ular di dalam neraka Jahannam itu leher-lehernya seperti unta, dan kalajengking seperti keledai. Sekali sengat, seluruh tubuh penghuni neraka mulai ujung rambut sampai ujung kaki, menjadi rontok dan sakitnya belum hilang selama empat puluh kali musim gugur.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Diterangkan dalam suatu riwayat bahwa di dalam neraka terdapat tujuh puluh ribu bukit, setiap bukti memiliki tujuh puluh ribu jurang. Pada setiap jurang terdapat tujuh puluh ribu titik nyala api yang bergejolak, setiap titik api terdapat tujuh puluh ribuu kampung. Setiap kampung terdiri dari tujuh puluh ribu petak ruang, pada setiap petak terdapat terdapat tujuh puluh ribu rumah  dari api. Pada tiap-tiap rumah terdapat tujuh puluh ribu ular dan kalajengking yang ganas lagi berbisa. Setiap kalajengking mempunyai tujuh puluh ribu ekor untuk menyengat dan menggigit.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Adapun mengenai pohon-pohon yang ada di dalam neraka, sebagaimana disebutkan di dalam Al-Qur’an, ada yang bernama pohon&lt;/a&gt;  &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;zaqqum&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;yang tumbuh keluar dari dasar neraka Jahim yang menyala-nyala. Mayangnya seperti kepala setan dan buahnya menjadi makanan bagi penduduk neraka. Sebagaimana firman Allah SWT:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjihXbhzlhxVopB-uwPqmL78rdqUdh_KU9ujETD21Mkx5ccsxJhR-EEtvluSCv6ldKCBBXIk_ZQSPNWThE8uFmTHXn6Eq5yy-fZ0BJSWR9Z6WgsEK0kxJ0XXSUdMgFmDSS4RCujgCyiwXo/s1600/1-3_4_QS_Al-Waqiah_51-56.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Kemudian sesungguhnya kamu hai orang-orang yang sesat lagi mendustakan, benar-benar akan memakan pohon zaqqum, dan akan memenuhi perutmu dengannya. Sesudah itu kamu akan meminum air yang sangat panas. Maka kamu minum seperti unta yang sangat haus minum. Itulah hidangan untuk mereka pada hari pembalasan.&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Waqi’ah: 51-56)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjNEYntVK3cdz90ikZ3je70j66yplK_uGyiqanp9h7LV6O-9H8-R1bNOMc_iwhl7CqH_Xq44bJYVU59jZl6OaPaEuPEnoJpNSaHSqAPO3Vq339pMvYgvAcQ00_qPnOlYTSpiBf9S8GXZzg/s1600/1-3_5_QS_Ash-Shaffat_62-68.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”(Makanan surga) itulah hidangan yang lebih baik daripada  ataukah pohon zaqqum. Sesungguhnya Kami menjadikan pohon zaqqum itu sebagai siksaan bagi orang-orang yang dzalim. Sesungguhnya dia adalah sebatang pohon yang keluar dari dasar neraka Jahim, mayangnya eperti kepala setan-setan. Maka sesungguhnya mereka benar-benar memakan sebagian dari buah pohon itu, maka mereka memenuhi perutnya dengan zaqqum itu. Kemudian sesudah makan buah pohon zaqqum itu pasti mereka mendapat minuman yang bercampur dengan air yang sangat panas. Kemudian sesungguhnya tempat kembali mereka benar-benar ke neraka Jahim.&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Ash-Shaffat: 62-68)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Di samping pohon&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;Zaqqum&lt;/a&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;, Al-Qur’an juga menjeaskan mengenai pohon yang ada di dalam neraka itu sebagai pohon yang berduri yang menjadi makanan penghuni neraka, sebagaimana dijelaskan dalam ayat berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgaX5APuP41EUl8dDNXhlhIMhcAvQAIpngqBSTwMsdlg_MVVl3iK9ALch1Syt09WvNAZbntjejzhzeXvSBDN0_qFluqXoZy82qp_63tuKG2e7Ul05oEASmvJJt0_9uMKcBILYI5Jne7Yvk/s1600/1-3_6_QS_Al-Ghasyiyah_6-7.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya: &lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yng berduri, yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Ghasyiyah: 6-7)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Menurut imam Qatadah bahwa&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;Ad-Dharii’&lt;/a&gt;  &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;adalah pohon berduri dan merupakan makanan yang paling hina dan paling busuk, yang diperuntukkan bagi penduduk neraka. Setelah memakannya, perut dan otaknya menjadi mendidih.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#ff1493;font-family:Georgia;font-size:16px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;F. Jembatan (Shirat) yang Melintas di Atas Neraka&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Di alam akhirat hanya ada dua tempat kembali yang bersifat abadi, yaitu surga dan neraka. Untuk bisa sampai ke surga yang penuh dengan aneka kenikmatan dan kebahagiaan seseorang harus dapat melewati jembatan&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;(shirat).&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Allah SWT menciptakan jembatan yang melintas di atas neraka yang apinya berkobar menyambar-nyambar. Jembatan itu sangat licin dan menggelincirkan, lebih kecil daripada rambut dan lebih tajam dari mata pedang, lebih kelam daripada kegulitaan malam. &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Ia memiliki tujuh lengkungan (tikungan) yang amat tajam. Masing-masing lengkungan, sejauh perjalanan tiga ribu tahun. Seribu tahun melintai tanjakan yang amat tajam, seribu tahun datar dan seribu tahun menurun dengan amat curam. Pada setiap lengkungan terdapat tujuh tampat pemberhentian (pemeriksaan). Di tempat pemberhentian yang bergigi tajam bagaikan ujung panah itu, manusia duduk berhenti menunggu giliran untuk dihisab.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Pada tahap awal manusa ditanya tentang keimanan. Bila selamat dan terbebas dari kekufuran dan riya’, maka loloslah ia, bila tidak maka dilemparkanlah ia ke dalam neraka. Pada tahap kedua manusia ditanya tentang shalat; pada tahap ketiga ditanya tentang zakat; pada tahap keempat ditanya tentang puasa; pada tahap kelima ditanya mengenai haji dan umrah; pada tahap keenam ditanya mengenai wudhu dan mandi jinabat; dan pada tahap ketujuh ditanya mengenai&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;birrul walidain&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(berbakti pada kedua orangtua), silaturrahmi, dan tentang kezaliman. Bila seseorang dapat lolos dari semua itu, maka selamatlah ia, bila tidak maka ia dilemparkan ke dalam neraka yang penuh dengan segala siksaan yang amat pedih.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Suatu jembatan yang penuh risiko, kegelapan, ketajaman dan kelicinan jembatan itu serta sambaran-sambaran api sangat mendebarkan, menegangkan, membahayakan. Apabila orang yang melintasi jembatan itu terjilat oleh sambaran api, maka ia menjadi hangus dan terbakar dan terpelanting jatuh ke dalam neraka. Dalam satu riwayat dinyatakan bahwa jembatan itu berada di lautan api, orang yang melintasinya dikepung api dari segala penjuru, dari bawah, dari atas, dari samping kiri dan kanan, dari belakang dan depan. Bagi orang yang tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, maka dapat dipastikan ia tidak akan selamat melintasi jembatan itu, sehingga ia jatuh ke dalam neraka dan terbakar di dalamnya.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Namun demikian bagi orang yang beriman dan bertakwa serta banyak melakukan amal shaleh, maka ia akan dapat melintasinya dengan selamat tanpa sedikitpun mengalami halangan dan kesulitan, hingga ia dapat sampai ke surga yang telah dijanjikan Allah kepadanya. Sebagaimana yang diisyaratkan dalam firman Allah SWT berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgiIoo4NLipTw0gjGm0DWubveO2V7Wr9TJfuiF7KZcVQUomOS77tclDlUMurUPZkchHZNR9nSRARE9zTtIM1ACFdDnuD0Nx6wWnt6jGH-_PRghx7ECqkj9gNQPGxl7g6D5SItUbU91s2Os/s1600/1-3_7_QS_Maryam_71-72.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Dan tidak ada seorang pun dari padamu melainkan mendatangi neraka itu. Hal ini bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan. Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang dzalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Maryam: 71-72)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Abdurrahman bin Ahmad Al-Qadhi mengatakan bahwa bagi orang-orang yang beriman akan dapat melintasi jembatan itu dengan selamat. Di antara mereka ada yang melintasinya dengan sangat cepat bagaikan kecepatan kilat, ada yang kecepatannya seperti laju kecepatan angin yang berhembus, ada yang seperti kecepatan burung terbang, dan ada pula yang secepat kuda yang berlari dengan kencang, ada yang berkecepatan pelari yang sangat kencang, dan ada pula yang seperti kecepatan pejalan kaki.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Di sampan itu ada juga yang melintasi jembatan itu sehari semalam, ada yang memakan waktu dua bulan, sebaian lagi ada yang memakan waktu sampai atu tahun, dua dan tiga tahun. Bahkan ada yang memakan waktu selama 25.000 tahun dari perhitungan tahun dunia.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Imam Wahab mengkwalifkasikan perbedaan kecepatan golongan manusia yang melintasi jembatan itu dalam tujuh kategori, yaitu:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;1. Golongan yang berkecepatan seperti kilat.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;2. Golongan yang berkecepatan seperti laju angin yang berhembus.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;3. Golongan yang melintasinya bagaikan kecepatan burung terbang yang sangat cepat.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;4. Golongan yang melintasinya seperti kecepatan kuda-kuda yang berlari dengan kencang.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;5. Golongan yang berkecepatan orang laki-laki yang berlari dengan kuat dan cepat.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;6. Golongan yang berkecepatan seperti larinya binatang ternak.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;7. Golongan yang melewatinya dengan kecepatan berlari selama sehari semalam.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Ada pula yang mengklarifikasikan perbedaan mereka yang melewati jembatan itu, dalam kategori sebagai berikut:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;-- Kelompok yang melewatinya dengan selamat, secepat kedipan mata.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;-- Kelompok yang melewatinya secepat kilat.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;-- Kelompok yang melintasinya secepat burung terbang.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;-- Kelompok yang melewatinya seperti kecepatan unta.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;-- Kelompok yang melewatinya dengan kecepatan pelari yang sangat kuat dan cepat.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;-- Kelompok yang melewatinya dengan kecepatan pejalan kaki biasa.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;-- Kelompok yang melewatinya dengan merangkak.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Seluruh ummat manusia akan melewati jembatan yang penuh tantangan yang sangat berbahaya itu, mulai dari ummat Nabi Adam sampai ummat Nabi Muhammad SAW. Di saat seluruh manusia melewati jembatan itu, Nabi SAW memohon kepada Allah demi keselamatan ummatnya. Beliau berdo’a:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Wahai Tuhanku, selamatkan, selamatkan, umatku, umatku.”&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Di antara mereka ada yang melewatinya dengan tanpa sedikitpun rasa takut, dan tidak pula terkena jilatan api neraka. Sehingga etelah melewatinya, kelompok ini bahkan bartanya: “Di mana jembatan itu?” Kepada kelompok ini dikatakan: “Anda benar-benar mendapatkan anugerah yang sangat besar dari Tuhan, sehingga Anda dapat melewatinya tanpa sedikitpun kesulitan.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Ada pula kelompok manusia yang melewatinya dengan penuh kesulitan. Melihat kelompok yang penuh kesulitan ini, Nabi SAW bertanya: “Siapakah kalian?” Mereka menjawab: “Kami dari umatmu.” Lalu beliau bertanya: “Apakah kalian konsisten di dalam mejalankan syari’atku?” Mereka menjawab: “Tidak.” Mendengar jawaban itu, beliau membiarkan mereka, karena tidak ada urusan dengan orang-orang yang tidak menjalankan syari’atnya. Maka mereka berguguran jatuh masuk ke dalam neraka Jahannam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Kelompok demi kelompok umat melewati jembatan itu, dan beliau bertanya kepada mereka: “Apakah kalian mengikuti syari’at dan jalan yang ditempuh oleh Nabi kalian?” Jik mereka menjawab: “Ya,” maka mereka akan dapat melewati jembatan itu dengan selamat. Bila menjawab “tidak,” maka mereka tidak akan selamat melewati jembatan itu, dan berguguran jatuh masuk ke dalam neraka.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Dijelaskan dalam suatu riwayat, bahwa melihat pemandangan yang sangat menegangkan dan menakutkan itu ada sekelompok orang yang berhenti dan menangis tersedu-sedu, sambil berkata: “Siapakah orang yang dapat menyelamatkan kami dari siksaan api neraka yang menyala-nyala itu?”&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Lalu datanglah Malaikat Jibril dan bertanya kepada mereka: “Apa yang menghalangi kalian, sehingga tidak segera melewati jembatan itu?” Mereka menjawab: “Kami takut dengan kobaran api neraka yang menyambar-nyambar itu?” Malaikat Jibril kembali bertanya: “Apa yang kalian perbuat ketika di dunia, bila kalian akan melintasi lautan yang amat luas dan dalam?”&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Mereka menjawab: “Kami akan melewati dan menyeberanginya dengan nak kapal.” Kemudian Malaikat Jibril mendatangkan masjid-masjid sebagai kendaraan bagi mereka, laksana kapal-kapal. Kepada mereka dikatakan: “Ini adalah masjid-masjid yang kalian tempati shalat berjema’ah ketika di dunia, maka sekarang silahkan kalian naik ke dalamnya sebagai kendaraan yang dapat menyelamatkan kalian dari api neraka yang menyala-nyala itu.”&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Dalam riwayat lain dijelaskan bahwa masjid-masjid itu didatangkan sebagai kendaraan yang sangat indah, nyaman dan berbau harum, bagi orang-orang yang shalat berjema’ah, para&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;mu’adzim&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(orang-orang yang mengumandangkan azan) di dalamnya, dibawa pimpinan para imam masjid itu.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#ff1493;font-family:Georgia;font-size:16px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;G. Pintu-Pintu Masuk Neraka&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Untuk mengetahui apakah neraka itu mempunyai pintu? Dan berapa banyak jumlah pintu neraka itu, maka perhatikan firman Allah SWT dalam ayat berkut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEis-ejrbb0d7kdW2W9Kzt7fm5rdzIn6AnwMGl_PgD9rJJjmPzheKcDdGwzcAT-gMVvtlcK8gUapvQGI7dbtS_2ND3uTEhXGnI3P6-lj23UODnk6SxruaoLxHz1zjEm5DvK3gLcbFRnQDwQ/s1600/1-4_1_QS_Al-Hijr_43-44.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Dan sesungguhnya Jahannam itu adalah tempat yang telah diancamkan kepada mereka (pengikut-pengikut setan) semuanya. Jahannam itu mempunyai tujuh pintu, tiap-tiap pintu (telah ditetapkan untuk golongan yang tertentu dari mereka.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Hijr: 43-44)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Dari ayat tersebut jelaslah bagi kita bahwa pintu neraka itu ada tujuh macam, dan setiap pintu telah ditetapkan untuk dilalui golongan-golongan tertentu dari penduduk neraka.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Di dalam Tafsir Ibnu Katsir dijelaskan bahwa pada setiap pintu dan tujuh pintu neraka itu telah ditetapkan bagi orang-orang yang mengikuti iblis, dan mereka pasti akan masuk neraka melalui pintu yang telah ditetapkan baginya itu. Masing-masing dari mereka akan masuk melalui pintu sesuai dengan kejahatannya dan menetap dalam neraka sesuai dengan dosa yang telah diperbuat ketika di dunia.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Dalam kaitannya dengan pintu-pintu neraka itu, Nabi SAW pernah bertanya kepada Malaikat Jibril: “Ya Jibril, apakah pintu-pintu neraka itu sama seperti pintu kami di dunia ini?” Malaikat Jibril menjawab: “Tidak, tetapi pintu neraka itu terbuka ke bawah, sebagian berada di bawah sebagian yang lain. Antara satu pintu ke pintu yang lain berjarak selama perjalanan 700 tahun. Dari satu pintu ke pintu yang lain perbandingan panasnya mencapai 70 kali lipat.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Rasulullah SAW bertanya lagi kepada Malakat Jibril: “Siapakah orang–orang yang akan menjadi penghuni neraka dengan melalui pintu-pintu itu?” Malaikat Jibril menjawab: “Pintu yang paling bawah (merupakan pintu untuk memasuki neraka yang paling dalam dan paling keras siksanya), di dalamnyamenjadi tempat bagi orang-orang munafik, orang-orang kafir dan golongan Fir’aun. Pintu ini bernama pintu&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;Hawiyah.&lt;/a&gt; Kedua, bernama pintu&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;Jahiim,&lt;/a&gt;  &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;pintu yang diperuntukkan bagi orang-orang musyrik, dalamnya menjadi tempat bagi orang-orang musyrik. Ketiga, bermana pintu&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;Saqar,&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;pintu masuk bagi kaum Shabi’un, para penyembah berhala, bintang-bintang dan sebagainya, yang sekaligus di dalamnya menjadi tempat mereka.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Pintu keempat, bernama pintu&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;Lazha,&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;pintu masuk bagi iblis dan pengikutnya dan orang-orang Majusi, di dalamnya sekaligus merupakan tempat mereka. Kelima, bernama pintu&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;Huthamah,&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;pintu masuk bagi orang-orang Yahudi, dan di dalamnya merupakan neraka yang menjadi tempat bagi mereka. Keenam, bernama pintu&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;Syai’ir,&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;merupakan pintu masuk bagi kaum Nasrani, di dalamnya sekaligus menjadi tempat mereka. Pintu ketujuh, di dalamnya ditempati oleh orang-orang yang berbuat dosa besar dari ummatmu (Muhammad) yang sampai mati mereka belum bertobat.”&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Setelah Malaikat Jibril menjelaskan pintu neraka yang keenam, ia diam tidak melanjutkannya, hingga beliau bertanya kepadanya: “Ya Jibril, mengapa engkau tidak tiidak segera melanjutkan kabar tentang pintu neraka yang tujuh.” Jibril menjawab: “Ya Muhammad, apakah engkau juga ingin aku menjelaskan mengenai pintu yang ketujuh.” Beliau menjawab: “Ya.” Lalu Jibril melanjutkan penjelasannya; “Ya Muhammad, pintu neraka yang ketujuh itu, merupakan pintu masuk bagi ummatmu yang ahli melakukan dosa besar, sampai mati ia belum bertobat.”&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Mendengar jawaban itu Nabi SAW sangat terkejut, hingga pingsan. Setelah sadar belaiu berkata: “Musibah ini begitu besar, dan sangat mengkhawatirkanku, apakah ada di antara umatku yang masuk ke dalam neraka?” Jibril menjawab: “Ya, mereka yang ahli melakukan dosa besar dari umatmu akan masuk ke dalam neraka.”&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Mendengar jawaban itu Rasulullah SAW menangis lagi, kemudian Jibril pun ikut menangis bersama beliau. Melihat Jibril ikut menangis Nabi SAW bertanya kepadanya: “Mengapa Anda ikut menangis hai&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;Ruhul Amin&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(Jibril)?” Malaikat Jibril menjawab: “Saya menjadi takut mendapatkan musibah seperti yang ditimpakan kepada Harut Marut. Itulah yang membuat aku menangis.” Lalu Allah memberikan wahyu kepada keduanya: “Ya Jibril, ya Muhammad, Aku telah menjauhkan kalian berdua dari neraka, tetapi (mengapa) kalian belum merasa aman daripadanya.” Demikian, sebagaimana yang dilansir Abdurrahman bin Ahmad Al-Qadhi, di dalam kitab&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;Daqaiqul Akhbar.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib bahwa ia berkata: “Sesungguhnya pntu-pintu Jahannam itu berlapis-lapis, sebagiannya di atas bagian yang lain.” Dan dalam riwayat yang lain ia mengatakan: “Pintu-pintu Jahannam ada tujuh, sebagiannya berada di atas sebagian yang lain. Pada level pertama akan penuh lebih dulu, kemudian yang kedua, lalu yang ketiga, hingga semua penuh berisi penghuni. Pintu-pintu itu dibuka lebar-lebar seolah-olah tak sabar hendak menerkam dan memangsa, ketika orang-orang kafir digiring menuju kepadanya. Setelah mereka masuk melaluinya, maka disitulah mereka dikurung dan disiksa selama-lamanya. Allah SWT berfirman:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj02Z5bSbcAQjhdL_sMsH0W7fWlk6I0-pKGMTDmzzNorHFXUYlDw-vufiHt_r_FKbjp95pevk3L7NGCBuo4FFzOtvk0fg0MhRXszMB047PqSTgCS2dRzgc3s3tqZNBFP3ysnriLTqevKmY/s1600/1-4_2_QS_Az-Zumar_71-72.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Orang-orang kafir dibawa ke neraka Jahannam berombong-rombongan. Sehingga apabila mereka sampai ke neraka itu dibukalah pintu-pintnya dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: Apakah belum pernah datang kepadamu rasul-rasul di antaramu yang membacakan kepadamu ayat-ayat Tuhanmu dan memperingatkan kepadamu akan pertemuan dengan hari ini? Mereka menjawab: Benar (telah datang). Tetapi telah pasti berlaku ketetapan adzab terhadap orang-orang yang kafir. Dikatakan (kepada mereka): Masuklah pintu-pintu neraka Jahannam itu, sedang kamu kekal di dalamnya. Maka neraka Jahannam itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang menyombongkan diri.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Az-Zumar: 71-72)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Setelah mereka semua masuk ke dalam neraka melalui pintu-pintu itu, memenuhi neraka yang amat pedih siksanya, pintu-pintu itu segera ditutup rapat-rapat. Sehingga tidak ada lagi harapan bagi mereka untuk dapat keluardari neraka. Seperti dijelaskan dalam firman Allah SWT berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgjcHFgWSPCAqa5Lo6eZ87ZwV5DWp-3rsIkmEh1h22S1ynwQWrLi1VmG2yyEhoo1iB59imCHNSOHin18HavvHEd0gyu-zr4q9n-g7azYWt2m8cFbrqk-8DAXLDnZ1mQIq5XZk_jtIbko50/s1600/1-4_3_QS_Al-Balad_19-20.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Dan orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, mereka itu adalah golongan kiri. Mereka berada dalam neraka yang ditutup rapat.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Balad: 19-20)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Mengenai ditutupnya pintu-pintu neraka, setelah dimasuki oleh semua penghuninya, juga dijelaskan di dalam firman Allah SWT dalam surat Al-Humazah berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj07WGq34HCDhlclQPRX69fahWp_DrbtpHDsVXjm9FliV9YzsVu7FCOCmbXja44ohYcoQwnqGQQKxjZ3wZ1UZnmQoPvs6h_fMjRdk2mVWGdLtvioqKw7LWggKfgQLLgjTIdWP8cl-dXP4U/s1600/1-4_4_QS_Al-Humazah_1-9.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela, yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya, dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya, sekai-kali tidak! Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam Huthamah. Dan tahukah kamu apa Huthamah itu? (Yaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan, yang (membakar) sampai ke hati. Sesungguhnya api itu ditutup rapat atas mereka. (Sedang mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Humazah: 1-9)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Sebelum datangnya hari kiamat pintu-pintu neraka itu di buka, namun pada saat-saat tertentu ditutup. Sebagaimana yang diisyaratkan dalam hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda: Apabila bulan Ramadhan tiba pintu-pintu surga dibuka, sedangkan pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan diikat (belenggu).”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(Muttafaq ‘Alaih)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Abu Hurairah juga meriwayatkan hadits lainnya, bahwa Nabi SAW bersabda: “Ketika malam pertama bulan Ramadhan setan-setan dan jin-jin yang jahat diikat, pintu-pintu neraka ditutup, sehingga tidak ada satu pintupun yang dibuka dari pintu-pintu neraka. Sedangkan pintu-pintu surga dibuka, sehingga tidak ada satupun pintu dari pintu-pintu surga yang ditutup.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(HR. Tirmidzi)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#ff1493;font-family:Georgia;font-size:16px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;H. Tingkatan-Tingkatan Neraka&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Tingkatan kepedihan siksaan dan derajat panasnya api neraka itu bertingkat-tingkat. Siksaan yang ditimpakan kepada penghuni neraka antara suatu kelompok dengan kelompok  yang lain tidaklah sama. Ada penduduk neraka yang menduduki tempat di tingkat yang paling keras siksanya, yaitu mereka yang berada di kerak neraka, suatu tingkat&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;(darakat)&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;yang paling dahsyat siksanya. Mereka inilah yang mengalami tingkat penyiksaan yang paling pedih dan paling sengsara. Tingkatan yang berada di atasnya lebih ringan bila dibandingkan dengan ada di bawahnya, begitu seterusnya, sampai pada tingkatan yang paling atas. Hal ini, sebagaiamana dijelaskan dalam ayat berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiE8tZIkXqmjNd9jVxvmTOpdAyPQLczW1eNkd_YNdB3Boxk5_3BDusPa6pODwzQrQcGw_Rce96QZ5NpBNbyyYkVHkEvX7z-6xLlZpRIZ6HpwVZN-GXBgxG-kYnVfgRuelyFZuAXwOVNPrQ/s1600/1-4_5_QS_An-Nisa_145.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;”Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. An-Nisa’: 145)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Abdurrahman bin Zaid bin Aslam menyatakan bahwa tingkatan-tingkatan surga menuju ke atas, semakin ke atas semakin tinggi kenikmatan dan derajatnya. Sedangkan tingkatan-tingkatan neraka menuju ke bawah, semakin ke bawah semakin hina dan semakin keras siksanya. Oleh sebab itu penyebutan tingkatan surga diistilahkan dengan&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;ad-darajat,&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;sedangkan untuk penyebutan tingkatan neraka diistilahkan dengan&lt;/a&gt;  &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;ad-darakat.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Ayat di atas menyisyaratkan bahwa neraka itu semakin rendah atau semakin ke dalam, semakin tinggi derajat kepanasan dan kepedihan siksanya. Mereka yang berada di tingkatan yang paling dalam adalah yang paling berat dan paling pedih siksanya. Tingkat yang paling dalam ini ditempati oleh orang-orang munafik, sebagaimana dijelaskan dalam ayat tersebut.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Tingkat siksaan yang ditimpakan pada masing-masing penghuni neraka itu, tentu sesuai dengan tingkat kedurhakaan dan dosa-dosa yang dilakukan. Semuanya mendapatkan balasan yang seimbang dengan kejahatannya. Sebagaimana disebutkan dalam firman Allah SWT:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEivOqYKHFoKTLERAYBPA3atPfM23j2R0cLdk2Fqa9J8QRZL_EpmXDV_S9A42qOdld27rcw_MHgyswXWlzibIGu-P7NbUsOE3YAFOm5ShMq-ZXUPCsRw_gCVKh1xAuap1euvoxecs_9W9UU/s1600/1-4_6_QS_Al-Anam_132.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Dan masing-masing orang memperoleh derajat-derajat (seimbang) dengan yang dikerjakannya. Dan Tuhanmu tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-An’am: 132)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Dalam ayat lain disebutkan:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgLiCsQuctqaEV3_Evq41MOV_NFwHRWULFBTWzj41wyc94fzqFNU1n7nlyXwPNntgpkjmysfxzt0b0c4zRy3OnDRHppLKuVknDH2SMAdDlzWlyCr4hYqPStBsPhggELAyEm5D-GhyoDix4/s1600/1-4_7_QS_Ali-Imran_162-163.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Apakah orang yang mengikuti keridhaan Allah sama dengan orang yang kembali membawa kemurkaan (yang besar) dari Allah dan tempatnya adalah Jahannam? Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali. (Kedudukan) mereka itu bertingkat-tingkat di sisi Allah.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Ali Imran: 162-163)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Para ulama salaf mengkualifikasikan tingkatan-tingkatan neraka sesuai dengan para penghuninya dalam kategori berikut:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;-- Pertama, tingkat paling atas, sebagai tempat orang-orang yang berdosa dari penganut agama tauhid (Islam).&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;-- Kedua, tingkat kedua dari atas sebagai tempat untuk menyiksa kaum Yahudi.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;-- Ketiga, sebagai tempat untuk menyiksa orang-orang Nasrani.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;-- Keempat, neraka tempat untuk menyiksa kaum Shabi’in.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;-- Kelima, neraka tempat untuk menyiksa orang-orang Majusi.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;-- Keenam, neraka tempat untuk menyiksa kaum musyrikin Arab.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;-- Ketujuh, neraka tempat untuk menyiksa orang-orang munafik.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Ada pula riwayat yang menjelaskan bahwa pembagian tingkatan nereka itu sebagai berikut:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Pertama: Neraka tingkat pertama dari atas sebagai tempat dari umat Nabi Muhammad yang melakukan dosa besar, hingga mati belum bertobat. Yaitu orang-orang fasik, yang tidak mau mengerjakan shalat, enggan mengeluarkan zakat, tidak berpuasa, orang-orang yang berzina, orang-orang yang membunuh seseorang tanpa hak, dan orang-orang yang memakan harta haram.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Kedua: Neraka tingkat kedua dari atas, menjadi tempat bagi golongan orang-orang Nasrani.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Ketiga: Neraka tingkat ketiga dari atas, merupakan tempat untuk menyiksa golongan orang-orang Yahudi.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Keempat: Neraka tingkat keempat dari atas, menjadi tempat untuk menyiksa orang-orang Shabi’in, yaitu orang-orang yang mempertuhankan dan menyembah bintang-bintang.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Kelima: Neraka tingkat kelimadari atas merupakan tempat untuk menyiksa orang-orang Majusi, dan orang-orang yang mempertuhankan dan menyembah api.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Keenam: Neraka tingkat keenam dari atas merupakan tempat untuk menyiksa manusia dan jin yang musyrik.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Ketujuh: Neraka tingkat ketujuh yang merupakan tingkat neraka yang paling dalam dan paling dasar serta paling pedih siksanya, menjadi tempat bagi orang-orang munafik.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Namun demikian, ada sebagian ulama yang tidak sependapat dengan pembagian tingkatan-tingkatan neraka tersebut. Mereka berpandangan bahwa nama-nama neraka itu, Jahannam, Lazha, Huthamah, dan lainnya adalah sebatas pengistilahan dari pengertian neraka secara keseluruhan dan bukan sebagai pembagian atas tingkatan-tingkatannya. Sedangkan mengenai siksaan yang diterima bagi penghuninya memang berbeda-beda menurut kekafiran dan kadar dosa-dosanya.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Ada pula yang berpendapat bahwa tingkatan nerak itu sesuai dengan nama-namanya sebagai berikut:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#0000ff;font-family:Georgia;font-size:14px;text-decoration:nonefont-weight:bold;"&gt;Sumber: Judul Buku: Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka&lt;br /&gt;Penyusun: Moh Samsi Hasan&lt;/a&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEimLbcrO7VkydqKvY72qSnGrR3knyt2I3FxAvnyl4nxmjDU0SNYF8EB3VyjlSE-jl9DBt7xxS2wwE20cY35EuF1p7y9GYfjN2hSo7GYJ9jzTuqBvKBUkqYtb4JyrkubPtX-IWrO8dnkDwY/s72-c/1-3_1_QS_Al-Baqarah_24.png" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total></item><item><title>Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka (Bag. 1)</title><link>http://mutiaraillahiyah.blogspot.com/2013/02/kedahsyatan-siksaan-dan-rintihan-para_23.html</link><category>Pustaka Islam</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sat, 23 Feb 2013 07:25:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-359975961192298472.post-6273911336754122648</guid><description>&lt;img src="http://iwandj.files.wordpress.com/2008/11/bismilah2-1.gif" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | Iwan Collection's | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" width="580" height="100" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;font color="red"&gt;___________________________________________________________________________&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a style="color:#0000ff;font-family:Georgia;font-size:20px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;I. Sekilas Gambaran Neraka Yang Menyeramkan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;font color="red"&gt;___________________________________________________________________________&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#ff1493;font-family:Georgia;font-size:16px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;A. Pengertian Neraka&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Neraka dalam bahasa Arab disebut&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;An-Naar&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;secara bahasa berarti “api.” Lafal&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;an-naar&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;banyak disebutkan di dalam ayat-ayat Al-Qur’an yang berarti api neraka. Di antaranya ialah dalam ayat-ayat berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhDl_i-VajMCZMGpcTvLTfJ7Jc9RWDy8s6UGIMlTvWYNammqfVIbGtYYBjG8JmOeMWKfjHgAv6tfCWMVFMSeeOrbYmhkJX_sx3uv5DufIUnnKC8QBXlUO0CxHFtcxPZzwIn4LNWV7d8uO0/s1600/1_1_QS_Al-Hajj_19-22.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Maka orang kafir akan dibuatkan untuk mereka pakaian-pakaian dari api neraka. Disiramkan air yang sedang mendidih ke atas kepala mereka. Dengan air itu hancur luluhlah segala apa yang ada dalam perut mereka dan juga kulit (mereka). Dan untuk mereka cambuk-cambuk dari besi. Setiap kali mereka hendak keluar dari neraka lantaran kesengsaraan mereka, niscaya mereka dikembalikan ke dalamnya. (Kepada mereka dikatakan): Rasalah azab yang membakar ini.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Hajj: 19-22)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Dan firman Allah SWT:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi1ldC6gUEZUniNPRhH8df403ANQDE3DAX2LaodOvrkY6X1Wnrnii-tG3zYPUPrOhlp9Z_39uXGjGKy7MZvcpOhdhUsy4eSfqBpmJUsGIQ5Zpb7MNyWyGnh6qzYLhp8-duWjFIfR228jQY/s1600/1_2_QS_Al-Baqarah_81.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”(Bukan demikian), yang benar, barangsiapa berbuat dosa dan ia telah diliputi oleh dosanya, mereka itulah penghuni neraka, mereka keka di dalamnya.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Baqarah: 81)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiqxL2AZhQ8P4v2n6SDvp5q2xcSO6ynnA8GCm7AmUFpdeKuwkPHyWwsnSKVo5hGFgmFpcN2lOjm9blB5oHbkLpD70BRYkd-WE5AUw9dCMKYMezoABPv__01KvZQdWZHhm6U5XXwO8sYKsQ/s1600/1_3_QS_Al-Fath_13.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Dan barangsiapa yang tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya Kami menyediakan untuk orang-orang yang kafir neraka yang menyala-nyala.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Fath: 13)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi4wvPxtVm9wSDCbAkBdoiPOSjBTxYYp5JVm0Tkg2GH2w8GNU78a7Hp4NsVvMGd_fC_j5SDGB91lHfJPIeHJPUkSGpp1Td_MVUbDHNEiZ4BK0kSs7A35M8pLorw6rlqgPXUUp6LdNlVQz8/s1600/1_4_QS_Al-Baqarah_39.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Baqarah: 39)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Dengan demikian, dapatlah dikatakan bahwa neraka ialah suatu tempat penyiksaan yang penuh dengan kobaran api dan aneka macam siksaan yang sangat pedih, yang dipersiapkan Allah di akhirat. Suatu tempat yang disediakan untuk memenjarakan, menghukum dan mengurung para musuh-musuh Allah dan Rasul-Rasul-Nya dan mereka yang selalu bergelimang dosa.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Neraka merupakan tempat untuk membalas dan menyiksa semua orang-orang kafir, orang-orang musyrik, orang-orang munafik, orang-orang yang tidak beriman kepada Allah SWT dan Rasul-Nya, orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah, mereka yang durhaka kepada-Nya, yang tidak mau mentaati perintah-perintah-Nya dan melanggar serta mengerjakan larangan-larangan-Nya. Orang-orang sombong yang senantiasa berbuat kekejam, kezhaliman, dan keangkaramurkaan, kesewenang-wenangan dan ketidakadilan, yang selalu bergelimang dengan dosa dan noda tanpa pernah bertobat dan memohon ampun atas segala kesalahan dan dosa-dosanya.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Aneka macam siksaan yang amat pedih dan dahsyat semuanya ada di dalam neraka. Bunga apinya berkobar menyala-nyala dengan derajat kepanasan yang tak terukur panasnya yang membakar dan mengelupaskan kepala dan kulit tubuh serta menghujam ke dalam hati, menghancurkan daging dan meremuk redamkan tulang belulang. Disebutkan dalam sebuah hadits, bahwa Rasulullah SAW bersabda:&lt;/a&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Andaikata seorang penduduk meraka Jahannam dikeluarkan daripadanya, kemudian dilihat oleh manusia penduduk dunia, niscaya matilah semua penduduk dunia ketka melihatnya, karena murka Allah pada penduduk neraka itu.”&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Di dalam hadits disebutkan, bahwa Rasulullah SAW bersabda:&lt;/a&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Api neraka itu dinyalakan seribu tahun hingga memerah, kemudian dinyalakan atasnya selama seribu tahun lagi hingga berwarna putih, kemudian seribu tahun lagi hingga menjadi hitam yang amat kelam.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(HR. Tirmidzi)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Bermacam-macam binatang berbisa yang sangat ganas menggerogoti dan menyayat-nyayat tubuh penghuni neraka tanpa mengenal ampun. Air panas, darah, nanah yang mendidih menjadi minuman utamanya, hingga isi perutnya terbakar dan usus-ususnya terburai keluar, serta berbagai macam bentuk siksaan yang sangat pedih, semua ada di dalam neraka. Sehingga mereka merintih, menjerit, mengerang dan meraung-raung kesakitan. Namun demikian mereka tidak mati dan tidak pula merasakan bisa istirahat dari siksaan yang sangat menyayat itu, barang sedikitpun.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Sungguh neraka merupakan tempat kembali yang paling buruk dan paling hina. Allah Ta’ala berfirman:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgHOTauSa80fvXihAYbCsbekpOgMphafyjwrnmb5KESHWWzV1kcshyHJGZH2fp-fHYLr_6jMXyShG255m8vHKPZjgf6Lt_HXVtxWGSbJJW-x-D10_1m3aOKEFw1oTSPsPwwnkNWHHTf5CM/s1600/1_5_QS_Ali-Imran_192.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt;  &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Ya Tuhan kami, sesungguhnya barangsiapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh telah Engkau hinakan ia, dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Ali Imran: 192)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Mereka itulah yang paling sengsara dan dalam kerugian yang besar. Allah SWT berfirman:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjjy9u0Dny34uH_veii8ECu24T5nUvOiBYajKqI6tgo_riiTE8K4D66CKubFXdD0Q6rKs5nDsfHirE91p4cI56o5G4rhfhfdSTlkPJGW7GP0SSTIIfLspVEj9qRopi_1CCYn4NlKP2utDA/s1600/1_6_QS_Az-Zumar_15.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Sesungguhnya orang-orang yang rugi ialah orang-orang yang merugikan diri mereka sendiri dan keluarganya pada hari kiamat. Ingatlah yang demikian itu adalah kerugian yang nyata.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Az-Zumar: 15)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhCuct7LQM1o9d27kBCqgxwpyFKJU6KyH5zPQmtCslvd-Ya8EDz5CtHJECeJnMIyJBvEryPrImL_gkp6bta3Uqt57AXpih9KhEIqu_TeelzUH7X2Y_vy56fAntGu53AAIMax6Mk-yoVzOg/s1600/1_7_QS_At-Taubah_63.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Tidaklah mereka (orang-orang munafik itu) mengetahui bahwasanya barangsiapa menentang Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya neraka Jahannamlah baginya, dia kekal di dalamnya. Itu adalah kehinaan yang besar.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. At-Taubah: 63)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="Http:https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEheSCRQNZdZKdwmnM3GgtghHvded9GSAZVG9_SKN6lnXdDnp0fnRExjxy6XlSV4Aa1NyXuGL-o_oFgk06iZk-Aj_wNr5q2iSEBy4k6s6FfhQwNB-UVbQz_7xEMfYBfa6vHFCMt94HNo_dY/s1600/1_8_QS_Shaad_55-56.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”beginilah (keadaan mereka). Dan sesungguhnya bagi orang-orang yang durhaka benar-benar (disediakan) tempat kembali yang buruk. (Yaitu) neraka Jahannam, yang mereka masuk ke dalamnya, maka amat buruklah Jahannam itu sebagai tempat tinggal.”&lt;/a&gt;  &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Shaad: 55-56)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh3NA7qjtNIH2bTfA1yjaYFrin0rTwX6l159kBVll-FwHEGSe7e0e5xy-oP-P3hGzgMMUPlZlVxrjsfwG-COvMnZOtjPlZ9z5E5-TmyBHdR_8LZZxhdym_SGo30OS27Ofq26JgLQaekwLo/s1600/1_9_QS._Al-Furqan_66.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Sesungguhnya Jahannam itu seburuk-buruk tempat menetap dan kediaman.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Furqan: 66)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Apakah neraka dan surga itu telah diciptakan Allah yang sekarang sudah ada ataukah baru akan diciptakan Allah kelak pada hari kiamat? Menurut Ahlus Sunnah sepakat bahwa surga dan neraka adalah makhluk yang telah diciptakan dan sekarang sudah ada, demikian pendapat Ahlus Sunnah. Hal ini berbeda dengan pendapat kaum Mu’tazilah dan Qadariyah mengingkari hal itu. Menurut pendapat yang terakhir ini, Allah baru akan menciptakan keduanya pada hari kiamat.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Penciptaan surga dan nerakasebelum hari pembalasan adalah sia-sia, kerena keduanya belum berfungsi dan menganggur dalam masa yang sangat lama, demikian menurut persepsi Mu’tazilah dan Qadariyah. Mereka menolak&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;nash-nash&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;yang bertentangan dengan syari’at batil yang mereka tetapkan itu.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Mengenai sudah adanya surga dan neraka itu sebagaimana keterangan ayat-ayat Al-Qur’an, di antaranya ialah:&lt;/a&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjB1x1itq1onVfXFDy0gjuo2lReUqEk-H_c2xNI25RY6eiSM2rC73eUiVeCXNGeKz6qiMgDYtUPgsdBYysMBOzdyN9mtjq_V4rA6vp9jHdl3ysP9qhG7MeIPJROkhxik4JTz0xtAfHN_v8/s1600/1_10_QS_An-Najam_13-15.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Coriva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli), pada waktu yang lain (yaitu) di Sidratul Muntaha. Di dekatnya ada surga tempat tinggal.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. An-Najam: 13-15)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Dan firman Allah SWT:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhaCnY81Hri4rNdPiHpHP9hqIN-JG1OUa2n2RbfBLdvaE1HcNTEKwY_Nz-4GRJT2FiM9caq-CEsE924IURissmnuW5LIosnQntjQh1agm9AwkxEQGnbZ61GWcXXBrXBlPrqtUJYfEu9ZvA/s1600/1_11_QS_An-Naba_21-26.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Sesungguhnya neraka Jahannam itu (padanya) ada tempat pengintai. Lagi menjadi tempat kembali bagi orang-orang yang melampaui batas. Mereka tinggal di dalamnya berabad-abad lamanya. Mereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak pula mendapat minuman, selain air yang mendidih dan nanah, sebagai pembalasan yang setimpal.&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. An-Naba’: 21-26)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt;   &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu yang disediakan bagi orang-orang kafir.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Baqarah: 24)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg1H0iIIUt_fEsz1O79PSPB59FvDQxJWnkbHYQnrMsErIM2Uvf3sYrsBNG4zxIKxcbyxiMUBKMcZYZ92KIo87Bah6dMqsB_6kRyw0UhzpDaRPzGgp0QhxkZyoMt4DaVxUnHVTRtLWhWcqw/s1600/1_12_QS._At-Tahrim_6.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. At-Tahrim: 6)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Peliharalah dari api neraka, yang disediakan untuk orang-orang kafir.”&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Ali Imran: 31)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Di samping ayat-ayat tersebut, yang menjelaskan tentang adanya neraka, juga dapat diketahui dari hadits-hadits Nabi SAW berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;Diriwayatkan dari Anas RA bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Demi Tuhan yang nyawaku berada di tangan-Nya, andai kalian melihat apa yang aku lihat, niscaya kalian sedkit tertawa dan banyak menangis. Para sahabat bertanya: Apa yang engkau lihat, ya Rasulullah? Nabi SAW menjawab: Aku melihat surga dan neraka.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(HR. Muslim)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Rasulullah SAW juga bersabda:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Kulihat di tempatku ini, segala sesuatu yang dijanjikan kepadamu, hingga kulihat aku mengambil buah-buahan dari surga ketka kalian melihatku maju. Dan telah kulihat sebagian api neraka menghancurkan sebagian yang lain ketika kalian melihatku mundur.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Diriwayatkan di dalam hadits Bukhari dan Muslim, bahwa Rasulullah SAW bersabda:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Sesungguhnya ketika seseorang dari kamu meninggal dunia ditunjukkan kepadanya tempat tinggalnya di waktu pagi dan sore. Jika ia termasuk penghuni surga, maka ia akan masuk surga. Jika ia termasuk penghuni neraka, maka ia akan masuk neraka. Dikatakan, inilah tempatmu hingga Allah membangkitkanmu pada hari kiamat.”&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Di dalam hadits&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;Shahihaini&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(Bukhari dan Muslim) diriwayatkan hadits Isra’ Mi’raj dari Anas RA bahwa Rasulullah SAW bersabda:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;” . . . . kemudian Jibril membawaku hingga tiba di Sidratul Muntaha yang diliputi warna-warni. Aku tidak tahu warna apa itu.” Selanjutnya Nabi SAW bersabda: “Kemudian aku masuk surga. Ternyata surga banyak mutiara dan tanahnya dari misik.”&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Abu Hurairah RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Ketika Allah menciptakan surga dan neraka. Dia mengutus Jibril ke surga. Allah berfirman: Pergilah, lalu lihatlah ia serta apa yang Aku sediakan bagi penghuninya di dalam surga. Maka Jibril pergi ke sana dan melihat surga serta apa yang disediakan Allah bagi penghuninya di dalamnya. Kemudian Jibril kembali dan berkata: Demi keperkasaan-Mu, tidaklah seorang pun yang mendengar tentang surga, melainkan ia akan memasukinya. Selanjutnya Allah memerintahkan kepada Jibril untuk menaruh hal-hal yang tidak menyenangkan di sekeliling surga. Lalu Allah berfirman: Kembalilah dan lihatlah ia serta apa yang Aku sediakan bagi penghuninya di dalam surga. Maka Jibril pergi melihatnya, kemudian kembali dan berkata: Demi keperkasaan-Mu, aku khawatir tidak akan ada seorangpun yang dapat memasukinya. Nabi SAW bersabda: Kemudian Allah mengutus Jibril ke neraka, Allah berfirman: Pergilah dan lihatlah neraka serta apa yang Aku sediakan bagi penghuninya di dalam neraka. Maka Jibril melihatnya, ternyata sebagian api neraka menaiki sebagian lainnya. Lalu Jibril kembali dan berkata: Demi keperkasaan-Mu, tidak akan ada seorangpun yang akan memasuki neraka bila ia mendengar tentangnya. Kemudian Allah memerintah Jibril menaruh berbagai kesenangan di sekeliling neraka. Selanjutnya Allah berfirman: Pergilah, lalu lihatlah apa yang Aku sediakan buat penghuninya di dalam neraka. Maka Jibril pergi melihatnya, lalu kembali dn berkata: Demi keperkasaan-Mu, aku benar-benar takut, tak seorangpun selamat darinya, melainkan ia akan memasukinya.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(HR. Muslim)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Rasulullah SAW bersabda:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;Dari Abi Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Neraka ditutup (dikelilingi) dengan berbagai kesenangan hawa nafsu. Sedangkan surga ditutup (dikelilingi) dengan hal-hal yang tidak disukai (hawa nafsu).”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(Muttafaq ‘Alaih)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br/ &gt;&lt;a style="color:#ff1493;font-family:Georgia;font-size:16px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;B. Luas Neraka dan dan Kedalamannya&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/iwan.lemabang/" target="_blank"&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhRk9vU4z5PMQI3madUCCzMuOm1mziEOSFbtR3pco4-gN71_fIgilJEpTXfe07gnCd3sO2dPRQ0xiVghWAKCRbZJB_q6Mt4uXApJ_bv_iCXjgRliIFGbfZc3OGSbF5ty_d5ltscEEGGGZlP/s1600/Iwan_Lemabang.jpg" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" width="200" height="200" style="clear:right; float:right; margin-left:1em; margin-bottom:1em" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Sebagaimana telah disebutkan di atas bahwa neraka benar-benar telah diciptakan oleh Allah dan sudah ada. Hanya saja tidak ada&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;nash&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;yang menjelaskan secara pasti mengenai tempatnya. Para ulama berbea pendapat mengenai tempat neraka sekarang. Sebagian di antara mereka ada yang berpendapat bahwa neraka itu berada di bumi yang paling bawah. Ada yang mengatakan bahwa neraka itu terletak di langit. Dan ada pula yang mengatakan bahwa neraka itu terletak di sebelah kiri Arsy Allah SWT.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Sementara ada sebagian lain yang tidak mengemukakan pendapat mengenai tempat neraka secara pasti. Karena tidak adanya&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;nash&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;atau dalil yang shahih yang menjelaskan tentang ketentuan letak tempatnya secara pasti. Seperti pendapat Syekh Waliyullah Ad-Dahluwi, sebagaimana diungkapkan dalam perkataannya berikut ini: “Tidak ada suatu&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;nash&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;pun yang menegaskan penentuan tempat surga dan neraka, melainkan hanya Allah sendiri yang tahu sesuai dengan kehendak-Nya. Karena kita tidak bisa mengetahui seluruh makhluk-makhluk Allah, demikian pula mengenai alam-alamnya.” Pendapat ini, merupakan pendapat yang terkuat, demikian menurut pandangan Shiddiq Hasan Khan.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Dalam hal ini Imam As-Suyuthi juga berkata: “Kamu tidak mempunyai pendapat tentang tempat neraka, karena tidak ada yang mengetahui kecuali Allah. Tidak ada hadits shahih yang dapat diandalkan dan dijadikan sebagai pegangan, mengenai di mana tempat neraka yang sebenarnya.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Demikian pula mengenai luas dan dalamnya neraka, tidak disebutkan secara pasti di dalam&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;nash&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Al-Qur’an maupun hadits Nabi SAW. Yang pasti neraka itu ada, sebagai tempat untuk memenjarakan, membalas dan menyiksa manusia dan jin yang menentang dan menjadi musuh-musuh Allah dan Rasul-Rasul-Nya. Yang pasti neraka itu dapat menampung dan memuat berapa pun banyaknya para penghuni yang akan mendekam di dalamnya. Allah berfirman kepada neraka:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Sesungguhnya engkau adalah siksa-Ku yang Aku pergunakan untuk menyiksa siapa saja yang Aku kehendaki.”&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Allah SWT berfirman:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjn0vWZGH52rgbItnTkq_il-_giJKdNxWZQh5m31kCBRER-9_8okxkYX-bWb6tPt7xj5HiBT_M3nOyTs9HmWolfNKkIyrD0Bvh7rjzWom6ATOYJc28_us2BU27ygbWfhHAyf0S16wIWJLs/s1600/1-2_1_QS_Qaaf_30.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”(Dan ingatlah akan) hari (yang pada hari itu) Kami bertanya kepada Jahannam: Apakah kamu sudah penuh? Dia menjawab: Masih adakah tambahan?”&lt;/a&gt;  &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Qaaf: 30)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Neraka itu amatlah luas dan dalam, sehingga meskipun ia terus menerus diisi dan dimasuki penghuninya yang sangat banyak, tetapi ia dapat menampung dan memuat seluruhnya. Sebagaimana disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan Anas RA bahwa Nabi SAW bersabda:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Neraka Jahannam terus menerus diisi dan berkata: Apakah masih ada tambahan? Akhirnya Tuhan Yang Maha Mulia meletakkan kaki-Nya di dalamnya, lalu sebagian yang satu mendekat kepada lainnya. Jahannam berkata: Cukup, cukup, demi keperkasaan dan kemuliaan-Mu.”&lt;/a&gt;  &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(Muttafaq ‘Alaihi)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Untuk mendapatkan gambaran mengenai betapa dalamnya neraka, perhatikan hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah RA berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Ketika kami sedang duduk bersama Rasulullah SAW, tiba-tiba terdengar suara benda yang jatuh. Lalu Nabi SAW bertanya: Tahukah kalian suara apa itu? Kami menjawab: Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu. Nabi SAW menjawab: ini adalah suara jatuhnya batu yang dilemparkan ke dalam neraka selama 70 tahun silam, dan sekarang ia baru jatuh di dalam neraka.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(HR. Muslim)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Hadits yang senada juga diriwayatkan dari Mu’azd dan Abu Umamah, bahwa Rasulullah SAW bersabda:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Andaikata sebuah batu sebesar tujuh ekor unta dilemparkan dari tepi neraka Jahannam, maka ia jatuh di dalamnya selama 70 tahun, belum mencapai dasarnya.”&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Diriwayatkan pula bahwa matahari dan bulan yang merupakan dua makhluk besar, bagaikan dua ekor sapi digulung di dalam neraka. Imam Thahawi dan Salamah bin Abddurrahman meriwayatkan dari Abu Hurairah RA bahwa Nabi SAW bersabda:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Matahari dan bulan menjadi dua ekor sapi yang tergulung di dalam neraka pada hari kiamat.”&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Ada yang menggambarkan bahwa neraka itu menyerupai mesin penggiling yang mampu menggiling ribuan ton biji-bijian seluruhnya tanpa merasa payah maupun jemu. Ketika biji-bijian itu habis, mesin penggiling masih terus berputar menunggu tambahan.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#ff1493;font-family:Georgia;font-size:16px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;C. Kedahsyatan Bunga Api Neraka dan Asapnya Yang Sangat Panas&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Sebagai tempat penyiksaan neraka merupakan lautan api yang menyala-nyala, bergejolak dan berkobar-kobar dengan derajat kepanasan yang amat dahsyat. Untuk mendapatkan gambaranmengenai gejolak nyala api neraka dan kedahsyatan panasnya, perhatikan firman Allah dalam ayat-ayat berikuti ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhsLpRNw5V_GXwHc8Ib-aJhqRTHU1a2JeU_I6PogNFj6_J4qlKUuzffGpwzvfjfF_rD-ALeIwxQd6_o7UdEXOUgXb-4z6C-BfnpRQXAlaSSM9vdDuXkqxAUeH9C0t5W1nZuUzYlrlpDtRo/s1600/1-2_2_QS_Al-Lail_14.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Maka, Kami peringatkan kamu dengan neraka yang menyala-nyala.”&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Lail: 14)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgAPfueqMgCRe19EbfbN3NKQOcusYHATucN20ORqtpdoN_h5Pkeba62Cj4YAkSEIC4H6A3T0KgKV1v7CYv0PQ0KBPXIaBWzuPQ3TcjvhRt4zwZ6URUaX9IVlsj33MO-qVHMvGLQRm_16HY/s1600/1-2_3_QS_Al-Ahzab_64-65.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Sesungguhnya Allah melaknati orang-orang kafir dan menyediakan bagi mereka api yang menyala-nyala (neraka), mereka kekal di dalamnya selama-lamanya; mereka tidak memperoleh seorang pelindung pun dan tidak (pula) seorang penolong.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Ahzab: 64-65)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhzjrOZe-lXd5umZnG1J9Zg15ATlG_mRck5WzuuyoURyPwEfTtPu0p8LAniKNR5UhMXJFV1mj00niAi_OM6QnL8pB-tlzH3ERZjO6vuznQGnV5x6uK0vYQ63Vj_UFC9RFCcc6D6PvS0Y74/s1600/1-2_4_QS_Al-Fath_13.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Dan barangsiapa yang tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya Kami menyediakan untuk orang-orang yang kafir neraka yang menyala-nyala.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Fath: 13)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh3bXpu8vUBe-E1JPSEB-DtZslHx27ojNCeITEj0vCsYaiC6M8qugSGbBdXpqnP5QRE4ulxT_0dSdzGtYgbK660YUB3bSIY03GaQ9wLsjTuuKWR2DBZX9sCRfvAEItL-oeUBrtkm4enryo/s1600/1-2_5_QS_At-Taubah_81.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Katakanlah: Api neraka Jahannam itu lebih sangat panas.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. At-Taubah: 81)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgz-Okcyh4bjDKioVPLGsJPKbFdRbut21uXcjbRrTMech2Pv3APELs8JiN4lWXANl_AFJpjCfo4PrYvjAjLiW-BEjt63HtOY9spiKjR81B4GF3ZwjuYky98oCVNrNmtKq-9aEQUoXfGowk/s1600/1-2_6_QS_Al-Maarij_15.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Sekali-kali tidak dapat, sesungghunya neraka itu adalah api yang bergejolak.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Ma’arij: 15)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhILewtp2uHH9r4Ns3VfuVcU2tctHurzxFPuz3J5Zt-tHCpgLcQ6FdI236av_SKtie0zx_0WGdDqSopPaN9_7NSl52RoKZPhLZU9c71uUvQ6jsFLLHJYwrA36eusBKxRyiOA-8FY3bMl3At/s1600/1-5_14_QS.+Al-Haqqah_30-31.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”(Allah berfirman): Peganglah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya. Kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Haqqah: 30-31)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgi5RVEmH0yDPgTFZWm2pg5pWwbVcIdG9xShM9NCEAFJjmzsSH_KguFB61uyB_DnHkQC3AGWJDGxtQfhu0dbffuCGhN_7N_pOEkIEOE7G2abM1VT0REdKvOBRZAB_jl-PEnQz_FEWk3Cas/s1600/1-2_7_QS_Al-Qariah_8-11.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan amal (kebaikan)-nya. Maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah. Dan tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu? (Yaitu) api yang sangat panas.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Qari’ah: 8-11)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj3OPIoYEkapBLJXbrsIONdm3IXgM2jXjmCLZOoRLpcIK9D7clKWZZn8R8URSM8REwqekqz5gDqVoTi-E8tfG8FUF6Hy_tqvF_c4T6V3gf9ZPABabD8n5iConiWDbbG-HPEVvfQa7A0ULY/s1600/1-2_8_QS_Fathir_6.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu), karena sesungguhnya setan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Fathir: 6)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhRJKz-YFLuiFv232dyH5kNqTHEtWo1oufT5Pgu8xQVxhhQzx2-aJiz8olHe9blzEDlnt6mboHyaZN0iwcQosvgzQ15q8jjnNIHQ0c3mHtbjbq5nslKgCoPxfdEY1cxBbGPaqm4lJLEZJs/s1600/1-2_9_QS_Al-Humazah_5-7.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Dan tahukah kamu apa Huthamah itu? (Yaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan, yang naik sampai ke hati.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Humazah: 5-7)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Di samping ayat-ayat tersebut banyak hadits-hadits Nabi SAW yang menjelaskan tentang panas dan nyala api neraka, di antaranya ialah:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW berasabda:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Api yang kalian nyalakan di dunia ini, adalah hanya satu bagian dari tujuh puluh bagian panasnya api neraka Jahannam. Para sahabat bertanya: Demi Allah, yang ini saja (nyala api di dunia) sudah cukup (untuk menghanguskan) ya Rasulullah? Beliau bersabda: Sesungguhnya panasnya itu masih lebih enam puluh sembilan lagi, masing-masing dari semua bagian (dari enam puluh sembilan itu) memiliki tingkat kepanasan yang sama (seperti panasnya api di dunia yang hanya satu bagian itu).”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(HR. Bukhari dan Muslim)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Dalam kaitannya dengan api neraka ini Rasulullah SAW juga bersabda, sebagaimana yang diriwayatkan Imam Tirmidzi berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Api neraka yang dinyalakan seribu tahun hingga memerah, kemudian dinyalakan lagi seribu tahun hingga berwarna putih, kemudian seribu tahun lagi hingga menjadi berwarna hitam pekat.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(HR. Tirmidzi)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Disebutkan dalam riwayat lain, bahwa Rasulullah SAW bersabda:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Andaikata orang yang ada di dalam neraka Jahannam atau penghuni neraka itu, dikeluarkan tangannya kepada penduduk dunia, niscaya terbakarlah dunia karena sangat panasnya api neraka itu.”&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Dalam riwayat lain juga Allah SWT pernah memerintah malaikat Jibril pergi kepada malaikat Malik untuk mengambil sedikit dari api neraka, dan memberikannya kepada Nabi Adam, agar dengan api itu, ia dapat memasak. Maka pergilah Malaikat Jibril kepada Malaikat Malik penjaga neraka. Sesampainya Jibril di neraka, Malik bertanya kepadanya: “Apa yang engkau inginkan dari neraka ini, hai Jibril?” Malaikat Jibril berkata kepada Malik: “Saya menginginkan sebutir kurma dari api neraka.” Malaikat Malik berkata kepadanya: “Andai aku memberikan kepadamu sebutir kurma dari api neraka, maka seluruh langit dan bumi akan hangus terbakar karenanya.” Jibril kembali berkata: “Kalau begitu, berilah aku separuhnya.” Malaikat Malik menjawab: “Andaikan aku memberikan apa yang kamu minta, niscaya langit tidak dapat menurunkan hujan walau setitikpun dan bumi tidak akan dapat menumbuhkan tumbuh-tumbuhan karena panasnya.”&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Kemudian Malaikat Jibril menghadap kepada Allah, seraya berkata: “Seberapa kecil saya harus mengambil api neraka?” Allah menjawab: “Ambillah sebutir atom (satuan terkecil dari suatu benda) dari api neraka.” Kemudian Jibril mengambil sebutir atom dari api neraka, lalu membasuh (mencelupkannya) sebanyak tujuh puluh kali ke dalam tujuh puluh lautan. Setelah itu, baru dibawa kepada Nabi Adam dan diletakkan di suatu gunung yang sangat besar. Seketika gunung itu menjadi hancur karenanya.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Selanjutnya, api neraka yang sebutir atom itu dikembalikan pada tempatnya di neraka. Kendatipun api neraka itu telah dikembalikan di tempatnya semula di neraka, namun asap dan sisa-sisanya tetap melekat pada pohon-pohon, besi dan bebatuan, yang dapat berfungsi sebagi sumber pengapian sampai saat ini. Demikian gambaran tingkat panasnya api neraka.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Lautan api neraka it uterus bergejolak menyambar-nyambar dangan dahsyat. Kobaran api itu tidak pernah surut, apalagi padam. Sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah SWT berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjI1WioayE49XaYvXUgUdiKhQOpzc3688Qqjq7yqu7bkGvo0UFBpveVPbdm6wJm4JVSJmWoMcRwu3X7UAnSwm3L8i0D-T3DYb68hdv0qGuH0vpO2OCy2NHnPc-_hxSNBRiNzljR9Nz2E60/s1600/1-2_10_QS_Al-Isra_97.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Tiap-tiap kali nyala api Jahannam itu akan padam, Kami tambahkan lagi bagi mereka nyalanya.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Isra’: 97)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Kita aan mendapatkan gambaran yang sangat mengerikan, ketika kita perhatikan firman Allah SWT dalam surat Al-Mursalat berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgJsLYLhUzGzl8ehWaYiiJ6RDVmMwP2fuL4I0hgcZzgO7y5qRaO-PTran9BhV36_av314ekedr641f0-idEYL16ltmnqYhetJxu2cpWG1Fod8LgY5vbiYmEii0CneFD4Fohus5aRwCQUKg/s1600/1-2_11_QS_Al-Mursalat_30-33.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Pergilah kamu mendapatkan naungan yang mempunyai tiga cabang, yang tidak melindungi dan tidak pula nyala api neraka. Sesungguhnya neraka itu melontarkan bunga api sebesar dan setinggi istana, seolah-olah ia iringan onta yang kuning.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Mursalat: 30-33)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Ayat tersebut memberitahukan kepada kita tentang naungan yang tidak lain merupakan asap api Jahannam yang berada di atas neraka. Oleh sebab itu naungan di sini, bukanlah naungan yang dapat dimanfaatkan untuk berteduh. Sebab ia merupakan asap api neraka yang mempunyai tiga gejolak, yaitu di kanan, di kiri dan di atas. Ini berarti bahwa azab neraka itu mengepung dari semua penjuru. Sebagaimana halnya, juga disebutkan di dalam surat Al-Waqiah berikut ini:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhyRsK0yp6caxlK5u4rWRWXZ_XkLnOr2QuhQo5KGSZOIPMFaGRojFTYLG13jKGp29R-izGzAIFSvfceGyXU2LCwWS9d_w30RsSdJg3wmM-eH6MXPcC3OKLwk0oiuwy4Dvxjq6QMaUCfpKo/s1600/1-2_12_QS_Al-Waqiah_41-44.png" title="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka | LEMABANG 2008 – Berita, Photo dan Wallpaper | Iwan Collection's" alt="Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;”Dan golongan kiri, siapakah golongan kiri itu? Dalam (siksaan) angin yang amat panas dan air panas yang mendidih, dan dalam naungan asap yang hitam. Tidak sejuk dan tidak menyenangkan.”&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(QS. Al-Waqiah: 41-44)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Dari ayat-ayat tersebut kita mendapatkan gambaran siksaan neraka yang sangat mengerikan. Betapa tidak? Api yang bergejolak menyala-nyala, air panas mendidih, naungan asap api neraka yang hitam pekat dan udara yang amat panas. Betapa pedihnya penyiksaan itu. Belum lagi darah, nanah, aliran keringat dan kotoran yang mendidih, menjadi menu utamanya. Hardikan malaikat yang kasar dan keras, dan murka Allah, melengkapi kepedihan siksaan bagi penduduk neraka.&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;Na’udzu billahi min dzalik.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#0000ff;font-family:Georgia;font-size:14px;text-decoration:nonefont-weight:bold;"&gt;Sumber: Judul Buku: Kedahsyatan Siksaan dan Rintihan Para Penghuni Neraka&lt;br /&gt;Penyusun: Moh Samsi Hasan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhDl_i-VajMCZMGpcTvLTfJ7Jc9RWDy8s6UGIMlTvWYNammqfVIbGtYYBjG8JmOeMWKfjHgAv6tfCWMVFMSeeOrbYmhkJX_sx3uv5DufIUnnKC8QBXlUO0CxHFtcxPZzwIn4LNWV7d8uO0/s72-c/1_1_QS_Al-Hajj_19-22.png" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Memelihara Hati Agar Tetap Sujud Kepada Illahi</title><link>http://mutiaraillahiyah.blogspot.com/2013/02/memelihara-hati-agar-tetap-sujud-kepada.html</link><category>Buletin Dakwah</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Wed, 6 Feb 2013 01:57:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-359975961192298472.post-5500560397844616722</guid><description>&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhouJhli04RmK586-7WjaJBcRlaGXglu4jgxtR8DueuYUR6d4-SDGZBGBWQkDkWjEpYcwSN6NVMjZieX3o3yxo5UD21-Y1nAaHJfTrelTEax87dCS_N1mW5SbZ6xWqabPEMpLPcRmzk1bk/s1600/Bismillah.gif" imageanchor="1" style=""&gt;&lt;img border="0" height="129" width="580" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhouJhli04RmK586-7WjaJBcRlaGXglu4jgxtR8DueuYUR6d4-SDGZBGBWQkDkWjEpYcwSN6NVMjZieX3o3yxo5UD21-Y1nAaHJfTrelTEax87dCS_N1mW5SbZ6xWqabPEMpLPcRmzk1bk/s400/Bismillah.gif" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjN-otaQwI-Ufznh_OnlgFM6xmHleKQq2OGhpCRZAjH_eRufuk7vkVSLET9u0Z1XVXQkZwH8zNcOv_dO0OLOYKdjqEp0kQlXB4gyuMd4k4pm_sAeoQN96F3g8ArmoMPhZuvLi4rCHQCFSU/s1600/Image20041.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="240" width="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjN-otaQwI-Ufznh_OnlgFM6xmHleKQq2OGhpCRZAjH_eRufuk7vkVSLET9u0Z1XVXQkZwH8zNcOv_dO0OLOYKdjqEp0kQlXB4gyuMd4k4pm_sAeoQN96F3g8ArmoMPhZuvLi4rCHQCFSU/s400/Image20041.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;font color="deeppink"&gt;Oleh: Raslaini Asmiyati S.Ag&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada salah satu sabda Rasulullah SAW menyatakan bahwa: "Dalam tubuh kita ada segumpal daging, jika ia baik, maka akan baik pulalah seluruh gerak lahiriyahnya. Sebaliknya jika ia buruk, maka akan buruklah seluruh gerak lahiriyahnya. Hati yang dimaksud oleh Rasulullah SAW ini sudah tentu bukan hati jasmani tapi hati rohani yang halus yang lathifa yang bersifat Rabbaniyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Imam Ghazali dalam bukunya &lt;b&gt;Rahasia Keajaiban Hati&lt;/b&gt; bahwa "Hati yang halus itulah hakikat manusia yng dapat menangkap segala rasa, mengetahui dan mengenal segala sesuatu." Hati yang kita bicarakan ini tidak statis tapi dinamis dalam arti senantiasa berbolak-balik. Dalam hal ini Allah SwT berisyarat dengan firman-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:17px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya: "Dan Kami bolak-balikkan hati mereka dan penglihatannya&lt;/a&gt; &lt;b&gt;(QS. Al-An'am: 110)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sifatnya berbolak-balik inilah maka Rasulullah SAW bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:17px;text-decoration:none;"&gt;"Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku pada agama-MU&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar doa ini para sahabt bertanya: "Apakah engkau khawatir ya Rasulullah?" Lalu beliau bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:17px;text-decoration:none;"&gt;Yang artinya: "Dan apakah yang bisa membuat aman padaku, sedangkan hati itu di antara dua jari-jari dari jari-jari Tuhan yang Maha Pemurah. Ia membolak-balikkan hati sekehendak-Nya.&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian keadaan hati. Sekarang, jika suatu saat kita mengalami krisis hati atau hati cenderung untuk berpaling pada Ilahi, tidak pedduli dengan perintah dan larangan-Nya, apa yang harus kita usahakan agar hati rohaniyah itu dapat cepat keluar dari kemelut tersebut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan berikut ini akan mencoba menyajikan beberapa terapi praktis dalam rangka memelihara hati agar tetap sujud pada Illahi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#0000ff;font-family:Georgia;font-size:13px;font-weight:bold;text-decoration:none;"&gt;1. Membaca dan Meresapi Ayat-Ayat Al-Qur'an&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Membaca dan meresapi ayat-ayat Al-Qur'an merupakan salah satu jalan untuk menghidupkan hati nurani, penghayatan dengan derai air mata. Sebagaimana firman Allah SWT:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;yang artinya:&lt;/b&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:17px;text-decoration:none;"&gt;"Dan orang-orang yang apabila diberi peringatan dengan ayat-ayat Tuhan mereka, mereka tidaklah menghadapinya sebagai orang-orang yang tuli dan buta."&lt;/a&gt; &lt;b&gt;(QS. Al-Furqaan: 37)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah SWT dalam ayat lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;yang artinya:&lt;/b&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:17px;text-decoration:none;"&gt;Apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah, maka merek bersimpuh dengan bersujud dan berurai air mata."&lt;/a&gt; &lt;b&gt;(QS. Maryam: 58)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat lain Allah mensinyalir ciri-ciri orang beriman yang di antaranya adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;artinya:&lt;/b&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:17px;text-decoration:none;"&gt;"Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka karenanya."&lt;/a&gt; &lt;b&gt;(QS. Al-Anfal: 2)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah selayaknya kita berusaha meresapi nash-nash Al-Qur'an yang kita baca dan merasakan betapa Agung Kekuasaan-Nya. Selanjutnya menyelaraskan sikap perilaku sehari-hari kita dalam napas Islamiyah yang disinari oleh ayat-ayat Al-Qur'an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#0000ff;font-family:Georgia;font-size:13px;font-weight:bold;text-decoration:none;"&gt;2. Menghadiri Ta'dziyah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ta'dziyah adalah melayat ke rumah duka (tetangga atau kerabat lainnya yang mendapat musibah kemaatian) guna menghibur keluarga yang ditinggalkan dengan ucapan-ucapan nasihat. Hukumnya sunnah dan pelaksanaannya tidak lebih dari tiga hari. Ta'dziyah ini penting, bukan saja bagi keluarga duka tapi juga bagi pelayat. Karena ta'dziyah akan mengingatkan kita kepada Al-Maut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maut adalah sesuatu yang pasti. Siapapun dimanapun ia berada jika saatnya sudah tiba, tidak bisa ditunda, tidak bisa dimundurkan walaupun sedetik saja. Dan saat tiba ajal itu adalah rahasia Allah. Kita tidak tahu, hari inikah saatnya, besokkah saatnya, atau.... yang jelas kita sedang dalam antrian panjang menanti mati. Bagaimana jika setelah ini kita mati? Siapkah kita menghadapi kehidupan setelah mati?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan-pertanyaan ini sering membuat kita terhenyak diam seribu bahasa. Menghisab diri bagaimana jika hal ini sungguh-sungguh terjadi pada diri kita. Perasaan bahwa diri ini kecil, lemah tak berdaya yang muncul tatkala dihadapkan pada periistiwa mati (kematian), menurut 'Alim 'Ulama, merupakan salah satu terapi yang efektif untuk menghidupkan hati. Karena itu Rasulullah SAW memerintahkan agar kita gemar mengingat mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:17px;text-decoration:none;"&gt;"Perbanyaklah mengingat sesuatu yang melenyapkan segala kelezatan."&lt;/a&gt; &lt;b&gt;(HR. At-Tirmidzi)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dalam hadits lain Beliau bersabda, yang artinya:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:17px;text-decoration:none;"&gt;"Ziarah kuburlah kalian, karena itu mengingatkan kalian tentang akhirat."&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;(HR. Ibnu Majjah)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam moment yang lain pula Rasulullah SAW menyatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:17px;text-decoration:none;"&gt;"Aku tinggalkan untuk kalian dua nasihat, satu nasihat diam dan satuny nasihat yang pandai bicara. Nasihat diam adalah jenazah dan nasihat yang pandai bicara bicara adalah Al-Qur'an&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu bagi orang yang bermata hati, menghadiri suatu ta'dziyah bukan sekedar untuk memindahkan tempat ngobrol, atau bersanda gurau, sementara ahlil bait sedang dalam tertimpa musibah. Bagi mereka yang bermata hati, menghadiri ta'dziyah sama dengan menghadiri suatu momen yang sangat berharga, karena di sana ada nasehat yang sungguh sangat besar nilai gunanya. Karena melihat jenazah akan melembutkan hati, menumbuhkan perasaan insaf dan menghisab diri bahwa kita pun suatu saat akan mengalami hal yang serupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya tidak dapat disangkal bahwa setiaap mendengar berita duka tentang meninggalnya seseorang sahabat, atau meninggalnya sanak saudara atau siapa saja, sketika itu kita terhenyak dan mulai mengoreksi diri kembali. Sudahkah kita mempersiapkan bekal yang cukup jika suatu saat giliran kita menghadap Allah SWT. Jika peristiwa kematian tidak cukup untuk menyadarkan diri, mugnkin, kita sudah tidak lagi berhati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#0000ff;font-family:Georgia;font-size:13px;font-weight:bold;text-decoration:none;"&gt;3 memikirkan Karunia Allah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Menurut Syaikhul Islam Ibmu Taimiyah dalam Kitab Majmu' Fatawa dan menghidupkan hati adalah memikirkan (mengenang) karunia dan nikmat Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Allah SWT berfirman:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;yang artinya&lt;/b&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:17px;text-decoration:none;"&gt;"Maka ingatlah nikmat-nikmat Allah supaya kamu mendapat keberuntungan."&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;(QS. Al-A'raf: 69)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Artinya&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:17px;text-decoration:none;"&gt;"Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka itusemua dari Allah."&lt;/a&gt; &lt;b&gt;(QS. An-Nahl: 53)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kemudian firman Allah:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;Artinya:&lt;/b&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:17px;text-decoration:none;"&gt;"Dan jika kamu ingin mencoba menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan bisa menghitungnya."&lt;/a&gt; &lt;b&gt;(QS. Ibrahim: 34)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedemikan banyak nikmat Allah untuk kita sampai-sampai untuk menghitungnya saja kita tidak bisa. Karena itu, jika seseorang merenungkan dan memikirkan segala karunia dan nikmat Allah yang diberikan kepadanya lahir dan bathin, Insya Allah hatinya akan tersentuh dan tergugah untuk senantiasa bersyukur dengan cara melaksanakan perintah-Nya dan meninggalkan larangan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua sudah diberikan-Nya kepada kita. Bentuk rupa Dia indahkan. Akal dan pikiran hanya dibrikan-Nya kepada manusia. Seisi langit ini Allah sediakan untuk kita. Masih adakah alasan untuk tidak mau beribadah kepada-Nya. Masih adakah alasan untuk tidak bersedia tunduk kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Renungilah segala nikmat yang telah Allah berikan kepada kita, jika kita ingin hati ini tetapi sujud pada Illahi. Sungguh suatu bencana bila kita diberi kehidupan oleh Allah, tetapi kita sendiri enggan memperhatikan hak-hak-Nya. Padahal semetinya dengan karunia yang berlimpah itu kita kita semakin giat dan tekun untuk beribadah kepada-Nya. Demikian beberapa upaya yang dapat dilakukan agar hati tetap sujud pada Illahi. Mudah-mudahan Allah senantiasa memberikan taufiq da hidayah pada kita sehingga bagaimanapun kondisi dunia namu kita tetap istiqamah dalam taat kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="right"&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:17px;text-decoration:none;"&gt;Semoga Bermanfaat&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhouJhli04RmK586-7WjaJBcRlaGXglu4jgxtR8DueuYUR6d4-SDGZBGBWQkDkWjEpYcwSN6NVMjZieX3o3yxo5UD21-Y1nAaHJfTrelTEax87dCS_N1mW5SbZ6xWqabPEMpLPcRmzk1bk/s72-c/Bismillah.gif" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Mengenali Racun Hati</title><link>http://mutiaraillahiyah.blogspot.com/2013/02/mengenali-racun-hati.html</link><category>Buletin Dakwah</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Tue, 5 Feb 2013 08:35:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-359975961192298472.post-7183616361544841253</guid><description>&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhouJhli04RmK586-7WjaJBcRlaGXglu4jgxtR8DueuYUR6d4-SDGZBGBWQkDkWjEpYcwSN6NVMjZieX3o3yxo5UD21-Y1nAaHJfTrelTEax87dCS_N1mW5SbZ6xWqabPEMpLPcRmzk1bk/s1600/Bismillah.gif" imageanchor="1" style=""&gt;&lt;img border="0" height="129" width="580" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhouJhli04RmK586-7WjaJBcRlaGXglu4jgxtR8DueuYUR6d4-SDGZBGBWQkDkWjEpYcwSN6NVMjZieX3o3yxo5UD21-Y1nAaHJfTrelTEax87dCS_N1mW5SbZ6xWqabPEMpLPcRmzk1bk/s400/Bismillah.gif" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjN-otaQwI-Ufznh_OnlgFM6xmHleKQq2OGhpCRZAjH_eRufuk7vkVSLET9u0Z1XVXQkZwH8zNcOv_dO0OLOYKdjqEp0kQlXB4gyuMd4k4pm_sAeoQN96F3g8ArmoMPhZuvLi4rCHQCFSU/s1600/Image20041.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="240" width="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjN-otaQwI-Ufznh_OnlgFM6xmHleKQq2OGhpCRZAjH_eRufuk7vkVSLET9u0Z1XVXQkZwH8zNcOv_dO0OLOYKdjqEp0kQlXB4gyuMd4k4pm_sAeoQN96F3g8ArmoMPhZuvLi4rCHQCFSU/s400/Image20041.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;font color="deeppink"&gt;Oleh: Syofwatillah&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah bahwa semua maksiat dalam bentuk apapun adalahmerupakan racun bagi hati, penyebab sakitnya hati bahkan juga penyebab matinya hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Abdullah Mubarak: "Meninggalkan dosa dan maksiat dapat menjadikan hidupnya hati, dan sebaik-baik jiwa adalah yang mampu meniadakan perbuatan dosa dalam dirinya. Maka barang siapa yang menginginkan hatinya menjadi hati yang selamat hendaklah membersihkan diri dari racun-racun, kemudian dengan menjaga tatkala ada ada racun hati yang berusaha menghampirinya, dan apabila terkena sedikit dari racun hati bersegeralah untuk menghilangkannya dengan taubat dan istighfar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Racun-racun hati itu banyak macamnya, di antaranya adalah berlebih-lebihan (banyak) bicara atau fudhulul kalam. Dikatakan bahwa belumlah bisa istiqamah iman seseorang sebelum istiqamah lisannya.Maka lurus dan istiqamahnya hati dalam keimanan itu dimulai dari lisan yang istiqamah. Oleh karena itulah Islam mengajarkan kepada umatnya agar tidak banyak bicara tanpa disertai dzikir kepada Allah karena akan mengakibatkan kerasnya hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadits shahih, Rasulullah SAW pernah bicara kepada sahabat Mu'adz: "Apakah engkau mau aku tunjukkan yang menjadi landasan itu semua (ibadah-ibadah)?" "Baik, ya Rasulullah," jawab Mu'adz. Kemudian Rasulullah SAW bersabda: "Cegahlah ini," sambil mengisyaratkan dengan jari pada mulutnya), lalu Mu'adz berkata: "Ya Rasulullah, apakah kita akan dmintai tanggung jawab dari apa yang kita ucapkan?" Kemudikan Rasulullah SAW bersabda: "Sebrono kamu wahai Mu'adz, tidaklah seseorang akan ditelunkupkan wajahnya dan punggungnya ke dalam neraka melainkan hasil dari lisannya." (Diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ada dua lubang yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam neraka, yaitu mulut dan kemaluan." (HR. Ahmad, At-Tirmidzi, dan di-shahihkanya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dalam riwayat lain Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya ada seorang lelaki mengucapkan sepatah kata yanng dianggap tidak apa-apa tetapi ternyata bisa menjerumuskannya ke neraka sampai tujuh puluh tahun." (Hr. At-Tirmidzi dari Abu Hurairah). Dan tatkala Uqban bin Amir bertanya kepada Rasulullah: "Ya Rasulullah, apakah sesuatu yang dapat menyelamatkan?" Lalu Rasulullah SAW menjawab:"Tahanlah olehmu lisanmu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu dalam kesempatan lain Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa yang dapat memberi jaminan kepadaku dari apa yang ada dijenggot dan kumisnya (lisan) dan kedua pahanya (kemaluan), maka aku jamin untuknya surga." (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksud dalam hadits di atas, barang siapa yang bisa memelihara apa yang ada di antar kedua bibirnya, yaitu mulut dari semua perkataan yang tidak bermanfaat, dan bisa menjaga apa yang ada di antara kedua pahanya yaitu farji agar tidak diletakkan di tempat yang tidak dihalalkan Allah. maka jaminannya surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dalam hadits yang lain Rasulullah SAW juga bersabda: "Barang siapa yang beriman kepada Allah dan beriman kepada hari akhirat, hendaklah berbicara yang baik atau agar diam." (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dalam suatu riwayat dari Abu Hurairah, Rasulullah SWA bersabda: "Sabagian dari tanda bagusnya Islam seseorang apabila ia bisa meninggalkan ucapan yang tidak berguna bagiya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Sahl: "Barang siapa yang masih suka bicara yang tidak berguna maka ia tidak layak dikatakan shiddiq."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi bila ucapan seseorang sampai menyakiti orang lain maka belum bisa dijadikan jaminan iman yang dimilikinya. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW: "Demi Allah, tidaklah beriman, demi Allah, tidaklah beriman." Kemudian ditanyakan: "Siapakah gerangan yang engkau maksudkan wahai Rasulullah?" Beliau menjawab: "Orang yang menjadikan tetangganya merasa tidak aman lantaran kejahatannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian maka hendaklah seorang mukmin mencukupkan diri dari ucapan yang tidak berguna seperti; berdusta, suka mengadu domba, ucapan yang keji, ghibah,  namimah, suka mencela, menyakiti orang lain, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu semua merupakan racun-racun yang sehingga apabila seseorang banyak melakukan hal seperti ini, maka hatinya akan teracuni dan bila hati sudah teracuni maka lambat laun, cepat atau lambat akan mengakibatkan sakitnya hati. Semakin banyak racunya akan semakin parah penyakit dalam hati, dan kalau tidak tertolong akan mengakibatkan matinya hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;font color="blue"&gt;Macam Macam Hati&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Hati merupakan bagian terpenting dalam tubuh manusia. Hati ini tidak akan terlepas dari tanggung jawab yang dilakukan kelak di akhirat, sebagaimana firman Allah SWT: "Sesungguhnya pendengaran, penglihatan danhati semuanya itu akan dimintai pertanggangg jawabannya." (QS. Al-Isra': 36)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tubuh manusia kedudukan hati dengan anggota yang lainya ibarat seorang raja dengan seluruh bala tentara dan rakyatnya, yang semuanya tunduk di bawah kekuasaannya dan perintahnya,dan bekerja sesuai dengan apa yang dekehendaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ketahuilah bahwa dalam jasad ini ada segumpal daging. Apabila segumpal daging itu baik, maka akan menjadi baik semua. Dan apabila segumal daging itu jelek, maka akan jeleklah semuanya. Ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati." (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;font color="blue"&gt;Hati yang Sehat&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Yaitu hati yang terbebas dari berbagai penyakit hati. Firman Allah SWT: "(Yaitu) dihari yang harta dan anak tidak akan bermanfaat kecuali siapa yang mengharap Allah dengan membawa hati yang selamat." (QS. Asy-Syura: 88-89)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;font color="blue"&gt;Hati yang Mati&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaitu kebalikan dari hati yang sehat, hati yang tidak mengenal Rabbnya. Tidak melakukan ibadah sesuai dengan apa yang diperintahkan-Nya. Bahkan selalu memperturutkan hawa nafsunya walaupun ia tahu bahwa itu amatlah dimurkai oleh Allah dan dibenci-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia tidak pernah peduli tatkala memuaskan diri dengan nafsu syahwatnya itu dirdhai-Nya atau dimurkai-Nya, dan ia menghambakan dalam segala bentuk kepada selain Allah. Apabila ia mencintai, maka cintanya itu hanya karena nafsu. Apabila ia membenci, maka bencinya itu hanya karena nafsu. Dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;font color="blue"&gt;Hati yang Sakit&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Yaitu hati yang hidup tapi ada penyakitnya, hati orang yang taat kepada terhadap Allah, tetapi kadang kala juga berbuat maksiat, dan kadang-kadang salah satu di antara keduanya saling berusaha untuk mengalahkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hatijenis ini, mencintai Allah, iman kepada-Nya, beribadah kepada-Nya dengan ikhlas dan tawakkal kepada-Nya, itu semua selalu dilakukanya. Tetapi itu juga mencintai nafsu syahwat dan kadang-kadang berperan dalam hatinya serta berusaha untuk mendapatkannya.</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhouJhli04RmK586-7WjaJBcRlaGXglu4jgxtR8DueuYUR6d4-SDGZBGBWQkDkWjEpYcwSN6NVMjZieX3o3yxo5UD21-Y1nAaHJfTrelTEax87dCS_N1mW5SbZ6xWqabPEMpLPcRmzk1bk/s72-c/Bismillah.gif" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Cara Meraih Hidayah Allah SWT</title><link>http://mutiaraillahiyah.blogspot.com/2013/01/cara-meraih-hidayah-allah-swt.html</link><category>Artikel Islam</category><author>noreply@blogger.com (Diah)</author><pubDate>Mon, 28 Jan 2013 07:29:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-359975961192298472.post-945911893918504069</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjWwUGPurYDY8ymsCaWJSRZlQ9O1n-Z30dfvhkX83HxUmdeNaFbS0j3F8hQsVAb8thq5_j2F7Y2Z7cnkUoGnaW8fLgcIqBQ69NIPV0EpAGFCsaCU5Dfs2ljXU4_-gxBk3mqFvDQq847T5A7/s1600/90222.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="240" width="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjWwUGPurYDY8ymsCaWJSRZlQ9O1n-Z30dfvhkX83HxUmdeNaFbS0j3F8hQsVAb8thq5_j2F7Y2Z7cnkUoGnaW8fLgcIqBQ69NIPV0EpAGFCsaCU5Dfs2ljXU4_-gxBk3mqFvDQq847T5A7/s400/90222.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Oleh : Suprianto&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk meraih hidayah Allah, setiap Muslim harus memiliki naluri spiritual, menggunakan akal dan pancaindera, yang sesuai dengan ajaran Islam. Tiga hal tersebut akan lebih lengkap jika kita kembali pada Al-Qur'an, hadits Nabi SAW, dan memakmurkan masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu cara meraih hidayah Allah SWT adalah dengan memakmurkan masjid. Bukan sekadar menghadiri shalat, tetapi bagaimana menangkap cahaya hidayah yang terpancar dari masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:17px;text-decoration:none;"&gt;"Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan tidak takut (kepada siapa pun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk."&lt;/a&gt; &lt;b&gt;(QS At-Taubah: 18)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masjid adalah pancaran nur Ilahi. Allah adalah sumber dan pemberi cahaya. Suatu bahan yang terlihat mengilap atau kusam bergantung pada sifat dan posisi bahan itu apakah dia memantulkan, menyerap cahaya atau tidak. Cahaya dapat berbelok, dapat memantul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidayah juga demikian. Cahaya hanya menembus benda yang transparan melalui kaca. Cahaya tidak dapat menembus tembok, demikian juga cahaya spiritual. Jika hati tertutup, cahaya atau hidayah Allah tidak akan masuk. Ini salah satu sebab mengapa orang ingkar dinamakan kafir. Sebab, hati mereka telah tertutup. Karena itu, bukalah pintu hati dan pikiran untuk meraih hidayah Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:17px;text-decoration:none;"&gt;"Perumpamaan cahaya Allah adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat-(nya) yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."&lt;/a&gt; &lt;b&gt;(QS An-Nuur: 35)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita ingin pengetahuan, ingin hidayah, maka gunakan naluri kita, gunakan pancaindera dan akal kita. Akal saja tidak cukup, dia memerlukan minyak untuk menyalakan api itu. Kalau minyaknya kotor, akan lahir asap yang memburamkan cahaya. Dan minyak yang bersih akan melahirkan cahaya yang bersih pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peliharalah cahaya itu agar senantiasa bersinar dan menerangi hati kita. Gunakanlah hati, pikiran, dan seluruh pancaindera, agar api dan cahaya itu tidak padam. Dan dari masjid kiranya hal tersebut bisa kita dapatkan. Sebab, orang yang memakmurkan masjid, berarti telah memancarkan cahaya Ilahi. Dan siapa yang berada di jalan cahaya Ilahi, niscaya dia akan selalu diterangi. Mudah-mudahan kita selalu mendapatkan limpahan hidayah Allah karena aktivitas kita selalu terpaut ke masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.republika.co.id/" target="_blank"&gt;www.republika.co.id&lt;/a&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjWwUGPurYDY8ymsCaWJSRZlQ9O1n-Z30dfvhkX83HxUmdeNaFbS0j3F8hQsVAb8thq5_j2F7Y2Z7cnkUoGnaW8fLgcIqBQ69NIPV0EpAGFCsaCU5Dfs2ljXU4_-gxBk3mqFvDQq847T5A7/s72-c/90222.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Meraih Hidayah Allah</title><link>http://mutiaraillahiyah.blogspot.com/2013/01/meraih-hidayah-allah.html</link><category>Hikmah</category><author>noreply@blogger.com (Diah)</author><pubDate>Mon, 28 Jan 2013 06:57:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-359975961192298472.post-8283045833843666555</guid><description>&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgDirFs2NJ-nTC4D6jabGjYuthtlDMaFcWrKQdNpbw3cHMe1iwTmq1mRrYLXHybLrxjH37qs9-Q-PI7Qawc7qoUrDL31tRuSRCEyQ10SHzewQKIdVpZnh2Ul0D_E8gTVDDGEKfSYRUkRwPs/s1600/90230.jpg" imageanchor="1" style=""&gt;&lt;img border="0" height="280" width="620" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgDirFs2NJ-nTC4D6jabGjYuthtlDMaFcWrKQdNpbw3cHMe1iwTmq1mRrYLXHybLrxjH37qs9-Q-PI7Qawc7qoUrDL31tRuSRCEyQ10SHzewQKIdVpZnh2Ul0D_E8gTVDDGEKfSYRUkRwPs/s400/90230.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah ada seseorang yang matanya ditutup, disuruh berjalan akhirnya menangis. Mengapa? Karena setiap langkahnya penuh dengan keraguan, ia merasa setiap langkahnya selalu beresiko, mungkin terpeleset atau tubuhnya membentur dinding.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah kira-kira, kalau kita tidak mendapatkan cahaya dalam hidup ini, lalu bagaimana kalau hati kita tidak mendapatkan cahaya kebenaran?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang tidak mendapatkan hidayah dari Allah, hidup ini terasa lelah, takut, tegang, was-was, cemas, gelisah dan bingung. Orang yang jauh dari agama, dari Alquran apapun yang diberikan Allah kepadanya pasti hanya akan membuat dirinya hina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harta, gelar, pangkat, jabatan atau penampilan yang diberikan Allah, kalau tidak diiringi dengan ketaatan kepada Allah pasti akan menyiksa. Hidupnya hiruk-pikuk, rebutan, sikut sana sini, tidak peduli aturan dan etika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi kalau kita mendapat hidayah dari Allah, seperti berjalan diterang benderang. Mantap, tidak ada ketakutan pada mereka dan tidak pernah bersedih hati, dia tidak panik dengan dunia ini. Tapi dia aakan merasa galau kalau tidak mampu meyempurnakan apa yang bisa ia lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, disamping tetap istiqamah dalam meraih hidayah Allah, kitapun harus tetap memanjatkan doa karena langkah awal untuk meraih hidayah ini adalah dengan terus mencari ilmu sekuat tenaga. Karena makin banyak ilmu, maka makin produktif dalam beramal dan makin bening hati kita. Semoga Allah menjaga kita dari dicabutnya nikmat yang mahal, yaitu hidayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://kolom.abatasa.com/" target="_blank"&gt;Kolom.abatasa.com&lt;/a&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgDirFs2NJ-nTC4D6jabGjYuthtlDMaFcWrKQdNpbw3cHMe1iwTmq1mRrYLXHybLrxjH37qs9-Q-PI7Qawc7qoUrDL31tRuSRCEyQ10SHzewQKIdVpZnh2Ul0D_E8gTVDDGEKfSYRUkRwPs/s72-c/90230.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Sekilas Sejarah Nabi Muhammad SAW</title><link>http://mutiaraillahiyah.blogspot.com/2013/01/sekilas-sejarah-nabi-muhammad-saw.html</link><category>Pustaka Islam</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sat, 26 Jan 2013 10:33:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-359975961192298472.post-4140362205505649703</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgKuBTiC0o4fE-Pg4LZJ30cA1IqCH0Wm1gSu3he19tQop0UYa4jfmzcumCRO2PxhGotokhxOj3-_CD14cRnmNxoQIWj_Pl_oRl3ygiQsT6eMuz5vDaRcdj_m69mfeM1Qidgwx2gDpRfG34/s1600/muhammad-saw.jpg" imageanchor="1" style="clear:right; float:right; margin-left:1em; margin-bottom:1em" target="_blank"&gt;&lt;img border="0" height="240" width="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgKuBTiC0o4fE-Pg4LZJ30cA1IqCH0Wm1gSu3he19tQop0UYa4jfmzcumCRO2PxhGotokhxOj3-_CD14cRnmNxoQIWj_Pl_oRl3ygiQsT6eMuz5vDaRcdj_m69mfeM1Qidgwx2gDpRfG34/s400/muhammad-saw.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;a style="color:#0000ff;font-family:Georgia;font-size:15px;text-decoration:none;font-weight:bold"&gt;Genealogi&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Silsilah Nabi Muhammad dari kedua orang tuanya kembali ke Kilab bin Murrah bin Ka'b bin Lu'ay bin Ghalib bin Fihr (Quraish) bin Malik bin an-Nadr (Qais) bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah (Amir) bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma`ad bin Adnan. Adnan merupakan keturunan laki-laki ke tujuh dari Ismail bin Ibrahim, yaitu keturunan Sam bin Nuh. Muhammad lahir di hari Senin, 12 Rabi’ul Awal tahun 571 Masehi (lebih dikenal sebagai Tahun Gajah).&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Lebih lengkap silsilahnya dari Muhammad hingga Adam adalah, Muhammad bin Abdullah bin Abdul Mutthalib bin Hasyim bin Abdul Manaf bin Qushay bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Luay bin Ghalib bin Fihr (Quraisy) bin Malik bin Nadhr bin Kinanah bin Khuzayma bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma'ad bin Adnan bin Udad bin al-Muqawwam bin Nahur bin Tayrah bin Ya'rub bin Yasyjub bin Nabit bin Ismail bin Ibrahim bin Tarih (Azar) bin Nahur bin Saru’ bin Ra’u bin Falikh bin Aybir bin Syalikh bin Arfakhsyad bin Sam bin Nuh bin Lamikh bin Mutusyalikh bin Akhnukh bin Yarda bin Mahlil bin Qinan bin Yanish bin Syits bin Adam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Nasab ini disebutkan oleh Muhammad bin Ishak bin Yasar al-Madani di salah satu riwayatnya. Nasab Rasulullah sampai Adnan disepakati oleh para ulama, sedangkan setelah Adnan terjadi perbedaan pendapat. Yang dimaksud Quraisy adalah putra Fihr bin Malik atau an-Nadhr bin Kinanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#0000ff;font-family:Georgia;font-size:15px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;Kelahiran&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Para penulis sirah (biografi) Muhammad pada umumnya sepakat bahwa ia lahir pada Tahun Gajah, yaitu tahun 570 M, yang merupakan tahun gagalnya Abrahah menyerang Mekkah. Muhammad lahir di kota Mekkah, di bagian Selatan Jazirah Arab, suatu tempat yang ketika itu merupakan daerah paling terbelakang di dunia, jauh dari pusat perdagangan, seni, maupun ilmu pengetahuan. Ayahnya, Abdullah[11], meninggal dalam perjalanan dagang di Madinah, yang ketika itu bernama Yastrib, ketika Muhammad masih dalam kandungan. Ia meninggalkan harta lima ekor unta, sekawanan biri-biri dan seorang budak perempuan bernama Ummu Aiman yang kemudian mengasuh Nabi.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Pada saat Muhammad berusia enam tahun, ibunya Aminah binti Wahab mengajaknya ke Yatsrib (sekarang Madinah) untuk mengunjungi keluarganya serta mengunjungi makam ayahnya. Namun dalam perjalanan pulang, ibunya jatuh sakit. Setelah beberapa hari, Aminah meninggal dunia di Abwa' yang terletak tidak jauh dari Yatsrib, dan dikuburkan di sana. Setelah ibunya meninggal, Muhammad dijaga oleh kakeknya, 'Abd al-Muththalib. Setelah kakeknya meninggal, ia dijaga oleh pamannya, Abu Thalib. Ketika inilah ia diminta menggembala kambing-kambingnya di sekitar Mekkah dan kerap menemani pamannya dalam urusan dagangnya ke negeri Syam (Suriah, Lebanon, dan Palestina).&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Hampir semua ahli hadits dan sejarawan sepakat bahwa Muhammad lahir di bulan Rabiulawal, kendati mereka berbeda pendapat tentang tanggalnya. Di kalangan Syi'ah, sesuai dengan arahan para Imam yang merupakan keturunan langsung Muhammad, meyakini bahwa ia lahir pada hari Jumat, 17 Rabiulawal; sedangkan kalangan Sunni percaya bahwa ia lahir pada hari Senin, 12 Rabiulawal (2 Agustus 570 M).&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#0000ff;font-family:Georgia;font-size:15px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;Berkenalan dengan Khadijah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Ketika Muhammad mencapai usia remaja dan berkembang menjadi seorang yang dewasa, ia mulai mempelajari ilmu bela diri dan memanah, begitupula dengan ilmu untuk menambah keterampilannya dalam berdagang. Perdagangan menjadi hal yang umum dilakukan dan dianggap sebagai salah satu pendapatan yang stabil. Muhammad sering menemani pamannya berdagang ke arah Utara dan kabar tentang kejujuran dan sifatnya yang dapat dipercaya menyebar luas dengan cepat, membuatnya banyak dipercaya sebagai agen penjual perantara barang dagangan penduduk Mekkah.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Salah seseorang yang mendengar tentang kabar adanya anak muda yang bersifat jujur dan dapat dipercaya dalam berdagang dengan adalah seorang janda yang bernama Khadijah. Ia adalah seseorang yang memiliki status tinggi di kalangan suku Arab. Sebagai seorang pedagang, ia juga sering mengirim barang dagangan ke berbagai pelosok daerah di tanah Arab. Reputasi Muhammad membuat Khadijah memercayakannya untuk mengatur barang dagangan Khadijah, Muhammad dijanjikan olehnya akan dibayar dua kali lipat dan Khadijah sangat terkesan ketika sekembalinya Muhammad membawakan hasil berdagang yang lebih dari biasanya.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Seiring waktu akhirnya Muhammad pun jatuh cinta kepada Khadijah, mereka menikah pada saat Muhammad berusia 25 tahun. Saat itu Khadijah telah berusia mendekati umur 40 tahun, namun ia masih memiliki kecantikan yang dapat menawan Muhammad. Perbedaan umur yang jauh dan status janda yang dimiliki oleh Khadijah tidak menjadi halangan bagi mereka, walaupun pada saat itu suku Quraisy memiliki budaya yang lebih menekankan kepada perkawinan dengan seorang gadis ketimbang janda. Meskipun kekayaan mereka semakin bertambah, Muhammad tetap hidup sebagai orang yang sederhana, ia lebih memilih untuk menggunakan hartanya untuk hal-hal yang lebih penting.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#0000ff;font-family:Georgia;font-size:15px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;Memperoleh Gelar&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Ketika Muhammad berumur 35 tahun, ia ikut bersama kaum Quraisy dalam perbaikan Ka'bah. Pada saat pemimpin-pemimpin suku Quraisy berdebat tentang siapa yang berhak meletakkan Hajar Aswad, Muhammad dapat menyelesaikan masalah tersebut dan memberikan penyelesaian adil. Saat itu ia dikenal di kalangan suku-suku Arab karena sifat-sifatnya yang terpuji. Kaumnya sangat mencintainya, hingga akhirnya ia memperoleh gelar Al-Amin yang artinya "orang yang dapat dipercaya".&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Diriwayatkan pula bahwa Muhammad adalah orang yang percaya sepenuhnya dengan keesaan Tuhan. Ia hidup dengan cara amat sederhana dan membenci sifat-sifat tamak, angkuh dan sombong yang lazim di kalangan bangsa Arab saat itu. Ia dikenal menyayangi orang-orang miskin, janda-janda tak mampu dan anak-anak yatim serta berbagi penderitaan dengan berusaha menolong mereka. Ia juga menghindari semua kejahatan yang sudah membudaya di kalangan bangsa Arab pada masa itu seperti berjudi, meminum minuman keras, berkelakuan kasar dan lain-lain, sehingga ia dikenal sebagai As-Saadiq yang berarti "yang benar".&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#0000ff;font-family:Georgia;font-size:15px;font-weight:bold;text-decoration:none;"&gt;Kerasulan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Muhammad dilahirkan di tengah-tengah masyarakat terbelakang yang senang dengan kekerasan dan pertempuran dan menjelang usianya yang ke-40, ia sering menyendiri ke Gua Hira' sebuah gua bukit sekitar 6 km sebelah timur kota Mekkah, yang kemudian dikenali sebagai Jabal An Nur. Ia bisa berhari-hari bertafakur (merenung) dan mencari ketenangan dan sikapnya itu dianggap sangat bertentangan dengan kebudayaan Arab pada zaman tersebut yang senang bergerombol. Dari sini, ia sering berpikir dengan mendalam, dan memohon kepada Allah supaya memusnahkan kekafiran dan kebodohan.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Muhammad pertama kali diangkat menjadi rasul pada malam hari tanggal 17 Ramadhan/ 6 Agustus 611 M, diriwayatkan Malaikat Jibril datang dan membacakan surah pertama dari Al-Qur'an yang disampaikan kepada Muhammad, yaitu surah Al-Alaq. Muhammad diperintahkan untuk membaca ayat yang telah disampaikan kepadanya, namun ia mengelak dengan berkata ia tak bisa membaca. Jibril mengulangi tiga kali meminta agar Muhammad membaca, tetapi jawabannya tetap sama. Jibril berkata:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;“Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dengan nama Tuhanmu yang Maha Pemurah, yang mengajar manusia dengan perantaraan (menulis, membaca). Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.(Al-Alaq 96: 1-5)”&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Muhammad berusia 40 tahun 6 bulan dan 8 hari ketika ayat pertama sekaligus pengangkatannya sebagai rasul disampaikan kepadanya menurut perhitungan tahun kamariah (penanggalan berdasarkan bulan), atau 39 tahun 3 bulan 8 hari menurut perhitungan tahun syamsiah atau tahun masehi (penanggalan berdasarkan matahari). Setelah kejadian di Gua Hira tersebut, Muhammad kembali ke rumahnya, diriwayatkan ia merasakan suhu tubuhnya panas dan dingin secara bergantian akibat peristiwa yang baru saja dialaminya dan meminta istrinya agar memberinya selimut.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Diriwayatkan pula untuk lebih menenangkan hati suaminya, Khadijah mengajak Muhammad mendatangi saudara sepupunya yang juga seorang Nasrani yaitu Waraqah bin Naufal. Waraqah banyak mengetahui nubuat tentang nabi terakhir dari kitab-kitab suci Kristen dan Yahudi. Mendengar cerita yang dialami Muhammad, Waraqah pun berkata, bahwa ia telah dipilih oleh Tuhan menjadi seorang nabi. Kemudian Waraqah menyebutkan bahwa An-Nâmûs al-Akbar (Malaikat Jibril) telah datang kepadanya, kaumnya akan mengatakan bahwa ia seorang penipu, mereka akan memusuhi dan melawannya.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Muhammad menerima ayat-ayat Al-Qur'an secara berangsur-angsur dalam jangka waktu 23 tahun. Ayat-ayat tersebut diturunkan berdasarkan kejadian faktual yang sedang terjadi, sehingga hampir setiap ayat Quran turun disertai oleh Asbabun Nuzul (sebab/kejadian yang mendasari penurunan ayat). Ayat-ayat yang turun sejauh itu dikumpulkan sebagai kompilasi bernama Al Mushaf yang juga dinamakan Al-Qur'an (bacaan).&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Sebagian ayat Al-Qur'an mempunyai tafsir atau pengertian yang izhar (jelas), terutama ayat-ayat mengenai hukum Islam, hukum perdagangan, hukum pernikahan dan landasan peraturan yang ditetapkan oleh Islam dalam aspek lain. Sedangkan sebagian ayat lain yang diturunkan pada Muhammad bersifat samar pengertiannya, dalam artian perlu ada interpretasi dan pengkajian lebih mendalam untuk memastikan makna yang terkandung di dalamnya, dalam hal ini kebanyakan Muhammad memberi contoh langsung penerapan ayat-ayat tersebut dalam interaksi sosial dan religiusnya sehari-hari, sehingga para pengikutnya mengikutinya sebagai contoh dan standar dalam berperilaku dan bertata krama dalam kehidupan bermasyarakat.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#0000ff;font-family:Georgia;font-size:15px;font-weight:bold;text-decoration:none;"&gt;Pengikut Awal&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;
Selama tiga tahun pertama sejak pengangkatannya sebagai Rasul, Muhammad hanya menyebarkan Islam secara terbatas di kalangan teman-teman dekat dan kerabatnya, hal ini untuk mencegah timbulnya reaksi akut dan masif dari kalangan bangsa Arab saat itu yang sudah sangat terasimilasi budayanya dengan tindakan-tindakan amoral, yang dalam konteks ini bertentangan dengan apa yang akan dibawa dan ditawarkan oleh Muhammad. Kebanyakan dari mereka yang percaya dan meyakini ajaran Muhammad pada masa-masa awal adalah para anggota keluarganya serta golongan masyarakat awam yang dekat dengannya di kehidupan sehari-hari, antara lain Khadijah, Ali, Zaid bin Haritsah dan Bilal. Namun pada awal tahun 613, Muhammad mengumumkan secara terbuka agama Islam. Setelah sekian lama banyak tokoh-tokoh bangsa Arab seperti Abu Bakar, Utsman bin Affan, Zubair bin Al Awwam, Abdul Rahman bin Auf, Ubaidah bin Harits, Amr bin Nufail yang kemudian masuk ke agama yang dibawa Muhammad. Kesemua pemeluk Islam pertama itu disebut dengan As-Sabiqun al-Awwalun atau Yang pertama-tama.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#0000ff;font-family:Georgia;font-size:15px;font-weight:bold;text-decoration:none;"&gt;Penyebaran Islam&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Sekitar tahun 613 M, tiga tahun setelah Islam disebarkan secara diam-diam, Muhammad mulai melakukan penyebaran Islam secara terbuka kepada masyarakat Mekkah, respon yang ia terima sangat keras dan masif, ini disebabkan karena ajaran Islam yang dibawa olehnya bertentangan dengan apa yang sudah menjadi budaya dan pola pikir masyarakat Mekkah saat itu. Pemimpin Mekkah Abu Jahal menyatakan bahwa Muhammad adalah orang gila yang akan merusak tatanan hidup orang Mekkah, akibat penolakan keras yang datang dari masyarakat jahiliyyah di Mekkah dan kekuasaan yang dimiliki oleh para pemimpin Quraisy yang menentangnya, Muhammad dan banyak pemeluk Islam awal disiksa, dianiaya, dihina, disingkirkan dan dikucilkan dari pergaulan masyarakat Mekkah.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Walau mendapat perlakuan tersebut, ia tetap mendapatkan pengikut dalam jumlah besar, para pengikutnya ini kemudian menyebarkan ajarannya melalui perdagangan ke negeri Syam, Persia, dan kawasan jazirah Arab. Setelah itu, banyak orang yang penasaran dan tertarik kemudian datang ke Mekkah dan Madinah untuk mendengar langsung dari Muhammad, penampilan dan kepribadiannya yang sudah terkenal baik memudahkannya untuk mendapat simpati dan dukungan dalam jumlah yang lebih besar. Hal ini menjadi semakin mudah ketika Umar bin Khattab dan sejumlah besar tokoh petinggi suku Quraisy lainnya memutuskan untuk memeluk ajaran islam, meskipun banyak juga yang menjadi antipati mengingat saat itu sentimen kesukuan sangat besar di Mekkah dan Medinah. Tercatat pula Muhammad mendapatkan banyak pengikut dari negeri Farsi (sekarang Iran), salah satu yang tercatat adalah Salman al-Farisi, seorang ilmuwan asal Persia yang kemudian menjadi sahabat Muhammad.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Penyiksaan yang dialami hampir seluruh pemeluk Islam selama periode ini mendorong lahirnya gagasan untuk berhijrah (pindah) ke Habsyah (sekarang Ethiophia). Negus atau raja Habsyah, memperbolehkan orang-orang Islam berhijrah ke negaranya dan melindungi mereka dari tekanan penguasa di Mekkah. Muhammad sendiri, pada tahun 622 hijrah ke Yatsrib, kota yang berjarak sekitar 200 mil (320 km) di sebelah Utara Mekkah.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#0000ff;font-family:Georgia;font-size:15px;font-weight:bold;text-decoration:none;"&gt;Hijrah ke Madinah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Masyarakat Arab dari berbagai suku setiap tahunnya datang ke Mekkah untuk beziarah ke Bait Allah atau Ka'bah, mereka menjalankan berbagai tradisi keagamaan dalam kunjungan tersebut. Muhammad melihat ini sebagai peluang untuk menyebarluaskan ajaran Islam. Di antara mereka yang tertarik dengan ajarannya ialah sekumpulan orang dari Yatsrib. Mereka menemui Muhammad dan beberapa orang yang telah terlebih dahulu memeluk Islam dari Mekkah di suatu tempat bernama Aqabah secara sembunyi-sembunyi. Setelah menganut Islam, mereka lalu bersumpah untuk melindungi para pemeluk Islam dan Muhammad dari kekejaman penduduk Mekkah.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Tahun berikutnya, sekumpulan masyarakat Islam dari Yatsrib datang lagi ke Mekkah, mereka menemui Muhammad di tempat mereka bertemu sebelumnya. Abbas bin Abdul Muthalib, yaitu pamannya yang saat itu belum menganut Islam, turut hadir dalam pertemuan tersebut. Mereka mengundang orang-orang Islam Mekkah untuk berhijrah ke Yastrib dikarenakan situasi di Mekkah yang tidak kondusif bagi keamanan para pemeluk Islam. Muhammad akhirnya menerima ajakan tersebut dan memutuskan berhijrah ke Yastrib pada tahun 622 M.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Mengetahui bahwa banyak pemeluk Islam berniat meninggalkan Mekkah, masyarakat jahiliyah Mekkah berusaha mengcegahnya, mereka beranggapan bahwa bila dibiarkan berhijrah ke Yastrib, Muhammad akan mendapat peluang untuk mengembangkan agama Islam ke daerah-daerah yang jauh lebih luas. Setelah selama kurang lebih dua bulan ia dan pemeluk Islam terlibat dalam peperangan dan serangkaian perjanjian, akhirnya masyarakat Muslim pindah dari Mekkah ke Yastrib, yang kemudian setelah kedatangan rombongan dari Makkah pada tahun 622 dikenal sebagai Madinah atau Madinatun Nabi (kota Nabi).&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Di Madinah, pemerintahan (kekhalifahan) Islam diwujudkan di bawah pimpinan Muhammad. Umat Islam bebas beribadah (salat) dan bermasyarakat di Madinah, begitupun kaum minoritas Kristen dan Yahudi. Dalam periode setelah hijrah ke Madinah, Muhammad sering mendapat serangkaian serangan, teror, ancaman pembunuhan dan peperangan yang ia terima dari penguasa Mekkah, akan tetapi semuanya dapat teratasi lebih mudah dengan umat Islam yang saat itu telah bersatu di Madinah.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#0000ff;font-family:Georgia;font-size:15px;font-weight:boldtext-decoration:none;"&gt;Kembali ke Mekah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Tahun 629 M, tahun ke-8 H setelah hijrah ke Madinah, Muhammad berangkat kembali ke Makkah dengan membawa pasukan Muslim sebanyak 10.000 orang, saat itu ia bermaksud untuk menaklukkan kota Mekkah dan menyatukan para penduduk kota Mekkah dan madinah. Penguasa Mekkah yang tidak memiliki pertahanan yang memadai kemudian setuju untuk menyerahkan kota Makkah tanpa perlawanan, dengan syarat kota Mekkah akan diserahkan tahun berikutnya. Muhammad menyetujuinya, dan ketika pada tahun berikutnya ketika ia kembali, ia telah berhasil mempersatukan Mekkah dan Madinah, dan lebih luas lagi ia saat itu telah berhasil menyebarluaskan Islam ke seluruh Jazirah Arab.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Muhammad memimpin umat Islam menunaikan ibadah haji, memusnahkan semua berhala yang ada di sekeliling Ka'bah, dan kemudian memberikan amnesti umum dan menegakkan peraturan Islam di kota Mekkah.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#0000ff;font-family:Georgia;font-size:15px;font-weight:bold;text-decoration:none;"&gt;Mukjizat&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Seperti Nabi dan Rasul sebelumnya, Muhammad diberikan irhasat (pertanda) akan datangnya seorang Nabi, seperti yang diyakini oleh umat Muslim telah dikisahkan dalam beberapan kitab suci agama samawi, dikisahkan pula terjadi pertanda pada masa di dalam kandungan, masa kecil dan remaja. Muhammad diyakini diberikan mukjizat selama kenabiannya.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Umat Muslim meyakini bahwa Mukjizat terbesar Muhammad adalah Al-Qur'an, yaitu kitab suci umat Islam. Hal ini disebabkan karena kebudayaan Arab pada masa itu yang masih barbar dan tidak mengenal peradaban, namun oleh Al-Qur'an hal itu berubah total karena Qur'an membawa banyak peraturan keras yang menegakkan dasar-dasar nilai budaya baru di dunia Arab yang sebelumnya tidak berperadaban serta mengeliminasi akar-akar kejahatan sosial yang mengakar di dunia Arab, serta pada masa yang lebih dekat mengantarkan pemeluknya meraih tingkat perabadan tertinggi di dunia pada masanya.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Mukjizat lain yang tercatat dan diyakini secara luas oleh umat Islam adalah terbelahnya bulan, perjalanan Isra dan Mi'raj dari Madinah menuju Yerusalem dalam waktu yang sangat singkat. Kemampuan lain yang dimiliki Muhammad adalah kecerdasan serta kepribadiannya yang banyak dipuji serta masih menjadi panutan para pemeluk Islam hingga saat ini.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#0000ff;font-family:Georgia;font-size:15px;font-weight:bold;text-decoration:none;"&gt;Ciri Fisik&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Sosok Muhammad digambarkan oleh salah satu istinya Aisyah, sepupunya Ali bin Abi Thalib, para sahabatnya, serta orang terakhir yang masih hidup yang kala itu sempat melihat sosoknya secara langsung, yaitu Abu Taufik adalah rambut ikal berwarna sedikit kemerahan terurai hingga bahu. Kulit putih kemerah-merahan, wajah cenderung bulat dengan mata hitam dan bulu mata panjang. Tidak berkumis dan berjanggut sepanjang sekepalan telapak tangannya. Tulang kepala besar dan bahu lebar. Berperawakan sedang dan atletis. Jemari tangan dan kaki tebal dan lentik memanjang.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Langkahnya cenderung cepat dan tidak pernah menancapkan kedua telapak kaki dan dengan langkah yang cepat dan pasti. Muhammad dicirikan sangat unik oleh para sahabatnya. Muhammad digambarkan sebagai orang yang berkulit putih dan berjenggot hitam dengan uban. Dalam hadits lain diterangkan mengenai corak fisik Muhammad, yaitu ia bertubuh sedang, kulitnya berwarna cerah tidak terlalu putih dan tidak pula hitam. Rambutnya berombak. Ketika Muhammad wafat uban yang tumbuh di rambut dan janggutnya masih sedikit.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Ali menambahkan bahwa Muhammad memiliki rambut lurus sedikit berombak. Tidak gemuk dan tidak terlalu besar, berperawak baik dan tegak. Warna kulit cerah, matanya hitam dengan bulu mata yang panjang. Persendian tulang yang kuat dada, tangan dan kakinya kekar. Tidak memiliki bulu yang tebal tetapi hanya tipis dari dada sampai pusarnya. Jika berbicara dengan seseorang, maka ia akan menghadapkan wajahnya keorang tersebut dengan penuh perhatian. Di antara bahunya ada tanda kenabian. Muhammad orang yang baik hatinya dan paling jujur, orang yang paling dirindukan dan sebaik-baiknya keturunan. Siapa saja yang mendekati dan bergaul dengannya maka akan langsung merasa terhormat, khidmat, menghargai dan mencintainya.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Hidungnya agak melengkung dan mengkilap jika terkena cahaya serta tampak agak menonjol jika pertama kali melihatnya padahal sebenarnya tidak. Berjanggut tipis tapi penuh rata sampai pipi. Mulutnya sedang, giginya putih cemerlang dan agak renggang. Pundaknya bagus dan kokoh, seperti dicor perak. Anggota tubuh lainnya normal dan proporsional. Dada dan pinggangnya seimbang dengan ukurannya. Tulang belikatnya cukup lebar, bagian-bagian tubuhnya tidak tertutup bulu lebat, bersih dan bercahaya. Kecuali bulu halus yang tumbuh dari dada hingga pusar.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Lengan dan dada bagian atas berbulu. Pergelangan tangannya cukup panjang, telapak tangannya agak lebar serta tangan dan kakinya berisi, jari-jari tangan dan kaki cukup langsing. Jika berjalan agak condong kedepan melangkah dengan anggun serta berjalan dengan cepat dan sering melihat ke bawah dari pada ke atas. Jika berhadapan dengan orang maka ia memandang orang itu dengan penuh perhatian dan tidak pernah melototi seseorang dan pandangannya menyejukkan. Selalu berjalan agak di belakang, terutama jika saat melakukan perjalanan jarak jauh dan ia selalu menyapa orang lain terlebih dahulu.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Dari kisah Jabir bin Samurah meriwayatkan bahwa Muhammad memiliki mulut yang agak lebar, di matanya terlihat juga garis-garis merahnya, serta tumitnya langsing. Jabir (ra) juga meriwayatkan bahwa ia berkesempatan melihat Muhammad di bawah sinar rembulan, ia juga memperhatikan pula rembulan tersebut, baginya Muhammad lebih indah dari rembulan tersebut. Abu Ishaq mengemukakan bahwa, Bara’a bin Aazib pernah berkata, bahwa rona Muhammad lebih mirip purnama yang cerah.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Abu Hurairah mengatakan bahwa Muhammad sangatlah rupawan, seperti dibentuk dari perak. Rambutnya cenderung berombak dan Abu Hurairah belum pernah melihat orang yang lebih baik dari dan lebih tampan dari Muhammad, rona mukanya secemerlang matahari dan tidak pernah melihat orang yang secepatnya. Seolah-olah tanah digulung oleh langkah-langkah Muhammad jika sedang berjalan. Dikatakan jika Abu Hurairah dan yang lainnya berusaha mengimbangi jalannya Muhammad dan nampak ia seperti berjalan santai saja.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Jabir bin Abdullah mengatakan, Muhammad pernah bersabda bahwa ia pernah menyaksikan gambaran tentang para nabi. Di antaranya adalah Musa berperawakan langsing seperti orang-orang dari Suku Shannah, dan melihat Isa yang mirip salah seorang sahabatnya yang bernama Urwah bin Mas’ud dan ketika melihat Ibrahim dikatakan sangat mirip dengan dirinya sendiri (Muhammad), kemudian Muhammad juga mengatakan bahwa ia pernah melihat Malaikat Jibril yang mirip dengan Dehya Kalbi. Said al Jahiri mengatakan bahwa ia pernah mendengar Abu Taufik berkata bahwa pada saat ini tidak ada lagi yang masih hidup orang yang pernah melihat secara langsung Muhammad kecuali dirinya sendiri dan Muhammad memiliki roman muka sangat cerah dan perawakanna sangat baik. Ibnu Abbas mengatakan bahwa gigi depan Muhammad agak renggang tidak terlalu rapat dan jika bericara nampak putih berkilau. (sumber: Wikipedia)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a style="color:#0000ff;font-family:Georgia;font-size:13px;font-weight:bold;text-decoration:none;"&gt;Sumber : Berita Musi&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgKuBTiC0o4fE-Pg4LZJ30cA1IqCH0Wm1gSu3he19tQop0UYa4jfmzcumCRO2PxhGotokhxOj3-_CD14cRnmNxoQIWj_Pl_oRl3ygiQsT6eMuz5vDaRcdj_m69mfeM1Qidgwx2gDpRfG34/s72-c/muhammad-saw.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Pesona Kecantikan Perempuan</title><link>http://mutiaraillahiyah.blogspot.com/2012/12/pesona-kecantikan-perempuan.html</link><category>Hikmah</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Thu, 20 Dec 2012 01:22:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-359975961192298472.post-2289877124247072892</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhr2_p6WFfv68frNsskA8c6aPh8DOn1k7IREV52t5AjKfRM0hbp1v74RUlpkpOB4AWTTpRDzt9DGRW5KVXjuUd7PjV2DKDaqtbNCne80fcBSI0ypaKQYVbJduRK2BaotVqiIP6N2KvudW0/s1600/Pesona+Kecantikan+Wanita+Shalihah.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="210" width="280" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhr2_p6WFfv68frNsskA8c6aPh8DOn1k7IREV52t5AjKfRM0hbp1v74RUlpkpOB4AWTTpRDzt9DGRW5KVXjuUd7PjV2DKDaqtbNCne80fcBSI0ypaKQYVbJduRK2BaotVqiIP6N2KvudW0/s400/Pesona+Kecantikan+Wanita+Shalihah.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;a style="color:#0000ff;font-family:Georgia;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;Oleh: Adminaba&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhan tidak bisa menolak apa yang yang telah direncanakan orangtuanya, yaitu perjodohan dengan perempuan yang sama sekali tidak dikenalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Azizah adalah perempuan yang sangat baik. Dia pandai menata rumah. Selain itu, dia adalah perempuan yatim piatu yang salihah," kata ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagiku, perempuan salihah yang akan mendampingimu jauh lebih berharga dibandingkan semua perempuan cantik di dunia ini," lanjut ayahnya mantap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati Subhan berontak. Namun, dia tidak ingin menjadi anak yang durhaka karena menentang orangtua. Akhirnya, dia pasrah dan menuruti kemauan orangtuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika kau setuju, Anakku. Kami akan menjemput Azi-zah di kampungnya," ujar ayahnya.
Bagaimana mungkin aku tidak setuju ? kata Subhan dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhan hanya mengangguk setuju. Ia tak ingin mengecewakan keinginan orangtuanya. Jika perjodohan ini membuat orangtuanya bahagia, Subhan akan menyetujuinya. Bagi Subhan, tidak ada yang lebih berharga selain membahagiakan orangtuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paras Subhan yang tampan memudahkan dirinya memilih perempun cantik mana pun yang akan dijadikanm istrinya. Sebenarnya, Subhan memiliki kriteria sendiri untuk calon pendampingnya. Dia ingin mendapatkan seorang perempuan yang elok. Semua harapannya tinggal impian. Azizah, gadis yang dijodohkan dengannya, sama sekali tidak dia ketahui rupanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika khitbah, sekilas ia menatap wajah calon istrinya. Menurut ayah dan ibunya, Azizah baik. Subhan bisa melihat dari wajahnya yang teduh dan damai, tetapi tidak ada guratan kecantikan di sana. Aaah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Azizah adalah perempuan dengan rupa yang sederhana, jatih dari kriterianya. Batin Subhan menjerit, tetapi dia tidak bisa berbuat apa-apa. Di lubuk hatinya, dia tetap menilai kecantikan perempuan bukan sekadar baik. Namun, perempuan itu haruslah memiliki tubuh tinggi langsing, mata bulat lengkap dengan bulunya yang lentik, hidung mancung, bibir ranum, dan kulit yang indah. Azizah, tidaklah demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peijodohan harus terlaksana. Subhan tidak bisa menolak keinginan orangtuanya. Dengan sekuat tenaga, Subhan mengusir kriteria perempuan dan berusaha menerima Azizah apa adanya. Berusaha mencintainya, walau rasanya itu akan sia-sia saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, pernikahan teijadi. Subhan melihat Azizah begitu bahagia. Sinar matanya mengatakan hal itu. Subhan berusaha untuk bahagia. Demi orangtuanya, Subhan berusaha membuat semuanya terlihat bahagia, walau setiap malam hatinya menjerit. Begitu sulit melepaskan diri dari kriteria perempuan impiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari demi hari, dia semakin tidak mampu berpura-pura bahagia. Subhan merasa hidupnya sia-sia. Dia mulai marah dengan keadaan itu. Ya, dia mengakui bahwa Azizah melayaninya dengan baik. Azizah seorang istri yang baik, tetapi itu tidak cukup membuat Subhan mencintainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhan mulai mengacuhkan Azizah. Azizah semakin menyadari bahwa suaminya tidak mencintainya. Subhan semakin ketus hingga akhirnya Azizah bertanya kepadanya, tetapi Subhan tak menjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa pun yang kaulakukan padaku, aku akan tetap mengabdi padamu sebab kau adalah suamiku," ujar Azi¬zah mantap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhan hanya diam tak menyahut. Ternyata memang benar, walau Subhan bertindak seenaknya, Azizah tetap melayani Subhan dengan baik. Azizah memang istri yang baik dan benar kata orangtuanya, Azizah juga perempuan yang salihah. Saat tengah malam, dia tak pernah absen shalat tahajud dan melantunkan ayat Al-Qur’an. Namun, hal itu sama sekali tidak membuat had Subhan tergugah. Kadang, Subhan memaki dirinya sendiri. Mengapa dia begitu terobsesi pada perempuan cantik? Bukankah dalam agama Islam diajarkan bahwa keimanan adalah faktor terpendng dalam memilih pasangan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku hamil," kata Azizah suatu pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhan hanya menatapnya dengan dingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari, di tengah peijalanan menuju rumah, Subhan bertemu dengan sahabat lamanya. Wajah sahabatnya itu sungguh berduka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mengapa kau terlihat bersedih?" tanya Subhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat Subhan lalu mengajak Subhan berteduh di sebuah masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku ingin bercerita," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhan berjalan mengikuti sahabatnya menuju masjid. Dalam hatinya ia bertanya tentang hal yang ingin diceritakan sahabatnya itu. Seharusnya dia bahagia karena telah menikahi seorang perempuan yang sangat cantik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini mengenai pernikahanku. Maafkan aku, ya Allah...," desisnya pelan. "Aku tidak bermaksud untuk menjelek-jelekkan istriku, tapi..." lanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa yang teijadi?" tanya Subhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kau tahu betapa aku sangat mencintai istriku. Kuakui aku jatuh cinta padanya karena dia sangat cantik dan sempurna."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya...," terbayang di benak Subhan wajah istri sahabatnya yang memang sangat cantik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pada awalnya, orangtuaku tidak merestui hubungan kami. Hingga Ayah menanyakan, mengapa kau tidak menikahi perempuan yang salihah? Ya, memang benar istriku tidak sempurna dalam akhlaknya. Dia adalah perempuan yang jarang mengaji dan shalat. Hatiku telah dibutakan oleh kecantikannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lalu?" tanya Subhan penasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ternyata, pernikahanku memang tidak bahagia. Istriku terlalu banyak menuntut. Awalnya, aku memaklumi karena dia memang masih awam dalam hal agama. Aku sebagai suaminya, akan berusaha menuntunnya. Namun, aku justru semakin tersiksa dengan sikapnya. Jika tuntutannya tidak kukabulkan, dia tidak memperlakukanku seperti seorang suami. Istriku sangat boros, bahkan kini aku memiliki begitu banyak utang karenanya. Ketika aku menegurnya, dia beralasan karena aku tidak bisa mencukupi kebutuhannya, padahal..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya...?" mata Subhan membulat.
"Tahukah kau? Orangtuaku kini jatuh miskin karena semua yang mereka miliki diberikan kepadaku demi membahagiakan istriku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhan tertegun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kini, aku tidak memiliki apa-apa lagi. Istriku malah semakin tidak menghormatiku," kata sahabat Subhan sambil menitikkan air mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Istriku meminta cerai. Alasannya, dia bisa lebih bahagia dengan lelaki kaya yang sanggup memberikan segalanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita sahabatnya itu membuat hati Subhan teriris. Apa yang sudah dia lakukan pada Azizah sungguh tidak adil. Allah memberinya jodoh terbaik. Azizah memang tidak cantik, tetapi dia adalah seorang perempuan yang salihah. Dia adalah seorang istri yang sangat menghormati suaminya. Dia adalah istri yang tak pernah menuntutnya, bahkan dia memberikan cinta tanpa pamrih yang begitu indah.&lt;br /&gt;&lt;brr /&gt;Selepas mendengarkan kisah pilu sahabatnya, diam-diam hati Subhan bertekad bahwa tidak ada lagi kriteria perempuan impian dalam hatinya. Bidadari itu sudah dikirimkan Allah untuknya.&lt;br /&gt;&lt;bt /&gt;"Azizah, aku akan berusaha mencintaimu," kata Subhan dalam hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum pulang, Subhan menyempatkan diri ke sebuah toko untuk membeli sebuah jilbab yang cantik. Dia ingin membuat Azizah bahagia dan memberinya senyum yang manis. Setiba di rumah, ketukan pintu Subhan tidak dihiraukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ke mana istriku?" tanyanya dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kreeeek... ternyata pintu rumah tidak terkunci. "Assalamu’alaikum."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wa’alaikumsalam." Dari arah kamar, terdengar suara lirih Azizah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan langkah cepat, Subhan menuju kamar. Dilihatnya Azizah tergeletak di kasur dalam keadaan lemas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Allah, apa yang teijadi padamu?" Subhan memeluk Azizah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku terjatuh di kamar mandi," jawab Azizah lirih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kenapa kau tidak pergi ke rumah sakit? Tidak adakah yang menolongmu?" Subhan gusar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku belum meminta izinmu, Suamiku,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhan menangis, dadanya terasa sesak. Dalam tangisannya, terbayang sikapnya yang tidak adil kepada Azizah. Pengorbanan dan pengabdian Azizah sungguh luar biasa. Subhan memeluk erat tubuh Azizah hingga Subhan merasakan detak jantung Azizah berhenti. Azizah meninggal dalam pelukannya dengan wajah yang sangat teduh. Dia terlihat cantik. Dalam penyesalan yang menyeruak, Subhan merasakan angin sejuk menghampiri dirinya. Cahaya cinta yang memancar dari wajah Azizah semakin kuat untuknya. Subhan menyesal karena tidak memberikan hatinya untuk perempuan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping tubuh Azizah, terdapat sepucuk surat. Subhan lalu membacanya dengan pandangan yang terhalang air mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;Suamiku, maafkan aku karena tidak membuatmu bahagia. Berikan ridha dan ikhlasmu untukku dan anak kita.
Aku mencintaimu.
ISTRIMU&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhan menangis tersedu-sedu. Kenapa cinta datang terlambat? Allah menghukumnya dengan penyesalan yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;"Sesungguhnya, dunia seluruhnya adalah benda (perhiasan) dan sebaik-baik benda (perhiasan) adalah wanita (istri) yang salihah."&lt;/a&gt; &lt;b&gt;(HR. Muslim)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://kolom.abatasa.com/" target="_blank"&gt;Kolom.abatasa.com&lt;/a&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhr2_p6WFfv68frNsskA8c6aPh8DOn1k7IREV52t5AjKfRM0hbp1v74RUlpkpOB4AWTTpRDzt9DGRW5KVXjuUd7PjV2DKDaqtbNCne80fcBSI0ypaKQYVbJduRK2BaotVqiIP6N2KvudW0/s72-c/Pesona+Kecantikan+Wanita+Shalihah.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Dimanakah Allah? (Bag. 1)</title><link>http://mutiaraillahiyah.blogspot.com/2012/11/dimanakah-allah-bag-1.html</link><category>Pustaka Islam</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Wed, 28 Nov 2012 04:54:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-359975961192298472.post-2040566650016613841</guid><description>



&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhouJhli04RmK586-7WjaJBcRlaGXglu4jgxtR8DueuYUR6d4-SDGZBGBWQkDkWjEpYcwSN6NVMjZieX3o3yxo5UD21-Y1nAaHJfTrelTEax87dCS_N1mW5SbZ6xWqabPEMpLPcRmzk1bk/s1600/Bismillah.gif" imageanchor="1" style=""&gt;&lt;img border="0" height="129" width="580" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhouJhli04RmK586-7WjaJBcRlaGXglu4jgxtR8DueuYUR6d4-SDGZBGBWQkDkWjEpYcwSN6NVMjZieX3o3yxo5UD21-Y1nAaHJfTrelTEax87dCS_N1mW5SbZ6xWqabPEMpLPcRmzk1bk/s400/Bismillah.gif" title="Dimanakah Allah? (Bag. 1)" alt="Dimanakah Allah? (Bag. 1)" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a style="color:#0000ff;font-family:Georgia;font-size:20px;text-decoration:none;"&gt;BAB I Kaidah Memahami Sifat-sifat Allah&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a style="color:#0000ff;font-family:Georgia;font-size:20px;text-decoration:none;"&gt;* * * * * * * * * *  * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a style="color:#ff1493;font-family:Georgia;font-size:20px;text-decoration:none;"&gt;Pengantar&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi_nQjez6o8WQXVVFM5qrUGX33oI4LT6EuPBE_81b9OYoILWXI02rjVpKSfnLtRyMtbsMMrzKuKNs0hTRoM_kAqLk8rPj_ethH7h3v8rw2SMAgE50-plpGPQzAZ9ci9x82urS7vZIxaLEI/s1600/28001.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="205" width="280" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi_nQjez6o8WQXVVFM5qrUGX33oI4LT6EuPBE_81b9OYoILWXI02rjVpKSfnLtRyMtbsMMrzKuKNs0hTRoM_kAqLk8rPj_ethH7h3v8rw2SMAgE50-plpGPQzAZ9ci9x82urS7vZIxaLEI/s400/28001.jpg" title="Dimanakah Allah? (Bag. 1)" alt="Dimanakah Allah? (Bag. 1)" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; Segala puji hanyalah milik Allah yang telah mengutus Rasul-Nya dengan petunjuk dan Diea yang haq untuk dimenangkan atas semua Dien, dan cukuplah Allah sebagai saksi. Semoga shalawat dan sallam tetap tercurah ke atas Rasulullah Muhammad &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;Shallallahu'alaihi Was Sallam&lt;/a&gt;, kepada keluarga dan para sahabat serta orang-orang yang setia mengikuti mereka dengan baik hingga hari kiamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah penjelasan singkat Aqidah Ahlussunnah Waljama'ah tentang pertanyaan: &lt;b&gt;Dimanakah Allah?&lt;/b&gt; Sebuah pertanyaan mengenai keimanan kepada Allah, yang dengannya menentukan lurus atau rusaknya aqidah seorang muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadir ditengah-tengah umat Islam disaat tersebar dengan gencarnya paham sesat yang berpandangan bahwa Allah ada di mana-mana dengan Dzat-Nya, Allah berada di bumi bersama makhluk-Nya, bahkan meyakini bahwa Allah menyatu dengan manusia atau berada di dalam diri kita ini, sebagaimana pahamnya kelompok Hululiyah, Jahmiyah, Ma'tazilah, Asy'ariyah, &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;wahdatul Wujud --Kawulo Manunggaling Gusti--&lt;/a&gt; dan orang-orang yang sepaham denga mereka. Maha Suci Allah dari apa yang mereka sifatkan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan suatu hal yang sangat memprihatinkan adalah bahwa paham sebathil ini tidak hanya disampaikan oleh orang-orang yang kurang paham Dien dari kalangan orang-orang awam saja, lebih dari itu telah disampaikan oleh para kiyai, ustadz, ataupun mubaligh, dan sejenisnya yang merupakan penerus pendahulu mereka dari kelompok Haluliyah, Jahmiyah dan selainnya. Maka paham ini adalah sebuah bahaya besar yang menimpa kaum muslimin, sebuah paham yang bahayannya lebih besar daripada bandar narkoba, penjudi, penzina, peminum khamr serta dosa-dosa lainnya. Oleh karena masalah ini adalah masalah aqidah, yang apabila rusak aqidah seseorang, dapat berakibat pada kekafiran dan murtad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana yang prnah menimpa salah seorang tokoh sufi Al-Husain bin Manshur Al-Hallaj, sebagai konsekuenksi paham Allah ada dimana-mana, adalah seperti perkataannya yang sesat dan menyesatkan, "Tidak ada jugah ini kecuali Allah." Akhirnya dia ditagkap dan ditahan kemudian dijatuhi hukuman mati oleh Khalifah Al-Muqtadir Al-'Abbasy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karenanya, wajib atas kita menjelaskan kepada mereka bahwa Allah berada di atas langit, bersemayam di atas 'Arasy sesuai dengan Kebesaran dan Kesucian-Nya. Dan ini berdasarkan nash-nash Al-Qur'an, Sunnah Rasulullah &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;Shallallahu'alaihi Was Sallam&lt;/a&gt;, ijma' Salaf, akal dan secara fitrah. Dengan demikian mereka akan mengetahui mana yang haq dan mana yang bathil, untuk kemudian meyakini yang haq dan meninggalkan yang bathil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, semoga dengan adanya penjelasan singkat tentang keberadaan Allah ini dapat meluruskan kembali pemahaman aqidah kaum muslimin kepada pemahaman aqidah yang haq, sebagaimana yang disampaikan Rasulullah SAW dan generasi salaf serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik. Segala puji hannyalah milik Allah, Rabb ssemesta alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a style="color:#0000ff;font-family:Georgia;font-size:20px;text-decoration:none;"&gt;Kaidah Memahami Sifat-sifat Allah&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam aqidah Islam, beriman kapada sifat-sifat Allah merupakan salah satu konsekuensi iman kepada Allah. Sedangkan iman kepada sifat-sifat Allah tidak akan dapat terwujud kecuali dengan mengenal, memahami, membenarkan dan meyakini sifat-sifat Allah dengan sebenar-benarnya sebagaimana yang dimaksudkan oleh Allah dan Rasul-Nya, kemudian melaksanakan segala konsekuensi dari keyakinan tersebut dengan perkataan hati dan lisan serta melaksanakannya dengan anggota badan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun tentang keberadaan Allah yang ada di atas langit, bersemayam di atas 'Arasy-Nya adalah salah satu keimanan teragung di antara keimanan terhadap sifat-sifat Allah lainnya.  Sedangkan dalam memahami sifat-sifat Allah ini, tidak ada jalan yang haq bagi seorang muslim kecuali dengan menetapkan sifat-sifat Allah yang Dia sendiri sifatkan untuk diri-Nya di dalam kitab-Nya dan apa yang disifatkan oleh Rasul-Nya. Dan ini ada beberapa kaidah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#ff1493;font-family:Georgia;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;A. Kaidah 1 : Tauqifiyah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kaidah Tauqifiyah --sebagaimana yang telah disebutkan-- adalah menetapkan sifat-sifat Allah yang Dia sendiri sendiri sifatkan untuk-Nya. Penetapan kaidah yang demikian itu karena Allah-lah Yang Maha Mengetahui, Dia lebih mengetahui tentang Diri-Nya, sifat-sifat-Nya dan juga selain-Nya. Dia-lah yang lebih benar perkataan-Nya, lebih baik pengkabaran-Nya daripada makhluk-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karenanya, sifat-sifat Allah tidak ditetapkan melainkan dengan apa yang Dia sendiri tetapkan di dalam kitab-Nya, yaitu Al-Qur'an, karena Al-Qur'an adalah &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;kalamullah&lt;/a&gt;, perkataan Allah, dari-Nya ia berasal dan kepada-Nya ia kembali, diturunkan kepada Rasul-Nya yang &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;Shaddiqul mashduq&lt;/a&gt; (benar dan dibenarkan), Muhammad bin Abdullah bin 'Abdul muthalib &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;Shallallahu'alahi Wa Sallam&lt;/a&gt;. Dan beliaulah manusia yang paling mengenal Allah, paling terpercaya disisi-Nya, paling benar beritanya, paling tulus niatnya, paling jelas penuturan dan penjelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliaulah orang yang paling taqwa dan paling takut kepada-Nya. Perkataan beliau adalah wahyu yang diwahyukan dan bukanlah perkataan yang memperturutkan hawa nafsu. Oleh karenanya, tidak ada jalan bagi seorang muslim dalam memahami sifat-sifat Allah ini, melainkan dengan perantara wahyu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan inilah yang disebut kaidah Tauqifiyah, Aqidahnya Ahlussunnah Waljama'ah dari kalangan para sahabat Rasulullah &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;Shallallahu'alahi Wasallam&lt;/a&gt;, para tabi'in serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik. Oleh karena itu, menjadi kewajiban atas kita beriman kepada Allah yang mencakup beriman kepada sifat-sifat-Nya, beriman kepada kitab-Nya dan beriman pula kepada Rasul-Nya, sebagaimana yang Allah perintahkan di dalam Al-Qur'an:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://iwandj.files.wordpress.com/2012/11/1-1_qs_an-nisaa-136_-_iwlmb.gif" title="Dimanakah Allah? (Bag. 1) 1-1_QS_An-Nisaa-136_-_IwLmb.gif" alt="Dimanakah Allah? (Bag. 1) 1-1_QS_An-Nisaa-136_-_IwLmb.gif" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;Artinya:&lt;/b&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;"Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, Rasul-Rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya."&lt;/a&gt; &lt;b&gt;(QS. An-Nisaa': 136)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, sifat-sifat yang ditetapkan oleh Allah untuk diri-Nya di dalam kitab-Nya dan oleh Rasul-Nya, maka wajib bagi kita meniadakannya. Cukuplah bagi kita menerima informasi yang datang dari Allah dan Rasul-Nya apa adanya. Dan inilah sikap orang-orang beriman, sebagaimana firman Allah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://iwandj.files.wordpress.com/2012/11/1-2_qs_al-baqarah-285_-_iwlmb.gif" title="Dimanakah Allah? (Bag. 1) 1-2_QS_Al-Baqarah-285_-_IwLmb" alt="Dimanakah Allah? (Bag. 1) 1-2_QS_Al-Baqarah-285_-_IwLmb" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;Artinya:&lt;/b&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;Rasul telah beriman kepada Al-Qur'an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-nya dan Rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorang pun(dengan yang lain) dari Rasul-rasul-Nya," dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan kami taat." (Mereka berdoa): "Ampunilah kami ya Tuhan kamidan kepada Engkaulah tempat kembali."&lt;/a&gt; &lt;b&gt;(QS. Al-Baqarah: 285)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://iwandj.files.wordpress.com/2012/11/1-3_qs_al-hasyr-7_-_iwlmb.gif" title="Dimanakah Allah? (Bag. 1) 1-3_QS_Al-Hasyr-7_-_IwLmb" alt="Dimanakah Allah? (Bag. 1) 1-3_QS_Al-Hasyr-7_-_IwLmb" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;Artinya:&lt;/b&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;"Apa saja yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah."&lt;/a&gt; &lt;b&gt;(QS. Al-Hasyr: 7)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkaitan dengan penetapan sifat-sifat Allah ini, telah berkata Imam Abu Hanifah &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;Rahimahullah&lt;/a&gt; "Tidak pantas bagi seseorang untuk berbicara tentang Dzat Allah. Tetapi hendaklah ia mensifati Allah dengan sifat yang disebutkan oleh Allah sendiri. Dan ia tidak boleh berbicara tentang Allah dengan pendapatnya sendiri. Maha Suci Allah, Rabb semesta alam." &lt;b&gt;&lt;font color="blue"&gt;[1]&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah berkata pula imam Safi'i &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;Rahimahullah&lt;/a&gt; "Saya beriman kepada Allah dan dengan apa-apa yang datang dari Allah menurut kehendak dan maksud Allah, dan saya beriman kepada Rasulullah dan dengan apa-apa yang datang dari Rasulullah menurut kehendak dan maksud Rasulullah." &lt;b&gt;&lt;font color="blue"&gt;[2]&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula perkataan Imam Ahmad bin Hanbal &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;Rahumahullah&lt;/a&gt; "Allah tidak disifati kecuali dengan apa yang Dia sendiri sifatkan untuk-Nya atau apa yang disifatkan Rasul-Nya untuk-Nya. Dan ini tidak dapat dilakukan melainkan dengan apa yang ada di dalam Al-Qur'an dan Hadits." &lt;b&gt;&lt;font color="blue"&gt;[3]&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#ff1493;font-family:Georgia;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;B. Kaidah 2 : Nafyi dan Itsbat&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Allah yang Maha Suci telah menghimpun sifat-sifat-Nya yang Dia sifatkan untuk-Nya antara nafyi (peniadaan) dan itsbat (penetapan), baik nafyi dan itsbat secara ijmal (umum) maupun secara tafshil (terperinci).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#ff1493;font-family:Georgia;font-size:16px;text-decoration:none;"&gt;1. Nafyi (peniadaan) secara ijmal (umum)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Adalah mensucikan Allah dengan meniadakan segala sesuatu yang sama atau serupa dengan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Suci, baik dalam sifat &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;asma&lt;/a&gt; (nama-nama), &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;af'al&lt;/a&gt; (perbuatan) maupun Dzat-Nya, yang demikian itu dikarenakan bahwa tidak ada sesuatupun yang sama dengan-Nya tidak ada yang setara dengan-Nya, tidak ada yang menandingi-Nya, dan Dia tidak akan dapat divisualisasikan dengan makhluk-Nya, sebagaimana firman Allah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://iwandj.files.wordpress.com/2012/11/1-4_qs_asy_syura-11_-_iwlmb.gif" title="Dimanakah Allah? (Bag. 1) 1-4_QS_Asy_Syura-11_-_IwLmb" alt="Dimanakah Allah? (Bag. 1) 1-4_QS_Asy_Syura-11_-_IwLmb" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;Artinya:&lt;/b&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;"Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat."&lt;/a&gt; &lt;b&gt;(QS. Asy-Syura: 11)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://iwandj.files.wordpress.com/2012/11/1-5_qs_al-ikhlash-4_-_iwlmb.gif" title="Dimanakah Allah? (Bag. 1) 1-5_QS_Al-Ikhlash-4_-_IwLmb" alt="Dimanakah Allah? (Bag. 1) 1-5_QS_Al-Ikhlash-4_-_IwLmb" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;Artinya:&lt;/b&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;"Dan tidak ada yang setara dengan Dia."&lt;/a&gt; &lt;b&gt;(QS. Al-Ikhlas: 4)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://iwandj.files.wordpress.com/2012/11/1-6_qs_maryam-65_-_iwlmb.gif" title="Dimanakah Allah? (Bag. 1) 1-6_QS_Maryam-65_-_IwLmb" alt="Dimanakah Allah? (Bag. 1) 1-6_QS_Maryam-65_-_IwLmb" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;Artinya:&lt;/b&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;"Apakah kamu mengetahui ada seseorang yang sama dengan Dia (yang patut disembah)?"&lt;/a&gt; &lt;b&gt;(QS. Maryam: 65)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#ff1493;font-family:Georgia;font-size:16px;text-decoration:none;"&gt;2. Nafyi (peniadaan) secara tafshil (terperinci)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Adalah mensucikan Allah dengan meniadakan sifat-sifat kekurangan dan sifat-sifat yang tidak layak bagi-Nya yang disebut secara terperinci, seperti mensucikan Allah dari sifat beranak dan diperanakkan, mempunyai sekutu, mengantuk, tidur, lalai dan seterusnya. Hal ini telah Allah tiadakan sendiri dari sifat-sifat yang tidak layak tersebut dalam firman-Nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://iwandj.files.wordpress.com/2012/11/1-7_qs_al-ikhlash-3_-_iwlmb.gif" title="Dimanakah Allah? (Bag. 1) 1-7_QS_Al-Ikhlash-3_-_IwLmb" alt="Dimanakah Allah? (Bag. 1) 1-7_QS_Al-Ikhlash-3_-_IwLmb" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;Artinya:&lt;/b&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;"Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan."&lt;/a&gt; &lt;b&gt;(QS. Al-Ikhlas: 3)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://iwandj.files.wordpress.com/2012/11/1-8_qs_al-furqan-2_-_iwlmb.gif" title="Dimanakah Allah? (Bag. 1) 1-8_QS_Al-Furqan-2_-_IwLmb" alt="Dimanakah Allah? (Bag. 1) 1-8_Qs_Al-Furqan-2_-_IwLmb" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;Artinya: &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;"Yang kepunyaan-Nya-lah kerajaan lanit dan bumi, dan Dia tidak mempunyai anak, dan tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kekuasaan(Nya), dan Dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya."&lt;/a&gt; &lt;b&gt;(QS. Al-Furqan: 2)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://iwandj.files.wordpress.com/2012/11/1-9_qs_al-baqarah-255_-_iwlmb.gif" title="Dimanakah Allah? (Bag. 1) 1-9_QS_Al-Baqarah-255_-_IwLmb" alt="Dimanakah Allah? (Bag. 1) 1-9_QS_Al-Baqarah-255_-_IwLmb" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;Artinya:&lt;/b&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;"Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan di bumi."&lt;/a&gt; &lt;b&gt;(QS. Al-Baqarah: 255)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;a style="color:#ff1493;font-family:Georgia;font-size:16px;text-decoration:none;"&gt;3. Itsbat (penetapan) secara ijmal (umum)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Adalah menetapkan sifat-sifat bagi Allah secara keseluruhan dan mutlak, seperti penetapan sifat-Nya yang sempurna dan kesempurnaan yang mutlak, penetapan pujian bagi Allah Yang Maha Terpuji dengan pujian yang mutlak, sifat Allah Yang Maha Agung dengan keagungan yang mutlak, sebagaimana firman Allah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://iwandj.files.wordpress.com/2012/11/1-10_qs_al-fatihah-2_-_iwlmb.gif" title="Dimanakah Allah? (Bag. 1) 1-10_QS_Al-Fatihah-2_-_IwLmb" alt="Dimanakah Allah? (Bag. 1) 1-10_QS_Al-Fatihah-2_-_IwLmb" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;Artinya:&lt;/b&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;"Segala puji hanya bagi Allah, Tuhan semesta alam."&lt;/a&gt; &lt;b&gt;(QS. Al-Fatihah: 2)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://iwandj.files.wordpress.com/2012/11/1-11_qs_ar-rahman-78_-_iwlmb.gif" title="Dimanakah Allah? (Bag. 1) 1-11_QS_Ar-Rahman-78_-_IwLmb" alt="Dimanakah Allah? (Bag. 1) 1-11_QS_Ar-Rahman-78_-_IwLmb" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;Artinya:&lt;/b&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;"Maha Suci nama Tuhanmu yang memiliki keagungan dan kemuliaan."&lt;/a&gt; &lt;b&gt;(QS. Ar-Rahman: 78)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#ff1493;font-family:Georgia;font-size:16px;text-decoration:none;"&gt;4. Itsbat (penetapan) secara tafshil (terperinci)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Adalah mengambil dan menetapkan sifat-sifat Allah yang ada di dalam Al-Qur'an dan Sunnah secara terperinci. Jika Allah telah menetapkan bagi diri-Nya dengan sifat &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;istiwa' 'alal 'Arasy&lt;/a&gt;, sebagaimana firman-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://iwandj.files.wordpress.com/2012/11/1-12_qs_thaahaa-5_-_iwlmb.gif" title="Dimanakah Allah? (Bag. 1) 1-12_QS_Thaahaa-5_-_IwLmb" alt="Dimanakah Allah? (Bag. 1) 1-12_QS_Thaahaa-5_-_IwLmb" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;Artinya:&lt;/b&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;"Yang Maha Pemurah bersemayam (istiwa') di atas 'Arasy."&lt;/a&gt; &lt;b&gt;(QS. Thaahaa: 5)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka wajib pula kita menetapkan sifat &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;istiwa' 'alal 'Arasy&lt;/a&gt; sebagaimana Allah tetapkan apa adanya dalam ayat tersebut, tanpa ditakwil dengan menyimpangkan maknanya, atau bahkan mengubah-ubah lafadznya. Demikian pula jika Allah telah menetapkan bahwa Dia berada di atas langit, sebagaimana firman-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://iwandj.files.wordpress.com/2012/11/1-13_qs_al-mulk-16_-_iwlmb.gif" title="Dimanakah Allah? (Bag. 1) 1-13_QS_Al-Mulk-16_-_IwLmb" alt="Dimanakah Allah? (Bag. 1) 1-13_QS_Al-Mulk-16_-_IwLmb" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;Artinya:&lt;/b&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;"Apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang di langit bahwa Dia akan menjungkir balikkan bumi bersama kamu, sehingga dengan tiba-tiba bumi itu berguncang?"&lt;/a&gt; &lt;b&gt;(QS. Al-Mulk: 16)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka wajib bagi kita menetapkan sifat Allah yang keberadaan-Nya di atas langit. Dan dalam menetapkan sifat istiwa' serta keberadaan-Nya di atas langit ini tanpa disertai  &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;tasybih&lt;/a&gt;, yaitu menyerupakan bersemayamnya Allah seperti makhluk-Nya, atau keberadaan Allah di atas langit seperti keberadaan makhluk-Nya yang di langit, hal itu karena sesungguhnya tidak ada sesuatu yang serupa dengan-Nya, Allah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://iwandj.files.wordpress.com/2012/11/1-4_qs_asy_syura-11_-_iwlmb.gif" title="Dimanakah Allah? (Bag. 1) 1-4_QS_Asy_Syura-11_-_IwLmb" alt="Dimanakah Allah? (Bag. 1) 1-4_QS_Asy_Syura-11_-_IwLmb" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;Artinya:&lt;/b&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;"Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”&lt;/a&gt; &lt;b&gt;(QS. Asy-Syura: 11)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan juga dalam ayat ini Allah menetapkan sifat-sifat-Nya secara terperinci untuk-Nya, bahwa Dia Yang Maha Mendengar dan Maha Melihat. Oleh karenanya, maka wajib atas kita menetapkan sifat-sifat Allah yang Dia sendiri sifatkan untuk-Nya sesuai dengan keagungan dan kemuliaan-Nya, yaitu bahwa Allah Maha Melihat dan Maha Mendengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maha Menndengar dan Maha Melihat adalah dua sifat di antara sifat-sifat Allah yang sekaligus merupakan nama-Nya, hal ini karena setiap nama Allah mengandung sifat-Nya, akan tetapi tidak sebaliknya, tidak setiap sifat Allah merupakan nama-Nya, seperti halnya &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;istiwa' 'alal 'Arasy&lt;/a&gt; adalah sifat-Nya tetapi bukan termasuk nama-Nya, dengan demikian pembahasan tentang sifat-sifat Allah adalah lebih luas dari pembahasan tentang nama-nama-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun nama dan sifat-sifat Allah selain yang telah disebutkan sangat banyak jumlahnya. Dan tidak ada yang mengetahui jumlahnya kecuali Allah sendiri. Hal ini karena nama-nama dan sifat-sifat Allahyang dapat diketahui manusia hanya yang ada di dalam Al-Qur'an dan Sunnah Rasul-Nya, sedangkan yang tidak ada di dalam keduanya tidak ada seorangpun yang mengetahui, sebagaimana yang terdapat di dalam hadits tentang doa Rasulullah &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;Saallallahu'alaihi Was Sallam&lt;/a&gt;:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;"Aku memohon kepada Engkau dengan semua nama yang menjadi nama-Mu, baik yang telah Engkau jadikan sebagai nama diri-Mu atau yang Engkau ajarkan kepada seseorang dari makhluk-Mu atau Engkau sembunyikan menjadi ilmu ghaib di sisi-Mu."&lt;/a&gt; &lt;b&gt;&lt;font color="blue"&gt;[4]&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penafyian atau peniadaan terhadap sesuatu menuntut penetapan terhadap kebalikannya, yaitu sifat kesempurnaan. Oleh karenanya, semua yang dinafikan Allah dari diri-Nya berupa kekurangan, persekutuan, dengan makhluk dan hal-hal yang merupakan kekhususan-Nya, atau sifa-sifat yang tidak layak bagi Allah lainnya, menunjukkan ditetapkannya kesempurnaan-kesempurnaan yang merupakan kebalikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, setiap penafian dari sifat kekurangan tidak hanya sebatas penafian saja, akan tetapi sekaligus penetapan terhadap sifat kebalikannya, seperti halnya peniadaan akan keberadaan Allah disegala tempat, di bawah bersama makhluk-Nya di muka bumi ini atau menyatu dengan dengan manusia, menuntut penetapan sebaliknya, yaitu bahwa Dia Maha tinggi, berada di atas langit, bersemayam di atas 'Arasy-Nya dan terpisah dari makhluk-Nya, kemudian peniadaan sekutu dan tandingan menuntut penetapan sifat sempurna akan keesaan dan keagungan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peniadaan sifat lemah dan tidak berkuasa menuntut sifat sempurna bagi-Nya Yang Maha Kuasa. Peniadaan sifat bodoh menuntut penetapan kesempurnaan immu-Nya yang meliputi segala sesuatu. Peniadaan sifat aniaya menuntut penetapan sifat-Nya Yang Maha Adil dengan keadilan yang sempurna. Peniadaan sifat kesia-siaan menuntut penatapan kesempurnaan hikmah-Nya. Peniadaan sifat beranak dan diperanakan bagi Allah menuntut penetapan sifat kesempurnaan, yaitu sifat yang Maha berdiri sendiri, tanpa sedikitpun membutuhkan makhluk-Nya. Peniadaan sifat mengantuk dan tidur menuntut penetapan sifat kesempurnaan Maha Perkasa, mengurusi urusan seluruh makhluk-Nya dan Maha mengawasi segala perbuatan mereka, demikian seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#ff1493;font-family:Georgia;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;C. Kaidah 3 : Kiyas Aula&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan Kaidah Aula adalah penetapan sifat-sifat Allah seluruhnya sempurna tanpa ada kekurangan sedikitpun. Secara umum dapat dijelaskan bahwa setiap kesempurnaan yang terdapat pada makhluk tanpa kekurangan dipandang dari berbagai segi, maka Al-Khaliq (Allah) lebih layak untuk memilikinya. Karena Dia-lah Yang Maha Awal, lebih awal daripada makhluk dan Dia-lah yang menciptakan kesempurnaan bagi makhluk-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula sebaliknya, setiap sifat kekurangan yang dihindari makhluk, maka Al-Khaliq (Allah) lebih layak terhindar darinya. Oleh karenanya, maka wajib mensucikan Allah dari segala kekurangan dan sifat-sifat yang tidak layak bagi-Nya. Karena Dia-lah Yang Maha Suci dan Maha Tinggi, Maha Kuasa atas segala sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#ff1493;font-family:Georgia;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;D. Kaidah 4 : Menjauhi Tahrif, Ta'thil, Takyif, Tamtsil, dan Tafwidh&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;Tahrif&lt;/a&gt; secara bahasa berarti merubah dan mengganti. Secara istilah berarti merubah lafadz Asmaul Husna dan sifat-sifat-Nya yang Maha Tinggi, atau menyimpangkan makna kepada makna lain. Misalnya lafadz &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;istawa'&lt;/a&gt; yang artinya bersemayam diubah menjadi &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;istaula&lt;/a&gt; yang artinya menguasai, sebagaimana yang telah dilakukan oleh kelompok Mu'tazilah, Jahmiyah, Hululliyah dan selainnya. Sedangkan merubah merubah makna, yaitu pada lafadz &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;Ghadhab&lt;/a&gt; yang maknanya marah atau murka disimpangkan maknanya menjadi &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;iradatul intiqam&lt;/a&gt; yang artinya keinginan membalas dendam. Ini dilakukan oleh kelompok Jahmiyah atau Ahlul Bid'ah lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;


&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;Ta'thil&lt;/a&gt; secara bahasa artinya peniadaan dan menolak. Adapun menurut istilah adalah peniadaan sifat-sifat Illahiyah dari Allah Ta'ala, menolak dan mengingkari sifat-sifat tersebut pada Dzat-Nya atau mengingkari sebagian darinya, seperti halnya penganut paham Jahmiyah. Orang yang berbuat ta'thil ini disebut  &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;Mu'athilah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/a&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;Takyif&lt;/a&gt; artinya bertanya dengan &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;kaifa&lt;/a&gt; (bagaimana). Adapun yang dimaksud &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;takyif&lt;/a&gt; disini adalah menentukan dan memastikan hakikat suatu sifat, dengan menetapkan bentuk/keadaan tertentu untuk-Nya. Seperti baertanya tentang bagaimana Allah beristawa' dan lainnya sebagaimana yang pernah ditanyakan kepada Imam Malik &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;Rahimahullah&lt;/a&gt; dan selainnya. Al-Wahid bin Muslim &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;Rahimahullah&lt;/a&gt; berkata; "Imam Malik, Al-'Auza'i, Al-Laits bin Sa'ad, dan Sufyan Ats-Tsaury &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;Rahimahullah&lt;/a&gt; ditanya tentang sifat-sifat Allah  yang &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;khabariyah&lt;/a&gt;, maka mereka semua menjawab: "Perkaranya sebagaimana adanya, tanpa takyif." &lt;b&gt;&lt;font color="blue"&gt;[5]&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;. Oleh karenanya perbuatan &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;takyif&lt;/a&gt; adalah terlarang, karena dapat membawa kepada kesesatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;Tamtsil&lt;/a&gt; adalah &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;tasybih&lt;/a&gt;, artinya merupakan, yaitu merupakan sifat-sifat Allah Yang Maha Tinggi dengan sifat-sifat makhluk-Nya. Orang yang berbuat tamtsil atau tasybih ini disebut &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;Musyabbihah&lt;/a&gt;. Sebagaimana anggapan  orang-orang Nashrani yang merupakan Allah Yang Maha Suci dengan Isa Al-Masih putra Maryam atau orang-orang Yahudi merupakan Allah Yang Maha Suci dengan 'Uzair. Maha Suci Allah dari apa yang mereka sifatkan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbuatan tamtsil terhadap Allah tidak akan mungkin dapat mencapai hakikat-Nya. Hal ini desebabkan meskipun Al-Khaliq dan makhluk sama-sama memiliki sifat, akan tetapi sifat antara keduanya tidak ada yang serupa, karena sifat disandarkan kepada Dzat, sedangkan Dzat Al-Khaliq dengan makhluk adalah sangat jelas berbeda. Dan ini sangat tidak mungkin disamakan dalam segala hal, oleh karena bagaimana bisa sifat Al-Khaliq dengan makhluk disamakan, sedangkan sifat antara makhluk yang satu dengan makhluk yang lain saja sangat berbeda dalam segala bentuk dan keadaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana gajah dengan seekor semut, sama-sama memiliki sifat kehidupan, memiliki kekuatan, anggota tubuh seperti mata, kaki dan sebagainya. Akan tetapi sifat kehidupan, besarnya kekuatan, bentuk dan keadaan mata serta kaki dari keduanya sangatlah jauh berbeda. Lalu bagaimana bagaimana mungkin dapat disamakan antara Al-Khaliq dan makhluk? Maka berbuat tamtsil terhadap sifat-sifat Allah adalah terlarang. Dalam hal ini Imam Abu Hanifah &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;Rahimahulla&lt;/a&gt; telah berkata; "Barangsiapa yang mensifatkan Allah dengan sifat-sifat manusia, maka ia telah kafir." &lt;b&gt;&lt;font color="blue"&gt;[6]&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tafwidh adalah memasrahkan sepenuhnya akan makna nash-nash tentang sifat-sifat Allah. Orang yang berbuat tafwidh ini disebut Mufawwidhah. Paham demikian adalah jelas batil, bertentangan dengan hikmah diturunkannya Al-Qur'an, karean bagaimana mungkin Allah menurunkan kitab-Nya sebagai petunjuk tanpa dapat diketahui maknanya, termasuk makna-makna yang terkandung dalam masalah sifat-sifat Allah Azza Wa Jalla, sedangkan Allah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://iwandj.files.wordpress.com/2012/11/1-14_qs_hud-1_-_iwlmb.gif" title="Dimanakah Allah? (Bag. 1) 1-14_QS_Hud-1_-_IwLmb" alt="Dimanakah Allah? (Bag. 1) 1-14_QS_Hud-1_-_IwLmb" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;Artinya:&lt;/b&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;"Alif Lam Ra'. Inilah kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi serta dijelaskan secara terperinci, yang diturunkan dari sisi (Allah) Yang Maha Bijaksana dan Maha Mengetahui."&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;(QS. Hud: 1)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang kebatilan paham tafwidh ini, telah berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;Rahimahullah&lt;/a&gt;; "Sikap tafwidh, sudah dimaklumi kebatilannya, oleh karena Allah sendiri telah memerintahkan kita untuk memperhatikan Al-Qur'an dan mengajurkan kita untuk mengerti dan memahami kandungannya. Bagaimana mungkin kita malah mengambil sikap berpaling dari mengenal, mengerti dan memahami makna-makna ayat Al-Qur'an?" &lt;b&gt;&lt;font color="blue"&gt;[7]&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;Ilhad&lt;/a&gt; terhadap asma dan siifat-sifat Allah adalah menyimpangkan nama-nama dan sifat-sifat Allah, hakekat-hakekatnya, atau makna-maknanya dari kebenaran pasti. Termasuk &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;ilhad&lt;/a&gt; adalah &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;tahrif, ta'thil, takyif&lt;/a&gt; dan &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;Tamtsil&lt;/a&gt;. &lt;b&gt;&lt;font color="blue"&gt;[8]&lt;/font&gt;&lt;/b&gt; Allah telah memadukan penafian dan penetapan dalam satu ayat, yaitu penafian secara ijmal dan penetapan secara tafshil dalam firman Allah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;"Tidak ada satupun yang serupa dengan Dia dan Dia-lah Yang Maha Mendengar dan Maha Melihat."&lt;/a&gt; &lt;b&gt;(QS. Asy-Syura: 11)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat ini mengandung tanzih (penyucian) bagi Allah dari tasybih (penyerupaan) dengan makhluk-Nya, baik dalam Dzat, sifat maupun perbuatan-Nya. Para ulama telah berkata bahwa bagian awal ayat di atas merupakan bantahan terhadap kelompok &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;Musyabbihah&lt;/a&gt; (kelompok yang menyerupakan Allah dengan makhluk-Nya), yaitu firman Allah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;"Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia....."&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun bagian akhir ayat di atas adalah bantahan terhadap kelompok &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;Mu'athilah&lt;/a&gt; (kelompok yang menolak dan mengingkari sifat-sifat Allah), yaitu firman-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;"....dan Dia-lah Yang Maha Mendengar dan Maha Melihat."&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bagian pertama merupakan penafian secara ijmal sedangkan pada bagian kedua merupakan penetapan secara tafshil. Ayat di atas juga mengandung bantahan terhadap kelompok &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;Asy'ariah&lt;/a&gt; yang mengatakan; "Sesungguhnya Allah Maha Melihat tanpa penglihatan dan Maha Mendengar tanpa pendengaran."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Syafi'i &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;Rahimahullah&lt;/a&gt; berkata; "Allah memiliki nama dan sifat dan tidak seorangpun yang boleh menolaknya." kemudian beliau juga berkata; "Kita menetapkan sifat-sifat tersebut dan menafikan terhadap  &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;tamtsil&lt;/a&gt;, sebagaimana Allah mafikan penyerupaan itu terhadap diri-Nya, seperti yang disebutkan di dalam firman-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;"Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan-Nya."&lt;/a&gt; &lt;b&gt;(QS. Asy-Syura: 11) &lt;font color="blue"&gt;[9]&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;tasybih&lt;/a&gt; dan &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;ta'thil&lt;/a&gt;, Nu'aim bin Hammad berkata; "Barangsiapa yanng berbuat tasybih (menggambarkan/memvisualisasikan) terhadap Allah maka telah kafir. Dan barangsiapa yang meniadakan apa-apa yang Allah sifatkan untuk diri-Nya, maka telah kafir. Dan bukanlah apa yang Allah sifatkan atau apa yang disifatkan oleh Rasul-Nya itu adalah tasybih dan bukan pula tamtsil (penyerupaan)" &lt;b&gt;&lt;font color="blue"&gt;[10]&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang kaidah penetapan sifat-sifat Allah ini, secara panjang dan dengan bahasa yang sangat mengagumkan, Syaikhul Islam Ibnnu Taimiyah &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;Rahimahullah&lt;/a&gt; dalam kitabnya "Matan Al-Aqidah Al-Wasithiyah" hal.3, ia berkata; "Diantara konsekuensi iman kepada Allah adalah beriman kepada sifat-sifat-Nya yang Dia sendiri sifatkan untuk-Nya oleh Rasul-Nya, dengan tanpa berbuat &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;Tahrif, Ta'thil, Takyif&lt;/a&gt; dan &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;Tamtsil&lt;/a&gt;. Bahkan mereka beriman bahwa Allah Yang Maha Suci:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;"Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan-Nya dan Dia-lah Yang Maha Mendengar dan Maha Melihat."&lt;/a&gt; &lt;b&gt;(QS. Asy-Syura: 11)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah yang Dia sendiri sifatkan untuk-Nya, dan tidak boleh menyimpangkan kalimat-Nya (ayat-ayat Al-Qur'an) dari makna yang sebagaimana mestinya, juga tidak berbuat &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;ilhad&lt;/a&gt; terhadap asma-asma Allah dan ayat-ayat-Nya, tidak menanyakan bagaimana (hakikatnya), serta tidak menyerupakan sifat-sifat Allah dengan sifat-sifat makhlukn-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena sesungguhnya Yang Maha Suci itu tidak ada sesuatupun yang sama dengan-Nya, tidak ada yang sesuatupun yang setara dengan-Nya, tidak ada yang dapat menandingi-Nya dan Dia tidak dapat dikiaskan (digambarkan) dengan makhluk-Nya. Sesungguhnya Yang Maha Suci lebih mengetahui tentang diri-Nya dan selain-Nya, lebih benar perkataan-Nya dan lebih baik pengkhabaran-Nya daripada makhluk-Nya. Kemudian Rasul-Nya yang benar dan dibenarkan adalah berbeda dengan orang-orang yang mengatakan sesuatu tentang Allah, dengan apa yang tidak mereka ketahui, untuk inilah firman-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://iwandj.files.wordpress.com/2012/11/1-15_qs_ash-shaaffat_180-182_-_iwlmb.gif" title="Dimanakah Allah? (Bag. 1) 1-15_QS_Ash-Shaaffat_180-182_-_IwLmb" alt="Dimanakah Allah? (Bag. 1) 1-15_QS_Ash-Shaaffat_180-182_-_IwLmb" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;Artinya:&lt;/b&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;"Maha Suci Rabbmu, Tuhan yang memliki kemuliaan dari apa yang mereka sifatkan. Dan keselamatan bagi atas para Rasul, serta segala puji hanyalah bagi Tuhan semesta alam."&lt;/a&gt; &lt;b&gt;(QS. Ash-Shaffat: 180)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka sucilah diri-Nya dari mereka yang menyelisihi Rasul. Dan keselamatan atas para Rasul, adalah selamatlah perkataannya dari kekurangan dan aib. Dan Dia Yang Maha Suci telah menghimpunkan apa yang Dia sifatkan dan Dia namai untuk Diri-Nya antara  &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;nafyi&lt;/a&gt; (peniadaan) dan &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;itsbat&lt;/a&gt; (penetapan). Maka tidak boleh bagi Allussunnah Waljama'ah menyimpag dari apa yang dibawa oleh para Rasul, karena itulah jalan yang lurus, jalannya orang-orang yang Allah telah menganugerahkan nikmat atas mereka dari kalangan para Nabi, Shiddiqin (orang yang jujur) para Shuhada' ( orang-orang yang mati syahid) dan orang-orang shaleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula Syaikh bin Baz &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;Rahimahullah&lt;/a&gt; telah berkata dalam kitabnya "Al-Aqidah Ash-Shahihah hal 12; "Adapun Ahlussunnah Waljama'ah, maka mereka menetapkan apa-apa yang telah Allah sendiri tetapkan untuk-Nya di dalam kitab-Nya yang mulia, atau apa yang ditetapkan untuk-Nya oleh Rasul-Nya  di dalam Sunnah Shahihnya dengan penetapan tanpa tamtsil, dan pensucian kepada Yang Maha Suci tanpa menyerupakan dengan makhluk-Nya, serta pensucian dari ta'thil. Maka beruntung dan selamatlah mereka dari orang-orang yang menyelisihinya sedangkan seluruh amalan mereka berdasarkan dalil-dalil semunya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka inilah manhaj shalafush-shalih dalam menetapkan sifat-sifat Allah, manhaj Ahlussunnah Waljama'ah, yang diatasnya para Imam dari kalangan Ulama meniti di atas jalan tersebut, seperti Al-Imamatul Arba'ah (Imam yang empat): Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi'i dan Imam Ahmad bin Hanbal, juga Imam Al-Auza'i, Sufyan Ats-Tsaury, Al-Laits bin Sa'ad, Ibnu Khuzaimah, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah, Ibnu Katsir dan selainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#ff1493;font-family:Georgia;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;Keterangan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;font color="blue"&gt;[1]&lt;/font&gt;&lt;/b&gt; Aqidah Imam Empat, Doktor Muhammad bin Abdurrahman Al-Khumais, hal: 18&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;font color="blue"&gt;[2]&lt;/font&gt;&lt;/b&gt; Pengantar Al-Ibanah, Abul Hasan Al-Asy'ary, hal: 9&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;font color="blue"&gt;[3]&lt;/font&gt;&lt;/b&gt; Syarah Al-Aqidah Al-Wasithyah", Muhammad Khalil Harras, hal. 25&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;font color="blue"&gt;[4]&lt;/font&gt;&lt;/b&gt; Hadits Shahih, diriwayatkan Ahmad, Ibnu Hibban dan Al-Hakim, Syaikh Al Bani menshahihkannya dalam Ash-Shahihah, No: 199&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;font color="blue"&gt;[5]&lt;/font&gt;&lt;/b&gt; Al-Aqidah Ash-Shahihah, Syaikh bin Baz, hal: 10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;font color="blue"&gt;[6]&lt;/font&gt;&lt;/b&gt; Aqidah Imam Empat. DR. Muhammad bin 'Abdurrahman, hal: 19&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;font color="blue"&gt;[7]&lt;/font&gt;&lt;/b&gt; Al-Qowaidul Mutsla Fishifatillahi Wa-Asmaihil Husna, Syaikh Muhammad bin Sholeh Al-'Utsaimin, hal: 34&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;font color="blue"&gt;[8]&lt;/font&gt;&lt;/b&gt; Syarh Al-Aqidah Al-Wasithiyah, Sa'id bin Ali Al-Qofthani, hal: 26&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;font color="blue"&gt;[9]&lt;/font&gt;&lt;/b&gt; Fathul Majid Syarh Kitabut Tauhid, Syaikh Abdurrahman Hasan Alu Syaikh, hal: 1004&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;font color="blue"&gt;[10]&lt;/font&gt;&lt;/b&gt; Syarh Al-Aqidah Al-Wasithiyah, Muhammad Khalil Hasan dalam Al-Aqidah Ash-Shahihah, Syaikh bin Baz, hal: 13&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#ff1493;font-family:Georgia;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;Sumber: Judul Buku, Dimanakah Allah?&lt;br /&gt;Penulis: Prof. DR. KH. Safuan Al Fandi Rahmat Abdullah As Sawhany&lt;br /&gt;Penerbit: Sendang Ilmu Solo&lt;br /&gt;Kaligrafi Qur'an by: Lemabang 2008, Digital Qur'an versi 3.1&lt;/a&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhouJhli04RmK586-7WjaJBcRlaGXglu4jgxtR8DueuYUR6d4-SDGZBGBWQkDkWjEpYcwSN6NVMjZieX3o3yxo5UD21-Y1nAaHJfTrelTEax87dCS_N1mW5SbZ6xWqabPEMpLPcRmzk1bk/s72-c/Bismillah.gif" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Menjalin Cinta Abadi Dalam Rumah Tangga</title><link>http://mutiaraillahiyah.blogspot.com/2012/11/menjalin-cinta-abadi-dalam-rumah-tangga_24.html</link><category>Artikel Islam</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sat, 24 Nov 2012 04:57:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-359975961192298472.post-1780209926741337830</guid><description>&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhouJhli04RmK586-7WjaJBcRlaGXglu4jgxtR8DueuYUR6d4-SDGZBGBWQkDkWjEpYcwSN6NVMjZieX3o3yxo5UD21-Y1nAaHJfTrelTEax87dCS_N1mW5SbZ6xWqabPEMpLPcRmzk1bk/s1600/Bismillah.gif" imageanchor="1" style=""&gt;&lt;img border="0" height="129" width="580" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhouJhli04RmK586-7WjaJBcRlaGXglu4jgxtR8DueuYUR6d4-SDGZBGBWQkDkWjEpYcwSN6NVMjZieX3o3yxo5UD21-Y1nAaHJfTrelTEax87dCS_N1mW5SbZ6xWqabPEMpLPcRmzk1bk/s400/Bismillah.gif" title="Menjalin Cinta Abadi Dalam Rumah Tangga" alt="Menjalin Cinta Abadi Dalam Rumah Tangga" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://iwandj.files.wordpress.com/2012/11/menikah.jpg" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://iwandj.files.wordpress.com/2012/11/menikah.jpg" title="Menjalin Cinta Abadi Dalam Rumah Tangga" alt="Menjalin Cinta Abadi Dalam Rumah Tangga" width="620" height="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang yang telah berkeluarga, tentu menginginkan kebaikan dan kebahagiaan dalam kehidupannya bersama istri dan anak-anaknya. Hal ini sebagai perwujudan rasa cintanya kepada mereka, yang kecintaan ini merupakan fitrah yang Allah tetapkan pada jiwa setiap manusia. Allah Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://iwandj.files.wordpress.com/2012/11/1-1_qs_ali_imran_14_-_iwlmb.gif" title="Menjalin Cinta Abadi Dalam Rumah Tangga_-_1-1_QS_Ali_Imran_14_-_IwLmb" alt="Menjalin Cinta Abadi Dalam Rumah Tangga_-_1-1_QS_Ali_Imran_14_-_IwLmb" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;Artinya:&lt;/b&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia; dan di sisi&lt;br /&gt;Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)”&lt;/a&gt; &lt;b&gt;(QS. Ali Imran: 14)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Bersamaan dengan itu, nikmat keberadaan istri dan anak ini sekaligus juga merupakan ujian yang bisa menjerumuskan seorang hamba dalam kebinasaan. Allah mengingatkan hal ini dalam firman-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://iwandj.files.wordpress.com/2012/11/1-2_qs_at-taghaabuun_14_-_iwlmb.gif" title="Menjalin Cinta Abadi Dalam Rumah Tangga_-_1-2_QS_At-Taghaabuun_14_-_IwLmb" alt="Menjalin Cinta Abadi Dalam Rumah Tangga_-_1-2_QS_At-Taghaabuun_14_-_IwLmb" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;Artinya:&lt;/b&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka; dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereeka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”&lt;/a&gt; &lt;b&gt;(QS. At-Taghaabun: 14)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna &lt;b&gt;&lt;u&gt;“menjadi musuh bagimu”&lt;/u&gt;&lt;/b&gt; adalah melalaikan kamu dari melakukan amal shaleh dan bisa menjerumuskanmu ke dalam perbuatan maksiat kepada Allah Ta’ala &lt;b&gt;&lt;font color="blue"&gt;[1]&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#ff1493;font-family:Georgia;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;Salah Menempatkan Arti Cinta dan Kasih Sayang&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kita dapati kebanyakan orang salah menempatkan arti cinta dan kasih sayang kepada istri dan anak-anaknya, dengan menuruti semua keinginan mereka meskipun dalam hal-hal yang bertentangan dengan syariat Islam, yang pada gilirannya justru akan mencelakakan dan merusak kebahagiaan hidup mereka sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sewaktu menafsirkan ayat tersebut di atas, Syaikh Abdurrahman as-Sa’di berkata: “…Karena jiwa manusia memiliki fitrah untuk cinta kepada istri dan anak-anak, maka (dalam ayat ini) Allah Ta’ala memperingatkan hamba-hamba-Nya agar (jangan sampai) kecintaan ini menjadikan mereka menuruti semua keinginan istri dan anak-anak mereka dalam hal-hal yang dilarang dalam syariat. Allah telah memotivasi hamba-hamba-Nya untuk (selalu) melaksanakan perintah-perintah-Nya dan mendahulukan keridhaan-Nya…” &lt;b&gt;&lt;font color="blue"&gt;[2]&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itulah, seorang kepala keluarga yang benar-benar menginginkan kebaikan dalam keluarganya hendaknya menyadari kedudukannya sebagai pemimpin dalam rumah tangganya, sehingga dia tidak membiarkan terjadinya penyimpangan syariat dalam keluarganya, karena semua itu akan ditanggungnya pada hari kiamat kelak. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;“Ketahuilah, kalian semua adalah pemimpin dan kalian semua akan dimintai pertanggungjawaban tentang apa yang dipimpinnya … Seorang suami adalah pemimpin (keluarganya) dan dia akan dimintai pertanggungjawaban tentang (perbuatan) mereka“&lt;/a&gt; &lt;b&gt;&lt;font color="blue"&gt;[3]&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#ff1493;font-family:Georgia;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;Cinta sejati yang abadi&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Seorang kepala keluarga yang benar-benar mencintai dan menyayangi istri dan anak-anaknya hendaknya menyadari bahwa cinta dan kasih sayang sejati terhadap mereka tidak diwujudkan dengan hanya mencukupi kebutuhan duniawi dan fasilitas hidup mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi yang lebih penting dari semua itu pemenuhan kebutuhan rohani mereka terhadap pengajaran dan bimbingan agama yang bersumber dari petunjuk al-Qur'an dan sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam. Inilah bukti cinta dan kasih sayang yang sebenarnya, karena diwujudkan dengan sesuatu yang bermanfaat dan kekal di dunia dan di akhirat nanti. Karena pentingnya hal ini, Allah Ta’ala mengingatkan secara khusus kewajiban para kepala keluarga ini dalam firman-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://iwandj.files.wordpress.com/2012/11/1-3_qs_at-tahrim_6_-_iwlmb.gif" title="Menjalin Cinta Abadi Dalam Rumah Tangga_-_1-1-3_QS_At-Tahrim_6_-_IwLmb" alt="Menjalin Cinta Abadi Dalam Rumah Tangga_-_1-1-3_QS_At-Tahrim_6_-_IwLmb" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;Artinya:&lt;/b&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”&lt;/a&gt; &lt;b&gt;(QS. At-Tahriim: 6)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu ketika menafsirkan ayat di atas berkata, &lt;b&gt;&lt;u&gt;“(Maknanya): Ajarkanlah kebaikan untuk dirimu dan keluargamu”&lt;/u&gt; &lt;font color="blue"&gt;[4]&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Abdurrahman as-Sa’di berkata, “Memelihara diri (dari api neraka) adalah dengan mewajibkan bagi diri sendiri untuk melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, serta bertaubat dari semua perbuatan yang menyebabkan kemurkaan dan siksa-Nya. Adapun memelihara istri dan anak-anak (dari api neraka) adalah dengan mendidik dan mengajarkan kepada mereka (syariat Islam), serta memaksa mereka untuk (melaksanakan) perintah Allah. Maka seorang hamba tidak akan selamat (dari siksaan neraka) kecuali jika dia (benar-benar) melaksanakan perintah Allah (dalam ayat ini) pada dirinya sendiri dan pada orang-orang yang dibawa kekuasaan dan tanggung jawabnya” &lt;b&gt;&lt;font color="blue"&gt;[5]&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga dalam hadits yang shahih ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang Hasan bin ‘Ali radhiyallahu ‘anhuma memakan kurma sedekah, padahal waktu itu Hasan radhiyallahu ‘anhuma masih kecil, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hekh hekh” agar Hasan membuang kurma tersebut, kemudian beliau Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;“Apakah kamu tidak mengetahui bahwa kita (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan keturunannya) tidak boleh memakan sedekah?”&lt;/a&gt; &lt;b&gt;&lt;font color="blue"&gt;[6]&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ibnu Hajar menyebutkan di antara kandungan hadits ini adalah bolehnya membawa anak kecil ke mesjid dan mendidik mereka dengan adab yang bermanfaat (bagi mereka), serta melarang mereka melakukan sesuatu yang membahayakan mereka sendiri, (yaitu dengan) melakukan hal-hal yang diharamkan (dalam agama), meskipun anak kecil belum dibebani kewajiban syariat, agar mereka terlatih melakukan kebaikan tersebut &lt;b&gt;&lt;font color="blue"&gt;[7]&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, hendaknya seorang kepala keluarga menyadari bahwa dengan melaksanakan perintah Allah Ta’ala ini, berarti dia telah mengusahakan kebaikan besar dalam rumah tangga tangganya, yang dengan ini akan banyak masalah dalam keluarganya yang teratasi, baik masalah di antara dia dengan istrinya, dengan anak-anaknya ataupun di antara sesama keluarganya. Bukankah penyebab terjadinya bencana secara umum, termasuk bencana dalam rumah tangga, adalah perbuatan maksiat manusia? Allah Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://iwandj.files.wordpress.com/2012/11/1-4_asy-syuura_30_-_iwlmb.gif" title="Menjalin Cinta Abadi Dalam Rumah Tangga_-_1-4_QS_Asy-Syuura_30_-_IwLmb" alt="Menjalin Cinta Abadi Dalam Rumah Tangga_-_1-4_QS_Asy-Syuura_30_-_IwLmb" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan (dosa)mu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)”&lt;/a&gt; &lt;b&gt;(QS. Asy-Syuura: 30)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah makna ucapan salah seorang ulama salaf yang mengatakan, &lt;b&gt;&lt;u&gt;“Sungguh (ketika) aku bermaksiat kepada Allah, maka aku melihat (pengaruh buruk) perbuatan maksiat tersebut pada tingkah laku istriku…“&lt;/u&gt; &lt;font color="blue"&gt;[8]&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan barangsiapa yang mengharapkan cinta dan kasih sayangnya terhadap keluarganya kekal abadi di dunia sampai di akhirat nanti, maka hendaknya dia melandasi cinta dan kasih sayangnya karena Allah semata-semata, serta mengisinya dengan saling menasehati dan tolong menolong dalam ketaatan kepada-Nya. Allah Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://iwandj.files.wordpress.com/2012/11/1-5_az-zukhruf_67_-_iwlmb.gif" title="Menjalin Cinta Abadi Dalam Rumah Tangga_-_1-5_QS_Az-Zukhruf_67_-_IwLmb" alt="Menjalin Cinta Abadi Dalam Rumah Tangga_-_1-5_QS_Az-Zukhruf_67_-_IwLmb" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;“Orang-orang yang berkasih sayang pada waktu itu (di akhirat) menjadi musuh satu sama lainnya, kecuali orang-orang yang bertaqwa”&lt;/a&gt; (QS. Az-Zukhruf: 67)&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat ini menunjukkan bahwa semua jalinan cinta dan kasih sayang di dunia yang bukan karena Allah maka di akhirat nanti berubah menjadi kebencian dan permusuhan, dan yang kekal abadi hanyalah jalinan cinta dan kasih sayang karena-Nya &lt;b&gt;&lt;font color="blue"&gt;[9]&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih daripada itu, dengan melaksanakan perintah Allah ini seorang hamba –dengan izin Allah Ta’ala– akan melihat pada diri istri dan anak-anaknya kebaikan yang akan menyejukkan pandangan matanya dan menyenangkan hatinya. Dan ini merupakan harapan setiap orang beriman yang menginginkan kebaikan bagi diri dan keluarganya. Oleh karena itulah Allah Ta’ala memuji hamba-hamba-Nya yang bertakwa ketika mereka mengucapkan permohonan ini kepada-Nya, dalam firman-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://iwandj.files.wordpress.com/2012/11/1-6_qs_a-furqan_74_-_iwlmb.gif" title="Menjalin Cinta Abadi Dalam Rumah Tangga_-_1-6_QS_Al-Furqan_74_-_IwLmb" alt="Menjalin Cinta Abadi Dalam Rumah Tangga_-_1-6_QS_Al-Furqan_74_-_IwLmb" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;“Dan (mereka adalah) orang-orang yang berdoa: “Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri dan keturunan kami sebagai penyejuk (pandangan) mata (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa”&lt;/a&gt; &lt;b&gt;(QS. Al-Furqan: 74)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Hasan al-Bashri ketika ditanya tentang makna ayat di atas, beliau berkata, “Allah akan memperlihatkan kepada hambanya yang beriman pada diri istri, saudara dan orang-orang yang dicintainya ketaatan (mereka) kepada Allah. Demi Allah tidak ada sesuatupun yang lebih menyejukkan pandangan mata seorang muslim dari pada ketika dia melihat anak, cucu, saudara dan orang-orang yang dicintainya taat kepada Allah Ta’ala“ &lt;b&gt;&lt;font color="blue"&gt;[10]&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, kami menutup tulisan ini dengan berdoa kepada Allah agar Dia senantiasa melimpahkan taufik-Nya kepada kita semua dalam menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya pada diri kita sendiri maupun keluarga kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri dan keturunan kami sebagai penyejuk (pandangan) mata (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#ff1493;font-family:Georgia;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;Keterangan:&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;font color="blue"&gt;[1]&lt;/font&gt; Lihat “Tafsir Ibnu Katsir” (4/482).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font color="blue"&gt;[2]&lt;/font&gt; Taisiirul Kariimir Rahmaan (hal. 637).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font color="blue"&gt;[3]&lt;/font&gt; HSR al-Bukhari (no. 2278) dan Muslim (no. 1829).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font color="blue"&gt;[4]&lt;/font&gt; Diriwayatkan oleh al-Hakim dalam “al-Mustadrak” (2/535), dishahihkan oleh al-Hakim sendiri dan disepakati oleh adz-Dzahabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font color="blue"&gt;[5]&lt;/font&gt; Taisiirul Kariimir Rahmaan (hal. 640).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font color="blue"&gt;[6]&lt;/font&gt; HSR al-Bukhari (no. 1420) dan Muslim (no. 1069).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font color="blue"&gt;[7]&lt;/font&gt; Fathul Baari (3/355).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font color="blue"&gt;[8]&lt;/font&gt; Dinukil oleh Ibnul Qayyim dalam kitab “ad-Da-u wad dawaa’” (hal. 68).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font color="blue"&gt;[9]&lt;/font&gt; Lihat “Tafsir Ibnu Katsir” (4/170).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font color="blue"&gt;[10]&lt;/font&gt; Dinukil oleh Ibnu Katsir dalam tafsir beliau (3/439).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;Penulis: Ustadz Abdullah bin Taslim al-Buthoni, MA&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://muslim.or.id" target="_blank"&gt;Muslim.or.id&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kaligrafi Qur'an By: LEMABANG 2008, Digital Qur'an versi 3'1&lt;/p&gt;&lt;/b&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhouJhli04RmK586-7WjaJBcRlaGXglu4jgxtR8DueuYUR6d4-SDGZBGBWQkDkWjEpYcwSN6NVMjZieX3o3yxo5UD21-Y1nAaHJfTrelTEax87dCS_N1mW5SbZ6xWqabPEMpLPcRmzk1bk/s72-c/Bismillah.gif" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Al-Qur'an Adalah Mukjizat Nabi Muhammad SAW yang Abadi</title><link>http://mutiaraillahiyah.blogspot.com/2012/11/al-quran-adalah-mukjizat-nabi-muhammad.html</link><category>Pustaka Islam</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Thu, 15 Nov 2012 01:17:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-359975961192298472.post-5470770481430227096</guid><description>&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhouJhli04RmK586-7WjaJBcRlaGXglu4jgxtR8DueuYUR6d4-SDGZBGBWQkDkWjEpYcwSN6NVMjZieX3o3yxo5UD21-Y1nAaHJfTrelTEax87dCS_N1mW5SbZ6xWqabPEMpLPcRmzk1bk/s1600/Bismillah.gif" imageanchor="1" style=""&gt;&lt;img border="0" height="129" width="580" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhouJhli04RmK586-7WjaJBcRlaGXglu4jgxtR8DueuYUR6d4-SDGZBGBWQkDkWjEpYcwSN6NVMjZieX3o3yxo5UD21-Y1nAaHJfTrelTEax87dCS_N1mW5SbZ6xWqabPEMpLPcRmzk1bk/s400/Bismillah.gif" title="Al-Qur'an Adalah Mukjizat Nabi Muhammad SAW yang Abadi" alt="Al-Qur'an Adalah Mukjizat Nabi Muhammad SAW yang Abadi" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa Nabi mendapatkan mukjizat yang spesial. Tapi sari semua mukjizat yang turun ke bumi, hanya mukjizat Nabi Muhammad SAW yang paling spesial. Hikmah Allah yang Azali telah berjalan untuk menguatkan para Nabi dan Rasul-Nya yaitu dengan beberapa mukjizat yang nampak, dalil-dalil dan tanda-tanda yang nyata, serta hujjah dan alasan rasional, yang menyatakan bahwa mereka adalah para Nabi dan Rasul Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT mengistimewakan Nabi kita Muhammad SAW dengan bekal mukjizat yang luar biasa, yaitu Al-Qur'anul Karim. Ia adalah Nur Illahi dan wahyu samawi yang diletakkan ke dalam lubuk hati para Nabi-Nya sebagai Qur'anan 'Arrabiyyan (bacaan berbahasa Arab) yang mulus dan lempang, ia membacanya sepenjang siang dan malam. Dengannya ia dapat menghidupkan semangat generasi dari bahaya kemusyrikan, dari generasi yang sudah punah menjadi generasi yang hidup kembali, dari lembah kenistaan menjadi ummat yang terbaik yang ditampilkan untuk ikatan seluruh manusia. Allah SWT menegaskan dengan firman-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://karuniaillahi.vv.si/wp-content/uploads/2012/11/1-1_QS_Al-Anaam_122_-_Karunia_Illahi.gif" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://karuniaillahi.vv.si/wp-content/uploads/2012/11/1-1_QS_Al-Anaam_122_-_Karunia_Illahi.gif" title="Al-Qur'an Adalah Mukjizat Nabi Muhammad SAW yang Abadi" alt="Al-Qur'an Adalah Mukjizat Nabi Muhammad SAW yang Abadi" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;"Dan apakah orang yang sudah mati kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat dia dapat berjalan ditengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar daripadanya? Demikanlah Kami jadikan orang yang kafir itu memandang baik apa yang telah mereka kerjakan."&lt;/a&gt;  &lt;b&gt;(QS. Al-An'aam: 122)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Qur'an telah membangkitkan ummat, memperbaharui masyarakat, dan menyusun generasi yang belum pernah tampil dalam sejarah, ia menampilkan orang Arab dari kehidupan sebagai pengembala unta dan kambing menjadi pemimpin bangsa-bangsa, yang dapat menguasai dunia bahkan sampai kepada negeri-negeri yang begitu jauh mengenalnya. Kesemua itu berkat Al-Qur'an sebagai mukjizat (Muhammad) penutup para Nabi dan Rasul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a style="color:#0000ff;font-family:Georgia;font-size:28px;text-decoration:none;"&gt;Arti Kemukjizatan Al-Qur'an&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mukjizat adalah sesuatu yang sangat spesial. Hanya Allah yang dapat melakukannya melalui Kebesaran yang diimiliki-Nya. I'jaz (kemukjizatan) dalam bahasa Arab adalah menisbatkan lemah kepada orang lain. Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://karuniaillahi.vv.si/wp-content/uploads/2012/11/1-2_QS_Al-Maaidah_31_-_Karunia_Illahi.gif" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://karuniaillahi.vv.si/wp-content/uploads/2012/11/1-2_QS_Al-Maaidah_31_-_Karunia_Illahi.gif" title="Al-Qur'an Adalah Mukjizat Nabi Muhammad SAW yang Abadi" alt="Al-Qur'an Adalah Mukjizat Nabi Muhammad SAW yang Abadi" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;"Kemudian Allah menyuruh seekor burung gagak menggali-gali di bumi untuk memperlihatkan kepadanya (Kabil) bagaimana dia seharusnya menguburkan mayat saudaranya. Berkata Kabi: "Aduhai celaka aku, mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, lalu aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini? Karena itu jadilah dia seorang di antara orang-orang yang menyesal."&lt;/a&gt; &lt;b&gt;(QS. Al-Maa'idah: 31)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mukjizat dimanakan mukjizat (melemahkan) karena manusia lemah untuk mendatangkan sesamanya, sebab mukjizat berupa hal yang bertentagan dengan adat, keluar dari faktor yang telah diketahui. I'jazul Qur'an (Kemukjizatan Al-Qur'an) artinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;"Menetapkan kelemahan manusia baik secara berpisah-pisah maupun berkelompok, untuk bisa mendatangkan sesamanya."&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang dimaksud dengan Kemukjizatan Al-Qur'an bukan berarti melemahkan manusia dengan pengertian melemahkan yang sebenarnya. Artinya, memberi pengertian kepada mereka dengan kelemahannya untuk mendatangkan sesama Al-Qur'an, karena hal itu telah dimaklumi setiap orang yang berakal, tetapi maksudnya adalah untuk menjelaskan bahwa kitab itu hak, dan Rasul yang membawanya adala Rasul yang benar. Begitulah semua mikjizat Nabi-Nabi dimana manusia lemah untuk menandinginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuannya hanya untuk melahirkan kebenaran mereka, menetapkan bahwa yang mereka bawa adalah semata-mata wahyu dari Dzat Yang Maha Bijaksana, dan diturunkan dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Mereka hanya menyampaikan risalah Allah dan tiada lain tugasnya hanya memberitahukan dan menyampaikan. Oleh karena itu mukjizat adalah dalil-dalil dari Allah SWT kepada hamba-Nya untuk membenarkan Rasul-Rasul dan Nabi-Nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan perantara mukjizat ini, seolah-olah Allah bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;"Benar hamba-Ku dalam hal yang ia sampaikan dari Aku, dan Aku mengutusnya agar ia menyampaikan sesuatu kepadamu."&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan dalil atas kebenarannya adalah dengan cara menjalankan hal-hal yang bertentangan dengan adat pada tangan Rasul, dimana tak ada seorang pun di antara kamu yang bisa mendatangkan sesamanya, dan suatu hal yang diluar kemampuan manusia untuk bisa menjalankannya dalam hal seaneh ini. Itulah arti melemahkan dan itu pula pengertian mukjizat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a herf="http://cybermq.com" target="_blank"&gt;Manajemen Qalbu&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kaligrafi Qur'an by: &lt;a href="http://facebook.com/lemabang.2008/" target="_blank"&gt;LEMABANG 2008&lt;/a&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhouJhli04RmK586-7WjaJBcRlaGXglu4jgxtR8DueuYUR6d4-SDGZBGBWQkDkWjEpYcwSN6NVMjZieX3o3yxo5UD21-Y1nAaHJfTrelTEax87dCS_N1mW5SbZ6xWqabPEMpLPcRmzk1bk/s72-c/Bismillah.gif" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Melepas Cinta Karena Harta</title><link>http://mutiaraillahiyah.blogspot.com/2012/10/melepas-cinta-karena-harta.html</link><category>Hikmah</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Tue, 16 Oct 2012 13:09:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-359975961192298472.post-6230335505958268968</guid><description>&lt;p align="left"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj0gnDHW-KIJEHVKE0cVa0YQsYQj-FJ03JGE1QLG3B7owi3mUbOvO1oUDhEgfiPQkJHagCH-LdoMfxkrKH8ptZvqmeTGPPvbXyRTSTwWVejGBLM1xXm4hdPA3S0OYFaVeGN31NLNE-JwkE/s1600/Image81.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="210" width="280" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj0gnDHW-KIJEHVKE0cVa0YQsYQj-FJ03JGE1QLG3B7owi3mUbOvO1oUDhEgfiPQkJHagCH-LdoMfxkrKH8ptZvqmeTGPPvbXyRTSTwWVejGBLM1xXm4hdPA3S0OYFaVeGN31NLNE-JwkE/s400/Image81.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/p&gt;Hiduplah sepasang suami istri yang bahagia. Istrinya yang cantik dan salihah bernama Fauziah binti Abdullah. Suaminya yang tampan bernama Salam bin Sufyan. Semua orang menilai mereka pasangan ideal yang taat beribadah walau keadaan ekonomi mereka biasa saja. Mereka adalah pasangan yang sabar menanti rezeki dan segala hal yang diatur oleh Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecantikan Fauziah binti Abdullah sesungguhnya membuat semua lelaki iri kepada Salam bin Sufyan. Salah satunya adalah seorang saudagar kaya yang belum menikah di kota itu, bernama Husein bin Ishak. Husein bin Ishak selalu mengintip ke mana pun Fauziah pergi. Perasaan Husein gundah dan sangat menginginkan Fauziah. Karena tidak kuat menahan gelisah, dia mengatakan hal itu kepada sahabatnya, Ismail bin Sholeh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;’Ya Allah, kaujatuh cinta kepada perempuan bersuami. Apakah tidak ada perempuan lain selain dia?" tanya Ismail terkejut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku sangat mencintainya. Bahkan aku rela menukar apa pun untuknya," kata Husein yakin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka lalu menyusun rencana untuk memisahkan suami istri itu. Ismail mengatakan akan membantu Husein memperistri Fauziah. Ismail mendatangi rumah Fauziah dan Salam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai Sahabatku, saudagar kaya bernama Husein bin Ishak ingin bertemu denganmu," kata Ismail pada Salam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam sangat kaget dengan undangan itu. Bagaimana mungkin seorang saudagar kaya mengundang orang miskin sepertinya. Salam lalu memenuhi undangan Husein dengan hati yang dipenuhi tanda tanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampailah Salam di kediaman Husein yang sangat indah. Salam merasa undangan dari Husein merupakan penghargaan baginya dan dia merasa bahwa ini bisa menjadi jalan bagi kehidupannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selamat datang, Sahabatku," sambut Husein ramah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam menjadi kikuk dengan panggilan sahabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Assalamu’alaikum," katanya bergetar."Wa’alaikumsalam. Anggaplah ini sebagai rumahmu sendiri," kata Husein. "Aku ingin berbincang denganmu. Itu sebabnya, aku memanggilmu," lanjut Husein.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa gerangan yang membuat kau memanggilku. Katakanlah, aku akan membantu jika memang kau membutuhkan ban tuanku," jawab Salam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimana keadaanmu?" tanya Husein.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku baik-baik saja, sungguh pun aku dan istriku berada dalam kemiskinan," Salam berpikir dengan mengatakan hal itu, Husein akan memberikan sesuatu padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;’Ya, aku tahu mengenai itu. Itulah sebab aku memanggilmu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dikatakan Husein membuat Salam terperanjat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimana keadaan istrimu?" tanya Husein.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Istriku? Dia adalah perempuan yang salihah dan sabar menghadapi ujian ini. Dia tidak pernah mengeluh dan tetap mengabdi kepadaku sebagai suaminya. Selain itu, yang membuatku bangga adalah kecantikannya tidak pernah memudar walau kesulitan melilit kami. Dia selalu merasa bahagia," jawab Salam bersemangat ketika bercerita mengenai Fauziah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa yang terjadi jika kalian bercerai?" Husein bertanya tanpa ragu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ah, ada-ada saja. Aku sangat mencintainya dan hanya Allah yang akan memisahkan kami," jawab Salam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hmmm, maksudku... aku ingin menukar istrimu dengan separuh harta yang kumiliki untukmu," kata Husein.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maksudmu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sejak lama, aku memendam cinta pada istrimu, bahkan rasa cinta itu membuatku gelisah sepanjang malam. Aku tidak bergairah melakukan apa pun, yang terbayang hanyalah istrimu dan aku ingin melamarnya. Karena itulah, aku memanggilmu. Aku ingin berbagi kisah sedih ini denganmu. Apakah perasaanku wajar? Bahkan aku rela menukar apa pun untuk seorang Fauziah," Husein mengatakan itu dengan bergetar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam tidak mengatakan apa-apa. Pikirannya berkecamuk antara cinta dan harta. Jika dia memilih Fauziah, hidupnya akan tetap miskin. Jika dia melepaskan Fauziah, dalam hitungan detik dia menjadi kaya raya. Apa yang akan dipilihnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Semua keputusan ada di tanganmu," ujar Husein.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Berikan aku waktu untuk berpikir," pinta Salam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu pulanglah Salam ke rumahnya. Ditemuinya Fauziah dan memberitahukan perbincangannya dengan Husein. Fauziah sangat terkejut dengan apa yang dikatakan suaminya. Timbul perasaan waswas dalam hatinya. Sampai suatu hari, akhirnya Salam mengambil keputus¬an untuk menceraikan Fauziah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Suamiku menceraikanku," kata Fauziah dengan kesedihan yang mendalam. "Semua karena harta," lanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam mengatakan kepada Husein bahwa dia sudah menceraikan Fauziah dan dia menuntut janji Husein yang akan memberikan setengah hartanya. Seluruh masyarakat mempergunjingkan hal itu. Semua orang mengetahui peristiwa yang dianggap memalukan itu; memilih harta dibandingkan cinta. Salam menceraikan Fauziah karena harta.
Setelah masa idah Fauziah habis, Husein datang meminang Fauziah. Fauziah mengatakan akan melakukan shalat istikharah sebelum menolak atau menerima pinangan Husein.
"Aku setuju untuk menunggu," kata Husein dengan tegas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tibalah hari memberi kabar mengenai jawaban yang diberikan Allah atas shalat istikharah Fauziah. Orangtua Fauziah mengutus salah satu kerabat ke rumah Husein.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai Sahabatku, jawaban dari Allah untuk pinanganmu adalah menerimamu sebagai suami bagi Fauziah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa bahagia hati Husein. Pernikahan diselenggarakan dengan meriah. Husein dan Fauziah berbahagia. Salam yang telah hidup bergelimang harta rupanya mendengar kebahagiaan mereka. Hatinya terbakar api cemburu. Dia membayangkan mantan istrinya yang cantik, salihah, dan sabar, kini telah menjadi milik orang lain. Kecemburuan itu membuat kesehatannya mem¬buruk. Akhirnya, Husein jatuh sakit. Biaya pengobatan yang besar lambat laun membuat hartanya habis dan dia kembali jatuh miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;"Cinta yang sangat terhadap harta dan kedudukan dapat mengikis agama seseorang."&lt;/a&gt; -HR Aththusi
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj0gnDHW-KIJEHVKE0cVa0YQsYQj-FJ03JGE1QLG3B7owi3mUbOvO1oUDhEgfiPQkJHagCH-LdoMfxkrKH8ptZvqmeTGPPvbXyRTSTwWVejGBLM1xXm4hdPA3S0OYFaVeGN31NLNE-JwkE/s72-c/Image81.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Cinta yang Tidak Bertepi </title><link>http://mutiaraillahiyah.blogspot.com/2012/10/cinta-yang-tidak-bertepi.html</link><category>Hikmah</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Tue, 9 Oct 2012 08:43:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-359975961192298472.post-9091772744286725898</guid><description>&lt;p align="left"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhD8VkH_z7vxL-IAXfEHIVjMIEyY9Z3SDHNo74C5tT7NvjXzxNzjZ733gR56cW3Ag0z4lr7ZFjq32wsio8Mg8C3Fb7SArvLEW3JITzf_egs0H10MSlNxpNzAfFSVq_7P0B64QkfdLzwxtc/s1600/Cinta_Tak_Bertepi.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="203" width="280" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhD8VkH_z7vxL-IAXfEHIVjMIEyY9Z3SDHNo74C5tT7NvjXzxNzjZ733gR56cW3Ag0z4lr7ZFjq32wsio8Mg8C3Fb7SArvLEW3JITzf_egs0H10MSlNxpNzAfFSVq_7P0B64QkfdLzwxtc/s400/Cinta_Tak_Bertepi.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/p&gt; &lt;a style="color:#0000ff;font-family:Georgia;font-size:17px;text-decoration:none;"&gt;Oleh: Adminaba&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah Paling Sedih Yang Memotivasi - Berikut kisah atau cerita sedih yang dapat memotivasi Anda dalam menjalani kehidupan berumah tangga, Kisah mengharukan atau kisah sedih ini tentang perjalanan cinta seorang istri yang tak pernah mencintai suaminya selama 10 tahun perjalanan pernikahannya hingga sang Suami meninggal dunia, dan akhirnya ia menyadari betapa besar cinta dan kasih sayang yang diberikan sang suami untuknya selama ini, dulu ia menghabiskan sepuluh tahun untuk membenci suaminya, tetapi setelah Suaminya tiada Ia menghabiskan hampir sepanjang sisa hidupnya untuk mencintai sang Suami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku membencinya, itulah yang selalu kubisikkan dalam hatiku hampir sepanjang kebersamaan kami. Meskipun menikahinya, aku tak pernah benar-benar menyerahkan hatiku padanya. Menikah karena paksaan orangtua, membuatku membenci suamiku sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun menikah terpaksa, aku tak pernah menunjukkan sikap benciku. Meskipun membencinya, setiap hari aku melayaninya sebagaimana tugas istri. Aku terpaksa melakukan semuanya karena aku tak punya pegangan lain. Beberapa kali muncul keinginan meninggalkannya tapi aku tak punya kemampuan finansial dan dukungan siapapun. Kedua orangtuaku sangat menyayangi suamiku karena menurut mereka, suamiku adalah sosok suami sempurna untuk putri satu-satunya mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika menikah, aku menjadi istri yang teramat manja. Kulakukan segala hal sesuka hatiku. Suamiku juga memanjakanku sedemikian rupa. Aku tak pernah benar-benar menjalani tugasku sebagai seorang istri. Aku selalu bergantung padanya karena aku menganggap hal itu sudah seharusnya setelah apa yang ia lakukan padaku. Aku telah menyerahkan hidupku padanya sehingga tugasnyalah membuatku bahagia dengan menuruti semua keinginanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di rumah kami, akulah ratunya. Tak ada seorangpun yang berani melawan. Jika ada sedikit saja masalah, aku selalu menyalahkan suamiku. Aku tak suka handuknya yang basah yang diletakkan di tempat tidur, aku sebal melihat ia meletakkan sendok sisa mengaduk susu di atas meja dan meninggalkan bekas lengket, aku benci ketika ia memakai komputerku meskipun hanya untuk menyelesaikan pekerjaannya. Aku marah kalau ia menggantung bajunya di kapstock bajuku, aku juga marah kalau ia memakai pasta gigi tanpa memencetnya dengan rapi, aku marah kalau ia menghubungiku hingga berkali-kali ketika aku sedang bersenang-senang dengan teman-temanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tadinya aku memilih untuk tidak punya anak. Meskipun tidak bekerja, tapi aku tak mau mengurus anak. Awalnya dia mendukung dan akupun ber-KB dengan pil. Tapi rupanya ia menyembunyikan keinginannya begitu dalam sampai suatu hari aku lupa minum pil KB dan meskipun ia tahu ia membiarkannya. Akupun hamil dan baru menyadarinya setelah lebih dari empat bulan, dokterpun menolak menggugurkannya.
Itulah kemarahanku terbesar padanya. Kemarahan semakin bertambah ketika aku mengandung sepasang anak kembar dan harus mengalami kelahiran yang sulit. Aku memaksanya melakukan tindakan vasektomi agar aku tidak hamil lagi. Dengan patuh ia melakukan semua keinginanku karena aku mengancam akan meninggalkannya bersama kedua anak kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu berlalu hingga anak-anak tak terasa berulang tahun yang kedelapan. Seperti pagi-pagi sebelumnya, aku bangun paling akhir. Suami dan anak-anak sudah menungguku di meja makan. Seperti biasa, dialah yang menyediakan sarapan pagi dan mengantar anak-anak ke sekolah. Hari itu, ia mengingatkan kalau hari itu ada peringatan ulang tahun ibuku. Aku hanya menjawab dengan anggukan tanpa mempedulikan kata-katanya yang mengingatkan peristiwa tahun sebelumnya, saat itu aku memilih ke mal dan tidak hadir di acara ibu. Yaah, karena merasa terjebak dengan perkawinanku, aku juga membenci kedua orangtuaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum ke kantor, biasanya suamiku mencium pipiku saja dan diikuti anak-anak. Tetapi hari itu, ia juga memelukku sehingga anak-anak menggoda ayahnya dengan ribut. Aku berusaha mengelak dan melepaskan pelukannya. Meskipun akhirnya ikut tersenyum bersama anak-anak. Ia kembali mencium hingga beberapa kali di depan pintu, seakan-akan berat untuk pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika mereka pergi, akupun memutuskan untuk ke salon. Menghabiskan waktu ke salon adalah hobiku. Aku tiba di salon langgananku beberapa jam kemudian. Di salon aku bertemu salah satu temanku sekaligus orang yang tidak kusukai. Kami mengobrol dengan asyik termasuk saling memamerkan kegiatan kami. Tiba waktunya aku harus membayar tagihan salon, namun betapa terkejutnya aku ketika menyadari bahwa dompetku tertinggal di rumah. Meskipun merogoh tasku hingga bagian terdalam aku tak menemukannya di dalam tas. Sambil berusaha mengingat-ingat apa yang terjadi hingga dompetku tak bisa kutemukan aku menelepon suamiku dan bertanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maaf sayang, kemarin Farhan meminta uang jajan dan aku tak punya uang kecil maka kuambil dari dompetmu. Aku lupa menaruhnya kembali ke tasmu, kalau tidak salah aku letakkan di atas meja kerjaku." Katanya menjelaskan dengan lembut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan marah, aku mengomelinya dengan kasar. Kututup telepon tanpa menunggunya selesai bicara. Tak lama kemudian, handphoneku kembali berbunyi dan meski masih kesal, akupun mengangkatnya dengan setengah membentak. "Apalagi??"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sayang, aku pulang sekarang, aku akan ambil dompet dan mengantarnya padamu. Sayang sekarang ada dimana?" tanya suamiku cepat , kuatir aku menutup telepon kembali. Aku menyebut nama salonku dan tanpa menunggu jawabannya lagi, aku kembali menutup telepon. Aku berbicara dengan kasir dan mengatakan bahwa suamiku akan datang membayarkan tagihanku. Si empunya Salon yang sahabatku sebenarnya sudah membolehkanku pergi dan mengatakan aku bisa membayarnya nanti kalau aku kembali lagi. Tapi rasa malu karena "musuh"ku juga ikut mendengarku ketinggalan dompet membuatku gengsi untuk berhutang dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan turun ketika aku melihat keluar dan berharap mobil suamiku segera sampai. Menit berlalu menjadi jam, aku semakin tidak sabar sehingga mulai menghubungi handphone suamiku. Tak ada jawaban meskipun sudah berkali-kali kutelepon. Padahal biasanya hanya dua kali berdering teleponku sudah diangkatnya. Aku mulai merasa tidak enak dan marah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teleponku diangkat setelah beberapa kali mencoba. Ketika suara bentakanku belum lagi keluar, terdengar suara asing menjawab telepon suamiku. Aku terdiam beberapa saat sebelum suara lelaki asing itu memperkenalkan diri, "selamat siang, ibu. Apakah ibu istri dari bapak armandi?" kujawab pertanyaan itu segera. Lelaki asing itu ternyata seorang polisi, ia memberitahu bahwa suamiku mengalami kecelakaan dan saat ini ia sedang dibawa ke rumah sakit kepolisian. Saat itu aku hanya terdiam dan hanya menjawab terima kasih. Ketika telepon ditutup, aku berjongkok dengan bingung. Tanganku menggenggam erat handphone yang kupegang dan beberapa pegawai salon mendekatiku dengan sigap bertanya ada apa hingga wajahku menjadi pucat seputih kertas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah bagaimana akhirnya aku sampai di rumah sakit. Entah bagaimana juga tahu-tahu seluruh keluarga hadir di sana menyusulku. Aku yang hanya diam seribu bahasa menunggu suamiku di depan ruang gawat darurat. Aku tak tahu harus melakukan apa karena selama ini dialah yang melakukan segalanya untukku. Ketika akhirnya setelah menunggu beberapa jam, tepat ketika kumandang adzan maghrib terdengar seorang dokter keluar dan menyampaikan berita itu. Suamiku telah tiada. Ia pergi bukan karena kecelakaan itu sendiri, serangan stroke-lah yang menyebabkan kematiannya. Selesai mendengar kenyataan itu, aku malah sibuk menguatkan kedua orangtuaku dan orangtuanya yang shock. Sama sekali tak ada airmata setetespun keluar di kedua mataku. Aku sibuk menenangkan ayah ibu dan mertuaku. Anak-anak yang terpukul memelukku dengan erat tetapi kesedihan mereka sama sekali tak mampu membuatku menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika jenazah dibawa ke rumah dan aku duduk di hadapannya, aku termangu menatap wajah itu. Kusadari baru kali inilah aku benar-benar menatap wajahnya yang tampak tertidur pulas. Kudekati wajahnya dan kupandangi dengan seksama. Saat itulah dadaku menjadi sesak teringat apa yang telah ia berikan padaku selama sepuluh tahun kebersamaan kami. Kusentuh perlahan wajahnya yang telah dingin dan kusadari inilah kali pertama kali aku menyentuh wajahnya yang dulu selalu dihiasi senyum hangat. Airmata merebak dimataku, mengaburkan pandanganku. Aku terkesiap berusaha mengusap agar airmata tak menghalangi tatapan terakhirku padanya, aku ingin mengingat semua bagian wajahnya agar kenangan manis tentang suamiku tak berakhir begitu saja. Tapi bukannya berhenti, airmataku semakin deras membanjiri kedua pipiku. Peringatan dari imam mesjid yang mengatur prosesi pemakaman tidak mampu membuatku berhenti menangis. Aku berusaha menahannya, tapi dadaku sesak mengingat apa yang telah kuperbuat padanya terakhir kali kami berbicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku teringat betapa aku tak pernah memperhatikan kesehatannya. Aku hampir tak pernah mengatur makannya. Padahal ia selalu mengatur apa yang kumakan. Ia memperhatikan vitamin dan obat yang harus kukonsumsi terutama ketika mengandung dan setelah melahirkan. Ia tak pernah absen mengingatkanku makan teratur, bahkan terkadang menyuapiku kalau aku sedang malas makan. Aku tak pernah tahu apa yang ia makan karena aku tak pernah bertanya. Bahkan aku tak tahu apa yang ia sukai dan tidak disukai. Hampir seluruh keluarga tahu bahwa suamiku adalah penggemar mie instant dan kopi kental. Dadaku sesak mendengarnya, karena aku tahu ia mungkin terpaksa makan mie instant karena aku hampir tak pernah memasak untuknya. Aku hanya memasak untuk anak-anak dan diriku sendiri. Aku tak perduli dia sudah makan atau belum ketika pulang kerja. Ia bisa makan masakanku hanya kalau bersisa. Iapun pulang larut malam setiap hari karena dari kantor cukup jauh dari rumah. Aku tak pernah mau menanggapi permintaannya untuk pindah lebih dekat ke kantornya karena tak mau jauh-jauh dari tempat tinggal teman-temanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat pemakaman, aku tak mampu menahan diri lagi. Aku pingsan ketika melihat tubuhnya hilang bersamaan onggokan tanah yang menimbun. Aku tak tahu apapun sampai terbangun di tempat tidur besarku. Aku terbangun dengan rasa sesal memenuhi rongga dadaku. Keluarga besarku membujukku dengan sia-sia karena mereka tak pernah tahu mengapa aku begitu terluka kehilangan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari-hari yang kujalani setelah kepergiannya bukanlah kebebasan seperti yang selama ini kuinginkan tetapi aku malah terjebak di dalam keinginan untuk bersamanya. Di hari-hari awal kepergiannya, aku duduk termangu memandangi piring kosong. Ayah, Ibu dan ibu mertuaku membujukku makan. Tetapi yang kuingat hanyalah saat suamiku membujukku makan kalau aku sedang mengambek dulu. Ketika aku lupa membawa handuk saat mandi, aku berteriak memanggilnya seperti biasa dan ketika malah ibuku yang datang, aku berjongkok menangis di dalam kamar mandi berharap ia yang datang. Kebiasaanku yang meneleponnya setiap kali aku tidak bisa melakukan sesuatu di rumah, membuat teman kerjanya kebingungan menjawab teleponku. Setiap malam aku menunggunya di kamar tidur dan berharap esok pagi aku terbangun dengan sosoknya di sebelahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu aku begitu kesal kalau tidur mendengar suara dengkurannya, tapi sekarang aku bahkan sering terbangun karena rindu mendengarnya kembali. Dulu aku kesal karena ia sering berantakan di kamar tidur kami, tetapi kini aku merasa kamar tidur kami terasa kosong dan hampa. Dulu aku begitu kesal jika ia melakukan pekerjaan dan meninggalkannya di laptopku tanpa me-log out, sekarang aku memandangi komputer, mengusap tuts-tutsnya berharap bekas jari-jarinya masih tertinggal di sana. Dulu aku paling tidak suka ia membuat kopi tanpa alas piring di meja, sekarang bekasnya yang tersisa di sarapan pagi terakhirnyapun tidak mau kuhapus. Remote televisi yang biasa disembunyikannya, sekarang dengan mudah kutemukan meski aku berharap bisa mengganti kehilangannya dengan kehilangan remote. Semua kebodohan itu kulakukan karena aku baru menyadari bahwa dia mencintaiku dan aku sudah terkena panah cintanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku juga marah pada diriku sendiri, aku marah karena semua kelihatan normal meskipun ia sudah tidak ada. Aku marah karena baju-bajunya masih di sana meninggalkan baunya yang membuatku rindu. Aku marah karena tak bisa menghentikan semua penyesalanku. Aku marah karena tak ada lagi yang membujukku agar tenang, tak ada lagi yang mengingatkanku sholat meskipun kini kulakukan dengan ikhlas. Aku sholat karena aku ingin meminta maaf, meminta maaf pada Allah karena menyia-nyiakan suami yang dianugerahi padaku, meminta ampun karena telah menjadi istri yang tidak baik pada suami yang begitu sempurna. Sholatlah yang mampu menghapus dukaku sedikit demi sedikit. Cinta Allah padaku ditunjukkannya dengan begitu banyak perhatian dari keluarga untukku dan anak-anak. Teman-temanku yang selama ini kubela-belain, hampir tak pernah menunjukkan batang hidung mereka setelah kepergian suamiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empat puluh hari setelah kematiannya, keluarga mengingatkanku untuk bangkit dari keterpurukan. Ada dua anak yang menungguku dan harus kuhidupi. Kembali rasa bingung merasukiku. Selama ini aku tahu beres dan tak pernah bekerja. Semua dilakukan suamiku. Berapa besar pendapatannya selama ini aku tak pernah peduli, yang kupedulikan hanya jumlah rupiah yang ia transfer ke rekeningku untuk kupakai untuk keperluan pribadi dan setiap bulan uang itu hampir tak pernah bersisa. Dari kantor tempatnya bekerja, aku memperoleh gaji terakhir beserta kompensasi bonusnya. Ketika melihatnya aku terdiam tak menyangka, ternyata seluruh gajinya ditransfer ke rekeningku selama ini. Padahal aku tak pernah sedikitpun menggunakan untuk keperluan rumah tangga. Entah darimana ia memperoleh uang lain untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga karena aku tak pernah bertanya sekalipun soal itu.Yang aku tahu sekarang aku harus bekerja atau anak-anakku takkan bisa hidup karena jumlah gaji terakhir dan kompensasi bonusnya takkan cukup untuk menghidupi kami bertiga. Tapi bekerja di mana? Aku hampir tak pernah punya pengalaman sama sekali. Semuanya selalu diatur oleh dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebingunganku terjawab beberapa waktu kemudian. Ayahku datang bersama seorang notaris. Ia membawa banyak sekali dokumen. Lalu notaris memberikan sebuah surat. Surat pernyataan suami bahwa ia mewariskan seluruh kekayaannya padaku dan anak-anak, ia menyertai ibunya dalam surat tersebut tapi yang membuatku tak mampu berkata apapun adalah isi suratnya untukku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;Istriku Liliana tersayang,&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;Maaf karena harus meninggalkanmu terlebih dahulu, sayang. maaf karena harus membuatmu bertanggung jawab mengurus segalanya sendiri. Maaf karena aku tak bisa memberimu cinta dan kasih sayang lagi. Allah memberiku waktu yang terlalu singkat karena mencintaimu dan anak-anak adalah hal terbaik yang pernah kulakukan untukmu.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;Seandainya aku bisa, aku ingin mendampingi sayang selamanya. Tetapi aku tak mau kalian kehilangan kasih sayangku begitu saja. Selama ini aku telah menabung sedikit demi sedikit untuk kehidupan kalian nanti. Aku tak ingin sayang susah setelah aku pergi. Tak banyak yang bisa kuberikan tetapi aku berharap sayang bisa memanfaatkannya untuk membesarkan dan mendidik anak-anak. Lakukan yang terbaik untuk mereka, ya sayang.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;Jangan menangis, sayangku yang manja. Lakukan banyak hal untuk membuat hidupmu yang terbuang percuma selama ini. Aku memberi kebebasan padamu untuk mewujudkan mimpi-mimpi yang tak sempat kau lakukan selama ini. Maafkan kalau aku menyusahkanmu dan semoga Tuhan memberimu jodoh yang lebih baik dariku.
Teruntuk Farah, putri tercintaku. Maafkan karena ayah tak bisa mendampingimu. Jadilah istri yang baik seperti Ibu dan Farhan, ksatria pelindungku. Jagalah Ibu dan Farah. Jangan jadi anak yang bandel lagi dan selalu ingat dimanapun kalian berada, ayah akan disana melihatnya. Oke, Buddy!&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terisak membaca surat itu, ada gambar kartun dengan kacamata yang diberi lidah menjulur khas suamiku kalau ia mengirimkan note.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Notaris memberitahu bahwa selama ini suamiku memiliki beberapa asuransi dan tabungan deposito dari hasil warisan ayah kandungnya. Suamiku membuat beberapa usaha dari hasil deposito tabungan tersebut dan usaha tersebut cukup berhasil meskipun dimanajerin oleh orang-orang kepercayaannya. Aku hanya bisa menangis terharu mengetahui betapa besar cintanya pada kami, sehingga ketika ajal menjemputnya ia tetap membanjiri kami dengan cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak pernah berpikir untuk menikah lagi. Banyaknya lelaki yang hadir tak mampu menghapus sosoknya yang masih begitu hidup di dalam hatiku. Hari demi hari hanya kuabdikan untuk anak-anakku. Ketika orangtuaku dan mertuaku pergi satu persatu meninggalkanku selaman-lamanya, tak satupun meninggalkan kesedihan sedalam kesedihanku saat suamiku pergi.
Kini kedua putra putriku berusia duapuluh tiga tahun. Dua hari lagi putriku menikahi seorang pemuda dari tanah seberang. Putri kami bertanya, "Ibu, aku harus bagaimana nanti setelah menjadi istri, soalnya Farah kan ga bisa masak, ga bisa nyuci, gimana ya bu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku merangkulnya sambil berkata "Cinta sayang, cintailah suamimu, cintailah pilihan hatimu, cintailah apa yang ia miliki dan kau akan mendapatkan segalanya. Karena cinta, kau akan belajar menyenangkan hatinya, akan belajar menerima kekurangannya, akan belajar bahwa sebesar apapun persoalan, kalian akan menyelesaikannya atas nama cinta."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putriku menatapku, "seperti cinta ibu untuk ayah? Cinta itukah yang membuat ibu tetap setia pada ayah sampai sekarang?"
Aku menggeleng, "bukan, sayangku. Cintailah suamimu seperti ayah mencintai ibu dulu, seperti ayah mencintai kalian berdua. Ibu setia pada ayah karena cinta ayah yang begitu besar pada ibu dan kalian berdua."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mungkin tak beruntung karena tak sempat menunjukkan cintaku pada suamiku. Aku menghabiskan sepuluh tahun untuk membencinya, tetapi menghabiskan hampir sepanjang sisa hidupku untuk mencintainya. Aku bebas darinya karena kematian, tapi aku tak pernah bisa bebas dari cintanya yang begitu tulus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;font color="blue"&gt;-----------------------------------------&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://kolom.abatasa.com" target="_blank"&gt;Kolom Abatasa.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;-----------------------------------------&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;/b&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhD8VkH_z7vxL-IAXfEHIVjMIEyY9Z3SDHNo74C5tT7NvjXzxNzjZ733gR56cW3Ag0z4lr7ZFjq32wsio8Mg8C3Fb7SArvLEW3JITzf_egs0H10MSlNxpNzAfFSVq_7P0B64QkfdLzwxtc/s72-c/Cinta_Tak_Bertepi.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Persahabatan yang Tulus dengan Allah SWT</title><link>http://mutiaraillahiyah.blogspot.com/2012/10/persahabatan-yang-tulus-dengan-allah-swt.html</link><category>Artikel Islam</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Tue, 9 Oct 2012 02:28:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-359975961192298472.post-6724152668405671645</guid><description>&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhouJhli04RmK586-7WjaJBcRlaGXglu4jgxtR8DueuYUR6d4-SDGZBGBWQkDkWjEpYcwSN6NVMjZieX3o3yxo5UD21-Y1nAaHJfTrelTEax87dCS_N1mW5SbZ6xWqabPEMpLPcRmzk1bk/s1600/Bismillah.gif" imageanchor="1" style=""&gt;&lt;img border="0" height="129" width="620" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhouJhli04RmK586-7WjaJBcRlaGXglu4jgxtR8DueuYUR6d4-SDGZBGBWQkDkWjEpYcwSN6NVMjZieX3o3yxo5UD21-Y1nAaHJfTrelTEax87dCS_N1mW5SbZ6xWqabPEMpLPcRmzk1bk/s400/Bismillah.gif" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#0000ff;font-family:Georgia;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;Oleh : Masagus Fauzan Yayan, SQ Pengasuh Rumah Tahfidz Kiai Marogan&lt;/a&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhKryulr7RM1khG9YlhV1esOo85t9Sh771KMdFoFXav39vAnjaruwwyVxjI_GPDcu-wFHVNHp0zOxMbCqGmHhforBvZwX5XRcLSWZsoOc1XTOKlPX7ybHqOL1fDgC93rQhRdyCO0Y5Hkac/s1600/Masagus_Fauzan_Yayan.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="249" width="220" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhKryulr7RM1khG9YlhV1esOo85t9Sh771KMdFoFXav39vAnjaruwwyVxjI_GPDcu-wFHVNHp0zOxMbCqGmHhforBvZwX5XRcLSWZsoOc1XTOKlPX7ybHqOL1fDgC93rQhRdyCO0Y5Hkac/s400/Masagus_Fauzan_Yayan.jpg" titl="" alt="Masagus Fauzan Yayan" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/p&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:16px;text-decoration:none;"&gt;“Kuntu kanzan makhfiyyan, fa ahbabtu an u’rafa. Fa khalaqtu al-khalqa li kay u’raf” (Hadist Qudsi)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:22px;text-decoration:none;"&gt;A&lt;/a&gt;pa makna persahabatan manusia dengan Allah SWT? Interaksi atau hubungan timbal balik antara Allah dengan manusia dan sebaliknya antara manusia dengan-Nya. Tentu saja, persahabatan ini tidaklah sama dengan persahabatan antarsesama manusia yang sejajar dan setara. Bersahabat dengan Allah dibingkai dalam kesadaran kita sebagai makhluk dan Dia sebagai khaliq (pencipta). Atau kita sebagai hamba (‘abid) dan Allah sebagai Rabb (yang disembah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW telah menuntun kita cara menjalin persahabatan yang tulus dengan Allah SWT lewat doa yang diajarkan beliau kepada Ali bin Abi Thalib karramallahu wajhah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:16px;text-decoration:none;"&gt;“Kalaupun aku sabar menanggung beban-beban penderitaan (di neraka) bersama musuh-musuh-Mu, dan Kau kumpulkan aku dengan para penerima siksa-Mu, dan Kau ceraikan aku dari kekasih dan sahabatmu...&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:16px;text-decoration:none;"&gt;Kalaupun aku, wahai Ilah-ku, tuanku, sahabatku dan Rabb-ku,  sabar menanggung siksa-Mu, bagaimana kudapat sabar menanggung perpisahan dengan-Mu ...
Kalaupun aku dapat bersabar menanggung panas neraka-Mu,bagaimana kudapat bersabar dari melihat kemuliaan-Mu ...”&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah munajat yang begitu indah dan intim dari seorang sahabat (manusia) kepada sahabatnya yang agung. Jadi, meskipun posisi manusia dengan Allah SWT tidak setara, hal itu tidak menghalangi keduanya menjalin persahabatan yang erat. Bukankah persahabatan juga dapat dijalin erat antara karyawan dan direkturnya atau antara majikan dan bawahannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berlandaskan persahabatan (friendship) dan cinta (love), ibadah kita pun tak lagi seperti budak yang ketakutan atau bak pedagang yang selalu menghitung-hitung imbalan. Ali bin Abi Thalib pernah menuturkan ada tiga tipe orang yang menyembah Allah SWT:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhrcitZTra306_-cpvYoT8O2YHpyGmmHiBHV2183d90NV4CB1i6a-r0uKozAfAjGzjCW0jrWwxrBkgXcnrqiHCaUx6bC-dM_n4vhR54Egu4CDQ7_-NpZR621UpOT2vBs3yat3FqpdewkY8/s0/arrow.png" /&gt; Pertama, orang beribadah karena mengharapkan balasan. Ibadahnya merupakan investasi masa depan (future). Orientasinya untung-rugi. Semakin banyak ia menjalankan ritual-ritual keagamaan semakin banyak pula imbalan dari Tuhan yang akan diterimanya. Imam Ali menyebutnya ibadah para pedagang, pebisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhrcitZTra306_-cpvYoT8O2YHpyGmmHiBHV2183d90NV4CB1i6a-r0uKozAfAjGzjCW0jrWwxrBkgXcnrqiHCaUx6bC-dM_n4vhR54Egu4CDQ7_-NpZR621UpOT2vBs3yat3FqpdewkY8/s0/arrow.png" /&gt; Kedua, orang menyembah Tuhan karena takut pada siksa-Nya. Ibadah mereka sama seperti pengabdian seorang budak kepada tuannya. Ia melakukan segala tugas yang dibebankan karena khawatir mendapat murka sang majikan bila ia melanggarnya. Ia membayangkan Tuhan ibarat Sang Pemurka yang siap menghukum hamba-Nya yang mengabaikan perintah Dia. Orang seperti ini biasanya menjalankan ibadah hanya untuk menggugurkan kewajiban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhrcitZTra306_-cpvYoT8O2YHpyGmmHiBHV2183d90NV4CB1i6a-r0uKozAfAjGzjCW0jrWwxrBkgXcnrqiHCaUx6bC-dM_n4vhR54Egu4CDQ7_-NpZR621UpOT2vBs3yat3FqpdewkY8/s0/arrow.png" /&gt; Ketiga, orang beribadah karena ia sadar memang seharusnya beribadah. Imam Ali menyebutnya ibadah orang merdeka. Ibadah yang dihiasi cinta dan ketulusan. Dari mana cinta yang tulus itu datang? Dari rasa syukur. Dari rasa terima kasih yang mendalam. Ibadah betul-betul menjadi bentuk syukur seorang hamba kepada Sang Pemberi Kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siti Aisyah bercerita bagaimana Nabi Muhammad SAW bangun di tengah malam. Ia terus menerus beribadah sambil tiada henti-hentinya menangis, mencucurkan air mata. Sampai-sampai para sahabat bertanya mengapa Nabi harus beribadah seperti itu? Bukankah Allah SWT telah mengampuni seluruh dosanya yang dahulu maupun yang kemudian? Nabi berkata: “Bukankah sepatutnya aku menjadi hamba yang bersyukur?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#0000ff;font-family:Georgia;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;Metode Bersahabat&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Berikut ini sebuah metode menjalin persahabatan yang tulus dengan Allah SWT, di antaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhrcitZTra306_-cpvYoT8O2YHpyGmmHiBHV2183d90NV4CB1i6a-r0uKozAfAjGzjCW0jrWwxrBkgXcnrqiHCaUx6bC-dM_n4vhR54Egu4CDQ7_-NpZR621UpOT2vBs3yat3FqpdewkY8/s0/arrow.png" /&gt; Berusaha mengenal Allah SWT. “Awwaluddin ma’rifatullah: Pilar pertama agama adalah mengenal Allah.” Begitu jargon yang populer di kalangan para sufi. Simaklah hadist qudsi berikut ini yang maknanya: “Aku adalah perbenda-haraan yang terpendam. Aku cinta untuk diketahui. Maka Aku ciptakanlah alam semesta.” Melalui hadist ini kita dapat memahami bahwa Tuhan merindukan perkenalan manusia terhadap diri-Nya (ma’rifah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua cara untuk mengenal Allah SWT. Cara yang pertama, kata Imam Al-Ghazali, tidak memadai dan yang kedua dinamakan tertutup. Cara pertama dengan menyebutkan nama-nama dan sifat-sifat serta membandingkannya dengan apa yang kita ketahui dari diri kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan cara kedua, lanjut Hujjatul Islam Al-Ghazali, cara yang tertutup yakni menunggu mencapai sifat-sifat mulia (Ilahiyah) sampai yang bersangkutan menjadi seorang ‘mulia’ persis seperti seorang anak menunggu sampai dia menjadi matang untuk mengalami kenikmatan bersebadan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhrcitZTra306_-cpvYoT8O2YHpyGmmHiBHV2183d90NV4CB1i6a-r0uKozAfAjGzjCW0jrWwxrBkgXcnrqiHCaUx6bC-dM_n4vhR54Egu4CDQ7_-NpZR621UpOT2vBs3yat3FqpdewkY8/s0/arrow.png" /&gt; Selalu berzikir mengingat Allah SWT. Sebagaimana kata sebuah pepatah, “Siapa yang mencintai seseorang ia akan banyak menyebut namanya,” maka Allah SWT akan senang apabila manusia mengingat nama Dia sebanyak-banyaknya. Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:16px;text-decoration:none;"&gt;“Hai orang-orang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya.” (QS Al-Ahzab: 41)&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abul Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Ja’far ra, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Seberat-berat amal itu tiga macam: menginsyafi (mengadili) diri sendiri, membantu saudara dengan harta dan zikir kepada Allah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muadz bin Jabal ra berkata: “Tiada amal yang dapat menyelamatkan anak Adam dari siksa Allah seperti zikir kepada-Nya.” Fudhail bin Iyaadh berkata: seorang datang berkata: nasehatilah aku. Fudhail berkata: “Ingatlah daripadaku lima macam: Pertama, semua yang mengenai dirimu, maka katakanlah: itu qadhaa’ dari Allah, supaya engkau tidak menyalahkan makhluk. Kedua, jagalah lidahmu supaya semua makhluk selamat dari lidahmu dan engkau selamat dari siksa Allah. Ketiga, percayalah pada janji Tuhan mengenai rezeki supaya menjadi seorang mukmin. Keempat, bersiap-siaplah untuk mati supaya tidak mati dalam keadaan lupa. Kelima, berzikirlah kepada Allah sebanyak-banyaknya supaya terjaga dari dosa-dosa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Musa as berkata: “Ya Rabbi, bagaimanakah saya akan mengetahui orang yang kamu cinta daripada orang yang kamu benci (murka)? Jawab Allah: Hai Musa, jika Aku cinta pada hamba, maka aku beri padanya dua tanda. Musa bertanya: Apakah keduanya itu? Jawab Allah: Aku ringankan ia berzikir kepada-Ku supaya Aku berzikir kepadanya di alam malakuut langit dan bumi, dan Aku pelihara dari yang haram dan murka-Ku, supaya tidak terkena murka dan siksa-Ku. Hai Musa, dan sebaliknya, jika Aku benci pada hamba maka aku beri dua tanda. Aku lupakan dari zikir-Ku, dan Aku biarkan ia dengan hawa nafsunya supaya terjerumus dalam haram dan murka-Ku, sehingga layak menerima siksa dan balasan-Ku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah, kata Abul Laits, zikir (zikrullah) kepada Allah SWT itu mengandung lima macam kebaikan: Kesatu, tanda keridhaan Allah SWT di dalamnya; kedua, menambah kerajinan berbuat taat; lalu ketiga, terlindung dari setan selama berzikir; keempat, melunakkan hati dan kelima adalah mencegah dari maksiat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhrcitZTra306_-cpvYoT8O2YHpyGmmHiBHV2183d90NV4CB1i6a-r0uKozAfAjGzjCW0jrWwxrBkgXcnrqiHCaUx6bC-dM_n4vhR54Egu4CDQ7_-NpZR621UpOT2vBs3yat3FqpdewkY8/s0/arrow.png" /&gt; Meneladani sifat-sifat Allah. Nabi SAW bersabda: “Berakhlaklah sebagaimana akhlak Allah.” Bagaimana cara mencontoh akhlak Allah? Akhlak-Nya terkandung dalam Asmaul Husna (nama-nama terindah-Nya), seperti Ar-Rahman dan Ar-Rahim (pemurah dan penyayang). Allah SWT mendorong manusia sebagai sahabat-Nya agar berusaha meniru dan mencontoh sifat dan nama Allah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, mereka yang telah mendekat kepada Dia, ikut memiliki arti nama-nama Allah dengan tiga cara: Pertama, mengetahui arti-arti ini melalui penyaksian dan penyingkapan sehingga realitas-realitas esensialnya menjadi jelas bagi mereka melalui hujjah yang tak mungkin salah. Mereka mengetahuinya melalui penyingkapan yang sama jelasnya dengaan kepastian atau keyakinan yang dirasakan orang akan sifat-sifat batiniahnya sendiri yang dia ketahui dan melihat sisi batiniahnya, bukan dengan esensi lahiriah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, disingkapkannya untuk mereka sifat-sifat agung sehingga penghargaan tinggi mereka ini membuat mereka mendambakan memiliki sifat ini dengan setiap cara yang mungkin bagi mereka, pada gilirannya mereka akan semakin mendekati kebenaran dalam kualitas, bukan dalam tempat. Dengan memiliki sifat-sifat seperti itu, mereka menjadi sama dengan para malaikat yang telah diciptakan untuk dekat dengan Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, berupaya mendekatkan apa saja di antara sifat-sifat yang mungkin didapat, karena dengan cara seperti ini manusia menjadi agung dan mulia -- yaitu dekat dengan Allah SWT, dan dengan demikian menjadi sahabat para malaikat (al-mala’ al-a’la) karena mereka dekat dengan Allah SWT. (Al-Maqshad Al-Asna Fi Syarh Asma’ Allah Al-Husna: Imam Ghazali, Cambridge 1992).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malaikat adalah makhluk mulia. Mereka sangat dipercaya oleh Tuhan untuk menjalankan segala perintah-Nya. Semua pekerjaan dilakukan dengan sebaik-baiknya. Seberat apapun pekerjaan yang diberikan kepada mereka akan dilaksanakan dengan sepenuh hati. Prinsipnya tunggal. Hanya mengabdi kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu mereka juga menjunjung tinggi kesetiaan, bekerja tanpa kenal lelah. Pekerjaan tuntas, disiplin dalam menjalankan tugas. Keteladanan yang bisa didapat dari sifat malaikat secara umum adalah kepercayaan yang dimilikinya, loyalitas dan integritasnya yang sangat mengagumkan. “(Ingatlah) ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu Ia mengabulkan permohonanmu (sambil berfirman), “Akan kutolong kamu dengan seribu malaikat beriring-iringan.” (QS Al-Anfaal 9). (ESQ: DR (HC) Ary Ginanjar Agustian, 2001).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum mengakhiri tulisan ini penulis mengutip pesan yang indah disampaikan Imam Ghazali: “Ketahuilah, sahabat yang tak pernah berpisah denganmu entah dalam keadaan diam, bepergian, tidur, bahkan dalam hidup dan matimu adalah Tuhan penciptamu. Selama engkau mengingat-Nya, niscaya Dia menjadi teman dudukmu. Allah adalah teman duduk bagi orang yang berzikir kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila engkau betul-betul mengenali-Nya, niscaya engkau akan menjadikan-Nya sebagai sahabat dan niscaya engkau akan meninggalkan yang lainnya. Jika engkau tidak mampu melaksanakan hal itu setiap waktu, sediakan waktu pada malam dan siang hari untuk kau pergunakan bermesraan (khalwat) bersama Tuhan dan merasakan kenikmatan bermunajat kepada-Nya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;font color="blue"&gt;
--------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;Sriwijaya Post - Jumat, 18 November 2011 08:36 WIB&lt;br /&gt;---------------------------------------------------------------------------&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhouJhli04RmK586-7WjaJBcRlaGXglu4jgxtR8DueuYUR6d4-SDGZBGBWQkDkWjEpYcwSN6NVMjZieX3o3yxo5UD21-Y1nAaHJfTrelTEax87dCS_N1mW5SbZ6xWqabPEMpLPcRmzk1bk/s72-c/Bismillah.gif" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Air Mata Ketakutan</title><link>http://mutiaraillahiyah.blogspot.com/2012/10/air-mata-ketakutan.html</link><category>Hikmah</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sat, 6 Oct 2012 07:20:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-359975961192298472.post-7678133742644811964</guid><description>&lt;p align="right"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgFuhwFm8RbhO3Yz2WjxiXXJ7YzvxJWU-qiW0JZfZYQM1gFrmv3y8q-0mJBWejHaD8TJoVulgR_GX6CuF2_oTKU1LkUrYRbP9eN2UFVgg9CRrtCxwrvWOAbqR8qvcM4D3Ncl5G_rY27Cp0/s1600/Muslimah.jpg" imageanchor="1" style="clear:right; float:right; margin-left:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="233" width="280" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgFuhwFm8RbhO3Yz2WjxiXXJ7YzvxJWU-qiW0JZfZYQM1gFrmv3y8q-0mJBWejHaD8TJoVulgR_GX6CuF2_oTKU1LkUrYRbP9eN2UFVgg9CRrtCxwrvWOAbqR8qvcM4D3Ncl5G_rY27Cp0/s400/Muslimah.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/p&gt;&lt;a style="color:#0000ff;font-family:Elephant;font-size:17px;text-decoration:none;"&gt;Oleh : adminaba&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh Madinah pastilah mengenal Abdurrahman bin Auf, seorang saudagar kaya yang tersohor. Ia juga seseorang yang dermawan. Seluruh penduduk Madinah menikmati kekayaannya. Sepertiga hartanya dipinjamkan untuk penduduk Madinah, sepertiganya lagi untuk membayar utang-utang mereka, dan sepertiga sisanya dibagi-bagikan kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, Abdurrahman bin Auf ternyata adalah seseorang yang mudah tersentuh dan mempunyai rasa takut yang luar biasa. Ketakutan apakah yang dapat membuat Abdurrahman bin Auf menangis tersedu-sedu?
Ini teijadi ketika para sahabat berkumpul dengan Abdurrahman bin Auf untuk menghadiri sebuah undangan di rumah beliau. Setelah makanan terhidang di hadapan mereka, sontak Abdurrahman bin Auf mena¬ngis. Seorang sahabat kemudian bertanya, "Kenapa kau menangis, wahai Abdurrahman?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih berderai air mata ia menjawab, "Benar Rasulullah telah wafat. Tahukah kalian, beliau beserta keluarganya belum pernah memakan roti sampai kenyang? Apa harapan kita andai dipanjangkan usianya, tetapi tidak pula bertambah kebajikannya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para sahabat pun ikut menangis bersama Abdurrahman bin Auf. Mereka inilah pemilik hati yang rapuh terhadap hidayah, selalu mendekatkan diri kepada Allah, dan tidak pernah berputus asa dalam mengharap ridha- Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lain kesempatan, seseorang pernah bertanya kepadanya perihal ketakutannya tersebut. Begini jawaban Abdurrahman bin Auf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalian tentu mengenal Mush’ab bin Umar, bukan? Ia telah gugur sebagai seorang syuhada dan merupakan orang yang lebih baik daripada aku. Namun, ketika ia mati, padanya hanya diberikan sehelai kain kafan dari burdah. Jika ditutupkan ke kepalanya, kelihatan kakinya. Jika ditutupkan ke kedua kakinya, terbukalah kepalanya. Itu juga yang terjadi pada Hamzah, seorang syuhada yang lain, yang juga lebih baik daripadaku. Ia hanya mendapatkan sehelai selendang sebagai kafannya. Padahal, kepada kami telah dihamparkan dunia seluas-luasnya, dan diberikan pula hasil yang sebanyak-banyaknya. Sungguh aku khawatir, jangan-jangan pahala kebajikan kami sudah diberikan di dunia ini saja."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah penyebab mengalirnya air mata ketakutan dari seorang Abdurrahman bin Auf, saudagar kaya yang sadar bahwa harta kekayaan yang ada padanya tidak akan membawa kebahagiaan padanya ketika tidak ia gunakan untuk membela agama Allah. Bagaimana dengan kita? Sudahkah kita takut apabila harta kita tidak dapat menolong kita di akhirat nanti?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Elephant;font-size:17px;text-decoration:none;"&gt;"Kekayaan yang kita peroleh adalah harta titipan dari Allah SWT&lt;br /&gt;yang kelak dapat menolong kita di 
akhirat nanti."&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;font color="blue"&gt;-------------------------------------------------------&lt;br /&gt;Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama&lt;br /&gt;Sumber : &lt;a href="http://kolom.abatasa.com" target="_blank"&gt;Kolom Abatasa.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;-------------------------------------------------------&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;/b&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgFuhwFm8RbhO3Yz2WjxiXXJ7YzvxJWU-qiW0JZfZYQM1gFrmv3y8q-0mJBWejHaD8TJoVulgR_GX6CuF2_oTKU1LkUrYRbP9eN2UFVgg9CRrtCxwrvWOAbqR8qvcM4D3Ncl5G_rY27Cp0/s72-c/Muslimah.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Pintu Doa</title><link>http://mutiaraillahiyah.blogspot.com/2012/10/pintu-doa.html</link><category>Hikmah</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sat, 6 Oct 2012 07:06:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-359975961192298472.post-6321869517817223559</guid><description>&lt;p align="right"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEglCaSN3AMRK-P3-6ae7Y_UFjCYNQXrV19RNXY8xsQ7_PP8RwPu1vzDtCgvryzA-GEdM2kTmVE9OhO35IxA2r2AGI2jkaoLAzppWxSbqdsfnETim4TaHeteVh2S864UPbScenHfGUrsgjU/s1600/Doa.jpg" imageanchor="1" style="clear:right; float:right; margin-left:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="203" width="280" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEglCaSN3AMRK-P3-6ae7Y_UFjCYNQXrV19RNXY8xsQ7_PP8RwPu1vzDtCgvryzA-GEdM2kTmVE9OhO35IxA2r2AGI2jkaoLAzppWxSbqdsfnETim4TaHeteVh2S864UPbScenHfGUrsgjU/s400/Doa.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/p&gt;&lt;a style="color:#0000ff;font-family:Elephant;font-size:17px;text-decoration:none;"&gt;Oleh : adminaba&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa Bani Israel, ada suami istri yang berdoa kepada Allah Swt. Mereka memohon agar segera diberi momongan. Namun, sampai tahun kelima pernikahannya, tanda-tanda kehamilan tak tampak pada sang istri. Sang suami merasa Allah telah jauh darinya sehingga tidak mau mendengar dan mengabulkan doa-doanya. Kebetulan, siang harinya, Khalifah Ali bin Abi Thalib tengah berkhotbah di masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Amirul Mukminin, mengapa doa kami tidak diijabah, sedangkan Allah Swt. berfirman dalam Al-Qur’an bahwa ‘ud’uuni astajib lakum’ (berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Ku-kabulkan doamu)?"
Mendengar pengaduan yang demikian, Ali bin Abi Thalib pun balik bertanya kepada orang tersebut, "Apakah sudah kaujaga pintu-pintu doamu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku tidak mengerti maksudmu, wahai Amirul Mukminin."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apakah sudah kaujaga pintu doamu dengan melaksanakan kewajibanmu sebagai hamba-Nya? Kau beriman kepada Allah, tetapi tidak melaksanakan kewajibanmu kepada-Nya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apakah kaujaga pintu doamu dengan beriman kepada Rasulullah? Kau beriman kepada rasul-Nya, tetapi kau menentang sunah dan mematikan syari’atnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apakah kau sudah menjaga pintu doamu dengan mengamalkan ayat-ayat Al-Qur’an yang kaubaca itu? Ataukah kau belum juga sadar tatkala mengaku takut kepada neraka, tetapi kau justru mengantarkan dirimu sendiri ke neraka dengan maksiat dan perbuatan sia-sia? Ketika kau menginginkan surga, sebaliknya kaulakukan hal-hal yang dapat menjauhkanmu dari surga," tanya Ali bin Abi Thalib bertubi-tubi. "Apakah kau telah menjaga pintu doamu dengan bersyukur kepada-Nya saat Dia memberimu kenikmatan? Sudahkah kau memusuhi setan atau malah sebaliknya kau bersahabat dengan setan? Apakah kau pernah menjaga pintu doamu dari menjauhi mencela dan menghina orang lain?" lanjut Ali bin Abi Thalib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si pria diam membisu, mendengar pertanyaan Ali bin Abi Thalib yang bertubi-tubi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimana doa seorang hamba akan diterima, sementara kau tidak menjaga, bahkan menutup pintu doa tersebut? Bertakwalah kepada Allah, perbaikilah amalanmu, ikhlaskanlah batinmu, lalu keijakanlah amar makruf nahi munkar. Insya Allah, Dia akan segera mengabulkan doa-doamu itu," kata sang Khalifah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:17px;text-decoration:none;"&gt;"Diijabah atau tidaknya doa seorang Muslim,&lt;br /&gt;sesungguhnya bergantung pada dirinya sendiri."&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;font color="blue"&gt;-------------------------------------------------------&lt;br /&gt;Sumber : &lt;a href="http://kolom.abatasa.com" target="_blank"&gt;Kolom Abatasa.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;-------------------------------------------------------&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;/b&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEglCaSN3AMRK-P3-6ae7Y_UFjCYNQXrV19RNXY8xsQ7_PP8RwPu1vzDtCgvryzA-GEdM2kTmVE9OhO35IxA2r2AGI2jkaoLAzppWxSbqdsfnETim4TaHeteVh2S864UPbScenHfGUrsgjU/s72-c/Doa.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Mengapa Perempuan Tidak Lebih Dari Satu Suami?</title><link>http://mutiaraillahiyah.blogspot.com/2012/09/mengapa-perempuan-tidak-lebih-dari-satu.html</link><category>Muslimah</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Tue, 18 Sep 2012 09:17:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-359975961192298472.post-8598304777133536850</guid><description>&lt;p align="left"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEihDu22KhnhEraoYgIAxLbaBRb419tiSrVq7ZE_F6ITBB7hja4u-NpsQDkr_UG6Ao0QF04y8K3QIyRnpqAa_zlaopUfcC4lsMkXpA0qGhcuRq12nlnoacVtDzs2j5aHiZ14TPn0EyzsGv4/s1600/Image12.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="203" width="280" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEihDu22KhnhEraoYgIAxLbaBRb419tiSrVq7ZE_F6ITBB7hja4u-NpsQDkr_UG6Ao0QF04y8K3QIyRnpqAa_zlaopUfcC4lsMkXpA0qGhcuRq12nlnoacVtDzs2j5aHiZ14TPn0EyzsGv4/s400/Image12.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/p&gt;“Jika lelaki boleh beristri lebih dari satu, mengapa wanita tidak boleh bersuami lebih dari satu (poliandri)?”. Pertanyaan ini kadang terbesit dibenak kita atau bahkan digembar-gemborkan oleh sebagian aktifis feminis yang mengklaim sedang memperjuangkan kesetaraan gender. Mari kita simak jawabannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#0000ff;font-family:Elephant;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;1. Ketentuan Dari Allah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Aturan bahwa wanita tidak boleh memiliki beberapa suami dalam satu waktu adalah ketentuan Allah Ta’ala. Tidak ada pilihan lain bagi seorang hamba yang beriman kepada Allah kecuali menaati dan menerima dengan sepenuh hati setiap ketentuan-Nya. Karena orang yang beriman kepada Allah-lah yang senantiasa taat dan tunduk kepada hukum agama. Allah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;“Hanya ucapan orang-orang beriman, yaitu ketika mereka diajak menaati Allah dan Rasul-Nya agar Rasul-Nya tersebut memutuskan hukum diantara kalian, maka mereka berkata: Sami’na Wa Atha’na (Kami telah mendengar hukum tersebut dan kami akan taati). Merekalah orang-orang yang beruntung”&lt;/a&gt; &lt;b&gt;(QS. An-Nuur: 51)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidaklah apa yang Allah tentukan untuk hamba-Nya melainkan pasti memiliki hikmah yang besar bagi sang hamba. Namun sang hamba wajib pasrah kepada ketentuan itu baik tahu akan hikmahnya, maupun tidak tahu hikmahnya. Kaidah fiqhiyyah mengatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;“Islam tidak memerintahkan sesuatu kecuali mengandung 100% kebaikan, atau kebaikan-nya lebih dominan. Dan Islam tidak melarang sesuatu kecuali mengandung 100% keburukan, atau keburukannya lebih dominan”&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’di rahimahullah berkata, “Kaidah ini meliputi seluruh ajaran Islam, tanpa terkecuali. Sama saja, baik hal-hal ushul (pokok) maupun furu’ (cabang), baik yang berupa hubungan terhadap Allah maupun terhadap sesama manusia. Allah Ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;“Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran”&lt;/a&gt; &lt;b&gt;(QS. An-Nahl: 90)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat ini dijelaskan bahwa setiap keadilan, kebaikan, silaturahim pasti diperintahkan oleh syariat. Setiap kekejian dan kemungkaran terhadap Allah, setiap gangguan terhadap manusia baik berupa gangguan terhadap jiwa, harta, kehormatan, pasti dilarang oleh syariat. Allah juga senantiasa mengingatkan hamba-Nya tentang kebaikan perintah-perintah syariat, manfaatnya dan memerintahkan menjalankannya. Allah juga senantiasa mengingatkan tentang keburukan hal-hal dilarang agama, kejelekannya, bahayanya dan melarang mereka terhadapnya” (Qawaid Wal Ushul Al Jami’ah, hal.27)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun dalil tentang terlarangnya poliandri, diantaranya firman Allah Ta’ala:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;“Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan; saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan; saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan sepersusuan; ibu-ibu istrimu (mertua); anak-anak istrimu yang dalam pemeliharaanmu dari istri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan istrimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya; (dan diharamkan bagimu) istri-istri anak kandungmu (menantu); dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, Dan (diharamkan juga kamu mengawini) wanita yang bersuami, kecuali budak-budak yang kamu miliki (Allah telah menetapkan hukum itu) sebagai ketetapan-Nya atas kamu”&lt;/a&gt; &lt;b&gt;(QS. An-Nisaa': 23-24)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Tafsir Ibni Katsir dijelaskan makna وَالْمُحْصَنَاتُ مِنَ النِّسَاء maksudnya: ‘Diharamkan bagimu menikahi para wanita ajnabiyah yang muhshanat yaitu yang sudah menikah’. Ibnu Katsir juga membawakan riwayat yang menjelaskan sebab turunnya ayat ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Sa’id Al Khudri, ia berkata: “Kami mendapat wanita dari suku Authas yang ditawan, para wanita itu memiliki suami lebih dari satu. Kami enggan bersetubuh dengan mereka karena mereka memiliki suami. Kamipun bertanya kepada Rasulullah Shallallahu’alahi Wasallam, lalu turunlah ayat (yang artinya) ‘Dan (diharamkan juga kamu mengawini) wanita yang bersuami, kecuali budak-budak yang kamu miliki‘. Dengan itu kami pun mengganggap mereka halal dicampuri” (Tafsir Ibni Katsir, 2/256)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;“Pernikahan di masa Jahiliyah ada empat cara …(beliau lalu menyebutkannya)… jenis pernikahan yang lain (jenis ketiga) yaitu sejumlah orang yang jumlahnya kurang dari 10 berkumpul lalu masuk menemui seorang wanita. Setiap mereka menyetubuhinya. Setelah beberapa waktu sejak malam pengantin itu, jika ternyata ia hamil, ia pun memanggil semua suaminya. Tidak ada seorang pun dari suaminya yang dapat menghalangi, hingga semua suaminya berkumpul. Wanita itu berkata: ‘Wahai suamiku, kalian sudah tahu apa yang kalian telah lakukan kepadaku dan itu memang sudah hak kalian. Dan sekarang aku hamil. Dan anak ini adalah anakmu wahai Fulan’. Wanita itu menyebut salah satu nama suaminya sesuka dia, lalu menasabkan anaknya pada suaminya tersebut. Tidak ada seorang pun dari suaminya yang dapat menghalangi”&lt;/a&gt; &lt;b&gt;(HR. Bukhari no.5127)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu’alahi Wasallam menyifati poliandri sebagai perilaku jahiliyah. Sebagaimana dijelaskan para ulama :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;“Setiap perkara yang dinisbatkan pada Jahiliyyah adalah sesuatu yang tercela”&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, mengapa poliandri tidak dibolehkan? Jawabannya, karena Allah Ta’ala telah menentukan demikian. Satu jawaban ini sejatinya sudah cukup untuk menjawab pertanyaan tersebut bagi orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Jika masih ada yang penasaran lalu bertanya lagi ‘kenapa sih koq bisa-bisanya Allah menentukan demikian? Jawablah dengan firman Allah Ta’ala :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;“Allah tidak ditanyai oleh hamba, namun merekalah yang akan ditanyai oleh Allah”&lt;/a&gt; &lt;b&gt;QS. Al-Anbiya': 23)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#0000ff;font-family:Elephant;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;2. Lelaki adalah pemimpin keluarga&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Islam juga mengatur bahwa lelaki adalah pemimpin rumah tangga. Allah Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka)”&lt;/a&gt; &lt;b&gt;(QS. An-Nisaa': 34)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu’alahi Wasallam juga bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;“Setiap kalian adalah orang yang bertanggung jawab. Setiap kalian akan dimintai pertanggung-jawabannya. Seorang imam adalah orang yang bertanggung jawab dan akan dimintai pertanggung-jawabannya. Seorang lelaki bertanggung jawab terhadap keluarganya dan akan dimintai pertanggung-jawabannya. Seorang wanita bertanggung jawab terhadap urusan di rumah suaminya dan akan dimintai pertanggung-jawabannya”&lt;/a&gt; &lt;b&gt;(HR. Bukhari 893, Muslim 1829)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, seorang istri wajib taat kepada suaminya selama bukan dalam perkara maksiat. Rasulullah Shallallahu’alahi Wasallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;“Jika seorang wanita mengerjakan shalat lima waktu, berpuasa bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya, taat kepada suaminya akan dikatakan padanya kelak: ‘Masuklah ke dalam surga dari pintu mana saja yang engkau inginkan”&lt;/a&gt; &lt;b&gt;(HR. Ahmad 1661, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Al Jaami’ 1/660)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, jika seorang wanita memiliki lebih dari satu suami, apakah organisasi rumah tangga akan berjalan dengan banyak pemimpin? Suami mana yang akan ditaati? Bagaimana jika para suami berselisih dan memberi perintah berlainan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#0000ff;font-family:Elephant;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;3. Cobaan terbesar bagi lelaki adalah wanita, namun tidak sebaliknya&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Cobaan terbesar dan terdahsyat serta paling menjatuhkan seorang lelaki pada titik terendahnya adalah wanita. Rasulullah Shallallahu’alahi Wasallam sering kali mewanti-wanti hal ini. Beliau bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;“Tidaklah aku tinggalkan cobaan yang paling berbahaya bagi kaum lelaki selain wanita”&lt;/a&gt; &lt;b&gt;(HR. Bukhari 5096, Muslim 2740)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau Shallallahu’alahi Wasallam juga bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;“Sesungguhnya dunia ini manis dan hijau. Dan sesungguhnya Allah menyerahkannya kepada kalian untuk diurusi kemudian Allah ingin melihat bagaimana sikap kalian terhadapnya. Berhati-hatilah dari fitnah dunia dan waspadalah terhadap wanita. Karena cobaan pertama yang melanda Bani Israil adalah wanita”&lt;/a&gt; &lt;b&gt;(HR. Muslim 2742)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang godaan setan, Allah Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;“Sesungguhnya tipu-daya setan itu lemah”&lt;/a&gt; &lt;b&gt;(QS. An-Nisaa': 76)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun tentang godaan wanita, Allah Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;“Sesungguhnya godaan wanita itu sangat dahsyat”&lt;/a&gt; &lt;b&gt;(QS. Yusuf: 28)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itulah Allah SWT, Yang Maha Bijaksana, mensyariatkan poligami (baca: poligini) bagi laki-laki sebagai salah satu jalan untuk meringankan cobaan dari godaan wanita. Namun sebaliknya, tidak kita dapati dalil yang menunjukkan bahwa cobaan terbesar wanita adalah godaan pria. Ini adalah salah satu hikmah mengapa poliandri tidak disyariatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#0000ff;font-family:Elephant;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;4. Menjaga kejelasan nasab&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dalam Islam, anak dinasabkan kepada ayahnya. Dan masalah nasab ini sangat urgen dalam Islam. Sampai-sampai mencela nasab dan menasabkan diri kepada selain ayah kandung dikategorikan oleh para ulama sebagai perbuatan dosa besar.  Rasulullah Shallallahu’alahi Wasallam bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt; “Barangsiapa menasabkan diri kepada selain ayah kandungnya, padahal ia tahu ayah kandungnya, maka surga haram baginya”&lt;/a&gt; &lt;b&gt;(HR. Bukhari 4326, Muslim 63)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana juga hadits marfu’ dari Ibnu ‘Umar Radhiallahu’anhu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;“Diantara perbuatan orang Jahiliyyah adalah mencela nasab”&lt;/a&gt; &lt;b&gt;(HR. Bukhari 3850)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara sebabnya, nasab menentukan banyak urusan, seperti dalam pernikahan, nafkah, pembagian harta warisan, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika satu wanita disetubuhi oleh beberapa suami, maka tidak jelas anak yang lahir dari rahimnya adalah hasil pembuahan dari suami yang mana, sehingga tidak jelas akan dinasabkan kepada siapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Qayyim Al Jauziyyah rahimahullah berkata: “Pernyataan ‘laki-laki dibolehkan menikahi empat orang wanita, namun wanita tidak dibolehkan menikahi lebih dari satu lelaki‘, ini adalah salah satu bentuk kesempurnaan sifat hikmah dari Allah Ta’ala kepada mereka. Juga bentuk ihsan dan perhatian yang tinggi terhadap kemaslahatan makhluk-Nya. Allah Maha Tinggi dan Maha Suci dari kebalikan sifat tesebut. Syariat Islam pun disucikan dari hal-hal yang berlawanan dengan hal itu. Andai wanita dibolehkan menikahi dua orang lelaki atau lebih, maka dunia akan hancur. Nasab pun jadi kacau. Para suami saling bertikai satu dengan yang lain, kehebohan muncul, fitnah mendera, dan bendera peperangan akan dipancangkan” (I’laamul Muwaqqi’in, 2/65)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a style="color:#ff1493;font-family:Elephant;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;Beberapa Syubhat&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br &gt;&lt;a style="color:#0000ff;font-family:Elephant;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;1. Jika yang menjadi kekhawatiran adalah percampuran nasab, bukankah sekarang sudah ada tes DNA?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Abdullah Al Faqih hafizhahullah menjawab pertanyaan ini: ”Poliandri dapat menjadi sebab terjangkitnya berbagai penyakit berbahaya seperti AIDS atau yang lainnya. Selain itu, tidak adanya keteraturan dalam rumah tangga karena tidak adanya patokan nasab dan anak-anak pun menjadi kacau. Adapun pemeriksaan medis yang sebutkan itu (cek DNA), tidak bisa dipastikan 100%. Sehingga tidak bisa menjadi sandaran secara syar’i dalam penetapan nasab atau dalam mengingkarinya”. (Fatawa IslamWeb no.112109,  &lt;a href="http://www.islamweb.net/fatwa/index.php?page=showfatwa&amp;Option=FatwaId&amp;Id=112109" target="_blank"&gt;http://www.islamweb.net/fatwa/index.php?page=showfatwa&amp;Option=FatwaId&amp;Id=112109)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#0000ff;font-family:Elephant;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;2. Kalau lelaki punya keinginan kepada banyak wanita karena alasan syahwat, bukankah wanita juga punya syahwat?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ibnul Qayyim berkata, “Jika ada yang berkata ‘Mengapa hanya memperhatikan dan mengangkat sisi kaum lelaki saja, serta hanya memenuhi kebutuhan syahwat lelaki saja sehingga mereka bisa berganti dari istri yang satu kepada istri yang lain sesuai kebutuhan syahwatnya? Padahal wanita juga memiliki panggilan syahwat‘. Kita jawab, wanita itu sebagaimana kebiasaan mereka wajahnya terlindungi oleh cadar dan berada di rumah-rumah mereka, gejolak mereka pun lebih dingin dibanding laki-laki, pergerakan lahir dan batin mereka lebih sedikit dibanding laki-laki, oleh karena itulah lelaki yang diberi kekuatan dan gejolak panas yang merupakan kunci penguasaan syahwat. Itu diberikan kepada laki-laki dalam jumlah yang lebih besar. Bahkan kaum laki-laki pun mendapat cobaan karena hal itu, sedangkan wanita tidak. Sehingga dimutlakkan bagi laki-laki berupa banyaknya jumlah pernikahan yang bolehkan (dalam satu waktu) sedangkan wanita tidak. Ini adalah hal yang dikhususkan dan dilebihkan oleh Allah untuk kaum laki-laki. Sebagaimana juga Allah utamakan mereka dalam hal pengembanan risalah, kenabian, khilafah, kerajaan, kepemimpinan hukum, jihad dan hal lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah juga menjadikan lelaki pemimpin bagi wanita, yang berkewajiban menjaga maslahah istrinya dan menjalani berbagai resiko dalam mencari penghidupan istrinya. Mereka menunggang kuda, menjelajah gurun, menghadapi berbagai bencana dan ujian demi kemaslahatan sang istri. Allah Ta’ala itu Syakuur (Sebaik-baik Pemberi Ganjaran) dan Haliim (Maha Pemurah). Sehingga Allah memberi balasan kepada kaum lelaki berupa kebolehan berpoligami, dan mengganti segala kesusahan mereka itu dengan membolehkan hal-hal yang tidak dibolehkan bagi wanita. Dan anda yang berkata, jika anda membandingkan antara cobaan bagi lelaki berupa lelah-letih, kerja keras, kesusahan yang dialami kaum lelaki demi masalahat istrinya dengan cobaan yang dialami kaum wanita yang berupa kecemburuan, anda akan dapatkan bahwa apa yang dialami kaum lelaki itu jauh lebih besar kadarnya. Inilah salah satu bentuk sempurnanya keadilan, kebijaksanaa dan kasih sayang Allah Ta’ala. Segala puji bagi Allah sebab memang Dialah yang memiliki segala pujian” (I’laamul Muwaqqi’in, 2/65-66)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#0000ff;font-family:Elephant;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;3. Syahwat wanita lebih besar dari syahwat lelaki&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Karena syahwat wanita lebih besar dari lelaki, maka bagi wanita tidak cukup hanya satu suami. Demikian bunyi salah satu syubhat. Ibnul Qayyim membantah pernyataan ini: “Adapun perkataan seseorang bahwa syahwat wanita lebih besar dari syahwat lelaki, ini tidak benar. Syahwat itu sumbernya dari hawa panas. Hawa lelaki lebih panas dari wanita. Namun wanita, jika ia sendiri, kesepian, dan ia tidak bisa menahan diri dari hal-hal yang berhubungan dengan syahwat dan memuaskan dirinya, maka ia pun dapat ditenggelamkan oleh syahwat sehingga syahwat menguasai dirinya. Ketika tidak ada hal yang dapat menjadi pelampiasan, bahkan disertai perasaan kesepian, maka bisa terjadi apa yang terjadi. Sehingga ketika itu disangkalah bahwa syahwat wanita lebih besar dari laki-laki. Ini tidak benar. Telah dibuktikan bahwa lelaki bisa mencampuri istrinya lalu mencampuri istrinya yang lain dalam satu waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;‘Nabi Shallallahu’alaihi Wasalam biasa menggilir istri-istrinya dalam satu malam‘&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan Nabi Yusuf menggilir 90 orang istrinya dalam satu malam. Dan sudah kita ketahui bersama bahwa wanita biasanya hanya memiliki satu kali klimaks. Jika seorang lelaki telah memuaskan seorang wanita, hingga terpenuhi syahwatnya, dan hilang nafsunya, wanita tersebut tidak akan meminta yang lain ketika itu. Maka, sifat demikian sesuai dengan hikmah dari takdir Allah dan hikmah ketetapan syariat bagi hamba dan ummat” (I’laamul Muwaqqi’in, 2/66)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Semoga bermanfaat.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;p align="center"&gt;————————————————————————————————————————&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Yulian Purnama&lt;br /&gt;Artikel &lt;a href="http://muslim.or.id" target="_blank"&gt;Muslim.Or.Id&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/b&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEihDu22KhnhEraoYgIAxLbaBRb419tiSrVq7ZE_F6ITBB7hja4u-NpsQDkr_UG6Ao0QF04y8K3QIyRnpqAa_zlaopUfcC4lsMkXpA0qGhcuRq12nlnoacVtDzs2j5aHiZ14TPn0EyzsGv4/s72-c/Image12.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Pahalawan</title><link>http://mutiaraillahiyah.blogspot.com/2012/09/pahalawan.html</link><category>Buletin Dakwah</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Tue, 18 Sep 2012 07:48:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-359975961192298472.post-6752094837366028831</guid><description>&lt;p align="left"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj-cJGKNApI0LKzvlYXAJMlFlJNw8N-VB64LOmne5sFm3xf5yGDQ8KFkfXmC3cGZaSOg58V5qVu2XVF3bh97QHfoFTRfhyphenhyphenwm6xzVeLBoRjlAzatnNhz_-u5ej2yjdj9cEvu7tXLF6qZHVA/s1600/Lemabang2008.jpeg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="180" width="180" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj-cJGKNApI0LKzvlYXAJMlFlJNw8N-VB64LOmne5sFm3xf5yGDQ8KFkfXmC3cGZaSOg58V5qVu2XVF3bh97QHfoFTRfhyphenhyphenwm6xzVeLBoRjlAzatnNhz_-u5ej2yjdj9cEvu7tXLF6qZHVA/s400/Lemabang2008.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a style="color:#0000ff;font-family:Elephant;font-size:17px;text-decoration:none;"&gt;Oleh : Drs. H. Umar Sa'id&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:17px;text-decoration:none;"&gt;"Sesunggahnya Allah menyuruh kamu berlaku adil dan berbuat ikhsan (kebajikan), dan membantu kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuat keji, kemungkaran dan permusuhan (zalim). Dia memberi pelajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran."&lt;/a&gt; &lt;b&gt;(QS. An-Nahl: 90)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat tersebut di atas menjelaskan kepada kita tentang pokok-pokok akhlak yang baik, yang selalu didengar oleh setiap pribadi yang ikut melakukan shalat Jum'at, sebab di akhir khutbah kedua khatib selalu menyampaikan ayat tersebut. Ayat tersebut memunyai nilai tersendiri dalam Islam. Ibnu Mas'ud, sahabat Nabi SAW menjelaskan, bahwa ayat ini banyak mencakup persoalan-persoalan dalam Al-Qur'an. Di dalamnya ditemukan ada enam prinsip pokok yang digariskan Allah SWT. Tiga bentuk perintah yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Adil&lt;br /&gt;2. Ihsan&lt;br /&gt;3. Menyantuni keluarga kerabat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga berbentuk larangan yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Berbuat "Fakhsya"&lt;br /&gt;2. Melarang kemunkaran&lt;br /&gt;3. Menjauhi kezaliman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu dari enam prinsip pokok akhlak yang baik itu adalah ihsan (sikap baik) yaitu sikap yang baik dan berkebaikan dalam segala sesuatu pada saat apapun. Walaupun ihsan itu mempunyai beberapa arti, namun di sini mencakup segala pribadi yang dapat dirasakan menyenangkan dan mengikat hati, baik dalam lingkungan rumah tangga, maupun dalam masyarakat dan negara. Ada ihsan seperti yangg disbutkan dalam sebuah hadits Nabi SAW:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:17px;text-decoration:none;"&gt;"Engkau sembah Allah, seolah-olah engkau melihat-Nya, namun jika engkau tidak bisa melihat-Nya maka Dia melihatengkau."&lt;/a&gt; &lt;b&gt;(HR. Muslim dari Umar bin Khathab)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau makna "ihsan" ini dapat dimiliki, maka dia merupakan dasar dan pupuk untuk lahirnya sikap ihsan dalam pergaulan yaitu sikap yang positif yang manis dan indah. Malah tidak heran kalau ahli hikmah menasehatkan bahwa seni itu bukan sekedar keahlian dalam membuat ukiran-ukiran, menyusun kata-kata dalam lagu dan nada atau memainkan kuas dalam wujud lukisan. Tetapi seni mencakup kemampuan seseorang untuk membawa dirinya dalam bersikap sampai ahir dari dirinya sikap yang baik dan berkebaikan, menyejukkan hati dan perasaan, memang itulah hakekat seni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah terhormatnya seorang muslim bila dalam berpakaian dia selalu menginginkan yang rapi dan bagus. Tetapi kenapa sikap yang demikian itu tidak disertakan sebagian dari orang dalam sehari-hari dalam berbuat dan bertindak? Perindahlah hidup degan sikap manis dan berbaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang yang beriman selalu bersikap ihsan dalam segala hal. Yang dimaksud dengan ihsan sebagaimana dijelaskkan dalam tafsir "Al Maraghi" ialah berbuat baik dengan melaksanakan segala hal yang difardhukan Allah SWT, menegakkan hak-hak Allah, dengan tetap setia melaksanakan perintah-perintah-Nya dan meninggalkan larangan-larangan-Nya. Firman Allah SWT:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:17px;text-decoration:none;"&gt;"Dan barangsiapa yang menyerahka dirinya kepada Allah, sedang dia orang yang berbuat kebaikan, maka sesungguhnya ia telaah berpegang kepada buhul tali yang kokoh dan hanya kepada Allah kesudahan segala sesuatu."&lt;/a&gt; &lt;b&gt;(QS. Lukman: 22)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat di atas menegaskan, bahwa barang siapa yang telah menyerahkan diri kepada Allah secara bulat, sedang ia selalu melakukan ihsan, maka ia telah berpegang kepada tali yang kokoh dengan kuat, maksudnya ia akan selalu selamat dalam menempuh segala rintangan dan halangan dalam kehiidupan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada ayat lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:17px;text-decoration:none;"&gt;"(Tidak demikian), bahwa barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang dia berbuat kebajikan, maka baginya pahala disisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati."&lt;/a&gt; &lt;b&gt;(QS. Al-Baqarah: 112)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini diungkapkan, bahwa orang yang dengan sepenuh hati menyerahkan diri kepada Allah, diiringi dengan perbuatan-perbuatan yang baik (ihsan) mereka akan menerima pahala disisi Allah. Dan mereka tidak usah khawatir. Di akhirat nanti mereka akan ditempatkan di dalam surga Jannatun Na'im. Itulah sebabnya di akhir surat An-Nahl ditegaskan lagi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:17px;text-decoration:none;"&gt;"Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang taqwa dan orang-orang yang berbuat ihsan."&lt;/a&gt; &lt;b&gt;(QS. An-Nahl: 128)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah wahyu menjawab pertanyaan menggundahkan sanubari manusia yang berfikir dan merenungkan hakikatnya hidup darimana datangnya, kemana akan perginya dan bagaimana caranya. Sebab banyak orang yang lupa diri. Seolah-olah mereka hanya muncul begitu saja di dunia dan mereka tidak menyadari untuk apa mereka hidup di dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu, mari kita kembali kepada Al-Qur'an. Sehingga kita akan menyadari diri kita ini untuk apa diciptakan dan dengan tuntunan Al-Qur'an pula kita akan dapat berbuat baik (ihsan) baik ihsan kepada Allah, terhadap sesama manusia dan kepada seluruh makhluk Allah. Karena hanya dengan berbuat ihsan itulah kita bisa mencapai "Muttaqin" (orang yang bertaqwa). Hanya orang yang bertaqwalah yang dijamin akan berbahagia di dunia dan berbahagia di akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi ihsan adalah hubungan hati dengan Allah dan Rasul-Nya serta sesama dengan cinta yang mendalam dan kesetiaan yang benar  serta kesediaan berkorban dengan harta dan jiwa yang membuat seseorang lebur dalam Islam, sehingga mereka layak memperoleh gelar sebagai pahalawan.   </description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj-cJGKNApI0LKzvlYXAJMlFlJNw8N-VB64LOmne5sFm3xf5yGDQ8KFkfXmC3cGZaSOg58V5qVu2XVF3bh97QHfoFTRfhyphenhyphenwm6xzVeLBoRjlAzatnNhz_-u5ej2yjdj9cEvu7tXLF6qZHVA/s72-c/Lemabang2008.jpeg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item></channel></rss>