<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>My Jihad</title>
	<atom:link href="https://naweed07.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://naweed07.wordpress.com</link>
	<description>Berjihad dengan sebenar-benar jihad..</description>
	<lastBuildDate>Mon, 05 Aug 2019 13:44:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">5801858</site><cloud domain='naweed07.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>https://s0.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>My Jihad</title>
		<link>https://naweed07.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="https://naweed07.wordpress.com/osd.xml" title="My Jihad" />
	<atom:link rel='hub' href='https://naweed07.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
	<item>
		<title>Menolak Ide Khilafah Hizbut Tahrir</title>
		<link>https://naweed07.wordpress.com/2017/05/28/menolak-ide-khilafah-hizbut-tahrir/</link>
					<comments>https://naweed07.wordpress.com/2017/05/28/menolak-ide-khilafah-hizbut-tahrir/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[abunaweed]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 May 2017 01:53:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[khalifah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://naweed07.wordpress.com/2017/05/28/menolak-ide-khilafah-hizbut-tahrir/</guid>

					<description><![CDATA[Artikel dibawah ini merupakan tulisan dari Prof. Mahfud MD yang dimuat dalam rubrik &#8220;opini&#8221; harian kompas, 26 Mei 2017 halaman &#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Artikel dibawah ini merupakan tulisan dari Prof. Mahfud MD yang dimuat dalam rubrik &#8220;opini&#8221; harian kompas, 26 Mei 2017 halaman 6. </p>
<p>Silahkan menikmati&#8230; </p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p><span id="img_container_8" class="img_container"></span><a href="https://naweed07.wordpress.com/wp-content/uploads/2017/05/wp-1495938802272.jpeg"><img data-attachment-id="124" data-permalink="https://naweed07.wordpress.com/wp-1495938802272/" data-orig-file="https://naweed07.wordpress.com/wp-content/uploads/2017/05/wp-1495938802272.jpeg" data-orig-size="400,266" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}" data-image-title="wp-1495938802272." data-image-description="" data-image-caption="" data-medium-file="https://naweed07.wordpress.com/wp-content/uploads/2017/05/wp-1495938802272.jpeg?w=300" data-large-file="https://naweed07.wordpress.com/wp-content/uploads/2017/05/wp-1495938802272.jpeg?w=400" src="https://naweed07.wordpress.com/wp-content/uploads/2017/05/wp-1495938802272.jpeg?w=672" alt="" class="wp-image-124 alignnone size-full"   srcset="https://naweed07.wordpress.com/wp-content/uploads/2017/05/wp-1495938802272.jpeg 400w, https://naweed07.wordpress.com/wp-content/uploads/2017/05/wp-1495938802272.jpeg?w=150&amp;h=100 150w, https://naweed07.wordpress.com/wp-content/uploads/2017/05/wp-1495938802272.jpeg?w=300&amp;h=200 300w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px"></a><br />
MENOLAK IDE KHILAFAH<br />
Moh Mahfud MD<br />
Buktikan bahwa sistem politik dan ketatanegaraan Islam itu tidak ada. Islam itu lengkap dan sempurna, semua diatur di dalamnya, termasuk khilafah sebagai sistem pemerintahan”. Pernyataan dengan nada agak marah itu diberondongkan kepada saya oleh seorang aktivis ormas Islam asal Blitar saat saya mengisi halaqah di dalam pertemuan Muhammadiyah se-Jawa Timur ketika saya masih menjadi ketua Mahkamah Konstitusi.<br />
Saat itu, teman saya, Prof Zainuri yang juga dosen di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, mengundang saya untuk menjadi narasumber dalam forum tersebut dan saya diminta berbicara seputar ”Konstitusi bagi Umat Islam Indonesia”.<br />
Pada saat itu saya mengatakan, umat Islam Indonesia harus menerima sistem politik dan ketatanegaraan Indonesia yang berdasar Pancasila dan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Sistem negara Pancasila yang berbasis pluralisme, Bhinneka Tunggal Ika, sudah kompatibel dengan realitas keberagaman dari bangsa Indonesia.<br />
Saya mengatakan pula, di dalam sumber primer ajaran Islam, Al Quran dan Sunah Nabi Muhammad SAW, tidak ada ajaran sistem politik, ketatanegaraan, dan pemerintahan yang baku. Di dalam Islam memang ada ajaran hidup bernegara dan istilah khilafah, tetapi sistem dan strukturisasinya tidak diatur di dalam Al Quran dan Sunah, melainkan diserahkan kepada kaum Muslimin sesuai dengan tuntutan tempat dan zaman.<br />
SISTEM NEGARA PANCASILA</p>
<p>Khilafah sebagai sistem pemerintahan adalah ciptaan manusia yang isinya bisa bermacam-macam dari waktu ke waktu dan dari tempat ke tempat. Di dalam Islam tidak ada sistem ketatanegaraan dan pemerintahan yang baku.<br />
Umat Islam Indonesia boleh mempunyai sistem pemerintahan sesuai dengan kebutuhan dan realitas masyarakat Indonesia sendiri. Para ulama yang ikut mendirikan dan membangun Indonesia menyatakan, negara Pancasila merupakan pilihan final dan tidak bertentangan dengan syariah sehingga harus diterima sebagai mietsaaqon ghaliedzaa atau kesepakatan luhur bangsa.<br />
Penjelasan saya yang seperti itulah yang memicu pernyataan aktivis ormas Islam dari Blitar itu dengan meminta saya untuk bertanggung jawab dan membuktikan bahwa di dalam sumber primer Islam tidak ada sistem politik dan ketatanegaraan. Atas pernyataannya itu, saya mengajukan pernyataan balik. Saya tak perlu membuktikan apa-apa bahwa sistem pemerintahan Islam seperti khilafah itu tidak ada yang baku karena memang tidak ada.<br />
Justru yang harus membuktikan adalah orang yang mengatakan, ada sistem ketatanegaraan atau sistem politik yang baku dalam Islam. ”Kalau Saudara mengatakan bahwa ada sistem baku di dalam Islam, coba sekarang Saudara buktikan, bagaimana sistemnya dan di mana itu adanya,” kata saya.<br />
Ternyata dia tidak bisa menunjuk bagaimana sistem khilafah yang baku itu. Kepadanya saya tegaskan lagi, tidak ada dalam sumber primer Islam sistem yang baku. Semua terserah pada umatnya sesuai dengan keadaan masyarakat dan perkembangan zaman.<br />
Buktinya, di dunia Islam sendiri sistem pemerintahannya berbeda-beda. Ada yang memakai sistem mamlakah (kerajaan), ada yang memakai sistem emirat (keamiran), ada yang memakai sistem sulthaniyyah (kesultanan), ada yang memakai jumhuriyyah (republik), dan sebagainya.<br />
Bahwa di kalangan kaum Muslimin sendiri implementasi sistem pemerintahan itu berbeda-beda sudahlah menjadi bukti nyata bahwa di dalam Islam tidak ada ajaran baku tentang khilafah. Istilah fikihnya, sudah ada ijma’ sukuti (persetujuan tanpa diumumkan) di kalangan para ulama bahwa sistem pemerintahan itu bisa dibuat sendiri-sendiri asal sesuai dengan maksud syar’i (maqaashid al sya’iy).<br />
Kalaulah yang dimaksud sistem khilafah itu adalah sistem kekhalifahan yang banyak tumbuh setelah Nabi wafat, maka itu pun tidak ada sistemnya yang baku.<br />
Di antara empat khalifah rasyidah atau Khulafa’ al-Rasyidin saja sistemnya juga berbeda-beda. Tampilnya Abu Bakar sebagai khalifah memakai cara pemilihan, Umar ibn Khaththab ditunjuk oleh Abu Bakar, Utsman ibn Affan dipilih oleh formatur beranggotakan enam orang yang dibentuk oleh Umar.<br />
Begitu juga Ali ibn Abi Thalib yang keterpilihannya disusul dengan perpecahan yang melahirkan khilafah Bani Umayyah. Setelah Bani Umayyah lahir pula khilafah Bani Abbasiyah, khilafah Turki Utsmany (Ottoman) dan lain-lain yang juga berbeda-beda.<br />
Yang mana sistem khilafah yang baku? Tidak ada, kan? Yang ada hanyalah produk ijtihad yang berbeda-beda dari waktu ke waktu dan dari tempat ke tempat. Ini berbeda dengan sistem negara Pancasila yang sudah baku sampai pada pelembagaannya. Ia merupakan produk ijtihad yang dibangun berdasar realitas masyarakat Indonesia yang majemuk, sama dengan ketika Nabi membangun Negara Madinah.<br />
BERBAHAYA</p>
<p>Para pendukung sistem khilafah sering mengatakan, sistem negara Pancasila telah gagal membangun kesejahteraan dan keadilan. Kalau itu masalahnya, maka dari sejarah khilafah yang panjang dan beragam (sehingga tak jelas yang mana yang benar) itu banyak juga yang gagal dan malah kejam dan sewenang-wenang terhadap warganya sendiri.<br />
Semua sistem khilafah, selain pernah melahirkan penguasa yang bagus, sering pula melahirkan pemerintah yang korup dan sewenang-wenang.  Kalaulah dikatakan bahwa di dalam sistem khilafah ada substansi ajaran moral dan etika pemerintahan yang tinggi, maka di dalam sistem Pancasila pun ada nilai-nilai moral dan etika yang luhur. Masalahnya, kan, soal implementasi saja. Yang penting sebenarnya adalah bagaimana kita mengimplementasikannya<br />
Maaf, sejak Konferensi Internasional Hizbut Tahrir tanggal 12 Agustus 2007 di Jakarta yang menyatakan ”demokrasi haram” dan Hizbut Tahrir akan memperjuangkan berdirinya negara khilafah transnasional dari Asia Tenggara sampai Australia, saya mengatakan bahwa gerakan itu berbahaya bagi Indonesia. Kalau ide itu, misalnya, diterus-teruskan, yang terancam perpecahan bukan hanya bangsa Indonesia, melainkan juga di internal umat Islam sendiri.<br />
Mengapa? Kalau ide khilafah diterima, di internal umat Islam sendiri akan muncul banyak alternatif yang tidak jelas karena tidak ada sistemnya yang baku berdasar Al Quran dan Sunah. Situasinya bisa saling klaim kebenaran dari ide khilafah yang berbeda-beda itu. Potensi kaos sangat besar di dalamnya.<br />
Oleh karena itu, bersatu dalam keberagaman di dalam negara Pancasila yang sistemnya sudah jelas dituangkan di dalam konstitusi menjadi suatu keniscayaan bagi bangsa Indonesia. Ini yang harus diperkokoh sebagai  mietsaaqon ghaliedzaa (kesepakatan luhur) seluruh bangsa Indonesia. Para ulama dan intelektual Muslim Indonesia sudah lama menyimpulkan demikian.<br />
MOH MAHFUD MD</p>
<p>Ketua Umum Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara (APHTN-HAN); Ketua Mahkamah Konstitusi RI Periode 2008-2013.</p>
<p>________<br />
AYO, VIRALKAN TULISAN INI KE MANA-MANA DEMI MENYAMAKAN PEMAHAMAN AKAN NASIONALISME DAN MELESTARIKAN KEUTUHAN NKRI DALAM MEMPERTAHANKAN EMPAT PILAR KEBANGSAAN&#8212;PANCASILA, UUD 1945, BHINNEKA TUNGGAL IKA, DAN NKRI.<br />
#pancasila</p>
<p>#uud45</p>
<p>#bhinnekatunggalika</p>
<p>#nkri</p>
<p>#seruanmerahputih</p>
<p>#nkrihargamati</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://naweed07.wordpress.com/2017/05/28/menolak-ide-khilafah-hizbut-tahrir/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>2</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">122</post-id>
		<media:thumbnail url="https://naweed07.wordpress.com/wp-content/uploads/2019/08/demonstran-dari-hizbut-tahrir-indonesia-hti-melakukan-aksi-_160221133751-938.jpg" />
		<media:content url="https://naweed07.wordpress.com/wp-content/uploads/2019/08/demonstran-dari-hizbut-tahrir-indonesia-hti-melakukan-aksi-_160221133751-938.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">demonstran-dari-hizbut-tahrir-indonesia-hti-melakukan-aksi-_160221133751-938</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://0.gravatar.com/avatar/f11bc70cb1e7edc5240d074e01cfc90e7331b94b478ce5350c5312f54a49f02e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abunaweed</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://naweed07.wordpress.com/wp-content/uploads/2017/05/wp-1495938802272.jpeg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>​Khawarij Itu ISIS</title>
		<link>https://naweed07.wordpress.com/2016/10/09/%e2%80%8bkhawarij-itu-isis/</link>
					<comments>https://naweed07.wordpress.com/2016/10/09/%e2%80%8bkhawarij-itu-isis/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[abunaweed]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 Oct 2016 00:50:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://naweed07.wordpress.com/?p=110</guid>

					<description><![CDATA[Tubuh Abdullah bin Khabab, sahabat Nabi itu diseret kemudian disiksa hingga tewas. Belum puas, Hubla istri Abdullah mengalami nasib lebih &#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span id="img_container_1477218146218" class="img_container"></span><a href="https://naweed07.wordpress.com/wp-content/uploads/2016/10/wp-1477218145895.png"><img data-attachment-id="113" data-permalink="https://naweed07.wordpress.com/2016/10/09/%e2%80%8bkhawarij-itu-isis/wp-1477218145895-png/" data-orig-file="https://naweed07.wordpress.com/wp-content/uploads/2016/10/wp-1477218145895.png" data-orig-size="500,500" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}" data-image-title="wp-1477218145895.png" data-image-description="" data-image-caption="" data-medium-file="https://naweed07.wordpress.com/wp-content/uploads/2016/10/wp-1477218145895.png?w=300" data-large-file="https://naweed07.wordpress.com/wp-content/uploads/2016/10/wp-1477218145895.png?w=500"   alt="" src="https://naweed07.wordpress.com/wp-content/uploads/2016/10/wp-1477218145895.png?w=672" title="Crisis " class="alignnone size-full wp-image-113" srcset="https://naweed07.wordpress.com/wp-content/uploads/2016/10/wp-1477218145895.png 500w, https://naweed07.wordpress.com/wp-content/uploads/2016/10/wp-1477218145895.png?w=150&amp;h=150 150w, https://naweed07.wordpress.com/wp-content/uploads/2016/10/wp-1477218145895.png?w=300&amp;h=300 300w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px"></a><br />
Tubuh Abdullah bin Khabab, sahabat Nabi itu diseret kemudian disiksa hingga tewas. Belum puas, Hubla istri Abdullah mengalami nasib lebih tragis. Perutnya dibelah dan isinya dikeluarkan. </p>
<p>Keluarganya dari anak anak hingga orang tua juga di bantai tidak tersisa.Begitulah cerita yang saya kutip dari Dr. Mustafa Murad, guru besar ahlussunah universitas Al-Azhar. Pelaku sadis tersebut adalah Khawarij, kaum pembangkang dijaman pemerintahan Imam Ali, sepupu dan sahabat Nabi Muhammad. </p>
<p>Peristiwa memilukan itu lalu menjadi alasan sahih bagi Imam Ali untuk memulai operasi militer menumpas Khawarij.Sesaat sebelum perang melawan pembangkang khawarij di Nahrawan meletus, Imam Ali mengutus sahabat besar Nabi Muhammad, Abdullah bin Abbas untuk berdialog dan menyelidiki keadaan mereka.  </p>
<p>Mari kita dengarkan penjelasan Abdullah bin Abbas tentang ciri-ciri Khawarij, “Mereka adalah kaum yang menakjubkan dalam hal ibadah. Tampak bekas-bekas sujud di dahi mereka. Siang hari mereka berpuasa dan malam hari diisi dengan tahajjud dan membaca al-Quran. Mereka adalah qori dan kaum penghafal al-Quran. Tubuh mereka kurus dan pucat karena banyak berpuasa. Pakaian mereka tampak kasar dan menjauhi dunia. </p>
<p>Mungkinkah mereka tersesat?”Ketika mendengar penjelasan ibnu Abbas, sambil memandang kejauhan, Imam Ali menjawab : “Wahai Ibnu Abbas, seandainya tidak ada aku (setelah Rasulullah), maka tidak ada seorangpun yang sanggup dan yakin melawan mereka. Tapi cukuplah sebagai bukti kebenaranku, bahwa esok setelah peperangan, tidak lebih 10 orang dari mereka yang masih hidup, dan tidak lebih dari 10 orang pasukanku yang binasa.”Ucapan Imam Ali terbukti. <br />
Setelah perang, hanya 7 orang pasukan Ali yang binasa dan hanya 9 orang pasukan Khawarijyang hidup.Jauh sebelum Perang Nahwaran terjadi, Rasulullah Saw sudah meramalkan kedatangan mereka. Dahulu, di jaman Nabi di Madinah, ada seorang yang jika sholat, dia sudah datang sebelum sahabat nabi datang. Dan masih sholat, saat sahabat Nabi pulang.Kagum atas ibadah orang ini, sahabat Nabi menceritakan kepada Nabi. </p>
<p>Ketika Nabi melihatnya, Nabi berkata, “Aku seperti melihat bekas tamparan setan diwajahnya.”Lalu Nabi mendatangi orang tersebut dan bertanya,”Apakah waktu kamu sholat, kamu merasa tidak ada yang lebih baik dari dirimu?”“Benar, “ jawab orang tersebut, sambil masuk ke mesjid.<br />
Nabi Muhammad lalu berkata kepada sahabatnya,”Kelak akan muncul kaum dari keturunan orang tersebut. Bacaan al-Quran kamu tidak ada nilainya dibandingkan bacaan mereka, dan sholat kamu tidak ada nilainya dibandingkan sholat mereka, dan puasa kamu tidak ada artinya dibandingkan puasa mereka.<br />
Mereka membaca al-Quran sehingga kamu akan menyangka bahwasanya al-Quran itu milik mereka saja, padahal sebenarnya al-Quran itu akan melaknat mereka. </p>
<p>Umatku akan menderita di tangan mereka. Merekalah seburuk-buruknya manusia. Jika aku hidup saat itu, aku akan bangkit melawan mereka. (Shahih Bukhari Muslim).<br />
 <br />
Jadi, manusia paling buruk dimuka bumi, menurut Nabi Muhammad, ternyata bukanlah kaum pagan, atau kaum musyrik, atau kaum penyembah berhala atau ateis. Ternyata manusia yang paling buruk menurut Nabi, adalah mereka yang justru menjadi ahli ibadah, ahli sujud, ahli al-Quran dan ahli puasa tetapi merasa paling baik dan merasa paling menjalankan syariah Islam. <br />
Mereka menganggap sholat kita tidak sebanding dengan sholat mereka,puasa kita dipandang tidak ada apa-apanya dibandingkan puasa mereka tetapi saat bersamaan mereka mengkafirkan siapapun yang tidak sependapat dengan mereka. Selain itu, mereka berani menumpahkan darah siapapun yang beroposisi dengan mereka.</p>
<p>Maka jika Anda melihat orang besorban dan berjidat hitam karena banyak sujud, maka Anda jangan kagum terlebih dahulu. Perhatikan, apakah dia mudah mengkafirkan orang lain atau merasa kelompoknya yg paling baik? <br />
Jika jawabannya iya, bisa jadi orang tersebut sudah terjangkit virus Khawarij. Mereka adalah manusia yang paling buruk.Kaum yang merasa paling suci dan paling baik inilah yang diperangi Imam Ali di Nahrawan.Mereka memang ditumpas habis oleh Imam Ali, tapi embrio Khawarij abadi.1400 tahun setelah tertumpasnya Khawarij di Nahwaran, kaum yang paling merasa suci sehingga merasa memiliki hak untuk membunuh siapapun ini, muncul tepat dijantung Timur Tengah. <br />
Mereka muncul dalam bentuknya yang paling bengis. ISIS.Daulah Islam Iraq dan Suriah, lahir dari rahim al-Qaeda, dan kini organisasi teroris ini meluluh lantakkan Suriah dan Irak. <br />
Mereka menggunakan nama Islam hanya untuk membohongi manusia.</p>
<p>Suriah yang awalnya damai, negeri yang indah yang dihuni berbagai agama, negeri harmonis dimana Anda dapat menyaksikan Muslim Sunni duduk bersama Muslim Syiah, seorang Muslim bahu membahu dengan Kristen, sebuah masjid berdampingan gereja, kini luluh lantak diterjang kekerasan memilukan.ISIS hampir melakukan semua kejahatan dan kebengisan yang hanya ada di abad-abad pertengahan.<br />
 Mereka bukan hanya membunuh tawanan yang sudah menyerah bahkan mengeksekusi-nya di depan wanita dan anak-anak. Mereka juga menyembelih, menyiksa dan memutilasi mayat, menyalib pendeta dan para ulama, merusak masjid dan gereja.<br />
Para korban bukan hanya kombatan, bahkan orang tua berusia lebih dari 100 tahun, wanita dan anak-anak juga menjadi target mereka. Perbuatan bengis ini melanggar prinsip-prinsip Islam yang palingdasar. Mereka berniat mendirikan Negara Islam justru dengan melanggar syariat Islam.</p>
<p>Membunuh orang tua, wanita dan anak-anak, merusak masjid dan gereja — dilarang keras dalam Islam. Bahkan dalam kondisi perang sekalipun.Tidak heran jika Syaikh Ali Jumuah, ulama besar al-Azhar berkata: “Takfiri (kaum yang suka mengkafirkan) adalah musuh kemanusiaan. </p>
<p>Perang berkepanjangan di Afghanistan seharusnya menjadi pelajaran. Takfiri Wahabi melakukan kerusakan di desa, kota dan lingkungan sekitarnya. Hal yang bahkan tidak dilakukan Uni Soviet sekalipun. Dimana Afghanistan sekarang? Berikan satu hari saja dimana tidak terjadi pembunuhan di Afghanistan karena ulah Takfiri.”</p>
<p>Maret 2014, Indonesia tiba-tiba dikejutkan oleh demonstrasi pendukung ISIS di Monas. Ratusan orang berdemontrasi membaiat ISIS sambil mengutuk demokrasi. Jumlah mereka kecil tapi teriakan mereka keras. Jika mereka diberangus, mereka teriak-teriak HAM. Dengan membaiat ISIS, sama artinya mereka tidak mengakui Pancasila dan NKRI.</p>
<p> Bahkan baru-baru ini mereka membuat onar di Solo. Sambil mengusung bendera hitam al-Qaeda, mereka mengobrak abrik pertunjukkan musik.Apakah pemerintah harus menunggu ISIS membesar untuk menyadari kebengisan mereka? Jika ya, maka akan tiba saatnya ketika kebiadaban itu hadir di depan pintu rumah kita, <i>Naudzu billah min dzalik. </i></p>
<p>Note: Artikel diatas diambil dari broadcast group whatsapp dengan penulisan anonim. Dengan tanpa mengurangi rasa terimakasih kami kepada penulis asli, kami posting disini tanpa nama penulis. </p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://naweed07.wordpress.com/2016/10/09/%e2%80%8bkhawarij-itu-isis/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">110</post-id>
		<media:thumbnail url="https://naweed07.wordpress.com/wp-content/uploads/2016/10/wp-1477218145895.png" />
		<media:content url="https://naweed07.wordpress.com/wp-content/uploads/2016/10/wp-1477218145895.png" medium="image">
			<media:title type="html">wp-1477218145895.png</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://0.gravatar.com/avatar/f11bc70cb1e7edc5240d074e01cfc90e7331b94b478ce5350c5312f54a49f02e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abunaweed</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://naweed07.wordpress.com/wp-content/uploads/2016/10/wp-1477218145895.png" medium="image">
			<media:title type="html">Crisis </media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cikeusik JanganTerlupakan</title>
		<link>https://naweed07.wordpress.com/2014/02/06/cikeusik-janganterlupakan/</link>
					<comments>https://naweed07.wordpress.com/2014/02/06/cikeusik-janganterlupakan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[abunaweed]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Feb 2014 09:54:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://naweed07.wordpress.com/?p=107</guid>

					<description><![CDATA[OPINI &#124; 03 February 2014 &#124; 23:35 Tepat 3 tahun lalu, 6 Februari 2011 peristiwa Cikeusik terjadi. Tiga orang Ahmadi &#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span id="img_container_1477218352985" class="img_container"></span><span id="img_container_1477218379127" class="img_container"></span></p>
<p dir="ltr"><a href="https://naweed07.wordpress.com/wp-content/uploads/2016/10/wp-1477218379063.jpeg"><img data-attachment-id="116" data-permalink="https://naweed07.wordpress.com/2014/02/06/cikeusik-janganterlupakan/wp-1477218379063-jpeg/" data-orig-file="https://naweed07.wordpress.com/wp-content/uploads/2016/10/wp-1477218379063.jpeg" data-orig-size="304,171" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}" data-image-title="wp-1477218379063.jpeg" data-image-description="" data-image-caption="" data-medium-file="https://naweed07.wordpress.com/wp-content/uploads/2016/10/wp-1477218379063.jpeg?w=300" data-large-file="https://naweed07.wordpress.com/wp-content/uploads/2016/10/wp-1477218379063.jpeg?w=304" src="https://naweed07.wordpress.com/wp-content/uploads/2016/10/wp-1477218379063.jpeg?w=672" alt="" class="wp-image-116 alignnone size-full"   srcset="https://naweed07.wordpress.com/wp-content/uploads/2016/10/wp-1477218379063.jpeg 304w, https://naweed07.wordpress.com/wp-content/uploads/2016/10/wp-1477218379063.jpeg?w=150&amp;h=84 150w, https://naweed07.wordpress.com/wp-content/uploads/2016/10/wp-1477218379063.jpeg?w=300&amp;h=169 300w" sizes="(max-width: 304px) 100vw, 304px"></a></p>
<p dir="ltr">OPINI | 03 February 2014 | 23:35
</p>
<p dir="ltr">Tepat 3 tahun lalu, 6 Februari 2011 peristiwa Cikeusik terjadi. Tiga orang Ahmadi gugur mempersembahkan nyawa mereka demi tegakknya kejayaan Ahmadiyah dan Islam. Merekalah, seperti dijuluki Khalifatul Al-Khamis, “Bintang-Bintang bercahaya di cakrawala Ahmadiyah.” Dari sudut duniawi, kematian seseorang sepertinya merupakan sebuah musibah dan kehilangan yang besar. Musuh-musuh Jema’at Ilahi merasa menang telah membunuh tunas-tunas Jema’at, dan menyangka aktivitas Jema’at akan terhenti dengan hilangnya tunas-tunas ini. Namun, dari sudut pandang ruhani, kematian, apalagi dengan derajat Syahid adalah justru pupuk yang menyuburkan pohon Jema’at Ilahi.</p>
<p dir="ltr">Tengoklah sejarah ! Tidakkah kita belajar dari Sejarah ! “Kataballahu la-aghlibanna ana wa rusuli innallaha qawiyyun ‘aziiz” Allah Ta’ala telah memutuskan; Aku dan Rasul-rasul-Ku pasti akan menang, sesungguhnya Allah Maha Kuat, Maha Perkasa.” (Al-Mujadalah, 58:22).</p>
<p dir="ltr">Adakah para Utusan Tuhan dan Jema’atnya mengalami kekalahan? Adakah para Nabi atau Rasul gagal dan kandas mengemban misi-Nya ? Dari rekaman sejarahlah kita tahu, justru merekalah, para penentang Nabi dan Rasul-Nya yang mengalami kepunahan. Sayangnya, manusia tidak pernah memetik hikmah dari sejarah. Seperti ungkap filsuf Jerman, Hegel, “Sejarah menunjukkan kepada kita, bahwa manusia tidak pernah belajar dari sejarah.”</p>
<p dir="ltr">Seakan mempertegas klaim sejarah, dalam bukunya, Penumpahan Darah Atas Nama Agama, Khalifatul Masih IV, Hadhrat Mirza Thahir Ahmad r.h. menulis, “Seratus dua puluh empat ribu nabi menjadi saksi bahwa seratus dua puluh empat ribu kali musuh-musuh mereka telah bangkit untuk memaksa mereka untuk meninggalkan kepercayaan mereka dengan pedang, tetapi tiap kali pedang itu mengalami kegagalan. Tangan-tangan yang memegang pedang itu menjadi tak berdaya dan pedang-pedang itu sendiri menjadi patah, serta di bawah naungan mereka agama itu terus mekar berkembang dan berbuah tanpa ketakutan.”</p>
<p dir="ltr">Penulis: Ahmad Reza</p>
<p>Sumber: rajapena.org/cikeusik-jangan-terlupa/</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://naweed07.wordpress.com/2014/02/06/cikeusik-janganterlupakan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">107</post-id>
		<media:thumbnail url="https://naweed07.wordpress.com/wp-content/uploads/2016/10/wp-1477218379063.jpeg" />
		<media:content url="https://naweed07.wordpress.com/wp-content/uploads/2016/10/wp-1477218379063.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">wp-1477218379063.jpeg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://0.gravatar.com/avatar/f11bc70cb1e7edc5240d074e01cfc90e7331b94b478ce5350c5312f54a49f02e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abunaweed</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://naweed07.wordpress.com/wp-content/uploads/2016/10/wp-1477218379063.jpeg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Jihad Ahmadiyah</title>
		<link>https://naweed07.wordpress.com/2011/02/14/jihad-ahmadiyah/</link>
					<comments>https://naweed07.wordpress.com/2011/02/14/jihad-ahmadiyah/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[abunaweed]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Feb 2011 02:29:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Makna Jihad]]></category>
		<category><![CDATA[Akidah]]></category>
		<category><![CDATA[Cikeusik]]></category>
		<category><![CDATA[Jihad]]></category>
		<category><![CDATA[Kekerasan]]></category>
		<category><![CDATA[Syahid]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://naweed07.wordpress.com/?p=93</guid>

					<description><![CDATA[Friday, February 11, 2011 Inilah Jihad Kami Jika semua yang kami lakukan dalam membela hak kami ini lantas membuat mereka &#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Friday, February 11, 2011<br />
Inilah Jihad Kami</p>
<p>Jika semua yang kami lakukan dalam membela hak kami ini lantas membuat mereka berang, maka kami katakan kami tidak akan mundur. Jika semua yang kami lakukan dalam mempertahankan keyakinan kami membuat mereka beringas, maka kami katakan pada mereka bahwa kami tidak akan takut. Meskipun nyawa taruhannya, kami tidak akan surut.</p>
<p>Inilah perjuangan kami, inilah JIHAD kami.</p>
<p>Yang mulia Rasulullah saw. Mengajarkan kepada kami bahwa mati membela hak dan kebenaran adalah mati syahid yang ganjarannya adalah syurga. Sebagaimana diriwayatkan dari Abdullah bin Amr ra. : Aku pernah mendengar Nabi Muhammad Saw bersabda, &#8220;Orang yang mati karena mempertahankan harta miliknya adalah syahid&#8221; (HR. Bukhari).</p>
<p><span id="more-93"></span></p>
<p>Inilah jihad kami. Tidak dengan menyerang dan merusak rumah orang lain, tempat ibadah orang lain, menganiaya orang lain atau bahkan menghilangkan nyawanya. Meskipun mereka adalah musuh sekalipun. Itulah yang diajarkan oleh Junjungan kami yang mulia nabi Muhammad saw.. Jihad kami adalah memperjuangkan islam yang damai dan tanpa kekerasan yang telah memikat jutaan hati manusia dari masa ke masa semenjak kedatangan manusia terbaik, Nabi Muhammad Mustafa saw.</p>
<p>Anda katakan agar kami kembali ke jalan yang benar. Lalu jalan mana yang anda maksud? Islam seperti apa yang harus kami ikuti? Apakah kami harus ikut seperti mereka para penyerang itu? Kami jelas menolak. Moto kami “Love for all, hatred for none” yakni “Cinta untuk semua, tiada kebencian untuk seorang pun.” Sungguh sangat mustahil bagi kami menukarkannya dengan jalan kekerasan yang mereka tunjukkan, yang membuat wajah islam beserta pendirinya menjadi sasaran ejekan dan cemooh dari umat-umat lain. Sungguh mustahil meskipun harus dibayar dengan nyawa kami sendiri.</p>
<p>Anda katakan kami telah menistakan agama, menodai agama. Lalu bagaimana dengan para penyerang yang dikatakan oleh semua orang sebagai tidak sesuai dengan ajaran islam? Tidakkah mereka jauh lebih menodai kesucian ajaran agama ini? Tidakkah mereka telah menistakan agama ini dihadapan semua pengikut agama lain? Tidakkah mereka jauh lebih perlu untuk diluruskan?</p>
<p>Akidah kami adalah “Love for all, hatred for none.” Dan sungguh kami tidak keberatan jika kami dikatakan kafir dan murtad karena berpegang teguh kepada ajaran Islam yang damai seperti itu. Anda tidak perlu khawatir akan aksi balas dendam dari kami. Bukan karena kami minoritas, karena jumlah kami tidak pula sedikit, melainkan karena prinsip cinta damai kami yang sangat teguh kami pegang. Kami akan membalas semua kekejian dan kezaliman hanya dengan jalan kesabaran dan do’a. Jika kalian para penyerang hendak takut, maka takutlah dengan do’a kami yang terzalimi!</p>
<p>Keyakinan kami adalah mengikuti petunjuk yang mulia nabi Muhammad saw. bahwa di akhir zaman akan datang nabi Isa dan Imam Mahdi yang wajib diikuti oleh semua umat. Jika kami dikatakan kafir dan murtad karena mengikuti petunjuk baginda nabi saw. tersebut, sungguh kami ikhlas dan ridlo. Dan akan kami pertahankan jalan yang telah kami pilih ini, meskipun nyawa kami menjadi taruhannya.</p>
<p>Inilah jihad kami, inilah perjuangan kami.</p>
<p>Bogor, 11 Februari 2011</p>
<p>Catatan:Tulisan diatas merupakan sebuah manifesto pribadi dari seorang muslim Ahmadiyah berkenaan dengan insiden berdarah “Tragedi Cikeusik”.</p>
<p>Diposting oleh Abu Naweed at 3:58 AM</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://naweed07.wordpress.com/2011/02/14/jihad-ahmadiyah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">93</post-id>
		<media:thumbnail url="https://naweed07.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/02/our-jihad-is-of-love-mercy-amp-compassion-1-638.jpg" />
		<media:content url="https://naweed07.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/02/our-jihad-is-of-love-mercy-amp-compassion-1-638.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">our-jihad-is-of-love-mercy-amp-compassion-1-638</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://0.gravatar.com/avatar/f11bc70cb1e7edc5240d074e01cfc90e7331b94b478ce5350c5312f54a49f02e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abunaweed</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mati Syahid dan Pemahaman Imporan</title>
		<link>https://naweed07.wordpress.com/2009/11/09/mati-syahid-dan-pemahaman-imporan/</link>
					<comments>https://naweed07.wordpress.com/2009/11/09/mati-syahid-dan-pemahaman-imporan/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[abunaweed]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 07:15:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Makna Jihad]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Impor]]></category>
		<category><![CDATA[Jihad]]></category>
		<category><![CDATA[Mustofa Bisri]]></category>
		<category><![CDATA[Suharto]]></category>
		<category><![CDATA[Syahid]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://naweed07.wordpress.com/2009/11/09/mati-syahid-dan-pemahaman-imporan/</guid>

					<description><![CDATA[Oleh: A. Mustofa Bisri http://www.Gusmus.net Kesukaan meniru atau ‘mengimpor’ sesuatu dari luar negeri mungkin sudah menjadi bawaan setiap bangsa dari &#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: A. Mustofa Bisri<br />
<a href="http://www.Gusmus.net" rel="nofollow">http://www.Gusmus.net</a></p>
<p>Kesukaan meniru atau ‘mengimpor’ sesuatu dari luar negeri mungkin sudah menjadi bawaan setiap bangsa dari negeri berkembang; bukan khas bangsa kita saja. Pokoknya asal datang dari luar negeri. Seolah-olah semua yang dari luar negeri pasti hebat. Tapi barangkali karena terlalu lama dijajah, bangsa kita rasanya memang keterlaluan bila meniru dari bangsa luar.</p>
<p>Sering hanya asal meniru; taklid buta, tanpa mempertimbangkan lebih jauh, termasuk kepatutannya dengan diri sendiri. Ingat, saat orang kita meniru mode pakaian, misalnya. Tidak peduli tubuh kerempeng atau gendut, pendek atau jangkung; semuanya memakai rok span atau celana cutbrai, meniru bintang atau peragawati luar negeri.</p>
<p><span id="more-87"></span>Pada waktu pak Harto dan orde barunya ingin membangun ekonomi, sepertinya juga asal meniru negara maju; tanpa melihat jatidiri bangsa ini sendiri yang pancasilais (Padahal waktu itu ada yang namanya P4). Maka, meski tanpa ‘kapital’, selama lebih 30 tahun negeri kita seperti negeri kapitalis dan akibatnya, bangsa kita pun bahkan sampai sekarang sulit untuk tidak disebut bangsa yang materialistis.</p>
<p>Nah, ketika ada tren baru dari luar negeri yang berkaitan dengan keagamaan pun banyak diantara kita yang taklid buta. Kalau taklid soal mode, madzhabnya Amerika dan Eropa; soal tari dan nyanyi banyak yang berkiblat ke India; maka dalam tren keagamaan ini, agaknya banyak yang bertaklid kepada madzhab Timur Tengah, Iran, atau Afghanistan.</p>
<p>Seperti pentaklidan tren baru dari luar negeri yang selalu dimulai dari kota dan baru kemudian menjalar ke desa-desa, demikian pula tren yang berkaitan dengan keagamaan ini. Seperti takjubnya sementara orang kota terhadap tren mode dari luar negeri &#8211;atau takjubnya sementara orang desa terhadap tren mode dari kota&#8211; dan langsung mengikutinya, orang-orang Islam kota atau mereka yang punya persinggungan dengan luar negeri, agaknya juga banyak yang demikian. Mereka melihat dan takjub melihat keberagamaan yang dari luar negeri yang sama sekali lain dengan yang selama ini dianut orang-orang tua mereka disini. Maka, seperti halnya orang-orang yang mengikuti mode baru dari luar negeri, mereka ini pun bangga dengan model keberagamaan baru mereka. Termasuk kecenderungan merendahkan orang yang tidak mengikuti ‘tren baru’ mereka itu.</p>
<p>Karena taklid buta, karena asal meniru tanpa mempertimbangkan lebih jauh, sering kali lucu dan sekaligus memprihatinkan. Ambil contoh misalnya soal jihad. Ada beberapa orang yang hanya melihat perjuangan bangsa Palestina dan Afghanistan, misalnya, yang berjihad &#8211;seperti kita dulu ketika melawan kolonialis Belanda&#8211; dengan segala cara; termasuk mengorbankan nyawa sendiri. Lalu mereka ikutan melawan musuhnya Palestina dan Afghanistan di sini dengan cara yang sama. Mereka lupa bahwa jihad seperti yang dilakukan dan diajarkan Rasulullah SAW ada aturan dan etikanya.</p>
<p>Orang Palestina yang melakukan bom bunuh diri untuk melawan kolonialis Israel, bila terbunuh bisa disebut syahid. Dalam hadis riwayat imam Ahmad dari Sa’ied Ibn Zaid, disebutkan bahwa orang yang terbunuh membela haknya atau keluarganya atau agamanya, adalah syahid. Orang yang mati syahid , seperti disebutkan dalam beberapa hadis, berhak mendapatkan enam anugerah: 1. Diampuni dosanya sejak tetes darahnya yang pertama; 2. Bisa melihat tempatnya di sorga; 3. Dihiasi dengan perhiasan iman; 4. Dikawinkan dengan bidadari; 5. Dijauhkan dari siksa kubur; 6. Dan aman dari kengerian Yaumil Faza’il akbar .</p>
<p>Tapi orang yang melakukan bom bunuh diri di Indonsia yang tidak sedang berperang melawan siapa-siapa dan mayoritas penduduknya beragama Islam, jelas namanya bunuh diri biasa yang dilarang oleh Allah SWT, ditambah tindakan kriminalitas luar biasa: membuat kerusakan. Banyak sekali ayat Al-Quran yang menunjukkan dilarangnya berbuat kerusakan di muka bumi. Dalam perang melawan orang-orang kafir sekali pun, ada batasan-batasannya; misalnya tidak boleh membunuh perempuan dan anak-anak, merusak lingkungan, dsb.</p>
<p>Allah berfirman: “Walaa taqtuluu anfusakum..” (Q. 4. An-Nisaa: 29). “Dan janganlah kamu membunuh dirimu..” Menurut para mufassir, larangan membunuh diri ini termasuk juga membunuh orang lain; karena membunuh orang lain termasuk membunuh diri sendiri, sebab umat merupakan satu kesatuan. Larangan ini sangat jelas sekali. Orang yang membunuh dirinya sendiri dan sekaligus orang-orang lain yang tidak berdosa, jelas sangat jauh untuk dapat disebut syahid? Sungguh keterlaluan mereka yang mencekokkan doktrin yang jelas-jelas bertentangan dengan ajaran Al-Quran dan sunnah Rasulullah SAW. Apalagi hanya karena taklid buta terhadap tren dari luar negeri . Dan sungguh naïf mereka yang –mengaku umat Muhammad&#8211; dengan mudah terpikat hanya oleh iming-iming bidadari, hingga mengabaikan akal sehat dan tega menghancurkan nilai agung kemanusiaan yang ditegakkan Rasulullah SAW.<br />
Wallahu a’lam.</p>
<p>Original page: <a href="http://www.gusmus.net/page.php?mod=dinamis&amp;sub=2&amp;id=1062">http://www.gusmus.net</a></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://naweed07.wordpress.com/2009/11/09/mati-syahid-dan-pemahaman-imporan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">87</post-id>
		<media:thumbnail url="https://naweed07.wordpress.com/wp-content/uploads/2009/11/jihad_gif.jpg" />
		<media:content url="https://naweed07.wordpress.com/wp-content/uploads/2009/11/jihad_gif.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Jihad_gif</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://0.gravatar.com/avatar/f11bc70cb1e7edc5240d074e01cfc90e7331b94b478ce5350c5312f54a49f02e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abunaweed</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Amrozi cs, Mati Syahidkah?</title>
		<link>https://naweed07.wordpress.com/2009/11/01/amrozi-cs-mati-syahidkah/</link>
					<comments>https://naweed07.wordpress.com/2009/11/01/amrozi-cs-mati-syahidkah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[abunaweed]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Nov 2009 08:21:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Jihad]]></category>
		<category><![CDATA[Makna Jihad]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[Akidah]]></category>
		<category><![CDATA[Amrozi Cs]]></category>
		<category><![CDATA[fatwa ulama]]></category>
		<category><![CDATA[ideologi]]></category>
		<category><![CDATA[Konsep Jihad]]></category>
		<category><![CDATA[Radikalisme]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://naweed07.wordpress.com/?p=85</guid>

					<description><![CDATA[Jihadbukankenistaan.com Fatwa Alim Besar Kota Madinah, Syaikh ‘Ubaid bin Abdillah Al-Jabiry –semoga Allah menjaga beliau- Soal: Syaikh yang mulia, beberapa &#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em>Jihadbukankenistaan.com</em></p>
<p>Fatwa Alim Besar Kota Madinah, Syaikh ‘Ubaid bin Abdillah Al-Jabiry –semoga Allah menjaga beliau-</p>
<p>Soal:</p>
<p>Syaikh yang mulia, beberapa hari yang lalu telah dijalankan hukuman eksekusi terhadap orang-orang yang melakukan peledakan di kota Bali, Indonesia, enam tahun silam. Telah terjadi fitnah setelahnya terhadap banyak manusia, dimana penguburan jenazah mereka dihadiri oleh sejumlah manusia yang sangat banyak. Mereka juga memastikan pelbagai kabar gembira tentang jenazah yang telah dieksekusi tersebut berupa, senyuman di wajah mereka setelah eksekusi, wewangian harum yang tercium dari jenazah mereka, dan selainnya. Mereka mengatakan pula bahwa itu adalah tanda mati syahid, dan perbedaan antara hak dan batil pada hari penguburan jenazah. Apakah ada nasihat bagi kaum muslimin secara umum di negeri kami? wa Jazâkumulâhu Khairan.</p>
<p>Jawab:<br />
<span id="more-85"></span><br />
Bismillahirrahmanirrahim,</p>
<p>الحمد لله رب العالمين ، والعاقبة للمتقين ، ولا عدوان إلا على الظالمين ، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له ، الملك الحق المبين ، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله سيد ولد آدم أجمعين ، صلى الله عليه وعلى آله وأصحابه الطيبين الطاهرين ، وسلم تسليما كثيرا على مر الأيام والليالي والشهور والسنين .</p>
<p>‘Amma Ba’du,</p>
<p>Bukanlah suatu hal yang aneh pada kalangan awam dan mereka yang tidak memiliki pemahaman terhadap As-Sunnah akan terjadi pada mereka seperti yang tersebut dalam pertanyaan, saat mereka mengiringi jenazah (para pelaku pengeboman) yang dieksekusi oleh pemerintah Indonesia. Orang-orang tersebut dieksekusi, lantaran perbuatan mereka menghilangkan harta benda dan nyawa, (dan ini) adalah perbuatan kaum Khawarij yang mengkafirkan kaum muslimin karena dosa, baik dilakukan oleh pemerintah maupun rakyat.</p>
<p>Siapa yang memahami As-Sunnah, maka ia akan mengetahui bahwa eksekusi yang dilakukan oleh pemerintah terhadap mereka adalah perkara yang sangat tepat dan kebenaran semata.</p>
<p>Siapa yang mengetahui sejarah kaum Khawarij semenjak masa shahabat dan sepanjang perguliran masa ke masa, maka akan nampak baginya bahwa apa yang telah dilakukan oleh orang-orang yang dieksekusi itu adalah perbuatan khurûj (pembangkangan, kudeta) terhadap pemerintah muslim dan pelanggaran terhadap pelbagai kehormatan, berupa nyawa yang terjaga dan harta. Bahkan perbuatan kaum Khawarij pada hari ini adalah bentuk dari perbuatan kaum bathiniyah.</p>
<p>Di antara perbuatan kaum bathiniyah adalah, beberapa masa yang lalu mereka menduduki Baitul Haram dan menumpahkan darah-darah yang terjaga serta mengambil Hajar Aswad, sehingga menghilang dari kaum muslimin sekian lama, sebab mereka membawanya ke Baghdad atau tempat lain –sebagaimana yang diberitakan-.</p>
<p>Berikut ini adalah nasihat dariku kepada saudara-saudaraku dan anak-anakku, yaitu kaum muslimin di Indonesia –semoga Allah menjaga negara mereka dan negara kami dari setiap keburukan dan kejelekan- dalam dua hal:</p>
<p>Pertama, tentang keterangan yang ditunjukkan oleh hadits-hadits yang mutawatir dari Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam tentang celaan terhadap kaum Khawarij sepanjang masa, abad dan tahun –selama-lamanya-, serta cercaan dan kemurkaan atas mereka.</p>
<p>Beliau menggelari mereka bahwa “Mereka adalah anjing-anjing neraka”, “Mereka adalah orang-orang bodoh yang baru tumbuh” dan “Mereka berbicara dari ucapan manusia terbaik, akan tetapi mereka keluar dari Islam seperti tembusnya anak panah dari buruannya.”</p>
<p>Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam (juga) memerintahkan untuk membunuh dan memerangi mereka. Beliau bersabda, “Mereka adalah seburuk-buruk makhluk dan yang paling buruk tabiatnya”, “Mayat mereka adalah seburuk-buruk mayat di kolong langit”, “Berbahagialah orang yang membunuh mereka dan dibunuh oleh mereka”, “Kalau aku dapati mereka, niscaya aku akan binasakan mereka seperti binasanya kaum ‘Ad dan Iram”.</p>
<p>Beliau shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Saat terjadinya perpecahan di antara kaum muslimin, akan keluarlah di antara mereka mâriqah[1] yang akan diperangi oleh kelompok yang paling dekat dengan kebenaran, kemudian kelompok yang berada di atas kebenaran tersebut dapat membasmi mereka.”</p>
<p>Benarlah sabda beliau ini. Penduduk Nahrawan di Irak melakukan pemberontakan terhadap pemerintahan ‘Ali radhiyallâhu ‘anhu. Perang terhadap mereka saat itu di bawah pimpinan ‘Ali radhiyallâhu ‘anhu bersama para tokoh Islam dari kalangan shahabat dan tabi’in.</p>
<p>‘Ali dan para shahabatnya radhiyallâhu ‘anhum (berada di atas) kebenaran dalam memerangi kaum Khawarij, sebagaimana faksinya lebih dekat kepada kebenaran dari faksi Mu’awiyah dan para shahabatnya radhiyallâhu ‘anhum.</p>
<p>Kedua, wajib atas setiap muslim untuk membenci kaum Khawarij, dan membantu pihak berwajib untuk membongkar kedok mereka. Sebab, menutupi dan tidak menunjukkan markas dan (kamp) konsentrasi mereka adalah membantu mereka dalam dosa dan permusuhan. Tidak bisa terlepas tanggung jawab seorang muslim yang mengetahui rencana dari perencanaan yang membahayakan ahlul Islam berupa pembunuhan jiwa, baik yang terjaga dengan Islam karena sebagai pemeluknya, atau terjaga dengan Islam karena hubungan perjanjian. Yang kami maksud dengan terjaga dengan Islam karena perjanjian adalah kaum kuffar yang tinggal di tengah-tengah kaum muslimin, baik sebagai pekerja atau penduduk. Mereka mendapatkan perlindungan, perjanjian dan keamanan dari pemerintah yang muslim.</p>
<p>Jangan bersimpati kepada mereka dengan melakukan demonstrasi, keluar ke jalan-jalan (membentuk) konsentrasi massa, atau penghujatan di media massa , baik koran, radio, televisi atau selainnya.</p>
<p>Tidak ada yang menggelari mereka dengan syuhada (orang yang mati syahid), kecuali dua jenis manusia:</p>
<p>Pertama, orang bodoh yang tidak memiliki pemahaman terhadap As-Sunnah yang dapat membedakan antara petunjuk dan kesesatan, antara hak dan batil, dan antara sunnah dan bid’ah.</p>
<p>Kedua, Pengekor hawa nafsu dan orang-orang sesat yang menyimpang dari As-Sunnah. Mereka melakukan demontrasi, penghujatan, konsentrasi massa, dan memuji kaum Khawarij yang menyimpang tersebut.</p>
<p>Di antara upaya mereka untuk memuji mereka adalah menyebutkan karamah –sebagaimana tersebut dalam pertanyaan-. Ini termasuk kedustaan, kebohongan, bahan tertawaan manusia, anjuran terhadap bid’ah, menyebarkan kesesatan, membungkam As-Sunnah dan mengangkat bid’ah serta membantu para pelakunya.</p>
<p>Mereka tidak diterima persaksiannya, sebab mereka adalah musuh Ahlus Sunnah. Di antara prinsip dasar dan pokok orang-orang tersebut adalah bolehnya berdusta dalam membela mereka dan membantu penyebaran kebatilan mereka.</p>
<p>Hati-hati dan berhati-hatilah, wahai kaum muslimin dan muslimah, saudara dan saudari kami serta anak-anak kami di Indonesia, untuk tidak tertipu dengan mereka.</p>
<p>Saya nasihatkan pula kepada ahlul ilmi di negeri kalian untuk segera menyingkap kesesatan ini dan membantahnya dengan ilmu yang dibangun diatas Al-Qur`ân dan As-Sunnah.</p>
<p>Inilah yang dapat aku sampaikan sebagai jawaban dari pertanyaan yang datang kepada kami dalam majalah An-Nashihah yang terbit di Makassar, Sulawesi (Selatan) di Indonesia –semoga Allah menjaga negeri ini dan seluruh negeri kaum muslimin dari setiap keburukan dan kejelekan-. Juga aku memohon kepada-Nya Jalla wa ‘Alâ agar menyatukan para pemimpin dengan rakyatnya di atas apa yang diridhai-Nya terhadap hamba-Nya dari keislaman dan As-Sunnah.</p>
<p>Didikte oleh</p>
<p>‘Ubaid bin ‘Abdillah bin Sulaiman</p>
<p>Mantan Dosen Universitas Islam Madinah</p>
<p>Pada</p>
<p>Malam Selasa, 20 Dzulqa’dah 1429 H</p>
<p>Bertepatan dengan<br />
Malam 18 November 2008</p>
<p>[1] Mâriqah adalah orang yang keluar dari ketaatan atau keluar dari Islam. Mâriqah adalah nama lain khawarij, -pent.<br />
Syaikh ‘Ubaid bin Abdillah Al-Jabiry</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://naweed07.wordpress.com/2009/11/01/amrozi-cs-mati-syahidkah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">85</post-id>
		<media:thumbnail url="https://naweed07.wordpress.com/wp-content/uploads/2009/11/01519803506almarhum-amrozi-imam-samudera-dan-ali-gufron.jpg" />
		<media:content url="https://naweed07.wordpress.com/wp-content/uploads/2009/11/01519803506almarhum-amrozi-imam-samudera-dan-ali-gufron.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">01519803506almarhum-amrozi-imam-samudera-dan-ali-gufron</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://0.gravatar.com/avatar/f11bc70cb1e7edc5240d074e01cfc90e7331b94b478ce5350c5312f54a49f02e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abunaweed</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kita Memang yang Melindungi Noordin M. Top</title>
		<link>https://naweed07.wordpress.com/2009/10/31/kita-memang-yang-melindungi-nordin-m-top/</link>
					<comments>https://naweed07.wordpress.com/2009/10/31/kita-memang-yang-melindungi-nordin-m-top/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[abunaweed]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 Oct 2009 14:25:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Makna Jihad]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://naweed07.wordpress.com/2009/10/31/kita-memang-yang-melindungi-nordin-m-top/</guid>

					<description><![CDATA[antimui.wordpress.com Ratusan massa berkumpul, menyambut dan menjaga ketat pemakaman pelaku pemboman JW Marriot dan Ritz Carlton, Air Setiawan dan Eko &#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>antimui.wordpress.com</p>
<p>Ratusan massa berkumpul, menyambut dan menjaga ketat pemakaman pelaku pemboman JW Marriot dan Ritz Carlton, Air Setiawan dan Eko Peyang di Dusun Kaliyoso, Karangkung, Kalijambe, Sragen , Jawa Tengah, bak pahlawan pulang dari perang, takbir di pekikkan. Sebuah spanduk hitam menyambut dengan bertuliskan “Selamat datang Pahlawan Islam, Asy-Syahid Air Setiawan, Eko Joko Sarjono. Jihad still continue”.</p>
<p>Inilah gambarannya, dan TV-TV menayangkan semuanya dengan sangat jelas. Apa ini kurang jelas? disatu kita sisi mengecam, disisi lain menyanjung dan mendukung terorist ini. Apa yang kita lakukan terhadap hal semacam ini?terhadap bagian (kelompok) dari kita yang terang-terangan menganggap kelompok terorist ini sebagai pahlawan. kita, dan aprat hanya diam.</p>
<p><span id="more-70"></span><br />
Noordin M. Top di cari karena dia adalah pemimpin ideologis, dia yg menyebarkan paham Jihad dengan cara teroris dan pemboman, dan dia terus merekrut pengikutnya untuk menjalankan perintahnya dan melindunginya. Laki-laki, perempuan dan anak-anak, dicemar pemikirannya agar menjadi pengikut setia Noordin.</p>
<p>Kita hanya sibuk mencari Noordin, tapi pengikut-pengikut setianya tetap bebas dan menyebarkan pemahamannya, bebas mendukung aksi Noordin dan pasti juga dengan bebas menyembunyikan Noordin. Seakan Noordin tak perlu susah mencari martir yang mau membom dirinya demi dia di negri ini dan setia melindunginya. Noordin tak perlu susah mencuci otak orang Indonesia satu-satu untuk menjadi pengikutnya, karena sekarang sudah banyak orang Indonesia sendiri yang membantunya menyebarkan pahamnya secara sukarela, maka timbullah multple effect pemikiran Noordin.</p>
<p>Kasus M. Jibril dengan medianya Arrohmah, juga contoh nyata betapa kita membiarkan paham para terorist. Sangat lucu, polisi baru menangkap M. Jibril sekarang dan dengan dakwaan sebagai penyandang dana dari Teroris pula. Padahal sejak dari beberapa tahun lalu M. Jibril dengan medianya Arrohmah telah menghasut umat Islam untuk mengikuti paham teroris melalui website, majalah “Jihadmagz” dan penerbitan buku-buku, mereka dengan terang-terangan mendukung aksi-aksi kekerasan oleh para teroris ini. Arrohmah tak tutup, teman-teman M Jibril yang berideologi sama masih bebas berkeliaran, mereka hanya perlu menunggu waktu yg tepat dan dana yg cukup untuk bangkit kembali, dan penyebaran paham Noordin ini will continue.</p>
<p>Masih banyak lagi kelompok selain kelompok M. Jibril dengan medianya, tapi apakah mereka diamankan? mereka masih bebas mengumandangkan paham mereka dengan gagah berani dan aparatpun cuma melihat saja lalu mendiamkan, maka mandullah usaha kita dan Noordin masih merasa aman hidup di negri ini, dan teroris still continue.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://naweed07.wordpress.com/2009/10/31/kita-memang-yang-melindungi-nordin-m-top/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">70</post-id>
		<media:thumbnail url="https://naweed07.wordpress.com/wp-content/uploads/2009/10/noordin-m-top-voa.jpg" />
		<media:content url="https://naweed07.wordpress.com/wp-content/uploads/2009/10/noordin-m-top-voa.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">noordin-m-top-voa</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://0.gravatar.com/avatar/f11bc70cb1e7edc5240d074e01cfc90e7331b94b478ce5350c5312f54a49f02e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abunaweed</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Umat Islam Harus Berhenti dari Teologi Maut</title>
		<link>https://naweed07.wordpress.com/2009/10/31/%e2%80%9cumat-islam-harus-berhenti-dari-teologi-maut%e2%80%9d/</link>
					<comments>https://naweed07.wordpress.com/2009/10/31/%e2%80%9cumat-islam-harus-berhenti-dari-teologi-maut%e2%80%9d/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[abunaweed]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 Oct 2009 07:28:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Jihad]]></category>
		<category><![CDATA[Makna Jihad]]></category>
		<category><![CDATA[Akidah]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[Jihad]]></category>
		<category><![CDATA[Syafi'i Ma'arif]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://naweed07.wordpress.com/2009/10/31/%e2%80%9cumat-islam-harus-berhenti-dari-teologi-maut%e2%80%9d/</guid>

					<description><![CDATA[WAWANCARA Ahmad Syafi’i Ma’arif: AMROZI Cs telah dieksekusi oleh tim regu tembak dari Kejaksaan Agung. Jenazah ketiga pelaku bom Bali &#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>WAWANCARA Ahmad Syafi’i Ma’arif:</p>
<p>AMROZI Cs telah dieksekusi oleh tim regu tembak dari Kejaksaan Agung. Jenazah ketiga pelaku bom Bali I tersebut saat ini sudah siap dimakamkan. Baik keluarga atau pendukungnya mengelu-elukan mereka<br />
sebagai mujahid yang mati dalam keadaan syahid.</p>
<p>Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Ahmad Syafii Ma’arif menilai, pemahaman tentang jihad selama ini banyak disalahartikan, sehingga sebagian masyarakat muslim melakukan tindakan kekerasan atas nama<br />
jihad.</p>
<p>Namun menurut penerima Magsasay Award 2008 ini, setiap kekerasan yang dilakukan oleh kelompok mana pun di Indonesia akan berakhir dengan kekalahan. Bagaimana meluruskan pemahaman umat yang keliru ini?<br />
Berikut wawancara detikcom dengan Ahmad Syafii Ma’arif.</p>
<p><span id="more-71"></span>Amrozi Cs oleh keluarga dan pendukungnya dianggap mati dalam keadaan sahid. Bagaimana komentar Bapak?<br />
Bagi saya biar saja mereka berpendapat seperti itu. Hukuman mati memang harus mereka terima. Nggak usah kita berpolemik lagi masalah itu.</p>
<p>Arti syuhada sebenarnya apa?<br />
Syuhada bisa diartikan sebagai orang yang mati dalam keadaan membela agama Islam. Syuhada secara harfiah berarti orang-orang yang bersaksi. Jadi seluruh umat Islam memang bertugas sebagai syuhada,<br />
sebagai saksi dan pengawal perjalanan peradaban. Ini bisa kita lihat dalam Al quran Surat Al Baqarah ayat 143 dan Al Hajj ayat 178. Sebagai syuhada, kita menjadi penyaksi, mengontrol peradaban menuju<br />
ke arah jalan kenabian.</p>
<p>Berarti syuhada tidak harus mati dalam perang membela Islam?<br />
Oo tidak. Iya memang mati syahid biasanya dalam perang. Dalam sejarah kita bisa menyaksikan di Perang Badar. Itu jelas, karena mereka mati dalam mempertahankan kebenaran Islam.</p>
<p>Kepercayaan mereka selama ini keliru?<br />
Selama ini mereka mempercayai teologi maut, umat Islam harus berhenti dari kepercayaan tersebut. Prinsip teologi maut, yakni mereka berani mati karena tidak berani hidup. Kecuali hanya mengagungkan sejarah,<br />
marah, menganggap yang tidak sepaham dengannya sebagai musuh. Padahal Allah tidak seperti itu. Alquran pun jauh lebih toleran.</p>
<p>Dalam wasiat Imam Samudra yang dibagi-bagikan di kediamannya, dikatakan umat Islam harus terus berjihad melawan orang kafir. Imam Samudra juga menganjurkan agar umat Islam juga meyakini apa yang telah diyakini olehnya?<br />
Yang membagi-bagikan harus dituntut. Mereka menjadikan politik kerasan sebagai mata pencaharian. Selama ini mereka tidak mempunyai tawaran. Nilai- nilai kemanusiaan juga tidak ada. Mereka mencoba<br />
memonopoli kebenaran. Tapi ingat, dalam perkembangannya di Indonesia, setiap ideologi yang mengembangkan kekerasan pasti gagal.</p>
<p>Sebenarnya apa yang salah dalam memahami ajaran Islam?<br />
Orang tidak mau berusaha memahami Alquran secara total. Alquran hanya diambil ayat-ayat yang sesuai dengan subyektivisme mereka. Ini celaka. Pasti ada perbedaan dalam memahami Alquran, nggak mungkin<br />
kita sama. Karena manusia bersifat nisbi, tidak mutlak. Tafsir tidak pernah mutlak dan terus berkembang. Silakan saja berbeda pemahaman asal konstruktif, jangan destruktif.</p>
<p>Di sisi lain, pemerintah jangan bingung, harus tegas. Kalau pemerintah tidak tegas, maka kekerasan akan terus terjadi dan akan terus meminta korban.</p>
<p>Bagaimana meluruskan pemahaman pendukungnya Amrozi Cs yang keliru ini?<br />
Beri pencerahan saja. MUI harus mengimbau agar mereka kembali ke jalan yang benar sesuai dengan syariat Islam yang sesungguhnya. Organisasi massa seperti Muhammadiyah dan NU juga harus berperan.<br />
Selama ini Muhammadiyah dan NU Jawa Tengah juga telah memberi pemahaman sangat bagus soal masalah ini.</p>
<p>Hal-hal apa saja yang harus diperbaiki agar pemahaman keliru tentang<br />
jihad ini tidak lagi terjadi?<br />
Pahami agama Islam secara benar. Kembangkan budaya siuman. Siuman artinya, manifestasi dari akal kita yang sehat, serta hati nurani yang bersih. Bersih dari segala perilaku-perilaku yang menimbulkan<br />
kebencian.</p>
<p>(anw/iy/Anwar Khumaini – detikNews/Minggu, 09/11/2008 11:20 WIB)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://naweed07.wordpress.com/2009/10/31/%e2%80%9cumat-islam-harus-berhenti-dari-teologi-maut%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">71</post-id>
		<media:content url="https://0.gravatar.com/avatar/f11bc70cb1e7edc5240d074e01cfc90e7331b94b478ce5350c5312f54a49f02e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abunaweed</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gagalnya ideologi kekerasan dalam Islam</title>
		<link>https://naweed07.wordpress.com/2009/10/31/gagalnya-ideologi-kekerasan-dalam-islam/</link>
					<comments>https://naweed07.wordpress.com/2009/10/31/gagalnya-ideologi-kekerasan-dalam-islam/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[abunaweed]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 Oct 2009 06:58:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Makna Jihad]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[Bom Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Jihad]]></category>
		<category><![CDATA[Kekerasan]]></category>
		<category><![CDATA[PKS]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>
		<category><![CDATA[Radikalisme]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://naweed07.wordpress.com/2009/10/31/gagalnya-ideologi-kekerasan-dalam-islam/</guid>

					<description><![CDATA[BANYAK kalangan yang khawatir bahwa dieksekusinya Amrozi dkk akan melambungkan status mereka sebagai seorang “syahid” atau martir di mata umat &#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>BANYAK kalangan yang khawatir bahwa dieksekusinya Amrozi dkk akan melambungkan status mereka sebagai seorang “syahid” atau martir di mata umat Islam. Beberapa kalangan was-was jika mereka dihukum mati, alih-alih akan memotong akar-akar ideologi kekerasan, hukuman itu justru akan membuat ideologi mereka menjadi menarik di mata umat Islam, terutama di kalangan anak-anak muda.</p>
<p>Menurut saya, kekhawatiran semacam ini sama sekali tak beralasan. Untuk sementara, mungkin saja kematian Amrozi dkk akan menaikkan emosi umat Islam, terutama kalangan yang sejak dari awal memiliki simpat pada ideologi para pelaku pengeboman di Bali itu, meskipun tak serta merta mesti setuju dengan tindakan mereka. Tetapi, lambat-laun, Amrozi dkk akan hilang dari memori umat Islam. Dalam beberapa tahun saja, nama Amrozi, Imam Samudra, dan Ali Ghufron akan segera dilupakan oleh umat Islam.</p>
<p>Salah satu perkembangan menarik setelah peristiwa 9/11 adalah bahwa hampir terjadi penolakan serentak di semua kalangan umat Islam, terutama kalangan yang moderat yang merupakan mayoritas dalam umat Islam, terhadap ideologi Al-Qaidah. Meskipun kita menjumpai simpati terhadap figur Osama bin Ladin di sebagian kalangan Islam, tetapi secara umum kita melihat suatu penolakan yang nyaris kompak terhadap tindakan Osama itu. Ratusan ulama dari berbagai sudut dunia Islam mengeluarkan fatwa yang dengan serentak menolak dan mengutuk tindakan para pelaku terorisme yang memakai nama Islam. Di mana-mana, kita mendengar suatu penegasan yang nyaris kategoris bahwa Islam adalah anti tindakan teoriristik, apalagi jika membawa korban masarakat sipil yang sama sekali tak berdosa (al-abriya’).</p>
<p><span id="more-66"></span><br />
Di Indonesia sendiri, setelah bom Bali, kita mendengar kutukan yang serentak dari semua tokoh-tokoh agama dan masyarakat, terutama kalangan Islam, terhadap tindakan nista itu. Memang ada banyak kalangan Islam yang secara apologetik mencari-cari alasan yang secara tak langsung hendak &#8220;memahami&#8221; dan, dengan demikian, secara implisit juga &#8220;membenarkan&#8221; tindakan pengeboman itu. Tetapi, suara dominan di kalangan Islam hampir seluruhnya menyatakan bahwa tindakan Amozi dkk itu salah secara kategoris dari sudut pandang ajaran Islam.</p>
<p>Dengan kata lain, kalangan Islam arus utama sama sekali tak memberikan persetujuan atas tindakan kekerasan itu. Simpati terhadap Amrozi dkk tentu ada. Sejumlah kalangan Islam juga mencoba memahami tindakan Amrozi dkk dalam kerangka &#8220;teori konspirasi&#8221; di mana pihak Barat (dhi. Amerika dan sekutunya) dipandang sebagai yang berada di balik perstiwa itu. Tetapi, &#8220;apologetisme&#8221; semacam itu sama sekali tak bisa menolak fakta bahwa kalangan arus utama dalam Islam tetap mengutuk tindakan kekerasan tersebut. Ideologi Amrozi dkk sama sekali tak didukung oleh umat Islam arus utama.</p>
<p>Saya kira ini yang menjelaskan, antara lain, kenapa hingga sejauh ini kelompok-kelompok kekerasan seperti Jamaah Islamiyah dan ideologi yang menyangganya sama sekali tak pernah mendapatkan tempat yang mantap di kalangan Islam arus utama.</p>
<p>Sementara itu, perkembangan lain juga layak mendapat perhatian kita. Pada saat reputasi kelompok-kelompok Islam radikal-pro-kekerasan mengalami kemerosotan tajam, kita melihat perkembangan lain yang justru menarik, yaitu melambungnya reputasi sejumlah partai Islam dalam kancah politik resmi. Dalam kasus Indonesia, hal ini bisa dilihat dari maraknya Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Gejala serupa juga kita lihat di sejumlah negeri Islam yang lain.</p>
<p>Perkembangan ini, menurut saya menandakan satu hal: bahwa umat Islam lebih memberikan &#8220;endorsement&#8221; pada perjuangan Islam secara &#8220;damai&#8221; melalui arena politik normal, seraya mengutuk metode kekerasan yang hanya akan membawa dampak fatal bagi umat Islam sendiri.</p>
<p>Hukuman yang diberikan kepada tokoh FPI, Rizieq Syihab, baru-baru ini makin memperkuat kecenderungan yang kontrap-kekerasan ini. Hukuman itu boleh kita pandang sebagai paku terakhir yang ditancapkan pada peti-mati ideologi kekerasan atas nama Islam. Dengan mantap saya bisa mengatakan bahwa ideologi Osama bin Ladin, Amrozi, Rizieq Syihab dll. telah gagal memperoleh dukungan dari umat Islam arus utama. Ideologi itu telah gagal.</p>
<p>Dengan mengatakan demikian, bukan berarti bahwa dukungan atas ideologi kekerasan hilang sama sekali dalam tubuh umat Islam. Dukungan itu akan selalu ada, tetapi tak akan pernah menjadi pandangan dominan dalam tubuh umat Islam. Penolakan kategoris atas ideologi ini yang kita lihat hampir di semua sudut dunia Islam makin membuat posisi ideologi itu terpinggirkan. Ideologi Osama pelan-pelan akan menjadi &#8220;residu&#8221; yang lambat-laun kehilangan relevansi dan ditinggalkan sama sekali oleh kalangan umat Islam.</p>
<p>Sementara itu, perkembangan dalam tubuh umat Islam sendiri dalam arena internasional makin mengarah pada &#8220;dialog antarperadaban&#8221;. Baru-baru ini, misalnya, Raja Saudi menuanrumahi suatu peristiwa yang saya anggap sangat historis dalam sejarah negeri Saudi, yaitu konferensi yang diniatkan untuk mendorong dialog antaragama. Dilihat dari sudut pandang ideologi Wahabisme (ideologi resmi negeri Saudi) yang sangat tertutup dan eksklusif, tindakan Raja Abdullah dari Saudi itu sangat berani dan bersifat terobosan. Raja Saudi konon akan menyeponsori acara serupa dalam waktu yang tak terlalu lama lagi di PBB.</p>
<p>Momentum yang mengarah kepada dialog antarperadaban ini makin mendapatkan ruang setelah terpilihnya Presiden Barack Obama. Retorika kampanye presiden-terpilih Obama saat pemilu kemaren sangat menekankan kebijakan luar negeri yang lebih membuka dialog ketimbang memaksa pihak lain dengan laras senjata seperti kita lihat pada Presien Bush saat ini.</p>
<p>Dengan sedikit optimis, saya bisa mengatakan bahwa era Bush, Osama bin Ladin, Ayman Al-Zawahiri, Dr. Azahari, Amrozi, Imam Samudra, Rizieq Shihab dll. pelan-pelan mulai memudar. Kita sedang menjelang era lain yang jauh lebih &#8220;dialogis&#8221;. Pelaku-pelaku utama dalam era ini bukanlah mereka yang menenteng senjata AK-47 di tangan kiri dan Kitab Suci di tangan kanan lalu meneriakkan Allahu Akbar seraya membunuhi nyawa-nyawa yang tak berdosa. Pelaku utama dalam era baru ini adalah mereka yang siap berjuang di kancah resmi, di panggung politik normal, berani adu pendapat, berani melakukan kompromi, seraya secara kategoris menolak kekerasan.</p>
<p>Ulil Abshar Abdalla</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://naweed07.wordpress.com/2009/10/31/gagalnya-ideologi-kekerasan-dalam-islam/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">66</post-id>
		<media:content url="https://0.gravatar.com/avatar/f11bc70cb1e7edc5240d074e01cfc90e7331b94b478ce5350c5312f54a49f02e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abunaweed</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Radikalisme Islam Menyusup ke SMU</title>
		<link>https://naweed07.wordpress.com/2009/10/28/radikalisme-islam-menyusup-ke-smu/</link>
					<comments>https://naweed07.wordpress.com/2009/10/28/radikalisme-islam-menyusup-ke-smu/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[abunaweed]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Oct 2009 07:10:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Jihad]]></category>
		<category><![CDATA[Makna Jihad]]></category>
		<category><![CDATA[brainwash]]></category>
		<category><![CDATA[ideologi]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[Konsep Jihad]]></category>
		<category><![CDATA[Radikalisme]]></category>
		<category><![CDATA[smu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://naweed07.wordpress.com/2009/10/28/radikalisme-islam-menyusup-ke-smu/</guid>

					<description><![CDATA[Okezone &#8211; BEBERAPA hasil penelitian menemukan fakta lapangan bahwa gerakan dan jaringan radikalisme Islam telah lama menyusup ke sekolah umum, &#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://news.okezone.com/read/2009/10/23/58/268509/radikalisme-islam-menyusup-ke-smu">Okezone</a> &#8211; BEBERAPA hasil penelitian menemukan fakta lapangan bahwa gerakan dan jaringan radikalisme Islam telah lama menyusup ke sekolah umum, yaitu SMU.</p>
<p>Siswa-siswi yang masih sangat awam soal pemahaman agama dan secara psikologis tengah mencari identitas diri ini menjadi lahan yang diincar oleh pendukung ideologi radikalisme. Targetnya bahkan menguasai organisasi-organisa si siswa intra sekolah (OSIS), paling tidak bagian rohani Islam (rohis).</p>
<p>Tampaknya jaringan ini telah mengakar dan menyebar di berbagai sekolah, sehingga perlu dikaji dan direspons secara serius, baik oleh pihak sekolah, pemerintah, maupun orang tua. Kita tentu senang anak-anak itu belajar agama. Tetapi yang mesti diwaspadai adalah ketika ada penyebar ideologi radikal yang kemudian memanfaatkan simbol, sentimen, dan baju Islam untuk melakukan cuci otak (brainwash) pada mereka yang masih pemula belajar agama untuk tujuan yang justru merusak agama dan menimbulkan konflik.</p>
<p><span id="more-63"></span></p>
<p>Ada beberapa ciri dari gerakan ini yang perlu diperhatikan oleh guru dan orang tua. Pertama, para tutor penyebar ideologi kekerasan itu selalu menanamkan kebencian terhadap negara dan pemerintahan. Bahwa pemerintahan Indonesia itu pemerintahan taghut, syaitan, karena tidak menjadikan Alquran sebagai dasarnya.</p>
<p>Pemerintahan manapun dan siapa pun yang tidak berpegang pada Alquran berarti melawan Tuhan dan mereka mesti dijauhi, atau bahkan dilawan. Kedua, para siswa yang sudah masuk pada jaringan ini menolak menyanyikan lagu-lagu kebangsaan, terlebih lagi upacara hormat bendera. Kalaupun mereka melakukan, itu semata hanya untuk mencari selamat, tetapi hatinya mengumpat.</p>
<p>Mereka tidak mau tahu bahwa sebagai warga negara mesti mengikuti dan menghargai tradisi, budaya, dan etika berbangsa dan bernegara, dibedakan dari ritual beragama. Ketiga, ikatan emosional pada ustaz, senior, dan kelompoknya lebih kuat daripada ikatan keluarga dan almamaternya. Keempat, kegiatan yang mereka lakukan dalam melakukan pengajian dan kaderisasi bersifat tertutup dengan menggunakan lorong dan sudut-sudut sekolah, sehingga terkesan sedang studi kelompok.</p>
<p>Lebih jauh lagi untuk pendalamannya mereka mengadakan outbond atau mereka sebut rihlah, dengan agenda utamanya renungan dan baiat. Kelima, bagi mereka yang sudah masuk anggota jamaah diharuskan membayar uang sebagai pembersihan jiwa dari dosa-dosa yang mereka lalukan. Jika merasa besar dosanya, maka semakin besar pula uang penebusannya. Keenam, ada di antara mereka yang mengenakan pakaian secara khas yang katanya sesuai ajaran Islam, serta bersikap sinis terhadap yang lain. Ketujuh, umat Islam di luar kelompoknya dianggap fasik dan kafir sebelum melakukan hijrah: bergabung dengan mereka.</p>
<p>Kedelapan, mereka enggan dan menolak mendengarkan ceramah keagamaan di luar kelompoknya. Meskipun pengetahuan mereka tentang Alquran masih dangkal, namun mereka merasa memiliki keyakinan agama paling benar, sehingga meremehkan, bahkan membenci ustaz di luar kelompoknya.</p>
<p>Kesembilan, di antara mereka itu ada yang kemudian keluar setelah banyak bergaul, diskusi secara kritis dengan ustaz dan intelektual di luar kelompoknya, namun ada juga yang kemudian bersikukuh dengan keyakinannya sampai masuk ke perguruan tinggi.</p>
<p><strong>Menyusup ke Kampus</strong></p>
<p>Mengingat jaringan Islam yang tergolong garis keras (hardliners) menyebar di berbagai SMU di kota-kota Indonesia, maka sangat logis kalau pada urutannya mereka juga masuk ke ranah perguruan tinggi. Bahkan, menurut beberapa sumber, alumni yang sudah duduk sebagai mahasiswa selalu aktif berkunjung ke almamaternya untuk membina adik-adiknya yang masih di SMU.</p>
<p>Ketika adik-adiknya masuk ke perguruan tinggi, para seniornya inilah yang membantu beradaptasi di kampus sambil memperluas jaringan. Beberapa sumber menyebutkan, kampus adalah tempat yang strategis dan leluasa untuk menyebarkan gagasan radikalisme ini dengan alasan di kampuslah kebebasan berpendapat, berdiskusi, dan berkelompok dijamin. Kalau di tingkat SMU pihak sekolah dan guru sesungguhnya masih mudah intervensi, tidaklah demikian halnya di kampus.</p>
<p>Mahasiswa memiliki kebebasan karena jauh dari orang tua dan dosen pun tidak akan mencampuri urusan pribadi mereka. Namun karena interaksi intelektual berlangsung intensif, deradikalisasi di kampus lebih mudah dilakukan dengan menerapkan materi dan metode yang tepat. Penguatan mata kuliah Civic Education dan Pengantar Studi Islam secara komprehensif dan kritis oleh profesor ahli mestinya dapat mencairkan paham keislaman yang eksklusif dan sempit serta merasa paling benar.</p>
<p>Sejauh ini kelompok-kelompok radikal mengindikasikan adanya hubungan famili dan persahabatan yang terbina di luar wilayah sekolah dan kampus. Hal yang patut diselidiki juga menyangkut dana. Para radikalis itu tidak saja bersedia mengorbankan tenaga dan pikiran, namun rela tanpa dibayar untuk memberikan ceramah keliling. Lalu kalau berbagai kegiatan itu memerlukan dana, dari mana sumbernya? Ini juga suatu teka-teki.</p>
<p>Disinyalir memang ada beberapa organisasi keagamaan yang secara aspiratif dekat atau memiliki titik singgung dengan gerakan garis keras ini. Mereka bertemu dalam hal tidak setia membela NKRI dan Pancasila sebagai ideologi serta pemersatu bangsa. Mereka tidak bisa menghayati dan menghargai bahwa Islam memiliki surplus kemerdekaan dan kebebasan di negeri ini.</p>
<p>Di Indonesia ini ada parpol Islam, bank syariah, UU Zakat dan Haji, dan sekian fasilitas yang diberikan pemerintah untuk pengembangan agama. Kalaupun umat Islam tidak maju atau merasa kalah, lakukanlah kritik diri, tetapi jangan rumah bangsa ini dimusuhi dan dihancurkan karena penghuni terbanyak yang akan merugi juga umat Islam. Kita harap Menteri Pendidikan Nasional maupun Menteri Agama menaruh perhatian serius terhadap gerakan radikalisasi keagamaan di kalangan pelajar.(*)</p>
<p>PROF DR KOMARUDDIN HIDAYAT</p>
<p>Rektor UIN Syarif Hidayatullah</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://naweed07.wordpress.com/2009/10/28/radikalisme-islam-menyusup-ke-smu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">63</post-id>
		<media:content url="https://0.gravatar.com/avatar/f11bc70cb1e7edc5240d074e01cfc90e7331b94b478ce5350c5312f54a49f02e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abunaweed</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
