<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-3935287907092622716</atom:id><lastBuildDate>Thu, 19 Dec 2024 03:23:39 +0000</lastBuildDate><category>Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam</category><category>KPTTI</category><category>Motivasi</category><category>Muhasabah</category><category>Islamic Economics</category><category>Opini</category><category>Ushul Fiqh dan Fiqh Mu'amalah</category><category>Al-Hikam</category><category>Ekonomi Mikro</category><category>Islamic Wordview</category><category>Kang Maman</category><category>e-Diary</category><category>Blogging</category><category>Campus</category><category>Manajemen</category><category>Narsis</category><category>Papers</category><category>Sastra Sufistik</category><title>My Mirror Life</title><description>Sepenggal kisah dalam diary kecil.</description><link>http://mymirrorlife.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Zainul Hal)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>43</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Sepenggal kisah dalam diary kecil.</itunes:subtitle><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3935287907092622716.post-2158729576991200721</guid><pubDate>Sat, 03 Oct 2015 11:51:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-10-03T18:51:21.465+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Manajemen</category><title>Good Corporate Governance (GCG)</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgeuXdR_lkZQ2qOahsZtJrwX3SZo8DCFyjZLcnpGBq3Z00l_UKTJb14SM7DS_D0RT0QrArWYVel88bl9uTAvzyLlCA5JCO78-3OrTww9CmZ_jN7_TvN9HxtXrVpGZ2dniVxoIlqBZZMv_3F/s1600/GCG.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="202" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgeuXdR_lkZQ2qOahsZtJrwX3SZo8DCFyjZLcnpGBq3Z00l_UKTJb14SM7DS_D0RT0QrArWYVel88bl9uTAvzyLlCA5JCO78-3OrTww9CmZ_jN7_TvN9HxtXrVpGZ2dniVxoIlqBZZMv_3F/s400/GCG.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Konsep tata kelola korporasi sangat beragam seiring berjalannya waktu. Definisinya terombang ambing di antara dua ujung; dari konsep sempit mekanisme perlindungan kepentingan investor ke konsep lebih luas yaitu mendukung perlindungan terhadap semua hak stakeholder baik internal maupun eksternal. Spektrum yang luas dari konsep tersebut bersumber dari dua pandangan yang berbeda yaitu; bagaimana sebuah perusahaan harus diterima dalam sistem ekonomi, dan bentuk sistem insentif untuk melindungi hak dan menjaga kewajiban agen ekonomi dalam lingkaran di mana perusahaan tersebut beroperasi. Pandangan seseorang terhadap firma sebagai sebuah kumpulan aset dan liabilitas, entitas legal, organisasi ekonomi dan sosial, kontrak atau kombinasi dari berbagai elemen ini, akan mempengaruhi cara evolusi analisis konsep tata kelola korporat.[1]&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sampai saat ini para ahli masih menghadapi kesulitan dalam mendefinisikan &amp;nbsp;good corporate governance yang dapat mengakomodasi berbagai kepentingan. Tidak terbentuknya definisi &amp;nbsp;yang dapat mengakomodasi semua pihak disebabkan karena cakupannya yang lintas sektoral. Good corporate governance dapat didekati dengan berbagai disiplin ilmu, seperti makro ekonomi, akuntansi, keuangan, manajemen, psikologi, sosiologi dan politik. Good corporate governance adalah merupakan suatu istilah yang berasal dari bahasa Inggris, yaitu good &amp;nbsp;yang berarti baik, corporate yang berarti perusahaan dan governance yang berarti &amp;nbsp;pengaturan. Secara umum, istilah good corporate governance diartikan dalam bahasa &amp;nbsp;Indonesia dengan tata kelola perusahaan/bank yang baik. [2]&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Menurut Bank Dunia, good corporate governance adalah aturan, standar dan organisasi di bidang &amp;nbsp;ekonomi yang mengatur perilaku pemilik perusahaan, direktur, dan manajer serta perincian dan penjabaran tugas dan wewenang serta pertanggungjawabannya kepada &amp;nbsp;investor (pemegang saham dan kreditur).[3] Tujuannya untuk menciptakan sistem pengendaliaan dan keseimbangan (check and balances) untuk mencegah kemungkinan penyalahgunaan sumber daya perusahaan dan tetap mendorong terjadinya pertumbuhan perusahaan.[4]&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ahmad Syakhroza mendefinisikan good corporate governance sebagai suatu mekanisme tata kelola organisasi &amp;nbsp;secara baik dalam melakukan pengelolaan sumber daya organisasi secara efisien, efektif, ekonomis ataupun produktif dengan prinsip-prinsip keterbukaan, akuntabilitas, pertanggungjawaban, independen, dan adil dalam rangka mencapai tujuan organisasi.[5]&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tata kelola organisasi yang baik dapat dilihat dari segi mekanisme internal organisasi ataupun mekanisme eksternal organisasi. Mekanisme internal lebih fokus kepada bagaimana pimpinan suatu organisasi mengatur jalannya organisasi sesuai dengan prinsip-prinsip diatas. Sedangkan, mekanisme eksternal lebih menekankan kepada bagaimana interaksi organisasi dengan pihak eksternal berjalan secara harmoni tanpa mengabaikan pencapaian tujuan organisasi.[6]&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Organization for Economic Co-Operation and Development (OECD)[7] mendefinisikannya dengan sekumpulan hubungan antara pihak manajemen &amp;nbsp;perusahaan, board, pemegang saham dan pihak lain yang mempunyai kepentingan dengan perusahaan.[8] Dalam good corporate governance disyaratkan adanya struktur, perangkat untuk mencapai tujuan dan pengawasan atas kinerja. Implementasinya yang baik dapat memberikan perangsang atau insentif yang baik bagi board dan manajemen untuk mencapai tujuan yang merupakan kepentingan bersama.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Peraturan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyebutkan bahwa good corporate governance adalah prinsip-prinsip yang mendasari suatu proses dan mekanisme pengelolaan perusahaan berlandaskan peraturan perundang-undangan dan etika berusaha.[9] Tujuannya adalah untuk mengoptimalkan nilai perusahaan agar memiliki daya saing yang kuat, baik secara nasional maupun internasional, sehingga mampu mempertahankan keberadaannya dan hidup berkelanjutan untuk mencapai maksud dan tujuan perusahaan.[10]&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Corporate governance merupakan suatu sistem dan struktur yang baik untuk mengelola perusahaan dengan tujuan meningkatkan nilai pemegang saham serta mengakomodasi berbagai pihak yang berkepentingan dengan perusahaan (stakeholder), seperti kreditur, pemasok, asosiasi bisnis, konsumen, pekerja, pemerintah dan masyarakat luas,[11] sedangkan Cadbury Committee memandang corporate governance sebagai seperangkat aturan yang merumuskan hubungan antara pemegang saham, manajer, kreditur, pemerintah, karyawan, dan pihak-pihak yang berkepentingan lainnya baik internal maupun eksternal sehubungan dengan hak-hak dan tanggung jawab mereka. [12]&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dengan demikian, good corporate governance adalah suatu sistem yang mengatur, mengelola dan mengawasi proses pengendalian usaha untuk menaikkan nilai saham, sekaligus sebagai bentuk perhatian kepada para pemangku kepentingan. Good corporate governance diharapkan menjaga keseimbangan antara pencapaian tujuan ekonomi dan tujuan masyarakat. Tantangan yang muncul adalah mencari cara untuk memaksimumkan penciptaan kesejahteraan sedemikian rupa sehingga tidak membebani ongkos yang tidak perlu kepada pihak ketiga atau masyarakat.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sejarah corporate governance telah dimulai sejak 200 tahun yang lalu, yaitu ketika Blackstone menggambarkan corporation sebagai little republic. Dengan penganalogian seperti itu memberi konsekuensi bahwa suatu corporation harus dikelola sebagaimana suatu republik dan seringkali perusahaan disebut sebagai miniatur Negara. Sehingga unsur-unsur pengelolaan sebuah perusahaan harus diselenggarakan melalui tindakan sebagai berikut :&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pemilihan anggota board of director oleh pemegang saham melalui pemberian suara yang merupakan hak dasar pemegang saham.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Organ legislatif perusahaan yang merupakan sentral kewenangan manajerial.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Birokrasi perusahaan yang terdiri dari board of director dan eksekutif pelaksana sehari-hari manajemen perusahaan.[13]&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Konsep Corporate Governance yang komperenhensif mulai berkembang sejak kejadian The New York Stock Exchange Crash pada tanggal 19 Oktober 1987 dimana cukup banyak perusahaan multinasional yang tercatat di Bursa Efek NewYork, mengalami kerugian finansial yang cukup besar. Sejak terbitnya Cadbury Code on Corporate Governance pada tahun 1992, semakin banyak institusi yang melakukan penyempurnaan dalam prinsip - prinsip dan petunjuk teknis praktik Good Corporate Governance. Pola Good Corporate Governance kemudian diikuti oleh Negara-negara di Eropa hingga seluruh dunia.[14]&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
_____________________________&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;[1] Zamil Iqbal dan Abbas Mirakhor, Pengantar Keuangan Islam, 2008, Cet 1, Jakarta; Kencana, hal. 343-344.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;[2] Akhmad Faozan, 2010, Implementasi good Corporate Governance Dan Peran Dewan Pengawas Syariah Di Bank Syariah, Jurnal La Riba, Vol VII, No. 1, hal. 3&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;[3] The Case for Corporate Governance: What Is Corporate Governance?, dikutip dari http://go.worldbank.org/LHV3EZQV10, diakses 18 April 2014, Pukul 14:58.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;[4] Akhmad Faozan, 2010, Implementasi good Corporate Governance Dan Peran Dewan Pengawas Syariah Di Bank Syariah, Jurnal La Riba, Vol VII, No. 1, hal . 4&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;[5] Syakkroza, Akhmad, 2008, Corporate Governance, Sejarah dan Perkembangan, Teori, Model dan Sistem Governance Serta Aplikasinya dan Pada Perusahaan BUMN. Jakarta: Lembaga Penerbitan FE UI.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;[6] Akhmad Faozan, 2010, Implementasi good Corporate Governance Dan Peran Dewan Pengawas Syariah Di Bank Syariah, Jurnal La Riba, Vol VII, No 1, hal 4&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;[7] Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) adalah organisasi untuk &amp;nbsp;kerjasama dan pengembangan ekonomi. OECD merupakan sebuah organisasi internasional dengan &amp;nbsp;tiga puluh negara yang menerima prinsip demokrasi perwakilan dan ekonomi pasar bebas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;[8] Organisation for Economic Co-operation and Development, 2004, OECD Principles of Corporate Governance, Paris: OECD Publications Service, hal. 11.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;[9] Peraturan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara, No : Per-01/Mbu/2011 Tentang &amp;nbsp;Penerapan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik (Good Corporate Governance) Pada Badan Usaha Milik Negara , Pasal 1, No. 1.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;[10] Ibid, pasal 4, &amp;nbsp;No. 1 dan 2&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;[11] Harmanto Edy Jatmiko, 2001, “Saatnya Menjadi Perusahaan Terpercaya”. Swasembada. No. 19/XVII.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;[12] Elisa Trihapsari,2006, dalam tesisnya Analisis Korelasi Antara Penerapan Prinsip-Prinsip Good Corporate Governance dengan Manajemen Laba Pada Emiten Di Bursa Efek Jakarta, Universitas Diponegoro, hal 33&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;[13] Lastuti Abubakar, 2002, Penerapan Prinsip Good Corporate Governance Sebagai Upaya Peningkatan Investasi Tidak Langsung (Indirect Investment), Laporan Penelitian, Bandung:Universitas Padjadjaran, Fakultas Hukum.,hal. 11&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;[14] Ristifani, 2009, dalam Artikelnya Analisis Implementsi Prinsip-Prinsip Good Corporate Governance (GCG) Dan Hubungannya Terhadap Kinerja PT.Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.Universitas Gunadarma, hal 6&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;http://www.gunadarma.ac.id/library/articles/graduate/economy/2009/Artikel_21205068.pdf, diakses tanggal 18 April 2014, pukul 15:41.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://mymirrorlife.blogspot.com/2015/10/good-corporate-governance-gcg.html</link><author>noreply@blogger.com (Zainul Hal)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgeuXdR_lkZQ2qOahsZtJrwX3SZo8DCFyjZLcnpGBq3Z00l_UKTJb14SM7DS_D0RT0QrArWYVel88bl9uTAvzyLlCA5JCO78-3OrTww9CmZ_jN7_TvN9HxtXrVpGZ2dniVxoIlqBZZMv_3F/s72-c/GCG.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3935287907092622716.post-3130534188091208842</guid><pubDate>Thu, 02 Apr 2015 21:50:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-04-03T04:50:05.353+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Muhasabah</category><title>Dear Mr. President !</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhlreT_3dXL32-Fld2c4XEAHwbsWN6HXvFTzv8cJH8cNJ49lmyceJFOtYfh9oeCmarZMFPDdhyphenhyphen1NvsIxr3huHTQKfA-_bMnAR74D3Yv4cVAOCly6cHZb5JiPwbUOABin5Xg8AYYTjUAeG1I/s1600/Dear-Mr-President.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhlreT_3dXL32-Fld2c4XEAHwbsWN6HXvFTzv8cJH8cNJ49lmyceJFOtYfh9oeCmarZMFPDdhyphenhyphen1NvsIxr3huHTQKfA-_bMnAR74D3Yv4cVAOCly6cHZb5JiPwbUOABin5Xg8AYYTjUAeG1I/s1600/Dear-Mr-President.jpg" height="225" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Bapak
Presiden Jokowi yang baik hati,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Tentang
kenaikan harga bahan bakar minyak, kami mungkin tidak pandai berhitung:
Bagaimana sebenarnya harga minyak ditentukan? Bagaimana neraca perekonomian
nasional diperlakukan? Atau pertimbangan apa yang dipakai sehingga satu-satunya
pilihan untuk ‘menyelamatkan seluruh bangsa dan negara’ harus sama dan sebangun
dengan menaikkan harga-harga? Bagi kami, angka-angka selalu terdengar sebagai
ilusi belaka, Pak. Setiap hari kami mendengar satuan ‘miliar’ atau ‘triliun’
disebutkan dalam berita-berita, tanpa pernah benar-benar melihatnya dalam
bentuk yang sesungguhnya—apalagi menghitungnya satu per satu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Hidup
kami sederhana, disambung lembaran-lembaran uang recehan. Ilmu hitung kami
kelas rendahan: Berapa untuk makan sehari-hari, uang jajan anak sekolah, biaya
transportasi, biaya listrik bulanan, dan kadang-kadang cicilan motor, dispenser
atau DVD player. Tak perlu kalkulator. Bila sedang beruntung, kami bisa punya
sisa uang untuk jalan-jalan di akhir pekan. Bila sedang sulit, kami tidak
kemana-mana, Pak: Kami mencari kebahagiaan gratisan di televisi—meski
kadang-kadang justru dibuat pusing dengan berita-berita tentang pejabat-pejabat
negara yang korupsi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Tahukah
Bapak, di televisi, juga koran-koran dan majalah: Kami seperti tak punya
presiden! Kami seperti tak punya pemimpin! Negara ini terlanjur dikuasai para
bandit dan bajingan tengik yang hanya tahu tentang memperkaya diri sendiri! Ah,
mungkinkah Bapak tak sempat menonton TV atau membaca koran sehingga Bapak tak
mengetahuinya? Tapi, kemana saja sih Bapak selama ini? Ngapain saja di istana?
Mana janji-jani Bapak yang dulu terdengar indah dan gegap gempita?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Kami,
rakyat biasa, sesekali butuh kabar gembira, Pak. Kadang-kadang kami berkhayal
bahwa jangan-jangan kami ini sedang hidup dalam sinetron? Mungkinkah yang duduk
di istana negara itu bukan Bapak—tapi kembaran Bapak yang menyamar atau
tertukar? Kemana Bapak yang dulu penuh semangat untuk menyejahterakan rakyat?
Lupakah Bapak pada janji-janji Bapak? Mungkinkah kepala Bapak terbentur batu
dan lantas hilang ingatan?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Bapak
Presiden yang baik,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Harga
BBM terlanjur naik… Sempat juga turun, tetapi kemudian naik lagi, dan naik
lagi. Konon ia mengikuti mekanisme pasar, bergantung pada naik-turun harga
minyak dunia. Tapi, Pak, di pasar-pasar becek yang kami tahu, ketika harga
sudah terlanjur naik karena BBM naik, ia tak kenal kata turun lagi! Apakah
Bapak juga mau menyerahkan nasib kami kepada mekanisme pasar dunia? Alamak!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Lihatlah
pejabat-pejabat anak buah Bapak yang hanya bisa meminta kami bersabar dan
mengerti! Dengan gagah dan seolah baik hati konon mereka akan memberi kami
kompensasi: Membuat kami mengantre untuk mendapatkan uang bantuan agar kami tak
merasa kesulitan. Tapi, pikiran kami sederhana saja, Pak, benarkah Bapak suka
melihat kami mengantre—panjang-mengular dari Sabang sampai Merauke? Kami tidak
suka itu, Pak. Kami tak suka terlihat miskin, apalagi menjadi miskin. Kalau
memang Bapak punya uang untuk dibagikan kepada kami, pakailah uang itu, kami
rela meminjamkannya untuk menyelamatkan ‘perekonomian nasional’ yang konon tak
kuasa menahan gertakan dollar Amerika dan gejolak harga minyak dunia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Pak,
sudahlah, tak perlu mengeluarkan kartu apa-apa lagi… Dompet kami sudah cukup
tebal dengan kartu-kartu, tetapi sekaligus hanya memuat lembar-lembar rupiah
yang makin hari makin tipis. Sudahlah tak perlu menyalahkan siapa-siapa,
berdirilah untuk membela kepentingan dan nasib hidup kami. Ada apa dengan Bapak
ini? Tak perlu takut siapa-siapa, Pak! Bila Bapak disandra mafia,
pejabat-pejabat yang bangsat, atau pengusaha-pengusaha yang menghisap rakyat,
tolong beritahu kami: Siapa saja mereka? Kami akan bersatu untuk membantu Bapak
melawan dan melenyapkan mereka. Tentu saja, semoga Bapak bukan salah satu
bagian dari mereka!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Bapak
Presiden yang baik,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #141823; font-family: helvetica, arial, 'lucida grande', sans-serif; font-size: 14px; line-height: 19.3199996948242px; margin-bottom: 6px;"&gt;





















&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Dengarkanlah
kami, berdirilah untuk kami, berbicaralah atas nama kami, belalah kami: Maka
kami akan selalu ada, berdiri, bahkan berlari mengorbankan apa saja untuk
membelamu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;________________&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Posted on WhatApps, Kajian Fiqih &amp;amp; Hadits, 3 April 2015, 01:04AM.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://mymirrorlife.blogspot.com/2015/04/dear-mr-president.html</link><author>noreply@blogger.com (Zainul Hal)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhlreT_3dXL32-Fld2c4XEAHwbsWN6HXvFTzv8cJH8cNJ49lmyceJFOtYfh9oeCmarZMFPDdhyphenhyphen1NvsIxr3huHTQKfA-_bMnAR74D3Yv4cVAOCly6cHZb5JiPwbUOABin5Xg8AYYTjUAeG1I/s72-c/Dear-Mr-President.jpg" width="72"/><thr:total>10</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3935287907092622716.post-2251705557390903494</guid><pubDate>Mon, 30 Mar 2015 12:37:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-03-30T19:37:15.327+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Islamic Economics</category><title>Bagaimana moral dan etika mempengaruhi sebuah sistem ekonomi?</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgUUwQMixVQLwKxZaOWqJCKUdj82Zl0VwB7s8U1bVSzrtpXdL39HXlBNL8CJt9mqwXXCbfuJ5k7m8O7iKH2BR0AZLFpHMw4AwgL59LYUnMpSRZ1D_NsDWimr-SrtzhS_25NwLIPWy26vXVc/s1600/Moral-dan-etika-mempengaruhi-sistem-ekonomi.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Bagaimana moral dan etika mempengaruhi sebuah sistem ekonomi?" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgUUwQMixVQLwKxZaOWqJCKUdj82Zl0VwB7s8U1bVSzrtpXdL39HXlBNL8CJt9mqwXXCbfuJ5k7m8O7iKH2BR0AZLFpHMw4AwgL59LYUnMpSRZ1D_NsDWimr-SrtzhS_25NwLIPWy26vXVc/s1600/Moral-dan-etika-mempengaruhi-sistem-ekonomi.jpg" height="202" title="Bagaimana moral dan etika mempengaruhi sebuah sistem ekonomi?" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ilmu ekonomi sebagai moral science dan behaviour science, sangat erat kaitannya dengan moral dan etika, karena nilai-nilai tersebut akan berpengaruh terhadap perilaku dan karakter diri manusia, yang diaplikasikan secara langsung dalam kehidupan manusia sehari-hari, kemudian dalam prosesnya akan mempunyai pengaruh dalam suatu sistem ekonomi.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Karakter manusia terbentuk melalui proses secara terus menerus dan dapat berubah setiap saat dalam perjalanan hidupnya. Proses pembentukan dan perubahan karakter tersebut ditentukan oleh faktor internalisasi dan eksternalisasi moral dan etika dalam kehidupan ekonominya masing-masing. Internalisasi moral dan etika yang dimaksud adalah proses pemahaman dan pembelajaran kemudian menyakini nilai-nilai tersebut untuk dijadikan values dalam kehidupan. Moral merupakan standar yang berlaku umum tentang apa yang diinginkan dan tidak diinginkan, perilaku benar dan salah, dan apa yang dianggap oleh masyarakat itu sebagai perilaku yang baik dan apa yang dianggap perilaku buruk seseorang, kelompok, atau entitas (Erhard et.al, 2009), sedangkan etika merupakan norma bersama oleh kelompok atas dasar pengakuan secara timbal balik (Hazard, 1995). Suatu perbuatan dikatakan etis atau tidak ketika perbuatan itu memberikan nilai atau kerugian menurut masyarakat yang kemudian ada konsekwensi berupa penghargaan atau sanksi.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Selanjutnya, moral dan etika yang diyakini tersebut dieksternalisasikan, dipraktekan dan diamalkan dalam bentuk pola pikir dan perilaku. Perilaku itu dilakukan secara berulang-ulang dan terus menerus, yang kemudian menjadi kebiasaan atau budaya hidup seseorang. Kebiasaan (budaya) yang dilakukan seseorang kemudian diikuti oleh individu atau komunitas lain yang lebih luas sehingga membentuk sebuah sistem kehidupan (peradaban) tertentu. Proses mulai dari internalisasi sampai dengan terbentuknya sistem kehidupan (peradaban) tersebut sebenarnya merupakan proses terbentuknya karakter manusia dalam hidupnya sehari-hari.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Agama dalam konteks pembangunan sehat dan berkelanjutan dapat difungsikan sebagai medium untuk membangun manusia sehat baik jasmani maupun rohani yang kemudian dengan kekuatan kolektif bersama manusia yang lain dapat membangun peradaban yang sehat diatas lingkungan hidup kemanusiaan yang sehat pula. Agama memiliki kekuatan pembenar dan penyehat kehidupan yang berfungsi sebagai sumber motivasi, sumber inspirasi dan sumber evaluasi pembangunan dengan membawa misi profetik, konstruktif dan menggugah manusia dan masyarakat untuk membangun dirinya sendiri sebagai faktor yang dapat menyumbang nilai dan ide bagi pembangunan serta sebagai alat ukur dan alat kritik untuk kebaikan proses pembangunan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Hubungan antara iman, agama, serta ihsan (akhlak) adalah sebagai sebuah bangunan, dimana iman adalah fondasi bangunan agar ia dapat berperilaku (berakhlak) mulia. Kuat lemahnya iman seseorang dapat diukur dari perilaku akhlaknya, iman yang kuat menunjukkan akhlak yang baik dan mulia. Bangunan agama ini tidak dapat tegak tanpa tiang penyangga, yakni agama. Artinya iman memerlukan pengamalan dan panduan pengamalan diberikan oleh syariat, pengamalan syariah yang baik akan membuahkan akhlak yang mulia.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Fungsionalisasi agama sebagai subyek atau medium pembangunan serta perkembangan suatu sistem ekonomi menuntut adanya peran negara untuk menciptakan iklim yang kondusif bagi perkembangan agama dan keberagamaan umat beragama yang positif dan konstruktif bagi pembangunan. Keberagamaan yang diperlukan adalah keberagamaan yang bersifat etikal (agama ditampilkan oleh pemeluknya sebagai agama etik) yang melahirkan kesalehan sosial, bukan keberagamaan yang bersifat ritual belaka yang hanya akan melahirkan kesalehan individual. Jika keberagamaan dan kesalehan individual hanya akan melahirkan orang-orang baik tetapi kebaikan itu untuk dirinya sendiri, maka keberagamaan dan kesalehan sosial akan dapat melahirkan orang-orang baik yang dapat menebarkan kebaikan bagi orang-orang lain. Keberagamaan etikal dan kesalehan sosial merupakan hasil dari upaya internalisasi dan aktualisasi nilai-nilai moral dan etika yang secara otomatis dapat diimplementasikan pada kualitas kerja dan kinerja, kedisiplinan dan penghargaan akan waktu, daya saing dan keunggulan, serta komitmen pada keselamatan bersama baik masyarakat dan negara.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Penerapan dan pengimplementasian faktor-faktor agama yaitu iman, agama, serta ihsan (akhlak) dalam pengembangan tatanan sistem ekonomi masyarakat pada sebuah negara merupakan penyebab dari timbulnya suatu sistem ekonomi yang berbeda yang ada saat ini yaitu yang pertama adalah sistem ekonomi konvensional termasuk di dalamnya sistem kapitalis dan sistem liberalis, serta yang kedua yaitu sistem ekonomi Islam. Penerapan atau tidak diterapkannya faktor-faktor agama tersebut dalam sebuah sistem ekonomi juga akan memberikan pengaruh yang berbeda secara signifikan terhadap tujuan dan hasil akhir dari pelaksanaan sistem ekonomi tersebut.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sistem ekonomi konvensional melakukan analisis terhadap pola perilaku individu, perusahaan dan lembaga publik yang berdasarkan norma kapitalistik masyarakat barat. Asumsi dasar yang digunakan dalam paradigma ekonomi konvensional adalah memaksimumkan kepuasan pribadi (maximize individual satisfaction). Satisfaction bermakna kepuasan atas fisik dan fikiran dalam kepemilikan barang dan jasa. Maximization bermakna minimisasi biaya-biaya yang ditanggung individu tanpa mempertimbangkan cost yang ditanggung masyarakat dan lingkungan. Asumsi tersebut akhirnya menganggap manusia berperilaku rasional, self interest-greed-acquisitiveness, dalam me-utilisasi sumber daya dengan keterbatasannya (scarcity).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Gambar 1. Sistem Ekonomi Konvensional.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgvvdqEjfeU6TUs4MLyuWUGXcM0R481vULdT9lfNtnGhAAdKjeowmaqHz9QG821NRSLGTTY2ocvcgoZVhAAbFHAsOYEO5FU0JtUwes1ty_CDMaGxU2fFjZsSIoVA8PCSda6n94EkaHGgynt/s1600/Sistem+Ekonomi+Konvensional.PNG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgvvdqEjfeU6TUs4MLyuWUGXcM0R481vULdT9lfNtnGhAAdKjeowmaqHz9QG821NRSLGTTY2ocvcgoZVhAAbFHAsOYEO5FU0JtUwes1ty_CDMaGxU2fFjZsSIoVA8PCSda6n94EkaHGgynt/s1600/Sistem+Ekonomi+Konvensional.PNG" height="196" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dalam ekonomi konvensional ini, para pelaku ekonomi (economic agent) diasumsikan selalu sibuk dengan pemuasan maksimum terhadap keinginan (wants) akan barang dan jasa. Objek utama yang selalu diinvestigasi adalah market dimana faktor-faktor ekonomi yang digunakan dalam pemodelan adalah yang dapat dikuantifikasi (susceptible to quantification). Akibatnya model yang dibentuk akan merestriksi faktor-faktor lain (ceteris paribus). Karena menggunakan pendekatan empiris-matematis, akibatnya ekonomi konvensional berujung pada menegasikan pendekatan metafisik atau pendekatan nilai yang dianggap tidak scientifik dan hasil analisis yang berupa temuan eksperimen harus diinterpretasikan dimana kebanyakan berlainan tergantung pendekatannya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sistem ekonomi konvensional tidak melihat pendekatan moral dan etika sebagai suatu dasar dalam pelaksanaan pemenuhan kebutuhan ekonomi. Yang dilihat adalah sebuah permasalahan ekonomi berupa kelangkaan (scarcity) barang dan jasa. Hal ini karena setiap manusia mempunyai kebutuhan yang beranekaragam dan jumlahnya tidak terbatas sementara sarana pemuas (barang dan jasa) yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia terbatas. Pemuasan maksimum terhadap keinginan (wants) akan barang dan jasa tersebut tidak lagi memikirkan efisiensi terhadap modal dan sumber daya yang ada.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Akibatnya muncul masalah ekonomi karena adanya distribusi yang tidak merata dan adil sebagai akibat sistem ekonomi yang membolehkan eksploitasi pihak yang kuat terhadap pihak yang lemah dalam rangka pemenuhan kepuasan maksimum tersebut. Dengan berkembangnya kondisi masyarakat yang tidak lagi memperhatikan produktifitas dan investasi jangka panjang, berkembangnya sistem ribawi serta kurangnya kesadaran pajak dan tanggung jawab sosial akibat tidak ada norma yang mengatur maka lambat laun akan timbul suatu kemiskinan struktural. Hal ini &amp;nbsp;merupakan trickle down effect akibat mengesampingkan pendekatan moral dan etika sebagai suatu dasar dalam pelaksanaan pemenuhan kebutuhan ekonomi, mengakibatkan terciptanya jarak atau kesenjangan kesejahteraan yang terlalu besar antara kaum yang kaya/kuat dan kaum yang lemah karena terbatasnya pendidikan, informasi, kekuatan politik dan modal.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Di sisi lain, dalam konsep sistem ekonomi Islam, moral dan etika merupakan hal prinsip yang harus ada dalam pelaksanaan sistem ekonominya. Islam menjadikan tauhid sebagai sumber utama moral, etika dan hukum (norma). Tauhid yang berarti pengesaan terhadap ketuhanan Allah SWT Sang Pencipta dan Sang Pengatur atau Pembuat hukum. Konsep tauhid dalam moral, etika dan hukum dijabarkan dalam syariah dan kemudian dijelaskan lebih detail dalam fiqih. Konsep tauhid menggunakan standar tertentu dalam menentukan sebuah moral, etika dan hukum yang disebut dengan maslahah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Gambar 2. Sistem Ekonomi Islam – Perubahan yang diharapkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgMqQvTjHkmBQNVRh-H-6cpipZQ1-fOamxSf9uOezjSRTbUL_kDdDKnaAU1SGKdTchSULOS4qhHTtpp1TPIKMEHdfRzBjj-p3yFAdL2d122GgbxSvhyphenhyphen9O-hM7Kl_NmRFuuGDHzmN3FQRANW/s1600/Sistem+Ekonomi+Islam.PNG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgMqQvTjHkmBQNVRh-H-6cpipZQ1-fOamxSf9uOezjSRTbUL_kDdDKnaAU1SGKdTchSULOS4qhHTtpp1TPIKMEHdfRzBjj-p3yFAdL2d122GgbxSvhyphenhyphen9O-hM7Kl_NmRFuuGDHzmN3FQRANW/s1600/Sistem+Ekonomi+Islam.PNG" height="221" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div&gt;
Seperti diuraikan sebelumnya bahwa hubungan antara iman, agama, serta ihsan (akhlak) adalah sebagai sebuah bangunan, dimana iman adalah fondasi bangunan agar ia dapat berperilaku (berakhlak) mulia. Ketiga aspek nilah yang merupakan ciri dari sistem ekonomi Islam.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Yang pertama adalah iman atau aqidah, yaitu suatu bentuk pengakuan/persaksian secara sadar mengenai keyakinan, keimanan, dan kepercayaan bahwa ada suatu Zat Yang Esa yang telah menciptakan seluruh alam beserta isinya. Fungsi aqidah/iman adalah memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan mengenai hakikat kehidupan seperti: dari mana asal muasa kehidupan, apa maknanya, apa yang harus dilakukan, kemana hidup ini diarahkan, dan kemana semuanya akan berakhir. Karena sifatnya yang rigid, aqidah bersifat tetap dan kekal. Artinya, aqidah tidak berubah dari masa ke masa dan tidak ada ruang inovasi dan kreatifitas (ijtihad) di dalamnya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Kedua adalah syariah agama Islam, merupakan peraturan-peraturan dan hukum yang telah digariskan oleh Allah, atau telah digariskan pokok-pokoknya dan dibebankan kepada kaum muslimin supaya mematuhinya, supaya syariah ini diambil oleh orang Islam sebagai penghubung diantaranya dengan Allah dan diantaranya dengan manusia” (syaikh Mahmud syalthut, Al-Islam, Aqidah wal Syariah, hal.68). Karena fungsinya sebagai aturan yang diturunkan lewat rasul-Nya, maka syariah sifatnya tidak rigid tetapi mengalami perkembangan sesuai dengan zamannya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Kemudian yang ketiga adalah akhlak atau etika sering juga disebut ihsan. Didefinisikan sebagai: “Ihsan adalah engkau beribadah kepada Tuhanmu seolah-olah engkau melihat-Nya sendiri, kalaupun engkau tidak melihat-Nya, maka Ia melihatmu”. (HR. Muslim). Fungsi akhlak adalah sebagai tujuan puncak dari diutusnya para Nabi. “Sesungguhnya aku diutus Allah untuk menyempurnakan keluhuran akhlaq” &amp;nbsp;(HR. Ahmad). Akhlak mengajarkan manusia bagaimana berperilaku kepada Allah dan terhadap sesama makhluk. Ringkasnya sistem ekonomi Islam merupakan suatu sistem ekonomi yang berdasarkan aqidah dengan konsep tauhid sebagai prinsip utama tata ekonomi dengan panduan pengamalan yang diberikan oleh syariah yang bersumber dari Alquran dan Sunnah sehingga membuahkan akhlak dan etika yang mulia. Etika dalam &amp;nbsp;ekonomi Islam diukur pada terpenuhinya aspek maqoshid syariah (tujuan, prinsip dan nilai yang ditekankan oleh hukum Islam) pada sebuah perjanjian, meliputi memelihara agama, jiwa, keturunan, harta dan akal.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Terdapat dua asumsi dasar ekonomi Islam meliputi :&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
1.&amp;nbsp;Pencapaian falah (kemenangan, kesejahteraan dunia akherat); dan&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
2.&amp;nbsp;Sumber daya ekonomi (resources) dan jumlahnya yang mencukupi.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Ekonomi Islam mengasumsikan bahwa resources dikelola manusia untuk mencapai falah. Ini berarti bahwa Allah SWT menciptakan resources yang cukup bagi manusia jika dikelola sesuai dengan syariah. Allah menyediakan sumber &amp;nbsp;daya alam sangat banyak untuk memenuhi kebutuhan manusia. Manusia yang berperan sebagai khalifah, dapat memanfaatkan sumber daya yang banyak itu untuk kebutuhan hidupnya. Allah berfirman: “Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak bias menghitungnya”. (QS. Ibrahim:34). Namun harus tetap dingat bahwa semua sumber daya yang ada di alam ini merupakan ciptaan dan milik Allah secara absolut (mutlak dan hakiki).&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Dari sinilah letak perbedaan penerapan moral dan etika dalam ekonomi Islam dan konvensional. Dalam ekonomi Islam seluruh premis, asumsi dan konsep diikat oleh framework syariah dan dibangun secara inter-disiplin dengan mempertimbangkan seluruh aspek kehidupan manusia. Sebagian besar konten ekonomi Islam bersifat normatif yang mengatur perilaku agen dalam ekonomi agar dapat mencapat falah. Penerapan intrumennya dilakukan dengan instrumen &amp;nbsp;wajib (zakah dan hisbah), instrumen sukarela (sadaqah dan wakaf), instrumen haram (riba atau transaksi kredit, maysir dan gharar), prinsip profit dan loss sharing sebagai pengganti sistem ribawi dan mengedepankan aktivitas ekonomi produktif dengan melarang maysir, spekulasi dan perjudian.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Dengan kemampuan mengelola sumber daya yang ada melalui distribusi modal dan pendapatan serta profit dan loss sharing, kemudian menghilangkan instrmen ribawi, dilandasi dengan konsep tauhid berdasarkan syariat dan ketentuan agar tercipta sebuah akhlak, moral dan etika yang baik untuk menjalankan suatu sistem ekonomi, maka ekonomi Islam merupakan jalan keluar yang diharapakan untuk sebuah sistem ekonomi agar tidak terjebak ekonomi yang kapitalis dan sosialis, dengan tujuan menciptakan kondisi masyarakat yang shaleh yang pada akhirnya berujung pada teciptanya suatu falah atau kesejahteraan bagi masyarakat.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://mymirrorlife.blogspot.com/2015/03/bagaimana-moral-dan-etika-mempengaruhi.html</link><author>noreply@blogger.com (Zainul Hal)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgUUwQMixVQLwKxZaOWqJCKUdj82Zl0VwB7s8U1bVSzrtpXdL39HXlBNL8CJt9mqwXXCbfuJ5k7m8O7iKH2BR0AZLFpHMw4AwgL59LYUnMpSRZ1D_NsDWimr-SrtzhS_25NwLIPWy26vXVc/s72-c/Moral-dan-etika-mempengaruhi-sistem-ekonomi.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3935287907092622716.post-514701294127688894</guid><pubDate>Sat, 14 Mar 2015 05:20:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-03-14T12:20:11.003+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Opini</category><title>Negara dan Kekuasaan</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhpBrFWbvGVzTTJiuqmEKWGdw1gDvCCnfcF0v8nOH6c31TaXZQwT9Hzmj3PcGUZfyu4vo2oz-0un6hOtHr_UAV4gZseGiWsQax1IgBFfO6HMkQJNBYpwa5kcNxIYK1b2fmr2m1QxwJ-Od6i/s1600/Negara-dan-Kekuasaaan.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Negara dan Kekuasaan" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhpBrFWbvGVzTTJiuqmEKWGdw1gDvCCnfcF0v8nOH6c31TaXZQwT9Hzmj3PcGUZfyu4vo2oz-0un6hOtHr_UAV4gZseGiWsQax1IgBFfO6HMkQJNBYpwa5kcNxIYK1b2fmr2m1QxwJ-Od6i/s1600/Negara-dan-Kekuasaaan.jpg" height="202" title="Negara dan Kekuasaan" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Dirikan
Negara Dirikan Solidaritas: Politik Dalam Perspektif Ibn Khaldun&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Berbicara tentang politik tidak lepas dari konsep
negara dan kekuasaan. Dalam KBBI tahun 2008, &lt;b&gt;Negara&lt;/b&gt; diartikan sebagai
organisasi di suatu wilayah yang mempunyai kekuasaan tertinggi yang sah dan
ditaati oleh rakyat. Definisi lainnya yakni kelompok sosial yang menduduki
wilayah atau daerah tertentu yang diorganisasikan di bawah lembaga politik,
mempunyai kekuasaan politik, berdaulat sehingga berhak menentukan tujuan.
Sedangkan &lt;b&gt;kekuasaan &lt;/b&gt;merupakan suatu kemampuan untuk menggunakan pengaruh
kepada orang lain; artinya kemampuan untuk mengubah sikap atau tingkah laku
individu atau kelompok. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Polemik negara dan kekuasaan menjadi diskursus utama
dalam ilmu politik dan meruncing hingga abad ke-20. Polemik tersebut berkisar
pada persoalan mana yang harus didahulukan untuk mencapai tujuan politik---Apakah
dengan mendirikan negara sebagai sebuah badan struktural yang membenahi
kebijakan sosial ataukah dengan menanamkan kekuasaan sebagai basis pengaruh
dalam sebuah idealisme. Beberapa sarjana ilmu politik kontemporer memiliki
perbedaan persepsi terhadap titik sentral dalam kajian ilmu politik. &lt;i&gt;Pendapat
pertama,&lt;/i&gt; menyatakan bahwa pusat kendali ada pada negara dalam artian bahwa
negara sebagai titik poros dalam mencapai tujuan. Selain itu, negara adalah
satu-satunya organisasi &lt;i&gt;(par excellence)&lt;/i&gt; yang pernah diciptakan manusia.&lt;a href="file:///D:/Universitas%20Indonesia/Data%20FDG/Presentasi%20Mei/Negara%20dalam%20Kekuasaan.doc#_ftn1" name="_ftnref1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;
Jika ditelusuri dari segi keanggotaannya, negara merupakan organisasi yang
memiliki badan struktur sehingga mampu melegitimasi dan mengeluarkan kebijakan
serta mengintegrasi beberapa kepentingan politik. &lt;i&gt;Pendapat kedua,&lt;/i&gt; konsep
kekuasaan dianggap paling penting dan dominan dalam mencapai tujuan. Kekuasaan
menjadi inti pokok permasalahan sedangkan negara menurut pandangan bebarapa ahli
adalah hanya sebagai wadah atau kulit terluar dalam mencapai tujuan. Dari kedua
pendapat bersebrangan tersebut, sejarah perkembangan ilmu politik
memperlihatkan bahwa konsep negara merupakan konsep paling dominan yang sering
dikaitkan dalam politik namun sejalan dengan perkembangannya yang dimulai sejak
abad ke-20,&amp;nbsp; mulai muncul perubahan
diskursus bahwa ilmu politik berubah pembahasan dari ilmu negara menjadi ilmu
kekuasaan. Pertanyaan terpenting adalah bagaimanakah pandangan Islam dan
sejarah Islam dalam memandang realitas konsep kekuasaan dan negara dalam
mencapai tujuan?. Hal yang menarik untuk dianalisis adalah bagaimana proses
politik Islam hingga mampu menancapkan pengaruh sampai dua pertiga dunia? Bagaimana
pula proses politik Islam yang dimulai sejak hijrah Nabi Muhammad SAW mampu
mewujudkan &lt;i&gt;Madina state?&lt;/i&gt; Politik kenegaraan atau politik kekuasaan? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Konsep negara dan kekuasaan di dalam politik Islam
tidak bisa dipisahkan, tidak seperti yang terjadi di Eropa. Politik Islam
merupakan politik yang berbasis teokrasi. Hubungan keduanya bak sisi mata uang
yang saling bersinergis dan bernilai. Berdirinya negara membutuhkan kekuasaan
begitu pula sebaliknya. Agama sebagai penancap legitimasi&lt;b&gt; &lt;/b&gt;kekuasaan
membutuhkan negara sebagai institusi yang mampu menaungi kepentingan dan
kebutuhan manusia. Para teoritis politik Islam klasik mengkaitkan persoalan
negara dengan kepentingan realitas kebutuhan manusia sebagai makhluk sosial dan
spiritual yakni kebutuhan untuk bekerjasama mencakup solidaritas kemasyarakatan
dan ibadah. Ahli politik Islam pula melihat negara sebagai representatif hasil
rasionalitas masyarakat untuk melaksanakan &lt;i&gt;din&lt;/i&gt; (agama). &lt;i&gt;Din&lt;/i&gt;
merupakan kata yang menunjuk pada solidaritas sesama muslim dan kesetiaan pada
wahyu.&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;a href="file:///D:/Universitas%20Indonesia/Data%20FDG/Presentasi%20Mei/Negara%20dalam%20Kekuasaan.doc#_ftn2" name="_ftnref2" title=""&gt;[2]&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="file:///D:/Universitas%20Indonesia/Data%20FDG/Presentasi%20Mei/Negara%20dalam%20Kekuasaan.doc#_ftn2" name="_ftnref2" title=""&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Hubungan negara dan kekuasaan di dalam
Islam tidak lepas dari konsep manusia. Dalam hal ini manusia melakukan
interaksi secara berkoloni baik untuk kebutuhan sosial maupun kebutuhan
spiritualnya&lt;i&gt;. Ukhuwah Islamiyah&lt;/i&gt; atau konsep persaudaraan Islam yang
didengungkan sejak masa kenabian dirasa menjadi titik pusat dalam menganalisis
konsep negara atau kekuasaan. Jika kita meneliti kembali kepada sejarah
kelahiran Islam di Mekah (berlangsung selama 13 th) dan Madinah (10 th) hingga
terbentuknya negara pertama yakni &lt;i&gt;Madina-state, &lt;/i&gt;kita akan mampu mengambil
strategi politik yang dilakukan Nabi sehingga mampu menanamkan pengaruh begitu
besar di dunia Arab. Analisis penulis terkait konsep awal kuatnya politik Islam
sehingga memunculkan &lt;i&gt;Madina-state&lt;/i&gt; sebagai negara ideal yakni berasal
dari kekuasaan. Jika diteliti lebih lanjut bahwa konsep kekuasaan didasarkan
pada sebuah jalinan persaudaraan yang terbentuk sehingga membentuk solidaritas
bersama dan melahirkan kekuasaan absolut. Piagam Madinah merupakan konvensi seluruh
warga Madinah, tidak hanya diakui oleh muslim, Anshar dan Muhajirin saja tetapi
juga Yahudi dan Nasrani sebagai warga yang dilindungi dalam &lt;i&gt;Madina-state&lt;/i&gt;.
Sikap Nabi yang demokratis inilah menjadikan solidaritas kian menguat. Sikap
solidaritas yang dimaksud bukanlah mencampurkan imanen menjadi satu seperti
yang dilakukan di zaman modern namun isu bersama dan keamanan nasional yang
menjadikan Islam, Yahudi dan &amp;nbsp;Nasrani
mampu hidup berdampingann dan bersinergi dengan catatan tidak adanya intervensi
yang merusak tatanan nilai keyakinan. Konsep solidaritas inilah yang menurut
Ibn Khaldun, seorang filsuf dan bapak sosiolog muslim yang hidup di abad ke-14
M yakni zaman kemunduran Islam disebut sebagai konsep &lt;b&gt;&lt;i&gt;ashabiyah&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;.
Ashabiyah dalam pandangan Ibn khaldun tentu berbeda dengan konsep &lt;i&gt;ashabiyah&lt;/i&gt;
yang sekarang yang telah mengalami konotasi negatif yakni fanatisme. Konsep &lt;i&gt;ashabiyah&lt;/i&gt;
Ibn Khaldun pada awalnya muncul sebagai akibat penafsiran dari salah satu
karakter yang diajukan untuk memimpin kekhilafahan yakni harus berasal dari
suku Quraisy (pembatasan suku tertentu). Ibn khaldun berusaha menafsirkan suku
Quraisyan itu melalui konsep &lt;i&gt;ashabiyah&lt;/i&gt;, yakni solidaritas bukan tafsiran
leksikal melainkan metafora atau majas. Ibn Khaldun mengemukakan pula pandangan
yang umum terdapat dalam pemikiran politik yang berasal dari Yunani kuno, bahwa
manusia itu pada dasarnya adalah makhluk politik &lt;i&gt;(Zoon Politicon)&lt;/i&gt;. Artinya
mereka harus hidup bermasyarakat dalam sebuah kota atau negara.&lt;a href="file:///D:/Universitas%20Indonesia/Data%20FDG/Presentasi%20Mei/Negara%20dalam%20Kekuasaan.doc#_ftn3" name="_ftnref3" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Dalam Muqaddimah Ibn Khaldun disebutkan bahwa untuk menegakkan
dinasti, kerajaan, khilafah, pangkat pemerintahan dibutuhkan solidaritas yang
kuat dan solidaritas yang kuat berasal dari agama bukan kepentingan posisi
jabatan dan gerakan agama tanpa solidaritas sosial tidak akan pernah berhasil.
Besarnya suatu negara, luas daerahnya dan panjang usianya tergantung kepada
kekuatan pendukungnya yang memiliki kesamaan orientasi---Ambisi posisi jabatan
dirasa akan tereduksi dengan adanya tujuan agama yang sama yakni mensiarkan
kebenaran dan mencapai kemaslahatan umat. Dan hal tersebut tidak akan berhasil
jika solidaritas sosial tidak mendapatkan ruang berdaulat dalam kenegaraan
yakni sebuah lembaga terhormat yang memiliki hak kuasa dan menguasai rakyat
melalui kekuatan persenjataan dan militer yang jitu. Jadi pada intinya bahwa solidaritas
yang kuat, agama, kedaulatan yang terhormat dengan militer yang jitu adalah
tiga hal yang digunakan untuk mencapai tujuan dan diperlukan untuk mendirikan
negara yang kokoh sehingga &lt;i&gt;Madina-state&lt;/i&gt; sebagai &lt;i&gt;role model&lt;/i&gt; pemerintahan
Islam akan berdiri kembali di zaman modern ini. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Satu hal yang harus direnungkan dalam tulisan ini
yakni sebuah sikap politik Ali bin Abi Thalib dalam melegitimasi kekuasaan
dengan tanpa menjadikan agama sebagai bahan olokan politik.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;“Kita membangun
dunia dengan merobek-robek agama, tak agama kita bersisa tak juga bangunan
kita.”&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="text-align: center;"&gt;(Muqaddimah Ibn
Khaldun, hal. 257).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;
&lt;span style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Artinya
gunakan agama secara proporsional; bukan sebagai alat politik untuk mencari
kekuasaan semata dan berakhir pada kehancuran dan runtuhnya kewibawaan negara
namun sebagai alat untuk menguatkan identitas dan kemaslahatan berbangsa dan
bernegara tentu dengan tujuan yang lebih jelas. Selain itu cermati pernyataan
Abu Shakhar jika dikaitkan dengan fenomena kekinian politik Islam yakni: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Saya heran atas perjuangan massa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;di antara daku dengannya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;begitu perjuangan berhenti&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;masa pun jadi leha-leha&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Larik-larik tersebut mengisaratkan
bahwa terjadi dekadensi yang mengakibatkan hilangnya kultur dan ruh politik
dalam Islam. &lt;i&gt;Ashabiyah&lt;/i&gt; yang menggebu dengan tanpa ilmu dan tujuan tentu
akan bermasalah dan hanya meninggalkan cacat baik bagi tujuannya maupun
pejuangnya. Hal inilah yang harus menjadi titik cermat kita sebagai calon
pemimpin negara. Harus ada resolusi untuk menanggulangi krisis politik di dalam
Islam dengan cara mendirikan negara melalui solidaritas sosial dengan landasan
yang kuat dan orientasi yang jelas sehingga &lt;i&gt;Madina-state&lt;/i&gt; yang diharapkan
akan terekonstruksi kembali di zaman modern ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Referensi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Wingdings; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-fareast-font-family: Wingdings;"&gt;v&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Ahmadie &lt;i&gt;(Penj.). &lt;/i&gt;2000&lt;i&gt;.
Muqaddimah Ibn Khaldun. &lt;/i&gt;Jakarta: Pustaka Firdaus&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Wingdings; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-fareast-font-family: Wingdings;"&gt;v&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Huntington, Samuel P. 2003. &lt;i&gt;Prajurit
dan Negara: Teori dan Politik Hubungan Militer-Sosial.&lt;/i&gt; Jakarta: Grasindo &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Wingdings; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-fareast-font-family: Wingdings;"&gt;v&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Kamil, Sukran Prof. Dr. 2013. &lt;i&gt;Pemikiran
Politik Islam Tematik: Agama Dan Negara, Demokrasi, Civil Society, Syariah Dan
HAM, Fundamentalisme, Dan Antikorupsi.&lt;/i&gt; Jakarta: Kencana Prenada Media&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Wingdings; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-fareast-font-family: Wingdings;"&gt;v&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Zainuddin, A. Rahman. 1992. &lt;i&gt;&lt;u&gt;Kekuasaan
Dan Negara: Pemikiran Politik Ibnu Khaldun.&lt;/u&gt;&lt;/i&gt; Jakarta: Gramedia Pustaka
Utama&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Wingdings; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-fareast-font-family: Wingdings;"&gt;v&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Zarkasyi, Hamid Fahmi. 2009.&lt;i&gt;
Identitas dan Problem Politik Islam&lt;/i&gt;. Jurnal Pemikiran dan Peradaban Islam
Vol. V. No. 2&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;

&lt;hr align="left" size="1" width="33%" /&gt;

&lt;!--[endif]--&gt;

&lt;div id="ftn1"&gt;

&lt;div class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;a href="file:///D:/Universitas%20Indonesia/Data%20FDG/Presentasi%20Mei/Negara%20dalam%20Kekuasaan.doc#_ftnref1" name="_ftn1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 11.0pt;"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 11.0pt;"&gt; A.
Rahman Zainuddin, &lt;i&gt;Kekuasaan Dan Negara: Pemikiran Politik Ibnu Khaldun&lt;/i&gt;,
(Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 1992), hal. 4&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div id="ftn2"&gt;

&lt;div class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;a href="file:///D:/Universitas%20Indonesia/Data%20FDG/Presentasi%20Mei/Negara%20dalam%20Kekuasaan.doc#_ftnref2" name="_ftn2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 11.0pt;"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 11.0pt;"&gt;
Prof. DR. Sukron Kamil, M.A., &lt;i&gt;Pemikiran Politik Islam Tematik: Agama dan
Negara, Demokrasi, Civil Society, Syariah dan HAM, Fundamentalisme, dan
Antikorupsi &lt;/i&gt;(Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2013), hal. 5&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div id="ftn3"&gt;

&lt;div class="MsoFootnoteText"&gt;
&lt;a href="file:///D:/Universitas%20Indonesia/Data%20FDG/Presentasi%20Mei/Negara%20dalam%20Kekuasaan.doc#_ftnref3" name="_ftn3" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US;"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;i&gt;Op. Cit.,&lt;/i&gt; 77&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://mymirrorlife.blogspot.com/2015/03/negara-dan-kekuasaan.html</link><author>noreply@blogger.com (Zainul Hal)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhpBrFWbvGVzTTJiuqmEKWGdw1gDvCCnfcF0v8nOH6c31TaXZQwT9Hzmj3PcGUZfyu4vo2oz-0un6hOtHr_UAV4gZseGiWsQax1IgBFfO6HMkQJNBYpwa5kcNxIYK1b2fmr2m1QxwJ-Od6i/s72-c/Negara-dan-Kekuasaaan.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Jakarta, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-6.2087634 106.84559899999999</georss:point><georss:box>-6.4613213999999992 106.5228755 -5.9562054 107.16832249999999</georss:box></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3935287907092622716.post-1563493592104548588</guid><pubDate>Tue, 27 Jan 2015 04:04:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-01-27T11:28:02.303+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ushul Fiqh dan Fiqh Mu'amalah</category><title>Qiyas</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjvVH8Sz0LmY2TC2a1ldYwuHdNv0IXfn2315QyOmXjuspQdeGdlLIUmPETpjU1obKS0ktzBH4SBbnxhkqmYXaQroD96gropNrqASnWYjnFH4IUl-sYF6_VSXLAmBsKDtgJUsJoIiveHt_3m/s1600/Qiyas_1024x520.jpg" height="202" width="400" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Qiyas
merupakan dasar hukum keempat setelah, al-Qur’an, Sunnah dan Ijma’. Qiyas
merupakan suatu cara penggunaan &lt;i&gt;ra’yu&lt;/i&gt;
untuk menggali hukum &lt;i&gt;syara’&lt;/i&gt; dalam
hal-hal yang nash al-Qur’an dan Sunnah tidak menetapkan hukumnya secara
jelas.Dasar pemikiran qiyas ialah adanya kaitan yang erat antara hukum dengan
sebab. Hampir dalam setiap hukum di luar bidang ibadat, dapat diketahui alasan
rasional ditetapkannya hukum itu oleh Allah SWT. Alasan hukum yang rasional itu
oleh ulama disebut &lt;i&gt;‘illat&lt;/i&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: large; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;b&gt;1.&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style="font-size: xx-large; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Pengertian
Qiyas&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Qiyas
menurut bahasa berarti mengukur sesuatu sengan sesuatu yang lain untuk
diketahui adanya persamaan antara keduanya.&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 107%;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;
Sedangkan qiyas menurut istilah oleh ahli ilmu ushul fiqh yaitu, mempersamakan
suatu kasus yang tidak ada nash hukumnya dengan suatu kasus yang ada nashnya,
karena persamaan keduanya itu terdapat dalam &lt;i&gt;‘illat&lt;/i&gt; hukumnya.&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 107%;"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;
Selain itu terdapat beberapa definisi qiyas yang berbeda oleh para ahli, tetapi
berdekatan artinya, diantaranya yaitu&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 107%;"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Menurut
Al-Ghazali dalam al-Mustashfa, qiyas adalah menanggungkan sesuatu yang
diketahui kepada sesuatu yang diketahui dalam hal menetapkan hukum pada
keduanya atau meniadakan hukum dari keduanya disebabkan ada hal sama antara
keduanya, dalam penetapan hukum dan peniadaan hukum.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Menurut
Abu Hasan al-Bashri, qiyas adalah menghasilkan (menetapkan) hukum &lt;i&gt;ashal&lt;/i&gt; pada &lt;i&gt;far’u&lt;/i&gt;karena keduanya sama dalam &lt;i&gt;‘illat&lt;/i&gt;
hukum menurut mujtahid.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Ulama
Syafi’iyah, qiyas adalah membawa
(hukum) yang (belum) di ketahui kepada (hukum) yang diketahui dalam rangka
menetapkan hukum bagi keduanya, atau meniadakan hukum bagi keduanya, baik hukum
maupun sifat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Wahbah
az-Zuhaili, qiyas adalah Menyatukan
sesuatu yang tidak disebutkan hukumnya dalam nash dengan sesuatu yang
disebutkan hukumnya oleh nash, disebabkan kesatuan ‘illat antara keduanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Dari
uraian tentang beberapa definisi qiyas tersebut, dapat diketahui hakikat dari
qiyas, yaitu&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 107%;"&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;"&gt;Ada dua kasus yang memiliki &lt;i&gt;‘illat&lt;/i&gt; yang sama.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;"&gt;Satu di antara dua kasus yang
bersamaan &lt;i&gt;‘illat&lt;/i&gt;-nya itu sudah ada
hukumnya yang ditetapkan berdasarkan nash, sedangkan kasus yang satu lagi belum
diketahui hukumnya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;"&gt;Berdasarkan &lt;i&gt;‘illat&lt;/i&gt; yang sama, seorang mujtahid menetapkan hukum pada kasus yang
tidak ada nash-nya itu seperti hukum yang berlaku pada kasus yang hukumnya
telah ditetapkan berdasarkan nash.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 57pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: large; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;b&gt;2.&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;Kehujahan&amp;nbsp; Qiyas&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Para
ulama ushul fiqh menganggap qiyas secara sah dapat dijadikan dalil hukum dengan
beberapa argumentasi, antara lain&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 107%;"&gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 35.45pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;a.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Al-Qur’an, Surat an-Nisa’ ayat 59&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 35.45pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;img alt="[QS. An-Nisa’(4):59]" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgKl-3mlr-SAB2fsFIxbtIY3l1PyCQuGYOtjP2yUpD9pTCImzIxl6defrZ17lfQdJTlJ5lR7WsqNmKzmtYPkYtr5eXZXFkSU_6xZ965HswWVAg8JMJaTB-_rxyi7qXPVIit2dhwpSdeMlqF/s1600/QS.+an-Nisa'%2B%5B4%5D_59.png" height="113" title="[QS. An-Nisa’(4):59]" width="400" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 54pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-language: IN; mso-no-proof: yes;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t75" coordsize="21600,21600"
 o:spt="75" o:preferrelative="t" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe" filled="f"
 stroked="f"&gt;
 &lt;v:stroke joinstyle="miter"/&gt;
 &lt;v:formulas&gt;
  &lt;v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"/&gt;
  &lt;v:f eqn="sum @0 1 0"/&gt;
  &lt;v:f eqn="sum 0 0 @1"/&gt;
  &lt;v:f eqn="prod @2 1 2"/&gt;
  &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"/&gt;
  &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"/&gt;
  &lt;v:f eqn="sum @0 0 1"/&gt;
  &lt;v:f eqn="prod @6 1 2"/&gt;
  &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"/&gt;
  &lt;v:f eqn="sum @8 21600 0"/&gt;
  &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"/&gt;
  &lt;v:f eqn="sum @10 21600 0"/&gt;
 &lt;/v:formulas&gt;
 &lt;v:path o:extrusionok="f" gradientshapeok="t" o:connecttype="rect"/&gt;
 &lt;o:lock v:ext="edit" aspectratio="t"/&gt;
&lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_2" o:spid="_x0000_i1025" type="#_x0000_t75"
 alt="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhaHZanMChBnLFw5p35vXvPNnB4olUS5TYs9I1zurdkCd2IYmnD3wfYViRuEiVK9wH4BPi1Lvv2-1E4pscitfdi6nAIIkSmXcdYVVEnGMgdUyuVwlnWa55KJSMrgoYOjXjO0I0oIIzUjG0/s400/nisa59.png"
 style='width:389.25pt;height:72.75pt;visibility:visible;mso-wrap-style:square'&gt;
 &lt;v:imagedata src="file:///C:\Users\ZAINUL~1\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image001.png"
  o:title="nisa59"/&gt;
&lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: red; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 35.45pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 35.45pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;i&gt;“Hai
orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil
amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka
kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (Sunnahnya), jika kamu
benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih
utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya &lt;/i&gt;[QS. An-Nisa’(4):59]&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 35.45pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 35.45pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Ayat ini
menunjukan bahwa jika ada perselisihan pendapat di antara ulama tentang hukum
suatu masalah maka jalan keluarnya dengan mengembalikannya kepada al-Qur’an dan
Sunnah Rasulullah SAW. Cara mengembalikannya antara lain dengan melakukan
qiyas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 35.45pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 35.45pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;b.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Hadis Riwayat Tirmidzi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 35.45pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Artinya: &lt;i&gt;Dari Al-Haris bin Amr, dari
sekelompok orang teman-teman Mu’az, sesungguhnya Rasulullah SAW mengutus Mu’az
ke Yaman, maka beliau bertanya kepada Mu’az, “atas dasar apa Anda memutuskan
suatu persoalan?”, dia jawab “dasarnya adalah kitab Allah”. Nabi bertanya:
“kalau tidak Anda temukan dalam kitab Allah?” dia menjawab “dengan dasar Sunnah
Rasulullah SAW”. Beliau bertanya lagi “kalau tidak Anda temukan dalam Sunnah
Rasulullah?”, Mu’az menjawab “aku akan berijtihad dengan penalaranku”, maka
Nabi berkata “Segala pujian bagi Allah yang telah memberi taufiq atas diri
utusan Rasulullah SAW”&lt;/i&gt;. (HR. Tirmidzi)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 35.45pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 35.45pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Hadits tersebut menurut mayoritas ulama
ushul fiqh mengandung pengakuan Rasulullah SAW terhadap qiyas, karena praktik
qiyas adalah satu macam dari kegiatan ijtihadyang mendapat pengakuan dari
Rasulullah SAW dalam dialog tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 35.45pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 35.45pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: large; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;3.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-stretch: normal; font-weight: normal;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;Rukun
dan Syarat Qiyas&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Qiyas
baru dianggap sah bilamana lengkap rukun-rukunnya serta syarat-syaratnya. Para
ulama ushul fiqh sepakat bahwasanya yang menjadi rukun qiyas ada empat yaitu&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 107%;"&gt;[6]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;b&gt;a. &lt;i&gt;Ashal&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;"&gt; (pokok tempat
mengqiyaskan sesuatu),&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;"&gt;Yaitu masalah yang telah ditetapkan hukumnya baik dalam
al-Qur’an maupun dalam Sunnah Rasulullah SAW. &lt;i&gt;Ashal&lt;/i&gt; di sebut juga &lt;i&gt;al-maqis
‘alaih&lt;/i&gt; (tempat mengqiyaskan sesuatu), &lt;i&gt;mahmul
‘alaih&lt;/i&gt; (yang dijadikan pertanggungan) dan &lt;i&gt;musyabbah bih&lt;/i&gt; (yang diserupakan dengannya). Beberapa syarat &lt;i&gt;ashal&lt;/i&gt; adalah sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;"&gt;Hukum yang hendak dipindahkan kepada cabang masih ada pokok (&lt;i&gt;ashal&lt;/i&gt;) dan bukan yang sudah dihapuskan (&lt;i&gt;mansukh&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;"&gt;Hukum yang terdapat pada&amp;nbsp;&lt;i&gt;ashal&lt;/i&gt;&amp;nbsp;itu hendaklah hukum&amp;nbsp;&lt;i&gt;syara’&lt;/i&gt;&amp;nbsp;bukan hukum akal atau hukum yang berhubungan dengan bahasa.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;"&gt;Hukum&amp;nbsp;&lt;i&gt;ashal&lt;/i&gt;&amp;nbsp;bukan merupakan hukum pengecualian.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 16px; text-indent: -24px;"&gt;b. Adanya hukum&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 16px; text-indent: -24px;"&gt;ashal&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 16px; text-indent: -24px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 16px; text-indent: -24px;"&gt;Yaitu hukum&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 16px; text-indent: -24px;"&gt;syara’&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 16px; text-indent: -24px;"&gt;&amp;nbsp;yang terdapat pada&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 16px; text-indent: -24px;"&gt;ashal&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 16px; text-indent: -24px;"&gt;&amp;nbsp;yang hendak ditetapkan pada&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 16px; text-indent: -24px;"&gt;far’u&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 16px; text-indent: -24px;"&gt;&amp;nbsp;(cabang) dengan jalan qiyas. Syarat-syarat hukum&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 16px; text-indent: -24px;"&gt;ashal&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 16px; text-indent: -24px;"&gt;&amp;nbsp;yaitu :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;"&gt;Hukum&amp;nbsp;&lt;i&gt;ashal&lt;/i&gt;&amp;nbsp;hendaklah berupa hukum&amp;nbsp;&lt;i&gt;syara’&lt;/i&gt;&amp;nbsp;yang berhubungan dengan amal perbuatan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;"&gt;Hukum&amp;nbsp;&lt;i&gt;ashal&lt;/i&gt;dapat di telusuri&amp;nbsp;&lt;i&gt;‘illat&lt;/i&gt;&amp;nbsp;hukumnya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;"&gt;Hukum&amp;nbsp;&lt;i&gt;‘illat&lt;/i&gt;&amp;nbsp;itu bukan merupakan kekhususan bagi nabi Muhammad saw.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;"&gt;c. Adanya cabang (&lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;"&gt;Far’u&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;"&gt;Yaitu sesuatu yang tidak ada ketegasan hukum dalamnya dalam al-Qur’an, Sunnah atau Ijma’, yang hendak ditemukan hukumnya melalui qiyas.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;"&gt;Far’u&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;"&gt;&amp;nbsp;disebut juga&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;"&gt;al-maqis&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;"&gt;&amp;nbsp;(yang diqiyaskan),&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;"&gt;al-mahmul&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;"&gt;&amp;nbsp;(yang dipertanggungkan) dan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;"&gt;al-musyabbah&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;"&gt;&amp;nbsp;(yang diserupakan). Syarat-syarat&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;"&gt;far’u&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;"&gt;&amp;nbsp;yang terpenting yaitu :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;1)&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" style="text-indent: -18pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;"&gt;Cabang (&lt;i&gt;Far’u&lt;/i&gt;)tidak mempunyai ketentuan atau hukumnya tersendiri.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;2)&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" style="text-indent: -18pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style="text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;‘illat&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;"&gt; yang terdapat
pada cabang sama dengan yang terdapat pada &lt;i&gt;ashal&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;3)&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" style="text-indent: -18pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;"&gt;Hukum cabang harus sama dengan
hukum pokok.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;d.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style="text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;‘Illat&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;"&gt;Yaitu suatu
sifat yang dijadikan dasar untuk membentuk hukum pokok, dan berdasarkan adanya
keberadaan sifat itupada cabang (&lt;i&gt;far’u&lt;/i&gt;),
maka ia disamakan dengan pokoknya dari segi hukumnya. &lt;i&gt;‘Illat&lt;/i&gt; merupakan rukun yang inti bagi praktik qiyas, karena
berdasarkan &lt;i&gt;‘illat&lt;/i&gt; itulah hukum-hukum
yang terdapat dalam al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW dapat dikembangkan.
Syarat-syarat &lt;i&gt;‘illat&lt;/i&gt; yang telah
disepakati adalah sebagai berikut&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 107%;"&gt;[7]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;i style="text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;‘Illat&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;"&gt; haruslah berupa
suatu sifat yang jelas. Sifat tersebut haruslah sesuatu yang dapat dijangkau
oleh panca indra yang lahir.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;i style="text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;‘Illat&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;"&gt; haruslah berupa
sifat yang pasti. Kepastiannya ialah bahwa ia mempunyai suatu hakikat tertentu
yang terbatas, yang memungkinkan untuk dibuktikan keberadaannyapada cabang
dengan tepat, karena asas qiyas adalah persamaan cabang dan pokok (&lt;i&gt;ashal&lt;/i&gt;) pada aspek &lt;i&gt;‘illat&lt;/i&gt; hukum &lt;i&gt;ashal&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;i style="text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;‘Illat&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;"&gt; haruslah berupa
suatu sifat yang sesuai. Maksud kesesuaiannya adalah bahwasanya sifat itu
menjadi tempat dugaan untuk mewujudkan hikmah daripada hukum &lt;i&gt;ashal&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;i style="text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;'Illat&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman, serif;"&gt; haruslah berupa
suatu sifat yang terbatas pada pokoknya (&lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;ashal&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman, serif;"&gt;).
Maksudnya bahwa ia merupakan suatu sifat yang memungkinkan untuk dibuktikan
pada sejumlah individu dan ditemukanpada selain pokok.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; text-align: left; text-indent: 36pt;"&gt;Menurut
penelitian para ulama ushul fiqh, ada beberapa cara yang digunakan untuk mengetahui
keberadaan &lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; text-align: left; text-indent: 36pt;"&gt;‘illat&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; text-align: left; text-indent: 36pt;"&gt;, baik pada suatu
ayat atau pada hadis Rasulullah saw., yaitu&lt;/span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; text-align: left; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 107%;"&gt;[8]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; text-align: left; text-indent: 36pt;"&gt;:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;"&gt;Melalui nash atau dalil-dalil
al-Qur’an atau Sunnah baik secara tegas atau tidak tegas.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;"&gt;Mengetahui &lt;i&gt;‘illat&lt;/i&gt; dengan ijma’&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;"&gt;Mengetahui &lt;i&gt;‘illat&lt;/i&gt; dengan jalan ijtihad dan hasilnya dikenal dengan &lt;i&gt;‘illatmustanbathah&lt;/i&gt; (&lt;i&gt;‘illat&lt;/i&gt; yang dihasilkan dengan jalan ijtihad). Diantara cara-cara
berijtihad untuk menemukan &lt;i&gt;‘illat&lt;/i&gt;
adalah adalah dengan as-sibru wa al-taksim. As-sibru berarti menyeleksi
beberapa sifat, mana diantaranya yang lebih cocok untuk dijadikan &lt;i&gt;‘illat&lt;/i&gt; bagi suatu rumusan hukum.
Sedangkan at-taqsim berarti menarik dan mengumpulkan beberapa sifat yang
dikandung oleh suatu rumusan hukum &lt;i&gt;syara’.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: large; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;4.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-stretch: normal; font-weight: normal;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;Macam-macam
Qiyas&lt;/span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: x-large; line-height: 107%;"&gt;[9]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Dari
segi perbandingan antara &lt;i&gt;‘illat&lt;/i&gt; yang
terdapat pada &lt;i&gt;ashal&lt;/i&gt; (pokok tempat
men-qiyas-kan) dan yang terdapat pada &lt;i&gt;far’u&lt;/i&gt;
(cabang), qiyas dibagi menjadi tiga macam:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;"&gt;Qiyas Awla, yaitu &lt;i&gt;‘illat&lt;/i&gt; yang terdapat pada &lt;i&gt;far’u&lt;/i&gt; lebih utama dari &lt;i&gt;‘illat&lt;/i&gt; yang terdapat pada &lt;i&gt;ashal&lt;/i&gt; (pokok).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;"&gt;Qiyas Musawi, yaitu &lt;i&gt;‘illat&lt;/i&gt; yang terdapat pada &lt;i&gt;far’u&lt;/i&gt; (cabang) sama bobotnya dengan &lt;i&gt;‘illat&lt;/i&gt; yang terdapat pada &lt;i&gt;ashal&lt;/i&gt; (pokok).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;"&gt;Qiyas Al-Adna, yaitu &lt;i&gt;‘illat&lt;/i&gt; yang terdapat pada &lt;i&gt;far’u&lt;/i&gt; (cabang) lebih rendah bobotnya
dibandingkan &lt;i&gt;‘illat&lt;/i&gt; yang terdapat
pada &lt;i&gt;ashal&lt;/i&gt; (pokok).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Sedangkan
dilihat dari jelas atau tidak jelasnya atau tidak jelasnya &lt;i&gt;‘illat&lt;/i&gt; sebagai landasan hukum, qiyas dapat dibagi dua:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;"&gt;Qiyas Jali, yaitu qiyas yang dinyatakan ‘&lt;i&gt;‘illat&lt;/i&gt;nya secara tegas dalam Al Quran dan Sunnah atau tidak dinyatakan secara tegas dalam kedua sumber tersebut, tetapi berdasarkan penelitian kuat dugaan bahwa tidak ada perbedaan antara ashl dan cabang dari segi kesamaan ‘&lt;i&gt;‘illat&lt;/i&gt;nya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;"&gt;Qiyas Khafi, yaitu qiyas yang&amp;nbsp;&lt;i&gt;‘illat&lt;/i&gt;nya di istinbatkan atau ditarik dari hukum ashl.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;5. Contoh Penerapan Qiyas&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;"&gt;Meminum khamar adalah kasus yang ditetapkan hukumnya oleh nash, yaitu pengharaman yang ditunjuki oleh firman Allah swt., QS. Al-Maidah/ 5:90, yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, berkorban untuk berhala, mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji yang termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan itu...” (QS. Al-Maidah/ 5:90).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Karena suatu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;‘illat&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;, yaitu: memabukkan. Maka setiap minuman keras yang terdapat padanya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;‘illat&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;memabukan disamakan dengan khamarmengenai hukumnya dan haram meminumnya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;i style="text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;‘Illat&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;"&gt; hukum haram
membakar harta anak yatim yang dalam hal ini adalah cabang (&lt;i&gt;far’u&lt;/i&gt;), sama bobot &lt;i&gt;‘illat&lt;/i&gt; haramnya dengan tindakan memakan harta anak yatimsebagai
pokoknya,&amp;nbsp; yang ditunjuki oleh firman
Allah swt., QS. An-Nisa’/4:10, yang artinya:“Sesungguhnya orang-orang yang
memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api
sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka)”
(QS. An-Nisa’/4:10).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; text-indent: -24px;"&gt;Baik membakar harta anak yatim maupun
memakan hartanya keduanya sam-sama memiliki sifat melenyapkan harta anak yatim.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;"&gt;Jual beli diwaktu datangnya
seruan azan untuk shalat jum’at adalah kejadian yang telah ditetapkan hukumnya
berdasarkan nash, yaitu makruh, yang ditunjuki oleh firman Allah swt., QS.
Al-Jum’at/62:9, yang artinya:“Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk
menunaikan shalat pada hari jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat
Allah dan tinggalkanlah jual beli...” (QS. Al-Jum’at/62:9).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Karena suatu &lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;‘illat&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;, yaitu kesibukan yang melalaikan terhadap shalat. Sedangkan
sewa menyewa, pegadaian ataupun segala bentuk muamalat lainnya pada waktu
panggilan shalat jum’at, di dalamnya terdapat &lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;‘illat&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt; tersebut juga yaitu kesibukan yang melalaikan terhadap
shalat, maka hal tersebut diqiyaskan dengan jual beli mengenai hukumnya, lantas
hal-hal itu dimakruhkan pada waktu panggilan untuk shalat.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;hr align="left" size="1" width="33%" /&gt;
&lt;!--[endif]--&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;div id="ftn1"&gt;
&lt;div class="MsoFootnoteText"&gt;
&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 107%;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; Satria Effendi, (2005), &lt;i&gt;Ushul Fiqh&lt;/i&gt;, Jakarta: Kencana, h. 130.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div id="ftn2"&gt;
&lt;div class="MsoFootnoteText"&gt;
&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 107%;"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; Abdul Wahhab Khallaf, (1994), &lt;i&gt;Ilmu Ushul Fiqh&lt;/i&gt;, Semarang: Dina Utama
Semarang, h. 66.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div id="ftn3"&gt;
&lt;div class="MsoFootnoteText"&gt;
&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 107%;"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; Amir Syarifuddin, (2008), &lt;i&gt;Ushul Fiqh, Jilid 1&lt;/i&gt;, Jakarta: Kencana,
h. 171.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div id="ftn4"&gt;
&lt;div class="MsoFootnoteText"&gt;
&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 107%;"&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Ibid&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;, h. 176-177.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div id="ftn5"&gt;
&lt;div class="MsoFootnoteText"&gt;
&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 107%;"&gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; Satria Effendi,&lt;i&gt;Op. Cit., &lt;/i&gt;h. 130-132.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div id="ftn6"&gt;
&lt;div class="MsoFootnoteText"&gt;
&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 107%;"&gt;[6]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Ibid&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;, h. 132-140.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div id="ftn7"&gt;
&lt;div class="MsoFootnoteText"&gt;
&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 107%;"&gt;[7]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Abdul Wahhab Khallaf, &lt;i&gt;Op. Cit&lt;/i&gt;., h. 91-95.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div id="ftn8"&gt;
&lt;div class="MsoFootnoteText"&gt;
&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 107%;"&gt;[8]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Satria Effendi, &lt;i&gt;Op. Cit., &lt;/i&gt;h. 137-140.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div id="ftn9"&gt;
&lt;div class="MsoFootnoteText"&gt;
&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 107%;"&gt;[9]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Ibid,
&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;h 140 - 142.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://mymirrorlife.blogspot.com/2015/01/qiyas.html</link><author>noreply@blogger.com (Zainul Hal)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjvVH8Sz0LmY2TC2a1ldYwuHdNv0IXfn2315QyOmXjuspQdeGdlLIUmPETpjU1obKS0ktzBH4SBbnxhkqmYXaQroD96gropNrqASnWYjnFH4IUl-sYF6_VSXLAmBsKDtgJUsJoIiveHt_3m/s72-c/Qiyas_1024x520.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3935287907092622716.post-6945262077927885992</guid><pubDate>Fri, 23 Jan 2015 18:07:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-10-04T17:32:54.552+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ushul Fiqh dan Fiqh Mu'amalah</category><title>Hukum-Hukum Syariah, Hakim, Mahkum Fih dan Mahkum 'Alaih</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEifNjEtss7HX_XMgvgu5OyR7WETqfZAMRKAsyghJxoaD2-_QXn9c8hdk7VIHYAEwxjTauOx1BwYYEAyDLIz180_hmZCbnXvXP5XLSBOlXR64CIs7iD-iigCVvjjz-yaB6GNZOTyw5J69q_g/s1600/a_Hukum2+Syariah_1024x520.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Hukum-Hukum Syariah, Hakim, Mahkum Fih dan Mahkum 'Alaih" border="0" height="202" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEifNjEtss7HX_XMgvgu5OyR7WETqfZAMRKAsyghJxoaD2-_QXn9c8hdk7VIHYAEwxjTauOx1BwYYEAyDLIz180_hmZCbnXvXP5XLSBOlXR64CIs7iD-iigCVvjjz-yaB6GNZOTyw5J69q_g/s1600/a_Hukum2+Syariah_1024x520.jpg" title="Hukum-Hukum Syariah, Hakim, Mahkum Fih dan Mahkum 'Alaih" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;PENDAHULUAN&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;1.1&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;b&gt;Latar Belakang masalah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Manusia adalah makhluk Allah yang paling sempurna, diciptakan dengan bentuk yang paling sempurna serta diberikan kelebihan akal dan fikiran yang tidak dimiliki makhluk Allah lainnya.Kesempurnaan manusia ini, tentunya menuntut sebuah konskuensi tugas yang harus diemban oleh manusia yang diciptakan Allah sebagai Khalifah di muka bumi ini.Wujud pengabdian manusia sebagai makhluk kepada khaliqNya tentunya melaksanakan ibadah sesuai syariat yang ditentukan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Ibadah yang benar, tentunya memerlukan sebuah pedoman atau tuntunan agar terhindar dari kekeliruan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Sebagai umat Islam, tunanan dalam melaksanakan aktifitas kehidupan termasuk didalamnya tuntunan ibadah yang benar, sudah jelas terdapat pada Al-Qur’an dan As-Sunnah.Al-Qur’an sebagai sumber pokok hukum Islam yang pertama dan As-Sunnah berfungsi untuk memperkuat, memperjelas dan menetapkan yang belum disebut dalam Al-Qur’an.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Al-Quran dan hadis yang sampai kepada kita masih otentik dan orsinil.Orsinilitas dan otentisitas didukung oleh bahasa aslinya, yakni bahasa Arab karena Al-Quran dan hadis merupakan dua dalil hukum, yakni petunjuk-petunjuk adanya hukum. Untuk memahami hukum-hukum tidak cukup hanya dengan petunjuk-petunjuk saja, melainkan memerlukan cara khusus untuk memahaminya yang disebut Ilmu Ushul fiqh&lt;/span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Di antara sekian banyak wilayah cakupan ushul fiqh yang amat penting untuk diketahui adalah konsep tentang hukum, hakim, mahkum fih dan mahkum alaih. Sebab sebelum seseorang terjun untuk menjawab persoalan sebuah hukum, ia diharuskan untuk mengetahui terlebih dahulu apa itu hukum, kemudian siapa pembuatnya dan siapa obyeknya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Berpijak dari hal di atas, maka dalam makalah sederhana ini akan dieksplorasi secara komprehensif tentang istilah-istilah tersebut yang meliputi hakim, hukum, mahkum fih dan mahkum alaih.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: center;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: center;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;PEMBAHASAN&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;A.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-weight: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;HUKUM&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;b&gt;2.1 Definisi Hukum&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Hukum merupakan bentuk jamak dari &lt;i&gt;al-hukmu&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;bentuk mashdar dari &lt;i&gt;hakama&lt;/i&gt; yang artinya penetapan atau putusan. Sedang menurut istilah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; para ahli berbeda-beda &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;pendapat dalam &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;memberikan definisi, diantaranya sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;"&gt;Hukum syara’menurut istilah para ahli ushul fiqh ialah &lt;i&gt;Khitab Syar’i&lt;/i&gt; yang bersangkutan dengan perbuatan orang-orang mukallaf, baik baik dalam bentuk tuntutan, pilihan, atau ketetapan. &lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[2]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; font-family: 'Times New Roman'; font-size: medium; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0px; unicode-bidi: embed;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Traditional Arabic', serif; font-size: 20pt;"&gt;خطاب الله المتعلق بأفعال المكلفين بالاقتضاء او التخيير او الوضع&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 14pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 14pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 14pt;"&gt;&lt;i style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: medium;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 12pt; line-height: 18.3999996185303px;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: medium; font-weight: normal; line-height: 18.3999996185303px;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Khitab (firman) Allah yang berhubungan dengan tingkah laku perbuatan orang mukallaf,&amp;nbsp; baik berupa tuntutan, pilihan maupun yang bersifat wadh’i.&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 12pt; line-height: 18.3999996185303px;"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: medium; line-height: normal; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 35.45pt; text-align: justify; text-indent: 0px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;Hukum adalah kalam Allah yang menyangkut perbuatan orang dewasa dan berakal sehat, baik bersifat imperatif, fakultatif, atau menempatkan sesuatu sebagai sebab, syarat, dan penghalang&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 12pt; line-height: 18.3999996185303px;"&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 16px;"&gt;Dari definisi diatas sudah dapat disimpulkan beberapa rumusan pokok:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;"&gt;Y&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;"&gt;ang berhak menetapkan hukum agama adalah Allah&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;i style="text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;swt.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;"&gt;, sehingga muncul &lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA" style="font-family: 'Traditional Arabic', serif; font-size: 14pt; text-indent: -18pt;"&gt;لا حكم الا الله&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;"&gt;&amp;nbsp; (&lt;i&gt;tidak ada yang berhak menetapkan hukum kecuali Allah&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;"&gt;Karena itulah fungsi al-Qur’an dan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;"&gt;al-&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;"&gt;Hadits hanyalah sebagai “pemberi tahu”&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;"&gt;O&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;"&gt;byek hukum Islam adalah perilaku perbuatan yang sasarannya bukan pada benda atau dzat. Sedang sifat hukum hanya dikenal dalam ranah perbuatan dan tidak dapat diterapkan pada benda atau dzat.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;"&gt;Perbuatan yang dikenai sanksi hukum adalah perbuatan orang dewasa. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;"&gt;Sedangkan p&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;"&gt;erbuatan anak kecil, orang gila, orang dalam kondisi dipaksa dan sebagainya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;"&gt; tidak dikenakan sanksi.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;"&gt;Bahwa hukum Islam itu terbagi menjadi dua, yaitu: Hukum T&lt;i&gt;aklifi,&lt;/i&gt; dan Hukum&amp;nbsp;&lt;i&gt;Wadh’i, &lt;/i&gt;sehingga kata &lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA" style="font-family: 'Traditional Arabic', serif; font-size: 14pt; text-indent: -18pt;"&gt;الإقتضاء&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" style="text-indent: -18pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp; dapat mencakup hukum &lt;i&gt;ijab, tahrim, nadb,&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;karahah&lt;/i&gt;. Dan kata &lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA" style="font-family: 'Traditional Arabic', serif; font-size: 14pt; text-indent: -18pt;"&gt;تخيير&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" style="text-indent: -18pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt; hanya mencakup hukum &lt;i&gt;ibahah. &lt;/i&gt;Sedang kata &lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA" style="font-family: 'Traditional Arabic', serif; font-size: 14pt; text-indent: -18pt;"&gt;الوضع&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" style="text-indent: -18pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt; bisa mencakup adanya pengertian hukum &lt;i&gt;wadh’i&lt;/i&gt; yang terbagi menjadi tiga, yaitu &lt;i&gt;sebab, syarat, &lt;/i&gt;dan &lt;i&gt;mani’&lt;/i&gt;. Bahkan Abdul Wahbah Khalaf menyebutkan ada tujuh dengan menambahkan, &lt;i&gt;rukhsah, ‘azimah, fasid, &lt;/i&gt;dan&lt;i&gt; shahih&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Untuk lebih memperjelas, Dari definisi hukum diatas, ada beberapa istilah yang perlu difahami maknanya yang meliputi:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;"&gt;Khitab Allah, yang dimaksud Khitab Allah dalam definisi hukum diatas adalah semua bentuk dalil baik Al-Quran, As-Sunah maupun yang lainnya, seperti &lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;"&gt;ijma&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;"&gt; dan &lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;"&gt;Qiyas. &lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;"&gt;Namun para ulama ushul fiqh kontemporer seperti Ali Hasballah dan Abd. Wahab Khalaf berpendapat bahwa&amp;nbsp; yang dimaksud dengan dalil disini hanya Al-Quran dan As-Sunah. Adapun &lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;"&gt;ijma’&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;"&gt; dan &lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;"&gt;qiyas &lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;"&gt;hanya sebagai metode untuk menyingkapkan hukum dari Al-Quran dan as-Sunah tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;"&gt;Perbuatan Mukallaf, maksudnya adalah perbuatan yang dilakukan oleh manusia dewasa yang berakal sehat, meliputi perbuatan hati seperti niat, dan perbuatan ucapan seperti ghibah.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;"&gt;Imperatif&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;i style="text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;(Iqtidha)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;"&gt; maksudnya adalah tuntutan untuk melakukan sesuatu,yakni memerintah atau tuntutan untuk meninggalkannya yakni melarang, baik tuntutan itu memaksa maupun tidak.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;"&gt;Wadh’i maksudnya adalah memposisikan sesuatu sebagai penghubung hukum, baik berbentuk sebab, syarat, maupun penghalang&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;b&gt;2.2 Macam-macam Hukum&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Berdasarkan pada definisi hukum syara’ dan berdasarkan istilah para ahli ilmu ushul fiqh, maka hukum dibagi menjadi dua bagian yaitu :&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;b&gt;2.2.1 Hukum Taklifi &lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;b&gt;a. Pengertian Hukum Taklifi&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: right;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Traditional Arabic', serif; font-size: 20pt;"&gt;الحُكْمُ التَّكْلِيْفُ هُوَ خِطَابُ اللهِ المتعلقُ بِاَفْعَالِ اْلمكَلفِيْنَ على جِهَةِ اْلاِقْتِضَاءِ اَوِ الْاِخْتِيَارِ&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Hukum taklifiy adalah firman Allah (khitab Allah) yang berhubungan dengan segala perbuatan para mukallaf, baik berdasarkan iqtidha’ atau takhyir.&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[6]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Prof. DR. Abdul Wahab Khalaf dalam bukunya Ilmu Ushul Fiqh, beliau mendefinisikan bahwa hukum &lt;i&gt;taklifiy&lt;/i&gt; adalah hukum yang menghendaki untuk dikerjakan oleh mukallaf, baik berupa larangan mengerjakan, atau memilih antara mengerjakan dan meninggalkan.&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[7]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Berdasarkan pengertian diatas, maka hukum taklifi mengandung tiga unsur yakni tuntutan melakukan,tuntutan meninggalkan, dan pilihan untuk melakukan atau meninggalkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Adapun contoh-contoh hukum taklifi adalah sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;"&gt;Tuntutan mengerjakan suatu perbuatan : berpuasa pada bulan Ramadhan. QS Al Baqarah : 183.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS Al-Baqarah/2 : 183)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;"&gt;Tuntutan meninggalkan suatu perbuatan :&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Artinya: “Janganlah kamu mengolok-olokan kaum yang lain “ (QS Al-Hujurat ayat 11).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;"&gt;Tuntutan untuk memilih antara mengerjakan dan meninggalkan suatu pekerjaan : ( QS An-Nisa ayat 101).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;“Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidaklah mengapa kamu meng-&lt;i&gt;qashar&lt;/i&gt; shalat…”&lt;/span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[8]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;b. Bentuk-bentuk Hukum Taklifi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Terdapat dua golongan ulama dalam menjelaskan bentuk-bentuk hukum &lt;i&gt;taklifi.&lt;/i&gt;Yaitu menurut Jumhur Ulama &lt;i&gt;Ushul fiqih/Mutakallimin&lt;/i&gt; dan menurut ulama Hanafiyah. Adapun &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;bentuk-bentuk hukum taklifi menurut jumhur ulama’ushul fiqih/mutakalliminadalah sebagai berikut&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 16px; line-height: 18.3999996185303px;"&gt;[9]&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; text-indent: 0cm;"&gt;1.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; text-indent: 0cm;"&gt;Ijab;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; text-indent: 0cm;"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="text-indent: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; text-indent: 0cm;"&gt;Nadb;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; text-indent: 0cm;"&gt;3.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" style="text-indent: 0cm;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; text-indent: 0cm;"&gt;Ibahah;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; text-indent: 0cm;"&gt;4.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; text-indent: 0cm;"&gt;Karahah;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;5. Tahrim.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;1.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Ijab&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;b&gt; (Wajib)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 14.2pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Ijab yaitu tuntutan syar’i yang bersifat untuk melakukan sesuatu dan tidak boleh ditinggalkan.Orang yang meninggalkannya dikenakan sanksi. Contoh dalam surat &lt;i&gt;An-Nur : 56 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 14.2pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 14.2pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Artinya : “Dan dirikanlah Shalat dan Tunaikanlah Zakat…”(QS. An-Nur ; 56)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 14.2pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Pada ayat diatas, Allah menggunakan lafadz &lt;i&gt;amr&lt;/i&gt;, yang menurut para ahli ushul fiqh melahirkan ijab, yaitu kewajiban mendirikan shalat dan mebayar zakat.Apabila kewajiban ini dikaitkan dengan perbuatan orang mukallaf, maka disebut dengan wujub, sedangkan perbuatan yang dituntut (yaitu mendirikan shalat dan membayar zakat), disebut dengan wajib. Oleh karena itu istilah &lt;i&gt;ijab, &lt;/i&gt;menurut &lt;i&gt;ulama ushul fiqh, &lt;/i&gt;terkait dengan khithab (tuntutan) Allah, yaitu ayat diatas, sedangkan wujub merupakan akibat dari &lt;i&gt;khitab&lt;/i&gt;tersebut dan &lt;i&gt;wajib &lt;/i&gt;adalah perbuatan yang dituntut oleh &lt;i&gt;Khithab &lt;/i&gt;Allah.&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[10]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 14.2pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 14.2pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Setelah memahami definisi ijab (wajib), selanjutnya perlu dijelaskan pembagian wajib dari berbagai tinjauan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 14.2pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 14.2pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Hukum wajib dapat dibagai menjadi beberapa segi, diantaranya segi pelaksanaannya, segi kadar kewajiban yang diperintah, bentuk perbuatan yang diperintah, pertanggungjawaban pelaksanaanya, dan dari segi tujuannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 14.2pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 12pt; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman, serif;"&gt;Wajib ditinjau dari segi pelaksananya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: medium; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;b&gt;Al-Wajib al-‘Aini&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-size: medium; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0px;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman, serif;"&gt;Maksud al-wajib al-‘aini (kewajiban indvidu) adalah Suatu perbuatan yang dituntut sdan yar’i (Allah dan Rasul-Nya) pelaksanannya oleh setiap individu mukallaf. Wajib ‘ain bersifat individual, tanpa membedakan antara satu mukallaf dengan mukallaf yang lainnya. Wajib ain harus dilaksanakan secara sendiri, tidak boleh gugur hanya karena sudah dikerjakan oleh mukallaf yang lain. Misalnya kewajiban shalat, sebagai mana dijelaskan dalam QS. Al-‘Ankabuut:45, sebagai berikut:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman, serif;"&gt;“Bacalah apa yang Telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan Dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar.dan Sesungguhnya mengingat Allah(shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: 'Times New Roman', serif; text-indent: 0px;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Wingdings; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: small; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: medium; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Al-Wajib al-Kafa’i&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: medium; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0px;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Sedangkan yang di maksud dengan al-wajib al-kafa’i (kewajiban kolektif) ialah suatu perbuatan yang dituntut asy-syar’i pelaksanaannya dari sekumpulan mukallaf, bukan oleh setiap individu mukallaf .Wajib kifayah merupakan kewajiban secara kolektif, yakni jika seorang diantara mereka telah melakukan, maka gugurlah kewajiban semua orang.Akan tetapi wajib kifayah dapat berubah menjadi wajib ‘aini, bilamana dalam suatau wilayah atau tempat tidak ada lagi orang yang mampu melaksanakannya selain dia seorang.Misalnya, jika dalam suatu masyarakat hanya terdapat seorang yang mampu menjadi guru atau menjadi pemimpin, maka orang tersebut secara individual wajib melaksanakan kewajiban sebagai seorang guru atau sebagai pemimpin masyarakat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="text-align: justify; text-indent: -28.3999996185303px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman, serif; font-size: 16px;"&gt;Wajib ditinjau dari waktu pelaksanannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-size: medium; margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 0px;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman, serif;"&gt;Ditinjau dari segi waktu pelaksanannya wajib dapat dibagai menjadi dua, yaitu:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: 'Times New Roman', serif; text-indent: 0px;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Wingdings; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: small; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: medium; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;b&gt;Al-Wajib al-Muthlaq&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt; &lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 0px;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Wajib muthlaq ialah Sesuatu yang dituntut syar’i untuk dilaksanakan oleh&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;mukallaf&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;tanpa ditentukan waktunya.Dengan kata lain, waktu pelaksanannkewajiban ini dapat ditangguh dan dilaksanakan kapan saja seorang merasa mampu. Misalanya membayar kafarah sumpah, meng-&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;qhada’&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;puasa Ramadhan karena ‘uzur, seorang dapat melaksanakan kapan saja pada waktu yang dianggapanya lapang, sebagaimana pendapat imam Hanafi.Sedangkan menurut Imam Muslim, waktu meng-&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;qhada’&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;puasa adalah sebelum samapai datang waktu Ramadhan berikutnya. Jika belum terbayar makan akan terkena denda fidyah yang digandakan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="line-height: 18.3999996185303px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;[11]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="line-height: 18.3999996185303px;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i style="font-size: medium; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;b&gt;Al-Wajib al-Mu'aqqat&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;div class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: medium; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0px;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Adapun yang di maksud dengan wajib mu’aqqat ialah suatu kewajiban yang harus dilaksanakan oleh&amp;nbsp;&lt;i&gt;mukallaf&amp;nbsp;&lt;/i&gt;pada waktu tertentu. Karena kewajiban ini tertentu pada waktunya, maka pelaksanann kewajiban ini dipandang tidak sah jika tidak dilaksanakan pada waktunya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: medium; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0px;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Dalam hal ini, wajib mu’aqqat dibagi lagi menjadi 3 yaitu :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Wingdings; font-size: 12pt;"&gt;Ø&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Al-Wajib al-Muwassa’&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Wajib&amp;nbsp;&lt;i&gt;muwassa’&lt;/i&gt;&amp;nbsp;adalah suatu kewajiban yang waktu pelaksanaannya lebih luas daripada ukuran waktu pelaksanaan perbuatan yang diwajibkan.&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 12pt; line-height: 18.3999996185303px;"&gt;[12]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Misalnya waktu pelaksanaanshalat-shalat yang lima. Waktu shalat dhuhur misalanya, selain dapat dipergunakan untuk shalat dhuhur, dapat juga digunakan untuk shalat sunnah.&lt;i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Wingdings; font-size: 12pt;"&gt;Ø&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Al-Wajib al-Mudhayyaq&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Wajib&amp;nbsp;&lt;i&gt;Mudhayyaq&lt;/i&gt;&amp;nbsp;adalah suatu kewajiban yang panjang waktunya sama dengan waktu yang dipertlukan untuk pelaksanaan perbuatan yang wajib.&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 12pt; line-height: 18.3999996185303px;"&gt;[13]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;Karena waktu pelaksanaan yang tersedia sama dengan waktu yang diperlukan untuk melaksanakan kewajiban itu sendiri, maka disamping disamping suatu keawajiban tidak dapat dilakukan perbuatan yang sejenis. Misalnya, waktu pelaksanaan puasa Ramadhan.&lt;i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Wingdings; font-size: 12pt;"&gt;Ø&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Wajib dzu asy-Syibhain&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Wajib dzu asy-syibhain&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;yaitu kewajiban yang mempunyai waktu yang lapang, tetapi tidak bisa digunakan untuk amalan sejenis secara berulang-ulang..Yang mana macam wajib yang ketiga ini adalah menurut kalangan Misalnya ibadah haji, ditinjau dari segi pelaksanaan ibadah haji itu sendiri, yang hanya memerlukan waktu beberapa hari, waktunya disebut muwassa’, karena hanya ada beberapa bulan dalam setahun.Akan tetapi, jika ditinjau dari segi bahwa ibadah haji hanya dapat dilakukan sekali dalam setahun, maka waktunya disebut&amp;nbsp;&lt;i&gt;mudhayyaq.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: medium; margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 0px;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman, serif;"&gt;Dalam persoalan&amp;nbsp;wajib&lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&amp;nbsp;almu'aqqat&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman, serif;"&gt;&amp;nbsp;para&amp;nbsp;ulama’ ushul fikih&amp;nbsp;juga mengemukakan bahasan tentang persoalan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;`ada`, i’adah&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman, serif;"&gt;, dan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;qadha’&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman, serif;"&gt;, yang ketiganya terkait erat dengan pelaksanaan amalan yang berstatus&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;wajib almuaqqat&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman, serif;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-indent: 0px;"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i style="font-family: 'Times New Roman', serif; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;b&gt;‘Ada’&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 12pt; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;b style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;,&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman, serif;"&gt; menurut Ibnu Al Hajib, adalah melaksanakan suatu amalan untuk pertamakalinya pada waktu yang ditentukan syara’. Apabila amalannya dikerjakan pada waktunya, bukan untuk pertama kalinya maka hal itu tidak dinamakan dengan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman, serif;"&gt;‘ada’.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: left; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="display: inline !important; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: left; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;i style="font-style: italic; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;b&gt;I’adah,&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 12pt; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;b style="font-style: italic;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman, serif;"&gt;adalah suatu amalan yang dikerjakan untuk kedua kalinya pada waktu yang telah ditentukan, karena amalan yang dikerjakan pertama kali tidak sah atau mengandung uzur.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="text-align: left; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="display: inline !important; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="text-align: left; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;i style="font-style: italic; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;b&gt;Qadha’&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;b style="font-style: italic;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;adalah suatu amalan yang dikerjakan diluar waktu yang telah ditentukan dan sifatnya sebagai pengganti. Apabila suatu amalan wajib tidak dilaksanakan baik disengaja atau tidak, dan mempunyai kemungkinan untuk dikerjakan atau tidak seperti puasa bagi wanita haid, sakit atau bepergian, maka seluruh amalan tersebut wajib dikerjakan pada waktu yang lain. Mengerjakan amalan-amalan yang tidak pada waktunya disebut&amp;nbsp;qadha’.&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 12pt; line-height: 18.3999996185303px;"&gt;[14]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: medium; margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 0px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 16px; text-align: justify; text-indent: -28.3999996185303px;"&gt;&lt;span style="text-indent: -18.9333324432373px;"&gt;Wajib ditinjau dari perbuatan yang diperintahkan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman, serif;"&gt;Ditinaju dari segi perbuatan yang diperintahkan, wajib dibagi menjadi dua bagian, yaitu:&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style="text-indent: 0px;"&gt;
&lt;i style="font-family: 'Times New Roman', serif; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;b&gt;Wajib al-Mu’ayyan y&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman, serif;"&gt;ang dimaksud dengan al-mu’ayyan (kewajiban tertentu) ialah suatu kewajiban yang syar’i memerintahkan untuk melakukan satu perbuatan tertentu.Misalnya kewajiban melakukan shalat lima waktu, kewajiban berpuasa ramadhan, kewajiban membayar zakat, berbuat baik kepada orang tua, dan memelihara anak yatim merupakan kewajiban tertentu dan spesifik.&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="font-family: 'Times New Roman', serif; text-indent: 0px;"&gt;
&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;i style="font-size: 12pt; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;b&gt;Al-Wajib al-Mukhayyar&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Wajib mukhayyar adalah suatu kewajiban yang syar’i memerintahakan untuk melakukan salah satu dari beberapa perbuatan tertentu.Misalnya kewajiban membayar kafarah yang terdiri atas, memberi makan fakir miskin, memberi pakaian kepada mereka, atau memerdekakan budak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;div style="text-indent: 0px;"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; text-indent: -14.2pt;"&gt;Wajib ditinjau dari segi kadar kewajiban yang diperintah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Ditinjau dari segi kadar kewajiban yang diperintahkan, wajib di bagi menjadi dua macam, yaitu:&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;i style="font-family: 'Times New Roman', serif; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;b&gt;Al-Wajib Al-Muhaddad.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; text-align: justify;"&gt;Wajib &lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; text-align: justify;"&gt;Al-Muhaddad&lt;/i&gt;&lt;span style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt; adalah suatu kewajiban yang syar’i menentukan perbuatan mukallaf itu berdasarkan kadar/ukuran tertentu. Misalnya ukuran kewajiban membayar zakat mall (harta) maupun zakat fitrah, dan jumlah rakaat dalam shalat.&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style="text-align: justify; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="display: inline !important; text-align: justify;"&gt;
&lt;i style="text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;b&gt;Al-Wajib Ghair al-Muhaddad.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="text-indent: 0px;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Wajib&lt;i&gt;&amp;nbsp;Ghair Al-Muhaddad&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; text-indent: 0px;"&gt;adalah suatu kewajiban yang syar’i tidak menentukan ukuran/kadar kewajiban itu secara tertentu. Misalnya, kewajiban memberi nafkah kepada kerabat/keluarga dan penentuan hukuman dalam tidak pidana diluar &lt;i&gt;hudud dan qishash &lt;/i&gt;&amp;nbsp;yang diserahkan kepada para &lt;i&gt;qadhi&lt;/i&gt;(hakim).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;2.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;b&gt;Nadb (Sunat)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Nadb adalah tuntutan untuk melaksanakan suatu perbuatan yang tidak bersifat memaksa, melainkan sebagai anjuran, sehingga seseorang tidak dilarang untuk meninggalkannya.Orang yang meninggalkannya tidak dikenai hukuman.Adapun yang dituntut dikerjakan disebut mandub, sedangkan akibat dari tuntutan itu disebut nadb.&lt;/span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;[15]&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 18.3999996185303px;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="line-height: 18.3999996185303px;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;Selain definisi diatas, mandub diartikan sebagaisesuatu yang dituntut oleh syari’ (Allah) untuk dikerjakan oleh mukallaf dengan perintah yang tidak pasti.”&lt;/span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;[16]&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 18.3999996185303px;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="line-height: 18.3999996185303px;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;Adapun Imam Baidhawi mendefinisikan mandub sebagai sesuatu yang dipuji pelakunya dan tidak dicela bagi yang meninggalkannya.&lt;/span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;[17]&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 18.3999996185303px;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; line-height: 18.3999996185303px;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman, serif;"&gt;Ulama’ ushul membagi Mandub menjadi tiga macam :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Mandub Muakkad.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Mandub muakkad adalah sunnah yang dianjurkan untuk mengerjakannya, bagi yang melanggar tidak mendapat siksa tetapi mendapat celaan. Seperti adzan, shalat berjamaah dan lain-lain.Dan sesuatu yang sangat ditekuni oleh Rosul.Beliau tidak meninggalkannya kecuali sekali atau dua kali untuk menunjukkan bahwa hal tersebut tidak dituntut secara pasti.Seperrti berkumur, membaca surah setelah Al fatihah dalam shalat dan lain-lain.&lt;/span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference" style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;[18].&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 115%; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Mandub Ghoiru Muakkad.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Mandub Ghoiru Muakkadadalah sesuatu yang apabila dikerjakan mendapat pahala dan apabila ditinggalkan tidak mendapatkan apa-apa.Dalam hal ini rosul hanya melakukannya berdasarkan sukarela.&lt;/span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[19]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Seperti puasa senin kamis, shodaqah dan lain-lain.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;i style="text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman, serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Mandub Zaidah (sunnah tambahan).&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Mandub Zaidah (sunnah tambahanadalah sesuatu yang dikerjakan Rosulullah berupa hal-hal biasa yang bersifat akhlak/sifat qodrat manusia. Seperti etika makan, minum, tidur, memakai pakaian dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[20]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;
&lt;span class="MsoFootnoteReference" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;3.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-weight: bold; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;b&gt;Mubah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Mubah adalah sesuatu yang diberikan oleh syar’i kepada mukallaf untuk memilih antara mengerjakannya dan meninggalkannya. Jadi, syar’i tidak menuntut supaya mengerjakan perbuatan ini dan tidak pula menuntut supaya ia meninggalkannya.&lt;/span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;[21]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; text-indent: -14.2pt;"&gt;Dilihat dari segi keterkaitannya dengan mudarat dan manfaat, ulama-ulama ushul fiqh mengemukakan mubah kedalam 3 bentuk, antara lain:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; text-indent: -18pt;"&gt;Mubah yang apabila dilakukan/tidak dilakukan tidak mengandung mudarat, seperti makan, minum, dan berpakaian.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;Mubah yang apabila dilakukan mukallaf tidak ada mudaratnya, sedangkan perbuatan itu sendiri pada dasarnya diharamkan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;Misalnya makan daging babi saat keadaan darurat.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;Sesuatu yang pada dasarnya sifatnya mudarat dan tidak boleh dilakukan menurut syara’, tetapi Allah memaafkan pelakunya, sehungga pebuatan itu menjadi mubah. Contohnya, mengerjakan pekerjaan haram sebelum islam seperti mengawini ibu tiri.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;
&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="text-indent: 0px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Selain pembagian diatas, Imam Abi Ishaq Syathibi mengemukakan pembagian mubah sebagai berikut&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;
&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="text-indent: 0px;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman, serif;"&gt;&lt;i style="text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Mubah bi al-juz’i al-mathlub bi al-kulli’ala jihat ar-rujub.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 12pt; text-indent: -21.25pt;"&gt; Artinya, &amp;nbsp;hukum mubah yang secara parsial bisa berubah menjadi wajib apabila dilihat dari keseluruhan atau kepentingan umat secara keseluruhan. Misalnya makan, minum dan berpakaian.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman, serif;"&gt;&lt;i style="text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Mubah bi al-juz’i al-mathlub bi al-kulli’ala jihat al-mandub.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 12pt; text-indent: -14.2pt;"&gt; Artinya hukum mubah secara juz’i berubah menjadi mandub apabila dilihat dari segi kulli. Misalnya dalam masalah makan dan minum melebihi kebutuhan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;i style="text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Mubah bi al-juz’i al-muharromah bi al-kulli. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;Artinya mubah yang secara juz’i bisa diharamkan apabila dilihat dari segi kulli. Misalnya mencela anak dan senantiasa makan dengan makanan yang lezat-lezat.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;i style="text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Mubah bi al-juz’i al-makruh bi al-kulli.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt; Artinya hukum mubah bsa berubah menjadi makruh apabla dilihat dari akibat negatif perbuatan itu secara kulli. Seperti bernyanyi.&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[22]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;4.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;b&gt;Karahah (Makruh)&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 14.2pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Secara bahasa kata makruh berarti “sesuatu yang di benci”. Dalam istilah ushul fiqih kata makruh, menurut mayoritas ulama ushul fiqih, berarti sesuatu yang dianjurkan syariat untuk meninggalkannya, di mana bila ditinggalkan akan mendapat pahala dan apabila dilanggar tidak berdosa. Misalnya, seperti di kemukakan Wahbah az-Zuhaili, dalam mazhab Hambali ditegaskan makruh hukumnya berkumur dan memasukkan air ke hidung secara berlebihan ketika akan berwudu di siang hari Ramadhan karena dikhawatirkan air akan masuk ke rongga kerongkongan dan tertelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 14.2pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Definisi lain menjelaskan, bahwa makruh adalah segala sesuatu yang dituntut oleh syari’ kepada mukallaf untuk meninggalkan suatu pekerjaan dengan tuntutan yang tidak pasti.&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[23]&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 14.2pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Menurut kalangan Hanafiyah, makruh terbagi kepada dua macam:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 14.2pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; text-indent: 0px;"&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style="font-size: 12pt; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 12pt;"&gt;Makruh Tahrim&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 12pt; text-indent: -14.2pt;"&gt; (mendekati Haram), yaitu tuntunan syariat untuk meninggalkan suatu perbuatan dan tuntunan itu melalui cara yang pasti, tetapi didasarkan kepada dalil yang &lt;i&gt;zhanni&lt;/i&gt;. Seperti larangan memakai sutera dan perhiasan emas bagi kaum lelaki, sebagaimana terdapat dalam sabda Rasulullah SAW, yang artinya: &lt;i&gt;Keduanya ini (emas dan sutra) haram bagi umatku yang laki-laki dan halal bagi wanita. &lt;/i&gt;(H.R. Abu Dawud, An-Nasa’i, ibn Majah Ahmad ibn Hambal).&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[24]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style="text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Makruh Tanzih,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 12pt; text-indent: -14.2pt;"&gt; yaitu sesuatu yang dianjurkan oleh syariat untuk meninggalkannya, tetapi dengan tuntunan yang tidak pasti, seperti merokok.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;5.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;b&gt;Tahrim ( Haram)&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 14.2pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Kata haram secara etimologi berarti sesuatu yang dilarang mengerjakannya.Secara terminologi kata haram berarti sesuatu yang dilarang oleh Allah secara jelas, sebagaimana definisi Abdul Wahab Khallaf sebagai berikut:Suatu tuntutan Syari’ kepada mukallaf untuk meninggalkan pekerjaan dengan tuntutan yang pasti.&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[25]&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;Haram bermakna tuntutan untuk meninggalkan di mana orang yang mengerjakannya mendapat dosa, dan orang yang meninggalkannya karena menaati Allah, diberi pahala. Misalnya, larangan mencuri dalam firman Allah:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 14.2pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;“Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;(Q.S. al Mai’dah : 38)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 14.2pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 14.2pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Para ulama ushul fiqh, antara lain Abdul Karim Zaidan, membagi haram kepada beberapa macam, yaitu:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style="text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;b&gt;Al-Muharram li Dzatihi,&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;yaitu sesuatu yang di haramkan oleh syariat karena esensinya mengandung kemudharatan itu tidak bisa terpisah dari zatnya. Misalnya larangan berzina, sebagaimana dalam firman Allah:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;i&gt;Dan janganlah kamu mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style="text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;b&gt;Al-Muharram li Ghairihi,&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;"&gt; yaitu sesuatu yang dilarang bukan karena esensinya, karena secara esensial tidak mengandung kemudharatan, namun dalam kondisi tertentu, sesuatu itu dilarang karena ada pertimbangan eksternal yang akan membawa kepada sesuatu yang dilarang secara esensial. Misalnya, larangan melakukan jual beli ketika waktu azan shalat jum’at sebagaimana firman Allah:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;i style="text-align: left;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum’at, Maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli.yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; text-align: left;"&gt;(Q.S. Al-Jumu’ah :9)&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: 12pt; text-align: justify;"&gt;Jual beli bilamana dilihat kepada esensinya adalah dibolehkan, tetapi ada larangan melakukannya pada waktu azan Jumat karena akan melalaikan seseorang dari memenuhi panggilan Allah.&lt;/span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference" style="font-size: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[26].&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 14.2pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman, serif; font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span lang="EN-US" style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman, serif; font-weight: bold;"&gt;2.2.2 Hukum Wadh’i&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: 'Times New Roman', serif; text-indent: 0px;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: '(normal text)', serif; font-size: 12pt; text-indent: 36pt;"&gt;Hamp&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: '(normal text)', serif; font-size: 12pt; text-indent: 36pt;"&gt;i&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: '(normal text)', serif; font-size: 12pt; text-indent: 36pt;"&gt;r semua ulama Ushul fiqh bersepakat bahwa hukum wadh’i adalah khitab Allah (firman Allah) yang menjadikan sesuatu sebagai sebab adanya perkara yang lain (&lt;i&gt;musabbab&lt;/i&gt;) atau sebagai syarat bagi yang lain (&lt;i&gt;masyrut&lt;/i&gt;) atau sebagai penghalang (&lt;i&gt;mani’&lt;/i&gt;) adanya perkara yang lain atau menjadi sah dan batalnya sesuatu.&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[28]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Dari pengertian hukum Wadh’i tersebut, maka macam-macam hukum wadh’i adalah sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;b style="text-align: left;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: (normal text), serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="text-align: left;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family: (normal text), serif;"&gt;&lt;b&gt;1. Sebab&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol style="text-align: left;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: (normal text), serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;li&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family: (normal text), serif;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Pengertian Sebab&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="font-size: 12pt; text-align: right;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Traditional Arabic', serif; font-size: 27px;"&gt;السبب هو ماجعله الشارع علامة عن مسببه وربط وجود المسبب بوجوده وعدمه&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-size: medium; font-style: italic; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;(normal text)&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 20.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;(normal text)&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 20.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Sebab adalah sesuatu yang oleh syara’ (pembuat hukum) dijadikan indikasi adanya sesuatu yang lain yang menjaid akibatnya, sekaligus menghubungkan adanya akibat karena adanya sebab dan ketiadaannya karena ketiadaan sebab.&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 12pt; line-height: 18.3999996185303px;"&gt;[29]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;(normal text)&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 20.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: small; font-style: italic;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 12pt; line-height: 18.3999996185303px;"&gt;&lt;span style="font-size: small; font-style: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;Contoh:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style="font-style: italic; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="line-height: 18.3999996185303px;"&gt;&lt;div style="font-size: 12pt;"&gt;
&lt;i style="font-size: medium;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;(normal text)&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 20.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 12pt; line-height: 18.3999996185303px;"&gt;&lt;i style="font-size: medium; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;(normal text)&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 20.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;(normal text)&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 20.0pt; mso-bidi-font-style: italic; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;(QS. Al-Maidah: 5)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="line-height: 18.3999996185303px;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit; font-style: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;Dengan demikian dapat diketahui bahwa sebablah yang bisa membentuk musabbab dan musabbab dilahirkan dari sebab.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family: (normal text), serif;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; text-align: justify; text-indent: -18.9333324432373px;"&gt;Macam-macam Sebab&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="text-align: justify; text-indent: -18.9333324432373px;"&gt;S&lt;/span&gt;&lt;span style="text-align: justify; text-indent: -18.9333324432373px;"&gt;eperti yang diterangkan di atas, garis besarnya ada dua macam, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;(normal text)&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 20.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="text-indent: -18.9333324432373px;"&gt;&amp;gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Sebab yang tidak berasal perbuatan mukallaf,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="text-align: justify;"&gt;Contoh:&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Wingdings; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-fareast-font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span style="font-stretch: normal;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span dir="LTR" style="text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;(normal text)&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 20.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Datangnya waktu shalat menimbulkan wajib shalat,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;(normal text)&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 20.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Munculnya Bulan diawal Ramadhan menyebabkan wajibnya puasa.&lt;br /&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;(normal text)&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 20.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;gt; Sebab yang berasal dari perbuatan mukallaf.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;Contoh: Adanya pejanjian jual-beli, menyebabkan adanya persetujuan kedua belah pihak untuk melakukan hak milik.&lt;/span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference" style="text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="line-height: 18.3999996185303px;"&gt;[30]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: '(normal text)', serif; font-size: 12pt; text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;b&gt;2. Syarat&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Pengertian syarat&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Syarat adalah sesuatu
yang keberadaannya suatu hukum tergantung pada keberadaan sesuatu itu, dan dari
ketiadaan sesuatu itu diperoleh ketetapan ketiadaan hukum tersebut.[31]&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Dari definisi tersebut,
dapat dipahami bahwa syarat itu letaknya di luar arti hakikat sesuatu. Maka
jika syarat&amp;nbsp; tidak ada, masyruth pun
tidak ada, tetapi tidak mesti dengan adanya syarat, ada juga masyruth.Contoh:
wudhu menjadi syarat shanya shalat.Ada wudhu, shalat sah, tetapi tidak mesti
adanya wudhu menjadikan adanya kewajiban shalat.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;(normal text)&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 20.0pt; mso-bidi-font-weight: bold; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Macam-macam Syarat&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;(normal text)&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 20.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;menjadi dua macam:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style="text-indent: 0px;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;(normal text)&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 20.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;(normal text)&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 20.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;b&gt;&amp;gt; Syarat Haqiqi (&lt;i&gt;syar’i&lt;/i&gt;)&lt;/b&gt;, yaitu syarat-syarat yang ditentukan oleh syara’. Syarat ini terbagi menjadi dua bagian yaitu:&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;(normal text)&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 20.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Syarat yang terdapat di dalam &lt;i&gt;khitab taklifiy&lt;/i&gt;.&lt;/b&gt; Seperti menutup aurat dan wudhu untuk melaksanakan shalat. Syarat seperti ini diperintahkan untuk melakukannya;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;(normal text)&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 20.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Syarat yang terdapat di dalam &lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;khitab wadh’i.&lt;/b&gt;&amp;nbsp;C&lt;/i&gt;ontohnya, masa &lt;i&gt;haul&lt;/i&gt; (satu tahun) untuk kekayaan yang sudah mencapai satu nishab, sebagai syarat wajib zakat dikeluarkan. Dalam kasus ini tidak diperintahkan untuk memenuhi persyaratannya dan juga tidak dilarang.&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[32]&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;(normal text)&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 20.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;b&gt;&amp;gt; Syarat Ja’liy,&lt;/b&gt; yaitu syarat-syarat yang tidak ditentukan oleh syara’. Syarat ini terbagi menjadi tiga macam:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;(normal text)&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 20.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;- Syarat yang ditetapkan sebagai penyempurna dari hikmah perbuatan hukum dan tidak bertentangan dengan hikmah perbuatan hokum itu. Umpanya dalam perjanjian jual-beli boleh disyaratkan bahwa barang yang deperjual-belikan itu harus diantar ke rumah pembeli.&lt;br /&gt;
-&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;(normal text)&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 20.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Syarat yang tidak sesuai dengan maksud perbuatan hukum bahkan bertentangan dengan hikmahnya. Syarat seperti ini tidak berlaku, seperti dalam perjanjian kawin yang disyaratkan bahwa suami tidak berkewajiban member nafkah kepada istrinya atau suami tidak boleh mencampuri istrinya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;(normal text)&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: xx-small; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 20.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;-&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;(normal text)&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 20.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Syarat yang jelas bertentangan atau sesuai dengan hikmah perbuatan hukum. Hal ini jika dalam masalah peribadatan tidak berlaku, sebab tidak ada seorang pun yang berhak unutk menetapkan syarat dalam ibadah. Namun jika terjadi dalam bidang mu’amalah dapat diterima.&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[33].&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;b&gt;3. Mani'&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;(normal text)&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 20.0pt; mso-bidi-font-weight: bold; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Pengertian Mani’&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;(normal text)&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 20.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Mani’ adalah apa yang memastikan adanya tidak ada hukum atau membatalkan sebab hukum sekalipun menurut syara’ telah terpenuhi syarat dan rukunnya tetapi karena adanya mani’ (yang mencegah) berlakunya hukum atasnya.&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 12pt; line-height: 18.3999996185303px;"&gt;[34]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;(normal text)&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 20.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Contohnya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;(normal text)&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 20.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;:&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;(normal text)&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 20.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;kasus perbedaan agama antara yang mewarisi dengan yang diwarisi. Perbedaan agama sebagai mani’, akibatnya tidak mendapat bagian harta warisan, sekalipun sebabnya ada, yaitu keluarga kandung.&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 12pt; line-height: 18.3999996185303px;"&gt;[35]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;(normal text)&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 20.0pt; mso-bidi-font-weight: bold; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Macam-macam Mani’&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;(normal text)&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 20.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;gt; Mani’ mengahalangi sahnya sebab lahirnya hukum.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Contohnya, jual-beli orang merdeka, status merdeka sebagai mani’, yaitu orang merdeka tidak termasuk barang yang diperbolehkan dijual-belikan, akibatnya transaksi batal, sekalipun sebabnya ada, yaitu pembelian.&lt;br /&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;(normal text)&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 20.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;gt;Mani’ menghalangi kesempurnaan sebab lahirnya hukum bagi orang yang tidak ikut serta bertransaksi.Contohnya, jual-beli barang yang bukan miliknya. Barang (milik orang lain) sebagai mani’, akibatnya transaksi tetap sah, selama pemiliknya menyetujui.&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;"&gt;
&lt;span style="text-indent: 48px;"&gt;&lt;b&gt;4. Azimah dan Rukhsah&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;(normal text)&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 20.0pt; mso-bidi-font-weight: bold; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="right" class="MsoNormalCxSpFirst" style="font-family: 'Traditional Arabic', serif; font-size: 20pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Traditional Arabic', serif; font-size: 20pt;"&gt;العزيمة هي ما شرعه الله اصالة من الا حكام العا مة التي لا تختص بحال دون حال ولا بمكلف دون مكلفٍ&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;(normal text)&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 20.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; &lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;(normal text)&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 20.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;‘Azimah adalah h&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;(normal text)&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 20.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;u&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;(normal text)&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 20.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;kum yang disyari’atkan Allah semenjak awal yang bersifat umum yang tidak tertentu pada suatu keadaan atau kasus tertentu dan tidak pula berlaku hanya kepada mukallaf tertentu&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;(normal text)&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 20.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;.&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[36]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;br /&gt;
Jadi ‘Azimah adalah hukum-hukum yang ditetapkan oleh syara’ kepada seluruh hamba-Nya sejak semula. Artinya belum ada hukum sebelum hukum itu disyari’atkan Allah, sehingga sejak disyari’atkannya seluruh mukallaf wajib mengikutinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-indent: 36px;"&gt;
&lt;span style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;br /&gt;
4. Azimah dan Rukhsah&lt;br /&gt;
Cotohnya seperti, jumlah rakaat shalat Isya adalah empat rakaat. Ketetapan ini ditetapkan Allah kepada seluruh hamba-Nya sejak semula, sebelumnya tidak ada hukum lain yang menetapkan jumlah rakaat tersebut. Hukum tentang jumlah rakaat shalat Isya disebut hukum ‘azimah.&lt;/span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[37]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Rukhsah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;M&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;enurut para ulama ushul fiqh tentang rukhshah ialah :&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;
&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: 'Traditional Arabic', serif; font-size: 20pt;"&gt;اَلْحُكْمُ الثَّابِتُ عَلَى خِلافِ الدَّلِيْلِ لِعًُذْرٍ&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 27.3pt;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;
“&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: SV; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Hukum yang ditetapkan berbeda dengan dalil, karena adanya uzur&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;”&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Kata-kata “hukum” merupakan jenis dalam definisi yang mencakup semua bentuk hukum. Kata-kata &lt;i&gt;tsabit &lt;/i&gt;(berlaku tetap) mengandung arti bahwa rukhshah itu harus brdasarkan dalil yang ditetapkan pembuat hukum yang meyalahi dali yang ditetapkan sebelumnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-indent: 0px;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="text-indent: 27.3pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-indent: 0px;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="text-indent: 27.3pt;"&gt;Kata-kata “meyalahi dalil yang ada” merupakan sifat pembeda dalam definisi yang mengeluarkan dari lingkup pengertian rukhshah, sesuatu yang memang pada dasarnya sudah boleh melakukannya seperti makan dan minum.Kebolehan makan dan minum memang sudah dari dulunya dan tidak menyalahi hukum yang sudah ada.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-indent: 0px;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="text-indent: 27.3pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-indent: 0px;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="text-indent: 27.3pt;"&gt;Kata-kata “dalil” yang maksudnya adalah dalil hukum, dinyatakan dalam definisi ini agar mencakup rukhshah untuk melakukan prebuatan yang ditetapkan dengan dalil yang menghendaki hukum wajib, seperti berbuka puasa bagi musafir, atau yang menyalahi dalil yang menghendaki hukum nadb (sunat) seperti meninggalkan shalat jum’at karena hujan dan lainnya.&lt;/span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference" style="text-indent: 27.3pt;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[38]&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 18.3999996185303px;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="text-indent: 27.3pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-indent: 0px;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="text-indent: 27.3pt;"&gt;Hukum rukhshah dikecualikan dari hukum ‘azimah yang umum berlaku selama ada uzur yang berat dan kadar perlu saja. Lagi pula hukum ini datangnya kemudian, sesudah ‘azimah. Umpamanya, hukum makan bangkai di kala tak ada makanan-makanan yang lain. Hukum ini datang kemudian, sesudah hukum ‘azimah yakni tak boleh makan bangkai. Dan seperti dibolehkan berqashar dalam safar, datangnya sesudah ditetapkan bahwa sembahyang zuhur, ashar dan isya’ itu empat rakaat, makan bangkai di kala lapar, tak ada makanan yang lain, shalat qashar di dalam safar, dinamai : hukum rukhsah.&lt;/span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference" style="text-indent: 27.3pt;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[39]&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 18.3999996185303px;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="text-indent: 27.3pt;"&gt;&lt;span style="line-height: 18.3999996185303px;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;Asy Syathibi menetapkan menetapkan bahwa : hukum menjalankan rukhshah itu, boleh. Kita tidak dimestikan menjalankan rukhshah, tidak wajib menjalankannya.Demikianlah hal menjalankan hukum rukhshah, bila diingat, bahwa hukum rukhshah, hukum yang hanya dibolehkan.&lt;/span&gt;&lt;span style="text-indent: 27.3pt;"&gt;&lt;br /&gt;
Dan banyak dalil yang menegaskan demikian. Diantaranya firman Allah Swt.&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;(normal text)&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-font-size: 14.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;
“&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;(normal text)&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 14.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;. . .maka barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, Maka tidak ada dosa baginya. ...&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;(normal text)&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-font-size: 14.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;(normal text)&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 14.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;(QS. Al Baqarah : 173)&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-indent: 0px;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;(normal text)&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 14.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="text-indent: 27.3pt;"&gt;&lt;br /&gt;
Akan tetapi diantara hukum rukhshah ada yang dituntut kita kerjakan, yaitu : bila rukhshah itu untuk melawan sesuatu kesuakaran yang tak dapat dipikul oleh manusia. Kita diwajibkan berpuasa di bulan ramadhan.Tetapi, jika kita bersafar diharuskan kita berbuka, karena berbuka itu hukum yang dirukhshahkan. Akan tetapi, bilaberpuasa dalam safar itu, mengakibatkan kesukaran kita dituntut menjalan rukhshah, tak boleh lagikita menjalankan ‘azimahnya.&lt;/span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference" style="text-indent: 27.3pt;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[40]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-indent: 0px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-indent: 0px;"&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 0px;"&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;(normal text)&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 14.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference" style="text-indent: 27.3pt;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;(normal text)&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 14.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="text-indent: 27.3pt;"&gt;Bersabda Nabi Saw:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 21.3pt; text-indent: 27.3pt; unicode-bidi: embed;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;(normal text)&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 14.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference" style="text-indent: 27.3pt;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: 'Traditional Arabic', serif; font-size: 20pt;"&gt;لَيْسَ مِنَ الْبِرِّ الصِّيَامُ فِى السَّفَر)&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 27.3pt;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;(normal text)&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 14.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference" style="text-indent: 27.3pt;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;“&lt;i&gt;Tidak dipandang kebajikan berpuasa di dalam safar”.&amp;nbsp;&lt;/i&gt;(HR. Ahmad).&lt;/span&gt;&lt;span style="text-indent: 27.3pt;"&gt;&lt;br /&gt;
Dengan membandingkan pengertian ‘azimah dan rukhshah secara sederhana dapat dikatakan bahwa ‘azimah adalah melaksanakan perintah dan menjauhi larangan secaraumum dan mutlak, baik perintah itu perintah wajib atau sunat,baik larangan itu untuk haram atau makruh, sedangkan rukhshah adalah keringanan dan kelapangan yang diberikan kepada orang mukallaf dalam melakukan perintah dan menjauhi larangan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-indent: 0px;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;(normal text)&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 14.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-indent: 0px;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;(normal text)&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 14.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference" style="text-indent: 27.3pt;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="text-indent: -24px;"&gt;Macam-macam Ruksah :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-indent: 0px;"&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;(normal text)&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 14.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Rukhsah ditinjau dari segi bentuk hukum asalnya, terbagi kepada dua, yaitu &lt;i&gt;rukhsah&lt;/i&gt; memperbuat dan &lt;i&gt;rukhsah&lt;/i&gt; meninggalkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Rukhsah&amp;nbsp;Memperbuat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Rukhshah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; memperbuat ialah keringanan untuk melakukan sesuatu perbuatan yang menurut asalnya harus ditinggalkan, dalam bentuk ini asal perbuatan adalah terlarang dan haram hukumnya. Inilah hukum ‘&lt;i&gt;azimah&lt;/i&gt;nya.Dalam keadaan darurat atau hajat, perbuatan yang terlarang menjadi boleh hukunya.Umpamanya boleh melakukan perbuatan haram karena darurat seperti memakan daging babi dalam keadaan terpaksa.Contoh melakukan perbuatan haram karena hajat umpamanya melihat aurat bagi calon suami yang sedang meminang calon istri dalam batas yang tertentu. Pada dasarnya hukum melihat aurat itu adalah haram berdasarkan ayat Alqur’an surat Al-Nur ayat 30. Untuk kekalnya jodoh, kedua belah pihak sepatutnya saling mengenal.Untuk maksud itu diperkenankan keduanya saling melihat.Demikian pula dokter laki-laki melihat atau memegang pasiennya yang perempuan saat pemeriksaan (diagnosa) kesehatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Rukhshah&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; meninggalkan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpFirst" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Rukhshah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; meninggalkan ialah keringanan untuk meninggalkan perbuatan yang menurut hukum &lt;i&gt;‘azimah&lt;/i&gt;nya adalah wajib atau &lt;i&gt;nadb&lt;/i&gt; (sunnat). Dalam bentuk asalnya, hukunya adalah wajib atau sunnat. Tetapi dalam keadaan tertentu si mukallaf tidak dapat melakukannya dengan arti bila dilakukannya akan membahayakan terhadap dirinya. Dalam hal ini dibolehkan dia meninggalkannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Umpamanya kebolehan meninggalkan puasa Ramadhan bagi orang sakit atau dalam perjalanan firman Allah dalam surat&lt;i&gt;al Baqarah&lt;/i&gt; (2): 184:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: EN-US;"&gt;Dalam bentuk lain umpamanya keharusan shalat empat rakaat dapat dilakukan dua rakaat dalam keadaan tertentu, yaitu dalam perjalanan, berdasarkan firman Allah dalam &lt;i&gt;al Nisa’&lt;/i&gt; (4): 101.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;(normal text)&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 14.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;li&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;i style="text-indent: -24px;"&gt;Rukhshah&lt;/i&gt;&lt;span style="text-indent: -24px;"&gt;&amp;nbsp;ditinjau dari segi bentuk keringanan yang diberikan. Dalam hal ini&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;i style="text-indent: -24px;"&gt;keringanan&lt;/i&gt;&lt;span style="text-indent: -24px;"&gt;&amp;nbsp;ada 7 bentuk&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;b&gt;a. Keringanan&lt;/b&gt; dalam bentuk menggugurkan kewajiban, seperti bolehnya meninggalkan shalat jum’at, haji, ‘umrah dan jihad dalam keadaan &lt;i&gt;udzur.&lt;/i&gt;&lt;b&gt;b.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: Wingdings; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-fareast-font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;b&gt;Keringanan&lt;/b&gt; dalam bentuk mengurangi kewajiban; seperti meng-&lt;i&gt;qashar&lt;/i&gt; shalat empat raka’at menjadi dua raka’at bagi orang yang berada dalam perjalanan. &lt;br /&gt;
&lt;b&gt;c.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;b&gt;Keringanan&lt;/b&gt; dalam bentuk mengganti kewajiban; seperti mengganti wudlu’ dan mandi dengan tayamum karena tidak ada air; mengganti kewajiban berdiri dalam sholat dengan duduk, berbaring atau dengan isyarat dalam keadaan tidak mampu; kewajiban mengganti puasa wajib dengan memberi makan fakir miskin bagi orang tua yang tidak mampu berpuasa.&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;b&gt;d. Keringanan&lt;/b&gt; dalam bentuk penangguhan pelaksanaan kewajiban, seperti pelaksanaan shalat zhuhur dalam waktu ashar pada &lt;i&gt;jama’ ta’khir&lt;/i&gt; karena dalam perjalanan. Menangguhkan pelaksanaan puasa Ramadhan ke waktu sesudahnya dalam bentuk &lt;i&gt;qadha &lt;/i&gt;karena sakit atau dalam perjalanan.&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;b&gt;e. Keringanan&lt;/b&gt; dalam bentuk mendahulukan pelaksanaan kewajiban; seperti membayar zakat fitrah semenjak awal Ramadhan, padahal waktu wajibnya adalah pada akhir Ramadhan. Mendahulukan mengerjakan shalat ashar pada waktu zhuhur dalam &lt;i&gt;jama’ taqdim&lt;/i&gt; di perjalanan.&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;b&gt;f. Keringanan&lt;/b&gt; dalam bentuk mengubah kewajiban; seperti cara-cara pelaksanaan shalat dalam perang yang berubah dari bentuk biasanya yang disebut &lt;i&gt;shalat khauf&lt;/i&gt;.&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;b&gt;g. Keringanan&lt;/b&gt; dalam bentuk membolehkan mengerjakan perbuatan haram dan meninggalkan perbuatan wajib karena udzur, seperti dijelaskan diatas.&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[41]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/ol&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;(normal text)&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;\(normal text\)&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;\(normal text\)&amp;quot;;"&gt;5.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;(normal text)&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 20.0pt; mso-bidi-font-weight: bold; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Sah &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpFirst" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;(normal text)&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 20.0pt; mso-bidi-font-weight: bold; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Defininisi Sah adalah:&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="right" class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: right;"&gt;
&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA" style="font-family: 'Traditional Arabic', serif; font-size: 20pt;"&gt;هو كونٌ الشَّيْئِ صحِيْحًا اي اعْتِبَارُ الشَّرعِ الشَّيْئِ صحِيْحًا اذا فُعلَ على النَّحوِ الَّذيْ اَمَرَ بهِ&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;(normal text)&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 20.0pt; mso-bidi-font-weight: bold; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Adalah sesuatu yang dipandang sah menurut syara’ jika sesuatu tersebut dikerjakan sesuai dengan yang diperintahkan.&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[42]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;(normal text)&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 20.0pt; mso-bidi-font-weight: bold; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;
Dari definisi tersebut, dapat dimengerti bahwa jika perbuatan yang dituntut syara’ itu sudah sah, berarti yang melaksanakannya dianggap sudah menunaikan tuntutan tersebut dan terlepas dari tanggung jawabnya serta tidak dituntut hukuman, baik di dunia maupun di akhirat&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;(normal text)&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 20.0pt; mso-bidi-font-weight: bold; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;(normal text)&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 20.0pt; mso-bidi-font-weight: bold; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[43]&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;(normal text)&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 20.0pt; mso-bidi-font-weight: bold; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Sebaliknya jika perbuatan yang dituntut tersebut dilakukan dengan tidak memenuhi persyaratan dan rukunnya, bahkan bertentangan dengan aturan syara’, maka tuntutan tersebut tetap menjadi tanggung jawabnya dan pelakunya dituntut hukuman, baik di dunia maupun di akhirat kelak.&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[44]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-indent: 0px;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;(normal text)&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 20.0pt; mso-bidi-font-weight: bold; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-indent: 0px;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;(normal text)&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 20.0pt; mso-bidi-font-weight: bold; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="text-indent: 27pt;"&gt;Dengan demikian, perbuatan dikatakan sah jika perbuatan yang dilakukan itu sudah sesuai dengan ketentuan syara’, yaitu telah terpenuhinya &lt;/span&gt;&lt;i style="text-indent: 27pt;"&gt;sebab, syarat, &lt;/i&gt;&lt;span style="text-indent: 27pt;"&gt;dan tidak adanya &lt;/span&gt;&lt;i style="text-indent: 27pt;"&gt;mani’&lt;/i&gt;&lt;span style="text-indent: 27pt;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpLast" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;(normal text)&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 20.0pt; mso-bidi-font-weight: bold; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Dalam hal ini, sah dapat dikatakan sebagai terlepasnya tanggungjawab dan gugurnya suatu kewajiban.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;(normal text)&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 20.0pt; mso-bidi-font-weight: bold; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;
Contoh:&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;(normal text)&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 20.0pt; mso-bidi-font-weight: bold; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Mengerjakan shalat Maghrib (sebagai kewajiban) setela&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;(normal text)&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 20.0pt; mso-bidi-font-weight: bold; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;h&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;(normal text)&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 20.0pt; mso-bidi-font-weight: bold; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; terbenam matahari (sebagai sebab) dan sesudah berwudhu (sebagai syarat) serta tidak ada penghalang bagi pelakunya, maka hukum perbuatan yang sudah dikerjakan itu adalah sah.Maka dari itu, jika sebab tidak ada dan syarat-syaratnya tidak terpenuhi, maka perbuatan tersebut dianggap tidak sah, sekalipun penghalangnya tidak ada.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;(normal text)&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 20.0pt; mso-bidi-font-weight: bold; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;(normal text)&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;\(normal text\)&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;\(normal text\)&amp;quot;;"&gt;6.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;b&gt;Bathil&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Bathil adalah terlepasnya hukum syara’dari ketentuan yang ditetapkan dan tidak ada akibat hukum yang ditimbulkannya.Misalnya memperjual belikan minuman keras.Akad ini dipandang batal, karena minuman keras tidak bernilai harta dalam pandangan syara’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Disamping batal ulama Hanafiyah juga mengemukakan hukum lain yang berdekatan dengan batal yaitu fasid. Menurut mereka fasid adalah terjadinya suatu kerusakan dalam unsur-unsur akad.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Jumhur ulama ushul fiqh /mutakalimin&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;berpendirian bahwa antara batal dan fasid adalah dua istilah dengan pengertian yang sama yaitu sama-sama tidak sah.&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[45]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;B.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-weight: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;HAKIM&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;a.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-weight: bold; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Pengertian Al-Hakim&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Kata hakim secara etimologi berarti orang yang memutuskan hukum.Dalam fiqih, istilah hakim semakna dengan qadhi.Namun, dalam ushul fiqh, kata hakim berarti pihak penentu dan pembuat hukum syara’ secara hakiki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Ulama Ushul sepakat bahwa yang menjadi sumber atau pembuat hakiki dari hukum syari’at adalah Allah Swt. Firman-Nya :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;
&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: 'Traditional Arabic', serif; font-size: 20pt;"&gt;إنِ الحكمُ إلا لِلّه يقصّ الحق وهو خير الفاصلين&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah.Dia menerangkan yang sebenarnya dan Dia Pemberi keputusan yang paling baik. (QS. Al-An’am: 57)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-indent: 0px;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;br /&gt;
Secara hakikat hakim adalah Allah swt. Semata, tidak ada yang lain. Para utusan Allah hanya sekedar menyampaikan risalah dan hukum-hukumnya saja. Mereka semua tidak menciptakan atau menetapkan hukum. Sementara para mujtahid cuma sekedar menyingkap tabir-tabir hukum. Mereka juga bukan pencipta hukum syariat, sekalipun secara adat mereka juga terkadang disebut hakim.&lt;/span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[46]&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 18.3999996185303px;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-indent: 0px;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="text-indent: 36pt;"&gt;Dalam masalah hakim ini seluruh ulama menyepakati konsep di atas. Terbukti, mereka juga sepakat memaknai hukum sebagai &lt;/span&gt;&lt;i style="text-indent: 36pt;"&gt;khitabullah&lt;/i&gt;&lt;span style="text-indent: 36pt;"&gt; bukan &lt;/span&gt;&lt;i style="text-indent: 36pt;"&gt;khitab ar-Rusul&lt;/i&gt;&lt;span style="text-indent: 36pt;"&gt; atau &lt;/span&gt;&lt;i style="text-indent: 36pt;"&gt;khitab al-Mujtahidin&lt;/i&gt;&lt;span style="text-indent: 36pt;"&gt;. Perbedaan ulama dalam hal ini hanya berkisar tentang hukum Allah yang berkaitan dengan perbuatan orang mukallaf, apakah akal dengan sendirinya mampu mengetahui hukum-hukum tersebut ataukah perlu perantara para rasul untuk dapat mengetahuinya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-indent: 0px;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-indent: 0px;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="text-indent: 36pt;"&gt;Terkait perbedaan ini, Abdul wahab khallaf membagi menjadi tiga kelompok.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-indent: 0px;"&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Mazhab Asy’ariyah, pengikut Abu Hasan al-Asy’ari yang menyatakan bahwa akal dengan sendirinya tidak akan mampu mengetahui hukum-hukum allah tanpa mediasi para rasul dan kitab-kitabnya. Kelompok ini berargumen bahwa yang disebut dengan kebaikan adalah sesuatu yang telah ditunjukkan oleh syari’ bahwa hal itu memang baik. Sementara kejelekan adalah sesuatu yang ditunjukkan oleh syari’ bahwa hal itu memang jelek. Kebaikan dan keburukan tidak dapat ditentukan oleh penalaran akal semata.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Mazhab Mu’tazilah yakni para pengikut Washil bin Atha’ yang menyatakan bahwa dengan sendirinya akal mampu mengetahui hukum-hkum Allah tanpa melalui perantara rasul atau kitab. Mereka berhujjah bahwa sesuatu itu dikatakan baik ketika akal memandang hal itu baik. Sebaliknya sesuatu itu dipandang jelek ketika akal memang menganggap jelek.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Mazhab Maturidiyah, pengikut Abu Mansur al-Maturidi, mazhab ini menurut Khallaf adalah mazhab penengah dan dianggap sebagai pendapat yang lebih kuat. Mazhab ini menyatakan bahwa memang akal sehat itu mampu menilai mana yang baik dan mana yang dianggap buruk. Namun, tidak secara otomatis akal mampu menentukan hukum-hukum Allah, sebab kerja akal itu terbatas dan terkadang kerja akal itu berbeda satu sama lain dalam menilai suatu perbuatan. Oleh karena itulah, dalam menentukan hukum-hukum Allah tetap diperlukan adanya perantara utusan dan kitab-kitabnya.&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[47]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Pada akhirnya apa yang dipegangi oleh mazhab ini sama dengan pendapat mazhab Asy’ariyah yang tetap menyatakan bahwa untuk mengetahui hukum Allah diperlukan adanya perantara.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;C. &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;MAHKUM FIH&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;M&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;ahkum fih adalah perbuatan seorang mukallaf yang berkaitan dengan taklif/pembebanan. Taklif yang berasal dari Allah ditujukan pada manusia dalam setiap perbuatan-perbuatannya. Tujuan dari taklif ini tidak lain adalah sebagai bentuk uji coba/&amp;nbsp; &lt;i&gt;ibtila’&lt;/i&gt;&amp;nbsp; dari Allah kepada para hambanya supaya dapat diketahui mana hamba yang benar-benar taat dan mana hamba yang maksiat kepadaNya. Dengan demikian sebuah taklif akan selalu berkaitan erat dengan perbuatan mukallaf dan perbuatan inilah yang disebut dengan mahkum alaih.&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[48]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt; &lt;span style="text-indent: 36pt;"&gt;Dari sini terlihat jelas bahwa setiap bentuk taklif adalah perbuatan. Ketika taklif itu berupa taklif ijab atau nadb maka hukum tersebut akan terlaksana dengan adanya sebuah tindakan atau perbuatan dan jika taklif itu berupa karahah atau haram, maka hukum tersebut akan terlaksana pula dengan adanya tindakan/perbuatan meninggalkan. Jadi tindakan pencegahan atau meninggalkan sesuatu itu juga dianggap sebagai sebuah &lt;/span&gt;&lt;i style="text-indent: 36pt;"&gt;fi’lun&lt;/i&gt;&lt;span style="text-indent: 36pt;"&gt; (perbuatan).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt; &lt;span style="text-indent: 36pt;"&gt;Terdapat beberapa syarat untuk absahnya sebuah taklif dalam perbuatan, diantaranya adalah:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="text-indent: 36pt;"&gt;P&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;erbuatan tersebut harus diketahui secara sempurna oleh seorang mukallaf sehingga tergambar tujuan yang jelas dan mampu melaksanakannya. Dengan demikian seorang itu tidak diwajibkan melaksanakan sholat sebelum jelas rukun-rukun dan kaifiyahnya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Perbuatan itu diketahui berasal dari dzat yang mempunyai kewenangan untuk memberikan taklif. Sebab dengan pengetahuan ini seseorang akan mampu mengarahkan kehendak untuk melaksanakannya. Yang perlu diperhatikan dalam masalah ini adalah mengenai pengetahuan. Pengetahuan yang dimaksud adalah &lt;i&gt;imkan al-Ilm&lt;/i&gt; (kemungkinan untuk mengetahui) bukan pengetahuan secara praktis. Artinya, ketika seorang itu telah mencapai taraf berakal dan mampu memahami hukum-huum syar’i dengan sendiri atau dengan cara bertanya pada ahlinya, maka ia telah dianggap sebagai orang yang mengetahui apa yang ditaklifkan kepadanya.&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[49]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Perbuatan tersebut harus bersifat mungkin untuk dilaksanakan atau ditinggalkan. Mayoritas ulama menyatakan bahwa taklif itu tidak sah jika berupa perbuatan yang mustahil untuk dikerjakan, seperti mengharuskan untuk melaksanakan dua hal yang saling bertentangan, mewajibkan dan melarang dalam satu waktu, mengharuskan manusia untuk terbang dll. Meski demikian, ternyata masih ada sekelompok ulama yang memperbolehkan taklif pada perbuatan yang mustahil. Pendapat ini dipegangi oleh ulama-ulama dari kalangan Asy’ariyah. Mereka mengajukan hujjah andaikan taklif terhadap hal yang mustahil itu tidak diperbolehkan maka tidak akan pernah terjadi, sementara kenyataannya taklif itu telah terjadi, seperti pada kasus taklif yang diberikan pada Abu Jahal untuk beriman dan membenarkan risalah rasul. Dalam hal ini Allah telah mengetahui bahwa Abu jahal tidak akan pernah beriman. Pendapat ini disanggah jumhur bahwa maskipun pada kenyataannya Abu jahal tidak beriman, namun taklif tersebut sebenarnya masih bersifat mungkin dan tidak mustahil bagi abu jahal.&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[50]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Dari syarat ketiga, yakni perbuatan taklif itu dapat dikerjakan, muncul persoalan &lt;i&gt;&lt;b&gt;masyaqqah&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; (kesulitan). Apakah boleh diterapkan taklif/pembebanan terhadap amalan yang mengandung &lt;i&gt;masyaqqah&lt;/i&gt;?&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: PT-BR; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Dalam hal ini ulama membagi masyaqqah kepada dua macam :&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;i style="text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-weight: bold; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Masyaqqah Mu’tadah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-weight: bold; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;(kesulitan yang biasa),&lt;b&gt; y&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;aitu berada pada kapasitas manusia untuk melaksanakannya, artinya perbuatan tersebut dianggap mampu untuk dilaksanakan, misal shalat, zakat, puasa, haji, dst bagi manusia tidak sulit untuk dilakukan. Melaksanakan syari’ah punya hikmah tersendiri, ibarat dokter mengobati pasien dengan pil pahit untuk kesembuhan/kebaikan pasien.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;i style="text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-weight: bold; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Masyaqqah Ghair Mu’tadah &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-weight: bold; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;(kesulitan yang tidak biasa)&lt;b&gt;, &lt;/b&gt;yaitu&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;kesulitan di luar kapasitas manusia, yakni jika ada perintah untuk melaksanakan perintah di luar kapasitas manusia maka hal itu otomatis tidak mengandung kewajiban melaksanakan bagi mukallaf. Misal, puasa sepanjang tahun, shalat sepanjang malam, haji dengan jalan kaki, beribadah namun membahayakan keselamatn jiwa.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;b&gt;Macam-macam Mahkum Fih&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Dilihat dari segi keberadaanya secara material dan syara, mahkum fih terdiri dari 4 macam :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Perbuatan yang ada secara material, tetapi tidak terkait dengan syara (tidak menimbulkan akibat hukum syara), seperti makan dan minum.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Perbuatan yang ada secara material, tetapi menjadi sebab adanya hukuman, seperti pembunuhan menjadi sebab adanya hukuman qisas.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Perbuatan yang ada secara material, dan baru bernilai syara apabila memenuhi rukun dan syarat, seperti shalat dan haji.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Perbuatan yang ada secara material dan diakui syara’, serta mengabitkan munculnya hukum syara yang lain, seperti nikah mengakibatkan halalnya hubungan seks, kewajiban nafkah.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;D.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-weight: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;MAHKUM 'ALAIH&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="text-indent: 21.3pt;"&gt;Mahkum alaih adalah seorang mukallaf yang perbuatannya itu berkaitan dengan hukum dari syari’.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Perbuatan seorang mukallaf bisa dianggap sebagai sebuah perbuatan hukum yang sah apabila mukallaf tersebut memenuhi dua persyaratan, yaitu:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Mukallaf tersebut harus mampu memahami dalil taklif. Artinya, ia mampu memahami nash-nash perundangan yang ada dalam al-Qur’an maupun as-Sunnah dengan kemampuannya sendiri atau melalui perantara. Hal ini penting, sebab seseorang yang tidak mampu memahami dalil/petunjuk taklif, maka ia tidak mungkin melaksanakan apa yang telah ditaklifkan kepadanya. Kemampuan untuk memahami dalil taklif hanya bisa terealisasi dengan akal dan adanya nash-nash taklif. Akal adalah perangkat untuk memahami dan merupakan penggerak untuk bertindak. Sifat dasar akal ini abstrak, tidak bisa ditemukan oleh indera zhahir, oleh karenanya syari’ mengimbangi dengan memberikan beban hukum &lt;i&gt;(taklif) &lt;/i&gt;dengan sesuatu yang riil,&amp;nbsp; yang bisa diketahui oleh indera luar yaitu taraf baligh. Pada saat baligh inilah seorang dianggap mampu untuk memahami petunjuk-petunjuk taklif. Praktis, orang gila dan anak kecil tidak tercakup dalam kategori mukallaf.&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[51]&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Se&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;se&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;orang itu diharuskan &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;mampu dalam bertindak hukum, dalam ushul fiqh disebut &lt;i&gt;ahliyah&lt;/i&gt;.&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[52]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp; Dalam penjelasan lain seseorang harus &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Ahlan lima kullifa bihi&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; /cakap atas perbuatan yang ditaklifkan kepadanya. Secara bahasa &lt;i&gt;ahlan&lt;/i&gt; bermakna &lt;i&gt;Shalahiyah/ &lt;/i&gt;kecakapan. Sementara kecakapan itu sendiri akan bisa terwujud dengan akal. Terkait dengan hal ini, Al-Amidi, sebagaimana dikutip oleh az-Zuhaili mengatakan bahwa para cendikiawan Muslim sepakat bahwa syarat untuk bisa disebut sebagai seorang mukallaf adalah berakal dan paham terhadap apa yang ditaklifkan, sebab taklif adalah khitab dan khitabnya orang yang tidak berakal adalah mustahil, layaknya batu padat dan hewan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Ulama ushul &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Fiqh &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;membagi jenis kecakapan&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; / Ahliyah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; ini menjadi dua bagian yaitu:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Ahliyah al-Wujub&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;, yaitu kecakapan manusia untuk menerima hak dan kewajiban.&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[53]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Pijakan utama dari konsep ahliyah al-Wujub ini adalah adanya kehidupan, artinya selama orang itu bernafas maka orang tersebut bisa disebut sebagai ahliyah al-Wujub. Ahliyah ini terbagi menjadi dua, yaitu &lt;i&gt;ahliyah al-Wujub Naqishah&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;Ahliyah al-Wujub Kamilah&lt;/i&gt;. Jenis ahliyah yang pertama adalah jika seorang itu cakap untuk menerima hak saja bukan kewajiban, seperti janin yang masih berada dalam kandungan ibunya. Ia masih bisa menerima hak untuk mewarisi, tetapi ia tidak bisa menerima kewajiban yang dibebankan kepadanya. Sedangkan yang kedua adalah ketika seorang itu mampu menerima hak sekaligus kewajibannya. Ini berlaku kepada setiap manusia.&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;i style="text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Ahliyah al-Ada’&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;, yaitu kecakapan seseorang untuk bertindak. Artinya, tindakan orang tersebut baik berupa perbuatan maupun ucapan,&amp;nbsp; secara syariat telah dianggap “absah” (&lt;i&gt;mu’tabaran syar’an&lt;/i&gt;). Terkait dengan konsep ini, manusia terbagi menjadi tiga jenis klasifikasi, yaitu: &lt;i&gt;Pertama,&lt;/i&gt; Seseorang tidak mempunyai kecakapan bertindak&amp;nbsp; sama sekali seperti orang gila dan anak kecil. &lt;i&gt;Kedua&lt;/i&gt;, seorang tersebut mempunyai kecakapan bertindak namun belum sempurna, seperti anak mumayyiz yang belum sampai pada taraf baligh dan orang idiot &lt;i&gt;(ma’tuh).Ketiga&lt;/i&gt;, Seseorang yang mempunyai kecakapan bertindak secara sempurna seperti seorang yang telah berakal dan baligh.&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[54]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: center;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;KESIMPULAN&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Berdasarkan pemaparan di atas, maka penulis mengambil beberapa kesimpulan, yaitu:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Dalam istilah ulama ushul&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt; Fiqh&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;, hukum didefinisikan sebagai suatu khitab syari’ yang berkaitan dengan perbuatan-perbuatan mukallaf, baik yang bersifat &lt;i&gt;thalab&lt;/i&gt; (tuntutan), &lt;i&gt;takhyiir &lt;/i&gt;(pilihan) atau &lt;i&gt;wadl’i&lt;/i&gt; (ketetapan). Sedangkan hukum menurut pakar fiqih adalah suatu sifat syar’i yang merupakan pengaruh dari khitab tersebut. Dengan demikian, pengaruh khitab Allah yang berimplikasi pada kewajiban mendirikan shalat dari ayat &lt;i&gt;“Aqiimu as-Sholaah”&lt;/i&gt;&amp;nbsp; adalah sebuah hukum.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Secara hakikat hakim adalah Allah &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;SWT &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Semata, tidak ada yang lain. Para utusan Allah hanya sekedar menyampaikan risalah dan hukum-hukumnya saja. Mereka semua tidak menciptakan atau menetapkan hukum. Sementara para mujtahid cuma sekedar menyingkap tabir-tabir hukum. Mereka juga bukan pencipta hukum syariat, sekalipun secara adat mereka juga terkadang disebut hakim.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Yang dimaksud dengan mahkum fih adalah perbuatan seorang mukallaf yang berkaitan dengan taklif/pembebanan. Taklif yang berasal dari Allah ditujukan pada manusia dalam setiap perbuatan-perbuatannya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Mahkum alaih adalah seorang mukallaf yang perbuatannya itu berkaitan dengan hukum dari syari’.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 16px; text-indent: 48px;"&gt;Demikianlah pemaparan tentang beberapa konsep yang ada dalam ushul fiqh khususnya yang terkait dengan term hukum, hakim, mahkum fih dan mahkum alaih. Pemahaman tentang beberapa konsep dasar ini sangat dibutuhkan dalam pengembangan hukum Islam supaya seorang mujtahid mampu menelurkan produk-produk ijtihad progresif-reaktif dan selalu relevan dengan era kekinian.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 16px; text-indent: 48px;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 18.3999996185303px;"&gt;Wallahu A’lam bi as-Shawab.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;br clear="all" /&gt;
&lt;hr align="left" size="1" width="33%" /&gt;
&lt;!--[endif]--&gt;  &lt;br /&gt;
&lt;div id="ftn1"&gt;
&lt;div class="MsoFootnoteText"&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;[1] Rachmat Syafe’i,&amp;nbsp; Ilmu
Ushul Fiqh, Bandung, Pustaka Setia, Cet IV hal. 5&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;[2] Abdul Wahab Khallaf, Ilmu Ushul Fiqh, Semarang, Dina Utama, Cet
I , hal.142&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;[3] Abu Zahrah, Ushul Fiqh, (Beirut, Dar al-Fikr, 1958), hal.
21.Diakses melalui
http://badriegen.blogspot.com/2012/10/hukum-hukum-syariat_3165.html&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;[4] Rachmat Syafe’i,&amp;nbsp; Ilmu
Ushul Fiqh, Bandung, Pustaka Setia, Cet IV hal. 295&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;[5] Rachmat Syafe’i,&amp;nbsp; Ilmu Ushul
Fiqh, Bandung, Pustaka Setia, Cet IV hal. 295-296&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;[6] Muhammad Ma’shum Zain, hal. 172&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;[7] Abdul Wahab Khallaf, Ilmu Ushul Fiqh, Semarang, Dina Utama, Cet
I , hal.144&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;[8] Abdul Wahab Khallaf, Ilmu Ushul Fiqh, Semarang, Dina Utama, Cet
I , hal.146&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;[9] Satria Efendi, ushul fiqh, hal 49 Diakses melalu
https://bangjak.wordpress.com/category/religius/ushul-fiqih-dan-hukum-taklifi/&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;[10] Rachmat Syafe’i,&amp;nbsp; Ilmu
Ushul Fiqh, Bandung, Pustaka Setia, Cet IV hal. 298&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;[11]Abd. Rahman Dahlan,Ushul Fiqh, hal 48 Diakses melalui
https://bangjak.wordpress.com/category/religius/ushul-fiqih-dan-hukum-taklifi/&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;[12]Abd. Rahman Dahlan,Ushul Fiqh, hal 49
https://bangjak.wordpress.com/category/religius/ushul-fiqih-dan-hukum-taklifi/&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;[13] Ibid.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;[14] Rachmat Syafe’i,&amp;nbsp; Ilmu
Ushul Fiqh, Bandung, Pustaka Setia, Cet IV hal. 304&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;[15] Rachmat Syafe’i,&amp;nbsp; Ilmu
Ushul Fiqh, Bandung, Pustaka Setia, Cet IV hal. 298&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;[16] Khallaf, ilmu ushul fiqih, hal.111&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;[17] Harun, ushul fiqih 1, hal.232&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;[18] Khallaf, ilmu ushul fiqih, hal.162&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;[19] Ibid.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;[20] Beik, ushul fiqih, hal.96 diakses melalui
https://bangjak.wordpress.com/category/religius/ushul-fiqih-dan-hukum-taklifi/&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;[21] Khallaf, ilmu ushul fiqih, hal.167&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;[22] Rachmat Syafe’i,&amp;nbsp; Ilmu
Ushul Fiqh, Bandung, Pustaka Setia, Cet IV hal. 311&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;[23] Khallaf, ilmu ushul fiqih, hal.165&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;[24] Rachmat Syafe’i,&amp;nbsp; Ilmu
Ushul Fiqh, Bandung, Pustaka Setia, Cet IV hal. 309&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;[25] Khallaf, ilmu ushul fiqih, hal.163 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;[26] M. Satria Effendi, M.Zein. Hal 55. Diakses melalui
https://bangjak.wordpress.com/category/religius/ushul-fiqih-dan-hukum-taklifi/&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;[27] Harun, ushul fiqih, hal.232 Diakses melalui
https://bangjak.wordpress.com/category/religius/ushul-fiqih-dan-hukum-taklifi/&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;[28] Muhammad Ma’shum Zain, hal. 187 Diakses melalui
http://badriegen.blogspot.com/2012/10/hukum-hukum-syariat_3165.htm&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;[29] Abdul Wahab Khalaf, hal. 197&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;[30]Syafi’I Karim, hal. 107 Diakses melalui
http://badriegen.blogspot.com/2012/10/hukum-hukum-syariat_3165.htm&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;[31] Khallaf, ilmu ushul fiqih, hal.173&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;[32] Muhammad Ma’shum Zain, hal. 191, Hanafie, 19. Diakses melalui
http://badriegen.blogspot.com/2012/10/hukum-hukum-syariat_3165.htm&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;[33][33] Muhammad Ma’shum Zain, hal. 191, Hanafie, 19. Diakses
melalui http://badriegen.blogspot.com/2012/10/hukum-hukum-syariat_3165.htm&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;[34]Syafi’I Karim, hal. 117 Diakses melalui
http://badriegen.blogspot.com/2012/10/hukum-hukum-syariat_3165.htm&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;[35] Muhammad Ma’shum Zain, hal. 191,Diakses melalui
http://badriegen.blogspot.com/2012/10/hukum-hukum-syariat_3165.htm&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;[36]Syafi’i Karim, hal. 119 Diakses melalui
http://badriegen.blogspot.com/2012/10/hukum-hukum-syariat_3165.htm&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;[37] Muhammad Ma’shum Zain, hal. 193.Diakses melalui
http://badriegen.blogspot.com/2012/10/hukum-hukum-syariat_3165.htm&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;[38] Prof. Dr. H. Amir Syarifuddin, Op.cit.,h. 322. Diakses melalui
http://tulisan377.blogspot.com/2013/05/azimah-dan-rukhshah.html&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;[39] Teuku Muhammad&amp;nbsp; Hasby
Ash-Shidieqy, op.cit., h. 479.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;[40] Teuku Muhammad&amp;nbsp; Hasby
Ash-Shidieqy, op.cit., h. 479.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;[41] Amir Syarifuddin, Ushul Fiqh Jilid I (Jakarta: PT. Logos
Wacana Ilmu, 1997), h. 32 Diakses melalui
http://tulisan377.blogspot.com/2013/05/azimah-dan-rukhshah.html&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;[42] Muhammad Ma’shum Zain, hal. 197.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;[43] Ibid. hal.198&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;[44]Khalaf, hal. 214&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;[45] Rachmat Syafe’i,&amp;nbsp; Ilmu
Ushul Fiqh, Bandung, Pustaka Setia, Cet IV hal. 314&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;[46]Abdullah bin Yusuf al-Judai’, Taysiir ‘Ilm Ushul al-Fiqh,
(Beirut: Muassasah ar-Rayyan, 1997.), hlm. 71. Diakses melalui
http://alimchoy.blogspot.com/2011/07/hukum-hakim-mahkum-fih-dan-mahkum-alayh.html&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;[47]Abdul Wahab khallaf, ‘Ilm Ushul al-Fiqh, (t.tp., Daar al-Qalam,
1978), hlm. 97-99.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;[48]Muhammad Sulaiman abdullah, al-Wadhih fi Ushul al-Fiqh, (t.tp.,
Dar as-Salam, 2004), hlm. 72&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Diakses melalui
http://alimchoy.blogspot.com/2011/07/hukum-hakim-mahkum-fih-dan-mahkum-alayh.html&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;[49]Abdul Wahab khollaf, Opcit., hlm. 129.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;[50]Wahba
http://alimchoy.blogspot.com/2011/07/hukum-hakim-mahkum-fih-dan-mahkum-alayh.htmlh
az-Zuhaili, Ushul Fiqh al-Islami, (Beirut: Daar al-Fikr, t.t), Juz I, hlm. 137.
Diakses melalui&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;[51]Abdul Wahab khallaf, ‘Ilm Ushul al-Fiqh, hlm. 199.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;[52]Rachmat Syafe’i,&amp;nbsp; Ilmu
Ushul Fiqh, Bandung, Pustaka Setia, Cet IV hal. 338&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;[53]Wahbah az-Zuhaili, Opcit., hlm. 163. Diakses melalui
http://alimchoy.blogspot.com/2011/07/hukum-hakim-mahkum-fih-dan-mahkum-alayh.html&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;[54]Abdul Wahab khollaf, Opcit., hlm.
137.http://alimchoy.blogspot.com/2011/07/hukum-hakim-mahkum-fih-dan-mahkum-alayh.html&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div id="ftn54"&gt;
&lt;div class="MsoFootnoteText"&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://mymirrorlife.blogspot.com/2015/01/hukum-hukum-syariah-hakim-mahkum-fih.html</link><author>noreply@blogger.com (Zainul Hal)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEifNjEtss7HX_XMgvgu5OyR7WETqfZAMRKAsyghJxoaD2-_QXn9c8hdk7VIHYAEwxjTauOx1BwYYEAyDLIz180_hmZCbnXvXP5XLSBOlXR64CIs7iD-iigCVvjjz-yaB6GNZOTyw5J69q_g/s72-c/a_Hukum2+Syariah_1024x520.jpg" width="72"/><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3935287907092622716.post-2937105192673668192</guid><pubDate>Mon, 19 Jan 2015 20:39:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-01-20T04:22:49.479+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">e-Diary</category><title>Malam yang indah tanpa bunyi BEEP</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg1_UnHDWbUSI5oa8IXM8EJTeAIuw3GFA0zKTPG0Wyk_VjAvp14VJNfl7pHpNUL24xJLApq6Mr4t2DiJgb2FARWYOgfBu2EgNpcTY6QfW75mYvWRrKRMKM6Kds64H8iCvsMnHI1xTWmGjlP/s1600/Malam_tanpa_Beep_1024x520.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Malam yang indah tanpa bunyi BEEP" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg1_UnHDWbUSI5oa8IXM8EJTeAIuw3GFA0zKTPG0Wyk_VjAvp14VJNfl7pHpNUL24xJLApq6Mr4t2DiJgb2FARWYOgfBu2EgNpcTY6QfW75mYvWRrKRMKM6Kds64H8iCvsMnHI1xTWmGjlP/s1600/Malam_tanpa_Beep_1024x520.jpg" height="202" title="Malam yang indah tanpa bunyi BEEP" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Yaaahh...
berisik banget sih, mana sudah jam 01.50 malem lagi... bunyi lagi deh si logo
petir.. hehe... maksudnya KWH listrik di kosan bunyi lagi. Beep.. beep..
beep..!! Demo ala KWH prabayar kalau lagi laper... &lt;b&gt;“Sorry, your master is anak
kosan, you have to understand..!!!”&lt;/b&gt; hahaha...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Itulah
sekelumit prahara sang KWH prabayar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Namanya
juga anak kos, ciri-cirinya adalah KWH-nya paling sering demo tiap bulan, entah
faktor finansial yang tidak stabil, APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Disuspend)
ortu, perencanaan belanja bulanan yang carut marut dan lain sebagainya...
hahaha... It’s Complicated..!!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Kebayang
ngga’, tengah malam, kuota listrik habis, lilin, lampu templek dan penerangan
kagak ada, hp lowbatt, laptop batterynya soak, internet pastinya &lt;strike&gt;never&lt;/strike&gt; dies
juga, tugas banyak, nonton bola ngga’ dapet, bla... bla... bla... hanya sendiri
di kesunyian malam, hening...!!! sepi...!!! gelap...!!!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Oooohh
rembulan, malam terasa begitu panjang...!!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Hahaha...
Dramatis bgt euyy..!! Udaaah.. ngga’ usah dipikirin. Stay cool aja... hehe.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Begitulah...
sebenarnya dari bulan-bulan yang lalu juga bunyi beep KWH prabayar di kosan
sering bunyi kalau sudah mencapai batas limit, nge-warning gitu... Tapi ini
baru pertama kali KWH saya bunyi tengah malam, biasanya kalau siang hari
langsung ke counter terdekat buat beli token. Nah, kalau tiba-tiba bunyi tengah
malam kaya’ gini, jadi kagak enak sama tetangga, soalnya kalau malam, hening,
sunyi, sepi, bunyi beep-nya menyebar ke segala penjuru... bisa-bisa digedor
tetangga yang ngigau lagi ngimpi jadi Densus 88, dengar suara Beep.. beep.. beep,
langsung gedor pintu saya.. “Angkat tangan, jangan bergerak, anda sudah
dikepung...!!!”... hahaha.. yahh ngaco lagi...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Nah,
akhirnya kepikiran juga dalam benak saya, gimana berhentiinnya ya??. Tanpa ta ti
tu, langsung nanya’ sama si mbah, “Cara menghentikan bunyi beep listrik
prabayar”... Voila, nemu juga solusinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Ternyata,
KWH prabayar ngga’ jauh beda dengan para demonstran jaman sekarang ya...
Haaaa... kok jadi ada bau-bau politik lagi sih... HAHAHA... namanya juga
nulisnya tengah malam. Anggap saja saya lagi ngigau... Iya, biasanya dalam acara-acara
demonstrasi akan segera berakhir dengan ditandai bapak-bapak pejabat yang
didemo sudah keluar memberikan janji-janji untuk merealisasikan keinginan para
demonstran. Kalau mereka diacuhin, malah bisa berujung bentrok. Nah, kasusnya
sama kaya’ si logo petir, harus dijanjiin dulu biar berhenti demo... hahaha. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Ternyata
strategi buat membungkam demonstran, si logo petir sangat mudah... hehe. Nah,
ini sebenarnya inti dari semua curhatan di atas... HAHAHA... &lt;b&gt;Kenapa ngga’ to
the point aja sih???&lt;/b&gt; Biasa, improvisasi, biar tulisannya jadi kelihatan lebih
banyak. Jadi, search engine memperhitungkan konten postingan ini, so, bisa
bersaing di SERP dengan kata kunci “KWH prabayar bunyi beep”.., laaaah ngigau
lagi deh... “OBSESI SEORANG SUTRADARA, Ooops.. OBSESI SEORANG MASTER SEO..!!!”...
HAHAHA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Bener-bener
malam yang panjang... mimpi dalam 3 scene yang berbeda...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Okkeh,
back to the topic. Jadi, salah satu perbedaan KWH Prabayar dengan KWH pascabayar
adalah KWH Prabayar akan nge-warning dengan mengeluarkan bunyi beep kalau kuota
daya listrik sudah mencapai batas atau limit yang ditentukan. Di samping itu perbedaan-perbedaan
dan kelebihan-kelebihan KWH prabayar dengan pascabayar juga banyak, saya tidak
akan menjelaskannya lagi, nanti dikira ngigau lagi... “OBSESI MENTERI ESDM”...
hahaha.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Nah,
ternyata dan ternyata. &lt;b&gt;Batas limit warning “beep” KWH prabayar&lt;/b&gt; bisa disetting
looo... “Eureka...!!!” Woooiii semua, saya menemukan caranya... haha jadi keinget
cerita Archimedes.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Ditanya :&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Cara setting batas limit KWH prabayar, sehingga bunyi beep-nya hilang ?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Diketahui
:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;KWH
sudah bunyi beep... beep... beep...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Biasanya
Settingan standar KWH adalah 20 meter.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Settingan
di KWH saya ternyata 5 meter.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Dan sekarang
tinggal 3.75 meter tersisa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; text-indent: -18pt;"&gt;Rumus
umum : ketik &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;456 + [batas limit meter akhir]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; text-indent: -18pt;"&gt;, lalu klik enter.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Jawab
:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Periksa
sisa kuota meter anda&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Pastikan
tombol yang anda pencet bukan tombol setting bom waktu... hehe&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Saya
ingin set batas limit kuota meter KWH saya menjadi 2 meter&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="line-height: 115%; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Maka
saya masukkan ke rumus : &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;tekan 45602, Enter&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Maka
akan muncul tulisan : benar&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Voila,
Done..!!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhhBnVKzdRCAD6SRWyjHIVjrLf-i2xnpybDQxiVS5DWK64hkCENmOJK_OUWDCyq2qF_iGaWb0O8yiD-z_5rn-F8dY9iGG67Ze6N2lV7SATE13MAfnAA8rdcQcRiSaSfNjpxQQb2SypFlSq3/s1600/KWH_Prabayar.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Meter Prabayar" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhhBnVKzdRCAD6SRWyjHIVjrLf-i2xnpybDQxiVS5DWK64hkCENmOJK_OUWDCyq2qF_iGaWb0O8yiD-z_5rn-F8dY9iGG67Ze6N2lV7SATE13MAfnAA8rdcQcRiSaSfNjpxQQb2SypFlSq3/s1600/KWH_Prabayar.jpg" height="235" title="Meter Prabayar" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Sekali
lagi, OBSESI SEORANG MATEMATIKAWAN...!! keinget pelajaran Matematika waktu SMA., "Ditanya, Diketahui, Jawab". Hehe.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Jadi
konklusinya, Bunyi beep pada KWH prabayar saya sudah tidak bunyi lagi, karena
sudah disetting batas limitnya menjadi 2 meter.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Malam
yang indah tanpa bunyi BEEP.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US; mso-fareast-theme-font: minor-latin; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://mymirrorlife.blogspot.com/2015/01/malam-yang-indah-tanpa-bunyi-beep.html</link><author>noreply@blogger.com (Zainul Hal)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg1_UnHDWbUSI5oa8IXM8EJTeAIuw3GFA0zKTPG0Wyk_VjAvp14VJNfl7pHpNUL24xJLApq6Mr4t2DiJgb2FARWYOgfBu2EgNpcTY6QfW75mYvWRrKRMKM6Kds64H8iCvsMnHI1xTWmGjlP/s72-c/Malam_tanpa_Beep_1024x520.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3935287907092622716.post-8392133620676334040</guid><pubDate>Mon, 19 Jan 2015 16:53:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-01-22T12:43:52.732+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Motivasi</category><title>Selaraskan Kata dan Perbuatan</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhdN6R6pJqFT_3BwIaMGToMOwTOp5sfTFKVI_CYER546euSdqZ_E0sCYD0QIMjKTDKJ8yuLuVFumUYi7CzPJoPg_J2EmsIMeGkw3-Ulp21_04jHT2PYXJQO5r3CsjVtMBe1RXpiMAiq_RxY/s1600/Selaraskan_kata_perbuatan_1024x520.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhdN6R6pJqFT_3BwIaMGToMOwTOp5sfTFKVI_CYER546euSdqZ_E0sCYD0QIMjKTDKJ8yuLuVFumUYi7CzPJoPg_J2EmsIMeGkw3-Ulp21_04jHT2PYXJQO5r3CsjVtMBe1RXpiMAiq_RxY/s1600/Selaraskan_kata_perbuatan_1024x520.JPG" height="202" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: 12.0pt; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Setiap orang dapat berbicara, baik ataupun buruk. Bahkan, kata-kata
juga dapat memotivasi orang lain. Akan tetapi, terkadang tidak semuanya mampu
menyelaraskan perkataan dengan tindakan nyata. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: 12.0pt; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: 12.0pt; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Kita bisa berkata bijak tentang kejujuran dan mampu memotivasi
orang lain untuk menjaga kejujuran. Namun, terkadang perilaku kita sendiri jauh
dari mencerminkan nilai-nilai kejujuran, bak adagium “jauh panggang dari api”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: 12.0pt; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: 12.0pt; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Berkata tidak jujur merupakan fenomena yang terjadi baik disadari
maupun tidak. Tanpa kita sengaja maupun tidak sengaja. Marilah bercermin kepada
diri masing-masing karena yang paling mengetahui pribadi kita adalah diri kita
sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: 12.0pt; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: 12.0pt; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Apakah kita termasuk pribadi yang mampu menyelaraskan perkataan dan
perbuatan atau pribadi yang yang tidak mampu menyelaraskan perkataan dan
perbuatan?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: 12.0pt; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Apakah fenomena “jauh panggang dari api” ini mempunyai pembenaran
atau sebaliknya? Haruskah kita berbicara tentang kebaikan, menunggu ketika diri
kita mencerminkan kebaikan terlebih dahulu?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: 12.0pt; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Menurut saya tentu tidak demikian. Meskipun kita akan dianggap
sebagai orang munafik, sejatinya perkataan positif yang belum diikuti perbuatan
positif merupakan sebuah inisiasi yang memotivasi diri kita untuk mencerminkan
perilaku positif. Berkata baik itu setidaknya untuk diri sendiri, yang akan
menjadi “doa” penolong dan menjaga derap langkah agar tetap berjalan pada
jalurnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: 12.0pt; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Sudah seharusnya perilaku ini menjadi titik awal proses menuju
keselarasan antara perkataan dan sikap kkta. Jika kita belum mampu
menyelaraskannya, paling tidak kita berada pada satu titik menuju arah yang
tepat. Begitu juga sebaliknya, perkataan buruk akan menginisiasi kita melakukan
sesuatu yang buruk. Namun, perkataan yang dimaksud ialah perkataan yang dapat dipertanggungjawabkan,
bukan sekadar perkataan yang menjadi angin lalu. Makanya kita sering mendengar
istilah “Mind is creating”, pikiran itu mencipta, dan penciptaan berawal dari
kata-kata.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: 12.0pt; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Perkataan yang dapat dipertangungjawabkan adalah perkataan yang
keluar sengan sepenuh hati. Jika sudah sepenuh hati, kitapun akan selalu
berusaha dengan sepenuh hati menyelaraskan perkataan dan tindakan kita. Artinya,
perkataan yang telah diucapkan sebelumnya akan menuntun kita berjalan di jalan
yang tepat menuju tujuan yang sudah kita tetapkan sebelumnya. Apakah tujuan
tersebut? Bersikap dan bertindak sesuai dengan apa yang telah diucapkan serta
menyelaraskan antara perkataan dan tindakan agar kita mampu mengikis sifat
kemunafikan dalam diri kita karena kemunafikan adalah salah satu sikap negatif
yang harus kita hilangkan dalam diri kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: 12.0pt; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Menyelaraskan ucapan, sikap atau tindakan sangat pentinguntuk
menjaga integritas kita. Integritas memegang peranan yang sangat penting dalam
berbagai konteks, tidak hanya dalam konteks bisnis, tetapi juga dalam konteks
sosial, politik, dan lain-lain. Walaupun mungkin tidak dapat diukur dengan mata
uang integritas mempunyai nilai yang jauh lebih berharga daripada itu. Integritas
adalah sifat yang menunjukkan kesatuan antara ucapan dan tindakan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: 12.0pt; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Jika mampu menjaganya, integritas akan menjadi aset yang sangat
berharga bagi diri kita. Sebaliknya, jika tidak dapat menjaganya, akan menjadi
bumerang karena integritas selalu menjadi acuan dan nilai bagi setiap individu
dan organisasi yang berhubungan dengan orang lain. Integritas memegang peranan
penting dalam segala aspek, terutama dalam hal &lt;i&gt;networking.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: 12.0pt; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Mengingat begitu besarnya dampak yang ditimbulkan dari sebuah
perkataan, maka sudah sepatutnya kita selalu menjaga perkataan kita. Dan jika
memang tidak mampu berkata baik, lebih baik diam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: 12.0pt; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Sering kita mendengar pepatah, “diam adalah emas”. Jika diam saja
adalah emas, berkata baik adalah permata, jika berkata baik adalah permata,
berkata baik dan bersikap baik adalah permata terbaik di dunia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: 12.0pt; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Betapa indahnya jika kita mampu menyelaraskan perkataan dengan
sikap kita, seperti langit malam yang dihiasi bintang. Kita akan memancarkan
cahaya terpendam dari dalam diri kita hingga setiap orang akan mendengarkan,
merasakan, menghargai bahkan mengikuti apa yang kita ucapkan karena kita tidak
hanya mengucapkan sesuatu, tetapi juga memberikan contoh nyata dalam kehidupan
kita. Kekuatan ucapan akan keluar secara alamiah ketika kita mampu
menyelaraskan ucapan dan sikap kita. Dan, jika keselarasan ini mampu kita jaga,
dalm hal apapun kita akan menjadi orang yang dipercaya, diikuti dan bahkan
berpengarus dalam kehidupan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
____________________
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: 12.0pt; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Lutfi Khaerudin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;dalam "&lt;i&gt;Bicaralah! Agar Diperhitungkan&lt;/i&gt;"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://mymirrorlife.blogspot.com/2015/01/selaraskan-kata-dan-perbuatan.html</link><author>noreply@blogger.com (Zainul Hal)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhdN6R6pJqFT_3BwIaMGToMOwTOp5sfTFKVI_CYER546euSdqZ_E0sCYD0QIMjKTDKJ8yuLuVFumUYi7CzPJoPg_J2EmsIMeGkw3-Ulp21_04jHT2PYXJQO5r3CsjVtMBe1RXpiMAiq_RxY/s72-c/Selaraskan_kata_perbuatan_1024x520.JPG" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3935287907092622716.post-8558563123697846261</guid><pubDate>Sun, 18 Jan 2015 11:13:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-01-18T18:13:56.993+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Opini</category><title>Bagaimana Sikap Kita Terhadap Dakwah Salafi ?</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhtKovyxPn9qiOa8dTq6Ral6PYqD_lH3J77HPvpJw2bUMWh4O5MY0ibosKcFR07f5nog2P2OU2Ol51oXru-_7GSKcOPadlwY4fqrio06Lz_gyuVsyVJxJNcdcYmh6DYtOmeenFQbZrSF2GZ/s1600/Opini_Sikap_terhadap_dakwah_salafi_1024x520.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Bagaimana Sikap Kita Terhadap Dakwah Salafi ?" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhtKovyxPn9qiOa8dTq6Ral6PYqD_lH3J77HPvpJw2bUMWh4O5MY0ibosKcFR07f5nog2P2OU2Ol51oXru-_7GSKcOPadlwY4fqrio06Lz_gyuVsyVJxJNcdcYmh6DYtOmeenFQbZrSF2GZ/s1600/Opini_Sikap_terhadap_dakwah_salafi_1024x520.jpg" height="202" title="Bagaimana Sikap Kita Terhadap Dakwah Salafi ?" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Bagaimana
Sikap Kita Terhadap Dakwah Salafi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Abdur
Rauf (1406598352)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Pendahuluan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Perdebatan tentang
cara dakwah salafi di Depok akhir-akhir ini menjadi perbincangan hangat hampir
disetiap pengajian &lt;i&gt;bapak-bapak &lt;/i&gt;malam
jumat dan ibu-ibu majelis taklim. Berbagai diskusi dan tanya jawab telah
dilakukan untuk menjembatani perbedaan gaya dakwah salafi dengan dakwah
organisasi Islam lainnnya, seperti NU dan Muhammadiyah. Islam merupakan &lt;i&gt;way of life &lt;/i&gt;&amp;nbsp;yang menganut pluralitas terhadap perbedaan
pola pikir dan cara pandang para pemeluknya; sebab perbedaan itu ialah &lt;i&gt;sunnatullah&lt;/i&gt;. Andaikata dunia ini isi
kepala manusia seragam maka dipastikan dunia tidak akan dinamis.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Perbedaan dalam
Islam ini harus didasari atas keyakinan bahwa perbedaan adalah &lt;/span&gt;&lt;i style="font-size: 12pt;"&gt;rahmat&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt; untuk menggapai persatuan yang
dinamis; perbedaan harus disikapi keterbukaan menerima bukan menjadi penghalang
untuk hidup bersama apalagi sampai terjadi perselisihan. Perbedaan bisa menjadi
masalah serius jika disikapi rasa fanatisme paling merasa benar dari satu
golongan. Perbedaan inilah yang harus cepat dihindari dari kedua belah pihak
yang saling merasa benar sendiri. Nah kiranya menarik melihat permasalahan
dakwah salafi di Depok ini dan bagaimana seharusnya bersikap terhadap perbedaan
dakwah tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Pembahasan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Seperti diketahui
salafi mengklaim bagian dari Islam Sunni hal ini dapat di lihat dari pokok
ajarannya yaitu menghidupkan kembali praktek Islam ritual ibadah maupun
muamalah seperti pada masa Nabi Muhammad saw tapi tidak menghendaki inovasi
atau &lt;i&gt;bidah&lt;/i&gt;. Padahal waktu jaman Nabi
belum ada istilah salafi. Dakwah salafi &lt;/span&gt;&lt;span lang="FR" style="font-size: 12pt;"&gt;adalah ajakan untuk memurnikan agama Islam dengan kembali kepada A&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;lquran
&lt;/span&gt;&lt;span lang="FR" style="font-size: 12pt;"&gt;dan Sunnah dengan menggunakan pemahaman para
sahabat &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhum&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Kata salaf
merupakan kependekan dari &lt;i&gt;salafus shalih&lt;/i&gt;
(kaum shalih yang terdahulu), yang merupakan julukan atas tiga generasi awal
umat Islam, yaitu generasi sahabat, tabiin dan tabiit tabiin. Dewasa ini kelompok
yang mengatasnamakan dirinya salafi merujuk pada pemikiran Muhammad bin Abdul
Wahhab (Wahabiyah) dan Ibnu Taimiyah. Kedua Ulama tersebut dikenal sebagai
ulama yang paling puritan yang gigih memperjuangkan kemurnian Islam. Salafi
yang dikenal saat ini dalam berdakwah kurang memahami akulturasi budaya dan
Islam dalam masyarakat Indonesia, mereka sering menolak perayaan Maulid, &lt;i&gt;tahlilan &lt;/i&gt;serta wiridan khas NU bahkan
salafi sampai ada yang memperolok orang-orang tersebut. Salafi menolak
penambahan dalam ibadah tersebut karena tidak adanya dalil yang menunjukkan
langsung bahwa Nabi pernah melakukan hal tersebut. Inilah yang menjadikan
dakwah salafi mendapat sorotan dari berbagai pihak yang merasa terusik karena
sudah terbiasanya beragama Islam seperti itu. Persoalan ini bisa merembet
kepada persoalan politik skala nasional jika terus dibiarkan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: 12pt; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; text-indent: 36pt;"&gt;Islam sebagai sebuah
agama yang disampaikan oleh Nabi Muhammad saw yang utamanya memperbaiki akhlak
manusia sudah seharusnya pemeluknya mengikuti cara hidup bermasyarakat yang
dicontohkan masyarakat di Madinah. Saat itu berbagai agama, suku, dan kelompok
agama dapat hidup rukun menghargai satu sama lain.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; text-indent: 36pt;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; text-indent: 36pt;"&gt;Kerukunan hidup beragama harus terus diusung
sebagai gagasan utama dalam hidup bermasyarakat. Mewujudkan gagasan ini
diperlukan modal dasar yang penting yaitu sikap toleransi yang harus dimiliki
setiap individu, kelompok dan golongan yang hidup ditengah-tengah masyarakat
pluralis.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: 12pt; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: 12pt; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Di daerah Depok
bagian selatan sendiri, yang mayoritas penduduk Islamnya adalah sunni yang
bermanhaj NU, polemik salafi dengan orang-orang bermanhaj NU sudah terjadi lama
tapi tidak separah dan setajam seperti di daerah Aceh. Kasus hadirnya salafi di
Aceh berdampak keluarnya fatwa para ulama Aceh yang dikeluarkan pada&amp;nbsp;27
Sya'ban 1435 H/ 25 Juni 2014 ini yang menyebutkan bahwa pengajian Kelompok
Salafi di Gampong Pulo Raya Kecamatan Titeu Kabupaten Pidie dan ditempat
lainnya adalah sesat dan meminta pemerintah untuk segera menutup pengajian,
penyiaran dan ceramah serta melarang aktivitas kelompok Salafi. Sedangkan yang
terjadi di Depok masih terdengar samar-samar saling mengejek dan menghujat
dalam beberapa ceramah dari masing-masing dai NU maupun salafi di hadapan
jamaahnya sendiri, tidak sampai pada tahap yang mengkhawatirkan dari kedua
belah pihak. Selama ini perbedaan yang terjadi sudah disampaikan secara
persuasif, keduanya sama-sama mengamini bahwa beda manhaj tidak harus terus
diperselisihkan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: 12pt; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: 12pt; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Beberapa hal
yang dapat dilakukan untuk menyikapi perbedaan dakwah salafi ini antara lain:
Pertama, menanamkan pondasi agama yang kuat yang terdiri atas aqidah, syariat,
dan akhlak yang nantinya hal ini akan membentuk pribadi muslim yang kokoh yang
tidak mudah goyah untuk di pengaruhi oleh ajaran apa pun yang melenceng. Kedua,
rasa menghormati perbedaan agar dapat hidup berdampingan seperti halnya hidup
rukun berdampingan dengan pemeluk agama selain Islam. Ketiga, harus menyadari
bahwa sebagai Islam yang mayoritas non salafi untuk jangan mempengaruhi,
memaksa dan membubarkan salafi karena perbedaannya tersebut. Keempat,
mewaspadai pihak-pihak yang mencari kesempatan untuk mencederai kerukunan dalam
perbedaan ini. Kelima, menghormati wilayah dan etika sosial masing-masing
pengikut. Keenam, individu, kelompok atau golongan jangan mengambil sikap
menghakimi sendiri jika tidak mengetahui secara betul duduk persoalan konflik
yang akan terjadi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: large;"&gt;Kesimpulan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Sebagaimana
perbedaan salafi dengan NU dan Muhammadiyah ini tidak akan ada habisnya.
Pangkal persoalan yang berasal dari ideologi serta manhaj yang berbeda akhirnya
menjadi persoalan saling hujat menghujat dan memperolok yang berkepanjangan
yang entah sampai kapan akan berakhir. Di Depok yang mayoritas NU dan
Muhammadiyah dapat meredam polemik tentang salafi agar tidak meluas menjadi
konflik dengan skala ketegangan tinggi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Perbedaan, sama
dengan persatuan adalah sebuah &lt;/span&gt;&lt;i style="font-size: 12pt;"&gt;sunnatullah
&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;atau keniscayaan, sesuatu yang pasti terjadi dan tidak mungkin dihindari.
Begitu juga perbedaan yang terdapat antara kelompok salafi dan non salafi ini.
Sikap toleransi merupakan salah satu sikap penting yang harus dimiliki setiap
individu untuk bisa menerima perbedaan ini dan untuk saling menjaga kerukunan
umat Islam di masyarakat. Selain itu usaha yang terus menerus untuk
menjembatani perbedaan dari aliran salafi ini oleh pihak-pihak yang berwenang
dan kompeten harus tetap dilakukan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://mymirrorlife.blogspot.com/2015/01/bagaimana-sikap-kita-terhadap-dakwah.html</link><author>noreply@blogger.com (Zainul Hal)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhtKovyxPn9qiOa8dTq6Ral6PYqD_lH3J77HPvpJw2bUMWh4O5MY0ibosKcFR07f5nog2P2OU2Ol51oXru-_7GSKcOPadlwY4fqrio06Lz_gyuVsyVJxJNcdcYmh6DYtOmeenFQbZrSF2GZ/s72-c/Opini_Sikap_terhadap_dakwah_salafi_1024x520.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3935287907092622716.post-2533664974817823536</guid><pubDate>Sat, 17 Jan 2015 20:30:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-01-24T15:32:53.409+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ekonomi Mikro</category><title>Model Perilaku Perusahaan Islam</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhJp6vGfJRnThjGFf6-hQKRrLhv5UK5afMW9awbZs2Fi0Bl9M-T8L8jjpriy30fHhkyPhmAJ3UIfLK_NQhQfxbq2_1hgDEQFfPdjri2zPvyiJazlqhF7hiyfDqE3BFwAHTb5OedPcPihs4r/s1600/Islamic_Firm_1024x520.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Model Perilaku Perusahaan Islam" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhJp6vGfJRnThjGFf6-hQKRrLhv5UK5afMW9awbZs2Fi0Bl9M-T8L8jjpriy30fHhkyPhmAJ3UIfLK_NQhQfxbq2_1hgDEQFfPdjri2zPvyiJazlqhF7hiyfDqE3BFwAHTb5OedPcPihs4r/s1600/Islamic_Firm_1024x520.jpg" height="202" title="Model Perilaku Perusahaan Islam" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpFirst" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpFirst" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Resume Artikel M.M. Metwally,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;BEHAVIOURAL
MODEL OF AN ISLAMIC FIRM &lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Jumlah negara-negara Muslim yang terus
bertambah tengah menyuarakan keinginan dan dalam beberapa kasus (Pakistan, Arab
Saudi, dan Iran) mengambil langkah serius untuk beralih ke hukum dan ajaran
Islam dalam membangun jalan kehidupan mereka, termasuk perilaku ekonomi mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Merupakan tujuan dari bab ini untuk menyelidiki
implikasi ekonomi dari hukum-hukum tersebut, yakni ajaran kitab suci Al-Qur'an,
tradisi Nabi Muhammad SAW dan praktik masyarakat Muslim terdahulu dalam
perilaku "perusahaan Islam", yaitu perusahaan yang diatur oleh
hukum-hukum Islam yang diberlakukan oleh hukum sipil dan kepercayaan agama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Kami ingin menjelaskan dari awal bahwa
negara-negara Muslim kontemporer memiliki tingkatan yang sangat berbeda dalam
hal mengikuti ajaran Islam. Beberapa negara tersebut lebih ketat daripada yang
lain. Namun saat ini tidak ada negara Muslim yang dapat dikatakan memiliki
perekonomian Islam seperti yang didefinisikan di atas (yakni perekonomian yang
secara ketat mengikuti hukum-hukum Islam dimana hukum-hukum tersebut
diberlakukan oleh kepercayaan dan hukum sipil). Selain itu, pengalaman
perekonomian kaum Muslim terdahulu tidak selalu dapat diaplikasikan secara
langsung sekarang ini karena perekonomian tersebut kurang kompleks dibandingkan
perekonomian negara-negara Muslim kontemporer. Lebih jauh lagi, literatur pada
era ini tidak dapat memberikan gambaran jelas kepada kita bagaimana
karakteristik perekonomian masyarakat Muslim terdahulu. Namun, penyelidikan
terhadap ayat-ayat Al-Qur'an, tradisi Nabi Muhammad SAW, dan praktik kaum
Muslim terdahulu (contohnya pemerintahan Kalifah) mengesankan bahwa perilaku perekonomian perusahaan Islam
jauh berbeda dari perusahaan yang beroperasi di dalam perekonomian non-Islam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Seorang
pengusaha muslim menganggap beragam sumber daya sebagai berkah dari Tuhan yang
telah dianugerahkan kepadanya (seorang wali/&lt;i&gt;trustee&lt;/i&gt;)
sebagai kepercayaan (&lt;i&gt;trust&lt;/i&gt;) untuk
memanfaatkan sumber daya tersebut melalui cara yang paling efisien agar
memenuhi rencana Tuhan untuk membangun kesejahteraan di bumi, dan lebih penting
lagi di akhirat sebuah sasaran yang diraih untuk kebaikan dirinya dan juga
seluruh umat manusia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Oleh sebab
itu, seorang pengusaha Muslim melakukan bisnis yang digerakkan oleh motif yang
relatif impersonal dalam pemenuhan tanggung jawabnya terhadap kepercayaan (&lt;i&gt;trust&lt;/i&gt;). Prinsip ekonomi perwalian (&lt;i&gt;trusteeship&lt;/i&gt;) dalam perekonomian Islam
secara dramatis bertentangan dengan prinsip kepentingan pribadi (&lt;i&gt;self-interest principle&lt;/i&gt;) yang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt; merupakan landasan dari perekonomian pasar
bebas masyarakat non-Islam. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Hal ini memberi kesan bahwa maksimalisasi
profit tidak akan menjadi tujuan perusahaan Islam. Malah, perusahaan Islam akan
merasa puas untuk menerima tingkat profit yang "layak" atau
"wajar" jika hal tersebut memungkinkan perusahaan untuk meraih
sasaran yang lebih penting dalam "melakukan kebajikan demi menyenangkan
Tuhan", sebagaimana Muslim sejati harus mempercayai kata-kata Al-Qur'an:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEilA8lfZSZw21Y83-9s_40ViVNuov54YsIaZLEgHKIqK5dtudN6TkgVHvkRVRtyQwjozAzblhLVv2w1ZYeLAylz5AsTwKwmBJ0xRH7eSQdwaIALi9_T982Vma5in5gy91yL4rkJVYdm0QDr/s1600/QS.+al-Ahqaf+%5B46%5D_15.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="QS. Al-Ahqaf (46): 15" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEilA8lfZSZw21Y83-9s_40ViVNuov54YsIaZLEgHKIqK5dtudN6TkgVHvkRVRtyQwjozAzblhLVv2w1ZYeLAylz5AsTwKwmBJ0xRH7eSQdwaIALi9_T982Vma5in5gy91yL4rkJVYdm0QDr/s1600/QS.+al-Ahqaf+%5B46%5D_15.png" height="111" title="QS. Al-Ahqaf (46): 15" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;"Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk
mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu
bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai;
berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku.
Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan Sesungguhnya aku Termasuk
orang-orang yang berserah diri"&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;. [&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;QS. Al-Ahqaf (46): 15&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;]&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin: 0cm 18.85pt 0.0001pt 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Seorang pengusaha Muslim tidak akan mencari
maksimalisasi profit untuk menimbun kekayaan. Ia tahu bahwa&amp;nbsp; &lt;i&gt;‘Harta
dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amal kebajikan yang terus
menerus adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk
menjadi harapan’&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;a href="file:///D:/Data/Semester%201/Teori%20Ekonomi%20Mikro%20Islam/Resume%20Omnya%20Khamim%20(Ayu)%20-%20web.docx#_ftn1" name="_ftnref1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Ada banyak bentuk Amal Saleh, namun pada dasarnya
&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;amal saleh&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt; berkisar terhadap "&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;sedekah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;". Mengeluarkan &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;sedekah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt; oleh mereka yang memiliki kekayaan merupakan
hal yang sangat penting di dalam doktrin Islam. Al-Qur'an menyebutkan bahwa: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;img alt="QS. Al-Munafiqun (63):10" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhrJ63HXjIToxNz-Odz0fvg5r2GWbso2ZYQoE5KNv-_kpXnrAG59aHvMv7QWvuXkhE9zMSTevBp-SFnR8pWhztPX7H7PnLPJbi55xyCiPvbLxq-BrCG1ABuWMYNf3iW3owlkATMQCvmQd0W/s1600/QS.+al-Munafiqun+%5B63%5D_10.png" height="75" title="QS. Al-Munafiqun (63):10" width="400" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Dan infakkanlah sebagian dari apa yang telah
kami berikan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang di antara
kamu; lalu dia berkata (menyesali), “Ya Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan
menunda (kematian)ku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah dan aku akan
termasuk orang-orang yang saleh.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt; [&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;QS. Al-Munafiqun
(63):10&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin: 0cm -0.05pt 0.0001pt 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Perbuatan Amal Saleh ('&lt;i&gt;amal salihat&lt;/i&gt;) disebutkan di dalam kitab suci Al-Qur'an sebanyak 62
kali dalam 36 &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;surat&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt; (dari total keseluruhan 114 &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;surat&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: JA; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Diskusi
di atas sangat jelas mengesankan bahwa para pemilik, manajer, dan staf lainnya
pada perusahaan Islam memiliki satu tujuan utama: mengeluarkan amal atau amal
saleh. Tujuan ini, yang tidak ada pembandingnya dalam perekonomian pasar bebas
non-Islam, bukanlah tanpa dasar ekonomi. Mengeluarkan sedekah atau amal saleh
di dalam masyarakat yang percaya sepenuhnya bahwa amal merupakan sarana untuk
meraih kepuasan Tuhan menciptakan &lt;i&gt;goodwill&lt;/i&gt;
untuk produk-produk perusahaan&amp;nbsp; di mana
kemudian membantu meningkatkan permintaan produk tersebut pada harga yang
diberikan.&lt;/span&gt;&lt;a href="file:///D:/Data/Semester%201/Teori%20Ekonomi%20Mikro%20Islam/Resume%20Omnya%20Khamim%20(Ayu)%20-%20web.docx#_ftn1" name="_ftnref1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: JA; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: JA; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: JA; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&amp;nbsp;Maka apabila kita menandai pengeluaran pada &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: JA; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;sedekah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: JA; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt; atau amal saleh dengan G dan harga dengan P, maka
kita akan memperkirakan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjxWV9oFh8nMt1GTGjwEwTLGV945O1_oh0l0HeBylZ3BiebDsTs2HYvFd0oeN6ErdZFGsLaQkQJL_ZTd8ReD_wMHDc8KTn7uRqJzywdWGuafcAgsxOnAx_TFFoihyphenhyphenMfgLBonys0-vX6t8dn/s1600/1.PNG" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Oleh sebab itu, dalam beberapa hal, pengeluaran
pada amal saleh menyerupai pengeluaran pada iklan. Perbedaannya ialah bagi
perusahaan non-Islam, pengeluaran iklan didorong ke tingkat yang dijamin oleh
maksimalisasi profit&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt; Di
dalam perusahaan Islam, pengeluaran pada amal saleh adalah tujuan yang harus
direalisasikan baik saat profit termaksimalisasikan maupun tidak. Dengan kata
lain, perusahaan Islam mungkin menyatakan tujuan ini dalam bentuk diktum yang
positif (contohnya, perusahaan harus mengeluarkan sedekah sebanyak lima persen
dari jumlah pendapatannya) atau dalam bentuk non-operasional (contohnya,
perusahaan mungkin ingin menjadi pemimpin di dalam industri atau bahkan di dalam
komunitas dalam soal pengeluaran amalnya), yang akan berperan sebagai pemandu
dalam membuat keputusan yang mempengaruhi alokasi atau sumber daya. Hal di atas
tidak menyarankan bahwa mengeluarkan &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;sedekah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt; atau amal saleh oleh perusahaan Islam akan seluruhnya menjadi
pengganti&amp;nbsp; periklanan. Akan selalu ada
tempat untuk periklanan "informatif" namun keputusan dilakukannya
iklan atau tidak (dan berapa besar biaya iklan yang diperlukan) akan seluruhnya
terpisah dari pengeluaran &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;sedekah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;. Tentu saja, sebagaimana yang akan kita lihat nanti, tidak akan
ada tempat untuk iklan yang "menipu" oleh perusahaan Islam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Pertanyaannya sekarang ialah bentuk pengeluaran
&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;sedekah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt; atau amal saleh seperti apa yang harus
dilakukan. Jawabannya ialah hal tersebut dapat dilakukan dengan banyak bentuk
mulai dari pembayaran langsung kepada fakir miskin dan mereka yang membutuhkan
di dalam komunitas hingga peningkatan jumlah karyawan oleh perusahaan di luar
tingkatan yang diperlukan untuk maksimalisasi profit, hanya untuk memberikan kontribusi
terhadap penyelesaian masalah pengangguran (jika masalah tersebut ada) sehingga
meringankan beban mereka yang menganggur. Lebih sering lagi, bentuk amal saleh
dapat dilakukan dengan membangun rumah sakit dan sekolah untuk melayani bagian
yang relatif miskin dari komunitas muslim; membangun mesjid untuk mengembangkan
Islam dan mempertahankan ideologi Islam; dan pengeluaran yang ditujukan kepada
fakir miskin dan mereka yang membutuhkan, untuk berjuang di jalan Tuhan, untuk
menyebarkan Islam, dan untuk terus menerus mengembangkan ajaran dan aplikasi
Islam.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Namun, dalam menjalani perusahaan bidang
bisnis, perusahaan Islam harus bisa memahami tingkatan profit yang
"wajar" untuk meneruskan bisnisnya, dan jika suatu perusahaan
merupakan perusahaan publik, perusahaan tersebut harus bisa mendistribusikan
tingkatan profit yang "wajar" kepada pemegang sahamnya setiap tahun.
Para pemegang saham ini, yang merupakan kaum Muslim, tentu saja akan menghargai
dan mengantisipasi pengeluaran amal oleh manajemen.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Maka perusahan Islam akan mencari maksimalisasi
dalam fungsi pemanfaatan yang merupakan fungsi dari jumlah profit dan jumlah
pengeluaran sedekah atau amal saleh bergantung pada batasan bahwa setelah
pembayaran semua pajak yang dikenakan (zakat dan hal yang harus dibayar
lainnya), jumlah profit&amp;nbsp; tidak akan
kurang dari tingkat minimal "aman" agar perusahaan dapat terus
menjalankan bisnis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Model matematika sederhana yang menggabungkan
ide-ide di atas dapat dikembangkan untuk perusahaan produk tunggal sebagai
berikut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Fungsi pemanfaatan pengusaha Muslim diketahui
sebagai &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhOlYjV_01nSIW9pmjxinqP6KJ6YGa61OTWZ5qXNjvospLpiRGu15_Ru0ZnAKJPTC-HMXEX59Y4p5jNlAKJN5EQH0V9X4ZY8tJ1V2_Exc9KFEtTzanvMAQtrHZyuoNXYIYxBT6PvWSNSDZF/s1600/2.PNG" height="75" width="400" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Dengan asumsi bahwa M mewakili tingkat profit
yang sebenarnya, atau perbedaan antara pendapatannya dengan produksi dan biaya
amal, kita memiliki&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjEE9ESSkxeRbV6Ukgtcq56vd8WVcqjLB_ehgo1VDfg56zCYYQ0ol_deYGKYIf-ZdzeqVitV_riVpyPVfMdjvXtmBgS5YmVFrjJH3plSprotO8NIC8xBLLJblHHDs_-XojJ3NlXykxt1lbT/s1600/3.PNG" height="72" width="400" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Jika p mewakili biaya unit dan q
adalah kuantitas produksi, maka&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjsW5hi5L2U9j0tsbqIksqVB2P_ExcElMJo8qfBSxtwht6OiBl81QEfG7_e6bhSrTnXsqZ_jjhKOSaZ6yIHJH3OlKFDJ99Vt-_VO-rP3j8QSfZitZTJRFQKKBEgEJ8orpbeHJ9VM91hgcfn/s1600/4.PNG" height="37" width="400" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Kurva permintaan di dalam model ini diasumsikan
miring secara negatif, namun pengeluaran amal membantu meningkatkan permintaan
terhadap produk perusahaan. Maka kita memiliki&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi69BECnqhRj0iOYw-RskBU4ceWGvuaack9rVdFGrjxv8H_GZs5CbXtlb6z-8P35gSDgizUMVOb_5RaClY4vE7-H1E9-LphYMAe8xq05a1e-IrELFLF-8UYeoondMrA_lYPeY_2CdbevT1A/s1600/5.PNG" height="174" width="400" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Jika kita asumsikan kadar zakat sama dengan μ dan
pembayaran lain sama dengan β, kita memiliki&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiSzYiH38h22VQUkAoXHZS45rZVtNI0xQMQAgxJnXxa9f6I8wJ9m4xowivEjX5BCNY3BUwWNixiEBNYRUpVRFpO_b653hjwLqdhHAu3iewzMfyOiICOjU8rZVSUYPncfCGaJza55PVfCEUc/s1600/7.PNG" height="86" width="400" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Tujuan perusahaan ialah untuk
memaksimalisasikan fungsi pemanfaatannya (1) bergantung pada pendistribusian
tingkat profit yang pantas π&lt;span style="color: #00b050;"&gt; &lt;/span&gt;untuk memuaskan
para pemiliknya dan mempertahankan bisnisnya. Dengan kata lain, fungsi
objektifnya ialah&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgFouLAZzJB6IeL0WmVFtd-1HRmUhWH2Wqns4wPTOhCOcoV-J8mcdTLXDDZ9u0V3eFmVEGkZhWoaiix0VjdZGS9wLLFZu-mNdcgyLdHar6c2ZvmjcYhjZSfo4YdjaIleN_ot4oanpuA-Ibk/s1600/8.PNG" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
Kondisi orde kedua Kuhn-Tucker akan membutuhkan determinan untuk
menjadi positif&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Times New Roman, serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj8-cUaFNaJ5lAGXUlHBuZG7vJnppLdldt1PwrP-V0Vvwx94IFY0lyxp_ggrRnhiWzM8V_RqUZA1XgYdPU9SnlyO03MAzTFqoifEAUxjpXiTQxid7LehD165mke-CqF6NjNt1Ht1X2jHpsN/s1600/9.PNG" height="140" width="320" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Namun, tambahan kondisi di atas, ajaran Islam
nyatanya mengharuskan angka substitusi marjinal berkurang di antara dua sasaran
dan bahwa pemanfaatan marjinal sasaran manapun juga harus berkurang. Ini adalah
konsekuensi langsung atas insistensi Islam terhadap kesederhanaan dan hierarki
penempatan tingkat pencapaian sasaran manapun.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Persamaan (21) menyatakan bahwa keseimbangan
perusahaan Islam mengharuskan bahwa pendapatan marjinal sama dengan biaya
marjinal. Bukan berarti bahwa output yang dihasilkan secara optimal akan sama
seperti perusahaan maksimalisasi profit non-Islam. Pada kasus kita, δR/δq secara
tidak langsung adalah fungsi G. Oleh sebab itu nilai optimal output akan
berbeda dalam dua kasus tersebut. Sebuah perusahaan Islam dengan struktur biaya
yang sama akan memiliki keseimbangan output dan harga yang lebih besar daripada
perusahaan non-Islam. Hal ini dapat dilihat dalam Gambar 1&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;1&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;.1, dimana DD mewakili kurva permintaan
perusahaan non-Islam sementara DD' mewakili kurva permintaan perusahaan Islam.
D'D' merefleksikan asumsi bahwa di dalam perekonomian Islam, δP/δG &amp;gt; 0.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Persamaan (23) menyatakan bahwa di dalam
perekonomian Islam, proporsi pendapatan yang ditujukan untuk amal akan bergantung
pada nilai substitusi marjinal antara profit dan "amal saleh" yang
didistribusikan (r&lt;sub&gt;GF&lt;/sub&gt;) dan juga nilai pajak zakat dan kewajiban
pembayaran lainnya. Semakin tinggi nilai kewajiban pembayaran lain pada profit
yang tidak didistribusikan, semakin berkurangnya proporsi pendapatan yang
ditujukan untuk "&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;sedekah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;". Hal yang masuk akal, karena akan diasumsikan bahwa
kewajiban pembayaran lain yang dikumpulkan akan semakin tinggi untuk mencapai
tingkatan amal saleh yang lebih tinggi oleh para otoritas Muslim.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Dalam perusahaan non-Islam, r&lt;sub&gt;G,F &lt;/sub&gt;=
0, maka satu-satunya kondisi yang dibutuhkan untuk pengoptimalisasian ialah
pendapatan marjinal sama dengan biaya marjinal.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjDks6qoOw0b5wYXk-Kkh2QnMIAxzrrv03vLUWGpCG2nVmxRe3vvR4sk4qkCMnEVmb6V4QhuUGiy04kZEkB7tu6NVH8_L16Y-mzU019iLrmgGbmFgPaDmjkwkQailtEobb2TDirZv0XLxpi/s1600/10.PNG" height="377" width="400" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpLast" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Perusahaan Islam akan berbeda dengan perusahaan
non-Islam tidak hanya dari sasarannya namun juga kebijakan ekonomi dan strategi
pasar. Perbedaan-perbedaan berikut sangatlah mencolok:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpLast" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;"&gt;Perusahaan Islam tidak akan melakukan aktivitas apa pun yang
dilarang oleh Islam. Contohnya, tidak satupun perusahaan di dalam masyarakat
Islam akan berpartisipasi dalam produksi atau penjualan minuman beralkohol,
babi, perjudian, spekulasi terlarang, atau meminjam dan meminjamkan uang pada
nilai bunga tetap.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;"&gt;Perusahaan Islam harus menghindari strategi pasar yang menghasilkan
batasan-batasan untuk masuk/terlibat dan karenanya menyebabkan monopoli.&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;a href="file:///D:/Data/Semester%201/Teori%20Ekonomi%20Mikro%20Islam/Resume%20Omnya%20Khamim%20(Ayu)%20-%20web.docx#_ftn3" name="_ftnref3" title=""&gt;[3]&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;"&gt;Perusahaan Islam harus mengikuti "peraturan adil" dalam
seluruh urusannya saat sedang bertindak sebagai pembeli atau penjual produk dan
jasa&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;"&gt;.&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;a href="file:///D:/Data/Semester%201/Teori%20Ekonomi%20Mikro%20Islam/Resume%20Omnya%20Khamim%20(Ayu)%20-%20web.docx#_ftn4" name="_ftnref4" title=""&gt;[4]&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" style="text-indent: -18pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;"&gt;Perusahaan Islam harus menjauhkan diri dari penggunaan iklan dan
strategi pasar yang menipu yang dapat digunakan untuk melebarkan saham pasarnya
atau menaikkan harga produknya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; text-indent: -18pt;"&gt;Perusahaan Islam harus menghindari seluruh tindakan eksploitasi,
diskriminasi, dan praktek pembatasan perdagangan, karena seluruh hal tersebut
dicela oleh Islam.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpFirst" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Kesimpulan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Studi ini menunjukkan bahwa fungsi objektif
perusahaan yang beroperasi di dalam masyarakat yang mengikuti hukum-hukum Islam
sebagaimana yang diajarkan dalam kitab suci Al-Qur'an, tradisi Nabi Muhammad,
dan praktik-praktik kaum Muslim terdahulu, akan sangat berbeda dengan
perusahaan yang beroperasi di masyarakat non-Islam. Model matematika sederhana
yang dibuat untuk menyelidiki keseimbangan perusahaan Islam produk tunggal
menunjukkan bahwa tingkat keseimbangan output adalah satu di mana pendapatan
marjinal sama dengan biaya marjinal, tetapi tingkat ini berbeda dari yang
didapatkan oleh perusahaan yang hanya memaksimalisasi profit. Hal yang mungkin
bahwa perusahaan Islam meraih keseimbangan di tingkat output dan harga yang
lebih tinggi dibandingkan yang didapatkan oleh perusahaan yang hanya memaksimalkan
profit.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Studi ini juga memperlihatkan bahwa kebijakan
ekonomi dan strategi pasar perusahaan Islam harus dipilih dengan hati-hati
sehingga kebijakan dan strategi tersebut tidak bertentangan dengan prinsip
Islam. Sejumlah kasus didaftarkan untuk menggambarkan perbedaan yang penting
tersebut antara perusahaan Islam dan perusahaan non-Islam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormalCxSpFirst" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;br clear="all" /&gt;
&lt;hr align="left" size="1" width="33%" /&gt;
&lt;!--[endif]--&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;div id="ftn1"&gt;
&lt;div class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;
&lt;a href="file:///D:/Data/Semester%201/Teori%20Ekonomi%20Mikro%20Islam/Resume%20Omnya%20Khamim%20(Ayu)%20-%20web.docx#_ftnref1" name="_ftn1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-themecolor: text1;"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;QS. Al-Kahfi (18): 46.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div id="ftn2"&gt;
&lt;div class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;
&lt;a href="file:///D:/Data/Semester%201/Teori%20Ekonomi%20Mikro%20Islam/Resume%20Omnya%20Khamim%20(Ayu)%20-%20web.docx#_ftnref2" name="_ftn2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-themecolor: text1;"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;T&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;ingkat
goodwill yang dibentuk akan menjadi fungsi total yang dikeluarkan dalam amal.
Maka perusahaan yang mengeluarkan&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;nya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt; lebih&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;mungkin akan
meraih untung yang lebih pula dari goodwill ini&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div id="ftn3"&gt;
&lt;div class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;
&lt;a href="file:///D:/Data/Semester%201/Teori%20Ekonomi%20Mikro%20Islam/Resume%20Omnya%20Khamim%20(Ayu)%20-%20web.docx#_ftnref3" name="_ftn3" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-themecolor: text1;"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;D&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;iriwayatkan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt; bahwa Rasul
bersabda "Pemegang monopoli adalah pendosa dan pelanggar." Lihat I.
Kashmiri, &lt;i&gt;Prophet of Islam Muhammad and
Some of His Traditions&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;, The Supreme Council
for Islamic affairs, Monograph No. 16, Cairo, 1387/1967.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div id="ftn4"&gt;
&lt;div class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;
&lt;a href="file:///D:/Data/Semester%201/Teori%20Ekonomi%20Mikro%20Islam/Resume%20Omnya%20Khamim%20(Ayu)%20-%20web.docx#_ftnref4" name="_ftn4" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-themecolor: text1;"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;D&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;inyatakan bahwa Rasul bersabda "Allah
akan memberkati orang toleran dan sabar yang menjual, membeli, dan membayar
kewajibannya dengan baik dan lembut" dan "Pedagang kredit manapun
(yang) menyadari bahwa debitornya berada dalam kesulitan dan menyuruh
karyawannya melupakan hutangnya ialah yang mencari ridha dan rahmat Allah,&amp;nbsp; Allah akan memberikan apa yang ia
inginkan" Lihat Kashmiri&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;, op. cit.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div id="ftn5"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://mymirrorlife.blogspot.com/2015/01/model-perilaku-perusahaan-islam.html</link><author>noreply@blogger.com (Zainul Hal)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhJp6vGfJRnThjGFf6-hQKRrLhv5UK5afMW9awbZs2Fi0Bl9M-T8L8jjpriy30fHhkyPhmAJ3UIfLK_NQhQfxbq2_1hgDEQFfPdjri2zPvyiJazlqhF7hiyfDqE3BFwAHTb5OedPcPihs4r/s72-c/Islamic_Firm_1024x520.jpg" width="72"/><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3935287907092622716.post-6781391649408481936</guid><pubDate>Fri, 16 Jan 2015 11:26:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-01-16T19:10:53.432+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kang Maman</category><title>Motivasi Diri</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgao7z2Vjbac5N1Y-EQVtdrRr0KfRWHZRN953bn94BlZVB6yDZW5qNhIEphX7HuX77DzaOXOWDCL8jX36pKtDY-0zdrC5g7RzHexvC_Pa0e4Mi1PZTsmJ0Xp2IeNiHfrCzbWOC5zxnrqplS/s1600/Motivasi_Diri.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Motivasi Diri" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgao7z2Vjbac5N1Y-EQVtdrRr0KfRWHZRN953bn94BlZVB6yDZW5qNhIEphX7HuX77DzaOXOWDCL8jX36pKtDY-0zdrC5g7RzHexvC_Pa0e4Mi1PZTsmJ0Xp2IeNiHfrCzbWOC5zxnrqplS/s1600/Motivasi_Diri.jpg" height="202" title="Motivasi Diri" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Notula Kang Maman di ILK edisi 16 Juni 2014.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: 12.0pt; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;“Setelah mendengar dua motivator, saya jadi ingat kisah seorang
pria lulusan perguruan tinggi bergengsi di luar negeri dengan sederet gelar
mentereng di depan dan di belakang namanya. Ia kerap membaca buku-buku motivasi
dan menghadiri kelas motivasi dan ikut di kelas-kelas motivasi dengan motivator
selevel (seperti yang dikatakan Aa’ Deny tadi); Anthony Robbins, Jim Rohn,
Bryan Tracy, dan akhirnya ia berhasil mencapai apa yang diinginkannya. Ia
berada di top of the world dalam pekerjaannya, di puncak karirnya yang
terbilang usia muda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: 12.0pt; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: 12.0pt; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Tapi dalam kesendirian (ketika ia berada) di puncak, ia merasa
sendiri dan kosong, ada yang dirasakannya kurang lengkap dan dia tidak tahu itu
apa. Di hari libur yang basah oleh hujan ia kendarai mobilnya berkeliling kota
tanpa tujuan untuk melepaskan keresahannya. Di depan sebuah toko bunga ia
bertemu dan melihat seorang gadis kecil di bawah hujan yang&amp;nbsp; deras berdiri di depan toko bunga menatap
bunga-bunga yang ada di sana, ia pun berhenti dan bertanya kenapa berdiri di
depan situ. “Ibu saya ulang tahun dan saya ingin memberikannya setangkai bunga
mawar tapi saya tidak punya duit, hujan membuat tidak ada orang yang lewat di
sini dan memberikan saya uang” (jawab gadis kecil tersebut), rupanya ia seorang
pengemis cilik. Sang pria itu kemudian masuk ke toko bunga dan membelikan tidak
cuma satu, tapi dua tangkai mawar dan bahkan mengajak anak itu untuk bertemu
dengan ibunya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: 12.0pt; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: 12.0pt; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Tiba di depan sebuah TPU (Tempat Pemakaman Umum) sang anak turun
dan langsung berlari ke pemakaman itu, sang pria ikut mengejarnya, ia kemudian
melihat anak itu memeluk sebuah tumpukan tanah yang sudah berumput, tempat
ibunya dimakamkan. Dan ia menaruh bunga dan mengucapkan selamat ulang tahun
kepada ibunya. Saat itu juga sang lelaki itu tercekat, menangis dan merasakan
ada yang hilang dari dirinya karena selama puluhan tahun ia disuruh pulang
kampung untuk bertemu ibunya yang rindu padanya, ia lupa hanya karena ingin
mencapai kesuksesannya dan terus disibukkan oleh dunia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: 12.0pt; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: 12.0pt; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Saya jadi teringat kisah Mc Guire yang diperankan oleh tom cruise
yang mengatakan bahwa kita hidup di dunia yang sinis, kita bekerja di dunia
yang sangat kompetitif, dan ketika mencapai puncak kita tetap tidak bisa merasa
sempurna dan terkadang kita baru bisa sempurna karena orang yang kita cintai.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: 12.0pt; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Jadi, yang bisa memotivasi diri kita adalah kita sendiri dan
motivasi ada di sekitar kita jika kita mau membuka hati yang mungkin kita
dapatkan dari seorang pengemis kecil tadi. Jadi kembalilah kepada hakikat cinta
dan jangan pernah melupakan orang yang menyempurnakan doa kita dengan aminnya. Terima
kasih”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: 12.0pt; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Simak video lengkapnya&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times New Roman, serif;"&gt;&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="415" src="//www.youtube.com/embed/mMmhPd6iciM" width="520"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://mymirrorlife.blogspot.com/2015/01/motivasi-diri.html</link><author>noreply@blogger.com (Zainul Hal)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgao7z2Vjbac5N1Y-EQVtdrRr0KfRWHZRN953bn94BlZVB6yDZW5qNhIEphX7HuX77DzaOXOWDCL8jX36pKtDY-0zdrC5g7RzHexvC_Pa0e4Mi1PZTsmJ0Xp2IeNiHfrCzbWOC5zxnrqplS/s72-c/Motivasi_Diri.jpg" width="72"/><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3935287907092622716.post-8348088925232169334</guid><pubDate>Wed, 14 Jan 2015 19:52:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-01-18T22:15:14.679+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ekonomi Mikro</category><title>[Monzer Kahf] - Struktur Pasar : Kerjasama Bebas </title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpFirst" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgFD3ryB4uz9De-DhZzUAagNP5KOye-RqrzoRVsHqqZKadGW8nzSQsAP8tji7Fo833BsXc0PILKpgfx_h9avQH8xfpjcq2e0fcNLxswmbWn_wYg8S83EWDCmm6mzgNm8hmrxIfzlWWhWXn4/s1600/Dr_Monzer_Khaf.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgFD3ryB4uz9De-DhZzUAagNP5KOye-RqrzoRVsHqqZKadGW8nzSQsAP8tji7Fo833BsXc0PILKpgfx_h9avQH8xfpjcq2e0fcNLxswmbWn_wYg8S83EWDCmm6mzgNm8hmrxIfzlWWhWXn4/s1600/Dr_Monzer_Khaf.JPG" height="202" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpFirst" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Monzer
Kahf termasuk orang pertama yang mengaktualisasikan analisis penggunaan
beberapa institusi Islam, seperti zakat terhadap agregat ekonomi, seperti
simpanan, investasi, konsumsi dan pendapatan&lt;a href="file:///D:/Data/Semester%201/Teori%20Ekonomi%20Mikro%20Islam/resume%20monzer%20kahf%20(ayu)%20-%20web.docx#_ftn1" name="_ftnref1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="line-height: 115%;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; menulis
artikel tentang mekanisme dan struktur pasar berdasarkan tuntunan ajaran Islam,
yang berjudul &lt;b&gt;“Market Structure: Free
Co-Operation” &lt;/b&gt;atau “Struktur Pasar: Kerjasama Bebas”. Berikut akan
disampaikan ringkasan dari artikel beliau.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Pada
awal tulisannya, beliau menjelaskan tentang ekonomi kapitalis, sistem ekonomi yang
diaplikasikan dalam pasar persaingan sempurna. Pasar ini adalah pasar yang penuh
dengan prinsip kebebasan, di mana produsen dan konsumen bebas keluar masuk dan
bebas mendapatkan informasi yang kesemuanya itu dijamin oleh pemerintah. Harga
ditentukan secara murni oleh pengaruh pasar hingga memungkinkan untuk mencapai
tingkat yang serendah mungkin.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Namun
sistem ekonomi kapitalis ini gagal bertahan dari serangan sosialis yang
berteori bahwa campur tangan pemerintah dalam perekonomian adalah hal yang
harus dilakukan. Kebebasan sistem kapitalis dalam pasar menyebabkan penindasan
pemilik sarana produksi kepada kaum proletar. Hingga di awal 1930-an
Chamberlain menentang sistem bebas tersebut dan mengklaim bahwa individu tidak
bisa semena-mena mengatur harga pasar. Awalnya sosialis sukses di Uni Soviet,
namun akhirnya menimbulkan pertanyaan-pertanyaan lain yang mengarah bahwa
sistem ekonomi sosialis tidak sepenuhnya mewakili kesejahteraan rakyat secara
optimal.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Dalam
ekonomi Islam, prinsip yang dianut dalam struktur pasar adalah kebebasan
ekonomi. Setiap individu memiliki tanggung jawab sekaligus kebebasan, dalam
arti tanggung jawab seorang Muslim harus didasarkan pada berbagai kebebasan.
Karena kebebasan adalah cerminan dari tanggung jawab, semakin tanggung jawab
ditekankan, semakin adanya penekanan pula pada kebebasan.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Sepanjang
sejarah masyarakat Muslim, kebebasan ekonomi dalam Islam telah dijamin oleh
tradisi masyarakat dan sistem hukum. Rasululllah saw menolak ketika diminta
untuk menentukan harga ketika sedang terjadi kenaikan harga-harga di pasar.
Karena yang terjadi saat itu adalah kenaikan harga murni karena faktor &lt;i&gt;supply&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;demand&lt;/i&gt;, bukan karena adanya monopoli atau monopsoni. Jika Rasul
menentukan harga, hal itu akan memaksa produsen untuk&amp;nbsp; merugi karena harus menjual barang dengan
harga yang lebih rendah.&amp;nbsp; Setelah masa
Rasulullah, khalifah-khalifah setelahnya membentuk lembaga Hisbah yang
berfungsi untuk mengontrol perilaku-perilaku di pasar. Lembaga ini &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;diketuai
oleh &lt;i&gt;al-Muhtasib&lt;/i&gt;. &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Ibnu Taimiyyah
berpendapat bahwa &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;individu sepenuhnya
berkuasa untuk mempertahankan harta benda mereka, dan tak seorang pun berhak
untuk mengambil seluruh atau sebagian dari harta benda tersebut tanpa persetujuan
mereka, kecuali di beberapa kasus yang dijelaskan secara rinci di mana mereka
boleh melepaskannya.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Maulana Abul A’la al-Maududi pun menyatakan pendapatnya bahwa dalam
Islam, individu adalah pihak yang paling penting, bukan komunitas atau negara
seperti prinsip kaum sosialis. Individu tidak harus melayani masyarakat, namun
masyarakatlah yang seharusnya melayani individu.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Perekonomian dalam Islam adalah perekonomian yang bebas, namun
kebebasan yang diperlihatkan dalam kerjasama.&amp;nbsp;
Individualisme dan kesadaran sosial saling terjalin dengan erat sehingga
bekerja untuk kesejahteraan orang lain adalah hal yang paling menjanjikan untuk
memperluas kebermanfaatan seseorang dan merupakan hal yang disukai Allah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpLast" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Namun
Islam tidak melarang keterlibatan pemeriintah di pasar. Islam memandang
pemerintah hadir berdampingan dengan unit perekonomian, tidak mendominasi satu
sama lain. Peran pemerintah di pasar sebagai perencana, produsen, penjamin dan
pengontrol serta pengawas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif; text-indent: -18pt;"&gt;Pemerintah sebagai perencana.
Islam tidak mengakui &lt;i&gt;invisible hands&lt;/i&gt;
seperti yang diagung-agungkan oleh sistem kapitalis, sehingga produksi dan
ditribusi harus diatur untuk mencapai pola yang sesuai dengan norma dan ajaran
Islam. Pemerintah dapat mendistribusikan ulang pekerjaan di antara industri-industri
pada kuota tertentu.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif; text-indent: -18pt;"&gt;Pemerintah sebagai produsen.
Pemerintah berhak menguasai sumber-sumber daya yang penting bagi hajat
masyarakat banyak, seperti air, api dan padang rumput, atau jika disesuaikan
dengan konteks saat ini, perusahaan listrik, air dan pertambangan. Individu
tidak berhak memiliki sumber daya ini dan tidak sah bagi pemerintah untuk
mengizinkannya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif; text-indent: -18pt;"&gt;Pemerintah sebagai penjamin.
Jaminan sosial dari pemerintah dalam mekanisme pasar, sangatlah penting. Hal
ini berdasarkan dua hal; tanggung jawab bersama dan jaminan sosial. Tanggung
jawab bersama ditanggung oleh setiap umat Muslim melalui instrumen zakat.
Pemerintah mengkoordinir lembaga yang bertanggung jawab mengurusi hal ini.
Kemudian jaminan sosial ialah hak bagi publik untuk mendapatkan santunan dari
pendapatan negara.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif; text-indent: -18pt;"&gt;Pemerintah sebagai pengontrol dan
pengawas. Dua jenis kontrol yang dilakukan pemerintah adalah yang ditujukan untuk
meningkatkan pemenuhan tujuan negara dan yang dilakukan oleh agen independen (&lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif; text-indent: -18pt;"&gt;al-Hisbah)&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif; text-indent: -18pt;"&gt; yang berfungsi untuk menjaga
aturan-aturan permainan dalam pasar. Negara selalu menjadi partisipan aktif
dalam kehidupan perekonomian dan fungsi mekanisme pasar tidak pernah bergantung
sepenuhnya kepada negara.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Islam memiliki
aturan-aturan tertentu dalam perekonomian, yakni serangkaian perintah dan
peraturan sosial, politik, agama, moral dan hukum yang harus dilaksanakan oleh
masyarakat. Monzer Kahf menjabarkan aturan-aturan yang harus dipenuhi tersebut
sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif; text-indent: -18pt;"&gt;Keyakinan bahwa segala sesuatu
yang ada di dunia ini adalah milik Allah, manusia hanyalah seorang khalifah
yang diberikan kekuasaan untuk memperoleh keuntungan dan kemanfaatan dari
sumber daya yang telah dianugerahi Allah.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif; text-indent: -18pt;"&gt;Setiap Muslim memiliki kebebasan namun
tidak boleh mengorbankan hak-hak orang lain. Segala perilaku manusia yang
terkait dengan masalah-masalah sosial harus dipertanggung jawabkan kepada Allah
dan menjadi kewajibannya terhadap masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif; text-indent: -18pt;"&gt;Seluruh umat manusia bergantung pada Allah.
Semakin baik orang tersebut kepada hamba-hamba Allah, semakin ia dicintai oleh
Allah. Semua orang bertanggungjawab secara pribadi atas kemajuan komunitas dan
penghilangan kesulitan-kesulitan yang dihadapinya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif; text-indent: -18pt;"&gt;Tidak ada hak istimewa yang spesifik terhadap
individu atau negara tertentu sejauh urusan kekhalifahan. Namun bukan berarti
bahwa umat manusia harus atau sebaiknya sejajar dalam keuntungan yang mereka
peroleh dari bumi. Mereka hanya sejajar dalam kesempatan, dan setiap orang
mengambil sebanyak mungkin keuntungan sesuai dengan kemampuannya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif; text-indent: -18pt;"&gt;Martabat manusia adalah sama. Hak dan
kewajiban ekonomi setiap individu sesuai dengan kemampuannya dan peran normatif
masing-masing di dalam struktur sosial.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif; text-indent: -18pt;"&gt;Dalam Islam, bekerja dianggap sebagai
kebajikan dan kemalasan sebagai sifat buruk. Merupakan suatu kewajiban
masyarakat dan badan perwakilannya untuk menyediakan kesempatan bekerja bagi
individu.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif; text-indent: -18pt;"&gt;Ajaran-ajaran Islam memandang kehidupan
manusia di dunia ini sebagai perlombaan terhadap waktu. Masa hidup manusia
sangatlah terbatas dan ada banyak peningkatan-peningkatan luar biasa yang akan
dirasakan di dalam keterbatasan waktu tersebut. Peningkatan dan perbaikan dalam
diri mereka sendiri adalah tujuan dari proses ini.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;No
harm, no injury. Laa dharaara, wa laa dhiraara.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif; text-indent: -18pt;"&gt;
Tidak boleh menyakiti dan tidak boleh tersakiti. Ini adalah hadis Nabi yang
menyatakan bahwa tidak boleh bertindak zhalim yang dapat merugikan orang lain
dan manusia harus sebisa mungkin menghindar dari kezhaliman.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif; text-indent: -18pt;"&gt;Harus ada hukum sebagai institusi
sosial yang mendukung agar individu dapat melaksanakan kebaikan-kebaikan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="line-height: 115%;"&gt;Dalam pembahasannya yang terakhir, Monzer Kahf berkomentar
tentang tiga hal. Pertama, tentang harga yang adil. Ia lebih menyukai frase
‘harga keseimbangan’ daripada ‘harga adil’ karena lebih cocok dengan tradisi
ilmu hukum Islam dan menunjukkan konteks konseptual dengan lebih memuaskan.
Kedua, bahwa mekanisme pasar dalam Islam bukan berarti merupakan struktur
terpecah. Akumulasi kekayaan mungkin saja terjadi sepanjang tidak melalui
metode yang dilarang dan tidak melanggar prinsip-prinsip kebabasan dan
kerjasama. Campur tangan pemerintah dalam hal ini dapat berupa pengambil-alihan
terhadap produksi yang dimonopoli&amp;nbsp; atau
penentuan harga. Ketiga, tentang teori nilai. Segala sesuatu yang dilarang
digunakan dalam Islam (barang haram dan najis) otomatis tidak memiliki nilai
ekonomi karena tidak berhak dijual ataupun dikonsumsi.&lt;/span&gt;

&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;hr size="1" style="text-align: left;" width="33%" /&gt;
&lt;!--[endif]--&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;div id="ftn1"&gt;
&lt;div class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;a href="file:///D:/Data/Semester%201/Teori%20Ekonomi%20Mikro%20Islam/resume%20monzer%20kahf%20(ayu)%20-%20web.docx#_ftnref1" name="_ftn1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="line-height: 115%;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; Dr. Euis Amalia, &lt;i&gt;Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam dari Masa
Klasik hingga Kontemporer, &lt;/i&gt;(Jakarta: Granada Press, 2007), h. 275.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;
&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://mymirrorlife.blogspot.com/2015/01/monzer-khaf-struktur-pasar-kerjasama.html</link><author>noreply@blogger.com (Zainul Hal)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgFD3ryB4uz9De-DhZzUAagNP5KOye-RqrzoRVsHqqZKadGW8nzSQsAP8tji7Fo833BsXc0PILKpgfx_h9avQH8xfpjcq2e0fcNLxswmbWn_wYg8S83EWDCmm6mzgNm8hmrxIfzlWWhWXn4/s72-c/Dr_Monzer_Khaf.JPG" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3935287907092622716.post-1249832608040823562</guid><pubDate>Tue, 13 Jan 2015 01:50:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-01-13T09:45:09.780+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kang Maman</category><title>Senjata Api vs Senjata Hati</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi6A8FasKDaw-Y2U-_djQ2OoORo4nSSSHDTO_eF1qUHx_T6aHlpquY1VzzMk8mf1-oKjYUT7LOuFEQAYH_sIxFZMRWlVnZx3qoUPkxH882qrw6znkYreP8tyuQWcl1PcleQeRD9__0QMTVV/s1600/Senjata_Api_vs_Senjata_Hati.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Senjata Api vs Senjata Hati" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi6A8FasKDaw-Y2U-_djQ2OoORo4nSSSHDTO_eF1qUHx_T6aHlpquY1VzzMk8mf1-oKjYUT7LOuFEQAYH_sIxFZMRWlVnZx3qoUPkxH882qrw6znkYreP8tyuQWcl1PcleQeRD9__0QMTVV/s1600/Senjata_Api_vs_Senjata_Hati.jpg" height="202" title="Senjata Api vs Senjata Hati" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Berikut adalah kutipan notula kang maman di akhir acara ILK yang &lt;/span&gt;ditayangkan&amp;nbsp;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Trans7 2 Juni 2014. Tema sentral kali ini adalah tentang pelegalan senjata api di indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;"Undang-undang no. 2 tahun 2002&lt;/span&gt; membolehkan warga sipil yang berprofesi punya resiko tinggi untuk memiliki senjata api. Tetapi harus melalui serangkaian tes dan tiap tahun harus dievaluasi. Mereka yang boleh punya senjata api adalah Mentri, Anggota MPR/DPR, Sekjen, Dirjen, Irjen, Sekab, Gubernur, Wakil Gubernur, Sekda, sampai pejabat instansi pemerintah golongan IVb, termasuk pejabat swasta; Komisaris, Preskom, Presdir, Purnawirawan TNI, Perwira Tinggi dan Perwira Menengah, dan juga profesional: pengacara senior dan dokter praktek. (mereka semua dibolehkan mengantongi izin kepemilikan senjata api)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Menurut data, ada 18.030 senjata api legal dipegang (dan beredar) di tangan (warga) sipil, tetapi terdapat 41.000 (senjata api) ilegal (yang beredar) di indonesia. Pertanyaannya, seperti yang dikatakan Aa' Deny, mereka bisa amanah ngga’?; terbayang ngga’, kalau mereka tertangkap KPK dan mereka menodongkan pistol itu ke aparat-aparat KPK? Semoga itu tidak terjadi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Manusia sejati adalah manusia yang memiliki pemikiran yang tajam, sikap yang santun yang dikendalikan oleh hati. Karena senjata yang teramat ampuh bukanlah &lt;b&gt;&lt;strike&gt;senjata api&lt;/strike&gt;&lt;/b&gt;, melainkan &lt;b&gt;senjata hati&lt;/b&gt;. Senjata hati adalah (senjata yang hanya bisa dipegang oleh) orang yang mampu dan berani memberi maaf kepada seseorang pada saat sebenarnya ia mampu mengacungkan dan menodongkan senjata untuk melakukan balas dendam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Konklusinya (adalah) : orang yang berjiwa besar tidak mengandalkan &lt;/span&gt;&lt;b style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;strike&gt;senjata ap&lt;/strike&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;i, tapi &lt;/span&gt;&lt;b style="font-size: 11pt;"&gt;senjata hati&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt; yang punya dua peluru utama; pemaaf dan penyabar. &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Dengan senjata api kita hanya melahirkan benci dan sakit hati, dengan senjata hati kita membangun damai&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 15px;"&gt;"&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Selengkapnya, silahkan simak video berikut :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US; mso-fareast-theme-font: minor-latin; mso-hansi-theme-font: minor-latin;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="415" src="//www.youtube.com/embed/2flBS_wCiP4" width="520"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US; mso-fareast-theme-font: minor-latin; mso-hansi-theme-font: minor-latin;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US; mso-fareast-theme-font: minor-latin; mso-hansi-theme-font: minor-latin;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US; mso-fareast-theme-font: minor-latin; mso-hansi-theme-font: minor-latin;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://mymirrorlife.blogspot.com/2015/01/senjata-api-vs-senjata-hati.html</link><author>noreply@blogger.com (Zainul Hal)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi6A8FasKDaw-Y2U-_djQ2OoORo4nSSSHDTO_eF1qUHx_T6aHlpquY1VzzMk8mf1-oKjYUT7LOuFEQAYH_sIxFZMRWlVnZx3qoUPkxH882qrw6znkYreP8tyuQWcl1PcleQeRD9__0QMTVV/s72-c/Senjata_Api_vs_Senjata_Hati.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3935287907092622716.post-8926525735436945912</guid><pubDate>Mon, 12 Jan 2015 21:07:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-01-13T04:21:00.867+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Islamic Economics</category><title>Harta dan Mekanisme Pengelolaannya dalam Islam</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgacB03vOZ-R1pYWi43mdcOm3GoFKyshrd0mhKVuQIKsFZm1g5a-0EQxecV31GEm7kLdpQ_9c0eJSlxjCo2kisX96jYtqhj-381uZ1l0JG-tdwfVkA_Tm5_yWQMs_tzhXLNrtgbJfdIyu92/s1600/Harta_Pengelolaannya_Islam.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;img alt="Harta dan Mekanisme Pengelolaannya dalam Perspektif Islam" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgacB03vOZ-R1pYWi43mdcOm3GoFKyshrd0mhKVuQIKsFZm1g5a-0EQxecV31GEm7kLdpQ_9c0eJSlxjCo2kisX96jYtqhj-381uZ1l0JG-tdwfVkA_Tm5_yWQMs_tzhXLNrtgbJfdIyu92/s1600/Harta_Pengelolaannya_Islam.JPG" height="202" title="Harta dan Mekanisme Pengelolaannya dalam Perspektif Islam" width="400" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US; mso-fareast-theme-font: minor-latin; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Dalam terminologi ilmu fiqh, dinyatakan oleh
kalangan Hanafiyah bahwa harta itu adalah sesuatu yang digandrungi oleh tabiat
manusia dan mungkin disimpan untuk digunakan saat dibutuhkan. Namun harta
tersebut tidak akan bernilai kecuali bila dibolehkan menggunakannya secara
syariat. Mereka membedakan antara materi dan nilai. Materi hanya bisa terwujud
ketika seluruh manusia atau sebagian di antara mereka menggunakannya sebagai
materi. Tetapi nilai hanya berlaku bila dibolehkan oleh ajaran syariat
(al-Mushlih dan ash-Shawi: 2004).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US; mso-fareast-theme-font: minor-latin; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US; mso-fareast-theme-font: minor-latin; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Apabila harta tersebut merupakan hak milik Allah
sementara Allah telah menyerahkan kekuasaan atas harta tersebut kepada manusia,
melalui izin darinya, maka perolehan seseorang atas harta tersebut sama dengan
kegiatan yang dilakukan oleh seseorang untuk memanfaatkan serta mengembangkan
harta, yang antara lain karena menjadi hak miliknya. Sebab ketika seseorang
memiliki harta, maka esensinya dia memiliki harta tersebut hanya untuk
dimanfaatkan. Sehingga dalam hal ini dia terikat dengan hukum-hukum &lt;i&gt;syara’ &lt;/i&gt;dan
bukan bebas mengelolanya secara mutlak. Begitu pula dia juga tidak bisa bebas
mengelola zat barang tersebut secara mutlak, meskiput dia memiliki zatnya. Alasannya
adalah ketika dia mengelola dalam rangka memanfaatkan harta tersebut dengan
cara yang tidak sah menurut &lt;i&gt;syara’,&lt;/i&gt; misalnya dengan
menghambur-hamburkannya atau menggunakannya untuk suatu kemaksiatan, maka
negara wajib mengawalnya dan melarang untuk mengelola, juga merampas wewenang
yang telah diberikan negara kepadanya (an-Nabhani: 2002).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US; mso-fareast-theme-font: minor-latin; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: 12.0pt; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Dalam syariat harta terbagi menjadi dua bagian :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;Harta tetap
(diam)&lt;/b&gt;, adalah harta yang tidak mungkin dipindahkan seperti tanah yang melekat
dan bangunan yang permanen. Menurut kalangan Hanafiyah yang dimaksud harta diam
adalah tanah saja. Sedangkan menurut kalangan Malikiyah pengertiannya bisa
meluas kepada segala yang melekat dengan tanah seperti tanaman dan bangunan,
karena keduanya tidak mungkin dipindahkan kecuali harus diubah sehingga
bangunannya menjadi berkeping-keping.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; line-height: 115%; text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;Harta
bergerak&lt;/b&gt;, adalah garta yang cepat dipindahkan dan dialihkan (seperti uang).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US; mso-fareast-theme-font: minor-latin; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Berdasarkan klasifikasi ini muncul sejumlah
hukum (al-Mushlih dan ash-Shawi: 2004) yang terkait dengan harta tetap dan
bergerak, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul style="text-align: left;"&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;Disahkannya menjual
diam sebelum diserah-terimakan. Menurut sebagian ulama seperti Abu Hanifah dan
Abu Yusuf, tidak sah menjual harta bergerak sebelum diserah-terimakan, namun
dalam aplikasinya ada sedikit perbedaan pendapat.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;Mendahulukan pembersihan
harta bergerak sebelum harta diam ketika seseorang dalam keadaan terlilit
hutang (bangkrut).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; line-height: 115%;"&gt;Tidak dibolehkannya
menjual harta diam orang yang tercekal, karena masih kecil atau karena idiot
kecuali dalam kondisi darurat atau kemaslahatan yang pasti atau karena
kebutuhan yang mendesak. Sementara menjual harta bergerak dibolehkan untuk
kemaslahatan semata.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US; mso-fareast-theme-font: minor-latin; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Terkait dengan hak terhadap harta dapat
dijelaskan sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;span style="text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-stretch: normal;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;Harta pribadi&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; text-indent: -18pt;"&gt;Harta ini tidak boleh diambil oleh orang lain melainkan dengan kerelaan hati
dari pemiliknya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; line-height: 115%;"&gt;&lt;b&gt;Harta milik
Allah&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; line-height: 115%;"&gt;Harta pada dasarnya milik Allah (hakiki kepemilikan), manusia hanya
diberikan kesempatan memilikinya sementara (derivatif dari kepemilikan Allah). Sebagaimana
firman Allah dalam al-Qur’an surat an-Nur ayat 33:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;img alt="[QS. an-Nur (24):33]" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiHlGH-EtCYaZ2dW-RP2l5Qi-yyu8RZdpXLt9JwB9XkZ1O3maMygkBFZB3diZXAKg0Zet8ctPUook7mkUmo5QN6LSUreOGq5LG7aIyf7RjWm6lMLVf0DJMJCrlLCRTHVxet9upCsN3EkJQg/s1600/QS.+an-Nur+%5B24%5D_33.png" height="197" title="[QS. an-Nur (24):33]" width="400" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;i style="line-height: 18.3999996185303px;"&gt;“dan orang-orang yang tidak mampu kawin hendaklah menjaga kesucian (diri)nya, sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya. dan budak-budak yang kamu miliki yang memginginkan perjanjian, hendaklah kamu buat Perjanjian dengan mereka, jika kamu mengetahui ada kebaikan pada mereka, dan berikanlah kepada mereka sebahagian dari harta Allah yang dikaruniakan-Nya kepadamu[1037]. dan janganlah kamu paksa budak-budak wanitamu untuk melakukan pelacuran, sedang mereka sendiri mengingini kesucian, karena kamu hendak mencari Keuntungan duniawi. dan Barangsiapa yang memaksa mereka, Maka Sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (kepada mereka) sesudah mereka dipaksa itu”&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;span style="line-height: 18.3999996185303px;"&gt;[QS. an-Nur (24):33].&lt;/span&gt;&lt;i style="line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; line-height: 115%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; line-height: 115%; text-align: justify;"&gt;Selain itu, dalam QS, al-Hadid ayat 7 :&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; line-height: 115%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;img alt="[QS. al-Hadid (57):7]" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEja02Vl8E7b9BHhHjTtO3kVeNu3egaRPRx8o9wx2uoouDlhWuQCbnBQrmMn2RL66RO7xVwkpqw1y6vlNPVWqulwabyBRCtZTpIoLvrUb3HI1XFhZk_ZBN2JV2I_KFTWH3K9bUNBH4MRHdDK/s1600/QS.+al-Hadid+%5B57%5D_7.png" height="68" title="[QS. al-Hadid (57):7]" width="400" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;i style="line-height: 18.3999996185303px;"&gt;“berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar”&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;span style="line-height: 18.3999996185303px;"&gt;[QS. al-Hadid (57):7].&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; line-height: 18.3999996185303px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b style="line-height: 18.3999996185303px;"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Harta milik bersama&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; line-height: 18.3999996185303px;"&gt;Konsekuensi harta ini adalah didahulukannya kepentingan bersama daripada kepentingan pribadi, ketika terjadi bentrokan dengan memberikan kompensasi yang adil kepada pemilik harta tersebut.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; line-height: 18.3999996185303px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US; mso-fareast-theme-font: minor-latin; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Menurut an-Nabhani (2002), bagi orang yang
meneliti harta yang ada dalam kehidupan di dunia ini, maka setelah melakukan
penelitian tersebut pasti akan menemukan bahwa harta ada hanya tiga macam,
yaitu: tanah, harta yang diperoleh melalui pertukaran barang dan harta yang
diperoleh dengan cara mengubah bentuknya dari satu bentuk menjadi bentuk yang
lain. Dari sinilah, sesuatu yang lazim digunakan oleh oranguntuk menghasilkan
harta atau mengembangkannya adalah pertanian, perdagangan, dan industri. Jadi mekanisme
untuk meningkatkan kepemilikan seseorang atas harta inilah yang menjadi topik
pembahasan dalam sistem ekonomi. Sedangkan pertanian, perdagangan dan industri
adalah &lt;i&gt;uslub&lt;/i&gt; dan faktor produksi yang digunakan untuk menghasilkan
harta. Oleh karena itu, hukum-hukum yang terkait dengan pertanian, perdagangan
dan industri itulah yang sebenarnya menjelaskan mekanisme yang digunakan
seseorang untuk mengembangkan kepemilikannya terhadap harta tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b style="line-height: 18.3999996185303px;"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://mymirrorlife.blogspot.com/2015/01/harta-dan-mekanisme-pengelolaannya.html</link><author>noreply@blogger.com (Zainul Hal)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgacB03vOZ-R1pYWi43mdcOm3GoFKyshrd0mhKVuQIKsFZm1g5a-0EQxecV31GEm7kLdpQ_9c0eJSlxjCo2kisX96jYtqhj-381uZ1l0JG-tdwfVkA_Tm5_yWQMs_tzhXLNrtgbJfdIyu92/s72-c/Harta_Pengelolaannya_Islam.JPG" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3935287907092622716.post-660823447367835257</guid><pubDate>Mon, 12 Jan 2015 15:57:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-01-13T02:35:46.482+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Islamic Wordview</category><title>Konsep Islam Tentang Alam</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjGwNi3hTyutjdnSqAe7QccPbCPd0ozxGhQPUzeIMtfGzY-AAYRX2yw_h0deh6LjKshLvFs_tC73HCUR_aZOyGNKh84Le3ptbjlGRWA6RAmRQGrzvYx4wwLGvlnEN1PxVLtkwjxgfyqFY1g/s1600/Islam_dan_Alam.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Konsep Islam Tentang Alam" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjGwNi3hTyutjdnSqAe7QccPbCPd0ozxGhQPUzeIMtfGzY-AAYRX2yw_h0deh6LjKshLvFs_tC73HCUR_aZOyGNKh84Le3ptbjlGRWA6RAmRQGrzvYx4wwLGvlnEN1PxVLtkwjxgfyqFY1g/s1600/Islam_dan_Alam.JPG" height="202" title="Konsep Islam Tentang Alam" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: IN; mso-no-proof: yes;"&gt;Seorang muslim harus memahami konsep alam semesta yang Allah ciptakan ini. Tujuan memahami Alam semesta ialah semata-mata agar seorang muslim sadar akan tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran Allah. Adanya alam merupakan bentuk kausalitas yang membuktikan adanya Sang Pencipta, Al-Qur'an menjabarkan tentang penciptaan alam semesta ini&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US;"&gt;&amp;nbsp;dengan sangat tegas, sebagaimana yang difirmankan Allah dalam surah Az-Zumar ayat 5 dan surah Saad ayat 27:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;img alt="[QS. az-Zumar (39):5]" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgxUBsnPI14LBfyIVoN04U8Ap3l-EqM203wjqB4mHtfhJBx-JuGjyUlHAvDjs4hXcUF2cWnyDjC7VQznOWsyv8FGqxKX-8J3dFnBwCrX-KXkZgnFVpXKAR4mPosOMiYefzAGV83JzdCfulv/s1600/QS.+az-Zumar+%5B39%5D_5.png" height="113" title="[QS. az-Zumar (39):5]" width="400" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;i&gt;“Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun”. &lt;/i&gt;[QS. az-Zumar (39):5]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;img alt="[QS. Saad (38):27]" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi6eVv_zTXPsKdh1Jjk710mjphyox9Ro7JXcYbu_tkDMh8rPq545P661PcEd8sO_NhPoq05njbjsO_GCZk4jRiMly8aRHPuazLyyuDaVlplpM0LCEp95fq1lLjbChgJ4BSxK9xXqHYBGLXB/s1600/QS.+Saad+%5B38%5D_27.png" height="71" title="[QS. Saad (38):27]" width="400" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;i&gt;“Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya tanpa hikmah. Yang demikian itu adalah anggapan orang-orang kafir, maka celakalah orang-orang kafir itu karena mereka akan masuk neraka”. &lt;/i&gt;[QS. Saad (38):27]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;Berdasarkan ayat-ayat di atas, Islam memandang alam sebagai sesuatu yang benar dan berjalan menurut waktu yang ditentukan. Islam memaknai kehidupan dunia sebagai jalur untuk kehidupan akhirat yang abadi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;Dalam bahasa Arab, kata &lt;i&gt;‘&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;"&gt;â&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;lam&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt; berkaitan dengan kata &lt;i&gt;‘ilm&lt;/i&gt; yang berarti ‘pengetahuan’, dan &lt;i&gt;‘al&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;"&gt;â&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;mah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt; yang berarti ‘tanda’. Kata &lt;i&gt;‘&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;"&gt;â&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;lam&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt; dengan &lt;i&gt;‘ilm&lt;/i&gt; ini menunjukkan bahwa faedah yang berada di alam bisa didapatkan bila manusia memiliki kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Persinggungan kata &lt;i&gt;‘&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;"&gt;â&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;lam&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt; dengan &lt;i&gt;‘al&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;"&gt;â&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;mah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt; menjelaskan alam semesta ini menjadi ayat-ayat Allah dan sumber pelajaran bagi manusia. Salah satu pelajaran itu ialah meyakini adanya Dzat yang menciptakan seluruh alam semesta ini, yaitu Allah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US;"&gt;Allah menciptakan alam ini lengkap dengan hukum-hukum yang mengaturnya. Hukum alam seperti matahari terbit di barat dan tenggelam di timur, pergantian waktu siang malam, dan sebagainya adalah ketentuan-ketentuan yang mesti harus ada, karena apabila ketentuan-ketentuan tersebut tidak ada, maka akan mengakibatkan ke-tidak seimbang-an dan kehancuran. Allah berfirman dalam surah Al-Furq&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US;"&gt;â&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US;"&gt;n ayat 2:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;img alt="[QS. al-Furqan (25):2]" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi4KHuAUA1ym4bOlEw_ihb4ILHqfvS8hzQh7XjAYBpyj-0hYS_4jWqj_x0JGdEJlRoAstXYNtLCOEf3FZ25cXY3Zy8ahY5uHeU3h2Lot3AFQuJLgQi4mgaYyo_tLQTPGY5oyvQpX5iwhuAV/s1600/QS.+al-Furqan+%5B25%5D_2.png" height="72" title="[QS. al-Furqan (25):2]" width="400" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;i&gt;“yang kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi, dan Dia tidak mempunyai anak, dan tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kekuasaan (Nya), dan Dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya”. &lt;/i&gt;[QS. al-Furqan (25):2]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US;"&gt;&lt;b&gt;Kedudukan alam sebagai ayat Allah.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-language: IN; mso-no-proof: yes;"&gt;Di antara tanda-tanda kekuasaan Allah (ayat-ayat Allah) adalah adanya alam semesta ini. Banyak sekali firman Allah dalam Al-Qur’an yang menunjuk alam semesta ciptaan-Nya sebagai ayat-ayat-Nya (tanda bukti kekuasaan dan kemurahan-Nya)&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: red; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="text-align: left;"&gt;. Jika diperhatikan, dalam ayat-ayat Allah ini terdapat kalimat&amp;nbsp; “&lt;/span&gt;&lt;i style="text-align: left;"&gt;penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal”&lt;/i&gt;&lt;span style="text-align: left;"&gt; yang berarti pergantian siang dan malam adalah sebagai salah satu ayat-ayat Allah di alam semesta ini.. Sebagaimana firman Allah pada surah Ali ‘Imran ayat 190-191:&lt;/span&gt;&lt;i style="text-align: left;"&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;img alt="[QS. Ali Imran (3):190]" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhhxINz6GW567fc50unkFODWCmzdiAkgXrPuN_0cCMoMlThVCtoGaU020dlmjnO6C3cggbl-hlUCIrB22OepTHQ5L_rBLa-N7k5GTJ62gSkgUOA1LTT46PL5aECcBctAtaQGPlKsFe66OPx/s1600/QS.+Ali+Imran+%5B3%5D_190.png" height="71" title="[QS. Ali Imran (3):190]" width="400" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;img alt="[QS. Ali Imran (3):191]" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEglK5BXd7a8NcHC8_QKDiwL22Of60k-9onm0msLzbr6erZsfUM7xvz5VbHbjQQqPVmBv3mn_9YKjI_2UwevDrQHsZygpMqFU6UChb0UpTetMTEx4BlE6SWXRx4eJl6VHJSVrMttEZHox4-9/s1600/QS.+Ali+Imran+%5B3%5D_191.png" height="106" title="[QS. Ali Imran (3):191]" width="400" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;
&lt;i style="text-align: justify;"&gt;“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,&lt;/i&gt;&lt;span style="text-align: justify;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;i style="text-align: justify;"&gt;(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka”. &lt;/i&gt;&lt;span style="text-align: justify;"&gt;[&lt;/span&gt;&lt;span style="text-align: justify;"&gt;QS. Ali Imran (3):190-191]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-language: IN; mso-no-proof: yes;"&gt;“Tingkat membaca yang paling baik” untuk kitab alam raya adalah membaca fenomena alam dengan menembus batas-batas penelitian ilmiah dengan berbagai unsur dan sarananya serta menembus alam teori dan hukum sains. Ia akan mengantarkan kita untuk memahami bahwa semua ilmu yang membahas fenomena alam, sebenarnya adalah ilmu yang membahas tentang kekuasaan Allah di alam raya ini dan yang bersandar pada nama-nama Allah yang terbaik (&lt;i&gt;asma’ al-husna&lt;/i&gt;)&lt;a href="file:///D:/Data/Semester%201/Islamic%20Worldview/Tugas/Konsep%20Islam%20Tentang%20Alam%20-%20Copy.doc#_ftn2" name="_ftnref2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: red; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-language: IN; mso-no-proof: yes;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-language: IN; mso-no-proof: yes;"&gt;Allah memperlihatkan keagungan-Nya melalui ciptaan-Nya. Allah mengingatkan juga keperkasaan dan kekuasan-Nya terhadap seluruh makhluk. Alam semesta beserta keluasan dan keteraturannya yang tak terjangkau akal ini harus dipandang sebagai pertanda akan adanya Allah, karena hanya Yang Tak Terhingga serta Unik sajalah yang dapat menciptakannya&lt;a href="file:///D:/Data/Semester%201/Islamic%20Worldview/Tugas/Konsep%20Islam%20Tentang%20Alam%20-%20Copy.doc#_ftn3" name="_ftnref3" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: red; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Allah berfirman dalam surah Al-Anbiyaa’ ayat 30:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-language: IN; mso-no-proof: yes;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;img alt="[QS. al-Anbiya (21):30]" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiyFQY853y5p4QPxJrT4OqTN5um-Yim1hK_XerazP3k5ksWKpbbsN16D5NWTICj87RSCSiNeVjFR02lumaFZd3H8fxvYCQq5MJ56fcTqoEz2VGVaaO2z2aDQgqsogIViHfKzjDMwnyPRf8Q/s1600/QS.+al-Anbiya+%5B21%5D_30.png" height="76" title="[QS. al-Anbiya (21):30]" width="400" /&gt;&lt;span style="text-align: right;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;
&lt;i style="text-align: justify;"&gt;“Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?”. &lt;/i&gt;&lt;span style="text-align: justify;"&gt;[QS. al-Anbiya (21):30]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 63.8pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-language: IN; mso-no-proof: yes;"&gt;Dalam potongan ayat ini, terdapat &lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Arabic Typesetting&amp;quot;; font-size: 20.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-language: IN; mso-no-proof: yes;"&gt;أَنَّ السَّمَاوَاتِ وَالْاَرْضِ كَانَتَارَتْقًا&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-language: IN; mso-no-proof: yes;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-language: IN; mso-no-proof: yes;"&gt;“bahwasanya langit dan bumi itu dahulu adalah sesuatu yang padu (menyatu)”, &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-language: IN; mso-no-proof: yes;"&gt;yang mempunyai arti pada langit dan bumi seluruhnya saling bertautan dan tersusun antara satu sama lain. Allah memiliki tanda-tanda kekuasaan yang menunjukkan bahwa Allah berkuasa atas segala sesuatu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-language: IN; mso-no-proof: yes;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-language: IN; mso-no-proof: yes;"&gt;Ayat-ayat Allah sebagai tanda-tanda kekuasaan-Nya juga terdapat pada surah Adz-Dzaariyaat ayat 47 dan surah Al-Ghaasyiyah ayat 17-20: &lt;b&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-language: IN; mso-no-proof: yes;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;img alt="[QS. az-Zariyat (51):47]" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiVbnNOeMFbpAHB6Zid_dOX5ezvFXJq5DCH2ZNb06O6A10rCLE9lpJ49kEKja_xJZXRTBceV8m3x-DTABdA5qxlvzTjfiBun6YIbhFC56gz6xwLJwEh1KeOuULj5Ub5WdoR5pf39gniG6ez/s1600/QS.+az-Zariyat+%5B51%5D_47.png" height="30" title="[QS. az-Zariyat (51):47]" width="400" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;
&lt;span style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-language: IN; mso-no-proof: yes;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;
&lt;span style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-language: IN; mso-no-proof: yes;"&gt;&lt;i&gt;“Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa”. &lt;/i&gt;[QS. az-Zariyat (51):47]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;img alt="[QS. al-Ghasyiah (88):17]" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjZR15TKtTnuOLS2laVxCjfWm515KFWGoCTirMtRBU975T8wrnpI_Ll92BgFJXiLHMBWil8Q6Kn4CAVd0c5xcq3E1DIL73yTrn6LPKPHfc9HkrHtccpWoOAqPXzGjUFDBO5Fo0NhcJaOYgW/s1600/QS.+al-Ghasyiah+%5B88%5D_17.png" height="30" title="[QS. al-Ghasyiah (88):17]" width="400" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;img alt="[QS. al-Ghasyiah (88):18]" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg0i2Rr62XRXIhGRmixQ_nHCgKE7-G-OW6lnR-15YWgy7SGjLIznF9kNGe7xh0CPxRHuIEi6QWzU-PBsG7qcQY_UrKpfr4SWE3Vl7dynUoCppU9YDndC83NPwk-IiPwF3H8vrmex7h_j5I6/s1600/QS.+al-Ghasyiah+%5B88%5D_18.png" height="28" title="[QS. al-Ghasyiah (88):18]" width="400" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;img alt="[QS. al-Ghasyiah (88):19]" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhlQWZpGYnHeB8keB3olzH_bVqwHCN8p0J1OXDqZV_htfOB5jrNjARHU-kwvE0eyXEV6y9oe-BuYzYzUR845ypioIqdp0fsfESy6wry_zT3bnyCRXpcsVkiCp06ETDa2KshiwbzpxXggypS/s1600/QS.+al-Ghasyiah+%5B88%5D_19.png" height="30" title="[QS. al-Ghasyiah (88):19]" width="400" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;img alt="[QS. al-Ghasyiah (88):20]" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgInJFO7qtecG6kZwRjFfyxlqUMioyb6N4w3aqGNwcOKYSKsI5ZIsROz-Qnra3QdR4qriM-AoMO8B6XlP_S2p2GaUiPFkDYeWobOilZkWqR4HuR83mtPeBFCCe_euHQCucjHWyy9P5M3T0j/s1600/QS.+al-Ghasyiah+%5B88%5D_20.png" height="30" title="[QS. al-Ghasyiah (88):20]" width="400" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;
&lt;i style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;
&lt;i style="text-align: justify;"&gt;“Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan. Dan langit, bagaimana ia ditinggikan? Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan? Dan bumi bagaimana ia dihamparkan?”. &lt;/i&gt;&lt;span style="text-align: justify;"&gt;[QS. al-Ghasyiah (88):17-20]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;
&lt;b style="text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-language: IN; mso-no-proof: yes;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;
&lt;b style="text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-language: IN; mso-no-proof: yes;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;
&lt;b style="text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-language: IN; mso-no-proof: yes;"&gt;Kekuhuan Alam&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-language: IN; mso-no-proof: yes;"&gt;Fakta bahwa Al-Qur’an membicarakan fenomena ilmiah yang belum dipahami untuk tingkat pengetahuan pada masa Rasulullah merupakan keajaiban tersendiri. Saat mencoba menegaskan keistimewaan Al-Qur’an, kita sering menekankan bahwa Al-Qur’an, 1400 tahun yang lalu, menyebutkan fakta-fakta ilmiah yang baru menjadi menjadi jelas beberapa tahun belakangan, atau kalau tidak pada abad ke-20&lt;a href="file:///D:/Data/Semester%201/Islamic%20Worldview/Tugas/Konsep%20Islam%20Tentang%20Alam%20-%20Copy.doc#_ftn4" name="_ftnref4" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: red; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Salah satu fakta ilmiah yang menegaskan bahwa Allah-lah yang meninggikan langit tanpa tiang. Allah berfirman dalam surah Ar-Rad ayat 2: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-language: IN; mso-no-proof: yes;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;img alt="[QS. ar-Ra'd (13):2]" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiLL0KW9F8j1beGxpXIHukiYJE-cmm0xRiOy_QlwJiwBEDncuzLvLI9Qwd-F4Z5T57ubGiKiMB47KLn6c_x50ZGf2NMFL85GaadLoFuVwqWn0AfOzVrLo2GpZwk2fLSMYimpNavUEJemIb7/s1600/QS.+ar-Rad+%5B13%5D_2.png" height="118" title="[QS. ar-Ra'd (13):2]" width="400" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;
&lt;i style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;
&lt;i style="text-align: justify;"&gt;“Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas ´Arasy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan(mu) dengan Tuhanmu”. &lt;/i&gt;&lt;span style="text-align: justify;"&gt;[QS. ar-Ra'd (13):2]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-language: IN; mso-no-proof: yes;"&gt;Allah juga berfirman dalam surah An-Naziyaat ayat 27-33:&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-language: IN; mso-no-proof: yes;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;img alt="[QS. an-Naziat (79):27]" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgJjdLFM_QAi7f0H-aMQYXL7fxYKGNQ3_qJH_d3Nfso63PdUz0bZYZo5VJ5FQhQBgOjo3u_1-lYDEjuzT8vgSqxltpkEDwfej3eEfhflqBspU4W0NIlGweCkvbCAQeZFe5qQxNeG97MgVHC/s1600/QS.+an-Naziaat+%5B79%5D_27.png" height="35" title="[QS. an-Naziat (79):27]" width="400" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;img alt="[QS. an-Naziat (79):28]" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgdHyNd9hJnmvUi5_WqN-k_B2JvBcHt1m_d6H_em7OOYcjhkGrCi0_DAqmAbtyo8jPZSjc901SsZ0gLA62e1zelNB7B_68mJmvSdrN6ajIdmlko77d-7m5xnqYOOQm8og_k2RM6UsN8Ol1K/s1600/QS.+an-Naziaat+%5B79%5D_28.png" height="31" title="[QS. an-Naziat (79):28]" width="400" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;img alt="[QS. an-Naziat (79):29]" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiIH9kxM4GLcLrWxe3B7UIQxU94A3nFkpu7X46U49tADb-FXH-bUG9r1lBo2ZMvgWZATX1g_xH82c0WnEuO44E3D5HaKLzN4x2SvzJg9StLfQIhGOhyphenhyphenqgkeD5r7SggDyLvoU9TWpMb4zlTB/s1600/QS.+an-Naziaat+%5B79%5D_29.png" height="30" title="[QS. an-Naziat (79):29]" width="400" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;img alt="[QS. an-Naziat (79):30]" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiHPA9gG6nKPPrLZG6ludW9yx3Qmdpel0XnbT7lhkeanWiRnV5fvK0MaqM5cbCFubZkdqpotvz3IMgDTxNO7XyCj7NbD5I0bTuYXulBk-t5B4S9KQTCTWz3JdyqcUJqgmzKrSBKiblRJUAz/s1600/QS.+an-Naziaat+%5B79%5D_30.png" height="28" title="[QS. an-Naziat (79):30]" width="400" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;img alt="[QS. an-Naziat (79):31]" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiAPOx_Wvyeojge9Cx-qiMoe-CJkJOTNgraE-zIZ6v1rPwjGoNYkVxv2tLDhKiQhPa4l9K_YUGGcj7OTQm4SFwK_73uomhPDvfpVYNbpcR2wysu_hcF6wfUzCNuEcjOQYZAzK5H5-fCZ0QT/s1600/QS.+an-Naziaat+%5B79%5D_31.png" height="30" title="[QS. an-Naziat (79):31]" width="400" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;img alt="[QS. an-Naziat (79):32]" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgal1vY_FlugGK8a5g5UvlBF0B8g7FXaeO9oIScROAPofuyg7DqUDqw392nthgqwlA20i2bibE9P0xu9mjl4FeLVvkqt3Oj2MR6ikXUpD_fb3rrE4wXQCpZv_uqR1smrdsN1kmLacfmmolH/s1600/QS.+an-Naziaat+%5B79%5D_32.png" height="28" title="[QS. an-Naziat (79):32]" width="400" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;img alt="[QS. an-Naziat (79):33]" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQQzSQphcXUPyt3Rh_8XCnfCjMrhBYlyYDYAm0_6lONpUmJ3kE1pU4riYLjr-_lzAtJzKaiL6P_yUP4hwAlhZzdNXQUSztmTARyrulacHmhgs7h24kqcYs8mWEGOUZlDEdZ6xkYZ3wC3dc/s1600/QS.+an-Naziaat+%5B79%5D_33.png" height="30" title="[QS. an-Naziat (79):33]" width="400" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;
&lt;i style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;
&lt;i style="text-align: justify;"&gt;“Apakah kamu lebih sulit penciptaanya ataukah langit? Allah telah membinanya, Dia meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya, dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita, dan menjadikan siangnya terang benderang. Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya. Ia memancarkan daripadanya mata airnya, dan (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya. Dan gunung-gunung dipancangkan-Nya dengan teguh, (semua itu) untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu”. &lt;/i&gt;&lt;span style="text-align: justify;"&gt;[QS. an-Naziat (79):27-33]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 63.8pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-language: IN; mso-no-proof: yes;"&gt;Langit menggambarkan bahwa ada kekuatan dan kekukuhan. Langit adalah bangunan yang kuat, kokoh, dan saling menguatkan di antara bagian-bagiannya. Keteraturan dua keadaan yang berupa gelap dan terang, malam dan siang, adalah suatu kebenaran yang terlihat oleh setiap orang. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-language: IN; mso-no-proof: yes;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-language: IN; mso-no-proof: yes;"&gt;Dalam &lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Arabic Typesetting&amp;quot;; font-size: 20.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-language: IN; mso-no-proof: yes;"&gt;وَالْأَرْضَ بَعْدَ ذَٰلِكَ دَحَاهَ &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Arabic Typesetting&amp;quot;; font-size: 20.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-language: IN; mso-no-proof: yes;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-language: IN; mso-no-proof: yes;"&gt;artinya membentangkan dan menghamparkan permukaannya, sehingga ia layak dilewati di atasnya dan pembentukan tanahnya layak untuk ditumbuhi tumbuh-tumbuhan. Dipancangkannya gunung-gunung menjadikan kokohnya lapisan atas bumi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-language: IN; mso-no-proof: yes;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-language: IN; mso-no-proof: yes;"&gt;Allah membuat keseimbangan untuk meninggikan langit tanpa tiang penyangga dan hanya Allah-lah yang dapat membuat keseimbangan itu agar tidak lenyap. Allah berfirman dalam surah Fathiir ayat 41 dan surah Qaf ayat 6:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-language: IN; mso-no-proof: yes;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;img alt="[QS. Fatir (35):41]" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgscfBNXEzswNJaFLh8HjURXCVStoHJxokZugywfCjiP86FsI1iVUpuBOkY4L8CBDZ9WoPfLjp9UIiHjNLcR-Adq3gZE9HhxdWTF6muB5amI-PRB-PMyLGFASZUc44RnUQWJuIXNtjGNnXr/s1600/QS.+Fatir+%5B35%5D_41.png" height="71" title="[QS. Fatir (35):41]" width="400" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;
&lt;i style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;
&lt;i style="text-align: justify;"&gt;“Sesungguhnya Allah menahan langit dan bumi supaya jangan lenyap; dan sungguh jika keduanya akan lenyap tidak ada seorangpun yang dapat menahan keduanya selain Allah. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun”. &lt;/i&gt;&lt;span style="text-align: justify;"&gt;[QS. Fatir (35):41]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;
&lt;span style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;img alt="[QS. Qaf (50):6]" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgalBpbfAVSAP8DCflyKKHehfr7M-Mj9RUSVaKfW62dj_G7Ct5L1_v9kL93NHppbuAs4IEpNf0pIds872RuYznSWCRcgokmGuNpazUcGrqxLiN0cvg2Cfy7kCRbhHBd3M9YNyx555zFUb0l/s1600/QS.+Qaf+%5B50%5D_6.png" height="71" title="[QS. Qaf (50):6]" width="400" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;
&lt;i style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;
&lt;i style="text-align: justify;"&gt;“Maka apakah mereka tidak melihat akan langit yang ada di atas mereka, bagaimana Kami meninggikannya dan menghiasinya&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;span style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: IN; mso-no-proof: yes;"&gt;&lt;i&gt;dan langit itu tidak mempunyai retak-retak sedikitpun?”. &lt;/i&gt;[QS. Qaf (50):6]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;br clear="all" /&gt;
&lt;hr align="left" size="1" width="33%" /&gt;
&lt;!--[endif]--&gt;  &lt;br /&gt;
&lt;div id="ftn1"&gt;
&lt;div class="MsoFootnoteText"&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: red; font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 115%;"&gt;Ruskanda, S. Farid, et al. (1994&lt;i&gt;). Rukyah dengan Teknologi: Upaya Mencari Kesamaan Pandangan tentang Penentuan Awal Ramadhan dan Syawal&lt;/i&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN;"&gt;Jakarta: Gema Insani Press. Hlm 60.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div id="ftn2"&gt;
&lt;div class="MsoFootnoteText"&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;a href="file:///D:/Data/Semester%201/Islamic%20Worldview/Tugas/Konsep%20Islam%20Tentang%20Alam%20-%20Copy.doc#_ftnref2" name="_ftn2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 115%;"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: red; line-height: 115%;"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN;"&gt; Pasya, Ahmad Fuad. (2004). &lt;i&gt;Dimensi Sains Al-Qur’an: Menggali Kandungan Ilmu Pengetahuan dari Al-Qur’an (Rahiq Al-‘Ilmi wa Al-Iman)  (Muhammad Arifin, Penerjemah).&lt;/i&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 115%;"&gt;Solo: Tiga Serangkai.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN;"&gt; Hlm 30.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div id="ftn3"&gt;
&lt;div class="MsoFootnoteText"&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;a href="file:///D:/Data/Semester%201/Islamic%20Worldview/Tugas/Konsep%20Islam%20Tentang%20Alam%20-%20Copy.doc#_ftnref3" name="_ftn3" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: red; font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US;"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 115%;"&gt;Rahman, Fazlur. (1983). &lt;i&gt;Tema Pokok Al-Qur’an&lt;/i&gt;. Bandung: Pustaka.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN;"&gt;Hlm 101.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div id="ftn4"&gt;
&lt;div class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;a href="file:///D:/Data/Semester%201/Islamic%20Worldview/Tugas/Konsep%20Islam%20Tentang%20Alam%20-%20Copy.doc#_ftnref4" name="_ftn4" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 115%;"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: red; line-height: 115%;"&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 115%;"&gt; Taslaman, Caner. (2006). &lt;i&gt;Miracle of The Qur’an: Keajaiban Al-Qur’an &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 115%;"&gt;Mengungkap Penemuan-Penemuan Ilmiah Modern (Ary Nilandari, Penerjemah).&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 115%;"&gt; Bandung: Mizan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; Hlm 113.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div id="ftn1"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://mymirrorlife.blogspot.com/2015/01/konsep-islam-tentang-alam.html</link><author>noreply@blogger.com (Zainul Hal)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjGwNi3hTyutjdnSqAe7QccPbCPd0ozxGhQPUzeIMtfGzY-AAYRX2yw_h0deh6LjKshLvFs_tC73HCUR_aZOyGNKh84Le3ptbjlGRWA6RAmRQGrzvYx4wwLGvlnEN1PxVLtkwjxgfyqFY1g/s72-c/Islam_dan_Alam.JPG" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3935287907092622716.post-669276871135486093</guid><pubDate>Sun, 11 Jan 2015 06:56:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-01-11T13:56:10.031+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Al-Hikam</category><title>Sikap Orang ‘Arif Ketika Dianugerahi Ahwal Tajrid dan Ahwal Isytighal</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg7M2bJNr2yzIXBRu12MgkViRNfobi4YPW0wWhU_3VL0uEAkvY9mVxKfNYbhc8hnkDZCe3KUwoFGgF_YOx_9yDaYwlua0MgVhVPYURYb49vtGuH_wlGoF6ORY_Sxxv-Dy-TGPtEEvGPmfnl/s1600/Al-Hikam_2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Sikap orang ‘arif ketika dianugerahi Ahwal tajrid dan Ahwal Isytighal" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg7M2bJNr2yzIXBRu12MgkViRNfobi4YPW0wWhU_3VL0uEAkvY9mVxKfNYbhc8hnkDZCe3KUwoFGgF_YOx_9yDaYwlua0MgVhVPYURYb49vtGuH_wlGoF6ORY_Sxxv-Dy-TGPtEEvGPmfnl/s1600/Al-Hikam_2.jpg" height="202" title="Sikap orang ‘arif ketika dianugerahi Ahwal tajrid dan Ahwal Isytighal" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3 style="text-align: center;"&gt;
Mutiara Hikmah ke-2&lt;/h3&gt;
&lt;div style="font-family: 'traditional arabic'; font-size: 30px; line-height: 40px; text-align: center;"&gt;
&lt;div dir="rtl"&gt;
&lt;b&gt; إِرَادَتُكَ التَّجْرِيْدَ مَعَ إِقَامَةِ اللّٰهِ إِيَّاكَ فِى الأَسْبَابِ مِنَ الشَّهْوَةِ الْخَفِيَّةِ، &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="rtl"&gt;
&lt;b&gt;وَإِرَادَتُكَ الْأَسْبَابَ مَعَ إِقَامَةِ اللّٰهِ إِيَّاكَ فِى التَّجْرِيْدِ انْحِطَاطٌ عَنِ الْهِمَّةِ الْعَالِيَةِ&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;
&lt;i&gt;Keinginanmu untuk lepas dari kesibukan duniawi, padahal Allah telah menempatkanmu di sana, termasuk syahwat yang tersamar. Dan keinginanmu untuk masuk ke dalam kesibukan urusan duniawi, padahal Allah telah melepaskanmu dari itu, sama saja dengan mundur dari tekad luhur.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;h4&gt;
&lt;span style="font-family: Georgia, Times New Roman, serif; font-size: small; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US; mso-fareast-theme-font: minor-latin; mso-hansi-theme-font: minor-latin;"&gt;&lt;b&gt;- Ibn ‘Atha’illah al-Iskandari -&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US; mso-fareast-theme-font: minor-latin; mso-hansi-theme-font: minor-latin;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
TAJRID adalah sebuah kondisi di mana seseorang tidak memiliki kesibukan duniawi. Sebaliknya, &lt;i&gt;isytighal &lt;/i&gt;adalah sebuah kondisi di mana seseorang memiliki kesibukan duniawi. Dan yang dimaksud kesibukan duniawi adalah kesibukan-kesibukan yang tujuan akhirnya bersifat keduniaan, seperti bekerja atau berdagang.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
Keinginan untuk menjauhi semua sarana penghidupan duniawi dan tidak mau berpayah-payah dalam menjalaninya, padahal Allah telah menyediakan semua sarana itu untuk kau jalani, bahkan saat menjalaninya pun agamamu tetap terjaga, sifat tamak tetap jauh darimu, ibadah lahir dan keadaan batinmu juga tidak terganggu, maka keinginan semacam itu termasuk syahwat yang tersamar.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
Dianggap ‘syahwat’ karena kau tidak mau menjalani kehendak Tuhanmu dan lebih memilih kehendakmu sendiri. Disebut ‘tersamar’ karena sekalipun pada lahirnya keinginanmuialah menjauhi dunia dan mendekatkan diri kepada Allah, namun keinginan batinmu yang sebenarnya ialah agar mendapatkan popularitas dengan ibadah dan kewalianmu supaya orang-orang mendatangimu dan menjadikanmu panutan. Untuk itulah, kau pun rela meninggalkan apa yang telah menjadi kebiasaanmu, yaitu mencari penghidupan dunia.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
Sebaliknya, keinginanmu untuk bekerja dan berusaha keras mencari penghidupan dunia, padahal Allah telah menyediakannya untukmu dengan mudah tanpa harus bersusah payah, misalnya dengan dipenuhinya semua sandang dan panganmu, dan kau pun tetap merasa tenang dan damai meski kekurangan, dan bahkan kau bisa terus beribadah dengan tekun, maka sikap seperti itu sam saja dengan mundur dari tekad luhur. Karena, kau sekarang cenderung bergantung kepada makhluk, padahal sebelumnya kau bergantung kepada sang Khalik.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US; mso-fareast-theme-font: minor-latin; mso-hansi-theme-font: minor-latin;"&gt;Sebenarnya, berbaur dengan orang-orang yang sibuk mengurusi dunia saja sudah cukup membuat tekad luhurmu ternodai. Oleh karena itu, yang wajib bagi para &lt;i&gt;salik&amp;nbsp;&lt;/i&gt;(peniti jalan menuju Allah) ialah tetap diam di tempat yang telah ditetapkan dan diridhai oleh Allah untuknya, sampai Allah sendiri yang akan mengeluarkannya dari tempat itu. Hendaknya ia keluar sendiri dari sana atas kehendak sendiri atau karena bisikan setan sehingga ia akan tercebur ke lautan keterasingan dan jauh dari Allah, &lt;i&gt;na’udzu billah.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
_________________________________&lt;br /&gt;
Ulasan :&lt;br /&gt;
Syekh 'Abdullah asy-Syarqawi.&lt;br /&gt;
(Grand Syekh Universitas Al-Azhar Kairo, dan Mufti mazhab Syafi'i)&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US; mso-fareast-theme-font: minor-latin; mso-hansi-theme-font: minor-latin;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US; mso-fareast-theme-font: minor-latin; mso-hansi-theme-font: minor-latin;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://mymirrorlife.blogspot.com/2015/01/sikap-orang-arif-ketika-dianugerahi.html</link><author>noreply@blogger.com (Zainul Hal)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg7M2bJNr2yzIXBRu12MgkViRNfobi4YPW0wWhU_3VL0uEAkvY9mVxKfNYbhc8hnkDZCe3KUwoFGgF_YOx_9yDaYwlua0MgVhVPYURYb49vtGuH_wlGoF6ORY_Sxxv-Dy-TGPtEEvGPmfnl/s72-c/Al-Hikam_2.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3935287907092622716.post-4662747582734497814</guid><pubDate>Sat, 10 Jan 2015 15:10:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-01-11T03:54:24.830+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Al-Hikam</category><title>Sikap Orang 'Arif Ketika Khilaf</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhDQB0nDtAuZh7jU_L9FwgKBWX1Vv5vQps2DSMM0hmGLBd6A97kYKJmp09Yb-zlTDo3piraALJscNPWNXd0mgpo_w8RpD-lWb2aW82yeOp9i9V0KsoYNZQoh6-6jCMbXXMXnsP87nE0D7U-/s1600/Al-Hikam_1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Sikap Orang 'Arif Ketika Khilaf" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhDQB0nDtAuZh7jU_L9FwgKBWX1Vv5vQps2DSMM0hmGLBd6A97kYKJmp09Yb-zlTDo3piraALJscNPWNXd0mgpo_w8RpD-lWb2aW82yeOp9i9V0KsoYNZQoh6-6jCMbXXMXnsP87nE0D7U-/s1600/Al-Hikam_1.jpg" height="202" title="Sikap Orang 'Arif Ketika Khilaf" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3 style="text-align: center;"&gt;
Mutiara Hikmah ke-1&lt;/h3&gt;
&lt;div style="font-family: 'traditional arabic'; font-size: 30px; text-align: center;"&gt;
&lt;b&gt; مِنْ عَلَامَةِ الإِعْتِمَاد عَلَى الْعَمَلِ نُقْصَانُ الرَّجَاءِ عِنْدَ وُجُوْدِ الزُّلَلِ&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;i&gt;Di antara tanda sikap mengandalkan amal ialah berkurangnya harap kepada Allah tatkala khilaf.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;h4&gt;
&lt;span style="font-family: Georgia, Times New Roman, serif; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;- Ibn 'Atha'illah al-Iskandari -&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
AMAL yang dimaksud di sini adalah amal ibadah, seperti shalat dan zikir. ada dua kelompok orang yang mengandalkan amal mereka atau menggantungkan keselamatan diri mereka pada amal ibadah (bukan pada Allah secara murni). Mereka itu adalah para &lt;i&gt;'abid &lt;/i&gt;(seorang yang tekun beribadah) dan para &lt;i&gt;murid &lt;/i&gt;(orang yang menghendaki kedekatan dengan Allah). Golongan pertama menganggap amal ibadah sebagai satu-satunya sarana untuk meraih surga dan menghindari siksa Allah. Sementara itu, golongan kedua menganggap amala ibadah satu-satunya cara yang bisa mendekatkan diri mereka kepada Allah, menyingkap tirai penghalang hati, membersihkan keadaan batin, mendalami hakikat Ilahiyyah (&lt;i&gt;mukasyafah&lt;/i&gt;), dan mengetahui berbagai rahasia ketuhanan lainnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kedua golongan ini sama-sama tercela, karena tindakan dan keinginan mereka itu terlahir dari dorongan nafsu dan sikap percaya diri berlebih. Mereka menganggap amal ibadah sebagai perbuatan diri mereka sendiri dan yakin bahwa amal ibadah itu pasti akan membuahkan hasil yang mereka inginkan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Berbeda halnya dengan orang-orang yang mengenal Tuhan dengan baik (&lt;i&gt;'arif&lt;/i&gt;). Mereka tidak bergantung sedikitpun pada amal ibadah yang mereka lakukana. Menurut mereka, pelaku hakiki dari semua amal ibadah itu ialah Allah swt. semata, sedangkan mereka hanyalah objek penampakan diri dari semua tindakan dan ketentuan Allah swt.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam hikmah di atas, Ibn 'Atha'illah menyebut salah satu tanda orang-orang yang menggantungkan keselamatan diri mereka pada amal ibadah yang mereka lakukan, bukan pada Allah secara murni. Tujuannya, supaya setiap hamba bisa mengenali siapa dirinya dan termasuk golongan mana ia. Apabila, di saat melakukan maksiat dan dosa, ia kehilangan harapan kepada Allah Yang Maha Rahmat yang akan memasukkannya ke surga, menyelamatkannya dari azab, dan mewujudkan semua keinginannya, ia dianggap termasuk golongan &lt;i&gt;'abid&lt;/i&gt;&amp;nbsp;atau &lt;i&gt;murid.&lt;/i&gt;&amp;nbsp;Namun, apabila merasa dirinya nihil dan tak berdaya, ia termasuk golongan &lt;i&gt;'arif. &lt;/i&gt;Jika melakukan kesalahan atau maksiat dan lalai, seseorang yang termasuk golongan &lt;i&gt;'arif&lt;/i&gt;&amp;nbsp;akan melihat perbuatannya itu sebagai ketetapan dan takdir Allah atas dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikian pula saat melakukan ketaatan atau mengalami &lt;i&gt;musyahadah&lt;/i&gt;&amp;nbsp;(merasa melihat Tuhan), golongan &lt;i&gt;'arif &lt;/i&gt;merasa tidak memandang bahwa segala daya dan upayanyalah yang melakukan ketaatan dan kebajikan itu. Baginya, tak ada beda saat benar maupun salah, saat taat maupun khilaf, karena ia tenggelam dalam lautan tauhid. Rasa takut dan harapnya dalam kondisi tetap dan seimbang. Maksiat tak pernah mengurangi rasa takutnya kepada Allah, dan ketaatan pun tidak menambah rasa harapnya kepada-Nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka dari itu, siapa yang tidak mendapati tanda seperti ini dalam dirinya, hendaknya ia berusaha mencapai &lt;i&gt;maqam&lt;/i&gt;&amp;nbsp;(kedudukan) &lt;i&gt;'arif&lt;/i&gt;&amp;nbsp;dengan banyak melakukan olah batin (&lt;i&gt;riyadhah&lt;/i&gt;) dan wirid.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melalui hikmah di atas, Ibn 'Atha'illlah ingin mendorong para &lt;i&gt;salik &lt;/i&gt;(peniti jalan menuju Allah) agar menghindari sikap bergantung pada sesuatu selain Allah; termasuk bergantung pada amal ibadah.&lt;br /&gt;
_________________________________&lt;br /&gt;
Ulasan :&lt;br /&gt;
Syekh 'Abdullah asy-Syarqawi.&lt;br /&gt;
(Grand Syekh Universitas Al-Azhar Kairo, dan Mufti mazhab Syafi'i)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://mymirrorlife.blogspot.com/2015/01/sikap-orang-arif-ketika-khilaf.html</link><author>noreply@blogger.com (Zainul Hal)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhDQB0nDtAuZh7jU_L9FwgKBWX1Vv5vQps2DSMM0hmGLBd6A97kYKJmp09Yb-zlTDo3piraALJscNPWNXd0mgpo_w8RpD-lWb2aW82yeOp9i9V0KsoYNZQoh6-6jCMbXXMXnsP87nE0D7U-/s72-c/Al-Hikam_1.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3935287907092622716.post-8521014135764594042</guid><pubDate>Fri, 09 Jan 2015 06:55:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-01-25T06:50:28.523+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam</category><title>Pemikiran Ekonomi Abu al-Fadhl ad-Dimasqi</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhLgIaOOvTkfdHMPlRTMhsXIKECLUmWCHsp26jzhDRNfe9avxSoE6O3u6hJxTw8P2TM-4WtXbFNh07OvaE_sfm2iTzmDrO3LWOsrlbXSvF4JKdMkIDkJKXZj_HEs13Lk-8AogrDjKkCChl8/s1600/Uang_adDimasyqi.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Pemikiran Ekonomi Abul Fadhl ad-Dimasqi" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhLgIaOOvTkfdHMPlRTMhsXIKECLUmWCHsp26jzhDRNfe9avxSoE6O3u6hJxTw8P2TM-4WtXbFNh07OvaE_sfm2iTzmDrO3LWOsrlbXSvF4JKdMkIDkJKXZj_HEs13Lk-8AogrDjKkCChl8/s1600/Uang_adDimasyqi.jpg" height="202" title="Pemikiran Ekonomi Abul Fadhl ad-Dimasqi" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;b&gt;Ad-Dimasqi’s treatise on fungtions of money.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Kini
hampir setiap orang dengan segala kepemilikan akan suatu benda, lebih dari
sekedar pakaian yang dikenakannya, umumnya memiliki sejumlah uang. Dari semua
bentuk kekayaan, uang adalah yang paling luas peredarannya; di dalam sistem
ekonomi modern, tentunya, praktis tidak mungkin hidup tanpa menggunakan uang.
Karakteristik penting dari ekonomi modern yang kompleks adalah
"kekhususan" atau spesialisasi. Seiring berjalannya perkembangan ekonomi,
orang cenderung untuk menghasilkan uang lebih dan lebih banyak lagi dengan
melakukan pekerjaan-pekerjaan khusus dan bergantung pada kemampuan untuk
membeli barang-barang dan jasa yang mereka gunakan namun tidak mereka hasilkan.
Proses spesialisasi ini, yang dikenal sebagai divisi pekerja, memungkinkan
efisiensi yang lebih besar dan juga standar hidup lebih tinggi sebagai
konsekuensinya; namun spesialisasi hanya mungkin terjadi ketika uang digunakan
sebagai media pertukaran. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span lang="ES-MX"&gt;Uang, pada kenyataannya, adalah pelumas ekonomi pasar
modern. Tentu, manusia masih mungkin hidup tanpa uang. Misalnya di
masayarakat-masyarakat pedalaman (Badui, Anak Dalam, dsb). Tingkatan lebih
tinggi dalam kompleksitas ekonomi terjadi dalam ekonomi yang tidak memiliki
uang, namun mempraktekkan pertukaran pemberian atau barter. Secara utuh,
pertukaran pemberian terjadi dalam sebuah komunitas beberapa keluarga, barter
antara kelompok-kelompok eksternal. Kedua praktek tersebut mengijinkan
tingkatan spesialisasi yang luas. Kesulitannya adalah mengembangkan sistem
pertukaran pemberian kepada sejumlah banyak orang yang terlibat dalam suatu
ekonomi modern yang kompleks adalah bahwa pertukaran-pertukaran seperti itu
bergantung pada hubungan-hubungan yang dipelihara baik untuk memastikan respon
timbal balik pada akhirnya; sementara kesulitan dalam barter adalah bahwa hal
itu melibatkan pertukaran langsung sebuah komoditas untuk komoditas yang lain.
Di luar itu, seperti halnya keluarga adalah unit ekonomi yang penting dalam
masyarakat industri yang kompleks, maka pertukaran pemberian (antara individu,
keluarga-keluarga, atau bahkan kelompok-kelompok besar) dan barter (antar
bangsa) beroperasi pada skala yang terlalu besar untuk diabaikan. &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Sangat
mungkin untuk sebuah ekonomi modern untuk tetap berjalan pada basis
tangan-ke-mulut hanya lewat barter saja. Hal ini kenyataannya terjadi di Jerman
dalam suatu waktu setelah Perang Dunia II, ketika sistem moneter biasa terhenti
secara keseluruhan. Sangat aneh, ketika hal ini terjadi suatu jenis uang baru
mulai mendapatkan tempat: rokok. Orang akan menerima rokok sebagai pembayaran,
bukan karena mereka ingin merokoknya namun karena mereka tahu mereka dapat
menggunakannya untuk membeli benda-benda lainnya. Perkembangan yang sama persis
pasti telah terjadi dalam evolusi sistem-sistem moneter primitif pertama kali.
Medium pertukaran bukanlah, tentu saja, rokok, namun cangkang kerang, atau emas
atau perak. Nelayan mungkin telah datang ke pasar untuk menukar ikannya, namun
tidak untuk membarterkannya untuk, katakanlah, mantel bulu, atau memberikannya
dengan maksud mereka akan mendapatkan mantel bulu di kemudian hari, mereka akan
menerima perak, yang mereka tahu dapat mereka tukarkan dengan sesuatu yang lain
yang mereka inginkan. Semua karakteristik ini dimiliki sampai dengan skala yang
lebih luas oleh uang modern, terutama koin emas dan perak dan uang kertas.
Namun uang bukan hanya media pertukaran. Uang juga adalah salah satu cara
bagaimana orangmemiliki kekayaan mereka. Tentunya, ada banyak cara untuk
memegang kekayaan – contohnya memiliki tanah, saham dan kepemilikan, atau
mesin. Namun uang merupakan posisi yang istimewa. Uang adalah simpanan kekayaan
sekaligus merupakan media pertukaran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Ad Dimasqi
Dalam Memori&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Abul
Fadhl Ja’far bin Ali ad-Dimasqi (w. 570/1175) adalah seorang ulama ekonom besar
yang hidup antara abad 5 dan 6 hijriah. Ia hidup di Tripoli, dulu merupakan
bagian dari wilayah Syam, dan kini masuk wilayah Libanon. Dilihat dari
tulisannya ada isyarat bahwa selain sebagai ulama pemikir dalam bidang ekonomi
dan perdagangan, ia juga adalah seorang pelaku bisnis. Warisan intelektualnya
yang ada sekarang adalah buku ilmiah yang berjudul “al-Isyarah ila Mhasinit
Tijarah”. &lt;/span&gt;&lt;span lang="ES-MX"&gt;Buku ini
berbeda dari buku-buku yang ditulis oleh ulama sebelumnya secara umum. Buku ini
tidak membahas dalil-dalil keuangan publik seperti yang dikodifikasikan oleh
Abu Ubayd dan Yahya bin Adam, melainkan lebih menyerupai buku yang ditulis oleh
penulis modern di bidang ekonomi dan perdagangan. Oleh karena itu, rasa-rasanya
akan terlihat sulit untuk mencari perbedaan akar pemikiran Dimasqi dengan para
pemikir ekonomi modern yang telah dikenal oleh masyarakat ekonomi di dunia
dewasa ini. Justru, temuan-temuan yang ada dalam bentuk teori, hampir semua
model penjelasannya sudah dijelaskan Dimasqi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span lang="ES-MX"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="ES-MX"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Uang dalam pandangan Ad Dimasqi dan Konvensional&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="ES-MX"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Dalam pandangan beliau mengenai uang adalah didasarkan
pada sebuah pengamatan yang realistis yang terjadi.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Di zaman dahulu, uang disamakan dengan nilai sebuah
barang, dalam kata lain perdagangan yang terjadi adalah dengan transaksi
barter. Dimana suatu barang dengan barang lainnya dipertukarkan dengan
ukuran/nilai yang sama. Dan ini terjadi alamiah, disaat uang masih belum
terpikirkan dalam bentuk logam dan kertas. Kebutuhan manusia yang tak sama satu
dengan lainnya, menyebabkan terkadang menyebabkan sebuah transaksi gagal.
Misalkan si A menginginkan barangnya dipertukarkan dengan garam, sedangkan si B
menginginkan barangnya dipertukarkan dengan batu bata. Meskipun ada pasar
barang saat itu, tetapi pemenuhan itu semua tidak lantas terjadi pertukaran
dengan mudah, karena suatu factor dimana batu bata saat itu sulit dibuat
disebabkan kesulitan mencari material lempung. Begitu sebaliknya yang terjadi
pada garam. Hal inilah yang akhirnya timbul teori, bahwa terjadinya pertukaran
barang (barter) harus ada fenomena &lt;/span&gt;&lt;b style="font-family: inherit;"&gt;double
coencidance of wants&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;, harus ada kebutuhan yang sama antara dua orang yang
menginginkan barangnya untuk dipertukarkan. Tanpa persyaratan ini tidak mungkin
barter dapat dilangsungkan. Inilah pandangan pertama Dimasqi mengenai uang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="ES-MX"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="ES-MX"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Beliau (Dimasqi) sudah menyadari dari awal, bahwa
diperlukan barang perantara yang disebut uang sebagai alat tukar. Oleh karena
itu, menurutnya, dan ini nantinya akan selalu digunakan teori ini dewasa ini,
salah satu fungsi uang yang paling fundamental adalah sebagai &lt;b&gt;medium of exchange&lt;/b&gt; atau sebagai alat
tukar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="ES-MX"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Dalam
islam, apapun yang berfungsi sebagai uang, maka fungsinya hanyalah sebagai &lt;i&gt;medium of exchange&lt;/i&gt;. Ia bukan suatu
komoditas (suatu yang harus diperdagangkan/diperjualbelikan) dengan kelebihan
baik secara &lt;i&gt;on the spot&lt;/i&gt; maupun bukan.
Satu fenomena penting dari karakteristik uang adalah bahwa ia tidak diperlukan
untuk dikonsumsi, ia tidak diperlukan untuk dirinya sendiri, melainkan
diperlukan untuk membeli barang lain yang sehingga kebutuhan manusia terpenuhi.
Inilah yang dijelaskan Al Ghazali bahwa emas dan perak hanyalah logam yang didalam
substansinya tidak ada manfaatnya atau tujuan-tujuannya. (Al Ghazali adalah
ulama pemikir yang terlebih dahulu sebelum Dimasqi).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Hal
ini berbeda jelasnya dalam pandangan konvensional. Tidaklah uang itu hanya
digunakan sebagai medium of exchange belaka, namun uang dalam pandangan
kepitalis adalah komoditas, dapat diperjualbelikan dengan kelebihan baik on the
spot maupun secara tangguh. Lebih jauh, dengan cara pandang demikianm maka uang
juga dapat disewakan (leasing). Efeknya adalah kelebihan yang menurut para
ulama fiqh dan islam sendiri memandang, bahwa kelebihan tersebut adalah riba.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Ketika
uang diperlakukan sebagai komoditas oleh sistem kapitalis, berkembanglah apa
yang disebut pasar uang. &lt;/span&gt;&lt;span lang="ES-MX"&gt;Terbentuknya pasar uang ini menghasilkan dinamika yang khas dalam
perekonomian konvensional, terutama pada sektor moneternya. Pasar uang ini
kemudian berkembang dengan munculnya &lt;i&gt;pasar
derivatif&lt;/i&gt;, yang merupakan turunan pasar uang. Pasar derivatif ini
menggunakan instrumen bunga sebagai harga dari produk-produknya. Sedangkan
motif transaksi tidak didasarkan pada motif transaksi riil, tetapi spekulkatif.
Maka tak heran jika perkembangan di pasar moneter konvensional begitu
spektakuler. Menurut data dari sebuah NGO asal Amerika Serikat, volume
transaksi yang terjadi di pasar uang dunia berjumlah US$ 1,5 trilyun hanya
dalam sehari, sedangkan volume transaksi yang terjadi dalam perdagangan dunia
di sektor riil US$ 6 trilyun setiap tahun. Dalam empat hari transaksi di pasar
uang , nilainya menyamai transaksi di sektor riil selama satu tahun. Inilah
yang kemudian menciptakan suatu kondisi perekonomian gelembung (&lt;i&gt;bubble economics&lt;/i&gt;), suatu kondisi yang
melibatkan transaksi keuangan yang besar sekali, namun sesungguhnya tidak ada
isinya karena tidak dilandasi transaksi riil yang setara.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span lang="ES-MX"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Berikutnya,
menurut ad-Dimasqi, beliau menyadari bahwa uang berfungsi sebagai &lt;b&gt;standard of value &lt;/b&gt;(alat untuk menilai
suatu barang). Yang juga dimengerti dan disadari sepenuhnya oleh pelaku transaksi.
Analoginya adalah, ketika terjadi pertukaran barang (konstruksi barter) antara
garam dengan beras, maka nilai berapa gram garam dinilai oleh ukuran yang
pantas dengan berapa gram beras. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Pengukuran
ini bisa dilihat dari berbagai macam faktor tentunya, bagaimana kemudahan/kesulitan
memperolehnya? Bagaimana kemudahan/kesulitan dalam proses produksinya? dsb.
Berbagai macam faktor inilah yang menimbulkan pengukuran bobot nilai suatu
barang. Bisa jadi karena pertanyaan diatas, nilai beras menjadi lebih mahal
karena kelangkaannya, bisa jadi beberapa waktu kemudian garam yang mahal karena
kelangkaannya. Kelangkaan (&lt;i&gt;scarcity&lt;/i&gt;),
adalah fenomena yang pun menjadi penjelasan dalam teori Dimasqi untuk
menjelaskan tentang nilai suatu barang. Beliau menjelaskan ini jauh sebelum
Adam Smith dalam kebingungannya untuk menjelaskan Paradoks Water Diamond. Dalam
pandangan kaum marginalis, air memang melimpah ruah dan memang sangat
bermanfaat bagi manusia dan kehidupannya. &lt;/span&gt;&lt;span lang="ES-MX"&gt;Tetapi nilai suatu barang dan harganya tidaklah
semata-mata ditentukan oleh manfaat dari benda itu sendiri. Ada aspek lain yang
jauh lebih penting dari sekedar “manfaat”, yaitu ‘nudrah’ (kelangkaan dalam
istilah ad-dimasqi). &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span lang="ES-MX"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="ES-MX"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Dimasqi dalam bukunya al-Isyarah: &lt;i&gt;Sesungguhnya batu akik termasuk batu mulia yang sangat indah kalau
bukan karena banyaknya. Justru karena banyaknya batu akik itulah yang
menyebabkan harganya berkurang sekalipun memiliki sifat keindahan yang dicari.
Jika batu akik itu demikian halnya, maka batu-batu mulia yang lainnya pun
memilliki persoalan yang sama, yaitu mereka menjadi mahal dan tinggi harganya
karena kelangkaan sumber-sumbernya.&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="ES-MX"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="ES-MX"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Sekalipun ad-dimasqi hanya menggunakan batu mulia
sebagai media penjelasannya, namun inti pemikirannya tentang persoalan paradoks
nilai telah sangat membantu para ahli memecahkannya dengan baik dan dapat
diterima secara ilmiah. Ad-dimasqi sesungguhnya bukan yang pertama menguraikan
teka-teki ilmiah ini, para ulama sebelumnya pun sudah banyak mengupas hal yang
sama seperti al Ghazali dan lain-lain. Kelebihan ad-Dimasqi adalah dalam
menjelaskan konsep marginalisme ini adalah ia telah melibatkan penggunaan
matematika yang sangat &lt;i&gt;sophisticated&lt;/i&gt;
dan basis analisisnya menyentuh hampir seluruh konteks ekonomi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="ES-MX"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Unit of
Account.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; Ad-Dimasqi pun telah memahami
bahwa uang juga befungsi sebagai alat satuan hitung. Seperti telah dijelaskan
di awal, bahwa ad-dimasqi telah menggunakan konsep matematis dalam menjelaskan
marginalitas. Bahwa sesungguhnya, bisa dipastikan dia menyadari betul, uang mempunyai
angka &lt;i&gt;varian&lt;/i&gt; yang mempunyai satuan
hitung tersebut dipergunakan dalam &lt;i&gt;accounting&lt;/i&gt;
oleh si penulis (seperti yang diperintahkan Allah swt dalam surat Al Baqoroh
ayat 285), bahwa setiap transaksi yang terjadi maka diperintahkannya untuk
ditulis, penulisan inilah yang dalam konteks riil disebut hitung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Ad-Dimasqi
menjelaskan bahwa sejak dahulu manusia telah mempergunakan uang dalam kehidupan
ekonomi mereka. Namun bentuk uang senantiasa berubah dari satu bentuk kepada
bentuk lainnya. Yang mula dipergunakan adalah tanaman, lalu hewan, dan logam.
Penggunaan mata uang logam terutama emas dan perak ini berlangsung ribuan tahun
hingga beberapa abad terakhir. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Dalam
bukunya &lt;i&gt;al Isyarah&lt;/i&gt;, beliau
menyimpulkan, bahwa sebuah logam yang berfungsi sebagai mata uang harus
memiliki karakteristik sebagai berikut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="ES-MX" style="font-family: inherit; text-indent: -18pt;"&gt;&amp;nbsp;1.&lt;span style="font-stretch: normal;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="ES-MX" style="font-family: inherit; text-indent: -18pt;"&gt;Ia harus dapat dibentuk atau dicetak&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: inherit; text-indent: -18pt;"&gt;&amp;nbsp;2.&lt;span style="font-stretch: normal;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: inherit; text-indent: -18pt;"&gt;Dapat dipecah menjadi bagian
kecil-kecil&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: inherit; text-indent: -18pt;"&gt;&amp;nbsp;3.&lt;span style="font-stretch: normal;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: inherit; text-indent: -18pt;"&gt;Tidak (cepat) rusak&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: inherit; text-indent: -18pt;"&gt;&amp;nbsp;4.&lt;span style="font-stretch: normal;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: inherit; text-indent: -18pt;"&gt;Dapat dibawa kemana-mana&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: inherit; text-indent: -18pt;"&gt;&amp;nbsp;5.&lt;span style="font-stretch: normal;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: inherit; text-indent: -18pt;"&gt;Memiliki bentuk dan rupa yang
indah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="ES-MX" style="font-family: inherit; text-indent: -18pt;"&gt;&amp;nbsp;6.&lt;span style="font-stretch: normal;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="ES-MX" style="font-family: inherit; text-indent: -18pt;"&gt;Ra’ijah: dapat diterima secara umum dan mendapat
kepercayaan dari masyarakat&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span lang="ES-MX"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="ES-MX"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Secara umum, teori ini tidaklah jauh berbeda dalam
pandangan ekonomi modern saat ini. Justru tampilan yang diberikan dalam
pandangan ad-Dimasqi jauh lebih rinci menguraikannya. Dan banyak dijadikan
referensi para ahli ekonomi modern masa ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="ES-MX"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="ES-MX"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div id="ftn5"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div id="ftn5"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div id="ftn5"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div id="ftn5"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://mymirrorlife.blogspot.com/2015/01/pemikiran-ekonomi-abul-fadhl-ad-dimasqi.html</link><author>noreply@blogger.com (Zainul Hal)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhLgIaOOvTkfdHMPlRTMhsXIKECLUmWCHsp26jzhDRNfe9avxSoE6O3u6hJxTw8P2TM-4WtXbFNh07OvaE_sfm2iTzmDrO3LWOsrlbXSvF4JKdMkIDkJKXZj_HEs13Lk-8AogrDjKkCChl8/s72-c/Uang_adDimasyqi.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3935287907092622716.post-260740535004997709</guid><pubDate>Thu, 08 Jan 2015 16:06:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-01-08T23:08:40.669+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam</category><title>Konsep Konsumsi Dalam Pandangan Imam Al-Ghazali</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div itemscope="" itemtype="http://www.mymirrorlife.net/search/label/Sejarah%20Pemikiran%20Ekonomi%20Islam"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh3bxfcemMs44RsQOhHk25fbNhfFSeUNcMWAJcGZPMoAuciWCfWh5PFVNjNLebDq8DXkvOxor0Lxs8D5A-zZkmqAPwyE5cNdmf2746cfpQtabGMHoOa_GVTOfwgJzh1MKVXC7vHzCopPJDc/s1600/Konsumsi_AlGhazali.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Konsep Konsumsi Dalam Pandangan Imam Al-Ghazali" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh3bxfcemMs44RsQOhHk25fbNhfFSeUNcMWAJcGZPMoAuciWCfWh5PFVNjNLebDq8DXkvOxor0Lxs8D5A-zZkmqAPwyE5cNdmf2746cfpQtabGMHoOa_GVTOfwgJzh1MKVXC7vHzCopPJDc/s1600/Konsumsi_AlGhazali.jpg" height="202" title="Konsep Konsumsi Dalam Pandangan Imam Al-Ghazali" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ada perbedaan antara konsep konsumsi yang dijelaskan oleh Imam Al-Ghazali dengan konsep konsumsi pada konvensional. &lt;span itemprop="description"&gt;Pada konsep konsumsi ekonomi konvensional, konsumsi berarti penggunaan barang dan jasa untuk memuaskan kebutuhan manusiawi (the use of goods and services in the satisfaction of human wants).&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span itemprop="description"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Berorientasi pada ego dan rasionalitas. &lt;span itemprop="description"&gt;Kebutuhan dalam Ilmu ekonomi konvensional, selalu didefinisikan sebagai keinginan untuk memperoleh suatu sarana tertentu, baik berupa barang maupun jasa&lt;/span&gt;. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div itemscope="" itemtype="http://www.mymirrorlife.net/search/label/Sejarah%20Pemikiran%20Ekonomi%20Islamn"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Konsep konsumsi Al-Ghazali adalah &lt;span itemprop="description"&gt;(al-hajaah) penggunaan barang atau jasa dalam upaya pemenuhan kebutuhan melalui bekerja (al-iktisaab) yang wajib dituntut berlandaskan etika dalam rangka kemashlahatan menuju akhirat.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span itemprop="description"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Konsumsi berkaitan dengan konsep kebutuhan (needs), keinginan (wants) dan nafsu. &lt;span itemprop="description"&gt;Konsep konsumsi dalam Islam mengatur tentang apa-apa saja yang boleh dikonsumsi dan apa-apa saja yang tidak boleh dikonsumsi. Al-Ghazali menjelaskan dalam kitab Ihya jilid III bahwa konsumsi dilakukan dengan niat beribadah kepada Allah.&lt;/span&gt;. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div itemscope="" itemtype="http://www.mymirrorlife.net/search/label/Sejarah%20Pemikiran%20Ekonomi%20Islam"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Imam Al-Ghazali membedakan antara keinginan dan kebutuhan. &lt;span itemprop="description"&gt;Kebutuhan adalah keinginan manusia untuk mendapatkan sesuatu yang diperlukan dalam rangka mempertahankan kelangsungan hidupnya dan mejalankan fungsinya.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span itemprop="description"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div itemscope="" itemtype="http://www.mymirrorlife.net/search/label/Sejarah%20Pemikiran%20Ekonomi%20Islam"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dalam ilmu ekonomi konvensional, bahwa ilmu ekonomi pada dasarnya mempelajari upaya manusia baik sebagai individu maupun masyarakat dalam rangka melakukan pilihan penggunaan sumber daya yang terbatas guna memenuhi kebutuhan  (yang  pada dasarnya tidak terbatas) akan barang dan jasa. &lt;span itemprop="description"&gt;Kelangkaan akan barang dan jasa timbul bila kebutuhan (keinginan) seseorang atau masyarakat ternyata lebih besar daripada tersedianya barang dan jasa tersebut. Jadi kelangkaan ini muncul  apabila tidak cukup barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan tersebut.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span itemprop="description"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div itemscope="" itemtype="http://www.mymirrorlife.net/search/label/Sejarah%20Pemikiran%20Ekonomi%20Islam"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ilmu ekonomi konvensional tampaknya tidak membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Karena keduanya memberikan efek yang sama bila tidak terpenuhi, yakni kelangkaan. Dalam kaitan ini, Imam al-Ghazali tampaknya telah membedakan dengan jelas antara keinginan (raghbah dan syahwat) dan kebutuhan (hajat), sesuatu yang tampaknya agak sepele tetapi memiliki konsekuensi yang amat besar dalam ilmu ekonomi. &lt;span itemprop="description"&gt;Dari pemilahan antara keinginan (wants) dan kebutuhan (needs), akan sangat terlihat betapa bedanya ilmu ekonomi Islam dengan ilmu ekonomi konvensional.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span itemprop="description"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div itemscope="" itemtype="http://www.mymirrorlife.net/search/label/Sejarah%20Pemikiran%20Ekonomi%20Islam"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Menurut Imam al-Ghazali  &lt;span itemprop="description"&gt;kebutuhan (hajat) adalah keinginan manusia untuk mendapatkan sesuatu yang diperlukan dalam rangka mempertahankan kelangsungan hidupnya dan menjalankan fungsinya. Kita melihat misalnya dalam hal kebutuhan akan makanan dan pakaian. Kebutuhan makanan adalah untuk menolak kelaparan dan melangsungkan kehidupan, kebutuhan pakaian untuk menolak panas dan dingin. Pada tahapan ini mungkin tidak bisa dibedakan antara keinginan (syahwat) dan kebutuhan (hajat) dan terjadi persamaan umum antara homo economicus dan homo Islamicus. Namun manusia harus mengetahui bahwa tujuan utama diciptakannya nafsu ingin makan adalah untuk menggerakkannya mencari makanan dalam rangka menutup kelaparan, sehingga fisik manusia tetap sehat dan mampu menjalankan fungsinya secara optimal sebagai hamba Allah yang beribadah kepadaNya. Di sinilah letak perbedaan mendasar antara filosofi yang melandasi teori permintaan Islami dan konvensional.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span itemprop="description"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div itemscope="" itemtype="http://www.mymirrorlife.net/search/label/Sejarah%20Pemikiran%20Ekonomi%20Islam"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Islam selalu mengaitkan kegiatan memenuhi kebutuhan dengan tujuan utama manusia diciptakan. &lt;span itemprop="description"&gt;Manakala manusia lupa pada tujuan penciptaannya, maka esensinya pada saat itu tidak berbeda dengan binatang ternak yang makan karena lapar saja.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Imam Ghazali lahir di Tus (kota kecil di Iran) pada tahun 450 H dan meninggal sekitar 55 tahun setelahnya (505 H). &lt;span itemprop="description"&gt;Nama lengkapnya Hujjatul Islam Abu Hamid Muhammad bin Muhammad Al-Tusi Al-Ghazali. Beliau mengidentifikasi tiga alasan mengapa seseorang harus melakukan aktivitas-aktivitas ekonomi: (1) mencukupi kebutuhan hidup yang bersangkutan; (2) mensejahterakan keluarga; (3) membantu orang lain yang membutuhkan. Salah satu, pemikiran ekonomi Imam Ghazali yang terkenal adalah tentang teori konsumsi. Imam Ghazali dengan sangat rinci menjelaskan bagaimana konsumsi dapat memengaruhi ekonomi secara mikro maupun makro. Dalam pengertian mikro, beliau mengaitkannya dengan konsep kebutuhan (hajat), keinginan (raghbab), dan nafsu (syahwat). Dalam kitabnya, Ihya, beliau berusaha menjelaskan bahwa bagaimana memenuhi hajat itu tidak sekedar hanya “memenuhi”, tetapi bagaimana dalam rangka “memenuhi” kebutuhan tersebut kita tetap berada dalam koridor ibadah sehingga tetap mendapatkan pahala dari Allah SWT.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div itemscope="" itemtype="http://www.mymirrorlife.net/search/label/Sejarah%20Pemikiran%20Ekonomi%20Islam"&gt;
&lt;span itemprop="description"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span itemprop="description"&gt;Imam Ghazali membedakan dengan jelas antara keinginan dan kebutuhan. Menurut Imam Ghazali, kebutuhan adalah keinginan manusia untuk mendapatkan sesuatu yang diperlukan dalam rangka mempertahankan kelangsungan hidupnya dan menjalankan fungsinya. Beliau tidak hanya memandang sebuah kebutuhan sebagai sesuatu yang independen dan objektif, namun juga sesuatu yang subjektif.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span itemprop="description"&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span itemprop="description"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span itemprop="description"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div itemscope="" itemtype="http://www.mymirrorlife.net/search/label/Sejarah%20Pemikiran%20Ekonomi%20Islam"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Seorang individu harus mengetahui bahwa tujuan utama manusia diciptakan dengan nafsu &lt;span itemprop="description"&gt;adalah untuk menggerakkannya mencari sesuatu yang ia butuhkan dan pada akhirnya kebutuhannya terpenuhi sehingga ia dapat menjalankan fungsinya secara optimal sebagai hamba Allah, yaitu beribadah. Hal ini jauh berbeda dengan konsep tujuan manusia diciptakan dari sudut pandang ekonomi konvensional. Ekonomi konvensional tidak menghiraukan hubungan tujuan penciptaan manusia dengan kegiatan pemenuhan kebutuhannya. Mereka menyamakan kebutuhan dengan keinginan. Penyamaan arti antara kebutuhan dan keinginan akan berdampak pada eksploitasi sumber daya alam secara besar-besaran. Munculnya ilmu ekonomi konvensional itu sendiri diyakini oleh para penggagasnya (raison d’etre) karena terjadi kesenjangan antara sumber-sumber daya yang tidak terbatas (unlimited resources).&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
&lt;span itemprop="description"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div itemscope="" itemtype="http://www.mymirrorlife.net/search/label/Sejarah%20Pemikiran%20Ekonomi%20Islam"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Imam Ghazali, dalam bukunya Ihya, &lt;span itemprop="description"&gt;membagi tingkatan konsumsi yaitu sadd ar-Ramq dan ini disebut juga had ad-dhorurah, had al-hajah, dan yang tertinggi had at-tana’um. Yang dimaksud dengan had ar-ramq atau batasan darurat adalah tingkatan konsumsi yang paling rendah dan bila manusia berada dalam kondisi ini, ia hanya mampu bertahan hidup dengan penuh kelemahan dan kesusahan. Tingkatan tana’um digambarkan bahwa individu pada tahapan ini melakukan konsumsi tidak hanya didorong oleh usaha memenuhi kebutuhannya, tetapi juga bertujuan untuk bersenang-senang dan bernikmat-nikmat. Antara had ad-dhorurah dengan tan’um terdapat area yang sangat luas disebut had al-hajah di mana keseluruhannya halal dan mubah. Ketiga tingkatan konsumsi tersebut lebih dikenal dengan daruriat (kebutuhan), hajaat (kesenangan atau kenyamanan), dan tahsinaat (kemewahan). Meskipun daruriat merupakan tingkat pertama di mana manusia mampu bertahan hidup apabila memenuhinya, namun Imam Ghazali mengkritik “Jika orang-orang tetap tinggal pada tingkatan subsisten (sadd al ramaq) dan menjadi sangat lemah, angka kematian akan meningkat, semua pekerjaan dan kerajinan akan berhenti, dan masyarakat akan binasa. Selanjutnya, agama akan hancur, karena kehidupan dunia adalah persiapan bagi kehidupan akhirat”. Lebih lanjut, Imam Ghazali menjelaskan bahwa tingkatan konsumsi tersebut merupakan kunci pemeliharaan lima tujuan dasar suatu masyarakat (individu) dalam meningkatkan kesejahteraan. Lima tujuan dasar yang terkenal sebagai kerangka hierarki kebutuhan individu dan sosial itu adalah (1) agama (al-dien), (2) hidup atau jiwa (nafs), (3) keluarga atau keturunan (nasl), (4) harta atau kekayaan (maal), (5) intelek atau akal (aql). Beliau menitikberatkan bahwa sesuai tuntutan wahyu, “kebaikan dunia ini dan akhirat (maslahat al-din wa al-dunya) merupakan tujuan utamanya. Konsep yang diungkapkan Imam Ghazali tersebut disebut juga konsep maslahat atau kesejahteraan sosial atau utilitas (kabaikan bersama). Konsep tersebut telah menjadi sebuah konsep fungsi kesejahteraan sosial yang sulit diruntuhkan dan menjadi acuan utama dalam teori konsumsi Islam.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span itemprop="description"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div itemscope="" itemtype="http://www.mymirrorlife.net/search/label/Sejarah%20Pemikiran%20Ekonomi%20Islam"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dalam ilmu ekonomi konvesional, &lt;span itemprop="description"&gt;konsumsi diartikan penggunaan barang dan jasa untuk memuaskan kebutuhan manusiawi (the use of goods and services in the satisfaction of human needs). Dalam ekonomi konvensional, seorang individu (konsumen) didasari pada prisip-prinsip dasar ultilitarianisme yaitu tidak seorangpun dapat mengetahui apa yang baik untuk kepentingan dirinya kecuali orang itu sendiri, artinya pembatasan terhadap kebebasan individu, baik oleh individu lain maupun oleh penguasa, adalah kejahatan dan harus ada alasan kuat untuk melakukannya. John Stuart Mill dengan konsep “freedom to act” berpendapat bahwa campur tangan negara di dalam masyarakat mana pun harus diusahakan seminimum mungkin dan campur tangan yang merintangi kemajuan manusia merupakan campur tangan terhadap kebebasan-kebebasan dasar manusia, dan karena itu harus dihentikan. Konsep itulah yang mendasari ekonomi modern yang berkembang sampai saat ini. Jelaslah bahwa rasionalitas dalam hal ini sangat diutamakan.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span itemprop="description"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div itemscope="" itemtype="http://www.mymirrorlife.net/search/label/Sejarah%20Pemikiran%20Ekonomi%20Islam"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dari perbedaan di atas tentu saja &lt;span itemprop="description"&gt;konsep konsumsi milik Imam Ghazali jauh berbeda dengan konsep konsumsi pada ekonomi konvensional. Ekonomi konvensional lebih mengedepankan kebebasan dalam bertindak hanya semata-mata untuk memenuhi kebutuhan yang tidak dapat dibedakan dengan keinginan. Berbeda dengan konsep konsumsi Imam Ghazali yang secara jelas membedakan esensi dari kebutuhan dan keinginan. Imam Ghazali juga secara tersirat memberitahukan bahwa apa yang dilakukan saat ini (berkonsumsi) haruslah membawa dampak tidak hanya bagi diri sendiri namun juga membawa maslahah (kesejahteraan) bagi sekitar, yang secara linear hal itu menjadi salah satu jalan untuk beribadah kepada Allah SWT.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span itemprop="description"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span itemprop="description"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://mymirrorlife.blogspot.com/2015/01/konsep-konsumsi-dalam-pandangan-imam-al.html</link><author>noreply@blogger.com (Zainul Hal)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh3bxfcemMs44RsQOhHk25fbNhfFSeUNcMWAJcGZPMoAuciWCfWh5PFVNjNLebDq8DXkvOxor0Lxs8D5A-zZkmqAPwyE5cNdmf2746cfpQtabGMHoOa_GVTOfwgJzh1MKVXC7vHzCopPJDc/s72-c/Konsumsi_AlGhazali.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3935287907092622716.post-5365116712242000268</guid><pubDate>Tue, 06 Jan 2015 16:17:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-01-06T23:18:59.596+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">KPTTI</category><title>Demografi, Etnografi dan Historiografi Timur Tengah (bag.5]</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiOj74_3k-f7Y9taaOF2U99I7FjTwsbvtFLEjFxt6FfwBAxQjKgGf0DxCTwN69Ia6fqcvPHW0r0-BG32xXKfxZycmlnWhV5VMX4zIaaLc0iHfjRavDYKor_3WCYTkVxHnlxj19spzyJz0yX/s1600/Periodisasi+Sejarah.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Periodisasi Sejarah" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiOj74_3k-f7Y9taaOF2U99I7FjTwsbvtFLEjFxt6FfwBAxQjKgGf0DxCTwN69Ia6fqcvPHW0r0-BG32xXKfxZycmlnWhV5VMX4zIaaLc0iHfjRavDYKor_3WCYTkVxHnlxj19spzyJz0yX/s1600/Periodisasi+Sejarah.jpg" height="202" title="Periodisasi Sejarah" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0cm;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0cm;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;6.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-weight: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Periodisasi
Sejarah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpFirst" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Sejarah berjalan
dari masa lalu, ke masa kini dan melanjutkan perjalanannya ke masa depan. Dalam
perjalanannya, unit sejarah selalu mengalami pasang surut dalam interval yang
berbeda-beda. Di samping itu, dalam mempelajari sejarah yang sudah berjalan
cukup panjang, kita akan mengalami kesulitan jika tidak membagi sejarah ke
dalam beberapa periode, di mana setiap periode merupakan satu kebulatan untuk
satu jangka waktu tertentu. Rangkaian dari periode sejarah yang termuat dalam
satu kerangka inilah yang dinamakan periodisasi sejarah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpLast" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Para ahli
sejarah memberikan identifikasi khusus yang berbeda-beda untuk menetapkan suatu
periode sejarah. Sebagaimana diuraikan sebagai berikut:&lt;a href="file:///C:/Users/Zainul%20Hal/Documents/HISTORIOGRAFI%20KAWASAN%20TIMUR%20TENGAH.htm#_ftn1" name="_ftnref1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;1.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Berdasarkan bentuk negara atau
sistem politik yang dianut oleh suatu pemerintahan, dengan alasan persoalan
politik sangat menentukan perkembangan aspek-aspek peradaban tertentu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;2.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Berdasarkan tingkat pertumbuhan
dan perkembangan ekonomi, dengan alasan faktor ekonomi sangat berperan dominan
dalam mendorong terjadinya proses integrasi suatu masyarakat. Ekonomi juga
merupakan faktor penting yang mempengaruhi integrasi sosial, politik, budaya
dan sebagainya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;3.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Berdasarkan tingkat kemajuan
peradaban (&lt;i&gt;civilization&lt;/i&gt;).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;4.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Berdasarkan tingkat kemajuan
kebudayaan (&lt;i&gt;culture&lt;/i&gt;).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;5.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Berdasarkan masuk dan
berkembangnya suatu agama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Menurut Ahmad
al-Usairy dalam &lt;i&gt;At-Tarikh Al-Islamy&lt;/i&gt;, menyebutkan
periodisasi sejarah Islam secara lengkap dapat dibagi dalam periode-periode
sebagai berikut&lt;a href="file:///C:/Users/Zainul%20Hal/Documents/HISTORIOGRAFI%20KAWASAN%20TIMUR%20TENGAH.htm#_ftn2" name="_ftnref2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;1.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Periode Klasik (masa Nabi Adam –
sebelum diutusnya Rasulullah saw). Periode ini merupakan fase sejarah sejak
Nabi Adam dan dilanjutkan dengan masa-masa para nabi hingga sebelum diutusnya
Rasulullah saw.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;2.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Periode Rasulullah saw (570 - 632
M / 52 SH – 11 H). Dalam periode ini diuraikan tentang berdirinya negara Islam
yang dipimpin langsung oleh Rasulullah dan menjadikan Madinah sebagai awal
pusat semua aktifitas negara yang kemudian meliputi semua jazirah Arab. Sejarah
pada periode ini merupakan sejarah yang demikian indah yang seharusnya
dijadikan contoh oleh kaum muslimin, baik penguasa maupun rakyat biasa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;3.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Periode Khulafaur Rasyidin (632 –
661 M / 11 H – 41 H).Pada masa ini terjadi penaklukan-penaklukan oleh umat
Islam di Persia, Syiria, Mesir, dan lain-lain. Pada periode Khulafaur Rasyidin
ini, umat betul-betul berada dalam manhaj Islam yang benar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;4.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal;"&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Periode Pemerintahan Bani Umayyah
(661 – 749 M / 41 H – 132 H). Pada masa ini pemerintahan Islam mengalami
perluasan yang demikian signifikan. Hanya ada satu khalifah dalam pemerintahan
Islam yang demikian luasnya itu. Sayangnya, komitmen kepada syariat Islam
mengalami sedikit kemerosotan dibandingkan periode sebelumnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;5.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Periode Pemerintahan Bani
Abbasiyah (749 – 1258 M / 132 H – 656 H). Periode ini memiliki karakter khusus
yang ditandai dengan kemunculan beberapa pemerintahan dan kerajaan yang
independen, di mana sebagiannya telah memberikan kontribusi yang besar terhadap
Islam. Masa ini juga banyak ditandai dengan munculnya gerakan kebatinan dan
pemerintahan Syi’ah. Pada masa ini pula muncul gerakan Perang Salib yang
dilakukan oleh negara-negara Eropa yang menaruh kebencian dan dendam pada
negara-negara Islam di kawasan Timur. Pemerintahan Abbasiyah hancur bersamaan
dengan penyerbuan orang-orang Mongol yang melumatkan pemerintahan Bani
Abbasiyah ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;6.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Periode Pemerintahan Mamluk (1250
– 1517 M / 648 H – 923 H). Goresan sejarah Islam paling penting di masa ini
adalah berhasil dibendungnya gelombang penyerbuan pasukan Mongol ke beberapa
belahan negara Islam. Juga berhasil dihabiskannya eksistensi kaum Salibis dari
negara Islam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;7.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Periode Pemerintahan Turki
Utsmani (1517 1923 M / 923 H – 1342 H). Pada awal pemerintahannya, periode
Turki Utsmani telah berhasil melakukan ekspansi wilayah Islam, terutama di
kawasan Eropa Timur. Pada saat itu Hongaria berhasil ditaklukkan, demikian pula
dengan Albania, Yunani, Rumania, Serbia dan Bulgaria. Pemerintahan Turki
Utsmani juga telah mampu melebarkan kekuasaannya ke kawasan timur wilayah
Islam. Namun pada masa &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US;"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;khir
pemerintahan, kaum kolonial berhasil menaburkan benih pemikiran nasionalisme.
Kemudian pemikiran ini menjadi pemicu hancurnya pemerintahan Islam serta
terkoyak-koyaknya kaum muslimin menjadi negeri-negeri kecil yang lemah dan
terbelakang serta jauh dari agama&amp;nbsp;
mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;8.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Periode Dunia Islam Kontemporer
(1922 – 2000 M / 1342 – 1420 H). Periode ini merupakan masa sejarah umat Islam
sejak berakhirnya masa Pemerintahan Turki Utsmani hingga perjalanan sejarah
umat Islam pada masa sekarang.&lt;a href="file:///C:/Users/Zainul%20Hal/Documents/HISTORIOGRAFI%20KAWASAN%20TIMUR%20TENGAH.htm#_ftn3" name="_ftnref3" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Menurut Prof.
Dr. Harun Nasution, sejarah Islam dapat dibagi ke dalam tiga periode, yaitu
Periode Klasik, Periode Pertengahan&amp;nbsp; dan
Periode Modern&lt;a href="file:///C:/Users/Zainul%20Hal/Documents/HISTORIOGRAFI%20KAWASAN%20TIMUR%20TENGAH.htm#_ftn4" name="_ftnref4" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;A.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Periode Klasik (650 – 1250 M)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;. Periode Klasik
ini dapat pula dibagi ke dalam dua masa; Masa Kemajuan Islam I dan Masa
Disintegrasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 2cm; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;1.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Masa Kemajuan Islam I (650 – 1000
M)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 2cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Masa
ini merupakan masa ekspansi, integrasi dan keemasan Islam. Dalam hal ekspansi,
sebelum Rasulullah saw wafat pada tahun 632 H, seluruh semenanjung Arabia telah
tunduk di bawah kekuasaan Islam. Ekspansi ke daerah-daerah di luar Arab dimulai
pada zaman khalifah pertama, Abu Bakar ash-Shidiq.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 3cm; text-align: justify; text-indent: -3cm;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;I.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Khulafaur Rasyidin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpFirst" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 3cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Khalifah
pertama, Abu Bakar ash-Shidiq memerintah pada tahun 632 M, tetapi dua tahun
kemudian beliau meninggal dunia. Masanya yang singkat itu digunakan untuk
memerangi kaum muslimin yang murtad setelah Rasulullah saw wafat dan mereka
tidak mau tunduk kepada khalifah. Setelah perang tersebut, Abu Bakar mulai
mengirim kekuatan-kekuatan ke luar jazirah Arab. Khalid bin Walid dikirim ke
Irak dan dapat menguasai al-Hirah pada 634 H. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 3cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Usaha-usaha
yang dimulai oleh Abu Bakar ash-Shidiq dilanjutkan oleh khalifah kedua, Umar
bin Khattab (634 – 644 M). Dizamannyalah gelombang ekspansi pertama terjadi,
sehingga kekuasaan Islam telah meliputi selain Semenanjung Arabia, juga
Palestina, Syiria, Irak, Persia dan Mesir.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 3cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Pada
zaman Usman bin Affan (644 – 656 M), Tripoli, Ciprus dan beberapa daerah lain
dapat dikuasai, namun gelombang ekspansi pertama berhenti sampai di sini. Di
kalangan umat Islam mulai terjadi kekacauan dan perpecahan karena masalah
pemerintahan yang menyebabkan Khalifah Usman bin Affan wafat terbunuh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 3cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Sebagai
khalifah keempat, Ali bin Abi Thalib (656 – 661 M) mendapat tantangan dari Muawiyah,
gubernur Damaskus, dari golongan Thalhah dan Zubair di Mekkah dan dari kaum
Khawarij. Khalifah Ali bin Abi Thalib wafat terbunuh dan Muawiyah menjadi
khalifah kelima yang kemudian membentuk Dinasti Umayyah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpLast" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 3cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 3cm; text-align: justify; text-indent: -3cm;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;II.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Bani Umayyah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpFirst" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 3cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Dinasti
Bani Umayyah yang didirikan Muawiyah bin Abi Sufyan berusia kurang lebih 90
tahun dan di zaman ini ekspansi yang terhenti di zaman khalifah sebelumnya,
dimulai kembali. Daerah-daerah yang dikuasai Islam di zaman ini adalah Spanyol,
Afrika Utara, Syiria, Palestina Semenanjung Arabia, Irak, sebagian dari Asia
Kecil, Persia, Afghanistan, daerah yang sekarang disebut Pakistan, Turkmenia,
Uzbek dan Kirgis (di Asia Tengah). Ekspansi yang dilakukan Dinasti Bani Umayyah
inilah yang membuat Islam menjadi negara besar di zaman itu. Dari persatuan
berbagai bangsa di bawah naungan Islam, timbullah benih-benih kebudayaan dan
peradaban Islam yang baru, walaupun Bani Umayyah lebih banyak memusatkan
perhatian kepada kebudayaan Arab. Perubahan bahasa administrasi dari bahasa
Yunani dan Pahlawi ke bahasa Arab dimulai oleh Abdul Malik, sehingga
orang-orang bukan Arab telah mulai pandai berbahasa Arab. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 3cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Itulah
diantara kemajuan yang dicapai pada masa dinasti Bani Umayyah yang mencapai
puncaknya pada masa al-Walid I. Setelah itu kekuasaan mereka menurun hingga
akhirnya ditumbangkan oleh Bani Abbasiyyah di tahun 750 M.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpLast" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 3cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 3cm; text-align: justify; text-indent: -3cm;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;III.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Bani Abbasiyah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpFirst" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 3cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Walaupun
Abu al-Abbasiyah yang mendirikan dinasti Abbasiyah, tetapi yang menjadi
pembangun sebenarnya adalah al-Mansur (754 – 775 M). Sebagai khalifah yang baru
Al-Mansur merasa kurang aman berada di tengah-tengah Arab, sehingga ia mendirikan
ibukota baru sebagai ganti Damaskus, Baghdad didirikan di dekat bekas ibukota
Persia, Ctesiphon. Dalam bidang pemerintahan, al-Mansur mengadakan tradisi baru
dengan mengangkat wazir yang membawahi kepala-kepala departemen. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 3cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Pada
masa Khalifah Harun al-Rasyid, didirikan rumah sakit, pendidikan dokter,
farmasi hingga pemandian-pemandian umum. Anaknya, al-Ma’mun meningkatkan
perhatian pada ilmu pengetahuan. Ia mendirikan &lt;i&gt;Baitul Hikmah&lt;/i&gt; sebagai pusat pendidikan, menerjemahkan buku-buku
kebudayaan Yunani dan mendirikan sekolah-sekolah. Pada masanya, Baghdad mulai
menjadi pusat kebudayaan dan ilmu pengetahuan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 3cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Khalifah
al-Mu’tashim mendatangkan orang-orang Turki untuk menjadi tentara pengawalnya.
Dengan demikian pengaruh Turki mulai masuk ke pemerintahan Bani Abbasiyah.
Tentara Turki ini kemudian menjadi sangat berkuasa di istana sehingga
khalifah-khalifah pada akahirnya hanya menjadi boneka di tangan mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 3cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Khalifah
terakhir dari dinasti Bani Abbasiyah adalah al-Mu’tashim Billah. Pada masa ini
Baghdad dihancurkan oleh Hulagu dari Mongol pada tahun 1258 M. Dengan demikian,
apabila Bani Umayyah dengan Damaskus sebagai ibukotanya, kental dengan
kebudayaan Arab, Bani Abbasiyah dengan ibukota Baghdad, telah agak jauh dari
pengaruh Arab, karena telah banyak dipengaruhi oleh unsur Persia. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpLast" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 3cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 2cm; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;2.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Masa Disintegrasi (1000 – 1250 M)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpFirst" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 2cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Disintegrasi
dalam bidang politik sebenarnya telah mulai terjadi pada akhir zaman Bani
Umayyah, namun memuncak pada zaman Bani Abbasiyah terutama setelah
khalifah-khalifah menjadi lemah dalam tangan tentara pengawal Turki.
Daerah-daerah yang jauh letaknya dari pusat pemerintahan, kemudian melepaskan
diri dan membentuk dinasti-dinasti kecil. Disintegrasi dalam bidang politik ini
membawa pada disintegrasi dalam bidang kebudayaan dan agama yang menyebabkan
perpecahan di kalangan umat Islam menjadi besar. Dengan adanya daerah-daerah
yang berdiri sendiri itu, selain Baghdad timbul beberapa pusat kebudayaan lain terutama
Kairo di Mesir, Cordova di Spanyol, Isfahan, Bukhara dan Samarkand di Timur
sehingga menyebabkan bahasa Persia meningkat menjadi bahasa kedua di dunia
Islam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpLast" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 2cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;B.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-weight: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Periode
Pertengahan (1250 – 1500 M)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 2cm; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;1.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Masa Kemunduran I (1250 – 1500 M)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpFirst" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 2cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Pada
zaman ini Jenghiz Khan dan keturunannya dari Mongolia datang menghancurkan
Islam. Satu demi satu kerajaan-kerajaan Islam jatuh ke tangannya. Pada masa ini
desentralisasi dan disintegrasi dalam dunia Islam semakin meningkat. Di zaman
ini pula hancurnya khilafah secara formal. Islam tidak lagi mempunyai khalifah
yang diakui oleh semua umat sebagai lambing persatuan, hingga Kerajaan Usmani
mengangkat khalifah yang baru di Istanbul pada abad 16. Bagian yang merupakan
pusat dunia Islam, jatuh ke tangan bukan Islam untuk beberapa waktu, terlebih
dari itu, Islam lenyap dari Spanyol.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpLast" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 2cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 2cm; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;2.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Masa Tiga Kerajaan Besar (1500 –
1800 M)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 3cm; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;a.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Fase Kemajuan (1500 – 1700 M)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpFirst" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 3cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Fase
kemajuan ini merupakan kemajuan Islam II. Tiga kerajaan yang dimaksud adalah
Kerajaan Usmani di Turki, Kerajaan Safawi di Persia dan Kerajaan Mughal di
India. Sultan Muhammad al-Fatih dari Kerajaan Usmani mengalahkan kerajaan
Bizantium dengan menduduki Istanbul di tahun 1453 M. Dengan demikian ekspansi
ke Barat berjalan lebih lancar. Kemajuan lain dibuat oleh Sultan Sulaiman al-Qanuni
yang merupakan sultan Usmani yang terbesar. Di masa kejayaannya, daerah
kekuasaan Kerajaan Usmani mencakup Asia Kecil, Armenia, Irak, Syiria,
Hijaz,Yaman, Mesir, Libia, Tunis, Aljazair, Bulgaria, Yunani, Yugoslavia,
Albania, Hongaria dan Rumania.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 3cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 3cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Di
Persia, muncul satu dinasti baru yang kemudian merupakan suatu kerajaan besar
di dunia Islam. Dinasti ini berasal dari seorang sufi, Syaikh Safiuddin (1252 –
1334 M) dari Ardabil di Azerbaijan. Syaikh Safiuddin beraliran Syi’ah dan
mempunyai pengaruh besar di daerah itu. Cucunya, Syaikh Ismail Safawi dapat
mengalahkan dinasti-dinasti lain sehingga akhirnya Dinasti Safawi dapat
menguasai seluruh daerah Persia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 3cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 3cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Kerajaan
Mughal di India yang beribukota di Delhi, didirikan oleh Zahiruddin Babur (1482
– 1530 M), salah seorang dari cucu Timur Lenk. Setelah menundukkan Kabul
(Afghanistan), ia menyeberang ke India pada tahun 1505 M hingga akhirnya Lahore
dan India Tengah dapat dikuasainya. Di India, bahasa Urdu meningkat menjadi
bahasa literatur dan menggantikan bahasa Persia. Gedung-gedung bersejarah yang
ditinggalkan di periode ini antara lain Taj Mahal, Benteng Merah,
masjid-masjid, istana-istana dan gedung-gedung pemerintahan di Delhi. Akan
tetapi perhatian pada ilmu pengetahuan kurang sekali dan ilmu pengetahuan di
seluruh dunia Islam sedang mengalami kemerosotan. Dengan timbulnya Turki dan
India sebagai kerajaan besar, di samping bahasa Arab dan Persia, bahasa Turki
dan bahasa Urdu juga mulai muncul sebagai bahasa penting dalam Islam. Kedudukan
bahasa Arab untuk menjadi bahasa persatuan semakin menurun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpLast" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 3cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 3cm; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;b.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Fase Kemunduran II (1700 – 1800
M)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpFirst" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 3cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Pada
masa ini kekuatan militer dan politik umat Islam semakin menurun. Perdagangan
dan ekonomi umat Islam juga jatuh dengan hilangnya monopoli dagang antara Timur
dan Barat dari tangan mereka. Ilmu pengetahuan dalam keadaan stagnansi,
tarekat-tarekat diliputi oleh suasana khurafat, umat Islam dipengaruhi oleh
sikap fatalistis dan dunia Islam mengalami kemunduran dan statis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 3cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 3cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Sementara
Eropa dengan kekayaan-kekayaan yang diangkut dari Amerika dan laba dari
perdagangan langsung dengan Timur Jauh bertambah kaya dan maju. Penetrasi
Barat, yang kekuatannya bertambah besar ke dunia Islam yang didudukinya, kian
lama bertambah mendalam. Akhirnya pada tahun 1798 M, Napoleon menduduki Mesir,
yang merupakan salah satu pusat Islam terpenting. Jatuhnya pusat Islam ini ke
tangan Barat, menginsafkan dunia Islam akan kelemahannya dan menyadarkan umat
Islam bahwa di Barat telah timbul peradaban yang lebih tinggi dan merupakan
ancaman bagi kehidupan Islam sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpLast" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 3cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;C.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-weight: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Periode Modern
(1800 M – sekarang)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpFirst" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Periode
ini merupakan zaman kebangkitan Islam. Ekspedisi Napoleon di Mesir yang
berakhir tahun 1801 M, membuka mata dunia Islam, terutama Turki dan Mesir akan
kemunduran dan kelemahan umat Islam saat ini di samping kemajuan dan kekuatan
Barat. Raja dan pemuka-pemuka Islam mulai berpikir dan mencari jalan untuk
mengembalikan keseimbangan kekuatan yang telah pincang dan membahayakan bagi
Islam.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpFirst" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 115%; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpFirst" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 115%; text-align: left;"&gt;Kontak Islam dengan
Barat saat ini sangatlah berbeda dengan saat periode klasik. Pada periode
klasik, Islam sangat gemilang dan Barat sedang berada dalam kegelapan.
Sedangkan pada masa modern ini, keadaan menjadi sebaliknya, Islam tampak dalam
kegelapan dan Barat tampak gemilang. Oleh karena itu, pada saat ini yang terjadi
justru sebaliknya, Islam yang ingin belajar dari Barat, lantaran
kemajuan-kemajuan bangsa Barat dalam ilmu pengetahuan dan teknologi serta
peradaban.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;br clear="all" /&gt;
&lt;hr align="left" size="1" width="33%" /&gt;
&lt;!--[endif]--&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;div id="ftn1"&gt;
&lt;div class="MsoFootnoteText" style="margin-left: 36.0pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;a href="file:///C:/Users/Zainul%20Hal/Documents/HISTORIOGRAFI%20KAWASAN%20TIMUR%20TENGAH.htm#_ftnref1" name="_ftn1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-themecolor: text1;"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;
Drs. Nourouzzaman Shiddiqie, &lt;i&gt;Pengantar
Sejarah Muslim&lt;/i&gt; (Yogyakarta: Nur Cahaya, 1983), h. 65.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div id="ftn2"&gt;
&lt;div class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;
&lt;a href="file:///C:/Users/Zainul%20Hal/Documents/HISTORIOGRAFI%20KAWASAN%20TIMUR%20TENGAH.htm#_ftnref2" name="_ftn2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-themecolor: text1;"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;
Ahmad al-Husairy, &lt;i&gt;Sejarah Islam sejak
Zaman Nabi Adam Hingga Abad XX&lt;/i&gt;, (Terjemahan dari &lt;i&gt;At-Tarikh al-Islamy&lt;/i&gt;), cetakan keempat (Jakarta: Akbar, 2006), h.
4-8.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div id="ftn3"&gt;
&lt;div class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;
&lt;a href="file:///C:/Users/Zainul%20Hal/Documents/HISTORIOGRAFI%20KAWASAN%20TIMUR%20TENGAH.htm#_ftnref3" name="_ftn3" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-themecolor: text1;"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;
Ahmad al-Husairy, menyebut periode Dunia Islam Kontemporer dimulai sejak tahun
1922-2000, karena penulisan buku &lt;i&gt;Tarikh
al-Islamy&lt;/i&gt; yang ia tulis, diakhiri sampai kondisi umat Islam pada tahun
2000. Buku tersebut juga ditulis dan diterbitkan pada tahun 2000.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div id="ftn4"&gt;
&lt;div class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;
&lt;a href="file:///C:/Users/Zainul%20Hal/Documents/HISTORIOGRAFI%20KAWASAN%20TIMUR%20TENGAH.htm#_ftnref4" name="_ftn4" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-bidi-font-family: Arial; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-themecolor: text1;"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;
Harun Nasution, &lt;i&gt;Islam Ditinjau Dari
Berbagai Aspeknya&lt;/i&gt;, Jilid 1 (Jakarta: UI Press, 2011), h. 50.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoFootnoteText" style="text-align: right; text-indent: 36pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Selesai.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoFootnoteText" style="text-align: right; text-indent: 36pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Sebelumnya : &lt;i&gt;&lt;a href="http://www.mymirrorlife.net/2015/01/4-pengertian-peradaban-dan-kebudayaan.html" target="_blank"&gt;4. Pengertian Peradaban dan Kebudayaan&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoFootnoteText" style="text-align: right; text-indent: 36pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div id="ftn4"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://mymirrorlife.blogspot.com/2015/01/demografi-etnografi-dan-historiografi_6.html</link><author>noreply@blogger.com (Zainul Hal)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiOj74_3k-f7Y9taaOF2U99I7FjTwsbvtFLEjFxt6FfwBAxQjKgGf0DxCTwN69Ia6fqcvPHW0r0-BG32xXKfxZycmlnWhV5VMX4zIaaLc0iHfjRavDYKor_3WCYTkVxHnlxj19spzyJz0yX/s72-c/Periodisasi+Sejarah.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3935287907092622716.post-2359128262884780102</guid><pubDate>Tue, 06 Jan 2015 15:31:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-01-06T23:19:43.542+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">KPTTI</category><title>Demografi, Etnografi dan Historiografi Timur Tengah [bag.4]</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgNnzWb4UZyLUI_em5v_hkCBba1VetKwnkBpyP9PRqQPNq62tt0gX7sD4aQaFGTR0gDeOCsZ_wOb0d7gYk1RsQuwAnd1oo5JDk4NnH4iCsUnmbwEuab-F8PDLTAlr_w0juzyGcpL72NsWdS/s1600/Peradaban+dan+Kebudayaan.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Peradaban dan Kebudayaan" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgNnzWb4UZyLUI_em5v_hkCBba1VetKwnkBpyP9PRqQPNq62tt0gX7sD4aQaFGTR0gDeOCsZ_wOb0d7gYk1RsQuwAnd1oo5JDk4NnH4iCsUnmbwEuab-F8PDLTAlr_w0juzyGcpL72NsWdS/s1600/Peradaban+dan+Kebudayaan.jpg" height="202" title="Peradaban dan Kebudayaan" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;4.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-weight: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Pengertian
Peradaban &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US;"&gt;dan &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Kebudayaan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpFirst" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Secara harfiah
“kebudayaan” berasal dari kata “budi” dan “daya” ditambah awalan “ke” dan
akhiran “an”. Budi berarti akal dan budaya berarti kekuatan.&lt;a href="file:///C:/Users/Zainul%20Hal/Documents/HISTORIOGRAFI%20KAWASAN%20TIMUR%20TENGAH.docx#_ftn1" name="_ftnref1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;
Sedangkan peradaban berasal dari kata bahasa Arab “adab” berarti bernilai
tinggi.&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;a href="file:///C:/Users/Zainul%20Hal/Documents/HISTORIOGRAFI%20KAWASAN%20TIMUR%20TENGAH.docx#_ftn2" name="_ftnref2" title=""&gt;[2]&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="file:///C:/Users/Zainul%20Hal/Documents/HISTORIOGRAFI%20KAWASAN%20TIMUR%20TENGAH.docx#_ftn2" name="_ftnref2" title=""&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpFirst" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Peradaban adalah
terjemah dari kata Arab “al-hadharah” kata Arab ini sering juga diterjemahkan
ke dalam bahasa indonesia dengan “kebudayaan”. Kebudayaan dalam bahasa Arab
adalah &lt;i&gt;al-tsaqafah. &lt;/i&gt;Di indonesia, sebagaimana juga di Arab dan Barat,
masih banyak orang yang mensinonimkan dua kata “kebudayaan” (Arab, &lt;i&gt;al-tsaqafah&lt;/i&gt;;
Inggris, &lt;i&gt;culture&lt;/i&gt;) dan “peradaban” (Arab, &lt;i&gt;al-hadharah;&lt;/i&gt; Inggris, &lt;i&gt;civilization&lt;/i&gt;).
Dalam perkembangan ilmu antropologi sekarang, kedua istilah itu dibedakan.
Kebudayaan adalah bentuk ungkapan tentang semangat mendalam suatu masyarakat.
Sedangkan, manifestasi-manifestasi kemajuan mekanisme dan teknologis lebih
berkaitan dengan peradaban. Kalau kebudayaan lebih banyak direflesikan dalam
seni, sastra, religi (agama), dan moral, maka peradaban terefleksi dalam
politik, ekonomi dan teknologi.&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;a href="file:///C:/Users/Zainul%20Hal/Documents/HISTORIOGRAFI%20KAWASAN%20TIMUR%20TENGAH.docx#_ftn3" name="_ftnref3" title=""&gt;[3]&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="file:///C:/Users/Zainul%20Hal/Documents/HISTORIOGRAFI%20KAWASAN%20TIMUR%20TENGAH.docx#_ftn3" name="_ftnref3" title=""&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Menurut
Koentjaraningrat, kebudayaan paling tidak memiliki tiga wujud, (1) wujud ideal,
yaitu wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks ide-ide, gagasan, nilai-nilai,
norma-norma, peraturan, dan sebagainya, (2) wujud kelakuan, yaitu wujud
kebudayaan sebagai suatu kompleks aktivitas kelakuan berpola dari manusia dalam
masyarakat, dan (3) wujud benda, yaitu wujud kebudayaan sebagai benda-benda
hasil karya.&lt;a href="file:///C:/Users/Zainul%20Hal/Documents/HISTORIOGRAFI%20KAWASAN%20TIMUR%20TENGAH.docx#_ftn4" name="_ftnref4" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;
Sedangkan, istilah peradaban biasanya dipakai untuk bagian-bagian dan
unsur-unsur dari kebudayaan yang halus dan indah. Menurutnya, peradaban sering
juga dipakai untuk menyebut suatu kebudayaan yang mempunyai sistem teknologi,
seni, bangunan, seni rupa, sistem kenegaraan dan ilmu pengetahuan yang maju dan
kompleks.&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;a href="file:///C:/Users/Zainul%20Hal/Documents/HISTORIOGRAFI%20KAWASAN%20TIMUR%20TENGAH.docx#_ftn5" name="_ftnref5" title=""&gt;[5]&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="file:///C:/Users/Zainul%20Hal/Documents/HISTORIOGRAFI%20KAWASAN%20TIMUR%20TENGAH.docx#_ftn5" name="_ftnref5" title=""&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Kebudayaan
menurut Badri Yatim jika merujuk pada definisi yang pertama adalah wujud ideal
dalam definisi koentjaraningrat, sementara menurut definisi terakhir,
kebudayaan mencakup juga peradaban, tetapi tidak sebaliknya.&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;a href="file:///C:/Users/Zainul%20Hal/Documents/HISTORIOGRAFI%20KAWASAN%20TIMUR%20TENGAH.docx#_ftn6" name="_ftnref6" title=""&gt;[6]&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="file:///C:/Users/Zainul%20Hal/Documents/HISTORIOGRAFI%20KAWASAN%20TIMUR%20TENGAH.docx#_ftn6" name="_ftnref6" title=""&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpLast" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Dari semua
definisi kebudayaan yang telah dibuat oleh para ahlinya, dapat disimpulakan
bahwa kebudayaan yaitu penjelmaan (manifestasi) akal dan rasa manusia; hal mana
berarti pula bahwa manusialah yang menciptakan kebudayaan, atau dengan kata
lain bahwa kebudayaan bersumber kepada manusia.&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;a href="file:///C:/Users/Zainul%20Hal/Documents/HISTORIOGRAFI%20KAWASAN%20TIMUR%20TENGAH.docx#_ftn7" name="_ftnref7" title=""&gt;[7]&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="file:///C:/Users/Zainul%20Hal/Documents/HISTORIOGRAFI%20KAWASAN%20TIMUR%20TENGAH.docx#_ftn7" name="_ftnref7" title=""&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpLast" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;2.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-weight: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Sumber-Sumber Manuskrip&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpFirst" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Dalam
penulisan historigrafi Timur Tengah dan Islam, para sejarawan selain bersumber
dari al-Qur’an dan Hadits, juga mendapatkan kontribusi berarti dari warisan
kuno budaya Arab berupa &lt;i&gt;al-Anshab &lt;/i&gt;dan
&lt;i&gt;al-Ayyam&lt;/i&gt; yang merupakan instrumen
pewarisan turun-temurun tentang cerita kepahlawanan seseorang, kemenangan di
medan perang serta tuturan dan sedikit catatan tentang silsilah keluarga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpFirst" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpLast" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Hadits
menempati posisi yang sangat krusial sebagai tambang informasi bagi
historiografi awal Islam. Karena kebangkitan penulisan sejarah sejak awal
Islam, merupakan bagian integral dari perkembangan kebudayaan Islam umumnya;
historiografi Islam berkaitan erat dengan kebangkitan disiplin hadits.
Penulisan hadits dapat dikatakan sebagai cikal bakal penulisan sejarah. Dari
hasil penulisan hadits-hadits Nabi itu, para sejarawan segera memperluas
cakupan sejarah. Mereka mengembangkannya kepada riwayat-riwayat yang berkenaan
dengan perang-perang Nabi (&lt;i&gt;al-Maghazi&lt;/i&gt;),
biografi (&lt;i&gt;sirah&lt;/i&gt;), biografi perawi
hadits (&lt;i&gt;asma al-rijal&lt;/i&gt;) dan
semacamnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpLast" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;a.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Al-Maghazi&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Al-Maghazi&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;
berasal dari kata &lt;i&gt;ghazwah&lt;/i&gt; (ekspedisi
militer) yang dari sudut pandang sejarah berarti perang dan penyerangan militer
yang dilakukan Nabi Muhammad saw. &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Belakangan,
makna kata ini sering diperluas untuk mencakup seluruh misi kerasulannya.
Karena itu, terdapat hubungan erat atau bahkan tumpang tindih antara &lt;i&gt;maghazi&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;sirah&lt;/i&gt;, tetapi &lt;i&gt;al-Maghazi &lt;/i&gt;merupakan
studi paling awal tentang sejarah kehidupan Nabi yang dilakukan beberapa
sahabat terkemuka. Mereka mengumpulkan hadits historis yang beredar pada masa
mereka. Koleksi mereka inilah yang kemudian menjadi data penting bagi para
tabi’in.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="SV" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="SV" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Penulis pertama&amp;nbsp;&lt;i&gt;maghazi&amp;nbsp;&lt;/i&gt;adalah&amp;nbsp;&amp;nbsp;Aban
Ibn 'Usman ibn 'Affan, karenanya dapat disebut sebagai simbol peralihan dari
penulisan hadits kepada pengkajian&amp;nbsp;&lt;i&gt;al-maghazi&lt;/i&gt;.&amp;nbsp;Penanganan
lebih lengkap atas&amp;nbsp;&lt;i&gt;maghazi&lt;/i&gt;&amp;nbsp;dilakukan 'Urwah ibn Zubayr yang
menulis kitab lebih baik tentang&amp;nbsp;&lt;i&gt;maghazi&lt;/i&gt;, dan kerenanya ia sering
dipandang sebagai pendiri studi&amp;nbsp;&lt;i&gt;maghazi.&lt;/i&gt;&amp;nbsp;Dari
tulisan-tulisannya itu tampaknya Urwah menulis tentang &lt;i&gt;al-maghazi-&lt;/i&gt;nya
secara berurutan mulai dari turunnya wahyu, mulai dakwah, hijrah ke Habasyah,
hijrah ke Madinah, dilanjutkan dengan aktivitas-aktivitas di Madinah seperti
akspedisi Abdullah ibn Jahsy, perang Badar, Perang Qainuqa', Perang Khandaq,
Perang Bani Quraizhah, Perjanjian Hudaibiyah, ekspedisi Mu'tah, penaklukan Kota
Mekah, Perang Hunayn, Perang al-Tha'if, beberapa surat yang dikirim Nabi, dan
hari-hari terakhir hayat Rasulullah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="SV" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;b.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Sirah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpFirst" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="SV" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Selain&amp;nbsp;&lt;i&gt;al-maghazi,&amp;nbsp;&lt;/i&gt;bentuk
historiografi awal adalah&amp;nbsp;&lt;i&gt;sirah&lt;/i&gt;. Penulisan sirah lahir dari aliran
Madinah bersamaan dengan lahirnya&amp;nbsp;&lt;i&gt;maghaz&lt;/i&gt;i. Adapun penulis &lt;i&gt;sirah&amp;nbsp;&lt;/i&gt;adalah
Muhammad ibn Muslim ibn Syihab Al-Zuhri, yang melakukan studi&amp;nbsp;&lt;i&gt;maghazi&lt;/i&gt;&amp;nbsp;dalam
cara yang lebih sesuai dengan metode penelitian sejarah. Al-Zuhri adalah orang
pertama yang dapat disebut sebagai sejarawan yang sebenarnya dimasa awal ini
dan telah menempatkan sejarah pada landasan yang jelas dan menggambarkan
orientasi studi sejarah.&amp;nbsp;Ia adalah orang pertama yang memakai
istilah&amp;nbsp;&lt;i&gt;sirah&lt;/i&gt;, merekonstruksi sirah Nabi dengan struktur yang baku
dan menggariskan kerangka dalam bentuk yang jelas. Ia juga memulai
penulisan&amp;nbsp;&lt;i&gt;sirah &lt;/i&gt;dengan materi-materi yang berhubungan dengan
kehidupan Nabi sebelum kenabian, silsilah keturunannnya, penyebutan tanda-tanda
kenabian, turunnya wahyu pertama, peristiwa-peristiwa penting pada periode
Mekah, dan setelah itu hijrah dan peristiwa-peristiwa penting pada periode
Madinah sampai wafatnya Rasulullah.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpLast" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="SV" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Pengarang&amp;nbsp; &lt;i&gt;sirah&lt;/i&gt;&amp;nbsp;yang
lain adalah Ibn Sa'd yang menulis dua buku,&amp;nbsp;&lt;i&gt;Kitab Akhbar al-Nabi&lt;/i&gt;&amp;nbsp;dan&amp;nbsp;&lt;i&gt;Kitab
Thabaqat al-Kabir&lt;/i&gt;. Dalam pendahuluan buku ini mengungkapkan sejarah
nabi-nabi terdahulu, diikuti riwayat masa kanak-kanak Nabi Muhammad&amp;nbsp;sampai
hijrah ke Madinah. Sementara pada buku yang lain mengabadikan pada
pertempuran-pertempuran yang dihadapi nabi atau&amp;nbsp;&lt;i&gt;maghazi&lt;/i&gt;&amp;nbsp;dalam
pengertian sempit. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpLast" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="SV" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;c.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Asma’ al-rijal&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpFirst" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="SV" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Literatur hadits
menghasilkan tidak hanya&amp;nbsp;&lt;i&gt;maghazi&amp;nbsp;&lt;/i&gt;dan&amp;nbsp;&lt;i&gt;sirah&lt;/i&gt;&amp;nbsp;Nabi,
tetapi juga biografi para sahabat,&amp;nbsp;&lt;i&gt;tabi'in&lt;/i&gt;&amp;nbsp;dan&amp;nbsp;&lt;i&gt;tabi'it
tabi'in&lt;/i&gt;. Biografi semacam ini secara umum dikenal sebagai&amp;nbsp;&lt;i&gt;asma'
al-rijal&lt;/i&gt;—yang secara harfiah berarti "nama-nama para tokoh".&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpFirst" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="SV" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="SV" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Penulis pertama &lt;i&gt;asma'
al-rijal&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;adalah&amp;nbsp;Layts ibn Sa'ad yang mempunyai reputasi
sebagai&amp;nbsp;&lt;i&gt;fuqaha&lt;/i&gt;&amp;nbsp;dan&amp;nbsp;&lt;i&gt;muhaddits&amp;nbsp;&lt;/i&gt;yang terpandang
dari mazhab Maliki. Ia menyusun sebuah kitab berjudul&amp;nbsp;&lt;i&gt;Kitab Al-Tarikh&lt;/i&gt;.
Di antara karya dalam bidang ini pada abad kedua Hijriyah adalah kitab&amp;nbsp;&lt;i&gt;al-Thabaqat&lt;/i&gt;,&amp;nbsp;&lt;i&gt;Kitab
Ta'rikh al-Fuqaha wa al-Muhadditsin&lt;/i&gt; dan&amp;nbsp;&lt;i&gt;kitab Tasmiyat al-Fuqaha wa
al-Muhadditsin&lt;/i&gt;. Yang terpenting di antara mereka adalah&amp;nbsp;&lt;i&gt;Thabaqat
al-Fuqaha wa Al-Muhadditsin&amp;nbsp;&lt;/i&gt;karya Al-Haytam ibn 'Adi. yang merupakan
sumber penting bagi penulis-penulis belakangan, seperti Ibn Sa'ad (w.230/844),
Ibn Al-Khayyat (w. 240/854), dan lain-lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="SV" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="SV" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Salah satu
karya&amp;nbsp;&lt;i&gt;asma' al-rijal&lt;/i&gt;&amp;nbsp;terpenting adalah kitab Ibn Sa'ad
berjudul Kitab&amp;nbsp;&lt;i&gt;Thabaqat Al-Kabir &lt;/i&gt;yang segera diikuti oleh&amp;nbsp;&lt;i&gt;Kitab Al-Ta'rikh Al-Kabir&lt;/i&gt;&amp;nbsp;karya
Al-Bukhari. Al-Bukhari diikuti banyak pengarang dalam berbagai periode sejarah
Islam, sehingga menghasilkan literatur&amp;nbsp;&lt;i&gt;asma' al-rijal&lt;/i&gt;&amp;nbsp;yang
luar biasa banyak. Diantara yang terpenting adalah Ibn Al-Atsir&amp;nbsp; dengan karyanya&amp;nbsp;&lt;i&gt;Usd Al-Ghabah&lt;/i&gt; dan
Ibn Hajar Al-Asqalani dengan karya-karya komprehensif dalam bidang ini,
berjudul&amp;nbsp;&lt;i&gt;al-Ishabah fi Tamyiz al-Shahabah&amp;nbsp;&lt;/i&gt;dan&amp;nbsp;&lt;i&gt;Tahdzib
al-Tahzhib&lt;/i&gt;. Ketiga karya ini pada umumnya diterima muhadditsun sebagai
otoritas yang terpercaya dalam&amp;nbsp;&lt;i&gt;asma' al-rijal.&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="SV" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="SV" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Karya-karya&amp;nbsp;&lt;i&gt;asma'
al-rijal&lt;/i&gt;&amp;nbsp;jelas membentuk pertumbuhan historiografi awal Islam.
Berbagai kamus biografi yang disebutkan di atas sangat diperlukan bagi setiap
orang yang ingin menulis sejarah Islam pada masa-masa awal. Konsepsi kamus
biografi semacam itu menandai perkembangan baru dalam seni sejarah sekaligus
mengilustrasikan hubungan yang erat antara sejarah dengan ilmu hadits, karena
ia semula dukumpulkan terutama untuk kepentingan kritik hadits.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;br clear="all" /&gt;
&lt;hr align="left" size="1" width="33%" /&gt;
&lt;!--[endif]--&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;div id="ftn1"&gt;
&lt;div class="MsoFootnoteText" style="text-indent: 36.0pt;"&gt;
&lt;a href="file:///C:/Users/Zainul%20Hal/Documents/HISTORIOGRAFI%20KAWASAN%20TIMUR%20TENGAH.docx#_ftnref1" name="_ftn1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi; mso-themecolor: text1;"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt; Musyrifah Sunanto, &lt;i&gt;Sejarah Islam Klasik Perkembangan
Ilmu Pengetahuan Islam,&lt;/i&gt; Jakarta: Kencana, 2011, hal. 3.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div id="ftn2"&gt;
&lt;div class="MsoFootnoteText" style="text-indent: 36.0pt;"&gt;
&lt;a href="file:///C:/Users/Zainul%20Hal/Documents/HISTORIOGRAFI%20KAWASAN%20TIMUR%20TENGAH.docx#_ftnref2" name="_ftn2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi; mso-themecolor: text1;"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt; Ibid.,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div id="ftn3"&gt;
&lt;div class="MsoFootnoteText" style="text-indent: 36.0pt;"&gt;
&lt;a href="file:///C:/Users/Zainul%20Hal/Documents/HISTORIOGRAFI%20KAWASAN%20TIMUR%20TENGAH.docx#_ftnref3" name="_ftn3" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi; mso-themecolor: text1;"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt; Effat al-Sharqawi, &lt;i&gt;filsafat kebudayaan islam&lt;/i&gt;,
Bandung: Penerbit Pustaka, 1986, hal.5.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div id="ftn4"&gt;
&lt;div class="MsoFootnoteText" style="text-indent: 36.0pt;"&gt;
&lt;a href="file:///C:/Users/Zainul%20Hal/Documents/HISTORIOGRAFI%20KAWASAN%20TIMUR%20TENGAH.docx#_ftnref4" name="_ftn4" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi; mso-themecolor: text1;"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt; Koentjaraningrat, &lt;i&gt;Kebudayaan, Mentalitas, dan
Pembangunan&lt;/i&gt;, Jakarta: Gramedia, 1985, hal. 5.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div id="ftn5"&gt;
&lt;div class="MsoFootnoteText" style="text-indent: 36.0pt;"&gt;
&lt;a href="file:///C:/Users/Zainul%20Hal/Documents/HISTORIOGRAFI%20KAWASAN%20TIMUR%20TENGAH.docx#_ftnref5" name="_ftn5" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi; mso-themecolor: text1;"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt; Ibid., hal. 10.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div id="ftn6"&gt;
&lt;div class="MsoFootnoteText" style="text-indent: 36.0pt;"&gt;
&lt;a href="file:///C:/Users/Zainul%20Hal/Documents/HISTORIOGRAFI%20KAWASAN%20TIMUR%20TENGAH.docx#_ftnref6" name="_ftn6" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi; mso-themecolor: text1;"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[6]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt; Badri Yatim, &lt;i&gt;Sejarah Peradaban Islam Dirasah
Islamiyah&lt;/i&gt;, Jakarta: Logos, Cet ke 23, 2011, hal. 2.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div id="ftn7"&gt;
&lt;div class="MsoFootnoteText" style="text-indent: 36.0pt;"&gt;
&lt;a href="file:///C:/Users/Zainul%20Hal/Documents/HISTORIOGRAFI%20KAWASAN%20TIMUR%20TENGAH.docx#_ftnref7" name="_ftn7" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi; mso-themecolor: text1;"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[7]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt; A. Hasjmy, &lt;i&gt;Sejarah Kebudayaan Islam&lt;/i&gt;, Jakarta:
Bulan Bintang, 1393, hal. 14.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoFootnoteText" style="text-indent: 36.0pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoFootnoteText" style="text-indent: 36.0pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoFootnoteText" style="text-indent: 36.0pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoFootnoteText" style="text-align: right; text-indent: 36pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Bersambung...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoFootnoteText" style="text-align: right; text-indent: 36pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Lanjut baca : &lt;i&gt;&lt;a href="http://www.mymirrorlife.net/2015/01/demografi-etnografi-dan-historiografi_6.html" target="_blank"&gt;6. Periodisasi Sejarah&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoFootnoteText" style="text-align: right; text-indent: 36pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoFootnoteText" style="text-align: right; text-indent: 36pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times New Roman, serif; font-size: large;"&gt;Sebelumnya : &lt;i&gt;&lt;a href="http://www.mymirrorlife.net/2015/01/historiografi-kawasan-timur-tengah.html" target="_blank"&gt;Historiografi Kawasan Timur Tengah&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoFootnoteText" style="text-align: right; text-indent: 36pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times New Roman, serif; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoFootnoteText" style="text-align: right; text-indent: 36pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://mymirrorlife.blogspot.com/2015/01/4-pengertian-peradaban-dan-kebudayaan.html</link><author>noreply@blogger.com (Zainul Hal)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgNnzWb4UZyLUI_em5v_hkCBba1VetKwnkBpyP9PRqQPNq62tt0gX7sD4aQaFGTR0gDeOCsZ_wOb0d7gYk1RsQuwAnd1oo5JDk4NnH4iCsUnmbwEuab-F8PDLTAlr_w0juzyGcpL72NsWdS/s72-c/Peradaban+dan+Kebudayaan.jpg" width="72"/><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3935287907092622716.post-1657001099989341990</guid><pubDate>Tue, 06 Jan 2015 07:53:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-01-06T22:44:12.921+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">KPTTI</category><title>Demografi, Etnografi dan Historiografi Timur Tengah [bag.3]</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiIA9ScKU7VHesasqNI2nwHk3J6fw-YtWW29S_jaP4x_hR5U8eAEulGw5XfnsGooRbUtKyX3V6Tsrybsm8CzFJU3GChoYlcsmoZNzTj9mjRuLCPm7FCwqyrtUu-HPMPuV1QXK4Afys9qsxA/s1600/Historiografi+Timteng.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Historiografi Kawasan Timur Tengah" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiIA9ScKU7VHesasqNI2nwHk3J6fw-YtWW29S_jaP4x_hR5U8eAEulGw5XfnsGooRbUtKyX3V6Tsrybsm8CzFJU3GChoYlcsmoZNzTj9mjRuLCPm7FCwqyrtUu-HPMPuV1QXK4Afys9qsxA/s1600/Historiografi+Timteng.jpg" height="202" title="Historiografi Kawasan Timur Tengah" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;B.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-weight: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Historiografi Kawasan Timur Tengah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpFirst" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Menggubah sya’ir merupakan salah satu budaya dan tradisi yang sampai saat ini selalu dipelihara oleh orang-orang yang hidup di kawasan Timur Tengah khusunya bangsa Arab, tak jarang sya’ir yang sudah menjadi tradisi tersebut diperlombakan, &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;kemudian pemenang dari perlombaan tersebut akan mendapatkan penghormatan dengan digantungnya karya yang telah dihasilkan pada dinding Ka’bah. Melalui tradisi sastra inilah diketahui beberapa peristiwa-peristiwa besar yang pernah terjadi. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;D&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;an nilai-nilai yang me&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;n&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;yertai peristiwa penting itu juga mereka abadikan melalui kisah, dongeng, nasab, nyanyian, sya’ir dan sebagainya&lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3935287907092622716#_ftn1" name="_ftnref1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpFirst" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Penulisan-penulisan dongeng serta kisah-kisah yang telah terjadi itulah yang disebut dengan sejarah, yaitu &lt;i&gt;histoire-recité &lt;/i&gt;‘sejarah sebagaimana yang dikisahkan serta mencoba untuk menangkap dan memahami &lt;i&gt;histoire-realité &lt;/i&gt;‘sejarah sebagaimana yang terjadi’. &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Histoire-recité &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US;"&gt;itulah yang disebut sebagai historiografi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;Kata ”historiografi”merupakan gabungan dari dua kata, yaitu &lt;i&gt;history&lt;/i&gt; yang berarti sejarah dan &lt;i&gt;grafi&lt;/i&gt; yang berarti deskripsi/penulisan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3935287907092622716#_ftn2" name="_ftnref2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;History &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;berasal dari kata benda Yunani ”istoria” yang berarti ilmu. Yang pada perkembangan selanjutnya lebih banyak digunakan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;u&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;ntuk pemaparan mengenai gejala-gejala, terutamam tentang keadaan manusia, dalam urutan kronologis&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3935287907092622716#_ftn3" name="_ftnref3" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: FreeSans;"&gt; Saat ini “&lt;i&gt;History&lt;/i&gt;” menurut definisi yang paling umum berarti “masa lampau umat manusia”.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-font-family: FreeSans;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: FreeSans;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-font-family: FreeSans;"&gt;P&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: FreeSans;"&gt;enulisan sejarah dipandang sangatlah penting karena salah satu m&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;anfaat dari suatu penulisan sejarah &lt;i&gt;History as written&lt;/i&gt; atau Historiografi adalah seorang sajarawan mampu membedakan antara data-data yang bersifat fakta atau fiksi, yang sangat perlu untuk menyempurnakan karya penulisan sejarah. misalnya ketika seorang sejarawan mempelajari penulisan sejarah yang bersifat magis, seperti cerita rakyat.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-font-family: FreeSans;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Namun, menurut pandangan kami penulisan sejarah akan selalu mengalami perubahan atau akan selalu dire&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US;"&gt;v&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;isi mengingat dalam sebuah penulisan seorang sejarawan tentunya memiliki latar belakang penulisan sejarah biasanya penulisan sejarah dipengaruhi oleh keadaan zaman dan lingkungan kebudayaan.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-font-family: FreeSans;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpLast" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Sebagaiman&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US;"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt; kita ketahui bersama bahwa bangsa Timur Tengah atau lebih dikenal dengan bangsa Arab&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: SV; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt; sebelum Islam dan pada awal kebangkitan Islam tidak menulis sejarah. Ada dua faktor yang menyebabkan mereka tidak menulis sejarah tersebut. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;P&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: SV; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;ertama, karena mayoritas mereka adalah orang-orang yang buta aksara. Kedua, anggapan mereka bahwa kekuatan mengingat lebih terhormat daripada menulis. Sehingga semua peristiwa hanya diingat dan diceritakan berulang-ulang.&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3935287907092622716#_ftn4" name="_ftnref4" title=""&gt;[4]&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3935287907092622716#_ftn4" name="_ftnref4" title=""&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: FreeSans;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpLast" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: SV; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;1.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-weight: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: SV; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Historiografi Arab Pra Islam&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpFirst" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: SV; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Adapun sejarah Arab pra Islam yang dapat dipercaya adalah peninggalan-peninggalan arkeologis yang masih dapat ditemukan didaerah Yaman, Hadhramaut, sebelah utara Hijaz dan sebelah selatan Syiria.&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3935287907092622716#_ftn5" name="_ftnref5" title=""&gt;[5]&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3935287907092622716#_ftn5" name="_ftnref5" title=""&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpFirst" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: SV; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: SV; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Untuk mengetahui secara mendalam sejarah perjalanan dan warisan asli penduduk Jazirah Arab pada masa Jahiliyah, maka hanya tradisi lisan yang bisa ditelusuri, karena orang-orang Arab pra Islam telah mengenal tradisi yang menyerupai bentuk sejarah lisan tersebut, baik yang dikenal dengan &lt;i&gt;al Ayyam&lt;/i&gt; maupun &lt;i&gt;al Ansab.&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3935287907092622716#_ftn6" name="_ftnref6" title=""&gt;[6]&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3935287907092622716#_ftn6" name="_ftnref6" title=""&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: SV; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: SV; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Al- Ayyam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;Adapun yang dimaksud dengan &lt;i&gt;ayyam al Arab &lt;/i&gt;perang-perang antar kabilah Arab. Dikalangan kabilah Arab Jahiliyah sangat sering terjadi perang antar kabilah baik disebabkan perselisihan untuk memilih pemimpin, perebutan sumber air dan perebutan padang rumput untuk pengembalaan binatang ternak. &lt;i&gt;Ayyam al Arab&lt;/i&gt; sendiri secara etimologi memiliki arti hari-hari penting bangsa Arab. Disebut demikian karena peperangan tersebut hanya tejadi disiang hari sementara pada malam harinya mereka berhenti berperang dan beristiharat untuk menanti hari esok dan melanjutkan perang kembali.&lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3935287907092622716#_ftn7" name="_ftnref7" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[7]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;Sedangkan &lt;i&gt;al-ayyam &lt;/i&gt;sendiri berbentuk kumpulan cerita-cerita yang berbentuk lisan yang merajuk kepada soal-soal yang berkaitan dengan kegiatn-kegiatan masyarakat arab di zaman &lt;i&gt;jahiliyah&lt;/i&gt;. Segala kegiatan dan tanggung jawabnya adalah takluk sepenuhnya kepada suku-suku yang terlibat&lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3935287907092622716#_ftn8" name="_ftnref8" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[8]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;Pengaruh &lt;i&gt;al-ayyam&lt;/i&gt; sangatlah kuat sehingga mampu bertahan hingga abad 8 Masehi atau 2 Hijriyah&lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3935287907092622716#_ftn9" name="_ftnref9" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[9]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; kisah-kisah &lt;i&gt;al-ayyam&lt;/i&gt; mengandung ciri-ciri sejarah namun pada dasarnya ia tidak dirancang untuk menghasilkan bahan sejarah. Tujuan utama penulisan &lt;i&gt;al- ayyam&lt;/i&gt; sebenarnya adalah untuk memperkembangkan ilmu kesusasteraan. Kebanyakan ahli- ahli sejarah enggan menerima &lt;i&gt;al-ayyam&lt;/i&gt; sebagai fakta sejarah karena &lt;i&gt;al-ayyam&lt;/i&gt; sendiri berbentuk puisi dan legenda dan dipindahkan secara oral kepada sastra yang berbau kedaerahan dan kesukuan.&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3935287907092622716#_ftn10" name="_ftnref10" title=""&gt;[10]&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3935287907092622716#_ftn10" name="_ftnref10" title=""&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;Namun sebenarnya apa yang lebih penting di sini adalah tentang kesan dan pengaruh &lt;i&gt;al- ayyam&lt;/i&gt; dalam penulisan sejarah. Ramai diantara ahli-ahli bahasa Arab, ahli keturunan dan sejarawan Islam seperti Abu Ubaidah, Ibnu Qutaibah, al- Mada’ini, al-Isfahani, dan Ibn al-Atir telah dipengaruhi &lt;i&gt;al-ayyam&lt;/i&gt;. Dalam konteks ini Haji Khilafah dalam bukunya menyatakan bahwa &lt;i&gt;al-ayyam&lt;/i&gt; adalah salah satu sumber terpenting bagi sejarah Islam.&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3935287907092622716#_ftn11" name="_ftnref11" title=""&gt;[11]&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3935287907092622716#_ftn11" name="_ftnref11" title=""&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpLast" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: SV; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Ciri-ciri umum &lt;i&gt;ayya&lt;/i&gt;m:&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;1.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: SV; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Perhatian dicurahkan pada kabilah Arab. Kisah peperangan disampaikan secara lisan dalam bentuk prosa yang diselingi syair.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;2.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: SV; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Riwayat atau kisah kabilah diturunkan secara lisan, sehingga menjadi milik bersama kabilah yang bersangkutan.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;3.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: SV; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Tidak teraturnya kronologi dan waktu.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;4.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: SV; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Objektifitasnya diragukan karena mengagungkan satu kabilah dan merendahkan kabilah lain. &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;5.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: SV; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Disamping sebagian informasinya tidak faktual, masih tetap bisa ditemukan fakta-fakta yang menunjukan kebenaran sejarah.&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3935287907092622716#_ftn12" name="_ftnref12" title=""&gt;[12]&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3935287907092622716#_ftn12" name="_ftnref12" title=""&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: SV; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Al-Ansab&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpLast" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: SV; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Al-ansab&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: SV; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; merupakan satu cabang pengetahuan yang dianggap sangat penting sehingga setiap kabilah menghafal seilsilahnya agar silsilah tersebut tetap murni dan menjadi kebanggaan terhadap kabilah lain. Meskipun didalam &lt;i&gt;al Ansab&lt;/i&gt; ada petunjuk sejarah, namun tidak bisa dikatakan bahwa ini adalah ekspresi kesadaran bangsa Arab terhadap sejarah&lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3935287907092622716#_ftn13" name="_ftnref13" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[13]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, karena: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;1.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: SV; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Pada masa pra Islam perhatian terhadap silsalah belum mengambil tradisi tulis baru sebatas hafalan. &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;2.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: SV; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Pengetahuan tentang silsilah akan lenyap jika tidak ada yang menghafalnya &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;3.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: SV; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Hafalan mereka tentang nasab-nasab bercampur dengan mitos&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;4.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: SV; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Tradisi ini tidak menyebar pada sejarah ”umum” yang \meliputi setiap kabilah, karena mereka memang belum mengenal tanah air.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;5.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: SV; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Perhatian orang-orang Arab terhadap nasab semakin berlanjut, walaupun Rsulllah saw telah melarang umatnya untuk berbangga-bangga dengan kabilah.&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3935287907092622716#_ftn14" name="_ftnref14" title=""&gt;[14]&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3935287907092622716#_ftn14" name="_ftnref14" title=""&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: SV; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: SV; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Sedangkan al-anshab adalah &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US;"&gt;b&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;entuk tradisi sebelum Islam yang mengandung sejarah lainnya adalah &lt;i&gt;al-Ansab&lt;/i&gt;, yang artinya adalah silsilah. &lt;i&gt;Al-Ansab&lt;/i&gt; adalah kata jamak dari kata nasab yang berarti silsilah (genealogi). Sejak masa Jahiliyah orang-orang Arab sangat memperhatikan dan memelihara pengetahuan tentang nasab. Ketika itu pengetahuan tentang nasab merupakan salah satu cabang yang di anggap penting. Setiap kabilah mengahfal silsilahnya, semua anggota keluargnya mengahafalnya agar tetap murni, dan silsilah itu dibanggakan terhadap kabilah lain.&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3935287907092622716#_ftn15" name="_ftnref15" title=""&gt;[15]&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3935287907092622716#_ftn15" name="_ftnref15" title=""&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;2.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-weight: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;Teori Historiografi Islam&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;Historiografi awal Islam pada dasarnya merupakan historiografi Arab yang berkembang dalam periode sejak Islam pertama kali disampaikan Nabi Muhammad SAW sampai abad ke-3 H., ketika historiografi Islam awal mengambil bentuk relatif mapan. sulit dibantah, bahwa historiografi awal ini mempunyai sumber dasar keagamaan. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Adalah Islam yang memberikan kesadaran sejarah kepada kaum muslim baik melalui al-Qur'an&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;dengan banyak ayat yang mendandung dimensi historis dan quasi-historis&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US;"&gt;- &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;maupun melalui Nabi Muhammad sendiri sebagai figur historis&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3935287907092622716#_ftn16" name="_ftnref16" title=""&gt;[16]&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3935287907092622716#_ftn16" name="_ftnref16" title=""&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;3.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-weight: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: SV; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Aliran-aliran Penulisan Sejarah Masa Awal Islam&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: SV; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Menurut Husain Nashshar, penulisan sejarah di awal kebangkitan Islam bisa dibagi menjadi tiga aliran yaitu : aliran Yaman, Aliran Madinah dan aliran Irak.&lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3935287907092622716#_ftn17" name="_ftnref17" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[17]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: SV; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;1.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: SV; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Aliran Yaman &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: SV; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Riwayat-riwayat tentang Yaman di masa silam kebanyakan dalam bentuk hikayat (cerita). Isinya adalah cerita-cerita khayal dan dongeng-dongeng kesukuan. Aliran ini merupakan kelanjutan dari corak sejarah sebelum Islam. Penulis pada aliran ini bisa dijuluki tukang hikayat sementara hasilnya bisa disebut sebagai novel sejarah. Karenanya para sejarawan tidak menilai hikayat-hikayatnya memiliki nilai sejarah.&lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3935287907092622716#_ftn18" name="_ftnref18" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[18]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;2.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Aliran Madinah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpFirst" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: SV; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Sejalan dengan riwayat perkembangannya, para sejarawan dalam aliran ini terdiri dari para ahli hadits dan hukum fiqih. Perkembangan dan orientasi aliran Madinah ini sangat ditentukan oleh usaha-usaha dari dua ulama dalam bidang ilmu fiqh dan hadits yaitu ; Urwan bin al-Zubair dan al-Zuhri muridnya. Ditangan al-Zuhri aliran Madinah semakin berkembang. Murid-murid al-Zuhri seperti Musa Ibn Uqbah dan Ibnu Ishaq melanjutkan langkahnya, tetapi sangat disayangkan bahwa Ibnu Ishak banyak mengambil bahan sejarahnya dari &lt;i&gt;isroiliyat&lt;/i&gt; sehingga nilai sejarah menjadi merosot kembali. Sangat jelas bahwa penulisan sejarah bermula dan sangat erat hubungannya dengan ilmu hadits, bahkan dapat dikatakan bahwa sejarah merupakan cabang dari ilmu hadits itu sendiri. Dimana pemaparan sejarahnya berkaitan tentang keadaan, peristiwa-peristiwa penting sejarah dalam kehidupan Nabi dan kaum muslimin pertama. Dalam hal ini ada gagasan tentang pentingnya pengetahuan tentang &lt;i&gt;sirah an nabawiyah&lt;/i&gt; dan pengalaman umat Islam.&lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3935287907092622716#_ftn19" name="_ftnref19" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[19]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: SV;"&gt;Perkembangan ilmu hadits ini berlangsung melalui periwayatan. Dari penulisan hadits-hadits nabilah para sejarawan mengembangkan cakupannya sehingga membentuk satu tema sejarah tersendiri.&lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3935287907092622716#_ftn20" name="_ftnref20" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;[20]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;br clear="all" /&gt;
&lt;hr align="left" size="1" width="33%" /&gt;
&lt;!--[endif]--&gt;  &lt;br /&gt;
&lt;div id="ftn1"&gt;
&lt;div class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;
&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi; mso-themecolor: text1;"&gt;&lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3935287907092622716#_ftnref1" name="_ftn1" title=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Agus Jaya, &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Tinjauan Kritis Terhadap &lt;i&gt;“Muqoddimah”&lt;/i&gt; Ibnu Khaldun&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;a href="http://syamsulnicotine.blogspot.com/2013/03/historiografi-islam.html"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi; mso-themecolor: text1;"&gt;http://syamsulnicotine.blogspot.com/2013/03/historiografi-islam.html&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt; diunduh pada 08 September 2013&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div id="ftn2"&gt;
&lt;div class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;
&lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3935287907092622716#_ftnref2" name="_ftn2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi; mso-themecolor: text1;"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Badri Yatim, &lt;i&gt;Historiografi Islam,&lt;/i&gt; Jakarta : Logos. 1997&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;. hal 1. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div id="ftn3"&gt;
&lt;div class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;
&lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3935287907092622716#_ftnref3" name="_ftn3" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi; mso-themecolor: text1;"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Louis Gottshalk, &lt;i&gt;Mengerti Sejarah&lt;/i&gt;, Jakarta : UI Press, 1986. hal. 27&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div id="ftn4"&gt;
&lt;div class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;
&lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3935287907092622716#_ftnref4" name="_ftn4" title=""&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Agus Jaya, &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Tinjauan Kritis Terhadap &lt;i&gt;“Muqoddimah”&lt;/i&gt; Ibnu Khaldun&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;a href="http://syamsulnicotine.blogspot.com/2013/03/historiografi-islam.html"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi; mso-themecolor: text1;"&gt;http://syamsulnicotine.blogspot.com/2013/03/historiografi-islam.html&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt; diunduh pada 08 September 2013&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div id="ftn5"&gt;
&lt;div class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;
&lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3935287907092622716#_ftnref5" name="_ftn5" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi; mso-themecolor: text1;"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt; &lt;i&gt;Ibid.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div id="ftn6"&gt;
&lt;div class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;
&lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3935287907092622716#_ftnref6" name="_ftn6" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi; mso-themecolor: text1;"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[6]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt; &lt;i&gt;Ibid.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div id="ftn7"&gt;
&lt;div class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;
&lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3935287907092622716#_ftnref7" name="_ftn7" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi; mso-themecolor: text1;"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[7]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Badri Yatim, &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Historiografi Islam,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt; Jakarta : Logos. 1997, hal 30.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div id="ftn8"&gt;
&lt;div class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;
&lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3935287907092622716#_ftnref8" name="_ftn8" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi; mso-themecolor: text1;"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[8]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Abdul Aziz ad-Durl, &lt;i&gt;Bath fi Nash’at Ilmu at-Tarikh inda al-Arab, &lt;/i&gt;Beirut: Daral-Sadir 1960, h. 16-18&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div id="ftn9"&gt;
&lt;div class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;
&lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3935287907092622716#_ftnref9" name="_ftn9" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi; mso-themecolor: text1;"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[9]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;i&gt;Ibid.,&lt;/i&gt; hal 8&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div id="ftn10"&gt;
&lt;div class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;
&lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3935287907092622716#_ftnref10" name="_ftn10" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi; mso-themecolor: text1;"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[10]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;i&gt;Ibid.,&lt;/i&gt; hal 18&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div id="ftn11"&gt;
&lt;div class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;
&lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3935287907092622716#_ftnref11" name="_ftn11" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi; mso-themecolor: text1;"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[11]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Haji Khilafah, Kasyf al-Zunun ‘an Asmi al- Kutub&amp;nbsp; wa al- Funun, Istanbul 1941 vol 1 hal 43.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div id="ftn12"&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;
&lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3935287907092622716#_ftnref12" name="_ftn12" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi; mso-themecolor: text1;"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[12]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 10pt;"&gt;Agus Jaya, &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 10pt;"&gt;Historiografi Islam&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 10pt;"&gt;(Tinjauan Kritis Terhadap “Muqoddimah” Ibnu Khaldun&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 10pt;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;a href="http://syamsulnicotine.blogspot.com/2013/03/historiografi-islam.html"&gt;&lt;span lang="SV" style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-ansi-language: SV; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-theme-font: major-bidi; mso-themecolor: text1;"&gt;http://syamsulnicotine.blogspot.com/2013/03/historiografi-islam.html&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 10pt;"&gt; diunduh pada 09 September 2013&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div id="ftn13"&gt;
&lt;div class="MsoFootnoteTextCxSpFirst" style="text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;
&lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3935287907092622716#_ftnref13" name="_ftn13" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi; mso-themecolor: text1;"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[13]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;i&gt;Ibid.,&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div id="ftn14"&gt;
&lt;div class="MsoFootnoteTextCxSpMiddle" style="text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;
&lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3935287907092622716#_ftnref14" name="_ftn14" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi; mso-themecolor: text1;"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[14]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;i&gt;Ibid.,&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div id="ftn15"&gt;
&lt;div class="MsoFootnoteTextCxSpMiddle" style="text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;
&lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3935287907092622716#_ftnref15" name="_ftn15" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi; mso-themecolor: text1;"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[15]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Badri Yatim, &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Historiografi Islam&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;, hal 37-38&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div id="ftn16"&gt;
&lt;div class="MsoFootnoteText" style="text-indent: 36.0pt;"&gt;
&lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3935287907092622716#_ftnref16" name="_ftn16" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi; mso-themecolor: text1;"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[16]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt; M.M. Azmi, &lt;i&gt;Studies in Hadist Methodology and Literature&lt;/i&gt;, Indianapolis: 1997, hal 1-3&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div id="ftn17"&gt;
&lt;div class="MsoFootnoteText" style="text-indent: 36.0pt;"&gt;
&lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3935287907092622716#_ftnref17" name="_ftn17" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi; mso-themecolor: text1;"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[17]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Husein Nashshar, &lt;i&gt;Nas’ah at tadwin at tarikh inda al Arab&lt;/i&gt;, Kairo : Maktabah an Nahdoh al Misriyah, hal 73&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div id="ftn18"&gt;
&lt;div class="MsoFootnoteText" style="text-indent: 36.0pt;"&gt;
&lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3935287907092622716#_ftnref18" name="_ftn18" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi; mso-themecolor: text1;"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[18]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Muhammad Ahmad Tarhini,&lt;i&gt; al Muarrikhun wa at tarikh inda al Arab&lt;/i&gt;, Beirut : Dar al Kutb al Ilmiyah, 1991, hal. 14&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div id="ftn19"&gt;
&lt;div class="MsoFootnoteText" style="text-indent: 36.0pt;"&gt;
&lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3935287907092622716#_ftnref19" name="_ftn19" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi; mso-themecolor: text1;"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[19]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Agus Jaya, &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Historiografi Islam&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;(Tinjauan Kritis Terhadap “Muqoddimah” Ibnu Khaldun&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div id="ftn20"&gt;
&lt;div class="MsoFootnoteText" style="text-indent: 36.0pt;"&gt;
&lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3935287907092622716#_ftnref20" name="_ftn20" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi; mso-themecolor: text1;"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[20]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;i&gt;Ibid.&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoFootnoteText" style="text-indent: 36.0pt;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoFootnoteText" style="text-align: right; text-indent: 36pt;"&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;Bersambung...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;Lanjut Baca : &lt;i&gt;&lt;a href="http://www.mymirrorlife.net/2015/01/4-pengertian-peradaban-dan-kebudayaan.html" target="_blank"&gt;4. Pengertian Peradaban dan Kebudayaan&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;Sebelumnya : &lt;i&gt;&lt;a href="http://www.mymirrorlife.net/2015/01/etnografi-kawasan-timur-tengah.html" target="_blank"&gt;3. Etnografi Kawasan Timur Tengah&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoFootnoteText" style="text-align: right; text-indent: 36pt;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoFootnoteText" style="text-align: right; text-indent: 36pt;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoFootnoteText" style="text-align: right; text-indent: 36pt;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoFootnoteText" style="text-align: right; text-indent: 36pt;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://mymirrorlife.blogspot.com/2015/01/historiografi-kawasan-timur-tengah.html</link><author>noreply@blogger.com (Zainul Hal)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiIA9ScKU7VHesasqNI2nwHk3J6fw-YtWW29S_jaP4x_hR5U8eAEulGw5XfnsGooRbUtKyX3V6Tsrybsm8CzFJU3GChoYlcsmoZNzTj9mjRuLCPm7FCwqyrtUu-HPMPuV1QXK4Afys9qsxA/s72-c/Historiografi+Timteng.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3935287907092622716.post-2820636418618438395</guid><pubDate>Tue, 06 Jan 2015 07:23:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-01-11T15:44:52.204+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">KPTTI</category><title>Demografi, Etnografi dan Historiografi Timur Tengah [bag.2]</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi_-wd36vgMPyPwlYLujSJnMfdZYHYYfmLdyuQWrRjtgyFMiFycwLLZb8CfTJDp14JmnHvgGeRwGgesecgNrupw8xOizUtsqR0afpmj9TS5_adATF-XmrI0hd2AiyTElbhNV9KWvbhir-EZ/s1600/Etnografi+TimTeng.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Etnografi Kawasan Timur Tengah" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi_-wd36vgMPyPwlYLujSJnMfdZYHYYfmLdyuQWrRjtgyFMiFycwLLZb8CfTJDp14JmnHvgGeRwGgesecgNrupw8xOizUtsqR0afpmj9TS5_adATF-XmrI0hd2AiyTElbhNV9KWvbhir-EZ/s1600/Etnografi+TimTeng.JPG" height="202" title="Etnografi Kawasan Timur Tengah" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;3.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-weight: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Etnografi &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;K&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;awasan &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;T&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;imur &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;T&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;engah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Etnografi kawasan timur tengah terdiri dari hal-hal yang berkaitan dengan bahasa, agama, serta suku-suku atau golongan yang berkembang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;a.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-weight: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Bahasa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpFirst" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Para arkeologis pada abad 18 dan 19 masehi menunjukkan bahwa tedapat masyarakat dan bahasa yang oleh ahli perjanjjian lama disebut Semit. Bahasa-bahasa itu berasal dari satu keluarga demografis. Dewasa ini apa yang disebut bahasa Semit dapat digolongkan sebagai berikut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;1.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;S&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;etengah kawasan bagian Utara:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Timur: Akkad atau Babylonia&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Utara&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt; Aram dengan ragam timurnya dari bahasa Syiria, Mandea, dan Nabatea, serat ragam baratnya dari Samaritan, Arab Yahudi dan Palmyra&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Barat: Foenesia, Ibrani Injil, dan dialek Kanaan lainnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;2.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Setengah kawasan bagian Selatan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Utara: Arab&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Selatan: Sabea atau Himyari, dengan ragam dan dialek Minaea, Mahri dan Hakili.&lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3935287907092622716#_ftn1" name="_ftnref1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US; mso-fareast-theme-font: minor-latin; mso-themecolor: text1;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Hampir semua bahasa ini kini sudah punah, hanya bahasa Arab yang masih hidup.&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US; mso-fareast-theme-font: minor-latin; mso-themecolor: text1;"&gt;&lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3935287907092622716#_ftn2" name="_ftnref2" title=""&gt;[2]&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3935287907092622716#_ftn2" name="_ftnref2" title=""&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Gelombang emigrasi dari Jazirah Arab ke Sabit Subur pada abad 3000-1800 SM, telah menyebarkan bahasa Akkad ke seluruh wilayah ini. Yang dibuktikan oleh lembaran Amarna di Mesir. Bahasa Aram kemudian menggantikan bahasa Akkad setelah 1200 SM, digunakan diseluruh Sabit Subur. Bahasa Aram juga telah menggantikan bahasa Ibrani, bahasa Kanaan dan menjadi bahasa daerah orang Yahudi di Asia Barat. Sampai kemudian Islam datang pada abad ke-7 M. bahasa Arab kemudian menggantikan bahasa Aram di seluruh Asia Barat. Dewasa ini bahasa Arab merupakan bahasa daerah sekitar 150 juta orang di Asia Barat dan Afrika Utara yang merupakan dua puluh dua Negara yang menjadi anggota liga &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;n&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;egara-negara Arab.&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US; mso-fareast-theme-font: minor-latin; mso-themecolor: text1;"&gt;&lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3935287907092622716#_ftn3" name="_ftnref3" title=""&gt;[3]&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3935287907092622716#_ftn3" name="_ftnref3" title=""&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Bahasa Arab menyumbang 40-60 persen kosakata untuk bahasa-bahasa ini, Persia, Turki, Urdu, Melayu, Hausa, dan Sawahili. Dan bahasa Arab juga kuat pengaruhnya pada tata bahasa, ilmu nahwu dan kesusasteraannya. Sayangnya sangat sedikit catatan tertulis mengenai hal ini sebelum Islam. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpLast" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Pada abad ke 4 M, pada masa pemerintahan&amp;nbsp; Dinasti Sasanid yang menjadi bahasa Persia resmi yaitu bahasa Pahlavi. Dan juga menjadi bahasa kitab suci mereka, Avesta. Oleh karena itu, pengaruh kitab agama ini dalam memelihara dan memperkembangkan bahasa Pahlavi sangat besar. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpLast" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;b.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-weight: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Agama&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpFirst" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Sebagian dari ahli-ahli sejarah agama berpendapat bahwa naluri beragama akan tumbuh dan berkembang, bila fikiran telah maju dan kecerdasan telah tinggi; bila manusia telah sampai kepada taraf berfikir tentang dirinya, bagaimana dirinya diciptakan, tenaga-tenaga dan daya-daya apa yang ada pada dirinya itu, bagaimana dia dapat melihat dan mendengar, dan sebagainya. Sebagaimana termaktub dalam Al- Qur’an surat Adz-dzariyat: 21 yang artinya “&lt;i&gt;Dan dalam diri kamu sendiri ada kebesaran Tuhan, apakah tidak kamu perhatikan?.&lt;/i&gt;”&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US; mso-fareast-theme-font: minor-latin; mso-themecolor: text1;"&gt;&lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3935287907092622716#_ftn4" name="_ftnref4" title=""&gt;[4]&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;Pendapat ini seiring dengan adanya salah satu hadits Qudsi yang berbunyi “jika kalian ingin mengenali Tuhanmu,maka kenalilah dirimu”. Sedang sebagian lain dari ahli sejarah agama berpendapat bahwa naluri beragama itu tumbuh dan berkembang, dimana perbedaan gejala-gejala alam amat jelas kelihatannya. Dimana manusia merasa lemah berhadapan dengan gejala-gejala alam itu, maka timbullah keinginannya hendak meminta pertolongan atau meminta perlindungan dari gejala-gejala alam tersebut. Sebagaimana orang primitif; dikala mereka melihat hujan, angin, penyakit, maut, bianatang-binatang buas, mereka merasa lemah maka oleh karena itulah mereka mencari perlindungan. &lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US; mso-fareast-theme-font: minor-latin; mso-themecolor: text1;"&gt;&lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3935287907092622716#_ftn5" name="_ftnref5" title=""&gt;[5]&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3935287907092622716#_ftn5" name="_ftnref5" title=""&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpFirst" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Bangsa Arab adalah satu dari bangsa-bangsa yang telah mendapat petunjuk. Mereka mengikuti agama nabi Ibrahim. Akan tetapi setelah mengikuti agama nabi Ibrahim mereka kembali menyembah berhala. Berhala-berhala itu mereka buat dari batu dan ditegakkan di Ka’bah. Dengan demikian agama nabi Ibrahim bercampur-aduk lah dengan kepercayaan Watsani, dan hampir-hampir kepercayaan Watsani itu dapat mengalahkan agama nabi Ibrahim.&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 39.6pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;A.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Kepercayaan Watsani&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Yang menyebabkan bangsa Arab akhirnya menyembah batu dan berhala adalah ketika mereka meninggalkan kota Makkah mereka selalu membawa sebuah batu, diambilnya batu-batu yang ada di haram Ka’bah, dengan maksud untuk menghormati Haram itu, dan untuk memperlihatkan kecintaan mereka terhadap kota Makkah. Kemudian dimanapun mereka berhenti atau menetap, diletakkanlah batu itu dan thowaflah mereka mengitari batu tersebut seperti thowaf saat di Ka’bah. Demikian pun mereka masih tetap memuliakan Ka’bah dan kota Makkah, dan masih mengerjakan haji dan umrah. Akhirnya diantara berhala-berhala itu ada yang mereka pindahkan ke Ka’bah, hingga penuhlah Ka’bah dengan berhala-berhala. Mereka juga tidak lupa akan kedudukan Ka’bah dan mereka tidak mau meletakkan berhala-berhala itu pada tempat lain kecuali yang dekat dengan Ka’bah.&lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3935287907092622716#_ftn6" name="_ftnref6" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US; mso-fareast-theme-font: minor-latin; mso-themecolor: text1;"&gt;[6]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Demikian jelaslah bagaimana agama nabi Ibrahim telah tercampur adukan dengan kepercayaan Watsani. Pada dasarnya bangsa Arab menyembah berhala-berhala itu adalah sebagai perantara kepada Tuhan, jadi pada hakekatnya bukanlah berhala-berhala itu yang mereka sembah. Sebagaimana tercantum dalam Al- qur’an surat Az-zumar ayat 3 yang artinya “&lt;i&gt;kami tidaklah menyembah mereka, hanya agar mereka menghampiri kami kepada Allah sehampir-hampirnya”. &lt;/i&gt;&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 39.6pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;B.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Agama Mesopotamia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Intisari karakteristik pengalaman keagamaan Mesopotamia selama tiga&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;milenium sejarahnya dapat digambarkan terdiri dari lima prinsip utama. Yang &lt;i&gt;pertama&lt;/i&gt; adalah meihat realitas sebagai susunan dua macam wujud yang secara ontologis berbeda. Yang satu illahiyah, mutlak, abadi, membangitkan rasa takjub dan memerintah, sedangkan yang lainnya adalah material, manusiawi, berubah dan fana, tunduk pada ketentuan illahiah. Prinsip ini disebut dualisme ontologis, mereka memasang fungsi tuhan dengan kekuatana atau fenomena alam seraya tetap mempertahankan bahwa tuhan benar-benar lain atau transenden. Dualisme pencipta dan makhluk membedakan Mesopotamia dengan mesir kuno. Disana fir’aun adalah dewa; piringan matahari dengan sinar panasnya adalah dewa atum. Helai rambut yang tumbuh setelah banjir dengan kehijauan dan kesubura&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;n&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;nya adalah dewa Osiris. Keunggulan milik alam yang dalam citranya dewa dan tatanan dewa dipahami, dan dengan mana mereka secara ontologis disamakan. Prinsip ini menaikkan naturalisme di atas makna biasanya dan mengubah menjadi teologi. Sebaliknya, orang Mesopotamia menganggap enlil adalah dewa, namun mereka tidak mengenali dewa dengan penampakannya. Kekuatan alam adalah indeks kehadiran dewa-dewa, alat kekuasaan mereka. Dualisme ontologis juga berbeda dengan agama india. Mesopotamia menganut doktrin dualistis, dimana hanya tuhanlah yang illahiah, sedangkan makhluk adalah makhluk. &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Yang &lt;i&gt;kedua &lt;/i&gt;adalah bidang illahiah relevan dengan bidang mahluk karena kehendak Tuhan adalah apa yang harus dilakukan makhluk, kehendak ini dapat diketahui melalui wahyu. &lt;i&gt;Ketiga &lt;/i&gt;adalah manusia diciptakan bukan untuk kesia-siaan juga bukan untuk manusia itu sendiri, namun untuk mengabdi pada penciptanya, dan pengabdian manusia berupa berupa kepatuhan atau pemenuhan&amp;nbsp; ketentuan tuhan. &lt;i&gt;Keempat &lt;/i&gt;adalah karena manusia dapat melakukan kepatuhan atau pemenuhan seperti itu, dan karena isi ketentuan itu adalah apa yang seharusnya, maka manusia bertanggungjawab. Karena itu manusia akan diberi kemakmuran dan kebahagiaan jika mereka patuh, dan akan diberi hukuman berupa penderitaan dan kemiskinan jika ingkar. &lt;i&gt;Kelima, &lt;/i&gt;rencana illahiah berkenaan dengan satu dunia dimana manusia bertindak sebagai kesatuan organik. Karena itu masyarakat, bukan individu,merupakan unit penting realitas. Inilah tujuan penciptaan kosmis pada sisi ketuhanan. Langkah masyarakat merupakan langkah kosmos. Keanggotaan dalam masyarakat, dan kerjasama dengannya menentukan dari sisi humanisme dan moralitas. &lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US; mso-fareast-theme-font: minor-latin; mso-themecolor: text1;"&gt;&lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3935287907092622716#_ftn7" name="_ftnref7" title=""&gt;[7]&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3935287907092622716#_ftn7" name="_ftnref7" title=""&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 39.6pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;C.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Agama Nasrani&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Pada tahun 753 SM&amp;nbsp; agama Nasrani mulai menyebar di kota Roma, yang pada itu kekuasaan wilayah ada di tangan kerajaan Romawi. Agama Nasrani menjadi agama yang umum dipeluk oleh masyarakat setempat. Yang sebelumnya telah menjadi agama yang banyak dianut di masa kekuasaan Yunani. Akan tetapi muncul berbagai aliran di dalamnya. Diantaranya adalah aliran &lt;i&gt;Yaqibah&lt;/i&gt;, yang banyak dianut di Mesir, Habsyah, dll. Kemudian aliran &lt;i&gt;Nasthirah&lt;/i&gt;, yang banyak dianut di Musil, Irak dan Persia. Dan aliran terakhir yakni aliran &lt;i&gt;Mulkaniyah&lt;/i&gt;, yang banyak dianut di Afrika Utara, Sicilia, Syiria Dan Spanyol. &lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3935287907092622716#_ftn8" name="_ftnref8" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US; mso-fareast-theme-font: minor-latin; mso-themecolor: text1;"&gt;[8]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Terdapat pula agama-agama minoritas penting lainnya. Seperti:&lt;i&gt; Zoroaster, Al-Manuwiyah, Mazdak&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 39.6pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;D.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Agama &lt;i&gt;Zoroaster&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Agama ini muncul di abad VII SM. Dimunculkan oleh seorang tokoh bernama Zoroaster yang kemudian terkenal sebagai nabi orang Persia. Ia membawa ajaran baru yang didasarkan pada prinsip-prinsip agama lama yang telah diperbaikinya. Zoroaster lahir di lingkungan suku midia di daerah Azerbaijan dan meninggal pada tahun 583 SM. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Masyarakat Persia, sebelum Zoroaster, mereka menyembah arwah orang orang yang baik. Sementara Zoroaster telah menyatukan tuhan-tuhan baik itu dalam “satu tuhan” yang diberi nama &lt;i&gt;Ahuramazda&lt;/i&gt;, demikian pula tuhan-tuhan jahat disatukan dalam satu tuhan yang bernama &lt;i&gt;Daruja Ahriman&lt;/i&gt;. Kitab suci mereka bernama &lt;i&gt;Avesta&lt;/i&gt;. Menurut Zoroaster, antara tuhan baik dan tuhan jahat selalu bermusuhan. Sementara manusia menjadi tempat pertarungan antara kedua tuhan itu. Menurut ajaran Zoroaster, bahwa hidup ada dua, yaitu hidup di dunia dan hidup di akhirat. &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Filsafat Zoroaster adalah berfokus pada pembahasan tentang nafs. Menurut agama Zoroaster bahwa Nafs Insan diciptakan tuhan, kemudian dapat mencapai kehidupan abadi yang berbahagia apabila ia sanggup memerangi kejahatan di atas muka bumi ini. Tuhan memberikan kebebasan memilih antara baik dan jahat. Dalam diri manusia terdapat berbagai kekuatan, seperti daya rasa, daya hidup, daya akal, daya ruh, daya jaga dan sebagainya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 39.6pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;E.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Agama &lt;i&gt;Almanuwiyah&lt;/i&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Diantara agama yang termasyhur di Persia, yaitu aliran Almanuwiyah yang diciptakan oleh pemimpinnya yang bernama Manu atau Many pada tahun 215 M. Mazhab Almanuwiyah banyak berkembang di Asia dan Eropa. Ajaran-ajarannya yaitu campuran ajaran agama Zoroaster dengan ajaran agama Nasrani. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 39.6pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;F.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Mazdak &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpLast" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Sekitar tahun 48 M lahirlah di Persia seorang ahli filsafat (pengikut Many) yang bernama Mazdak, ia membawa faham baru dengan agama dua tuhan; tuhan cahaya dan tuhan gelap. Adapun yang membedakan ia dengan gurunya, yaitu dalam hal ajaran yang mirip dengan komunisme, yang mengatakan bahwa manusia dilahirkan sama, karena itu haruslah hidup sama pula. Persamaan yang terpenting, yaitu dalam hal memiliki harta dan wanita. Menurut Mazdak, pangkal perselisihan adalah harta dan wanita. Oleh karena itu terhadap wanita dan harta tidak boleh ada pemiliknya yang khas; keduanya adalah milik bersama. &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpLast" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;c.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-stretch: normal; font-weight: normal;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Suku-Suku &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;tau Golongan &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;y&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;ang Berkembang&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpFirst" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Kawasan Timur Tengah didiami oleh banyak jenis suku bangsa seperti suku Arab, suku Persia, Yunani, Yahudi, Berber, Assyria, Kurdi, dan Turki. &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;S&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;uku yang mendominasi adalah suku Persia, yang tersebar di Iran, Afghanistan, Uzbekistan, dan beberapa negara di sekitarnya. Suku yang di Iran ini merupakan keturunan dari suku bangsa Arya Eropa yang hijrah ke kawasan Asia Tengah hingga mencapai Iran. Letak kawasan Timur Tengah yang strategis tersebut menyebabkan potensi budaya-budaya setempat untuk bersinggungan dengan budaya lain serta nilai-nilai modernitas pun sangat besar, dan hal ini kemudian memicu mereka menjadi lebih maju dalam banyak hal. Selain modernisasi budaya mereka juga melakukan modernisasi pada cara hidup mereka yang terlihat pada peralatan hidup yang semakin canggih dan banak dari mereka yang melakukan mobilitas keluar guna mendapatkan pendidikan umum di negara lain. jadi proses modernisasi memiliki kekuatan untuk mengubah jalan hidup pribadi masyarakat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpLast" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Ahli sejarah membagi penduduk di kawasan Timur Tengah, Arab, sebagai berikut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;1.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Arab Baidah atau Bangsa Arab yang telah punah. Yaitu orang-orang yang telah lenyap jejaknya dan tidak diketahui lagi. Kecuali karena tersebut dalam kitab-kitab suci, seperti kaum Ad dan Samud. Diantara kabilah mereka yang terkenal adalah Ad, Samud, Ahasam, Jadis dan Jurham.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpFirst" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;2.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Arab Baqiyah atau bangsa Arab yang masih lestari, dan mereka terbagi dalam dua kelompok, yaiu sebagai berikut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;a.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal;"&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Arab Aribah, yaitu kelompok Qathan, dan tanah air mereka adalah yaman. Diantara kabilah-kabilah merek yang terkenal adalah Jurham, Ya’rab, dan dari Ya’rab inilah lahir suku-suku Kahlan dan Himyar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;b.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Arab Musa’ribah, mereka adalah sebagian besar penduduk Arabia, dari dusun sampai ke kota. Yaitu mereka yang mendiami bagian tengah jazirah Arabia dan negeri Hijaz sampai ke lembah Syiria. Mereka dinamakan Arab Musta’ribah karena pada waktu Jurham dari suku Qathaniah mendiami Makkah, mereka tinggal bersama dengan nabi Ibrahim As. Serta ibunya, dimana kemudian Ibrahim dan putra-putranya mempelajari bahasa Arab. &lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3935287907092622716#_ftn9" name="_ftnref9" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US; mso-fareast-theme-font: minor-latin; mso-themecolor: text1;"&gt;[9]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Dan dari merekalah kemudian timbul bermacam kaum dan suku Arab, termasuk kaum Quraisy, yang tumbuh dari induk suku Adnan.&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;br clear="all" /&gt;
&lt;hr align="left" size="1" width="33%" /&gt;
&lt;!--[endif]--&gt;  &lt;br /&gt;
&lt;div id="ftn1"&gt;
&lt;div class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;
&lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3935287907092622716#_ftnref1" name="_ftn1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi; mso-themecolor: text1;"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt; &lt;i&gt;Ibid. &lt;/i&gt;hal. 58-60&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div id="ftn2"&gt;
&lt;div class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;
&lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3935287907092622716#_ftnref2" name="_ftn2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi; mso-themecolor: text1;"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt; Pengecualian: bahsa aram digunakan sebagai bahasa esoteric, bahasa suci oelh sedikit orang di syiria dan irak. Ibrani adalah bahasa suci kitab suci kaum yahudi, dimana kebanyakan orang yahudi membaca tauratnya. Sementara bahasa daerah orang yahudi arab adalah bahasa arab, dan orang yahudi arab ini merupakan dua pertiga penduduk yahudi di Israel, orang yahudi eropa dan amerika menggunakan bahasa inggris dan bahasa eropa sebagai bahasa daerah mereka. &lt;i&gt;Ibid.&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div id="ftn3"&gt;
&lt;div class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;
&lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3935287907092622716#_ftnref3" name="_ftn3" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi; mso-themecolor: text1;"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt; &lt;i&gt;Ibid. &lt;/i&gt;hal. 59&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div id="ftn4"&gt;
&lt;div class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;
&lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3935287907092622716#_ftnref4" name="_ftn4" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi; mso-themecolor: text1;"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt; Syalabi, A. Sejarah Kebudayaan Islam. Jakarta: Al-husna Zikra, 1997. Hal 59-60&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div id="ftn5"&gt;
&lt;div class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;
&lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3935287907092622716#_ftnref5" name="_ftn5" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi; mso-themecolor: text1;"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt; &lt;i&gt;Ibid &lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div id="ftn6"&gt;
&lt;div class="MsoFootnoteText" style="text-indent: 36.0pt;"&gt;
&lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3935287907092622716#_ftnref6" name="_ftn6" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi; mso-themecolor: text1;"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[6]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt; &lt;i&gt;Ibid. &lt;/i&gt;hal. 63-64&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div id="ftn7"&gt;
&lt;div class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;
&lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3935287907092622716#_ftnref7" name="_ftn7" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi; mso-themecolor: text1;"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[7]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt; Al-faruqi, Ismail Raja’. &lt;i&gt;Op. cit. &lt;/i&gt;hal 82&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div id="ftn8"&gt;
&lt;div class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;
&lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3935287907092622716#_ftnref8" name="_ftn8" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi; mso-themecolor: text1;"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[8]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt; &lt;i&gt;Ibid. &lt;/i&gt;hal. 48&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div id="ftn9"&gt;
&lt;div class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;
&lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3935287907092622716#_ftnref9" name="_ftn9" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi; mso-themecolor: text1;"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[9]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt; Hasjmy, A. Sejarah Kebudayaan Islam. Jakarta: Bulan Bintang, 1984.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoFootnoteText" style="text-align: right; text-indent: 36pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;Bersambung...&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Lanjut baca : &lt;i&gt;&lt;a href="http://www.mymirrorlife.net/2015/01/historiografi-kawasan-timur-tengah.html" target="_blank"&gt;B. Historiografi Kawasan Timur Tengah&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Sebelumnya : &lt;a href="http://www.mymirrorlife.net/2015/01/demografi-etnografi-dan-historiografi.html" target="_blank"&gt;&lt;i&gt;Demografi, Etnografi dan Historiografi Kawasan Timur Tengah&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoFootnoteText" style="text-align: right; text-indent: 36pt;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoFootnoteText" style="text-align: right; text-indent: 36pt;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div id="ftn3"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://mymirrorlife.blogspot.com/2015/01/etnografi-kawasan-timur-tengah.html</link><author>noreply@blogger.com (Zainul Hal)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi_-wd36vgMPyPwlYLujSJnMfdZYHYYfmLdyuQWrRjtgyFMiFycwLLZb8CfTJDp14JmnHvgGeRwGgesecgNrupw8xOizUtsqR0afpmj9TS5_adATF-XmrI0hd2AiyTElbhNV9KWvbhir-EZ/s72-c/Etnografi+TimTeng.JPG" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3935287907092622716.post-6645790211280220652</guid><pubDate>Mon, 05 Jan 2015 13:12:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-01-25T06:50:01.438+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam</category><title>Al-Maqrizi dan Solusi Mengatasi Krisis Ekonomi</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div itemscope="" itemtype="http://www.mymirrorlife.net/search/label/Sejarah%20Pemikiran%20Ekonomi%20Islam"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiSdp1VIcOxpN9_YEqg2QwgH7kzz-Ezu_6XbwumEyLaB9kE0H1sPBYc_ESVivVIo4u7TJwEOEreL1XM9F1_7NDI9KABhbrgdbACoMyAE24v-aK0G6q02oB8xAZBjm7YekpPxYM7kuujarxa/s1600/Al-Maqrizi_solusi_krisis.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Al-maqrizi dan Solusi Mengatasi Krisis Ekonomi." border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiSdp1VIcOxpN9_YEqg2QwgH7kzz-Ezu_6XbwumEyLaB9kE0H1sPBYc_ESVivVIo4u7TJwEOEreL1XM9F1_7NDI9KABhbrgdbACoMyAE24v-aK0G6q02oB8xAZBjm7YekpPxYM7kuujarxa/s1600/Al-Maqrizi_solusi_krisis.jpg" height="202" title="Al-maqrizi dan Solusi Mengatasi Krisis Ekonomi." width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Nama lengkap al-Maqrizi adalah Ahmad bin Ali bin Abd. al-Qadir bin Ibrahim al-Maqrizi dan sebutannya adalah taqiyuddin. &lt;span itemprop="description"&gt;Beliau dilahirkan pada tahun 768 H. Dan meninggal di Kairo pada tahun 845 H. Sebenarnya beliau adalah seorang ulama dan ahli fiqh terkenal, namun beliau lebih dikenal sebagai sejarawan muslim pada masanya dan belakangan beliau dikenal sebagai ekonom karena uraian dalam kitabnya &lt;i&gt;Ighatsah al-Ummah bi Kasyf al-Ghummah&lt;/i&gt;. Kitab ini dinamakan &lt;i&gt;Tarikh Ma Ja’at fi Misr&lt;/i&gt;. Selain itu beliau juga menulis risalah lain di bidang ekonomi keuangan dengan judul &lt;i&gt;an-Nuqud al-Qadimah wa al-Islamiyyah&lt;/i&gt;. Dalam ke-semua kitab-kitab tersebut, sosok al-Maqrizi lebih terlihat sebagai seorang ekonom kaliber internasional dengan pendekatan tulisan yang holistik dan komprehensif disertai uraian yang sangat sarat dengan analisis ekonomi dipandang dari kacamatan ekonommi modern. Di samping itu beliau memiliki segudang pengalaman riil di bidang hukum terutama niaga dan perdata karena beliau adalah seorang &lt;i&gt;Muhtasib&lt;/i&gt;, pemangku jabatan &lt;i&gt;Hisbah&lt;/i&gt; dalam lembaga perekonomian Islam, seperti lembaga ombudsman pada masa sekarang. Karena itu jika kini nama al-Maqrizi disebut, maka konotasi ekonominya jauh lebih mencuat daripada sisi keulamaannya atau kefaqihannya.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span itemprop="description"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div itemscope="" itemtype="http://www.mymirrorlife.net/search/label/Sejarah%20Pemikiran%20Ekonomi%20Islam"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dalam kitab &lt;i&gt;Ighotsah al-Ummah bi Kasyfi al-Ghummah&lt;/i&gt;, al-Maqrizi mencoba memberi solusi terhadap krisis ekonomi yang melanda Mesir pada masa hidupnya secara multidimensional. &lt;span itemprop="description"&gt;Beliau berpendapat dalam kitabnya bahwa faktor penyebab inflasi ada dua hal, yaitu inflasi yang disebabkan oleh faktor alamiah dan inflasi yang disebabkan oleh kesalahan manusia. Inflasi alamiah adalah inflasi yang tidak bisa dihindari oleh manusia, seperti bencana yang bisa membawa kepada inflasi. Adapun inflasi yang disebabkan oleh kesalahan manusia diidentifikasikan dalam tiga hal. Inflasi inilah menurut al-Maqrizi yang mengakibatkan krisis ekonomi di Mesir. Tiga hal tersebut adalah:&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span itemprop="description"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div itemscope="" itemtype="http://www.mymirrorlife.net/search/label/Sejarah%20Pemikiran%20Ekonomi%20Islam"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Pertama&lt;/b&gt;, korupsi dan administrasi yang buruk. &lt;span itemprop="description"&gt;Al-Maqrizi menyatakan bahwa pengangkatan para pejabat pemerintahan yang berdasarkan pemberian suap dan bukan kapabilitas, akan menempatkan orang-orang yang tidak mempunyai kredibilitas pada berbagai jabatan penting dan terhormat. Ketika berkuasa, para pejabat tersebut mulai menyalahgunakan kekuasaan untuk meraih kepentingan pribadi, baik untuk memenuhi kewajiban finansialnya maupun untuk kemewahan hidup. Mereka berusaha mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya dengan menghalalkan segala cara. Merajalelanya ketidakadilan para pejabat tersebut telah membuat kondisi rakyat semakin memprihatinkan, sehingga mereka terpaksa meninggalkan kampung halaman dan pekerjaannya. Akibatnya terjadi penurunan drastis jumlah penduduk dan tenaga kerja serta hasil-hasil produksi yang sangat berimplikasi terhadap penurunan penerimaan pajak dan pendapatan negara.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span itemprop="description"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div itemscope="" itemtype="http://www.mymirrorlife.net/search/label/Sejarah%20Pemikiran%20Ekonomi%20Islam"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Untuk menghadapi situasi demikian, al-Maqrizi menggunakan pendekatan agama dan akhlak. &lt;span itemprop="description"&gt;Menurutnya para pejabat telah banyak melanggar ketentuan syariat, dan akhlak yang ditunjukkan mereka sama sekali tidak berdasarkan akhlak mulia. Karena itulah harus ada upaya untuk mengembalikan akhlak dan moral pejabat agar sesuai dengan ajaran Islam dan penerapan syariat Islam di Mesir harus benar-benar ditegakkan dimulai dari para pejabatnya.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span itemprop="description"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div itemscope="" itemtype="http://www.mymirrorlife.net/search/label/Sejarah%20Pemikiran%20Ekonomi%20Islam"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Kedua&lt;/b&gt;, pajak yang berlebihan. &lt;span itemprop="description"&gt;Menurut al-Maqrizi, akibat dominasi para pejabat bermental korup dalam suatu pemerintahan, pengeluaran negara mengalami peningkatan yang drastis. Sebagai kompensasinya, mereka menerapkan sistem perpajakan yang menindas rakyat dengan memberlakukan berbagai pajak baru serta menaikkan tingkat pajak yang telah ada. Akibatnya para petani kehilangan motivasi untuk bekerja dan memproduksi. Mereka lebih memilih meninggalkan tempat tinggal dan pekerjaannya daripada selalu hidup dalam penderitaan untuk kemudian menjadi pengembara di daerah-daerah pedalaman. Dengan demikian, terjadi penurunan jumlah tenaga kerja dan peningkatan lahan tidur yang akan sangat mempengaruhi tingkat hasil produksi padi serta hasil bumi lainnya, dan pada akhirnya menimbulkan kelangkaan bahan makanan serta meningkatkan harga-harga.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span itemprop="description"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div itemscope="" itemtype="http://www.mymirrorlife.net/search/label/Sejarah%20Pemikiran%20Ekonomi%20Islam"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Al-Maqrizi mengajukan agar pemerintah mengembalikan besaran pajak sesuai dengan tarif yang berlaku sebelumnya. &lt;span itemprop="description"&gt;Tarif pajak yang normal dapat memberikan insentif bagi para petani dan meningkatkan produktifitas untuk bekerja. Sehingga produksi pertanian yang menjadi sektor kehidupan paling dominan di Mesir dapat kembali normal dalam meningkatkan produksi nasional terutama bahan kebutuhan pokok.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span itemprop="description"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div itemscope="" itemtype="http://www.mymirrorlife.net/search/label/Sejarah%20Pemikiran%20Ekonomi%20Islam"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Ketiga&lt;/b&gt;, peningkatan sirkulasi mata uang fulus. &lt;span itemprop="description"&gt;Pada awalnya fulus dicetak sebagai alat transaksi untuk memenuhi berbagai kebutuhan hidup sehari-hari yang tidak signifikan. Oleh sebab itu, jumlah mata uang ini hanya sedikit yang terdapat dalam peredaran. Namun pemerintah dengan ambisinya untuk memperoleh keuntungan yang besar dari pencetakan mata uang yang tidak membutuhkan  biaya produksi tinggi ini, melakukan pencetakan fulus secara besar-besaran. Jumlah fulus yang dimiliki masyarakat semakin besar dan sirkulasinya mengalami peningkatan yang sangat tajam sehingga fulus menjadi mata uang yang dominan. Keadaan ini menempatkan fulus sebagai standar nilai bagi sebagian besar barang dan jasa. Akibatnya uang tidak lagi bernilai dan harga-harga membumbung tinggi yang pada gilirannya menimbulkan kelangkaan bahan makanan.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span itemprop="description"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div itemscope="" itemtype="http://www.mymirrorlife.net/search/label/Sejarah%20Pemikiran%20Ekonomi%20Islam"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Al-Maqrizi mengatakan bahwa penggunaan fulus dalam muamalah adalah bid’ah yang tidak berdasarkan pada syariat. &lt;span itemprop="description"&gt;Maka beliau mengajukan solusi untuk mengembalikan harga-harga barang dan jasa menjadi seperti sebelum krisis. Mesir harus menggunakan sistem moneter alami, yaitu dinar dan dirham menjadi mata uang pokok, sedangkan fulus diterbitkan secara terbatas dan hanya untuk membeli barang-barang remeh. Al-Maqrizi menetapkan relative price bagi dinar, dirham dan fulus. Harga relatif dinar dan dirham adalah 1:24, sementara harga relatif antara dirham dan fulus adalah 1:140.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span itemprop="description"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div itemscope="" itemtype="http://www.mymirrorlife.net/search/label/Sejarah%20Pemikiran%20Ekonomi%20Islam"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Selain memberikan solusi untuk mengatasi tiga permasalahan di atas, al-Maqrizi juga mengajukan solusi dalam perspektif sosial. &lt;span itemprop="description"&gt;Beliau membagi masyarakat Mesir menjadi tujuh kelompok strata sosial untuk melihat segmen masyarakat yang paling parah terkena dampak dari inflasi untuk kemudian menegaskan intensitas penderitaan yang dialami akibat inflasi. Hal ini memberikan kesimpulan bahwa dampak krisis ekonomi bergantung pada hakikat pendapatan dan kekayaan masing-masing golongan. Jika pendapatannya besifat tetap atau meningkat tetapi lebih rendah dari laju inflasi, maka kondisinya parah. Sebaliknya jika pendapatannya meningkat lebih tinggi dari laju inflasi, maka kesejahteraan material mereka meningkat. Begitu juga halnya dengan kekayaan yang berupa uang, mereka mengalami kerugian karena daya beli mereka terus berkurang dan mereka juga harus meningkatkan biaya untuk memenuhi tuntutan kebutuhan yang harganya terus meningkat.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span itemprop="description"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span itemprop="description"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://mymirrorlife.blogspot.com/2015/01/al-maqrizi-dan-solusi-mengatasi-krisis.html</link><author>noreply@blogger.com (Zainul Hal)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiSdp1VIcOxpN9_YEqg2QwgH7kzz-Ezu_6XbwumEyLaB9kE0H1sPBYc_ESVivVIo4u7TJwEOEreL1XM9F1_7NDI9KABhbrgdbACoMyAE24v-aK0G6q02oB8xAZBjm7YekpPxYM7kuujarxa/s72-c/Al-Maqrizi_solusi_krisis.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3935287907092622716.post-4004526585177050221</guid><pubDate>Mon, 05 Jan 2015 12:15:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-01-06T22:41:59.201+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">KPTTI</category><title>Demografi, Etnografi dan Historiografi Timur Tengah [bag.1]</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj2bCV-RZRBs3qTL5DIruLYwIu1Rv7oqZTWR0ei1AoYG-KRV86NWee57UkJXQvCdExSRwM5vwuePedte4DSStfWG6Chce8vc9hZIKzJNUy2hT-aqErB-IPN018tLUqmq9-5_ce_XW0aTPax/s1600/MiddleEast.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Demografi, Etnografi dan Historiografi Timur Tengah" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj2bCV-RZRBs3qTL5DIruLYwIu1Rv7oqZTWR0ei1AoYG-KRV86NWee57UkJXQvCdExSRwM5vwuePedte4DSStfWG6Chce8vc9hZIKzJNUy2hT-aqErB-IPN018tLUqmq9-5_ce_XW0aTPax/s1600/MiddleEast.JPG" height="202" title="Demografi, Etnografi dan Historiografi Timur Tengah" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b style="line-height: 150%; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b style="line-height: 150%; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;A.&lt;span style="font-stretch: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR" style="line-height: 150%; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style="line-height: 150%; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="line-height: 150%;"&gt;DEMOGRAFI DAN ETNOGRAFI MASYARAKAT DI KAWASAN TIMUR TENGAH&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;b style="line-height: 150%; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;b style="line-height: 150%; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;1. Pengertian Demografi, Etnografi dan Timur Tengah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Demografi adalah ilmu yang mempelajari tentang kependudukan. Meliputi wilayah, jumlah penduduk, regenerasi, dan lain lain. &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="line-height: 150%;"&gt;E&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;tnografi adalah tentang keadaan masyarakat&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="line-height: 150%;"&gt; y&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;ang meliputi budaya yang berkembang, bahasa, suku, tulisan, dan lain-lain&lt;sup&gt;&lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3935287907092622716#1"&gt;[1]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Timur Tengah adalah sebuah wilayah yang secara politis dan budaya merupakan bagian dari benua &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Asia, atau Afrika-Eurasia. Pusat dari wilayah ini adalah daratan di antara Laut Mediterania dan Teluk Persia serta wilayah yang memanjang dari Anatolia, Jazirah Arab dan Semenanjung Sinai&lt;/span&gt;&lt;sup&gt;&lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3935287907092622716#1"&gt;[2]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;.&amp;nbsp;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Kadangkala area tersebut juga disebut meliputi wilayah dari Afrika Utara di sebelah barat sampai dengan Pakistan di sebelah timur dan Kaukasus dan/atau Asia Tengah di sebelah utara. Kebanyakan sastra Barat mendefinisikan Timur Tengah sebagai negara-negara di Asia Barat Daya, dari Iran (Persia) ke Mesir. Mesir dengan semenanjung Sinainya yang berada di Asia umumnya dianggap sebagai bagian dari Timur Tengah.Negara-negara yang masuk dalam kawasan Timur Tengah diantaranya adalah Bahrain, Siprus, Mesir, Turki, Iran, (Persia), Irak, Palestina, Yordania, Kuwait, Lebanon, Oman, Qatar, Arab Saudi, Suriah, dan Uni Emirat Arab.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Kawasan Timur Tengah terdiri dari padang pasir dan tanah subur. Kawasan padang pasirnya lebih luas dan merupakan kawasan utamanya; kawasan tanah suburnya-sabit di Utara, Hijaz di barat, dan Yaman di barat daya-merupakan kawasan lebih kecil&lt;sup&gt;&lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3935287907092622716#1"&gt;[3]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;.&amp;nbsp;Kehidupan dan sejarah kedua kawasan ini merupakan interaksi antara yang satu dengan yang lain. Yang tentu saja topografi keduanya berbeda, bahkan bertentangan. Di gurun penduduknya jarang dan di kawasan subur penduduknya padat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;b style="font-family: inherit; line-height: 150%; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;b style="font-family: inherit; line-height: 150%; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;2.&lt;span style="font-stretch: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style="font-family: inherit; line-height: 150%; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Demografi Kawasan Timur Tengah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%; text-indent: 36pt;"&gt;Masyarakat yang mendiami kawasan geografis Timur Tengah&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%; text-indent: 36pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%; text-indent: 36pt;"&gt;berasal dari satu ras manusia, yakni Kaukasia atau Asia Barat, yang juga dikenal dengan nama Semit atau Semirik. Kata “Semit” ditemukan oleh ahli-ahli perjanjian lama abad-18. Mereka yang pertama kali menyadari bahwa ada masyarakat, bahasa dan peradaban “semit”. Dengan petunjuk silsilah Perjanjian Lama (Genensis 10), Johann Gotttfried Eichhorn memberikan nama “semit” kepada keturunan Sem atau Shem, putra Nuh, yang menurutnya adalah seorang Ibrani, keturunan Ishaq, putra Ibrahim; bangsa Arab, keturunan saudara laki-laki Ishaq, Ismail&lt;/span&gt;&lt;sup&gt;&lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3935287907092622716#1"&gt;[4]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;.&lt;span style="line-height: 150%; text-indent: 36pt;"&gt;&amp;nbsp;Dan bangsa lain dari Timur Dekat Kuno yang menggunakan bahasa yang serumpun dengan bahasa Ibrani dan Arab, selain itu tidak ditemukan nama lain&lt;/span&gt;&lt;sup&gt;&lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3935287907092622716#1"&gt;[5]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;.&lt;span style="line-height: 150%; text-indent: 36pt;"&gt;&amp;nbsp;Kendatipun sebutan itu hampir secara universal diterima, namun tetap tidak pas karena ada dua alasan. &lt;i&gt;Pertama, &lt;/i&gt;ditemukan dalam klaim perjanjian lama bahwa bah besar merupakan peristiwa universal, kosmis, dimana semua manusia, kecuali Nuh dan anak-anaknya, binasa. Klaim yang hanya didukung oleh keyakinan kepada kata harfiah perjanjian lama. Meskipun kota Orim (Ur dalam Bibel) di Mesopotamia bawah makmur dalam dua periode sejarah yang dipisahkan oleh banjir yang terjadi sekitar 3000 SM, namun tidak ada bukti bahwa banjir universal terjadi pada waktu itu. Karena itu, klaim perjanjian lama harus dibatasi, yaitu hanya menjelaskan lokalitas Nuh dan umatnya saja. &lt;i&gt;Kedua, &lt;/i&gt;orang yang disebut “semit” tidak pernah memandang diri mereka sebagai keturunan biologis dari Shem, putra Nuh, kecuali orang-orang Kristen dan Yahudi Barat Modern&lt;/span&gt;&lt;sup&gt;&lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3935287907092622716#1"&gt;[6]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit; line-height: 150%; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%; text-indent: 36pt;"&gt;Dalam hal pergerakan penduduk di kawasan Timur Tengah, kehidupan mereka bersifat dari nomadisme gurun ke pertanian menetap. Di kawasan ini penduduknya tidak pernah menetap. Perpindahan dari tanah pertanian ke padang rumput dan dari padang rumput ke tanah pertanian, terus terjadi dan menjadi ciri setiap fase sejarah kawasan Timur Tengah. Gurun Arab tidak pernah menjadi wilayah sepi tak berpenduduk. Oasis dan daratan-daratan yang menghubungkan wilayah-wilayah subur senantiasa menopang penduduk. Memang kegersangan gurun menciptakan gaya hidup yang keras, yang membentuk karakter manusia dan men&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="line-height: 150%; text-indent: 36pt;"&gt;g&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%; text-indent: 36pt;"&gt;embangkan sifat mental dan sosial yang khas dari penduduknya. Disiplin diri yang dibutuhkan untuk mengendalikan naluri dengan kontrol asketik, berkembangnya kedermawanan dan keramahan sebagai kebajikan utama, kesetiaan kelompok yang sangat kental, keceratan dalam penggambaran dan kedalaman dalam analisa diri. Kesukaan akan kontemplasi, perjalanan diri dengan berimajinasi melalui bahasa- semua ini dan masih banyak watak khas lainnya, mengalami perkembangan pesat di Arabia, sebagian berkat kondisi kehidupan di gurun&lt;/span&gt;&lt;sup&gt;&lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3935287907092622716#1"&gt;[7]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;.&lt;span style="line-height: 150%; text-indent: 36pt;"&gt;&amp;nbsp;Kegersangan gurun, karena itu, tidak memustahilkan kehidupan, walaupun mungkin menyumbangkan terciptanya tekanan penduduk, sehingga imigrasi menjadi sangat penting. Tekanan seperti itu bahkan menyebabkan terjadinya imigrasi eksplosif ke daerah-daerah subur di sekitarnya. Namun, arus keluar dari gurun ke daerah subur telah berlangsung sepanjang zaman.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span style="line-height: 150%; text-align: left; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span style="line-height: 150%; text-align: left; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Migrasi berlangsung perlahan-lahan, berlangsung generasi demi generasi, dalam periode waktu sangat panjang dimana terjadi penetrasi melalui perkawinan antargolongan dan asimilasi. Ada yang tetap tinggal ketika beberapa anggota suku pindah dan menjadi peninggalan suku, dengan membentuk bahasa atau dialeknya dan mengabadikan adat-istiadat, kebudayaan dan nilai-nilainya. Masyarakat gurun Arab bermigrasi ke Sabit Subur di utara sejak zaman dahulu. Mereka melakukan perjalanan dengan berjalan kaki atau naik keledai pada lintasan yang berbatasan dengan daerah utara gurun menurut arah jarum jam. Bagian barat Jazirah ini senantiasa lebih padat penduduknya. Dari daerah itu, lintasan migrasi biasanya langsung ke utara menuju Yordania Timur dan Syiria. Karena sarana transportasi mereka adalah keledai, maka mereka tidak dapat bergerak terlalu jauh masuk ke gurun. Mereka harus tetap berada di dekat daerah yang berair, menyusurinya di sepanjang sisi luar gurun. Fakta ini selaras dengan gambaran orang-orang Sumer bahwa orang-orang Akkad adalah kaum migran dari utara.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span style="color: #444444; font-family: 'Courier New', Courier, monospace; font-size: 14px; line-height: 22.3999996185303px; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit; line-height: 150%; text-align: left; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="footnote"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit; line-height: 150%; text-align: left; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;a href="http://www.mymirrorlife.net/" name="1"&gt;[1]&lt;/a&gt;Diakses dari &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Etnografi" rel="nofollow" target="_blank"&gt;Wikipedia&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span style="text-align: left; text-indent: 48px;"&gt;&lt;a href="https://www.blogger.com/null" name="2"&gt;[2]&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; text-indent: 48px;"&gt;Al-faruqi, Ismail Raja’,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: 'Times New Roman', serif; text-indent: 48px;"&gt;Atlas Budaya Islam: Menjelajah Khasanah Peradaban Gemilang,&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; text-indent: 48px;"&gt;&amp;nbsp;Bandung: Penerbit Mizan, 2001, hlm. 41.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span style="text-align: left; text-indent: 48px;"&gt;&lt;a href="https://www.blogger.com/null" name="3"&gt;[3]&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: 'Times New Roman', serif; text-indent: 48px;"&gt;Ibid.,&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; text-indent: 48px;"&gt;hal. 41-45.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span style="text-align: left; text-indent: 48px;"&gt;&lt;a href="https://www.blogger.com/null" name="4"&gt;[4]&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: 'Times New Roman', serif; text-indent: 48px;"&gt;Ibid.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="line-height: 150%; text-align: left; text-indent: 48px;"&gt;&lt;a href="https://www.blogger.com/null" name="5"&gt;[5]&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 24px; text-align: left;"&gt;Johann Gotttfried Eichhorn, algemeine bibliothek. Leibzig, 1974, Vol. VI, hal. 772. Di sini Eichhorn mendapat pengakuan atas penemuan dan penggunaan istilah ini. Eichhorn mempercayai klaim Perjanjian Lama bahwa penduduk dunia maupun bahasa mereka pada akhirnya digolongkan sebagai Semit, Hamet Atau Japhet. Mengikuti tiga putra Nuh seperti yang dikemukakan dalam Genesis 10.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="line-height: 150%; text-align: left; text-indent: 48px;"&gt;&lt;a href="https://www.blogger.com/null" name="6"&gt;[6]&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 24px; text-align: left;"&gt;Al-faruqi, Ismail Raja’. Op. cit. hal. 48.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="line-height: 150%; text-align: left; text-indent: 48px;"&gt;&lt;a href="https://www.blogger.com/null" name="7"&gt;[7]&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 24px; text-align: left;"&gt;&lt;i&gt;Ibid.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="line-height: 24px; text-align: left;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="line-height: 24px; text-align: left;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: right;"&gt;
&lt;span style="line-height: 24px; text-align: left;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, Times New Roman, serif; font-size: large;"&gt;Bersambung...&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: right;"&gt;
&lt;span style="line-height: 24px; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia, Times New Roman, serif; font-size: large;"&gt;Lanjut Baca&lt;i&gt; &lt;/i&gt;:&lt;i&gt;&amp;nbsp;3.&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.mymirrorlife.net/2015/01/etnografi-kawasan-timur-tengah.html" target="_blank"&gt;Etnografi Kawasan Timur Tengah&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div id="ftn7"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://mymirrorlife.blogspot.com/2015/01/demografi-etnografi-dan-historiografi.html</link><author>noreply@blogger.com (Zainul Hal)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj2bCV-RZRBs3qTL5DIruLYwIu1Rv7oqZTWR0ei1AoYG-KRV86NWee57UkJXQvCdExSRwM5vwuePedte4DSStfWG6Chce8vc9hZIKzJNUy2hT-aqErB-IPN018tLUqmq9-5_ce_XW0aTPax/s72-c/MiddleEast.JPG" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item></channel></rss>