<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7499830010138332555</id><updated>2018-09-17T16:39:43.542+07:00</updated><category term="Personal Thoughts"/><category term="My Story"/><category term="Cerpen"/><category term="Buku Bacaan"/><category term="Travel Diary"/><category term="Video"/><category term="Fashion &amp; Beauty"/><title type='text'>Nadia Adibie </title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://www.nadiaadibie.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499830010138332555/posts/default?redirect=false'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nadiaadibie.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499830010138332555/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false'/><author><name>Nadia Adibie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04875592323805376371</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='//2.bp.blogspot.com/-ULEZ3XKq8KI/VxCNYqFNMEI/AAAAAAAAAds/rnFFhIfG9DsbCsLNuy8dZMR8dFH3uFsGgCK4B/s113/saya%2Bcantik.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>88</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7499830010138332555.post-1529877679453017686</id><published>2017-06-15T19:51:00.003+07:00</published><updated>2017-06-15T20:18:39.004+07:00</updated><title type='text'>[Cerpen] Surat Untuk Kirana - Teaser </title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://4.bp.blogspot.com/-w9KIoFXokac/WUKJGQOOCII/AAAAAAAAAns/BvCvuybbrnkWoUR9Cfih5zKvmSFT8icAACLcBGAs/s1600/love-letter.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;476&quot; data-original-width=&quot;587&quot; height=&quot;516&quot; src=&quot;https://4.bp.blogspot.com/-w9KIoFXokac/WUKJGQOOCII/AAAAAAAAAns/BvCvuybbrnkWoUR9Cfih5zKvmSFT8icAACLcBGAs/s640/love-letter.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Assalamualaikum, Kirana.&lt;br /&gt;Apa Kabar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menulis surat ini di bawah sebuah pohon rindang lapangan sekolah. Tempat pertama kali kita bertemu saat organisasi sekolahmu berkunjung ke mari. Aku melihatmu sungguh cantik sejak pertama kali kita bertemu. Dan juga.... sangat menyebalkan! Meski akhirnya aku tahu hal menyebalkan itu terjadi karena kau adalah gadis yang terlalu kritis, terlalu banyak bertanya dan terlalu banyak mau. Bagaimana bisa aku jatuh cinta pada perempuan seperti kamu? Haha.&lt;br /&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anyways, aku mengirimkan surat ini karena sedang menggelisahkan sesuatu. Banyak sekali orang yang bilang, jangan hidup di masa lalu. Mereka selalu mengatakan bahwa masa depan adalah bagian sangat penting yang harus dipikirkan dan kita harus move on dari masa lalu. Namun akhir-akhir ini, aku tak bisa berhenti membayangkan masa kecilku, ibu dan bapakku, nenek dan kakekku, teman-teman kecilku, saat menemukanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa aku merasa kamu bukan hanya masa depan buatku? Kamu justru sebuah memori yang muncul kembali di antara mereka. Mengingatmu seperti mengingat waktu-waktu lalu yang berharga tapi sudah terlupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, ada rasa bahagia bercampur sesak yang selalu hadir dalam dadaku setiap mengingatmu. Seperti yang sudah kuceritakan, masa laluku tidak seindah itu. Tidak sebahagia masa kecilmu. Sambil tersenyum aku bisa membayangkan wajah protesmu menatapku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau pasti ingin bilang, &quot;kenapa perbedaan masa lalu kita harus jadi masalah untuk membangun masa depan?&quot; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya. Maafkan aku Kirana. Aku tak sehebat kamu yang bisa terus-terusan berpikir optimis tentang kita. Aku dengan segudang persyaratan hidup yang kubuat sendiri, menjadi begitu rumit memikirkannya. Kirana, harus aku tegaskan sekali lagi, kalau kau adalah masa lalu juga buatku. Masa lalu yang entah kenapa selama ini hilang, dan baru datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kenyataannya, aku yang terlalu pengecut untuk mengangankan masa depan denganmu. Begitu banyak rasa khawatir. Begitu banyak rasa tak yakin (pada diriku sendiri, bukan padamu). Bencilah aku Kirana jika itu yang kau mau. Tapi semoga pada setiap kata yang aku tuliskan di surat ini, kamu bisa merasakan ketulusan perasaanku. Bahwa aku mencintaimu. Dengan sejumput pengetahuan yang baru saja kita tahu. Dengan jutaan ilmu yang belum kita pelajari. Dengan waktu yang entah berdamai atau tidak dengan kita. Apakah dia akan mendukung kita atau tidak? Apakah dia akan membuat kita berhasil bersama atau justru membuat kita saling menjauh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi Kirana, aku benar-benar mencintaimu. Bagaimana ini? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agustus 2006&lt;br /&gt;Ditto </content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nadiaadibie.com/feeds/1529877679453017686/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.nadiaadibie.com/2017/06/cerpen-surat-untuk-kirana-teaser.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499830010138332555/posts/default/1529877679453017686'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499830010138332555/posts/default/1529877679453017686'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nadiaadibie.com/2017/06/cerpen-surat-untuk-kirana-teaser.html' title='[Cerpen] Surat Untuk Kirana - Teaser '/><author><name>Nadia Adibie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04875592323805376371</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='//2.bp.blogspot.com/-ULEZ3XKq8KI/VxCNYqFNMEI/AAAAAAAAAds/rnFFhIfG9DsbCsLNuy8dZMR8dFH3uFsGgCK4B/s113/saya%2Bcantik.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://4.bp.blogspot.com/-w9KIoFXokac/WUKJGQOOCII/AAAAAAAAAns/BvCvuybbrnkWoUR9Cfih5zKvmSFT8icAACLcBGAs/s72-c/love-letter.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7499830010138332555.post-1812068008072451131</id><published>2017-01-11T21:36:00.001+07:00</published><updated>2017-01-12T17:25:10.182+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="My Story"/><title type='text'>Terima Kasih, 2016</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://3.bp.blogspot.com/-aYjZf8GBNr8/WHZCpY2A4YI/AAAAAAAAAlY/ew8puzb_WSMGh_ABsYcUY8tNBXuXoVm2wCLcB/s1600/blog.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://3.bp.blogspot.com/-aYjZf8GBNr8/WHZCpY2A4YI/AAAAAAAAAlY/ew8puzb_WSMGh_ABsYcUY8tNBXuXoVm2wCLcB/s1600/blog.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Diposting tanggal 11 Januari 2017, tentu ucapan terima kasih ini terhitung terlambat ditulis. Semua orang sudah membuat dan mem-publish evaluasi dan resolusi mereka di akhir tahun 2016, bukan? &lt;/div&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bukan malas, tapi rasanya, meninggalkan tahun 2016 begitu sayang untuk saya lakukan. Bisa dibilang, saya nggak bisa move on. Haha. Yap, saya merasa begitu banyak kejutan yang Tuhan berikan sepanjang tahun 2016. Dan begitu besar perubahan yang terjadi pada diri saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu kita masing-masing punya titik waktu di mana sebuah perubahan besar terjadi. Dan, ada dua hal besar yang saya di tahun kemarin. Hal yang memaksa saya untuk mendewasa, membijaksana, memahami banyak sekali hal yang bahkan masih asing di tahun-tahun sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, 2016 adalah tahun saya meninggalkan banyak hal di belakang sana. Jika saya gali lebih dalam, sepertinya tidak mungkin saya percaya bahwa semua fase ini terjadi begitu cepat dalam diri saya. Di awal tahun, saya berjuang mati-matian melawan diri sendiri untuk meninggalkan satu dan dua hal yang &#39;berbahaya&#39; bagi masa depan. Mengapa berbahaya? Karena sebagai manusia, kadang kita tidak mau melihat diri sendiri lebih dalam. Bahwa ternyata ada bagian-bagian &#39;sakit&#39; dalam diri yang kita cintai. Atas nama rasa nyaman, biasanya kita membiarkan mereka tumbuh dalam diri. Bentuknya bisa kebodohan, keangkuhan, rasa selalu benar, atau apa saja.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam proses ini saya berusaha menyibukkan diri, mencoba hal baru untuk mengedit vidieo, membuat karya-karya baru hingga travelling. Di tahun ini pula pertama&amp;nbsp; kali saya bisa mendaki gunung, gunung Ijen. Dalam fase ini, saya belajar betapa pentingnya memberi pilihan yang tepat untuk diri kita sendiri. Betapa pentingnya memilih siapa yang boleh memasuki ruangan tamu kita, di antara mereka hanya ada beberapa yang boleh melihat ruang tengah kita, dan seterusnya sampai bagian dapur. Pelajaran yang tak tertulis di buku pelajaran ini lah yang saya catat baik-baik di tahun 2016. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasilnya? Tuhan memang Maha Mengejutkan. Tak ada pikiran dalam benak bahwa tahun 2016 juga lah waktu terbaik menurut Tuhan untuk saya menikah. Tak lama setelah proses &#39;pendewasaan&#39; itu, saya dilamar. Dan waktu berjalan begitu singkat. Saya sah menjadi seorang istri tepat di penghujung tahun: 11 Desember 2016.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, tentu saja saya menjalani kehidupan baru sebagai seorang istri. Saya juga pindah ke Jakarta. Meninggalkan seluruh kenangan dan hidup yang sudah berjalan selama 3 tahun di Malang, kota dingin yang awalnya juga tidak pernah saya impikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua perubahan ini membawa perasaan saya dalam suasana yang sulit digambarkan. Saya... bahagia, kaget, sedih dan sangat bersyukur di waktu yang sama. Dan di kota terbesar di negeri ini, di tempat yang sejak kecil saya impikan, di pekerjaan yang sudah lama saya idamkan, bersama seseorang yang sangat saya cintai, saya memulai kisah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di balik pernikahan yang paling mengekspos saya dan Cahya, banyak tangan-tangan pendukung yang tidak pernah saya duga. Ada banyak sekali keluarga, sahabat, teman lama dan orang tua yang tidak henti-hentinya bekerja keras untuk mewujudkan pernikahan ini. Bahkan saya bisa tuliskan bahwa manisnya melihat mereka semua lebih indah ketimbang bersatu menjadi sepasang suami - istri bersama Cahya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja saya merasa bahagia menikah dengan pria pekerja keras yang satu ini. Namun melebihi itu, saya merasa begitu beruntung mendapatkan banyak sekali dukungan dan doa dari kerabat, keluarga, dan semua sahabat kami. Rasanya, ada berkah berlimpah yang dikirimkan Allah, yang tentu saja membuat hati saya tenang, hangat. Berkali-kali saya dan Cahya membicarakan ini, bersyukur dan sering banget saya menangis. Kata terima kasih tidak akan pernah cukup untuk mewakili semua perasaan kami. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga mereka mendapat berkah melimpah &amp;amp; balasan kebaikan melebihi yang sudah dilakukan kepada kami. Aamiin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih, 2016. Catatan ini saya tulis sebagai pengingat bahwa tahun ini merupakan salah satu titik balik paling penting dalam hidup saya. </content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nadiaadibie.com/feeds/1812068008072451131/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.nadiaadibie.com/2017/01/terima-kasih-2016.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499830010138332555/posts/default/1812068008072451131'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499830010138332555/posts/default/1812068008072451131'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nadiaadibie.com/2017/01/terima-kasih-2016.html' title='Terima Kasih, 2016'/><author><name>Nadia Adibie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04875592323805376371</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='//2.bp.blogspot.com/-ULEZ3XKq8KI/VxCNYqFNMEI/AAAAAAAAAds/rnFFhIfG9DsbCsLNuy8dZMR8dFH3uFsGgCK4B/s113/saya%2Bcantik.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://3.bp.blogspot.com/-aYjZf8GBNr8/WHZCpY2A4YI/AAAAAAAAAlY/ew8puzb_WSMGh_ABsYcUY8tNBXuXoVm2wCLcB/s72-c/blog.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7499830010138332555.post-5745144284673179874</id><published>2016-10-15T15:10:00.002+07:00</published><updated>2017-01-12T17:25:37.169+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Personal Thoughts"/><title type='text'>Hal Paling Miris Dari Cerita Mario Teguh VS Kiswinar</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://2.bp.blogspot.com/-9d34vennMNw/WAHkAjFQtkI/AAAAAAAAAk0/rGdKS5o6RcMnBYcjuJZ9REprBn0t85P8ACLcB/s1600/father-and-son-walking.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;384&quot; src=&quot;https://2.bp.blogspot.com/-9d34vennMNw/WAHkAjFQtkI/AAAAAAAAAk0/rGdKS5o6RcMnBYcjuJZ9REprBn0t85P8ACLcB/s640/father-and-son-walking.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Akhirnya saya &#39;yakin&#39; menuliskan sesuatu tentang kisruh Mario Teguh dengan Kiswinar. Setelah lebih dari sebulan lamanya, nama sang motivator yang biasa dipuji dan menjadi panutan berbalik banyak dibicarakan orang. Tentu hal ini wajar, setelah 10 tahun lamanya Mario Teguh tampil berdiri menjadi seseorang yang sangat inspiratif dan dianggap sempurna, tiba-tiba diketahui merupakan orang yang punya masa lalu menyakitkan.&lt;/div&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin teman-teman yang mengikuti semua sosial media saya sejak tahun 2008 sudah mengetahui bahwa saya juga sangat mengagumi sosok Mario Teguh. Bahkan dalam beberapa masa terpuruk, kata-kata Mario Teguh begitu kuat mempengaruhi saya untuk tetap berpikir positif. Sampai pada suatu titik, saya juga membuktikan kata-katanya. Yang mana tepatnya? BANYAK. Saya sampai terus menerus mempercayainya, stalking Twitter dan Instagram-nya, intensif menonton Youtube-nya tepat saat sebuah masalah atau rasa tidak nyaman itu datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, ada seseorang yang menceritakan pada saya perihal anak Mario Teguh selain Audrey dan Marco. Jauh sebelum ada akun Instagram Lambe Lamis dan berbagai akun lainnya. Saat itu, saya tidak mengelak. Saya katakan pada orang itu bahwa, yah, biarlah itu menjadi hal yang diurusnya sendiri. Saya pikir itu masalah keluarga yang berbeda ruang dengan energi positif yang ditebarkannya selama ini. Saya juga tidak pernah menyangka kabar itu akan meledak, sebesar ini, dan berimbas seluas ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takdir yang membawa saya menjadi satu dari editorial team di media online, yang akhirnya mengharuskan saya menulis semua berita tentang Mario Teguh. Saat isu ini keluar, pertama kali saya merasa kasihan. Namun begitu Mario Teguh muncul di Kompas TV dan angkat bicara, saya mulai berpikir. Dua dan tiga kali. Tidak, Empat bahkan puluhan kali. Saya bertanya-tanya, apakah saya salah mengagumi Mario Teguh selama ini? Bahkan saya menganggap nasehatnya seperti suara orang tua sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak hari kehadiran Mario Teguh di Kompas TV, pemberitaan semakin menjadi-jadi. Isu KDRT hingga perselingkuhan justru tersebar luas di mana-mana. Orang yang dulu pernah mengatakan &#39;hidup tak seindah kata-kata Mario Teguh&#39; seolah mendapat kesempatan emas untuk menjelek-jelekkannya. Banyak pula yang awalnya kagum, lalu ragu-ragu seperti saya. Ada juga yang bahkan berbalik arah membencinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi saya mengingat nasehat seorang Master yang lain, yang tidak kalah berpengaruhnya untuk &amp;nbsp;hidup saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;&quot;Yesterday is a history. Tomorrow is a mystery. And today... is a GIFT. That&#39;s why they call it &#39;present&#39;,&quot; - Master Oogway -&amp;nbsp;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Dalam satu fase kehidupan, saya menyimpulkan bahwa apa pun yang terjadi pada diri kita, adalah karena kita sendiri. Even itu adalah masalah yang seolah dibawa oleh orang lain dalam kehidupan kita. Mau tidak mau, suka tidak suka, pasti ada benang merah dari efek kejadian tersebut yang berasal dari diri kita sendiri. Maka hal ini juga yang saya rasa &#39;kesalahan&#39; Mario Teguh. Jika memang di masa lalu ia merasa Kiswinar bukan anaknya, kenapa ia melakukan pembiaran soal namanya pada akta kelahiran Kiswinar? Mengapa masalah ini tidak diselesaikan secara hukum di masa lalu dan dibiarkan menjadi bom waktu? Mengapa sebagai seorang lelaki, ia tak bisa membereskan masalah besar ini dan justru mendiamkannya hingga sekarang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun di sisi lain, bukan itu hal yang paling membuat saya miris. Saya sudah lega dan memastikan bahwa Mario Teguh punya kesalahan, di luar apa pun hasil tes DNA mereka nantinya. Tapi entah kenapa saya tidak pernah nyaman melihat orang menghujat Mario Teguh dengan kalimat yang begitu nyinyir. Sama halnya seperti saya mendengar mereka menghujat Mulan Jameela: you know why.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kasus ini bergulir, saya masih sesekali melihat meme yang dibuat Mario Teguh di Instagram. Di tengah kekecewaan saya saat pihaknya sempat mengatakan tes DNA tidak lagi relevan, saya bertanya-tanya soal jasanya selama ini. Mengapa ia bisa selama 10 tahun di televisi? Apakah hanya saya yang mendapat inspirasi dan kekuatan dari ceramah yang sering ia berikan? Apakah hanya saya yang &amp;nbsp;sering membuka beragam motivasinya saat ada masalah yang menghampiri? Apakah hanya saya yang merasa dikuatkan dan dibuat selalu tersenyum?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tahu masalah pahala adalah urusan Tuhan. Tapi jika boleh saya hitung, apa yang telah dibuat Mario Teguh untuk Indonesia bukan hal kecil. Entah seburuk apa pun masalahnya. Sehina apa pun masa lalunya. Karena itu, saya selalu terusik dengan semua budaya saling menghujat ini. Saya benar-benar jengah hingga sesekali ingin berhenti melihat media sosial. Ingin sesekali tidak mengetahui apa pun yang terjadi di luaran sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghina dan melontarkan kebencian hanya akan membawa kita dalam lubang yang justru lebih buruk dari sosok Mario Teguh. Kembali lagi, mengapa saya akhirnya yakin menulis postingan ini? Jawabannya ada di Instagram Joe Taslim tadi pagi. Aktor ganteng dan penuh prestasi ini mengunggah sesuatu yang menenangkan hati saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote class=&quot;instagram-media&quot; data-instgrm-captioned=&quot;&quot; data-instgrm-version=&quot;7&quot; style=&quot;background: #fff; border-radius: 3px; border: 0; box-shadow: 0 0 1px 0 rgba(0 , 0 , 0 , 0.5) , 0 1px 10px 0 rgba(0 , 0 , 0 , 0.15); margin: 1px; max-width: 658px; padding: 0; width: 99.375%;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;padding: 8px;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;background: #F8F8F8; line-height: 0; margin-top: 40px; padding: 61.3333333333% 0; text-align: center; width: 100%;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;background: url(data:image/png; display: block; height: 44px; margin: 0 auto -44px; position: relative; top: -22px; width: 44px;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 8px 0 0 0; padding: 0 4px;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/p/BLkQzu_h38X/&quot; style=&quot;color: black; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 17px; text-decoration: none; word-wrap: break-word;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;✨#Perspectivethought&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #c9c8cd; font-family: Arial,sans-serif; font-size: 14px; line-height: 17px; margin-bottom: 0; margin-top: 8px; overflow: hidden; padding: 8px 0 7px; text-align: center; text-overflow: ellipsis; white-space: nowrap;&quot;&gt;Foto kiriman Joe Taslim (@joe_taslim) pada &lt;time datetime=&quot;2016-10-15T02:21:07+00:00&quot; style=&quot;font-family: Arial,sans-serif; font-size: 14px; line-height: 17px;&quot;&gt;Okt 14, 2016 pada 7:21 PDT&lt;/time&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;script async=&quot;&quot; defer=&quot;&quot; src=&quot;//platform.instagram.com/en_US/embeds.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Joe tidak menuliskan secara lengkap siapa yang dimaksudkan olehnya. Tapi entah kenapa melihat gambar ini hati saya teriris. Kadang, kita semua begitu mudah menghina seseorang, tanpa mengerti apa yang sudah dilaluinya, dikorbankannya dan diberikannya. Maka saya mulai melihat semua ini dari prespektif yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun di luar itu semua, saya masih percaya seburuk apa pun keadaan yang dihadapi seorang manusia, itu adalah keadaan paling baik versi Tuhan. Tidak ada satu pun hal yang terjadi di dunia ini, di luar kehendakNya. Dan di luar kasih sayangNya. Be strong Mario Teguh. Be Brave, Kiswinar &amp;amp; ibu Aryani. Semoga semua berujung pada solusi terbaik. Aamiin!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malang, 15 Oktober 2016&lt;br /&gt;&lt;b&gt;-Nadia Adibie-&amp;nbsp;&lt;/b&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nadiaadibie.com/feeds/5745144284673179874/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.nadiaadibie.com/2016/10/hal-paling-miris-dari-cerita-mario.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499830010138332555/posts/default/5745144284673179874'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499830010138332555/posts/default/5745144284673179874'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nadiaadibie.com/2016/10/hal-paling-miris-dari-cerita-mario.html' title='Hal Paling Miris Dari Cerita Mario Teguh VS Kiswinar'/><author><name>Nadia Adibie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04875592323805376371</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='//2.bp.blogspot.com/-ULEZ3XKq8KI/VxCNYqFNMEI/AAAAAAAAAds/rnFFhIfG9DsbCsLNuy8dZMR8dFH3uFsGgCK4B/s113/saya%2Bcantik.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://2.bp.blogspot.com/-9d34vennMNw/WAHkAjFQtkI/AAAAAAAAAk0/rGdKS5o6RcMnBYcjuJZ9REprBn0t85P8ACLcB/s72-c/father-and-son-walking.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7499830010138332555.post-3188329422450551100</id><published>2016-09-17T01:33:00.001+07:00</published><updated>2017-01-12T17:26:58.313+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Fashion &amp; Beauty"/><title type='text'>&#39;Racun&#39; WARDAH Mate Lip Cream</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://4.bp.blogspot.com/-n1fjOj3ZIxs/V9w5l1eUtvI/AAAAAAAAAjU/qIjgz0CEnDEOfGRJhY1FnCs6XAqk12v8gCLcB/s1600/wardah%2Bmate%2Blip%2Bcream.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://4.bp.blogspot.com/-n1fjOj3ZIxs/V9w5l1eUtvI/AAAAAAAAAjU/qIjgz0CEnDEOfGRJhY1FnCs6XAqk12v8gCLcB/s1600/wardah%2Bmate%2Blip%2Bcream.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;Mate lip never fails!&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dulunya aku bener-bener nggak tahu gimana rasanya addict sama lipstik.  Biasanya saya hanya punya satu palette, satu lip blam, dan satu mate  lipstick (dengan warna yang tidak ada di pallete). Seperti anak kecil  yang baru nemu mainan baru, akhir-akhir ini saya merasakannya. Bahkan  terpantau saya punya 3 warna peach segar dengan berbagai seri.&amp;nbsp; &lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;Lucunya... semua dari WARDAH. Saya memang mengawali perawatan wajah waktu SMA dengan brand yang satu ini. Semacam sudah ketagihan, akhirnya beli semua alat make up dari WARDAH. Dan baru akhir-akhir ini aja sih, saya bisa open mind untuk membeli brand lain terutama demi skin care &lt;u&gt;&lt;b&gt;pentingnya &lt;/b&gt;&lt;/u&gt;yang bakal saya jelasin di tulisan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Balik lagi ke WARDAH, saya bisa bilang saya nggak salah sudah percaya sejak awal dengan brand ini. Selain membawa label &#39;halal&#39; ke mana pun merepa &#39;pergi&#39;, harus diakui WARDAH selalu melakukan inovasi keren dalam produk-produknya. Salah satu yang jadi favorit saya ini bisa dibilang &#39;racun&#39; karena nagih dan membuat ingin beli dan beli lagi! :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kurun waktu kurang dari 2 minggu, saya membeli 2 warna sekaligus mate lip cream exclusive yang juga sedang hits di kalangan beauty blogger. Saat dipakai, lip cream ini &lt;b&gt;nggak kering&lt;/b&gt;&amp;nbsp;(padahal kulit saya ini tipe yang sangat kering), tahan lama dan semacam nyatu banget dengan warna kulit kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, kamu berani coba?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nadiaadibie.com/feeds/3188329422450551100/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.nadiaadibie.com/2016/09/racun-wardah-mate-lip-cream.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499830010138332555/posts/default/3188329422450551100'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499830010138332555/posts/default/3188329422450551100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nadiaadibie.com/2016/09/racun-wardah-mate-lip-cream.html' title='&#39;Racun&#39; WARDAH Mate Lip Cream'/><author><name>Nadia Adibie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04875592323805376371</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='//2.bp.blogspot.com/-ULEZ3XKq8KI/VxCNYqFNMEI/AAAAAAAAAds/rnFFhIfG9DsbCsLNuy8dZMR8dFH3uFsGgCK4B/s113/saya%2Bcantik.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://4.bp.blogspot.com/-n1fjOj3ZIxs/V9w5l1eUtvI/AAAAAAAAAjU/qIjgz0CEnDEOfGRJhY1FnCs6XAqk12v8gCLcB/s72-c/wardah%2Bmate%2Blip%2Bcream.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7499830010138332555.post-975188349555286636</id><published>2016-08-27T00:57:00.002+07:00</published><updated>2016-09-19T15:44:59.481+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Video"/><title type='text'>Happy Factor (Bukan Cerita Awkarin)</title><content type='html'>I was very excited!&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Setelah sempat berminggu-minggu gelisah karena gemparnya kabar Awkarin, saya mendapat ide untuk menciptakan &#39;trend tandingannya&#39;. Kebetulan, highlight tag yang sedang kami kerjakan di KapanLagi.com pada bulan Agustus ini mengambil tema #MerdekaDariMantan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Keinginan saya sederhana, ingin mengajak teman-teman sendiri berbagi cerita mereka buat move on dan mengemasnya dalam sajian apik yang enak dilihat. Karena sesungguhnya,&lt;b&gt;&lt;i&gt; saya yakin saya jauh lebih patah hati melihat vlog patah hati milik Awkarin dari pada patah hati yang dirasakan gadis 19 tahun itu sendiri.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dan inilah dia. Hasil kerja keras mba &lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/windacarmelita/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Winda Carmelita&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; (kameraman) dan mas &lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/aposhtria/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Guntur Ishtar Aria &lt;/a&gt;&lt;/b&gt;(editor) yang bersikeras untuk menunjukkan bahwa patah hati itu tak selamanya buruk, Tidak harus menangis dan merengek di depan kamera.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Patah hati itu tentu tidak mudah. Tapi semoga, cerita mereka berlima bisa jadi inspirasi bahwa perjuanganmu buat move-on bakal berakhir indah. Selamat nonton!&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;iframe allowfullscreen=&quot;&quot; class=&quot;YOUTUBE-iframe-video&quot; data-thumbnail-src=&quot;https://i.ytimg.com/vi/_ztORIQMTdA/0.jpg&quot; frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;266&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/_ztORIQMTdA?feature=player_embedded&quot; width=&quot;320&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;text-align: start;&quot;&gt;&lt;i&gt;&quot;Karena yang membuatmu mulia bukanlah drama kehidupan, tapi caramu yang tegas untuk meninggalkan hal-hal remeh demi kebaikan masa depan,&quot; (Anonymous)&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nadiaadibie.com/feeds/975188349555286636/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.nadiaadibie.com/2016/08/happy-factor-bukan-cerita-awkarin.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499830010138332555/posts/default/975188349555286636'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499830010138332555/posts/default/975188349555286636'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nadiaadibie.com/2016/08/happy-factor-bukan-cerita-awkarin.html' title='Happy Factor (Bukan Cerita Awkarin)'/><author><name>Nadia Adibie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04875592323805376371</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='//2.bp.blogspot.com/-ULEZ3XKq8KI/VxCNYqFNMEI/AAAAAAAAAds/rnFFhIfG9DsbCsLNuy8dZMR8dFH3uFsGgCK4B/s113/saya%2Bcantik.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://img.youtube.com/vi/_ztORIQMTdA/default.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7499830010138332555.post-8617496980448487927</id><published>2016-08-18T00:22:00.004+07:00</published><updated>2017-01-12T17:27:31.666+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="My Story"/><title type='text'>Pernikahan Impian?</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://2.bp.blogspot.com/-_Iz4dbcGZVk/V7SbbESgl6I/AAAAAAAAAhg/yyFjvzjWAysJc565r3Aa6KeSKNcKI788ACLcB/s1600/5ea4c30270bf9c9cebd1ad3b7f63e387.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;426&quot; src=&quot;https://2.bp.blogspot.com/-_Iz4dbcGZVk/V7SbbESgl6I/AAAAAAAAAhg/yyFjvzjWAysJc565r3Aa6KeSKNcKI788ACLcB/s640/5ea4c30270bf9c9cebd1ad3b7f63e387.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya saya menulis tentang &#39;pernikahan&#39; juga. Setelah beberapa waktu terakhir begitu sibuk menyiapkan apa pun yang tentu pernah disiapkan oleh banyak orang (catering, dekorasi, dst). Jadi, bukan cerita itu yang ingin saya tuliskan.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Saya ingin merekam kembali; sebenarnya, seperti apa sih pernikahan impian yang pernah saya bangun dulu?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;Pada suatu hari di masa saya lagi jatuh cinta-jatuh cintanya pada cinta pertama, saya pernah main ke pantai di wilayah Gunung Kidul. Seperti gadis-gadis lain yang sedang jatuh cinta, bayangan tentang si doi selalu muncul ke mana pun saya pergi. Tentu saya pernah berkhayal menikah dengannya. Saya membayangkan bagaimana jika ia berhadapan dengan ayah saya, mengucapkan ijab qabul, pakaian yang dikenakannya kala itu, hingga khayalan tak logis tentang liburan bersamanya setelah halal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur saja, saya pernah menjadi seorang anak ingusan yang bercita-cita memiliki pernikahan indah di masa muda. Tanpa pacaran, lalu bisa secepatnya terikat dalam satu tali yang sah. Yah, sebagaimana anak-anak muda sekarang juga, lah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, sepulang dari pantai saya dan seorang sahabat pernah bermimpi membawa suami kami masing-masing untuk double date di pinggir laut. Kami akan membangun dua tenda, menggelar sajadah dan salat berjamaah dengan suara debur ombak. Lalu kami menyalami tangan suami masing-masing, berjemur, dan tertawa dalam kebahagiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangan itu indah, sangat indah.&lt;br /&gt;Sampai akhirnya saya merasakan patah hati untuk yang pertama kalinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka khayalan pernikahan itu mulai memudar. Saya mulai menyadari bahwa tidak ada pria sempurna seperti yang benar-benar kita inginkan di dunia ini. Pada masa patah hati itu, saya bahkan bertekad tak mau jatuh cinta lagi. Sampai ada orang yang benar-benar meminang saya. Alasannya sederhana; supaya saya tak perlu berharap apa-apa kecuali pada orang yang sangat serius mencintai saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bayangan itu kembali patah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, saya jatuh cinta pada seseorang yang jauh dari kata sempurna, pun dalam soal meminang.&amp;nbsp; Saya mulai tak bisa melogikakan bagaimana mungkin jatuh cinta pada lelaki yang lebih muda (meski hanya 8 bulan)? Bagaimana mungkin bisa menikah cepat dengan lelaki yang angkatan kuliahnya beda satu tahun di bawah saya? Bagaimana mungkin minta dipinang semuda mungkin oleh orang yang saat itu masih jadi mahasiswa dan belum bekerja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu ia memiliki segudang kelemahan yang selama saya mengenalnya juga membuat kecewa. Tapi, pernikahan impian itu mulai bergeser menjadi satu titik tumpu: apa pun yang telah ditetapkan Tuhan pada saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memang belum pernah menjalani hari-hari dalam pernikahan. 3 tahun  terakhir pun, keinginan menikah muda sudah tak lagi ada di pikiran saya.  Banyak pengetahuan-pengetahuan baru yang meyakini saya bahwa menikah  tidaklah seindah yang sering dipamerkan orang. Menikah itu harus  realistis dan logis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://3.bp.blogspot.com/-G4KfUEumPWE/V7SdF2hdQPI/AAAAAAAAAh0/sU_XbYrhKRUmm8Umv5IMFP0X7JP8Sa7XwCLcB/s1600/2016-08-17.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;346&quot; src=&quot;https://3.bp.blogspot.com/-G4KfUEumPWE/V7SdF2hdQPI/AAAAAAAAAh0/sU_XbYrhKRUmm8Umv5IMFP0X7JP8Sa7XwCLcB/s640/2016-08-17.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Khitbah (Malang, 10 Juli 2016) / Photo by: Dawai Waduda&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;Kenyataannya, saya sempat merasa stres dengan semua persiapan pernikahan. Saya sering bertengkar dengan dia, sering terpikir hal-hal aneh yang tidak masuk akal, sering nggak terima, merasa nggak siap, takut kebebasan selama ini terenggut dan takut tidak bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi, kakek saya pernah berpesan pada mama. &lt;b&gt;&lt;i&gt;&quot;Menikah itu seperti gunung, dari jauh terlihat indah, tapi dari dekat ternyata terjal dan berbatu!&quot;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi beginilah cara Tuhan bekerja menata hamba-hambanya. Seringnya  tidak sesuai dengan khayalan kita, tapi justru akhirnya kita sadar bahwa  inilah jalan paling indah yang bisa kita tempuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yap.  Saya tidak pernah membayangkan, lelaki yang saya cintai memperjuangkan  saya sejak awal ia mengungkapkan perasaannya. Saya tidak pernah  membayangkan bahwa dia adalah sosok yang kuat menghadapi masa-masa  paling sulit dalam hidupnya. Tidak pernah terbesit dalam bayangan saya,  mengidolakan seorang &#39;family man&#39; yang selalu meluangkan waktunya untuk  keluarga. Tidak pernah juga saya mengimpikan lelaki yang pekerja keras,  cerdas dan perfeksionis soal apa pun; termasuk menata rumah tangga kami  di masa depan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah pernikahan impian ini membawa saya pada kejutan-kejutan tak terkira. Akhirnya, saya tidak mau banyak berkhayal lagi. Saya harus bersyukur, berbahagia dengan semua takdir (motion sebab - akibat) yang telah ditetapkanNya, dan berjuang bersama mencari jalan menggapai impian bersama dia yang telah dipilihkan untuk saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernikahan impian saya sekarang?&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya hanya ingin mencintai Tuhan, hidup dan dia dengan sederhana.&lt;br /&gt;Setulus-tulusnya.&lt;br /&gt;Seindah yang kami bisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;:) </content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nadiaadibie.com/feeds/8617496980448487927/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.nadiaadibie.com/2016/08/pernikahan-impian.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499830010138332555/posts/default/8617496980448487927'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499830010138332555/posts/default/8617496980448487927'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nadiaadibie.com/2016/08/pernikahan-impian.html' title='Pernikahan Impian?'/><author><name>Nadia Adibie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04875592323805376371</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='//2.bp.blogspot.com/-ULEZ3XKq8KI/VxCNYqFNMEI/AAAAAAAAAds/rnFFhIfG9DsbCsLNuy8dZMR8dFH3uFsGgCK4B/s113/saya%2Bcantik.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://2.bp.blogspot.com/-_Iz4dbcGZVk/V7SbbESgl6I/AAAAAAAAAhg/yyFjvzjWAysJc565r3Aa6KeSKNcKI788ACLcB/s72-c/5ea4c30270bf9c9cebd1ad3b7f63e387.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7499830010138332555.post-7553095904499842095</id><published>2016-07-18T19:57:00.001+07:00</published><updated>2017-01-12T18:31:53.072+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="My Story"/><title type='text'>Takdir Menulis: &#39;Tersesat&#39; di KapanLagi.com</title><content type='html'>&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://4.bp.blogspot.com/-TCKSSLmps04/V4zLnfOsnLI/AAAAAAAAAgk/VL8rysX1dpAUifroodThISlf2fOcz6MRQCLcB/s1600/lalala%2Blagi.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;424&quot; src=&quot;https://4.bp.blogspot.com/-TCKSSLmps04/V4zLnfOsnLI/AAAAAAAAAgk/VL8rysX1dpAUifroodThISlf2fOcz6MRQCLcB/s640/lalala%2Blagi.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Liputan pertama di KapanLagi bersama make-up artist Andi Soraya.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;/ Foto: KapanLagi.com&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Barangkali saya merupakan satu dari &#39;pemimpi gila&#39; yang hingga saat ini begitu percaya pada takdir. Belajar banyak dari Paulo Coelho lewat Alchemist, entah mengapa mitos-mitos dalam novel tersebut sangat membuat saya yakin. Kata sang penulis, semua orang ketika masih muda mengetahui takdir mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Ada dua jenis manusia, yang pertama mereka yang percaya pada takdir dan memenuhinya. Kedua, yang &#39;berhenti&#39; di tengah jalan. Pemberhentian itu bisa dipengaruhi banyak hal. Tapi yang paling sering terjadi adalah saat seseorang dihadapkan pada pilihan lain untuk menjadi orang yang dihargai di lingkup sosial tertentu. Ia pura-pura melupakan takdirnya dan memilih menjadi seseorang yang terhormat dengan posisi atau pekerjaan lain.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak mau jadi orang kedua. Karenanya, saya begitu yakin untuk mengejar mimpi dan menyingkirkan pikiran &#39;mapan dengan satu hal yang dipercaya masyarakat saat ini&#39;. Bahkan karena itu juga saya mencintai calon suami saya saat ini, dan begitu yakin akan melangsungkan hidup dengannya. Dia meyakini impian saya, dia meyakini takdir saya, takdirnya dan (barangkali) takdir kami berdua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berawal dari sebuah postingan dua tahun lalu di Twitter, saya ingin mengabadikan sebuah cerita dalam tulisan ini. Tepat dua tahun lalu, 18 Juli 2014. Waktu itu hari Jumat. Malam harinya, saya mendapat sebuah kabar lewat email di mana saya dipanggil wawancara di website ternama KapanLagi.com. Barangkali banyak orang yang melihat &#39;kewajaran&#39; dari pekerjaan ini. Saya memang lulusan Sastra Indonesia, saya hobi menulis sejak SD, dan saya pecinta novel hingga puisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari itu, saya punya kisah tak terkira di balik pekerjaan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://3.bp.blogspot.com/-fAOW1iAIHW0/V4zNGe6QGOI/AAAAAAAAAgw/HBd79AlUSLEhFRemskeMsgX09yvsdOrWACLcB/s1600/13729034_10207271805417304_4531984175616052022_n.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://3.bp.blogspot.com/-fAOW1iAIHW0/V4zNGe6QGOI/AAAAAAAAAgw/HBd79AlUSLEhFRemskeMsgX09yvsdOrWACLcB/s320/13729034_10207271805417304_4531984175616052022_n.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Kebahagiaan saya mendapat sebuah harapan untuk menjadi penulis profesional. 18 Juli 2014. / Twitter/nadibie&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Saya mengakui, sempat merasa sangat buruk saat belum mendapat pekerjaan ini. Saat itu saya berusaha menghasilkan uang dari berjualan online. Selama masa ini, saya terus berusaha tersenyum setiap hari. Saya tidak mau menyerah. Saya yakin jika berjuang sebaik-baiknya untuk pekerjaan jualan online ini, Tuhan akan memberi hadiah buat saya. Di tengah aktivitas ini, saya terus berusaha menulis. Bahkan cerpen saya pernah menjadi salah satu yang terpilih di buku antologi terbitan NulisBuku.com. Saat itu, saya tidak mampu membeli buku berisi cerpen saya sendiri. :&#39;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya takdir membawa saya di hari penting itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat dua tahun lalu, di pagi hari, terjadi sebuah &#39;drama&#39; di mana ayah saya begitu berat melepas saya untuk memenuhi panggilan interview di KapanLagi.com. Ia sempat mengungkapkan bahwa ia ingin menikahkan saya lebih dahulu baru bekerja. Saya memahami kekhawatirannya, tapi saya berusaha merayunya. Saya punya keyakinan menjadi penulis adalah takdir saya, dan inilah jalan pertama untuk memenuhi takdir itu. Ini pertama kalinya saya akan dibayar saat menulis. Saya bisa hidup dari sebuah pekerjaan yang sangat saya cintai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena &#39;drama kecil&#39; ini, saya harus mencari segala cara agar bisa berangkat wawancara. Saya diminta datang jam 10 pagi di Malang, tapi hingga jam 6 pagi saya masih di Sidoarjro dan belum mengantongi izin. Saya belum tahu apakah saya bisa mengejar waktu untuk interview di Malang dan mendapatkan pekerjaan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah ayah berangkat ke kantornya di Surabaya, saya yang memang sudah beberapa bulan tinggal di Sidoarjo mencari cara yang paling membuat ayah tenang untuk sampai di Malang. Saya menghubungi Manager yang akan mewawancara, dan meminta jadwal diundur hingga setelah salat Jumat. Padahal, saya belum tahu akan mencapainya dengan kendaraan apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam 7 pagi, saya sudah siap dan langsung bertandang ke stasiun Sidoarjo. Tepat waktu, ada kereta eksekutif yang bisa mengantar saya sampai di Malang sebelum salat Jumat dimulai. Saya dengan sigap membeli tiket. Saya belum tahu apa yang harus saya jawab saat interview nanti. Tangan saya gemetaran duduk di ruang tunggu stasiun kereta api. Saya membenahi dandanan berkali-kali. Saya bertanya, &#39;Tuhan, inikah takdir saya?&#39;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang perjalanan di kereta, saya tidak bisa menahan rasa gugup. Saya bingung mengapa saya bisa diwawancara menjadi seorang editor berita fashion? Apa yang saya pahami soal lifestyle? Sepanjang hidup, pencapaian saya dalam hal lifestyle hanya sekedar sukses berdiet OCD sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di Malang, saya langsung menuju kantor KapanLagi. Pertama kali masuk ke sebuah ruangan meeting ber-AC, saya langsung mengagumi tempat ini. Dari pintu kaca ruangan itu, saya melihat sederet komputer berjejeran. Saya melihat banyak sekali orang seolah berkejaran dengan waktu dan suara keyboard yang berisik. Kelihatan sekali, mereka adalah orang-orang kreatif pilihan yang bisa membesarkan perusahaan konten ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti Mike Wazowski yang mengagumi Monster Inc, kira-kira begitulah ekspresi saya saat itu. :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pun menjalani beberapa tes menulis dan wawancara lisan. Selama itu pula, dalam hati saya berpasrah atas apa pun yang Tuhan beri. Jika saya tidak diterima bekerja di sini, setidaknya ini adalah satu dari usaha terbaik saya. Menulis adalah cita-cita saya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Jumat itu menjadi salah satu hari paling bersejarah bagi saya. Bersama semua kesulitan dan halangan yang menyertai saya, saya berhasil memenuhinya. Saya diterima. Saya lalu menulis banyak hal untuk website ini. Saya juga berkesempatan beberapa kali liputan dan bertemu dengan sederet artis. Saya mengetahui dunia hiburan yang sudah sejak lama ingin saya datangi karena satu dan beberapa alasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dua tahun berlalu...&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;Ternyata kisah OCD saya dibaca orang, diminati, bahkan diikuti. Tulisan saya dibaca jutaan orang setiap bulannya. Saya bisa memberi hadiah ulang tahun berupa tulisan untuk Ariel NOAH. Saya bertemu David NOAH tepat di malam kematian ayah Ariel, kemudian mengungkapkan kebijaksanaan sosok almarhum pada khalayak ramai. Saya bahkan membagi beberapa tutorial hijab untuk para muslimah lewat Vemale.com. Begitu banyak yang bisa saya lakukan di sini. Cita-cita saya untuk bermanfaat bagi banyak orang pun kian terpenuhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi mendapat teman-teman yang hangat dan menyenangkan seperti keluarga. Jalan-jalan menelusuri sudut-sudut Malang. Belajar menjadi dewasa dan bijaksana melewati sebuah masalah. Belajar menghargai perbedaan dan mengenal dunia yang sebelumnya saya benar-benar buta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua hal itu, tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Yap, di sinilah takdir &#39;menyesatkan&#39; saya.&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Saya tidak mungkin berhenti di sini. Ada impian besar yang harus saya gapai di depan sana. Selama dua tahun ini, beberapa kali saya merasa kehilangan diri sendiri. Saat saya bertanya, &#39;apakah jalan ini salah hingga saya tersesat seperti ini?&#39;, saya kembali mengingat cerita kerjasama Semesta saat saya sampai di sini. Semua mendukung saya. Bergerak demi membantu saya memenuhi takdir saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka saya ingin bisa bijaksana menanggapi kinerja Semesta dalam takdir saya. Ke mana saya melangkah setelah ini? Bagaimana kisahnya? Bagaimana pahit getirnya? Semua harus dijalani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga, sepuluh jari tangan ini masih bisa terus bergerak menebar manfaat untuk dunia. Memenuhi takdir yang sudah saya tahu sejak lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aamiin..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malang, 18 Juli 2016&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nadiaadibie.com/feeds/7553095904499842095/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.nadiaadibie.com/2016/07/takdir-menulis-tersesat-di-kapanlagicom.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499830010138332555/posts/default/7553095904499842095'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499830010138332555/posts/default/7553095904499842095'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nadiaadibie.com/2016/07/takdir-menulis-tersesat-di-kapanlagicom.html' title='Takdir Menulis: &#39;Tersesat&#39; di KapanLagi.com'/><author><name>Nadia Adibie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04875592323805376371</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='//2.bp.blogspot.com/-ULEZ3XKq8KI/VxCNYqFNMEI/AAAAAAAAAds/rnFFhIfG9DsbCsLNuy8dZMR8dFH3uFsGgCK4B/s113/saya%2Bcantik.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://4.bp.blogspot.com/-TCKSSLmps04/V4zLnfOsnLI/AAAAAAAAAgk/VL8rysX1dpAUifroodThISlf2fOcz6MRQCLcB/s72-c/lalala%2Blagi.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7499830010138332555.post-2786694455486821338</id><published>2016-07-03T10:05:00.002+07:00</published><updated>2017-01-12T17:09:04.456+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Personal Thoughts"/><title type='text'>Hai, Generasi Komentator! </title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://3.bp.blogspot.com/-2wr8UlOmJU8/V3iAvvBjnZI/AAAAAAAAAgU/QD7P-5vylcQGczZdyqhKN50Ixnq4PMxbgCLcB/s1600/lalala.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;265&quot; src=&quot;https://3.bp.blogspot.com/-2wr8UlOmJU8/V3iAvvBjnZI/AAAAAAAAAgU/QD7P-5vylcQGczZdyqhKN50Ixnq4PMxbgCLcB/s400/lalala.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Kita kini sedang hidup dalam dunia di mana semua orang bebas berkomentar. Demokrasi yang dulu sudah diperjuangkan itu terus berkembang. Nggak hanya protes di depan gedung DPR saja, semua orang bisa saling menilai, komen, hujat lewat beragam aplikasi chat group, Facebook, Twitter, atau apa saja. Topiknya bisa apa saja. Bahkan curhat dan saling sindir dengan musuh bebuyutan atau saingan kerja atau bahkan bos sendiri, juga bisa.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;Sepanjang saya bekerja menjadi editor berita artis, entah berapa kali sudah saya geleng-geleng dengan komentar netizen. Mungkin ratusan kali lebih, kali ya? Sebut saja kasus paling gampang yang terjadi pada Marshanda saat ia memutuskan melepas hijab. Atau Mulan Jameela yang punya banyak banget haters karena.., yah, kamu pasti tahu lah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak bisa menghitung berapa banyak komentar yang tertulis di sana. Yang menghujat banyak, yang membela juga lumayan, lebih banyak lagi yang bersuara dengan nada bijak. &quot;Udahlah hidup orang nggak perlu diurus, saling hujat apa gunanya,&quot; tulis mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan cuma artis, pribadi kita di keseharian juga pasti memunculkan komentar dari banyak orang. Jangan sebut deh kalau pertanyaan soal nikah saat lebaran nanti. Hari ini kamu ngobrol dengan seorang teman baru aja, di depan teman lain juga bisa jadi bahan pembicaraan. &quot;Ciye, cocok nih kayaknya, Mumpung jomblo, libas sana,&quot; kata mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti juga kalian, saya pun sering merasakan hal serupa. Bahkan nggak jarang orang bisa men-judge begitu saja keputusan atau sikap yang kita ambil sehari-hari. Mulai dari bilang kita sombong, terlalu murung, terlalu bahagia, baper atau stres. Semua bisa jadi bahan untuk memberikan komentar. Kadang komentar ini tidak dilayangkan langsung di depan kita, tapi jadi bahan pergunjingan. Ah, kalau bahas soal menggunjing, bisa-bisa tulisan saya ini nggak selesai-selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well, sebagai manusia biasa, seperti juga kalian, saya tentu kurang senang saat mengalaminya. Kadang saya tanya sama diri sendiri, apa saya juga bersih dari melakukan hal demikian? Jangan-jangan saya juga nggunjing orang, ngejudge orang, dan cuma bisa berkomentar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu....&lt;br /&gt;Seperti biasa, Semesta memberikan satu lagi petunjukNya pada saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ceritanya, beberapa waktu terakhir, saya keranjingan belajar dari sebuah situs kursus gratis di IndonesiaX.co.id. Awalnya saya cuma ingin belajar membuat video saja demi keperluan film. Selesai belajar langsung dari tim NET. TV, saya scrolling kursus lain hingga bertemu dengan kursus Self Driving dari Prof. Dr. Rhenald Kasali. Lalu.. pikiran saya kemudian berkecamuk sambil bergumam dalam hati, &quot;Gila! Saya ngapain aja selama ini?!&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yap. Saya sadar saya sedang berada di tengah generasi komentator. Kalau kata pak Rhenlad, generasi wacana. Di samping kanan kiri saya, semua orang bebas berkomentar. Jangankan soal mantan pacar atau gebetan, ada kasus bunuh diri saja semua orang HANYA bisa memberi komen, like, dan &amp;nbsp;paling jauh share di sosial media. Nggak bisa move on, nulis di sosmed. Mau move on, pencitraan di sosmed. Berdebat masalah puasa dan agama, cukup ngetwit dan semua bisa berubah. Yang tadinya teman bisa jadi musuh bebuyutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, apakah semua komentar itu mengubah keadaan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TENTU TIDAK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedihnya, generasi komentator ini tidak hanya bikin kehidupan kita jadi makin tidak damai. &amp;nbsp;Mereka (selanjutnya saya ganti dengan&#39;kita&#39;) yang paling banyak komentar justru berpotensi jadi orang yang tidak bisa membawa hidup kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita terlatih untuk menjadi orang-orang yang hanya melihat, tidak berbuat apa-apa. Awalnya tidak berani bertindak dalam melihat suatu masalah. Tapi akhirnya yang terburuk, kita tak bisa mengambil tindakan untuk memutuskan kehidupan kita sendiri. Padahal dunia berjalan sangat cepat. Tidak ada waktu lama untuk berpikir dalam mengambil keputusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prof Rhenald membagi generasi ini dengan sebutan Driver dan Passenger. Driver adalah mereka yang berani menggebrak dunia nyaman. Berhenti komen, dan melakukan tindakan. Salah? Tentu bukan masalah. Justru seorang Driver bisa menjadi seorang Driver karena berkali-kali melakukan kesalahan dalam hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu mereka yang Passenger, hanya bisa mencari posisi aman. Mereka suka komen dengan keputusan hidup yang kamu buat? Nggak masalah. Mereka memang tidak akan pernah salah karena tidak mengambil tindakan apa pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi..&lt;br /&gt;Ini &lt;b&gt;surat cinta buat kalian yang suka dibully, dihujat dan di-judge &lt;/b&gt;atas apa pun yang kalian lakukan. Hanya ada satu catatan. &lt;b&gt;Jangan menjadi sama seperti mereka&lt;/b&gt;. Berhenti berkomentar dan sok tahu dengan kehidupan orang lain. Jangan cuma bisa share meme atau pasang status sindiran saat ada masalah terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini bukan cuma soal &#39;haters gonna hate&#39; atau gengsi-gengsian kamu versus para komentator itu. Ini soal masa depan kita semua. Soal kualitas hidup kita dan anak-anak kita nanti. Apa kita mau terus-terusan &#39;nempel&#39; mencari posisi aman dengan teman atau pihak yang masa depannya juga belum pasti? Apa kita mau terus-terusan berharap dapat pasangan hidup kaya yang bisa menjamin kehidupan selama-lamanya? Apa kita masih berharap bisa bekerja santai dengan gaji besar padahal dunia sudah sebegini pesat dan cepat berubah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama menjadi komentator, kita melatih diri sendiri untuk jadi penonton, bukan orang yang bergerak melakukan tindakan. Kita tidak pernah melatih diri jadi orang yang berani mengambil langkah dan risiko. Maka lama kelamaan, jangan heran jika di satu titik kita merasa stuck dan tidak tahu harus berbuat apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tidak ada cara lain, Kita harus jadi Driver dan memutuskan kehidupan kita sendiri.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kita tidak akan bisa menggapainya jika masih menjadi generasi komentator. Tentu ini juga pengingat buat diri saya sendiri. Mari sama-sama berbenah.. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nadiaadibie.com/feeds/2786694455486821338/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.nadiaadibie.com/2016/07/hai-generasi-komentator.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499830010138332555/posts/default/2786694455486821338'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499830010138332555/posts/default/2786694455486821338'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nadiaadibie.com/2016/07/hai-generasi-komentator.html' title='Hai, Generasi Komentator! '/><author><name>Nadia Adibie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04875592323805376371</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='//2.bp.blogspot.com/-ULEZ3XKq8KI/VxCNYqFNMEI/AAAAAAAAAds/rnFFhIfG9DsbCsLNuy8dZMR8dFH3uFsGgCK4B/s113/saya%2Bcantik.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://3.bp.blogspot.com/-2wr8UlOmJU8/V3iAvvBjnZI/AAAAAAAAAgU/QD7P-5vylcQGczZdyqhKN50Ixnq4PMxbgCLcB/s72-c/lalala.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7499830010138332555.post-1581715728352697088</id><published>2016-05-24T17:10:00.002+07:00</published><updated>2017-01-12T17:24:10.779+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Personal Thoughts"/><title type='text'>[Introspeksi] Kesederhaan Lagu &#39;Nyawa dan Harapan&#39; Raisa Yang Dikirim Semesta</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://2.bp.blogspot.com/-0cWHvE9qCAk/V0QoGpsOvjI/AAAAAAAAAfM/vasW5Ej8RlQsxL16qau8qYRPkXCyxk2kQCLcB/s1600/raisa%2Bblog%2Bnadibie.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;499&quot; src=&quot;https://2.bp.blogspot.com/-0cWHvE9qCAk/V0QoGpsOvjI/AAAAAAAAAfM/vasW5Ej8RlQsxL16qau8qYRPkXCyxk2kQCLcB/s640/raisa%2Bblog%2Bnadibie.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Saya dan Cahya semakin serius menyiapkan semuanya. Semakin dekat hari-hari &#39;besar&#39; yang kami rencanakan datang, kami justru lebih sering berdebat. Bukan karena sibuk mendebat vendor-vendor, tapi justru soal diri saya sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Pada suatu malam lewat telepon, Cahya mengungkapkan perasaannya selama setahun atau hampir dua tahun terakhir. Katanya, &quot;Terakhir kali aku melihatmu sebagai sosok &#39;Dibie&#39; itu sebelum aku ke Jakarta (Februari 2015)&quot;.&lt;/div&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tentu saya kaget dengan ungkapan Cahya kali ini. Dari sekian banyak hari di mana saya membangun impian satu persatu, benarkah saya justru tidak menjadi diri sendiri?&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tapi saya hanya bisa mengiyakannya. Entah kenapa, semua ungkapan dari Cahya selalu saya &amp;nbsp;yakini disampaikan dengan sangat tulus dan demi kebaikan saya sendiri. Saya lalu mulai memikirkan kembali apa-apa yang telah saya lalui selama ini. Dan tampaknya, perenungan ini menemukan titik puncak setelah &lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://www.nadiaadibie.com/2016/05/sekelumit-cerita-di-jogja-puisi-sapardi.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;perjalanan di Jogja &lt;/a&gt;&lt;/b&gt;beberapa minggu lalu.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sebagaimana biasa, Semesta selalu bekerja untuk mempermudah jalan kita menjawab pertanyaan-pertanyaan. Siang tadi, setelah saya selesai syuting tutorial hijab untuk &lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://vemale.com/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Vemale.com&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; edisi Ramadan nanti, saya dirundung lelah luar biasa. Tenggorokan saya mulai sedikit sakit dan pikiran saya melayang-layang.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Lalu saya dipertemukan dengan sebuah lagu, &lt;i&gt;randomly, when I was stalking many things which (hopefully) interesting to watch on Youtube.&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Raisa.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Lewat album Handmade-nya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Berjudul &#39;Nyawa dan Harapan&#39;.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Semakin sempurna karena &lt;i&gt;back sound&lt;/i&gt; suara sekumpulan anak-anak di bagian akhirnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dan sangat terasa, dibuat dengan ketulusan yang sangat sempurna.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;iframe allowfullscreen=&quot;&quot; class=&quot;YOUTUBE-iframe-video&quot; data-thumbnail-src=&quot;https://i.ytimg.com/vi/UgVEftqF-i8/0.jpg&quot; frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;266&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/UgVEftqF-i8?feature=player_embedded&quot; width=&quot;320&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Lagu ini sebenarnya sederhana. Tapi saya bisa merasakan peristiwa-peristiwa di sana dalam diri saya sendiri. Yap. Barangkali benar apa yang dikatakan Cahya lewat telepon saat itu. Selama ini saya terjebak dalam kewajaran dalam membenci, menuduh, bahkan melihat satu orang menyakiti orang lain.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sudah coba mendengarkan?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nadiaadibie.com/feeds/1581715728352697088/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.nadiaadibie.com/2016/05/intorspeksi-kesederhaan-lagu-nyawa-dan.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499830010138332555/posts/default/1581715728352697088'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499830010138332555/posts/default/1581715728352697088'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nadiaadibie.com/2016/05/intorspeksi-kesederhaan-lagu-nyawa-dan.html' title='[Introspeksi] Kesederhaan Lagu &#39;Nyawa dan Harapan&#39; Raisa Yang Dikirim Semesta'/><author><name>Nadia Adibie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04875592323805376371</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='//2.bp.blogspot.com/-ULEZ3XKq8KI/VxCNYqFNMEI/AAAAAAAAAds/rnFFhIfG9DsbCsLNuy8dZMR8dFH3uFsGgCK4B/s113/saya%2Bcantik.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://2.bp.blogspot.com/-0cWHvE9qCAk/V0QoGpsOvjI/AAAAAAAAAfM/vasW5Ej8RlQsxL16qau8qYRPkXCyxk2kQCLcB/s72-c/raisa%2Bblog%2Bnadibie.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7499830010138332555.post-7298002242564207903</id><published>2016-05-16T10:06:00.002+07:00</published><updated>2017-01-12T18:20:06.141+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Travel Diary"/><title type='text'>Sekelumit Cerita di Jogja &amp; Puisi Sapardi Djoko Damono</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://3.bp.blogspot.com/-yvLG7CnoMYU/Vzk41LfE74I/AAAAAAAAAe8/7v3RbrIyUko_PhASZKVg6hhJ_fdC5s1ugCLcB/s1600/YDXJ0209.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;524&quot; src=&quot;https://3.bp.blogspot.com/-yvLG7CnoMYU/Vzk41LfE74I/AAAAAAAAAe8/7v3RbrIyUko_PhASZKVg6hhJ_fdC5s1ugCLcB/s640/YDXJ0209.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Ke mana kalian mengisi waktu liburan long weekend minggu lalu?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Postingan ini barangkali cukup terlambat untuk menceritakan beberapa hal di minggu lalu. &lt;b&gt;Namun, waktu tak pernah habis untuk menceritakan romantisnya Jogja seisinya&lt;/b&gt;. Iya kan?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Yap, saya pergi ke Jogja. Sengaja saya ingin berlama-lama di sana dengan tujuan utama untuk &#39;melambatkan waktu&#39;. Kadang, saya merasa menjadi orang modern membuat waktu saya menjadi sangat sedikit dan berlangsung dengan cepat sekali. Saya pun ke Jogja dengan tekad bulat untuk membuat waktu melambat; saya tidak boleh buru-buru dan harus menikmati setiap detik di sana.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tekad saya berhasil 100%! Hanya 5 hari berada di kota penuh cerita itu, saya sudah merasa sebulan berada di sana. Saya datang ke tempat yang tidak banyak didatangi orang lain, menjalin cerita dengan banyak sekali teman lama, dan memilih untuk sering berlama-lama di rumah dan duduk dengan tenang. Entah pisang goreng, atau kopi atau teh yang menemani. Saya tak mau terlalu memikirkan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat teman-teman bertanya dan mengajak janjian atau pergi ke mana, saya hanya punya dua kata kunci yaitu &quot;tenang dan sederhana&quot;. Ya, saya rasa kedua hal itu yang bisa membuat saya bisa melambatkan waktu. Saya ingin menikmati ketenangan dan kesederhanaan, jauh dari hiruk pikuk kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5 hari di Jogja, sekali lagi, saya berhasil melambatkan waktu. Namun di sisi lain saya benar-benar merasa ditampar. Entah kenapa saya ingin mengumpat diri sendiri karena selama ini tak bisa berpikir atau bertingkah tenang dan sederhana. Ternyata, yang tenang dan sederhana itu bukan tempat-tempat yang bisa kita temui, atau pekerjaan yang kita kerjakan, atau teman-teman yang kita pilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketenangan dan kesederhaan ada dalam batin kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka saya mengingat sebuah puisi dari Sapardi Djoko Damono yang paling legendaris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #181818; font-family: &amp;quot;merriweather&amp;quot; , &amp;quot;georgia&amp;quot; , serif; font-size: 14px; line-height: 21px;&quot;&gt;Aku ingin mencintaimu dengan sederhana;&lt;/span&gt;&lt;br style=&quot;background-color: white; color: #181818; font-family: Merriweather, Georgia, serif; font-size: 14px; line-height: 21px;&quot; /&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #181818; font-family: &amp;quot;merriweather&amp;quot; , &amp;quot;georgia&amp;quot; , serif; font-size: 14px; line-height: 21px;&quot;&gt;dengan kata yang tak sempat diucapkan&lt;/span&gt;&lt;br style=&quot;background-color: white; color: #181818; font-family: Merriweather, Georgia, serif; font-size: 14px; line-height: 21px;&quot; /&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #181818; font-family: &amp;quot;merriweather&amp;quot; , &amp;quot;georgia&amp;quot; , serif; font-size: 14px; line-height: 21px;&quot;&gt;kayu kepada api yang menjadikannya abu&lt;/span&gt;&lt;br style=&quot;background-color: white; color: #181818; font-family: Merriweather, Georgia, serif; font-size: 14px; line-height: 21px;&quot; /&gt;&lt;br style=&quot;background-color: white; color: #181818; font-family: Merriweather, Georgia, serif; font-size: 14px; line-height: 21px;&quot; /&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #181818; font-family: &amp;quot;merriweather&amp;quot; , &amp;quot;georgia&amp;quot; , serif; font-size: 14px; line-height: 21px;&quot;&gt;Aku ingin mencintaimu dengan sederhana;&lt;/span&gt;&lt;br style=&quot;background-color: white; color: #181818; font-family: Merriweather, Georgia, serif; font-size: 14px; line-height: 21px;&quot; /&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #181818; font-family: &amp;quot;merriweather&amp;quot; , &amp;quot;georgia&amp;quot; , serif; font-size: 14px; line-height: 21px;&quot;&gt;dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #181818; font-family: &amp;quot;merriweather&amp;quot; , &amp;quot;georgia&amp;quot; , serif; font-size: 14px; line-height: 21px;&quot;&gt;kepada hujan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #181818; font-family: &amp;quot;merriweather&amp;quot; , &amp;quot;georgia&amp;quot; , serif; font-size: 14px; line-height: 21px;&quot;&gt;yang menjadikannya tiada&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #181818; font-family: &amp;quot;merriweather&amp;quot; , &amp;quot;georgia&amp;quot; , serif; font-size: 14px; line-height: 21px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;Saya tak bisa mengelak lagi. Bagi saya, mencitai adalah perkara paling sulit dan kompleks saat dijalani. Tapi, &amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;i&gt;jika mencintai saja sebaiknya kita sederhanakan, mengapa kita harus merumitkan semua urusan?&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat pagi.&lt;br /&gt;Selamat ngopi.&lt;br /&gt;Selamat menyederhakan apa pun yang ada di bumi... :)&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nadiaadibie.com/feeds/7298002242564207903/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.nadiaadibie.com/2016/05/sekelumit-cerita-di-jogja-puisi-sapardi.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499830010138332555/posts/default/7298002242564207903'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499830010138332555/posts/default/7298002242564207903'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nadiaadibie.com/2016/05/sekelumit-cerita-di-jogja-puisi-sapardi.html' title='Sekelumit Cerita di Jogja &amp; Puisi Sapardi Djoko Damono'/><author><name>Nadia Adibie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04875592323805376371</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='//2.bp.blogspot.com/-ULEZ3XKq8KI/VxCNYqFNMEI/AAAAAAAAAds/rnFFhIfG9DsbCsLNuy8dZMR8dFH3uFsGgCK4B/s113/saya%2Bcantik.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://3.bp.blogspot.com/-yvLG7CnoMYU/Vzk41LfE74I/AAAAAAAAAe8/7v3RbrIyUko_PhASZKVg6hhJ_fdC5s1ugCLcB/s72-c/YDXJ0209.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7499830010138332555.post-3134773688941905119</id><published>2016-04-21T21:12:00.000+07:00</published><updated>2017-01-12T17:10:14.878+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Personal Thoughts"/><title type='text'>Cewek Jomblo VS Punya Pacar [Selamat Hari Kartini!]</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://3.bp.blogspot.com/-nYZvfb3kk94/VxjfjNcXtJI/AAAAAAAAAeg/IRWe7aLEV7cldY5NZSx7kUM-sqU_oCXmgCLcB/s1600/kartini4.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://3.bp.blogspot.com/-nYZvfb3kk94/VxjfjNcXtJI/AAAAAAAAAeg/IRWe7aLEV7cldY5NZSx7kUM-sqU_oCXmgCLcB/s400/kartini4.jpg&quot; width=&quot;266&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Selamat hari Kartini!&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&quot;Cewek di tahun 2016:&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt; Boro-boro mau memikirkan emansipasi wanita, dirinya sendiri aja masih belum bisa move on dari masa lalu...&quot;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;#EH&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama saya berada di kantor hari ini, terpantau sudah 3 kali keyword &#39;Kartini&#39; jadi Google Trends. Mulai dari mereka yang cari sejarah sampai foto-foto meme Kartini yang beredar luas di dunia maya. Ada juga yang mencari buku &lt;i&gt;Habis Gelap Terbitlah Terang&lt;/i&gt;. Ada juga yang upload quote-quote manis tentang perempuan di Twitter atau Instagram. Ada yang bahkan membuat resolusi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saya ikut bangga karena dengan trending-nya keyword &#39;Kartini&#39; artinya banyak orang yang mencari tahu berbagai sisi perjuangan beliau. Tapi entah mengapa, ada pikiran &#39;aneh&#39; yang muncul di kepala saya saat perjalan pulang dari kantor hari ini. Tetiba saya membayangkan timeline Twitter dan Facebook. Di mana banyaknya persentase &#39;curhat terselebung&#39; perempuan masa kini lewat status Facebook, Twit atau bahkan saat share sebuah tulisan yang jadi &#39;kode-kode&#39; tertentu untuk pasangannya, baik yang sudah menikah atau belum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, nggak sedikit juga yang galau karena masih menjomblo di usia yang sama seperti saya (26 tahun). Mulai dari ditagih nikah, dibully atau diapain saja, yang membuat perempuan-perempuan ini &#39;terbebani&#39; karena status jomblonya. Terus, kalau kedua jenis cewek ini sama-sama galau, siapa dong yang lebih bahagia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, kalau kita mau meresapi, masalahnya&amp;nbsp; bukan ada pada jomblo atau punya pasangan, tapi bagaimana kita menjadi &lt;u&gt;&lt;b&gt;perempuan super di setiap keadaan&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;. Walau pun, kadang-kadang pemilihan kata &#39;perempuan super&#39; ini sering jadi quote pencitraan untuk menutupi rasa galau, baper atau lelah dengan keadaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;Contoh pemakaiannya dalam status Facebook...&amp;nbsp;&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Cewek Jomblo&lt;/b&gt;: &lt;i&gt;Buat apa pacaran atau nikah kalau nggak bahagia? Mending single, tapi jadi perempuan super!&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Cewek Punya Pacar/Menikah&lt;/b&gt;: &lt;i&gt;Ya, ya, ya. Sekarang udah nggak jaman minta bantuan sama suami. Kalau bisa refreshing dan ngerjain apa-apa sendiri, kenapa enggak? Semangat istri-istri super!&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa lihat nggak persamaan dari dua status di atas? Sama-sama baper, nggak bersyukur dengan keadaan dan &#39;berlindung&#39; di balik kata perempuan super. Tentu saja definisi perempuan super yang saya maksud di sini bukan yang terjadi pada kedua penulis status tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;BERSYUKUR&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Menjadi perempuan paling bahagia di dunia itu tidak perlu menunggu impian yang tercapai, menunggu punya pasangan ganteng - kaya- saleh, atau punya rumah, mobil dan segala-galanya. Karena rasa bahagia itu sebenarnya datang dari diri kita sendiri. Kadang kita iri melihat orang lain mendapat kebahagiaan tanpa menyadari bahwa banyak sekali orang yang menginginkan pencapaian kita hari ini. Menyindir pilihan orang lain yang menikah muda, menikah tua, atau memilih single, hanya akan menjadi tanda bahwa kita tidak bahagia dengan kondisi saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt; NO BAPER, MOVE ON!&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Saya menuliskan ini bukan berarti lulus dari perasaan baper dan jalan di tempat. Tapi setidaknya, menurut saya inilah yang harus dilakukan oleh para Kartini masa sekarang, termasuk saya sendiri. Kecepatan dan transparansi yang terjadi di dunia media sosial sangat memungkinkan kita saling menyindir, melihat kesuksesan orang lain, saling berebut ingin terlihat bahagia, saling pamer dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh bagi para jomblo yang baru putus dari pacar nih. Di masa lalu, putus dari pacar adalah cukup tidak ketemu selama 3 bulan saja, jalani fase nangis-nangis sendiri dan selesai. Sekarang? Mau di-block di berbagai socmed, kalau masih ada teman yang follow doi, kamu tetap bisa kepo kan? Maka menjadi Kartini masa sekarang itu sangat sulit. Boro-boro mau memikirkan emansipasi wanita, dirinya sendiri aja masih belum bisa move on dari masa lalu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi di sisi lain, saya percaya pepatah yang mengatakan&lt;i&gt; &#39;semakin tinggi pohon semakin keras angin yang menerpanya&lt;/i&gt;&#39;. Sulitnya menghilangkan baper dan berusaha move on karena begitu cepat dan transparannya dunia ini, adalah tanda bahwa perempuan masa kini juga makin cerdas dan sangat kreatif. Banyak perempuan yang sudah membuktikan bisa melahirkan karya-karya keren, tetap menjadi ibu yang baik meski bekerja, tetap bersyukur dengan &#39;kejombloannya&#39; dan produktif menebar manfaat buat banyak orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa banyak hal yang bisa kita lakukan dengan nggak perlu kepo lagi dengan masa lalu (bagi yang jomblo) dan bersyukur mencintai pasanganmu setulus hati (bagi yang punya pacar). Sejatinya, semua orang punya permasalahannya masing-masing. Move on dengan apa pun yang ada di depan mata, adalah pilihan paling tepat, seburuk apa pun kondisi yang tengah kita hadapi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;LOVE YOUR SELF&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sejujurnya, saya sendiri masih perlu banyak belajar dalam mencintai diri sendiri. Menjadi versi terbaik dari diri kita tidak boleh hanya&amp;nbsp; menjadi kata-kata. Coba pejamkan mata, sebut nama lengkapmu sambil membayangkan menjadi siapakah kamu 5 tahun yang akan datang? Sapalah dia. Katakan bahwa kamu mencintainya. Katakan bahwa kamu akan melakukan segala macam perjuangan untuk mewujudkan sosok yang kamu bayangkan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jomblo atau pun punya pasangan. Kita semua punya kesempatan yang sama untuk mencintai diri sendiri tanpa harus menyindir pilihan hidup orang lain.&lt;b&gt; Bergeraklah. Selayaknya Kartini yang memperjuangkan hal paling tabu di masanya. Hal yang bagi siapa pun tidak mungkin saat itu, tapi justru jadi sejarah besar yang diingat banyak orang.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat Hari Kartini.&lt;br /&gt;Dari saya, yang berharap semua perempuan Indonesia bahagia dengan pilihannya masing-masing. Aamin!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Nadibie-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nadiaadibie.com/feeds/3134773688941905119/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.nadiaadibie.com/2016/04/cewek-jomblo-vs-punya-pacar-selamat.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499830010138332555/posts/default/3134773688941905119'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499830010138332555/posts/default/3134773688941905119'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nadiaadibie.com/2016/04/cewek-jomblo-vs-punya-pacar-selamat.html' title='Cewek Jomblo VS Punya Pacar [Selamat Hari Kartini!]'/><author><name>Nadia Adibie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04875592323805376371</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='//2.bp.blogspot.com/-ULEZ3XKq8KI/VxCNYqFNMEI/AAAAAAAAAds/rnFFhIfG9DsbCsLNuy8dZMR8dFH3uFsGgCK4B/s113/saya%2Bcantik.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://3.bp.blogspot.com/-nYZvfb3kk94/VxjfjNcXtJI/AAAAAAAAAeg/IRWe7aLEV7cldY5NZSx7kUM-sqU_oCXmgCLcB/s72-c/kartini4.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7499830010138332555.post-3043060514088791227</id><published>2016-04-19T07:39:00.000+07:00</published><updated>2017-01-12T18:19:42.915+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Travel Diary"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Video"/><title type='text'>Arc De Triomphe Paris di Indonesia &amp; Pertemuan Manis Kita</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-OIZduQxmeEs/VxV9Ghqe79I/AAAAAAAAAeQ/qE4O5Q8ROrY9itQQxX_ID88pbMUu2kwqQCLcB/s1600/YDXJ1808.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-OIZduQxmeEs/VxV9Ghqe79I/AAAAAAAAAeQ/qE4O5Q8ROrY9itQQxX_ID88pbMUu2kwqQCLcB/s640/YDXJ1808.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Ada dua hal spesial yang saya dapat selama jalan-jalan. Pertama, tentu &lt;u&gt;pengalaman dan pengetahuan baru&lt;/u&gt;. Dan kedua, menulis&lt;u&gt;&amp;nbsp; cerita baru bersama mereka yang hadir selama jalan-jalan&lt;/u&gt;. Kedua-duanya, saya dapatkan dalam perjalanan ke Kediri 3 minggu lalu.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan ke Kediri ini sebenarnya cukup mendadak. Alasannya sangat klise: saya lagi bosan di Malang. Kebetulan, di kota cantik itu ada seorang teman lama yang sudah membangun keluarga kecilnya. Terakhir kali kami bertemu adalah di hari pernikahannya, Oktober 2014 silam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namanya Maul, dia teman SMA yang bersamanya saya berdiskusi tentang pilihan-pilihan penting dalam hidup. Bisa dibilang, pilihan-pilihan itu bahkan jadi penentu siapa saya hari ini. Dan akhirnya, dia melepas masa lajang dengan pria yang tentu telah dipilihnya dengan matang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kebetulan lagi, sahabat baik saya, Yola, sedang &#39;hijrah sementara&#39; dari Jogja ke kota Pare untuk kursus bahasa Inggris. Di minggu yang sama dengan keberadaan Yola di sana, saya merasa butuh udara segar, ingin kabur dari Malang, dan... &lt;i&gt;perfect combo!&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memang gila. Apalagi soal jalan-jalan. Ini pertama kalinya saya naik bis sendirian dari Malang ke Kediri. Sebenarnya sering sih lewat Kediri kalau lagi dalam perjalanan ke Jogja. Cuma selalu naik kereta, bis patas yang nyaman atau mobil pribadi. Kali ini sangat sangat berbeda karena saya naik bis Bagong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuknya lucu, sebenarnya ada fasilitas AC, tapi &#39;amazing&#39;! Mungkin karena berasa di rumah sendiri, bapak supir sempat berhenti buat ngopi-ngopi cantik tanpa rencana. Tiba-tiba di tengah jalan ngomong ke kondekturnya dalam bahasa Jawa yang artinya kira-kira, &quot;Ngantuk aku. Ngopi aja dulu ya? Di mana nih? Di perempatan depan sana gimana?&quot;. Hal &lt;i&gt;&#39;keren&lt;/i&gt;&#39; yang nggak pernah ada di bis patas Malang - Jogja. xD&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sampai di Kediri....&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bahagia karena ketemu Maul dan Yola, tentu saja. Di antara berbagai curhatan dan obrolan gila yang kami lakukan selama perjalanan, kisah manis ini dipercantik dengan perjalanan ke Simpang Lima Gumul yang mirip banget sama Arc De Triopmphe Paris. Ikon kota Kediri ini dibuat dengan dana Miliaran! &lt;i&gt;In case&lt;/i&gt; kamu ingin banget ke Paris, boleh deh pemanasan dulu datang ke monumen ini... &amp;nbsp; :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cek selengkapnya di video di bawah ya. Jangan lupa subscribe, like dan comment! Saya berniat mengabadikan momen jalan-jalan lain yang semoga bisa jadi inspirasi bagi kalian yang juga mau datang ke tempat serupa. Enjoy!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;iframe allowfullscreen=&quot;&quot; class=&quot;YOUTUBE-iframe-video&quot; data-thumbnail-src=&quot;https://i.ytimg.com/vi/vHGKPiaAgvY/0.jpg&quot; frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;266&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/vHGKPiaAgvY?feature=player_embedded&quot; width=&quot;320&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nadiaadibie.com/feeds/3043060514088791227/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.nadiaadibie.com/2016/04/arc-de-triomphe-paris-di-indonesia.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499830010138332555/posts/default/3043060514088791227'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499830010138332555/posts/default/3043060514088791227'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nadiaadibie.com/2016/04/arc-de-triomphe-paris-di-indonesia.html' title='Arc De Triomphe Paris di Indonesia &amp; Pertemuan Manis Kita'/><author><name>Nadia Adibie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04875592323805376371</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='//2.bp.blogspot.com/-ULEZ3XKq8KI/VxCNYqFNMEI/AAAAAAAAAds/rnFFhIfG9DsbCsLNuy8dZMR8dFH3uFsGgCK4B/s113/saya%2Bcantik.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://1.bp.blogspot.com/-OIZduQxmeEs/VxV9Ghqe79I/AAAAAAAAAeQ/qE4O5Q8ROrY9itQQxX_ID88pbMUu2kwqQCLcB/s72-c/YDXJ1808.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7499830010138332555.post-4767558827536006631</id><published>2016-04-06T21:31:00.001+07:00</published><updated>2017-01-12T17:23:43.547+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="My Story"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Personal Thoughts"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Travel Diary"/><title type='text'>Mencari Tempat Travelling Paling Indah</title><content type='html'>&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-dOfUK9T0X5A/VwUcM0Ec6uI/AAAAAAAAAcI/jQ7gPtOF58wt1VwJ52Wz9YN3tdn0wuorQ/s1600/bloggg.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;486&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-dOfUK9T0X5A/VwUcM0Ec6uI/AAAAAAAAAcI/jQ7gPtOF58wt1VwJ52Wz9YN3tdn0wuorQ/s640/bloggg.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Salah satu tempat keren dan terpencil di Pare!&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&quot;Kamu happy banget ya sekarang? Jalan-jalan terus deh,&quot; kata seorang teman dalam sebuah chat. Setiap dapat chat semacam itu, saya cuma bisa senyum. Mungkin banyak orang yang belum tau triknya...&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Habis, rasanya, saya masih ke tempat yang itu-itu saja. Masih di Indonesia. Masih di pulau Jawa. Meski memang, saya sengaja menghabiskan banyak waktu liburan untuk jalan-jalan ke tempat baru yang belum pernah saya datangi sebelumnya. Nggak ada habisnya deh kalau saya cari tempat baru dan cucok buat didatangi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, hobi jalan-jalan ini sudah ada sejak awal saya jadi mahasiswa. Dulu, zaman masih di Jogja, &lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/maulanacahya/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;b&gt;mas pacar&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; bahkan sempat kelelahan karena saya selalu ingin datang ke pantai atau gunung atau candi atau tempat-tempat yang &lt;b&gt;s&lt;/b&gt;ama sekali belum pernah kami datangi. Catatan pentingnya, tahun 2010 dulu kita belum kenal Instagram. Belum bisa pamer foto-foto hits sama followers. Terus, kenapa saya suka jalan-jalan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;I&#39;m a Life Traveller&amp;nbsp;&lt;/h4&gt;Saya rasa jawabannya ada pada kisah masa kecil dulu. Saya lahir di Malang, tapi sekitar umur 3 atau 4 tahun sudah merantau ke Sumatera. Saya sempat menjalani TK di Kerinci, Jambi dan Madura. Karena berbagai alasan dan ikut ayah pindah bekerja, saya akhirnya merasakan sekolah di 4 SD; Jambi (SD Islam), Madura, Jambi (SD Negeri) dan lulus dari SDN 6 Metro Barat Lampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulunya saya sulit menyesuaikan diri. Untuk anak sekecil itu, menemukan teman bermain yang cocok adalah segalanya. Tapi sayang, setiap saya dekat dengan sahabat tertentu, saya harus rela &#39;kehilangan&#39; mereka karena pindah kota, lagi dan lagi. Sampai akhirnya saya &#39;terdampar&#39; di Jogja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Jogja, kota yang super romantis ini, saya menetap cukup lama. 12 tahun! Sejak SMP (Mts), SMA (MA) hingga kuliah saya menjalani hari-hari tumbuh besar yang sulit dilupakan. Saya sangat beruntung karena Jogja-lah yang menjadi persinggahan paling lama dalam hidup saya. Di setiap sudutnya, banyak sekali energi tak terbantah yang diakui oleh siapa pun yang datang ke sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sudah merasakan jalan kaki di Malioboro hampir setiap hari, main ke pantai, naik &amp;amp; turun gunung sebagai seorang aktivis sampai pernah jualan di Sunday Morning UGM! Saya tumbuh dari anak ingusan yang lulus SD lalu menjalani perjalanan panjaaaang sampai dewasa dan lulus kuliah.&amp;nbsp; Bahkan belum lama saya menyadari betapa indahnya mendapat kesempatan tumbuh besar di kota itu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin karena saya terbiasa berpindah-pindah kota sejak kecil, karakter ingin mencoba hal-hal baru itu selalu muncul. Dari perjalanan hidup saya yang tidak pernah bisa diduga, saya menyadari bahwa setiap waktunya pun saya adalah seorang traveller. Bagi kamu yang sudah terbiasa jalan-jalan, tentu sering banget merasakan bahwa&lt;u&gt;&lt;i&gt; &#39;yang namanya rencana itu selalu nggak sesuai dengan kenyataan&lt;/i&gt;&lt;/u&gt;&#39;. Kita harus bisa selalu happy dengan apa pun yang terjadi selama perjalanan. Tapi, ini bukan berarti perjalanan kita dimulai tanpa rencana dan persiapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://4.bp.blogspot.com/-5R6lXEpIBjA/VwUdC8fc7PI/AAAAAAAAAcQ/NN9YK88c0ZsCbjWgxMi0tnCXZPHKXJ2pw/s1600/blog%2B2.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;297&quot; src=&quot;https://4.bp.blogspot.com/-5R6lXEpIBjA/VwUdC8fc7PI/AAAAAAAAAcQ/NN9YK88c0ZsCbjWgxMi0tnCXZPHKXJ2pw/s400/blog%2B2.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Snorkeling di Pantai Ngalmbor Jogja. Ketemu ikan!&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;Mencari Tempat Travelling Terbaik&amp;nbsp;&lt;/h4&gt;Selama jalan-jalan, biasanya saya berpikir untuk mencari tempat baru yang belum pernah dikunjungi sebelumnya. Sekarang sih sudah banyak cara yang bisa dilakukan untuk cari tempat travelling lewat Google atau Instagram. Untuk di Malang sendiri, saya follow beberapa akun seperti &lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/exploremalang/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;i&gt;@exploremalang&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;, &lt;i&gt;&lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/ngalamkipa/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;@ngalamkipa&lt;/a&gt;, &lt;/i&gt;dan&lt;i&gt; &lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/yoiki_malang/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;@yoiki_malang&lt;/a&gt;. &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAPI percayalah.&amp;nbsp; Sebanyak apa pun budget kamu buat jalan-jalan, sebanyak apa pun waktu yang kamu punya atau sebanyak apa pun referensi tempat yang ingin kamu datangi, ada masa di mana kita &#39;terjebak&#39; dan merasa tidak bisa pergi ke mana-mana. Saya bahkan masih ingat dengan jelas kapan saya merasakan hal ini. Selalu ada alasan di mana kita tidak punya pilihan selain menghadapi masalah yang ada di depan mata. Di mana, yang namanya masalah selalu bukan hal menyenangkan, kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sudah begini, saya kadang bisa menerima, walau lebih sering nggak terimanya. Mungkin, kamu bisa berpikir untuk marah kepada siapa pun atau apa pun yang kamu pikir menghambatmu untuk pergi jalan-jalan. Entah berapa kali saya merasakan hal seperti ini. Tapi dari kejadian-kejadian seperti ini saya belajar sangat banyak...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;Perjalanan Yang Jadi Cerita&lt;/h4&gt;Siapa bilang jualan di Sunday Morning UGM itu asyik? Saya sangat ingat waktu itu bersama mas pacar dan seorang teman gembul bekerja sama ingin jualan salad buah. Sampai sekarang, saya bahkan punya fanpage nganggur di FB yang namanya &#39;Salad Sehat&#39; (boleh kalau kamu mau search dan follow XD).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita, inilah beberapa pengalaman yang berusaha saya rangkum jadi satu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Rebutan Tempat&amp;nbsp; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Sebelum jualan di Sanmor, kami sudah buru-buru sejak subuh. Tapi sampai di lokasi, kami harus berebut sama banyaaaak sekali penjual lain. Kebanyakan dari mereka bilang &#39;ini harusnya tempatnya si lontong sayur mbak&#39; atau &#39;ini biasanya buat yang jualan jilbab mas&#39;. Padahal, sebenarnya nggak ada izin yang mengatur tempat-tempat kecil di sanmor karena semua pedagang ditarik uang tertentu oleh petugas di tengah waktu berjualan. Kecuali beberapa spot yang memang sudah menyewa tempat untuk beberapa bulan atau setahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Salad Yang Terlalu Murah&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Namanya juga pengalaman pertama (dan terakhir) jadi pedagang kaki lima. Dengan kebanggaan dan pikiran untuk bisa memuaskan pelanggan, saya memilih buah kualitas bagus yang harganya mahal, packaging&amp;nbsp; yang nyaman untuk dinikmati, dan dressing enak dari mayo dan yogurt. Kami pun belanja di supermarket. Dan hanya dijual Rp 8 ribu saja untuk cup paling besar. Bahkan seingat saya, ada juga kemasan kecil yang kami jual Rp 3 ribu per-cup-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;RUGI!&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ya sudah pasti rugi. Uang yang kami harapkan berlipat ganda hanya bisa dihitung dan ternyata lebih sedikit dari urunan modal yang sebelumnya sudah kami kumpulkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa dibilang, berjualan di sunmor UGM adalah perjalanan bodoh yang jadi bukti kegilaan kami. Sebagai anak muda, sebenarnya kegilaan semacam ini sangat wajar. Tentu saat itu kami kesal karena jadi bokek mendadak. Tapi kalau hari ini saya ingat lagi, ini adalah salah satu perjalanan yang paling nggak bisa saya lupakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uang habis, pengalaman jualan gagal, saya dan mas pacar jadi berantem, jadi drama dan kecewa berat (which is waktu itu saya ingin banget belajar jadi pengusaha). Tapi, perjalanan ini adalah salah satu yang paling indah buat saya pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya senang saya pernah menjadi anak muda yang gila, yang begitu keras kepala dan nggak bisa diatur. Sombong dan merasa bisa mengalahkan semua teman yang belum pernah merasakan jualan langsung di Sunmor UGM. Yang terlalu yakin bahwa pengalaman menyedihkan itu bisa jadi kunci sukses secepat mungkin. Yang belum memahami bahwa semua itu butuh proses.&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Saat sekarang saya bisa dapat gaji setiap bulan, dapat job-job dan project tertentu di mana saya bisa belanja dan&amp;nbsp; jalan-jalan ke tempat yang saya inginkan (tentu masih sesuai budget), saya hanya bisa tersenyum mengingat semua kenangan itu. Sunmor UGM hanya satu dari sekian perjalanan gila yang pernah saya alami. Yang akhirnya juga mendewasakan saya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-jo96Z5PZ7oo/VwUdV4BIlHI/AAAAAAAAAcU/0dWeqbzbcBwvcxqkMyg1ehLIUnukm7SFQ/s1600/blog%2B3.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;297&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-jo96Z5PZ7oo/VwUdV4BIlHI/AAAAAAAAAcU/0dWeqbzbcBwvcxqkMyg1ehLIUnukm7SFQ/s400/blog%2B3.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Dayung sendiri perahumu! Lokasi: Pantai Bolu-Bolu Malang&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;Tempat Travelling Paling Indah&amp;nbsp;&lt;/h4&gt;Ini dia rahasianya. Bagi kamu yang begitu suntuk dengan kerjaan, kuliah, ujian atau apa pun tapi tidak punya waktu untuk jalan-jalan, saya punya cara:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tinggalkan handphone dan media sosial. Coba minum susu coklat sebelum jam 8 malam, tidurlah sesaat setelahnya, bangun lebih pagi, dan buatlah secangkir teh atau kopi. Saat suasana masih sangat sepi, coba duduk di loteng atau teras di mana kamu bisa melihat langit dan menikmati waktu sendirian. Hiruplah udara segar, lalu bayangkan sebuah perjalanan paling gila yang sudah pernah kamu lewati. Jangan lupa untuk menegirinya dengan mendegar musik kesukaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Selamat! Tempat travelling paling indah sudah kamu temukan. Di sini. Di tempat kita bisa tenang dan bersyukur atas segala yang kita punya hari ini...&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sudah begini, jangan kaget ya jika suatu saat ada yang chat kamu, &lt;i&gt;&quot;Kamu sekarang happy banget deh, jalan-jalan terus...&quot;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu dia rahasianya. Selamat mencoba! :*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nadiaadibie.com/feeds/4767558827536006631/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.nadiaadibie.com/2016/04/mencari-tempat-travelling-paling-indah.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499830010138332555/posts/default/4767558827536006631'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499830010138332555/posts/default/4767558827536006631'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nadiaadibie.com/2016/04/mencari-tempat-travelling-paling-indah.html' title='Mencari Tempat Travelling Paling Indah'/><author><name>Nadia Adibie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04875592323805376371</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='//2.bp.blogspot.com/-ULEZ3XKq8KI/VxCNYqFNMEI/AAAAAAAAAds/rnFFhIfG9DsbCsLNuy8dZMR8dFH3uFsGgCK4B/s113/saya%2Bcantik.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://1.bp.blogspot.com/-dOfUK9T0X5A/VwUcM0Ec6uI/AAAAAAAAAcI/jQ7gPtOF58wt1VwJ52Wz9YN3tdn0wuorQ/s72-c/bloggg.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7499830010138332555.post-6462198759372656298</id><published>2016-04-04T01:49:00.003+07:00</published><updated>2017-01-12T17:24:46.981+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Personal Thoughts"/><title type='text'>Melawan Dunia</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://2.bp.blogspot.com/-tfbf4QqT7Nk/VwFli8Wir6I/AAAAAAAAAb4/9l0FQ4OdJ6gmi8-fpwGsFhYsnmR2FpkhA/s1600/beautiful-wallpapers-of-universe-hd-wallpapersak.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;360&quot; src=&quot;https://2.bp.blogspot.com/-tfbf4QqT7Nk/VwFli8Wir6I/AAAAAAAAAb4/9l0FQ4OdJ6gmi8-fpwGsFhYsnmR2FpkhA/s640/beautiful-wallpapers-of-universe-hd-wallpapersak.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Malam sudah lewat memasuki dini hari. Di luar sana langit gelap, bintang tertutup mendung dan perasaanmu begitu gelisah. Kau sudah menarik selimut sejak satu jam lalu, tapi kesadaranmu tak kunjung hilang juga. Pada detik-detik tertentu, kau mengingat lagi kesalahan itu. Perasaan yang tak bisa kau tolak karena semua sudah terlanjur terjadi. Kau kecewa pada kebodohanmu sendiri.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;Tentu saja kini air matamu mulai menetes. Kau bingung ingin menyalahkan siapa. Karena sejak dulunya, bukankah sudah puluhan guru yang mengatakan kepadamu, bahwa dunia ini hanya tempat main-main dan candaan belaka? Seharusnya kau sudah tahu sejak semula, apa pun yang kau lalui itu, hanya permainan-permainan yang tak kunjung usai mengkonyolimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka tak heran jika kau jadi marah. Menyesali rasa percaya yang telah terlanjur kau letakkan pada hati dan jiwa yang salah. Di satu sisi, kau tak bisa menerimanya. Tapi di sisi lain, apa daya? Selamat datang di dunia wahai pribadi yang terlalu lugu. Dunia ini, dunia yang palsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang bisa kau lakukan? Kau hanyalah manusia kecil yang tak bisa memahami apa-apa tanpa diberi tahu. Kau bahkan tak tahu bagaimana cara berjalan dengan telapak kaki, tanpa melihat ayah atau ibu berlari menggapaimu. Ya, kau tak bisa apa-apa. Kau hanya bisa melihat, dan menyimpulkan semuanya dalam pikiranmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maaf jika aku semakin membuatmu menangis. Tapi kau harus benar-benar menerimanya. Jangan marah karena semua hal begitu kejam padamu. Karena ini hanya soal pengetahuanmu. Sadarlah bahwa kau bukan hidup di Surga, tempat segala kemurnian semesta menjadi satu energi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepalsuan-kepalsuan ini ada untuk menunjukkan padamu, bahwa hanya Semesta yang bekerja seperti apa yang telah diamanahkan padanya. Dia tak akan mengkhianati penciptaNya. Tak akan melenceng dari tugas-tugasnya. Ia juga tak akan pernah salah meletakkan akibat dari sebab-sebab yang kau buat. Tak akan memberikanmu benci dari cinta-cinta yang telah kau tebar. Tak akan membalasmu dengan tajamnya pisau atas belaian-belaian indah yang telah kau sebarkan pada siapa saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya kau tak perlu melawan kepalsuan itu dengan membalas membenci, mencibir atau membodohi. Karena sesungguhnya, tak ada satu pun di dunia ini yang luput dari pandangan Penciptanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, rasakanlah selimutmu kembali. Damaikan hatimu. Tenangkan apa-apa yang terus berlalu lalang dalam pikiranmu. Tersenyumlah karena masih ada banyak mimpi dalam benakmu. Bahagialah karena Semesta akan bekerja sama membantumu mewujudkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pejamkan matamu dengan nyaman. Kau selalu ada dalam penjagaan Penciptamu. Kau aman malam ini, dan juga di malam-malam selanjutnya. Selama-lamanya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;iframe allowfullscreen=&quot;&quot; class=&quot;YOUTUBE-iframe-video&quot; data-thumbnail-src=&quot;https://i.ytimg.com/vi/Yd0ZudogKIY/0.jpg&quot; frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;266&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/Yd0ZudogKIY?feature=player_embedded&quot; width=&quot;320&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nadiaadibie.com/feeds/6462198759372656298/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.nadiaadibie.com/2016/04/melawan-dunia.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499830010138332555/posts/default/6462198759372656298'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499830010138332555/posts/default/6462198759372656298'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nadiaadibie.com/2016/04/melawan-dunia.html' title='Melawan Dunia'/><author><name>Nadia Adibie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04875592323805376371</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='//2.bp.blogspot.com/-ULEZ3XKq8KI/VxCNYqFNMEI/AAAAAAAAAds/rnFFhIfG9DsbCsLNuy8dZMR8dFH3uFsGgCK4B/s113/saya%2Bcantik.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://2.bp.blogspot.com/-tfbf4QqT7Nk/VwFli8Wir6I/AAAAAAAAAb4/9l0FQ4OdJ6gmi8-fpwGsFhYsnmR2FpkhA/s72-c/beautiful-wallpapers-of-universe-hd-wallpapersak.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7499830010138332555.post-6912363269505180925</id><published>2016-02-29T19:39:00.001+07:00</published><updated>2017-01-12T19:10:55.609+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerpen"/><title type='text'>[CERPEN] Hymne Perpisahan </title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://4.bp.blogspot.com/-SnVYk8hl-xM/VtQ7SGUq7CI/AAAAAAAAAbo/9Tq8QI58cPY/s1600/distance___wallpaper_by_famechan.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://4.bp.blogspot.com/-SnVYk8hl-xM/VtQ7SGUq7CI/AAAAAAAAAbo/9Tq8QI58cPY/s640/distance___wallpaper_by_famechan.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Sisa-sisa senja masih menampakkan diri. Ada garis merah di langit sana, di belakangmu yang kini sedang berdiri di hadapanku. Aku sudah bisa mendengar nyanyian nyamuk yang mulai mengeluarkan suara bising di sekitar kita. Di perumahan kecil ini, di trotoar tempat kita sering duduk bersama, bertemu sambil melihat bintang gemintang malam hari; aku harus menerima kenyataan, aku harus melepasmu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;div&gt;&quot;Kamu sudah lama tahu kan, kalau ini pasti terjadi?&quot; tanyamu.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Aku masih tak mau menatap matamu. Aku memilih melihat sisa senja yang berupa garis merah itu. &lt;i&gt;Tak ada yang salah&lt;/i&gt;, batinku. &lt;i&gt;Kalau pun ada yang harus salah, maka itu adalah diriku sendiri&lt;/i&gt;. Aku tersenyum simpul. Mengangguk padamu.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&quot;Iya, aku sudah tahu,&quot; kataku.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sial!&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Aku tak mau berlama-lama diam seperti ini.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&quot;Emm... Jangan lupa pakai jaket kalau pergi malam hari, banyak-banyak makan buah dan sayur, jangan kebanyakan mie instan dan jangan sakit!&quot; aku berpura-pura mengatakannya dalam nada yang ceria.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sedetik kemudian, air mataku tumpah. Aku membayangkan hari-hari di mana aku selalu mengingatkanmu membawa jaket, memaksamu makan sayur dan memarahimu saat kau sakit. Untung saja hari semakin gelap. Jadi, aku yakin kau tak melihatku menangis.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&quot;Haha. Aku kan udah kebal sama virus apa pun. Kamu juga baik-baik ya. Makasih buat semuanya. Aku nggak nyesel memutuskan pernah punya cerita denganmu,&quot; katamu.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Ya. Hanya sesederhana itu.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Aku lalu memutuskan untuk pulang. Aku berjalan kaki di jalan setapak sebuah perumahan di mana aku sering mencuri waktu untuk menemuimu. Di jalanan sepi ini, hanya ada beberapa lampu &amp;nbsp;temaram yang terpasang di halaman-halaman rumah. Aku meninggalkanmu di belakangku. Aku bisa mendengar suara pagar yang kau kunci dari dalam. Aku tak mau menoleh untuk melihatnya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kata orang, kalau aku menoleh, tandanya aku belum mengikhlaskanmu. Tapi kenyataannya, menoleh atau tidak aku memang belum bisa begitu saja mengikhlaskanmu. Aku berjalan dengan tegar. Sesak, rindu dan sakit menjadi satu. Kau bilang kau tidak menyesali apa pun. Tapi aku menyesali beberapa hal.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Aku menyesal belum memelukmu untuk terakhir kalinya. Aku menyesal belum bisa menjadi sahabat yang baik untukmu. Aku menyesal, mengapa aku memberanikan diri memelihara perasaan denganmu, sementara orang tua kita sama-sama tak mungkin saling menerima. Aku menyesal Doraemon tidak nyata. Aku menyesal tak sepintar tokoh-tokoh film pencipta penghenti waktu.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tapi, esok aku masih bisa menemui mu, kan? Kau tetap akan jadi orang paling nggak berpakaian rapi di kelas bahasa Inggris. Setidaknya, aku masih akan melihatmu, seminggu sekali, sampai satu semester ke depan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mungkin di saat-saat itu, aku akan tersenyum dan bahagia bisa melihatmu. Aku akan senang saat kau menyapaku terlebih dulu, sebagai teman. Aku akan berpura-pura tidak melihatmu, meski kau akan selalu ada dalam pengawasan mataku. Aku akan menahan rasa khawatir kalau sewaktu-waktu melihatmu sakit. Mungkin aku juga akan sesekali memberikanmu bekal, dengan alasan aku terlalu banyak membawa makanan. Aku akan pura-pura lapar saat kau dan teman-temanmu mengajakku makan di kantin.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Apa pun.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tentang kamu.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Masih akan sangat membahagiakan untukku.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;YANG BERUBAH HANYA TAK LAGI KAU MILIKMU&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;KAU HARUS PERCAYA KU T ETAP TEMAN BAIKMU&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;iframe allowfullscreen=&quot;&quot; class=&quot;YOUTUBE-iframe-video&quot; data-thumbnail-src=&quot;https://i.ytimg.com/vi/3xNp8sjMOiU/0.jpg&quot; frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;266&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/3xNp8sjMOiU?feature=player_embedded&quot; width=&quot;320&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nadiaadibie.com/feeds/6912363269505180925/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.nadiaadibie.com/2016/02/cerpen-hymne-perpisahan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499830010138332555/posts/default/6912363269505180925'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499830010138332555/posts/default/6912363269505180925'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nadiaadibie.com/2016/02/cerpen-hymne-perpisahan.html' title='[CERPEN] Hymne Perpisahan '/><author><name>Nadia Adibie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04875592323805376371</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='//2.bp.blogspot.com/-ULEZ3XKq8KI/VxCNYqFNMEI/AAAAAAAAAds/rnFFhIfG9DsbCsLNuy8dZMR8dFH3uFsGgCK4B/s113/saya%2Bcantik.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://4.bp.blogspot.com/-SnVYk8hl-xM/VtQ7SGUq7CI/AAAAAAAAAbo/9Tq8QI58cPY/s72-c/distance___wallpaper_by_famechan.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7499830010138332555.post-758419836849645126</id><published>2016-02-11T19:37:00.000+07:00</published><updated>2017-01-12T17:26:17.077+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="My Story"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Personal Thoughts"/><title type='text'>26: Berani Berharap, Berani Kecewa</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://4.bp.blogspot.com/-nwQ2sEw1pCE/Vrx_y5zZOKI/AAAAAAAAAbQ/I-dAC_zj56Y/s1600/aqlweyfkzpmrbxxexwno.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://4.bp.blogspot.com/-nwQ2sEw1pCE/Vrx_y5zZOKI/AAAAAAAAAbQ/I-dAC_zj56Y/s640/aqlweyfkzpmrbxxexwno.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Aku bukan pengingat yang baik. Tapi pada suatu memori, aku melihat diriku yang masih sangat kecil. Mengikatkan kain gendongan bayi untuk melilit perutku tepat di bagian tengahnya. Karena ikatan itu, aku jadi memakai sebuah rok sangat panjang hingga menyeret lantai.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;Aku lalu berjalan melewati kursi-kursi ruang tamu nenek. Lalu memasuki kamar tante di dekatnya. Aku melihat diriku seperti seorang princess di depan kaca. Aku tersenyum sendiri, karena merasa mata dan senyumanku begitu cantik. Dalam hati aku berbicara; &lt;i&gt;nanti, aku akan menggandeng seorang pangeran tampan di sini!&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sejak kecil, entah kenapa mimpi-mimpi gila itu selalu mengikutiku. Aku mendapatkan bayangan itu dari mana saja. Dari film-film kartun, buku-buku cerita, atau sekedar dari melihat cara mama &amp;amp; ayah bicara pada orang lain. Kadang aku berkhayal jadi mereka. Kadang aku berkhayal jadi seorang pegawai bank yang sibuk di depan komputer. Kadang aku ingin jadi pramugari cantik yang melayani para penumpang di kanan &amp;amp; kiri.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Impian itu terdampar lagi saat aku menonton film&lt;i&gt; ADA APA DENGAN CINTA&lt;/i&gt;. Tiba-tiba saja aku berpikir, aku akan memiliki pacar yang begitu cool seperti Rangga. Aku akan jadi perempuan pintar dan ambisius seperti Cinta. Aku akan punya beberapa sahabat dekat yang begitu aku cintai seperti Maura, Karmen, atau yang lainnya. Aku akan ikut lomba menulis, memenangkannya, dan menerbitkan buku. Aku akan menjadi seorang editor di majalah terkenal!&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sampai di titik ini, aku lalu berhenti sejenak. &lt;i&gt;Apakah semudah itu kita membangun mimpi? Dari film dan hal-hal yang kita lihat setiap hari?&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;***&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Menggapai mimpi ternyata tidak semudah itu. Tidak bisa dengan perasaan sesombong itu. Tidak mungkin tercapai tanpa rasa kehilangan dan kecewa.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Setelah mengkhayalkan sesuatu yang tinggi, aku begitu banyak merasa kecewa. Untuk soal menjadi seorang princess, aku pernah memiliki tubuh sangat gendut yang menurutku begitu buruk rupa untuk dilihat. Pakaianku lusuh, senyumku tidak cantik dan penuh beban, aku membawa suasana tak menyenangkan saat pergi ke mana saja.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dalam soal mendapatkan pangeran tampan, aku justru patah hati total. Aku akhirnya tahu, cintaku yang begitu tulus pada seorang &lt;a href=&quot;http://www.nadiaadibie.com/2016/02/cinta-pertama.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Cinta Pertama&lt;/a&gt; ternyata harus kandas karena ternyata ia tak mencintaiku seperti cinta murniku padanya. Aku pernah terjatuh dari motor karena kebanyakan menangis saat memikirkan dia. Aku pernah muntah-muntah di kamar kos. Sampai aku berambisi: &lt;i&gt;&lt;u&gt;aku tidak akan lagi jatuh cinta&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;!&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dalam soal meraih mimpi, aku berkali-kali kecewa kalah dalam lomba-lomba. Aku berkali-kali diabaikan saat melamar diri bekerja di dunia editorial. Aku belum pernah berhasil menulis novel pertamaku. Aku pernah menghabiskan waktu berjam-jam di sebuah kafe untuk mendesain blog yang sepi pembaca.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Aku dan Cahya, bahkan pernah diusir oleh seorang tukang parkir karena kami tak punya uang untuk membayar jasanya. Kami berdua selalu menangis spontan jika menceritakannya secara lisan. :&quot;)&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;***&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bermimpi ternyata tidak seindah itu. Bermimpi justru akan membuatmu sangat kecewa. Sangat putus asa. Sangat menyedihkan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tapi, hari ini aku tak bisa mengelakkan rasa syukur yang berjuta-juta banyaknya. Dari kekecewaan itu, aku banyak belajar &#39;membayar&#39; sesuatu yang ingin kita miliki. Saat proses membayar, kau harus mengeluarkannya dengan tulus dan tanpa beban. Kadang mungkin kau tak yakin, bahwa dengan &#39;membayar&#39; kau akan mendapatkan apa yang kau mau.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hanya saja: tuluslah. Lepaskan dan beranilah kehilangan apapun itu yang kau keluarkan untuk membayar. Karena Semesta tidak pernah berdusta.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;u&gt;Seberapa besar yang kau &#39;bayar&#39;, kau akan mendapatkan yang setimpal.&amp;nbsp;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hari ini, aku begitu bahagia karena Tuhan mengizinkanku masih hidup dan bisa menuliskan rasa syukur ini. Aku memang telah banyak merasa kecewa pada mimpi-mimpiku sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi...&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Aku bisa merasa cantik tanpa harus berdandan sebagai seorang princess.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Aku bisa mencintai dan dicintai tanpa harus bertemu seorang pangeran.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Aku bisa menjalani hari-hari penuh perjuangan sebagai seorang penulis meski belum menerbitkan sebuah novel.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Aku memiliki banyak sekali kakak, adik, teman, yang begitu mencintaiku setulus hati.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Dan semoga,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; &lt;i&gt;&lt;b&gt;aku bisa menjalani yang di depan mata dengan setulus hati.&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Aamiin.. :)&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nadiaadibie.com/feeds/758419836849645126/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.nadiaadibie.com/2016/02/26-berani-berharap-berani-kecewa.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499830010138332555/posts/default/758419836849645126'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499830010138332555/posts/default/758419836849645126'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nadiaadibie.com/2016/02/26-berani-berharap-berani-kecewa.html' title='26: Berani Berharap, Berani Kecewa'/><author><name>Nadia Adibie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04875592323805376371</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='//2.bp.blogspot.com/-ULEZ3XKq8KI/VxCNYqFNMEI/AAAAAAAAAds/rnFFhIfG9DsbCsLNuy8dZMR8dFH3uFsGgCK4B/s113/saya%2Bcantik.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://4.bp.blogspot.com/-nwQ2sEw1pCE/Vrx_y5zZOKI/AAAAAAAAAbQ/I-dAC_zj56Y/s72-c/aqlweyfkzpmrbxxexwno.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7499830010138332555.post-2004964741716095260</id><published>2016-02-04T17:47:00.000+07:00</published><updated>2017-01-12T18:52:38.259+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="My Story"/><title type='text'>Cinta Pertama</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://2.bp.blogspot.com/-EgOXeZSC8TI/WHdt3hwfNZI/AAAAAAAAAmc/ESIKs2Aj6mEHiGEJ9-AxXTqM8F-msu7vwCLcB/s1600/painting_children_kjb_DonaldZolan_57FirstKiss_sm.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://2.bp.blogspot.com/-EgOXeZSC8TI/WHdt3hwfNZI/AAAAAAAAAmc/ESIKs2Aj6mEHiGEJ9-AxXTqM8F-msu7vwCLcB/s640/painting_children_kjb_DonaldZolan_57FirstKiss_sm.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Dia punya kulit putih dan bersih. Matanya sipit. Memakai kacamata. Dulu aku melihatnya sebagai sosok cerdas. Aku mengaguminya.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Sangat mengaguminya...&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;iframe allowfullscreen=&quot;&quot; class=&quot;YOUTUBE-iframe-video&quot; data-thumbnail-src=&quot;https://i.ytimg.com/vi/Ht3aNNBQRCE/0.jpg&quot; frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;266&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/Ht3aNNBQRCE?feature=player_embedded&quot; width=&quot;320&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;***&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Sunny... Sunny...&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Jantungku berdebar tiap ku ingat padamu...&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saat itu tahun 2007. Setiap pulang ke asrama, suara-suara radio sering menyuarakan suara Bunga Citra Lestari di awal karirnya. &amp;nbsp;Tapi, aku sering memilih pulang terlambat. Berdiam diri di koridor sekolah saat semua orang sudah pulang. Aku tak mau mendengar lagu Sunny. Aku tak sanggup menahan sesak yang datang setiap ia diputar.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saat itu musim hujan. Haha, lagi-lagi hujan. Setiap bel pulang sekolah jam 3 sore berbunyi, aku lebih memilih berbelok ke masjid dan sembahyang. Setelahnya, aku kembali ke halaman sekolah. Seringnya masih ada beberapa anak-anak ekstra kulikuler atau pun berbagai organisasi yang mengadakan rapat.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tepat saat itu, aku selalu memilih berdiam diri di kelas. Sendirian. Barangkali aku sedang membaca novel Laskar Pelangi atau Edensor kala itu. Sesekali bayangan wajahmu yang berkacamata sekelebat menghantuiku. Sesak lagi. Dan aku akan terus berusaha membaca novelku lagi.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sekitar pukul 16.30, suasana akan mulai sepi. Langit kian sore dan udara Jogja menjadi semakin dingin. Aku akan berhenti membaca novel dan keluar kelas. Aku akan duduk di koridor dengan keramik jadul berwarna merah di depan kelas. Aku melihat tanaman-tanaman kecil yang bergoyang diterpa angin. Di satu sisi, aku sangat merindukanmu. Tapi di sisi lain, sebagai seorang santri aku benci merasa jatuh cinta.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Katanya, jatuh cinta itu salah. Jatuh cinta itu dosa.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Maka sesaat kemudian aku akan mengalihkan pikiranku pada impian tentang masa depan. Di sekolah itu, aku diajari untuk memiliki banyak manfaat seumur hidupku. Aku pun mulai menerka-nerka, apakah pekerjaan yang aku punya saat dewasa nanti? Apa yang akan aku lakukan agar bisa menjadi semulia-mulianya manusia? Siapakah orang yang akan membersamai perjuanganku meraih mimpi? Ah, kembali lagi, khayalan itu masih tentang kamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;***&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Sunny... Sunny...&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Mengapa ada yang kurang saat kau tak ada...&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ada satu masa di mana aku rutin bertemu denganmu, wahai Cinta Pertama. Kau mungkin tidak pernah tahu, bahwa dalam setiap alasan rapat yang sering kami buat denganmu, aku menyimpan perasaan sangat bahagia. Aku akan melihatmu bicara dari jarak yang tidak bisa kuduga sebelumnya. Kadang kau sangat jauh di ujung sana, kadang suaramu nyaris tak terdengar karena banyak teman-teman lain yang bicara di antara jarak kita.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Cinta Pertama,&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Akhirnya penantianku untuk berbincang dari dekat denganmu terwujud juga. Suatu hari, kau meminta agar kita bicara dalam sebuah ruangan. Tentu tidak berdua. Aku mengajak seorang teman perempuan agar kita tidak berduaan. Aku bahkan mengatur jarak agar tidak terlihat begitu gugup saat melihatmu bicara sedekat itu. Seandainya kau tahu, rasanya aku kehabisan napas dan hampir mati!&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pada malam harinya, kau mengirim sebuah pesan singkat lewat handphone selundupan yang aku bawa.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&quot;Terima kasih buat diskusinya tadi. Kakak yakin kamu akan jadi penerus yang hebat. Met malam dan met tidur,&quot; aaaaak! Mengapa aku masih tak bisa melupakan detail pesan SMS-mu hingga sekarang?!&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;***&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Begitulah caraku mengagumimu, Cinta Pertama. Kau telah menjadi lamunan yang aku bawa setiap sore, saat duduk di koridor kelas yang sudah sepi. Bayang-bayangmu lah yang pertama kali ada dalam impian gila buatanku. Wajahmu lah yang kulihat saat aku menatap langit mendung atau pun cerah. Senyuman dan mata sipit di balik kacamata mu lah yang sangat ingin kulihat. Lagi dan lagi.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sampai akhirnya aku harus menerima, bahwa kau tidak mencintaiku seperti aku mencintaimu.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;***&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tapi lihatlah wahai Cinta Pertama. Hari ini aku bahagia mengenangmu dan meresapi kebodohan diriku dalam perasaan jatuh cinta padamu. Betapa polosnya aku mengagumimu. Betapa lugunya cintaku yang tanpa alasan itu.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Barangkali hanya dengan mencintaimu, aku jadi mengerti bahwa ketulusanku akan berbuah manis. Darimu aku tahu, bahwa semesta pasti akan membalas semua perasaan yang kita miliki dan beri.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Aku kira, ketulusan cintaku hanya layak dibalas oleh cintamu. Namun ternyata beginilah luasnya Semesta. Ada banyak cara Tuhan membalas ketulusan hati yang justru seringnya bukan dari jalan yang kita harapkan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Wahai cinta pertama. Terimakasih banyak. Karena dengan begitu tulus dan lugu mencintaimu, kini aku menemukan seorang belahan jiwa. Kini aku bisa mencintainya dengan luar biasa karena pernah mencintaimu. Aku bisa menghormatinya, karena aku pernah belajar menghormatimu. Dan entah kenapa, kadang aku merasa dia punya beberapa kemiripan denganmu.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hai cinta pertamaku.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hiduplah bahagia di sana.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jangan cepat menua.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jangan cepat putus asa.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Malang, 4 Februari 2016&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nadiaadibie.com/feeds/2004964741716095260/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.nadiaadibie.com/2016/02/cinta-pertama.html#comment-form' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499830010138332555/posts/default/2004964741716095260'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499830010138332555/posts/default/2004964741716095260'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nadiaadibie.com/2016/02/cinta-pertama.html' title='Cinta Pertama'/><author><name>Nadia Adibie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04875592323805376371</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='//2.bp.blogspot.com/-ULEZ3XKq8KI/VxCNYqFNMEI/AAAAAAAAAds/rnFFhIfG9DsbCsLNuy8dZMR8dFH3uFsGgCK4B/s113/saya%2Bcantik.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://2.bp.blogspot.com/-EgOXeZSC8TI/WHdt3hwfNZI/AAAAAAAAAmc/ESIKs2Aj6mEHiGEJ9-AxXTqM8F-msu7vwCLcB/s72-c/painting_children_kjb_DonaldZolan_57FirstKiss_sm.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7499830010138332555.post-4044256946828779691</id><published>2016-01-25T19:07:00.004+07:00</published><updated>2017-01-12T17:41:41.273+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="My Story"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Personal Thoughts"/><title type='text'>Saya Tidak Bahagia Jadi Penulis</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://4.bp.blogspot.com/-mMcgXfqFuds/VqYP2A7DSWI/AAAAAAAAAZs/VFYxI4n8vt4/s1600/write.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;display: inline; margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;360&quot; src=&quot;https://4.bp.blogspot.com/-mMcgXfqFuds/VqYP2A7DSWI/AAAAAAAAAZs/VFYxI4n8vt4/s640/write.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;&quot;Cari kerja yang sesuai passion, biar nggak kerasa capeknya.&quot;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;i&gt;Quote&lt;/i&gt; semacam itu sangat sering diperdengarkan pada generasi saya saat dulu baru lulus dari SMA. Saya pun memilih kuliah di jurusan yang sesuai dengan &#39;passion&#39; itu; Sastra Indonesia. Saya suka menulis, itu sederhana. Setelah lulus, saya pun mencari pekerjaan dengan bidang yang sama. Lalu, apakah saya bahagia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;TIDAK.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;Masih jelas dalam ingatan saya saat kelas 6 SD. Waktu itu saya sangat mengagumi &amp;nbsp;kisah Cinta &amp;amp; Rangga di film &lt;i&gt;ADA APA DENGAN CINTA&lt;/i&gt;. Entah kenapa sejak saat itu saya selalu membayangkan bisa tumbuh menjadi pembaca atau penulis puisi. Dan mendadak &#39;kesukaan menulis diary sejak kelas 2 SD&#39; saya terjemahkan sendiri sebagai hobi sekaligus cita-cita masa depan saya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;And here I am&lt;/i&gt;. Dalam jenjang karir pertama, saya bekerja sebagai seorang editor berita. Yap! Ini adalah pekerjaan yang benar-benar saya impikan sejak SD. Yang saya bayangkan ketika SMP. Yang saya usahakan saat SMA. Yang selalu saya rencanakan saat kuliah.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Namun ternyata itu tidak serta merta membuat saya bahagia.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Lalu entah kenapa dalam kegamangan (yang banyak saya abaikan) itu, semesta membuat saya membaca sebuah novel dari Paulo Coelho. Kata-kata ini yang membuat saya ingin membelinya:&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;&quot;....Siapa yang akan berhasil mengenali mimpinya sendiri dan mewujudkannya, di antara sekian banyak mimpi yang bukan miliknya?&quot; - Paulo Coelho&lt;/blockquote&gt;&lt;div&gt;Saya bertanya-tanya;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Apakah menjalani hidup seperti sekarang merupakan impian saya yang sebenarnya?&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jangan-jangan ini mimpi milik orang lain yang saya akuisisi?&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Atau saya punya mimpi lain yang selama ini tidak saya ketahui?&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Well, entah setan mana yang merasuki saya. Beberapa saat setelah membaca beberapa halaman cerita Paulo Coelho itu saya menyadari bahwa mimpi yang saya bayangkan sejak kecil bukan mimpi dalam pemahaman saya selama ini. Seperti takdir, ia telah diciptakan sejak awal untuk kita.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saat saya lahir, saya tumbuh dengan diberi tanda-tanda semesta yang membuat saya menyukai kegiatan menulis. Saya digelisahkan. Saya didorong untuk semakin berenergi saat dipertemukan dengan film AADC &amp;amp; SOE HOK GIE yang mahasiswa sastra itu. Saat kuliah, saya didorong semesta untuk belajar lebih banyak menulis dan begaul dengan banyak orang.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hal yang sama terus terjadi sampai saya ada di ruangan ini. Saya menulis berita setiap hari. Mengolah setiap transkrip menjadi sebuah suguhan yang disukai pembaca. Lalu saya bisa menemukan jawabannya. Saya bukan tidak bahagia. Saya sedang DIDORONG oleh semesta menuju mimpi sejati saya. Takdir saya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mungkin begitulah semesta bekerja. Ada takdir di depan sana yang terus memberi sinyal untuk didatangi sehingga hati kita begitu gelisah ingin bergerak ke arah sana. Saya bisa saja berobsesi menjadi seorang penulis novel terkenal yang karyanya diangkat menjadi film. Namun jika nyatanya bukan dari sana takdir memanggil saya, bagaimana pun, saya pasti akan terus gelisah.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ya. Saya tidak bahagia menjadi penulis (saja). Karena ada mimpi sejati yang memanggil jiwa saya untuk menyusulnya. Kemana takdir membawa saya? Tentu saya tidak tahu apa yang ada di depan sana.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Yang pasti, di atas ketidak-bahagiaan itu, saya bahagia bisa menyadari bahwa saya sudah didorong oleh semesta sampai ke sini. Saya bahagia karena saya terus didorong ke tempat takdir sejati saya. Tentu menulis adalah passion saya. Tapi apa yang akan saya tulis selanjutnya?&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Semoga Semesta tetap mendorong saya. :)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nadiaadibie.com/feeds/4044256946828779691/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.nadiaadibie.com/2016/01/saya-tidak-bahagia-jadi-penulis.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499830010138332555/posts/default/4044256946828779691'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499830010138332555/posts/default/4044256946828779691'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nadiaadibie.com/2016/01/saya-tidak-bahagia-jadi-penulis.html' title='Saya Tidak Bahagia Jadi Penulis'/><author><name>Nadia Adibie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04875592323805376371</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='//2.bp.blogspot.com/-ULEZ3XKq8KI/VxCNYqFNMEI/AAAAAAAAAds/rnFFhIfG9DsbCsLNuy8dZMR8dFH3uFsGgCK4B/s113/saya%2Bcantik.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://4.bp.blogspot.com/-mMcgXfqFuds/VqYP2A7DSWI/AAAAAAAAAZs/VFYxI4n8vt4/s72-c/write.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7499830010138332555.post-3550089929018549859</id><published>2015-12-20T18:27:00.001+07:00</published><updated>2017-01-12T17:40:49.922+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="My Story"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Personal Thoughts"/><title type='text'>Doa di Tengah Hujan</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://1.bp.blogspot.com/-SiHBn-y1C7o/VnaV3WxHKyI/AAAAAAAAAZY/7iq2ByRy0jc/s1600/Rain-Wallpapers-backgrounds.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-SiHBn-y1C7o/VnaV3WxHKyI/AAAAAAAAAZY/7iq2ByRy0jc/s640/Rain-Wallpapers-backgrounds.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Konon, hujan akan sering membawa memori-memori yang sudah tenggelam muncul kembali. Entah benar atau tidak, tapi aku ingin menuliskannya sebelum lupa. Pada suatu maghrib, aku sembahyang di tengah suara derasnya hujan dan petir yang menyambar. Tiba-tiba, sebuah ingatan datang.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;Aku masih yakin bahwa saat itu juga bulan Desember. 6 tahun lalu. Gerimis yang tipis masih berjatuhan di gedung tempat satu-satunya kita bisa bertemu karena harus rapat setiap minggu. Kita berdua ada di sebuah mushalla. Kau di ujung depan dekat mimbar tempat nasehat-nasehat baik sering kita dengarkan. Aku di ujung belakang, bersedekap dengan perasaan yang entah bagaimana.&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kamu menjadi imam. Mengenakan kemeja dan celana hitam. Aku lupa surat apa yang kau baca dan seperti apa gayamu menyenandungkannya. Tapi aku bisa melihat sajadah hijau khas masjid-masjid di Jogja dengan jelas. Ditambah mukena parasit berwarna ungu yang kupakai.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ingatan itu terus berlanjut. Sehabis shalat, kita tak banyak bicara. Kamu keluar mushalla terlebih dulu dan menungguku di depan pintu. Mungkin saja saat itu kau sedang memandangku. Mungkin juga kau sedang melihat hujan sambil berdoa untuk kebaikan-kebaikan hidupmu.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Aku selesai berdoa. Aku melipat mukena dan keluar menyusulmu. Saat mencari sandal, aku masih ingat kakimu sudah rapi dengan alas berwarna hijau tua. Lalu kita berjalan membahas beberapa bahan rapat yang membosankan. Saat itu aku hanya tertawa jika kau bercanda, atau merasa heran jika kau mengatakan hal-hal konyol.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;***&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&quot;Halo, permaisuriku!&quot; sapamu dalam sebuah pembicaraan di telepon.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dari jarak yang begitu jauh darimu, aku tersenyum geli. &quot;Apa sih, panggil-panggil permaisuri?&quot;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&quot;Hehe. Kamu lagi dimana?&quot;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&quot;Di villa. Di sini pemandangannya bagus banget. Bisa lihat kota Batu penuh lampu kalau malam hari,&quot; jawabku singkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti biasa, kamu lalu banyak berkhayal tentang masa depan kita. Kamu tidak bisa melihatnya. Aku sering senyum-senyum sendiri sambil mengamini semua keinginanmu. Lalu pembicaraan akan berakhir pada sebuah ucapan agar kita banyak berdoa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Jangan sampai lupa berdoa, ya, permaisuri,&quot; katamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tersenyum lagi. Aku tidak tahu apa doamu saat menungguku keluar dari mushalla 6 tahun yang lalu. Tapi barangkali maghrib kala itu menjadi tanda bahwa kita tak boleh berhenti berdoa. Bahwa apapun yang diberikan Tuhan untuk kita, bisa jadi begitu dekat. Tak disangka-sangka. Yang kelihatannya tidak mungkin, menjadi hal paling indah untuk kita miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita bisa punya banyak waktu, untuk shalat bersama di tengah hujan di masa depan. Aku akan mencatat setiap surat yang kau baca. Aku akan merekam dengan lekat bagaimana gayamu menyenandungkannya. Lalu berdoa bersama ditengah hujan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aamiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Malang, 20 Desember 2015&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Nadibie&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: #b45f06;&quot;&gt;&lt;iframe allowfullscreen=&quot;&quot; class=&quot;YOUTUBE-iframe-video&quot; data-thumbnail-src=&quot;https://i.ytimg.com/vi/hVCx3rADb-A/0.jpg&quot; frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;266&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/hVCx3rADb-A?feature=player_embedded&quot; width=&quot;320&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nadiaadibie.com/feeds/3550089929018549859/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.nadiaadibie.com/2015/12/jauh-sebelum-aku-mengerti.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499830010138332555/posts/default/3550089929018549859'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499830010138332555/posts/default/3550089929018549859'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nadiaadibie.com/2015/12/jauh-sebelum-aku-mengerti.html' title='Doa di Tengah Hujan'/><author><name>Nadia Adibie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04875592323805376371</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='//2.bp.blogspot.com/-ULEZ3XKq8KI/VxCNYqFNMEI/AAAAAAAAAds/rnFFhIfG9DsbCsLNuy8dZMR8dFH3uFsGgCK4B/s113/saya%2Bcantik.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://1.bp.blogspot.com/-SiHBn-y1C7o/VnaV3WxHKyI/AAAAAAAAAZY/7iq2ByRy0jc/s72-c/Rain-Wallpapers-backgrounds.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7499830010138332555.post-4152198286815123243</id><published>2015-12-12T17:32:00.001+07:00</published><updated>2017-01-12T17:40:34.488+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="My Story"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Personal Thoughts"/><title type='text'>Salah Jatuh Cinta</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://1.bp.blogspot.com/-8yTWrKiW0ok/Vmv2_PwysOI/AAAAAAAAAZI/omNZy3EaKeM/s1600/o-BROKEN-HEART-facebook0.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-8yTWrKiW0ok/Vmv2_PwysOI/AAAAAAAAAZI/omNZy3EaKeM/s640/o-BROKEN-HEART-facebook0.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Pada suatu hari minggu. Dari kaca dapur di kantor, aku bisa melihat tanah dan rerumputan basah bekas hujan deras. Rintik air masih berjatuhan dan aku sendirian.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Aku mengaduk kopi hitam bercampur creamer dan sedikit gula. Aroma manisnya terasa jauh lebih sempurna karena suasana basah dan sepi. Aku masih mendengar suaramu di telepon. Aku tersenyum sambil berkaca-kaca membayangkan betapa sempurnanya jika kau ada di sini. Menikmati hujan dan kopi bersamaku.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;div&gt;Tidak.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tidak ada yang salah dari keadaan yang tengah kita jalani. Berkali-kali kau mengatakan bahwa ini adalah jalan terbaik dari Tuhan. Jalan yang paling tak terduga, sekaligus paling tepat untuk kita berdua.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&quot;Jadi, apa yang kamu katakan pada adikmu tentang cowok?&quot; tanyamu, setelah aku bercerita bahwa adik-adikku sempat meminta nasehat. Mereka berdua masih single, dan bingung menghadapi beberapa pria yang mendekat.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&quot;Standar sih. Aku bilang, jangan buang waktu untuk lelaki yang tidak pantas. Baikkan diri sendiri sehingga pantas untuk lelaki hebat yang akan menjatuhkan pilihannya padamu,&quot; jawabku. Terdengar klise, idealis dan tidak sesuai dengan kenyataan, kan? Haha.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kamu lalu berdehem. Aku mengernyitkan kening. Aku punya perasaan bahwa kamu tidak setuju.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&quot;Menurut abang, mereka nggak boleh takut salah jatuh cinta,&quot; ungkapmu.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ah, lagi-lagi aku bingung dengan ucapanmu. Sama seperti beberapa tahun lalu. Saat itu aku menganggapmu tidak mengerti apa yang sedang kita bicarakan. Tapi sekarang jauh berbeda. Kamu selalu jenius, punya banyak pengetahuan dan perasaan tulus dalam mencintai siapa saja. Kamu selalu memiliki alasan jelas dan mengagumkan. Kali ini, napasku sedikit tercekat. Saat kamu mengatakan &quot;jangan takut salah jatuh cinta&quot;. Apa maksudnya?&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;***&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Katamu, mereka harus berani. Dalam hidup yang panjang ini, mereka akan mengalami jatuh cinta pada orang atau dalam keadaan yang salah. Kalau mereka takut, mereka tak akan tau rasanya sakit hati karena harapan yang patah. Mereka akan jadi rapuh dan tak bisa menerima bahwa cinta itu tak tersampaikan pada pucuk harapannya. Bahwa rindu itu tak bisa terbayar dalam kebersamaan selamanya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Maka kamu menegaskan, mereka harus berani. Ada risiko dari perasaan berbunga-bunga yang menghampiri mereka. Ada luka yang akan mengikuti kangen menyengat itu. Kamu bilang, menemukan cinta sejati itu butuh pengorbanan dan usaha. Butuh kekuatan dan ketegasan meninggalkan cinta yang salah. Butuh keikhlasan yang lepas, selepas-lepasnya, saat mereka salah jatuh cinta.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;***&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&quot;Halo, ade masih di sana?&quot; tanyamu karena lama aku terdiam. Mendengarkanmu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mataku yang sudah berkaca-kaca kemudian menumpahkan air mata. Hujan mulai turun agak deras lagi. Kopiku masih berasap. Aku tidak tahu harus berkata apa. Lagi-lagi, aku merasa berdosa karena jarang bersyukur kepada Tuhan sebab Dia telah mengirimkanmu untukku.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&quot;Iya, ade masih di sini,&quot; aku kehabisan kata-kata.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&quot;Besok kalau &lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/inanisadida/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Dida&lt;/a&gt; sama &lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/wadudawai/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Dawai&lt;/a&gt; tanya lagi, jawab aja begitu...&quot; lanjutmu. Kamu masih tidak sadar aku tengah menangis. Tentu aku langsung meng-iya-kan saranmu.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&quot;Eh, abang. &lt;a href=&quot;https://www.instagram.com/maulanacahya/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Abang&lt;/a&gt; emang pernah salah jatuh cinta?&quot; tanyaku.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kamu hanya tertawa. Lalu menggodaku. Menanyakan balik, sambil menyindir pengalamanku salah jatuh cinta. Lalu kita membicarakan hal lain yang menyenangkan. Impian dan harapan. Hal-hal yang bisa kita rayakan. Kamu mengajakku untuk banyak berdoa, agar kita cepat disatukan dalam keadaan yang baik.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Lalu kamu mengomel karena beberapa hal berantakan yang belum kubereskan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Menertawai dirimu sendiri yang masih sibuk sampai kehabisan waktu.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Meyakinkan kita untuk tetap semangat dengan apapun yang terjadi.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mengingatkan agar banyak sembahyang dan mengaji.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mengungkapkan cinta padaku.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dan menutup telepon.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kemudian, ada perasaan hangat yang merasuk dalam hatiku. Aku tenang. Aku menyeruput kopiku di tengah hujan dan sepi.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Aku tidak lagi takut salah.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nadiaadibie.com/feeds/4152198286815123243/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.nadiaadibie.com/2015/12/salah-jatuh-cinta.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499830010138332555/posts/default/4152198286815123243'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499830010138332555/posts/default/4152198286815123243'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nadiaadibie.com/2015/12/salah-jatuh-cinta.html' title='Salah Jatuh Cinta'/><author><name>Nadia Adibie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04875592323805376371</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='//2.bp.blogspot.com/-ULEZ3XKq8KI/VxCNYqFNMEI/AAAAAAAAAds/rnFFhIfG9DsbCsLNuy8dZMR8dFH3uFsGgCK4B/s113/saya%2Bcantik.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://1.bp.blogspot.com/-8yTWrKiW0ok/Vmv2_PwysOI/AAAAAAAAAZI/omNZy3EaKeM/s72-c/o-BROKEN-HEART-facebook0.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7499830010138332555.post-6315496392259371439</id><published>2015-09-26T17:26:00.001+07:00</published><updated>2017-01-12T19:11:33.549+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerpen"/><title type='text'>[CERPEN] Ketika Kau Sulit Melupakan</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://3.bp.blogspot.com/-CdXG28QJ9mo/VgZxgH01QzI/AAAAAAAAAY4/49Jl9fVxV00/s1600/love_memories_with_you-normal.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://3.bp.blogspot.com/-CdXG28QJ9mo/VgZxgH01QzI/AAAAAAAAAY4/49Jl9fVxV00/s640/love_memories_with_you-normal.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Ini cerita tentang ingatan yang selalu aku temukan setiap mencium wangi kopi hitam panas. Seorang teman sangat menyukainya dan selalu memesan satu menu itu saja setiap nongkrong. Dari kopi pinggir jalan hingga kafe paling mewah di kota ini.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Pagi tadi, dia datang di hadapanku. Wajahnya resah seolah telah lupa caranya tersenyum. Ia mencopot kacamata kecilnya. Mengucek mata, lalu menghela napas. Aku hanya memandanginya. Aku tahu dia akan cerita tanpa aku tanya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;Seorang waiter cantik datang ke hadapan kami. &quot;Permisi kak, mau pesan apa?,&quot; tanyanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak perlu menebak lagi, karena ia pasti ingin satu menu itu saja. Kopi hitam panas. Selepas si cantik waiter pergi, aku memajukan kursiku dan mendekat padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Dari mana?,&quot; aku memulai pembicaraan.Tanpa memakai kacamatanya lagi, ia melihatku beberapa detik tak berkedip. Lalu air matanya jatuh. Satu persatu tak bisa tertahan hingga isaknya mulai terdengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Galang. Begitu aku memanggilnya. Ia hanyalah teman biasa yang bertemu denganku karena sekelas di kampus. Dia pendiam, suka duduk di kursi paling belakang. Kami hanya bertukar nomor karena ingin saling mengabari soal tugas kuliah atau kegiatan kampus yang membosankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu berjalan beberapa bulan sampai akhirnya semesta memberiku waktu untuk mengenalnya lebih jauh. Suatu hari di bulan Desember, aku dan Galang bertemu di kantin Fakultas. Saat itu hujan sangat lebat. Kami terjebak dan tidak bisa berjalan menuju kelas. Kami sama-sama menunggunya sedikit reda agar tak basah kuyub saat masuk kelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Kamu bisa minta tolong sms seorang teman buat titip absen kita?&quot; akhirnya ia menyapaku setelah berbulan-bulan diam saja. Aku mengangguk. Lalu melakukan permintaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu berjalan lagi. Aku mulai sering makan siang bersamanya. Iya, hanya berdua saja. Entah kenapa dia selalu tak suka bergabung di keramaian dan aku tahu itu dengan sendirinya. Saat ia terlihat dan terdengar ingin makan siang bersamaku, aku selalu mencari alasan untuk tak bergabung dengan teman lain. Dan ia pun mulai sering menceritakan tentang sosok perempuan kepadaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau cukup tahu bahwa nama perempuan beruntung itu adalah Bintang. Galang pernah menunjukkan foto Bintang padaku. Senyumnya manis, punya lesung pipit, rambutnya pendek, matanya bulat dan auranya sangat menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Galang, Bintang adalah seorang teman kecil yang tidak pernah punya status pacar dengannya. Semacam sahabat dari kecil sampai dewasa yang saling mengisi. Namun kisah mereka menjadi menyedihkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari.&lt;br /&gt;Sambil menghisap rokok dan memandang ke arah hujan dari kantin kampus, ia bercerita seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Saya memang nggak pernah meresmikan hubungan kami karena jujur aja ada perasaan dia nggak mungkin menolak. Saya terlalu menyukai dia. Saya nggak berani foto bareng. Saya hanya punya satu foto, itupun candid karena ada teman yang motret. Kami hanya keluar satu kali untuk nonton konser,&quot; suaranya tersendat tiba-tiba. Ia lalu merogoh dompet dan menunjukkan sebuah tiket bekas padaku. Aku hanya diam sambil terus mendengarkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Setelah itu, tepat setelah kami dapat pengumuman lulus SMA. Saya pulang duluan karena memang tak suka dengan pesta konvoi semacam itu. Bintang ikut dengan teman-teman. Malamnya saya sms Bintang, dia nggak balas. Lalu seorang teman lain memberi kabar dia kecelakaan saat konvoi. Malam itu juga saya ke RS. Dia sudah dioperasi dan koma. Saat itu yang saya pikirkan hanya ingin dia cepat sadar, dan saya akan bilang padanya kalau saya sangat menyayanginya,&quot; ceritanya terhenti lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah kenapa sampai di titik itu mulai ada sesak di dada yang tidak aku mengerti. Tapi aku tidak mau dia berhenti cerita. &quot;Lalu... dia selamat kan?&quot; tanyaku sambil menahan napas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menghisap rokok lagi. Hujan mulai reda menjadi gerimis. Bau tanah bekas hujan lebat itu menambah sesak di dadaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Sempat membaik di hari ke-empat. Saya ingat ibunya menelpon dan bilang kata dokter dia akan segera sadar. Saya langsung beli satu buket mawar merah buatnya. Saya sedikit lega. Tapi bunga itu hanya diletakkan di meja samping tempat tidurnya. Sampai hari ke-sepuluh di RS. Lalu dia pergi&quot;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua tahun berlalu sejak Galang menjadi teman baikku. Waktu pun mengantar kami sampai di kafe ini. Kopi hitam manisnya sudah datang. Ia mengusap air mata dengan tisu. &quot;Saya habis dari makam. Saya masih saja menangis kalau melihat tempat itu. Entah sampai kapan,&quot; ucapnya sambil geleng-geleng kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tersenyum. Sudah dua tahun berlalu. Entah berapa lama lagi aku harus diam. Hanya ingin mengungkapkan ini padanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Galang.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Ketika kau sulit melupakan.&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Aku.&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Akan menunggu hatimu menjadikanku tempat ingatan itu kau simpan.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nadiaadibie.com/feeds/6315496392259371439/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.nadiaadibie.com/2015/09/cerpen-ketika-kau-sulit-melupakan.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499830010138332555/posts/default/6315496392259371439'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499830010138332555/posts/default/6315496392259371439'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nadiaadibie.com/2015/09/cerpen-ketika-kau-sulit-melupakan.html' title='[CERPEN] Ketika Kau Sulit Melupakan'/><author><name>Nadia Adibie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04875592323805376371</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='//2.bp.blogspot.com/-ULEZ3XKq8KI/VxCNYqFNMEI/AAAAAAAAAds/rnFFhIfG9DsbCsLNuy8dZMR8dFH3uFsGgCK4B/s113/saya%2Bcantik.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://3.bp.blogspot.com/-CdXG28QJ9mo/VgZxgH01QzI/AAAAAAAAAY4/49Jl9fVxV00/s72-c/love_memories_with_you-normal.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7499830010138332555.post-4145743481821859679</id><published>2015-07-22T00:11:00.001+07:00</published><updated>2017-01-12T17:19:01.111+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerpen"/><title type='text'>Hari Buruk Pertama Angel</title><content type='html'>Hari itu, menjadi hari pertama yang paling indah bagi Angel. Bukan karena rankingnya kembali nomor satu. Bukan pula karena hadiah ulang tahun sebulan sebelumnya yang begitu sempurna. Gadis kelas 2 SMP itu baru saja terbangun dari tidurnya di pagi hari. Ia terkejut karena ini pertama kalinya ia membuka mata pukul 6.30. &lt;i&gt;Ia berangkat ke sekolah dengan tergesa. Ini akan jadi hari terburukku&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Sepertinya dugaannya benar. Ia terkunci di luar gerbang karena sudah 23 menit yang lalu lonceng SMP berbunyi. Satpam penjaga menghmpirinya. &quot;Lho, Angel? &amp;nbsp;Ini kan hari pembagain raport. Tumben sekali kamu terlambat?&quot;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Angel masih terengah-engah. &quot;Kesiangan, pak..&quot; ungkapnya pasrah.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hari terburuk itu pun berlanjut. Ia yang biasanya selalu tepat waktu, mendapat nilai terbaik dan sangat berprestasi memenangkan berbagai olimpiade itu tiba-tiba dilirik sinis oleh ibu guru. Ia memasuki pintu kelas dan duduk dengan lemas. &lt;i&gt;Ibu guru pasti kecewa padaku karena terlambat&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tak seperti yang diduganya, keadaan justru semakin buruk karena ibu guru mendekat kepadanya. &quot;Kenapa kamu? tanyanya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&quot;Maaf saya bangun kesiangan, bu..&quot; Angel setengah gemetar.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&quot;Saya nggak tanya soal keterlambatan!&quot; nada bicara ibu guru tampak sangat kecewa sekali.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Angel diam.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&quot;Tahun ini, kamu tidak seperti biasa. Kamu bukan lagi bintang di sekolah ini. Fotomu tak boleh lagi terpajang dalam brosur promosi kita,&quot; kali ini ibu guru bicara lebih tenang.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&quot;Ikut saya ke meja depan,&quot; sang guru semakin dingin.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Angel tak berani berkata apapun. Apalagi menatap sang ibu. Ia mengikutinya, berjalan dengan kaki gemetar ke arah meja guru. Di atasnya ada banyak tumpukan kertas. Nilainya memang tak seluar biasa semester-semester sebelumnya. Ia mendapat nilai rata-rata semester 9,3. Angka 9 yang selalu membuatnya mendapat banyak pujian dan kasih sayang dari teman hingga satpam.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&quot;Sudah tahu kesalahan kamu?&quot;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Angel menggeleng.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ibu guru lalu memperlihatkan sebuah kertas fotokopian raport. Nama yang terpajang di situ: Subari Nugroho. Nilai rata-ratanya: 9,98.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&quot;Dia anak petani! Di sawah sebelah rumah besarmu. Kenapa kamu tidak sadar dia akan jadi pesaingmu? Mau diletakkan kemana muka ibu yang sudah promosi sampai ke tingkat provinsi? Kamu tahu betapa pentingnya untuk mempertahankan nilai terbaikmu?&quot;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;***&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Angel tak mau mengingat ibu guru lagu. Ya! Ini benar-benar hari yang buruk untuknya. Ibu guru itu, telah meminta semua pihak untuk menggunakannya menaikkan rating sekolah menjadi nomor satu di desa Semesta. Tapi nilai rata-rata si anak bernama Subari itu telah merusak segalanya. Sekolahnya harus kalah telak. Kenapa baru sekarang? Ini sudah mau kelas 3 SMP?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Angel geram. Ia tak melanjutkan jam sekolahnya. Ia pulang. Mencari Subari yang katanya tak punya uang untuk beli LKS itu. Menemui orang pertama yang membuatnya memiliki hari terburuk.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;.....&lt;i&gt;bersambung&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nadiaadibie.com/feeds/4145743481821859679/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.nadiaadibie.com/2015/07/hari-buruk-pertama-angel.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499830010138332555/posts/default/4145743481821859679'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499830010138332555/posts/default/4145743481821859679'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nadiaadibie.com/2015/07/hari-buruk-pertama-angel.html' title='Hari Buruk Pertama Angel'/><author><name>Nadia Adibie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04875592323805376371</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='//2.bp.blogspot.com/-ULEZ3XKq8KI/VxCNYqFNMEI/AAAAAAAAAds/rnFFhIfG9DsbCsLNuy8dZMR8dFH3uFsGgCK4B/s113/saya%2Bcantik.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7499830010138332555.post-7461044640692108853</id><published>2015-07-13T11:23:00.001+07:00</published><updated>2017-01-12T18:32:34.049+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="My Story"/><title type='text'>Izinkan Aku Mengingatmu di Tengah Suara Ketikan Keyboard Yang Berisik </title><content type='html'>&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://3.bp.blogspot.com/-s96k5VRgGLw/VaM85sjWZwI/AAAAAAAAAYk/yfUQXYzXdB8/s1600/longdistance.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;286&quot; src=&quot;https://3.bp.blogspot.com/-s96k5VRgGLw/VaM85sjWZwI/AAAAAAAAAYk/yfUQXYzXdB8/s640/longdistance.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Photo Credit:&amp;nbsp;http://shelovesmagazine.com/&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Aku bekerja dengan keyboard. Setiap hari, bahkan setiap waktu yang bukan bukan jam tidurku (jika sedang mengambil job lembur).&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Suaranya cukup berisik. Aku sendiri yang mengetiknya, aku sendiri yang mendengarnya. Namun ada waktu di mana aku tiba-tiba berhenti dan hanya memandangi keyboard saja.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Aku berhenti. Lalu memasang headset. Lalu mendengar lagu favorit. Lalu mengingatmu.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sesekali aku bermimpi kita bertemu. Saling berpandangan di tepi pantai dengan senja. Melepas lelah yang sudah kuberi penuh untuk keyboard ini. Hanya mimpi memang, tapi indahnya bukan main.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sesekali aku berkhayal. Kau menjemputku di depan kantor dan membawaku tersesat ke tempat yang membuat kita tertawa lepas. Atau kita berjanji bertemu makan malam dan menikmati pembicaraan tentang impian yang sedang kita perjuangkan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Semua tentangmu selalu menjadi harapan di tengah kelelahan yang menyerangku. Apapun tentang janji kita pada mimpi itu selalu membuatku tak bosan dengan suara ketikan berisik keyboard.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Aku tau suara-suara itu yang justru menjadi kekuatan untukku.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Aku tau suara berisik inilah yang akan segera mempertemukan kita.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tapi izinkan aku berhenti mengetik. Sebentar saja. Untuk mengingatmu.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nadiaadibie.com/feeds/7461044640692108853/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.nadiaadibie.com/2015/07/izinkan-aku-mengingatmu-di-tengah-suara.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499830010138332555/posts/default/7461044640692108853'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499830010138332555/posts/default/7461044640692108853'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nadiaadibie.com/2015/07/izinkan-aku-mengingatmu-di-tengah-suara.html' title='Izinkan Aku Mengingatmu di Tengah Suara Ketikan Keyboard Yang Berisik '/><author><name>Nadia Adibie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04875592323805376371</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='//2.bp.blogspot.com/-ULEZ3XKq8KI/VxCNYqFNMEI/AAAAAAAAAds/rnFFhIfG9DsbCsLNuy8dZMR8dFH3uFsGgCK4B/s113/saya%2Bcantik.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://3.bp.blogspot.com/-s96k5VRgGLw/VaM85sjWZwI/AAAAAAAAAYk/yfUQXYzXdB8/s72-c/longdistance.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7499830010138332555.post-2919166333630981953</id><published>2015-03-24T08:10:00.001+07:00</published><updated>2017-01-12T17:40:13.528+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Personal Thoughts"/><title type='text'>Indonesia&#39;s Classy Entertainment</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://1.bp.blogspot.com/-ohEXhMhWMx4/VWhSv-rnHjI/AAAAAAAAAYQ/gFCy6rI6uGE/s1600/muvilacom-ajak-nonton-film-pendek-baren-2d2e65.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-ohEXhMhWMx4/VWhSv-rnHjI/AAAAAAAAAYQ/gFCy6rI6uGE/s640/muvilacom-ajak-nonton-film-pendek-baren-2d2e65.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Indonesia. Seberapa jauh kita benar-benar mengenal negeri ini?&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Sederhana. Awalnya saya tidak benar-benar tahu. Tapi saat mulai bekerja di industri hiburan, melihat konten entertainment yang laris dibaca dan dikomentari, hingga memberikan ‘asupan’ baru bagi para pembaca, saya jadi mengerti ‘kelas’ dari sebagian besar manusia Indonesia. Tak ada yang salah sesungguhnya, karena toh semuanya merupakan proses pendewasaan bagi negeri kita. Tapi, ada satu hal baru yang hari ini saya temukan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;Ini tentang film. Saya awalnya tak begitu perhatian dengan dunia film atau situs yang menyediakan artikel-artikel sejenis. Namun bagaimanapun, saya tak bisa mengelak. Bahwa Korea besar karena dramanya. Dunia bisnis Indonesia besar karena masifnya televisi. Amerika berhasil jadi adidaya karena beragam box office yang dibesarkannya.&lt;br /&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;Lalu selama ini, saya berpikir bahwa Indonesia hanya tak bisa menyesuaikan diri. Pesimis dengan pertumbuhannya. Cukup jadi penonton saja. Dan ungkapan nyinyir lainnya yang mungkin sering kamu dengar juga. Tapi entah kenapa, ada energi yang membuat saya optimis saat membaca Indonesia. Seberapa jauh kita benar-benar mengenal negeri ini?&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;Sederhana. Awalnya saya tidak benar-benar tahu. Tapi saat mulai bekerja di industri hiburan, melihat konten entertainment yang laris dibaca dan dikomentari, hingga memberikan ‘asupan’ baru bagi para pembaca, saya jadi mengerti ‘kelas’ dari sebagian besar manusia Indonesia. Tak ada yang salah sesungguhnya, karena toh semuanya merupakan proses pendewasaan bagi negeri kita. Tapi, ada satu hal baru yang hari ini saya temukan.&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;Ini tentang film. Saya awalnya tak begitu perhatian dengan dunia film atau situs yang menyediakan artikel-artikel sejenis. Namun bagaimanapun, saya tak bisa mengelak. Bahwa Korea besar karena dramanya. Dunia bisnis Indonesia besar karena masifnya televisi. Amerika berhasil jadi adidaya karena beragam box office yang dibesarkannya.&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;Lalu selama ini, saya berpikir bahwa Indonesia hanya tak bisa menyesuaikan diri. Pesimis dengan pertumbuhannya. Cukup jadi penonton saja. Dan ungkapan nyinyir lainnya yang mungkin sering kamu dengar juga. Tapi entah kenapa, ada energi yang membuat saya optimis saat membaca Muvila.com.&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;Selama ini, konten saya yang sangat ‘low class’ jauh lebih laku keras dibaca. Hal itu membuat saya berpikir bahwa memang beginilah penikmat dunia hiburan Indonesia. Pertanyaannya kemudian adalah; benarkah memang belum ada masyarakat high class yang jadi penikmat dunia hiburan kita?&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;Pertumbuhan super pesat pembaca situs film dan televisi, Muvila.com, membuat saya berpikir berbeda. Kenyataan berbicara bahwa penikmat dunia hiburan berkelas itu ada di Indonesia. Dan jumlahnya, sama sekali tak sedikit. Pageview sebuah situs tak bisa dibohongi. Pembaca Muvila.com bisa tumbuh hingga 40% dalam waktu 3 bulan setelah launching-nya. Tentu butuh usaha yang keras mencapainya. Tapi uniknya, usaha tersebut dilakukan dengan tujuan memenuhi ‘keinginan’ pembaca yang tak suka dengan artikel biasa.&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;Muvila.com melakukan banyak inovasi dalam kontennya. Tak seperti berita biasa, Muvila membuat konten yang jauh lebih tajam. Ia tak hanya ingin cerita bahwa film Cinderella dimainkan oleh si A dan disutradarai oleh si B. Mereka membahas tuntas mengapa pemeran Cinderella adalah si A, apa efeknya, bagaimana hasilnya, hingga apa yang unik darinya.&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;Tak ingin berpanjang lebar, saya sekarang optimis bahwa penikmat hiburan berkelas di Indonesia itu ada dan harus diperhitungkan. Mereka bukan diam, tapi rindu pada sajian yang cantik. Mereka tak membaca atau menonton bukan karena tak suka. Mereka haus pada konten dan pertumbuhan hiburan yasng sekelas bagi pengetahuannya. Bahkan saya yakin, mereka akan dengan senang hati melakukan apapun untuk menumbuhkan ‘classy entertainment’ di Indonesia.&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;Tentu kehadiran mereka bukan yang satu-satunya dibutuhkan. Semua oknum di industri kreatif butuh bekerja lebih keras dan cerdas. Pertumbuhan pemakai internet merupakan salah satu tanda bahwa momentum kebesaran dunia hiburan Indonesia semakin dekat. Semoga kita semua siap.&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;Work hard, party harder!&lt;br /&gt;Work hard and harder!&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nadiaadibie.com/feeds/2919166333630981953/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.nadiaadibie.com/2015/03/indonesia-classy-entertainment.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499830010138332555/posts/default/2919166333630981953'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499830010138332555/posts/default/2919166333630981953'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nadiaadibie.com/2015/03/indonesia-classy-entertainment.html' title='Indonesia&#39;s Classy Entertainment'/><author><name>Nadia Adibie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04875592323805376371</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='//2.bp.blogspot.com/-ULEZ3XKq8KI/VxCNYqFNMEI/AAAAAAAAAds/rnFFhIfG9DsbCsLNuy8dZMR8dFH3uFsGgCK4B/s113/saya%2Bcantik.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://1.bp.blogspot.com/-ohEXhMhWMx4/VWhSv-rnHjI/AAAAAAAAAYQ/gFCy6rI6uGE/s72-c/muvilacom-ajak-nonton-film-pendek-baren-2d2e65.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7499830010138332555.post-4642089935507336910</id><published>2015-03-24T08:02:00.001+07:00</published><updated>2017-01-12T18:56:08.388+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="My Story"/><title type='text'>First Page</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://lh3.ggpht.com/-HOP3t1U5Gws/VRC3vuSkn8I/AAAAAAAAAYA/ZcKBrdv0nwg/s640/PhotoGrid_1426845873389.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;640&quot; src=&quot;https://lh3.ggpht.com/-HOP3t1U5Gws/VRC3vuSkn8I/AAAAAAAAAYA/ZcKBrdv0nwg/s640/PhotoGrid_1426845873389.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Pada halaman pertama cerita kita, aku menemukan warna keindahan. Aku melihat setiap baris yang tak pernah kutemukan sebelumnya. Aku mengagumi setiap goresan yang kau tulis. Aku merasa masa depan kita akan benar-benar indah.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Namun, kita hanyalah sepasang anak ingusan yang belum mengerti apa-apa. Kita tak punya apa-apa. Kita tak bisa memiliki apa-apa, tanpa melalui halaman berikutnya. Dan halaman itu sama sekali berbeda dari yang pertama.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;Kita bertengkar. Kita meninggalkan hidup. Kita hilang dari kenyataan. Kita saling memukul. Kita saling menyakiti. Saling membentak. Saling menangis. Bahkan saling membenci.&lt;br /&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;Tapi kita gila. Dari sekian banyak pertengkaran, tak ada satupun dari kita yang benar-benar berani pergi. Entah siapa yang menuntunnya. Meski marah besar, meski konsekuensinya terlalu menyakitkan, meski ada ribuan alasan untuk saling meninggalkan; kita selalu kembali.&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;Hingga halaman-halaman itu terus kita baca. Kita pelajari satu persatu.&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;Kini kita mulai tahu siapa diri kita sebenarnya. Kita mulai menuai cerita-cerita baru. Meski halaman yang gelap itu tak akan pernah terhapus. Kau tetap orang yang pernah paling kubenci, tapi juga paling kucintai. Tempat di mana aku akan berhenti berjalan sendiri. Pahlawan yang menopang semua kelemahanku. Belahan yang kutemukan dari ribuan lainnya. Anugerah yang tak terbantahkan.&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;Aku mencintai caramu membenciku. Karena kebencian itu yang membuatku tahu betapa murninya perasaanmu. Betapa tulusnya kau ingin membenahiku. Betapa besarnya maumu untuk kita.&lt;br /&gt;Kita.&lt;br /&gt;Kita.&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;Apa yang ada di halaman selanjutnya? &lt;b&gt;&lt;i&gt;Aku masih tetap terus meyakini halaman pertama kita.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;:&quot;)&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.nadiaadibie.com/feeds/4642089935507336910/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.nadiaadibie.com/2015/03/first-page.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499830010138332555/posts/default/4642089935507336910'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7499830010138332555/posts/default/4642089935507336910'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.nadiaadibie.com/2015/03/first-page.html' title='First Page'/><author><name>Nadia Adibie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04875592323805376371</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='//2.bp.blogspot.com/-ULEZ3XKq8KI/VxCNYqFNMEI/AAAAAAAAAds/rnFFhIfG9DsbCsLNuy8dZMR8dFH3uFsGgCK4B/s113/saya%2Bcantik.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>