<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-6328134563178786746</atom:id><lastBuildDate>Thu, 20 Oct 2011 10:39:47 +0000</lastBuildDate><category>durian</category><category>terima kasih</category><category>kaya</category><category>pohon natal</category><category>valentine Day</category><category>Simona</category><category>colic</category><category>CLN</category><category>wow</category><category>Davinci Code</category><category>solo banjir</category><category>daftar opini</category><category>pingpong</category><category>Lort of the ring</category><category>PDA</category><category>Work</category><category>polisi tidur</category><category>Siemen S25</category><category>programing</category><category>Melchior</category><category>daftar kekristenan</category><category>taxonomy</category><category>opensource software bajakan</category><category>pacaran cinta</category><category>daftar it</category><category>maxwell</category><category>biofuel</category><category>daftar programing</category><category>Opini</category><category>Version Control</category><category>kepemimpinan</category><category>CVS</category><category>serba serbi</category><category>kredit</category><category>bukit zaitun</category><category>perang salib</category><category>bbm</category><category>anak</category><category>Gaspar</category><category>ibadah</category><category>My Stories</category><category>tahun baru</category><category>air sadah</category><category>framework</category><category>TortoiseSVN</category><category>Martin Luther</category><category>santo bonifacius</category><category>kristen</category><category>percaya diri</category><category>12 murid Yesus</category><category>sandal jepit</category><category>gereja</category><category>poem</category><category>Renungan</category><category>push email</category><category>Inspirasi</category><category>injil Tomas</category><category>Titanic</category><category>kebaktian</category><category>Gelombang Cinta</category><category>Cinta</category><category>daftar cerita</category><category>rumah baru</category><category>natal</category><category>Dorothy Law Nolte</category><category>injil Yudas</category><category>cms</category><category>minyak</category><category>O2 XDA Atom Pure</category><category>Google Map</category><category>Yesus sejarah</category><category>GKJ</category><category>kram perut</category><category>kolik</category><category>taksonomi</category><category>Majus</category><category>kontrakan</category><category>pemanasan global</category><category>Music</category><category>hujan</category><category>daftar inspirasi</category><category>Poket PC</category><category>desember</category><category>kemiskinan</category><category>wikipedia</category><category>daftar lain</category><category>yesus</category><category>paijo</category><category>ruby on rails</category><category>daftar renungan</category><category>Taman Getsemani</category><category>hutang</category><category>kekayaan</category><category>adsense</category><category>Balthasar</category><category>berbagi</category><category>FTP. PHP</category><category>drupal</category><category>Christianity</category><category>kubur</category><category>Internet Gadget and Me</category><title>Nama Saya Kristian</title><description>Kristian Novianto Personal blog. Sebuah catatan perjalanan ...</description><link>http://kristiannovianto.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (k. novianto)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>122</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/NamaSayaKristian" /><feedburner:info uri="namasayakristian" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><feedburner:emailServiceId>NamaSayaKristian</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname>http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6328134563178786746.post-2023905529528602271</guid><pubDate>Tue, 30 Mar 2010 08:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-30T01:00:21.706-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Opini</category><title>Kasus Prita, Siapa Penyumbang Terbanyak?</title><description>Yah mungkin agak basi jika saat ini membicarakan kasus Prita. Tapi gara-gara tadi pagi membaca salah satu artikel di Intisari yang berjudul “Jimpitan di Era Facebook”, tulisan M. Sholekhudin. Aku jadi kepikiran. Sebenarnya siapa ya yang menyumbang uang paling banyak? Maklum penyumbang tidak hanya dari kalangan mapan tapi juga kalangan bawah hingga yang selama ini terpinggirkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua bermula dari Ade Novita sang pengagas gerakan Koin untuk Prita. Yang kemudian berkat keberhasilannya dalam memanfaatkan Facebook dan Twetter, kemudian menjelma menjadi gerakan yang menasional.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kembali ke siapa penyumbang terbanyak, kalau dilihat dari besarnya nominal yang mencapai Rp. 102 juta, mungkin tidak ya, kalau Pak Fahmi Idris itu menjadi salah satu penyumbang terbesar?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ah tapi tidak… menurutku tidak. Apalagi jika dilihat dari kacamata yang lebih fair. Menurutku justru para pengamen dan pemulung itu yang telah menyumbang paling banyak. Bukan setelah uang mereka digabung, bukan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi ku merekalah penyumbang terbanyak, karena mereka berhasil berderma dari kekurangan mereka, dan bukan dari kelebihan harta yang mereka miliki. Uang yang diberikan itu bahkan mungkin seluruh penghasilan yang didapatkan hari itu. Bahkan pernah ada relawan yang sampai menyarankan agar mereka menyumbangkan beberapa saja dari uang mereka. Sungguh semangat yang luar biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Betapa membahagiakan karena di negri ini ternyata masih banyak hati yang mau peduli. Cuma anehnya kenapa ya kebanyakan mereka justru datang dari kaum papa. Lihat saja di beberapa episode tayangan reality show macam “Tolong dong” di TV, siapa yang akhirnya menolong. Yah terlepas dari apakah itu nyata atau rekayasa sih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cuma tidak fair kalau saya menyalahkan orang kaya. Sebab jadi orang kaya juga susah. Kadang mereka jadi kelihatan pelit juga karena keadaan. Mungkin karena sering ditipu atau dimanfaatkan orang. Makanya mereka jadi hati-hati kalau mau berbagi. Yah mungkin saja begitu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
kasus prita ini telah mengajarkan banyak hal kepada kita. Silakan masing-masing memetik maknanya. Saya sendiri toh juga masih belajar. Belajar untuk bisa memberi dari kekurangan. Sesuatu yang sampai saat ini masih sulit saya lakukan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Content from : &lt;a href="kristiannovianto.blogspot.com"&gt;Nama Saya Kristian&lt;/a&gt; Blog&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6328134563178786746-2023905529528602271?l=kristiannovianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/NamaSayaKristian/~4/pcUfkmW1sLo" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/NamaSayaKristian/~3/pcUfkmW1sLo/kasus-prita-siapa-penyumbang-terbanyak.html</link><author>noreply@blogger.com (k. novianto)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://kristiannovianto.blogspot.com/2010/03/kasus-prita-siapa-penyumbang-terbanyak.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6328134563178786746.post-2818199909414424539</guid><pubDate>Wed, 09 Dec 2009 09:53:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-02-08T01:32:58.300-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">My Stories</category><title>Rest in peace my Brother Abenk</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_CFbR1ZiRaws/SyXJxyKy5WI/AAAAAAAABNQ/kPabIz9y5-E/s1600-h/opini.gif" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_CFbR1ZiRaws/SyXJxyKy5WI/AAAAAAAABNQ/kPabIz9y5-E/s320/opini.gif" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Bung Deddy, my Bro... aku ingat pertama kali dulu di Salatiga. Sobat dari Mbak Inge dan Bung Rick.&lt;br /&gt;
Sungguh masa-masa yang paling berarti dalam hidupku. Di masa-masa akhir kuliah. Tuhan mempertemukan ku dengan mereka, brothers in Christ.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku ingat hari-hari kami habiskan bersama. Dari kalian aku belajar arti melayani, belajar bertanggung jawab dan menjadi benar. Hari-hari yang singkat namun itu adalah hari-hari dimana aku banyak berubah. Bersama mereka, aku seperti sedang menjalani kuliah kehidupan. Kenangan yang manis namun juga masa-masa yang berat bagiku. Berat, karena berubah itu memang sulit. masa-masa dimana aku merasa selalu salah! ini salah itu salah! tapi bagi mereka aku memang saudara paling kecil yang selalu masih harus dibimbing.&lt;br /&gt;
Aku juga tidak tahu, kenapa aku betah dengan kalian. Tapi itulah kuasa Tuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Abenk, begitu kami berdua menyebut Bung Deddy. Dia selalu menjadi penghibur, menjadi penengah ketika aku jengkel dan frustrasi dengan Bung Rick. (he..he..he.. sorry bung Rick, aku memang sering jengkel sama Bung). &lt;br /&gt;
Tapi begitulah, diantara kami bertiga, aku dan Bung Rick lah yang sering berselisih, mungkin karena kami sama-sama keras. Namun Abenk selalu ada untuk menengahi. Abenk yang selalu sabar. Aku sering tidak mengerti sama Bung Rick, sedikit ini salah, sedikit itu kurang, tapi Abenk selalu ada untuk memberi pengertian dan medengarkan keluhan. Abenk selalu bisa diandalkan untuk membangunkan Bung Rick yang susah bangun kalau sudah ngorok. Kalau aku sudah kewalahan mbangunin Bung Rick, tinggal nunggu abenk datang ke kos dan uusan beres.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pagi kami habiskan untuk megurus kuliah, giliran malam kami selalu berkumpul untuk sharing atau sekedar ngobrol ngalor-ngidul. kadang teman-teman yang lain ikut nimbrung, dan kami berbagi pengalaman dan berkat. Dimana saja kami bisa nongkrong, maka kami akan nongkrong, betah ber jam-jam bahkan kadang sampai subuh, sampai diusir sama pemilik warung he..he..he.. kami menyayangi Abenk, apalagi Bung Rick. Aku ingat, pernah dulu, malam-malam Bung Rick pergi sendiri ke Semarang naik motor hanya untuk megurus handphone punya Abenk. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Abenk adalah saksi bagaimana Tuhan membuat kejaiban-keajaiban dalam hari-hari kami. Abenk juga yang menjadi saksi bagaimana kuasa Tuhan bekerja, ketika Aku dan Bung Ricky berhasil lulus ujian skripsi,ketika kami berhasil menembus kesulitan demi kesulitan yang mustahil untuk kami tembus secara nalar manusia. Aku ingat bagaimana Abenk sempat menangis ketika kami bertiga berdoa ucapan syukur selepas pengumuman kelulusan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selepas Bung Rick lulus kuliah dan harus kembali ke Jakarta, tinggal aku dan Abenk yang masih tinggal mengurus kuliah. Jadilah kami berdua, aku dan Abenk semakin dekat. Setiap kali ke salatiga aku selalu menginap di tempat kos nya. Abenk sering memasakkan air panas hanya buat ku mandi, membuatkan ku teh. sangat perhatian, bahkan selalu memanggilku noc, noc si noc. Sungguh begitu menyenangkan di telingaku, seperti kakak yang memanggil adiknya saja. Aku senang bisa mendukungnya menyelesaikan skripsi. Meski cuma sekedar menemaninya. Maklum dia anak jurusan Matematika, sedangkan aku ekonomi. bagi dia 1 + 1 = 2, sedang aku diajarkan 1 + 1 bukan 2 kalau bisa jadi 4 atau 5, he..he..he...Mboh Bung, matematika ki angel jadi maaf kalau waktu itu tidak bisa jadi teman diskusi cuma bisa menemani. Hingga kemudian Bung Deddy berhasil lulus ujian skripsi. Aku ingat sinar kebanggaan dimatanya,serasa beban itu telah lenyap. Aku juga sangat bahagia menyaksikannya. Aku tahu betapa perjuangannya yang tidak mudah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selepas wisuda, Abenk harus kembali ke Kupang. Dan kamipun tidak pernah bersua lagi, hingga muncul kabar Abenk menikah. hari-hari cepat berlalu, aku disibukkan dengan berbagai urusan dan keruwetan hidup. menikah, keluar dari kerjaan, sempat nganggur, berjuang supaya dapur tetap ngepul, membuatku semakin tenggelam tidak sempat untuk sekedar bertegur sapa dengan Abenk dan Bung Rick. Memang sempat beberapa kali aku coba mencari profil mereka di facebook, namun sia-sia. Hingga tadi pagi aku dikejutkan dengan Bung Rick yang tahu-tahu muncul di facebook. Cepat-cepat aku add requestnya. Tapi kemudian tidak sempat aku buka-buka lagi karena harus mengejar urusan surat menyurat di kelurahan dan catatan sipil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
baru siangnya, setelah semua urusan aku selesaikan, sesampainya di rumah, ku coba membuka facebook kembali. Berkunjung ke facebook Bung Rick dan ... betapa terkejutnya aku membaca pesan di sana yang mengabarkan bahwa Abenk telah pulang ke rumah Tuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seakan tak percaya, semua begitu cepat, aku lemas, bingung, sedih campur aduk rasanya. Serasa kesempatan itu sudah tidak ada. Serasa baru kemarin kami masih bersama-sama. Kenangan itu satu-persatu muncul dalam benakku. mengapa? seharusnya masih banyak yang ingin aku lihat dan katakan. tapi terlambat. Abenk sudah pergi. Tinggal aku disini sendiri mencoba mengenangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Abenk selamat jalan. Beristirahatlah dalam kedamaian di sisi Tuhan. Terimakasih untuk semua yang telah kau berikan untuk ku. Terimakasih buat hari-hari yang kau sisihkan bagiku. seperti lagu stevi wonder yang pelan mengalun "thats what friend are for ..." engkau telah menunjukkan padaku arti seorang sahabat. We love u Bro.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Content from : &lt;a href="kristiannovianto.blogspot.com"&gt;Nama Saya Kristian&lt;/a&gt; Blog&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6328134563178786746-2818199909414424539?l=kristiannovianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/NamaSayaKristian/~4/kEo36BODUyM" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/NamaSayaKristian/~3/kEo36BODUyM/rest-in-peace-my-brother-abenk.html</link><author>noreply@blogger.com (k. novianto)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_CFbR1ZiRaws/SyXJxyKy5WI/AAAAAAAABNQ/kPabIz9y5-E/s72-c/opini.gif" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://kristiannovianto.blogspot.com/2009/12/rest-in-peace-my-brother-abenk.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6328134563178786746.post-2189207451126781115</guid><pubDate>Thu, 01 Oct 2009 02:48:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-12-16T17:39:27.887-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">My Stories</category><title>Satu Waktu di Hari Jumat</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_CFbR1ZiRaws/SyXKEvDT-ZI/AAAAAAAABNY/Imq0k3ZUn88/s1600-h/programming.gif" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_CFbR1ZiRaws/SyXKEvDT-ZI/AAAAAAAABNY/Imq0k3ZUn88/s320/programming.gif" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Antara Aku, Lembur dan CD SABDA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya masih ingat waktu itu hari Jumat, seusai jam istirahat siang di kantor YLSA. Ketika itu saya masih bekerja di divisi WEB YLSA. Jadi sebenarnya tidak terkait langsung dengan pembuatan CD SABDA. Itu sih pekerjaan teman-teman di divisi software pimpinan Mas Daniel. Namun kebetulan CD SABDA versi terbaru sudah memasuki tahap akhir, dari target waktu pengerjaan. Dan hari ini harus sudah selesai sebab esok hari, sebelum jam 12 siang harus sudah masuk ke tahap burning. Keterlibatan saya sendiri dalam pembuatan CD SABDA, karena kebetulan di versi yang baru tersebut, YLSA hendak menyertakan versi offline dari seluruh website yang dimilikinya, mulai dari SABDA.org, PEPAK, C3I dll sebagai salah satu supplement CD SABDA, maka jadilah saya kebagian tugas untuk mengerjakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa? Harus selesai hari ini?” itu reaksi spontan saya waktu itu. Ah, alamat lembur nih. Agak disayangkan memang, karena pendelegasian yang terlalu mendadak dan mepet itu. Bukan apa-apa, saya cuma kuwatir, jika dikerjakan terburu-buru, hasilnya tidak bisa maksimal. Tapi tugas adalah tugas. Jadilah kami lembur hari itu. Meskipun tidak semua ikut lembur, hanya sebagian dari kami saja. Jadi have a nice weekend buat yang lain. Maklum hari itu hari Jumat, dan Sabtu kami libur. Perkiraan sih akan selesai paling lama sampai jam tujuh malam. Tapi apa daya jika ternyata perkiraan kami meleset jauh. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oks, lets do it!” Langkah pertama, saya mulai dengan mendaftar semua website yang ingin di offlinekan. Saya ambil dari server local kami. Jumlahnya ada sekitar 10 lebih, saya sudah lupa. Setelah itu,  dilanjutkan dengan mencek semua link yang ada untuk memastikan tidak ada broken link yang ditemukan. Jadi apakah cek satu persatu link yang ada? Tentu tidak. Kerja manual haram hukumnya Mas! Kebetulan di kantor ada software Linkboot yang cukup mumpuni untuk mencek link secara otomatis dan cepat. Tidak sampai 2 jam semua website akhirnya selesai dicek. Tugas berikutnya adalah memperbaiki beberapa broken link yang ditemukan. Nah bagian ini yang mau tidak mau harus dengan cara manual. Satu demi satu masalah diperbaiki sesuai kasusnya masing-masing, dan ternyata memakan waktu yang cukup lama. Jam sudah menunjukkan pukul 18.30. Sepertinya target waktu akan meleset. “Semoga tidak sampai larut malam”, pikirku. Dan kelihatanya semua memang sudah diperbaiki. Jadi saya cek sekali lagi dengan linkboot, sebelum masuk ke proses offline itu sendiri. Okey perfect no broken link found.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tahap selanjutnya adalah proses offline. Waktu itu kami menggunakan program TeleportPro. Satu-demi satu website kami offlinekan hingga seluruhnya selesai. Jam hampir menunjukkan pukul 20. Tinggal mencek hasil TeleportPro. “Ah semoga jam 21 bisa kelar”, pikirku. Tapi …. Ternyata … alamak ada error, bukan satu atau dua, dari hasil TeleportPro hampir semua link mengalami error. Aduh! Kiamat. Apa lagi yang salah ya?. Tenang, tenang, ambil nafas … keluarkan. Saya coba telusuri apa penyebabnya. Setelah saya cek, ternyata kerusakan diakibatkan oleh character tententu yang salah diterjemahkan oleh TeleportPro, dan akibatnya fatal. Huh… bagaimana ini? Saya mulai uring-uringan lagi. Kalau harus diperbaiki satu persatu bisa dua hari tidak tidur. Padahal rencana malam ini harus selesai dan besok tinggal masuk ke proses burning. Gimana dong Bos???&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami akhirnya berdiskusi, mencari cara untuk menyelesaikannya. Kami lihat data mentah hasil proses terakhir tadi. Berharap bisa menemukan pola kesalahannya. Selama ada pola yang jelas, maka kami bisa menemukan logika penyelesaiannya. Syukur-syukur bisa dibuat script program untuk menyelesaikannya dengan lebih cepat. Akhirnya sedikit demi sedikit pola itu terlihat, meskipun tidak terlalu teratur. Sehingga kami masih harus memodifikasi data-data tersebut untuk menyeragamkan pola. Sekali lagi semua itu harus dilakukan dengan cara smart menggunakan UltraEdit. Salah satu software olah data yang biasa kami gunakan di kantor. Menjalankan beberapa perintah search, find, and replace hingga akhirnya selesai. Segera saya berikan data-data tersebut ke Mas Daniel untuk diolah lebih lanjut, dia yang lebih expert dengan Regex. Mas D mulai menyisipkan tag-tag tertentu, baris demi baris. Tag itu nantinya menjadi semacam Flag yang akan memudahkan saya mengolah data itu lebih lanjut. Ah beruntung ada Mas D, tugas saya menjadi lebih ringan. Dan juga Mark, dia sangat membantu saya memberikan panduan untuk menciptakan macro sederhana menggunakan UltraEdit. Program macro itulah yang kemudian menyelesaikan sisa pekerjaan kami memperbaiki error secara otomatis. Saya jadi semakin jatuh cinta saja dengan UltraEdit. Sudah sejak masuk bekerja di YLSA, saya menjadi terbiasa dengan UltraEdit dan TotalCommander. Bukan hanya saya, kami semua biasa memakainya. Saking terbiasanya, hingga dua software ini, seakan menjadi software wajib anak-anak YLSA. Jadi jika kebetulan kalian menemukan kedua software tersebut terinstall di PC atau laptop teman kalian, coba tanyakan, siapa tahu dia salah seorang alumni YLSA. Itu adalah ciri kami he..he..he.. kami sudah menjadi terlalu terbiasa dengan kedua software tersebut. Bahkan di tempat kerja yang baru kami masih setia menggunakannya. Gara-gara sering merasa aneh, jika harus kembali menggunakan File Exploler bawaan Windows. Jadi kagog gitu :-P&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kembali ke pekerjaan. Tak terasa malam semakin larut. Jam 9 sudah lewat, bahkan hampir jam 10 malam, padahal baru separoh pekerjaan yang berhasil terselesaikan. Sadrah sudah siap-siap pulang. Dia mendapat bagian membuat User Interface dan autorun untuk CD SABDA dan kelihatannya sudah selesai. Karena bagian saya masih banyak, jadi tidak bisa ikut pulang, dan terpasak telpon ke rumah ijin malam itu tidak pulang, menginap di kantor. Sekitar jam 10 malam, beberapa teman yang lain juga memutuskan untuk pulang karena bagian mereka juga sudah selesai. Besok pagi mereka akan kembali datang. Hanya tinggal beberapa orang saja yang stay at office. Kalau tidak salah hanya tinggal aku, Puji, Mbak Endah dan Mas Daniel yang masih tinggal menyelesaikan pekerjaan masing-masing. Bu Yulia sudah menyiapkan berlengkapan tidur buat kami. Siapa tahu kami kecapean dan ingin tidur barang sejenak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Malam semakin sepi, hening, masing-masing kami tenggelam dalam pekerjaan, hanya kopi hangat yang menemani kami. Menit demi menit, jam demi jam. Tanpa terfasa sudah jam 1 malam lebih,  hampir jam 2 malam. Mengantuk? Ya itu pasti, tidak Cuma mata yang berat, kepala juga mulai pusing, perut kembung kebanyakan minum he .. he… he… Puji masih setia di mejanya. Ngak tidur Put? Ah tanggung katanya. Saat aku lirik ke belakang, Mas Daniel kelihatannya juga masih begadang. Sedang Mbak Endah … hi … hi… hi … kasihan dia, jangan sampai tubuhnya yang kurus menjadi semakin kurus karena kurang tidur. Yah … seandainya kalian sempat membaca tulisan ini aku mo ucapin “Salut!” buat kalian. Senang rasanya kita sempat berjuang bersama, begadang-bersama, tapi pulang sendiri-sendiri. ;-)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebentar bunyi azan terdengar, tanda hari sudah menjelang subuh, ketika akhirnya pekerjaan itu selesai. Mau pulang tanggung, mending jalan-jalan dulu cari bubur ayam sekalian meluruskan kaki yang terasa pegal, dan menghangatkan perut biar tidak masuk angina. Jadi… aku ajak Puji, “Ayo Put, Mbak Endah ikut juga ya?” Kalau Mas Daniel? Sepertinya dia masih tetap setia nempel di kursinya deh. Benar tidak sih? Saya sudah lupa. “Benar ndak Mas?” Selesai jalan-jalan pagi, kami kembali lagi ke kantor, menyerahkan semua tugas ke Bos, kemudian sayapun meluncur pulang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cerita selanjutnya, saya tidak tahu. Sudah keasikan sama bantal guling di kamar. Tapi konon… menurut kabar dan isu yang beredar, desas desus … ternyata pekerjaan kemarin malam masih ada yang kurang, masih ada yang perlu diganti dan ditambahkan. Hingga hampir-hampir CD SABDA gagal masuk ke proses burning hari itu. Ngak tahu lah saya sudah terlalu asik terbuai mimpi indah. Coba Tanya ke Mas Daniel atau Hardono, soalnya mereka yang ada waktu itu. Waktu Bos marah-marah. Waktu Hardono kebingungan ketika ditanya soal website yang aku offlinkan. Soal … nggak tahu lah, emosi memang sudah pada tinggi, maklum kurang tidur, kurang istirahat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi yang jelas berkat Tuhan saja bila akhirnya CD SABDA berhasil direlease. Beberapa minggu berikutnya, saat melihat CD SABDA itu dibawa ke kantor lengkap dengan cover dan segala aksesorisnya, seperti terbayar sudah bulan demi bulan, tahun demi tahun perjuangan kami. Lelah dan capek itu hilang, lunas terbayar sudah. Saat itu, giliran bagian administrasi yang sibuk. Sibuk mendata penerima, sibuk mendata donator, dan sibuk-sibuk yang lain. Selamat pusing Mbak Ely, he … he…he …&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Malam ini, ketika saya kembali mecoba menuliskannya, saya ingat hari itu, salah satu hari terberat selama saya bekerja di YLSA. Yang terpenting sekarang adalah “Apa yang bisa dipelajari dari peristiwa ini?” he he he itu adalah pertanyaan standar dan wajib yang sering ditanyakan di kantor kami. “Apa yang bisa dipelajari?” hingga ketika berguraupun pertanyaan itu sering terlontar. “Apa yang bisa dipelajari?” Setidaknya ada beberapa hal:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Tekun bekerja itu baik, tapi belum cukup. Usahakan bekerjalah dengan lebih Smart. Bekerja dengan lebih smart berarti bekerja dengan lebih efektif dan efisien. Menggunakan semua sumber daya yang ada semaksimal mungkin. Bertanya dan cari referensi. Seperti ketika saya menemukan, ternyata software yang selama ini sering kami pakai masih dapat dimaksimalkan untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang bahkan saya belum pernah membayangkannya. Jadi berekplorasilah dan terus mencoba hal-hal baru. Berfikir inovatif dan creative dalam pekerjaan itu penting.&lt;br /&gt;
2. Bekerja memberi yang terbaik ternyata tidak mudah. Ya! Tidak semudah mengucapkannya. Apalagi ketika harus berbenturan dengan kebutuhan kita, atau ketika kita berada dibawah situasi yang menekan. Saya ingat, hari itu sempat beberapa kali saya mengeluh, ingin menyudahi saja. Atau ingin mengerjakan asal jadi saja. Tapi Dalam hati selalu tergiang “Persembahkan itu untuk Tuhan” dan saya yakin itulah yang memberi saya kekuatan hingga tidak sampai menyerah. Tapi saya akui bahwa tidak selamanya “Memberi yang terbaik” itu mudah untuk dilakukan. Tapi itu harus selalu diperjuangkan. Sebab itu akan membedakan kita dengan orang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah sekelumit pengalamanku terlibat dalam proyek CD SABDA. Padahal hanya semalam. Tak terbayangkan apa yang dirasakan oleh Mas Daniel, Albert, dan teman-teman di divisi Software yang bertahun-tahun mengerjakannya. “Tapi yakin saja bahwa di dalam Tuhan, hasil jerih payah kalian tidak akan sia-sia”. Tapi ngomong-ngomong sekarang CD SABDA sudah versi berapa ya?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Content from : &lt;a href="kristiannovianto.blogspot.com"&gt;Nama Saya Kristian&lt;/a&gt; Blog&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6328134563178786746-2189207451126781115?l=kristiannovianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/NamaSayaKristian/~4/-30a3KW4mec" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/NamaSayaKristian/~3/-30a3KW4mec/satu-waktu-di-hari-jumat.html</link><author>noreply@blogger.com (k. novianto)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_CFbR1ZiRaws/SyXKEvDT-ZI/AAAAAAAABNY/Imq0k3ZUn88/s72-c/programming.gif" height="72" width="72" /><thr:total>3</thr:total><feedburner:origLink>http://kristiannovianto.blogspot.com/2009/09/satu-waktu-di-hari-jumat.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6328134563178786746.post-1629693839726035453</guid><pubDate>Tue, 12 May 2009 08:27:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-12-16T17:41:21.176-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">My Stories</category><title>Antara Facebook, Pazel dan Aku</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_CFbR1ZiRaws/SyXKPhRYb-I/AAAAAAAABNg/suaAna-YwSI/s1600-h/mystory.gif" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_CFbR1ZiRaws/SyXKPhRYb-I/AAAAAAAABNg/suaAna-YwSI/s320/mystory.gif" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;Akhirnya kesampaian juga memiliki Facebook. Tidak lama aku membuatnya, saya dikejutkan dengan betapa cepatnya saya bisa menemukan dan terhubung dengan teman-teman lama saya. Bukan hanya teman kuliah tapi juga teman sewaktu di SMA, SMP bahkan SD. Waow ... beda jauh dengan friendster.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senang sekali bisa menyambung tali silaturahmi yang lama terputus. Melihat kehidupan mereka sekarang, keberhasilan mereka, semua bisa jelas terlihat dari foto-foto yang mereka pasang. Heran, haru, kaget semua perasaan campur aduk dalam benakku. banyak yang telah berubah. Teman-temanku yang dulu kelihatan biasa-biasa saja, ternyata sekarang sudah berhasil dan sukses.&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ah, dihati sempat terbersit rasa iri. kenapa aku tidak bisa seperti mereka. Senyuman yang tersungging di wajah-wajah mereka seakan mengejekku, menyebalkan! Lalu pikiran mulai berandai-andai. seharusnya aku dulu begini, seharusnya aku memilih ini dan kalau saja .... mungkin ... STOP!!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stop sudah, hidup tidak boleh disesali. Kenapa aku membiarkan diriku disiksa perasaan iri? Bersyukur, ya masih banyak yang bisa aku syukuri dan hidupku toh bukan tanpa arti. Lalu aku mulai mnghitung berkat-Nya satu persatu. Setidaknya masih ada rumah yang menaungi, ada pekerjaan yang masih mencukupi dan ada istri yang selalu setia menyertai? jadi apa lagi yang kurang? dan pelan-pelan rasa iri itupun sirna. Aku mulai bisa melihat senyuman mereka dengan gembira, dan ikut merasa berbahagia. Satu demi satu kubuka foto-foto mereka, mencoba menyapa. Tanpa ada beban, hanya kegembiraan. "hi.. apa kabar? nice to meet u ..."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hidup memang seperti pazel. Begitu yang Mas Daniel pernah bilang. Ya seperti sebuah pazel yang besar, yang sedang kita susun satu persatu. Kita tidak akan pernah tahu seperti apa nantinya. kita hanya bisa menduga melalui sebagian pazel yang sudah tersusun. Tapi masih banyak pazel yang perlu ditempelkan untuk menyelesaikannya. Dan apa yang kita kira, bisa jadi salah. Hanya Perancang Agung itu saja yang tahu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terkadang, kita kurang sabar menunggu pazel berikutnya dan mencoba mengambil pazel yang bukan bagian kita. kita coba terus memasang nya, satu ... dua... tiga ... terus dan terus hingga kita sadar, pazel pazel tersebut justru merusak susunan yang telah ditentukan. Dan kita harus merobaknya kembali, memulai lagi. tapi itulah kita, temasuk aku juga. :)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kembali aku melihat halaman-halaman facebook, menikmati teman-temanku yang sedang menyusun pazel hidup mereka. Aku sendiri juga sedang menyusunnya. Mencoba bersabar menikmatinya. dan berharap jika nanti gambar besar itu lengkap sudah, setidaknya masih ada sedikit waktu bagiku untuk menikmatinya dan bersyukur melihat kisah hidupku di akhir perjalanan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Content from : &lt;a href="kristiannovianto.blogspot.com"&gt;Nama Saya Kristian&lt;/a&gt; Blog&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6328134563178786746-1629693839726035453?l=kristiannovianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/NamaSayaKristian/~4/5a9ZETiQchU" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/NamaSayaKristian/~3/5a9ZETiQchU/antara-facebook-pazel-dan-aku.html</link><author>noreply@blogger.com (k. novianto)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_CFbR1ZiRaws/SyXKPhRYb-I/AAAAAAAABNg/suaAna-YwSI/s72-c/mystory.gif" height="72" width="72" /><thr:total>5</thr:total><feedburner:origLink>http://kristiannovianto.blogspot.com/2009/05/antara-facebook-pazel-dan-aku.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6328134563178786746.post-9182775340457886953</guid><pubDate>Tue, 12 May 2009 08:26:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-12-16T17:41:15.054-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">My Stories</category><title>Bebas dari Keterbatasan</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_CFbR1ZiRaws/SyXKgkxd3zI/AAAAAAAABNw/1jvnx0QolzI/s1600-h/renungan.gif" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_CFbR1ZiRaws/SyXKgkxd3zI/AAAAAAAABNw/1jvnx0QolzI/s320/renungan.gif" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;Aku ingat hari itu, ketika baru satu minggu aku bekerja di tempat yang baru, di Salatiga. Pagi-pagi aku dan Hardono dipanggil bos untuk membicarakan proyek baru. Sebuah proyek pengembangan website yang cukup besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Betapa terkejutnya aku ketika Pak Paul menanyakan siapa yang mau menjadi project leadernya. Dan serta merta semua yang ada diruangan menunjuk dan menyebut namaku. Ah aku masih tidak percaya. Sebab aku masih baru di situ. Mana mungkin aku akan di tunjuk. Jadi aku santai saja menanggapinya. Ya aku memang paling tidak suka dengan beban tanggung jawab. Inginya yang aman-aman saja lah. takut kenapa napa, takut gagal, takut dimarahi, takut ini dan itu.&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi ... tiba-tiba saja bos melemparkan pertanyaan kepadaku, "Novi, kamu sanggup?". Mendengar itu tubuhku langsung lemas. Mana berani aku mengambil tanggungjawab sebesar itu, padahal aku belm memiliki pengalaman. bagaimana bos ini, kok malah percaya sama anak baru? Jangankan menjadi project leader, jadi programer PHP saja aku masih level young programmer gini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di satu sisi aku ingin menolak. Tapi aku juga sadar bahwa ini adalah kesempatan. dan kesempatan jarang datang untuk kedua kali. Aku harus berani mendorong diriku sendiri. Aku harus berani keluar dari zona nyaman. Setidaknya tugas ini bisa memaksaku untuk maju dan berkembang. Jadi akhirnya aku  menyanggupinya. Yah meski dengan perasaan yang tidak karuan, badan lemas pikiran cemas. "Tuhan tolong... dalam hati aku memohon kekuatan".&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari itu juga saya mulai menyusun team. Hardono (programmer), Effendi (administrator) dan saya sendiri yang haus merangkap sebagai webdesigner dan programmer. Sebenarnya masih ada Heru dan Theo. tapi mereka masih fokus mengurus aplikasi untuk International School di Salatiga. Jadi meskipun bisa diminta bantuannya, tapi tidak bisa banyak terlibat. Beruntung tidak lama kemudian masuk satu orang baru yang expert di database. Namanya Ronald. Sebelum bergabung dengan kami, dulu pernah bekerja di salatiga Camp. Akhirnya dia masuk memperkuat team mengurusi database.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waktu berjalan, banyak kendala yang kami hadapi. Kurang tidur itu biasa. Bahkan sering terbawa mimpi. Mimpi mengurus kerjaan, mimpi pusing memikirkan script program dll. Aplikasi web yang kami harus selesaikan memang sulit. setiap kali mengingat deadline aku cuma bisa berdoa, Tuhan mampukanlah aku, dan hatiku pun tenang. Kami sering dihadapkan pada hal-hal baru dan pengalaman baru. Tapi kami sangat terbantu dengan adanya internet. Saya terlibat diskusi di berbagai forum. banyak masalah teselesaikan dengan bantuan para programmer di forum-forun tersebut. Ya ada om Google yang selalu siap menolong menjawab pertanyaan. Dari Ronald aku banyak belajar masalah database. Aku dan Hardono juga semakin mengerti mengenai seluk beluk pemprograman PHP, javascript dari setiap kendala yang kami hadapi. Dan akhirnya project ini berhasil terselesaikan tepat waktu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ah lega ... ketika aku kembali mengingatnya, aku sendiri tidak percaya bagaimana aku bisa? mungkin aku tidak bisa dan tidak akan pernah bisa jia aku tidak mau mencobanya. Bukan hanya proyek yang selesai, tapi aku juga mendapati diriku semakin matang dalam pemprograman. Ya, aku mendapati diriku berkembang sangat banyak. Sejak saat itu aku semakin yakin dan percaya diri. Aku mulai berani untuk mencoba mengambil resiko, dan keluar dari zona nyaman. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika hidup ini seperti pazzel, maka aku sudah memasang satu lagi pazzel hidupku. Aku mulai paham kenapa dulu aku harus belajar manajemen, dan bekerja di YLSA (kantor ku yang lama) sebagai web maintenance. sesuatu yang dulu aku rasa tidak ada hubungannya sama sekali, hingga aku sering merasa, apa aku sudah salah mengambil jurusan kuliah. Tapi ternyata tidak. Melalui pengalaman ini, Tuhan menunjukkan bahwa rancangan-Nya tidak pernah salah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang aku tahu bahwa selama ini, dirikulah yang telah menciptakan keterbatasan. Ketakutannku, kecemasannku telah membatasi diriku hingga aku merasa tidak mampu, padahal sebenarnya banyak hal besar yang bisa dilakukan, bahkan hal-hal yang kita sendiri merasa tidak mampu untuk melakukannya. Aku sadar diriku perlu dipaksa, perlu dipaksa berada pada kondisi yang tidak menyenangkan. Perlu dipaksa berkompetisi. Jadi yang perlu  aku lakukan hanya dengan mengatakan "ya" atau "saya akan coba", setidaknya itu akan memacu ku. Tanggungjawab, beban dan tugas pekerjaan bisa menjadi beban tapi juga bisa menjadi sarana untuk kita menjadi pribadi yang lebih mampu, lebih tangguh dan berguna. Tergantung bagaimana kita melihatnya. Membebaskan diri dari keterbatasan beranikah kita? meskipun stress saya mencoba untuk berani.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Content from : &lt;a href="kristiannovianto.blogspot.com"&gt;Nama Saya Kristian&lt;/a&gt; Blog&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6328134563178786746-9182775340457886953?l=kristiannovianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/NamaSayaKristian/~4/lV6cpiGuXvI" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/NamaSayaKristian/~3/lV6cpiGuXvI/bebas-dari-keterbatasan.html</link><author>noreply@blogger.com (k. novianto)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_CFbR1ZiRaws/SyXKgkxd3zI/AAAAAAAABNw/1jvnx0QolzI/s72-c/renungan.gif" height="72" width="72" /><thr:total>2</thr:total><feedburner:origLink>http://kristiannovianto.blogspot.com/2009/05/bebas-dari-keterbatasan.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6328134563178786746.post-5443331375285664989</guid><pubDate>Fri, 12 Dec 2008 02:19:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-12-11T18:22:51.093-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">O2 XDA Atom Pure</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">push email</category><title>O2 Atom bisa Push email Gratis Pakai Account Gmail</title><description>Gara-gara blackberry punya fasilitas baru bernama pushmail, jadi kepingin punya juga. Maklum dirumah tidak ada internet. Apalagi sekarang sudah tidak punya kantor alias jobless.&lt;br /&gt;Meski bukan jobless amat sih, masih bisa makan dari dolar adsense. Jadi praktis cuma bisa pake jalur warnet sama Pocket PC buat email, browsing dan blogging.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mo beli blackberry mana mungkin, kan baru perketat anggaran, sampe dapat job baru. Jadi satu-satunya cara harus bisa maksimalin nih Pocket PC. gimana caranya biar O2 Atom kesayangan bisa ber push mail ria.&lt;br /&gt;Pagi-pagi habis mengantar istri, mampir bentar ke tempat om google buat tanya-tanya. Lalu dapat deh infonya di blog My o2 XDA Atom &lt;a href="http://myo2atom.blogspot.com/2008/12/free-push-email-with-gmail-for-o2-xda.html"&gt;Free Push Email with Gmail for O2 XDA / Pocket PC&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silakan baca sendiri ya. Syaratnya sih harus punya pop mail. Enaknya pakai Gmail bisa. Bahkan pas aku coba di O2 Atom, jalannya lancar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas cara settingnya sangat mudah. Bahkan tidak perlu install aplikasi apapun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuma daftarin pop email kita ke mobipush.com. Sign up dulu kemudian isi data yang diminta. Buat yang punya account gmail, pakai saja gmailnya. Saya sudah coba pakai gmail dan sukses. buat yang selain gmail saya belum coba. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kita akan dibawa ke halaman configurasi. Kalau mau tidak ribet langsung saja pilih auto configuration dengan cara memasukan nomor kartu telepon yang kamu pasang di pocket PC mu. Tunggu saja sampai selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kalau ingin melakukan secara manual bisa tinggal click Activesync icon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat yang masih Wm5 ada di menu &gt; program &gt; Activesync&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat yang sudah update ke wm6 di menu &gt; program &gt; accesories &gt; Activesync&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah masuk ke Activesync click : menu &gt; configure server&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;masukan data ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Server Address  : sync.mobipush.com&lt;br /&gt;Username    &lt; isi dengan alamat gmail mu &gt;&lt;br /&gt;Password    &lt; isi dengan password yang dipakai saat daftar di mobipush &gt;&lt;br /&gt;Domain          : mobipush&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah selesai proses synchronisasi akan berjalan. Selamat mencoba dan semoga bisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa bilang teknologi tidak bisa murah?&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Content from : &lt;a href="kristiannovianto.blogspot.com"&gt;Nama Saya Kristian&lt;/a&gt; Blog&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6328134563178786746-5443331375285664989?l=kristiannovianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/NamaSayaKristian/~4/JSKuusO7pm4" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/NamaSayaKristian/~3/JSKuusO7pm4/o2-atom-bisa-push-email-gratis-pakai.html</link><author>noreply@blogger.com (k. novianto)</author><thr:total>4</thr:total><feedburner:origLink>http://kristiannovianto.blogspot.com/2008/12/o2-atom-bisa-push-email-gratis-pakai.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6328134563178786746.post-3185012114690824086</guid><pubDate>Tue, 25 Nov 2008 06:28:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-24T22:40:56.243-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">adsense</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Opini</category><title>Rapatkan Barisan Selamatkan Adsense</title><description>Di kolom bagian kanan blog ini terpasang logo "SAVE Google Adsense, be a good indonesia Adsense Publisher". Mungkin Anda berfikir apa relevansinya dengan blog saya ini yang minus Adsense?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika saya memutuskan untuk memasang banner tersebut semata-mata karena saya ikut prihatin dengan nasib bangsa ini. Khususnya nasib para pelaku bisnis online Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ketika kita nama baik Indonesia mulai pulih di dunia internet dengan mulai pulihnya kepercayaan dunia terhadap netter Indonesia, kita sedikit lega ketika paypal kembali membuka diri untuk Indonesia bukan? Tiba-tiba saja sekarang kita dikejutkan dengan puluhan publishers Yogyakarta yang baru-baru ini dibanned oleh Google akibat banyak yang melakukan click fraud (melakukan klik pada iklan adsense di website sendiri atau terlibat dalam aktivitas tukeran klik) dan hal-hal lain yang melanggar TOS Google Adsense.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang sudah lama saya membaca berita-berita negatif tentang kelakuan para adsenser Indonesia dan mengikuti perkembangan berbagai trik-trik konyolnya untuk meraup dolar dari adsense secara instant. Bahkan lebih konyol lagi ketika mereka juga dengan bangga mensharingkan trik-trik tersebut sehingga banyak yang kemudian mengikutinya, entah karena sangking polosnya atau akibat keinginan tak terbendung untuk secepatnya mendapat dolar tapi di sisi lain merasa kurang percaya diri untuk berjuang secara jujur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah ... yang jelas praktek-praktek semacam ini harus segera dihentikan, sadarlah bahwa kecurangan ini bisa berdampak terhadap kelangsungn hidup komunitas publisher adsense Indonesia dan pelaku bisnis online Indonesia pada umumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kemungkinan Google akan memasukkan Indonesia dalam daftar hitam, yang berarti publishers Indonesia tidak lagi diperkenankan ikut serta mengais dollar dari Adsense. Itu semata-mata adalah puncak dari akibat praktek-praktek hitam semacam ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman ... bukan hanya sampean saja yang memimpikan keberhasilan dari adsense. Banyak teman-teman lain yang memiliki usaha dan impian yang sama dengan Anda. Pernahkah kalian mengigat nasib mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka-mereka yang dengan disiplin selalu mengikuti TOS Adsense.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang dengan jujur membuang jauh-jauh hasrat menklik adsense sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang dengan tekun dan berusaha keras membuat tulisan-tulisan bermutu, membuka-buka kamus belajar membuat tulisan berbahasa Inggris meski kemampuan inggrisnya pas-pasan demi untuk menyajikan berbagai tulisan untuk menambah nilai situs adsense mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang berusaha terus belajar, melakukan berbagai riset, keluar banyak modal untuk sesuatu yang orisinil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan sampai, keringat mereka, nasib mereka dan pengorbanan mereka akhirnya ikut kandas, mati dan tenggelam akibat keegoisan sebagian kita yang melakukan kecurangan-keurangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah ini tidak adil? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau sudah habiskah harga diri kita sebagai bangsa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan sampai kasus Adsense ini menjadi awal dari keterpurukan bisnis online di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari yang masih punya kepedulian, kita rapatkan barisan selamatkan nama baik netter Indonesia Raya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Barang siapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barang siapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar."&lt;br/&gt;Lukas 16:10&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Content from : &lt;a href="kristiannovianto.blogspot.com"&gt;Nama Saya Kristian&lt;/a&gt; Blog&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6328134563178786746-3185012114690824086?l=kristiannovianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/NamaSayaKristian/~4/pPDiOO8W9bA" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/NamaSayaKristian/~3/pPDiOO8W9bA/rapatkan-barisan-selamatkan-adsense.html</link><author>noreply@blogger.com (k. novianto)</author><thr:total>4</thr:total><feedburner:origLink>http://kristiannovianto.blogspot.com/2008/11/rapatkan-barisan-selamatkan-adsense.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6328134563178786746.post-5361841142373660751</guid><pubDate>Tue, 14 Oct 2008 01:23:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-10-13T18:26:20.653-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">My Stories</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">hujan</category><title>Simfoni Hujan Pertama</title><description>Mendung menebal, berkumpul menutup langit kota, seketika hujan lebat turun mengguyur. Sesekali kilat terlihat, berkelebat membelah langit pekat. Hujan mengguyur, tepat ketika saya sampai di depan pintu perusahaan tempat istriku bekerja. Maksud hati menjemput istri tercinta, apa daya akhirnya kami harus memutuskan berteduh di angkringan terdekat, duduk menikmati jahe hangat sambil menunggu hujan reda. Hitung-hitung mengenang masa pacaran. &lt;span class="fullpost"&gt;Sebab terlalu lebat untuk kami bisa menembus hujan ini, apalagi kami hanya naik sepeda motor, yang meskipun berjenis bebek tapi tidak sesakti bebek yang dengan mudah berenang melewati genangan air tanpa takut tenggelam. Waktu berselang, hujan tak kunjung reda, malah air semakin naik, merambat mulai menyentuh kaki-kaki kami, akibat selokan yang tidak lagi mampu menampungnya, akhirnya kami putuskan untuk nekat pulang, daripada diam terjebak ditempat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Motor kami sempat mogok beberapa kali, sebelum akhirnya sampai ke rumah juga. Ah lega meskipun basah kuyup tapi kami gembira, menyambut hujan pertama yang mengguyur kota, setelah sekian lama merasakan terik dan panas dan jalanan yang berdebu. Hujan memang sudah lama kami rindukan. Bukan hanya kami, tapi juga para petani di sekitar tempat tinggal kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan turun semalaman, ketika kami bangun keesokan harinya, kami disegarkan oleh nuansa yang berbeda. Apalagi buat kami yang tinggal dipinggiran kota, suasana segar kian terasa. Hujan semalaman membuat pagi itu tampak indah. Hujan telah menutup mulut-mulut sawah yang lama menganga, dibiarkan mengering dan gersang. Irigasi didaerah ini memang sudah lama rusak, membuat petani praktis hanya mengandalkan hujan untuk mengiri sawah mereka, bagi yang bermodal besar, mereka bisa sesekali menyewa pompa air. Saat kemarau panjang, sebagian tanah sawah-sawah itu harus direlakan untuk dijual sebagai bahan membuat batu bata, atau gerabah. TapipPagi ini sawah-sawah itu telah kembali ceria, menjadi seperti seharusnya sawah, yang penuh digenangi air, siap menghidupi padi yang sebentar lagi mengisi. Karpet hijau itu akan kembali di gelar. Apa yang lebih indah dari hamparan sawah yang menghijau segar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan semalam telah menyulap tanah kosong di samping rumah, kembali menjadi danau mungil. Bebek-bebek kembali bisa berenang di sana. Kodokmdan katak riang gembira keluar dari tempat persembunyiannya. Bukan hanya bebek dan kodok, bahkan burung-burung pun bergembira pagi ini menyambut berkah hujan pertama. Terbang hilir mudik diantara anak-anak kecil yang riang berlari kesana-kemari berlomba menangkap laron-laron yang beterbangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memperhatikan tingkah polah mereka, sesaat terkenang masa kecil dulu, ketika saya juga senang menangkapi laron, sama seperti mereka. Ah, bahkan pagi ini saya telah menangkap beberapa, yang kemudian dimasak oleh istri melengkapi sarapan pagi. Telor dadar isi laron dan nasi yang masih kebul-kebul ditambah sambal terasi buatan istri tercinta, terasa mak nyusss…. Lahap kami bersantap diteras belakang rumah sambil mencium bau tanah basah, yang hem…segar… sudah lama kami tidak menikmatinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kami berangkat seperti biasa, motor kami sudah siap melakukan tugasnya, mengantar kami berangkat kerja. Saya melihat begitu banyak senyum bahagia tersungging pagi ini, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan semalam telah menorehkan senyuman diwajah-wajah mereka yang mungkin juga sedang berbahagia menyambut berkah hujan pertama. Senyuman-senyuman hangat yang menyapa sehangat mentari pagi yang berlahan muncul, selepas embun menyelesaikan tugasnya, menyegarkan bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senyuman mereka memberi warna baru, gairah baru, semangat baru bagi saya yang sudah lama bosan dijejali senyuman para caleg dan politikus yang tercetak, dipajang berderet-deret dipinggir-pinggir jalan, terasa mulai hambar dan mulai membosankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan semalam akan menghadirkan kembali konser alam yang sudah lama hilang. Nanti malam katak-katak akan kembali bernyanyi. kembali terdengar, mengalun, merdu mengobati rindu, begitu indah mengiringi tidur kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan semalam telah merubah suasana, bukan hanya bumi, bahkan hati kami. Meski sadar itu hanya sesaat. Yah … sesaat … sampai keluh kesah kembali menggantikannya, dan cemberut kembali menggantikan senyuman. Takala cucian menumpuk, dan baju-baju sulit mengering, ketika jalanan menjadi becek dan rumah kotor akibat genting bocor… kembali jengkel kembali ngomel,  tapi begitulah kami MANUSIA. Semoga tidak sampai menjadi banjir, supaya meskipun pada akhirnya kembali mengeluh, kami tidak perlu sampai menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang saya hanya mau menikmati detik demi detik, menit demi menit, jam demi jam indahnya nuasa hujan pertama, sebelum momen ini berlalu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih Tuhan buat hujan tadi malam.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Content from : &lt;a href="kristiannovianto.blogspot.com"&gt;Nama Saya Kristian&lt;/a&gt; Blog&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6328134563178786746-5361841142373660751?l=kristiannovianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/NamaSayaKristian/~4/pktwWx9xKIQ" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/NamaSayaKristian/~3/pktwWx9xKIQ/simfoni-hujan-pertama.html</link><author>noreply@blogger.com (k. novianto)</author><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://kristiannovianto.blogspot.com/2008/10/simfoni-hujan-pertama.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6328134563178786746.post-3530448606452803907</guid><pubDate>Tue, 17 Jun 2008 03:58:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-06-16T21:14:13.370-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">kredit</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Opini</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">hutang</category><title>Kredit?</title><description>Sungguh lucu sekaligus memprihatinkan mendengar pengalaman ayah minggu lalu ketika hendak membeli sepeda motor buat adik saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa tidak, ketika hendak membeli Mio, mereka dijanjikan sepeda motor baru bisa dikirim satu minggu kemudian, jadi mereka harus inden. Padahal di dealer tersebut, stok motor Mio masih ada banyak. Ketika di tanya kenapa harus inden? bukankah stock nya ada. Ternyata mereka malah diberi tawaran lain, ayah bisa langsung bawa pulang motor asal belinya secara kredit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Jengkel juga ayahku waktu itu, tapi ya sudah lah, untung ayahku tetap menjalankan prinsip anti hutangnya, mending saya tunggu tuh motor satu minggu daripada harus kredit. kata ayahku agak jengkel. "Bapak ya ndak mau tho Le, suruh kredit, mosok suruh bayar bunga, wong punya uang kok, dasar pemerasan" kata ayah. Pikir-pikir kenapa ayah tidak pindah dealer saja ya? ah mungkin dimana-mana sama saja kali. Jadi, kesimpulannya, jaman sekarang, beli kredit ternyata lebih mudah dan menyenangkan dibandingkan jika mereka beli secara tunai. Wealah dasar jaman edan. Orang mau cash kok disuruh hutang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi jaman sekarang, apa sih yang tidak bisa dikredit, semua bisa dikredit. Sumbu kompor saja bisa dikredit. Proses cepat, satu jam barang bisa dibawa pulang ... begitu kan iklan-iklan yang ada di berbagai perempatan jalan. Tiap kali pulang kerja saja, di bawah pintu rumah kami sering terselip berbagai brosus tawaran kredit. menggiurkan memang tapi nyicilnya? kurang bijak kita bisa tercekik-cekik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi ingat tayangan salah satu episode sitkom "Suami-suami Takut istri" ketika para istri minta dibuatkan kartu kredit, hingga membuat para suami pusing tujuh keliling. Beruntung para suami bisa tetap tegar, untuk tidak mengabulkan keinginan para istri mereka. He..he..he gimana tidak bisa tegas, kalau sudah urusan hutang mah sudah menyangkut stabilitas rumah tangga, jadi bagaimanapun takutnya mereka sama istri, ya mereka harus menang kali ini tho. salut deh buat para suami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Punya kartu kredit memang sebuah beban, apalagi kalau pendapatan kita masih belum mapan. Bagi yang penghasilannya sudah mapan sih lain perkara, selain dengan alasan keamanan, punya kartu kredit justru memudahkan mereka dalam bertransaksi. Kartu kredit memang bisa berguna ketika kita memiliki kebutuhan mendadak yang bersifat “urgent” saat kita tidak memiliki cukup uang. Jadi kita tetap bisa memenuhi kebutuhan tersebut dan pembayarannya belakangan, bahkan bayarnya bisa dicicil. Tapi terlepas dari hal - hal di atas, prinsip kartu kredit adalah hutang harus betul-betul kita sadari. Apalagi jika mengingat permainan para penerbit kartu kredit yang suka seenak udelnya membuat berbagai persyaratan dan paket yang suka membingungkan dan terasa menjerat pihak pemegang kartu. Memang sengaja dibuat seperti itu sebab semakin baik kita menyelesaikan tagihan kartu kredit, itu berarti semakin sedikit perusahaan ini mendapatkan untung. Jika tidak peka, bisa-bisa kita menjadi penghutang sepanjang sisa hidup. Jadi waspadalah! waspadalah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicara kredit-kreditan, setidaknya sampai saat ini saya dan istri masih menjalankan wejangan orang tua kami ketika kami berdua menikah dulu. Orang tua kami berpesan:&lt;br /&gt;1. Sebisa mungkin kalian jangan behutang. jangan mudah ambil kreditan ini-itu, apalagi untuk barang-barang yang bersifat konsumtif, kecuali kredit rumah.&lt;br /&gt;2. Belajarlah menikmati apa yang ada, belajar mencukupkan diri dengan apa yang dimiliki.&lt;br /&gt;3. Sebisa mungkin penghasilan kalian disisihkan untuk ditabung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga hal itu masih kami pegang sampai saat ini. Dan hasilnya? sampai sekarang, setidaknya rumah kami masih terlihat lapang dan luas karena sepi perabot dan barang-barang. Maklum, untuk melengkapi perkakas rumah kami harus nyicil pelan-pelan gara-gara sepakat tidak mau ambil barang kreditan. Jendela rumah saja masih sebagian yang sudah dipasangi kain korden. Sebagian sisanya masih kami tutupi dengan poster film, peninggalan hiasan kamar kos waktu saya masih kuliah dulu. baru ada meja kursi tamu, satu almari pakaian dan meja makan warisan ortu doang. Di depan rumah cuma dihiasi beberapa pot tanaman hias hasil stekan sendiri yang entah bisa bertahan hidup apa tidak. Tapi kalau bisa tumbuh asik tuh, bisa bikin asri rumah kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah.. coba dulu bapak simbok wanti-wantinya seperti ini "Le, ambil saja barang kreditan ... ndak papa, nanti bapak sama simbok bantu nyicilnya", wah asik tuh, pasti lain ceritanya. Bah, bercandan kau, gengsi dong! :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi sekarang BBM sudah naik, apa-apa ikut naik. Membuat kami mulai melirik perabot bekas sebagai alternatif. Tidak apa lah bekas, tinggal sedikit permak sana-sini bisa kelihatan baru. Anggap saja barang kuno. Toh antara bekas dan kuno cuma beda tipis he...he...he.. (dasar ndak gableg duwit). Maklum lah mo demo kenaikan gaji, kasihan sama bos yang masih pusing cari proyek baru. Ah tidak mengapa kami toh tetap bisa menikmatinya. Tapi kalau barang elektronik kami tidak mau yang bekas ah bukannya gengsi tapi kalau barang elektronik kan susah lihat kualitasnya apa masih bagus apa tidak. Pengalaman beli hp secound, belum 3 bulan sudah mamfuz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ada pengalaman lucu, bukan soal barang secound, tapi mengenai kredit barang elektronik. Ada sih yang ambil kredit hp waktu itu, hp mahal memang, tapi belum dua bulan nyicil, ternyata harga baru hp tersebut turun draktis. Wah, dasar nasib-nasib coba dia mau sabar sedikit dia bisa beli itu hp tanpa kredit. dasar sial dia akhirnya harus bayar harga barang hampir dua kali lipat deh. Beli barang elektronik mah jangan dikredit Mas/Mbak tapi di tunggu sebentar, paling 4- 6 bulan kemudian, atau pas muncul produk baru pasti deh harganya turun. Jadi modalnya sabar saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke masalah hidup tanpa kredit nih, pengalaman saya sih bisa dibilang gampang-gampang susah memang. Kadang panas juga jika mendengar sindiran para tetangga. Pernah ada yang main ke rumah sama anaknya, trus anaknya dengan polosnya bertanya, "om... kok ngak punya kulkas, ngak punya TV, kerumah saya saja om ada tv nya". Lihat ibunya senyum-senyum keki juga saya dibuatnya. Untung istri saya bisa menimpali "Iya om sama tante sedang nabung buat beli kulkas sama tv tuh", katanya. sering sih kalimat-kalimat sindiran muncul, entah memang benar sindiran atau kami yang jadi terlalu sensitif. Ya, begitulah, maklum, tinggal di kompleks perumahan, selain dana sosialnya tinggi, mulai dari dana arisan PKK ibu-ibu yang tidak jelas manfaatnya, iuran RT, dst, hawa persaingannya juga cukup tinggi baik langsung maupun tidak langsung. Saling pamer, biasa lah. makanya bagi yang tidak kuat, atau ndableg (cuek bebek) bisa stress Mas/Mbak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menanggapi keadaan seperti itu, saya dan istri sepakat untuk berusaha menampilkan apa adanya kami. Memang dampaknya keberadaan kami suka diremehkan. Awalnya sulit juga, tapi lama-lama kami jadi terbiasa. Terbiasa tidak dianggap, terbiasa untuk tidak masuk hitungan. Dan akhirnya kami justru bisa menikmati enaknya jadi orang-orang remeh nan biasa, kami jadi jauh dari target sasaran mereka-mereka yang suka meminjam uang. Jadi terhindar dari keadaan serba salah jika ada tetangga yang pinjam uang, atau dari keadaan tidak enak jika harus menagih hutang yang lupa dikembalikan. Karena jauh dari lampu sorot, dan tidak ada yang merasa kami saingi, atau terancam oleh keberadaan kami, membuat kami jadi luwes dan nyaman untuk bergaul bergerak mana suka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang penting kami bisa menikmati hidup tenteram tanpa hutang. Tiap bulan kami bisa terima gaji utuh tanpa potongan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ketika hati mulai gundah, dan hasrat untuk ambil krediatan mulai mengusik jiwa ( weleh puitis banget ya) Kami tinggal kembali ke Laptop, eh maksut saya kembali ke Alkitab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa kata Alkitab Mas? atau apa kata Alkitab Dhik?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Alkitab menjawab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jangan kamu berhutang apa-apa kepada siapapun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi. Sebab barang siapa mengasihi sesamanya manusia, dia sudah memenuhi hukum Taurat." (ITB - Roma 13:8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, di pas-pasin deh ayatnya. Harap maklum, saya bukan lulusan Teologia Mas/Mbak. Kalau ayatnya ndak nyambung ya maaf saja. Soalnya jujur memang saya pas-pasin saja kok ayatnya, tapi bukannya tanpa riset, saya sempat riset cari-cari di internet, swer deh ;) saya ndak boong. Memang sih Alkitab tidak secara eksplisit melarang atau mengijinkan kita meminjam uang. Tapi hikmat dari ayat Alkitab di atas mengajar kami berdua bahwa pada umumnya tidak baik untuk berhutang. Sebab hutang berpotensi membuat kami jadi budak dari orang yang memberi kita hutang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, semoga kami berdua tetap bisa terus saling mengingatkan ...&lt;br /&gt;Atau semoga kami berdua tetap bisa bertahan ...&lt;br /&gt;Tapi yang paling penting, semoga kami berdua bisa merubah nasib, setidaknya sebelum kedatangan Tuhan yang kedua kali, kami sudah bisa beli tv flat, satu set perangkat audio, komputer, mobil, dispenser, kulkas, home theatre ... weleh kok jadi matre dan tampak sangat duniawi begini ya? memangnya waktu Tuhan datang, barang-barang itu bisa ikut terangkut? wek... kek... kek... kek...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namanya juga usaha, amin ... AMIN dah ...&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Content from : &lt;a href="kristiannovianto.blogspot.com"&gt;Nama Saya Kristian&lt;/a&gt; Blog&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6328134563178786746-3530448606452803907?l=kristiannovianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/NamaSayaKristian/~4/Cq7YFJSHuTA" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/NamaSayaKristian/~3/Cq7YFJSHuTA/kredit.html</link><author>noreply@blogger.com (k. novianto)</author><thr:total>5</thr:total><feedburner:origLink>http://kristiannovianto.blogspot.com/2008/06/kredit.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6328134563178786746.post-5962480012110675</guid><pubDate>Tue, 27 May 2008 01:35:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-06-16T21:47:54.865-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">poem</category><title>Minggu yang Biasa</title><description>Tuhan hari ini kembali aku diajak sahabatku berbakti di gereja itu&lt;br /&gt;Banyak jemaat berbakti ke sana, terpuaskan olehnya.&lt;br /&gt;Yang pulang tersenyum gembira. Jiwa-jiwa mereka bahagia&lt;br /&gt;Oh alangkah betapa aku ingin juga menikmatinya ...&lt;br /&gt;Tapi Tuhan ... apakah kita akan bertemu di sana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak Tuhan, aku akan tetap di sini, aku yakin Engkau pun ingin aku tetap di sini&lt;br /&gt;Lagipula jika semua berbakti ke sana, &lt;br /&gt;siapa lagi yang akan singgah di gereja ini&lt;br /&gt;Gereja yang sekarang semakin sepi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ini aku Tuhan ... duduk di bangku kayu deretan kedua dari belakang.&lt;br /&gt;Seperti biasa, hari ini seperti minggu kemarin, dan mungkin lusa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagu pembuka yang mulai mengalun ...&lt;br /&gt;Seperti biasa, lagu yang itu itu juga &lt;br /&gt;Terlalu biasa hingga tak berasa.&lt;br /&gt;hai mulut meski engkau cemberut, tapi aku akan tetap memaksamu bernyanyi&lt;br /&gt;Jadi tersenyumlah.&lt;br /&gt;Sebab aku sadar hari ini bukan lagi aku, tapi Engkau Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khotbah pun bergulir, mengalir datar&lt;br /&gt;Mengapa tidak kau sampaikan khotbah yang berapi-api&lt;br /&gt;Supaya terbakar roh ku&lt;br /&gt;Kenapa tidak kau isi khotbah dengan untaian yang menyentuh hati.&lt;br /&gt;Supaya terbuai jiwa ini&lt;br /&gt;Ah! tapi tidak, aku akan berhenti menghakimi, aku tidak lagi akan menuntut&lt;br /&gt;Sebab aku sadar, hari ini bukan lagi aku, melainkan Engkau Tuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ini aku Tuhan, masih di sini, duduk diam, menyabarkan hati&lt;br /&gt;Aku percaya Engkau ada di sini menemani kebosananku.&lt;br /&gt;Tak berkeluh, tidak menuntut&lt;br /&gt;Meski sulit Tuhan ... tapi aku berusaha&lt;br /&gt;Supaya hadir-Mu tidak terusik oleh kesombonganku&lt;br /&gt;sebab aku sadar, hari ini bukan lagi aku, melainkan Engkau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya!&lt;br /&gt;Enam hari sudah Engkau berikan aku waktu untuk mengurus urusan ku&lt;br /&gt;Dan aku tenggelam di dalamnya, memuaskan hasrat dan keinginan hatiku&lt;br /&gt;mengejar duniawiku&lt;br /&gt;Enam hari Tuhan ... dan Engkau hanya meminta hari ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi ... tidak akan juga kuambil hari ini&lt;br /&gt;Untuk memuaskan telingaku dengan untaian khotbah indah menyentuh hati&lt;br /&gt;Bukankah aku datang memang untuk mendengarmu, entah itu marah Mu atau kecewamu tehadap Ku.&lt;br /&gt;Bukannya hanya mengharapkan janji-janji Mu indah, agar hatiku terpuaskan.&lt;br /&gt;Bukan penghiburan yang ku cari, aku kesini untuk Mu.&lt;br /&gt;Tegur aku jika Kau mau, pukul aku jika perlu.&lt;br /&gt;Sebab aku sadar hari ini bukan lagi aku, tapi Engkau Tuhan.&lt;br /&gt;Maka bicara lah, sesuka dan sekehendak Mu.&lt;br /&gt;Meski membosankan, meski menjengkelkan, aku akan mendengarkan Mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pujian yang kunyanyikan itu untuk Mu, bukan untuk menghibur hatiku.&lt;br /&gt;Memang beberapa membuatku bosan, tapi jika Engkau menyukainya, aku akan nyanyikan Tuhan.&lt;br /&gt;Sebab aku sadar hari ini bukan lagi aku tapi Engkau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak Tuhan, aku tidak akan mengambil hari ini untuk ku.&lt;br /&gt;Aku sudah puas dengan enam hari kemarin.&lt;br /&gt;Aku memberi hari ini untuk Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Tuhan ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ternyata ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau hadir dalam diamku, mengajarku kesabaran&lt;br /&gt;Engkau ada dalam kebosananku, mengajarku menguasai diri&lt;br /&gt;Dalam keengganan, Engkau mengajar ku setia&lt;br /&gt;Dalam gelisah, Engkau mengajar ku percaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimakasih untuk satu hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan ketika aku mau memberi, aku tetap menerima banyak dari-Mu&lt;br /&gt;Selamat hari Minggu Tuhan&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Content from : &lt;a href="kristiannovianto.blogspot.com"&gt;Nama Saya Kristian&lt;/a&gt; Blog&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6328134563178786746-5962480012110675?l=kristiannovianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/NamaSayaKristian/~4/bQlRJXPItIQ" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/NamaSayaKristian/~3/bQlRJXPItIQ/minggu-yang-biasa.html</link><author>noreply@blogger.com (k. novianto)</author><thr:total>7</thr:total><feedburner:origLink>http://kristiannovianto.blogspot.com/2008/03/minggu-yang-biasa.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6328134563178786746.post-3275454296869504404</guid><pubDate>Wed, 21 May 2008 05:42:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-05-21T00:58:28.288-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">minyak</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Opini</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">bbm</category><title>Subsidi BBM</title><description>Pada mulanya adalah sebuah kekeliruan kebijakan subsidi, yang kita kenal dengan BBM. Kekeliruan itu terus berlanjut menjadi penyakit yang nikmat, sebuah kenikmatan yang membuat kita terlena akan bahaya yang dalam jangka panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subsidi yang pada akhirnya semakin membelenggu kuat sistem kehidupan dan perekonomian Indonesia. Belenggu yang semakin lama semakin mematikan. Karena itu, diperlukan keberanian luar biasa untuk mematahkan belenggu tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pada mulanya adalah sebuah kekeliruan kebijakan subsidi, yang kita kenal dengan BBM. Subsidi energi memang menjadi praktik yang umum dilakukan oleh negara penghasil minyak, baik negara maju maupun berkembang. Dan Indonesia memang pernah tercatat sebagai negara penghasil minyak. Terbukti dengan keanggotaannya dalam OPEC. Sejak 1970 an, perekonomian Indonesia dibangun dan dimanjakan kelimpahan minyak. Tapi faktanya, kita telah menjadi importir minyak sejak akhir 1980-an. Jadi kenapa kita masih berperilaku sebagai negara kaya minyak? Dengan posisi sebagai importir, tidaklah masuk akal Indonesia mempertahankan kebijakan subsidi BBM. Di Indonesia sendiri, subsidi membengkak hingga mendekati Rp 70 triliun tahun lalu, atau kira-kira sama dengan porsi APBN untuk pembangunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada mulanya adalah sebuah kekeliruan kebijakan subsidi, yang kita kenal dengan BBM. Yang karena target konsumen yang menjadi sasaran tidak didefinisikan secara jelas dan sistem atau mekanisme penyalurannya juga tidak tepat pada akhirnya membuat kebijakan itu tidak tepat sasaran. Subsidi yang dengan alasan sosial ekonomi diharapkan bisa melindungi kelompok ekonomi lemah dan mendorong pertumbuhan industri dan perekonomian, pada akhirnya justru berdampak negatif, menyebabkan terjadinya distorsi pasar dan alokasi sumber daya secara tidak efisien, menambah tekanan yang berat pada keuangan pemerintah. Memicu gaya hidup boros energi, membuat kita malas untuk berpikir maju. Membuat Indonesia terlambat dalam memikirkan banyak hal dan telah menyepelekan banyak hal. Bandingkan saja sistem transportasi public yang kita miliki sekarang, memprihatinkan dan masih jauh dari modern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beruntung jika saat ini kita dihadapkan pada masalah krisis energi. Setidaknya masalah ini akan semakin menyadarkan kita, dan menjadi momentum untuk semakin memicu Indonesia merefisi kebijakan subsidi BBM yang sebenarnya sudah sejak lama tidak tepat lagi diterapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam jangka pendek langkah ini diperlukan untuk menyelamatkan APBN. Meski demikian dalam jangka panjang penghapusan subsidi BBM justru akan menyelamatkan rakyat dan kelangsungan hidup bangsa. Nilai subsidi yang begitu besar bisa digunakan/dialokasikan untuk keperluan yang lain yang lebih tepat guna, seperti meningkatkan mutu pendidikan, kesehatan rakyat, atau memperkuat ketahanan pangan dan yang pasti sedikit demi sedikit akan mengurangi beban hutang negara. Penghematan dari penghapusan subsidi BBM bisa digunakan pemerintah untuk mulai membangun negeri dengan infrastruktur yang diperlukan dalam menunjang perekonomian yang sehat. Inilah yang saya maksud dalam jangka panjang kebijakan ini akan menyelamatkan rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghapusan subsidi BBM tidak bisa ditunda-tunda lagi. Selain harganya yang semakin membengkak, setidaknya ada beberapa alasan yang bisa mendasari kenapa kita harus mulai berfikir untuk segera menghapus subsidi ini.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Minyak Bumi Sudah tidak bisa lagi pertahankan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minyak/energi fosil tidak akan bertahan lama, Produksi minyak diprediksi akan mencapai puncaknya antara 2016 dan 2040, dan setelah itu menurun. Sejak tahun ini hingga 2040 adalah waktu yang singkat bagi bangsa kita untuk mempersiapkan diri menghadapi krisis energi yang lebih parah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun banyak yang tidak senang dengan Amerika, tapi kita bisa belajar dari negeri ini. Amerika yang semula negara Industri, kini telah mulai mengeser strateginya menjadi negara agroindustri dan negara agro energi karena energi yang bersumber pada fosil sudah benar-benar menipis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi buat apa kita menghabiskan dana bertrilyun-trilyun hanya untuk dibakar? Indonesia harus mulai memikirkan untuk menemukan, membangun dan menghasilkan energi alternatif sejak dari sekarang. Penghematan APBN dari hasil pengurangan subsidi BBM diharapkan bisa dialokasikan untuk biaya riset, pembangunan teknologi dan penyiapan infrastruktur bagi energi baru pengganti minyak. Entah itu bio fuell, solar enegy atau yang lainnya. Bukankah negeri kita punya potensi besar untuk mengembangkan sumber-sumber tersebut? Supaya ke depan negara kita bisa ber swasembada energi. Syukur-syukur tidak hanya ber swasembada, namun Indonesia bisa menjadi salah satu negara pengekspor energi bagi negara-negara lainnya. Bila harga BBM dipertahankan murah, bagaimana mungkin konsumen mau mengalihkan pemakaian pada energi alternatif, dan bagaimana pula sumber energi lainnya akan bisa dikembangkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dunia sedang dihadapkan pada krisis yang lain&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Krisis Sumberdaya Manusia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia pendidikan yang masih amburadul, sarana prasarana penunjang yang kurang memadahi, menjadi faktor penyebab kenapa sampai saat ini Indonesia belum bisa meningkatkan kualitas sumber daya manusia yng dimiliki. Padahal persaingan global semakin yata, dan kualisa Sumberdaya manusia adalah salah satu faktor yang paling menentukan. Sudah saatnya APBN menambah alokasi dana untuk menunjang terciptanya manusia Indnesia yang berkualitas global, melalui pengurangan anggaran yang bersifat konsumtif. Salah satunya dan yang terbesar adalah  subsidi BBM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Krisis pangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ancaman krisis pangan dunia, menurut pakar pertanian Universitas Lampung (Unila), Prof Dr Ir Muhajir Utomo MSc, diprediksi akan benar-benar terjadi dengan kecenderungan penggunaan bahan pangan yang menjadi sumber utama energi alternatif terbarukan. Menurut Deputi Menteri Kordinator Perekonomian Bidang Pertanian dan Kelautan Bayu Krishnamurti, dalam setahun terakhir ini kenaikan harga bahan pangan mencapai 100-200 persen. Hal ini, disebabkan karena cadangan pangan dunia berada dalam kondisi yang terendah dalam 20 tahun terakhir. Kalangan DPR RI memperingatkan bahwa krisis pangan semakin serius. Di beberapa daerah, masyarakat semakin sulit untuk mendapatkan sembako, harganya pun makin mahal tidak terkendalikan. Bila tidak adanya upaya yang serius untuk membenahi sektor pertanian, maka krisis pangan yang dihadapi Indonesia akan terus berulang dan tidak akan pernah selesai. Ketergantungan terhadap impor membuat ketahanan pangan Indonesia sangat rentan terhadap gejolak perubahan dan siklus produksi serta harga pangan di pasaran internasional. pemerintah melakukan langkah strategis dengan tidak tergantung terhadap pasokan impor. "Sebab, sangat diperlukan adanya swasembada pangan untuk kebutuhan di masa depan. Pemerintah juga harus makin peduli dan komitmen yang tinggi pada sektor pertanian dan perbaikan kesejahteran para petaninya. Dan untuk itu dibutuhkan dana yang tidak sedikit. Jadi sekali lagi penghematan dana dari pengurangan jatah subsidi BBM bisa digunakan untuk menunjang ketahanan pangan kita ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kesimpulan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang penting sekarang adalah menyamakan persepsi, sepakat bahwa mempertahankan harga BBM jauh dibawah harga yang rasional/pasar melalui subsidi dengan alasan untuk melindungi kepentingan rakyat banyak, adalah tindakan salah kaprah yang paling besar dan menjerumuskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika sudah sepakat, maka langkah berikutnya adalah mencari solusi untuk meminimalkan dampak yang ditimbulkan sebagai akibat dari kebijakan rasionalisasi harga BBM. Jadi mari saling berlomba memberikan konstribusi dan masukan kepada pemerintah tentang bagaimana mengendalikan harga dan laju inflasi, menyiapkan jaring pengaman sosial untuk mengatasi berbagai dampak yang kemungkinan besar akan muncul akibat naiknya harga bahan bakar minyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi kepentingan bersama mari kita berfikir positif, memberi dukungan dengan tindakan yang tulus, tidak melakukan upaya provokatif yang bisa menyulut tindakan anarkis. Saat ini bukan saatnya untuk mengeluarkan berbagai statement spekulatif yang bisa menimbulkan rasa saling curiga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini tidak akan mudah, apalagi bagi golongan menengah ke bawah. Untuk itu mari kita bersama mengembangkan sikap empati, ikut prihatin. Tunjukan dengan contoh dan bukti nyata bahwa kita bersama dalam menghadapi krisis ini. Jangan lagi ada berita anggota DPR menuntut kenaikan gaji, fasilitas. Sementara rakyat sedang sekarat dan dihimbau untuk menghemat energi. Jangan lagi ada berita penimbunan BBM dan praktek-praktek merugikan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan satu lagi, jangan jadikan masalah subsidi dan kenaikan harga BBM menjadi komoditas dan senjata politik untuk sekedar memenangkan suara rakyat. Apalagi sebentar lagi kita dihadapkan pada pemilu 2009. Kecuali nurani Anda sudah tumpul. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita bisa jika bersatu. Bangkit Indonesia, Indonesia … BISA!!&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Content from : &lt;a href="kristiannovianto.blogspot.com"&gt;Nama Saya Kristian&lt;/a&gt; Blog&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6328134563178786746-3275454296869504404?l=kristiannovianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/NamaSayaKristian/~4/nUrPybqVaVQ" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/NamaSayaKristian/~3/nUrPybqVaVQ/bbm.html</link><author>noreply@blogger.com (k. novianto)</author><thr:total>2</thr:total><feedburner:origLink>http://kristiannovianto.blogspot.com/2008/05/bbm.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6328134563178786746.post-2129169075025274924</guid><pubDate>Mon, 21 Apr 2008 04:29:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-04-23T02:39:09.356-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Opini</category><title>Ini Generasi anak gua</title><description>Saya tersenyum ketika melihat salah satu iklan operator sellular di televisi.                                                                                                                                               &lt;br /&gt;Dalam iklan itu digambarkan seorang fotografer yang hendak mengambil gambar sekelomp anak SD yang dikacaukan oleh kelakuan seorang anak, ketika dengan isengnya mengirimkan SMS ke hp teman-temannya yang lain.                                                                                                                &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa yang lucu. Tapi kita bisa melihat bagaimana cepatnya anak-anak sekarang dalam menggunakan teknologi.                                                                                                 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Berbeda dengan generasi sebelumnya, anak-anak yang digambarkan dalam iklan tersebut, mewakili anak-anak sekarang yang hidup di jaman keterbukaan teknologi,keterbukaan cara berpikir, keterbukaan berperilaku, serta ketersediaan sarana pendidikan yang jauh lebih baik dibandingkan dengan generasi-generasi sebelumnya.                                                                                                                   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti dikutip situs &lt;a href="" terget="_blank"&gt;Wireless World Forum&lt;/a&gt; menyebutkan bahwa usia rata-rata anak-anak mulai menggunakan peralatan elektronik telah menurun dari 8,1 tahun pada 2005 menjadi 6,7 tahun pada tahun 2007. Anak-anak menggunakan perangkat elektronik rata-rata tiga hari per minggu, sementara perangkat-perangkat yang paling banyak digunakan adalah televisi yaitu 5,8 hari per minggu, ponsel berkisar 4,3 hari per minggu, sedangkan perekam video sekitar 4,1 hari per minggu (dari hasil penelitian lembaga riset pasar ritel dan konsumen global, NPD Group, yang berkedudukan di New York, AS). Meskipun survei itu dilakukan dan menggunakan responden warga AS, namun hasil penelitian ini bisa dijadikan sebagai rujukan bagi negara-negara berkembang seperti Indonesia, seiring dengan meningkatnya fenomena kecepatan anak-anak dari keluarga kelas menengah atas di perkotaan dalam menyerap iptek sekaligus akrab dengan teknologi informasi.                                                                                                      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka disebut "Generasi Platinum". Terminologi Generasi Platinum sendiri dikenalkan oleh  Alzena Masykouri seorang psikolog dari Universitas Paramadina Jakarta. Menjadi sebutan bagi anak-anak yang dilahirkan pada tahun 2000 ke atas, atau pada awal abad ke-21 yang identik dengan anak-anak dengan kecerdasan lebih karena dekat dengan ilmu pengetahuan dan tekhnologi.                                                                                                                                                                                                                    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matangnya teknologi informasi memberikan lebih banyak kesempatan dan keterbukanaan dalam mengembangkan potensi diri. &lt;a href=” http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=188401” target=”_blank”&gt;Ibu Alzena&lt;/a&gt; mengatakan bahwa “Generasi platinum lebih eksploratif dan mereka lebih mampu melakukan berbagai observasi dengan metode pendekatan ilmu baik sains, biologi, sosial dan sebagainya,” ujarnya.                                                                                                                                                                                      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Generasi Platinum tidak hanya aktif dibidang akademis, melainkan juga di bidang non-akademis. Mereka adalah generasi yang siap untuk menjadi warga dunia yang multy-talented, multy-language, dan multy-disiplin.                                                                                                                             &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika melihat perkembangan dan isu global saat ini, setidaknya generasi ini kelak akan menghadapi dunia dengan era keterbuakaan dan globalisasi yang sangat kompetitif. Belum lagi isu Global Warmin, krisis bahan bakar, perubahan politik dll. Karena itu anak-anak generasi platinum dituntut untuk bisa lebih tangguh dibandingkan generasi-generasi sebelumnya.                         &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu hanya sekedar gambaran sekilas apa yang akan mereka hadapi di masa mendatang. Tapi mari kita lihat kondisi sekarang. Saat ini, ‘pendidikan’ anak oleh televisi telah menjadi fenomena keluarga-keluarga sibuk. Kuantitas interaksi anak dan orang tua yang menurun, mengakibatkan anak-anak cenderung lebih banyak berinteraksi dengan televisi, games, atau browsing internet. TGenerasi ini tumbuh dan berkembang di berbagai era layar, seperti layar televisi, video CD, komputer, telepon seluler, playstation, dan sebagainya. Konsekwensi negatifnya bukan tidak mungkin anak-anak generasi platinum ini bisa memperoleh informasi bermuatan “dewasa”yang tidak patut seperti pornografi.                                                                                                                                   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi dampak psikologi yang ditimbulkan akibat terus menerus di depan layar televisi atau komputer, yang bisa membuat anak menjadi lebih suka menyendiri, mengalami kesulitan bergaul, egois bahkan disebut cenderung memiliki emosi yang labil.                                                                                                                                                                                                                    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadar atau tidak setiap hari anak-anak kita dihadapkan pada berbagai stimuli melalui media-media ini. Sedangkan kita tahu bahwa di usia dini anak-anak kita, komuniskasi visual menjadi jenis komunikasi yang paling efektif untuk diserap, telepas benar atau salah. Dalam waktu lima menit saja berapa banyak iklan yang dilihat oleh anak-anak kita? sedangkan kita tahu bahwa iklan-iklan itu sengaja di buat, di desain sedemikian rupa untuk mempengaruhi atau menciptakan image tertentu. Untuk tujuan itu, sebuah iklan terkadang sengaja tidak memberikan informasi yang lengkap dan terkesan menjebak. Jika orang dewasa saja banyak yang menjadi korban iklan, apa lagi anak-anak.                                                                                                                                                       &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi dunia yang dihadapi oleh anak-anak Generasi platinum menuntut mereka untuk bisa mandiri sejak dini. Anak generasi ini harus pandai menyerap dan memilah informasi mana yang benar dan tidak tepat buatnya.Tanpa keberadaan orang tua, mampukah anak-anak ini memilah-milah informasi yang mereka dapat? Karena itu saya semakin merasakan perlunya kemampuan mengolah informasi, dan seni membuat keputusan, diajarkan kepada anak-anak sejak dini. supaya anak-anak ini tidak sampai terlarut berfikir bebas dalam mengadopsi informasi.                                                                                                                                                                           &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kunci pertama adalah keterbukaan. Orang tua harus memiliki sikap terbuka dengan kemajuan dan perkembangan teknologi yang ada. Bersahabat dengan teknologi di era informasi, memang menjadi sebuah tuntutan. Orang tua di tuntut untuk setidaknya melek teknologi, sehingga mereka bisa memahami dunia dimana anak-anak ini hidup dan berkembang. Jadi mulailah dengn memahami dunia mereka.                                                                                                                                               &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendidik generasi platinum adalah bagaimana orang tua bisa meletakkan dasar-dasar yang kuat yang bisa digunakan oleh anak-anaknya untuk bertahan (Life skill). Bukanlah dengan cara mencegah, tapi dengan dengan mendampingi dan mengarahkan. Orang tua sebisa mungkin berusaha memuaskan keingin tahuan anak-anak mereka, dengan sikap yang lebih terbuka, dialogis dan demokratis tapi juga tegas mengatakan tidak dengan disertai alasan yang logis.                                                                                                                                                                  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang tua tidak bisa lagi menggunakan istilah  tabu/pamali. Anak-anak generasi platinum tidak akan puas hanya dengan alasan tersebut. Mencegah atau melarang hanya akan membuat anak-anak ini menjadi penasaran dan tidak puas. Dan dengan perkembangan teknologi sekarang mereka bisa dengan mudah mengakses dan melakukan ekplorasi ke sumber-sumber informasi yang lain yang belum tentu bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya.                                                                                                                                                           &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunci kedua adalah life skill. Menurut &lt;a href=” http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=188401” target=”_blank”&gt;Pak Buchori Nasution&lt;/a&gt; dari Dewan Pembina Lembaga Manajemen Pendidikan Indonesia (LMPI), kurikulum pendidikan yang dibutuhkan oleh generasi platinum adalah kurikulum kepemimpinan atau leadership, ilmu terapan dan life skill. Saya sangat setuju dengan pendapat ini, tapi bukan hanya di dunia pendidikan formal, dalam keluarga, orang tua juga perlu ajarkan kepada anak-anak mereka seni bertahan hidup. Sejak dini anak perlu diajarkan seni rumusan masalah dan mencari solusi secara aktif. Kemampuan ini dimaksudkan untuk untuk membekali anak dalam mengidentifikasi kebutuhan dan peluang, melakukan observasi, hingga membuat kesimpulan dan keputusan yang tepat terhadap setiap persoalan yang mereka hadapi. Diharapkan anak-anak mampu mengembangkan filter dan tahu bagaimana memilah-milah informasi yang ada. Dengan demikian, generasi platinum dapat bersikap dan menunjukkan perilaku yang sehat terhadap pemanfaatan teknologi.            &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunci yang ketiga adalah peletakan pondasi yang kokoh. Mendidik generasi platinum harus dimulai dengan meletakkan dasar-dasar yang kuat yang bisa menjadi pedoman bagi anak-anak ini. Pembangunan akhlak dan karakter adalah pondasi yang paling penting bagi anak-anak ini. Takut akan Tuhan adalah dasar dan sumber dari pengetahuan. Iman yang kuat dan benar akan menolong mereka senantiasa berada pada jalur pengembangan pribadi yang benar dan terarah.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga dengan ini, sebagai orang tua kita bisa mendampingi, menolong dan mendidik anak-anak hingga kelak mereka pun dapat menggunakan potensinya untuk bertahan hidup. Bahkan juga menjadi manusia yang berkualitas, produktif dan lebih positif memandang dunia.                                                                                                          &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyiapkan anak generasi platinum menjadi sebuah tantangan yang luar biasa dalam hal mendidik anak di zaman yang oleh Jayabaya disebut zaman “edan”. Semoga dengan kemampuan dalam menguasai teknologi dan informasi, dilandasi dengan sikap takut akan Tuhan, kelak mereka  bisa menciptakan peradaban dunia baru yang lebih baik.                                                                                                                                         &lt;br /&gt;Terakhir saya sisipkan kutipan ini sebagai penutup:                                                                                                                                                                            &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan  menyimpang dari pada jalan itu                                                                                                                                                                                                                         &lt;br /&gt;- Amsal 22:6      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didiklah anak-anakmu untuk masa yang bukan masamu.                                                                                                                                                                                 &lt;br /&gt;- Ali Bin Abi Thalib r.a.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Content from : &lt;a href="kristiannovianto.blogspot.com"&gt;Nama Saya Kristian&lt;/a&gt; Blog&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6328134563178786746-2129169075025274924?l=kristiannovianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/NamaSayaKristian/~4/9YY6YLB1Mzo" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/NamaSayaKristian/~3/9YY6YLB1Mzo/ini-generasi-anak-gua.html</link><author>noreply@blogger.com (k. novianto)</author><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://kristiannovianto.blogspot.com/2008/04/ini-generasi-anak-gua.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6328134563178786746.post-1712153863951652881</guid><pubDate>Mon, 07 Jan 2008 14:37:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-04-23T02:41:01.182-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">My Stories</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">solo banjir</category><title>Solo Banjir</title><description>Wonogiri 26 Desember 2007, tepat jam 06.00 pagi, ketika saya dan isteri siap-siap balik ke Solo. Seusai merayakan Natal di rumah orang tua kami kemarin. Yah, meski saya masih dapat jatah cuti, tapi hari ini isteri ku sudah harus kembali masuk kerja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuaca memang tidak berkabut, namun udara pagi ini terasa sangat dingin menusuk. Berdua kami berboncengan dengan motor di tengah hujan yang masih saja turun, tidak berhenti sejak siang kemarin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"wah udan-é kali ini élok banget ya Noc, awet tenan" keluh ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sebenarnya perjalanan kami cukup lancar, setidaknya hingga kami terhalang banjir sesampai di daerah Kepoh. Beruntung air tidak terlalu tinggi hingga motor kami bisa melewatinya dengan jalan  nebeng di belakang mobil yang sedang menyeberang. Tapi ternyata, belum sampai 300 m, kami kembali terhalang banjir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir saja kami mau nekat melanjutkan perjalanan, kalau saja tidak ada yang bilang:&lt;br /&gt;"Percuma Pak, mending balik saja. Soalnya di daerah Nggorunggi air sudah naik hampir 1 meter. Saya saja mau ijin cuti". Kata orang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menimbang sejenak, dan memang banyak orang yang kembali akhirnya kami memutuskan balik ke Ngadirojo (Wonogiri), sore nanti baru pulang, dengan harapan airnya sudah surut. Isteri ku terpaksa ambil cuti kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam 8 pagi,  saya dapat SMS dari Waskami, "Siap-siap saja pintu air waduk Gajah Mungkur mau dibuka karena tidak sanggup menampung tekanan air yang terus naik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Waduh kalau pintu waduk dibuka, sungai bengawan solo bisa meluap", pikir ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungai bengawan solo mengalir dari  pegunungan kidul wonogiri dan bermuara di gresik Jatim, sepanjang 548,53 KM. Pasca banjir bandang yang menimpa Solo tahun 1966, tahun 1970 an pemerintah kemudian membangun waduk gajah mungkur di hulu sungai Bengawan Solo untuk mencegah bencana kembali terjadi. Namun hujan deras yang turun sejak selasa malam hingga rabu,mengakibatkan debit air waduk Gajah Mungkur meningkat hingga mendekati ambang batas. Hingga harus dikurangi dengan cara dialirkan ke sungai Bengawan Solo. Dengan kondisi sungai yang sudah penuh, jika ditambah buangan air dari waduk, bisa dipastikan sebagian daerah Solo akan tergenang air. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimanapun harus tetap dibuka", kata mertuaku, memecah jeheningan. "Jika tidak dibuka, bendungan waduk bisa jebol, akibatnya bisa semakin parah, Solo bisa tamat. Banjir bandang tahun 1966 bisa terulang lagi". Lanjut nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang pilihan yang sulit. Tapi jauh lebih baik mengorbankan sebagian daerah di Solo tergenang, dari pada satu kota tenggelam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya lihat hujan di luar kelihatan sudah tinggal gerimis kecil-kecil. Meskipun mendung sepertinya justrunmenggumpal semakin tebal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wah Noc, mending kita coba pulang Solo sekarang mumpung sudah tidak hujan, dan pintu waduk belum dibuka, moga-moga banjir di daerah Nggorunggi tadi sudah surut. Setidaknya motor kita bisa lewat". Kata ku kepada isteri ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu menunjukan pukul 1 siang, ketika kami kembali berangkat pulang ke Solo. Beruntung perkiraan kami benar, air di daerah Kepoh dan Nggorunggi genangan air ternyata sudah surut, lega rasanya akhirnya kami bisa lewat.  Lumayan, kami bisa melanjutkan perjalanan hingga mendekati jembatan Bacem di daerah Grogol (Solo Baru). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungai Bengawan Solo terlanjur meluap menyebabkan jembatan Bacem dan Semanggi  tidak bisa dilewati. Jadi terpaksa kami putar ke arah Bekonang, lalu menuju timur ke arah Karanganyar, belok ke Palur dan kemudian menyeberang melalui jembatan Jurug yang dibangun cukup tinggi, hingga tidak sampai tergenang luapan banjir bandang kali Bengawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari atas jembatan kami bisa melihat air bengawan yang meluap deras, menutupi kawasan sekitarnya. Sekilas saya lihat taman satwa Jurug, membayangkan bagaimana nasib binatang-binatang yang ada di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syukurlah bisa sampai kembali ke rumah, meski pantat terasa panas, dan tubuh menggigil kedinginan akibat kelamaan naik motor ditengah hujan. Dari tetangga kami tahu bahwa sebagian daerah di Solo sudah tergenang banjir. 12 kelurahan yakni Jebres, Sudiroprajan, Pucang Sawit, Sewu, Jagalan, Gandekan, Sangkrah, Semanggi, Kedunglumbu, Joyosuran, Pasar Kliwon dan Joyontakan terendam banjir hingga setinggi 5 meter. Air di kawasan semanggi tingginya mencapai 3 meter akibat tanggul di kawasan Kenteng jebol. Bahkan di kampung sewu air sudah hampir setinggi atap rumah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Benar Mas, kemarin malam, talut sungai wingko selama ini retak jebol. Air mulai menggenang sekitar pukul 03.00 WIB dan pukul 04.00 WIB ketinggian air sudah mencapai 1 meter. Air naik begitu cepat, banyak yang tidak sempat menyelamatkan barang-barangnya." cerita tetanggaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabarnya, instalasi pengolahan air (IPA) Jurug terendam banjir menyebabkan pasokan air bersih di sejumlah wilayah so teehenti setidaknya hingga sepekan  mendatang. Mesin di Ruang produksi terendam.  2/3 Taman Satwa Taru Jurug terendam bagian timur dan barat dengan ketinggian air hingga 2 meter. Nggak tahu nasib hewan-hewan di sana. Wah jangan sampai buayanya lepas" sambung tetanggaku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini banjir terbesar pasca banjir bandang tahun 1966 silam. Saya ingat dulu ikut mengungsi ke daerah Mojosongo sana" sambung tetanggaku yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa tidak ada cara untuk menahan luapan air Pak?" tanya ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak ada Mas, berharap saja hujan tidak lagi turun. Penanganan yang bisa dilakukan hanyalah upaya darurat dengan menyediakan antong pasir untuk membendung luapan air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya baca dari koran, pemkot  Solo hendak menggunakan anggaran tak terduga sebesar 1 milyar rupiah yang diambil dari APBD 2007 untuk mengatasi bencana ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagus lah, meski terkesan terlambat, sebab seharusnya dana sebesar itu bisa digunakan untuk memperbaiki drainase kota Solo yang banyak rusak di sana sini, hingga banjir tidak akan terjadi separah ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan banjir kali ini bisa menyadarkan kita warga Solo, khususnya pemkot untuk lebih fokus dalam pembangunan sarana dan pra sarana penanggulangan bencana dan tidak hanya memprioritaskan  proyek-proyek mercusuar semacam mall, apartemen dll. Apa gunanya memacu sektor perekonomian jika kota tergenang banjir. Bisnis akan lumpuh. Bisa-bisa Solo akan jadi seperti Jakarta. Langganan banjir tiap tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika saat ini kebijakan penanggulangan bencana masih terkesan hanya tambal sulam, bersifat insidental, dan tidak memikirkan efek jangka panjang; semoga banjir yang sekarang terjadi bisa menyadarkan kita bahwa proyek penanggulangan bencana memerlukan grand design yang serius, jelas dan bertahap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solo... Solo kenapa bisa separah ini. Saya tidak bisa bicara apa-apa, hanya bisa menatap ke arah langit yang tertutup mendung tebal. Sesaat kemudian gerimis kembali mulai turun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelihatan hujan mulai deras. "Siap-siap saja Mas, kalau hujan ini kembali turun seperti kemarin, mungkin banjir bisa sampai ke kompleks kita". Kata tetangga ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, Pak, malam ini sebaiknya kita berjaga-jaga saja, prihatin dulu, jangan tidur". Jawab ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah apa yang akan terjadi besok, atau mungkin malam ini. Di teras rumah saya cuma bisa bernyanyi lirih "Bengawan Solo riwayat mu kini, di musim hujan air meluap sampai jauh ... Jauh... hingga ke Grogol, Dawung, Kampung Sewu, Ngladag, Cawas Klaten...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Natal ...  Natal, 3 tahun lalu Tzunami menyambut mu, tahun ini banjir bandang mengiringi mu. Ah Natal ... Natal, akhir-akhir ini, kami merayakan mu dalam keprihatinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin memang begitu seharusnya.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Content from : &lt;a href="kristiannovianto.blogspot.com"&gt;Nama Saya Kristian&lt;/a&gt; Blog&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6328134563178786746-1712153863951652881?l=kristiannovianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/NamaSayaKristian/~4/sbtCxLRSbb0" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/NamaSayaKristian/~3/sbtCxLRSbb0/solo-banjir.html</link><author>noreply@blogger.com (k. novianto)</author><thr:total>35</thr:total><feedburner:origLink>http://kristiannovianto.blogspot.com/2008/01/solo-banjir.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6328134563178786746.post-8197706924794978269</guid><pubDate>Tue, 18 Dec 2007 07:08:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-12-19T00:19:53.316-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">natal</category><title>Selamat Natal</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.mikesfreegifs.com/main4/christmas/sleighWHT.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://www.mikesfreegifs.com/main4/christmas/sleighWHT.gif" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Suasana Natal sudah semakin terasa. &lt;br /&gt;Hujan juga sudah mulai sering turun khas Desember.&lt;br /&gt;Semoga Natal tahun ini tetap bisa membawa damai sejahtera.&lt;br /&gt;Meskipun harus hadir diantara berbagai balutan luka sepanjang tahun 2007.&lt;br /&gt;Kesederhanaan, dan mawas diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal Desember, tiba-tiba istri sakit panas, badannya demam sampai menggigil. Subuh-subuh saya kalang-kabut cari mobil. Saya cuma kuwatir dia terkena DB. Ah tapi untung semua sudah berlalu. Istri saya cuma di opname sehari, trus bisa dirawat di rumah. Sekarang sudah sembuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil bercanda saya bilang sama dia, kemarin-kemarin kamu mengeluh kapan bisa cuti kerja, sekarang kamu dikasih Tuhan cuti lima hari. He...he...he... kami pun tertawa bersama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun ini memang banyak perubahan besar terjadi dalam kehidupan kami, mulai dari pindah kerja, hingga menikah dan pindah rumah, kontrak sendiri pisah dari orang tua. Tapi kami bersyukur sebab banyak juga doa kami yang dijawab Tuhan tahun ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat saya menulis tulisan ini, terdengar mengalun lagu-lagu natal dari komputer teman saya. Suasana Natal memang mulai terasa di kantor kami. Begitu damai menyejukan hati, sesegar suasana Salatiga yang baru saja di guyur hujan bulan Desember.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat Natal teman-teman. Biarlah damai mu terus mewarnai negeri.&lt;br /&gt;Biarlah senyum mu terus menghangatkan hari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat Natal teman-teman...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan memberkati.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Content from : &lt;a href="kristiannovianto.blogspot.com"&gt;Nama Saya Kristian&lt;/a&gt; Blog&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6328134563178786746-8197706924794978269?l=kristiannovianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/NamaSayaKristian/~4/YmFCLaodyR8" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/NamaSayaKristian/~3/YmFCLaodyR8/selamat-natal.html</link><author>noreply@blogger.com (k. novianto)</author><thr:total>2</thr:total><feedburner:origLink>http://kristiannovianto.blogspot.com/2007/12/selamat-natal.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6328134563178786746.post-1649225303074357573</guid><pubDate>Mon, 17 Dec 2007 02:59:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-12-16T19:06:48.627-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">My Stories</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">paijo</category><title>Gimana Kalau Paijo Saja?</title><description>"Nanti kalau anak kita perempuan mau aku beri nama Dinda Natalia saja". Tiba-tiba istriku berujar. Ah pasti gara-gara tadi pagi dia muntah-muntah nih. "Hem..., kenapa bukan Asoka saja?", tanya ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Natalia saja Mas..., soalnya, kalau beneran jadi, berarti kan waktu produksinya pas masa Natal nih, jadi Natalia kan pas". Rajuk istriku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wealah... Ada tho production date kayak gitu, biasa juga hari lahir yang di kenang, bukanya hari produksi. Kamu ini kok ada ada saja tho Dhik".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya biar, yang penting kan bukan expired date. Namanya juga inovasi Mas. Atau kita janjian saja, kalau nanti hasilnya cewek, biar saya saja yang kasih nama. Tapi kalau cowok, giliran Mas yang kasih nama. Gimana, setuju tidak?" istri ku mencoba mengajukan usulan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Eh... Tapi Mas, kalau cowok, kira-kira mau kamu kasih nama apa?" tanyanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Paijo saja gimana?" jawab ku santai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hlo kok Paijo... Apa alasannya Mas?" tanya istri ku, sambil menatapku heran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"...gimana ya Dhik, alasan ku sih karena ingin melestarikan nama Paijo, agar tidak punah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sekarang ini kan jarang yang mau memberi nama anaknya dengan nama Paijo. Alasannya sih kedengaran tidak keren babar blas, katrok, ndeso, jadul gitu. Hla kalau terus begini kan nama Paijo bisa punah, lama-lama tinggal sejarah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya... tapi Mas ..., apa benar sudah mantap? Mbok cari nama yang lain, mosok si thole* dikasih nama Paijo..." nggak rela aku", keluh istriku".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nah berarti alasanku tadi benar dong..." jawab ku. "hla itu, buktinya kamu saja tidak mau tho?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hla iya, memangnya apa untungnya?" jawab istriku membela diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ya untungnya, nama Paijo bisa lestari", jawab ku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ah... Cuma itu? Trus apa untungnya buat anak kita?", balas istri ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ya berarti anak kita ini turut berpartisipasi melestarikan nama Jawa. Nguri-uri kabudayan Jawa". Jawabku yang barangkali sedikit ilmiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Weleh jawaban kok cuma mutar, muter. Trus apa Mas yakin kalau anak kita nantinya sanggup mengemban tugas mulia tersebut?" jawab istriku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini aku cuma bisa diam. "Ah sudah lah Dhik, kata simbah, tidak baik mencarikan nama anak sekarang, kita saja belum yakin kamu jadi hamil apa tidak, itu ora ilok". Jawab ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"He em, siapa tahu cuma masuk angin ya Mas". Sambut istriku menutup obrolan sore itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paijo... Ah, siapa juga yang mau kasih nama Paijo. Kasihan si thole kalau harus menyandang nama itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar kata istriku, tidak sembarang orang sanggup menyandangnya. Apa lagi dijaman yang katanya modern ini, hanya mereka yang memiliki jiwa bersahaja saja yang akan sanggup menyandangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shakespeare  boleh berkata “Apalah arti sebuah nama”, tapi bagi saya, nama memiliki berjuta makna, dan rasa, serta berbagai konsekwensi di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paijo... Ah semoga nama itu tak lekang dimakan jaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font size=1&gt;&lt;i&gt;* Thole = panggilan untuk anak laki-laki&lt;/i&gt;&lt;/font&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Content from : &lt;a href="kristiannovianto.blogspot.com"&gt;Nama Saya Kristian&lt;/a&gt; Blog&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6328134563178786746-1649225303074357573?l=kristiannovianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/NamaSayaKristian/~4/RJCNS2pNdGs" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/NamaSayaKristian/~3/RJCNS2pNdGs/gimana-kalau-paijo-saja.html</link><author>noreply@blogger.com (k. novianto)</author><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://kristiannovianto.blogspot.com/2007/12/gimana-kalau-paijo-saja.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6328134563178786746.post-4195894771559267536</guid><pubDate>Thu, 29 Nov 2007 10:03:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-11-29T02:50:55.502-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">My Stories</category><title>Pak Polisi yang Aneh</title><description>Hampir saja apes, gara-gara baca berita detik.com yang memberitahu bahwa solo baru saja dilanda angina putting beliung, hingga banyak pohon tumbang, jadi cepat-cepat mengemasi barang selepas jam kantor. Maksudnya mau pulang ke Solo. Kasihan istri di rumah sendirian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di perempatan ABC (Salatiga), kebetulan lampu merah, tiba-tiba ada polisi mendekati motor saya, tersenyum lalu berujar “Mas, spion sudah dua, itu bagus. Lampu nyala juga bagus. Pakai helm bagus … tapi kok melanggar lampu merah. Silakan mampir ke pos polisi di depan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hah … melanggar gimana pikirku …. Perasaan saya tidak melanggar apa-apa. Tapi yah ikuti saja lah, mampir ke pos polisi. Pertama tentu saya bertanya, dimana saya melakukan pelanggaran. Katanya di lampu merah Pasar Sapi. Tapi saya dan Hardono teman saya tentu saja tidak terima dan adu argument karena merasa benar. Saya juga yakin saya tidak melanggar karena pas di perempatan Pasar Sapi tadi saya pada posisi berhenti menunggu lampu hijau, saya yakin seyakin yakinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi baru bicara sedikit saja, sang polisi sudah mulai pasang kuda-kuda dan melakukan intimidasi dengan nada suara tinggi dan mengancam. Bicara ba-bi-bu mencoba menakut-nakuti kami. Apa kami ini tidak berhak membela diri. Bukankah setiap orang memiliki hak yang sama di depan hukum. Boleh membela diri. Disertai bukti-bukti. Meskipun posisi kami memang tidak kuat karena tidak punya bukti, dan saksi saat itu Cuma Hardono yang tentu saja bukan saksi yang kuat. Jadi mudah buat kami dipojokkan seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Polisi itu bilang bahwa sejak pagi dia selalu memantau detikan yang ada di dekat lampu lalulintas, jadi tidak mungkin salah. Ah Pak makanya lain kali ngak Cuma detikan tuh yang dipasang tapi ditambah kamera pemantau biar kita bisa sama-sama lihat. Ada bukti visualnya. Saya sendiri juga sudah malas menanggapi dan adu argumentasi, pingin cepat pulang melihat keadaan rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya lalu bilang “terserah lah Pak, kalau mau di tilang ya di tilang saja”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ternyata Pak Pol malah terus bicara ba-bi-bu. "Saya ini petugas! Saya tidak mungkin bohong dan cari-cari alasan! Sebelum berangkat bekerja tadi saya ini menjalankan solat subuh! Saya berani di sumpah demi Allah!  Kalau saya mau tilang kamu ya terserah saya, kalau mau saya tutup kasus ini juga terserah saya! Ini nama saya baca nama saya, ini pangkat saya! Yang memasang pangkat saya ini jenderal, bukannya saya mau menakut nakuti kamu! Capek deh … kalimat terakhir ini hampir membuat saya tertawa, kalaupun yang pasang pangkat sanpean itu presiden sekalian trus apa hubunganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“SAYA TIDAK MARAH!! Memang kalau orang didikan militer itu, bicaranya ya keras seperti ini. Untung saya polisi, kalau saya tentara kamu sudah habis saya libaskarena melawan petugas! (waow bilang tidak marah tapi matanya sudah merah, padahal apa alasanya coba? Saya kan cuma menyanggah kalau saya tidak melanggar, trus saya juga mau mengalah mau ditilang kalau memang harus di tilang. Tapi ini bapak kok malah terus marah marah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saya lalu mengulangi perkataan saya lagi “Pak saya mau pulang, ada urusan penting, jadi kalau mau di tilang yan di tilang saja cepat. Solo baru saja kena angina putting beliung, saya mau tengok istri saya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eh entah budek atau karena sudah sore, otaknya mulai capek jadi tulalit. Bukanya segera menulis surat tilang, malah melanjutkan intimidasi, dengan nada semakin tinggi, matanya bahkan mulai merah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya cuma dengarkan saja, anggap saja sedang nonton sinetron. Tapi lama-lama bosan juga, ngak ada adengan percintaan sih. Ya sudah saya ulangi saja ucapan saya tadi, “Pak kalau mau di tilang di tilang saja cepat, supaya saya bisa segera pulang, Solo baru saja kena angin putting beliung, saya mau tengok istri saya”. Saya mulai jengkel. Ini orang kenapa ya. Apa mungkin kurang pendengaran, atau karena sudah sore hingga konsentrasi mulai terganggu, stamina menurun, mata memerah, nafas terengah-engah. Sulit diajak bicara. Wah gejala diare ... bukan ding… mungkin karena kurang kasih sayang, gejala masa kecil yang kurang bahagia he…he…he…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya itu tahu kamu, sering lihat kamu! Saya juga asli Salatiga, saya tahu kamu!!”. Kata Pak Pol. He…he…he… padahal pas menghentikan saya tadi Pak Pol sempat bertanya dengan sedikit sok tahu “Dari Semarang mau pergi ke mana Pak?” Trus saya jawab “Saya dari Salatiga kok Pak, mau pulang ke Solo.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hla ini kok di tengah-tengah berbalik jadi bilang kalau kenal saya, sering lihat saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir saja saya tertawa ketika dia kembali bilang dengan suara KERAS dan LANTANG … TAPI KAMU TAHU KAN SAYA INI TIDAK MARAH!!! Yang penting sekarang kamu mengaku tidak kalau melanggar lampu lalulintas! KAMU NGAKU SAJA!! He…he…he… ndak marah gimana, matanya saja sudah merah. Hampir saja saya jawab …”ya sudah jangan menangis dong Pak…he…he..he..” tapi tidak saya hanya diam, duduk manis mendengarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gimana ya pak, bapak mau marah apa tidak terserah, yang penting bapak minta saya mengaku, ya oke, saya mengaku” (dari pada tidak ngaku nanti semakin muntab, posisi saya juga lemah tanpa bukti dan saksi. Masak saya juga harus bersaksi demi Allah, apa dia percaya). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yang penting sekarang cepat saja di tulis itu surat tilang, biar saya urus, terus saya mau segera pulang, sudah sore, sudah mulai turun hujan, barus saja solo ditimpa putting beliung Pak saya mau lihat kondisi rumah sama istri.” Tapi tanggapannya ya sama saja. Terus saja bicara ngalor ngidul tidak ada juntrungannya. Begitu terus sampai lima kali saya meminta surat tilang, supaya cepat kelar. Padahal cuaca semakin mendung dan gerimis mulai menetes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mimpi apa ketemu sama orang ini. Entah lah konyol saja rasanya, karena pas datang polisi yang lain, tiba-tiba dia kembali menyerahkan STNK dan SIM saya yang ia tahan lalu menyuruh kami pergi tanpa surat tilang, atau denda apapun. Dengan sedikit tersenyum Pak Pol bertanya “Solo ditimpa angin rebut, bukan gempa tho? Sudah sana pulang ngak usah ngebut, jangan diulangi lagi” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Au ah pak, baca saja di Detik.com. Polisi yang aneh, sekali ramah, lalu tiba-tiba marah-marah hingga hamper menangis karena menahan emosi.  Dari tadi juga sudah berkali-kali saya kasih tahu kami mau pulang mo lihat kondisi rumah. Ah dasar bolot&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang perjalanan pulang yang menjadi pertanyaan saya cuma, mengapa dia tidak segera saja menulis surat tilang, tapi malah terkesan cari-cari alasan buat mengulur waktu. Padahal sejak pertama saya selalu bilang bahwa saya pingin cepat saja ditilang karena Solo sedang ditimpa angina rebut, mau segera melihat kondisi istri dan rumah. Sebenarnya apa sih yang dia cari? Ada yang bisa bantu saya menemukan jawabanya??? Ah mungkin memang benar karena masa kecil yang kurang bahagia. :P&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Content from : &lt;a href="kristiannovianto.blogspot.com"&gt;Nama Saya Kristian&lt;/a&gt; Blog&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6328134563178786746-4195894771559267536?l=kristiannovianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/NamaSayaKristian/~4/on8b2NV34ac" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/NamaSayaKristian/~3/on8b2NV34ac/pak-polisi-yang-aneh.html</link><author>noreply@blogger.com (k. novianto)</author><thr:total>4</thr:total><feedburner:origLink>http://kristiannovianto.blogspot.com/2007/11/pak-polisi-yang-aneh.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6328134563178786746.post-9182219484775893339</guid><pubDate>Tue, 27 Nov 2007 02:59:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-06T12:55:59.269-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">terima kasih</category><title>Terima kasih</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_CFbR1ZiRaws/R0pFIy4FlVI/AAAAAAAAAgc/FJV8KpcSJFM/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_CFbR1ZiRaws/R0pFIy4FlVI/AAAAAAAAAgc/FJV8KpcSJFM/s200/images.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5136994342367761746" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;h1 align="center"&gt;Terimakasih atas kiriman email Anda ....&lt;br /&gt;Saya akan mengirimkan email tanggapan ke alamat email Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kristian N.&lt;br /&gt;http://solowebdesign.blogspot.com&lt;/h1&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Content from : &lt;a href="kristiannovianto.blogspot.com"&gt;Nama Saya Kristian&lt;/a&gt; Blog&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6328134563178786746-9182219484775893339?l=kristiannovianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/NamaSayaKristian/~4/8t82NQbQhlo" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/NamaSayaKristian/~3/8t82NQbQhlo/terima-kasih.html</link><author>noreply@blogger.com (k. novianto)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://bp0.blogger.com/_CFbR1ZiRaws/R0pFIy4FlVI/AAAAAAAAAgc/FJV8KpcSJFM/s72-c/images.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://kristiannovianto.blogspot.com/2007/11/terima-kasih.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6328134563178786746.post-3751585832642904307</guid><pubDate>Tue, 06 Nov 2007 10:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-11-06T02:30:58.800-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">biofuel</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">pemanasan global</category><title>Biofuel dan pemanasan Global</title><description>Tekanan dari dampak pemanasan global, serta semakin langka dan mahalnya harga minyak dunia, telah mendorong berbagai negara mulai melirik ke energi alternatif. Salah satu diantaranya ialah biofuel yang diharapkan akan menekan dampak kerusakan lingkungan yang diakibatkan pemakaian bahan bakar fosil. Apalagi di tunjang dengan keberadaan biofuel sendiri yang bisa digolongkan pada sumber energi terbarukan yang ketersediannya dapat lebih terjamin karena sumbernya dapat diperbarui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia sendiri, sumber bahan bakar alternatif yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan adalah sumber daya hayati atau biofuel. Ketersediaan lahan, kesuburan tanah serta tenaga kerja yang melimpah adalah modal utama bagi Indonesia untuk menjadikan biofuel sebagai solusi alternatif paling murah dan mudah. Biofuel diharapkan dapat mengurangi impor dan pasokan bahan bakar yang berarti juga penundaan habisnya minyak bumi. Tahu sendiri kan meskipun Indonesia merupakan negara pengekspor minyak atau memproduksi minyak, tetapi saat ini Indonesia juga mengimport minyak. Selain itu pengembangan industri biofuel diharapkan bisa membuka peluang kerja baru yang cukup signifikan terhadap pengurangan tingkat pengangguran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang ada banyak keuntungan yang bisa sekaligus di tarik jika negara kita menerapkan solusi alternatif ini, tapi kita perlu mengkaji beberapa dampak yang mungkin diakibat jika solusi ini betul-betul diterapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampak yang paling besar diakibatkan oleh peningkatan kebutuhan terhadap lahan tanaman sumber baku biofuel itu sendiri. Bayangkan saja berapa luas lahan yang dibutuhkan jika untuk memproduksi 0,28 juta ton CPO (Crude Palm Oil) pada tahun 2017 ternyata diperlukan lahan seluas 0,14 juta hektar , 1 juta hektar untuk memproduksi 1,9 juta ton CPO pada tahun 2022 dan mencapai sekitar 4 juta hektar untuk memproduksi 7,9 juta ton CPU di tahun 2025. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kebutuhan ini terus bertambah makan dikhawatirkan akan berimbas pada berkurangnya hutan tropis di Indonesia, atau bahkan di negara-negara Asia tenggara lainnya yang juga menerapkan biofuel. Jika area hutan semakin berkurang bukankah ini justru akan memperparah pemanasan global. Apalagi Indonesia adalah negeri yang rawan dan rentan terhadap bencana, yang mayoritas diakibatkan perbuatan manusia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kemudian konversi hutan untuk perkebunan kelapa sawit yang melebihi carrying capacity dan mulai memasuki kawasan gambut maka akan timbul masalah ekologi lainnya. Gambut bersifat irreversible dimana ia mampu menyimpan air dalam jumlah besar namun bila dibuka ia tidak dapat menangkap air. Gambut juga berfungsi sebagai penyimpan karbon. Bila kawasan ini dibuka, bukan saja jutaan ton air dilepaskan namun juga jutaan meter kubic karbon dilepaskan ke udara. Pengrusakan ekosistem, yang justru menyerap karbon dioksida dari atmosfir bumi, justru akan meningkatkan emisi CO2. Wetlands International Silvius memperkirakan perusakan ekosistem dan hutan di Indonesia ini sendiri menghasilkan 2 milyar ton CO2 per tahun atau 8 persen dari total emisi anthropogeni dari gas rumah kaca. Menambah masalah terhadap global warming. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peningkatan perkebunan tanaman untuk biofuel akan membuat tekanan atas cadangan air makin berat. Produksi minyak kelapa kerap menggunakan banyak sekali pupuk yang menghasilkan limbah yang berlimpah, yang dapat membuat aliran-aliran air lokal berpolusi Mengakibatkan meningkatnya permintaan secara signifikan dan semakin terbatasnya ketersediaan air layak konsumsi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika tidak membuka hutan, maka jalan satu-satunya yaitu dengan cara konversi lahan pangan dan pertanian. Tapi jika jalan ini ditempuh maka tetap akan menimbulkan masalah baru dimana harga bahan makanan akan meningkat akibat langkanya ketersediaan bahan makanan. Peningkatana harga tersebut sudah terbukti terjadi pada gula dan jagung. meningkatnya harga pangan di dunia akibat biofuel telah diprediksikan sebelumnya. begitu banyak lahan pertanian produktif rakyat harus digusur demi sebuah eksistensi energi hijau. Penanaman lahan hanya dengan satu jenis tanaman juga akan menyebabkan berkurangnya kesuburan tanah, kerusakan tanah akibat pemakaian pupuk kimia dan erosi yang signifikan, mengakibatkan lahan-lahan tidak layak lagi dijadikan sebagai lahan pertanian. Atau setidaknya dibutuhkan usaha lebih keras untuk memulihkan lahan tersebut hingga layak dijadikan lahan pertanian kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah dilema, di satu sisi biofuel bisa menjadi solusi bagi ketergantungan terhadap penggunaan bahan bakar fosil yang terbukti menimbulkan masalah pemanasan global, tapi di sisi lain, kebijakan yang serampangan dalam pemenuhan kebutuhan bahan baku biofuel justru bisa menimbulkan kerusakan ekologi yang memperparah pemanasan global itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari uraian di atas bisa ditarik kesimpulan bahwa "biofuel bisa menjadi baik jika direncanakan dengan baik, namun akan membawa konsekuensi merugikan jika tidak direncanakan dengan baik." Setidaknya ada tiga hal yang perlu diwaspadai jika pemerintah ingin menerapkan kebijakan biofuel ini, yaitu ancaman signifikan terjadi pada tiga sektor utama, yaitu air, pangan dan energi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin untuk sementara ini, biofuel bisa diterapkan setidaknya untuk memenuhi kebutuhan Listrik atau industri, tapi untuk konsumsi lebih luas, untuk trasportasi misalnya, masih memerlukan kajian yang lebih mendalam. Atau mungkin mau melirik sumber energi alternatif lainnya? masih ada tuh energi matahari, cuma teknologi solarcell untuk saat ini masih tergolong mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Disarikan dari berbagai sumber.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Content from : &lt;a href="kristiannovianto.blogspot.com"&gt;Nama Saya Kristian&lt;/a&gt; Blog&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6328134563178786746-3751585832642904307?l=kristiannovianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/NamaSayaKristian/~4/bNJ5UQewhcs" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/NamaSayaKristian/~3/bNJ5UQewhcs/biofuel-dan-pemanasan-global.html</link><author>noreply@blogger.com (k. novianto)</author><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://kristiannovianto.blogspot.com/2007/11/biofuel-dan-pemanasan-global.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6328134563178786746.post-9166032143230732404</guid><pubDate>Tue, 30 Oct 2007 03:17:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-10-29T21:44:38.107-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">kekayaan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">berbagi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Renungan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">kemiskinan</category><title>Misteri Berbagi</title><description>Ada satu waktu dalam hidup saya, ketika masih berstatus anak kos, di Salatiga. Saya punya sahabat bernama Fredrick, banyak hari-hari kami habiskan bersama untuk mengurus skripsi yang masih belum selesai. Kebetulan hari itu kami sedang betul-betul bokek, uang jatah bulanan habis untuk biaya print dan fotocopy. Saya Bermaksud hendak pulang ke Solo, minta suntikan dana. Tapi tiba-tiba Fredrick mencegah ku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tunggu Kris, jika maksud kepulanganmu kali ini hendak minta suntikan dana, jangan dulu, jangan sekarang!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hlo kenapa Bung? (aku memang memanggilnya dengan Bung atau Mas sebab dia memang lebih tua beberapa tahun dari ku).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bukankan kita ini sudah di jatah setiap bulannya? harusnya kita bisa mencukupkan diri dengan itu, tunggu sebentar", katanya sambil berdiri mengambil toples yang ada di atas rak buku kamar kosnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini aku masih ada tabungan, coba kita lihat ada berapa", belum lagi bicara aku lihat dia mulai sibuk menghitung uang yang ada di toples. Lalu dia bagi-bagi lagi menjadi beberapa pecahan kecil. "Nah genap sudah, kita masih bisa hidup dengan uang ini sampai kiriman datang". Dia lalu membagikan uang tersebut kepada ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi Bung?" jawabku agak sungkan, sebab aku tahu dia juga sedang bokek sama seperti aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ah, tenang saja. Siapa tahu mungkin untuk hari-hari seperti ini, Tabungan itu sampai sekarang masih ada tersimpan", Jawabnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uang yang ada dibagi memang tidak seberapa, tapi itu cukup sampai akhir bulan, asal kami bisa berhemat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah lama peristiwa itu terjadi, tapi sangat membekas dalam diri saya. Bung Fredrick telah mengajarkan hikmah berbagi kepada saya. Memang baik memiliki tabungan, tapi jangan pernah bergantung kepadanya, jika harus habis, habislah meskipun mungkin itu untuk orang lain dan bukan kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tahu Bung Fredrick melakukan itu semua adalah untuk mengajar saya belajar menaruh harapan hanya kepada Tuhan, bukan kepada kekayaan. Belajar memberi dari kekurangan sebagai bukti iman kepada Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uang dan kekayaan menjadi salah satu pengajaran yang paling keras yang diberikan Yesus di dalam Injil. Begitu kerasnya sampai-sampai banyak orang yang kemudian mencoba untuk sedikit melunakkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara mengenai kekayaan, kita mengenal adanya teologi sukses dan teologi kemiskinan. Dua buah kubu yang sama-sama ngajarkan sesuatu yang ekstrim dimana justru memperlebar jarak antara kaum kaya dan miskin. Padahal Tuhan menghendaki, “orang kaya dan orang miskin bertemu” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center" style="font-style:italic; color:#FF641A;"&gt;Orang kaya dan orang miskin bertemu; yang membuat mereka semua ialah TUHAN.&lt;br /&gt;Amsal 22:2&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita harus bisa melihat, apa sebenarnya yang paling dipedulikan oleh Tuhan. apakah kekayaan ataukah kemiskinan? Tidak, bukan itu, justru manusia itu sendirilah yang paling Tuhan pedulikan. Dan Yesus sendiri telah mengabdikan seluruh hidupnya untuk manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang di berbagai ayat dalam Injil kita temukan bagaimana Yesus selalu menuntu agar mereka yang kaya, menjual seluruh artanya, segala miliknya jika ingin mengikut dia. Yesus tidak hanya menuntut sedekah, bukan sekedar perpuluhan, lebih dari itu, Yesus menuntut pembagian seluruh apa yang dimiliki. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh pengajaran yang keras, tapi Yesus bukannya anti kekayaan. Yesus hanya hendak mengajarkan bahwa kemakmuran dan berkat bukanlah tujuan hidup itu sendiri. Tanggapan yang tepat terhadap kemakmuran adalah belas kasih. Yesus hendak mengajar manusia agar mereka tidak kuatir dengan apa yang akan mereka makan atau minum. Yang perlu mereka kuatirkan adalah apakah saudara mereka bisa cukup makan atau minum. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi sebenarnya Yesus tidak memuji-muji kemiskinan. Ia justru mendambakan keadaan dimana tidak seorangpun berkekurangan. Dan itu hanya bisa terjadi jika manusia mau berbagi. Yesus hendak mengajarkan makna berbagi sebagai perwujudan dari kehadiran kerajaan Allah di muka bumi. Untuk tujuan inilah, kenapa Yesus terlihat begitu keras melawan sikap terikat pada milik dan mendorong orang untuk tidak terbelenggu oleh kekayaan dan membagikan harta mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai ini kita bisa belajar indahnya hidup berbagi, dari kehidupan jemaat mula-mula. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic; color:#FF641A;"&gt;32. Adapun kumpulan orang yang telah percaya itu, mereka sehati dan sejiwa, dan tidak seorangpun yang berkata, bahwa sesuatu dari kepunyaannya adalah miliknya sendiri, tetapi segala sesuatu adalah kepunyaan mereka bersama. &lt;br /&gt;33. Dan dengan kuasa yang besar rasul-rasul memberi kesaksian tentang kebangkitan Tuhan Yesus dan mereka semua hidup dalam kasih karunia yang melimpah-limpah. &lt;br /&gt;34. Sebab tidak ada seorangpun yang berkekurangan di antara mereka; karena semua orang yang mempunyai tanah atau rumah, menjual kepunyaannya itu, dan hasil penjualan itu mereka bawa &lt;br /&gt;35. dan mereka letakkan di depan kaki rasul-rasul; lalu dibagi-bagikan kepada setiap orang sesuai dengan keperluannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah Para Rasul 4:32- 35&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah arti dari menjual segala milik. Yaitu melepaskan kelebihan dan tidak menganggap sesuatu sebagai milik sendiri. Lakukanlah itu agar "tidak ada seorangpun yang berkekurangan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah-tengah kesenjangan ekonomi yang semakin kentara, apa yang diajarkan oleh Yesus tentang makna berbagi ini menjadi semakin relevan. Adalah panggilan kita, saya dan Anda untuk berani melangkah dalam iman. Untuk menghadirkan kerajaan sorga ke muka bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan kuatir bagaimana dengan kita nanti, ketika kita harus merelakan harta kita untuk orang lain. Inilah kasih yang sempurna, kasih mengalahkan ketakutan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic; color:#FF641A;"&gt;13. Sebab kamu dibebani bukanlah supaya orang-orang lain mendapat keringanan, tetapi supaya ada keseimbangan.&lt;br /&gt;14. Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan.&lt;br /&gt;15. Seperti ada tertulis: "Orang yang mengumpulkan banyak, tidak kelebihan dan orang yang mengumpulkan sedikit, tidak kekurangan."&lt;br /&gt;II Korintus 8:13-15&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melangkahlah dalam iman. GBU&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Content from : &lt;a href="kristiannovianto.blogspot.com"&gt;Nama Saya Kristian&lt;/a&gt; Blog&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6328134563178786746-9166032143230732404?l=kristiannovianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/NamaSayaKristian/~4/E1tpRFTibLQ" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/NamaSayaKristian/~3/E1tpRFTibLQ/misteri-berbagi.html</link><author>noreply@blogger.com (k. novianto)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://kristiannovianto.blogspot.com/2007/10/misteri-berbagi.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6328134563178786746.post-5068190696968539454</guid><pubDate>Wed, 24 Oct 2007 09:41:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-10-25T04:48:12.723-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">ibadah</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Renungan</category><title>Cukup</title><description>Umurnya sudah cukup tua, meski belum semua rambutnya memutih. Berjalan dari rumah ke rumah menawarkan dua buah bantal baru yang digendong di punggungnya. Kebetulan saya berpapasan dengan simbok ini saat berangat ke kantor pagi ini. Dalam hati ku bertanya, ah berapalah keuntungan yang dia dapat dalam sehari. Seimbangkah dengan tenaga yang dikeluarkannya untuk jalan kaki. Padahal, berapa kilo lagi dia harus tempuh, berapa pintu rumah lagi harus diketoknya, sampai dua bantal itu laku terjual?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang bukan pertama kali pikiran ini muncul. Sering kali pertanyaan yang sama keluar tak kala berjumpa dengan orang-orang seperti simbok ini. Hari ini penjual bantal, kemarin penjual gedhek, penjaja rokok di pasar, penjual koran di warung-warung makan dan perempatan hingga tukang servis payung, dan timbang badan keliling.&lt;br /&gt;Saya begitu trenyuh setiap kali menatap mereka, melihat apa yang mereka kerjakan. Telinga mereka akrap dengan penolakan, tapi mereka tetap bisa tersenyum. Itulah sebabnya dulu saya sering ngotot sama bapak untuk tidak berlangganan koran, tapi beli eceran saja di perempatan jalan kalau pas lampu merah. Atau meminta ibu memanggil tukang servis payung yang kebetulan lewat rumah untuk memperbaiki payung yang rusak. Padahal itu payung rencananya mau dibuang saja. Maksud saya sekedar memberi rejeki. Sebagai penghargaan bagi perjuangan mereka, toh bayarannya bagi kami juga tidak seberapa, tapi saya percaya bagi mereka itu sangat berarti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun mereka sudah memberikan pelajaran hidup pada saya. Bagaimana menjalani hidup dan pekerjaan. mengajar saya bagaimana bersyukur melalui keiklasan. Memang hanya pekerjaan kecil yang mereka kerjakan, pekerjaanprofesi sepele yang sangat jarang dilirik orang, tapi mereka bisa menikmatinya sebagai ibadah. Ketika banyak orang memandang pekerjaan sebagai tuntutan gengsi atau sebuah tantangan, bahkan menjadi sebuah keharusan yang membebani, orang-orang kecil ini justru bisa melihatnya sebagai ibadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa firman Tuhan itu benar, jika ibadah disertai rasa cukup itu besar manfaatnya. Jika kembali menilik hidup saya, sering saya dapati diri saya terlalu sibuk mengejar sesuatu yang sebenarnya tidak saya perlukan. Habis sudah tenaga dan waktu seakan tidak mencukupi. Sampai saya terjatuh kepayahan,letih dan lunglai, lalu sadar bahwa selama ini saya sedang berusaha menjaring angin. Saya memang perlu belajar menikmati hidup dari mereka, yang betul-betul hidup dalam iman dan pengharapan akan pemeliharaan Tuhan. Belajar dari burung-burung dan bunga bakung di padang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar.&lt;br /&gt;1Tim. 6:6&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Content from : &lt;a href="kristiannovianto.blogspot.com"&gt;Nama Saya Kristian&lt;/a&gt; Blog&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6328134563178786746-5068190696968539454?l=kristiannovianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/NamaSayaKristian/~4/oGzYLcqZQLY" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/NamaSayaKristian/~3/oGzYLcqZQLY/cukup.html</link><author>noreply@blogger.com (k. novianto)</author><thr:total>5</thr:total><feedburner:origLink>http://kristiannovianto.blogspot.com/2007/10/cukup.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6328134563178786746.post-8045433218909628767</guid><pubDate>Thu, 18 Oct 2007 13:33:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-10-18T06:43:26.704-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">rumah baru</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">My Stories</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">kontrakan</category><title>Rumah Baru (meski cuma kontrak)</title><description>Setelah lebih dua minggu putar-putar cari rumah kontrakan, akhirnya kami mendapatkannya di perumahan pondok baru, daerah makam haji. Tidak besar sih, hanya rumah tipe 21 standar. Satu kamar tidur, satu ruang tamu dan satu kamar mandi. Tapi rumahnya cukup terawat dan bersih. Meskipun hanya dilengkapi dengan air dari sumur bor, tapi kalitasnya bagus dan cukup melimpah. Setelah tawar-menawar akhirnya dapat harga 3,7 juta untuk 2 tahun. Cukup murah kan. Ah dapat rumah juga, 15 Oktober 2007 kemarin kami resmi menempatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebetulan lingkungannya juga terlihat cukup aman, warga di perumahan tempat kami mengontrak juga kebanyakan sama dengan kami baik secara umur maupun ekonomi. Maklum kebanyakan mereka juga pasangan-pasangan pengantin baru, sama seperti kami. jadi cukup mudah bagi kami untuk menyesuaikan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menjadi masalah sekarang rumah ini terasa cukup sempit. Apalagi saya dan istri sudah terbiasa tinggal di rumah yang luas, dengan halaman yang cukup untuk menyalurkan hobi bercocok tanam. Yah mau tidak mau harus bisa menyesuaikan diri. Ternyata hari pertama kami cukup stres juga, meski akhirnya mulai terbiasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapur adalah masalah penting yang harus segera dipecahkan. Kalau tidak, bisa-bisa saya tidak bisa lagi merasakan masakan istri. Bagaimanapun kami harus bisa menyisakan cukup ruang untuk keperluan ini. Beruntung untuk urusan memaksimalkan penggunaan ruangan istriku cukup cerdas. Dengan sisa ruang yang sempit akhirnya kami bisa mensetnya sedemikian rupa hingga menjadi dapur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk urusan perabot, kami juga harus pandai-pandai memilihnya. Sebisa mungkin dipilih perabot yang cukup ringkas dan multi fungsi. Cukup ringkas hingga tidak terlalu memenuhi ruangan, serta praktis untuk dibawa jika kami harus pindah rumah nanti. Maklum dengan status kontrak, ada kemungkinan kami akan berpindah-pindah rumah, sampai ada cukup dana untuk membeli rumah sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senang rasanya melihat istriku tampak begitu bersemangat dalam menata rumah kami. Ada saja ide-idenya yang membuat saya kagum dan terheran-heran. Berkat kerja keras kami, akhirnya kami bisa membuat ruangan-demi ruangan bisa berfungsi ganda tergantung kebutuhan. Ruang tidur jika siang bisa di set jadi ruang kerja yang cukup lapang. Ruang tamu, jika malam menjelang tidur cepat-cepat disulap jadi garasi, dan esoknya bisa difungsikan lagi menjadi ruang tamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besok Sabtu rencana saya mau membuat jemuran yang bisa dilipat ringkas ke dinding samping luar rumah. Idenya sudah kami gambar, besok sabtu saat saya libur kerja rencana mau mulai saya kerjakan. Tinggal beli beberapa kayu reng, engsel kecil, skrup dan pinjam bor bapak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istriku siap untuk menyulap sisa halaman depan yang cuma seiprit jadi istana tanaman, sekalian difungsikan sebagai pagar. Wah pasti kelihatan semakin asri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Home sweet home.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Content from : &lt;a href="kristiannovianto.blogspot.com"&gt;Nama Saya Kristian&lt;/a&gt; Blog&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6328134563178786746-8045433218909628767?l=kristiannovianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/NamaSayaKristian/~4/KsgNmKtuCC8" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/NamaSayaKristian/~3/KsgNmKtuCC8/rumah-baru-meski-cuma-kontrak.html</link><author>noreply@blogger.com (k. novianto)</author><thr:total>4</thr:total><feedburner:origLink>http://kristiannovianto.blogspot.com/2007/10/rumah-baru-meski-cuma-kontrak.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6328134563178786746.post-7396730206371665445</guid><pubDate>Tue, 02 Oct 2007 03:38:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-10-01T21:15:46.683-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">desember</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">My Stories</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">durian</category><title>Desember Sebentar Lagi Tiba</title><description>Wah hari-hari kok berjalan begitu cepat. Sebentar lagi sudah bulan Desember lagi. Senang sekali aku. Bukan karena sebentar lagi Natal, bukan... Kalau natal paling juga cuma seperti itu. Meskipun tahun ini mungkin agak beda. Sebab Desember nanti merupakan Natal pertamaku yang aku rayakan di rumah sendiri, bersama istri (meski masih berstatus rumah kontrakan). Ya karena Oktober ini kami berencana mengotrak rumah sendiri, setelah lebih 2 bulan tinggal di pondok mertua indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desember sebentar lagi. Senang rasanya, tapi bukan karena mau dapat gaji ke 13. Bukan itu, soalnya kantorku tahun ini tidak ada lagi gaji ke 13. Gaji ke 13 langsung dibagi 12 dan hasil pembagiannya diberikan tiap bulan digabungkan dengan gaji pokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan juga karena mau berganti tahun. Siapa juga yang bisa menjamin tahun depan akan sebaik tahun ini, tidak ada. Meski demikian kita harus tetap optimis!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desember sebentar lagi datang. Senang ... tapi bukan karena sebentar lagi musim hujan. Hari gini masih percaya sama musim. Cuaca sekarang sudah sulit diprediksi, beda dengan tahun-tahun yang lalu. Mungkin karena bumi sudah semakin sekarat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://picasaweb.google.com/paris.05/SalatigaWebdesign/photo#5116586762125014258" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://lh4.google.com/paris.05/RwHEjSLtdPI/AAAAAAAAAYg/omQi63ijeIQ/s144/durian.jpg" align="left" /&gt;&lt;/a&gt;Lalu apa dong? apa yang membuatku menunggu Desember tiba. Tentu saja, karena Setiap desember, pohon durian di kantorku akan berbuah. Senang karena bentar lagi pesta durian. Lihat saja di foto, lihat tuh sudah pada mulai besar kan, bergerombol. Semoga jadi semua. matang semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desember adalah bulan durian. Makanya aku selalu menunggu-nunggu datangnya bulan ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Content from : &lt;a href="kristiannovianto.blogspot.com"&gt;Nama Saya Kristian&lt;/a&gt; Blog&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6328134563178786746-7396730206371665445?l=kristiannovianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/NamaSayaKristian/~4/-84v2wcMoHM" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/NamaSayaKristian/~3/-84v2wcMoHM/desember-sebentar-lagi-tiba.html</link><author>noreply@blogger.com (k. novianto)</author><thr:total>4</thr:total><feedburner:origLink>http://kristiannovianto.blogspot.com/2007/10/desember-sebentar-lagi-tiba.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6328134563178786746.post-9045619594007603133</guid><pubDate>Mon, 01 Oct 2007 04:07:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-10-02T00:59:40.048-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">serba serbi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Lort of the ring</category><title>Karakter siapakah Anda?</title><description>Dapat link menarik dari &lt;a href="http://www.sabdaspace.org/user/xaris"&gt;xaris&lt;/a&gt; soal kuis iseng yang meminjam karakter Lord of The Ring untuk mendefinisikan seperti karakter siapakah kita di film LOTR menurut kita.  Setelah dicoba ternyata karakter saya lebih mirip dengan karakternya si Samwise. Klo mo coba bisa kunjungi &lt;a href="http://quizfarm.com/run.php/Quiz?quiz_id=660"&gt;link ini&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;img src="http://quizfarm.com//images/1105228317lotr26.jpg"  &gt;&lt;br /&gt;You scored as &lt;b&gt;Samwise&lt;/b&gt;, You're Samwise Gamgee!  Samwise the brave is the most loyal friend that you could ever ask for.  He'll be there for you through thick and thin, and be willing to do anything for you.&lt;br /&gt;"There is some good in this world, Mr. Frodo, and it's worth fighting for."&lt;br&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Content from : &lt;a href="kristiannovianto.blogspot.com"&gt;Nama Saya Kristian&lt;/a&gt; Blog&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6328134563178786746-9045619594007603133?l=kristiannovianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/NamaSayaKristian/~4/CulGi0yEz58" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/NamaSayaKristian/~3/CulGi0yEz58/karakter-siapakah-anda.html</link><author>noreply@blogger.com (k. novianto)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://kristiannovianto.blogspot.com/2007/09/karakter-siapakah-anda.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6328134563178786746.post-8764715208372325245</guid><pubDate>Tue, 25 Sep 2007 02:29:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-09-24T19:51:19.931-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">My Stories</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">sandal jepit</category><title>Sandal Jepit</title><description>Kemana dia ya? aku sudah feling, soalnya tadi sebelum berangkat kerja aku lupa masukkannya ke kamar kos. Benar kan, sekarang hilang, mana sandal jepit kesayangan. Harus beli lagi. Di kos sandal jepit memang rawan ilang, sebab sandal jepit yang ada diluar berarti milik bersama, bisa dipinjam siapa saja, tidak perlu bertanya. Mo balikin kapan-kapan saja kalau ingat. toh cuma sandal jepit ini, murah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sandal jepit memang selalu mewarnai hari-hari ku, tidak dulu, waktu kuliah, maupun sekarang kerja pun aku selalu sedia sandal jepit. Istriku juga, sepatu biasa digunakan hanya untuk pulang pergi kerja saja. Tapi sesampainya di kantor ia akan ganti “kostum” ber sandal jepit ria, karena terasa lebih nyaman di kaki saat diajak sibuk dengan urusan kantor, tidak perlu ribet buka sepatu saat mau ke toilet. Selain itu kaki bisa bebas dari varises soalnya jam pemakaian sepatu hak tinggi bisa dikurangi. Kaki juga jadi nyaman dan bebas bau apeg. Tapi kalau sudah urusan ke tempat boss mau-tidak mau sepatu harus kembali digunakan. Memakai sandal jepit memang ada etikanya, dan tidak bisa sembarangan. Harus tahu tempat dan waktu yang tepat, supaya tidak dianggap kurang sopan, norak yang akhirnya akan mempermalukan diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kali ini saya bicara soal sandal jepit, yang ku maksud tentu saja sandal jepit klasik macam swallow, dengan warna two tone ciri khasnya. Biasa orang menyebutnya dengan sandal toilet, itulah sebabnya ia tidak cocok digunakan untuk acara-acara resmi, semi resmi, dan akademis. Padahal dimasa-masa kuliahku dulu, sandal jepit adalah simbol bagi para mahasiswa, yang hendak menunjukkan "Lebih penting otak/isi daripada kemasan". Setiap mahasiswa di kampusku bangga dengan sandal jepitnya. Masa itu tidak ada yang namanya saingan model atau merk, karena meski merknya berbeda toh modelnya ya seperti itu itu juga. Paling-paling kami akan merasa bangga jika berhasil menemukan sandal jepit dengan warna tali karet yang jarang ada, seperti warna hitam, kuning atau orange. Sebab waktu itu kebanyakan sandal jepit hanya ada 3 pilihan warna, hijau, biru dan merah saja. Di kalangan teman-teman kampus dulu, semakin buntut sandal jepit justru semakin keren dan akan menaikan nilainya, karena itu berarti sang sandal jepit sudah berpengalaman, sudah senior, sudah makan asam garam jalanan. Jadi yang menjadi ukuran nilai sepasang sandal jepit, bukanlah harganya yang mahal, bentuknya yang ngetren, melainkan jam terbang dari sang sandal itu sendiri. Ya kami selalu bangga dengan sandal jepit kami. Bahkan ada temanku yang sampai sekarang tetap menyimpan sandal jepitnya yang sudah menemaninya dari mulai kuliah hingga lulus. Sebagai kenang-kenangan atau menjadi prasasti, saksi sejarah perjuangan seorang anak manusia yang berhasil meraih gelar sarjananya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masing-masing kami memang sudah sangat mengenal sandal jepitnya, hingga meskipun sandal jepit kami ada diantara tumpukan sandal jepit yang lain, kami tetap bisa mengenalinya. Jarang terjadi salah ambil atau salah pakai sandal jepit, kecuali memang sengaja. Itulah sebabnya saya sangat yakin jika di Masjid ada yang sampai tertukar sandal jepitnya, atau hilang itu 90% karena kesengajaan, minimal meskipun tahu yang dipakai bukan sandal jepitnya sendiri, tapi ia tetap nekat memakainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah cerita masa jaya sandal jepit dikampus ku, hingga sampailah pada saat dimana muncul peraturan di fakultas ku yang melarang mahasiswa memakai sandal jepit untuk kuliah dan urusan akademik di kampus. Alasanya sih untuk melatih mahasiswa lebih berbudaya, dan menghargai. Ah, apapun alasanya yang jelas kami mengajukan protes dn menolak meskipun akhirnya kami tunduk juga dengan aturan yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sandal jepit akhirnya berubah menjadi simbol perlawanan dan anti kemapanan. Sebagian mahasiswa tetap saja memakai sandal jepitnya ke kampus, meskipun harus berkali-kali keluar dari ruangan kuliah akibat di usir sang dosen. Entah apa yang ada dipikiran mereka, mengapa mereka tidak mau mengalah saja. Toh diluar kampus kita masih tetap bisa memakainya. Mungkin demi melestarikan keberadaan sandal jepit agar tidak punah. Mungkin mereka trenyuh dengan nasib sandal jepit yang semakin dikucilkan dan terpojokkan. Atau mungkin karena memang masih bokek uang untuk beli sepatu baru. Boro-boro beli sepatu, uang kos saja masih pada nunggak. Yah ... nasib anak kos...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Content from : &lt;a href="kristiannovianto.blogspot.com"&gt;Nama Saya Kristian&lt;/a&gt; Blog&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6328134563178786746-8764715208372325245?l=kristiannovianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/NamaSayaKristian/~4/j47-GNFwUpE" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/NamaSayaKristian/~3/j47-GNFwUpE/sandal-jepit.html</link><author>noreply@blogger.com (k. novianto)</author><thr:total>3</thr:total><feedburner:origLink>http://kristiannovianto.blogspot.com/2007/09/sandal-jepit.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6328134563178786746.post-396084691209151152</guid><pubDate>Wed, 19 Sep 2007 00:56:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-09-18T18:43:43.129-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">My Stories</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">air sadah</category><title>Air Sadah</title><description>Endapan kapur sudah terlalu tebal, mengerak didasar panci yang biasa kami pakai untuk memasak air. Cepat-cepat aku ambil obeng untuk mengerok dan mencongkel kerak tersebut, supaya panci bersih kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah... Sudah lima tahun sejak kepindahan kami ke Ngadisono, air menjadi salah satu problem. Bukan karena langka, tapi karena air yang kami peroleh dari PAM memiliki tingkat &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kesadahan_air"&gt;kesadahan&lt;/a&gt; yang tinggi, hingga kurang memenuhi syarat untuk dijadikan air minum yang sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air Sadah sendiri menurut Daftar Istilah Lingkungan hidup yang ada di Wikipedia merupakan air yang mengandung ion alkali tanah dengan konsentrasi tinggi dan biasanya berasal dari penghanyutan defosit kapur; dikatakan tinggi jika kandungan CaCo3 lebih dari 100 mg per liter. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang dibandingkan daerah Mojosongo tetangga kami yang langka air, kami masih lebih beruntung karena masih dalam jangkauan layanan PAM, yang telah menggali sumur lengkap dengan mesin penyedot untuk memenuhi kebutuhan air di daerah kami. Tapi karena kandungan kapur di daerah kami cukup tinggi, kami juga harus cukup puas hanya memperoleh air sadah. Dan karena mesin penyedot tersebut membutuhkan tenaga listrik, maka aliran kran akan mati tiap kali Ada pemadaman listrik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingginya kandungan kapur dalam air sadah inilah yang kemudian meninggalkan endapan mineral (kapur) di panci, ember serta peralatan-peralatan yang sering kami gunakan untuk menampung air tersebut, bahkan lantai yang sering terciprat air sadah ini juga ikut berkerak oleh lapisan kapur. Tapi diantara perkakas-perkakas tersebut, yang paling banyak menderita endapat kapur adalah perkakas-perkakas masak terutama panci dan ceret. Ini bisa terjadi karena sifat dari air sadah yang Pada waktu mengalami pemanasan air ini akan menimbulkan, yang akan semakin meningkat pada suhu pemanasan diatas 70º C. Makin tinggi derajat kesadahan, akan semakin banyak menimbulkan  masalah pembentukan kerak ketel dalam peralatan air panas seperti boiler, panci dan ceret. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air dari PAM akhirnya hanya kami gunakan  untuk mencuci, mandi dan menyiram tanaman. Sedangkan untuk minum, mau tidak mau kami harus membeli air minum kemasan, sebulan biasa habis 3 galon air. Memang perlu dana ekstra, tapi itu semua demi kesehatan kami sekeluarga.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Content from : &lt;a href="kristiannovianto.blogspot.com"&gt;Nama Saya Kristian&lt;/a&gt; Blog&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6328134563178786746-396084691209151152?l=kristiannovianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/NamaSayaKristian/~4/Q10yZ-ET0S8" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/NamaSayaKristian/~3/Q10yZ-ET0S8/air-sadah.html</link><author>noreply@blogger.com (k. novianto)</author><thr:total>3</thr:total><feedburner:origLink>http://kristiannovianto.blogspot.com/2007/09/air-sadah.html</feedburner:origLink></item></channel></rss>

