<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-9055945165165874953</atom:id><lastBuildDate>Thu, 19 Dec 2024 03:16:50 +0000</lastBuildDate><category>About me</category><category>Islam</category><category>silahkan Didownload</category><title>NASEHAT KANG EDI</title><description>Nasehat Islami dari Kang Edi akan membantu anda kembali ke ajaran Islam yang sebenarnya, blog ini berisi tentang Nasehat dan kata mutiara</description><link>http://nasehat-kangedi.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Edi Santoso)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>174</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Nasehat Islami dari Kang Edi akan membantu anda kembali ke ajaran Islam yang sebenarnya, blog ini berisi tentang Nasehat dan kata mutiara</itunes:subtitle><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9055945165165874953.post-8260237515472673181</guid><pubDate>Mon, 01 Feb 2016 03:11:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-01-31T19:11:49.235-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">silahkan Didownload</category><title>Silsilah al-Ahaadist As-Shahihhah</title><description>[# LINK_TEXT #] bagus, Silakan lihat! http://www.radiorodja.com/download/kajian/ustadz-abu-yahya-badrusalam/silsilah-al-ahaadiits-ash-shahiihah/</description><link>http://nasehat-kangedi.blogspot.com/2016/01/silsilah-al-ahaadist-as-shahihhah.html</link><author>noreply@blogger.com (Edi Santoso)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9055945165165874953.post-7953228966486931609</guid><pubDate>Thu, 29 Oct 2015 12:44:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-10-29T05:44:00.135-07:00</atom:updated><title>&amp;quot;Hakekat &amp;quot;Hakekat Tauhi</title><description>&lt;p dir="ltr"&gt;"Hakekat Tauhid." bag: 01&lt;br&gt;
Berikut saya uraikan beberapa penjelasan Hakikat Tauhid dari Dua buku yang ditulis dan dijelaskan Oleh Syaikh Muhammad bin Abdul wahhab yang dijabarkan oleh Syaikh Saleh bin Fauzan bin Abdillah(dalam kitab: Al-Mulakhkhas Syarkh Kitab Tauhid) dan Syaikh Saleh bin Abdul Aziz A'lu Syaikh(dalam kitab: Syarkh Kitab Tauhid: Jalan menuju pemurnian Aqidah dari noda kesyirikan).&lt;br&gt;
Firman Allah: "Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada Tiap-tiap umat(untuk menyeru(mengajak)), "Sembahlah Allah dan Jauhilah Taghut."."(Q.s an-nahl: 36)&lt;br&gt;
- "Dan sesungguhnya Kami telah mengutus&amp;nbsp; Rasul pada tiap-tiap Umat(untuk menyeru(mengajak))."&lt;br&gt;
Maksudnya dalam setiap Umat yang Allah menciptakan akal bagi mereka(umat manusia), Allah mengutus disetiap umat yaitu orang yang diberi pengetahuan, petunjuk, dan ilmu oleh ALlah untuk menyeru(Mengajak). Karena kewajiban orang yang berilmu lagi berakal adalah Mengajak, mengajak pada kebaikan. &lt;br&gt;
- " Menyeru(mengajak): "Sembahlah Allah dan Jauhilah Taghut."."&lt;br&gt;
Artinya Setiap Rasul yang diutus, kewajiban pertama seorang Rasul adalah mengajak untuk menyembah(mentauhidkan) Allah, Dalam hal beribadah.&lt;br&gt;
- "Jauhilah Taghut."&lt;br&gt;
Selain itu kewajiban lainya adalah mengajak untuk menjauhi Taghut, Taghut adalah apa saja yang disembah(ditaati(Ketaatan yang menyimpang)) selain Allah. Karena orang yang Taat kepada Selain Allah dalam hal kemaksiatan bisa jatuh dalam fitnah kesyirikan yang bisa menggugurkan setiap amalan ibadah orang tersebut.&lt;br&gt;
-Makna Ayat-&lt;br&gt;
Ayat tersebut mengandung ajakan bagi pendaqwah agar yang harus didawahkan yang pertama adalah mengajak untuk mentauhidkan Allah dan menjauhi kesyirikan(Taghut). &lt;br&gt;
Wallahu Allam.&lt;/p&gt;
</description><link>http://nasehat-kangedi.blogspot.com/2015/10/tauhid-bag-01.html</link><author>noreply@blogger.com (Edi Santoso)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9055945165165874953.post-8857729886006590130</guid><pubDate>Thu, 29 Oct 2015 12:41:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-10-29T05:41:55.471-07:00</atom:updated><title>&amp;quot;Hakekat &amp;quot;Hakekat Tauhid.&amp;quot; Bag: 01quot;</title><description>&lt;p dir="ltr"&gt;"mempelajari Tauhid."&lt;br&gt;
"pengeertian Tauhid."&lt;br&gt;
Sebelum kita bericara tentang apa itu Tauhid, maka saya akan memberikan urutan yang bisa menjadi rujukan untuk mentauhidkan, agar kita semua bisa mengenal, mengetahui, mempelajari, dan mengamalkan amalan sesuai Syari'at Islam dan meninggalkan amalan yang bukan dari Syari'at islam. Berikut:&lt;br&gt;
-Dalam pancasila nomor satu(01): ketuhanan yang Maha Esa.&lt;br&gt;
-Sebelum memeluk Islam wajib hukumnya mengucapkan Syahadat: Ashyhadu alla ilaaha ilallah(aku berseksi tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi selain Allah).&lt;br&gt;
Dari Dua pemaparan yang saya tulis diatas, ternyata dalam beragama Tauhid adalah hal yang sangat penting bahkan lebih penting dari yang lainya. Di agama Kristen, sebelum menyembah Yesus mereka juga Mentauhidkan Allah begitupun agama lainya.&lt;br&gt;
Sebenarnya Apa sih itu Tauhid.??&lt;br&gt;
Tauhid Secara bahasa adalah mensatukan, Sedangkan secara Agama kata Tauhid yang sering disinggung dalam Ayat Al-Qur'an dan Hadist, Tauhid berarti mensatukan Sesembahan(peribadatan) hanya untuk Allah semata. Sebagaimana ditegaskan dalam Qur'an Ayat:01 surah Al-Ikhlas: "Katakanlah: Dia-lah Allah, (Rhobb) Yang Maha Esa.," maksudnya Allah memginginkan kita untuk bersaksi/berjanji bahwa kita harus meng-esa-kan Allah. Dalam Surah An- Nahl ayat:36 Allah memerintahkan kepada orang yang diberi ilmu dan pengetahuan(Rasul) "Dan Kami telah mengutus Rasul pada setiap Umat untuk menyeru(mengajak): "Sembahlah(Tauhidkan) Allah saja,." dan Didalam Surah Adh-Dzariyat ayat:56 "Dan Aku(Allah) tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka Menyembah-Ku(MentauhidkanKu)."&lt;br&gt;
Jadi Mentauhidkan Allah atau Mensatukan Sesembahan memiliki peranan sangat utama dan Sangat penting Dalam Islam, Sehingga Sebelum memeluk islam kewajiban pertama Adalah Mentauhidkan Allah dengan bersaksi Syahadat. karena dengan Bersaksi setiap orang diharapkan agar mengakui bahwa Allah adalah Satu-Satunya Rhobb(Tuhan).!!! wallahu allam.&lt;/p&gt;
</description><link>http://nasehat-kangedi.blogspot.com/2015/10/mempelajari-tauhid.html</link><author>noreply@blogger.com (Edi Santoso)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9055945165165874953.post-7844876546232510750</guid><pubDate>Wed, 19 Aug 2015 15:59:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-08-19T08:59:46.926-07:00</atom:updated><title>Adab bertetangga</title><description>&lt;p dir="ltr"&gt;Adab Bertetangga&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri tanpa ada interaksi dengan manusia lainnya. Maka, kehadiran tetangga dalam kehidupan sehari-hari seorang muslim sangat dibutuhkan&lt;br&gt;
By Muslimah.Or.Id&amp;#160; October 8, 2014&lt;br&gt;
3&amp;#160; 87&amp;#160; 1&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri tanpa ada interaksi dengan manusia lainnya. Maka, kehadiran tetangga dalam kehidupan sehari-hari seorang muslim sangat dibutuhkan. Allah Ta&amp;#8217;ala berfirman,&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;&amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1593;&amp;#1618;&amp;#1576;&amp;#1615;&amp;#1583;&amp;#1615;&amp;#1608;&amp;#1575; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1604;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1614; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1578;&amp;#1615;&amp;#1588;&amp;#1618;&amp;#1585;&amp;#1616;&amp;#1603;&amp;#1615;&amp;#1608;&amp;#1575; &amp;#1576;&amp;#1616;&amp;#1607;&amp;#1616; &amp;#1588;&amp;#1614;&amp;#1610;&amp;#1618;&amp;#1574;&amp;#1611;&amp;#1575; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1576;&amp;#1616;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1616;&amp;#1583;&amp;#1614;&amp;#1610;&amp;#1618;&amp;#1606;&amp;#1616; &amp;#1573;&amp;#1616;&amp;#1581;&amp;#1618;&amp;#1587;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1606;&amp;#1611;&amp;#1575; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1576;&amp;#1616;&amp;#1584;&amp;#1616;&amp;#1610; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1602;&amp;#1615;&amp;#1585;&amp;#1618;&amp;#1576;&amp;#1614;&amp;#1609; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1578;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1609; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1587;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1603;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1606;&amp;#1616; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1580;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1585;&amp;#1616; &amp;#1584;&amp;#1616;&amp;#1610; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1602;&amp;#1615;&amp;#1585;&amp;#1618;&amp;#1576;&amp;#1614;&amp;#1609; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1580;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1585;&amp;#1616; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1580;&amp;#1615;&amp;#1606;&amp;#1615;&amp;#1576;&amp;#1616;&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;Artinya: &amp;#8220;Beribadahlah kepada Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu bapak, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh.&amp;#8221; (QS. An Nisa: 36).&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Nabi shallallahu &amp;#8216;alaihi wassallam juga bersabda,&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;&amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1586;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1614; &amp;#1610;&amp;#1615;&amp;#1608;&amp;#1589;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1606;&amp;#1616;&amp;#1609; &amp;#1580;&amp;#1616;&amp;#1576;&amp;#1618;&amp;#1585;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1604;&amp;#1615; &amp;#1576;&amp;#1616;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1580;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1585;&amp;#1616; &amp;#1581;&amp;#1614;&amp;#1578;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1609; &amp;#1592;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1618;&amp;#1578;&amp;#1615; &amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1615; &amp;#1587;&amp;#1614;&amp;#1610;&amp;#1615;&amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1585;&amp;#1617;&amp;#1616;&amp;#1579;&amp;#1615;&amp;#1607;&amp;#1615;&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;Artinya: &amp;#8220;Jibril senantiasa bewasiat kepadaku agar memuliakan (berbuat baik) kepada tetangga, sampai-sampai aku mengira seseorang akan menjadi ahli waris tetangganya&amp;#8221; (HR. Al Bukhari no.6014).&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Agama Islam menaruh perhatian yang sangat besar kepada pemeluknya dalam segala hal dan urusan. Mulai dari bangun tidur hingga akan tidur lagi, semua tidak luput dari ajarannya. Tak terkecuali dalam masalah adab. Berikut ini diantara adab-adab seorang muslim kepada tetangganya yang patut kita perhatikan.&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Menghormati Tetangga dan Berperilaku Baik Terhadap Mereka&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Diriwayatkan oleh sahabat Abu Hurairah radhiyallahu &amp;#8216;anhu, bahwasanya: Rasulullah shallallahu &amp;#8216;alaihi wassallam bersabda,&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;&amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1618; &amp;#1603;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1606;&amp;#1614; &amp;#1610;&amp;#1615;&amp;#1572;&amp;#1618;&amp;#1605;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1615; &amp;#1576;&amp;#1616;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1604;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1616; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1608;&amp;#1618;&amp;#1605;&amp;#1616; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1570;&amp;#1582;&amp;#1616;&amp;#1585;&amp;#1616; &amp;#1601;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1610;&amp;#1615;&amp;#1603;&amp;#1618;&amp;#1585;&amp;#1616;&amp;#1605;&amp;#1618; &amp;#1580;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1615;&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;Artinya: &amp;#8220;Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, maka hendaklah ia memuliakan tetangganya&amp;#8221; (Muttafaq &amp;#8216;alaih).&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Berkata Al-Hafizh (yang artinya): &amp;#8220;Syaikh Abu Muhammad bin Abi Jamrah mengatakan, &amp;#8216;Dan terlaksananya wasiat berbuat baik kepada tetangga dengan menyampaikan beberapa bentuk perbuatan baik kepadanya sesuai dengan kemampuan. Seperti hadiah, salam, wajah yang berseri-seri ketika bertemu, memperhatikan keadaannya, membantunya dalam hal yang ia butuhkan dan selainnya, serta menahan sesuatu yang bisa mengganggunya dengan berbagai macam cara, baik secara hissiyyah (terlihat) atau maknawi (tidak terlihat).&amp;#8217;&amp;#8221; (Fathul Baari: X/456).&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Kata tetangga mencangkup tetangga yang muslim dan juga yang kafir, ahli ibadah dan orang fasik, teman dan lawan, orang asing dan penduduk asli, yang memberi manfaat dan yang memberi mudharat, kerabat dekat dan bukan kerabat dekat, rumah yang paling dekat dan paling jauh. Demikian yang dikatakan oleh Ibnu Hajar rahimahullahu dalam al-Fath (X/456).&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Bangunan Rumah Kita Jangan Mengganggu Tetangga&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Usahakan semaksimal mungkin untuk tidak menghalangi mereka mendapatkan sinar matahari atau udara. Kita juga tidak boleh melampaui batas tanah milik tetangga kita, baik dengan merusak ataupun mengubah, karena hal tersebut dapat menyakiti perasaannya.&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Dan termasuk hak-hak bertetangga adalah tidak menghalangi tetangga untuk menancapkan kayu atau meletakkannya di atas dinding untuk membangun kamar atau semisalnya. Sebagaimana telah dijelaskan oleh Rasul kita shallallahu &amp;#8216;alaihi wassallam yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu &amp;#8216;anhu,&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;&amp;#1604;&amp;#1575;&amp;#1614; &amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1605;&amp;#1618;&amp;#1606;&amp;#1614;&amp;#1593;&amp;#1618; &amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1581;&amp;#1614;&amp;#1583;&amp;#1615;&amp;#1603;&amp;#1615;&amp;#1605;&amp;#1618; &amp;#1580;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1615; &amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1618; &amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1594;&amp;#1618;&amp;#1585;&amp;#1616;&amp;#1586;&amp;#1614; &amp;#1582;&amp;#1614;&amp;#1588;&amp;#1614;&amp;#1576;&amp;#1614;&amp;#1577;&amp;#1611; &amp;#1601;&amp;#1616;&amp;#1609; &amp;#1580;&amp;#1616;&amp;#1583;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1585;&amp;#1616;&amp;#1607;&amp;#1616;&lt;/p&gt;
&lt;p dir="rtl"&gt;Artinya: &amp;#8220;Janganlah salah seorang di antara kalian melarang tetangganya menancapkan kayu di dinding (tembok)nya&amp;#8221; (HR.Bukhari (no.1609); Muslim (no.2463); dan lafazh hadits ini menurut riwayat beliau; Ahmad (no.7236); at-Tirmidzi (no.1353); Abu Dawud (no.3634); Ibnu Majah (no.2335); dan Malik (no.1462)).&lt;/p&gt;
&lt;p dir="ltr"&gt;Akan tetapi, diperbolehkannya menyandarkan kayu ke dinding tetangga dengan beberapa syarat,&lt;br&gt;
pertama, tidak merusak atau merobohkan dinding&lt;/p&gt;
</description><link>http://nasehat-kangedi.blogspot.com/2015/08/adab-bertetangga.html</link><author>noreply@blogger.com (Edi Santoso)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9055945165165874953.post-6591969285574487187</guid><pubDate>Sat, 16 Aug 2014 06:43:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-08-15T23:43:04.979-07:00</atom:updated><title>Murottal</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
http://paudrobbani.blogspot.in/2013/01/murotal-syaikh-hani-ar-rifai-lengkap-30.html &lt;/div&gt;
</description><link>http://nasehat-kangedi.blogspot.com/2014/08/murottal_15.html</link><author>noreply@blogger.com (Edi Santoso)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9055945165165874953.post-7569853238913472782</guid><pubDate>Sat, 16 Aug 2014 06:42:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-08-15T23:42:55.923-07:00</atom:updated><title>Murottal</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
http://paudrobbani.blogspot.in/2013/01/murotal-syaikh-hani-ar-rifai-lengkap-30.html &lt;/div&gt;
</description><link>http://nasehat-kangedi.blogspot.com/2014/08/murottal.html</link><author>noreply@blogger.com (Edi Santoso)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9055945165165874953.post-4178086702091783428</guid><pubDate>Thu, 10 Jul 2014 22:10:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-07-10T15:10:12.534-07:00</atom:updated><title>" TEBARKAN SALAM " Part.6
"Bolehkah kaum laki-laki mengucapkan salam kepada wanita atau sebaliknya..? "
Ibnu Baththal menjelaskan dari Al-Muhlad berkata:" Salamnya laki-laki kepada wanita atau wanita kepada laki-laki adalah Mubah(boleh), Asalkan aman dari fitnah."
Maksudnya aman dari bangkitnya syahwat, pandangan orang(gosip) dan fitnah lainya. Ibnu Baththal menjelaskan yang demikian berdasarkan hadist dari Asma binti Yazid yang menjelaskan:"Rasulullah melewati kami dalam kelompok(grombolan) wanita, lalu kemudian mengucapkan salam kepada kami."(H.R Aboo Dawuud, no:5204. Thirmidzi, no:2697.)
Al-Imam Ibnul Qayyim Rahimahullah berkata:" Dalam shahih Bukhari disebutkan bahwa para sahabat Pulang dari sholat jumat dan melewati seorang wanita tua dijalan, lalu mereka mengucapkan salam kepadanya(wanita tua)."(H.R Bukhari, 11/13.)</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://nasehat-kangedi.blogspot.com/2014/07/tebarkan-salam-part6-bolehkah-kaum-laki.html</link><author>noreply@blogger.com (Edi Santoso)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9055945165165874953.post-6046266310700261052</guid><pubDate>Thu, 10 Jul 2014 22:09:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-07-10T15:09:17.045-07:00</atom:updated><title>" TEBARKAN SALAM " Part.5
"Siapa yang memulai salam.??"
Tatkala sebagian muslim bertemu dengan muslim lainya, baik itu dia mengenalnya atau tidak mengenalnya maka disyari'at-kan untuk agar mengucapkan salam. Keutamaan mengucapkan salam terlebih dahulu atau pertama kali Beliau sudah sampaikan:"Sesungguhnya orang yang utama disisi Allah adalah yang memulai(mengucapkan/memberi ) Salam."(H.R Bukhari, no:6247. Muslim, no:2168. Dari Abu umamah).
Lalu siapakah yang harus memulai mengucapkan dan memberi salam..???
Beliau Sholallahu alaeihi wa sallam menjelaskan:"Hendaknya yang kecil(muda) mengucapkan salam kepada yang lebih tua(darinya), yang berjalan kepada yang duduk, yang sedikit kepada yang banyak."(H.R Bukhari, no:6231,6232. Thirmidzi, no:2703,2704. Muslim, no:2160. Dari Aboo Hurairah.) Dalam riwayat lain ada tambahan:"mengucapkan salam orang yang berkendara kepada yang berjalan."(H.R Aboo Dawud.)</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://nasehat-kangedi.blogspot.com/2014/07/tebarkan-salam-part5-siapa-yang-memulai.html</link><author>noreply@blogger.com (Edi Santoso)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9055945165165874953.post-2392770910380532617</guid><pubDate>Thu, 10 Jul 2014 22:07:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-07-10T15:07:53.367-07:00</atom:updated><title>" TEBARKAN SALAM " Part.4
"Kaifiyat Salam"
Salam yang paling sedikit adalah ASSALAMU'ALAEIKOM, dan jawaban yang paling sedikit adalah WA ALAEIKOM SALLAM. Jika ingin lebih baik maka ditambah dengan WA ROHMATALLAH(baik ketika salam atau menjawab salam). Dan Jika ingin lebih baik maka ditambah dengan WA BAROKATHU. Imran bin Husain menceritakan:"Ada seorang laki-laki datang kepada Rasulullah dan berkata:"Assalamu'alaeikom." maka beliau menjawab salamnya dan berkata:"Sepuluh(10)", kemudian datang lagi yang lain dan berkata:"Assalamu Alaeikom Wa RohmaTAllah.", Kemudian Beliau menjawab salamnya dan berkata:"dua puluh(20).", lalu datang lagi yang lain dan berkata:"Assalamu'alaeikom wa rohmatAllah wabarokathu." Maka Beliau menjawab salamnya dan berkata:"Tiga Puluh(30)."."(H.R Aboo Dawuud, no:5195. Thirmidzi, no:2689)
Maksud dari kata "Sepuluh(10), Dua puluh(20) dan Tiga Puluh(30)." adalah banyaknya kebaikan atau ganjaran atau pahala yang diterima.
Allah-pun mengajarkan:" Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik, atau balaslah penghormatan itu dengan yang serupa. Sesungguhnya Allah memperhitungkansegala sesuatu."(Q.S An-Nisa':86)</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://nasehat-kangedi.blogspot.com/2014/07/tebarkan-salam-part4-kaifiyat-salam.html</link><author>noreply@blogger.com (Edi Santoso)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9055945165165874953.post-1198687263976877583</guid><pubDate>Thu, 10 Jul 2014 22:04:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-05-17T00:41:29.392-07:00</atom:updated><title>&amp;quot; TEBARKAN SALAM &amp;quot; Part 3
&amp;quot; salam saat bertemu sesama muslim. &amp;quot;
Ketika seorang muslim bertemu dengan muslim lainya, baik itu bertemu dijalan, pasar, rumah, dumay dan lainya. Maka disyari&amp;#39;at-kan untuk memberi salam atau mengucapkan salam, Rasulullah menegaskan:&amp;quot;Hakseorang Muslim atas muslim lainya ada enam(6). yaitu:
1- Jika bertemu maka ucapkanlah salam.
2- Jika dia mengundangmu maka datanglah.
3- Jika dia meminta nasehat maka nasehatilah.
4- Jika dia bersin dan mengucapkan ALHAMDULILLAH maka balaslah dengan mengucapkan YARRHAMUKALLAH.
5- Jika dia sakit maka jenguklah.
6- jika dia meninggal maka antarkanlah jenazahnya.&amp;quot;(H.R Muslim,no:4118.Dari Aboo hurairah)
Selain itu memberi salam kepada sesama Muslim adalah syari&amp;#39;at yang patut dilakukan, baik dia muslim yang kita kenal ataupun yang tidak kita kenal, Dari Abdullah bin Amr dia bercerita:&amp;quot; ada seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah:&amp;quot; Ya Rasulullah, islam apakah yang paling baik.?&amp;quot; Beliau menjawab:&amp;quot;Engkau memberi makan orang lain(yang membutuhkan), mengucapkan salam kepada orang yang engkau kenal maupun tidak.&amp;quot;.&amp;quot;(H.R Bukhari dan Muslim, dari Abdullah bin Amr.)
Maka dari kedua hadist diatas adalah yang bermaknakan salah satu sifat seorang muslim yang paling bagus adalah memberi salam kepada orang yang baik kita kenal maupun tidak kita kenal, dengan syarat dia juga sesama muslim(Islam.).</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://nasehat-kangedi.blogspot.com/2014/07/tebarkan-salam-part-3-salam-saat_10.html</link><author>noreply@blogger.com (Edi Santoso)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9055945165165874953.post-9003587922470751329</guid><pubDate>Thu, 10 Jul 2014 22:04:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-07-10T15:04:21.252-07:00</atom:updated><title>" TEBARKAN SALAM " Part 3
" salam saat bertemu sesama muslim. "
Ketika seorang muslim bertemu dengan muslim lainya, baik itu bertemu dijalan, pasar, rumah, dumay dan lainya. Maka disyari'at-kan untuk memberi salam atau mengucapkan salam, Rasulullah menegaskan:"Hakseorang Muslim atas muslim lainya ada enam(6). yaitu:
1- Jika bertemu maka ucapkanlah salam.
2- Jika dia mengundangmu maka datanglah.
3- Jika dia meminta nasehat maka nasehatilah.
4- Jika dia bersin dan mengucapkan ALHAMDULILLAH maka balaslah dengan mengucapkan YARRHAMUKALLAH.
5- Jika dia sakit maka jenguklah.
6- jika dia meninggal maka antarkanlah jenazahnya."(H.R Muslim,no:4118.Dari Aboo hurairah)
Selain itu memberi salam kepada sesama Muslim adalah syari'at yang patut dilakukan, baik dia muslim yang kita kenal ataupun yang tidak kita kenal, Dari Abdullah bin Amr dia bercerita:" ada seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah:" Ya Rasulullah, islam apakah yang paling baik.?" Beliau menjawab:"Engkau memberi makan orang lain(yang membutuhkan), mengucapkan salam kepada orang yang engkau kenal maupun tidak."."(H.R Bukhari dan Muslim, dari Abdullah bin Amr.)
Maka dari kedua hadist diatas adalah yang bermaknakan salah satu sifat seorang muslim yang paling bagus adalah memberi salam kepada orang yang baik kita kenal maupun tidak kita kenal, dengan syarat dia juga sesama muslim(Islam.).</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://nasehat-kangedi.blogspot.com/2014/07/tebarkan-salam-part-3-salam-saat.html</link><author>noreply@blogger.com (Edi Santoso)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9055945165165874953.post-7421872509488010365</guid><pubDate>Thu, 10 Jul 2014 22:02:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-07-10T15:02:30.365-07:00</atom:updated><title>"TEBARKAN SALAM." Part2
"Mengucapkan ketika hendak bertemu atau bertamu atau berkenalan sesama muslim."
Mengucapkan salam adalah salah satu etika atau adab yang Allah dan Rasul-Nya syari'at-kan ketika hendak bertemu, berkenalan, dan bertamu, karena mengucapkan salam adalah termasuk salah satu mendo'a-kan seseorang. Allah menegaskan dan memperingatkan:"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasukki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan mengucapkan salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu."(Q.S An-Noor(24):27)
- Janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan mengucapkan salam: artinya kita dilarang untuk memasuki suatu rumah yang bukan rumah kita, sebelum kita mengucapkan salam dan meminta izin kepada pemilik rumah tersebut.
- Yang demikian itu lebih baik bagimu: maksudnya adalah meminta izin dan mengucapkan salam yang merupakan etika dan adab yang mana didalamnya terdapat kebaikan, salah satunya adalah terhindar dari fitnah dan tuduhan.
Ibnu Katsir berkata:"diantara etika-etika(adab) yang Allah buat(syari'atkan] untuk hamba-hamba-Nyaadalah mengucapkan(menebarkan) salam dan meminta izin, Allah memerintahkan umat islam untuk mengucapkan salam ketika hendak bertemu, bertamu dan berkenalan sesama saudaranya."(Tafsir Al-Qur'an Al-Adzim (10/204))</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://nasehat-kangedi.blogspot.com/2014/07/tebarkan-salam-part2-mengucapkan-ketika.html</link><author>noreply@blogger.com (Edi Santoso)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9055945165165874953.post-1056226041995763611</guid><pubDate>Thu, 10 Jul 2014 22:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-07-10T15:00:08.235-07:00</atom:updated><title>"TEBARKAN SALAM." PART1.
Assalamu'alaeikom wa rohmatAllah wa Barokatoh.
Menebarkan salam adalah merupakan sunnah Rasulullah yang memiliki keagungan dan ringan untuk diucapkan, selain itu pelaku penebar salam juga terancam masuk Surga, Rasulullah menegaskan:" Demi zat yang jiwaku berada ditangan-Nya, kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman. Dan tidaklah kalian beriman hingga kalian saling mencintai. Tidakkah aku tunjukkan kepada kalian satu perbuatan yang jika kalian mengerjakannya niscaya saling mencintai, yaitu tebarkanlah salam diantara kalian."(H.R Muslim, no:54. Abu dawood, no:5195)
Kata "mencintai" disini bukanlah dalam artian sempit, misal: berpacaran , menikah atau berbau berdua-duaan. makna mencintai disini adalah semisal Saling tolong menolong sesama muslim walau tak saling kenal, yg demikian ini adalah salah satu bentuk mencintai.
As-Syuyuti Berkata:" makna kata"tebarkanlah salam" maksunya menampakkan Salam/memberi salam dengan tujuan mendo'a-kan dan menghidupkan sunnah dan syari'at." Imam Nawawi berkata:"minimal salam adalah dengan suara, sehingga yang diberi salam mendengar/membacanya."(Mirqat As-Shu'ud ilaa sunan abo dawood(5/364), syarkh muslim Nawawi,(2/36))
Syaikh Ali basam berkata:"Salam yang penuh berkah dan kebaikan Allah jadikan sebagai ikatan cinta kasih dan persaudaraan, anatara seorang muslim dengan muslim lainya Dan satu hati dengan hati lainya."(Taudhid al-Ahkam min Bulugh al-maram(7/282).)</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://nasehat-kangedi.blogspot.com/2014/07/tebarkan-salam-part1-assalamualaeikom.html</link><author>noreply@blogger.com (Edi Santoso)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9055945165165874953.post-1878735193573431475</guid><pubDate>Thu, 10 Jul 2014 13:18:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-07-10T06:18:59.396-07:00</atom:updated><title>http://abiubaidah.com/bidah-bidah-di-bulan-ramadhan.html/#.U6-UlmRgINE.twitter </title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
http://abiubaidah.com/bidah-bidah-di-bulan-ramadhan.html/#.U6-UlmRgINE.twitter &lt;/div&gt;
</description><link>http://nasehat-kangedi.blogspot.com/2014/07/httpabiubaidahcombidah-bidah-di-bulan_10.html</link><author>noreply@blogger.com (Edi Santoso)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9055945165165874953.post-8954452815840841835</guid><pubDate>Thu, 10 Jul 2014 13:18:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-07-10T06:18:31.532-07:00</atom:updated><title>http://abiubaidah.com/bidah-bidah-di-bulan-ramadhan.html/#.U6-UlmRgINE.twitter </title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://nasehat-kangedi.blogspot.com/2014/07/httpabiubaidahcombidah-bidah-di-bulan.html</link><author>noreply@blogger.com (Edi Santoso)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9055945165165874953.post-6125616610850203272</guid><pubDate>Thu, 10 Jul 2014 13:15:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-07-10T06:15:33.002-07:00</atom:updated><title>http://abiubaidah.com/category/informasi/</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://nasehat-kangedi.blogspot.com/2014/07/httpabiubaidahcomcategoryinformasi.html</link><author>noreply@blogger.com (Edi Santoso)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9055945165165874953.post-8282232198197098637</guid><pubDate>Tue, 08 Jul 2014 22:20:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-07-08T15:20:12.945-07:00</atom:updated><title>http:// ibnuabbaskendari .wordpress.com/ 2009/12/14/ ensiklopedia-kaj ian-ust-armen-h alim-naro-rohim ahulloh/</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
http:// ibnuabbaskendari .wordpress.com/ 2009/12/14/ ensiklopedia-kaj ian-ust-armen-h alim-naro-rohim ahulloh/&lt;/div&gt;
</description><link>http://nasehat-kangedi.blogspot.com/2014/07/http-ibnuabbaskendari-wordpresscom.html</link><author>noreply@blogger.com (Edi Santoso)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9055945165165874953.post-2275245039404204482</guid><pubDate>Mon, 07 Jul 2014 13:30:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-07-07T06:30:36.378-07:00</atom:updated><title>http:// rumaysho.com/ aqidah/ munculnya-ya-juj -dan-ma-juj-1-3 379</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://nasehat-kangedi.blogspot.com/2014/07/http-rumayshocom-aqidah-munculnya-ya_7.html</link><author>noreply@blogger.com (Edi Santoso)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9055945165165874953.post-5038819016888935188</guid><pubDate>Mon, 07 Jul 2014 13:30:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-07-07T06:30:27.801-07:00</atom:updated><title>http:// rumaysho.com/ aqidah/ munculnya-ya-juj -dan-ma-juj-1-3 379</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://nasehat-kangedi.blogspot.com/2014/07/http-rumayshocom-aqidah-munculnya-ya.html</link><author>noreply@blogger.com (Edi Santoso)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9055945165165874953.post-4912096174085563991</guid><pubDate>Mon, 07 Jul 2014 13:26:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-07-07T06:26:28.142-07:00</atom:updated><title>.</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://nasehat-kangedi.blogspot.com/2014/07/blog-post_2240.html</link><author>noreply@blogger.com (Edi Santoso)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9055945165165874953.post-6146453298360485057</guid><pubDate>Mon, 07 Jul 2014 13:25:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-07-07T06:25:37.427-07:00</atom:updated><title/><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://nasehat-kangedi.blogspot.com/2014/07/blog-post_4317.html</link><author>noreply@blogger.com (Edi Santoso)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9055945165165874953.post-2639830986408058928</guid><pubDate>Mon, 07 Jul 2014 13:25:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-07-07T06:25:17.270-07:00</atom:updated><title/><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://nasehat-kangedi.blogspot.com/2014/07/blog-post_3458.html</link><author>noreply@blogger.com (Edi Santoso)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9055945165165874953.post-5604055929355787309</guid><pubDate>Mon, 07 Jul 2014 13:25:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-07-07T06:25:06.725-07:00</atom:updated><title/><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://nasehat-kangedi.blogspot.com/2014/07/blog-post_7.html</link><author>noreply@blogger.com (Edi Santoso)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9055945165165874953.post-335157289582889168</guid><pubDate>Sat, 05 Jul 2014 05:50:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-07-04T22:50:26.550-07:00</atom:updated><title/><description></description><link>http://nasehat-kangedi.blogspot.com/2014/07/blog-post_4.html</link><author>noreply@blogger.com (Edi Santoso)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9055945165165874953.post-8970092561536366235</guid><pubDate>Sat, 05 Jul 2014 04:01:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-07-04T21:01:33.913-07:00</atom:updated><title/><description></description><link>http://nasehat-kangedi.blogspot.com/2014/07/blog-post.html</link><author>noreply@blogger.com (Edi Santoso)</author><thr:total>0</thr:total></item></channel></rss>