<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0">

<channel>
	<title>NavinoT</title>
	
	<link>http://www.navinot.com</link>
	<description>IT Knowledge to The Power of Two</description>
	<pubDate>Wed, 15 Jul 2009 01:00:00 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" href="http://feeds.feedburner.com/Navinot" type="application/rss+xml" /><feedburner:emailServiceId>Navinot</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname>http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com" /><item>
		<title>What people want?</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Navinot/~3/ZwORMos3Go0/</link>
		<comments>http://www.navinot.com/2009/07/15/what-people-want/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Jul 2009 01:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Toni</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Stories]]></category>

		<category><![CDATA[business]]></category>

		<category><![CDATA[startup]]></category>

		<category><![CDATA[Strategy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=2211</guid>
		<description><![CDATA[
Zooloo.com, bagi saya tampak seperti Friendster on steroid. Lifestream sedang merajalela tapi Zooloo malah balik ke jaman Friendster. UI-nya sangat mengingatkan kita akan Friendster walaupun fitur agregasi stream dan kemudahan mengkustomisasi tema tampilan adalah hal yang tidak dipunyai Friendster.
G.ho.st – another desktop inside web (web OS). Do we really want it? How useful it is? [...]


Artikel Terkait:<ol><li><a href='http://www.navinot.com/2009/07/03/tes-tiga-puluh-detik/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tes Tiga Puluh Detik'>Tes Tiga Puluh Detik</a> <small>Kali ini kita kembali ke ide startup. Bagaimana kita mengukur...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2009/07/06/how-much-money-to-burn/' rel='bookmark' title='Permanent Link: How Much Money To Burn?'>How Much Money To Burn?</a> <small>Salah satu isu besar dalam memulai startup adalah permodalan. Dan...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2009/02/05/konsekuensi-dari-variasi-produk-layanan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Konsekuensi dari Variasi Produk &#038; Layanan'>Konsekuensi dari Variasi Produk &#038; Layanan</a> <small>Banyak konsumen bingung dengan banyaknya pilihan. Yang tadinya strategi untuk...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2009/02/03/3-langkah-alternatif-di-saat-krisis/' rel='bookmark' title='Permanent Link: 3 Langkah Alternatif di Saat Krisis'>3 Langkah Alternatif di Saat Krisis</a> <small>Di masa krisis yang serba susah membuat para pengusaha cenderung...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2009/02/12/apakah-facebook-akan-melaju-terus/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Apakah Facebook Akan Melaju Terus?'>Apakah Facebook Akan Melaju Terus?</a> <small>Facebook tumbuh dengan pesat dan cepat lewat serangkaian inovasi. Dengan...</small></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;"><a href="http://www.flickr.com/photos/cpstorm/167418602/" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.flickr.com/photos/cpstorm/167418602/?referer=');"><img class="aligncenter size-full wp-image-2215" title="Clear Vision" src="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2009/07/167418602_4467a7bdd7.jpg" alt="Clear Vision" width="450" height="338" /></a><br />
<a href="http://zooloo.com" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/zooloo.com?referer=');">Zooloo.com</a>, bagi saya tampak seperti Friendster on steroid. Lifestream sedang merajalela tapi Zooloo malah balik ke jaman Friendster. UI-nya sangat mengingatkan kita akan Friendster walaupun fitur agregasi stream dan kemudahan mengkustomisasi tema tampilan adalah hal yang tidak dipunyai Friendster.</p>
<p><a href="http://G.ho.st" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/G.ho.st?referer=');">G.ho.st</a> – another desktop inside web (web OS). Do we really want it? How useful it is? Kenapa lagi-lagi memindahkan konsep desktop ke dalam web tanpa perubahan apapun? Single sign on should be sufficient. Don&#8217;t load what you don&#8217;t need (email client dalam web OS). Browser speed is scarce, why waste it?</p>
<p>Supaya laku, harusnya kita membangun sesuatu yang diinginkan orang. Antara lain:</p>
<ul>
<li><strong>Something they need</strong>. Tiap orang  inginn kebutuhannya terpenuhi. Oleh karena itu makan, minum dan tempat    tinggal akan selalu laku. Kadang kala orang juga butuh berkomunikasi    jarak jauh. Dunia bisnis apalagi, komunikasi jarak jauh yang murah      akan bsia menghemat biaya komunikasi. Skype cerdas. Long distance       call was never cheap until skype come.</li>
<li><strong>Something fun: games,    movies,music. </strong>Tiap orang menginginkan kesenangan. Game yang bisa        mendatangkan kesenangan adalah hal yang diinginkan orang. Mulai dari    game flash kecil sampai dengan game konsol berdana besar.</li>
<li><strong>Something to make other things easier to       achieve. </strong>Ini contoh terdahsyat :D. Kita tentunya setuju bahwa   membangun startup itu susah. Kita perlu modal dan kita harus tahu       ilmunya. Bagaimana jika hal ini bisa dipermudah atau difasilitasi?      Apa mungkin? Y Combinator, didirikan oleh Paul Graham karena ia         ingin memudahkan pembangunan startup. Y Combinator adalah perusahaan    yang menciptakan perusahaan. Apakah Y Combinator laku atau mendapat     laba? Well, ternyata banyak investor yang bersedia menanam dana         untuk startup yang difasilitasi Y Combinator. Dengan seed $6000 per     founder, tiap startup bisa menghasilkan nilai investasi dan akuisisi      puluhan ribu dolar. I call that profit.</li>
</ul>
<p>Apakah segala sesuatu yang kita tawarkan harus bermanfaat? Tidak perlu, tidak harus saat itu juga. Jika layanan Anda cukup keren maka orang akan mencari-cari kegunaan layanan Anda di luar definisi yang telah Anda tetapkan. Contoh:</p>
<p>Twitter – It is cool and simple. It wasn&#8217;t really useful until people exploit it.Tidak sekedar menjadi alat komunikasi dengan keluarga dan teman, kini menjadi tempat nongkrong global untuk networking, berbagi resource, dan beraktivitas bersama-sama.</p>
<p>Friendfeed – It&#8217;s cool, it aggregates stuff and you can comment on it. People make it really useful by commenting and sharing all over the place. Apakah berguna? Bagi beberapa orang iya, tapi tidak bagi Mr. Arrington.</p>
<p>Keinginan saya? Make something for the future. Tren yang sekarang pasti akan ditinggalkan. Jika anda membuat layanan untuk tren masa depan, maka semakin anda berjalan semakin terang jalan Anda. Perhatikan apa yang akan berubah di masa depan, dan pastikan layanan Anda bisa memanfaatkan atau mengeksplotasinya.</p>
<p>Kefasihan di e-commerce? Internet gratis? Apakah Anda siap mengeksplotasinya? <a href="http://krazymarket.com" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/krazymarket.com?referer=');">KrazyMarket</a> mungkin melihat hal ini. I mean, siapa yang hari ini masih bandel memaksakan diri membangun pasar e-commerce di Indonesia? Masa e-commerce akan datang, dan jika masa itu datang pemain senior yang telah menunggu lama akan segera melesat. Dan kita tak akan sempat mengejarnya.</p>


<p>Artikel Terkait:<ol><li><a href='http://www.navinot.com/2009/07/03/tes-tiga-puluh-detik/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tes Tiga Puluh Detik'>Tes Tiga Puluh Detik</a> <small>Kali ini kita kembali ke ide startup. Bagaimana kita mengukur...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2009/07/06/how-much-money-to-burn/' rel='bookmark' title='Permanent Link: How Much Money To Burn?'>How Much Money To Burn?</a> <small>Salah satu isu besar dalam memulai startup adalah permodalan. Dan...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2009/02/05/konsekuensi-dari-variasi-produk-layanan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Konsekuensi dari Variasi Produk &#038; Layanan'>Konsekuensi dari Variasi Produk &#038; Layanan</a> <small>Banyak konsumen bingung dengan banyaknya pilihan. Yang tadinya strategi untuk...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2009/02/03/3-langkah-alternatif-di-saat-krisis/' rel='bookmark' title='Permanent Link: 3 Langkah Alternatif di Saat Krisis'>3 Langkah Alternatif di Saat Krisis</a> <small>Di masa krisis yang serba susah membuat para pengusaha cenderung...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2009/02/12/apakah-facebook-akan-melaju-terus/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Apakah Facebook Akan Melaju Terus?'>Apakah Facebook Akan Melaju Terus?</a> <small>Facebook tumbuh dengan pesat dan cepat lewat serangkaian inovasi. Dengan...</small></li></ol></p><div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=ZwORMos3Go0:tCeMN6RXbxA:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=ZwORMos3Go0:tCeMN6RXbxA:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=ZwORMos3Go0:tCeMN6RXbxA:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=ZwORMos3Go0:tCeMN6RXbxA:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=ZwORMos3Go0:tCeMN6RXbxA:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Navinot/~4/ZwORMos3Go0" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.navinot.com/2009/07/15/what-people-want/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2009/07/167418602_4467a7bdd7-150x150.jpg" />
		<media:content url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2009/07/167418602_4467a7bdd7.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Clear Vision</media:title>
			<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2009/07/167418602_4467a7bdd7-150x150.jpg" />
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://www.navinot.com/2009/07/15/what-people-want/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Pendidikan itu Overrated?</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Navinot/~3/DPTH0TDQdJY/</link>
		<comments>http://www.navinot.com/2009/07/14/pendidikan-itu-overrated/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Jul 2009 05:20:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ivan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Stories]]></category>

		<category><![CDATA[Career]]></category>

		<category><![CDATA[Education]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=1311</guid>
		<description><![CDATA[Lulus kuliah? Mau kerja apa? Sesuatu yang sesuai dengan gelar atau apa saja? Apakah anda yakin akan sukses bekerja di bidang yang menyimpang dari gelar anda?


Tidak ada artikel terkait.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-2208" title="legoeducation" src="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2009/07/legoeducation.jpg" alt="legoeducation" width="450" height="200" /></p>
<p>Andai kita hidup sampai 80 tahun, dan bila kita selesai kuliah tepat waktu (4 tahun), berarti kita menghabiskan hampir 25% umur kita untuk sekolah. Bahkan di jaman sekarang, anak berusia 2 tahun saja sudah mulai masuk pra-TK, dan belum lagi bila di kemudian hari akan dilanjutkan ke tingkat S3? Nah, yang jadi pertanyaan, apakah pendidikan itu sesuai dengan apa yang kita harapkan?<span id="more-1311"></span></p>
<p>Hal ini berkaitan dengan banyaknya orang yang berganti alih profesi, menyimpang jauh dari jalur pendidikannya. Termasuk saya sendiri, seorang yang dididik untuk menjadi insinyur teknik sipil, malah terjun ke dunia informasi teknologi dan pemasaran. Bahkan beberapa saat lalu saya menemui seorang bekas akuntan yang kini bekerja sebagai tukang potong rambut, dan hasil kerjaannya bagus juga koq. Banyak sekali perpindahan karir yang menyimpang jauh dari jalur asal, mungkin karena faktor situasi dan kondisi masa itu, ataupun faktor hobi dan bakat yang kadang kala terpendam.</p>
<p>Pendidikan mulai dari tingkat dasar sampai lanjutan, telah dirancang sedemikian rupa untuk mempersiapkan kita dengan ilmu pengetahuan yang cukup untuk bersaing dikemudian hari. Memang penjurusan baru dimulai ditingkat lanjutan atas, dan dilanjutkan secara lebih terarah di tingkat perguruan tinggi. Tapi setidaknya setelah selesai dengan tingkat sarjana, harapan kita adalah bekerja sesuai dengan bidang yang kita inginkan.</p>
<p>Bila diukur dari tingkat kesuksesan, tidak kurang orang yang berpindah profesi justru menjadi jauh lebih sukses dari rekan kerjanya yang telah melewati jalur pendidikan formal. Ini malah memperkuat pertanyaan saya, apakah sekolah itu penting sih?</p>
<p>Menurut beberapa kasus yang saya perhatikan, pendidikan formal mempunyai kurikulum tersendiri untuk menguasai ilmu pengetahuan tertentu secara tertata. Misalnya, mulai dari matematika dasar yang kemudian dihubungkan sesuai dengan kebutuhan jurusan. Sedangkan seseorang yang belajar secara otodidak, cenderung belajar sedikit demi sedikit, meskipun di suatu saat nanti serpihan-serpihan tersebut jadi semakin lengkap. Bahkan seseorang yang cenderung belajar dan bekerja di lapangan, tidak sekedar teori saja, membuahkan hasil yang lebih efisien.</p>
<p>Menurut pengalaman saya pribadi, banyak hal yang kita pelajari dibangku pendidikan. Tidak hanya ilmu, tapi juga kepentingan sosial lainnya, seperti teman tumbuh dewasa yang nantinya menjadi mitra kerja. Selain itu banyak hal non-pendidikan yang bisa kita dapat diluar bangku sekolah. Jadi pendidikan sendiri sebenarnya adalah proses yang kita jalani dengan dampak lain yang sangat luas. Tentu saja tergantung orangnya. <img src='http://www.navinot.com/wordpress/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Nah, apakah anda seseorang yang juga berpikir bahwa <em>education is overrated</em>? Mari kita dengarkan kisahmu, dan apa pandanganmu!</p>


<p>Tidak ada artikel terkait.</p><div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=DPTH0TDQdJY:_vTL99hKZrI:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=DPTH0TDQdJY:_vTL99hKZrI:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=DPTH0TDQdJY:_vTL99hKZrI:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=DPTH0TDQdJY:_vTL99hKZrI:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=DPTH0TDQdJY:_vTL99hKZrI:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Navinot/~4/DPTH0TDQdJY" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.navinot.com/2009/07/14/pendidikan-itu-overrated/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2009/07/legoeducation-150x150.jpg" />
		<media:content url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2009/07/legoeducation.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">legoeducation</media:title>
			<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2009/07/legoeducation-150x150.jpg" />
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://www.navinot.com/2009/07/14/pendidikan-itu-overrated/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>The Rules of FREE</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Navinot/~3/LZIXkR8zwFs/</link>
		<comments>http://www.navinot.com/2009/07/13/the-rules-of-free/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Jul 2009 01:00:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Toni</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Stories]]></category>

		<category><![CDATA[Business Model]]></category>

		<category><![CDATA[Dhris Anderson]]></category>

		<category><![CDATA[free]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=2200</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari ini saya selalu berbicara tentang buku baru Chris Anderson, “Free”. Chris Anderson ini adalah penulis buku Long Tail yang juga memukau. Terlalu banyak hal menarik yang bisa menggelitik pikiran kita dalam buku tersebut. Berikut ini saya sadurkan 10 aturan Free yang bisa kita jumpai di bagian Apendix A dalam buku Free.


Artikel Terkait:<ol><li><a href='http://www.navinot.com/2009/06/11/netflix-dan-gamefly/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Netflix dan Gamefly'>Netflix dan Gamefly</a> <small> Di luar negeri kita mengenal Netflix sebagai penyedia layanan...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2009/01/29/berbicara-tentang-ide-dan-pengembangannya/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Berbicara Tentang Ide dan Pengembangannya'>Berbicara Tentang Ide dan Pengembangannya</a> <small>Punya ide cemerlang? Lalu mau diapakan? Berikut ini adalah proses...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2009/01/12/semua-ide-anda-payah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Semua Ide Anda Payah!'>Semua Ide Anda Payah!</a> <small>Tidak perlu banyak keluar biaya pencarian konten. Setelah itu, spot...</small></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://www.flickr.com/photos/jen_in_brisbane/2660166177/" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.flickr.com/photos/jen_in_brisbane/2660166177/?referer=');"><img class="aligncenter size-full wp-image-2203" title="Calliandra" src="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2009/07/2660166177_168805880a.jpg" alt="Calliandra" width="450" height="338" /></a></p>
<p>Beberapa hari ini saya selalu berbicara tentang buku baru Chris Anderson, “Free”. Chris Anderson ini adalah penulis buku Long Tail yang juga memukau. Terlalu banyak hal menarik yang bisa menggelitik pikiran kita dalam buku tersebut. Berikut ini saya sadurkan 10 aturan Free yang bisa kita jumpai di bagian Apendix A dalam buku Free.</p>
<ol>
<li><strong>If it&#8217;s digital, soon or later it&#8217;s going to be free</strong></li>
<p>Seperti yang kita tahu, ada kecenderungan penurunan biaya penyimpanan, storage, computing power. Free bukan pilihan tapi justru tak terhindarkan.</p>
<li><strong>Atom (non-digital) wants to be free to, but not so pushy about it</strong></li>
<p>Tapi free ini terlalu atraktif sehingga begitu banyak marketer yang ingin menjadikannya sebagai strategi. Pada saat ini banyak produsen yang membuat core productnya free dengan jalan menjual sesuatu yang lain.</p>
<li><strong>You can&#8217;t stop free</strong></li>
<p>Kita bisa saja mencegah terjadinya free dengan berbagai macam usaha penguncian atau lewat hukum. Tapi kita tak akan bisa melawan gravitasi ekonomi yang menginginkan free. Tinggal tunggu waktu saja sampai ada orang yang mampu memecahkan kunci atau menghadapi hukum yang ada.</p>
<li><strong>You can make money from free</strong></li>
<p>People will pay to save time. People will pay to lower risk. People will pay for something they love. People will pay for status. For everything else? You can use Visa .. err you can give it Free maksudnya <img src='http://www.navinot.com/wordpress/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<li><strong>Redefine your market</strong></li>
<p>Anda bisa menggratiskan ongkos bus ke PRJ,  tapi Anda bisa tetap mendapatkan uang lewat profit sharing dengan merchant PRJ. Free akan dan bisa membuat Anda mendefinisikan ulang market yang Anda sasar.</p>
<li><strong>Round Down</strong></li>
<p>Harga akan bergerak ke nol. Datangnya Free bukan soal bagaimana, tapi soal kapan. Kenapa tidak menjadi yang pertama dalam hal Free? Yang pertama akan memenangkan perhatian dan akan selalu ada cara memonetisasi Free.</p>
<li><strong>Soon or later you will compete with Free</strong></li>
<p>Iklim kompetisi lambat laun akan membuat kompetitor Anda men-charge less dari Anda. Berapa tarif data dan voice operator Anda sekarang?</p>
<li><strong>Embraces ways</strong></li>
<p>Jika harga semakin murah dan menjadi terlalu susah diukur maka berhentilah mengukurnya. Produsen yang cerdas akan segera melihat ke mana tren harga mengarah dan segera mendahuluinya.</p>
<li><strong>Free makes other things more valuable</strong></li>
<p>Every abundance makes a new scarcity. Dulu orang suka melihat tivi karena entertainment begitu langka sedangkan waktu tidak. Bertolak belakang dengan saat ini, siapa yang suka menunggu entertainment datang di tivi? Saat suatu hal menjadi Free, value berpindah ke layer yang lain.</p>
<li><strong>Manage for abundance not scarcity</strong></li>
<p>Ketika suatu resource masih langka maka kita harus berhati-hati menggunakannya. Dalam kultur perusahaan kita mengenal budaya top down karena ketidakmampuan membiayai kegagalan akibat mensia-siakan resource. Bagaimana jika resource tersebut berlimpah? Kultur perusahaan mungkin akan berubah dari “don&#8217;t screw up” ke “fail fast”</ol>
<p>Ada economy of scarcity dan sekarang ini ada economy of free. Mana yang akan Anda terapkan untuk melibas kompetitor?</p>
<p>PS:<br />
Tahukah Anda bahwa buku Free ini bisa dibaca gratis di <a href="http://www.scribd.com/doc/17135767/FREE-full-book-by-Chris-Anderson" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.scribd.com/doc/17135767/FREE-full-book-by-Chris-Anderson?referer=');">Scribd</a> dan bisa didownload dalam bentuk <a href="http://www.wired.com/techbiz/it/magazine/17-07/mf_freer" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.wired.com/techbiz/it/magazine/17-07/mf_freer?referer=');">audiobook</a>.</p>


<p>Artikel Terkait:<ol><li><a href='http://www.navinot.com/2009/06/11/netflix-dan-gamefly/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Netflix dan Gamefly'>Netflix dan Gamefly</a> <small> Di luar negeri kita mengenal Netflix sebagai penyedia layanan...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2009/01/29/berbicara-tentang-ide-dan-pengembangannya/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Berbicara Tentang Ide dan Pengembangannya'>Berbicara Tentang Ide dan Pengembangannya</a> <small>Punya ide cemerlang? Lalu mau diapakan? Berikut ini adalah proses...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2009/01/12/semua-ide-anda-payah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Semua Ide Anda Payah!'>Semua Ide Anda Payah!</a> <small>Tidak perlu banyak keluar biaya pencarian konten. Setelah itu, spot...</small></li></ol></p><div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=LZIXkR8zwFs:HcIKwIiVMuw:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=LZIXkR8zwFs:HcIKwIiVMuw:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=LZIXkR8zwFs:HcIKwIiVMuw:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=LZIXkR8zwFs:HcIKwIiVMuw:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=LZIXkR8zwFs:HcIKwIiVMuw:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Navinot/~4/LZIXkR8zwFs" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.navinot.com/2009/07/13/the-rules-of-free/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2009/07/2660166177_168805880a-150x150.jpg" />
		<media:content url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2009/07/2660166177_168805880a.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Calliandra</media:title>
			<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2009/07/2660166177_168805880a-150x150.jpg" />
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://www.navinot.com/2009/07/13/the-rules-of-free/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Iklan: Untuk Pemirsa atau Citra Produk?</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Navinot/~3/mKIKJnDjNgQ/</link>
		<comments>http://www.navinot.com/2009/07/10/iklan-untuk-pemirsa-atau-citra-produk/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Jul 2009 04:02:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ivan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Stories]]></category>

		<category><![CDATA[Ads]]></category>

		<category><![CDATA[Marketing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=2195</guid>
		<description><![CDATA[Banyak produk Indonesia yang memasang iklan yang terkesan murahan, atau asal jadi. Apa benar karena sebagain besar dari Indonesia masih terbelakang, oleh karena itu lebih gampang dikibuli dengan cara tersebut?


Artikel Terkait:<ol><li><a href='http://www.navinot.com/2008/12/18/susahnya-hidup-dari-iklan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Susahnya Hidup dari Iklan'>Susahnya Hidup dari Iklan</a> <small>Blog udah keren, situs sudah top banget. Apakah segampang itukah...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2009/05/20/iklan-yang-aku-mau/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Iklan yang Aku Mau'>Iklan yang Aku Mau</a> <small>Siapa sih yang senang dengan iklan? Sudah lancang menyela acara...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2009/02/05/konsekuensi-dari-variasi-produk-layanan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Konsekuensi dari Variasi Produk &#038; Layanan'>Konsekuensi dari Variasi Produk &#038; Layanan</a> <small>Banyak konsumen bingung dengan banyaknya pilihan. Yang tadinya strategi untuk...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2008/11/27/nomor-satu-alasan-untuk-gagal/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Nomor Satu Alasan Untuk Gagal'>Nomor Satu Alasan Untuk Gagal</a> <small>Begitu banyak layanan menarik gagal dengan langkah monetisasi. Apa langkah...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2009/04/07/7-tip-praktek-social-media-untuk-bisnis/' rel='bookmark' title='Permanent Link: 7 Tip Praktek Social Media Untuk Bisnis'>7 Tip Praktek Social Media Untuk Bisnis</a> <small>Mau pakai social media tapi bingung? Berikut beberapa tip singkat...</small></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-2196" title="pariwara" src="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2009/07/pariwara.jpg" alt="pariwara" width="450" height="200" /></p>
<p>Satu hal yang saya catat tentang <a href="http://www.navinot.com/tag/ads/" target="_blank">periklanan</a> Indonesia adalah penyajian iklan yang&#8230;. hmm apa yah&#8230; <em>ndeso</em>! Bila anda merasa demikian, pasti anda telah menangkap maksud saya, yaitu iklan-iklan yang terkesan murahan banget. Tanpa <em>casting</em>, tanpa konsep, hanya tujuan menampilkan suatu produk dibarengi <em>jingle-jingle</em> yang gampang diingat. Beberapa di antaranya adalah iklan sosis siap makan. Tak perlu disebutkan yang mana khan?<span id="more-2195"></span></p>
<p>Dari sekian banyak iklan yang saya lihat, terutama ketika masih tinggal di Amerika Serikat, ada beberapa yang justru menarik untuk berhenti dan menyaksikan. Bahkan karena lucunya, justru merekomendasikan ke teman di sekitar kita yang kebetulan melewatkan iklan tersebut. Tapi sejak di Indonesia, belum menemui iklan yang membuat saya mau mengulang dan menikmati lagi iklan tersebut.</p>
<p>Bila dilihat orang-orang Indonesia secara rata-rata, tentunya masih belum bisa dianggap setara dengan pemirsa di Amerika Serikat. Begitu juga dengan selera humor dalam iklan-iklan tersebut. Tapi jangan salah juga, banyak pemirsa di Amerika Serikat yang masih terbelakang dan tidak mengenal dunia luar lho. Meskipun secara persentasi masih lebih kecil.</p>
<p>Selain dari keterlibatan pemirsa, dari sisi perusahaan yang memasang iklan sudah pasti mau memperkenalkan produk atau layanannya. Berbagai cara dilakukan untuk menarik perhatian, termasuk dengan <em>jingle-jingle</em> yang gampang diingat tadi. Tapi di satu sisi, perusahaan juga ingin menampilkan citra tersendiri dari produk, layanan, serta perusahaannya.</p>
<p>Setelah menelusuri lebih dalam, sudah mulai bisa diterima mengapa beberapa iklan itu sangat..iuhh! Selain target yang berusaha dicapai adalah masyarakat umum yang seluas-luasnya, alias sekali hantam seribu pulau terlewati, juga taraf pendidikan dan budaya mereka masih lain dengan sebagian orang yang lain, contohnya orang kota yang telah mengkonsumsi banyak hiburan barat.</p>
<p>Selain itu juga ada kecenderungan yang mengukur hasil <a href="http://www.navinot.com/tag/marketing/" target="_blank">marketing</a> dari nilai penjualan, bukan sekedar menunjukan citra produk atau perusahaan, sehingga maunya cepat menghasilkan. Dampaknya yang paling terasa adalah perhatian pemirsa menjadi prioritas utama dalam beriklan, entah citra perusahaan atau produk yang macam apa tidak terlalu dipedulikan.</p>
<p>Demikianlah sedikit ulasan tentang iklan-iklan di Indonesia yang begitu&#8230; iuhhh! Apa benar karena kita masih ndeso jadi harus dijejali dengan iklan-iklan semacam itu? Kiranya ada yang ditambahkan, silahkan bergabung.</p>


<p>Artikel Terkait:<ol><li><a href='http://www.navinot.com/2008/12/18/susahnya-hidup-dari-iklan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Susahnya Hidup dari Iklan'>Susahnya Hidup dari Iklan</a> <small>Blog udah keren, situs sudah top banget. Apakah segampang itukah...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2009/05/20/iklan-yang-aku-mau/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Iklan yang Aku Mau'>Iklan yang Aku Mau</a> <small>Siapa sih yang senang dengan iklan? Sudah lancang menyela acara...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2009/02/05/konsekuensi-dari-variasi-produk-layanan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Konsekuensi dari Variasi Produk &#038; Layanan'>Konsekuensi dari Variasi Produk &#038; Layanan</a> <small>Banyak konsumen bingung dengan banyaknya pilihan. Yang tadinya strategi untuk...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2008/11/27/nomor-satu-alasan-untuk-gagal/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Nomor Satu Alasan Untuk Gagal'>Nomor Satu Alasan Untuk Gagal</a> <small>Begitu banyak layanan menarik gagal dengan langkah monetisasi. Apa langkah...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2009/04/07/7-tip-praktek-social-media-untuk-bisnis/' rel='bookmark' title='Permanent Link: 7 Tip Praktek Social Media Untuk Bisnis'>7 Tip Praktek Social Media Untuk Bisnis</a> <small>Mau pakai social media tapi bingung? Berikut beberapa tip singkat...</small></li></ol></p><div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=mKIKJnDjNgQ:ztejyw1_YD0:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=mKIKJnDjNgQ:ztejyw1_YD0:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=mKIKJnDjNgQ:ztejyw1_YD0:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=mKIKJnDjNgQ:ztejyw1_YD0:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=mKIKJnDjNgQ:ztejyw1_YD0:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Navinot/~4/mKIKJnDjNgQ" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.navinot.com/2009/07/10/iklan-untuk-pemirsa-atau-citra-produk/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2009/07/pariwara-150x150.jpg" />
		<media:content url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2009/07/pariwara.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pariwara</media:title>
			<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2009/07/pariwara-150x150.jpg" />
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://www.navinot.com/2009/07/10/iklan-untuk-pemirsa-atau-citra-produk/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>E-Paper: Digitalisasi Media Cetak</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Navinot/~3/jZDaJGN7cVY/</link>
		<comments>http://www.navinot.com/2009/07/09/e-paper-digitalisasi-media-cetak/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Jul 2009 01:00:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Toni</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Stories]]></category>

		<category><![CDATA[digital]]></category>

		<category><![CDATA[e-paper]]></category>

		<category><![CDATA[kompas]]></category>

		<category><![CDATA[Strategy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=2182</guid>
		<description><![CDATA[E-paper tak akan jadi bahasan seru jika bukan karena pilihan Kompas untuk memakai Silverlight dalam rangka mengoverhaul layanan edisi digitalnya. Let's skip flamewar and trolling 'til next day. Kali ini mari kita ngobrol tentang esensi e-paper itu sendiri terlepas dari platform implementasinya.


Artikel Terkait:<ol><li><a href='http://www.navinot.com/2009/04/16/bisnis-cetak-masih-bisa-selamat/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Bisnis Cetak Masih Bisa Selamat?'>Bisnis Cetak Masih Bisa Selamat?</a> <small>Sudah mati? Masih hidup? Sebenarnya apa media cetak di Indonesia...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2009/04/30/perbincangan-bisnis-cetak-gratis-bersama-yogi-prasetya/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Perbincangan Bisnis Cetak Gratis Bersama Yogi Prasetya'>Perbincangan Bisnis Cetak Gratis Bersama Yogi Prasetya</a> <small>Ongkos cetak adalah biaya terbesar dalam bisnis majalah. Bagaimana bisnis...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2009/03/12/api-penyelamat-bisnis-surat-kabar/' rel='bookmark' title='Permanent Link: API: Penyelamat Bisnis Surat Kabar?'>API: Penyelamat Bisnis Surat Kabar?</a> <small>API sudah umum di dunia aplikasi web, tapi masih hal...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2009/05/25/buku-tertutup-atau-terbuka/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Buku Tertutup atau Terbuka'>Buku Tertutup atau Terbuka</a> <small>Ada beberapa buku, di toko buku, yang terbuka untuk dibaca-baca...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2009/02/19/kontes-sukses-bukan-karena-hadiah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kontes Sukses Bukan Karena Hadiah'>Kontes Sukses Bukan Karena Hadiah</a> <small>Kontes bukan hanya urusan hadiah yang menarik. Untuk suksesnya suatu...</small></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://www.flickr.com/photos/inju/112082907/" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.flickr.com/photos/inju/112082907/?referer=');"><img class="aligncenter size-full wp-image-2189" title="Dead Sea Newpaper" src="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2009/07/112082907_8c282f0761.jpg" alt="Dead Sea Newpaper" width="450" height="338" /></a></p>
<p>E-paper tak akan jadi bahasan seru jika bukan karena <a href="http://dailysocial.net/post/kompas-epaper-gunakan-silverlight" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/dailysocial.net/post/kompas-epaper-gunakan-silverlight?referer=');">pilihan Kompas untuk memakai Silverlight</a> dalam rangka mengoverhaul layanan edisi digitalnya. <em>Let&#8217;s skip flamewar and trolling &#8217;til next day</em>. Kali ini mari kita ngobrol tentang esensi e-paper itu sendiri terlepas dari platform implementasinya.</p>
<p>Jadi apa sih sebenarnya manfaat e-paper? Kenapa semua media tiba-tiba menawarkan e-paper. Sekedar mengikuti trend tetangga atau karena ada alasan khusus?</p>
<p>Ada hal cukup penting ternyata saya lewatkan sampai saat ini. Ternyata, selain menyasar pembaca koran, e-paper juga punya manfaat bagi advertiser. Manfaat terbesarnya bukan pada peningkatan impresi iklan, namun justru pada fungsi monitoring. E-paper meng-enhance transaksi antara media dan advertiser. Media bisa lebih mudah memberikan bukti transaksi pemasangan iklan pada advertiser. Mudah-mudahan saya tidak salah mencatat obrolan santai dengan <a href="http://ndorokakung.com" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/ndorokakung.com?referer=');">ndorokakung</a> kemarin.</p>
<p>Sedangkan, manfaat bagi pembaca ada bermacam-macam. Salah satu yang terbantu dengan adanya e-paper adalah profesional PR. Media monitoring menjadi lebih efisien karena tidak perlu membuat kliping dari potongan majalah dan koran. Fungsi kliping cukup bisa dilakukan dengan jalan mendownload halaman yang diinginkan. Tentu saja jika platformnya memungkinkan.</p>
<p>Dengan sedikit uraian manfaat e-paper di atas, apa iya e-paper itu cukup dilakukan dengan mengkonversi bentuk tercetak ke bentuk digital?</p>
<h3>What is wrong about e-paper?</h3>
<p>Ada beberapa hal yang mengganggu pikiran saya. Pihak media tentu saja ingin mempertahankan brand dan segala karakteristik media tersebut dalam format digital. Namun tentu saja media cetak dan digital punya karakteristik yang berbeda. Monitor tentu saja susah menyamai ukuran tinggi dan lebar koran. Membawa lebar dan tinggi koran ke dalam format digital tentu saja bisa menimbulkan ketidaknyamanan bagi pembaca. Bentuk tercetak yang dibatasi oleh jumlah halaman dan dimensi, harus memuat semua berita yang ada hari itu. Bentuknya yang lebar membuat proses pemindaian berita  oleh pembaca menjadi lebih mudah.  Majalah yang bentuknya lebih kompak, lebih mengandalkan daftar isi untuk menfasilitasi kenyamanan tersebut.</p>
<p>Kualitas media dan design tentu terlihat lebih ciamik dalam format digital, sama persis seperti yang dilihat designer di mesin mac mereka. Namun bagi pembaca edisi digital, konsep layout dikendalikan oleh motivasi yang berbeda. Tujuan akhir layout tidak lagi untuk memenuhi sebanyak mungkin berita dalam satu lembar, namun lebih ke kecepatan pencarian informasi dan kelengkapan informasi. Berpegang pada prinsip yang sama, kita jadi bisa mengerti kenapa Digg, Alltop, Reddit dan lain-lain bisa meraih hati pembaca hanya dengan menyajikan <em>headlines</em>. Mereka bahkan tak memiliki beritanya.</p>
<p>Bagi saya, berita utama adalah berita tentang teknologi. Jika saya bisa mencetak koran sendiri mungkin halaman pertama adalah berita teknologi dari penjuru dunia, halaman kedua berita finansial. Berita tentang politik ditaruh di halaman 15 saja. Sepakbola mungkin saya beri satu kolom di halaman 16. Media cetak punya keterbatasan harus memuaskan semua orang karena hanya 16 halaman itulah yang akan menghubungkannya dengan pembaca. Berbagai macam <em>trade off</em> harus dilakukan demi mencari titik tengah di mana semua orang bisa puas. Walaupun mereka tahu pasti bahwa tidak akan ada yang puas.</p>
<p>Beralih ke media digital yang tidak mempunyai keterbatasan ruang simpan dan dimensi panjang lebar, kenapa e-paper harus didefinisikan sebagai fotokopi digital? Kenapa keterbatasan media cetak justru dipaksakan pada media digital?</p>
<h3>Can we make it better?</h3>
<p>Membuatnya jadi lebih baik bukan juga hal sepele. Ada beberapa hal dan kepentingan yang tersangkut dengan e-paper.</p>
<p>Yang pertama adalah <strong>user focus</strong>. Dua pengguna utama adalah advertiser dan pembaca. Keperluan advertiser bisa saja bertolak belakang dengan keinginan pembaca. Advertiser mungkin menginginkan navigasi yang meningkatkan impresi iklan sementara pengguna justru tidak menginginkan iklan. Pembaca lebih <em>careless</em> terhadap layout dan iklan namun lebih menghendaki informasi yang akurat dan pengayaan media.</p>
<p>Yang kedua adalah <strong>platform of choice</strong>. Mana yang akan diprioritaskan? Feature oriented berarti yang terpenting adalah memberi sebanyak mungkin fasilitas. Bahkan mungkin lebih mengarah ke setting new standard. Memilih teknologi baru bisa jadi salah satu strategi.</p>
<p>Atau ingin lebih cenderung ke <strong>jangkauan distribusi (reach)</strong>? Pemilihan prioritas ini berarti harus memakai teknologi yang sudah umum dan pasti dimiliki oleh semua orang. Flash, Javascript dan HTML 5 bisa jadi pilihan platform. HTML 5 memang belum sepenuhnya didukung semua browser. Namun dari kecenderungan yang terlihat tampaknya HTML 5 tidak akan mengalami penolakan oleh pengguna internet. Justru HTML 5 menjadi hal yang dinanti karena akan bisa menjawab kesulitan yang selama ini sering dijumpai dalam pengembangan aplikasi web.</p>
<p>Dua orientasi di atas akan menentukan kompleksitas proses digitalisasi media cetak. Dan tentu saja perhitungan biayanya juga pasti akan berbeda.</p>
<p>Jadi, sebaiknya e-paper ini didefinisikan sebagai pengalaman web yang di-enhance atau cetakan digital yang sama persis dengan edisi cetak?</p>


<p>Artikel Terkait:<ol><li><a href='http://www.navinot.com/2009/04/16/bisnis-cetak-masih-bisa-selamat/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Bisnis Cetak Masih Bisa Selamat?'>Bisnis Cetak Masih Bisa Selamat?</a> <small>Sudah mati? Masih hidup? Sebenarnya apa media cetak di Indonesia...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2009/04/30/perbincangan-bisnis-cetak-gratis-bersama-yogi-prasetya/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Perbincangan Bisnis Cetak Gratis Bersama Yogi Prasetya'>Perbincangan Bisnis Cetak Gratis Bersama Yogi Prasetya</a> <small>Ongkos cetak adalah biaya terbesar dalam bisnis majalah. Bagaimana bisnis...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2009/03/12/api-penyelamat-bisnis-surat-kabar/' rel='bookmark' title='Permanent Link: API: Penyelamat Bisnis Surat Kabar?'>API: Penyelamat Bisnis Surat Kabar?</a> <small>API sudah umum di dunia aplikasi web, tapi masih hal...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2009/05/25/buku-tertutup-atau-terbuka/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Buku Tertutup atau Terbuka'>Buku Tertutup atau Terbuka</a> <small>Ada beberapa buku, di toko buku, yang terbuka untuk dibaca-baca...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2009/02/19/kontes-sukses-bukan-karena-hadiah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kontes Sukses Bukan Karena Hadiah'>Kontes Sukses Bukan Karena Hadiah</a> <small>Kontes bukan hanya urusan hadiah yang menarik. Untuk suksesnya suatu...</small></li></ol></p><div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=jZDaJGN7cVY:W093OnMOMCA:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=jZDaJGN7cVY:W093OnMOMCA:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=jZDaJGN7cVY:W093OnMOMCA:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=jZDaJGN7cVY:W093OnMOMCA:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=jZDaJGN7cVY:W093OnMOMCA:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Navinot/~4/jZDaJGN7cVY" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.navinot.com/2009/07/09/e-paper-digitalisasi-media-cetak/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2009/07/112082907_8c282f0761-150x150.jpg" />
		<media:content url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2009/07/112082907_8c282f0761.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Dead Sea Newpaper</media:title>
			<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2009/07/112082907_8c282f0761-150x150.jpg" />
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://www.navinot.com/2009/07/09/e-paper-digitalisasi-media-cetak/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Dampak Twitterfikasi oleh Facebook</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Navinot/~3/6NUgfBEtTtM/</link>
		<comments>http://www.navinot.com/2009/07/07/dampak-twitterfikasi-oleh-facebook/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Jul 2009 04:00:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ivan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Stories]]></category>

		<category><![CDATA[facebook]]></category>

		<category><![CDATA[microblogging]]></category>

		<category><![CDATA[twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=2178</guid>
		<description><![CDATA[Facebook telah mengadakan banyak perubahan dengan fitur publishernya, sehingga semakin mirip seperti Twitter. Apa dampak dari twitterfikasi tersebut?


Artikel Terkait:<ol><li><a href='http://www.navinot.com/2009/03/24/facebook-berusaha-menjadi-twitter/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Facebook Berusaha Menjadi Twitter?'>Facebook Berusaha Menjadi Twitter?</a> <small>Facebook mengubah tatanan halaman utamanya untuk lebih bersahabat dengan microblogging...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2009/03/19/facebook-bila-bisnis-bertingkah-personal/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Facebook: Bila Bisnis Bertingkah Personal'>Facebook: Bila Bisnis Bertingkah Personal</a> <small>Tidak semua pelaku bisnis mengerti social media, sehingga main pukul...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2009/02/12/apakah-facebook-akan-melaju-terus/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Apakah Facebook Akan Melaju Terus?'>Apakah Facebook Akan Melaju Terus?</a> <small>Facebook tumbuh dengan pesat dan cepat lewat serangkaian inovasi. Dengan...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2008/11/08/nwmc-facebook-developer-platform/' rel='bookmark' title='Permanent Link: NWMC: Facebook Developer Platform'>NWMC: Facebook Developer Platform</a> <small>Facebook dengan developer platformnya merupakan trik pemasaran jitu yang menambah...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2009/03/03/facebook-connect-menjadi-identitas-maya/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Facebook Connect Menjadi Identitas Maya?'>Facebook Connect Menjadi Identitas Maya?</a> <small>Implementasi Facebook Connect di situs external memudahkan pengguna untuk berinteraksi....</small></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-2179" title="twitterfication" src="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2009/07/twitterfication.jpg" alt="twitterfication" width="450" height="200" /></p>
<p>Dari segenap pembaharuan yang dilakukan Facebook dengan fitur &#8216;<em>publisher</em>&#8216;-nya, semakin mengarah ke fungsi-fungsi Twitter. Di sini pengguna bisa mengabarkan status terakhirnya, dan teman-temannya bisa saling memberi komentar.</p>
<p>Pergerakan ini sudah nyata bahwa Facebook ada minat untuk mengarah ke Twitter. Nah, apakah Facebook akan berhasil? Atau sebaliknya, Twitter akan melaju terus?<span id="more-2178"></span><strong>Asal-Usulnya</strong></p>
<p>Twitter pertama kali diperkenalkan sebagai layanan <a href="http://www.navinot.com/tag/microblogging/" target="_blank"><em>microblogging</em></a>, yang mengandalkan materi dalam format yang singkat. Bahkan, URL saja harus dipersingkat. Sedangkan Facebook berangkat sebagai layanan <a href="http://www.navinot.com/tag/social-network/" target="_blank">jejaring sosial</a> yang mengandalkan fitur pertemanan. Dari awalnya, Facebook tidak mempunyai fitur <em>publisher</em>, walaupun penerapannya yang sekarang masih dibilang mulus.</p>
<p><strong>Deskripsi Layanan &amp; Daya Tarik Layanan</strong></p>
<p>Twitter sudah begitu lama beroperasi, bahkan akhir-akhir ini jumlah pengguna telah meningkat tajam. Namun saya masih saja belum leluasa bagaimana cara menjelaskan kegunaan Twitter ke masyarakat umum. Bila disebut sebagai layanan <em>microblogging</em>, rasanya masih kurang spesial.</p>
<p>Lain halnya dengan Facebook yang mempunyai daya tarik tersendiri bagi pengguna baru. Setidaknya setelah menambahkan beberapa teman baru sudah mulai terasa betapa menariknya layanan ini.</p>
<p><strong>Evolusi Facebook</strong></p>
<p>Bagi Facebook, penambahan fitur <em>publisher</em> masih terbilang wajar. Karena <em>microblogging</em> merupakan tren baru yang tidak bisa dilewatkan untuk menambah kesemarakan layanan Facebook. Normal bagi Facebook untuk mempunyai fungsi internal semacam <em>publisher</em> untuk meningkatkan interaksi antar sesama anggota.</p>
<p><strong>Inti Layanan Twitter</strong></p>
<p>Sebaliknya, Twitter yang berangkat sebagai layanan <em>microblogging</em> mempunyai inti layanan yang berbeda. Dengan penggunaan tag khusus, Twitter bisa berfungsi lebih dari sekedar bincang-bincang santai antar teman. Akibatnya pengadopsi awal masih saja lengket dengan Twitter, meskipun Facebook boleh dibilang punya fitur baru yang mirip.</p>
<p><strong>Perpindahan Pengguna?</strong></p>
<p>Nah, setelah serangkaian pembaharuan oleh Facebook, apakah akan menyebabkan perpindahan pengguna dari Twitter ke Facebook? Untuk sementara memang tidak terlihat, karena inti layanan yang berbeda fungsinya.</p>
<p>Namun <strong>Facebook dengan fitur <em>publisher</em> yang baru tentunya juga akan menghambat pengguna baru untuk mengadopsi Twitter</strong>. Alasannya pasti karena fungsinya yang mirip. Mengapa harus pindah? Betul ga?</p>
<p><strong>Apa pendapatmu? Apakah akan ada exodus dari Twitter ke Facebook? Atau sebaliknya? Atau ada dampak lainnya yang kelewatan?</strong></p>


<p>Artikel Terkait:<ol><li><a href='http://www.navinot.com/2009/03/24/facebook-berusaha-menjadi-twitter/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Facebook Berusaha Menjadi Twitter?'>Facebook Berusaha Menjadi Twitter?</a> <small>Facebook mengubah tatanan halaman utamanya untuk lebih bersahabat dengan microblogging...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2009/03/19/facebook-bila-bisnis-bertingkah-personal/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Facebook: Bila Bisnis Bertingkah Personal'>Facebook: Bila Bisnis Bertingkah Personal</a> <small>Tidak semua pelaku bisnis mengerti social media, sehingga main pukul...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2009/02/12/apakah-facebook-akan-melaju-terus/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Apakah Facebook Akan Melaju Terus?'>Apakah Facebook Akan Melaju Terus?</a> <small>Facebook tumbuh dengan pesat dan cepat lewat serangkaian inovasi. Dengan...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2008/11/08/nwmc-facebook-developer-platform/' rel='bookmark' title='Permanent Link: NWMC: Facebook Developer Platform'>NWMC: Facebook Developer Platform</a> <small>Facebook dengan developer platformnya merupakan trik pemasaran jitu yang menambah...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2009/03/03/facebook-connect-menjadi-identitas-maya/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Facebook Connect Menjadi Identitas Maya?'>Facebook Connect Menjadi Identitas Maya?</a> <small>Implementasi Facebook Connect di situs external memudahkan pengguna untuk berinteraksi....</small></li></ol></p><div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=6NUgfBEtTtM:gsaYdH1NY1Q:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=6NUgfBEtTtM:gsaYdH1NY1Q:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=6NUgfBEtTtM:gsaYdH1NY1Q:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=6NUgfBEtTtM:gsaYdH1NY1Q:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=6NUgfBEtTtM:gsaYdH1NY1Q:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Navinot/~4/6NUgfBEtTtM" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.navinot.com/2009/07/07/dampak-twitterfikasi-oleh-facebook/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2009/07/twitterfication-150x150.jpg" />
		<media:content url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2009/07/twitterfication.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">twitterfication</media:title>
			<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2009/07/twitterfication-150x150.jpg" />
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://www.navinot.com/2009/07/07/dampak-twitterfikasi-oleh-facebook/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Ivan on Bloggingly</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Navinot/~3/FhFtVSt4wdk/</link>
		<comments>http://www.navinot.com/2009/07/06/ivan-on-blogginly/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Jul 2009 13:42:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ivan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Short Notes]]></category>

		<category><![CDATA[Bloggingly]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=2175</guid>
		<description><![CDATA[Ivan yang diwawancarai oleh Fikri @ Blogginly


Tidak ada artikel terkait.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Baru saja ditodong wawancara oleh si Fikri @ <a href="http://www.bloggingly.com" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.bloggingly.com?referer=');">Bloggingly</a>. Satu jam lewat MSN membahas tetang saya pribadi, blogging dan internet. Bagi yang berminat membaca, silahkan mampir ke Bloggingly.</p>
<p>Untuk wawancara lengkapnya, silahkan ke <a href="http://bloggingly.com/1-jam-chatting-dengan-ivan-sielegar-dari-navinot-com/" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/bloggingly.com/1-jam-chatting-dengan-ivan-sielegar-dari-navinot-com/?referer=');">sini</a>.</p>


<p>Tidak ada artikel terkait.</p><div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=FhFtVSt4wdk:bA3Q9YVtXNM:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=FhFtVSt4wdk:bA3Q9YVtXNM:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=FhFtVSt4wdk:bA3Q9YVtXNM:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=FhFtVSt4wdk:bA3Q9YVtXNM:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=FhFtVSt4wdk:bA3Q9YVtXNM:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Navinot/~4/FhFtVSt4wdk" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.navinot.com/2009/07/06/ivan-on-blogginly/feed/</wfw:commentRss>
	
	<feedburner:origLink>http://www.navinot.com/2009/07/06/ivan-on-blogginly/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>How Much Money To Burn?</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Navinot/~3/No-NGjfMc6I/</link>
		<comments>http://www.navinot.com/2009/07/06/how-much-money-to-burn/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Jul 2009 02:26:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Toni</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Stories]]></category>

		<category><![CDATA[startup]]></category>

		<category><![CDATA[venture capital]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=2170</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu isu besar dalam memulai startup adalah permodalan. Dan isu selanjutnya setelah mendapatkan permodalan adalah seberapa besar jumlah uang yang harus kita belanjakan sebelum bisa menghitung profit. Startup, jika kita mulai dari ukuran yang besar sudah pasti meminta uang untuk dibakar pada masa awal perjalanannya. Beda dengan mendirikan usaha kecil yang perputaran uangnya mungkin cukup dalam hitungan satu hari. So, seberapa besar sih uang yang harus kita bakar? Seberapa masuk akal batasan yang harus kita pegang dalam hal ini?


Artikel Terkait:<ol><li><a href='http://www.navinot.com/2009/07/03/tes-tiga-puluh-detik/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tes Tiga Puluh Detik'>Tes Tiga Puluh Detik</a> <small>Kali ini kita kembali ke ide startup. Bagaimana kita mengukur...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2009/04/03/a-lesson-from-revvercom/' rel='bookmark' title='Permanent Link: A Lesson From Revver.com'>A Lesson From Revver.com</a> <small>Bincang makan malam dengan ex-CEO Revver.com, Steven Starr. Bagi-bagi pengalaman...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2009/06/24/siapkah-kamu-saat-investor-datang/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Siapkah Kamu Saat Investor Datang?'>Siapkah Kamu Saat Investor Datang?</a> <small>Seringkali kita berada pada kondisi berapi-api dengan sejuta ide cemerlang...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2009/04/04/asyik-koprol-dengan-satya-witoelar/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Asyik Koprol Dengan Satya Witoelar'>Asyik Koprol Dengan Satya Witoelar</a> <small>Layanan jejaring sosial berbasis lokasi ini mengharapkan iklan lokal sebagai...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2009/03/02/ekosistem-startup-lokal/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Ekosistem Startup Lokal'>Ekosistem Startup Lokal</a> <small>Ekosistem bisa berjalan karena komponennya saling berinteraksi. Bagaimana dengan komponen...</small></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://www.flickr.com/photos/califrayray/403914315/" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.flickr.com/photos/califrayray/403914315/?referer=');"><img class="aligncenter size-full wp-image-2171" title="Money to Burn" src="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2009/07/403914315_d02cc5a676.jpg" alt="Money to Burn" width="450" height="299" /></a></p>
<p><em>I&#8217;m really not wearing the appropriate shoes to tell you ho much? But hell, I&#8217;m on an impatient shoes to figure out how much.</em></p>
<p>Salah satu isu besar dalam memulai startup adalah permodalan. Dan isu selanjutnya setelah mendapatkan permodalan adalah seberapa besar jumlah uang yang harus kita belanjakan sebelum bisa menghitung profit. Startup, jika kita mulai dari ukuran yang besar sudah pasti meminta uang untuk dibakar pada masa awal perjalanannya. Beda dengan mendirikan usaha kecil yang perputaran uangnya mungkin cukup dalam hitungan satu hari. So, seberapa besar sih uang yang harus kita bakar? Seberapa masuk akal batasan yang harus kita pegang dalam hal ini?</p>
<blockquote><p>“I think almost all CEOs in tech (me included) like gadgets. When you combine optimism and a pile of cash, it&#8217;s all too easy to get carried away buying shiny new things you don&#8217;t need. Same goes for hiring people you don&#8217;t use effectively, renting too much space, buying aeron chairs etc etc etc.” - <a href="http://www.sethlevine.com/blog/archives/2007/07/youre-burning-t.php" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.sethlevine.com/blog/archives/2007/07/youre-burning-t.php?referer=');">fewquid</a></p></blockquote>
<p>Penyakit yang menghinggapi orang yang memegang uang adalah semua hal jadi tampak bisa diselesaikan dengan uang. Tiba-tiba kita percaya bahwa cara mendatangkan pengunjung adalah dengan memasang iklan di Detik atau di slot primetime televisi. Padahal mungkin menyelenggarakan acara kopdar di <a href="http://wetiga.com" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/wetiga.com?referer=');">wetiga</a> sudah bisa memenuhi target yang diinginkan. Atau mungkin tidak perlu sama sekali memasang iklan karena memang belum saatnya. Apakah situs kita sudah siap memikat pengunjung baru. Apakah iklan bisa efektif?</p>
<blockquote><p>“Unfortunately, unless you have unlimited funds, spending too much money early means that you may not be around if your market takes longer than expected to emerge (it will), your technology doesn&#8217;t work the way you thought it would (it won&#8217;t), your sales cycles turn out to be longer than planned (they will be) and your funding harder to come by than you anticipated (&#8217;nuff said).” - <a href="http://www.sethlevine.com/blog/archives/2007/07/youre-burning-t.php" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.sethlevine.com/blog/archives/2007/07/youre-burning-t.php?referer=');">Seth Levine</a></p></blockquote>
<p>Membakar uang memang tak bisa dihindari. Hanya saja, membakar uang terlalu cepat tentu akan mempengaruhi jalan startup di masa datang. Anda tentunya percaya bahwa modal bukan hal yang mudah didapatkan. Sementara itu kondisi usaha selalu berubah setiap saat. Rencana mendapatkan profit setelah setahun membakar uang mungkin jadi tertunda karena tiba-tiba muncul resesi. Bukannya profit yang diterima, malah pos biaya yang justru membengkak.</p>
<p><a href="http://www.thefreelibrary.com/It%27s+not+the+cash+you+burn,+it%27s+how+you+prepare+to+burn+it.-a0190697075" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.thefreelibrary.com/It_27s+not+the+cash+you+burn_+it_27s+how+you+prepare+to+burn+it.-a0190697075?referer=');">Sepertinya tidak ada formula pasti untuk menentukan seberapa pantas jumlah uang yang bisa dibakar</a>. <em>Before I go on, you can totally disagree on this</em>. Kebutuhan dan kondisi tiap-tiap startup pasti berbeda. Termasuk juga strategi yang dipersiapkan dalam mendatangkan profit. Termasuk juga pengalaman dan pengetahuan founder dalam menghadapi tantangan sepanjang jalan. Pun kita sudah bisa menghitung kebutuhan dan pos belanja sejak dini, tidak menutup kemungkinan founder terperosok atau salah ambil jalan. Yang bisa dimainkan adalah <em>how do you want to burn your capital</em>.</p>
<p>Anda pasti tidak puas karena tidak bisa menemukan kunci jawaban pertanyaan dalam judul artikel ini. <em>Trust me, even if I have the answer, it won&#8217;t suit your situation</em>. Saya rasa jawabannya harus kita temukan sendiri, sambil berlatih mengambil keputusan dan menangani resiko.</p>
<p>Ada yang sudah melewati fase ini dan mau berbagi pengalaman? Sambil menunggu yang mau komentar, mari kita baca sama-sama artikel: <a href="http://online.wsj.com/article/SB116909050522179843.html" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/online.wsj.com/article/SB116909050522179843.html?referer=');">“Tech Start-Ups Have Money to Burn, But Choose Thrift&#8221;</a></p>


<p>Artikel Terkait:<ol><li><a href='http://www.navinot.com/2009/07/03/tes-tiga-puluh-detik/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tes Tiga Puluh Detik'>Tes Tiga Puluh Detik</a> <small>Kali ini kita kembali ke ide startup. Bagaimana kita mengukur...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2009/04/03/a-lesson-from-revvercom/' rel='bookmark' title='Permanent Link: A Lesson From Revver.com'>A Lesson From Revver.com</a> <small>Bincang makan malam dengan ex-CEO Revver.com, Steven Starr. Bagi-bagi pengalaman...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2009/06/24/siapkah-kamu-saat-investor-datang/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Siapkah Kamu Saat Investor Datang?'>Siapkah Kamu Saat Investor Datang?</a> <small>Seringkali kita berada pada kondisi berapi-api dengan sejuta ide cemerlang...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2009/04/04/asyik-koprol-dengan-satya-witoelar/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Asyik Koprol Dengan Satya Witoelar'>Asyik Koprol Dengan Satya Witoelar</a> <small>Layanan jejaring sosial berbasis lokasi ini mengharapkan iklan lokal sebagai...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2009/03/02/ekosistem-startup-lokal/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Ekosistem Startup Lokal'>Ekosistem Startup Lokal</a> <small>Ekosistem bisa berjalan karena komponennya saling berinteraksi. Bagaimana dengan komponen...</small></li></ol></p><div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=No-NGjfMc6I:VWbVBsg5sms:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=No-NGjfMc6I:VWbVBsg5sms:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=No-NGjfMc6I:VWbVBsg5sms:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=No-NGjfMc6I:VWbVBsg5sms:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=No-NGjfMc6I:VWbVBsg5sms:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Navinot/~4/No-NGjfMc6I" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.navinot.com/2009/07/06/how-much-money-to-burn/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2009/07/403914315_d02cc5a676-150x150.jpg" />
		<media:content url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2009/07/403914315_d02cc5a676.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Money to Burn</media:title>
			<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2009/07/403914315_d02cc5a676-150x150.jpg" />
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://www.navinot.com/2009/07/06/how-much-money-to-burn/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Tes Tiga Puluh Detik</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Navinot/~3/40a7kyONpVw/</link>
		<comments>http://www.navinot.com/2009/07/03/tes-tiga-puluh-detik/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Jul 2009 03:08:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Toni</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Stories]]></category>

		<category><![CDATA[ReadWriteStart]]></category>

		<category><![CDATA[startup]]></category>

		<category><![CDATA[Strategy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=2166</guid>
		<description><![CDATA[Kali ini kita kembali ke ide startup. Bagaimana kita mengukur tingkat keberhasilan ide tersebut, selain lewat komitmen dan "make something people want". Ini adalah tes tiga puluh detik!


Artikel Terkait:<ol><li><a href='http://www.navinot.com/2009/07/06/how-much-money-to-burn/' rel='bookmark' title='Permanent Link: How Much Money To Burn?'>How Much Money To Burn?</a> <small>Salah satu isu besar dalam memulai startup adalah permodalan. Dan...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2008/12/03/strategi-monetisasi-yang-mana-lagi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Strategi monetisasi yang mana lagi?'>Strategi monetisasi yang mana lagi?</a> <small>Pownce segera ditutup, bukan berita baru. Bahkan minggu yang lalu...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2009/07/09/e-paper-digitalisasi-media-cetak/' rel='bookmark' title='Permanent Link: E-Paper: Digitalisasi Media Cetak'>E-Paper: Digitalisasi Media Cetak</a> <small>E-paper tak akan jadi bahasan seru jika bukan karena pilihan...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2009/04/14/kebutuhan-vs-keinginan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kebutuhan vs. Keinginan'>Kebutuhan vs. Keinginan</a> <small>Produk atau layanan yang memenuhi kebutuhan mendasar cenderung mempunyai tingkat...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2009/02/12/apakah-facebook-akan-melaju-terus/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Apakah Facebook Akan Melaju Terus?'>Apakah Facebook Akan Melaju Terus?</a> <small>Facebook tumbuh dengan pesat dan cepat lewat serangkaian inovasi. Dengan...</small></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://www.flickr.com/photos/soldiersmediacenter/3268871079/" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.flickr.com/photos/soldiersmediacenter/3268871079/?referer=');"><img class="aligncenter size-full wp-image-2167" title="Test" src="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2009/07/3268871079_78a5daf2f9.jpg" alt="Test" width="450" height="300" /></a></p>
<p>Beberapa waktu lalu kita pernah ngobrol tentang bagaimana persepsi Paul Graham tentang startup. Kemudian kita juga membahas bagaimana cara menvalidasi ide startup. Keduanya memiliki persamaan dalam hal besarnya pengaruh komitmen sebagai faktor penentu keberhasilan. Bahkan Seth Godin dalam Tribes juga menyinggung pentingnya komitmen dalam rangka memulai Tribes.</p>
<p>Kali ini kita kembali ke ide startup. Bagaimana kita mengukur tingkat keberhasilan ide tersebut, selain lewat komitmen dan &#8220;make something people want&#8221;. Ini adalah tes tiga puluh detik!</p>
<p><strong>Dalam 30 detik,</strong> apakah pengguna kira-kira sudah dapat mengetahui manfaat layanan Anda? Idea Anda harus memperhitungkan bagaimana cara memberitahukan manfaat penawaran Anda dalam waktu sesingkat mungkin, Ada banyak sekali layanan lain yang menunggu dicoba oleh pengguna. Jika dalam 30 detik layanan tersebut belum terlihat manfaatnya, pengguna tak akan mau repot-repot mencari tahu. Kecuali Anda punya relasi khusus dengan pembaut aplikasi. Mungkin Anda akan spend ekstra waktu untuk mencari tahu apa yang sebenanrya ditawarkan.</p>
<p><strong>Dalam 3 menit,</strong> Apakah pengguna masih memakai layanan Anda? Apakah mereka tidak mengeluh karena manfaat yang ditawarkan dihalang-halangi oleh proses-proses tak penting? Atau UI yang menyebalkan? Apakah pengguna justru menemukan manfaat lebih dari apa ayng sebenarnya ditawarkan? Di sini pengguna akan memutuskan, apakah dia akan <em>invest</em> lebih banyak waktu bagi aplikasi Anda.</p>
<p><strong>Setelah 3 hari,</strong> apakah pengguna mau kembali ke situs Anda? Benarkah pengguna merasakan manfaat layanan Anda dan bukan euforia kesenangan atas hal baru?</p>
<p>Sebenarnya masih ada 3 zona aman lagi, yakni 3 minggu, 3 bulan dan 3 tahun. Tak perlu mensakralkan angka tiga, namun memang ada fase-fase yang harus dilewati oleh suatu layanan. Intervalnya bergeser dari waktu singkat ke jangka waktu yang lebih panjang. Dalam ide Anda, hal ini tentunya harus terpikirkan.</p>
<p>Mari kita baca dan resapi bersama-sama artikel lengkapnya di <a href="http://www.readwriteweb.com/readwritestart/2009/06/build-an-insanely-great-web-sebuild-an-insanely-great-web-service.php" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.readwriteweb.com/readwritestart/2009/06/build-an-insanely-great-web-sebuild-an-insanely-great-web-service.php?referer=');">ReadWriteStart</a>. Ada bagian menarik di akhir artikel tersebut tentang 4 jenis layanan/website dan karakteristiknya.</p>
<p>PS:</p>
<p>Dengan tes semacam ini, sepertinya kita akan lebih punya kontrol diri tentang bagaimana ide harus kita lengkapi sebelum dieksekusi. Dan bagaimana strategi deployment startup bisa disusun. Anda punya tes-tes serupa?</p>


<p>Artikel Terkait:<ol><li><a href='http://www.navinot.com/2009/07/06/how-much-money-to-burn/' rel='bookmark' title='Permanent Link: How Much Money To Burn?'>How Much Money To Burn?</a> <small>Salah satu isu besar dalam memulai startup adalah permodalan. Dan...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2008/12/03/strategi-monetisasi-yang-mana-lagi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Strategi monetisasi yang mana lagi?'>Strategi monetisasi yang mana lagi?</a> <small>Pownce segera ditutup, bukan berita baru. Bahkan minggu yang lalu...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2009/07/09/e-paper-digitalisasi-media-cetak/' rel='bookmark' title='Permanent Link: E-Paper: Digitalisasi Media Cetak'>E-Paper: Digitalisasi Media Cetak</a> <small>E-paper tak akan jadi bahasan seru jika bukan karena pilihan...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2009/04/14/kebutuhan-vs-keinginan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kebutuhan vs. Keinginan'>Kebutuhan vs. Keinginan</a> <small>Produk atau layanan yang memenuhi kebutuhan mendasar cenderung mempunyai tingkat...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2009/02/12/apakah-facebook-akan-melaju-terus/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Apakah Facebook Akan Melaju Terus?'>Apakah Facebook Akan Melaju Terus?</a> <small>Facebook tumbuh dengan pesat dan cepat lewat serangkaian inovasi. Dengan...</small></li></ol></p><div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=40a7kyONpVw:V85I_z2_-D4:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=40a7kyONpVw:V85I_z2_-D4:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=40a7kyONpVw:V85I_z2_-D4:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=40a7kyONpVw:V85I_z2_-D4:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=40a7kyONpVw:V85I_z2_-D4:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Navinot/~4/40a7kyONpVw" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.navinot.com/2009/07/03/tes-tiga-puluh-detik/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2009/07/3268871079_78a5daf2f9-150x150.jpg" />
		<media:content url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2009/07/3268871079_78a5daf2f9.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Test</media:title>
			<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2009/07/3268871079_78a5daf2f9-150x150.jpg" />
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://www.navinot.com/2009/07/03/tes-tiga-puluh-detik/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Dimengerti! Bukan Hanya Ditiru!</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Navinot/~3/awQJKB2H8qM/</link>
		<comments>http://www.navinot.com/2009/07/02/dimengerti-bukan-hanya-ditiru/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Jul 2009 02:46:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ivan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Stories]]></category>

		<category><![CDATA[Design]]></category>

		<category><![CDATA[Web Design]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=2162</guid>
		<description><![CDATA[Banyak praktisi industri kreatif Indonesia yang cenderung untuk meniru produk yang telah sukses, tanpa mengerti arti dan asalan dari bentuk tersebut. Hasilnya adalah produk yang setengah jadi dan malah menurun, baik di sisi kualitas atau seni.


Artikel Terkait:<ol><li><a href='http://www.navinot.com/2009/03/27/web-design-bahasan-tentang-white-space/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Web Design: Bahasan Tentang White Space'>Web Design: Bahasan Tentang White Space</a> <small>White space, atau ruang di antara elemen dalam suatu desain...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2009/06/23/ongkos-desain-yang-tidak-diakui/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Ongkos Desain Yang Tidak Diakui'>Ongkos Desain Yang Tidak Diakui</a> <small>Desainer Indonesia masih belum mampu membuktikan layanannya bukan sekedar tampil...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2009/01/24/10-tip-desain-kenyamanan-blog/' rel='bookmark' title='Permanent Link: 10 Tip Desain &#038; Kenyamanan Blog'>10 Tip Desain &#038; Kenyamanan Blog</a> <small>Beberapa tip untuk meningkatkan kenyamanan blog, sehingga pembaca lebih betah...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2009/04/23/optimasi-situs-toko-online/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Optimasi Situs Toko Online'>Optimasi Situs Toko Online</a> <small>Bagaimana cara menata toko online dengan baik? Mulai dari tatanan...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2009/01/13/design-usability-kendala-manfaatnya/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Design &#038; Usability: Kendala &#038; Manfaatnya'>Design &#038; Usability: Kendala &#038; Manfaatnya</a> <small>Banyak orang mengabaikan faktor yang satu ini. Berikut adalah beberapa...</small></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-2163" title="ceposibyhuelsta" src="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2009/07/ceposibyhuelsta.jpg" alt="ceposibyhuelsta" width="450" height="200" /></p>
<p>Setelah kurang lebih berusaha menancapkan kaki di bumi Indonesia, saya masih saja canggung terhadap beberapa hal. Satu yang paling menonjol adalah industri yang mengandalkan kreatifitas dan seni, seperti yang melibatkan proses rancang, desain, dan barang-barang yang modelnya membawa peranan penting. Termasuk juga pembuatan web di ranah maya.<span id="more-2162"></span></p>
<p><strong>Jiplak itu Wajar</strong></p>
<p>Menjiplak, meniru atau mencontoh adalah hal yang sudah sangat wajar di Indonesia. Bahkan <a href="http://dailysocial.net/post/sbypresidenkucom-diluncurkan-hari-ini/" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/dailysocial.net/post/sbypresidenkucom-diluncurkan-hari-ini/?referer=');">Presiden SBY juga &#8216;terinspirasi&#8217; oleh situs kampanye Obama</a>. Maklum saja karena hukum tentang hak cipta yang masih belum jelas, serta aparat yang tidak pernah tegas, jiplak itu sangat wajar, sewajar pengendara motor dan angkot melanggar lampu merah.</p>
<p><strong>Form &amp; Function</strong></p>
<p>Sebagai desainer biasanya suatu karya dimulai dari fungsinya, yang kemudian dipercantik sedemikian rupa dengan unsur seni. Lain dengan seniman yang cenderung mengabaikan fungsi, dan hanya ingin tampil menawan lewat eksperimen karya seni mereka.</p>
<p>Karena tidak mengerti alasannya, maka karya yang dihasilkan jadi mengambang. Dalam arti, bentuk yang ditawarkan ada kemiripan dari aslinya, meskipun fungsi yang diperlukan sangat bertolak belakang. Hasilnya adalah karya yang hanya mengikuti model tanpa memenuhi fungsi yang dibutuhkan, dan juga dirombak sesuai selera klien. Malah tidak karu-karuan!</p>
<p><strong>Istilah Yang Salah Kaprah</strong></p>
<p>Bila anda seorang yang terjun di pasaran, alias aktif mencari orderan, sudah sepantasnya anda mengerti istilah-istilah umum yang sering dipakai di pasaran. Seperti istilah <em>&#8216;web 2.0&#8242;</em> buat <em>web designer</em>, atau &#8216;minimalis&#8217; buat <em>interior designer</em>. Dalam prakteknya, istilah ini begitu sering dipakai, termasuk oleh orang yang tidak mengerti benar, sehingga pasar sendiri lupa akan arti yang sebenarnya. Jadinya semua perabot yang ditawarkan dengan istilah minimalis, banyak yang terkesan minimal, pas-pasan, atau bahkan murahan.</p>
<p><strong>Ongkos Yang Minimal</strong></p>
<p>Apapun profesi anda, pasti ada uang dibalik semua itu. Tentu saja uang bisa jadi motivasi tersendiri. Seperti yang pernah dibahas sebelumnya, <a href="http://www.navinot.com/2009/06/23/ongkos-desain-yang-tidak-diakui/" target="_blank">ongkos desain di Indonesia masih belum benar-benar diakui</a>, sehingga susah untuk menarik ongkos jasa khusus desain. Hasilnya motivasi juga berkurang, karena harus bagi hasil dengan unit produksi.</p>
<p>Oleh karena itu, berusahalah untuk <strong>mengerti</strong> kenapa satu produk bisa berhasil dan gagal, tidak <strong>hanya meniru</strong> karena tampilannya bagus. Yang lebih penting adalah menghasilkan karya baru yang original, sesuai dengan syarat fungsi yang dibutuhkan. <em>Not just looking good!</em></p>


<p>Artikel Terkait:<ol><li><a href='http://www.navinot.com/2009/03/27/web-design-bahasan-tentang-white-space/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Web Design: Bahasan Tentang White Space'>Web Design: Bahasan Tentang White Space</a> <small>White space, atau ruang di antara elemen dalam suatu desain...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2009/06/23/ongkos-desain-yang-tidak-diakui/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Ongkos Desain Yang Tidak Diakui'>Ongkos Desain Yang Tidak Diakui</a> <small>Desainer Indonesia masih belum mampu membuktikan layanannya bukan sekedar tampil...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2009/01/24/10-tip-desain-kenyamanan-blog/' rel='bookmark' title='Permanent Link: 10 Tip Desain &#038; Kenyamanan Blog'>10 Tip Desain &#038; Kenyamanan Blog</a> <small>Beberapa tip untuk meningkatkan kenyamanan blog, sehingga pembaca lebih betah...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2009/04/23/optimasi-situs-toko-online/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Optimasi Situs Toko Online'>Optimasi Situs Toko Online</a> <small>Bagaimana cara menata toko online dengan baik? Mulai dari tatanan...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2009/01/13/design-usability-kendala-manfaatnya/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Design &#038; Usability: Kendala &#038; Manfaatnya'>Design &#038; Usability: Kendala &#038; Manfaatnya</a> <small>Banyak orang mengabaikan faktor yang satu ini. Berikut adalah beberapa...</small></li></ol></p><div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=awQJKB2H8qM:TtQyTvaK5iE:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=awQJKB2H8qM:TtQyTvaK5iE:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=awQJKB2H8qM:TtQyTvaK5iE:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=awQJKB2H8qM:TtQyTvaK5iE:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=awQJKB2H8qM:TtQyTvaK5iE:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Navinot/~4/awQJKB2H8qM" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.navinot.com/2009/07/02/dimengerti-bukan-hanya-ditiru/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2009/07/ceposibyhuelsta-150x150.jpg" />
		<media:content url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2009/07/ceposibyhuelsta.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ceposibyhuelsta</media:title>
			<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2009/07/ceposibyhuelsta-150x150.jpg" />
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://www.navinot.com/2009/07/02/dimengerti-bukan-hanya-ditiru/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Pemenang Kontes Minggu 8</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Navinot/~3/_JbkC0tLrgc/</link>
		<comments>http://www.navinot.com/2009/07/01/pemenang-kontes-minggu-8/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Jul 2009 13:00:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Toni</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Backstage]]></category>

		<category><![CDATA[Kontes Info]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=2155</guid>
		<description><![CDATA[
Akhirnya Kontes Berpikir Kritis 2009 telah berakhir. Tak terasa 8 minggu telah terlewati dengan berbagai macam tulisan dan komentar. Yang tersisa hanyalah tanggung jawab panitia untuk mengirimkan kaos hadiah dengan segera.  Serta menelusuri kembali artikel yang masuk dan melakukan penilaian, untuk memilih satu orang yang super beruntung mendapatkan hadiah utama, yaitu Hewlett-Packard Mini Note [...]


Artikel Terkait:<ol><li><a href='http://www.navinot.com/2009/05/16/pemenang-kontes-minggu-ketiga/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pemenang Kontes Minggu Ketiga'>Pemenang Kontes Minggu Ketiga</a> <small>Pengumuman pemenang kaos minggu ketiga. Serta berita terbaru tentang kaos...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2009/06/15/pemenang-kontes-minggu-ke-6-7/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pemenang Kontes Minggu ke 6 &#038; 7'>Pemenang Kontes Minggu ke 6 &#038; 7</a> <small>Tanpa sadar, kontes NavinoT sudah hampir berakhir. Berikut adalah daftar...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2009/05/24/pemenang-kontes-minggu-ke-empat/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pemenang Kontes Minggu ke Empat'>Pemenang Kontes Minggu ke Empat</a> <small> Langsung saja, kita lihat siapa saja yang berhak atas...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2009/06/01/pemenang-kontes-minggu-5/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pemenang Kontes Minggu 5'>Pemenang Kontes Minggu 5</a> <small> Sudah minggu ke lima rupanya. Phew. Siapa saja yang...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2009/05/10/pemenang-kaos-minggu-ke-dua/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pemenang Kaos Minggu ke Dua'>Pemenang Kaos Minggu ke Dua</a> <small>Huzzah! Kita sudah hampir masuk minggu ke empat dalam Kontes...</small></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter" src="/wordpress/wp-content/uploads/2009/05/tshirtbanner1.jpg" alt="" width="450" height="200" /></p>
<p>Akhirnya Kontes Berpikir Kritis 2009 telah berakhir. Tak terasa 8 minggu telah terlewati dengan berbagai macam tulisan dan komentar. Yang tersisa hanyalah tanggung jawab panitia untuk mengirimkan kaos hadiah dengan segera. <img src='http://www.navinot.com/wordpress/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> Serta menelusuri kembali artikel yang masuk dan melakukan penilaian, untuk memilih satu orang yang super beruntung mendapatkan hadiah utama, yaitu Hewlett-Packard Mini Note 1001.</p>
<p>Tak perlu ditunda lagi, berikut ini adalah pemenang komentar mingguan periode minggu ke 8.</p>
<ul>
<li>Era Yustika, <a href="http://www.navinot.com/2009/06/15/revisiting-semantic-web/" target="_blank">Revisiting Semantic Web</a></li>
<li>Araditiya, <a href="http://www.navinot.com/2009/06/16/memperkenalkan-budaya-kuliner-indonesia/" target="_blank">Memperkenalkan Budaya Kuliner Indonesia</a></li>
<li>kamal, <a href="http://www.navinot.com/2009/06/17/not-again-is-blog-really-dying/" target="_blank">Not Again: Is Blog Really Dying</a></li>
<li>TR, <a href="http://www.navinot.com/2009/06/18/customer-service-mengurangi-waktu-tunggu/" target="_blank">Customer Service: Mengurangi Waktu Tunggu</a></li>
<li>hardina, <a href="http://www.navinot.com/2009/06/19/starting-up-paul-graham-way/" target="_blank">Starting Up, Paul Graham Way</a></li>
</ul>
<p>Selamat bagi para pemenang mingguan!</p>
<p>Kita akan segera terbitkan daftar tulisan yang sudah masuk supaya peserta bisa mengkonfirmasi apakah tulisannya sudah tercakup atau belum.</p>
<p>Pemenang minggu-minggu sebelumnya bisa dilihat di <a href="http://www.navinot.com/tag/kontes-info/" target="_blank">sini</a>. Yang belum setor alamat, kami tunggu di inbox NavinoT <img src='http://www.navinot.com/wordpress/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>


<p>Artikel Terkait:<ol><li><a href='http://www.navinot.com/2009/05/16/pemenang-kontes-minggu-ketiga/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pemenang Kontes Minggu Ketiga'>Pemenang Kontes Minggu Ketiga</a> <small>Pengumuman pemenang kaos minggu ketiga. Serta berita terbaru tentang kaos...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2009/06/15/pemenang-kontes-minggu-ke-6-7/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pemenang Kontes Minggu ke 6 &#038; 7'>Pemenang Kontes Minggu ke 6 &#038; 7</a> <small>Tanpa sadar, kontes NavinoT sudah hampir berakhir. Berikut adalah daftar...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2009/05/24/pemenang-kontes-minggu-ke-empat/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pemenang Kontes Minggu ke Empat'>Pemenang Kontes Minggu ke Empat</a> <small> Langsung saja, kita lihat siapa saja yang berhak atas...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2009/06/01/pemenang-kontes-minggu-5/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pemenang Kontes Minggu 5'>Pemenang Kontes Minggu 5</a> <small> Sudah minggu ke lima rupanya. Phew. Siapa saja yang...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2009/05/10/pemenang-kaos-minggu-ke-dua/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pemenang Kaos Minggu ke Dua'>Pemenang Kaos Minggu ke Dua</a> <small>Huzzah! Kita sudah hampir masuk minggu ke empat dalam Kontes...</small></li></ol></p><div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=_JbkC0tLrgc:9t91-AzbCLY:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=_JbkC0tLrgc:9t91-AzbCLY:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=_JbkC0tLrgc:9t91-AzbCLY:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=_JbkC0tLrgc:9t91-AzbCLY:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=_JbkC0tLrgc:9t91-AzbCLY:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Navinot/~4/_JbkC0tLrgc" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.navinot.com/2009/07/01/pemenang-kontes-minggu-8/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2009/05/tshirtbanner1.jpg" />
		<media:content url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2009/05/tshirtbanner1.jpg" medium="image" />
	<feedburner:origLink>http://www.navinot.com/2009/07/01/pemenang-kontes-minggu-8/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Banting Setir ala The Pirate Bay</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Navinot/~3/EUA6pCKytfk/</link>
		<comments>http://www.navinot.com/2009/07/01/banting-setir-ala-the-pirate-bay/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Jul 2009 02:33:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Toni</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Stories]]></category>

		<category><![CDATA[bittorrent]]></category>

		<category><![CDATA[digital industry]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=2149</guid>
		<description><![CDATA[Benarkah tidak ada ruang lain untuk industry entertainmen selain di pasar premium atau jual beli konten digital? 


Tidak ada artikel terkait.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;"><a href="http://www.flickr.com/photos/peasap/1409590802/" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.flickr.com/photos/peasap/1409590802/?referer=');"><img class="aligncenter size-full wp-image-2152" title="Aaarrh Me Hearties!" src="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2009/07/1409590802_27bfe61595.jpg" alt="Aaarrh Me Hearties!" width="450" height="300" /></a><br />
<a href="http://blogs.siliconvalley.com/gmsv/2009/06/pirate-bay-goes-straight-users-go-arrrgh.html" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/blogs.siliconvalley.com/gmsv/2009/06/pirate-bay-goes-straight-users-go-arrrgh.html?referer=');">ThePirateBay goes straight</a>! Benar-benar berita yang cukup mengagetkan. TPB yang selama ini menjadi surga bagi para penyuka konten gratis kini mungkin tidak akan menyediakan konten gratis lagi. Bagaimana bisa jika mereka harus mengkompensasi pemilik konten dengan ongkos yang mungkin terlalu besar jika dibebankan kepada member saja.</p>
<p>Global Gaming Factory GF (GGF) membeli TPB dengan harga 7,8 juta dolar dan akan mengkonversi TPB menjadi situs “putih” dan “lurus”. Seiring dengan pembelian TPB, GGF juga membeli <a href="http://www.peerialism.com/index.php/products" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.peerialism.com/index.php/products?referer=');">Peerialism</a> yang berspesialisasi di distribusi konten video dengan biaya yang lebih ekonomis.</p>
<p>Dibelinya TPB mungkin menjadi contho nyata <em>exit strategy</em> yang tidak pernah dibayangkan oleh founder-nya. Tiba-tiba saja TPB diseret ke pengadilan, dan mau tak mau tawaran akuisisi GGF menjadi penyelamat yang datang di waktu yang tepat.</p>
<p>TPB yang sebelumnya mungkin hidup dari iklan kini harus mengalami peubahan model bisnis. Konten berbayar sudah pasti masuk dalam daftar model bisnis. Kini tinggal kita saksikan saja, apakah TPB bakal punya twist lebih dari pemain media digital lainnya seperti Youtube, Boxee, Hulu, justin.tv dan lain-lain yang telah lebih dulu bermain di bidang tersebut.</p>
<p>TPB sebelumnya sukses karena semuanya tersedia dengan gratis. Kini filosofi ini akan diubah. Sudah pasti banyak pengguna yang protes. Mungkin 80% pengguna akan kabur sementara 20% sisanya akan tetap memakai dan rela membayar.</p>
<p>80% pengguna ini akan kembali menjadi konsumen tak terlayani akibat mantra model bisnis industri entertainment yang tak kunjung bertransformasi. Sudah bisa dipastikan, TPB yang lain akan muncul dan didukung kuat oleh 80% konsumen terabaikan ini.</p>
<p>Menurut Anda apakah industri hiburan saat ini sudah cukup fair dalam soal jual beli? Kenapa situs semacam TPB menjadi laris? Apakah karena channel distribusi yang kurang (kurang banyak, kurang mudah, dll) dari penyedia konten digital? Benarkah tidak ada ruang lain untuk industry entertainment selain di pasar premium atau jual beli konten digital?</p>
<p><em>The only constant thing in software development is the change itself</em>. Berlaku pula dalam dunia bisnis apalagi yang bersentuhan dengan internet. Peuahan bisa terjadi dengan cepat baik di sisi produsen maupun konsumen. Jika Anda menjadi TPB atau mengalami kasus seekstrim TPB, apa yang akan Anda lakukan? Bertahan atau langsung banting setir? Layani 20% dan abaikan 80%?</p>
<p>PS:</p>
<p>TPB tidak melakukan hosting konten namun hanya menjadi <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/BitTorrent_tracker" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/en.wikipedia.org/wiki/BitTorrent_tracker?referer=');">tracker BitTorrent</a>. Konten yang didownload pengguna ada di situsnya masing-masing dan di komputer pengguna yang berbagi konten.</p>


<p>Tidak ada artikel terkait.</p><div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=EUA6pCKytfk:zmecspmNgPU:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=EUA6pCKytfk:zmecspmNgPU:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=EUA6pCKytfk:zmecspmNgPU:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=EUA6pCKytfk:zmecspmNgPU:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=EUA6pCKytfk:zmecspmNgPU:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Navinot/~4/EUA6pCKytfk" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.navinot.com/2009/07/01/banting-setir-ala-the-pirate-bay/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2009/07/1409590802_27bfe61595-150x150.jpg" />
		<media:content url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2009/07/1409590802_27bfe61595.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Aaarrh Me Hearties!</media:title>
			<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2009/07/1409590802_27bfe61595-150x150.jpg" />
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://www.navinot.com/2009/07/01/banting-setir-ala-the-pirate-bay/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Customer Service Ideal</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Navinot/~3/ErVfjCRz4Ts/</link>
		<comments>http://www.navinot.com/2009/06/30/customer-service-ideal/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Jun 2009 07:21:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ivan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Stories]]></category>

		<category><![CDATA[Customer Service]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=2144</guid>
		<description><![CDATA[Customer service kini memegang peranan penting dalam kinerja perusahaan. Apa kiranya kriteria dari customer service yang ideal?


Artikel Terkait:<ol><li><a href='http://www.navinot.com/2009/06/18/customer-service-mengurangi-waktu-tunggu/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Customer Service: Mengurangi Waktu Tunggu'>Customer Service: Mengurangi Waktu Tunggu</a> <small>Salah satu masalah dalam customer service adalah lamanya waktu tunggu....</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2009/06/25/omzet-naik-dengan-senyum/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Omzet Naik Dengan Senyum'>Omzet Naik Dengan Senyum</a> <small>Senyum itu sepele, tapi masih aja yang menyepelekan hal yang...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2008/12/17/how-to-be-great-jangan-meniru-carrefour/' rel='bookmark' title='Permanent Link: How to Be Great: Jangan Meniru Carrefour'>How to Be Great: Jangan Meniru Carrefour</a> <small>Saat-saat pertama ke Carefour, Carefour tampak seperti "surga" yang membuat...</small></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-2146" title="csideal" src="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2009/06/csideal.jpg" alt="csideal" width="450" height="200" /></p>
<p>Sudah beberapa kali saya membahas tentang <a href="http://www.navinot.com/tag/customer-service/" target="_blank"><em>customer service</em></a> yang peranannya kini jadi semakin penting dalam suatu perusahaan. Sebagai sosok yang paling dekat dengan pelanggan, <em>customer service</em> diharapkan jadi super lengkap, termasuk senyum setiap saat tanpa mimik wajah marah karena ulah pelanggan.<span id="more-2144"></span></p>
<p>Dalam pelaksanaannya yang tidak mudah, harus ada kerjasama mutlak dari perusahaan dan <em>customer service</em> itu sendiri. Perusahaan memang berhak menyediakan perangkat, seragam, dan berbagai hal dasar lainnya. Namun sebagai individu yang berkecimpung dalam dunia <em>customer service</em>, apa yang kiranya menjadi tuntutan untuk menjadi <em>customer service</em> yang ideal?</p>
<p>Bukan hanya seragam atau tampilan yang rapi dan menawan yang diharapkan dari seorang<em> customer service</em>. Satu hal yang sering terlewatkan adalah customer service yang tidak mengerti produk atau layanannya sendiri. Karena dijaman informasi ini tidak heran bila sang pelanggan sudah tahu lebih banyak informasi. Contohnya saja perangkat selular yang dipakainya. Sehingga dalam kunjungannya sudah bisa menceritakan semua yang dihadapi, termasuk solusi apa yang diharapkan dari petugas <em>customer service</em>.</p>
<p>Dalam hal ini, sebagai seorang <em>customer service</em> diharapkan tanggap untuk mengerti masalah pelanggan, tanpa harus bertanya banyak dan tidak perlu. <em>Customer service</em> harus tahu pasti produk dan layanannnya, baik berbagai macam gangguan yang mungkin membuat pelanggan frustasi dengan masalah yang dihadapinya.</p>
<p><em>Customer service</em> harus bisa juga menjadi <em>advisor</em> yang bisa membantu pelanggan untuk mengambil keputusan. Hal ini umum di industri teknologi yang cepat berkembang dengan produk-produk baru. Kadang pelanggan atau calon pembeli yang bingung, produk atau layanan mana yang harus diambil.</p>
<p>Sikap pro aktif dari <em>customer service</em> juga merupakan nilai plus yang sangat dicari. Karena selain bertugas melayani, <em>customer service</em> juga berperan untuk meningkatkan penjualan. Kalau uang mengalir masuk, perusahaan pasti senang! <img src='http://www.navinot.com/wordpress/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Nah, apa yang kiranya perlu ditambahkan untuk kriteria <em>customer service </em>yang ideal?</p>


<p>Artikel Terkait:<ol><li><a href='http://www.navinot.com/2009/06/18/customer-service-mengurangi-waktu-tunggu/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Customer Service: Mengurangi Waktu Tunggu'>Customer Service: Mengurangi Waktu Tunggu</a> <small>Salah satu masalah dalam customer service adalah lamanya waktu tunggu....</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2009/06/25/omzet-naik-dengan-senyum/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Omzet Naik Dengan Senyum'>Omzet Naik Dengan Senyum</a> <small>Senyum itu sepele, tapi masih aja yang menyepelekan hal yang...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2008/12/17/how-to-be-great-jangan-meniru-carrefour/' rel='bookmark' title='Permanent Link: How to Be Great: Jangan Meniru Carrefour'>How to Be Great: Jangan Meniru Carrefour</a> <small>Saat-saat pertama ke Carefour, Carefour tampak seperti "surga" yang membuat...</small></li></ol></p><div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=ErVfjCRz4Ts:zMkX6G51tN8:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=ErVfjCRz4Ts:zMkX6G51tN8:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=ErVfjCRz4Ts:zMkX6G51tN8:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=ErVfjCRz4Ts:zMkX6G51tN8:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=ErVfjCRz4Ts:zMkX6G51tN8:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Navinot/~4/ErVfjCRz4Ts" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.navinot.com/2009/06/30/customer-service-ideal/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2009/06/csideal-150x150.jpg" />
		<media:content url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2009/06/csideal.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">csideal</media:title>
			<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2009/06/csideal-150x150.jpg" />
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://www.navinot.com/2009/06/30/customer-service-ideal/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Efisiensi, di mana batasnya?</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Navinot/~3/Mt1dDUO9B04/</link>
		<comments>http://www.navinot.com/2009/06/29/efisiensi-di-mana-batasnya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Jun 2009 02:30:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Toni</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Stories]]></category>

		<category><![CDATA[efficiency]]></category>

		<category><![CDATA[Strategy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=2134</guid>
		<description><![CDATA[
Tentunya Anda masih ingat tentang gerakan hemat energi beberapa waktu lalu. Sosialisasinya demikian gencar, terutama ditekankan pada institusi pemerintah yang akan menjadi role model bagi masyarakat. Eksekusinya pun bervariasi. Ada gedung pemerintahan yangmasih terang benderang di malam hari, dan ada juga yang sedikit ekstrim sampai jalanan di depan kantornya pun gelap gulita. Keadaan ini tentunya [...]


Artikel Terkait:<ol><li><a href='http://www.navinot.com/2008/12/03/strategi-monetisasi-yang-mana-lagi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Strategi monetisasi yang mana lagi?'>Strategi monetisasi yang mana lagi?</a> <small>Pownce segera ditutup, bukan berita baru. Bahkan minggu yang lalu...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2009/05/11/meninjau-kembali-strategi-lokal/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Meninjau Kembali Strategi Lokal'>Meninjau Kembali Strategi Lokal</a> <small>Seperti yang kita tahu bersama, pasar Indonesia ini tergantung pasar...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2009/07/03/tes-tiga-puluh-detik/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tes Tiga Puluh Detik'>Tes Tiga Puluh Detik</a> <small>Kali ini kita kembali ke ide startup. Bagaimana kita mengukur...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2009/02/03/3-langkah-alternatif-di-saat-krisis/' rel='bookmark' title='Permanent Link: 3 Langkah Alternatif di Saat Krisis'>3 Langkah Alternatif di Saat Krisis</a> <small>Di masa krisis yang serba susah membuat para pengusaha cenderung...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2009/02/19/kontes-sukses-bukan-karena-hadiah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kontes Sukses Bukan Karena Hadiah'>Kontes Sukses Bukan Karena Hadiah</a> <small>Kontes bukan hanya urusan hadiah yang menarik. Untuk suksesnya suatu...</small></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://www.flickr.com/photos/kacey/535944717/" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.flickr.com/photos/kacey/535944717/?referer=');"><img class="aligncenter size-full wp-image-2139" title="Cut That Out, Now!" src="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2009/06/535944717_a3930af231.jpg" alt="Cut That Out, Now!" width="450" height="300" /></a></p>
<p>Tentunya Anda masih ingat tentang gerakan hemat energi beberapa waktu lalu. Sosialisasinya demikian gencar, terutama ditekankan pada institusi pemerintah yang akan menjadi role model bagi masyarakat. Eksekusinya pun bervariasi. Ada gedung pemerintahan yangmasih terang benderang di malam hari, dan ada juga yang sedikit ekstrim sampai jalanan di depan kantornya pun gelap gulita. Keadaan ini tentunya tidak nyaman bagi pelintas jalan apalagi pejalan kaki karena memberikan rasa tidak aman (faktor tindak kejahatan).</p>
<p>Contoh lainnya. Jika Anda bepergian dengan transjakarta melalui trayek kampung melayu Ancol, maka Anda akan lebih banyak menjumpai Transjakarta dengan trayek PGC yang notabene tidak berhenti di Kampung Melayu. Dalam sekian puluh menit, hanya satu kendaraan saja yang bertrayek Kampung Melayu Ancol. Efeknya tentu saja terjadi penumpukan di halte Kampung Melayu. Setiap transjakarta yang lewat Kampung Melayu pun penuh sesak dengan penumpang. Tidak perlu ditanya seberapa bosan calon penumpang harus menunggu dan betapa tidak nyamannya berdesakan dalam Transjakarta.</p>
<p>Sebenarnya bagaimana sih kita harus menerapakan efisiensi? Efisiensi tentunya adalah sebuah program terencana. Ada faktor pemicu dan ada goal yang hendak dicapai.</p>
<h3>Know your numbers</h3>
<p>Apakah memang ada hal-hal yang tidak efisien? Apakah listrik menyala berlebihan. Apakah biaya untuk listrik melebihi anggaran? Apakah biaya pemakaian listrik tidak sebanding dengan output pemakaian? Solusi hal semacam ini tidak selalu harus dengan menghemat listrik. Bisa saja solusinya dipilih mengeefektifkan pemakaiannya yang lebih terkait dengan manajemen sumber daya manusia dan resource lain. Kecuali jika memang sedang ingin berhemat biaya. Angka-angka pemakaian dan seberapa besar ketidakefisienan yang terjadi harus diukur terlebih dahulu. Dari sinilah rencana efisiensi akan didasarkan.</p>
<h3>Know what to improve</h3>
<p>Setelah angka efisiensi didapat tentunya bisa dilihat dan diprioritaskan mana yang harus ditangani. Dan seberapa jauh efisiensi akan dilakukan. Apakah harus dengan mengurangi jumlah kendaraan secara ekstrim untuk trayek tertentu? Apakah termasuk memadamkan lampu penerangan jalan? Pertimbangannya tentu tidak terbatas pada menurunkan angka biaya operasi. Bisa saja operasional di-shutdown sama sekali. Tapi perlu dipikirkan juga efek samping dari upaya efisiensi ini. Bagaimana <a href="http://www.navinot.com/tag/customer-service/" target="_blank">kepuasan customer</a> bisa tetap dijaga? Bagaimana image &#8220;do no evil&#8221; bisa dipertahankan?</p>
<p>Sampai goal efisiensi bisa dicapai, proses yang akan dilalui adalah eksekusi program efisiensi dan benchmarking (pengukuran hasil). Untuk mencapai efisiensi tidak bisa diselesaikan dengan hit and run. Aktifitas efisiensi harus selalu dimonitor dan evaluasi untuk mencapai titik temu terbaik antara penurunan biaya operasional dan overall performance.</p>
<p>Bagaimana cara Anda dalam mengusahakan efisiensi?</p>


<p>Artikel Terkait:<ol><li><a href='http://www.navinot.com/2008/12/03/strategi-monetisasi-yang-mana-lagi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Strategi monetisasi yang mana lagi?'>Strategi monetisasi yang mana lagi?</a> <small>Pownce segera ditutup, bukan berita baru. Bahkan minggu yang lalu...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2009/05/11/meninjau-kembali-strategi-lokal/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Meninjau Kembali Strategi Lokal'>Meninjau Kembali Strategi Lokal</a> <small>Seperti yang kita tahu bersama, pasar Indonesia ini tergantung pasar...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2009/07/03/tes-tiga-puluh-detik/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tes Tiga Puluh Detik'>Tes Tiga Puluh Detik</a> <small>Kali ini kita kembali ke ide startup. Bagaimana kita mengukur...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2009/02/03/3-langkah-alternatif-di-saat-krisis/' rel='bookmark' title='Permanent Link: 3 Langkah Alternatif di Saat Krisis'>3 Langkah Alternatif di Saat Krisis</a> <small>Di masa krisis yang serba susah membuat para pengusaha cenderung...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2009/02/19/kontes-sukses-bukan-karena-hadiah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kontes Sukses Bukan Karena Hadiah'>Kontes Sukses Bukan Karena Hadiah</a> <small>Kontes bukan hanya urusan hadiah yang menarik. Untuk suksesnya suatu...</small></li></ol></p><div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=Mt1dDUO9B04:ZkjAvuKb58c:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=Mt1dDUO9B04:ZkjAvuKb58c:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=Mt1dDUO9B04:ZkjAvuKb58c:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=Mt1dDUO9B04:ZkjAvuKb58c:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=Mt1dDUO9B04:ZkjAvuKb58c:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Navinot/~4/Mt1dDUO9B04" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.navinot.com/2009/06/29/efisiensi-di-mana-batasnya/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2009/06/535944717_a3930af231-150x150.jpg" />
		<media:content url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2009/06/535944717_a3930af231.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Cut That Out, Now!</media:title>
			<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2009/06/535944717_a3930af231-150x150.jpg" />
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://www.navinot.com/2009/06/29/efisiensi-di-mana-batasnya/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Semantic Desktop</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Navinot/~3/P0XWzU5KOcM/</link>
		<comments>http://www.navinot.com/2009/06/26/semantic-desktop/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Jun 2009 02:35:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Toni</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Stories]]></category>

		<category><![CDATA[semantic desktop]]></category>

		<category><![CDATA[semantic web]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=2128</guid>
		<description><![CDATA[Semantic web boleh saja menjadi agenda utama web di 2010, namun transformasi ini tidak harus dimulai dari web itu sendiri. Semantic desktop juga akan punya peran besar dalam pembentukan semantic web. How come?


Artikel Terkait:<ol><li><a href='http://www.navinot.com/2009/06/15/revisiting-semantic-web/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Revisiting Semantic Web'>Revisiting Semantic Web</a> <small> Disclosure: Artikel ini adalah teaser untuk podcast temanmacet.com, which...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2008/10/13/persaingan-mesin-pencari-di-era-semantic-web/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Persaingan Mesin Pencari di Era Semantic Web'>Persaingan Mesin Pencari di Era Semantic Web</a> <small>Jika semantic web sudah terimplementasi, apa yang terjadi pada mesin...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2009/06/04/the-2010-web/' rel='bookmark' title='Permanent Link: The 2010 Web'>The 2010 Web</a> <small>I'm a Scoble believer, I'll stick with web 2010. jadi...</small></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://www.flickr.com/photos/dominiekterheide/3078589099/" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.flickr.com/photos/dominiekterheide/3078589099/?referer=');"><img class="aligncenter size-full wp-image-2132" title="semantic" src="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2009/06/3078589099_23e0f2af89.jpg" alt="semantic" width="450" height="300" /></a></p>
<p>Semantic web boleh saja menjadi agenda utama web di 2010, namun transformasi ini tidak harus dimulai dari web itu sendiri. Semantic desktop juga akan punya peran besar dalam pembentukan semantic web.  How come?</p>
<h3>Kenapa semantic web/dekstop penting?</h3>
<p>Memang akan susah menerangkan nilai penting dari sesuatu yang belum ada bentuknya. Namun dari sisi akademis, semantic web/desktop bisa dipastikan akan bisa memberikan kemampuan lebih pada komputer untuk lebih mengerti kita. Bayangkan layanan delicious.com sebagai contoh. Setelah kita memberikan tag pada begitu banyak URL, akhirnya komputer bisa tahu topik apa yang kita minati. Berdasarkan data yang disumbangkan orang lain, konputer bisa menawarkan URL lain yang mungkin kita sukai.</p>
<h3>Desktop adalah area non kolaboratif (privat)</h3>
<p>Bukannya kita tidak berkolaborasi di ranah desktop namun ada kecendurangan bagi kita untuk tidak membagi area ini untuk konsumsi publik. Lain dengan web yang jadi area terbuka bagi siapa saja untuk bekerja sama. Semantic web akan punya energi pembentuknya sendiri, dari kolaborasi orang-orang di seluruh dunia.</p>
<p>Akan tetapi area web yang terbuka ini justru menjadi faktor penghalangan bagi partisipasi 100%. Tidak semua data yang kita miliki kita sebar di web. Banyak data-data penting yang justru sering kita operasikan berada di ranah desktop yang bisa memenuhi privasi. Keraguan untuk berpartisipasi dalam pembentukan semantic web justru lebih banyak berkurang di ranah desktop.</p>
<h3>Desktop adalah the blackhole of semantic</h3>
<p>Semua yang dipindahkan ke desktop akan terputus dari konten sumber. Attachment yang diunduh menjadi tidak ketahuan lagi e-mail-nya. Log percakapan via instant messenger juga tidak bisa dirunut dengan tepat karena hanya berupa catatan nickname dan stempel waktu. Data kontak yang kita punya di desktop juga tersebar tanpa bisa dengna mudah kita ketahui detil cara menghubunginya. Saya yakin masih banyak data lagi yang berupa bahan mentah berserakan di desktop kita.</p>
<p>Memang tidak sepenuhnya benar bahwa dekstop adalah black hole. Data gambar dan audio terkadang punya metadata yang menerangkan kadang data tersebut dibuat, oleh siapa dan berbagai anotasi lain. Justru ini semakin menguatkan posisi dekstop sebagai pembentuk momentum terwujudnya semantic web.</p>
<p>&#8211;<br />
Yang menarik nantinya adalah semantic web justru tidak akan ada. Lho? Tidak ada berarti kita tidak lagi bersentuhan langsung. Fungsinya sudah sedemikian terintegrasi dengan aplikasi-aplikasi yang kita pakai. Web akan kembali ke fungsi aslinya sebagai jaringan penghubung simpul-simpul penyimpan data.</p>
<p>Well, paragaraf di atas adalah angan-angan saya. Menurut Anda sendiri bagaimana? Apakah semantic web nantinya memang web dengan tambahan semantic, atau justru web sebagai infrastruktur pendukung semata.</p>


<p>Artikel Terkait:<ol><li><a href='http://www.navinot.com/2009/06/15/revisiting-semantic-web/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Revisiting Semantic Web'>Revisiting Semantic Web</a> <small> Disclosure: Artikel ini adalah teaser untuk podcast temanmacet.com, which...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2008/10/13/persaingan-mesin-pencari-di-era-semantic-web/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Persaingan Mesin Pencari di Era Semantic Web'>Persaingan Mesin Pencari di Era Semantic Web</a> <small>Jika semantic web sudah terimplementasi, apa yang terjadi pada mesin...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2009/06/04/the-2010-web/' rel='bookmark' title='Permanent Link: The 2010 Web'>The 2010 Web</a> <small>I'm a Scoble believer, I'll stick with web 2010. jadi...</small></li></ol></p><div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=P0XWzU5KOcM:aanJozD-fsQ:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=P0XWzU5KOcM:aanJozD-fsQ:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=P0XWzU5KOcM:aanJozD-fsQ:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=P0XWzU5KOcM:aanJozD-fsQ:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=P0XWzU5KOcM:aanJozD-fsQ:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Navinot/~4/P0XWzU5KOcM" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.navinot.com/2009/06/26/semantic-desktop/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2009/06/3078589099_23e0f2af89-150x150.jpg" />
		<media:content url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2009/06/3078589099_23e0f2af89.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">semantic</media:title>
			<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2009/06/3078589099_23e0f2af89-150x150.jpg" />
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://www.navinot.com/2009/06/26/semantic-desktop/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Omzet Naik Dengan Senyum</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Navinot/~3/0iZJUCjMtkA/</link>
		<comments>http://www.navinot.com/2009/06/25/omzet-naik-dengan-senyum/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Jun 2009 02:58:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ivan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Stories]]></category>

		<category><![CDATA[Customer Service]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=2122</guid>
		<description><![CDATA[Senyum itu sepele, tapi masih aja yang menyepelekan hal yang satu ini. Banting harga sudah bukan lagi persaingan sehat, maka bersiaplah untuk beralih ke arah layanan pelanggan yang lebih memuaskan.


Artikel Terkait:<ol><li><a href='http://www.navinot.com/2009/06/30/customer-service-ideal/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Customer Service Ideal'>Customer Service Ideal</a> <small>Customer service kini memegang peranan penting dalam kinerja perusahaan. Apa...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2009/06/18/customer-service-mengurangi-waktu-tunggu/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Customer Service: Mengurangi Waktu Tunggu'>Customer Service: Mengurangi Waktu Tunggu</a> <small>Salah satu masalah dalam customer service adalah lamanya waktu tunggu....</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2008/12/17/how-to-be-great-jangan-meniru-carrefour/' rel='bookmark' title='Permanent Link: How to Be Great: Jangan Meniru Carrefour'>How to Be Great: Jangan Meniru Carrefour</a> <small>Saat-saat pertama ke Carefour, Carefour tampak seperti "surga" yang membuat...</small></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-2123" title="customerservice" src="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2009/06/customerservice.jpg" alt="customerservice" width="450" height="200" /></p>
<p>Perasaan di dunia <a href="http://www.navinot.com/tag/customer-service/" target="_blank"><em>customer service</em></a>, aturan pertama adalah tidak boleh marah. Sebagai seseorang yang melayani pelanggan, pasti banyak dihadapkan dengan hal-hal yang bernada negatif. Mungkin saja, karena pelanggan kecewa akan produk/layanan yang diterimanya tidak sesuai harapan. Meskipun kadang juga salah perkiraan dari sang pembeli sendiri.</p>
<p>Beberapa hari lalu, saya pergi makan siang di satu depot kwe tiau di Surabaya. Berhubung masih &#8216;<em>fresh</em>&#8216; di Surabaya, masih belum sadar kalau tarif parkir sudah naik menjadi Rp 1500. Singkat saja saya beri satu lembaran seribuan. Ternyata si jukir mulai berulah tapi lucu dan menyenangkan, sambil menunjukan karcis parkir yang sudah naik. Kita sebagai orang yang diminta untuk membayar lebih jadi lebih rela untuk menerima, bahkan tertawa sampai kilometer berikutnya.</p>
<p>Contoh lain adalah kedai ice cream cepat saji di Chicago, yang mempunyai konsep mencampur ice cream pilihan pelanggan di atas marmer dingin. Tergantung ukuran yang dipilih, cukup membutuhkan tenaga untuk mengaduk ice cream yang masih keras di atas marmer dengan sendok besar. Para pekerja ini sangat mengandalkan tip sebagai pendapatkan mereka, di atas gaji dasar yang minimal. Lucunya, tiap kali pelanggan memasukan uang kecil ke kotak tip, para pelayan mulai bernyanyi untuk berterima kasih sambil mengaduk ice cream. Seru bukan?!</p>
<p>Masih banyak lagi cerita tentang layanan terhadap pelanggan yang berdampak positif, hanya dengan melakukan hal-hal sepele yang notabene tidak perlu bayar atau modal extra. Nyanyi sebisanya tidak apa koq.</p>
<p>Di era globalisasi, cara untuk mendapatkan barang dari para pemasok luar negeri begitu mudah. Anggap saja modal sudah tersedia, namun persaingan masih ada. Di Indonesia, kecenderungan justru mengarah ke banting harga atau adu harga, yang tidak sehat dan berdampak pada para penjual-penjual sendiri. Oleh karena itu, sudah mulai harus diterapkan barisan <em>customer service</em> yang handal dan siap melayani, termasuk dengan senyuman tadi.</p>
<p>Customer service bukan hanya berarti layanan setelah proses jual, tapi juga layanan sebelum proses jual, guna menarik pelanggan baru. Dengan begitu pentingnya barisan <em>customer service</em> untuk bersaing, saya rasa tidak heran untuk beberapa tahun ke depan adalah era persaingan customer service. Merekalah pententu kesuksesan suatu perusahaan.</p>
<p>Selamat melayani&#8230;</p>


<p>Artikel Terkait:<ol><li><a href='http://www.navinot.com/2009/06/30/customer-service-ideal/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Customer Service Ideal'>Customer Service Ideal</a> <small>Customer service kini memegang peranan penting dalam kinerja perusahaan. Apa...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2009/06/18/customer-service-mengurangi-waktu-tunggu/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Customer Service: Mengurangi Waktu Tunggu'>Customer Service: Mengurangi Waktu Tunggu</a> <small>Salah satu masalah dalam customer service adalah lamanya waktu tunggu....</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2008/12/17/how-to-be-great-jangan-meniru-carrefour/' rel='bookmark' title='Permanent Link: How to Be Great: Jangan Meniru Carrefour'>How to Be Great: Jangan Meniru Carrefour</a> <small>Saat-saat pertama ke Carefour, Carefour tampak seperti "surga" yang membuat...</small></li></ol></p><div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=0iZJUCjMtkA:oubFJAGp2Jo:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=0iZJUCjMtkA:oubFJAGp2Jo:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=0iZJUCjMtkA:oubFJAGp2Jo:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=0iZJUCjMtkA:oubFJAGp2Jo:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=0iZJUCjMtkA:oubFJAGp2Jo:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Navinot/~4/0iZJUCjMtkA" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.navinot.com/2009/06/25/omzet-naik-dengan-senyum/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2009/06/customerservice-150x150.jpg" />
		<media:content url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2009/06/customerservice.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">customerservice</media:title>
			<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2009/06/customerservice-150x150.jpg" />
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://www.navinot.com/2009/06/25/omzet-naik-dengan-senyum/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Siapkah Kamu Saat Investor Datang?</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Navinot/~3/B27V7C4krtw/</link>
		<comments>http://www.navinot.com/2009/06/24/siapkah-kamu-saat-investor-datang/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Jun 2009 01:00:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Toni</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Stories]]></category>

		<category><![CDATA[Ideas]]></category>

		<category><![CDATA[venture capital]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=2114</guid>
		<description><![CDATA[Seringkali kita berada pada kondisi berapi-api dengan sejuta ide cemerlang yang tinggal menunggu proses eksekusi. Semua tampak sempurna namun masih terganjal akses modal, sumber daya manusia, infrastruktur dan lain-lain. Kita begitu yakin begitu VC/investor datang, semua akan beres. Benarkah demikian?


Artikel Terkait:<ol><li><a href='http://www.navinot.com/2009/06/09/ke-mana-harus-mencari-ide/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Ke Mana Harus Mencari Ide?'>Ke Mana Harus Mencari Ide?</a> <small>Kendala umum dalam menulis secara reguler adalah pencarian ide. Bagi...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2009/07/06/how-much-money-to-burn/' rel='bookmark' title='Permanent Link: How Much Money To Burn?'>How Much Money To Burn?</a> <small>Salah satu isu besar dalam memulai startup adalah permodalan. Dan...</small></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://www.flickr.com/photos/bensonkua/2790652609/" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.flickr.com/photos/bensonkua/2790652609/?referer=');"><img class="aligncenter size-full wp-image-2117" title="Melongo" src="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2009/06/2790652609_87fa1b98e3.jpg" alt="Melongo" width="450" height="300" /></a></p>
<p>Call this a real story. Seringkali kita berada pada kondisi berapi-api dengan sejuta ide cemerlang yang tinggal menunggu proses eksekusi. Semua tampak sempurna namun masih terganjal akses modal, sumber daya manusia, infrastruktur dan lain-lain. Kita begitu yakin begitu VC/investor datang, semua akan beres. Benarkah demikian?</p>
<h3>Too many ideas.</h3>
<p>Ide mana yang akan dieksekusi? Ide mana yang paling matang dan siap dijalankan? Kedatangan tiba-tiba dari VC/Investor yang menawarkan akses yang kita butuhkan bisa membuat kita hanya ternganga. Hal ini terjadi karena kita tidak menyimpan ide cukup matang yang telah divalidasi kanan-kiri, depan dan belakang. Ide kita sangat banyak namun semua hanya bola liar yang tidak jelas akan berakhir di mana.</p>
<h3>Lupa ide.</h3>
<p>Bisa jadi karena kita punya terlalu banyak ide, akhirnya ide-ide tersebut terlupakan karena otak kita tidak mampu menampung semuanya. Atau kita terlalu percaya diri namun tetap saja ide cemerlang kita hilang ditelan waktu. Inti ide bisa saja diringkas dengan satu baris kalimat. Namun penjabaran terutama mengenai SWOT ide justru menjadi lebih penting untuk dicatat.</p>
<h3>Tidak ada ide.</h3>
<p>Ini yang paling parah. Semangat membara namun kita tak kunjung berhasil merumuskan ide yang feasible untuk dilaksanakan. Saat investor datang kita hanya bisa meringis dan garuk-garuk kepala. Mencari ide saat investor sudah di depan mata mempunyai peluang membuat ide menjadi rapuh. Unsur passion terkadang menjadi bias karena ada faktor eksternal yang mempengaruhi.</p>
<p>Oke, jadi yang harus kita lakukan adalah mencatat ide bukan? Ya. Catatlah ide. Lebih detil lebih baik karena Anda akan dipaksa menganalisa lebih dalam seluk beluk ide tersebut. Ide yang awalnya tampak cespleng bisa jadi bahan guyonan Anda sendiri setelah lewat dua paragraf validasi.</p>
<p>&#8211;</p>
<p>Bagaimana cara menvalidasi ide kita? Bagi saya, syarat utama adalah ide tersebut harus melibatkan passion. Passion bisa berwujud banyak hal, tapi selalu berasal dari diri sendiri. Jika motivasi berasal dari orang lain, sepertinya Anda sudah gagal sebelum melangkah. Passion ini bersifat mutlak karena passion adalah indikator dari kebutuhan. Jika Anda butuh pasti Anda akan berusaha memenuhinya. Ini adalah jaminan bahwa ide Anda tidak akan Anda  terlantarkan sebelum sampai ke tujuan. <em>No one is going to help you but yourself.</em></p>
<p>Syarat kedua: ide tersebut harus memecahkan masalah tertentu. Does your idea solve anything? Jika Anda ingin ide Anda berhasil dan diterima masyarakat maka pastikan ide tersebut memang dinginkan. Anda bisa membaca lebih banyak tentang “ide yang diinginkan” di artikel <a href="http://www.navinot.com/2009/06/19/starting-up-paul-graham-way/" target="_blank">“Starting Up, Paul Graham Way”</a>. Esensi syarat ini adalah keperluan untuk menciptakan sebuah produk yang popular supaya lebih gampang di-”monetisasi”. Anda bisa membaca saran menarik dari teman-teman yang lain tentang <em>how to validate your ideas</em>, di <a href="http://www.plurk.com/p/12d9is" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.plurk.com/p/12d9is?referer=');">sini</a>.</p>
<p>Apakah Anda siap saat VC datang pada Anda? Sudahkah Anda menyimpan dan mencatat ide Anda dengan cermat?</p>


<p>Artikel Terkait:<ol><li><a href='http://www.navinot.com/2009/06/09/ke-mana-harus-mencari-ide/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Ke Mana Harus Mencari Ide?'>Ke Mana Harus Mencari Ide?</a> <small>Kendala umum dalam menulis secara reguler adalah pencarian ide. Bagi...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2009/07/06/how-much-money-to-burn/' rel='bookmark' title='Permanent Link: How Much Money To Burn?'>How Much Money To Burn?</a> <small>Salah satu isu besar dalam memulai startup adalah permodalan. Dan...</small></li></ol></p><div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=B27V7C4krtw:1mkkEWIdYtM:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=B27V7C4krtw:1mkkEWIdYtM:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=B27V7C4krtw:1mkkEWIdYtM:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=B27V7C4krtw:1mkkEWIdYtM:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=B27V7C4krtw:1mkkEWIdYtM:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Navinot/~4/B27V7C4krtw" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.navinot.com/2009/06/24/siapkah-kamu-saat-investor-datang/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2009/06/2790652609_87fa1b98e3-150x150.jpg" />
		<media:content url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2009/06/2790652609_87fa1b98e3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Melongo</media:title>
			<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2009/06/2790652609_87fa1b98e3-150x150.jpg" />
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://www.navinot.com/2009/06/24/siapkah-kamu-saat-investor-datang/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Ongkos Desain Yang Tidak Diakui</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Navinot/~3/yT90flGYtBM/</link>
		<comments>http://www.navinot.com/2009/06/23/ongkos-desain-yang-tidak-diakui/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Jun 2009 02:07:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ivan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Stories]]></category>

		<category><![CDATA[Design]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=2108</guid>
		<description><![CDATA[Desainer Indonesia masih belum mampu membuktikan layanannya bukan sekedar tampil cantik atau beda. Apa kiranya yag bisa dilakukan untuk mendidik publik akan hal ini?


Artikel Terkait:<ol><li><a href='http://www.navinot.com/2009/01/24/10-tip-desain-kenyamanan-blog/' rel='bookmark' title='Permanent Link: 10 Tip Desain &#038; Kenyamanan Blog'>10 Tip Desain &#038; Kenyamanan Blog</a> <small>Beberapa tip untuk meningkatkan kenyamanan blog, sehingga pembaca lebih betah...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2009/07/02/dimengerti-bukan-hanya-ditiru/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Dimengerti! Bukan Hanya Ditiru!'>Dimengerti! Bukan Hanya Ditiru!</a> <small>Banyak praktisi industri kreatif Indonesia yang cenderung untuk meniru produk...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2009/01/08/11-unsur-untuk-membangun-persepsi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: 11 Unsur Untuk Membangun Persepsi'>11 Unsur Untuk Membangun Persepsi</a> <small>Luncurin aplikasi web baru, tapi sepi pengguna. Pendatang baru jadi...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2009/04/23/optimasi-situs-toko-online/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Optimasi Situs Toko Online'>Optimasi Situs Toko Online</a> <small>Bagaimana cara menata toko online dengan baik? Mulai dari tatanan...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2009/01/13/design-usability-kendala-manfaatnya/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Design &#038; Usability: Kendala &#038; Manfaatnya'>Design &#038; Usability: Kendala &#038; Manfaatnya</a> <small>Banyak orang mengabaikan faktor yang satu ini. Berikut adalah beberapa...</small></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-2110" title="indonesiakreatif" src="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2009/06/indonesiakreatif.jpg" alt="indonesiakreatif" width="450" height="200" /></p>
<p>Di Indonesia, semua orang maunya serba murah. Murah dalam arti material, kualitas, bahan, termasuk desain. Hal yang berbau premium sudah pasti membuat konsumen beraksi menjauhi.</p>
<p>Contoh gampangnya adalah desain kartu nama yang merupakan satu hal yang lumayan sepele. Bertujuan untuk bertukar informasi dengan relasi yang baru ditemui. Dalam prakteknya, bila seseorang dikenai biaya premium/ekstra untuk ongkos desain, maka akan ada reaksi lain, yaitu sedikit ketidak-relaan. Walaupun produk tersebut akan mempunyai nilai lebih setelah melewati proses desain.</p>
<p>Selain konsumen yang tidak selalu mampu atau ditekan anggaran, desainer Indonesia masih jarang yang mampu membuktikan bahwa jasa desain yang dilakukan memang mempunyai nilai lebih. Bukan hanya sekedar tampil cantik atau beda.</p>
<p>Akibatnya desainer Indonesia jarang yang berpraktek sebagai desainer lepas dengan kualitas premium. Melainkan harus menekan biaya desain dan bekerja sama dengan unit produksi dengan imbalan komisi.</p>
<p>Efek samping lainnya justru lebih parah. Desainer tidak bisa bekerja sesuai fungsinya dan selalu ditekan oleh anggaran dari sang klien. Yang tadinya bakat untuk berkarya secara kreatif tidak bisa lagi beroperasi normal, bahkan bergeser menjadi salah satu unit produksi dengan waktu yang sangat terbatas.</p>
<p>Hasilnya adalah produk yang setengah matang, atau setengah jadi. Selain bahan yang digunakan tidak memadai, juga hasil karya yang harusnya kreatif, jadi asal-asalan.</p>
<p>Faktor lain adalah prakter <em>jiplak</em> dari desainer lain, yang mungkin tidak terlalu berbakat, atau dihimpit anggaran yang terbatas. Hal ini membuat desainer serius jadi kehilangan hawa untuk bersaing secara semestinya.</p>
<p>Itulah yang kiranya terjadi di dunia kreatif Indonesia. Desain masih terbilang premium, optional, dan hanya bisa dikonsumsi golongan tertentu. Sebagai desainer, apa yang kiranya bisa kita lakukan untuk mendidik publik, bahwa desain itu bukan sekedar tambil cantik atau beda?</p>
<p>Ayo, teman! Ini demi industri kreatif kita!</p>


<p>Artikel Terkait:<ol><li><a href='http://www.navinot.com/2009/01/24/10-tip-desain-kenyamanan-blog/' rel='bookmark' title='Permanent Link: 10 Tip Desain &#038; Kenyamanan Blog'>10 Tip Desain &#038; Kenyamanan Blog</a> <small>Beberapa tip untuk meningkatkan kenyamanan blog, sehingga pembaca lebih betah...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2009/07/02/dimengerti-bukan-hanya-ditiru/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Dimengerti! Bukan Hanya Ditiru!'>Dimengerti! Bukan Hanya Ditiru!</a> <small>Banyak praktisi industri kreatif Indonesia yang cenderung untuk meniru produk...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2009/01/08/11-unsur-untuk-membangun-persepsi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: 11 Unsur Untuk Membangun Persepsi'>11 Unsur Untuk Membangun Persepsi</a> <small>Luncurin aplikasi web baru, tapi sepi pengguna. Pendatang baru jadi...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2009/04/23/optimasi-situs-toko-online/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Optimasi Situs Toko Online'>Optimasi Situs Toko Online</a> <small>Bagaimana cara menata toko online dengan baik? Mulai dari tatanan...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2009/01/13/design-usability-kendala-manfaatnya/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Design &#038; Usability: Kendala &#038; Manfaatnya'>Design &#038; Usability: Kendala &#038; Manfaatnya</a> <small>Banyak orang mengabaikan faktor yang satu ini. Berikut adalah beberapa...</small></li></ol></p><div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=yT90flGYtBM:_flixWqreBU:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=yT90flGYtBM:_flixWqreBU:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=yT90flGYtBM:_flixWqreBU:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=yT90flGYtBM:_flixWqreBU:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=yT90flGYtBM:_flixWqreBU:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Navinot/~4/yT90flGYtBM" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.navinot.com/2009/06/23/ongkos-desain-yang-tidak-diakui/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2009/06/indonesiakreatif-150x150.jpg" />
		<media:content url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2009/06/indonesiakreatif.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">indonesiakreatif</media:title>
			<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2009/06/indonesiakreatif-150x150.jpg" />
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://www.navinot.com/2009/06/23/ongkos-desain-yang-tidak-diakui/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Seth Godin Talks about Tribes</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Navinot/~3/8piwqV5ymOY/</link>
		<comments>http://www.navinot.com/2009/06/22/seth-godin-talks-about-tribes/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Jun 2009 01:00:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Toni</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Stories]]></category>

		<category><![CDATA[Mixergy]]></category>

		<category><![CDATA[seth godin]]></category>

		<category><![CDATA[Tribes]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=2102</guid>
		<description><![CDATA[Tribe adalah taktik. Tribe adalah sebuah pendekatan dan metode untuk membuat sebuah perubahan terjadi. Tribe diperlukan keberadaannya karena ada perubahan fundamental yang terjadi di dunia, ie: sesuatu yang dulunya benar-benar penting kini tak lagi penting.


Artikel Terkait:<ol><li><a href='http://www.navinot.com/2009/03/25/seth-godin-tribes/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Seth Godin: Tribes'>Seth Godin: Tribes</a> <small>Tribes penting karena hanya dengan Tribes Anda bisa melakukan perubahan....</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2009/04/01/seth-godin-the-dip/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Seth Godin: The Dip'>Seth Godin: The Dip</a> <small>Lalu apa sebenarnya The Dip? The Dip adalah sebuah cekungan...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2008/10/20/the-economy-of-scarcity-teori-ilmu-ekonomi-kelangkaan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: The Economy of Scarcity: Teori Ilmu Ekonomi Kelangkaan'>The Economy of Scarcity: Teori Ilmu Ekonomi Kelangkaan</a> <small>Economy of scarcity atau teori ilmu ekonomi kelangkaan, apakah sebenarnya?...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2009/01/21/all-marketers-are-liars-konsumen-menipu-diri-sendiri/' rel='bookmark' title='Permanent Link: All Marketers Are Liars: Konsumen Menipu Diri Sendiri'>All Marketers Are Liars: Konsumen Menipu Diri Sendiri</a> <small>Benarkah para marketer itu sebenarnya penipu? Siapa yang ditipu dan...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2009/06/03/how-to-do-it-right/' rel='bookmark' title='Permanent Link: How to Do It Right'>How to Do It Right</a> <small>Who’s the next google? Google! Begitu kata Seth Godin. Tapi...</small></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://www.flickr.com/photos/66164549@N00/2784262431/" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.flickr.com/photos/66164549_N00/2784262431/?referer=');"><img class="aligncenter size-full wp-image-2105" title="Tribe" src="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2009/06/2784262431_7f3e905341.jpg" alt="Tribe" width="450" height="339" /></a></p>
<p>Menyambung hobi baru saya dalam mendengarkan podcast, setelah kita ngobrol tentang Paul Graham minggu kemarin, berikut adalah beberapa hal penting yang saya catat setelah mendengarkan rekaman interview Mixergy dengan Seth Godin. Hal ini akan melengkapi ulasan tentang Tribe yang bisa kita baca di NavinoT beberapa waktu lalu.</p>
<p>Tribe adalah taktik. Tribe adalah sebuah pendekatan dan metode untuk membuat sebuah perubahan terjadi. Tribe diperlukan keberadaannya karena ada perubahan fundamental yang terjadi di dunia, ie: sesuatu yang dulunya benar-benar penting kini tak lagi penting. Eg: televisi yang mulai pudar efeknya. Membeli lebih banyak slot iklan di televisi tidak se-efektif dulu lagi dalam proses penyampaian pesan. Mungkin belum sampai pada level tersebut, namun bisa diklaim bahwa televisi tidak lagi menjadi sumber satu-satunya orang dalam mencari tahu apa yang terjadi di sekitarnya.</p>
<p>Ada dua komponen utama dalam membangun Tribe. Yang pertama adalah gathering. Tribe adalah termpat orang-orang berkumpul dan saling berhubungan. Yang kedua adalah message. Message adalah pesan dari pemimpin Tribe, tentang perubahan yang ingin diciptakan, sebuah tempat baru untuk di capai. Twitter dan microblog lainnya adalah bentuk dasar Tribe yang masih belum mempunyai komponen message. Twitter is lacking of forward motion, Seth Godin said. Forward motion ini misalnya: mendukung proses eleksi di Iran (#IranElection), Blame Drew&#8217;s cancer (#BlameDrewsCancer), Bebaskan Prita Mulyasari, dll</p>
<p>Bagimana kita bisa membuat kumpulan orang dalam Twitter, dan tempat berkumpul online lainnya menjadi anggota tribe kita? Banyak orang yang merasa bingung bagaimana menciptakan tribe, bagaimana memimpin tribe. Seth Godin bilang, “My job is to get you decide”. Begitu kita memutuskan sesuatu, sesuatu itu pasti akan diselesaikan. Seth Godin mencontohkan, untuk makan siang kita tidak perlu tahu bagaimana cara memasak. Yang diperlukan adalah kita memutuskan untuk makan siang, dan kita akan tahu caranya. Entah kita beli di luar, atau jika benar-benar kepepet kita akan masak sendiri sebisanya. Contoh lainnya, berapa orang yang tahu bagaimana cara membuat podcast? Saya rasa semua sudah tahu, tinggal merekam suara saja sudah bisa jadi podcast. Tapi cuma ada beberapa podcaster di luar sana. Bedanya dengan yang tak punya podcast adalah mereka telah memutuskan untuk melakukannya.</p>
<p>Ada beberapa hal yang bisa membantu proses memimpin dan membangun tribe. Yang pertama, kita sebagai leader,  harus melakukan sesuatu yang membuat orang ingin ikut. Jangan melakukan sesuatu yang egois, namun lakukan sesuatu yang juga relevan bagi orang lain. Kebebasan berpendapat adalah relevan bagi banyak orang. Ketika blogger mengajak yang lain mendukung pembebasan Prita Mulyasari, semua orang tanpa ragu mengikutinya. Karena pemimpin tribe melakukan sesuatu yang relevan terhadap banyak orang. Contoh lainnya adalah bagaimana Barack Obama menggalang dana di internet.</p>
<p>Yang kedua, sesuatu yang ingin diikuti orang tersebut harus cukup berharga untuk didukung. Sesuatu yang membawa perubahan ke arah yang lebih baik. Dan yang terakhir adalah pemimpin tribe harus mau melakukan kontak “personal” pada (calon) anggotanya.</p>
<p>Ada satu pesan Seth Godin bagi yang ragu-ragu, dan saya kira tidak hanya berlaku dalam pembangunan tribe saja. Seth Godin mengatakan bahwa selalu ada cara untuk melakukan sesuatu.</p>
<blockquote><p>It works, if you get it right. Only one who stick with it, passionate, transparent and motivated will succeed.</p></blockquote>
<p>Jangan lupa dengarkan sendiri <a href="http://mixergy.com/tribes-seth/" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/mixergy.com/tribes-seth/?referer=');">podcast</a>-nya,</p>


<p>Artikel Terkait:<ol><li><a href='http://www.navinot.com/2009/03/25/seth-godin-tribes/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Seth Godin: Tribes'>Seth Godin: Tribes</a> <small>Tribes penting karena hanya dengan Tribes Anda bisa melakukan perubahan....</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2009/04/01/seth-godin-the-dip/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Seth Godin: The Dip'>Seth Godin: The Dip</a> <small>Lalu apa sebenarnya The Dip? The Dip adalah sebuah cekungan...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2008/10/20/the-economy-of-scarcity-teori-ilmu-ekonomi-kelangkaan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: The Economy of Scarcity: Teori Ilmu Ekonomi Kelangkaan'>The Economy of Scarcity: Teori Ilmu Ekonomi Kelangkaan</a> <small>Economy of scarcity atau teori ilmu ekonomi kelangkaan, apakah sebenarnya?...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2009/01/21/all-marketers-are-liars-konsumen-menipu-diri-sendiri/' rel='bookmark' title='Permanent Link: All Marketers Are Liars: Konsumen Menipu Diri Sendiri'>All Marketers Are Liars: Konsumen Menipu Diri Sendiri</a> <small>Benarkah para marketer itu sebenarnya penipu? Siapa yang ditipu dan...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2009/06/03/how-to-do-it-right/' rel='bookmark' title='Permanent Link: How to Do It Right'>How to Do It Right</a> <small>Who’s the next google? Google! Begitu kata Seth Godin. Tapi...</small></li></ol></p><div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=8piwqV5ymOY:EO8RXFaNZQM:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=8piwqV5ymOY:EO8RXFaNZQM:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=8piwqV5ymOY:EO8RXFaNZQM:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=8piwqV5ymOY:EO8RXFaNZQM:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=8piwqV5ymOY:EO8RXFaNZQM:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Navinot/~4/8piwqV5ymOY" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.navinot.com/2009/06/22/seth-godin-talks-about-tribes/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2009/06/2784262431_7f3e905341-150x150.jpg" />
		<media:content url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2009/06/2784262431_7f3e905341.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Tribe</media:title>
			<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2009/06/2784262431_7f3e905341-150x150.jpg" />
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://www.navinot.com/2009/06/22/seth-godin-talks-about-tribes/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Starting Up, Paul Graham Way</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Navinot/~3/WR8qFWOIwng/</link>
		<comments>http://www.navinot.com/2009/06/19/starting-up-paul-graham-way/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Jun 2009 01:00:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Toni</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Stories]]></category>

		<category><![CDATA[Business Development]]></category>

		<category><![CDATA[Kontes Kritis 2009]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=2094</guid>
		<description><![CDATA[Ada yang bilang dan saya kira banyak yang percaya, ngapain sih punya ide bagus kalau model monetisasinya tidak jelas? Dalam perspektif Paul Graham, model business adalah urusan nomor dua. Yang pertama adalah membuat sesuatu yang diinginkan orang. Kenapa


Artikel Terkait:<ol><li><a href='http://www.navinot.com/2009/06/11/netflix-dan-gamefly/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Netflix dan Gamefly'>Netflix dan Gamefly</a> <small> Di luar negeri kita mengenal Netflix sebagai penyedia layanan...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2009/04/27/belajar-dari-kesalahan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Belajar dari Kesalahan'>Belajar dari Kesalahan</a> <small>Sekarang kremes bukan menu yang dicari-cari, semua orang telah mencobanya....</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2009/06/04/the-2010-web/' rel='bookmark' title='Permanent Link: The 2010 Web'>The 2010 Web</a> <small>I'm a Scoble believer, I'll stick with web 2010. jadi...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2009/05/05/netbook-bakal-lenyap-seperti-pda/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Netbook: Bakal Lenyap Seperti PDA?'>Netbook: Bakal Lenyap Seperti PDA?</a> <small>Kehadiran PDA sangat pas untuk memenuhi jejang perbedaan antara laptop...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2009/05/11/meninjau-kembali-strategi-lokal/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Meninjau Kembali Strategi Lokal'>Meninjau Kembali Strategi Lokal</a> <small>Seperti yang kita tahu bersama, pasar Indonesia ini tergantung pasar...</small></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://www.flickr.com/photos/hugopan/72125269/" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.flickr.com/photos/hugopan/72125269/?referer=');"><img class="aligncenter size-full wp-image-2097" title="The match is starting" src="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2009/06/72125269_9029eda2b8.jpg" alt="The match is starting" width="450" height="300" /></a></p>
<p>Beberapa waktu ini berulang-ulang saya mendengarkan<a href="http://mixergy.com/no-reddit-didnt-copy-digg-heres-how-it-was-built-with-alexis-ohanian/" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/mixergy.com/no-reddit-didnt-copy-digg-heres-how-it-was-built-with-alexis-ohanian/?referer=');"> interview Mixergy dengan founder  Reddit</a>. Dalam interview tersebut, beberapa kali diceritakan hal menarik seputar <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Y_Combinator" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/en.wikipedia.org/wiki/Y_Combinator?referer=');">Y Combinator</a> dan sosok <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Paul_Graham" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/en.wikipedia.org/wiki/Paul_Graham?referer=');">Paul Graham</a>. Hal tersebut akhirnya memicu saya untuk mencari interview lain terkait Paul Graham.</p>
<p>Ada beberapa pointer menarik yang akan saya bagi di sini, mengenai starting up dalam perspektif Paul Graham (<em>as I can understand</em>).</p>
<blockquote>
<h3>One thing we&#8217;ve learned in this past year is that commitment matters more than we thought, and brains less</h3>
</blockquote>
<p>Bukan berarti otak dan ide tidak penting ya? Ideas is dime a dozen. Ide itu murah, begitu yang saya ingat dari tulisan Hendry Lee. Jika Anda dengarkan wawancara Mixergy yang saya singgung di atas, founder Reddit mulanya datang ke Y Combinator dengan sebuah ide cemerlang (bukan Reddit). Ide ini ditolak oleh Y Combinator, namun dua orang founder ini tetap diminta kembali lagi dengan ide yang lain. Story short, founder ini akhirnya bisa membangun sesuatu yang recognizable.</p>
<p>Untuk cerita lengkap sejarah Reddit, pastikan Anda dengarkan podcastnya. Saya stempel <strong>“NavinoT Recommends”.</strong></p>
<blockquote>
<h3>The most important task at first is to build something people want. If you don’t do that, it won’t matter how clever your business model is</h3>
</blockquote>
<p>Ada yang bilang dan saya kira banyak yang percaya, <em>ngapain </em>sih punya ide bagus kalau model monetisasinya tidak jelas? Dalam perspektif Paul Graham, model business adalah urusan nomor dua. Yang pertama adalah membuat sesuatu yang diinginkan orang. Kenapa?</p>
<blockquote>
<h3>&#8230;to make money from something popular is a lot easier than making something popular</h3>
</blockquote>
<p>Sekarang mungkin Anda baru paham (begitu pula saya). Jika Anda sudah punya sesuatu yang populer, Anda bisa bebas bereksperimen dengan model bisnis dan monetisasi apapun. Sepertinya memang seperti ini jalan pikiran VC. Oleh karena itu mereka tidak ragu berinvestasi pada Twitter yang tak jelas monetisasinya. Targetnya adalah populer tepat pada waktunya, the rest will (should) follow.</p>
<blockquote>
<h3>“Make something people wnt.” If you had to reduce the recipe for a successful startup to four words, those would probably be the four</h3>
</blockquote>
<p>Jadi, bagaimana caranya membuat sesuatu yang populer? Paul Graham menyarankan kita untuk membuat sesuatu yang memang diinginkan orang. Tentu saja sangat masuk akal. Namun jangan terpaku pada yang kini diinginkan saja. Sebelum twitter ada, tak seorang pun yang tampaknya menginginkan twitter. Namun coba liat saat ini? Tiba-tiba twitter jadi kebutuhan!</p>
<blockquote>
<h3>The easiest way to make something people want is to make something you want. What do you wish existed that doesn’t?</h3>
</blockquote>
<p>Cara termudah untuk memenuhi keinginan orang adalah dengan jalan memenuhi kebutuhan sendiri. Ada sekian milyar calon konsumen di dunia ini. Tak mungkin semuanya punya keinginan yang berbeda. Dengan memenuhi kebutuhan diri sendiri, dipastikan Anda juga akan memenuhi kebutuhan orang-orang lain yang punya kesamaan dengan Anda. Ah masa sih?</p>
<blockquote>
<h3>Google do better job on online calendar than a video sharing site, because their employees are probably not supposed to be sitting watching videos at work</h3>
</blockquote>
<p>Kenapa Google membeli Youtube padahal Google juga bisa membuat situs video sendiri? Karena Google memang tidak excel dalam hal video. Bukan pada soal teknis, namun pada soal what people really want. Pegawai Google pastinya lebih sering mengetik kode, sharing dokumen, dan menjadwal meeting daripada menonton video seharian. You see, dengan memenuhi kebutuhan sendiri berarti Anda memenuhi kebutuhan orang lain. Jika kita melakukan hal ini dengan baik, produk yang dihasilkan pun akan jadi lebih baik manfaatnya bagi orang lain.</p>
<h3>Pertanyaan evaluasi diri</h3>
<p>Bagi Anda, apa yang masih menjadi ganjalan membuat startup? Ide kah?Modal kah? Motivasi? Saya rasa quotes dari Paul Graham bisa jadi motivasi.</p>
<p>Referensi:<br />
<a href="http://www.techcrunch.com/2006/09/02/an-interview-with-vc-paul-graham-of-ycombinator/" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.techcrunch.com/2006/09/02/an-interview-with-vc-paul-graham-of-ycombinator/?referer=');"> http://www.techcrunch.com/2006/09/02/an-interview-with-vc-paul-graham-of-ycombinator/</a><br />
<a href="http://www.paulgraham.com/web20interview.html" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.paulgraham.com/web20interview.html?referer=');"> http://www.paulgraham.com/web20interview.html</a><br />
<a href="http://mixergy.com/no-reddit-didnt-copy-digg-heres-how-it-was-built-with-alexis-ohanian/" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/mixergy.com/no-reddit-didnt-copy-digg-heres-how-it-was-built-with-alexis-ohanian/?referer=');"> http://mixergy.com/no-reddit-didnt-copy-digg-heres-how-it-was-built-with-alexis-ohanian/</a></p>


<p>Artikel Terkait:<ol><li><a href='http://www.navinot.com/2009/06/11/netflix-dan-gamefly/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Netflix dan Gamefly'>Netflix dan Gamefly</a> <small> Di luar negeri kita mengenal Netflix sebagai penyedia layanan...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2009/04/27/belajar-dari-kesalahan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Belajar dari Kesalahan'>Belajar dari Kesalahan</a> <small>Sekarang kremes bukan menu yang dicari-cari, semua orang telah mencobanya....</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2009/06/04/the-2010-web/' rel='bookmark' title='Permanent Link: The 2010 Web'>The 2010 Web</a> <small>I'm a Scoble believer, I'll stick with web 2010. jadi...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2009/05/05/netbook-bakal-lenyap-seperti-pda/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Netbook: Bakal Lenyap Seperti PDA?'>Netbook: Bakal Lenyap Seperti PDA?</a> <small>Kehadiran PDA sangat pas untuk memenuhi jejang perbedaan antara laptop...</small></li><li><a href='http://www.navinot.com/2009/05/11/meninjau-kembali-strategi-lokal/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Meninjau Kembali Strategi Lokal'>Meninjau Kembali Strategi Lokal</a> <small>Seperti yang kita tahu bersama, pasar Indonesia ini tergantung pasar...</small></li></ol></p><div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=WR8qFWOIwng:PCBsPyJjR5o:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=WR8qFWOIwng:PCBsPyJjR5o:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=WR8qFWOIwng:PCBsPyJjR5o:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=WR8qFWOIwng:PCBsPyJjR5o:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=WR8qFWOIwng:PCBsPyJjR5o:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Navinot/~4/WR8qFWOIwng" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.navinot.com/2009/06/19/starting-up-paul-graham-way/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2009/06/72125269_9029eda2b8-150x150.jpg" />
		<media:content url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2009/06/72125269_9029eda2b8.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">The match is starting</media:title>
			<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2009/06/72125269_9029eda2b8-150x150.jpg" />
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://www.navinot.com/2009/06/19/starting-up-paul-graham-way/</feedburner:origLink></item>
	</channel>
</rss><!-- Dynamic page generated in 2.549 seconds. --><!-- Cached page generated by WP-Super-Cache on 2009-07-15 15:11:09 -->
