<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0">

<channel>
	<title>NavinoT</title>
	
	<link>http://www.navinot.com</link>
	<description>Slashing Web &amp; Online Strategy</description>
	<lastBuildDate>Wed, 10 Feb 2010 03:24:59 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/Navinot" /><feedburner:info uri="navinot" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com" /><feedburner:emailServiceId>Navinot</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname>http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><item>
		<title>E-mail Perlu Lebih Sosial?</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Navinot/~3/xmXXBs7U6fY/</link>
		<comments>http://www.navinot.com/2010/02/10/e-mail-perlu-lebih-sosial/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Feb 2010 03:23:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ivan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Web & Internet]]></category>
		<category><![CDATA[E-mail]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[Gmail]]></category>
		<category><![CDATA[google]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=3906</guid>
		<description><![CDATA[Seberapa jauh faktor social bisa diintegrasikan ke dalam sebuah layanan e-mail. Belum terpikir jelas, namun Facebook dan Google sudah berseteru dengan layanan e-mail mereka. Apakah e-mail perlu lebih sosial?


Artikel Terkait:<ol><li><a href='http://www.navinot.com/2009/07/27/belajar-dari-e-mail/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Belajar dari E-mail'>Belajar dari E-mail</a> <small>E-mail is the first and largest social network, kata Jeremiah...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2010/01/26/should-google-be-afraid-of-facebook/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Should Google be Afraid of Facebook?'>Should Google be Afraid of Facebook?</a> <small>Untuk posisi pertama di Internet, Google sudah mulai terhimpit oleh...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/03/03/facebook-connect-menjadi-identitas-maya/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Facebook Connect Menjadi Identitas Maya?'>Facebook Connect Menjadi Identitas Maya?</a> <small>Implementasi Facebook Connect di situs external memudahkan pengguna untuk berinteraksi....</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/12/08/social-graph-the-true-power-of-facebook/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Social Graph: The True Power of Facebook'>Social Graph: The True Power of Facebook</a> <small>Dari begitu banyak pilihan untuk layanan single sign on, mengapa...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/02/16/in-facebook-privacy-is-always-an-issue/' rel='bookmark' title='Permanent Link: In Facebook, Privacy is always an Issue'>In Facebook, Privacy is always an Issue</a> <small>Facebook ganti kebijaksanaan layanan tentang privacy. Tampaknya user profil itu...</small></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/02/stormtrooper.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3914" title="stormtrooper" src="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/02/stormtrooper.jpg" alt="" width="450" height="200" /></a></p>
<p>Biasanya bila dua layanan internet saling bersaing, maka akan lahir suatu yang baru, inovatif, sekaligus bermanfaat bagi para penggunanya. Siapa yang sedang bersaing sekarang ini? Yang sedang paling ramai dibicarakan ada Facebook dan Google, demi posisi teratas di kategori &#8216;Dominasi Internet&#8217;.</p>
<p>Kita sudah <a href="http://www.navinot.com/2010/01/26/should-google-be-afraid-of-facebook/" target="_blank">pernah membahas perseteruan ini sebelumnya</a>, namun kini ada hal baru yang patut dibahas ulang, yang menyangkut layanan mereka, yaitu layanan e-mail. Menurut isu yang beredar, Facebook kini sedang mempersiapkan <a href="http://techcrunch.com/2010/02/05/facebooks-project-titan-a-full-featured-webmail-product/" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/techcrunch.com/2010/02/05/facebooks-project-titan-a-full-featured-webmail-product/?referer=');">layanan webmail</a> yang berusaha lebih bagus dari Gmail milik Google.</p>
<p>Sebaliknya, Google dengan Gmail-nya juga tidak mau ketinggalan momentum. Satu hal yang Google tidak punya adalah unsur <a href="http://www.navinot.com/tag/social-network/" target="_blank"><em>social networking</em></a>, dan hal ini semakin terbukti dengan pengingkatan trafik yang tajam dari situs-situs jejaring sosial. Isu terakhir mengatakan bahwa Gmail tengah menambah <a href="http://mashable.com/2010/02/08/gmail-social/" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/mashable.com/2010/02/08/gmail-social/?referer=');">fitur baru dengan unsur sosial</a> ke layanan Gmail yang sudah sangat bagus.</p>
<p>Kedua langkah ini mengarah pada hal yang sama, yaitu faktor sosial dalam sebuah layanan e-mail. Siapa yang akan menang yah?<span id="more-3906"></span></p>
<h3>E-mail Sudah Sosial</h3>
<p>Dari awalnya, sebuah layanan e-mail yang primitif sudah berfungsi sebagai alat komunikasi di dunia digital. Dengan e-mail kita bisa berkomunikasi secara perorangan ataupun dalam sebuah kelompok (<em>mailing list</em>). Meskipun tidak sesempurna suatu jejaring sosial, namun hal ini sudah berjalan.</p>
<h3><em>Entry-Barrier</em></h3>
<p>E-mail pertamaku adalah Hotmail, yang selanjutnya dikombinasi dengan Outlook Express. Pada saat itu, rasanya sudah pas banget dan tidak ada pikiran untuk berpindah layanan. Sampai pada suatu saat ada layanan baru bernama Gmail, yang notabene tidak ada batasan tempat penyimpanan. Lumayan menggiurkan bila dibandingkan Hotmail atau Yahoo yang menuntut biaya tahunan untuk tempat penyimpanan ekstra.</p>
<p>Untuk berpindah layanan, perlu suatu faktor pendorong yang kuat. Gmail memanfaatkan momentum ketika harga hard disk sudah mulai terjangkau, dan ditambah fitur-fitur lain yang membuat penggunaan e-mail jadi lebih nyaman. <em>Welcome to Gmail then!</em></p>
<h3><em>Online ID</em></h3>
<p>Sebelum proses registrasi, atau apapun aktifitas kita di dunia maya, kita harus punya e-mail sebagai identitas pertama. Sehingga semua akun digital kita mengarah ke satu identitas, yaitu e-mail tersebut.</p>
<p>Nah, sudah merasakan betapa susahnya berganti identitas? Walaupun diperbolehkan, kita harus masuk ke masing-masing layanan untuk mengganti alamat e-mail terbaru, serta melakukan konfirmasi ulang. Ribet! Jadinya faktor entry barrier di atas jadi semakin kuat.</p>
<h3><em>Entertainment vs. Business</em></h3>
<p>Meskipun tidak terbukti secara statistik, banyak pengguna menganggap Facebook lebih sekedar hiburan. Bahkan beberapa pengguna sudah mulai bosan. Sedangkan Google lebih merupakan layanan serius, penuh produktifitas dan layanan yang mendasar. Tidak mungkin sebuah perusahaan memblokir layanan Google di kantornya, sedangkan Facebook sudah banyak diblokir karena alasan produktifitas karyawan yang menurun.</p>
<p>&#8212;-</p>
<p>Karena kedua belah pihak masih belum meluncurkan layanannya masing-masing, tidak ada salahnya kita sedikit berimajinasi dan berspekulasi, apa kiranya social e-mail itu?</p>
<h3><em><strong>Relationship Filtering</strong></em></h3>
<p>Karena Facebook lebih banyak informasi yang tidak penting, maka kita bisa melakukan filtering berdasarkan social relationship kita. Misalnya, teman dekat, teman lama, teman SMA, rekan kerja, ataupun prospek bisnis. Setelah dipilah, kita bisa memilih bagaimana cara penyampaian pesan, seperti khusus beri nada peringatan bila ada e-mail baru dari prospek bisnis. Cha Ching!</p>
<h3><em>More Status Update</em></h3>
<p>Google sedang berencana untuk mengusung &#8220;status update&#8221; ala Twitter dan Facebook di samping Gmail. Walaupun bukan sebagai layanan atau fitur utama, nampaknya fitur ini akan lebih merepotkan dari pada membantu. Saya rasa layanan <em>social dashboard</em> bukanlah suatu yang bisa disandingkan dengan sebuah layanan e-mail.</p>
<h3><em>Group Conversation Centric</em></h3>
<p>Satu perubahan besar tentang tampilan e-mail dan fitur <em>messaging</em> Facebook, adalah <em>threaded conversation</em>. Di mana pesan ditampilkan secara kronologi menurut topiknya. Beda dengan layanan e-mail versi sebelumnya, yang lebih terurai satu per satu.</p>
<p>Perubahan lanjut yang bisa diharapkan adalah percakapan antar beberapa pengguna, yang lebih bermanfaat untuk suatu diskusi menurut suatu topik. Bila kita perhatikan, &#8216;<em>reply all</em>&#8216; kadang membuat percakapan jadi tumpang tindih tanpa mengetahui mana yang patut diambil sebagai kesimpulan, sebelum membaca ulang semua percakapan tersebut.</p>
<p>&#8212;</p>
<h3><em>For Facebook</em></h3>
<p>Untuk Facebook, layanan e-mail bisa menjadi sesuatu yang memperkuat posisi mereka di antara penggunanya. Namun karena <em>entry barrier</em> yang relatif tinggi, Facebook harus menyodorkan sebuah &#8220;<em>breakthrough</em>&#8221; dalam sebuah layanan e-mail. So far, imajinasi saya masih berkesimpulan &#8220;susah&#8221;.</p>
<h3><em>For Google</em></h3>
<p>Faktor sosial merupakan satu-satunya hal yang tidak dipunyai Google. Dengan begitu banyak pengguna, Google masih belum bisa saling menghubungkan penggunanya untuk membentuk suatu <em>social graph</em> yang berarti.Dengan melangkah ke arah sosial, Google sudah melakukan hal yang benar, namun yang patut dipertanyakan, <em>social e-mail</em> ini akan membawa Google berapa langkah ke depan.</p>
<h3><em>Benefit for Users</em></h3>
<p>Apapun tawaran dari kedua belah pihak, akan ditentukan oleh pengguna. Pengguna Facebook tentunya sudah punya e-mail semua, beberapa di antaranya masih belum menemukan layanan Gmail. Dengan adanya <em>entry barrier</em>, maka kedua belah pihak harus benar-benar bagus untuk memperebutkan hati penggunanya.</p>
<p>&#8212;</p>
<p><em><strong>What other social features that you can add to an e-mail service?</strong></em></p>


<p>Artikel Terkait:<ol><li><a href='http://www.navinot.com/2009/07/27/belajar-dari-e-mail/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Belajar dari E-mail'>Belajar dari E-mail</a> <small>E-mail is the first and largest social network, kata Jeremiah...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2010/01/26/should-google-be-afraid-of-facebook/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Should Google be Afraid of Facebook?'>Should Google be Afraid of Facebook?</a> <small>Untuk posisi pertama di Internet, Google sudah mulai terhimpit oleh...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/03/03/facebook-connect-menjadi-identitas-maya/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Facebook Connect Menjadi Identitas Maya?'>Facebook Connect Menjadi Identitas Maya?</a> <small>Implementasi Facebook Connect di situs external memudahkan pengguna untuk berinteraksi....</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/12/08/social-graph-the-true-power-of-facebook/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Social Graph: The True Power of Facebook'>Social Graph: The True Power of Facebook</a> <small>Dari begitu banyak pilihan untuk layanan single sign on, mengapa...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/02/16/in-facebook-privacy-is-always-an-issue/' rel='bookmark' title='Permanent Link: In Facebook, Privacy is always an Issue'>In Facebook, Privacy is always an Issue</a> <small>Facebook ganti kebijaksanaan layanan tentang privacy. Tampaknya user profil itu...</small></li>
</ol></p><div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=xmXXBs7U6fY:T9ERQI3jtLA:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=xmXXBs7U6fY:T9ERQI3jtLA:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=xmXXBs7U6fY:T9ERQI3jtLA:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=xmXXBs7U6fY:T9ERQI3jtLA:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=xmXXBs7U6fY:T9ERQI3jtLA:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Navinot/~4/xmXXBs7U6fY" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.navinot.com/2010/02/10/e-mail-perlu-lebih-sosial/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/02/stormtrooper-150x150.jpg" />
		<media:content url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/02/stormtrooper.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">stormtrooper</media:title>
			<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/02/stormtrooper-150x150.jpg" />
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://www.navinot.com/2010/02/10/e-mail-perlu-lebih-sosial/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>There’s No Appstore For That</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Navinot/~3/UcXYK6kXbp8/</link>
		<comments>http://www.navinot.com/2010/02/08/theres-no-appstore-for-that/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Feb 2010 07:26:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Toni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Web & Internet]]></category>
		<category><![CDATA[apple]]></category>
		<category><![CDATA[appstore]]></category>
		<category><![CDATA[blackberry]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=3897</guid>
		<description><![CDATA[Dimulai dengan Apple dengan toko musiknya. Kemudian berkembang dengan penyediaan aplikasi untuk iPhone dan iPod. Langkah ini ditiru oleh banyak produsen lain termasuk Nokia, Blackberry, Android dan bahkan platform untuk Twitter (OneForty). Ada apa gerangan?


Artikel Terkait:<ol><li><a href='http://www.navinot.com/2009/10/05/nokia-vs-blackberry/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Nokia vs Blackberry'>Nokia vs Blackberry</a> <small>Blackberry sebelumnya hanya dikenal sebagai gadget eksklusif milik para eksekutif....</small></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://www.flickr.com/photos/joeshlabotnik/305410323/" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.flickr.com/photos/joeshlabotnik/305410323/?referer=');"><img class="aligncenter size-full wp-image-3900" title="Lego People" src="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/02/305410323_effd579e8f-small.jpg" alt="" width="450" height="200" /></a></p>
<p>Dimulai dengan Apple dengan toko musiknya. Kemudian berkembang dengan penyediaan aplikasi untuk iPhone dan iPod. Langkah ini ditiru oleh banyak produsen lain termasuk Nokia, Blackberry, Android dan bahkan platform untuk Twitter (OneForty). Ada apa gerangan?</p>
<h3>The Missing Link</h3>
<p>Fungsi Appstore sebenarnya menjadi komponen yang mengeliminasi keberadaan missing link. Jika kita berkaca pada Apple, Apple punya suatu ekosistem terpadu dari hulu ke hilir yang menjadikan pengalaman memakai produk benar-benar maksimal. Tak lagi kita disulitkan dengan membolak-balik halaman Google untuk mencari aplikasi yang mampu memenuhi kebutuhan kita. Semua bisa diakses di satu tempat dan dipastikan telah lulus standar kualitas tertentu. Bagi konsumen berarti ada keuntungan dalam bentuk kemudahan discovery dan trust. Belum lagi harganya yang sangat miring. It&#8217;s a complete circle, for the consumer.</p>
<h3>Emerging Market</h3>
<p>Dengan tren paket murah untuk mengakses Facebook dan Twitter, hape QWERTY mulai memperluas dan mendominasi pasar. Spesifikasi kemampuan hardwarenya pun tak begitu berbeda satu sama lain dan mungkin bisa dianggap standar. Kamera, MIDP, dan 3G/EDGE ada di semua hardware baru ini. Ya, jelas sudah kesamaan ini sebenarnya telah membentuk pasar baru. Tidak hanya dari sisi hardware, kultur konsumennya pun sudah tidak terlalu gagap dengan dunia online. Kenapa belum ada Appstore untuk pasar ini?</p>
<h3>Barrier of Entry</h3>
<p>Salah satu yang menjadi penyebab tidak adanya appstore untuk kondisi di atas adalah karena tidak ada seorang pun yang memiliki kontrol atas keberagaman brand hardware. Tentunya berbeda dengan Apple, Nokia dan Blackberry yang menjadi pemilik hardware sekaligus Appstore. Ketiadaan single control ini menimbulkan kesulitan untuk masuk dalam ekosistem. Seorang inisiator Appstore harus menggandeng sejumlah banyak vendor untuk memasukkan platformnya ke dalam masing-masing hardware. Biayanya akan jauh meroket dibandingkan dengan setup Appstore untuk satu brand saja.</p>
<h3>We Own It</h3>
<p>Karena tidak ada satu entiti yang memiliki kewenangan penuh atas pasar di atas, berarti kita semua berpeluang memilikinya. Mirip kasusnya dengan OneForty yang tidak dimiliki oleh Twitter. Appstore ini hanya bergantung pada platform Twitter yang terbuka. Memang tidak ada benefit mendapatkan dukungan dari pemilik platform, namun ini juga berarti kebebasan yang lebih bagi pemilik Appstore.</p>
<p>Mudah-mudahan saja ada big guy yang melihat kesempatan ini dan kemudian menginisiasi Appstore untuk lintas brand. Efeknya tentu akan positif bagi pemain lokal. Ibaratnya lapangan pekerjaan baru. <strong>What do you think?</strong></p>
<p>PS:</p>
<p>Sebenarnya saya masih kurang paham dengan konsep OneForty. Menurut saya, yang lebih bisa laku itu Appstore untuk Tweetdeck dan Seesmic berupa plugin/addon yang akan meng-enhance fungsionalitas. Atau mungkin Appstore untuk browser seperti AMO (Addon.Mozilla.Org) yang sayangnya tak memunculkan potensi komersial.</p>
<p>Photo by <a href="http://www.flickr.com/photos/joeshlabotnik/305410323/" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.flickr.com/photos/joeshlabotnik/305410323/?referer=');">Joe Shlabotnik</a></p>


<p>Artikel Terkait:<ol><li><a href='http://www.navinot.com/2009/10/05/nokia-vs-blackberry/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Nokia vs Blackberry'>Nokia vs Blackberry</a> <small>Blackberry sebelumnya hanya dikenal sebagai gadget eksklusif milik para eksekutif....</small></li>
</ol></p><div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=UcXYK6kXbp8:ONCzHfUGAWY:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=UcXYK6kXbp8:ONCzHfUGAWY:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=UcXYK6kXbp8:ONCzHfUGAWY:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=UcXYK6kXbp8:ONCzHfUGAWY:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=UcXYK6kXbp8:ONCzHfUGAWY:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Navinot/~4/UcXYK6kXbp8" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.navinot.com/2010/02/08/theres-no-appstore-for-that/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/02/305410323_effd579e8f-small-150x150.jpg" />
		<media:content url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/02/305410323_effd579e8f-small.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Lego Store</media:title>
			<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/02/305410323_effd579e8f-small-150x150.jpg" />
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://www.navinot.com/2010/02/08/theres-no-appstore-for-that/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Tahun E-Commerce Juga?</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Navinot/~3/aQcR5Z4TGJc/</link>
		<comments>http://www.navinot.com/2010/02/05/tahun-e-commerce-juga/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Feb 2010 07:23:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Toni</dc:creator>
				<category><![CDATA[StartUp]]></category>
		<category><![CDATA[e-commerce]]></category>
		<category><![CDATA[Payment Gateway]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=3883</guid>
		<description><![CDATA[Munculnya pemain dari Telco seperti jadi blessing buat kita semua. Secara finansial, Telco pastinya lebih punya kemampuan untuk membuat payment gateway.


Artikel Terkait:<ol><li><a href='http://www.navinot.com/2009/12/23/juale-solusi-e-commerce-dari-virtual/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Juale: Solusi E-Commerce dari Virtual'>Juale: Solusi E-Commerce dari Virtual</a> <small>Dengan semakin maraknya e-commerce di Indonesia, Virtual Consulting tidak mau...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/02/24/apakah-e-commerce-menguntungkan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Apakah E-Commerce Menguntungkan?'>Apakah E-Commerce Menguntungkan?</a> <small>Tarif internet turun, layanan internet semakin terjangkau, pengguna semakin banyak,...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/08/10/membuka-layanan-e-commerce/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Membuka Layanan e-Commerce'>Membuka Layanan e-Commerce</a> <small>Ternyata cara berjualan di internet itu ada berbagai macam model....</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/02/26/e-commerce-menghindari-barang-komoditas/' rel='bookmark' title='Permanent Link: E-Commerce: Menghindari Barang Komoditas'>E-Commerce: Menghindari Barang Komoditas</a> <small>Kamera Canon di toko A mempunyai fitur yang sama dengan...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/03/04/e-commerce-kesempatan-di-balik-krisis/' rel='bookmark' title='Permanent Link: E-commerce: Kesempatan Di Balik Krisis'>E-commerce: Kesempatan Di Balik Krisis</a> <small>Setelah krisis datang, semua orang menjadi lebih peka dan lebih...</small></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://www.flickr.com/photos/pagedooley/2070566107/" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.flickr.com/photos/pagedooley/2070566107/?referer=');"><img class="aligncenter size-full wp-image-3889" title="Rainbow" src="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/02/2070566107_5fd94a4ce4-small.jpg" alt="" width="450" height="200" /></a></p>
<p>Topik payment gateway di <a href="http://freshyourmind.com" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/freshyourmind.com?referer=');">FreSh</a> semalam di <a href="http://www.digitalstudio.co.id/" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.digitalstudio.co.id/?referer=');">IDS</a> benar-benar menggugah. Membuka mata bahwa ada sekian banyak payment gateway yang tersedia dan siap dipakai oleh siapa saja, termasuk startup.</p>
<h3>Telco Is In The Haus</h3>
<p>Dari sekian banyak payment gateway, sebagian besar diinisiasi oleh Telco. Make sense karena berurusan dengan Bank bukan perkara mudah. Anda harus unjuk gigi supaya bisa punya bargaining power. Plus kita harus punya cukup resource untuk mengurusi perkara legal, pe rsyaratan integrasi dan juga urusan teknis. Untuk ukuran startup yang masih bermasalah dalam hal finansial hal ini susah untuk dipenuhi.</p>
<p>Munculnya pemain dari Telco seperti jadi blessing buat kita semua. Secara finansial, Telco pastinya lebih punya kemampuan untuk membuat payment gateway. Begitu juga untuk urusan bargaining power. Bank yang mungkin sebelumnya masih agak ogah-ogahan untuk terjun ke dalam urusan  payment gateway akan termotivasi. Dan dengan adanya kasus yang riil, policy dari BI juga akan turut terevisi. Yang belum terakomodasi akan segera dibuat dan yang belum bulletproof akan disempurnakan.</p>
<h3>It&#8217;s All About Wallet, and Phone Number</h3>
<p>Pulsa memang tidak diperbolehkan untuk dipakai sebagai alat jual beli, kecuali untuk layanan lain dalam satu kerangka besar produk. Oleh karena itu model e-wallet menjadi pilihan penyelenggara payment-gateway ini. Pengguna diwajibkan mengisi e-wallet-nya dengan transfer antar rekening atau cara lain. Satu di antara beberapa penyelenggara payment gateway ini ada yang memakai sejenis virtual account sehingga sewaktu mendaftar kita akan memperoleh nomer yang bisa kita jadikan rekening tujuan transfer di bank.</p>
<p>Sementara itu, cara transaksinya hampir seragam. Nomer hape dijadikan nomer &#8216;rekening&#8217; sekaligus juga sarana klarifikasi transaksi. Apa bedanya dengan mobile banking? Bedanya adalah kita bertransaksi dengan merchant langsung, bukan transfer antar rekening. Dan levelnya juga bisa mikro. Transaksi terkecil dibatasi oleh ongkos pengiriman notifikasi. Ini adalah variasi dari satu product payment gateway.</p>
<h3>Who Can Use It?</h3>
<p>CMIIW, berbagai model payment-gateway ini tidak ada yang mirip Paypal. Terutama yang memudahkan siapa saja untuk mendaftar dan melakukan transaksi antar pengguna. Sejauh yang bisa saya tangkap, payment gateway ini hanya menfasilitasi Business to Consumer. Jadi Anda tidak bisa memakainya untuk membayar ongkos desainer  memperbaiki CSS atau membuat logo. Dan Anda kemungkinan besar juga tidak bisa mencairkan kembali dana dari e-wallet Anda. Beberapa kekurangan ini kemungkinan besar muncul dalam rangka mengakomodasi tuntutan keamanan dan kemudahan pemrosesan.</p>
<p>Dari segi merchant juga tak banyak berbeda. Tanpa nama yang agak besar rasanya akan sulit untuk mendatangi salah satu penyedia kemudian meminta integrasi dengan payment gateway. Ini salah satu kelemahannya.Tiap registrasi masih memerlukan campur tangan yang cukup banyak dari pihak penyedia payment gateway. Prosesnya tidak bisa instan dan terotomatisasi. Lagi-lagi isu keamanan transaksi yang jadi pikiran utama.</p>
<h3>In the end of this tunnel, a beautiful rainbow awaits us</h3>
<p>Semoga saja isu-isu ini hanya bersifat sementara. Seiring dengan waktu, implementasi dan infrastruktur payment gateway akan menjadi semakin baik. Pihak bank selaku institusi keuangan, pihak pemerintah selaku regulator dan juga kultur konsumen akan semakin siap. The good news is that we don&#8217;t need to spend much. The big guys akan saling menekan dan mendorong terwujudnya ekosistem e-commerce. Modal konsumen hanya say yes pada e-commerce dan payment gateway, serta membentuk opini publik. Pihak merchant juga tak peru bersusah payah. The big guys will come after you. Mereka akan mengetuk pintu dan mempersilahkan Anda untuk bergabung. Di sinilah peran merchant untuk bersuara dan turut mendorong ekosistem e-commerce yang lebih kondusif dan implementasi payment gateway yang applicable.</p>
<p><strong>So, tahun ini juga bakal jadi tahun e-commerce Indonesia?</strong></p>


<p>Artikel Terkait:<ol><li><a href='http://www.navinot.com/2009/12/23/juale-solusi-e-commerce-dari-virtual/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Juale: Solusi E-Commerce dari Virtual'>Juale: Solusi E-Commerce dari Virtual</a> <small>Dengan semakin maraknya e-commerce di Indonesia, Virtual Consulting tidak mau...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/02/24/apakah-e-commerce-menguntungkan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Apakah E-Commerce Menguntungkan?'>Apakah E-Commerce Menguntungkan?</a> <small>Tarif internet turun, layanan internet semakin terjangkau, pengguna semakin banyak,...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/08/10/membuka-layanan-e-commerce/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Membuka Layanan e-Commerce'>Membuka Layanan e-Commerce</a> <small>Ternyata cara berjualan di internet itu ada berbagai macam model....</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/02/26/e-commerce-menghindari-barang-komoditas/' rel='bookmark' title='Permanent Link: E-Commerce: Menghindari Barang Komoditas'>E-Commerce: Menghindari Barang Komoditas</a> <small>Kamera Canon di toko A mempunyai fitur yang sama dengan...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/03/04/e-commerce-kesempatan-di-balik-krisis/' rel='bookmark' title='Permanent Link: E-commerce: Kesempatan Di Balik Krisis'>E-commerce: Kesempatan Di Balik Krisis</a> <small>Setelah krisis datang, semua orang menjadi lebih peka dan lebih...</small></li>
</ol></p><div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=aQcR5Z4TGJc:f0Em-h_KIbQ:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=aQcR5Z4TGJc:f0Em-h_KIbQ:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=aQcR5Z4TGJc:f0Em-h_KIbQ:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=aQcR5Z4TGJc:f0Em-h_KIbQ:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=aQcR5Z4TGJc:f0Em-h_KIbQ:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Navinot/~4/aQcR5Z4TGJc" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.navinot.com/2010/02/05/tahun-e-commerce-juga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/02/2070566107_5fd94a4ce4-small-150x150.jpg" />
		<media:content url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/02/2070566107_5fd94a4ce4-small.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Rainbow</media:title>
			<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/02/2070566107_5fd94a4ce4-small-150x150.jpg" />
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://www.navinot.com/2010/02/05/tahun-e-commerce-juga/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>The Gaps in Indonesian Internet</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Navinot/~3/2UVsK53KSis/</link>
		<comments>http://www.navinot.com/2010/02/02/the-gaps-in-indonesian-internet/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Feb 2010 04:45:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ivan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Web & Internet]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Internet population]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=3870</guid>
		<description><![CDATA[Dibilang besar, memang besar. Tapi masih banyak yang merasakan internet bisnis di Indonesia ini kurang meyakinkan. Salah satunya karena internet belum diadopsi secara masal.


Tidak ada artikel terkait.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/02/indonesiainternet.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3874" title="indonesiainternet" src="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/02/indonesiainternet.jpg" alt="" width="450" height="200" /></a></p>
<p>30 Juta pengguna internet di Indonesia? Posisi ke 4 di Facebook sebagai user paling aktif per negara? — Satu catatan yang menarik, sekaligus patut dipertanyakan.</p>
<p>Apakah angka tersebut cukup bagus?</p>
<p>Dalam kenyataannya, kita masih mempunyai banyak kekosongan, meskipun pengguna internet sudah menembus angka 30 juta.<span id="more-3870"></span></p>
<h3><em><strong>Generation Gap</strong></em></h3>
<p>Bila kita tata satu persatu pengguna internet di sebuah peta, maka akan terlihat tersebar luas dan tidak merata. Bahkan di kota Jakarta yang lebih maju dan padat, internet masih belum diadopsi secara luas.</p>
<p>Argumentasi ini semakin jelas bila kita lebih fokus pada generasi yang lebih tua, misalnya kalangan berumur 40 tahun ke atas. Sebagian dari mereka sudah aktif dengan BlackBerry, tapi sebagian besar juga masih belum mengadopsi teknologi terbaru.</p>
<p>Mengapa kita menyingung kalangan berumur? Seberapa penting keberadaan mereka? Karena sebagian besar pemilik bisnis yang sudah mapan sudah berada di kelompok ini, dan mereka sangat memegang peranan dalam suatu industri.</p>
<p>Satu <em>brand</em> besar mungkin punya jatah iklan yang lumayan untuk sekali tebas, tapi perlu diingat, Indonesia masih kaya akan UKM. Para wirausahawan yang lebih bervariasi dan pasti akan menambah warna di media internet.</p>
<p>Sayangnya, kelompok berumur ini cenderung tidak paham, bahkan tidak peduli, akan internet. Mereka lebih memilih untuk mengambil langkah tradisional dalam bisnis, yang termasuk dengan perhitungan ROI yang ketat. Berapapun yang keluar untuk iklan, harus balik dengan sekian banyak <em>revenue</em>.</p>
<p><em>Internet</em>? <em>Social media</em>? Bahkan kita masih berdebat akan ROI nya.</p>
<h3><em>Economy Gap</em></h3>
<p>Jujur saja, biaya berlangganan internet itu tidak murah. Bahkan sampai detik ini, saya belum berlangganan data plan untuk internet. iPhone 2G ini masih mengandalkan wi-fi kantor.</p>
<p>Bila awalnya sudah dilabel mahal, para pelaku bisnis sudah mulai enggan untuk memakainya, apalagi bila ROI-nya masih dipertanyakan. Mungkin untuk alasan operasional, akuntansi, stok, yang jelas lebih terlihat hasilnya. Umumnya, publik masih menganggap internet sebagai kebutuhan ketiga, layaknya hiburan, bukan yang pertama atau bahkan kedua. Internet masih belum mampu menyamai ponsel sebagai alat komunikasi.</p>
<p>Melihat daya beli masyarakat Indonesia, termasuk pengguna dengan ponsel jadul, cukup jelas menggambarkan besarnya <em>economy gap</em>. BlackBerry bisa laku keras, tapi masih juga banyak yang belum beralih dari ponsel berlayar <em>monochrome</em>.</p>
<p>Asumsi lain adalah, bila pengguna mulai mampu membayar layanan internet, maka <em><a href="http://www.navinot.com/tag/mobile-internet/" target="_blank">mobile internet</a></em> adalah pilihan efisien. Tidak perlu bingung dengan lokasi. Namun, untuk keperluan tersebut, perlu dukungan ponsel yang lebih moderen. Oleh karena itu, untuk beken dengan internet, juga perlu persyaratan <em>upgrade</em> ponsel. Mahal.</p>
<h3><em>Viral Gap</em></h3>
<p>Saya tidak pasti apa yang pas untuk judul di atas. Yang saya maksud adalah kerapatan antara pengguna internet di dunia nyata. Seseorang di sebelahmu mungkin pernah mendengar tentang internet, tapi bukanlah seorang pengguna reguler. Bahkan seseorang di sebelahnya tidak pernah memakainya.</p>
<p>Karena di dunia nyata, pengguna internet populasinya tidak begitu rapat, maka bila seseorang berusaha memperkenalkan suatu layanan lewat media internet, kampanye mereka tidak akan bisa menikmati efek viral di dunia nyata juga.</p>
<p><a href="http://www.navinot.com/tag/branding/" target="_blank"><em>Branding</em></a> dan <a href="http://www.navinot.com/tag/marketing/" target="_blank"><em>marketing</em></a> bekerja dengan baik dengan adanya repetisi. Disebut sekali tidak akan membuatmu menengok layanan baru tersebut. Disebut 10 kali, mungkin baru mulai teringat. Ke seratus kali baru mulai dicoba.</p>
<p>&#8212;</p>
<p>Sebagai perbandingan, mari kita ke Singapura sebentar.</p>
<p>Di peta, digambar seberapa besarpun, Singapura masih saja tidak terlihat jelas bila disandingkan dengan luasnya wilayah Indonesia. Hanya dengan populasi sekitar 5 juta, tapi penetrasi pengguna internet di Singapura jauh lebih besar, yaitu <a href="http://comm215.wetpaint.com/page/PC+and+Internet+Penetration" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/comm215.wetpaint.com/page/PC+and+Internet+Penetration?referer=');">sekitar 76%</a>. Yang berarti ke manapun Anda pergi, kita bisa dengan leluasa berkata &#8220;<em>email me</em>&#8220;, &#8220;<em>see you on Facebook</em>&#8220;, atau &#8220;<em>Google it</em>&#8220;, tanpa banyak sangkalan seperti &#8220;Maaf, tidak punya Facebook&#8221; atau &#8220;Maaf, SMS saja daripada email&#8221;.</p>
<p>Karena sebagian besar mempunyai akses ke internet, pelaku bisnis kini melihat suatu potensi dengan pandangan yang jauh berbeda. Intinya, tiap investasi akan kembali lebih jelas, dan iklan online jadi semakin umum layaknya iklan di dunai nyata.</p>
<p>Karena pengguna internet yang lebih rapat dalam suatu populasi, maka kampanye online bisa berlanjut dengan <em>viral effect</em> di dunia nyata juga. Terhitung lebih efektif bila dilakukan secara bersamaan.</p>
<h3><em>Conclusion</em></h3>
<p>Jumlah pengguna Internet di Indonesia memang besar, itu kalau mereka bekerja sama. Bahkan bisa mengambil alih <em>trending topic</em> di <a href="http://www.navinot.com/tag/twitter/" target="_blank">Twitter</a>. Namun sejujurnya, masih banyak <em>gaps</em> yang perlu diisi, sehingga pengguna internet sudah pantas menyandang label mayoritas.</p>
<p>Kabar baiknya, dalam beberapa tahun terakhir ada peningkatan pesat dalam penetrasi pengguna internet. (Begitu juga pengguna Facebook. <em>Thanks to phone carriers ads</em>.) Oleh karena itu, waktu sudah seharusnya semakin dekat bagi kita <em>internet entrepreneurs</em>. Bersiaplah!</p>
<p><strong>Kira-kira, berapa persen bisa dianggap pantas agar angka penetrasi pengguna internet dianggap mayoritas? 30%? 50%?</strong></p>


<p>Tidak ada artikel terkait.</p><div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=2UVsK53KSis:eH1JisQ97VA:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=2UVsK53KSis:eH1JisQ97VA:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=2UVsK53KSis:eH1JisQ97VA:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=2UVsK53KSis:eH1JisQ97VA:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=2UVsK53KSis:eH1JisQ97VA:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Navinot/~4/2UVsK53KSis" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.navinot.com/2010/02/02/the-gaps-in-indonesian-internet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/02/indonesiainternet-150x150.jpg" />
		<media:content url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/02/indonesiainternet.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">indonesiainternet</media:title>
			<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/02/indonesiainternet-150x150.jpg" />
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://www.navinot.com/2010/02/02/the-gaps-in-indonesian-internet/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>LangitMusik: I’m Lost In The Trees And The Wild</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Navinot/~3/Dsy2-R6TOrU/</link>
		<comments>http://www.navinot.com/2010/02/01/langitmusik-im-lost-in-the-trees-and-the-wild/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Feb 2010 10:19:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Toni</dc:creator>
				<category><![CDATA[StartUp]]></category>
		<category><![CDATA[Product Development]]></category>
		<category><![CDATA[Viral]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=3859</guid>
		<description><![CDATA[Sekarang saya agak mengerti kenapa ada istilah: whatever people think, think the opposite. Jika semua orang berpikir eating your own dog food, think about feeding other dogs. Kalau digabung dengan teori lautan, pemikiran yang sama dari sejumlah besar orang akan berujung pada red ocean. Sementara yang berpikir sebaliknya akan menemukan blue ocean.


Artikel Terkait:<ol><li><a href='http://www.navinot.com/2010/01/13/the-power-of-inconvenience/' rel='bookmark' title='Permanent Link: The Power of Inconvenience'>The Power of Inconvenience</a> <small>Dengan adanya produk hijau, kita semua menjadi merasa bersalah karena...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2010/01/28/membangun-tim-virtual/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Membangun Tim Virtual'>Membangun Tim Virtual</a> <small>Virtual team semakin populer untuk dijadikan sebagai cara bekerja sama...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/12/11/its-all-begin-with-a-story/' rel='bookmark' title='Permanent Link: It All Begins With A Story'>It All Begins With A Story</a> <small>Konsumen selalu punya pendirian dan keyakinan sebelum membeli. Konsumen sudah...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/10/14/jangan-cuma-setengah-setengah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Jangan Cuma Setengah-Setengah'>Jangan Cuma Setengah-Setengah</a> <small>Ada apa dengan yang setengah-setengah? Seth Godin berpendapat bahwa yang...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/12/01/kultur-microsoft-terefleksi-lewat-produk-yang-dihasilkan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kultur Microsoft Terefleksi Lewat Produk yang Dihasilkan'>Kultur Microsoft Terefleksi Lewat Produk yang Dihasilkan</a> <small>Pengguna produk Microsoft memang sudah terbiasa untuk dipaksakan untuk memilih....</small></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://www.flickr.com/photos/nicholas_t/270891582/" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.flickr.com/photos/nicholas_t/270891582/?referer=');"><img class="aligncenter size-full wp-image-3862" title="The Trees and The Wild" src="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/02/270891582_1aa991ad12-small.jpg" alt="" width="450" height="200" /></a></p>
<p>The Tress and The Wild adalah salah satu performer dalam acara Langit Musik yang berlangsung weekend kemarin. Lain dengan lagu-lagu yang dibawakan Mike&#8217;s Apartment, lagu The Trees And The Wild benar-benar membuat saya bekerut-kerut. Sama sekali saya tak mengenali lagunya ataupun bisa menikmati musiknya. Namun semua ABG yang berada di depan saya sedang bersorak-sorai. Di mana saya berada?</p>
<h3>Social Media at Works</h3>
<p>Pengunjung sama sekali tidak dipungut biaya. Namun semua pendaftaran dilakukan lewat <a href="http://www.facebook.com/2010NEWDAY" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.facebook.com/2010NEWDAY?referer=');">Facebook</a> dan email. Pendaftaran lewat Facebook memicu viralitas. Dan dengan sederetan artis yang digemari mayoritas ABG, daya tarik event ini semakin menjadi. Konsep marketing event ini bisa dianggap memenuhi syarat <a href="http://www.navinot.com/2009/05/01/social-media-marketing-fish-where-the-fish-are/" target="_blank">Fish where the fish are</a>. Memancing anak muda tentu saja di Facebook, dengan umpan ikon-ikon anak muda. Tahukah Anda bahwa tidak ada poster yang dicetak untuk publikasi event ini?</p>
<p>Langit Musik untuk promosi hanya bermodal Facebook dan Twitter. Tidak ada aplikasi khusus yang dibuat. Viralitasnya berasal dari status FB (Fans) dan Twitter. Keduanya dilakukan dengan frekuensi cukup tinggi. Beberapa dari kita mungkin terganggu, tapi tidak sama ceritanya dengan segmen ABG.</p>
<h3>Generation Gap</h3>
<p>Band pertama yang saya hadiri panggungnya adalah Mike&#8217;s Apartment. Membawakan lagu-lagu nineties, band ini dengan mudah saya nikmati penampilannya. Selanjutnya adalah The Tress And The Wild yang disambut sorak-sorai ABG yang sebelumnya tampak berdiri terpaku selama penampilan Mike&#8217;s Apartment.</p>
<p>Saya tergugah. Sekian anak muda yang berada di depan saya waktu itu adalah segmen yang tidak begitu saya kenal. Jika saya sedang merancang produk, besar kemungkinan remaja-remaja ini tidak akan pernah masuk dalam sasaran. Padahal dengan bahasa yang tepat, semisal bahasa Teh Trees and The Wild yang mungkin tidak kita mengerti, konsumen yang tak pernah kita pikirkan ini bisa kita raih. Masalahnya kita sering memosisikan diri kita sebagai pribadi yang anti dengan bahasa dan kultur ini.</p>
<h3>Take Off Your Glasses</h3>
<p>Seberapa banyak sih konsumen yang bisa kita sasar? Kadang kala, kita hanya berpikir tentang kita dan teman-teman seusia. Kita seringkali tak sadar menutup mata akan adanya generasi konsumen yang lain. Hal ini kemungkinan besar terjadi karena teori Dog food. Untuk memastikan produk bisa sukses, maka kita juga harus mau memakainya. Eating your own dog food. Akibatnya kita memang punya fokus, tapi tak selalu di tempat yang tepat.</p>
<p>Sekarang saya agak mengerti kenapa ada istilah: whatever people think, think the opposite. Jika semua orang berpikir eating your own dog food, think about feeding other dogs. Kalau digabung dengan teori lautan, pemikiran yang sama dari sejumlah besar orang akan berujung pada red ocean. Sementara yang berpikir sebaliknya akan menemukan blue ocean.</p>
<p><strong>So, take of your glasses and get out of your cave geeks! Breathe new fresh air!</strong></p>
<p>PS: Thanks to @podelz untuk informasi and @KopdarJakarta<strong> </strong>untuk VIP access card-nya<strong><br />
</strong></p>


<p>Artikel Terkait:<ol><li><a href='http://www.navinot.com/2010/01/13/the-power-of-inconvenience/' rel='bookmark' title='Permanent Link: The Power of Inconvenience'>The Power of Inconvenience</a> <small>Dengan adanya produk hijau, kita semua menjadi merasa bersalah karena...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2010/01/28/membangun-tim-virtual/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Membangun Tim Virtual'>Membangun Tim Virtual</a> <small>Virtual team semakin populer untuk dijadikan sebagai cara bekerja sama...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/12/11/its-all-begin-with-a-story/' rel='bookmark' title='Permanent Link: It All Begins With A Story'>It All Begins With A Story</a> <small>Konsumen selalu punya pendirian dan keyakinan sebelum membeli. Konsumen sudah...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/10/14/jangan-cuma-setengah-setengah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Jangan Cuma Setengah-Setengah'>Jangan Cuma Setengah-Setengah</a> <small>Ada apa dengan yang setengah-setengah? Seth Godin berpendapat bahwa yang...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/12/01/kultur-microsoft-terefleksi-lewat-produk-yang-dihasilkan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kultur Microsoft Terefleksi Lewat Produk yang Dihasilkan'>Kultur Microsoft Terefleksi Lewat Produk yang Dihasilkan</a> <small>Pengguna produk Microsoft memang sudah terbiasa untuk dipaksakan untuk memilih....</small></li>
</ol></p><div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=Dsy2-R6TOrU:4E_Jlz-LbS4:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=Dsy2-R6TOrU:4E_Jlz-LbS4:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=Dsy2-R6TOrU:4E_Jlz-LbS4:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=Dsy2-R6TOrU:4E_Jlz-LbS4:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=Dsy2-R6TOrU:4E_Jlz-LbS4:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Navinot/~4/Dsy2-R6TOrU" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.navinot.com/2010/02/01/langitmusik-im-lost-in-the-trees-and-the-wild/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/02/270891582_1aa991ad12-small-150x150.jpg" />
		<media:content url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/02/270891582_1aa991ad12-small.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">The Trees and The Wild</media:title>
			<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/02/270891582_1aa991ad12-small-150x150.jpg" />
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://www.navinot.com/2010/02/01/langitmusik-im-lost-in-the-trees-and-the-wild/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Membangun Tim Virtual</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Navinot/~3/E6NVwBnpS3k/</link>
		<comments>http://www.navinot.com/2010/01/28/membangun-tim-virtual/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Jan 2010 05:21:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mulyadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[StartUp]]></category>
		<category><![CDATA[Product Development]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=3840</guid>
		<description><![CDATA[Virtual team semakin populer untuk dijadikan sebagai cara bekerja sama menjalin bakat dan keahlian yang kadang tidak mungkin ditemukan dalam satu kota atau negara yang berbeda. Apakah Anda siap mengikuti trend ini?


Artikel Terkait:<ol><li><a href='http://www.navinot.com/2009/04/28/apakah-kamu-karyawan-tahan-phk/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Apakah Kamu Karyawan Tahan PHK?'>Apakah Kamu Karyawan Tahan PHK?</a> <small>5 Tip yang kiranya bisa membantu anda dalam menempuh karir,...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2010/02/01/langitmusik-im-lost-in-the-trees-and-the-wild/' rel='bookmark' title='Permanent Link: LangitMusik: I&#8217;m Lost In The Trees And The Wild'>LangitMusik: I&#8217;m Lost In The Trees And The Wild</a> <small>Sekarang saya agak mengerti kenapa ada istilah: whatever people think,...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/08/29/4-tips-startup-dari-founder-envato/' rel='bookmark' title='Permanent Link: 4 Tips StartUp dari Founder Envato'>4 Tips StartUp dari Founder Envato</a> <small>4 Tips dari Collis Taeed, pendiri Envato, dengan serangkaian blog...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/12/01/kultur-microsoft-terefleksi-lewat-produk-yang-dihasilkan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kultur Microsoft Terefleksi Lewat Produk yang Dihasilkan'>Kultur Microsoft Terefleksi Lewat Produk yang Dihasilkan</a> <small>Pengguna produk Microsoft memang sudah terbiasa untuk dipaksakan untuk memilih....</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2010/01/13/the-power-of-inconvenience/' rel='bookmark' title='Permanent Link: The Power of Inconvenience'>The Power of Inconvenience</a> <small>Dengan adanya produk hijau, kita semua menjadi merasa bersalah karena...</small></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/01/connected_globe.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3851" src="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/01/connected_globe.jpg" alt="" /></a></p>
<p>Tidak diragukan lagi terlihat banyak perangkat lunak atau <em>software</em> baru ditujukan untuk memudahkan kita bekerja sama secara virtual, kapan dan di mana saja: <a title="GoToMeeting" href="http://www.gotomeeting.com" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.gotomeeting.com?referer=');">GoToMeeting</a>, <a title="Skype" href="http://www.skype.com" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.skype.com?referer=');">Skype</a>, <a title="Basecamp" href="http://www.basecamphq.com" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.basecamphq.com?referer=');">Basecamp</a>, <a title="Google docs" href="http://docs.google.com" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/docs.google.com?referer=');">Google docs</a>, dll. Semakin banyak perusahaan software mengandalkan teknologi tersebut untuk membangun tim-nya secara virtual dan <em>distributed</em> – developers di Mexico dan Indonesia, QA di China dan Vietnam, dalam berlomba menciptakan product yang terbaik. Tanda jelas kalau globalisasi semakin dekat?</p>
<p>Sebagai post saya yang pertama, saya ingin berbagi 5 tantangan yang saya hadapi membangun <em>virtual team</em> untuk sebuah start-up di Silicon Valley: gabungan developer, tester, dan customer service di China, India, Mexico, dan Turki.</p>
<h3><em>Communication</em></h3>
<p>Mungkin ini salah satu hal yang paling sering mengakibatkan sakit kepala adalah komunikasi. Bagi yang sudah berpasangan, Anda pasti tahu betapa sulitnya berkomunikasi secara jelas dengan pasangan Anda. Hanya saja di dalam perusahaan masalah komunikasi biasanya jauh lebih rumit. Karena komunikasi yang kurang baik, sering terjadi software yang dihasilkan berbeda jauh dari apa yang diminta klien.</p>
<p><a href="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/01/software_engineering.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3850" src="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/01/software_engineering.jpg" alt="" width="450" height="338" /></a></p>
<p>Keadaan ini menjadi lebih rumit, ketika ada variabel baru di mana anggota tim tidak punya satu bahasa yang sama: <em>language barrier</em>. Dokumen yang Anda tulis dalam bahasa Inggris belum tentu dapat dimengerti sepenuhnya oleh rekan kerja di Vietnam, misalnya. Begitu pula Anda mungkin sampai pada kesimpulan yang kurang tepat setelah membaca imel bahasa Inggris dari rekan kerja di China. Walau tidak ada solusi instan, penggunaan gaya bahasa sangat sederhana dan sering memberikan contoh pendukung yang jelas (seperti diagram, <em>screenshot</em>, <em>wireframe</em>, dsb) &#8212; asal jangan <em><a title="How Many Days to Move a Button" href="http://www.navinot.com/2010/01/25/how-many-days-to-move-a-button/">over-communicate</a></em>, dapat mengurangi kesalahpahaman dan kerancuan.</p>
<h3><em>Cultural Awareness</em></h3>
<p>Selain komunikasi, toleransi dan pengetahuan akan budaya lain juga perlu diperhatikan. Cara penyampaian intensi baik di daerah <em>A</em> bisa diterima sebaliknya bila diterapkan di <em>B</em>. Erat kaitannya dengan komunikasi, terjemahan langsung atau <em>direct translation</em> dari satu bahasa ke bahasa lain tanpa memperhatikan konteks juga dapat menambah probabilitas salah pengertian antara anggota.</p>
<p>Satu anekdot: Pernah satu hari, rekan <em>customer support</em> di India mengakhiri sesi chat dengan manajernya, orang Amerika, dengan “Hope you have a busy day!” Walau ungkapan tersebut bermaksud ramah di daerah di mana rekan tersebut dibesarkan, lucu juga melihat manajernya terkejut dan dengan besar hati berusaha mencoba mengerti tanpa bergegas marah.</p>
<p>Pengadaan pedoman komunikasi (imel, sambutan, dll) ketika mulainya terbentuk tim terbukti dapat membantu mengurangi kesalahpahaman akibat perbedaan budaya. Kecuali memang seseorang sengaja bertindak tidak sepantasnya, biasanya dengan cukup waktu dan <em>trial-and-error</em>, kesadaran budaya ini biasanya dapat dipelajari dan dipraktekan dengan baik.</p>
<h3><em>Self Motivation</em></h3>
<p>Tidak semua orang berfungsi dengan baik dalam virtual team di mana setiap individu diharapkan bersifat <em>self-motivated</em> dan mampu bekerja secara mandiri tanpa pengawasan atau struktur eksternal. Faktor penting berikutnya adalah <em>result-oriented</em>, karena tidak ada rekan di sekitar yang sadar betapa intensifnya seseorang berusaha menyelesaikan tugas kecuali pada akhirnya dia dapat mendemonstrasikan hasil akhirnya dengan jelas.</p>
<h3><em>Logistics</em></h3>
<p>Pukul 8 malam hari Minggu di Silicon Valley = pukul 11 pagi hari Senin di pulau Jawa. Perbedaan <em>time zone</em> yang besar ini sering menjadi tantangan yang seru dalam segi pengaturan <em>resources</em>. Seandainya para developer di Jakarta perlu keputusan dari San Francisco untuk menyelesaikan suatu masalah, seseorang perlu memastikan ketergantungan ini bisa segera diselesaikan supaya tidak ada waktu yang terbuang percuma. Jika tidak, developer di Jakarta sudah siap kerja (Senin pagi) tapi perlu menunggu <em>product manager</em>-nya masih pesta di San Francisco (Minggu malam); setelah keputusan sudah terbentuk hari Senin di Amerika, pelaksanaannya akan tertunda menunggu developer di Jakarta siap kembali. Keterlambatan yang biasanya terjadi dalam jam, kini bisa menjadi hari.</p>
<h3><em>Trust</em></h3>
<p>Ini tentunya tantangan yang paling besar untuk membentuk virtual team (apa saja, sebetulnya): memupuk kepercayaan atau <em>trust</em> di antara anggota tim. Trust sangatlah penting untuk mendukung semua point di atas: sebagai basis untuk komunikasi yang terbuka dan menyangga motivasi semua individu yang bersangkutan. Tanpa diragukan, trust memerlukan perhatian khusus di setiap titik perkembangan tim Anda.</p>
<p>&#8212;</p>
<p>Terlepas dari <em>challenges</em> di atas, keberhasilan (termasuk proses untuk mencapainya) untuk membangun virtual team yang sukses sungguhlah berharga. Masing-masing tim member mendapat kesempatan untuk lansung terjun belajar berkomunikasi dengan lebih efektif, meningkatkan kesadaran akan budaya lain, dan mempersiapkan diri untuk proses kolaborasi di dalam pasar global. Belakangan ini saya menemukan kalau pengalaman ini bisa menjadi nilai tambah yang besar dalam résumé Anda.</p>
<p>Apakah Anda mempunyai pengalaman serupa? Mungkin dalam membentuk virtual team dari awal? Atau dari sisi lain, seperti bekerja untuk tim di luar negeri, yang belum pernah Anda jumpai secara nyata? Kami tertarik mendengarkan bagaimana Anda menghadapi beberapa tangtangan serupa di atas. Juga, seandainya tersedia, jangan ragu untuk berbagi tip dan saran di kolom komentar.</p>
<p><em>PS: Point-point di atas tidak hanya relevan untuk terjadi di perusahaan besar. Sebagai startup, NavinoT juga semakin giat memperkuat virtual team-nya: Ivan di Surabaya, Toni di Jakarta, dan Mulyadi di Silicon Valley. Kami sadar akan tantangan yang ada di depan tapi, dengan dukungan pembaca sekalian, kami siap menghadapinya.</em></p>


<p>Artikel Terkait:<ol><li><a href='http://www.navinot.com/2009/04/28/apakah-kamu-karyawan-tahan-phk/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Apakah Kamu Karyawan Tahan PHK?'>Apakah Kamu Karyawan Tahan PHK?</a> <small>5 Tip yang kiranya bisa membantu anda dalam menempuh karir,...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2010/02/01/langitmusik-im-lost-in-the-trees-and-the-wild/' rel='bookmark' title='Permanent Link: LangitMusik: I&#8217;m Lost In The Trees And The Wild'>LangitMusik: I&#8217;m Lost In The Trees And The Wild</a> <small>Sekarang saya agak mengerti kenapa ada istilah: whatever people think,...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/08/29/4-tips-startup-dari-founder-envato/' rel='bookmark' title='Permanent Link: 4 Tips StartUp dari Founder Envato'>4 Tips StartUp dari Founder Envato</a> <small>4 Tips dari Collis Taeed, pendiri Envato, dengan serangkaian blog...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/12/01/kultur-microsoft-terefleksi-lewat-produk-yang-dihasilkan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kultur Microsoft Terefleksi Lewat Produk yang Dihasilkan'>Kultur Microsoft Terefleksi Lewat Produk yang Dihasilkan</a> <small>Pengguna produk Microsoft memang sudah terbiasa untuk dipaksakan untuk memilih....</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2010/01/13/the-power-of-inconvenience/' rel='bookmark' title='Permanent Link: The Power of Inconvenience'>The Power of Inconvenience</a> <small>Dengan adanya produk hijau, kita semua menjadi merasa bersalah karena...</small></li>
</ol></p><div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=E6NVwBnpS3k:oRCcshYdBhM:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=E6NVwBnpS3k:oRCcshYdBhM:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=E6NVwBnpS3k:oRCcshYdBhM:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=E6NVwBnpS3k:oRCcshYdBhM:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=E6NVwBnpS3k:oRCcshYdBhM:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Navinot/~4/E6NVwBnpS3k" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.navinot.com/2010/01/28/membangun-tim-virtual/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/01/connected_globe-150x150.jpg" />
		<media:content url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/01/connected_globe.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">connected_globe</media:title>
			<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/01/connected_globe-150x150.jpg" />
		</media:content>
		<media:content url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/01/software_engineering.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">software_engineering</media:title>
			<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/01/software_engineering-150x150.jpg" />
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://www.navinot.com/2010/01/28/membangun-tim-virtual/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Startup Currencies</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Navinot/~3/fal7E6fXIuo/</link>
		<comments>http://www.navinot.com/2010/01/27/startup-currency/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Jan 2010 11:17:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Toni</dc:creator>
				<category><![CDATA[StartUp]]></category>
		<category><![CDATA[collaboration]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=3827</guid>
		<description><![CDATA[Startup yang tidak bermasalah dengan persoalan finansial pun tak selalu bekerjasama dengan dasar finansial. Apa saja mata uang yang bisa dipakai dalam kerjasama non finansial ini?


Artikel Terkait:<ol><li><a href='http://www.navinot.com/2009/08/27/tips-memulai-bisnis-online-yang-tepat/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tips Memulai Bisnis (Online) Yang Tepat'>Tips Memulai Bisnis (Online) Yang Tepat</a> <small>Bingung mau memulai bisnis? Kerja apa? Jual apa? Buat blog...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/07/29/kolaborasi-online/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kolaborasi Online'>Kolaborasi Online</a> <small>Kolaborasi adalah hal yang sudah terbukti bisa memberikan hasil lebih...</small></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://www.flickr.com/photos/spine/214759009/" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.flickr.com/photos/spine/214759009/?referer=');"><img class="aligncenter size-full wp-image-3835" title="startup currencies" src="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/01/214759009_75d436cddc-small.jpg" alt="" width="450" height="200" /></a></p>
<p>Dengan begitu banyaknya startup lokal yang bermunculan, kompetisi akan menjadi sengit. Tapi tentu saja peluang kerjasama juga terbuka makin lebar. Tapi, jika kita adalah startup yang masih bermasalah di bidang finansial tentunya ada hal non-finansial yang kita jadikan poin dalam kerjasama. Dan bahkan, untuk startup yang tidak bermasalah dengan persoalan finansial pun tak selalu bekerjasama dengan dasar finansial.</p>
<h3>So Pasti Attention</h3>
<p>Yang dicari semua startup adalah attention, dengan harapan terakhir bisa dikonversi menjadi profit. Sayangnya, terlalu banyak pihak yang berkompetisi mencari perhatian sehingga tak semua orang mempunyai kesempatan yang sama untuk mendapatkan perhatian. Satu pihak mungkin lebih dominan daripada yang lain sehingga pihak lain menjadi tertutupi.</p>
<p>Fret not, attention adalah nilai akhir. Untuk mencapainya kita bisa menggunakan berbagai macam channel. Channel inilah yang saya sebut web currency.</p>
<h3>Content</h3>
<p>Konten secara tidak langsung menjadi mata uang lewat pageviews dan visitor count. Konten bisa kita gunakan sebagai mata uang yang nilai bisa bervariasi. Semakin niche, semakin susah pula konten dicari dan semakin mahal pula harganya. Konten yang otentik seringkali memerlukan investasi yang besar. Review produk yang sungguh-sungguh memerlukan akses langsung pada produk terkait. Review smartphone Android terbaru tentunya memerlukan hardware sesungguhnya. Konten yang merupakan hasil analisa tentunya memerlukan riset yang memakan waktu.</p>
<h3>Membership</h3>
<p>Siapa sih yang tak menginginkan member. Data kontak pengguna dan profilnya menjadi harta karun bagi startup yang bisa mengkonversinya menjadi uang. Facebook sudah menjadi bukti anggun bagaimana user profile dimanfaatkan untuk meningkatkan performa iklan.</p>
<p>Kita bisa menggunakan data membership yang kita punyai sebagai mata uang dalam kerjasama. Bentuknya bisa berupa SSO lewat OpenID, OAuth, dan berbagai metode otentikasi lain. Dengan metode SSO ini kita bisa dengan aman berbagi membership tanpa sepenuhnya menyerahkan data pengguna. Koprol bisa &#8220;berbagi&#8221; user dengan SalingSilang, startup lain.</p>
<h3>Social Activities</h3>
<p>Yang ini agak baru. Sebelum datangnya era Web 2.0 tidak ada aktivitas sosial seperti likes, comment atau sharing. Pun ada, efeknya tidak sama signifikan dengan situasi masa kini. Mata uang ini adalah the next step dari plain membership dan content. Yang dipertukarkan adalah aktivitas pengguna, bukan data profilnya. Hasil akhir aktivitas ini bisa dikonversi menjadi popularity, preference, dan lain-lain. Data-data bentuk akhir inilah yang punya nilai langsung bagi suatu produk startup.</p>
<p><strong>Okay, sekarang Anda bisa revise proposal dan segera <a href="http://http://www.navinot.com/tag/elevator-pitch/" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/http_//www.navinot.com/tag/elevator-pitch/?referer=');">pitch</a> startup seksi yang Anda taksir itu. Siap?</strong></p>


<p>Artikel Terkait:<ol><li><a href='http://www.navinot.com/2009/08/27/tips-memulai-bisnis-online-yang-tepat/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tips Memulai Bisnis (Online) Yang Tepat'>Tips Memulai Bisnis (Online) Yang Tepat</a> <small>Bingung mau memulai bisnis? Kerja apa? Jual apa? Buat blog...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/07/29/kolaborasi-online/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kolaborasi Online'>Kolaborasi Online</a> <small>Kolaborasi adalah hal yang sudah terbukti bisa memberikan hasil lebih...</small></li>
</ol></p><div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=fal7E6fXIuo:R3fCst1Ax2c:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=fal7E6fXIuo:R3fCst1Ax2c:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=fal7E6fXIuo:R3fCst1Ax2c:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=fal7E6fXIuo:R3fCst1Ax2c:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=fal7E6fXIuo:R3fCst1Ax2c:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Navinot/~4/fal7E6fXIuo" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.navinot.com/2010/01/27/startup-currency/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/01/214759009_75d436cddc-small-150x150.jpg" />
		<media:content url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/01/214759009_75d436cddc-small.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">startup currencies</media:title>
			<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/01/214759009_75d436cddc-small-150x150.jpg" />
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://www.navinot.com/2010/01/27/startup-currency/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Should Google be Afraid of Facebook?</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Navinot/~3/a914xbyyWCo/</link>
		<comments>http://www.navinot.com/2010/01/26/should-google-be-afraid-of-facebook/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Jan 2010 08:41:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ivan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Web & Internet]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[google]]></category>
		<category><![CDATA[search engine]]></category>
		<category><![CDATA[social network]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=3822</guid>
		<description><![CDATA[Untuk posisi pertama di Internet, Google sudah mulai terhimpit oleh Facebook. Dengan pertumbuhan yang begitu cepat, apakah Facebook bisa melewati Google? Mungkin bisa. Tapi apakah Facebook akan sesukses Google dalam hal finansial?


Artikel Terkait:<ol><li><a href='http://www.navinot.com/2009/12/03/yahoofacebook-googletwitter/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Yahoo+Facebook, Google+Twitter'>Yahoo+Facebook, Google+Twitter</a> <small>Yahoo akan menambahkan Facebook Connect ke banyak, jika tak semua,...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/12/08/social-graph-the-true-power-of-facebook/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Social Graph: The True Power of Facebook'>Social Graph: The True Power of Facebook</a> <small>Dari begitu banyak pilihan untuk layanan single sign on, mengapa...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/02/12/apakah-facebook-akan-melaju-terus/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Apakah Facebook Akan Melaju Terus?'>Apakah Facebook Akan Melaju Terus?</a> <small>Facebook tumbuh dengan pesat dan cepat lewat serangkaian inovasi. Dengan...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/03/19/facebook-bila-bisnis-bertingkah-personal/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Facebook: Bila Bisnis Bertingkah Personal'>Facebook: Bila Bisnis Bertingkah Personal</a> <small>Tidak semua pelaku bisnis mengerti social media, sehingga main pukul...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/03/31/apa-twitter-pantas-untuk-google/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Apa Twitter Pantas Untuk Google?'>Apa Twitter Pantas Untuk Google?</a> <small>Twitter sebagai layanan web2.0 yang sedang diatas awan, masih belum...</small></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/01/afraid.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3823" title="afraid" src="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/01/afraid.jpg" alt="" width="450" height="200" /></a></p>
<p>Banyak perbandingan antara <a href="http://www.navinot.com/tag/google/" target="_blank">Google</a> dan <a href="http://www.navinot.com/tag/facebook/" target="_blank">Facebook</a> telah dilakukan, termasuk <a href="http://www.readwriteweb.com/archives/google_facebook_social_networking_search.php" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.readwriteweb.com/archives/google_facebook_social_networking_search.php?referer=');">komentar ReadWriteWeb (RWW) tentang data Hitwise terakhir</a>. Dua perusahaan ini adalah pemimpin dalam bidangnya masing-masing. Google adalah raja mesin pencari, sedang Facebook adalah pemimpin terdepan urusan pertemanan.<span id="more-3822"></span></p>
<p>Meskipun berbeda kategori, keduanya terus berebut posisi pertama untuk urusan trafik. Jadi perbandingan yang dilakukan masih ada hasilnya, setidaknya untuk menentukan posisi pemimpin, sekaligus membuktikan apakah <a href="http://www.navinot.com/tag/social-network/" target="_blank"><em>social networking</em></a> akan berjaya.</p>
<p>Di lihat dari sejarahnya, Google telah beroperasi sekian lama dan bahkan sudah <em>go public</em>. Sebagai syarat utama sebuah perusahaan untuk <em>go public</em>, Google harus membuktikan kinerja perusahaan yang telah matang, dan itu sudah terbukti. Sedangkan Facebook masih berusaha membuktikan bahwa mereka bisa menghasilkan <em>revenue</em>.</p>
<p>Mashable juga sempat membuat <a href="http://www.engadget.com/2010/01/25/apple-google-microsoft-and-yahoo-compared-at-the-macro-level/" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.engadget.com/2010/01/25/apple-google-microsoft-and-yahoo-compared-at-the-macro-level/?referer=');">perbandingan beberapa perusahaan teknologi raksasa</a>. Dari perbandingan tersebut, sangatlah jelas dominasi Google dengan variasi produknya. Mulai dari ponsel, <em>office suite</em>, sampai dengan desktop OS. Sedangkan Facebook masih berkutat di dunia <em>social networking</em>. Untuk urusan jumlah pengguna memang banyak, tetapi bukan berarti jumlah pengguna Google tidak <em>significant</em>.</p>
<p>Dari perbedaan kategori, kita bisa menarik kesimpulan, bahwa <em>search business</em> adalah bisnis yang serius, sedangkan <em>social networking</em> adalah bisnis hiburan. Mengapa demikian? Bila kita memutuskan untuk memulai sebuah situs, pasti tujuan pertama adalah diindeks Google, bukan membuat suatu fan page di Facebook. Hal ini juga bukan berarti Facebook tidak penting, tapi lain fungsinya. Pengguna yang mencari informasi pasti akan lebih leluasa dengan penggunaan kata kunci dan Google, bukan cari lewat teman di Facebook. Jadi intinya, harus eksis dulu supaya Google bisa tahu akan keberadaanmu, baru promosikan di Facebook. Betul?</p>
<p>Kita pernah menulis suatu <a href="http://www.navinot.com/2010/01/12/social-media-for-non-corporate/" target="_blank">diskusi tentang ROI <em>social media</em></a>. Yang intinya makan waktu dan perlu tim khusus. Karena perlu waktu dan tim khusus, maka usaha tersebut bisa dianggap setara dengan <em>pay-per-click</em> lewat Google AdWords. Google AdWords sendiri juga lebih masuk akal dalam perhitungan, karena hasilnya (<em>click</em>) bisa dibandingkan langsung dengan banyak biaya yang dikeluarkan atau dialokasikan.</p>
<p>Setelah banyak memuja Google, bagaimana kesempatan Facebook untuk bersaing?</p>
<p>Facebook sebagai sebuah layanan jejaring sosial tentunya sangat menarik dengan <em>micro-update</em> dari penggunanya. Banyaknya waktu yang diluangkan pengguna di halaman Facebook jauh lebih menjanjikan, dibanding sebuah layanan mesin pencari.</p>
<p>Seiring dengan peningkatan jumlah pengguna internet, seperti di negara berkembang (baca: Indonesia), Facebook lebih menarik, viral, dan mempunyai <em>fun-factor</em> yang lebih kuat di banding mesin pencari. Jangan heran bila jumlah pengguna Facebook akan semakin meningkat seiring dengan naiknya pengguna internet di Asia.</p>
<p>Kesulitan Facebook yang terakhir adalah sumber pendapatan, walaupun sudah mulai tertutupi dengan penghasilan pemasangan iklan, Facebook masih jauh dari status &#8220;stabil&#8221;. Gosip terkahir akan kiat Facebook untuk menjadi sebuah <a href="http://www.navinot.com/tag/online-marketplace/" target="_blank"><em>online marketplace</em></a>, sekaligus penyedia alat pembayaran, bisa menjadi jawaban yang menjanjikan.</p>
<p>Intinya, untuk kedua belah pihak, persaingan belum berakhir. Keduanya masih mempunyai banyak potensi yang bisa dikembangkan. Namun bagaimanapun juga, saya pribadi masih memegang Google sebagai jagoan. Selain <em>inovative</em> dan sudah matang, lebih mudah untuk melakukan akusisi dengan cadangan dana cair yang begitu banyak.</p>
<p><em>Social network</em> pasti akan berkembang lebih pesat, namun bukan berarti Google harus bersaing dalam kategori yang sama. Bila dilihat perbandingan yang sering dilakukan, lebih banyak dinilai dari jumlah pengguna, trafik, atau <em>revenue</em>. Itupun juga tidak menyangkut kategori dari masing-masing.</p>
<p><em>Should Google be afraid of Facebook? No way!</em> Biarkan Facebook main-main dengan teman, dan Google akan terus melaju sebagai suatu korporat.</p>


<p>Artikel Terkait:<ol><li><a href='http://www.navinot.com/2009/12/03/yahoofacebook-googletwitter/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Yahoo+Facebook, Google+Twitter'>Yahoo+Facebook, Google+Twitter</a> <small>Yahoo akan menambahkan Facebook Connect ke banyak, jika tak semua,...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/12/08/social-graph-the-true-power-of-facebook/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Social Graph: The True Power of Facebook'>Social Graph: The True Power of Facebook</a> <small>Dari begitu banyak pilihan untuk layanan single sign on, mengapa...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/02/12/apakah-facebook-akan-melaju-terus/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Apakah Facebook Akan Melaju Terus?'>Apakah Facebook Akan Melaju Terus?</a> <small>Facebook tumbuh dengan pesat dan cepat lewat serangkaian inovasi. Dengan...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/03/19/facebook-bila-bisnis-bertingkah-personal/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Facebook: Bila Bisnis Bertingkah Personal'>Facebook: Bila Bisnis Bertingkah Personal</a> <small>Tidak semua pelaku bisnis mengerti social media, sehingga main pukul...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/03/31/apa-twitter-pantas-untuk-google/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Apa Twitter Pantas Untuk Google?'>Apa Twitter Pantas Untuk Google?</a> <small>Twitter sebagai layanan web2.0 yang sedang diatas awan, masih belum...</small></li>
</ol></p><div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=a914xbyyWCo:OoHm28GDV1o:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=a914xbyyWCo:OoHm28GDV1o:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=a914xbyyWCo:OoHm28GDV1o:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=a914xbyyWCo:OoHm28GDV1o:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=a914xbyyWCo:OoHm28GDV1o:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Navinot/~4/a914xbyyWCo" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.navinot.com/2010/01/26/should-google-be-afraid-of-facebook/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/01/afraid-150x150.jpg" />
		<media:content url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/01/afraid.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">afraid</media:title>
			<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/01/afraid-150x150.jpg" />
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://www.navinot.com/2010/01/26/should-google-be-afraid-of-facebook/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>How Many Days To Move A Button?</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Navinot/~3/SuxCH9jDlNc/</link>
		<comments>http://www.navinot.com/2010/01/25/how-many-days-to-move-a-button/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Jan 2010 02:59:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Toni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[communication]]></category>
		<category><![CDATA[Corporate]]></category>
		<category><![CDATA[Joel Spolsky]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=3809</guid>
		<description><![CDATA[Joel did it again. Kali ini Joel menulis tentang bahaya yang terjadi akibat overcommunication dalam suatu organisasi. Pernahkah Anda mengisi kolom cc sebuah surel? Seberapa sering? Ataukah hampir untuk semua pekerjaan Anda?


Tidak ada artikel terkait.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://www.flickr.com/photos/ephotion/127127659/" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.flickr.com/photos/ephotion/127127659/?referer=');"><img class="aligncenter size-full wp-image-3812" title="How hard is it to move a button?" src="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/01/127127659_ae4fd86c5f-small.jpg" alt="" width="450" height="200" /></a></p>
<p>Joel did it again. Kali ini Joel menulis tentang bahaya yang terjadi akibat overcommunication dalam suatu organisasi. Pernahkah Anda mengisi kolom cc sebuah surel? Seberapa sering? Ataukah hampir untuk semua pekerjaan Anda?</p>
<h3>The Founder&#8217;s Garage</h3>
<p>Cerita sebagian besar kesuksesan brand bisanya berawal dari garasi. Dua orang yang idealis dan berapi-api berusaha memecahkan masalah dunia. Segala jenis isu terkait pencarian solusi dipecahkan bersama. Tidak ada rahasia di antara keduanya. Keduanya bisa saling menggantikan peran walaupun ada keahlian yang menjadi pembeda.</p>
<h3>Micromanagement</h3>
<p>Setelah sukses di garasi, dua orang founder di atas mulai memiliki kantor dan menambah pegawai. Supaya nilai customer satisfaction jadi tinggi maka dua orang founder ini selalu mengawasi pekerjaan pegawainya. Setiap proses pembuatan keputusan harus diketahui founder. Desain produk baru, rencana marketing dan eksekusinya, semua harus dikonfirmasi. Dengan lima orang pegawai, proses pengawasan ini masih efektif. Namun ketika pegawai bertambah banyak, dua founder ini seperti mengerjakan pekerjaan semua orang.</p>
<h3>Overcommunication</h3>
<p>Obrolan tentang segala hal yang dulunya bisa terlaksana dengan komposisi dua orang menjadi tidak efektif ketika jumlah orang sudah mencapai 10 lebih. Seringkali kita meminta pendapat dari banyak atau semua orang dalam memutuskan sesuatu. Ketika rapat, kita mengundang banyak orang dari berbagai departemen untuk membahas suatu hal. Dengan banyaknya orang kita berharap semua bisa saling melengkapi dan membantu.</p>
<p>Harapan kita memang seperti itu tapi yang terjadi sebenarnya adalah semua orang yang seharusnya tidak ikut dalam rapat tersebut telah membunuh produktivitas. Atau ketika kita melakukan cc ke berbagai alamat surel, semua yang tidak perlu membaca surel tersebut sebenarnya sudah terdistraksi.</p>
<p>Semakin kecil sebuah tim, semakin kecil pula ongkos komunikasi. Menambah satu orang ke dalam tim berarti menambah ongkos komunikasi. Menambahkan C ke dalam tim yang berisi A dan B berarti membuat A harus berkomunikasi tidak hanya dengan B tapi juga dengan C. Menambahkan D dan seterusnya akan membuat graph komunikasi menjadi semakin kompleks. Akhirnya produktivitas akan terkalahkan oleh keperluan untuk berkomunikasi.</p>
<p>Oleh karena itu, dalam organisasi dengan jumlah anggota yang banyak akan dibentuk departemen atau tim dalam rangka mengurangi ongkos komunikasi. Akhirnya diperolehlah bentuk struktural di mana koordinasi bisa dibatasi pada orang-orang yang memang berkepentingan. Dan pada prakteknya, jumlah departemen dan struktur ini pun harus dibatasi supaya tidak terjadi overcommunication antara departemen dan juga communication lag akibat terlalu dalamnya struktur.</p>
<p><strong>Sebagai tes, sepertinya menarik untuk dicoba seberapa lama waktu yang Anda perlukan untuk memindahkan sebuah tombol di website Anda?</strong></p>
<p>Baca artikel lengkapnya di <a href="http://www.inc.com/magazine/20100201/a-little-less-conversation.html" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.inc.com/magazine/20100201/a-little-less-conversation.html?referer=');">sini</a><strong><br />
</strong></p>


<p>Tidak ada artikel terkait.</p><div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=SuxCH9jDlNc:A8G2ylHo310:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=SuxCH9jDlNc:A8G2ylHo310:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=SuxCH9jDlNc:A8G2ylHo310:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=SuxCH9jDlNc:A8G2ylHo310:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=SuxCH9jDlNc:A8G2ylHo310:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Navinot/~4/SuxCH9jDlNc" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.navinot.com/2010/01/25/how-many-days-to-move-a-button/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/01/127127659_ae4fd86c5f-small-150x150.jpg" />
		<media:content url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/01/127127659_ae4fd86c5f-small.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">How hard is it to move a button?</media:title>
			<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/01/127127659_ae4fd86c5f-small-150x150.jpg" />
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://www.navinot.com/2010/01/25/how-many-days-to-move-a-button/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Mengukur Nilai Blog</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Navinot/~3/XwvbN3tLMBI/</link>
		<comments>http://www.navinot.com/2010/01/22/mengukur-nilai-blog/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Jan 2010 01:00:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Toni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Web & Internet]]></category>
		<category><![CDATA[advertising]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[price]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=3794</guid>
		<description><![CDATA[Berapa sih nilai blog kita. Berapa sih kita bisa jual ke advertiser? Mari kita coba timbang beberapa alternatif menghitung nilai sebuah blog.


Artikel Terkait:<ol><li><a href='http://www.navinot.com/2009/12/24/blog-is-not-television/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Blog Is Not Television'>Blog Is Not Television</a> <small>Beberapa hal yang dikritik, antara lain oleh Seth Godin, adalah...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/05/20/iklan-yang-aku-mau/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Iklan yang Aku Mau'>Iklan yang Aku Mau</a> <small>Siapa sih yang senang dengan iklan? Sudah lancang menyela acara...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/04/30/perbincangan-bisnis-cetak-gratis-bersama-yogi-prasetya/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Perbincangan Bisnis Cetak Gratis Bersama Yogi Prasetya'>Perbincangan Bisnis Cetak Gratis Bersama Yogi Prasetya</a> <small>Ongkos cetak adalah biaya terbesar dalam bisnis majalah. Bagaimana bisnis...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/07/10/iklan-untuk-pemirsa-atau-citra-produk/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Iklan: Untuk Pemirsa atau Citra Produk?'>Iklan: Untuk Pemirsa atau Citra Produk?</a> <small>Banyak produk Indonesia yang memasang iklan yang terkesan murahan, atau...</small></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://www.flickr.com/photos/10651509@N08/2212066330/" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.flickr.com/photos/10651509_N08/2212066330/?referer=');"><img class="aligncenter size-full wp-image-3798" title="Price" src="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/01/2212066330_9b2cdd93fd-small.jpg" alt="" width="450" height="200" /></a></p>
<p>Berapa sih nilai blog kita. Berapa sih kita bisa jual ke advertiser? Mari kita coba timbang beberapa alternatif menghitung nilai sebuah blog.</p>
<h3>Content Value</h3>
<p>Apa yang menjadi penentu nilai konten sebuah blog? Tidak hanya dari manfaatnya terhadap pembaca, kita juga bisa mengukur dari post frequency, comments, pingback dan linkback. Post frequency menandakan keaktifan blog, yang turut mempengaruhi besaran returning visitor pada blog. Comments menandakan seberapa kuat konten bisa membuat pembaca berinteraksi. Pingback dan linkback juga jadi unit serupa, hanya saja pada tataran yang lebih luas (antar produsen konten)</p>
<h3>Blogger Value</h3>
<p>Selain konten, tentu saja pemilik blog juga punya value. Bisa saja konten yang dihasilkan tidak banyak namun pemilik blog adalah seorang seleb atau public figure. Atau mungkin pemilik blog adalah seorang akademisi yang hanya punya jaringan orang-orang akademisi pula. Orang yang hanya punya sedikit jaringan yang dimiliki namun semua adalah pemegang keputusan tentunya punya value tersendiri. Network, impact, dan jumlah pengikut adalah beberapa faktor yang patut dipertimbangkan.</p>
<h3>Preference Variable</h3>
<p>Tidak semua blog yang punya nilai konten dan blogger tinggi bisa dianggap sama. Masih ada multiplier berupa preferensi. Situs HYIP dan getting rich quick pasti punya pengunjung banyak dan interaksi tinggi. Namun situs-situs tersebut bisa jadi berada diluar target kita karena alasan tertentu. Di sini preferensi juga jadi salah satu penentu nilai akhir sebuah blog.</p>
<h3>Future-Projected Value</h3>
<p>Kondisi di masa depan bisa saja berubah. Kita perlu juga melihat tren, tidak hanya present value saja. Oleh karena itu pengukuran nilai blog tidak bisa dilakukan hanya sekali, namun harus berulang kali layaknya sebuah percobaan. Dari beberapa pengukuran ini kita bisa mengetahui rata-rata nilai sebenarnya dari sebuah blog.</p>
<h3>So, How?</h3>
<p>Tentukan tujuan yang hendak dicapai. Dari sana kita bisa breakdown atau petakan value apa saja yang kita perlukan. Nilai-nilai ini mungkin tidak bisa kita petakan langsung, namun bisa diturunkan dari nilai-nilai yang ada. Blog value akan selalu tergantung kategori. Nilainya akan selalu bervariasi. Anda tidak bisa mengukur dengan kategori A lalu menggunakan nilainya untuk strategi produk di kategori B. Pasti hasil akhirnya berbeda.</p>


<p>Artikel Terkait:<ol><li><a href='http://www.navinot.com/2009/12/24/blog-is-not-television/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Blog Is Not Television'>Blog Is Not Television</a> <small>Beberapa hal yang dikritik, antara lain oleh Seth Godin, adalah...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/05/20/iklan-yang-aku-mau/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Iklan yang Aku Mau'>Iklan yang Aku Mau</a> <small>Siapa sih yang senang dengan iklan? Sudah lancang menyela acara...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/04/30/perbincangan-bisnis-cetak-gratis-bersama-yogi-prasetya/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Perbincangan Bisnis Cetak Gratis Bersama Yogi Prasetya'>Perbincangan Bisnis Cetak Gratis Bersama Yogi Prasetya</a> <small>Ongkos cetak adalah biaya terbesar dalam bisnis majalah. Bagaimana bisnis...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/07/10/iklan-untuk-pemirsa-atau-citra-produk/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Iklan: Untuk Pemirsa atau Citra Produk?'>Iklan: Untuk Pemirsa atau Citra Produk?</a> <small>Banyak produk Indonesia yang memasang iklan yang terkesan murahan, atau...</small></li>
</ol></p><div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=XwvbN3tLMBI:vRC2FZSK-eo:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=XwvbN3tLMBI:vRC2FZSK-eo:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=XwvbN3tLMBI:vRC2FZSK-eo:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=XwvbN3tLMBI:vRC2FZSK-eo:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=XwvbN3tLMBI:vRC2FZSK-eo:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Navinot/~4/XwvbN3tLMBI" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.navinot.com/2010/01/22/mengukur-nilai-blog/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/01/2212066330_9b2cdd93fd-small-150x150.jpg" />
		<media:content url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/01/2212066330_9b2cdd93fd-small.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Price</media:title>
			<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/01/2212066330_9b2cdd93fd-small-150x150.jpg" />
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://www.navinot.com/2010/01/22/mengukur-nilai-blog/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>10 Tip Negosiasi</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Navinot/~3/kJSWvxaylPM/</link>
		<comments>http://www.navinot.com/2010/01/21/the-art-of-negotiating/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Jan 2010 03:48:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ivan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Online Strategy]]></category>
		<category><![CDATA[StartUp]]></category>
		<category><![CDATA[Negotiation]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=3797</guid>
		<description><![CDATA[Negosiasi adalah satu skil yang wajib dimiliki. Entah sejauh apa yang Anda kuasai, namun beberapa tip berikut patut disimak. 


Tidak ada artikel terkait.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/01/negotiation.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3804" title="negotiation" src="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/01/negotiation.jpg" alt="" width="450" height="200" /></a></p>
<p>Entah anda seorang <em>freelancer</em> atau profesional, Anda tidak akan bisa jauh dari proses negosiasi. Saya melihat <em>negotiation</em> itu seperti sebuah argumen yang melibatkan 2 belah pihak dalam proses untuk mencapai suatu kesepakatan. Bila Anda sedang membangun sebuah <a href="http://www.navinot.com/tag/startup/" target="_blank"><em>start-up</em></a>, <em>negotiation</em> sudah seharusnya menjadi salah satu skil yang patut dimiliki.<span id="more-3797"></span></p>
<p>Tanpa menghiraukan emosi, berikut ada beberapa tip yang patut diketahui:</p>
<h4><em>1. Understand Your Strength</em></h4>
<p>Beberapa tip <a href="http://www.navinot.com/category/online-strategy/" target="_blank">strategi</a> di buku <a href="http://www.amazon.com/s/ref=nb_ss?url=search-alias%3Daps&amp;field-keywords=the+art+of+war&amp;x=0&amp;y=0" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.amazon.com/s/ref=nb_ss?url=search-alias_3Daps_amp_field-keywords=the+art+of+war_amp_x=0_amp_y=0&amp;referer=');">The Art of War</a>, oleh Sun Tzu, dikatakan bahwa sudah selayaknya kita mengerti kekuatan dan kelemahan kita sebelum maju ke medan pertempuran. Begitu juga dalam proses negosiasi, kita sudah sepatutnya mengerti posisi dan situasi kita.</p>
<p><em>Strength</em> bisa berupa sebuah konsep yang kuat dengan model bisnis yang matang, tidak hanya sebuah pernyataan atau ide dasar.</p>
<h4><em>2. Understand Your Weakness</em></h4>
<p>Sebelum melakukan negosiasi, sudah sepatutnya kita mengerti titik kelemahan kita. Gunanya supaya kita mengerti bagaimana menjawab atau menjelaskan hal tersebut, bila dijadikan pegangan oleh lawan.</p>
<p>Bila <em>pageview</em> masih kecil, mungkin bisa mengalihkan perhatian ke nilai positif lain yang lebih menunjang.</p>
<h4><em>3. Know What They Want</em></h4>
<p>Dari proses negosiasi yang berbelit ini, apa kiranya yang mereka mau? Sebuah mobil keluarga untuk jumlah anggota yang baru saja bertambah? Atau putra remaja yang beranjak dewasa, sehingga membutuhkan kendaraan sendiri?</p>
<p>Dengan mengerti kemauan lawan, kita bisa menyesuaikan diri dengan penawaran yang kita lakukan.</p>
<h4><em>4. Start with an Agreement</em></h4>
<p>Sebelum melangkah masuk dalam proses negosiasi, kedua belah pihak sudah seharusnya ada sebuah persetujuan. Bukan hanya tentang apa yang akan dinegosiasikan, tetapi latar belakang dari hal yang sedang dibicarakan.</p>
<p>Bukankah kita setuju bahwa jumlah pengguna internet Indonesia bakal booming dalam waktu dekat? Dan kita sudah sepantasnya bersiap-siap dari sekarang?</p>
<h4><em>5. Collect Facts to Support Strength</em></h4>
<p>Suatu argumentasi perlu data dan fakta penunjang, bukan hanya berdasarkan omongan. Oleh karena itu, kita perlu dukungan fakta yang relevan guna menunjang argumentasi kita yang positif.</p>
<h4><em>6. Build Reasons to Cover Your Weakness</em></h4>
<p>Kelemahan yang Anda miliki, dan telah disadari juga perlu perhatian khusus. Lawan kadang berpendirian keras akan kelemahan Anda, sehingga tidak menguntungkan posisi Anda dalam proses negosiasi.</p>
<p>Memang <em>pageview</em> kita masih kecil, namun kita mempunyai pembaca yang loyal dengan demografi pengguna yang sangat pas.</p>
<h4><em>7. If You Hit a Wall, Try a Different Angle</em></h4>
<p>Kadang dalam suatu negosiasi, lawan bisa bersikeras akan pendapatnya. Kita tidak perlu <em>ngotot</em> bahwa kita benar dan dia salah. Namun kita bisa berusaha melakukan pendekatan lain dari sudut pandang yang berbeda.</p>
<h4><em>8. Watch, Listen, and Learn</em></h4>
<p>Bila berbicara terlalu banyak, lawan akan mengetahui lebih banyak tentang kita. Kadang kita cukup diam dan membiarkan lawan berbicara, sekaligus memperhatikan gerak-gerik dan bahasa tubuhnya. Yakin atau ragu-ragu?</p>
<h4><em>9. Understand Your Bottom Line</em></h4>
<p><em>Bottom-Line</em> dalam hal ini adalah berapa limit bawah Anda, yang harus diputuskan sebelum melakukan negosiasi. Seperti berapa jumlah jam kerja minimal untuk projek web tersebut? 40 jam? Bila harga yang ditawarkan tidak cukup untuk 40 jam kerja, maka Anda harus siap merelakan untuk tidak menerima proyek tersebut, bila harga tidak pantas. Jangan tergeret ambisi dan persuasi lawan, dengan mengerti batasan sebelum memulai.</p>
<h4><em>10. Always Have a Fall Back Plan</em></h4>
<p>Anda hanya patut melakukan persetujuan bila semuanya sudah jelas. Tidak perlu kita melakukan sesumbar, yang nantinya malah digunakan lawan untuk mengunci posisi kita dalam proses negosiasi. Bila memang tidak setuju, kita bisa mundur dari proses negosiasi tanpa dibebani tanggung jawab atau omongan kita sebelumnya.</p>
<h4><em>Bonus &#8211; Read Before You Sign</em></h4>
<p>Tiap persetujuan biasanya dimulai dengan percakapan, yang selanjutnya ditulis dalam dokumen tertulis. Percaya atau tidak, luangkan waktu untuk meninjau ulang berkas persetujuan sebelum ditandatangani. Baik untuk meluruskan hal-hal yang tidak diinginkan, atau tidak sesuai dengan pemikiran awal.</p>
<p>&#8212;</p>
<p><strong>Apakah Anda punya tip yang lain tentang negosiasi?</strong></p>
<p>&#8212;</p>
<p><em>PS: Maaf bila beberapa hari terakhir melewatkan menulis artikel di NavinoT, karena alasan travel dan kepentingan Goorme. <a href="http://www.goorme.com" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.goorme.com?referer=');">Goorme</a> sendiri sudah hampir selesai, dan kita sudah mengasah 12 business model yang bisa dijalankan dalam beberapa bulan setelah release pertama. Bila masih belum bergabung dengan Goorme, join saja di <a href="http://www.facebook.com/Goorme" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.facebook.com/Goorme?referer=');">Facebook</a> atau ikuti tweet menarik seputar makanan di <a href="http://www.twitter.com/goorme" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.twitter.com/goorme?referer=');">Twitter</a>.</em></p>


<p>Tidak ada artikel terkait.</p><div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=kJSWvxaylPM:9msh4DDlIV0:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=kJSWvxaylPM:9msh4DDlIV0:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=kJSWvxaylPM:9msh4DDlIV0:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=kJSWvxaylPM:9msh4DDlIV0:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=kJSWvxaylPM:9msh4DDlIV0:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Navinot/~4/kJSWvxaylPM" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.navinot.com/2010/01/21/the-art-of-negotiating/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/01/negotiation-150x150.jpg" />
		<media:content url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/01/negotiation.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">negotiation</media:title>
			<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/01/negotiation-150x150.jpg" />
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://www.navinot.com/2010/01/21/the-art-of-negotiating/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Google vs Baidu</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Navinot/~3/KEVOdawwhpM/</link>
		<comments>http://www.navinot.com/2010/01/18/google-vs-baidu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Jan 2010 02:07:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Toni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Web & Internet]]></category>
		<category><![CDATA[baidu]]></category>
		<category><![CDATA[google]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=3783</guid>
		<description><![CDATA[Saya tak begitu tahu apa penyebab Google ingin cabut dari China. Ada yang bilang karena persoalan penyerangan ke akun-akun GMail. Ada juga yang bilang karena Google memang sudah tidak punya harapan di sana karena market share Baidu sudah mencapai 60%.


Artikel Terkait:<ol><li><a href='http://www.navinot.com/2009/08/21/melawan-google-dengan-konten-agregator/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Melawan Google dengan Konten Agregator'>Melawan Google dengan Konten Agregator</a> <small>Kasus berusaha melawan Google ada banyak. Yang utama dan sering...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/10/28/google-social-search/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Google Social Search'>Google Social Search</a> <small>Google Social Search sudah dirilis beberapa waktu lalu. Konsepnya sangat...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2010/01/26/should-google-be-afraid-of-facebook/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Should Google be Afraid of Facebook?'>Should Google be Afraid of Facebook?</a> <small>Untuk posisi pertama di Internet, Google sudah mulai terhimpit oleh...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/11/26/google-the-king-of-cloud/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Google: The King of Cloud'>Google: The King of Cloud</a> <small>Google berusaha mengusuh segala informasi ke internet. Apa alasannya? Karena...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/03/31/apa-twitter-pantas-untuk-google/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Apa Twitter Pantas Untuk Google?'>Apa Twitter Pantas Untuk Google?</a> <small>Twitter sebagai layanan web2.0 yang sedang diatas awan, masih belum...</small></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://www.flickr.com/photos/myuibe/3699761867/" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.flickr.com/photos/myuibe/3699761867/?referer=');"><img class="aligncenter size-full wp-image-3787" title="google" src="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/01/3699761867_44ecb1095c-small.jpg" alt="" width="450" height="200" /></a></p>
<p>Saya tak begitu tahu apa penyebab Google ingin cabut dari China. Ada yang bilang karena persoalan penyerangan ke akun-akun GMail. Ada juga yang bilang karena Google memang sudah tidak punya harapan di sana karena market share Baidu sudah mencapai 60%.</p>
<p>Kita tunggu saja apa yang akan terungkap nanti. Sementara itu kita bisa mencoba melihat seberapa sengit kira-kira pertarungan Google vs Baidu selama ini.</p>
<h3>Pertarungan Dari Nol?</h3>
<p>Userbase Google secara internasional memang besar. Namun, untuk China Google adalah pemain baru. Bahasa Inggris menjadi minoritas karena pengguna lebih cenderung menggunakan bahasa lokal. Semua knowledge yang Google punya dari hasil mengagregasi perilaku pengguna As danEropa di halaman pencarian menjadi tak begitu berguna. Google harus memulai dari nol di China, setidaknya untuk urusan pembelajaran mesin.</p>
<h3>Pertarungan Teknologi?</h3>
<p>Layanan yang disediakan Baidu tak kalah kaya dari aset Google. Lihat saja di <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Baidu" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/en.wikipedia.org/wiki/Baidu?referer=');">Wikipedia</a>. Sebagian memang sama dengan aset Google, namun sisanya adalah layanan yang benar-benar lokal. Porsinya bisa lebih dari 50 persen layanan untuk lokal. Sebut saja patent search, legal search, Baidu Encyclopedia, dan lain-lain. Yang membuat pertarungna teknologi menjadi pelik adalah ada kemungkinan beberapa teknologi Google tidak bisa diekspor akibat <a href="http://www.reuters.com/article/idUSTRE57D39A20090814" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.reuters.com/article/idUSTRE57D39A20090814?referer=');">larangan UU</a>. Tapi, tidak bisa ditampik juga bahwa beberapa teknologi tersebut bisa dicipta ulang dengan resource local. Kalau mereka bisa menyalin satu produk dalam sehari, untuk teknologi mungkin hanya perlu tambahan waktu.</p>
<h3>Pertarungan Monopoli dan Antitrust?</h3>
<p>Di Eropa Google harus was-was dengan antitrust, di China Google harus waspada dengan Big Brother. Sudah pasti pemerintah lokal akan mendukung Baidu sepenuhnya dalam melawan Google. Google adalah entitas asing yang kehadirannya sudah pasti tidak disenangi, paling tidak oleh ideologi beberapa orang. Dengan uang yang cukup, Google pasti bisa membuka jalan sedikit demi sedikit. Tidak dengan suap, tapi dengan bertahan lebih lama dan ongkos pembelanjaan yang lebih besar dari biasanya karena harus berebut resource.</p>
<h3>Bayangkan Jika Terjadi di Indonesia</h3>
<p>Indonesia tak punya persoalan pinyin dan bahasa lokal yang membuat pemain asing harus mengeluarkan usaha ekstra dalam rangka mendominasi pasar dalam negeri. Kondisi seperti ini memudahkan kita untuk selalu up-to-date dengan tren global. Namun di sisi lain, kondisi tersebut tidak bisa memberikan waktu yang cukup (buying time) bagi startup lokal untuk meniru dan mengembangkan tren serupa dalam versi lokal. Dalam konteks internet, kita sudah masuk kondisi perdagangan bebas lebih dulu.</p>
<p>Google and the like bukanlah entitas asing bagi pemerintah, jadi kita tidak punya dukungan serupa yang dirasakan Baidu di China. Tapi kita masih punya dukungan media mainstream yang sepertinya menyenangi berita-berita yang datang dari internet (karena fresh dan bukan yang itu-itu saja dalam dunia nyata). Dengan dukungan media maintstream lokal kita tidak lagi membeli waktu, tapi membeli spotlight yang bisa mengakselerasi penetrasi produk ke dalam pasar. Gratis.</p>
<p>Tak usah berkecil hati, kita masih punya Detik yang bisa dibanggakan karena jadi primadona dalam negeri. Walaupun belum seperti Gurita dari China ini, mungkin.</p>


<p>Artikel Terkait:<ol><li><a href='http://www.navinot.com/2009/08/21/melawan-google-dengan-konten-agregator/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Melawan Google dengan Konten Agregator'>Melawan Google dengan Konten Agregator</a> <small>Kasus berusaha melawan Google ada banyak. Yang utama dan sering...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/10/28/google-social-search/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Google Social Search'>Google Social Search</a> <small>Google Social Search sudah dirilis beberapa waktu lalu. Konsepnya sangat...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2010/01/26/should-google-be-afraid-of-facebook/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Should Google be Afraid of Facebook?'>Should Google be Afraid of Facebook?</a> <small>Untuk posisi pertama di Internet, Google sudah mulai terhimpit oleh...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/11/26/google-the-king-of-cloud/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Google: The King of Cloud'>Google: The King of Cloud</a> <small>Google berusaha mengusuh segala informasi ke internet. Apa alasannya? Karena...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/03/31/apa-twitter-pantas-untuk-google/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Apa Twitter Pantas Untuk Google?'>Apa Twitter Pantas Untuk Google?</a> <small>Twitter sebagai layanan web2.0 yang sedang diatas awan, masih belum...</small></li>
</ol></p><div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=KEVOdawwhpM:YHtK_J0xRcI:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=KEVOdawwhpM:YHtK_J0xRcI:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=KEVOdawwhpM:YHtK_J0xRcI:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=KEVOdawwhpM:YHtK_J0xRcI:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=KEVOdawwhpM:YHtK_J0xRcI:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Navinot/~4/KEVOdawwhpM" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.navinot.com/2010/01/18/google-vs-baidu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/01/3699761867_44ecb1095c-small-150x150.jpg" />
		<media:content url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/01/3699761867_44ecb1095c-small.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">google</media:title>
			<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/01/3699761867_44ecb1095c-small-150x150.jpg" />
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://www.navinot.com/2010/01/18/google-vs-baidu/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Yang Tak Terlihat Seksi</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Navinot/~3/5zkNjioBg0s/</link>
		<comments>http://www.navinot.com/2010/01/15/yang-tak-terlihat-seksi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Jan 2010 08:36:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Toni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[opportunity]]></category>
		<category><![CDATA[Product Development]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=3775</guid>
		<description><![CDATA[Ketika sedang mencari ide tentang startup, pikiran kita pasti segera berputar untuk mencari suatu hal baru. Hal yang tak pernah dikerjakan orang. hal yang bisa diselesaikan dengan teknologi. Emang ada yang lain?


Artikel Terkait:<ol><li><a href='http://www.navinot.com/2009/12/01/kultur-microsoft-terefleksi-lewat-produk-yang-dihasilkan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kultur Microsoft Terefleksi Lewat Produk yang Dihasilkan'>Kultur Microsoft Terefleksi Lewat Produk yang Dihasilkan</a> <small>Pengguna produk Microsoft memang sudah terbiasa untuk dipaksakan untuk memilih....</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/08/18/the-world-is-fcking-flat/' rel='bookmark' title='Permanent Link: The World is Fcking Flat'>The World is Fcking Flat</a> <small>Kemajuan teknologi dan tuntutan ekonomi menjadikan dunia buat ini terlihat...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/12/11/its-all-begin-with-a-story/' rel='bookmark' title='Permanent Link: It All Begins With A Story'>It All Begins With A Story</a> <small>Konsumen selalu punya pendirian dan keyakinan sebelum membeli. Konsumen sudah...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/03/04/e-commerce-kesempatan-di-balik-krisis/' rel='bookmark' title='Permanent Link: E-commerce: Kesempatan Di Balik Krisis'>E-commerce: Kesempatan Di Balik Krisis</a> <small>Setelah krisis datang, semua orang menjadi lebih peka dan lebih...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2010/01/13/the-power-of-inconvenience/' rel='bookmark' title='Permanent Link: The Power of Inconvenience'>The Power of Inconvenience</a> <small>Dengan adanya produk hijau, kita semua menjadi merasa bersalah karena...</small></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://www.flickr.com/photos/xoulone/2654335640/" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.flickr.com/photos/xoulone/2654335640/?referer=');"><img class="aligncenter size-full wp-image-3777" title="I am sexy too!" src="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/01/2654335640_ffd369e766-small.jpg" alt="" width="450" height="200" /></a></p>
<p>Ketika sedang mencari ide tentang startup, pikiran kita pasti segera berputar untuk mencari suatu hal baru. Hal yang tak pernah dikerjakan orang. hal yang bisa diselesaikan dengan teknologi. Hal yang bisa dupermudah dan difasilitasi dengan aplikasi web atau dekstop baru. Sisanya? <em>Emangnya ada yang lain?</em></p>
<p><strong>Teknologi Is Not The Whole Package</strong></p>
<p>Seringkali, kita terjebak pada solusi parsial. Dengan twitter misalnya, kita bisa mengumpulkan insight tentang brand dan produk. Tulis saja kode untuk mengambil kata-kata kunci tertentu dari twitter search dan kita pun bisa memasarkan kode tersebut sebagai Brand/Product Monitoring Tool. Kita mengira produk tadi sudah jadi segalanya.</p>
<p>Salah, value yang diperlukan pemilik brand masih jauh keluaran produk kita tersebut. Angka-angka masih harus diterjemahkan dalam unit yang bisa direlasikan dengan komponen lain dalam rumusan formula performa brand. Dan prosesnya tidak berhenti di sana saja.</p>
<p>Proses yang tak tampak ini justru lebih rumit dan jadi <a href="http://www.navinot.com/2009/08/31/pain-point/" target="_blank">pain point</a> dari pemilik brand. Sayangnya tidak banyak yang memberikan solusi, padahal nilai komersialnya pasti besar.</p>
<p><strong>Support is Sexy</strong></p>
<p>Bidang industri support semacam hotline dan call center tampak tidak menarik. Tak tampak ada sesuatu yang baru atau breaking thru. Padahal support adalah salah satu gerbang dari retaining customer, namun hal utama ini malah sering terlupakan atau tak terurus oleh banyak produsen.</p>
<p>Jangan salah, support tidak hanya terbatas pada call center dan hotline. Layanan semacam <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Geek_Squad" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/en.wikipedia.org/wiki/Geek_Squad?referer=');">GeekSquad</a> juga patut dilirik. Aplikasi Opensource yang begitu banyak itu masih membuka pintu lebar bagi siapa saja yang ingin memberikan jasa support. Tidak sekedar install OS, namun bisa lebih spesifik ke aplikasi, performa atau integrasi.</p>
<p>Di antara kita pasti ada yang tahu bagaimana mengoptimalkan kombinasi LAMP. Tentunya hal ini bisa jadi tawaran menggiurkan bagi startup yang sedang naik daun. Apakah benar setiap ada lonjakan pengguna baru kita harus menambah server supaya sekedar tidak collapse? Sell your expertise!</p>
<p><strong>Solve Something!</strong></p>
<p>Ada banyak urusan yang terlalu merepotkan untuk dikerjakan sendiri. Oleh karena itu ada industri outsource. Fokus pada masalah yang dihadapi seseorang, tanyakan pada diri sendiri bagaimana saya bisa membuatnya jadi lebih menyenangkan bagi pemilik masalah.</p>
<p>Mungkin ada pihak Bank yang kesusahan dalam mengurusi reward bagi para nasabahnya. Kita bisa jadi perusahaan logistik yang mencoba memecahkan masalah ini. Dan seterusnya. Dan kita selalu bisa memulainya dari skala kecil.</p>


<p>Artikel Terkait:<ol><li><a href='http://www.navinot.com/2009/12/01/kultur-microsoft-terefleksi-lewat-produk-yang-dihasilkan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kultur Microsoft Terefleksi Lewat Produk yang Dihasilkan'>Kultur Microsoft Terefleksi Lewat Produk yang Dihasilkan</a> <small>Pengguna produk Microsoft memang sudah terbiasa untuk dipaksakan untuk memilih....</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/08/18/the-world-is-fcking-flat/' rel='bookmark' title='Permanent Link: The World is Fcking Flat'>The World is Fcking Flat</a> <small>Kemajuan teknologi dan tuntutan ekonomi menjadikan dunia buat ini terlihat...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/12/11/its-all-begin-with-a-story/' rel='bookmark' title='Permanent Link: It All Begins With A Story'>It All Begins With A Story</a> <small>Konsumen selalu punya pendirian dan keyakinan sebelum membeli. Konsumen sudah...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/03/04/e-commerce-kesempatan-di-balik-krisis/' rel='bookmark' title='Permanent Link: E-commerce: Kesempatan Di Balik Krisis'>E-commerce: Kesempatan Di Balik Krisis</a> <small>Setelah krisis datang, semua orang menjadi lebih peka dan lebih...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2010/01/13/the-power-of-inconvenience/' rel='bookmark' title='Permanent Link: The Power of Inconvenience'>The Power of Inconvenience</a> <small>Dengan adanya produk hijau, kita semua menjadi merasa bersalah karena...</small></li>
</ol></p><div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=5zkNjioBg0s:qOERuYSOLaM:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=5zkNjioBg0s:qOERuYSOLaM:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=5zkNjioBg0s:qOERuYSOLaM:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=5zkNjioBg0s:qOERuYSOLaM:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=5zkNjioBg0s:qOERuYSOLaM:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Navinot/~4/5zkNjioBg0s" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.navinot.com/2010/01/15/yang-tak-terlihat-seksi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/01/2654335640_ffd369e766-small-150x150.jpg" />
		<media:content url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/01/2654335640_ffd369e766-small.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">I am sexy too!</media:title>
			<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/01/2654335640_ffd369e766-small-150x150.jpg" />
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://www.navinot.com/2010/01/15/yang-tak-terlihat-seksi/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>The Power of Inconvenience</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Navinot/~3/gmdGXdwhJS4/</link>
		<comments>http://www.navinot.com/2010/01/13/the-power-of-inconvenience/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Jan 2010 04:36:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Toni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Product Development]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=3763</guid>
		<description><![CDATA[Dengan adanya produk hijau, kita semua menjadi merasa bersalah karena melakukan perbuatan amoral terhadap bumi.


Artikel Terkait:<ol><li><a href='http://www.navinot.com/2009/12/11/its-all-begin-with-a-story/' rel='bookmark' title='Permanent Link: It All Begins With A Story'>It All Begins With A Story</a> <small>Konsumen selalu punya pendirian dan keyakinan sebelum membeli. Konsumen sudah...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/11/20/software-house-and-customization/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Software House and Customization'>Software House and Customization</a> <small>Jika Anda adalah seorang sproduct manager suatu software house, apa...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/05/01/social-media-marketing-fish-where-the-fish-are/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Social Media Marketing: Fish Where The Fish Are'>Social Media Marketing: Fish Where The Fish Are</a> <small>Social Media di satu sisi adalah hal lumrah yang selalu...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/03/23/yang-mau-dan-yang-mampu/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Yang Mau dan Yang Mampu'>Yang Mau dan Yang Mampu</a> <small>Early adopters adalah orang-orang yang punya minat tinggi terhadap sesuatu...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2010/01/15/yang-tak-terlihat-seksi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Yang Tak Terlihat Seksi'>Yang Tak Terlihat Seksi</a> <small>Ketika sedang mencari ide tentang startup, pikiran kita pasti segera...</small></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://www.flickr.com/photos/fnogues/2482802468/" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.flickr.com/photos/fnogues/2482802468/?referer=');"><img class="aligncenter size-full wp-image-3767" title="Inconvenience" src="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/01/2482802468_3b5b784fc1-small.jpg" alt="" width="450" height="200" /></a></p>
<p>Produk selalu dikaitkan dengan emosi konsumen. Semakin produk punya koneksi dengan konsumen, semakin besar kemungkinan produk tersebut dikonsumsi. Setiap orang punya sejumlah aturan dan standar kenyamanan. Kenyamanan ini menjadi titik pangkal emosi. Lalu apa yang bisa kita lakukan dalam menyikapi peluang ini?</p>
<h3>Ciptakan Keterasingan</h3>
<p>Pasarkan Blackberry atau Cumiberry. Pastikan sekelompok besar orang punya akses terhadap produk ini. Lambat laun, satu atau dua orang yang tidak memakai akan merasa terasing dan tidak menjadi anggota komunitas besar. Populerkan twitter dan facebook, buat ABG se-jakarta menjadi gelisah karena belum membuat akun di layanan social network ini. Setelah itu bentuk imej yang mengasosiasikan produk kita dengan twitter dan facebook. Tiru dan ulang untuk tipe-tipe produk lain.</p>
<p>Manusia adalah makhluk sosial. Menjadi terasing adalah tidak nyaman. Berapa banyak dari Anda yang beli kamera DLSR karena merasa terasing?</p>
<h3>Ciptakan Perasaan Bersalah</h3>
<p>Apakah Anda sudah ikut kampanye &#8216;hijau&#8217;? Terlepas dari peranan kampanye hijau dalam menghambat penghancuran bumi, kampanye hijau adalah salah satu metode efektif untuk menjual produk. Kapan lagi Anda bisa membuat konsumen yakin untuk membeli kantung hijau yang awet dipakai namun tak selamanya bisa dipakai?</p>
<p>Produk kita pun bisa lebih bersinar dengan menempelkan logo &#8216;hijau&#8217;. Logo &#8216;hijau&#8217; ini  menjadi obat yang dicari konsumen untuk menghilangkan rasa bersalahnya akibat mengkonsumsi produk-produk lain yang menyumbangkan polusi. Dengan adanya produk hijau, kita semua menjadi merasa bersalah karena melakukan perbuatan amoral terhadap bumi.</p>
<h3>Nobody is Perfect</h3>
<p>Kulit yang tidak putih, bau badan yang kurang sedap, rambut yang kurang keren. Semua orang  punya keluhan dengan dirinya. Ini adalah satu ceruk besar yang bisa dipenuhi oleh produk kita. Hal terpenting adalah soal feel. Soal efek riilnya sendiri tidak terlalu jadi masalah. Begitu seseorang telah memakai suatu produk, akan ada sugesti yang mengatakan bahwa dirinya sudah menghilangkan satu nilai minus tentang dirinya.</p>
<h3>Ciptakan Nilai Baru</h3>
<p>Apabila beberapa contoh di atas tidak mencukupi, kita bisa menciptakan nilai lain. Yang penting efeknya adalah memberikan perasaan tidak nyaman dan sesuatu yang kurang pada konsumen. Buka saja kamus bahasa Indonesia dan catat semua kata sifat yang bisa kita temukan. Pilih satu kata dan mulai kerjakan strategi marketingnya.</p>
<p>Kurus? Mau olahraga saja? Dream on. <strong>Sudahkah Anda membuat konsumen Anda tidak nyaman?</strong> Saya sedang membuat Anda tidak nyaman jika tidak membaca NavinoT setiap hari.</p>


<p>Artikel Terkait:<ol><li><a href='http://www.navinot.com/2009/12/11/its-all-begin-with-a-story/' rel='bookmark' title='Permanent Link: It All Begins With A Story'>It All Begins With A Story</a> <small>Konsumen selalu punya pendirian dan keyakinan sebelum membeli. Konsumen sudah...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/11/20/software-house-and-customization/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Software House and Customization'>Software House and Customization</a> <small>Jika Anda adalah seorang sproduct manager suatu software house, apa...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/05/01/social-media-marketing-fish-where-the-fish-are/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Social Media Marketing: Fish Where The Fish Are'>Social Media Marketing: Fish Where The Fish Are</a> <small>Social Media di satu sisi adalah hal lumrah yang selalu...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/03/23/yang-mau-dan-yang-mampu/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Yang Mau dan Yang Mampu'>Yang Mau dan Yang Mampu</a> <small>Early adopters adalah orang-orang yang punya minat tinggi terhadap sesuatu...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2010/01/15/yang-tak-terlihat-seksi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Yang Tak Terlihat Seksi'>Yang Tak Terlihat Seksi</a> <small>Ketika sedang mencari ide tentang startup, pikiran kita pasti segera...</small></li>
</ol></p><div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=gmdGXdwhJS4:K1JYZO01PjY:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=gmdGXdwhJS4:K1JYZO01PjY:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=gmdGXdwhJS4:K1JYZO01PjY:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=gmdGXdwhJS4:K1JYZO01PjY:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=gmdGXdwhJS4:K1JYZO01PjY:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Navinot/~4/gmdGXdwhJS4" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.navinot.com/2010/01/13/the-power-of-inconvenience/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/01/2482802468_3b5b784fc1-small-150x150.jpg" />
		<media:content url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/01/2482802468_3b5b784fc1-small.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Inconvenience</media:title>
			<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/01/2482802468_3b5b784fc1-small-150x150.jpg" />
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://www.navinot.com/2010/01/13/the-power-of-inconvenience/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Social Media for Non-Corporate</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Navinot/~3/uj9v2A63-TA/</link>
		<comments>http://www.navinot.com/2010/01/12/social-media-for-non-corporate/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Jan 2010 03:58:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ivan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Online Strategy]]></category>
		<category><![CDATA[Online Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Return of Investment]]></category>
		<category><![CDATA[Social Media]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=3758</guid>
		<description><![CDATA[Bila social media diukur, investasi melawan hasilnya. Apakah strategy anda, non-korporat, terhitung efektif? Apakah Anda sebaiknya melupakan social media, dan terjun langsung ke marketing konvensional?


Artikel Terkait:<ol><li><a href='http://www.navinot.com/2009/11/05/why-social-media-is-costly/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Why Social Media is Costly'>Why Social Media is Costly</a> <small>Siapa bilang Social Media itu murah? Dari banyak waktu yang...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/03/09/can-social-media-help-brands-companies-in-asia/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Can Social Media help Brands / Companies in Asia?'>Can Social Media help Brands / Companies in Asia?</a> <small>Bisakah social media membantu brand atau perusahaan di Asia? Mengingat...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/03/09/opera-di-social-media/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Opera di Social Media'>Opera di Social Media</a> <small>Social media tidak terbatas pada blogging, microblogging, dan social network...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/04/07/7-tip-praktek-social-media-untuk-bisnis/' rel='bookmark' title='Permanent Link: 7 Tip Praktek Social Media Untuk Bisnis'>7 Tip Praktek Social Media Untuk Bisnis</a> <small>Mau pakai social media tapi bingung? Berikut beberapa tip singkat...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/09/25/semantic-web-dan-social-media/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Semantic Web dan Social Media'>Semantic Web dan Social Media</a> <small>Ternyata ada hal menarik dibalik implementasi fitur tagging di Facebook....</small></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/01/cost.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3760" title="cost" src="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/01/cost.jpg" alt="" width="450" height="200" /></a></p>
<p>Kita berangkat dari suatu teori, sebagai berikut:</p>
<p>Bahwa <a href="http://www.navinot.com/tag/social-media/" target="_blank"><em>social media</em></a> adalah sebuah percakapan, entah siapapun pelakunya. Bisa seorang teman, atau bahkan seorang pelanggan.</p>
<p>Diskusi yang dilakukan cenderung personal, sehingga terbentuk suatu ikatan dari komunikasi dua arah yang terjadi. Beberapa bertindak ala bot, namun masih bisa diterima dan sukses.</p>
<p>Karena alasan personal, maka percakapan lebih cocok dilakukan sendiri. Oleh karena itu butuh waktu, untuk benar-benar terlibat secara mendalam.</p>
<p>Sementara itu, hasil yang berusaha diukur (ROI), masih saja dipertanyakan. Apakah kampanye <em>social media</em> tersebut efektif? Sebagai sebuah korporat, kita harus mengukur berapa banyak investasi yang kita sumbangkan, dalam bentuk waktu dan uang, juga berapa banyak hasil atau kemajuan yang kita peroleh, dalam bentuk prospek, pengikut, pembaca, pembeli, atau interaksi.</p>
<p>Untuk sebuah korporat, mungkin hal macam ini tidak masalah. Bila ada anggaran, maka bisa menugaskan satu orang khusus, atau menyewa agency, untuk melakukan hal-hal tersebut. Dengan demikian, kita balik lagi ke pertanyaan, apakah kampanye social media tersebut lebih efektif dengan kampanye marketing umumnya, seperti iklan di koran.</p>
<p>Waktu sendiri adalah sesuatu yang berharga. Cukup dengan pepatah atau peribahasa, intinya Anda tidak bisa balik melawan waktu. Mungkin Anda bisa mengejar ketinggalan dengan menambah sumber daya, atau bekerja lebih giat. Yang berarti butuh dana, lagi.</p>
<p>Karena Anda bukanlah sebuah perusahaan, misalnya seorang <em>freelancer</em>. Asumsinya, Anda bekerja sendiri. Mungkin Anda punya sebuah tim dengan beberapa orang anggota, namun waktu sangatlah berharga untuk menyelesaikan tugas masing-masing.</p>
<p>Tiap projek diukur menurut berapa jam kerja yang dibutuhkan. Sedangkan Anda sendiri masih harus melakukan kampanye <a href="http://www.navinot.com/tag/marketing/" target="_blank">marketing</a> sendiri. Entah untuk mendapatkan klien baru, menyapa klien lama, atau menjadi <em>freelancer</em> paling keren lewat artikel <a href="http://www.navinot.com/tag/blogging/" target="_blank">blog</a>.</p>
<p>Intinya, kita punya masalah. Tidak punya waktu, tapi harus tetap proaktif dalam hal marketing. Berikut beberapa solusi:</p>
<h4><em>Friends &amp; Families</em></h4>
<p>Salah satu alasan saya pribadi untuk kembali ke Indonesia, adalah karena saya tidak punya cukup teman atau keluarga di negara Paman Sam. Mungkin tidak masalah untuk para profesional yang bekerja jam 9 samapi 5. Tapi bagi seorang entrepreneur, hal ini sangatlah tidak dianjurkan. Tentu hal tersebut bisa diatasi, dengan melakukan aktifitas sosial, atau menghadiri even khsus, dsb.</p>
<p>Mengapa teman atau saudara? Peduli apapun bisnis yang kita jalankan, Anda harus melakukan pengumuman ke sanak saudara. Karena mereka adalah jaringan terdekat di kehidupan sosial kita. Pastikan mereka mngerti apa yang Anda kerjakan, dan apa kemampuan spesial Anda. Referensi proyek baru selalu bisa datang dari berbagai arah.</p>
<h4><em>Mingle with The Same &amp; Alike</em></h4>
<p>Pastikan Anda tahu teman, kompetitor, atau rekan kerja, untuk bersosialisasi. Satu hal positif tentang social media, semua bisa menjadi kawan. Yang diperlukan hanya tampil menarik, dengan menyajikan sesuatu yang bermanfaat bagi komunitas.</p>
<h4><em>Schedule or Time Allocation</em></h4>
<p>Karena perhitungan waktu sangatlah penting, pengaturan jadwal dan alokasi waktu sangat penting. Anda harus disiplin untuk meluangkan jatah waktu tertentu demi kepentingan ini.</p>
<h4><em>Targetting</em></h4>
<p>Bagaikan rencana menguasai dunia (halah!), Anda harus menentukan siapa kiranya yang patut diikuti, siapa yang harus dijadikan pengikut, atau siapa yang layak kita layani dalam percakapan. Mengapa? Karena mereka jauh lebih mempunyai pengaruh. Tapi jangan lupa untuk membantu yang membutuhkan. Karma masih berlaku. <img src='http://www.navinot.com/wordpress/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<h4><em>Frequency vs. Quality </em></h4>
<p>Anda mempunyai pilihan, untuk tampil lebih sering, atau menampilkan sesuatu yang <em>god damn-awesome-useful-interesting-retweet magnet</em>. Hal ini juga merupakan bagi kita, NavinoT, untuk menyajikan artikel yang berkualitas, dean berusaha meningkatkan frekuensi penerbitan.</p>
<h4><em>Grow into a Company</em></h4>
<p>Dapatkan proyek baru, lebih banyak. Pekerjakan beberapa orang baru, tapi bukan partner. Alokasi waktu tambah untuk keperluan marketing, termasuk <em>social media</em>, atau bahkan bisa menyewa seseorang atau <em>agency</em> untuk melakukannya secara profesional.</p>
<p>&#8212;</p>
<p>Karena waktu adalah pokok permasalahannya, maka pengaturan waktu adalah kuncinya.</p>
<p><strong>Kalau Anda seorang freelancer, atau pelaku bisnis online, apa strategi Anda dalam memanfaatkan social media?</strong></p>


<p>Artikel Terkait:<ol><li><a href='http://www.navinot.com/2009/11/05/why-social-media-is-costly/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Why Social Media is Costly'>Why Social Media is Costly</a> <small>Siapa bilang Social Media itu murah? Dari banyak waktu yang...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/03/09/can-social-media-help-brands-companies-in-asia/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Can Social Media help Brands / Companies in Asia?'>Can Social Media help Brands / Companies in Asia?</a> <small>Bisakah social media membantu brand atau perusahaan di Asia? Mengingat...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/03/09/opera-di-social-media/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Opera di Social Media'>Opera di Social Media</a> <small>Social media tidak terbatas pada blogging, microblogging, dan social network...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/04/07/7-tip-praktek-social-media-untuk-bisnis/' rel='bookmark' title='Permanent Link: 7 Tip Praktek Social Media Untuk Bisnis'>7 Tip Praktek Social Media Untuk Bisnis</a> <small>Mau pakai social media tapi bingung? Berikut beberapa tip singkat...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/09/25/semantic-web-dan-social-media/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Semantic Web dan Social Media'>Semantic Web dan Social Media</a> <small>Ternyata ada hal menarik dibalik implementasi fitur tagging di Facebook....</small></li>
</ol></p><div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=uj9v2A63-TA:r-FfYUP2MKg:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=uj9v2A63-TA:r-FfYUP2MKg:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=uj9v2A63-TA:r-FfYUP2MKg:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=uj9v2A63-TA:r-FfYUP2MKg:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=uj9v2A63-TA:r-FfYUP2MKg:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Navinot/~4/uj9v2A63-TA" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.navinot.com/2010/01/12/social-media-for-non-corporate/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/01/cost-150x150.jpg" />
		<media:content url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/01/cost.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">cost</media:title>
			<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/01/cost-150x150.jpg" />
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://www.navinot.com/2010/01/12/social-media-for-non-corporate/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>When Will We Have Mobile Year?</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Navinot/~3/BtjqFKKmqGE/</link>
		<comments>http://www.navinot.com/2010/01/08/when-will-we-have-mobile-year/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Jan 2010 09:09:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Toni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[Android]]></category>
		<category><![CDATA[smartphone]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=3748</guid>
		<description><![CDATA[
Satu pemain membuat gebrakan, mau tak mau yang lain akan turut serta. Dimulai dengan iPhone, kini semua percaya bahwa there&#8217;s more that meet the eye dalam ekosistem smartphone.
Powered by Android
Jika yang lain membuat OS yang eksklusif untuk dipakai dengan hardwarenya sendiri, Android malah melakukan langkah yang berbeda. Android kini sudah dipasang di banyak hardware yang [...]


Artikel Terkait:<ol><li><a href='http://www.navinot.com/2009/11/26/google-the-king-of-cloud/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Google: The King of Cloud'>Google: The King of Cloud</a> <small>Google berusaha mengusuh segala informasi ke internet. Apa alasannya? Karena...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/10/27/google-dan-android-nya/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Google dan Android-nya'>Google dan Android-nya</a> <small>Google berusaha mengusung Android ke berbagai ponsel. Beberapa pengamat mengatakan...</small></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://www.flickr.com/photos/zachd1_618/3489625168/" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.flickr.com/photos/zachd1_618/3489625168/?referer=');"><img class="aligncenter size-full wp-image-3751" title="speedometer" src="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/01/speedometer.png" alt="" width="450" height="200" /></a></p>
<p>Satu pemain membuat gebrakan, mau tak mau yang lain akan turut serta. Dimulai dengan iPhone, kini semua percaya bahwa there&#8217;s more that meet the eye dalam ekosistem smartphone.</p>
<h3>Powered by Android</h3>
<p>Jika yang lain membuat OS yang eksklusif untuk dipakai dengan hardwarenya sendiri, Android malah melakukan langkah yang berbeda. Android kini sudah dipasang di banyak hardware yang berasal dari vendor yang berbeda-beda. Tentu saja efeknya luar biasa. Yang dulunya hanya mampu membuat hardware saja, kini bisa meluncurkan produk komplit yang mampu bersaing dengan produk lain.</p>
<p>Tentunya ini juga jadi kesempatan bagi pasar dalam negeri untuk turut bermain. Kebutuhan kita dengan konsumen negara lain tentunya berbeda. Karena Android cukup opensource, ada banyak kesempatan bagi pemain lokal untuk meng-enhance produknya. Mungkin ditambahkan modul khusus untuk memberikan karakteristik pada produk. Atau memberikan integritas lebih pada keseluruhan produk.</p>
<h3>Value shifting</h3>
<p>Yang berharga dari iPhone, tanpa bisa disangkal adalah OS yang dipakai. OS ini menambahkan berbagai macam fitur breaking through yang membedakannya dari produk lain. Ditambah dengan kehadiran App Store, ekosistem iPhone menjadi lengkap dari end-to-end.</p>
<p>Namun hal tersebut tak mungkin akan berlangsung selamanya. OS lain akan segera menyusul. Walau value yang ditawarkan tidak sama persis, konsumen tetap akan bisa menerima. Dari poin ini, OS tidak akan terlalu signifikan lagi. Value akan bergeser ke fitur dan layanan lain misalnya App Store. Dan tidak menutup kemungkinan akan ada inovasi lain untuk meningkatkan value smartphone bagi pengguna.</p>
<h3>Indonesia Selalu Berbeda</h3>
<p>Paling tidak klaim ini berlaku dahulu. Kini perilaku konsumen sudah mulai terlihat arahannya. Bisa kita anggap lebih aligned dengan selera pasar internasional. Lebih mudah ditebak karena akses informasi kita dan konsumen luar negeri sudah tak terlalu berbeda. Jika mereka bisa memonitor gadget apa saja yang diluncurkan di <a href="http://www.engadget.com/ces" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.engadget.com/ces?referer=');">CES</a> hari ini, kita juga bisa melakukan hal yang sama. Pikiran kita, tak jauh berbeda dari konsumen-konsumen lain.</p>
<p>Kali ini tidak akan ada banyak misteri. Jika satu layanan bisa booming di luar negeri, berarti tinggal tunggu waktu saja bagi layanan tersebut untuk populer di sini. Selama tren yang dibawa masih terkait dengan aktivitas interaktifitas (komunikasi antar warga internet) dan bsia dipakai untuk menunjukkan &#8220;this is me&#8221;, berarti masih ada peluang untuk meraih sejumlah besar konsumen di dalam negeri. Lihat saja formspring.me yang tampak lebih hype dari Yahoo Answer. Padahal konsepnya tak berbeda.</p>
<h3>What&#8217;s Next</h3>
<p>Tampaknya booming smartphone tidak akan berhenti dalam waktu dekat. Harga hardware penyusunnya semakin menyusut. Tentu tak terbayang sebelumnya, bagaimana smartphone bisa punya prosesor 1 GHz. Dua tiga tahun lalu, laptop dengan memori sekian tergolong sudah high-end. Kini kita terjengkang karena hape kita sudah sekuat laptop dua tahun lalu.</p>
<p>Ini saatnya kita berpikir tentang kebutuhan lain. Something big! We know where it&#8217;s going to end.<strong> <a href="http://www.engadget.com/2010/01/07/live-from-paul-otellinis-intel-ces-keynote/" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.engadget.com/2010/01/07/live-from-paul-otellinis-intel-ces-keynote/?referer=');">It&#8217;s gonna be cheaper</a>, so don&#8217;t hold yourself from wasting it.</strong> <strong>Let&#8217;s have a mobile trend this year!</strong></p>


<p>Artikel Terkait:<ol><li><a href='http://www.navinot.com/2009/11/26/google-the-king-of-cloud/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Google: The King of Cloud'>Google: The King of Cloud</a> <small>Google berusaha mengusuh segala informasi ke internet. Apa alasannya? Karena...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/10/27/google-dan-android-nya/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Google dan Android-nya'>Google dan Android-nya</a> <small>Google berusaha mengusung Android ke berbagai ponsel. Beberapa pengamat mengatakan...</small></li>
</ol></p><div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=BtjqFKKmqGE:gf6a92q77qA:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=BtjqFKKmqGE:gf6a92q77qA:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=BtjqFKKmqGE:gf6a92q77qA:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=BtjqFKKmqGE:gf6a92q77qA:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=BtjqFKKmqGE:gf6a92q77qA:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Navinot/~4/BtjqFKKmqGE" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.navinot.com/2010/01/08/when-will-we-have-mobile-year/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/01/speedometer-150x150.png" />
		<media:content url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/01/speedometer.png" medium="image">
			<media:title type="html">speedometer</media:title>
			<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/01/speedometer-150x150.png" />
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://www.navinot.com/2010/01/08/when-will-we-have-mobile-year/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>6 Reasons Why Facebook 3.1 is a Killer!</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Navinot/~3/sttMuLZ3UUA/</link>
		<comments>http://www.navinot.com/2010/01/07/6-reasons-why-facebook-3-1-is-a-killer/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Jan 2010 04:01:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ivan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Online Strategy]]></category>
		<category><![CDATA[Web & Internet]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[Facebook 3.1]]></category>
		<category><![CDATA[iphone]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=3744</guid>
		<description><![CDATA[Facebook dengan aplikasi iPhone terbaru berusaha memberi solusi tentang buku telpon. Saya merasa ini adalah pemecahan dari permasalahan yang integral. Apakah anda juga sependapat?


Artikel Terkait:<ol><li><a href='http://www.navinot.com/2009/07/07/dampak-twitterfikasi-oleh-facebook/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Dampak Twitterfikasi oleh Facebook'>Dampak Twitterfikasi oleh Facebook</a> <small>Facebook telah mengadakan banyak perubahan dengan fitur publishernya, sehingga semakin...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/02/16/in-facebook-privacy-is-always-an-issue/' rel='bookmark' title='Permanent Link: In Facebook, Privacy is always an Issue'>In Facebook, Privacy is always an Issue</a> <small>Facebook ganti kebijaksanaan layanan tentang privacy. Tampaknya user profil itu...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/12/08/social-graph-the-true-power-of-facebook/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Social Graph: The True Power of Facebook'>Social Graph: The True Power of Facebook</a> <small>Dari begitu banyak pilihan untuk layanan single sign on, mengapa...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/09/14/facebook-lagi-add/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Facebook lagi ADD'>Facebook lagi ADD</a> <small>Dari sederet update terbaru dari Facebook akhir-akhir ini, terlihat bahwa...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/10/06/aktif-di-facebook-fans-page/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Aktif di Facebook Fans Page'>Aktif di Facebook Fans Page</a> <small>Terlalu aktif di Facebook Fans Page justru membuat situs resmi...</small></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/01/phonebook.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3745" title="phonebook" src="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/01/phonebook.jpg" alt="" width="450" height="200" /></a></p>
<p>Hari ini adalah hari berbahagia bagi para pengguna iPhone dan Facebook. Karena Facebook baru saja meluncurkan versi terbaru <a href="http://www.facebook.com/facebook/posts/410306085351" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.facebook.com/facebook/posts/410306085351?referer=');">Facebook App 3.1</a> untuk iPhone.</p>
<p>Satu fitur menarik dari versi terbaru adalah fitur sinkroninasi, yang bisa mengolah nomer telpon lokal di <a href="http://www.navinot.com/tag/iphone/" target="_blank">iPhone</a> untuk disinkronisasi ke <em>contact list</em> di Facebook. Secara pribadi, saya sudah menunggu fitur atau layanan macam ini, bukan hanya di iPhone tapi juga untuk tiap ponsel.</p>
<p>Mungkin sudah ada beberapa layanan dengan gagasan yang sama, meskipun cara penggunaannya yang berbeda-beda. Mengapa fitur macam ini saya sebut <em>Killer</em>?! Berikut beberapa alasan.</p>
<h4><em><strong>1. Phone Number is Something Basic</strong></em></h4>
<p>Semua orang pasti punya nomer telpon sebagai sandi komunikasi yang paling utama. Meskipun e-mail sudah mulai menyusul, namun nomer telpon masih merajai kebutuhan dari kehidupan sosial kita. Tanpa nomer telpon, rasanya ada yang salah dengan kita.</p>
<h4><em><strong>2. Phone Number is Personal</strong></em></h4>
<p>Dulunya hanya ada satu nomer telpon di tiap rumah. Itupun juga digunakan oleh beberapa orang dalam satu rumah. (Tidak heran banyak ABG berebut pesawat telpon dengan orang tuanya.) Coba lihat sekarang, semua sudah menggenggam ponsel masing-masing. Suatu tanda bahwa kebutuhan komunikasi lewat telpon sudah jadi semakin personal. Bahkan (hanya di Indonesia saja) banyak orang membawa 2 ponsel sekaligus!</p>
<p>Selain itu, rasanya juga aneh bila keluar rumah tanpa mengantongi ponsel.</p>
<h4><em>3. Phone Book Dependent </em></h4>
<p>Ketergantungan akan buku telpon di ponsel sudah mewabah. Bila di jaman SMA, saya masih bisa mengingat nomer telpon teman sekelas, kini nomer telpon orang terdekat kita saja sudah sulit untuk diingat. Belum lagi fitur<em> speed dial</em> restoran favorit. <img src='http://www.navinot.com/wordpress/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<h4><em>4. It&#8217;s Been a Problem</em></h4>
<p>Fitur sinkronisasi buku telpon yang ditawarkan <a href="http://www.navinot.com/tag/facebook/" target="_blank">Facebook</a> merupakan sebuah solusi dari permasalahan yang telah ada selama ini.</p>
<blockquote><p><em>Oops! I just flushed my phone down the toilet!</em></p></blockquote>
<p>Ok, mungkin tidak se-dramatis itu, namun kecelakaan dan hal-hal yang tidak diinginkan itu sering terjadi dan tidak dapat dihindari. Karena ponsel tersebut hilang, maka buku telpon yang ada di dalamnya juga lenyap tanpa jejak.</p>
<p>Berapa banyak orang yang benar-benar rajin <em>back-up</em> buku telpon di ponsel? Mungkin beberapa pengguna <em>smartphone</em> sudah melakukan hal itu, karena ada aplikasi <em>desktop</em> yang mendukung. Lainnya? Masih tergantung SIM card.</p>
<h4><em>5. Facebook is (Almost) Neutral</em></h4>
<p>Tiap merek  ponsel yang menyediakan fitur <em>back-up</em> ke <em>desktop</em>, masih tidak memungkinkan untuk melakukan sinkronisasi ulang ke ponsel merek lain. Sehingga pengguna tidak bisa dengan leluasa berganti ponsel lain merek, berikut buku telponnya.</p>
<p>Memang untuk sementara Facebook masih mendukung iPhone saja, namun saya yakin tidak lama ponsel merek lain akan mendapatkan perlakuan yang sama.</p>
<h4><em>6. One More Reason to Join Facebook</em></h4>
<p>Karena fitur baru ini adalah sebuah solusi akan suatu kebutuhan dasar, kini ada alasan (kuat) baru untuk bergabung di layanan Facebook (bila masih ragu). Bila Facebook semakin mendunia (entah apapun alasannya), maka layanan seperti ini akan semakin mengukuhkan posisi Facebook. Seperti Google yang memenuhi kebutuhan dasar <a href="http://www.navinot.com/tag/search-engine/" target="_blank">mencari informasi</a> di Internet.</p>
<p>&#8212;</p>
<p>Dari semua pemikiran yang bersifat positif di atas, masih banyak faktor yang menentukan kesuksesan fitur baru ini. Salah satunya yang berkaitan dengan sejarah Facebook, yang berangkat sebagai suatu layanan yang serba tertutup. Kini Facebook malah meminta penggunanya untuk menjadi semakin terbuka. Apa kiranya pandangan pengguna Facebook? Berdansa seirama musik?</p>
<p><em>Smartphones</em> dengan daya komputasi tinggi tentunya lebih mudah mengolah aplikasi dan data macam ini. Namun sayangnya di dunia ini, apalagi Indonesia, masih didominasi oleh <em>dumbphones</em> (baca: ponsel jadul dengan layar monochrome.) Sehingga masih banyak halangan untuk melangkah ke era baru.</p>
<p>Facebook mungkin mengambil langkah yang tepat, dan memimpin dalam kategori jumlah pengguna. Bila fitur ini direplikasi oleh penyedia layanan baru, dan semoga saja lebih bagus, Facebook bisa saja goyah.</p>
<p>Yang terakhir adalah masalah klasik, yaitu parahnya layanan data di Indonesia. 3G sucks!</p>
<p>&#8212;</p>
<p><a href="http://www.readwriteweb.com/archives/facebook_now_bulk_exports_phone_numbers.php" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.readwriteweb.com/archives/facebook_now_bulk_exports_phone_numbers.php?referer=');">Similar tone from ReadWriteWeb</a></p>
<p>&#8212;</p>
<p><strong>Menurutmu, apakah fitur semacam ini benar-benar integral? Mungkin bisa membuat pengguna ponsel jadul untuk upgrade ke <em>smartphones</em>? Apakah Facebook bisa semakin kuat dengan adanya fitur macam ini?</strong></p>


<p>Artikel Terkait:<ol><li><a href='http://www.navinot.com/2009/07/07/dampak-twitterfikasi-oleh-facebook/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Dampak Twitterfikasi oleh Facebook'>Dampak Twitterfikasi oleh Facebook</a> <small>Facebook telah mengadakan banyak perubahan dengan fitur publishernya, sehingga semakin...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/02/16/in-facebook-privacy-is-always-an-issue/' rel='bookmark' title='Permanent Link: In Facebook, Privacy is always an Issue'>In Facebook, Privacy is always an Issue</a> <small>Facebook ganti kebijaksanaan layanan tentang privacy. Tampaknya user profil itu...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/12/08/social-graph-the-true-power-of-facebook/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Social Graph: The True Power of Facebook'>Social Graph: The True Power of Facebook</a> <small>Dari begitu banyak pilihan untuk layanan single sign on, mengapa...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/09/14/facebook-lagi-add/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Facebook lagi ADD'>Facebook lagi ADD</a> <small>Dari sederet update terbaru dari Facebook akhir-akhir ini, terlihat bahwa...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/10/06/aktif-di-facebook-fans-page/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Aktif di Facebook Fans Page'>Aktif di Facebook Fans Page</a> <small>Terlalu aktif di Facebook Fans Page justru membuat situs resmi...</small></li>
</ol></p><div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=sttMuLZ3UUA:bGOnSAL1ZH0:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=sttMuLZ3UUA:bGOnSAL1ZH0:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=sttMuLZ3UUA:bGOnSAL1ZH0:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=sttMuLZ3UUA:bGOnSAL1ZH0:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=sttMuLZ3UUA:bGOnSAL1ZH0:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Navinot/~4/sttMuLZ3UUA" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.navinot.com/2010/01/07/6-reasons-why-facebook-3-1-is-a-killer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/01/phonebook-150x150.jpg" />
		<media:content url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/01/phonebook.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">phonebook</media:title>
			<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/01/phonebook-150x150.jpg" />
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://www.navinot.com/2010/01/07/6-reasons-why-facebook-3-1-is-a-killer/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Bubunews: Menyentuh Web Semantik</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Navinot/~3/ay6MLWZ8Ymc/</link>
		<comments>http://www.navinot.com/2010/01/06/bubunews-menyentuh-web-semantik/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Jan 2010 03:36:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Toni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Web & Internet]]></category>
		<category><![CDATA[semantic web]]></category>
		<category><![CDATA[StartUp]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=3737</guid>
		<description><![CDATA[Saya membayangkan seorang jurnalis atau periset mengkoleksi datanya dalam gudang data yang mendukung semantik. Kluster bisa divisualisasikan dan ditaruh dalam bentuk saling bertumpuk untuk menggabungkan beberapa data hipotesa. Ain't it cool?


Artikel Terkait:<ol><li><a href='http://www.navinot.com/2009/09/25/semantic-web-dan-social-media/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Semantic Web dan Social Media'>Semantic Web dan Social Media</a> <small>Ternyata ada hal menarik dibalik implementasi fitur tagging di Facebook....</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/06/04/the-2010-web/' rel='bookmark' title='Permanent Link: The 2010 Web'>The 2010 Web</a> <small>I'm a Scoble believer, I'll stick with web 2010. jadi...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/09/11/get-more-from-twitter/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Get More From Twitter'>Get More From Twitter</a> <small>Setelah melewati pengamatan yang non akademis, saya berkesimpulan bahwa timeline...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/06/26/semantic-desktop/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Semantic Desktop'>Semantic Desktop</a> <small>Semantic web boleh saja menjadi agenda utama web di 2010,...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/06/15/revisiting-semantic-web/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Revisiting Semantic Web'>Revisiting Semantic Web</a> <small> Disclosure: Artikel ini adalah teaser untuk podcast temanmacet.com, which...</small></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-3739" title="Analyze This!" src="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/01/221004162_a68ee86343-small.jpg" alt="" width="450" height="200" /></p>
<p>Ketika kita berbicara tentang semantik, kita selalu berputar di dataran teori tanpa banyak bisa mengungkap manfaat nyata topik tersebut. Memang secara teori bisa diperkirakan bahwa manfaat web semantik akan cukup fenomenal. Namun sampai sekarang belum banyak yang bisa menemukan bentuk implementasinya.</p>
<h3>Mungkin ya mungkin tidak.</h3>
<p>Google juga punya fitur yang tampaknya memberdayakan unsur semantik. Jika Anda sempat mencoba fitur timeline di Google search, maka Anda akan bisa merasakan hasil-hasil pencarian terhubung dalam suatu rangkaian waktu. Tanpa mengetahui makna suatu konten, tak mungkin google bisa menghubungkan dan meletakkan konten tersebut dalam suatu deretan garis waktu. Mungkin.</p>
<h3>What is Bubunews?</h3>
<p>First thing first, <a href="http://bubunews.com" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/bubunews.com?referer=');">Bubunews</a> tidak ada kaitannya dengan Bubu Award. Bubunews adalah sebuah agregator konten plus plus. Plus satu, karena berani menambah koleksi another news agregator. Plus satu lagi karena Bubunews bukan sekedar news agregator.</p>
<p>Fitur utama dari Bubunews adalah analisa konten. Dengan menganalisa konten, Bubunews mampu menawarkan fitur timeline yang mampu menampilkan kluster berita dalam urutan waktu. Kluster berita ini didasarkan pada ekstraksi entitas yang ada dalam konten, misal: Google, Yahoo, Honda, dll.</p>
<p>Ada juga visualisasi dalam bentuk map untuk melihat sebaran berdasar lokasi. Akan menarik untuk menilik bagaimana berita bergerak dari satu wilayah ke wilayah lain. Mungkin kita bisa menarik suatu hipotesa tertentu berdasar birdview dari kluster berita ini.</p>
<h3>Apa yang bisa membuatnya lebih menarik?</h3>
<p>Saya membayangkan seorang jurnalis atau periset mengkoleksi datanya dalam gudang data yang mendukung semantik. Kluster bisa divisualisasikan dan ditaruh dalam bentuk saling bertumpuk untuk menggabungkan beberapa data hipotesa.</p>
<p>Kluster satu dan lain bisa dihubungkan lewat titik baru membentuk rangkaian besar yang menuntun pada suatu teori konspirasi. Entitas orang dihubungkan lewat peristiwa, lewat lokasi, lewat unit waktu. Who knows. Anda bisa menemukan fakta yang selama ini disembunyikan.</p>
<p>Dengan menambahkan API supaya pihak ketiga bisa turut memanfaatkan datanya, the sky is the limit untuk pemanfaatannya. Kalau selama ini kita hanya bisa melakukan mashup dengan mengandalkan tipe data (teks, angka, tanggal) maka selanjutnya kita lebih punya banyak variabel untuk dipasang-pasangkan. Tentu saja, hasil kombinasi dan permutasinya lebih banyak.</p>
<h3>For Us</h3>
<p>Data semantik dan data-data lain sedang dan akan menjadi abundant. Hal-hal yang kemarin tidak mungkin akan menjadi mungkin. Anda sudah siap menjadi pemain?</p>
<p>Jangan lupa menaruh poin ini dalam watchlist Anda. If it works, it will be quite disruptive. Semua yang belum pakai recommendation engine bisa dibilang cupu dan tidak cerdas.</p>
<p>Karena pembelajaran dari manusia juga diperlukan dalam pengembangan platform, maka bisa muncul peluang micropayment dan microtransaction untuk menghargai effort mereka. Kita mungkin bakal punya model Amazon Turk lokal. Who knows.</p>


<p>Artikel Terkait:<ol><li><a href='http://www.navinot.com/2009/09/25/semantic-web-dan-social-media/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Semantic Web dan Social Media'>Semantic Web dan Social Media</a> <small>Ternyata ada hal menarik dibalik implementasi fitur tagging di Facebook....</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/06/04/the-2010-web/' rel='bookmark' title='Permanent Link: The 2010 Web'>The 2010 Web</a> <small>I'm a Scoble believer, I'll stick with web 2010. jadi...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/09/11/get-more-from-twitter/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Get More From Twitter'>Get More From Twitter</a> <small>Setelah melewati pengamatan yang non akademis, saya berkesimpulan bahwa timeline...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/06/26/semantic-desktop/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Semantic Desktop'>Semantic Desktop</a> <small>Semantic web boleh saja menjadi agenda utama web di 2010,...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/06/15/revisiting-semantic-web/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Revisiting Semantic Web'>Revisiting Semantic Web</a> <small> Disclosure: Artikel ini adalah teaser untuk podcast temanmacet.com, which...</small></li>
</ol></p><div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=ay6MLWZ8Ymc:tIrSVzhpwJo:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=ay6MLWZ8Ymc:tIrSVzhpwJo:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=ay6MLWZ8Ymc:tIrSVzhpwJo:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=ay6MLWZ8Ymc:tIrSVzhpwJo:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=ay6MLWZ8Ymc:tIrSVzhpwJo:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Navinot/~4/ay6MLWZ8Ymc" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.navinot.com/2010/01/06/bubunews-menyentuh-web-semantik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/01/221004162_a68ee86343-small-150x150.jpg" />
		<media:content url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/01/221004162_a68ee86343-small.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Analyze This!</media:title>
			<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/01/221004162_a68ee86343-small-150x150.jpg" />
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://www.navinot.com/2010/01/06/bubunews-menyentuh-web-semantik/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Hati-Hati Dengan Kata</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Navinot/~3/lAHJLyclj_M/</link>
		<comments>http://www.navinot.com/2010/01/05/hati-hati-dengan-kata/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Jan 2010 02:00:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hendry Lee</dc:creator>
				<category><![CDATA[StartUp]]></category>
		<category><![CDATA[Startup Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=3677</guid>
		<description><![CDATA[Apakah Anda selalu mendengarkan tiap opini? Apakah semua opini tersebut patut kita dengarkan? Termasuk pendapat para venture capitalist yang tidak selalu benar?


Artikel Terkait:<ol><li><a href='http://www.navinot.com/2009/07/03/tes-tiga-puluh-detik/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tes Tiga Puluh Detik'>Tes Tiga Puluh Detik</a> <small>Kali ini kita kembali ke ide startup. Bagaimana kita mengukur...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/08/27/tips-memulai-bisnis-online-yang-tepat/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tips Memulai Bisnis (Online) Yang Tepat'>Tips Memulai Bisnis (Online) Yang Tepat</a> <small>Bingung mau memulai bisnis? Kerja apa? Jual apa? Buat blog...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/08/19/kaskus-freedom-respect-and-reward/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kaskus: Freedom, Respect and Reward'>Kaskus: Freedom, Respect and Reward</a> <small>Kiat Kaskus menjadi komunitas maya terbesar di Indonesia. Berikut beberapa...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/08/29/4-tips-startup-dari-founder-envato/' rel='bookmark' title='Permanent Link: 4 Tips StartUp dari Founder Envato'>4 Tips StartUp dari Founder Envato</a> <small>4 Tips dari Collis Taeed, pendiri Envato, dengan serangkaian blog...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/06/24/siapkah-kamu-saat-investor-datang/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Siapkah Kamu Saat Investor Datang?'>Siapkah Kamu Saat Investor Datang?</a> <small>Seringkali kita berada pada kondisi berapi-api dengan sejuta ide cemerlang...</small></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2009/12/kata.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-3735" title="kata" src="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2009/12/kata.jpg" alt="" width="450" height="200" /></a></p>
<p>Sering kali tanpa menyadari kita terpengaruhi oleh kata-kata yang dilontarkan orang lain.</p>
<p>Anda mungkin menganggap bahwa kita semua cukup dewasa untuk memutuskan apa yang kita inginkan, memilih jalan kita sendiri dan mengambil langkah sesuai pada jalur yang kita mau.<span id="more-3677"></span></p>
<p>Tapi, apakah benar begitu?</p>
<p>Dan apakah ada hubungan semua ini dengan membangun start-up?</p>
<p>Jawaban singkatnya banyak. Bahkan, segala-galanya untuk situasi tertentu.</p>
<p>Izinkan saya menjelaskan lebih lanjut. Kata-kata sederhana yang dipakai sehari-hari mungkin tampak biasa saja, tapi dapat memengaruhi jalan hidup satu individu dan bahkan sejarah dunia.</p>
<p>Ketika Wright bersaudara bereksperimen dengan pesawat terbang, dapat dibayangkan orang-orang menertawakan mereka. Siapa yang begitu bodoh mau menerbangkan manusia? Bukankah itu tindakan bunuh diri?</p>
<blockquote><p>&#8220;Manusia tidak dapat terbang.&#8221;</p></blockquote>
<p>Ide manusia terbang hanya terdapat dalam dongeng. Hanya mungkin bila ada naga atau rajawali yang cukup jinak yang dapat dijadikan tunggangan.</p>
<p>Kata atau frase sederhana yang saya maksud adalah &#8220;tidak dapat.&#8221; Jika saja Wright bersaudara mendengar nasihat tersebut, dunia ini mungkin tidak pernah akan memiliki pesawat terbang.</p>
<p>Dapatkah anda bayangkan sebuah dunia tanpa transportasi udara?</p>
<p>Kata-kata lain yang sering dianggap remeh dan jarang dipandang secara kritis: perlu, mudah, mahal, siapapun, tidak ada, dan lain sebagainya.</p>
<p>Mau memulai sebuah <em>start-up</em>?</p>
<blockquote><p>&#8220;Kami <em>memerlukan</em> <em><a href="http://www.navinot.com/2009/09/16/business-plan-perlukah/">business plan</a></em> ratusan halaman yang terpadu.&#8221;</p></blockquote>
<p><em>Business plan</em>, dana yang memadai, produk yang sempurna, perabotan yang nyaman atau peralatan kantor yang canggih. Daftar ini terus berkembang.</p>
<p>Nyatanya, apakah benar-benar sebuah business plan diperlukan sebelum langkah pertama dapat ditempuh? Kebanyakan jawabannya tidak. Google sendiri dimulai dari sebuah garasi. Contoh yang sederhana tapi mengena.</p>
<p>Apakah suatu fitur mutlak diperlukan sebelum produk layak diluncurkan? Apakah harus dimulai dengan dana ratusan juta atau bahkan milyaran? Bisakah sebuah prototipe dikembangkan sebelum mencari dana?</p>
<p>Microsoft — dan pada umumnya semua jenis perangkat lunak&#8211;tidak dapat diluncurkan sempurna. Bisa dibayangkan bila Windows harus menunggu sampai sempurna sebelum meluncurkan Windows 95. <em>Blue screen of death</em> bukan suatu halangan untuk berbisnis.</p>
<p>Alternatifnya, tentu saja, adalah meluncurkan produk itu langsung untuk mendapat umpan balik dari pemakai. Menjual produk sebelum semuanya sempurna. Karena tidak ada yang sempurna sebelum pelanggan memakainya. Bahkan setelah itu pun, perbaikan harus senantiasa dilakukan untuk memenuhi kemauan pelanggan di masa yang akan datang.</p>
<p>Dalam kegiatan sehari-hari, sangat sedikit hal yang &#8216;perlu.&#8217; Kebanyakan hanya hal yang kelihatan perlu tapi bersifat opsional. Mendesak tapi sebenarnya tidak penting — dan kebanyakan dapat diabaikan.</p>
<p>Dan kita harus bayar mahal untuk semua itu. Baik berupa waktu, tenaga, uang bahkan kesuksesan.</p>
<p>Produk diluncurkan terlambat atau tidak sama sekali. Bisnis tidak pernah dimulai atau memerlukan lebih banyak dana dari yang seharusnya. Ide yang luar biasa ditelantarkan hanya karena seorang teman yang awam tentang dunia peranti lunak dan web mengatakan, &#8220;<em>Tidak ada</em> yang mau memakai produk seperti itu.&#8221;</p>
<p>Bukankah itu yang dikatakan orang tentang <a href="http://www.navinot.com/tag/twitter/" target="_blank">Twitter</a> ketika diluncurkan? Bahkan, coba dengar apa kata mereka yang petama kali menggunakannya?</p>
<p>Kebanyakan dari mereka tidak mengerti mengapa harus membatasi diri dengan 140 karakter. Konyol bukan? Ternyata tidak. Sulit dibayangkan, tapi semua orang pernah naif seperti itu. Saya orang pertama yang harus mengakuinya.</p>
<p>Inti dari tulisan ini adalah&#8230; tutup kuping. Ya, terkadang tidak ada umpan balik lebih baik.</p>
<p>Umpan balik harus ditelaah lebih lanjut apakah objektif, dengan sudut pandang yang objektif pula. Seringkali bila anda ragu dengan suatu keputusan, alasan terlemah pun cukup membuat anda menarik kembali keputusan anda. Tapi ada satu lagi perangkat yang lebih berbahaya&#8230;</p>
<p>Guy Kawasaki, penulis The Art of the Start dan seorang <em>venture capitalist</em> untuk <em>web start-up</em>, mengatakan dalam salah satu presentasinya bahwa <em>makluk</em> paling berbahaya adalah <em>venture capitalist</em>. Kata-kata yang keluar dari mulut mereka cenderung dinilai lebih berharga. Pengalaman membuktinya mereka tidak selalu benar. Hanya karena mereka mengatakan suatu ide bisnis tidak akan jalan, tidak berarti anda harus menyerah.</p>
<p>Pertanyaan besarnya, apakah anda cukup sensitif dengan pernyataan sederhana tapi menyesatkan?</p>
<p>Kata-kata apa lagi yang sekilas kelihatan <em>innocent</em> tapi harus ditelaah lebih lanjut pemakaiannya?</p>


<p>Artikel Terkait:<ol><li><a href='http://www.navinot.com/2009/07/03/tes-tiga-puluh-detik/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tes Tiga Puluh Detik'>Tes Tiga Puluh Detik</a> <small>Kali ini kita kembali ke ide startup. Bagaimana kita mengukur...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/08/27/tips-memulai-bisnis-online-yang-tepat/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tips Memulai Bisnis (Online) Yang Tepat'>Tips Memulai Bisnis (Online) Yang Tepat</a> <small>Bingung mau memulai bisnis? Kerja apa? Jual apa? Buat blog...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/08/19/kaskus-freedom-respect-and-reward/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kaskus: Freedom, Respect and Reward'>Kaskus: Freedom, Respect and Reward</a> <small>Kiat Kaskus menjadi komunitas maya terbesar di Indonesia. Berikut beberapa...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/08/29/4-tips-startup-dari-founder-envato/' rel='bookmark' title='Permanent Link: 4 Tips StartUp dari Founder Envato'>4 Tips StartUp dari Founder Envato</a> <small>4 Tips dari Collis Taeed, pendiri Envato, dengan serangkaian blog...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/06/24/siapkah-kamu-saat-investor-datang/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Siapkah Kamu Saat Investor Datang?'>Siapkah Kamu Saat Investor Datang?</a> <small>Seringkali kita berada pada kondisi berapi-api dengan sejuta ide cemerlang...</small></li>
</ol></p><div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=lAHJLyclj_M:YbcNByeaHbI:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=lAHJLyclj_M:YbcNByeaHbI:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=lAHJLyclj_M:YbcNByeaHbI:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=lAHJLyclj_M:YbcNByeaHbI:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=lAHJLyclj_M:YbcNByeaHbI:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Navinot/~4/lAHJLyclj_M" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.navinot.com/2010/01/05/hati-hati-dengan-kata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2009/12/kata-150x150.jpg" />
		<media:content url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2009/12/kata.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kata</media:title>
			<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2009/12/kata-150x150.jpg" />
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://www.navinot.com/2010/01/05/hati-hati-dengan-kata/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Do We Really Want Micropayment?</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Navinot/~3/_WdeId4csiw/</link>
		<comments>http://www.navinot.com/2010/01/04/do-we-really-want-micropayment/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Jan 2010 02:21:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Toni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Web & Internet]]></category>
		<category><![CDATA[e-commerce]]></category>
		<category><![CDATA[micropayment]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.navinot.com/?p=3723</guid>
		<description><![CDATA[Tak semua barang dan jasa patut dibandrol dengan harga mahal. Beberapa barang dan jasa bisa jadi punya ongkos produksi yang kecil. Jika menjual dalam volume besar tidak masuk akal dalam rangka memudahkan pembayaran, maka terpaksa harga juga harus dibuat micro


Artikel Terkait:<ol><li><a href='http://www.navinot.com/2009/12/28/the-tipping-point-is-near/' rel='bookmark' title='Permanent Link: The Tipping Point Is Near!'>The Tipping Point Is Near!</a> <small>Jumlah pemakai media sosial saat ini dan akseleras pertumbuhannya membawa...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/02/24/apakah-e-commerce-menguntungkan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Apakah E-Commerce Menguntungkan?'>Apakah E-Commerce Menguntungkan?</a> <small>Tarif internet turun, layanan internet semakin terjangkau, pengguna semakin banyak,...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/12/29/hiruk-pikuk-pasar-maya-indonesia/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Hiruk-Pikuk Pasar Maya Indonesia'>Hiruk-Pikuk Pasar Maya Indonesia</a> <small>Tidak heran bila dunia e-commerce Indonesia sangatlah menggiurkan. Selain belum...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/03/04/e-commerce-kesempatan-di-balik-krisis/' rel='bookmark' title='Permanent Link: E-commerce: Kesempatan Di Balik Krisis'>E-commerce: Kesempatan Di Balik Krisis</a> <small>Setelah krisis datang, semua orang menjadi lebih peka dan lebih...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/11/02/hell-yeah-monday/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Hell Yeah Monday!'>Hell Yeah Monday!</a> <small>Saya punya sejumlah pertanyaan tentang branding, dan e-commerce. Siap untuk...</small></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://www.flickr.com/photos/jchatoff/592883834/" target="_blank" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/www.flickr.com/photos/jchatoff/592883834/?referer=');"><img class="aligncenter size-full wp-image-3727" title="Do we need micropayment?" src="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/01/592883834_55151de614-small.jpg" alt="" width="450" height="200" /></a></p>
<p>Wikipedia[0] mendefinisikan micropayment sebagai transaksi finansial yang melibatkan sejumlah kecil uang. Paypal mendefinisikan micropayment sebagai transaksi yang bernilai kurang dari 12 USD. Dalam konteks Indonesia, micropayment berarti kesempatan untuk berusaha tanpa terdominasi oleh pemain besar saja.</p>
<p><strong>Kenapa kita menginginkan micropayment?</strong></p>
<h3>Lower price is better, for many</h3>
<p>Dari sekian banyak Facebooker, seberapa banyak yang mampu bertransaksi di internet? Jika dikembangkan lebih luas dengan cakupan pengguna internet secara umum, berapa banyak yang mampu? Terlepas dari e-book, harga barang yang dijual langsung di internet relatif masih cukup mahal untuk pengguna umum internet. Seberapa banyak dari kita yang mampu berlangganan Flickr Pro? Dalam perhitungan biaya mungkin kita mampu, namun dalam daftar prioritas akhirnya Flickr Pro akan diletakkan di urutan terakhir. Apa jadinya jika Flickr Pro jadi $5 setahun? Harga yang lebih murah membuka akan peluang baru.</p>
<h3>Bigger Market</h3>
<p>Tak semua barang dan jasa patut dibandrol dengan harga mahal. Beberapa barang dan jasa bisa jadi punya ongkos produksi yang kecil. Jika menjual dalam volume besar tidak masuk akal dalam rangka memudahkan pembayaran, maka terpaksa harga juga harus dibuat micro. e-book dan musik bisa dijual dalam harga micro. Mungkin kita bisa menjual artikel blog, atau komik strip dalam harga mikro tanpa harus membebani pembaca dengan biaya langganan tahunan yang besar. Lebih banyak variasi harga yang bisa dipakai berarti makin besar pula jenis dan cara menjual produk. Lebih banyak pilihan produk lebih banyak customer yang bisa disasar. Artinya pasar yang lebih besar juga.</p>
<p><strong><br />
Kira-kira ada tidak yang salah dengan micropayment? Kenapa kira-kira sampai sekarang micropayment belum juga take off, bahkan dalam konteks internasional?</strong></p>
<h3>Penny Gap</h3>
<p>Bukan soal ketiadaan payment gateway tapi ada persoalan psikologi juga. Umumnya kita tak suka (terlalu) banyak pikiran. Oleh karena itu kita suka dengan diskon karena kalau pun rugi kita tak akan rugi terlalu banyak seperti saat membeli dengan harga asli. Kita juga suka dengan barang gratis karena nothing to lose.</p>
<p>Ada yang disebut dengan &#8220;mental transaction costs&#8221; dengan gejala &#8220;malas berpikir&#8221; seperti yang dicontohkan di atas. Semakin kecil harga kadangkala kita  semakin berpikir apakah harga tersebut pantas. Apakah harga edisi digital Cinemags bisa dibandrol 5 ribu, misalnya? Apakah 5 ribu yang akan kita keluarkan akan sepadan dengan isi Cinemags? Kita dapat poster apa saja, ada informasi film baru dan review film tidak?</p>
<p>Atau kita pakai contoh harga sms dan data yang kemarin sempat berlomba-lomba sampai 0,0000&#8230;1. Kita dipaksa untuk berhitung, untuk menentukan apakah harga tersebut pantas atau kita tertipu. Proses semacam ini menjadi harga transaksi mental. Harga yang kecil ternyata memicu pemikiran yang kompleks. Pusing.</p>
<h3>Competitor</h3>
<p>Micropayment memiliki kompetitor. Kompetitor ini adalah advertising[2] . Program seperti adsense telah menjadi standar de facto untuk micropayment. Adsense memberikan kemudahan dalam menjual konten dengan harga mikro. Tak perlu payment gateway baru, hanya perlu pencatat transaksi mikro yang akan mengagregasi semua penjualan kita. Kalau ada yang lebih mudah, kenapa harus memilih jalur micropayment murni yang kompleks?</p>
<p><strong>Jadi bagaimana caranya micropayment bisa sukses?</strong><br />
Micropayment perlu beradaptasi, perlu blending dengan aktivitas sehari-hari. Micropayment harus hadir dalam bentuk yang tak menghadirkan kendala baru.</p>
<p><strong>Referensi</strong></p>
<p>[0] http://en.wikipedia.org/wiki/Micropayment<br />
[1] FREE. Chris Anderson. 2009. Chapter 4: The Psychology of Free. Page 59.<br />
[2] http://donationcoder.com/Articles/One/index.html</p>


<p>Artikel Terkait:<ol><li><a href='http://www.navinot.com/2009/12/28/the-tipping-point-is-near/' rel='bookmark' title='Permanent Link: The Tipping Point Is Near!'>The Tipping Point Is Near!</a> <small>Jumlah pemakai media sosial saat ini dan akseleras pertumbuhannya membawa...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/02/24/apakah-e-commerce-menguntungkan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Apakah E-Commerce Menguntungkan?'>Apakah E-Commerce Menguntungkan?</a> <small>Tarif internet turun, layanan internet semakin terjangkau, pengguna semakin banyak,...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/12/29/hiruk-pikuk-pasar-maya-indonesia/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Hiruk-Pikuk Pasar Maya Indonesia'>Hiruk-Pikuk Pasar Maya Indonesia</a> <small>Tidak heran bila dunia e-commerce Indonesia sangatlah menggiurkan. Selain belum...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/03/04/e-commerce-kesempatan-di-balik-krisis/' rel='bookmark' title='Permanent Link: E-commerce: Kesempatan Di Balik Krisis'>E-commerce: Kesempatan Di Balik Krisis</a> <small>Setelah krisis datang, semua orang menjadi lebih peka dan lebih...</small></li>
<li><a href='http://www.navinot.com/2009/11/02/hell-yeah-monday/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Hell Yeah Monday!'>Hell Yeah Monday!</a> <small>Saya punya sejumlah pertanyaan tentang branding, dan e-commerce. Siap untuk...</small></li>
</ol></p><div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=_WdeId4csiw:hlqM1w3PMXQ:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=_WdeId4csiw:hlqM1w3PMXQ:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=_WdeId4csiw:hlqM1w3PMXQ:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?a=_WdeId4csiw:hlqM1w3PMXQ:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/Navinot?i=_WdeId4csiw:hlqM1w3PMXQ:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Navinot/~4/_WdeId4csiw" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.navinot.com/2010/01/04/do-we-really-want-micropayment/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/01/592883834_55151de614-small-150x150.jpg" />
		<media:content url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/01/592883834_55151de614-small.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Do we need micropayment?</media:title>
			<media:thumbnail url="http://www.navinot.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/01/592883834_55151de614-small-150x150.jpg" />
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://www.navinot.com/2010/01/04/do-we-really-want-micropayment/</feedburner:origLink></item>
	</channel>
</rss><!-- Dynamic page generated in 7.687 seconds. --><!-- Cached page generated by WP-Super-Cache on 2010-02-10 10:25:33 -->
