<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8429799665100004360</id><updated>2026-10-10T13:16:27.018+07:00</updated><category term="Tips Internet"/><category term="Info"/><category term="Software"/><category term="Prediksi Bola"/><category term="Tips N Triks"/><category term="Pendidikan"/><category term="Umum"/><category term="Game Online"/><category term="Kiat Blogger"/><category term="Tips dan trik komputer"/><category term="Cheat LS"/><category term="Game PC"/><category term="Zodiak"/><category term="Cheat Crossfire"/><category term="Kata-Kata Mutiara"/><category term="Olahraga"/><category term="Korea"/><category term="Sepak Bola"/><category term="Windows"/><category term="makalah"/><category term="Aplikasi Hp"/><category term="Cheat Game PC"/><category term="Judul Skripsi"/><category term="Tips Kesehatan"/><category term="ayodance"/><category term="Chea Point Blank"/><category term="Movies"/><category term="Spesifikasi"/><category term="mp3"/><category term="lirik"/><category term="Desain Grafis"/><category term="Naskah Drama"/><category term="Driver"/><category term="islam"/><category term="Cheat Point Blank"/><category term="sejarah"/><category term="surat"/><category term="Film"/><category term="Kontes SEO"/><category term="Pernak Pernik"/><category term="Situs Terbaik"/><category term="Tv Online"/><category term="Berita"/><category term="Cheat Perjuangan Semut"/><category term="Crack"/><category term="Ebook"/><category term="Ninja saga"/><category term="Seputar Berita Boyband"/><category term="biografi"/><category term="kisah Nabi"/><category term="uji online"/><title type='text'>Ncofies Room&#39;s | Only For Everyone</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ncofies.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8429799665100004360/posts/default?max-results=3&amp;redirect=false'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ncofies.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8429799665100004360/posts/default?start-index=4&amp;max-results=3&amp;redirect=false'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07007702765512866501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>805</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>3</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8429799665100004360.post-1751366001609058801</id><published>2013-01-26T04:31:00.000+07:00</published><updated>2013-01-26T04:31:50.614+07:00</updated><title type='text'>Manfaat Radio Aktif Berdasarkan Berbagai Bidang</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div itemscope=&quot;&quot; itemtype=&quot;http://data-vocabulary.org/Review-aggregate&quot; rel=&quot;nofollow&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://ncofies.blogspot.com/&quot;&gt;&lt;/a&gt;

&lt;a href=&quot;http://ncofies.blogspot.com/&quot;&gt;&lt;/a&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Radioaktif
 merupakan kumpulan beberapa tipe partikel subatom, biasanya disebut 
sinar gamma, neutron, elektron, dan partikel alpha. radioaktif itu 
bersifat melaju melalui celah/rongga ruang dengan kecepatan tinggi, 
yaitu sekitar 100,000 mili persekon. tentunya Radioaktif dengan mudah 
bisa masuk ke tubuh dan merusak sel alami yang telah disusun tubuh. Ini 
bisa menyebabkan sel kanker yang mematikan didalam tubuh kita, dan jika 
mengenai bagian reproduksi, bisa merusak generasi manusia.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=8429799665100004360&quot; name=&quot;more&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;A. Bidang Kedokteran&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Penggunaan
 radioaktif untuk kesehatan sudah sangat banyak, dan sudah berapa juta 
orang di dunia yang terselamatkan karena pemanfaatan radioaktif ini. 
Sebagai contoh sinar X untuk penghancur tumor atau untuk foto tulang.&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;b&gt;Berdasarkan radiasinya&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;b&gt;1) Sterilisasi radiasi. &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;b&gt;Radiasi dalam dosis tertentu dapat mematikan mikroorganisme sehingga dapat digunakan untuk &lt;/b&gt;sterilisasi&lt;b&gt;
 alat-alat kedokteran. Steritisasi dengan cara radiasi mempunyai 
beberapa keunggulan jika dibandingkan dengan sterilisasi konvensional 
(menggunakan bahan kimia), yaitu: &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;b&gt;a) Sterilisasi radiasi lebih sempurna dalam mematikan mikroorganisme. &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;b&gt;b) Sterilisasi radiasi tidak meninggalkan residu bahan kimia. &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;b&gt;c)
 Karena dikemas dulu baru disetrilkan maka alat tersebut tidak mungkin 
tercemar bakteri lagi sampai kemasan terbuka. Berbeda dengan cara 
konvensional, yaitu disterilkan dulu baru dikemas, maka dalam proses 
pengemasan masih ada kemungkinan terkena bibit penyakit. &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;b&gt;2) Terapi tumor atau kanker. &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;b&gt;Berbagai
 jenis tumor atau kanker dapat diterapi dengan radiasi. Sebenarnya, baik
 sel normal maupun sel kanker dapat dirusak oleh radiasi tetapi sel 
kanker atau tumor ternyata lebih sensitif (lebih mudah rusak). Oleh 
karena itu, sel kanker atau tumor dapat dimatikan dengan mengarahkan 
radiasi secara tepat pada sel-sel kanker tersebut.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;b&gt;3) Penentuan Kerapatan Tulang Dengan Bone Densitometer&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pengukuran
 kerapatan tulang dilakukan dengan cara menyinari tulang dengan radiasi 
gamma atau sinar-X. Berdasarkan banyaknya radiasi gamma atau sinar-X 
yang diserap oleh tulang yang diperiksa maka dapat ditentukan 
konsentrasi mineral kalsium dalam tulang. Perhitungan dilakukan oleh 
komputer yang dipasang pada alat bone densitometer tersebut. Teknik ini 
bermanfaat untuk membantu mendiagnosiskekeroposan tulang (osteoporosis) 
yang sering menyerang wanita pada usia menopause (matihaid) sehingga 
menyebabkan tulang muda (Yudhi, 2008).&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;b&gt;4) Three Dimensional Conformal Radiotheraphy (3d-Crt)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;b&gt;Terapi
 radiasi dengan menggunakan sumber radiasi tertutup atau pesawat 
pembangkit radiasi telah lama dikenal untuk pengobatan penyakit kanker. 
Perkembangan teknik elektronika maju dan peralatan komputer canggih 
dalam dua dekade ini telah membawa perkembangan pesat dalam teknologi 
radioterapi. Dengan menggunakan pesawat pemercepat partikel generasi 
terakhir telah dimungkinkan untuk melakukan radioterapi kanker dengan 
sangat presisi dan tingkat keselamatan yang tinggi melalui kemampuannya 
yang sangat selektif untuk membatasi bentuk jaringan tumor yang akan 
dikenai radiasi, memformulasikan serta memberikan paparan radiasi dengan
 dosis yang tepat pada target. Dengan memanfaatkan teknologi 3D-CRT ini 
sejak tahun 1985 telah berkembang metoda pembedahan dengan menggunakan 
radiasi pengion sebagai pisau bedahnya (gamma knife). Dengan teknik ini 
kasus-kasus tumor ganas yang sulit dijangkau dengan pisau bedah 
konvensional menjadi dapat diatasi dengan baik oleh pisau gamma ini, 
bahkan tanpa perlu membuka kulit pasien dan yang terpenting tanpa 
merusak jaringan di luar target (Yudhi, 2008).&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;b&gt;5) Teknik Pengaktivan Neutron&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;b&gt;Teknik
 nuklir ini dapat digunakan untuk menentukan kandungan mineral tubuh 
terutama untuk unsur-unsur yang terdapat dalam tubuh dengan jumlah yang 
sangat kecil (Co, Cr, F, Fe, Mn, Se, Si, V, Zn dsb) sehingga sulit 
ditentukan dengan metoda konvensional. Kelebihan teknik ini terletak 
pada sifatnya yang tidak merusak dan kepekaannya sangat tinggi. Di sini 
contoh bahan biologik yang akan diperiksa ditembaki dengan neutron 
(Yudhi, 2008).&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
Penggunaan
 radioaktif dalam bidang kedokteran terutama untuk pendeteksian jenis 
kelainan di dalam tubuh dan untuk penyembuhan kanker yang sangat sukar 
dioperasi menggunakan metode lama. Prinsip radioaktif ini juga 
dimanfaatkan untuk pengetesan kualitas bahan di dalam suatu industri 
yang dapat dipergunakan dengan mudah dan dengan ketelitian yang tinggi. 
Radioisotop yang digunakan dalam bidang kedokteran dapat berupa sumber 
terbuka (unsealed source) dan sumber tertup (sealed source). Ketika 
radioisotop tersebut tidak dapat dipergunakan lagi, maka sumber 
radioaktif bekas tersebut sudah menjadi limbah radioaktif.&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
Dalam
 bidang kedokteran, radiografi digunakan untuk mengetahui bagian dalam 
dari organ tubuh seperti tulang, paru-paru dan jantung. Dalam radiografi
 dengan menggunakan film sinar-x, maka obyek yang diamati sering 
tertutup oleh jaringan struktur lainnya, sehingga didapatkan pola gambar
 bayangan yang didominasi oleh struktur jaringan yang tidak diinginkan. 
Hal ini akan membingungkan para dokter untuk mendiagnosa organ tubuh 
tersebut. Untuk mengatasi hal ini maka dikembangkan teknologi yang lebih
 canggih yaitu CT-Scanner.&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
Radioisotop 
Teknesium-99m (Tc-99m) merupakan radioisotop primadona yang mendekati 
ideal untuk mencari jejak di dalam tubuh. Hal ini dikarenakan 
radioisotop ini memiliki waktu paro yang pendek sekitar 6 jam sehingga 
intensitas radiasi yang dipancarkannya berkurang secara cepat setelah 
selesai digunakan. Radioisotop ini merupakan pemancar gamma murni dari 
jenis peluruhan electron capture dan tidak memancarkan radiasi partikel 
bermuatan sehingga dampak terhadap tubuh sangat kecil. Selain itu, 
radioisotop ini mudah diperoleh dalam bentuk carrier free (bebas 
pengemban) dari radioisotop molibdenum-99 (Mo-99) dan dapat membentuk 
ikatan dengan senyawa-senyawa organik. Radioisotop ini dimasukkan ke 
dalam tubuh setelah diikatkan dengan senyawa tertentu melalui reaksi 
penandaan (labelling). &lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
Di dalam tubuh, 
radioisotop ini akan bergerak bersama-sama dengan senyawa yang 
ditumpanginya sesuai dengan dinamika senyawa tersebut di dalam tubuh. 
Dengan demikian, keberadaan dan distribusi senyawa tersebut di dalam 
tubuh yang mencerminkan beberapa fungsi organ dan metabolisme tubuh 
dapat dengan mudah diketahui dari hasil pencitraan. Pencitraan dapat 
dilakukan menggunakan kamera gamma. Radioisotop ini dapat pula digunakan
 untuk mencari jejak terjadinya infeksi bakteri, misalnya bakteri 
tuberkolose, di dalam tubuh dengan memanfaatkan terjadinya reaksi 
spesifik yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Terjadinya reaksi 
spesifik tersebut dapat diketahui menggunakan senyawa tertentu, misalnya
 antibodi, yang bereaksi secara spesifik di tempat terjadinya infeksi. 
Beberapa saat yang lalu di Pusat Radioisotop dan Radiofarmaka (PRR) 
BATAN telah berhasil disintesa radiofarmaka bertanda teknesium-99m untuk
 mendeteksi infeksi di dalam tubuh. Produk hasil litbang ini saat ini 
sedang direncanakan memasuki tahap uji klinis.&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;b&gt;Sebagai Perunut&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
Dalam
 bidang kesehatan radioisotop digunakan sebagai perunut (tracer) untuk 
mendeteksi kerusakan yang terjadi pada suatu organ tubuh. Selain itu 
radiasi dari radioisotop tertentu dapat digunakan untuk membunuh sel-sel
 kanker sehingga tidak perlu dilakukan pembedahan untuk mengangkat 
jaringan sel kanker tersebut. Berikut ini adalah contoh beberapa 
radioisotop yang dapat digunakan dalam bidang kesehatan (Sutresna, 
2007).&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;u&gt;Contoh radioisotop dalam bidang kedokteran :&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
· I-131 Terapi penyembuhan kanker Tiroid, mendeteksi kerusakan pada kelenjar gondok, hati dan otak&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
· Pu-238 energi listrik dari alat pacu jantung&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
· Tc-99 &amp;amp; Ti-201 Mendeteksi kerusakan jantung&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
· Na-24 Mendeteksi gangguan peredaran darah&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
· Xe-133 Mendeteksi Penyakit paru-paru&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
·
 P-32 digunakan untuk pengobatan penyakit polycythemia rubavera, yaitu 
pembentukkan sel darah merah yang berlebihan. Didalam penggunaannya P-32
 disuntikkan ke dalam tubuh sehingga radiasinya yang memancarkan sinar 
beta dapat menghambat pembentukan sel darah merah pada sumsum tulang. 
Sedangkan, sinar gamma dapat digunakan untuk mensterilkan alat-alat 
kedokteran, sebelum dikemas dan ditutup rapat, misalnya pada proses 
sterilisasi alat suntik. Sebenarnya sebelum dikemas, alat suntik sudah 
disterilkan. Tetapi, pada proses pengemasan masih mungkin terjadi 
kontaminasi, sehingga setelah alat suntik tersebut dikemas dan ditutup 
rapat perlu dilakukan sterilisasi ulang dengan menggunakan sinar gamma 
(Sutresna, 2007).&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
· Fe-59 Mempelajari pembentukan sel darah merah&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
· Cr-51 Mendeteksi kerusakan limpa&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
· Se-75 Mendeteksi kerusakan Pankreas&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
· Tc-99 Mendeteksi kerusakan tulang dan paru-paru&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
· Ga-67 Memeriksa kerusakan getah bening&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
· C-14 Mendeteksi diabetes dan anemia&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
· Co-60 Membunuh sel-sel kanker &lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
Berbagai
 jenis radio isotop digunakan sebagai perunut untuk mendeteksi 
(diagnosa) berbagai jenis penyakit al: teknesium (Tc-99), talium-201 
(Ti-201), iodin 131(1-131), natrium-24 (Na-24), ksenon-133 (xe-133) dan 
besi (Fe-59). Tc-99 yang disuntikkan ke dalam pembuluh darah akan 
diserap terutama oleh jaringan yang rusak pada organ tertentu, seperti 
jantung, hati dan paru-paru Sebaliknya Ti-201 terutama akan diserap oleh
 jaringan yang sehat pada organ jantung. Oleh karena itu, kedua isotop 
itu digunakan secara bersama-sama untuk mendeteksi kerusakan jantung.&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
1-131
 akan diserap oleh kelenjar gondok, hati dan bagian-bagian tertentu dari
 otak. Oleh karena itu, 1-131 dapat digunakan untuk mendeteksi kerusakan
 pada kelenjar gondok, hati dan untuk mendeteksi tumor otak. Larutan 
garam yang mengandung Na-24 disuntikkan ke dalam pembuluh darah untuk 
mendeteksi adanya gangguan peredaran darah misalnya apakah ada 
penyumbatan dengan mendeteksi sinar gamma yang dipancarkan isotop 
Natrium tsb.&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
Xe-133 digunakan untuk mendeteksi 
penyakit paru-paru. P-32 untuk penyakit mata, tumor dan hati. Fe-59 
untuk mempelajari pembentukan sel darah merah. Kadang-kadang, 
radioisotop yang digunakan untuk diagnosa, juga digunakan untuk terapi 
yaitu dengan dosis yang lebih kuat misalnya, 1-131 juga digunakan untuk 
terapi kanker kelenjar tiroid.&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;b&gt;Unsur Lain yang Dapat digunakan dalam Bidang Kedokteran&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;b&gt;1) &lt;/b&gt;Bismuth-213
 (46 menit): digunakan untuk terapi alfa ditargetkan (TAT), terutama 
kanker, karena memiliki energi tinggi (8.4 MeV). &lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;b&gt;2) &lt;/b&gt;Kromium-51 (28 detik): digunakan untuk label sel darah merah dan menghitung kerugian protein gastro-intestinal. &lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;b&gt;3) &lt;/b&gt;Cobalt-60 (5,27 tahun): dahulu digunakan untuk radioterapi berkas eksternal, sekarang lebih banyak digunakan untuk sterilisasi &lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;b&gt;4) &lt;/b&gt;Disprosium-165 (2 jam): digunakan sebagai hidroksida agregat untuk perawatan synovectomy arthritis. &lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;b&gt;5) &lt;/b&gt;Erbium-169 (9,4 detik): digunakan untuk menghilangkan rasa sakit arthritis di sendi sinovial. &lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;b&gt;6) &lt;/b&gt;Holmium-166 (26 jam): dikembangkan untuk diagnosis dan pengobatan tumor hati. &lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;b&gt;7) &lt;/b&gt;Iodine-125
 (60 detik): digunakan dalam brachytherapy kanker (prostat dan otak), 
juga diagnosa untuk mengevaluasi tingkat filtrasi ginjal dan untuk 
mendiagnosis deep vein thrombosis di kaki. Hal ini juga banyak digunakan
 dalam radioimmuno-pengujian untuk menunjukkan adanya hormon dalam 
jumlah kecil. &lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;b&gt;8) &lt;/b&gt;Iodine-131 (8 detik) *:
 banyak digunakan dalam mengobati kanker tiroid dan dalam pencitraan 
tiroid, juga dalam diagnosis fungsi hati yang abnormal, ginjal (ginjal) 
aliran darah dan obstruksi saluran kemih. Sebuah emitor gamma kuat, 
tetapi digunakan untuk terapi beta. &lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;b&gt;9) &lt;/b&gt;Iridium-192
 (74 detik): disertakan dalam bentuk kawat untuk digunakan sebagai 
sumber radioterapi internal untuk pengobatan kanker (digunakan kemudian 
dihapus). &lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;b&gt;10) &lt;/b&gt;IronBesi-59 (46 detik): digunakan dalam studi metabolisme besi dalam limpa. &lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;b&gt;11) &lt;/b&gt;Lead-212 (10.6 jam): digunakan dalam TAT untuk kanker, dengan produk peluruhan Bi-212, Po-212, Tl-208. &lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;b&gt;12) &lt;/b&gt;Lutetium-177
 (6.7 detik): Lu-177 semakin penting karena hanya memancarkan gamma 
cukup untuk pencitraan sedangkan radiasi beta melakukan terapi pada 
kecil (misalnya endokrin) tumor. setengah-hidup cukup lama untuk 
memungkinkan persiapan yang canggih untuk digunakan. Hal ini biasanya 
dihasilkan oleh aktivasi neutron dari target lutetium alam atau 
diperkaya-176. &lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;b&gt;13) &lt;/b&gt;Molibdenum-99 (66 jam) *: digunakan sebagai &#39;orang tua&#39; dalam generator untuk menghasilkan teknesium-99m. &lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;b&gt;14) &lt;/b&gt;Palladium-103 (17 detik): digunakan untuk membuat benih brachytherapy implan permanen untuk kanker prostat tahap awal. &lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;b&gt;15) &lt;/b&gt;Fosfor-32 (14 detik): digunakan dalam pengobatan polisitemia vera (kelebihan sel darah merah). &lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;b&gt;16) &lt;/b&gt;Kalium-42 (12 jam): digunakan untuk penentuan kalium tukar dalam aliran darah koroner. &lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;b&gt;17) &lt;/b&gt;Renium-186 (3,8 detik): digunakan untuk menghilangkan rasa sakit pada kanker tulang. &lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;b&gt;18) &lt;/b&gt;Renium-188 (17 jam): Digunakan untuk arteri koroner, menyinari dari balon angioplasty. &lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;b&gt;19) &lt;/b&gt;Samarium-153
 (47 jam): Sm-153 sangat efektif dalam mengurangi rasa sakit kanker 
sekunder bersarang di tulang, dijual sebagai Quadramet. Juga sangat 
efektif untuk prostat dan kanker payudara. &lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;b&gt;20) &lt;/b&gt;Selenium-75 (120 detik): digunakan dalam bentuk seleno-metionin untuk mempelajari produksi enzim pencernaan. &lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;b&gt;21) &lt;/b&gt;Sodium-24 (15 jam): untuk studi elektrolit dalam tubuh. &lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;b&gt;22) &lt;/b&gt;Stronsium-89 (50 detik) *: sangat efektif dalam mengurangi rasa sakit prostat dan kanker tulang. &lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;b&gt;23) &lt;/b&gt;Technetium-99m
 (6 jam): digunakan untuk gambar otot kerangka dan jantung pada 
khususnya, tetapi juga untuk otak, tiroid, (perfusi dan ventilasi) 
paru-paru, hati, limpa, ginjal (struktur dan tingkat filtrasi), kantung 
empedu, tulang sumsum, ludah dan kelenjar lakrimal, kolam darah jantung,
 infeksi dan banyak penelitian medis khusus. Diproduksi dari Mo-99 dalam
 generator. &lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;b&gt;24) &lt;/b&gt;Xenon-133 (5 detik) *: digunakan untuk paru-paru. &lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;b&gt;25) &lt;/b&gt;Iterbium-169 (32 detik): digunakan untuk studi cairan cerebrospinal di otak. &lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;b&gt;26) &lt;/b&gt;Iterbium-177 (1,9 jam): nenek moyang Lu-177. &lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;b&gt;27) &lt;/b&gt;Yttrium-90
 (64 jam) *: digunakan untuk brachytherapy kanker dan sebagai silikat 
koloid untuk menghilangkan rasa sakit arthritis pada sendi sinovial 
lebih besar. Tumbuh signifikan dalam terapi. &lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;b&gt;28) &lt;/b&gt;Radioisotop cesium, emas dan ruthenium juga digunakan dalam brachytherapy. &lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;b&gt;29) &lt;/b&gt;Karbon-11,
 Nitrogen-13, Oksigen-15, Fluorin-18: adalah positron emitter digunakan 
dalam PET untuk mempelajari fisiologi otak dan patologi, khususnya untuk
 pemisahan fokus epilepsi, dan demensia, psikiatri dan studi 
neuropharmacology. Mereka juga memiliki peran penting dalam kardiologi 
F-18 dalam FGD (fluorodeoxyglucose) telah menjadi sangat penting dalam 
deteksi kanker dan pemantauan kemajuan dalam pengobatan mereka, dengan 
menggunakan PET. &lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;b&gt;30) &lt;/b&gt;Cobalt-57 (272 detik): digunakan sebagai penanda untuk memperkirakan ukuran organ dan untuk kit diagnostik in-vitro. &lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;b&gt;31) &lt;/b&gt;Tembaga-64
 (13 jam): digunakan untuk mempelajari penyakit genetik yang 
mempengaruhi metabolisme tembaga, seperti Wilson dan penyakit Menke, dan
 untuk pencitraan PET tumor, dan terapi. &lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;b&gt;32) &lt;/b&gt;Tembaga-67 (2.6 detik): digunakan dalam terapi. &lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;b&gt;33) &lt;/b&gt;Fluor-18 sebagai FLT (fluorothymidine) miso,-F (fluoromisonidazole), 18F-kolin: digunakan untuk pelacak. &lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;b&gt;34) &lt;/b&gt;Gallium-67 (78 jam): digunakan untuk pencitraan tumor dan lokalisasi lesi inflamasi (infeksi). &lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;b&gt;35) &lt;/b&gt;Gallium-68 (68 menit): positron emitor digunakan dalam PET dan unit PET-CT Berasal dari germanium-68 dalam generator. &lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;b&gt;36) &lt;/b&gt;Germanium-68 (271 detik): digunakan sebagai &#39;orang tua&#39; dalam generator untuk menghasilkan Ga-68. &lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;b&gt;37) &lt;/b&gt;Indium-111 (2,8 detik): digunakan untuk studi diagnostik spesialis, misalnya studi otak, infeksi dan studi usus transit. &lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;b&gt;38) &lt;/b&gt;IIodine-123 (13 jam): semakin digunakan untuk diagnosis fungsi tiroid, ini adalah emitor gamma tanpa radiasi beta I-131. &lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;b&gt;39) &lt;/b&gt;Iodine-124: pelacak. &lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;b&gt;40) &lt;/b&gt;Krypton-81m
 (13 detik) dari Rubidium-81 (4,6 jam): gas Kr-81m dapat menghasilkan 
gambar fungsi ventilasi paru, misalnya pada pasien asma, dan untuk 
diagnosis awal penyakit paru-paru dan fungsi. &lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;b&gt;41) &lt;/b&gt;Rubidium-82 (1,26 menit): nyaman PET agen dalam pencitraan perfusi miokard. &lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;b&gt;42) &lt;/b&gt;Stronsium-82 (25 detik): digunakan sebagai &#39;orang tua&#39; dalam generator untuk menghasilkan Rb-82. &lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;b&gt;43) &lt;/b&gt;Talium-201
 (73 jam): digunakan untuk mendiagnosa kondisi arteri koroner jantung 
penyakit lain seperti kematian otot jantung dan untuk lokasi limfoma 
tingkat rendah&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;b&gt;B. Bidang Hidrologi.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
1. Untuk menguji kecepatan aliran sungai atau aliran lumpur &lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
Radioisotop
 ini dapat digunakan untuk mengukur debit air. Biasanya, radioisotop 
natrium-24 (Na-24) digunakan dalam bentuk garam NaCl. Dalam 
penggunaannya, garam ini dilarutkan ke dalam air atau lumpur yang akan 
diteliti debitnya. Pada tempat atau jarak tertentu, intensitas radiasi 
diperiksa, sehingga rentang waktu yang diperlukan untuk mencapai jarak 
tersebut dapat diketahui (Abdul Jalil Amri Arma, 2009). &lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
2. Untuk mendeteksi kebocoran pada pipa bawah tanah&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
Untuk
 mendeteksi kebocoran pada pipa-pipa yang ditanam di bawah tanah, 
biasanya digunakan radioisotop Na-24 dalam bentuk garam NaCl atau 
Na2CO3. Radioisotop Na-24 ini dapat memancarkan sinar gamma yang bisa 
dideteksi dengan menggunakan alat pencacah radioaktif Geiger Counter. 
Untuk mendeteksi kebocoran pada pipa air, garam yang mengandung 
radioisotop Na-24 dilarutkan kedalam air. Kemudian, permukaan tanah di 
atas pipa air diperiksa dengan Geiger Counter. Intensitas radiasi yang 
berlebihan menunjukkan adanya kebocoran. Radioisotop juga dapat 
digunakan untuk menguji kebocoran sambungan logam pada pembuatan rangka 
pesawat (Sutresna, 2007).&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;b&gt;C. Bidang Biologis&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
Dalam
 bidang biologi, radioisotop dapat digunakan untuk mempelajari mekanisme
 reaksi fotosintesis. Radioisotop ini, berupa karbon-14 (C-14) atau 
oksigen-18 (O-18). Keduanya dapat digunakan untuk mengetahui asal-usul 
atom oksigen (dari CO2 atau dari H2O) yang akan membentuk senyawa 
glukosa atau oksigen yang dihasilkan pada proses fotosintesis (Sutresna,
 2007 dan Abdul Jalil Amri Arma, 2009).&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
6CO2 + 6H2O C6H12O6 + 6O2&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pengukuran Usia Bahan Organik&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
Radioisotop
 karbon-14, terbentuk di bagian atas atmosfer dari penembakan atom 
nitrogen dengan neutron yang terbentuk oleh radiasi kosmik.&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
Karbon
 radioaktif tersebut di permukaan bumi sebagai karbon dioksida dalam 
udara dan sebagai ion hidrogen karbonat di laut. Oleh karena itu karbon 
radioaktif itu menyertai pertumbuhan melalui fotosintesis. Lama kelamaan
 terdapat kesetimbangan antara karbon-14 yang diterima dan yang meluruh 
dalam tumbuh-tumbuhan maupun hewan, sehingga mencapai 15,3 dis/menit 
gram karbon. Keaktifan ini tetap dalam beberapa ribu tahun. Apabila 
organisme hidup mati, pengambilan 14C terhenti dan keaktifan ini 
berkurang. Oleh karena itu umur bahan yang mengandung karbon dapat 
diperkirakan dari pengukuran keaktifan jenisnya dan waktu paruh 14C. ( 
12 T = 5.730 tahun).&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;b&gt;Kegunaan lain radioisotop dalam bidang biologi sebagai berikut&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
1) Mempelajari proses penyerapan air serta sirkulasinya di dalam batang tumbuhan.&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
2) Mempelajari pengaruh unsur-unsur hara selain unsur-unsur N, P, dan K terhadap perkembangan tumbuhan.&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
3) Memacu mutasi gen tumbuhan dalam upaya mendapatkan bibit unggul.&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
4) Mempelajari kesetimbangan dinamis. &lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
5) Mempelajari reaksi pengeseran. &lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;b&gt;D. Bidang pertanian. &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
Aplikasi
 radioisotop “si pencari jejak” ini di bidang pertanian tidak kalah 
menariknya. Radioisotop dapat digunakan untuk merunut gerakan pupuk di 
sekitar tanaman setelah ditabur. Gerakan pupuk jenis fosfat, dari tanah 
sampai ke dalam tumbuhan dapat ditelusuri dengan mencampurkan 
radioisotop fosfor-32 (P-32) ke dalam senyawa fosfat di dalam pupuk. 
Dengan cara ini dapat diketahui pola&amp;nbsp; penyebaran pupuk dan efektifitas 
pemupukan&lt;b&gt;.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
1) Pemberantasan hama dengan teknik jantan mandul &lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
Radiasi
 dapat mengakibatkan efek biologis, misalnya hama kubis. Di laboratorium
 dibiakkan hama kubis dalam bentuk jumlah yang cukup banyak. Hama 
tersebut lalu diradiasi sehingga serangga jantan menjadi mandul. Setelah
 itu hama dilepas di daerah yang terserang hama. Diharapkan akan terjadi
 perkawinan antara hama setempat dengan jantan mandul dilepas. Telur 
hasil perkawinan seperti itu tidak akan menetas. Dengan demikian 
reproduksi hama tersebut terganggu dan akan mengurangi populasi. (Abdul 
Jalil Amri Arma, 2009).&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
2) Pemuliaan tanaman &lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
Pemuliaan
 tanaman atau pembentukan bibit unggul dapat dilakukan dengan 
menggunakan radiasi. Misalnya pemuliaan padi, bibit padi diberi radiasi 
dengan dosis yang bervariasi, dari dosis terkecil yang tidak membawa 
pengaruh hingga dosis rendah yang mematikan. Biji yang sudah diradiasi 
itu kemudian disemaikan dan ditaman berkelompok menurut ukuran dosis 
radiasinya.&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
Radioisotop ini digunakan untuk 
memicu terjadinya mutasi pada tanaman. Dari proses mutasi ini diharapkan
 dapat diperoleh tanaman dengan sifat-sifat yang menguntungkan, misalnya
 tanaman padi yang lebih tahan terhadap hama dan memiliki tunas lebih 
banyak. Selain itu, radioisotop juga dapat digunakan untuk memperpanjang
 masa simpan produk-produk pertanian (Sutresna, 2007).&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
3) Penyimpanan makanan &lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
Kita
 mengetahui bahwa bahan makanan seperti kentang dan bawang jika disimpan
 lama akan bertunas. Radiasi dapat menghambat pertumbuhan bahan-bahan 
seperti itu. Jadi sebelum bahan tersebut di simpan diberi radiasi dengan
 dosis tertentu sehingga tidak akan bertunas, dengan dernikian dapat 
disimpan lebih lama. (Abdul Jalil Amri Arma, 2009).&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
4) Pemupukan &lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
Untuk
 melaksanakan pemupukan pada waktu yang tepat, dapat digunakan 
nitrogen-15 (N-15). Pupuk yang mengandung N-15 dipantau dengan alat 
pencacah. Jika pencacah tidak mendeteksi lagi adanya radiasi, berarti 
pupuk sudah sepenuhnya diserap oleh tanaman. Pada saat itulah pemupukan 
berikutnya sebaiknya dilakukan. Dari upaya ini akan diketahui jangka 
waktu pemupukan yang diperlukan dan sesuai dengan usia tanaman 
(Sutresna, 2007).&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;b&gt;E. Bidang Industri &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
Saat
 ini radioaktif digunakan oleh industri. Misalnya industri pupuk, atau 
bahkan digunakan oleh perusahaan yang mencari sumber sumber baru minyak 
bumi yang ada di perut bumi.&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
1. Pemeriksaan tanpa merusak. &lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
Radiasi
 sinar gamma dapat digunakan untuk memeriksa cacat pada logam atau 
sambungan las, yaitu dengan meronsen bahan tersebut. Tehnik ini 
berdasarkan sifat bahwa semakin tebal bahan yang dilalui radiasi, maka 
intensitas radiasi yang diteruskan makin berkurang, jadi dari gambar 
yang dibuat dapat terlihat apakah logam merata atau ada bagian-bagian 
yang berongga didalamnya. Pada bagian yang berongga itu film akan lebih 
hitam.&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
2. Mengontrol ketebalan bahan &lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
Ketebalan
 produk yang berupa lembaran, seperti kertas film atau lempeng logam 
dapat dikontrol dengan radiasi. Prinsipnya sama seperti diatas, bahwa 
intensitas radiasi yang diteruskan bergantung pada ketebalan bahan yang 
dilalui. Detektor radiasi dihubungkan dengan alat penekan. Jika lembaran
 menjadi lebih tebal, maka intensitas radiasi yang diterima detektor 
akan berkurang dan mekanisme alat akan mengatur penekanan lebih kuat 
sehingga ketebalan dapat dipertahankan. &lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
3. Pengawetan hahan &lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
Radiasi
 juga telah banyak digunakan untuk mengawetkan bahan seperti kayu, 
barang-barang seni dan lain-lain. Radiasi juga dapat menningkatkan mutu 
tekstil karena inengubah struktur serat sehingga lebih kuat atau lebih 
baik mutu penyerapan warnanya. Berbagai jenis makanan juga dapat 
diawetkan dengan dosis yang aman sehingga dapat disimpan lebih lama. 
Radiasi sinar gamma dapat dilakukan pada pengawetan makanan melalui dua 
cara:&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
a. Membasmi mikroorganisme, misalnya pada pengawetan rempah-rempah, seperti merica, ketumbar, dan kemimiri.&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
b.
 Menghambat pertunasan, misalnya untuk pengawetan tanaman yang 
berkembang biak dengan pembentukkan tunas, seperti kentang, bawang 
merah, jahe, dan kunyit.&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
4. Meningkatkan mutu tekstil, contoh : mengubah struktur serat tekstil&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
5. Untuk mempelajari pengaruh oli dan aditif pada mesin selama mesin bekerja&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
Radioisotop
 sebagai pencari jejak dimanfaatkan di berbagai pengujian. Kebocoran dan
 dinamika fluida di dalam pipa pengiriman gas maupun cairan dapat 
dideteksi menggunakan radioisotop. Zat&amp;nbsp; yang sama atau memiliki sifat 
yang&amp;nbsp; sama dengan zat yang dikirim diikutsertakan dalam pengiriman 
setelah ditandai dengan radioisotop. Keberadaan radioisotop di luar 
jalur menunjukkan terjadinya kebocoran. Keberadaan radioisotop ini dapat
 dicari jejaknya sambil bergerak dengan cepat,&amp;nbsp; sehingga pipa transmisi 
minyak atau gas bumi dengan panjang ratusan bahkan ribuan km dapat 
dideteksi kebocorannya dalam waktu relatif singkat. Radioisotop dapat 
digunakan pula untuk menguji kebocoran tangki penyimpanan ataupun tangki
 reaksi. Pada pengujian ini biasanya digunakan radioisotop dari jenis 
gas mulia yang inert (sulit bereaksi), misalnya Xenon-133 (Xe-133) atau 
Argon-41 (Ar-41), agar tidak mempengaruhi zat atau proses kimia yang 
terjadi di dalamnya. Di Pusat Radioisotop darn Radiofarmka BATAN telah 
berhasil dibuat Argon-41 untuk perunut gas, Brom-82 dalam bentuk KBr 
untuk perunut cairan berbasis air dan brom-82 dalam bentuk dibromo 
benzena untuk perunut cairan organik.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;Selain itu juga 
radioisotope juga di gunakan utuk pemeriksaan tanpa merusak, contoh : 
Memeriksa cacat pada logam, Mengontrol ketebalan bahan, contoh : Kertas 
film, lempeng logam,Pengawetan bahan, contoh : kayu, barang-barang seni,
 Meningkatkan mutu tekstil, contoh : mengubah struktur serat tekstil. 
Untuk mempelajari pengaruh oli dan aditif pada mesin selama mesin 
bekerja&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
Sumber bekas dari industri&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;b&gt;Sebagai sumber tenaga listrik untuk PLTN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
Ø untuk keperluan radiolabeling dan marker, misal pada reaksi kimia dan biokimia&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
Ø untuk radiotracer, pada proses pemetaan sungai bawah tanah, kebocoran pipa bawah tanah, dll&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
Ø untuk deteksi tubuh dengan sinar rontgen, CT scan, dll&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
Ø untuk keperluan radiasi pada proses penemuan bibit tanaman baru, sintesis bahan baru, dll&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
Ø untuk sterilisasi keperluan peralatan medis, dll&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
Ø untuk deteksi umur fosil atau benda sejarah&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
Ø untuk senjata bom nuklir&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
Reaksi
 inti mengahsilkan energi yang sangat besar. Pada pembangkit tenaga 
nuklir (PLTN), energi inti digunakan untuk memanaskan air sehingga 
terbentuk uapa. Kemudian, uap in digunakan untuk mengerakkan turbin. 
Peregerakan turbin merupakan energi mekanik yang dapat memberi kemampuan
 generator untuk mengubah energi mekanik tersebut menjadi energi 
listrik. Pada PLTN, reaksi inti berlangsung terkendali di dalam suatu 
reaktor nuklir (Sutresna, 2007).&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;b&gt;Radioaktif Sebagai Perunut. &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
Sebagai
 perunut, radoisotop ditambahkan ke dalam suatu sistem untuk mempelajari
 sistem itu, baik sistem fisika, kimia maupun sistem biologi. Oleh 
karena radioisotop mempunyai sifat kimia yang sama seperti isotop 
stabilnya, maka radioisotop dapat digunakan untuk menandai suatu senyawa
 sehingga perpindahan perubahan senyawa itu dapat dipantau. &lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;b&gt;F. Bidang Arkeologi &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
Ø Menentukan umur fosil dengan C-14&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
Radioisotop
 memiliki peran yang masih sulit digantikan oleh metode lain. 
Radioisotop berperan dalam menentukan usia sebuah fosil. Usia sebuah 
fosil dapat diketahui dari jejak radioisotop karbon-14. Ketika makhluk 
hidup masih hidup, kandungan radioisotop karbon-14 dalam keadaan 
konstan, sama dengan kandungan di atmosfer bumi yang terjaga konstan 
karena pengaruh sinar kosmis pada sekitar 14 dpm ( disintegrations per 
minute) dalam 1 gram karbon. Hal ini dikarenakan makhluk hidup tersebut 
masih terlibat dalam siklus karbon di alam. Namun, sejak makhluk hidup 
itu mati, dia tidak terlibat lagi ke dalam siklus karbon di alam. 
Sebagai akibatnya, radioisotop karbon-14 yang memiliki waktu paro 5730 
tahun mengalami peluruhan terus menerus. Usia sebuah fosil dapat 
diketahui dari kandungan karbon-14 di dalamnya. Jika kandungan tinggal 
separonya, maka dapat diketahui dia telah berusia 5730 tahun.&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;b&gt;G. Bidang Pertambangan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
Radioisotop
 memberikan manfaat besar pula di bidang pertambangan. Pada pertambangan
 minyak bumi, radioisotop membantu mencari jejak air di dalam lapisan 
batuan. Pada pengeboran minyak bumi biasanya hanya sebagian dari minyak 
bumi yang dapat diambil dengan memanfaatkan tekanan dari dalam bumi. 
Jika tekanan telah habis atau tidak cukup, diperlukan tekanan tambahan 
untuk mempermudah pengambilannya. Penambahan tekanan ini dapat dilakukan
 dencan cara membanjiri cekungan minyak dengan air yang dikenal dengan 
flooding. Air disuntikkan ke dalamnya melalui pengeboran sumur baru. 
Pada proses penyuntikan air ini perlu kepastian bahwa air yang 
dimasukkan ke dalam lapisan batuan benar-benar masuk ke cekungan minyak 
yang dikehendaki. Di sini lah radioisotop memainkan peran. Radioisotop 
kobal-57, kobal-58 dan kobal-60 dalam bentuk ion komplek 
hexacyanocobaltate merupakan solusinya. Ion ini akan bergerak 
bersama-sama dengan air suntikan sehingga arah gerakan air tersebut 
dapat diketahui dengan mendeteksi keberadaan radioisotop kobal tersebut.
 Radiosotop kobal-60 dalam bentuk hexacyanocobaltate telah berhasil 
dibuat di Kawasan Puspiptek Serpong Tangerang dan siap untuk 
didayagunakan.&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
Tritium radioaktif dan cobalt 60 
digunakan untuk merunut alur-alur minyak bawah tanah dan kemudian 
menentukan srategi yang paling baik untuk menyuntikkan air ke dalam 
sumur-sumur. Hal ini akan memaksa keluar minyak yang tersisa di dalam 
kantung-kantung yang sebelumnya belum terangkat. Berjuta-juta barrel 
tambahan minyak mentah telah diperoleh dengan cara ini (Bangkit Sanjaya,
 2009)&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;b&gt;H. Bidang Penelitian Kimia&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;b&gt;a. Teknik Perunut&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
Teknik
 perunut dapat dipakai untuk mempelajari mekanisme berbagai reaksi 
kimia. Misal pada reaksi esterifikasi. Dengan oksigen-18 dapat diikuti 
reaksi antara asam karboksilat dan alkohol.&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
Dari
 analisis spektroskopi massa, reaksi esterifikasi yang terjadi dapat 
ditulis seperti berikut. (isotop oksigen-18 diberi warna).&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
Hasil
 analisis ini menunjukkan bahwa molekul air tidak mengandung oksigen-18.
 Adapun jika O – 18 berada dalam alkohol maka reaksi yang terjadi 
seperti berikut.&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;b&gt;b. Penggunaan isotop dalam bidang kimia analisis&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
Penggunaan
 isotop dalam analisis digunakan untuk menentukan unsur-unsur kelumit 
dalam cuplikan. Analisis dengan radioisotop atau disebut radiometrik 
dapat dilakukan dengan dua cara yaitu, sebagai berikut.&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;i&gt;1) Analisis Pengeceran Isotop&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
Larutan
 yang akan dianalisis dan larutan standar ditambahkan sejumlah larutan 
yang mengandung suatu spesi radioaktif. Kemudian zat tersebut dipisahkan
 dan ditentukan aktivitasnya. Konsentrasi larutan yang dianalisis 
ditentukan dengan membandingkannya dengan larutan standar.&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
&lt;i&gt;2) Analisis Aktivasi Neutron (AAN)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
Analisis
 aktivasi neutron dapat digunakan untuk menentukan unsur kelumit dalam 
cuplikan yang berupa padatan. Misal untuk menentukan logam berat (Cd) 
dalam sampel ikat laut. Sampel diiradiasi dengan neutron dalam reaktor 
sehingga menjadi radioaktif. Salah satu radiasi yang dipancarkan adalah 
sinar ? .&amp;nbsp; Selanjutnya sampel dicacah dengan spektrometer gamma (? ) 
untuk menentukan aktivitas dari unsur yang akan ditentukan.&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
Dalam
 bidang kimia, radioisotop dapat digunakan untuk mempelajari mekanisme 
reaksi kimia, misalnya radioisotop oksigen-18 (O-18) digunakan untuk 
mempelajari mekanisme reaksi esterifikasi. Berdasarkan penelitian 
diketahui bahwa pada reaksi esterifikasi, atom O yang membentuk senyawa 
H2O berasal dari asam karboksilat. Adapun atom O yang membentuk senyawa 
ester berasal dari alkohol (Sutresna, 2007).&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
Radioisotop
 telah memberikan kontribusi pula di bidang penelitian kimia, utamanya 
dalam menelusuri mekanisme reaksi. Radioisotop-radioisotop dari unsur&amp;nbsp; 
hidrogen, karbon, nitrogen dan sebagainya telah memainkan peran dalam 
menjelaskan berbagai mekanisme reaksi pada reaksi-reaksi senyawa 
organik.&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;
Radioisotop telah menemukan peran yang 
luas sebagai pencari jejak. Sampai saat ini, ketangguhan radioisiotop 
belum tertandingi oleh pemain lain di bidang ini. Di masa yang akan 
datang, kiprah radioisotop si pencari jejak ini tampaknya akan semakin 
luas. Mudah mudahan manfaat-manfaat nyata tersebut akan membantu 
mengikis citranya yang menyeramkan dan bahkan menakutkan.&lt;/div&gt;
&lt;a href=&quot;http://ncofies.blogspot.com/&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;display: none !important;&quot;&gt;
&lt;span itemprop=&quot;rating&quot; itemscope=&quot;&quot; itemtype=&quot;http://data-vocabulary.org/Rating&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;&lt;span itemprop=&quot;average&quot;&gt;100&lt;/span&gt;out of &lt;span itemprop=&quot;best&quot;&gt;100&lt;/span&gt; based on &lt;span itemprop=&quot;votes&quot;&gt;99995&lt;/span&gt; ratings. &lt;span itemprop=&quot;count&quot;&gt;1&lt;/span&gt; user reviews.&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ncofies.blogspot.com/feeds/1751366001609058801/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ncofies.blogspot.com/2013/01/manfaat-radio-aktif-berdasarkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8429799665100004360/posts/default/1751366001609058801'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8429799665100004360/posts/default/1751366001609058801'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ncofies.blogspot.com/2013/01/manfaat-radio-aktif-berdasarkan.html' title='Manfaat Radio Aktif Berdasarkan Berbagai Bidang'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07007702765512866501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8429799665100004360.post-4607660236072024901</id><published>2013-01-24T05:28:00.000+07:00</published><updated>2013-01-24T05:28:26.956+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tips Kesehatan"/><title type='text'>5 Latihan Singkat agar Perut Rata dan Kencang</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div itemscope=&quot;&quot; itemtype=&quot;http://data-vocabulary.org/Review-aggregate&quot; rel=&quot;nofollow&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://ncofies.blogspot.com/&quot;&gt;&lt;/a&gt;

&lt;a href=&quot;http://ncofies.blogspot.com/&quot;&gt;&lt;/a&gt;

&lt;header class=&quot;article-header&quot;&gt;
       
         &lt;h1 class=&quot;entry-title single-title&quot; itemprop=&quot;headline&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/h1&gt;
&lt;/header&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Setiap orang pasti mendambakan perut
 yang rata dan kencang. Namun kebanyakan dari Anda hanya melakukan satu 
metode latihan saja untuk mewujudkan hal ini. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; class=&quot;aligncenter size-full wp-image-29080&quot; height=&quot;250&quot; src=&quot;http://duniafitnes.com/wp-content/uploads/2012/12/perut-rata.jpg&quot; title=&quot;perut-rata&quot; width=&quot;530&quot; /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Lou Schuler, salah satu penulis &lt;em&gt;The New Rules of Lifting for Abs&lt;/em&gt;
 menyatakan bahwa untuk mendapatkan otot perut yang kencang dan kuat 
Anda harus melatih seluruh bagian otot di sekitar perut termasuk otot 
punggung bawah, pinggul dan paha bagian atas. Selain berfungsi untuk 
melatih otot perut, latihan perut yang baik juga berfungsi untuk 
memperbaiki postur tubuh Anda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Itulah sebebnya jika hanya melakukan satu latihan saja, maka 
otot-otot lainnya tidak mendapatkan porsi latihan yang cukup dan impian 
mendapatkan perut rata dan kencang semakin jauh dari harapan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Berikut 5 latihan yang bisa Anda coba untuk mendapatkan perut yang 
rata dan kencang sekaligus membantu memperbaiki postur tubuh Anda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Side Plank&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Latihan ini berfungsi untukl melatih otot perut bagian samping, paha, dan pinggul Anda.
&lt;img alt=&quot;&quot; class=&quot;aligncenter size-full wp-image-29074&quot; height=&quot;285&quot; src=&quot;http://duniafitnes.com/wp-content/uploads/2012/12/Side-Plank.jpg&quot; title=&quot;Side-Plank&quot; width=&quot;570&quot; /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Tahapan Pelaksanaan:&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Berbaring miring&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Tangan kiri menahan beban tubuh&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Tangan kanan memegang pinggang&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Angkat pinggul Anda ke atas&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Tahan 30-45 detik&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Ulangi 10-15 repetisi untuk masing-masing sisi&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Plank Punch&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Berguna melatih otot perut bagian depan, punggung, paha dan kekuatan otot lengan.&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; class=&quot;aligncenter size-full wp-image-29075&quot; height=&quot;285&quot; src=&quot;http://duniafitnes.com/wp-content/uploads/2012/12/plank-punch.jpg&quot; title=&quot;plank-punch&quot; width=&quot;570&quot; /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;
Tahapan Pelaksanaan:&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;

&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Ambil posisi push up&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Beban tubuh bertumpu pada kedua tangan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Angkat tangan kanan lurus ke depan dengan posisi tangan mengepal&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Turunkan tangan kanan kembali ke posisi semula&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Ulangi gerakan untuk tangan kiri&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Ulangi 10-15 repetisi&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Hip Thurst&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Berguna melatih otot perut bagian bawah, pinggang, dan paha depan.
&lt;img alt=&quot;&quot; class=&quot;aligncenter size-full wp-image-29076&quot; height=&quot;285&quot; src=&quot;http://duniafitnes.com/wp-content/uploads/2012/12/abs-hipthrust.jpg&quot; title=&quot;abs-hipthrust&quot; width=&quot;570&quot; /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Tahapan Pelaksanaan:&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Posisi tidur terlentang&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Kedua tangan ada di samping badan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Kaki lurus ke atas&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Angkat pinggul hingga mendorong ujung kaki naik lebih tinggi lagi&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Tarik nafas saat kaki turun dan hembuskan nafas saat kaki naik&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Ulangi 10-15 repetisi&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Hanging Knee Rise&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Melatih kekuatan otot perut bagian atas, paha depan, lengan dan stabilitas pinggang.
&lt;img alt=&quot;&quot; class=&quot;aligncenter size-full wp-image-29077&quot; height=&quot;285&quot; src=&quot;http://duniafitnes.com/wp-content/uploads/2012/12/abs-hangingkneeraise.jpg&quot; title=&quot;abs-hangingkneeraise&quot; width=&quot;570&quot; /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Tahapan Pelaksanaan:&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Bergantungan dengan pegangan pada bar&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Posisi lutut sedikit ditekuk&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Ujung lutut menghadap ke bawah&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Tekuklah pinggul hingga ujung lutut menghadap ke depan dan paha sejajar lantai&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Tarik nafas saat lutut turun dan hembuskan nafas saat lutut naik&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Ulangi 10-15 repetisi&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Crossover Crunch&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Melatih otot perut bagian atas dan samping serta otot punggung atas.
&lt;img alt=&quot;&quot; class=&quot;aligncenter size-full wp-image-29078&quot; height=&quot;285&quot; src=&quot;http://duniafitnes.com/wp-content/uploads/2012/12/abs-crossovercrunch.jpg&quot; title=&quot;abs-crossovercrunch&quot; width=&quot;570&quot; /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Tahapan Pelaksanaan:&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Posisi tidur terlentang&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Posisi kaki kiri ditekuk dengan telapak kaki tetap menempel di lantai&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Posisi kaki kanan disilangkan ke kaki kiri&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Posisi tangan kiri berada di samping kepala dan tangan kanan di samping badan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Gerakkan siku tangan kiri ke arah lutut kaki kanan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Tarik nafas saat tidur dan hembuskan nafas saat menekuk perut&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Ulangi dengan posisi sebaliknya&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Lakukan 10-15 repetisi&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
Selalu imbangi latihan di atas dengan diet rendah lemak dan tinggi 
protein agar perut rata dan kencang bisa Anda dapatkan dalam waktu yang 
lebih singkat.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div itemscope=&quot;&quot; itemtype=&quot;http://data-vocabulary.org/Review-aggregate&quot; rel=&quot;nofollow&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div itemscope=&quot;&quot; itemtype=&quot;http://data-vocabulary.org/Review-aggregate&quot; rel=&quot;nofollow&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div itemscope=&quot;&quot; itemtype=&quot;http://data-vocabulary.org/Review-aggregate&quot; rel=&quot;nofollow&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
sumber : http://duniafitnes.com/sixpack/5-latihan-singkat-agar-perut-lebih-rata-dan-kencang.html&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://ncofies.blogspot.com/&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;display: none !important;&quot;&gt;
&lt;span itemprop=&quot;rating&quot; itemscope=&quot;&quot; itemtype=&quot;http://data-vocabulary.org/Rating&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;&lt;span itemprop=&quot;average&quot;&gt;100&lt;/span&gt;out of &lt;span itemprop=&quot;best&quot;&gt;100&lt;/span&gt; based on &lt;span itemprop=&quot;votes&quot;&gt;99995&lt;/span&gt; ratings. &lt;span itemprop=&quot;count&quot;&gt;1&lt;/span&gt; user reviews.&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ncofies.blogspot.com/feeds/4607660236072024901/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ncofies.blogspot.com/2013/01/5-latihan-singkat-agar-perut-rata-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8429799665100004360/posts/default/4607660236072024901'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8429799665100004360/posts/default/4607660236072024901'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ncofies.blogspot.com/2013/01/5-latihan-singkat-agar-perut-rata-dan.html' title='5 Latihan Singkat agar Perut Rata dan Kencang'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07007702765512866501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8429799665100004360.post-4101107801702933821</id><published>2013-01-22T20:34:00.000+07:00</published><updated>2013-01-22T20:34:30.032+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pendidikan"/><title type='text'>Teori Evolusi Menurut Agama Kristen</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div itemscope=&quot;&quot; itemtype=&quot;http://data-vocabulary.org/Review-aggregate&quot; rel=&quot;nofollow&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;



&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Bagaimana umat Katolik menyikapi teori evolusi dan apakah teori 
evolusi ini bertentangan dengan iman? Pertama-tama kita harus memegang 
bahwa karena iman dan akal itu sama-sama berasal dari Allah, maka kita 
percaya bahwa seharusnya tidak ada pertentangan antara iman dan akal (&lt;em&gt;reason&lt;/em&gt;)
 dan science yang menjadi hasil dari akal tersebut untuk mencapai 
kebenaran, asalkan pencarian kebenaran tersebut dilakukan dengan tulus 
tanpa memasukkan ide-ide pribadi yang kemudian dianggap sebagai 
kebenaran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Teori Evolusi yang kita kenal sebenarnya merupakan suatu hipotesa, 
yang masih memerlukan pembuktian lebih lanjut, agar dapat dikatakan 
sebagai kebenaran. Sementara ini, bukti ilmiah belum dapat dikatakan 
mendukung hipotesa tersebut.&amp;nbsp; Ada dua inti besar teori Evolusi- yang 
dikenal sebagai “Macroevolution/ evolusi makro”yang dipelopori oleh 
Darwin:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Semua mahluk hidup berasal dari mahluk sederhana yang terdiri dari satu sel atau lebih, yang terbentuk secara kebetulan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Species baru terbentuk dari species lain melalui seleksi alam, 
dengan melibatkan kemungkinan variasi, di mana variasi tersebut dapat 
bertahan dan berkembang biak. Dalam abad ke-20, hal ini diperjelas 
dengan memberi penekanan pada kemungkinan mutasi sebagai cara 
pembentukan variasi. Posisi ini dikenal sebagai Neo- Darwinism.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Sebelum kita membahas lebih lanjut, kita melihat bahwa di sini 
terdapat 2 jenis evolusi, yaitu Evolusi makro, dan evolusi mikro. 
Evolusi makro membicarakan evolusi melewati batas-batas species, di mana
 species secara berangsur-angsur berubah menjadi species yang lain. 
Sedangkan evolusi mikro adalah evolusi yang berada di dalam batas satu 
species. Mikro evolution adalah suatu realita yang dapat kita amati 
secara langsung pada alam, jadi tidak perlu dipermasalahkan. Umumnya, 
evolusi mikro ini berhubungan dengan adaptasi dengan lingkungan baru, 
dan berupa pengurangan organ dan bukan penambahan dan penyesuaian.&lt;br /&gt;
Teori evolusi yang kita kenal umunya adalah evolusi makro. Ini 
bertentangan dengan iman, karena definisinya, teori Evolusi makro 
merujuk pada asumsi bahwa tidak ada campur tangan Tuhan (sebagai Divine 
Intelligence) sebagai pencipta umat manusia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Dengan demikian, kita dapat melihat bahwa terdapat beberapa problem 
mengenai teori Evolusi makro, baik dari segi filosofi maupun ilmu 
pengetahuan, dan akal sehat kita sesungguhnya dapat menilai mana yang 
benar:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;A. &lt;strong&gt;Problem Evolusi makro dari sudut pandang filosofi&lt;/strong&gt;:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Teori Darwin berpendapat bahwa dari mahluk yang lebih rendah dapat 
dengan sendirinya naik/ membentuk mahluk yang lebih tinggi, yang 
disebabkan oleh kebetulan semata-mata, (dan bukan disebabkan karena 
campur tangan ‘Sesuatu’ yang lebih tinggi derajatnya). Ini bertentangan 
dengan prinsip utama akal sehat: sesuatu/ seseorang tidak dapat 
memberikan sesuatu yang tidak dimilikinya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Teori Darwin tidak berdasarkan fakta konkrit bahwa species tertentu 
memiliki ciri khusus yang tidak dipunyai oleh species lain; sebab teori 
ini beranggapan bahwa semua species seolah-olah tidak punya ciri 
tertentu dan dapat berubah menjadi species yang lain, seperti tikus 
menjadi kucing, kucing menjadi anjing, dst. Hal ini tentu tidak terjadi 
dalam kenyataan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Teori ini mengajarkan bahwa kemungkinan variasi terjadi karena 
‘kesalahan’/ hanya kebetulan; dan ini seperti mengatakan bahwa musik 
disebabkan oleh ‘keributan’ semata-mata.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Teori Darwin tidak dapat menjelaskan perbandingan paralel antara 
hasil karya manusia dan satu sel mahluk hidup. Karena akal sehat dapat 
melihat secara objektif bahwa hasil karya manusia/ teknologi betapapun 
bagus dan rumitnya tidak memiliki kehidupan sedangkan mahluk satu sel 
memiliki kerumitan tertentu yang dapat menyebabkan ia hidup dan 
berkembang. Maka jika teknologi tersebut (yang lebih rendah jika 
dibandingkan dengan mahluk satu sel) dihasilkan oleh mahluk dengan akal 
yang tinggi (yaitu manusia), maka betapa hal itu harus lebih nyata dalam
 hal penciptaan mahluk satu sel tersebut, yang seyogyanya diciptakan 
oleh mahluk yang jauh lebih tinggi dari manusia.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Evolusi tidak dapat menjelaskan keberadaan keindahan alam di dunia. 
Jika segala sesuatu adalah hasil kebetulan yang murni, maka hal itu 
tidak dapat menjelaskan bagaimana kebetulan itu bisa menghasilkan 
keindahan yang ditimbulkan oleh keteraturan/ ‘order’. Dari pengalaman 
sehari-hari, kita mengetahui tidak mungkin terdapat kebetulan-kebetulan 
murni yang bisa menghasilkan keteraturan dan keindahan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Teori Darwin tidak membuktikan bahwa Tuhan Sang Pencipta tidak ada, 
melainkan teori ini mengambil asumsi ketidak-adaan Tuhan sebagai titik 
tolak. Bahwa kemudian dikatakan bahwa pembuktian ‘kebetulan secara 
ilmiah’ tersebut menunjukkan demikian, itu hanya merupakan demonstrasi 
untuk mengulangi suatu pernyataan yang diasumsikan sebagai kebenaran.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;B. &lt;strong&gt;Problem Evolusi makro dari segi Ilmu Pengetahuan:&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Kenyataannya, species mahluk hidup sudah jelas memiliki keterbatasan
 ciri-ciri yang secara genetik tidak dapat berubah. Sampai saat ini 
tidak ada bukti nyata tentang pembentukan species baru dari species lain
 menurut seleksi alam.&amp;nbsp; Jikapun ada, maka mahluk persilangan ini tidak 
mempunyai kemampuan untuk berkembang biak. Contoh: ‘mule’ , persilangan 
antara kuda dan keledai, tidak dapat berkembang biak/ steril.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Hasil penemuan fosil tidak menunjukkan perubahan yang berangsur 
secara terus menerus pada species yang satu dan yang lain. Yang 
ditemukan adalah bentuk yang stabil untuk jangka waktu yang lama, dan 
tidak ditemukan fosil species perantara&amp;nbsp; yang menghubungkan satu species
 dengan yang lain. Jika benar ada mahluk antara kera dengan manusia, 
tentu fosil mahluk antara kera dan manusia harus banyak ditemukan, namun
 sampai saat ini tidak demikian, sehingga dikatakan bahwa terdapat 
‘missing links’ antara fosil kera dan fosil manusia. Betapa ini 
menunjukkan bahwa mahluk penghubungnya tidak ditemukan karena memang 
tidak ada!&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Mutasi menunjukkan adanya pengurangan organ ataupun modifikasi organ
 yang sudah ada, karena kebetulan dan tidak essensial, seperti perubahan
 warna, bentuk, dst. Namun mutasi tidak dapat menjelaskan sesuatu yang 
tadinya tidak ada jadi ada. Jadi prinsipnya ‘indifferent/regressive’ dan
 bukan ‘progressive’.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Darwin sendiri mengamati dengan teliti evolusi mikro, namun 
masalahnya dia menjadikannya sebagai rumusan untuk evolusi makro, 
walaupun sesungguhnya tidak dapat menjawab bagaimana sesuatu yang lebih 
sederhana membentuk sesuatu yang lebih rumit. Tidak usah jauh-jauh 
bicara soal keseluruhan tubuh; sebab bagaimana perkembangan dari satu 
sel menjadi organ mata atau telinga (yang walaupun kecil tapi 
kompleksitasnya cukup tinggi) saja belum dapat dibuktikan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Perhitungan matematika, yaitu teori probabilitas menunjukkan bahwa 
kemungkinan perubahan dari mahluk sederhana (1 sel atau lebih) menjadi 
mahluk yang kompleks adalah sangat kecil dan seluruh sejarah manusia 
tidak cukup untuk merealisasikan perubahan itu. Mungkin alibi ini 
termasuk yang paling mungkin dari pandangan ilmiah untuk membuktikan 
bahwa evolusi makro itu tidak mungkin terjadi. Salah satu tokoh evolusi 
seperti&amp;nbsp; Jacques Monod (1910-1976) sendiri mengakui bahwa kemungkinan 
evolusi dari mahluk bersel satu adalah “hampir nol” dan kemungkinan 
terjadi hanya sekali (Jacques Monod, &lt;em&gt;Chance and Necessity&lt;/em&gt;, NY, 
Alfred A. Knopf, 1971, p.114-145). Monod seorang ahli biologi, 
menyuarakan pendapat dalam hal biologis, namun hal ini tidak sejalan 
dengan kemungkinan secara matematika, yaitu bagaimana satu kemungkinan 
yang langka tersebut dapat terjadi, dan dapat menjadi dasar perkembangan
 manusia dalam kurun waktu sejarah manusia yang terbatas. Menurut 
statistik, hal ini tidak mungkin.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Seandainya benar, maka diperlukan waktu yang sangat panjang untuk 
realisasi kemungkinan mutasi/ ‘kebetulan’ ini. Keterbatasan waktu 
sejarah manusia yang menunjukkan paling lama sekitar 10.000- 15.000 
tahun tidak memberikan jawaban untuk kemungkinan teori ini. George Salet
 menulis, “…ilmu pengetahuan menemukan fungsi DNA, duplikasinya dan 
perkembangannya memberi dasar bagi spekulasi matematika bahwa, … periode
 geologis harus dikalikan dengan 10 diikuti dengan ber-ratus atau 
ber-ribu-ribu nol, untuk memberikan waktu bagi terbentuknya sebuah organ
 baru, walaupun organ yang paling sederhana sekalipun.” (diterjemahkan 
dari George Salet, “&lt;em&gt;Hasard et certitude. Le transformisme devant la biologie actualle&lt;/em&gt;, Paris, 1972, p. x)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Ilmu pengetahuan mengakui kompleksitas mahluk hidup ber-sel satu, 
dan tidak dapat menjelaskan bagaimana asal usul kehidupan. Dalam hal ini
 tokoh evolusi menawarkan penyelesaian dengan teori ‘blind chance’, 
tetapi seperti Monod sendiri mengakui, hal ini masih problematik, dan 
lebih tepat disebut sebagai ‘teka-teki’. (Ibid., p. 143)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Kenyataan di atas sesungguhnya dapat membantu kita untuk melihat hal 
Evolusi tersebut secara lebih objektif. Kini, mari kita lihat &lt;strong&gt;pandangan Gereja mengenai hal evolusi &lt;/strong&gt;ini, yang dapat saya rumuskan dalam beberapa point:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Kita percaya bahwa jiwa manusia diciptakan secara langsung oleh 
Allah, dari yang tadinya tidak ada jadi ada. Jiwa ini dihembuskan 
kedalam embrio manusia yang terbentuk dari hubungan suami istri. Jadi 
jiwa manusia &lt;span style=&quot;text-decoration: underline;&quot;&gt;bukan&lt;/span&gt; berasal dari produk evolusi. Dalam surat ensiklik &lt;em&gt;Humani Generis&lt;/em&gt; (1950), Paus Pius XII menolak ide evolusi total (yang menyangkut tubuh dan jiwa) manusia dari kera (primate). Dalam &lt;em&gt;Humani Generis 36, &lt;/em&gt;Paus
 Pius XII mengajarkan bahwa meskipun dalam hal asal usul tubuh manusia, 
masih dapat diselidiki apakah terjadi dari proses evolusi, namun yang 
harus dipegang adalah: semua jiwa manusia adalah diciptakan langsung 
oleh Tuhan. Namun demikian mengenai evolusi tubuh manusia itu sendiri, 
masih harus diadakan penyelidikan yang cermat, dan tidak begitu saja 
disimpulkan bahwa manusia yang terbentuk dari ‘pre-existing matter’ 
tersebut sebagai sesuatu yang definitif.&lt;br /&gt;
Jadi ide evolusi total ini sama sekali bukan hipotesa bagi orang 
katolik. Namun demikian, para ilmuwan dapat terus menyelidiki hipotesa 
bahwa tubuh manusia dapat diambil dari kehidupan yang sudah ada 
(ancestral primate), walaupun juga dengan sikap hati-hati, “great 
moderation and caution”. Tetapi ia harus memegang bahwa &lt;strong&gt;semua manusia diturunkan dari satu pasang manusia (monogenism),&lt;/strong&gt;
 bukan dari banyak evolusi paralel (polygenism) seperti pada hipotesa 
tertentu, sebab semua manusia diturunkan dari Adam dan Hawa. Dan hal ini
 sesuai dengan konsep “dosa asal” yang diturunkan oleh manusia pertama.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Mengenai penciptaan tubuh manusia dari materi yang sudah ada 
sebenarnya tidak bertentangan dengan sabda Tuhan yang menciptakan tubuh 
Adam dari tanah/ debu, yang kemudian dihembusi oleh kehidupan, yang 
menjadi jiwa manusia (Kejadian 2:7). Namun hal ini tidak bertentangan 
dengan penciptaan manusia seturut gambaran Allah, sebab yang dimaksudkan
 di sini adalah manusia sebagai mahluk rohani yang berakal dan memiliki 
kehendak bebas.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Jadi diperbolehkan jika orang berpikir bahwa kemungkinan tubuh kera 
dapat berkembang mendekati tubuh manusia dan pada titik tertentu (di 
tengah jalan), Tuhan menghembusi jiwa manusia ke dalam tubuh manusia itu
 yang kemudian terus berevolusi (evolusi mikro) sampai menjadi manusia 
yang kita ketahui sekarang. St. Thomas Aquinas I, q.76, a.5, menyebutkan
 bahwa &lt;strong&gt;teori&amp;nbsp; yang menyebutkan bahwa manusia adalah hasil evolusi dari kera (evolusi makro), harus kita tolak.&lt;/strong&gt;
 Tubuh Adam haruslah merupakan hasil dari campur tangan Tuhan untuk 
mengubah materi apapun yang sudah ada (pre-existing matter) dan 
menjadikannya layak sebagai tubuh yang dapat menerima jiwa manusia. 
Campur tangan ini mungkin saja luput dari pengamatan ilmiah, seperti 
yang diakui sendiri oleh Monod, saat mengatakan bahwa asal usul hidup 
manusia adalah suatu teka-teki.&lt;br /&gt;
Tidak mungkin bahwa dalam satu tubuh dapat terdapat dua macam jiwa, yang
 satu adalah rational (manusia) dan yang kedua, irrational (kera), sebab
 terdapat perbedaan yang teramat besar, yang tidak terjembatani antara 
jiwa kera dan jiwa manusia. Lagipula tubuh kera bersifat spesifik yang 
diadaptasikan dengan lingkungan hidup yang tertentu. Jadi tidak mungkin 
bahwa tubuh manusia merupakan hasil dari perubahan-perubahan ‘kebetulan’
 dari tubuh kera.&lt;br /&gt;
Kemungkinan yang lebih masuk akal adalah, jika manusia diciptakan 
melalui ‘pre-existing matter’ seperti dari tubuh kera sekalipun, 
terdapat campur tangan Tuhan untuk mengubah tubuh tersebut menjadi tubuh
 manusia, yang tidak merupakan kelanjutan dari tubuh kera tersebut, 
seperti halnya terdapat campur tangan Tuhan untuk menghembuskan jiwa 
manusia ke dalam tubuh manusia itu, yang bukan merupakan kelanjutan dari
 jiwa kera. Inilah yang secara ilmiah dikenal sebagai ‘lompatan 
genetik’, namun bedanya, ilmuwan mengatakan itu disebabkan karena 
kebetulan semata, sedangkan oleh Gereja dikatakan sebagai sesuatu yang 
disebabkan oleh campur tangan Tuhan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Cardinal Schonborn dalam artikel di New York Times tgl 7 Juli 2005 
menjelaskan bahwa pengamatan pada mahluk hidup yang telah menunjukkan 
ciri-ciri yang final menyebabkan kita terkagum dan mengarahkan pandangan
 kepada Sang Pencipta.&amp;nbsp; Membicarakan bahwa alam semesta yang kompleks 
dan terdiri dari mahluk-mahluk yang ciri-cirinya sudah final ini, 
sebagai suatu hasil ‘kebetulan’, sama saja dengan ‘menyerah’ untuk 
menyelidiki dunia lebih lanjut. Ini sama saja dengan mengatakan bahwa 
akibat terjadi tanpa sebab. Ini tentu saja seperti membuang pemikiran 
akal manusia yang selalu mencari solusi dari masalah.”&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Katekismus Gereja Katolik mengajarkan bahwa, akal sehat manusia 
pasti dapat memperoleh jawaban untuk pertanyaan yang menyangkut asal 
usul manusia. Keberadaan Tuhan Pencipta dapat diketahui secara pasti 
melalui karya-karya ciptaan-Nya, dengan terang akal budi manusia.. KGK 
no 295 mengatakan, “Kita percaya bahwa Allah menciptakan dunia menurut 
kebijaksanaan-Nya. Dunia bukan merupakan hasil dari kebutuhan apapun 
juga, ataupun takdir yang buta atau kebetulan.”&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Uraian di atas adalah merupakan prinsip dasar mengapa kita sebagai 
orang Katolik tidak dapat menerima teori Evolusi makro ala Darwin, sebab
 prinsip ajaran Gereja adalah manusia diciptakan bukan sebagai hasil 
kebetulan, tetapi karena sungguh diinginkan oleh Allah. Sedangkan 
mengenai evolusi mikro di dalam batas species, kita semua dapat 
menerimanya, sesuai dengan penjelasan di atas. Prinsipnya, jikapun ada 
evolusi, tidak mungkin melangkahi batas penyelenggaraan Allah. Allah-lah
 yang menciptakan manusia, yaitu jiwa dan tubuh. Jiwa manusia diciptakan
 dari ketiadaan, (out of nothing) dan tubuh dari materi yang sudah ada 
(pre-existing matter) namun Allah mempersiapkan tubuh itu agar layak 
menerima jiwa manusia.&amp;nbsp; Kesatuan tubuh dan jiwa manusia tersebut 
diciptakan sesuai dengan gambaran Allah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Selanjutnya, hal analisa mineral dan outer space hanya merupakan 
metoda ilmiah, yang hasilnya juga tidak dapat menjawab misteri asal-usul
 kehidupan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Jadi dalam hal ini kita melihat benang merah antara science dan iman.
 Di samping pertimbangan akal sehat pada hasil penelitian evolusi, pada 
akhirnya diperlukan kerendahan hati untuk menerima apa yang diajarkan 
oleh Gereja. Gereja tidak menentang science, namun juga tidak dapat 
menyatakan hipotesa ilmiah sebagai kebenaran, karena statusnya masih 
hipotesa dan belum sepenuhnya dapat dibuktikan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;div style=&quot;display: none ! important;&quot;&gt;
&lt;span itemprop=&quot;rating&quot; itemscope=&quot;&quot; itemtype=&quot;http://data-vocabulary.org/Rating&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;&lt;span itemprop=&quot;average&quot;&gt;100&lt;/span&gt;out of &lt;span itemprop=&quot;best&quot;&gt;100&lt;/span&gt; based on &lt;span itemprop=&quot;votes&quot;&gt;99995&lt;/span&gt; ratings. &lt;span itemprop=&quot;count&quot;&gt;1&lt;/span&gt; user reviews.&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ncofies.blogspot.com/feeds/4101107801702933821/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ncofies.blogspot.com/2013/01/teori-evolusi-menurut-agama-kristen.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8429799665100004360/posts/default/4101107801702933821'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8429799665100004360/posts/default/4101107801702933821'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ncofies.blogspot.com/2013/01/teori-evolusi-menurut-agama-kristen.html' title='Teori Evolusi Menurut Agama Kristen'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07007702765512866501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>