<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3459581808971206222</id><updated>2024-12-18T19:20:56.134-08:00</updated><category term="Budaya"/><category term="Filsafat"/><category term="Sosial Politik"/><category term="Puisi"/><category term="Sastra"/><category term="HermeneUtik"/><category term="Pantun"/><category term="Pengetahuan"/><category term="Sosial"/><title type='text'>NeoHumanis</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://humanioras.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3459581808971206222/posts/default?redirect=false'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://humanioras.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3459581808971206222/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false'/><author><name>elRos M</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18185955400897136943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>29</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3459581808971206222.post-298402913007350750</id><published>2015-09-07T20:56:00.003-07:00</published><updated>2015-09-07T21:01:01.475-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pantun"/><title type='text'>PANTUN WARNA WARNI</title><content type='html'>&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
MALAM&lt;br /&gt;
jalan jalan malam&lt;br /&gt;
ketemu teman lama&lt;br /&gt;
Ku ta&#39;mau tenggelam&lt;br /&gt;
dalam cinta pertama&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
MENCARI&lt;br /&gt;
Orang suka mencari-cari&lt;br /&gt;
bunga mawar bunga melati&lt;br /&gt;
Tiada yang bisa berlari&lt;br /&gt;
jika nafasnya sudah berhenti&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
KENANGAN&lt;br /&gt;
Jalan kenangan jalan melati&lt;br /&gt;
banyak berjejer jualan nasi&lt;br /&gt;
Setiap di jalan harus hati-hati&lt;br /&gt;
jika ta&#39;mau urusan dengan polisi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
07-09-2015</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://humanioras.blogspot.com/feeds/298402913007350750/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://humanioras.blogspot.com/2015/09/pantun-warna-warni.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3459581808971206222/posts/default/298402913007350750'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3459581808971206222/posts/default/298402913007350750'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://humanioras.blogspot.com/2015/09/pantun-warna-warni.html' title='PANTUN WARNA WARNI'/><author><name>elRos M</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18185955400897136943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3459581808971206222.post-7542105482719108012</id><published>2013-12-25T01:28:00.003-08:00</published><updated>2014-05-08T02:19:38.389-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sosial Politik"/><title type='text'>NGRAMAL PRESIDEN MENDATANG</title><content type='html'>Iing Fao&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak lama lagi pesta demokrasi akan dihelat. Siapa pengganti presiden sekarang, usai masa jabatan berakhir? memang tidak mudah untuk menjadi presiden mendatang yg penuh tantangan, begitulah tutur Wicaksono di depan teman-temannya yang lagi nongkrong di warung kopi. Bejo menimpali; Dulu ada seorang yang cerdas dan punya pemikiran/pandangan ke depan tentang pemimpin negara. Sang pemikir itu kalau tidak salah namanya Pangeran Joyoboyo, Pangeran itu mengatakan: NOTONEGORO. Suryo pun menyambung NOTONEGORO itu suatu simbol (sukukata/kata) bagi pemimpin negara. Kita menilik kembali Presiden RI 1 Soekarno; Presiden RI ke 2 Soeharto; keduanya punya huruf NO dan TO dari namanya, keduanya yang telah NOTO (negoro). Sedangkan yang sesudahnya hanya bikin GORO2, canda Udin. Kalau begitu apakah orang yang tidak punya sukukata/kata dalam simbol itu tidak bisa jadi presiden ke depan? tanya Agus. Ya iya lah timpal Bejo, kalau mau jadi Presiden ya ganti nama dulu dengan nama yang punya sukukata notonegoro. Kalau tidak ganti nama tapi bisa jadi Presiden sanggah Bunga; ya berarti orang itu tidak terkena atau di luar lingkaran ramalan itu, jawab Bejo. Teman2, ini hanya ngramal ngawur alias ora tenanan, kata Wicaksono akhiri ngobrol di warung kopi.    &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;  &lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://humanioras.blogspot.com/feeds/7542105482719108012/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://humanioras.blogspot.com/2013/12/ngramal-ngawur.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3459581808971206222/posts/default/7542105482719108012'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3459581808971206222/posts/default/7542105482719108012'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://humanioras.blogspot.com/2013/12/ngramal-ngawur.html' title='NGRAMAL PRESIDEN MENDATANG'/><author><name>elRos M</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18185955400897136943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3459581808971206222.post-7773416592003591619</id><published>2013-04-07T03:42:00.000-07:00</published><updated>2013-09-10T21:22:06.599-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Filsafat"/><title type='text'>FILSAFAT PENDIDIKAN</title><content type='html'>&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: blue; color: yellow; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;FILSAFAT PENDIDIKAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Selayang Pandang&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;color: lime; text-align: center;&quot;&gt;
Oleh: Rosichin Mansur &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;color: lime; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;color: lime; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Pendidikan berjalan bersama jamannya, berjalan bersama kehidupan masyarakat yang terus berkembang pula. Pendidikan dalam perjalanannya tak bisa mengelak dari problem-problem yang terus bermunculan menghadangnya. Problem-problem itu berbeda dalam kadarnya, dan pada gilirannya problem-problem itu berbeda dalam penanganannya, ada yang bisa cepat diatasi, ada pula yang butuh waktu lama serta ada yang meminta pertolongan pada pihak lain, pihak filsafat pendidikan. Permintaan tolong pada filsafat pendidikan itu sebuah kewajaran karena problem yang dihadapi pada dasarnya bukan lahan atau kapling pendidikan melainkan lahan garapan filasafat pendidikan. Filasafat pendidikan suatu ilmu yang membahas bidang pendidikan secara filosofis. Filsafat pendidikan pun merupakan suatu jawaban filosofis terhadap pertanyaan yang filosofis dalam dunia pendidikan.&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Hakikat pendidikan, isi, tujuan dan kebijakan dalam dunia pendidkan menjadi lingkup kajian filsfat pendidikan. Untuk itu filsafat pendidikan memiliki peranan dan fungsi yang strategis dalam dunia pendidikan. Sedang metode-metode untuk mengkajinya perlu mempertimbangkan relevansinya. Metode studinya terdapat metode rasionalistik, metode empirik, metode intuisi, metode reflektif, metode historis, dan metode analisis sintetis  serta hermeneutika. Sementara pendekatan yang digunakan filsafat pendidikan dengan berkiblat pada ajaran filsafat dan pendidikan. Aspek ontologi, epistemologi dan aksiologi menjadi teropong aspek dalam mengkaji bidang pendidikan sehingga bisa melihat tentang hakekat, proses dan nilai guna pendidikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain mengkaji pendidikan secara ontologi, epistemologi dan aksiologi, tulisan ini juga mengusung aliran-aliran atau mazhab-mazhab filsafat pendidikan; yakni idealisme, realisme, materialisme, pragmatisme, progresivisme, esensialisme, perenialisme, eksistensialisme, rekontruksionisme, dan konstruktivisme. Aliran-aliran tersebut memiliki karakteristik sendiri-sendiri dalam memandang dunia pendidikan, dunia yang dibutuhkan manusia yang dapat mengantarkan pencerahan hidup dan kehidupannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
A. Pendahuluan&lt;br /&gt;
Waktu terus berjalan, pendidikan pun terus berkembang bersama hiruk pikuk hidup dan kehidupan insan. Problem-problem pendidikan pun bermunculan begitu cepat secepat cendawan tumbuh di musim hujan. Ilmu pendidikan bertanggungjawab untuk memecahkan problem-problem tersebut, untuk itu tidaklah ringan tanggung jawab yang diembannya karena begitu kompleks problem-problem yang ada di dunia pendidikan. Tak jarang ilmu pendidikan pun meminta pertolongan pada pihak lain, pihak filsafat pendidikan karena problem yang dihadapi berada di luar kaplingnya dan sudah memasuki wilayah atau lingkaran hakikat. Manakala problem pendidikan memasuki lingkaran yang substansial atau filosofis kiranya ilmu pendidikan menyerahkan garapan itu pada filsafat pendidikan. Filsafat pendidikan akan menjawab secara filosofis atas pertanyaan filosofis yang muncul dari belahan dunia pendidikan. Ontologi, epistemologi dan aksiologi akan menjadi piranti meneropong belantara yang penuh pohon problem pendidikan, yang terus tumbuh dari waktu ke waktu, dan tak pernah habis, kemudian filsafat pendidikan menatanya rapi dan komprehensip. Lebih dari itu filsafat pendidikan menjadi landasan pemikiran pendidikan yang melahirkan rumusan dasar-dasar atau azas-azas pendidikan. Filsafat pendidikan juga memberi arah perjalanan kemajuan pendidikan dan sekaligus mengoreksi kekurangannya guna mencapai tujuan pendidikan yang dicita-citakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
B. Pengertian Filsafat Pendidikan&lt;br /&gt;
Menurut A. Chaedar Alwasilah: Filsafat Pendidikan adalah studi ihwal tujuan, hakikat, dan isi yang ideal dari pendidikan (Chaedar, 2008:101). Al-Syaibany: Filsafat Pendidikan adalah aktivitas pikiran yang teratur yang menjadikan filsafat sebagai jalan untuk mengatur, menyelaraskan, dan memadukan proses pendidikan. Hal senada dikatakan Hasan Langgulung: Filsafat Pendidikan adalah aktivitas pemikiran teratur yang menjadikan filsafat sebagai medianya untuk menyusun proses pendidikan, menyelaraskan, mengharmoniskan, dan menerapkan nilai-nilai dan tujuan-tujuan yang ingin dicapainya (Jalaluddin, 2007:19,158). Sedang George R. Knight mengatakan: Filsafat Pendidikan tidak berbeda dengan filsafat umum, ia merupakan filsafat umum yang diterapkan pada pendidikan sebagai sebuah filsafat spesifik dari usaha serius manusia (Knight, 2007:21). Sementara Imam Barnadib mengatakan: Filsafat Pendidikan adalah ilmu yang pada hakikatnya merupakan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan dalam lapangan pendidikan (Barnadib, 1986:14). Berdasar pemikiran di atas dapat disimpulkan bahwa filsafat pendidikan adalah ilmu yang membahas pendidikan secara filosofi, atau ilmu yang membahas secara filosofi mengenai pendidikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
C. Ruang Lingkup Bahasan Filsafat Pendidikan&lt;br /&gt;
Pendidikan yang menjadi sarana mencerdaskan dan mencerahkan manusia sangatlah luas lingkup bahasannya, filsafat pendidikan pun tidak jauh berbeda lingkup bahasannya. Lingkup bahasan atau obyek filsafat pendidikan sangat luas, seluas aspek pendidikan dan aspek yang berkait. Semua aspek yang berhubungan dengan upaya manusia untuk mengerti dan atau memahami hakikat pendidikan itu sendiri, yang berhubungan bagaimana pelaksanaan pendidikan yang baik, dan bagaimana tujuan pendidikan dapat dicapai sesuai yang dicita-citakan (Jalaluddin, 2007:25). Jelas kiranya bahwa lingkup bahasan filsafat pendidikan itu aspek-aspek yang berhubungan dengan pendidikan, seperti: hakekat dasar, tujuan, isi dan kebijakan serta penyelanggaraan pendidikan. Oleh karena itu bahasan filsafat pendidikan sangatlah luas dan pelik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
D. Peranan dan Fungsi Filsafat Pendidikan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Peranan Filsafat Pendidikan&lt;br /&gt;
Tidak dapat dinafikan setiap ilmu yang telah lahir di muka bumi tentulah memiliki arti dan fungsi bagi kehidupan manusia. Begitu pula filsafat pendidikan suatu ilmu yang memiliki peranan dan fungsi dalam kehidupan khususnya kehidupan dunia pendidikan. &lt;br /&gt;
Menurut Jalaluddin &amp;amp; Abdullah Idi peran filsafat pendidikan: 1) Landasan filosofis yang menjiwai seluruh kebijakan dan pelaksanaan pendidikan; 2) Pemberi arah dan pedoman bagi usaha-usaha perbaikan,  meningkatkan kemajuan dan landasan kokoh bagi tegaknya sistem pendidikan. (Jalaluddin, 2007:29-33). &lt;br /&gt;
Filsafat Pendidikan memiliki peranan yang penting karena filsafat pendidikan menjadi landasan filosofis dan pemberi arah untuk usaha-usaha perbaikan, kemajuan dan tetap eksisnya pendidikan. Tanpa landasan dan arahan, penyelenggaraan pendidikan sangat sulit untuk mencapai tujuan pendidikan yang direncanakan. Landasan yang kuat sangat dperlukan bagi para pembangun bangunan pendidikan selanjutnya agar bangunannya menjadi kokoh dan eksis selamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Fungsi Filsafat Pendidikan&lt;br /&gt;
Filsafat pendidikan di samping memiliki peranan yang strategis, juga memiliki fungsi yang penting dalam dunia pendidikan, dunia yang mampu merubah karakter manusia, dan mendewasakan manusia, serta dunia yang memanusiakan manusia. &lt;br /&gt;
Fungsi filsafat pendidikan sebagai berikut: 1) Merumuskan dasar-dasar dan tujuan pendidikan, sifat dan hakikat manusia serta pendidikan, dan isi moral (sistem) nilai pendidikan; 2) Merumuskan teori, bentuk, dan sistem pendidikan, mencakup kepemimpinan, pendidikan, politik pendidikan, bahan pendidikan, metodologi pendidikan dan pengajaran, pola-pola akulturasi serta peranan pendidikan dalam pembangunan bangsa dan negara; 3) Merumuskan hubungan antara agama, filsafat, filsafat pendidikan, teori pendidikan dan kebudayaan (Jalaluddin, 2007:159).&lt;br /&gt;
Filsafat pendidikan memiliki fungsi merumuskan dasar dan tujuan pendidikan, merumuskan teori, bentuk dan sistem pendidikan serta merumuskan hubungannya dengan agama dan kebudayaan. Fungsi filsafat pendidikan sangat strategis karena merumuskan masalah-masalah mendasar yang berkait dengan dunia pendidikan dan hubungannya dengan pembangunan bangsa dan negara. Dasar dan tujuan pendidikan yang jelas akan memudahkan dalam penyelenggaraan pendidikan, dan dapat menjadi parameter akan tercapai tidaknya apa yang dicita-citakan.  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E. Hubungan Filsafat dengan Filsafat Pendidikan, Filsafat dengan Pendidikan, dan Filsafat Pendidikan dengan Pendidikan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Hubungan Filsafat dengan Filsafat Pendidikan&lt;br /&gt;
Manusia yang memikirkan pendidikan, dan sekaligus manusia menjadi subyek pendidikan. Pemikiran manusia yang mendalam dan sistematik akan melahirka suatu filsafat. Dan Bila pendidikan menjadi obyek bahasannya lahirlah filasafat pendidikan Dengan kata lain filsafat dengan filsafat pendidikan memiliki hubungan yang tidak dapat dipisahkan; sebagaimana dikatakan Hasan Langgulung: Filsafat Pendidikan adalah penerapan metode dan pandangan filsafat dalam bidang pengalaman manusia yang disebuntukan pendidikan (Jalaluddin, 2007:31). Hal senada diungkapkan Imam Barnadib: Filsafat Pendidikan ialah ilmu pendidikan yang bersendikan filsafat atau filsafat yang diterapkan dalam pemikiran dan pemecahan mengenai masalah pendidikan (Barnadib, 1986:7). Sejalan pula dikatakan Kilpatrick: Berfilsafat dan mendidik adalah dua fase dalam satu usaha. Berfilsafat berarti memikirkan dan mempertimbangkan nilai-nilai dan cita-cita yang lebih baik. Sedangkan pendidikan atau mendidik adalah suatu usaha merealisasikan nilai2 dan cita-cita dalam kehidupan dan kepribadian manusia (Djumransyah, 2006:42). Begitu juga dituturkan John Dewey: Filsafat merupakan teori umum, sebagai landasan dari semua pemikiran umum mengenai pendidikan (Jalaluddin, 2007:31). Kiranya tampak jelas bahwa Filsafat dan filsafat pendidikan memiliki hubungan erat yang tidak dapat dipisahkan satu dengan lainnya, filsafat melandasi dan melatarbelakangi lahirnya filsafat pendidikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Hubungan Filsafat dengan Pendidikan&lt;br /&gt;
Menurut George R. Knight: Pendidikan tidak dapat menghindari dunia metafisis, metafisis kajian tentang realitas, adalah pusat bagi konsep apa pun dari pendidikan. Kepercayaan metafisis yang berbeda membawa ke arah pendidikan yang berbeda pula, bahkan memilahkan sisitem-sistem pendidikan. Sistem-sistem pendidikan bersinggungan dengan pengetahuan, dan karena itu epistemologi merupakan determinan utama paham-paham dan praktek-praktek pendidikan. Sementara E.F. Sumacher: tanpa adanya penekanan ulang perhatian aksiologi, pendidikan akan terbukti sebagai agen penghancuran daripada sebagai sumber pembangunan. Adapun George R. Knight mengatakan: Konsep-konsep tentang realitas, kebenaran dan nilai merupakan kandungan isi filsafat, oleh karenanya filsafat adalah kerangka dasar yang melandasi praktik pendidikan. Hal senada dikatakan Samuel Shermi: Semua isu-isu kependidikan pada puncaknya bersifat filosofis (Knight, 2007: 28-46,58,230). Kiranya dapat dipahami bahwa filsafat dan pendidikan memiliki hubungan yang berkait, filsafat menjadi kerangka dasar yang melandasi praktik pendidikan, dan pendidikan menjadi media aktualisasi konsep-konsep filsafat. Pendidikan akan selalu berdialog dengan filsafat karena pendidikan yang terus berkembang membutuhkan kerangka dasar atau konsep demi eksis dan majunya pendidikan. Begitu pula sebaliknya filsafat akan bergandengan dengan pendidikan karena pendidikan menjadi piranti dalam mengejawantahkan konsep-konsepnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Hubungan Filsafat Pendidikan dengan Pendidikan&lt;br /&gt;
Filsafat pendidikan merupakan landasan bagi pelaksanaan pendidikan yang terus berkembang dinamis. Filsafat pendidikan merupakan landasan filosofis yang menjiwai seluruh kebijaksanaan dan pelaksanaan pendidikan. Filsafat pendidikan merupakan disiplin ilmu yang merumuskan kaidah2 nilai yang akan dijadikan ukuran tingkah laku manusia yang hidup ditengah-tengah masyarakat. (Jalaluddin, 2007:166,162). Tidak jauh berbeda yang dikatakan John S. Brubacher: Terhadap filsafat, … pendidikan itu harus menantikan suatu pola untuk bertindak. Sebaliknya pemecahan masalah filsafat pendidikan sangat memerlukan suatu pendidikan (Djumransyah, 2006:41). Filsafat pendidikan dan pendidikan memiliki hubungan timbal-balik yang saling membangun dan menguntungkan untuk kemajuan dunia pendidikan yang terus berkembang pesat; filsafat pendidikan sebagai landasan filosofis, kaidah nilai dan pola pelaksanaan pendidikan, dan pendidikan menjadi bahan pemecahan filsafat pendidikan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
F. Metode Studi dalam Filsafat Pendidikan dan Pendekatannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Metode Studi dalam Filsafat Pendidikan&lt;br /&gt;
Manusia dalam mempelajari sesuatu tentulah memerlukan metode agar dapat mencapai tujuan yang diinginkan. Begitu pula Filsafat Pendidikan dalam studinya menggunakan metode: a) metode rasionalistik, b) metode empirik, c) metode intuisi, d) metode reflektif, e) metode historis, dan f) metode analisis sintetis (Arifin, 2000:19-23), serta hermeneutika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
a. Rasionalistik &lt;br /&gt;
Rasionalistik, suatu paham yang mengedepankan rasio. Sehingga paham ini dalam menganalisis fenomena (alam) berpegang pada kemampuan akal pikiran belaka. Adapun langkah-langkah berpikir rasionalitik sbb: 1). Tidak menerima begitu saja atas sesuatu yang belum diakui kebenarannya; 2). Menganalisis dan mengklasifikasi secara teliti; 3). Diawali sasaran yang paling sederhana dan mudah menuju yang kompleks; 4). Tiap masalah dibuat uraian yang sempurna dan dilakukan pengkajian kembali secara umum. Lankah-langkah tersebut dapat dipahmi bahwa untuk mengambil suatu kesimpulan memerlukan analisis secara teliti dan seksama, dan pengkajian ulang sehingga kecil kemungkinan terjadi bias.&lt;br /&gt;
b. Empirik&lt;br /&gt;
Metode ini dalam menganalisis fenomena-fenomena yang ada berdasarkan pengalaman, observasi dan penelitian/eksperimen. Pengalaman menjadi sesuatu yang utama, baik yang dihasilkan melalui observasi, penelitian atau ekperimen. Rasio menjadi pendukungnya dari pengalaman. Metode ini dikedepankan dalam dunia ilmu pengetahuan yang dapat diuji kembali kebenerannya di lain waktu&lt;br /&gt;
c. Intuisi&lt;br /&gt;
Intuisi memiliki kadar lebih tinggi dibanding intelek. Namun intuisi ini sulit untuk dibuktikann secara empirik, sulit pula diukur. Sehingga sering disingkirkan sebagai metode berpikir khususnya di dunia ilmu pengetahuan.&lt;br /&gt;
d. Reflektif&lt;br /&gt;
Reflektif: suatu cara berfikir yang dimulai dari adanya problem-problem yang dihadapkan kepadanya untuk dipecahkan. Problem-problem yang ada menjadi titik berangkat pemikirannya, tanpa adanya problem-problem aktifitas refleksi pun sulit dilakukan. Berdasar problem-problem yang dihadapi akan melahirkan hasil pemecahannya. Perjalanan roda pendidikan selalu dihadapkan problem-problem yang terus meneruak muncul karena pendidikan suatu yang terus berkembang. Dan problem yang besar tidak lain adalah kenyataan.&lt;br /&gt;
e. Historis &lt;br /&gt;
Metode ini pada problem-problem tertentu dapat digunakan utuk mengatasi problem yang dihadapi secara wajar. Biasanya metode ini diawali dari suatu tesis kemudian anti tesis, selanjutnya melahirkan sintesis.&lt;br /&gt;
f. Analitik-Sintetik&lt;br /&gt;
Suatu metode yang berdasarkan pendekatan rasional dan logis terhadap sasaran, dan pemikirannya secara induktif dan deduktif serta analisa ilmiah.&lt;br /&gt;
Pemikiran induktif: cara berpikir yang berdasar fakta-fakta yang bersifat khusus terlebih dahulu dipakai untuk penarikan yang bersifat umum. Sedang deduktif: cara berpikir dengan menggunakan premise-premis dari fakta yang bersifat umum menuju ke arah yang bersifat khusus sebagai kesimpulannya. Pemikiran induktif dan deduktif  dapat digunakan dengan silih berganti, tergantung pada kesukaan dan kecenderungan pola pikir penggunanya.&lt;br /&gt;
Contoh pemikiran Induktif,&lt;br /&gt;
Buku 1 besar dan tebal adalah mahal&lt;br /&gt;
Buku 2 besar dan tebal adalah mahal&lt;br /&gt;
Konklusi : semua buku besar dan tebal adalah mahal&lt;br /&gt;
Contoh pemikiran Deduktif,&lt;br /&gt;
Premis mayor: Semua buku besar dan tebal adalah mahal&lt;br /&gt;
Premis minor : Buku 3 adalah besar dan tebal &lt;br /&gt;
Konklusi : buku 3 adalah mahal&lt;br /&gt;
Sementara Analitik-sintetik: Mengurai sasaran-sasaran pemikiran filosofis sampai unsur sekecil-kecilnya, kemudian memadukan kembali unsur-unsur sebagai kesimpulan hasil studi. Pemikiran analitik sintetik ini merupakan hasil paduan unsur-unsur baik yang dilakukan secara analitik maupun sintetik.&lt;br /&gt;
g. Analisis Bahasa dan Analisis Konsep &lt;br /&gt;
Analisis bahasa, usaha untuk mengetahui arti sesungguhnya dari sesuatu atau usaha untuk mengadakan interpretasi pendapat atau pendapat mengenai makna yang dimiliknya. Analisis konsep, Analisis kata-kata atau istilah-istilah yang menjadi kunci pokok yang mewakili suatu gagasan atau konsep. Analisis bahasa itu memberi interpretasi dari sesuatu pendapat, sedang analisis konsep mengurai kata kunci yang menjadi sample konsep.&lt;br /&gt;
h. Hermeneutika&lt;br /&gt;
Selain metode tersebut di atas, hermeneutika (takwil) dapat menjadi metode pemikiran dalam studi filsafat pendidikan karena melalui hermeneutika ini memungkinkan pengetahuan yang mendasar dapat diperoleh. Pengikut hermeneutika dalam mempelajari perilaku manusia mecari perspektif yang memungkinkan diperolehnya pengetahuan yang paling mendasar. Takwil bukan sekedar teknik penelitian atau alat pengetahuan atau jalan menuju kebenaran, melainkan takwil adalah bidang pemahaman yang memungkinkan untuk mengkaji wujud secara baru dan memungkinkan untuk mendefinisikan kembali tentang sesuatu (Alwasilah, 2008:125,127). Hermeneutik suatu alat atau metode pengkajian untuk mendapatkan pemahaman pengetahuan atau kebenaran. &lt;br /&gt;
Metode-metode tersebut tidak selalu pas/relevan dan dapat digunakan disetiap obyek kajian. Untuk itu penggunaan metode harus mempertimbangkan relevansi bahan yang menjadi obyek pengkajian, penemuan atau pengembangan pendidikan, sehingga akan menghasilkan kesimpulan yang benar dan tidak bias.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Pendekatan Filsafat Pendidikan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pendekatan filsafat pendidikan dalam melakukan studinya, yaitu: 1) ajaran filsafat/aliran filsafat tertentu, dan 2) Pendidikan. Filsafat pendidikan dalam melakukan studinya akan merujuk pada ajaran filsafat, dan pendidikan. Untuk paham filsafat di antarnya seperti idealisme, realisme, materialisme, pragmatisme, eksistensialisme dan fenomenologi, sedang ajaran pendidikan seperti nativisme, empirisme dan konfergensi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
H. Aspek Ontologi, Epistemologi dan Aksiologi Pendidikan &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Aspek Ontlogi Pendidikan&lt;br /&gt;
Pendidikan dalam hubungannya dengan asal usul, eksistensi dan tujuan hidup manusia; pendidikan suatu proses menumbuhkembangkan, dan membimbing (berkesinambungan) potensi manusia. Sasarannya menumbuhkan kesadaran atas eksistensi manusia yang berasal-usul dan bertujuan, sehingga membuahkan “kecerdasan spritual”. Kecerdasan spiritual dijadikan fondasi eksistensi manusia agar berlangsung dalam dinamika perkembangan secara konstan berdasarkan kesadaran mendalam tentang hakikat asal usul dan tujuan kehidupnnya. Ontologi Pendidikan menurut Tingkat Keberadaan: 1) Esensi abstrak pendidikan; 2) Esensi potensial pendidikan; dan 3) Esensi konkrit pendidikan (Suhartono, 2007: 112-114). Esensi abstrak pendidikan bernilai universal artinya mutlak adanya dan berlaku bagi manusia siapa pun, kapan pun dan di mana pun. Sasarannya pemanusiaan manusia. Esensi potensial pendidikan, Pendidikan: suatu daya yang mampu membuat manusia berada di dalam kepribadiannya sebagai manusia, bukan makhluk lain. Pendidikan menumbuhkembangkan “kecerdasan inteligensia”. Eseensi konkrit pendidikan, Pendidikan: suatu daya yang mampu membuat setiap manusia individu berkesadaran utuh terhadap hakikat keberadaanya berdasar nilai asal usul dan tujuan kehidupannya. Berdasar kecerdasan spritual dan kecerdasan intelektual, hakikat konkrit pendidikan menekankan pada “kecerdasan emosional” yaitu kemampuan individu dalam mengendalikan perilakunya agar senantiasa sesuai dengan nilai asal usul dan tujuan kehidupan. Potensi manusia ditumbuhkan secara seimbang dan terpadu agar spirit manusia semakin cerdas. Manusia yang eksis dalam kecerdasan spiritualnya cenderung berwawasan luas dan mendalam, yang membuka untuk memasuki dunia transenden.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Aspek Epistemologi Pendidikan&lt;br /&gt;
Kebenaran pendidikan menunjuk pada output atau hasil dari sebuah rangkaian penyelenggaraan pendidikan. Kebenaran pendidikan dapat diukur menurut standar keilmuan, yaitu keterpaduan antara (kebenaran) bentuk dan (kebenaran) materi. Jika bentuk dan materi terpadu utuh, pendidikan benar adanya. Kebenaran bentuk diukur dengan keberhasilan menyelesaikan jenjang pendidikan formal, sedang kebenaran materi diukur sejauh mana di dalam diri seorang individu tumbuh potensi ilmu pengetahuan. Tujuan pendidikan “kecerdasan intelektual” (Suhartono, 2007: 129). Kecerdasan intelektual ini berupa, kreativitas, kecakapan dan ketrampilan, yang sumbernya kebenaran ilmiah. Kebenaran ilmiah menjadi landasan terbentuknya watak dan sikap ilmiah. Sikap yang memandang dan menilai sesuai dengan kacamatanya, sehingga tidak ada penafsiran manipulative pada obyek.   &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Aspek Aksiologi (Etika) Pendidikan&lt;br /&gt;
Aksiologi (etika) pendidikan, sasaran utamanya menumbuhkan nilai kebaikan dalam perilaku manusia sehingga menjadi matang dan cerdas (kecerdasan emosional). Kecerdasan emosional adalah perlaku yang mengandung kebenaran, dan syarat dengan kebijaksanaan. Kecerdasan emosional adalah sebuah perilaku yang dibangun menurut dasar ontologi dan epistemologi pendidikan (Suhartono, 2007: 140). Kecerdasan spiritual menjadi basis dari kecerdasan intelegensi dan kecerdasan emosional. Tanggung jawab pencerdasan emosioanal selain keluarga, institusi pendidikan, juga masayakat. Masyarakat merupakan keseluruhan entitas social sehingga memiliki peran sentral dalam pencerdasan emosional. Meskipun ketiga komponen tersebut bertanggung jawab atas pencerdasan emosional tapi pada hakekatnya pencerdasan emosional berada pada individu masing-masing, yang merupakan makhluk individu, makhluk sosial dan makhluk Tuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
I. Aliran-aliran atau Mazhab-mazhab Filsafat Pendidikan&lt;br /&gt;
Alran-aliran atau mazhab-mazhab filsafat pendidikan yang akan diusung di sini yakni, idealisme, realisme, materialisme, pragmatisme, progresivisme, esensialisme, perenialisme, eksistensialisme, rekonstruksionisme, dan konstruktivisme.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Idealisme&lt;br /&gt;
Idealisme, memandang bahwa realitas akhir itu roh bukan materia atau bukan pisik.Dunia kenyataan merupakan manifestasi dari realitas. Hakikat manusia adalah jiwanya, rohaninya; yang menggerakan semua aktivitas manusia. Sementara memandang pengetahuan yang benar itu hasil akal belaka. Dan manusia dapat memperoleh kebenaran sejati dan pengetahuan realitas karena realitas hakikatnya spiritual. Sedang nilai bagi paham ini dikatakan nilai itu tetapn nilai tidak dicipta manusia, melainkan bagian dari alam semesta. &lt;br /&gt;
Pendidikan dalam pandangan idealisme merupakan proses abadi dari proses penyesuaian dan perkembangan mental maupun pisik, bebas dan sadar terhadap Tuhan, dimanisfestasikan dalam lingkungan intelektual, emosional, dan berkemauan. Pendidikan merupakan pertumbuhan ke arah tujuan, yaitu pribadi manusia yang ideal (Sadullah, 2007:101). Mengenai kurikulum, pendidikan liberal untuk pengembangan rasional dan pendidikan praktis. Adapun mengenai pembelajaran, Guru harus memandang peserta didik sebagai tujuan bukan alat. Guru harus membimbing, dan mengajarkan nilai-nilai yang tetap, abadi dan pelaksanaannya harus bersesuaian dengan pencipta alam semesta. Sehingga peserta didik mampu mencapai dunia cita, dan menikmati kehidupan abadi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Realisme&lt;br /&gt;
Realisme memandang bahwa realitas itu terdiri dari dunia pisik dan dunia rohani. Dunia materi adalah nyata dan berada di luar pikiran. Akal menjadi piranti manusia untuk mengenal dunia, dan menjangkau kebenaran umum. Realisme (klasik) berpandangan pengetahuan yang benar berada di dalam pengetahuan atau kebenaran itu sendiri. Untuk pengetahuan tentang Tuhan tidak perlu dibuktikan karena Tuhan selef evident. Sementara mengenai pendidikan, tujuan pendidikan bersifat intelektual. Intelektual bukan sekedar tujuan tetapi juga merupakan alat untuk memecahkan problem-problem yang dihadapi manusia. Sedang untuk materi pendidikan yang esensi adalah pengalaman manusia; yang esensi itu sesuatu hasil penyatuan dan pengulangan pengalaman manusia. Adapun tentang sekeolah, di Sekolah harus menekankan perhatian pada pelajaran, dan diajarkan moral yang absolut dan universal. Sekolah pun harus menghasilkan individu-individu yang sempurna; manusia yang moderat yang mengambil jalan tengah. Jalan tengah ini akan menghasilkan manusia bijaksana dan menjunjung kebenaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Materialisme&lt;br /&gt;
Materi merupakan hakikat yang nyata. Rohani, spritual atau supranatural bukalah sesuatu yang nyata adanya. Yang ada hanyalah materi, tak ada alam rohani atau alam spiritual. Kepercayaan pada Tuhan merupakan proyeksi kegagalan dan ketidakpuasan manusia mencapai apa yang diinginkan dalam hidup dan kehidupannya. Tuhan hanyalah hasil hayalan manusia, Tuhan dicipta manusia. Oleh karenanya tidak ada gunanya berusaha mencapai pengetahuan yang mutlak karena yang mutlak pada hakikatnya tidak ada. Pendidikan merupakan proses kondisionisasi lingkungan (Sadullah, 2007:116). Tujuan pendidikan adalah perubahan perilaku, mempersiapkan manusia sesuai dengan kemampuannya untuk bertanggung jawab hidup sosial dan pribadi yang kompleks. Adapun untuk kurikulum, isi pendidikan mencakup pengetahuan yang handal, dan berhubungan dengan perilaku. Pendidik memiliki kekuasaan untuk merancang dan mengontrol proses atau jalannya roda pendidikan. Sermentara peserta didik tidak punya kebebasan dalam proses pembelajaran; yang dilaksanakan dengan metode kondisionisasi. Kiranya dapat dipahami bahwa perubahan perilaku menjadi titik perhatian paham materialisme.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Pragmatisme&lt;br /&gt;
Paham ini memandang bahwa realita merupakan interaksi antara manusia dan lingkungannya. Manusia sebagai makhluk pisik hasil evolusi biologis, sosial dan psikologis. Manusia hakikatnya plastis dan dapat berubah Sedang pengetahuan sebagi transaksi manusia dengan lingkungannya, dan kebenaran merupakan bagian dar pengetahuan. Nilai sesuatu yang relatif, selalu berubah, tidak tetap. Mengenai pendidikan, paham ini berpandangan bahwa pendidikan merupakan suatu proses reorganisasi dan rekontruksi dari pengalaman-pengalaman individu (Sadullah, 2007: 125).  Pembentukan pribadi anak merupakan proses menata dan mebangun kembali pengalaman-pengalaman anak, bukan proses pembentukan dari luar dan bukan pemerkahan potensi diri. Pendidikan adalah kehidupan itu sendiri bukan persiapan untuk kehidupan. Tujuan pendidikan adalah suatu kehidupan yang baik. Oleh karena pelajaran yang diberikan harus didasarkan fakta-fakta yang sudah diobservasi, dipahami dan dibicarakan. Dan kurikulumnya, setiap pelajaran merupakan suatu kesatuan, perpaduan antara pengalaman di sekolah dan luar sekolah. Pendidik di sini hanya sebagai fasilitator dan memberi dorongan pada peserta didik hingga dapat berpikir ilmiah dan logis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. Progresivisme&lt;br /&gt;
Progresivisme, memandang realita (dunia) suatu proses atau tata di mana manusia hidup di dalamnya. Pengalaman sebagai ciri dinamika hidup, dan hidup itu perjuangan, tindakan dan perbuatan. Pengalaman sebagai kunci terhadap segala yang ada, menjadi piranti untuk mengetahui realita. Sementara memandang pengetahuan sebagai kumpulan kesan-kesan dan penerangan-penerangan, proses kebiasaan yang dihimpun dari proses inderawi dan pengalaman, yang siap untuk digunakan. Adapun kebenaran merupakan hasil tertentu dari usaha untuk mengetahui, memiliki dan mengarahkan beberapa segmen pengetahuan agar dapat menimbulkan petunjuk atau penyelesaian pada situasi tertentu yang mungkin keadaannya kacau. Sedangkan nilai bagi paham ini dikatakan ada bila menunjukkan adanya kecocokan dengan hasil pengujian yang dialami  manusia dalam pergaulan. Nilai bersifat dinamis, nilai terus berubah dan berkembang. &lt;br /&gt;
Progresivisme memandang manusia memiliki kemampuan-kemampuan yang wajar, dapat menghadapi dan mengatasi masalah-masalah yang bersifat menekan atau mengancam adanya manusia itu sendiri. Sedang tugas utama pendidikan: mempertinggi kecerdasan, kecerdasan memiliki peran utama dan menentukan perkembangan anak didik. Adapun belajar dimaknai anak didik memiliki akal dan kecerdasan sebagai potensi kelebihan. Anak didik dapat menghayati belajar yang edukatif dan bukan yang misedukatif. Anak didik aktif dan tidak pasif. Sedang guru hanyalah sebagai penasehat, paemandu dan pengarah. Sementara mengenai kurikulum, kurikulum “berpusat pada pengalaman”, bersifat ekperimental, isinya harus berfungsi sebagai pengalaman yang edukatif. Sikap yang dimilikinya berazazkan fleksibilitas dan dinamis dalam memandang segala sesuatu yang ada. Sekolah dalam pandangan paham yang bersifat evolusi ini sekolah merupakan sebuah dunia kecil masyarakat besar, dan atmosfer sosial sekolahnya harus kooperatif dan demokratis. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6. Esensialisme&lt;br /&gt;
Esensealisme memandang realita, dunia dikuasai oleh tata yang tiada cela, yang mengatur dunia beserta isinya dengan tiada cela pula. Sedang pengetahuan berdasar kualitas dirinya (yang sadar akan realitas sebagai mikrokosmos dan makrokosmos) manusia memproduksi pengetahuannya. Adapun nilai memiliki pembawaan atas dasar komposisi yang ada; Nilai tergantung dari apa atau bagaimana keadaan subyek. Sementara pandangan paham yang sifatnya konservatif ini pendidikan haruslah bersendikan atas nilai-nilai yang dapat mendatangkan kesetabilan (nilai2 kebudayaan dan filsafat zaman Renaisans). Pendidikan merupakan proses reproduksi dari apa yang terdapat dalam kehidupan sosial. Tujuan pendidikan adalah meneruskan warisan budaya dan sejarah serta mempersiapkan manusia untuk hidup. Tugas pertama sekolah adalah mengajarkan pengetahuan dasariah. Mengenai belajar sebagai aktifitas menerima dan mengenal dengan sungguh-sungguh nilai-nilai sosial oleh angkatan baru yang timbul untuk ditambah dan dikurangi, serta diteruskan kepada angkatan berikutnya. Untuk guru dianggap orang yang menguasai subyek khusus, dan merupakan contoh model yang harus dgugu dan ditiru. Sedang kurikulum, kurikilum berpangkal pada landasan idiil dan organisasi yang kuat; dan kurikulum bersumber pada intelek, emosi dan kemauan sehingga kurikulum mencakup tiga domain, domain kognitif, domain afektif dan domain psikomotorik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
7. Perenialisme&lt;br /&gt;
Perenialisme memandang realita tertinggi berada di balik alam,  bersifat penuh kedamaian. Realita yang ada merupakan kombinasi potensi dan bentuk, yang datang bersama untuk adanya. Pengertian-pengertian sesuatu yang ada dalam realita memiliki perbedaan dalam aspek-aspek aktualisasinya. Menurut paham ini untuk pengetahuan bersifat analitis empiris, diperoleh dengan metode induktif, dan kebenarannya relatif dan terbatas. Kebenaran sesuatu yang menunjukkan kesesuaian antara pikiran dengan benda/hal. Sementara tentang nilai berdasarkan azas supernatural, menerima universal yang Abadi. Tuhan adalah sumber nilai; nilai bersifat teologis. Oleh karenanya pendidikan harus menyesuaikan individu dengan kebenaran, bukan menyesuaikan individu dengan dunia. Pendidikan bukan peniruan dari hidup melainkan suatu persiapan untuk hidup. Tujuan pendidikan yaitu mengembangkan akal budinya dan mewujudkan anak dapat hidup bahagia demi kebaikaan hidupnya sendiri. Dan tugas utama pendidikan mempersiapkan ke arah kematangan (akal), untuk menyerap dan memahami kebenaran-kebenaran abadi dan esensial. Sedang sekolah sebagai tempatnya dengan memberikan pengetahuan. Tugas utama guru memberikan pendidikan dan pengajaran, dan keberhasilan anak (segi akalnya) tergantung pada guru, dan guru harus mampu mengatasi gangguan dengan pendekatan intelektual yang sama bagi semua peserta didik. Tuhan menjadi titik sentral dan nilai-nilai ketuhanan sebagai kebenaran menjadi dasar dalam proses pendidikan. Perenialisme paham yang bersifat regresif memandang manusia adalah hewan rasional. Hakikat watak dasar manusia secara universal tidak berubah, untuk itu pendidikan harus sama untuk setiap orang, dan pengalaman pendidikan merupakan persiapan untuk hidup. Karya besar masa lampau sebagai gudang pengetahuan dan kebijaksanaan yang telah teruji waktu dan relevan dengan masa kini. Dengan kata lain pendidikan masa kini harus merujuk pada masa lampau yang telah teruji oleh waktu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
8. Rekonstruksionisme&lt;br /&gt;
Rekonstruksionisme, salah satu paham yang memandang realita sesuatu yang bersifat universal, ada di mana-mana, alam ini mengandung hakikat materi dan rohani, yang berdiri sendiri-sendiri, azali dan abadi. Sedang mengenai pengetahuan, pengetahuan itu dihasilkan  melalui rasio dan pengalaman. Adapun tentang bukti kebenaran ada pada diri sendiri, realita dan keberadaannya. Untuk masalah nilai berdasar azas supernatural (menerima natural yang universal, yang abadi, berdasar prinsip-prinsip teologis). Rekonstruksionisme memandang  sekolah sebagai agen utama dalam rekonstruksi tatanan sosial, sumber inovasi sosial. Metode-metode pengajarannya harus didasarkan pada prinsip demokrasi yang bertumpu pada kecerdasan azali. Sedang untuk landasan kurikulumnya pada ilmu-ilmu sosial. Rekonstruksi paham yang sifatnya radikal ini ingin membangun kembali pendidikan yang medasarkan prinsip-prinsip keabadian atau keilahian, hal ini dkarenakan masyarakat dunia dalam kondisi yang sakit kritis dan bila tidak segera diubah secara mendasar peradaban dunia akan mengalami kehancuran. Dan pendidikan formal menjadi agen dalam rekonstruksi tatanan yang mendunia, sehingga peradaban dunia akan selamat dan terus eksis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
9. Eksistensialisme&lt;br /&gt;
Eksistensialisme berpandangan bahwa realitas adalah kenyataan hidup itu sendiri. Untuk menggambarkan realitas, kita harus melihat apa yang ada dalam diri kita sendiri. Pengetahuan tergantung pada pemahaman dan interpretasi manusia terhadap realitas. Untuk nilai, manusia memiliki kebebasan untuk memilih. Eksistensialisme sebagai paham yang bersifat liberal, memandang individu sebagai makhluk unik dan bertanggung jawab atas keunikannya. Pendidikan hanya dilakukan manusia, dan memiliki tujuan mendorong individu mampu mengembangkan semua potensi untuk pemenuhan diri. Memberi bekal pengalaman yang luas dan komprehensif dalam semua bentuk kehidupan. Adapun proses belajar mengajar, pengetahuan tidak dilimpahkan, melainkan ditawarkan – ”Dialog”. Dan metode yang dipakai harus merujuk pada cara untuk mencapai kebahagiaan dan karakter yang baik. Mengenai kurikulum, kuruklum yang memberikan para peserta didik kebebasan individual yang luas. Begitu pula guru harus memberi kebebasan peserta didik memilih dan memberi pengalaman yang akan menemukan makna dari kehidupan mereka sendiri, namun guru pun harus mampu membimbing dan mengarahkan peserta didik dengan seksama. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
10. Konstruktivisme&lt;br /&gt;
Von Glaserfeld menuturkan, Konstruktivisme adalah salah satu filsafat pengetahuan yang menekankan bahwa pengetahuan adalah bentukan (konstruksi) kita sendiri (Suparno, 2012:18). Sementara menurut Doolitle dan Camp (1999) inti dari konstruktivisme adalah aktif memahami dan membangun pengetahuan sendiri berdasar pengalamannya. Fosnot menyatakan konsep bahwa peserta didik membangun pengetahuan berdasar pengalaman dinamakan konstruktivisme. Pengetahuan bukanlah kenyataan ontologis. Kita tidak dapat mengerti realitas (kenyataan) yang sesungguhnya. Yang kita mengerti, bila boleh disebut suatu realitas, adalah sktruktur konstruksi kita akan suatu objek. Realitas hanya ada sejauh berhubungan dengan pengamat. Pengetahuan merupakan konstruksi dari kita yang mengetahui, yang sedang belajar. Realitas tidak akan eksis selama berdiri sendiri, realitas akan dipahami ada bila berhubungan dengan pengamat.&lt;br /&gt;
Pengetahuan bukanlah sesuatu yang sudah tertentu tetapi merupakan suatu proses menjadi. Letak kebenaran dari pengetahuan dalam riabilitasnya, yaitu berlakunya konsep atau pengetahuan itu dalam penggunaan. Semakin dalam dan luas suatu pengetahuan dapat digunakan, semakin luas kebenarannya. Jean Piaget menyatakan bahwa pengetahuan konseptual tidak dapat ditransfer dari seseorang ke orang lainnya, melainkan harus dikonstruksi oleh setiap orang berdasar pengalaman mereka sendiri. Menurut von Glaserfeld, pengetahuan bukanlah suatu barang yang dapat dipindahkan dari pikiran seseorang yang mempunyai pengetahuan (guru) ke pikiran orang yang belum punya pengetahuan (peserta didik). Bahkan bila guru bermaksud untuk mentransfer konsep, ide dan pengertiannya kepada peserta didik, pemindahan itu harus diinterpretasikan dan dikonstruksikan oleh peserta didik sendiri dengan pengalaman mereka (Suparno, 2012:20). &lt;br /&gt;
Von Glaserfeld membedakan tiga level konstruktivisme dalam kaitan hubungan pengetahuan dan kenyataan, yakni konstruktivisme radikal, realisme hipotesis, dan konstruktivisme yang biasa (Suparno, 2012:25). Konstruktivisme radikal, pengetahuan adalah suatu pengaturan atau organisasi dari suatu obyek yang dibentuk oleh seseorang. Mengesampingkan hubungan antara pengetahuan dan kenyataan sebagai kriteria kebenaran. Kita hanya tahu apa yang dikonstruksi oleh pikiran kita. Pengetahuan bukanlah representasi kenyataan. Realisme hipotesis, pengetahuan sebagai suatu hypotesis dari suatu struktur kenyataan dan sedang berkembang menuju pengetahuan yang sejati yang dekat dengan realitas. Konstruktivisme yang biasa, pengetahuan sebagai suatu gambaran yang dibentuk dari kenyataan suatu objek. &lt;br /&gt;
Von Glaserfeld menyebutkan beberapa kemampuan yang diperlukan untuk proses pembentukan pengetahuan itu, seperti (1) kemampuan mengingat dan mengungkapkan kembali pengalaman, (2) kemampuan membandingkan dan  mengambil keputusan akan kesamaan dan perbedaan, dan (3) kemampuan untuk lebih menyukai suatu pengalaman yang satu daripada yang lain (Suparno, 2012:20). Pembentukan pengetahuan bukanlah memiliki kebebasan tanpa batas melainkan terdapat pembatas yang mebingkai pembentukan pengetahuan tersebut. Bettencourt menyebutkan beberapa hal yang dapat membatasi proses konstruksi pengetahuan, yaitu (1) konstruksi yang lama, (2) domain pengalaman kita, dan (3) jaringan struktur kognitif kita (Suparno, 2012:22). Belajar: peran peserta didik diutamakan dan keaktifan peserta didik untuk membentuk pengetahuan dinomorsatukan. Pelajar aktif membina pengetahuan berasaskan pengalaman yang sudah ada, dengan cara membandingkan informasi baru dengan pemahamannya yang sudah ada. Bahan pengajaran perlu mempunyai perkaitan dengan pengalaman pelajar untuk menarik minat pelajar. Paham yang memiliki sifat generatif ini memandang manusia dapat mengetahui sesuatu dengan inderanya. Pengetahuan bukan sesuatu kenyataan ontologis, dan tidak dapat ditransfer, melainkan pemindahan pengetahuan harus dinterpretasikan dan dikonstruksi oleh setiap orang berdasar pengalaman yang dimikili mereka sendiri. Pembentukan pengetahuan pun bukan tanpa batas melainkan memiliki pembatas yang menjadi bingkai pemebentukan pengetahuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
J. Simpulan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Filsafat Pendidikan adalah ilmu yang mempelajari atau membahas pendidikan secara filosofis. Filsafat dan filsafat pendidikan memiliki hubungan erat yang tidak dapat dipisahkan satu dengan lainnya, filsafat melandasi dan melatarbelakangi lahirnya filsafat pendidikan. Senada juga filsafat dan pendidikan memiliki hubungan yang berkait, filsafat menjadi kerangka dasar yang melandasi praktik pendidikan, dan pendidikan menjadi media aktualisasi konsep-konsep filsafat. Demikian pula filsafat pendidikan dan pendidikan memiliki hubungan timbal-balik yang saling membangun dan menguntungkan untuk kemajuan dunia pendidikan yang terus berkembang pesat; filsafat pendidikan sebagai landasan filosofis, kaidah nilai dan pola pelaksanaan pendidikan, dan pendidikan menjadi bahan pemecahan filsafat pendidikan.&lt;br /&gt;
Filsafat pendidikan dalam studinya menggunakan metode: a) metode rasionalistik, b) metode empirik, c) metode intuisi, d) metode reflektif, e) metode historis, dan f) metode analisis sintetis, serta g) hermeneutika. Sedang dalam pendekatannya dengan pendekatan ajaran filsafat dan ajaran pendidikan. Sementara dalam melihat segi keberadaan, proses dan nilai pendidikan dengan melihat aspek ontologi, epistemologi dan aksiologi. Adapun aliran-aliran atau mazhab-mazhab dalam filsafat pendidikan, yaitu idealisme, realisme, pragmatisme, materialisme, progresivisme, esensialisme, perenialisme, eksistensialisme, rekonstruksionisme, dan konstruktivisme. Aliran-aliran ini memiliki kacamatanya sendiri, kacamata yang berbeda dalam memandang dunia pendidikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
DAFTAR BACAAN&lt;br /&gt;
Alwasilah, A. Chaedar. 2008. &lt;i&gt;Filsafat Bahasa dan Pendidikan&lt;/i&gt;. Bandung: Remaja Rosdakarya.&lt;br /&gt;
Arifin, H.M. 2000. &lt;i&gt;Filsafat Pendidikan Islam&lt;/i&gt;. Jakarta: Bumi Ankara&lt;br /&gt;
Barnadib, Imam. 1986. &lt;i&gt;Filsafat Pendidika, Sutu Tinjauan&lt;/i&gt;. Yogyakarta: FIP IKIP Yogyakarta.&lt;br /&gt;
Barnadib, Imam. 1987. &lt;i&gt;Filsafat Pendidikan: Sistem dan Metode&lt;/i&gt;. Yogyakarta: FIP IKIP Yogyakarta.&lt;br /&gt;
Djumransyah, M. 2006. Filsafat Pendidikan. Malang: Bayumedia.&lt;br /&gt;
Jalaluddin &amp;amp; Abdullah Idi. 2007. &lt;i&gt;Filsafat Pendidikan, Manusia, Filsafat, dan Pendidikan&lt;/i&gt;. Jogjakarta: Ar Ruzz Media.&lt;br /&gt;
Knight, George R. 2007. &lt;i&gt;Filsafat Pendidikan. Penerjemah Mahmud Arif&lt;/i&gt;. Yogyakarta: Gama Media.&lt;br /&gt;
Sadullah, Uyoh. 2007. &lt;i&gt;Pengantar Filsafat Pendidikan&lt;/i&gt;. Bandung: Alfabeta.&lt;br /&gt;
Suhartono, Suparlan. 2007. &lt;i&gt;Filsafat Pendidikan&lt;/i&gt;. Jogjakarta: Ar Ruzz Media.&lt;br /&gt;
Suparno, Paul. 2012. &lt;i&gt;Filsafat Konstruktivisme dalam Pendidikan&lt;/i&gt;. Yogyakarta: Kanisius.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://humanioras.blogspot.com/feeds/7773416592003591619/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://humanioras.blogspot.com/2013/04/filsafat-pendidikan.html#comment-form' title='35 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3459581808971206222/posts/default/7773416592003591619'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3459581808971206222/posts/default/7773416592003591619'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://humanioras.blogspot.com/2013/04/filsafat-pendidikan.html' title='FILSAFAT PENDIDIKAN'/><author><name>elRos M</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18185955400897136943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>35</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3459581808971206222.post-8139130472359224420</id><published>2012-12-25T02:37:00.004-08:00</published><updated>2012-12-25T02:37:43.978-08:00</updated><title type='text'>NATAL</title><content type='html'>&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Tak mungkin bisa bergeser dari 25 Desember, Natal sebagai Hari Raya umat Kristiani. sejarah pun akan membeberkan kelahirannya. Bukan sesuatu yang mudah untuk meyakinkan 25 Desember, tanggal yang selalu ditunggu kedatangannya bagi yang meyakininya sebagai hari raya. &lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;  &lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://humanioras.blogspot.com/feeds/8139130472359224420/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://humanioras.blogspot.com/2012/12/natal.html#comment-form' title='8 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3459581808971206222/posts/default/8139130472359224420'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3459581808971206222/posts/default/8139130472359224420'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://humanioras.blogspot.com/2012/12/natal.html' title='NATAL'/><author><name>elRos M</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18185955400897136943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3459581808971206222.post-2891866213383334443</id><published>2012-07-25T02:21:00.000-07:00</published><updated>2012-07-25T02:21:48.507-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sastra"/><title type='text'>KATA KATA BIJAK</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
rosichin m.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Tuhan Takkan Pilih Kasih&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Tuhan Menawarkan Keindahan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Tuhan Menaburkan Butiran Cinta yang Suci&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Tuhan Memberikan Kebebasan Memilih pada Manusia&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Berilah Maaf pada Siapa yang Meminta Maaf&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Menyakiti Orang Lain Berarti Menyakiti Diri Sendiri&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Mengada-ada Berarti Mencelakakan &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
25072012&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;  &lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://humanioras.blogspot.com/feeds/2891866213383334443/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://humanioras.blogspot.com/2012/07/kata-kata-bijak.html#comment-form' title='16 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3459581808971206222/posts/default/2891866213383334443'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3459581808971206222/posts/default/2891866213383334443'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://humanioras.blogspot.com/2012/07/kata-kata-bijak.html' title='KATA KATA BIJAK'/><author><name>elRos M</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18185955400897136943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>16</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3459581808971206222.post-6143666217243194999</id><published>2012-07-15T03:26:00.000-07:00</published><updated>2012-07-15T23:14:10.007-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sastra"/><title type='text'>YANG ALAMIAH</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Eros M.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Sesuatu yang Alamiah sesuatu yang Indah&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://humanioras.blogspot.com/feeds/6143666217243194999/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://humanioras.blogspot.com/2012/07/yang-alamiah.html#comment-form' title='8 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3459581808971206222/posts/default/6143666217243194999'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3459581808971206222/posts/default/6143666217243194999'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://humanioras.blogspot.com/2012/07/yang-alamiah.html' title='YANG ALAMIAH'/><author><name>elRos M</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18185955400897136943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3459581808971206222.post-7969993095170184649</id><published>2012-07-07T06:49:00.001-07:00</published><updated>2012-07-19T02:24:32.157-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Filsafat"/><title type='text'>FILSAFAT ILMU</title><content type='html'>Rosichin M.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Filsafat Ilmu, filfasat yang kini menjadi sentral pencarian para pencari ilmu guna penyelesaian masalah dalam dunia ilmu khususnya hakekat ilmu. Ilmu tak mampu menemukan kebenaran ilmu yang hakiki atau hakekat ilmu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://humanioras.blogspot.com/feeds/7969993095170184649/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://humanioras.blogspot.com/2012/07/filsafat-ilmu.html#comment-form' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3459581808971206222/posts/default/7969993095170184649'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3459581808971206222/posts/default/7969993095170184649'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://humanioras.blogspot.com/2012/07/filsafat-ilmu.html' title='FILSAFAT ILMU'/><author><name>elRos M</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18185955400897136943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3459581808971206222.post-6083415452762031217</id><published>2012-01-01T00:21:00.000-08:00</published><updated>2012-03-02T23:03:44.653-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Puisi"/><title type='text'>YANG PUTIH</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;background-color: #ead1dc; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;Rosichin M. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: orange; color: white; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;langit biru tawarkan kembang api menari ceria&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;semilir angin membelai malam penuh kasih mesra&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;hujan rintik turun sambut manis dengan senyum manja&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;tahun baru yang putih mempesona&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;alunan simponi terompet kehidupan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;memperindah suasana malam &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;asa-asa bertaburan di setiap sukma&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;dunia semakin indah tanpa noda&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;beradab dan berbudaya&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;tiada yang terpidana dan berdusta&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;air pembaruan kan mengalir selamanya &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;menuju muara walau tanpa kata&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: #ead1dc;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;background-color: #ead1dc; color: black;&quot;&gt;010112&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;  &lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://humanioras.blogspot.com/feeds/6083415452762031217/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://humanioras.blogspot.com/2012/01/rosichin-m-hujan-hujan-pun-turun.html#comment-form' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3459581808971206222/posts/default/6083415452762031217'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3459581808971206222/posts/default/6083415452762031217'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://humanioras.blogspot.com/2012/01/rosichin-m-hujan-hujan-pun-turun.html' title='YANG PUTIH'/><author><name>elRos M</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18185955400897136943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3459581808971206222.post-1149077136669364612</id><published>2011-10-31T03:12:00.000-07:00</published><updated>2015-09-07T21:00:03.522-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pantun"/><title type='text'>PANTUN WARNA WARNI</title><content type='html'>&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;rosichin m.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;h6 style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;              &lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: lime; font-size: small;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;color: magenta; font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;messagebodytranslationeligibleusermessage&quot;&gt;gadis manja namanya lulu maria &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;messagebodytranslationeligibleusermessage&quot;&gt;temannya menyebut dia lentera&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;background-color: lime; color: magenta; font-weight: normal;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;color: magenta; font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;messagebodytranslationeligibleusermessage&quot;&gt;wajah tampak selalu ceria&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;background-color: lime; color: magenta; font-weight: normal;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;br style=&quot;color: magenta;&quot; /&gt;&lt;span class=&quot;messagebodytranslationeligibleusermessage&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: magenta;&quot;&gt;walau hati dirundung lara&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h6&gt;&lt;div style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;i&gt;  &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;h6 style=&quot;background-color: white; color: orange; font-weight: normal;&quot;&gt;             &lt;b&gt;   &lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span class=&quot;messagebodytranslationeligibleusermessage&quot;&gt;ada rumah bercat putih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;messagebodytranslationeligibleusermessage&quot;&gt;penghuninya berbaju batik&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; &lt;i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;messagebodytranslationeligibleusermessage&quot;&gt;siapa ingin mendapat kekasih&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; &lt;i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;messagebodytranslationeligibleusermessage&quot;&gt;harus berani maju beradu pisik&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h6&gt;&lt;h6 class=&quot;uiStreamMessage&quot; data-ft=&quot;{&amp;quot;type&amp;quot;:1}&quot; style=&quot;background-color: white; font-weight: normal;&quot;&gt;             &lt;b&gt; &lt;i style=&quot;color: #274e13;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;messageBody translationEligibleUserMessage&quot; data-ft=&quot;{&amp;quot;type&amp;quot;:3}&quot;&gt;buah manggis buah durian&lt;br /&gt;
bocah meringis belum makan&lt;br /&gt;
turunnya gerimis sebelum hujan&lt;br /&gt;
jangan menangis kalau putus pacaran&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h6&gt;&lt;h6 style=&quot;background-color: white; font-weight: normal;&quot;&gt;             &lt;b&gt; &lt;span style=&quot;color: red; font-size: small;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span class=&quot;messagebodytranslationeligibleusermessage&quot;&gt;&amp;nbsp;jangan bermain api&lt;/span&gt;&lt;br style=&quot;color: red;&quot; /&gt;&lt;span class=&quot;messagebodytranslationeligibleusermessage&quot; style=&quot;background-color: white; color: red;&quot;&gt;kalau tak ingin terbakar&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;color: red;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;messagebodytranslationeligibleusermessage&quot;&gt;tinggallah di rumah sunyi sepi &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=&quot;color: red;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;messagebodytranslationeligibleusermessage&quot;&gt;kalau rahasia tak ingin terbongkar&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h6&gt;&lt;h6 style=&quot;background-color: red;&quot;&gt;                &lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span class=&quot;messagebodytranslationeligibleusermessage&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: red;&quot;&gt;31102011 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h6&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;color: blue;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;ada rindu ada cinta&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;color: blue;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;ada palsu ada dusta&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;color: blue;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;hanya satu yang diminta&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;color: blue;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;jangan malu tanpa kasta&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;ada udang di balik batu&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;air sungai terus mengalir&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;jangan undang orang tertentu&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;setiap perangai boleh mampir&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: magenta;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;210412&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://humanioras.blogspot.com/feeds/1149077136669364612/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://humanioras.blogspot.com/2011/10/pantun-warna-warni.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3459581808971206222/posts/default/1149077136669364612'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3459581808971206222/posts/default/1149077136669364612'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://humanioras.blogspot.com/2011/10/pantun-warna-warni.html' title='PANTUN WARNA WARNI'/><author><name>elRos M</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18185955400897136943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3459581808971206222.post-4401254660287715931</id><published>2011-02-01T02:21:00.000-08:00</published><updated>2012-07-19T02:39:35.303-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="HermeneUtik"/><title type='text'>CINTA &amp; DUSTA</title><content type='html'>Iing Faoky&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Cinta yang melandasi aktifitas insan, cinta yang menggerakkan kaki melangkah dan akal merenung. Cinta merupakan fitrah bagi manusia untuk itulah cinta akan selalu putih bersih. Manusia beribadah dilandasi cinta, cinta pada Sang Pencipta Cinta. Cinta padaNya itu cinta yang utama dan pertama kemudian cinta pada yang lain. Dan Cinta yang sebenarnya akan berakhir dengan penuh kebahagiaan dan kedamaian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Cinta putih insan tak mudah dalam mengembangkan sayapnya lantaran dusta selalu mencoba membingkainya. Sehingga kadang mereka yang bercinta pada sesamanya berakhir dengan duka, iba dan hina; dan sebenarnya itu bukanlah cinta, melainkan aktifitas dusta yang dikemas dengan cinta, dan pada hakekatnya aktifitas dusta yang berubah menyerupai cinta. Cinta adalah cinta, dan dusta adalah dusta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Cinta dalam dunia bisa melahirkan beraneka proposisi, seperti:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Cinta putih kan berakhir dengan manis dan harum&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Cinta berjalan tak kenal jarak dan waktu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;semua kan berakhir di titik yang sama&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Hidup ada dalam kehampaan kecuali diwarnai dan dibingkai cinta suci&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Yang TerIndah itu Cinta&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Hati yang kering cinta kan slalu dalam kehampaan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Yang awal dan yang akhir itu cinta&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Cinta suci takkan berakhir nestapa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Dosa2 tak perlu dipelihara&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Insan yang miliki cinta bagai miliki dua jiwa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://humanioras.blogspot.com/feeds/4401254660287715931/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://humanioras.blogspot.com/2011/02/cinta-dusta.html#comment-form' title='8 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3459581808971206222/posts/default/4401254660287715931'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3459581808971206222/posts/default/4401254660287715931'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://humanioras.blogspot.com/2011/02/cinta-dusta.html' title='CINTA &amp; DUSTA'/><author><name>elRos M</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18185955400897136943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3459581808971206222.post-8826468229838601202</id><published>2010-08-17T06:46:00.000-07:00</published><updated>2011-02-01T02:20:03.091-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sosial"/><title type='text'>DERAI AIR MATA</title><content type='html'>Iing Faoky&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah menjadi saksi, bukan hanya derai air mata insan yang menjadi kapital merebut kemerdekaan dari sang penjajah. Beraneka jenis dan bentuk kapital waktu itu digadaikan demi ibu pertiwi tercinta. Beribu janda rela sang suami pulang diusung keranda tinggal nama, menjadi pahlawan atau suhada. Kini ibu pertiwi terus meneteskan air mata kepiluan hingga menjadi sebuah telaga warna iba lantaran kemerdekaannya diisi dengan tetes-tetes darah arogansi, kecongkakan dan ketakpastian yang tak berujung dan bertepi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://humanioras.blogspot.com/feeds/8826468229838601202/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://humanioras.blogspot.com/2010/08/derai-air-mata.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3459581808971206222/posts/default/8826468229838601202'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3459581808971206222/posts/default/8826468229838601202'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://humanioras.blogspot.com/2010/08/derai-air-mata.html' title='DERAI AIR MATA'/><author><name>elRos M</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18185955400897136943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3459581808971206222.post-1444576180939869562</id><published>2010-08-15T06:11:00.000-07:00</published><updated>2012-07-11T02:14:44.967-07:00</updated><title type='text'>MERDEKA DALAM, MERDEKA UNTUK</title><content type='html'>Iing Faoky&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setiap orang ingin merdeka dan tidak ingin terbelenggu. Merdeka bukan sesuatu yang mudah menggapainya dan atau melakukannya. Untuk itu kiranya perlu memahami tentang &#39;merdeka dalam&#39; dan &#39;merdeka untuk&#39;. Perlu waktu panjang untuk bisa memahami maknanya yang mngkin mengadopsi dari &#39;bebas dalam&#39; dan bebas untuk&#39;. Kemungkinan pun terbuka lebar telah banyak yang memahaminya. Berbagilah kawan bagi yang telah memahaminya, melalui kolom komentar ...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://humanioras.blogspot.com/feeds/1444576180939869562/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://humanioras.blogspot.com/2010/08/merdeka-dalam-merdeka-untuk.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3459581808971206222/posts/default/1444576180939869562'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3459581808971206222/posts/default/1444576180939869562'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://humanioras.blogspot.com/2010/08/merdeka-dalam-merdeka-untuk.html' title='MERDEKA DALAM, MERDEKA UNTUK'/><author><name>elRos M</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18185955400897136943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3459581808971206222.post-3615444786199019266</id><published>2010-05-24T22:14:00.000-07:00</published><updated>2012-07-19T02:23:32.465-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Budaya"/><title type='text'>YANG SAKRAL DAN YANG PROFAN</title><content type='html'>RosiChin M.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kehidupan masyarakat dipenuhi warna warni kepentingan, ambisi dan kebutuhan, serta dihiasi tesis-tesis, premis-premis, teks-teks dan simbol-simbol yang bergelantungan menarik per-hati-an. Salah satu teks atau tesis yang menarik yakni &#39;Yang Sakral dan Yang Profan&#39;. Mircea Eliade mengatakan Yang Profan: bidang kehidupan sehari-hari yang dilakukan secara teratur, acak, mudah dilupakan dan tidak terlalu penting. Yang Profan, tempat manusia berbuat salah dan selalu mengalami perubahan. Sedang Yang Sakral: yang supranatural, tidak mudah dilupakan dan amat penting. Yang Sakral, tempat segala kesempurnaan, tempat diamnya roh leluhur, kesatria dan dewa-dewi. Ia menambahkan, saat seseorang mengalami perjumpaan dengan Yang Sakral dia, merasakan menyentuh sesuatu yang nir duniawi, sesuatu realitas yang abadi tiada bandingannya. Dalam masyarakat sekuler yang hidup dalam peradaban modern, perjumpaan dengan Yang Sakral merupakan sesuatu yang menejutkan, berada dalam bawah sadar atau suatu mimpi-mimpi nostalgia, hanya suatu hasil imajinasi. Menurutnya pula Agama terpusat pada dan dari Yang Sakral. Hakikatnya Yang Sakral berdeda dengan Yang Profan. &lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Emile Durkheim dalam mengusung Yang sakral dan Yang Profan, pemikirannya selalu dalam konteks masyarakat dan kebutuhannya. Durkheim mengatakan: Yang Sakral: masalah sosial yang berkait dengan individu. Yang Profan: segala sesuatu yang hanya berkait dengan unsur-unsur individu. Sementara Rudolf Otto mengatakan bahwa Yang Sakral sesuatu yang mysterium, yang secara bersamaan sangat agung dan menakutkan. Yang Sakral sesuatu yang luar biasa, substansial, agung dan amat nyata. Ia menambahkan, waktu seorang mengalami perjumpaan dengan Yang Sakral dia akan merasakan dirinya bagaikan tidak ada, hanya sekedar kabut dan debu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kini perbedaan Yang Sakral dan Yang Profan amat tipis setipis plastik transparan. Kita bisa melihat salah satu contoh nyata waktu hari raya. Hari itu merupakan saat yang penting bagi yang merayakannya sebagai individu untuk hadir menghadap Yang Supernatural (Tuhan), usai sembahyang, waktu itu pun mengusung apa yang berkait dengan individu dalam konteks masyarakat dan kebutuhan hidup dan kehidupannya, seperti bicara bisnis dana atau pekerjaan . Contoh lain, sebongkah batu biasa, batu yang natural, Yang Profan ketika disentuh Supernatural, batu itu pun berubah menjadi batu suci yang menakjubkan yang di dalamnya terkandung Yang Sakral. Waktu terus berjalan seiring berjalannya sang mentari, kini Wanita itu sesuatu Yang Profan dan Pria sesuatu Yang Sakral atau sesuatu sebaliknya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://humanioras.blogspot.com/feeds/3615444786199019266/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://humanioras.blogspot.com/2010/05/yang-sakral-dan-yang-profan.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3459581808971206222/posts/default/3615444786199019266'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3459581808971206222/posts/default/3615444786199019266'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://humanioras.blogspot.com/2010/05/yang-sakral-dan-yang-profan.html' title='YANG SAKRAL DAN YANG PROFAN'/><author><name>elRos M</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18185955400897136943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3459581808971206222.post-4238009318495057338</id><published>2010-04-07T22:35:00.000-07:00</published><updated>2011-02-08T01:04:07.981-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Puisi"/><title type='text'>NYANYIAN ZAMAN</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(255, 0, 0);&quot;&gt;&lt;/span&gt;Eros Ms&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DADI WONG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dadi wong ojo&lt;br /&gt;mencla mencle&lt;br /&gt;bakal akeh musuhe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dadi wong ojo&lt;br /&gt;plengas plengos&lt;br /&gt;petitak petitik&lt;br /&gt;bakal akeh sing ngayahi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dadi wong ojo mung&lt;br /&gt;melu melu&lt;br /&gt;runtang runtung&lt;br /&gt;rena rene&lt;br /&gt;bakal akeh sing nakoni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dadi wong ojo mung&lt;br /&gt;ngguya ngguyu&lt;br /&gt;mesam mesem&lt;br /&gt;prengat prengut&lt;br /&gt;plirak plirik&lt;br /&gt;bakal akeh sing ngrasani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dadi wong kudu&lt;br /&gt;unggah ungguh&lt;br /&gt;guyab guyub&lt;br /&gt;asah asih&lt;br /&gt;silah silih&lt;br /&gt;ora ngasorake&lt;br /&gt;bakal akeh kancane&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7 Desember 2010 M&lt;br /&gt;1 muharram 1432 H&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(255, 0, 0);&quot;&gt;Den&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;color: rgb(51, 51, 255);&quot;&gt;Ros&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERUBAHAN ZAMAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tiada jaminan bahagia atas perubahan zaman&lt;br /&gt;kini lebih baik bangun kampung bahagia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tiada jaminan sejahtera atas perubahan zaman&lt;br /&gt;kini lebih baik bangun kampung sejahtera&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tiada jaminan aman dari perubahan zaman&lt;br /&gt;kini lebih baik bangun kampung aman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kekayaan dan keindahan kapital bangun kampung di tengah perubahan zaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27-05-2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;GAYS BERNYANYI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bernyanyilah Gays&lt;br /&gt;Gays bernyanyi&lt;br /&gt;menjadikan rumput-rumput bergoyang&lt;br /&gt;menjadikan rembulan bersinar menembus lorong kegelapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bernyanyilah Gays&lt;br /&gt;Gays bernyanyi&lt;br /&gt;menjadikan kunang-kunang menerangi kelamnya malam&lt;br /&gt;menjadikan jiwa-jiwa massa berteriak lantang di tengah lapang&lt;br /&gt;menjadikan mayat-mayat bangun dari kuburnya&lt;br /&gt;menelenjangi kehidupan yang penuh kepongahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bernyanyilah Gays&lt;br /&gt;Gays bernyanyi&lt;br /&gt;menjadikan cermin retak utuh kembali&lt;br /&gt;orang berebut tuk mematut diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bernyanyilah Gays&lt;br /&gt;bernyanyilah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;MENGGAPAI KEINDAHAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinar pencerahan menusuk sukma kala cintanya tertambat di sebuah Surau. Hembusan angin gugah asa anak muda,&lt;br /&gt;sepanjang kakinya tapaki bumi sinar itu menemaninya mesra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinar itu sinar keindahan, bukan sinar kepalsuan yang perlahan meredup berubah menjadi gelap. Gelap itu lorong penderitaan,&lt;br /&gt;tak seorang pun ingin memasukinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak mudah gapai sinar pencerahan, selama butiran materi tutupi hati dan jari jemari diam tak gerak, sinar itu terus bergelayutan di awang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sinar pencerahan datang&lt;br /&gt;lorong gelap lari menghilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;ANDAI AKU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;andai kujadi raja, kan kutaburkan bunga kasih sayang&lt;br /&gt;kritikan rakyat kuterima dengan lapang dada&lt;br /&gt;senyum manis kutebarkan pada semua&lt;br /&gt;marah dan dengki kan jauh kubuang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;andai kujadi raja, kan kubuka lebar pintu penjara,&lt;br /&gt;kubiarkan kosong sepi tanpa penghuni&lt;br /&gt;para narapidana melangkah pulang ke rumah sendiri&lt;br /&gt;menyanyi, menari sesuka hati&lt;br /&gt;melepas kegalauan meneguk air surgawi&lt;br /&gt;membuang dahaga yang menyiksa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;andai mereka kembali mengumbar dusta&lt;br /&gt;tiada kata tiada sapa kubawakan bunga kamboja&lt;br /&gt;menemani langkahnya menuju neraka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;andai kujadi raja, rakyat kan kurelakan&lt;br /&gt;menapaki masa depannya penuh pencerahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21-11-09&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://humanioras.blogspot.com/feeds/4238009318495057338/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://humanioras.blogspot.com/2010/04/denros-gay-bernyanyilah-gay-gay.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3459581808971206222/posts/default/4238009318495057338'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3459581808971206222/posts/default/4238009318495057338'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://humanioras.blogspot.com/2010/04/denros-gay-bernyanyilah-gay-gay.html' title='NYANYIAN ZAMAN'/><author><name>elRos M</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18185955400897136943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3459581808971206222.post-2708768124211428963</id><published>2010-01-30T19:54:00.000-08:00</published><updated>2010-03-23T22:30:23.289-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Filsafat"/><title type='text'>TUHAN SUDAH MATI?</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgLBWbZRBnG-RA68O4lespu5KSZBfuI8gXKSooQAwFU2x9fPd4avEXXCDh96Rvd8uEiGNmSbR98WYrOW3hQwHqTWs7ssk_3qoIzPWEIKHRA_ktT3PhUuV4d_uTwxPqFUWRjEObhY5uOQfGL/s1600-h/19069_1150604260198_1680367738_295137_1607322_n.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 130px; height: 97px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgLBWbZRBnG-RA68O4lespu5KSZBfuI8gXKSooQAwFU2x9fPd4avEXXCDh96Rvd8uEiGNmSbR98WYrOW3hQwHqTWs7ssk_3qoIzPWEIKHRA_ktT3PhUuV4d_uTwxPqFUWRjEObhY5uOQfGL/s320/19069_1150604260198_1680367738_295137_1607322_n.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5442014890624037266&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;RosiChin M.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rerumputan hijau menghampar di tengah lapang, jalan setapak bebatuan alami melintasinya menuju tempat duduk berpayung kain. Terlihat beberapa mahasiswa menempatinya. Eza mengawali dialog dengan lontaran proposisi, para agamawan pastinya takkan mengatakan: &#39;Tuhan sudah mati&#39;, bahkan takkan sedikit pun terbesit dalam pikiran dan atau hatinya, melainkan selalu berpandangan &#39;Tuhan tetap hidup, Tuhan takkan mati&#39; manusia pun harus sujud pada-Nya. Sadewa menyahut, Nietzsche punya pikiran beda, ia berpandangan: &#39;Tuhan sudah mati&#39;. Lantas Ayu pun menimpali, lantaran Tuhan sudah mati, manusia bebas berkreasi dan bisa menjadi &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Overman&lt;/span&gt;, bayang-bayang Tuhan di atas manusia menghilang bersama awan, dunia pun berada dalam genggaman tangannya. Manusia bebas menggulung dan menggelar dunia serta menjungkirbalikkan realita sambil tertawa.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Lala menambahkan Agama bagai bunga yang layu menguning, semerbak harumnya hilang tersapu angin di tengah padang kehidupan, Titah Tuhan pun tertelan bumi. Sementara Den Ros hanya tersenyum, menjadi pendengar setia atas dialog teman-temannya yang penuh makna, dan berguman dalan hati: manusialah yang mencipta tuhan, menghidupkan dan mematikannya. Sementara Lela yang suka bicara tak terlihat batang hidungnya entah di mana, mungkin sedang berjalan menyusuri lorong sosial yang dipenuhi jiwa-jiwa, dan hiasan warna warni lampu kehidupan. Sore mulai datang Eza dan teman-teman berkemas meninggalkan tempat dengan membawa sebongkah makna kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba Lela yang cantik tampak berlari sambil berpesan &#39;jangan pulang dulu&#39;. Kawan-kawannya pun urung meninggalkan taman. Tanpa basa basi Lela bicara kapitalisme yang lepas dari konteks dialog Eza dan kawan-kawan. Kapitalisme melanda di mana-mana hingga di relung sukma, bahkan menjadi ideologinya. Kini langkah kaki insan dalam kehidupan dinilai dengan uang, seloroh Sadewa. Lala, Den Ros dan Eza tampaknya mengiyakan pandangan dua teman di atas. Kapital (Uang) menjadi segalanya dalam hidup dan kehidupan, bahkan nirwana pun bisa diraih dengan uang. Tak lama kemudian berlima meninggalkan taman dengan bergandeng tangan usai menikmati jajan yang disodorkan Lela. Rona pun tiba bersama mega-mega menemani kepulangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background: transparent url(http://bloggerbuster.com/images/print.gif) no-repeat scroll left center; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; padding-left: 20px;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;javascript:window.print()&quot;&gt;Print this Post&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://humanioras.blogspot.com/feeds/2708768124211428963/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://humanioras.blogspot.com/2010/01/tuhan-telah-mati.html#comment-form' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3459581808971206222/posts/default/2708768124211428963'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3459581808971206222/posts/default/2708768124211428963'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://humanioras.blogspot.com/2010/01/tuhan-telah-mati.html' title='TUHAN SUDAH MATI?'/><author><name>elRos M</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18185955400897136943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgLBWbZRBnG-RA68O4lespu5KSZBfuI8gXKSooQAwFU2x9fPd4avEXXCDh96Rvd8uEiGNmSbR98WYrOW3hQwHqTWs7ssk_3qoIzPWEIKHRA_ktT3PhUuV4d_uTwxPqFUWRjEObhY5uOQfGL/s72-c/19069_1150604260198_1680367738_295137_1607322_n.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3459581808971206222.post-7877108310128000028</id><published>2009-12-25T04:39:00.000-08:00</published><updated>2010-05-26T23:02:51.600-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Budaya"/><title type='text'>HEGEMONI KAPITALISME</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjsFjF_0tJARix2OYEIEXv1oc2eWliKqd_gDS0cKbj3TXiBmN_6uPJnh4i3EvuxZSbiD7ip59XT9Zdxlfk2g5zvY4Ja4D85o3umgG1vG42up6dpk1q2dJi0dctg99fP_JjQfKduKeB8gQl9/s1600-h/19864_100201020013816_100000717543883_3145_393393_n.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 90px; height: 113px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjsFjF_0tJARix2OYEIEXv1oc2eWliKqd_gDS0cKbj3TXiBmN_6uPJnh4i3EvuxZSbiD7ip59XT9Zdxlfk2g5zvY4Ja4D85o3umgG1vG42up6dpk1q2dJi0dctg99fP_JjQfKduKeB8gQl9/s320/19864_100201020013816_100000717543883_3145_393393_n.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5432387446027709266&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;RosiChin M.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Wajah kapitalisme bukan saja tampak di sudut-sudut kota, di sudut-sudut desa, di sudut-sudut kampus, di sudut-sudut permainan, sampai di sudut-sudut meja pun telah tampak. Wajah itu bertopeng industrialisasi yang terus mendesak wajah pertanian tradisional sehingga wajahnya mengecil dan napasnya terengah-engah tak bisa melawannya. Dominasi kapitalisme di ranah ekonomi terus bergolak, kadang tak lagi mengenal belas kasih, seringkali yang berkapital besar menusuk jantung yang berkapital kecil dan tak sedikit yang terkapar. Namun di lorong budaya, wajah dominasi kapitalisme yang bengis menindas berubah wajah bertopeng manis, demokratis dan tak terasa memaksa atas kehadirannya, itulah wajah hegemoni. Hegemoni yang diusung Gramsci terus melanda di tengah lapang kehidupan, dominasi pun menyingkir pelan. Kapital menjadi roh hegemoni yang menggerakkan aneka ragam relasi-relasi di tengah lapang kehidupan. Kapital di sini bukan saja harta, melainkan bisa tahta, wanita (kecantikan), kharisma, ilmu, adat istiadat, dan seambrek bendera ranah yang berkibar di alun-alun kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Upacara keagamaan, upacara adat, upacara perkawinan, upacara melarung, seremoni sunatan dan seremoni lain sejenis sebagai amsal yang menjadi badan atau wadah roh hegemoni. Kehadirannya disambut gembira tiada memaksa, dan seremoni berjalan lancar tak tampak hadirnya hegemoni lantaran lebih melihat kehadiran wajah ideologi yang lebih utama dan menyemangatinya. Kehidupan manusia terasa sulit membuang warna warni dan kerlap kerlip kapital sebagai roh hegemoni, dan menyambutnya dengan senyum manis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background: transparent url(http://bloggerbuster.com/images/print.gif) no-repeat scroll left center; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; padding-left: 20px;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;javascript:window.print()&quot;&gt;Print this post&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://humanioras.blogspot.com/feeds/7877108310128000028/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://humanioras.blogspot.com/2009/12/hegemoni-kapitalisme_25.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3459581808971206222/posts/default/7877108310128000028'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3459581808971206222/posts/default/7877108310128000028'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://humanioras.blogspot.com/2009/12/hegemoni-kapitalisme_25.html' title='HEGEMONI KAPITALISME'/><author><name>elRos M</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18185955400897136943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjsFjF_0tJARix2OYEIEXv1oc2eWliKqd_gDS0cKbj3TXiBmN_6uPJnh4i3EvuxZSbiD7ip59XT9Zdxlfk2g5zvY4Ja4D85o3umgG1vG42up6dpk1q2dJi0dctg99fP_JjQfKduKeB8gQl9/s72-c/19864_100201020013816_100000717543883_3145_393393_n.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3459581808971206222.post-5509940976253809200</id><published>2009-12-12T02:16:00.000-08:00</published><updated>2010-06-21T05:16:40.794-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Filsafat"/><title type='text'>PROPOSISI RENUNGAN</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjsaOPdxs52o9CWRqZ8mz_6FNXpzMgD0FwKVVwuNUsHvCjyQw6HYN3-47ouLta-h_lZUeHkNJDvSYwkeXrigUKzleISXigjZV7ogWBG9Nufi_eKdlPxCcdvitBy7NYT96DhBOVOknJUDRwj/s1600/30804_100864119965913_100001269752917_3638_5779267_n.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 127px; height: 166px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjsaOPdxs52o9CWRqZ8mz_6FNXpzMgD0FwKVVwuNUsHvCjyQw6HYN3-47ouLta-h_lZUeHkNJDvSYwkeXrigUKzleISXigjZV7ogWBG9Nufi_eKdlPxCcdvitBy7NYT96DhBOVOknJUDRwj/s320/30804_100864119965913_100001269752917_3638_5779267_n.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5485199081958200978&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(153, 51, 153); font-weight: bold;font-size:100%;&quot; &gt;Den Ros&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style=&quot;text-align: center;font-family:verdana;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size:130%;&quot;&gt;Identitas Dibangun di Atas Kepentingan-kepentingan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(51, 204, 0);font-family:verdana;font-size:100%;&quot;  &gt;Satu Kata Punya Seribu Satu Makna Seribu Satu Rasa&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(51, 204, 0);font-family:verdana;font-size:100%;&quot;  &gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(153, 51, 0);font-family:verdana;font-size:130%;&quot;  &gt;Nasib Manusia Dibangun di Atas Imajinasinya Sendiri.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(255, 0, 0);font-family:verdana;font-size:100%;&quot;  &gt;Dalam Seribu Butir Obat yang Menyehatkan, Terselip Sebutir Obat yang Membahayakan&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(255, 0, 0);font-family:verdana;font-size:100%;&quot;  &gt;.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(51, 51, 255);font-family:verdana;font-size:100%;&quot;  &gt;Di Balik Indahnya Warna Pelangi Tersembunyi Warna Abu-abu yang Menjadikan Orang Termangu.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(0, 153, 0);font-family:verdana;font-size:100%;&quot;  &gt;Sesekali Orang Perlu Menangis agar Memahami Makna Kehidupan.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(204, 51, 204);font-family:verdana;font-size:100%;&quot;  &gt;Untuk Bisa Menulis Simbol Plus (+) Didahului Menulis Simbol Minus (-).&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;;font-family:verdana;font-size:100%;&quot;  &gt;Kain Kafan Kain Pembatas Kekuasaan Manusia dengan Tuhan.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;font-size:130%;&quot;  &gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;Batu Nisan Simbol Ketakberdayaan Manusia Melawan Kadar Kehidupannya Sendiri.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://humanioras.blogspot.com/feeds/5509940976253809200/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://humanioras.blogspot.com/2009/12/kata-renungan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3459581808971206222/posts/default/5509940976253809200'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3459581808971206222/posts/default/5509940976253809200'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://humanioras.blogspot.com/2009/12/kata-renungan.html' title='PROPOSISI RENUNGAN'/><author><name>elRos M</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18185955400897136943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjsaOPdxs52o9CWRqZ8mz_6FNXpzMgD0FwKVVwuNUsHvCjyQw6HYN3-47ouLta-h_lZUeHkNJDvSYwkeXrigUKzleISXigjZV7ogWBG9Nufi_eKdlPxCcdvitBy7NYT96DhBOVOknJUDRwj/s72-c/30804_100864119965913_100001269752917_3638_5779267_n.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3459581808971206222.post-2197029196449860918</id><published>2009-10-21T00:50:00.000-07:00</published><updated>2010-03-12T02:57:12.720-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sosial Politik"/><title type='text'>MENGUBUR MITOS</title><content type='html'>Den Ros&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batu nisan Mitos telah berdiri di tengah alun-alun kehidupan rakyat. Hari Selasa 20 Oktober 2009 adalah hari yang mencatat sejarah dengan tinta emas, mencatat terkuburnya &quot;Mitos Presiden Indonesia Turun di Tengah Jalan&quot;. Soekarno, Presiden Pertama RI turun di tengah jalan, bukan turun di akhir masa jabatannya. Soeharto sebagai Presiden RI berikutnya mengalami nasib yang sama dengan Soekarno. Kemudian Presiden RI Abdurrahman Wahid pun tak jauh beda jejak yang dijalaninya, sang Kyai Haji itu turun dari kursi Singgasana Presiden RI di tengah jalan. Peristiwa-peristiwa itu sebuah sejarah yang melahirkan mitos, Presiden RI selalu turun di tengah jalan. Mitos itu berjalan, menari dan bernyanyi di sudut-sudut desa dan kota seantero nusantara. Haruskah bangsa yang besar ini selalu membuat peristiwa turunnya sang Resi, sang Begawan, sang Presiden dengan tidak manis? Sungguh memilukan dan memprihatinkan bila terulang sepanjang hayat. Sang surya pun akan meneteskan air mata iba sepanjang sungai Nil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Jam diding berdetak mengikuti jalannya waktu. Waktu telah melukis sebuah potret kehidupan yang indah, Presiden RI bernama SBY turun dengan manis sampai akhir masa jabatannya bersamaan dilantik kembali SBY menjadi Presiden RI 2009-2014 Selasa 20 Oktober 2009. Mitos itu pada hakikatnya terkubur bukan oleh SBY tapi Bangsa Indonesia yang mengubur mitos itu. Selamat untuk Bangsa Indonesia yang semakin cerdas, dewasa, santun dan bijaksana. Mudah-mudahan mitos itu terus terkubur, tak lagi bangkit dari kuburnya dan tertawa di tengah alun-alun kehidupan ibu pertiwi, sehingga bangsa dalam keadaan &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;gemah ripah loh jinawi tata tentrem kertaraharja, baldatun toyibatun warobun ghofur.&lt;/span&gt; Selain terus membangun bangsa yang dinamis, berkebudayaan dan berperadaban yang lebih baik dan mendunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski terbujur di bawah batu nisan Mitos itu masih bernapas. Tangan-tangan rakyat sendirilah yang pada hakikatnya mengubur dan membangkitkan mitos itu. Lantaran itu muncul petanyaan, sanggupkah tangan-tangan rakyat bergandeng tangan penuh kemesraan, terutama tangan agamawan, negarawan, ilmuwan, politikus dan kritikus serta mahasiswa agar napas mitos itu tak menitis dan berubah menjadi api yang akan membakar tangan rakyat yang memiliki segudang ambisi dan kepentingan untuk mencabik-cabik kemesraan itu di masa datang hingga mitos itu kembali tertawa? Waallahualam.&lt;br /&gt;      &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://humanioras.blogspot.com/feeds/2197029196449860918/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://humanioras.blogspot.com/2009/10/mengubur-mitos.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3459581808971206222/posts/default/2197029196449860918'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3459581808971206222/posts/default/2197029196449860918'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://humanioras.blogspot.com/2009/10/mengubur-mitos.html' title='MENGUBUR MITOS'/><author><name>elRos M</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18185955400897136943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3459581808971206222.post-8433286345965644307</id><published>2009-10-18T06:12:00.000-07:00</published><updated>2010-03-12T02:51:05.642-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sosial Politik"/><title type='text'>KOALISI PARTAI PERLU ?</title><content type='html'>&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(255, 255, 0);&quot;&gt;Den Ros&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(153, 255, 153);&quot;&gt;Suatu partai dalam sejarah perjalanannya tak bisa lepas dari pasang surut atau fluktuatif, suatu waktu pasang / besar dan suatu waktu surut / kecil, tak ubahnya air laut.  Keadaan itulah yg menjadikan lahirnya 1001 kiat atau strategi partai untuk bisa bertahan tetap besar dan tidak surut serta menghindari hanya tinggal sebuah nama. Kecil kemungkinan sebuah partai  bisa bertahan lama kecuali semua orang dan partai menghendakinya. Filosof Yunani Heraklitos mengatakan sesuatu yang ada itu tak pernah tetap.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(153, 255, 255);&quot;&gt;Contoh sejarah pasang surut kehidupan partai terlihat dalam perjalanan kehidupan partai PNI di era Orde Lama tampak besar/pasang; begitu juga Golkar ketika masa Orde Baru tampak besar/pasang. Tapi saat sang Begawan partai-partai tersebut &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic; color: rgb(153, 255, 255);&quot;&gt;lengser keparabon &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(153, 255, 255);&quot;&gt; partai pun mengalami surut. Kini tampaknya partai berlambang pohon beringin menggeliat bangkit menguatkan kembali pilar-pilarnya, dan membayangi partai Demokrat (PD) yang lagi pasang. Kini sang Begawan PD duduk di kursi Singgasana, yang pada awalnya partai kecil. Bercermin pada perjalanan partai-partai di atas  kiranya dapat dipahami eksistensi sebuah partai itu fluktuatif, dan fluktuatif itu sebuah keniscayaan. Oleh karena itu selagi sebuah partai pasang / besar jangan sampai melahirkan arogansi terhadap partai gurem atau yg lagi surut / kecil, lantaran yang kecil bisa jadi menjadi dewa penolong, dan tak ada yang langgeng, kurva lehidupan terus berjalan bersama mentari. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Partai gurem atau kecil pada dasarnya berdiri di persimpangan jalan, menghadapi dilema, jika berkoalisi dengan partai besar (pemenang pemilu), tak akan berarti dan termarjinalkan dikala mengambil suatu keputusan bersama. Oleh karenanya partai yang kalah dalam pemilu dan memiliki massa atau basis besar dan kuat kiranya lebih baik menjadi oposan (yang sebenarnya)jangan hanya oposan moral oposan yang separoh hati. Dengan menjadi oposan akan memiliki harga tawar tinggi sekaligus menjadi pengritik dan pengontrol jalannya roda pemerintahan yg dipegang partai pemenang pemilu agar tidak arogan dan terus berjalan dalam relnya. Bagi partai pemenang pemilu dan pemegang tapuk pemerintahan tampaknya lebih senang berkoalisi karena akan bisa lahir satu nyanyian, satu kata yang indah dan menguatkan pilar-pilar pemerintahannya, selain nyanyian dominasi bisa terus mengalun dan senyum hegemoni menusuk sukma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(255, 204, 204);&quot;&gt;Nyanyian Dominasi partai pemenang pemilu akan terus mengalun di sudut-sudut kebijakan dan alun-alun kehidupan. Tebaran senyum hegemoni pun menusuk sukma partai yang kalah hingga tak bisa lagi berkata-kata cuma anggukan kepala mengiyakan lantaran terjebak bermain cinta di kedai koalisi dengan menikmati segarnya secangkir kopi dan lezatnya secuil kue jabatan menteri/jabatan lain sedrajat. Pada hakikatnya kata koalisi sebuah kata yang lebih santun dari sebutan &quot;politik dagang sapi&quot;, dan bagi partai yang mau berkoalisi berarti mengubur idealismenya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengubur idealismenya sendiri bukan menjadi problem bagi si Kutu Loncat, si Petulang Politik lantaran nama dan seonggok jagung lebih dikedepankan dan lebih bisa menjamin dibanding idealismenya yang terus melayang-layang tak karuan. Mungkin malah Kutu loncat, Petualang Politik menjadi idealismenya yang akan membawa pencerahan dalam hidup dan kehidupan. Kutu Loncat, Petualang Politik sebuah proyeksi pepatah Jawa &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;esuk dele sore tempe.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://humanioras.blogspot.com/feeds/8433286345965644307/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://humanioras.blogspot.com/2009/10/koalisi-perlu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3459581808971206222/posts/default/8433286345965644307'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3459581808971206222/posts/default/8433286345965644307'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://humanioras.blogspot.com/2009/10/koalisi-perlu.html' title='KOALISI PARTAI PERLU ?'/><author><name>elRos M</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18185955400897136943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3459581808971206222.post-3090570531641799245</id><published>2009-09-05T22:48:00.000-07:00</published><updated>2010-03-09T23:04:51.606-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="HermeneUtik"/><title type='text'>TAFSIR GURAU</title><content type='html'>elRos Ms.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(51, 255, 51);&quot;&gt;Tafsir Gurau atau Tafsir Guyon merupakan sebuah tafsir yang mengurai makna kata atau kalimat secara tidak benar, mengurai makna secara gurauan/guyonan belaka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(255, 153, 255);&quot;&gt;Anggota Dewan : 1. anggota wakil rakyat pemilih, 2. anggota wakil rakyat penyuka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(255, 153, 255);&quot;&gt;Berjalan kaki : 1. bosan pakai mobil, 2. bosan pakai kendaraan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(255, 153, 255);&quot;&gt;Demontrasi : 1. latihan caci-maki orang, 2. tidak ada pekerjaan lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(255, 153, 255);&quot;&gt;Mengemis : 1. buka pintu pahala orang lain, 2. beri peluang orang bersedekah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(255, 153, 255);&quot;&gt;Pembunuhan berencana : 1. kegiatan coba ketajaman senjata, 2. latihan  berani berbuat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(255, 153, 255);&quot;&gt;Pemilu : 1. pesta bagi2 uang, 2. pesta jalan2, 3. pesta main tinta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(255, 153, 255);&quot;&gt;Pesawat terbang jatuh : 1. pilot asik melamun, 2. kekurangan bahan bakar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(255, 153, 255);&quot;&gt;Pungut puntung rokok : 1. kegiatan bersih2 jalan, 2. cinta tanah air.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(255, 153, 255);&quot;&gt;Sepak bola : 1. arena adu penonton, 2. ajang kelahi. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(255, 153, 255);&quot;&gt;Sepur tabrakan : 1. masinis mengantuk , 2. rem blong, 3. tidak ada jalan lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Cinta : 1. bayangan kesenangan hidup, 2. bayangan kesusahan hidup.&lt;br /&gt;Pacaran : 1. masa saling tlaktir, 2. masa latihan bohong.&lt;br /&gt;Perkawinan : 1. fase menuju perceraian, 2. fase menuju kematian.&lt;br /&gt;Perceraian : 1. masa kebingungan, 2. masa menunggu pengganti.&lt;br /&gt;Selingkuh : 1. masa bermain2, 2. masa selingan indah dalam hidup.&lt;br /&gt;Poligami : 1. membandingkan jasmani rohani istri2nya, 2. membandingkan pelayanan istri2nya.&lt;br /&gt;Poliandri : 1. membandingkan jasmani rohani suami2nya, 2. membandingkan pelayanan suami2nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(255, 204, 102);&quot;&gt;Kampus : 1. tempat berbisnis, 2. tempat cari jodoh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(255, 204, 102);&quot;&gt;Sarjana : 1. suatu gelar pasaran, 2. gelar-gelaran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(255, 204, 102);&quot;&gt;Doktor : 1. suatu gelar keangkuhan, 2. gelar jasa jual beli kemampuan.&lt;br /&gt;dokter : 1. gelar tukang jual kertas bermantra, 2. gelar tukang jual jarum suntik.&lt;br /&gt;dukun : 1. gelar tukang jual setan, 2. gelar tukang jual air sumur.&lt;br /&gt;Insinyur : 1. gelar tukang kayu, 2. gelar tukang batu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(255, 204, 204);&quot;&gt;hidup :1. masa cari-cari, 2. mata bisa lirak-lirik.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(255, 204, 204);&quot;&gt;mati : 1. tidak bisa bernapas, 2. tidak bisa bergerak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center; color: rgb(255, 255, 0);&quot;&gt;elRos menerima sumbangsih Tafsir Gurau Anda, dan yang layak akan dimasukkan Tafsir Gurau ini, Sumbangsih Anda menjadi hak milik elRos.&lt;br /&gt;Sumbangsih Anda bisa diposkan lewat Pos Komentar.&lt;br /&gt;Terima kasih sebelumnya atas sumbangsih Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background: transparent url(http://bloggerbuster.com/images/print.gif) no-repeat scroll left center; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; padding-left: 20px;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;javascript:window.print()&quot;&gt;Print this post&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://humanioras.blogspot.com/feeds/3090570531641799245/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://humanioras.blogspot.com/2009/09/tafsir-gurau-tafsir-guyon.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3459581808971206222/posts/default/3090570531641799245'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3459581808971206222/posts/default/3090570531641799245'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://humanioras.blogspot.com/2009/09/tafsir-gurau-tafsir-guyon.html' title='TAFSIR GURAU'/><author><name>elRos M</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18185955400897136943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3459581808971206222.post-1636924066214180277</id><published>2009-08-31T06:40:00.001-07:00</published><updated>2010-01-25T18:00:39.807-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sosial Politik"/><title type='text'>ETIKA PERLU DIKEDEPANKAN</title><content type='html'>&lt;span style=&quot;color: rgb(51, 255, 51);&quot;&gt;elRos Ms.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Etika selalu membingkai manusia, prilaku manusia menjadi sentral garapannya, lantaran itu manusia tidak bisa mengelaknya,  etika pun terus menyertai disetiap lini kehidupan. Salah satu misal dalam dunia sosial politik. Dunia politik, dunia yang penuh seni, warna warni dan lika liku, itulah yang menjadi salah satu daya tarik setiap manusia ingin mengalami dan atau ikut bermain di dalamnya, baik dalam dunia wacana atau dunia politik praktis. Manusia pada hakikatnya  memiliki fitrah politik, begitu tutur Lalu Lanang. Hal itu terlihat manusia yang hidup di atas bumi tak akan lepas kakinya dengan benang merah kekuasaan dan atau negara. Fitrah politik adalah baik, bukan suatu yang buruk, tabularasa meminjam istilah John Lock seorang tokoh empirisme, sehingga kehidupan politik akan tergantung manusianya, siapa yang menorehkan tintanya, selain kacamata yang dipakai seorang atau sekelompok orang dalam memandangnya. Politik akan menjadi merah, hijau, biru hitam dan atau warna yang lain bila tangan dan tinta yang digoreskan seperti warna yang ada, begitu juga kacamata yang dipakainya, lanjut Lalu Lanang.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Manusia yang memiliki fitrah politik itu akan menyintai dan menjaga negeri yang membesarkannya untuk selalu berdiri tegak di atas bumi. Hal itu bukan suatu keanehan, karena tiap manusia memiliki hak yang sama untuk itu begitu juga untuk mengemukakan pendapat, berkumpul dan berserikat dalam bingkai negeri yang membesarkannya. Dengan kata lain setiap orang memiliki kesempatan yang sama, tidak ada diskriminasi dalam kehidupan sebuah negara untuk berjuang dan berlomba meraih / menduduki kursi nomor satu dalam negerinya, kursi pimpinan lembaga negara, kursi menteri dan atau kursi Dewan dalam rangka mampertahankan kedaulatan negerinya. Asal perlu diingat dalam niai dan cara meraihnva tidak boleh menempuh jalan pintas tanpa mengindahkan rambu-rambu etika, tidak boleh menafikan etika politik atau menghalahalkan segala cara  sebagaimana pemikiran Machiavelli. Tapi harus berpegang dan mengedepankan  etika politik, begitulah lantunan Cut Alifia seorang dara cantik yang sedang meniti karier di dunia politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Machiavelli   menggeliat   bangun   dan   tertawa   bangga   dari   kubumya   lantaran pemikirannya yang &quot;menghalalkan segala cara&quot; dalam mencapai tujuan yang diinginkan, dewasa ini  banyak yang sepaham,  dan menjadi pijakan  para politisi dalam meng-gol-kan ambisinya.   Hal itu dapat dilihat    banyaknya   pemerkosaan, penculikan,  dan  pembunuhan hanya karena untuk mencapai keinginannya, begitulah kata Eza di sudut gang Damai, gang yang menjadi tongkrongan anak muda yang menyintai dan bermain catur politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jeng Lela  ikut  menimpali,   tampaknya  sudah  membudaya   saling  sikut,  jatuh menjatuhkan  dalam berebut kue poiitik dan duduk dikursi empuk. Kue politik sendiri pada dasarnya semua orang memiliki hak menikmatinya dan atau bermain. Membahas politik bukan hanya mereka yang duduk di kursi Dewan, elit politik, pakar politik. dan mahasiswa saja, melainkan kaum awam - maaf- apa itu yang namanya sais dokar, abang becak, sopir taksi, sopir bus, tukang kebun, penjual jamu gcndong dan tukang bakso pun tidak dilarang alias boleh untuk membahas, bermain catur politik, apa dalam arti wacana maupun politik praktis; dengan kata lain menjadi hak sesama warga untuk dapat menikmati tumpeng dan atau kue politik dengan mengacu pada etika politik di bumi Merah Putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengasikkan mcmang membahas dunia politik yang penuh intrik dan trik, apalagi di jaman keterbukaan rasanya tak terlintas rasa takut  masuk jeruji besi / hotel prodeo yang dulu menjadi momok. Tapi walau di jaman keterbukaan, setiap orang perlu rasional dan bertanggung jawab dalam memilih dan memilah mana kue politik yang bisa disajikan untuk umum, kelompoknya dan atau hanya untuk dirinya sendiri. B H dan Celana Dalam misalnya, tak layak untuk disajikan dan dipamerkan di alun2 kehidupan yang dipadati halayak umum; sebaliknya lukisan2 yang penuh nilai2 moral kemanusian dan keilahian sangat perlu untuk disajikan di tengah lapang, ditaburkan di sudut-sudut kota dan desa agar dapat menjadi pelita hidup ditengah ke-plural-an, dan dapat mengubah lorong gelap menjadi lorong  terang, serta meraih alam pencerahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak perlu heran bila ada seorang atau sckelompok orang yang tak peduli akan etika dalam menyajikan dan memamerkan sesuatu, yang pada dasarya sesuatu itu tidak pantas untuk disajikan terhadap halayak umum. Hal itu terjadi  mungkin lantaran mereka dihiasi rasa sentimen, kebencian dan ingin memuaskan hatinya walau pada dasamya menjebak dan mcnohok dtrinya sendiri atau kelompoknya, hal itu yang pcrlu disayangkan.  Dalam bermain sesuatu harus tahu benar aturan  mainnya,  dan tidak boleh hantam kromo begitulah lanjut Jeng Lela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak jarang dalam bemain catur politik si pemain cepat berubah pikiran dan sikapnya serta tindakannya secepat elang menyambar mangsanya; pagi menjadi kawan siang menjadi lawan, sore mcnyadi lawan malam menjadi kawan, malam keras pagi lunak, pagi keras malam lunak dan sejenisnva. Itulah sebuah seni dan pergulatan politik yang menarik dalam dunia politik. Yang penting dalam bermain sesuatu tidak boleh lepas dari etika permainan yang akan merugikan bahkan mengalirkan darah berceceran di tengah jalan, celetuk Gus Sar di samping Jeng, Lanang dan teman2nya yang lagi ikut bingung memikirkan perkembangan politik dewasa ini yang cacah rucah, carut marut dan tak ada kepastian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musyawarah untuk mufakat merupakan salah satu etika politik yang dapat dipegang dalam bermain politik di bumi Merah Putih. Namun politik dagang sapi, Eza menyebutnya politik kapitalisme mcrupakan sebuah etika yang tidak perlu dilestarikan bahkan menjadi tradisi karena hanya sebuah kompromi politik untuk kepentingan sesaat bagi perorangan atau kelompoknya yang ingin terus menikmati kelezatan kue politik dengan duduk di atas kepala derita rakyat, tangis rakyat; bukan untuk kcpentingan bangsa dan negara yang seharusnya ditempatkan berada di atasnya. Kompromi politik sendiri sah-sah saja adanya, tapi ccnderung untuk jatuh pada lubang yang sama. padahal hal itu tidak diinginkan semua orang, apalagi bila kepentingan bangsa dan negara diabaikan dan hanya mementingkan dirinya atau kelompoknya. Dunia akan menangis tercabik-cabik dan hancur berkeping-keping. Kita harus mengedapankan etika dalam meniti kehidupan agar mulus perjalanannya dan terhindar dari hal2 yang tidak diinginkan. Sang Utusan Muhammad Rosulullah bersabda: &quot;Aku diutus tidak lain untuk menyempurnakan akhlak&quot;. Menyempurnakan sebuah kata kerja yang berarti terus menerus berproses - menuju kesempurnaan - yang tidak mudah untuk diraih manusia. Namun tidak berarti tidak bisa diraih, perlu usaha ekstra untuk meraihnya; dan akhlak ini pun dalam arti multi dimensional, untuk segala titik dan garis kehidupan manusia, baik vertikal maupun horisontal. Untuk  itulah  manusia harus mengedepankan etika (akhlak)  dalam segala  lini kehidupan. Mereka yang menafikan etika  maka tinggal mcnghitung hari dan akan jatuh di lubang gelap, kiranya Tuhan pun bosan menilai hambanya yang silau pada kehidupan duniawi semata, dan meninggalkan nilai2 kemanusiaan dan keilaliian, begitu kata Eza mengakhiri perbincangan dengan sobat2nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://humanioras.blogspot.com/feeds/1636924066214180277/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://humanioras.blogspot.com/2009/08/etika-perlu-dikedapankan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3459581808971206222/posts/default/1636924066214180277'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3459581808971206222/posts/default/1636924066214180277'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://humanioras.blogspot.com/2009/08/etika-perlu-dikedapankan.html' title='ETIKA PERLU DIKEDEPANKAN'/><author><name>elRos M</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18185955400897136943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3459581808971206222.post-7479889927003397768</id><published>2009-08-03T01:19:00.000-07:00</published><updated>2010-01-25T18:01:48.992-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Puisi"/><title type='text'>UNTUK INDONESIAKU</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(51, 51, 255);&quot;&gt;Iing Fao&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(255, 102, 0);&quot;&gt;ANTARA ADA DAN TIADA &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(51, 255, 51);&quot;&gt;kemerdekaan sebuah kata&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(51, 255, 51);&quot;&gt;tlah lama melegenda&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(51, 255, 51);&quot;&gt;di tengah lautan jiwa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(51, 255, 51);&quot;&gt;seusia manusia berada&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(51, 255, 255);&quot;&gt;wajahnya menjadi idola&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(51, 255, 255);&quot;&gt;stiap insan berjiwa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(51, 255, 255);&quot;&gt;slalu meraba-raba&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(51, 255, 255);&quot;&gt;kapan kan menjelma&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic; color: rgb(153, 102, 51);&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(255, 204, 255);&quot;&gt;rembulan tersenyum iba&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic; color: rgb(153, 102, 51);&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(255, 204, 255);&quot;&gt;tatap tengadah jiwa-jiwa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic; color: rgb(153, 102, 51);&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(255, 204, 255);&quot;&gt;keluh kesah menunggu lama&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic; color: rgb(153, 102, 51);&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(255, 204, 255);&quot;&gt;wajahnya menjelma&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic; color: rgb(153, 102, 51);&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(255, 204, 255);&quot;&gt;antara ada dan tiada.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;1 Agustus 2009&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MAAF&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Maaf Gusti Pangeran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;aku belum bisa khusuk sembahyang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Isro mi&#39;roj 2009&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://humanioras.blogspot.com/feeds/7479889927003397768/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://humanioras.blogspot.com/2009/08/untuk-indonesiaku.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3459581808971206222/posts/default/7479889927003397768'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3459581808971206222/posts/default/7479889927003397768'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://humanioras.blogspot.com/2009/08/untuk-indonesiaku.html' title='UNTUK INDONESIAKU'/><author><name>elRos M</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18185955400897136943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3459581808971206222.post-8446982483509843127</id><published>2009-07-18T06:46:00.000-07:00</published><updated>2010-05-26T23:03:31.637-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Budaya"/><title type='text'>KEKERASAN ITU MAKHLUK GENTAYANGAN</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://i728.photobucket.com/albums/ww286/rosichin/chess.gif&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 69px; height: 100px;&quot; src=&quot;http://i728.photobucket.com/albums/ww286/rosichin/chess.gif&quot; alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(255, 0, 0);&quot;&gt;elRos Ms.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(51, 255, 255);&quot;&gt;Bunga cinta kasih bertebaran di sudut kota, desa, kampus dan batu nisan. Berbarengan pula bertebaran bunga beracun yang sampe jatuh tergolek di atas bantal. Bunga beracun itu pun berubah menjadi tetes-tetes darah yang mengerikan. Bunga beracun itu adalah kekerasan. Kekerasan menjadi fenomena yang menarik karena kekerasan tak ubahnya makhluk gentayangan tak bertubuh yang terus berjalan mencari dan atau memakan korban.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(51, 255, 51);&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(255, 204, 0);&quot;&gt;Kebanyakan korbannya itu kaum hawa yang seringkali diberi label kaum lemah, dan tetes air mata menjadi senjatanya serta sikap pasrah selalu menyelimutinya. Untuk lepas dari incaran kebiadaban makhluk gentayangan yang lahir tercipta untuk mencabik-cabik hati nurani, dan  merobek-robek bendera keluarga, kiranya kaum hawa harus menempa dirinya dengan belajar / berlatih beladiri. Beladiri apa  pun, bisa yang berasal dari tanah ibu pertiwi &quot;silat&quot;, atau hasil impor seperti karate, yudo, kungfu dll. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memiliki kepandaian beladiri menjadikan kaum hawa bisa lebih percaya diri, tegar, tidak gampang dipermainkan dan dininabobokan serta berani menghadapi makhluk gentayangan yang datang silih berganti dan terus mengelayuti sukma. Makhluk gentayangan yang mengerikan itu bisa datang dari sudut meja atau sudut ranjang keluarga (RT) sendiri atau pohon besar di luar rumah. Selain itu kaum hawa pun perlu mengasah daya peka dan kekritisan pikiran agar tidak cepat menerima begitu saja fenomena atau peristiwa yang terjadi. Tawaran ini untuk semua kaum, dan khususnya kaum hawa &lt;span style=&quot;color: rgb(255, 102, 0);&quot;&gt;setujukah ..........?&lt;/span&gt;     &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://humanioras.blogspot.com/feeds/8446982483509843127/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://humanioras.blogspot.com/2009/07/makhluk-gentayangan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3459581808971206222/posts/default/8446982483509843127'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3459581808971206222/posts/default/8446982483509843127'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://humanioras.blogspot.com/2009/07/makhluk-gentayangan.html' title='KEKERASAN ITU MAKHLUK GENTAYANGAN'/><author><name>elRos M</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18185955400897136943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3459581808971206222.post-7702240555617541420</id><published>2009-07-05T03:10:00.000-07:00</published><updated>2010-02-02T20:13:34.263-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pengetahuan"/><title type='text'>TENTUKAN FOKUS</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);&quot;&gt;elRos Ms.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(255, 204, 204);&quot;&gt;Untuk&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(255, 255, 0);&quot;&gt;Sobat yang ingin bolamatanya lebih indah, dan&lt;br /&gt;peka terhadap fenomena kehidupan,&lt;br /&gt;tataplah titik hitam yang terus bergerak&lt;br /&gt;di antara garis putih vertikal dan horisontal dalam kotak hitam. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(51, 255, 51);&quot;&gt;Berkait suatu fenomena dan atau problem&lt;br /&gt;yang muncul silih berganti dalam kehidupan,&lt;br /&gt;manakala Sobat telah mampu menentukan keberadaan titik&lt;br /&gt;berarti Sobat telah mampu menentukan fokus masalahnya, dan&lt;br /&gt;Sobat akan mudah mengatasinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(51, 204, 255);&quot;&gt;Kotak hitam ini bisa menjadi area kecil kehidupan&lt;br /&gt;untuk membaca / meneliti area kehidupan yang lebih besar&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(51, 51, 255); font-weight: bold;&quot;&gt;InsaAllah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://i728.photobucket.com/albums/ww286/rosichin/25funny-pictures45265e.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 337px; height: 284px;&quot; src=&quot;http://i728.photobucket.com/albums/ww286/rosichin/25funny-pictures45265e.jpg&quot; alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic; font-weight: bold;&quot; class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(204, 102, 204);&quot;&gt;&lt;br /&gt;Kepekaan akan fenomena kehidupan menjadi suatu yang penting untuk dimiliki seorang insan. Dengan kepekaan itu seorang akan bisa memahami,  mengkritisi, dan menyikapi kehidupan yang terus berjalan bersama mentari dan rembulan, sehingga bisa menghindari kejamnya kehidupan dan&lt;br /&gt;bisa bercinta dengan indahnya kehidupan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;background: transparent url(http://bloggerbuster.com/images/print.gif) no-repeat scroll left center; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; padding-left: 20px;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;javascript:window.print()&quot;&gt;Print this post&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://humanioras.blogspot.com/feeds/7702240555617541420/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://humanioras.blogspot.com/2009/07/bagi-sobat-yang-ingin-bolamatanya-lebih.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3459581808971206222/posts/default/7702240555617541420'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3459581808971206222/posts/default/7702240555617541420'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://humanioras.blogspot.com/2009/07/bagi-sobat-yang-ingin-bolamatanya-lebih.html' title='TENTUKAN FOKUS'/><author><name>elRos M</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18185955400897136943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3459581808971206222.post-275606054618052912</id><published>2009-06-15T23:01:00.000-07:00</published><updated>2010-01-25T18:04:14.517-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Filsafat"/><title type='text'>&quot; ? &quot; ADA DI MANA-MANA</title><content type='html'>&lt;span style=&quot;color: rgb(255, 255, 0); font-style: italic;&quot;&gt;elRos Ms.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(51, 255, 255);&quot;&gt;Tanda tanya ada di mana-mana, kadang tampak kadang sembunyi di balik sesuatu, kadang berhenti kadang berlari entah ke mana. Tanda tanya mengundang orang ingin mencari jawab, lantas berpikir. Siapa berpikir berarti dia ada; kata Descartes cogito ergo sum. Tiada sia-sia orang melihat tanda tanya, dan mau berpikir untuk mencari kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(255, 204, 102);&quot;&gt;Tanda tanya, tanda tanya lagi, tanda tanya banyak sekali terpampang, kata Dini lirih. Tanda tanya memang ada banyak, mungkin yang Dini lihat masih bisa dihitung dengan jari, padahal banyak tanda tanya yang masih tersembunyi, timpal Rosi. Bunga pun ikut bertutur di tanah, air, api dan udara ada tanda tanya; di tubuh manusia, hewan dan pohon ada tanda tanya, pada gelap atau terang, pada sesuatu yang diam atau gerak, pada sesuatu yang materi atau non materi, yang tampak atau tidak tampak ada tanda tanya, singkatnya tanda tanya ada di mana-mana, ada pada sesuatu yang terikat oleh ruang dan waktu atau pun yang tidak. Tanda tanya sebuah tanda yang mengundang orang untuk berpikir, memahami, dan menjawab meski menjawabnya tidak harus dieksplisitkan, dan paling tidak mencari jawab tentang apa, bagaimana dan mengapanya; lebih dari itu untuk mencari jawab dibalik &quot;yang ada&quot; sampai dapat menemukan esensi atau substansinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esensi atau substansi sesuatu memang sangat diperlukan diketahui dan dimengerti sehingga akan dapat menemukan kebenaran sesuatu, dan tidak ada lagi keraguan muncul dalam benak setiap insan pencari kebenaran. Tapi tidak mudah untuk menemukan substansi sesuatu, dan tanda tanya pun terus muncul sebelum mencapainya. Aristoteles filosof Yunani memberikan jalan untuk mecapai substansi melalui abstraksi, membuang lebih dahulu aksidensia-aksidensia yang menempel pada sesuatu, baru akan mencapai substansinya. Sesuatu yang substansi atau esensi inilah yang selalu ingin diketahui sang pencari yakni manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia yang pada fitrahnya ingin tahu tentang sesuatu yang ada, sehingga wajarlah manakala manusia ingin mencari jawab sesuatu yang ada, baik dalam isi dan bentuknya yang bendawi atau non bendawi. Mencari jawab berarti berfikir, berfikir berarti ada. Misalnya mencari jawab tentang orang bercelana, orang bersarung, orang berdasi atau yang lain. Tak mudah mencari jawabnya karena tak setiap orang selalu sama dalam jawabannya. Perbedaan jawaban dapat terjadi karena dipengaruhi latar kehidupan, pengetahuan, pengalaman, wawasan, pola pikir yang dimiliki dan faktor lain seperti sudut pandang / kacamata yang dipakai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan akan sesuatu harus diakui adanya dalam kehidupan tapi jangan menjadi embrio atau pun pemicu ketegangan / konflik, melainkan menjadi sebuah kekayaan dan hikmah serta menjadi indikasi ketidaksempurnaan manusia. Oleh karena itu tidak layak seorang manusia bersikap arogan atau egois. Sikap tersebut pun bertentangan dengan nurani manusia yang cenderung ingin selalu dalam kebaikan dan kebenaran; cukup Bunga tak perlu diperpanjang, sergah Anis; aku tahu kau akan mengatakan bahwa perbedaan suatu kenyataan yang ada, kebaikan dan kebenaran perlu dicari, dan menjadi parameter manusia dalam hidup dan kehidupan. Tapi kebaikan dan kebenaran itu sesuatu yang relatif, berbicara masalah Tuhan saja sesuatu yang relatif sepanjang masih dalam bingkai hasil pemikiran atau tafsiran manusia, meskipun kitab suci yang ditafsiri, timpal Rosi pada Anis. Kerelativan dalam kehidupan terus mengalir, panta rei sambung Lela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahasan relativitas bukan barang baru, abad 4 SM Sofisme telah mengibarkan bendera kerelativan; manusia menjadi ukuran segala-galanya. Ruang dan waktu menjadi saksi bisu bahwa sesuatu kebaikan atau kebenaran hasil pikir manusia akan tumbang atau lestari, dan sejarah akan mencatatnya sambung Rosi. Teman-teman sudahlah kita bicara yang kesinian dan kekinian saja yang dekat dengan Tanda Tanya, sergah Dini; misalnya tanda tanya tentang apa makna gelar-gelar yang menempel pada nama seorang dan dijejer atau dipamerkan, baik gelar akademik, gelar keturunan, atau gelar penghargaan serta sebutan gelar lain yang lama atau yang baru ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gelar-gelar yang dipamerkan seseorang baik yang ditaruh di depan atau di belakang namanya, mungkin agar orang lain tahu kalau ia memiliki gelar dan akan menghargainya, tutur Wulan. Gelar dipasang bisa jadi untuk gagah-gagahan, namun jika pola pikir dan prilakunya tak sepadan dengan gelar yang disandangnya, malah bisa timbul tanya atas kualitasnya, kata Bunga. Buat apa pasang gelar tapi jadi bahan tertawaan, lebih baik tak pakai gelar tapi punya pola pikir yang bagus dan karya yang berkualitas serta bermanfaat bagi semua pihak. Mari kita membuat sejarah hidup sendiri dengan isi warna-warni kualitas terbaik, kata Sari dalam mengakhiri diskusinya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(255, 255, 0); font-style: italic;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(51, 255, 255);&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://humanioras.blogspot.com/feeds/275606054618052912/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://humanioras.blogspot.com/2009/06/ada-di-mana-mana.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3459581808971206222/posts/default/275606054618052912'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3459581808971206222/posts/default/275606054618052912'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://humanioras.blogspot.com/2009/06/ada-di-mana-mana.html' title='&quot; ? &quot; ADA DI MANA-MANA'/><author><name>elRos M</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18185955400897136943</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry></feed>