<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0">

<channel>
	<title>Ngemeng.com</title>
	
	<link>http://ngemeng.com</link>
	<description>Tempat Jual Hosting dan Domain buat Pemula - Murah</description>
	<lastBuildDate>Fri, 17 Feb 2012 03:13:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/Ngemengdotcom" /><feedburner:info uri="ngemengdotcom" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><creativeCommons:license>http://creativecommons.org/licenses/by/2.0/</creativeCommons:license><image><link>http://creativecommons.org/licenses/by/2.0/</link><url>http://creativecommons.org/images/public/somerights20.gif</url><title>Some Rights Reserved</title></image><feedburner:emailServiceId>Ngemengdotcom</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname>http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><item>
		<title>Nama Domain, Web Hosting dan Propagasi DNS</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Ngemengdotcom/~3/gKbZmHMhUHw/</link>
		<comments>http://ngemeng.com/artikel/nama-domain-web-hosting-dan-propagasi-dns/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Feb 2012 02:43:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nichpakaich</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[A record]]></category>
		<category><![CDATA[DNS]]></category>
		<category><![CDATA[DNS Server]]></category>
		<category><![CDATA[Domain Name]]></category>
		<category><![CDATA[Domain Name Registrar]]></category>
		<category><![CDATA[IP Address]]></category>
		<category><![CDATA[ISP]]></category>
		<category><![CDATA[Propagasi]]></category>
		<category><![CDATA[Resolving]]></category>
		<category><![CDATA[Service Providers]]></category>
		<category><![CDATA[WHP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ngemeng.com/?p=66</guid>
		<description><![CDATA[Jadi kamu sudah menemukan domain yang cukup bagus, kemudian cari-cari tahu cara &#8220;membeli&#8221; domain, dan akhirnya sukses melakukan pembayaran registrasi domain sekaligus sewa hosting (untuk menempatkan laman web kamu supaya bisa diakses lewat internet). Eh, tapi koq websitenya gak bisa &#8230; <a href="http://ngemeng.com/artikel/nama-domain-web-hosting-dan-propagasi-dns/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ngemeng.com/wp-content/uploads/2012/02/domain-registration.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-80" title="domain-registration" src="http://ngemeng.com/wp-content/uploads/2012/02/domain-registration-300x188.jpg" alt="registrasi nama domain" width="300" height="188" /></a></p>
<p>Jadi kamu sudah menemukan domain yang cukup bagus, kemudian cari-cari tahu cara &#8220;membeli&#8221; domain, dan akhirnya sukses melakukan pembayaran registrasi domain sekaligus sewa hosting (untuk menempatkan laman web kamu supaya bisa diakses lewat internet). Eh, tapi koq websitenya gak bisa dibuka?</p>
<blockquote><p>Giliran bayar aja cepat, tapi kenapa ketika sudah mulai setup, hasilnya gak bisa langsung dilihat!?</p></blockquote>
<p>Kadang kala hal seperti itu bisa bikin kita frustasi, kecuali kamu benar-benar mengerti bagaimana segala sesuatu bekerja di internet. Beberapa paragraf berikut akan menjelaskan tentang nama domain, web hosting dan proses propagasi DNS. Apa itu DNS, bagaimana cara kerjanya, dan kenapa satu-satunya solusi untuk permasalahan propagasi ini adalah&#8230; menunggu.</p>
<p>DNS adalah singkatan dari <em>Domain Name System</em>, kalau diterjemahkan ke Bahasa Indonesia kira-kira Sistem Penamaan Domain. Fungsi DNS adalah untuk melayani permintaan dari banyak <em>client</em> (pengguna). Dan permintaan yang dimaksud adalah permintaan untuk menterjemahkan alamat sebuah website.</p>
<p>Oke, sebelum kita lanjut lagi, kamu harus punya modal pengetahuan tentang hal-hal berikutt:</p>
<ul>
<li>IP Address</li>
<li>Service Providers</li>
<li>Domain Name</li>
<li>Domain Name Registrar</li>
<li>DNS</li>
<li>Proses Propagasi</li>
</ul>
<p>Tenang saja, bahasanya akan dibuat sesederhana mungkin.</p>
<p><span id="more-66"></span></p>
<h2>IP Address (Alamat IP)</h2>
<p>Komputer kita berkomunikasi satu-sama-lain dengan menggunakan pengalamatan numerik. Seperti nomor telepon, setiap komputer di dalam internet memiliki &#8220;nomor&#8221;-nya sendiri-sendiri, yang berbeda satu dengan yang lain. Berikut contohnya:</p>
<p style="padding-left: 30px;">174.122.19.254</p>
<p>Setiap server memiliki nomor IP yang berbeda, dan sudah ditentukan sebelumnya oleh badan yang berewenang untuk itu (berbeda untuk tiap negara).</p>
<h2>Service Proviers (Para Penyedia Layanan)</h2>
<p>Sebenarnya ada banyak jenis penyedia layanan yang menangani urusan di internet, tapi di artikel ini kita akan bahas 2 saja, yaitu:</p>
<h3>1. Internet Service Provider (ISP) = Penyedia Layanan Internet</h3>
<p>ISP adalah pihak yang menyediakan akses internet buat kamu, seperti Telkom Speedy, Telkomsel Flash, SmartFren, dll. Ketika kamu terhubung ke internet, mereka (ISP) akan memberikan sebuah IP ke komputer kamu. Nomor IP ini akan digunakan sebagai identitas komputer kamu selama komputer tersebut terhubung internet.</p>
<h3>2. Web Host Provider (WHP) = Penyedia Layanan Hosting</h3>
<p>WHP (seperti <a title="Penyedia Jasa Hosting untuk Blogger Indonesia" href="http://ngemeng.com/" target="_blank">Ngemengdotcom</a>) adalah pihak yang menawarkan bantuan baik bagi perusahaan atau individu untuk menyediakan halaman web di internet. Ketika sebuah website dibuat, semua hal yang dibutuhkan terkait website tersebut (tulisan, gambar, video, dll.) ditempatkan pada sebuah komputer khusus yang memiliki keterhubungan internet yang cepat dan selalu dalam keadaan menyala. Komputer tempat menyimpan materi website ini, disebut <em>web server</em>, sama seperti komputer yang kamu gunakan, juga memiliki alamat IP-nya sendiri.</p>
<p>Jika kita himpun kembali semua yang sudah dipelajari, ke dalam pengalaman berinternet, kira-kira begini jadinya.</p>
<p style="padding-left: 30px;"><em>Andaikan kamu ingin membuka sebuah website yang baru kamu buat.</em></p>
<p style="padding-left: 30px;">Kamu akan melakukan usaha untuk terhubung ke internet terlebih dahulu, lalu <strong>komputer kamu</strong> akan mendapatkan satu alamat IP dari ISP yang kamu gunakan. Setelah <em>connect</em>, kamu akan membuka web-browser (Firefox, Chrome, dsb.) dan mengetikkan nama domain website kamu; misalnya: namadomainkamu.com</p>
<p style="padding-left: 30px;">Lalu kamu tekan tombol <em>enter</em>. Komputer kamu akan mengirimkan sebuah <em>request</em> (permintaan). <em>Request</em> ini kemudian akan menelusuri internet, melewati berbagai jalur kabel, ditembakkan ke satelit, lalu dibelokkan lagi ke bumi. Setelah menempuh jarak ribuan kilometer dalam waktu sepersekian-detik, akhirnya permintaan itu sampai ke <strong>server WHP</strong> karena alamat IP-nya lah yang dituju.</p>
<p style="padding-left: 30px;">Server kemudian merespon permintaan tadi dengan mengirimkan sebuah salinan halaman web yang disimpannya, ke alamat komputer kamu (alamat IP dari ISP tadi). Dan kamu pun akhirnya bisa melihat website yang baru kamu buat.</p>
<p>Ringkasnya sih seperti itu, tetapi bagaimana sebenarnya proses yang terjadi?</p>
<h2>Domain Name (Nama Domain)</h2>
<p>Nama Domain adalah apa yang biasanya kamu ketikkan di <em>address bar</em> ketika hendak membuka sebuah website. Domain name juga dipergunakan ketika ingin mengirimkan email.</p>
<p style="padding-left: 30px;">Website: namadomainkamu.com<br />
Email: kamu@namadomainkamu.com</p>
<p>Nama domain memudahkan kamu mengingat alamat sebuah website dan berkirim email. Lebih gampang kan mengingat <strong>ngemeng.com</strong> ketimbang <strong>174.122.19.254</strong> ?</p>
<p><span style="text-decoration: underline;">Sampai disini, kamu sadar kalau ada satu pembahasan yang belum diangkat?</span></p>
<p>Ya, belum dibahas tentang mekanisme penterjemahan nama domain menjadi alamat IP (dan sebaliknya).</p>
<p>Tapi tahan dulu, masih ada yang musti kamu pahami.</p>
<h2>Domain Name Registrar (Pendaftar Nama Domain)</h2>
<p>Jika kamu ingin memiliki nama domain kamu sendiri, kamu harus <strong>mendaftar melalui pihak yang menyediakan jasa pendaftaran nama domain</strong>. Penyedia jasa ini memiliki <em>tools</em> yang memungkinkan kamu untuk mencari domain yang masih tersedia dan mendaftarkannya atas nama kamu.</p>
<p>Domain Name Registrar bisa dikatakan adalah pucuk dari rantai urusan penamaan domain di internet (<strong>root level DNS</strong>).</p>
<p>Jika kamu masih menyimak sampai baris ini, selamat, berarti kamu memang orang yang bisa tetap fokus pada tujuan. Dan sebagai penghargaan, kita akan bahas&#8230; DNS. Ya, tujuan kamu kesini dari awal emang mau membaca tentang DNS kan yah?</p>
<h2>DNS dan Mekanismenya</h2>
<p>DNS adalah program yang berjalan pada komputer khusus yang disebut <strong>DNS Server</strong>. DNS memiliki dua fungsi utama:</p>
<ol>
<li><strong>Menterjemahkan nama domain menjadi alamat IP (<em>Resolving</em>)</strong><br />
Tadi kita sudah sepakat (semoga) kalau <strong>lebih gampang mengingat ngemeng.com</strong> ketimbang 174.122.19.254 &#8216;kan? DNS membuat proses penterjemahan ini berlangsung secara cepat dan tidak terasa. Ketika web-browser yang kamu gunakan diperintahkan untuk membuka &#8220;ngemeng.com&#8221; maka biasanya komputer kamu akan mencari alamat IP-nya dengan &#8220;bertanya&#8221; kepada DNS Server yang tersedia (biasanya disediakan oleh ISP kamu).</li>
<li><strong>Sebagai penanggungjawab terhadap nama domain (<em>Authority</em>)</strong><br />
Ketika kamu memutuskan untuk menampung (host) website kamu, jaringan server tempat hosting kamu berada harus memiliki DNS Server sendiri. Hal ini berguna untuk memberitahukan kepada seluruh jaringan bahwa website kamu ada disitu. Secara teknis hal ini disebut &#8220;A&#8221; record, atau &#8220;Authority&#8221;.</li>
</ol>
<p>Sebenarnya tidak ada satu <em>DNS Server</em> yang memiliki data pemetaan seluruh domain dan alamat IP di internet. Tetapi sesungguhnya ada begitu banyak <em>DNS Server</em> tersebar di internet, dan semua dirancang untuk saling bekerjasama.</p>
<h2>Proses Propagasi</h2>
<p>Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa <em>Domain Registrar</em> bertanggung jawab atas urusan registrasi domain dan publikasinya ke seluruh internet. Ketika sebuah nama domain dipublikasikan, maka nama domain tersebut akan disimpan pada sebuah direktori yang disebarkan ke seluruh <strong>DNS Server primer</strong> di segala penjuru dunia.</p>
<p>Kemudian DNS Server primer akan menyebarkan informasi terkait nama domain tersebut ke <strong>DNS Server sekunder</strong>, dan demikian seterusnya.</p>
<p><span style="text-decoration: underline;">Proses penyebaran inilah yang dinamakan propagasi</span>, dan biasanya memakan waktu hingga 72-jam untuk benar-benar selesai. Yang dimaksud &#8216;selesai&#8217; adalah sampai seluruh DNS di dunia sudah diperbaharui terhadap fakta bahwa sudah ada nama domain yang baru didaftarkan, atau dimodifikasi <em>authority</em>-nya.</p>
<p>Jika ada <em>DNS Server</em> yang belum bisa <em>resolving</em> nama domain kamu, maka inilah yang kamu hadapi sebagai &#8220;website tidak bisa diakses&#8221;, kadang bisa &#8211; kadang tidak.</p>
<p>Atau seperti contoh kasus berikut; teman kamu bisa buka website kamu, tapi kamu justru tidak bisa. Kemungkinannya adalah DNS yang disediakan oleh ISP-nya mampu <em>resolve</em> nama domain kamu, sementara DNS dari ISP kamu masih menunggu giliran propagasi.</p>
<p>Kejadian seperti di atas, sangat sering terjadi. Dan ujung-ujungnya adalah komplain diajukan ke WHP yang bersangkutan. Padahal bisa jadi, pada kenyataannya web server yang digunakan berfungsi dengan baik, alias baik-baik saja.</p>
<p>Jadi sudah jelas yah, kenapa satu-satunya solusi adalah&#8230; menunggu.</p>
<p>(gambar diambil dari <a rel="nofollow" href="http://gadgetdiver.com/where-to-register-a-domain-name.html" target="_blank">gadgetdiver.com</a>)</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Ngemengdotcom/~4/gKbZmHMhUHw" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ngemeng.com/artikel/nama-domain-web-hosting-dan-propagasi-dns/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://ngemeng.com/artikel/nama-domain-web-hosting-dan-propagasi-dns/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>5 Alasan Mengelola Blog WordPress dengan Hosting Sendiri</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Ngemengdotcom/~3/9oYdCBJq93Q/</link>
		<comments>http://ngemeng.com/artikel/5-alasan-mengelola-blog-wordpress-dengan-hosting-sendiri/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Feb 2012 04:19:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nichpakaich</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[brand]]></category>
		<category><![CDATA[hosting]]></category>
		<category><![CDATA[profesional]]></category>
		<category><![CDATA[Wordpress.com]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ngemeng.com/?p=47</guid>
		<description><![CDATA[Banyak blogger memulai blog-nya dari penyedia jasa blog gratis (WordPress.com) karena benar-benar mudah dan bebas biaya. Cara ini adalah cara yang sangat baik untuk belajar bekerja dengan software blogging dan mengenal dunia blog itu sendiri. Tetapi jika kamu ingin mendapatkan &#8230; <a href="http://ngemeng.com/artikel/5-alasan-mengelola-blog-wordpress-dengan-hosting-sendiri/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Banyak blogger memulai blog-nya dari penyedia jasa blog gratis (WordPress.com) karena benar-benar mudah dan bebas biaya. Cara ini adalah cara yang sangat baik untuk belajar bekerja dengan software blogging dan mengenal dunia blog itu sendiri.</p>
<p>Tetapi jika kamu ingin mendapatkan manfaat maksimal, maka memiliki blog WordPress dengan hosting yang dikelola sendiri (<em>self-hosted</em>) adalah pilihan yang patut dipertimbangkan.</p>
<p>Blog yang dikelola sendiri, barangkali tidak sesulit yang kamu duga, toh tampilan (<em>interface</em>-nya) tetap saja sama. Jadi sebenarnya gak banyak yang musti dipelajari kembali.</p>
<p>Lalu kamu bertanya-tanya, kalau toh sama ngapain juga repot-repot pindahan? Nah, di artikel ini akan dibahas beberapa keuntungan yang tidak kamu dapat dari akun &#8216;nebeng&#8217; dan juga manfaat yang kamu dapat dari proses transisi tersebut.</p>
<p><span id="more-47"></span></p>
<p>Dan inilah kenapa:</p>
<ol>
<li><strong>Kamu akan memiliki brand kamu sendiri</strong>
<p>Di jasa hostingan blog gratis, biasanya kamu akan mendapatkan alamat sub-domain seperti ini: blogkamu.wordpress.com. Jika dari awalnya kamu ingin membangun sebuah <em>brand</em> atau nama yang mudah diingat oleh orang lain maka <strong>kamu perlu punya nama domain kamu sendiri</strong>. Faktanya adalah: kamu bisa memiliki domain sendiri untuk blog yang dikelola oleh penyedia jasa blog gratisan, tetapi tetap kamu tidak memiliki kontrol penuh atas blog tersebut.Memiliki nama domain yang tepat akan memberikan <em>image</em> tersendiri bagi blog kamu, ditambah lagi kamu bisa memiliki email dengan domain tersebut. Blog yang sangat &#8216;biasa&#8217; pun bisa didongkrak <em>branding</em>-nya dan memberikan peluang untuk menghadapi persaingan.</li>
<li><strong>Kamu bisa melakukan personalisasi secara total</strong>
<p>Biasanya, jika kamu menggunakan jasa blog gratis (seperti WordPress.com) maka ada keterbatasan terkait tampilan (<em>theme</em>) yang ingin kamu gunakan pada blog kamu. Kalau kamu punya niat mau ubah-ubah tampilan blog kamu yang di-<em>host</em> di WordPress.com &#8211; walaupun sedikit (<em>tweaking</em>) &#8211; barangkali niat kamu ini tidak akan kesampaian. Lain ceritanya jika kamu menggunakan jasa hosting blog yang kamu kelola sendiri, kamu bisa install <em>theme</em> yang kamu inginkan dari ribuat <em>theme</em> tersedia di internet (baik yang gratis maupun yang berbayar) dan jika kamu ingin merombak total tampilan atau sekedar <em>tweaking</em>, tidak ada yang menghalangi kamu.Intinya dengan blog yang hosting-nya kamu kelola sendiri, <strong>kamu memiliki kontrol terhadap tampilan blog</strong>, membuat kamu semakin mudah menyelaraskannya dengan <em>brand</em>kamu.</li>
<li><strong>Kamu bisa beriklan</strong>
<p>Tidak dapat dipungkiri bahwa cara paling masuk akal untuk mendapatkan uang dari blog kamu, adalah dengan menyediakan <em>space</em> buat iklan. Dan untuk sampai kesitu, <strong>kamu harus mengelola hosting sendiri</strong>. Beberapa penyedia blog gratisan memiliki <acronym title="Terms of Service">ToS</acronym> yang melarang penggunanya untuk memasang iklan pada blog mereka. Parahnya lagi, ada penyedia jasa blog gratisan yang tidak hanya melarang kamu untuk memasang iklan, tapi justru memiliki hak untuk menayangkan iklan mereka di blog kamu. Percaya lah, yang seperti ini cepat-atau-lambat akan merugikan kamu.</li>
<li><strong>Kamu bisa menambah kemampuan blog kamu dengan plugins</strong>
<p><em>Plugins</em> adalah program tambahan untuk blog yang menawarkan fungsi tertentu, seperti fungsi tautan ke halaman media sosial, atau mempercepat proses loading halaman blog, dll &#8211; yang kesemuanya bila dipadu-padankan dengan baik, salah satu keuntungannya adalah: <strong>bisa meningkatkan interaksi dengan pengunjung blog kamu</strong>.Jika kamu coba tanya-tanya ke pengguna blog yang sudah menggunakan hostingan sendiri, pasti mereka akan cerita kalau mereka menggunakan <em>plugins</em> untuk memperkaya kemampuan blog-nya. Sementara buat yang masih menggunakan jasa blog gratisan, biasanya hal ini terbatas ke plugins yang disediakan oleh penyedia jasa blog tersebut.</li>
<li><strong>Kamu akan terlihat lebih profesional</strong>
<p>Blog dengan hosting yang dikelola sendiri tidaklah begitu mahal. Di Ngemeng.com hanya <a title="Promo .web.id" href="http://ngemeng.com/harga/#promo" target="_blank">bermodal Rp100rb/tahun</a> kamu sudah bisa memiliki nama domain dan hosting kamu sendiri. Tapi masih banyak blogger yang enggan untuk berpindah dari jasa blog gratisan.Melakukan perpindahan dari jasa blog gratisan ke yang berbayar, kamu bisa menunjukkan ke dunia</p>
<blockquote><p><strong>Hei, lihat nih. Aku serius dengan blog aku.</strong></p></blockquote>
<p>Dengan pesan seperti itu, orang akan berhenti memandang blog kamu sebagai ajang tempat senang-senang doang.</li>
</ol>
<p>Kesimpulannya, dengan blog yang hosting-nya dikelola sendiri kamu memiliki kontrol penuh atas bisnis blog kamu. Kamu bisa menerapkan pembaharuan apa saja yang kamu mau, rancang sesuai dengan keinginan kamu, dan monetasi sebanyak yang kamu mau, tanpa halangan.</p>
<p><strong>Berpindahlah sekarang, lalu kamu akan terhenyak kenapa baru nyadar sekarang.</strong></p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Ngemengdotcom/~4/9oYdCBJq93Q" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ngemeng.com/artikel/5-alasan-mengelola-blog-wordpress-dengan-hosting-sendiri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://ngemeng.com/artikel/5-alasan-mengelola-blog-wordpress-dengan-hosting-sendiri/</feedburner:origLink></item>
	</channel>
</rss>

