<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-4271491310966139805</atom:id><lastBuildDate>Fri, 30 Sep 2011 09:36:56 +0000</lastBuildDate><category>sejarah</category><category>hack</category><category>isme-isme</category><category>pembelajaran</category><category>pemikiran</category><category>Ide</category><category>Tutorial</category><category>kebudayaan</category><category>manusia</category><category>social engineering</category><category>review</category><category>penyesalan</category><title>Nikotin dan Kafein</title><description>disadari, di sengaja dan tanpa penyesalan</description><link>http://www.amarilldo.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Amarilldo)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>35</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/NikotinDanKafein" /><feedburner:info uri="nikotindankafein" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4271491310966139805.post-1975167206710212535</guid><pubDate>Sun, 29 May 2011 18:11:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-05-29T11:13:29.223-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">penyesalan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">pemikiran</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">pembelajaran</category><title>Saya dan Blog</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa tahun yang lalu saat saya memulai untuk membuat blog satu yang terpikirkan oleh saya adalah bahwa blog akan saya jadikan sebagai sebuah media yang menampung segala macam pemikiran saya baik yang telah terpikirkan dan yang akan terpikirkan nantinya. Blog menjadi tempat saya menuangkan ide dan juga cerita tentang apa yang sedang saya alami baik secara mental belaka atau yang benar-benar hadir dalam kenyataan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Blog adalah sarana saya untuk melakukan keterbukaan terhadap dunia luar, tempat saya menaruh sudut-pandang saya baik yang sama dengan masyarakat umum atau mungkin ada pandangan yang cenderung menyimpang. Blog adalah sebuah media untuk menulis dan merangkai kata, menjadikannya sebuah satu-kesatuan utuh yang merupakan pencerminan dari pemikiran saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya banyak menuangkan ide dalam blog saya ketimbang masalah harian saya, atau yang biasa kita kenal sebagai curahan hati. Visi, Misi dan juga Motivasi, mungkin ketiga hal tersebut yang banyak tercantum dalam blog saya, namun yang sekarang saya tanyakan adalah apakah kesemuanya sudah sangat jujur saya utarakan, atau masih banyak yang saya pendam dan sembunyikan dalam cara penulisan saya, saya pun sadara banyak sekali pembiasan yang saya lakukan dalam penulisan blog saya, hal ini sudah berlangsung selama beberapa tahun sejak blog ini pertama kali saya buat, atau ketika blog saya masih berada pada jejaring sosial yang digandrungi beberapa saat lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak pernah habis pikir tentang apa yang berikutnya saya tulis, ada tulisan yang memiliki kecenderungan bahwa saya hanya “asal menulis” saja dan tidak memiliki muatan yang cukup layak untuk ditampilkan, namun sekarang saya berpikir untuk menulis saja tak peduli apa itu “asal” atau memang memiliki muatan yang cukup untuk memberi pengetahuan kepada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurang membaca mungkin menjadi salah satu penyebab kurangnya muatan pada hal yang saya tuliskan pada akhir-akhir ini, penyerapan terhadap ilmu pengetahuan yang mulai tersisih kesempatannya dengan pekerjaan yang sekarang saya jalani, atau ada kecenderungan sudah merasa sombongnya diri saya dan sudah merasa cukup dengan pengetahuan yang sekarang saya miliki sehingga saya menganggap bahwa sudah cukup apa yang saya miliki. Entah yang mana yang berlaku tapi saya menganggap yang pertama adalah alasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecintaan saya terhadap Ilmu Psikologi masih juga belum luntur dan saya mengharapkan agar tidak pernah terjadi penurunan kadar kecintaan saya terhadap salah satu cabang keilmuan ini, masih banyak sekali buku yang ingin saya baca, masih banyak sekali segala sesuatu yang saya ingin ketahui dan kuasai. Ditemani dengan buku-buku politik dan juga filsafat yang selam ini juga mungkin sering saya lahap, namun rasanya masih kurang sekali apa yang saya ketahui. Masih banyak yang ingin saya capai, masih sangat banyak juga yang ingin saya lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencuri waktu saya pikir sering kali saya lakukan untuk dapat menikmati manisnya ilmu pengetahuan, bertemankan sebuah laptop tua dan jaringan internet sudah membuat diri saya merasa terlena dengan keadaan diluar saya, menjadi candu tersendiri yang membuat saya hilang dari realitas, ya, jelas mungkin saya ini sudah kecanduan internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecanduan internet pernah menjadi sebuah artikel saya beberapa waktu lalu, saya mengatakan dalam artikel tersebut bahwa manusia yang harus mengendalikan teknologi dan dirinya sendiri agar mereka dapat menciptakan keseimbangan dan juga keuntungan besar dari kemudahan yang kita miliki di jaman kita hidup sekarang ini. Mumpung (saya pikir), saya ini masih muda lebih baik saya isi dengan melakukan investasi dari leher ke atas, yaitu mengisi kepala saya dengan pengetahuan dan menyalakannya untuk diaplikasikan dalam kehidupan saya sehari-hari. Tidak ada yang salah selama kita masih mau untuk belajar, selama kita masih mau untuk berusaha, selama kita mau untuk melakukan yang terbaik dalam kehidupan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pikir kedepan ada baiknya kalau saya terus saja menulis, toh blog ini juga sebagai ruangan saya pribadi, terserah apakah ada yang membaca atau tidak ada yang membaca, tidak ada pengaharapan saya terhadap hal itu, yang saya inginkan hanya kebermanfaatan saya terhadap orang lain, kalau saya bermanfaat bagi orang lain berarti saya orang yang sehat, namun kalau saya merupakan orang yang merugikan bagi orang lain maka saya ini makhluk celaka. Namun dari semua itu setidaknya saya berbahagia hidup menjadi manusia yang berpikir bebas dan menjadi diri saya sendiri. Semoga saja saya bisa membaginya dengan orang lain. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4271491310966139805-1975167206710212535?l=www.amarilldo.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/NikotinDanKafein/~3/NUbunsirWmI/saya-dan-blog.html</link><author>noreply@blogger.com (Amarilldo)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.amarilldo.com/2011/05/saya-dan-blog.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4271491310966139805.post-2986551812215310080</guid><pubDate>Sun, 15 May 2011 12:45:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-05-15T05:50:52.941-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">review</category><title>Sebuah Review Yang Belum Selesai</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sudah lama rasanya tidak pernah lagi menulis dari komputer, saya pikir saya sedang terlena dalam pekerjaan yang saya lakukan, semuanya terasa kaku saat saya kembali menulis menggunakan keyboard, diwaktu yang lalu saya banyak menggunakan media kertas dan pulpen saat menulis. Rasanya jauh berbeda, saat menuangkan ide kedalam secarik kertas dan dengan menggunakan keyboard dan komputer. Banyak ide yang memang saya tuangkan dalam tulisan tangan, ini memang lebih mengasyikkan namun banyak dari catatan saya tidak terkoordinir dengan baik, berserakan dimana-mana atau berada pada kertas yang berbeda, namun sekarang sudah saya kumpulkan dan mulai saya susun, sedikit demi sedikit saya buka dan baca kembali, mencari apa yang mungkin bisa menjadi sesuatu untuk dikembangkan disaat senggang seperti saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kebiasaan menulis yang dahulu sering saya lakukan cenderung pernah menghilang beberapa saat, diakibatkan kesibukan dan fokus yang jauh dari penulisan, rasanya begitu rugi sekali tidak ada yang bisa ditumpahkan dan buntu terasa di dalam kepala. Menulis adalah bentuk dari kreatifitas, bagaimana kita bermain dengan kata-kata dan membentuk sebuah paragraf, menjadikannya artikel yang memiliki tujuan dan memuat suatu konsep pemikiran yang diharapkan membawakan kebaikan bagi para pembacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingin kembali kepada awal kenapa saya menulis, sebuah kesempatan untuk berbagi kepada orang  lain tentang apa yang mungkin saya ketahui, saya memang tidak cerdas dan banyak ilmu namun saya juga berusaha untuk mengikat apa yang saya miliki dalam ilmu pengetahuan untuk dapat dituliskan, agar semua tidak menguap begitu saja dan di telan oleh kecenderungan manusia untuk lupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu pengetahuan adalah kekuasaan dan ilmu pengetahuan adalah jembatan untuk mengalahkan rasa takut. Ilmu pengetahuan adalah kekuasaan, hal ini merupakan bentuk dasar dari kekuatan pengetahuan itu sendiri, seseorang yang mengetahui maka akan melkukan sesuatu berdasarkan pada pengetahuannya, terlepas itu benar atau salah dalam pandangan umum, namun hal tersebut yang telah ia pelajari akan ia lakukan, berdasarkan apa yang telah ia alami dan apa yang ia miliki dalam pengetahuan yang sedang ia hadapi bersamaan dengan kenyataan. Pengetahuan yang kita miliki menjadi dasr akan tindakan kita, menjadi dasar bagaimana kita melihat suatu keadaan, menjadi dasar bagi kita untuk melihat sudut-sudut pada suatu permasalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibutuhkan pengetahuan untuk mengembangkan wawasan, agar cara pandang kita dapat melihat suatu bentuk subjek permasalahan secara menyeluruh, secara objektif dan subjektif, menempatkan keduanya pada posisi yang tepat dan menemukan pencerahan dan juga jawaban dari apa yang sedang terjadi. Dengan demikian pengetahuan kita akan menjadi kekuasaan bagi diri kita sendiri terhadap dunia di luar diri kita untuk dapat menyelimutinya tanpa kecuali, mengendalikannya dan memiliki kemampuan untuk menerka serta memprediksi apa yang akan terjadi kemudian, yang dengan demikian kita dapat melakukan sesuatu terlebih dahulu agar segala sesuatunya dapat sesuai dengan kehendak diri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu pengetahuan sebagai jembatan agar terbebeas dari rasa takut, dalam hal ini ilmu yang kita miliki merupakan cara kita untuk menguasai, rasa takut mundul dikarenakan ketidaktahuan yang kita miliki dalam menghadapi sesuatu, kita tidak tahu sehingga kita berjaga-jaga atas sesuatu yang buruk yang mana bisa saja terjadi. Namun ketika kita mampu menguasai suatu keadaan maka kita tidak perlu lagi untuk merasakan takut itu sendiri, kita sudah mengetahui resiko dan arah yang kita ambil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis sendiri juga merupakan seseorang yang belum mau untuk berhenti dalam memperoleh pelajaran, penulis selalu berusaha untuk mendapatkan sesuatu yang baru, yaitu sesuatu yang mampu menambah wawasan kita dalam kehiduapan di dunia ini. Kemauan kita untuk terus belajar dapat menjadikan kita sebagai pribadi yang terampil, pribadi yang tidak kalah dalam persaingan bangsa ini dalam globalisasi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4271491310966139805-2986551812215310080?l=www.amarilldo.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/NikotinDanKafein/~3/VOBbjg80Jgs/sebuah-review-yang-belum-selesai.html</link><author>noreply@blogger.com (Amarilldo)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.amarilldo.com/2011/05/sebuah-review-yang-belum-selesai.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4271491310966139805.post-5811295051276837076</guid><pubDate>Fri, 06 Aug 2010 15:07:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-08-06T08:12:34.226-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">social engineering</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">pemikiran</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">pembelajaran</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">hack</category><title>Social Engineering: Eksploitasi Kelemahan Manusia</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Manusia makhluk yang tidak pernah luput dari salah dan dosa, tak ada manusia yang sempurna, kesalahan pasti saja akan terjadi dan hal tersebut diwajarkan. Demikian yang diyakini maka apa yang ada didalam kehidupan manusia adalah dimungkinkan melakukan kesalahan, dari kesalahan tersebut dan ketidak-sempurnaan itu, dimana diyakini maka akan banyak sekali ditemukan kelemahan-kelemahan yang dapat dimanfaatkan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sebelum masuk lebih jauh kedalam dunia keamanan komputer dan segala macam jaringan, perlu kita ketahui juga dalam tulisan ini penulis membatasi semua kelemahan manusia dengan hubungannya sebagai pengguna dan pencipta teknologi komputer dan segala macam jejaring yang saling terhubung. Mengenali &lt;span style="font-style: italic;"&gt;social engineering &lt;/span&gt;berkaitan erat dengan perilaku melanggar dalam dunia keamanan jaringan. dasar pendidikan penulis sendiri memang bukanlah dari fakultas teknologi informatika, jadi diharapkan para pembaca tidak mengharapkan banyak untuk mendapatkan sumber kode-kode mengenai cara untuk meretas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hacking&lt;/span&gt; atau dalam bahasa Indonesia dikenal dengan meretas merupakan sebuah aksi dalam membobol sebuah suatusistem keamanan komputer entah secara personal yang diserang atau suatu bentuk sistem perusahaan yang rumit beserta segala macam data-data yang sangat penting yang mereka miliki didalamnya. Dari hasil pengamatan oleh penulis sendiri ada berbagai macam motif dari seseorang (atau mungkin kelompok) untuk melakukan sebuah tindakan yang merugikan orang lain, antara lainnya ada berupa keuntungan atau hanya berupa usaha pembuktian diri, serta berbagai macam lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.amarilldo.com/2010/07/social-engineering-perkenalan.html"&gt;Seperti yang pada artikel awal&lt;/a&gt;, dimana bahwa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;social engineering&lt;/span&gt; memiliki fokus pada manusia dimana manusia dianggap sebagai rantai terlemah dari jaringan komputer. Sedikit contoh apabila Anda menginginkan password dari akun seseorang maka cara termudah adalah dengan menipu orag tersebut agar mau memberikan kata sandi dari akunnya, atau mungkin Anda melakukan tebak-tebakan atas kata sandinya, menggunakan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;brute force &lt;/span&gt;dan juga segala macam program &lt;span style="font-style: italic;"&gt;script kiddie&lt;/span&gt; yang mampu mengacak sandi, memakan waktu dan memiliki kemungkinan untuk diketahui pihak yang akan dibobol kata sandinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda seorang admin yang mengurus, katakanlah, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;marketing &lt;/span&gt;dan juga penjualan secara &lt;span style="font-style: italic;"&gt;online,&lt;/span&gt; dimana banyak sekali transaksi yang terjadi setiap hari melalui jaringan yang sekarang sedang Anda urus. Anda menjadi satu-satunya yang memiliki akses kedalam sebuah jaringan yang sangat ketat, tidak memiliki celah dan sangat sulit untuk bisa ditembus dari luar oleh &lt;span style="font-style: italic;"&gt;hacker-hacker &lt;/span&gt;sekaliber &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Kevin_Mitnick"&gt;Kevin Mitnick&lt;/a&gt; sekalipun, karena sistem yang berada dibawah kendali Anda memiliki suatu mekanisme pertahanan yang diperbaharui pada setiap jamnya, entah dari password dan juga nomor-nomor jaringan. Sedangkan hanya diri Anda sendiri yang memiliki akses kedalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ternyata perusahaan Anda memiliki saingan dan sangat membenci perusahaan Anda karena kecurangan yang pernah dilakukan perusahaan Anda sebelumnya. Maka seberapa inginkah perusahaan lawan Anda tersebut untuk mendapatkan beberapa informasi dari Anda? Apalagi jika mereka mengadakan suatu bentuk sayembara yang disebarkan ke dalam komunitas hacker dan mereka semua sekarang berlomba-lomba untuk mendapatkan informasi itu dari Anda karena mereka juga mengetahui betapa penting apa yang ada pada tangan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan kira-kira apa yang akan mereka lakukan terhadap Anda, jangan bayangkan sampai kepada penyanderaan kepada sanak-keluarga Anda, jangan bayangkan pada penodongan dimalam hari yang pada akhirnya mencelakakan para pencari informasi karena harus menjadi buronan polisi, namun bayangkan mereka melakukannya tanpa Anda pernah ketahui, mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan tanpa pernah Anda ketahui kapan dan bagaimana mereka melakukannya. Itulah social engineering, dimana ada sebuah usaha yang bertujuan pada hasil, tidak peduli dengan bagaimana cara yang dilakukan, tidak peduli pada proses, semua pada hasil belaka, entah dengan mengelabui, dengan membohongi, dengan menipu, dengan cara yang senyap dan tidak diketahui. Anda telah dipelajari, dari setiap kebiasaan-kebiasaan Anda sehari-hari, maka terbayangkah apa yang telah mereka lakukan terhadap Anda selama ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang kalau Anda menghadapi seorang maniak maka Anda akan lebih bingung lagi dalam menghadapi mereka karena jelas mereka bertindak atas dasar delusi, bukan keuntungan yang juga mungkin Anda sadari. Betapa menyebalkan apabila apa yang Anda hadapi adalah kegilaan orang lain. Ok, kemampuan ini saya samakan dengan kemampuan manipulasi yang dimiliki oleh seorang psikopat, mungkin jika Anda seorang yang penting karena memiliki sandi perusahaan maka Anda akan menghadapi musuh yang Anda ketahui apa yang mereka inginkan dari diri Anda, sedangkan jika Anda menghadapi orang gila maka Anda tidak akan mengetahui tujuan dari apa yang telah mereka lakukan terhadap Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali fokus kembali kepada keamanan apa yang ada dalam komputer Anda, bukan tentang psikopat yang tersebar diluar sana. Sekarang jika diandaikan bahwa Anda hanyalah seorang pengguna komputer biasa, komputer dalam kehidupan Anda hanya untuk mengetik, bersosial, dan melakukan kegiatan yang menyenangkan lainnya, pokoknya Anda bukanlah seseorang yang hidup dan matinya berada pada komputer, dimana tidak ada data yang Anda anggap begitu penting jika hilang, rusak atau dimiliki oleh orang lain. Anda juga tidak bekerja pada agen rahasia pemerintah, bukan juga pemegang rahasia perusahaan, bukan pula seorang ilmuwan yang memiliki konsep orisinil. Apakah Anda akan kelimpungan dalam menghadapi orang yang akan mencuri akun-akun jejaring sosial Anda? Atau Anda merasa khawatir kalau ada seseorang yang telah menanamkan remote pada komputer Anda? Saya rasa tidak, sebagaimana saya juga tidak takut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amarilldo&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4271491310966139805-5811295051276837076?l=www.amarilldo.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/NikotinDanKafein/~3/N4UEjARfBxw/social-engineering-eksploitasi.html</link><author>noreply@blogger.com (Amarilldo)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.amarilldo.com/2010/08/social-engineering-eksploitasi.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4271491310966139805.post-5438662435885958288</guid><pubDate>Fri, 30 Jul 2010 12:36:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-07-30T05:42:31.854-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tutorial</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">pemikiran</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">pembelajaran</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">hack</category><title>Social Engineering: Perkenalan</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa kali saat penulis sedang googling menemukan kata &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“social engineering” &lt;/span&gt;tidak tahu apa maknanya, waktu itu penulis temukan dalam beberapa artikel berbahasa asing dan bukan informasi itu yang sebenarnya penulis cari melainkan adalah kecenderungan apa yang melandasi seseorang dalam membuat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;password&lt;/span&gt; atau kata sandi, entah itu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;password&lt;/span&gt; untuk akun jejaring sosial mereka atau segala macam kebutuhan yang memerlukan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;password&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dalam search engine penulis memasukkan kata &lt;span style="font-style: italic;"&gt;psychology of password&lt;/span&gt; namun ternyata masih nihil keberadaannya, dimungkinkan masih sedikit hal yang berhubungan dengan hal tersebut, atau mungkin memang tidak dapat password seseorang diketahui dari perilaku keseharian mereka. Ternyata juga ketika kita memilih &lt;span style="font-style: italic;"&gt;password&lt;/span&gt; untuk sebuah akun maka penyedia layanan akan menekankan agar kita menggunakan kombinasi huruf dan angka yang rumit, maka dimungkinkan bahwa kata yang kita pilih memiliki kesempatan yang sangat-sangat kecil untuk diketahui oleh orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang harus penulis jelaskan sekarang kepada pembaca adalah bahwa tidak ada maksud sama sekali dari diri penulis dalam mengetahui &lt;span style="font-style: italic;"&gt;password&lt;/span&gt; akun dari orang lain, hanya saja berhubung password adalah sebuah rahasia, sebuah privasi yang dalam pada diri seseorang, maka sebagai hubungannya dengan ilmu yang penulis pelajari (psikologi) sangatlah berkaitan, dimana keinginan penulis dalam mengetahui tentang yang dijadikan pilihan seseorang dalam memilih kata sandi, apakah ada keseragaman atau tidak? Atau mungkin dapat ditemukan sebuah ciri tertentu dari kepribadian tertentu dalam hal pemilihan kata sandi? Pertanyaan semacam itulah yang menjadi dasar dari pemikiran penulis untuk menuliskan kata &lt;span style="font-style: italic;"&gt;psychology of password &lt;/span&gt;pada &lt;span style="font-style: italic;"&gt;search engine.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Social Engineering &lt;/span&gt;berhubungan dengan keamanan komputer, seperti kita ketahui bahwa pada saat ini berbagai macam relung kehidupan manusia telah dikomputerisasi, dimana segala macam rahasia dan juga informasi penting tersimpan dalam data komputer, dimana akses kedalam sebuah jaringan adalah berbahaya bila dimiliki oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, ketika kita hidup ditopang oleh mesin yang cerdas namun tetap dikendalikan oleh manusia. Kata hacking dan juga cracking adalah kata yang melekat pada definisi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;social engineering &lt;/span&gt;yang kali ini penulis maksudkan, namun tidak terhadap sistem dan juga berbagai macam kode-kode melainkan kepada aspek manusia sebagai operator dari berbagai perangkat sistem canggih, seperti yang tertulis dalam &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Social_engineering_%28keamanan%29"&gt;Wikipedia Indonesia tentang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;social engineering &lt;/span&gt;&lt;/a&gt;: “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Social engineering&lt;/span&gt; mengkonsentrasikan diri pada rantai terlemah sistem jaringan komputer, yaitu manusia. Seperti kita tahu, tidak ada sistem komputer yang tidak melibatkan interaksi manusia. Dan parahnya lagi, celah keamanan ini bersifat universal, tidak tergantung &lt;span style="font-style: italic;"&gt;platform&lt;/span&gt;, sistem operasi, protokol, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;software&lt;/span&gt; ataupun &lt;span style="font-style: italic;"&gt;hardware&lt;/span&gt;”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Erat kaitan antara &lt;span style="font-style: italic;"&gt;social engineering &lt;/span&gt;dengan penipuan, manipulasi, akal-akalan, dan berbagai macam sesuatu yang tidak sedap. Manusia jelas dikelabui dan menjadi korban dari para pelaku dengan bentuk memberikan akses atau mungkin juga sebuah informasi. Korban seringkali tidak mengetahui bahwa dirinya telah dimanipulasi oleh pelaku, sehingga tidak menyadari bahwa dirinya telah menjadi korban. Kalau dilihat dari segi korban sepertinya ada kemiripan antara &lt;span style="font-style: italic;"&gt;social engineering &lt;/span&gt;dengan psikopat, dimana para korban merasa dirinya bukanlah korban sampai kepada titik kerugian tertentu, selain itu dalam hal kemiripannya dengan psikopat adalah kemampuan menjadikan korban melakukan apa yang diinginkan oleh pelaku, tanpa pernah korban berpikir bahwa hal tersebut merupakan sebuah hasil arahan, lebih parahnya adalah korban merasa bahwa apa yang ia lakukan adalah kehendaknya pribadi yang akan menguntungkan diri korban. Kemiripan ini bukanlah sebuah kebetulan namun disebabkan pada kesamaan hal, dimana semua ini menggunakan seni berpikir dan juga kemampuan membaca lawan dan yang terpenting adalah berkaitan dengan tujuan, dimana cara seperti apa saja dapat digunakan, diketahui bahwa cara memanipulasi manusia adalah dengan mengenali karakter dari manusia tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan ini sekarang disebut sebagai seni, kejam memang kalau dilihat dari segi kemanusiaan namun pada kenyataan dari sumber yang penulis peroleh kebanyakan menganggap bahwa manusia adalah bagian dari sistem komputer itu sendiri dan menyebut manusia sebagai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;HumanOS&lt;/span&gt;, atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;human operating system &lt;/span&gt;yang juga memiliki celah untuk dapat mereka retas seperti sistem komputer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang saya tulis sekarang ini bukanlah sebuah ilmu yang mengajarkan orang lain untuk menjadi seorang penipu dan gemar memperalat orang lain melainkan lebih kepada kewaspadaan kita dalam mengarungi dunia yang telah terkomputerisasi seperti sekarang ini. Seperti kita ketahui ada istilah bahwa untuk menangkap pencuri maka kita harus berpikir seperti pencuri tersebut, yaitu dengan melihat kedalam diri kita tentang kemungkinan-kemungkinan adanya kelemahan di dalam pertahanan yang kita miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkaitan dengan teknologi manusia dan kejahatan yang mengintai manusia itu sendiri dimana kejahatan itu, secara sengaja atau tidak, berasal dari kemajuan yang telah diciptakan oleh manusia itu sendiri. namun teknologi tercipta untuk menjadikan kehidupan manusia lebih baik dan sejahtera, bukannya untuk mencelakakan atau bahkan mempersulit kehidupan ini, kebijaksanaan manusia yang mengendalikan teknologi tersebut merupakan kunci dari kesejahteraan untuk hidup bersama segala macam teknologi yang berada dalam genggaman manusia pada masa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tulisan kali ini penulis masih belum akan memberikan banyak keterangan mengenai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;social engineering&lt;/span&gt;, seperti tertulis pada judul, tulisan kali ini hanyalah sebuah perkenalan, semoga ada kesempatan untuk menulis lanjutan dari tulisan ini. Masih banyak sekali yang bisa dibahas dari social engineering seperti metode, cara menangkal, pengenalan gejala. Namun seberapa pentingkah diri Anda? Samapai mungkin Anda menjadi paranoid dalam mempertahankan diri Anda?, penulis hanya bisa tersenyum dalam hal ini, melihat ketakutan manusia berasal dari ketidaktahuan, dan ketika manusia telah mengetahui dan mengerti maka mereka akan tahu tentang apa yang mereka hadapi sehingga hilang ketakutan tak mendasar yang mereka pernah miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bisa lanjut pada artikel berikutnya wasalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amarilldo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber:&lt;br /&gt;http://www.social-engineer.org/&lt;br /&gt;http://id.wikipedia.org/wiki/Social_engineering_%28keamanan%29&lt;br /&gt;http://en.wikipedia.org/wiki/Social_engineering_%28security%29&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4271491310966139805-5438662435885958288?l=www.amarilldo.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/NikotinDanKafein/~3/tTYy7xQF0Lk/social-engineering-perkenalan.html</link><author>noreply@blogger.com (Amarilldo)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.amarilldo.com/2010/07/social-engineering-perkenalan.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4271491310966139805.post-4886820281985342940</guid><pubDate>Sat, 08 May 2010 16:43:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-05-08T09:46:05.379-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">pemikiran</category><title>Manusia #2</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Manis, itu yang akan terasa saat Anda merasakan gula pasir. Salah satu rasa dalam kehidupan, manis, banyak sekali mewakili perasaan-perasaan yang menyenangkan, bahkan sampai wajah sekalipun dapat juga diwakili dengan kata manis itu sendiri. Rasa yang cenderung disukai, rasa yang cenderung untuk dicari, rasa yang juga memungkinkan untuk diperjuangkan dalam usaha untuk memilikinya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Manusia, hidup, yang mana  yang terlebih dahulu mereka kenal, hidup sebagai menusia dan mati sebagai manusia, atau hanya sementara saja menjadi manusia? Beberapa berpendapat kalau menjadi manusia yang sekarang adalah hanya pengalaman dalam menjadi “manusia” yang sesungguhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis telah kembali pada kegemaran awalnya, yaitu bertanya, meragukan dan juga mencari jawaban, rasa lapar akan pengetahuan, rasa penarasan yang menumpuk, keingintahuaan yang semakin memuncak dalam setiap detiknya. Panggilan wajar, panggilan yang sangat penulis syukuri untuk ada dalam diri penulis. Sebuah anugrah bagi diri penulis sendiri dan sebuah kutukan bagi diri penulis jika dari sisi yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali dalam mendalami apa yang ada dalam kehidupan ini, apa yang ada dalam pemikiran manusia, rasa tidak puas, ya, rasa tidak puas, itu yang akan menjadi topik utama dalam seri tulisan Manusia kali ini. Manusia tidak memiliki rasa akan puas, mereka terus saja mencari, mendapatkan, memiliki, walau itu sudah lebih dari apa yang sebenarnya mereka butuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia makhluk yang serakah, memakan apa saja, bahkan sesamanya, sehingga ada istilah homo homini lupus sebuah istilah kuno yang berarti manusia merupakan serigala bagi manusia lainnya. Manusia bertahan hidup, mempertahankan kedudukan dan dengan ketidak-puasan yang ada dalam dirinya mereka ingin menjadi lebih dari yang sekarang, walau ada batasan dalam apa yang mereka cari, batasan dalam cara memperoleh apa yang mereka inginkan dan juga penjaga batas dalam apa yang mereka idam-idamkan. Namun adakala manusia itu terbutakan, terasionalisasi oleh nafsu mereka sendiri, bukan untuk mendapatkan kebaikan bagi orang lain namun dalam mendapat kebaikan yang membalut keserakahan bagi diri sendiri, terbalut dan tersamar bahkan bagi diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia makhluk yang serakah, tidak cukup alam ini memberikan kehidupan bagi mereka, dalam jaman industri seperti sekarang ini, dimana kapitalisme merajalela, dimana keuntungan menjadi tujuan utama, maka manusia melakukan apa saja untuk mendapatkan keuntungan tersebut, mereka dan keserakahan mereka telah dibalut dengan berbagai macam pembenaran yang berfungsi sebagai landasan pemikiran dalam pelaksanaannya, manusia walau mereka berperilaku parasit dan merugikan pihak lain, tetap saja mereka memiliki pembenaran dari apa yang mereka lakukan sebagai sebuah jalan menuju arah yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia sudah kehilangan akal sehatnya, manusia telah kehilangan jati dirinya manusia sudah bukan manusia dalam satu sisi dan “itulah manusia” pada sisi yang lain. pada sisi yang lain, manusia pada sisi yang lain itulah cara pandang, kebebasan manusia dalam kebenaran (pembenaran) kehidupannya sendiri, manusia yang bebas adalah manusia yang telah mampu memilih apa yang akan dilakukannya, terlepas dari pandangan orang lain dan juga belenggu norma yang mengikat dirinya di kesehariannya. Manusia yang mampu mendirikan dirinya sendiri, manusia yang mampu bertahan dengan keyakinannya sendiri, manusia yang mampu hidup bersama dengan manusia lain setelah ia melakukan pemikiran dan juga penyaringan terhadap sikap-sikapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak mudah menjadi manusia, manusia adalah makhluk yang serba salah, manusia adalah makhluk yang cepat berubah, dalam hitungan detik sekalipun, untungnya adalah semua ini tidak untuk selamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai tulisan kali ini, tidak ada maksud untuk membingungkan para pembaca, tak ada maksud juga untuk membiaskan pemikiran, namun ini semua hanyalah sebuah bentuk pemikiran mentah yang diharapkan pada suatu saat akan berguna bagi penulis sendiri, sebuah catatan dari upaya pembentukan konsep, sebuah usaha dalam membangun sebuah blue-print, konsep apa? Dan blue-print akan apa? Semua juga masih belum terjawab. Bukan juga tanpa tujuan, semua adalah proses dan pembelajaran. Manusia belajar dan setelah itu manusia mengerti. bla...bla...bla... :)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4271491310966139805-4886820281985342940?l=www.amarilldo.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/NikotinDanKafein/~3/buzfTJ0yh40/manusia-2.html</link><author>noreply@blogger.com (Amarilldo)</author><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://www.amarilldo.com/2010/05/manusia-2.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4271491310966139805.post-863399895900398320</guid><pubDate>Wed, 03 Mar 2010 02:49:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-02T18:52:24.068-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">penyesalan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">pemikiran</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">pembelajaran</category><title>Dibutakan</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika manusia dibutakan, keadaan ketika kita tidak mampu melihat apa yang sebenarnya jelas, apa yang sebenarnya benar, apa yang sebenarnya baik, ketika diri menjauhi kebenaran itu sendiri, mendekati mimpi busuk, khayalan dan juga delusi. Ketika manusia menjauhi apa yang menjadi kebenaran sejati dalam kehidupannya, ketika kita melihat sesuatu yang palsu bersinar, ketika kita terpanggil secara perasaan yang telah tertipu, ketika kita terbutakan, memandang baik perbuatan yang salah.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Manusia adalah makhluk yang tidak akan pernah luput dari salah dan juga dosa, manusia adalah makhluk yang tidak sepenuhnya salah dan juga tidak sepenuhnya baik, manusia adalah manusia, dimana kesalahan adalah jalan menuju kebaikan itu sendiri, dan kebaikan adalah dapat menjadi jalan menuju mudarat itu sendiri, dengan salah dan menyesal manusia menjadi tahu akan apa yang telah terjadi, mempelajari apa yang seharusnya baik dan apa yang seharusnya buruk, bukan dalam keadaan hitam dan putih, melainkan dalam keadaan abu-abu dimana semua bersatu padu, menjadikan keduanya sangat sulit untuk dipisahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebenaran bukanlah milik manusia, hanya perjuangan akan pembenaran yang ada, kebenaran yang disepakati bersama, bukan kebenaran yang hak, namun pembenaran. Dibutakan adalah fenomena tersendiri dalam diri manusia, sejak lama manusia selalu saja tergoda, melakukan kesalahan, yang berakibat merugikan, baik itu untuk dirinya sendiri atau bahkan bagi orang lain yang ada disekitarnya. Manusia makhluk paling sempurna dengan ketidak sempurnaan itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak hal yang dapat menyebabkan manusia dibutakan, namun secara keseluruhan proses pembutaan itu sendiri berasal dari ketidak-sadaran diri akan apa yang ada dalam diri manusia tersebut, ketika manusia memandang baik apa yang sebenarnya buruk bahkan dalam pengartian dirinya sendiri, ketika manusia tidak menjadi diri idealnya, ketika manusia menjauhi keadaan diri terbaiknya yang pernah ada. fluktuatif, itulah hidup manusia, berjalan tanpa beban, berjalan tanpa kepastian, hanya saja satu yang pasti yaitu berakhir, tidak akan suatu jiwa menjadi manusia untuk selamanya, tidak ada manusia yang abadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika terbutakan adalah jalan menuju sempurna bagi manusia maka biarlah saat ini diri dan mata bahkan hati menjadi buta, biarkan mereka berjalan tanpa arah dan tersesat, dalam kebutaan itu sendiri hanya satu yang diyakini karena pengelihatan itu sendiri juga bukanlah milik manusia, dibebaskan kepada sang pemilik manusia itu sendiri untuk membutakan hambanya, atau membiarkan hambanya melihat dengan jelas, sesat lurus atau apapun bukanlah milik manusia. Namun berusaha adalah kewajiban, menjauhkan sebisa mungkin akan diri ini dari segala macam kebutaan, mengalihkan perhatian dan juga memantapkan pegangan serta tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diterserahkan bagi Anda tentang apa yang akan terjadi setelah apa yang telah Anda alami dengan segala keterbutaan Anda sendiri. dengan keterbutaan yang selama ini terjadi dalam diri Anda, maka Anda akan menjadikan dunia Anda semakin penuh dengan warna, belajar dari kesalahan dan juga mendapatkan pembelajaran dari keadaan yang disebabkan oleh perilaku diri sendiri, semoga apa yang kita rasakan dalam kehidupan ini hanya akan membawa kita pada keadaan yang semakin lebih baik dari waktu-ke-waktu. Satu ha yang harusnya diingat adalah seseorang yang selamat dalam kehidupan ini adalah mereka yang memiliki perilaku yang sesuai dengan apa yang diinginkan alam kepada manusia.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4271491310966139805-863399895900398320?l=www.amarilldo.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/NikotinDanKafein/~3/P8_1QeBHWb4/dibutakan.html</link><author>noreply@blogger.com (Amarilldo)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.amarilldo.com/2010/03/dibutakan.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4271491310966139805.post-3890149067151200990</guid><pubDate>Sat, 23 Jan 2010 12:48:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-01-23T04:56:57.446-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">kebudayaan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">manusia</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">pemikiran</category><title>Telaah Sosio-Kultural Lagu The Brews Dari NOFX</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kali ini penulis sedang menyempatkan diri untuk menelaah salah satu lagu favorit penulis, judulnya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;The Brews&lt;/span&gt; dari NOFX, lagu ini sering sekali saya dendangkan dalam segala macam keadaan, pertama sih karena unsur kata Oi! yang sering sekali diucapkan didalamnya, salam ala punk yang disosialisasikan oleh para buruh Inggris sekitar tahun 1970an, suatu bentuk budaya perlawanan dan juga sub-culture. Sejak dulu memang lagu ini memberi pengartian yang lain, tapi entah apakah para pembaca mengetahuinya, disini yang dipakai adalah budaya punk dalam masyarakat Yahudi, walau hanya secara imajinasi saja, dan secara apik dilantunkan oleh NOFX.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Entah apa tujuannya, apakah menghina atau mungkin hanya untuk lucu-lucuan saja namun memang lucu sih, masalahnya semua menceritakan tentang terjadi persilangan budaya antara skinhead, punk dan budaya minoritas kaum Yahudi itu sendiri. Budaya Yahudi termasuk salah satu budaya tua di dunia, dipertahankan dari generasi ke generasi, kelebihan mereka adalah mereka menganggap diri mereka sebagai masyarakat pilihan Tuhan, sebagaimana diterangkan oleh kitab-kitab suci yang ada sekarang. NOFX sendiri memiliki dua personil Yahudi pada saat lagu ini ditulis, jadi kemungkinan mereka tidak bertujuan menghina, namun mereka lebih menunjukkan kepada pemberontakan anak muda dengan gaya punk dan skinhead pada salah satu budaya saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object height="344" width="425"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/4J1v-nj5GKg&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/4J1v-nj5GKg&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" height="344" width="425"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lirik &lt;span style="font-style: italic;"&gt;The Brews&lt;/span&gt; adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Friday night we'll be drinking Manishevitz&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Going out to terrorize Goyem&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Stomping shagitz, screwing shicksas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;As long as we're home by Saturday morning&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Cause hey, we're the Brews&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sporting anti-swastika tattoos&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oi Oi we're the boys&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Orthodox, hesidic, O.G. Ois&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Orthopedic, Dr. Martins good for&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Waffle making, kicking through the shin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Reputation, gained through intimidation&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pacifism no longer tradition&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Cause hey we're the Brews&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sporting anti-swastika tattoos&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oi Oi we're the Brews&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;The fairfax ghetto boys skinhead Hebrews&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;We got the might, psycho mashuganas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;We can't lose a fight, as we are the chosen ones&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Chutspah driven, we battle then we feast&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;We celebrate, we'll separate our milkplates from our meat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;We're the Brews&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sporting anti-swastika tattoos&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oi Oi we're the boys&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Orthodox, hesidic, O.G. Ois&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yeah! Lihat kata-katanya, banyak yang bukan bahasa Inggris tapi bahasa keseharian masyrakat Hebrews. Ok, mari kita bahas perbait saja biar makin seru, bait pertama &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Friday night we'll be drinking Manishevitz&lt;/span&gt;, Manishevitz adalah sebutan minuman keras murah yang biasa diminum oleh masyarakat Yahudi yang gemar mabuk, walau ajaran asli mereka sendiri melarang untuk meminum alkohol. Mengapa Jum’at malam adalah karena hari suci mereka adalah hari Sabtu, dan pada malam itu seperti “malam minggu”. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Going out to terrorize Goyem&lt;/span&gt;, pada bagian ini memang terasa lucu sekali, jadi mereka mabuk dan keluar untuk melakukan terror kepada Goim, Goim sendiri adalah sebutan orang Yahudi kepada Non-Yahudi, dimana ketika ditelaah secara harfiah maka Goim sendiri dapat diartikan sebagai sesuatu yang bukan manusia, ya, memang sudah terkenal kalau bangsa Yahudi itu sendiri memandang rendah semua orang yang bukan bangsanya. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Stomping shagitz, screwing shicksas&lt;/span&gt;, ditekankan kembali pada bagian ini, mereka keluar memukuli orang laki-laki non-Yahudi (shagitz) dan mengganggu perempuan non-Yahudi (shicksas). As long as we're home by Saturday morning, walau mereka Punk dan Skinhead tapi mereka tetap taat pada peraturan kepercayaan mereka, mereka akan tetap pulang pada Sabtu pagi dan pergi ke Sinagog (rumah ibadah Yahudi) kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Cause hey, we're the Brews Sporting anti-swastika tattoos&lt;/span&gt;, budaya Yahudi mengharamkan tatto, mereka dalam lagu ini sebagai kaum Punk pemberontak dan juga Skinhead yang brutal mendukung adanya tatto lambang anti-swastika, sebagaimana swastika adalah lambang dari gerakan Nazi Jerman, dimana pada saat itu dilaporkan bahwa terdapat jutaan orang Yahudi yang di bantai dalam peristiwa Hollocaust, dan menjadikan Hitler sebagai salah satu penjahat kemanusiaan terbesar. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oi Oi we're the Brews The fairfax ghetto boys skinhead Hebrews,&lt;/span&gt; Oi! Selain dikenal sebagai seruan kaum buruh di Inggris pada era 1970-an juga dikenal dalam masyarakat Yahudi sebagai seruan seperti “Ouch!” dalam bahasa Inggris atau “Aw!” dalam bahasa Indonesia. The Brews dalam lagu ini mengartikan Hebrew, atau masyarakat Yahudi. Fairfax sendiri adalah daerah yang di kenal di Los Angles sebagai pemukiman kaum Yahudi Ortodoks, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ghetto&lt;/span&gt; adalah pemukiman kaum minoritas, namun lebih kepada kaum Yahudi dimana saja. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oi Oi we're the boys Orthodox, hesidic, O.G. Ois, &lt;/span&gt;disini dimantapkan bahwa mereka adalah masih menganut kepercayaan dan budaya mereka dengan sangat baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr.Martin sebagai merk sepatu boot yang biasa dipakai oleh penganut Punk, Yup, tergantung bagaimana melihatnya antara Punk secara politik, gaya hidup atau suatu jalan hidup, atau hanya fashion sesaat saja di antara anak-anak muda. Sepatu Dr.Martin memiliki permukaan bawah yang mirip untuk mencetak waffle, jadi dikatakan demikian dalam lirik tersebut. Kemudian dilanjutkan, Reputasi mereka adalah mendapat keuntungan dari intimidasi, sebagaimana biasa terjadi pada masyarakat minoritas, namun pada kaum Yahudi intimidasi yang mereka terima sangat berbeda, karena mereka dianggap racun tersendiri bagi masyarakat, sebagai contoh adalah tindakan Nazi Jerman yang membantai habis mereka. Mereka juga terkenal bukan masyarakat yang mencintai damai, hal ini terjadi karena mereka adalah para pejuang yang mencari tanahnya sendiri, mereka mau berdamai jika hal itu memberikan keuntungan bagi pihak mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;We got the might, psycho mashuganas We can't lose a fight, as we are the chosen ones, &lt;/span&gt;mashuganas adalah bentuk dari ungkapan Yahudi kepada seseorang yang gila dan aneh, namun menjurus pada sesuatu yang tidak baik, dalam budaya Punk menjadi gila dan kejam rasanya adalah suatu pujian dan juga sanjungan. Mereka mengatakan kalau mereka tidak mungkin kalah dalam pertarungan kerena mereka yakin bahwa mereka adalah umat pilihan Tuhan, seperti tertulis dalam kitab-kitab suci yang ada sekarang, walau beberapa umat menyangkal, namun mereka mengakui hal tersebut secara benar, karena mereka yakin bahwa hanya leluhur mereka yang telah diambil sumpah oleh tuhan dibawah gunung Sinai pada jaman nabi Musa. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Chutspah driven, we battle then we feast We celebrate, we'll separate our milkplates from our meat, &lt;/span&gt;pada bagian ini terdapat pemisahan antara daging dan susu, dalam budaya makan Yahudi diharamkan untuk mencampur antara daging dengan susu, bahkan sampai kepada penggunaan piring dan gelas mereka akan dipisahkan mana untuk yang susu dan mana untuk yang daging dan makanan dari bahan yang lain, ajaran ini biasa dikenal dengan Kosher.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari keseluruhan lagu ini sebenarnya ditujukan untuk menghina para Nazi Punk yang pernah berkeliaran dan melakukan tindakan rasisme terhadap sesama Punk dan Skinhead. Mereka menyerukan rasisme, dan kebencian terhadap kaum minoritas, seperti Negro, Yahudi dan lainnya, bahkan kepada para anti-rasis yang jelas sebagai lawan filosofi mereka, sebagai mana Nazi Jerman, mereka selalu meninggikan ras arya, kaum kulit putih eropa. Tindakan rasis mereka sangat mengotori budaya punk yang ada pada masa itu. Namun dari hasil penelusuran gerakan-gerakan neo-Nazi masih saja banyak tersebar. Itulah fokus utama dalam lagu ini, yaitu tentang masuknya Punk kedalam segala jenis kebudayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis sendiri bukanlah seorang penganut Punk, atau setidaknya bukan Punk yang menjadi gaya hidup kaum urban, namun lebih kepada filosofi kebebasannya, bukan kepada kebebasan dalam bertindak melainkan kebebasan dalam berkarya. Bagi penulis Punk adalah paham kebebasan yang dimana seseorang sudah dapat membebaskan dirinya sendiri dari bertindak salah, atau sudah mampu memilih kesalahan apa yang akan ia lakukan, bukan kebebasan yang tanpa pembatasan dan tanggung jawab, namun punk sebagai kebebasan manusia dari peraturan luar dirinya karena ia sudah memiliki kemampuan mengendalikan diri yang tinggi dari dalam dirinya sendiri. Namun sekali lagi ini Punk, maka cari saja pengartiannya menurut hati nurani kalian sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*tulisan ini tertulis sambil mengingat-ingat konser NOFX di Jakarta beberapa tahun lalu*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4271491310966139805-3890149067151200990?l=www.amarilldo.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/NikotinDanKafein/~3/pyPsx-y7bVk/telaah-sosio-kultural-lagu-brews-dari.html</link><author>noreply@blogger.com (Amarilldo)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.amarilldo.com/2010/01/telaah-sosio-kultural-lagu-brews-dari.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4271491310966139805.post-8493823064652041085</guid><pubDate>Mon, 18 Jan 2010 14:04:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-01-18T06:09:25.048-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ide</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">pemikiran</category><title>Ketika Ide Itu Sendiri Bukanlah Milik Saya</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika Ide itu sendiri bukanlah berasal dari diri sendiri, karena muncul pertanyaan mengapa mereka (Ide) tidak muncul ketika saya menginginkannya dengan sengaja denga kemauan diri sendiri dengan apa yang mereka sebut itu sebagai freewill (kehendak bebas). Free will dalam dunia ini benarkah ada ataukah memang saya hanya menjalani tanpa pernah memiliki pilihan untuk memilih dan saya merasa sudah memilih untuk karena semua hanya semu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Perkara ini muncul ketika beberapa saat ingin menulis, aktifitas blogging yang menyenangkan terkadang terhambat oleh tidak diperolehnya ide untuk menulis, entah pembahasan yang sedang tidak seru untuk dibahas atau keinginan untuk menulis yang sekejap menghilang. Dari keadaan itu maka disadari sedikit masukan bahwa kemauan dan ide itu sendiri adalah anugrah, penulis pribadi tidak mampu menyusun kapan tibanya mereka untuk di dapat dan apa yang akan di bahas nantinya masihlah belum terbayang pada saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika mencoba untuk membayangkan dan terus membayangkan mencari dan terus mencari ternyata semua di dapat dengan usaha, namun yang berbeda tingkatannya pada setiap manusia, terkadang kita terheran ketika seseorang melakukan hal yang hebat, sesuatu yang tidak pernah terpikir oleh kita untuk melakukan hal yang dalam pandanga kita hebat tersebut, namun benarkah ia mendapatkannya dengan hasil usahanya atau ia tercerahkan dengan dalam waktu sesaat bersamaan dengan kemauannya untuk melakukannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak sekali misteri di dalam otak manusia, mulai dari apa yang dijelaskan oleh Freud tentang kesadaran itu sendiri dimana menurutnya terbagi dalam tiga tingkatan, yang pertama kesadaran, pra-sadar dan bawah sadar. Dianalogikan oleh Freud dengan gunung es dilautan, dimana pada bagian atas yang mencuat kepermukaan hanyalah sebagian kecil dan bagian itu adalah untuk menggambarkan area kesadaran, sedangkan pada bagian tengah yang merupakan bagian yang lebih besar dari bagian atas adalah area pra-sadar, dimana pada area tersebut terdapat berbagai macam ingatan yang mampu di ingat kembali oleh seseorang. Bagian terakhir, yaitu bawah sadar dimana didalamnya berisikan berbagai macam ingatan yang pernah dimiliki manusia, walau tidak/sulit untuk dapat di ingat kembali namun masih tersimpan di sana. Ketiganya memiliki keterkaitan satu sama lain dan menciptakan apa yang disebut dorongan-dorongan, melakukan interaksi dari yang sedang terjadi dan yang telah terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita tinggalkan dulu teori-teori psikologi, intinya pada saat ini adalah mengapa terkadang ide tidak ada saat dibutuhkan? apakah sudah terlalu malas manusianya sehingga otaknya membeku dan tidak mampu melakukan pembahasan apapun dalam pikirannya? atau manusia yang sedang kehilangan gairah dalam hal pemikiran ataukah manusia yang sedang mengalami gangguan mood, sehingga apa yang mereka lakukan sangat bergantung pada suasana hati mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ada baiknya jika kita selalu mencatat segala macam yang kita pikirkan, entah dalam buku catatan harian atau juga blog, dengan demikian segala yang pernah tersirat dalam pikiran kita akan dapat dilihat kembali jika dibutuhkan. Ide adalah sesuatu yang berharga, maka jangan dimaknai dengan rendah. Dalam satu hari seseorang mampu menghasilkan banyak sekali ide orisinil dan jangan sampai semua itu lenyap hanya manjadi sesuatu yang pernah tersirat saja, terlupa, masuk kedalam alam bawah sadar dan sulit sekali untuk dikenali untuk di panggil kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis sendiri masih merasa asing dengan yang namanya ide itu sendiri, contoh seperti pada awal penulisan tulisan ini, semua adalah akibat dari tidak adanya ide penulis dalam menulis, sehingga penulis mengambil tema tentang ide, dengan pertanyaan mengapa ide-ide itu terkadang muncul dan terkadang tidak ada sama sekali, maka dimulai dengan sesuatu pertanyaan dan dijawab dengan segala macam bentuk pengalaman penulis saja, dan bersyukur ternyata dari ketidak-adaan ide itu sendiri dapat menjadi sebuah bahan perbincangan dalam diri penulis sendiri. Bagi penulis sendiri jika diri ini sedang dilimpahi dengan berbagai macam pemikiran maka ada baiknya mengikat semua itu dengan menuliskannya, sedangkan untuk keadaannya sendiri ada baiknya jika dapat kita ikat dengan rasa bersyukur.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4271491310966139805-8493823064652041085?l=www.amarilldo.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/NikotinDanKafein/~3/9bJceble3z0/ketika-ide-itu-sendiri-bukanlah-milik.html</link><author>noreply@blogger.com (Amarilldo)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.amarilldo.com/2010/01/ketika-ide-itu-sendiri-bukanlah-milik.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4271491310966139805.post-4479808884857259395</guid><pubDate>Fri, 08 Jan 2010 07:26:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-01-07T23:28:45.969-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">manusia</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">pemikiran</category><title>Kesombongan Adalah Hal Terbodoh</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kesombongan, saat dimana kita merasa, ingat hanya merasa, dan yakin bahwa diri ini berada pada puncak dunia, dimana kita memandang rendah orang-orang lain yang ada disekitar kita dan mengatakan dengan lantang bahwa diri kita adalah hebat, dan secara keseluruhan kehebatan yang kita miliki adalah murni 100% hasil dari diri kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Selain itu kesombongan adalah perasaan dimana diri merasa paling benar, benar sebenar-benarnya, tak ada salah dan cacat, serba sempurna dan jauh dari keburukan. Keadaan palign “wah” dalam diri yang sebenarnya adalah bentuk dari kebodohan kita yang paling tinggi, bentuk dari ketidak-tahuan kita yang paling menyeramkan, keadaan kita yang paling rendah-se-rendah-rendah-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa dikatakan demikian adalah karena manusia seharusnya sadar akan apa yang ada disekelilingnya, menjauhi rasa tertinggi dari dirinya, dikarenakan manusia adalah makhluk yang lemah, makhluk yang bergantung pada alam, makhluk yang membutuhkan asupan energi untuk hidup dan makhluk yang tidak bersifat abadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu manusia adalah makhluk sosial, dengan artian manusia membutuhkan manusia lainnya. Manusia harus menyadari bahwa jagad raya lebih luas daripada apa yang mereka pikirkan, manusia harus melihat bintang, langit, bumi, dan segala macam yang ada disekitarnya guna menyadari, dimanakah dirinya berada dan apakah hakikat keberadaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas seorang manusia tidak dibenarkan untuk menyombongkan diri walau hanya sedikit sekalipun, karena hal tersebut termasuk dalam sifat yang menghancurkan diri sendiri, dimana diri kehilangan kendalinya, kehilangan keyakinannya, melakukan suatu usaha penyelamatan diri dengan metode yang sebaliknya, menghancurkan diri, dengan membentuk kepercayaan yang salah didalam kepala, irasionalitas dan condong pada bentuk delusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia adalah makhluk yang rapuh, tidak luput dari melakukan kesalahan, namun manusia sendiri melakukan pembenaran, tidak mengakui kesalahan dan tidak melakukan perbaikan. Manusia dengan batasan yang wajar, batas wajar itu sendiri ternyata sangat berbeda antara satu manusia dengan manusia yang lain. batasan itu cenderung terbentuk dari dalam lingkungan manusia, dimana ia tinggal dan dimana ia melakukan aktivitas, dipelajari dan merupakan buah pikir manusia itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menjadi diri sendiri dan menggali kecendrungan hati yang sebenarnya maka manusia akan menemukan apa yang menjadi fokus utama dalam kehidupannya, sehingga batasan-batasan dalam kehidupannya menjadi jelas dan dengan berjalannya waktu membimbing manusia tersebut dalam jalurnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia yang sombong adalah manusia yang melupakan segala macam potensi yang ada dalam dirinya, kesombongan cenderung membuat seseorang tidak mau berusaha lagi, melihat semuanya sudah sangat hebat, melihat semuanya sudah sangat sempurna, merasa sudah tidak ada lagi yang perlu diperbaiki, sehingga kebenaran seakan hanya milik diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghilangkan kesombongan dalam diri memang tidaklah mudah terkadang mereka timbul dari dalam hati, berupa pujian-pujian terhadap diri sendiri yang sudah terlalu terlewat batas, terlewat batas karena ketidaktahuan, suatu upaya menutup-tutupi, membohongi diri sendiri. pengakuan yang tidak wajar dan memiliki unsur-unsur pemujaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesombongan membuat manusia tidak berkembang, selain karena perasaan yang menunjukkan keadaan yang sudah terlampau hebat, ada lagi yaitu keadaan dimana manusia sudah tertutup kesempatannya untuk menjadi lebih dari apa yang sudah ada sekarang. Kesombongan membuat manusia bukan hanya dibenci oleh manusia lain, ia juga akan menjadikan manusia tersebut dibenci oleh dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hancurnya dunia orang sombong adalah ketika manusia itu mengetahui kebenaran, semua terasa seperti kiamat, semua terasa seperti berakhir, itulah manusia yang sombong, mereka besar kepala dan melupakan dari mana ia berasal, dan dari mana semua yang ia telah peroleh berasal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jebakan kesombongan dapat kita minimalisir yaitu dengan mensyukuri apa yang telah kita raih, kemudian dengan meyakini akan keberadaan Tuhan, dimana ada yang lebih berkuasa dari diri kita, sesuatu yang maha kuasa dan maha pencipta, yang menciptakan diri kita dan memberikan kebaikan kepada kita, jadi kita tidak akan menyangka bahwa semua ini adalah hasil dari jerih payah kita, namun lebih kepada hasil dari karunia nyata yang telah diberikan oleh Tuhan kepada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala nikmat yang kita peroleh akan menjadi lebih nikmat rasanya jika kita mensyukuri, kita berterimakasih, dan merasa senang dengan “pemberian” itu kepada Tuhan. Faktor-faktor ketuhanan adalah keadaan yang lebih baik dari diri kita, bukan sebagai tempat akhir untuk disebut ketika kita tak mampu menjawab namun lebih kepada keyakinan bahwa banyak hal yang berada dalam luar jangkauan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapalah kita makhluk lemah disuatu planet yang kecil, berada disusunan galaxi, tersebar dan penuh dengan ketidaktahuan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4271491310966139805-4479808884857259395?l=www.amarilldo.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/NikotinDanKafein/~3/Kfp2zzhikO0/kesombongan-adalah-hal-terbodoh.html</link><author>noreply@blogger.com (Amarilldo)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.amarilldo.com/2010/01/kesombongan-adalah-hal-terbodoh.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4271491310966139805.post-3251645327229211303</guid><pubDate>Sun, 11 Oct 2009 07:13:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-10-11T00:22:16.896-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">manusia</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">pemikiran</category><title>Ketika Membenci</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terkadang ada saja perilaku yang membuat kita benci terhadap orang lain yang ada dalam kehidupan kita, entah dari mana asalnya yang jelas terjadi perbenturan antara diri kita dengan orang tersebut. rasa tidak suka menjadikan kita melihat segala aspek yang menyangkut dengan diri orang tersebut adalah buruk adanya secara keseluruhan dan tanpa kecuali. Namun benarkah perasaan itu bagi diri kita sendiri atau hal tersebut hanya akan menjerumuskan kita pada gerakan penghancuran diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kebencian adalah hal yang sangat menyakitkan apabila kita rasakan, terkadang ada saja hal yang menjadikan kita sebagai seorang pembenci sejati entah dalam hal apa, mungkin hal tersebut bertabrakan dengan idealisme dan juga kepentingan kita atau mungkin bersebrangan dengan harapan dan juga keinginan kita. Kebencian berasal dari rasa untuk menyelamatkan apa yang sekarang kita rasakan, menjauhkan kita dari apa yang dapat menghancurkan kita, namun kesemuanya atas dasar logika dan juga nalar kita saja, bukan berdasar dari apa yang bersifat hakiki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebencian dalam tulisan ini akan dibedakan dengan rasa tidak suka, rasa tidak suka merupakan keadaan diri menjauhi apa yang tidak disukai, tidak suka, hanya itu, dan benci sangat berbeda, disini adalah keadaan perasaan diri terhadap sesuatu yang bersifat entah itu baik atau buruk dalam keadaan normal, namun mendorong diri sampai ingin utnuk melakukan tindakan agresi kepada objek kebencian. Kebencian mendorong manusia untuk memiliki panas yang membara didalam hati, menjadikan diri sangat tidak stabil dan membakar kepala akibat mendidihnya darah akibat kebencian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dirasakan manusia terkadang membutakan logika yang ia miliki, segala upaya akan dilakukan untuk melakukan tindakan negatif terhadap objek yang dibenci selama ada kesempatan, atau bahkan sampai-sampai menciptakan kesempatan tersebut untuk memuaskan hasrat kebenciannya, entah dengan menyakiti atau bahkan sampai menghilangkan nyawa secara sadis dan tidak berperikemanusiaan. Akibat kebencian yang dipupuk dan penuh dengan rasionalisasi-rasionalisasi yang salah dan mengakibatkan kepercayaan yang salah didalam kepala manusia sehingga memandang segala sesuatu yang dilakukan oleh yang dibenci sebagai sesuatu yang merugikan dirinya (pembenci).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa tidak suka mungkin boleh saja kita tanamkan terhadap segala macam hal yang bertentangan dengan dasar ideologi kita, sebagai contoh untuk orang beragama akan tidak menyukai segala macam hal yang ditetapkan sebagai salah oleh agamanya, maka para pemeluk agama tersebut akan sedikit demi sedikit untuk mengikis keberadaan hal yang dianggap salah terebut dengan dasar tidak suka, dan bukan atas dasar kebencian yang mereka tanamkan dalam diri mereka. Karena rasa benci itu sendiri yang membakar apa yang ada dalam diri mereka menjadikan seseorang terbutakan dalam kebencian, terseret dalam nikmatnya membenci dan keinginan untuk menyiksa yang dibenci, secara sadis dan tidak bermoral sama sekali, hanya nafsu yang dikembangkan, dihalakan oleh peraturan namun dengan cara yang lebih tidak bermoral. Maka dari kebencian itu akan membawa seseorang yang membawa panji kebenaran sebagai seseorang yang hanya bertopeng kebenaran dengan tujuan, niat dan keinginan yang buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjauhkan diri dari kebencian akan membuat kita dapat berpikir dan memprediksi dengan semestinya, tidak terbawa atau terpengaruh oleh emosi negatif yang menyesatkan, menjauhkan kita dari keinginan sesat yang dibalut dalam kemasan keinginan suci, menjauhkan kita dari petaka yang akan membunuh diri kita sendiri. perasaan yang membutakan seperti benci terkadang memiliki nikmat tersendiri bagi pemiliknya, mereka terlihat puas jika sudah dapat membalas kebenciannya, mereka terlihat seperti ingin ada dan ada lagi pihak yang mereka benci, sehingga rasio mereka mencari kesalahan dan pembenaran untuk dapat membenci orang lain lalu dengan demikian memperlakukannya dengan sangat keji dan tanpa belas kasih hanya kebencian yang mengambil alih dan menyisakan duka yang dalam bagi diri sang korban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesadaran diri dari kebencian adalah benar adanya, ketika kita dirugikan orang lain atau berada pada posisi terancam kebencian terkadang muncul, entah walau hanya sepercik atau sudah sampai membakar, membuat diri mengambil langkah pasti yang akan menyelamatkan diri sendiri entah dengan menghindar atau maju menyerang, hal tersebut dilakukan tanpa penilaian yang rasional hanya dengan penilaian dasar dari apa yang kita rasakan, mengakibatkan kita terjerumus dalam kesalahan dalam pengambilan langkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindakan yang baik adalah tindakan yang dilakukan secara sadar, melalui pemikiran atau mungkin melalui intuisi perasaan yang bersih, dan bukan dengan pengaruh benci yang dirasionalisasi dan juga bukan dengan intuisi delusi. Manusia tidak akan merasakan jernih dan tenang didalam dirinya jika masih menyimpan kebencian didalam dirinya, entah itu dendam dan juga perasaan iri, dengki dan srei, walau dalam diri setiap insan hal tersebut selalu ada sebagai suatu pembawaan dan juga ilham untuk mencondongkan diri pada keburukan, tetapi dengan dirinya sendiri sebagai raja bagi diri sendiri dapat menahan segala macam hal tersebut hingga terdorong sampai titik yang rendah dan serendah-rendahnya karena jelas semua itu tidak dapat dihilangkan dari dalam diri setiap insan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan manusia untuk menjernihkan perasaannya sendiri merupakan berkah yang mereka miliki, manusia dapat menenangkan diri dalam keadaan yang paling kalut sekalipun, menjauhkan diri dari keadaan sangat menyiksa yang ditimbulkan oleh perasaannya sendiri. kalaupun parasaan itu datang akibat suatu tindakan tidak adil yang secara nyata dilakukan oleh orang lain maka kemampuan manusia untuk menerima dan memaafkan adalah lebih baik, sehingga manusia walau telah dirugikan sekalipun, akan membawa dirinya menjadi lebih kuat, karena dengan kesadarannya yang sehat mampu memberikan kesempatan pada dirinya untuk melahap rasa sakit yang berfungsi bagai meminum jamu (pahit namun menyehatkan), mengambil pelajaran bahwa apa yang telah dilakukan orang lain terhadap diri kita jangan sampai kita lakukan kepada orang lain jikalau hal itu kita rasa menyakitkan diri kita, kemudian dengan memaafkan dan menerima mampu menjadikan diri kita sebagai pemilik mental yang kuat, jauh dari sifat manja secara perasaan, kemudian membuat kita lebih ‘luwes’ dalam menghadapi kehidupan, dan yang terakhir dan yang terpenting adalah sebagai bahan introspeksi diri, bagaimana kita akhirnya bisa melihat apa yang kita lakukan selam ini terhadap orang lain, apakah sudah memberikan rasa sayang dan kasih bagi semua ataukah kita juga menyisakan kebencian tersendiri terhadap orang-orang yang ada disekitar kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian betama meruginya kita jika menghabiskan energi yang kita miliki untuk membenci, merubah apa yang tadinya baik menjadi buruk, menyebarkan kerusakan di muka bumi, sedangkan alam itu berjanji bahwa apa yang kita tanam maka akan kita tuai, menanam singkong maka akan tumbuh singkong, menanam cinta akan menuai cinta, menanam benci akan mebuahkan petaka, itulah ketetapan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4271491310966139805-3251645327229211303?l=www.amarilldo.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/NikotinDanKafein/~3/X5W9B22wwLs/ketika-membenci.html</link><author>noreply@blogger.com (Amarilldo)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.amarilldo.com/2009/10/ketika-membenci.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4271491310966139805.post-8340708897269113531</guid><pubDate>Fri, 02 Oct 2009 16:33:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-10-02T09:35:24.114-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">manusia</category><title>Manusia #1</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adakalanya menjadi manusia itu memikirkan manusia lain, merasa takjub dan juga terheran-heran dengan apa yang mereka lakukan, bertindak sebagai orang luar yang tidak terkait dengan manusia lain adalah sulit rasanya dilakukan oleh seorang manusia dalam menghadapi hidupnya, karena setiap orang memiliki kehidupannya masing-masing. Terkadang ada saja seseorang yang ingin memperhatikan manusia namun ia sendiri lupa bahwa ia juga manusia dan juga memiliki lingkaran kehidupannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Perasaan dapat lepas dari kehidupan adalah dusta bagi manusia selama ia masih bernafas, karena ia akan tetap terikat dnegan gravitasi di atas bumi dan juga membutuhkan komunikasi, sosialisasi dan kasih sayang. Yang menakjubkan dari menjadi manusia adalah kehidupan itu sendiri walau karena manusia yang selalu saja melihat bahwa ada saja hal diluar sana yang membuat mereka merasa gempar seperti penemuan benda asing atau mungkin kejadian-kejadian yang luar biasa, dimana mereka yang melihatnya merasa sangat takjub. Padahal kalau dipikir-pikir kehidupan yang kita jalani sebagai ‘kehidupan biasa’ itu sendiri adalah sesuatu yang sangat menakjubkan, bagaimana bisa kita berpikir merasakan dan juga mengalami berbagai macam perasaan dalam diri kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi manusia memiliki sudut pandangnya masing-masing, sesuai dengan apa yang telah dipelajari dan apa yang telah dialami. Menjadi manusia adalah ajaib, terlahir tanpa mengetahui apa-apa, tanpa pernah ingat bahwa diri pernah memilih untuk terlahir dari siapa dan dalam keadaan bagaimana juga sebagai siapa. namun karena seperti sudah terbiasa dengan sesuatu yang ‘biasa’ itu sendiri manusia merasakan bahwa hidup hanyalah siksaan, kesenangan dan berlalu saja, karena manusia sendiri yang tidak mau melihat apa yang ada disekitarnya, bahkan mereka tidak mau menyadari apa yang sebenarnya mereka sadari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan hanya memikirkan tentang keadaan manusia itu sendiri, mereka terkadang lupa, mengalami kerugian dari hari ke hari bahkan penulis sendiri yang terkadang tenggelam dalam dunia yang konvensional seperti apa yang biasa kita alami sehari-hari, sebagai contoh, bangun pagi lalu mandi lalu sarapan lalu berangkat kerja lalu pulang lalu makan lalu minum lalu tidur dan begitu lagi kemudian harinya, mungkin terkecuali sabtu dan minggu bisa makan lalu minum lalu tidur saja karena hari libur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang seperti contoh diatas adalah kehidupan manusia pada jaman sekarang, namun bukan bermaksud meremehkannya, melainkan dari sudut pandang yang lain hal tersebut adalah menakjubkan, bahkan manusia dalam menjalani seperti contoh yang ada diatas akan dapat merasakan tekanan yang teramat sangat, entah karena masalah apa namun pasti saja ada masalahnya. Manusia dan pemikirannya adalah satu-kesatuan yang tidak bisa dipisahkan, menjadi manusia yang mau untuk keluar dari kebiasaan berpikir yang biasa akan mengakibatkan pertentangan antara satu manusia dan manusia yang lain karena manusia seperti telah memiliki kesepakatan bersama untuk cara berpikir yang dapat diterima oleh manusia lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebebasan manusia sendiri dalam berpendapat dan juga menentukan apa yang ingin dipikirkannya terkadang telah diatur oleh pola hidup dan juga kesepakatan sosial yang telah terbentuk selama ratusan tahun, namun kebudayaan dan juga tradisi yang dimiliki manusia seharusnya dapat menuntun manusia untuk menjadi manusia yang bebas secara pribadi untuk mengekspresikan dirinya secara baik walau hanya untuk dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hilangnya nilai-nilai potensi manusia terletak pada apa yang telah mereka sepakati bersama dengan manusia lainnya, dengan contoh apakah itu yang baik dan apakah itu yang buruk baik itu secara tertulis ataupun secara tersirat saja. Manusia makhluk yang kompleks dengan kekhasannya yang cenderung membuat dirinya takjub akan apa yang ada pada dirinya sendiri. itulah manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entahlah apa itu manusia, saya manusia dan yang membaca tulisan ini kemungkinan besar juga pasti manusia, penulis hanya mencoba menuliskan apa yang ada dalam pemikiran dan tidak bertujuan apa-apa, karena ini adalah sebuah tulisan dan pemikiran yang masih mengalami perubahan, mungkin cukup sampai disini untuk yang pertama kali, jikalau ada yang belum bisa menangkap arti maka mohon dimaklumi karena ini masih bersifat abstrak (atau sengaja untuk diabstrakkan terlebih dahulu). Semoga ini menjadi seri tulisan Manusia.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4271491310966139805-8340708897269113531?l=www.amarilldo.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/NikotinDanKafein/~3/dGlcfthJTsA/manusia-1.html</link><author>noreply@blogger.com (Amarilldo)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.amarilldo.com/2009/10/manusia-1.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4271491310966139805.post-8260043751826910237</guid><pubDate>Tue, 29 Sep 2009 15:44:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-09-29T08:46:28.177-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">pemikiran</category><title>Tersiksa Keinginan</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam beberapa masalah apa yang kita rasakan sebagai manusia adalah keinginan, dan terkadang tersiksa akan keinginan merupakan suatu keadaan yang sangat memalukan karena apa yang kita rasakan tidak baik diakibatkan sesuatu yang kita harapkan namun kedatangannya tidak juga kunjung tiba.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Harapan merupakan cahaya kehidupan manusia, namun adakalanya apa yang kita inginkan dalam dunia ini tidak akan pernah atau tidak mungkin untuk kita dapatkan. Manusia memiliki banyak-banyak-banyak sekali keinginan dan manusia adalah makhluk yang tidak akan pernah puas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keinginan boleh saja kita miliki namun seperti biasa apa saja yang kita harapkan tidak akan 100% akan sesuai dengan harapan. Pengharapan manusia terhadap dunia adalah salah satu kelemahan manusia dimana dalam kehidupan yang tidak pasti ini manusia selalu saja menginginkan agar dunia berjalan sesuai dengan kehendaknya. Nafsu adalah kodrat manusia, manusia memiliki keinginan terlepas dari apakah itu dipandang baik oleh batasan moral atau apakah itu buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia dan keinginan beserta mimpi-mimpinya terkadang menjadi penyemangat hidupnya, untuk meraih segala macam yang diinginkannya, entah ia seorang hedonis yang menginginkan kebahagiaan duniawi atau ia adalah seorang pertapa yang menginginkan kesenangan/ketenangan spiritual, yang jelas adalah semua itu berdasar dari keinginan itu sendiri. mungkin berbeda lagi dengan keinginan para teroris dimana mereka ingin negara adi-daya itu luluh lantah akibat bom mereka, atau para deermawan yang menginginkan bahwa di dunia tidak lagi boleh ada yang namanya kelaparan. Dan semua itu berawal dari keinginan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Macam model isi kepala manusia itu adalah sebanyak jumlah kepala manusia itu sendiri, masing-masing dengan apa yang ia harapkan dan masing-masing dengan hambatannya sendiri-sendiri. proses manusia untuk mencapai apa yang ia inginkan ada yang menjadi sulit dan ada juga yang mudah, namun semua bersifat subjektif tergantung oleh mereka yang mengalaminya, mungkin ada seseorang yang terlihat oleh orang lain seperti tidak membutuhkan kerja keras untuk mendapatkan apa yang diinginkannya dan ada juga yang melihat bahwa ada seseorang yang harus bertaruh dengan nyawanya untuk mendapatkan apa yang menjadi keinginannya. Namun itu pendangan bagi yang melihat dan bukan dari mereka yang menjalani, dimana dari mereka yang menjalani juga mengatakan hal yang berbeda-beda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terserah kepada manusia itu menjadikan apa dalam dunia ini sebagai tujuannya, tidak ada yang tahu apa yang diinginkan manusia hari ini dan hari esok dimana keduanya sering kali berubah terpengaruh oleh pengalaman baik secara fisik maupun mental terhadap dirinya. Intinya manusia adalah makhluk yang dapat dikatakan sulit untuk ditebak. Namun manusia hidup dengan ‘ingin’ didalam dirinya, entah apakah itu, namun tanpanya rasa-rasanya manusia tidak dapat hidup, entah mungkin hanya hal kecil dan sepele, seperti ingin melangkah satu langkah kedepan, atau mungkin ingin kekamar mandi dan lain-lain dimana ingin yang satu ini terkadang dikatakan ‘kehendak bebas’. Namun dalam berkehendak sendiri manusia terkadang tidak mendapatan apa yang diinginkannya, bukan tergantung pada seberapa besar keinginan  yang ada dalam dirinya, melainkan manusia juga dibantu oleh keadaan, dimana keduanya cenderung bersinergi untuk memenuhi atau menggagalkan segala macam kehendak itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pemikiran penulis kehendak dan pendukung kehendak bukanlah memberikan peran sebanyak 50:50 melainkan tidak ada persentase jelas dari pengaruh keduanya terhadap hasil yang akan didapatkan, hal ini adalah bentuk dari pemikiran tentang adnaya faktor keberuntungan, dimana faktor tersebut rasa-rasanya merusak persangkaan kita terhadap sesuatu selalu dimanapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ilmuwan mengatakan bahwa keadaan dunia yang sebenarnya adalah chaos belaka, semua berjalan secara acak tanpa ada dapat suatu perhitungan menebaknya. Mereka mengatakan bahwa selalu saja ada kemungkinan walau sekecil apapun, karena keacakan itu sendiri yang berjalan dan tersebar secara tidak menentu. Namun bagi seorang agamawan yang percaya kepada tuhan lebih memilih untuk menyerahkan segala macam hal hanya kepada yang maha kuasa dimana tak ada sesuatupun yang tidak berada dibawah kehendak tuhan termasuk pada pemikiran manusia sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi ketika manusia berharap akan sesuatu pasti ada saja faktor yang mendukungnya dan juga ada faktor yang akan menghambat terlaksananya, hal ini terkadang tidak dapat diketahui oleh manusia atau disangka oleh manusia namun apa yang manusia lakukan dengan melakukan generalisasi terhadpa sesuatu dapat terbukti salah dan tidak tepat adanya dnegan kenyataan. Dengan demikian manusia hidup dalam ketidak pastian dalam dunianya sendiri dengan melakukan pengharapan 100% dimana kemungkina  untuk dapat terlaksana tidak sesuai dengan pengharapan yang telah diberikan oleh dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan manusia untuk menerka dan melihat dalam hal ini adalah dibutuhkan terlebih kemampuan intuitif manusia yang menggunakan perasaan dan juga logika secara bersamaan. Entah apa yang mereka inginkan terkadang ada yang sangat ditolong oleh keadaan, dalam hal ini keadaan yang tepat oleh orang yang tepat dimana keduanya saling mendukung untuk pemenuhan harapan terkadang dapat ditemukan, namun tetap saja hal terebut terlihat dan dirasakan oleh yang mengalami sebagai sesuatu yang tidak disangka-sangka, mengapa penulis berani mengatakan demikian adalah karena sifat manusia sendiri yang jarang bisa ditebak secara baik dan kedua adalah apa yang selalu penulis alami sehari-hari, walau terjadwal sekalipun namun penulis tidak pernah menyangka apa yang ada diesok hari pada hari sebelumnya, semua susunan rencana mungkin berjalan dengan baik, namun setiap detik yang terjadi didalamnya berada diluar kendali diri manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecelakaan kah atau keberuntungan kah dapat terjadi kapan dan dimana saja, tanpa ada yang bisa mempredikisinya, atau mungkin terprediksi namun tidak berpengaruh kepada kenyataan. Hal-hal yang demikian adalah sebuah keadaannya nyata bahwa apa yang ada dihari esok masih belum tampak jelas bagi mata manusia. Berkaitan dengan masalah keinginannya manusia dituntut untuk menjadi pribadi yang luwes dalam menghadapi segala macam kemungkinan, entah apa yang akan ia alami dalam kehidupan ini entah akan menjadi menyedihkan berdasarkan standar seorang raja atau akan menjadi menyenangkan berdasarkan standar seorang bar-bar. Apa yang saja yang mereka harapkan diharapkan untuk melakukan tindakan sepenuh hati tenaga dan jiwa untuk mendapatkannya namun untuk hasil yang sempurna diharapkan manusia memiliki pemikiran tentang kemungknan dan juga suatu ketetapan dimana manusia belum mampu mengalahkan waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga manusia hanya ingat akan hal berusaha, dimana manusia selalu berusaha dan mendapatkan balasan dari usahanya sesuai dengan apa yang ia kerjakan. Kesan dari kata yang sudah penulis sebutkan mungkin dalam hal ini sangat terdengar subjektif namun, dalam kenyataannya manusia dengan sejuta pengharapan yang sudah mengorbankan segala macam yang ia miliki tidak kunjung juga mendapatkan apa yang ia usahakan, namun apakah demikian adanya jika kita melihat dari apa yang sudah didapatkan oleh manusia tersebut didalam kepalanya, atau ternyata apa yang ia inginkan ternyata memang sudah berubah sama sekali dari apa yang ia inginkan dalam versi anda yang memperhatikan. Mungkin bisa saja sama dan mungkin bisa saja tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal keinginan manusia seharusnya selalu bersyukur karena masih saj kesempata bagaimanapun keadaannya, walau tidak selalu dan juga tidak selamanya demikian namun setidaknya kemampuan logika dasar manusia masih dapat dijadikan suatu landasan dalam memprediksi walau tidak ada data jelas dari berapa banyak kebenaran yang akan didapat, namun dengan berpikir jernih dan berharap dengan harapan yang berdampak jernih pada kehidupan maka menjadi manusia yang tidak memiliki harapan apa-apa sekalipun akan terasa sangat menyenangkan dan yang terpenting adalah tenang dengan tidak tersiksa dengan keinginan yang bukan-bukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*tulisan ini sangat terpengaruh oleh buku Black Swan karya Nassim Nicholas Taleb&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4271491310966139805-8260043751826910237?l=www.amarilldo.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/NikotinDanKafein/~3/unER2XOQrHc/tersiksa-keinginan.html</link><author>noreply@blogger.com (Amarilldo)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.amarilldo.com/2009/09/tersiksa-keinginan.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4271491310966139805.post-7859161667070495270</guid><pubDate>Sun, 23 Aug 2009 14:52:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-23T07:53:57.842-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">pemikiran</category><title>Kenangan</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hidup dalam dunia ini sebagai manusia, entah apa yang akan terjadi didepan nanti, tidak ada yang mengetahui, apa yang kita rencanakan sekarang untuk esok hari, tidak ada yang mengetahui apakah akan terlaksana atau akan terbengkalai dan akan terjadi sesuatu yang lain diluar rencana kita. Yang jelas selama hidup penulis apa yang kita usahakan sekarang tidak pernah sebelumnya terbayangkan dalam benak penulis, bahwa semua akan menjadi seperti ini, walau itu harapan, tidak sesuai dengan yang dicita-citakan, satu sisi mereka menjadi lebih baik namun ada kalanya mereka tidak sesuai dengan yang diharapkan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Apa yang telah berlalu biarlah berlalu, mereka menjadi kenangan tersendiri yang ada dalam benak kita, manjadi keabadian yang tidak akan pernah kembali lagi. Kenangan indah atau kenangan buruk semua datang silih berganti, menyejukkan hati dan terkadang menyesakkan hati. Satu per satu, manusia, keadaan, kebencian dan kecintaan datang silih berganti, memenuhi ruang dalam kepala, dipikirkan dan diambil maknanya, ada kalanya memberikan pelajaran, namun tidak jarang juga yang malah menyesatkan. Ada yang bilang kalau kehidupan ini adalah sebuah proses, prose menuju jati diri yang abadi, yaitu kematian dan jadilah saja semua ini kenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Detik yang telah berlalu tidak akan pernah kembali lagi, semua yang telah dikenang akan tersimpan dalam memori yang tidak akan pernah dilupakan, entah masuk kedalam prasadar kita, atau mungkin masuk keadalam alam bawah sadar kita. Yang mana yang dimana? Yang mana kita ingat adalah kenangan manis dan kenangan buruk jarang sekali ingin kita ingat-ingat. Semua manusia tidak menginginkan untuk mengalami keburukan dalam kehidupannya, manusia tidak ingin ada kekurangan dalma kehidupannya, manusia ingin senang manusia ingin bahagia, namun manusia yang ingin mencapai tempat yang lebih tinggi haruslah melewati jalan yang tinggi dan curam ketika melihat kebawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia yang kuat adalah manusia yang mau menerima apa yang ditawarkan kehidupan kepada diri mereka, bukan menerima dengan lapang namun menerima denga jati diri dimana mereka membentuknya sendiri, manusia yang kuat adalah manusia yang terbentuk oleh kerasnya alam, manusia yang tidak menginginkan adanya kemelut didalam dirinya, manusia yang mau merdeka, menjalankan apa yang mereka inginkan sesuai dengan tuntutan jiwanya, tuntutan dari hatinya, panggilan dari ruh terdalam yang bersemayam didalam tubuh mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia boleh saja secara sadar mengatakan kalau diri mereka ingin sekali menjauhi rasa sakit, namun apa boleh buat ternyata rasa sakit sangatlah baik bagi diri mereka. Apa yang mereka harapkan, apa yang menjadi tujuan dan cita-cita mereka tidak akan dengan mudah didapat, walau ada sebagian yang mendapatkannya dengan cara yang dikatakan mudah oleh manusia lainnya. Ketidak-abadian manusia adalah ciri dari kesempurnaan mereka, dimana mereka mengetahui ketidak-abadian melekat pada diri mereka, namun mereka berjalan lenggak-lenggok didunia ini bagai untuk selama-lamanya. Proses manusia dalam membutakan dirinya dari ketidak-abadian dirinya dapat tercermin dari perilaku kita sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesempurnaan yang mereka harapkan pada akhirnya hanya akan menjadi kenangan yang tidak akan pernah diingat oleh sesiapapun juga, mereka hilang didalam tanah dan air, mereka menjadi jasad renik yang dikembalikan kepada alam. Manusia dan kehidupan adalah dua sisi mata uang, dimana manusia dan kehidupan selalu bertolak belakang, yang satu berjalan maju dan yang satu berjalan mundur, dalam artian yang terlalu mendalam ini sangat sulit untuk dirasakan oleh manusia, karena terlahir sebagai manusia dan berjalan menjadi alam, dikatakanlah hal tersebut sebagai mundur, sedangkan kehidupan dimana planet ini dan segala teman-teman sebangsa planet lainnya berjalan maju. Berjalan maju dalam pola pikir manusia, walau sebenarnya keseluruhannya menuju suatu titik yang berpusat entah pada apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biarlah tulisan ini menjadi pemikiran tersendiri bagi penulis, penulis hanya mencari jawaban dari pembodohan secara sadar yang penulis lakukan terhadapa diri penulis sendiri, dimana diri dan jiwa mulai mengalami yang dinamakan ketidak serasian, kedaan biasa yang akan terlewati dengan usaha yang keras dan juga usaha yang mendalam, karena apapun yang akan terjadi maka akan terjadi, jikalau kita mengatahui maka kita akn mengubah sesuai dengan harapan kita, namun keberuntungan kita untuk tidak mengetahui apa yang akan terjadi adalah dimana kita memiliki harapan apapun didepan nanti, dengan perjuangan dan semangat, dengan kemauan dan juga keikhlasan, dengan kesabaran dan juga pengorbanan. Atas semua ini mari kita mengharapkan kemenangan, agar menjadi kenangan yang indah, agar menjadi kenangan yang memberikan pelajaran, walau akan berubah bentuk dalam wujud yang tidak orisinil lagi karena distorsi pemahaman yang ada didalam diri setiap manusia.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4271491310966139805-7859161667070495270?l=www.amarilldo.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/NikotinDanKafein/~3/ZQ1ZlkT4XwI/kenangan.html</link><author>noreply@blogger.com (Amarilldo)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.amarilldo.com/2009/08/kenangan.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4271491310966139805.post-8030905084740900419</guid><pubDate>Sun, 23 Aug 2009 04:45:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-22T21:47:14.598-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">pemikiran</category><title>Kegelapan</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kegelapan, tidak ada cahaya sama sekali, dimana manusia tidak dapat melihat, dimana manusia tidak mengetahui apapun itu, dimana manusia tidak menyukai hal tersebut. kegelapan identik dengan malam hari dimana manusia dan juga makhluk kebanyakan melakukan aktifitas tidur. Kegelapan dimuka bumi adalah saat matahari berada pada sisi yang lain, tidak ada cahaya dan dingin.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dalam tulisan ini penulis hanya ingin menggambarkan apa itu gelap dari sudut pandang penulis sendiri. kalau pembaca berniat membacanya maka bacalah dan ambil kesimpulan sendiri, tidak ada tuntutan dalam memberikan sangkaan dan juga kekecewaan, atau mungkin untuk memberikan pujian, semua tidak akan penulis hiraukan sama sekali bahkan kalau itu sebuah masukan sekalipun, karena ketidak-perdulian adalah ketidaktahuan dan ketidaktahuan akan tetap menyembunyikan diri penulis menjadi manusia yang bebas dalam berekspresi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegelapan dan juga malam hari, tidak adanya cahaya menjadikan mata tidak dapat melihat, karena mata sendiri membutuhkan cahaya untuk melihat. Terkadang kita merasa takut untuk berada dalam kegelapan, hal ini menurut penulis terjadi karena pengelihatan itu tadi, dimana manusia tidak dapat mengetahui dimana dan akan kemana jalan yang benar, manusia merasakan takut akan ketidak pastian dalam hidupnya, mereka mengandalkan mata dan nalar mereka, manusia adalah makhluk yang memiliki akal, itulah yang menjadikan mereka berbeda dari makhluk-makhluk lainnya dimuka bumi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegelapan selain pada malam hari juga dapat ditemukan pada siang hari yaitu kala kita berada pada suatu tempat dimana tidak terdapat sinar matahari, pada jaman dahulu sebelum adanya listrik sebagai penerangan manusia menggunakan api sebagai penangkal kegelapan, manusia membutuhkan cahaya, manusia tidak menyukai kegelapan itu karena manusia membutuhkan  pengelihatan dimana hal tersebut sangat bergantung pada cahaya. Bawah tanah merupakan salah satu tempat gelap lainnya, selain muka bumi saat siang hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah apa yang penulis ceritakan tentang kegelapan ini, namun ada satu inti dari semuanya mengenai kegelapan itu sendiri. kegelapan dari kacamata penulis adalah bentuk dari kekosongan yang sangat dimana dari kegelapan itu adalah ketiadaan, sesuatu ada terlihat oleh manusia selain oleh bentuk adalah juga karena adanya cahaya yang dipantulkan dan ditangkap oleh indera pengelihatan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegelapan adalah dimana manusia tidak merasakan keberadaan dirinya sendiri, mungkin ia dapat merasakan nafasnya, merasakan keberadaan anggota badannya namun dirinya tidak dapat melihat keberadaan dirinya sendiri, sama seperti seseorang yang buta, kehilangan pengelihatannya dan menggunakan panca indera lain sebagai pengelihatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia dan kegelapan adalah satu kesatuan, setiap hari manusia mengalami kegelapan itu sendiri, bukan saat tidur dan juga bukan saat malam melainkan ketika manusia berkedip, ketika manusia kehilangan sepersekian detik dalam kedipan matanya, saat itu kegelapan mereka rasakan, walau sekejap namun gelap dan penuh dengan misteri.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4271491310966139805-8030905084740900419?l=www.amarilldo.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/NikotinDanKafein/~3/S7oCurhLUXk/kegelapan.html</link><author>noreply@blogger.com (Amarilldo)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.amarilldo.com/2009/08/kegelapan.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4271491310966139805.post-5686022515153658269</guid><pubDate>Sun, 26 Jul 2009 20:57:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-07-26T13:59:14.836-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">pemikiran</category><title>Rasa Senang</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada ketakutan dalam diri penulis dalam merasakan rasa senang, yaitu lupa daratan. Dalam kesempatan ini hanya ingin mengingatkan diri sendiri tentang rasa senang yang membawa kita pada tempat yang cenderung berbahaya. Dimana kita semua tahu bahwa terkadang lupa akan daratan dan kesombongan adalah penyakit hati. Penyakit itu terjadi akibat diri kita yang terlalu terlena dengan keadaan diri kita, kebahagiaan dan juga perasaan hebat yang dialami oleh diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kaitan dalam hal ini adalah masalah ketuhanan, agama, dan juga hati. Penulis adalah seseorang yang percaya akan kehadiran Tuhan, sudah tidak dapat dipungkiri, bahkan ilmu pengetahuan modern pun meyakini bahwa segala sesuatunya merupakan hasil rancangan dan bukan merupakan hasil “Chaos” belaka. Ketika diri ini menjadi terlupa akan keberadaan dan sejati diri kita maka yang akan terjadi adalah sesuatu yang tidak menyenangkan, dikatakan tidak menyenangkan karena pada kesempatan tersebut manusia berada jauh dari mengingat kebesaran sang maha kuasa dan terlena dalam kemaha-besaran diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang manusia menjadi seperti memiliki segalanya, terlena dalam kesenangan dan kebanggaan atas diri sendiri, sedangkan tubuh masih bergantung entah pada air, udara, gravitasi orang lain dan segala macam kebergantungan manusia. Perasaan hebat diri akan keberadaan diri sendiri hingga mengakui bahwa segala yang terjadi adalah hasil dari kehebatan sendiri, bukan dari orang lain dan bukan dari pihak lain, murni dari diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kedaan seperti ini cenderung membutakan entah oleh siapa, mungkin oleh iblis, atau karena lemahnya diri, menjadikan kita terlupa, dari yang tadinya tahu menjadi tidak tahu, sungguh tak ada kendali diri kita atas pikiran kita sendiri. sedangkan dalam keadaan ini manusia menjadi sangat tidak mengerti tentang dirinya sendiri, dari mana asalnya dan akan kemana dirinya, yang ada adalah: “sekarang aku menciptakan diriku dan semua keadaan ini sendirian”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa senang yang baik bagi penulis adalah ketika perasaan itu muncul kedalam diri kita dan kita tidak melupakan penyebab terjadinya, dengan kata lain adalah bersyukur. Syukur dalam kamus bahasa Indonesia berarti rasa terima kasih kepada Tuhan. Tuhan sendiri dalam kamus bahasa Indonesia berarti yang diyakini manusia sebagai Yang Maha Kuasa. Berarti dalam rasa syukur berisikan rasa terima kasih kepada yang menyebabkan, karena ada kekuatan yang mengendalikan kita, menjadikan kita seperti ini, yang membuat kita berpikir tentang kebebasan kita dalam bertindak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan adanya rasa syukur dalam keadaan senang seperti apapun maka akan membuat diri tetap terkendali, tidak terlontar jauh dari jalan yang benar menurut hati nurani kita, tidak menimbulkan penyesalan dikemudian hari dan juga tidak membawa kita pada suatu keadaan terlupa akan kebesaran yang maha kuasa. Dengan bersyukur akan menciptakan pengendalian diri yang baik, jauh dari naik turun yang terlalu drastis dan juga kemampuan dalam melihat kesalahan diri sendiri yang akan berujung pada pengembangan diri kearah yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada cobaan yang terkadang terlihat tidak seperti halnya cobaan, terkadang seseorang tidak dicoba dnegan suatu kesulitan dalam takaran hedonis, seperti kemiskinan, kekurangan, kebodohan dan juga kesakitan. Namun ada ujian dikala kita merasa senang dan juga bahagia, dalam keadaan itu kita diuji untuk berperilaku tidak berlebihan dan juga larut dalam kesombongan. Kebodohan adalah awal dari kecelakaan dimana diri menjadi tidak mengetahui lagi apa arti dari yang dilakukan, kehilangan makna dan juga kehilangan arah. Selain itu lupa, yang mana terjadi akibat tidak pernah dilakukan kembali, ada yang membenarkan dan memaklumi keadaan lupa, namun apa yang menjadikan hal itu? Tidak ada yang tahu, maka berlindunglah kepada yang maha kuasa dari keadaan lupa tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4271491310966139805-5686022515153658269?l=www.amarilldo.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/NikotinDanKafein/~3/AeXXKoYTMNQ/rasa-senang.html</link><author>noreply@blogger.com (Amarilldo)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.amarilldo.com/2009/07/rasa-senang.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4271491310966139805.post-3791400279502751333</guid><pubDate>Sat, 13 Jun 2009 15:05:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-06-13T08:06:53.058-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">pemikiran</category><title>Rindu</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rindu adalah sebuah perasaan didalam diri manusia, perasaan ingin menemui atau merasakan suatu sensasi yang sebelumnya pernah ia rasakan, entah itu hanya sekali atau mungkin telah berkali-kali, namun pada suatu rentang individu tersebut tidak lagi mendapatkan perasaan tersebut sehingga apa yang pernah ia rasakan terasa ingin sekali untuk dirasakan kembali. Rindu dengan kata lain yang populer adalah kangen sering kali menjadi suatu tema dalam penulisan lirik lagu dan juga penulisan segala macam cerita, suatu tema yang sangat disukai oleh manusia dan juga suatu tema yang sering mengganggu dalam kehidupan manusia.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Perasaan adalah sesuatu atribut tersendiri yang berada pada “perangkat lunak” manusia, berada berdampingan dengan pikiran yang terletak didalam kepala manusia. Dari perasaanlah rindu itu berasal dan bukanlah dari pikiran dikarenakan dalam pemikiran sendiri apa yang dialami manusia dapat saja dikelabui oleh diri sendiri. rindu adalah suatu fenomena tersendiri dalam diri manusia. Untuk beberapa contoh tentang rindu terkadang dapat disebut rindu terhadap seseorang yang kita sayang, lalu rindu akan kampung halaman, rindu akan Tuhan dan juga rindu terhadap hal-hal lain yang cenderung merupakan suatu keadaan yang berbentuk sensasi kebahagiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara subjektif terkadang ada manusia yang merasa sangat terganggu dengan perasaan rindu yang ia miliki, bahkan karena terlalu mengganggunya maka apa yang mereka rasakan dapat berakibat buruk terhadap diri mereka sendiri, apa yang mereka rasakan karena tidak terpenuhi secara baik sehingga menuntut perasaan diri akan pemenuhannya yang sudah tidak dapat terbendung kembali, sedangkan apa yang mereka miliki pada saat sebelum pemenuhan itu adalah suatu bentuk dorongan/hasrat yang cenderung bersifat menggebu-gebu, mendorong pada arah yang cenderung negatif jika tidak terpenuhi dengan sebagai mestinya. Namun hal ni dapat menjadi negatif jika pada diri seseorang tidak dilengkapi dengan pengendalian diri yang baik, yang mengakibatkan diri dapat terlena dalam pahitnya rasa rindu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengendalian diri dan juga pengenalan diri yang baik pada diri manusia jelas sangat membantu bagi seseorang dalam menghadapi arus kehidupan yang terkadang membawa manusia kedalam kedaan yang tidak menentu, mungkin mengalami apa yang namanya sedih dan mungkin juga dalam keadaan gembira yang selalu datang silih berganti. Terkadang ada orang-orang yang menggunakan hal-hal positif guna menjadi suatu bentuk penawar bagi rasa rindu yang ia rasakan, namun tidak semua individu memiliki keadaan dan kemampuan yang sama dalam menghadapi apa yang ia rasakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika saja apa yang sudah dirasakan oleh seseorang sudah menjadi suatu bentuk siksaan tersendiri maka dapat menjurus pada sesuatu yang tidak membuahkan kebaikan sedangkan jika apa yang dirasakan pahit oleh seseorang dapat mengarahkannya pada keadaan yang lebih baik maka berarti ia telah berhasil menggunakan rasa pahit sebagai bentuk pelajaran yang berharga, membuatnya menjadi lebih kuat dari waktu ke waktu, menjadikannya pribadi yang terasah dan handal untuk menghadapi ketidakpastian hidup dalam dunia yang sementara ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga jika rasa rindu sudah sedemikian rupa mengganggunya bagi seseorang, tidak hanya rasa rindu itu akan menjadi sangat manis jika dapat terpenuhi, namun kesabaran yang ia miliki akan membentuk mentalitas yang tahan akan ujian. Walaupun mungkin juga rasa rindu tersebut tidak terpenuhi maka yang ia rasakan adalah kepasrahan dimana dirinya memiliki kerelaan yang baik dalam menjadi makhluk kecil didalam jagad raya yang teramat luas ini. Daya tahan dan kesabaran jelas menjadi kunci dalam bertahan dalam kehidupan, dan untuk mendorong roda kehidupan itu sendiri adalah dengan menggunakan keuletan yang diimbangi dengan tata krama dalam berperilaku, berdasarkan hati nurani yang bersih dalam menjalankannya. Sehingga ketika seseorang menggunakan perasaan terdalam yang ia yakini dalam mengarungi kehidupan ini akan mendapatkan kebahagiaan yang sejati, karena apa yang sebenarnya dirindukan telah didapati dengan melakukan kebaikan-kebaikan yang bersifat hakiki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rindu bukanlah suatu bentuk siksaan bagi mereka yang mau untuk belajar, namun lebih sebagai suatu alat penguat diri yang berfungsi bagaikan obat pahit yang berakibat menyehatkan diri. Jelas, sesakit apapun yang akan dan pernah kita rasakan selama ini lebih akan menjadi rasa yang manis jika kita mampu mengambil pelajaran dan juga pengetahuan untuk bekal kita dalam perjalanan kehidupan ini dikemudian hari ingatlah, waktu selalu berjalan kedepan, apa yang kita tanam diwaktu yang lalu akan kita tuai pada waktu yang akan datang, tidak ada yang dapat mengembalikan waktu karena apa yang telah terjadi dahulu, apa yang sedang kita lakukan sekarang dan apa yang akan terjadi dikemudian hari adalah satukesatuan yang tidak mungkin dapat untuk dipisahkan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4271491310966139805-3791400279502751333?l=www.amarilldo.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/NikotinDanKafein/~3/qXmAIjKGt_g/rindu.html</link><author>noreply@blogger.com (Amarilldo)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.amarilldo.com/2009/06/rindu.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4271491310966139805.post-4095336734464457995</guid><pubDate>Thu, 14 May 2009 11:50:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-05-14T04:51:31.453-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">pemikiran</category><title>Jujur</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kejujuran adalah dambaan bagi setiap orang dimana seseorang darinya dapat mengetahui kebenaran walau kebenaran itu terkadang menyakitkan. Namun dengan kejujuran dunia akan menjadi lebih baik, walau ada yang berkata bahwa berbohong demi kebaikan adalah baik adanya. Namun dalam keadaan seperti sekarang dimana manusia telah diliputi oleh berbagai macam kebohongan dalam kesehariannya, rasa di rasa tampaknya suatu bentuk kejujuran adalah air penawar yang menyejukkan hati walau itu buruk adanya. Masalah dari kejujuran yang lain adalah menerima kebenaran walau itu pahit sekalipun, kejujuran adalah suatu bentuk kebijaksanaan seseorang dalam menjalani kehidupan yang sementara ini, kejujuran bukan hanya dapat dilakukan terhadap orang lain, namun yang sebenarnya menjadi masalah utama adalah kejujuran terhadap diri kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kejujuran terhadap diri sendiri adalah dengan bertanya dengan diri sendiri tentang apa yang menjadi fokus dan permasalahan kita, apa yang menjadi cita-cita serta keinginan kaki untuk melangkah. Kejujuran terhadap diri sendiri adalah lawan dari membohongi diri sendiri. kejujuran terhadap diri sendiri diutamakan sebagai landasan hidup seseorang, dimana jalan yang dipilih sesuai antara hati, diri dan pikiran, dimana walau terkadang saling bertabrakan satu sama lain, namun selalu ada jalan mendapatkan keserasian antara kesemuanya, sehingga pribadi yang telah memiliki kejujuran terhadap dirinya sendiri itu mempu menjadi pribadi yang baik bagi dirinya sendiri serta bagi keseluruhan lingkungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa sulitnya kejujuran itu untuk dilakukan, namun jika kita mau membuka diri tanpa ada topeng yang menghiasi diri kita maka akan terbuka kesempatan bagi kita bukan hanya untuk melihat kebaikan sejati dalam diri kita melainkan juga dalam melihat keburukan dalam diri kita yang pada akhirnya dapat kita perbaiki. Permasalahan yang ada sekarang adalah seseorang terlalu sibuk menutup keburukan dirinya, sehingga hanya sekedar ditutup saja namun tidak diperbaiki. Kemampuan seseorang dalam menerima dirinya sendiri ditambah dengan kebijaksanaan dalam mensikapi diri adalah kunci dalam mengendalikan diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali kepada manusia yang kini jauh dari kejujuran, bahkan terhadap dirinya sendiri dalam hal yang mengenai dirinya sendiri. mungkin jika dapat diwajarkan seseorang yang membohongi orang lain, dikarenakan suatu hal yang harus ia tutupi dari sepengetahuan orang lain seperti kekurangan yang ada pada dirinya atau bahkan mungkin tentang suatu rahasia yang menyangkut pada persoalan orang lain. semua orang jelas ingin selalu terlihat baik didepan orang lain, namun dengan menonjolkan kelebihan dan dengan menutup dengan rapih akan kekurangan dengan kelebihan tersebut, dan bukannya melakukan kebohongan demi kebohongan yang akan ditutup dengan kebohongan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebohongan yang sering menjadi topeng-demi-topeng, menghias diri namun telah kehilangan kesejatian yang sesungguhnya, dimana kesejatian itu terkikis oleh segala macam kepalsuan yang telah diciptakan dengan keegoisan diri sendiri. kehilangan wajah asli adalah dampak nyata dari ketidak-jujuran, kehilangan  jati diri, kehilangan masa lalu dan tujuan. Dimana semua dilakukan atas dasar saat ini, selamat, bahagia, sesaat dan hanya sekejap. Bukannya pada konsep keabadian dan kekekalan serta kebaikan bagi semua.&lt;br /&gt;Dalam kesementaraan ini jika dalam keseharian yang kita lakukan diisi dengan segala macam kegiatan yang bersifat meracuni diri kita sendiri maka akan berakhir pada suatu keadaan yang jauh dari beruntung, sedangkan dalam kesementaraan ini jelas sudah bahwa bukan hasil-lah yang kita nantikan melainkan suatu bentuk proses dimana diri mendapatkan pemahaman dari segala macam yang dijalani dalam kesementaraan ini. Tidak juga pada diri seseorang ada yang suci dari awalnya, sedangkan manusia sendiri melakukan kesalahan untuk mencapai kesempurnaan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan dalam menjadi diri sendiri tidak semua orang memperolehnya dengan cara yang mudah, bukan saja penuh dengan penolakan namun juga penuh dengan tantangan. Sehingga dalam suatu waktu manusia merasa bahwa menuruti kemauan orang lain tanpa perlu memperhatikan keinginan diri sendiri adalah suatu bentuk penyelamatan diri yang paling baik. Walau hal yang demikian dilakukan tanpa menuruti apa kemauan diri sendiri, kemauan yang kuat dari dalam diri sendiri yang dijadikan lemah dengan kemampuan nalar dalam menyelamatkan diri sendiri, yang pada akhirnya menumpulkan diri sendiri dalam mengolah diri untuk menjadi lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inti dari penulisan ini adalah suatu bentuk dari sikap wajar manusia yang terkadang atas pertimbangan-pertimbangan yang telah dilakukan, sehingga memilih jalan menjadi tidak bersikap jujur kepada dirinya sendiri. walau sebenarnya salah namun terkadang memang hidup itu seperti memakan buah simalakama.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4271491310966139805-4095336734464457995?l=www.amarilldo.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/NikotinDanKafein/~3/vKGuhL610ew/jujur.html</link><author>noreply@blogger.com (Amarilldo)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.amarilldo.com/2009/05/jujur.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4271491310966139805.post-5227611646340162634</guid><pubDate>Wed, 06 May 2009 08:41:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-05-06T01:44:13.163-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">pemikiran</category><title>Individualis</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;menjadi manusia yang menolak keberadaannya sebagai makhluk sosial dimana mereka menjadi sombong dan tidak perduli dengan keberadaan orang lain. merasa diri dapat berdiri sendiri tanpa ada bantuan orang lain adalah suatu bentuk dimana manusia mengalami keadaan kesombongan, dirinya merasa kalau tidak ada yang dapat membuatnya menjadi naik atau turun dalam kehidupan ini selain dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;manusia adalah makhluk sosial dengan manusia pertama yang melahirkannya adalah ibu, dimana dengannya manusia merasa kalau dirinya tidaklah sendiri dalam kehidupan ini. selain itu ketika manusia beranjak dewasa dirinya menjadi manusia yang hidup diantara manusia-manusia lainnya. tingkat kebergunaan manusia adalah ketika manusia itu dapat berguna bagi manusia lainnya. dalam keadaan itu manusia dituntut untuk berkorban bagi manusia lainnya, baik itu dalam kelompok atau perkumpulan manusia yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;biarkan saja mereka sendirian, mereka itu sombong dan tidak ada yang mempu menyadarkan mereka, kembali kepada dasar pemikiran, mari bercermin memandang diri sendiri apakah sudah dapat dipastikan bahwa tidak ada kesalahan pada diri kita?? jelas pasti masih banyak sekali kesalahan dalam diri kita sehingga kita tidaklah perlu untuk memikirkan kesalahan orang lain, jika tujuannya hanya untuk menjatuhkan orang tersebut, cukup tahu saja lalu kembali memandang ke dalam diri sendiri, lalu bertanya apakah diri kita ini sudah selamat dari apa yang didertita orang lain atau kita ini hanya orang yang sama saja dengan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dalam perjalanan dalam menuju menjadi pribadi yang lebih baik manusia seharusnya mengingat bahwa pelajaran yang berarti dapat diambil dari pengalaman yang telah terjadi, dan pengalaman tersebut bukan saja yang dialami sendiri melainkan juga yang dialami oleh orang lain. kesadaran diri yang selalu diutamakan dikarenakan dengan kesadaran diri tersebut akan membuat manusia selalu berada pada tempat yang tepat pada waktu yang benar, walau kesalahan selalu saja terjadi, namun dari sanalah manusia sesungguhnya belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan penyesalan yang pernah dirasakan oleh manusia membuatnya menjadi makhluk yang lebih baik dikarenakan kemampuannya untuk belajar agar tidak mengulangi apa yang telah membuatnya menyesal tersebut. waktu dan ruang sering kali merubah manusia, siapa sebenarnya yang bergerak manusia-kah?, ruang-kah? atau waktu?. atau semuanya berintegrasi dalam satu kesatuan yang disebut dengan "ada".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;manusia adalah makhluk yang penuh dengan ketergantungan baik itu terhadap alam atau dengan sesama manusia lainnya. manusia cenderung menjadi makhluk yang lupa akan kebutuhannya bernafas, makan dan minum padahal tidak ada satu manusiapun yang mampu hidup tanpa kesemua itu. interaksi dan emosi juga merupakan kebutuhan dasar manusia sehingga manusia merasa kalau dirinya ada dan ada yang serupa dengan dirinya. apa yang menjadikan manusia itu lupa adalah kebanggaannya terhadap dalam dirinya yang membutakan apa yang telah ia rasakan dalam kehidupan ini, baik itu yang bersifat primer ataupun sekunder.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan berakhirnya tulisan ini penuli hanya ingin mengajak semua pembaca agar mengetahui bahwa pada hakikatnya manusia tidaklah mengetahui apa-apa selain hanya sedikit sekali, karena dalam susunan jagad raya itu sendiri manusia adalah tidak lebih dari "manusia" yang hidup diplanet bumi, yang dimana bumi sendiri merupakan salah satu planet dari bermilyar-milyar galaksi yang didalam tiap-tiap galaksi terdapat bermilyar-milyar planet. jadi apalah arti kita??&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4271491310966139805-5227611646340162634?l=www.amarilldo.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/NikotinDanKafein/~3/QrFz9Pk_Cb4/individualis.html</link><author>noreply@blogger.com (Amarilldo)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.amarilldo.com/2009/05/individualis.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4271491310966139805.post-1495479707521651111</guid><pubDate>Mon, 20 Apr 2009 13:45:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-04-20T06:48:44.927-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">pemikiran</category><title>Sabar</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;tulisan ini adalah wujud dari suatu keadaan dimana manusia mengalami yang namanya penurunan dalam keadaan diri,  baik secara mental ataupun secara fisik. dalam tulisan ini akan terlihat apa yang penulis rasakan dalam menahan, walau hanya sebuah perkara kecil namun memiliki dampak yang memilukan bagi jiwa dan raga, sebagai suatu bentuk ketidak-dewasaan yang terkadang meradang pada diri seseorang, dalam tulisan ini akan ditambahkan dengan materi-materi perasaan yang terlukai, berdasar kisah nyata namun dengan bumbu keras yang tidak ada pada kenyataan. hanya sebuah tulisan dari perasaan yang dibesar-besarkan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;perasaan terkadang disentuh oleh segala macam perasaan lain yang beredar ketika manusia berjalan diantara manusia lainnya, terkadng terbakar amarah atau terbelai cinta, kadang keduanya, kadang cemburu. pernah beberapa kali penulis sendiri merasakan yang namanya cemburu, dimana kita sebagai manusia tidak suka akan apa yang terjadi diluar diri kita, ketika benci membutakan dan menuntun kita pada suatu arah yang tidak kita ketahui sama sekalai merasa ingin menyerang dan ingin menghabisi, tidak memiliki pegangan dan penuh seperti bara yang terbakar, menyala dan ditiup angin walau mengecil tapi semakin panas dan membara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;manusia yang terbutakan oleh kebencian dan dendam terkadang hidup dengan semangat membalas, tidak membiarkan lawannya untuk dapat bertahan hidup walau hanya sesaat, semua cara dilakukan untuk satu tujuan yaitu membalas, dan terkadang bukan dengan balasan yang setimpal melainkan dengan balasan yang lebih dahsyat dari apa yang pernah ia terima sebelumnya. ketika terbakar rasa marah manusia berada pada saat yang kritis dimana sifat dasara menyerang dan menghancurkan menjadi fokus utama dalam setiap tarikan nafasnya, tersengal-sengal, mencoba menahan namun gagal, seluruh darah terasa naik keatas kepala, mendidih dan membakar seluruh bagian tubuh. keadaan marah ini terkadang memacu diri manusia untuk melampaui batas normal yang biasa ia miliki, walau hal ini juga ditemukan pada keadaan lain pada diri manusia seperti dalam keadaan terancam dan senang. batas yang mampu dilampaui sebagai contoh adalah seperti mampu berlari lebih cepat dan mengeluarkan pukulan yang lebih keras serta ketidak perdulian terhadap rasa sakit entah bagi dirinya atau bagi sasarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;keadaan marah terkadang karena sangat mengusai diri sehingga mengakibatkan manusia menjadi kalap atau mungkin gelap mata. dalam keadaan kalap atau gelap mata ini manusia tidaklah berpikir dnegan akal yang baik melainkan dengan emosi yang telah terbakar dengan amarah itu sendiri mengakibatkan perilaku yang bertentangan dengan nilai-nilai yang selam ini ia anut dan patuhi. keadaan marah terkadang menjerumuskan manusia kepada masalah yang lebih besar dari pada yang sebelumnya. seperti mungkin akibatnya adalah nyawa dan darah, atau perlaku lain yang akan menimbulkan penyesalan setelah kemarahan itu sendiri mereda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemampuan manusia dalam mengan dalikan emosi merupakan kunci dari sabar, dimana manusia ketika mampu mengan dalikan perasaannya sangat ditunjang oleh apa yang disebut dengan pengenalan diri, proses pengenalan diri bukan  hanya mengetahui apa diri ini melainkan juga tujuan-tujuan yang akan dicapai berikutnya sehingga seseorang yang berada dalam keadaan semarah apapun akan tetap berada pada kondisi yang stabil didalam kepala walau cenderung rapuh saat kemarahan itu memuncak. pengenalan diri sendiri dan juga kesadaran diri merupakan sesuatu yang hampir berdekatan sehingga jika seseorang ingi terlepas dari keadaan yang penuh dengan amarah itu haruslah menyadari cengan cepat dirinya sendiri, mulai dari perasaan yang ia rasakan dan semua yang akan ia lakukan dalam keadaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tidak mudah memang dalam mengaplikasikan hal tersebut, namun itulah sabar dimana manusia mampu menahan segala macam lonjakan emosi yang memiliki kemungkinan untuk menjadi pembawa petaka bagi dirinya sendiri. emosi pada dasarnya bersifat dinamis dimana berbeda dengan kemampuan berpikir manusia yang cenderung menetap sepanjang hidupnya, sehingga dari keadaan demikian maka  pengendalian emosi adalah apa yang dapat dipeljari dan ditingkatkan sepanjang hidup manusia, dengan konsekuensi kemampuan mengandalikan emosi itu sendiri dapat menurun. kundi untuk mengn dalikan emosi pada awalnya adalah kemauan untuk mengeksplorasi perasaan yang ada pada diri sendiri, dimana dengannya manusia dituntut untuk dapat jujur kepada perasaannya  baik itu yang positif dan juga yang negatif, kemudian mengambil pelajaran dari padanya, mengndalikan dan menahan setiap lonjakan yang memiliki kemungkinan untuk kehilangan arah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;proses pembelajaran ini berjalan sesuai dengan diri manusia itu sendiri walau pada kapasitas awal manusia berada pada tingkat yang rendah namun yang menjadi penguat adalah apa yang telah dialami manusia selama hidupnya. seperti diketahui bahwa manusia tidak selamanya berada pada saat-saat gembira dan juga tidak selamanya berada pada masa-masa sedih serta tidak juga selalu berada pada keadaan netral. dinamika kehidupan manusia adalah ibarat laut yang berombak, dimana manusia sebagai nahkoda merupakan pengendali utama dalam menentukan arah dan mengambil keputusan. demikian juga dengan kemampuan yang terus teruji maka akan menghasilkan manusia-manusia yang handala dalam menghadapi rintangan-rintangan dalam kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sabar adalah menahan namun jika seseorang telah samapai pada titik dimana ia percaya akan keadilan dari segala yang terjadi maka apapun yang menjadi pilihannya adalah tepat, dimana ia telah mampu merelakan segala-galanya, bukan dalam artian berputus asa melainkan percaya akan sesuatu yang lebih baik. walau kini orang-orang sering mengatakan bahwa "sabar itu ada batasnya", namun kalau menurut penulis sendiri hal itu diwajarkan karena manusia tidak selamanya mampu untuk menahan mengingat akan keadaan dinamis emosi manusia itu sendiri. jadi bukan sabarlah yang menjadi kunci, karena menahan adalah perilaku yang tidak baik jika tidak disertakan dengan "kerelaan", dimana kerelaan yang dimaksud disini adalah pelepasan dari tekanan itu sendiri, manusia menjadi ikhlas akan apa yang terjadi dan menerima, mencernanya dengan baik didalam diri dan pikiran, bukan membendungnya dalam wadah yang terbatas, melainkan diri manusia sebagai pengolah dari segala macam beban yang masuk, beserta daya tahan yang selalu ditingkatkan sehingga mampu menerima dan siap dalam menghadapi yang terburuk sekalipun. tingkat kemampuan ini sekali lagi adalah hasil dari bagaimana manusia mengambil pelajaran dari segala yang terjadi didalam kehidupannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berpegang pada sesuatu yang bersifat kekal adalah kunci dari bagaimana manusia dapat bertahan dalam kehidupan yang sekeras apapun, kepercayaan dan keyakinan yang dilatih dengan kenyataan  yang penuh rasa sakit akan membuat manusia yang terus bertahan memiliki kemampuan yang lebih baik dari sebelumnya. dalam istilah agama berpegang kepada Tuhan adalah yang terbaik, walau Tuhan itu sendiri tidak pernah dilihat. namun keyakinan dan kepercayaan yang bersifat absolut dalam diri manusia kepada yang Kekal maka akan menciptakan manusia-manusia yang tahan banting dalam menghadapi kekecewaan-kekecewaan yang datang silih berganti didalam kehidupannya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4271491310966139805-1495479707521651111?l=www.amarilldo.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/NikotinDanKafein/~3/Nk0uMXGLwHo/sabar.html</link><author>noreply@blogger.com (Amarilldo)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.amarilldo.com/2009/04/sabar.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4271491310966139805.post-6637552394324957835</guid><pubDate>Sat, 18 Apr 2009 15:43:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-04-18T08:45:00.274-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">pemikiran</category><title>Memilih</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya adalah kemampuannya untuk dapat berpikir dan mengambil keputusan atas kehidupannya. manusia adalah makhluk yang merdeka dalam berpikir dan mengartikan yang berujung pada tindakan. sehingga manusia terkadang disebut sebagai makhluk yang paling sempurna diantara makhluk-makhluk yang lain. kemampuan manusia dapat dilihat dari apa yang telah ia hasilkan baik itu berbentuk materi atau berupa pemikiran yang menjadi jembatan manusia lain dalam berpikir. manusia makhluk yang rumit dan menyenangkan walau terkadang menyebalkan disisi yang lain.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;keadaan manusia selalu berubah dari waktu ke waktu, segala macam hal ia rasakan dan alami kemudian diambil pelajaran yang akhirnya menciptakan suatu pemahaman yang membawanya pada suatu perubahan, baik dalam perilaku atau dalam pemikiran dan bisa juga kepribadian serta watak. tak pernah bisa dipungkiri bahwa manusia sangat dipengaruhi oleh lingkungan dimana ia hidup. manusia-manusia yang berada disekitarnya selalu memiliki tuntutan tersendiri terhadap setiap orang yang ada di sekitarnya, menjadi suatu lingkaran peraturan yang tidak tertulis dan dipatuhi oleh setiap anggotanya dengan penghargaan berupa bentuk penerimaan, hal ini disebut sebagai tuntutan sosial. tidak selamanya apa yang ditawarkan oleh orang lain kepada diri pribadi sesuai dengan tuntutan dalam diri, sehingga terkadng menimbulkan konflik yang meradang pada diri seseorang, dalam keadaan ini seseorang haruslah menjadi arif dalam mensikapi apa yang dihadapinya, melihat kedalam dan keluar serta membandingkan apa yang akan menjadi akibat dari pilihannya nanti. ada kalanya manusia mengambil resiko dengan tidak memperdulikan apa yang ditawarkan oleh orang lain dan mengalami keterasingan akibat dari tindakannya, namun demikian keadaan seperti itu adalah perlu adanya jika ia berada pada suatu lingkungan yang penuh dengan pelanggaran prinsip yang telah diajarkan oleh "hati nurani" kepada diri manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;inti dasar dari diri manusia adalah alam pikiran yang terletak dibalik kepala, dimana disana pada diri setiap manusia terdapat apa yang disebut dengan proses mental. manusia berpikir, kemudian melakukan tindakan sehingga dikatakan proses penciptaan yang dilakukan oleh manusia ada dua dimensi yang pertama adalah dunia mental dan yang berikutnya adalah dunia nyata, secara berurutan. manusia berpikir maka jika ia melakukan kesalahan maka hal itu disebabkan oleh hasil pemikirannya, karena semua keputusan berada dalam kuasanya. merugikan orang lain atau merusak suatu hal merupakan tindakan yang tidak disukai oleh siapapun terutama yang menjadi korban, namun kadangkala manusia tetap saja melakukannya, secara sadar melakukannya dan tanpa penyesalan setelahnya. selain itu juga ada sikap yang sangat bertentangan dengan merusak, ada kalanya manusia juga bersikap baik dan bersahabat, sabar dan menumbuhkan kasih sayang kepada semua. manusia juga bisa dilihat dari dua sisi dalam satu kesatuan diri yaitu baik dan buruk. semua orang memiliki keduanya, tidak ada yang tidak, jadi manusia dalam kesehariannya selalu dihiasi oleh perang dari keduanya, layaknya perang antara 2 kubu yang saling menyerang manusia sebagai diri berada ditengah dan digoda untuk membela salah satu dari mereka, adakalanya manusia tertarik kekanan dan ada kalanya kekiri, tidak ada yang berada selamanya pada satu pihak. namun dari itu semua tetap saja manusia telah memilih untuk berada dimana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;begitu rumit sebenarnya menjadi manusia, sehingga terkadang mereka yang merasa memiliki kesadaran, kehilangan kesadarannya, atau mereka mengatakan sadar dalam keadaan tidak sadar. dari apa yang pernah dialami hanya sedikit yang bisa dipanggil kealam sadar manusia, dengan mengingat maka mereka mengethui tentang apa yang telah mereka alami dan pelajari, namun lupa seringkali menyesatkan manusia, membuat mereka jauh dari apa yang ada kemarin, berbeda dari sebelumnya. sampai ia tersadar bahwa dirinya telah lupa. lupa adalah hal yang wajar bagi manusia, namun dalam proses lupa itu sendiri menandakan bahwa manusia merupalam makhluk yang lemah secara mental, dimana mereka tidak memiliki kekuasaan penuh terhadap apa yang pernah mereka ingat yang hal ini ditandai oleh "lupa" tersebut. Bahkan didalam Agama Islam yang menyebabkan manusia menjadi lupa adalah syetan yang merupakan makhluk penuh tipu daya yang selalu berusaha untuk menyesatkan manusia dari jalan yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;namun menurut seorang guru besar psikoanalisis, Freud, Lupa merupakan suatu proses penolakan dari diri manusia sendiri, dengan kata lain dari apa yang telah disebutkan oleh Freud bahwa "setan" yang dimaksudkan adalah dari dalam diri manusia sendiri yang memiliki alam bawah sadar dimana didalamnya merupakan kumpulan dari segala macam proses mental manusia yang tidak ada pada kesadaran. lupa merupakan hasil dari penyangkalan yang dilakukan oleh bawah sadar manusia, dimana kemungkinan besar hal yang dilupakan adalah sesuatu yang tidak dapat memnuhi kebutuhan bawah sadar dari manusia tersebut. sungguh rumit.:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;masalah kesadaran bagi penulis sendiri adalah bagaimana manusia dapat mengenali siapa dirinya dan dimana tempatnya. pengenalan diri sendiri sangat dibutuhkan oleh seseorang karena dengannya maka manusia dapat menempatkan dirinya pada posisi yang tepat untuk dirinya. terkadang kita melihat manusia menolak dirinya sendiri, entah karena adanya harapan yang tidak dapat dipenuhi, atau mungkin tidak menerima segala kelemahan dan kelebihan yang ada pada dirinya sendiri. hal yang buruk mungkin menjadi sesuatu yang wajar ketika dilakukan oleh manusia, namun kemampuan untuk mengambil pelajaran dan tidak mengulanginya adalah sesuatu kesadaran tersendiri dari apa yang telah dijalani oleh seorang individu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;letak manusia adalah memilih antara mau atau tidak terhadap segala sesuatu, entah dari hal yang kecil hingga hal yang besar, kehidupan ini hanya sekali dan hanya sementara, jalan mana yang kita pilih, apapun itu akan membawa diri kita kepada sesuatu yang telah kita manifestasikan pada pemikiran kita. kemampuan manusia untuk bermimpi adalah landasan dari manusia itu sendiri untuk menciptakannya dalam dunia nyata. selama seimbang antara keduanya, dan manusia mengenali apa hakikatnya maka jalan yang ia pilih adalah yang terbaik untuk dirinya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4271491310966139805-6637552394324957835?l=www.amarilldo.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/NikotinDanKafein/~3/5kYYXTOi0DU/memilih.html</link><author>noreply@blogger.com (Amarilldo)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.amarilldo.com/2009/04/memilih.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4271491310966139805.post-6191119250896088804</guid><pubDate>Sat, 04 Apr 2009 12:28:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-04-04T05:31:13.559-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">pemikiran</category><title>Pengenalan Diri</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;manusia mengalami yang namanya naik turun dalam kehidupan ini entah itu dalam hal semangat hidup dan lain-lain namun dalam penerapannya kedalam dunia ini sebagai manusia yang juga memiliki perasaan tidaklah selalu berjalan dengan mulus seperti yang kita harapkan, terkadang ada air mata, kadang juga gelak tawa yang menghiasi kehidupan dan senyum-senyum kecil, beserta amarah dan dendam yang sering kali tertahan. namun pada keadannya yang pada titik bawah semua berasa sangatlah hambar dan menyakitkan tidak hanya didalam hati yang terganggu melainkan juga pada seluruh aktifitas yang dijalani oleh manusia. rasa ini terkadang hingg berhasil membohongi diri seseorang yang merasakannya, dengan cara memberikan suatu keadaan yang bersifat negatif dan menyakitkan, menahan semua bentuk tindakan dan juga menghempaskan kenyamanan, namun pada taraf yang berlebihan akan menciptakan suatu keadaan yang kurang baik bagi yang merasakannya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;manusia selain dengan akal yang rasional juga dilengkapi dengan emosi dimana disana tidak ada rasional sedikitpun, dimana disana terasa sangat basah dan penuh dengan arti sesungguhnya dari dunia, bukan hanya logika belaka namun dapat dikatakan telah melampaui semuanya. ketika seseorang memiliki kecerdasan emosional yang tinggi maka yang mereka dapatkan adalah kemampuannya dalam menghadapi berbagai perasaan serta memberikan suatu kontrol terhadapnya sehingga yang muncul hanyalah sebuah perilaku yang memberikan kebaikan bagi orang-orang yang ada disekelilingnya terlebih lagi bagi dirinya sendiri. dalam dunia yang penuh emosi dikatakan bahwa dalam hal menjadi manusia bukanlah tertuju pada pencarian kesenangan dalam kehidupan belaka melainkan pada pencarian arti dari segala yang "ditawarkan" dunia ini terhadap manusia. sedangkan yang ditawarkan oleh dunia itu sendiri terhadap manusia tidaklah semuanya menyenangkan, manis dan pahit pastilah datang silih berganti, dan itulah yang pasti dihadapi oleh setiap manusia, jadi mau tidak mau dalam hal menjadi manusia pastilah ada kesedihannya masing-masing dalam diri setiap individu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pembohongan yang dilakukan oleh diri sendiri terjadi pada saat manusia menghindari suatu bentuk perasaan, dimana terkadang sangat membutakan dan juga menjerumuskan manusia menuju apa yang disebut dengan "tidak baik", entah itu dalam perilaku atau mungkin dalam ucapan dan juga pemikiran. kecenderungan dalam setiap manusia adalah untuk menjadi baik dan jahat. seperti dua sisi mata uang yang keduanya manjadi satu kesatuan dan tidak bisa dilepaskan. dari segi agama secara umum bahwa manusia keseluruhannya tanpa terkecuali pastilah melakukan kesalahan, namun pad kesempatan berikutnya haruslah manusia itu tersadar akan apa kesalahan yang telah dilakukan dan memperbaiki keadaan dari akibat kesalahan yang telah dilakukannya tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;silih bergantinya perasaan yang dialami manusia merupakan pembelajaran tersendiri bagi manusia, mental dan juga diri emosi seseorang dengan adanya perasaan negatif dan positif tersebut akan membuat manusia menjadi lebih kuat jika mampu mengambil pelajaran dari padanya. sehingga meningkatlah kadar kekuatan mental yang dimiliki oleh manusia yang mengalami berbagai macam hal tersebut. namun manusia juga dapat mengalami kemunduran jika yang dialami tidaklah sesuai dengan kemampuan diri atau dengan kata lain melampaui kadar yang mampu ditahan oleh manusia, dengan bakal pengetahuan dan pengenalan terhadap diri sendiri akan menjadikan manusia siap dalam menghadapi berbagai macam rintangan dalm kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pribadi yang kuat adalah peribadi yang mengatahui dimana letak kelemahannya dan mampu melakukan perbaikan terhadapnya sehingga segala kelemahan yang dimilikiny dapat di minimalisir sedemikian mungkin dan juga dalam mengenali apa kelebihan yang dimiliki oleh dirinya sendiri  sehingga ia mampu melakukan segala sesuatu sesuai dengan kemampuan yang ada dalam dirinya tanpa harus merasa terlalu yakin atau mungkin merasa sangat tidak yakin terhadap diri sendiri. pengenalan terhadap diri sendiri merupakan dasar utama manusia dalam menghadapi kehidupannya. kesadaran diri yang dimiliki oleh seseorang merupakan cara pandangnya dalam melihat dirinya sendiri dengan segala macam halnya. menurut teori Jendela Johari manusia dalam melihat dirinya terdapat 4 dimensi yang pertama adalah yang ia dan orang lain ketahui tentang dirinya, lalu kedua, tentang diri sendiri yang hanya diketahui oleh dirinya sendiri, lalu ketiga, apa yang diketahui oleh orang lain namun diri sendiri tidak mengetahuinya, dan keempat adalah tentang diri sendiri yang tidak diketahui oleh diri sendiri dan juga orang lian. dalam hal ini manusia yang memiliki konsep diri terbaik adalah yang wilayah pengetahuan tentang diri sendirinya paling luas, dikarenakan pengetahuan dan kesadaran diri yang dimiliki oleh mereka yang memiliki pengetahuan yang  besar tentang dirinya sendiri akan mampu mengendalikan serta menempatkan dirinya secara tepat dalam segala kondisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menjadi manusia yang kuat haruslah terlatih dalam menghadapi segala keadaan sehingga tercipta pribadi yang tangguh. maka dengan demikian apa yang terjadi pada diri kita pada keseharian terlepas apakah itu menyenangkan atau tidak maka cobalah mencari arti dari padanya sehingga kita mampu mendapatkan pelajaran yang berarti bagi kehidupan kita kelak. jelas manusia merupakan makhluk yang rumit, namun kerumitan itu juga hanya bertahan selama kurang dai 70 tahun, sehingga dalam kehidupan yang hanya sementara dan sekali ini manusia diharapkan mampu mendapatkan yang terbaik dari dunia ini dan juga meninggalkan yang berarti bagi dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4271491310966139805-6191119250896088804?l=www.amarilldo.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/NikotinDanKafein/~3/DIXOLXJK7HA/pengenalan-diri.html</link><author>noreply@blogger.com (Amarilldo)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.amarilldo.com/2009/04/pengenalan-diri.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4271491310966139805.post-2725552292369886348</guid><pubDate>Sat, 14 Feb 2009 14:29:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-02-15T03:05:51.604-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">pemikiran</category><title>Membohongi Diri Sendiri</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setiap apa yang terjadi dalam hidup ini rasanya tidak menjadi apa yang kita inginkan sehingga kita terkadang memandang bahwa hidup tidaklah adil. Coba saja lihat keadaan disekeliling kita, apakah nampak keadilan yang selalu didamba-dambakan oleh setiap orang, tidak, pasti itu yang terjawab oleh benak anda sekalian.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Mari kita rasakan sejenak apa yang anda rasakan, inti terpenting dari diri manusia adalah apa yang menyebabkannya hidup, apa yang menyebabkannya menjadi apa yang ada dalam dunia ini. Tidak ada yang mampu menjawabnya dengan mudah, semua membutuhkan proses. Pertama anda akan merasakan, ya, hidup ini tidak adil!. Lalu semua yang anda lakukan untuk mencapai titik adil yang anda harapkan dalam kehidupan ini adalah dengan melakukan sesuatu yang menuntut agar keadilan yang anda harapkan menjadi kenyataan. Mari kita perhatikan apakah yang anda harapkan adalah keadilan atau suatu ego yang terletak jauh didalam dasar diri anda, menjadikan anda sekalian manusia yang menuntut keadilan agar diri anda merasakan suatu kepuasan yang ternyata merenggut keadilan lain yang ada pada diri orang lain. semoga tidak demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar untuk jujur kepada diri sendiri, ya, karena kepada diri sendiri kita haruslah menjadi seseorang yang bijak dan menumbuhkan suatu disiplin terhadap diri, jangan pernah sekali-sekali membohongi diri sendiri karena dengan melakukan hal tersebut sama saja kita menutup apa yang ada dalam diri kita. Sedikit banyak apa yang kita rasakan adalah suatu perasaan tulus yang menjadikan diri kita menjadi seperti sekarang ini, berbohong itu hanya bisa terjadi antara dua orang atau lebih jika dalam satu pribadi murni terjadi sikap saling membohongi maka kebohongan itu terjadi, dimanakah kebohongan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemikiran yang cenderung kembali kepada diri kita, dimana kita sebagai manusia dalam kehidupan ini membutuhkan banyak sekali pemuasan dan juga kebutuhan, namun seharusnya kita mampu membedakan mana yang menjadi kebutuhan dan apa yang menjadi keinginan. Jujur kepada diri sendiri adalah jawabannya, namun diri yang sebelah manakah yang harus kita turuti perkataannya dan yang manakah yang harus kita dustakan?. Kemampuan kita untuk mengetahui mana yang merupakan suara hati didalam diri kita adalah cara yang ampuh dalam menentukan arah, mengambil tindakan dan melakukan sesuatu yang tepat. Suara hati? Apakah itu? Tanyakan saja kepada diri kita sendiri apakah kata hati itu. Yang jelas ia bukanlah nafsu, ia bukanlah logika, ia bukanlah sesuatu yang mampu kita panggil secara sengaja, sesuatu yang bersifat intuitif namun akurat, cenderung bertentangan dengan logika keadaan namun membawa pada tempat yang lebih baik pada akhirnya walau terkadang bukan pada permulaannya. Dengan kata lain suara hati adalah hati nurani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang dalam menjalani kehidupan dewasa ini kita dituntut untuk menjadi sesuatu yang berbeda dnegan apa yang disuarakan oleh hati nurani kita, kita lebih banyak bertindak berdasarkan nafsu dan juga akal, dimana keduanya hanya mendorong kita kepada suatu bentuk kekeringan akan emosi dan juga kasih sayang. Menjadikan kita makhluk yang enak dilihat dari luar namun dari dalam tidak ada apa-apa kecuali kekosongan, tak ada makna dan juga arti. Terjadi demikian dikarenakan kita telah tidak berbuat adil terhadap diri kita sendiri, kita telah mendustakan diri kita secara sadar, tidak memikirkan apa yang akan terjadi kemudian, yaitu ketidak bahagiaan kita yang disebabkan diri kita sendiri. jika sudah demikian keadaannya maka jangan ada yang menyatakan bahwa dunia ini tidak adil, karena pada kenyataannya kita sudah tidak adil terhadap diri kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4271491310966139805-2725552292369886348?l=www.amarilldo.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/NikotinDanKafein/~3/7RKzC4I-1vE/membohongi-diri-sendiri.html</link><author>noreply@blogger.com (Amarilldo)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.amarilldo.com/2009/02/membohongi-diri-sendiri.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4271491310966139805.post-775231268670735344</guid><pubDate>Fri, 09 Jan 2009 14:27:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-01-23T02:27:58.495-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">pemikiran</category><title>Narsisisme dan Dunia Dewasa Ini</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Narsisme adalah suatu bentuk perasaan bangga terhadap diri sendiri yang terlalu tinggi kadarnya sehingga mengakibatkan penderitanya memiliki kepercayaan diri yang cenderung berlebih dan mengkhawatirkan. Dalam kehidupan manusia dewasa ini dimana manusianya berada dalam dunia persaingan industri terlihat bentuk narsistis yang ada mencapai tingkat yang cenderung tinggi, hal ini salah satunya dipengaruhi oleh berbagai macam iklan yang selalu saja mengusung jargon-jargon tanpa cela (narsis) yang membanggakan produk-produknya. Fungsi dari iklan adalah mempengaruhi para calon pembeli, pengaruh yang didapat bisa berupa tindakan langsung (stimulus-respon) dan juga pemikiran sebelum terjadi tindakan. Dalam mempengaruhi iklan bukan saja memberikan informasi dan pengetahuan sekitar produk yang ditawarkan saja namun juga telah masuk meresap kedalam sendi-sendi kehidupan manusia sebagai suatu bentuk virus akalbudi (meme), pengaruh yang diberikan tidak lagi berupa tujuan untuk membeli barang melainkan juga kepada tindakan lain dalam kehidupan dan juga membentuk serta melegitimasi stereotip yang berlaku dalam masyarakat, hal ini terlihat dari berbedanya iklan yang diberikan dari suatu masyarakat terhadap masyarakat yang lain dalam menawarkan suatu produk yang sama. Walau pada dasarnya pembedaan iklan itu ditujukan kepada penyesuaian iklan terhadap bentuk masyarakat namun pada kenyataannya kebanyakan dari iklan yang muncul dewasa ini telah diatur sedemikian rupa sehingga mampu menggiring perilaku manusia kebanyakan dalam masyarakat tertentu. Seperti telah dimanipulasi kegiatan dan perilakunya oleh serangan iklan yang selalu datang secara bertubi-tubi. Jelas bukan hanya iklan namun segala macam media informasi bersifat mempengaruhi tingkah laku manusia yang mengkonsumsinya. Kini yang harus kita lakukan adalah memberikan tepuk tangan dan juga penghormatan kepada para pembuat iklan dikarenakan kemampuan mereka yang kini telah mampu men-set pemikiran para penerimanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Walau tidak sejahat yang diperkirakan, namun kekuasaan dan pengaruh dalam penerbitan iklan kedepan mampu memberikan efek yang dahsyat terhadap perilaku manusia, tidak heran jika para negara maju yang memiliki banyak sekali perusahaan industri besar yang terkenal selalu berlomba-lomba untuk melakukan yang namanya mass-hipnotyze, sekilas mungkin pemikiran ini cenderung kepada bentuk paranoid, namun pada praktenya dalam lapangan, hal ini sudah bukan merupakan bentuk paranoid belaka dikarenakan bukti dan penghasilan yang diperoleh oleh perusahaan yang telah mempromosikan barang dagangannya dengan jenis iklan yang “maut” itu selalu mengalami peningkatan. Kesetiaan terhadap produk telah menjadi suatu bentuk akibatnya, demi satu kata keuntungan namun memiliki efek yang lebih mengerikan dari itu. Jelas hal ini tidak menimpa keseluruhan dari umat manusia namun kebanyakan dari mereka yang berpikir secara dangkal saja, yaitu mereka yang melakukan segala sesuatu berdasarkan bentuk stimulus-respon dan bukannya mereka yang bertindak berdasarkan stimulus-pemikiran-filter-respon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti diketahui bahwa para pembeli membeli barang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhannya, namun nafsu manusia selalu saja bisa dipermainkan dengan berbagai cara, insting dasar manusia pun memiliki celah untuk dimanipulasi. Juga manusia diberikan kemampuan untuk melakukan rasionalisasi serta pembenaran yang masuk akal terhadap segala keputusan yang diambilnya. Tidak terlepas juga segala hal pengambilan keputusan ini dari rasa percaya diri dan juga kemampuan pengenalan terhadap diri sendiri atau yang biasa disebut sebagai kesadaran diri. Kembali kepada manusia sebagai makhluk sosial dimana manusia membutuhkan penerimaan dari orang lain atau kelompok yang pada akhirnya akan memberikan rasa kemanusiaan kepada diri sendiri. keinginan manusia untuk menunjukkan eksistensinya kepada dunia diluar dirinya merupakan suatu kebutuhan pokok dalam hal menjadi manusia. Namun dalam pemenuhan kebutuhan ini sangat disayangkan jika dilakukan dengan cara yang tidak wajar dan berkeinginan yang berlebihan sehingga melampaui batasan diri yang tidak mungkin dimiliki jika berada pada taraf wajar, yang pada dasarnya perilaku ini muncul diakibatkan oleh kurangnya kesadaran terhadap pengenalan diri sendiri baik secara fisik maupun secara psikologis. Ada dua hal dalam kepercayaan diri atau self-esteem yang pertama adalah kurang dan kedua adalah kelebihan. Sifat percaya diri selalu ada dalam diri manusia namun jika kadar itu kurang dari apa yang dibutuhkan dirinya dalam mempertahankan eksistensinya maka yang terjadi adalah suatu bentuk keterasingan diri dari lingkungan dan merasa bersalah terhadap diri sendiri yang berlebihan akan perilaku yang dilakukan secara sadar tersebut, namun jika berlebihan yang terjadi adalah keegoisan, kesombongan dan juga perilaku yang sangat merugikan lingkungan yang dimana perilaku ini dikenal sebagai bentuk dari gangguan kepribadian narsistik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan dari seseorang yang memiliki rasa percaya diri dan pribadi yang narsistik terletak pada kemampuan empati yang dimilikinya, empati adalah suatu kemampuan individu untuk merasakan apa yang orang lain rasakan. Dimana dengan empati suatu pribadi dapat menjadi seseorang yang peka terhadap segala sesuatu yang berada didalam lingkungannya, merasakan penderitaan dan juga kesenangan orang lain dan mengerti apa yang dibutuhkan oleh orang lain, sehingga yang tercipta adalah suatu bentuk keharmonisan antara satu pribadi dengan lingkungannya. Dikarenakan dengan empati yang dimiliki seseorang mampu merespon lingkungannya dengan tindakan yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pribadi narsistik secara kasar dapat terciri dengan suatu perasaan sebagai pusat dari alam semesta, sehingga dirinya selalu merasa sebagai yang layak menjadi perhatian dalam setiap kesempatan. Gemar menyombongkan dirinya dengan kehebatan-kehebatannya, dan mengakui kelebihan dari dalam dirinya secara berlebihan serta memiliki keinginan untuk selalu dipuji. Selain itu seorang narsistis akut juga memiliki sifat mementingkan diri sendiri, walau mereka jelas sangat mempesona, namun dengan pesonanya itulah mereka dapat memanipulasi orang lain. jelas kini bahwa narsistik juga merupakan salah satu ciri dari penyakit kejiwaan yang bernama psikopat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa dewasa ini dimana persaingan semakin ketat, jelas persaingan semakin ketat dikarenakan populasi penduduk bumi tidak pernah sebanyak ini sebelumnya, 6 milyar jiwa. Persaingan manusia untuk mempertahankan eksistensinya semakin keras dan semakin kejam bagi sebagian orang, dari kebanyakan manusia diharuskan “menjual diri”nya guna bertahan hidup, menjual diri dengan maksud menawarkan apa yang menjadi keahliannya kepada suatu perusahaan atau badan tertentu guna mendapat pekerjaan, yang akhirnya dnegan pekerjaannya itu ia dapat bertahan hidup dengan mapan. Sehingga dengan ini manusia diharuskan menawarkan atau mengiklankan dirinya dengan baik dan tanpa cela sedikitpun. Jelas yang ditawarkan juga bukan merupakan omong kosong belaka, namun benar adanya. Sehingga dengan persaingan ini manusia dapat menjadi lebih baik dikarenakan mereka memiliki tuntutan agar tidak kalah dari orang lain. cara kuno dari mempertahankan derajat diri adalah dengan menginjak derajat diri orang lain, menganggap mereka yang lain sebagai makhluk yang lebih rendah dan juga kalah dari diri kita. Cara yang bersifat bar-bar namun jelas masih efektif dilakukan dan sering juga dipraktekkan dalam kehidupan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi seorang narsistis sakit ibarat mendapat kutukan, dikarenakan kita membanggakan diri kita sendiri namun orang-orang yang berada disekitar kita merasa teganggu karenanya, kita menjadi manusia yang paling ditolak kehadirannya. Hal ini jelas terjadi dikarenakan seorang narsistis yang sakit sangat tidak dapat menjaga perasaan orang lain, sangat senang menginjak harga diri orang lain dan dengannya ia mendapat kesenangan serta kepuasaan atau dengan kata lain memiliki kegemaran untuk tertawa diatas penderitaan orang lain, menyebalkan bukan. Selain itu seorang narsis terkadang secara sadar mengetahui bahwa dirinya adalah seseorang yang narsis, namun dia tidak pernah mengetahui tentang kerugian yang diciptakannya kepada orang lain. sehingga dengan begitu ia tetap saja berjalan dengan kesombongannya namun satupersatu orang–orang yang memiliki arti bagi dirinya pergi menjauh. Sehingga sepi dunianya dan hampa, yang tertinggal hanyalah kesombongan diri sendiri, kepada diri sendiri dan dari diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan kepercayaan diri yang berkadar pas pada diri seseorang, diman individu yang dimaksudkan dapat dengan baik menginterprtasikan dirinya sendiri dan juga orang lain, sehingga yang ia miliki adalah kemampuan yang baik dalam menghadapi kehidupannya. Ia tidak merasa rendah diri dalam setiap kesempatan dikarenakan kemampuannya dalam mengenal lingkungan, mau untuk maju dan terus belajar dalam bertindak. Namun dalam kenyataannya manusia adalah makhluk yang diberikan kemampuan untuk mempelajari dan menganalisa sehingga manusia dapat mengetahui letak kesalahan yang dilakukan oleh dirinya. Ada pendapat yang mengatakan bahwa manusia yang berhasil adalah manusia yang mampu belajar dari kesalahan yang dilakukan oleh dirinya. Kemampuan inilah yang pada dasarnya membuat manusia menjadi makhluk yang maju dibandingkan makhluk lain di dunia ini. Kesalahan memiliki kandungan materi pelajaran yang sangat berarti dikarenakan kerugian yang terjadi akibat kesalahan tidak akan terulang kembali dikemudian hari dikarenakan kemampuan manusia untuk mengenali “lubang kesalahan”, yang tidak pernah akan ia lewati kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepercayaan diri tumbuh didalam diri bukan hanya didorong oleh faktor dalam diri melainkan juga dari faktor luar diri yang berbentuk lingkungan, entah itu orang-orang terdekat atau juga mungkin keluarga dan kerabat. Dukungan sosial merupakan salah satu modal terpenting dalam kemajuan diri manusia guna mencapai tujuan. Oleh karena itu rasa empati dalam diri seseorang haruslah tinggi, guna menjaga keharmonisan antara diri dan lingkungan. Karena orang lain diluar diri kita maka kita dapat merasa nyaman, maka berikan kebaikan kepada mereka walau sekecil apapun sehingga diri kita dapat terus merasakan kenyamanan saat bersama dengan mereka, pendek katanya adalah cintailah semua orang yang mencintai kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menjadi pribadi yang narsis dalam jaman sekarang mungkin telah menjadi keharusan bagi sebagian kelompok masyarakat, namun jika kita memang diharuskan untuk hidup didalamnya maka cara yang tebaik adalah dengan menjadi pribadi narsis yang sehat, sehat dalam artian tidak menjadi sosok yang merusak lingkungan, melainkan menjadi pribadi yang jelas memiliki kemampuan untuk memberikan kebaikan bagi lingkungan, kemampuan dalam empati merupakan salah satu dari faktor penentunya, seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa empati yang benar akan menciptakan keharmonisan didalam lingkungan. Serta mengenali diri sendiri, sudah menjadi sifat dasar manusia untuk menunjukkan kelebihan diri dan menutupi keburukan yang dimiliki, tidak ada gading yang tidak reta, semua manusia tidak ada yang sempurna, namun dengan kemasan yang baik dan wajar maka kehadiran seseorang dapat menjadi sosok yang ideal dan penuh dengan karisma. Mengenali diri sendiri berarti menjadi pribadi yang sehat, mengetahui kekurangan dan kelebihan didalam diri dan mampu bertindak sesuai dengan batasan dan kemampuan diri. Serta mampu mengeksplorasi diri guna menjadi pribadi yang jauh lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4271491310966139805-775231268670735344?l=www.amarilldo.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/NikotinDanKafein/~3/ZO3xXbDPmSs/narsisme-dan-dunia-dewasa-ini.html</link><author>noreply@blogger.com (Amarilldo)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.amarilldo.com/2009/01/narsisme-dan-dunia-dewasa-ini.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4271491310966139805.post-7938992868069030140</guid><pubDate>Sun, 07 Dec 2008 13:35:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-12-07T05:52:46.292-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">pemikiran</category><title>Nazi Punk</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pertama-tama mari kita ucapkan NAZI PUNK, F*** OFF!!!!. Maksud tulisan ini adalah guna mengkritisi para penganut paham Nazi Punk di indonesia, seperti kita ketahui bersama partai Nazi lahir dijerman, memiliki seorang pendekar utamanya yang bernama Adolf Hitler, seorang penjahat kemanusiaan yang melakukan genosida (pembantaian) terhadap bangsa yahudi sekitar tahun 1942 dan merupakan seorang sakit yang rasis lagi fasis. Sedangkan Punk adalah sebuah culture dimana para penganutnya merupakan para penolak kemapanan, mereka hidup dalam kebebasan dalam berkarya dan bersosial, berkelompok dan mendengarkan jenis musik yang sama yaitu jenis musik Punk.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kehadiran Punk Nazi di Indonesia adalah suatu kesalahan jika dianut dengan cara membabibuta tanpa ada penjelasan, takutnya yang menganut itu Cuma orang-orang yang ikut-ikutan dan tidak memiliki identitas diri. Apa kata orang-orang arya dijerman sana jika melihat ada orang dengan kulit berwarna menggunakan simbol Nazi? Mereka pasti marah betul karena simbol kesucian dari rasisme mereka telah dikotori oleh orang kulit berwarna. Rasisme adalah sesuatu yang sangat dibenci oleh semua kalangan Punk Non-Nazi. Sehingga Punk Nazi sangat ditolak keberadaannya dalam dunia ini. Simbol swastika Nazi adalah simbol dari rasisme pada jamannya. Keburukan jerman nomor wahid dan tidak akan pernah bisa dilupakan oleh sejarah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehadiran Punk di Indonesia merupakan sesuatu yang meresahkan setidaknya bagi para penyelenggara negara, para Punk-ers diIndonesia masuk lima besar didunia dalam masalah jumlah. Entah dari mana masuknya budaya ini kedalam negeri ini, namun budaya ini sungguh sangat dianut oleh mereka yang memang merasa cocok dengan gaya hidup Punk. Mulai dari munculnya band-band Punk, para penganut yang bersolidaritas tinggi antar sesamanya, hingga perkumpulan yang terkadang melakukan jambore bersama. Kalau dalam keseharian mereka dapat dilihat dipinggir jalan dekat lampu merah, mengamen menggunakan gitar atau ukulele dengan pakaian kumuh dan rambut tak-wajar. Terbiasa sudah para anak-anak ini untuk hidup secara liar dijalanan. Inilah yang mengakibatkan Punk dipandang sebagai suatu perkumpulan anak-anak remaja yang kabur dari rumah karena tidak bisa diatur oleh orang tua dan hidup dijalanan bersama dengan kejahatan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya tidak ada yang menyuruh mereka untuk men-seragam-kan pakaian, mulai dari spike-spike di mana-mana pada atributnya, rambut mohawk, celana sempit yang menyiksa (tampaknya kalau dipakai laki-laki). Budaya Punk jelas adalah racun impor bagi bangsa ini jika ditelan secara mentah-mentah, tapi memang sudah menjadi kebiasaan anak muda bangsa ini (kebanyakan) yang menelan secara mentah apa yang berasal dari luar negeri, jelas harus ada revolusi cara pandang bagi generasi penerus. Karena pengartian dari Punk pada dasarnya tidak dapat disamaratakan, dimana para penganut Punk memiliki pemaknaan sendiri terhadap sifat kebendaan dari kata Punk, walau memiliki suatu benang merah dalam setiapnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nazi Punk di Indonesia adalah kebodohan teramat sangat jika ditelan secara mentah. Namun disini akan coba penulis terangkan jika seorang Nazi Punk di Indonesia mau mempertahankan pendapatnya. Pertama yang ditiru dari Nazi adalah sifat kebangsaan mereka yang sangat tinggi dan cenderung sombong yaitu bangsa Arya, coba kita lihat kedalam negeri ini dimana terdapat banyak sekali ras-ras dan suku-suku namun pada sumpah pemuda kita semua telah bersumpah menjadi Bangsa Indonesia. Dimana jika para Nazi Punk ini haruslah menjunjung tinggi nilai kebangsaan di Indonesia, dimana kita sangat bangga dengan produk-produk kita sendiri, bangga dengan anak bangsa sendiri, percaya terhadap kemampuan diri sendiri, mau menganut budaya sendiri sehingga kita tidak lagi ketularan virus akalbudi yang berasal dari luar negeri, tidak melihat yang datang dari barat itu pastilah hal yang paling keren, memiliki Identitas sendiri sebagai Bangsa Indonesia yang bersatu. Menolak untuk dijajah dan bekerja keras demi kehidupan bersama, orang-orang “Nazi” Indonesia ini pastilah bukan seorang rasis yang membedakan suku-suku di Indonesia melainkan seorang yang memandang tanpa ada sukuisme lagi dalam berbangsa dan bernegara. Yang ada hanya satu bangsa yaitu Bangsa Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangat Nazi sendiri tercemar akibat dari perilaku mereka yang membantai bangsa yahudi, ada jutaan yang menjadi korban, dibunuh secara sadis dan menjadi peristiwa paling mengerikan dalam hal pembantaian rasial. Kini Nazi sangat didukung oleh palestina dan beberapa bangsa yang sedang berperang dengan Israel. Hubungannya dengan Indonesia adalah keadaan mayoritas masyarakat Indonesia yang memeluk agama Islam yang notabanenya agama impor dari arab, seperti diketahui peperangan antara bangsa arab dan bangsa Yahudi, dimana pada dasarnya arab dan Yahudi itu bersaudara karena merupakan keturunan langsung dari satu bapak yaitu Ibrahim/Abraham, pertikaian sudah berlangsung sekian lama, mendarah daging dan terus-menerus, mungkin hingga nanti saatnya bumi tidak lagi berputar. Mereka (anti-semit) kini cenderung meneriakkan slogan yang mendukung Hitler, menyebutnya sebagai seorang yang benar dalam keimanan dikarenakan membantai bangsa yahudi seperti yang pernah dilakukan oleh Rasul terakhir, namun Rasul Terakhir membantai kaum yahudi dikarenakan hukum bangsa yahudi (taurat) yang mengharuskan para pengkhianat dipancung, jelas mereka dipancung karena mengkhianati perjanjian yang telah dilakukan bersama dengan Rasul Terakhir, tidak seperti hitler yang membantai bangsa yahudi dikarenakan bangsa yahudi dianggap sebagai rival yang berat bagi bangsa Arya dan “tikus” yang menggerogoti perekonomian negara karena kehebatannya dalam bidang perbankan. Selain itu, Hitler disebut sebagai salah satu manusia pembawa petaka bagi bangsa Yahudi yang datang disetiap jaman, sebagaimana yang telah dijanjikan oleh Yang Maha Pencipta dalam kitab Al-Quran. Dengan adanya pandangan ini maka popularitas Hitler ditengah masyarakat Islam yang bersikap anti dalam hal berdamai dengan Israel kian meningkat dari generasi ke generasi. Kembali kedalam negeri, Dalam hal ini banyak sekali orang Indonesia yang ingin berjihad ke palestina guna membela kampung halaman orang lain, padahal kebanyakan bangsa Arab pun bersikap tak perduli dengan masalah ini dikarenakan pertentangan itu sudah menjadi sesuatu yang terlalu berbelit. Tidak lupa juga bahwa palestina adalah suatu tanah yang dijanjikan kepada bangsa yahudi oleh Tuhan, hal ini tertulis dalam semua kitab samawi, dan dituliskan juga bahwa bangsa yahudi dapat memasukinya, memilikinya dengan mana dan salwa didalamnya, serta diperbolehkan untuk membunuh orang-orang kafir didalamnya. Yang terpenting tidak ada satupun orang Indonesia yang hidup disana pada jaman itu, sehingga dendam itu tidak pantas untuk hidup ditengah masyarakat kita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, cukup pelajaran sejarah agamanya, karena penulis juga bukan seorang “ahli surga”. kini kembali kepada Punk Nazi di Indonesia, bagaimanapun disini tidak mungkin bisa diterapkan secara mentah bahkan kalau tetap mau bersikeras mempertahankan hal ini, haruslah ada penggantian simbol dan ajaran, serta pemikiran juga, kesemuanya haruslah diperbaharui. Sehingga yang muncul adalah “narsisme” dari bangsa Indonesia terhadap apa yang ada didalam bangsanya sendiri terhadap bangsa-bangsa lain. sedikit mendongkrak harga diri bangsa, jika dilakukan secara benar dan tidak berlebihan. Sebagai contoh kecil adalah tidak maunya menggunakan produk yang berasal dari luar negeri, dengan tujuan memajukan kesejahteraan nasional yang kian hari kian menurun dan menyedihkan. Dapat dilihat dari keadaan rakyat yang selalu dihadapi dengan kenaikan harga kebutuhan hidup, percaya terhadap kemampuan bangsa sendiri, sehingga tidak ada lagi stereotip yang mengatakan segala yang datang dari luar negeri memiliki kualitas yang lebih baik. Sertra juga mensejajarkan harga diri bangsa sama dengan bangsa lain, dimana kita (bangsa Indonesia) mampu bersaing dengan bangsa lain. duduk sama rendah, berdiri sama tinggi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kini, kalau dipikir-pikir penyelenggara negara memang tidak berpihak kepada rakyat namun menjadi pelindung bagi pihak yang kelas atas (berpunya). Bukannya maksud penulis untuk menyulut api pemberontakan namun dalam setiap bentuk hirarki seperti negara pasti ada kaum atau masyarakat yang tertindas. Hal ini jelas menjadi dasar pesimistis masyarakat dalam hal memandang dirinya sebagai bagian dari suatu bangsa. Selalu mengatakan kalau diri (bangsa) ini bodoh, malas dan tidak berguna, atau beranggapan bahwa diri ini adalah ras kuli yang tidak mampu bekerja tanpa adanya mandor (pihak yang menjajah). Lebih dari 350 tahun dijajah telah cukup untuk menghancurkan identitas bangsa. Ditambah lagi kini dimana jaman telah membuktikan kemenangan kapitalistm, seperti dijelaskan oleh orang besar bangsa ini yang tak lain adalah Tan Malaka dalam bukunya dari penjara ke penjara &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“tingkat ke-4 ialah zaman kapitalisme yang sudah lebih dikenal. Perkakas yang digerakkan dengan tangan, dimasa manufacture dahulu, sekarang digerakkan dengan uap dan listrik. Godam yang beratnya ½ kilogram di zaman manufacture, yang sudah sukar diayunkan oleh seorang pekerja, sekarang bertukar menjadi godam yang beratnya sampai 50.000 kg, yang dengan mudah diayunkan dengan kekuatan listrik. Sedangkan satu pabrik di jaman manufacture Cuma bisa memusatkan 1000 orang atau lebih kaum pekerja, maka pabrik mesin sekarang mampu memusatkan 30.000 pekerja dalam satu pabrik, dan ratusan-ribu dalam satu perusahaan (tambang atau kereta). Menjalankan dan mengawasi satu mesin memerlukan latihan dan kepintaran. Budak slave dan serf yang bodoh itu tidak dapat dipakai lagi oleh kapitalis jaman sekarang. Proletar masih harus disekolahkan lebih dahulu. Disinilah berasalanya undang-undang yang mewajibkan belajar setiap-tiap warga negara demokratis (compulsory education). Seandainya jika tiap-tiap warga negara mempunyai sebidang tanah atau pertukangan, maka tak akan bisalah atau susah sekali bagi seorang kapitalis mendapatkan buruh buat dipekerjakannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Untunglah bagi kaum kapitalist, bahwa sesuatu perusahaan besar di zaman kapitalist ini menindas dan melenyapkan perusahaan kecil. Dalam persaingan ekonomi tajam kejam itu, maka pabrik mesin melenyapkan kebanyakan perusahaan tangan yang kecil, kebon-besar melenyapkan atau mendesak sawah dan ladang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sebagian besar penduduk jauh melarat atau menjadi ploretar (tak berpunya) karena didesak oleh perusahaan besar itu. Mereka ploretar terpaksa menjual tenaganya kepad kapitalist, mereka “merdeka’ karena “dimerdekakan” oleh revolusi borjuis dari tanahnya ningrat dan kaum tukang yang kecil “dimerdekakan” dari alatnya, karena disaingi dan dilenyapkan oleh mesin pabriknya kaum kapitalist. Mereka “merdeka” pula menjual tenaganya kepada kapitalist. Tetapi karena mereka terikat oleh bahaya kelaparan, maka mereka terpaksa menjual tenaganya kepada kapitalist itu dengan semurah-murahnya, lantaran saingan yang tajam antara seorang proletar dengan proletar yang lainnya. Dengan terpukulnya perusahaan kecil oleh perusahaan besar, maka harta-benda Negara terletak pada yang berpunya. Yang Miskin bertambah Miskin Disamping Yang Kaya bertambah Kaya. Yang miskin bertambah jumlahnya dan yang kaya bertambah kecil jumlahnya. Syahdan didunia kapitalistm tulen, maka selusin-dua orang memiliki hampir semua mata pencaharian hidup, seperti pabrik, kebun, tambang, kereta, kapal, bank dan lain-lain. dengan begitu, maka produksi jatuh ketangan yang memiliki alat produksi itu pula. Sebagian besar rakyatnya tidaklah memiliki apa-apa, tetapi merekalah yang mengadukan hasil dengan cara bersama-sama. Pertentangan selusin-dua lusin orang yang tiada bekerja: tetapi memiliki alat produksi dan produksi dengan sebagian besar rakyat kerja membanting tulang, tetapi tiada memiliki alat produksi dan produksi itu. Pertentangan antar hak milik yang berdasarkan perseorangan dengan cara bekerja yang dilakukan bersama-sama, amat nyata dan amat bersahaja dimasa krisis ekonomi. Di masa inilah Negara Kapitalist beserta Birokrasi, Militer, Polisi, Kejaksaan, Penjara, Algojo, Pendeta dan Profesornya bertindak mencegah pecahnya pemogokan atau revolusi proletar. Di masa krisis inilah Negara Borjuis bertelanjang bulat menontonkan dirinya sebagai alat penindas oleh kaum Borjuis atas kaum Proletar dan melemparkan topengnya sebagai “wasit” yang berdiri ditengah-tengah, yang “adil” tidak berpihak kesana atau kesini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin Tan Malaka adalah seorang komunis beraliran Soviet. Seorang tokoh besar Indonesia namun dilupakan, ia adalah seorang pemimpin komunis diseluruh asia tenggara pada jamannya. Berhubung 32 tahun Indonesia membenci (baca: dipaksa membenci) komunisme maka jasa-jasanya-pun terlupakan oleh bangsanya sendiri. Seorang Gentlemen ini menjelaskan secara panjang lebar mengenai kapitalistm, dari penjelasannya itu yang sedikit banyak sesuai dengan kedaan kita saat ini hanya saja jumlah kaum kapitalistnya masih lebih dari satu-lusin dua, namun sudah cukup terbayang apa yang akan terjadi kedepan, pada akhirnya memang hanya akan ada satu kapitalist saja yang akan bertahan, menguasai segalanya secara menggurita. Keserakahan adalah konsep dasar dari kapitalistm, prinsip ekonomi, dengan modal yang sekecil-kecilnya mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya. Dalam pelaksanaannya maka yang tertindas adalah rakyat, seperti yang telah disebut dalam kutipan diatas, jumlah yang miskin semakin banyak dan jumlah yang  kaya semakin sedikit. Persaingan tiada henti untuk satu kata yaitu keuntungan. Inilah keadaan dunia kita kedepan nantinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia telah merdeka namun dalam kenyataannya banyak dari masyarakatnya yang belum merdeka dari kelaparan, kebodohan dan juga kemiskinan. Keberadaan Nazi Punk di Indonesia adalah sesuatu yang salah jika diterapkan dalam kehidupan sehari-hari secara mentah. Yang harus digali kini adalah semangat mulia yang berada pada konsep Nazi itu sendiri, bukan bermaksud juga menerapkan Nazi di Indonesia namun yang mungkin bisa dilakukan adalah mengadaptasi paham Nazi kedalam sesuatu yang cocok dengan atmosfer Indonesia. Walau keseluruhannya pada dasarnya sudah tercantum dalam Pancasila, dan memang hanya Pancasila-lah yang cocok bagi kehidupan Bangsa Ini. Bukan Punk, Nazi, Anarkisme, Komunisme atau apapun yang lain. namun disebabkan dasar negara kita itu dianggap sesuatu yang kurang menarik oleh putra-putri bangsanya sendiri, maka yang dianggap keren adalah segala paham yang datang dari luar. Stereotip yang membunuh diri sendiri. Bukan hanya itu, tetapi manusia para penyelenggara negara yang seharusnya mengerti dan mengamalkan Pancasila, pada kenyataannya tidak mencerminkan Pancasila sama sekali, sehingga Pancasila hanyalah sebuah simbol burung Garuda yang telah kehilangan maknanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka untuk para Punk-ers, tetaplah nge-punk tapi jangan bodoh, kenalilah apa yang kalian jadikan pandangan hidup. Untuk para Nazi Indonesia, yang benar-benar sajalah, kalian bukan bangsa Arya yang diyakini Hitler sebagai keturunan langsung bangsa Atlantis, jadi tidak mungkin kalian mengenakan simbol itu, terkecuali kalian adalah seorang yang sangat anti terhadap bangsa Yahudi, atau kalian adalah seorang “SAVE PALESTINE” berdarah melayu. Siapapun kalian, maka tolonglah bangsa ini, bangkitkan bangsa ini, mulailah dari diri sendiri, hentikan setiap bentuk mencari kesalahan orang lain, mari melihat kepada kesalahan diri kita sendiri, lakukan perubahan, sekecil apapun, demi kita semua, dibelahan bumi Indonesia ini. Mari gali kembali makna dari 5 sila yang selalu kita ucapkan selama sekolah, mungkin kita tidak pernah mengetahui apa artinya, atau mungkin kita sudah lupa dengannya. Namun tidaklah mungkin kita mampu hidup berbangsa dan bernegara jika kita sebagai warga negara tidak paham dan mengerti apa dasar negaranya. Indonesia untuk kita dan anak cucu kita. Dari tulisan yang penulis sadari sangat jauh dari sempurna ini, penulis hanya mau mengajak para pembaca untuk kembali kepada Pancasila sebagai landasan kehidupan berbangsa dan bernegara. Lupakan 32 tahun yang suram itu, mari menjadi manusia Pancasila yang baru dan segar untuk kesejahteraan bersama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4271491310966139805-7938992868069030140?l=www.amarilldo.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/NikotinDanKafein/~3/mF6pJ-LG8N8/nazi-punk.html</link><author>noreply@blogger.com (Amarilldo)</author><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://www.amarilldo.com/2008/12/nazi-punk.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4271491310966139805.post-8003195261913840118</guid><pubDate>Sun, 16 Nov 2008 23:27:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-12-01T14:33:19.240-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">pemikiran</category><title>Mensikapi kerusakan didalam diri</title><description>Dalam perjalanan hidup didapati keadaan naik dan turun, seperti yang selalu dikatakan bahwa roda nasib terus berputar kadang ada diatas dan terkadang ada dibawah. Dimana ketika ada diatas haruslah kita ingat bahwa roda terus berjalan dan dengan pandai menyikapi agar tidak mengalami yang namanya lupa daratan. Kemudian dalam keadaan dibawah juga harus bertahan agar tidak lupa akan berputarnya roda, bersabar dan menjalani semua dengan hati yang lapang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Terkadang kita tidak melihat apa kerusakan yang dialami oleh jiwa dan raga kita, atau mungkin kita memiliki perilaku yang cenderung menganiaya diri kita sendiri. Entah secara sadar ataupun secara tidak sadar. Ada banyak cara untuk mengetahui secara pasti mengenai apa yang sedang kita lakukan, apakah itu sia-sia, sekadar buang-buang waktu, atau kita sedang melakukan sesuatu yang sangat berharga, dengan kepercayaan dan keyakinan. Pada dasarnya semua yang kita harapkan untuk terjadi pada diri kita adalah kebaikan, bagaimanapun setiap individu selalu mengharapkan kebaikan terutama bagi dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asal kerusakan pada diri individu dapat berasal dari luar diri seperti lingkungan sosial, tempat hidup, pengaruh budaya dan lainnya. Selain itu ada yang dari dalam diri individu sendiri seperti sikap-sikap yang terbentuk dalam kepribadian. Dari faktor internal dan eksternal yang telah tersebut diatas maka dapat diketahui bahwa kefleksibelan yang dimiliki individu dalam menanggapi lingkungan serta dirinya sendiri mampu memberikan kebaikan dan kejauhan dari kerusakan. Cara untuk menyadari apakah hal yang terjadi merupakan kebaikan atau kerusakan adalah dengan penetapan tujuan kepada arah kebaikan, suatu keadaan individu dimana dirinya memiliki visi dan misi yang harus tercapai, melihat diri dan lingkungan sebagai suatu tempat untuk mengaplikasikannya. Mulai dari membawa diri kepada suatu tempat yang baik bagi diri sendiri, dengan tidak membiarkannya larut pada arus deras yang mampu membawanya kepada penyimpangan tujuan yang telah di tetapkan dalam visi dan misi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerusakan dalam diri individu adalah suatu keadaan dimana pola perkembangan emosi dan pikiran yang mengalami penyimpangan dari apa yang telah ditetapkan yaitu kebaikan, kepada arah yang cenderung berlawanan daripada kebaikan yang telah ditetapkan. Keadaan ini dapat membawa individu kepada keadaan yang baik jikalau dalam menerjang arus menuju arah berlawanan dari tujuan visi dan misi, individu yang bersangkutan mampu menahan dan melawannya dengan baik, seperti dengan pengendalian diri dan penguasaan diri, mungkin diri akan sedikit terluka namun akan menjadi kuat setelahnya. Dalam beberapa pemikiran mengesahkan bahwa berbagai badai kehidupan mampu memberikan kekuatan dan merupakan latihan dalam rangka memperkuat jiwa, fisik dan mental. Seperti halnya latihan dan pelajaran semua dilakukan jelas tanpa kesia-siaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaan lengah yang mampu melumpuhkan kendali secara jelas pasti akan terjadi, maka dari itu perlunya selalu melakukan pemanasan dan juga menjaga kebugaran jiwa dan mental perlulah dilakukan. Semua ini dilakukan dalam rangka menjaga kondisi agar tidak menjadi lemah yang berlebihan sehingga mengalami kemunduran secara permanen. Adalah suatu sikap manusia yang selalu permisif  terhadap kemunduran yang bersifat tidak terlalu besar atau kecil dan dipandang “tidak akan merusak”, hal ini pada dasarnya adalah kemunduran kecil yang jikalau dibiarkan terlalu lama maka akan mengakibatkan kemunduran yang berbahaya, karena kemunduran walau terjadi secara sedikit-demi-sedikit namun pada akhirnya akan mundur jauh juga. Yang akan disadari pada waktu kemunduran itu mencapai titik yang membahayakan atau bahkan saat sudah memakan korban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlunya latihan dan juga penerapan adalah untuk menjaga kondisi agar selalu pada keadaan prima, jauh dari bahaya dan untuk mengalahkan sesuatu tantangan yang lebih tinggi tingkatannya. Bermacam cobaan dan tantangan tergantung pada bagaimana sutu individu melihatnya, sebagai tantangan yang harus ditaklukkankah atau sebagai suatu kesialan yang berupa malapetaka. Cara pandang seperti ini sebenanya dapat dibelokkan tergantung pada kondisi diri mental dan jiwa. Dalam keadaan prima apapun yang terjadi akan dianggap sebagai tantangan yang harus dikalahkan dan dalam keadaan rusak maka setiap keadaan yang mengarah pada ketidaknyamanan akan dianggap sebagai petaka yang telah atau akan mengakhiri kesemuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecenderungan manusia untuk menjadi baik atau buruk adalah suatu ketetapan, dalam diri manusia terdapat dua zat yaitu baik dan buruk, kedunya bukanlah hitam dan putih melainkan saling menopang dan menunjang walau terkadang juga saling bertantangan. Penentuan sikapa akan kemana semua berjalan dan akan kemana mimpi akan dicapai merupakan hasil pencitraan dari kedua zat yang berada dalam diri manusia tadi. Penulis menyebutkan zat sebagai artian dari materi, dengan pandangan bahwa kecenderungan itu bersifat materil (abstrak) dan mampu dikendalikan. Pengendalian diri sangat dipengaruhi oleh kesadaran diri, dimana manusia yang mau mengeksplorasi dirinya secara seksama dan mungkin secara mendalam akan mengetahui tentang apa yang ada dalam dirinya sehingga individu mampu mengembangkan potensi walau yang tersembunyi sekalipun. titik awal dari introspeksi diri adalah dengan mendengarkan diri sendiri, melakukan dialog dan mencari maksud hati dan pikiran. Jujur akan keinginan diri yang paling dalam, membuka pemikiran dan membebaskan sebebas-bebasnya apa yang dirasakan. Dalam titik awal mungkin akan terasa sakit namun dikemudian saat akan muncul kembang diri berupa diri yang sesungguhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses akselerasi dalam perkembangan mental individu memang terkadang membawa akibat yang tidak mengenakkan bagi individu yang bersangkutan, namun jika ditelaah pemanjaan diri dimana individu beperilaku lunak terhadap dirinya akan menyuburkan proses penguburan potensi kedalam lubang pekat yang sulit untuk digali kembali. Dalam proses peningkatan akselerasi maka tidak jarang ada manusia yang mengalami distorsi fisik dan mental, mengalami kekalutan yang tidak sedap dirasakan baik oleh diri sendiri maupun orang-orang yang berada disekitarnya. Dari hal ini maka dapat diketahui bahwa ada juga kecenderungan manusia untuk menghindari keadaan ini, namun untuk apa menghindar jika pada akhirnya individu yang menelan pil pahit itu yang akan merasakan kebaikan setelahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerusakan dalam diri manusia adalah suatu proses alamiah. Semakin kedepan dalam hal fisik manusia akan mengalami penurunan fungsi tubuh dalam proses penuaan. Sangat jelas bahwa setiap individu pasti akan merasakan kematian, sehingga apapun yang akan dijadikan suatu keabadian dalam dunia ini maka tidak akan bertahan untuk selama-lamanya, kesadaran akan kesementaraan telah jelas dapat membawa manusia pada posisi yang tenang dalam menjalani kehidupan, dengan pengetahuan yang jelas akan keadaan diri yang bukanlah hanya dunia fisik semata namun suatu esensi dalam diri manusia sebagai makhluk spiritual secara keseluruhan. Pengalaman spiritual bukanlah suatu efek dari keberadaan manusia namun pengalaman sebagai manusia adalah bagian dari makhluk spiritual. Mungkin dalam keadaan ini yang tidak mampu menjadikan kita sadar adalah pola keadaan tetap manusia yang cenderung menolak apa yang sebenarnya sangat jelas dirasakan oleh keseluruhan inderanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4271491310966139805-8003195261913840118?l=www.amarilldo.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/NikotinDanKafein/~3/iNwv8jmk0Ks/menyikapi-kerusakan-didalam-diri.html</link><author>noreply@blogger.com (Amarilldo)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.amarilldo.com/2008/11/menyikapi-kerusakan-didalam-diri.html</feedburner:origLink></item></channel></rss>

