<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4929788208493917068</id><updated>2024-12-18T19:19:57.824-08:00</updated><category term="Komputer"/><category term="Networking"/><category term="Jaringan"/><category term="Wireless"/><category term="Internet"/><category term="CMS"/><category term="Tips-Trik"/><category term="knowledge"/><category term="management"/><category term="pengetahuan"/><category term="Joomla"/><category term="Software"/><category term="portable"/><title type='text'>Noerone Blog&#39;s</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://noerone4all.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4929788208493917068/posts/default?redirect=false'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noerone4all.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>16</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4929788208493917068.post-6826205474989864194</id><published>2010-05-02T21:57:00.000-07:00</published><updated>2010-05-02T23:23:27.301-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="portable"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Software"/><title type='text'>Kamus Portable belum tentu ecek – ecek</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://i742.photobucket.com/albums/xx62/noerone_collections/kamus.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;http://i742.photobucket.com/albums/xx62/noerone_collections/kamus.jpg&quot; width=&quot;162&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Mungkin setelah kita mendengar sebuah kata kamus, yang terpintas oleh kita ialah suatu media untuk mentranslate / mengartikan suatu bahasa ke bahasa yang lainnya. Dan itu pun banyak sekali aplikasi yang gratis dan beredar di  internet. Walaupun demikian, yang menjadi persoalan ialah “ apa sih sebenarnya perbedaan Kamus portable ini dengan kamus yang lain”……:D&lt;br /&gt;
Yups, selain portable dan gratis Kamus 2.0 buatan &lt;a href=&quot;http://ebsoft.web.id/&quot;&gt;Ebta Setiawan&lt;/a&gt; ini juga memiliki fasilitas yang cukup banyak untuk jenis aplikasi gratisan ini. Adapun fasilitas &lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;utama yang dapat anda gunakan yaitu :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
•Ukuran yang cukup kecil&lt;br /&gt;
•Sederhana dan antarmuka yang mudah&lt;br /&gt;
•Pencarian kata yang cepat&lt;br /&gt;
•Pencarian otomatis antara bahasa Inggris dan Indonesia &lt;br /&gt;
•Clipboard monitoring&lt;br /&gt;
•Compact Mode&lt;br /&gt;
•Smart Find&lt;br /&gt;
•Otomatis menghilangkan karakter bukan huruf abjad seperti :!&#39;,:;.?&quot;-)\(*/+, dll.&lt;br /&gt;
•Tampilan hasil dengan warna sesuai dengan jenis katanya&lt;br /&gt;
•Pencarian kata tepat sama, mengandung kata dan frase.&lt;br /&gt;
•Penambahan kata-kata baru&lt;br /&gt;
•Lebih dari 41.000 kata Inggris-Indonesia, 35.000 kata Indonesia-Inggris dan lebih dari 64.000 frase.&lt;br /&gt;
•20 Warna / skin tanpa memberatkan pemakaian memori.&lt;br /&gt;
•Mendukung Transparansi ( khusus Win 2k, XP dan atasnya )&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin bagi anda yang tertarik bisa langsung di download salah satu di bawah ini:&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.ziddu.com/download/9706172/kamus_2.04.zip.html&quot;&gt;Kamus Portable&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://ebsoft.web.id/&quot;&gt;Mirror 2&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noerone4all.blogspot.com/feeds/6826205474989864194/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://noerone4all.blogspot.com/2010/05/kamus-portable-belum-tentu-ecek-ecek.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4929788208493917068/posts/default/6826205474989864194'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4929788208493917068/posts/default/6826205474989864194'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noerone4all.blogspot.com/2010/05/kamus-portable-belum-tentu-ecek-ecek.html' title='Kamus Portable belum tentu ecek – ecek'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4929788208493917068.post-3718246222861959548</id><published>2010-04-21T23:23:00.000-07:00</published><updated>2010-04-27T21:26:30.988-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="CMS"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="knowledge"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="management"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="pengetahuan"/><title type='text'>Definisi Umum dan Type dari Knowledge Management</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:B6Zi0NY7vwoNRM:http://www.jurisdynamics.net/files/images/KnowledgeManagement.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 120px; height: 120px;&quot; src=&quot;http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:B6Zi0NY7vwoNRM:http://www.jurisdynamics.net/files/images/KnowledgeManagement.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Telah menjadi satu konsensus umum bahwa pengetahuan (knowledge) marupakan dasar kompetisi dan efektifitas operasi bisnis dalam setiap perusahaan. Pengetahuan sebagai sumber bisa hilang dari lingkungan perusahaan dikarenakan beberapa sebab, seperti kematian, mutasi kerja, bahkan mungkin pindah kerja ke perusahaan lain yang menjadi kompetitor. Sehingga pada prinsipnya adalah kehilangan pengetahuan merupakan kehilangan investasi yang sudah dilakukan perusahaan, karena pengetahuan diperoleh melalui proses pembelejaran dan pengalaman yang cukup panjang.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;1. Pengertian Knowledge Management&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Knowledge Management (KM) dapat dipandang dari dua sisi yaitu secara operasional dan strategis. KM secara operasional artinya KM merupakan aktifitas perusahaan/organisasi dimana terjadi pengembangan dan pemanfaatan pengetahuan, sedangkan KM secara strategis artinya KM merupakan langkah untuk&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; memantapkan setiap organisasi/perusahaan sebagai perusahaan yang berbasis pengetahuan.&lt;br /&gt;Berikut ini merupak definisi-definisi tentang knowledge managemen (KM):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * HarvardCollege (1999)Knowledge Management (KM) merupakan suatu proses terformat dan terarah dalam mencerna informasi yang telah dimiliki suatu perusahaan dan mencari apa yang dibutuhkan oleh masing-masing individu didalam perusahaan tersebut untuk kemudian memfasilitasinya agar mudah diakses dan selalau tersedia bilamana dibutuhkan” (Sembel &amp; Santoso, 2002 ,hal 195 ).&lt;br /&gt;    * Amrit Tiwana“Knowledge Management (KM) merupakan pengelolaan pengetahuan secara terorganisasi untuk membuat nilai bisnis dan membangkitkan keuntungan yang bersaing”(Tiwana, 2000, hal 5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Kirk Klassion“Knowledge Management (KM) merupakan kemampuan untuk membuat dan menguasai nilai tinggi dari inti persaingan bisnis” (Tiwana, 2000, hal 5).&lt;br /&gt;    * Definisi umum tentang KMKnowledge Management (KM) dapat didefiniskan sebagai satu set (himpunan) intervesi orang, proses dan tool (teknologi) untuk mendukung proses pembuatan, pembauran, penyebaran dan penerapan pengetahuan.&lt;br /&gt;         1. Pembuatan (creation) pengetahuan adalah proses perbaikan dari pengetahuan yang ada melalui proses pengalaman yang ada. Biasanya proses ini terjadi ketika ada deteksi kesalahan dan perbaikannya.&lt;br /&gt;         2. Lesson learned merupakan salah satu contoh output dari knowledge creation.&lt;br /&gt;         3. Pembauran (assimilation) pengetahuan merupakan proses pengumpulan, penyimpanan pengetahuan yang dibuat dengan pengetahuan yang sudah ada di organisasi/perusahaan.&lt;br /&gt;         4.  Penyebaran (dissemination) pengetahuan merupakan proses pengambilan dan penyebaran pengetahuan untuk dipergunakan dalam proses pengalaman yang lainnya.&lt;br /&gt;         5.  Penerapan (application) pengetahuan merupakan proses pemanfaatan pengetahuan untuk mebantu penyelesaian masalah yang sedang dihadapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Knowledge Management (KM) merupakan proses yang terus-menerus harus dilakukan sehingga proses tersebut akan menjadi satu budaya dari perusahaan tersebut, dan akhirnya perusahaan akan membentuk perusahaan yang berbasis kepada pengetahuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Tipe Knowledge Management&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak perusahaan dan pakar mencoba untuk mengklasifikasikan projek-projek knowledge management yang sudah dilakukan di dalam perusahaan-perusahaan, bahkan ada perusahaan seperti XEROX melalui Chief Knowledge Officer (CKO)nya telah menngumpulkan semua studi kasus dan informasi projek KM ini, yang mana adalah untuk mencari bentuk atau tipe projek KM yang tepat diterapkan di dalam perusahaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum projek ini dapat dikategorikan dalam dua bentuk yaitu KM yang mencakup semua lini dalam perusahaan dan KM yang dilakukan dalam satu departemen, bisnis unit atau fungsi bisnis tententu. Dan pada tahap awal KM bisa dimulai dari lingkungan yang kecil seperti departemen, fungsi/unit bisnis, sehingga proses pembudayaan knowledge management akan lebih mudah dikontrol dan dievaluasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Projek Knowledge Management (KM) dapat diklasifikasikan dalam beberapa tipe yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Mengumpulkan dan menggunakan ulang pengetahuan terstruktur. Pengetahuan sering tersimpan dalam beberapa bagian dari output yang dihasilkan organisasi / perusahaan, seperti disain produk, proposal dan laporan proyek, prosedur-prosedur yang sudah dimplementasikan dan terdokumentasikan dan kode-kode software yang mana semuanya dapat dipergunakan ulang untuk mengurangi waktu dan sumber yang diperlukan untuk membuatnya kembali.&lt;br /&gt;   2. Mengumpulkan dan berbagi pelajaran yang sudah dipelajari (lessons learned) dari praktek-praktek. Tipe projek ini mengumpulkan pengetahuan berasal dari pengalaman yang harus diinterpretasikan dan diadopsi oleh user dalam kontek yang baru. Proyek ini biasanya melibatkan sharing pengetahuan atau pelajaran melalui database seperti lotus notes.&lt;br /&gt;   3. Mengidentifikasi sumber dan jaringan kepakaran. Projek ini bermaksud untuk menjadikan kepakaran lebih mudah terlihat dan mudah diakses bagi setiap karyawan. Dalam hal ini adalah untuk membuat fasilitas koneksi antara orang yang mengetahui pengetahuan dan orang yang membutuhkan pengetahuan.&lt;br /&gt;   4. Membuat struktur dan memetakan pengetahuan yang diperlukan untuk meningkatkan performansi. Projek ini memberikan pengaruh seperti pada proses pengembangan produk baru atau disain ulang proses bisnis dengan menjadikan lebih explisit atau terbuka dari pengetahuan yang diperlukan pada tahap-tahap tertentu.&lt;br /&gt;   5. Mengukur dan mengelola nilai ekonomis dari pengetahuan. Banyak perusahaan mempunyai aset intelektual yang terstuktur, seperti hak paten, copyright, software licenses dan database pelanggan. Dengan mengetahui semua aset-aset ini memungkinkan perusahaan untuk membuat revenue dan biaya untuk perusahaan.&lt;br /&gt;   6. Menyusun dan menyebarkan pengetahuan dari sumber-sumber external. Perubahan lingkungan bisnis yang cepat dan tidak menentu telah meningkatkan kepentingan dan kesungguhan pada business intelligence system. Dalam proyek ini perusahaan/organisasi berusaha mengumpulkan semua laporan dari luar yang berhubungan dengan bisnis. Dalam projek ini diperlukan editor dan analis untuk menyusun dan memberikan konteks terhadap informasi-informasi yang diperoleh tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tujuan Penerapan Knowledge Management&lt;br /&gt;Penerapan KM akan memberikan pengaruh terhadap proses bisnis perusahaan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Penghematan waktu dan biaya. Dengan adanya sumber pengetahuan yang terstruktur dengan baik, maka perusahaan akan mudah untuk menggunakan pengetahuan tersebut untuk konteks yang lainnya, sehingga perusahaan akan dapat menghemat waktu dan biaya.&lt;br /&gt;   2. Peningkatan aset pengetahuan. Sumber pengetahuan akan memberikan kemudahaan kepada setiap karyawan untuk memanfaatkannya, sehingga proses pemanfaatan pengetahuan di lingkungan perusahaan akan meningkat, yang akhirnya proses kreatifitas dan inovasi akan terdorong lebih luas dan setiap karyawan dapat meningkatkan kompetensinya.&lt;br /&gt;   3. Kemampuan beradaptasi. Perusahaan akan dapat dengan mudah beradaptasi dengan perubahan lingkungan bisnis yang terjadi.&lt;br /&gt;   4. Peningkatan produktfitas. Pengetahuan yang sudah ada dapat digunakan ulang untuk proses atau produk yang akan dikembangkan, sehingga produktifitas dari perusahaan akan meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Knowledge Networks System (KNS)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Knowledge Networks System (KNS) merupakan sistem Knowledge Management (KM) yang bertujuan mendukung proses peningkatan kompetensi dari setiap anggota yang terlibat dalam jaringan pengetahuan. KNS secara umum dibagi kedalam dua modul utama yaitu direktori pengetahuan dan transfer pengetahuan. Kedua modul ini yang dipadukan untuk mendukung proses peningkatan kompetensi dari setiap anggota dalam bidang pengetahuan yang menjadi fokus dan interestnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Direktori Pengetahuan merupakan klasifikasi dari pengetahuan, sedangkan transfer pengetahuan merupakan proses yang diadopsi untuk mendukung proses-proses penyebaran pengetahuan terjadi, seperti pelatihan, forum diskusi, artikel, chatting, email, kontak langsung kepada pakar. Sehingga KNS dapat diterapkan dalam bidang apa saja, sesuai dengan interest dari satu kelompok atau organisasi yang menerapkannya. Karena KNS lebih terfokus kepada proses peningkatan kompetensi, maka sistem ini lebih cocok diterapkan dalam lembaga atau departemen yang berhubungan dengan pelatihan, pendidikan dan juga SDM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Penciptaan Pengetahuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang diusulkan Nonaka (1991), sebuah perusahhan yang ingin menjadi “knowledge-creating company” haruslah menempatkan proses penciptaan pengetahun ditengah-tengah strategi sumber daya manusianya (Sembel &amp; Santoso, 2002, hal 45). Ada dua jenis pengetahuan yang harus dikelola.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Pertama adalah pengetahuan explicit (explicit knowledge) yang merupakan salah satu bentuk pengetahuan yang sangat formal dan sistematis. Pengetahuan explicit adalah pengetahuan yang telah disusun dalam format tertentu dan biasanya telah terdokumentasi. Pengetahun jenis ini lebih mudah dikomunikasikan dan didistribusikan.&lt;br /&gt;   2. Jenis lain adalah tacit knowledge, yang terdiri dari keahlian teknis, know-how dan dimensi kognitif lainnya seperti model  mental, kepercayaan, perspektif, pengalaman masa lalu. Pengetahuan jenis ini sangat sulit untuk dituangkan dalam bentuk formal. Oleh karenanya sulit untuk mengkomunikasikannya kepada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana proses penciptaan pengetahuan itu berlangsung?. Pada dasarnya pengetahuan diciptakan dari pengetahuan yang telah ada dan Nonaka (1991) memeparkan adanya empat pola dasar penciptaan pengetahun yang mungkin terjadi di dalam sebuah organisasi, seperti terlihat di gambar dibawah ini.&lt;br /&gt;Empat pola dasar penciptaan pengetahuan dalam organisasi&lt;br /&gt;Gambar Empat pola dasar penciptaan pengetahuan dalam organisasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Apprentice. Pola ini umumnya terjadi secara natural di dalam perusahaan pada saat seorang staf senior diminta oleh kepala bagian untuk membimbing seorang staf yang baru bergabung . Staf unior tersebut akan mengamati apa saja yang dilakukan oleh sang senior, menirunya, dan berlatih melakukan hal-hal yang telah ditunjukan oleh seniornya. Pola ini dapat terjadi untuk pembelajaran keahlian teknis ataupun hal-hal yang lebih bersifat konsep seperti kebiasaan-kebiasaan dalam perusahaan.  Si yunior akan membangun pengetahuan tacit-nya sendiri dari pengamatan yang dilakukannya, pengamatan yang dilakukan atas prilaku sang senior yang merupakan pencerminan pengetahuan tacit-nya sendiri. Pola seperti ini cukup efektif untuk mentor masing-masing pribadi, tetapi tidak dapat berkontribusi secara signifikan kepada seluruh perusahaan.&lt;br /&gt;   2. Combine. Pola ini terjadi pada saat seorang staf membaca dokumen-dokumen yang ada seperti laporan dan studi kasus perusahaan untuk kemudian menghasilkan dokumen baru yang merangkum serta bersisi gagasan-gagasan baru. Demikian pula penciptaan pengetahuan eksplisit baru dari pengetahuan explicit yang telah ada.&lt;br /&gt;   3. Articulate. Penciptaan pengetahuan tidak berhenti dikedua pola tersebut. Perusahaan harus dapat memfasilitasikan proses pembelajaran dimana para knowledge-worker harus dapat mengartikulasikan pengetahuna tacit yang dimiliki mereka dan mengubahnya kedalam kebentuk eksplisit dan menyimpannya untuk kemudian didistribusikan ke seluruh organisasi.&lt;br /&gt;   4. Internalize. Disisi lainnya, staf lain akan membaca pengetahuan eksplisit tersebut dan mulai menginternalisasikannya ke dalam pengetahuannya. Hasilnya adalah pengetahuan tacit yang lebih luas dari sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kedua pola terakhir, articulate dan internalize, sistem manajemen pengetahuan (KMS) memegang peranan yang cukup signifikan. Disini KMS berfungsi untuk memfasilitasikan terjadinya kedua pola tersebut secara efisien dan efektif.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noerone4all.blogspot.com/feeds/3718246222861959548/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://noerone4all.blogspot.com/2010/04/definisi-umum-dan-type-dari-knowledge.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4929788208493917068/posts/default/3718246222861959548'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4929788208493917068/posts/default/3718246222861959548'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noerone4all.blogspot.com/2010/04/definisi-umum-dan-type-dari-knowledge.html' title='Definisi Umum dan Type dari Knowledge Management'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4929788208493917068.post-6312599218577156262</id><published>2010-04-21T23:09:00.000-07:00</published><updated>2010-04-21T23:34:06.122-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="CMS"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="knowledge"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="management"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="pengetahuan"/><title type='text'>Pentingnya Knowledge Management di Pemerintahan</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:agN-MZ3NVRnd5M:http://nananj.blog.binusian.org/files/2009/12/12-15-2009-11-35-15-pm.png&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 106px; height: 118px;&quot; src=&quot;http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:agN-MZ3NVRnd5M:http://nananj.blog.binusian.org/files/2009/12/12-15-2009-11-35-15-pm.png&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Globalisasi merupakan sebuah fenomena dimana negara-negara di dunia secara langsung maupun tidak langsung mengharapkan terjadinya sebuah interaksi antar masyarakat yang jauh lebih efektif dan efisien dibandingkan dengan saat-saat sebelumnya. Di dalam format ini, proses interaksi dan komunikasi antar negara-negara di dunia akan jauh lebih intens dibandingkan dengan apa yang selama ini pernah terjadi. Adalah merupakan suatu kenyataan bahwa globalisasi telah membuka isolasi batasan antar negara yang selama ini berlaku, terutama untuk hal-hal yang berhubungan dengan politik, ekonomi, sosial, budaya, dan hukum yang merupakan akibat sedemikian cepat dan akurat-nya informasi mengalir dari satu tempat ke tempat lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Transformasi dibidang Teknik Informasi telah menciptakan perubahan nilai-nilai kerja, dimana para sumberdaya manusia  tidak hanya dianggap memproduksi hasil, tetapi memiliki pengetahuan yang layak untuk dihargai.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; Kemunculan para knowledge workers menimbulkan pergeseran dalam hal spesifikasi spesialisasi/keahlian, sehingga penilaian terhadap kinerja remunerasi mereka berbeda dengan layaknya SDM yang sekedar menjalankan proses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari segi manajemen, kita beralih dari people management ke knowledge management, sedangkan dari  segi teknologi, telah banyak intelligent system yang digunakan seperti robotik, sistem pakar, agent system, dan lain-lain. Dibentuknya corporate memory yang bisa diakses dari mana saja, kapan saja, dan oleh siapa saja yang diberi izin. Serta dari segi budaya, knowledge sharing culture sangat diharapkan untuk bisa direalisasikan dengan baik. Tentunya hal ini berhubungan erat dengan reward  system.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manajemen pengetahuan (knowledge management) adalah suatu bidang baru yang sangat popular belakangan ini yang merupakan perkawinan antara ilmu komputer dan manajemen. Manajemen pengetahuan adalah proses pengumpulan, pengolahan, penyebaran, serta pemeliharaan pengetahuan dari suatu organisasi. Dalam proses ini, manajemen pengetahuan berhubungan erat dengan memori organisasi sebagai gudang pengetahuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, peranan pemerintah di dalam sebuah negara untuk menciptakan sebuah lingkungan yang kondusif dalam menghadapi era globalisasi merupakan sesuatu yang mutlak harus dilakukan. Visi pemerintah sebuah negara selain memiliki dimensi internal (cita-cita bangsa yang bersangkutan) tidak dapat pula dilepaskan dengan aspek eksternal yang ada, terutama yang berhubungan dengan trend hubungan antar negara dan antar anggota masyarakatnya di era-era mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negara-negara maju, hasil dari pemanfaatan teknologi digital (Electronic Digital Services) telah melahirkan sebuah bentuk mekanisme birokrasi pemerintahan yang baru, yang mereka istilahkan sebagai Electronic Government (E-Government). Berbagai definisi yang ada mengenai E-Government (tergantung dari negara yang bersangkutan) memperlihatkan sebuah keinginan yang sama, yaitu bertransformasinya bentuk-bentuk interaksi antara pemerintah dengan masyarakatnya yang terlampau birokratis, menjadi mekanisme hubungan interaksi yang jauh lebih bersahabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks Indonesia yang tengah melakukan proses transformasi atau populer dengan istilah ‘Reformasi‘, diantaranya muncul tuntutan untuk segera mewujudkan Good Governance atau kepemerintahan yang baik, yang amanah, yang mengabdi kepada kepentingan bangsa. Tuntutan gencar yang dilakukan oleh masyarakat kepada pemerintah untuk melaksanakan penyelenggaraan Pemerintahan yang baik, yang amanah adalah sejalan dengan meningkatnya tingkat pengetahuan masyarakat disamping adanya pengaruh liberalisasi dan globalisasi. Pola-pola lama penyelenggaraan pemerintahan tidak sesuai lagi bagi tatanan masyarakat yang telah berubah. Oleh karena itu, tuntutan itu merupakan hal yang wajar dan sudah seharusnya di respon oleh pemerintah dengan melakukan perubahan-perubahan yang terarah pada terwujudnya penyelenggaraan pemerintahan yang baik dan yang amanah, Good Governance and Clean Government.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan kepentingan tersebut maka pemanfaatan media secara inovatif akan menjadi jembatan komunikasi yang sanggup mengajak masyarakat menyampaikan aspirasinya dan merasakan nikmatnya berdemokrasi. E-Government diharapkan tidak menjadi produk pemerintah dengan pemerintah dengan persepsi minus di mata masyarakat, untuk itu pula maka dibutuhkan pembentukan media pendukung lainnya agar tercipta rangkaian media yang dapat membangun iklim keterbukaan yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertolak dari itu maka dirasakan sangat perlu bagi departemen-departemen yang ada di pemerintahan untuk dapat menerapkan Manajemen Pengetahuan (Knowledge Management) dalam Upaya Implementasi Konsep E-Government, sehingga dapat terwujud transfaransi terhadap masyarakat, layanan yang cepat, (faster), baik (better), dan murah (cheaper).&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noerone4all.blogspot.com/feeds/6312599218577156262/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://noerone4all.blogspot.com/2010/04/pentingnya-knowledge-management-di.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4929788208493917068/posts/default/6312599218577156262'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4929788208493917068/posts/default/6312599218577156262'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noerone4all.blogspot.com/2010/04/pentingnya-knowledge-management-di.html' title='Pentingnya Knowledge Management di Pemerintahan'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4929788208493917068.post-2239267408362114543</id><published>2010-02-09T19:38:00.000-08:00</published><updated>2010-02-09T19:52:44.476-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="CMS"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Internet"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Joomla"/><title type='text'>Joomla! Gudangnya Fitur &amp; Plugin</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjdBZ6E0VnNNRCEQtCTFCcaDFB7vcJQGHjtKD0bNZDcqee7-TVOqBuoqiXd3OzEz-CN4SryWy7yUfNJfo-0SlKZqKDIFJYzqnxXsQNGDLn26c7-c0HIC1HGs_1liA5gkJZa2f08-WRZ1KQ/s1600-h/joomla_logo_black.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 41px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjdBZ6E0VnNNRCEQtCTFCcaDFB7vcJQGHjtKD0bNZDcqee7-TVOqBuoqiXd3OzEz-CN4SryWy7yUfNJfo-0SlKZqKDIFJYzqnxXsQNGDLn26c7-c0HIC1HGs_1liA5gkJZa2f08-WRZ1KQ/s200/joomla_logo_black.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5436454788361574370&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sebelum menguak lebih jauh tentang Joomla! ada baiknya kita mengenal apa itu CMS? dan apa hubungannya CMS dengan Joomla?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah CMS(Content Management System) atau dalam bahasa indonesianya ialah &#39;Sistem manajemen Konten&#39; sebenarnya tidak hanya mengacu pada pengelolaan kontent web, namun secara umum adalah software untuk mengelola konten dalam arti luas, baik itu dokumen, film, gambar, data ilmiah, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun Joomla! merupakan salah satu Jenis CMS Portal, yaitu merupakan CMS yang digunakan untuk membangun halaman portal atau halaman web yang berisi informasi. Kekuatan dari CMS Portal ditekankan pada kemampuan dan kekayaan fitur untuk mengelola konten.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Joomla! dikategorikan sebagai portal untuk menangani berbagai macam konten, mulai dari teks sederhana, foto, musik, video, ataupun dokumen. Seperti yang ditulis dalam situs resminya, keuntungan utama dalam menggunakan CMS (Joomla!) adalah bahwa anda dapat mengelola semua konten tersebut dalam bentuk web, dengan nyaris tanpa memerlukan keterampilan teknis maupun pengetahuan dalam pemrograman web.Beberapa aplikasi nyata dari apa yang bisa Joomla! kelola adalah situs web korporat / poratl, majalah, koran atau publikasi online, e-commerce,situs web untuk skala bisnis kecil, situs untuk organisasinon-profit, hompage pribadi atau keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan dukungan pengembang di seuruh dunia, saat ini Joomla! mempunyai lebih dari 3000 extensions (atau plugins), modul serta komponen yang membuat web standar Joomla! mempunyai tambahan fungsi, seperti melakukan backup website, menerjemahkan konten, menampilkan kalender, menambahkan kode Google Adsense, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun bagi anda yang ingin mencobanya silahkan langsung kunjungi situs resminya di &lt;a href=&quot;http://www.joomla.org/&quot;&gt;Joomla.org&lt;/a&gt; atau langsung diunduh &lt;a href=&quot;http://joomlacode.org/gf/download/frsrelease/11396/45610/Joomla_1.5.15-Stable-Full_Package.zip&quot;&gt;di sini.&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noerone4all.blogspot.com/feeds/2239267408362114543/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://noerone4all.blogspot.com/2010/02/sebelum-menguak-lebih-jauh-tentang.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4929788208493917068/posts/default/2239267408362114543'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4929788208493917068/posts/default/2239267408362114543'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noerone4all.blogspot.com/2010/02/sebelum-menguak-lebih-jauh-tentang.html' title='Joomla! Gudangnya Fitur &amp; Plugin'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjdBZ6E0VnNNRCEQtCTFCcaDFB7vcJQGHjtKD0bNZDcqee7-TVOqBuoqiXd3OzEz-CN4SryWy7yUfNJfo-0SlKZqKDIFJYzqnxXsQNGDLn26c7-c0HIC1HGs_1liA5gkJZa2f08-WRZ1KQ/s72-c/joomla_logo_black.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4929788208493917068.post-1270963335614201459</id><published>2009-12-22T00:27:00.000-08:00</published><updated>2009-12-30T21:02:44.154-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Internet"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Jaringan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Komputer"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Networking"/><title type='text'>Membuat Routing Static</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:zNZK1FVs1IcG6M:http://www.adsou.cn/jishu/mjpeg/end/images/iCV.Net.Router.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:right; margin:0 8px 8px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 100; height: 133;&quot; src=&quot;http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:zNZK1FVs1IcG6M:http://www.adsou.cn/jishu/mjpeg/end/images/iCV.Net.Router.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesempatan kali ini saya akan menerangkan cara membuat Routing Static di dalam suatu jaringan. Adapun peralatan yang akan digunakan yaitu :&lt;br /&gt;1. 2 buah PC sebagai workstation&lt;br /&gt;2. 4 buah router.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh, kita akan membuat routing static pada gambar di bawah ini. Adapun karena keterbatasan biaya (cost), saya akan mempraktekkannya dengan menggunakan &lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;software Packet tracer 4.1 ….:-)&lt;br /&gt;Dalam pemasangan kabel, saya menggunakan port fastEthernet pada semua komponen, dengan tambahan Ethernet pada Router B dan Router D.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://i742.photobucket.com/albums/xx62/noerone_collections/routingstatic.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 659px; height: 300px;&quot; src=&quot;http://i742.photobucket.com/albums/xx62/noerone_collections/routingstatic.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Langkah 1:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konfigurasi IP pada Host A dan Host B&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;Host A&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;IP Address......................: 10.1.4.2&lt;br /&gt;Subnet Mask.....................: 255.0.0.0&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;Host B&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;IP Address......................: 10.1.9.2&lt;br /&gt;Subnet Mask.....................: 255.0.0.0&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Jika sudah, supaya lebih pasti lagi coba anda cek menggunakan perintah ‘ipconfig’ pada perintah DOS untuk setiap hostnya. Dengan menggunakan perintah ini anda dapat menampilkan informasi konfigurasi koneksi pada komputer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Langkah 2:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;Konfigurasi default gateway pada Host A dan Host B&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam contoh ini, saya akan mengkonfigurasikan set default gateway untuk :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Host A --&gt; 10.1.4.1&lt;br /&gt;Host B  --&gt; 10.1.9.1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Langkah 3:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;Cek koneksitas dari Host A ke : Router A, Router B, Router C, Router D dan Host B&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menggunakan perintah ‘ping [ip_Tujuan]’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;Misal:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt;ping 10.1.4.2 &lt;br /&gt;Apa yang akan terjadi ? Yups, ‘Request time out’ itu menandakan bahwa dari Host A tidak dapat menerima umpan balik(feedback) dari Router A karena default gateway pada Host A semestinya merupakan IP address pada Router A nantinya. Karena Router A tidak dapat terhubung, secara otomatis jalur selanjutnya yang di lewatkan oleh Router A pun tidak dapat terhubung. Oleh karena itu dalam mengkonfigurasi suatu Router memiliki cara yang berbeda yang akan di bahas pada langkah berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Langkah 4:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;Konfigurasi Router A:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketik perintah di bawah ini pada bagian CLI(Command Line Interface) :&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Router#conf t&lt;br /&gt;Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.&lt;br /&gt;Router(config)#int fa0/0&lt;br /&gt;Router(config-if)#ip address 10.1.4.1 255.255.255.0&lt;br /&gt;Router(config-if)#no shutdown&lt;br /&gt;Router(config-if)#exit&lt;br /&gt;Router(config)#int fa0/1&lt;br /&gt;Router(config-if)#ip address 10.1.5.1 255.255.255.0&lt;br /&gt;Router(config-if)#no shutdown&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;%LINK-5-CHANGED: Interface FastEthernet0/1, changed state to up&lt;br /&gt;Router(config-if)#exit&lt;br /&gt;Router(config)#exit&lt;br /&gt;%SYS-5-CONFIG_I: Configured from console by console&lt;br /&gt;Router#sh ip int brief&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika sudah, coba anda cek dengan menggunakan perintah ‘Router#show ip route’. Kurang lebih akan menampilkan seperti ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://i742.photobucket.com/albums/xx62/noerone_collections/konf_router_A.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 578px; height: 222px;&quot; src=&quot;http://i742.photobucket.com/albums/xx62/noerone_collections/konf_router_A.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada gambar dijelaskan bahwa IP 10.1.4.0 telah terhubung(connect) dengan menggunakan port FastEthernet 0/0 dan memiliki 1 subnet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Langkah 5:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;Konfigurasi Router B, C,dan D:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lakukan seperti langkah konfigurasi pada router A sebelumnya. Jangan lupa perhatikan jenis port yang digunakan. Port Ethernet 0/0 dapat disingkat menjadi eth0/0 dan FastEthernet 0/0 disingkat menjadi fa0/0.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Router B&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Router#conf t&lt;br /&gt;Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.&lt;br /&gt;Router(config)#int fa0/0&lt;br /&gt;Router(config-if)#ip address 10.1.5.2 255.255.255.0&lt;br /&gt;Router(config-if)#no shutdown&lt;br /&gt;Router(config-if)#exit&lt;br /&gt;Router(config)#int fa0/1&lt;br /&gt;Router(config-if)#ip address 10.1.7.1 255.255.255.0&lt;br /&gt;Router(config-if)#no shutdown&lt;br /&gt;Router(config-if)#exit&lt;br /&gt;Router(config)#int eth0/0/0&lt;br /&gt;Router(config-if)#ip address 10.1.6.1 255.255.255.0&lt;br /&gt;Router(config-if)#no shutdown&lt;br /&gt;Router(config-if)#exit&lt;br /&gt;Router(config)#exit&lt;br /&gt;%SYS-5-CONFIG_I: Configured from console by console&lt;br /&gt;Router#sh ip int brief&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Router C&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Router#conf t&lt;br /&gt;Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.&lt;br /&gt;Router(config)#int fa0/0&lt;br /&gt;Router(config-if)#ip address 10.1.7.2 255.255.255.0&lt;br /&gt;Router(config-if)#no shutdown&lt;br /&gt;Router(config-if)#exit&lt;br /&gt;Router(config)#int fa0/1&lt;br /&gt;Router(config-if)#ip address 10.1.8.1 255.255.255.0&lt;br /&gt;Router(config-if)#no shutdown&lt;br /&gt;Router(config-if)#exit&lt;br /&gt;Router(config)#exit&lt;br /&gt;%SYS-5-CONFIG_I: Configured from console by console&lt;br /&gt;Router#sh ip int brief&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Router D&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Router#conf t&lt;br /&gt;Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.&lt;br /&gt;Router(config)#int fa0/0&lt;br /&gt;Router(config-if)#ip address 10.1.8.2 255.255.255.0&lt;br /&gt;Router(config-if)#no shutdown&lt;br /&gt;Router(config-if)#exit&lt;br /&gt;Router(config)#int fa0/1&lt;br /&gt;Router(config-if)#ip address 10.1.9.1 255.255.255.0&lt;br /&gt;Router(config-if)#no shutdown&lt;br /&gt;Router(config-if)#exit&lt;br /&gt;Router(config)#int eth0/0/0&lt;br /&gt;Router(config-if)#ip address 10.1.6.2 255.255.255.0&lt;br /&gt;Router(config-if)#no shutdown&lt;br /&gt;Router(config-if)#exit&lt;br /&gt;Router(config)#exit&lt;br /&gt;%SYS-5-CONFIG_I: Configured from console by console&lt;br /&gt;Router#sh ip int brief&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Konfigurasi Router A, agar dapat menjangkau 10.1.6.0, 10.1.7.0, 10.1.8.0, 10.1.9.0 melalui 10.1.5.2 dengan router static.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketik perintah dibawah ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://i742.photobucket.com/albums/xx62/noerone_collections/routing_static_A.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 403px; height: 107px;&quot; src=&quot;http://i742.photobucket.com/albums/xx62/noerone_collections/routing_static_A.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Konfigurasi Router B (routing static) :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://i742.photobucket.com/albums/xx62/noerone_collections/routing_static_B.gif&quot;&gt;&lt;img style=&quot;display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 406px; height: 66px;&quot; src=&quot;http://i742.photobucket.com/albums/xx62/noerone_collections/routing_static_B.gif&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Konfigurasi Router C (routing static) :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://i742.photobucket.com/albums/xx62/noerone_collections/routing_static_C.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 405px; height: 90px;&quot; src=&quot;http://i742.photobucket.com/albums/xx62/noerone_collections/routing_static_C.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Konfigurasi Router D (routing static) :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://i742.photobucket.com/albums/xx62/noerone_collections/routing_static_D.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 404px; height: 81px;&quot; src=&quot;http://i742.photobucket.com/albums/xx62/noerone_collections/routing_static_D.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika sudah, coba anda cek dengan menggunakan perintah ‘Router#show ip route’. Kurang lebih akan menampilkan seperti ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Router B :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://i742.photobucket.com/albums/xx62/noerone_collections/konf_router_B.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 571px; height: 290px;&quot; src=&quot;http://i742.photobucket.com/albums/xx62/noerone_collections/konf_router_B.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada gambar dijelaskan bahwa IP 10.1.5.0 telah terhubung(connect) dengan menggunakan port FastEthernet 0/0 , IP 10.1.6.0 telah terhubung(connect) dengan menggunakan port Ethernet 0/0/0 , IP 10.1.7.0 telah terhubung(connect) dengan menggunakan port FastEthernet 0/1, sedangkan IP 10.1.4.0, 10.1.8.0, 10.1.9.0 telah terhubung melalui IP yang kita buat tadi dengan routing static. Dan pada router B ini memiliki 6 buah subnet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Router C :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://i742.photobucket.com/albums/xx62/noerone_collections/konf_router_C.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 569px; height: 286px;&quot; src=&quot;http://i742.photobucket.com/albums/xx62/noerone_collections/konf_router_C.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada gambar dijelaskan bahwa IP 10.1.7.0 telah terhubung(connect) dengan menggunakan port FastEthernet 0/0 , IP 10.1.8.0 telah terhubung(connect) dengan menggunakan port FastEthernet 0/1, sedangkan IP 10.1.4.0, 10.1.5.0, 10.1.6.0, 10.1.9.0 telah terhubung melalui IP yang kita buat tadi dengan routing static. Dan pada router C ini memiliki 6 buah subnet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Router D :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://i742.photobucket.com/albums/xx62/noerone_collections/konf_router_D.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 576px; height: 290px;&quot; src=&quot;http://i742.photobucket.com/albums/xx62/noerone_collections/konf_router_D.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada gambar dijelaskan bahwa IP 10.1.6.0 telah terhubung(connect) dengan menggunakan port Ethernet 0/0/0 , IP 10.1.8.0 telah terhubung(connect) dengan menggunakan port FastEthernet 0/0 , IP 10.1.9.0 telah terhubung(connect) dengan menggunakan port FastEthernet 0/1, sedangkan IP 10.1.4.0, 10.1.5.0, 10.1.7.0 telah terhubung melalui IP yang kita buat tadi dengan routing static. Dan pada router D ini memiliki 6 buah subnet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Langkah 6 :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;Cek koneksitas dari host A ke :router A, router B, router C, router D, dan host B :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Ping ke Router A&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;PC&gt;ping 10.1.4.1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pinging 10.1.4.1 with 32 bytes of data:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reply from 10.1.4.1: bytes=32 time=94ms TTL=255&lt;br /&gt;Reply from 10.1.4.1: bytes=32 time=60ms TTL=255&lt;br /&gt;Reply from 10.1.4.1: bytes=32 time=56ms TTL=255&lt;br /&gt;Reply from 10.1.4.1: bytes=32 time=46ms TTL=255&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ping statistics for 10.1.4.1:&lt;br /&gt;    Packets: Sent = 4, Received = 4, Lost = 0 (0% loss),&lt;br /&gt;Approximate round trip times in milli-seconds:&lt;br /&gt;    Minimum = 46ms, Maximum = 94ms, Average = 64ms&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PC&gt;ping 10.1.5.1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pinging 10.1.5.1 with 32 bytes of data:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reply from 10.1.5.1: bytes=32 time=100ms TTL=255&lt;br /&gt;Reply from 10.1.5.1: bytes=32 time=38ms TTL=255&lt;br /&gt;Reply from 10.1.5.1: bytes=32 time=45ms TTL=255&lt;br /&gt;Reply from 10.1.5.1: bytes=32 time=34ms TTL=255&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ping statistics for 10.1.5.1:&lt;br /&gt;    Packets: Sent = 4, Received = 4, Lost = 0 (0% loss),&lt;br /&gt;Approximate round trip times in milli-seconds:&lt;br /&gt;    Minimum = 34ms, Maximum = 100ms, Average = 54ms&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Ping ke Router B&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;PC&gt;ping 10.1.5.2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pinging 10.1.5.2 with 32 bytes of data:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reply from 10.1.5.2: bytes=32 time=71ms TTL=254&lt;br /&gt;Reply from 10.1.5.2: bytes=32 time=85ms TTL=254&lt;br /&gt;Reply from 10.1.5.2: bytes=32 time=70ms TTL=254&lt;br /&gt;Reply from 10.1.5.2: bytes=32 time=73ms TTL=254&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ping statistics for 10.1.5.2:&lt;br /&gt;    Packets: Sent = 4, Received = 4, Lost = 0 (0% loss),&lt;br /&gt;Approximate round trip times in milli-seconds:&lt;br /&gt;    Minimum = 70ms, Maximum = 85ms, Average = 74ms&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PC&gt;ping 10.1.7.1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pinging 10.1.7.1 with 32 bytes of data:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reply from 10.1.7.1: bytes=32 time=132ms TTL=254&lt;br /&gt;Reply from 10.1.7.1: bytes=32 time=61ms TTL=254&lt;br /&gt;Reply from 10.1.7.1: bytes=32 time=72ms TTL=254&lt;br /&gt;Reply from 10.1.7.1: bytes=32 time=82ms TTL=254&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ping statistics for 10.1.7.1:&lt;br /&gt;    Packets: Sent = 4, Received = 4, Lost = 0 (0% loss),&lt;br /&gt;Approximate round trip times in milli-seconds:&lt;br /&gt;    Minimum = 61ms, Maximum = 132ms, Average = 86ms&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PC&gt;ping 10.1.6.1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pinging 10.1.6.1 with 32 bytes of data:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reply from 10.1.6.1: bytes=32 time=106ms TTL=254&lt;br /&gt;Reply from 10.1.6.1: bytes=32 time=87ms TTL=254&lt;br /&gt;Reply from 10.1.6.1: bytes=32 time=79ms TTL=254&lt;br /&gt;Reply from 10.1.6.1: bytes=32 time=82ms TTL=254&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ping statistics for 10.1.6.1:&lt;br /&gt;    Packets: Sent = 4, Received = 4, Lost = 0 (0% loss),&lt;br /&gt;Approximate round trip times in milli-seconds:&lt;br /&gt;    Minimum = 79ms, Maximum = 106ms, Average = 88ms&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Ping ke Router C&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;PC&gt;ping 10.1.7.2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pinging 10.1.7.2 with 32 bytes of data:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reply from 10.1.7.2: bytes=32 time=82ms TTL=253&lt;br /&gt;Reply from 10.1.7.2: bytes=32 time=100ms TTL=253&lt;br /&gt;Reply from 10.1.7.2: bytes=32 time=74ms TTL=253&lt;br /&gt;Reply from 10.1.7.2: bytes=32 time=75ms TTL=253&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ping statistics for 10.1.7.2:&lt;br /&gt;    Packets: Sent = 4, Received = 4, Lost = 0 (0% loss),&lt;br /&gt;Approximate round trip times in milli-seconds:&lt;br /&gt;    Minimum = 74ms, Maximum = 100ms, Average = 82ms&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PC&gt;ping 10.1.8.1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pinging 10.1.8.1 with 32 bytes of data:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reply from 10.1.8.1: bytes=32 time=74ms TTL=253&lt;br /&gt;Reply from 10.1.8.1: bytes=32 time=71ms TTL=253&lt;br /&gt;Reply from 10.1.8.1: bytes=32 time=73ms TTL=253&lt;br /&gt;Reply from 10.1.8.1: bytes=32 time=71ms TTL=253&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ping statistics for 10.1.8.1:&lt;br /&gt;    Packets: Sent = 4, Received = 4, Lost = 0 (0% loss),&lt;br /&gt;Approximate round trip times in milli-seconds:&lt;br /&gt;    Minimum = 71ms, Maximum = 74ms, Average = 72ms&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Ping ke Router D&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;PC&gt;ping 10.1.6.2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pinging 10.1.6.2 with 32 bytes of data:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reply from 10.1.6.2: bytes=32 time=92ms TTL=253&lt;br /&gt;Reply from 10.1.6.2: bytes=32 time=73ms TTL=253&lt;br /&gt;Reply from 10.1.6.2: bytes=32 time=81ms TTL=253&lt;br /&gt;Reply from 10.1.6.2: bytes=32 time=92ms TTL=253&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ping statistics for 10.1.6.2:&lt;br /&gt;    Packets: Sent = 4, Received = 4, Lost = 0 (0% loss),&lt;br /&gt;Approximate round trip times in milli-seconds:&lt;br /&gt;    Minimum = 73ms, Maximum = 92ms, Average = 84ms&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PC&gt;ping 10.1.8.2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pinging 10.1.8.2 with 32 bytes of data:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reply from 10.1.8.2: bytes=32 time=81ms TTL=253&lt;br /&gt;Reply from 10.1.8.2: bytes=32 time=81ms TTL=253&lt;br /&gt;Reply from 10.1.8.2: bytes=32 time=85ms TTL=253&lt;br /&gt;Reply from 10.1.8.2: bytes=32 time=94ms TTL=253&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ping statistics for 10.1.8.2:&lt;br /&gt;    Packets: Sent = 4, Received = 4, Lost = 0 (0% loss),&lt;br /&gt;Approximate round trip times in milli-seconds:&lt;br /&gt;    Minimum = 81ms, Maximum = 94ms, Average = 85ms&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PC&gt;ping 10.1.9.1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pinging 10.1.9.1 with 32 bytes of data:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reply from 10.1.9.1: bytes=32 time=93ms TTL=253&lt;br /&gt;Reply from 10.1.9.1: bytes=32 time=74ms TTL=253&lt;br /&gt;Reply from 10.1.9.1: bytes=32 time=72ms TTL=253&lt;br /&gt;Reply from 10.1.9.1: bytes=32 time=70ms TTL=253&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ping statistics for 10.1.9.1:&lt;br /&gt;    Packets: Sent = 4, Received = 4, Lost = 0 (0% loss),&lt;br /&gt;Approximate round trip times in milli-seconds:&lt;br /&gt;    Minimum = 70ms, Maximum = 93ms, Average = 77ms&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Ping ke Host B&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;PC&gt;ping 10.1.9.2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pinging 10.1.9.2 with 32 bytes of data:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reply from 10.1.9.2: bytes=32 time=115ms TTL=125&lt;br /&gt;Reply from 10.1.9.2: bytes=32 time=98ms TTL=125&lt;br /&gt;Reply from 10.1.9.2: bytes=32 time=116ms TTL=125&lt;br /&gt;Reply from 10.1.9.2: bytes=32 time=96ms TTL=125&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ping statistics for 10.1.9.2:&lt;br /&gt;    Packets: Sent = 4, Received = 4, Lost = 0 (0% loss),&lt;br /&gt;Approximate round trip times in milli-seconds:&lt;br /&gt;    Minimum = 96ms, Maximum = 116ms, Average = 106ms&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kita mengecek koneksitas secara keseluruhan bila tidak ada gangguan / masalah maka kurang lebih tampilannya seperti di atas. Itu menandakan bahwa dengan menggunakan perintah ‘ping [ip_tujuan]’ kita dapat mengetahui dan mengecek koneksitas di dalam suatu jaringan baik atau tidaknya jaringan yang kita buat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Langkah 7 :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahap ini kita akan menganalisa rute paket dari Host A ke Host B. Kurang lebih gambarnya seperti di bawah ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://i742.photobucket.com/albums/xx62/noerone_collections/tracert_A_B.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 403px; height: 180px;&quot; src=&quot;http://i742.photobucket.com/albums/xx62/noerone_collections/tracert_A_B.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hasilnya kita dapat mengetahui jalur paket yang dilalui dari host A menuju host B, yaitu melalui IP 10.1.4.1 --&gt; 10.1.5.2 --&gt; 10.1.6.2 --&gt; 10.1.9.2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Langkah 8 :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahap ini kita akan menganalisa rute paket dari Host B ke Host A. Kurang lebih gambarnya seperti di bawah ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://i742.photobucket.com/albums/xx62/noerone_collections/tracert_B_A.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 401px; height: 157px;&quot; src=&quot;http://i742.photobucket.com/albums/xx62/noerone_collections/tracert_B_A.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hasilnya kita dapat mengetahui jalur paket yang dilalui dari host B menuju host A, yaitu melalui IP 10.1.9.1 --&gt; 10.1.6.1 --&gt; 10.1.5.1 --&gt; 10.1.4.2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk lebih jelasnya pada langkah no.7 dan 8 dapat anda bandingkan dengan gambar rancangan routing static di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Kesimpulan :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melakukan pembuatan rancangan routing static, pemasangan kabel, port yang digunakan dan mengkonfigurasi IP pada setiap komponen. Mungkin saja dapat terjadinya kesalahan dalam pembuatannya terutama pada pemasangan kabel yang seharusnya dihubungkan dengan fa0/0 tetapi malah dihubungkan dengan fa0/1 dan sebagainya. Dan itu juga dapat berpengaruh dengan setting-an konfigurasi IP yang telah kita buat. Oleh karena itu kita dituntut supaya lebih teliti lagi dalam pembuatannya. Begitu pula dengan konfigurasi antar router yang harus sesuai dengan IP tujuannya.&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noerone4all.blogspot.com/feeds/1270963335614201459/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://noerone4all.blogspot.com/2009/12/membuat-routing-static.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4929788208493917068/posts/default/1270963335614201459'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4929788208493917068/posts/default/1270963335614201459'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noerone4all.blogspot.com/2009/12/membuat-routing-static.html' title='Membuat Routing Static'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4929788208493917068.post-4827587579167759527</id><published>2009-12-22T00:08:00.000-08:00</published><updated>2009-12-22T00:26:07.096-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Internet"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Jaringan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Komputer"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Networking"/><title type='text'>Konfigurasi IP gateway antar client-server</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://i742.photobucket.com/albums/xx62/noerone_collections/ip_gateway.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 480px; height: 257px;&quot; src=&quot;http://i742.photobucket.com/albums/xx62/noerone_collections/ip_gateway.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam posting kali ini saya akan membahas bagaimana mengkonfigurasikan PC Client dengan Server menggunakan IP gateway yang nantinya dapat terhubung ke internet. Dalam kesempatan kali ini saya menggunakan software Packet Tracer 4.1 untuk memudahkan &lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;dalam membuat suatu jaringan virtual. Baiklah disini saya tidak akan panjang lebar, oleh karenanya simaklah langkah-langkah berikut ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Langkah 1 :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Buatlah rancangan jaringan anda yang ingin di konfigurasikan dengan IP gateway. Disini saya akan mengambil contoh pada gambar diatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Langkah 2 :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pada langkah ini kita akan mengkonfigurasikan server. Aktifkanlah service HTTP dan DNS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://i742.photobucket.com/albums/xx62/noerone_collections/http_on.jpg?t=1261469524&quot;&gt;&lt;img style=&quot;display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 502px; height: 90px;&quot; src=&quot;http://i742.photobucket.com/albums/xx62/noerone_collections/http_on.jpg?t=1261469524&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://i742.photobucket.com/albums/xx62/noerone_collections/dns_on.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 504px; height: 83px;&quot; src=&quot;http://i742.photobucket.com/albums/xx62/noerone_collections/dns_on.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian isi Domain Name dan IP Addressnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://i742.photobucket.com/albums/xx62/noerone_collections/domain_ip.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 487px; height: 61px;&quot; src=&quot;http://i742.photobucket.com/albums/xx62/noerone_collections/domain_ip.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dan jangan lupa kofigurasikan IP pada server anda :&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://i742.photobucket.com/albums/xx62/noerone_collections/ip_server.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 343px; height: 132px;&quot; src=&quot;http://i742.photobucket.com/albums/xx62/noerone_collections/ip_server.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Langkah 3:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada langkah ini setting-lah pada setiap PC Clientnya, seperti di bawah ini :&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://i742.photobucket.com/albums/xx62/noerone_collections/ip_client.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 490px; height: 238px;&quot; src=&quot;http://i742.photobucket.com/albums/xx62/noerone_collections/ip_client.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk IP Address harus memiliki nilai yang unique pada host-Idnya(1 oktet terakhir). Sedangkan pada default gateway-nya disesuaikan dengan IP Address servernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Langkah4:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menguji berhasil tidaknya IP Gateway yang kita buat tadi, coba kita test dengan menggunakan Web Browser pada setiap PC Client. Kemudian isi pada URL-nya dengan IP Address server atau Domain Name. Jika berhasil akan tampil seperti ini (pada Packet tracer) :&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://i742.photobucket.com/albums/xx62/noerone_collections/web_browser1.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 610px; height: 147px;&quot; src=&quot;http://i742.photobucket.com/albums/xx62/noerone_collections/web_browser1.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://i742.photobucket.com/albums/xx62/noerone_collections/web_browser2.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 606px; height: 144px;&quot; src=&quot;http://i742.photobucket.com/albums/xx62/noerone_collections/web_browser2.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hasil yang didapatkan dijelaskan bahwa selain menggunakan Domain Name juga dapat menggunakan IP Address servernya langsung dengan tujuan yang sama. Tapi bagaimana bila hanya yang diketahui Domain Name-nya saja dan IP Address servernya kita tidak tahu ? caranya dengan menggunakan perintah ‘Ping’ yang akan dibahas pada posting selanjutnya….he..he…he….:). &lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noerone4all.blogspot.com/feeds/4827587579167759527/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://noerone4all.blogspot.com/2009/12/konfigurasi-ip-gateway-antar-client.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4929788208493917068/posts/default/4827587579167759527'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4929788208493917068/posts/default/4827587579167759527'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noerone4all.blogspot.com/2009/12/konfigurasi-ip-gateway-antar-client.html' title='Konfigurasi IP gateway antar client-server'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4929788208493917068.post-3354034043402854812</id><published>2009-10-19T21:18:00.000-07:00</published><updated>2009-10-19T21:36:47.473-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Internet"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Jaringan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Komputer"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Wireless"/><title type='text'>Evolusi 1G-4G</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:PU6yk41-PKA_AM:http://blog.its.ac.id/rontell/files/2008/07/jkkkk_html_m3c3d0741.png&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 132px; height: 90px;&quot; src=&quot;http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:PU6yk41-PKA_AM:http://blog.its.ac.id/rontell/files/2008/07/jkkkk_html_m3c3d0741.png&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Teknologi telekomunikasi merupakan salah satu teknologi yang berkembang dengan sangat cepat. Mulai dengan berkembangnya pemanfaatan teknologi VoIP (Voice over Internet Protocol), Teknologi satelit yang memugkin melakukan komuikasi dimana saja, kapan saja dan oleh siapa saja.Teknologi telekomunikasi bergerak(mobile technology) juga mengalami perkembangan  yang sangat cepat dimulai dengan layanan yang kita kenal 1G sampai dengan 4G dan bahwakan 5G.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, Perkembangan teknologi wireless (nirkabel) dalam era komunikasi data yang semakin cepat dan mengglobal ini telah membawa masyarakat melewati beberapa tahapan pengembangan teknologi sekaligus.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Generasi Pertama Telekomunikasi Bergerak (1G)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:j57LoQWRGlpa9M:http://community.kompas.com/photo/image/josh%20chen/Old%20Telephone.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 114px; height: 114px;&quot; src=&quot;http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:j57LoQWRGlpa9M:http://community.kompas.com/photo/image/josh%20chen/Old%20Telephone.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dimulai dengan sebuah desain tentang telepon yang bisa dibawa kemana saja, pada dekade 70an diciptakanlah sebuah sistem telepon bergerak yang kemudian dikenal sebagai telepon bergerak generasi pertama (1G). Sebuah sistem awal yang didasarkan pada teknologi analog dan struktur dasar seluler dari komunikasi bergerak. Sistem ini mulai diimplementasikan pada tahun 1984. Layanan yang menjadi andalan pada generasi pertama ini adalah layanan suara analog dengan kecepatan rendah (low-speed) dan suara sebagai objek utama. Standardisasi yang digunakan pada generasi pertama ini adalah standardisasi semacam AMPS, TACS dan NMT.&lt;br /&gt;AMPS digolongkan dalam generasi pertama teknologi telekomunikasi bergerak yang menggunakan teknologi analog dimana AMPS bekerja pada band frekuensi 800 Mhz dan menggunakan metode akses FDMA (Frequency Division Multiple Access). Dalam FDMA,user dibedakan berdasarkan frekuensi yang digunakan dimana setiap user menggunakan kanal sebesar 30 KHz. Ini berarti tidak boleh ada dua user yang menggunakan kanal yang sama baik dalam satu sel maupun sel tetangganya. Oleh  karena itu AMPS akan membutuhkan alokasi frekuensi yang besar. Saat itu kita sudah memakai handphone tetapi masih dalam ukuran yang relatif besar dan baterai yang besar karena membutuhkan daya yang besar. Pada generasi pertama ini data bandwidth yang mampu dilewatkan hanya sebesar 1,9 kbps dan dengan menggunakan sistem multiplexing FDMA (sistem multipleksing berdasar pembedaan dan pembagian frekuensi). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Generasi Kedua Telekomunikasi Bergerak (2G)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:JKzkCdnK5x3_cM:http://thewhiteglasses.files.wordpress.com/2008/02/sms-thumb.gif&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 116px; height: 116px;&quot; src=&quot;http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:JKzkCdnK5x3_cM:http://thewhiteglasses.files.wordpress.com/2008/02/sms-thumb.gif&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sistem generasi kedua (2G) didesain pada dekade 80an dan mulai diimplementasikan pada awal dekade 90an atau sekitar 1991. Secara garis besar masih digunakan untuk layanan suara namun secara perlahan sudah mulai beralih ke teknologi digital. Sistem 2G menyediakan layanan komunikasi data dengan teknologi circuit-switched dengan kecepatan rendah. Sisi lain dari perkembangan teknologi 2G adalah makin kentaranya perlombaan untuk mendesain dan mengimplementasi teknologi 2G yang lebih baik antar bagian dunia terhadap bagian dunia lain.&lt;br /&gt;Perlombaan ini telah memunculkan berbagai variasi teknologi dengan standardisasi yang tidak compatible antara satu dengan yang lain. Contoh perbedaan yang ada seperti standardisasi GSM (Global System for Mobile Communication) umumnya digunakan di dunia belahan Eropa, TDMA (Time Division Multiple Access) sering digunakan di Amerika Serikat, PDC (Personal Digital Cellular) banyak digunakan di Jepang dan CDMA (Code Division Multiple Access) digunakan di bagian lain di Amerika Serikat.&lt;br /&gt;GSM menggunakan teknologi akses gabungan antara FDMA(Frequency Division Multiple Access) dan TDMA (Time Division Multiple Access) yang awalnya bekerja pada frekuensi 900 Mhz dan ini merupakan standard yang pelopori oleh ETSI  (The European Telecommunication Standard Institute) dimana frekuensi yang digunakan dengan lebar pita 25 KHz Pada band frekuensi 900 Mhz. Pita frekuensi 25 KHz ini kemudian dibagi menjadi 124 carrier frekuensi yang terdiri dari 200 KHz setiap  carrier. Carrier frekuensi  200 KHz ini kemudian dibagi menjadi 8  time slot dimana setiap user akan melakukan dan menerima panggilan dalam satu time slot berdasarkan pengaturan waktu. Teknologi GSM sampai saat ini paling banyak digunakan di Dunia dan juga di Indonesia karena salah satu keunggulan dari GSM adalah kemampuan roaming yang luas sehingga dapat dipakai diberbagai Negara. Akibatnya mengalami pertumbuhan yang sangat pesat.  Kecepatan akses data pada jaringan GSM sangat kecil yaitu sekitar 9.6 kbps karena pada awalnya hanya dirancang untuk penggunaan suara.&lt;br /&gt;CDMAOne  (Code Division Multiple Access) merupakan standard yang dikeluarkan oleh Telecommunication Industry Association (TIA) yang menggunakan teknologi Direct Sequence Spread Spectrum(DSSS) dimana frekuensi radio 25 MHz  pada band frekuensi 1800MHz dan dibagi dalam 42 kanal yang masing-masing kanal terdiri dari 30KHz. Kecepatan akes data yang bisa didapat dengan teknologi ini adalah sekitar 153.6 kbps. Dalam CDMA,seluruh user menggunakan frekuensi yang sama dalam waktu yang sama. Oleh karena itu, CDMA lebih efisien dibandingkan dengan metoda akses FDMA maupun TDMA. CDMA menggunakan kode tertentu untuk membedakan user yang satu dengan yang lain.&lt;br /&gt;GSM dan CDMA merupakan teknologi digital. Meskipun secara teknologi CDMA 20001x lebih baik dibandingkan dengan GSM akan tetapi  kehadiran CDMA ternyata tidak membuat pelanggang GSM berpaling ke CDMA. Ada beberapa keunggulan teknologi CDMA dibandingkan dengan GSM seperti suara yang lebih jernih, kapasitas yang lebih besar, dan kemampaun akses data yang lebih tinggi. Berbeda dengan metode akses TDMA dan  FDMA, maka CDMA menggunakan kode-kode &lt;br /&gt;tertentu untuk membedakan setiap uses pada frekuensi yang sama. Karena menggunakan &lt;br /&gt;frekuensi yang sama maka daya yang dipancarkan ke BTS dan juga daya yang diterima harus &lt;br /&gt;diatur sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu user yang lain   baik dalam sel yang sama atau sel yang lain dan ini dapat diwujudkan dengan menggunakan mekanisme power control. Ada beberapa operator di Indonesia yang telah mengimplementasikan teknologi CDMA 2000 1x ini seperti Telkom yang dikenal dengan Flexi, Indosat dengan nama StarOne, Mobile 8 dengan nama Fren, Bakrie telecom dengan nama Esia. Operator CDMA di Indonesia dikategorikan kedalam kategori FWA  (Fixed Wireless Access) sehingga mobilitasnya sangat terbatas padahal CDMA juga bisa seperti GSM dengan kemampuan mobilitas penuh.&lt;br /&gt;Secara umum layanan 2G yang berkembang, baik itu menggunakan standardisasi apa pun, mengedepankan layanan suara dengan sistem digital serta mulai memperkenalkan teknologi layanan pertukaran data. Layanan pertukaran data ini masih tergolong sederhana karena masih dibatasi bandwidth 14,4 kbps. Layanan ini sering dikenal masyarakat dengan istilah layanan pesan singkat atau SMS (Short Message Service).&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Generasi kedua-setengah Telekomunikasi Bergerak (2.5G)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:hcYC77BOJAISZM:http://www.mobilecomms-technology.com/projects/gsm_gprs_canada/images/86Canada1.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 132px; height: 82px;&quot; src=&quot;http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:hcYC77BOJAISZM:http://www.mobilecomms-technology.com/projects/gsm_gprs_canada/images/86Canada1.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pada awalanya akses data yang dipakai dalam GSM   sangat kecil hanya sekitar 9.6 kbps karena memang tidak dimaksudkan untuk akses data kecepatan tinggi.Teknologi yang digunakan GSM dalam akses data pada awalnya adalah WAP  (Wireless Application protocol) tetapi tidak mendapat sambutan yang baik dari pasar. Kemudian diperkenalkan teknologi GPRS(General Packet Data Radio Services)  pertama sekali oleh PT.Indosat Multi Media (IM3) pada tahun 2001 di Indonesia. Secara teoritis kecepatan akses data yang dicapai dengan menggunakan GPRS adalah sebesar 115 Kbps dengan  throughput yang didapat hanya 20 – 30 kbps. GPRS juga memungkinkan untuk dapat berkirim MMS  (Mobile Multimedia Message) dan juga menikmati berita langusng dari Hand Phone secara real time.Pemakaian GPRS lebih ditujukan untuk akses internet yang lebih  flexibel dimana saja,kapan saja,  kita dapat melakukannya asalkan masih ada sinyal GPRS. &lt;br /&gt;Selama ini operator telekomunikasi bergerak yang sudah mengimplementasikan GPRS sudah membuat berbagai pola pentarifan mulai dari pentarifan berdararkan harga per KB data yang didownload sampai dengan fixed rate dimana setiap pemakai GPRS dapat menggunakan 24 jam dikenakan biaya sebesar tertentu misakanya Rp350.000 per bulan.Ketika pentarifan fixed rate ditetapkan sudah mendapat sambutan yang cukup banyak dari pemakai GPRS termasuk saya yang bisa memakai internet di rumah dan  dikantor hanya dengan modal sebuah handphone dengan kemampuan GPRS dan sebuah labtop atau PC. Program ini tidak dilanjutkan, hanya sekitar satu tahun, kemudian pentarifan GPRS dikembalikan ke pola semula berdasarkan jumlah data yang di download. Akhirnya pemakai GPRS  menurun drastis karena jika kita hanya memakai untuk akses internet misalnya browsing, email dan chatting saja kita akan membayar sekitar 1-2 juta rupiah perbulan. Dengan biaya bulanan seperti ini akan sedikit yang mampu memakai GPRS untuk mengakses internet. &lt;br /&gt;Setelah itu ada lagi teknologi yang disebut dengan EDGE  (Enhanced Data for Global &lt;br /&gt;Evolusion) yang hanya sempat diimplementasikan oleh PT.Telkomsel dan lewat begitu saja dan hanya terdengar gemanya ketika ujicoba melihat  liputan 6 SCTV dari handphone yang dilihat langusng oleh meteri perhubungan saat itu. kecepatan akses data dengan teknologi ini mencapai 3-4 kali kecepatan yang didapat di GPRS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Generasi ketiga Telekomunikasi Bergerak(3G)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:M7ctVBqXYSFkVM:https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhgq97eWtgWtzTRJVGVDqhK8lJWAViVzQsRucPNtkESwljoBTiPd8kx1XmcUQqvAjhNlKUe7T4tWcSMzaws7h-QkaiR6540HuPjO6M9mSzeMsa-C_ScR5vKoKcajubbGU74uTAv2P6WTYc/s320/Apple_iphone.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 114px; height: 117px;&quot; src=&quot;http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:M7ctVBqXYSFkVM:https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhgq97eWtgWtzTRJVGVDqhK8lJWAViVzQsRucPNtkESwljoBTiPd8kx1XmcUQqvAjhNlKUe7T4tWcSMzaws7h-QkaiR6540HuPjO6M9mSzeMsa-C_ScR5vKoKcajubbGU74uTAv2P6WTYc/s320/Apple_iphone.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pada dekade 90an dua organisasi bekerja untuk mendefinisikan kelanjutan generasi telepon selular berikutnya. Mereka menyebutnya generasi ketiga (3G). Generasi ketiga ini hadir dengan tujuan mengeliminasi incompatibility hasil dari berbagai macam versi dari generasi kedua dan akhirnya menjadi sistem global yang sejati.&lt;br /&gt;Disamping mencoba mengatasi incompatibility antar sistem sebuah sistem 3G diharapkan akan mendapatkan kualitas channel suara yang lebih baik dari generasi sebelumnya dan kemampuan dalam mengirimkan data broadband hingga 2 Mbps (setara dengan 1 E1 = 2,048 Mbps). Sayang sekali kedua organisasi tersebut (masing-masing organisasi menelurkan standardisasi masing-masing yakni WCDMA dan CDMA2000) gagal dalam melakukan rekonsiliasi perbedaannya, hasil akhirnya kita bisa melihat pengenalan akan dua macam versi dari generasi ketiga telepon seluler. &lt;br /&gt;Dalam perjalanannya menuju generasi ketiga, diciptakanlah sebuah sistem yang disebut Sistem 2,5G. Sistem ini adalah kondisi perantara dari 2G ke 3G. Standardisasi yang dikenal pada generasi ini seperti EDGE, GPRS, 1XRTT. Pada dasarnya 2,5 G didesain untuk meningkatkan kapasitas kanal frekuensi radio dari teknologi 2G dan memperkenalkan layanan data hingga kecepatan 384 kbps. Aspek paling penting dari generasi 2,5 adalah kanal data dioptimasi untuk paket data yang akan memperkenalkan media akses ke internet melalui perangkat mobile entah itu telepon, laptop ataupun PDA.&lt;br /&gt;Teknologi 3G didapatkan dari dua  buah jalur teknologi telekomunikasi bergerak. Pertama adalah kelanjutan dari teknologi GSM/GPRS/EDGE dan yang kedua   kelanjutan dari teknologi CDMA (IS-95 atau CDMAOne).&lt;br /&gt;UMTS(Universal Mobile Telecommunication Service) merupakan lanjutan teknologi dari GSM/GPRS/EDGE yang merupakan standard telekomunikasi generasi ketiga dimana salah satu tujuan utamanya adalah untuk memberikan kecepatan akses data yang lebih tinggi dibandingkan dengan GRPS dan EDGE.  Kecepatan akese data yang bisa didapat dari UMTS adalah sebesar 384 kbps pada frekuensi 5KHz sedangkan kecepatan akses yang didapat dengan CDMA1x ED-DO Rel0 sebesar 2.4 Mbps pada frekuensi 1.25MHz dan CDMAx ED-DO relA sebesar 3.1Mbps pada frekuensi 1.25MHz yang merupakan kelanjutan dari teknologi CDMAOne. Berbeda dengan GPRS dan EDGE yang merupakan overlay terhadap GSM, maka 3G sedikit berbeda dengan GSM dan cenderung sama dengan CDMA.&lt;br /&gt;3G yang oleh ETSI disebut dengan UMTS  (Universal Mobile Telecommunication Services) memilih teknik modulasi WCDMA(wideband CDMA). Pada WCDMA digunakan frekuensi radio sebesar 5 Mhz pada band 1.900 Mhz (CdmaOne dan CDMA 2000 menggunakan spectrum frekuensi sebesar 1.25 MHz) dan menggunakan chip rate tiga kali lebih tinggi dari CDMA 2000 yaitu 3.84 Mcps (Mega Chip Per Second). Secara teknik dalam jaringan UMTS terjadi pemisahan antara  circuit switch (cs) dan packet switch (ps) pada link yang menghubungkan mobile equipment (handphone) dengan BTS (RNC) sedangkan pada GPRS dan CDMA 2000 1x  tidak terjadi pemisahan melainkan masih menggunakan resource yang sama di air interface (link antara Mobile Equipment dengan Base Station). HSPDA  (Higth Speed Packet Downlink Access) merupakan kelanjutan dari UMTS dimana ini menggunakan frekuensi radio sebesar 5MHz dengan kecepatan mencapai 2Mbps.&lt;br /&gt;Berdasarkan perkembangan sejarah yang telah tertulis, indikasi munculnya sebuah generasi baru akan terjadi setiap satu dekade (sekitar sepuluh tahun), kenyataan ini memunculkan semangat untuk memulai kelahiran dari generasi keempat dalam komunikasi telepon bergerak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Generasi keempat Teknologi Telekomunikasi Bergerak (4G)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:A80I7PKrLJrUEM:http://monet.postech.ac.kr/new2008/images/introduction/image013.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 133px; height: 100px;&quot; src=&quot;http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:A80I7PKrLJrUEM:http://monet.postech.ac.kr/new2008/images/introduction/image013.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Teknologi 4G (Fourth Generation) adalah teknologi kelanjutan dari proses perkembangan teknologi telepon seluler (mobile phone). Sebelumnya masyarakat telah sangat mengenal dengan teknologi 2G (Second Generation) yang sangat ngetrend dengan teknologi voice call dan SMS. Baru-baru ini masyarakat dikenalkan dengan teknologi 3G (Third Generation) dengan andalannya teknologi video call. Di generasi keempat (4G), masyarakat akan cenderung dibawa pada sebuah koneksi yang bisa selalu terhubung setiap saat. Atau bisa dijabarkan dengan istilah kapan saja, dimana saja dan bahkan dengan perangkat apa saja.&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg8rXkHSn308fUzcab29iecZBtzFMv9Rj5P2fDdNuo6FlYL2T_s9IkSMORU18OX0s_VchvjAWjGyTrq06JPdWUiKuupEpCttKkeMNujQl8_28hdjkZGcg5EZamEYvySMBOqz-cCZEJMKt4/s1600-h/4G.GIF&quot;&gt;&lt;img style=&quot;display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 225px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg8rXkHSn308fUzcab29iecZBtzFMv9Rj5P2fDdNuo6FlYL2T_s9IkSMORU18OX0s_VchvjAWjGyTrq06JPdWUiKuupEpCttKkeMNujQl8_28hdjkZGcg5EZamEYvySMBOqz-cCZEJMKt4/s320/4G.GIF&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5394535853404891938&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Untuk meningkatkan kecepatan akses data yang tinggi dan full mobile maka standar IMT-2000 di tingkatkan lagi menjadi 10Mbps,30Mbps dan 100Mbps yang semula hanya 2Mbps pada layanan 3G.. Kecepatan akses tersebut  didapat dengan mengguanakan teknologi OFDM(Orthogonal Frequency Division Multiplexing) dan  Multi Carrier. Di Jepang layanan generasi keempat ini sudah di implementasikan.&lt;br /&gt;Visi 4G&lt;br /&gt;Istilah 4G digunakan secara luas untuk menggabungkan beberapa macam sistem komunikasi broadband wireless access ke dalam sebuah sistem komunikasi dan bukan hanya sistem telepon seluler saja melainkan juga menunjang keberadaan fixed wireless network seperti Wi Fi (Wireless Fidelity) dan Wi Max (Wireless Metropolitan Access). Oleh karena itu, sistem 4G diharapkan menjadi sebuah sistem yang mampu menjembatani antara berbagai jaringan broadband wireless accessyang telah ada di masyarakat secara seamlessly (tidak terasa proses perpindahan antar jaringan yang sedang digunakan) baik itu perangkatnya, jaringannya dan juga aplikasinya. Sehingga diharapkan pada tujuan akhir nanti dari kemunculan teknologi ini adalah untuk memuaskan para penggunanya. Dan salah satu parameter yang bisa dilihat adalah dengan meningkatnya permintaan dari pengguna itu sendiri.&lt;br /&gt;Salah satu istilah yang biasa digunakan untuk mendeskripsikan teknologi 4G adalah MAGIC :&lt;br /&gt;  •M obile multimedia, penggunaan aplikasi bergerak di mana saja.&lt;br /&gt;  •A nytime anywhere, kapan saja dan dimana saja.&lt;br /&gt;  •G lobal mobility support, sangat mendukung kebebasan bergerak.&lt;br /&gt;  •I ntegrated wireless solution, solusi perangkat wireless terintegrasi.&lt;br /&gt;  •C ostumized personal service, layanan yang mampu mengekspresikan diri.&lt;br /&gt;Dengan kemampuan dari teknologi 4G yang sedemikian canggih dalam menyelaraskan berbagai jaringan komunikasi pita lebar, diharapkan kehadiran teknologi semacam 4G ini dapat ditunjang dengan keberadaan industri dan penggunaan perangkat mobile seperti laptop, PDA dan handhelds yang semakin berkembang pesat seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin user friendly. Keberadaan yang dimaksud bukan hanya ada barangnya, tapi tentu saja dengan harga yang terjangkau oleh masyarakat dan dengan kualitas yang memuaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Perbedaan 3G &amp; 4G&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;3G :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Frequency Band : 1.8 - 2.5 GHz&lt;br /&gt;Bandwidth : 5-20 MHz&lt;br /&gt;Data rate : Up to 2Mbps&lt;br /&gt;Access : Wideband CDMA&lt;br /&gt;FEC : Turbo-codes&lt;br /&gt;Switching :Circuit/Packet&lt;br /&gt;Top speeds : 200 kmph&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;4G :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Frequency Band : 2 - 8 GHz&lt;br /&gt;Bandwidth : 5-20 MHz&lt;br /&gt;Data rate : 20 Mbps or more&lt;br /&gt;Access : Multi-carrier - CDMA or OFDM(TDMA)&lt;br /&gt;FEC : Concatenated codes&lt;br /&gt;Switching : Packet&lt;br /&gt;Top speeds : 200 kmph&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noerone4all.blogspot.com/feeds/3354034043402854812/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://noerone4all.blogspot.com/2009/10/evolusi-1g-4g.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4929788208493917068/posts/default/3354034043402854812'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4929788208493917068/posts/default/3354034043402854812'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noerone4all.blogspot.com/2009/10/evolusi-1g-4g.html' title='Evolusi 1G-4G'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg8rXkHSn308fUzcab29iecZBtzFMv9Rj5P2fDdNuo6FlYL2T_s9IkSMORU18OX0s_VchvjAWjGyTrq06JPdWUiKuupEpCttKkeMNujQl8_28hdjkZGcg5EZamEYvySMBOqz-cCZEJMKt4/s72-c/4G.GIF" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4929788208493917068.post-6444896450489285239</id><published>2009-10-19T21:07:00.000-07:00</published><updated>2009-10-19T21:17:31.168-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Jaringan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Komputer"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Networking"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Wireless"/><title type='text'>Keuntungan &amp; kerugian dari wired / wireless</title><content type='html'>&lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;Kenapa harus menggunakan jaringan ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaringan komputer adalah sekumpulan komputer desktop, laptop, atau piranti jaringan lainnyaseperti printer dengan tujuan utamanya adalah saling berbagi data – saling bertukaran data, penggunaan printer secara bersamaan, dan agar bisa saling berkomunikasi satu sama lain. Jadi pada dasarnya jaringan komputer adalah saling berbagi dan saling bertukar data, dan kalau adakoneksi broadband internet maka semua komputer bisa saling terhubung ke internet dengan hanya menggunakan satu sambungan internet, dan jika ada alat komunikasi seperti email – maka semua yang terhubung dengan jaringan bisa saling berkirim email dan bahkan chatting satu sama lain.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Keuntungan dari system jaringan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jaringan komputer menawarkan banyak fleksibilitas dalam hal anda bekerja dan menghabiskan waktu dengan komputer anda dan juga perangkat electronic lainnya yang dengan dukunganjaringan yang anda bangun anda akan secara umum mendapatkan banyak keuntungna antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  •Bersama semua komputer yang ada dalam jaringan, anda bisa sharing / berbagi koneksi broadband internet sehingga setiap orang bisa browsing internet secara bersamaan.&lt;br /&gt;  •Bisa sharing berbagai macam dokumen dan file termasuk music, video, photos, dll&lt;br /&gt;  •Menyimpan semua file – dokumen, pustaka music, video, digital photos, dokumen lainnya di satu tempat yang bisa diakses secara sharing atau bahkan bisa diberikan suatu keamanan siapa yang boleh baca tulis, atau siapa yang dapat akses file apa.&lt;br /&gt;  •Anda bisa mengamankan jaringan komputer anda dengan secara terpusat dari serangan dan ancaman keamanan dari internet.&lt;br /&gt;  •Bias berhemat dengan pemakaian printer, scanner, plotter, dan peripheral lainnya secara bersamaan.&lt;br /&gt;  •Dengan Storage area network, anda bisa memusatkan penyimpanan data dan dokumen lainnya kedalamnya dan anda bisa memanagenya dengan administrasi sesuai kebutuhan, Dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua jenis jaringan yang bisa anda pilih, jaringan kabel (wired) dan jaringan wireless. Anda bisa memilihnya yang mana cocok dengan kondisi dan kebutuhan anda, bahkan anda bisa menggabungkan keduanya. Kedua jaringan tersebut masing-masing mempunyai keuntungan dan kerugian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;Wireless  vs Wired&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;  •Jaringan wireless / wireless network – yang menggunakan komunikasi antar piranti dengan menggunakan gelombang radio.&lt;br /&gt;  •Jaringan wired – yang menggunakan kabel data jaringan dalam komunikasi antar piranti jaringan dengan technology Ethernet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;Kenapa memilih jaringan wireless?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ada dua jenis jaringan yang bisa anda pilih, jaringan kabel (wired) dan jaringan wireless. Anda bisa memilihnya yang mana cocok dengan kondisi dan kebutuhan anda, bahkan anda bisa menggabungkan keduanya. Kedua jaringan tersebut masing-masing mempunyai keuntungan dan kerugian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgAEJuXPmokssd-UNTYbMbVmsl6qzgxabW1SXNbPn4F2edP5w3vkqrxKrwVoX1OidJlmClxblZWLqVr4F403M8GWyq4qbiCvXvymKSSB1o1lPIZphRRKJVyzeNML4uGEvadzkEZveBWiiQ/s1600-h/wired+wireless.PNG&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 154px; height: 320px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgAEJuXPmokssd-UNTYbMbVmsl6qzgxabW1SXNbPn4F2edP5w3vkqrxKrwVoX1OidJlmClxblZWLqVr4F403M8GWyq4qbiCvXvymKSSB1o1lPIZphRRKJVyzeNML4uGEvadzkEZveBWiiQ/s320/wired+wireless.PNG&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5394530254850157826&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ada dua macam technology jaringan yang umum yaitu:&lt;br /&gt;  • Jaringan wireless / wireless network – yang menggunakan komunikasi antar piranti dengan menggunakan gelombang radio&lt;br /&gt;  • Jaringan wired – yang menggunakan kabel data jaringan dalam komunikasi antar piranti jaringan dengan technology Ethernet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;Kenapa memilih jaringan wireless?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kelebihan utama jaringan wireless tidak menggunakan kabel dalam komunikasinya, akan tetapi menggunakan gelombang radio, seperti telpon cordless. Keuntungannya adalah sifat mobilitasnya yang tinggi dan tidak tergantung kepada kabel dan koneksi tetap. Keuntungan yang bisa kita petik dengan jaringan wireless ini secara umum sebagai berikut:&lt;br /&gt;  • Bebas bekerja dari mana saja dan bersifat mobile, asalkan terjangkau oleh jaringan wireless ini.&lt;br /&gt;  • Tidak ada batasan kabel jaringan atau sambungan tetap, jadi tidak memerlukan kabel data yang terkadang merepotkan anda sehingga menghemat waktu&lt;br /&gt;  •Instalasi yang relative cepat dan mudah.&lt;br /&gt;  •Gampang pengembangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaringan wireless umumnya juga disebut sebagai Wi-Fi – wireless Fidelity, yang memungkinkan anda menggunakan computer anda dimana saja di rumah anda selama masih dalam jangkauan jaringan wireless. Bahkan di tempat-2 umum sekarang ini sudah banyak disediakan layanan hot-spot seperti di café, di airport, di hotel, di tempat-2 bisnis dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;Kenapa memilih jaringan kabel – wired network?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Technology jaringan komputer menggunakan kabel telah dipakai selama beberapa decade – dan yang paling banyak dipakai adalah technology Ethernet. Komunikasi jaringan wired menggunakan kabel jaringan yang umum memakai cable CAT5 – cable jaringan Ethernet. Jaringan kabel sangat bagus jika anda melakukan transfer data dalam jumlah yang sangat besar dengan stabil dan kecepatan tinggi seperti transfer data multimedia professional berkualitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keuntungan dari jaringan wired bisa meliputi beberapa hal berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  •Relative berbiaya rendah.&lt;br /&gt;  •Menawarkan performa yang paling bagus, walaupun instalasinya relative rumit.&lt;br /&gt;  •Kecepatan relative lebih tinggi sampai kecepatan Gigabit, dibandingkan dengan kecepatan wireless paling tinggi ideal adalah 300 Mbps (dengan standard draft 802.11n dan dilengkapi technology antenna MIMO, itu jika kondisi sangat ideal, dalam kenyataannya untuk wireless-B yang ideal 11 Mbps saja hanya bisa mencapai paling 7 Mbps).&lt;br /&gt;  •Relative lebih aman dibandingkan jaringan wireless, apalagi jika keamanan fisik bisa dikendalikan dengan baik. Sementara untuk jaringan wireless, bisa menembus keamanan fisik (seperti tembok yang tebal sekalipun, dengan menggunakan technology booster / hi-gain masih bisa menembusnya dengan baik karena memakai gelombang radio sebagai transmisi medianya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu infrastruktur jaringan corporate yang sangat besar skalanya, penggunaan jaringan kabel sangat mutlak dipakai dengan menggunakan system redundansi jaringan kabel inter-Switch yang sangat effisien dengan protocol STP dan tuning manual.&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noerone4all.blogspot.com/feeds/6444896450489285239/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://noerone4all.blogspot.com/2009/10/keuntungan-kerugian-dari-wired-wireless.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4929788208493917068/posts/default/6444896450489285239'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4929788208493917068/posts/default/6444896450489285239'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noerone4all.blogspot.com/2009/10/keuntungan-kerugian-dari-wired-wireless.html' title='Keuntungan &amp; kerugian dari wired / wireless'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgAEJuXPmokssd-UNTYbMbVmsl6qzgxabW1SXNbPn4F2edP5w3vkqrxKrwVoX1OidJlmClxblZWLqVr4F403M8GWyq4qbiCvXvymKSSB1o1lPIZphRRKJVyzeNML4uGEvadzkEZveBWiiQ/s72-c/wired+wireless.PNG" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4929788208493917068.post-3962454956437001506</id><published>2009-10-19T20:49:00.000-07:00</published><updated>2009-10-19T21:07:04.146-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Jaringan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Komputer"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Networking"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Wireless"/><title type='text'>Outdoor &amp; Indoor WLAN</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:BZlWOcz3HGSCMM:http://www.antenne3.nl/HPIM0439.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 103px; height: 140px;&quot; src=&quot;http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:BZlWOcz3HGSCMM:http://www.antenne3.nl/HPIM0439.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Saat ini banyak Perusahaan dan Instansi Pemerintahan yang mengaplikasikan teknologi WLAN (Wireless LAN) menggantikan teknologi jaringan kabel yang sudah ada sebelumnya. Tidak asing lagi jika saat ini sudah sangat banyak diaplikasikan dan kita jumpai hampir di tiap kehidupan kita.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; Jaringan wireless LAN saat ini adalah merupakan yang sering banyak kita jumpai dan diaplikasikan di seluruh belahan dunia. Dan jaringan wireless indoor dan outdoor-lah yang sering kita jumpai di kehidupan kita. Namun sebelum kita bahas tentang outdoor &amp; indoor wireless LAN yang ada, tidak ada salahnya bila kita membahas dahulu tentang standar yang dipakai dalam IEEE 802.11x, dimana x adalah sub standar yang terdiri dari :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; -   802.11 - 2,4GHz  - 2Mbps&lt;br /&gt; -   802.11a  - 5GHz  - 54Mbps&lt;br /&gt; -   802.11a 2X - 5GHz  - 108Mbps&lt;br /&gt; -   802.11b  - 2,4GHz  - 11Mbps&lt;br /&gt; -   802.11g  - 2,4GHz  - 22Mbps&lt;br /&gt; -   802.11n  - 2,4GHz  - 120Mbps&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis-jenis perangkat Wireless LAN :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Access Point&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:TtQIMxbpExZCGM:http://blankedet.files.wordpress.com/2009/01/access-point.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 110px; height: 118px;&quot; src=&quot;http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:TtQIMxbpExZCGM:http://blankedet.files.wordpress.com/2009/01/access-point.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Biasa disebut dengan Hotspot yang berfungsi seperti hub dimana akan menghubungkan bermacam perangkat wireless yang terhubung dengan perangkat tersebut. Bermacam perngkat Access point memiliki konfigurasi administrator yang berbeda-beda sesuai dengan produsennya masing-masing dengan tingkat keamanan yang dapat diatur sesuai dengan kehendak administrator jaringan yang bersangkutan seperti menambahkan enkripsi WEP dan semacamnya untuk keamanan jaringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Wireless Card PCI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:3qYv9GNx3UFOYM:http://fon.qpox.net/files/products/tew-423pi-stor.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 130px; height: 85px;&quot; src=&quot;http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:3qYv9GNx3UFOYM:http://fon.qpox.net/files/products/tew-423pi-stor.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Perangkat wireless berbentuk card PCI yang dipakai dalam sebuah PC yang tidak memiliki perangkat embedded wireless di dalamnya. Kebanyakan perangkat ini memiliki jangkauan  sinyal yang kecil sehingga kadang pengguna menambahkan perangkat antena tambahan untuk menambah kekuatan tangkap sinyal yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Wireless USB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:SyCOZ3B5yip-FM:http://www.multitask-computing.co.uk/catalog/images/wi-spy24x.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 150px;&quot; src=&quot;http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:SyCOZ3B5yip-FM:http://www.multitask-computing.co.uk/catalog/images/wi-spy24x.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Perangkat ini banyak diperoleh di pasaran. Perangkat ini bersifat mobile namun karena bentuknya yang terbilang kecil sehingga membuat daya tangkap perangkat ini lebih kecil dibandingkan dengan perangkat lain seperti Wireless card PCI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;PCMCIA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:TuRvWicSelp99M:http://www.experts-exchange.com/images/18503/PCMCIA-Card-.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 111px;&quot; src=&quot;http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:TuRvWicSelp99M:http://www.experts-exchange.com/images/18503/PCMCIA-Card-.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Perangkat ini banyak dijumpai pada Laptop atau notebook jaman dulu yang belum memiliki perangkat wireless adapter terintegrasi seperti pada dewasa ini yang hampir semua Notebook yang dijual memiliki perangkat wireless dengan harga yang murah (tergantung chipset yang digunakan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Compact Flash&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:Z7Hg3DTxXAbumM:http://img.alibaba.com/photo/11195922/Compact_Flash_Card.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 135px; height: 122px;&quot; src=&quot;http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:Z7Hg3DTxXAbumM:http://img.alibaba.com/photo/11195922/Compact_Flash_Card.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Compact Flash hampir seperti dengan USB yang bersifat mobil namun beberapa anggapan menyatakan bahwa compact flash di klaim lebih lebih baik dibanding dengan wireless adapter USB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Embedded&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:PxMigNPM0msdNM:http://www.made-in-china.com/image/2f0j00svaEwYhKnUcnM/ARM9-Embedded-Computer-LT-2410B-.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 122px; height: 122px;&quot; src=&quot;http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:PxMigNPM0msdNM:http://www.made-in-china.com/image/2f0j00svaEwYhKnUcnM/ARM9-Embedded-Computer-LT-2410B-.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jenis ini adalah perangkat wireless yang bersifat terintegrasi atau menjadi satu dengan mainboard sebuah PC atau notebook alias onboard.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana memilih perangkat 802.11 ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan perangkat W-LAN 802.11 punya spesifikasi yang sama, karena perusahaan pembuatnya sama. Perbedaan yang menyolok berada di software pengendalinya.&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Jenis sambungan Wireless LAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjnc5_xOiIuxDHOiex2Kwia_hUQ59D2PNVmwhZkFbuItGYdCp4OMQgM0Rqivoj6k4Gx0GVpjqk3_aiFpRl49MPjEP5T8LV1wD_ZyT7sVdsXVTwHLF58ljNGVmmIcKLl_uZA5U6TBlLi5h8/s1600-h/wlan-outdoor.GIF&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 262px; height: 159px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjnc5_xOiIuxDHOiex2Kwia_hUQ59D2PNVmwhZkFbuItGYdCp4OMQgM0Rqivoj6k4Gx0GVpjqk3_aiFpRl49MPjEP5T8LV1wD_ZyT7sVdsXVTwHLF58ljNGVmmIcKLl_uZA5U6TBlLi5h8/s320/wlan-outdoor.GIF&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5394527579994537666&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;W-LAN Outdoor&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dipakai untuk menghubungkan perangkat yang ada di luar ruangan, mengikuti standar 802.16&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;Standar Wireless LAN 802.16&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    -   Harga perangkatnya sangat mahal.&lt;br /&gt;    -   Bekerja diatas frekwensi 5GHz.&lt;br /&gt;    -   Biasanya dipakai oleh operator telekomunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;W-LAN Indoor &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:hPHsTofSJ4LJ7M:http://i31.twenga.com/computers/network-cable/wlan-indoor-antenna-5dbi-tp_375717300068402177.png&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 82px; height: 82px;&quot; src=&quot;http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:hPHsTofSJ4LJ7M:http://i31.twenga.com/computers/network-cable/wlan-indoor-antenna-5dbi-tp_375717300068402177.png&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dipakai untuk menghubungkan perangkat yang ada di dalam ruangan, mengikuti standar 802.11&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;Penggunaan 802.11 di outdoor :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;    - Radio 802.11B hanya punya 11 kanal.&lt;br /&gt;    - Pemasangannya harus mengikuti kaidah Line of Sight.&lt;br /&gt;    - Membutuhkan tower jika dua titik berada di level yang berbeda.&lt;br /&gt;    - Pemanfaatan daya yang kecil harus betul-betul diperhitungkan.&lt;br /&gt;    - Harus mengatasi interferensi yang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Memasang 802.11 di outdoor :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;    - Menggunakan PCMCIA di dalam komputer.&lt;br /&gt;    - Menggunakan Access Point dengan antena luar Outdoor Unit (Proxim Tsunami) yang bekerja di 5GHz dengan jarak sampai 10 km.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai gambaran saja bahwa Outdoor Unit dengan menggunakan antena luar, jaraknya bisa sampai 40 km dengan menggunakan WaveRider. Untuk outdoor unit dengan jumlah pelanggan banyak, dipakai Cirronet dengan kemampuan menangani sampai 1.200 pelanggan dalam satu rack 19”.&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noerone4all.blogspot.com/feeds/3962454956437001506/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://noerone4all.blogspot.com/2009/10/outdoor-indoor-wlan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4929788208493917068/posts/default/3962454956437001506'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4929788208493917068/posts/default/3962454956437001506'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noerone4all.blogspot.com/2009/10/outdoor-indoor-wlan.html' title='Outdoor &amp; Indoor WLAN'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjnc5_xOiIuxDHOiex2Kwia_hUQ59D2PNVmwhZkFbuItGYdCp4OMQgM0Rqivoj6k4Gx0GVpjqk3_aiFpRl49MPjEP5T8LV1wD_ZyT7sVdsXVTwHLF58ljNGVmmIcKLl_uZA5U6TBlLi5h8/s72-c/wlan-outdoor.GIF" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4929788208493917068.post-443222337654643513</id><published>2009-10-12T20:46:00.000-07:00</published><updated>2009-10-12T21:01:15.083-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Jaringan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Komputer"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Networking"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Wireless"/><title type='text'>Antena Directional Vs Antena Omni Directinal</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjajeuh1eE6gcxYi9GSiCBWoPKErgnXg1UiJKyqxupBQCZlXTtrimky8baKLcaRTpl4BKClmN1jQVzdvB7HYD2Vh2ATezwEb9wXqKKzf3vNkB6NgK5TOUSnReIEw1LmJE8e_jIrFfj8-ro/s1600-h/antena.jpeg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 97px; height: 130px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjajeuh1eE6gcxYi9GSiCBWoPKErgnXg1UiJKyqxupBQCZlXTtrimky8baKLcaRTpl4BKClmN1jQVzdvB7HYD2Vh2ATezwEb9wXqKKzf3vNkB6NgK5TOUSnReIEw1LmJE8e_jIrFfj8-ro/s320/antena.jpeg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5391929575304489906&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Antena Directional / Omni Directional merupakan salah satu solusi cepat, mudah, dan murah untuk memperluas  jangkauan dan menghadapi masalah pada jaringan wireless anda.  Tentunya sebelum membuat keputusan untuk memilih antena yang tepat dan sesuai dengan kondisi jaringan anda, berikut ini dasar pemahaman tentang terminologi antena Wi-Fi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Antena Directional&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis directional antena sering digunakan pada sistem jaringan point-to-point. Pada sistem ini, gelombang dikonsentrasikan dalam satu arah melalui reflektor, seperti halnya &lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;senter yang konsentrasikan cahaya melalui reflektor untuk mempersempit radiasi yang didapatkan. Berikut ini jenis-jenis antena directional :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Antena Yagi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjUHyr3DmQ3l4iIaFEuljAsUDeGAnA_LHk6mmeHqMI1W31hFGw_wlepXcaGotcJ8XZpTdC2KZSp_Nx6RRp6uwnCjU2yAdDlYaB8LoDjFEJGw5Tht-cBGAuhMM19pdFhofZjGRQBRUjN_o8/s1600-h/antena+yagi.jpeg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 124px; height: 93px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjUHyr3DmQ3l4iIaFEuljAsUDeGAnA_LHk6mmeHqMI1W31hFGw_wlepXcaGotcJ8XZpTdC2KZSp_Nx6RRp6uwnCjU2yAdDlYaB8LoDjFEJGw5Tht-cBGAuhMM19pdFhofZjGRQBRUjN_o8/s320/antena+yagi.jpeg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5391926842324938642&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antena Yagi didesain oleh dua orang Jepang yaitu Hidetsugu Yagi dan Shintaro Uda. Antena ini pada awalnya dirancang untuk radio. Namun, saat ini antena Yagi juga digunakan untuk kebutuhan sistem Wi-Fi. Antena ini biasanya sangat terarah dan sering digunakan untuk sistem jaringan point-to-point atau digunakan untuk memperluas jangkauan dari satu titik ke sistem multi-point. Sebaiknya gunakan antena jenis ini jika anda ingin meng-install sistem anda di luar. Dengan kekuatan sinyal yang sangat baik dan pengaturan yang tepat, antena ini mampu menjangkau hingga beberapa kilometer. Namun antena yang sering digunakan di dalam sistem jaringan point-to-point ini sangat sulit untuk diarahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Antena Parabolic&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjJTDThLq1ad1O8QuGJ88geHKOixOjbcN8e08VOu5ud42CRQ0qbIEWN-bGYCSXdIuhHC6oQr3_gAUHMwOQZaOUkG6AK0N46FjZ0Dlh7X0zbyIMqmmgeLArLczbtQW1wQx-yJoyyOWuwjTo/s1600-h/antena+parabolic.jpeg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 120px; height: 93px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjJTDThLq1ad1O8QuGJ88geHKOixOjbcN8e08VOu5ud42CRQ0qbIEWN-bGYCSXdIuhHC6oQr3_gAUHMwOQZaOUkG6AK0N46FjZ0Dlh7X0zbyIMqmmgeLArLczbtQW1wQx-yJoyyOWuwjTo/s320/antena+parabolic.jpeg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5391927127072035090&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antena jenis ini merupakan antena yang benar-benar kuat. Antena yang sering disebut dengan wajanbolic ini mempunyai daya tangkap dan daya pancar yang sangat besar. Namun kelemahannya, antena ini agak sulit untuk diarahkan dan proses pemasangannya bisa dikatakan cukup rumit. Antena Parabolic hampir selalu digunakan untuk menghubungkan Access Point pada jarak jauh. Fokus kekuatan antena ini terletak pada titk pusat antena dan mengirimkan sinyal radio melalui media yang berbentuk parabolic, seperti halnya reflektor pada lampu senter. Cara kerja antena Parabolic sangat fokus dan bisa dijadikan alat yang sempurna jika anda ingin mengirimkan sinyal pada jarak yang sangat jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Antena Panel&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiOwnbUuLlQrgvh1XJIAd-Ug4nr55i-av2kM0KoOyMYar1SsXaodA8-TLa-ysirAdJ0-LJXCAX_w4QwdxBBqsKXstoZVdj6Eh3NozzHajmPhAS8RAlKbiqY1KjSvL76t5ZYoJfJolb10ms/s1600-h/antena+panel.jpeg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 54px; height: 135px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiOwnbUuLlQrgvh1XJIAd-Ug4nr55i-av2kM0KoOyMYar1SsXaodA8-TLa-ysirAdJ0-LJXCAX_w4QwdxBBqsKXstoZVdj6Eh3NozzHajmPhAS8RAlKbiqY1KjSvL76t5ZYoJfJolb10ms/s320/antena+panel.jpeg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5391927534739785506&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antena Panel merupakan antena yang digunakan untuk mendapatkan arah yang tepat. Antena ini memiliki ukuran yang cukup kecil dan bentuk yang mirip dengan antena Parabolic, tetapi tidak memiliki jangkauan yang jauh seperti halnya Parabolic. Antena Panel yang sesuai digunakan untuk menghubungkan dua Access Point yang berbeda ini mampu menambah sinyal Wi-Fi. Hal ini disebabkan oleh Antena Panel memiliki daya pancar yang bisa diandalkan dan gangguan yang rendah. Selain itu, Antena Panel juga memiliki kekuatan sinyal hingga 15 dBi dan diameter yang cukup kecil, yakni hanya 10 inci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Antena Omni-directional&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antena Omni-directional (awalan omni berarti “semua”),  memiliki kemampuan mengirim gelombang radio 360 derajat ke seluruh penjuru. Antena ini umumnya memiliki daya tangkap dan pancar yang lebih rendah dari pada antena directional. Cara kerja antrena Omni dapat digambarkan dengan lampu senter. Jika anda arahkan cahaya senter pada plafon, cahaya tersebut akan membuat pola melingkar. Cahaya ini dapat divisualisasikan  sebagai daya pancar antena omni-directional. Jika anda menggunakan lampu senter yang lebih besar, ukuran lingkaran menjadi lebih besar. Ini adalah cara antena omni-directional bekerja, anda harus menentukan di mana menempatkan antena eksternal anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jarak merupakan faktor penting yang perlu dipertimbangkan. Menghubungkan antena eksternal ke komputer umumnya akan menimbulkan risiko keamanan yang lebih rendah dari pada menghubungkan ke router. Namun, jika anda sudah merasa nyaman dengan keamanan jaringan anda, ada baiknya menggunakan antena tambahan bagi router. Penambahan kekuatan sinyal melalui antena eksternal pada router akan lebih baik dibandingkan menghubungkannya ke komputer. Jenis-jenis antena omni-directional adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Antena Dipole&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhYxY_oQ5rnwCKUvmD4i8-WLSnwKI2TB7TyVzPRuJYhJPE6YMNS14DxglgFT94khsU9XeQEd-NoLGs_-OyysbGStYwHI9KE888TJHmZIhlwlkI8uyr_pTTROKvyKiK3Ft-3_H30wUCWObY/s1600-h/antena+dipole.jpeg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 60px; height: 91px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhYxY_oQ5rnwCKUvmD4i8-WLSnwKI2TB7TyVzPRuJYhJPE6YMNS14DxglgFT94khsU9XeQEd-NoLGs_-OyysbGStYwHI9KE888TJHmZIhlwlkI8uyr_pTTROKvyKiK3Ft-3_H30wUCWObY/s320/antena+dipole.jpeg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5391927788985386370&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antena ini dikembangkan oleh Heinrich rudolph Hertz sekitar tahun 1886. antena ini dapat dibuat dengan  hanya bermodalkan kawat sederhana. Menurut teori, antena ini memiliki cara kerja yang paling sederhana dibandingakan antena lainnya. Antena Dipole bisa terdiri atas satu kawat saja yang disebut single wire dipole, atau bisa juga dua kawat yang dihubungkan di bagian ujungnya dan disebut dengan two wire folded dipole, atau bahkan terdiri dari tiga kawat yang disambung di bagian ujung-ujungnya yang dinamakan dengan three wire folded dipole.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Antena Mobile Wi-Fi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg7ZOLKtSWO7d-lmVnIe5YsBJGuJ43E0pAcbo4nswOJTfwFpPCmVGeivexxL7vSA-kPV50j_ZBOvC-BwULrqYkg-HMI0wF_md8oAUgRD111kewnEFijRBXfRjZcmw3e6l_4Hh_xEv9u730/s1600-h/Antena+Mobile+Wi-Fi.jpeg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 114px; height: 114px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg7ZOLKtSWO7d-lmVnIe5YsBJGuJ43E0pAcbo4nswOJTfwFpPCmVGeivexxL7vSA-kPV50j_ZBOvC-BwULrqYkg-HMI0wF_md8oAUgRD111kewnEFijRBXfRjZcmw3e6l_4Hh_xEv9u730/s320/Antena+Mobile+Wi-Fi.jpeg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5391927940428586834&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mobile Wi-Fi merupakan antena yang sering digunakan untuk aplikasi mobile. Antena ini berupa antena vertikal yang terdiri atas beberapa segmen, dimana setengah panjang gelombang elemen tersebut akan diatus secara vertikal ke bagian akhir untuk mencapai daya pancar yang maksimal.&lt;br /&gt;Antena mobile ini biasanya digunakan saat anda sedang berpergian ke bagian tempat seperti taman, restoran, stasiun pengisian bahan bakar, dan tempat peristirahatan jalan tol juga menawarkan akses Wi-Fi kabel berkecepatan tinggi secara gratis bagi pengunjungnya. Melalui antena pada kendaraan anda,anda dapat mengakses jaringan wireless langsung dari kendaraan. Namun, kadangkala sinyal yang didapat sangat rendah sehingga diperlukan antena tambahan kecil yang dapat diletakkan pada atap kendaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Antena Coaxial&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiPWMSAOhqt_ifMrK2FCl2F9cHzjluh4iRv_gtA_GtUqB5LBcRODKGgDteHEEcR1i28McrmMvgEvqnQlWl826pXtrDkM2cokhGvWuOIZpFU2E1Lhj0RAKxx6HBQKtEM5aO9qcPRt_-5U4Q/s1600-h/Antena+Coaxial.jpeg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 113px; height: 113px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiPWMSAOhqt_ifMrK2FCl2F9cHzjluh4iRv_gtA_GtUqB5LBcRODKGgDteHEEcR1i28McrmMvgEvqnQlWl826pXtrDkM2cokhGvWuOIZpFU2E1Lhj0RAKxx6HBQKtEM5aO9qcPRt_-5U4Q/s320/Antena+Coaxial.jpeg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5391928164649714050&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antena Coaxial merupakan satu antena yang sering digunakan pada sistem Wi-Fi. Sebagian besarAccess Point yang dijual menggunakan standar antena jenis ini. Prinsip kerja antena Coaxial sama seperti antena Dipole, meski mempunyai bentuk yang berbeda.&lt;br /&gt;Antena Coaxial terbuat dari bahan besi yang terbungkus karet keras yang berfungsi untuk menahan gelombang radiasi. Biasanya, bagian bawah antena ini mempunyai engsel yang dapat diputar ke segala arah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Daya tangkap Antena&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daya tangkap antena diukur dalam satuan decibel isotropic(dBi), ditetapkan sebagai sebuah teori kekuatan ukur sinyal antena yang berkaitan dengan bidang imajiner sekitar antena. dBi adalah pengukuran logarithmic. Jadi, setiap 3 dBi adalah dua kali lipat dari daya tangkap antena. Perlu anda ketahui, semakin tinggi dBi maka antena akan menjadi lebih peka dan fokus.&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noerone4all.blogspot.com/feeds/443222337654643513/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://noerone4all.blogspot.com/2009/10/antena-directional-vs-antena-omni.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4929788208493917068/posts/default/443222337654643513'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4929788208493917068/posts/default/443222337654643513'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noerone4all.blogspot.com/2009/10/antena-directional-vs-antena-omni.html' title='Antena Directional Vs Antena Omni Directinal'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjajeuh1eE6gcxYi9GSiCBWoPKErgnXg1UiJKyqxupBQCZlXTtrimky8baKLcaRTpl4BKClmN1jQVzdvB7HYD2Vh2ATezwEb9wXqKKzf3vNkB6NgK5TOUSnReIEw1LmJE8e_jIrFfj8-ro/s72-c/antena.jpeg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4929788208493917068.post-7605170081036648725</id><published>2009-10-05T20:30:00.000-07:00</published><updated>2009-10-05T20:36:17.283-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Jaringan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Komputer"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Networking"/><title type='text'>Protokol NETBEUI &amp; IPX/SPX gak bisa Internet ?</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjCrHsMV0z_GWvqnP0gSLTrY30iKaZl9YkWP59jDfjPM_IWBCyHXl5iRJkwtAjRoaqb-tmPS1yx4AUfWABJUWzE4CjO3ggyogkVT-0Y6GZH58ZUY-PUdQCA_k0JUAYb6f4OqpG8o6YATV0/s1600-h/ipx_netBIOS_tcp.gif&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 234px; height: 176px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjCrHsMV0z_GWvqnP0gSLTrY30iKaZl9YkWP59jDfjPM_IWBCyHXl5iRJkwtAjRoaqb-tmPS1yx4AUfWABJUWzE4CjO3ggyogkVT-0Y6GZH58ZUY-PUdQCA_k0JUAYb6f4OqpG8o6YATV0/s320/ipx_netBIOS_tcp.gif&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5389324742763723826&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin anda pernah mendengar bila pada jaringan yang kita gunakan menggunakan protokol NETBEUI atau IPX/SPX tidak akan bisa terkoneksi ke internet ? Mengapa ?. Nah disini saya akan membahas kenapa protokol NETBEUI dan IPX/SPX tidak bisa terhubung ke internet. Tapi sebelum kita membahas lebih lanjut, untuk lebih mudahnya akan saya jelaskan terlebih dahulu apa itu protokol, NETBEAUI, IPX/SPX, dsb.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Protokol jaringan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Protokol jaringan adalah suatu cara komunikasi antarkomputer sehingga dapat saling bertukar informasi dengan benar. Terdapat dua bagian protokol dalam jaringan, yaitu protokol penghubung antar peralatan jaringan yang mengatur   bentuk dan jenis data yang dikirim, menentukan besaran listrik yang digunakan, jenis kabel dalam proses transmisi data, dll. ,dan protokol kedua adalah protokol dari sistem operasi yang digunakan, seperti Netware yang menggunakan IPX/SPX, Microsoft dengan NetBEUI, protokol standar Internet yang memakai TCP/IP, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;IPX (Internetwork Packet Exchange) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IPX adalah protocol jaringan dari Novell yang menghubungkan antara Novell&#39;s Netware client dan server. IPX termasuk datagram atau protokol paket. IPX bekerja pada layer jaringan dari protokol komunikasi dan termasuk connectionless. Penerimaan dari paket tersebut dikendalikan oleh protokol lainnya dari Novell yaitu SPX (Sequenced Packet Exchange).SPX mempunyai fungsi utama sebagai media transmisi data dan menjamin validitas data yang ditransmisikan oleh IPX sehingga data yang terkirim tidak mengalami gangguan ataupun terjadi corrupt pada data.Protokol ini biasa digunakan di jaringan berbasis sistem operasi Novell Netware.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;NetBIOS (Network Basic Input/Output System) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NetBIOS adalah program yang mengizinkan aplikasi pada komputer yagn berbeda untuk berkomunikasi dalam LAN. Diciptakan oleh IBM untuk jaringan PC pada awalnya, lalu diadopsi oleh Microsoft, dan telah menjadi standart industri jaringan komputer. NetBIOS digunakan pada jaringan Ethernet, token ring, dan Windows NT. NetBIOS tidak mendukung mekanisme routing sehingga aplikasi yang berkomunikasi pada Wide Area Network (WAN) harus menggunakan mekanisme transport yang lain ( contohnya TCP ).&lt;br /&gt;NetBIOS membebaskan aplikasi dari yang harusnya mengerti mengenai jaringan, meliputi perbaikan kerusakan ( pada mode session ). Permintaan akan NetBIOS terjadi pada bentuk Network Control Block (NCB), yang mana diantara hal-hal lainnya, yaitu menspesifikasi lokasi pesan dan nama tujuannya.&lt;br /&gt;NetBIOS menyediakan jasa session dan transport seperti yang telah dijelaskan dalam Open Systems Interconnection (OSI). Tetapi, ia tidak menyediakan standar frame atau format data untuk transmisi. Standar frame tersebut telah disediakan oleh NetBEUI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;NetBEUI (NetBIOS Extended User Interface)&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NetBEUI ialah versi terbaru dari NetBIOS, suatu program yang mengatur komunikasi komputer pada LAN. NetBEUI merestrukturisasi frame format (informasi dalam transmisi data) yang sebelumnya tidak diatur oleh NetBIOS. NetBEUI dikembangkan oleh IBM untuk produk dari pengaturan LAN (manager) dan telah diadopsi oleh Microsoft untuk produknya yaitu Windows NT, LAN Manager, dan Windows for Workgroups. Hewlett-Packard dan DEC juga telah melakukan hal yang sama untuk produk mereka.&lt;br /&gt;NetBEUI memiliki performansi yang terbaik untuk komunikasi antar komputer dalam suatu LAN. Karena seperti NetBIOS, ia tidak mendukung routing dari pesan-pesan ke jaringan lain, konfigurasi antar mukanya harus diadaptasikan dari protokol seperti IPX atau TCP/IP. Kita harus menginstall baik NetBEUI dan TCP/IP pada setiap komputer dan mengeset servernya untuk menggunakan NetBEUI untuk komunikasi dalam LAN dan TCP/IP untuk komunikasi di luar LAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;TCP/IP (Transmision Control Protocol/Internet Protocol)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;“Terdapat perbedaan antara kata &quot;internet&quot; dengan &quot;Internet&quot;. &quot;Internet&quot; adalah International Network sedangkan &quot;internet&quot; adalah internetworking. Kata &quot;Internet&quot; pada IP adalah internetworking”.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;TCP/IP adalah protokol yang digunakan di jaringan global karena memiliki sistem pengalamatan yang baik dan memiliki sistem pengecekan data. Saat ini terdapat dua versi TCP/IP yang berbeda dalam sistem penomoran, yaitu IPv4 (32 bit) dan IPv6 (128 bit), dan saat ini yang masih digunakan adalah IPv4. Untuk memepermudah penulisan, alamat IP biasanya ditulis dalam bentuk empat segmen bilangan desimal yang dipisahkan tanda titik dan setiap segmen mewakili delapan bit pada alamat IP. Setiap network adapter dapat memiliki lebih dari satu alamat IP namun sebuah alamat IP (IP address) tidak boleh dipakai oleh dua atau beberapa network adapter. Pengaturan alokasi alamat IP dilakukan oleh badan internasional bernama Internic. Saat ini lebih dari 85% alamat IP (IPv4) telah terpakai sehingga sebentar lagi sistem IPv4 akan digantikan oleh IPv6.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri-ciri yang terdapat di protocol TCP/IP:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•Standart protokol TCP/IP dalam bentuk Request For Comment (RFC) dapat diambil oleh siapapun tanpa biaya.&lt;br /&gt;•Tidak tergantung pada system operasi atau hardware tertentu.&lt;br /&gt;•Pengembamngannya berdasarkan consensus dan tidak bergantung pada vendor tertentu.&lt;br /&gt;•Dapat digunakan hampir disemua perangkat  transmisi sepeeti Ethernet, TokenRing, jaur telepon dial-up, jaringan X.25.&lt;br /&gt;•Pengalamatan bersifat unik dalam skala global. Sehingga komputer yang menggunakan TCP/IP dapat saling berhubungan walaupun jaringannya sangat luas.&lt;br /&gt;•Memiliki banyak layanan.&lt;br /&gt;•Bisa diterapkan pada internetwork karena memiliki fasilitas routing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, apakah sudah jelas kenapa NETBEUI &amp; IPX/SPX tidak bisa terkoneksi ke Internet ?...yup,betul sekali karena NETBEUI tidak mendukung routing, supaya bisa terhubung internet maka pada komputer client &amp; server harus menggunakan NetBEUI untuk komunikasi dalam LAN dan TCP/IP untuk komunikasi di luar LAN. Sedangkan IPX/SPX setahu penulis biasa digunakan di jaringan berbasis sistem operasi Novell Netware saja. Untuk lebih jelasnya lagi dari kata &#39;Internet&#39; saja juga dapat merangkum semua penjelasan tadi. Dimana Internet ialah merupakan suatu kumpulan dari jaringan (network of networks) yang menyeluruh dan menggunakan protokol TCP/IP  untuk berhubungan seperti virtual networks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan dengan penjelasan yang agak panjang ini dapat menambah pengetahuan kita tentang protokol jaringan dan pastinya dapat bermanfaat.&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noerone4all.blogspot.com/feeds/7605170081036648725/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://noerone4all.blogspot.com/2009/10/protokol-netbeui-ipxspx-gak-bisa.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4929788208493917068/posts/default/7605170081036648725'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4929788208493917068/posts/default/7605170081036648725'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noerone4all.blogspot.com/2009/10/protokol-netbeui-ipxspx-gak-bisa.html' title='Protokol NETBEUI &amp; IPX/SPX gak bisa Internet ?'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjCrHsMV0z_GWvqnP0gSLTrY30iKaZl9YkWP59jDfjPM_IWBCyHXl5iRJkwtAjRoaqb-tmPS1yx4AUfWABJUWzE4CjO3ggyogkVT-0Y6GZH58ZUY-PUdQCA_k0JUAYb6f4OqpG8o6YATV0/s72-c/ipx_netBIOS_tcp.gif" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4929788208493917068.post-2953994194061919185</id><published>2009-09-08T23:00:00.000-07:00</published><updated>2009-09-08T23:06:21.401-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Internet"/><title type='text'>Pengenalan Internet Broadband</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://www.electricpig.co.uk/wp-content/uploads/2008/05/billion-mobile-broadband-ro.thumbnail.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 150px;&quot; src=&quot;http://www.electricpig.co.uk/wp-content/uploads/2008/05/billion-mobile-broadband-ro.thumbnail.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Para pengguna Internet khususnya di Indonesia sudah mulai melirik broadband sebagai media komunikasi Internet utamanya. Jangan bandingkan dengan di luar negeri yang untuk perumahan pun sudah menggunakan broadband berkecepatan super.&lt;br /&gt;Selama masa perjalanannya, jaringan Internet broadband cukup banyak berkembang baik dari segi teknologinya maupun produk-produknya yang dilempar ke pasaran oleh penyedia jasa Internet. Tren produk broadband dari waktu ke waktu semakin membuat internet terasa murah saja, meskipun kualitasnya tidak selalu dijamin bagus. Teknologi broadband memang menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi meluasnya penggunaan Internet.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Mengapa Broadband? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Teknologi Internet broadband secara umum didefinisikan sebagai jaringan atau servis Internet yang memiliki kecepatan transfer yang tinggi karena lebar jalur data yang besar. Kecepatan transfer yang biasa dijanjikan oleh servis broadband adalah sampai sekitar 128 Kbps atau lebih. Meskipun jalur data yang disediakan untuk penggunanya sangat lebar, teknologi Internet broadband biasanya jalur ini akan dibagi dengan pengguna sekitarnya. Namun jika tidak ada yang menggunakan, maka Anda akan menggunakan sepenuhnya jalur lebar tersebut. Meski tidak selalu demikian kondisinya, namun tren broadband di Indonesia memang demikian.&lt;br /&gt;Broadband menjadi begitu terkenal tidak lain karena teknologi jaringan Internet umum seperti dial-up sudah tidak memadai lagi untuk digunakan dalam aplikasi saat ini. Pada umumnya, aplikasiaplikasi tersebut menuntut Internet yang berkecepatan tinggi dengan waktu tempuh data yang tidak lama. Maka dari itulah, broadband berkembang sebagai solusi yang tepat dengan kemampuannya dan juga keekonomisannya. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Broadband dapat dikatakan koneksi yang cukup ekonomis, karena dengan membayar biaya yang relatif murah, Anda bisa mendapatkan koneksi Internet yang cukup cepat meski tidak seterusnya bisa demikian. Dengan biaya yang tidak terlalu besar, Anda bisa menjalankan berbagai macam aplikasi boros bandwidth, namun tidak dijamin kelancarannya ketika banyak pengguna sedang terkoneksi. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Selain itu, coverage area dari koneksi broadband juga sering menjadi kelemahannya. Area coverage dari teknologi ini memang belum bisa terlalu luas karena memang ada keterbatasan teknis. Di sinilah nilai plus dan minus nya produk Internet broadband.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Apa Saja Teknologi Broadband yang Ada?&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Teknologi broadband yang paling umum digunakan di Indonesia untuk menghantarkan koneksi internet untuk Anda adalah teknologi DSL, teknologi Cable, dan fixed wireless. Masing-masing media memiliki kekurangan dan kelebihan tersendiri yang justru menjadikan opsi bagi yang ingin menggunakannya. Tetapi disini saya akan lebih menekankan pada teknologi DSL.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Teknologi DSL (Digital Subscriber Line) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;DSL merupakan kumpulan teknologi-teknologi yang memanfaatkan bandwidth yang tidak digunakan pada jaringan telepon tembaga biasa yang telah lama ada untuk menghantarkan data digital berkecepatan tinggi. Koneksi DSL sangat mudah digunakan seperti halnya koneksi dial-up biasa. Namun, sifat dan kecepatannya seperti halnya koneksi leased line yang dapat selalu aktif selama koneksi ke sentral terminasi DSL masih aktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi DSL dapat tersedia berkat adanya sebuah perangkat bernama DSLAM (DSL Access Multiplexer). Perangkat inilah yang membuat media koneksi berjalan menggunakan teknologi DSL dan menjadi pusat terminasi. DSL biasanya menggunakan sinyal frekuensi dengan range yang cukup tinggi, yaitu hingga 1 MHz. Masing-masing tipe DSL berbeda-beda dalam hal penggunaan frekuensi. Sebagai contoh teknologi ADSL menggunakan frekuensi 20 KHz sampai 1 MHz. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Dengan bekerja pada frekuensi ini, ADSL tidak akan mengganggu sinyal suara yang juga dibawa dalam media ini. Jadi,pengguna masih tetap dapat melakukan peneleponan sementara koneksi Internet juga tetap berjalan. Lain halnyadengan DSL jenis Single-line DSL yang menggunakan frekuensi yang sama dengan sinyal suara. Dengan spesifikasi ini, maka pelanggan DSL jenis&lt;br /&gt;ini tidak akan dapat melakukan peneleponan ketika ber-Internet. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Namun, teknologi DSL juga bukan tanpa kekurangan. Kekurangan pertama, teknologi DSL pada keadaan normal memiliki area coverage maksimal sebesar 5,5 km saja. Dengan adanya batasan ini, masih banyak area yang belum bisa dijangkau. Selain itu, tidak semua kantor sentral otomat (STO) dibuat untuk mendukung teknologi DSL, sehingga area-area tertentu belum bisa menikmatinya sampai terpasangnya perangkat DSLAM di STO tersebut. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Tipe-tipe DSL &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Teknologi DSL memang berkembang cukup cepat. Dari perkembanganya itu, teknologi DSL terbagi-bagi menjadi lebih dari satu tipe. Semua tipe tersebut memiliki ciri khas dan keunggulannya masing-masing. Berikut ini adalah tipe-tipe koneksi broadband mengadopsi teknologi DSL yang umum digunakan saat ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;- Asymmetric DSL (ADSL) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan kata Asymmetric DSL adalah teknologi ini memberikan kecepatan transfer data yang berbeda antara proses pengiriman data (upload) dan penerimaan data (download). Karena ketidaksamaan inilah, maka diberikan istilah Asymmetric untuk teknologi ini. Biasanya kecepatan downloading data akan lebih besar daripada uploading,mengingat lalu-lintas data Internet khususnya untuk level pengguna akhir lebih banyak men-download. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt; Tipe DSL seperti ini memang sengaja diciptakan untuk memenuhi kebutuhan pengguna level perumahan, di mana traffic menerima data lebih besar daripada melakukan pengiriman. Kondisi seperti ini sangat cocok untuk aplikasiaplikasi level pengguna akhir seperti misalnya melakukan download musik dan film, surfing, online games, menerima e-mail, dan banyak lagi. ADSL menyediakan koneksi upstream yang relative lambat karena biasanya koneksi ini hanya digunakan untuk melakukan permintaan data ke Internet. Dengan adanya spesifikasi seperti ini, harga servis ADSL bisa ditekan semurah mungkin sehingga terjangkau oleh pengguna rumahan. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt; &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;- Symmetric DSL (SDSL)&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Kebalikan dari Asymmetric, Symmetric DSL merupakan koneksi yang memiliki spesifikasi jalur upload dan download yang sama persis keduanya. Jaringan dengan spesifikasi seperti ini sangat cocok digunakan untuk keperluan aplikasi komersial, di mana pengguna akhir juga memiliki kemampuan untuk mengirim data dalam jumlah besar ke Internet. SDSL sangat cocok digunakan untuk aplikasi seperti pengiriman e-mail besarbesaran dengan attachment yang besar,&lt;br /&gt;melakukan upload informasi ke Internet, membuat web server, FTP server, dan banyak lagi. Biasanya servis jenis ini harganya lebih mahal daripada ADSL dan sangat cocok untuk keperluan perusahaan. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt; - G.SHDSL &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Teknologi DSL yang satu ini dapat melayani penggunanya dengan fitur multi-rate (kecepatan yang dapat berbeda-beda), multi-service, dengan jarak jangkauan yang lebih panjang dari teknologi DSL yang lainnya, dan dapat dikuatkan sinyalnya sehingga dapat berjalan sangat jauh. G.SHDSL ini dapat memberikan penggunanya kecepatan transfer mulai dari 192 Kbps sampai dengan 2,3 Mbps. Teknologi ini diklaim dapat memberikan jarak jangkauan 30 persen lebih besar daripada teknologi DSL lainnya yang ada saat ini. Teknologi ini diharapkan nantinya dapat menggantikan implementasi dari SDSL yang ada saat ini. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt; - Integrated Service Digital Network DSL (IDSL)&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Dari namanya saja, mungkin Anda sudah dapat menduga bahwa teknologi DSL yang satu ini merupakan perpaduan fitur antara teknologi ISDN dengan DSL. Seperti halnya ISDN, IDSL menggunakan satu pair kabel untuk mentransmisikan data secara full duplex dengan kecepatan hingga 144 Kbps. IDSL pada dasarnya adalah sebuah line ISDN BRI yang digunakan sebagai jalur leased line, dengan kata lain jalur ISDN BRI yang tidak perlu di-switch penggunaannya. Jalur&lt;br /&gt;IDSL ini tidak memiliki channel signaling seperti ISDN yang sesungguhnya. Jalur ini dapat dikonfigurasi dengan kecepatan 64 Kbps, 128 Kbps, atau 144 Kbps. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt; IDSL hanya digunakan untuk membawa komunikasi data saja, tidak seperti ISDN yang juga bisa digunakan untuk suara. IDSL sangat ideal untuk digunakan di kantor-kantor cabang karena sinyalnya bisa dikuatkan persis seperti ISDN. Sistem billing-nya juga tidak seperti ISDN karena IDSL biasanya dibanderol dengan harga tetap (Flat price). &lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;br /&gt;- Very-high-data-rate DSL (VDSL) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;VDSL dapat menghantarkan data penggunanya mulai dari 13 Mbps sampai dengan 52 Mbps downstream dan 1,5 hingga 2,3 Mbps upstream hanya dengan menggunakan satu pasang kabel tembaga twisted. Jarak jangkauan dari&lt;br /&gt;teknologi inilah yang menjadi kelemahannya, karena jarak maksimalnya hanya sejauh 1,3 km saja. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt; - High-data-rate DSL (HDSL)&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Teknologi HDSL memiliki kecepatan transfer data yang sama dengan jaringan E1 saat ini. Maka dari itu, HDSL memang telah banyak digunkan oleh penyedia jasa jaringan untuk menggantikan jalur-alur E1 mereka yang relatif lebih mahal biaya penyediaannya. HDSL dapat beroperasi melayani penggunanya dalam jarak 3,6 km saja. Namun, repeater atau penguat dapat Anda pasang untuk memperpanjang jangkauannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;Sumber: PC Media&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noerone4all.blogspot.com/feeds/2953994194061919185/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://noerone4all.blogspot.com/2009/09/pengenalan-internet-broadband.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4929788208493917068/posts/default/2953994194061919185'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4929788208493917068/posts/default/2953994194061919185'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noerone4all.blogspot.com/2009/09/pengenalan-internet-broadband.html' title='Pengenalan Internet Broadband'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4929788208493917068.post-776357448574855835</id><published>2009-09-08T22:54:00.000-07:00</published><updated>2009-09-08T23:07:34.844-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Networking"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Wireless"/><title type='text'>Istilah penting pada WLAN</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:dMKHXokrYaQaEM:http://www.computescotland.com/images/f1FkDRe0CTBLfwJXDZBe08c08c.gif&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 116px; height: 116px;&quot; src=&quot;http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:dMKHXokrYaQaEM:http://www.computescotland.com/images/f1FkDRe0CTBLfwJXDZBe08c08c.gif&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;•Access Point (AP)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;   Merupakan pusat penerimaan dan pemancaran sebuah jaringan wireless. Dengan menggunakan AP, perangkat wireless yang terhubung menjadi lebih banyak. Biasanya, sebuah router internet juga berfungsi sebagai AP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;•Ad-hoc&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;   Dalam sebuah jaringan Ad-hoc, dua WLAN card atau lebih saling terhubung satu sama lain, tanpa memerlukan sebuah access sebagai simpul koneksi (node). Jangkauan jaringan seperti ini lebih kecil dari pada sebuah infrastructure network. istilah Ad-hoc sama seperti Peer-to-Peer pada jaringan kabel.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;•DHCP Server&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;   Bertugas untuk memberikan dan menentukan alamat IP serta data jaringan penting lainnya secara otomatis kepada perangkat yang terhubung. Alamat perangkat ini akan selalu berubah setiap kali pengguna melakukan login / restart. Namun, DHCP Server hanya akan memberikan alamat yang masih belum terpakai sehingga tidak terjadi tabrakan / bentrok pada konfigurasi IP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;•Hotspot&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;   Merupakan area  yang dapat digunakan untuk mengakses jaringan melalui WLAN, termasuk juga internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;•IEEE 802.11x&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;   Institute of Electrical and Electronics Engineers(IEEE) ialah lembaga yang melakukan standarisasi transmisi elektronik sedunia. Lembaga ini telah menetapkan standar berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;802.11b (pada pita frekuensi 2.4 GHz, maksimal 11 MBit)&lt;br /&gt;802.11a (pada pita frekuensi 5 GHz, maksimal 54 MBit)&lt;br /&gt;802.11g (pada pita frekuensi 2.4 GHz, kompatibel dengan b, maksimal 54 MBit)&lt;br /&gt;802.11h (pada pita frekuensi 5 GHz, maksimal 54 MBit, perluasan 802.11a)&lt;br /&gt;802.11n (pada pita frekuensi 2.4 GHz, nantinya maksimal 600 MBit, belum ditetapkan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;•Infrastructure&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;   WLAN yang dioperasikan dalam infrastructure mode menggunakan sebuah Access Point sebagai connection station terpusat. jadi, jangkauannya lebih luas dari pada sebuah jaringan Ad-hoc.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;•MAC Adress&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;   Bisa dikatakan sebagai sebuah serial number untuk network card. MAC Adress dapat digunakan untuk melindungi jaringan WLAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;•Roaming&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;   Perpindahan dari sebuah Access Point ke Access Point lainnya tanpa terputusnya koneksi. Tidak semua AP mendukungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;•SSID&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;   Service Set Identifier, merupakan nama identitas jaringan sebuah WLAN. Untuk meningkatkan segi keamanan, pada Access Point keluaran terbaru, nama SSID ini tidak di-boardcast.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;•WEP&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;   Wired Equivalent Privacy adalah teknik enkripsi untuk komunikasi data dalam jaringan wireless. Teknk ini kurang aman dibandingkan dengan WPA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;•Wi-fi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;   Singkatan dari Wireless Fidelity. Beberapa produsen (3Com, Acer, Apple, AMD,  Intel, Sony dan Siemens) membentuk Wi-Fi Aliance untuk menjamin perangkat mereka kompatibel satu sama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;•Wireless Bridge&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;   Nama untuk sebuah perangkat yang menghubungkan berbagai jenis jaringan, misalnya jaringan kabel dan WLAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;•WPA dan WPA2&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;   Wi-Fi Protected Access. tidak seperti WEP, teknik enkripsi ini masih (setidaknya) belum dapat dibobol oleh hacker. Standar ini tersedia pada perangkat dengan spesifikasi 802.11g dan 802.11n.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;Sumber : CHIP | Wireless Networking&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noerone4all.blogspot.com/feeds/776357448574855835/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://noerone4all.blogspot.com/2009/09/istilah-penting-pada-wlan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4929788208493917068/posts/default/776357448574855835'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4929788208493917068/posts/default/776357448574855835'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noerone4all.blogspot.com/2009/09/istilah-penting-pada-wlan.html' title='Istilah penting pada WLAN'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4929788208493917068.post-589526516949162509</id><published>2009-09-08T22:47:00.000-07:00</published><updated>2009-10-05T20:29:15.388-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Komputer"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tips-Trik"/><title type='text'>Menerjemahkan Bluescreen pd windows</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:p1AYXsqGsInEAM:http://www.vanheusden.com/bsod/bsod-full.png&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 137px; height: 89px;&quot; src=&quot;http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:p1AYXsqGsInEAM:http://www.vanheusden.com/bsod/bsod-full.png&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bila anda sedang mengistall software, bermain game, atau sebagainya. Kemudian tidak lama komputer menjadi “Hang”, mouse tidak dapat bergerak begitu pula dengan keyboard bahkan tampilan di layar pun berubah menjadi berwarna biru dengan muncul tulisan yang aneh, itulah yang disebut sebagai BSoD (Blue Screen of Death).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, saya akan memberikan sidikit pencerahan untuk menejemahkan masalah pada Bluescreen yang sering terjadi pada Windows. Dan saya hanya akan membahas arti pesan-pesan error utama yang terdapat dalam BsOD, tidak termasuk dengan troubleshooting mendetail. Diantaranya adalah sebagai berikut :&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;1.IRQL_NOT_LESS_OR_EQUAL (0X0000000A)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pesan ini merupakan pesan yang paling sering muncul pada BsOD. Kenapa? Karena umumnya pada BsOD, Pesan kesalahan ini disebabkan umumnya kerena ada ketidakcocokan driver yang terinstall di komputer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar Penyebab:&lt;br /&gt;- Masalah driver yang bentrok atau tidak cocok&lt;br /&gt;- Masalah Video Card, hal ini mencakup video card yang di overclock melebihi batas atau Anda baru berganti Video card dan Anda belum menguninstall driver Video card lama dari chipset berbeda&lt;br /&gt;- Masalah Audio Card, meliputi kesalahan konfigurasi atau bug dalam driver sound card&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;2.NTFS_FILE_SYSTEM atau FAT_FILE_SYSTEM (0X00000024) atau (0X00000023)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Nah, pesan ini setidaknya sudah sedikit “nyambung” memberikan gambaran di mana kerusakan berada, yaitu ada di partisi atau filesystemnya tetapi bukan di harddisknya. Kita bisa melakukan pengecekan dengan memeriksa kabel SATA atau PATA atau bisa mengecek partisi dengan tool chkdsk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;3.UNEXPECTED_KERNEL_MODE_TRAP (0X0000007F)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bila Anda mendapatkan pesan seperti ini, dapat disebabkan karena:&lt;br /&gt;- Overclock Hardware yang berlebihan&lt;br /&gt;- Komponen komputer yang kepanasan&lt;br /&gt;- BIOS yang korup&lt;br /&gt;- Memory dan CPU yang cacat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;4.DATA_BUS_ERROR&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pesan ini disebabkan karena adanya kemungkinan bahwa memory atau slot memory di motherboard rusak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;5.PAGE_FAULT_IN_NONPAGED_AREA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Disebabkan karena adanya kerusakan hardware, termasuk memory utama, memory video card, atau memory di processor (L2 Cache)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;6.NACCESSIBLE_BOOT_DEVICE&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Disebabkan karena adanya kesalahan dalam konfigurasi jumper harddisk yang salah, virus boot sector, driver IDE controller yang salah, atau kesalahan driver chipset.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;7.VIDEO_DRIVER_INIT_FAILURE&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kesalahan terjadi pada instalasi driver video card yang kurang sempurna, restart pada saat instalasi atau juga dapat terjadi karena kesalahan dalam instalasi driver.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;8.BAD_POOL_CALLER&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kesalahan ini dapat terjadi karena kesalahan atau driver yang tidak kompatibel. Sering terjadi saat melakukan instalasi XP dari upgrade, atau bukan dari instalasi baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;9.PEN_LIST_CORRUPT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pesan ini disebabkan karena adanya kerusakan RAM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;10.MACHINE_CHECK_EXCEPTION&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Disebabkan oleh cacatnya CPU, atau yang di overclock secara agresif, serta power supply yang kekurangan daya atau rusak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sepuluh pesan yang umumnya muncul di BsOD, semoga tulisan ini dapat membantu Anda untuk menganalisa kerusakan yang terjadi di komputer Anda. &lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noerone4all.blogspot.com/feeds/589526516949162509/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://noerone4all.blogspot.com/2009/09/menerjemahkan-bluescreen-pd-windows.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4929788208493917068/posts/default/589526516949162509'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4929788208493917068/posts/default/589526516949162509'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noerone4all.blogspot.com/2009/09/menerjemahkan-bluescreen-pd-windows.html' title='Menerjemahkan Bluescreen pd windows'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4929788208493917068.post-6069550110279597492</id><published>2009-09-08T22:30:00.000-07:00</published><updated>2009-09-08T22:45:16.895-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Networking"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Wireless"/><title type='text'>Jaringan Wireless bebas masalah</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:kzHgne4PQMLcYM:http://www.sysneta.com/wp-content/uploads/2009/06/wireless-lan-diagram.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 95px; height: 119px;&quot; src=&quot;http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:kzHgne4PQMLcYM:http://www.sysneta.com/wp-content/uploads/2009/06/wireless-lan-diagram.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Masalah pada jaringan komputer memang merupakan suatu tantangan bagi para teknisi jaringan pada umumnya. Tidak hanya pada jaringan kabel, jaringan WLAN pun yang sudah di bilang praktis, hemat,dsb toh masih saja mempunyai masalah. Disini saya akan memberikan beberapa masalah yang sering muncul pada WLAN. Namun sebelum menelusuri masalah tersebut ada baiknya kita periksa terlebih dahulu lima poin di bawah ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;1.Periksalah pasokan listrik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang terdengar aneh, tetapi hal yang sepertinya sepele ini mungkin dalam prakteknya justru sering menjadi &lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; sumber masalah pada jaringan WLAN anda. Apakah anda tidak mendapatkan suplai listrik / koneksi kabel yang salah ?. Periksa juga apakah perangkat WLAN card terpasang dengan baik pada komputer. Akan lebih baik bila anda memeriksa semuanya dua kali, apakah semua kabel jaringan pada router terpasang pada port yang tepat ?.Pada router tertentu, terkadang kode port tidak jelas terbaca. Oleh karena itu, lihatlah dalam buku panduan router.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;2. Mengembalikan kondisi terakhir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila jaringan nirkabel anda sebelumnya tidak bermasalah, periksalah konfigurasi terakhirnya. Apakah anda telah meng-install firmware terbaru pada router ? Bisa saja setelah itu komputer kembali kesettingan default. Penginstall-an sebuah driver terbaru, misalnya untuk modem dapat menimbulkan konflik dengan driver WLAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Software juga dapat mempengaruhi instalasi jaringan. Sebaiknya, jangan menggunakan software optimalisasi jaringan, karena lebih sering merusak dari pada memperbaiki. Jika itu terjadi pada komputer anda alangkah lebih baiknya kembalikanlah kekondisi ketika WLAN masih berfungsi dengan menggunakan restore-point atau image dari sistem operasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;3. Memeriksa Router&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dipoin ketiga ini untuk memeriksa router yaitu dengan menghubungakan router dan komputer dengan sebuah kabel jaringan. Bila anda dapat mengakses web interface konfigurasi router berarti koneksi ke router dapat disingkirkan dari daftar sumber masalah. Periksalah apakah setting WLAN pada PC dan router sudah sama. Yang tak kalah penting untuk diperhatikan adalah penulisan nama SSID dan password untuk enkripsi WLAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;4. Memeriksa PC&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk langkah ini WLAN Card harus terpasang pada komputer. untuk windows XP lakukan langkah berikut ini: klik &quot;Start | Settings | Control Panel&quot; lalu klik ganda pada &quot;System&quot; dan buka &quot;Hardware | Device Manager&quot;. Pada windows Vista tidak jauh berbeda, klik &quot;Start | Control Panel | Device manager | Network adapters&quot;. Di bawah entri &quot;Network adapter&quot; cari WLAN Card anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila ada icon tanda seru berwarna kuning di depan WLAN card, berarti perankat tersebut belum terinstall dengan benar. bila terdapat tampilan tanda plus merah pada WLAN card, berarti card tidak aktif. untuk mengaktifkannya, klik kanan pada WLAN card dan pilih &quot;Enable&quot; dari menu konteks. Bila WLAN card anda tidak terlihat sama sekali, maka lakukanlah langkah-langkah seperti yang terdapat pada bukupanduan WLAN card tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;5. Memeriksa koneksi jaringan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cara terbaik dan juga mudah untuk menemukan kesalahan dalam koneksi jaringan adalah dengan menggunakan perintah &quot;ping&quot;. Untuk menjalankan perintah tersebut, klik &quot;Start | Run &quot; dan ketikkan cmd, lalu konfirmasikan dengan &quot;OK&quot;. Akan muncul sebuah windiow input(MS DOS). Selanjutnya periksalah koneksi ke router dengan cara mengetik perintah &quot;ping&quot; dan diikuti dengan alamat router anda. misalnya: ping 192.168.1.1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila koneksi ke router tidak bermasalah, perintah &quot;ping&quot; memberi jawaban bahwa ada empat yang diterima dan tidak ada paket yang hilang.Bila muncul laporan &quot;Request time out&quot; atau &quot;Destination host unreachable&quot;, berarti PC anda tidak dapat berkomunikasi dengan router. Anda perlu memeriksa Setting WLAN. Coba &quot;ping&quot; sebuah alamat internet, misalnya &quot;ping www.google.com&quot;. Hati-hati, tidak semua alamat internet menjawab &quot;ping&quot;. Bila tampak &quot;Request time out&quot;,berarti tidak ada koneksi ke internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila anda masih belum menemukan kesalahannya, jangan menyerah dulu. Saya akan memberikan beberapa masalah yang sering terjadi pada WLAN, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Kesalahan saat input password&lt;br /&gt;2.Fungsi WLAN tidak aktif&lt;br /&gt;3.Driver dan firmware tidak di-update&lt;br /&gt;4.Posisi yang tidak tepat&lt;br /&gt;5.Perangkat dengan standar b dalam jaringan g atau n&lt;br /&gt;6.Channel WLAN tumpang tindih&lt;br /&gt;7.Antena internal yang tersembunyi dalam casing&lt;br /&gt;8.Konfigurasi SSID dan filter MAC bermasalah&lt;br /&gt;9.Alamat IP yang tidak valid&lt;br /&gt;10.Port-port berguna yang tertutup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;Sumber: CHIP | Wireless Networking&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noerone4all.blogspot.com/feeds/6069550110279597492/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://noerone4all.blogspot.com/2009/09/jaringan-wireless-bebas-masalah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4929788208493917068/posts/default/6069550110279597492'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4929788208493917068/posts/default/6069550110279597492'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noerone4all.blogspot.com/2009/09/jaringan-wireless-bebas-masalah.html' title='Jaringan Wireless bebas masalah'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4929788208493917068.post-2657078484465992887</id><published>2009-09-06T08:05:00.000-07:00</published><updated>2009-09-08T22:46:11.217-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Komputer"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tips-Trik"/><title type='text'>Membuat USB Extender dengan kabel UTP</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://www.quantum.com.hk/website/components/com_virtuemart/shop_image/product/3efccb2b1d20650d97a8641d37a91df1.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 246px;&quot; src=&quot;http://www.quantum.com.hk/website/components/com_virtuemart/shop_image/product/3efccb2b1d20650d97a8641d37a91df1.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya saya akan sedikit menjelaskan kegunaan dari USB Extender ini. Dimana  USB Extender ini biasanya digunakan untuk antena wajan bolic yang mungkin sering anda dengar, jadi dengan  USB Extender antena wajan bolic anda dapat memiliki jangkauan wireless lebih jauh dari pada meggunakan kabel USB biasa. Biasanya panjang kabel USB Extender ini bisa mencapai 10-20m.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama-tama sebelum membuat USB Extender, bahan-bahan yang dibutuhkan yaitu: &lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.kabel USB biasa, standard 1 m atau 0.5m.&lt;br /&gt;2.Kabel LAN / kabel UTP untuk jaringan. (disarankan menggunakan kabel yang asli[belden])&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-FQ122ewsWme_xZ_gJndE1IQeBVkOhuem6fL6i9jURSPuw1qyl5RSxTNyE3zMRcONfupky-1LXJZG5LKxofWs1oSQa_CXMSZHjT9NjtLwKq5jTgmbVGV9qwpxMhd8Lsblqbtt6v-qD_8/s1600-h/i1913_kabelusbpotong.gif&quot;&gt;&lt;img style=&quot;display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 195px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-FQ122ewsWme_xZ_gJndE1IQeBVkOhuem6fL6i9jURSPuw1qyl5RSxTNyE3zMRcONfupky-1LXJZG5LKxofWs1oSQa_CXMSZHjT9NjtLwKq5jTgmbVGV9qwpxMhd8Lsblqbtt6v-qD_8/s320/i1913_kabelusbpotong.gif&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5378371685081018898&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Langkah 1 :&lt;/span&gt;  &lt;br /&gt;Kabel USB di test terlebih dahulu dengan menggunakan USB flash disk di komputer, masih berfungsi atau tidak. Kalau masih OK, potong jadi 2 bagian. Biasanya ada warna merah, hitam, dan putih, hijau. Merah dan hitam biasanya untuk tegangan daya 5V. Hijau putih biasanya merupakan kabel data USB. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Langkah 2 :&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Potong dan kupas ujung-ujung kabel LAN. Dari kabel LAN ini ada 8 warna. Dari 8 ujung kabel LAN tadi, gabungkan beberapa pasang sehingga tinggal 4 ujung kabel LAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·gabungan kabel putih oranye dengan oranye (2 kabel jadi 1)&lt;br /&gt;·kabel putih hijau (1 kabel)&lt;br /&gt;·kabel hijau (1 kabel)&lt;br /&gt;·gabungan kabel putih biru, biru, putih coklat, coklat (4 kabel jadi 1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEirYEHw3WzbG5fJe_JJqOeSc5YnuujNr4TLr8fTuU5cNPknAR9cLfwe4zz8-qGTyN4EBF3Q8qBgQZSDpIgH07bWcNIPqJSXThdZrW8zB0oeMaucI2uStuye-sewoPCxn19LDLqRu6AImZg/s1600-h/i1914_kabellanpotong.gif&quot;&gt;&lt;img style=&quot;display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 159px; height: 164px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEirYEHw3WzbG5fJe_JJqOeSc5YnuujNr4TLr8fTuU5cNPknAR9cLfwe4zz8-qGTyN4EBF3Q8qBgQZSDpIgH07bWcNIPqJSXThdZrW8zB0oeMaucI2uStuye-sewoPCxn19LDLqRu6AImZg/s320/i1914_kabellanpotong.gif&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5378372117745056514&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah 3 : &lt;br /&gt;Sambung ujung-ujung kabel USB dengan ujung kabel LAN sbb :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· putih oranye – oranye (2 kabel) (UTP) = merah (USB)&lt;br /&gt;· putih hijau (1 kabel) (UTP) = putih (USB)&lt;br /&gt;· hijau (1 kabel) (UTP) = hijau (USB)&lt;br /&gt;· putih biru, biru, putih coklat, coklat (4 kabel) (UTP) = hitam (USB)&lt;br /&gt;Pastikan masing-masing sambungan di isolasi menggunakan selotip dengan rapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah 4 :&lt;br /&gt;paling penting : set USB port speed pada motherboard komputer agar menjadi USB 1.1, jangan USB 2.0. USB 1.1 punya kecepatan maksimum 10Mbps, jadi lebih reliable untuk di tarik jarak jauh dibandingkan dengan USB 2.0. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiChUkGiZG3TLqzAYoUuU4MaFY9P_Msl11l8GojRedRbuhcbT9RzEHCD8IYpD7-Yhi33b5Zplm_gKQ6POoCaG1MU8hw4K4y8MpLo35qhlUf3LhI36yK5f87vRxgfEG3_CLtyaEIMa7v4kc/s1600-h/i1915_usbekstender.gif&quot;&gt;&lt;img style=&quot;display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 202px; height: 221px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiChUkGiZG3TLqzAYoUuU4MaFY9P_Msl11l8GojRedRbuhcbT9RzEHCD8IYpD7-Yhi33b5Zplm_gKQ6POoCaG1MU8hw4K4y8MpLo35qhlUf3LhI36yK5f87vRxgfEG3_CLtyaEIMa7v4kc/s320/i1915_usbekstender.gif&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5378372558769190450&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;Catatan: untuk langkah 4 bisa saja di tiadakan tergantung dari jenis kabel yang dipakai.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noerone4all.blogspot.com/feeds/2657078484465992887/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://noerone4all.blogspot.com/2009/09/membuat-usb-extender-dengan-kabel-utp.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4929788208493917068/posts/default/2657078484465992887'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4929788208493917068/posts/default/2657078484465992887'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noerone4all.blogspot.com/2009/09/membuat-usb-extender-dengan-kabel-utp.html' title='Membuat USB Extender dengan kabel UTP'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-FQ122ewsWme_xZ_gJndE1IQeBVkOhuem6fL6i9jURSPuw1qyl5RSxTNyE3zMRcONfupky-1LXJZG5LKxofWs1oSQa_CXMSZHjT9NjtLwKq5jTgmbVGV9qwpxMhd8Lsblqbtt6v-qD_8/s72-c/i1913_kabelusbpotong.gif" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>