<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3394758970627988415</id><updated>2024-09-02T03:06:33.869+07:00</updated><category term="Motivasi"/><category term="Edu Talk"/><category term="Training"/><category term="Cerita"/><category term="Decision"/><category term="Komunikasi"/><title type='text'>Nugroho</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://nugrohoedu.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3394758970627988415/posts/default?redirect=false'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nugrohoedu.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Nugroho.edu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17234072320980139704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i184.photobucket.com/albums/x22/Dapid_album/nugroho.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>22</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3394758970627988415.post-8962077982545943995</id><published>2008-11-20T14:56:00.000+07:00</published><updated>2008-11-20T14:58:19.333+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerita"/><title type='text'>Kutu Anjing dan Rantai Gajah</title><content type='html'>&lt;h2&gt;Melepaskan Diri dari Belenggu Keterbatasan&lt;/h2&gt;      &lt;!-- The Adsense will automatically be inserted half way through the content. Applies for both Side and Middle options. --&gt; Ini cerita yang saya dapat dari guru saya.  Pak Farid Poniman.  Cerita yang sungguh membebaskan saya dari berbagai belenggu yang membatasi langkah-langkah bisnis saya menuju sukses.  Begini ceritanya:&lt;br /&gt;Seekor kutu anjing adalah binatang yang sangat hebat.  Apa kehebatannya?  Ia bisa meloncaat sangat tinggi.  Sampai kira-kira 50 kali lipat ukuran tubuhnya.  Ia binatang yang membuat anjing gatal-gatal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika sang anjing meminta tolong pada seekor kelinci.  “Wahai kelinci, tolonglah aku.  Tolong kau cari, tangkap dan buang kutu anjing di tubuhku ini. Rasanya aku sudah nggak kuat lagi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelinci pun berusaha sekuat tenaga.  Tapi ia sangat sulit menangkap kutu anjing itu.  Setiap ia akan tangkap, si kutu anjing melompat tinggi.  Bahkan lebih tinggi dari kelinci.&lt;br /&gt;Keadaan ini membuat kelinci berpikir keras.  Akhirnya ia dapat ide.  Ia minta serpihan kecil daging dan bulu pada anjing.  Daging dan bulu itu, ia masukkan ke sebuah kotak korek api yang terbuka.  Rupanya kelinci membuat jebakan untuk kutu anjing tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kutu anjing melihat ada sebongkah daging dan bulu anjing, maka ia pun melompat  masuk ke dalam kotak korek api itu.  Ketika, ia sedang asyik menikmati bulu dan daging anjing itu, kelinci segera menutup penutup kotak korek api itu.  Si kutu anjing pun terperangkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelinci membiarkan kutu anjing itu beberapa hari.  Ia tidak ingin tangkapannya kabur lagi.  Setelah beberapa hari, kotak korek api dibuka.  Meloncatlah si kutu anjing.  Kelinci terkejut.  Ia khawatir si kutu anjing akan kabur.  Ternyata tidak.  Kutu anjing itu sekarang, tidak bisa loncat melebihi tinggi kotak korek api yang beberapa hari ini mengurungnya.  Kelinci dengan mudah kembali menangkap si kutu anjing.&lt;br /&gt;Nah, itulah cerita kutu anjing.  Dia sebenarnya bisa melompat tinggi sekali.  Sampai 50 kali ukuran tubuhnya.  Tapi begitu ia dimasukkan ke kotak korek api, ia tak bisa melompat tinggi. &lt;br /&gt;Apa yang bisa kita pelajari dari kisah itu?  Banyak sekali.  Cuma saja, saya baru akan menerangkannya, sesudah saya menceritakan satu cerita lagi untuk anda.  Cerita Rantai Gajah.  Cerita ini saya dapat juga dari Pak Farid Poniman.  Guru saya yang satu ini, memang benar-benar hebat.  Ia punya banyak cerita yang bagus-bagus.  Begini ceritanya, dengan modifikasi dari saya sendiri:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika, ada gajah liar yang merusak kampung.  Sudah banyak orang yang celaka.  Banyak rumah  yang rusak.  Sawah dan ladang pun demikian pula.&lt;br /&gt;Penduduk desa telah berusaha sekuat tenaga menangkap atau membunuh sang gajah.  Tapi semua cara gagal.  Mereka kekurangan alat.  Mereka hanya mengandalkan senapan angin yang tidak seberapa kekuatannya.  Tentu saja, tidak bisa menaklukan sang gajah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebetulan, lewat ke kampung itu seorang pemburu dari kota.  Penduduk kampung pun meminta pertolongan sang pemburu.  Dengan sigap pemburu ini segera memburu sang gajah.  Mereka pun bertemu di pinggir kampung.&lt;br /&gt;Sang pemburu sudah siap dengan berbagai alatnya.  Ia gunakan senapan besar dengan kekuatan besar.  Ia juga gunakan peluru bius yang sangat kuat.  Ia yakin, peluru bius itu sanggup membius sang gajah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa kali tembakan meleset.  Sampai pada tembakan kelima, akhirnya sang gajah tertembak.  Peluru bius itu pun menancap di tubuh sang gajah.  Beberapa saat, sang gajah meronta.  Sampai kemudian, ia terjatuh dan pingsan.&lt;br /&gt;Sang pemburu dan penduduk kampung kemudian merantai gajah itu.  Rantai yang digunakan besar dan kuat sekali.  Penduduk kampung pun lega.  Akhirnya masalah besar itu selesai juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang gajah pun bangun.  Ketika bangun ia langsung berdiri dan berlari.  Ia merasa benar-benar lapar.  Tapi kakinya dirantai.  Ia pun terjatuh.  Ia berdiri lagi, lari lagi.  Terjatuh lagi.  Begitu terus. Sampai sang gajah lemas. Ketika melihat kesekelilingnya, ternyata ia menemukan sebongkah besar rumput.  Ia pun menghampiri rumput itu dan memakannya.  Ketika gajah itu kenyang, ia mencoba berlari lagi.  Tapi rantai yang mengikatnya sungguh kuat.  Ia terjatuh lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah yang terjadi hari-hari berikutnya.  Sang gajah terus mencoba berlari, tapi ia terus gagal.  Meski begitu, ia tidak  kelaparan.  Malah makin gemuk saja, karena makanannya bagus dan terjamin.  Sang gajah pun berhenti mencoba lari.  Setiap hari ia hanya makan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rantai gajah pun diganti.  Tidak lagi menggunakan besi yang besar dan kuat.  Ia hanya diikat seutas tali plastik.  Tapi sang gajah tidak mencoba berlari.  Ia telah nyaman pada kondisinya sekarang.  Ia tidak lagi liar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah cerita rantai gajah.  Apa yang bisa anda simpulkan dari dua cerita tadi?  Kutu anjing yang tadinya bisa melompat tinggi, jadi tidak berdaya dan hanya melompat setinggi kotak korek api.  Demikian juga dengan sang gajah liar.  Tadinya dibutuhkan rantai besi yang besar dan kuat untuk merantainya.  Tapi, kemudian, seutas tali plastik saja tidak dicoba diputuskan oleh sang gajah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya, dua cerita di atas setidaknya memberi tiga pelajaran:&lt;br /&gt;1.    Setiap mahluk hidup sebenarnya mempunyai potensi yang hebat.&lt;br /&gt;2.    Ada kondisi yang membuat potensi hebat tersebut, justru tidak digunakan.&lt;br /&gt;3.    Manusia hebat adalah manusia yang berhasil memutuskan belenggu dalam dirinya sendiri. Mari kita bahas satu per satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;1.    Potensi hebat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap manusia dilahirkan dengan potensi yang hebat.  Bagaimana orang seperti Thomas Alfa Edison – yang dikeluarkan dari sekolah karena dianggap bodoh – justru berhasil mempunyai hak paten untuk 1000 penemuan.  Itu karena Edison memang dilahirkan dengan potensi hebat itu.  Demikian pula dengan kita semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita semua dilahirkan dengan potensi yang sama dengan Edison.  Otak kita dengan Edison relatif sama.  Bedanya, Edison menggunakan lebih banyak sel otak dibanding orang biasa.  Karena potensi yang digunakan berbeda, maka hasilnya pun beda.  Sesederhana itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, potensi yang kita miliki itu sama dengan orang-orang hebat seperti Soekarno, Habibie, keempat Imam Mazhab, Gus Dur, Amin Rais, Usamah bin Ladin, Goerge W Bush, Fidel Castro, Pele, Maradona, Ronaldinho, Zinedine Zidane, Muhammad Ali, Rudi Hartono, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembedanya terletak pada seberapa banyak potensi yang kita gunakan dalam hidup kita sehari-hari.&lt;br /&gt;Semua manusia berasal dari sel sperma.  Nah, sel sperma yang menjadi  manusia itu adalah sel terkuat.  Ia telah berjuang mengalahkan 200 juta sel sperma lain.  Jadi kita itu dilahirkan sebagai orang hebat dari awal penciptaan kita.&lt;br /&gt;Setidaknya ada  enam  potensi hebat yang kita miliki.  Pertama, ruh.  Ruh lah yang membuat kita hidup.  Berbeda dengan batu.  Ruh adalah bagian manusia yang kekal.  Ia tidak akan mati.  Mati yang kita kenal adalah proses perpindahan ruh dari dunia fana ke dunia kekekalan.  Sang ruh tetap hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, akal.  Inilah anugerah Tuhan yang membedakan dan membuat manusia lebih dari mahluk lain.  Bahkan dari malaikat sekalipun.  Akal adalah kemampuan manusia untuk membedakan hal yang benar dan salah, lalu mendorong manusia melakukan hal yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, nafsu.  Inilah sumber keinginan tanpa batas manusia.  Ia memang punya titik lemah, yaitu mendorong manusia melakukan hal-hal yang buruk.  Tapi dengan kekuatan akal, nafsu manusia bisa dikendalikan.  Misalnya manusia punya nafsu sex.  Nah, akal akan memimpin nafsu untuk menyalurkan nafsu tersebut dengan cara yang benar.  Pernikahan.  Bukan berzina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, otak.  Inilah potensi yang luar biasa.  Di dalamnya terdapat pikiran, emosi, kreatifitas, imaginasi, memori dan sebagainya.  Semua hal itu adalah potensi-potensi hebat.  Dengan pikiran yang tepat misalnya, kita dapat berjalan di atas bara api tanpa terluka.  Dengan adanya emosi, kita bisa menjalin hubungan baik dengan sesama mahluk Tuhan.&lt;br /&gt;Kelima fisik.  Manusia telah dianugerahi fisik yang tepat.  Lihatlah hidung kita.  Lubangnya mengarah ke bawah kan?  Bayangkan bila lubang hidung kita mengarah ke atas, akan susah kalau kehujanan.  Bayangkan pula bila bibir kita ada dua atau lebih.  Satu bibir ngomong, yang lain juga ngomong.  Bingung kan?  Atau kita punya dua jenis kelamin.  Bagaimana kira-kira jadinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam, waktu.  Tuhan memberi setiap manusia waktu yang sama.  Sehari 24 jam.  Sejam 60 menit.  Semenit 60 detik.  Waktu adalah potensi yang tidak bisa diulang.  Kita tidak bisa mengulang kelahiran kita sendiri.  Waktu terus berlalu. &lt;br /&gt;Bila sekarang anda sedang membaca, maka di waktu yang sama ada yang tidur, nonton TV, belanja, dan sebagainya.  Sebaik apa kita menggunakan waktu, sebaik itu pulalah hasil yang kita dapat.  Juga sebaliknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, keenam potensi ini sama diberikan Tuhan pada setiap manusia.  Tinggal bagaimana kita menggunakan potensi itu.  Itulah mengapa ada orang sukses dan pecundang.  Orang sukses pasti menggunakan potensi seoptimal mungkin.  Sedang  pecundang tidak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;2.    Kondisi yang membelenggu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak kondisi yang bisa membelenggu potensi manusia.  Saya menggolongkan belenggu itu dalam dua kelompok besar.  Pertama ketakutan dan keraguan.  Kedua, belenggu kondisi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belenggu ketakutan dan keraguan.  Inilah belenggu utama.  Gajah berhenti berusaha lari karena ia takut jatuh lagi.  Jatuh itu menyakitkan.  Karena takut, ia belajar merasa nyaman dengan kondisi barunya.  Ia pun masuk ke zona nyaman (comfort zone). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kita pasti merasa takut dan ragu melakukan sesuatu yang baru.  Hal baru ada di luar zona nyaman kita.  Setiap manusia pasti dilanda ketakutan dan keraguan ketika ia melangkah keluar dari zona nyamannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya anda ingin mulai berbisnis.  Nah, anda pasti diserang ketakutan dan keraguan.  Anda takut rugi.  Anda takut ditolak.  Anda takut ditertawakan.  Anda takut ditentang keluarga.  Anda pun merasa ragu dengan kemampuan anda.  Anda ragu pada rekan bisnis anda dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila anda menurutkan ketakutan dan keraguan itu, maka anda pasti tidak akan mulai.  Berkuasanya ketakutan dan keraguan pada diri manusia membuat manusia itu diam.  Tidak bergerak.  Tidak mengambil langkah apa-apa.  Tapi, begitu ia mengatasi ketakutan dan keraguannya, ia pun mulai bertindak. Pasti!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belenggu kondisi adalah terbelenggunya potensi karena suatu kondisi.  Misalnya kondisi ekonomi, sosial, usia, pendidikan, budaya, lingkungan dan sebagainya.  Setiap kondisi mengandung belenggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi miskin bisa membelenggu.  “Saya miskin. Tidak punya modal.  Bagaimana bisa memulai bisnis?”  Kondisi kaya pun bisa membelengu.  “Untuk apa saya cape-cape bisnis.  Uang saya kan sudah banyak.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, meski kondisinya beda, tapi bisa membelenggu dengan hasil yang sama.  Dalam kasus di atas, hasilnya adalah tidak mulai berbisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usia bisa membelenggu.  “Saya sudah tua, sudah tidak bisa berpikir keras lagi”.  Itu belenggu.  Atau “Saya masih terlalu muda.  Belum berpengalaman”&lt;br /&gt;Jaman sekarang pendidikan pun bisa membelenggu.  Orang yang pendidikannya rendah akan terbelenggu bila berpikir: “Saya kan tidak lulus SD, bagaimana bisa sukses?”  Orang yang pendidikannya tinggi akan terbelenggu bila berpikir: “Pendidikan saya tinggi, masa saya harus jualan jadi pedagang kaki lima?”  Jadi, kondisi apapun bisa membelenggu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;3.    Memutuskan belenggu diri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua belenggu di atas membelenggu potensi.  Bagaimana memutuskan belenggu itu?  Prinsipnya ada dua.  Pertama, optimalisasi potensi.  Kedua, pertolongan orang lain. &lt;br /&gt;Optimalisasi potensi bersifat internal.  Caranya ada dua.  Pertama, BENTUK TUJUAN.  Misalnya orang miskin  yang terbelenggu kemiskinannya.  Nah, kondisi miskin itu pasti membuatnya tidak enak.  Bila kondisi tidak enak itu sudah sampai puncaknya, ia akan berpikir: ”Bagaimana saya bisa jadi kaya?”  Bila pikiran itu cukup kuat, ia akan berusaha sampai sukses.  Banyak orang super kaya tadinya adalah orang super miskin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara kedua adalah apa yang disebut MEMBINGKAI ULANG.  Contohnya orang kurang berpendidikan formal.  Ia berpikir: “Saya memang tidak lulus SD, tapi saya akan buktikan bahwa saya juga bisa sukses”.  Pikiran itu membingkai ulang kondisi miskin.  Itulah yang dilakukan Pak Andri Wongso.  Sekarang ia berhasil.  Ia menyebut dirinya SDTT TBS (Sekolah Dasar Tidak Tamat, Tapi Bisa Sukses).&lt;br /&gt;Contoh lain orang kaya yang tidak mau berbisnis tadi.  Ia berpikir:”Uang saya sudah banyak.  Buat apa berbisnis?”  Nah, sang orang kaya akan mulai bisnis bila ia membingkai ulang kondisinya.  “Saya memang kaya.  Tapi kalau tidak bisnis, pasti uang saya habis.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga orang yang dilanda ketakutan dan keraguan.  Tapi kemudian, pikirannya berbalik.  Ia berpikir:”Paling resikonya saya kehilangan uang.  Nanti juga saya dapat uang lagi.”  Itulah membingkai ulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip kedua adalah pertolongan orang lain.  Prinsip kedua ini sebenarnya adalah penguat cara kedua.  Orang tidak bisa ditolong oleh orang lain kecuali orang itu menolong dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip kedua ini ada dua cara praktis.  Pertama memberi ikan.  Kedua memberi jala.  Cara pertama bersifat lebih cepat.  Ia langsung mengatasi belenggu tadi.  Bila ada orang miskin, beri dia uang sesuai kebutuhannya.  Selesai.  Bila ada orang yang takut presentasi, ya sudah ambil alih oleh orang lain.  Beres.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara pertama ini hanya menunda masalah.  Belenggu dirinya masih ada.  Mungkin malah lebih kuat.  Sama dengan orang yang punya utang.  Ia lari terus waktu utangnya ditagih.  Dengan begitu utang tadi tidak jadi lunas kan? &lt;br /&gt;Cara kedua adalah memberi jala.  Bukan ikan.  Jadi bila orang ragu dan takut bisnis, maka jangan dibiarkan ia mundur.  Tapi ajari bagaimana ia bisa mengatasi ketakutan dan keraguannya dengan menggunakan prinsip kedua.  Bangkitkan tujuannya dan bingkai ulang kondisinya.&lt;br /&gt;Untuk orang yang takut berbisnis, katakan: “Bila anda tidak mulai bisnis, anda tidak akan pernah kaya.  Anda pasti mau jadi orang kaya kan?  Mau dapat penghasilan Rp. 100 juta per bulan? Mulailah bisnis!” Bangkitkan tujuan!&lt;br /&gt;Atau, lakukan bingkai ulang. Katakan: “Kondisi miskin adalah kesempatan emas untuk sukses.  Banyak sekali orang super kaya yang tadinya super miskin.  Saya yakin anda adalah orang berikutnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi cara memberi jala adalah proses pendidikan.  Pendidikan (education), sesuai asal katanya, yaitu dari educare.  Artinya ‘mengeluarkan’.  Jadi pendidikan itu harus bisa mengeluarkan potensi manusia yang hebat itu.&lt;br /&gt;Jadi, tolonglah orang lain dengan mendidiknya.  Buat (atau paksa) ia suka belajar.  Suka baca buku.  Suka diskusi.  Suka ikut seminar dan pelatihan, dan sebagainya. Tantang dia bertindak dan mencapai target.  Latih untuk menguasai kompetensi tertentu. Maafkan kesalahannya.  Puji prestasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis By Supardi Lee&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Added By Mr JWNS</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nugrohoedu.blogspot.com/feeds/8962077982545943995/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/3394758970627988415/8962077982545943995' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3394758970627988415/posts/default/8962077982545943995'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3394758970627988415/posts/default/8962077982545943995'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nugrohoedu.blogspot.com/2008/11/kutu-anjing-dan-rantai-gajah.html' title='Kutu Anjing dan Rantai Gajah'/><author><name>Nugroho.edu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17234072320980139704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i184.photobucket.com/albums/x22/Dapid_album/nugroho.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3394758970627988415.post-4545247134169176181</id><published>2008-11-20T14:51:00.002+07:00</published><updated>2008-11-20T17:55:56.455+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Motivasi"/><title type='text'>Belajar Sukses dari Pemuda Cina Kuno  Belajar Sukses dari Pemuda Cina Kuno</title><content type='html'>&lt;h2&gt;3 Kunci Rahasia Menuju Sukses&lt;/h2&gt;      &lt;!-- The Adsense will automatically be inserted half way through the content. Applies for both Side and Middle options. --&gt; 3000 tahun lalu, kaum terapung dari negeri Cina kuno tinggal di atas rumah-rumah di atas air.  Mereka makan malam di udara terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap keluarga tinggal di atas panggung di sebuah teluk.  Ketika seorang anak lelaki sudah tumbuh dewasa, dia akan berdiri di tepi panggungnya dan memanggil.  Gadis yang dicintainya akan memanggilnya kembali.  Lalu pemuda itu akan membangun sebuah jembatan dari panggungnya menuju panggung si gadis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika keluarga si pemuda menyukai si gadis, mereka akan membantu membangun jembatan itu.  Kedua rumah mereka akan digabungkan dan kedua keluarga akan menjadi satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari, seorang pemuda terapung mendengar bisikan dari atas cakrawala.  Bisikan itu datang dari seorang gadis yang tinggal nun jauh di sana.  Mereka saling memanggil dalam kurun waktu yang lama.  Mereka memutuskan untuk menikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarga si pemuda bilang tidak.  Gadis itu berasal dari kalangan yang berbeda dan terlalu jauh.  Tapi si pemuda bersikeras.  Ia mulai membangun jembatan menuju cakrawala.  Ia menggali dalam ke dasar laut untuk membangun fondasi yang kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarganya tidak membantu.  Kata mereka, tradisi menikahi tetangga memberikan kekuatan pada komunitas mereka.&lt;br /&gt;Mereka menamakan jembatan si pemuda “Jembatan Bisikan“.  Mereka menyuruhnya berhenti membangunnya.  Namun si Pemuda tidak peduli.  Ia membangun jembatan itu selama delapan tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika jembatan selesai, ia bertemu dengan gadis yang berbisik dari cakrawala.  Mereka pun menikah di atas jembatan istimewa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun berikutnya, badai besar datang menghantam.  Badai itu memusnahkan rumah panggung kaum terapung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun jembatan bisikan itu tetap tegar !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan begitulah pula dengan kita.  Benda yang membutuhkan waktu lama untuk membangunnya akan membutuhkan waktu lama pula untuk memusnahkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melakukan sesuatu yang tidak dapat dilakukan itu memang sulit.  Tapi setelah ia tuntas, maka tidak bisa lagi dibuyarkan.  Untuk memastikan agar tradisi lama tetap bisa mempertahankan kekuatannya, maka ubahlah.&lt;br /&gt;(Mutiara Kebijakan Timur, oleh C.F. Wong)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunci-Kunci Sukses&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya, cerita di atas sangat mengesankan.  Maknanya sangat dalam.  Dalam cerita itu, andapun dapat menangkap makna-makna yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi anda yang menginginkan kesuksesan bisnis, maka cerita jembatan cina kuno itu, harusnya memberi anda inspirasi dan semangat.  Dalam cerita itu, terkandung kunci-kunci sukses yang abadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunci-kunci itu tak terbantahkan.  Ia telah berulang kali digunakan oleh semua (semua!) orang sukses.  Tak peduli orang-orang sukses tersebut tadinya miskin, cacat, didiskriminasi, bodoh, mau bunuh diri, atau bagaimana pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunci-kunci itu telah menolong mereka.  Kunci-kunci yang sama akan terus menolong siapa saja yang benar-benar ingin sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa saja kunci-kunci sukses dalam cerita itu?  Saya menemukan ada tiga yang utama:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.    Tujuan yang jelas.&lt;br /&gt;2.    Berani merubah tradisi&lt;br /&gt;3.    Kesabaran tiada akhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.    Tujuan yang jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan sang pemuda jelas.  Ia harus menghubungkan rumahnya dengan rumah gadis idamannya dengan sebuah jembatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang pemuda tahu, jembatan itu panjang.  Maka ia membangun jembatan yang sangat kuat.  Karenanya, jembatan itu harus dibangun dengan fondasi yang sangat dalam ke dasar laut.  Perhitungan tepat.  Jembatan itu tahan dihantam badai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan jelas sangat penting dalam bisnis.  Inilah awal semua cerita bisnis.  Apakah tujuan anda berbisnis?  Apakah uang dan kekayaan melimpah?  Atau Kedudukan terhormat?  Popularitas?  Atau pembuktian diri?  Atau apa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menawarkan, buatlah tujuan bisnis anda adalah : Memberi manfaat besar bagi sesama dengan menggunakan kekayaan berlimpah. Jadi, berbisnis itu memang untuk  kaya.  Punya uang dan kekayaan melimpah.  Tapi uang dan kekayaan itu hanya alat.  Alat untuk memberi manfaat untuk sesame.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, buat penghasilan anda Rp. 5 milyar per bulan.  Maka anda dapat membangun rumah sakit gratis, sekolah gratis, beasiswa, investasi bisnis kecil, dan sebagainya.  Pokoke tujuan anda adalah memberi manfaat bagi sesama.  Dengan begitu hidup anda akan tenang dan bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Otak anda akan bekerja sesuai tujuan anda.  Bila tujuan anda  Rp. 100 juta, maka otak anda akan bekerja di tingkat Rp. 100 juta itu.  Coba tetapkan tujuan Rp. 1 juta, maka otak anda akan bekerja sepersepuluhnya.  Karenanya, tetapkan tujuan bisnis tinggi.  Dengan itu, otak dan tindakan anda akan mengikuti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menetapkan tujuan, berhati-hatilah pada pada Pencuri Mimpi.  Pencuri Mimpi adalah orang-orang yang berusaha mencuri tujuan anda.  Mereka menghalangi anda.  Mereka melemahkan semangat anda.  Mereka mengatakan masalah dan resiko yang akan anda hadapi.  Mereka juga memberi gambaran kegagalan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila anda menuruti kata mereka, saya pastikan anda akan berhenti.  Sang pemuda Cina akan berhenti membangun jembatan ketika ia mendengar kata-kata keluarganya untuk berhenti dan hanya mencari istri dari tetangganya saja.  Keluarga sang pemuda telah berusaha menjadi pencuri mimpi.  Untung sang pemuda tak mendengarkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkan anda ingin kenalan dengan gadis/pria yang menarik bagi anda? Begitu anda mau bergerak, anda mendengar suara-suara negatif di benak anda.  Anda ikuti suara negatif itu.  Anda pasti berhenti bergerak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda paling-paling  cuma memandangnya dari kejauhan.  Anda bayangkan betapa enaknya bisa kenalan.  Tapi anda masih tidak bergerak.  Tapi begitu anda berpikir : “Saya akan mengenalnya.  Apapun yang terjadi.  Malu, malu dah.“  Jreng anda pun bertindak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Berani Merubah Tradisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang pemuda Cina hidup dalam suatu tradisi.  Menikah dengan tetangga.  Tapi ia tidak mau menerima tradisi itu.  Ia merubahnya.  Ia menginginkan sesuatu yang tidak biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, ia jadi orang luar biasa.  Meski untuk itu, ia harus membayar harganya.  Tidak didukung keluarga dalam kerja besarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hidup banyak tradisi.  Misalnya sekolah tinggi, dapat kerja bagus.  Banyak orang yang ingin bisnis tapi tidak berani merubah tradisi itu.  Akhirnya keingingan itu terpendam dan hilang.  Mereka menyerah pada tradisi.  Mereka memilih jadi orang biasa-biasa saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilihannya ada pada anda.  Apakah anda benar-benar mau mencapai tujuan anda di atas.  Bila benar-benar mau, maka anda harus membayar harganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga tujuan mengikuti tujuannya.  Bila tujuan anda rendah, maka harganya juga rendah.  Bila tujuan anda tinggi, maka harganya juga tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila anda ingin pendapatan Rp.100 juta per bulan, anda tidak mungkin mendapatkannya dengan menjadi karyawan.   Anda harus berbisnis. Meski dengan begitu anda harus berjuang merubah banyak tradisi.  Terutama tradisi dalam pikiran anda sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam diri setiap manusia, ada hambatan mental.  Apakah bentuknya keraguan, ketakutan, kurang percaya diri, dan sebagainya.  Ketika hambatan mental ini muncul, maka anda pasti jadi orang yang kendur semangat dan takut menghadapi resiko.  Anda cenderung mundur ke belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengatasi masalah ini, anda harus fokus pada tujuan anda.  cara praktis, anda teriakkan tujuan anda berulang kali.  Sang pemuda Cina pun begitu. Keraguan dan ketakutan menghampirinya.  Tapi ia fokus pada tujuannya.  Keinginannya menikah dengan gadis pujaan, membakar lagi semangatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara kedua, ingatlah bila anda menyerah anda harus memulai berjuang dari awal.  Itu kondisi yang lebih buruk daripada meneruskan perjuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara ketiga, ingatlah bahwa semua hal buruk itu pasti berlalu. Betapa susahnya pun anda sekarang, semua kesusahan itu akan berlalu.  Anda akan mengenang kesusahan itu sebagai hal yang indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara keempat, berkumpullah dengan orang-orang yang sudah sukses mengatasi hambatan mental dalam dirinya.  Bergaul dengan orang yang pantang menyerah akan berpengaruh pada diri anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara kelima, bacalah kisah-kisah hidup orang-orang sukses.  Pelajari apa sih rahasia mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara keenam, lihat sekeliling anda.  Cari orang-orang gagal.  Perhatikan hidup mereka yang menderita.  Ingatlah bila anda tidak mau menderita seperti mereka, anda harus berbuat yang berbeda dengan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kesabaran Tiada Akhir.&lt;br /&gt;Sang Pemuda membangun jembatannya selama 8 tahun.  Itu berarti ia bekerja keras selama itu.  Ia juga harus mengatasi keluarganya yang merintangi.   Dan yang terpenting, ia harus mengatasi keraguan dalam dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang pemuda Cina sukses.  Kesuksesan yang ia raih karena ia BERSABAR TIADA AKHIR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia sabar bekerja.  Ia sabar menahan rintangan orang tua.  Ia sabar mengatasi masalah-masalah teknis pembangunan jembatan.  Ia sabar menanti kekasihnya.  Sang kekasih pun sabar menantinya.  Apa yang terjadi bila sang pemuda tidak sabar?  Ia akan mengubur tujuannya!!!  Ia akan mencari gadis tetangga saja.  Dengan begitu, ia  hanya perlu membangun jembatan pendek.  Itupun dibantu keluarganya.&lt;br /&gt;Itulah yang terjadi dengan para pebisnis yang tidak sabar.  Berbagai masalah yang ia hadapi membuatnya menyerah berusaha.  Akhirnya ia kubur mimpinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang yang telah mulai bisnis, lalu berhenti ketika masalah timbul.  Ketika bisnisnya turun, keluarga tidak mendukung, bisnis banyak pesaing, konsumen mengeluh, suplayer curang,  dan sebagainya mereka berhenti.  Bukannya berpikir dan bertindak untuk mengatasinya. Duh,…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya punya seorang teman yang tidak sabaran.  Bisnisnya terus berganti.  Suatu kali ia buka konveksi.  Eh, tiga bulan berikutnya, ia ganti bisnis jadi agen asuransi.  Belum dua bulan, ia ganti lagi jadi bisnis aquarium.  Tidak lama berselang, ia beralih ke bisnis multimedia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya katakana padanya: “Bila anda tidak sabar dalam satu bidang bisnis, anda tidak akan sukses. Sabar dan atasi masalah”.  Semoga saja ia melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersabar memang berat.  Tapi tidak bersabar, jauh lebih berat.  Ketika anda berhenti berusaha mencapai tujuan anda, anda harus memulai lagi dari awal.  Selain itu, makin sering anda berhenti berusaha mencapai tujuan, maka lama-lama tujuan anda akan turun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya tujuan awal anda adalah Rp. 100 juta per bulan.  Bisnis anda adalah voucher pulsa.  Anda sudah berusaha tapi belum berhasil.  Anda pun memutuskan berhenti.  Nah, ketika anda akan berbisnis lagi, anda pasti menurunkan tujuan anda.  “Sudah terbukti Rp. 100 juta tidak bisa dicapai.  Karena itu tujuan saya sekarang adalah Rp. 50 juta.“&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duh,… satu kegagalan membuat tujuan turun 50%.  Apalagi bila harus gagal seperti Thomas Alva Edison.  Ia gagal 10.000 kali.  Untungnya, Edison bersabar. Tujuannya tidak berubah.  Ia harus menemukan logam yang tepat untuk bola lampunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersabar yang benar harus cerdas.  Apa artinya?  Bila satu cara untuk mencapai tujuan gagal, maka bersabarlah untuk melakuan cara lain yang berbeda.  Bila anda masih berpikir dengan cara yang sama, maka pasti tindakannya juga sama.  Bila tindakan anda sama, maka pasti hasilnya juga sama.  Itulah sebabnya bersabar harus cerdas.  Artinya terus berpikir cara-cara lain yang berbeda untuk mendapat hasil yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disinilah letak penting kreatifitas dalam bersabar.  Bila anda bersabar tapi tidak kreatif, maka anda akan seperti keledai yang jatuh berulang kali di lubang yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda akan gagal berulang kali, tapi anda tidak belajar dari kegagalan itu.  Kegagalan anda jadi tidak ada artinya.  Anda jadi benar-benar gagal.  Orang sabar, harus cerdas.  Jadilah kreatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang sabar dan kreatif akan mendapat hasil yang berbeda dari orang biasa. Bisnisnya akan berkembang lebih baik.  Sabar membuat mereka tenang menghadapi masalah.  Kreatif membuat mereka bisa terus menemukan solusi berbagai masalah yang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis by&lt;a href=&quot;http://www.pengembangandiri.com/authors/4/Supardi-Lee&quot;&gt; Supardi Lee&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Added By Mr Just Wave n Smile</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nugrohoedu.blogspot.com/feeds/4545247134169176181/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/3394758970627988415/4545247134169176181' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3394758970627988415/posts/default/4545247134169176181'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3394758970627988415/posts/default/4545247134169176181'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nugrohoedu.blogspot.com/2008/11/home-bisnis-karir-belajar-sukses-dari.html' title='Belajar Sukses dari Pemuda Cina Kuno  Belajar Sukses dari Pemuda Cina Kuno'/><author><name>Nugroho.edu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17234072320980139704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i184.photobucket.com/albums/x22/Dapid_album/nugroho.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3394758970627988415.post-617976433084829008</id><published>2008-11-20T11:40:00.001+07:00</published><updated>2008-11-20T11:40:57.913+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Motivasi"/><title type='text'>Anger Management</title><content type='html'>&lt;p&gt;Hanya seorang yang pemarah yang bisa betul-betul bersabar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seseorang yang tidak bisa merasa marah -tidak bisa disebut penyabar; karena dia hanya tidak bisa marah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sedang seorang lagi yang sebetulnya merasa marah, tetapi mengelola kemarahannya untuk tetap berlaku baik dan adil adalah seorang yang berhasil menjadikan dirinya bersabar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan bila Anda mengatakan bahwa untuk bersabar itu-sulit, Anda sangat tepat; karena kesabaran kita diukur dari kekuatan kita untuk tetap mendahulukan yang benar dalam perasaan yang membuat kita seolah-olah berhak untuk berlaku melampaui batas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kesabaran bukanlah sebuah sifat, tetapi sebuah akibat. &lt;span id=&quot;more-76&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Perhatikanlah bahwa kita lebih sering menderita karena kemarahan kita, daripada karena hal-hal yang membuat kita merasa marah. Perhatikanlah juga bahwa kemarahan kita sering melambung lebih tinggi daripada nilai dari sesuatu yang menyebabkan kemarahan kita itu, sehingga kita sering bereaksi berlebihan dalam kemarahan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hanya karena Anda menyadari dengan baik –tentang kerugian yang bisa disebabkan oleh reaksi Anda dalam kemarahan, Anda bisa menjadi berhati-hati dalam bereaksi terhadap apa pun yang membuat Anda merasa marah. Kehati-hatian dalam bereaksi terhadap yang membuat Anda marah itu lah yang menjadikan Anda tampil sabar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kemarahan adalah sebuah bentuk nafsu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nafsu adalah kekuatan yang tidak pernah netral, karena ia hanya mempunyai dua arah gerak; yaitu bila ia tidakmemuliakan,pasti ia&lt;br /&gt;menghinakan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nafsu juga bersifat dinamis, karena ia menolak untuk berlaku tenang bila Anda merasa tenang. Ia akan selalu memperbaruhi kekuatannya untuk membuat Anda memperbaruhi kemapanan Anda.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Maka perhatikanlah ini dengan cermat; bila Anda berpikir dengan jernih dalam memilih tindakan dan cara bertindak dalam kemarahan, nafsu itu akan menjadi kekuatan Anda untuk meninggalkan kemapananAndayang sekarang -untuk menuju sebuah kemapanan baru yang lebih tinggi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tetapi, bila Anda berlaku sebaliknya, maka ke bawahlah arah pembaruan dari kemapanan Anda.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Itu sebabnya, kita sering menyaksikan seorang berkedudukan tinggi yang terlontarkan dari tingkat kemapanannya, dan kemudian direndahkan karena dia tidak berpikir jernih dalam kemarahan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan bila nafsunya telah menjadikannya seorang yang tidak bisa direndahkan lagi, dia disebut sebagai budak nafsu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kualitas reaksi Anda terhadap yang membuat Anda marah, adalah penentu kelas Anda.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kebijakan para pendahulu kita telah menggariskan bahwa untuk menjadi marah itu mudah, dan patut bagi semua orang. Tetapi, untuk bisa marah kepada orang yang tepat, karena sebab yang tepat, untuk tujuan yang tepat, pada tingkat kemarahan yang tepat, dan dengan cara yang tepat -itu tidak untuk orang-orang kecil.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Maka seberapa besar-kah Anda menginginkan diri Anda jadinya?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Memang pernah ada orang yang mengatakan bahwa siapa pun yang membuat Anda marah-telah mengalahkan Anda. Pengamatan itu tepat-hanya bila Anda mengijinkan diri Anda berlaku dengan cara-cara yang merendahkan diri Anda sendiri karena kemarahan yang disebabkan oleh orang itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Itu sebabnya, salah satu cara untuk membesarkan diri adalah menghindari sikap dan perilaku yang mengecilkan diri.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kita sering merasa marah karena orang lain berlaku persis seperti kita.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Perhatikanlah, bahwa orang tua yang sering marah kepada anak-anaknya yang bertengkar -adalah orang tua yang juga sering bertengkar dengan pasangannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bila kita cukup adil kepada diri kita sendiri, dan mampu untuk sekejap menikmati kedamaian kita akan melihat dengan jelas bahwa kita sering menuntut orang lain untuk berlaku seperti yang tidak kita lakukan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan dengannya, bukankah kemarahan Anda juga penunjuk jalan bagi Anda untuk menemukan perilaku-perilaku baik yang sudah Anda tuntutdariorang lain,tetapi yang masih belum Anda lakukan?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lalu, mengapakah Anda berlama-lama dalam kemarahan yang sebetulnya adalah tanda yang nyata bahwa Anda belum memperbaiki diri?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Katakanlah, tidak ada orang yang cukup penting yang bisa membuat saya marah dan berlaku rendah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bila Anda seorang pemimpin, dan Anda telah menerima tugas untuk meninggikan orang lain; maka tidak ada badai, gempa, atau air bah yang bisa membuat Anda mengurangi nilai Anda bagi kepantasan untuk mengemban tugas itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ingatlah, bahwa orang-orang yang berupaya mengecilkan Anda itu-adalah sebetulnya orang-orang kecil.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karena, orang-orang besar akan sangat berhati-hati dengan perasaan hormat Anda kepada diri Anda sendiri. Bila mereka marah pun kepada Anda, mereka akan berlaku dengan cara-cara yang mengundang Anda untuk menjadi pribadi yang lebih baik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sedangkan orang kecil? Orang-orang kecil membuat orang lain merasa kecil agar mereka bisa merasa besar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Anda mengetahui kebesaran yang dijanjikan untuk Anda. Maka besarkan-lah orang lain.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;(Sumber: Mario Teguh, MSTS 13.07.2006)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Added By Mr Just Wave n Smile&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nugrohoedu.blogspot.com/feeds/617976433084829008/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/3394758970627988415/617976433084829008' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3394758970627988415/posts/default/617976433084829008'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3394758970627988415/posts/default/617976433084829008'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nugrohoedu.blogspot.com/2008/11/anger-management.html' title='Anger Management'/><author><name>Nugroho.edu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17234072320980139704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i184.photobucket.com/albums/x22/Dapid_album/nugroho.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3394758970627988415.post-4701094892281134646</id><published>2008-11-20T11:15:00.001+07:00</published><updated>2008-11-20T11:17:08.027+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Motivasi"/><title type='text'>When You Divorce Me, Carry Me Out in Your Arms</title><content type='html'>&lt;p&gt;Pada hari pernikahanku, aku membopong istriku. Mobil pengantin berhenti didepan flat kami yg cuma berkamar satu. Sahabat-sahabatku menyuruhku untuk membopongnya begitu keluar dari mobil. Jadi kubopong ia memasuki rumah kami. Ia kelihatan malu-malu. Aku adalah seorang pengantin pria yg sangat bahagia. Ini adalah kejadian 10 tahun yg lalu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hari-hari selanjutnya berlalu demikian simpel seperti secangkir air bening : Kami mempunyai seorang anak, saya terjun ke dunia usaha dan berusaha untuk menghasilkan banyak uang. Begitu kemakmuran meningkat, jalinan kasih&lt;br /&gt;diantara kami pun semakin surut. Ia adalah pegawai sipil. Setiap pagi kami berangkat kerja bersama-sama dan sampai dirumah juga pada waktu yg bersamaan. Anak kami sedang belajar di luar negeri. Perkawinan kami kelihatan bahagia. Tapi ketenangan hidup berubah dipengaruhi oleh perubahan yg tidak kusangka-sangka, Dew hadir dalam kehidupanku.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Waktu itu adalah hari yg cerah. Aku berdiri di balkon dengan Dew yg sedang merangkulku. Hatiku sekali lagi terbenam dalam aliran cintanya. Ini adalah apartemen yg kubelikan untuknya. &lt;span id=&quot;more-79&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dew berkata, “kamu adalah jenis pria terbaik yg menarik para gadis.” Kata-katanya tiba-tiba mengingatkanku pada istriku. Ketika kami baru menikah, istriku pernah berkata, “Pria sepertimu, begitu sukses, akan menjadi sangat menarik bagi para gadis.” Berpikir tentang ini, Aku menjadi ragu-ragu. Aku tahu kalau aku telah menghianati istriku. Tapi aku tidak sanggup menghentikannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Aku melepaskan tangan Dew dan berkata, “kamu harus pergi membeli beberapa perabot, O.K.?.Aku ada sedikit urusan dikantor”. Kelihatan ia jadi tidak senang karena aku telah berjanji menemaninya. Pada saat tersebut, ide&lt;br /&gt;perceraian menjadi semakin jelas dipikiranku walaupun kelihatan tidak mungkin.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bagaimanapun, aku merasa sangat sulit untuk membicarakan hal ini pada istriku. Walau bagaimanapun ku jelaskan, ia pasti akan sangat terluka.Sejujurnya ia adalah seorang istri yg baik. Setiap malam ia sibuk menyiapkan makan malam. Aku duduk santai didepan TV. Makan malam segera tersedia. Lalu kami akan menonton TV sama-sama. Atau aku akan menghidupkan komputer, membayangkan tubuh Dew. Ini adalah hiburan bagiku.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Suatu hari aku berbicara dalam guyon, “seandainya kita bercerai, apa yg akan kau lakukan? ” Ia menatap padaku selama beberapa detik tanpa bersuara. Kenyataannya ia percaya bahwa perceraian adalah sesuatu yg sangat jauh dari dirinya. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana ia akan menghadapi kenyataan jika tahu bahwa aku serius.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ketika istriku mengunjungi kantorku, Dew baru saja keluar dari ruanganku. Hampir seluruh staff menatap istriku dengan mata penuh simpati dan berusaha untuk menyembunyikan segala sesuatu selama berbicara dengannya. Dia&lt;br /&gt;kelihatan sedikit curiga. Dia berusaha tersenyum pada bawahan-bawahanku. Tapi aku membaca ada kelukaan di matanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sekali lagi, Dew berkata padaku,”He Ning, ceraikan ia, O.K.? Lalu kita akan hidup bersama.” Aku mengangguk. Aku tahu aku tidak boleh ragu-ragu lagi. Ketika malam itu istriku menyiapkan makan malam, aku memegang tangannya. “Ada sesuatu yg harus kukatakan”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia duduk diam dan makan tanpa bersuara. Sekali lagi aku melihat ada luka dimatanya. Tiba-tiba aku tidak tahu harus berkata apa. Tapi ia tahu kalau aku terus berpikir. “Aku ingin bercerai”, ku ungkapkan topik ini dengan serius tapi tenang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia seperti tidak terpengaruh oleh kata-kataku,tapi ia bertanya secara lembut,”kenapa?” “Aku serius.”Aku menghindari pertanyaannya. Jawaban ini membuat ia sangat marah. Ia melemparkan sumpit dan berteriak kepadaku, “Kamu&lt;br /&gt;bukan laki-laki!”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada malam itu, kami sekali saling membisu. Ia sedang menangis. Aku tahu kalau ia ingin tahu apa yg telah terjadi dengan perkawinan kami. Tapi aku tidak bisa memberikan jawaban yg memuaskan sebab hatiku telah dibawa pergi&lt;br /&gt;oleh Dew.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan perasaan yg amat bersalah, aku menuliskan surai perceraian dimana istriku memperoleh rumah, mobil dan 30% saham dari perusahaanku. Ia memandangnya sekilas dan mengoyaknya jadi beberapa bagian. Aku merasakan&lt;br /&gt;sakit dalam hati. Wanita yg telah 10 tahun hidup bersamaku sekarang menjadi seorang yg asing dalam hidupku. Tapi aku tidak bisa menarik kembali apa yg telah kuucapkan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Akhirnya ia menangis dengan keras didepanku, dimana hal tersebut tidak pernah kulihat sebelumnya. Bagiku, tangisannya merupakan suatu pembebasan untukku. Ide perceraian telah menghantuiku dalam beberapa minggu ini dan sekarang sungguh-sungguh telah terjadi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada larut malam, aku kembali ke rumah setelah menemui klienku. Aku melihat ia sedang menulis sesuatu. Karena capek aku segera ketiduran. Ketika aku terbangun tengah malam, aku melihat ia masih menulis. Aku tertidur kembali.&lt;br /&gt;Ia menuliskan syarat-syarat dari perceraiannya : ia tidak menginginkan apapun dariku, tapi aku harus memberikan waktu sebulan sebelum menceraikannya, dan dalam waktu sebulan itu kami harus hidup bersama seperti biasanya. Alasannya sangat sederhana : Anak kami akan segera menyelesaikan pendidikannya dan liburannya adalah sebulan lagi dan ia tidak ingin anak kami melihat kehancuran rumah tangga kami.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia menyerahkan persyaratan tersebut dan bertanya,” He Ning, apakah kamu masih ingat bagaimana aku memasuki rumah kita ketika pada hari pernikahan kita? Pertanyaan ini tiba-tiba mengembalikan beberapa kenangan indah&lt;br /&gt;kepadaku. Aku mengangguk dan mengiyakan. “Kamu membopongku dilenganmu”, katanya, “jadi aku punya sebuah permintaan, yaitu kamu akan tetap membopongku pada waktu perceraian kita. Dari sekarang sampai akhir bulan&lt;br /&gt;ini, setiap pagi kamu harus membopongku keluar dari kamar tidur ke pintu.” Aku menerima dengan senyum. Aku tahu ia merindukan beberapa kenangan indah yg telah berlalu dan berharap perkawinannya diakhiri dengan suasana&lt;br /&gt;romantis.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Aku memberitahukan Dew soal syarat-syarat perceraian dari istriku. Ia tertawa keras dan berpikir itu tidak ada gunanya. “Bagaimanapun trik yg ia lakukan, ia harus menghadapi hasil dari perceraian ini,” ia mencemooh Kata- katanya membuatku merasa tidak enak.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Istriku dan aku tidak mengadakan kontak badan lagi sejak kukatakan perceraian itu. kami saling menganggap orang asing. Jadi ketika aku membopongnya dihari pertama, kami kelihatan salah tingkah. Anak kami menepuk punggung kami,”wah, papa membopong mama, mesra sekali”. Kata-katanya membuatku merasa sakit. Dari kamar tidur ke ruang duduk, lalu ke pintu, aku berjalan 10 meter dengan dirinya dalam lenganku. Ia memejamkan mata dan berkata dengan lembut,”mari kita mulai hari ini, jangan memberitahukan pada anak kita.” Aku mengangguk, merasa sedikit bimbang. Aku melepaskan ia di pintu. Ia pergi menunggu bus, dan aku pergi ke kantor.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada hari kedua, bagi kami terasa lebih mudah. Ia merebah di dadaku, Kami begitu dekat sampai-sampai aku bisa mencium wangi di bajunya. Aku menyadari bahwa aku telah sangat lama tidak melihat dengan mesra wanita ini. Aku&lt;br /&gt;melihat bahwa ia tidak muda lagi. Beberapa kerut tampak di wajahnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada hari ketiga, ia berbisik padaku, “kebun diluar sedang dibongkar. Hati-hati kalau kamu lewat sana.” Hari keempat,ketika aku membangunkannya, aku merasa kalau kami masih mesra seperti sepasang suami istri dan aku masih membopong kekasihku dilenganku.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bayangan Dew menjadi samar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada hari kelima dan keenam, ia masih mengingatkan aku beberapa hal, seperti dimana ia telah menyimpan baju-bajuku yg telah ia setrika, aku harus hati-hati saat memasak, dll. Aku mengangguk. Perasaan kedekatan terasa&lt;br /&gt;semakin erat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Aku tidak memberitahu Dew tentang hal ini. Aku merasa begitu ringan membopongnya. Berharap setiap hari pergi ke kantor bisa membuatku semakin kuat. Aku berkata padanya, “kelihatannya tidaklah sulit membopongmu sekarang”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia sedang mencoba pakaiannya, aku sedang menunggu untuk membopongnya keluar. Ia berusaha mencoba beberapa tapi tidak bisa menemukan yg cocok. Lalu ia melihat, “semua pakaianku kebesaran”. Aku tersenyum. Tapi tiba-tiba aku menyadarinya, sebab ia semakin kurus, itu sebabnya aku bisa membopongnya dengan ringan bukan disebabkan aku semakin kuat. Aku tahu ia mengubur semua kesedihannya dalam hati. Sekali lagi, aku merasakan perasaan sakit.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tanpa sadar ku sentuh kepalanya. Anak kami masuk pada saat tersebut. “Pa, sudah waktunya membopong mama keluar.” Baginya, melihat papanya sedang membopong mamanya keluar menjadi bagian yg penting. Ia memberikan isyarat agar anak kami mendekatinya dan merangkulnya dengan erat. Aku membalikkan wajah sebab aku takut aku akan berubah pikiran pada detik terakhir. Aku menyanggah ia dilenganku, berjalan dari kamar tidur, melewati ruang duduk ke teras. Tangannya memegangku secara lembut dan alami. aku menyanggah badannya dengan kuat seperti kami kembali ke hari pernikahan kami. Tapi ia kelihatan agak pucat dan kurus, membuatku sedih.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada hari terakhir, ketika aku membopongnya dilenganku, aku melangkah dengan berat. Anak kami telah kembali ke sekolah. Ia berkata, “sesungguhnya aku berharap kamu akan membopongku sampai kita tua.” Aku memeluknya dengan kuat dan berkata “antara kita saling tidak menyadari bahwa kehidupan kita begitu mesra”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Aku melompat turun dari mobil tanpa sempat menguncinya. Aku takut keterlambatan akan membuat pikiranku berubah. Aku menaiki tangga. Dew membuka pintu. Aku berkata padanya,” Maaf Dew, aku tidak ingin bercerai. Aku serius”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia melihat kepadaku, kaget. Ia menyentuh dahiku. “Kamu tidak demam.” Kutepiskan tanganya dari dahiku. “Maaf Dew, aku cuma bisa bilang maaf padamu, aku tidak ingin bercerai. Kehidupan rumah tanggaku membosankan disebabkan ia dan aku tidak bisa merasakan nilai-nilai dari kehidupan, bukan disebabkan kami tidak saling mencintai lagi. Sekarang aku mengerti sejak aku membopongnya masuk ke rumahku, ia telah melahirkan anakku. Aku akan&lt;br /&gt;menjaganya sampai tua. Jadi aku minta maaf padamu”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dew tiba-tiba seperti tersadar. Ia memberikan tamparan keras kepadaku dan menutup pintu dengan kencang dan tangisannya meledak. Aku menuruni tangga dan pergi ke kantor.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam perjalanan aku melewati sebuah toko bunga. Ku pesan sebuah buket bunga kesayangan istriku. Penjualnya bertanya apa yg mesti ia tulis dalam kartu ucapan? Aku tersenyum dan menulis : “Aku akan membopongmu setiap pagi sampai kita tua.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sumber : Motivasi.web.id&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Added By Mr Just Wave n Smile&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nugrohoedu.blogspot.com/feeds/4701094892281134646/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/3394758970627988415/4701094892281134646' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3394758970627988415/posts/default/4701094892281134646'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3394758970627988415/posts/default/4701094892281134646'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nugrohoedu.blogspot.com/2008/11/when-you-divorce-me-carry-me-out-in.html' title='When You Divorce Me, Carry Me Out in Your Arms'/><author><name>Nugroho.edu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17234072320980139704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i184.photobucket.com/albums/x22/Dapid_album/nugroho.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3394758970627988415.post-3580729749516601000</id><published>2008-11-20T11:08:00.001+07:00</published><updated>2008-11-20T11:10:41.055+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Motivasi"/><title type='text'>Spiderman Nyalon</title><content type='html'>&lt;h2&gt;&lt;a href=&quot;http://dongengmotivasi.com/spiderman-nyalon.htm&quot; rel=&quot;bookmark&quot; title=&quot;Permanent Link to Spiderman Nyalon&quot;&gt;Spiderman Nyalon&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;                 &lt;div id=&quot;low&quot;&gt;Cosa | 20.11.2007&lt;/div&gt;                                &lt;p&gt;Peter Parker kegirangan. Nomer togel yang ia pasang tembus. Gak tanggung-tanggung, 4 angka sekaligus. Dalam perjalanan ke tempat bandar untuk mengambil uang, ia terus berpikir mau dipakai untuk apa uang tersebut nantinya. Yang jelas, berhubung selama ini hidupnya serba pas-pas-an, kemungkinan besar ia akan menggunakannya untuk membuka usaha.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setelah memutar otak, akhirnya Peter memutuskan, ia akan membuka usaha salon! Ya, salon potong rambut. Kebetulan saat ini sudah mendekati musim panas. Pasti banyak orang yang akan potong rambut agar tidak gerah, pikirnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Begitulah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span id=&quot;more-6&quot;&gt;&lt;/span&gt;Tidak sampai seminggu salon yang diimpikan telah usai dibangun. Maklum, ia minta bantuan kepada Flash yang bisa bergerak secepat kilat itu. Salon itu ia beri nama “Salon SiLabi”, singkatan dari “Si Laba-laba Imut”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selain mempersiapkan peralatan-peralatan salon, Peter turut ‘menyesuaikan’ penampilannya. Karena ia tahu salon tersebut baru akan laku apabila Spiderman sendiri yang menjadi tukang potongnya, ia pun mengenakan kustom merah birunya. Ia juga membuat wig rambut panjang dari jaring laba-labanya, menatanya dengan tren 2010, dan mengenakannya. Gak lucu dong kalau ada tukang potong yang gundul.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Begitulah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Salon SiLabi ternyata laku keras. &lt;em&gt;Branding&lt;/em&gt; Spiderman ditambah dengan momen pembukaan serta lokasi salon yang tepat terbukti sebagai adonan kesuksesan yang tepat. Tidak kurang 100 pengunjung tiap harinya harus Peter layani. Dari yang sekedar ingin keramas, creambath, mengeriting rambut, potong botak, shaggy, hingga memanjangkan rambut (emang bisa?). Yang jelas, hampir setiap hari salonnya penuh sesak dengan pelanggan yang antri.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Suatu hari, Bruce Wayne lewat di depan salon Silabi. Tertarik dengan kelarisan salon Spidey, otak bisnis Bruce mulai bekerja. Ia segera menghubungi Alfred untuk mengurus pembangunan salon potong rambut yang baru, dengan peralatan yang lebih canggih dan lokasi tepat di seberang salon milik Peter. Salon tersebut ia beri nama salon “Sikeli”. Singkatannya? Tentu saja, “Si Kelelawar Imut”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Untuk memberi nilai tambah pada salonnya, agar dapat membajak pelanggan-pelanggan Silabi, Bruce tidak hanya mengenakan kostum Batman-nya. Ia juga memanfaatkan kepandaiannya untuk menciptakan robot pemotong rambut otomatis! Dengan robot ini, orang tinggal duduk manis di kursi, tekan tombol pilihan potongan rambut yang diinginkan, dan dalam 5 menit, langsung beres. Praktis kan? Supaya keren, Bruce memberi nama robotnya “RPRSKDSC v1.14254″.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Untuk mempromosikan salon barunya, Bruce memasang papan iklan yang cukup besar. Tertulis, “Salon Sikeli - Potong Rambut Kilat, Gak Pake Antri”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Begitulah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tidak lama, pelanggan salon Silabi sedikit demi sedikit berpindah ke salon Sikeli. Dan memang, kecanggihan robot tersebut terbukti. Siapa saja, potongan apa saja, diselesaikan dalam waktu 5 menit. Benar-benar gak pake antri. Si Batman pun gak perlu repot-repot melayani pelanggan. Ia cuma duduk di belakang kasir sambil ngitung penghasilan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selang beberapa hari, otak bisnis Bruce kembali berputar. Kalau buka 1/2 hari aja keuntungannya sebesar ini, bagaimana jika buka 24-jam non-stop yah?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Begitulah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Salon Sikeli kemudian dibuka 24 jam. Non-stop. Pengunjung pun terus mengalir, siang malam. Demikian pula kantong Batman, semakin lama semakin tebal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tanpa disadari, karena diforsir untuk bekerja tanpa beristirahat, robot RPRSKDSC mulai berulah. Bagian dalamnya kepanasan dan menyebabkan ada 1 sirkuit yang putus. Akibatnya, hasil pemotongan rambut menjadi kacau. Ada yang minta dikeriting malah jadi gundul, ada yang minta di-shaggy malah dikasih konde, ada yang minta creambath malah dikitik-kitik, hehehe. Bruce sendiri yang terlalu sibuk dengan mesin kasirnya sama sekali tidak memperhatikan keadaan itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berbeda dengan Peter. Sejak salonnya sepi, ia jadi banyak bengong di trotoar. Melihat akhir-akhir ini banyak orang yang keluar dari salon saingannya sambil ngedumel, ia pun curiga bahwa ada yang tidak beres di sana. Dengan memanfaatkan pendengaran supernya, ia menguping omelan mereka dan mengetahui masalah yang terjadi di salon Sikeli.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setelah berpikir sejenak, Peter masuk ke dalam salon. Sejenak kemudian ia keluar sambil membawa papan iklan bertuliskan, “Salon Silabi - Merapikan Potongan Rambut Yang Kacau”. Papan tersebut ia letakkan di dekat salon Sikeli. Tidak lupa ia gambarkan arah panah yang menuju ke salonnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Cara ini ternyata tokcer. Pelanggan salon Sikeli yang kecewa dengan layanan robot si Batman, begitu melihat papan iklan tersebut, langsung berjalan menuju salon Silabi. Sedikit demi sedikit, pengunjung salon Sikeli berkurang, dan sebaliknya, salon Silabi kembali laris.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bahan Renungan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Menjadi yang pertama tidak selalu membuat kita sukses. Menjadi yang terbaiklah yang membuat kita menjadi sukses.&quot;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sumber : Dongeng Motivasi&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Added By Mr Just Wave n Smile&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nugrohoedu.blogspot.com/feeds/3580729749516601000/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/3394758970627988415/3580729749516601000' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3394758970627988415/posts/default/3580729749516601000'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3394758970627988415/posts/default/3580729749516601000'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nugrohoedu.blogspot.com/2008/11/spiderman-nyalon.html' title='Spiderman Nyalon'/><author><name>Nugroho.edu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17234072320980139704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i184.photobucket.com/albums/x22/Dapid_album/nugroho.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3394758970627988415.post-5463258832849596611</id><published>2008-11-12T19:04:00.000+07:00</published><updated>2008-11-12T19:05:26.494+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Motivasi"/><title type='text'>4 Tipe Manusia Hadapi Tekanan Hidup</title><content type='html'>&lt;p&gt;“Semua kesulitan sesungguhnya merupakan kesempatan bagi jiwa kita untuk tumbuh” (John Gray)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pembaca, hidup memang tidak lepas dari berbagai tekanan. Lebih-lebih,hidup di alam modern ini yang menyuguhkan beragam risiko. Sampai seorang sosiolog Ulrich Beck menamai jaman kontemporer ini dengan masyarakat risiko (risk society). Alam modern menyuguhkan perubahan cepat dan tak jarang mengagetkan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nah, tekanan itu sesungguhnya membentuk watak, karakter, dan sekaligus menentukan bagaimana orang bereaksi di kemudian hari. Pembaca, pada kesempatan ini, saya akan memaparkan empat tipe orang dalam menghadapi berbagai tekanan tersebut. Mari kita bahas satu demi satu tipe manusia dalam menghadapi tekanan hidup ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tipe pertama, tipe kayu rapuh. Sedikit tekanan saja membuat manusia ini patah arang. Orang macam ini kesehariannya kelihatan bagus. Tapi, rapuh sekali di dalam hatinya. Orang ini gampang sekali mengeluh pada&lt;br /&gt;saat kesulitan terjadi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sedikit kesulitan menjumpainya, orang ini langsung mengeluh, merasa tak berdaya, menangis, minta dikasihani atau minta bantuan. Orang ini perlu berlatih berpikiran positif dan berani menghadapi kenyataan hidup. &lt;span id=&quot;more-80&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Majalah Time pernah menyajikan topik generasi kepompong (cacoon generation). Time mengambil contoh di Jepang, di mana banyak orang menjadi sangat lembek karena tidak terbiasa menghadapi kesulitan. Menghadapi orang macam ini, kadang kita harus lebih berani tega. Sesekali mereka perlu belajar dilatih menghadapi kesulitan. Posisikan kita sebagai pendamping mereka.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tipe kedua, tipe lempeng besi. Orang tipe ini biasanya mampu bertahan dalam tekanan pada awalnya. Namun seperti layaknya besi, ketika situasi menekan itu semakin besar dan kompleks, ia mulai bengkok dan&lt;br /&gt;tidak stabil. Demikian juga orang-orang tipe ini. Mereka mampu menghadapi tekanan, tetapi tidak dalam kondisi berlarut-larut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tambahan tekanan sedikit saja, membuat mereka menyerah dan putus asa. Untungnya, orang tipe ini masih mau mencoba bertahan sebelum akhirnya menyerah. Tipe lempeng besi memang masih belum terlatih. Tapi, kalau&lt;br /&gt;mau berusaha, orang ini akan mampu membangun kesuksesan dalam hidupnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tipe ketiga, tipe kapas. Tipe ini cukup lentur dalam menghadapi tekanan. Saat tekanan tiba, orang mampu bersikap fleksibel. Cobalah Anda menekan sebongkah kapas. Ia akan mengikuti tekanan yang terjadi.&lt;br /&gt;Ia mampu menyesuaikan saat terjadi tekanan. Tapi, setelah berlalu, dengan cepat ia bisa kembali ke keadaan semula. Ia bisa segera melupakan masa lalu dan mulai kembali ke titik awal untuk memulai lagi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tipe keempat, tipe manusia bola pingpong. Inilah tipe yang ideal dan terhebat. Jangan sekali-kali menyuguhkan tekanan pada orang-orang ini karena tekanan justru akan membuat mereka bekerja lebih giat, lebih termotivasi, dan lebih kreatif. Coba perhatikan bola pingpong. Saat ditekan, justru ia memantuk ke atas dengan lebih dahsyat. Saya teringat kisah hidup motivator dunia Anthony Robbins dalam salah satu biografinya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Untuk memotivasi dirinya, ia sengaja membeli suatu bangunan mewah, sementara uangnya tidak memadai. Tapi, justru tekanan keuangan inilah yang membuat dirinya semakin kreatif dan tertantang mencapai tingkat&lt;br /&gt;finansial yang diharapkannya. Hal ini pernah terjadi dengan seorang kepala regional sales yang performance- nya bagus sekali.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bangun network&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tetapi, hasilnya ini membuat atasannya tidak suka. Akibatnya, justru dengan sengaja atasannya yang kurang suka kepadanya memindahkannya ke daerah yang lebih parah kondisinya. Tetapi, bukannya mengeluh seperti&lt;br /&gt;rekan sebelumnya di daerah tersebut. Malahan, ia berusaha membangun netwok, mengubah cara kerja, dan membereskan organisasi. Di tahun kedua di daerah tersebut, justru tempatnya berhasil masuk dalam daerah tiga top sales.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Contoh lain adalah novelis dunia Fyodor Mikhailovich Dostoevsky. Pada musim dingin, ia meringkuk di dalam penjara dengan deraan angin dingin, lantai penuh kotoran seinci tebalnya, dan kerja paksa tiap hari. Ia mirip ikan herring dalam kaleng. Namun, Siberia yang beku tidak berhasil membungkam kreativitasnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari sanalah ia melahirkan karya-karya tulis besar, seperti The Double dan Notes of The Dead. Ia menjadi sastrawan dunia. Hal ini juga dialami Ho Chi Minh. Orang Vietnam yang biasa dipanggil Paman Ho&lt;br /&gt;ini harus meringkuk dalam penjara. Tapi, penjara tidaklah membuat dirinya patah arang. Ia berjuang dengan puisi-puisi yang ia tulis. A Comrade Paper Blanket menjadi buah karya kondangnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nah, pembaca, itu hanya contoh kecil. Yang penting sekarang adalah Anda. Ketika Anda menghadapi kesulitan, seperti apakah diri Anda? Bagaimana reaksi Anda? Tidak menjadi persoalan di mana Anda saat ini.&lt;br /&gt;Tetapi, yang penting bergeraklah dari level tipe kayu rapuh ke tipe selanjutnya. Hingga akhirnya, bangun mental Anda hingga ke level bola pingpong. Saat itulah, kesulitan dan tantangan tidak lagi menjadi&lt;br /&gt;suatu yang mencemaskan untuk Anda. Sekuat itukah mental Anda?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sumber: 4 Tipe Manusia Hadapi Tekanan Hidup oleh Anthony Dio Martin&lt;/p&gt;&lt;p&gt;add by Mr Just wave n smile&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nugrohoedu.blogspot.com/feeds/5463258832849596611/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/3394758970627988415/5463258832849596611' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3394758970627988415/posts/default/5463258832849596611'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3394758970627988415/posts/default/5463258832849596611'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nugrohoedu.blogspot.com/2008/11/4-tipe-manusia-hadapi-tekanan-hidup.html' title='4 Tipe Manusia Hadapi Tekanan Hidup'/><author><name>Nugroho.edu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17234072320980139704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i184.photobucket.com/albums/x22/Dapid_album/nugroho.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3394758970627988415.post-8112098600023470425</id><published>2008-11-12T18:59:00.000+07:00</published><updated>2008-11-12T19:00:35.705+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Motivasi"/><title type='text'>Rahasia SI Untung</title><content type='html'>&lt;p&gt;Kita semua pasti kenal tokoh si Untung di komik Donal Bebek. Berlawanan dengan Donal yang selalu sial. Si Untung ini dikisahkan untung terus. Ada saja keberuntungan yang selalu menghampiri tokoh bebek yang di Amerika bernama asli Gladstone ini. Betapa enaknya hidup si Untung. Pemalas, tidak pernah bekerja, tapi selalu lebih untung dari Donal. Jika Untung dan Donal berjalan bersama, yang tiba-tiba menemukan sekeping uang dijalan, pastilah itu si Untung. Jika Anda juga ingin selalu beruntung seperti si Untung, dont worry, ternyata beruntung itu ada ilmunya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Professor Richard Wiseman dari University of Hertfordshire Inggris, mencoba meneliti hal-hal yang membedakan orang2 beruntung dengan yang sial. Wiseman merekrut sekelompok orang yang merasa hidupnya selalu untung, dan sekelompok lain yang hidupnya selalu sial. Memang kesan nya seperti main-main, bagaimana mungkin keberuntungan bisa diteliti. Namun ternyata memang orang yang beruntung bertindak berbeda dengan mereka yang sial.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Misalnya, dalam salah satu penelitian the Luck Project ini, Wiseman memberikan tugas untuk menghitung berapa jumlah foto dalam koran yang dibagikan kepada dua kelompok tadi. Orang2 dari kelompok sial memerlukan waktu rata-rata 2 menit untuk menyelesaikan tugas ini. Sementara mereka dari kelompok si Untung hanya perlu beberapa detik saja! Lho kok bisa?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ya, karena sebelumnya pada halaman ke dua Wiseman telah meletakkan tulisan yang tidak kecil berbunyi “berhenti menghitung sekarang! ada 43 gambar di koran ini”. Kelompol sial melewatkan tulisan ini ketika asyik menghitung gambar. Bahkan, lebih iseng lagi, di tengah2 koran, Wiseman menaruh pesan lain yang bunyinya: “berhenti menghitung sekarang dan bilang ke peneliti Anda menemukan ini, dan menangkan $250!” Lagi-lagi kelompok sial melewatkan pesan tadi! Memang benar2 sial.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Singkatnya, dari penelitian yang diklaimnya “scientific” ini, Wiseman menemukan 4 faktor yang membedakan mereka yang beruntung dari yang sial:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1. Sikap terhadap peluang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Orang beruntung ternyata memang lebih terbuka terhadap peluang. Mereka lebih peka terhadap adanya peluang, pandai menciptakan peluang, dan bertindak ketika peluang datang. Bagaimana hal ini dimungkinkan? &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ternyata orang-orang yg beruntung memiliki sikap yang lebih rileks dan terbuka terhadap pengalaman-pengalam an baru. Mereka lebih terbuka terhadap interaksi dengan orang-orang yang baru dikenal, dan menciptakan jaringan-jaringan sosial baru. Orang yang sial lebih tegang sehingga tertutup terhadap kemungkinan- kemungkinan baru. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebagai contoh, ketika Barnett Helzberg seorang pemilik toko permata di New York hendak menjual toko permata nya, tanpa disengaja sewaktu berjalan di depan Plaza Hotel, dia mendengar seorang wanita memanggil pria di sebelahnya: “Mr. Buffet!” Hanya kejadian sekilas yang mungkin akan dilewatkan kebanyakan orang yang kurang beruntung. Tapi Helzber berpikir lain. Ia berpikir jika pria di sebelahnya ternyata adalah Warren Buffet, salah seorang investor terbesar di Amerika, maka dia berpeluang menawarkan jaringan toko permata nya. Maka Helzberg segera menyapa pria di sebelahnya, dan betul ternyata dia adalah Warren Buffet. Perkenalan pun terjadi dan Helzberg yang sebelumnya sama sekali tidak mengenal Warren Buffet, berhasil menawarkan bisnisnya secara langsung kepada Buffet, face to face. Setahun kemudian Buffet setuju membeli jaringan toko permata milik Helzberg. Betul-betul beruntung.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2. Menggunakan intuisi dalam membuat keputusan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Orang yang beruntung ternyata lebih mengandalkan intuisi daripada logika. Keputusan-keputusan penting yang dilakukan oleh orang beruntung ternyata sebagian besar dilakukan atas dasar bisikan “hati nurani” (intuisi) daripada hasil otak-atik angka yang canggih. Angka-angka akan sangat membantu, tapi final decision umumnya dari “gut feeling”. Yang barangkali sulit bagi orang yang sial adalah, bisikan hati nurani tadi akan sulit kita dengar jika otak kita pusing dengan penalaran yang tak berkesudahan. Makanya orang beruntung umumnya memiliki metoda untuk mempertajam intuisi mereka, misalnya melalui meditasi yang teratur. Pada kondisi mental yang tenang, dan pikiran yang jernih, intuisi akan lebih mudah diakses. Dan makin sering digunakan, intuisi kita juga akan semakin tajam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Banyak teman saya yang bertanya, “mendengarkan intuisi” itu bagaimana? Apakah tiba2 ada suara yang terdengar menyuruh kita melakukan sesuatu? Wah, kalau pengalaman saya tidak seperti itu. Malah kalau tiba2 mendengar suara yg tidak ketahuan sumbernya, bisa2 saya jatuh pingsan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karena ini subyektif, mungkin saja ada orang yang beneran denger suara.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tapi kalau pengalaman saya, sesungguhnya intuisi itu sering muncul dalam berbagai bentuk, misalnya:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;- Isyarat dari badan. Anda pasti sering mengalami. “Gue kok tiba2 deg-deg an ya, mau dapet rejeki kali”, semacam itu. Badan kita sesungguhnya sering memberi isyarat2 tertentu yang harus Anda maknakan. Misalnya Anda kok tiba2 meriang kalau mau dapet deal gede, ya diwaspadai saja kalau tiba2 meriang lagi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;- Isyarat dari perasaan. Tiba-tiba saja Anda merasakan sesuatu yang lain ketika sedang melihat atau melakukan sesuatu. Ini yang pernah saya alami. Contohnya, waktu saya masih kuliah, saya suka merasa tiba-tiba excited setiap kali melintasi kantor perusahaan tertentu. Beberapa tahun kemudian saya ternyata bekerja di kantor tersebut. Ini masih terjadi untuk beberapa hal lain. &lt;span id=&quot;more-85&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;3. Selalu berharap kebaikan akan datang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Orang yang beruntung ternyata selalu ge-er terhadap kehidupan. Selalu berprasangka baik bahwa kebaikan akan datang kepadanya. Dengan sikap mental yang demikian, mereka lebih tahan terhadap ujian yang menimpa mereka, dan akan lebih positif dalam berinteraksi dengan orang lain. Coba saja Anda lakukan tes sendiri secara sederhana, tanya orang sukses yang Anda kenal, bagaimana prospek bisnis kedepan. Pasti mereka akan menceritakan optimisme dan harapan. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;4. Mengubah hal yang buruk menjadi baik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Orang-orang beruntung sangat pandai menghadapi situasi buruk dan merubahnya menjadi kebaikan. Bagi mereka setiap situasi selalu ada sisi baiknya. Dalam salah satu tes nya Prof Wiseman meminta peserta untuk membayangkan sedang pergi ke bank dan tiba-tiba bank tersebut diserbu kawanan perampok bersenjata. Dan peserta diminta mengutarakan reaksi mereka. Reaksi orang dari kelompok sial umunya adalah: “wah sial bener ada di tengah2 perampokan begitu”. Sementara reaksi orang beruntung, misalnya adalah: “untung saya ada disana, saya bisa menuliskan pengalaman saya untuk media dan dapet duit”. Apapun situasinya orang yg beruntung pokoknya untung terus.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mereka dengan cepat mampu beradaptasi dengan situasi buruk dan merubahnya menjadi keberuntungan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sekolah Keberuntungan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bagi mereka yang kurang beruntung, Prof Wiseman bahkan membuka Luck School.&lt;br /&gt;Latihan yang diberikan Wiseman untuk orang2 semacam itu adalah dengan membuat “Luck Diary”, buku harian keberuntungan. Setiap hari, peserta harus mencatat hal-hal positif atau keberuntungan yang terjadi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mereka dilarang keras menuliskan kesialan mereka. Awalnya mungkin sulit, tapi begitu mereka bisa menuliskan satu keberuntungan, besok-besoknya akan semakin mudah dan semakin banyak keberuntungan yg mereka tuliskan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan ketika mereka melihat beberapa hari kebelakang Lucky Diary mereka, mereka semakin sadar betapa beruntungnya mereka. Dan sesuai prinsip “law of attraction”, semakin mereka memikirkan betapa mereka beruntung, maka semakin banyak lagi lucky events yang datang pada hidup mereka.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jadi, sesederhana itu rahasia si Untung. Ternyata semua orang juga bisa beruntung. Termasuk termans semua.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Siap mulai menjadi si Untung?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sumber : www.motivasi.web.id&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Add by Mr Just wave and smile&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nugrohoedu.blogspot.com/feeds/8112098600023470425/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/3394758970627988415/8112098600023470425' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3394758970627988415/posts/default/8112098600023470425'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3394758970627988415/posts/default/8112098600023470425'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nugrohoedu.blogspot.com/2008/11/rahasia-si-untung.html' title='Rahasia SI Untung'/><author><name>Nugroho.edu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17234072320980139704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i184.photobucket.com/albums/x22/Dapid_album/nugroho.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3394758970627988415.post-1254813514871638635</id><published>2008-11-09T22:18:00.000+07:00</published><updated>2008-11-09T22:19:22.935+07:00</updated><title type='text'>Jadikan Diri Anda Lebih Menarik!</title><content type='html'>&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: verdana; font-size: 11px; &quot;&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:verdana,geneva;font-size:85%;&quot;&gt;Setiap lajang yang saya temui ingin menjadi lebih menarik, dan kebanyakan dari antara mereka benar-benar berusaha. Mereka membeli baju-baju yang modis, memotong rambut mereka ke salon dengan model terbaru, dan berolahraga untuk menjadi lebih ramping. Semua itu memang adalah cara-cara yang baik untuk membuat Anda menjadi lebih menarik. Tapi percayakah Anda jika sebenarnya kunci untuk menjadi lebih menarik itu jauh lebih sederhana daripada mengganti model potongan rambut atau penampilan Anda?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:verdana,geneva;font-size:85%;&quot;&gt;Saya tidak sedang berkata bahwa menjadi lebih menarik itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan penampilan luar, tapi jika Anda mempunyai keahlian atau karakter tertentu, penampilan Anda akan menjadi lebih menarik bagi semua orang, dan mereka akan ingin berada di sekitar Anda. Sikap yang Anda tunjukkan kepada dunia adalah kunci Anda untuk menjadi lebih menarik. Jika sikap Anda benar, Anda akan lebih bisa menikmati hidup Anda. Contohnya, jika Anda terbangun di pagi hari dan berfokus pada hal-hal yang menarik dan berarti dalam hidup Anda, level energi Anda akan meningkat. Anda akan bersemangat untuk menjalani hari itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://www.jawaban.com/news//userfile/081023-menarik3.jpg&quot; alt=&quot;&quot; width=&quot;99&quot; height=&quot;100&quot; align=&quot;right&quot; /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:verdana,geneva;font-size:85%;&quot;&gt;William James, salah satu psikolog Amerika berkata, &quot;Sikap kita di awal sesuatu yang sulit, itulah yang lebih menentukan hasil akhir yang sukses lebih dari hal lainnya.&quot; Arahkan fokus Anda pada hal-hal yang positif dalam hidup Anda, dan dengan sendirinya Anda akan menjadi lebih bersyukur, dan lebih bisa menghargai segala sesuatu. Salah satu prinsip pertumbuhan Paulus yang paling signifikan adalah ini: &quot;Mulailah dengan bersyukur.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:verdana,geneva;font-size:85%;&quot;&gt;Semua orang senang berada di dekat orang yang mempunyai sikap positif, orang yang bisa melihat yang baik dalam setiap situasi dan setiap orang yang mereka temui. Orang yang mengembangkan sikap positif ini bahkan juga akan lebih menyukai dirinya sendiri. Saat Anda mulai bertemu dengan calon pasangan yang potensial, sikap positif Anda mengirimkan semacam sinyal yang mengatakan, &quot;Aku menikmati hidup. Jika kamu menghabiskan waktu denganku, kamu juga akan merasakan hal yang sama.&quot; Itu adalah sumber yang kuat dari ketertarikan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:verdana,geneva;font-size:85%;&quot;&gt;Teman saya, Dr. Lewis Smedes, profesor dalam bidang etika sosial dan pengarang dari banyak buku, mengatakan, &quot;Sikap bersyukur adalah inti dari keutuhan hidup. Rasa puas dalam hidup saya bersumber dari sikap bersyukur. Saya tidak pernah bertemu dengan seseorang yang mempunyai sikap bersyukur dan menghargai yang tidak bahagia.&quot; Sikap bersyukur dan menghargai dapat meningkatkan kekayaan dari interaksi kita sampai ke tingkat yang tertinggi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://www.jawaban.com/news//userfile/081023-menarik4.jpg&quot; alt=&quot;&quot; width=&quot;99&quot; height=&quot;100&quot; align=&quot;left&quot; /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:verdana,geneva;font-size:85%;&quot;&gt;Itu terjadi tadi malam. Saya dan istri saya sedang makan di restoran lokal saat saya melihat seorang teman lama yang tidak saya temui selama bertahun-tahun. Dia sendirian. Saya memanggilnya dan dia datang ke meja kami. Setelah beberapa menit berbicara, saya mengatakan kepadanya apa yang saya pikirkan, &quot;Floyd, aku teringat betapa cerdasnya kamu dan aku tidak akan melupakan betapa besar hatimu...&quot; Saya bersungguh-sungguh dengan setiap kata-kata saya, dan dia tahu itu. Wajahnya berseri-seri! Saya mengungkapkan bahwa saya menghargai karakternya, yang telah saya lihat sendiri selama bertahun-tahun, dan perkataan saya itu mempunyai pengaruh yang kuat terhadapnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:verdana,geneva;font-size:85%;&quot;&gt;Jenis interaksi seperti ini akan mempunyai efek yang sangat besar dalam hubungan Anda. Perhatikanlah sikap Anda dan rasa syukur Anda terhadap hal-hal positif dalam hidup Anda. Dan saat Anda berbicara dengan seseorang yang dengannya Anda tertarik, biarkan sikap positif Anda keluar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-size: 13px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-size: 13px;&quot;&gt;Sumber : Jawaban.com&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-size: 13px;&quot;&gt;Posted by : Mr Just Wave n Smile&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nugrohoedu.blogspot.com/feeds/1254813514871638635/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/3394758970627988415/1254813514871638635' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3394758970627988415/posts/default/1254813514871638635'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3394758970627988415/posts/default/1254813514871638635'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nugrohoedu.blogspot.com/2008/11/jadikan-diri-anda-lebih-menarik.html' title='Jadikan Diri Anda Lebih Menarik!'/><author><name>Nugroho.edu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17234072320980139704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i184.photobucket.com/albums/x22/Dapid_album/nugroho.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3394758970627988415.post-3079475656738589702</id><published>2008-11-09T21:40:00.001+07:00</published><updated>2008-11-09T21:40:24.389+07:00</updated><title type='text'>Cinta Adalah Sebuah Keputusan, Maka Putuskan Yang Terbaik (2)</title><content type='html'>Pada bagian pertama, kita telah membahas peranan figur Ayah bagi wanita untuk memilih pasangannya. Kali ini, kita akan membahas bagaimana wanita juga dapat belajar mengenai apa yang ia mau atau tidak dalam sebuah hubungan melalui hubungan-hubungan sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan-hubungan Untuk Menjadi Lebih Baik&lt;br /&gt;Dalam &quot;Lovedecisions,&quot; Harvey menganjurkan sebuah cara untuk mengevaluasi hubungan-hubungan yang berbeda dengan proses yang wanita sering gunakan. Daripada menyadari seberapa bahagianya yang dapat mereka rasakan dengan orang lain tersebut, wanita seharusnya menyadari bagaimana setiap hubungan mereka apakah membawa mereka lebih dekat atau lebih jauh kepada Tuhan. &quot;Satu hal yang sudah pasti,&quot; ujarnya. &quot;Anda akan selalu dipengaruhi oleh orang terdekat dalam hidup Anda. Pengaruh ini bisalah baik. Atau bisa juga buruk. Pertanyaan yang setiap perempuan muda dalam hubungan romantis perlu pertanyakan adalah apakah dalam hubungan ini ia menjadi orang yang lebih baik atau tidak... Hubungan tersebut sebaiknya mempengaruhi Anda dalam kebaikan.&quot;&lt;br /&gt;Wanita yang mencari pria saleh untuk berbagi hidup mereka seharusnya pertama berjuang dulu untuk menjadi wanita saleh, ujar Harvey. &quot;Apa yang akan menarik seorang pria yang lapar dan memiliki hati untuk Tuhan kepada orang yang tidak seperti itu? Jadi jika Anda ingin memperbesar potensi tingkat kesehatan dari hubungan apapun mendatang, anda seharusnya membuat persetujuan dengan diri Anda sendiri sebelumnya. Anda perlu menjadi seseorang apa yang Anda cari.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bahkan dalam sebuah hubungan tertentu yang tak bekerja dengan baik, waktu dan energi yang pasangan tersebut investasikan tidaklah sia-sia, ujar Harvey. &quot;Kita belajar banyak dari hubungan-hubungan - bahkan hubungan yang berakhir tidak baik. Hubungan-hubungan mengajarkan tentang diri kita sendiri - kekuatan-kekuatan atau kelemahan-kelemahan, kepekaan dan ketidakpekaan, kemauan untuk berkorban dan mengampuni, kemampuan untuk mempercayai, berbagi, mencintai. Dan hubungan-hubungan mengajarkan kita mengenai hubungan-hubungan - apa yang kita mau dan apa yang tidak (mempelajari apa yang tidak Anda inginkan adalah informasi berharga), apa yang kita butuhkan, dan apa yang sudah pasti kita tidak mau kita lepaskan dalam hidup kita. Semua ini penting bagi kita untuk diketahui dan kebanyakan dari itu bisa dipelajari melalui hubungan kita dengan pasangan kita.&quot;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nugrohoedu.blogspot.com/feeds/3079475656738589702/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/3394758970627988415/3079475656738589702' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3394758970627988415/posts/default/3079475656738589702'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3394758970627988415/posts/default/3079475656738589702'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nugrohoedu.blogspot.com/2008/11/cinta-adalah-sebuah-keputusan-maka_09.html' title='Cinta Adalah Sebuah Keputusan, Maka Putuskan Yang Terbaik (2)'/><author><name>Nugroho.edu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17234072320980139704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i184.photobucket.com/albums/x22/Dapid_album/nugroho.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3394758970627988415.post-5394760015601208339</id><published>2008-11-09T21:36:00.001+07:00</published><updated>2008-11-09T21:39:00.780+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Decision"/><title type='text'>Cinta Adalah Sebuah Keputusan, Maka Putuskan Yang Terbaik (1)</title><content type='html'>&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot;   style=&quot;  ;font-family:verdana;font-size:11px;&quot;&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;Orang sering melihat ke hati mereka ketika memutuskan untuk menikahi siapa. Tetapi, terlalu sering, mereka tidak menggunakan kepala mereka ketika memilih jodoh. Keputusan tentang hubungan romantis adalah keputusan paling signifikan yang orang dapat putuskan, ujar penulis dan terapis pernikahan &lt;strong&gt;Donald Harvey&lt;/strong&gt;. Dan keputusan-keputusan tersebut sangatlah penting, uajrnya, bahwa orang perlu berpikir sangat baik sebagaimana mereka mencari yang terbaik dari Tuhan dalam hidup mereka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;Buku terbaru &lt;strong&gt;Harvey&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&quot;Lovedecisions: A Dad Talks with His Daughter About Lasting Relationships,&quot; &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;menolong wanita muda mengarahkan jalan bergelombang dari hubungan romantis dan memberikan mereka perlengkapan yang mereka butuhkan untuk membuat keputusan-keputusan bijak mengenai pasangan yang potensial.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Antara Ayah Dan Putri-nya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;img src=&quot;http://www.jawaban.com/news//userfile/301008-kputusan.jpg&quot; border=&quot;1&quot; alt=&quot;Cinta Adalah Keputusan&quot; title=&quot;Cinta Adalah Keputusan&quot; width=&quot;100&quot; height=&quot;100&quot; align=&quot;right&quot; /&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Harvey&lt;/strong&gt;, yang mendapatkan gelar Ph.D untuk Terapi Pernikahan dan Keluarga dan telah praktek selama lebih dari 25 tahun, menulis buku tersebut bagi putrinya &lt;strong&gt;Paige&lt;/strong&gt;dan wanita muda lainnya yang mengalami masa yang sama. Ia memiliki ide untuk buku tersebut ketika &lt;strong&gt;Paige&lt;/strong&gt; berada dalam tahun pertama kuliahnya. &lt;em&gt;&quot;Ada beberapa hal yang saya ingin agar ia tahu mengenai cinta dan hubungan - dan saya pikir ia berada di waktu yang sangat tepat untuk mempelajarinya,&quot;&lt;/em&gt;ujarnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;Melalui buku ini, &lt;strong&gt;Harvey&lt;/strong&gt; mengatakan, ia berharap dapat menjangkau banyak wanita muda lainnya yang menghadapi keputusan-keputusan penting mengenai cinta. &lt;em&gt;&quot;Setelah melihat ini mempengaruhi kehidupan Paige, saya rasa itu bisa mempengaruhi kehidupan dari ‘putri-putri&#39; yang lain juga,&quot;&lt;/em&gt; ujarnya. Saya ingin pembaca mengalami apa itu hubungan yang sehat, dan apa yang bukan, dan memecahkan masalah hingga beres demi yang terbaik dari Tuhan bagi hidup mereka. Saya ingin pembaca dapat menyadari ketika seseorang itu baik bagi mereka, ketika tidak, dan untuk mampu menilai arah dari hubungan mereka. Kecocokan tidak harus ditinggalkan menjadi tebak-tebakan. Ada indikator-indikator yang membuat kita tahu apakah ini sebuah hubungan yang menyenangkan Tuhan atau tidak. Dan saya ingin pembaca untuk menyadari sisi spiritual dari cinta dan kemurnian yang Tuhan inginkan dalam hubungan-hubungan mereka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Peranan Ayah Yang Tak Ternilai&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Saran kebapaan dalam &lt;em&gt;&lt;strong&gt;&quot;Lovedecisions&quot;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; bisa menolong mengisi batasan dimana banyak wanita muda sekarang ini yang tidak memiliki hubungan-hubungan dekat dengan bapa mereka sendiri. Waktu mendesak, gangguan, dan perceraian adalah beberapa faktor yang tidak beruntung &quot;masuk dalam hubungan ayah-putri yang baik&quot; bagi keluarga kebanyakan, ujar Harvey.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;Begitupun hubungan ayah-anak perempuan selalu penting, ujarnya. &quot;Ada begitu banyak anak perempuan bisa dapatkan dari ayah-ayah mereka. Mereka mempelajari pernikahan dengan mengamati orang-tua mereka; mereka mempelajari pria dengan mengamati ayah mereka; dan mereka mendapatkan rasa kepercayaan diri dari bagaimana ayah mereka memperlakukan mereka. Kebanyakan dari ini memberi pengaruh sebelum mereka membuat ‘keputusan cinta&#39; dalam babak kehidupan mereka. Tetapi hal-hal bisa menjadi lebih penting di waktu selanjutnya. Adalah sekarang, ketika tidak peduli bagaimana pria dalam hidup mereka membuat mereka merasa, ayah tersebut menguatkan seberapa berharganya mereka, menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka mengenai pria, dan mencerminkan dalam seberapa berbedanya pria dan wanita. Sekarang adalah waktunya bagi para ayah untuk menjadi pelatih hubungan yang hebat, menunjukkan apakah dia diperlakukan dengan baik atau tidak, apa yang harus dilakukan dalam suatu situasi, dan ada sewaktu ia perlu ditenangkan ketika ia menangis. Para ayah memiliki peranan tak ternilai dengan putri mereka - yang tak seorang pun bisa penuhi.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot;  style=&quot;font-size:13px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot;  style=&quot;font-size:13px;&quot;&gt;Sumber Jawaban.com&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nugrohoedu.blogspot.com/feeds/5394760015601208339/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/3394758970627988415/5394760015601208339' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3394758970627988415/posts/default/5394760015601208339'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3394758970627988415/posts/default/5394760015601208339'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nugrohoedu.blogspot.com/2008/11/cinta-adalah-sebuah-keputusan-maka.html' title='Cinta Adalah Sebuah Keputusan, Maka Putuskan Yang Terbaik (1)'/><author><name>Nugroho.edu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17234072320980139704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i184.photobucket.com/albums/x22/Dapid_album/nugroho.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3394758970627988415.post-4180081073393574317</id><published>2007-08-29T11:26:00.001+07:00</published><updated>2007-08-30T17:20:59.870+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Edu Talk"/><title type='text'>EduTalk with Mr Nugroho MM topik kekuatan pikiran</title><content type='html'>&lt;object classid=&quot;clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000&quot; codebase=&quot;http://fpdownload.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=8,0,0,0&quot; id=&quot;divaudio2&quot; height=&quot;47&quot; width=&quot;335&quot;&gt;&lt;param name=&quot;movie&quot; value=&quot;http://www.divshare.com/flash/audio?myId=1766507-6be&quot;&gt;&lt;embed src=&quot;http://www.divshare.com/flash/audio?myId=1766507-6be&quot; name=&quot;divaudio2&quot; type=&quot;application/x-shockwave-flash&quot; pluginspage=&quot;http://www.macromedia.com/go/getflashplayer&quot; height=&quot;47&quot; width=&quot;335&quot;&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://www.divshare.com/download/1766507-6be&quot;&gt;Download disini&lt;/a&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nugrohoedu.blogspot.com/feeds/4180081073393574317/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/3394758970627988415/4180081073393574317' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3394758970627988415/posts/default/4180081073393574317'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3394758970627988415/posts/default/4180081073393574317'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nugrohoedu.blogspot.com/2007/08/edutalk-with-mr-nugroho-mm-topik.html' title='EduTalk with Mr Nugroho MM topik kekuatan pikiran'/><author><name>Nugroho.edu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17234072320980139704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i184.photobucket.com/albums/x22/Dapid_album/nugroho.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3394758970627988415.post-3952373348360588510</id><published>2007-07-05T16:32:00.000+07:00</published><updated>2008-11-13T14:05:24.896+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Komunikasi"/><title type='text'>TIGA RAHASIA KEBERHASILAN DALAM BERKOMUNIKASI</title><content type='html'>&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgd-zT58vCmQPrb1IqBAH_yP1FgHVdpKTnQvnPSSsDwFDP0AEX0jW6dQE6Rmf8cAS9whWYxmweOuH1ALivTNnkKyV0IAHFw6hgu5-APUQqWac6w5xSDmSn5jJieGiIDYeaG3A6qImRZR-R6/s1600-h/P1010259.JPG&quot;&gt;&lt;img id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5083645491402329698&quot; style=&quot;margin: 0px 0px 10px 10px; float: right;&quot; alt=&quot;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgd-zT58vCmQPrb1IqBAH_yP1FgHVdpKTnQvnPSSsDwFDP0AEX0jW6dQE6Rmf8cAS9whWYxmweOuH1ALivTNnkKyV0IAHFw6hgu5-APUQqWac6w5xSDmSn5jJieGiIDYeaG3A6qImRZR-R6/s400/P1010259.JPG&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Setiap manusia tidak dapat terhindar dari berinteraksi dengan individu yang lain. Siapapun anda, dimanapun anda berada, apapun yang anda lakukan, semuanya terangkum dalam satu aktivitas, yakni “KOMUNIKASI”. Banyak permasalahan yang timbul di dalam kehidupan manusia di akibatkan karena mis-komunikasi. Oleh karena itu, keterampilan berkomunikasi memegang peranan yang sangat penting dan menentukan kesuksesan seseorang dalam berkarir maupun membangun usaha. Banyak orang yang tidak begitu peduli dengan ketrampilan mereka berkomunikasi dengan lingkungannya. Akibatnya bisa menjadikan mereka dikucilkan oleh teman-teman mereka. Bila keadaan ini terus berlanjut akan mengakibatkan dampak psikologis yang kurang baik bagi orang tersebut. Hal yang sering terjadi adalah menurunnya rasa percaya diri, dan ini berimbas kepada semangat belajar dan mau maju yang turut menurun. Kenyataan ini akan menjadikan orang tersebut kurang produktif bahkan tidak produktif sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, pencegahan sejak dini perlu segera dilakukan. Sesungguhnya keterampilan berkomunikasi adalah sesuatu yang dapat dipelajari oleh siapapun. Dan ternyata bukan merupakan hal yang sangat sulit. Semua manusia di dunia ini dapat mempelajarinya dan menjadi terampil dalam berkomunikasi. Syarat utamanya hanya satu yaitu “KEMAUAN”. Dengan kemauan belajar yang tinggi, maka siapapun dia akan menjadi terampil dalam berkomunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah seseorang memiliki kemauan belajar berkomunikasi, maka langkah berikutnya yang perlu dia ketahui adalah tiga rahasia keberhasilan dalam berkomunikasi. Setelah menguak tiga rahasia tersebut, maka selanjutnya hanya mempraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Adalah tiga rahasia tersebut adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selalu Membuat Orang Lain Gembira&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah langkah pertama menjadi seorang komunikator yang EXCELLENT. Mari kita bertanya kepada diri kita sendiri bahwa kita lebih suka bersahabat dengan teman yang sering marah-marah atau yang cerian, teman yang sering menyakiti hati kita atau teman yang suka berkelakar. Hal yang sama terjadi dengan teman-teman yang ada di dalam kehidupan kita. Bila kita tahu bagaimana membuat orang-orang di sekitar kita gembira, maka teman kita akan bertambah banyak. Apakah membuat seseorang menjadi gembira adalah sesuatu yang sulit ? Ternyata kegembiraan dapat kita bagikan kepada orang lain tanpa menggunakan kata-kata, cukup dengan sebuah senyuman kecil saja akan mengirimkan sinyal kegembiraan kepada orang lain. Bukankah ini adalah sesuatu aktivitas yang gratis? Selanjutnya kita dapat menyampaikan sebuah kalimat yang menyejukkan hati, sehingga orang yang mendengarkan kalimat yang kita ucapkan merasa senang, tenang dan damai. Berikutnya kita dapat meringankan beban seseorang dengan memberikan bantuan kepada mereka sesuai dengan kemampuan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selalu Membuat Orang Lain Menyukai Anda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah kedua adalah membuat orang lain menyukai anda. Mulai dengan gaya bicara anda yang dapat diterima secara umum. Bila anda berjumpa dengan seorang yang baru anda kenal, mulai percakapan dengan hal-hal yang bersifar umum. Hindari memberikan pertanyaan yang bersifat terlalu pribadi. Biasanya suatu pembicaraan terasa asyik bila dimulai dengan topik yang paling favorit dalam pemberitaan di mass-media cetak dan elektronik. Lalu perlahan masuk lebih mendalam setelah anda merasa teman bicara anda mulai menunjukkan keakraban. Hal lain yang dapat anda lakukan untuk membuat orang lain menyukai anda adalah gaya berpakaian anda. Umumnya manusia menyukai orang yang berpenampilan rapi ketimbang urak-urakan. Oleh karena itu evaluasi kembali gaya berpakaian anda sekaligus penataan rambut anda. Gaya bicara dan gaya berpakaian anda merupakan 2 hal utama yang menentukan anda dapat membuat orang lain menyukai anda atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selalu Membuat Orang Menyayangi Anda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya yang perlu anda perhatikan adalah, hindari menciptakan permasalahan bagi orang lain, sebaliknya anda harus terus belajar bagaimana membantu teman yang sedang ditimpa permasalahan melalui memberikan tips-tips yang dapat menjadi solusi permasalahan yang mereka hadapi. Bila anda dapat senantiasa diandalkan teman-teman anda dalam membantu mereka menyelesaikan permasalahan mereka, maka niscaya mereka akan sangat menyayangi anda. Disamping menjadi seorang yang mampu memberikan tips dan ide dalam penyelesaian masalah, anda juga dapat menciptakan kebiasaan baik berupa cepat kaki ringan tangan. Dengan kebiasaan baik ini akan membuat anda senang memberikan bantuan kepada orang lain. Selanjutnya anda tingkatkan semangat pelayanan dengan sepenuh hati, segenap jiwa dan sekuat tenaga serta tanpa pamrih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila anda telah membaca artikel ini, lalu mau mempraktekkannya, maka keajaiban akan terjadi dalam kehidupanmu. Ketika keterampilan komunikasimu semakin baik, maka kualitas hidupmu juga membaik. Akhirnya anda akan menemukan mutiara kehidupan yang akan menyinari setiap langkah kakimu menuju masa depan yang lebih baik. Selamat mencoba dan salam EXCELLENT untuk anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis : Nugroho&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nugrohoedu.blogspot.com/feeds/3952373348360588510/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/3394758970627988415/3952373348360588510' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3394758970627988415/posts/default/3952373348360588510'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3394758970627988415/posts/default/3952373348360588510'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nugrohoedu.blogspot.com/2007/07/tiga-rahasia-keberhasilan.html' title='TIGA RAHASIA KEBERHASILAN DALAM BERKOMUNIKASI'/><author><name>Nugroho.edu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17234072320980139704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i184.photobucket.com/albums/x22/Dapid_album/nugroho.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgd-zT58vCmQPrb1IqBAH_yP1FgHVdpKTnQvnPSSsDwFDP0AEX0jW6dQE6Rmf8cAS9whWYxmweOuH1ALivTNnkKyV0IAHFw6hgu5-APUQqWac6w5xSDmSn5jJieGiIDYeaG3A6qImRZR-R6/s72-c/P1010259.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3394758970627988415.post-528732727087854265</id><published>2007-06-20T23:46:00.001+07:00</published><updated>2008-11-13T14:05:24.990+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Training"/><title type='text'>TRAINING LEADERSHIP DI SINGAPURA, MEI 2007</title><content type='html'>&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhnDZSVWMhHFPuZhzTj1b9rS4tzX08cKTdMAd1mVpixOQSCVIxVMeCLM0DuKLbdzpYd2XmXLjdoIeekz9g0FKtxI8Yw_CZQuXFNjf8FyjpLpAlY3F8ol5zB7i0BypU7wl2SkydSF9vsX3r9/s1600-h/P1010039.JPG&quot;&gt;&lt;img id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5078191550823270498&quot; style=&quot;margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center;&quot; alt=&quot;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhnDZSVWMhHFPuZhzTj1b9rS4tzX08cKTdMAd1mVpixOQSCVIxVMeCLM0DuKLbdzpYd2XmXLjdoIeekz9g0FKtxI8Yw_CZQuXFNjf8FyjpLpAlY3F8ol5zB7i0BypU7wl2SkydSF9vsX3r9/s400/P1010039.JPG&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nugrohoedu.blogspot.com/feeds/528732727087854265/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/3394758970627988415/528732727087854265' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3394758970627988415/posts/default/528732727087854265'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3394758970627988415/posts/default/528732727087854265'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nugrohoedu.blogspot.com/2007/06/training-leadership-di-singapura-mei.html' title='TRAINING LEADERSHIP DI SINGAPURA, MEI 2007'/><author><name>Nugroho.edu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17234072320980139704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i184.photobucket.com/albums/x22/Dapid_album/nugroho.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhnDZSVWMhHFPuZhzTj1b9rS4tzX08cKTdMAd1mVpixOQSCVIxVMeCLM0DuKLbdzpYd2XmXLjdoIeekz9g0FKtxI8Yw_CZQuXFNjf8FyjpLpAlY3F8ol5zB7i0BypU7wl2SkydSF9vsX3r9/s72-c/P1010039.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3394758970627988415.post-7362620143296857839</id><published>2007-06-20T23:29:00.000+07:00</published><updated>2008-11-13T14:05:25.109+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Training"/><title type='text'>TRAINING EXCELLENT TEEN MARET 2007</title><content type='html'>&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh0bs7CQ3YnYuQi4UVkGNo1ijOzUqHs_F71AeJK89x-3Tq9BVsUDuvlMNOS1RvaVMwtrI9Z1RgPyFYDznhZyPR4NjB2hjpMBtWgVxG_-yjWK7a2ZkX8hNv3bIz5W-EN6cuy9uptxo0as0DO/s1600-h/DSC03501.JPG&quot;&gt;&lt;img id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5078188290943092818&quot; style=&quot;DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center&quot; alt=&quot;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh0bs7CQ3YnYuQi4UVkGNo1ijOzUqHs_F71AeJK89x-3Tq9BVsUDuvlMNOS1RvaVMwtrI9Z1RgPyFYDznhZyPR4NjB2hjpMBtWgVxG_-yjWK7a2ZkX8hNv3bIz5W-EN6cuy9uptxo0as0DO/s400/DSC03501.JPG&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nugrohoedu.blogspot.com/feeds/7362620143296857839/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/3394758970627988415/7362620143296857839' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3394758970627988415/posts/default/7362620143296857839'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3394758970627988415/posts/default/7362620143296857839'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nugrohoedu.blogspot.com/2007/06/training-excellent-teen-maret-2007.html' title='TRAINING EXCELLENT TEEN MARET 2007'/><author><name>Nugroho.edu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17234072320980139704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i184.photobucket.com/albums/x22/Dapid_album/nugroho.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh0bs7CQ3YnYuQi4UVkGNo1ijOzUqHs_F71AeJK89x-3Tq9BVsUDuvlMNOS1RvaVMwtrI9Z1RgPyFYDznhZyPR4NjB2hjpMBtWgVxG_-yjWK7a2ZkX8hNv3bIz5W-EN6cuy9uptxo0as0DO/s72-c/DSC03501.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3394758970627988415.post-6407845238800411428</id><published>2007-06-20T22:56:00.000+07:00</published><updated>2008-11-13T14:05:25.261+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Training"/><title type='text'>TRAINING GURU, BATAM 16-17 SEPT 2006</title><content type='html'>&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgs7yJInTxj-pCtCbV_Vnd2C_XpGphOSBzRxATKve_nCppEGHVWYSjBu6F6KYD6KVs1SHOR4m42EqDXufOQAhkF1Ii96GM8XONZqPCC6NU79bHwesOqmcPCGwcQ6-tDirmVVtulaxtY5pU7/s1600-h/P1010162.JPG&quot;&gt;&lt;img id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5078177330186553410&quot; style=&quot;DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center&quot; alt=&quot;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgs7yJInTxj-pCtCbV_Vnd2C_XpGphOSBzRxATKve_nCppEGHVWYSjBu6F6KYD6KVs1SHOR4m42EqDXufOQAhkF1Ii96GM8XONZqPCC6NU79bHwesOqmcPCGwcQ6-tDirmVVtulaxtY5pU7/s400/P1010162.JPG&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nugrohoedu.blogspot.com/feeds/6407845238800411428/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/3394758970627988415/6407845238800411428' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3394758970627988415/posts/default/6407845238800411428'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3394758970627988415/posts/default/6407845238800411428'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nugrohoedu.blogspot.com/2007/06/training-guru-batam-16-17-sept-2006.html' title='TRAINING GURU, BATAM 16-17 SEPT 2006'/><author><name>Nugroho.edu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17234072320980139704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i184.photobucket.com/albums/x22/Dapid_album/nugroho.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgs7yJInTxj-pCtCbV_Vnd2C_XpGphOSBzRxATKve_nCppEGHVWYSjBu6F6KYD6KVs1SHOR4m42EqDXufOQAhkF1Ii96GM8XONZqPCC6NU79bHwesOqmcPCGwcQ6-tDirmVVtulaxtY5pU7/s72-c/P1010162.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3394758970627988415.post-2509698468708170392</id><published>2007-06-20T22:18:00.000+07:00</published><updated>2008-11-13T14:05:25.863+07:00</updated><title type='text'>OTAK VERSUS OTOT - KERJA PINTAR VERSUS KERJA KERAS</title><content type='html'>&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhB2R5A7pjiU7jfqcHpyjaPWQcA7T4LrpM-aonWIWRYCBQ1Bkv8G7BCYJtuogHo52KhZarEukcKz3-zI9Tpodwevyt78aiFXDm09K7NUqDk7Xkh2Ja2ETQAh97SbSRL-tEC2c-c4Ii-Nlrj/s1600-h/workers.JPG&quot;&gt;&lt;img id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5078167919913207858&quot; style=&quot;FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand&quot; alt=&quot;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhB2R5A7pjiU7jfqcHpyjaPWQcA7T4LrpM-aonWIWRYCBQ1Bkv8G7BCYJtuogHo52KhZarEukcKz3-zI9Tpodwevyt78aiFXDm09K7NUqDk7Xkh2Ja2ETQAh97SbSRL-tEC2c-c4Ii-Nlrj/s320/workers.JPG&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Mungkin anda pernah mendengar pernyataan yang saya jadikan judul artikel ini, ada yang langsung terkesima dan menangkap makna pernyataan tersebut, namun saya yakin banyak yang tidak ambil perduli dan membiarkan kalimat ini berlalu begitu saja. Sesungguhnya saya ingin katakan bahwa terdapat perbedaan yang sangat signifikan antara kedua perbedaan diatas. Kalimat ini akan membedakan antara si Sukses dan si Gagal. Si Bahagia dan si Menderita. Bila seseorang menjalani hidupnya dengan lebih dominan dalam mengandalkan ototnya akan mendapatkan hasil yang berbeda dari orang yang lebih dominan dalam mengandalkan otaknya. Orang yang mengandalkan otot adalah tipe orang yang bekerja sendiri (One Man Show), sementara orang yang bekerja dengan otaknya akan bekerja dengan melibatkan orang lain seraya membangun kerjasa sama tim (Team work building) Orang yang mengandalkan otot cenderung tidak punya waktu untuk dirinya sendiri. Sementara orang yang mengandalkan otak lebih fleksibel dalam pengaturan waktu. Hal ini disebabkan karena orang yang bekerja sendiri adalah orang yang tidak berani atau bahkan mungkin tidak tahu bagaimana mendelegasikan pekerjaan kepada orang lain. Sementara yang bekerja dalam tim cenderung saling membantu dalam menjalankan tugas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam beberapa kasus terdapat karyawan yang salah kaprah dalam mempraktekkan kata delegasi dalam pekerjaannya. Mereka asal lempar tanggung jawab kepada rekan kerja yang lebih junior. Sementara dia santai-santai saja di kantor dan merasa telah berhasil memakai otaknya. Alhasil yang junior menerima pekerjaan tersebut dengan tidak gembira. Bila sistem delegasi yang salah kaprah ini terus berlanjut akan mengakibatkan dirinya tidak disukai para junior dan berakhir dengan dibenci bahkan digosipin sesama rekan kerja. Bila sesorang terus menerus bekerja dalam suasana kerja yang tidak sehat seperti ini, maka akan mengakibatkan menghadapi tekanan kerja yang tinggi, teman kantor yang kurang bersahabat, pekerjaan yang menumpuk, sehingga menjadikan diri mereka semakin tidak merasa nyaman dan tidak menikmati pekerjaannya. Alhasil kinerja kerja menurun, prestasi kerja berkurang, lama kelamaan atasan akan memberikan penilaian yang kurang baik kepada dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh kasus diatas telah menjadi suatu fenomena yang terjadi di mana-mana. Banyak kasus yang serupa dapat dengan mudah ditemukan di banyak perusahaan. Banyak orang yang tidak menyadari bahwa mereka telah terjerumus dalam keadaan ini, bahkan mereka masih menyalahkan teman-teman yang tidak mendukung dirinya, atasan yang tidak memperhatikan dirinya serta memperlakukan dirinya secara tidak adil dan berbagai keluhan lainnya. Sebaliknya seorang karyawan lain yang menjalani pekerjaannya dengan lebih dominan mengandalkan otaknya, dia akan menggunakan keterampilan daya nalarnya untuk mengobservasi kekurangan yang ada dalam dirinya, mencari solusi untuk merubah kekurangan dirinya sehingga berubah menjadi kekuatan. Dirinya akan senantiasa menyadari hal-hal sekecil apapun yang harus dia lakukan untuk meningkatkan potensi dirinya. Bila seseorang terus menerus mengoptimalkan potensi otaknya serta merta terus meningkatkan prestasi kerja, maka diyakini 5 tahun kedepan, dirinya akan mencapai suatu perubahan yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika seseorang menyadari betapa besar kekuatan otak yang dikaruniakan oleh Tuhan kepada kita, serta tahu bagaimana menggunakan potensi tersebut dalam pekerjaan mereka, maka itulah yang saya sebut dengan kerja pintar. Banyak orang yang semasa muda bekerja dengan ektra keras, banyak diantara mereka yang akhirnya berhasil mencapai keberhasilan, namun banyak pula akhirnya sakit-sakitan dikarenakan bekerja terlalu keras di masa produktif, mereka kurang memperhatikan makan dan istirahat. Sementara itu, ada sekelompok orang yang tahu bagaimana bekerja pintar, mereka membangun tim work yang tangguh selagi muda. Jaringan yang telah terbangun terus menerus di perkuat. Alhasil mereka tidak perlu harus bekerja ekstra keras. Mereka memiliki waktu yang banyak untuk diri mereka menikmati hidupnya. Mereka memiliki kesempatan untuk terlibat dalam banyak aktivitas sosial, menjadikan hidupnya bernilai dan bermakna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila anda bertanya ; bagaimana bekerja dengan otak yang lebih dominan dari pada otot ? Bagaimana bekerja pintar dari pada kerja keras ? Maka jawabannya adalah BELAJAR. Belajar dari orang yang terbukti berhasil menggunakan potensi otaknya untuk bekerja pintar. Belajar darinya, dapatkan sebanyak mungkin informasi dan pelajaran darinya. Pelajari bagaimana dia berhasil, juga pelajari pengalaman gagal yang pernah dia alami. Banyak orang berhasil sukses setelah mengalami rentetan kegagalan dalam hidupnya. Terus belajar, terus dan terus dan terus belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Nugroho, MM, ACS, CL&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nugrohoedu.blogspot.com/feeds/2509698468708170392/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/3394758970627988415/2509698468708170392' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3394758970627988415/posts/default/2509698468708170392'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3394758970627988415/posts/default/2509698468708170392'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nugrohoedu.blogspot.com/2007/06/otak-versus-otot-kerja-pintar-versus.html' title='OTAK VERSUS OTOT - KERJA PINTAR VERSUS KERJA KERAS'/><author><name>Nugroho.edu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17234072320980139704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i184.photobucket.com/albums/x22/Dapid_album/nugroho.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhB2R5A7pjiU7jfqcHpyjaPWQcA7T4LrpM-aonWIWRYCBQ1Bkv8G7BCYJtuogHo52KhZarEukcKz3-zI9Tpodwevyt78aiFXDm09K7NUqDk7Xkh2Ja2ETQAh97SbSRL-tEC2c-c4Ii-Nlrj/s72-c/workers.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3394758970627988415.post-6644312852820708146</id><published>2007-06-19T15:27:00.001+07:00</published><updated>2008-11-13T14:05:25.965+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Training"/><title type='text'>TEAM WORK BUILDING, THE POWER OF TOGETHERNESS,  BANK CENTRAL ASIA MEDAN</title><content type='html'>&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjPYCpj9ai5JabX4MTI2oULMCg_rBUDZRfHvDxLBoJkmi8TJEeZLyVYPXENBtOVtO1dSqS3VhjwqyJCXyJt_EDELnspteLGckCToctlUQPy32pExG_nUWso3t89TfEkFbU4jcrfw_IL3eIt/s1600-h/P1010118.JPG&quot;&gt;&lt;img id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5077690886485575714&quot; style=&quot;FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand&quot; alt=&quot;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjPYCpj9ai5JabX4MTI2oULMCg_rBUDZRfHvDxLBoJkmi8TJEeZLyVYPXENBtOVtO1dSqS3VhjwqyJCXyJt_EDELnspteLGckCToctlUQPy32pExG_nUWso3t89TfEkFbU4jcrfw_IL3eIt/s320/P1010118.JPG&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nugrohoedu.blogspot.com/feeds/6644312852820708146/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/3394758970627988415/6644312852820708146' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3394758970627988415/posts/default/6644312852820708146'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3394758970627988415/posts/default/6644312852820708146'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nugrohoedu.blogspot.com/2007/06/team-work-building-power-of.html' title='TEAM WORK BUILDING, THE POWER OF TOGETHERNESS,  BANK CENTRAL ASIA MEDAN'/><author><name>Nugroho.edu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17234072320980139704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i184.photobucket.com/albums/x22/Dapid_album/nugroho.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjPYCpj9ai5JabX4MTI2oULMCg_rBUDZRfHvDxLBoJkmi8TJEeZLyVYPXENBtOVtO1dSqS3VhjwqyJCXyJt_EDELnspteLGckCToctlUQPy32pExG_nUWso3t89TfEkFbU4jcrfw_IL3eIt/s72-c/P1010118.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3394758970627988415.post-6942602599312998741</id><published>2007-06-18T20:24:00.000+07:00</published><updated>2007-07-28T11:24:08.308+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Edu Talk"/><title type='text'>TIGA PILAR KESUKSESAN</title><content type='html'>&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;Siapapun manusia normal di dunia ini, ketika dilontarkan pertanyaan : “Apakah anda ingin SUKSES ?” Maka pasti mereka akan menjawab INGIN. Namun apakah semua orang yang ingin sukses, akhirnya benar benar sukses ? Fakta menunjukkan bahwa ternyata tidak semua orang yang berhasil menggapai hidup sejahtera dan bahagia. Banyak orang yang harus hidup melarat dan tidak bahagia. Ada yang hidup berkecukupan dari aspek materi namun tidak bahagia. Ada yang sebaliknya hidup hanya biasa-biasa saja namun pas pasan dalam aspek finansial. Sedikit sekali yang hidup berkelimpahan secara materi serta penuh suka cita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila anda ingin mendapatkan kesuksesan dari aspek materi, caranya gampang. Yang anda butuhkan adalah 3 pilar kesuksesan yang akan kita bahas bersama dalam artikel ini. Namun adakah artinya Kesuksesan materi tanpa di-imbangi oleh kebahagiaan hati dan ketenangan jiwa? Saya yakin anda akan sangat ingin mendapatkan semuanya. Satu jalan yang pasti akan menghantarkan anda mencapai kebahagiaan hati dan ketenangan jiwa adalah meningkatkan iman kepada Sang Pencipta serta terus menerus meneladani dan mempraktekkan ajaran Sang Nabi yang kita yakini. Yakin dan percayalah bahwa seseorang yang batinnya kosong akan sangat menderita hidupnya, terlebih ketika mereka menghadapi detik detik terakhir kehidupannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada seorang klien yang tidak pernah beriman kepada Sang pencipta, beliau adalah seorang yang menjalani hidupnya dengan caranya sendiri. Beliau tidak percaya akan semua agama dan ajaran. Semasa hidupnya beliau adalah seorang yang tekun dan memiliki semangat kerja yang tinggi, visinya sangat jauh dan memiliki tujuan hidup yang jelas. Beliau berhasil mengembangkan usahanya dengan sukses. Satu persatu anaknya berhasil menjadi sarjana dan memiliki karir yang baik. Akhirnya tibalah suatu hari ketika penyakit hadir dalam lembaran hidupnya. Dirinya sangat terpukul dan tidak dapat menerima kenyataan tersebut. Akhirnya beliau menjalani sisa hidupnya dengan penderitaan batin yang tidak terhingga, hingga akhir hayatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disisi lain ada seorang ibu yang hidupnya hanya sederhana, menjelang ahir hayatnya dokter memvonis dirinya terserang kanker, beliau harus berjuang mempertahankan hidupnya. Beliau adalah seorang ibu yang sangat beriman kepada Sang Pencipta, setiap sahabat yang datang membesuk dirinya selalu mendengar Ibu tersebut terus menerus menyatakan rasa syukur kepada Sang Pencipta, beliau mengatakan semasa beliau masih sehat, Sang Pencipta telah memberikan kesempatan kepadanya untuk melayani sesama manusia. Untuk itu Ibu tersebut sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan. Dia selalu tersenyum kepada setiap orang yang datang membesuknya seraya mengingatkan mereka untuk terus meningkatkan iman dan ketakwaan kepada Sang Pencipta serta tidak lupa mengucapkan terima kasih dengan penuh suka cita serta mendoakan setiap orang yang datang menjenguknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pembaca yang budiman, kita ingin memilih kisah yang mana ketika detik detik terakhir hidup kita datang menjelang. Anda masih memiliki kesempatan untuk memilih dan bertindak mewujudkannya menjadi kenyataan. Bila seseorang telah memahami makna kehidupan ini, barulah Kesuksesan Materi ada artinya. Siapapun anda, apapun latar belakang keluarga anda, tidak perduli anda berkeyakinan kepada agama apa, kesuksesan materi dapat anda peroleh bila anda memiliki 3 (tiga) pilar kesuksesan berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEMAUAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pepatah mengatakan dimana ada kemauan di sana ada jalan. Kemauan merupakan pilar kesuksesa pertama dan utama. Tanpa kemauan seseorang akan hanyut dalam kehidupan dan membiarkan dirinya mengalir bagaikan sekuntum bunga yang terjatuh dalam sebuah sungai kehidupan. Sekuntum bunga tersebut tidak memiliki kuasa untuk bergerak melawan arus air, bunga tersebut tidak dapat memutuskan untuk bergerak ke kiri atau kekanan. Lalu dia akan terus mengalir dan mengalir hingga maut datang menjemputnya. Bukankah banyak manusia yang menjalani hidup dengan kemauan yang kecil? Mereka selalu mudah putus asa ketika masalah datang menghadang. Mereka lebih sering membiarkan dirinya dikendalikan keadaan dari pada mengendalikan keadaan. Mereka lebih sering hanyut dalam emosi daripada mengendalikan emosinya. Dalam banyak hal mereka lebih memilih orang lain memutuskan langkah yang harus dilaluinya dari pada mengambil keputusan untuk masa depannya. Mereka tidak memiliki kemauan belajar yang tinggi, Kemauan untuk menjadi yang terbaik hampir tidak pernah terlintas dalam benak mereka. Kemauan untuk berubah menjadi lebih baik hanya sebuah wacana yang tidak pernah menjadi kenyataan. Oleh karena itu setiap orang yang sukses dari usaha mereka sendiri pastilah orang yang memiliki KEMAUAN YANG KERAS DAN BESAR. Seorang yang ukses karena warisan  orang lain, akan sangat sulit mempertahankan prestasinya bila tanpa dibarengi oleh kemauan. Sebaliknya seseorang yang pada awal tidak memiliki apa apa, akhirnya juga akan menapaki kesuksesan dengan kemauan yang besar untuk berubah menjadi lebih baik dan lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KESEMPATAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilar kedua kesuksesan adalah kesempatan. Setelah seseorang memiliki kemauan yang besar, selanjutnya dia harus mendapatkan kesempatan. Tanpa kesempatan, maka kemauan yang sebesar apapun akan menjadi sia-sia. Oleh karena itu dalam kenyataan hidup kita selalu menjumpai banyak orang yang sangat rajin dan tekun dalam pekerjaannya, namun hingga masa tuanya, prestasi karirnya hanya biasa-biasa saja. Masalahnya adalah kemampuan dia melihat kesempatan kurang jeli. Faktor lainnya adalah ketika kesempatan datang padanya tidak segera diraih. Tips untuk anda untuk sukses memiliki pilar kedua adalah jangan hanya menunggu kesempatan, tetapi belajarlah menciptakan kesempatan. Bila anda gagal ketika mencoba menciptakan kesempatan pertama, katakan bahwa anda akan mencoba lagi menciptakan kesempatan kedua, ketiga, keempat dan seterusnya. Katakan bahwa anda bukan gagal, hanya belum berhasil. Lalu belajarlah sesuatu dari setiap kali anda belum berhasil. Lakukan evaluasi mengapa anda belum berhasil. Dan cari tahu apa yang harus anda lakukan selanjutnya untuk dapat berhasil. Ketika anda tahu menciptakan kesempatan dan meraih kesempatan, maka sukses hanya tinggal beberapa langkah lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KETERAMPILAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilar ketiga adalah sebagai pelengkap pilar pertama dan pilar kedua. Setelah seseorang memiliki kemauan untuk sukses yang disertai dengan komitmen, lalu dia terus belajar menciptakan kesempatan serta bertindak meraih kesempatan, lalu setelah kesempatan berhasil diraih dan dilengkapi dengan keterampilan maka sempurnalah usaha dan upaya untuk mencapai kesuksesan. Bila seseorang memiliki kemauan dan kesempatan telah datang padanya, namun keterampilan yang dimiliki tidak sesuai dengan bidangnya, dan orang tersebut tidak berusaha untuk mendapatkan keterampilan yang dibutuhkan, maka kesempatan yang telah datang padanya hanya akan transit sesaat dan selanjutnya beralih kepada orang lain. Itu sebabnya ada orang yang hanya menjadi manajer selama 6 bulan, atau 1 tahun, lalu tahun berikutnya harus berhenti sebagai manajer dan kembali menjadi karyawan biasa. Atau seseorang yang memulai bisnis baru, namun 1 tahun kemudian harus menutup bisnisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pembaca yang budiman, siapapun anda, apapun latar belakang pendidikan anda, bagaiamanapun baik atau buruknya situasi finansial anda. Untuk sukses anda membutuhkan 3 (tiga) pilar kesuksesan tersebut diatas. Satu saja pilar tersebut hilang, akan menjadikan anda sulit mencapai impian anda. Dan satu lagi hal terpenting dalam hidup ini adalah, Kesuksesan harus di ikuti oleh Kebahagian. Selamat berjuang salam Excellent untuk anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis adalah Pengamat Sosial dan Pendidikan serta dosen Perguruan Tinggi ASM CENDANA&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;right&quot;&gt;Oleh : NUGROHO, MM, ACS, CL&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nugrohoedu.blogspot.com/feeds/6942602599312998741/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/3394758970627988415/6942602599312998741' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3394758970627988415/posts/default/6942602599312998741'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3394758970627988415/posts/default/6942602599312998741'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nugrohoedu.blogspot.com/2007/06/tiga-pilar-kesuksesan.html' title='TIGA PILAR KESUKSESAN'/><author><name>Nugroho.edu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17234072320980139704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i184.photobucket.com/albums/x22/Dapid_album/nugroho.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3394758970627988415.post-4723455782828079635</id><published>2007-06-18T20:16:00.000+07:00</published><updated>2008-11-13T14:05:26.183+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Edu Talk"/><title type='text'>PENDIDIKAN KARAKTER UNTUK ANAK-ANAK</title><content type='html'>&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiaZhwP2_o9krR24h3giluBlL1QtYwQ51DJuVGizg7SKTPBhw-gPpi2q7YGC6JdkhyphenhyphenInTrVxSIMBSKZWx1kNPQ3CtNYeRh3QOdZgkOOYtwBToVhCntvjbOQJiEA4dNqStYUZJKLLXfHXucj/s1600-h/otak.jpg&quot;&gt;&lt;img id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5077394031230978066&quot; style=&quot;FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand&quot; alt=&quot;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiaZhwP2_o9krR24h3giluBlL1QtYwQ51DJuVGizg7SKTPBhw-gPpi2q7YGC6JdkhyphenhyphenInTrVxSIMBSKZWx1kNPQ3CtNYeRh3QOdZgkOOYtwBToVhCntvjbOQJiEA4dNqStYUZJKLLXfHXucj/s320/otak.jpg&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt; Mengamati perkembangan kehidupan bermasyarakat dewasa ini, ada satu pertanyaan yang harus kita sikapi dengan sangat serius. Apakah masyarakat semakin hari semakin berbudaya, bermoral, berkarakter dan bersikap baik dalam menjalani kehidupan? Saat ini kita hidup di dunia yang penuh dengan kata modernisasi, teknologi, informasi dan sederetan kata indah lainnya. Namun apakah semua perkembangan modernisasi tersebut menghantarkan manusia menuju kehidupan yang lebih baik, lebih bahagia dan lebih sejahtera? Atau sebaliknya mengakibatkan degradasi nilai-nilai moral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita menilik lebih mendalam sistem pendidikan yang diterapkan di sekolah. Akan kita jumpai seperangkat program yang terus memacu anak belajar untuk menghadapi ujian demi ujian yang seakan tiada akhirnya. Semua kenyataan ini berakhir pada puncak kejenuhan dalam diri anak yang melahirkan sejumlah tekanan psikologis. Mari kita bertanya pertanyaan berikutnya : Adakah arti bila kita memiliki anak yang pintar secara inteligensi namun kurang dalam sikap, moral dan karakter ? Kemajuan ilmu pendidikan tanpa di seimbangkan dengan nilai sikap, moral dan karakter akan berdampak pada memproduksi generasi pembunuh massal yang akan menghancurkan sendi sendi kehidupan bermasyarakat yang akan berakibat pada rusaknya tatanan perekonomian, politik dan sosial budaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita mencoba mengikuti perkembangan berita yang dilangsir di media cetak maupun elektronik. Berita-berita yang menyedihkan tentang pencurian, perampokan mewarnai hari-hari kita. Ada yang mengatakan itu disebabkan karena rendahnya tingkat pendidikan sehingga mengakibatkan mereka tidak punya pilihan karena harus mempertahankan isi perut. Bagaimana bila kita melihat kejahatan yang dilakukan oleh kaum intelektual yang justru memiliki skala kejahatan yang lebih besar. Bila seorang perampok hanya akan mengakibatkan kerugian pada diri korban senilai jutaan rupiah, sementara kejahatan intelektual justru mengakibatkan kerugian milyaran rupiah. Berarti yang mendorong seseorang melakukan tindak kejahatan bukan karena tingkat pendidikannya. Tapi Sikap, Karakter dan Moral yang rendah yang menjadi pemicu utama terjadinya tindak kejahatan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyikapi kenyataan tersebut diatas. Dapat kita sadari betapa pentingnya menanamkan pendidikan Sikap, Karakter dan Moral kepada anak-anak kita yang notabene akan menjadi generasi penerus bangsa ini. Bila ada yang beranggapan bahwa anak yang bersikap baik, berkarakter baik dan bermoral baik akan susah mencari nafkah di kemudian hari. Ini adalah satu keyakinan yang harus diluruskan. Mari kita meminjam hukum ekonomi yang berbunyi : “Bila suplai barang menurun, maka harga barang akan naik”. Nah, bila suplai Sumber Daya Manusia (SDM) dengan sikap, karakter dan moral yang baik semakin langka di masyarakat, berarti SDM yang memiliki sikap, karakter dan moral yang baik akan di bayar lebih mahal oleh pengguna jasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan yang sering dikeluhkan oleh para pengusaha, Direktur dan Manajer di berbagai perusahaan adalah sulitnya mendapatkan SDM dengan sikap, karakter dan moral yang baik. Untuk itu, adalah peluang dan kesempatan yang harus diraih oleh semua orang tua untuk berlomba-lomba mendidik anak dengan menanamkan sikap, karakter dan moral yang tinggi kepada anak-anak mereka guna mempersiapkan anak tersebut menghadapi masa depan yang lebih baik. Untuk mengajarkan sikap, karakter dan moralitas kepada anak, tentunya harus dimulai dari diri kita sendiri. Ketika kita dapat menjadi teladan bagi anak anak kita, maka mereka akan cenderung mengikuti sikap, karakter dan moral yang kita tunjukkan kepada mereka. Pepatah mengatakan buah jatuh tidak jauh dari tangkainya. Demikian juga yang akan terjadi pada anak-anak kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita mau merenung sejenak, untuk apa sih kita bekerja mati-matian mencari nafkah ? Bukankah kita ingin melihat suatu hari anak-anak kita akan berhasil dalam hidupnya dan menikmati kebahagiaan. Akankah ada artinya bila kita berhasil menimbun harta dan mewariskan semua kepada anak-anak kita, namun tatkala kita memejamkan mata untuk selama-lamanya, dikarenakan anak-anak kita tidak dibekali dengan sikap, karakter dan moral yang baik, lalu semua warisan harta yang kita kumpulkan semasa hidup di foya-foyakan secara tidak bijaksana hingga akhirnya habis dan mengakibatkan kebangkrutan serta menciptakan hutang atau bahkan terjerumus kedalam masalah hukum yang menjadikan mereka harus meringkuk di dalam sel penjara. Bukankah sudah banyak kisah nyata seperti itu yang dapat kita baca di berita media cetak bahkan dapat kita tonton di media elektronik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pembaca yang budiman, inilah saatnya kita membuktikan cinta kita kepada anak cucu kita, bahwa kita menyayangi mereka, kita ingin menjadikan mereka sukses di dunia dan akhirat. Kita ingin melihat mereka hidup sejahtera dan bahagia. Langkah pertama yang harus kita lakukan adalah mendidik mereka dengan membekali sikap, karakter dan moral yang baik. Marilah kita mulai dari diri kita sendiri, marilah kita mulai dengan menuntut diri kita sendiri bukan menuntut orang lain memulai terlebih dahulu. Dengan demikian kita telah memberikan sumbangsih yang tidak terhingga bagi terciptanya kehidupan yang lebih indah di masa mendatang.&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align=&quot;right&quot;&gt;OLEH : NUGROHO, MM, ACS, CL&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nugrohoedu.blogspot.com/feeds/4723455782828079635/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/3394758970627988415/4723455782828079635' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3394758970627988415/posts/default/4723455782828079635'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3394758970627988415/posts/default/4723455782828079635'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nugrohoedu.blogspot.com/2007/06/pendidikan-karakter-untuk-anak-anak.html' title='PENDIDIKAN KARAKTER UNTUK ANAK-ANAK'/><author><name>Nugroho.edu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17234072320980139704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i184.photobucket.com/albums/x22/Dapid_album/nugroho.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiaZhwP2_o9krR24h3giluBlL1QtYwQ51DJuVGizg7SKTPBhw-gPpi2q7YGC6JdkhyphenhyphenInTrVxSIMBSKZWx1kNPQ3CtNYeRh3QOdZgkOOYtwBToVhCntvjbOQJiEA4dNqStYUZJKLLXfHXucj/s72-c/otak.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3394758970627988415.post-7232011333324695246</id><published>2007-06-18T20:03:00.000+07:00</published><updated>2008-11-13T14:05:26.337+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Edu Talk"/><title type='text'>MENGEMBANGKAN DAYA NALAR ANAK</title><content type='html'>&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEilqgBAqBGWLdMIBlPhfym709rJTSonTB3oKNjYHV6E_s0sa2w7iwWcBNWmeFRijR2SaJdAGE4_LsBcMvG3ETSKgn0XW6FOQa0Kt31ip2wDCDqPFwbSGr2rDBCWmlBuxgniB8hDGR8Fl9NY/s1600-h/baby.jpg&quot;&gt;&lt;img id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5077391273861974018&quot; style=&quot;FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand&quot; alt=&quot;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEilqgBAqBGWLdMIBlPhfym709rJTSonTB3oKNjYHV6E_s0sa2w7iwWcBNWmeFRijR2SaJdAGE4_LsBcMvG3ETSKgn0XW6FOQa0Kt31ip2wDCDqPFwbSGr2rDBCWmlBuxgniB8hDGR8Fl9NY/s320/baby.jpg&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt; Setiap anak terlahir dengan jenius, demikian bunyi kalimat yang dapat kita baca dari berbagai buku yang dikarang oleh banyak pakar. Setiap bayi terlahir dengan sel neuron yang berjumlah 1.000.000.000.000 ( satu triliun), dan penelitian terakhir menunjukkan bahwa rata-rata manusia di dunia menggunakan kurang dari 1 % potensi otaknya. Ada yang mengatakan kenyataan ini adalah kabar buruk dalam perkembangan peradaban manusia. Namun menurut saya, ini adalah kabar baik. Karena masih terdapat 99% potensi otak yang masih dapat kita kembangkan. Artinya kita dapat melakukan sesuatu untuk meningkatkan potensi otak anak kita. Melalui pelatihan-pelatihan yang dirancang dengan stimulasi yang tepat akan mengakibatkan bertambahnya sel neuron yang teraktifkan. Semakin banyak sel neuron yang teraktifkan akan menentukan tingkat kecerdasan seorang anak semakin baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan daya nalar seorang anak juga dapat di kembangkan menjadi lebih baik. Bila anda menganggap putra-putri kesayangan anak susah dalam pelajaran mengarang, berarti ada yang kurang dalam daya nalar anak tersebut. Guna meningkatkan keterampilan anak dalam hal mengarang, anda dapat memulai dengan menstimulasi daya nalar anak tersebut. Caranya mudah dan dapat dilakukan tanpa alat bantu. Misalnya anak anda duduk di bangku sekolah kelas 1 SD. Anda dapat memulai dengan memberitahu anak sebuah kata, lalu meminta anak tersebut menceritakan 3 hal tentang kata tersebut. Contohnya anda memberitahu anak kata : “PENSIL”. Lalu anda meminta anak tersebut menceritakan 3 hal tentang pensil. Bila pada awalnya anak tersebut kesulitan dalam menceritakan 3 hal tersebut. Anda dapat membantu dengan memancing melalui pertanyaan. Misalnya : Pensil terbuat dari apa ? Lalu pertanyaan berikutnya : Pensil digunakan untuk apa ? Ada berapa jenis pensil ? Anda mewarnai dengan menggunakan pensil apa ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita melatih anak dengan menggunakan stimulasi tersebut diatas, sesungguhnya kita sedang merangsang daya nalar anak tersebut. Lakukan stimulasi ini dalam bentuk bermain serta rancang dengan suasana yang menyenangkan, berikan pujian kepada anak ketika mereka dapat menceritakannya dengan baik. Anda juga dapat memadukan dengan metode berlomba antara dua anak, bila anak anda adalah anak tunggal, anda dapat mengajak pasangan anda (suami atau istri) anda dalam permainan tersebut. Semakin menarik stimulasi yang anda lakukan akan menjadikan anak lebih cepat belajar dan semakin termotivasi. Metode ini sangat efektif untuk di mainkan minimal 3 kali sehari. Dan setiap kali cukup berikan maksimal 2 kata untuk dikembangkan menjadi 3 kalimat. Bila anak tersebut telah mulai belajar menulis, minta dia menuliskan diatas selembar kertas. Bila anda sabar dan telaten serta melatih anak anda secara kontinu, anak tersebut akan memberikan hasil yang mengejutkan dalam hal mengarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterampilan mengarang adalah dasar dalam berkomunikasi dengan lingkungannya, kelak kemudian hari keterampilan tersebut juga akan membangun konstruksi yang kokoh bagi anak tersebut dalam hal meyusun laporan, membuat proposal, menulis thesis atau skripsi, bahkan yang paling sederhana adalah menulis surat lamaran kerja. Bukankah keterampilan tersebut adalah hal yang berharga dan mendukung kesuksesan anak ? Bila anda menyadari hal ini penting, segera bertindak dan latihlah anak anda menjadi generasi penerus bangsa yang siap menghantarkan Bangsa Indonesia menjadi Bangsa yang Besar dan Kuat, sehingga mampu bersaing di era globalisasi yang serta merta akan merubah Bangsa yang kita cintai ini menjadi Bangsa yang Kaya dan Makmur. Bila anda ingin mengetahui lebih banyak lagi tentang tips mengembangkan daya nalar anak, anda dapat mengirimkan pertanyaan anda ke email : &lt;a href=&quot;mailto:nugrohoedu@yahoo.com&quot;&gt;nugrohoedu@yahoo.com&lt;/a&gt;. Selamat mencoba dan menjadi orang tua yang budiman dan teladan yang baik bagi putra-putri anda.&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nugrohoedu.blogspot.com/feeds/7232011333324695246/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/3394758970627988415/7232011333324695246' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3394758970627988415/posts/default/7232011333324695246'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3394758970627988415/posts/default/7232011333324695246'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nugrohoedu.blogspot.com/2007/06/mengembangkan-daya-nalar-anak.html' title='MENGEMBANGKAN DAYA NALAR ANAK'/><author><name>Nugroho.edu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17234072320980139704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i184.photobucket.com/albums/x22/Dapid_album/nugroho.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEilqgBAqBGWLdMIBlPhfym709rJTSonTB3oKNjYHV6E_s0sa2w7iwWcBNWmeFRijR2SaJdAGE4_LsBcMvG3ETSKgn0XW6FOQa0Kt31ip2wDCDqPFwbSGr2rDBCWmlBuxgniB8hDGR8Fl9NY/s72-c/baby.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3394758970627988415.post-2215832337476112667</id><published>2007-06-18T10:47:00.000+07:00</published><updated>2007-06-18T10:48:34.539+07:00</updated><title type='text'>Nugroho&#39;s BLog</title><content type='html'>&lt;a href=&quot;http://www.itypeit.net/&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://img503.imageshack.us/img503/7743/798zy0.jpg&quot; border=&quot;0&quot;&gt;&lt;/a&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nugrohoedu.blogspot.com/feeds/2215832337476112667/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/3394758970627988415/2215832337476112667' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3394758970627988415/posts/default/2215832337476112667'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3394758970627988415/posts/default/2215832337476112667'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nugrohoedu.blogspot.com/2007/06/nugrohos-blog.html' title='Nugroho&#39;s BLog'/><author><name>Nugroho.edu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17234072320980139704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i184.photobucket.com/albums/x22/Dapid_album/nugroho.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3394758970627988415.post-1259457140099031231</id><published>2007-06-17T12:51:00.000+07:00</published><updated>2007-06-17T12:52:24.179+07:00</updated><title type='text'>Hello World !!</title><content type='html'>Brand new Day</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nugrohoedu.blogspot.com/feeds/1259457140099031231/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/3394758970627988415/1259457140099031231' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3394758970627988415/posts/default/1259457140099031231'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3394758970627988415/posts/default/1259457140099031231'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nugrohoedu.blogspot.com/2007/06/hello-world.html' title='Hello World !!'/><author><name>Nugroho.edu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17234072320980139704</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://i184.photobucket.com/albums/x22/Dapid_album/nugroho.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>