<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-4640816974857799573</atom:id><lastBuildDate>Fri, 01 Nov 2024 06:54:07 +0000</lastBuildDate><category>kisah</category><category>Iptek</category><category>al-quran</category><category>Muhammad</category><category>islam</category><category>rasulullah</category><category>mukjizat</category><category>Puasa</category><category>keajaiban</category><category>kebenaran</category><category>tokoh</category><category>Al Qur&#39;an</category><category>Malaikat</category><category>asal usul</category><category>ayat</category><category>harun yahya</category><category>hidayah</category><category>kitab</category><category>kursyi</category><category>sakaratul maut</category><category>sholat</category><category>tanda kiamat</category><category>wahyu</category><category>Abu Ubaidah</category><category>Adam</category><category>Aisyah</category><category>Al Hadid</category><category>Amal</category><category>Aturan Poligami</category><category>Azab</category><category>Daud</category><category>Fiqih</category><category>Gaza</category><category>Hak-hak Istri</category><category>Harut - Marut</category><category>Indonesia</category><category>Istri-istri Rasulullah</category><category>Kaum Ad dan Ubar</category><category>Khalid Bin Walid</category><category>Khaulah Binti Tsa’labah</category><category>Khutbah Rasulullah</category><category>Lailatul Qadr</category><category>Manusia</category><category>Nasehat</category><category>Negeri Terkaya Di Dunia</category><category>Palestina</category><category>Persatuan Islam</category><category>Pompeii</category><category>Ramadhan</category><category>Shalawat</category><category>Syuhada</category><category>Tsamud</category><category>Tuhan</category><category>Umat Nabi Shalih</category><category>ahmadiyah</category><category>al mahdi</category><category>berita</category><category>besi</category><category>daftar</category><category>doa</category><category>e-codes</category><category>evolusi</category><category>fir&#39;aun</category><category>free download</category><category>gog magog</category><category>hajar aswad</category><category>halal dan haram</category><category>iblis</category><category>isra dan miraj</category><category>khadijjah</category><category>khilafah</category><category>kubur</category><category>kurma</category><category>makam</category><category>mati suri</category><category>mayat</category><category>musa</category><category>mustajab</category><category>penjaga</category><category>shaum</category><category>siksa kubur</category><category>sumpah</category><category>tembok besi darban</category><category>teori</category><category>yajuj majuj</category><title>ogiexslasher blogs</title><description>alumni sman2 lumajang angk. 92</description><link>http://ogiexslasher.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (mbah ogiex)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>64</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4640816974857799573.post-683463017296255416</guid><pubDate>Tue, 08 May 2012 12:04:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-05-08T19:04:21.112+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Persatuan Islam</category><title>Nasihat Ahmad Deedat tentang Persatuan Islam</title><description>&lt;br /&gt;
&lt;div align=&quot;JUSTIFY&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.19in; margin-top: 0.19in;&quot;&gt;
Pidato
ini disampaikan oleh Almarhum Syaikh Ahmad Deedat, dikenal sebagai
ulama Ahlus Sunnah dari Afrika Selatan yang telah melakukan
perjalanannya ke Republik Islam Iran pada tanggal 3 Maret 1982&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;JUSTIFY&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.19in; margin-top: 0.19in;&quot;&gt;
&lt;strong&gt;Pendahuluan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dalam
Al-Quran Suci, Allah SWT berfirman: &lt;b&gt;&lt;em&gt;Dialah yang telah mengutus
Rasul-Nya dengan petunjuk dan agama yang benar untuk diunggulkan atas
segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai&lt;/em&gt; (QS.
At-Taubah : 33)&lt;/b&gt;, walaupun Amerika Serikat, Russia dan seluruh adi
daya tidak menyukainya. Janji Allah tidak bergantung oleh kekuatan
para adi daya. Dalam pengertian luas, pergerakan Islam menjangkau
seluruh umat. Dalam pengertian sempit, pergerakan Islam
merepresentasikan bagian dari umat yang paling cepat dalam
perjuangannya dalam menjadikan Islam sebagai jalan hidup.&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;JUSTIFY&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.19in; margin-top: 0.19in;&quot;&gt;
Beberapa
tahun yang lalu tidak ada yang menyadari seorang pemimpin tunggal
dalam pergerakan Islam. Hal itu menjadi pemandangan negatif yang
menutupi wajah umat sebagai pergerakan sejarah menuju dekade akhir
abad ke-14 Hijriah. Namun dunia tidak menyadari pergerakan Islam di
Iran. Iran di bawah eks-Shah telah mencederai Islam. Iran berada
dalam posisi lemah. Kita adalah Sunni dan ketidaksadaran kita pada
masa itu sangat jelas, dan seketika revolusi Islam di Iran menjadi
&lt;em&gt;headline &lt;/em&gt;pada awal tahun 1978.&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;JUSTIFY&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.19in; margin-top: 0.19in;&quot;&gt;
Bagian
terbesar umat Islam yang menyebut diri mereka Sunni juga terlihat
tidak menyadarinya. Propaganda Shah adalah dengan menyalahkan ulama
Islam. Media Barat dan &lt;u&gt;media Islam yang dimanipulasi Barat&lt;/u&gt;,
serta rezim di negara-negara Islam menganggap kejadian di Iran
sebagai hal kecil. Kita semua terlambat dalam menyadari realita yang
baru di Iran. Di sana telah ada usaha yang sistematis untuk menodai
Islam Iran. &lt;u&gt;Media Barat dengan sengaja memberitakan kabar palsu
tentang kejadian Revolusi Islam&lt;/u&gt; yang dipimpin Ayatullah Khomeini,
pendiri dan pemimpin Republik Islam Iran.&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;JUSTIFY&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.19in; margin-top: 0.19in;&quot;&gt;
Kampanye
dalam menyerang Iran bukanlah hal baru. Dari awal, kepentingan
pribadi telah membawa kepada kampanye tiada akhir dalam melawan
Revolusi Islam Iran. Tamu pembicara kita malam ini, Syaikh Ahmad
Deedat yang merupakan ulama terkemuka Islam, yang tidak perlu
diperkenalkan lagi, baru saja kembali dari perjalanannya ke Iran,
akan menceritakan kepada kita perjalanan pertamanya ke Iran. Saya
panggilkan Syaikh Ahmad Deedat untuk berbicara kepada kalian. (Tepuk
tangan).&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;JUSTIFY&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.19in; margin-top: 0.19in;&quot;&gt;
&lt;strong&gt;Syaikh
Ahmad Deedat&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;JUSTIFY&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.19in; margin-top: 0.19in;&quot;&gt;
Aku
berlindung dari godaan setan yang terkutuk. Dengan Nama Allah Maha
Pengasih Maha Penyayang. Al-Quran yang suci menyebutkan: &lt;b&gt;&lt;em&gt;Dan jika
kamu berpaling (dari Islam dan ketaatan kepada Allah), Dia akan
menggantikan kamu dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan
seperti kamu&lt;/em&gt; (QS. Muhammad : 38).&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;JUSTIFY&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.19in; margin-top: 0.19in;&quot;&gt;
Bapak
Pemimpin dan saudara-saudara,&lt;br /&gt;Ketika kita melihat dengan ragu
keajaiban dari sebuah negara yang terlahir kembali. Keputusan Allah
yang tidak dapat ditawar telah menemukan buktinya dalam kebangkitan
dan keruntuhan sebuah bangsa yang disebutkan dalam ayat yang saya
baca kepada Anda dari surah Muhammad. Bagian akhir dari ayat tersebut
mengingatkan kita dan memperingatkan kita bahwa jika kalian berbalik
dari kewajiban dan tanggung jawab, maka Dia akan menggantikan kalian
dengan kaum/bangsa yang lain.&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;JUSTIFY&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.19in; margin-top: 0.19in;&quot;&gt;
Pribahasa
Urdu menggunakan kalimat indah ini ketika menggambarkan beberapa
musibah yang terjadi di sebuah komunitas ketika berbicara tentang
sebuah negara yang dapat menggantikan mereka. Sebenarnya ini adalah
bahasa Quran. Dan ini benar-benar terjadi melalui sejarah yang
berulang. Pertama Allah SWT memilih Yahudi Bani Israil sebagaimana
yang Ia katakan dalam Quran Suci: &lt;b&gt;&lt;em&gt;Wahai Bani Israil, ingatlah
nikmat-Ku yang telah Aku berikan kepadamu dan Aku telah melebihkan
kamu dari semua umat yang lain di alam ini&lt;/em&gt; (QS. Al-Baqarah :
47).&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;JUSTIFY&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.19in; margin-top: 0.19in;&quot;&gt;
Dengan
kemuliaan itu seharusnya mereka menjadi pembawa obor pengetahuan
Tuhan untuk dunia. Ini merupakan kehormatan, ini merupakan hak
istimewa dan ini merupakan yang pertama bagi kaum Yahudi. Tapi karena
mereka tidak mematuhi kewajiban, seorang Yahudi di antara Yahudi
pengikut Nabi Isa AS sebagaimana direkam di kitab Kristiani
mengatakan kepada mereka: &lt;em&gt;“Sebab itu, Aku berkata kepadamu,
bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan
kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu.”&lt;/em&gt;
(Bibel, Mattius 21: 43). Dan bangsa itu, yang akan bangkit adalah
umat Islam. Hal itu diambil dari bangsa Yahudi dan diberikan kepada
umat Islam.&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;JUSTIFY&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.19in; margin-top: 0.19in;&quot;&gt;
Umat
Islam kemudian, di antara mereka yang pertamanya adalah bangsa Arab,
yang diberikan oleh Allah hak istimewa sebagai pembawa obor cahaya
dan pengetahuan untuk dunia, namun karena mereka bersantai dan gagal
membawa hasil, Allah mengganti mereka dengan bangsa lain. Dalam
sejarah, kita mengingat orang Turki dan Mongol menghancurkan kerajaan
Islam dan ketika mereka menerima Islam, mereka menjadi pembawa obor
cahaya dan pengetahuan bagi dunia.&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;JUSTIFY&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.19in; margin-top: 0.19in;&quot;&gt;
Sebagaimana
Iqbal menggambarkan situasi ini dengan indah, “Wahai kalian orang
Muslim, kalian tidak akan binasa jika Iran atau Arab binasa, bahwa
kekuatan anggur tidak bergantung kemurnian botolnya. Botolnya adalah
bangsa kita. Batasan kita dan kekuatan Islam tidak bergantung pada
batasan geografi atau bangsa.” Inilah yang Allah kehendaki lagi,
Dia memilih Yahudi lalu memilih Arab dan ketika mereka menjadi lemah,
Dia memilih Turki dan ketika mereka menjadi lemah bangsa lain… dan
seterusnya merupakan proses berlanjut.&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;JUSTIFY&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.19in; margin-top: 0.19in;&quot;&gt;
Jika
kalian tidak mengerjakan kewajiban, Allah SWT akan memilih bangsa
lain yang ingin. Di dunia saat ini ada ratusan juta lebih umat
Muslim. Miliaran kalau kita ingin bangga! 90 persen dari satu miliar
merupakan Sunni. Kita telah berhenti memberikan kebaikan maka Allah
memilih sebuah bangsa yang kita anggap remeh. Bangsa Iran! Orang
Syiah! Sejarah buruk menimpa saudara seiman kita di Iran di mana Shah
menjadi raja… dan nama dia kebetulan saja Muhammad. Bayangkan,
orang ini kebetulan bernama Muhammad dan dia bukan orang beriman.
Sulit bagi kita untuk membayangkannya saat ini, tapi sekali saja
pergi ke negara itu, mencari hingga detail dan lihat apa yang sedang
terjadi.&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;JUSTIFY&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.19in; margin-top: 0.19in;&quot;&gt;
Orang
Iran ini yang terlihat seperti shah (raja) sebenarnya hanyalah orang
asing. Jika Hitler menaklukan bangsa ini dan menyerang mereka, kita
dapat memahami. Jika Russia menaklukan rakyat itu, kita dapat
mengerti. Tapi di sana ada orang Iran, berbahasa Persia, yang namanya
adalah Muhammad. Tapi, lihatlah ke arah mana ia membungkuk. 16 tahun
dia melarang shalat Jumat. 16 tahun! Kita telah menyamakan Iran
dengan Shah dan Shah dengan Iran. Bagi kita mereka adalah istilah
yang sama. Tapi jika Anda melihat lebih jauh, kita tahu bahwa Shah
dan rakyat Iran terpisah. Mereka dalam realitasnya bagaikan orang
asing satu sama lain.&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;JUSTIFY&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.19in; margin-top: 0.19in;&quot;&gt;
Sekarang
tentang kunjungan dan kesan saya terhadap Iran. Saya mulai dengan
tempat di mana saya merasakan keharuman persaudaraan rakyat Iran
pertama kali terhadap kami. Kebetulan ini terjadi di Roma. Pertama
saya yang merasakan dan kemudian beberapa teman saya merasakannya
pula di bandara udara Roma. Kami sedang menunggu pesawat, dan kami
mendapat sejumlah masalah dengan visa dan salah seorang dari kami
bertanggung jawab untuk menyelesaikan masalah ini. Kemudian dia
menuju kantor Iran Air dan mengatakan masalahnya kepada wanita muda
yang mengenakan pakaian Islam lengkap dan tertutup. Sangat indah
dengan melihatnya… yang saya maksud adalah ketika Anda melihat
orang-orang dengan pakaian seperti itu mereka adalah orang-orang yang
cantik. Jadi di sana ada seorang wanita dan kalian harus melihat
bagaimana dia menangani masalah tersebut. Seseorang datang kepada
kami dan mengatakan, “Tuan, jika Anda ingin melihat muslimah Iran
yang sesungguhnya maka datanglah (ke Iran).” Saya dan beberapa
orang pun pergi dan kami melihatnya. Itu adalah aroma pertama yang
kami rasakan dari masyarakat Iran di Roma.&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;JUSTIFY&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.19in; margin-top: 0.19in;&quot;&gt;
Ketika
kami mendarat di Iran, kami memilih hotel bintang lima yang dahulu
sebelum Revolusi di kenal sebagai Hotel Hilton tapi sekarang bernama
Hotel Istiqlal. Kemudian kami berkeliling tempat-tempat menarik dan
saya akan menceritakan kepada Anda beberapa hal yang kami lihat dan
saya akan menggambarkan perasaan kami.&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;JUSTIFY&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.19in; margin-top: 0.19in;&quot;&gt;
Jika
saya mengingat dengan benar, tempat pertama yang kami datangi adalah
pemakaman Behesht Zahra. &lt;em&gt;Behesht&lt;/em&gt; berarti “surga” dalam
bahasa Persia dan Zahra adalah gelar dari Fathimah Az-Zahra (AS) yang
merupakan puteri Nabi Muhammad (SAW). &lt;em&gt;Zahra&lt;/em&gt; berarti cahaya.
Jadi tempat ini disebut Surga yang Bercahaya.&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;JUSTIFY&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.19in; margin-top: 0.19in;&quot;&gt;
Sebelum
tiba di Iran, saya pernah membaca tentang pemakaman Behesht Zahra.
Saya ingat ketika Imam Khomeini tiba di Teheran beliau berkunjung ke
pemakaman. Saya berpikir, kenapa dia pergi ke pemakaman? Untuk
berdoa? Ya! Untuk orang yang meninggal? Ya! Ketika Anda memikirkan
pemakaman di sini, Afrika Selatan, Anda berpikir tentang jalan Brook
dan Riverside. Anda tidak bisa membayangkan bahwa pemakaman ini
luasnya berkilo-kilo. Anda tidak bisa membayangkannya. Ini adalah
tanah terbuka di mana satu atau dua juta orang bisa ditampung. Orang
berkumpul di sini karena ini adalah tempat termudah untuk meluapkan
emosi dan beban spiritual karena di sana Anda memiliki syuhada. Ada
70.000 lebih syuhada dalam peristiwa Revolusi dan 100.000 luka-luka.
&lt;u&gt;Masyarakat tidak bersenjata dengan slogan &lt;/u&gt;&lt;em&gt;&lt;u&gt;“Allahu
Akbar”&lt;/u&gt;&lt;/em&gt;&lt;u&gt; sebagai senjata mereka telah menghancurkan
kekuatan militer terbesar di Timur Tengah&lt;/u&gt;. Jadi kami pergi ke
pemakaman ini dan terdapat lebih dari satu juta orang di sana.
Laki-laki, perempuan dan anak-anak termasuk kami benar-benar
terinspirasi oleh antusiasme dan perasaan saudara-saudari kami di
sana.&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;JUSTIFY&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.19in; margin-top: 0.19in;&quot;&gt;
Saat
itu pertengahan musim dingin, dan lelaki perempuan dan anak-anak
duduk di tanah yang dingin selama berjam-jam. Pertengahan musim
dingin di bawah tanpa karpet atau kursi! Sebuah bangsa yang dapat
menahan disiplin itu berjam-jam, dan Anda hanya dapat membayangkan
takdir Allah (SWT) apa yang direncakan bagi mereka. Satu atau dua
hari kemudian dalam program (kunjungan) saya, saya membaca pemakaman
Behesht Zahra, lagi. Pertama kali kami pergi untuk ceramah, kami
melihat kuburan orang-orang membaca puisi kesedihan dan doa dan saya
pikir kunjungan kedua ini akan berlebihan. Tapi kenapa harus pergi
dua kali? Saya telah melihat pemakaman ini. Tapi seluruh teman saya
pergi dan saya pikir kalau semua orang pergi, ini tidak akan baik
bagi saya untuk tetap di hotel bersantai ketika seluruh teman saya
pergi dengan bus menuju pemakaman.&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;JUSTIFY&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.19in; margin-top: 0.19in;&quot;&gt;
Kemudian
saya pergi dan saya menjadi bahagia. Kedua kalinya saya pergi itu
ketika Kamis sore dan Kamis di Iran seperti Sabtu bagi kami. Puluhan
ribu orang berada di pemakaman. Ini hal biasa. Seperti hari raya Ied.
Puluhan ribu orang di sana, tidak lain kecuali untuk mengisi baterai
spiritual mereka. Ini merupakan hal yang tidak akan terlupakan.
(Kata-kata) “Putraku memberikan hidupnya bagi Islam” atau “Ayahku
memberikan hidupnya untuk Islam” menunjukkan bahwa mereka
memberikan hidup mereka untuk Islam. Dengan cara seperti ini, setiap
Kamis merupakan suntikan spiritual dan pengingat bahwa mereka akan
memberikan hidup mereka untuk Islam.&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;JUSTIFY&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.19in; margin-top: 0.19in;&quot;&gt;
Terdapat
semua balai kota yang dapat menampung 16.000 orang, dibandingkan
dengan balai kota di Afrika Selatan, yaitu Good Hope Center di
Capetown yang hanya 8.000 orang. Bangunan itu didirkan oleh Shah
untuk menyombongkan “Mitos Aria”-nya. Dia membanggakan tidak
hanya bahwa dia &lt;em&gt;Shahanshah&lt;/em&gt; atau raja seluruh raja, tapi juga
bahwa dia sebagai &lt;em&gt;Aryamehr&lt;/em&gt;, cahaya orang-orang Aria. Inikah
penyakit orang-orang Aria? Ingat bualan Hitler tentang menjadi Aria
karena orang Jerman adalah orang Aria. Kemudian orang Hindu membual
bahwa mereka orang Aria. Jika masyarakat saya, orang Gujarat, bukan
muslim maka akan membual juga untuk menjadi Aria seperti mereka.
Eks-Shah menyatakan diri sebagai cahaya orang-orang Aria dan
membangun monumen ini sebagai penghormatan. Dia membangun monumen
lainnya dengan menghabiskan jutaan untuk memperingati leluhurnya
Cyrus Agung, seorang penyembah berhala, musyrik dan memboroskan
kekayaan negara untuk kepentingannya.&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;JUSTIFY&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.19in; margin-top: 0.19in;&quot;&gt;
Tahun
1984 dia berencana mengadakan Olimpiade di Teheren untuk lebih
menyombongkan egonya. Di balai kota ini kami melihat atletik,
gimnastik, dan akrobatik. Sayangnya kami, muslim Afrika Selatan
seperti orang yang berwatak lemah dan membuat kami seperti itu lebih
jauh lagi. Pemuda kita tidak melakukan aktivitas seperti itu. Di sana
dilakukan atletik, gimnastik, akrobatik yang kita tidak lakukan. Hal
seperti itu bukan untuk kami. Yang melakukan jogging, Anda tahu,
anak-anak muda yang ketika saya bertemu mereka saya berjabat tangan
dengan mereka dan mereka seperti orang lemah. Hampir setiap pemuda
yang Anda temui di Iran terlihat seperti atlet. Mereka melakukan olah
raga yang biasa dan hal itu membuat kami senang karena mereka tidak
membicarakan Iran. Mereka tidak bicara tentang Iran “Kami orang
Iran, kami orang Aria” justru mereka berbicara tentang Islam, Islam
dan Islam. Tidak ada satu pun wanita setengah telanjang, tidak ada
satu pun. Jika Shah mempunyai caranya, jika dia masih hidup dan
menjalankan rencananya, akan ada wanita setengah telanjang di sana
yang setiap orang bisa melihat hingga puas.&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;JUSTIFY&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.19in; margin-top: 0.19in;&quot;&gt;
Di
Iran setiap hal berhubungan dengan Islam untuk memperkuat moral
masyarakat, membangkitkan ribuan pria dan wanita. Kami tergetar, kami
tergetar melihat anak-anak kami, kami merasa seperti mereka anak-anak
kami, saudara saudari kami sendiri, dan kami benar-benar tergetar.
Kami melihat hal itu sebagai hal yang anak-anak kami juga bisa
lakukan. Kemudian kami pergi melewati parade militer dengan berbagai
kelompok lelaki Iran dan tidak ada kekurangan kekuatan di sana. Anda
tahu, beberapa orang ingin pergi dan menolong saudara seiman kita di
Iran. Alhamdulillah di sana tidak ada kekurangan kekuatan; yang
mereka inginkan hanya alat dan senjata. &lt;u&gt;Jika bangsa Iran memiliki
senjata militer seperti yang Israel miliki, seluruh Timur Tengah akan
bebas dari intervensi asing dalam sekejap&lt;/u&gt;. Inilah bangsa yang
bisa melakukannya. Semangat ada di sana, semangat jihad ada di sana
pada setiap dan seluruh pria dan wanita di negara itu. Terlihat bahwa
seluruh masyarakat terlibat dalam mempromosikan Islam. Kita berbicara
tentang 20 juta orang yang mampu mewujudkannya. Jika mereka memiliki
senjata dan materi, setiap wanita pria dan anak-anak akan pergi dan
berjihad.&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;JUSTIFY&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.19in; margin-top: 0.19in;&quot;&gt;
Kemudian
kami mengunjungi tawanan perang Irak. Sebagaimana yang Anda tahu
perang ini dimulai oleh Irak dengan menyerang Iran. Seluruh negara
dalam keadaan kacau. Irak merasa bahwa jika Yahudi dapat melakukannya
ke bangsa Arab dalam waktu 6 hari, maka mereka bisa melakukannya
kepada Iran dalam waktu 3 hari dan seluruh dunia berpikir dalam waktu
satu minggu Iran akan hancur berkeping-keping. Tahukah Anda sudah
berapa lama sekarang ini? Ini sudah setengah tahun dan bahkan lebih.
Pada awalnya perbandingannya 20 : 1 dalam hal pasukan dan material,
namun bangsa Iran membalikan posisi dan menjadikannya 1 : 3 bagi
mereka. Dan mereka mampu memukul balik (Irak). Mereka memiliki
kembali seluruh wilayah mereka dan sebuah bukit yang dinamai Allahu
Akbar.&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;JUSTIFY&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.19in; margin-top: 0.19in;&quot;&gt;
Sebelum
saya pergi ke Iran, DR. Kalim Siddiqui dari Inggris mengatakan kepada
saya seraya bercanda, “Kalian memiliki separuh peluang untuk
menjadi martir (syahid).” Itu hanyalah gurauan tapi hampir menjadi
kenyataan. Ketika kami sedang keluar kota saat perang terjadi,
terdapat sebuah lapangan penuh dengan tank. Para pemuda kami keluar
dari bus dan mulai menaiki tank serta mengambil gambar untuk
ditunjukkan orang-orang di rumah. Kemudian sebuah tank keluar dari
lapangan untuk latihan uji coba dan tiba-tiba kami mendengar suara
tembakan. Dari kejauhan kami melihat asap di beberapa tempat dan
beberapa pemuda kami lari ketakutan dan berlindung di belakang bus.
Ternyata kami berada dalam serangan dari orang-orang Irak. Di sana
ledakan bom berada di sekeliling kami dan Allah (SWT) menyelematkan
kami. Ingat bahwa Kalim telah mengatakan bahwa ada separuh peluang
kami menjadi syahid, dan itu hampir menjadi peluang penuh. (Tawa dari
penonton)&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;JUSTIFY&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.19in; margin-top: 0.19in;&quot;&gt;
Kami
mengunjungi mereka yang terluka di perang dan tidak ada satupun yang
mengeluh tentang apa yang terjadi pada mereka. Seorang lelaki telah
diamputasi kakinya, dan tidak ada air mata. &lt;u&gt;Saya tidak pernah
melihat setetes air mata dari siapa pun, dan justru mereka bertanya
apakah ada kemungkinan untuk kembali ke pertempuran&lt;/u&gt;. Penyesalan
mereka bukan karena luka mereka tapi mengapa mereka tidak bisa
kembali ke garis depan untuk berjuang dan menjad syahid. Inilah
ambisi dari setiap Muslim di sana.&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;JUSTIFY&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.19in; margin-top: 0.19in;&quot;&gt;
Ketika
kami mengunjungi tawanan perang, Iran telah menangkap 7.000 tawanan
perang dan mereka terlihat sehat dengan pakaian dan makanan yang
baik. Salah seorang teman saya tertarik untuk mencari tahu apa yang
tawanan Irak rasakan tentang kondisi mereka. Setiap orang yang dia
tanya menjawab bahwa mereka terjaga dengan baik. Lalu saya punya ide.
Beberapa orang ada di sini selama setahun dan yang lainnya
berbulan-bulan, saya ingin tahu ada berapa orang yang melakukan bunuh
diri. Saya tanyakan ke setiap kelompok tawanan perang berapa orang
yang melakukan bunuh diri. Mereka mengatakan tak satu pun. Tidak ada
satu pun tawanan yang melakukan bunuh diri di antara 7800 tawanan
perang. Dan jika kita melihat kepada apa yang disebut peradaban
negara Barat di Afrika Selatan, 46 orang melakukan bunuh diri di
tawanan kami hanya tahun ini. Mereka makan, berpakaian dengan baik
dan memiliki sel sendiri tapi sejauh ini 46 orang melakukan bunuh
diri. Jika orang-orang tidak diperlakukan dengan baik maka beberapa
orang akan mencari jalan keluar termudah, tapi tidak ada seorang pun
yang melakukan bunuh diri di antara 7800 tawanan perang.&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;JUSTIFY&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.19in; margin-top: 0.19in;&quot;&gt;
Kami
pergi mengunjungi Imam, Ayatullah Ruhullah Musawi Khomeini. Ada
sekitar 40 orang dari kami menunggu Imam dan Imam datang dan berada
sekitar sepuluh meter dari tempat saya. Saya melihat Imam. Dia
menyampaikan ceramah kepada kami sekitar setengah jam, dan tidak ada
apapun kecuali Quran. Orang ini seperti Quran yang terkomputerisasi.
Pengaruh luar biasa yang dia miliki di setiap orang; kharismanya
sungguh menakjubkan. &lt;u&gt;Anda cukup melihat ke arahnya dan air mata
mengalir di pipimu. Anda cukup melihatnya dan Anda akan menangis&lt;/u&gt;.
Saya tidak pernah melihat orang tua yang lebih tampan darinya dalam
hidupku; tidak foto, video atau televisi yang dapat menilai orang
ini. Orang tua paling tampan yang pernah saya lihat dalam hidup saya
adalah dia.&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;JUSTIFY&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.19in; margin-top: 0.19in;&quot;&gt;
Ada
hal yang juga menarik tentang namanya. Pertama dia disebut Imam
Khomeini. Kata “imam” bagi kita merupakan kata yang murah. Ke
mana pun kita pergi ke suatu tempat kita bertanya siapa imam masjid
di sana. Bagi Syiah hanya ada satu Imam di dunia dan itu adalah Dua
Belas Imam. Mereka percaya pada konsep imamah dan imam merupakan
pemimpin spiritual umat. Imam pertama menurut pemikiran ini adalah
Hadhrat Ali (RA). Kemudian Imam Hasan sebagai imam kedua, Imam Husain
ketiga seterusnya hingga imam kedua belas, Imam Muhammad yang hilang
pada umur 5 tahun dan mereka menanti kedatangannya. Mereka
menggunakan istilah “ghaibah” (&lt;em&gt;occultation&lt;/em&gt;), sesuatu
seperti tidur-spiritualnya Ashhabul Kahfi. Karena itu beliau
dinantikan untuk kembali dan dia satu-satunya orang di dunia yang
bisa disebut Imam. Kebanyakan ulama mereka disebut mullah, dan
Ayatullah berarti Allamah dan Ayatullah Khomeini disebut Imam tidak
mengurangi rasa hormat tapi mereka tetap menanti Imam sesungguhnya
untuk muncul. Ruhullah merupakan nama yang diberikan ayahnya dan
tahukah Anda artinya? &lt;em&gt;Rûhullâh &lt;/em&gt;berarti “kalimat Tuhan”
dan ini merupakan gelar Hadhrat Isa (AS) di dalam Al-Quran. Kemudian
beliau adalah Ayatullah yang merupakan gelar lain dari Hadhrat Isa
(AS) di dalam Al-Quran. Al-Musawi berasal dari keluarga Musa dan dari
kota Khomein yang menjadi nama akhirnya yang menunjukkan asalnya…
(Kerusakan audio pada menit 41:05)&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;JUSTIFY&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.19in; margin-top: 0.19in;&quot;&gt;
Tapi
mereka masih menanti Mahdi, dan bukan Khomeini. Mereka ingin
menciptakan kestabilan dan membuat persiapan untuk kemunculan Mahdi.
Di dunia Sunni kita juga menunggu kedatangan Mahdi tapi kita ingin
agar dia menciptakan kestabilan bagi kita, menjadikan kita pemilik
dunia dan duduk di atas singgasana. Sampai situ kita hanya bisa
menangani pertengkaran kecil kita. Apapun yang kita lakukan sekarang,
hanya Imam Mahdi yang bisa membersihkan dunia bagi kita. Ini garis
pikir Sunni. Khomeini di satu sisi mengatakan kepada pengikutnya
bahwa kita harus membantu menyiapkan jalan sehingga ketika beliau
(Imam Mahdi) datang segalanya sudah siap baginya untuk bertindak.
&lt;u&gt;Sementara kita, dunia Sunni, menunggu Imam Mahdi untuk bersusah
payah membantu kita melepaskan diri dari kesulitan, sedang orang
Syiah menyiapkan dunia untuk kemunculannya&lt;/u&gt;.&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;JUSTIFY&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.19in; margin-top: 0.19in;&quot;&gt;
Anda
tahu terdapat banyak orang yang bersama kita dari seluruh dunia. Saya
menemukan bermacam-macam orang sakit, sakit mental lebih tepatnya.
Saya bertemu dengan orang alim dari Pakistan dan dia pikir bahwa ada
yang salah dengan saudara Syiah kita. Anda melihat di Iran ketika
seseorang berceramah dan nama Khomeini disebut, orang-orang berhenti
dan mengucapkan shalawat (&lt;em&gt;durood&lt;/em&gt;) kepada Nabi (SAW) tiga
kali. Tapi ketika nama Muhammad (SAW) disebutkan mereka mengirim
shalawat satu kali. Tapi orang alim dari Pakistan ini berkata, “Coba
lihat orang-orang ini. Muslim jenis apa mereka itu. Ketika nama
Muhammad (SAW) disebutkan mereka mengirim shalawat kepada Nabi (SAW)
satu kali tapi ketika nama Khomeini disebutkan mereka mengirim
shalawat kepada Khomeini tiga kali.”&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;JUSTIFY&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.19in; margin-top: 0.19in;&quot;&gt;
Saya
berkata, “Apa yang mereka katakan? Apa yang mereka katakan sehingga
Anda mengatakan ‘shalawat kepada Khomeini’?” Dia mengatakan,
“&lt;em&gt;Allâhumma shalli ‘alâ Muhammad wa âli Muhammad&lt;/em&gt;
(Keselamatan bagi Muhammad dan keluarga Muhammad).” Saya katakan,
“Siapa Muhammad? Khomeini? Siapa yang bilang Khomeini sebagai
Muhammad? Mereka shalawat kepada Muhammad dan Anda bilang kepada
Khomeini?” Anda tahu? Inilah penyakit. &lt;u&gt;Terdapat banyak orang
terdidik (alim) tapi pikiran mereka penuh dengan buruk sangka&lt;/u&gt;.
Mereka hanya mencari-cari kesalahan dan mencela.&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;JUSTIFY&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.19in; margin-top: 0.19in;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;em&gt;Hai
orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari
agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah
mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah
lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap
orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut
kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah,
diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas
(pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.&lt;/em&gt; (QS. Al-Mâidah [5]: 54)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;JUSTIFY&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.19in; margin-top: 0.19in;&quot;&gt;
Contoh
lain adalah saudara Syiah ketika mereka shalat, mereka mempunyai
sebuah tanah (&lt;em&gt;turbah&lt;/em&gt;) sebagai tempat sujud. Dan dia (alim
Pakistan) berkata, “Lihatlah apa yang mereka lakukan. Ini adalah
syirik. Mereka menyembah lempengan tanah.” Saya berkata mengapa
anda tidak bertanya kepada mereka kenapa mereka menaruh kening mereka
di lempengan tanah dan pelajari alasan logis dibalik semua ini.&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;JUSTIFY&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.19in; margin-top: 0.19in;&quot;&gt;
Anda
tahu, pengalaman pertama saya tentang hal ini terjadi saat di
Washington D.C. Pelajar Iran di sana mengundang saya untuk memberikan
ceramah di universitas tempat mereka belajar di Amerika. Pada saat
itu, waktu untuk Isya dan kami shalat. Setiap orang diberikan
lempengan tanah. Saya saat itu berpikir hal ini lucu, maka saya taruh
di samping dan saya shalat dengan pelajar Iran. Setelah shalat saya
ingin tahu tentang hal ini dan saya tanya mereka, “Mengapa Anda
membawa potongan tanah di kantong ke mana pun Anda pergi?” Mereka
berkata, “Kami harus sujud di atas bumi/tanah Allah dengan kening
kami menyentuh tanah. Kami mengucapkan &lt;em&gt;subhanna rabial a’la wa
bihamdih&lt;/em&gt; tiga kali dengan kening kami menyentuh tanah.”&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;JUSTIFY&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.19in; margin-top: 0.19in;&quot;&gt;
&lt;u&gt;Jadi
Syiah sesungguhnya ingin menyentuh bumi/tanah dengan kening mereka
dan bukan kepada karpet buatan manusia&lt;/u&gt;. Mereka benar-benar ingin
menunjukkan ekspresi berdoa/shalat dengan kening menyentuh bumi/tanah
Allah. Anda lihat mereka tidak menyembah potongan tanah sebagaimana
banyak orang berpikir salah. Ini merupakan sesuatu yang sering kita
orang Sunni jadikan lelucon dan ejekan terhadap Syiah. Dalam
perjalanan pulang saya dari Teheran di seberang gang pesawat, ada dua
orang Syiah yang ketika waktu shalat datang salah seorang dari mereka
mengambil lempengan tanah dari kantongnya dan &lt;em&gt;Allâhu Akbar&lt;/em&gt;,
melakukan shalat di tempat duduknya, dan ketika selesai ia memberikan
ini (tanah tersebut—pent.) ke sebelahnya dan dia shalat. Hal ini
terlihat seperti lelucon bagi kami. Ya kan? Di pesawat itu terdapat
banyak kaum Sunni dan di antara mereka itu hanya seorang pemuda yang
melakukan shalat, dan saya katakan kepada Anda bahwa pemuda itu bukan
saya. Tapi kami menertawakan orang yang lain (Syiah—pent.). Dia
duduk di sana dan melakukan hal yang lebih baik dari kami dan kami
menertawakan mereka sambil duduk menghakimi.&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;JUSTIFY&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.19in; margin-top: 0.19in;&quot;&gt;
Dia
mungkin tidak sesopan atau sebaik kami di Afrika Selatan. Anda tahu
kami muslim di Afrika Selatan sangat sopan dan baik dalam shalat
kami. Orang Arab tidak cocok dengan kami, orang Iran tidak tidak
cocok dengan kami, Amerika, Negro mereka semua tidak cocok dengan
kami. Dengan orang Arab saat Anda membungkuk rukuk, orang di sebelah
Anda mendorong Anda untuk membuat jarak (Tawa dari penonton). Siapa
yang tahu saudara, mungkin ini benar, kita tidah tahu.&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;JUSTIFY&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.19in; margin-top: 0.19in;&quot;&gt;
&lt;u&gt;Anda
tahu, di antara empat mazhab Sunni; Hanafi, Hanbali, Maliki dan
Syafi’i, terdapat lebih dari dua ratus perbedaan dalam satu shalat.
Tahukah Anda? Dua ratus&lt;/u&gt;. Tapi kita menerimanya sebagai hal benar.
Syafi’i mengucapkan amin dengan keras dan kami mengucapkannya
dengan pelan, mereka mengucapkan bismillah dengan keras kami
mengucapkan pelan dan tidak ada masalah. Semasa kecil, ayah saya
mengulang formula terkenal yang dia pelajari dari ayahnya: “Seluruh
mazhab adalah sama-sama benar dan sebuah kebenaran bagi mereka
berdasarkan hadis dan Quran.” Maka kita menerimanya. Ketika hal itu
terjadi pada Syafi’i, Hanbali, Hanafi dan Maliki kita bersikap
toleran tapi ketika hal itu terjadi pada Syiah, Anda lihat hal itu
bukanlah formula yang kita pikirkan waktu kecil, maka keanehan kecil
apapun yang ada antara kita dan mereka, kita tidak bisa bertoleransi
dan menolaknya. Kita mengatakan hal itu karena kita terprogram untuk
meyakini hanya empat (mazhab). Tapi kita menerima keanehan di antara
yang empat.&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;JUSTIFY&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.19in; margin-top: 0.19in;&quot;&gt;
Saya
katakan kenapa Anda tidak bisa menerima saudara Syiah sebagai mazhab
kelima? Hal yang mengherankan adalah dia (Syiah) mengatakan kepada
Anda bahwa dia ingin bersatu dengan Anda. Dia tidak mengatakan
tentang menjadi Syiah. &lt;u&gt;Dia berteriak “Tidak ada Sunni atau
Syiah, hanya ada satu hal, Islam.” Tapi kita mengatakan kepada
mereka “Tidak, Anda berbeda. Anda Syiah”&lt;/u&gt;. Sikap seperti ini
adalah penyakit dari setan yang ingin memecah kita. Bisakah Anda
membayangkan, kita Sunni adalah 90% dari muslim dunia dan 10% adalah
Syiah yang ingin menjadi rekan saudara satu iman tapi yang 90%
ketakutan. Saya tidak mengerti mengapa Anda yang 90% menjadi
ketakutan. Mereka yang seharusnya ketakutan.&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;JUSTIFY&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.19in; margin-top: 0.19in;&quot;&gt;
Seharusnya
Anda tahu perasaan yang mereka miliki untuk Anda. Saat shalat Jumat
di Iran, terdapat satu juta orang. Anda harus melihat cara mereka
melihat kepada Anda saat Anda berjalan, mereka sadar bahwa Anda orang
asing dan tidak satu dari mereka yang air mata mereka akan mengalir
di pipi mereka. Inilah perasaan yang mereka miliki untuk Anda, tapi
Anda mengatakan tidak, Anda ingin mereka tetap di luar, takut kalau
mereka mengeluarkan Anda (dari mazhab Anda—pent.). Anda hanya bisa
keluar kalau ada hal yang lebih baik dari yang Anda miliki. Saya
tidak tahu, mungkin di antara kalian berpikir saya seorang Syiah,
tapi saya masih di sini bersama kalian.&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;JUSTIFY&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.19in; margin-top: 0.19in;&quot;&gt;
Apa
semua ketegangan Sunni – Syiah ini? Semuanya adalah politik. Semua
permusuhan yang kita miliki sekarang adalah politik. Jika saudara
Sunni di suatu tempat melakukan hal yang salah Anda mengatakan “Oh,
orang itu tidak Islami, dia kafir”, &lt;u&gt;tapi jika seorang Syiah
melakukan hal yang salah Anda menyalahkan seluruh komunitas Syiah,
seluruh negara bangsa yang berjumlah jutaan, dan mengatakan mereka
semua sampah hanya karena satu orang Syiah berbuat tidak Islami&lt;/u&gt;.
Pada saat yang sama, saat kita melihat dengan cara yang berbeda, jika
salah seorang dari saudara Anda melakukan hal serius karena dia ayah
atau paman Anda. Satu kelompok Sunni mengatakan kepada yang lain
“Anda bukan Muslim”, kelompok Sunni lain mengatakan “Anda bukan
Muslim, Anda kafir” lihat hal itu di sekeliling kita, dan kita
bertengkar di antara sesama. Dan beberapa orang dari kita melakukan
hal lucu (konyol).&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;JUSTIFY&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.19in; margin-top: 0.19in;&quot;&gt;
Saya
bertemu seseorang teman yang mengatakan kepada saya, “Kalau Anda
pergi ke Newcastle, temua tuan fulan dan fulan dan Insya Allah segala
hal akan diatur untukmu.” Lalu saya pergi ke orang itu dan seperti
yang ia katakan kepada saya dia, saya diajak ke rumahnya untuk makan
siang. Ketika saya duduk di meja makan saya melihat di dinding
&lt;em&gt;“burat”&lt;/em&gt;. Anda tahu apa itu &lt;em&gt;“burat”&lt;/em&gt;? Sejenis
binatang keledai dengan wajah seorang wanita yang bertujuan untuk
memberikan tenaga listrik. Saya katakan kepadanya ini tidak benar.
“Allah (SWT) menciptakan tenaga listrik, Anda tidak bisa
menciptakannya dengan patung keledai berwajah wanita.” “Oh,”
dan dia terlihat kecewa. Tapi dia seorang Sunni, dia saudara dan
tetap saudara saya. &lt;u&gt;Ketegangan Sunni – Syiah adalah pekerjaan
setan untuk memecah belah kita&lt;/u&gt;.&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;JUSTIFY&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.19in; margin-top: 0.19in;&quot;&gt;
Izinkan
saya mengatakan sesuatu tentang Iran. Apa yang saya temukan adalah
segala sesuatu berorientasi pada Islam. Seluruh negara diarahkan
menuju Islam, dan mereka berbicara tidak lain hanya Al-Quran. Saya
belum pernah memiliki pengalaman dengan orang Iran yang menyangkal
saya ketika saya berbicara tentang Quran. Sebaliknya saudara seiman
kita bangsa Arab, semakin sering Anda mengutip Quran maka mereka akan
menyangkal Anda dengan Quran lagi. Mereka bangsa Arab, mereka mengira
lebih tahu banyak tentang Al-Quran dari pada kita, tapi orang Iran
terlihat searah dengan Al-Quran. Segala yang dia lakukan dan pikirkan
adalah tentang Al-Quran.&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;JUSTIFY&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.19in; margin-top: 0.19in;&quot;&gt;
Anda
ingat Tabas, ketika orang Amerika meminta membebaskan para tawanan.
Negara paling berkuasa dalam bidang kemajuan teknologi di muka bumi,
negara yang dapat mendaratkan manusia di bulan dan mengembalikannya,
negara yang mengatakan kepada Anda pada bagian mana dari bulan mereka
akan mendaratkan dan membawanya kembali, mereka mengirim satelit ke
Mars dan Jupiter. Sebuah negara yang memperingatkan Pakistan tentang
gelombang pasang tragedi dan mereka tidak mengindahkan peringatan
itu. Negara itu tidak bisa mendarat di Iran!&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;JUSTIFY&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.19in; margin-top: 0.19in;&quot;&gt;
Bayangkan,
mereka pergi ke sana dengan helikopter dan menghancurkan serta
membunuh diri mereka sendiri. Bayangkan! Sebuah negara yang mendarat
di bulan dan kembali lagi tapi tidak bisa mendarat di Iran. Dan
rakyat Iran tidak berada dalam posisi untuk melakukan hal tertentu
kepada mereka. Orang Amerika dapat pergi dan mengakhiri apa yang
mereka inginkan. Saya datang dan melihat kedutaan Amerika dan Anda
mengira itu bangunan yang besar, luas dan tepat berada di tengah
Teheran. Mereka dapat dengan mudah pergi dan membawa keluar
orang-orang mereka, meski mereka kehilangan beberapa orang. Mereka
dapat meraih tujuan mereka. Hal itu sudah direncanakan dengan matang.
Tapi tahukah Anda apa yang terjadi? Kegagalan dan mundurnya pasukan.
Imam Khomeini telah mengatakan apa yang telah terjadi. Dia tidak
mengatakan&lt;em&gt; subhanallâh&lt;/em&gt;, tidak mengatakan &lt;em&gt;alhamdulillâh&lt;/em&gt;,
dan tahukah Anda apa yang dia katakan? Di mengutip Quran: &lt;b&gt;&lt;em&gt;“Apakah
kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap
tentara gajah?”&lt;/em&gt; (QS. Al-Fîl : 1)&lt;/b&gt; Itulah kalimat yang keluar
darinya. Saya telah katakan kepada Anda bahwa dia Quran yang
terkomputerisasi.&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;JUSTIFY&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.19in; margin-top: 0.19in;&quot;&gt;
Anda
tahu mereka namai apa helikopter besar tersebut? &lt;em&gt;Jumbo
helicopters&lt;/em&gt;, dan pesawat besar itu dinamai &lt;em&gt;jumbo planes&lt;/em&gt;.
Anda tahu arti &lt;em&gt;jumbo &lt;/em&gt;dalam bahasa Swahili? Gajah! Itu bahasa
Swahili. Dari situ mereka menamainya. Jadi helikopter itu berukuran
gajah (besar) dan Imam berkata: &lt;em&gt;&lt;b&gt;“Apakah kamu tidak
memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara
gajah? Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka itu sia-sia?”&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;
&lt;b&gt;(QS. Al-Fîl [105]: 1-2)&lt;/b&gt;.&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;JUSTIFY&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.19in; margin-top: 0.19in;&quot;&gt;
Tapi
kita masih ragu, dunia Muslim menjadi sangat skeptis. Kita tidak
percaya Quran lagi. Kalian tidak benar-benar percaya pada Quran, bagi
kebanyakan orang ini semua hanya untuk pertunjukan, untuk perasaan
spiritual yang baik ketika Anda membaca Al-Quran. Tapi petunjuk yang
Allah berikan, tidak ada orang yang terlihat peduli. Semoga Allah
(SWT) menjadikan saudara seiman kita, pembawa obor dan cahaya
petunjuk hari ini bagi dunia Islam. Inilah sebuah bangsa yang
menjalankan tugasnya.&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;JUSTIFY&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.19in; margin-top: 0.19in;&quot;&gt;
Saat
Anda melihat mereka, kesungguhan ada pada mereka. Sebuah bangsa yang
tidak takut. Saat Anda melihat mereka dengan semangat besar yang
mereka miliki. Mereka tidak takut untuk mengatakan &lt;em&gt;“Marg bar
Amrika”&lt;/em&gt; (Kematian bagi Amerika)… Lalu mengatakan &lt;em&gt;“Marg
bar Shuravi”&lt;/em&gt; (Kematian bagi Uni Soviet). Bayangkan itu! (Tawa
dari penonton), dan “Kematian bagi Israel”. Bisakah Anda
bayangkan sebuah bangsa melakukan hal itu tanpa takut? Ini bukan
semangat Islam yang ada pada kita, tapi bangsa Iran melakukannya
dengan hati dan pikiran. Mereka tidak mengatakan, “Ini revolusi
Iran” atau “Kami bangsa Iran.” Mereka berbicara tentang Islam,
sebuah Revolusi Islam. &lt;u&gt;Ini bukan Revolusi Iran tapi ini adalah
Revolusi Islam&lt;/u&gt;. Inilah revolusi bagi Islam dan sedikit pertanyaan
mengapa bangsa-bangsa di dunia tidak bisa menerima karena Islam yang
tidak ingin mereka terima. Maka saudara saudari sekalian, saya telah
mengambil banyak waktu berharga kalian. Dengan kata-kata ini, saya
persilahkan Anda duduk dan bertanya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-bottom: 0in;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</description><link>http://ogiexslasher.blogspot.com/2012/05/nasihat-ahmad-deedat-tentang.html</link><author>noreply@blogger.com (mbah ogiex)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4640816974857799573.post-5062800827598174652</guid><pubDate>Tue, 13 Dec 2011 01:59:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-12-13T08:59:52.467+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Indonesia</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Negeri Terkaya Di Dunia</category><title>Negara Terkaya di Dunia...Tapi Penduduknya Salah Satu Termiskin di Dunia</title><description>&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 16px; text-align: justify;&quot;&gt;
Banyak sebenarnya yang tidak tahu dimanakah negara terkaya di planet bumi ini, ada yang mengatakan Amerika, ada juga yang mengatakan negera-negara di Timur Tengah.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 16px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 16px; text-align: justify;&quot;&gt;
Tidak salah sebenarnya, contohnya Amerika, negara super power itu memiliki tingkat kemajuan teknologi yang hanya bisa disaingi segelintir negara, contoh lain lagi adalah negara-negara di Timur Tengah. Rata-rata negara yang tertutup gurun pasir dan cuaca yang menyengat itu mengandung jutaan barrel minyak yang siap untuk diolah.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 16px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 16px; text-align: justify;&quot;&gt;
Tapi semua itu rasanya belum cukup untuk menyamai negara yang &quot;baru-baru ini&quot; ditemukan. Bahkan Amerika dan negara-negara Timur Tengah serta Uni Eropa-pun tak mampu menyamainya. Sebuah Mahakarya Sang Kuasa telah menganugerahkan kekayaan yang berlimpah di salah satu bagian dari planet bumi yang justru luput dari perhatian warga bumi lainnya. Warga negara ini pastilah bangga jika mereka tahu. Mereka tentu merasa berbahagia jika mereka sadar sedang “berdiri di atas berlian” . Dan tahukah pembaca situslakalaka, jika negara ini ternyata.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 16px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 16px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;1. Mempunyai pertambangan emas TERBESAR dengan kualitas emas TERBAIK di dunia.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 16px; text-align: justify;&quot;&gt;
Kandungan emas yang terdapat di tambang ini ketika pertambangan ini dibuka hingga sekarang, telah mengasilkan 7,3 juta ons tembaga dan 724,7 juta ons emas. Bahkan ketika emas dan tembaga disana mulai menipis ternyata dibawah lapisan emas dan tembaga tepatnya di kedalaman 400 meter ditemukan kandungan mineral yang harganya 100 kali lebih mahal dari pada emas, yaitu.....URANIUM!&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 16px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 16px; text-align: justify;&quot;&gt;
Bahan baku pembuatan bahan bakar nuklir itu ditemukan disana. Belum jelas jumlah kandungan uranium yang ditemukan disana, tapi kabar terakhir yang beredar menurut para ahli kandungan uranium disana cukup untuk membuat pembangkit listrik Nuklir dengan tenaga yang dapat menerangi seluruh bumi hanya dengan kandungan uranium disana.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 16px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 16px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;2. Negara ini punya cadangan gas alam TERBESAR DI DUNIA!&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 16px; text-align: justify;&quot;&gt;
Kandungan gas di negara ini memiliki cadangan gas hingga 202 TRILIUN kaki kubik!!&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 16px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 16px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;3. Negara ini punya Hutan Tropis TERBESAR di dunia.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 16px; text-align: justify;&quot;&gt;
Hutan tropis ini memiliki luas 39.549.447 Hektar, dengan keanekaragaman hayati dan plasmanutfah terlengkap di dunia.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 16px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 16px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;4. Negara ini bahkan punya Lautan TERLUAS di dunia.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 16px; text-align: justify;&quot;&gt;
Hal inilah yang menyebabkan negara ini memiliki jutaan spesies ikan yang tidak dimiliki negara lain. Bahkan begitu kaya-nya laut negara ini sampai-sampai negara lain pun ikut memanen ikan di lautan negara ini.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 16px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 16px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;5. Negara ini memiliki tanah yang sangat subur.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 16px; text-align: justify;&quot;&gt;
Karena memiliki banyak gunung berapi yang aktif menjadikan tanah di negara ini sangat subur, terlebih lagi negara ini dilintasi garis khatulistiwa yang banyak terdapat sinar matahari dan hujan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 16px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 16px; text-align: justify;&quot;&gt;
Jika dibandingkan dengan negara-negara Timur Tengah yang memiliki minyak yang sangat melimpah, negara ini tentu saja jauh lebih kaya. Coba kita semua bayangkan karena hasil mineral itu tak bisa diperbaharui dengan cepat.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 16px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 16px; text-align: justify;&quot;&gt;
Dan ketika seluruh minyak mereka telah habis maka mereka akan menjadi negara yang miskin karena mereka tidak memiliki tanah sesubur negara ini yang bisa ditanami apapun juga. “Bahkan tongkat kayu dan batu bisa jadi tanaman.”&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 16px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 16px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;6. Negara ini punya pemandangan yang sangat eksotis dan lagi-lagi tak ada negara yang bisa menyamainya.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 16px; text-align: justify;&quot;&gt;
Dari puncak gunung hingga ke dasar laut bisa kita temui pemandangan yang sangat indah di negara ini. Negara ini sangat amat kaya sekali, tak ada bangsa atau negara lain sekaya negeri ini! Tetapi coba lihatlah para penduduknya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 16px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhFzpLGoAhL6PHwe59Yu_ho7IordTpR2L5_LL2WaPnheSFaPmqMuW14RvU1NJcA8Rz0n5oTzpAnY-TAXXJ48sHu6ij9NQXR7kK2Hi4SbtTSBgRuG4kZlai3FaYbYZENQ4n1Cz8zIWklOGjd/s1600/gelandangan.jpg&quot; style=&quot;color: #004f9e; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5685055929355397586&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhFzpLGoAhL6PHwe59Yu_ho7IordTpR2L5_LL2WaPnheSFaPmqMuW14RvU1NJcA8Rz0n5oTzpAnY-TAXXJ48sHu6ij9NQXR7kK2Hi4SbtTSBgRuG4kZlai3FaYbYZENQ4n1Cz8zIWklOGjd/s400/gelandangan.jpg&quot; style=&quot;border-bottom-color: rgb(204, 204, 204); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 0px; border-left-color: rgb(204, 204, 204); border-left-style: solid; border-left-width: 0px; border-right-color: rgb(204, 204, 204); border-right-style: solid; border-right-width: 0px; border-top-color: rgb(204, 204, 204); border-top-style: solid; border-top-width: 0px; cursor: pointer; display: block; height: 247px; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; margin-right: auto; margin-top: 0px; padding-top: 4px; text-align: center; width: 400px;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj-FluXZ0oHE7rSJX4Zz9WfOWa0OkWBfuafJ4SosP1Zwzww1-d5dsZpCqfm9enJ7tlueXaDss_Ec8gGNCui7gXFhqXLvGCmUFALUGAHu3CHj1GTWwNFYMZCksXN0TcisBwucnI9cGvdAgMJ/s1600/orangmiskin.jpg&quot; style=&quot;color: #004f9e; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5685108501211487218&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj-FluXZ0oHE7rSJX4Zz9WfOWa0OkWBfuafJ4SosP1Zwzww1-d5dsZpCqfm9enJ7tlueXaDss_Ec8gGNCui7gXFhqXLvGCmUFALUGAHu3CHj1GTWwNFYMZCksXN0TcisBwucnI9cGvdAgMJ/s400/orangmiskin.jpg&quot; style=&quot;border-bottom-color: rgb(204, 204, 204); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 0px; border-left-color: rgb(204, 204, 204); border-left-style: solid; border-left-width: 0px; border-right-color: rgb(204, 204, 204); border-right-style: solid; border-right-width: 0px; border-top-color: rgb(204, 204, 204); border-top-style: solid; border-top-width: 0px; cursor: pointer; display: block; height: 333px; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; margin-right: auto; margin-top: 0px; padding-top: 4px; text-align: center; width: 333px;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhlyr-qFIIIcsV61iBHAqQMhFLGSQt2-BpeK70SQzTuo_g-9e14KiwJwfMsFbYTfk-GYe9ykoVVqC_o2Obv9b02uwHjP8Ys4Q8BpPnb-iBAC-cl2dR4OYSpbcivXwFrDrv8VU_VsriFF_a4/s1600/veteran.jpg&quot; style=&quot;color: #004f9e; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5685055927363545458&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhlyr-qFIIIcsV61iBHAqQMhFLGSQt2-BpeK70SQzTuo_g-9e14KiwJwfMsFbYTfk-GYe9ykoVVqC_o2Obv9b02uwHjP8Ys4Q8BpPnb-iBAC-cl2dR4OYSpbcivXwFrDrv8VU_VsriFF_a4/s400/veteran.jpg&quot; style=&quot;border-bottom-color: rgb(204, 204, 204); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 0px; border-left-color: rgb(204, 204, 204); border-left-style: solid; border-left-width: 0px; border-right-color: rgb(204, 204, 204); border-right-style: solid; border-right-width: 0px; border-top-color: rgb(204, 204, 204); border-top-style: solid; border-top-width: 0px; cursor: pointer; display: block; height: 400px; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; margin-right: auto; margin-top: 0px; padding-top: 4px; text-align: center; width: 268px;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 16px; text-align: justify;&quot;&gt;
INDONESIA.........sungguh malang nasibmu, negeri subur dan makmur yang hanya bisa dinikmati oleh segelintir pecundang yang duduk dalam mewahnya GEDUNG dan menikmati fasilitas mapan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 16px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 16px; text-align: justify;&quot;&gt;
Untuk EXXON MOBIL OIL, FREEPORT, SHELL, PETRONAS dan semua PEMIMPIN NEGERI INI yang menjual kekayaan Bangsa untuk keuntungan negara asing, kami ucapkan SEMOGA LAKNAT SELALU MENYERTAIMU!!!.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 16px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 16px; text-align: justify;&quot;&gt;
sumber :&amp;nbsp;&lt;i&gt;situslakalaka.blogspot.com&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ogiexslasher.blogspot.com/2011/12/negara-terkaya-di-duniatapi-penduduknya.html</link><author>noreply@blogger.com (mbah ogiex)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhFzpLGoAhL6PHwe59Yu_ho7IordTpR2L5_LL2WaPnheSFaPmqMuW14RvU1NJcA8Rz0n5oTzpAnY-TAXXJ48sHu6ij9NQXR7kK2Hi4SbtTSBgRuG4kZlai3FaYbYZENQ4n1Cz8zIWklOGjd/s72-c/gelandangan.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4640816974857799573.post-1809270044819078926</guid><pubDate>Thu, 18 Aug 2011 07:16:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-08-18T14:16:27.101+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">khilafah</category><title>Menjawab Tudingan Miring Seputar Ide Khilafah</title><description>&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcT5A0TW8reI60pvnbXoQCbWYXMK6Km--ZYcpFms0ceDprjoV3nD_w&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcT5A0TW8reI60pvnbXoQCbWYXMK6Km--ZYcpFms0ceDprjoV3nD_w&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14.25pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14.25pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;Penulis : M. Shiddiq Al-Jawi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
(Dipublish dengan niat turut menyebarkan dakwah Syari&#39;ah Khilafah. Sumber : www.hizbut-tahrir.or.id)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pendahuluan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Setelah Khilafah Islamiyah hancur di Turki tahun 1924, umat Islam dicengkeram dan didominasi oleh peradaban Barat yang kafir, khususnya sistem demokrasi yang lahir dari paham sekularisme (pemisahan agama dari kehidupan). Karena itu, tidak heran kalau cara pandang dan cara berpikir mereka dipengaruhi oleh nilai-nilai peradaban Barat yang berpangkal pada sekularisme itu. Ide-ide Barat seperti sekularisme, demokrasi, dan pluralisme diterima lebih dulu sebagai kebenaran absolut secara taken for granted, lalu dijadikan standar untuk menilai dan menghakimi ajaran Islam. Jika suatu ajaran Islam cocok dengan nilai-nilai peradaban Barat, bolehlah diamalkan. Tapi kalau tidak cocok, ajaran Islam itu wajib diubah, diadaptasikan, dimodifikasi, dan bahkan dihancurkan agar sesuai dengan nilai-nilai peradaban Barat (William Montgomery Watt, Fundamentalisme Islam dan Modernitas, 1997:147-256).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cara berpikir sesat seperti itulah yang merasuki kaum sekular-liberal yang membenci dan sekaligus takut dengan konsep Khilafah. Sekularisme yang merupakan pengalaman sempit dan lokal dari Barat, dianggap suci, mutlak benar, dan dapat berlaku universal. Sekularisme inilah yang kemudian digunakan untuk menghakimi dan memvonis Khilafah. Kesimpulan sidang absentia mereka, Khilafah harus dihukum dengan mengeluarkannya dari bagian ajaran Islam. Penolakan ini tentu bukan karena Khilafah bertentangan dengan Al-Qur`an dan Al-Hadits, tapi karena Khilafah tidak cocok dengan logika sekularisme yang menghapuskan peran agama dalam pengaturan kehidupan publik.&lt;br /&gt;
Selain itu, kewajiban Khilafah juga ditolak karena katanya sejarah Khilafah penuh konflik yang berdarah-darah, otoriter, dan gagal. Khilafah juga dikatakan sekedar ijtihad sahabat sepeninggal Nabi SAW, yang bisa saja berubah-ubah sesuai waktu dan tempat. Dan seterusnya bla bla bla... (Luthfi Assyaukanie, Perlunya Mengubah Sikap Politik Kaum Muslim, www.islamlib.com; Jajang Jahroni, Khilafah Islam : Khilafah Yang Mana? www.islamlib.com).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tulisan ini bertujuan memberikan jawaban dan penjelasan seputar Khilafah itu. Fokusnya adalah menjelaskan paradigma berpikir kaum sekular, yaitu paham sekularisme, yang mendasari berbagai tuduhan dan keraguan itu, serta menjawab secara langsung sejumlah tuduhan dan keraguan yang dilontarkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Menyoal Paradigma Sekularisme&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Anda tidak bisa berpikir secara konsisten dan sistematis tanpa paradigma. Tanpa paradigma, konsep Anda akan sangat rapuh dan ringkih. Ibarat bangunan yang tidak ada pondasinya. Paradigma adalah pemikiran dasar (al-fikr al-asasi) yang menjadi asumsi dasar atau basis bagi segala pemikiran cabang. Dalam bahasa Taqiyuddin An-Nabhani (w. 1977), paradigma itu diungkapkannya dengan istilah qa’idah fikriyah, yaitu suatu pemikiran asasi yang menjadi landasan bagi pemikiran-pemikiran lain (An-Nabhani, 2001:25).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Segala macam penolakan Khilafah, sesungguhnya terbit dari satu paradigma saja, yaitu sekularisme, tidak ada yang lain. Sekularisme itulah yang dijadikan paradigma pemikiran oleh kaum sekular-liberal yang membenci Khilafah. Maka dari itu, bisa dimaklumi mengapa kaum sekular-liberal sangat memuja-muja Ali Abdur Raziq (w. 1966), bekas ulama dan hakim agama di Mesir, yang dalam bukunya Al-Islam wa Ushul Al-Hukm : Bahts fi al-Khilafah wa Al-Hukumah (terbit 1925) telah menolak sistem Khilafah sebagai bagian ajaran Islam (Luthfi Assyaukanie, Ali Abd Ar-Raziq (1888-1966) Peletak Dasar Teologi Modern, www.islamlib.com).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Padahal, secara sosio-historis, sekularisme adalah pengalaman lokal Barat, tidak universal, dan jelas tidak bisa dipaksakan atas Dunia Islam yang berbeda karakteristiknya. Th. Sumartana secara jujur mengakui :&lt;br /&gt;
”Apa yang sudah terjadi di Barat sehubungan dengan hubungan agama dan negara sesungguhnya sejak awal bercorak lokal dan berlaku terbatas, tidak universal. Dan prinsip-prinsip yang dilahirkannya bukan pula bisa dianggap sebagai resep yang mujarab untuk mengobati komplikasi yang terjadi antara agama dan negara di bagian dunia yang lain...”&lt;br /&gt;
(Th. Sumartana, ”Pengantar”, dalam Robert Audi, Agama dan Nalar Sekuler dalam Masyarakat Liberal, 2002:xiv)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengapa sekularisme bersifat lokal, tidak universal, dan tak bisa dianggap berlaku bagi dunia lain, seperti Dunia Islam? Sebab, sekularisme lahir karena ada sejumlah faktor-faktor pendorong yang bersifat khas dan unik dalam masyarakat Kristen Barat. Paling tidak ada 3 (tiga) faktor pendorong lahirnya sekularisme :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Pertama&lt;/i&gt;, problem teks Bible,&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Kedua&lt;/i&gt;, problem teologis Kristen,&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Ketiga&lt;/i&gt;, problem trauma rejim agama (religious regim). (Lihat Adian Husaini, Mengapa Barat Menjadi Sekular-Liberal, www.insistnet.com).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Problem teks Bible (Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru) muncul antara lain karena Bible bermasalah dari segi orisinalitasnya, dan dari segi pengertiannya bila dicocokkan dengan realitas ilmu pengetahuan dan teknologi. Wajar kemudian kalau Jim Walker dan Shabir Ali (2005) menemukan 101 kontradiksi dalam Bible baik tentang kisah amoralitas, sadisme, terorisme, maupun pornografi. Bahkan jauh sebelumnya, majalah Times edisi 30 Desember 1974 memuat artikel How True is The Bible yang menyatakan, dalam Bible ada 50.000 kesalahan (Deedat, 1999:29).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari segi orisinalitas, teks Bible tidak bisa dipertanggungjawabkan. Sebab Bible kini ditulis dan dibaca bukan lagi dalam bahasa aslinya. Bahasa asli Perjanjian Lama adalah Hebrew (Ibrani), dan bahasa asli Perjanjian Baru adalah Greek (Yunani). Sedang Nabi Isa AS sendiri, berbicara dalam bahasa Aramaik. Bible ini kemudian diterjemahkan keseluruhannya ke dalam bahasa Latin, lalu diterjemahkan lagi ke dalam bahasa-bahasa Eropa seperti bahasa Jerman, Inggris, Perancis, dan lain-lain. Tunggu. Ini belum selesai. Dari terjemahan Inggrisnya itu, Bible lalu diterjemahkan lagi ke dalam bahasa Indonesia (Ugi Suharto, Apakah Al-Qur`an Memerlukan Hermeneutika, www.insistnet.com).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari segi relevansi Bible dengan sains, kita dapati juga setumpuk problem. Betapa tidak, karena banyak ayat-ayat Bible yang tidak relevan dengan fakta atau kemajuan sains dan teknologi. Menurut ajaran gereja resmi, bumi itu adalah pusat tatasurya (konsep geosentris). Ini karena, menurut Bible, bumi itu tidak bergerak sehingga berbagai benda langit (seperti matahari) dianggap mengelilingi bumi. Dalam Mazmur (Psalm) pasal 93 ayat 1 dikatakan,”Yea, the world is established, it shall never be moved.” Jelas ayat ini problematis karena bertabrakan dengan fakta sains, yaitu matahari sebagai pusat tatasurya (konsep heliosentris ) seperti yang dikemukakan oleh Nicolaus Copernicus (w. 1543) dan Galileo Galilei (w. 1642).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Contoh lain, menurut ajaran resmi gereja, bumi itu datar, seperti meja dengan empat sudutnya. Bumi bukan bulat, seperti penemuan sains dan teknologi hasil pelayaran Magellan. Dalam Bible dikatakan :&lt;br /&gt;
“Kemudian daripada itu, aku melihat empat malaikat berdiri pada keempat penjuru angin bumi dan mereka menahan keempat angin bumi, supaya jangan ada angin bertiup di darat, atau di laut, atau di pohon-pohon.” (Wahyu-Wahyu 7:1)&lt;br /&gt;
Kalau konsisten berpegang teguh dengan Bible, maka fakta sains bahwa bumi bulat tentu harus dikalahkan oleh teks Bible. Problem teks inilah yang kemudian mendorong kaum Kristen Eropa untuk melakukan sekularisasi. Mereka memisahkan ajaran Kristen dengan ilmu pengetahuan dan pemikiran manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Problem teologis Kristen, merupakan implikasi yang wajar dari problem teks Bible. Sebab jika teks Bible-nya sendiri bermasalah, maka konsep teologis yang lahir dari teks itu jelas akan semakin absurd dan tidak jelas. Contohnya adalah doktrin Trinitas (Tritunggal), yang lahir bukan sejak awal sejarah Kristen, tapi diputuskan ratusan tahun sesudah wafatnya Nabi Isa AS (30 M). Trinitas lahir dalam Konsili Nicea tahun 325 M pada saat Romawi di bawah Kaisar Konstantine (L. Berkhof, 1992:7, Cave, 2000:19). Doktrin Trinitas ini, menurut Thomas Aquinas, pemikir Kristen abad ke-13, dijelaskannya dengan kalimat,”Responsio dicendum quod deum esse trinum et unum est solum creditum, et nullo modo potest demonstrative probari.” (That God is three and one is only known by belief, and it is no way possible to demonstratively proven by reason) [Bahwa Tuhan itu tiga dan sekaligus satu, hanya bisa diketahui dengan keimanan. Tidak ada cara yang memungkinkan untuk membuktikannya dengan akal). (Douglas C. Hall, The Trinity, Leiden : EJ Brill, 1992, hal. 67-68, dalam Adian Husaini, Mengapa Barat Menjadi Sekular-Liberal, www.insistnet.com).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena sangat mustahilnya Trinitas itu, tokoh-tokoh Kristen sendiri gagal memberikan penjelasan dan argumentasi yang memuaskan akal (Lubis, 1990:38; Syalaby, t.t. : 88). Maka satu-satunya cara memahami Trinitas, adalah membunuh akal, tidak ada jalan lain. Tertullian berkata,”Credo quia absurdum!” (aku beriman [pada Trinitas] justru karena doktrin itu tersebut memang tidak masuk akal). Saint Augustine menyatakan,”Credo ut intellegam.” (aku percaya [Trinitas] supaya aku bisa mengerti). Sementara itu, Saint Jerome menyatakan,”De Mysterio Trinitates recta confessio est ignoratio scientia.” (Misteri Trinitas hanya dapat diimani dengan mengakui bahwa kita memang tidak bisa memahaminya) (Syamsuddin Arif, Jejak Kristen Dalam Islamic Studies, www.insistnet.com).&lt;br /&gt;
Problem teologis Kristen inilah yang kemudian mendorong Eropa untuk menyingkirkan agama dari arena kehidupan. Sebab agama dianggap irasional dan melumpuhkan bahkan membunuh akal manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Problem trauma rejim agama, lahir sebagai akibat berikutnya dari akumulasi problem teks Bible dan problem teologi Kristen. Ajaran Kristen yang absurd itu lantas diterapkan dalam pemerintahan berlandaskan agama (religious regime) yang merupakan kolaborasi antara gereja dan negara (para raja dan kaisar) di Eropa sepanjang Abad Pertengahan. Raja dianggap wakil Tuhan di bumi, berdasarkan hak-hak ketuhanan yang dipunyai raja (Divine Rights of King). Karena itu, segala kata dan perbuatan raja tak bisa salah (infallible) (ingat sembnoyan The King can do no wrong). Rejim agama ini terjadi sejak tahun 325 ketika Kaisar Konstantine mengadopsi Kristen sebagai agama negara, dan berakhir ketika meledak Revolusi Perancis tahun 1789 yang bersemboyankan seruan Voltaire (w. 1778) : ”Gantunglah Raja terakhir dengan usus pendeta terakhir!” (George Weigel, 2003:45).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Barat mengalami trauma dengan banyaknya pengalaman buruk dan mengerikan ketika mereka menerapkan religious regimes tersebut. Rejim ini telah menimbulkan pembantaian jutaan manusia lewat inquisisi terhadap orang yang dianggap heresy (keluar dari doktrin resmi gereja), pengucilan anggota gereja yang dianggap sesat (ex-communication), penjualan surat pengampunan dosa (Afflatbriefen), dan lain-lain. Orang Perancis akan terus mengenang pembantaian kaum Protestan oleh kaum Katolik di Paris tahun 1527, yang dikenal dengan The St. Bartholomew’s Day Massacre. Hanya dalam satu malam, sekali lagi satu malam, sekitar 10.000 orang Protestan mati disembelih orang Katolik. Selama berminggu-minggu, jalan-jalan di Paris berlumuran darah dan dipenuhi dengan ratusan ton mayat kaum Protestan yang bergelimpangan dan membusuk (Abdullah Nashih Ulwan, 1996:75). Lembaga Inquisisi di dataran Katolik dan Protestan Eropa antara tahun 1450 hingga 1800 telah menyiksa dengan kejam dan menghilangkan sekitar 5.000.000 nyawa, di mana 85 % korban penyiksaan adalah kaum wanita. Sekitar 2.000.000 sampai 4.000.000 wanita dibakar hidup-hidup (Peter de Rosa, Vicars of Christ, London : Bantam Press, 1991, hal. 239, dalam Adian Husaini, Mengapa Barat Menjadi Sekular-Liberal, www.insistnet.com).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi dalam sejarah Barat, ketika agama dan negara disatukan dalam sebuah religious regim, memang menimbulkan malapetaka dan penderitaan yang sedemikian dahsyatnya. Sehingga wajar dan sangat bisa dimaklumi, kalau Barat lalu menyerukan sekularisme agar agama dan negara terpisah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nah, tiga faktor di atas, yaitu problem teks Bible, problem teologis Kristen, dan trauma rejim agama Kristen, semuanya berakumulasi dan berujung pada satu titik yang tidak boleh tidak memang harus terjadi dalam sejarah Barat yang Kristen, yaitu sekularisasi. Dari sinilah kita dapat memahami, mengapa Friedrich Gogarten (w. 1967) seorang teolog Protestan Jerman menyimpulkan,”[Secularization] is a legitimate consequence of the Christian faith.” (Sekularisasi adalah konsekuensi yang sah dari keimanan Kristen) (Lihat bukunya Verhagnis und Hoffnung der Neuzeit : die Sakularisierung als Theologhisches Problem [Nasib dan Harapan Zaman Kita : Sekularisasi Sebagai Suatu Problem Teologis], Stuttgart : 1958).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka, benarlah bahwa sekularisme memang bersifat lokal, tidak universal, dan tak bisa dianggap berlaku di Dunia Islam. Sebab faktor-faktor pendorong sekularisme yang telah diterangkan tadi, memang bersifat unik dan khas sebagai problem Dunia Kristen Barat. Islam sungguh tidak pernah mempunyai faktor-faktor tersebut, atau tidak pernah mengalami faktor-faktor tersebut dalam kadar yang mendekati atau setara dengan pengalaman Barat. Teks Al-Qur`an tidak pernah mengalami nasib sedemikian tragis dan mengenaskan seperti teks Bible. Teks Al-Qur`an yang kita baca saat ini, adalah betul-betul sama dengan yang pernah dibaca oleh Rasulullah SAW (w. 632 M). Teologi Islam (ilmu kalam) tidak pernah pula mengalami perbedaan pandangan yang sedemikian mendasar seperti teologi Kristen. Teologi Islam sepakat tuhan itu satu, berbeda dengan teologi Kristen yang masih memperdebatkan apakah tuhan itu satu atau tiga dalam Konsili Nicea tahun 325. Khilafah Islam pun sepanjang sejarahnya selama 13 abad tidak pernah melakukan satu pun kezaliman yang kejamnya mendekati (apalagi melampaui) kekejaman luar biasa dari rejim-rejim agama Kristen di Abad Pertengahan.&lt;br /&gt;
Jadi, secara sosio-historis sekularisme itu betul-betul asli dan alamiah made in peradaban Barat yang Kristen. Tidak lahir dari Dunia Islam. Karena itu, kalau kemudian kaum liberal kerasukan paham sekularisme ini, lalu menjadikannya paradigma berpikir untuk menolak konsep Khilafah, berarti mereka telah terjerumus ke dalam jurang kesesatan dan kebodohan yang tiada bandingannya. Na’uzhu billah min dzalik !&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Sejumlah Tuduhan dan Jawabannya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Sejumlah kecaman, tuduhan, dan fitnahan telah dilontarkan oleh kaum sekuler untuk menyerang konsep Khilafah. Jika ditelaah dengan cermat dan seksama, berbagai tuduhan itu menyiratkan 3 (tiga) hal penting :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Pertama,&lt;/i&gt;&amp;nbsp;paradigma yang melandasi bermacam tuduhan itu adalah sekularisme, bukan yang lain.&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Kedua,&amp;nbsp;&lt;/i&gt;berbagai tuduhan itu secara implisit telah menggunakan perspektif nilai-nilai Barat dan didasarkan pada pengalaman historis Barat.&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Ketiga,&lt;/i&gt;&amp;nbsp;seringkali tuduhan itu menunjukkan bahwa penuduhnya tidak memahami persoalan, atau memang sengaja melakukan disinformasi untuk kepentingan penyesatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesungguhnya berbagai tuduhan itu akan gugur dengan sendirinya setelah kita tahu bahwa bahwa paradigmanya (yaitu sekularisme) adalah paradigma yang keliru dan sesat. Berbagai tuduhan itu dapat diumpamakan cabang dan ranting pohon yang berasal dari akar yang sama. Jika akarnya telah tercerabut dari tanah, maka seluruh bagian pohon tidak akan bisa berdiri tegak dan akan roboh dengan sendirinya. Firman Allah SWT (artinya) :&lt;br /&gt;
”Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dari akar-akarnya dari permukaan bumi, tidak dapat tetap (tegak) sedikit pun.” (QS Ibrahim [14] : 26)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berikut ini beberapa tuduhan terhadap Khilafah yang berasal dari berbagai sumber, terutama&amp;nbsp;&lt;i&gt;www.islamlib.com&lt;/i&gt;, dan juga jawabannya dari berbagai sumber, terutama&lt;i&gt;www.hizbut-tahrir.or.id :&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Tuduhan 1 : Khilafah itu utopis dan absurd, karena mengandaikan satu payung politik untuk negeri-negeri muslim di seluruh dunia&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Jawaban :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
(1) Kalau mewujudkan Khilafah dikatakan sulit, memang benar. Kalau utopis, tidak. Menggunakan kata ”utopis” untuk sesuatu yang masih mungkin, adalah suatu kesalahan. Sebab utopis itu artinya adalah cita-cita yang yang tak mungkin tercapai (Poerwadarminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia, 1982:1139). Utopis berasal dari kata utopia yang awalnya adalah judul buku penulis Inggris Thomas More (1478-1535) yang terbit tahun 1516 (Ebenstein &amp;amp; Fogelman, 1994:208). Isinya menjelaskan suatu negara yang serba indah dan baik, yang hanya ada dalam angan-angan (W. Surya Endra, Kamus Politik, hal. 323).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(2) Khilafah yang merupakan satu negara untuk seluruh kaum muslimin di dunia, pembentukannya tentu tidak serta merta dan dalam satu waktu. Kalau ini jelas tak mungkin dan suatu hil yang mustahal. Caranya, menurut An-Nabhani, adalah dengan lebih dulu mendirikan Khilafah di sebuah negeri muslim di Dunia Islam, lalu Khilafah itu terus berekspansi untuk memperluas wilayahnya dengan menyatukan negeri-negeri Islam lainnya (An-Nabhani, At-Takattul Al-Hizbi, 2001:6-7). Ini tidak mustahil, sebab dulu Rasul pun lebih dulu mendirikan Dawlah Islamiyah hanya sebatas kota Madinah. Tapi saat beliau wafat, wilayah Islam telah meluas meliputi seluruh jazirah Arab, yang kini meliputi Arab Saudi, Yaman, Oman, Qatar, Bahrain, dan UEA. Perluasan wilayah Islam terus dilanjutkan para khalifah sesudahnya hingga wilayah kekuasaan keKhilafahan meliputi Timur Tengah, Afrika, sampai ke Eropa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(3) Banyak ayat dan hadits yang memprediksikan kembalinya Khilafah. Misalkan QS 24 : 55, dan hadits Nabi SAW riwayat Ahmad dan Al-Bazzar bahwa setelah masa Nubuwwah, ada fase Khilafah Rasyidah, lalu mulkan ‘adhan (kekuasaan yang menggigit), mulkan jabriyan (kekuasaan yang memaksa), dan setelahnya akan muncul lagi Khilafah ala minhajin nubuwwah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Tuduhan 2 : Khilafah tidak populer dan feasible (layak), karena bertentangan dengan konsep negara bangsa (nation state) yang disepakati semua manusia modern&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Jawaban :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
(1) Kalau pun konsep negara bangsa telah disepakati semua manusia, bukan berarti konsep itu benar dalam pandangan Islam. Sebaliknya, sesuatu yang tidak disukai oleh seluruh manusia, belum tentu merupakan kekeliruan dalam Islam (lihat QS 2:216). Siapa yang bisa menjamin bahwa sesuatu yang disepakati seluruh manusia adalah suatu kebenaran yang tidak boleh dibantah? Bahkan Allah SWT berfirman (artinya) :&lt;br /&gt;
”Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah.” (QS Al-An’aam [6] : 116)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(2) Format Dunia Islam yang kini terpecah belah menjadi lebih dari 50 negara berdasarkan konsep negara bangsa, adalah hasil rekayasa penjajah kafir. Terutama pasca PD I dan PD II. Kondisi ini sungguh bertentangan dengan ajaran Islam dari Al-Qur`an, Al-Hadits, dan Ijma’ Shahabat yang mewajibkan persatuan umat di bawah satu negara. Firman Allah SWT (artinya) :&lt;br /&gt;
”Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah bercerai berai.” (QS Ali ’Imran [3] : 103)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sabda Rasulullah SAW,”Jika dibaiat dua orang khalifah, maka bunuhlah yang terakhir dari keduanya.” (HR Muslim)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam kitab Al-Fiqh Ala Mazahib Al-Arba’ah Juz V hal. 416 disebutkan, ”Para imam yang empat sepakat...bahwa kaum muslimin tidak boleh pada waktu yang sama di seluruh dua mempunyai dua imam (khalifah), baik keduanya sepakat atau bertentangan.”&lt;br /&gt;
Jadi, mendukung konsep negara bangsa artinya adalah mendukung terpecah belahnya umat Islam. Itu adalah dukungan terhadap hegemoni dan dominasi kaum penjajah yang kafir.&lt;br /&gt;
(3) Menyatukan umat Islam memang berat, tapi bukan utopis. Masalahnya terletak pada kesadaran umat untuk bersatu dalam sebuah visi dan misi kenegaraan yang diyakininya. Indonesia yang terdiri dari berbagai macam suku bangsa bisa bersatu karena meyakini visi dan misi yang sama yakni nasionalisme Indonesia. Sebaliknya disintegrasi bisa terjadi kalau masyarakat tidak lagi satu visi seperti terjadi saat lepasnya Timor Timur dan runtuhnya Negara komunis. Demikian halnya umat Islam sekarang. Kalau muncul kesadaran untuk menyamakan visi dan misi kenegaraan mereka dibawah naungan Daulah Khilafah, pastilah mereka akan bersatu. Dan ini bukan utopis karena Rasulullah SAW dan KeKhilafahan berikutnya berhasil menyatukan ini. Apalagi dengan kecanggihan teknologi global saat ini justru menolong persatuan umat Islam sedunia (Farid Wadjdi, Menepis Keraguan Terhadap Khilafah : Tanggapan Untuk Luthfi Assyaukanie, www.hizbut-tahrir.or.id).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Tuduhan 3 : Khilafah telah gagal dan tidak berjalan sempurna, karena terbukti 3 khalifahnya dalam Khilafah Rasyidah (Umar, Ali, Utsman) mati terbunuh&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Jawaban :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
(1) Cara mengukur gagal tidaknya sebuah negara yang melaksanakan ideologi tertentu, adalah dengan mengukur dari segi fikrah (konsep) dan thariqah (metode pelaksanaan konsep). Bukan dengan melihat sejauh mana kelangsungan hidup kepala negaranya dari ancaman pembunuhan. Dengan kata lain, berhasil tidaknya negara ideologis diukur dari segi konseptual dan praktikalnya, yaitu sejauh mana negara itu mempunyai dan memahami konsep hidup yang sahih, dan sejauh mana negara itu berpraktik mengaplikasikan konsep itu untuk mencapai tujuan-tujuan negara yang telah digariskan dalam konsep idealnya. Itulah cara mengukur keberhasilan negara, bukan diukur hanya dengan cara melihat sejauh mana keselamatan jiwa kepala negaranya. Itu terlalu naif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(2) Tuduhan itu terlampau menggeneralisir (over generalization) dan menyederhanakan masalah (over simplification), seakan-akan sejarah keKhilafahan Islam semuanya penuh dengan darah dan konflik. Apakah kita akan menutup mata terhadap kemajuan dan peradaban Islam di masa keKhilafahan Abbasiyah pada tahun 700 – 1400 M? Kita seharusnya menghindari generalisasi masyarakat dari sejarah perorangan. Seakan-akan seluruh masa pemerintahan Bani Umayyah adalah gelap dengan hanya memfokuskan pada sejarah Yazid saja. Kemudian kita menutup diri dari kemajuan yang dicapai oleh Bani Umayyah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(3) Keliru pula menyimpulkan bahwa karena ada pembunuhan terhadap kepala negara berarti tidak ada mekanisme politik yang menjamin keamanan kepala negara dan masyarakatnya. Padahal seharusnya kita harus meneliti lebih mendalam apakah hal tersebut terjadi karena ketidakmampuan sistem idealnya atau karena penyimpangan dari sistem ideal tersebut. Apa yang terjadi dalam konflik-konflik berdarah dalam Islam, justru karena menyimpang dari sistem ideal Islam yakni syariah Islam, bukan karena akibat penerapan syariat Islam itu sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(4) Sejarah negara-negara demokrasi, seperti halnya sejarah Khilafah Islam, bukanlah tanpa konflik. AS yang sering diklaim sebagai kampiun demokrasi pernah mengalami Perang Saudara yang berdarah-darah pada abad ke-19. Kalau pembunuhan terhadap Khalifah sebagai kepala negara menjadi soroton, apakah AS sepi dari hal itu? Bagaimana dengan pembunuhan terhadap Abraham Lincoln, pembunuhan John F. Kennedy, percobaan pembunuhan terhadap Ronald Reagan dan pemimpin-pemimpin politik AS lainnya? Revolusi Perancis sebagai peristiwa penting demokrasi juga penuh darah. Runtuhnya negara komunis yang kemudian berubah menjadi negara demokrasi, juga penuh dengan pertumpahan darah dan konflik seperti yang terjadi di Balkan saat ini. Hal ini secara mendalam dibahas Jack Snyder dalam bukunya From Voting to Violence yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, Dari Pemungutan Suara ke Pertumpahan Darah (Jakarta: KPG, 2003). Apakah ini dengan sederhana dijadikan kenyataan sejarahnya ini menjadi argumentasi untuk menolak sistem ideal demokrasi ? (Farid Wadjdi, Menepis Keraguan Terhadap Khilafah : Tanggapan Untuk Luthfi Assyaukanie, www.hizbut-tahrir.or.id)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Tuduhan 4 : Khilafah hanya mungkin diterapkan dalam wilayah geografi sempit dengan komunitas politik yang relatif seragam&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Jawaban :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
(1) Untuk menjawabnya, cukup pihak penuduh disadarkan, bahwa dia tidak paham fakta sejarah. Apakah kita menutup mata bagaimana wilayah kekuasaan keKhilafahan yang meliputi Timur Tengah, Afrika, sampai ke Eropa? Untuk perbandingan sederhana saja, negara Islam yang berpusat di Madinah saat Rasulllah SAW wafat saja wilayahnya telah meliputi jazirah Arab yang kini meliputi kurang dari 7 negara bangsa ( Arab Saudi, Yaman, Uni Emirat Arab, Qatar, Oman, Bahrain). Ini berarti empat kali luas gabungan negara Perancis dan Jerman.Apalagi kalau dibandingkan dengan negara kecil seperti Singapura, Swiss, Brunai. Apakah kita masih mengatakan wilayah geografis terbatas terbatas?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(2) Masalah homogenitas, juga terjadi kekeliruan pada pihak penuduh. Di Madinah saja, sebagai pusat negara Islam yang pertama, penduduknya sangat heteregon : terdiri dari berbagai kabilah, suku, termasuk terdapat komunitas Yahudi. Saat keKhilafahan meluas, di Mesir, Irak, Iran, Syiria, Spanyol terdapat komunitas Kristen, Yahudi, pemeluk keyakinan Zoroaster dan lainnya. Argumentasi kondisi faktual umat Islam sekarang yang tersebar dalam begitu banyak negara dengan beragam karakter dan kepentingan politik yang berbeda juga lemah untuk menolak keberadaan Khilafah. Perlu diketahui di masa Rasulullah juga terdapat banyak kabilah dengan berbagai karakter dan kepentingan politik yang berbeda, tapi Rasulullah SAW berhasil menyatukannya dengan menyamakan visi dan misi kenegaraan mereka berdasarkan Islam. (Farid Wadjdi, Menepis Keraguan Terhadap Khilafah : Tanggapan Untuk Luthfi Assyaukanie, www.hizbut-tahrir.or.id)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Tuduhan 5 : Khilafah bukan sebuah bentuk kekuasaan yang diwajibkan agama, tapi hanya ijtihad politik sahabat sepeninggal Nabi, terbukti dari tidak adanya sistem pengangkatan khalifah yang baku antara Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Jawaban :&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
(1) Benar, bahwa tidak ada tatacara teknis yang baku dalam pengangkatan khalifah. Tapi menyimpulkan tidak adanya sistem pemerintahan Islam dari kenyataan itu jelas sangat gegabah. Sebab, yang berbeda hanyalah tatacara teknis pembaiatan (uslub ba’iah), bukan metode pengangkatan khalifah (thariqah nashb al-khalifah), yaitu baiat. Jadi, harus dibedakan antara baiat (sebagai metode yang baku), dengan prosedur teknis sebelum baiat yang boleh berubah-ubah. Semua khalifah yang empat (Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali) menjadi khalifah hanya dengan baiat. Tidak ada metode lain. Tidak ada yang tanpa baiat. Yang berbeda hanyalah prosedur teknis yang ditempuh sebelum baiat dilakukan. Abu Bakar dibaiat oleh umat dari hasil syura di Saqifah Bani Saidah. Umar dibaiat oleh umat, setelah sebelumnya dicalonkan oleh Abu Bakar berdasarkan mandat umat kepada Abu Bakar. Utsman dibaiat oleh umat setelah Umar (atas mandat umat) membentuk komisi pemilihan khalifah yang bertugas memilih satu khalifah di antara mereka. Ali dibaiat oleh umat setelah Utsman wafat dan muncul dukungan dan tuntutan langsung dari umat untuk membaiat Ali (Abdul Qadim Zallum, Nizham Al-Hukm fi Al-Islam, hal. 72-85)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(2) Khilafah bukanlah ijtihad sahabat, melainkan Ijma’ Sahabat. Jika benar Khilafah ijtihad sahabat, niscaya Khilafah tidak mengikat dan para sahabat pun akan ada yang berbeda pendapat, yaitu ada yang tidak mewajibkan Khilafah. Kenyataannya, tidak ada satu pun dari kalangan sahabat yang menolak wajibnya Khilafah. Yang ada hanyalah perbedaan pendapat, apakah si A atau si B yang akan menjadi khalifah. Bukan perbedaan pendapat Khilafah itu wajib atau tidak. Walhasil, kenyataannya, dan yang terjadi, Khilafah itu didasarkan pada kesepakatan semua sahabat (ijma’ sahabat), bukan ijtihad sahabat. Padahal Ijma’ Sahabat adalah sumber hukum syariah (dalil syar’i) ketiga setelah Al-Qur`an dan As-Sunnah. Adapun fakta sejarah yang terjadi setelah masa sahabat, tidak mempunyai nilai sedikit pun dalam penetapan hukum syara’. Sebab kenyataan sejarah bukanlah sumber hukum. Jadi, andaikan setelah Khilafah Rasyidah terjadi proses pewarisan turun temurun dalam Khilafah Bani Umayyah dan Abbasiyah, maka itu hanya sekedar fakta, bukan suatu dalil syar’i. Andaikata saja setelah Khilafah Rasyidah sistem pemerintahan berganti menjadi selain Khilafah (ini andaikata saja), bukan berarti sistem selain Khilafah itu lantas boleh menurut syariah. Itu hanya fakta sejarah, bukan sumber hukum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Tuduhan 6 : Khilafah dalam sejarah itu despotis (sewenang-wenang) dan tidak bisa dimintai pertanggung jawaban, karena khalifahnya adalah wakil Tuhan di muka bumi&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Jawaban :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
(1) Tuduhan bahwa dalam sistem Khilafah tidak ada mekanisme kritik dan pertanggungjawaban menunjukkan penuduh tidak mengerti tentang sistem Khilafah. Dalam sistem Khilafah, kritik bukan hanya boleh bahkan ia telah menjadi bagian yang sangat penting dalam kehidupan politik dan pemerintahan Islam. Mekanisme kritik ada 3 (tiga) :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Pertama,&amp;nbsp;&lt;/i&gt;bisa dilakukan secara individual oleh setiap muslim. Tidak kurang Rasulullah SAW sendiri pernah mendapatkan kritik dari para sahabat-sahabatnya berkaitan dengan kebijakannya dalam perjanjian Hudaibiyah yang dinilai terlalu menguntungkan kafir Quraisy. Khalifah Abu Bakar juga pernah secara langsung dikritik oleh Umar bin Khatab dalam kebijakannya memerangi orang yang tidak mau membayar zakat. Sementara, saat menjadi khalifah, Umar bin Khatab juga tidak sepi dari kritik. Di antaranya bahkan datang dari sekelompok wanita yang memprotes kebijakan Umar dalam membatasi jumlah mahar maksimal 400 dirham. Umar menerima kritik itu seraya mengatakan, “Wanita itu benar, Umar salah”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Kedua,&lt;/i&gt;&amp;nbsp;kritik juga bisa dilakukan melalui wakil rakyat (majelis al-ummah) yang dipilih langsung oleh rakyat. Dalam sistem Khilafah, anggota majelis ummah berhak secara langsung mengkritik khalifah berkaitan dengan keputusan atau kebijakannya yang dinilai tidak tepat dan merugikan rakyat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Ketiga,&lt;/i&gt;&amp;nbsp;rakyat yang tidak puas terhadap kebijakan khalifah bisa mengajukannya ke Mahkamah Madzhalim, yakni sebuah pengadilan yang memutuskan perselisihan antara rakyat dan penguasa (khalifah). Tentu saja khalifah harus tunduk kepada keputusan mahkamah ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(2) Muncul pertanyaan, bagaimana kalau khalifah tidak mau mendengar kritik rakyatnya dan tidak pula mau mentaati keputusan pengadilan? Apakah rakyat boleh turun tangan secara langsung? Jawabnya, boleh karena rakyat adalah pemilik kekuasaan. Rakyat boleh turun tangan secara langsung untuk menjatuhkan khalifah setelah terbukti bahwa khalifah menyimpang dari syariat Islam. Bahkan kalau penyimpangan yang dilakukan oleh khalifah sampai pada batas yang menunjukkan penentangannya secara nyata terhadap syariat Islam, rakyat boleh angkat senjata (menggunakan kekerasan) untuk menjatuhkan khalifah. Soal ini pernah ditanyakan para sahabat kepada Rasulullah, dan Rasul menjawab tegas boleh bila memang khalifah tersebut telah menunjukkan kekufuran yang nyata (kufran bawahan).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(3) Jadi jelaslah bahwa dalam sistem Khilafah terdapat mekanisme yang sangat gamblang tentang bagaimana cara mengkoreksi penguasa. Namun, memang harus diakui pelaksanaan syariah Islam di masa pemerintahan keKhilafahan pada kenyataannya tidaklah selalu berjalan mulus. Ini tidak lepas dari kenyataan bahwa sistem pemerintahan Khilafah adalah sistem manusiawi (basyariah), yang bagaimana pun tetap dijalankan oleh manusia biasa yang bisa keliru atau menyimpang. Bukan oleh para malaikat atau orang yang maksum (infallible). Oleh karena itu, penting untuk diingat bahwa menilai sistem Khilafah hanya didasarkan pada adanya penyimpangan praktek sistem ini di masa lalu tidaklah tepat, tapi haruslah merujuk kepada sumber ide dan hukumnya yakni al-Quran dan as-Sunnah sebagaimana telah dijelaskan di atas. Sistem politik apapun, selama masih dijalankan oleh manusia sangat mungkin menyimpang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikian juga dengan sistem Khilafah. Karena itulah dalam sistem Khilafah ada kewajiban mengkritik agar penguasa ini tidak menyimpang. Menyimpulkan bagaimana sistem Khilafah hanya berdasarkan penyimpangan pelaksanannya di masa lalu seperti yang dilakukan oleh penuduh jelas akan menyebabkan kekeliruan dalam melihat bagaimana sistem Khilafah ini sesungguhnya. Kecuali kalau itu memang sengaja dilakukan untuk maksud tertentu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(4) Penuduh telah menggunakan perspektif Barat bahwa Khilafah adalah sistem teokrasi, di mana raja adalah wakil tuhan di bumi. Padahal sistem Khilafah sangat berbeda dengan sistem teokrasi yang dijelaskan di atas. Syekh Taqiyuddin an Nabhani, pendiri Hizbut Tahrir, dalam kitabnya Nizhamul Hukmi fi al Islam (sistem pemerintah Islam) memberikan gambaran yang jernih tentang perbedaan antara sistem khilafah dan sistem teokrasi. Sistem khilafah sebagai sistem pemerintahan Islam, membedakan antara kedaulatan (al-siyadah) dan kekuasaan (al-sultan). Dalam sistem khilafah, kedaulatan (al-siyadah) memang ditangan syaari’ (pembuat hukum, yakni Allah SWT), namun kekuasaan (al-sultan) tetaplah di tangan rakyat. Berbicara tentang kedaulatan berarti berhubungan dengan siapa yang berhak membuat hukum atau siapa yang menjadi sumber hukum (source of legislation). Sedang bicara tentang kekuasaan berarti berhubungan dengan siapa yang menjadi sumber kekuasaan (source of power).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam Islam yang menjadi sumber hukum adalah Allah SWT yang telah menurunkan Al-Qur’an dan as-Sunnah guna mengatur kehidupan manusia. Sementara, makna bahwa kekuasaan (al-sultan) di tangan rakyat adalah tak boleh seorang pun mengaku sebagai penguasa (khalifah) kecuali atas pilihan rakyat. Dan ketika seorang khalifah dipilih oleh rakyat, ia semata dipilih untuk melaksanakan hukum-hukum Allah (syariah Islam). Karena itu kata-kata, kebijakan atau aturan yang ditetapkan oleh Khalifah bukanlah otomatis sebagai kata-kata Tuhan yang lantas mutlak harus diikuti dan tidak boleh dikritik, apalagi bila nyata-nyata ucapan dan perintah itu bertentangan dengan syariah. Rasullah Muhammad saw sendiri pernah menyatakan: “Tiada ketaatan kepada manusia dalam maksiat kapada Allah swt”. Maka, khalifah saat mengambil keputusan tetap harus merujuk kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah. Artinya, keputusan khalifah baru boleh ditaati selama merujuk kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah. Kalau tidak, bukan hanya tidak boleh, bahkan wajib ditolak dan dikritik keras. Karena itulah dalam Islam ada kewajiban mengoreksi penguasa (khalifah) yang dikenal dengan konsep muhasabah lil hukkam. Bahkan Islam menempatkan derajat yang sangat tinggi bagi aktifitas untuk mengkoreksi penguasa ini. Dalam hadits disebutkan, “Sebaik-baik jihad adalah menyampaikan kata-kata yang hak di depan penguasa yang jair/dhalim (kejam)”. Mereka yang dibunuh akibat mengoreksi penguasa yang keliru bahkan diberi gelar setara saiyyudusyuhada (pemimpin para syahid) (M. Ismail Yusanto, Khilafah Islam, Sistem Tirani? Menjawab Kritikan Terhadap Konsep Khilafah, www.hizbut-tahrir.or.id).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Penutup&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Sebagai penutup, ada baiknya kita mengetahui tujuan tuduhan-tuduhan kaum sekular-liberal yang membenci Khilafah itu. Sesungguhnya, berbagai tuduhan itu tujuannya adalah : Pertama, agar umat Islam tersesat dan tertipu lalu menolak Khilafah yang sebenarnya sudah diketahui merupakan bagian ajaran Islam yang sangat penting (ma’luum min al-din bi al-dharurah). Kedua, agar umat Islam terus menerus menderita di bawah tindasan sistem sekuler yang kufur yang dipaksakan penjajah kafir atas umat Islam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, segala macam tuduhan itu dimaksudkan untuk menjegal perjuangan umat yang ikhlas untuk mengembalikan Khilafah, serta untuk menjustifikasi dominasi penguasa sekuler yang menjadi antek-antek kaum penjajah kafir, khususnya Amerika Serikat. [ ]&lt;br /&gt;
-------&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Arif, Syamsuddin. Jejak Kristen Dalam Islamic Studies. www.insistnet.com&lt;br /&gt;
Assyaukanie, Luthfi. Ali Abd Ar-Raziq (1888-1966) Peletak Dasar Teologi Modern. www.islamlib.com&lt;br /&gt;
----------. Perlunya Mengubah Sikap Politik Kaum Muslim, www.islamlib.com.&lt;br /&gt;
An-Nabhani, Taqiyuddin. 2001. Nizhamul Islam. T.tp. : Hizbut Tahrir.&lt;br /&gt;
Audi, Robert. 2002. Agama dan Nalar Sekuler dalam Masyarakat Liberal. Yogyakarta : UII Press.&lt;br /&gt;
Berkhof, L. 1992. Sejarah Perkembangan Ajaran Trinitas (The History of Christian Doctrines). Bandung : Sinar Baru.&lt;br /&gt;
Cave, M.A.C. 2000. Is The Trinity Doctrine Divinely Inspired? Al-Mansoura : Al-Dar Al-Islamiyah.&lt;br /&gt;
Deedat, Ahmad. 1999. The Choice : Dialog Islam-Kristen. Jakarta : Pustaka Al-Kautsar.&lt;br /&gt;
Ebenstein, William &amp;amp; E. Fogelman. 1994. Isme-Isme Dewasa Ini (Todays Isms). Jakarta : Erlangga.&lt;br /&gt;
Endra, W. Surya. 1979. Kamus Politik Serta Penjelasannya. Surabaya : Study Group.&lt;br /&gt;
Husaini, Adian. Mengapa Barat Menjadi Sekular-Liberal. www.insistnet.com&lt;br /&gt;
Jahroni, Jajang. Khilafah Islam : Khilafah Yang Mana? www.islamlib.com&lt;br /&gt;
Lubis, HM. Arsjad Thalib. 1990. Keesaan Tuhan Menurut Ajaran Islam dan Kristen. Jakarta : Media Da’wah.&lt;br /&gt;
Suharto, Ugi. Apakah Al-Qur`an Memerlukan Hermeneutika. www.insistnet.com&lt;br /&gt;
Syalaby, Ahmad. Tanpa Tahun. Perbandingan Agama : Agama Kristen. Bandung : PT Alma’arif.&lt;br /&gt;
Ulwan, Abdullah Nashih. 1996. Islam Syariat Abadi. Jakarta : Gema Insani Press.&lt;br /&gt;
Wadjdi, Farid. Menepis Keraguan Terhadap Khilafah : Tanggapan Untuk Luthfi Assyaukanie. www.hizbut-tahrir.or.id&lt;br /&gt;
Walker, Jim &amp;amp; Shabir Ali. 2005. The Dark Bible. Jakarta : Immanuel Press.&lt;br /&gt;
Watt, William Montgomery.1997. Fundamentalisme Islam dan Modernitas (Islamic Fundamentalism and Modernity). Terjemahan oleh Taufik Adnan Amal. Jakarta : Rajagrafindo Persada.&lt;br /&gt;
Weigel, George. 2003. ”Katolikisme Roma di Era Paus John Paul II”. Dalam Peter L. Berger (Ed.) Kebangkitan Agama Menantang Politik Dunia (The Desecularization of The World). Yogyakarta : Ar-Ruzz.&lt;br /&gt;
Yusanto, M. Ismail. Khilafah Islam, Sistem Tiranik? Menjawab Kritikan Terhadap Konsep Khilafah. www.hizbut-tahrir.or.id&lt;br /&gt;
Zallum, Abdul Qadim. 2002. Nizham Al-Hukm fi Al-Islam. T.tp. : Hizbut Tahrir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oleh : KH.M. Shiddiq Al-Jawi**&lt;br /&gt;
- - - - - - -&lt;br /&gt;
*Makalah disampaikan dalam dalam Seminar Nasional Sehari Bertema Meneropong Perjalanan Spiritual Dan Politik An-Nabhani Dan Sayyid Qutb Dalam Merekonstruksi Khilafah, Sub Tema Menjawab Tuduhan Dan Keraguan Seputar Khilafah Islamiyah, hasil kerjasama MT-FUNA Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya dan KSPEI Malang, pada Sabtu 26 Maret 2005, di Widyaloka Convention Hall Universitas Brawijaya.&lt;br /&gt;
**M. Shiddiq Al-Jawi, lahir di Grobogan (Jateng), 31 Mei 1969. Alumnus Fakultas MIPA IPB Bogor dan pernah menjabat Ketua Umum Badan Kerohanian Islam (BKI) IPB Bogor tahun 1990-1991. Saat kuliah, menjadi santri di Pondok Pesantren Nurul Imdad dan Al-Azhhar, Bogor. Telah menerjemahkan sekitar 15 buku (berbahasa Arab), di antaranya Demokrasi Sistem Kufur karya Abdul Qadim Zallum. Buku yang telah ditulisnya antara lain Membangun Kepribadian Islam (Jakarta : Khairul Bayan), dan Prinsip-Prinsip Dasar Pemahaman Al-Qur`an dan Al-Hadits (Jakarta : Khairul Bayan). Sekarang dosen STEI (Sekolah Tinggi Ekonomi Islam) HAMFARA Yogyakarta, dan staf pengajar LPI (Lembaga Pendidikan Insani) Yogyakarta. Sedang menyelesaikan thesis pada program pascasarjana Magister Studi Islam UII, Yogyakarta. Aktivis di Hizbut Tahrir Indonesia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ogiexslasher.blogspot.com/2011/08/menjawab-tudingan-miring-seputar-ide.html</link><author>noreply@blogger.com (mbah ogiex)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4640816974857799573.post-7104544541999072219</guid><pubDate>Tue, 09 Aug 2011 02:15:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-08-09T09:15:00.162+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Puasa</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">shaum</category><title>Masalah Penting Seputar Puasa</title><description>&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;Rukun-Rukun Puasa&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rukun-rukun puasa adalah  sebagai berikut: &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1.Niat&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yaitu kemantapan hati untuk  melakukan puasa sebagai bentuk ketaatan atas perintah Allah &lt;i&gt;subhanahu  wata’ala&lt;/i&gt; atau untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Hal ini berdasarkan sabda  Nabi &lt;i&gt;shallahu ‘alaihi wasallam&lt;/i&gt;,&lt;i&gt;&quot;Seluruh amal perbuatan itu tergantung  pada niatnya.&quot; &lt;/i&gt;(HR. al-Bukhari). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika puasa yang akan dikerjakan  adalah puasa wajib, maka niatnya harus dilakukan pada malam hari sebelum fajar,  berdasarkan sabda Rasulullah &lt;i&gt;shallahu ‘alaihi wasallam&lt;/i&gt;,&lt;i&gt;&quot;Orang yang  tidak berniat puasa sejak malam harinya, maka tidak ada puasa baginya.&quot; &lt;/i&gt;(HR.  at-Tirmidzi dan an-Nasa&#39;i, redaksi ini ada dalam riwayat an-Nasa&#39;i).  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika puasa yang akan dilakukan adalah puasa sunnah, maka puasanya sah  walaupun niatnya dilakukan setelah terbitnya fajar dan matahari telah tinggi,  dengan syarat ia belum makan sesuatu apa pun. Ini berdasarkan pernyataan Aisyah  &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anha&lt;/i&gt;, &quot;Pada suatu hari Rasulullah &lt;i&gt;shallahu ‘alaihi  wasallam&lt;/i&gt; masuk ke dalam rumahku, kemudian bertanya, &lt;i&gt;&quot;Apakah engkau  mempunyai makanan?&quot; &lt;/i&gt;Aku menjawab, &quot;Tidak.&quot; Rasulullah &lt;i&gt;shallahu ‘alaihi  wasallam&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&quot;Kalau begitu aku akan berpuasa.&quot; &lt;/i&gt;(HR. Muslim)  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Imsak&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; bersabda,  &lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yaitu menahan diri dari perkara-perkara yang  membatalkan puasa seperti makan, minum, hubungan suami istri dan lain  sebagainya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Waktu&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang dimaksudkan di sini adalah  siang hari sejak terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari. Jika seseorang  berpuasa pada malam hari dan berbuka pada siang hari, maka puasanya tidak sah,  sebagaimana firman Allah &lt;i&gt;subhanahu wata’ala&lt;/i&gt;, artinya,&lt;i&gt;“Kemudian  sempurnakanlah puasa itu sampai malam.”&lt;/i&gt; (QS. Al-Baqarah:187)  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Sunnah-Sunnah Puasa&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1.Ta&#39;jil (Menyegerakan Berbuka  Puasa)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yaitu segera berbuka puasa apabila waktu berbuka telah tiba,  pada saat matahari benar-benar telah terbenam, sebagaimana sabda Rasulullah  &lt;i&gt;shallahu ‘alaihi wasallam&lt;/i&gt;,&lt;i&gt;&quot;Manusia masih dalam kebaikan selagi mereka  menyegerakan berbuka puasa.&quot;&lt;/i&gt; (Muttafaq ‘alaih). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anas bin Malik  &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/i&gt; juga berkata, &quot;Sesungguhnya Nabi &lt;i&gt;shallahu ‘alaihi  wasallam&lt;/i&gt; tidak mengerjakan shalat Maghrib sampai berbuka puasa walaupun  hanya dengan seteguk air.&quot; (HR. Ath-Thabrani dalam al-Ausath 8/335)  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Berbuka dengan Kurma atau Air&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang terbaik adalah  dengan kurma matang, boleh juga jenis yang lain dan terakhir adalah dengan air  jika tidak ada kurma. Disunnahkan pula agar memakannya dalam jumlah yang ganjil:  tiga, lima, atau tujuh. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anas bin Malik &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/i&gt;  berkata, &quot;Rasulullah &lt;i&gt;shallahu ‘alaihi wasallam&lt;/i&gt; berbuka dengan beberapa  kurma yang telah matang sebelum mengerjakan shalat Maghrib. Jika tidak ada kurma  matang maka dengan kurma kering, jika tidak ada maka beliau meminum beberapa  tegukan air.&quot; (HR. At-Tirmidzi) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Berdoa ketika Berbuka Puasa&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;  &lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4. Sahur&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yaitu makan dan minum pada saat sahur, di akhir  malam dengan niat berpuasa sebagaimana sabda Nabi &lt;i&gt;shallahu ‘alaihi  wasallam&lt;/i&gt;,&lt;i&gt;&quot;Sesungguhnya pembeda antara puasa kita dengan puasa ahli kitab  adalah makan sahur.&quot; &lt;/i&gt;(HR. Muslim) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan juga sabda Nabi &lt;i&gt;shallahu  ‘alaihi wasallam&lt;/i&gt;,&lt;i&gt;&quot;Sahurlah kalian, karena sesungguhnya di dalam sahur itu  terdapat barakah.&quot; &lt;/i&gt;(Muttafaq alaih) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;5. Mengakhirkan Sahur&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;  &lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yakni sampai pada bagian akhir malam hari, sebagaimana sabda Nabi  &lt;i&gt;shallahu ‘alaihi wasallam&lt;/i&gt;,&lt;i&gt;&quot;Ummatku masih dalam kebaikan selama mereka  menyegerakan berbuka puasa dan mengakhirkan sahur. &quot;&lt;/i&gt; (HR. Ahmad, hadits  shahih) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waktu sahur dimulai sejak pertengahan malam yang akhir dan  berakhir beberapa saat sebelum fajar tiba. Ketentuan ini berdasarkan peryataan  Zaid bin Tsabit &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/i&gt;, &quot;Kami melaksanakan sahur bersama  Rasulullah &lt;i&gt;shallahu ‘alaihi wasallam&lt;/i&gt; kemudian beliau berdiri untuk  shalat. Aku bertanya, &quot;Berapa jarak antara waktu adzan dengan sahur?&quot; Rasulullah  &lt;i&gt;shallahu ‘alaihi wasallam&lt;/i&gt; menjawab, &lt;i&gt;&quot;Sekitar lima puluh ayat.&quot;  &lt;/i&gt;(Muttafaq &#39;alaih). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Catatan: Orang yang merasa ragu-ragu mengenai  terbitnya fajar, maka ia boleh makan sampai merasa yakin bahwa fajar telah  terbit, kemudian berhenti dari makan dan minum sebagaimana firman Allah  &lt;i&gt;subhanahu wata’ala&lt;/i&gt;, artinya,&lt;i&gt;&quot;Dan makan minumlah hingga terang bagimu  benang putih dari benang hitam, yaitu fajar.&quot; &lt;/i&gt;(QS. Al-Baqarah:187)  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seseorang berkata kepada Ibnu Abbas &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/i&gt;, &quot;Aku  sedang sahur tetapi tiba-tiba aku merasa ragu-ragu sehingga aku berhenti sahur.  Ibnu Abbas zberkata kepadanya, &quot;Makanlah selama kamu merasa ragu-ragu sampai  kamu tidak merasa ragu-ragu lagi (yakin).&quot; (HR. Ibnu Abi Syaibah).  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Hal-Hal yang Makruh dalam Puasa&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Berlebih-lebihan dalam  berkumur dan membersihkan hidung dengan cara menghirup air &lt;i&gt;(istinsyaq)&lt;/i&gt;  dan mengeluarkannya kembali &lt;i&gt;(istinsyar)&lt;/i&gt; ketika berwudhu, berdasarkan  sabda Rasulullah &lt;i&gt;shallahu ‘alaihi wasallam&lt;/i&gt;, &lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&quot;Dan  bersungguh-sungguhlah dalam menghirup air dengan hidung kecuali jika engkau  sedang berpuasa.&quot; &lt;/i&gt;(HR. Para penyusun kitab Sunan). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasulullah  &lt;i&gt;shallahu ‘alaihi wasallam&lt;/i&gt; membenci hal itu karena khawatir apabila air  tersebut masuk ke dalam rongga tubuhnya sehingga merusak puasa. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2.  Ciuman&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena ciuman kadang-kadang dapat membangkitkan syahwat yang  memungkinkan merambat sampai merusak puasa, baik itu dengan keluarnya air madzi,  mani, bahkan hubungan suami istri yang mengharus kan untuk membayar kafarah.  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Berlama-lama Memandang Istri&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang suami makruh  hukumnya terus-menerus memadang istri dengan syahwat ketika dia dalam keadaan  berpuasa. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4. Menghayalkan hubungan suami istri.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;5.  Menyentuh Wanita&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yakni menyentuhnya dengan tangan atau menempelkan  tubuhnya pada tubuh. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;6. Mengunyah Sirih&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengunyah daun  sirih dikhawatirkan beberapa bagiannya akan masuk ke dalam tenggorokan.  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;7. Mencicipi makanan.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;8. Berkumur-kumur bukan untuk  wudhu atau keperluan yang mengharuskannya.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;9. Bercelak pada  permulaan siang,&lt;/b&gt; tetapi jika dilakukan pada akhir siang maka hal itu boleh.  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;10. Berbekam&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang yang berpuasa sebaiknya tidak berbekam  atau mengeluarkan darah (seperti donor dan semisalnya, red) pada siang hari,  karena dikhawatirkan akan melemahkan tubuh yang menyebabkan harus membatal kan  puasa, karena dalam hal tersebut ada perkara yang dapat menjurus kepada batalnya  puasa. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Perkara-perkara yang Dimaafkan dalam Puasa&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di  antara perkara-perkara yang dimaafkan apabila dilakukan oleh seseorang yang  sedang berpuasa adalah sebagai berikut: &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Menelan ludah walaupun dalam  jumlah banyak. Yang dimaksudkan adalah ludahnya sendiri bukan ludah orang lain.  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Terpaksa muntah dan mengeluar kan cairan dari perut, jika tidak ada  lagi yang masuk atau tertelan lagi ke dalam perut setelah keluar dari mulutnya.  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Menelan lalat, nyamuk (serangga) karena tanpa disengaja. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4.  Menghirup debu jalanan, asap pabrik, asap kayu bakar dan asap-asap lainnya yang  tidak dapat dihindari. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. Bangun pagi dalam keadaan junub. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6.  Mimpi basah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada akibat apa pun bagi orang yang berpuasa jika ia  mengalami mimpi basah dan hal itu tidak menyebabkan puasanya batal. Rasulullah  &lt;i&gt;shallahu ‘alaihi wasallam&lt;/i&gt; bersabda, &lt;br /&gt;
&lt;i&gt;“Hukum tidak dapat  diberlakukan atas tiga orang, yaitu; Orang gila sampai ia sadar; Orang tidur  sampai ia bangun; Dan anak kecil sampai ia baligh.” &lt;/i&gt;(HR Ahmad dan Abu Dawud)  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
7. Makan dan minum tanpa disengaja atau karena lupa. Rasulullah  &lt;i&gt;shallahu ‘alaihi wasallam&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;“Orang yang lupa sedangkan dia  sedang berpuasa, kemudian ia makan atau minum maka ia harus menyempurnakan  puasanya, sesungguhnya Allah yang memberikan makan dan minum kepadanya.”  &lt;/i&gt;(Muttafaq alaih) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber: &lt;b&gt;Kitab, “Minhajul Muslim”&lt;/b&gt; edisi  terjemah, &lt;b&gt;Syaikh Abu Bakar Jabir Al-Jazairi,&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; bersabda,  halamah 465-469 dan 472-473.  &lt;/div&gt;</description><link>http://ogiexslasher.blogspot.com/2011/08/masalah-penting-seputar-puasa.html</link><author>noreply@blogger.com (mbah ogiex)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4640816974857799573.post-5629270707282915459</guid><pubDate>Mon, 01 Aug 2011 05:02:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-08-01T12:02:24.921+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Puasa</category><title>Rahasia Puasa</title><description>&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;Sebagai muslim yang sejati, kedatangan dan kehadiran Ramadhan  yang mulia pada tahun ini merupakan sesuatu yang amat membahagiakan kita. Betapa  tidak, dengan menunaikan ibadah Ramadhan, amat banyak keuntungan yang akan kita  peroleh, baik dalam kehidupan di dunia maupun di akhirat kelak. Di sinilah letak  pentingnya bagi kita untuk membuka tabir rahasia puasa sebagai salah satu bagian  terpenting dari ibadah Ramadhan. &lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;Dr. Yusuf Qardhawi dalam kitabnya &lt;i&gt;al-Ibadah Fil Islam&lt;/i&gt;  mengungkapkan ada lima rahasia puasa yang bisa kita buka untuk selanjutnya bisa  kita rasakan kenikmatannya dalam ibadah Ramadhan.&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;b&gt;Menguatkan Jiwa&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;Dalam hidup, tak sedikit kita dapati manusia yang didominasi  oleh hawa nafsunya, lalu manusia itu menuruti apa pun yang menjadi keinginannya  meskipun keinginan itu merupakan sesuatu yang bathil dan mengganggu serta  merugikan orang lain. Karenanya, di dalam Islam ada perintah untuk memerangi  hawa nafsu dalam arti berusaha untuk bisa mengendalikannya, bukan membunuh nafsu  yang membuat kita tidak mempunyai keinginan terhadap sesuatu yang bersifat  duniawi. Manakala dalam peperangan ini manusia mengalami kekalahan, malapetaka  besar akan terjadi karena manusia yang kalah dalam perang melawan hawa nafsu itu  akan mengalihkan penuhanan dari kepada Allah SWT sebagai Tuhan yang benar kepada  hawa nafsu yang cenderung mengarahkan manusia pada kesesatan. Allah  memerintahkan kita memperhatikan masalah ini dalam firman-Nya yang artinya,  &lt;b&gt;&lt;i&gt;&quot;Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai  Tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya.&quot;&lt;/i&gt; (45: 23).&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;Dengan ibadah puasa, maka manusia akan berhasil mengendalikan  hawa nafsunya yang membuat jiwanya menjadi kuat, bahkan dengan demikian, manusia  akan memperoleh derajat yang tinggi seperti layaknya malaikat yang suci dan ini  akan membuatnya mampu mengetuk dan membuka pintu-pintu langit hingga segala  doanya dikabulkan oleh Allah SWT. Rasulullah saw bersabda yang artinya, &lt;i&gt;&quot;Ada  tiga golongan orang yang tidak ditolak doa mereka: orang yang berpuasa hingga  berbuka, pemimpin yang adil, dan doa orang yang dizalimi.&quot;&lt;/i&gt; (HR Tirmidzi).  &lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;b&gt;Mendidik Kemauan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;Puasa mendidik seseorang untuk memiliki kemauan yang  sungguh-sungguh dalam kebaikan, meskipun untuk melaksanakan kebaikan itu  terhalang oleh berbagai kendala. Puasa yang baik akan membuat seseorang terus  mempertahankan keinginannya yang baik, meskipun peluang untuk menyimpang begitu  besar. Karena itu, Rasulullah saw menyatakan bahwa puasa itu setengah dari  kesabaran. &lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;Dalam kaitan ini, maka puasa akan membuat kekuatan rohani  seorang muslim semakin prima. Kekuatan rohani yang prima akan membuat seseorang  tidak akan lupa diri meskipun telah mencapai keberhasilan atau kenikmatan  duniawi yang sangat besar, dan kekuatan rohani juga akan membuat seorang muslim  tidak akan berputus asa meskipun penderitaan yang dialami sangat sulit.&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;b&gt;Menyehatkan Badan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;Disamping kesehatan dan kekuatan rohani, puasa yang baik dan  benar juga akan memberikan pengaruh positif berupa kesehatan jasmani. Hal ini  tidak hanya dinyatakan oleh Rasulullah saw, tetapi juga sudah dibuktikan oleh  para dokter atau ahli-ahli kesehatan dunia yang membuat kita tidak perlu  meragukannya lagi. Mereka berkesimpulan bahwa pada saat-saat tertentu perut  memang harus diistirahatkan dari bekerja memproses makanan yang masuk  sebagaimana juga mesin harus diistirahatkan, apalagi di dalam Islam, isi perut  kita memang harus dibagi menjadi tiga, sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk  air, dan sepertiga untuk udara.&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;b&gt;Mengenal Nilai Kenikmatan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;Dalam hidup ini, sebenarnya sudah begitu banyak kenikmatan yang  Allah berikan kepada manusia, tapi banyak pula manusia yang tidak pandai  mensyukurinya. Dapat satu tidak terasa nikmat karena menginginkan dua, dapat dua  tidak terasa nikmat karena menginginkan tiga dan begitulah seterusnya. Padahal,  kalau manusia mau memperhatikan dan merenungi, apa yang diperolehnya sebenarnya  sudah sangat menyenangkan karena begitu banyak orang yang memperoleh sesuatu  tidak lebih banyak atau tidak lebih mudah dari apa yang kita peroleh.&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;Maka, dengan puasa manusia bukan hanya disuruh memperhatikan  dan merenungi tentang kenikmatan yang sudah diperolehnya, tetapi juga disuruh  merasaakan langsung betapa besar sebenarnya nikmat yang Allah berikan kepada  kita. Hal ini karena baru beberapa jam saja kita tidak makan dan minum sudah  terasa betul penderitaan yang kita alami, dan pada saat kita berbuka puasa  terasa betul besarnya nikmat dari Allah meskipun hanya berupa sebiji kurma atau  seteguk air. Di sinilah letak pentingnya ibadah puasa guna mendidik kita untuk  menyadari tinggi nilai kenikmatan yang Allah berikan agar kita selanjutnya  menjadi orang yang pandai bersyukur dan tidak mengecilkan arti kenikmatan dari  Allah meskipun dari segi jumlah memang sedikit dan kecil. Rasa syukur memang  akan membuat nikmat itu bertambah banyak, baik dari segi jumlah atau paling  tidak dari segi rasanya, Allah berfirman yang artinya, &lt;b&gt;&lt;i&gt;&quot;Dan (ingatlah juga),  tatkala Tuhanmu memaklumkan: ?Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasati Kami akan  menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka  sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.&quot;&lt;/i&gt; (14: 7).&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;b&gt;Mengingat dan Merasakan Penderitaan Orang Lain&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;Merasakan lapar dan haus juga memberikan pengalaman kepada kita  bagaimana beratnya penderitaan yang dirasakan orang lain. Sebab, pengalaman  lapar dan haus yang kita rasakan akan segera berakhir hanya dengan beberapa jam,  sementara penderitaan orang lain entah kapan akan berakhir. Dari sini semestinya  puasa akan menumbuhkan dan memantapkan rasa solidaritas kita kepada kaum  muslimin lainnya yang mengalami penderitaan yang hingga kini masih belum  teratasi, seperti penderitaan saudara-saudara kita di Ambon atau Maluku, Aceh  dan di berbagai wilayah lain di Tanah Air serta yang terjadi di berbagai belahan  dunia lainnya, seperti di Chechnya, Kosovo, Irak, Palestina, dan sebagainya.&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;Oleh karena itu, sebagai simbol dari rasa solidaritas itu,  sebelum Ramadhan berakhir, kita diwajibkan untuk menunaikan zakat agar dengan  demikian setahap demi setahap kita bisa mengatasi persoalan-persoalan umat yang  menderita. Bahkan, zakat itu tidak hanya bagi kepentingan orang yang miskin dan  menderita, tetapi juga bagi kita yang mengeluarkannya agar dengan demikian,  hilang kekotoran jiwa kita yang berkaitan dengan harta seperti gila harta,  kikir, dan sebagainya. Allah berfirman yang artinya, &lt;b&gt;&lt;i&gt;&quot;Ambillah zakat dari  sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka  dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketentraman jiwa  bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.&quot;&lt;/i&gt; (9: 103).&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;Maasyiral muslimin rahimakumullah!&lt;br /&gt;
Karena rahasia puasa  merupakan sesuatu yang amat penting bagi kita, sudah sepantasnyalah kalau kita  harus menyambut kedatangan Ramadhan tahun ini dengan penuh rasa gembira,  sehingga kegembiraan kita ini akan membuat kita bisa melaksanakan ibadah  Ramadhan dengan ringan meskipun sebenarnya ibadah Ramadhan itu berat.&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;Kegembiraan kita terhadap datangnya bulan Ramadhan harus kita  tunjukkan dengan berupaya semaksimal mungkin memanfaatkan Ramadhan tahun sebagai  momentum untuk mentarbiyyah (mendidik) diri, keluarga, dan masyarakat ke arah  pengokohan atau pemantapan takwa kepada Allah SWT, sesuatu yang memang amat kita  perlukan bagi upaya meraih keberkahan dari Allah SWT bagi bangsa kita yang  hingga kini masih menghadapi berbagai macam persoalan besar. Kita tentu harus  prihatin akan kondisi bangsa kita yang sedang mengalami krisis, krisis yang  seharusnya diatasi dengan memantapkan iman dan taqwa, tetapi malah dengan  menggunakan cara sendiri-sendiri yang akhirnya malah memicu pertentangan dan  perpecahan yang justru menjauhkan kita dari rahmat dan keberkahan dari Allah  SWT.&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;Oleh: Drs. H. Ahmad Yani &lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;b&gt;Al-Islam&lt;/b&gt; - &lt;i&gt;Pusat Informasi dan Komunikasi Islam  Indonesia&lt;/i&gt; &lt;/div&gt;</description><link>http://ogiexslasher.blogspot.com/2011/08/rahasia-puasa.html</link><author>noreply@blogger.com (mbah ogiex)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4640816974857799573.post-5310208436715572234</guid><pubDate>Mon, 01 Aug 2011 04:54:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-08-01T11:54:16.710+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Khutbah Rasulullah</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ramadhan</category><title>Khutbah Rasulullah Menyambut Ramadhan</title><description>&lt;div style=&quot;font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:TrackMoves/&gt;   &lt;w:TrackFormatting/&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;   &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;    &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;    &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;    &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;    &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;    &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;    &lt;w:CachedColBalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathPr&gt;    &lt;m:mathFont m:val=&quot;Cambria Math&quot;/&gt;    &lt;m:brkBin m:val=&quot;before&quot;/&gt;    &lt;m:brkBinSub m:val=&quot;&amp;#45;-&quot;/&gt;    &lt;m:smallFrac m:val=&quot;off&quot;/&gt;    &lt;m:dispDef/&gt;    &lt;m:lMargin m:val=&quot;0&quot;/&gt;    &lt;m:rMargin m:val=&quot;0&quot;/&gt;    &lt;m:defJc m:val=&quot;centerGroup&quot;/&gt;    &lt;m:wrapIndent m:val=&quot;1440&quot;/&gt;    &lt;m:intLim m:val=&quot;subSup&quot;/&gt;    &lt;m:naryLim m:val=&quot;undOvr&quot;/&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState=&quot;false&quot; DefUnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
  DefSemiHidden=&quot;true&quot; DefQFormat=&quot;false&quot; DefPriority=&quot;99&quot;
  LatentStyleCount=&quot;267&quot;&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;0&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Normal&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 7&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 8&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 9&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 7&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 8&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 9&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;35&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;caption&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;10&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Title&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;1&quot; Name=&quot;Default Paragraph Font&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;11&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Subtitle&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;22&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Strong&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;20&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Emphasis&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;59&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Table Grid&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Placeholder Text&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;1&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;No Spacing&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Revision&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;34&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;List Paragraph&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;29&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Quote&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;30&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Intense Quote&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;19&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Subtle Emphasis&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;21&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Intense Emphasis&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;31&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Subtle Reference&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;32&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Intense Reference&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;33&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Book Title&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;37&quot; Name=&quot;Bibliography&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;TOC Heading&quot;/&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
 {mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;;
 mso-tstyle-rowband-size:0;
 mso-tstyle-colband-size:0;
 mso-style-noshow:yes;
 mso-style-priority:99;
 mso-style-qformat:yes;
 mso-style-parent:&quot;&quot;;
 mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
 mso-para-margin-top:0in;
 mso-para-margin-right:0in;
 mso-para-margin-bottom:10.0pt;
 mso-para-margin-left:0in;
 line-height:115%;
 mso-pagination:widow-orphan;
 font-size:11.0pt;
 font-family:&quot;Calibri&quot;,&quot;sans-serif&quot;;
 mso-ascii-font-family:Calibri;
 mso-ascii-theme-font:minor-latin;
 mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;
 mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
 mso-hansi-font-family:Calibri;
 mso-hansi-theme-font:minor-latin;}
&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Selain memerintah shaum, dalam menyambut menjelang bulan Ramadhan, Rasulullah selalu memberikan beberapa nasehat dan pesan-pesan. Inilah &#39;azimat&#39; Nabi tatkala memasuki Ramadhan &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;Wahai manusia!&lt;/b&gt; Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia disisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yang paling utama.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan oleh-NYA. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu di hari kiamat. Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin. Muliakanlah orang tuamu, sayangilah yang muda, sambungkanlah tali persaudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya. Kasihilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu. Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih; Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan doa mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;Wahai manusia!&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt; Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa) mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketahuilah! Allah ta’ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengazab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabb al-alamin. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;Wahai manusia!&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt; Barang siapa di antaramu memberi buka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu. (Sahabat-sahabat lain bertanya: &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;“Ya Rasulullah! Tidaklah kami semua mampu berbuat demikian.” &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasulullah meneruskan: &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;“Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan seteguk air.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;Wahai manusia!&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt; Siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini ia akan berhasil melewati sirathol mustaqim pada hari ketika kai-kaki tergelincir. Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari kiamat. Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakanya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa menyambungkan tali persaudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa melakukan shalat sunat di bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barangsiapa melakukan shalat fardu baginya ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardu di bulan lain. Barangsiapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan. Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Quran pada bulan-bulan yang lain. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;Wahai manusia!&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt; Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutupkannya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu. Amirul mukminin k.w. berkata: &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;“Aku berdiri dan berkata: “Ya Rasulullah! Apa amal yang paling utama di bulan ini?” Jawab Nabi: “Ya Abal Hasan! Amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah”.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;Wahai manusia!&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt; sesungguhnya kamu akan dinaungi oleh bulan yang senantiasa besar lagi penuh keberkahan, yaitu bulan yang di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan; bulan yang Allah telah menjadikan puasanya suatu fardhu, dan qiyam di malam harinya suatu &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;tathawwu’.” &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;“Barangsiapa mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu pekerjaan kebajikan di dalamnya, samalah dia dengan orang yang menunaikan suatu fardhu di dalam bulan yang lain.” &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;“Ramadhan itu adalah bulan sabar, sedangkan sabar itu adalah pahalanya surga. Ramadhan itu adalah bulan memberi pertolongan ( syahrul muwasah ) dan bulan Allah memberikan rizqi kepada mukmin di dalamnya.” &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;“Barangsiapa memberikan makanan berbuka seseorang yang berpuasa, adalah yang demikian itu merupakan pengampunan bagi dosanya dan kemerdekaan dirinya dari neraka. Orang yang memberikan makanan itu memperoleh pahala seperti orang yang berpuasa tanpa sedikitpun berkurang.” &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;Para sahabat berkata, &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;“Ya Rasulullah, tidaklah semua kami memiliki makanan berbuka puasa untuk orang lain yang berpuasa. Maka bersabdalah Rasulullah saw, “Allah memberikan pahala kepada orang yang memberi sebutir kurma, atau seteguk air, atau sehirup susu.” &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;“Dialah bulan yang permulaannya rahmat, pertengahannya ampunan dan akhirnya pembebasan dari neraka. Barangsiapa meringankan beban dari budak sahaya (termasuk di sini para pembantu rumah) niscaya Allah mengampuni dosanya dan memerdekakannya dari neraka.” &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;“Oleh karena itu banyakkanlah yang empat perkara di bulan Ramadhan; dua perkara untuk mendatangkan keridhaan Tuhanmu, dan dua perkara lagi kamu sangat menghajatinya.” &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;“Dua perkara yang pertama ialah mengakui dengan sesungguhnya bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan mohon ampun kepada-Nya . Dua perkara yang kamu sangat memerlukannya ialah mohon surga dan perlindungan dari neraka.” &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;“Barangsiapa memberi minum kepada orang yang berbuka puasa, niscaya Allah memberi minum kepadanya dari air kolam-Ku dengan suatu minuman yang dia tidak merasakan haus lagi sesudahnya, sehingga dia masuk ke dalam surga.” (HR. Ibnu Huzaimah). &lt;b&gt;(Bul/Hidayatullah)&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://ogiexslasher.blogspot.com/2011/08/khutbah-rasulullah-menyambut-ramadhan.html</link><author>noreply@blogger.com (mbah ogiex)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4640816974857799573.post-7926349933209939837</guid><pubDate>Tue, 26 Jul 2011 08:35:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-07-26T15:54:18.953+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Al Qur&#39;an</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Iptek</category><title>Al-Qur&#39;an: Antisipasi ke Depan</title><description>&lt;table border=&quot;0&quot; cellpadding=&quot;6&quot; cellspacing=&quot;6&quot; style=&quot;width: 600px;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-indent: 0.3in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;AI-Qur&#39;an selalu merujuk  kepada (banyak) alam semesta atau &#39;alamin, di mana sains saat ini baru  menghasilkan satu hipotesis dan model tentang multiple universes. Seruan  al-Qur&#39;an tentang kebenaran sangat universal&lt;/span&gt; &lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;- &lt;i&gt;timeless  and s&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;p&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;aceless&lt;/span&gt; &lt;/i&gt;&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;­&lt;/span&gt;  &lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;dialamatkan kepada seluruh manusia dan golongan jin. Kadang-kadang  al-Qur&#39;an menyebutkan makhluk yang ada di (banyak) bumi dan di (banyak)  langit-yang bermakna segenap makhluk yang telah diketahui maupun yang belum  diketahui. Barangkali ia adalah satu-satunya kitab suci yang seruannya ditujukan  kepada manusia dan makhluk alam gaib (jin). Kritikus al-Qur&#39;an mengatakan,  &quot;Mengapa tidak sekalian saja dialamatkan kepada iblis, atau evil?&quot; Kritikus itu  lupa atau tidak mengetahui bahwa iblis dan setan adalah salah satu ras dari  golongan jin.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: olive; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;AI-Qu&lt;/span&gt;r&#39;&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;an adalah Kebijakan  Abadi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-indent: 0.3in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;Setiap ayat, bahkan jumlah  ayat atau kata, dan nama surat&lt;/span&gt; &lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;merupakan kebijakan abadi.  Ia mempunyai beberapa lapisan pengertian, sesuai dengan tingkat ilmu pengetahuan  manusia yang membacanya.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-indent: 0.3in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;Kita lihat, misalnya, salah  satu ayat dari Surat ar-Rahman, yang membahas tentang  air;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-left: 0.2in; margin-top: 0px;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;AF&quot; style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;i&gt;&quot;Dia membiarkan  kedua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu. Antara keduanya ada batas  yang tidak dilampaui oleh masing-masing&quot;. &lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: green;&quot;&gt;(ar-Rahman [55]:  19-20)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-indent: 0.3in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;Sedikit penafsir yang  mengartikan ini adalah tanah genting yang tidak terlihat. Penafsir lainnya  menyebutkan bahwa air tawar di sungai dan air asin di lautan bertemu namun tidak  saling melampaui karena perbedaan kepekatannya. Sampai di sini terjemahan belum  bermasalah. Keterangan lebih lanjut:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fenomena menarik adalah apa yang  diungkapkan oleh seorang ilmuwan Prancis Jacques Yves Cousteau yang meneliti  berbagai lautan di dekat Selat Jibraltar&lt;/span&gt;,&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=4640816974857799573&amp;amp;postID=7926349933209939837&quot; name=&quot;1&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: red; font-family: Arial; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4640816974857799573#n%201&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;1&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;  ditemukan bahwa pertemuan antara air dari Laut Mediteranian (Laut Tengah) dengan  air dari Lautan Atlantik tidak bercampur, walaupun keduanya air asin. Salinitas  yang berbeda menghasilkan &quot;dam&lt;/span&gt;&quot;&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt; yang tidak terlihat. Air  Laut Tengah dengan salinitas di atas 36,5% dan temperatur sekitar  11&lt;/span&gt;,5&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt; derajat Celsius, terisolasi di kedalaman 900 sampai  1100 meter. Sedangkan air yang berasal dari Lautan Atlantik mempunyai salinitas  di bawah 35%, membungkus air Laut Tengah dengan temperatur di bawah 10 derajat  Celsius.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-indent: 0.3in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;Berikutnya adalah fenomena  menarik tentang pembentuk­an mutiara.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;&quot;Dari keduanya keluar muti&lt;/span&gt;a&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;ra dan marjan&quot; &lt;span style=&quot;color: green;&quot;&gt;&lt;b&gt;(ar-Rahman  55&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: green;&quot;&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: green;&quot;&gt;&lt;b&gt;: 22)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-indent: 0.3in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;Para penerjemah dua puluh  tahun yang lalu, dengan satu atau dua pengecualian, menerjemahkan &quot;marjan&quot;  dengan &quot;batu koral&quot;. Padahal mayoritas ahli tafsir mengartikan dengan  &lt;i&gt;marjan&lt;/i&gt;, yang mengandung mutiara kecil yang lebih berkilau. Tetapi ahli  tafsir modern, misalnya Sayyid Quthb, berbicara tentang &quot;batu koral&quot;. Disadari  bahwa banyak ahli tafsir yang menghadapi persoalan dengan ayat ini. Menurut  pengetahuan mereka pada waktu itu, mutiara hanya datang dari air laut. Padahal  ayat ini barangkali menjelaskan bahwa mutiara bisa terbentuk baik di dalam air  laut maupun air tawar. Bagaimana bisa? Abu Ubaidah, seorang penulis terdahulu,  sangat yakin bahwa mutiara hanya datang dari air laut, sehingga ia mencoba  berkelit untuk menafsirkan ayat tersebut dengan sesuatu yang lain. Maka ia  menulis, &quot;Mutiara hanya datang dari salah sa­tu nya&quot;.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-indent: 0.3in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;Tetapi kini telah diketahui  bahwa mutiara bisa terbentuk di dalam air tawar. &lt;i&gt;Encyclopedia Britannica,  Micropaedia 1977&lt;/i&gt;, menulis bahwa di sungai-sungai rimba Bavaria (Eropa)  mutiara .libudidayakan. Bahkan budidaya mutiara air tawar di Cina t&lt;/span&gt;e&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;lah dikenal sejak sebelum tahun 1000 SM.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-indent: 0.3in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;Dengan demikian, pernyataan  al-Qur&#39;an dalam surat ini&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;AF&quot; style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;sesuai dengan arti harfiahnya, tanpa memerlukan penafsiran yang  dipaksakan.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-indent: 0.3in;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;AF&quot; style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Apakah pembaca akan berhenti  sampai di sini?&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-indent: 0.3in;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;AF&quot; style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Kita beralih ke ayat  al-Qur&#39;an yang pembahasannya me­merlukan pengetahuan astrofisika, gabungan  astronomi, fisika dan matematika, yaitu Surat &lt;i&gt;an-Nur&lt;/i&gt; atau yang berarti  cahaya.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-left: 0.2in; margin-top: 0px;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;AF&quot; style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;i&gt;&quot;Allah (pemberi)  cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumynmaan cahaya Allah adalah seperti sebuah  lubang yang tak tembus (misykat), yang didalamnya ada pelita besar. Pelita itu  didalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti  mutiara, yang dinyalakan dengan pohon yang banyak berkahnya, (yaitu) pohon  zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan dan tidak pula di  sebelah barat (nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walauyun  tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing  kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah memperbuat  perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.&quot;  &lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: green;&quot;&gt;(an-Nur 24 : 35).&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;AF&quot; style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Esensi ayat ini adalah bahwa Tuhan adalah (satu-satunya)  pemberi cahaya di alam semesta tanpa sentuhan api. Namun menyangkut perumpamaan,  mufasir klasik menghadapi kesulitan untuk menjelaskan lebih  rinci.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;AF&quot; style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Dengan beberapa pengecualian mereka akan menjelaskan bahwa  misykat , atau suatu lubang yang tidak dapat ditembus, adalah lubang di  rumah-rumah untuk tempat lampu obor, yang ada di dinding rumah. Sedangkan pohon  (zaitun) yang dimaksud adalah pohon (zaitun) yang tumbuh di bukit-bukit,  sehingga sinar matahari dapat menyinari, baik pada saat matahari terbit maupun  matahari terbenam.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;AF&quot; style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Mufasir modern, seperti Malik Ben Nabi, menjelaskan bahwa  &lt;i&gt;misykat&lt;/i&gt; adalah lampu bohlam:&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-left: 0.2in; margin-top: 0px;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;AF&quot; style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;i&gt;Pohon yang dimaksud  adalah kawat wolfram yang berpijar karena efek listrik tanpa disentuh api,  dibungkus gelas kaca, untuk memantulkan seluruh sinarnya ke segala arah sehingga  dapat menerangi seluruh ruangan. Lampu bohlam adalah sekat yang tak dapat  ditembus, karena hampa udara, tidak ada oksigen di  sana.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;Tetapi, dalam studi yang lebih mendalam tentang cahaya  di langit oleh para astrofisikawan, misalnya Mohamed Asadi&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=4640816974857799573&amp;amp;postID=7926349933209939837&quot; name=&quot;2&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4640816974857799573#n%202&quot; name=&quot;2&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;2&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt; dalam bukunya &lt;i&gt;The Grand Unifying Theory of Everything&lt;/i&gt;,  perum­pamaan ayat tersebut lebih mendekati kepada fenomena &lt;i&gt;quasar dan  gravitasi efek lensa yang menghasilkan cahaya di atas cahaya&lt;/i&gt;. &lt;i&gt;Quasar&lt;/i&gt;  atau &lt;i&gt;Quasi Stellar&lt;/i&gt; adalah objek di langit yang ditemukan pertama kalinya  pada tahun 1963. Mereka mewakili objek yang paling terang di alam semesta, jauh  lebih terang dari cahaya matahari atau bintang. Para astronom menemukan bahwa  objek &quot;seperti bintang&#39; ini terletak miliaran tahun cahaya dari bumi. Objek ini  tentunya mempunyai energi yang besarnya sangat luar biasa supaya tetap terlihat  dari sini. Energi mereka berasal dari &quot;pusat lubang hitam yang sangat masif&quot;.  Karakter pertama dari ayat ini yaitu misykat adalah &quot;lubang hitam&quot;, sedangkan  karakter kedua yaitu &quot;pelita dalam kaca&lt;/span&gt;&quot;&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt; adalah galaksi  yang menghasilkan efek gravitasi lensa seperti quasar (pelita) yang&lt;/span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;AF&quot; style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;terbungkus oleh kaca (gelas). Coba  simak keterangan quasar oleh astronom NASA.&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=4640816974857799573&amp;amp;postID=7926349933209939837&quot; name=&quot;3&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: red; font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4640816974857799573#n%203&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;3&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-left: 0.2in; margin-top: 0px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;&quot;Efek gravitasi pada  galaksi, &lt;i&gt;quasar &lt;/i&gt;yang jauh, serupa dengan efek lensa sebuah gelas minum  yang memantulkan sinar lampu jalan&lt;/span&gt; &lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;yang menciptakan  berbagai&lt;i&gt; ima&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;ge&lt;/i&gt;&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt; (lapisan cahaya atas  cahaya)&quot;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-left: 0.2in; margin-top: 0px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;Energi  &lt;i&gt;qu&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;a&lt;/i&gt;&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;&lt;i&gt;sar&lt;/i&gt; yang berasal (dicatu) dari  lubang hitam, terjadi ketika &quot;bintang-bintang dan gas&quot; dari galaksi terhisap di  dalamnya. Karakter lainnya yang disebut &quot;pohon&quot; oleh al-Qur&#39;an adalah sebutan  yang tidak lazim oleh para astronom yang menggambarkan galaksi sebagai  &quot;pohon-pohon&quot; yang terdiri dari bintang-bintang. Lihat saja istilah diagram  Hertzprung­Russel, dalam buku Timothy Ferris, &lt;i&gt;Th&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;e&lt;/i&gt;&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;&lt;i&gt; Whole Shebang&lt;/i&gt;, 1997.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-indent: 0.3in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;Barangkali, karakter lainnya  yang menarik dari ayat di atas adalah pernyataan &quot;diterangi tanpa tersentuh oleh  api&quot;, suatu fenomena fusi nuklir yang menghasilkan cahaya yang sangat terang, di  mana di ruang angkasa nyaris tidak ada ok­sigen untuk pembakaran.  Bintang-bintang memulai hidupnya dengan unsur kimia yang paling ringan, yakni  hidrogen. Gas berkontraksi, karena gravitasi, memanas; atom hidrogen  ber­tumbukan dan membentuk helium, unsur yang lebih berat, ketika mengeluarkan  energinya. Energi inilah yang membuat objek &quot;bintang- bintang&quot; bersinar tanpa  &quot;disentuh api&#39;, energi ini juga yang memelihara keseimbangan posisi  bintang-bintang di alam semesta. Sepanjang pengetahuan manusia yang ada  sekarang, fenomena quasar inilah yang paling tepat untuk meng­gambarkan ayat di  atas. Terlebih lagi perumpamaan dalam ayat&lt;/span&gt; &lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;tersebut:  &quot;seakan-akan bintang yang bercahaya seperti mutiara&quot;. Bahkan aslinya lebih  terang dari sinar bintang, dan memang seperti &quot;mutiara&quot; bila kita lihat dari  foto-foto NASA yang ada, gemerlapan, sangat menawan.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-indent: 0.3in;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;AF&quot; style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Dengan demikian, terjemahan  bebas &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: green; font-style: italic;&quot;&gt;ayat 35 Surat an-Nur&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt; dari sisi  sains adalah:&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-left: 0.2in; margin-top: 0px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;&quot;A&lt;/span&gt;l&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;lah (&lt;/span&gt;p&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;emb&lt;/span&gt;e&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;ri) cahaya  (ke&lt;/span&gt;p&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;ada&lt;/span&gt;) &lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;langit dan bumi.  &lt;/span&gt;Pe&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;rum&lt;/span&gt;p&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;amaan cahaya Allah, adalah  se&lt;/span&gt;p&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;erti &lt;b&gt;sebuah lubang (hitam)&lt;/b&gt; yang t&lt;/span&gt;a&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;k tembus (misykat), yang di dalamnya ada pelita besar (quasar). Pelita  itu di dalam kaca (dan)&lt;/span&gt; &lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;kaca &lt;b&gt;(efek&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;  &lt;/b&gt;&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;&lt;b&gt;gravitasi lensa dari galaksi)&lt;/b&gt; itu seakan­akan bintang  (y&lt;/span&gt;a&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;ng b&lt;/span&gt;e&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;rcahay&lt;/span&gt;a&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;)  s&lt;/span&gt;epe&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;rti mutiara, yang dinyalak&lt;/span&gt;a&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;n  dengan pohon &lt;b&gt;(galaksi yang dicatu oleh lubang hitam)&lt;/b&gt; yang banyak  berkahnya, (yaitu) &lt;/span&gt;p&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;ohon  &lt;b&gt;(galaksi&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;)&lt;/b&gt;&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt; yang tumbuh tidak di  seb&lt;/span&gt;e&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;lah timur (sesuatu) d&lt;/span&gt;a&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;n  tid&lt;/span&gt;a&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;k &lt;/span&gt;p&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;ul&lt;/span&gt;a&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt; di  sebelah barat (nya), yang&lt;/span&gt; &lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;minyakny&lt;/span&gt;a&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;  &lt;b&gt;(fusi&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;&lt;b&gt;nuklir)&lt;/b&gt; hampir-hampir menerangi,  walaupun t&lt;/span&gt;id&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;ak disentuh a&lt;/span&gt;p&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;i. Cahaya di  atas cahaya &lt;b&gt;(efek gravitasi lensa)&lt;/b&gt;, Allah membimbing ke&lt;/span&gt;p&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;ada cahaya-Nya sia&lt;/span&gt;p&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;a yang Dia kehendaki,  d&lt;/span&gt;a&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;n Allah membuat &lt;/span&gt;p&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;erum&lt;/span&gt;p&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;amaan-&lt;/span&gt;p&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;erum&lt;/span&gt;p&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;amaan  &lt;/span&gt;b&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;agi&lt;/span&gt; &lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;manusia,dan Allah Maha Mengetahui  segala sesuatu.&quot;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;AF&quot; style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: olive;&quot;&gt;&lt;b&gt;Antisipasi ke Depan atau Catatan  Sebelumnya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-indent: 0.3in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;AI-Qur&#39;an dalam  pengajarannya bukan saja dengan kalimat (teks) tetapi juga dengan hitungan,  hitungan yang membahas berbagai hal. Perbandingan luas lautan dengan daratan,  dampak pemanasan global &lt;i&gt;(global &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;w&lt;/i&gt;&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;&lt;i&gt;arming)&lt;/i&gt;, kecepatan cahaya, dan umur alam semesta: berdasarkan  informasi-informasi yang disajikan oleh ayat-ayat al-Qur&#39;an. Bila al-Qur&#39;an  seolah-olah mengantisipasi ke masa depan, itu adalah semata-mata perspektif  manusia. Sebab dalam pandangan al-Qur&#39;an, semua kejadian di bumi, sesungguhnya  telah tercatat dengan baik di&lt;/span&gt; &lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;dalam Kitab Utama,  &lt;/span&gt;&lt;i&gt;P&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;usat Arsi&lt;/span&gt;p&lt;/i&gt;&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;, atau &lt;i&gt;Lauh  Mahfuzh&lt;/i&gt;, sebelum kejadian tersebut berlangsung&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=4640816974857799573&amp;amp;postID=7926349933209939837&quot; name=&quot;4&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;AF&quot; style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4640816974857799573#4&quot; name=&quot;4&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;4&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;AF&quot; style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: olive;&quot;&gt;Umur Alam Semesta&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-indent: 0.3in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;Secara ringkas, umur elemen  kimia dapat diperkirakan berdasarkan uji radio aktif terhadap atom tersebut. Dan  umum­nya dapat ditentukan dengan menggunakan uji contoh batu­batuan, yaitu  dengan mengukur perubahan elemen berat seperti Rubidium Rb-87. Bila uji Rubidium  ini diterapkan atas batuan yang tertua di bumi akan didapatkan bahwa batuan  tertua ber­umur 3,8 miliar tahun. Jika diterapkan atas batuan tertua dari meteor  akan didapatkan angka 4,56 miliar tahun. Kesimpulan ini membuktikan bahwa tata  surya kita berumur sekitar 4,6 miliar tahun, dengan tingkat kesalahan 100 juta  tahun. Sedikit berbeda, bila metode ini digunakan untuk mengukur gas di alam  semesta maka akan menyebabkan tingkat variasi yang lebih lebar. Ilmuwan cukup  puas mengetahui umur alam se­mesta sejak Dentuman Besar dengan perhitungan  elemen kimia yaitu antara 11-18 miliar tahun.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-indent: 0.3in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;Mohamed Asadi dalam bukunya  &lt;i&gt;The Grand Unifying Theory&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;&lt;i&gt;of  Everything&lt;/i&gt; mengatakan bahwa umur alam semesta, berdasarkan penyelidikannya  terhadap bintang-bintang tertua, adalah antara 17 sampai 20 miliar tahun.  Sedangkan Profesor Jean Claude Batelere dari College de France menyatakan bahwa  umur alam semesta kira-kira 18 miliar tahun.&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=4640816974857799573&amp;amp;postID=7926349933209939837&quot; name=&quot;5&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4640816974857799573#n%205&quot; name=&quot;5&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;5&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-indent: 0.3in;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;AF&quot; style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Dalam al-Qur&#39;an ada dua ayat  yang mengindikasikan perhitungan alam semesta selain makna relativitas waktu,  yaitu &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: green; font-style: italic; font-weight: 700;&quot;&gt;Surat as-Sajdah (32:5)&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt; dan  &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;color: green;&quot;&gt;al-Ma&#39;arij  (70:4).&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-indent: 0.3in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;&quot;Malaik&lt;/span&gt;a&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;t-malaika&lt;/span&gt;t&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt; dan  &lt;/span&gt;J&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;ibril naik (menghada&lt;/span&gt;p&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;) keyada Tuhan  dal&lt;/span&gt;a&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;m sehari yang kadarnya lima &lt;/span&gt;p&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;uluh  ribu tahun&quot; &lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: green;&quot;&gt;(al-Ma&#39;arij 70&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: green;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;AF&quot; style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: green;&quot;&gt;&lt;i&gt;: 4)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-indent: 0.3in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;Kita dapat mencatat bahwa  al-Qur&#39;an tidak mengatakan &quot;50.000 tahun&quot; waktu bumi. Karena waktu ini adalah  waktu relatif di suatu tempat di langit, di mana satu hari sama dengan 1000  tahun waktu bumi. Hari relatif tersebut merupakan umur alam semesta di mana  sistem tata surya manusia (kita) berada. &lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-indent: 0.3in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;Mari kita konversikan waktu  relatif alam semesta:&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-indent: 0.3in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;50.000 x 365,2422 =  18.262.110&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-indent: 0.3in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;Satu hari relatif di &quot;satu  tempat&quot; di alam semesta, di tempat malaikat melaporkan urusannya, sama dengan  1000 tahun di bumi:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-indent: 0.3in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;18.262.110 x 1000 =  18.262.211.000 tahun atau 18,26 miliar tahun.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-indent: 0.3in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;Dengan demikian, umur alam  semesta relatif adalah 18,26 miliar tahun. Hasilnya hampir sama dengan  perhitungan Profesor Jean Claude Batelere dari College de France tersebut di  atas.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-indent: 0.3in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;NASA memperkirakan umur alam  semesta antara 12-18 miliar tahun berdasarkan pengukuran seberapa cepat alam  semesta kita ini ekspansi setelah terjadinya &quot;Dentuman Besar&quot; &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=4640816974857799573&amp;amp;postID=7926349933209939837&quot; name=&quot;6&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4640816974857799573#n%206&quot; name=&quot;6&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;6&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-indent: 0.3in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;Dr. Marshall Joy dan Dr.  John Carlstrom dari Universitas Chicago (tim NASA) telah mampu mengatasi masalah  pengukuran kecepatan ekspansi alam semesta dengan teknik terbaru, yaitu  menggunakan radio interferometer untuk menyelidiki dan mengukur fluktuasi  &lt;i&gt;Cosmic Microwave Background Radiation&lt;/i&gt; (CMBR). Dengan demikian, umur alam  semesta dapat diperkirakan. Sedangkan tim NASA lainnya memperkirakan umur alam  semesta antara 8-12 miliar tahun berdasarkan pengukuran jarak galaksi &quot;M100&quot;  dengan teleskop ruang angkasa Hubble. Galaksi tersebut diperkirakan berjarak 56  juta tahun cahaya dari bumi. Namun demikian, pengukuran umur alam semesta ini  menimbulkan pertanyaan, bagaimana mungkin alam semesta umurnya lebih muda,  padahal salah satu bintang di Bima Sakti mungkin umurnya jauh lebih tua dari  perkiraan tersebut?&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=4640816974857799573&amp;amp;postID=7926349933209939837&quot; name=&quot;7&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4640816974857799573#n%207&quot; name=&quot;7&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;7&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;AF&quot; style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: olive;&quot;&gt;Metonic Cycle&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-indent: 0.3in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;Pembaca telah mendapatkan  pengetahuan bahwa kata-kata dalam al-Qur&#39;an mempunyai makna yang bertingkat.  Beberapa kata mempunyai arti langsung, tetapi yang lain tidak, atau belum tentu.  Misalnya saja, kata yang berarti bulan adalah &lt;i&gt;syahr&lt;/i&gt;, dalam al-Qur&#39;an  disebutkan sebanyak 12 kali. Ini sesuai dengan 12 bulan dalam 1 tahun. Sedangkan  kata yang berarti hari adalah &lt;i&gt;yaum&lt;/i&gt;, yang disebutkan 365 kali dalam al-Qui  an. Ini juga sesuai bahwa 1 tahun rata-rata sama dengan 365 hari. Tetapi kata  yang berarti tahun, yaitu sanah disebutkan dalam al-Qur&#39;an sebanyak 19 kali!  Bagaimana kita memahaminya?&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-indent: 0.3in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;Terima kasih kepada cabang  pengetahuan astronomi. Ang­ka 19 atau 19 tahun adalah satu periode di mana  posisi relatif bumi dan bulan kembali ke posisi semula secara berulang sete­lah  19 tahun kemudian. Siklus ini ditemukan oleh Meton orang Yunani dan disebut  &lt;i&gt;Metonic cycle&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-indent: 0.3in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;&quot;Jika sekarang tanggal 20  Maret tahun 2000, dan bulan purnama terlihat pada posisi dekat bintang Virgo,  kapan kita dapat melihat bulan purnama pada posisi yang  sama?&quot;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-indent: 0.3in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;&quot;Jawabnya bukan bulan depan  atau tahun depan, tetapi tanggal 20 Maret tahun 2019, 19 tahun  kemudian.&quot;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-indent: 0.3in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;Mengapa 19 tahun? Karena  fase Tahun Matahari dan Tahun Bulan akan bertemu tepat pada siklus yang ke-19,  di mana 235 bulan Kalender Bulan tepat sama dengan siklus 19 tahun berdasarkan  Kalender Matahari. (29,53 hari x 235 kira-kira sama dengan 365,24 hari x 19).  Meton dari Athena pada tahun 440 SM mengetahui bahwa 235 bulan berdasarkan  Kalender Bulan sama&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;AF&quot; style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;dengan  19 tahun Kalender Matahari. Oleh karena itu, siklus ini dikenal dengan siklus  Meton&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=4640816974857799573&amp;amp;postID=7926349933209939837&quot; name=&quot;8&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: red; font-family: Arial; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4640816974857799573#n%208&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;8&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;, dan merupakan basis perhitungan kalender di Yunani  sampai Kalender Julius Caesar diperkenalkan pada tahun 46 SM. Bagi kaum Muslim,  menggunakan Kalender Bulan karena sesuai dengan kebutuhan untuk perhitungan  bulan Ramadhan, bulan Haji, dan peristiwa-peristiwa Islam lainnya. Namun  sebelumnya, Kalender Bulan ini dipergunakan juga oleh kaum Yahudi, bangsa  Babilonia, dan Cina.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-indent: 0.3in;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;AF&quot; style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Dengan demikian, jumlah  penyebutan kata-kata tertentu dalam al-Qur&#39;an mempunyai,makna yang sangat dalam,  dan baru dapat diketahui oleh pembaca jika ia mempunyai penge­tahuan dan sains  yang cukup luas.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-indent: 0.3in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;table border=&quot;1&quot; cellpadding=&quot;4&quot; cellspacing=&quot;4&quot; style=&quot;width: 550px;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td bgcolor=&quot;#f1f1eb&quot; width=&quot;550&quot;&gt;&lt;div align=&quot;left&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4640816974857799573#1&quot; name=&quot;n 1&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;1&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;color: grey;&quot;&gt;.Baca buku M. Asadi  Kora&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: grey;&quot;&gt;n&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt; atau ringkasan bukunya,&lt;/span&gt; &lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;bisa di&lt;/span&gt;t&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;emukan pada &lt;/span&gt;web&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;  site&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: grey; font-family: Arial; font-size: x-small;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;left&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: grey;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;http://members.aol.com/masadi/sci.htm.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://members.aol.com/masadi/sci.htm&quot; style=&quot;color: grey; text-decoration: underline;&quot;&gt;  &lt;/a&gt;&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: grey;&quot;&gt;Fenomena ini  adalah fenomena khusus yang baru-baru saja ditemukan oleh pengetahuan  manusia.&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=4640816974857799573&amp;amp;postID=7926349933209939837&quot; name=&quot;n 2&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4640816974857799573#2&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;2&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;color: grey;&quot;&gt;.Ringkasan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: grey;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: grey;&quot;&gt;bukunya bisa dibaca di web  site:&lt;br /&gt;
http://216.239.41.104/senrch?q=cache:6uZu80S1xRIJ:members.aol.com/silence004/koran.html+M.+Asad,&lt;br /&gt;
+the+theory+of+everything.&amp;amp;hl=en&amp;amp;ie=UTF-8,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: grey;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: grey;&quot;&gt;diterima tg1.14 November  2003.&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=4640816974857799573&amp;amp;postID=7926349933209939837&quot; name=&quot;n 3&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4640816974857799573#3&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;3&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;color: grey;&quot;&gt;.  http://antwrp.gsfc.nasa.gov/apod/ap950711.html. diterima 15 November  2003&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: grey;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: grey;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=4640816974857799573&amp;amp;postID=7926349933209939837&quot; name=&quot;n 4&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4640816974857799573#n%204&quot; name=&quot;n 4&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;4&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;color: grey;&quot;&gt;.Salah seorang ilmuwan yang  berpandangan bahwa Lauh Mahfuzh me­rupakan Pusat Arsip Kosmos adalah Jaques  Jomier, ahli sejarah dan agama Islam dari Perancis. Pandangan serupa dalam  bentuk waktu (abadi, tidak dikenal masa lalu, kini, dan akan datang) dikemukakan  oleh Harun Yahya dari Turki-Inggris. Dalam aI-Qur&#39;an berbagai ayat menjelaskan  Inuh Mahfuzh, intinya merupakan &quot;catatan atau rekaman seluruh peristiwa di bumi  dan langt&quot;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: grey;&quot;&gt; &lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;-&lt;/span&gt; &lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;meliputi daun yang gugur, musim, sarang binatang yang terkecil dan  berbagai bencana alam, buku amal manusia, kehidupan di akhirat-satu pun fidak  ada yang tertinggal. Catatan tersebut telah ada sebelum kejadiannya  berlangsung.&lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=4640816974857799573&amp;amp;postID=7926349933209939837&quot; name=&quot;n 5&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4640816974857799573#5&quot; name=&quot;n 5&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;5&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;color: grey;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;.http://www.fakir60.tripod.com/universe.html,  diterima 15 November 2003.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4640816974857799573#6&quot; name=&quot;n 6&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;6&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;color: grey;&quot;&gt;.http.//216.239.41.704/senrch?q=cnche:O8S7RUNVr16Ufacience.nnsn.gov/newhome/&lt;br /&gt;
headlines/ast22feb99&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: grey;&quot;&gt;_1.&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;htm+universe+&lt;/span&gt;ag&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;e&lt;/span&gt;,&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;+NASA&amp;amp;h1=en&amp;amp;ie=UTF­8&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;, diterima 20 November 2003. &lt;br /&gt;
Pengukuran ini sekaligus bukti adanya  Dentuman Besar atau peristiwa &quot;Big Bang&quot;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4640816974857799573#7&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;7&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;color: grey;&quot;&gt;.Baca&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: grey;&quot;&gt; &lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;lebih lanjut:  http://216.239.41.104/search?q=chace:f-VQQC95KvUJ:liftoff.msfc.nasa.gov/academy/universe/age.html+  universe+age,+NASA&amp;amp;hl=en&amp;amp;ie=UTF-8: diterima tgl 21 November  2003.&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=4640816974857799573&amp;amp;postID=7926349933209939837&quot; name=&quot;n 8&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4640816974857799573#8&quot; name=&quot;n 8&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;8&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;.Baca referensi tentang Metonic cycle  dalam beberapa web site, misalnya dari Encyclopedia Wikepedia,  http://66.102.11.104/search?q=  cache:RKdITygRZcl/:rumm.sciencednity.com/encyclopedia/  Metonic_cycle+metonic+cycle&amp;amp;hl=en&amp;amp;ie=UTF-8, diterima 17 November 2003.  Site lainnya, misalnya http://216.239.41.104 &lt;/span&gt;/&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;AF&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: grey;&quot;&gt;search?q=cache: DX I f2earl  unY/:mroeu.sizes.eom/time/1 unar_eycles.h tm+meton ic+ cyclebhl=en&amp;amp;ie=UTF-8,  diterima 17 November 2003.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;</description><link>http://ogiexslasher.blogspot.com/2011/07/al-quran-antisipasi-ke-depan.html</link><author>noreply@blogger.com (mbah ogiex)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4640816974857799573.post-3185097586755727224</guid><pubDate>Thu, 21 Jul 2011 08:34:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-07-21T15:34:47.727+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Harut - Marut</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">kisah</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Malaikat</category><title>Kisah 2 Malaikat yang mengajarkan ilmu sihir kedunia</title><description>&lt;!--[if !mso]&gt; &lt;style&gt;
v\:* {behavior:url(#default#VML);}
o\:* {behavior:url(#default#VML);}
w\:* {behavior:url(#default#VML);}
.shape {behavior:url(#default#VML);}
&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:TrackMoves/&gt;   &lt;w:TrackFormatting/&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;   &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;    &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;    &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;    &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;    &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;    &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;    &lt;w:CachedColBalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathPr&gt;    &lt;m:mathFont m:val=&quot;Cambria Math&quot;/&gt;    &lt;m:brkBin m:val=&quot;before&quot;/&gt;    &lt;m:brkBinSub m:val=&quot;&amp;#45;-&quot;/&gt;    &lt;m:smallFrac m:val=&quot;off&quot;/&gt;    &lt;m:dispDef/&gt;    &lt;m:lMargin m:val=&quot;0&quot;/&gt;    &lt;m:rMargin m:val=&quot;0&quot;/&gt;    &lt;m:defJc m:val=&quot;centerGroup&quot;/&gt;    &lt;m:wrapIndent m:val=&quot;1440&quot;/&gt;    &lt;m:intLim m:val=&quot;subSup&quot;/&gt;    &lt;m:naryLim m:val=&quot;undOvr&quot;/&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState=&quot;false&quot; DefUnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
  DefSemiHidden=&quot;true&quot; DefQFormat=&quot;false&quot; DefPriority=&quot;99&quot;
  LatentStyleCount=&quot;267&quot;&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;0&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Normal&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 7&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 8&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 9&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 7&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 8&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 9&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;35&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;caption&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;10&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Title&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;1&quot; Name=&quot;Default Paragraph Font&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;11&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Subtitle&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;22&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Strong&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;20&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Emphasis&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;59&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Table Grid&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Placeholder Text&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;1&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;No Spacing&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Revision&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;34&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;List Paragraph&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;29&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Quote&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;30&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Intense Quote&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;19&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Subtle Emphasis&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;21&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Intense Emphasis&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;31&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Subtle Reference&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;32&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Intense Reference&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;33&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Book Title&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;37&quot; Name=&quot;Bibliography&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;TOC Heading&quot;/&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
 {mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;;
 mso-tstyle-rowband-size:0;
 mso-tstyle-colband-size:0;
 mso-style-noshow:yes;
 mso-style-priority:99;
 mso-style-qformat:yes;
 mso-style-parent:&quot;&quot;;
 mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
 mso-para-margin:0in;
 mso-para-margin-bottom:.0001pt;
 mso-pagination:widow-orphan;
 font-size:11.0pt;
 font-family:&quot;Calibri&quot;,&quot;sans-serif&quot;;
 mso-ascii-font-family:Calibri;
 mso-ascii-theme-font:minor-latin;
 mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;
 mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
 mso-hansi-font-family:Calibri;
 mso-hansi-theme-font:minor-latin;
 mso-bidi-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;
 mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}
&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjVxjXqnjaFvByo1M2-DssvSWeYTP3LxP184UaQPLxc2iZKPGSiKYGfC9qOaoBECfzLLqlGFSnSS5mb5vPaPs4D5q25g7vjqElFwcLPTW1VFDtDy8NMiyuNYTmI9AFLSugHCURtLG-YQCYb/s1600/babilon1.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;231&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjVxjXqnjaFvByo1M2-DssvSWeYTP3LxP184UaQPLxc2iZKPGSiKYGfC9qOaoBECfzLLqlGFSnSS5mb5vPaPs4D5q25g7vjqElFwcLPTW1VFDtDy8NMiyuNYTmI9AFLSugHCURtLG-YQCYb/s320/babilon1.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt;&quot;&gt;Alkisah pada masa Kerajaan Babilonia kuno, ilmu2 sihir merajalela. Dukun2 santet, ilmu pelet dan lain2 yang kelasnya mungkin jauh lebih sakti dari jaman sekarang muncul dimana2. &lt;br /&gt;
Orang2 beriman dan bertaqwa pada waktu itu mulai terdesak oleh para penganut ajaran setan ini. Dan situasi kerajaan Babilon pun menjadi resah, karena ahli2 sihir setan ini mulai melebarkan pengaruhnya ke istana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara itu di langit terjadi insiden, beberapa malaikat sedang membicarakan mengenai kejahatan dan kerusakan manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;Para Malaikat&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; berkata “Anak-anak Adam itu, Engkau jadikan mereka makhluk pilihanMu di bumi tetapi mereka mendurhakaiMu”.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;Allah SWT&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; berfirman “Sungguh jika Aku turunkan kamu ke sana dan Aku bentuk kamu seperti pembentukan mereka, niscaya kamu akan melakukan sebagaimana yang mereka lakukan juga”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;Para Malaikat&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; menjawab “Maha Suci Engkau wahai Tuhan, takkan mungkin kami mendurhakaiMu!”.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;Allah berfirman&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak engkau ketahui.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;Malaikat berkata&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, “Kami lebih patuh kepada Engkau dibanding anak keturunan Adam.”&lt;br /&gt;
Kepada malaikat, &lt;b&gt;&lt;i&gt;Allah berfirman&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;: “Panggillah ke mari dua malaikat. Aku akan turunkan mereka ke bumi hingga kamu dapat melihat apa yang dilakukan kedua malaikat itu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;Allah berfirman&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; kepada malaikat, “Pilihlah dua yang termulia antara kamu!”&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;Malaikat menjawab&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, “Tuhanku, biarlah Harut dan Marut yang melakukannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harut dan Marut pun diturunkan ke bumi dan dengan diberi sifat-sifat yang sama seperti yang melekat pada manusia (Nafsu syahwat, Akal, dll).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi5wn5aTFslskgvVDpo6FYqUoVTgs_aZZp1q-qNvm386Y_aGK158-1MyPPoM-SduNs5rJXAhsrslPsQKPumZ_AyDMvIEP77_mP5LSHV0Bougo_kbhmWyuHv4KvUMG7xTO5Gx6QhXXYWa-Pv/s1600/Angel.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi5wn5aTFslskgvVDpo6FYqUoVTgs_aZZp1q-qNvm386Y_aGK158-1MyPPoM-SduNs5rJXAhsrslPsQKPumZ_AyDMvIEP77_mP5LSHV0Bougo_kbhmWyuHv4KvUMG7xTO5Gx6QhXXYWa-Pv/s320/Angel.jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt;&quot;&gt;Diriwayatkan oleh Abi Hatim dari Assham Bin Rawwad, dari Adam, dari Abi Ja&#39;far, dari Qais Ubaid, dari Ibnu Abbas r.a.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikianlah Allah menunjukkan kebijaksanaannya. Allah mengutus 2 dari para malaikat yang sedang berdiskusi tadi ke bumi dengan dibekali hawa nafsu. Mereka turun ke bumi dengan membawa tugas, yaitu mengajarkan manusia pengetahuan ilmu sihir, yang tujuannya adalah untuk melawan ilmu-ilmu sihir setan. Sekaligus mengajarkan manusia kebaikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;Mereka (para setan) mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: &quot;Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir.&quot; Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya.&lt;/i&gt; QS. Al Baqarah:102&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan dimulailah misi mereka mengajarkan orang2 di kerajaan Babilon beberapa pengetahuan ilmu sihir dan cara melawan ilmu sihir setan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Singkat cerita, setelah kedatangan Harut dan Marut maka terjadilah gerakan perlawanan rakyat terhadap para ahli sihir setan. Akhirnya para ahli sihir setan pun berhasil di kalahkan dan tersingkir dari Babilon. Penguasa kerajaan Babilon kemudian mengumumkan larangan keras bagi warganya untuk mempelajari ilmu2 sihir setan lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib ra ; kedua malaikat itu mengajarkan kepada manusia tentang peringatan terhadap sihir bukan mengajarkan untuk mengajak mereka melakukan sihir. (al Jami li Ahkamil Qur’an juz II hal 472)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya, sebagai penghargaan terhadap Harut dan Marut yang telah dianggap oleh rakyat sebagai guru besar, penguasa kerajaan Babilon memberikan mereka kedudukan tinggi sebagai penasihat kerajaan dan harta yang berlimpah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun ternyata kedudukan tinggi dan harta itu perlahan2 mulai membuat hawa nafsu Harut dan Marut menjadi tak terkendali. Mereka akhirnya mabuk dalam kenikmatan duniawi dan melupakan tugas2 mereka sebagai manusia. Dan berakhir dengan sebuah skandal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas ra:&lt;br /&gt;
Dengan kehendak Allah, lalu datang seorang wanita yang cantik bagai bunga (Zahrah). Zahrah pun mendatangi kedua malaikat itu untuk mengujinya. Kedua malaikat itu tertarik dengan kecantikan Zahrah hingga timbullah keinginan (hasrat) terhadapnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Zahrah berkata, “Maukah kamu mengucapkan kalimat mantera musyrik?”&lt;br /&gt;
Kedua malaikat itu menjawab, “Tidak, demi Allah, sedikit pun kami tidak mau mempersekutukan Allah untuk selama-lamanya!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Zahrah meninggalkan mereka berdua. Beberapa saat kemudian, dia kembali lagi membawa anak kecil. Sambil mendekati kedua malaikat itu Zahrah berkata, “Bersediakah kamu membunuh anak kecil ini!”&lt;br /&gt;
Kedua malaikat itu menjawab, “Tentu saja tidak, demi Allah selamanya aku tidak akan membunuhnya!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Zahrah meninggalkan mereka dan datang sambil membawa segelas arak. Setelah merayu mereka, akhirnya Zahrah berkata, “Aku tidak akan mengikuti kamu, sebelum kamu berdua minum arak ini!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya kedua malaikat itu meminumnya hingga mabuk dan kemudian mereka berzina dengan Zahrah sebelum akhirnya membunuh anak kecil itu, dan mengucapkan kalimat musyrik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Singkat cerita, beberapa hari setelah terjadinya skandal ini, datanglah Malaikat Jibril dari langit memberitahu Harut dan Marut bahwa masa tugas mereka telah berakhir. Dan Mereka dipanggil kembali ke langit untuk melapor. Betapa kagetnya Harut dan Marut, karena saat itu juga ingatan mereka sebagai malaikat telah kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diriwayatkan oleh Makhul, dari Mu’adz,&lt;br /&gt;
Maka datanglah dari sisi Allah malaikat Jibril kepada mereka. Pada saat Jibril datang, Harut dan Marut menangis dan Jibril ikut menangis sambil berkata, “Sesungguhnya cobaan apakah yang membuat kalian sampai hanyut seperti ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan ketakutan yang dahsyat, Harut dan Marut kembali ke langit untuk melaporkan tugas mereka kepada Allah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka disaksikan para malaikat yang lain, Harut dan Marut melaporkan tugas2 nya sebagai manusia, yang berakhir dengan skandal dosa. Saat itu juga seluruh malaikat bertasbih dan beristighfar kepada Allah. Karena mereka menyadari betapa tidak mudahnya menjadi manusia. Dan betapa masih ada manusia2 baik yang tidak layak di azab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya Allah menutup sidang itu dengan menawarkan pada Harut dan Marut pilihan: Ingin di azab di dunia, atau ingin di azab di akhirat. Harut dan Marut yang mengetahui betapa dahsyatnya azab akhirat tentu saja langsung memilih di azab di dunia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhjf4stY_2eyo5DxpoE57vRRaXZchSOLYcNgjgdDR2W3L0UAEXAC8e0b0frLuSlmhhkWCB5NlazrnjsDJ38I3mwnUhyphenhyphen-DOqaD5nNfR6VHHKil_29szklszhN-kt9JytBsBJ2_MFUwhshcgf/s1600/babilon2.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;236&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhjf4stY_2eyo5DxpoE57vRRaXZchSOLYcNgjgdDR2W3L0UAEXAC8e0b0frLuSlmhhkWCB5NlazrnjsDJ38I3mwnUhyphenhyphen-DOqaD5nNfR6VHHKil_29szklszhN-kt9JytBsBJ2_MFUwhshcgf/s320/babilon2.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt;&quot;&gt; Dan menurut berbagai kisah, Harut dan Marut hingga kini masih tergantung dengan keadaan kaki di atas dan kepala di bawah. Pernah ada seorang wanita tua dari wilayah sekitar Babilon yang melaporkan kepada Nabi Muhammad saw bahwa dia telah melihat dua orang malaikat ini di sebuah sumur tua di gurun wilayah Babilon.&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgCuaipCAkJQWiX6-bpnR-MljAhpoehkMAxh1HtNICL2_FTLT_WtWcxPP6DaoiK71gnyq7o7Z-6bhNmQM3rz0XmjQ1HOs1Awla8eaKQoyZNG9shX2JqJQK5_8aTRX9xFZkBnb5O2oMKvNk/s1600/babylon2.jpg&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: blue; font-size: 12pt; text-decoration: none;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt;&quot;&gt;Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorang pun, kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang memberi mudharat kepada mereka dan tidak memberi manfaat. Sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barang siapa yang menukarnya (Kitabullah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan diakhirat, dan &lt;span style=&quot;color: #cc0000;&quot;&gt;amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya sendiri dengan sihir, kalau mereka mengetahui&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt;&quot;&gt;&lt;b&gt;. Al-Baqarah: 102&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Riwayat ini sebagiannya berdasarkan Hikayat. Hanya Allah yang mengetahui kejadian yg sebenarnya. Wallahu A&#39;lam Bish showab&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</description><link>http://ogiexslasher.blogspot.com/2011/07/kisah-2-malaikat-yang-mengajarkan-ilmu.html</link><author>noreply@blogger.com (mbah ogiex)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjVxjXqnjaFvByo1M2-DssvSWeYTP3LxP184UaQPLxc2iZKPGSiKYGfC9qOaoBECfzLLqlGFSnSS5mb5vPaPs4D5q25g7vjqElFwcLPTW1VFDtDy8NMiyuNYTmI9AFLSugHCURtLG-YQCYb/s72-c/babilon1.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4640816974857799573.post-5634318139583177685</guid><pubDate>Sat, 16 Jul 2011 03:23:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-07-16T10:23:06.935+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Puasa</category><title>Penelitian Ilmiah Tentang Puasa</title><description>&lt;div class=&quot;judul&quot;&gt;&lt;span class=&quot;kalender&quot;&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;b&gt;Manfaat Puasa Secara Medis&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Allah ta&#39;alaa  berfirman: Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan kepada kalian untuk  berpuasa sebagaimana juga telah diwajibkan kepada orang-orang sebelum kalian,  agar kalian bertaqwa (Q.S. Al-Baqarah: 183). &lt;br /&gt;
Allah berfirman: Dan andai  kalian memilih puasa tentulah itu lebih baik bagi kalian jika kalian mengetahui  (Q.S. Al-Baqarah: 184). &lt;br /&gt;
Apakah ilmu pengetahuan kontemporer sudah bisa  mengungkap rahasia dari firman Allah &quot;Dan jika kalian berpuasa maka itu lebih  baik bagi kalian&quot;??? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesungguhnya ilmu pengetahuan kedokteran  kontemporer belum mempu mengungkap hakikat puasa, selain hanya menyatakan bahwa  puasa adalah keinginan yang boleh bagi manusia untuk melakukannya atau tidak.  Itu saja. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesungguhnya puasa, setelah melalui berbagai penelitian ilmiah  dan terperinci terhadap organ tubuh manusia dan aktivitas fisiologisnya  menemukan bahwa puasa secara jelas adalah sesuatu yang harus dilakukan oleh  tubuh manusia sehingga ia bisa terus melakukan aktivitasnya secara baik. Dan  puasa benar-benar sangat penting dan dibutuhkan bagi kesehatan manusia  sebagaimana manusia membutuhkan makan, bernafas, bergerak, dan tidur. Maka  manusia sangat membutuhkan hal-hal ini. Jika manusia tidak bisa tidur, makan  selama rentang waktu yang lama maka ia akan sakit. Maka, tubuh manusia pun akan  mengalami hal yang jelek jika ia tidak berpuasa. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam sebuah hadits  yang diriwayatkan oleh Imam Nasaa&#39;i dari shahabat Abu Umamah:&quot;Wahai Rasulullah,  perintahkanlah kepadaku satu amalan yang Allah akan memberikan manfaat-Nya  kepadaku dengan sebab amalan itu&quot;. Maka Rasulullah bersabda, &quot;Berpuasalah, sebab  tidak ada satu amalan pun yang setara dengan puasa&quot;. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan sebab  pentingnya puasa bagi tubuh adalah karena puasa bisa membantu badan dalam  membuang sel-sel yang sudah rusak, sekaligus sel-sel atau hormon atau pun  zat-zat yang melebihi jumlah yang dibutuhkan tubuh. Dan puasa, sebagaimana  dituntunkan oleh Islam adalah rata-rata 14 jam, kemudian baru makan untuk durasi  waktu beberapa jam. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah metode yang bagus untuk sistem pembuangan  sel-sel atau hotmon yang rusak dan membangun kembali badan dengan sel-sel baru.  Dan ini sangat berbeda dengan dengan apa yang difahami kebanyakan orang bahwa  puasa menyebabkan orang menjadi lemah dan lesu. Puasa yang bagus bagi badan itu  adalah dengan syarat dilakukan selama satu bulan berturut-turut dalam setahun,  dan bisa ditambahkan 3 hari setiap bulan. hal ini sesuai benar dengan anjuran  Rasulullah dalam sebuah haditsnya: Siapa yang berpuasa tiga hari setiap bulan,  maka itu sama dengan puasa dahr (puasa sepanjang tahun). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan Allah pun  membenarkan ucapan Nabi ini dengan firman-Nya:Barangsiapa yang beramal dengan  satu perbuatan baik, maka Allah memberikan kepadanya 10 kali lipat dari amalan  itu. &lt;br /&gt;
Satu hari dihargai 10 hari oleh Allah, maka 3 hari dihargai 30 hari,  dan bila 3 hari setiap bulan maka menjadi 36 hari. Dan ini senilai dengan 360  hari atau satu tahun dalam penghargaan Allah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Tom Branch, dari  Columbia Press mengatakan:&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menganggap puasa adalah pengalaman  ruhani yang sangat luar biasa, lebih besar daripada pengalaman biologis/badan  semata. Maka karena keinginan itu, aku mulai berpuasa dengan tujuan membersihkan  diriku dari berat badan yang berlebih. Akan tetapi, ternyata aku mendapati bahwa  puasa tersebut bermanfaat sekali bagi kejernihan fikiran. Puasa sangat membantu  pandangan mata sehingga pandangan menjadi jelas sekali. Demikian juga sangat  membantu dalam menganalisis ide-ide baru atau pun persepsi. Dan aktivitas  puasaku belum berlalu beberapa hari, tetapi aku mendapati pengaruh kejiwaan yang  demikian besar. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku telah berpuasa beberapa kali hinga sekarang. Dan aku  biasanya memilih waktu antara 1 sampai 6 hari. Dan pada awalnya tujuanku adalah  untuk menghilangkan efek negatif dari makanan yang aku konsumsi, juga untuk  membersihkan jiwaku dari hal-hal yang aku alami sepanjang hidupku, khususnya  setelah memperhatikan dunia dalam beberapa bulan terakhir, dan aku melihat  banyak kedhaliman dan kebrutalan yang manusia hidup di dalamnya. Sungguh aku  merasa bertangung jawab terhadap keadaan mereka, maka aku pun berpuasa untuk  menghilangkan fikiran-fikiran itu.&quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Saya setiap kali berpuasa perasaan  tertarik pada makanan benar-benar hilang, dan aku merasakan badanku sangat  rileks dan nyaman. Dan aku merasakan diriku berpaling dari fantasi-fantasi,  emosi-emosi negatif seperti dengki, cemburu, suka ngerumpi, juga hilang perasaan  takut, perasaan tidak enak, dan bosan. Semua perasaan-perasaan ini hilang dengan  sendirinya ketika aku berpuasa. Dan sungguh aku merasa dengan pengalaman yang  begitu mengesankan bersama dengan banyak manusia ketika berpuasa. Dan mungkin  semua yang aku katakan ini adalah sebab yang menjadikan muslimin -sebagaimana  aku melihat mereka di Turki, Suriah, dan Quds- dengan puasa selama 1 bulan penuh  menjadikan jiwa-jiwa mereka begitu mengesankan yang tidak pernah aku temukan di  belahan duni manapun&quot;. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Mencegah Dari Tumor&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Puasa juga  berfungsi sebagai &quot;dokter bedah&quot; yang menghilangkan sel-sel yang rusak dan lemah  di dalam tubuh. Maka, rasa lapar yang dirasakan orang yang sedang berpuasa akan  bisa menggerakan organ-organ internal di dalam tubuh untuk menghancurkan atau  memakan sel-sel yang rusah atau lemah tadi untuk menutupi rasa laparnya. Maka  hal itu merupakan saat yang bagus bagi badan untuk mengganti sel-selnya dengan  sel-sel baru sehingga bisa kembali berfungsi dan beraktivitas. Dengan hal itu  juga bisa menghilangkan atau memakan organ-organ yang sakit dan  memperbaharuinya. Dan puasa juga berfungsi menjaga badan dari berbagai  penambahan zat-zat berbahaya, seperti kelebihan kalsium, kelebihan daging, dan  lemak. Juga bisa mencegah terjadinya tumor ketika awal-awal pembentukannya.  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Menjaga Kadar Gula Dalam Darah&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Puasa saangat bagus dalam  menurunkan kadar gula dalam darah hingga mencapai kadar seimbang. Berdasarkan  hal ini, maka sesungguhnya puasa memberikan kepada kelenjar pankreas kesempatan  yangbaik untuk istirahat. Maka, pankreas pun mengeluarkan insulin yang  menetralkan gula menjadi zat tepung dan lemak dikumpulkan di dalam pankreas.  Apabila makanan kelebihan kandungan insulin, maka pankreas akan mengalami  tekanan dan melemah. Hal ini hingga akhirnya pankreas tidak bisa menjalankan  fungsinya. Maka, kadar darah pun akan merambat naik dan terus meningkat hingga  akhirnya muncul penyakit diabets. Dan sudah banyak dilakukan usaha pengobatan  terhadap diabets ini di seluruh dunia dengan mengikuti &quot;sistem puasa&quot; selama  lebih dari 10 jam dan kurang dari 20 jam. Setiap kelompok mendapatkan pengaruh  sesuai dengan keadaannya. Kemudian, para penderita tersebut mengkonsumsi makanan  ringan selama berurutan yang kurang dari 3 minggu. Dan metode semacam ini telah  mencapai hasil yang menakjubkan dalam pengobatan diabets dan tanpa menggunakan  satu obat-obatan kimiawi pun. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Puasa Adalah Dokter Yang Paling  Murah&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesungguhnya puasa, tanpa berlebih-lebihan, adalah &quot;dokter&quot;  yang paling murah secara mutlak. Sebab puasa bisa menurunkan berat badan secara  signifikan, dengan catatan ketika berbuka puasa memakan makanan dengan menu  seimbang dan tidak mengkonsumsi makanan dan minuman langsung ketika berbuka.  Rasullulah ketika memulai ifthar dari puasa adalah dengan memakan beberapa biji  kurma dan bukan yang lain, atau seteguk air putih lalu shalat. Inilah petunjuk.  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan inisebaik-baik petunjuk bagi orang yang berpuasa dari makanan dan  minuman untuk waktu yang lama. Maka, gula ada dalam kurma dan orang akan merasa  kenyang ketika memakan kurma, sebab ia sangat mudah dicerna dan dikirim ke dalam  darah, dan pada saat yang sama ia memberikan energi atau kekuatan kepada badan.  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adapun jika kita langsung makan daging setelah lapar karena puasa,  sayuran, dan roti, maka tubuh memerlukan waktu yang lumayan lama untuk bisa  mencerna dan menyerap sari makanannya dan baru kemudian kita merasa kenyang. Dan  pada saat seperti ini, maka orang ketika awal-awal berbuka akan tetap merasa  lapar. Dan akhirnya, orang yang berpuasa itu kurang bisa memperoleh manfaat  langsung dari puasanya, yaitu memperoleh kesehatan, afiat, dan vitalitas, bahkan  ia akan tetap kebanyakan lemak dan kegemukan. Dan ini tentu bukanlah tujuan  Allah mensyariatkan bagi hamba-Nya untuk berpuasa. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Allah berfirman:Bulan  Ramadhan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur&#39;an sebagai petunjuk bagi manusia,  penjelasan atas petunjuk itu dan pembeda. Maka siapa yang menemui bulan Ramadhan  ini maka berpuasalah. Dan siapa yang sakit atau dalam perjalanan maka dia  mengganti puasa tersebut pada bulan-bulan lain. Allah menginginkan untuk kalian  kemudahan dan tidak menginginkan bagi kalian kesulitan (Q.S. Al-Baqarah: 175).  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Penyakit-Penyakit Kulit&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sungguh puasa memberikan manfaat  untuk mengobati berbagai penyakit kulit. hal ini disebabkan karena dengan puasa  maka kandungan air dalam darah berkurang, maka berkurang juga kandungan air yang  ada di kulit. Hal ini pada gilirannya akan berpengaruh pada: &lt;br /&gt;
1. Menambah  kekuatan kulit dalam melawan mikroba dan penyakit-penyakit mikroba dalam perut.  &lt;br /&gt;
2. Meminimalisir kemungkinan penyakit-penyakit kulit yang menyebar di  sekujur badan seperti sakit psoriasis (sakit kulit kronis). &lt;br /&gt;
3. Meminimalisir  alergi kulit dan membatasi masalah kulit berlemak. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Ny. Ilham Husain,  seorang puteri Mesir menuturkan:&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika aku berusia 10 tahun, aku  menderita sakit kulit yang kronis. Penyakit ini muncul dengan warna merah, dan  aku tidak menemui satu jenis obat pun. Dan setelah dokter-dokter spesialis kulit  terkenal di Mesir berkata kepada Ayahku, &quot;Kalian harus membiasakan ini dan  kalian hidup dengan penyakit ini. Penyakit iniadalah tamu yang memberatkan lagi  memakan waktu lama&quot;. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan ketika usiaku mencapai akhir 20 tahun, dan  dekat dengan waktu pernikahanku, aku semakin berduka dan mengucilkan diri dari  masyarakat, aku benar-benar sumpeg (sempit dada). Dan akhirnya, salah seorang  sahabat ayahku yang selalu membiasakan diri melakukan puasa memberi nasihat  kepadaku, &quot;Cobalah wahai puteriku, engkau berpuasa sehari kemudian engkau  berbuka (makan) sehari, sebab hal itulah yang juga menjadi sebab kesembuhan  suamiku dari penyakit yang sampai sekarang tidak diketahui obatnya oleh dokter.  Akan tetapi, lakukanlah bahwa pemberi obat adalah Allah dan sesungguhnya sebab  terjadinya obat seluruhnya ada di tangan-Nya. Maka, mohonlah kesembuhan terlebih  dahulu kepada-Nya dari penyakit yang engkau derita ini, lalu berpuasalah&quot;.  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka, aku pun melakukan puasa, dan aku mulai meneliti hal-hal yang  mengeluarkan aku dari jahim yang menyelimutiku. Dan aku membiasakan diri ketika  berbuka puasa mengkonsumsi berbagai sayuran dan buah-buahan, kemudian setelah 3  jam aku baru makan makanan berat. Dan aku makan (tidak puasa) pada hari ke dua,  lalu berpuasa para hari ke tiga, dan demikian seterusnya. Dan mulai terjadi hal  yang mengherankan semua orang, yaitu sakit yang aku derita itu mulai sembuh  setelah melewati waktu 2 bulan sejak aku berpuasa. Aku sampai tidak percaya pada  diriku, dan aku memulai seperti biasa, dan aku melihat bekas sakitku itu  sedikit-demi sedikit mulai hilang dan sampai akhirnya benar-benar sembuh.  Akhirnya, aku pun tidak pernah tertimpa penyakit kulit tersebut sampai akhir  hayatku.&quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Puasa Mencegah &quot;Penyakit Orang Kaya&quot;&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyakit  ini sering juga disebut dengan nama &quot;penyakit nacreous&quot; yaitu yang disebabkan  karena kelebihan makanan dan sering makan daging. Dan akhirnya tubuh tidak bisa  mengurai berbagai protein yang ada dalam daging. Dimana darinya akan menyebabkan  tumpukan kelebihan urine dalam persendian, khususnya pada persendian jari-jari  besar di kaki. Dan ketika persendian terkena penyakit nacreous, maka ia akan  membengkak dan memerah dan disertai nyeri yang sangat. Dan terkadang kadar garam  pada air kencing berlebih dalam darah, kemudian ia mengendap di ginjal dan  akhirnya mengkristal di dalam ginjal. Dan mengurangi porsi makan merupakan sebab  utama bagi kesembuhan dari penyakit yang sangat berbahaya ini.  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pembekuan Jantung dan Otak&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para profesor yang melakukan  penelitian medikal ilmiah ini --mayoritasnya adalah non-muslim-- menegaskan akan  kebenaran puasa, sebab puasa bisa menjadi sebab berkurangnya minyak dalam tubuh  dan pada gilirannya akan menyebabkan berkurangnya kolesterol. Taukah anda apa  &quot;mal-kolesterol&quot; itu? Mal-Kolesterol adalah zat yang tertimbun pada oleh karena  itu tidaklah berlebihan jika kita mau mendengarkan kepada firman Allah Ta`ala  yang berbunyi : &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Dan adaikan kalian mau berpuasa tentu itu lebih bagus  bagi kalian jika kalian mengetahui.&quot; &lt;br /&gt;
Maka berapa ribu manusia yang diliputi  kebiasaan makan dan minum secara terus menerus tanpa ilmu ataupun bukan karena  keinginan. Dan andai mereka mengikuti metode Allah dan sunnah Nabi Shallallahu  Alaihi Wasallam yang tidak berlebihan dalam hal makan dan minum, puasa tiga kali  tiap bulan, tentu mereka akan mengetahui bahwa berbagai penyakit yang mereka  alami akan berakhir serta akan turun berat badan mereka beberapa puluh kilogram.  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Sakit Persendian Tulang&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sakit persendian adalah penyakit  yang timbul karena berlalunya waktu yang panjang. Dengan hal itu maka  organ-oragan tubuh mulai terasa nyeri dan sakit-sakitpun akan menyertai, dan  kedua tangan dan kaki akan mengalami nyeri yang banyak. Penyakit ini terkadang  menimpa manusia pada fase-fase akhir usianya, akan tetapi lebih khusus lagi pada  usia antara 30 s/d 50 tahun. Dan masalah yang sesungguhnya adalah kedokteran  modern belum mampu menemukan obat atas penyakit ini sampai sekarang.  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi percobaan ilmiah yang dilakukan di Rusia menegaskan  bahwasannya puasa bisa menjadi sebab kesembuhan penyakit ini. Dan puasa bisa  mengembalikan atau membersihkan tubuh dari hal-hal yang membahayakan. Puasa ini  dilakukan selama tiga minggu berturut-turut. pada kondisi ini maka mikroba  ataupun bakteri penyebab penyakit ini menjadi zat yang dibersihkan pada badan  selama puasa. Percobaan ini dilakukan terhadap jumlah penderita penyakit  tersebut dan ternyata memperoleh hasil yang menakjubkan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berkata  Sulaiman Rogerz dari New York berkata, &quot;Aku pernah mengalami penyakit dis-fungsi  persendian tulang yang sangat kronis selama tiga tahun yang lalu, padahal  penyakit ini tidak terlalu berat waktu itu kecuali aku tidak bisa berjalan jauh,  dan tidak mampu duduk lebih dari setengah jam. Aku sudah mencari obat dari  berbagai jenis akan tetapi semuanya gagal kemudian qodarullah aku berkenal  dengan seorang kawan namanya Zanji Irfani disebuah jalan yang menuju masjid dan  ia mengajak aku masuk Islam, dan kami waktu itu sedang di bulan Ramadhan, dan  aku sangat terheran-heran dengan metode puasa itu sendiri, akan tetapi aku terus  mengikuti aturan Islam ini karena aku merasa aturan itu lebih menyejukan hati  dimana atarun-aturan itu bisa mencegah munculnya zat-zat yang berbahaya dan  menyeimbangkan hal-hal yang tidak stabil di dalam tubuh. Dua hal inilah masalah  yang paling susah yang aku alami di New York. Dan sungguh aku mencoba untuk  berpuasa sehari sebelum masuk Islam, aku hanya makan sayur-sayuran, buah-buahan  dan kurma saja ketika berbuka pusa. Dan aku tidak makan apapun setelah itu  kecuali ketika sahur, dan kini aku bisa berjalan panjang dan Alhamdulillah aku  bisa berjalan cepat. Dan akhirnyapun hilang semua nyeri yang selama ini aku  alami. Puasa ini merupakan satu-satunya cara yang aku temui yang bisa mengobati  penyakitku ini. Maka akupun mengucapkan syukur pada Allah atas limpahan  nikmat-Nya padaku untuk masuk Islam setelah aku benar-benar mantap dengan-Nya.  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diakhirnya, Sulaiman berkata sesungguhnya puasa memiliki keutamaan besar  sekali bagiku, andai engkau melihat bagaimana aku menyambut bulan Ramadhan  setiap tahun, tentu engkau akan mengatakan, &quot;Ah, layaknya seperti anak kecil  saja tidak seperti orang yang berusia 40 atau 50 tahun&quot;.&lt;/div&gt;</description><link>http://ogiexslasher.blogspot.com/2011/07/penelitian-ilmiah-tentang-puasa.html</link><author>noreply@blogger.com (mbah ogiex)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4640816974857799573.post-882774965344261368</guid><pubDate>Sat, 16 Jul 2011 03:16:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-07-16T10:16:26.185+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">kurma</category><title>Rahasia Berbuka Dengan Kurma</title><description>&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTCedPz3j9wX2NodY7cdga1uHXskcsKXi5h43U9fxcmXnsihsjNDw&quot; /&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;Kurma adalah buah yang berkah, Rasulullah SAW mewasiatkan  kepada kita untuk memakannya ketika mulai berbuka dari puasa Ramadhan. &lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: green;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;Dari Salman ibn &#39;Aamir, Sesungguhnya Rasulullah Shalallaahu  alaihi wasalam bersabda, &quot;Jika salah seorang diantara kalian akan berbuka puasa,  maka berbukalah dengan kurma sebab kurma itu berkah, kalau tidak ada maka dengan  air karena air itu bersih dan suci. (HT. Abu Daud dan Tirmidzi)&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: green;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;Dari Anas, sesungguhnya Nabi  berbuka puasa dengan  beberapa ruthab (kurma mengkel segar yang baru dipetik dari pohonnya-pent)  sebelum shalat, kalau tidak ada ruthab, maka denganbeberapa kurma matang, kalau  tidak ada, maka dengan meneguk beberapa tegukan air putih. (HR. Abu Daud dan  Tirmidzi) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak diragukan lagi bahwa dibalik sunnah nabi ini ada  petunjuk medis dan manfaat yang banyak bagi kesehatan, dan hukum yang bagus.  Rasulullah  telah memilih makanan ini dan tidak memilih yang lainnya  karena adanya manfaat yang sangat besar, tidak hanya karena buah itu banyak  dijumpai di lingkungannya semata. Maka, ketika seorang yang berpuasa mulai  berbuka maka organ-organ tubuhnya akan bersiap; dan organ pencernaan mulai  berakivitas kembali, khususnya lambung yang butuh untuk diberikan sesuatu yang  lembut, dan memulai mengakifkan kerjanya kembali dengan halus. Dan orang yang  sedang berpuasa, pada keadaan ini, sangat butuh akan makanan yang mengandung  gula yang mudah dicerna, yang bisa menghilangkan rasa lapar, persis seperti ia  butuh akan air. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan nutrisi makanan yang tercepat bisa dicerna dan  sampai ke darah adalah zat gula, khususnya makanan yang mengandung satu atau dua  zat gula (glukosa atau sukrosa). Sebab tubuh mampu menyerap dengan mudah dan  cepat zat gula itu hanya dalam beberapa menit. Apalagi jika lambung dan perut  sedang kosong, seperti orang yang berpuasa ini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Andai anda mencari  makanan yang bisa menyamai dua kandungan yang dituju ini secara bersama  (menghilangkan lapar dan dahaga secara bersamaan dengan satu makanan), maka anda  tidak akan pernah menemukan makanan itu lebih baik daripada apa yang disuguhkan  oleh sunnah nabawiyah, dimana sunnah memotivasi orang yang berpuasa untuk  membuka puasanya dengan zat gula manis sekaligus kaya akan air (ruthab) atau pun  tamar (kurma matang). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdasarkan penelitian bio-kimia, ditemukan bahwa  satu bagian kurma yang kita makan sama dengan 86 - 87 % beratnya; mengandung 20  - 24 % air; 70 - 75 % gula; 2 - 3 % protein; 8,5% serat; sangat kecil sekali  kandungan lemah jenuh (lecithine). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdasarkan penelitian tersebut, juga  ditemukan bahwa ruthab (kurma mengkel) mengandung 65 - 70 % air berdasarkan  berat bersihnya; 24 - 58 % zat gula; 1,2 - 2 % protein; 2,5 % serat, dan sedikit  sekali mengandung lemak jenuh (lecithine). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdasarkan penelitian  kimiawi dan fisiologi yang dilakukan Dr. Ahmad Abdul Ra&#39;ouf Hisyam dan Dr. Ali  Ahmad Syahhat, diperoleh data sebagai berikut: &lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Mengkonsumsi ruthab (kurma mengkel, masih segar, matang dipohon) atau tamar  (kurma matang kering seperti yang tersebar di Indonesia -pent) setiap kali  mengawali buka akan menambah terhadap badan persentase yang besar akan kandungan  zat gula, maka dengan ini akan hilang penyakit anemia (kurang darah), sehingga  tubuh lebih menjadi bergairah; &lt;br /&gt;
&amp;nbsp;  &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Saat lambung kosong dari makanan, maka ia akan mudah mencerna dan menyerap  makanan kecil yang mengandung gula ini secara cepat dan maksimal; &lt;br /&gt;
&amp;nbsp;  &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sesungguhnya kandungan ruthab dan tamar akan zat gula dalam bentuk kimia  sederhana menjadikan proses mencerna dan menyerap di lambung sangat mudah, sebab  2/3 (dua per tiga) zat gula ada dalam tamar dan dalam bentuk zat kimia  sederhana. Hal ini pun bisa meningkatkan kadar gula dalam darah dalam waktu yang  singkat; &lt;br /&gt;
&amp;nbsp;  &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sesungguhnya adanya tamar yang mengandung air, dan ruthab yang mengandung  air tinggi (65 - 70 %) akan menambahkan terhadap tubuh persentase yang tidak  membahayakan, maka dengan itu seorang yang berpuasa tidak harus meminum air  dalam jumlah banyak ketika berbuka. (Abm) &lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;i&gt;Dr. Hissaan Syamsi Basya&lt;/i&gt;</description><link>http://ogiexslasher.blogspot.com/2011/07/rahasia-berbuka-dengan-kurma.html</link><author>noreply@blogger.com (mbah ogiex)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4640816974857799573.post-8832262477318562239</guid><pubDate>Fri, 08 Jul 2011 07:29:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-07-08T14:29:08.457+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Al Qur&#39;an</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Iptek</category><title>Pengaruh Qur&#39;an Terhadap Organ Tubuh</title><description>&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;Ada menyeruak perhatian yang begitu besar terhadap kekuatan  membaca Al-Qur&#39;an, dan yang terlansir di dalam Al-Qur&#39;an, dan pengajaran  Rasulullah. Dan sampai beberapa waktu yang belum lama ini, belum diketahui  bagaimana mengetahui dampak Al-Qur&#39;an tersebut kepada manusia. Dan apakah dampak  ini berupa dampak biologis ataukah dampak kejiwaan, atakah malah keduanya,  biologis dan kejiwaan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka, untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini,  kami memulai sebuah penelitian tentang Al-Qur&#39;an dalam pengulangan-pengulangan  &quot;Akbar&quot; di kota Panama wilayah Florida. Dan tujuan pertama penelitian ini adalah  menemukan dampak yang terjadi pada organ tubuh manusia dan melakukan pengukuran  jika memungkinkan. Penelitian ini menggunakan seperangkat peralatan elektronik  dengan ditambah komputer untuk mengukur gejala-gejala perubahan fisiologis pada  responden selama mereka mendengarkan bacaan Al-Qur&#39;an. Penelitian dan pengukuran  ini dilakukan terhadap sejumlah kelompok manusia: &amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Muslimin yang bisa berbahasa Arab. &lt;br /&gt;
&amp;nbsp;  &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Muslimin yang tidak bisa berbahasa Arab &lt;br /&gt;
&amp;nbsp;  &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Non-Islam yang tidak bisa berbahasa Arab. &lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;Pada semua kelompok responden tersebut dibacakan sepotong ayat Al-Qur&#39;an  dalam bahasa Arab dan kemudian dibacakan terjemahnya dalam bahasa Inggris.  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan pada setiap kelompok ini diperoleh data adanya dampak yang bisa  ditunjukkan tentang Al-Qur&#39;an, yaitu 97% percobaan berhasil menemukan perubahan  dampak tersebut. Dan dampak ini terlihat pada perubahan fisiologis yang  ditunjukkan oleh menurunnya kadar tekanan pada syaraf secara sprontanitas. Dan  penjelasan hasil penelitian ini aku presentasikan pada sebuah muktamar tahunan  ke-17 di Univ. Kedokteran Islam di Amerika bagian utara yang diadakan di kota  Sant Louis Wilayah Mizore, Agustus 1984. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan benar-benar terlihat pada  penelitian permulaan bahwa dampak Al-Qur&#39;an yang kentara pada penurunan tekanan  syaraf mungkin bisa dikorelasikan kepada para pekerja: Pekerja pertama adalah  suara beberapa ayat Al-Qur&#39;an dalam Bahasa Arab. Hal ini bila pendengarnya  adalah orang yang bisa memahami Bahasa Arab atau tidak memahaminya, dan juga  kepada siapapun (random). Adapun pekerja kedua adalah makna sepenggal Ayat  Al-Qur&#39;an yang sudah dibacakan sebelumnya, sampai walaupun penggalan singkat  makna ayat tersebut tanpa sebelumnya mendengarkan bacaan Al-Qur&#39;an dalam Bahasa  Arabnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adapun Tahapan kedua adalah penelitian kami pada pengulangan  kata &quot;Akbar&quot; untuk membandingkan apakah terdapat dampak Al-Qur&#39;an terhadap  perubahan-perubahan fisiologis akibat bacaan Al-Qur&#39;an, dan bukan karena hal-hal  lain selain Al-Qur&#39;an semisal suara atau lirik bacaan Al-Qur&#39;an atau karena  pengetahun responden bahwasannya yang diperdengarkan kepadanya adalah bagian  dari kitab suci atau pun yang lainnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan tujuan penelitian  komparasional ini adalah untuk membuktikan asumsi yang menyatakan bahwa  &quot;Kata-kata dalam Al-Qur&#39;an itu sendiri memiliki pengaruh fisiologis hanya bila  didengar oleh orang yang memahami Al-Qur&#39;an . Dan penelitian ini semakin  menambah jelas dan rincinya hasil penelitian tersebut. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Peralatan&lt;/b&gt;  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Peralatan yang digunakan adalah perangkat studi dan evaluasi terhadap  tekanan syaraf yang ditambah dengan komputer jenis Medax 2002 (Medical Data  Exuizin) yang ditemukan dan dikembangkan oleh Pusat Studi Kesehatan Univ. Boston  dan Perusahaan Dafikon di Boston. Perangkat ini mengevaluasi respon-respon  perbuatan yang menunjukkan adanya ketegangan melalui salah satu dari dua hal:  (i) Perubahan gerak nafas secara langsung melalui komputer, dan (ii) Pengawasan  melalui alat evaluasi perubahan-perubahan fisiologis pada tubuh. Perangkat ini  sangat lengkap dan menambah semakin menguatkan hasil validitas hasil evaluasi.  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Subsekuen:&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Program komputer yang mengandung pengaturan pernafasan dan monitoring  perubahan fisiologis dan printer. &lt;br /&gt;
&amp;nbsp;  &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Komputer Apple 2, yaitu dengan dua floppy disk, layar monitor dan printer.  &lt;br /&gt;
&amp;nbsp;  &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Perangkat monitoring elektronik yang terdiri atas 4 chanel: 2 canel untuk  mengevaluasi elektrisitas listrik dalam otot yang diterjemahkan ke dalam  respon-respon gerak syaraf otot; satu chanel untuk memonitor arus balik listrik  yang ke kulit; dan satu chanel untuk memonitor besarnya peredaran darah dalam  kulit dan banyaknya detak jantung dan suhu badan. &lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;Berdasarkan elektrisitas listrik dalam otot-otot, maka ia semakin bertambah  yang menyebabkan bertambahnya cengkeraman otot. Dan untuk memonitor  perubahan-perubahan ini menggunakan kabel listrik yang dipasang di salah satu  ujung jari tangan. &lt;br /&gt;
Adapun monitoring volume darah yang mengalir pada kulit  sekaligus memonitor suhu badan, maka hal itu ditunjukkan dengan melebar atau  mengecilnya pori-pori kulit. Untuk hal ini, menggunakan kabel listrik yang  menyambung di sekitar salah satu jari tangan. Dan tanda perubahan-perubahan  volume darah yang mengalir pada kulit terlihat jelas pada layar monitoryang  menunjukkan adanya penambahan cepat pada jantung. Dan bersamaan dengan  pertambahan ketegangan, pori-pori mengecil, maka mengecil pulalah darah yag  mengalir pada kulit, dan suhu badan, dan detak jantung. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Metode dan  Keadaan yang digunakan:&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Percobaan dilakukan selama 210 kali kepada 5  responden: 3 laki-laki dan 2 perempuan yang berusia antara 40 tahun dan 17  tahun, dan usia pertengahan 22 tahun. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan setiap responden tersebut  adalah non-muslim dan tidak memahami bahasa Arab. Dan percobaan ini sudah  dilakukan selama 42 kesempatan, dimana setiap kesempatannya selama 5 kali,  sehingga jumlah keseluruhannya 210 percobaan. Dan dibacakan kepada responden  kalimat Al-Qur&#39;an dalam bahasa Arab selama 85 kali, dan 85 kali juga berupa  kalimat berbahasa Arab bukan Al-Qur&#39;an. Dan sungguh adanya kejutan/shock pada  bacaan-bacaan ini: Bacaan berbahasa Arab (bukan Al-Qur&#39;an) disejajarkan dengan  bacaan Al-Qur&#39;an dalam lirik membacanya, melafadzkannya di depan telingga, dan  responden tidak mendengar satu ayat Al-Qur&#39;an selama 40 uji-coba. Dan selama  diam tersebut, responden ditempatkan dengan posisi duduk santai dan terpejam.  Dan posisi seperti ini pulalah yang diterapkan terhadap 170 uji-coba bacaan  berbahasa Arab bukan Al-Qur&#39;an. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan ujicoba menggunakan bacaan berbahasa  Arab bukan Al-Qur&#39;an seperti obat yang tidak manjur dalam bentuk mirip seperti  Al-Qur&#39;an, padahal mereka tidak bisa membedakan mana yang bacaan Al-Qur&#39;an dan  mana yang bacaan berbahasa Arab bukan Al-Qur&#39;an. Dan tujuannya adalah utuk  mengetahui apakah bacaan Al-Qur&#39;an bisa berdampak fisiologis kepada orang yang  tidak bisa memahami maknanya. Apabila dampak ini ada (terlihat), maka berarti  benar terbukti dan dampak tidak ada pada bacaan berbahasa Arab yang dibaca  murottal (seperti bacaan Imam Shalat) pada telinga responden. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adapun  percobaan yang belum diperdengarkan satu ayat Al-Qur&#39;an kepada responden, maka  tujuannya adalah untuk mengetahui dampak fisiologis sebagai akibat dari  letak/posisi tubuh yang rileks (dengan duduk santai dan mata terpejam).  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan sungguh telah kelihatan dengan sangat jelas sejak percobaan pertama  bahwasannya posisi duduk dan diam serta tidak mendegarkan satu ayat pun, maka ia  tidak mengalami perubahan ketegangan apapun. Oleh karena itu, percobaan  diringkas pada tahapan terakhir pada penelitian perbandingan terhadap pengaruh  bacaan Al-Qur&#39;an dan bacaan bahasa Arab yang dibaca murottal seperti Al-Qur&#39;an  terhadap tubuh. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan metode pengujiannya adalah dengan melakukan  selang-seling bacaan: dibacakan satu bacaan Al-Qur&#39;an, kemudian bacaan vahasa  Arab, kemudian Al-Qur&#39;an dan seterusnya atau sebaliknya secara terus menerus.  &lt;br /&gt;
Dan para responden tahu bahwa bacaan yang didengarnya adalah dua macam:  Al-Qur&#39;an dan bukan Al-Qur&#39;an, akan tetapi mereka tidak mampu membedakan antara  keduanya, mana yang Al-Qur&#39;an dan mana yang bukan. &lt;br /&gt;
Adapun metode monitoring  pada setiap percobaan penelitian ini, maka hanya mencukupkan dengan satu chanel  yaitu chanel monitoring elektrisitas listrik pada otot-otot, yaitu dengan  perangkat Midax sebagaimana kami sebutkan di atas. Alat ini membantu  menyampaikan listrik yang ada di dahi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan petunjuk yang sudah dimonitor  dan di catat selama percobaan ini mengadung energi listrik skala pertengahan  pada otot dibandingkan dengan kadar fluktuasi listrik pada waktu selama  percobaan. Dan sepanjang otot untuk mengetahui dan membandingkan persentase  energi listrik pada akhir setiap percobaan jika dibandingkan keadaan pada awal  percobaan. Dan semua monitoring sudah dideteksi dan dicatat di dalam komputer.  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan sebab kami mengutamakan metode ini untuk memonitor adalah karena  perangkat ini bisa meng-output angka-angka secara rinci yang cocok untuk studi  banding, evaluasi dan akuntabel.. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada satu ayat percobaan, dan satu  kelompok percobaan perbandingan lainnya mengandung makna adanya hasil yang  positif untuk satu jenis cara yang paling kecil sampai sekecil-kecilnya energi  listrik bagi otot. Sebab hal ini merupakan indikator bagusnya kadar fluktuasi  ketegangan syaraf, dibandingkan dengan berbagai jenis cara yang digunakan  responden tersebut ketika duduk. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Hasil Penelitian&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada  hasil positif 65% percobaan bacaan Al-Qur&#39;an. Dan hal ini menunjukkan bahwa  energi listrik yang ada pada otot lebih banyak turun pada percobaan ini. Hal ini  ditunjukkan dengan dampak ketegangan syaraf yang terbaca pada monitor, dimana  ada dampak hanya 33 % pada responden yang diberi bacaan selain Al-Qur&#39;an.  &lt;br /&gt;
Pada sejumlah responden, mungkin akan terjadi hasil yang terulang sama,  seperti hasil pengujian terhadap mendengar bacaan Al-Qur&#39;an. Oleh karena itu,  dilakukan ujicoba dengan diacak dalam memperdengarkannya (antara Al-Qur&#39;an dan  bacaan Arab) sehingga diperoleh data atau kesimpulan yang valid.  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pembahasan Hasil Penelitian dan Kesimpulan&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sungguh sudah  terlihat jelas hasil-hasil awal penelitian tentang dampak Al-Qur&#39;an pada  penelitian terdahulu bahwasanya Al-Qur`an memiliki pengaruh positif dan  signifikan terhadap syaraf. dan mungkin bisa dicatat pengaruh ini sebagai satu  hal yang terpisah, sebagaimana pengaruh inipun terlihat pada perubahan energi  listrik pada otot-otot pada organ tubuh. dan perubah-perubahan yang terjadi pada  kulit karena energi listrik, dan perubahan pada peredaran darah, perubahan detak  jantung, voleme darah yang mengalir pada kulit, dan suhu badan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan  semua perubahan ini menunjukan bahwasanya ada perubahan pada organ-organ syaraf  otak secara langsung dan sekaligus mempengaruhi organ tubuh lainnya. Jadi,  ditemukan sejumlah kemungkinan yang tak berujung ( tidak diketahui sebab dan  musababnya) terhadap perubahan fisiologis yang mungkin disebabkan oleh bacaan  Al-Qur`an yang didengarkannya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oleh karena itu sudah diketahui oleh umum  bahwasanya ketegangan-ketegangan saraf akan berpengaruh kepada dis-fungsi organ  tubuh yang dimungkinkan terjadi karena produksi zat kortisol atau zat lainnya  ketika merespon gerakan antara saraf otak dan otot. Oleh karena itu pada keadaan  ini pengaruh Al-Qur`an terhadap ketegangan saraf akan menyebabkan seluruh  badannya akan segar kembali, dimana dengan bagusnya stamina tubuh ini akan  menghalau berbagai penyakit atau mengobatinya. Dan hal ini sesuai dengan keadaan  penyakit tumor otak atau kanker otak. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Juga, hasil uji coba penelitian  ini menunjukan bahwa kalimat-kalimat Al-Qur`an itu sendiri memeliki pengaruh  fisiologis terhadap ketegangan organ tubuh secara langsung, apalagi apabila  disertai dengan mengetahui maknanya. &lt;br /&gt;
Dan perlu untuk disebutkan disini  bahwasanya hasil-hasil penelitian yang disebutkan diatas adalah masih terbatas  dan dengan responden yang juga terbatas. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Dievalusi dengan menggunakan  perangkat elektronik] Dr. Ahmad Al-Qadhiy (United States of America)&lt;br /&gt;
sumber: alsofwah.or.id</description><link>http://ogiexslasher.blogspot.com/2011/07/pengaruh-quran-terhadap-organ-tubuh.html</link><author>noreply@blogger.com (mbah ogiex)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4640816974857799573.post-4422319773289969153</guid><pubDate>Sat, 02 Jul 2011 04:36:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-07-02T11:36:23.231+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Malaikat</category><title>MALAIKAT</title><description>&lt;div class=&quot;rvps3&quot;&gt;Assalamu&#39;alaykum Wr. Wb.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Malaikat, apa dan bagaimana ? &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Istilah Malaikat telah dikenal oleh hampir  semua umat beragama didunia ini, istilah tersebut bisa dijumpai didalam banyak  ayat pada Kitab-kitab suci yang ada. Katakanlah misalnya seperti Kitab suci  agama Budha Kuan Shi Yin Tsing, kitab Perjanjian Lama, kitab Perjanjian Baru  maupun kitab suci al-Qur&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts10&quot;&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;an.  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Paul Claudel [1], seorang sastrawan katolik  Perancis menulis : &quot;Menyangkal adanya para malaikat berarti mencabut setiap dua  halaman dari alkitab dan juga berarti memusnahkan segala buku doa !&quot; pernyataan  ini tidak lain disebabkan lebih dari 700 kali kata Malaikat disebut-sebut dalam  al-Kitab. Bahkan adanya malaikat itu telah ditentukan sebagai dogma (ajaran yang  harus diimani) oleh Konsili Lateran IV (1215) dan Konsili Vatikanum I  (1889-1890) serta Konsili Nicea (787) dan Konsili Trente (1545-1563).  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Dalam bahasa Ibrani [2], kata Mal&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts10&quot;&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Akh mengandung arti pesuruh yang  menunjukkan status ataupun fungsi dari makhluk tersebut . Selain itu, didalam  ajaran al-Kitab atau The Bible tidak semua malaikat bersifat suci, ada diantara  mereka yang justru jatuh dan terjebak dalam dosa serta bisa dihakimi oleh  manusia. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Bahkan hamba-hamba Allah di surga, tak dapat  dipercayai oleh-Nya. Bahkan pada malaikat-malaikat-Nya didapati-Nya kesalahan  dan cela - Perjanjian Lama : Ayub : 4 : 18 [3] &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Sebab jikalau Allah tidak menyayangkan  malaikat-malaikat yang berbuat dosa tetapi melemparkan mereka ke dalam neraka -  Perjanjian Baru : II Petrus : 2 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Dan bahwa Ia menahan malaikat-malaikat yang  tidak taat pada batas-batas kekuasaan mereka, tetapi yang meninggalkan tempat  kediaman mereka, dengan belenggu abadi di dalam dunia kekelaman sampai  penghakiman pada hari besar - Perjanjian Baru: Yudas 1: 6 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Tidak tahukah kamu, bahwa kita akan menghakimi  malaikat-malaikat ? Jadi apalagi perkara-perkara biasa dalam hidup kita  sehari-hari - Perjanjian Baru: I Korintus 6 : 3 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Tentang tugas, jumlah maupun nama-nama dari  malaikat, al-Kitab tidak bercerita apapun kepada kita kecuali Mikail yang  dinyatakan selaku penghulu semua malaikat (Lihat Perjanjian Baru : Yudas 1 : 9)  dan kelak akan bertempur melawan Iblis (Lihat Perjanjian Baru : Wahyu 12 : 7),  malaikat Jibril atau Gabriel sebagai penyampai wahyu (Lihat Perjanjian Baru :  Injil Lukas 1 : 19) dan Abadon yang bertugas mencabut nyawa (Lihat Perjanjian  Baru : Wahyu 9 : 11). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Ajaran Kristen  juga mengenal keberadaan malaikat pelindung (Guardian Angel) yang diberikan  Tuhan kepada tiap-tiap orang dan yang secara istimewa berfungsi melindungi jiwa  dan badan manusia selama hidup maupun mati . Bahkan Paus Pius XI dan Paus  Yohanes XXIII menekankan agar setiapkali manusia menghadapi kesulitan meminta  bantuan kepada sang malaikat pelindung . &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Pengertian Malaikat sendiri menurut kamus Islam  [4] adalah makhluk Allah yang diciptakan dari cahaya, sesuai dengan hadis yang  berasal dari Nabi Muhammad yang disampaikan oleh &lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts10&quot;&gt;‘&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Aisyah, istri beliau. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Malaikat diciptakan dari cahaya, Jin diciptakan  dari api dan Adam diciptakan dari apa yang telah dijelaskan-Nya kepada kalian -  Hadis Riwayat Muslim &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Mungkin karena adanya kesamaan unsur malaikat  dengan unsur Tuhan inilah maka seluruh sifat yang ada pada malaikat menurut  ajaran Islam adalah cermin dari sifat-sifat Allah sang Pencipta. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Allah itu cahaya bagi langit dan bumi ...  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Cahaya diatas cahaya, Allah memimpin kepada  cahaya-Nya &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Siapa yang Dia inginkan - Qs. 24 an-nur  : 35 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Aku bertanya kepada Rasulullah Saw :  &lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts10&quot;&gt;“&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Adakah engkau melihat  Tuhan?&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts10&quot;&gt;”&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt; Beliau menjawab :  &lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts10&quot;&gt;“&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Cahaya ! Bagaimana aku bisa  melihat-Nya ?&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts10&quot;&gt;”&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt; - Hadis  Riwayat Muslim dari Abu Zar &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Berbeda dengan ajaran al-Kitab tentang  malaikat, maka Islam menjelaskan bahwa para malaikat itu senantiasa tunduk dan  patuh kepada perintah Allah dan tidak pernah melanggar larangan-Nya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Sesungguhnya mereka (yaitu para malaikat) yang  ada di sisi Tuhanmu tidak ingkar beribadah kepada-Nya dan mereka selalu  bertakbir untuk-Nya serta hanya kepada-Nya saja mereka bersujud &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;- Qs. 7 al-a&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts10&quot;&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;raf  : 206 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Malaikat berbakti dengan memuji Tuhan mereka  Dan memintakan ampunan bagi orang-orang yang ada dibumi &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;- Qs. 42 asy-Syura : 5 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Para Malaikat yang di sisi-Nya, mereka tidak  punya rasa angkuh untuk mengabdi kepada-Nya dan tidak merasa letih,&lt;/span&gt;  &lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;mereka selalu bertakbir malam dan siang tiada  henti-hentinya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;- Qs. 21 al-anbiyaa : 19 - 20  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Ditengah umat Islam beredar sejumlah nama-nama  malaikat berikut tugas dan kedudukan mereka. Dja&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts10&quot;&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;far Amir [5] misalnya, menyebutkan 9 nama  dari malaikat yaitu: Jibril bertugas membawa wahyu kepada para Nabi dan Rasul,  Izrail bertugas sebagai pencabut nyawa, Mungkar dan Nakir selaku dua malaikat  yang melakukan interogasi terhadap mayat didalam kubur, Israfil berfungsi  sebagai peniup sangkakala pada hari kiamat, Mikail bertugas memberikan hujan dan  pengatur rezeki, Raqib dan &lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts10&quot;&gt;‘&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Atid selaku dua malaikat pencatat amal manusia, Ridwan sebagai  penjaga syurga, Malik sebagai penjaga neraka dan Hamalatul &lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts10&quot;&gt;‘&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Arsy sebagai malaikat yang membawa  &lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts10&quot;&gt;‘&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Arsy Tuhan dihari kiamat  (Lihat Qs. 69 Al-Haqqah : 17). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Al-Qur&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts10&quot;&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;an sendiri pada dasarnya tidak pernah  menjelaskan nama-nama dari para malaikat sebagaimana tersebut diatas termasuk  jumlah total dari mereka secara keseluruhan, berhubungan tentang malaikat,  Al-Qur&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts10&quot;&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;an hanya mengenalkan  nama Jibril yang disifatkan sebagai malaikat dengan akal cerdas (Lihat Qs. 53  an-Najm : 6) dan digelari juga sebagai Ruh Suci (Lihat Qs. 16 an-Nahl : 102)  lalu Malik yang di-indikasikan sebagai nama malaikat penjaga neraka (Lihat Qs.  43 az-Zukhruf : 77) serta Mikail (Lihat Qs. 2 al-Baqarah : 98) dan Zabaniah  (Lihat Qs. 96 al-Alaq : 18) yang tidak dijelaskan apa tugas dan fungsinya.  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Menyangkut istilah Malik tersebut, Dalimi Lubis  [6] berpendapat bahwa nama ini belum bisa dikatakan sebagai nama individu,  tetapi mengingat bahwa yang dipanggil Malik itu dalam ayat tersebut merujuk pada  malaikat yang ada dan berkuasa dineraka maka lebih tepat jika nama ini merupakan  gelar dari tugas malaikat tersebut, yaitu penjaga neraka. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Pendapat Dalimi Lubis ini memang ada benarnya,  sebab jika kita kembalikan kata Malik yang ada pada ayat tersebut dengan istilah  Maliki yaumiddin pada surah 1 al-Fatihah ayat ke 3 yang artinya Penguasa hari  pembalasan, maka bisa jadi yang dimaksud dengan kata Malik dalam surah  az-Zukhruf ayat 77 merujuk pada tugas sang malaikat selaku penjaga neraka dan  bukan sebagai nama diri dari sang malaikat itu sendiri. Apalagi kita juga bisa  menemukan didalam al-Qur&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts10&quot;&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;an,  penjaga neraka itu bukan hanya satu malaikat saja tetapi disebutkan secara  jamak, misalnya: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Dan orang-orang  yang dineraka berkata kepada penjaga-penjaga Jahannam : &lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts10&quot;&gt;“&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Mintalah kepada Tuhanmu agar Dia  meringankan azab dari kami sehari saja.&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts10&quot;&gt;”&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt; - Qs. 40 al-Mu&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts10&quot;&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;min : 49 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Yang untuknya ada sembilan belas penjaga Dan  Kami tidak menjadikan penjaga neraka itu melainkan dari malaikat ! Dan Kami  tidak menjadikan bilangan mereka melainkan sebagai ujian bagi orang yang kafir !  - Qs. 74 al-Muddatsir : 31 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Sementara istilah Zabaniah dalam surah al-Alaq  ayat 18 memang sebagian besar ditafsirkan sebagai nama diri dari malaikat yang  diancamkan Allah bagi mereka yang menghalangi seseorang melakukan Sholat [7] ,  akan tetapi A. Hassan dalam Tafsir al-Furqonnya menterjemahkan istilah Zabaniah  pada ayat tersebut sebagai Tentara Tuhan yang gagah [8] . &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Secara umum, al-Qur&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts10&quot;&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;an memberikan informasi kepada kita bahwa  para malaikat itu memang memiliki otoritas tertentu yang sudah diberikan oleh  Allah terhadap diri manusia. Misalnya ada malaikat-malaikat yang diberi wewenang  untuk mencabut nyawa (Lihat Qs. 32 as-Sajdah : 11), malaikat-malaikat yang  merekam atau mencatat semua perbuatan (Lihat Qs. 43 az-Zukhruf : 80 dan Qs. 50  Qaf : 17), Malaikat-malaikat yang bertugas membantu Nabi dalam peperangan (Lihat  Qs. 3 Ali Imron : 125 dan Qs. 9 at-Taubah : 26) dan ada pula malaikat yang  diberi otoritas sebagai pelindung (Lihat Qs. 6 al-An&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts10&quot;&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;am : 61) dan sebagainya, akan tetapi  sekali lagi, al-Qur&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts10&quot;&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;an tidak  menjelaskan secara detil mengenai nama-nama dan jumlah mereka keseluruhan  kecuali Jibril dan Mikail. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Siapa yang menjadi  musuh Allah, Malaikat-Nya, Rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya  Allah adalah musuh bagi orang-orang yang kafir - Qs. 2 al-Baqarah : 98  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Dalam sebuah riwayat Bukhari dari Anas  diceritakan bahwa orang Yahudi bernama Abdullah bin Salam telah menganggap  Jibril sebagai malaikat perang yang menjadi musuh manusia sementara dalam  riwayat lain yang disampaikan oleh Ahmad, Tirmidzi dan Nasa&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts10&quot;&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;i dari Ibnu Abbas diceritakan bahwa orang  Yahudi telah membandingkan kehebatan dan kekuasan antara malaikat Mikail dan  Jibril (sumber: lihat Referensi no [7]) lalu ayat diatas turun sebagai teguran  bagi mereka. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Mengenai wujud dari malaikat itu sendiri  al-Qur&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts10&quot;&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;an menjelaskan sebagai  berikut : &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan  bumi, yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan yang mempunyai sayap,  masing-masing dua, tiga dan empat - Qs. 35 Fathir : 1 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Wujud malaikat rasanya mustahil dapat dilihat  dengan mata telanjang, karena mata manusia (dengan unsur dasar tercipta dari  tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk (Qs. 15 al-Hijr : 28))  tidak akan mampu melihat wujud dari malaikat yang asalnya terdiri dari cahaya  bahkan Nabi Muhammad sendiri disebutkan secara jelas hanya mampu melihat wujud  asli dari malaikat Jibril sebanyak dua kali (Lihat Qs. 53 an-Najm ayat 6 s/d 14)  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Kita bisa melihat wujud malaikat hanya apabila  malaikat itu sendiri yang merubah wujudnya menjadi sesuatu yang bersifat materi  seperti berwujud manusia sebagaimana yang sering terjadi dalam cerita-cerita  al-Qur&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts10&quot;&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;an (Lihat misalnya Qs.  19 Maryam : 17 dan Qs. 15 al-Hijr : 51), untuk memastikan bahwa kita telah  melihat malaikat yang sebenarnya didalam mimpi atau melalui ilmu-ilmu ghaib  tertentu pun nyaris tidak bisa dijadikan sandaran, sebab ada tertulis didalam  al-Kitab bahwa Iblis mampu menyamar menjadi malaikat (Lihat Perjanjian Baru : II  Korintus 11:14). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Dan terlepas dari sejauh mana kita meyakini  pernyataan tersebut, setidaknya fenomena yang tertulis disana telah benar  terjadi dalam kehidupan nyata. Masih ingatkah anda tentang kisah pimpinan Jemaah  Salamullah bernama Lia Aminuddin yang mengaku dirinya didatangi oleh malaikat  Jibril ? -Konon sebelum mengaku sebagai Jibril, makhluk tersebut mengaku bernama  Habib al-Huda, yaitu nama Jin yang dipercaya pernah mendampingi Nabi Muhammad  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Konon lagi menurutnya, kedatangan Jibril itu  untuk menobatkan dirinya sebagai replika dari Maryam, ibunda Nabi Isa al-Masih  yang tidak lain mewujud pada diri anaknya sendiri bernama Ahmad Mukti [9].  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Bahkan masih menurut Lia Aminuddin juga, arwah  Nabi Muhammad sendiri memberikan restu kepada beliau saat melakukan sholat  didekat makamnya dimasjid Nabawi Madinah dengan mengklaim bahwa tidak mungkin  Iblis mampu masuk kedalam kota Madinah apalagi berada didekat makam sang Nabi.  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Disinilah makanya menurut saya Allah sudah  mewajibkan agar orang-orang yang beriman itu harus punya ilmu dan mau menggali  agamanya secara lebih mendalam, segala sesuatu itu dikaji dengan akal dan  pikiran yang wajar, jika tidak ya begini inilah kejadiannya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Apa istimewanya kuburan Nabi ...? hanya orang  yang menyukai hal-hal klenik dan mistis saja menganggapnya keramat dan  memberikan berkah dan itu semua sudah masuk dalam kategori syirik atau  penyekutuan Tuhan meski secara halus. Jika memang mau hormat kepada Nabi ya  ikuti ajarannya, cintai keluarganya, bershalawatlah untuknya bukan mengagungkan  kuburannya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Jangankan Iblis, seorang Yazid pun yang  notabene manusia biasa, dengan pasukan perangnya mampu mengobrak-abrik kota  Madinah dihari-hari pembantaian Imam Husein. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Karenanya tidak salah jika pada bulan Desember  1997 yang lalu, MUI (Majelis Ulama Indonesia) secara resmi memberikan fatwa  sesat dan menolak keabsahan ajaran Jemaah Salamullah. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Referensi :&lt;/span&gt;  &lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;----------- &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;[1]petruspaulus@waltdisney.com, &quot;PDMPKK St.  Petrus Paulus&quot; : Warta Petrus Paulus Edisi III April-Mei 1998 yang dikirim pada  milis &lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts11&quot;&gt;paroki@parokinet.org&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;,  tanggal 06 April 1998 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;[2]Encyclopedia Britannica Deluxe Edition 2004  CD&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;[3]J.F. Kasenda Software Alkitab dalam Bahasa  Indonesia versi 2.0a 25 September 1999 dengan versi alkitab yang aktif Bahasa  sehari-hari, Terjemahan tersebut sedikit berbeda apabila versi alkitab yang  aktif adalah Terjemahan Resmi yang ayatnya berbunyi : Sesungguhnya,  hamba-hamba-Nya tidak dipercayai-Nya, malaikat-malaikat-Nya didapati-Nya  tersesat&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;[4]Drs. Abu Baiquni, Dra. Arni Fauziana,  Kamus Istilah Agama Islam, Penerbit Arkola, Surabaya, 1995, hal. 16&lt;/span&gt;  &lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;[5]Dja&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts10&quot;&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;far Amir, Ilmu Tauhid, Penerbit AB. Sitti Sjamsijah, Solo, 1965,  hal. 39&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;[6]Dalimi Lubis, Alam Barzakh (Alam Kubur),  Ghalia Indonesia, 1981, hal. 188&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;[7]K.H. Qamaruddin  Shaleh, H.A.A. Dahlan, Drs. M.D. Dahlan Asbabun Nuzul Latar belakang historis  turunnya ayat-ayat alQur&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts10&quot;&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;an  cetakan ke-2 Penerbit CV. Diponegoro Bandung 1975&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;[8]A. Hassan, Tafsir al-Furqon, Pustaka Tamaam, Bangil, 1986, hal.  1219&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;[9]Majalah Gatra, Nomor 42/IV, Imam Mahdi,  Maryam, dan Jibril, Menyatu Dalam Tubuh Lia Aminuddin, 5 September 1998  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Wassalam,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ogiexslasher.blogspot.com/2011/07/malaikat.html</link><author>noreply@blogger.com (mbah ogiex)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4640816974857799573.post-4045909462640700225</guid><pubDate>Tue, 21 Jun 2011 09:27:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-06-21T16:28:42.182+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Al Hadid</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">besi</category><title>Besi, Alquran Surat ke-57</title><description>&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-indent: 0.4in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Memang aneh, tampaknya, dalam pelajaran  teologi, nama salah satu elemen kimia dalam tabel periodik, yaitu besi (Fe =&lt;i&gt;  ferrum&lt;/i&gt;) bisa menjadi salah satu judul surat dalam kitab suci agama. Tetapi  itulah al-Qur&#39;an. Sehingga pertanyaan bagi orang awam tentunya, karakter apa  yang menarik pada surat ini? Lalu, mengapa besi dijadikan salah satu nama surat  dalam al-Qur&#39;an? Bukankah emas, misalnya, lebih berharga?&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-indent: 0.4in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Surat ini turun di antara masa-masa Perang  Uhud, pada awal terbentuknya Negara Islam di Medinah. Oleh karena itu, bisa  dipahami jika cukup banyak ayat yang memerintahkan pembaca untuk menafkahkan  harta bagi kepentingan umum. Nama surat terambil dari kalimat &lt;i&gt;wa  anzalnal-hadida&lt;/i&gt;, ayat 25.&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=4640816974857799573&amp;amp;postID=4045909462640700225&quot; name=&quot;1&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4640816974857799573&quot; name=&quot;1&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;1&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt; Ayat seperti ini, menurut pandangan Malik Ben Nabi, laksana  &quot;kilauan anak panah&quot; yang menarik perhatian bagi kaum ber­akal; yang diselipkan  di antara pelajaran-pelajaran yang menyangkut ketuhanan.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-left: 0.4in; margin-top: 0px;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;b&gt;&quot; Sesungguhnya Kami telah mengutus  rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan  bersama mereka al-Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan  keadilan. Dan Kami ciptakan/turunkan besi yang padanya terdapat kekuatan yang  hebat dan berbagai manfaat bagi manusia (supaya mereka mempergunakan besi itu),  dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)-Nya dan rasul-rasul-Nya  padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Mahakuat lagi Maha Perkasa.&quot;  &lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;color: green;&quot;&gt;&lt;b&gt;(al-Hadid 57: 25).&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-indent: 0.4in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Karakter pertama yang menarik perhatian  adalah banyak penafsir menghindari terjemahan &lt;i&gt;wa ansalnal-hadida&lt;/i&gt; dengan  &quot;Kami ciptakan besi&quot;, padahal secara intrinksik seharusnya. &quot;Kami turunkan  besi&quot;, sebagaimana terjemahan &quot;Kami turun­kan bersama mereka al-Kitab dan mizan  (keadilan, keseimbangan, keselarasan, kesepadanan)&quot;. Mengapa demikian? Karena  dalam bayangan mufasir klasik, bagaimana caranya besi diturunkan dari langit?  Apakah dijatuhkan begitu saja?&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-indent: 0.4in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Namun seiring dengan perkembangan waktu,  pengetahuan manusia bertambah. Ilmuwan seperti Profesor Armstrong dari NASA atau  Mohamed Asadi berpandangan bahwa &quot;memang besi diturunkan dari langit&quot;.&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=4640816974857799573&amp;amp;postID=4045909462640700225&quot; name=&quot;2&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4640816974857799573&quot; name=&quot;2&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;2&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-indent: 0.4in;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-indent: 0.4in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Sains memberikan informasi kepada kita  bahwa besi termasuk logam berat tidak dapat dihasilkan oleh bumi  sendiri.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-indent: 0.4in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Energi sistem tata surya kita tidak cukup  untuk memproduksi elemen besi. Perkiraan paling baik, energi yang dibutuhkan  adalah empat kali energi sistem matahari kita,&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=4640816974857799573&amp;amp;postID=4045909462640700225&quot; name=&quot;3&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4640816974857799573&quot; name=&quot;3&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;3&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt; dengan demikian besi  hanya dapat dihasilkan oleh suatu bintang yang jauh lebih besar daripada  matahari, dengan suhu ratusan juta derajat Celsius. Kemudian meledak dahsyat  sebagai nova atau supernova, dan hasilnya menyebar di angkasa sebagai meteorit  yang mengandung besi, melayang di angkasa sampai tertarik oleh gravitasi bumi,  di awal terbentuknya bumi miliaran tahun yang lalu.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-indent: 0.4in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Karakter kedua, ketika menjelaskan besi  &quot;memberikan kekuatan yang hebat&quot; barangkali pembaca membayangkan sen­jata  pemusnah sekelas ICBM, &lt;i&gt;Intercontinental Ballistic Missile &lt;/i&gt;(peluru kendali  antarbenua) atau senjata pemusnah massal seperti senjata kimia. Tetapi bukan  hanya iht. Nikmat yang paling besar yang diberikan Tuhan kepada umat manusia  adalah &quot;desain bumi&quot;. Bumi dan isinya dilindungi oleh Sabuk Van Allen yang  membungkus bumi seolah-olah perisai berbentuk medan elektromagnetik berenergi  tinggi. Perisai dengan &quot;ke­kuatan hebat&quot; ini tidak dimiliki oleh planet-planet  lain.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-indent: 0.4in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Sabuk radiasi yang membentuk energi  tinggi, terdiri dari proton dan elektron, mengelilingi ribuan kilometer di alas  bumi, diberi nama Sabuk Van Allen. Sabuk ini melindungi bumi dan isinya dari  ledakan dahsyat energi matahari yang terjadi setiap 11 tahun sekali yang disebut  solar &lt;i&gt;flares&lt;/i&gt;.&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=4640816974857799573&amp;amp;postID=4045909462640700225&quot; name=&quot;4&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4640816974857799573&quot; name=&quot;4&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;4&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt; Ledakan dahsyat ini bila tidak ditahan di angkasa dapat  meluluh-lantakkan semua kehidupan di bumi, dengan kekuatan setara 100 juta bom  atom Hiroshima. Perlindungan juga didapatkan dari serangan badai kosmis yang  membahayakan umat manusia. Bagaimana sabuk perisai ini terbentuk? Sabuk ini  terbentuk dari inti bumi yang besar, yaitu terdiri dari besi dan nikel. Keduanya  membentuk medan magnet yang besar, yang tidak dimiliki oleh planet lain, kecuali  planet Merkurius, dengan radiasi yang lebih lemah.&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=4640816974857799573&amp;amp;postID=4045909462640700225&quot; name=&quot;5&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4640816974857799573&quot; name=&quot;5&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;5&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-indent: 0.4in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Barangkali kita sekarang paham mengapa  besi menempati salah satu judul surat di dalam al-Qur&#39;an. Inti besi dan nikel  &quot;melindungi makhluk bumi&quot; berupa perisai elektromagnetik dengan &quot;kekuatan yang  hebat&quot;. Namun yang terpenting, al­Qur&#39;an ingin menunjukkan kepada pembaca bahwa  besi tidak dapat diproduksi di bumi. Oleh karena itu, ia langsung ditu­runkan  dari langit untuk dimanfaatkan oleh manusia sesuai dengan ayat 25.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-indent: 0.4in;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-indent: 0.4in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Harap pembaca juga memperhatikan  kodetifikasi di alam raya, &lt;i&gt;solar flares&lt;/i&gt; terjadi &lt;b&gt;11&lt;/b&gt; tahun sekali.  Metonic cycle &lt;b&gt;19&lt;/b&gt; tahun sekali, komet Halley rata-rata &lt;b&gt;76&lt;/b&gt; tahun  sekali mendekati bumi, penyesuaian Kalender Lunar mengikuti siklus &lt;b&gt;11&lt;/b&gt;  tahun dan &lt;b&gt;19&lt;/b&gt; tahun.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: olive;&quot;&gt;Elemen Berat Besi, Fe-57&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-indent: 0.4in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Karakter ketiga berhubungan dengan elemen  kimia dalam tabel periodik. Kita tidak mungkin menafsirkan Surat Besi tanpa  &quot;membedah&quot; elemen kimia besi berikut karakterisistiknya, yang berhubungan dengan  kata al- hadid. Tanpa mengenal sifat­sifat besi, pembaca tidak akan mengetahui  &quot;keindahan&quot; Surat Besi ini, yang diletakkan pada nomor &lt;b&gt;57&lt;/b&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-indent: 0.4in;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-indent: 0.4in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Nilai kata atau al-jumal al-hadid adalah  57. Terdiri dari a! (31) dan hadid (26). Tabel al-jumal bisa dilihat pada  &lt;b&gt;Tabe15.4.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Alif = 1, Lam = 30, &lt;b&gt;Ha&lt;/b&gt;&#39; = 8, Dal= 4, Ya&#39; = 10, Dal = 41 + 30 +  8 + 4 + 10 + 4 = 31 + 26 = 57.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px;&quot;&gt;&lt;i&gt;Fakta Pertama&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-indent: 0.4in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Fakta menunjukkan bahwa besi atau al-hadid  mempunyai nilai (al-juntal) 57, sama dengan nomor suratnya, atau (19 x 3).  Kelipatan 19 dengan koefisien angka 3.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-indent: 0.4in;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-indent: 0.4in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Besi, menurut Peter Van Krogt ahli  elementimologi, telah lama digunakan sejak zaman prasejarah, 7 generasi sejak  Adam as. Besi adalah salah satu elemen berat, dengan simbol Fe, atau  &lt;i&gt;ferrum&lt;/i&gt;, yang berarti &quot;elemen suci&quot; dari kata Iren (Anglo-Saxon). Diberi  nama &lt;i&gt;ferrum&lt;/i&gt;, ketika pemerintahan Romawi, kaisar Roma yang bernama Marcus  Aurelius dan Commodus menghubung­kan dengan mitos Planet Mars. Ilmu kimia modern  mengatakan bahwa besi atau Fe ini mempunyai 8 isotop, di mana hanya 4 isotop  saja yang stabil, yaitu dengan simbol Fe-54, Fe-56, Fe-57, dan Fe-58 &lt;b&gt;(lihat  Tabel 9.1).&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-indent: 0.4in;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: olive;&quot;&gt;TABEL 9.1&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-indent: 0.4in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: olive;&quot;&gt;ISOTOP BESI&lt;/span&gt; &lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=4640816974857799573&amp;amp;postID=4045909462640700225&quot; name=&quot;7&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4640816974857799573&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;7&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;center&gt; &lt;table border=&quot;1&quot; bordercolor=&quot;#ffffff&quot; cellspacing=&quot;1&quot; style=&quot;border-collapse: collapse; width: 400px;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td align=&quot;middle&quot; bgcolor=&quot;#bfbf9d&quot; style=&quot;padding-bottom: 0in; padding-left: 0in; padding-right: 0in; padding-top: 0in;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; word-spacing: 1px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Isotop&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td bgcolor=&quot;#bfbf9d&quot; style=&quot;padding-bottom: 0in; padding-left: 0in; padding-right: 0in; padding-top: 0in;&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; word-spacing: 1px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Waktu Paruh&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align=&quot;middle&quot; bgcolor=&quot;#bfbf9d&quot; style=&quot;padding-bottom: 0in; padding-left: 0in; padding-right: 0in; padding-top: 0in;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; word-spacing: 1px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Isotop&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align=&quot;middle&quot; bgcolor=&quot;#bfbf9d&quot; style=&quot;padding-bottom: 0in; padding-left: 0in; padding-right: 0in; padding-top: 0in;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; word-spacing: 1px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Waktu Paruh&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td align=&quot;middle&quot; style=&quot;padding-bottom: 0in; padding-left: 0in; padding-right: 0in; padding-top: 0in;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; word-spacing: 1px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Fe-.52&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style=&quot;padding-bottom: 0in; padding-left: 0in; padding-right: 0in; padding-top: 0in;&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; word-spacing: 1px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;8.3 jam&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align=&quot;middle&quot; style=&quot;padding-bottom: 0in; padding-left: 0in; padding-right: 0in; padding-top: 0in;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; word-spacing: 1px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;FP-57&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align=&quot;middle&quot; style=&quot;padding-bottom: 0in; padding-left: 0in; padding-right: 0in; padding-top: 0in;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; word-spacing: 1px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Stabil&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td align=&quot;middle&quot; bgcolor=&quot;#bfbf9d&quot; style=&quot;padding-bottom: 0in; padding-left: 0in; padding-right: 0in; padding-top: 0in;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; word-spacing: 1px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Fe-54&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td bgcolor=&quot;#bfbf9d&quot; style=&quot;padding-bottom: 0in; padding-left: 0in; padding-right: 0in; padding-top: 0in;&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; word-spacing: 1px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Stabil&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align=&quot;middle&quot; bgcolor=&quot;#bfbf9d&quot; style=&quot;padding-bottom: 0in; padding-left: 0in; padding-right: 0in; padding-top: 0in;&quot;&gt;&lt;div align=&quot;right&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify; word-spacing: 1px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Fe-58&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align=&quot;middle&quot; bgcolor=&quot;#bfbf9d&quot; style=&quot;padding-bottom: 0in; padding-left: 0in; padding-right: 0in; padding-top: 0in;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; word-spacing: 1px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Stabil&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td align=&quot;middle&quot; style=&quot;padding-bottom: 0in; padding-left: 0in; padding-right: 0in; padding-top: 0in;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; word-spacing: 1px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Fe-55&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style=&quot;padding-bottom: 0in; padding-left: 0in; padding-right: 0in; padding-top: 0in;&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; word-spacing: 1px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;2.7 tahun&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align=&quot;middle&quot; style=&quot;padding-bottom: 0in; padding-left: 0in; padding-right: 0in; padding-top: 0in;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; word-spacing: 1px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Fe-59&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align=&quot;middle&quot; style=&quot;padding-bottom: 0in; padding-left: 0in; padding-right: 0in; padding-top: 0in;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; word-spacing: 1px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;54.5 hari&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; &lt;td align=&quot;middle&quot; bgcolor=&quot;#bfbf9d&quot; style=&quot;padding-bottom: 0in; padding-left: 0in; padding-right: 0in; padding-top: 0in;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; word-spacing: 1px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Fe-56&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td bgcolor=&quot;#bfbf9d&quot; style=&quot;padding-bottom: 0in; padding-left: 0in; padding-right: 0in; padding-top: 0in;&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; word-spacing: 1px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Stabil&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align=&quot;middle&quot; bgcolor=&quot;#bfbf9d&quot; style=&quot;padding-bottom: 0in; padding-left: 0in; padding-right: 0in; padding-top: 0in;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; word-spacing: 1px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Fe-60&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align=&quot;middle&quot; bgcolor=&quot;#bfbf9d&quot; style=&quot;padding-bottom: 0in; padding-left: 0in; padding-right: 0in; padding-top: 0in;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; word-spacing: 1px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;1.500.000  tahun&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/center&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-indent: 0.4in;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-indent: 0.4in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Besi mempunyai nomor atom 26, posisinya  terletak di tengah-tengah tabel periodik.&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=4640816974857799573&amp;amp;postID=4045909462640700225&quot; name=&quot;6&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4640816974857799573&quot; name=&quot;6&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;6&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;. Sedangkan Fe-57,  salah satu isotop besi yang stabil mempunyai &lt;b&gt;31&lt;/b&gt; neutron. Ini berbeda  dengan isotop stabil lainnya, misalnya Fe-56 mempunyai 30 neutron dan Fe-58  mempunyai 32 neutron. Fe-57 juga diketahui mempunyai &quot;ionisasi energi&quot; tingkat  ke-3, sebesar 2957 jk/mol (dibulatkan)&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=4640816974857799573&amp;amp;postID=4045909462640700225&quot; name=&quot;8&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4640816974857799573&quot; name=&quot;8&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;8&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;, energi yang keluar  untuk mengubah status Fe&lt;sup&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;+2&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt; ke Fe&lt;sup&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;+3&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;. Besi sendiri mempunyai  4 tingkatan energi--itulah mengapa hanya 4 isotop saja yang stabil. Terakhir  yang tidak kalah penting, Fe-57 jdga diketahui mempunyai massa atom sebesar  56,9354.&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=4640816974857799573&amp;amp;postID=4045909462640700225&quot; name=&quot;9&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4640816974857799573&quot; name=&quot;9&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: red; font-family: Arial;&quot;&gt;9&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; word-spacing: 1px;&quot;&gt;&lt;i&gt;Fakta Kedua&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; word-spacing: 1px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Begitu kita mengenal  karakterisitik besi, kita mendapat gambaran banyak hal, misalnya:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; &lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-align: left; word-spacing: 1px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Salah satu isotop besi yang stabil,  Fe-57, mempunyai nomor simbol sama dengan nomor Surat al-Hadid, dan  &lt;i&gt;al-jumal&lt;/i&gt; dari &lt;i&gt;al-hadid&lt;/i&gt; adalah 57 juga.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt; &lt;div align=&quot;left&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; word-spacing: 1px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Besi mempunyai nomor atom 26,  ditunjukkan oleh &lt;i&gt;al-jumal&lt;/i&gt; kafa &lt;i&gt;hadid.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt; &lt;div align=&quot;left&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; word-spacing: 1px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;i&gt;Fe-57&lt;/i&gt; mempunyi  elektron &lt;b&gt;31&lt;/b&gt; buah, ditunjukkan oleh al­jumal dari kata &lt;i&gt;&quot;al&quot;&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt; &lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-align: left; word-spacing: 1px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Koefisien 3, dari (&lt;b&gt;19&lt;/b&gt; x 3),  ditunjukkan dengan ionisasi ting­kat energi ke-3 yang dilepas sebesar 2957  jk/mol. Surat al­Hadid mempunyai ayat berjumlah 29 buah atau kodetifikasi  &lt;b&gt;2957.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt; &lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-align: left; word-spacing: 1px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Peneliti al-Qur&#39;an dari kelompok Fakir  60 di Amerika Seri­kat menjelaskan bahwa banyaknya kata dalam surat ini  seluruhnya adalah 574 kata, sedangkan banyaknya kata dari awal surat sampai  dengan ayat ke-25 (kata pertama) adalah 451. Bilangan 574 menunjukkan &quot;Fe-57  adalah salah satu isotop yang stabil dari 4 isotop yang ada&quot; atau berarti juga  &quot;yang mempunyai 4 tingkatan energi&quot;.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt; &lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-align: left; word-spacing: 1px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Bilangan 451, banyaknya kata, adalah  jumlah bilangan no­mor simbol kedelapan isotop besi: Fe-52, Fe-54, Fe-55, Fe­56,  Fe-57, Fe-58, Fe-58, sampai Fe-60; yaitu 52 + 54 + 55 + 56 + 57+ 58 + 59 + 60 =  451.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt; &lt;div align=&quot;left&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; word-spacing: 1px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Enkripsi pada keempat isotop  stabil, Fe-54, Fe-56, Fe-57, dan Fe-58 merupakan kelipatan 19 atau: 54565758 =  &lt;b&gt;19&lt;/b&gt; x 2871882&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt; &lt;div align=&quot;left&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; word-spacing: 1px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Demikian juga massa atom  Fe-57, 56.9354 adalah: 569354 = &lt;b&gt;19&lt;/b&gt; x 29966&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt; &lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-align: left; word-spacing: 1px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Bukan suatu kebetulan, jika  nomor surat dan nomor ayat besi (QS 57: 25) ditunjukkan dengan angka  19.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5+7+2+5=&lt;b&gt;19&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Bukan pula suatu kebetulan jika Surat Besi  diletakkan di tengah-tengah al-Qur&#39;an, sebagaimana elemen besi nomor 26 terletak  di tengah-tengah tabel periodik.&lt;/span&gt;  &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Dari sisi matematika, angka 57 clan 29 tergolong  ajaib ka­rena angka-angka tersebut merupakan:&lt;/span&gt;  &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;57x29= 1 + 2 + 3 + 4 + 5 + 6 +...+ 57 atau  (&lt;b&gt;19&lt;/b&gt; x 87)&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-indent: 0.4in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Kata &quot;besi&quot; dalam al-Qur&#39;an disebut 9 kali  dalam 6 ayat yang berbeda&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=4640816974857799573&amp;amp;postID=4045909462640700225&quot; name=&quot;10&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4640816974857799573&quot; name=&quot;10&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;10&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;. Barangkali salah satu keterangan yang menarik dari hal yang  menarik lainnya adalah keterangan yang berhu­bungan dengan &quot;rahasia&quot; Dzulkarnain  pada Surat al-Kahfi (18:96), yang berarti &quot;gua°. Ayat tersebut berkisah tentang  &quot;pin­tu besi&quot; yang dibangun oleh Dzulkarnain &quot;di antara kedua pun­cak gunung&quot;.  Suatu saat akan hancur, ketika kiamat telah dekat. Tanda-tanda kiamat ini  menarik perhatian ilmuwan Barat clan juga Winston Churchill, PM Inggris pada  tahun 1940-an. Perha­tian para ahli arkeologi Muslim terletak pada karakter  siapa yang pas untuk Dzulkarnain dalam sejarah? Apakah Raja dari Macedonia  (tafsir Yusuf Ali dan Prof. Dr. H. Mahmud Yunus mengatakan Iskandar Dzulkarnain  dari Macedonia, sehingga mengundang kritikan ahli sejarah, karena tidak pas&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=4640816974857799573&amp;amp;postID=4045909462640700225&quot; name=&quot;11&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4640816974857799573&quot; name=&quot;11&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;11&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;), Alexander Agung, ataukah Cyrius Kaisar dari Persia? Sedangkan  perhatian Churchill, karena ramalan &quot;perang besar yang akan terjadi&quot; sebelum  dunia kiamat, sebagian tercatat dalam Kitab Mulia al-Qur&#39;an&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=4640816974857799573&amp;amp;postID=4045909462640700225&quot; name=&quot;12&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4640816974857799573&quot; name=&quot;12&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;12&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;, dengan versi lain jika dibandingkan dengan Bibel. Lalu siapakah  &lt;i&gt;Gog&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;Magog&lt;/i&gt; (versi Barat), apakah kaum Kulit Kuning (Oriental),  Hindu, animis, atau Komunis Rusia? Sedangkan al-Qur&#39;an menyebutnya bangsa Ya&#39;juj  dan Ma&#39;juj (al-Kahfi [181:94)? Belum diketahui pasti siapa mereka. Indikasi masa  depan, ada berbagai kemungkinan. Namun, satu hal, tampaknya para arkeolog telah  menemukan &quot;Pintu Besi&quot; yang dimaksud oleh al-Qur&#39;an di Derbent, termasuk dalam  wilayah Uni Sovyet dahulu&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=4640816974857799573&amp;amp;postID=4045909462640700225&quot; name=&quot;13&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4640816974857799573&quot; name=&quot;13&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;13&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;, seperti tercantum dalam Encyclopedia Columbia, walaupun  masih diperdebatkan di kalangan sejarawan modern, siapa sebenarnya yang  membangun pintu besi tersebut, Alexander Agung ataukah Cyrius?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-indent: 0.4in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Encyclopedia Columbia edisi ke-6, mencatat  bahwa Derbent ditemukan pada tahun 438 oleh bangsa Persia sebagai pertahan­an  yang strategis di Pintu Besi. Benteng tersebut masih ada clan diberi nama Tembok  Kaukasia (Caucasian Wall) juga disebut Tembok Alexander. Dibangun oleh bangsa  Persia (yang menemukannya) pada abad ke-6, untuk menahan serangan  pendatang-pendatang dari daerah Utara.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-indent: 0.4in;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot; style=&quot;margin-bottom: 0px; margin-top: 0px; text-indent: 0.4in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Dengan demikian, Surat Besi ini  menunjukkan keistimewaannya dengan berbagai cara, di antaranya adalah besi  diturunkan secara intrinksik dari langit melalui meteorit pada awal terbentuknya  bumi, miliaran tahun yang lalu. Besi diketahui mempunyai kekuatan yang dahsyat:  inti besi dan nikel membentuk perisai medan magnet bumi dengan energi yang luar  biasa untuk menahan &lt;i&gt;solar flares&lt;/i&gt; dan badai magnetik angkasa. Sedangkan  nomor surat 57 sama dengan &lt;i&gt;al-jumal&lt;/i&gt; dari &lt;i&gt;al-hadid&lt;/i&gt; (57). Surat ini  juga memperlihatkan karakter Fe-57, salah satu isotop besi yang stabil. Selain  itu, ditunjukkan dengan kodetifikasi nomor atom (26) dan jumlah elektron (31)  yang mengelilingi inti atom besi. Kodetifikasi surat dan ayat juga ditunjuk­kan  dengan jumlah digit nomor surat dan ayat besi (al-Hadid 57: 25), yaitu bilangan&#39;  19. Ramalan atau &lt;i&gt;prophecy&lt;/i&gt;: Besi atau Pintu Besi Dzulkarnain diisyaratkan  berhubungan dengan salah satu tanda datangnya kiamat - hancur secara fisik -  ketika bangsa yang dinamakan Ya&#39;juj dan Ma&#39;juj menimbulkan keru­sakan di  bumi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ogiexslasher.blogspot.com/2011/06/besi-alquran-surat-ke-57.html</link><author>noreply@blogger.com (mbah ogiex)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4640816974857799573.post-925746381194736010</guid><pubDate>Tue, 14 Jun 2011 08:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-06-14T15:02:50.502+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">al-quran</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Iptek</category><title>AL-QUR&#39;AN, INDUK DARI ILMU PENGETAHUAN</title><description>&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Al-Qur&#39;an, &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;yang diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi  Muhammad SAW secara &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;lisan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt; dan  berangsur-angsur antara tahun 610 hingga 632 M atau selama kira-kira 22 tahun,  dimana pada masa itu umat manusia khususnya orang-orang Mekah dan Madinah masih  dalam kegelapan dan buta huruf, telah membuktikan kebenaran wahyunya melalui  konsistensinya dan kesesuaiannya dengan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek)  yang ditemukan umat manusia pada masa jauh setelah Muhammad.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbagai  contoh di bawah ini, menunjukkan bukti-bukti kebenaran wahyu Al-Qur&#39;an yang  diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW tanpa bisa dibantah.&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;letter-spacing: 1px;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: blue; font-family: Arial;&quot;&gt;1. Kemenangan Bizantium.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;letter-spacing: 1px;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Penggalan berita lain yang disampaikan Al  Qur&#39;an tentang peristiwa masa depan ditemukan dalam ayat pertama Surat Ar Ruum,  yang merujuk pada Kekaisaran Bizantium, wilayah timur Kekaisaran Romawi. Dalam  ayat-ayat ini, disebutkan bahwa Kekaisaran Bizantium telah mengalami kekalahan  besar, tetapi akan segera memperoleh kemenangan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&quot;Alif, Lam, Mim. Telah  dikalahkan bangsa Romawi, di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan  itu akan menang, dalam beberapa tahun (lagi). Bagi Allah-lah urusan sebelum dan  sesudah (mereka menang).&quot; (Al Qur&#39;an, 30:1-4)&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Ayat-ayat ini diturunkan kira-kira pada tahun  620 Masehi, hampir tujuh tahun setelah kekalahan hebat Bizantium Kristen di  tangan bangsa Persia, ketika Bizantium kehilangan Yerusalem. Kemudian  diriwayatkan dalam ayat ini bahwa Bizantium dalam waktu dekat menang. Padahal,  Bizantium waktu itu telah menderita kekalahan sedemikian hebat hingga nampaknya  mustahil baginya untuk mempertahankan keberadaannya sekalipun, apalagi merebut  kemenangan kembali. Tidak hanya bangsa Persia, tapi juga bangsa Avar, Slavia,  dan Lombard menjadi ancaman serius bagi Kekaisaran Bizantium. Bangsa Avar telah  datang hingga mencapai dinding batas Konstantinopel. Kaisar Bizantium,  Heraklius, telah memerintahkan agar emas dan perak yang ada di dalam gereja  dilebur dan dijadikan uang untuk membiayai pasukan perang. Banyak gubernur  memberontak melawan Kaisar Heraklius dan dan Kekaisaran tersebut berada pada  titik keruntuhan. Mesopotamia, Cilicia, Syria, Palestina, Mesir dan Armenia,  yang semula dikuasai oleh Bizantium, diserbu oleh bangsa Persia. (Warren  Treadgold, A History of the Byzantine State and Society, Stanford University  Press, 1997, s. 287-299.)&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pendek kata, setiap orang menyangka  Kekaisaran Bizantium akan runtuh. Tetapi tepat di saat seperti itu, ayat pertama  Surat Ar Ruum diturunkan dan mengumumkan bahwa Bizantium akan mendapatkan  kemenangan dalam beberapa+tahun lagi. Kemenangan ini tampak sedemikian mustahil  sehingga kaum musyrikin Arab menjadikan ayat ini sebagai bahan cemoohan. Mereka  berkeyakinan bahwa kemenangan yang diberitakan Al Qur&#39;an takkan pernah menjadi  kenyataan.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekitar tujuh tahun setelah diturunkannya ayat pertama  Surat Ar Ruum tersebut, pada Desember 627 Masehi, perang penentu antara  Kekaisaran Bizantium dan Persia terjadi di Nineveh. Dan kali ini, pasukan  Bizantium secara mengejutkan mengalahkan pasukan Persia. Beberapa bulan  kemudian, bangsa Persia harus membuat perjanjian dengan Bizantium, yang  mewajibkan mereka untuk mengembalikan wilayah yang mereka ambil dari Bizantium.  (Warren Treadgold, A History of the Byzantine State and Society, Stanford  University Press, 1997, s. 287-299.)&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya, &quot;kemenangan bangsa  Romawi&quot; yang diumumkan oleh Allah dalam Al Qur&#39;an, secara ajaib menjadi  kenyataan.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keajaiban lain yang diungkapkan dalam ayat ini adalah  pengumuman tentang fakta geografis yang tak dapat ditemukan oleh seorangpun di  masa itu.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam ayat ketiga Surat Ar Ruum, diberitakan bahwa Romawi  telah dikalahkan di daerah paling rendah di bumi ini. Ungkapan &quot;Adnal Ardli&quot;  dalam bahasa Arab, diartikan sebagai &quot;tempat yang dekat&quot; dalam banyak  terjemahan. Namun ini bukanlah makna harfiah dari kalimat tersebut, tetapi lebih  berupa penafsiran atasnya. Kata &quot;Adna&quot; dalam bahasa Arab diambil dari kata  &quot;Dani&quot;, yang berarti &quot;rendah&quot; dan &quot;Ardl&quot; yang berarti &quot;bumi&quot;. Karena itu,  ungkapan &quot;Adnal Ardli&quot; berarti &quot;tempat paling rendah di bumi&quot;.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang  paling menarik, tahap-tahap penting dalam peperangan antara Kekaisaran Bizantium  dan Persia, ketika Bizantium dikalahkan dan kehilangan Jerusalem, benar-benar  terjadi di titik paling rendah di bumi. Wilayah yang dimaksudkan ini adalah  cekungan Laut Mati, yang terletak di titik pertemuan wilayah yang dimiliki oleh  Syria, Palestina, dan Jordania. &quot;Laut Mati&quot;, terletak 395 meter di bawah  permukaan laut, adalah daerah paling rendah di bumi.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini berarti bahwa  Bizantium dikalahkan di bagian paling rendah di bumi, persis seperti dikemukakan  dalam ayat ini.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal paling menarik dalam fakta ini adalah bahwa  ketinggian Laut Mati hanya mampu diukur dengan teknik pengukuran modern.  Sebelumnya, mustahil bagi siapapun untuk mengetahui bahwasannya ini adalah  wilayah terendah di permukaan bumi. Namun, dalam Al Qur&#39;an, daerah ini  dinyatakan sebagai titik paling rendah di atas bumi. Demikianlah, ini memberikan  bukti bahwa Al Qur&#39;an adalah wahyu Ilahi.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;letter-spacing: 1px;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: blue; font-family: Arial;&quot;&gt;2. Kebohongan Alkitab secara umum.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: blue; font-family: Arial;&quot;&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;letter-spacing: 1px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Website ini dibuat justru untuk  mengungkap berbagai jenis kebohongan Alkitab/Bibel sebagaimana dinyatakan oleh  Allah dalam Al-Qur&#39;an berikut ini:&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&quot;Apakah kamu masih mengharapkan mereka (Yahudi &amp;amp; Kristen)  akan percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka mendengar Firman Allah,  lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui?&quot;  (QS. 2:75)&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang (Yahudi  &amp;amp; Kristen) yang menulis Alkitab dengan tangan mereka sendiri, lalu  dikatakannya: &#39;Ini dari Allah&#39;, untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan  perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang  ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat  dari apa yang mereka kerjakan.&quot; (QS. 2:79)&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Orang-orang (Yahudi &amp;amp;  Kristen) yang telah Kami beri Al Kitab mengenal Muhammad seperti mereka mengenal  anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebahagian di antara mereka  menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui.&quot; (QS. 2:146)&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Dan  mereka tidak menghormati Allah dengan penghormatan yang semestinya di kala  mereka berkata: &#39;Allah tidak menurunkan sesuatu pun kepada manusia&#39;. Katakanlah:  &#39;Siapakah yang menurunkan kitab (Taurat) yang dibawa oleh Musa sebagai cahaya  dan petunjuk bagi manusia, kamu jadikan kitab itu lembaran-lembaran kertas yang  bercerai-berai, kamu perlihatkan (sebagiannya) dan kamu sembunyikan sebagian  besarnya, padahal telah diajarkan kepadamu apa yang kamu dan bapak-bapak kamu  tidak mengetahui(nya)?&#39; Katakanlah: &#39;Allah-lah (yang menurunkannya)&#39;, kemudian  (sesudah kamu menyampaikan Al Qur&#39;an kepada mereka), biarkanlah mereka  bermain-main dalam kesesatannya.&quot; (QS. 6:91)&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan lain sebagainya.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;letter-spacing: 1px;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: blue; font-family: Arial;&quot;&gt;3.  Kemenangan di Khaibar dan Mekah.&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;letter-spacing: 1px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Sisi keajaiban lain dari Al Qur&#39;an adalah ia  memberitakan terlebih dahulu sejumlah peristiwa yang akan terjadi di masa  mendatang. Ayat ke-27 dari surat Al Fath, misalnya, memberi kabar gembira kepada  orang-orang yang beriman bahwa mereka akan menaklukkan Mekah, yang saat itu  dikuasai kaum penyembah berhala:&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&quot;Sesungguhnya Allah akan  membuktikan kepada Rosul-Nya tentang kebenaran mimpinya dengan sebenarnya  (yaitu) bahwa sesungguhnya kamu pasti akan memasuki Masjidil Haram, insya Allah  dalam keadaan aman, dengan mencukur rambut kepala dan mengguntingnya, sedang  kamu tidak merasa takut. Maka Allah mengetahui apa yang tiada kamu ketahui, dan  Dia memberikan sebelum itu kemenangan yang dekat.&quot; (Al Qur&#39;an, 48:27)&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Ketika kita lihat lebih dekat lagi, ayat  tersebut terlihat mengumumkan adanya kemenangan lain yang akan terjadi sebelum  kemenangan Mekah. Sesungguhnya, sebagaimana dikemukakan dalam ayat tersebut,  kaum mukmin terlebih dahulu menaklukkan Benteng Khaibar, yang berada di bawah  kendali Yahudi, dan kemudian memasuki Mekah dengan aman.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemberitaan  tentang peristiwa-peristiwa yang akan terjadi di masa depan hanyalah salah satu  di antara sekian hikmah yang terkandung dalam Al Qur&#39;an. Ini juga merupakan  bukti akan kenyataan bahwa Al Qur&#39;an adalah kalam Allah, Yang pengetahuan-Nya  tak terbatas.&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;letter-spacing: 1px;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: blue; font-family: Arial;&quot;&gt;4.  Ditemukannya jasad Fir&#39;aun.&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;letter-spacing: 1px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&quot;Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu (Fir&#39;aun) supaya kamu  dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya  kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami.&quot; (QS. 10:92)&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Pada waktu&amp;nbsp; Qur-an&amp;nbsp; disampaikan&amp;nbsp; kepada&amp;nbsp;  manusia&amp;nbsp; oleh&amp;nbsp; Nabi Muhammad,&amp;nbsp; semua&amp;nbsp; jenazah&amp;nbsp; Fir&#39;aun-Fir&#39;aun yang disangka ada  hubungannya dengan Exodus oleh manusia&amp;nbsp; modern&amp;nbsp; terdapat&amp;nbsp; di kuburan-kuburan&amp;nbsp;  kuno di lembah raja-raja (Wadi al Muluk) di Thebes, di seberang&amp;nbsp; Nil&amp;nbsp; di&amp;nbsp; kota&amp;nbsp;  Luxor.&amp;nbsp; Pada&amp;nbsp; waktu&amp;nbsp; itu manusia&amp;nbsp;&amp;nbsp; tak&amp;nbsp; mengetahui&amp;nbsp; apa-apa&amp;nbsp; tentang&amp;nbsp; adanya&amp;nbsp;  kuburan tersebut. Baru pada abad 19 orang menemukannya seperti&amp;nbsp; yang dikatakan&amp;nbsp;  oleh&amp;nbsp; Qur-an&amp;nbsp; jenazah&amp;nbsp; Fir&#39;aunnya Exodus selamat. Pada waktu ini jenazah  Fir&#39;aun&amp;nbsp; Exodus&amp;nbsp; disimpan&amp;nbsp; di&amp;nbsp; Museum Mesir&amp;nbsp; di&amp;nbsp; Cairo&amp;nbsp; di&amp;nbsp; ruang&amp;nbsp; mumia,&amp;nbsp; dan&amp;nbsp;  dapat dilihat oleh penziarah. Jadi hakekatnya&amp;nbsp; sangat&amp;nbsp; berbeda&amp;nbsp; dengan&amp;nbsp; legenda  yang&amp;nbsp; menertawakan&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; dilekatkan kepada Qur-an oleh ahli tafsir Injil, R.P.  Couroyer.&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;letter-spacing: 1px;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: blue; font-family: Arial;&quot;&gt;5. Madu adalah Obat.&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;letter-spacing: 1px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&quot;kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah  jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu ke luar  minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang  menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar  terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.&quot; (QS. 16:69)&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Tidak ada seorang pun yang membantah bahwa  madu lebah dapat dijadikan obat bagi manusia. Padahal, Al-Qur&#39;an diturunkan pada  abad ke-7 Masehi, dimana orang-orang pada waktu itu, khususnya di Jazirah Arab,  masih buta iptek.&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;letter-spacing: 1px;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: blue; font-family: Arial;&quot;&gt;6. Air susu  binatang, minuman yang lezat.&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;letter-spacing: 1px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&quot;Dan sesungguhnya pada binatang ternak itu benar-benar terdapat  pelajaran bagi kamu. Kami memberimu minum dari pada apa yang berada dalam  perutnya (berupa) susu yang bersih antara tahi dan darah, yang mudah ditelan  bagi orang-orang yang meminumnya.&quot; (QS. 16:66)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt; &lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Pada waktu  itu tidak ada seorang manusia pun di Jazirah Arab yang mengira bahwa air susu  ternak dapat diminum oleh manusia, bahkan menyehatkannya. Sekarang, air susu  ternak sudah menjadi santapan sehari-hari bagi manusia yang  menyukainya.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;letter-spacing: 1px;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: blue; font-family: Arial;&quot;&gt;7. Segala  yang hidup di muka bumi diciptakan dari air.&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;letter-spacing: 1px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&quot;Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya  langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami  pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup.  Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?&quot; (QS. 21:30)&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Pada  waktu ayat tersebut diturunkan, tidak ada yang berfikir kalau segala yang hidup  itu tercipta dari air. Sekarang, tidak ada seorang pakar pun yang membantah  bahwa segala yang hidup itu tercipta dari air. Air adalah materi pokok bagi  kehidupan setiap makhluk hidup.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&amp;nbsp;  &lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;letter-spacing: 1px;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: blue; font-family: Arial;&quot;&gt;8. Fenomena berpasang-pasangan atas segala sesuatu.&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;letter-spacing: 1px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Qur-an yang berulang-ulang menyebut&amp;nbsp; adanya&amp;nbsp; pasangan&amp;nbsp; dalam alam&amp;nbsp;  tumbuh-tumbuhan,&amp;nbsp; juga&amp;nbsp; menyebut adanya pasangan dalam rangka yang lebih umum,  dan dengan&amp;nbsp; batas-batas&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; tidak ditentukan.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&quot;Maha Suci Tuhan yang telah  menciptakan pasangan-pasangan semuanya baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi  dan dari diri mereka maupun dari apa-apa yang mereka tidak ketahui.&quot; (QS.  36:36)&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Kita dapat mengadakan hipotesa&amp;nbsp;  sebanyak-banyaknya&amp;nbsp; mengenai arti&amp;nbsp; hal-hal&amp;nbsp; yang manusia tidak mengetahui pada  zaman Nabi Muhammad. Hal-hal yang manusia tidak mengetahui itu termasuk di&amp;nbsp;  dalamnya susunan atau fungsi yang berpasangan baik dalam benda yang paling kecil  atau benda yang paling&amp;nbsp; besar,&amp;nbsp; baik dalam benda mati atau dalam benda hidup.  Yang penting adalah untuk mengingat pemikiran yang&amp;nbsp; dijelaskan&amp;nbsp; dalam&amp;nbsp; ayat&amp;nbsp; itu  secara&amp;nbsp; gamblang&amp;nbsp; dan&amp;nbsp; untuk&amp;nbsp; mengetahui&amp;nbsp; bahwa&amp;nbsp; kita&amp;nbsp; tidak menemukan  pertentangan dengan Sains masa ini.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun gagasan tentang &quot;pasangan&quot;  umumnya bermakna laki-laki dan perempuan, atau jantan dan betina, ungkapan  &quot;maupun dari apa yang tidak mereka ketahui&quot; dalam ayat di atas memiliki cakupan  yang lebih luas. Kini, cakupan makna lain dari ayat tersebut telah terungkap.  Ilmuwan Inggris, Paul Dirac, yang menyatakan bahwa materi diciptakan secara  berpasangan, dianugerahi Hadiah Nobel di bidang fisika pada tahun 1933. Penemuan  ini, yang disebut &quot;parité&quot;, menyatakan bahwa materi berpasangan dengan lawan  jenisnya: anti-materi. Anti-materi memiliki sifat-sifat yang berlawanan dengan  materi. Misalnya, berbeda dengan materi, elektron anti-materi bermuatan positif,  dan protonnya bermuatan negatif. Fakta ini dinyatakan dalam sebuah sumber ilmiah  sebagaimana berikut:&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;...setiap partikel memiliki anti-partikel dengan  muatan yang berlawanan ... dan hubungan ketidakpastian mengatakan kepada kita  bahwa penciptaan berpasangan dan pemusnahan berpasangan terjadi di dalam vakum  di setiap saat, di setiap tempat.&quot;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua ini menunjukkan bahwa unsur  besi tidak terbentuk di Bumi, melainkan dibawa oleh meteor-meteor melalui  ledakan bintang-bintang di luar angkasa, dan kemudian &quot;dikirim ke bumi&quot;, persis  sebagaimana dinyatakan dalam ayat tersebut. Jelas bahwa fakta ini tak mungkin  diketahui secara ilmiah pada abad ke-7, di saat Al Qur&#39;an diturunkan.  (http://www.2think.org/nothingness.html, Henning Genz - Nothingness: The Science  of Empty Space, s. 205)&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;letter-spacing: 1px;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: blue; font-family: Arial;&quot;&gt;9. Kejadian  manusia di dalam rahim.&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;letter-spacing: 1px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Telor yang sudah dibuahkan dalam &quot;Trompe&quot; turun bersarang di dalam&amp;nbsp;  rendahan (cavite) Rahim (uterus). Inilah yang dinamakan &quot;bersarangnya telur.&quot;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Qur-an menamakan uterus tempat telor dibuahkan itu Rahim (kata jamaknya  Arham).&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&quot;Dan Kami tetapkan dalam rahim apa yang kami kehendaki sampai waktu  yang sudah ditentukan.&quot; (QS. 22:5)&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Menetapnya  telur dalam rahim terjadi karena tumbuhnya (villis) yakni perpanjangan telor  yang akan mengisap dari dinding rahim, zat yang perlu bagi membesarnya telor,  seperti akar tumbuh-tumbuhan masuk dalam tanah. Pertumbuhan semacam ini  mengokohkan telor dalam Rahim. Pengetahuan tentang hal ini baru diperoleh  manusia pada zaman modern.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pelekatan ini disebutkan dalam Qur-an 5  kali. Mula-mula dua ayat pertama surat 96 ayat 2. &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&quot;Yang menciptakan  manusia dari sesuatu yang melekat.&quot; (QS. 96:2)&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&quot;Sesuatu yang  melekat&quot; adalah terjemahan kata bahasa Arab: &#39;alaq. Ini adalah arti yang pokok.  Arti lain adalah &quot;gumpalan darah&quot; yang sering disebutkan dalam terjemahan  Qur-an. Ini adalah suatu kekeliruan yang harus kita koreksi. Manusia tidak  pernah melewati tahap&amp;nbsp; &quot;gumpalan&amp;nbsp; darah.&quot; Ada lagi terjemahan &#39;alaq dengan  &quot;lekatan&quot; (adherence) yang juga merupakan kata yang tidak tepat. Arti pokok  yakni&amp;nbsp; &quot;sesuatu yang melekat&quot; sesuai sekali dengan penemuan Sains modern.&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ide&amp;nbsp; tentang &quot;sesuatu yang melekat&quot; disebutkan dalam 4 ayat lain yang  membicarakan transformasi urut-urutan semenjak tahap &quot;setetes sperma&quot; sampai  sempurna.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&quot;Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dan  kabur) maka (ketahuilah) bahwasanya Kami telah menjadikan kamu dari tanah,  kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, (sesuatu yang melekat)  kemudian dari segumpal daging yang sempurna keadaannya dan yang tidak sempurna,  agar Kami jelaskan kepada kamu.&quot; (QS. 22:5)&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&quot;Kemudian air mani itu  Kami jadikan segumpal darah (sesuatu yang melekat).&quot; (QS. 23:4)&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Dialah yang menciptakan kamu dan tanah, kemudian dari setetes air mani,  sesudah itu dan segumpal darah (sesuatu yang melekat).&quot; (QS. 40:67)&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&quot;Bukankah ia dahulu setetes mani yang ditumpahkan (kedalam rahim).  Kemudian mani itu menjadi segumpal darah (sesuatu yang melekat) lalu Allah  menciptakannya dan menyempurnakannya.&quot; (QS. 75:37-38)&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Anggauta tempat &quot;mengandung&quot; itu terjadi, selalu disebutkan dalam  Qur-an dengan kata yang berarti uterus.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan beberapa surat, tempat&amp;nbsp;  itu dinamakan &quot;Tempat menetap yang kokoh.&quot; (surat 23 ayat 13 yang pernah kita  sebutkan dan surat 77 ayat 21.18)&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;PERKEMBANGAN EMBRIYO  DIDALAM PERANAKAN&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Hal-hal yang disebutkan oleh Qur-an sesuai  dengan&amp;nbsp; apa&amp;nbsp; yang diketahui&amp;nbsp; manusia&amp;nbsp; tentang&amp;nbsp; tahap-tahap perkembangan embryo  dan tidak mengandung hal-hal yang dapat dikritik oleh&amp;nbsp; Sains modern.&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah &quot;sesuatu yang melekat,&quot; yaitu kata-kata yang telah kita lihat  kebenarannya, Qur-an mengatakan bahwa embriyo melalui tahap: daging (seperti  daging yang dikunyah), kemudian nampaklah tulang yang diselubungi dengan daging  (diterangkan dengan kata lain yang berarti daging segar).&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&quot;Kemudian air mani itu  Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan sesuatu yang  melekat dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang  belulang itu Kami bungkus dengan daging, kemudian kami jadikan dia makhluk yang  (berbentuk) lain. Maka Mahasucilah Allah, Pencipta yang paling baik.&quot; (QS.  23:14)&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Daging (seperti yang dikunyah) adalah  terjemahan kata bahasa Arab&amp;nbsp;&amp;nbsp; mudlghah;&amp;nbsp;&amp;nbsp; daging&amp;nbsp;&amp;nbsp; (seperti&amp;nbsp; daging&amp;nbsp; segar)&amp;nbsp;  adalah terjemahan lahm Perbedaan perlu digaris bawahi, embriyo pada  permulaannya&amp;nbsp; merupakan&amp;nbsp; benda yang nampak kepada mata biasa (tanpa alat), dalam  tahap tertentu daripada perkembangannya, sebagai&amp;nbsp; daging&amp;nbsp; dikunyah.&amp;nbsp; Sistem&amp;nbsp;  tulang,&amp;nbsp; berkembang pada benda tersebut dalam yang dinamakan &quot;mesenhyme.&quot; Tulang  yang sudah&amp;nbsp; terbentuk&amp;nbsp; dibungkus&amp;nbsp; dengan&amp;nbsp; otot-otot,&amp;nbsp; inilah yang dimaksudkan  dengan &quot;lahm. &quot;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam perkembangan embriyo, ada beberapa bagian yang  muncul, yang&amp;nbsp; tidak&amp;nbsp; seimbang&amp;nbsp; proporsinya&amp;nbsp; dengan yang akan menjadi manusia  nanti, sedang bagian-bagian lain tetap seimbang.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukankah arti kata&amp;nbsp;  bahasa&amp;nbsp; Arab&amp;nbsp; &quot;mukhallaq&quot;&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; berarti &quot;dibentuk dengan proporsi seimbang&quot; dan  dipakai dalam ayat 5 surat 22, disebutkan untuk menunjukkan fenomena ini?&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Qur-an juga menyebutkan munculnya pancaindera dan hati (perasaan,  af-idah).&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&quot;Kemudian Dia menyempurnakannya dan meniupkan ke dalam tubuhnya roh  (ciptaan)-Nya, dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati.&quot;  (QS. 32:9)&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Qur-an juga  menyebutkan terbentuknya seks:&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&quot;Dan bahwasanya Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan laki-laki  dan perempuan, dan air mani apabila dipancarkan.&quot; (QS.  53:45-46)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;  &amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Terbentuknya  seks juga disebutkan dalam surat 35 ayat 11 dan surat 75 ayat 39.&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua pernyataan-pernyataan Qur-an harus dibandingkan dengan hasil-hasil  Sains modern; persesuaian di antara kedua hal tersebut sangat jelas. Tetapi juga  sangat perlu untuk membandingkannya dengan kepercayaan-kepercayaan umum yang  tersiar pada waktu Qur-an, agar kita mengetahui bahwa manusia pada waktu itu  tidak mempunyai konsepsi seperti yang diuraikan oleh Qur-an mengenai  problema-problema tertentu. Mereka itu tidak dapat menafsirkan Qur-an seperti  yang kita lakukan sekarang setelah hasil Sains modern membantu kita.  Sesungguhnya hanya baru pada abad&amp;nbsp; XIX, manusia mempunyai pandangan yang jelas  tentang hal-hal tersebut.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama&amp;nbsp; abad&amp;nbsp; pertengahan&amp;nbsp; mitos&amp;nbsp; dan&amp;nbsp;  spekulasi tanpa dasar merupakan sumber daripada doktrin yang bermacam-macam,&amp;nbsp;  yang tetap&amp;nbsp; dianut orang setelah abad pertengahan selesai. Banyak orang tidak&amp;nbsp;  tahu&amp;nbsp; bahwa&amp;nbsp; tahap&amp;nbsp; fundamental&amp;nbsp; dalam&amp;nbsp; sejarah embryologi&amp;nbsp; adalah&amp;nbsp; pernyataan&amp;nbsp;  Harvey&amp;nbsp; pada th. 1651 bahwa: &quot;Semua yang hidup itu berasal dari telor.&quot;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Juga banyak orang tidak tahu bahwa embriyo itu terbentuk sedikit demi  sedikit, sebagian demi sebagian. Tetapi pada waktu ilmu pengetahuan baru telah  mendapat bantuan dari penemuan baru yaitu mikroskop untuk menyelidiki soal-soal  kita ini, masih terdapat banyak orang yang membicarakan peran telur  spermatozoide. Seorang naturalis, yaitu Buffon termasuk golongan ovist (yaitu  golongan yang menganut teori pengkotakan). Bonnet&amp;nbsp; salah seorang penganut teori  tersebut mengatakan bahwa telor Hawa, ibu dari jenis manusia, mengandung segala  bibit jenis manusia, yang disimpan dalam pengkotakan, yang satu didalam yang  lainnya. Hipotesa semacam ini masih diterima orang pada abad XVIII.&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih seribu&amp;nbsp; tahun sebelum zaman tersebut, di mana doktrin-doktrin  khayalan masih mendapat pengikut, manusia sudah diberi Qur-an oleh Tuhan.  Pernyataan-pernyataan Qur-an mengenai reproduksi manusia menjelaskan hal-hal  yang pokok dengan istilah-istilah sederhana yang manusia memerlukan berabad-abad  untuk menemukannya.&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Helvetica;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;letter-spacing: 1px;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: blue; font-family: Arial;&quot;&gt;10. Karakter binatang yang hidup  berkelompok.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;letter-spacing: 1px;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&quot;Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung  yang terbang dengan kedua sayapnya melainkan umat-umat (juga) seperti kamu.  Tiadalah Kami alpakan sesuatupun di dalam al Kitab, kemudian kepada Tuhan  merekalah, mereka dihimpunkan.&quot; (QS. 6:38)&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Beberapa hal  dalam ayat tersebut harus kita&amp;nbsp; beri&amp;nbsp; komentar. Pertama-tarna:&amp;nbsp; nasib&amp;nbsp;  binatang-binatang&amp;nbsp; sesudah mati perlu disebutkan. Dalam hal ini nampaknya Qur-an  tidak&amp;nbsp; mengandung sesuatu&amp;nbsp; doktrin.&amp;nbsp; Kemudian&amp;nbsp; soal&amp;nbsp; taqdir&amp;nbsp; secara umum, yang  kelihatannya&amp;nbsp; menjadi&amp;nbsp; persoalan&amp;nbsp; di&amp;nbsp; sini,&amp;nbsp; dapat&amp;nbsp; difahami sebagai&amp;nbsp; taqdir&amp;nbsp;  mutlak&amp;nbsp; atau&amp;nbsp; taqdir relatif, terbatas pada struktur&amp;nbsp; atau&amp;nbsp; organisasi&amp;nbsp;  fungsional&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; mengkondisikan tindakan&amp;nbsp; (behaviour).&amp;nbsp; Binatang&amp;nbsp; bereaksi  kepada fakta luar yang bermacam-macam sesuai dengan kondisi-kondisi tertentu.&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut Blachere, seorang ahli tafsir kuno seperti&amp;nbsp; Al&amp;nbsp; Razi  berpendapat&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; bahwa&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; ayat&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; ini&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; hanya&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; menunjukkan tindakan-tindakan  instinktif yang&amp;nbsp; dilakukan&amp;nbsp; oleh&amp;nbsp; binatang untuk memuji Tuhan.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Syekh&amp;nbsp;  si Baubekeur &quot;Hamzah&quot; (Sayid Abubakar Hamzah, seorang ulama&amp;nbsp; Maroko)&amp;nbsp; dalam  tafsirnya menulis: &quot;Naluri yang mendorong makhluk-makhluk&amp;nbsp; untuk&amp;nbsp; berkelompok&amp;nbsp;  dan berreproduksi, untuk hidup&amp;nbsp; bermasyarakat&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; menghendaki agar&amp;nbsp;  pekerjaan&amp;nbsp; tiap-tiap&amp;nbsp; anggauta&amp;nbsp; dapat&amp;nbsp; berfaedah untuk seluruh kelompok.&quot;&amp;nbsp;  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cara hidup binatang-binatang itu pada beberapa&amp;nbsp; puluh&amp;nbsp; tahun terakhir&amp;nbsp;  telah&amp;nbsp; dipelajari secara teliti dan kita menjadi yakin akan adanya  masyarakat-masyarakat&amp;nbsp; binatang.&amp;nbsp; Sudah terang bahwa hasil pekerjaan kolektif  telah dapat meyakinkan orang tentang&amp;nbsp; perlunya&amp;nbsp; organisasi&amp;nbsp; kemasyarakatan.&amp;nbsp;  Tetapi penemuan&amp;nbsp;&amp;nbsp; tentang&amp;nbsp;&amp;nbsp; mekanisme&amp;nbsp;&amp;nbsp; organisasi&amp;nbsp; beberapa&amp;nbsp; macam binatang  baru terjadi&amp;nbsp; dalam&amp;nbsp; waktu&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; akhir-akhir&amp;nbsp; ini. Kasus&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; paling&amp;nbsp; banyak&amp;nbsp;  diselidiki dan diketahui adalah kasus&amp;nbsp; lebah.&amp;nbsp; Nama&amp;nbsp; Von&amp;nbsp; Frisch&amp;nbsp; dikaitkan&amp;nbsp;&amp;nbsp;  orang&amp;nbsp;&amp;nbsp; dengan penyelidikan&amp;nbsp; tersebut.&amp;nbsp; Pada&amp;nbsp; tahun 1973 Von Frisch, Lorenz dan&amp;nbsp;  Tinbergenmendapat&amp;nbsp; hadiah&amp;nbsp; Nobel&amp;nbsp; karena&amp;nbsp;&amp;nbsp; penyelidikan mereka.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;letter-spacing: 1px;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: blue; font-family: Arial;&quot;&gt;11. Peredaran benda-benda angkasa dalam garis  edarnya. &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;letter-spacing: 1px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Tatkala merujuk kepada matahari dan bulan di dalam Al Qur&#39;an,  ditegaskan bahwa masing-masing bergerak dalam orbit atau garis edar  tertentu.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&quot;Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan  bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.&quot; (Al  Qur&#39;an, 21:33)&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disebutkan pula  dalam ayat yang lain bahwa matahari tidaklah diam, tetapi bergerak dalam garis  edar tertentu:&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&quot;Dan matahari  berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi  Maha Mengetahui.&quot; (Al Qur&#39;an, 36:38)&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Fakta-fakta yang  disampaikan dalam Al Qur&#39;an ini telah ditemukan melalui pengamatan astronomis di  zaman kita. Menurut perhitungan para ahli astronomi, matahari bergerak dengan  kecepatan luar biasa yang mencapai 720 ribu km per jam ke arah bintang Vega  dalam sebuah garis edar yang disebut Solar Apex. Ini berarti matahari bergerak  sejauh kurang lebih 17.280.000 kilometer dalam sehari. Bersama matahari, semua  planet dan satelit dalam sistem gravitasi matahari juga berjalan menempuh jarak  ini. Selanjutnya, semua bintang di alam semesta berada dalam suatu gerakan  serupa yang terencana.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keseluruhan alam semesta yang dipenuhi oleh  lintasan dan garis edar seperti ini, dinyatakan dalam Al Qur&#39;an sebagai  berikut:&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&quot;Demi langit yang mempunyai jalan-jalan.&quot; (Al Qur&#39;an, 51:7)&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Terdapat sekitar 200 milyar galaksi di alam  semesta yang masing-masing terdiri dari hampir 200 bintang. Sebagian besar  bintang-bintang ini mempunyai planet, dan sebagian besar planet-planet ini  mempunyai bulan. Semua benda langit tersebut bergerak dalam garis peredaran yang  diperhitungkan dengan sangat teliti. Selama jutaan tahun, masing-masing seolah  &quot;berenang&quot; sepanjang garis edarnya dalam keserasian dan keteraturan yang  sempurna bersama dengan yang lain. Selain itu, sejumlah komet juga bergerak  bersama sepanjang garis edar yang ditetapkan baginya.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Garis edar di  alam semesta tidak hanya dimiliki oleh benda-benda angkasa. Galaksi-galaksi pun  berjalan pada kecepatan luar biasa dalam suatu garis peredaran yang terhitung  dan terencana. Selama pergerakan ini, tak satupun dari benda-benda angkasa ini  memotong lintasan yang lain, atau bertabrakan dengan lainnya. Bahkan, telah  teramati bahwa sejumlah galaksi berpapasan satu sama lain tanpa satu pun dari  bagian-bagiannya saling bersentuhan.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dapat dipastikan bahwa pada saat  Al Qur&#39;an diturunkan, manusia tidak memiliki teleskop masa kini ataupun  teknologi canggih untuk mengamati ruang angkasa berjarak jutaan kilometer, tidak  pula pengetahuan fisika ataupun astronomi modern. Karenanya, saat itu tidaklah  mungkin untuk mengatakan secara ilmiah bahwa ruang angkasa &quot;dipenuhi lintasan  dan garis edar&quot; sebagaimana dinyatakan dalam ayat tersebut. Akan tetapi, hal ini  dinyatakan secara terbuka kepada kita dalam Al Qur&#39;an yang diturunkan pada saat  itu: karena Al Qur&#39;an adalah firman Allah.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&amp;nbsp;  &lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: blue; font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;letter-spacing: 1px;&quot;&gt;12. Gugusan bintang atau galaksi.&lt;/span&gt;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&quot;Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang  (galaksi) dan Dia menjadikan juga padanya matahari dan bulan yang bercahaya.&quot;  (QS. 25:61)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt; &amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Dalam alam semesta ini terdapat milyaran  galaksi. Di antara galaksi-galaksi itu adalah:&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Galaksi Bima Sakti  (tata surya kita ini terdapat di dalamnya). &lt;br /&gt;
- Galaksi Magellan (berjarak  kira-kira 150.000 tahun cahaya dari Bima Sakti). &lt;br /&gt;
- Galaksi Andromeda (lebih  jauh sedikit dari Magellan, dengan jarak kira-kira 2.000.000 tahun cahaya).&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;letter-spacing: 1px;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: blue; font-family: Arial;&quot;&gt;13. Gerak  semu matahari.&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;letter-spacing: 1px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&quot;Tuhan yang memelihara kedua tempat terbit matahari dan Tuhan yang  memelihara kedua tempat terbenamnya.&quot; (QS. 55:17)&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Dua tempat  terbit matahari dan dua tempat terbenamnya ialah tempat dan terbenam matahari di  waktu musim panas dan di musim dingin. Gerak semu matahari ke utara-selatan  menyebabkan beberapa musim tertentu di suatu negara tertentu.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;letter-spacing: 1px;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: blue; font-family: Arial;&quot;&gt;14. Planet dalam langit terdekat.  &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;letter-spacing: 1px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Dalam suatu ayat terdapat kata &quot;Kawakib&quot; yang menurut pengetahuan  modern&amp;nbsp; hanya&amp;nbsp; dapat&amp;nbsp; diartikan &quot;planet&quot;.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&amp;nbsp;  &lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&quot;Sesungguhnya Kami telah menghiasi  langit yang terdekat dengan hiasan yaitu planet-planet.&quot; (QS. 37:6)&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Kalimat Qur-an: &quot;Langit yang terdekat&quot; dapatkah diartikan sebagai  sistem matahari? Kita mengetahui bahwa tak terdapat di antara benda-benda samawi  yang terdekat kepada kita selain planet. Matahari adalah bintang satu-satunya  dalam sistem ini yang pakai nama. Orang tak dapat mengerti, benda&amp;nbsp; samawi apa&amp;nbsp;  gerangan&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; dimaksudkan&amp;nbsp; dalam&amp;nbsp; ayat tersebut, jika bukan planet. Rasanya&amp;nbsp;  sudah&amp;nbsp; benar&amp;nbsp; jika&amp;nbsp; kita&amp;nbsp; terjemahkan &quot;Kawakib&quot;&amp;nbsp; dengan&amp;nbsp; &quot;planet;&quot;&amp;nbsp; dan&amp;nbsp; ini&amp;nbsp;  berarti bahwa Qur-an menyebutkan adanya &quot;planet&quot; menurut definisi  modern.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: blue; font-family: Arial;&quot;&gt;15. Mengembangnya alam semesta.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt; &lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Dalam Al  Qur&#39;an, yang diturunkan 14 abad silam di saat ilmu astronomi masih terbelakang,  mengembangnya alam semesta digambarkan sebagaimana berikut ini:&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&quot;Dan langit itu  Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar  meluaskannya.&quot; (Al Qur&#39;an, 51:47)&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Kata &quot;langit&quot;,  sebagaimana dinyatakan dalam ayat ini, digunakan di banyak tempat dalam Al  Qur&#39;an dengan makna luar angkasa dan alam semesta. Di sini sekali lagi, kata  tersebut digunakan dengan arti ini. Dengan kata lain, dalam Al Qur&#39;an dikatakan  bahwa alam semesta &quot;mengalami perluasan atau mengembang&quot;. Dan inilah yang  kesimpulan yang dicapai ilmu pengetahuan masa kini.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hingga awal abad  ke-20, satu-satunya pandangan yang umumnya diyakini di dunia ilmu pengetahuan  adalah bahwa alam semesta bersifat tetap dan telah ada sejak dahulu kala tanpa  permulaan. Namun, penelitian, pengamatan, dan perhitungan yang dilakukan dengan  teknologi modern, mengungkapkan bahwa alam semesta sesungguhnya memiliki  permulaan, dan ia terus-menerus &quot;mengembang&quot;.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada awal abad ke-20,  fisikawan Rusia, Alexander Friedmann, dan ahli kosmologi Belgia, George  Lemaitre, secara teoritis menghitung dan menemukan bahwa alam semesta senantiasa  bergerak dan mengembang.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fakta ini dibuktikan juga dengan menggunakan  data pengamatan pada tahun 1929. Ketika mengamati langit dengan teleskop, Edwin  Hubble, seorang astronom Amerika, menemukan bahwa bintang-bintang dan galaksi  terus bergerak saling menjauhi. Sebuah alam semesta, di mana segala sesuatunya  terus bergerak menjauhi satu sama lain, berarti bahwa alam semesta tersebut  terus-menerus &quot;mengembang&quot;. Pengamatan yang dilakukan di tahun-tahun berikutnya  memperkokoh fakta bahwa alam semesta terus mengembang. Kenyataan ini diterangkan  dalam Al Qur&#39;an pada saat tak seorang pun mengetahuinya. Ini dikarenakan Al  Qur&#39;an adalah firman Allah, Sang Pencipta, dan Pengatur keseluruhan alam  semesta.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;letter-spacing: 1px;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: blue; font-family: Arial;&quot;&gt;16. Bentuk  bulat planet bumi.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;letter-spacing: 1px;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&quot;Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia  menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam...&quot; (Al Qur&#39;an,  39:5) &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Dalam Al Qur&#39;an, kata-kata yang digunakan  untuk menjelaskan tentang alam semesta sungguh sangat penting. Kata Arab yang  diterjemahkan sebagai &quot;menutupkan&quot; dalam ayat di atas adalah &quot;takwir&quot;. Dalam  kamus bahasa Arab, misalnya, kata ini digunakan untuk menggambarkan pekerjaan  membungkus atau menutup sesuatu di atas yang lain secara melingkar, sebagaimana  surban dipakaikan pada kepala.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keterangan yang disebut dalam ayat  tersebut tentang siang dan malam yang saling menutup satu sama lain berisi  keterangan yang tepat mengenai bentuk bumi. Pernyataan ini hanya benar jika bumi  berbentuk bulat. Ini berarti bahwa dalam Al Qur&#39;an, yang telah diturunkan di  abad ke-7, telah diisyaratkan tentang bentuk planet bumi yang bulat.&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun perlu diingat bahwa ilmu astronomi kala itu memahami bumi secara  berbeda. Di masa itu, bumi diyakini berbentuk bidang datar, dan semua  perhitungan serta penjelasan ilmiah didasarkan pada keyakinan ini. Sebaliknya,  ayat-ayat Al Qur&#39;an berisi informasi yang hanya mampu kita pahami dalam satu  abad terakhir. Oleh karena Al Qur&#39;an adalah firman Allah, maka tidak  mengherankan jika kata-kata yang tepat digunakan dalam ayat-ayatnya ketika  menjelaskan jagat raya. Rasanya tidak mungkin Allah menyebutkan secara vulgar  bahwa bentuk bumi adalah bulat, karena ini akan bertentangan dengan keyakinan  manusia pada waktu itu. Lebih jauh, Allah menyuruh manusia untuk berfikir dan  memahami segala ciptaan-Nya yang tak terbatas luasnya ini.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;letter-spacing: 1px;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: blue; font-family: Arial;&quot;&gt;17. Lautan yang tidak bercampur satu sama lain.&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Salah satu di antara sekian sifat lautan yang  baru-baru ini ditemukan adalah berkaitan dengan ayat Al Quran sebagai berikut:&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&quot;Dia  membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, antara keduanya  ada batas yang tak dapat dilampaui oleh masing-masing ... Dari keduanya keluar  mutiara dan marjan.&quot; (Al Qur&#39;an, 55:19-20,22)&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Sifat lautan yang  saling bertemu, akan tetapi tidak bercampur satu sama lain ini telah ditemukan  oleh para ahli kelautan baru-baru ini. Dikarenakan gaya fisika yang dinamakan  &quot;tegangan permukaan&quot;, air dari laut-laut yang saling bersebelahan tidak menyatu.  Akibat adanya perbedaan masa jenis, tegangan permukaan mencegah lautan dari  bercampur satu sama lain, seolah terdapat dinding tipis yang memisahkan mereka.  (Davis, Richard A., Jr. 1972, Principles of Oceanography, Don Mills, Ontario,  Addison-Wesley Publishing, s. 92-93.)&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari keduanya, dapat digali  berbagai kekayaan alam khususnya mutiara dan marjan.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sisi menarik dari  hal ini adalah bahwa pada masa ketika manusia tidak memiliki pengetahuan apapun  mengenai fisika, tegangan permukaan, ataupun ilmu kelautan, hal ini dinyatakan  dalam Al Qur?an.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suatu fenomena lain yang sering kita dapatkan&amp;nbsp;  adalah&amp;nbsp; bahwa&amp;nbsp; air lautan&amp;nbsp; yang asin, dengan air sungai-sungai besar yang tawar  tidak&amp;nbsp; bercampur&amp;nbsp; seketika.&amp;nbsp; Orang&amp;nbsp; mengira&amp;nbsp;&amp;nbsp; bahwa&amp;nbsp;&amp;nbsp; Qur-an membicarakan&amp;nbsp;  sungai Euphrat dan Tigris yang setelah bertemu dalam muara, kedua sungai itu  membentuk semacam lautan&amp;nbsp; yang panjangnya&amp;nbsp; lebih&amp;nbsp; dari 150 km, dan dinamakan  Syath al Arab. Di dalam teluk&amp;nbsp; pengaruh&amp;nbsp; pasang&amp;nbsp; surutnya&amp;nbsp; air&amp;nbsp; menimbulkan  suatu&amp;nbsp; fenomena&amp;nbsp; yang bermanfaat yaitu masuknya air tawar ke dalam tanah  sehingga menjamin irigasi yang memuaskan.&amp;nbsp; Untuk memahami&amp;nbsp; teks&amp;nbsp; ayat,&amp;nbsp; kita&amp;nbsp;  harus ingat bahwa lautan adalah terjemahan kata bahasa Arab &quot;Bahr&quot; yang&amp;nbsp;  berarti&amp;nbsp; sekelompok air&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; besar,&amp;nbsp; sehingga&amp;nbsp; kata&amp;nbsp; itu&amp;nbsp; dapat&amp;nbsp; dipakai untuk  menunjukkan lautan&amp;nbsp; atau&amp;nbsp; sungai&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; besar&amp;nbsp; seperti&amp;nbsp; Nil, Tigris dan  Euphrat.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua&amp;nbsp; ayat&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; memuat&amp;nbsp; fenomena&amp;nbsp; tersebut&amp;nbsp; adalah sebagai  berikut:&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&quot;Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang  ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit, Dia jadikan antara keduanya  dinding dan batas yang menghalangi.&quot; (QS. 25:53)&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Dan tidak sama  (antara) dua laut. Yang ini tawar segar sedap diminum, dan yang ini asin lagi  pahit. Dan dari masing-masing laut itu kamu dapat memakan daging yang segar dan  kamu dapat mengeluarkan perhiasan yang dapat kamu memakainya.&quot; (QS. 35:12)  &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Selain  menunjukkan&amp;nbsp; fakta&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; pokok,&amp;nbsp; ayat-ayat&amp;nbsp; tersebut menyebutkan&amp;nbsp;  kekayaan-kekayaan&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; dikeluarkan&amp;nbsp; dari&amp;nbsp; air tawar&amp;nbsp; dan&amp;nbsp; air&amp;nbsp; asin&amp;nbsp; yaitu&amp;nbsp;  ikan-ikan&amp;nbsp; dan&amp;nbsp; hiasan&amp;nbsp; badan: batu-batu&amp;nbsp; perhiasan&amp;nbsp; dan&amp;nbsp; mutiara.&amp;nbsp; Mengenai  fenomena tidak campurnya air sungai dengan&amp;nbsp; air&amp;nbsp; laut&amp;nbsp; di&amp;nbsp; muara-muara&amp;nbsp; hal  tersebut&amp;nbsp; tidak&amp;nbsp; khusus untuk Tigris dan Euphrat yang memang tidak&amp;nbsp; disebutkan&amp;nbsp;  namanya&amp;nbsp; dalam&amp;nbsp; ayat&amp;nbsp; walaupun&amp;nbsp; ahli-ahli tafsir&amp;nbsp;&amp;nbsp; mengira&amp;nbsp;&amp;nbsp; bahwa&amp;nbsp;&amp;nbsp; dua&amp;nbsp;&amp;nbsp;  sungai&amp;nbsp; besar&amp;nbsp; itulah&amp;nbsp; yang dimaksudkan.&amp;nbsp; Sungai-sungai&amp;nbsp; besar&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; menuang&amp;nbsp;  ke&amp;nbsp;&amp;nbsp; laut seperti&amp;nbsp; Missisippi&amp;nbsp; dan&amp;nbsp; Yang&amp;nbsp; Tse menunjukkan keistimewaan yang  sama; campurnya kedua macan air&amp;nbsp; itu&amp;nbsp; tidak&amp;nbsp; terlaksana seketika tetapi  memerlukan waktu.&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;letter-spacing: 1px;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: blue; font-family: Arial;&quot;&gt;18.  Kegelapan dan gelombang di dasar lautan.&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;letter-spacing: 1px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&quot;Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi  oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan; gelap gulita  yang tindih-bertindih, apabila dia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat  melihatnya, (dan) barangsiapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah  tiadalah dia mempunyai cahaya sedikitpun.&quot; (Al Qur&#39;an, 24:40)&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Keadaan umum tentang lautan yang dalam  dijelaskan dalam buku berjudul Oceans:&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kegelapan dalam lautan dan  samudra yang dalam dijumpai pada kedalaman 200 meter atau lebih. Pada kedalaman  ini, hampir tidak dijumpai cahaya. Di bawah kedalaman 1000 meter, tidak terdapat  cahaya sama sekali. (Elder, Danny; and John Pernetta, 1991, Oceans, London,  Mitchell Beazley Publishers, s. 27)&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kini, kita telah mengetahui tentang  keadaan umum lautan tersebut, ciri-ciri makhluk hidup yang ada di dalamnya,  kadar garamnya, serta jumlah air, luas permukaan dan kedalamannya. Kapal selam  dan perangkat khusus yang dikembangkan menggunakan teknologi modern,  memungkinkan para ilmuwan untuk mendapatkan informasi ini.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Manusia tak  mampu menyelam pada kedalaman di bawah 40 meter tanpa bantuan peralatan khusus.  Mereka tak mampu bertahan hidup di bagian samudra yang dalam nan gelap, seperti  pada kedalaman 200 meter. Karena alasan inilah, para ilmuwan hanya baru-baru ini  saja mampu menemukan informasi sangat rinci tersebut tentang kelautan. Namun,  pernyataan &quot;gelap gulita di lautan yang dalam&quot; digunakan dalam surat An Nuur  1400 tahun lalu. Ini sudah pasti salah satu keajaiban Al Quran, sebab infomasi  ini dinyatakan di saat belum ada perangkat yang memungkinkan manusia untuk  menyelam di kedalaman samudra.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu, pernyataan di ayat ke-40  surat An Nuur &quot;Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi  oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan?&quot; mengarahkan  perhatian kita pada satu keajaiban Al Quran yang lain. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para ilmuwan  baru-baru ini menemukan keberadaan gelombang di dasar lautan, yang &quot;terjadi pada  pertemuan antara lapisan-lapisan air laut yang memiliki kerapatan atau massa  jenis yang berbeda.&quot; Gelombang yang dinamakan gelombang internal ini meliputi  wilayah perairan di kedalaman lautan dan samudra dikarenakan pada kedalaman ini  air laut memiliki massa jenis lebih tinggi dibanding lapisan air di atasnya.  Gelombang internal memiliki sifat seperti gelombang permukaan. Gelombang ini  dapat pecah, persis sebagaimana gelombang permukaan. Gelombang internal tidak  dapat dilihat oleh mata manusia, tapi keberadaannya dapat dikenali dengan  mempelajari suhu atau perubahan kadar garam di tempat-tempat tertentu. (Gross,  M. Grant; 1993, Oceanography, a View of Earth, 6. edition, Englewood Cliffs,  Prentice-Hall Inc., s. 205)&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pernyataan-pernyataan dalam Al Qur&#39;an  benar-benar bersesuaian dengan penjelasan di atas. Tanpa adanya penelitian,  seseorang hanya mampu melihat gelombang di permukaan laut. Mustahil seseorang  mampu mengamati keberadaan gelombang internal di dasar laut. Akan tetapi, dalam  surat An Nuur, Allah mengarahkan perhatian kita pada jenis gelombang yang  terdapat di kedalaman samudra. Sungguh, fakta yang baru saja diketemukan para  ilmuwan ini memperlihatkan sekali lagi bahwa Al Qur&#39;an adalah kalam Allah.&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;letter-spacing: 1px;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: blue; font-family: Arial;&quot;&gt;19. Manfaat  sidik jari.&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;letter-spacing: 1px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Saat dikatakan dalam Al Qur&#39;an bahwa adalah mudah bagi Allah untuk  menghidupkan manusia setelah kematiannya, pernyataan tentang sidik jari manusia  secara khusus ditekankan:&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&quot;Apakah manusia mengira  bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang-belulangnya? Ya, bahkan Kami  mampu menyusun (kembali) ujung jari-jarinya dengan sempurna.&quot; (Al Qur&#39;an,  75:3-4)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt; &amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Penekanan pada sidik jari memiliki makna  sangat khusus. Ini dikarenakan sidik jari setiap orang adalah khas bagi dirinya  sendiri. Setiap orang yang hidup atau pernah hidup di dunia ini memiliki  serangkaian sidik jari yang unik dan berbeda dari orang lain.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah  mengapa sidik jari dipakai sebagai kartu identitas yang sangat penting bagi  pemiliknya dan digunakan untuk tujuan ini di seluruh penjuru dunia.&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi, yang penting adalah bahwa keunikan sidik jari ini baru  ditemukan di akhir abad ke-19. Sebelumnya, orang menghargai sidik jari sebagai  lengkungan-lengkungan biasa tanpa makna khusus. Namun dalam Al Qur&#39;an, Allah  merujuk kepada sidik jari, yang sedikitpun tak menarik perhatian orang waktu  itu, dan mengarahkan perhatian kita pada arti penting sidik jari, yang baru  mampu dipahami di zaman sekarang.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;letter-spacing: 1px;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: blue; font-family: Arial;&quot;&gt;20. Jenis kelamin bayi.&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;letter-spacing: 1px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Hingga baru-baru ini, diyakini bahwa jenis  kelamin bayi ditentukan oleh sel-sel ibu. Atau setidaknya, dipercaya bahwa jenis  kelamin ini ditentukan secara bersama oleh sel-sel lelaki dan perempuan. Namun  kita diberitahu informasi yang berbeda dalam Al Qur&#39;an, yang menyatakan bahwa  jenis kelamin laki-laki atau perempuan diciptakan &quot;dari air mani apabila  dipancarkan&quot;.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&quot;Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan pria dan wanita, dari air  mani, apabila dipancarkan.&quot; (Al Qur&#39;an, 53:45-46)&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Cabang-cabang ilmu pengetahuan yang berkembang seperti genetika dan  biologi molekuler telah membenarkan secara ilmiah ketepatan informasi yang  diberikan Al Qur&#39;an ini. Kini diketahui bahwa jenis kelamin ditentukan oleh  sel-sel sperma dari tubuh pria, dan bahwa wanita tidak berperan dalam proses  penentuan jenis kelamin ini.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kromosom adalah unsur utama dalam  penentuan jenis kelamin. Dua dari 46 kromosom yang menentukan bentuk seorang  manusia diketahui sebagai kromosom kelamin. Dua kromosom ini disebut &quot;XY&quot; pada  pria, dan &quot;XX&quot; pada wanita. Penamaan ini didasarkan pada bentuk kromosom  tersebut yang menyerupai bentuk huruf-huruf ini. Kromosom Y membawa gen-gen yang  mengkode sifat-sifat kelelakian, sedangkan kromosom X membawa gen-gen yang  mengkode sifat-sifat kewanitaan.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pembentukan seorang manusia baru  berawal dari penggabungan silang salah satu dari kromosom ini, yang pada pria  dan wanita ada dalam keadaan berpasangan. Pada wanita, kedua bagian sel kelamin,  yang membelah menjadi dua selama peristiwa ovulasi, membawa kromosom X.  Sebaliknya, sel kelamin seorang pria menghasilkan dua sel sperma yang berbeda,  satu berisi kromosom X, dan yang lainnya berisi kromosom Y. Jika satu sel telur  berkromosom X dari wanita ini bergabung dengan sperma yang membawa kromosom Y,  maka bayi yang akan lahir berjenis kelamin pria.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain,  jenis kelamin bayi ditentukan oleh jenis kromosom mana dari pria yang bergabung  dengan sel telur wanita.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak satu pun informasi ini dapat diketahui  hingga ditemukannya ilmu genetika pada abad ke-20. Bahkan di banyak masyarakat,  diyakini bahwa jenis kelamin bayi ditentukan oleh pihak wanita. Inilah mengapa  kaum wanita dipersalahkan ketika mereka melahirkan bayi perempuan.&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, tiga belas abad sebelum penemuan gen manusia, Al Qur&#39;an telah  mengungkapkan informasi yang menghapuskan keyakinan takhayul ini, dan menyatakan  bahwa wanita bukanlah penentu jenis kelamin bayi, akan tetapi air mani dari  pria.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;letter-spacing: 1px;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: blue; font-family: Arial;&quot;&gt;21. Manusia  tercipta dari setitik sperma.&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;letter-spacing: 1px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Selama persetubuhan seksual, 250 juta sperma terpancar dari si  laki-laki pada satu waktu. Sperma-sperma melakukan perjalanan 5-menit yang sulit  di tubuh si ibu sampai menuju sel telur. Hanya seribu dari 250 juta sperma yang  berhasil mencapai sel telur. Sel telur, yang berukuran setengah dari sebutir  garam, hanya akan membolehkan masuk satu sperma. Artinya, bahan manusia bukan  mani seluruhnya, melainkan hanya sebagian kecil darinya. Ini dijelaskan dalam  Al-Qur&#39;an :&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&quot;Apakah manusia mengira akan dibiarkan tak terurus? Bukankah ia hanya  setitik mani yang dipancarkan?&quot; (Al Qur&#39;an, 75:36-37)&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Seperti  yang telah kita amati, Al-Qur&#39;an memberi tahu kita bahwa manusia tidak terbuat  dari mani selengkapnya, tetapi hanya bagian kecil darinya. Bahwa tekanan khusus  dalam pernyataan ini mengumumkan suatu fakta yang baru ditemukan oleh ilmu  pengetahuan modern itu merupakan bukti bahwa pernyataan tersebut berasal dari  Ilahi&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;letter-spacing: 1px;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: blue; font-family: Arial;&quot;&gt;22. Bagian  otak yang mengendalikan gerak kita.&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&quot;Ketahuilah, sungguh jika  dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya, (yaitu)  ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka.&quot; (Al Qur&#39;an, 96:15-16)  &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Ungkapan &quot;ubun-ubun orang yang mendustakan  lagi durhaka&quot; dalam ayat di atas sungguh menarik. Penelitian yang dilakukan di  tahun-tahun belakangan mengungkapkan bahwa bagian prefrontal, yang bertugas  mengatur fungsi-fungsi khusus otak, terletak pada bagian depan tulang tengkorak.  Para ilmuwan hanya mampu menemukan fungsi bagian ini selama kurun waktu 60 tahun  terakhir, sedangkan Al Qur&#39;an telah menyebutkannya 1400 tahun lalu. Jika kita  lihat bagian dalam tulang tengkorak, di bagian depan kepala, akan kita temukan  daerah frontal cerebrum (otak besar). Buku berjudul Essentials of Anatomy and  Physiology, yang berisi temuan-temuan terakhir hasil penelitian tentang fungsi  bagian ini, menyatakan:&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dorongan dan hasrat untuk merencanakan dan  memulai gerakan terjadi di bagian depan lobi frontal, dan bagian prefrontal. Ini  adalah daerah korteks asosiasi... (Seeley, Rod R.; Trent D. Stephens; and Philip  Tate, 1996, Essentials of Anatomy &amp;amp; Physiology, 2. edition, St. Louis,  Mosby-Year Book Inc., s. 211; Noback, Charles R.; N. L. Strominger; and R. J.  Demarest, 1991, The Human Nervous System, Introduction and Review, 4. edition,  Philadelphia, Lea &amp;amp; Febiger , s. 410-411)&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buku tersebut juga  mengatakan:&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berkaitan dengan keterlibatannya dalam membangkitkan  dorongan, daerah prefrontal juga diyakini sebagai pusat fungsional bagi perilaku  menyerang... (Seeley, Rod R.; Trent D. Stephens; and Philip Tate, 1996,  Essentials of Anatomy &amp;amp; Physiology, 2. edition, St. Louis, Mosby-Year Book  Inc., s. 211)&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, daerah cerebrum ini juga bertugas merencanakan,  memberi dorongan, dan memulai perilaku baik dan buruk, dan bertanggung jawab  atas perkataan benar dan dusta.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jelas bahwa ungkapan &quot;ubun-ubun orang  yang mendustakan lagi durhaka&quot; benar-benar merujuk pada penjelasan di atas.  Fakta yang hanya dapat diketahui para ilmuwan selama 60 tahun terakhir ini,  telah dinyatakan Allah dalam Al Qur&#39;an sejak dulu.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;letter-spacing: 1px;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: blue; font-family: Arial;&quot;&gt;23. Air susu ibu dalam 2 tahun.&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;letter-spacing: 1px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Air susu ibu adalah suatu campuran ciptaan Allah yang luar biasa dan  tak tertandingi sebagai sumber makanan terbaik bagi bayi yang baru lahir, dan  sebagai zat yang meningkatkan kekebalan tubuhnya terhadap penyakit. Bahkan  makanan bayi yang dibuat dengan teknologi masa kini tak mampu menggantikan  sumber makanan yang menakjubkan ini.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setiap hari ditemukan satu  manfaat baru air susu ibu bagi bayi. Salah satu fakta yang ditemukan ilmu  pengetahuan tentang air susu ibu adalah bahwa menyusui bayi selama dua tahun  setelah kelahiran sungguh amat bermanfaat. (Rex D. Russell, Design in Infant  Nutrition, http:// www. icr.org/pubs/imp-259.htm)&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Allah memberitahu  kita informasi penting ini sekitar 14 abad yang lalu, yang hanya diketahui  melalui ilmu pengetahuan baru-baru ini, dalam ayat-Nya &quot;...menyapihnya dalam dua  tahun...&quot;.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&quot;Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang  ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang  bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan  kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.&quot; (Al Qur&#39;an, 31:14)&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;letter-spacing: 1px;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: blue; font-family: Arial;&quot;&gt;24.  Reproduksi tumbuh-tumbuhan.&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;letter-spacing: 1px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&quot;Yang telah menjadikan bagimu sebagai hamparan dan yang telah  menjadikan bagimu di bumi itu jalan-jalan dan menurunkan dari langit air hujan,  maka Kami tumbuhkan dengan air hujan itu berjenis-jenis dan tumbuh-tumbuhan yang  bermacam-macam.&quot; (QS. 20:53)&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Dan Kami telah meniupkan angin untuk  mengawinkan (tumbuh-tumbuhan) dan Kami turunkan hujan dari langit, lalu Kami  beri minum kamu dengan air itu, dan sekali-kali bukanlah kamu yang  menyimpannya.&quot; (QS. 15:22)&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&quot;...Dan menjadikan  padanya (bumi) semua buah-buahan berpasang-pasangan...&quot; (QS. 13:3)&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Kita mengetahui bahwa &quot;buah&quot; adalah hasil  proses&amp;nbsp; reproduksi daripada&amp;nbsp;&amp;nbsp; tumbuh-tumbuhan&amp;nbsp; tingkat&amp;nbsp; tinggi&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; mempunyai  organisasi&amp;nbsp; (susunan&amp;nbsp; anggauta)&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; lengkap&amp;nbsp; dan&amp;nbsp;&amp;nbsp; sangat kompleks.&amp;nbsp; Tahap&amp;nbsp;  sebelum&amp;nbsp; menjadi&amp;nbsp; buah adalah bunga dengan anggauta jantan (etamine)&amp;nbsp; dan&amp;nbsp;  betina&amp;nbsp; (ovules).&amp;nbsp; Ovul&amp;nbsp; ini setelah&amp;nbsp; menerima&amp;nbsp; &quot;pollen&quot;&amp;nbsp; menghasilkan buah, dan  buah itu sesudah matang menghasilkan biji. Tiap-tiap buah&amp;nbsp; mengandung arti&amp;nbsp;  tentang&amp;nbsp; adanya&amp;nbsp; anggauta&amp;nbsp; jantan&amp;nbsp; dan anggota betina. Inilah yang dimaksudkan  oleh ayat tersebut di atas.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi kita harus ingat bahwa&amp;nbsp; dalam&amp;nbsp;  beberapa&amp;nbsp; pohon,&amp;nbsp; buah dapat&amp;nbsp; dihasilkan&amp;nbsp; oleh&amp;nbsp; bunga&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; tidak&amp;nbsp; dikawin  seperti pisang, beberapa macam ananas, tin (fique), orange dan&amp;nbsp; buah anggur.&amp;nbsp;&amp;nbsp;  Buah&amp;nbsp;&amp;nbsp; tersebut&amp;nbsp; tidak&amp;nbsp; berasal&amp;nbsp; dari&amp;nbsp; pohon&amp;nbsp; yang mempunyai jenis seks.  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selesainya reproduksi terjadi dengan proses tumbuhnya&amp;nbsp; biji, setelah&amp;nbsp;  terbukanya&amp;nbsp; tutup&amp;nbsp; luar (yang mungkin juga terpadat dalam&amp;nbsp; biji).&amp;nbsp; Terbukanya&amp;nbsp;  tutup&amp;nbsp;&amp;nbsp; luar&amp;nbsp;&amp;nbsp; itu&amp;nbsp;&amp;nbsp; memungkinkan keluarnya&amp;nbsp; akar&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; akan&amp;nbsp; menyerap&amp;nbsp;  makanan&amp;nbsp; dari&amp;nbsp; tanah. Makanan&amp;nbsp; itu&amp;nbsp; perlu&amp;nbsp; untuk&amp;nbsp;&amp;nbsp; tumbuh-tumbuhan&amp;nbsp;&amp;nbsp; yang&amp;nbsp;&amp;nbsp;  lambat pertumbuhannya,&amp;nbsp; yaitu&amp;nbsp; untuk&amp;nbsp; berkembang&amp;nbsp; dan&amp;nbsp; menghasilkan individu  baru.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suatu ayat memberi isyarat kepada pembenihan ini.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&quot;Sesungguhnya  Allah membelah butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah-buahan...&quot; (QS. 6:95)&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;letter-spacing: 1px;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: blue; font-family: Arial;&quot;&gt;25.  Reproduksi binatang.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;letter-spacing: 1px;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&quot;Dan bahwasanya Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan laki-laki  dan perempuan, dari air mani, apabila dipancarkan.&quot; (QS. 53:45-46)&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Ayat di atas berlaku umum, tidak saja bagi  reproduksi manusia, tetapi juga berlaku bagi reproduksi binatang. &quot;Pasangan&quot;  adalah kata-kata yang sama yang kita dapatkan dalam ayat-ayat yang membicarakan  reproduksi tumbuh-tumbuhan. Di sini soal sex ditegaskan. Perincian yang sangat  mengagumkan adalah gambaran yang tepat tentang beberapa tetes zat cair (sperma)  yang diperlukan untuk reproduksi.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;letter-spacing: 1px;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: blue; font-family: Arial;&quot;&gt;26. Menembus ruang angkasa dan kedalaman perut  bumi.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;letter-spacing: 1px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Al-Qur&#39;an memberi isyarat kepada manusia untuk menjelajahi ruang  angkasa dan perut bumi yang tidak mungkin dilakukan oleh manusia pada waktu ayat  ini diturunkan.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&quot;Hai jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru  langit dan bumi, maka lintasilah, dan kamu tidak dapat menembusnya melainkan  dengan kekuatan. (QS. 55:33)&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Manusia, dengan kecerdasan dan keterampilannya, telah berhasil  mendaratkan dua orang awak pesawat &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;apollo 11&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt; ke  bulan dan membuat stasiun ruang angkasa, dan banyak menerjunkan pekerja tambang  ke dalam perut bumi hingga kedalaman beberapa kilometer.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Dan lain  sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: blue; font-family: Arial;&quot;&gt;TANTANGAN ALLAH SWT KEPADA ORANG-ORANG KAFIR  (KHUSUSNYA ATHEIS): &lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Allah SWT  menantang orang-orang kafir untuk mengembalikan nyawa manusia ketika dicabut:  &lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&quot;Maka mengapa ketika nyawa sampai  di kerongkongan, padahal kamu ketika itu melihat, dan Kami lebih dekat kepadanya  dari pada kamu, tetapi kamu tidak melihat, maka mengapa jika kamu tidak dikuasai  (oleh Allah), kamu tidak mengembalikan nyawa itu (kepada tempatnya) jika kamu  adalah orang-orang yang benar?&quot; (QS. 56:83-87)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: blue; font-family: Arial;&quot;&gt;PEKERJAAN  RUMAH BAGI AHLI-AHLI RUANG ANGKASA:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Secara  gamblang, Allah SWT menyebutkan keberadaan makhluk-makhluk melata di ruang  angkasa:&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&quot;Diantara tanda-tanda (kekuasaan)-Nya ialah menciptakan langit dan  bumi dan makhluk-makhluk yang melata yang Dia sebarkan pada keduanya. Dan Dia  Mahakuasa mengumpulkan semuanya apabila dikehendaki-Nya.&quot; (QS.  42:29)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;Wassalaam.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 9pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://ogiexslasher.blogspot.com/2011/06/al-quran-induk-dari-ilmu-pengetahuan.html</link><author>noreply@blogger.com (mbah ogiex)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4640816974857799573.post-198669709355463429</guid><pubDate>Thu, 09 Jun 2011 05:21:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-06-09T12:21:33.393+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">isra dan miraj</category><title>ISRA DAN MIRAJ</title><description>&lt;div class=&quot;rvps4&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Assalamu&#39;alaikum Wr. Wb.&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts9&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Pengalaman Nabi Muhammad melakukan  Isra&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts11&quot;&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt; dan Mi&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts11&quot;&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;raj termasuk hal yang juga masih mendapat  banyak perdebatan didunia Islam khususnya dan dunia Barat pada umumnya yang  memang memandang kisah tersebut dengan kacamata skeptis dan menganggapnya hanya  sebagai khayalan dan bualan dari Nabi belaka.; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Sebaliknya umat Islam sendiri meributkan apakah  perjalanan yang dilakukan oleh Nabi tersebut dilakukan secara jasmani atau  perjalanan rohani. Semuanya didasarkan pada cara pandang masing-masing orang  dalam menafsirkan ayat dan hadis yang berhubungan dengan kejadian ini.  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Kisah perjalanan malam Nabi Muhammad yang  terjadi pada saat beliau kehilangan istri dan paman yang dikasihinya inipun  sebenarnya secara obyektif dapat juga dianalisa melalui kacamata ilmiah dimana  apa yang beliau alami sekitar 1400 tahun yang silam itu tidak ubahnya seperti  seorang pebisnis yang melakukan perjalanan pulang-pergi dengan pesawat terbang  dari suatu tempat ketempat yang lain. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Maha Suci Dia yang  telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari masjidil haram kemasjidil  aqsha yang Kami berkahi sekelilingnya, untuk Kami perlihatkan kepadanya  tanda-tanda kekuasaan Kami; Sesungguhnya Dialah yang Maha Mendengar dan Maha  Melihat &lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts11&quot;&gt;–&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt; Qs. 17  al-Israa&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts11&quot;&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt; : 1 &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Dengan segala kesucian-Nya, bebas dari kemauan,  kehendak maupun ketinggian teknologi yang ada pada diri seorang hamba-Nya  Muhammad, Allah telah memperjalankannya pada suatu malam yang sepi dengan segala  kelengkapan dan fasilitas yang mengelilinginya sehinga terhindar dari segala hal  buruk yang dapat terjadi selama perjalanan itu berlangsung dari suatu tempat  bernama Masjid al-Haram dengan tujuan memperlihatkan kerajaan Allah dialam  semesta. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Disurah yang lain Allah berfirman sehubungan  peristiwa ini : &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Perhatikanlah bintang ketika dia menghilang,  tidaklah kawanmu (Muhammad) orang yang sesat dan bodoh, tidak juga perkataannya  itu berasal dari hawa nafsunya pribadi, apa yang diucapkannya adalah wahyu yang  disampaikan dan yang diajarkan kepadanya oleh yang sangat kuat (Jibril) yang  mempunyai akal yang cerdas. &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Dan dia telah menampakkan rupanya yang asli  saat dia berada diufuk yang tinggi lalu dia mendekat dan menjadi rapat (terhadap  diri Muhammad) tidak ubahnya berjarak antara dua busur panah atau lebih dekat  lagi; kemudian dia (Jibril) meneruskan kepadanya (Muhammad) apa saja yang telah  diwahyukan; hatinya tidak mendustakan apa yang sudah dilihatnya, maka apakah  kamu hendak membantah apa yang sudah dia lihat ? &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Dan sungguh dia telah melihatnya pada  kesempatan yang lain, di Sidratul Muntaha yang didekatnya ada Jannah tempat  tinggal; ketika Sidratul Muntaha itu diliputi sesuatu yang melapisinya maka  tidaklah dirinya berpaling dari apa yang terlihat dan tidak juga dia bisa  melebihinya, sungguh dia telah melihat tanda-tanda Tuhannya yang paling  hebat&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts11&quot;&gt;–&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt; Qs. 53 an-Najm : 1 s/d  18 &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Dalam ayat yang cukup panjang diatas,  dipaparkan bagaimana dalam peristiwa perjalanan malamnya itu Nabi Muhammad  berjumpa dengan malaikat Jibril dengan wujudnya yang asli seperti yang pernah  disaksikannya saat pertama kali beliau mendapat wahyu digua Hira. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Bila kita analisa ayat per ayatnya maka  tidaklah sulit bagi kita untuk mengetahui bahwa semua yang sudah dialami oleh  Nabi Muhammad tersebut bukanlah bualan maupun mimpi-mimpi belaka, tidak juga  yang dialaminya merupakan sekedar pengalaman rohani yang tidak melibatkan jasad  jasmaninya karena disitu dicantumkan keterangan bahwa hati Nabi sebagai rohani  tidak mungkin mendustakan apa yang sudah dilihat oleh matanya sebagai indra  jasmani. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Sebab itu juga kita bisa mengerti bila ada  sebagian orang yang tadinya beriman namun setelah beliau menceritakan pengalaman  terbangnya yang hanya dalam setengah malam saja berbalik murtad dan mendustakan  kenabiannya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Peradaban masyarakat Mekkah secara khusus dan  dunia secara umumnya kala itu masing sangat rendah bahkan Eropa belum lagi  mengenal masa renaisansnya, dunia juga belum mengenal pesawat terbang, orang  masih berkhayal terbang dengan permadani atau kuda sembrani seperti pada film  Aladdin dan sejenisnya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Pesawat terbang sendiri baru dibuat pada abad  19 yaitu bulan Desember 1903 oleh Wright bersaudara (Wilbur Wright dan Orville  Wright) dengan percobaan pertama mereka diatas padang pasir Kitty Hawk, Carolina  Utara, Amerika Serikat (Sumber : Brian Williams, Pustaka Pengetahuan Modern,  Pesawat Terbang, terj. Dadi Pakar, Penerbit PT. Widyadara, Jakarta, hal. 3)  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Kejadian didalam mimpi tidak perlu  diperdebatkan apalagi membuat seseorang menjadi gusar dan berbalik keimanan.  Semua orang bisa saja bermimpi yang aneh-aneh, semua orang boleh saja mengatakan  bahwa didalam mimpinya tadi malam telah pergi melanglang buana dan menemui  banyak wanita cantik atau bahkan didalam mimpinya itu dia sudah menjalankan  ibadah haji; namun semuanya tetaplah mimpi belaka yang hakekatnya tidak terjadi  dialam nyata yang sebenarnya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Dus, sekalipun misalnya benar bahwa peristiwa  Isra&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts11&quot;&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt; dan Mi&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts11&quot;&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;raj pernah terjadi didalam mimpinya, maka  sesuai dengan ayat al-Qur&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts11&quot;&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;an  yang lain bahwa mimpi yang diperlihatkan kepada Nabi pasti akan terjadi didunia  nyata dan ini berarti tetap saja akhirnya mimpi Isra&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts11&quot;&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt; dan Mi&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts11&quot;&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;raj itu dialami secara jasmani oleh Nabi  Muhammad. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Sesungguhnya Allah akan membuktikan kepada  Rasul-Nya mengenai kebenaran mimpinya dengan sebenarnya &lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts11&quot;&gt;–&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt; Qs. 48 al-Fath : 27 &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Bahwa perjalanan Isra&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts11&quot;&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt; dan Mi&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts11&quot;&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;raj disebutkan berlangsung pada waktu  malam hari, dimana secara psikologis suasana lebih terasa tenang dibanding  keadaan disiang atau dipagi hari, aktivitas masyarakatpun sudah berpusat didalam  rumahnya masing-masing sekaligus beristirahat melepas penat bekerja seharian dan  menjadi kondisi yang cocok dalam melakukan pendekatan kepada Yang Maha Kuasa  apalagi bila kita mengingat keadaan jazirah Arabia diwaktu itu. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Kitab suci al-Qur&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts11&quot;&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;an memberikan petunjuk kepada kita saat  yang terbaik untuk meningkatkan kualitas ibadah seorang muslim adalah malam  hari. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Berdirilah pada malam hari untuk ibadah,  separuhnya atau kurang dari itu atau malah lebih dari separuh malam dan bacalah  al-Qur&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts11&quot;&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;an dengan  perlahan-lahan. &lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts11&quot;&gt;–&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt; Qs. 73  al-Muzzammil : 2 s/d 4 &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Sesungguhnya bangun diwaktu malam itu adalah  paling baik dan lebih tenang bacaannya &lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts11&quot;&gt;–&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt; Qs. 73 al-Muzzammil : 6 &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Dari kacamata ilmu modern, perjalanan Nabi  keluar angkasa dimalam hari justru tepat sekali karena bila beliau  diberangkatkan saat siang hari maka beliau naik menuju matahari yang menjadi  pusat orbit semua planet dalam sistem matahari kita. Kenyataan ini tidak dapat  disebut bahwa Nabi telah berangkat naik akan tetapi sebenarnya beliau justru  turun karena semakin dekat kita pada pusat orbit atau pusat rotasi maka kita  tidak sedang naik namun sedang turun, seandainya orang naik dari bumi menuju  Planet Jupiter atau Saturnus hendaklah dia berangkat waktu malam yaitu bergerak  dengan menjauhi matahari selaku titik yang paling bawah dalam tata surya kita.  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Orang mengetahui bahwa semesta, galaksi, tata  surya dan planet, masing-masingnya mengalami perputaran. Setiap putaran tentunya  memiliki pusat putaran yang langsung menjadi pusat benda angkasa itu. Semuanya  bagaikan bola atau roda yang senantiasa berputar. Maka sesuatu yang menjadi  pusat putaran dikatakan paling bawah dan yang semakin jauh dari pusat putaran  dinamakan semakin atas. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Dalam hal ini keadaan dibumi dapat dijadikan  contoh. Pusat putaran bumi dikatakan paling bawah dan yang semakin jauh dari  pusat itu dikatakan semakin naik keatas. Akibatnya, orang yang berdiri di  Equador Amerika dan orang yang berdiri dipulau Sumatera, pada waktu yang sama,  akan menyatakan kakinya kebawah dan kepalanya keatas, padahal kedua orang  tersebut sedang mengadu telapak kaki dari balik belahan bumi, tetapi  masing-masingnya ternyata benar untuk status bawah dan atas yang dipakai  dipermukaan bumi ini. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Demikian juga jika contoh itu dipakai untuk  status tata surya dimana matahari sebagai bola api langsung bertindak jadi pusat  rotasi ataupun peredaran. Karenanya matahari dikatakan paling bawah dan yang  semakin jauh dari matahari dinamakan semakin naik keatas. Planet Venus dan  Mercury berada dibawah orbit bumi karena keduanya mengorbit dalam daerah yang  lebih dekat dengan matahari, jadi jika ada penduduk bumi yang pergi ke Venus,  Mercury atau Matahari, maka orang tersebut hakekatnya sedang turun bukan naik,  karenanya Planet Venus dan Mercury tidak mungkin disebut sebagai langit bagi  planet bumi kita, sebab yang dikatakan langit adalah sesuatu yang berada  dibahagian atas, tetapi benar kedua planet itu menjadi langit bagi matahari  sendiri. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Selanjutnya, ayat al-Qur&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts11&quot;&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;an juga menyebutkan secara jelas bahwa  peristiwa Isra&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts11&quot;&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt; dan  Mi&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts11&quot;&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;raj terjadi dari satu  titik (daerah) bernama Masjid al-Haram dan kita semua tahu bahwa kata itu  merujuk pada tempat bersujud disekeliling Ka&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts11&quot;&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;bah, entah itu dibagian yang disebut  Hathiem, Hijir maupun maqam Ibrahim dimana menurut konon cerita sebagai tempat  berpijak Nabi Ibrahim sewaktu meninggikan dasar-dasarnya bersama puteranya Nabi  Ismail. Karenanya maka kita tidak perlu bingung dengan keberadaan hadis riwayat  Bukhari yang menyatakan bahwa Nabi diperjalankan dari Hatihiem dan Hijr seperti  berikut ini : &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Telah menceritakan kepada kami Hudbah bin  Khalid dari Hummam bin Yahya dari Qatadah yang berasal dari Anas bin Malik dari  Malik bin Sha&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts11&quot;&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;sha&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts11&quot;&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;ah bahwasanya Nabi Allah Saw telah  menceritakan kepada mereka tentang suatu malam dimana beliau di  Israa&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts11&quot;&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;kan : &lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts11&quot;&gt;‘&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Ketika aku di Hathiem dan terkadang  beliau bersabda &lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts11&quot;&gt;–&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt; aku ada di  Hijir sambil berbaring ...&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts11&quot;&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Semuanya menunjukkan bahwa posisi Nabi kala itu  masih berada di Mekkah dan dalam lingkungan Ka&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts11&quot;&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;bah (Masjid al-Haram) sesuai surah  al-Israa&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts11&quot;&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt; ayat 1. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Hanya saja yang perlu kita koreksi adalah  hadis-hadis lain (salah satunya juga diriwayatkan oleh Bukhari dari Anas bin  Malik menurut versi Abu Dzar) yang mengatakan bahwa Nabi diberangkatkan dari  dalam rumahnya dengan membukanya atap-atap rumah beliau dengan sendirinya untuk  kemudian muncul Jibril dan langsung membelah dadanya lalu ada juga hadis yang  mengatakan bahwa Nabi tidak berangkat dari rumahnya dan tidak pula dari dekat  Ka&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts11&quot;&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;bah tetapi dari rumah Umi  Hani binti Abu Thalib saat beliau menginap disana. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Disini kita tidak akan banyak bercerita  mengenai riwayat detil hadis-hadis itu namun untuk diketahui saja bahwa ada  banyak sekali variasi hadis yang menceritakan peristiwa Isra&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts11&quot;&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt; dan Mi&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts11&quot;&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;raj ini dan masing-masing isi hadis  saling berseberangan atau bertolak belakang; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Dari kacamata ilmu modern, salah satu dari  kumpulan hadis-hadis itu pasti benar atau semuanya salah yang disebabkan  terdistorsinya hadis Nabi oleh pikiran, ucapan maupun khayalan para perawinya,  toh, mereka adalah manusia biasa, tidak ada jaminan para perawi hadis bebas dari  kesalahan. Mustahil Nabi Muhammad bercerita mengenai kejadian yang sama tetapi  berbeda informasinya, sebab ini berarti Nabi sudah berdusta padahal sifat ini  sangat jauh dari pribadi seorang Muhammad yang sejak kecil digelari  masyarakatnya sebagai al-amin. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Inilah makanya jangan terlalu bertaklid  terhadap hadis, bersifat kritislah, enyahkan jauh-jauh emosional yang mengganggu  pikiran rasional. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Selanjutnya dari masjid al-haram perjalanan  Nabi sampai kemasjid al-aqsha; bertitik tolak dari istilah masjid al-aqsha ini  maka sejumlah ulama kembali berbeda pandangan, apakah yang dimaksud adalah  masjid al-aqsha yang sekarang ini berada ditanah Yerusalem ataukah nama suatu  tempat nun jauh disana. Dalam hal ini Saleh A. Nahdi (Sumber: Saleh A. Nahdi,  Mi&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts11&quot;&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;raj Isra bukan Isra  Mi&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts11&quot;&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;raj, Penerbit PT. Arista  Brahmatyasa, Jakarta, 1993, hal. 45) berpendapat bahwa masjid al-aqsha yang  dimaksud merupakan masjid Nabawi dikota Madinah, dimana menurut beliau tujuan  perjalanan Nabi kesana sebagai petunjuk awal dari Allah kepada Nabi Muhammad  untuk berpindah dari tanah kelahirannya Mekkah al-mukarromah yang waktu itu  masyarakatnya sangatlah membenci beliau sekaligus menjadi titik tolak kemenangan  Islam dimasa depan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Saleh A. Nahdi menyatakan bahwa penyebutan  masjid al-aqsha untuk nama tempat yang ada di Yerusalem tidaklah sesuai dengan  kalimat &lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts11&quot;&gt;‘&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Kami berkati  sekelilingnya&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts11&quot;&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt; sebab pada  kenyataannya daerah ini tidak pernah mencerminkan isi ayat tersebut, sebaliknya  hampir setiap hari kita lihat diberita terjadi pembantaian manusia oleh zionis  Israel. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Senada dengan Saleh A. Nahdi, Taufik Adnan Amal  (sumber: Taufik Adnan Amal, Rekonstruksi Sejarah al-Qur&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts11&quot;&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;an, dengan kata pengantar : Prof. Dr. M.  Quraish Shihab, Penerbit Forum Kajian Budaya dan Agama (FkBA), Yogyakarta, 2001,  hal. 79, catatan kaki no. 59) berpendapat dengan merujuk istilah masjid al-aqsha  yang ada pada surah al-Israa&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts11&quot;&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;  ayat satu kepada tempat peribadatan yang terletak di Yerusalem sangat tidak  logis, karena masjid al-Aqsha baru dibangun sekitar 46 tahun setelah wafatnya  Nabi, dan hadis-hadis yang bercerita pengalaman Nabi di Bait al-Maqdis bukan  satu-satunya yang ditemukan dalam koleksi-koleksi hadis tentang peristiwa  Mi&#39;raj. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Menurut beliau, hadis-hadis lainnya memberi  keterangan bahwa perjalanan spiritual Nabi tersebut bermula dari Mekkah dengan  tanpa menyebut perjalanan ke Yerusalem [Lihat misalnya Bukhari, Shahih, Kitab  al-Shalat, bab kayfafuridlat al-shalat...; Abu Ja&#39;far Muhammad ibn Jarir  al-Thabari, Jami&#39; al-Bayan &#39;an Ta&#39;wil Ay al-Qur&#39;an, eds. Mahmud Muhammad Syakir  &amp;amp; Ahmad Muhammad Syakir]; Disisi lain Taufik juga mempertanyakan bila  Yerusalem dalam ayat lain dinyatakan sebagai negeri terdekat (Lihat surah 30  ar-Rum ayat 3) maka bagaimana mungkin sekarang dinyatakan Yerusalem sebagai  masjid terjauh ? &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Oleh karena itu masih menurut beliau, maka ahli  sejarah Islam terkenal, Thabari tidak memasukkan versi hadis tentang perjalanan  Nabi ke Yerusalem, tetapi menuturkan perjalanan spiritual Nabi ke langit dunia  tanpa menyinggung Yerusalem. Namun berbeda dengan Saleh A. Nahdi yang  berpendapat masjid al-aqsha adalah masjid Nabawi, maka Taufik Adnan Amal  berpendapat bahwa masjid al-aqsha yang tercantum didalam kitab suci merujuk  tempat ibadah para malaikat dilangit.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Bila kita kembalikan lagi kepada  al-Qur&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts11&quot;&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;an sebagai data paling  otentik yang diakui oleh umat Islam, penunjukan masjid al-aqsha kepada Bait  al-Maqdis di Yerusalem memang tidak pernah ada sebaliknya ketika menyambung  pembicaraan mengenai Isra&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts11&quot;&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;  Mi&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts11&quot;&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;raj dalam surah an-Najm,  al-Qur&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts11&quot;&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;an memperkenalkan  istilah Sidratul Muntaha dimana Nabi disebutkan telah melihat wujud asli dari  malaikat Jibril.; Istilah masjid al-aqsha secara terminologi berarti tempat  sujud yang jauh. Dari kitab suci, pemakaian kata masjid pernah disebut untuk  merujuk tempat ibadah ashabul kahfi yang hidup sebelum kenabian Muhammad,  sehingga argumentasi bahwa pengertian masjid hanya terbatas pada nama tempat  dimana umat Nabi Muhammad beribadah menjadi lemah. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Sungguh kami akan mendirikan masjid (tempat  bersujud) diatasnya &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;rvts11&quot;&gt;–&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt; Qs.  18 al-Kahf : 21 &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Untuk itu tidak berlebihan kiranya apabila saya  cenderung mengkaitkan antara masjid al-aqsha dengan Sidratul Muntaha, dengan  kata lain bahwa masjid al-aqsha yang dimaksud tidak berada dibumi ini.  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Mengkaitkan antara masjid al-aqsha sebagai  masjid Nabawi maupun Bait al-Maqdis di Yerusalem sama sekali tidak tepat selain  memang bertentangan dengan fakta historis tanah tepi barat yang selalu  menumpahkan darah sehingga tidak layak disebut kota suci yang diberkahi Tuhan  sepanjang masa, perjalanan Nabi untuk sujud dimasjid Nabawi yang notabene belum  ada saat itu tidak masuk dilogika.; Kita tahu sebelum Nabi memutuskan hijrah ke  Madinah (dulu bernama Yatsrib) Nabi pernah melakukan hijrah ke Ethiopia  (Habsyah) namun gagal. Seandainya Nabi sudah tahu bahwa tempat hijrah yang  sebenarnya adalah di Madinah, beliau tidak perlu lagi mencoba ke Ethiopia.  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Sidratul Muntaha bila dilihat dari kacamata  ilmu modern bisa diasumsikan bagi nama sebuah planet bumi lain diluar tata surya  yang kita diami ini yang letaknya jauh dari jangkauan penglihatan indrawi kita  secara kasat mata. Surah an-Najm ayat ke-7 menyebutnya dengan istilah ufuk yang  tinggi, sedangkan ufuk sendiri adalah batas pandangan mata, kita juga tahu mata  kita ini memiliki keterbatasan dalam melihat semua benda luar angkasa yang  berjumlah jutaan itu. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Dan dia berada diufuk yang tinggi &lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts11&quot;&gt;–&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt; Qs. 53 an-Najm : 7 &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Saya juga menghubungkan antara Sidratul Muntaha  yang disebut dalam ayat ke-15 surah an-Najm terdapat Jannah sebagai tempat  tinggal dengan Jannah dimana dulunya Adam berasal sebelum diperintahkan Allah  turun kebumi kita ini dan di Jannah itu juga para Malaikat pernah bersujud  kepada Adam. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Didekatnya ada Jannah tempat tinggal  &lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts11&quot;&gt;–&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;&lt;b&gt; Qs. 53 an-Najm : 15&lt;/b&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Hai Adam, tinggallah kamu dan istrimu didalam  Jannah itu &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;rvts11&quot;&gt;–&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt; Qs. 7  al-a&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts11&quot;&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;raaf : 19 &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Dan saat Kami memerintahkan kepada Malaikat :  &lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts11&quot;&gt;‘&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Sujudlah kamu semua  kepadanya !&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts11&quot;&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt; ; Lalu mereka  bersujud kecuali Iblis&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;rvts11&quot;&gt;–&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;  Qs. 17 al-Israa&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts11&quot;&gt;’&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;&lt;b&gt; : 6&lt;/b&gt;1  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Istilah Jannah sendiri bisa diartikan sebagai  kebun yang subur (referensi : A. Hassan, Tafsir al-Furqon, Penerbit Pustaka  Tamaam Bangil, 1986, hal. 10, catatan kaki no.38), dan kita bisa membaca sifat  Jannah yang lain dari surah Thaha ayat 118 dan 119 bahwa didalamnya Adam tidak  merasa kepanasan akibat sinar matahari dan tidak juga dia merasa kehausan atau  kelaparan maupun sampai telanjang akibat udara yang panas sehingga harus membuka  pakaian, sebab tempat tersebut banyak sekali pepohonan yang rimbun dan buahnya  bisa dinikmati sebagaimana isi surah al-Baqarah ayat 35. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Sesungguhnya kamu tidak akan kelaparan dan  telanjang didalamnya dan sungguh kamu juga tidak akan merasa dahaga maupun  ditimpa panas matahari disana &lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts11&quot;&gt;–&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;&lt;b&gt; Qs. 20 Thaha : 119&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Bila kita mengadakan bacaan lintas kitab  seperti yang sudah pernah kita lakukan sebelumnya, al-Kitab Kristen pun  menceritakan bahwa Adam dan istrinya bukan tinggal di surga yang wujudnya tidak  dapat dibayangkan secara konkrit melainkan tinggal dalam sebuah kebun yang  subur. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Selanjutnya TUHAN Allah membuat taman di Eden,  di sebelah timur; disitulah ditempatkan-Nya manusia yang dibentuk-Nya  itu.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; &lt;i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;- Perjanjian Lama : Kitab Kejadian : Pasal 2  ayat 8 &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Dengan demikian, perjalanan yang dilakukan oleh  Nabi Muhammad selaku Nabi terakhir pada peristiwa Isra&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts11&quot;&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt; dan Mi&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts11&quot;&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;raj adalah suatu perjalanan pulang  kampung. Melihat kembali tempat dimana dulunya nenek moyang manusia bumi ini  (yaitu Adam dan istrinya) berasal. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Hadis-hadis yang mengisahkan peristiwa ini  memang sangat beragam dan tidak jarang saling bertentangan satu dengan yang  lain, namun dari perbedaan-perbedaan tersebut, ada persamaan yang perlu kita  perhatikan, yaitu kisah dimana Nabi disebutkan mengendarai Buraq dalam  perjalanan malamnya itu. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Adalah logis dan sejalan dengan kausalita bahwa  saat seseorang melakukan perjalanan yang berjarak jauh, dia memerlukan alat  transportasi sebagai jembatan atas keterbatasan phisiknya. Apalagi untuk  menempuh perjalanan antar bintang yang dilakukan oleh Nabi Muhammad, praktis  beliau pun membutuhkan sarana transportasi ini dengan kemampuan yang memang  memadai untuk memberikan perlindungan dari segala macam bahaya, baik dari  benturan meteor, kehampaan udara, pergesekan dengan atmosfir bumi dan  sebagainya. Allah tidak melakukan pelanggaran hukum alam disini, Dia tidak  memperjalankan Nabi Muhammad layaknya seorang Superman yang terbang bebas atau  tidak juga memberinya kuda sembrani bersayap dan karpet terbang namun Dia  memberikan sebuah wahana antariksa bernama Buraq. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Istilah Buraq mungkin berasal dari istilah  Barqu yang berarti kilat sebagaimana terdapat pada ayat al-Qur&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts11&quot;&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;an yang bisa dilihat dibawah ini. Dengan  perubahan istilah barqu menjadi buraq, Nabi hendak menyampaikan kepada kita  bahwa kendaraannya itu memiliki kecepatan diatas sinar, jauh meninggalkan  teknologi yang sudah kita capai dijaman sekarang ini, mungkin lebih mirip dengan  kecepatan piring terbang yang sering dilaporkan oleh masyarakat sehingga praktis  Nabi dapat melakukan perjalanan antar planet dalam waktu setengah malam saja.  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Hampir-hampir kilat itu menyambar pemandangan  mereka. Setiap kali kilat itu menyinari mereka, mereka berjalan dibawah sinar  itu dan bila gelap tiba, mereka berhenti berjalan. Niscaya jika Allah  menghendakinya Dia melenyapkan pemandangan dan penglihatan mereka, karena Allah  maha berkuasa atas segala sesuatu. &lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts11&quot;&gt;–&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt; Qs. 2 al-baqarah : 20 &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Para sarjana telah melakukan penyelidikan dan  berkesimpulan bahwa kilat atau sinar bergerak sejauh 186.000 mil atau 300  Kilometer perdetik. Dengan penyelidikan yang memakai sistem paralax, diketahui  pula jarak matahari dari bumi sekitar 93.000.000 mil dan dilintasi oleh sinar  dalam waktu 8 menit. Untuk menerobos garis tengah jagat raya saja memerlukan  waktu 10 milyar tahun cahaya melalui galaksi-galaksi dan selanjutnya menuju  tempat yang oleh S. Anwar Effendie (sumber: S. Anwar Effendie, Isra&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts11&quot;&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt; Mi&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts11&quot;&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;raj, Perjalanan ruang waktu dalam  kaitannya dengan penciptaan alam raya, Penerbit PT. Pradnya Paramita, Jakarta,  1993, hal. 147) disebutnya sebagai kulit bola alam raya dengan garis tengah 40  milyar tahun cahaya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Untuk mencapai jarak yang demikian jauhnya  tentu diperlukan penambahan kecepatan yang berlipat kali kecepatan cahaya.  Karenanya Kenneth Behrendt seorang konsultan teknik dan ahli kimia Amerika  seperti yang dilansir oleh Angkasa Online N0.8 Mei 2000 TAHUN X (sumber: Angkasa  Online, &lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts10&quot;&gt;www.angkasa-online.com/10/08/fenom/fenom1.htm&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;, Menjejak UFO dengan Kemampuan Terbatas, No.8 Mei 2000 Tahun X)  mengungkapkan pesimistiknya mengenai perjalanan keluar angkasa jika hanya  mengandalkan teknologi pesawat saja, sebab menurutnya perjalanan kealam semesta  terdekat, yakni Alpha Centauri yang berjarak empat tahun cahaya, bisa dipastikan  tak akan pernah terjadi. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Sebab untuk mencapainya paling-tidak diperlukan  waktu hingga 80.000 tahun. Dengan waktu selama ini, boleh jadi tujuan perjalanan  yang sesungguhnya justru akan terlupakan di tengah jalan. Perjalanan pun kian  tak berarah mengingat dalam kecepatan cahaya tak ada satu pun gelombang radio  yang bisa digunakan untuk mengantar pesan dan komando taktis dari pangkalannya  dibumi ini. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Namun bagi saya, disitulah justru letak  keistimewaan terbesar Nabi Muhammad selain al-Qur&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts11&quot;&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;an, bukankah sudah kita bahas sebelumnya  bahwa peristiwa Isra&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts11&quot;&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;  Mi&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts11&quot;&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;raj bukanlah atas kehendak  dari Nabi sendiri dan tidak juga mengandalkan teknologi atau kemampuan yang  beliau miliki tetapi semuanya atas keinginan dari Allah yang memang maha  memiliki kemampuan teknologi dan adalah mudah bagi-Nya untuk menyiapkan sebuah  pesawat yang mampu melintasi alam semesta dengan garis tengah milyaran tahun  cahaya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Dari sisi ilmu komputer mungkin bisa  dicontohkan dengan analogi dari prinsip-prinsip jaringan komputer sebagai  berikut : Protocol TCP / IP yang kita gunakan di Internet kita ibaratkan sebagai  Buraq atau kendaraan yang dipakai oleh Nabi, sedangkan diri Nabi Muhammad  sendiri adalah paket data (e-mail misalnya) yang akan kita kirimkan ke ujung  belahan dunia lain (planet Muntaha). Melalui proses enkripsi, enkode dan dekode  yang dikapsulkan (capsulated) di dalam protocol TCP / IP (Buraq), paket data  (dalam hal ini Nabi) dapat melihat-lihat dan berjalan-jalan menelusuri jaringan  Internet yang berbeda-beda dimensinya (disini kita ingat bahwa Nabi  disebut-sebut banyak melihat-lihat pemandangan yang mencerminkan masa yang akan  datang), lewat transmisi terrestrial (dimensi kabel, serat optik) kemudian di up  link melalui transmisi satelit dan micro wave (dimensi radio link) hingga  kembali ke bentuk dimensi asalnya teks di layar komputer (planet Muntaha),  begitu juga sebaliknya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Untuk itulah kiranya bisa dimengerti kenapa  sebelum peristiwa Isra&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts11&quot;&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt; dan  Mi&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts11&quot;&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;raj terjadi, Nabi Muhammad  dibelah dadanya oleh para Malaikat. Hal ini tidak lain sebagai suatu persiapan  kondisi jasmaninya agar cukup dan mampu dalam menempuh penerbangan jarak jauh.  Sebab jantung merupakan alat vital bagi manusia terutama dalam memacu peredaran  darah yang mana jantung ini bekerja tanpa henti-hentinya sejak dari kandungan  sampai dengan akhir hayatnya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Sepasang dokter Amerika yang terdiri dari suami  istri, Dr. William Fisher dan Dr. Anna Fisher mengatakan bahwa perkembangan ilmu  kedokteran antariksa tengah memfokuskan penyelidikannya sehubungan dengan  pembuluh darah jantung para astronot dan kondisi-kondisi tulang yang makin lemah  setelah lama dalam ruang angkasa, ini membuktikan kebenaran dari peristiwa  pembedahan dada Nabi Muhammad oleh dokter-dokter ahli langit yang ditunjuk oleh  Allah, yaitu para malaikat yang diketuai oleh Jibril. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Dalam peristiwa pembedahan dan pembersihan  jantung Nabi sebelum Mi&#39;raj kiranya merupakan gambaran adanya pengertian bagi  manusia umumnya untuk mempelajari ilmu kedokteran khusunya dalam bidang bedah  dan anatomi serta ilmu kedokteran antariksa. Dan ternyata kemudian bedah jantung  ataupun pencangkokan jantung dan ilmu kedokteran antariksa oleh para ahli mulai  diperkenalkan pada abad dua puluh. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Pada abad-abad kemajuan Islam dibidang  teknologi dan ilmu pengetahuan, maka jelaslah bagi kita bahwa ahli-ahli  kedokteran muslim telah memperlihatkan kemajuan yang pesat sekali. Buku-buku  berbahasa Arab yang berisi ilmu-ilmu kedokteran benar-benar ilmiah dan asli.  Malahan sudah menjadi bahan pelajaran dinegara Eropa khususnya, ahli-ahli  kedokteran yang termasyur misalnya saja Ibnu Sina (Aviccena), Qorsh-&#39;Ala&#39;uddin,  Ibnu An Nafis (yaitu dokter yang pertama kali mengajarkan peredaran darah)  dimana dalam tulisan itu dijelaskan secara sistematis bagaimana aliran darah  mengalir dari hati kejantung melalui urat nadi paru-paru dan kemudian kembali  lagi kehati. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Mengenai kecepatan cahaya sendiri,  al-Qur&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts11&quot;&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;an sudah memberikan  contoh melalui perjalanan malaikat menuju kehadirat-Nya dalam ayat berikut :  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Naik malaikat-malaikat dan ruh-ruh kepada-Nya  dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun - Qs. 70 al-Maarij : 4  &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Ukuran waktu dalam ayat diatas disebutkan angka  50 ribu tahun sebagai rentang waktu yang menunjukkan betapa lamanya waktu yang  diperlukan penerbangan malaikat dan Ar-Ruh untuk sampai kepada Tuhan. Namun  bagaimanapun juga ayat itu menunjukkan adanya perbedaan waktu yang cukup besar  antara waktu kita yang tetap dibumi dengan waktu malaikat yang bergerak cepat  diluar angkasa, dalam bahasa modern kita bisa menjelaskan bahwa waktu untuk  seseorang yang berada dibumi berbeda dengan waktu bagi orang yang ada dalam  pesawat yang berkecepatan tinggi. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Perbedaan waktu yang disebut dalam ayat diatas  dinyatakan dengan angka satu hari malaikat berbanding 50.000 tahun waktu bumi,  perbedaan ini tidak ubahnya dengan perbedaan waktu bumi dan waktu elektron,  dimana satu detik bumi sama dengan 1.000 juta tahun elektron atau 1 tahun Bima  Sakti sama dengan 225 juta tahun waktu sistem solar. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Jadi bila malaikat berangkat jam 18:00 dan  kembali pada jam 06.00 pagi waktu malaikat, maka menurut perhitungan waktu  dibumi sehari malaikat sama dengan 50.000 tahun waktu bumi. Dan untuk jarak  radius alam semesta hingga sampai ke Muntaha dan melewati angkasa raya yang  disebut sebagai &#39;Arsy Ilahi, 10 Milyar tahun cahaya diperlukan waktu kurang  lebih 548 tahun waktu malaikat. Namun malaikat Jibril kenyataannya dalam  peristiwa Mi&#39;raj Nabi Muhammad Saw itu hanya menghabiskan waktu 1/2 hari waktu  bumi (maksimum 12 Jam) atau sama dengan 1/100.000 tahun Jibril. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Contoh lain yang cukup populer, yaitu paradoks  anak kembar, ialah seorang pilot kapal ruang angkasa yang mempunyai saudara  kembar dibumi, dia berangkat umpamanya pada usia 0 tahun menuju sebuah bintang  yang jaraknya dari bumi sejauh 25 tahun cahaya. Setelah 50 tahun kemudian  sipilot tadi kembali kebumi ternyata bahwa saudaranya yang tetap dibumi berusia  49 tahun lebih tua, sedangkan sipilot baru berusia 1 tahun saja. Atau  penerbangan yang seharusnya menurut ukuran bumi selama 50 tahun cahaya pulang  pergi dirasakan oleh pilot hanya dalam waktu selama 1 tahun saja. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Dari contoh-contoh diatas menunjukkan bahwa  jarak atau waktu menjadi semakin mengkerut atau menyusut bila dilalui oleh  kecepatan tinggi diatas yang menyamai kecepatan cahaya. Kembali pada peristiwa  Mi&#39;raj Rasulullah bahwa jarak yang ditempuh oleh Malaikat Jibril bersama Nabi  Muhammad dengan Buraq menurut ukuran dibumi sejauh radius jagad raya ditambah  jarak Sidratul Muntaha pulang pergi ditempuh dalam waktu maksimal 1/2 hari waktu  bumi atau 1/100.000 waktu Jibril atau sama dengan 10 pangkat -5 tahun cahaya,  yaitu kira-kira sama dengan 9,46 X 10 pangkat-23 cm/detik dirasakan oleh Jibril  bersama Nabi Muhammad (bandingkan dengan radius sebuah elektron dengan 3 X 19  pangkat -11 cm) atau kira-kira lebih pendek dari panjang gelombang sinar gamma.  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Nah, istilah berkah yang disebut dalam surah  al-Israa&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts11&quot;&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt; ayat satu menurut  pendapat penulis merupakan penjagaan total yang melindungi Nabi Muhammad didalam  kendaraan Buraqnya dari berbagai bahaya yang dapat timbul baik selama perjalanan  dari bumi atau juga selama dalam perjalanan diruang angkasa, termasuk pencukupan  udara bagi pernafasan Rasulullah selama itu dan lain sebagainya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Jika kita sudah terbiasa menonton film Star  Treks, Star Wars, Babilon V atau juga Independence Day (ID4) maka tidaklah sukar  kiranya untuk memahami peristiwa yang dialami oleh Nabi dalam kisah  Isra&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts11&quot;&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt; dan Mi&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts11&quot;&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;raj tersebut. Manusia sekarang ini sudah  mampu mengkhayal kecanggihan yang demikian luar biasanya dalam film-film fiksi  ilmiah dan ini sebenarnya adalah ilham yang sudah diberikan Allah kepada kita  agar kelak kitapun harus dapat merealisasikannya secara nyata. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Dus, perjalanan Nabi Muhammad yang masih  dianggap fantastis dan ghaib ini bukan satu-satunya hal yang pernah terjadi  dalam sejarah kenabian, didalam al-Kitab tepatnya pada Perjanjian Lama kita juga  bisa membaca bahwa Nabi Yehezkiel (salah seorang Nabi Israel yang oleh sementara  cendikiawan Islam diduga sebagai Nabi Zulkifli) pernah melakukan perjalanan yang  serupa hanya saja beliau tidak sampai menjelajah keluar angkasa. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Berikut petikan kisahnya : &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Dalam tahun kedua puluh lima sesudah pembuangan  kami, yaitu pada permulaan tahun, pada tanggal sepuluh bulan itu, dalam tahun  keempat belas sesudah kota itu ditaklukkan, pada hari itu juga kekuasaan TUHAN  meliputi aku dan dibawa-Nya aku dalam penglihatan-penglihatan ilahi ke tanah  Israel dan menempatkan aku di atas sebuah gunung yang tinggi sekali. Di atas itu  di hadapanku ada yang menyerupai bentuk kota. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Ke sanalah aku dibawa-Nya. Dan lihat, ada  seorang yang kelihatan seperti tembaga dan di tangannya ada tali lenan beserta  tongkat pengukur; dan ia berdiri di pintu gerbang. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Orang itu berbicara kepadaku: &lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts11&quot;&gt;‘&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Hai anak manusia, lihatlah dengan teliti  dan dengarlah dengan sungguh-sungguh dan perhatikanlah baik-baik segala sesuatu  yang akan kuperlihatkan kepadamu; sebab untuk itulah engkau dibawa ke mari,  supaya aku memperlihatkan semuanya itu kepadamu. Beritahukanlah segala sesuatu  yang kaulihat kepada kaum Israel&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts11&quot;&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts11&quot;&gt;–&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;&lt;i&gt; Perjanjian  Lama : Kitab Yehezkiel 40 : 1 - 4&lt;/i&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Dalam ayat diatas kita mendapat gambaran, bahwa  Nabi Yehezkiel atas kehendak dari Allah &lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts11&quot;&gt;–&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;serupa dengan kejadian Nabi Muhammad yang bukan atas keinginan  pribadinya- telah diperjalankan dari tempatnya semula menuju kesuatu gunung yang  sangat tinggi dan dari atas gunung itu Yehezkiel mampu memandang keseluruhan  kota secara leluasa. Pada ayat lain dari kitab Yehezkiel, kita juga akan  menemukan bahwa kemungkinan Buraq juga sudah pernah diturunkan oleh Allah  melalui malaikat-Nya pada jaman kenabian Yehezkiel dan mungkin pesawat yang  memiliki kecepatan diatas cahaya ini juga yang telah membawanya keatas sebuah  puncak gunung yang tinggi itu. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Datanglah firman TUHAN kepada imam Yehezkiel,  anak Busi, di negeri orang Kasdim di tepi sungai Kebar, dan di sana kekuasaan  TUHAN meliputi dia. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Lalu aku melihat, sungguh, angin badai bertiup  dari utara, dan membawa segumpal awan yang besar dengan api yang berkilat-kilat  dan awan itu dikelilingi oleh sinar; di dalam, di tengah-tengah api itu  kelihatan seperti suasa mengkilat. Dan di tengah-tengah itu juga ada yang  menyerupai empat makhluk hidup dan beginilah kelihatannya mereka: mereka  menyerupai manusia. &lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts11&quot;&gt;–&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;  Perjanjian Lama : Kitab Yehezkiel 1:3-5 &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Terlepas sejauh mana kepercayaan kita pada apa  yang disampaikan didalam kitab Perjanjian Lama tersebut, setidaknya secara  obyektif kita memiliki satu parameter perbandingan dengan kisah-kisah yang ada  didalam Islam. Apalagi kita tahu bahwa al-Kitab sendiri sebenarnya merupakan  ajaran Tuhan yang pernah ada namun di interpolasi oleh tangan-tangan manusia,  tetapi dibalik semua intervensi yang terjadi ini saya memiliki keyakinan bahwa  jejak-jejak kebenaran Tuhan akan tetap ada dan nyata dalam kitab tersebut,  karena itu al-Qur&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts11&quot;&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;an disebut  sebagai korektor atau pembanding terhadap kebenaran yang ada. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Dan Kami telah menurunkan untukmu  al-Qur&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts11&quot;&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;an dengan membawa  kebenaran, membenarkan apa yang ada sebelumnya, yaitu beberapa kitab suci  sekaligus menjadi korektor terhadap kitab-kitab yang lain itu &lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts11&quot;&gt;–&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt; Qs. 5 al-Maidah : 48 &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;Wassalam,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ogiexslasher.blogspot.com/2011/06/isra-dan-miraj.html</link><author>noreply@blogger.com (mbah ogiex)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4640816974857799573.post-1987628981754720212</guid><pubDate>Tue, 07 Jun 2011 09:47:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-06-07T16:47:13.303+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tsamud</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Umat Nabi Shalih</category><title>Kaum Tsamud, Umat Nabi Shalih yang musnah oleh suara guntur</title><description>&lt;blockquote&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;div class=&quot;ayetler&quot;&gt;&lt;b&gt;Kaum Tsamud pun telah mendustakanancaman-ancaman itu. Maka  mereka berkata: &quot;Bagaimana kita akan mengikuti saja seorang manusia (biasa)  diantara kita?. Sesungguhnya kalau kita begitu benar-benar berada dalam keadaan  sesat dan gila&quot;. Apakah wahyu itu diturunkan kepadanya diantara kita ?.  Sebenarnya dia adalah seorang yang amat pendusta lagi sombong. Kelak mereka akan  mengetahui siapakah yang sebenarnya amat pendusta lagi sombong. (QS Al-Qamar:  23-26)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;Sebagaimana disebutkan dalam Al Qur&#39;an, kaum Tsamud menolak  peringatan-peringatan dari Allah sebagaimana dilakukan kaum &#39;Ad dan sebagai  konsekuensinya merekapun dihancurkan. Berdasarkan hasil studi arkeologi dan  sejarah terkini banyak hal yang sebelumnya tidak diketahui telah diketemukan,  semisal lokasi dimana kaum Tsamud hidup. Perumahan yang mereka buat dan gaya  hidup mereka. Tsamud seperti disebutkan dalam Al Qur&#39;an merupakan fakta sejarah  yang dibenarkan oleh banyak temuan arkeologis saat ini.&lt;br /&gt;
Sebelum lebih jauh melihat temuan arkeologis yang berkaitan dengan kaum  Tsamud, sangatlah bermanfaat untuk mempelajari cerita di dalam Al Qur&#39;an serta  perjuangan dari kaum ini dengan nabi mereka. Sebagaiman bahwa Al Qur&#39;an adalah  kitab yang diperuntukkan untuk sepanjang massa, pengingkaran kaum Tsamud dari  peringatan-peringatan yang datang kepada mereka adalah sebuah peristiwa yang  memberikan sebuah peringaan kepada semua orang disepanjang massa.&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;baslik2&quot;&gt;Penyampaian Pesan Nabi Shalih&lt;/div&gt;Di dalam Al Qur&#39;an disebutkan bahwa Nabi Shalih diutus untuk memperingatkan  kaum Tsamud. Shalih dikenal dikalangan masyarakat Tsamud. Kaumnya yang tidak  mengharapkan ia akan mengumumkan agama yang benar merasa terkejut atas seruannya  untuk meninggalkan penyimpangan-penyimpangan mereka. Reaksi pertama adalah  menghujat dan mengutuknya ;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;ayetler&quot;&gt;&lt;b&gt;Dan kepada Tsamud (Kami utus) saudara mereka Shaleh. Shaleh  berkata;&quot;Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain  Dia. Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu  pemakmurnya, karena itu mohonlah ampunan-Nya. Sesungguhnya Tuhanku amatlah dekat  (Rahmat-Nya) lagi memperkenankan (doa hamba-Nya). Kaum Tsamud berkata ;&quot;Hai  shaleh, sesungguhnya kamu sebelum ini adalah seorang di antara kami yang kami  harapkan, apakah kamu melarang kami untuk menyembah apa yang disembah oleh  bapak-bapak kami/ dan sesungguhnya kamu betul-betul berada dalam keraguan yang  menggelisahkan terhadap agama yang kamu serukan kepada kami. (QS Hud 61-62).&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;ayetler&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;Sebagian kecil dari kaum Tsamud memenuhi panggilan Nabi Shalih, namun  sebagian besar dari mereka tidak menerima apa yang dikatakannya. Penolakan ini  terutama dari para pemimpin kaum tersebut dan mereka menempatkan Shalih sebagai  musuh terhadap mereka. Mereka mencoba untuk menghalang-halangi dan menekan kaum  yang beriman kepada nabi Shalih. Mereka sangat murka terhadap Shalih karena ia  menyerukan kepada mereka untuk menyembah Allah. Kemurkaan ini tidak hanya khusus  dilakukan kaum Tsamud. Tsamud mengulang kembali kesalahan yang telah dilakukan  oleh kaum Nuh dan &#39;Ad yang telah hidup sebelum mereka. Inilah sebabnya berkenaan  dengan ketiga kaum tersebut Al Qur&#39;an menyebutkan ;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;ayetler&quot;&gt;&lt;b&gt;Belumkah sampai kepadamu berita-berita orang-orang sebelum kamu  (yaitu) Kaum Nuh, &#39;Ad dan Tsamud dan orang-orang sesudah mereka. Tidak ada yang  mengetahui mereka selain Allah. Telah datang kepada mereka rasul-rasul (membawa)  bukti-bukti yang nyata lalu mereka menutupkan tangannya kemulutnya (karena  kebencian) dan berkata; &quot;Sesungguhnya kami mengingkari apa yang kamu disuruh  menyampaikannya (kepada kami), dan sesungguhnya kami benar-benar dalam keraguan  yang menggelisahkan terhadap apa yang kamu ajak kami kepadanya&quot;. (QS. Ibrahim:  9).&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;ayetler&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;Tanpa mengindahkan peringatan -peringatan Nabi Shalih, orang-orang membiarkan  kesangsian menguasai mereka. Namun masih ada sekelompok kecil yang percaya  terhadap kenabian shalih dan merekalah orang-orang yang diselamatkan bersama  dengan Shalih ketika bencana besar datang. Pemimpin masyarakat tersebut berupaya  untuk menekan kelompok yang mempercayai Shalih ;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;ayetler&quot;&gt;&lt;b&gt;Pemuka-prmuka yang menyombongkan diri diantara kaumnya berkata  kepada orang-orang yang dianggap lemah yang telah beriman di antara mereka; &quot;  tahukah kamu bahwa Shalih di utus ( menjadi rasul) oleh Tuhannya?&quot;. Mereka  menjawab; &quot; Sesungguhnya kami beriman kepada wahyu yang Shalih diutus untuk  menyampaikannya&quot;. Orang-orang yang menyombongkan diri berkata;&quot; sesungguhnya  kami adalah orang yang tidak percaya kepada apa yang kamu imani itu&quot;. (QS.  Al-A&#39;raf: 75-76).&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;ayetler&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;Kaum Tsamud melanjutkan kesangsian untuk menghormati Allah dan kenabian  shalih, lebih jauh sekelompok orang tertentu secara terang-terangan  menyangkalnya. Sekelompok orang diantara yang menolak keimanan -menurut dugaan,  dengan Nama Allah - merencanakan untuk membunuh Shalih :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;ayetler&quot;&gt;&lt;b&gt;Mereka menjawab; &quot; Kami mendapat nasib yang malang, disebabkan  kamu dan orang-orang yang bersama kamu&quot;. Shalih berkata ; &quot;Nasibmu ada pada sisi  Allah ( bukan kami yang menjadi sebab), tetapi kamu yang diuji&quot;. Dan adalah di  kota itu sembilan orang laki-laki yang membuat kerusakan di muka bumi, dan  mereka tidak berbuat kebaikan. Mereka berkata; &quot;Bersumpahlah kamu dengan nama  Allah, bahwa kita sungguh-sungguh akan menyerangnya dengan tiba-tiba bersama  keluarganya dimalam hari, kemudian kita katakan kepada warisnya (bahwa) kita  tidak menyaksikan kematian keluarganya itu, dan sesungguhnya kita adalah  orang-orang yang benar&quot;. Dan merekapun merencanakan makar dengan  sesungguh-sungguhnya dan Kami merencanakan makar (pula), sedang mereka tidak  menyadari. (QS. An-Naml: 47-50).&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;ayetler&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;Untuk mengetahui apakah kaumnya akan memamtuhi perintah Allah atau tidak,  Shalih menunjukkan kepada mereka seekor unta betina sebagai ujian untuk  mengetahui apakah mereka akan mematuhinya atau tidak. Salih berkata kepada  kaumnya untuk berbagi air mereka dengan unta betina tersebut dan tidak  menyakitinya. Kaumnya menjawab dengan membunuh unta betina tersebut. Dalam surat  Ash-Shuara kejadian tersebut disebutkan sebagai berikut:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;ayetler&quot;&gt;&lt;b&gt;Kaum Thamud telah mendustakan rasul-rasul. Ketika saudara  mereka Shalih, berkata kepada mereka: &quot; Mengapa kamu tidak bertaqwa?.  Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu, maka  bertaqwakah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Dan aku sekali-kali tidak minta  upah kepdamu atas ajakan itu, upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta  alam. Adakah kamu akan dibiarkkan tinggal di sini (di negeri ini) dengan aman,  di dalam kebun-kebun serta mata air, dan tanaman-tanaman dan pohon-pohon korma  yang manyangnya lembut. Dan kamu pahat sebagian dari gunung-gunung untuk  dijadikan rumah-rumah dengan rajin; maka bertaqwalah kepada Allah dan taatlah  kepadaku; dan janganlah kamu mentaati perintah orang-orang yang melewati batas,  yang membuat kerusakan di muka bumi dan tidak mengadakan perbaikan&quot;. Mereka  berkata ;&quot; Sesungguhnya kamu adalah seorang dari orang-orang yang terkena sihir;  Kamu tidak lain melainkan seorang manusia seperti kami; maka datangkanlah  sesuatu mu&#39;jizat jika kamu memang termasuk orang-orang yang benar&quot;. Shaleh  menjawab;&quot; Ini seekor unta betina, ia mempunyai giliran yntuik mendapatkan air  dan kamu mempunyai giliran pula untuk mendapatkan air di hari tertentu. Dan  jangalah kamu sentuh unta betina itu dengan sesuatu kejahatan, yang menyebabkan  kamu akan ditimpa oleh azab hari yang besar. Kemudian mereka membunuhnya, lalu  mereka menyesal, maka mereka ditimpakan azab. Sesungguhnya pada yang demikian  itu benar-benar terdapat bukti yang nyata. Dan adalah kebanyakan mereka tidak  beriman. (QS Asy Syu&#39;araa&#39; 141-158).&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;ayetler&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;Perjuangan Nabi Shalih terhadap kaummnya dikisahkan sebagai berikut:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;ayetler&quot;&gt;&lt;b&gt;Kaum Thamudpun telah mendustakan ancaman-ancaman (itu). Maka  mererka berkata; &quot;Bagaimana kita akan mengikuti saja, seorang manusia (biasa)  diantara kita ?. Sesungguhnya kalau kita begitu benar-benar berada dalam keadaan  sesat dan gila. Apakah wahyu itu diturunkan kepdanya di antara kita ?.  Sebenarnya dia adalah seorang yang amat pendusta lagi sombong. &quot; kelak mereka  akan mengetahui siapakah sebenarnya yang amat pendusta lagi sombong.  Sesungguhnya Lami akan mengirimkan unta betina sebagai cobaan bagi mereka, maka  tunggulah (tindakan) mereka dan bersabarlah. Dan beritakanlah kepada mereka  bahwa sesungguhnya air itu terbagi antara mereka (dengan unta betina itu);  tia-tiap giliran minum dihadiri (oleh yang punya gilirannya). Maka mereka  memanggil kawannya, lalu kawanya menangkap (unta itu dan membunuhnya. (QS Al  Qamar 23-29).&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;ayetler&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;Kenyataan bahwa mereka tidak dilaknat pada saat itu juga, semakin  meningkatkan keangkaramurkaan kaum ini. Mereka menyerang Salih dengan  mengatakannya sebagai seorang pendusta :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;ayetler&quot;&gt;&lt;b&gt;Kemudian mereka sembelih unta betina itu, dan mereka berlaku  angkuh terhadap perintah Tuhan. Dan mereka berkata ;&quot; Wahai Shalih, datangkanlah  apa yang kamu ancamkan itu kepada kami, jika (betul) kamu termasuk orang-orang  yang diutus (Allah).(QS. Al-A&#39;raf: 77)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;ayetler&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;Allah membuat rencana dan tipu daya terhadap mereka atas ketidakpercayaan  mereka, dan Dia menyelamatkan Shalih dari tangan-tangan yang ingin melakukan  perbutan keji terhadapnya. Setelah kejadian itu, Shalih yang telah menyampaikan  berbagai pesan terhdap kaumnya dengan berbagai jalan dan tetap tak ada  seorangpun yang memperhatikannya sebagai pelajaran, Shalih berkata kepada  kaumnya bahwa mereka akan dihancurkan dalam waktu tiga hari :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;ayetler&quot;&gt;&lt;b&gt;Mereka membunuh unta itu, maka berkatalah Shalih ;&quot;  Bersukarialah kamu sekalian di rumahmu selama tiga hari, itu adalah janji yang  tidak dapat didustakan&#39;. ( QS Hud 65).&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;ayetler&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;Cukup sudah, dalam 3 hari kemudian ancaman Shalih menjadi kenyataan dan kaum  Tsamud dihancurkan ;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;ayetler&quot;&gt;&lt;b&gt;Dan satu suara yang keras yang mengguntur menimpa orang-orang  yang zalim itu, lalu mereka mati bergelimpangan di tempat tinggal mereka,  seolah-olah mereka belum pernah berdiam ditempat itu. Ingatlah, sesungguhnya  kaum Thamud mengingkari Tuhan mereka. Ingatlah, kebinasaanlah bagi kaum Thamud.(  QS Hud 67-68)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;ayetler&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.bangsamusnah.com/images/res23.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://www.bangsamusnah.com/images/res23.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;ayetler&quot;&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;Dari Al Qur’an diketahui bahwa kaum Tsamud adalah anak cucu dari kaum ‘Ad.  Bersesuaian dengan ini, temuan-temuan arkeologis memperlihatkan bahwa akar dari  kaum Tsamud yang hidup di utara Semenanjung Arabia, berasal dari Selatan Arabia  di mana kaum ‘Ad pernah hidup.&lt;/i&gt; &lt;/div&gt;</description><link>http://ogiexslasher.blogspot.com/2011/06/kaum-tsamud-umat-nabi-shalih-yang.html</link><author>noreply@blogger.com (mbah ogiex)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4640816974857799573.post-7329605489365059417</guid><pubDate>Tue, 07 Jun 2011 09:33:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-06-07T16:33:49.512+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Khaulah Binti Tsa’labah</category><title>Khaulah Binti Tsa’labah (Wanita Yang Aduannya Didengar Allah Dari Langit Ketujuh)</title><description>Beliau adalah Khaulah binti Tsa`labah bin Ashram bin Fahar bin Tsa`labah Ghanam  bin ‘Auf. Beliau tumbuh sebagai wanita yang fasih dan pandai. Beliau dinikahi  oleh Aus bin Shamit bin Qais, saudara dari Ubadah bin Shamit r.a yang beliau  menyertai perang Badar dan perang Uhud dan mengikuti seluruh perperangan yang  disertai Rasulullah saw. Dengan Aus inilah beliau melahirkan anak laki-laki yang  bernama Rabi`. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Khaulah binti Tsa`labah mendapati suaminya Aus bin Shamit  dalam masalah yang membuat Aus marah, dia berkata, &quot;Bagiku engkau ini seperti  punggung ibuku.&quot; Kemudian Aus keluar setelah mengatakan kalimat tersebut dan  duduk bersama orang-orang beberapa lama lalu dia masuk dan menginginkan Khaulah.  Akan tetapi kesadaran hati dan kehalusan perasaan Khaulah membuatnya menolak  hingga jelas hukum Allah terhadap kejadian yang baru pertama kali terjadi dalam  sejarah Islam. Khaulah berkata, &quot;Tidak…jangan! Demi yang jiwa Khaulah berada di  tangan-Nya, engkau tidak boleh menjamahku karena engkau telah mengatakan sesuatu  yang telah engkau ucapkankan terhadapku sehingga Allah dan Rasul-Nya lah yang  memutuskan hukum tentang peristiwa yang menimpa kita. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian Khaulah  keluar menemui Rasulullah saw, lalu dia duduk di hadapan beliau dan menceritakan  peristiwa yang menimpa dirinya dengan suaminya. Keperluannya adalah untuk  meminta fatwa dan berdialog dengan nabi tentang urusan tersebut. Rasulullah saw  bersabda, &lt;i&gt;&quot;Kami belum pernah mendapatkan perintah berkenaan urusanmu  tersebut… aku tidak melihat melainkan engkau sudah haram baginya.”  &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wanita mukminah ini mengulangi perkatannya dan menjelaskan kepada  Rasulullah saw apa yang menimpa dirinya dan anaknya jika dia harus cerai dengan  suaminya, namun rasulullah saw tetap menjawab, &lt;i&gt;&quot;Aku tidak melihat melainkan  engkau telah haram baginya&quot;.&lt;/i&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesudah itu wanita mukminah ini  senantiasa mengangkat kedua tangannya ke langit sedangkan di hatinya tersimpan  kesedihan dan kesusahan. Pada kedua matanya nampak meneteskan air mata dan  semacam ada penyesalan, maka beliau menghadap kepada Yang tiada akan rugi  siapapun yang berdoa kepada-Nya. Beliau berdo’a, &quot;Ya Allah sesungguhnya aku  mengadu kepada-Mu tentang peristiwa yang menimpa diriku&quot;. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alangkah  bagusnya seorang wanita mukminah semacam Khaulah, beliau berdiri di hadapan  Rasulullah saw dan berdialog untuk meminta fatwa, adapun istighatsah dan mengadu  tidak ditujukan melainkan untuk Allah Ta`ala. Ini adalah bukti kejernihan iman  dan tauhidnya yang telah dipelajari oleh para sahabat kepada Rasulullah saw.  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiada henti-hentinya wanita ini berdo`a sehingga suatu ketika Rasulullah  saw pingsan sebagaimana biasanya beliau pingsan tatkala menerima wahyu. Kemudian  setelah Rasulullah saw sadar kembali, beliau bersabda, &quot;Wahai Khaulah, sungguh  Allah telah menurunkan al-Qur`an tentang ditimu dan suamimu kemudian beliau  membaca firman-Nya (artinya), &lt;i&gt;&quot;Sesungguhnya Allah telah mendengar perkatan  wanita yang mengajukan gugatan kepada kamu tentang suaminya, dan mengadukan  [halnya] kepada Allah. Dan Allah mendengar soal jawab antara kamu berdua.  Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat,…sampai firman Allah: &quot;dan  bagi oranr-orang kafir ada siksaan yang pedih.&quot;(Al-Mujadalah:1-4)  &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian Rasulullah saw menjelaskan kepada Khaulah tentang kafarat  (tebusan) Zhihar: &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nabi : &lt;i&gt;Perintahkan kepadanya (suami Khansa`) untuk  memerdekan seorang budak&lt;/i&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Khaulah : Ya Rasulullah dia tidak memiliki  seorang budak yang bisa dia merdekakan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nabi : &lt;i&gt;Jika demikian  perintahkan kepadanya untuk shaum dua bulan berturut-turut&lt;/i&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Khaulah :  Demi Allah dia adalah laki-laki yang tidak kuat melakukan shaum. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nabi :  &lt;i&gt;Perintahkan kepadanya memberi makan dari kurma sebanyak 60 orang miskin&lt;/i&gt;  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Khaulah : Demi Allah ya Rasulullah dia tidak memilikinya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nabi :  &lt;i&gt;Aku bantu dengan separuhnya&lt;/i&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Khaulah : Aku bantu separuhnya yang  lain wahai Rasulullah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nabi : &lt;i&gt;Engkau benar dan baik maka pergilah dan  sedekahkanlah kurma itu sebagai kafarat baginya, kemudian bergaulah dengan anak  pamanmu itu secara baik.”&lt;/i&gt; Maka Khaulah pun melaksanakannya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Inilah  kisah seorang wanita yang mengajukan gugatan kepada pemimpin anak Adam a.s yang  mengandung banyak pelajaran di dalamnya dan banyak hal yang menjadikan seorang  wanita yang mengangkat kepalanya tinggi-tinggi dengan bangga dan perasaan mulia  dan besar perhatian Islam terhadapnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ummul mukminin Aisyah ra berkata  tentang hal ini, &quot;Segala puji bagi Allah yang Maha luas pendengaran-Nya terhadap  semua suara, telah datang seorang wanita yang mengajukan gugatan kepada  Rasulullah saw, dia berbincang-bincang dengan Rasulullah saw sementara aku  berada di samping rumah dan tidak mendengar apa yang dia katakan, maka kemudian  Allah Azza wa Jalla menurunkan ayat, &lt;i&gt;&quot;Sesungguhnya Allah telah mendengar  perkatan wanita yang memajukan gugatan kepada kamu tentang suaminya dan  mengadukan (halnya) kepada Allah…&quot;&lt;/i&gt; (Al-Mujadalah: 1) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Inilah wanita  mukminah yang dididik oleh Islam yang menghentikan Khalifah Umar bin Khaththab  r.a saat berjalan untuk memberikan wejangan dan nasehat kepadanya. Beliau  berkata, &quot;Wahai Umar aku telah mengenalmu sejak namamu dahulu masih Umair (Umar  kecil) tatkala engkau berada di pasar Ukazh engkau mengembala kambing dengan  tongkatmu, kemudian berlalulah hari demi hari sehingga memiliki nama Amirul  Mukminin, maka bertakwalah kepada Allah perihal rakyatmu, ketahuilah barangsiapa  yang takut akan siksa Allah maka yang jauh akan menjadi dekat dengannya dan  barangsiapa yang takut mati maka dia kan takut kehilangan dan barangsiapa yang  yakin akan adanya hisab maka dia takut terhadap Adzab Allah.&quot; Beliau katakan hal  itu sementara Umar Amirul Mukminin berdiri sambil menundukkan kepalanya dan  mendengar perkataannya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi al-Jarud al-Abdi yang menyertai Umar  bin Khaththab tidak tahan mengatakan kepada Khaulah, &quot;Engkau telah berbicara  banyak kepada Amirul Mukminin wahai wanita.!&quot; Umar kemudian menegurnya, &quot;Biarkan  dia…tahukah kamu siapakah dia? Beliau adalah Khaulah yang Allah mendengarkan  perkataannya dari langit yang ketujuh, maka &lt;b&gt;&lt;i&gt;Umar lebih berhak untuk  mendengarkan perkataannya. &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam riwayat lain Umar bin  Khaththab berkata, “Demi Allah seandainya beliau tidak menyudahi nasehatnya  kepadaku hingga malam hari maka aku tidak akan menyudahinya sehingga beliau  selesaikan apa yang dia kehendaki, kecuali jika telah datang waktu shalat maka  aku akan mengerjakan shalat kemudian kembali mendengarkannya sehingga selesai  keperluannya.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(SUMBER: buku &lt;i&gt;Mengenal Shahabiah Nabi SAW.,&lt;/i&gt; karya  Mahmud Mahdi al-Istanbuly dan Musthafa Abu an-Nashar asy-Syalaby, h.242-246,  penerbit AT-TIBYAN)</description><link>http://ogiexslasher.blogspot.com/2011/06/khaulah-binti-tsalabah-wanita-yang.html</link><author>noreply@blogger.com (mbah ogiex)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4640816974857799573.post-1981022568950347321</guid><pubDate>Sat, 04 Jun 2011 03:34:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-06-04T10:34:45.626+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">daftar</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">e-codes</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">halal dan haram</category><title>DAFTAR BEBERAPA PRODUK MAKANAN HARAM ATAU DIRAGUKAN KEHALALANNYA BERDASARKAN SYARIAT ISLAM</title><description>&lt;h3&gt;&lt;a href=&quot;http://www.geraihalal.co.cc/2010/05/daftar-beberapa-produk-makanan-haram.html&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://fassaad.files.wordpress.com/2009/12/babi3.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;238&quot; src=&quot;http://fassaad.files.wordpress.com/2009/12/babi3.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Saat ini, di pasaran banyak beredar produk (dan bahan baku penyusun) makanan, obat, kosmetika yang diragukan kehalalannya menurut syariat Islam. Apabila mengacu pada beberapa ayat dalam Kitab Suci Al Qur’an (QS. 2 : 219, 2 : 172-173, 5 : 3, 5 : 90, dll) dan Hadis Nabi SAW, maka beberapa di antaranya dipastikan jelas-jelas haram.&lt;br /&gt;
Beberapa produk dan atau bahan baku (ingredient) penyusun produk makanan, obat, dan kosmetika tersebut di antaranya adalah :&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Ang ciu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ang ciu sering sekali dipakai dalam mengolah Sea Food (masakan ikan), Chinese Food (masakan Cina), Japanese Food (masakan Jepang), Bakmi ikan, Bakso ikan, dll. Ang ciu ini bermanfaat untuk menghilangkan bau amis pada masakan ikan sekaligus mampu mempertahankan aroma ikannya. Istilah dalam bahasa Inggris untuk ang ciu ini bermakna Red Wine dan dalam bahasa Indonesia berarti anggur merah/arak merah. Oleh karena merupakan arak (wine), maka dipastikan ang ciu ini haram dikonsumsi oleh orang Islam. Produk lain yang memiliki fungsi mirip ang ciu adalah arak putih, arak mie, dan arak gentong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Emulsifier E471&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Emulsifier banyak jenisnya. Yang cukup terkenal dan sering dipakai adalah Lesitin dan E-number (Exxx). Telah diketahui oleh banyak ilmuwan di bidang peternakan, bahwa E471 adalah emulsifier yang berasal dari Babi. Hal ini insya Allah dapat diketahui (dianalisis) dengan menggunakan analisis PCR. Analisis ini cukup efektif dalam mendeteksi kandungan babi dalam suatu bahan. Hampir dapat dipastikan apabila suatu bahan makanan mengandung babi, maka tidak akan dapat lolos karena yang dideteksi adalah DNA babi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Lesitin&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Lesitin merupakan salah satu bahan pengemulsi makanan. Bahan ini dapat berasal dari bahan nabati (tumbuhan) dan dapat pula dari bahan hewani. Bahan nabati yang paling sering dipakai dan disukai karena kualitasnya adalah kedelai, sehingga digunakan istilah Soy Lechitine atau Soya Lechitine (Soja Lechitine). Bahan hewani yang paling sering dipergunakan adalah dari babi. Di samping karena kualitasnya yang paling baik, juga karena harganya relatif murah.&lt;br /&gt;
Hasil produk makanan yang menggunakan lesitin babi sangat bagus, rasanya gurih, nikmat, teksturnya lembut/lunak, dll. Oleh karena teknologi makanan (bakery, dll) sudah sedemikian maju, maka apabila lesitin yang dipakai oleh suatu perusahaan berasal dari kedelai, maka mereka tidak akan mau ambil resiko produknya tidak akan laku dijual (dihindari konsumen muslim dan para vegeterian). Untuk itu, apabila mereka menggunakan kedelai, maka akan langsung mencantumkan identitas ‘kedelai’ untuk mendampingi lesitin. Sehingga berhati-hatilah bila kita menjumpai suatu produk yang hanya ditulis ‘lesitin’ saja, tanpa embel-embel soja, soy, atau soya, karena bisa jadi lesitin tersebut berasal dari babi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4. Rhum&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Rhum adalah salah satu derivat alkohol yang dapat digolongkan dalam kelompok khamr. Rhum sering sekali terlibat dalam proses pembuatan roti (bakery). Jenis rhum yang paling sering dipergunakan adalah rhum semprot dan rhum oles (Toffieco, Jamaica, dll). Rhum amat sering pula dipakai dalam pembuatan roti Black Forest. Di toko bahan roti, nama rhum ini sedemikian harum, seharum baunya yang menyengat, sebagaimana umumnya bahan lain yang berasal dari alkohol. Oleh karena termasuk dalam kategori khamr, maka umat Islam dilarang menggunakan rhum ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;5. Lard&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Lard adalah istilah khusus dalam bidang peternakan untuk menyebutkan lemak babi. Bahan ini serig sekali dimanfaatkan dalam proses pembuatan kue/roti karena mampu membuat roti/kue menjadi lezat, nikmat, renyah, lentur, dll. Oleh karena merupakan bahan yang berasal dari babi, maka secara otomatis Lard ini dihukumi haram. Di Australia, salah seorang dosen senior di Fakultas Peternakan UGM pernah menemukan tulisan Lard dengan huruf Arab. Akan tetapi, tentunya meskipun ditulis dengan huruf Arab, tidak serta merta menjadi Lard ini halal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;6. Kuas Bulu Putih (Bristle)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
BPS melaporkan bahwa pada periode Januari – Juni 2001, Indonesia mengimpor “Boar Bristle dan Pig/Boar Hair” sejumlah 282,983 ton atau senilai $ USD 1.713.309. Apa yang menarik?&lt;br /&gt;
Sekadar tahu, Anping adalah perusahaan yang memiliki sejarah 400 tahun dalam memproses bristle dan bulu ekor hewan. Perusahaan ini merupakan pusat distribusi terbesar bulu ekor hewan di utara Cina. Disebutkan, sekitar 50.000 orang lebih yang bergabung dalam proses produksinya dan memiliki lebih dari 1.000 workshop yang menyebar di berbagai negara.&lt;br /&gt;
Kata kunci yang menunjukkan identitas kuas putih ini adalah tulisan Bristle pada gagang kuas, yang dalam Kamus Webster berarti Pig Hair (bulu babi).&lt;br /&gt;
Berdasarkan hasil survei Tim Jurnal Halal, maka untuk membedakan apakah bulu kuas yang kita pergunakan berasal dari bulu/rambut babi atau yang lain dilakukan dengan cara yang sangat mudah dan sederhana. Bulu binatang mengandung suatu protein yang disebut KERATIN. Keratin merupakan salah satu kelompok protein yang dikenal sebagai protein serat. Sebagaimana halnya protein, maka rambut/bulu yang mengandung keratin saat dibakar akan menimbulkan bau yang khas. Bau khas tersebut sama ketika kita mencium aroma daging yang dipanggang.&lt;br /&gt;
Sementara bila kuas itu terbuat dari ijuk, sabut, atau plastik, maka pasti tidak akan mengeluarkan aroma spesifik selain bau abu pembakaran. Ketika dibandingkan dengan sapu ijuk dibakar jelas sekali terdapat perbedaan bau yang sangat kentara. Karena terbuat dari bulu babi, maka kuas tersebut najis, sehingga bila dipergunakan untuk mengoles roti, maka roti tersebut terkena najis. Singkatnya, benda najis hukumnya haram dimakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;7. Alkohol (dan derivatnya) dalam obat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Beberapa macam obat (influenza) yang tercatat menggunakan alkohol atau derivatnya (turunannya,seperti : ethanol, dll) adalah Vicks : Vicks Formula 44, OBH : OBH Combi Plus, Woods, Benadryl, Actifed, Tonikum Bayer.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;8. Urine dan Organ Dalam&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Komisi Fatwa MUI Pusat mengeluarkan Fatwa Munas No. 2 Tgl. 30 Juli 2000 pada Munas VI – Majelis Ulama Indonesia Tahun 2000 di Jawa Barat bahwa urine, keringat, darah, dan organ tubuh yang telah keluar dari tubuh manusia haram dikonsumsi kembali. Selain itu, seluruh organ tubuh manusia haram dipakai dalam pembuatan makanan, obat, dan kosmetika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;9. Daging dan Jerohan Impor&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Hati-hati ketika membeli produk daging beku di supermarket (mall, dll). Sebelum membeli daging, hendaklah kita tanyakan pada penjual (penjaga/pramuniaganya), dari manakah daging beku tersebut berasal. Pemerintah negara Swizerland tidak mengijinkan Syariat Islam maupun Yahudi dalam penyembelihan ternak diterapkan. Untuk itu, karena ternak (sapi, kambing, dll) tidak disembelih sebagaimana Syariat Islam, maka daging tersebut menjadi haram dimakan.&lt;br /&gt;
Lain hal dengan New Zealand (Selandia Baru). Di negara tersebut Syariat Islam dalam penyembelihan telah ditegakkan. Namun sayangnya, seringkali jerohannya tidak terawasi dengan baik dan sering bercampur dengan produk haram.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;10. Cokelat Impor&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ketika kita mendapatkan oleh-oleh cokelat dari teman yang pulang dari luar negeri terkadang kita sering terlalu senang dan kurang berhati-hati. Tanpa membaca ingredients-nya (bahan baku), maka kita sering langsung menyantapnya. Tentunya bukan cokelatnya yang diharamkan! Akan tetapi, seringkali di beberapa negara di Eropa dan Amerika, produsen pembuat cokelat sering mencampurkan alkohol, brendy, dll. Padahal kesemuanya itu jelas termasuk dalam kelompok khamr yang diharamkan bagi umat Islam. Untuk itu, apabila kita temukan dalam daftar ingredients-nya ada bahan yang haram, maka selaku umat Islam yang taat pada Syariat Islam, maka makanan tersebut harus kita tinggalkan (tidak kita santap).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;11. Roti Black Forest&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Mutiara Dahlia, M.Kes, dosen program Tata Boga Universitas Negeri Jakarta, dalam resep standarnya, penggunaan rhum memang tak dapat dielakkan. Black Forest merupakan jenis kue yang menggunakan rhum dalam kadar paling tinggi dibandingkan jenis kue lainnya, yaitu sekitar 50 cc.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;12. Plasenta Dalam Kosmetik&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kosmetik La-Tulipe produksi PT. Rembaka – Sidoarjo, Jawa Timur dan Musk by Alyssa Ashley menggunakan plasenta manusia. Plasenta (organ dalam) manusia HARAM dipergunakan sebagai bahan kosmetika (lihat Bab Urine dan Organ Dalam).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
ditulis oleh:&lt;br /&gt;
Nanung Danar Dono, S.Pt., M.P.&lt;br /&gt;
Dosen Fakultas Peternakan UGM Yogyakarta dan Sekretaris Eksekutif/Auditor Halal LPPOM MUI Propinsi DIY&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;b&gt;Berikut ini adalah daftar e-code halal dan haram yang diambil dari situs &lt;a href=&quot;http://www.turntoislam.com/&quot;&gt;http://www.turntoislam.com&lt;/a&gt; atau anda bisa cek langsung ke situs &lt;a href=&quot;http://www.guidedways.com/&quot;&gt;http://www.guidedways.com&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;E Codes:&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E100 Curcumin, turmeric [Colouring] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E101 Riboflavin (Vitamin B2), formerly called lactoflavin (Vitamin G) [Colouring] [likely to be GM] mushbooh&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E101a Riboflavin-5&#39;-Phosphate [Colouring] [likely to be GM] mushbooh&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E102 Tartrazine [Colouring] [possible allergic reaction] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E103 Chrysoine Resorcinol [Colouring] ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E104 Quinoline Yellow [Colouring] [possible allergic reaction] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E105 Fast Yellow AB [Colouring] ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E106 Riboflavin-5-Sodium Phosphate [Colouring] mushbooh&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E107 Yellow 2G [Colouring] ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E110 Sunset Yellow FCF, Orange Yellow S [Colouring] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E111 Orange GGN [Colouring] ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E120 Cochineal, Carminic acid, Carmines [Colouring] [animal origin] haram&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E121 Orcein, Orchil [Colouring] ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E122 Carmoisine, Azorubine [Colouring] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E123 Amaranth [Colouring] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E124 Ponceau 4R, Cochineal Red A, Brilliant Scarlet 4R [Colouring] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E125 Scarlet GN [Colouring] ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E126 Ponceau 6R [Colouring] ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E127 Erythrosine [Colouring] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E128 Red 2G [Colouring] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E129 Allura Red AC [Colouring] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E130 Indanthrene blue RS [Colouring] ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E131 Patent Blue V [Colouring] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E132 Indigo carmine, Indigotine [Colouring] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E133 Brilliant Blue FCF [Colouring] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E140 Chlorophylls and Chlorophyllins: (i) Chlorophylls (ii) Chlorophyllins [Colouring] haram&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E141 Copper complexes of chlorophylls and chlorophyllins (i) Copper complexes of chlorophylls (ii) Copper complexes of chlorophyllins [Colouring] haram&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E142 Greens S [Colouring] [possible allergic reaction] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E150a Plain Caramel [Colouring] [likely to be GM] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E150b Caustic sulphite caramel [Colouring] [likely to be GM] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E150c Ammonia caramel [Colouring] [likely to be GM] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E150d Sulphite ammonia caramel [Colouring] [likely to be GM] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E151 Black PN, Brilliant Black BN [Colouring] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E152 Black 7984 [Colouring] ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E153 Carbon black, Vegetable carbon [Colouring] [likely to be GM] mushbooh&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E154 Brown FK, Kipper Brown [Colouring] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E155 Brown HT, Chocolate brown HT [Colouring] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E160a Alpha-carotene, Beta-carotene, Gamma-carotene [Colouring] mushbooh&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E160b Annatto, bixin, norbixin [Colouring] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E160c Capsanthin, capsorubin, Paprika extract [Colouring] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E160d Lycopene [Colouring] [possibly GM] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E160e Beta-apo-8&#39;-carotenal (C 30) [Colouring] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E160f Ethyl ester of beta-apo-8&#39;-carotenic acid (C 30) [Colouring] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E161a Flavoxanthin [Colouring] mushbooh&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E161b Lutein [Colouring] haram&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E161c Cryptoaxanthin [Colouring] [likely to be GM] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E161d Rubixanthin [Colouring] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E161e Violaxanthin [Colouring] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E161f Rhodoxanthin [Colouring] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E161g Canthaxanthin [Colouring] haram&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E162 Beetroot Red, Betanin [Colouring] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E163 Anthocyanins [Colouring] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E170 Calcium carbonate [Colouring] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E171 Titanium dioxide [Colouring] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E172 Iron oxides and hydroxides [Colouring] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E173 Aluminium [Colouring] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E174 Silver [Colouring] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E175 Gold [Colouring] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E180 Pigment Rubine, Lithol Rubine BK [Colouring] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E181 Tannin ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E200 Sorbic acid [Preservative] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E201 Sodium sorbate [Preservative] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E202 Potassium sorbate [Preservative] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E203 Calcium sorbate [Preservative] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E210 Benzoic acid [Preservative] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E211 Sodium benzoate [Preservative] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E212 Potassium benzoate [Preservative] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E213 Calcium benzoate [Preservative] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E214 Ethyl para-hydroxybenzoate [Preservative] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E215 Sodium ethyl para-hydroxybenzoate [Preservative] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E216 Propyl para-hydroxybenzoate [Preservative] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E217 Sodium propyl para-hydroxybenzoate [Preservative] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E218 Methyl para-hydroxybenzoate [Preservative] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E219 Sodium methyl para-hydroxybenzoate [Preservative] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E220 Sulphur dioxide [Preservative] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E221 Sodium sulphite [Preservative] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E222 Sodium hydrogen sulphite [Preservative] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E223 Sodium metabisulphite [Preservative] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E224 Potassium metabisulphite [Preservative] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E225 Sodium sulphite [Preservative] ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E226 Calcium sulphite [Preservative] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E227 Calcium hydrogen sulphite [Preservative] [Firming Agent] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E228 Potassium hydrogen sulphite [Preservative] ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E230 Biphenyl, diphenyl [Preservative] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E231 Orthophenyl phenol [Preservative] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E232 Sodium orthophenyl phenol [Preservative] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E233 Thiabendazole [Preservative] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E234 Nisin [Preservative] ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E235 Natamycin, Pimaracin [Preservative] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E236 Formic acid [Preservative] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E237 Sodium formiate [Preservative] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E238 Calcium formiate [Preservative] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E239 Hexamethylene tetramine, Hexamine [Preservative] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E240 Formaldehyde [Preservative] ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E242 Dimethyl dicarbonate [Preservative] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E249 Potassium nitrite [Preservative] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E250 Sodium nitrite [Preservative] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E251 Sodium nitrate, saltpetre [Preservative] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E252 Potassium nitrate (Saltpetre) [Preservative] haram&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E260 Acetic acid [Preservative] [Acidity regulator] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E261 Potassium acetate [Preservative] [Acidity regulator] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E262 Sodium acetates (i) Sodium acetate (ii) Sodium hydrogen acetate (sodium diacetate) [Preservative] [Acidity regulator] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E263 Calcium acetate [Preservative] [Acidity regulator] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E264 Ammonium acetate [Preservative] ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E270 Lactic acid [Preservative] [Acid] [Antioxidant] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E280 Propionic acid [Preservative] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E281 Sodium propionate [Preservative] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E282 Calcium propionate [Preservative] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E283 Potassium propionate [Preservative] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E284 Boric acid [Preservative] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E285 Sodium tetraborate (borax) [Preservative] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E290 Carbon dioxide [Acidity regulator] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E296 Malic acid [Acid] [Acidity regulator] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E297 Fumaric acid [Acidity regulator] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E300 Ascorbic acid (Vitamin C) [Antioxidant] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E301 Sodium ascorbate [Antioxidant] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E302 Calcium ascorbate [Antioxidant] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E303 Potassium ascorbate [Antioxidant] ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E304 Fatty acid esters of ascorbic acid (i) Ascorbyl palmitate (ii) Ascorbyl stearate [Antioxidant] mushbooh&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E306 Tocopherol-rich extract (natural) [Antioxidant] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E307 Alpha-tocopherol (synthetic) [Antioxidant] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E308 Gamma-tocopherol (synthetic) [Antioxidant] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E309 Delta-tocopherol (synthetic) [Antioxidant] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E310 Propyl gallate [Antioxidant] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E311 Octyl gallate [Antioxidant] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E312 Dodecyl gallate [Antioxidant] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E315 Erythorbic acid [Antioxidant] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E316 Sodium erythorbate [Antioxidant] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E317 Erythorbin acid [Antioxidant] ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E318 Sodium erythorbin [Antioxidant] ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E319 Butylhydroxinon [Antioxidant] ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E320 Butylated hydroxyanisole (BHA) [Antioxidant] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E321 Butylated hydroxytoluene (BHT) [Antioxidant] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E322 Lecithin [Emulsifier] mushbooh; halal if it is from soy fat or egg yolk; haram if it is from animal fat&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E325 Sodium lactate [Antioxidant] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E326 Potassium lactate [Antioxidant] [Acidity regulator] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E327 Calcium lactate [Antioxidant] [possibly of animal origin] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E329 Magnesium lactate [Antioxidant] ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E330 Citric acid [Antioxidant] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E331 Sodium citrates (i) Monosodium citrate (ii) Disodium citrate (iii) Trisodium citrate [Antioxidant] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E332 Potassium citrates (i) Monopotassium citrate (ii) Tripotassium citrate [Antioxidant] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E333 Calcium citrates (i) Monocalcium citrate (ii) Dicalcium citrate (iii) Tricalcium citrate [Acidity regulator] [Firming Agent] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E334 Tartaric acid (L(+)-) [Acid] [Antioxidant] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E335 Sodium tartrates (i) Monosodium tartrate (ii) Disodium tartrate [Antioxidant] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E336 Potassium tartrates (i) Monopotassium tartrate (cream of tartar) (ii) Dipotassium tartrate [Antioxidant] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E337 Sodium potassium tartrate [Antioxidant] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E338 Phosphoric acid [Antioxidant] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E339 Sodium phosphates (i) Monosodium phosphate (ii) Disodium phosphate (iii) Trisodium phosphate [Antioxidant] mushbooh&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E340 Potassium phosphates (i) Monopotassium phosphate (ii) Dipotassium phosphate (iii) Tripotassium phosphate [Antioxidant] mushbooh&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E341 Calcium phosphates (i) Monocalcium phosphate (ii) Dicalcium phosphate (iii) Tricalcium phosphate [Anti-caking agent] [Firming Agent] mushbooh&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E343 Magnesium phosphates (i) monomagnesium phosphate (ii) Dimagnesium phosphate [Anti-caking agent] ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E350 Sodium malates (i) Sodium malate (ii) Sodium hydrogen malate [Acidity regulator] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E351 Potassium malate [Acidity regulator] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E352 Calcium malates (i) Calcium malate (ii) Calcium hydrogen malate [Acidity regulator] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E353 Metatartaric acid [Emulsifier] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E354 Calcium tartrate [Emulsifier] ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E355 Adipic acid [Acidity regulator] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E356 Sodium adipate [Acidity regulator] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E357 Potassium adipate [Acidity regulator] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E363 Succinic acid [Acidity regulator] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E365 Sodium fumarate [Acidity regulator] ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E366 Potassium fumarate [Acidity regulator] ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E367 Calcium fumarate[Acidity regulator] ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E370 I,4-Heptonolactone [Acidity regulator] ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E375 Nicotinic acid, Niacin, Nicotinamide [Colour Retention Agent] ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E380 Triammonium citrate [Acidity regulator] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E381 Ammoniumferrocitrate [Acidity regulator] ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E385 Calcium disodium ethylene diamine tetra-acetate (Calcium disodium EDTA) halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E400 Alginic acid [Thickener] [Stabiliser] [Gelling agent] [Emulsifier] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E401 Sodium alginate [Thickener] [Stabiliser] [Gelling agent] [Emulsifier] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E402 Potassium alginate [Thickener] [Stabiliser] [Gelling agent] [Emulsifier] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E403 Ammonium alginate [Thickener] [Stabiliser] [Emulsifier] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E404 Calcium alginate [Thickener] [Stabiliser] [Gelling agent] [Emulsifier] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E405 Propane-1,2-diol alginate (Propylene glycol alginate) [Thickener] [Stabiliser] [Emulsifier] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E406 Agar [Thickener] [Gelling agent] [Stabiliser] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E407 Carrageenan [Thickener] [Stabiliser] [Gelling agent] [Emulsifier] [possible allergic reaction] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E407a Processed eucheuma seaweed [Thickener] [Stabiliser] [Gelling agent] [Emulsifier] ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E410 Locust bean gum (Carob gum) [Thickener] [Stabiliser] [Gelling agent] [Emulsifier] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E412 Guar gum [Thickener] [Stabiliser] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E413 Tragacanth [Thickener] [Stabiliser] [Emulsifier] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E414 Acacia gum (gum arabic) [Thickener] [Stabiliser] [Emulsifier] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E415 Xanthan gum [Thickener] [Stabiliser] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E416 Karaya gum [Thickener] [Stabiliser] [Emulsifier] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E417 Tara gum [Thickener] [Stabiliser] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E418 Gellan gum [Thickener] [Stabiliser] [Emulsifier] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E420 Sorbitol (i) Sorbitol (ii) Sorbitol syrup [Emulsifier] [Sweetener] [Humectant] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E421 Mannitol [Anti-caking agent] [Sweetener] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E422 Glycerol [Emulsifier] [Sweetener] [possibly of animal origin] mushbooh&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E425 Konjac (i) Konjac gum (ii) Konjac glucomannane [Emulsifier] ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E430 Polyoxyethylene (8) stearate [Emulsifier] [Stabiliser] [possible allergic reaction] haram&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E431 Polyoxyethylene (40) stearate [Emulsifier] haram&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E432 Polyoxyethylene (20) sorbitan monolaurate (polysorbate 20) [Emulsifier] mushbooh&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E433 Polyoxyethylene (20) sorbitan monooleate (polysorbate 80) [Emulsifier] mushbooh&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E434 Polyoxyethylene (20) sorbitan monopalmitate (polysorbate 40) [Emulsifier] mushbooh&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E435 Polyoxyethylene (20) sorbitan monostearate (polysorbate 60) [Emulsifier] mushbooh&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E436 Polyoxyethylene (20) sorbitan tristearate (polysorbate 65) [Emulsifier] [possibly of animal origin] mushbooh&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E440 Pectins (i) pectin (ii) amidated pectin [Emulsifier] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E441 Gelatine [Emulsifier] [Gelling agent] [animal origin] haram&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E442 Ammonium phosphatides [Emulsifier] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E444 Sucrose acetate isobutyrate [Emulsifier] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E445 Glycerol esters of wood rosins [Emulsifier] mushbooh&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E450 Diphosphates (i) Disodium diphosphate (ii) Trisodium diphosphate(iii) Tetrasodium diphosphate (iv) Dipotassium diphosphate (v) Tetrapotassium diphosphate (vi) Dicalcium diphosphate (vii) Calcium dihydrogen diphosphate [Emulsifier] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E451 Triphosphates (i) Pentasodium triphosphate (ii) Pentapotassium triphosphate [Emulsifier] mushbooh&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E452 Polyphosphates (i) Sodium polyphosphates (ii) Potassium polyphosphates (iii) Sodium calcium polyphosphate (iv) Calcium polyphophates [Emulsifier] mushbooh&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E459 Beta-cyclodextrine [Emulsifier] ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E460 Cellulose (i) Microcrystalline cellulose (ii) Powdered cellulose [Emulsifier] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E461 Methyl cellulose [Emulsifier] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E462 Ethyl cellulose [Emulsifier] ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E463 Hydroxy propyl cellulose [Emulsifier] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E464 Hydroxy propyl methyl cellulose [Emulsifier] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E465 Ethyl methyl cellulose [Emulsifier] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E466 Carboxy methyl cellulose, Sodium carboxy methyl cellulose [Emulsifier] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E468 Crosslinked sodium carboxymethyl cellulose [Emulsifier] ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E469 Enzymically hydrolysed carboxymethylcellulose [Emulsifier] ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E470a Sodium, potassium and calcium salts of fatty acids [Emulsifier] [Anti-caking agent] mushbooh&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E470b Magnesium salts of fatty acids [Emulsifier] [Anti-caking agent] mushbooh&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E471 Mono- and diglycerides of fatty acids (glyceryl monostearate, glyceryl distearate) [Emulsifier] mushbooh&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E472a Acetic acid esters of mono- and diglycerides of fatty acids [Emulsifier] mushbooh&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E472b Lactic acid esters of mono- and diglycerides of fatty acids [Emulsifier] mushbooh&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E472c Citric acid esters of mono- and diglycerides of fatty acids [Emulsifier] mushbooh&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E472d Tartaric acid esters of mono- and diglycerides of fatty acids [Emulsifier] mushbooh&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E472e Mono- and diacetyl tartaric acid esters of mono- and diglycerides of fatty acids [Emulsifier] mushbooh&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E472f Mixed acetic and tartaric acid esters of mono- and diglycerides of fatty acids [Emulsifier] mushbooh&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E473 Sucrose esters of fatty acids [Emulsifier] mushbooh&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E474 Sucroglycerides [Emulsifier] mushbooh&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E475 Polyglycerol esters of fatty acids [Emulsifier] mushbooh&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E476 Polyglycerol polyricinoleate [Emulsifier] mushbooh&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E477 Propane-1, 2-diol esters of fatty acids, propylene glycol esters of fatty acids [Emulsifier] mushbooh&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E478 Lactylated fatty acid esters of glycerol and propane-1 [Emulsifier] mushbooh&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E479b Thermally oxidized soya bean oil interacted with mono- and diglycerides of fatty acids [Emulsifier] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E481 Sodium stearoyl-2-lactylate [Emulsifier] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E482 Calcium stearoyl-2-lactylate [Emulsifier] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E483 Stearyl tartrate [Emulsifier] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E491 Sorbitan monostearate [Emulsifier] mushbooh&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E492 Sorbitan tristearate [Emulsifier] mushbooh&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E493 Sorbitan monolaurate [Emulsifier] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E494 Sorbitan monooleate [Emulsifier] mushbooh&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E495 Sorbitan monopalmitate [Emulsifier] mushbooh&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E500 Sodium carbonates (i) Sodium carbonate (ii) Sodium hydrogen carbonate (Bicarbonate of soda) (iii) Sodium sesquicarbonate [Acidity regulator] [Raising Agent] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E501 Potassium carbonates (i) Potassium carbonate (ii) Potassium hydrogen carbonate [Acidity regulator] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E503 Ammonium carbonates (i) Ammonium carbonate (ii) Ammonium hydrogen carbonate [Acidity regulator] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E504 Magnesium carbonates (i) Magnesium carbonate (ii) Magnesium hydroxide carbonate (syn. Magnesium hydrogen carbonate) [Acidity regulator] [Anti-caking agent] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E507 Hydrochloric acid [Acid] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E508 Potassium chloride [Gelling agent] [Seasoning] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E509 Calcium chloride [Sequestrant] [Firming Agent] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E510 Ammonium chloride, ammonia solution [Acidity regulator] [Improving agent] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E511 Magnesium chloride [Firming Agent] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E512 Stannous chloride [Antioxidant] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E513 Sulphuric acid [Acid] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E514 Sodium sulphates (i) Sodium sulphate (ii) Sodium hydrogen sulphate [Acidity regulator] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E515 Potassium sulphates (i) Potassium sulphate (ii) Potassium hydrogen sulphate [Seasoning] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E516 Calcium sulphate [Sequestrant] [Improving agent] [Firming Agent] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E517 Ammonium sulphate [Improving agent] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E518 Magnesium sulphate, Epsom salts [Acidity regulator] [Firming Agent] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E519 Copper sulphate [Preservative] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E520 Aluminium sulphate [Firming Agent] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E521 Aluminium sodium sulphate [Firming Agent] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E522 Aluminium potassium sulphate [Acidity regulator] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E523 Aluminium ammonium sulphate [Acidity regulator] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E524 Sodium hydroxide [Acidity regulator] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E525 Potassium hydroxide [Acidity regulator] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E526 Calcium hydroxide [Acidity regulator] [Firming Agent] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E527 Ammonium hydroxide [Acidity regulator] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E528 Magnesium hydroxide [Acidity regulator] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E529 Calcium oxide [Acidity regulator] [Improving agent] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E530 Magnesium oxide [Acidity regulator] [Anti-caking agent] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E535 Sodium ferrocyanide [Acidity regulator] [Anti-caking agent] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E536 Potassium ferrocyanide [Anti-caking agent] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E538 Calcium ferrocyanide [Anti-caking agent] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E540 Dicalcium diphosphate [Acidity regulator] [Emulsifier] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E541 Sodium aluminium phosphate, acidic [Emulsifier] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E542 Bone phosphate [Anti-caking agent] [animal origin] haram&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E543 Calcium sodium polyphosphate halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E544 Calcium polyphosphate [Emulsifier] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E545 Aluminium polyphosphate [Emulsifier] ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E550 Sodium silicate [Anti-caking agent] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E551 Silicon dioxide (Silica) [Emulsifier] [Anti-caking agent] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E552 Calcium silicate [Anti-caking agent] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E553a (i) Magnesium silicate (ii) Magnesium trisilicate [Anti-caking agent] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E553b Talc [Anti-caking agent] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E554 Sodium aluminium silicate [Anti-caking agent] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E555 Potassium aluminium silicate [Anti-caking agent] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E556 Calcium aluminium silicate [Anti-caking agent] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E558 Bentonite [Anti-caking agent] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E559 Aluminium silicate (Kaolin) [Anti-caking agent] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E570 Stearic acid (Fatty acid) [Anti-caking agent] mushbooh&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E572 Magnesium stearate, calcium stearate [Emulsifier] [Anti-caking agent] mushbooh&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E574 Gluconic acid [Acidity regulator] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E575 Glucono-delta-lactone [Acidity regulator] [Sequestrant] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E576 Sodium gluconate [Sequestrant] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E577 Potassium gluconate [Sequestrant] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E578 Calcium gluconate [Firming Agent] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E579 Ferrous gluconate [Colouring] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E585 Ferrous lactate [Colouring] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E620 Glutamic acid [Flavour enhancer] mushbooh&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E621 Monosodium glutamate [Flavour enhancer] mushbooh&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E622 Monopotassium glutamate [Flavour enhancer] mushbooh&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E623 Calcium diglutamate [Flavour enhancer] mushbooh&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E624 Monoammonium glutamate [Flavour enhancer] mushbooh&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E625 Magnesium diglutamate [Flavour enhancer] mushbooh&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E626 Guanylic acid [Flavour enhancer] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E627 Disodium guanylate, sodium guanylate [Flavour enhancer] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E628 Dipotassium guanylate [Flavour enhancer] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E629 Calcium guanylate [Flavour enhancer] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E630 Inosinic acid [Flavour enhancer] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E631 Disodium inosinate [Flavour enhancer] [possibly of animal origin] mushbooh&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E632 Dipotassium inosinate [Flavour enhancer] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E633 Calcium inosinate [Flavour enhancer] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E634 Calcium 5&#39;-ribonucleotides [Flavour enhancer] haram&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E635 Disodium 5&#39;-ribonucleotides [Flavour enhancer] [possibly of animal origin] haram&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E636 Maltol [Flavour enhancer] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E637 Ethyl maltol [Flavour enhancer] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E640 Glycine and its sodium salt [Flavour enhancer] [possibly of animal origin] mushbooh&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E900 Dimethyl polysiloxane [Anti-foaming agent] [Anti-caking agent] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E901 Beeswax, white and yellow [Glazing agent] [animal origin] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E902 Candelilla wax [Glazing agent] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E903 Carnauba wax [Glazing agent] [possible allergic reaction] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E904 Shellac [Glazing agent] [animal origin] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E905 Microcrystalline wax [Glazing agent] ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E907 Crystalline wax [Glazing agent] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E910 L-cysteine [animal origin] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E912 Montanic acid esters halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E913 Lanolin, sheep wool grease [Glazing agent] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E914 Oxidized polyethylene wax [Glazing agent] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E915 Esters of Colophane [Glazing agent] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E920 L-cysteine hydrochloride [Improving agent] [animal origin] haram&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E921 L-cysteine hydrochloride monohydrate [Improving agent] [animal origin] haram&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E924 Potassium bromate [Improving agent] ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E925 Chlorine [Preservative] [Bleach] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E926 Chlorine dioxide [Preservative] [Bleach] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E927b Carbamide [Improving agent] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E928 Benzole peroxide [Improving agent] ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E938 Argon [Packaging gas] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E939 Helium [Packaging gas] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E941 Nitrogen [Packaging gas] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E942 Nitrous oxide [Propellant] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E948 Oxygen [Packaging gas] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E950 Acesulfame K [Sweetener] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E951 Aspartame [Sweetener] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E952 Cyclamic acid and its Na and Ca salts [Sweetener] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E953 Isomalt [Sweetener] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E954 Saccharin and its Na, K and Ca salts [Sweetener] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E957 Thaumatin [Sweetener] [Flavour enhancer] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E959 Neohesperidine DC [Sweetener] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E965 Maltitol (i) Maltitol (ii) Maltitol syrup [Sweetener] [Stabiliser] [Humectant] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E966 Lactitol [Sweetener] [animal origin] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E967 Xylitol [Sweetener] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E999 Quillaia extract [Foaming Agent] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E1103 Invertase [Stabiliser] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E1105 Lysozyme [Preservative] haram&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E1200 Polydextrose [Stabiliser] [Thickening agent] [Humectant] [Carrier] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E1201 Polyvinylpyrrolidone [Stabiliser] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E1202 Polyvinylpolypyrrolidone [Carrier] [Stabiliser] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E1400 Dextrin [Stabiliser] [Thickening agent] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E1401 Modified starch [Stabiliser] [Thickening agent] ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E1402 Alkaline modified starch [Stabiliser] [Thickening agent] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E1403 Bleached starch [Stabiliser] [Thickening agent] ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E1404 Oxidized starch [Emulsifier] [Thickening agent] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E1410 Monostarch phosphate [Stabiliser] [Thickening agent] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E1412 Distarch phosphate [Stabiliser] [Thickening agent] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E1413 Phosphated distarch phosphate [Stabiliser] [Thickening agent] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E1414 Acetylated distarch phosphate [Emulsifier] [Thickening agent] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E1420 Acetylated starch, mono starch acetate [Stabiliser] [Thickening agent] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E1421 Acetylated starch, mono starch acetate [Stabiliser] [Thickening agent] ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E1422 Acetylated distarch adipate [Stabiliser] [Thickening agent] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E1430 Distarch glycerine [Stabiliser] [Thickening agent] ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E1440 Hydroxy propyl starch [Emulsifier] [Thickening agent] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E1441 Hydroxy propyl distarch glycerine [Stabiliser] [Thickening agent] &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E1442 Hydroxy propyl distarch phosphate [Stabiliser] [Thickening agent] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E1450 Starch sodium octenyl succinate [Emulsifier] [Stabiliser] [Thickening agent] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E1451 Acetylated oxidised starch [Emulsifier] [Thickening agent] ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E1505 Triethyl citrate [Foam Stabiliser] halal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E1510 Ethanon ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E1518 Glyceryl triacetate (triacetin) [Humectant] mushbooh&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E1520 Propylene glycol [Humectant] Propylene glycol?&lt;/div&gt;</description><link>http://ogiexslasher.blogspot.com/2011/06/daftar-beberapa-produk-makanan-haram.html</link><author>noreply@blogger.com (mbah ogiex)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4640816974857799573.post-1141713203849935588</guid><pubDate>Wed, 01 Jun 2011 11:51:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-06-01T18:51:46.128+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Azab</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pompeii</category><title>Pompeii Mempunyai Kebinasaan Yang Sama dengan Kaum Nabi Luth</title><description>AlQur&#39;an menceritakan kepada kita dalam ayat berikut bahwa tidak akan ada perubahan dalam hukum Allah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;Dan mereka bersumpah dengan nama Allah dengan sekuat-kuatnya sumpah; sesungguhnya jika datang kepada mereka seorang pemberi peringatan, niscaya mereka akan lebih mendapat petunjuk dari salah satu umat-umat (yang lain). Tatkala datang kepada mereka pemberi peringatan,maka kedatangannya itu tidak menambah kepada mereka, kecuali jauhnya mereka dari (kebenaran), karena kesombongan (mereka) di muka bumi dan karena rencana (mereka) yang jahat. Rencana itu tidak akan menimpa selain orang yang merencanakannya sendiri. Tiadalah yang mereka nanti-natikan melainkan (berlakunya) sunnah (Allah yang telah berlaku) kepada orang-orang yang terdahulu. Maka sekali-kali kamu tidak akan menemui penyimpangan bagi sunnah Allah. (QS Al-Fathir: 42-43) &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgBZa1asBjZTwZ83ApKbi4cpF9wiYxRoUjFB2RwwdZqu74-Q3MbCc40DouzcP5b_bSoN0Qe5GduqrVaa-iSaB3FNLwP26caGDIMUAe1gEDy2iKhF8vIvD_hhZBlRwCztinhuyvU6SwxB2rd/s1600/pompei5.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgBZa1asBjZTwZ83ApKbi4cpF9wiYxRoUjFB2RwwdZqu74-Q3MbCc40DouzcP5b_bSoN0Qe5GduqrVaa-iSaB3FNLwP26caGDIMUAe1gEDy2iKhF8vIvD_hhZBlRwCztinhuyvU6SwxB2rd/s1600/pompei5.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Ya, tidak akan ditemukan perubahan dalam jalan (Hukum) Allah. Siapapun yang menentang hukum-Nya dan memberontak terhadap-Nya, akan menghadapi hukum suci yang sama. Pompeii, sebuah simbul kemerosotan dari Kekaisaran Romawi yang juga terlibat dalam perilaku sexual yang menyimpang dan berakhir pula sama halnya dengan kaum Luth.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kehancuran Pompeii disebabkan oleh letusan gunung Vesuvius.&lt;br /&gt;
Gunung Vesuvius adalah symbol dari Italia terutama bagi kota Naples . Gunung yang membisu selama dua ribu tahun terakhir. Vesuvius yang dinamakan &quot;Gunung Peringatan&quot;. Bukannya tanpa sebab jika gunung ini dinamakan demikian. Bencana yang menimpa Sodom dan Gomorah memiliki sangat banyak kemiripan dengan bencana yang menghancurkan Pompeii.&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi9REuKckf5do-2QeraqLhx7d_gPVvCJRGjAmjiNFpqMsrXllD3w0Ojjqqwv2iRsjM3jNRugmNuLJWLXZ50m3zpitXwWasbv2lmCfjNi_9PGxSyGHca10H6of6bO8gb2Clid3BaW5Ic8qLS/s1600/pompei1.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi9REuKckf5do-2QeraqLhx7d_gPVvCJRGjAmjiNFpqMsrXllD3w0Ojjqqwv2iRsjM3jNRugmNuLJWLXZ50m3zpitXwWasbv2lmCfjNi_9PGxSyGHca10H6of6bO8gb2Clid3BaW5Ic8qLS/s200/pompei1.jpg&quot; width=&quot;135&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Disebelah kanan Vesuvius terletak kota Naples dan disebelah kirinya terletak Pompeii. Lava dan debu letusan besar gunung api yang terjadi dua ribu tahun lalu melanda warga kota tersebut. Bencana yang terjadi sangatlah tiba-tiba sehingga segala sesuatunya terperangklap sebagaimana dalam kehidupan mereka sehari-hari dan sampai sekarang sama seperti yang terjadi dua ribu tahun yang lalu, seolah-olah waktu telah dibekukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penghilangan Pompeii dari muka bumi dengan bencana seperti ini bukanlah tanpa alasan. Catatan sejarah menunjukkan bahwa kota tersebut adalah merupakan sarang pemborosan/foya-foya dan perbuatan menyimpang. Kota ini dikenal dengan adanya pelacuran yang sampai pada tingkat tertentu tidak diketahui lagi mana rumah pelacuran dan mana yang bukan. Tiruan alat kelamin dalam ukuran aslinya digantung di depan pintu rumah pelacuran. Menurut tradisi yang berakar dari kepercayaan Mithraic, organ seksual dan persetubuhan tidaklah seharusnya disembunyikan namun dipertontonkan secara terang-terangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgRmKMXdeU_DD8aEt8WOZO88PCT7qmAlUTGSzJQdJKLep4Afj8uE67q7aYoHtyBA9tJy0ybz5MzjXPpk6RfnksLzeMqCTV1fPgeH18oLuhUylerb5lS54VPW_491cPA2OEbKPe5G-Z4x37l/s1600/pompei4.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgRmKMXdeU_DD8aEt8WOZO88PCT7qmAlUTGSzJQdJKLep4Afj8uE67q7aYoHtyBA9tJy0ybz5MzjXPpk6RfnksLzeMqCTV1fPgeH18oLuhUylerb5lS54VPW_491cPA2OEbKPe5G-Z4x37l/s1600/pompei4.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiXlwO4XgueWmBcMqA3jAyIBNW56xyy0opMplJ188Ey2NTkJZSzZy5w3RlC5RTTJ2U3-JmGjl3tJ-4KRV_qQ-3vOF4MyzXnu3Nb29_U2zHAQzZeglIJc97tRzGbZ3wOYxdgiWJDCNhMwgJm/s1600/pompei2.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiXlwO4XgueWmBcMqA3jAyIBNW56xyy0opMplJ188Ey2NTkJZSzZy5w3RlC5RTTJ2U3-JmGjl3tJ-4KRV_qQ-3vOF4MyzXnu3Nb29_U2zHAQzZeglIJc97tRzGbZ3wOYxdgiWJDCNhMwgJm/s1600/pompei2.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun lava daari Vesuvius menyapu bersih seluruh kota dari muka bumi dalam waktu sekejap. Meskipun demikian sisi yang paling menarik dari peristiwa ini adalah bahwa tidak ada seorangpun yang selamat dari bencana letusan Vesuvius yang mengerikan ini. Sepertinya mereka sama sekali tidak menyadari bencana tersebut, seolah-olah mereka sedang terlena dalam pengaruh guna-guna. Sebuah keluarga yang sedang menyantap makanan mereka saat itu juga menjadi batu (membatu). Beberapa pasangan ditemukan membatu dimana mereka sedang melakukan hubungan badan. Hal yang paling menarik adalah bahwa terdapat pasangan yang berjenis kelamin sama dan pasangan muda-mudi yang masih kecil. Wajah dari kebanyakan jasad manusia membatu yang digali dari Pompeii masih utuh sama sekali, ekspresi wajah-wajah tersebut pada umumnya nampak kebingungan/terkagum-kagum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disini terdapat sisi yang paling tidak bisa dimengerti dari sebuah bencana. Bagaimana mungkin ribuan orang yang menunggu untuk dijemput sang kematian tanpa mereka melihat dan mendengar apapun?.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj8FUzyXsso7msqEmKDOKW22yxXemvvOQWfb1N3IkpD-Gvn_6SBZiPVadyKxEueK93CxzyQURA2jNz5MTVVE8U9g7TdF69NFFSTLI2hYjhZfAz4EwkAyotIP_eQPqeM02pnzLxLtH_2Y6ot/s1600/pompei3.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj8FUzyXsso7msqEmKDOKW22yxXemvvOQWfb1N3IkpD-Gvn_6SBZiPVadyKxEueK93CxzyQURA2jNz5MTVVE8U9g7TdF69NFFSTLI2hYjhZfAz4EwkAyotIP_eQPqeM02pnzLxLtH_2Y6ot/s1600/pompei3.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Sisi yang nampak dari peristiwa ini menunjukan bahwa menghilangnya Pompeii mirip dengan peristiwa kehancuran sebagimana yang disebutkan dalan Al Qur&#39;an yang secara jelas menyebutkan &quot;pembinasaan yang tiba-tiba&quot; seperti yang dihubungkan dengan peristiwa ini. Sebagai contoh &quot;warga kota&quot; disebutkan dalam Surat Yasin, bahwa kesemuanya mati secara mendadak dalam waktu yang bersamaan. Keadaan ini diceritakan sebagai berikut dalam Surat Yasin ayat 29:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEilk2t1cUdTX3SWu9gXecvoIcC39x_OzvHYrvZFlq4ZNN3lsqoQrAOCS5tF4CvmKg7HcGemIcxjG40N9a5zNTuIqtt3gVMtGtlH-JFxZSf7LUHpN5P432uZuieSoWmk-OESnI1PaXRIPUKq/s1600/pompei7.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEilk2t1cUdTX3SWu9gXecvoIcC39x_OzvHYrvZFlq4ZNN3lsqoQrAOCS5tF4CvmKg7HcGemIcxjG40N9a5zNTuIqtt3gVMtGtlH-JFxZSf7LUHpN5P432uZuieSoWmk-OESnI1PaXRIPUKq/s1600/pompei7.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Tidak ada siksaan atas mereka melainkan satu teriakan saja; maka tiba-tiba mereka semuanya mati.&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEidfMKKULeRB2Xs6jzz70NDnG05sbVc89GklApYqcgCxmMshkAZd3Vh0EpRu366zkL_4CvC-c5pN9GVuKv3ykrTRwVERjw6_sw1tJjxWjaFr-O9fjHdHYTQBXF9CQ3trGAYp5gwOY5_TDQU/s1600/pompei6.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEidfMKKULeRB2Xs6jzz70NDnG05sbVc89GklApYqcgCxmMshkAZd3Vh0EpRu366zkL_4CvC-c5pN9GVuKv3ykrTRwVERjw6_sw1tJjxWjaFr-O9fjHdHYTQBXF9CQ3trGAYp5gwOY5_TDQU/s1600/pompei6.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Dalam Ayat 31 Surat al-Qamar, sekali lagi &quot;pembinasan seketika&quot; ditekankan ketika penghancuran kaum Tsamud dikisahkan:&lt;br /&gt;
Sesungguhnya Kami menimpakan atas mereka satu suara yang keras mengguntur, maka jadilah mereka seperti rumput-rumput kering (yang dikumpulkan oleh) yang punya kandang binatang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kematian warga kota Pompeii yang terjadi secara tiba-tiba memiliki kemiripan sebagaimana diceritakan dalam ayat terebut diatas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun demikian tidak banyak hal yang telah berubah sejak Pompeii dihancurkan. Daerah Naples dimana pesta pora berlaku, tidak serusak sebagaimana halnya daerah Pompeii yang tidak bermoral. Kepulauan Capri adalah asal muasal kaum homoseksual dan kaum nudist bertempat tinggal. Kepulauan Capri dilambangkan sebagai &quot;surga kaum homo&quot; dalam iklan pariwisata. Tidak hanya di kepulauan Capri dan di Italia saja, namun hampir diseluruh dunia dimana kebobrokan moral yang sama sedang terjadi dan orang-orang tetap bersikeras untuk tidak mengambil pelajaran dari kaum-kaum terdahulu.</description><link>http://ogiexslasher.blogspot.com/2011/06/pompeii-mempunyai-kebinasaan-yang-sama.html</link><author>noreply@blogger.com (mbah ogiex)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgBZa1asBjZTwZ83ApKbi4cpF9wiYxRoUjFB2RwwdZqu74-Q3MbCc40DouzcP5b_bSoN0Qe5GduqrVaa-iSaB3FNLwP26caGDIMUAe1gEDy2iKhF8vIvD_hhZBlRwCztinhuyvU6SwxB2rd/s72-c/pompei5.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4640816974857799573.post-818622526208342268</guid><pubDate>Wed, 01 Jun 2011 10:59:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-06-01T17:59:05.344+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">sholat</category><title>SEJARAH SHOLAT</title><description>Assalamu&#39;alaykum Wr. Wb. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Dirikanlah sholat, sungguh ini merupakan kewajiban yang ditentukan waktunya bagi orang-orang yang beriman &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Qs. 4 an-nisaa’ :103- 104&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Hai orang-orang yang beriman, Ruku’ dan sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu ; Berbuatlah kebaikan, supaya kamu mendapatkan kemenangan - Qs. 22 al-hajj : 77&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Istilah Sholat berasal dari kata kerja Shalaah (yang menyatakan suatu perbuatan) dan orang yang melakukannya disebut Mushallin, sementara pusat tempat melakukannya disebut Musholla.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kecuali bagi orang yang mushollin (yang mengerjakan sholat) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
– Qs. 70 al-Ma’arij : 22&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadikanlah sebagian dari maqam Ibrahim itu musholla (tempat sholat)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
– Qs. 2 al-Baqarah: 125&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sholat merupakan suatu perbuatan memuliakan Allah yang menjadi suatu tanda syukur kaum muslimin sebagai seorang hamba dengan gerakan dan bacaan yang telah diatur khusus oleh Nabi Muhammad Saw yang tidak boleh dirubah kecuali ada ketentuan-ketentuan yang memang memperbolehkannya[1]. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perintah sholat sendiri sudah harus diperkenalkan sejak dini kepada generasi muda Islam agar kelak dikemudian hari mereka tidak lagi merasa canggung, malu atau malah tidak bisa melakukannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari Amer bin Syuaib dari ayahnya dari kakeknya, berkata :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasulullah Saw bersabda: ‘Perintahkanlah anak-anakmu mengerjakan sholat disaat mereka berumur 7 tahun dan pukullah mereka jika tidak mengerjakannya saat mereka berumur 10 tahun’ &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Hadis Riwayat Ahmad dan abu daud &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
Perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan sholat ; dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya - Qs. 20 thaahaa: 132&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari Hadis kita mendapati bahwa mendirikan sholat sudah ditekankan mulai umur 7 tahun dan bila sampai usia 10 tahun belum juga melaksanakannya maka kita seyogyanya mulai diberi penegasan berupa pukulan sampai mereka mau mendirikannya. ; Tentu pukulan yang dimaksud disini tidak dengan tujuan menyakiti apalagi sampai pada tingkat penganiayaan, namun sekedar memberi pengajaran dan peringatan agar mau dan tidak malas untuk sholat. Bukankah secara paradoks siksa Allah jauh lebih keras dari sekedar pukulan yang kita berikan dalam rangka menyayangi anak-anak kita dan menghindarkan mereka dari azab Allah ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Jagalah dirimu dari hari dimana seseorang tidak dapat membela orang lain walau sedikitpun dan hari tidak diterima permintaan maaf serta tidak ada tebusan baginya dan tidaklah mereka akan ditolong &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Qs. 2 al-Baqarah : 48&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun al-Quran juga disatu sisi tidak menjelaskan secara detil sejak kapan dan bagaimana teknis pelaksanaan Sholat yang diperintahkan kepada Nabi Muhammad Saw. Meski demikian al-Quran secara tegas menyatakan bahwa Sholat sudah dilakukan oleh umat-umat sebelumnya, seperti perintah Sholat kepada Nabi Ibrahim dan anak cucunya[2], kepada Nabi Syu’aib[3], kepada Nabi Musa[4] dan kepada Nabi Isa al-Masih[5]. Pernyataan al-Qur’an tersebut dibenarkan oleh cerita-cerita yang ada dalam Kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru yang mengisahkan tata cara beribadah para Nabi sebelum Muhammad yaitu ada berdiri, ruku dan sujud yang jika dirangkai maka menjadi Sholat seperti Sholatnya umat Islam.&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;
Segeralah Musa berlutut ke tanah, lalu sujud menyembah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perjanjian Lama – Kitab Keluaran 34:8&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;
Masuklah, marilah kita sujud menyembah, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
berlutut di hadapan TUHAN yang menjadikan kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perjanjian Lama – Kitab Mazmur 95:6&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;
Lalu sujudlah Yosua dengan mukanya ke tanah, menyembah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perjanjian Lama – Kitab Yosua 5:14&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Tetapi Elia naik ke puncak gunung Karmel, lalu ia membungkuk ke tanah, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
dengan mukanya di antara kedua lututnya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perjanjian Lama – Kitab I Raja-raja 18:42&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;
Maka pergilah Musa dan Harun dari umat itu ke pintu Kemah Pertemuan,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
lalu sujud. Kemudian tampaklah kemuliaan TUHAN kepada mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perjanjian Lama – Kitab Bilangan 20:6&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Kemudian ia menjauhkan diri dari mereka kira-kira sepelempar batu jaraknya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
lalu ia berlutut dan berdoa - Perjanjian Baru – Injil Lukas 22:41&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Ia maju sedikit, merebahkan diri ke tanah dan berdoa &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Perjanjian Baru – Injil Markus 14:35&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari kenyataan ini, maka jelas bagi umat Islam bahwa Sholat sudah menjadi suatu tradisi dan ajaran yang baku bagi semua Nabi dan Rasul Allah sepanjang jaman, sebagaimana firman-Nya :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Sebagai ketentuan Allah yang telah berlaku sejak dahulu, Kamu sekalipun tidak akan menemukan perubahan Bagi ketentuan ALLAH itu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Qs. 48 al-fath: 23&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kisah perjalanan Nabi Muhammad mengarungi angkasa raya yang disebut dengan istilah Isra’ dan Mi’raj yang menceritakan awal diperintahkannya Sholat kepada Nabi Muhammad sebagaimana terdapat dalam beberapa hadis yang dianggap shahih atau valid oleh sejumlah ulama secara logika justru mengandung banyak ketidaksesuaian dengan fakta sejarah dan ayat-ayat al-Quran sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut hadis, Isra’ dan Mi’raj terjadi sewaktu Khadijah, istri pertama Rasulullah wafat, dimana peristiwa ini justru menjadi salah satu hiburan bagi Nabi yang baru ditinggalkan oleh sang istri tercinta dan juga paman beliau, Abu Thalib dimana tahun ini disebut dengan tahun duka cita atau aamul ilzan[6].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara sejarah juga mengatakan bahwa jauh sebelum terjadinya Isra’ dan Mi’raj, Nabi Muhammad dipercaya telah melakukan Sholat berjemaah dengan Khadijjah sebagaimana yang pernah dilihat dan ditanyakan oleh Ali bin abu Thalib yang kala itu masih remaja[7]. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Logikanya perintah Sholat telah diterima oleh Nabi Muhammad bukan saat beliau Isra’ dan Mi’raj namun jauh sebelum itu, apalagi secara obyektif ayat al-Qur’an yang menceritakan mengenai peristiwa Mi’raj sama sekali tidak menyinggung tentang adanya pemberian perintah Sholat kepada Nabi.[8] ; Pada kedua surah tersebut hanya menekankan cerita perjalanan Nabi tersebut dalam rangka menunjukkan sebagian dari kebesaran Allah dialam semesta sekaligus merupakan kali kedua bagi Nabi melihat wujud asli dari malaikat Jibril setelah sebelumnya pernah beliau saksikan saat pertama mendapat wahyu di gua Hira.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu, diluar hadis Isra’ dan Mi’raj yang menggambarkan Nabi memperoleh perintah Sholat pada peristiwa tersebut, Imam Muslim dalam musnadnya ada meriwayatkan sebuah hadis lain yang sama sekali tidak berhubungan dengan cerita Mi’raj namun disana menjelaskan bagaimana Nabi mempelajari Sholat dari malaikat Jibril.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari Abu Mas’ud r.a. katanya : Rasulullah Saw bersabda : turun Jibril, lalu dia menjadi imam bagiku Dan aku sholat bersamanya, kemudian aku sholat bersamanya, lalu aku sholat bersamanya dan aku sholat bersamanya dan aku sholat bersamanya Nabi menghitung dengan lima anak jarinya - Hadis Riwayat Muslim[9]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika demikian adanya, bagaimana dengan kebenaran hadis yang dipercaya oleh banyak orang bahwa perintah Sholat baru diperoleh Nabi sewaktu isra’ dan mi’raj ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin kedengarannya ekstrim, tetapi meragukan atau malah menolak keabsahan validitas hadis-hadis tersebut bukanlah perbuatan yang tercela apalagi berdosa, dalam hal ini kita tidak menolak dengan tanpa dasar yang jelas, para perawi hadis tetaplah manusia biasa seperti kita adanya, mereka juga bisa salah baik disengaja apalagi yang tanpa mereka sengaja atau sadari, adalah kewajiban kita untuk melakukan koreksi jika mendapatkan kesalahan pada riwayat hadis yang mereka lakukan tentunya dengan tetap menjaga kehormatannya dan berharap semoga Allah mengampuni kesalahannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa kejanggalan variasi cerita Isra’ dan Mi’raj diantaranya sebut saja kisah Nabi Muhammad dan Buraq ketika berhenti di Baitul maqdis dan melakukan sholat berjemaah didalam masjidil aqsha bersama arwah para Nabi sebelumnya, padahal sejarah mencatat bahwa masjid al-aqsha baru dibangun pada masa pemerintahan Khalifah umar bin khatab tahun 637 masehi saat penyerbuannya ke Palestina yang mana notabene saat itu Nabi Muhammad sendiri sudah cukup lama wafat, beliau wafat tahun 632 masehi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cerita sholatnya Nabi Muhammad dan para arwah inipun patut mengundang pertanyaan, sebab Nabi sudah melakukan sholat (menurut hadis itu malah raka’atnya berjumlah 2) sehingga pernyataan Nabi menerima perintah Sholat saat Mi’raj sudah bertentangan padahal kisah ini terjadi detik-detik sebelum mi’raj itu sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Belum lagi cerita sholatnya para arwah Nabi pun rasanya tidak bisa kita terima dengan akal yang logis, masa kehidupan mereka telah berakhir sebelum kelahiran Nabi Muhammad dan mereka sendiri sudah menunaikan kewajiban masing-masing selaku Rasul Allah kepada umatnya, perlu apa lagi mereka yang jasadnya sudah terkubur didalam tanah itu melakukan sholat ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah selesai sholat berjemaah, lalu satu persatu para arwah Nabi dan Rasul itu memberi kata sambutannya … sungguh suatu hal yang terlalu mengada-ada, karena jumlah mereka ada ribuan yang berasal dari berbagai daerah dibelahan dunia ini, baik yang namanya tercantum dalam al-Quran ataupun tidak[10], berapa lama waktu yang habis diperlukan untuk mengadakan kata sambutan masing-masing para arwah ini ? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika dimaksudkan agar semua Nabi dan Rasul itu bertemu dan bersaksi mengenai kebenaran Muhammad, ini dibantah oleh al-Quran sendiri yang menyatakan bahwa pada masa kehidupan mereka dan pengangkatan mereka selaku Nabi dan Rasul, Allah telah mengambil perjanjian dari mereka mengenai akan datangnya seorang Rasul yang membenarkan ajaran mereka sebelumnya lalu terdapat perintah tersirat agar mereka menyampaikan kepada umatnya masing-masing :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan ketika Allah mengambil perjanjian terhadap para Nabi :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;‘Jika datang kepadamu Kitab dan Hikmah, lalu datang kepada kamu seorang Rasul yang membenarkan apa-apa yang ada tentang diri kamu, hendaklah kamu imani ia secara sebenarnya.’ ; Dia bertanya : ‘Sudahkah kalian menyanggupi dan menerima perjanjian-Ku tersebut ?’ ; Mereka menjawab : ‘Kami menyanggupinya !’ ; Dia berkata : ‘Saksikanlah ! dan Aku bersama kamu adalah dari golongan mereka yang menyaksikan !’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Qs. 3 ali imron: 81&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Puncak kemustahilan cerita dari hadis-hadis mi’raj adalah saat Nabi Muhammad diberitakan telah bolak balik dari Allah ke arwah Nabi Musa untuk penawaran jumlah sholat yang semula 50 kali menjadi 5 kali dalam sehari semalam, apakah sedemikian bodohnya Nabi Muhammad itu sehingga dia harus diberi saran berkali-kali oleh arwah Nabi Musa agar mau meminta keringanan kepada ALLAH sampai 9 kali pulang pergi ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidakkah kekurang ajaran arwah Nabi Musa dalam cerita tersebut dengan menganggap Allah juga tidak mengerti akan kelemahan dan keterbatasan umat Nabi Muhammad sebab tanpa dipikir dulu telah memberi beban kewajiban yang pasti tidak mampu dikerjakan oleh mereka sehingga arwah Nabi Musa itu harus turut campur memberi peringatan kepada Allah dan Nabi Muhammad lebih dari sekali saja sebagai suatu indikasi israiliyat (hadis buatan orang-orang Israel atau Yahudi yang sengaja dibuat untuk tetap memuliakan Nabi Musa diatas yang lain) ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah hadis-hadis yang demikian ini masih akan diterima dan dipertahankan hanya untuk mempertahankan dalil turunnya perintah Sholat, sementara al-Qur’an sendiri yang nilai kebenarannya sangat pasti justru tidak berbicara apa-apa tentang hal tersebut ? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak diragukan bahwa Nabi Muhammad pernah melakukan Isra’ dan Mi’raj karena hal ini ada didalam al-Quran dan bisa dianalisa secara ilmiah, tidak perlu diragukan pula bahwa Sholat merupakan salah satu kewajiban utama seorang muslim sebab inipun banyak sekali ayatnya didalam al-Quran dan hadis-hadis lain, bahkan sholat merupakan tradisi yang diwariskan oleh semua Nabi dan Rasul dalam semua jamannya. Hanya saja itu tidak berarti kaum muslimin bisa menerima semua riwayat hadis yang isinya secara jelas mempunyai pertentangan dengan al-Quran dan logika, sehingga akhirnya hanya akan menyerahkan akal pada kebodohan berpikir, padahal Allah sendiri mewajibkan manusia untuk berpikir dan berdzikir didalam membaca ayat-ayat-Nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[1] Misalnya jika sakit boleh sholat dengan cara duduk, berbaring hingga hanya dengan kedipan mata saja&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[2] Lihat surah 21 al-anbiya ayat 73 dan surah 19 Maryam ayat 55&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[3] Lihat surah 11 Huud ayat 87&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[4] Lihat surah 20 Thaahaa ayat 14&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[5] Lihat surah 19 Maryam ayat 31&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[6] Drs. Abu Ahmadi, Mutiara isra’ mi’raj, Penerbit Bumi Aksara, hal. 27&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[7] Muhammad Husain Haekal , Sejarah Hidup Muhammad, edisi besar, Penerbit Litera antarNusa, 1998, hal. 87 – 88&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[8] Lihat surah 17 al-israa ayat 1 dan surah 53 an-najm ayat 13 s/d 18&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[9] Fachruddin HS, Terjemah Hadits Shahih Muslim III, Bagian ke-26, Waktu Sembahyang Fardu dan Kiblat, Penerbit Bulan Bintang, Jakarta, 1979, hal. 170&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[10] lihat surah 40 al-mu’min: 78 dan surah. 17 al-israa’: 15&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wassalam,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Armansyah</description><link>http://ogiexslasher.blogspot.com/2011/06/sejarah-sholat.html</link><author>noreply@blogger.com (mbah ogiex)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4640816974857799573.post-8850808519737272829</guid><pubDate>Tue, 31 May 2011 09:29:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-05-31T16:29:17.014+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Aisyah</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Muhammad</category><title>PERNIKAHAN NABI DENGAN AISYAH</title><description>Assalamu&#39;alaykum Wr. Wb. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mitos Kuno Tentang Usia Pernikahan Siti Aisyah RA &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang teman kristen suatu kali bertanya kepada saya, &quot;Akankah anda menikahkan saudara perempuanmu yang berumur 7 tahun dengan seorang tua berumur 50 tahun?&quot; Saya terdiam. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia melanjutkan, &quot;Jika anda tidak akan melakukannya, bagaimana bisa anda menyetujui pernikahan gadis polos berumur 7 tahun, Aisyah, dengan Nabi anda?&quot; Saya katakan padanya, &quot;Saya tidak punya jawaban untuk pertanyaan anda pada saat ini.&quot; Teman saya tersenyum dan meninggalkan saya dengan guncangan dalam batin saya akan agama saya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kebanyakan muslim menjawab bahwa pernikahan seperti itu diterima masyarakat pada saat itu. Jika tidak, orang-orang akan merasa keberatan dengan pernikahan Nabi saw dengan Aisyah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimanapun, penjelasan seperti ini akan mudah menipu bagi orang-orang yang naif dalam mempercayainya. Tetapi, saya tidak cukup puas dengan penjelasan seperti itu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nabi merupakan manusia tauladan, Semua tindakannya paling patut dicontoh sehingga kita, Muslim dapat meneladaninya. Bagaimaanpun, kebanyakan orang di Islamic Center of Toledo, termasuk saya, Tidak akan berpikir untuk menunangkan saudara perempuan kita yang berumur 7 tahun dengan seorang laki-laki berumur 50 tahun. Jika orang tua setuju dengan pernikahan seperti itu, kebanyakan orang, walaupun tidak semuanya, akan memandang rendah terhadap orang tua dan suami tua tersebut. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tahun 1923, pencatat pernikahan di Mesir diberi intruksi untuk menolak pendaftaran dan menolak mengeluarkan surat nikah bagi calon suami berumur di bawah 18 tahun, dan calon isteri dibawah 16 tahun. Tahun 1931, Sidang dalam oraganisasi-oraganisi hukum dan syariah menetapkan untuk tidak merespon pernikahan bagi pasangan dengan umur diatas (Women in Muslim Family Law, John Esposito, 1982). Ini memperlihatkan bahwa walaupun di negara Mesir yang mayoritas Muslim pernikahan usia anak-anak adalah tidak dapat diterima. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, Saya percaya, tanpa bukti yang solidpun selain perhormatan saya terhadap Nabi, bahwa cerita pernikahan gadis brumur 7 tahun dengan Nabi berumur 50 tahun adalah mitos semata. Bagaimanapun perjalanan panjang saya dalam menyelelidiki kebenaran atas hal ini membuktikan intuisi saya benar adanya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nabi memang seorang yang gentleman. Dan dia tidak menikahi gadis polos berumur 7 atau 9 tahun. Umur Aisyah telah dicatat secara salah dalam literatur hadist. Lebih jauh, Saya pikir bahwa cerita yang menyebutkan hal ini sangatlah tidak bisa dipercaya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa hadist (tradisi Nabi) yang menceritakan mengenai umur Aisyah pada saat pernikahannya dengan Nabi, hadist-hadist tersebut sangat bermasalah. Saya akan menyajikan beberapa bukti melawan khayalan yang diceritakan Hisham ibnu `Urwah dan untuk membersihkan nama Nabi dari sebutan seorang tua yang tidak bertanggung jawab yang menikahi gadis polos berumur 7 tahun. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Bukti #1: Pengujian Terhadap Sumber &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagian besar riwayat yang menceritakan hal ini yang tercetak di hadist yang semuanya diriwayatkan hanya oleh Hisham ibn `Urwah, yang mencatat atas otoritas dari bapaknya, yang mana seharusnya minimal 2 atau 3 orang harus mencatat hadist serupa juga. Adalah aneh bahwa tak ada seorangpun yang di Medinah, dimana Hisham ibn `Urwah tinggal, sampai usia 71 tahun baru menceritakan hal ini, disamping kenyataan adanya banyak murid-murid di Medinah termasuk yang kesohor Malik ibn Anas, tidak menceritakan hal ini. &lt;br /&gt;
Asal dari riwayat ini adalah dari orang-orang Iraq, di mana Hisham tinggal disana dan pindah dari Medinah ke Iraq pada usia tua. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tehzibu&#39;l-Tehzib, salah satu buku yang cukup terkenal yang berisi catatan para periwayat hadist, menurut Yaqub ibn Shaibah mencatat : &quot; Hisham sangatbisa dipercaya, riwayatnya dapat diterima, kecuali apa-apa yang dia ceritakan setelah pindah ke Iraq &quot; (Tehzi&#39;bu&#39;l-tehzi&#39;b, Ibn Hajar Al-`asqala&#39;ni, Dar Ihya al-turath al-Islami, 15th century. Vol 11, p.50). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam pernyataan lebih lanjut bahwa Malik ibn Anas menolak riwayat Hisham yang dicatat dari orang-orang Iraq: &quot; Saya pernah diberi tahu bahwa Malik menolak riwayat Hisham yang dicatat dari orang-orang Iraq&quot; (Tehzi&#39;b u&#39;l-tehzi&#39;b, IbnHajar Al- `asqala&#39;ni, Dar Ihya al-turath al-Islami, Vol.11, p. 50). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mizanu&#39;l-ai`tidal, buku lain yang berisi uraian riwayat hidup pada periwayat hadist Nabi saw mencatat: &quot;Ketika masa tua, ingatan Hisham mengalami kemunduran yang mencolok&quot; (Mizanu&#39;l-ai`tidal, Al-Zahbi, Al-Maktabatu&#39;l-athriyyah, Sheikhupura, Pakistan, Vol. 4, p. 301). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
KESIMPULAN: &lt;br /&gt;
berdasarkan referensi ini, Ingatan Hisham sangatlah buruk dan &lt;br /&gt;
riwayatnya setelah pindah ke Iraq sangat tidak bisa dipercaya, sehingga riwayatnya mengenai umur pernikahan Aisyah adalah tidak kredibel. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
KRONOLOGI: Adalah vital untuk mencatat dan mengingat tanggal penting dalam sejarah Islam: &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pra-610 M: Jahiliyah (pra-Islamic era) sebelum turun wahyu &lt;br /&gt;
610 M: turun wahyu pertama Abu Bakr menerima Islam &lt;br /&gt;
613 M: Nabi Muhammad mulai mengajar ke Masyarakat &lt;br /&gt;
615 M: Hijrah ke Abyssinia. &lt;br /&gt;
616 M: Umar bin al Khattab menerima Islam. &lt;br /&gt;
620 M: dikatakan Nabi meminang Aisyah &lt;br /&gt;
622 M: Hijrah ke Yathrib, kemudian dinamai Medina &lt;br /&gt;
623/624 M: dikatakan Nabi saw berumah tangga dengan Aisyah &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Bukti #2: Meminang &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut Tabari (juga menurut Hisham ibn `Urwah, Ibn Hunbal and Ibn Sad), Aisyah dipinang pada usia 7 tahun dan mulai berumah tangga pada usia 9 tahun. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, di bagian lain, Al-Tabari mengatakan: &quot;Semua anak Abu Bakr (4 orang) dilahirkan pada masa jahiliyahh dari 2 isterinya &quot; (Tarikhu&#39;l-umam wa&#39;l-mamlu&#39;k, Al-Tabari (died 922), Vol. 4,p. 50, Arabic, Dara&#39;l-fikr, Beirut, 1979). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika Aisyah dipinang 620M (Aisyah umur 7 tahun) dan berumah tangga tahun 623/624 M (usia 9 tahun), ini mengindikasikan bahwa Aisyah dilahirkan pada 613 M. Sehingga berdasarkan tulisan Al- Tabari, Aisyah seharusnya dilahirkan pada 613M, Yaitu 3 tahun sesudah masa Jahiliyahh usai (610 M). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tabari juga menyatakan bahwa Aisyah dilahirkan pada saat Jahiliyah. Jika Aisyah dilahirkan pada era Jahiliyah, seharusnya minimal Aisyah berumur 14 tahun ketika dinikah. Tetapi intinya Tabari mengalami kontradiksi dalam periwayatannya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
KESIMPULAN: Al-Tabari tak reliable mengenai umur Aisyah ketika menikah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Bukti # 3: Umur Aisyah jika dihubungkan dengan umur Fatimah &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut Ibn Hajar, &quot;Fatima dilahirkan ketika Ka`bah dibangun kembali, ketika Nabi saw berusia 35 tahun... Fatimah 5 tahun lebih tua dari Aisyah&quot; (Al-isabah fi tamyizi&#39;l-sahabah, Ibn Hajar al-Asqalani, Vol. 4, p. 377, Maktabatu&#39;l-Riyadh al-haditha, al-Riyadh,1978). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika Statement Ibn Hajar adalah factual, berarti Aisyah dilahirkan ketika Nabi berusia 40 tahun. Jika Aisyah dinikahi Nabi pada saat usia Nabi 52 tahun, maka usia Aisyah ketika menikah adalah 12 tahun. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
KESIMPULAN: Ibn Hajar, Tabari, Ibn Hisham, dan Ibn Humbal kontradiksi satu sama lain. Tetapi tampak nyata bahwa riwayat Aisyah menikah usia 7 tahun adalah mitos tak berdasar. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Bukti #4: Umur Aisyah dihitung dari umur Asma&#39; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut Abda&#39;l-Rahman ibn abi zanna&#39;d: &quot;Asma lebih tua 10 tahun dibanding Aisyah (Siyar A`la&#39;ma&#39;l-nubala&#39;, Al-Zahabi, Vol. 2, p. 289, Arabic, Mu&#39;assasatu&#39;l-risalah, Beirut, 1992). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut Ibn Kathir: &quot;Asma lebih tua 10 tahun dari adiknya [Aisyah]&quot; &lt;br /&gt;
(Al-Bidayah wa&#39;l-nihayah, Ibn Kathir, Vol. 8, p. 371,Dar al-fikr al-`arabi, Al-jizah, 1933). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut Ibn Kathir: &quot;Asma melihat pembunuhan anaknya pada tahun 73 H, dan 5 hari kemudian Asma meninggal. Menurut iwayat lainya, dia meninggal 10 atau 20 hari kemudian, atau beberapa hari lebih dari 20 hari, atau 100 hari kemudian. Riwayat yang paling kuat adalah 100 hari kemudian. Pada waktu Asma Meninggal, dia berusia 100 tahun&quot; (Al-Bidayah wa&#39;l-nihayah, Ibn Kathir, Vol. 8, p. 372, Dar al-fikr al-`arabi, Al- jizah, 1933) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut Ibn Hajar Al-Asqalani: &quot;Asma hidup sampai 100 tahun dan meninggal pada 73 or 74 H.&quot; (Taqribu&#39;l-tehzib, Ibn Hajar Al-Asqalani,p. 654, Arabic, Bab fi&#39;l-nisa&#39;, al-harfu&#39;l-alif, Lucknow). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut sebagaian besar ahli sejarah, Asma, Saudara tertua dari Aisyah berselisih usia 10 tahun. Jika Asma wafat pada usia 100 tahun dia tahun 73 H, Asma seharusnya berusia 27 atau 28 tahun ketika hijrah 622M). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika Asma berusia 27 atau 28 tahun ketika hijrah (ketika Aisyah berumah tangga), Aisyah seharusnya berusia 17 atau 18 tahun. Jadi, Aisyah, berusia 17 atau 18 tahun ketika hijrah pada taun dimana Aisyah berumah tangga. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdasarkan Hajar, Ibn Katir, and Abda&#39;l-Rahman ibn abi zanna&#39;d, usia Aisyah ketika beliau berumah tangga dengan Rasulullah adalah 19 atau 20 tahun. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam bukti # 3, Ibn Hajar memperkirakan usia Aisyah 12 tahun dan dalam bukti #4 Ibn Hajar mengkontradiksi dirinya sendiri dengan pernyataannya usia Aisyah 17 atau 18 tahun. Jadi mana usia yang benar ? 12 atau 18..? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
KESIMPULAN: Ibn Hajar tidak valid dalam periwayatan usia Aisyah.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Bukti #5: Perang BADAR dan UHUD &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah riwayat mengenai partisipasi Aisyah dalam perang Badr dijabarkan dalam hadist Muslim, (Kitabu&#39;l-jihad wa&#39;l-siyar, Bab karahiyati&#39;l-isti`anah fi&#39;l-ghazwi bikafir). Aisyah, ketika menceritakan salah satu moment penting dalam perjalanan selama perang Badar, mengatakan: &quot;ketika kita mencapai Shajarah&quot;. Dari pernyataan ini tampak jelas, Aisyah merupakan anggota perjalanan menuju Badar. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah riwayat mengenai pastisipasi Aisyah dalam Uhud tercatat dalam Bukhari (Kitabu&#39;l-jihad wa&#39;l-siyar, Bab Ghazwi&#39;l-nisa&#39; wa qitalihinnama`a&#39;lrijal): &quot;Anas mencatat bahwa pada hari Uhud, Orang-orang tidak dapat berdiri dekat Rasulullah. [pada hari itu,] Saya melihat Aisyah dan Umm-i-Sulaim dari jauh, Mereka menyingsingkan sedikit pakaian-nya [untuk mencegah halangan gerak dalam perjalanan tsb].&quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lagi-lagi, hal ini menunjukkan bahwa Aisyah ikut berada dalam perang Uhud dan Badr. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diriwayatkan oleh Bukhari (Kitabu&#39;l-maghazi, Bab Ghazwati&#39;l-khandaq wa hiya&#39;l-ahza&#39;b): &quot;Ibn `Umar menyatakan bahwa Rasulullah tidak mengijinkan dirinya berpastisispasi dalam Uhud, pada ketika itu, Ibnu Umar berusia 14 tahun. Tetapi ketika perang Khandaq, ketika berusia 15 tahun, Nabi mengijinkan Ibnu Umar ikut dalam perang tsb.&quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdasarkan riwayat diatas, (a) anak-anak berusia dibawah 15 tahun akan dipulangkan dan tidak diperbolehkan ikut dalam perang, dan (b) Aisyahikut dalam perang badar dan Uhud &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
KESIMPULAN: Aisyah ikut dalam perang Badar dan Uhud jelas mengindikasikan bahwa beliau tidak berusia 9 tahun ketika itu, tetapi minimal berusia 15 tahun. Disamping itu, wanita-wanita yang ikut menemani para pria dalam perang sudah seharusnya berfungsi untuk membantu, bukan untuk menambah beban bagi mereka. Ini merupakan bukti lain dari kontradiksi usia pernikahan Aisyah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;BUKTI #6: Surat al-Qamar (Bulan) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut beberapa riwayat, Aisyah dilahirkan pada tahun ke delapan sebelum hijriyah. Tetapi menurut sumber lain dalam Bukhari, Aisyah tercatat mengatakan hal ini: &quot;Saya seorang gadis muda(jariyah dalam bahasa arab)&quot; ketika Surah Al-Qamar diturunkan(Sahih Bukhari, Kitabu&#39;l-tafsir, Bab Qaulihi Bal al-sa`atu Maw`iduhum wa&#39;l-sa`atu adha&#39; wa amarr). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Surat 54 dari Quran diturunkan pada tahun ke delapan sebelum hijriyah(The Bounteous Koran, M.M. Khatib, 1985), menunjukkan bahwa surat tsb diturunkan pada tahun 614 M. jika Aisyah memulai berumahtangga dengan Rasulullah pada usia 9 di tahun 623 M or 624 M, Aisyah masih bayi yang baru lahir (sibyah in Arabic) pada saat Surah Al-Qamar diturunkan. Menurut riwayat diatas, secara aktual tampak bahwa Aisyah adalah gadis muda, bukan bayi yang baru lahir &lt;br /&gt;
ketika pewahyuan Al-Qamar. Jariyah berarti gadis muda yang masih suka bermain (Lane&#39;s Arabic English Lexicon). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, Aisyah, telah menjadi jariyah bukan sibyah (bayi), jadi telah berusia 6-13 tahun pada saat turunnya surah Al-Qamar, dan oleh karena itu sudah pasti berusia 14-21 tahun ketika dinikah Nabi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
KESIMPULAN: Riwayat ini juga mengkontra riwayat pernikahan Aisyah yang berusia 9 tahun. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Bukti #7: Terminologi bahasa Arab &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut riwayat dari Ahmad ibn Hanbal, sesudah meninggalnya isteri pertama Rasulullah, Khadijah, Khaulah datang kepada Nabi dan menasehati Nabi untuk menikah lagi, Nabi bertanya kepadanya tentang pilihan yang ada di pikiran Khaulah. Khaulah berkata: &quot;Anda dapat menikahi seorang gadis (bikr) atau seorang wanita yang pernah menikah (thayyib)&quot;. Ketika Nabi bertanya tentang identitas gadis tersebut (bikr), Khaulah menyebutkan nama Aisyah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi orang yang paham bahasa Arab akan segera melihat bahwa kata bikr dalam bahasa Arab tidak digunakan untuk gadis belia berusia 9 tahun. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata yang tepat untuk gadis belia yang masih suka bermain-main adalah, seperti dinyatakan dimuka, adalah jariyah. Bikr disisi lain, digunakan untuk seorang wanita yang belum menikah serta belum punya pertautan pengalaman dengan pernikahan, sebagaimana kita pahami dalam bahasa Inggris &quot;virgin&quot;. Oleh karena itu, tampak jelas bahwa gadis belia 9 tahun bukanlah &quot;wanita&quot; (bikr) (Musnad Ahmad ibn Hanbal, Vol. 6, p. .210,Arabic, Dar Ihya al-turath &lt;br /&gt;
al-`arabi, Beirut). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesimpulan: Arti literal dari kata, bikr (gadis), dalam hadist diatas adalah &quot;wanita dewasa yang belum punya pengalaman sexual dalam pernikahan.&quot; Oleh karena itu, Aisyah adalah seorang wanita dewasa pada waktu menikahnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Bukti #8. Text Qur&#39;an &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seluruh muslim setuju bahwa Quran adalah buku petunjuk. Jadi, kita perlu mencari petunjuk dari Qur&#39;an untuk membersihkan kabut kebingungan yang diciptakan oleh para periwayat pada periode klasik Islam mengenai usia Aisyah dan pernikahannya. Apakah Quran mengijinkan atau melarang pernikahan dari gadis belia berusia 7 tahun? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak ada ayat yang secara eksplisit mengijinkan pernikahan seperti itu. Ada sebuah ayat, yang bagaimanapun, yang menuntun muslim dalam mendidik dan memperlakukan anak yatim. Petunjuk Qur&#39;an mengenai perlakuan anak Yatim juga valid diaplikasikan ada anak kita sendiri sendiri. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat tersebut mengatakan : Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya, harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan. Berilah mereka belanja dan pakaian (dari hasil harta itu) dan ucapkanlah kepada mereka kata-kata yang baik. (Qs. 4:5) Dan &lt;br /&gt;
ujilah anak yatim itu sampai mereka cukup umur untuk kawin. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian jika menurut pendapatmu mereka telah cerdas (pandai memelihara harta), maka serahkanlah kepada mereka harta-hartanya. ?? (Qs. 4:6) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam hal seorang anak yang ditingal orang tuanya, Seorang muslim &lt;br /&gt;
diperintahkan untuk (a) memberi makan mereka, (b) memberi pakaian, (c) mendidik mereka, dan (d) menguji mereka thd kedewasaan &quot;sampai usia menikah&quot; sebelum mempercayakan mereka dalam pengelolaan keuangan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disini, ayat Qur&#39;an menyatakan tentang butuhnya bukti yang teliti terhadap tingkat kedewasaan intelektual dan fisik melalui hasil test yang objektif sebelum memasuki usia nikah dan untuk mempercayakan pengelolaan harta-harta kepada mereka. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam ayat yang sangat jelas diatas, tidak ada seorangpun dari muslim yang bertanggungjawab akan melakukan pengalihan pengelolaan keuangan pada seorang gadis belia berusia 7 tahun. Jika kita tidak bisa mempercayai gadis belia berusia 7 tahun dalam pengelolaan keuangan, Gadis tersebut secara tidak memenuhi syarat secara intelektual maupun fisik untuk menikah. Ibn Hambal (Musnad Ahmad ibn Hambal, vol.6, p. 33 and 99) menyatakan bahwa Aisyah yang berusia 9 tahun lebih tertarik untuk bermain dengan mainannya daripada mengambil tugas sebagai isteri. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oleh karena itu sangatlah sulit untuk mempercayai, bahwa Abu Bakar,seorang tokoh muslim, akan menunangkan anaknya yang masih belia berusia 7 taun dengan Nabi yang berusia 50 tahun.. Sama &lt;br /&gt;
sulitnya untuk membayangkan bahwa Nabi menikahi seorang gadis belia berusia 7 tahun. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah tugas penting lain dalam menjaga anak adalah mendidiknya. Marilah kita memunculkan sebuah pertanyaan,&quot;berapa banyak di antara kita yang percaya bahwa kita dapat mendidik anak kita dengan hasil memuaskan sebelum mereka mencapai usia 7 atau 9 tahun?&quot; Jawabannya adalah Nol besar. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Logika kita berkata, adalah tidak mungkin tugas mendidik anak kita dengan memuaskan sebelum mereka mencapai usia 7 tahun, lalu bagaimana mana mungkin kita percaya bahwa Aisyah telah dididik secara sempurna pada usia 7 tahun seperti diklaim sebagai usia pernikahannya? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Abu Bakr merupakan seorang yang jauh lebih bijaksana dari kita semua, Jadi dia akan merasa dalam hatinya bahwa Aisyah masih seorang anak-anak yang belum secara sempurna sebagaimana dinyatakan Qur&#39;an. Abu Bakar tidak akan menikahkan Aisyah kepada seorangpun. Jika sebuah proposal pernikahan dari gadis belia dan belum terdidik secara memuaskan datang kepada Nabi, Beliau &lt;br /&gt;
akan menolak dengan tegas karena itu menentang hukum-hukum Quran. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
KESIMPULAN: Pernikahan Aisyah pada usia 7 tahun akan menentang hukum kedewasaan yang dinyatakan Quran. Oleh karena itu, Cerita pernikahan Aisyah gadis belia berusia 7 tahun adalah mitos semata. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Bukti #9: Ijin dalam pernikahan &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang wanita harus ditanya dan diminta persetujuan agar pernikahan yang dia lakukan menjadi syah (Mishakat al Masabiah, translation by James Robson, Vol. I, p. 665). Secara Islami, persetujuan yang kredible dari seorang wanita merupakan syarat dasar bagi kesyahan sebuah pernikahan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan mengembangkan kondisi logis ini, persetujuan yang diberikan oleh gadis belum dewasa berusia 7 tahun tidak dapat diautorisasi sebagai validitas sebuah pernikahan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adalah tidak terbayangkan bahwa Abu Bakr, seorang laki-laki yang cerdas, akan berpikir dan mananggapi secara keras tentang persetujuan pernikahan gadis 7 tahun (anaknya sendiri) dengan seorang laki-laki berusia 50 tahun. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Serupa dengan ini, Nabi tidak mungkin menerima persetujuan dari seorang gadis yang menurut hadith dari Muslim, masih suka bermain-main dengan bonekanya ketika berumah tangga dengan Rasulullah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
KESIMPULAN: Rasulullah tidak menikahi gadis berusia 7 tahun karena akan tidak memenuhi syarat dasar sebuah pernikahan islami tentang klausa persetujuan dari pihak isteri. Oleh karena itu, hanya ada satu kemungkinan Nabi menikahi Aisyah seorang wanita yang dewasa secara intelektual maupun fisik. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Summary: &lt;br /&gt;
Tidak ada tradisi Arab untuk menikahkan anak perempuan atau laki-laki yang berusia 9 tahun, Demikian juga tidak ada pernikahan Rasulullah SAW dan Aisyah ketika berusia 9 tahun. Orang-orang arab tidak pernah keberatan dengan pernikahan seperti ini, karena ini tak pernah terjadi sebagaimana isi beberapa riwayat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jelas nyata, riwayat pernikahan Aisyah pada usia 9 tahun oleh Hisham ibn `Urwah tidak bisa dianggap sebagai kebenaran, dan kontradisksi dengan riwayat-riwayat lain. Lebih jauh, tidak ada alasan yang nyata untuk menerima riwayat Hisham ibn `Urwah sebagai kebenaran ketika para pakar lain, termasuk Malik ibn Anas, melihat riwayat Hisham ibn `Urwah selama di Iraq adalah tidak reliable. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pernyataan dari Tabari, Bukhari dan Muslim menunjukkan mereka kontradiksi satu sama lain mengenai usia menikah bagi Aisyah. Lebih jauh, beberapa pakar periwayat mengalami internal kontradiksi dengan riwayat-riwayatnya sendiri. Jadi, riwayat usia Aisyah 9 tahun ketika menikah adalah tidak reliable karena adanya kontradiksi yang nyata pada catatan klasik dari pakar sejarah Islam. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oleh karena itu, tidak ada alasan absolut untuk menerima dan mempercayai usia Aisyah 9 tahun ketika menikah sebagai sebuah kebenaran disebabkan cukup banyak latar belakang untuk menolak riwayat tsb dan lebih layak disebut sebagai mitos semata. Lebih jauh, Qur&#39;an menolak pernikahan gadis dan lelaki yang belum dewasa sebagaimana tidak layak membebankan kepada mereka tanggung jawab-tanggung jawab. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Note: The Ancient Myth Exposed &lt;br /&gt;
By T.O. Shanavas , di Michigan. &lt;br /&gt;
© 2001 Minaret &lt;br /&gt;
from The Minaret Source: http://www.iiie.net/ &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diterjemahkan oleh : Cahyo Prihartono</description><link>http://ogiexslasher.blogspot.com/2011/05/pernikahan-nabi-dengan-aisyah.html</link><author>noreply@blogger.com (mbah ogiex)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4640816974857799573.post-5198172078241578713</guid><pubDate>Tue, 31 May 2011 02:04:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-05-31T09:09:34.488+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">al-quran</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Iptek</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">keajaiban</category><title>Al Quran dan Penciptaan Alam Semesta</title><description>Sepanjang zaman manusia selalu ingin tahu bagaimana alam semesta tak bertepi ini berawal, kemana ia menuju bagaimana hukum yang menjaga tatanan dan keseimbangannya bekerja. Selama ratusan tahun para ilmuwan dan pemikir telah melakukan banyak penelitian tentang hal ini dan memunculkan sedikit sekali teori. Gagasan yang umum di abad ke XIX adalah alam semesta merupakan kumpulan materi dengan ukuran tak hingga yang telah ada sejak dulu kala dan akan terus ada selamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain menetapkan dasar berpijak bagi faham materialis, pandangan ini menolak keberadaan pencipta dan menyatakan bahwa alam semesta adalah tidak berawal dan tidak berakhir, penganut faham materialis adalah Karl Maks, Vladimir I. Lenin, Friedrich Engels, Leon Trotsky dll. Materialisme adalah faham yang meyakini materi sebagai satu satunya keberadaan mutlak dan menolak keberadaan apapun selain materi. Berakar pada kebudayaan Yunani kuno dan mendapat penerimaan yang luas pada abad ke XIX, faham ini menjadi terkenal dalam bentuk faham materialisme dialektika Karl Maks. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para penganut faham materialisme meyakini bahwa alam semesta tak hingga sebagai landasan berpijak bagi faham atheis mereka, misalnya dalam buku PRINCIPES FONDAMENTAUX DE PHILOSOPHIE filosof materialis Georges Politzer menyatakan : “Alam semesta bukanlah suatu hal yang diciptakan, jika ia diciptakan, ia sudah pasti diciptakan oleh Tuhan dengan seketika dan dari ketiadaan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Pulitzer berpendapat bahwa alam semesta tidak diciptakan dari ketiadaan, ia berpijak pada model alam semesta statis abad XIX yang menganggap dirinya sedang mengemukakan sebuah pernyataan dirinya, namun ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang pada abad XX akhirnya melumpuhkan gagasan kuno yang dinamakan materialisme ini. Telah ditemukan bahwa alam semesta tidaklah tetap seperti dugaan faham materialisme, tetapi malah sebaliknya, ia terus mengembang. Selain berbagai pengamatan dan perhitungan telah membuktikan bahwa alam semesta memiliki permulaan dan ia diciptakan dari ketiadaan melalui ledakan raksasa. Kini fakta ini telah diterima diseluruh dunia ilmu pengetahuan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1929 ahli astronomi berkebangsaan Amerika Hubble melalui pengamatan-pengamatannya pada galaksi-galaksi yang tersebar di langit, ia menemukan bahwa mereka memancarkan cahaya merah sesuai dengan jaraknya, ini berarti bahwa bintang-bintang tersebut bergerak menjauihi kita, sebab menurut hukum fisika yang berlaku, spectrum cahaya berwarna yang sedang bergerak mendekati pengamat cenderung berwarna ungu, sedangkan yang menjauhi pengamat cenderung berwarna merah. Selama proses pengamatan spectrum cahaya bintang-bintang yang diamati cenderung berwarna merah, ini berarti beintang-bintang tersebut cenderung bergerak menjauhi kita (warna spektrum cahaya : merah-jingga-kuning-hijau-biru-nila-ungu). Jauh sebelumnya, Hubble telah membuat penemuan penting lainnya, bintang dan galaksi tidak hanya bergerak menjauhi kita tetapi juga saling menjauhi satu sama lain. Satu-satunya yang dapat disimpulkan dari suatu alam semesta dimana satu sama lain bergerak saling menjauhi adalah ia secara terus menerus mengembang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar mudah dipahami, alam semesta dapat diumpamakan sebagai permukaan balon yang sedang mengembang. Sebagaimana titik-titik di permukaan balon yang bergerak menjauhi satu sama lain ketika balon membesar, benda-benda di luar angkasa juga bergerak menjauhi satu sama lain ketika alam semesta terus mengembang. Pada tahun 1917 Einstein telah merumuskan persamaan matematis yang diharapkan dapat melukiskan sifat dan kelakuan alam semesta. Karena terpengaruh faham alam semesta statis, Einstein mencari penyelesaian persamaan tersebut yang dapat melukiskan alam semesta yang bersifat statis. Tahun 1917 Friedman menunjukkan bahwa persamaan Einstain yang asli (sebelum dilakukan perubahan sehingga sesuai dengan faham alam semesta statis) melukiskan bahwa alam semesta tidaklah statis, melainkan berkembang. Dikemudian hari Einstein menyadari bahwa tindakannya itu adalah sebagai kesalahan terbesar dari kariernya sebagai ilmuwan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa arti dari mengembangnya alam semesta?. Mengembangnya alam semesta berarti jika alam semesta bisa bergerak mundur ke masa lampau maka ia akan terhenti berasal dari satu titik tunggal. Perhitungan menunjukkan titik tunggal ini yang berisi semua materi alam semesta haruslah mempunyai volume nol dan mempunyai kepadatan tak hingga. Alam semesta telah terbentuk melalui ledakan titik tunggal bervolume nol ini. Ledakan raksasa yang menandai permulaan alam semesta ini disebut dengan Big Bang, dan teorinya dikenal dengan nama tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu diketahui bahwa volume nol merupakan pernyataan teoritis yang dipakai untuk memudahkan pemahaman. Ilmu pengetahuan dapat mendefinisikan konsep ketiadaan yang berada diluar batas pemahaman manusia hanya dengan menyatakannya sebagai titik bervolume nol. Sebenarnya bahwa titik tak bervolume berarti ketiadaan. Demikianlah, alam semesta muncul dari ketiadaan, dengan kata lain ia telah diciptakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta ini yang baru ditemukan fisika modern abad XX telah dinyatakan dala Al Quran empat belas abad yang lampau, :“Dia pencipta langit dan bumi“ (QS Al An’am 101).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori Big Bang menunjukkan semua benda alam semesta pada awalnya adalah satu wujud, dan kemudian terpisah-pisah. Kenyataan ini yang dikemukan teori Big Bang, sekali lagi telah dinyatakan dalam Al Quran empat belas abad yang lalu saat manusia memiliki kemampuan terbatas tentang alam semesta : &lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;“Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwasanya pada langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian kami pisahkan antara keduanya” (QS Al Anbiyaa’ 30).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini diartikan bahwa keseluruhan materi diciptakan melalui Big Bang atau ledakan raksasa dari satu titik tunggal dan membentuk alam semesta kini dengan cara pemisahan satu dari yang lain. Mengembangnya alam semesta adalah salah satu bukti terpenting yang ditunjukkan alam semesta yang diciptakan dari ketiadaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski tak ditemukan oleh ilmu pengetahuan hingga abad XX, Allah telah memberi tahu kita akan kenyataan ini dalam Al Quran yang diturunkan empat belas abad yang lalu : &lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;“Dan langit itu kami bangun dengan kekuasaan/kekuatan Kami (dentuman besar) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya” (QS Adz Dzariyat 47).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Big Bang merupakan petunjuk nyata bahwa alam semesta telah diciptakan dari ketiadaan, dengan kata lain ia telah diciptakan Allah. Inilah alasan mengapa para astronom yang menganut faham materialis senantiasa menolak Big Bang dan mempertahankan gagasan alam semesta tak hingga. Alasan ini mengemuka dalam pernyataan A.S. Eddington, salah satu fisikawan materialis yang sanagat terkenal : “Secara filosofis gagasan tentang permulaan tiba-tiba dan tatanan alam yang ada saat ini sungguh menjijikkan bagi saya”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bilamana mahaledakan itu terjadi? Dari pengetahuan kita mengenai kecepatan berkembangnya alam semesta diperkirakan peristiwa terjadi antara sepuluh sampai lima belas milyar tahun yang lalu. Kemudian, dari keliling kosmos dan umurnya, dapat dihitung kembali suhu alam semesta sesaat sesudah ledakan itu terjadi. Diperkirakan pada saat itu suhu kosmos melebihi seratus juta-juta-juta-juta-juta derajat. Karena kerapatan materi yang sangat tinggi dan suhu yang sangat tinggi pula, orang tidak dapat menamakan keadaan alam semesta pada waktu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerapatan tinggi pada suhun rendah membentuk zat padat; kerapatan rendah pada suhu tinggi membentuk gas. Tetapi kerapatan materi yang sangat tinggi yang dibarengi dengan suhu yang sangat tinggi ilmuwan pun tidak tahu keadaannya kecuali menamakannya sebagai “sop-kosmos”; suatu fluida.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah sop kosmos; suatu fluida barulah diketahui setelah berkembangnya ilmu fisika moderen, tetapi Al-Quran telah mengisyaratkannya dalam ayat 7 Surah Hud &lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;”Dan Dialah yang telah menciptakan alam semesta dalam enam masa, adapun ‘ArsyNya telah tegak diatas air…….&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata ArsyNya telah tegak diatas air (sebelum alam semesta diciptakan) mengandungg arti bahwa kekuasaaNya telah ditegakkan sebelum alam semesta tercipta. Pada saat itu materi beserta ruang kosmos sudah diatur oleh Allah; dan mereka mengikuti serta tunduk pada peraturan-peraturan itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemahaperkasaan Allah dalam mengatur proses penciptaan alam semesta dilkukiskan dalam Surah Al-Fushilat ayat 11 : &lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;”Dalam pada itu Dia mengarah pada pada penciptaan langit (sama) dan langit (sama) itu berupa asap, lalu Dia berkata kepada langit dan bumi, “Datanglah kamu berdua dengan patuh atau terpaksa”; keduanya berkata “Kami datang dengan patuh”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jadi pada saat penciptaan alam semesta, Allah telah menetapkan berlakunya hukum-hukum alam sebagai sunatullah. Dengan berlakunya hukum-hukum alam ini maka semua makhluk, baik ruang kosmos, atom, molekul, partikel, dan seluruh materi yang tersusun sebagai benda mati atau hidup, matahari, bumi, bintang, galaksi, dan sebagainya berjalan sepanjang waktu sesuai dengan panggarisan hukum-hukum tersebut. Tida ada satupun yang menyimpang kecuali dengan izin Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang materialist lain, astronom terkemuka asal Inggris, Fred Hoyle, adalah termasuk yang paling terganggu oleh teori Big Bang. Dipertengahan abad ke XX, Hoyle mengemukakan suatu teori yang disebut Steady State yang mirip dengan teori alam semesta tetap abad ke XIX. Teori Steady State menyatakan bahwa alam semesta berukuran tak hingga dan kekal sepanjang masa. Dengan tujuan mempertahankan faham materialis, teori ini sama sekali berseberangan dengan teori Big Bang yang menyatakan bahwa alam semesta ini memiliki permulaan. Mereka yang mempertahankan teori steady state telah lama menentang teori Big Bang, namun ilmu pengetahuan justru melumpuhkan pandangan mereka. Pada tahun 1948, George Gamow muncul dengan gagasan lain tentang Big Bang. Ia mengatakan setelah pembentukan alam semesta dari ledakan raksasa, sisa radiasi yang ditinggalkan oleh ledakan ini haruslah ada di alam. Selain itu radiasi ini haruslah tersebar merata di segenap penjuru alam semesta. Bukti yang seharusnya ada ini pada akhirnya diketemukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1965 Penzias dan Wilson menemukan gelombang ini tanpa sengaja. Radiasi ini disebut dengan radiasi latar kosmis, tidak terlihat memancar dari satu sumber tertentu, tetapi meliputi keseluruhan ruang angkasa. Demikianlah diketahui bahwa sisa radiasi ini adalah peninggalan dari tahap awal peristiwa Big Bang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1989, NASA mengirimkan satelit ke ruang angkasa untuk melakukan penelitian radiasi latar kosmis. Hanya perlu delapan menit bagi sateli tersebut untuk membuktikan hasil penetian/perhitungan Penzias dan Wilson. Satelit Nasa tersebut telah menemukan sisa ledakan raksasa pada awal pembentukan alam semesta. Dinyatakan sebagai penemuan astronomi terbesar sepanjang masa, penemuan ini dengan jelas membuktikan penemuan teori Big Bang. Segala bukti meyakinkan ini menyebabkan teori Big Bang diterima seluruh masyarakat ilmiah. Model Big Bang adalah titik terakhir yang dicapai ilmu pengetahuantentang asal muasal alam semesta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kemenangan Big Bang, mitos materi kekal yang menjadi dasar berpijak faham materialis terhempaskan ke dalam tumpukan sampah sejarah. Lalu keberadaan apakah sebelum Big Bang dan kekuatan apa yang memunculkan alam semesta sehingga menjadi ada dengan ledakan raksasa in saat alam tersebut tidak ada?&lt;br /&gt;Filosof atheis terkenal Anthony Flew berkata : &lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;”Sayangnya pengakuan adalah baik bagi jiwa. Karenanya, saya akan memulai dengan pengakuan bahwa kaum Atheis Stratonesian terpaksa dipermalukan oleh kesepakatan kosmologi zaman ini. Sebab tampaknya para ahli kosmologi tengah memberikan bukti ilmiah bahwa alam semesta memiliki permulaan“.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak ilmuwan yang secara tidak buta menempatkan dirinya sebagai atheis telah mengakui peranan pencipta yang maha perkasa dalam penciptaan alam semesta, mereka adalah : Newton, Keppler, Koppernik, Hubble, Einstein. Pencipta ini haruslah zat yang telah mencipta materi dan waktu, namun tidak terikat oleh keduanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahli astro fisika terkenal Hugh Ross mengatakan :&lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;“Jika permulaan waktu terjadi bersamaan dengan permulaan alam semesta, sebagaimana pernyataan teorema ruang, maka penyebab terbentuknya alam semesta pastilah sesuatu yang bekerja pada dimensi waktu yang sama sekali tak tergantung dan lebih dulu ada dari dimensi waktu alam semesta itu sendiri. Tuhan tidak pula berada di alam semesta“.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan ini memberitahu kita bahwa Tuhan bukanlah alam semesta itu sendiri, dan Tuhan tidak pula berada di alam semesta !!. Begitulah materi diciptakan oleh sang maha pencipta yang tidak terikat oleh keduanya. Pencipta ini adalah Allah, Dialah penguasa langit dan bumi.&lt;br /&gt;Sebenarnya Big Bang telah menimbulkan masalah yang lebih besar bagi kaum materialis dari pada pengakuan filosof atheis Anthony Flew, sebab Big Bang tak hanya membuktikan bahwa alam semesta diciptakan dari ketiadaan, tetapi ia juga diciptakan secara terencana, tersusun rapi dan teratur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Big Bang terjadi melalui ledakan suatu titik yang berisi semua materi dan enerji alam semesta serta penyebarannya ke segenap penjuru ruang angkasa dengan kecepatan yang sangat tinggi. Dari materi dan enerji ini muncullah keseimbangan yang sangat luar biasa yang meliputi berbagai galaksi, bintang, matahari, bulan dan benda angkasa lainnya. Hukum alampun terbentuk, yang kemudian disebut hukum fisika yang seragam di seluruh penjuru alam semesta dan tidak berubah. Hukum fisika yang muncul secara bersamaan dengan Big Bang tak berubah sama sekali selama lebih dari lima belas milyard tahun !!. Selain itu hukum ini didasarkan atas perhitungan yang sangat teliti, sehingga penyimpangan satu milimeter saja dari angka yang ada sekarang akan berakibat kehancuran dari seluruh bangunan dan tatanan alam semesta. Semua ini menunjukkan bahwa suatu tatanan sempurna muncul setelah Big Bang. Namun ledakan tidak mungkin memunculkan suatu tatanan sempurna. Semua ledakan yang diketahui cenderung berbahaya, menghancurkan, dan merusak apa yang ada. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita diberitahu tentang tatanan yang sangat sempurna setelah ledakan, kita dapat menyimpulkan ada campur tangan cerdas dibalik ledakan ini dan segala serpihan yang berhamburan akibat ledakan ini telah digerakkan secara sangat terkendali, informasi ini telah disebutkan dalam Al-Quran 15 abad yang lalu dalam Surah Al-Qamar ayat 49 :&lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;”Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu dengan ukuran”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan Fred Hoyle yang telah bertahun-tahun menentangnya mengungkapkan dengan jelas :&lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;“Teori Big Bang menyatakan bahwa alam semesta berawal dari ledakan tunggal. Tapi sebagaimana diketahui, ledakan hanya menghancurkan meteri berkeping-keping, sementara Big Bang secara misterius menghasilkan dampak yang berlawanan, yakni misteri yang saling bergabung membentuk galaksi-galaksi”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada keraguan jika suatu tatanan sempurna muncul melalui suatu ledakan, maka harus diakui bahwa campur tangan pencipta berperan disetiap saat dalam ledakan ini. Hal lain dari tatanan luar biasa yang terbentuk di alam menyusul peristiwa Big Bang ini adalah penciptaan alam semesta yang dapat dihuni. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persyaratan bagi suatu planet yang layak huni sungguh sangat banyak dan rumit, sehingga mustahil beranggapan bahwa pembentukan ini bersifat kebetulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melakukan perhitungan tentang kecepatan mengembangnya alam semesta, Paul Davies berkata : &lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;“Bahwa kecepatan ini memiliki ketelitian yang sungguh tak terbayangkan. Perhitungan jeli menempatkan kecepatan pengembangan ini sangat dekat pada angka kritis yang dengannya alam semesta akan terlepas dari gravitasinya dan mengembang selamanya. Sedikit lebih lambat dan ala mini akan runtuh, sedikit lebih cepat dan keseluruhan matahari alam semesta sudah berhamburan sejak dulu. Big Bang bukanlah sekedar ledakan zaman dulu, tapi ledakan yang terencana dengan sangat cermat”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stephen Hawking dalam bukunya “The Brief History of Time” menyatakan : Bahwa alam semesta dibangun dengan perhitungan dan keseimbangan yang sangat akurat dari yang dapat kita bayangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan merujuk pada kecepatan mengembangnya alam semesta, Hawking berkata : &lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;“Jika kecepatan pengembangan ini dalam satu detik setelah Big Bang berkurang meski hanya sebesar satu per seratus ribu juta juta, alam semesta ini akan telah runtuh sebelum pernah mencapai ukuran seperti sekarang”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paul Davies juga menjelaskan akibat tak terhindarkan dari keseimbangan dan perhitungan yang luar biasa akuratnya ini : &lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;“Adalah sulit menghindarkan kesan bahwa tatanan alam semesta sekarang yang terlihat begitu peka terhadap perubahan angka sekecil apapun, telah direncanakan dengan sangat teliti. Kemunculan serentak angka-angka yang tampak ajaib ini, yang digunakan alam sebagai konstanta-konstanta dasarnya, pastilah menjadi bukti paling meyakinkan adanya perancangan alam semesta”.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;George Greenstein dalam bukunya yang berjudul “The Symbolic of Universe“ menyatakan :&lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;”Ketika kita mengkaji suatu bukti yang ada, pemikiran yang senantiasa muncul adalah bahwa kekuatan supranatural pasti terlibat”. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkatnya saat meneliti tatanan mengagumkan pada alam semesta akan kita pahami bahwa cara kerjanya bersandar pada keseimbangan yang sangat peka dan tatanan yang sangat rumit untuk dijelaskan oleh peristiwa kebetulan. Sebagaimana dimaklumi tidaklah mungkin keseimbangan dan tatanan luar biasa ini terbentuk dengan sendirinya dan secara kebetulan melalui suatu ledakan raksasa. Pembentukan tatanan semacam ini menyusul ledakan seperti Big Bang adalah suatu bukti nyata adanya penciptaan supra natural. Rancangan dan tatanan tanpa tara di alam semesta ini tentulah membuktikan keberadaan pencipta beserta ilmu, keagungan dan hikmahnya yang tak terbatas, yang telah menciptakan materi dari ketiadaan dan yang berkuasa mengaturnya tanpa henti. Pencipta ini adalah Allah, Tuhan seru sekalian alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Referensi :&lt;br /&gt;1.“Big Bang” Encyclopaedia Britannica 2002&lt;br /&gt;2.Prof. Dr. A Baiquni MSc, “Islam dan Ilmu Pengetahuan Modern”, 1983&lt;br /&gt;3.Prof. Dr. A Baiquni MSc, “Al Quran, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Juni 2003”&lt;br /&gt;4.Dr. M. Quraish Shihab, “Tafsir Al Mishbah, 2002”&lt;br /&gt;5.&quot;The Creation of Universe&quot;, Harun Yahya 2002</description><link>http://ogiexslasher.blogspot.com/2011/05/al-quran-dan-penciptaan-alam-semesta.html</link><author>noreply@blogger.com (mbah ogiex)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4640816974857799573.post-5171968293085316203</guid><pubDate>Thu, 26 May 2011 09:38:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-05-27T12:46:57.582+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kaum Ad dan Ubar</category><title>KAUM &#39;AD DAN UBAR  &quot;ATLANTIS di PADANG PASIR&quot;</title><description>&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Adapun kaum &#39;Ad maka mereka telah dibinasakan dengan kejadian yang luar biasa. Adapun kaun Aad maka mereka telah dibinasakan dengan angin yang sangat dingin lagi amat kencang, yang Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam dan delapan hari terus menerus; maka kamu lihat kaum &#39;Ad pada waktu itu mati bergelimpangan seakan-akan mereka tunggul-tunggul pohon korma yang telah kosong(lapuk). Maka kamu tidak melihat seorangpun yang tinggal diantara mereka. (QS. Al-Haaqqah: 6-8)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kaum lain yang dihancurkan dan disebutkan dalam berbagai surat dalam Al Qur&#39;an adalah kaum &#39;Ad yang disebutkan setelah kaum Nuh. Nabi Hud yang diutus untuk kaum &#39;Ad memerintahkan kepada kaumnya , sebagaimana yang telah dikerjakan oleh para nabi, untuk beriman kepada Allah tanpa menyekutukan-Nya dan mematuhinya ( Hud) sebagai Nabi pada waktu itu. Orang-orang menanggapinya dengan rasa permusuhan terhadap Hud. Mereka menuduhnya sebagai orang yang kurangajar, penuh dengan kebohongan dan berusaha untuh mengubah sistem yang telah berlangsung sejak para pendahulu mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Surat Hud semua hal yang terjadi antara Hud dengan kaumnya diceritakan secara detail :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Dan kepada kaum &#39;Ad (Kami utus) saudara mereka Hud. Ia berkata;&quot;Hai kaumku,sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. Kamu hanyalah mengada-adakan saja. Hai kaumku, aku tidak meminta upah kepadamu bagi seruanku ini. Upahku tidak lain hanyalah dari Allah yang telah menciptakanku. Maka tidakkah kamu memikirkan(nya)?. Dan (dia berkata);&quot;Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu, lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunakan hujan yang sangat deras atasmu dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa.&quot; Kaum &#39;Ad berkata;&quot;Hai Hud, kamu tidak mendatangkan kepada kami suatu bukti yang nyata, dan kami sekali-kali tidak akan meninggalkan sembahan-sembahan kami karena perbuatanmu, dan kami tidak akan sekali-kali mempercayai kamu. Kami tidak mengatakan melainkan bahwa sebagian sembahan kami telah menimpakan penyakit gila atas dirimu.&quot; Hud menjawab ;&#39;seungguhnya aku bersaksi kepada Allah dan saksikanlah olehmu sekalian bahwa sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan, dari selain-Nya, sebab itu jalankanlah tipu dayamu semuanya terhadapku dan janganlah kamu memberi tangguh kepadaku. Sesungguhnya aku bertawwakal kepada Allah Tuhanku dan Tuhanmu. Tidak ada suatu binatang melatapun melainkan Dia-lah yang memegang ubun-ubunnya. Sesungguhnya Tuhanku diatas jalan yang lurus.&quot; Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu apa (amanat) yang aku diutus (untuk menyampaikan)nya kepadamu. Dan Tuhamku akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain (dari) kamu; dan kamu tidak dapat membuat mudharat kepada-Nya sedikitpun. Sesungguhnya Tuhanku adalah Maha Pemelihara segala sesuatu. Dan tatkala datang azab Kami, Kami selamatkan Hud dan orang-orang yang beriman bersama dia dengan rahmat dari kami; dan Kami selamatkan (pula) mereka (di akhirat) ari azab yang berat. Dan itulah (kisah) kaum &#39;Ad yang mengingkari tanda-tanda kekuasaan Tuhan mereka, dan mendurhakai rasul-rasul Allah dan mereka menuruti perintah semua penguasa yang sewenang-wenang lagi menantang(kebenaran). Dan mereka selalu diikuti dengan kutukan di dunia ini dan (begitu pula) di hari kiamat. Ingatlah, sesungguhnya kaum &#39;Ad itu kafir kepada Tuhan mereka. Ingatlah, kebinasaanlah bagi kaum &#39;Ad (yaitu) kaum Hud itu.( QS Hud 50-60).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat lain yang menyebutkan tentang kaum &#39;Ad adalah surat Asy- Syu&#39;araa&#39;. Dalam surat ini ditekankan sifat-sifat dari kaum &#39;Ad. Menurut surat ini kaum &#39;Ad adalah &quot;orang-orang yang membangun tanda-tanda/monumen disetiap tempat yang tinggi&quot; pan para anggota sukunya &quot;membangun gedung-gedung yang indah dengan harapan mereka akan hidup didalamnya (selamanya)&quot;. Disamping itu, mereka mengerjakan kerusakan/kejahatan dan berkelakuan brutal. Ketika Hud memperingatkan kaumnya, mereka mengomentari kata-katanya sebagai &quot;kebiasaan kuno&quot;. Mereka sangat yakin bahwa tidak ada hal yang akan terjadi terhadap mereka;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Kaum Hud telah mendustakan para rasul. Ketika saudara mereka Hud berkata kepada mereka ;Mengapa kamu tidak bertaqwa. Sesungguhnya aku adalah seorang rasul; keperccayaan (yang diutus) kepadamu, maka bertaqwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Dan sekali-kali aku tidak meminta upah kepadamu atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. Apakah kamu mendirikan pada tiap-tiap tanah tinggi bangunan untuk bermain-main, dan kamu mmbuat benteng -benteng dengan maksud supaya kamu kekal (didunia?). Dan apabila kamu menyiksa, maka kamu menyiksa sebagai orang-orang yang kejam dan bengis. Maka bertaqwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Dan bertaqwalah kepada Allah yang telah menganugerahkan kepadamu apa yang kamu ketahui. Dia telah menganugerahkan kepadamu binatang-binatnag ternak dan anak-anak, dan kebun-kebun dan mata air, ssungguhnya aku takut kamu akan ditimpa azab hari yang besar&quot;. Mereka menjawab ;&quot;Adalah sama saja bagi kami, aoakah kamu memberi nasehat atau tidak memberi nasehat, (agama kami) ini tidak lain hanmyalah adat kebiasaan orang dahulu, dan kami sekali-kali tidak akan di&quot;azab&quot;. Maka mereka mendustakan Hud, lalu Kami binasakan mereka. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman. Dan sesungguhnya Tuhanmu, Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.(QS Asy Syu&#39;araa&#39; 123-140).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaumnya yang menunjukan permusuhan kepada Hud dan memberontak/melawan Allah, nyata-nyata dibinasakan. Badai pasir yang mengerikan membinasakan kaum &#39;Ad sebagaimana mereka &quot;tidak pernah mengira&quot;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Temuan Arkeologis Kota Iram&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada permulaan tahun 1990 muncul keterangan pers dari beberapa Koran terkemuka di sunia yang mengemukakan;&quot;Kota di Arabia Yang banyak diceritakan dalam sejarah Ditemukan&quot;, &quot;Kota Legenda di Arab Ditemukan&quot;, &quot;Ubar, Atlantis di padang pasir&quot;. Apa yang membuat temuan arkeologis ini membangkitkan minat adalah kenyataan bahwa kota ini yang juga disebut dalam Al Qur&#39;an, sejak dahulu hingga saat ini banyak orang yang beranggapan bahwa kaum &#39;Ad sebagaimana diceritakan dalam Al Qur&#39;an hanyalah sebuah legenda atau lokasi dimana &#39;Ad berada tidak akan pernah ditemukan, mereka tidak dapat menyembunyikan keheranannya atas penemuan ini. Penemuan kota ini yang hanya disebutkan dalam dongeng lisan Suku Badui, membangkitkan minat dan rasa keingintahuan yang besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhK76sY2t8s9ycuEmh9vf3FOU1EF8mVMs5aJrSR8PiovQ0hG1kdAnnDGbCmIMulR9ueYEHJpsEIIv2PkTn7319zK3AbbqYfmjYvzqgQHP9VyFmOXluTsGAbxm0Em7GhcNG1HXUhdPxMrxMy/s1600/lokasi+ad.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 129px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhK76sY2t8s9ycuEmh9vf3FOU1EF8mVMs5aJrSR8PiovQ0hG1kdAnnDGbCmIMulR9ueYEHJpsEIIv2PkTn7319zK3AbbqYfmjYvzqgQHP9VyFmOXluTsGAbxm0Em7GhcNG1HXUhdPxMrxMy/s200/lokasi+ad.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5610959950076362594&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;Sisa-sisa dari kota Ubar, tempat tinggal kaum ‘Ad, ditemukan di suatu tempat dekat tanjung Oman. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nicholas Clapp, seorang arkeolog amatir yang menemukan kota legendaries yang disebutkan dalam Al Qur&#39;an . Sebagai seorang Arabophile dan pencipta sebuah film dokumenter yang terpilih, Clapp telah menjumpai suku yang sangat menarik selama penelitiannya tentang sejarah Arabia. Buku ini berjudul &quot;Arabia Felix&quot; yang ditulis oleh seorang penulis Ingris bernama Bertram Thomas pada tahun 1932. Arabia Felix adalah sebuah roman yang menunjukkan tempat-tempat bagian selatan semenanjung Arabia dimana saat ini termasuk daerah Yaman dan sebagai besar Oman. Bangsa Yunani menyebut daerah ini &quot;Eudaimon Arabia&quot;. Sarjana Arab abad pertengahan menyebutnya sebagai &quot;Al-Yaman as-Saida&quot; 2 . Semua penamaan tersebut berarti &quot;Arabia yang Beruntung&quot;, karena orang-orang yang hidup didaerah tersebut dimasa lalu dikenal sebagai orang-orang yang paling beruntung pada jamannya. Apakah yang menjadi alasan bagi sebuah penunjukan seperti itu?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberuntungan mereka adalah berkaitan dengan letak mereka yang strategis -bertindak selaku perantara dalam perdagangan rempah-rempah antara India dengan tempat-tempat di sebelah Utara semenanjung Arab. Di samping itu orang-orang yang berdiam di daerah ini menghasilkan dan mendistribusikan &quot;frankincense&quot; sebuah aroma wangi-wangian dari getah/damar sejenis pohon langka yang menjadi barang yang sangat penting dalam masyarakat kuno, tanaman ini digunakan sebagai dupa (asap wangi) dalam bebagai acara religi/keagamaan. Pada sat itu, tanaman tesebut setidaknya sama berharganya seperti emas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak karya seni dan monumen ari sebuah peadaban yang tingi yang didirikan di Ubar sebagaimana disebutkan dalam Al Qur&#39;an. Saat ini, hanyalah peningggalan-peninggalan seperti diatas yang tersisa.  &lt;br /&gt;Seorang peneliti Inggris Thomas menyebutnya sebagai suku yang &quot;beruntung&quot;, Ia dengan panjang lebar mengakui bahwa telah menemukan jejak bekas-bekas dari sebuah kota kuno yang dibangun oleh salah satu suku ini. 3 Kota ini dikenal dengan sebutan &quot;Ubar&quot; oleh suku Badui. Di dalam sebuah perjalanan yag dilakukan di daerah tersebut oleh suku Badui yang hidup di padang pasir telah menunjukan sebuah jalur usang dan menyataka bahwa jejak-jejak ini menuju ke arah kota kuno Ubar. Thomas yang menunjukkan keinginan besar dalam hal ini meninggal sebelum mampu menuntaskan penelitiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Clapp yang mempelajari apa yang ditulis oleh Thomas sang peneliti Ingris, diyakinkan akan keberadaan kota yang hilang tersebut sebagaimana disebutkan dalam buku tersebut. Tanpa membuang waktu, Ia memulai penelitiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Clapp mencoba dengan dua jalan untuk membuktikan keberadaan Ubar. Peertama, Ia menemukan bahwa jalan-jalan yang dikatakan oleh suku Badui benar-benar ada. Ia meminta kepada NASA (Badan Luar Angkasa Nasional Amerika Serikat) untuk menyediakan foto/citra satelit dari daerah tersebut. Setelah melalui perjuangan yang panjang, Ia berhasil membujuk pihak yang berwenang untuk memotret daerah tersebut.4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Clap melanjutkan mempelajari naskah dan peta-peta kuno di perpustakan Huntington di California. Tujuannya adalah untuk menemukan peta dari daeah tesebut. Setelah melalui penelitian singkat, ia menemukan peta tersebut. Apa yng ditemukannya adalah sebuah peta yang digambar oleh Ptolomeus seorag ahli Geografi Yunani Mesir dari tahun 200 M. Dalam peta ini ditunjukan letak dari kota tua yang ditemukan di daeah tersebut dan jalan-jalan yang menuju kota tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu. Ia menerima kabar bahwa gambar-gambar satelit yang diinginkannya telah diambil oleh NASA. Dalam gambar tersebut, bebeapa jejak kafilah menjadi nampak yang hal tersebut sulit untuk dikenali dengan menggunakan mata telanjang, namun hanya bisa dilihat sebagai satu kesatuan dari luar angkasa. Setelah membandingkan gambar-gambar dari satelit dengan peta tua yang ada ditangannya, akhirnya Clapp mencapai kesimpulan yang ia cari ; jejak-jejak dalam peta tua berhubungan dengan jejak-jejak dalam gambar yag diambil dengan satelit. Tujuan akhir dari jejak-jejak ini adalah tempat peninggalan sejarah yang luas yang ditengarai dadulunya merupakan sebuah kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya lokasi kota legendaris yang menjadi subyek cerita-cerita lisan suku Badui diketemukan. Tidak berapa lama kemudian penggalian dimulai dan peninggalan dari sebuah kota mulai diangkat dari bawah gurun pasir. Demikianlah kota yang hilang sebagaimana disebutkan sebagai &quot; Atlantis dari padang pasir, Ubar &quot;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah hal tersebut membuktikan bahwa kota ini sebagai kota kaum &#39;Ad yang disebutkan dalam Al Qur&#39;an ?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjmY8bPCbaEfbKAXrasSc5XoOkl1Ju8ztLUvb1rlN9cqUcAniKKlbTppr912w9PizKj0x7TDr_ZQo6rF-Mv8fg5LZ1-R1TcWo-9mAC7WSyEC-fcv8UUzKvw8ioGP9C2BM9zWQi1htHZ8Tw7/s1600/Untitled-1.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 161px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjmY8bPCbaEfbKAXrasSc5XoOkl1Ju8ztLUvb1rlN9cqUcAniKKlbTppr912w9PizKj0x7TDr_ZQo6rF-Mv8fg5LZ1-R1TcWo-9mAC7WSyEC-fcv8UUzKvw8ioGP9C2BM9zWQi1htHZ8Tw7/s200/Untitled-1.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5610959288430683826&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;Lokasi koa &#39;Ad yang ditemukan berdasarkan foto yang diambil dari pesawat ulang alik&lt;/span&gt;. Dalam foto terlihat, tanda panah adalah tempat dimana jejak-jejak kafilah bertemu, dan mengarah ke Ubar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgnVlDDtyvpkB795ekUMbcFU2RmwOVlI7RQN88Xi3HDONGKLUqPn-BpGTZ-bS83OCMeOTPlc62PXpkxpcRSZjwYWMCvb0kGoC0sq-gQEvm0wlPkeMPI7sR4w5ts-ti3jF5JuMMrjtNI4mOe/s1600/Untitled-2.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 159px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgnVlDDtyvpkB795ekUMbcFU2RmwOVlI7RQN88Xi3HDONGKLUqPn-BpGTZ-bS83OCMeOTPlc62PXpkxpcRSZjwYWMCvb0kGoC0sq-gQEvm0wlPkeMPI7sR4w5ts-ti3jF5JuMMrjtNI4mOe/s200/Untitled-2.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5610959739960787730&quot; /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;1. Ubar, hanya dapat dilihat dari luar angkasa sebelum dilakukan pengalian. &lt;br /&gt;2. Kota yang berada 12 meter dibawah pasir nampak setelah dilakukan penggalian.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu juga reruntuhan-reruntuhan mulai dilakukan penggalian, ditengarai bahwa reruntuhan dari kota tersebut berupa pilar-pilar milik kaum &#39;Ad dan Iram seperti disebutkan dalam Al Qur&#39;an, karena di berbagai susunan yang digali adalah menara yang merujuk/dihubungkan dengan yang ada dalam Al Qur&#39;an. Dr. Zarins seorang anggota tim penelitian yang memimpin penggalian mengatakan bahwa selama menara-menara itu dianggap sebagai unsur yang menunjukkan ke-khas-an kota &#39;Ubar, dan selama Iram disebutkan mempunyai menara-menara atau tiang-tiang, maka, sejauh ini, itu merupakan bukti terkuat bahwa peningalan sejarah yang mereka gali adalah Iram, kota kaum &#39;Ad yang disebutkan dalam Al Qur&#39;an:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap kaum &#39;Ad, (yaitu) penduduk Iram yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu, di negeri-negeri lain.( QS AL Fajr: 6-8).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2SD6VSW94964</description><link>http://ogiexslasher.blogspot.com/2011/05/kaum-ad-dan-ubar-atlantis-di-padang.html</link><author>noreply@blogger.com (mbah ogiex)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhK76sY2t8s9ycuEmh9vf3FOU1EF8mVMs5aJrSR8PiovQ0hG1kdAnnDGbCmIMulR9ueYEHJpsEIIv2PkTn7319zK3AbbqYfmjYvzqgQHP9VyFmOXluTsGAbxm0Em7GhcNG1HXUhdPxMrxMy/s72-c/lokasi+ad.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4640816974857799573.post-8288669198193531665</guid><pubDate>Mon, 23 May 2011 01:59:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-05-23T09:02:59.950+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Aturan Poligami</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Hak-hak Istri</category><title>Hak-Hak Istri dalam Poligami</title><description>sumber: perpustakaan-islam.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Poligami merupakan syariat Islam yang akan berlaku sepanjang zaman hingga hari akhir. Poligami diperbolehkan dengan syarat sang suami memiliki kemampuan untuk adil diantara para istri, sebagaimana pada ayat yang artinya: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga, atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.”  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Poligami merupakan syariat Islam yang akan berlaku sepanjang zaman hingga hari akhir. Poligami diperbolehkan dengan syarat sang suami memiliki kemampuan untuk adil diantara para istri, sebagaimana pada ayat yang artinya: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga, atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berlaku adil dalam bermuamalah dengan istri-istrinya, yaitu dengan memberikan kepada masing-masing istri hak-haknya. Adil disini lawan dari curang, yaitu memberikan kepada seseorang kekurangan hak yang dipunyainya dan mengambil dari yang lain kelebihan hak yang dimilikinya. Jadi adil dapat diartikan persamaan. Berdasarkan hal ini maka adil antar para istri adalah menyamakan hak yang ada pada para istri dalam perkara-perkara yang memungkinkan untuk disamakan di dalamnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adil adalah memberikan sesuatu kepada seseorang sesuai dengan haknya. &lt;br /&gt;Apa saja hak seorang istri di dalam poligami? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Diantara hak setiap istri dalam poligami adalah sebagai berikut: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;A. Memiliki rumah sendiri &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap istri memiliki hak untuk mempunyai rumah sendiri. Allah Subhanahu wa Ta&#39;ala berfirman dalam surat Al Ahzab ayat 33, yang artinya, “Menetaplah kalian (wahai istri-istri Nabi) di rumah-rumah kalian.” Dalam ayat ini Allah Azza wa Jalla menyebutkan rumah Nabi Shallallahu &#39;Alaihi wa Sallam dalam bentuk jamak, sehingga dapat dipahami bahwa rumah beliau tidak hanya satu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari, Aisyah Radhiyallahu &#39;Anha menceritakan bahwa ketika Nabi Shallallahu &#39;Alaihi wa Sallam sakit menjelang wafatnya, beliau Shallallahu &#39;Alaihi wa Sallam bertanya, “Dimana aku besok? Di rumah siapa?’ Beliau Shallallahu &#39;Alaihi wa Sallam menginginkan di tempat Aisyah Radhiyallahu &#39;Anha, oleh karena itu istri-istri beliau mengizinkan beliau untuk dirawat di mana saja beliau menginginkannya, maka beliau dirawat di rumah Aisyah sampai beliau wafat di sisi Aisyah. Beliau Shallallahu &#39;Alaihi wa Sallam meninggal di hari giliran Aisyah. Allah mencabut ruh beliau dalam keadaan kepada beliau bersandar di dada Aisyah Radhiyallahu &#39;Anha. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Qudamah rahimahullah menjelaskan dalam kitab Al Mughni bahwasanya tidak pantas seorang suami mengumpulkan dua orang istri dalam satu rumah tanpa ridha dari keduanya. Hal ini dikarenakan dapat menjadikan penyebab kecemburuan dan permusuhan di antara keduanya. Masing-masing istri dimungkinkan untuk mendengar desahan suami yang sedang menggauli istrinya, atau bahkan melihatnya. Namun jika para istri ridha apabila mereka dikumpulkan dalam satu rumah, maka tidaklah mereka. Bahkan jika keduanya ridha jika suami mereka tidur diantara kedua istrinya dalam satu selimut tidak mengapa. Namun seorang suami tidaklah boleh menggauli istri yang satu di hadapan istri yang lainnya meskipun ada keridhaan diantara keduanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak boleh mengumpulkan para istri dalam satu rumah kecuali dengan ridha mereka juga merupakan pendapat dari Imam Qurthubi di dalam tafsirnya dan Imam Nawawi dalam Al Majmu Syarh Muhadzdzab. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;B. Menyamakan para istri dalam masalah giliran &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap istri harus mendapat jatah giliran yang sama. Imam Muslim meriwayatkan hadits yang artinya Anas bin Malik menyatakan bahwa Nabi Shallallahu &#39;Alaihi wa Sallam memiliki 9 istri. Kebiasaan beliau Shallallahu &#39;Alaihi wa Sallam bila menggilir istri-istrinya, beliau mengunjungi semua istrinya dan baru behenti (berakhir) di rumah istri yang mendapat giliran saat itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika dalam bepergian, jika seorang suami akan mengajak salah seorang istrinya, maka dilakukan undian untuk menentukan siapa yang akan ikut serta dalam perjalanan. Imam Bukhari meriwayatkan bahwa Aisyah Radhiyallahu &#39;Anha menyatakan bahwa apabila Nabi Shallallahu &#39;Alaihi wa Sallam hendak safar, beliau mengundi di antara para istrinya, siapa yang akan beliau Shallallahu &#39;Alaihi wa Sallam sertakan dalam safarnya. Beliau Shallallahu &#39;Alaihi wa Sallam biasa menggilir setiap istrinya pada hari dan malamnya, kecuali Saudah bintu Zam’ah karena jatahnya telah diberikan kepada Aisyah Radhiyallahu &#39;Anha. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ibnul Qoyyim menjelaskan bahwa seorang suami diperbolehkan untuk masuk ke rumah semua istrinya pada hari giliran salah seorang dari mereka, namun suami tidak boleh menggauli istri yang bukan waktu gilirannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang istri yang sedang sakit maupun haid tetap mendapat jatah giliran sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu &#39;Alaihi wa Sallam sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, bahwa Aisyah Radhiyallahu &#39;Anha menyatakan bahwa jika Rasulullah Shallallahu &#39;Alaihi wa Sallam ingin bermesraan dengan istrinya namun saat itu istri Rasulullah Shallallahu &#39;Alaihi wa Sallam sedang haid, beliau memerintahkan untuk menutupi bagian sekitar kemaluannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Abdurrahman Nashir As Sa’dy rahimahullah, ulama besar dari Saudi Arabia, pernah ditanya apakah seorang istri yang haid atau nifas berhak mendapat pembagian giliran atau tidak. Beliau rahimahullah menyatakan bahwa pendapat yang benar adalah bagi istri yang haid berhak mendapat giliran dan bagi istri yang sedang nifas tidak berhak mendapat giliran. Karena itulah yang berlaku dalam adat kebiasaan dan kebanyakan wanita di saat nifas sangat senang bila tidak mendapat giliran dari suaminya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;C. Tidak boleh keluar dari rumah istri yang mendapat giliran menuju rumah yang lain &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang suami tidak boleh keluar untuk menuju rumah istri yang lain yang bukan gilirannya pada malam hari kecuali keadaan darurat. Larangan ini disimpulkan dari hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim yang menceritakan bahwa ketika Rasulullah Shallallahu &#39;Alaihi wa Sallam di rumah Aisyah Radhiyallahu &#39;Anha, tidak lama setelah beliau berbaring, beliau bangkit dan keluar rumah menuju kuburan Baqi sebagaimana diperintahkan oleh Jibril alaihi wa sallam. Aisyah Radhiyallahu &#39;Anha kemudian mengikuti beliau karena menduga bahwa Rasulullah Shallallahu &#39;Alaihi wa Sallam akan pergi ke rumah istri yang lain. Ketika Rasulullah Shallallahu &#39;Alaihi wa Sallam pulang dan mendapatkan Aisyah Radhiyallahu &#39;Anha dalam keadaan terengah-engah, beliau Shallallahu &#39;Alaihi wa Sallam bertanya kepada Aisyah Radhiyallahu &#39;Anha, “Apakah Engkau menyangka Allah dan Rasul-Nya akan berbuat tidak adil kepadamu?” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ibnu Qudamah Rahimahullah menyatakan tidak dibolehkannya masuk rumah istri yang lain di malam hari kecuali darurat, misalnya si istri sedang sakit. Jika suami menginap di rumah istri yang bukan gilirannya tersebut, maka dia harus mengganti hak istri yang gilirannya diambil malam itu. Apabila tidak menginap, maka tidak perlu menggantinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Abdurrahman Nashir As Sa’dy rahimahullah pernah ditanya tentang hukum menginap di rumah salah satu dari istrinya yang tidak pada waktu gilirannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau rahimahullah menjawab bahwa dalam hal tersebut dikembalikan kepada ‘urf, yaitu kebiasaan yang dianggap wajar oleh daerah setempat. Jika mendatangi salah satu istri tidak pada waktu gilirannya, baik waktu siang atau malam tidak dianggap suatu kezaliman dan ketidakadilan, maka hal tersebut tidak apa-apa. Dalam hal tersebut, urf sebagai penentu karena masalah tersebut tidak ada dalilnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;D. Batasan Malam Pertama Setelah Pernikahan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Bukhari meriwayatkan dari Anas Radhiyallahu &#39;Anhu bahwa termasuk sunnah bila seseorang menikah dengan gadis, suami menginap selama tujuh hari, jika menikah dengan janda, ia menginap selama tiga hari. Setelah itu barulah ia menggilir istri-istri yang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits riwayat Muslim disebutkan bahwa Ummu Salamah Radhiyallahu &#39;Anha mengkhabarkan bahwa ketika Nabi Shallallahu &#39;Alaihi wa Sallam menikahinya, beliau menginap bersamanya selama tiga hari dan beliau bersabda kepada Ummu Salamah, “Hal ini aku lakukan bukan sebagai penghinaan kepada keluargamu. Bila memang engkau mau, aku akan menginap bersamamu selama tujuh hari, namun aku pun akan menggilir istri-istriku yang lain selama tujuh hari.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;E. Wajib menyamakan nafkah &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap istri memiliki hak untuk mempunyai rumah sendiri-sendiri, hal ini berkonsekuensi bahwa mereka makan sendiri-sendiri, namun bila istri-istri tersebut ingin berkumpul untuk makan bersama dengan keridhaan mereka maka tidak apa-apa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Taimiyah menyatakan bahwa bersikap adil dalam nafkah dan pakaian menurut pendapat yang kuat, merupakan suatu kewajiban bagi seorang suami. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ahmad meriwayatkan bahwa Anas bin Malik Radhiyallahu &#39;Anhu mengabarkan bahwa Ummu Sulaim mengutusnya menemui Rasulullah Shallallahu &#39;Alaihi wa Sallam dengan membawa kurma sebagai hadiah untuk beliau Shallallahu &#39;Alaihi wa Sallam. Kemudian kurma tersebut untuk dibagi-bagikan kepada istri-istri beliau segenggam-segenggam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan ada keterangan yang dibawakan oleh Jarir bahwa ada seseorang yang berpoligami menyamakan nafkah untuk istri-istrinya sampai-sampai makanan atau gandum yang tidak bisa ditakar / ditimbang karena terlalu sedikit, beliau tetap membaginya tangan pertangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;F. Undian ketika safar &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila seorang suami hendak melakukan safar dan tidak membawa semua istrinya, maka ia harus mengundi untuk menentukan siapa yang akan menyertainya dalam safar tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Bukhari rahimahullah meriwayatkan bahwa kebiasaan Rasulullah Shallallahu &#39;Alaihi wa Sallam bila hendak safar, beliau mengundi di antara para istrinya, siapa yang akan diajak dalam safar tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ibnu Qudamah menyatakan bahwa seoarang yang safar dan membawa semua istrinya atau menginggalkan semua istrinya, maka tidak memerlukan undian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika suami membawa lebih dari satu istrinya, maka ia harus menyamakan giliran sebagaimana ia menyamakan diantara mereka ketika tidak dalam keadaan safar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;G. Tidak wajib menyamakan cinta dan jima’ di antara para istri &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang suami tidak dibebankan kewajiban untuk menyamakan cinta dan jima’ di antara para istrinya. Yang wajib bagi dia memberikan giliran kepada istri-istrinya secara adil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat “Dan kamu sekali-kali tiadak dapat berlaku adil di antara isteri-isteri (mu), walaupun kamu sangat ingin demikian” ditafsirkan oleh Ibnu Katsir rahimahullah bahwa manusia tidak akan sanggup bersikap adil di antara istri-istri dari seluruh segi. Sekalipun pembagian malam demi malam dapat terjadi, akan tetapi tetap saja ada perbedaan dalam rasa cinta, syahwat, dan jima’. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat ini turun pada Aisyah Radhiyallahu &#39;Anha. Nabi Shallallahu &#39;Alaihi wa Sallam sangat mencintainya melebihi istri-istri yang lain. Beliau Shallallahu &#39;Alaihi wa Sallam berkata, “Ya Allah inilah pembagianku yang aku mampu, maka janganlah engkaucela aku pada apa yang Engkau miliki dan tidak aku miliki, yaitu hati.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad bin Sirrin pernah menanyakan ayat tersebut kepada Ubaidah, dan dijawab bahwa maksud surat An Nisaa’ ayat 29 tersebut dalam masalah cinta dan bersetubuh. Abu Bakar bin Arabiy menyatakan bahwa adil dalam masalah cinta diluar kesanggupan seseorang. Cinta merupakan anugerah dari Allah dan berada dalam tangan-Nya, begitu juga dengan bersetubuh, terkadang bergairah dengan istri yang satu namun terkadang tidak. Hal ini diperbolehkan asal bukan disengaja, sebab berada diluar kemampuan seseorang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnul Qoyyim rahimahullah menyatakan bahwa tidak wajib bagi suami untuk menyamakan cinta diantara istri-istrinya, karena cinta merupakan perkara yang tidak dapat dikuasai. Aisyah Radhiyallahu &#39;Anha merupakan istri yang paling dicintai Rasulullah Shallallahu &#39;Alaihi wa Sallam. Dari sini dapat diambil pemahaman bahwa suami tidak wajib menyamakan para istri dalam masalah jima’ karena jima’ terjadi karena adanya cinta dan kecondongan. Dan perkara cinta berada di tangan Allah Subhanahu wa Ta&#39;ala, Zat yang membolak-balikkan hati. Jika seorang suami meninggalkan jima’ karena tidak adanya pendorong ke arah sana, maka suami tersebut dimaafkan. Menurut Imam Ibnu Qudamah rahimahullah, bila dimungkinkan untuk menyamakan dalam masalah jima, maka hal tersebut lebih baik, utama, dan lebih mendekati sikap adil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis Fiqh Sunnah menyarankan; meskipun demikian, hendaknya seoarang suami memenuhi kebutuhan jima istrinya sesuai kadar kemampuannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam al Jashshaash rahimahullah dalam Ahkam Al Qur’an menyatakan bahwa, “Dijadikan sebagian hak istri adalah menyembunyikan perasaan lebih mencintai salah satu istri terhadap istri yang lain.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Saran &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang suami yang hendak melakukan poligami hendaknya melihat kemampuan pada dirinya sendiri, jangan sampai pahala yang dinginkan ketika melakukan poligami malah berbalik dengan dosa dan kerugian. Dalam sebuah hadits disebutkan (yang artinya) “Barangsiapa yang mempunyai dua istri, lalu ia lebih condong kepada salah satunya dibandingkan dengan yang lain, maka pada hari Kiamat akan datang dalam keadaan salah satu pundaknya lumpuh miring sebelah.” (HR. Lima) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahu A’lam; Semoga bermanfaat &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-------------------------------------------------------------------------------- &lt;br /&gt;Referensi: ü Al-Sheikh, Abdullah bin Muhammad bin Abdurrahman bin Ishaq, 2003, Tafsir Ibnu Katsir Jilid 2, Pustaka Imam asy-Syafi’i, Bogor ü Al-Wazan, Amin bin Yahya, 2004, “Fatwa-Fatwa tentang Wanita Jilid 2”, Darul Haq, Jakarta ü As Sa’dani , As Sayyid bin Abdul Aziz, 2004, “Istriku Menikahkanku”, Darul Falah, Jakarta ü As Salafiyah , Ummu Salamah, 1425 H, Persembahan Untukmu Duhai Muslimah, , Pustaka Haura, Jogjakarta ü Sabiq, Sayyid, tt, “Fikih Sunnah 6”, cet. Ke-15, PT Al Ma’arif, Bandung ü Tim Konsultan Majalah Nikah, 2004, “Nyerobot Bisa Bikin Repot, “ , Majalah Nikah Vol.3, No.9, Desember 2004, Sukoharjo</description><link>http://ogiexslasher.blogspot.com/2011/05/hak-hak-istri-dalam-poligami.html</link><author>noreply@blogger.com (mbah ogiex)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4640816974857799573.post-8878457212638449045</guid><pubDate>Mon, 23 May 2011 01:18:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-05-23T08:35:30.053+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tuhan</category><title>BENARKAH TUHAN ITU ADA ?</title><description>Assalamu&#39;alaykum Wr. Wb. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarkah Tuhan itu ada ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban atas pertanyaan seperti ini diperkirakan telah ada dan setua umurnya dengan perkembangan masyarakat itu sendiri. Betapa tidak, fakta mengatakan kepada kta bahwa manusia dari jaman kejamannya memilki Naturaliter Religiosa atau instink untuk beragama, dalam kondisi gawat yang mengancam eksistensinya misalnya terhempas ombak di tengah samudra, sementara pertolongan hampir mustahil diharapkan, hati manusia akan menyuruh untuk mengharapkan suatu keajaiban, demikian juga ketika seseorang sedang dihadapkan pada persoalan yang sulit, sementara pendapat dari manusia lainnya berbeda-beda, ia akan mengharapkan petunjuk yang jelas yang bisa dipegangnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila manusia tersebut menemukan seseorang yang bisa dipercayainya, maka dalam kondisi dilematis ini ia cenderung merujuk pada tokoh idolanya itu dan secara umum setiap manusia cenderung mencari sesembahan. Baik sesembahan itu berupa dewa laut, dewa petir, jimat pusaka atau bahkan pohon-pohon besar tertentu yang dianggap mampu melindunginya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini semua memberikan gambaran bagi kita bahwa sejak dulu, manusia sudah mempercayai akan keberadaan alam lain yang tidak kasat mata dan dapat memberikan pengaruh terhadap dunia manusia yang nyata. Hanya saja cara dan pemahaman mereka terhadap alam lain itu berbeda satu dengan yang lain, namun secara umum kita bisa menyimpulkan bahwa manusia meyakini akan keberadaan Kekuatan yang lebih Berkuasa diatas manusia. Hal ini digambarkan juga oleh al-Qur’an :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan apabila manusia ditimpa bahaya, dia berdo&#39;a kepada Kami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sambil berbaring, duduk atau berdiri – Qs. 10 Yunus : 12 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh jika kamu bertanya kepada mereka : &quot;Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?&quot;, niscaya mereka menjawab: &quot;Allah&quot; !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Qs. 39 Az-Zumar : 38&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa lalu, keterbatasan pengetahuan yang dimiliki oleh manusia sering membuat mereka cepat lari pada sesembahan yang mereka yakini; setiap ada fenomena alam yang tak bisa mereka mengerti misalnya saat ada petir, gerhana matahari atau gempa bumi atas yang lainnya sebagaimana ilustrasi yang diceritakan oleh al-Qur’an terhadap pencarian jati diri Tuhan yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim a.s. :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ketika malam menjadi gelap dan ia melihat sebuah bintang, ia berkata: ‘Apakah ini Tuhanku ?’ – Tetapi ketika bintang itu hilang, ia berkata : ‘Aku tidak suka kepada yang bisa menghilang !’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ia melihat kemunculan bulan, berkatalah dirinya : ‘Apakah ini Tuhanku ?’ – Namun ketika bulan itu kembali hilang, dia berseru : ‘Sungguh, Jika aku tidak dipimpin oleh Tuhanku, maka pasti aku termasuk dalam kaum yang tersesat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ia melihat matahari terbit, berkatalah ia : ‘Inikah Tuhanku ? Dia ini lebih besar !’ - Namun ketika matahari itu terbenam, ia berkata : ‘Hai kaumku, sungguh aku berlepas diri dari apa yang telah kamu persekutukan!’ – Sungguh aku hadapkan diriku kepada Yang menjadikan langit dan bumi dengan ikhlas dan aku tidak termasuk dari orang-orang yang menyekutukan-Nya !’ - Qs. 6 al-an-am : 76 - 79&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan dijaman Nabi Muhammad sendiri masih ada orang yang menghubungkan kematian seseorang dengan fenomena alam seperti saat Ibrahim, salah seorang putera dari Nabi meninggal dunia:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Mughirah bin Syu’bah, katanya : ‘Terjadi gerhana matahari dimasa Rasulullah Saw, bertepatan dengan hari wafatnya Ibrahim (putera Nabi). Orang banyak lalu berseru : ‘Terjadi gerhana karena meninggalnya Ibrahim!’ – Rasulullah Saw lalu bersabda : ‘Sesungguhnya gerhana matahari dan bulan terjadi bukan karena mati atau hidupnya seseorang, jika kamu melihatnya sholatlah dan berdoalah kepada Tuhan’ - Hadis Riwayat Bukhari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara bertahap kemajuan ilmu pengetahuan alam kemudian mampu mengungkap cara kerja alam dan sampailah manusia pada suatu pemikiran, bahwa pasti ada sesuatu yang di belakang itu semua, sesuatu yang berada di belakang dewa petir, dewa laut atau dewa matahari, sesuatu yang di belakang semua hukum alam, sesuatu yang disebut Tuhan yang pernah didakwahkan oleh para Nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak terlihatnya Tuhan bukan berarti Dia tidak ada. Berapa banyak hal yang tidak dapat kita lihat tetapi benda itu ada. Contoh yang paling sering digunakan adalah udara yang kita hirup untuk kelangsungan hidup kita, tidak bisa melihatnya tetapi kita bisa merasakannya, bahkan Ruh yang menjadi esensi kehidupan kita, tidak dapat terlihat dan tidak bisa dimengerti hakekatnya namun kita yakini keberadaannya.; contoh lain yang akhir-akhir ini marak diberbagai acara televisi di Indonesia menyangkut penampakan makhluk halus yang secara lahiriah tidak bisa dilihat dengan kasat mata tetapi ia ada dan bisa dibuktikan melalui cara-cara tertentu termasuk misalnya dengan uji nyali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang tidak ada metode ilmiah yang benar-benar dapat membuktikan eksistensi Tuhan secara mutlak sampai mampu menggambarkan sosok Tuhan yang sesungguhnya, manusia hanya bisa mengambil perwujudan Tuhan dalam sosok berhala yang tidak berbeda jauh dengan dirinya sendiri, ada manusia menggambarkan Tuhan dengan wujud manusia tersalibkan bernama Yesus, ada juga manusia yang mengambil rupa seorang pangeran Magadha yang berdiam dibawah pohon pippala bernama Budha, dan bahkan ada yang mengambil rupa api sebagai wujud Tuhan seperti yang ada pada kerajaan Persi dimasa lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, Ibnu Arabi, seorang sufi Andalusia termasyur ± 8 abad yang lalu memahami seluruh alam semesta, termasuk manusia ini sebagai penampakan diri (tajalli) dari Tuhan dan dengan demikian segala sesuatu dan segala peristiwa dialam ini adalah entifikasi (wujud keberadaan) Tuhan[1].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, gambar dalam sebuah cermin meskipun ada dan kelihatan, bagaimanapun juga hanyalah sebuah ilusi atau bayangan dari subjek yang bercermin. Dan ketika sang subjek menggunakan ribuan cermin, maka bayangan sang subjek akan menjadi banyak, padahal dia hanyalah satu. Dalam cermin jagad raya inilah Tuhan menampakkan eksistensi-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ke manapun kamu menghadap di situlah wajah Allah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;– Qs. 2 al-Baqarah : 115&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, untuk melihat diri Tuhan, kita harus pandai membaca alam semesta, kita harus pintar mengenal diri dan lingkungan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya dalam penciptaan langit langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal - Qs. 3 ali Imran : 190&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi silih bergantinya malam dan siang bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia dan apa yang Allah turunkan dari atmosfir berupa air lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah matinya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang diedarkan antara atmosfir dan bumi; sungguh menjadi tanda-tanda bagi kaum yang memikirkan. - Qs. 2 al-Baqarah : 164&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUHAN, yang menciptakan langit dan membentangkannya, yang menghamparkan bumi dengan segala yang tumbuh di atasnya, yang memberikan nafas kepada umat manusia yang mendudukinya dan nyawa kepada mereka yang hidup di atasnya - Perjanjian Lama, Yesaya 42 : 5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu juga maka adalah suatu pengulangan kebodohan umat dimasa lalu apabila kita yang sudah mengenal ilmu pengetahuan dan teknologi komputerisasi ini masih mengambil simbol-simbol tertentu dari alam semesta dan isinya ini sebagai perwujudan dari Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi; Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya&lt;/span&gt; - Perjanjian Lama, Ulangan 5 : 8-9 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1] Dr. Kautsar Azhari Noer, Ibn Al-‘Arabi : Wahdat al-Wujud dalam Perdebatan, Penerbit Paramadina, Jakarta, 1995, hal. 88-89.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam,</description><link>http://ogiexslasher.blogspot.com/2011/05/benarkah-tuhan-itu-ada.html</link><author>noreply@blogger.com (mbah ogiex)</author><thr:total>0</thr:total></item></channel></rss>