<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-980953545335242744</id><updated>2024-09-12T00:02:31.525+07:00</updated><category term="pendidikan"/><category term="anak"/><category term="orangtua"/><category term="guru"/><category term="ramadhan"/><category term="cabul"/><category term="curhat"/><category term="karir"/><category term="kecerdasan"/><category term="komunikasi nonverbal"/><category term="perkosaan"/><category term="puasa"/><category term="remaja"/><category term="studi"/><category term="taubat"/><category term="tersenyum"/><category term="wanita"/><title type='text'>Orangtua Penyayang</title><subtitle type='html'>mengasuh dan mendidik anak dengan cinta</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://0rtu.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/980953545335242744/posts/default?redirect=false'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://0rtu.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03526459852783383661</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>7</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-980953545335242744.post-8420144885709379126</id><published>2009-01-16T08:52:00.000+07:00</published><updated>2009-01-16T08:59:57.423+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="anak"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kecerdasan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="orangtua"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="pendidikan"/><title type='text'>Cara Mudah Mencerdaskan Anak</title><content type='html'>&quot;Syifa itu cerdas sekali. Otaknya jalan. Kalau diskusi, seperti orang dewasa.&quot; Begitu kata beberapa guru putri kami itu (9 tahun) yang sampai ke telinga istriku. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Maklum, bapaknya &#39;kan penulis,&quot; timpal 1-2 orang diantara mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;Hmmm... Aku jadi bertanya-tanya dalam hati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1) Benarkah anak kami itu cerdas? Ah, aku tidak terlalu mempedulikannya. Apakah dia &lt;a href=&quot;http://muhshodiq.wordpress.com/2009/01/14/perbedaan-antara-jenius-dan-tolol/&quot;&gt;tolol ataukah jenius&lt;/a&gt;, dia perlu belajar terus! &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2) Kenapa, ya, kalau ada anak yang cerdas, orang-orang jadi teringat pada bapaknya? Bukankah peran ibu kepada anak, terutama di masa kanak-kanak, lebih besar?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3) Apakah penulis itu, termasuk diriku, cerdas? Belum tentu. Nyatanya, sejumlah pengunjung blogku menyebutku tolol, bodoh, jahiliyah, dsb.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4) Apakah kemampuan berdiskusi itu pertanda cerdas? Mungkin ya, mungkin juga tidak. Kecerdasan &#39;kan ada banyak jenisnya. Dalam diskusi, yang menonjol hanyalah kecerdasan logis dan verbal. Bisa saja seseorang memiliki kecerdasan logis dan verbal yang cukup tinggi, tetapi kecerdasan sosial atau lainnya rendah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seraya bertanya-tanya dalam hati, aku pun berjawab-jawab. Apakah anak kami menjadi cerdas ataukah tidak, yang penting bahwa kami berusaha mencerdaskan anak. Apa pun hasilnya, kami bertawakkal sajalah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurutku, ada satu cara yang mudah untuk mencerdaskan anak dalam hal kecerdasan logis dan verbalnya. Caranya, sering-sering berdialog dengan anak, tetapi.... (Nah, ada tapinya lo! Jadi, baca sampai tuntas, ya!)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam pengamatanku, ada banyak orangtua yang berdialog dengan anak dengan menempatkan anak dalam posisi yang lebih rendah. Anak dianggap kurang pengalaman, lebih bodoh, nakal, dsb. Dengan posisi begini, orangtua cenderung menggurui anak. Seolah-olah, tugas orangtualah berkata-kata, sedangkan tugas anak adalah mendengar saja. Anak yang membantah omongan orangtua dianggap kurang ajar. Kata-kata sang anak yang bukan bantahan pun seringkali dikritik secara tajam, bahkan kasar, karena sang orangtua menilainya tidak benar, tidak baik, tidak sopan, dsb. Akibatnya, surutlah kemauan anak untuk berkata-kata. Hasilnya, si anak menjadi tidak terbiasa berkata-kata. Akhirnya, dengan keadaan begitu, bagaimana mungkin si anak itu menjadi lihai berkata-kata?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oleh karena itu, ketika berbincang-bincang dengan anak-anakku, seringkali aku berusaha &lt;em&gt;menempatkan diri dalam posisi yang lebih rendah&lt;/em&gt;. Mereka kuanggap lebih pintar, lebih berpengalaman, dan lebih beradab daripada diriku. Dengan begini, aku cenderung belajar dari anak-anakku. &lt;strong&gt;Tugas anak-anak adalah membiasakan diri berkata-kata, sedangkan tugas orangtua adalah menjadi &quot;pendengar yang baik&quot;.&lt;/strong&gt; (Untuk menjadi pendengar yang baik, lihat &quot;&lt;a href=&quot;http://muhshodiq.wordpress.com/2008/06/20/10-kiat-menjadi-pendengar-yang-baik-2/&quot;&gt;10 Kiat Menjadi Pendengar Yang Baik&lt;/a&gt;&quot;.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan membiasakan anak berkata-kata, maka akan berkembanglah kecerdasan verbalnya. Terus, bagaimana dengan kecerdasan logisnya? Bagaimana cara mudah untuk mengembangkannya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Caranya, seiring dengan menjadi &quot;menjadi pendengar yang baik&quot;, adalah &quot;menjadi penanya yang baik&quot;. Dengan menempatkan diri dalam posisi yang lebih rendah daripada anak, mudahlah bagi kita untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan. Bila perlu, kita dapat mengajukan pertanyaan &quot;konyol&quot; ala orang blo&#39;on (seperti Welas dalam sinetron Suami-Suami Takut Istri). Tentu saja, tidak semua pertanyaan dapat mencerdaskan anak. Pertanyaan sulit, misalnya, justru akan membuat anak merasa bodoh. &lt;strong&gt;Pertanyaan yang mencerdaskan adalah yang merangsang anak untuk mengolah kembali apa yang sudah dia amati, dia dengar, dia pelajari, dan sebagainya, sehingga anak itu mampu mengambil kesimpulan sendiri.&lt;/strong&gt; (Untuk contoh, silakan perhatikan dialog antara diriku dengan Syifa di postingan &quot;&lt;a href=&quot;http://muhshodiq.wordpress.com/2009/01/10/dari-sekolah-membawa-kebencian/&quot;&gt;Bila Guru Menanam Kebencian di Benak Murid&lt;/a&gt;&quot;.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan membiasakan anak mengambil kesimpulan sendiri, maka berkembanglah kecerdasan logisnya. Iya, nggak?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, cara mudah untuk mencerdaskan anak (terutama dalam hal kecerdasan logis dan verbal) adalah &quot;menjadi pendengar yang baik&quot; dan &quot;menjadi penanya yang baik&quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wallaahu a&#39;lam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://technorati.com/tag/parenting&quot; rel=&quot;tag&quot;&gt;parenting&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;http://technorati.com/tag/pendidikan&quot; rel=&quot;tag&quot;&gt;pendidikan&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;http://technorati.com/tag/anak&quot; rel=&quot;tag&quot;&gt;anak&lt;/a&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://0rtu.blogspot.com/feeds/8420144885709379126/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://0rtu.blogspot.com/2009/01/cara-mudah-mencerdaskan-anak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/980953545335242744/posts/default/8420144885709379126'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/980953545335242744/posts/default/8420144885709379126'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://0rtu.blogspot.com/2009/01/cara-mudah-mencerdaskan-anak.html' title='Cara Mudah Mencerdaskan Anak'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03526459852783383661</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-980953545335242744.post-26485946049151135</id><published>2009-01-09T22:40:00.001+07:00</published><updated>2009-01-10T00:00:49.444+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="guru"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="komunikasi nonverbal"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="pendidikan"/><title type='text'>Dari sekolah membawa kebencian?</title><content type='html'>Siang tadi, sepulang sekolah, sepertinya ada sesuatu yang lain pada diri Syifa, 9 tahun, putri sulung kami. Tak seperti biasanya, dia tak tampak lelah. Dia terlihat bersemangat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eit, tunggu dulu. &quot;Bersemangat&quot; itu bukan kata yang tepat untuk menggambarkanya. Kurasa, ada api yang menyala di matanya. Api kemarahankah? Apakah tadi ada temannya yang membuatnya gusar? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walau penasaran, tak usahlah buru-buru aku menanyainya. Biarlah dia melenturkan otot, melepas penat lebih dulu. Nanti sajalah aku bertanya-tanya. Tapi semenit berikutnya, dia sudah lebih dulu menyampaikan aspirasinya kepadaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ayah jangan beli Aqua lagi!&quot; serunya tanpa basa-basi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Kenapa?&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Itu &#39;kan buatan Amerika!&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Emangnya kenapa kalo buatan Amerika?&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Sama saja dengan menyumbang peluru,&quot; jawabnya. &quot;Ayah juga jangan beli lagi ....&quot; tambahnya seraya menyebut beberapa produk yang katanya buatan Amerika. Kali ini dengan nada yang lebih sengit. Bukan hanya api kemarahan yang sedang membakar jiwanya, melainkan juga api kebencian!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Astaghfirullaah... Ada apa dengan putri kami ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rupanya, tadi pagi selama dua jam, guru-gurunya mengajak para murid untuk melakukan demo &quot;damai&quot; di depan sekolah, di pinggir jalan raya, dalam rangka memprotes serangan Israel ke Gaza, Palestina.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Apa yang kau lakukan dalam demo damai tadi?&quot; tanyaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Bawa spanduk dan teriak-teriak.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Kamu senang?&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ya, senang.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Kata-kata apa yang tertulis di spandukmu? Kata-kata apa yang kau teriakkan dalam demo damai tadi?&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Wah, sudah lupa. Tadi di mobil [saat perjalanan pulang] masih ingat. Sekarang sudah lupa.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Trus, yang kau ingat apa?&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Tadi ada yang seru, Yah!&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Apa yang seru?&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Pak Guru menendang-nendang bendera Amerika dan Israel, lalu membakarnya,&quot; paparnya seraya menampakkan mimik wajah yang menyiratkan kepuasan membalas dendam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku agak ketar-ketir menyaksikan gelagat ini. Apalagi dia pun menambahkan beberapa keterangan, yang dia tangkap dari berita di televisi (yang dia tahu jarang kutonton), yang menyiratkan kebenciannya kepada Amerika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lantas, aku pun bertanya, &quot;Kamu tahu, nggak, arti kata demo?&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Nggak tahu.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Arti kata damai?&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Nggak tahu. Aku belum tanya Bu Guru.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Lalu apa saja yang dikatakan oleh Bu Guru dan Pak Guru?&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu dia ungkapkan kata-kata gurunya yang dia ingat. Diantaranya, &quot;Yang jahat itu pemerintah Amerika. Rakyatnya baik-baik.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah Syifa mengungkapkan kembali kata-kata gurunya tersebut, barulah api kemarahan dan kebencian yang membakar jiwanya kulihat meredup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;KESIMPULAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi anak-anak, pesan non-verbal (seperti pembakaran bendera) jauh lebih berpengaruh daripada pesan verbal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;SARAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1) Para pendidik hendaknya lebih menaruh perhatian pada komunikasi nonverbal.&lt;br /&gt;
2) Anak-anak mestinya diajari cara-cara demonstrasi yang beradab saja, yang penuh kedamaian, bukan yang disertai cara-cara yang kasar seperti pembakaran bendera.&lt;br /&gt;
3) Para pendidik hendaknya tidak menanamkan bibit-bibit kebencian. Kalau pun terpaksa menanamkan kebencian, mestinya terarah pada &lt;i&gt;sikap atau perilaku&lt;/i&gt; yang keji, bukan pada pelakunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://technorati.com/tag/parenting&quot; rel=&quot;tag&quot;&gt;parenting&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;http://technorati.com/tag/pendidikan&quot; rel=&quot;tag&quot;&gt;pendidikan&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;http://technorati.com/tag/anak&quot; rel=&quot;tag&quot;&gt;anak&lt;/a&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://0rtu.blogspot.com/feeds/26485946049151135/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://0rtu.blogspot.com/2009/01/dari-sekolah-membawa-kebencian.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/980953545335242744/posts/default/26485946049151135'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/980953545335242744/posts/default/26485946049151135'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://0rtu.blogspot.com/2009/01/dari-sekolah-membawa-kebencian.html' title='Dari sekolah membawa kebencian?'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03526459852783383661</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-980953545335242744.post-6947929828697868917</id><published>2008-10-14T15:12:00.003+07:00</published><updated>2008-10-24T06:43:48.877+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cabul"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="perkosaan"/><title type='text'>Guru yang terlalu &amp;quot;cinta&amp;quot;</title><content type='html'>Merinding bulu kudukku saat menyimak sejumlah berita akhir-akhir ini. Beberapa orang guru yang &quot;mendidik&quot; dengan terlalu &quot;cinta&quot; (dipenuhi nafsu syahwat) ternyata telah menelan korban anak didiknya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mau merinding juga? ;) Silakan periksa berita-berita berikut ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Guru Cabul Ditangkap Saat Sedang Mengajar&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.kompas.com/read/xml/2008/10/14/08101540/guru.cabul.ditangkap.saat.sedang.mengajar&quot;&gt;Kompas.com&lt;/a&gt; - &quot;Tersangka ditangkap di sekolahnya dan tidak melawan,” kata AKP Kusworo Wibowo SH SIk, Kasat Reskrim Polres Mojokerto. Menurut Kusworo, YM—yang sudah memiliki satu anak—pada Agustus membujuk korban yang baru berusia 14 tahun dengan iming-iming bakal dinikahi. “Mungkin karena janji pelaku tak terbukti, akhirnya korban ngomong ke orangtuanya,” kata Kusworo. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Guru Cabul SMP Budi Waluyo Jakarta Akhirnya Disidang&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.kapanlagi.com/h/0000163286.html&quot;&gt;Kapanlagi.com&lt;/a&gt; - Sidang pencabulan tiga siswi sekolah untuk anak berkebutuhan khusus, SMP Budi Waluyo, Jakarta Selatan oleh oknum gurunya, Eddie Murjono digelar dengan agenda pemeriksaan tiga saksi korban Iv (13), Vn (13) dan Ln (16). Tim Jaksa Penuntut Umum menjerat Eddie dengan pasal dakwaan dari KUHPidana dan Undang-Undang Perlindungan Anak atas serangkaian perbuatan yang dilakukannya pada September 2006 lalu. Atas perbuatannya, Iv dan Vn yang masih duduk kelas I itu &lt;em&gt;berhenti&lt;/em&gt; dari kegiatan belajar di SMP Budi Waluyo sementara Ln yang tertua di antara ketiganya meneruskan studi di kelas III sekolah tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Korbannya Diduga Akan Bertambah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.jawapos.com/radar/index.php?act=detail&amp;rid=31074&quot;&gt;Radar Bali&lt;/a&gt; - Setelah menjalani pemeriksaan secara intensif di Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Buleleng, guru agama Islam, Safrudin, 43, asal Dusun Batu Gambir, Desa Julah, Kecamatan Tejakula, resmi ditahan polisi. Bahkan diduga masih ada korban aksi lain yang belum berani melapor perbuatan biadab sang guru agama cabul itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Dan masih banyak lagi &lt;a href=&quot;http://www.google.co.id/search?source=ig&amp;hl=id&amp;rlz=1G1GGLQ_IDID283&amp;q=guru+cabul&amp;meta=&quot;&gt;guru-guru cabul&lt;/a&gt; yang lainnya.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.infogue.com/&quot;&gt;&lt;img height=&quot;20&quot; alt=&quot;Infogue.com&quot; src=&quot;http://www.infogue.com/badges/img/100x20_pilih.gif&quot; width=&quot;100&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href=&quot;http://technorati.com/tag/pendidikan&quot; rel=&quot;tag&quot;&gt;&lt;img style=&quot;border:0;vertical-align:middle;margin-left:.4em&quot; src=&quot;http://static.technorati.com/static/img/pub/icon-utag-16x13.png?tag=pendidikan&quot; alt=&quot; &quot; /&gt;pendidikan&lt;/a&gt;&lt;a href=&quot;http://technorati.com/tag/anak&quot; rel=&quot;tag&quot;&gt;&lt;img style=&quot;border:0;vertical-align:middle;margin-left:.4em&quot; src=&quot;http://static.technorati.com/static/img/pub/icon-utag-16x13.png?tag=anak&quot; alt=&quot; &quot; /&gt;anak&lt;/a&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://0rtu.blogspot.com/feeds/6947929828697868917/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://0rtu.blogspot.com/2008/10/guru-yang-terlalu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/980953545335242744/posts/default/6947929828697868917'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/980953545335242744/posts/default/6947929828697868917'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://0rtu.blogspot.com/2008/10/guru-yang-terlalu.html' title='Guru yang terlalu &amp;quot;cinta&amp;quot;'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03526459852783383661</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-980953545335242744.post-1787778562670695011</id><published>2008-09-05T23:21:00.002+07:00</published><updated>2008-10-24T06:44:17.324+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="curhat"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="karir"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="studi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="wanita"/><title type='text'>Ikhlaskan Dia Pergi</title><content type='html'>Curhat berikut ini merupakan terjemahan M Shodiq Mustika dari DaisyFae, &quot;&lt;a href=&quot;http://daisyfae.wordpress.com/2008/09/04/letting-go/&quot;&gt;Letting go...&lt;/a&gt;&quot;:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tujuhbelas tahun yang lalu, seorang gadis mungil [maju] tak gentar menjejak bus sekolah pertamanya, menuju sekolah taman kanak-kanaknya. Ia berbusana elok, berbaju baru yang masih kaku. Seikat simpul kecil di rambutnya yang tersisir rapi... membelai wajahnya. Begitulah pemandangan [yang kulihat] pada gadis itu. Sebuah perpaduan yang lengkap dari kegelisahan, kecemasan, kebulatan tekad... dan kehebohan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://daisyfae.wordpress.com/2008/09/04/letting-go/&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;&quot; src=&quot;http://daisyfae.files.wordpress.com/2008/09/fly_girl.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;Fly away, kiddo...&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Malam ini? Aku melihat pemandangan itu lagi. Pada wajah seorang wanita cantik berusia 22 tahun. Kutinggalkan dia di titik pemeriksaan keamanan [di bandara]. Ia siap terbang ke Roma, lalu selama 12 jam lagi melayang di udara, terbang ke Beirut, Libanon. Seusai empat tahun menempuh kuliah menuju gelar ganda dalam Studi Timur Tengah dan Bahasa Arab, ia akan menghabiskan Musim Gugur-nya di sebuah universitas asing, membenamkan diri dalam bahasa dan budaya yang akan menjadi pondasi dalam karirnya. Kehidupannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat di mobil tadi, ia terus bergumam, &quot;jangan-jangan aku bermimpi&quot; dan &quot;tak bisa kupercaya aku akan pergi.&quot; Namun sewaktu di bandara, begitulah kenyataannya. Anak yang tiga minggu berkutat sendirian di Marokko pada musim panas yang lalu, dan dua tahun berkeliling dunia dalam perjalanan akademisnya, kini menghadapi kenyataan bahwa ia pergi melintasi setengah dunia. Sendirian. Untuk menempuh studi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku amat bangga padanya... Dan--sebagaimana biasanya--mencemaskan kepergiannya. Meskipun kali ini busnya bersayap. (Bukan hanya bersayap, melainkan juga ada perangkat hiburan digital di kursinya, ada hidangannya--dan untuk pertama kalinya bagi anak ini, santapan penerbangan.) Saya takkan bersamanya di malam ini untuk mendengar ceritanya yang menggairahkan mengenai hari pertamanya di sekolah. Walau dengan berat hati, aku akan menerima e-mail [sebagai pengganti darinya] selama berhari-hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitulah gadis itu kini. Dan sebuah dunia terhampar. Demi perdamaian, cinta dan pemahaman budaya. Dan demi petualangan tanpa gentar... Dan [aku] ikhlaskan [dia] pergi....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.infogue.com/&quot;&gt;&lt;img height=&quot;20&quot; alt=&quot;Infogue.com&quot; src=&quot;http://www.infogue.com/badges/img/100x20_pilih.gif&quot; width=&quot;100&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href=&quot;http://technorati.com/tag/parenting&quot; rel=&quot;tag&quot;&gt;&lt;img style=&quot;border:0;vertical-align:middle;margin-left:.4em&quot; src=&quot;http://static.technorati.com/static/img/pub/icon-utag-16x13.png?tag=parenting&quot; alt=&quot; &quot; /&gt;parenting&lt;/a&gt;&lt;a href=&quot;http://technorati.com/tag/pendidikan&quot; rel=&quot;tag&quot;&gt;&lt;img style=&quot;border:0;vertical-align:middle;margin-left:.4em&quot; src=&quot;http://static.technorati.com/static/img/pub/icon-utag-16x13.png?tag=pendidikan&quot; alt=&quot; &quot; /&gt;pendidikan&lt;/a&gt;&lt;a href=&quot;http://technorati.com/tag/anak&quot; rel=&quot;tag&quot;&gt;&lt;img style=&quot;border:0;vertical-align:middle;margin-left:.4em&quot; src=&quot;http://static.technorati.com/static/img/pub/icon-utag-16x13.png?tag=anak&quot; alt=&quot; &quot; /&gt;anak&lt;/a&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://0rtu.blogspot.com/feeds/1787778562670695011/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://0rtu.blogspot.com/2008/09/ikhlaskan-dia-pergi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/980953545335242744/posts/default/1787778562670695011'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/980953545335242744/posts/default/1787778562670695011'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://0rtu.blogspot.com/2008/09/ikhlaskan-dia-pergi.html' title='Ikhlaskan Dia Pergi'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03526459852783383661</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-980953545335242744.post-6163892118627173264</id><published>2008-09-03T20:14:00.002+07:00</published><updated>2008-10-24T06:44:52.875+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="orangtua"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="remaja"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="taubat"/><title type='text'>Cara nasihati remaja bila diri pernah salah</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;It’s nice blog and good articles. And nice answers with interesting questions. aq baru baca artikel di &lt;a href=&quot;http://pacaranislami.wordpress.com/&quot;&gt;blog ini&lt;/a&gt;, sangat mendidik dan baik bagi orang tua seperti aq yang mempunyai anak-anak yang dewasa dan sebentar lagi memasuki masa-masa pernikahan. Terimakasi Ustadz dengan nasehatnya. ... Bagaimana caranya menebus sesuatu yang sudah terlanjur keliru dalam berpacaran seperti saya sebelum nikah (mudah dan efisien serta efektif) saya sampai sekarang belum mempunyai cara untuk menasehati yang jitu (singkat, jelas dan mudah diterima) bagi anak-anak saya yang sudah dewasa (semuanya laki-laki). &lt;a href=&quot;http://pacaranislami.wordpress.com/2008/08/28/ciuman-dalam-pacaran-antara-fakta-dan-mitos/#comment-2948&quot;&gt;Artikel ini&lt;/a&gt; merupakan salah satu jawaban sekaligus nasehat…. ya, syukur jika ada jawaban yang lebih spesifik….terimakasih buaaaaanyaaaak&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
Tanggapan M Shodiq Mustika:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terima kasih kembali. Memang, otoritas kita berperan penting dalam efektivitas memberi nasihat, terutama terhadap remaja. Bila kita tidak pernah melanggar larangan yang kita nasihatkan kepada mereka, misalnya minum minuman keras, maka otoritas kita menguat. Dengan demikian, suara kita lebih didengar. Sebaliknya, andai kita dulu semasa remaja sering lakukan pelanggaran itu, maka otoritas kita melemah. Walhasil, nasihat kita cenderung diremehkan. Mungkin tanggapan mereka, “Alaah... Bapak aja dulu gitu. Ngapain ngelarang aku begitu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sungguhpun demikian, masalah seperti itu dapat kita atasi. Paling tidak, ada tiga cara strategis yang dapat kita tempuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama, gunakan nasihat “tak langsung” dengan memanfaatkan “pihak ketiga” yang otoritasnya lebih kuat daripada kita. Kita meminta paman/bibi, kakek/nenek, guru, ustadz, atau siapa pun (termasuk teman-temannya) yang otoritasnya lebih kuat di mata anak kita untuk menasihati anak tersebut. Bisa pula kita manfaatkan media seperti buku, majalah, kaset audio/video, bahkan juga televisi yang berisi nasihat itu kepada remaja. Semakin banyak media atau “pihak ketiga” yang kita manfaatkan, insya’allah semakin efektif usaha kita untuk menasihati anak secara tak langsung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua, kita berusaha tingkatkan otoritas kita di mata anak. Caranya adalah dengan menunjukkan segamblang-gamblangnya bahwa kita telah sungguh-sungguh bertaubat dari perbuatan salah itu. Kita tunjukkan penyesalan kita. Tunjukkan pula bahwa sekarang kita jauh lebih baik daripada dulu. Remaja pada umumnya lebih menaruh respek terhadap orangtua yang berani mengakui kesalahan diri sendiri dan kemudian memperbaikinya daripada orangtua yang “munafik” atau sok alim. Dengan begitulah, maka otoritas kita menjadi menguat kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketiga, kita perlihatkan bahwa usaha kita dalam mendidik anak adalah untuk kepentingan anak sendiri, bukan untuk kepentingan nama baik orangtua dan sebagainya. Untuk itu, kita perlu lebih menghargai anak kita. Jangan sampai kita menyalah-nyalahkan anak dengan nada merendahkan mereka seraya meninggikan diri kita sendiri, seperti “Kamu itu bisanya cuma bikin malu orangtua.” Lebih baik gunakan kata-kata pendorong yang menghargai anak. Misalnya, “Nak, aku bangga kamu punya prinsip hidup sendiri, tidak ikut-ikutan teman. Dan aku akan lebih senang bila kau tekun belajar ilmu agama, supaya prinsip hidupmu lebih kuat lagi. ....”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikian tanggapan saya. Semoga berguna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.infogue.com/&quot;&gt;&lt;img height=&quot;20&quot; alt=&quot;Infogue.com&quot; src=&quot;http://www.infogue.com/badges/img/100x20_pilih.gif&quot; width=&quot;100&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href=&quot;http://technorati.com/tag/parenting&quot; rel=&quot;tag&quot;&gt;&lt;img style=&quot;border:0;vertical-align:middle;margin-left:.4em&quot; src=&quot;http://static.technorati.com/static/img/pub/icon-utag-16x13.png?tag=parenting&quot; alt=&quot; &quot; /&gt;parenting&lt;/a&gt;&lt;a href=&quot;http://technorati.com/tag/pendidikan&quot; rel=&quot;tag&quot;&gt;&lt;img style=&quot;border:0;vertical-align:middle;margin-left:.4em&quot; src=&quot;http://static.technorati.com/static/img/pub/icon-utag-16x13.png?tag=pendidikan&quot; alt=&quot; &quot; /&gt;pendidikan&lt;/a&gt;&lt;a href=&quot;http://technorati.com/tag/anak&quot; rel=&quot;tag&quot;&gt;&lt;img style=&quot;border:0;vertical-align:middle;margin-left:.4em&quot; src=&quot;http://static.technorati.com/static/img/pub/icon-utag-16x13.png?tag=anak&quot; alt=&quot; &quot; /&gt;anak&lt;/a&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://0rtu.blogspot.com/feeds/6163892118627173264/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://0rtu.blogspot.com/2008/09/cara-nasihati-remaja-bila-diri-pernah.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/980953545335242744/posts/default/6163892118627173264'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/980953545335242744/posts/default/6163892118627173264'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://0rtu.blogspot.com/2008/09/cara-nasihati-remaja-bila-diri-pernah.html' title='Cara nasihati remaja bila diri pernah salah'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03526459852783383661</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-980953545335242744.post-4488106278145440104</id><published>2008-09-01T23:43:00.002+07:00</published><updated>2008-10-24T06:46:06.138+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="anak"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="pendidikan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="puasa"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="ramadhan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="tersenyum"/><title type='text'>Hati Tenang Mengawali Puasa Ramadhan</title><content type='html'>Ingat putri kami yang hatinya &lt;a href=&quot;http://jiwacantik.blogspot.com/2008/08/hati-berdebar-menjelang-ramadhan.html&quot;&gt;berdebar menjelang Ramadhan&lt;/a&gt;? Alhamdulillah, dia berhasil menjalankan ibadah puasa di hari pertama dengan ceria. Dia tampak puas dengan keberhasilannya. Rasa percaya dirinya tampak menguat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak seperti tahun lalu yang sering menerapkan &quot;disiplin&quot; kepadanya, kali ini aku lebih berusaha &lt;a href=&quot;http://pacaranislami.wordpress.com/2008/06/20/10-kiat-menjadi-pendengar-yang-baik-2/&quot;&gt;menjadi pendengar yang baik&lt;/a&gt;. Ternyata malah &lt;a href=&quot;http://muhshodiq.wordpress.com/2007/06/07/lima-cara-menanggapi-ocehan-anak/&quot;&gt;lebih efektif&lt;/a&gt;. Dia menjadi ceria.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan keceriaan itu, maka tanpa disuruh pun dia rajin pergi ke masjid terdekat. Dia melakukannya dengan penuh semangat. Alhamdulillaah...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.infogue.com/&quot;&gt;&lt;img height=&quot;20&quot; alt=&quot;Infogue.com&quot; src=&quot;http://www.infogue.com/badges/img/100x20_pilih.gif&quot; width=&quot;100&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href=&quot;http://technorati.com/tag/curhat&quot; rel=&quot;tag&quot;&gt;&lt;img style=&quot;border:0;vertical-align:middle;margin-left:.4em&quot; src=&quot;http://static.technorati.com/static/img/pub/icon-utag-16x13.png?tag=curhat&quot; alt=&quot; &quot; /&gt;curhat&lt;/a&gt;&lt;a href=&quot;http://technorati.com/tag/renungan&quot; rel=&quot;tag&quot;&gt;&lt;img style=&quot;border:0;vertical-align:middle;margin-left:.4em&quot; src=&quot;http://static.technorati.com/static/img/pub/icon-utag-16x13.png?tag=renungan&quot; alt=&quot; &quot; /&gt;renungan&lt;/a&gt;&lt;a href=&quot;http://technorati.com/tag/pribadi&quot; rel=&quot;tag&quot;&gt;&lt;img style=&quot;border:0;vertical-align:middle;margin-left:.4em&quot; src=&quot;http://static.technorati.com/static/img/pub/icon-utag-16x13.png?tag=pribadi&quot; alt=&quot; &quot; /&gt;pribadi&lt;/a&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://0rtu.blogspot.com/feeds/4488106278145440104/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://0rtu.blogspot.com/2008/09/hati-tenang-mengawali-puasa-ramadhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/980953545335242744/posts/default/4488106278145440104'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/980953545335242744/posts/default/4488106278145440104'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://0rtu.blogspot.com/2008/09/hati-tenang-mengawali-puasa-ramadhan.html' title='Hati Tenang Mengawali Puasa Ramadhan'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03526459852783383661</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-980953545335242744.post-2071332225429503017</id><published>2008-08-27T21:45:00.002+07:00</published><updated>2008-10-24T06:46:25.384+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="anak"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="guru"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="orangtua"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="pendidikan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="ramadhan"/><title type='text'>Hati Berdebar Menjelang Ramadhan</title><content type='html'>“Aduuuh... bulan puasa hampir tiba! Aku deg-degan,” keluh putriku, kelas 3 SD, tadi siang. (Kata “deg-degan” itu ungkapan bahasa Jawa yang berarti “berdebar-debar”.) Terperanjat aku mendengar curhatnya kali ini. Bayangkan! Dia sudah kami sekolahkan di SD yang menurut kami terbaik, mengapa khawatir akan datangnya bulan penuh barokah ini? Mengapa dia tidak menyambutnya dengan ceria?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Didorong rasa penasaran, aku bertanya, “Kenapa deg-degan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Takut... Takut nggak kuat nahan haus,” jawabnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hmmm.... Ternyata gitu. Aku jadi teringat pengalaman Ramadhan di tahun lalu. Ketika itu, suatu hari, aku memergoki putriku itu diam-diam minum seteguk air di siang bolong. Karena perbuatannya itu, aku menghukumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bentuk hukumannya apa, kini aku sudah lupa. Tapi sepertinya hukuman dariku itu masih membekas dalam-dalam di hatinya. Kurasa, itulah salah satu sebab utama mengapa dia takut menghadapi bulan Ramadhan kali ini. Rupanya akulah yang terutama menyebabkan dia merasa takut. Aku bersalah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya, yang salah itu ialah aku selaku orangtuanya. Yang salah itu bukan para gurunya, yang menurutku lebih lihai mendidik anak daripada diriku. Jadi, aku harus mengambil langkah untuk memperbaiki kesalahanku itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gimana, ya, sebaiknya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.infogue.com/&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;img height=&quot;20&quot; alt=&quot;Infogue.com&quot; src=&quot;http://www.infogue.com/badges/img/100x20_pilih.gif&quot; width=&quot;100&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href=&quot;http://technorati.com/tag/curhat&quot; rel=&quot;tag&quot;&gt;&lt;img style=&quot;border:0;vertical-align:middle;margin-left:.4em&quot; src=&quot;http://static.technorati.com/static/img/pub/icon-utag-16x13.png?tag=curhat&quot; alt=&quot; &quot; /&gt;curhat&lt;/a&gt;&lt;a href=&quot;http://technorati.com/tag/renungan&quot; rel=&quot;tag&quot;&gt;&lt;img style=&quot;border:0;vertical-align:middle;margin-left:.4em&quot; src=&quot;http://static.technorati.com/static/img/pub/icon-utag-16x13.png?tag=renungan&quot; alt=&quot; &quot; /&gt;renungan&lt;/a&gt;&lt;a href=&quot;http://technorati.com/tag/pribadi&quot; rel=&quot;tag&quot;&gt;&lt;img style=&quot;border:0;vertical-align:middle;margin-left:.4em&quot; src=&quot;http://static.technorati.com/static/img/pub/icon-utag-16x13.png?tag=pribadi&quot; alt=&quot; &quot; /&gt;pribadi&lt;/a&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://0rtu.blogspot.com/feeds/2071332225429503017/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://0rtu.blogspot.com/2008/08/hati-berdebar-menjelang-ramadhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/980953545335242744/posts/default/2071332225429503017'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/980953545335242744/posts/default/2071332225429503017'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://0rtu.blogspot.com/2008/08/hati-berdebar-menjelang-ramadhan.html' title='Hati Berdebar Menjelang Ramadhan'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03526459852783383661</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>