<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-1148295753358569957</atom:id><lastBuildDate>Thu, 19 Oct 2017 19:14:27 +0000</lastBuildDate><category>kerjasama</category><category>kunjungan</category><category>penelitian</category><category>tata ruang kampus</category><category>pelatihan</category><category>seminar</category><category>kuliah tamu</category><category>pengabdian</category><category>karya ilmiah</category><category>pendidikan</category><category>alumni</category><category>ekspedisi</category><category>klarifikasi</category><category>lokakarya</category><category>perayaan</category><category>pustaka</category><title>PR IV Undana</title><description>Kegiatan Kerjasama dan Alumni Undana</description><link>http://pr4undana.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (I Wayan Mudita)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>48</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1148295753358569957.post-6790909275291188466</guid><pubDate>Fri, 05 Feb 2016 03:37:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-02-04T23:38:30.420-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">tata ruang kampus</category><title>Gerakan Penghijauan Kampus Undana: Lokasi Penanaman dan Jenis Tumbuhan Penghijauan</title><description>Salah satu permasalahan serius yang dihadapi oleh seluruh bangsa di dunia saat ini adalah perubahan iklim (climate change). Perubahan iklim terjadi antara lain karena terus meningkatnya kandungan gas-gas rumah kaca di atmosfer. Peningkatan kandungan gas-gas rumah kaca tersebut terjadi karena berbagai sebab, di antaranya adalah berkurangnya kawasan hutan dunia yang juga terjadi di Indonesia. Menyikapi permasalahan tersebut di atas, melalui nota kesepahaman antar antar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, dan Kementerian Agama, pemerintah mengajak mahasiswa untuk ikut berpartisipasi melalui gerakan menanam pohon. Menindaklanjuti kesepakatan tersebut, Rektor Undana telah menetapkan bahwa salah satu kebijakan pokok tahun 2016 adalah mewajibkan seluruh mahasiswa baru tahun akademik 2015/2016 melakukan penanaman pohon melalui Gerakan Penghijauan Kampus.&lt;br /&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gerakan Penghijauan Kampus Undana sebagai salah satu kebijakan pokok Rektor Undana tahun 2016 dilaksanakan dengan tujuan:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Menindaklanjuti Nota Kesepahaman antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, dan Kementerian Agama&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menjadikan Undana sebagai universitas di lahan kering kepulauan dalam posisi terdepan dalam melaksanakan penghijauan kampus&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menumbuhkan kepedulian terhadap perlunya pelestarian lingkungan dalam aspek yang lebih luas melalui penanaman jenis-jenis tumbuhan lokal yang mempunyai nilai ekologis tinggi dengan melibatkan bukan hanya mahasiswa, tetapi juga tenaga pendidik/dosen dan tenaga kependidikan/pegawai.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Penghijauan kampus dilaksanakan dengan mempertimbangkan perkembangan vegetasi di kawasan kampus sampai pada saat ini. Berdasarkan atas perkembangan vegetasi tersebut, kawasan kampus dibagi menjadi tiga zona sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Zona konservasi, terletak di bagian kampus dan diperuntukkan sebagai lokasi penanaman jenis-jenis tumbuhan lokal NTT&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Zona rehabilitasi, terletak di bagian kampus yang selama ini masih belum bervegetasi karena kondisi tanah yang kritis, terletak terutama di bagian samping kanan kampus, direhabilitasi dengan menanam jenis-jenis tumbuhan perintis.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Zona pemanfaatan, terletak di bagian belakang kampus, dibagi menjadi blok-blok pemanfaatan yang masing-masing dialokasikan kepada fakultas-fakultas dan PPs.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Penghijauan zona konservasi menjadi tanggung jawab universitas melalui UPT LLTLKK, zona rehabilitasi menjadi tanggung jawab universitas dan fakultas tertentu, dan zona pemanfaatan menjadi tanggung jawab fakultas/PPs, lembaga, dan UPT. Alokasi areal penghijauan untuk universitas, fakultas/PPs, lembaga, dan UPT pada zona-zona tersebut di atas disajikan pada peta online berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;iframe height=&quot;480&quot; src=&quot;https://www.google.com/maps/d/embed?mid=zK7Iag_K9fbw.kIEaz2uSlDpY&quot; width=&quot;460&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/center&gt;Silahkan klik dan perbesar (&lt;i&gt;zoom&lt;/i&gt;) setiap petak dalam peta untuk memperoleh informasi mengenai lokasi petak tersebut dan peruntukannya bagi universitas, fakultas/PPs, lembaga, dan UPT. Universitas, fakultas/PPs, lembaga, dan UPT dapat memprioritaskan bagian mana dari petak yang telah dialokasikan untuk dihijaukan pada musim hujan 2015/2016.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap zona ditanami dengan jenis-jenis pohon dan perdu yang disesuaikan dengan peruntukan zona yang bersangkutan. Selain itu, juga dialokasikan jenis-jenis pohon dan perdu penciri universitas dan penciri fakultas/PPs. Alokasi jenis-jenis pohon dan perdu penciri tersebut dimaksudkan untuk mendorong universutas,dan fakultas/PPs mengembangkan lingkungan masing-masing dengan menanam jenis-jenis pohon dan perdu yang mempunyai kaitan dengan bidang ilmu masing-masing. Jenis-jenis tumbuhan yang ditanam pada setiap zona dan jenis-jenis pohon dan perdu penciri universitas dan fakultas/PPs akan disajikan pada &lt;a href=&quot;http://pr4undana.blogspot.co.id/p/jenis-jenis-tumbuhan-penghijauan.html&quot;&gt;HALAMAN INI&lt;/a&gt;. Silahkan klik untuk membuka halaman tersebut dan klik tautan pada setiap jenis pohon dan perdu pada halaman tersebut untuk memperoleh informasi lebih rinci mengenai jenis pohon dan perdu yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengadaan bibit jenis-jenis pohon dan perdu penciri universitas dan fakultas/PPs akan dilakukan oleh UPT LLTLKK untuk penanaman musim hujan 2016/2017 dan selanjutnya. Untuk penanaman musim hujan tahun 2015/2016 ini, universitas dan fakultas/PPs dapat menanam jenis-jenis pohon dan perdu yang diperoleh dengan melalui bantuan dari luar, tetapi tdiharapkan tetap memprioritaskan jenis-jenis pohon dan perdu sebagaimana tercantum pada daftar jenis-jenis pohon dan perdu untuk zona pemanfaatan. Namun demikian, fakultas/PPs dapat mengadakan sendiri bibit jenis-jenis pohon dan perdu pencirinya masing-masing untuk penanaman pada musim hujan 2015/2016.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tayangan ini dibuat untuk memberikan dukungan teknis terhadap Gerakan Penghijauan Kampus Undana yang dipimpin oleh PR III Undana. Dukungan teknis ini menjadi tanggung jawab UPT LLTLKK, tetapi karena sampai saat ini UPT LLTLKK belum mempunyai website/blog sendiri maka ditayangkan melalui blog ini.&lt;/i&gt;</description><link>http://pr4undana.blogspot.com/2016/02/gerakan-penghijauan-kampus-undana-i.html</link><author>noreply@blogger.com (I Wayan Mudita)</author><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Kupang, Kupang City, East Nusa Tenggara, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-10.1771997 123.60703289999992</georss:point><georss:box>-10.3022312 123.44567139999992 -10.052168199999999 123.76839439999992</georss:box></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1148295753358569957.post-7535029355257421324</guid><pubDate>Sun, 02 Aug 2015 05:27:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-08-01T22:27:35.674-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">kerjasama</category><title>Keberpihakan kepada Tambang Rakyat: Penandatanganan Nota Kesepahaman dengan Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia</title><description>&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://lh3.googleusercontent.com/-s5Rc2Dab3rE/Vb2o0UFCVbI/AAAAAAAAEuY/ajuZHSaobng/s800-Ic42/2015-07-31%25252003.46.32.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;120&quot; src=&quot;https://lh3.googleusercontent.com/-s5Rc2Dab3rE/Vb2o0UFCVbI/AAAAAAAAEuY/ajuZHSaobng/s800-Ic42/2015-07-31%25252003.46.32.jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Sebagai rangkaian dari pelaksanaan penelitian tambang rakyat, konsorsium penelitian yang terdiri atas Charles Darwin University (CDU), Australian National University (ANU), Universitas Nusa Cendana (Undana), dan Universitas Halu Oleo (UHO) bekerjasama dengan sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat dan lembaga masyarakat sipil lainnya, baik pada tingkat nasional maupun lokal. Di antaranya, untuk pengembangan tambang rakyat, konsorsium bekerjasama dengan Asosiasi Tambang Rakyat Indonesia (APRI). Untuk menyiapkan APRI melakukan fasilitasi pengembangan tambang rakyat, perwakilan APRI diikutsertakan dalam berbagai kegiatan pelatihan yang dialksanakan sebagai persiapan pelaksanaan pengumpulan data yang akan dilakukan pada Agustus-November 2015. Dalam kaitan itu, APRI dilibatkan dalam pelatihan dampak lingkungan dan dampak sosial dan kesehatan yang diselenggarakan pada 27-31 Juli 2015 di Soe dan Kupang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keikutsertaan APRI dalam pelatihan tersebut dimanfaatkan juga untuk memformalisasi keterlibatan APRI dalam pelaksanaan penelitian melalui penandatanganan nota kesepahaman antara Ketua Umum APRI Ir. Gatot Sugiharto dan Rektor Undana Prof. Ir. Fredrik Lukas Benu, MSi., PhD. yang dilakukan bersamaan dengan acara penutupan pelatihan di Gedung Rektorat Undana pada 31 Juli 2015. Dalam kata sambutannya, Ketua Umum APRI memaparkan tujuan pendirian APRI dan maksud dilakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan Undana. &quot;Sebagai organisasi kemasrakatan yang baru didirikan, selama ini APRI bekerja sendirian sehingga kami memerlukan dukungan dari berbagai pihak. Kerjasama dengan Undana merupakan kerjasama pertama yang dilakukan APRI dengan perguruan tinggi sehingga diharapkan bisa menjadi model untuk kerjasama dengan perguruan tinggi lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Umum APRI menyampaikan bahwa berbagai peraturan perundang-undangan masih memposisikan tambang rakyat sebagai ilegal. Peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan tambang sangat banyak, simak misalnya situs hukum online.com yang menayangkan peraturan perundang-undangan bidang&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.hukumonline.com/pusatdata/view/node/321&quot;&gt;Energi dan Sumberdaya Mineral&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.hukumonline.com/pusatdata/view/node/22&quot;&gt;Lingkungan Hidup&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.hukumonline.com/pusatdata/view/node/lt5108b3f17834e&quot;&gt;Pengusahaan Hutan dan Perizinan Usaha&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.hukumonline.com/pusatdata/view/node/lt51274e13f0314&quot;&gt;Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Daerah&lt;/a&gt;, dan&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.hukumonline.com/pusatdata/view/node/27&quot;&gt;Penanaman Modal&lt;/a&gt;&amp;nbsp;yang berkaitan dengan pertambangan. Meskipun perundang-undangan mengenai pertambangan sudah begitu banyak, belum ada peraturan perundang-undangan yang benar-benar berpihak kepada tambang rakyat sehingga &quot;Indonesia telah merdeka sejak 1945, tetapi sampai kini kemerdekaan tersebut belum dirasakan oleh tambang rakyat&quot;, tandas Ketua Umum APRI. &quot;Pertanian, kegiatan tertua yang dilakukan oleh manusia, juga menimbulkan dampak &lt;a href=&quot;https://en.wikipedia.org/wiki/Climate_change_and_agriculture&quot;&gt;perubahan iklim&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;https://en.wikipedia.org/wiki/Deforestation&quot;&gt;penggundulan hutan&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;https://en.wikipedia.org/wiki/Genetically_modified_food_controversies&quot;&gt;kontroversi GMO&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;https://en.wikipedia.org/wiki/Soil_degradation&quot;&gt;degradasi tanah&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;https://en.wikipedia.org/wiki/Environmental_impact_of_pesticides&quot;&gt;polusi pestisida&lt;/a&gt; dan &lt;a href=&quot;https://en.wikipedia.org/wiki/Environmental_effects_of_fertilizers&quot;&gt;polusi pupuk kimia&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;https://en.wikipedia.org/wiki/Environmental_impact_of_irrigation&quot;&gt;penurunan muka air tanah&lt;/a&gt;, dan sebagainya. Tapi semua itu seakan-akan dilupakan begitu saja ketika orang menuding tambang rakyat sebagai perusak lingkungan&quot;, tandas Ketua Umum APRI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menanggapi sambutan yang disampaikan oleh Ketua Apri, Rektor Undana menegaskan posisi Undana yang tidak bisa diam hanya sebagai penonton. &quot;Sebagai lembaga perguruan tinggi Undana tidak bisa hanya menonton sebagai pihak yang netral. Undana ada karena pilihan dan karena itu Undana memilih untuk berpihak kepada rakyat&quot;, kata Rektor menegaskan. Rektor juga mengingatkan kembali ungkapan yang beredar ketika &lt;a href=&quot;http://pr4undana.blogspot.com/2015/05/rektor-dan-pembantu-rektor-iv-bidang.html&quot;&gt;mengikuti simposium tambang rakyat di Darwin&lt;/a&gt;, &#39;&lt;i&gt;Mining is not mine, but the impacts of mining are&#39;&lt;/i&gt;. &quot;Kita tidak bisa hanya menuding tambang rakyat sebagai perusak lingkungan, tetapi harus bisa membantu memperbaiki kondisi tambang rakyat, menjadikan tambang sebagai milik rakyat dan dengan begitu bisa menjadikannya lebih karib lingkungan&quot;, ungap Rektor. &quot;Penandatanganan nota kesepakatan ini kita lakukan bukan sekedar sebagai formalisasi kerjasama, melainkan lebih kepada mkewujudkan keberpihakan Undana kepada tambang rakyat&quot;, kata Rektor mengakhiri sambutannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;embed flashvars=&quot;host=picasaweb.google.com&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;feat=flashalbum&amp;amp;RGB=0xffffff&amp;amp;feed=https%3A%2F%2Fpicasaweb.google.com%2Fdata%2Ffeed%2Fapi%2Fuser%2F109767830678478993938%2Falbumid%2F6178279877639045521%3Falt%3Drss%26kind%3Dphoto%26hl%3Den_US&quot; height=&quot;267&quot; pluginspage=&quot;http://www.macromedia.com/go/getflashplayer&quot; src=&quot;https://photos.gstatic.com/media/slideshow.swf&quot; type=&quot;application/x-shockwave-flash&quot; width=&quot;400&quot;&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Selama ini memang telah dilakuka penelitian mengenai tambang rakyat. Mengenai tambang mangan di Timor, antara lain telah dilakukan penelitian mengenai risiko dan manfaat tambang mangan oleh Maxi Julians Rihi Dara yang hasilnya diterbitkan sebagai&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://irgsc.org/pubs/wp/IRGSCWP012-ntt-artisanal-mining.pdf&quot;&gt;Working Paper No. 12&lt;/a&gt;&amp;nbsp;oleh IRGSC (&lt;a href=&quot;http://www.irgsc.org/index.html&quot;&gt;Institute of Resource Governance and Social Change&lt;/a&gt;), sebuah lembaga think-tank yang didirikan oleh sejumlah kalangan intelektual di Kupang. Penelitian tersebut mengutip pertanyaan Richard (2005, ‘&lt;a href=&quot;http://sp.lyellcollection.org/content/250/1/25.full.pdf&quot;&gt;The role of minerals in sustainable human development&lt;/a&gt;’, p. 27) yang dijawab sendiri, &quot;&lt;i&gt;Are the impacts from mining always negative? No, of course not, but often greatest benefits are felt by a very few at the expense of others&lt;/i&gt;&quot;. Tantangannya tentu saja sangat jelas, harus ada pihak yang membantu rakyat memperoleh lebih banyak manfaat dari pertambangan. Dan itu baru bisa dilakukan bila ada pihak yang berpihak kepada tambang rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tambang rakyat memang berpotensi menimbulkan dampak lingkungan. Tapi bila terus diposisikan sebagai ilegal dan dimusuhi, tidak akan ada yang bisa mengelola dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh tambang rakyat. &quot;Tidak akan ada AMDAL dan UKL/UPL untuk tambang rakyat sepanjang tambang rakyat dikategorikan ilegal&quot;, kata Ketua Umum APRI Ir. Gatot Sugiharto dalam kesempatan bincang-bincang sebelum penandatanganan nota kesepahaman. Dalam kaitan itu mungkin perlu direnungkan tulisan Leo Tolstoy, &lt;a href=&quot;https://www.goodreads.com/book/show/245101.Writings_on_Civil_Disobedience_and_Non_Violence&quot;&gt;Writings on Civil Disobedience and Non-Violence&lt;/a&gt; (1886), “&lt;i&gt;I sit on a man’s back, choking him and making him carry me, and yet assure myself and others that I am very sorry for him and wish to ease his lot by all possible means – except by getting off his back&lt;/i&gt;.” Sangat naif mengaku membela rakyat kecil tetapi memusuhi tambang rakyat, menyatakan diri anti tambang tanpa membedakan siapa yang melakukan penambangan dengan cara &#39;memanfaatkan&#39; rakyat. Hanya melalui keberpihakan kepada tambang rakyat baru bisa &lt;a href=&quot;http://inside.mines.edu/~gdavis/Papers/Growth_and_Poverty.pdf&quot;&gt;membangun dunia tambang yang berkelanjutan&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kaitan dengan penelitian dampak tambang skala kecil di Indonesia Timur yang dilaksanakan oleh konsorsium, APRI akan diberikan porsi menjalin kerjasama dengan LSM lokal untuk memfasilitasi pengembangan tambang yang lebih berpihak kepada rakyat dan lingkungan hidup, yang oleh APRI disebut &#39;green mining&#39; sebagaimana yang telah dilakukan oleh APRI bersama dengan LSM nasional dan lokal di&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://picasaweb.google.com/109767830678478993938/StudiBandingKeratornKasepuhanCisitu?feat=directlink&quot;&gt;Wawengkon Kasepuhan Cisitu&lt;/a&gt;, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, di &lt;a href=&quot;https://picasaweb.google.com/109767830678478993938/StudiBandingPerjalananMenujuKasepuhanCisitu?feat=directlink&quot;&gt;pedalaman&lt;/a&gt; Provinsi Banten. Berkat pendampingan APRI penambangan emas di wawengkon kasepuhan berhasil meningkatkan kesejahteraan rakyat dan meminimalisasi dampak lingkungan yang disebabkan oleh penggunaan air raksa (mercury), yang kini diupayakan untuk digantikan. Berkaitan dengan itu, selama 1-4 Agustus 2015 Ketua Umum dan Sekretaris Jendral APRI Ir. Syafei Kadarusma akan berkunjung ke desa-desa lokasi tambang dan bertemu dengan Bupati Kupang dan Bupati Timor Tengah Selatan serta dengan sejumlah kalangan LSM untuk menjajagi kemungkinan melakukan pendampingan sebagaimana yang telah dilakukan di Kasepuhan Cisitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penandatanganan nota kesepahaman antara APRI dan Undana diakhiri dengan saling tukar cindra mata. Ketua Umum APRI Ir. Gatot Sugiharto menyerahkan cincin batu akik kepada Rektor Undana, sedangkan Rektor Undana Prof. Ir. Fredrik Lukas Benu menyerahkan plakat Undana. &quot;Cincin ini merupakan cincin batu akik yang pertama kali melingkar di jari saya&quot;, kata Rektor, &quot;dan plakat Undana ini saya serahkan untuk selalu mengingatkan kawan-kawan di APRI bahwa Undana berpihak kepada tambang rakyat&quot;. Tidak lupa Ketua Umum APRI menyarakkan agar plakat Undana dibuat dengan dasar marmer hasil tambang rakyat dan menyampaikan terima kasih telah dberikan kesempatan untuk bekerjasama dengan Undana. Acara penandatanganan nota kesepahaman diakhiri dengan foto bersama yang masih dilanjutkan dengan acara ramah tamah.&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://pr4undana.blogspot.com/2015/08/keberpihakan-kepada-tambang-rakyat_1.html</link><author>noreply@blogger.com (I Wayan Mudita)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://lh3.googleusercontent.com/-s5Rc2Dab3rE/Vb2o0UFCVbI/AAAAAAAAEuY/ajuZHSaobng/s72-c/2015-07-31%25252003.46.32.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Kupang, Kupang City, East Nusa Tenggara, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-10.1771997 123.60703289999992</georss:point><georss:box>-10.1771997 123.60703289999992 -10.1771997 123.60703289999992</georss:box></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1148295753358569957.post-2257196874075783147</guid><pubDate>Sun, 02 Aug 2015 05:19:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-08-01T22:28:01.174-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">pelatihan</category><title>Keberpihakan kepada Tambang Rakyat: Bekerjasama dengan CDU dan ANU Melaksanakan Pelatihan Dampak Tambang Rakyat</title><description>&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://lh3.googleusercontent.com/-KGp_ucgXEcM/Vb2mY449otI/AAAAAAAAEs4/VYuq4XO5jO0/s800-Ic42/2015-07-31%25252003.49.33.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;120&quot; src=&quot;https://lh3.googleusercontent.com/-KGp_ucgXEcM/Vb2mY449otI/AAAAAAAAEs4/VYuq4XO5jO0/s800-Ic42/2015-07-31%25252003.49.33.jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Tambang rakyat merupakan kegiatan penambangan skala kecil yang dilaksanakan oleh masyarakat, baik secara perorangan maupun kelompok. Di banyak negara, tambang rakyat dikategorikan sebagai tambang informal, tetapi di Indonesia masih dikategorikan sebagai tambang ilegal. Karena dikategorikan sebagai ilegal maka dampak yang ditimbulkan, baik dampak positif maupun negatif, tidak dapat dikelola dengan baik. Karena itu, tambang rakyat sering menimbulkan berbagai dampak yang merugikan, baik dampak lingkungan fisik maupun dampak lingkungan sosial dan kesehatan. Menyadari permasalahan ini maka bekerjasama dengan Charles Darwin University dan Australian National University, Undana menyelenggarakan pelatihan pengelolaan dampak tambang skala kecil pada 27-31 Juli 2015 di Soe dan di Kupang. Pelatihan tersebut merupakan bagian dari penelitian dampak tambang sekala kecil di Indonesia Timur yang berlokasi di DAS Noelmina, Provinsi Nusa Tenggara Timur, dan di Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelatihan diselenggarakan karena hasil penelitian pendahuluan menunjukkan bahwa tambang rakyat merupakan sumber pendapatan tunai yang cukup penting bagi masyarakat perdesaan. Namun karena dikategorikan ilegal, tidak dilakukan pengelolaan dampak sebagaimana semestinya. Alih-alih dilakukan pengelolaan, berbagai pihak justru menyudutkan tambang rakyat sebagai kegiatan yang merusak lingkungan hidup. Padahal, dibandingkan dengan tambang skala besar yang dilakukan oleh perusahaan tambang, dampak negatif yang ditimbulkan oleh tambang rakyat sebenarnya tidak seberapa. Lagi pula, dampak negatif yang ditimbulkan oleh tambang rakyat tersebut timbul karena tambang rakyat tidak dikelola sebagaimana mestinya. Dampak negatif yang selalu dituduhkan ditimbulkan oleh tambang rakyat adalah erosi dan sedimentasi, pencemaran air, kecelakaan kerja, dan dampak negatif terhadap kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyikapi temuan penelitian pendahuluan tersebut dan untuk merencanakan pelaksanaan penelitian selanjutnya pada Agustus-November 2015 maka dilaksanakan pelatihan dampak erosi dan sedimentasi serta dampak sosial dan kesehatan di Soe dan Kupang. Pelatihan dampak pencemaran air serta dampak sosial dan kesehatan akan dilaksanakan sebagai bagian dari penelitian di Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara. Penelitian dampak erosi dan sedimentasi serta dampak sosial dan kesehatan di Soe dan Kupang sedianya dilaksanakan bersamaan. Namun karena narasumber dari ANU berhalangan maka pelatihan dampak sosial dan kesehatan ditunda sampai Agustus sehingga yang dilaksanakan hanya pelatihan dampak erosi dan sedimentasi dengan narasumber &lt;a href=&quot;http://riel.cdu.edu.au/people/profile/rohan-fisher&quot;&gt;Mr. Rohan Fisher&lt;/a&gt; dari CDU dan &lt;a href=&quot;https://researchers.anu.edu.au/researchers/beavis-sg&quot;&gt;Dr. Sara Beavis&lt;/a&gt; dari ANU. Pelatihan ddikuti oleh perwakilan Undana, BLHD dan Dinas Pertambangan Provinsi NTT, BLHD dan Dinas Pertambangan Kabupaten Kupang dan Kabupaten Timor Tengah Selatan, serta LSM CIS Timor dan CARE NTT. Pelaksanaan diawali dengan pemaparan oleh narasumber, dilanjutkan dengan kunjungan ke dua desa di setiap kabupaten lokasi penelitian, dan diakhiri dengan pembahasan untuk menetapkan metodologi pengumpulan data yang akan dilaksanakan pada saat pelaksanaan penelitian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampak lingkungan fisik yang ditimbulkan oleh tambang rakyat tentu saja bukan hanya erosi dan sedimentasi. Dampak lingkungan lainnya yang juga bisa terjadi adalah kerusakan kawasan hutan dan berbagai dampak ikutannya. Erosi dan sedimentasi juga bukan disebabkan semata-mata oleh tambang rakyat, melainkan juga oleh kegiatan perladangan tebas bakar yang dilaksanakan hampir di seluruh lokasi penelitian. Selain itu, erosi dan sedimentasi juga merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kondisi geologi, tanah, topografi, tutupan lahan, dan iklim di lokasi penelitian, yang secara alami memang rawan erosi dan longsor. Kenyataan ini tentu menimbulkan permasalahan tersendiri dalam mengukur dampak erosi dan sedimentasi yang ditimbulkan oleh tambang rakyat sehingga secara metodologis harus diantisipasi agar tambang rakyat tidak dituding sebagai satu-satunya penyebab. Bagaimana cara mengantisipasi kesulitan metodologis tersebut merupakan tugas dari tim dampak lingkungan fisik yang dipimpin oleh Mr. Rohan Fisher dan Dr. Sara Beavis. Sistem Informasi Geografik (SIG) diputuskan sebagai instrumen untuk mengantisipasi kesulitan tersebut, tetapi perlu diingat bahwa sehebat apapun SIG, ia tetap harus diposisikan sebagai instrumen dalam pelaksanaan penelitian ini nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelatihan dampak sosial dan kesehatan akan dinarasumberi oleh &lt;a href=&quot;https://researchers.anu.edu.au/researchers/mcwilliam-ar&quot;&gt;Prof. Andrew McWilliams&lt;/a&gt; dari ANU dan &lt;a href=&quot;http://riel.cdu.edu.au/people/profile/dr-natasha-stacey&quot;&gt;Dr. Natasha Stacey&lt;/a&gt; dari CDU. Berdasarkan hasil penelitian pendahuluan, dampak sosial dan kesehatan yang ditimbulkan oleh tambang rakyat di Timor Barat dan di Kabupaten Bombana sangat kompleks, timbul terutama karena tambang rakyat dikategorikan ilegal. Oleh karena itu, diharapkan penelitian mengenai dampak sosial dan kesehatan masyarakat ini diawali dengan terlebih dahulu mengurai benang kusut &lt;a href=&quot;http://www.gultomlawconsultants.com/daftar-peraturan-perundang-undangan-terkait-pertambangan/#&quot;&gt;begitu banyak peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan pertambangan&lt;/a&gt;&amp;nbsp;dan penelitian yang sudah pernah dilakukan oleh berbagai pihak, antara lain &lt;a href=&quot;http://irgsc.org/pubs/wp/IRGSCWP012-ntt-artisanal-mining.pdf&quot;&gt;working paper mengenai risiko dan manfaat tambang mangan&lt;/a&gt; yang dipublikasikan oleh IRGSC, sebuah lembaga think-tank di Kupang. Penguraian benang kusut peraturan perundang-undangan perlu dilakukan mengingat posisi tambang rakyat yang sampai pada saat ini belum diposisikan sebagaimana mestinya oleh pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diterima atau tidak, pertambangan tetap akan ada. Sebab sebagaimana sumber penghidupan lainnya seperti pertanian, perkebunan, perikanan, perburuhan, dan sebagainya, pertambangan adalah juga sumber penghidupan. Apakah pertanian, perkebunan, perikanan, perburuhan dan sebagainya itu selalu hanya berdampak positif sehingga dapat memberikan lebih banyak manfaat kepada masyarakat banyak? Berbagai dampak negatif pertanian dan perkebunan terhadap lingkungan hidup telah banyak dibahas, simak misalnya, yang paling dasar oleh &lt;a href=&quot;https://en.wikipedia.org/wiki/Environmental_impact_of_agriculture&quot;&gt;Wikipedia&lt;/a&gt; dan yang tingkat lanjut oleh &amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.sustainabletable.org/869/impacts-of-industrial-agriculture&quot;&gt;GRACE Communications Foundation&lt;/a&gt;, demikian juga berbagai konflik antara perkebunan besar dan masyarakat. Tantangannya tentu saja sangat jelas, bukan dengan memusuhi pertanian atau perkebunan sebagai perikehidupan (&lt;i&gt;livelihoods&lt;/i&gt;), melainkan mengupayakan bagaimana agar pertambangan dapat memberikan manfaat kepada lebih banyak anggota masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;embed flashvars=&quot;host=picasaweb.google.com&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;feat=flashalbum&amp;amp;RGB=0xffffff&amp;amp;feed=https%3A%2F%2Fpicasaweb.google.com%2Fdata%2Ffeed%2Fapi%2Fuser%2F109767830678478993938%2Falbumid%2F6178277155942495569%3Falt%3Drss%26kind%3Dphoto%26hl%3Den_US&quot; height=&quot;267&quot; pluginspage=&quot;http://www.macromedia.com/go/getflashplayer&quot; src=&quot;https://photos.gstatic.com/media/slideshow.swf&quot; type=&quot;application/x-shockwave-flash&quot; width=&quot;400&quot;&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Keterlibatan Undana dalam penelitian tambang rakyat bertujuan tentu saja bukan untuk mendukung perusahaan besar pertambangan. Melainkan, keterlibatan Undana dimaksudkan terutama untuk menunjukkan keberpihakan kepada tambang rakyat, sebagaimana disampaikan oleh Rektor Undana dalam sambutan penutupan pelatihan, &quot;Sebagai lembaga perguruan tinggi Undana tidak bisa hanya menonton sebagai pihak yang netral. Undana ada karena pilihan dan karena itu Undana memilih untuk berpihak kepada rakyat&quot;. Pun ilmu pengetahuan itu sendiri bukanlah sesuatu yang benar-benar netral, sesuatu yang benar-benar bebas nilai. Karena itu, Undana melibatkan diri dalam penelitian dampak tambang skala kecil di Indonesia Timur sebagai upaya untuk mewujudkan posisi yang diambil Undana dalam kepemimpinan saat ini: keberpihakan kepada rakyat. Dengan semangat tersebut pula Undana menjalin kerjasama dengan Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (APRI), yang juga berpartisipasi dalam pelatihan, untuk mendukung pengembangan tambang rakyat di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;</description><link>http://pr4undana.blogspot.com/2015/08/keberpihakan-kepada-tambang-rakyat.html</link><author>noreply@blogger.com (I Wayan Mudita)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://lh3.googleusercontent.com/-KGp_ucgXEcM/Vb2mY449otI/AAAAAAAAEs4/VYuq4XO5jO0/s72-c/2015-07-31%25252003.49.33.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Kupang, Kupang City, East Nusa Tenggara, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-10.1771997 123.60703289999992</georss:point><georss:box>-10.3022312 123.44567139999992 -10.052168199999999 123.76839439999992</georss:box></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1148295753358569957.post-3614834282935450195</guid><pubDate>Tue, 07 Jul 2015 12:49:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-07-07T05:49:27.481-07:00</atom:updated><title>Membangun Kerjasama Pembimbingan Bersama Mahasiswa Program Doktor dengan Universitas di Australia</title><description>&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://1.bp.blogspot.com/-Ay_9awurjRc/U9Xpg8pPj8I/AAAAAAAAAl4/99hcO7aXPG0/s1600/textisbeautiful_what_is_research_wiki.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;120&quot; src=&quot;http://1.bp.blogspot.com/-Ay_9awurjRc/U9Xpg8pPj8I/AAAAAAAAAl4/99hcO7aXPG0/s1600/textisbeautiful_what_is_research_wiki.png&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Di bawah kepemimpinan Rektor Prof. Fred Benu, Undana berusaha untuk menggalang kerjasama pembimbingan bersama mahasiswa program doktor dengan beberapa universitas di Australia. Menurut Rektor, kerjasama tersebut diperlukan untuk membantu mahasiswa dapat memenuhi persyaratan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh pemerintah untuk menyelesaikan pendidikan program doktor. Di antaranya, persyaratan yang dirasakan sangat memberatkan adalah persyaratan publikasi pada jurnal ilmiah internasional. Persyaratan tersebut memberatkan bukan hanya bagi kalangan mahasiswa, tetapi juga bagi kalangan promotor dan kopromotor, bahkan juga bagi pimpinan Pascasarjana yang mengelola program doktor di lingkungan Undana. Untuk membantu mengatasi kesulitan tersebut, Rektor menugaskan Pembantu Rektor IV Bidang Kerjasama dan Alumni untuk menggalang kerjasama dengan universitas di Australia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai bagian dari upaya yang dilakukan oleh PR IV Undana, telah hadir di Undana Direktur &lt;a href=&quot;http://riel.cdu.edu.au/&quot;&gt;Research Institute for the Environment and Livelihoods&lt;/a&gt; (RIEL), Charles Darwin University (CDU), &lt;a href=&quot;http://riel.cdu.edu.au/people/profile/prof-andrew-campbell&quot;&gt;Prof. Andrew Campbell&lt;/a&gt;. Dari diskusi panjang dengan Prof. Andrew Cambell dapat disimpulkan bahwa RIEL pada dasarnya siap membantu. Hanya saja, untuk maksud tersebut RIEL mempersyaratkan bahwa untuk dapat memperoleh promotor atau kopromotor dari RIEL, mahasiswa program doktor Pascasarjana Undana harus dapat memenuhi persyaratan kemampuan Bahasa Inggris yang ditetapkan oleh CDU. Persyaratan ini tentu sangat sulit dapat dipenuhi mengingat ketika diterima menjadi mahasiswa program doktor di Pascasarjana Undana, calon mahasiswa program doktor yang mendaftar tidak dipersyaratkan untuk mempunyai kemampuan Bahasa Inggris sebagaimana dipersyaratkan. Bukan hanya itu, tidak semua dosen Undana yang telah ditetapkan sebagai promotor maupun kopromotor menguasai Bahasa Inggris secara aktif sehingga bisa berdiskusi dengan rekan dari RIEL yang akan ditunjuk sebagai promotor atau kopromotor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihak CDU yang juga hadir di Undana sebagai bagian dari upaya PR IV untuk membantu Pascasarjana Undana adalah &lt;a href=&quot;http://www.cdu.edu.au/northern-institute/our-teams/ruth-wallace&quot;&gt;Prof. Ruth Wallace&lt;/a&gt;, Directur &lt;a href=&quot;http://www.cdu.edu.au/northern-institute&quot;&gt;The Northern Institute&lt;/a&gt;, CDU. The Northern Institute, merupakan lembaga penelitian lintas bidang ilmu yang mendapat mandat pengembangan kawasan Utara Australia. Setelah mewawancarai beberapa mahasiswa program doktor Undana, Prof Ruth Walace menyetujui untuk menjadi promotor atau kopromotor tanpa menyebutkan bahwa mahasiswa harus memenuhi persyaratan kemampuan Bahasa Inggris yang ditetapkan oleh CDU. Hanya saja, Prof. Ruth Wallace, dalam bincang-bincang dengan PR IV setelah selesai melakukan wawancara, menyatakan bahwa akan sangat membantu bila mahasiswa mampu berbahasa Inggris secara aktif. Sebab, menurut Prof Ruth Wallace, kemampuan bahasa Inggris akan membantu mahasiswa dapat meningkatkan wawasan ilmiah mereka sehingga mampu menyusun proposal penelitian yang layak disebut sebagai proposal penelitian disertasi. Dengan kemampuan Bahasa Inggris yang memadai, menurut beliau, mahasiswa dapat membaca disertasi dari berbagai universitas Australia yang dapat diakses secara gratis, sehingga dapat membedakan disertasi dari tesis dan dari skripsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihak universitas Australia yang juga telah hadir sebagai bagian dari upaya untuk membantu mahasiswa program doktor Pascasarjana Undana adalah &lt;a href=&quot;http://www.qaafi.uq.edu.au/dr-rao-c-n-rachaputi&quot;&gt;Dr. Rao Rachaputi&lt;/a&gt;, senior research fellow &lt;a href=&quot;http://www.qaafi.uq.edu.au/cps&quot;&gt;Centre for Plant Science&lt;/a&gt; (CPS),&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.qaafi.uq.edu.au/index.html&quot;&gt;Queensland Alliance for Agriculture and Food Inovation&lt;/a&gt; (QAAFI), The University of Queensland. Selain menyampaikan persyaratan kemampuan Bahasa Inggris, Dr. Rao Rachaputi juga menyampaikan, terutama berkaitan dengan unit yang akan melaksanakan implementasi di antara kedua universitas. Dr. Rao Rachaputi menyatakan bahwa di UQ dan universitas-universitas lainnya di Australia, mahasiswa program doktor berafiliasi dengan lembaga penelitian dalam proses pembimbingan penelitian disertasi. Universitas-universitas di Australia pada umumnya tidak mempunyai program khusus Pascasarjana karena mahasiswa program master dan program doktor berafiliasi dengan sekolah (&lt;i&gt;school&lt;/i&gt;) atau jurusan (&lt;i&gt;department&lt;/i&gt;) hanya dalam kaitan dengan pelaksanaan perkuliahan, sedangkan untuk penelitian, berafiliasi dengan lembaga penelitian sebagaimana di UQ berafiliasi dengan pusat-pusat di lingkungan QAAFI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Rao Rachaputi menambahkan bahwa ketika menerima seseorang menjadi mahasiswa program doktor, universitas seharusnya sudah memastikan siapa yang menjadi promotor sehingga dengan demikian mahasiswa langsung berafiliasi ke lembaga penelitian afiliasi promotor yang ditetapkan. Mahasiswa juga dapat memperoleh bantuan dana penelitian karena dosen yang dapat menerima mahasiswa program doktor hanya dosen yang mempunyai proyek penelitian yang dapat mendanai penelitian mahasiswa yang akan dibimbingnya. Berkaitan dengan penjelasan yang disampaikan oleh Dr. Rao Rachaputi tersebut, implementasi kerjasama dilakukan oleh lembaga di universitas di Australia, misalnya QAAFI di UQ, dengan lembaga yang kira-kira mempunyai tugas pokok dan fungsi yang serupa di Undana, sehingga memungkinkan untuk mengembangkan program penelitian bersama untuk mendanai penelitian mahasiswa yang akan dibimbing bersama. Kewenangan untuk pengembangan program penelitian bersama tersebut tentu saja tidak dimiliki oleh Pascasarjana, melainkan oleh Lembaga Penelitian yang, sesuai dengan ketentuan di Indonesia, tidak mempunyai mahasiswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pembicaraan dengan ketiga perwakilan universitas Australia di atas tersirat bahwa Undana, khususnya Pascasarjana, perlu melakukan persiapan lebih matang dalam membangun kerjasama dengan universitas luar negeri. Persiapan tersebut diperlukan untuk mengatasi kendala yang dihadapi dalam menggalang kerjasama dengan pihak luar negeri. Selain kemampuan bahasa Inggris yang selama ini menjadi kendala yang sangat dominan, juga timbul kendala dalam kaitan dengan tugas pokok dan fungsi institusi di mana mahasiswa program doktor berafiliasi. Kendala lainnya adalah panduan penyelenggaraan program, panduan penulisan disertasi, dan panduan etika penelitian yang harus disiapkan dwibahasa, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Belum lagi soal panduan mengenai pemrosesan dan pengeluaran persetujuan etik (&lt;i&gt;ethical clearance&lt;/i&gt;), yang wajib dilalui oleh mahasiswa program doktor dalam melaksanakan penelitian disertasi. Sesuai dengan bidang penelitiannya, mahasiswa bisa memerlukan persetujuan etik penelitian medis (&lt;i&gt;medical ethics clearance&lt;/i&gt;), persetujuan etik penelitian hewan (&lt;i&gt;animal ethics clearance&lt;/i&gt;), dan persetujuan etik penelitian masyarakat (&lt;i&gt;human ethics clearance&lt;/i&gt;). Pertanyaannya, unit mana yang mengelola dan mengeluarkan persetujuan etik tersebut? Untuk penelitian yang melibatkan masyarakat, bagaimana &lt;a href=&quot;http://www.uq.edu.au/swahs/studentinfo/ExampleApplication%20Form%20for%20Ethical%20Clearance%20for.pdf&quot;&gt;format aplikasi untuk memperolehnya&lt;/a&gt;, contoh &lt;a href=&quot;http://www.uq.edu.au/swahs/studentinfo/Consentformexample.pdf&quot;&gt;pernyataan kesediaan berpasridipasi&lt;/a&gt; (&lt;i&gt;consent form&lt;/i&gt;), &lt;a href=&quot;http://www.uq.edu.au/swahs/studentinfo/Participant%20information%20sheet%20example.pdf&quot;&gt;contoh penyampaian informasi&lt;/a&gt; (&lt;i&gt;information form&lt;/i&gt;) kepada partisipan, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panduan penyelengaraan program dan panduan penulisan disertasi diperlukan sebagai jaminan kualitas (&lt;i&gt;quality assurance&lt;/i&gt;) terhadap proses dan keluaran program doktor yang diselenggarakan Pascasarjana. Misalnya saja, apakah orang yang mendaftar sebagai mahasiswa program doktor cukup hanya menlengkapi persyaratan administrasi sebagaimana halnya mendaftar untuk menjadi mahasiswa program sarjana atau harus menyertakan proposal penelitian disertasi sebagaimana lazim di kalangan universitas luar negeri. Juga apakah orang yang mendaftar harus memperoleh calon promotor terlebih dahulu atau calon promotor dialokasikan setelah mahasiswa memprogramkan disertasi, seperti ketika seorang mahasiwa program sarjana memprogramkan skripsi. Lalu bagaimana dengan kriteria agar sebuah karya ilmiah layak disebut sebuah disertasi sebagaimana di negara-negara lain sehingga bisa dipublikasikan di jurnal ilmiah internasional, sebagaimana yang dipersyaratkan oleh pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga tidak kalah penting adalah rambu-rambu batas bidang ilmu, kapan sebuah karya ilmiah dapat dikategorikan sebagai karya ilmiah bidang ilmu murni yang bebas nilai dan bidang ilmu terapan yang tidak bebas nilai. Jangan sampai terjadi, mahasiswa biologi membuat tesis atau disertasi mengenai hama atau penyakit tanaman sebab mahluk hidup dikategorikan sebagai hama atau penyebab penyakit berdasarkan nilai yang diberikan oleh manusia dengan merujuk kepada terapan dalam bidang pertanian. Jangan sampai ada mahasiswa ilmu kebumian meneliti mengenai kesuburan tanah sebab tanah dikategorikan sebagai subur atau tidak subur berdasarkan nilai yang diberikan oleh manusia untuk kepentingan terapan bidang pertanian. Bukan hanya itu, rambu-rambu juga perlu ditegakkan untuk ilmu antar bidang seperti ilmu lingkungan. Bidang yang dikaji dalam ilmu lingkungan memang bisa bermacam-macam, tetapi ilmu lingkungan mempunyai metodologi khusus sebagai rambu-rambu pembatas dengan bidang ilmu lain. Dengan begitu maka ilmu lingkungan tidak harus dijadikan ilmu gado-gado, apa saja boleh dan siapa saja boleh mengajar dan membimbing asalkan mempunyai gelar akademik doktor dan jabatan akademik profesor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika menyampaikan pidato wisuda pada acara wisuda periode kedua tahun 2015 Rektor menggarisbawahi perlunya penyiapan sarana dan prasarana yang memadai sebelum menetapkan persyaratan berat bagi mahasiswa untuk menyelesaikan program pendidikan tertentu. Sebelum mewajibkan mahasiswa program doktor untuk melakukan publikasi internasional seharusnya terlebih dahulu dipersiapkan kemampuan bahasa Inggris mahasiswa program doktor. Bukan hanya itu, kualifikasi dosen yang boleh menjadi promotor dan kopromotor perlu diimbangi dengan kemampuan Bahasa Inggris dan kemampuan publikasi internasional, bukan hanya sekedar pendidikan doktor atau jabatan akademik profesor. Tetapi bahwa kewajiban tersebut dikeluarkan karena alasan bahwa kemampuan publikasi internasional Indonesia jauh di bawah kemampuan negara tetangga maka beban kewajiban itu seharusnya ditimpakan bukan kepada mahasiswa. Melainkan, kewajiban itu seharusnya ditimpakan kepada para doktor dan profesor yang karena gelar dan jabatan akademiknya berwenang menghitamputihkan proses pendidikan program doktor di negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang tidak mudah membangun kerjasama dengan universitas luar yang tradisi akademiknya berbeda. Tetapi itu bukan tidak mungkin bisa dilakukan. Asalkan semua pihak berkomitmen untuk membenahi diri. Pascasarjana Undana tentu saja mempunyai komitmen itu, komitmen untuk senantiasa berusaha berbenah agar bisa menjadi lebih baik secara akademik. Untuk itu Pascasarjana Undana perlu segera metetapkan rambu-rambu pembimbiungan, panduan penyelenggaraan program, panduan penulisan tesis dan disertasi, panduan ijin etik, dan hal-hal dasar lain yang diperlukan untuk memungkinkan kerjasama dapat diteruskan. Kalau sudah ada dalam Bahasa Indonesia maka yang mendesak untuk dilakukan adalah membuat terjemahan resminya dalam Bahasa Inggris. Pascasarjana Undana tentu saja akan melakukan itu. Bukan saja karena itu untuk kepentingan membangun kerjasama dengan pihak luar, melainkan untuk meningkatkan pelayanan kepada mahasiswa yang telah memilih kuliah di Pascasarjana Undana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;</description><link>http://pr4undana.blogspot.com/2015/07/membangun-kerjasama-pembimbingan.html</link><author>noreply@blogger.com (I Wayan Mudita)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/-Ay_9awurjRc/U9Xpg8pPj8I/AAAAAAAAAl4/99hcO7aXPG0/s72-c/textisbeautiful_what_is_research_wiki.png" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1148295753358569957.post-1016619006726404531</guid><pubDate>Mon, 06 Jul 2015 04:16:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-07-06T19:52:35.969-07:00</atom:updated><title>Pidato Rektor pada Wisuda Magister, Profesi, dan Sarjana Undana Periode II pada Sabtu, 27 Juni 2015</title><description>&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://lh5.googleusercontent.com/-Mkjje5nOPn0/U7jn5gFmuxI/AAAAAAAAAY0/OF0aS0gM4p0/s490/5_image_undana_graduation_70.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;120&quot; src=&quot;http://lh5.googleusercontent.com/-Mkjje5nOPn0/U7jn5gFmuxI/AAAAAAAAAY0/OF0aS0gM4p0/s490/5_image_undana_graduation_70.jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Yth. Gubernur NTT yang diwakili oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Politik dan Pemerintahan;&lt;br /&gt;Yth.&amp;nbsp;Danrem 161 Wirasatya yang diwakili oleh Pasi Intel Korem 161 Wirasatya;&lt;br /&gt;Yth.&amp;nbsp;Danlanud El Tari yang diwakili oleh Kasi BMN Logistik Lanud El Tari;&lt;br /&gt;Yth.&amp;nbsp;Kapolda NTT yang diwakili oleh Kasubdit Bimtimlu Ditbimas Polda NTT;&lt;br /&gt;Yth.&amp;nbsp;Ketua Pengadilan Tinggi Kupang yang diwakili oleh Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Kupang;&lt;br /&gt;Yth.&amp;nbsp;Ketua dan Wakil Ketua II Dharma Wanita Persatuan Undana;&lt;br /&gt;Yth.&amp;nbsp;Kedua Badan Narkotika Nasional Provinsi NTT;&lt;br /&gt;Yth.&amp;nbsp;Ketua APU Undana;&lt;br /&gt;Yth.&amp;nbsp;Perwakilan Bank mitra kerjasama;&lt;br /&gt;Yth. Para orang tua/wali wisudawan/wisudawati;&lt;br /&gt;Para wisudawan/wisudawati yang berbahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat pagi, assalamualaikum wr. wb., om swastiastu,&lt;br /&gt;Wisuda merupakan saat yang membahagiakan bagi wisudawan/wisudawati dan tentu saja juga bagi para orang tua/wali dan para pendidik. Setelah melalui proses pendidikan yang panjang penuh dengan suka dan duka, hari ini para wisudawan/wisudawati hadir di sini untuk mengikuti Wisuda Periode II 2015. Sampai dengan wisuda kali ini, Undana telah menghasilkan 48.899 wisudawan/wisudawati, yang terdiri atas 973 magister, 42 profesi, dan 48.065 sarjana. Di antara para wisudawan/wisudawati terdapat 1.496 sarjana lulusan program afirmasi Sarjana Kependidikan bagi Guru dalam Jabatan (SKGJ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadirin yang saya muliakan,&lt;br /&gt;Pada prosesi wisuda periode yang lalu, saya telah mengatakan bahwa dunia pendidikan tinggi harus terus mendorong upaya penguatan unsur kebudayaan nasional sebagai bagian dari struktur nilai kemanusian yang bersifat universal. Komitmen ini harus terus disuarakan, sekalipun secara struktur politik, kita telah terpisah dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. &amp;nbsp;Jika kita mengabaikan komponen kebudayaan nasional, khususnya karakter kebangsaan, maka dunia pendidikan tinggi sesungguhnya tidak membebaskan, tetapi malah membelenggu anak didik. &amp;nbsp;Pendidikan hanya akan menggiring anak didik ke dalam jebakan “mesin efisiensi global” dengan tujuan akhir “profit”, berorientasi pragmatis, kehilangan identitas kemanusiaan dengan berdiri sebagai warga global yang miskin akan nilai-nilai karakter kebangsaan dan kemanusiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan seharusnya memanusiakan manusia, bukan hanya menjadikan manusia sebagai sumberdaya. Untuk memanusiakan manusia diperlukan pendidikan yang membebaskan dari ketertindasan, bukan justeru menindas untuk menjadikan manusia sekedar mempunyai kompetensi keilmuan dan keterampilan untuk dipasarkan sebagai sumberdaya manusia (human resources). Sebagaimana dikatakan oleh Bapak Pendidikan Pembebasan Paulo Friere:&lt;br /&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;There is no such thing as a neutral education process. Education either functions as an instrument which is used to facilitate the integration of generations into the logic of the present system and bring about conformity to it, or it becomes the &#39;practice of freedom&#39;, the means by which men and women deal critically with reality and discover how to participate in the transformation of their world.&lt;/blockquote&gt;Adalah seharusnya menjadi tugas kita untuk menjadikan pendidikan sebagai ‘the practice of freedom’, pendidikan untuk membebaskan manusia. Tetapi dengan sistem yang dikembangkan sekarang, pendidikan justru didorong sekedar untuk menghasilkan sumberdaya manusia yang berkompetensi akademik dan berketerampilan “to facilitate the integration of generations into the logic of the present system”, dan kehilangan jati diri kemanusiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muatan pendidikan karakter –humanities and art– cenderung dimarginalkan dalam struktur kurikulum pada sekolah dasar dan menengah bahkan lebih-lebih lagi pada struktur kurikulum pendidikan tinggi. Muatan pendidikan karakter tersebut cenderung dipandang oleh pembuat kebijakan sebagai hiasan yang kurang bermanfaat (useless frills), tidak bermanfaat dalam upaya untuk bertahan pada pasar global yang sangat kompetitif, dalam mendesign suatu generasi masa depan yang unggul. Muatan-muatan seperti ini seperti hilang dalam struktur kurikulum dunia pendidikan kita, dihapus dalam pemikiran dan bahkan (perasaan) hati para orang tua dan anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan yang memarginalkan pembangunan karakter tersebut tampak sangat jelas dari penempatan pendidikan karakter sekedar sebagai softskill, sebagai “keterampilan lunak” yang capaiannya diukur sekedar sebagai bagian dari capaian kompetensi akademik. Pendidikan yang hanya mengejar kompetensi akademik dan keterampilan, tanpa diimbangi dengan pembangunan karakter, cepat atau lambat akan menghilangkan sisi kemanusian dari manusia, mendorong anak didik dan pendidik untuk mengalami dehumanisasi. Pendidikan seperti ini telah kehilangan perannya sebagai apa yang Paulo Friere sebut “conscientization”, kesadaran untuk meningkatkan kualitas kemanusiaan manusia secara sadar (&quot;consciousness raising&quot; and &quot;critical consciousness&quot;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadirin yang saya hormati,&lt;br /&gt;Perkembangan dan kemajuan global saat ini menghadapi ancaman krisis dalam jangka panjang yang sangat berdampak terhadap masa depan demokrasi, &amp;nbsp;dan pemerintahan itu sendiri. &amp;nbsp;Bukan krisis ekonomi yang dampaknya telah dirasakan dan banyak pemerintah telah mengantisipasi strategi penanganannya, tapi &amp;nbsp;krisis yang saya maksudkan adalah krisis pendidikan yang sangat meluas. Perubahan radikal yang saya maksudkan adalah perubahan sistem pendidikan menjadi sistem yang lebih mengutamakan tujuan pencapaian profit dan manfaat ekonomi dalam bentuk sistem pendidikan nasional yang mendewakan aspek kompetensi akademik dan keterampilan penguasaan teknonlogi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, bahkan ahli ekonomi yang menjunjung tinggi orientasi efisiensi dan tujuan pencapaian profit seperti John Stuart Mill (1967), memberikan pujian terhadap sistem pendidikan tinggi yang memberikan ruang dan kebebasan secara luas bagi pembangunan. Pemimpin spiritual Tibet, Dalai Lama, mengatakan bahwa ia berharap suatu hari nanti, dunia pendidikan akan memberikan ruang terhadap apa yang disebutnya sebagai “education of the heart”. Ia berharap pada waktunya nanti ada ruang di mana kita dapat menjamin bahwa anak-anak kita belajar-sebagai bagian dari kurikulum sekolah, nilai utama dari belas-kasihan, kepedulian, keadilan dan pengampunan (The Wisdom of Compassion, 2015).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Institusi pendidikan, mulai dari tingkat sekolah dasar sampai pada perguruan tinggi, seharusnya menciptakan atmosfer proses belajar mengajar yang membebaskan anak didik dari tekanan dan keterbelengguan. &amp;nbsp;Tekanan dan keterbelengguan karena struktur kurikulum yang sangat memberatkan, karena tuntutan uniformity, karena tuntutan target material satuan pelajaran, karena tuntutan tingginya beban tugas akhir dan sebagainya. Dunia pendidikan formal seharusnya dikembangkan ke arah di mana anak didik merasakan sekolah sebagai “rumah” kedua. Jangan heran, karena sistem pendidikan yang membelengu, di sejumlah kota besar telah banyak berkembang sistem pendidikan alternatif berupa “home schooling” bagi kelompok anak yang berasal dari keluarga yang mapan secara ekonomi. Selain itu juga berkembang sistem pendidikan non-formal yang dikembangkan oleh lembaga-lembaga swadaya masyarakat bagi anak-anak jalanan dan keluarga kurang mampu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semuanya ini terjadi karena masyarakat sesungguhnya membutuhkan suatu sistem pendidikan yang membebaskan, suatu sistem pendidikan yang lebih memanusiakan manusia. Suatu sistem pendidikan yang bisa membebaskan generasi muda dari kebodohan dan keterbelakangan, tapi pada saat yang sama juga membebaskan mereka dari tekanan dan keterbelengguan karena sistem pendidikan itu sendiri. Bahkan Milton Friedman pun pernah mengatakan:&lt;br /&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;A society that puts equality before freedom will get neither. But, a society that puts freedom before equality will get a high degree of both.&lt;/blockquote&gt;Dalam kaitan dengan hal ini, kita juga perlu mengkritisi Standard Nasional Pendidikan Tinggi 2014 dengan cengkraman beban SKS dan target penyelesaian tugas akhir termasuk publikasi journal ilmiah nasional/internasional yang terkesan dipaksa untuk dilaksanakan pada saat infrastruktur yang memungkinkan pencapaian standar dimaksud masih jauh dari kata “ideal”. Mahasiswa dipaksa untuk menanggung beban kegagalan sistem pendidikan tinggi yang selama ini ternyata kurang berhasil mendorong indeks sitasi internasional (international citation index) sehingga kita menjasi jauh tertinggal dari negara tetangga serumpun yang dahulu pernah mendatangkan guru dan dosen dari Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadirin yang mulia,&lt;br /&gt;Kebijakan nasional mengenai pendidikan formal, suka atau tidak, didesain dengan sejumlah kepentingan politik. &amp;nbsp;Kita boleh mencatat bahwa kebijakan nasional tentang pendidikan begitu mudah mengalami perubahan arah dan orientasi jangka panjang begitu terjadi perubahan politik di tingkat nasional. Cato Institute (2012), pada laman websitenya www.cato.org/eucation-wiki menyebutkan:&lt;br /&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;When government provides the schooling, questions of curriculum, pedagogy, morality are decided through the zero-sum political system. Since the system creates winners and losers, government too often pits citizens against each other.&lt;/blockquote&gt;Padahal sebelumnya kita sudah banyak berdiskusi panjang –menghabiskan waktu, tenaga, pikiran bahkan finansial– untuk mendesain pengembangan pendidikan nasional 25 tahun ke depan. Kebijakan pendidikan yang diwarnai kepentingan politik, yang menciptakan winners and losers, tentu saja tidak bisa membebaskan, tidak bisa menciptakan proses pembelajaran yang bisa membangun kesadaran untuk meningkatkan kualitas kemanusiaan manusia secara sadar (&quot;consciousness raising&quot; and &quot;critical consciousness&quot;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebijakan pengembangan sistem pendidikan semacam ini mendorong orang untuk mengejar gelar akademik tanpa mempedulikan bagaimana gelar akademik itu diperoleh, alih-alih mempedulikan pembelajaran yang seharusnya menjadi jadi diri sebuah gelar akademik. Gelar akademik dipandang lebih sebagai titik akhir, bukan sebagai tonggak-tonggak antara dalam proses panjang pembelajaran. Oleh karena itu kita tidak perlu heran melihat orang mencantumkan gelar akademik berderet-deret. Kebutuhan untuk mencantumkan gelar berderet-deret seperti itulah, bukannya kebutuhan untuk membangun “conscientization”, yang pada akhirnya mendorong maraknya gelar akademik ilegal. Kita menjadi manusia yang merasa terdidik karena gelar akademik, bukannya gelar akademik menjadikan kita lebih terdidik (dan tahu diri). Pendidikan seperti ini menggiring orang menjadi merasa tahu dan menggunakan perasaan tahu itu sebagai ajang meraih kekuasaan yang mendominasi sekitarnya, bukan menerangi sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karya akademik pun menjadi sekedar barang dagangan. Orang dapat memesan skripsi, tesis, dan bahkan disertasi. Orang mengejar publikasi internasional dengan membayar jasa penerjemah supaya bisa merasa berkualitas global tanpa perlu belajar bahasa internasional. Jasa penerbitan memanfaatkan ‘kebutuhan’ ini sebagai peluang pasar. Apakah nanti ada yang membaca apa yang diterbitkan, tidak lagi menjadi begitu penting. Sejauh mana penelitian dan publikasi yang dihasilkan bisa memanusiakan masyarakat, tidak lagi menjadi penting. Karena itu jangan tanyakan, sejauh mana penelitian dan publikasinya telah dapat membantu masyarakat mengatasi deraan berbagai persoalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadirin yang berbahagia,&lt;br /&gt;Tentu saja kita tidak boleh menyerah. Karena bila kecenderungan ini kita biarkan terus terjadi maka kita sebenarnya sedang meragakan apa yang diprediksikan dengan sangat mengerikan oleh Rabindranath Tagore bahwa kita sedang memproduksi suatu generasi seperti mesin yang handal, dari pada sebagai warga bangsa yang mempunyai kemampuan berpikir bagi mereka sendiri serta memahami secara signifikan persoalan orang lain serta pencapaiannya. Kita tidak boleh membiarkan terjadi apa yang dikatakan oleh Martha Nussbaum (2011):&lt;br /&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;History has come to a stage when the moral man, the complete man, is more and more giving way, to make room for the ... commercial man, the man of limited purpose. This process, aided by the wonderful progress in science...causing the upset of man&#39;s moral balance...&lt;/blockquote&gt;Untuk itu kita tidak boleh hanya bisa menunggu sampai terjadinya perubahan kebijakan. Kita perlu melakukan perubahan di tengah-tengah sistem pendidikan yang membelenggu, yang “opressing”, sekecil apapun yang kita bisa lakukan. Di tengah-tengah cengkeraman beban SKS dan target penyelesaian tugas akhir kita coba tetap memberikan ruang terhadap pembinaan kegiatan kemahasiswaan sebagai ajang pendidikan karakter. Kita sikapi kewajiban publikasi internasional dengan menjalin kerjasama dengan universitas luar negeri untuk bersama-sama menghasilkan publikasi internasional. Kita jalin kerjasama kemitraan dengan universitas yang lebih berpengalaman untuk bisa saling bertukar pikiran mengenai upaya meningkatkan kualitas penelitian dan pengabdian pada masyarakat. Apabila ini semua bisa kita lakukan bersama-sama, saya yakin kita bisa melakukan perubahan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadirin yang saya hormati,&lt;br /&gt;Dalam kesempatan yang baik dan bermartabat ini, perkenankan saya menyampaikan permohonan maaf kepada para wisudawan/wisudawati dan para orang tua/wali jika sekiranya selama menjalani proses pendidikan di Undana, wisudawan/wisudawati menngalami hal-hal yang kurang memuaskan sebagai akibat dari keterbatasan dan kekhilafan kami. Akhirnya, pada kesempatan yang berbahagia ini perkenankan saya menyampaikan selamat kepada wisudawan/wisudawati, orang tua/wali, dan keluarga, semoga Tuhan kiranya berkenan menuntun wisudawan/wisudawati sekalian dalam memasuki medan perjuangan selanjutnya. Terima kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syalom, wassalamualaikum wr. wb., om santi, santi, santi, om.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kupang, 27 Juni 2015&lt;br /&gt;Rektor,&lt;br /&gt;Prof. Ir. Fredrik Lukas Benu, MSi., PhD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;</description><link>http://pr4undana.blogspot.com/2015/07/pidato-rektor-pada-wisuda-magister.html</link><author>noreply@blogger.com (I Wayan Mudita)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://lh5.googleusercontent.com/-Mkjje5nOPn0/U7jn5gFmuxI/AAAAAAAAAY0/OF0aS0gM4p0/s72-c/5_image_undana_graduation_70.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1148295753358569957.post-2825113030755711854</guid><pubDate>Sat, 06 Jun 2015 09:17:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-07-06T20:00:55.622-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">kuliah tamu</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">kunjungan</category><title>Menristekdikti Prof. Muhammad Nasir Memberikan Kuliah Umum Mengenai Nawacita di Kampus Undana</title><description>&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://lh3.googleusercontent.com/-G7TL-D4wHuc/VXK0W6ZN2lI/AAAAAAAAEhM/p_s-oMo07U8/s720/DSC_0431.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;120&quot; src=&quot;https://lh3.googleusercontent.com/-G7TL-D4wHuc/VXK0W6ZN2lI/AAAAAAAAEhM/p_s-oMo07U8/s720/DSC_0431.JPG&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; **Tulisan kontribusi oleh Wayan Nampa setelah disunting dan dilengkapi** Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Prof. Muhammad Nasir menyempatkan diri memberikan kuliah mengenai Nawacita di ruang lecture theatre Gedung Rektorat Undana dalam kunjungannya ke Kabupaten Kupang. Kunjungan Menristekdikti ke Kabupaten Kupang dimaksudkan untuk melihat program pengembangan ternak sapi di wilayah tersebut, antara lain melihat hasil penerapan teknologi inseminasi buatan Desa Fatuteta, Kecamatan Kupang Timur. Pada kesempatan tersebut, Menristekdikti berkesempatan berdialog dengan peternak terkait dengan pengembangan peternakan sapi, mengingat NTT telah ditetapkan pemerintah pusat sebagai salah satu daerah pemasok daging nasional, sekaligus mendukung program swasembada daging. Kunjungan ke kampus Undana yang semula dijadwalkan berlangsung pagi hari diundur menjadi siang hari, sekembali Menteri dari kunjungan ke Desa Fatuteta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiba di kampus Undana, Menristekdikti disambut dengan pengalungan kain tenun NTT oleh Rektor Undana Prof. Fred Benu. Setelah mendengarkan paduan suara, Menristekdikti menyalami pimpinan Undana yang ikut menyambut, antara lain PR III Prof. Simon Sabon Ola dan PR IV Ir. I Wayan Mudita, M.Sc., Ph.D. Menristekdikti selanjutnya diantarkan oleh Rektor menuju ruang kuliah umum. Kuliah umum dipandu langsung oleh Rektor Undana Prof. Fred Benu, didampingi oleh Wakil Gubernur NTT Benny Litelnoni dan kemudian juga oleh Gubernur NTT Frans Labu Raya yang hadir menyusul. Dalam sambutannya, Rektor Undana Prof. Fred Benu menyampaikan terima kasih kepada Menristekdikti yang telah menyempatkan hadir di kampus Undana. Setelah sedikit memberikan penjelasan mengenai Undana, Rektor mempersilahkan Menristekdikti untuk menyampaikan paparan mengenai Nawacita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;embed type=&quot;application/x-shockwave-flash&quot; src=&quot;https://photos.gstatic.com/media/slideshow.swf&quot; width=&quot;400&quot; height=&quot;267&quot; flashvars=&quot;host=picasaweb.google.com&amp;hl=en_US&amp;feat=flashalbum&amp;RGB=0xffffff0&amp;feed=https%3A%2F%2Fpicasaweb.google.com%2Fdata%2Ffeed%2Fapi%2Fuser%2F109767830678478993938%2Falbumid%2F6157181124775625873%3Falt%3Drss%26kind%3Dphoto%26hl%3Den_US&quot; pluginspage=&quot;http://www.macromedia.com/go/getflashplayer&quot;&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Menristekdikti mengawali paparannya dengan menyampaikan informasi mengenai penyesuaian organisasi kementerian hasil penggabungan Kementerian Riset dan Teknologi dan Direktorat Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Natsir mengungkapkan DIKTI tidak lagi ada setelah dilebur menjadi satu kementerian dengan Ristek. Nasir mengatakan dikementeriannya saat ini didukung 5 Direktoral Jenderal. Tiga direktorat Jenderal akan berurusan langsung dengan Pendidikan Tinggi supaya masalah-masalah yang ada di perguruan tinggi bisa diselesaikan dengan baik. Direktorat tersebut adalah Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Kelembagaan yang menyangkut dengan izin, pembukaan program studi, serta Direktorat Jenderal Sumber Daya, menyangkut urusan dosen, urusan jabatan fungsional, rekrutmen dosen, dan beasiswa untuk dosen, dan perubahan aset. Selain itu, guna mendorong pengembangan riset dan teknologi terdapat Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, serta Direktorat Jenderal Inovasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lima Direktorat di Kementerian Ristekdikti ini diarahkan untuk merealiasaikan program Nawacita, bagaimana membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesaia. Dalam upaya tersebut, diperlukan sumberdaya manusia yang unggul dan kompetitif. &amp;nbsp;“Jangan sampai sumberdaya terbagun sentralistik di kota-kota besar. Pembangunan sumberdaya manusia yang merata dan berdaya saing akan mendorong pemerataan ekonomi, serta aplikasi hasil-hasil penelitian yang lebih produktif”, Nasir menjelaskan. Natsir melanjutkan, “Undana sebagai lembaga pendidikan dan juga penelitian diharapkan mampu mengembangkan penelitian-penelitan aplikatif yang mendukung dunia usaha. Bagaimana akademisi, pemerintah daerah, dan dunia usaha mampu bersinergi, sehingga meningkatkan produkstifitas. Dunia usaha tentu menginginkan investasinya dapat kembali dalam jangka waktu yang terukur”. Selain itu, Nasir mengingatkan perguruan tinggi agar menjaga kualitas lulusan. Lulusan perguruan tinggi tidak mampu bersaing dan menjadi pengangguran dapat menimbulkan permasalahan baru yang jauh lebih merepotkan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. “Kita akan menghadapi masalah yang lebih besar apabila di Negara kita banyak memiliki pengangguran terdidik ini, terlebih kita akhir tahunini akan menghadapi MEA”, imbuh Nasir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait kualitas pendidikan, Menteri Nasir mengingatkan bagaimana semua pihak menjaga marwah pendidikan kita. Nasih menegaskan kementeriannya akan membersihkan ijasah-ijasah yang cara perolehannya tidak dengan proses yang benar. Menteri juga menghimbau Gubernur NTT yang hadir dalam acara ini untuk mengecek keabsahan ijasah para pegawainya. Begitu juga di lingkungan Kemenristekdikti. “Coba telusuri ijasah para pegawai, dosen, maupun mahasiswa. Kalau ditemukan ada yang menggunakan ijasah palsu, maka kita akan bersihkan. Jangan sampai dosen yang mengajarkan kejujuran malah berbuat tidak jujur imbuhnya. Modus ijasah palsu ini bermacam-macam. Ada orang yang tanpa kuliah mendapatkan ijasah. Ada juga dengan kuliah tetapi prosesnya pembelajarannya tidak benar. Orang hanya dalam satu tahun kuliah sudah memperoleh gelar sarjana. Jadi penting membangun Negara ini dengan manusia yang handal, berintegritas”, papar Nasir. Hal senada juga disampaikan Gubernur NTT Frans Lebu Raya. NTT sebagai daerah terdepan di perbatasan memeiliki tantangan yang besar. “Kita harus menyiapkan sumberdaya yang mumpuni agar mampu bersaing”, kata Gubernur Frans Lebu Raya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;embed type=&quot;application/x-shockwave-flash&quot; src=&quot;https://photos.gstatic.com/media/slideshow.swf&quot; width=&quot;400&quot; height=&quot;267&quot; flashvars=&quot;host=picasaweb.google.com&amp;hl=en_US&amp;feat=flashalbum&amp;RGB=0xffffff&amp;feed=https%3A%2F%2Fpicasaweb.google.com%2Fdata%2Ffeed%2Fapi%2Fuser%2F109767830678478993938%2Falbumid%2F6157185158741506785%3Falt%3Drss%26kind%3Dphoto%26hl%3Den_US&quot; pluginspage=&quot;http://www.macromedia.com/go/getflashplayer&quot;&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, lebih jauh Muhammad Nasir mengungkapkan masih memiliki beberapa pekerjaan besar yang akan diselesaikan di kementeriannya. “Saat ini fokus kita ada pada penertiban ijasah palsu, berikutnya baru kita akan menata dan menertibkan kelas jauh, dan sinkronisasi aturan. Aturan publikasi pada mahasiswa yang menyelesaikan studi misalnya, mahasiswa kita dipaksa harus publikasi pada jurnal nasional terakreditasi, tetapi kita tau bersama berapa jumlah jurnal terakreditasi kita”, ingkap Nasir menanggapi pertanyaan direktur Program Pascasarjana Undana terkait permasalahan ini. Seusai memberikan kuliah umum, Menteri dicecar banyak pertanyaan oleh kalangan awak media berkaitan dengan masalah yang terjadi di Universitas PGRI Kupang. Selanjutnya Menteri dan rombongan berkenan menikmati jamuan makan siang bersama dengan Rektor dan pimpinan Undana, Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, dan pimpinan DPRD Provinsi NTT. Didampingi oleh Rektor, serta Gubernur dan Wakil Gubernur NTT Menteri selanjutnya memasuki Ruang Rapat Rektor untuk menyelesaikan permasalahan Universitas PGRI Kupang, tetapi karena Rektor Universitas PGRI tidak hadir maka rapat dibatalkan dan Menteri bersama rombongan meninggalkan kampus Undana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;embed type=&quot;application/x-shockwave-flash&quot; src=&quot;https://photos.gstatic.com/media/slideshow.swf&quot; width=&quot;400&quot; height=&quot;267&quot; flashvars=&quot;host=picasaweb.google.com&amp;hl=en_US&amp;feat=flashalbum&amp;RGB=0xffffff&amp;feed=https%3A%2F%2Fpicasaweb.google.com%2Fdata%2Ffeed%2Fapi%2Fuser%2F109767830678478993938%2Falbumid%2F6157187231272775793%3Falt%3Drss%26kind%3Dphoto%26hl%3Den_US&quot; pluginspage=&quot;http://www.macromedia.com/go/getflashplayer&quot;&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;</description><link>http://pr4undana.blogspot.com/2015/06/menristekdikti-prof-muhammad-nasir.html</link><author>noreply@blogger.com (I Wayan Mudita)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://lh3.googleusercontent.com/-G7TL-D4wHuc/VXK0W6ZN2lI/AAAAAAAAEhM/p_s-oMo07U8/s72-c/DSC_0431.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Kupang, Kupang City, East Nusa Tenggara, Republic of Indonesia</georss:featurename><georss:point>-10.1771997 123.60703289999992</georss:point><georss:box>-10.3022312 123.44567139999992 -10.052168199999999 123.76839439999992</georss:box></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1148295753358569957.post-7201183414597007187</guid><pubDate>Sat, 06 Jun 2015 06:16:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-06-05T23:27:04.849-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">kerjasama</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">lokakarya</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">penelitian</category><title>Undana Bekerjasama dengan CDU Melaksanakan Penelitian Mengenai Irigasi di Kawasan Lahan Kering</title><description>&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://lh3.googleusercontent.com/-YlZPqu-x3js/VXJgAQUGUqI/AAAAAAAAEUQ/AzmBspHnVFM/s640/IMG_0261.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;120&quot; src=&quot;http://lh3.googleusercontent.com/-YlZPqu-x3js/VXJgAQUGUqI/AAAAAAAAEUQ/AzmBspHnVFM/s640/IMG_0261.JPG&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;**Tulisan kontribusi oleh Jenny E.R. Markus dan Adrianus Amheka setelah disunting dan dilengkapi**&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.undana.ac.id/&quot;&gt;Universitas Nusa Cendana&lt;/a&gt; (Undana) bekerja sama dengan &lt;a href=&quot;http://www.cdu.edu.au/&quot;&gt;Charles Darwin University&lt;/a&gt; (CDU), Australia, mengadakan lokakarya program penelitian dan peningkatan kapasitas masyarakat pada daerah irigasi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Lokakarya yang berjudul “&lt;i&gt;Improving Irrigation Infrastructure for Greater Food and Water Security&lt;/i&gt;” tersebut disponsori oleh &lt;i&gt;&lt;a href=&quot;http://dfat.gov.au/pages/default.aspx&quot;&gt;Department of Foreign Affairs and Trade&lt;/a&gt; &lt;/i&gt;(DFAT), Australia, melalui skema &lt;i&gt;&lt;a href=&quot;https://www.devex.com/projects/grants/new-program-will-award-infrastructure-research-grants-to-partnerships-between-local-and-international-organisations-in-indonesia/198&quot;&gt;Australia Indonesia Infrastructure Research Award&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; (AIIRA) dan berlangsung pada 26-27 Mei 2015 bertempat di ruang lecture theatre Gedung Rektorat lantai 3. Kegiatan ini dikoordinasikan oleh &lt;a href=&quot;http://pr4undana.blogspot.com/&quot;&gt;PR4 Undana&lt;/a&gt; Ir. I Wayan Mudita, M.Sc, Ph.D untuk memperkenalkan program ini di tingkat Kabupaten serta mempersiapkan data sekunder untuk selanjutnya dilakukan pengumpulan data penelitian di daerah irigasi bendungan Kambaniru Sumba Timur dari tanggal 27-30 Mei 2015. Lokakarya dibuka langsung oleh Rektor Undana Prof. Fred Benu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam acara sambutan pembukaan workshop, Rektor Undana mengatakan bahwa ketahanan pangan saat ini menjadi isu penting masyarakat dunia. Lebih lanjut dikatakan, pengairan dan irigasi untuk lahan pertanian menjadi sangat penting untuk merealisasikan upaya meningkatkan produktivitas hasil pertanian guna mewujudkan ketahanan pangan. Prof. Andrew Campbell, Direktur &lt;i&gt;&lt;a href=&quot;http://riel.cdu.edu.au/&quot;&gt;Research Institute for the Environment and Livelihood&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; (RIEL) dan Dekan &lt;i&gt;School of Environment&lt;/i&gt;, CDU, dalam sambutannya selaku ketua tim CDU meminta Rektor Undana dalam kapasitas sebagai ilmuwan dalam bidang sosial-ekonomi pertanian untuk terlibat menjadi tim ahli pada beberapa proyek penelitian yang sedang maupun akan dilaksanakan antara CDU dan Undana. Lokakarya dihadiri oleh Tim Undana yang terdiri atas 5 dosen dari 3 fakultas, yaitu Jenny E.R. Markus dan Norman Riwu Kaho dari Fakultas Pertanian, Utma Aspatria dari Fakuktas Kesehatan Masyarakat, dan Adrianus Amaheka dan Elia Hunggurami dari Fakultas Sains dan Teknik, dan 6 orang mahasiswa dari ketiga fakultas tersebut &amp;nbsp;,Juga &amp;nbsp;hadir utusan dari Dinas PU dan Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Timur, Nagekeo, TTS, Kopesda, Yayasan Pahadang Monjoru, dan Bappeda TTS. Tim CDU yang dipimpin oleh Prof. Andrew Campbell terdiri atas Dr. Penny Wurm (&lt;i&gt;&lt;a href=&quot;http://www.cdu.edu.au/environment&quot;&gt;School of Environment&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;), Prof. Charlie Fairfield (&lt;i&gt;&lt;a href=&quot;http://www.cdu.edu.au/engit&quot;&gt;School of Engineering and Information Technology&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;), Prof. Emma Williams (&lt;i&gt;&lt;a href=&quot;http://www.cdu.edu.au/northern-institute&quot;&gt;The Northern Institute&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;), Prof. Ken Evans (&lt;i&gt;&lt;a href=&quot;http://www.cdu.edu.au/engit&quot;&gt;School of Engineering and Information Technology&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;), Mr. Sam Pickering Riel (RIEL), dan Ms. Sarah Hobgen (kandidat PhD dari RIEL).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;embed flashvars=&quot;host=picasaweb.google.com&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;feat=flashalbum&amp;amp;RGB=0xffffff&amp;amp;feed=https%3A%2F%2Fpicasaweb.google.com%2Fdata%2Ffeed%2Fapi%2Fuser%2F109767830678478993938%2Falbumid%2F6157089196006150689%3Falt%3Drss%26kind%3Dphoto%26hl%3Den_US&quot; height=&quot;267&quot; pluginspage=&quot;http://www.macromedia.com/go/getflashplayer&quot; src=&quot;https://photos.gstatic.com/media/slideshow.swf&quot; type=&quot;application/x-shockwave-flash&quot; width=&quot;400&quot;&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Lokakarya dilaksanakan untuk mempersiapkan pelaksanaan penelitian lapangan yang akan dilaksanakan dengan tujuan umum untuk meningkatkan akses masyarakat di dareah irigasi terhadap air minum dan sanitasi yang sehat serta untuk meningkatkan produktivitas sistem irigasi di NTT yang diharapkan dapat meningkatkan kesejaterahan masyarakat petani. Tujuan khusus penelitian adalah untuk (1) meningkatkan kapasitas petugas pemerintah di tingkat propinsi dan kabupaten dalam membangun pemerintahan yang efektif terkait dengan pengelolaan air dan sanitasi, (2) menilai rancangan infrastruktur irigasi dan sanitasi terkait dengan kecocokan situasi lokal, dan (3) mengkomunikasikan kebutuhan lokal dan solusi lokal kepada pemerintah daerah dan pusat, dan mitra internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan yang dibahas dalam pelaksanaan lokakarya yang berlangsung selama dua hari tersebut adalah: (1) Solusi teknik maupun pengelolaan seperti apa yang dapat meningkatan kefektifan infastrukur irigasi di empat DAS terbesar di NTT?, (2) Bagaimana ketersediaan air minum dan sanitasi yang sehat dapat tercapai dalam daerah irigasi ini?, (3) Faktor apa saja (fisik, pemerintahan, keuangan) yang berpengaruh tepat pada infrastruktur irigasi, (4) Struktur pemerintahan seperti apa yang dapat mendukung ketersediaan air irigasi, air minum dan sanitasi di daerah irigasi di NTT?, dan (5) Informasi apa lagi yang dibutuhkan untuk lebih memahami dampak dari pengelolaan DAS terhadap kualitas air dan sedimentasi. Untuk itu, lokakarya didahului dengan presentasi oleh sejumlah narasumber dan dilanjutkan dengan diskusi kelompok untuk mempertajam pertanyaan penelitian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;embed flashvars=&quot;host=picasaweb.google.com&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;feat=flashalbum&amp;amp;RGB=0xffffff&amp;amp;feed=https%3A%2F%2Fpicasaweb.google.com%2Fdata%2Ffeed%2Fapi%2Fuser%2F109767830678478993938%2Falbumid%2F6157099196588094897%3Falt%3Drss%26kind%3Dphoto%26hl%3Den_US&quot; height=&quot;267&quot; pluginspage=&quot;http://www.macromedia.com/go/getflashplayer&quot; src=&quot;https://photos.gstatic.com/media/slideshow.swf&quot; type=&quot;application/x-shockwave-flash&quot; width=&quot;400&quot;&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;embed flashvars=&quot;host=picasaweb.google.com&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;feat=flashalbum&amp;amp;RGB=0xffffff&amp;amp;feed=https%3A%2F%2Fpicasaweb.google.com%2Fdata%2Ffeed%2Fapi%2Fuser%2F109767830678478993938%2Falbumid%2F6157118569305889281%3Falt%3Drss%26kind%3Dphoto%26hl%3Den_US&quot; height=&quot;267&quot; pluginspage=&quot;http://www.macromedia.com/go/getflashplayer&quot; src=&quot;https://photos.gstatic.com/media/slideshow.swf&quot; type=&quot;application/x-shockwave-flash&quot; width=&quot;400&quot;&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Untuk mempertajam pertanyaan penelitian yang akan digunakan dalam pengumpulan data, peserta lokakarya dibagi menjadi kelompok sebagai berikut: (1) Kelompok Kerja Teknik Sipil, bertugas membahas rancang bagun bendungan dan memperkirakan masa pengunaanya serta meghasilkan informasi mengenai rancang bangun infrastrukur irigasi yang tepat untuk NTT, (2) kelompok kerja air minum dan sanitasi, bertugas menggambarkan ketersediaan kualitas air minum dan sanitasi di daerah irigasi serta menghasilkan rekomendasi-rekomendasi untuk meningkatkan kualitas air minum dan efektifitas sanitasi, (3) kelompok kerja &lt;i&gt;benchmarking&lt;/i&gt; dan tatakelola, bertugas menyiapkan pertanyaan wawancara untuk menilai keefektifan sistem irigasi melalui &lt;i&gt;Rapid Rural Appraisal&lt;/i&gt; (RRA) serta menghasilkan rekomendasi untuk pengelolaan dan pemerintahan irigasi, dan (4) kelompok kerja &amp;nbsp;pemantauan (monitoring), bertugas menggambarkan data dasar yang dibutuhkan untuk pengelolaan yang lebih baik, termasuk data debit air, curah hujan dan kekeruhan, serta menggambarkan dan mencoba cara sederhana untuk mengukur dan melaporkan data tersebut (misalnya buku kecil dengan cara mengukur dan melaporkan dengan FrontlineSMS)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lokakarya dilanjutkan dengan pengumpulan data lapangan yang dilaksanakan di dareah irigasi Kambaniru di Kabupaten Sumba Timur pada 28-31 Mei 2018. Pengumpulan data dilakukan secara partisipatif dengan tujuan meningkatkan kapastitas lokal dalam penelitian, penilaian infrastruktur dan penilain pemerintahan. Secara keseluruhan, kegiatan penelitian terdiri atas tahap-tahap sebagai berikut: (1) Pertemuan perkenalan program penelitian di tingkat kabupaten, (2) pengumpulan data sekunder, (3) lokakarya bersama kabupaten lain yang diselenggarakan pada 26-27 Mei 2007, (3) pengumpulan data di lapangan di Bendungan Kambaniru, Kabupaten Sumba Timur, sebagai sampel, (4) tabulasi dan penanalisaan data, dan (5) seminar laporan penelitian yang akan dilaksanakan di Kupang untuk diseminasi hasil penelitian. Dua tahap pertama sudah dilaksanakan pada tahun sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan lapangan pengumpulan data dilakukan di &lt;a href=&quot;http://mapcarta.com/27566560&quot;&gt;Bendungan Kambaniru&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;http://mapcarta.com/15629202/Map&quot;&gt;Kabupaten Sumba Timur&lt;/a&gt;. Kegiatan diawali dengan kunjungan lapangan ke bendungan Kambaniru pada sore hari 28 Mei 2015. Selain melihat keadaan &amp;nbsp;sekitar bendungan, pada saat yang sama diadakan diskusi persiapan untuk melakukan diskusi kelompok fokus (&lt;i&gt;Focus Group Discussion&lt;/i&gt;, FGD) dan untuk membahas panduan wawancara rumah rumah tangga yang akan dilaksanakan selama dua hari kegiatan lapangan pada 29-30 Mei 2015.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;iframe frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://www.google.com/maps/embed?pb=!1m14!1m12!1m3!1d13374.719279994752!2d120.27701357395834!3d-9.720571524360798!2m3!1f0!2f0!3f0!3m2!1i1024!2i768!4f13.1!5e1!3m2!1sen!2s!4v1433561779961&quot; style=&quot;border: 0;&quot; width=&quot;450&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;embed flashvars=&quot;host=picasaweb.google.com&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;feat=flashalbum&amp;amp;RGB=0xffffff&amp;amp;feed=https%3A%2F%2Fpicasaweb.google.com%2Fdata%2Ffeed%2Fapi%2Fuser%2F109767830678478993938%2Falbumid%2F6157125779615541057%3Falt%3Drss%26kind%3Dphoto%26hl%3Den_US&quot; height=&quot;267&quot; pluginspage=&quot;http://www.macromedia.com/go/getflashplayer&quot; src=&quot;https://photos.gstatic.com/media/slideshow.swf&quot; type=&quot;application/x-shockwave-flash&quot; width=&quot;400&quot;&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;FGD dilakukan di Mailiru pada 29 Mei 2015 dan di &lt;a href=&quot;https://www.google.com/maps/place/Lambanapu,+Kambera,+East+Sumba+Regency,+East+Nusa+Tenggara,+Republic+of+Indonesia/@-9.697718,120.273606,15z/data=!3m1!4b1!4m2!3m1!1s0x2c4c8492d80356db:0x305bfd3b26a14239&quot;&gt;Kelurahan Lambanapu&lt;/a&gt; pada 30 Mei 2015. Kedua FGD tersebut dilaksanakan dengan tujuan untuk menggali informasi informasi berkaitan dengan masalah sanitasi dan air bersih serta informasi berkaitan dengan pemnafaat air irigasi &lt;a href=&quot;http://mapcarta.com/27566560/Map&quot;&gt;Bendungan Kambaniru&lt;/a&gt; dan permasalahan yang terjadi sebagai akibat dari adaya bendungan tersebut. &amp;nbsp;FGD diikuti oleh perwakilan petani, ibu rumah tangga, aparat pemerintah desa/kelurahan, dan perwakilan perkumpulan petani pemakai air (P3A). Wawancara rumah tangga untuk uji kuesioner dilaksanakan di Desa Marumata terhadap 12 rumah tangga sampel, terdiri atas 6 rumah tangga sampel untuk uji coba kuesioner masalah sanitasi dan 6 rumah tangga sampel untuk uji coba kuesioner masalah irigasi. &amp;nbsp;Pada hari Sabtu sore sampai malam haridilakukan evaluasi terhadap kegiatan lapangan selama dua hari. Peserta diminta melaporkan hasik wawancara &amp;nbsp;dan temuan yang dialami di desa balam bentuk transkrip sebabagi data awal untuk pelaporan. Selain itu juga dilaksanakan diskusi untuk menilai dan melakukan perbaikan kuesioner. Kegiatan field work ini juga diakhiri dengan makan malam bersama di pelabuhan Waingapu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;embed flashvars=&quot;host=picasaweb.google.com&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;feat=flashalbum&amp;amp;RGB=0xffffff&amp;amp;feed=https%3A%2F%2Fpicasaweb.google.com%2Fdata%2Ffeed%2Fapi%2Fuser%2F109767830678478993938%2Falbumid%2F6157138762086174961%3Falt%3Drss%26kind%3Dphoto%26hl%3Den_US&quot; height=&quot;267&quot; pluginspage=&quot;http://www.macromedia.com/go/getflashplayer&quot; src=&quot;https://photos.gstatic.com/media/slideshow.swf&quot; type=&quot;application/x-shockwave-flash&quot; width=&quot;400&quot;&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/center&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://pr4undana.blogspot.com/2015/06/undana-bekerjasama-dengan-cdu.html</link><author>noreply@blogger.com (I Wayan Mudita)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://lh3.googleusercontent.com/-YlZPqu-x3js/VXJgAQUGUqI/AAAAAAAAEUQ/AzmBspHnVFM/s72-c/IMG_0261.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Kupang, Kupang City, East Nusa Tenggara, Republic of Indonesia</georss:featurename><georss:point>-10.1771997 123.60703289999992</georss:point><georss:box>-10.3022312 123.44567139999992 -10.052168199999999 123.76839439999992</georss:box></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1148295753358569957.post-1838933736550006896</guid><pubDate>Sun, 31 May 2015 07:50:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-05-31T01:03:17.984-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">kuliah tamu</category><title>Kuliah Umum Mengenai Peningkatan Kerjasama Bidang Ketahanan Pangan, Air, Eenergi dan Perubahan Iklim oleh Direktur Research Institute for the Environment and Livelihoods dan Dekan School of Environment Charles Darwin University</title><description>&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://lh3.googleusercontent.com/-wGNON_60DO4/VWqNa9rGQhI/AAAAAAAAESE/z3GaeVJ8aiM/s800/20150526_174246.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;120&quot; src=&quot;http://lh3.googleusercontent.com/-wGNON_60DO4/VWqNa9rGQhI/AAAAAAAAESE/z3GaeVJ8aiM/s800/20150526_174246.jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Menindaklanjuti hasil pertemuan &lt;a href=&quot;http://pr4undana.blogspot.com/2015/05/rektor-pembantu-rektor-ii-dan-pembantu.html&quot;&gt;sebelumnya&lt;/a&gt; dan &lt;a href=&quot;http://pr4undana.blogspot.com/2015/05/rektor-dan-pembantu-rektor-iv-bidang.html&quot;&gt;sebelumnya&lt;/a&gt;, Direktur &lt;a href=&quot;http://riel.cdu.edu.au/&quot;&gt;Research Institute for the Environment and Livelihoods&lt;/a&gt; (RIEL) dan Dekan School of Environment Charles Darwin University (CDU), &lt;a href=&quot;http://riel.cdu.edu.au/people/profile/prof-andrew-campbell&quot;&gt;Prof. Andrew Campbell&lt;/a&gt;, berkunjung ke Undana untuk memberikan kuliah umum mengenai peningkatan kerjasama bidang ketahanan pangan, air, eenergi dan perubahan iklim kepada mahasiswa Pascasarjana Undana. Prof. Cambel berkunjung ke Undana bersama rombongan dosen dan peneliti CDU yang akan melaksanakan lokakarya penelitian AIIRA yang dipimpin oleh Dr. Penny Wurm, Deputy Dean School of Environment CDU. Kuliah umum berlangsung di Aula Gedung Pascasarjana Undana pada 26 Mei 2015 pukul 17.00 WITA, setelah sebelumnya Prof. Cambel berdiskusi mengenai proposal penelitian S3 dengan sejumlah mahasiswa S3 Ilmu Administrasi Undana. Kuliah umum yang diberikan dalam bahasa Inggris tersebut dimoderatori dan diterjemahkan oleh dan kemudian sesi diskusi dimoderatori oleh Rektor Undana Prof. Fred Benu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prof. Andrew Campbel memulai kuliah tamunya dengan menyampaikan topik yang akan dibahas, yang antara lain meliputi&amp;nbsp;keterkaitan antara pangan, air, lahan dan energi, konsep ketahanan jangka panjang dalam menghadapi perubahan iklim, dan kebutuhan dunia untuk meningkatkan ketahanan pangan, air, dan energi yang pada akhirnya memerlukan keterpaduan antara ilmu pengetahuan dan kebijakan untuk memungkinkan terwujudnya pembangunan berkelanjutan. Prof. Campbell menggarisbawahi keterpaduan antara ilmu pengetahuan dan kebijakan mengingat penanganan isu global perubahan iklim masih sangat dipengaruhi oleh kebijakan yang berbeda antar negara, terlepas dari fakta bahwa dari selueuh artikel jurnal yang dipublikasikan pada 1991-2012, misalnya, 13.950 artikel mendukung adanya perubahan iklim dan hanya 24 artikel yang menolak. Terlepas dari bukti ilmiah yang sangat kuat tersebut, Prof. Campbell menandaskan, ternyata masih banyak negara yang mengambil kebijakan yang belum pro penanganan perubahan iklim. Padahal, menurut Prof. Campbell, perubahan iklim mengancam bukan hanya negara kepulauan seperti Indonesia, tetapi juga negara benua seperti Australia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;embed flashvars=&quot;host=picasaweb.google.com&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;feat=flashalbum&amp;amp;RGB=0xffffff&amp;amp;feed=https%3A%2F%2Fpicasaweb.google.com%2Fdata%2Ffeed%2Fapi%2Fuser%2F109767830678478993938%2Falbumid%2F6154887069671243377%3Falt%3Drss%26kind%3Dphoto%26hl%3Den_US&quot; height=&quot;267&quot; pluginspage=&quot;http://www.macromedia.com/go/getflashplayer&quot; src=&quot;https://photos.gstatic.com/media/slideshow.swf&quot; type=&quot;application/x-shockwave-flash&quot; width=&quot;400&quot;&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Untuk memenuhi kebutuhan pangan dunia yang jumlah penduduknya terus meningkat, produksi pertanian perlu ditingkatkan sebesar 70% pada 2050 dari produksi sekarang. Untuk meningkatkan produksi pertanian diperlukan air dan lahan. &quot;Kita sudah pernah melakukan ini di masa lalu&quot;, kata Prof. Cambell, &quot;tetapi perubahan iklim dan menipisnya cadangan minyak bumi dunia merupakan tantangan bagi kita semua untuk bisa mengulangi hal yang sama ke depan&quot;. Untuk memproduksi setiap kalori bahan pangan diperlukan 1 liter air tawar, padahal &lt;a href=&quot;http://www.iwmi.cgiar.org/assessment/&quot;&gt;menurut IWMI Comprehensive Assessment of Water Management in Agriculture&lt;/a&gt;,70% cadangan air tawar dunia sudah digunakan sehingga ketersediaan air tawar untuk produksi pertanian akan terus menurun dari tahun ke tahun. Hal yang sama juga terjadi pada lahan, degradasi lahan yang terus meningkat akan membatasi ketersediaan lahan untuk meningkatkan produksi pangan. Prof. Campbell mengutip &lt;a href=&quot;http://www.fao.org/newsroom/en/news/2008/1000874/index.html&quot;&gt;laporan FAO mengenai kecenderungan degradasi lahan&lt;/a&gt; yang menyatakan bahwa&amp;nbsp;lebih dari 20% lahan budidaya, 30% lahan hutan, dan 10% lahan padang rumput telah terdegradasi. Pada saat yang sama, perubahan iklim juga berdampak terhadap keanekaragaman hayati, baik keanekaragaman hayati alami maupun keanekaragaman hayati budidaya, yang juga merupakan penopang utama ketahanan pangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;iframe allowfullscreen=&quot;&quot; frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;355&quot; marginheight=&quot;0&quot; marginwidth=&quot;0&quot; scrolling=&quot;no&quot; src=&quot;//www.slideshare.net/slideshow/embed_code/key/x9JKQc9wViNUz0&quot; style=&quot;border-width: 1px; border: 1px solid #CCC; margin-bottom: 5px; max-width: 100%;&quot; width=&quot;425&quot;&gt; &lt;/iframe&gt; &lt;div style=&quot;margin-bottom: 5px;&quot;&gt;&lt;strong&gt; &lt;a href=&quot;https://www.slideshare.net/muditawrites/the-converging-insecurities-of-food-water-energy-and-climate-and-opportunities-for-deeper-collaboration-between-undana-and-cdu&quot; target=&quot;_blank&quot; title=&quot;The converging insecurities of food, water, energy and climate, and opportunities for deeper collaboration between UNDANA and CDU&quot;&gt;The converging insecurities of food, water, energy and climate, and opportunities for deeper collaboration between UNDANA and CDU&lt;/a&gt; &lt;/strong&gt; from &lt;strong&gt;&lt;a href=&quot;http://riel.cdu.edu.au/people/profile/prof-andrew-campbell&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Prof. Andrew Campbell&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghadapi itu semua, kata Prof. Campbell, diperlukan kebijakan untuk tidak memisahkan pembangunan ekonomi dari emisi karbon. Kebijakan perlu didasarkan atas bukti ilmiah yang independen, bukan hanya atas bukti yang dibuat sendiri oleh pemerintah melalui lembaga yang didirikan untuk tujuan tersebut. Dalam kaitan dengan itu universitas perlu bekerjasama dengan universitas lain dan lembaga pemerintah perlu membuka pintu kerjasama dengan universitas. &quot;Evidence-based policy bukanlah kebijakan yang didasarkan atas data yang sengaja diproduksi sendiri&quot;, tandas Prof. Cambell, &quot;melainkan atas data pihak lain yang telah mengalami proses peer review&quot;. Hanya dengan cara membuka pintu kerjasama dengan universitas dan institusi penelitian maka pemerintah bisa mengambil kebijakan pembangunan yang benar-benar berkelanjutan, katanya melanjutkan. Pada pihak lain, universitas dan institusi penelitian juga perlu melakukan pendekatan dengan instansi pemerintah untuk mendorong terjadinya perubahan dari dalam lembaga pemerintah sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prof. Andrew Campbell mencontohkan institusi penelitian yang dipimpinnya, Research Institute for the Environment and Livelihoods (RIEL), dalam upaya untuk mendekatkan ilmu pengetahuan dan kebijakan guna semakin mendorong pengambilan kebijakan yang semakin pro pembangunan berkelanjutan. Untuk itu RIEL dikembangkan sebagai institusi penelitian lintas disiplin yang saat ini mempekerjakan 50 peneliti, 6 tenaga administrasi, 14 teknisi, dan 75 mahasiswa S3 dalam berbagai bidang ilmu untuk melakukan penelitian dalam bidang-bidang penghidupan berbasis sumberdaya alam, ekologi dan pengelolaan pesisir dan laut, ekologi dan pengelolaan perairan tawar, serta pengelolaan savana dan konservasi kehidupan liar. RIEL mengkoordinasikan pusat-pusat, yang terdiri atas Center for Renewable Energy, Darwin Centre for Bushfire Research, Environmental Chemistry and Microbiology Unit, North Australian Biodiversity NERP Hub, dan North Australian Marine Research Alliance. Saat ini RIEL mengoperasikan anggaran sekitar A$ 10 milyar per tahun, mempublikasikan 200 artikel dalam jurnal ilmiah peer review per tahun, dan menduduki peringkat 4 di antara institusi sejenis lainnya di Australia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RIEL telah bekerjasama dalam banyak bidang dengan Undana sebagai bagian dari upaya untuk memfokuskan diri meningkatkan kerjasama sub-regional Australia Utara, Asia Tenggara, dan Pasifik. Ke depan, RIEL akan berupaya untuk meningkatkan kerjasama dalam penelitian mengenai karbon biru (&lt;i&gt;blue carbon&lt;/i&gt;), ketahanan pangan (&lt;i&gt;food security&lt;/i&gt;), dan tatakelola (&lt;i&gt;governance&lt;/i&gt;) dalam kerangka keterkaitan antara ilmu pengetahuan dan kebijakan. &quot;Undana tentu saja akan menjadi mitra kerjasama yang penting&quot;, tandas Prof. Campbell, &quot;untuk bersama-sama membangun jejaring pertukaran mahasiswa dan dosen, membangun kurikulum bersama dalam bidang ilmu lingkungan, dan mengembangkan program penelitian bersama dalam bidang-bidang pengelolaan DAS dan sistem irigasi lahan kering, konservasi hutan dan pilihan pengembangan agroforestry, ketahanan pangan dalam menghadapi iklim yang berubah, pengelolaan api dan ketahanan menghadapi bencana, perencanaan wilayah berbasis SIG, pengembangan pilihan penghidupan yang berkelanjutan, pengembangan tatakelola pengelolaan sumberdaya alam, dan pengembangan sumber energi terbarukan&quot;. &quot;Eastern Indonesia and Northern Australia have shared interests, and UNDANA and CDU have much to gain from working together. Now is the time to show leadership at all levels. Let&#39;s take the opportunity&quot;, kata Prof. Cambel menutup paparan kuliah umumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuliah tamu diakhir dengan sesi diskusi yang dipandu langsung oleh Rektor Undana Prof. Fred Benu. Minat mahasiswa untuk menyampaikan pertanyaan cukup tinggi, tetapi waktu yang tersedia terbatas sehingga Prof. Cambell hanya dapat menanggapi beberapa pertanyaan, di antaranya pertanyaan mengenai masalah pencemaran Laut Timor. Menjawab pertanyaan mengenai hal tersebut, Prof. Cambell kembali menandaskan pentingnya keterkaitan antara ilmu pengetahuan dan kebijakan dan perlunya peningkatan kerjasama antara Australia Utara dan Indonesia bagian Timur. Acara kuliah tamu diakhiri dengan jamuan makan malam yang diadakan oleh Program Pascasarjana Undana dengan dihadiri oleh Asisten Direktur I Bidang Akademik Prof. Jimmy Pello dan Asisten Direktur Bidang Administrasi dan Keuangan Dr. Jauhari Effendi. Direktur Program Pascasarjana Prof. Alo Liliweri berhalangan hadir karena mengikuti pertemuan Forum Direktur Pascasarjana di Palu, Sulawesi Tenggara, sedangkan Asisten Direktur III Bidang Kerjasama tidak menghadiri kegiatan kuliah umum maupun jamuan makan malam dengan alasan sedang sibuk dengan urusan lain. Sebelum meninggalkan Kupang pada 27 Mei 2015 siang, Prof. Andrew Cambell sempat berkeliling kampus dan Kota Kupang dengan diantar sendiri oleh PR IV Undana Ir. I Wayan Mudita, M.Sc., Ph.D.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;</description><link>http://pr4undana.blogspot.com/2015/05/kuliah-umum-mengenai-peningkatan.html</link><author>noreply@blogger.com (I Wayan Mudita)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://lh3.googleusercontent.com/-wGNON_60DO4/VWqNa9rGQhI/AAAAAAAAESE/z3GaeVJ8aiM/s72-c/20150526_174246.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Kupang, Kupang City, East Nusa Tenggara, Republic of Indonesia</georss:featurename><georss:point>-10.1771997 123.60703289999992</georss:point><georss:box>-10.3022312 123.44567139999992 -10.052168199999999 123.76839439999992</georss:box></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1148295753358569957.post-8561814592092315436</guid><pubDate>Sun, 31 May 2015 03:52:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-05-30T21:02:39.419-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">kuliah tamu</category><title>Pembantu Rektor IV Memberikan Kuliah Umum Mengenai Kerjasama di Universitas Mahasaraswati, Denpasar, Bali</title><description>&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://lh3.googleusercontent.com/-Bd7lBAIlNbM/VWqCa7IjX3I/AAAAAAAAEQE/iPRP95I0Q9E/s800/20150523_113403b.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;120&quot; src=&quot;http://lh3.googleusercontent.com/-Bd7lBAIlNbM/VWqCa7IjX3I/AAAAAAAAEQE/iPRP95I0Q9E/s800/20150523_113403b.jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Pada saat makan jamuan makan malam &lt;i&gt;2015&amp;nbsp;Secure Food Futures: Biosecurity and Food Security Summit&lt;/i&gt; di Made&#39;s Warung Restaurant pada hari pertama 21 Mei 2015, Rektor Universitas Mahasaraswati (Unmas) Dr. Drs. I Made Sukamerta, M.Pd., meminta mantan CEO &lt;a href=&quot;http://www.pbcrc.com.au/&quot;&gt;Plant Biosecurity Cooperative Research Centre&lt;/a&gt; (PBCRC) Prof John Lovett dan PR IV &lt;a href=&quot;http://www.undana.ac.id/&quot;&gt;Undana&lt;/a&gt; Ir. I Wayan Mudita, M.Sc., Ph.D., untuk memberikan kuliah umum di &lt;a href=&quot;http://unmas.ac.id/&quot;&gt;Universitas Mahasaraswat&lt;/a&gt;i (Unmas). Permintaan yang sama diulangi lagi oleh Ketua Panitia 2015 Secure Food Futures: Biosecurity and Food Security Summit Dr. Ir. Eka Martiningsih, MSi., dilanjutkan oleh guru besar Unmas Prof. Dr. Kaler Surata, MSi. PR IV Undana diminta memberikan kuliah umum mengenai kerjasama karena selama menjabat yang belum genap satu tahun dinilai berhasil mengembangkan kerjasama Undana dengan berbagai pihak, khususnya dengan pihak luar negeri. Menanggapi permintaan memberikan kuliah umum tersebut, PR IV Undana menyanggupi untuk sekedar berbagi pengalaman mengingat kerjasama yang dibangun selama ini sebagian besar masih berupa rintisan dan sebagian yang sudah operasional merupakan kelanjutan dari kerjasama yang dirintis sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kuliah umum berlangsung di Aula Unmas pada 23 Mei 2013 mulai pada pukul 9.00 WITA dan dibuka dan dimoderatori langsung oleh Rektor Unmas Dr. Drs. I Made Sukamerta, M.Pd. Dalam kata sambutannya yang disampaikan dalam bahasa Inggris, Rektor Unmas menggarisbawahi pentingnya kerjasama dan memaparkan sejumlah kegiatan kerjasama dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat yang telah dilaksanakan oleh Unmas. Antara lain beliau menguraikan peran Unmas dalam penetapan the&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://whc.unesco.org/en/list/1194&quot;&gt;Sistem Subak sebagai Manifestasi Filsafat Tri Hita Karana&lt;/a&gt;&amp;nbsp;sebagai Situs Warisan Dunia (&lt;a href=&quot;http://whc.unesco.org/en/list/&quot;&gt;World Heritage&lt;/a&gt;), melalui kerjasama dengan Prof. Stephen Lansing dari University of Arizona, yang dengan &lt;a href=&quot;http://www.livescience.com/46189-unesco-world-heritage-site-bali-subaks-steve-lansing-nsf-sl.html&quot;&gt;dukungan dana dari National Science Foundation&lt;/a&gt; (NSF), telah melakukan penelitian mengenai subak sejak 1970-an dan menulis banyak buku dan artikel jurnal ilmiah mengenai sistem subak di Bali, antara lain&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://press.princeton.edu/titles/8186.html&quot;&gt;Perfect Order: Recognizing Complexity in Bali&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;http://press.princeton.edu/titles/8394.html&quot;&gt;Priests and Programmers: Technologies of Power in the Engineered Landscape of Bali&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;http://www.amazon.com/balinese-case-studies-cultural-anthropology/dp/0155002406&quot;&gt;The Balinese&lt;/a&gt;, and &lt;a href=&quot;http://www.amazon.com/three-worlds-bali-stephen-lansing/dp/0275917207&quot;&gt;The Three Worlds of Bali&lt;/a&gt;.&amp;nbsp;Untuk itu, kata Rektor Unmas, diperlukan berbagi pengalaman dengan universitas lain untuk terus meningkatkan kerjasama yang selama ini telah dirintis.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dalam paparannya, Prof. John Lovett menjelaskan mengenai &lt;a href=&quot;http://www.pbcrc.com.au/&quot;&gt;Plant Biosecurity Cooperative Research Centre&lt;/a&gt; (PBCRC) sebagai institusi yang memang dibangun dengan tujuan utama melakukan kerjasama. &lt;a href=&quot;http://crca.asn.au/about-the-crc-association/about-crcs/&quot;&gt;Cooperative Research Centre&lt;/a&gt; (CRC) merupakan program kerjasama yang dirintis Australia sejak 1990 untuk pengembangan industri yang melibatkan peneliti, industri, dan masyarakat. Saat ini terdapat &lt;a href=&quot;http://crca.asn.au/members/&quot;&gt;35 CRC aktif&lt;/a&gt; dalam bidang kesehatan, pengelolaan hama dalam arti luas, pengelolaan kebakaran dan bencana, pasar finansial, serta industri automotif dan luar angkasa. Kerjasama trilateral peneliti, industri, dan masyarakat tersebut telah menghasilkan banyak produk teknologi dan layanan baru yang dapat membantu mengatasi masalah penting ekonomi, lingkungan, dan sosial nyang dihadapi Australia. Di antara 35 CRC aktif tersebut, &lt;a href=&quot;http://www.pbcrc.com.au/about/overview&quot;&gt;PBCRC&lt;/a&gt;, yang didirikan pada 2005 semula dengan nama Coperative Research Centre for National Plant Biosecurity (CRCNPB), &lt;a href=&quot;http://www.pbcrc.com.au/research&quot;&gt;mengkhususkan diri dalam kerjasama mengenai ketahanan hayati tumbuhan&lt;/a&gt; dalam kaitan dengan &lt;a href=&quot;http://www.dest.gov.au/sectors/research_sector/policies_issues_reviews/key_issues/national_research_priorities/default.htm&quot;&gt;prioritas penelitian&lt;/a&gt; untuk &lt;a href=&quot;http://www.dest.gov.au/sectors/research_sector/policies_issues_reviews/key_issues/national_research_priorities/priority_goals/safeguarding_australia.htm&quot;&gt;menjaga Australia&lt;/a&gt; dari ancaman hama dan penyakit invasif serta ancaman kriminal dan terorisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prof. Lovett menggarisbawahi kerjasama bidang pendidikan melalui pemberian beasiswa untuk melanjutkan pendidikan S3 bidang ketahanan hayati di universitas-universitas anggota PBCRC. Melalui program beasiswa tersebut, PBCRC telah menghasilkan dua orang alumni (disebut PBCRC scholar) di Indonesia, yaitu Ir. I Wayan Mudita, M.Sc., Ph.D., dan Theofransus Litaay, SH, LLM, Ph.D., keduanya menyelesaikan S3 di Charles Darwin University. PBCRC akan terus berusaha meningkatkan kerjasama dengan universitas-universitas di Indonesia, khususnya dengan universitas-universitas yang tergabung dalam konsorsium ketahanan hayati. Pada kesempatan tersebut Prof. Lovett menjelaskan kerjasama dalam bidang deteksi dan peringatan dini yang akan dimulai dengan upaya untuk merealisasikan pemasangan mikroskop jarak jauh (remote microscope) di Undana yang sampai saat ini masih tertunda pelaksanaannya. Prof. Lovet menjanjikan akan mengusahakan pemasangan mikroskop jarak jauh tersebut dapat segera direalisasikan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;PR IV Undana memaparkan langkah-langkah yang perlu ditempuh dalam menggalang kerjasama. Langkah penting tetapi sering diabaikan adalah mengenali kekuatan dan kelemahan serta tantangan dan peluang. Berdasarkan analisis kekuatan, kelemahan, tantangan, dan peluang tersebut, universitas perlu menetapkan fokus kerjasama dan kemudian merencanakan serta menyiapkan infrastruktur dan pendanaan untuk pelaksanaan kerjasama. PR IV Undana selanjutnya memaparkan pengembangan lahan kering kepulauan sebagai fokus kerjasama Undana. Menurut PR IV Undana, Undana terletak pada lahan kering kepulauan Nusa Tenggara dan Maluku bagian Selatan yang merupakan satu-satunya kawasan lahan kering yang terletak di wilayah kepulauan. Lahan kering lainnya seluruhnya berada di wilayah benua, termasuk lahan kering di sebagian besar wilayah benua Australia yang mendeterminasi wilayah lahan kering kepulauan Nusa Tenggara dan Maluku bagian Selatan. Oleh karena itu, sudah seharusnya Undana menonjolkan keunikan lokasi geografiknya tersebut sebagai fokus kerjasama. Penonjolan kekhusuan lokasi geografik lahan kering kepulauan tersebut sejalan pula dengan tuntutan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan sejumlah provinsi lainnya untuk diakui berstatus sebagai provinsi kepulauan oleh pemerintah pusat.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;embed flashvars=&quot;host=picasaweb.google.com&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;feat=flashalbum&amp;amp;RGB=0xffffff&amp;amp;feed=https%3A%2F%2Fpicasaweb.google.com%2Fdata%2Ffeed%2Fapi%2Fuser%2F109767830678478993938%2Falbumid%2F6154868911680583793%3Falt%3Drss%26kind%3Dphoto%26hl%3Den_US&quot; height=&quot;267&quot; pluginspage=&quot;http://www.macromedia.com/go/getflashplayer&quot; src=&quot;https://photos.gstatic.com/media/slideshow.swf&quot; type=&quot;application/x-shockwave-flash&quot; width=&quot;400&quot;&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/center&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dalam paparannya, PR IV Undana menggarisbawahi peranan dosen dalam merintis kerjasama, terutama dengan memulai kerjasama dengan universitas almamaternya. Untuk itu, ketika melanjutkan pendidikan, seorang dosen seharusnya tidak hanya sekedar mengejar lulus cum laude dalam waktu sesingkat-singkatnya, tetapi juga membangun jejaring dengan para dosen dan peneliti di universitas almamaternya. Dosen yang sedang melanjutkan studi juga perlu mempelajari struktur organisasi dan tatakelola pelaksanaan kerjasama oleh lembaga atau pusat penelitian di universitas almamaternya dan berusaha merintis hubungan dengan lembaga dan pusat penelitian tersebut. Setelah selesai mengikuti pendidikan, seorang dosen seharusnya tidak boleh putus hubungan dengan universitas almamaternya, melainkan terus menjalin hubungan, khususnya dengan lembaga atau pusat penelitian di universitas almamater masing-masing. Peranan universitas, menurut PR IV Undana, adalah memfasilitasi pelembagaan kerjasama yang dirintis oleh para dosen, bukan mencarikan proyek kerjasama untuk para dosen sebagaimana anggapan yang masih dipegang oleh banyak dosen sampai saat ini. PR IV Undana mencontohkan berbagai proyek kerjasama Undana dengan CDU, khususnya dengan Research Institute for the Environment and Livelihoods (RIEL) dan dengan The Northern Institute, yang dirintis jauh sebelum menjabat sebagai PR IV, yang kemudian ditingkatkan ketika melanjutkan studi di CDU.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kuliah tamu yang semula direncanakan diisi oleh dua orang, dalam pelaksanaannya diisi oleh tiga orang karena menurut panitia, ada permintaan dari The Pacific Institute untuk memaparkan kerjasama dalam bidang hukum kesehatan. Pada kesempatan itu, Dr. ..., dari The Pacific Institute memaparkan peluang kerjasama pengembangan S2 dalam bidang hukum kesehatan untuk mengantisipasi permasalahan hukum yang dihadapi oleh institusi maupun praktisi kesehatan yang akan semakin meningkat seiring dengan meningkatnya kesadaran hukum masyarakat. Pembukaan program S2 dalam bidang hukum kesehatan akan menjadi sumber pemasukan bagi universitas mengingat sampai saat ini masih sangat sedikit universitas yang membuka program S2 bidang hukum kesehatan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Acara kuliah tamu yang berlangsung dengan menggunakan bahasa Inggris diakhiri dengan pidato penutupan dan penyerahan cindra mata oleh Rektor Unmas, foto bersama, dan makan siang. Dalam pidato penutupannya, Rektor Unmas menyampaikan terima kasih atas kesediaan para narasumber untuk menyampaikan kuliah tamu pada pagi tersebut dan mengharapkan agar dirintis kerjasama yang semakin intensif dengan Unmas. Menanggapi hal tersebut, pada saat &amp;nbsp;foto bersama yang dilakukan di bagian depan aula dengan latar belakang spanduk kuliah umum, PR IV Undana menyampaikan kepada PR IV Unmas Dr. Ir. I Ketut Arnawa, MP, rencana kerjasama untuk membangun jaringan deteksi dan peringatan dini ketahanan hayati, keanekaragaman hayati, dan ketahanan pangan yang akan dibicarakan lebih lanjut pada pertemuan selanjutnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;embed flashvars=&quot;host=picasaweb.google.com&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;feat=flashalbum&amp;amp;RGB=0xffffff&amp;amp;feed=https%3A%2F%2Fpicasaweb.google.com%2Fdata%2Ffeed%2Fapi%2Fuser%2F109767830678478993938%2Falbumid%2F6154874226764615249%3Falt%3Drss%26kind%3Dphoto%26hl%3Den_US&quot; height=&quot;267&quot; pluginspage=&quot;http://www.macromedia.com/go/getflashplayer&quot; src=&quot;https://photos.gstatic.com/media/slideshow.swf&quot; type=&quot;application/x-shockwave-flash&quot; width=&quot;400&quot;&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/center&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://pr4undana.blogspot.com/2015/05/pembantu-rektor-iv-memberikan-kuliah.html</link><author>noreply@blogger.com (I Wayan Mudita)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://lh3.googleusercontent.com/-Bd7lBAIlNbM/VWqCa7IjX3I/AAAAAAAAEQE/iPRP95I0Q9E/s72-c/20150523_113403b.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1148295753358569957.post-7919248549794823084</guid><pubDate>Sun, 31 May 2015 02:47:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-05-31T03:40:17.000-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">seminar</category><title>PR IV Memimpin Delegasi Undana Menghadiri 2015 Secure Food Futures: Biosecurity and Food Security Summit di Denpasar, Bali</title><description>&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://lh3.googleusercontent.com/-WMouK5wRJOE/VWp0mRQriKI/AAAAAAAAELs/4sEvtOfgdWk/s800/20150520_150711.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;120&quot; src=&quot;http://lh3.googleusercontent.com/-WMouK5wRJOE/VWp0mRQriKI/AAAAAAAAELs/4sEvtOfgdWk/s800/20150520_150711.jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Sesuai dengan kesepakatan pada pertemuan pendahuluan pada Februari 2015, diselenggarakan&amp;nbsp;2015 Secure Food Futures: Biosecurity and Food Security Summit&amp;nbsp;pada&amp;nbsp;21-22 Mei 2015. Pertemuan tingkat tinggi bilateral tersebut diselenggarakan oleh &lt;a href=&quot;http://www.pbcrc.com.au/&quot;&gt;Plant Biosecurity Cooperative Research Centre&lt;/a&gt; (PBCRC), Australia, bekerjasama dengan Universitas Nusa Cendana (Undana), Universitas Mahasaraswati (Unmas), Universitas Satya Wacana (UKSW), serta Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) dan The Pacific Institute, dengan Unmas dan Kopertis Wilayah VIII sebagai tuan rumah. Pertemuan ini diselenggarakan dengan tujuan untuk menggalang kerjasama yang lebih erat antara pemerintah Australia dan pemerintah Indonesia dalam bidang pertanian dalam 4 tahun ke depan hingga 2019 dengan memperkuat ketahanan hayati tumbuhan (&lt;i&gt;plant biosecurity&lt;/i&gt;) melalui pengembangan jejaring kerjasama ketahanan hayati global. Acara pertemuan dilaksanakan di Aula Kantor Kopertis Wilayah VIII, Jalan Trengguli, Banjar Tembau, Penatih, Denpasar, Bali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan tingkat tinggi bilateral&amp;nbsp;tersebut&amp;nbsp;diharapkan merupakan kelanjutan dari kerjasama yang telah dirintis sejak 2008 dengan melakukan penelitian mengenai berbagai aspek ketahanan hayati di Indonesia. Penelitian dilakukan dengan memberikan beasiswa kepada dosen dan aparat pemerintah daerah untuk melanjutkan studi pada tingkat S2 dan S3 di perguruan tinggi di Australia dan Indonesia. Sebagai kelanjutan dari kerjasama tersebut, pertemuan bilateral tingkat tinggi kali ini diharapkan dapat menghasilkan dokumen kebijakan berbasis penelitian yang disebut ‘&lt;i&gt;Thought Leadership Paper (TLP)&lt;/i&gt;’. Dokumen ini akan memberikan kerangka strategi bagi penguatan ketahanan hayati pertanian di Indonesia, khususnya pengembangan jejaring ketahanan hayati pertanian kawasan timur Indonesia. Dokumen ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan kerjasama bilateral strategis bagi pemerintah Australia dan pemerintah Indonesia dalam bidang ketahanan hayati dan ketahanan pangan yang diharapkan akan berlangsung sampai pada 2018 melalui kegiatan penelitian yang akan didukung oleh PBCRC. Informasi mengenai latar belakang pertemuan tingkat ini dapat diperoleh dari&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://unmas.ac.id/wp-content/uploads/2015/04/ENGLISH-TOR1.pdf&quot;&gt;Kerangka Acuan Kegiatan&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;embed flashvars=&quot;host=picasaweb.google.com&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;feat=flashalbum&amp;amp;RGB=0xffffff&amp;amp;feed=https%3A%2F%2Fpicasaweb.google.com%2Fdata%2Ffeed%2Fapi%2Fuser%2F109767830678478993938%2Falbumid%2F6154860039675042401%3Falt%3Drss%26kind%3Dphoto%26hl%3Den_US&quot; height=&quot;267&quot; pluginspage=&quot;http://www.macromedia.com/go/getflashplayer&quot; src=&quot;https://photos.gstatic.com/media/slideshow.swf&quot; type=&quot;application/x-shockwave-flash&quot; width=&quot;400&quot;&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Pada pertemuan tingkat tinggi tersebut, delegasi Undana dipimpin oleh Pembantu Rektor IV Bidang Kerjasama dan Alumni Ir. I Wayan Mudita, M.Sc., Ph.D., dengan anggota Ir. Yosep Seran Mau, M.Sc., Ph.D., Ir. Jenny E.R. Markus, M.App.Sc., dan Remi L. Natonis, SP, MSi. Sesuai dengan kesepakatan, setiap universitas pelaksana berkewajiban menyusun dan menyajikan makalah&amp;nbsp;TLP dengan topik&amp;nbsp;sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Universitas Nusa Cendana: prakarsa ilmu dan teknologi untuk meningkatkan kemampuan memberikan peringatan dini (&lt;i&gt;&lt;a href=&quot;http://www.pbcrc.com.au/research/early-warning&quot;&gt;early warning&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;)&amp;nbsp;dan melakukan&amp;nbsp;deteksi efektif (&lt;i&gt;&lt;a href=&quot;http://www.pbcrc.com.au/research/effective-detection-and-response&quot;&gt;effective detection&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;)&amp;nbsp;dalam menghadapi ancaman ketahanan hayati, keanekaragaman hayati, dan ketahanan pangan;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Universitas Kristen Satya Wacana: integrasi kebijakan yang berkaitan dengan ketahanan hayati&amp;nbsp;(&lt;i&gt;biosecurity&lt;/i&gt;&amp;nbsp;&lt;i&gt;policy integration&lt;/i&gt;)&amp;nbsp;antar sktor pemerintahan, khususnya kebijakan mengenai karantina;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Universitas Sam Ratulangi: kaitan antara keanekaragaman hayati (&lt;i&gt;biodiversity&lt;/i&gt;) dengan ketahanan hayati dalam mengamankan pangan dalam jangka pendek dan jangka panjang, khususnya guna mengurangi kehilangan hasil sepanjang rantai produksi dan distribusi pangan; dan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Universitas Mahasaraswati: pengembangan ketahanan hayati, keanekaragaman hayati, dan ketahanan pangan melalui pendidikan dan latihan (&lt;i&gt;education and training&lt;/i&gt;).&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Makalah TLP yang disusun dan disajikan Undana berjudul &lt;i&gt;Science and technology initiatives: Use of ICT to enhance detection and early warning of threats to biosecurity, biodiversity, and food security&lt;/i&gt; (Prakarsa ilmu dan teknologi: Penggunaan TIK untuk meningkatkan kemampuan deteksi dan peringatan dini ancaman ketahanan hayati, keanekaragaman hayati, dan ketahanan pangan). Dalam makalah tersebut diuraikan kemajuan yang telah dicapai dalam ilmu dan teknologi untuk melakukan deteksi dan peringatan dini hama, penyakit, dan gulma yang mengancam ketahanan hayati, keanekaragaman hayati, dan ketahanan pangan. Namun kemajuan ilmu dan teknologi tersebut baru dapat dinikmati oleh negara-negara maju, sedangkan negara-negara sedang berkembang menghadapi kendala sumberdaya, baik sumberdaya manusia, infrastruktur, maupun pembiayaan. Oleh karena itu, kesenjangan itu perlu dijembatani, antara lain dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dan penggalangan partisipasi masyarakat. TIK yang dapat dimanfaatkan antara lain adalah mikroskop jarak jauh (&lt;i&gt;remote microscope&lt;/i&gt;) untuk menghbungkan universitas di Indonesia dengan PBCRC dan &lt;a href=&quot;http://www.frontlinesms.com/&quot;&gt;FrontlineSMS&lt;/a&gt; untuk menghubungkan universitas dengan masyarakat di sekitarnya. Mikroskop jarak jauh memerlukan jaringan Internet untuk mengoperasikan, sedangkan FrontlineSMS memerlukan hanya sebuah komputer notebook dan telepon seluler untuk menghubungkan masyarakat dengan universitas.&amp;nbsp;Makalah TLP tersebut dipresentasikan oleh I Wayan Mudita pada sesi terakhir hari kedua.&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Penggunaan Internet sebenarnya sudah sangat luas di Indonesia. Hampir setiap instansi pemerintah dari pusat sampai kabuopaten mempunyai website. Tetapi website tersebut pada umumnya masih digunakan lebih sebagai sarana unjuk diri, belum untuk kepentingan pelayanan masyarakat. Hal ini sangat berbeda dengan website di negara-negara maju, yang telah menggunakan website untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Di negara-negara maju, bukan hanya pemerintah melainkan juga banyak lembaga non-pemerintah yang membangun website untuk memberikan pelayanan, di antaranya memberikan informasi mengenai hama, penyakit, dan gulma. Coba misalnya kunjungi website &lt;a href=&quot;http://www.padil.gov.au/&quot;&gt;Pest and Disease Image Library&lt;/a&gt; (PaDIL) yang dibangun oleh PBCRC untuk memberikan informasi gratis mengenai hama dan penyakit serta&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.cabi.org/isc/&quot;&gt;Invasive Species Compendium&lt;/a&gt;&amp;nbsp;yang dibangun oleh CABI&amp;nbsp;dan &lt;a href=&quot;http://www.issg.org/database/welcome/&quot;&gt;Global Invasive Species Compendium&lt;/a&gt; yang dikelola oleh the &lt;a href=&quot;http://www.issg.org/&quot;&gt;Invasive Species Specialist Group&lt;/a&gt; (ISSG) dari the IUCN Species Survival Commission.untuk memberikan informasi gratis mengenai spesies invasif. Pemerintah Indonesia seharusnya dapat membangun website semacam itu dengan memanfaatkan hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan di Indonesia, tetapi entah mengapa hal tersebut tidak dilakukan. Sumberdaya dalam jaringan mengenai keanekaragaman hayati dapat diperoleh antara lain dari &lt;a href=&quot;http://ibis.fos.auckland.ac.nz/page/related-tools-and-resources.aspx&quot;&gt;Island Biodiversity and Invasive Species&lt;/a&gt; (IBIS).&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Oleh karena itu, universitas perlu memprakarsai pembangunan website semacam itu untuk memberikan layanan deteksi dan peringatan dini ancaman terhadap ketahanan hayati, keanekaragaman hayati, dan ketahanan pangan. Dengan tersedianya website semacam itu, universitas dapat memberikan layanan deteksi dan peringatan dini kepada petani di perdesaan dengan menggunakan layanan &lt;a href=&quot;http://www.frontlinesms.com/&quot;&gt;FrontlineSMS&lt;/a&gt; dan kepada petani di sekitar perkotaan dengan menggunakan layanan Ushahidi. Layanan FrontlineSMS dan &lt;a href=&quot;http://www.ushahidi.com/&quot;&gt;Ushahidi&lt;/a&gt; yang tersedia gratis tersebut dapat digabungkan dengan layanan sistem informasi geografik dalam jaringan seperti &lt;a href=&quot;https://www.google.com/maps&quot;&gt;Google Maps&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;https://www.bing.com/maps/&quot;&gt;Bing Maps&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;https://www.openstreetmap.org/&quot;&gt;OpenStreetMap&lt;/a&gt;, dsb., yang juga tersedia gratis, dan layanan identifikasi semacam &lt;a href=&quot;http://idtools.org/&quot;&gt;IDtools&lt;/a&gt;&amp;nbsp;dan &lt;a href=&quot;ftp://delta-intkey.com/www/data.htm&quot;&gt;Delta Keys&lt;/a&gt; untuk memberikan informasi mengenai sebaran hama, penyakit, dan gulma. Tersedianya layanan semacam itu diharapkan dapat meningkatkan kapasitas deteksi dan peringatan dini terhadap ketahanan hayati, keanekaragaman hayati, dan ketahanan pangan yang sampai saat ini masih sangat rendah. Informasi yang diperoleh dari masyarakat petani dapat ditindaklanjuti dengan menggunakan mikroskop jarak jauh guna melakukan identifikasi terhadap hama, penyakit, atau gulma baru yang belum pernah teridentifikasi sebelumnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pada sesi pertama disajikan makalah dan presentasi oleh pembicara kunci yang berasal dari BAPPENAS, Kementerian Pertanian, dan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Sesi-sesi selanjutnya pada hari kedua diisi dengan presentasi oleh peserta mendaftar, demikian juga dengan sesi-sesi awal hari kedua. Pada hari kedua, Ir. Yosep Seran Mau, M.Sc., Ph.D., dan Ir. Jenny E.R. Markus, M.App.Sc. masing-masing menjadi moderator sesi pertama dan sesi kedua. Ir. Yosep Seran Mau dan Ir. Jenny E.R. Markus&amp;nbsp;menyajikan poster, masing-masing bertajuk&amp;nbsp;&lt;i&gt;&lt;a href=&quot;https://drive.google.com/file/d/0B3Bbs175GOLnRnRWVnZZemM3WGM/view?usp=sharing&quot;&gt;Varietal resistance and yield loss caused by late leaf spot disease in local Rote and Indonesian released gGroundnut varieties&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;. PR IV Undana juga bertugas menjadi moderator sesi terakhir hari kedua untuk melaksanakan semacam diskusi kelompok fokus untuk menghasilkan rumusan hasil pertemuan tingkat tinggi. Hasil diskusi tersebut selanjutnya akan dirumuskan lebih lanjut oleh panitia inti menjadi sejumlah kegiatan yang perlu dilaksanakan sampai tahun 2019. Pada sesi penutupan, Prof. Ian Falk, penghubung PBCRC dan Panitia, meminta agar setiap universitas anggota konsorsium memfinalisasi TLP yang menjadi tanggung jawab masing-masing. Undana telah mengirimkan &lt;a href=&quot;https://drive.google.com/file/d/0B3Bbs175GOLnUTJ3cFVBSUJ3aE0/view?usp=sharing&quot;&gt;revisi TLP yang menjadi tanggung jawabnya&lt;/a&gt; dan sesuai dengan topik TLP tersebut berharap dapat membangun basisdata hama, penyakit, dan gulma untuk kemudian ditayangkan melalui website sebagai informasi bagi masyarakat yang kemudian disampaikan kepada petani dengan menggunakan layanan FrontlineSMS.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://pr4undana.blogspot.com/2015/05/pembantu-rektor-iv-menghadiri-2015.html</link><author>noreply@blogger.com (I Wayan Mudita)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://lh3.googleusercontent.com/-WMouK5wRJOE/VWp0mRQriKI/AAAAAAAAELs/4sEvtOfgdWk/s72-c/20150520_150711.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Denpasar City, Denpasar City, Bali, Republic of Indonesia</georss:featurename><georss:point>-8.65 115.21666700000003</georss:point><georss:box>-8.901153 114.89394350000003 -8.398847 115.53939050000002</georss:box></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1148295753358569957.post-1159015731872137500</guid><pubDate>Sat, 30 May 2015 07:31:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-05-30T23:17:56.691-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">kunjungan</category><title>Rektor, Pembantu Rektor II, dan Pembantu Rektor IV Menghadiri Trilateral University Roundtable Meeting II di Charles Darwin University, Darwin, NT, Australia</title><description>&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://lh3.googleusercontent.com/-INidXTQDc0A/VWkZj14DTMI/AAAAAAAADzI/dFQCD7Pp__c/s800/20150511_074550.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;120&quot; src=&quot;http://lh3.googleusercontent.com/-INidXTQDc0A/VWkZj14DTMI/AAAAAAAADzI/dFQCD7Pp__c/s800/20150511_074550.jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Menindaklanjuti hasil Trilateral University Roundtable Meeting (TURM) I yang diselenggarakan di Dili pada 2014, diselenggarakan TURM II di Darwin, NT, Australia, pada 11-12 Mei 2015. Yang menjadi tuan rumah TURM II kali ini adalah &lt;a href=&quot;http://www.cdu.edu.au/&quot;&gt;Charles Darwin University&lt;/a&gt; (CDU), yang merupakan satu-satunya universitas Australia yang tergabung dalam gabungan universitas-universitas dari tiga negara bertetangga, Indonesia, Australia, dan Timor Leste. TURM II dihadiri oleh seluruh anggota The Indonesia-Timor Leste-Australia Consortium yang terdiri atas &lt;a href=&quot;http://www.undana.ac.id/&quot;&gt;Universitas Nusa Cendana&lt;/a&gt; (Undana), &lt;a href=&quot;http://www.unram.ac.id/&quot;&gt;Universitas Mataram&lt;/a&gt; (Unram), &lt;a href=&quot;http://www.unud.ac.id/&quot;&gt;Universitas Udayana&lt;/a&gt; (Unud), &lt;a href=&quot;http://www.ugm.ac.id/&quot;&gt;Universitas Gadjah Mada&lt;/a&gt; (UGM), &lt;a href=&quot;http://www.uksw.edu/&quot;&gt;Universitas Kristen Satya Wacana&lt;/a&gt; (UKSW), &lt;a href=&quot;http://www.unhas.ac.id/&quot;&gt;Universitas Hasanuddin&lt;/a&gt; (Unhas), &lt;a href=&quot;http://untl-timorleste.blogspot.com/&quot;&gt;Universidade Nacional Timor Lorosaé&lt;/a&gt;, Dili Institute of Technology (DIT), dan CDU sebagai tuan rumah. TURM II dengan tema The Role of Universities in Integrated Sub-Regional Development tersebut dimaksudkan untuk memfasilitasi pengembangan kapasitas kerjasama di kawasan sub-regional Indonesia Timur, Timor Leste, dan Australia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TURM II dibuka langsung oleh Vice-Chancellor CDU Prof. Simon Maddocks, didampingi oleh Deputy Vice Chancellor Prof. Sharon Bell. Selain itu juga ikut memberikan sambutan perwakilan pemerintah Northern Territory, Konsul Indonesia di Darwin, dan Rektor UNTL mewakili pemerintah Timor Leste. Konsul Indonesia berhalangan karena sedang berada di Alice Spring, sehingga baru bisa hadir pada hari kedua. Vice Chancellor CDU menekankan arti penting peran serta universitas dalam meningkatkan kerjasama tiga negara Australia-Indonesia-Timor Leste. Hal yang samna juga disampaikan oleh perwakilan Konsulat Indonesia di Darwin dan Rektor UNTL yang mewakili pemerintah Timor Leste. Pada hari pertama dilaksanakan presentasi pelaksanaan kegiatan kerjasama sejak pertemuan pertama di Dili pada tahun sebelumnya. Pada kesempatan tersebut, Rektor Undana mempresentasikan berbagai kegiatan kerjasama dengan CDU maupun kerjasama dengan universitas di Timor Leste dan dengan universitas lain di Indonesia. Sebelum jamuan makan siang dilakukan penandatanganan perpanjangan nota kesepahaman antara Vice Chancellor CDU dengan sejumlah rektor, termasuk dengan Rektor Undana Prof. Fred Benu. Jamuan makan siang diselenggarakan di Indonesian Garden, yang terletak bersebelahan dengan Chancellery Building. Pada jamuan makan siang tersebut, Vice Chancellor CDU Prof. Simon Maddock terlibat pembicaraan serius dengan Rektor Undana Prof. Fred Benu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;iframe allowfullscreen=&quot;&quot; frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;355&quot; marginheight=&quot;0&quot; marginwidth=&quot;0&quot; scrolling=&quot;no&quot; src=&quot;//www.slideshare.net/slideshow/embed_code/key/1qk7cFcy7bk9EK&quot; style=&quot;border-width: 1px; border: 1px solid #CCC; margin-bottom: 5px; max-width: 100%;&quot; width=&quot;425&quot;&gt; &lt;/iframe&gt; &lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;margin-bottom: 5px;&quot;&gt;&lt;strong&gt; &lt;a href=&quot;https://www.slideshare.net/muditawrites/nusa-cendana-universityembracing-trilateral-cooperation-with-east-timor-and-australia&quot; target=&quot;_blank&quot; title=&quot;Nusa Cendana University: Embracing Tri-lateral Cooperation with East Timor and Australia&quot;&gt;Nusa Cendana University: Embracing Tri-lateral Cooperation with East Timor and Australia&lt;/a&gt; &lt;/strong&gt; from &lt;strong&gt;&lt;a href=&quot;https://www.slideshare.net/muditawrites&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;I Wayan Mudita&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;embed flashvars=&quot;host=picasaweb.google.com&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;feat=flashalbum&amp;amp;RGB=0xffffff&amp;amp;feed=https%3A%2F%2Fpicasaweb.google.com%2Fdata%2Ffeed%2Fapi%2Fuser%2F109767830678478993938%2Falbumid%2F6154475618228361153%3Falt%3Drss%26kind%3Dphoto%26hl%3Den_US&quot; height=&quot;267&quot; pluginspage=&quot;http://www.macromedia.com/go/getflashplayer&quot; src=&quot;https://photos.gstatic.com/media/slideshow.swf&quot; type=&quot;application/x-shockwave-flash&quot; width=&quot;400&quot;&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Hari kedua diawali dengan presentasi oleh Konsul Indonesia di Darwin mengenai pentinngnya kerjasama ketiga kawasan sub-regional, khususnya dalam kaitan dengan program tol laut yang digagas oleh Presiden Joko Widodo. Pada hari kedua dilaksanakan presentasi tematik oleh para peserta dan perwakilan mahasiswa dan alumni. Pada presentasi tematik mengenai lingkungan hidup dipresentasikan kerjasama antara &lt;a href=&quot;http://riel.cdu.edu.au/&quot;&gt;Research Institute for the Environment and Livelihoods&lt;/a&gt; (RIEL) dan Undana, antara lain mengenai pengelolaan api, GIS kesehatan Provinsi NTT, GIS kerusakan hutan di Timor Barat, tambang rakyat di NTT dan Sulawesi Tenggara, dsb. Pada hari kedua juga dibahas tema-tema kerjasama dan universitas yang ditetapkan sebagai pusat unggulan untuk setiap tema. Undana dipercaya sebagai pusat unggulan bidang pertanian lahan kering dan lingkungan hidup. Penetapan tersebut didasarkan atas pola ilmiah Undana untuk menjadi pusat pengembangan lahan kering kepulauan dan kerjasama Undana dengan RIEL yang sudah terbina sangat lama dan semakin intensif. Hari kedua diakhiri dengan penetapan lokasi TURM III 2016 dan Undana terpilih secara aklamasi sebagai lokasi pertemuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;embed flashvars=&quot;host=picasaweb.google.com&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;feat=flashalbum&amp;amp;RGB=0xffffff&amp;amp;feed=https%3A%2F%2Fpicasaweb.google.com%2Fdata%2Ffeed%2Fapi%2Fuser%2F109767830678478993938%2Falbumid%2F6154491490781785889%3Falt%3Drss%26kind%3Dphoto%26hl%3Den_US&quot; height=&quot;267&quot; pluginspage=&quot;http://www.macromedia.com/go/getflashplayer&quot; src=&quot;https://photos.gstatic.com/media/slideshow.swf&quot; type=&quot;application/x-shockwave-flash&quot; width=&quot;400&quot;&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://4.bp.blogspot.com/-1oTxZFRq1jE/VWkmM6-J1NI/AAAAAAAAD2w/HHfd9YSqf8I/s800/20150512_130638.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;225&quot; src=&quot;http://4.bp.blogspot.com/-1oTxZFRq1jE/VWkmM6-J1NI/AAAAAAAAD2w/HHfd9YSqf8I/s400/20150512_130638.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;embed flashvars=&quot;host=picasaweb.google.com&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;feat=flashalbum&amp;amp;RGB=0xffffff&amp;amp;feed=https%3A%2F%2Fpicasaweb.google.com%2Fdata%2Ffeed%2Fapi%2Fuser%2F109767830678478993938%2Falbumid%2F6154503647827590177%3Falt%3Drss%26kind%3Dphoto%26hl%3Den_US&quot; height=&quot;267&quot; pluginspage=&quot;http://www.macromedia.com/go/getflashplayer&quot; src=&quot;https://photos.gstatic.com/media/slideshow.swf&quot; type=&quot;application/x-shockwave-flash&quot; width=&quot;400&quot;&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;TURM II 2015 diakhiri dengan jamuan makan malam di restoran &lt;a href=&quot;http://www.darwinharbourcruises.com.au/index.php?page=tumlaren&quot;&gt;Darwin Harbour Cruises&lt;/a&gt; di kapal layar Tumlaren. Kapal berangkat dari dermaga di Darwin Waterfront, berlayar pada pukul 17.15 waktu setempat ke arah pesisir barat kota Darwin untuk menikmati matahari terbenam dan kembali untuk menikmati pemandangan kota Darwin pada malam hari. Di kapal disajikan hidangan khas Darwin disertai dengan minuman anggur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;embed flashvars=&quot;host=picasaweb.google.com&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;feat=flashalbum&amp;amp;RGB=0xffffff&amp;amp;feed=https%3A%2F%2Fpicasaweb.google.com%2Fdata%2Ffeed%2Fapi%2Fuser%2F109767830678478993938%2Falbumid%2F6154509466313053937%3Falt%3Drss%26kind%3Dphoto%26hl%3Den_US&quot; height=&quot;267&quot; pluginspage=&quot;http://www.macromedia.com/go/getflashplayer&quot; src=&quot;https://photos.gstatic.com/media/slideshow.swf&quot; type=&quot;application/x-shockwave-flash&quot; width=&quot;400&quot;&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Rektor Undana didampingi oleh Pembantu Rektor IV Bidang Kerjasama dan Alumni dan Pembantu Rektor II Bidang Administrasi dan Keuangan masih melakukan pertemuan dengan pihak CDU di luar acara TURM II. Pertemuan pertama dilakukan dengan Direktur &lt;a href=&quot;http://www.cdu.edu.au/northern-institute&quot;&gt;Northern Institute&lt;/a&gt; CDU Prof. Ruth Wallace untuk membahas pembimbingan bersama mahasiswa S3 Administrasi Publik Undana. Pertemuan dengan Prof. Ruth Wallace berlangsung sore hari pada hari pertama di Adina Vibe Hotel, Darwin Waterfront. Pada pertemuan tersebut disepakati bahwa Prof. Ruth Wallace akan berkunjung ke Kupang pada Juni 2015 untuk bertemu dengan mahasiswa Undana. Pertemuan kedua dengan Direktur RIEL dan Dekan School of Environment CDU, Prof Andrew Campbell. Pertemuan berlangsung di kantor RIEL di kampus CDU pada 13 Mei 2015, dihadiri oleh staf RIEL lainnya, antara lain Dr. Penny Wurm dan Rohan Fisher. Pertemuan ini membahas agenda kegiatan penelitian ASM dan kemungkinan pelibatan mahasiswa S2 ilmu lingkungan dalam kegiatan penelitian tersebut. Disepakati bahwa Direktur RIEL dan Dekan School of Environment Prof. Andrew Campbell akan berkunjung ke Undana akhir Mei 2015.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;embed flashvars=&quot;host=picasaweb.google.com&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;feat=flashalbum&amp;amp;RGB=0xffffff&amp;amp;feed=https%3A%2F%2Fpicasaweb.google.com%2Fdata%2Ffeed%2Fapi%2Fuser%2F109767830678478993938%2Falbumid%2F6154528235629645905%3Falt%3Drss%26kind%3Dphoto%26hl%3Den_US&quot; height=&quot;267&quot; pluginspage=&quot;http://www.macromedia.com/go/getflashplayer&quot; src=&quot;https://photos.gstatic.com/media/slideshow.swf&quot; type=&quot;application/x-shockwave-flash&quot; width=&quot;400&quot;&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Hari terakhir berada di Darwin dimanfaatkan untuk bertemu dengan orang-orang Indonesia, khususnya asal NTT, yang tinggal di Darwin. Pada hari terakhir tersebut Rektor juga berkesempatan berkeliling dengan berjalan kaki di kawasan pusat kota darwin dan naik bis kota melihat-lihat kawasan kota Darwin di luar pusat kota. Menurut Rektor, Darwin merupakan kota kecil saja, lebih kecil dari Perth di mana dahulu Rektor menyelesaikan pendidikan S3, tetapi tertata sangat rapi. Rektor dan rombongan kembali ke Kupang dengan penerbangan malam dari Darwin menuju Denpasar, dilanjutkan dengan penerbangan lanjutan keesokan harinya dari Denpasar ke Kupang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;iframe height=&quot;480&quot; src=&quot;https://www.google.com/maps/d/embed?mid=zWugpeBxy_J8.k-t4mFm3XYCE&amp;amp;hl=en_US&quot; width=&quot;510&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;embed flashvars=&quot;host=picasaweb.google.com&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;feat=flashalbum&amp;amp;RGB=0xffffff&amp;amp;feed=https%3A%2F%2Fpicasaweb.google.com%2Fdata%2Ffeed%2Fapi%2Fuser%2F109767830678478993938%2Falbumid%2F6154553934073601697%3Falt%3Drss%26kind%3Dphoto%26hl%3Den_US&quot; height=&quot;267&quot; pluginspage=&quot;http://www.macromedia.com/go/getflashplayer&quot; src=&quot;https://photos.gstatic.com/media/slideshow.swf&quot; type=&quot;application/x-shockwave-flash&quot; width=&quot;400&quot;&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/center&gt;</description><link>http://pr4undana.blogspot.com/2015/05/rektor-pembantu-rektor-ii-dan-pembantu.html</link><author>noreply@blogger.com (I Wayan Mudita)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://lh3.googleusercontent.com/-INidXTQDc0A/VWkZj14DTMI/AAAAAAAADzI/dFQCD7Pp__c/s72-c/20150511_074550.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Darwin NT, Australia</georss:featurename><georss:point>-12.4628271 130.84177720000002</georss:point><georss:box>-12.9587116 130.19633020000003 -11.9669426 131.4872242</georss:box></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1148295753358569957.post-3423774673901031689</guid><pubDate>Wed, 06 May 2015 12:42:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-05-06T05:42:02.322-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">seminar</category><title>Kesempatan Menyajikan Makalah pada Pertemuan Tingkat Tinggi Bilateral Australia-Indonesia &#39;2015 Secure Food Future Summit: Biosecurity for Food Security&#39;</title><description>&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://cdn.fatcow.com.au/c/Plant-Health-Australia/images/Advocates-of-the-national-plant-biosecurity-system-316138-l.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://cdn.fatcow.com.au/c/Plant-Health-Australia/images/Advocates-of-the-national-plant-biosecurity-system-316138-l.jpg&quot; height=&quot;120&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Bekerjasama dengan &lt;a href=&quot;http://www.pbcrc.com.au/&quot;&gt;Plant Biosecurity Cooperative Research Centre&lt;/a&gt;&amp;nbsp;(PBCRC), Canberra, Australia, dan &lt;a href=&quot;http://unmas.ac.id/id/&quot;&gt;Universitas Mahasaraswati&lt;/a&gt;, Denpasar, Bali, sebagai tuan rumah, &lt;a href=&quot;http://www.undana.ac.id/&quot;&gt;Universitas Nusa Cendana&lt;/a&gt; bersama dengan &lt;a href=&quot;http://www.uksw.edu/id.php&quot;&gt;Universitas Kristen Satya Wacana&lt;/a&gt;, Salatiga, Jawa Tengah, serta &lt;a href=&quot;http://www.unsrat.ac.id/&quot;&gt;Universitas Sam Ratulangi&lt;/a&gt; dan The Pacific Institute, Manado, Sulawesi Utara, bermitra menyelenggarakan &lt;a href=&quot;http://unmas.ac.id/secure-food-futures-summit-international-bilateral-biosecurity-summit-bali-21-22-may-2015/&quot;&gt;2015 Secure Food Futures: Biosecurity and Food Security&lt;/a&gt;. Pertemuan tingkat tinggi bilateral Australia dan Indonesia ini diselenggarakan dengan tujuan untuk menggalang kerjasama yang lebih erat antara pemerintah Australia dan pemerintah Indonesia dalam bidang pertanian dalam 4 tahun ke depan hingga 2019 dengan memperkuat ketahanan hayati tumbuhan (&lt;i&gt;plant biosecurity&lt;/i&gt;) melalui pengembangan jejaring kerjasama ketahanan hayati global. Pertemuan tingkat tinggi tersebut akan diselenggarakan di Kopertis Wilayah VIII, Jalan Trengguli, Banjar Tembau, Penatih, Denpasar, Bali, pada 21-22 Mei 2015.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan tingkat tinggi bilateral&amp;nbsp;tersebut&amp;nbsp;diharapkan merupakan kelanjutan dari kerjasama yang telah dirintis sejak 2008 dengan melakukan penelitian mengenai berbagai aspek ketahanan hayati di Indonesia. Penelitian dilakukan dengan memberikan beasiswa kepada dosen dan aparat pemerintah daerah untuk melanjutkan studi pada tingkat S2 dan S3 di perguruan tinggi di Australia dan Indonesia. Sebagai kelanjutan dari kerjasama tersebut, pertemuan bilateral tingkat tinggi kali ini diharapkan dapat menghasilkan dokumen kebijakan berbasis penelitian yang disebut ‘&lt;i&gt;Thought Leadership Paper&lt;/i&gt;’. Dokumen ini akan memberikan kerangka strategi bagi penguatan ketahanan hayati pertanian di Indonesia, khususnya pengembangan jejaring ketahanan hayati pertanian kawasan timur Indonesia. Dokumen ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan kerjasama bilateral strategis bagi pemerintah Australia dan pemerintah Indonesia dalam bidang ketahanan hayati dan ketahanan pangan yang diharapkan akan berlangsung sampai pada 2018 melalui kegiatan penelitian yang akan didukung oleh PBCRC. Informasi mengenai latar belakang pertemuan tingkat ini dapat diperoleh dari &lt;a href=&quot;http://unmas.ac.id/wp-content/uploads/2015/04/ENGLISH-TOR1.pdf&quot;&gt;Kerangka Acuan Kegiatan&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://resources2.news.com.au/images/2014/08/20/1227030/850630-c9e704ee-2825-11e4-9eb5-3a52f5ba7bde.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://resources2.news.com.au/images/2014/08/20/1227030/850630-c9e704ee-2825-11e4-9eb5-3a52f5ba7bde.jpg&quot; height=&quot;225&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Thoght Leadership Paper&lt;/i&gt; tersebut akan disusun bersama oleh seluruh universitas anggota konsorsium dengan tugas khusus setiap universitas sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Universitas Nusa Cendana: prakarsa ilmu dan teknologi untuk meningkatkan kemampuan memberikan peringatan dini (&lt;i&gt;&lt;a href=&quot;http://www.pbcrc.com.au/research/early-warning&quot;&gt;early warning&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;)&amp;nbsp;dan melakukan&amp;nbsp;deteksi efektif (&lt;i&gt;&lt;a href=&quot;http://www.pbcrc.com.au/research/effective-detection-and-response&quot;&gt;effective detection&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;)&amp;nbsp;dalam menghadapi ancaman ketahanan hayati, keanekaragaman hayati, dan ketahanan pangan, silahkan &lt;a href=&quot;https://drive.google.com/file/d/0B3Bbs175GOLnWng1aFBWMzlyR28/view?usp=sharing&quot;&gt;unduh dan baca abstrak&lt;/a&gt;;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Universitas Kristen Satya Wacana: integrasi kebijakan yang berkaitan dengan ketahanan hayati&amp;nbsp;(&lt;i&gt;biosecurity&lt;/i&gt;&amp;nbsp;&lt;i&gt;policy integration&lt;/i&gt;)&amp;nbsp;antar sktor pemerintahan, khususnya kebijakan mengenai karantina;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Universitas Sam Ratulangi: kaitan antara keanekaragaman hayati (&lt;i&gt;biodiversity&lt;/i&gt;) dengan ketahanan hayati dalam mengamankan pangan dalam jangka pendek dan jangka panjang, khususnya guna mengurangi kehilangan hasil sepanjang rantai produksi dan distribusi pangan; dan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Universitas Mahasaraswati: pengembangan ketahanan hayati, keanekaragaman hayati, dan ketahanan pangan melalui pendidikan dan latihan (&lt;i&gt;education and training&lt;/i&gt;).&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://202.67.224.140/pdimage/83/3725083_solartrap-korea.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://202.67.224.140/pdimage/83/3725083_solartrap-korea.jpg&quot; height=&quot;348&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Berkaitan dengan tugas khusus tersebut, peserta asal Provinsi Nusa Tenggara Timur diharapkan menyesuaikan topik makalah presentasi oral dan posternya dengan topik yang dialokasikan untuk Universitas Nusa Cendana, yaitu ilmu dan teknologi yang diperlukan untuk melakukan peringatan dini dan deteksi efektif. Peringatan dini berkaitan dengan teknik dan peralatan untuk melakukan identifikasi organisme yang menimbulkan ancaman baru terhadap ketahanan hayati, keanekaragaman hayati, dan ketahanan pangan serta teknik dan peralatan yang diperlukan untuk pengambilan keputusan secara cepat oleh pihak yang berwenang. Pada pihak lain, deteksi secara cepat berkaitan dengan teknik dan peralatan yang diperlukan untuk melakukan pemantauan dan identifikasi organisme, baik yang lama maupun baru, yang menimbulkan masalah ketahanan hayati, keanekaragaman hayati, dan ketahanan pangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.apsnet.org/edcenter/intropp/lessons/fungi/Basidiomycetes/Article%20Images/SoybeanRustPort19.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://www.apsnet.org/edcenter/intropp/lessons/fungi/Basidiomycetes/Article%20Images/SoybeanRustPort19.jpg&quot; height=&quot;257&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Pertemuan tingkat tinggi tersebut menghadirkan pejabat tinggi dari Kementerian Pertanian dan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi sebagai penyaji kunci (&lt;i&gt;keynote speakers&lt;/i&gt;). Pertemuan tingkat tinggi bilateral ini terbuka bagi umum, khususnya bagi kalangan yang bertanggung jawab dalam bidang ketahanan hayati (misalnya karantina pertanian), kalangan pengambil kebijakan dalam bidang pertanian, peternakan, kelautan, kehutanan, dan perdagangan, serta dosen, peneliti, dan praktisi dalam bidang pertanian, peternakan, kelautan, kehutanan, dan pariwisata untuk menyajikan hasil penelitian melalui presentasi oral maupun poster. Untuk memperoleh informasi lebih lengkap mengenai pertemuan tingkat tinggi tersebut, silahkan unduh &lt;a href=&quot;https://drive.google.com/file/d/0B3Bbs175GOLnNUR4REl6OWlhT3M/view?usp=sharing&quot;&gt;brosur&lt;/a&gt;. Untuk menyiapkan makalah dan slide presentasi, silahkan unduh dan gunakan &lt;a href=&quot;https://drive.google.com/file/d/0B3Bbs175GOLnck5Sd1hqTWtZMVU/view?usp=sharing&quot;&gt;panduan penyiapan makalah&lt;/a&gt; dan slide presentasi, sedangkan untuk menyiapkan poster, silahkan unduh dan gunakan &lt;a href=&quot;https://drive.google.com/file/d/0B3Bbs175GOLnd2VYYzZsVWdDbkk/view?usp=sharing&quot;&gt;panduan penyiapan poster&lt;/a&gt;. Penyajian makalah melalui presentasi oral atau poster dikenakan biaya Rp 500.000,- yang untuk pembayarannya silahkan menghubungi panitia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi lebih lanjut mengenai pertemuan tingkat tinggi bilateral ini dapat diperoleh dari &lt;a href=&quot;http://unmas.ac.id/secure-food-futures-summit-international-bilateral-biosecurity-summit-bali-21-22-may-2015/&quot;&gt;Panitian Penyelenggara&lt;/a&gt;. Silahkan hubungi Agus Pramerta melalui ponsel 081805464183 atau email &lt;a href=&quot;mailto:putuagus1708@gmail.com&quot;&gt;putuagus1708@gmail.com&lt;/a&gt; untuk hal-hal yang berkaitan dengan penyiapan makalah, abstrak, dan slide presentasi oral dan menghubungi Agus Wahyudi melalui ponsel&amp;nbsp;08174721297 atau email &lt;a href=&quot;mailto:salasa.gm@gmail.com&quot;&gt;salasa.gm@gmail.com&lt;/a&gt; untuk hal-hal yang berkaitan dengan penyiiapan poster dan pemasukan abstrak poster. Pemasukan abstrak makalah presentasi oral dan abstrak poster diperpanjang sampai 20 Mei 2015. Untuk yang berada di Kupang dan sekitarnya, informasi lebih lanjut dapat diperoleh dari Pembantu Rektor IV Bidang Kerjasama Undana melalui email &lt;a href=&quot;mailto:pr4@undana.ac.id&quot;&gt;pr4@undana.ac.id&lt;/a&gt; atau dari Ir. Yosep Seran Mau, M.Sc., Ph.D., melalui ponsel 081392990010 atau email &lt;a href=&quot;mailto:yosepmau@yahoo.com&quot;&gt;yosepmau@yahoo.com&lt;/a&gt;, dari Ir. Jenny E.R. Markus, M.App.Sc., melalui ponsel 0811384056 atau email &lt;a href=&quot;mailto:jenny_erm@yahoo.com&quot;&gt;jenny_erm@yahoo.com&lt;/a&gt;, dan dari Remi L. Natonis, SP, MSi., melalui ponsel 085253278499 atau email &lt;a href=&quot;mailto:remi.natonis@gmail.com&quot;&gt;remi.natonis@gmail.com&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Anda yang berada di Kota Kupang dan sekitarnya, silahkan masukkan abstrak makalah atau abstrak poster melalui kotak MediaFire FileDrop di bawah ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;&gt;var mf_dropbox_width=480;var mf_dropbox_id=&quot;3e1d5d09a43379973e14d58964067565dc6a5c17a8ab2f262b43fa93d18ddd97&quot;;&lt;/script&gt;&lt;script src=&quot;//www.mediafire.com/dropbox/dropbox.js&quot; type=&quot;text/javascript&quot;&gt;&lt;/script&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Kami akan membantu mengirimkan file yang kami terima kepada Panitia Penyelenggara sesuai dengan batas waktu penerimaan file yang telah ditetapkan.</description><link>http://pr4undana.blogspot.com/2015/05/kesempatan-menyajikan-makalah-pada.html</link><author>noreply@blogger.com (I Wayan Mudita)</author><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Kupang City, Kupang City, East Nusa Tenggara, Republic of Indonesia</georss:featurename><georss:point>-10.1771997 123.60703289999992</georss:point><georss:box>-10.3022312 123.44567139999992 -10.052168199999999 123.76839439999992</georss:box></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1148295753358569957.post-269490614119418736</guid><pubDate>Sun, 03 May 2015 13:05:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-05-03T07:45:47.592-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">kunjungan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">seminar</category><title>Rektor dan Pembantu Rektor IV Bidang Kerjasama dan Alumni Menghadiri Simposium Tambang Rakyat dan Tambang Skala Kecil di Charles Darwin University</title><description>&lt;div&gt;&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://lh3.googleusercontent.com/-tMu3e_9tByg/VUWkj0AWlqI/AAAAAAAADe4/nwfv4tfAo8o/s720/IMG_7639.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;120&quot; src=&quot;https://lh3.googleusercontent.com/-tMu3e_9tByg/VUWkj0AWlqI/AAAAAAAADe4/nwfv4tfAo8o/s720/IMG_7639.jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Rektor Undana Prof. Fred Benu dan Pembantu Rektor IV Bidang Kerjasama dan Alumni Ir. I Wayan Mudita, M.Sc., Ph.D., diundang menghadiri &lt;i&gt;Symposium &amp;amp; Senior Visit for the GPFD Artisanal and Small-scale Mining for Development in Eastern Indonesia&lt;/i&gt; yang diselenggarakan oleh Charles Darwin University di Darwin, Northern Teritorry, pada 28 April sampai 1 Mei 2015. Rektor Undana diundang dalam kapasitas Undana sebagai anggota tim inti penelitian tambang rakyat dan tambang sekala kecil yang didanai oleh &lt;a href=&quot;http://dfat.gov.au/about-us/publications/Documents/gpfd-approved-activities.pdf&quot;&gt;GPFD&lt;/a&gt; (&lt;i&gt;Government Partnership for Development&lt;/i&gt;). GPFD merupakan &lt;a href=&quot;http://dfat.gov.au/about-us/grants-tenders-funding/funding-schemes/pages/government-partnerships-for-development-gpfd.aspx&quot;&gt;skema bantuan Pemerintah Australia melalui Department of Foreign Affairs and Trade kepada negara-negara sedang berkembang&lt;/a&gt;. Selain Undana, anggota tim inti penelitian yang dikoordinasikan oleh Charles Darwin University tersebut adalah &lt;a href=&quot;http://www.anu.edu.au/&quot;&gt;Australian National University&lt;/a&gt; (ANU), Canberra,&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.blhdntt.info/&quot;&gt;Badan Lingkungan Hidup Provinsi Nusa Tenggara Timur&lt;/a&gt;&amp;nbsp;(BLHD Prov. NTT), Kupang, dan &lt;a href=&quot;http://www.uho.ac.id/&quot;&gt;Universitas Halu Oleo&lt;/a&gt; (UHO), Kendari. Selain dihadiri anggota inti, simposium tersebut juga dihadiri oleh para pemangku kepentingan di lokasi penelitian, di antaranya Kepala Dinas Pertambangan &lt;a href=&quot;https://www.google.com/maps/place/East+Nusa+Tenggara,+Republic+of+Indonesia/@-9.5355325,122.0576059,8z/data=!3m1!4b1!4m2!3m1!1s0x2c52f24da8e93697:0x1030bfbcaf71ae0&quot;&gt;Provinsi NTT&lt;/a&gt;, Kepala Dinas Pertambangan &lt;a href=&quot;https://www.google.com/maps/place/South+East+Sulawesi,+Republic+of+Indonesia/@-3.9818872,122.1995593,9z/data=!4m2!3m1!1s0x2d98ecde0b6b7183:0x621d7c439f04a4ed&quot;&gt;Provinsi Sulawesi Tenggara&lt;/a&gt;, Bupati Kupang Provinsi NTT, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara, dan Kepala BLHD Kabupaten Bombana Provinsi Sulawesi Tenggara, dan perwakilan Asosiasi Pertambangan Rakyat Indonesia (APRI) dan LSM BaliFocus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberangkatan Rektor dan Pembantu Rektor IV dalam simposium tersebut sepenuhnya dibiayai oleh melalui anggaran penelitian. Rencananya Rektor dan Pembantu Rektor IV berangkat pada 27 April 2015 pagi dengan penerbangan Wings Air, tetapi karena berangkat terlalu pagi dan harus transit, maka keberangkatan dialihkan dengan menggunakan penerbangan Garuda Indonesia. Namun ternyata penerbangan Garuda Indonesia pagi hari dibatalkan sehingga baru bisa berangkat dengan penerbangan Garuda Indonesia siang hari dengan transit cukup lama di Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya. Akibatnya, penerbangan tidak bisa dilanjutkan karena penerbangan AirAsia Indonesia Denpasar-Darwin berangkat pukul 13.30 ketika penerbangan Garuda baru tiba di Denpasar. Karena keterlambatan disebabkan oleh pihak Garuda Indonesia maka penerbangan ke Darwin dilanjutkan dengan menggunakan penerbangan Jetstar dengan biaya dari Garuda Indonesia. Rektor dan Pembantu Rektor IV tiba di Darwin menjelang tengah malam dan langsung menuju penginapan Travelodge Mirambeena Resort.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;embed flashvars=&quot;host=picasaweb.google.com&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;feat=flashalbum&amp;amp;RGB=0xffffff&amp;amp;feed=https%3A%2F%2Fpicasaweb.google.com%2Fdata%2Ffeed%2Fapi%2Fuser%2F109767830678478993938%2Falbumid%2F6144479465863621537%3Falt%3Drss%26kind%3Dphoto%26hl%3Den_US&quot; height=&quot;267&quot; pluginspage=&quot;http://www.macromedia.com/go/getflashplayer&quot; src=&quot;https://photos.gstatic.com/media/slideshow.swf&quot; type=&quot;application/x-shockwave-flash&quot; width=&quot;400&quot;&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;embed flashvars=&quot;host=picasaweb.google.com&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;feat=flashalbum&amp;amp;RGB=0xffffff&amp;amp;feed=https%3A%2F%2Fpicasaweb.google.com%2Fdata%2Ffeed%2Fapi%2Fuser%2F109767830678478993938%2Falbumid%2F6144484496173862993%3Falt%3Drss%26kind%3Dphoto%26hl%3Den_US&quot; height=&quot;267&quot; pluginspage=&quot;http://www.macromedia.com/go/getflashplayer&quot; src=&quot;https://photos.gstatic.com/media/slideshow.swf&quot; type=&quot;application/x-shockwave-flash&quot; width=&quot;400&quot;&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Acara simposium dilaksanakan sehari pada 28 April 2015 di Ruang Orange 12, Chancellor Building, Charles Darwin University, dibuka oleh Deputy Vice-Chancellor Prof. Sharon Bell didampingi oleh Director, Risearch Institute for the Environment and Livelihoods Prof. Andrew Campbell, dan First Secretary, Indonesian Consulate, Bapak Ardian Nugroho. Dalam pidatonya, Deputy Vice Chancellor Prof. Sharon Bell menggaris bawahi pentingnya hubungan kerjasama antara CDU dan universitas-universitas di kawasan Indonesia Timur, khususnya dengan Undana dan UHO. Acara pembukaan dilanjutkan dengan presentasi oleh para delegasi. Pada sesi presentasi tersebut dibagikan cetakan Bab 1 buku monograf elektronik gratis &quot;&lt;a href=&quot;http://press.anu.edu.au/wp-content/uploads/2013/05/whole1.pdf&quot;&gt;My Country, Mine Country: Indigenous people, mining and development contestation in remote Australia&lt;/a&gt;&quot; (Negeriku Negeri Tambang: Kontestasi orang asli, pertambangan, dan pembangunan di babian terpencil Australia) oleh Benedict Scambary, terbitan Australian National University ePress, yang oleh peserta simposium diplesetkan menjadi &quot;Mining is Mine, Not Yours&quot; (Tambang adalah Milikku, Bukan Milik Kamu&quot;. Pada kesempatan tersebut Rektor dan Pembantu Rektor Undana mempresentasikan hasil penelitian survei cepat di DAS Noelmina dan hasil penelitian pendahuluan di DAS Tilong dengan judul&amp;nbsp;Managnese mining in West Timor:  Impacts and response opportunities. Simposium diakhiri dengan aling tukar cindra mata dan foto bersama di Indonesian Garden, taman Indonesia yang terletak bersebelahan dengan Chancellor Building.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;center&gt;&lt;iframe frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;240&quot; marginheight=&quot;0&quot; marginwidth=&quot;0&quot; scrolling=&quot;no&quot; src=&quot;https://www.slideshare.net/slideshow/embed_code/key/AgCyrTamjR7SGB&quot; width=&quot;286&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;center&gt;&lt;embed flashvars=&quot;host=picasaweb.google.com&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;feat=flashalbum&amp;amp;RGB=0xffffff&amp;amp;feed=https%3A%2F%2Fpicasaweb.google.com%2Fdata%2Ffeed%2Fapi%2Fuser%2F109767830678478993938%2Falbumid%2F6144497963806609585%3Falt%3Drss%26kind%3Dphoto%26hl%3Den_US&quot; height=&quot;267&quot; pluginspage=&quot;http://www.macromedia.com/go/getflashplayer&quot; src=&quot;https://photos.gstatic.com/media/slideshow.swf&quot; type=&quot;application/x-shockwave-flash&quot; width=&quot;400&quot;&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/center&gt;&lt;div&gt;Kunjungan lapangan dilakukan pada 29 April 2015 di tiga lokasi, yaitu &lt;a href=&quot;http://www.whereis.com/nt/rum-jungle-0822&quot;&gt;Rum Jungle Uranium Mining&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;http://www.whereis.com/nt/berry-springs-0838/finn-rd&quot;&gt;Finn Road Gravel Extraction&lt;/a&gt;, dan &lt;a href=&quot;http://www.whereis.com/nt/girraween-0836/girraween-rd&quot;&gt;Girraween Road Sand Extraction&lt;/a&gt;. Sebelum melakukan kunjungan, terlebih dahulu peserta menerima penjelasan mengenai lokasi tambang uranium Jungle Rum oleh Petter Waggitt, Director of Mining Compliance, Department of Mines and Energy. Peter Waggit menjelaskan &lt;a href=&quot;http://www.nt.gov.au/d/rumjungle/Content/documents/historic/Discovery_and_Exploration.pdf&quot;&gt;sejarah penemuan&lt;/a&gt; tambang uranium Rum Jungle dan upaya rehabilitasinya yang ternyata memerlukan biaya yang sangat besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;embed flashvars=&quot;host=picasaweb.google.com&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;feat=flashalbum&amp;amp;RGB=0xffffff&amp;amp;feed=https%3A%2F%2Fpicasaweb.google.com%2Fdata%2Ffeed%2Fapi%2Fuser%2F109767830678478993938%2Falbumid%2F6144518599778609505%3Falt%3Drss%26kind%3Dphoto%26hl%3Den_US&quot; height=&quot;267&quot; pluginspage=&quot;http://www.macromedia.com/go/getflashplayer&quot; src=&quot;https://photos.gstatic.com/media/slideshow.swf&quot; type=&quot;application/x-shockwave-flash&quot; width=&quot;400&quot;&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Tambang uranium Rum Jungle memproduksi uranium untuk persenjataan nuklir Amerika Serikat dan Inggris selama 1954-1971. Semula direncanakan sebagai tambang bawah tanah, tetapi karena kesulitan teknis, diubah menjadi tambang terbuka. Tambang dimiliki oleh pemerintah Australia melalui Australian Atomic Energy Commission (AAEC, sekarang &lt;a href=&quot;http://en.wikipedia.org/wiki/Australian_Nuclear_Science_and_Technology_Organisation&quot;&gt;Australian Nuclear Science and Technology Organisation&lt;/a&gt;, ANSTO) dan dioperasikan oleh anak perusahaan tambang global &lt;a href=&quot;http://www.riotinto.com/&quot;&gt;Rio Tinto&lt;/a&gt; ketika itu, Territory Enterprises Pty Ltd (TEP).&amp;nbsp;Karena perusahaan yang mengoperasikan tambang menolak bertanggung jawab melakukan reklamasi, bekas tambang uranium ini menimbulkan pencemaran lingkungan paling parah di Australia. Pencemaran parah terjadi karena&lt;a href=&quot;http://www.nt.gov.au/d/rumjungle/Content/documents/historic/geology_da_berkman.pdf&quot;&gt; struktur geologi lokasi tambang&lt;/a&gt; berbatuan pirit yang mudah teroksidasi ketika terbongkar, menyebabkan terjasi oksidasi sulfida, melepaskan asam yang mempercepat menghancurkan batuan dan melepaskan logam berat ke dalam aliran anak-anak di wilayah Timur &lt;a href=&quot;http://www.bonzle.com/c/a?a=p&amp;amp;x=130.68876&amp;amp;y=-12.986805&amp;amp;w=5567&amp;amp;h=5567&amp;amp;i=554&amp;amp;j=554&amp;amp;p=209627&amp;amp;pl=209627&amp;amp;fc=1&amp;amp;zix=9%2E26087421090487E-04&amp;amp;mpsec=0#map&quot;&gt;DAS Finniss&lt;/a&gt;.&amp;nbsp;Reklamasi yang dilakukan pada 1977 dengan biaya A$ 16,2 juta, tetapi ternyata kurang berhasil sehingga perlu kembali dilakukan reklamasi pada 1990 yang menghabiskan biaya A$ 1,8 juta. Rektor Undana tidak berkesempatan menghadiri kunjungan lapangan karena harus terbang meninggalkan Darwin untuk menghadiri pertemuan penting dengan ACIAR di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;iframe frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;270&quot; src=&quot;https://www.google.com/maps/embed?pb=!1m18!1m12!1m3!1d498165.9124394003!2d130.90633904074375!3d-12.71856415235551!2m3!1f0!2f0!3f0!3m2!1i1024!2i768!4f13.1!3m3!1m2!1s0x2cbf3e5345500c1d%3A0x40217a82a254d60!2sRum+Jungle+NT+0822%2C+Australia!5e0!3m2!1sen!2s!4v1430634333545&quot; style=&quot;border: 0;&quot; width=&quot;360&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;embed flashvars=&quot;host=picasaweb.google.com&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;feat=flashalbum&amp;amp;RGB=0xffffff&amp;amp;feed=https%3A%2F%2Fpicasaweb.google.com%2Fdata%2Ffeed%2Fapi%2Fuser%2F109767830678478993938%2Falbumid%2F6144535350840400849%3Falt%3Drss%26kind%3Dphoto%26hl%3Den_US&quot; height=&quot;267&quot; pluginspage=&quot;http://www.macromedia.com/go/getflashplayer&quot; src=&quot;https://photos.gstatic.com/media/slideshow.swf&quot; type=&quot;application/x-shockwave-flash&quot; width=&quot;400&quot;&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Setelah makan siang, kunjungan dilanjutkan ke lokasi reklamasi tambang pasir dan batu &lt;a href=&quot;http://www.whereis.com/nt/berry-springs-0838/finn-rd&quot;&gt;Finn Road&lt;/a&gt; dan reklamasi tambang pasir &lt;a href=&quot;http://www.whereis.com/nt/girraween-0836/girraween-rd&quot;&gt;Girraween Road&lt;/a&gt;. Penjelasan mengenai kedua lokasi tambang ini diberikan oleh Dr. Sean Belairs, dosen senior botani dan ekologi restorasi CDU. Penjelasan berkaitan dengan penelitian reklamasi dengan menggunakan jenis-jenis tumbuhan lokal yang dilakukan di lokasi tambang pasir Finn Road dan keberhasilan reklamasi di Giraween Road sebagai habitat jeni-jenis tumbuhan karnivora &lt;a href=&quot;http://en.wikipedia.org/wiki/Utricularia&quot;&gt;Utricularia&lt;/a&gt;. Daftar jenis-jenis tumbuhan unik ini diberikan oleh &lt;a href=&quot;http://www.sarracenia.com/faq/faq5666.html&quot;&gt;The International Carnovprous Plant Society&lt;/a&gt;, jenis-jenis khusus di Northern Territory disediakan oleh &lt;a href=&quot;http://www.nretas.nt.gov.au/__data/assets/pdf_file/0004/11020/Utriculariafinal.pdf&quot;&gt;Northern Territory Government&lt;/a&gt;, dan galeri foto disediakan oleh &lt;a href=&quot;http://www.sarracenia.com/faq/faq5666.html&quot;&gt;Carnivorous Plant Photofinder&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;embed flashvars=&quot;host=picasaweb.google.com&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;feat=flashalbum&amp;amp;RGB=0xffffff&amp;amp;feed=https%3A%2F%2Fpicasaweb.google.com%2Fdata%2Ffeed%2Fapi%2Fuser%2F109767830678478993938%2Falbumid%2F6144545881865302913%3Falt%3Drss%26kind%3Dphoto%26hl%3Den_US&quot; height=&quot;267&quot; pluginspage=&quot;http://www.macromedia.com/go/getflashplayer&quot; src=&quot;https://photos.gstatic.com/media/slideshow.swf&quot; type=&quot;application/x-shockwave-flash&quot; width=&quot;400&quot;&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;embed flashvars=&quot;host=picasaweb.google.com&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;feat=flashalbum&amp;amp;RGB=0xffffff&amp;amp;feed=https%3A%2F%2Fpicasaweb.google.com%2Fdata%2Ffeed%2Fapi%2Fuser%2F109767830678478993938%2Falbumid%2F6144548762961106609%3Falt%3Drss%26kind%3Dphoto%26hl%3Den_US&quot; height=&quot;267&quot; pluginspage=&quot;http://www.macromedia.com/go/getflashplayer&quot; src=&quot;https://photos.gstatic.com/media/slideshow.swf&quot; type=&quot;application/x-shockwave-flash&quot; width=&quot;400&quot;&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan pada hari ketiga, 30 April 2015, adalah menghadiri pertemuan dengan Petter Waggitt di kantor Department of Mines and Energy di dalam kota Darwin, tidak jauh dari lokasi penginapan. Pada pertemuan tersebut, dijelaskan kebijakan pemerintah berkaitan dengan tambang dan pendekatan non-formal yang dilakukan untuk meminimalisasi dampak negatif tambang. Pada siang hari dilaksanakan rapat pembahasan rencana kegiatan penelitian pada 2015, baik di Timor Barat dan di Sulawesi Tenggara. Penelitian di Timor Barat akan difokuskan di DAS Noelmina, sedangkan di Sulawesi Tenggara difokuskan di Kabupaten Bombana. Sore harinya seluruh peserta diundang menghadiri makan malam penutupan di restoran &lt;a href=&quot;http://www.whereis.com/nt/fannie-bay-0820/yellowId-LN036001100681646&quot;&gt;Darwin Trailler Boat Club&lt;/a&gt;. Hari terakhir, 1 Mei 2015 merupakan hari bebas dan rombongan dari Indonesia kembali ke Indonesia dengan penerbangan AirAsia Indonesia pada malam hari. Kesempatan tersebut dimanfaatkan oleh PR IV Undana untuk melobi perwakilan UHO dan perwakilan &lt;a href=&quot;https://www.facebook.com/pages/Asosiasi-Tambang-Rakyat-Indonesia/104963609579673&quot;&gt;Asosiasi Pertambangan Rakyat Indonesia&lt;/a&gt; (APRI) untuk membentuk konsorsium tambang rakyat yang terdiri atas universitas, dinas pertambangan, badan lingkungan hidup daerah, dan lembaga swadaya masyarakat. Prakarsa tersebut memperoleh sambutan positif dan akan segera ditindaklanjuti sekembali di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;embed flashvars=&quot;host=picasaweb.google.com&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;feat=flashalbum&amp;amp;RGB=0xffffff&amp;amp;feed=https%3A%2F%2Fpicasaweb.google.com%2Fdata%2Ffeed%2Fapi%2Fuser%2F109767830678478993938%2Falbumid%2F6144562587624705953%3Falt%3Drss%26kind%3Dphoto%26hl%3Den_US&quot; height=&quot;267&quot; pluginspage=&quot;http://www.macromedia.com/go/getflashplayer&quot; src=&quot;https://photos.gstatic.com/media/slideshow.swf&quot; type=&quot;application/x-shockwave-flash&quot; width=&quot;400&quot;&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Penerbangan kembali ke Indonesia ternyata ditunda karena pesawat mengalami masalah teknis sehingga harus kembali mendarat di Denpasar setelah terbang kira-kira setengah jam. Sebagian dari rombongan menunggu di ruang tunggu bandara, sebagian lagi menunggu di luar gedung &lt;a href=&quot;http://www.whereis.com/nt/darwin-international-airport-0820&quot;&gt;Bandar Udara Internasional Darwin&lt;/a&gt;. Rombongan baru bisa berangkat setelah tengah malam sehingga baru tiba di &lt;a href=&quot;http://www.whereis.com/nt/darwin-international-airport-0820&quot;&gt;Bandar Udara Internasional Ngurah Rai&lt;/a&gt;, Denpasar, dini hari untuk kembali melanjutkan penerbangan ke kota masing-masing setelah beristirahan beberapa jam di hotel. Rombongan dari Kupang yang terdiri atas Kepala Dinas Pertambangan Provinsi NTT Thobias Uly, Kepala BLHD Provinsi NTT Frederik Tielman, Kepala Bidang BLHD Provinsi NTT Elisabeth Ugutterbang, Bupati Kupang Dr. Ayub Titu Eki, dan PR IV Undana Ir. I Wayan Mudita, M.Sc., Ph.D., kembali dengan penerbangan Garuda Indonesia dan tiba di &lt;a href=&quot;https://www.google.com/maps/place/10%C2%B010&#39;18.0%22S+123%C2%B040&#39;16.6%22E/@-10.1678472,123.6567846,15z/data=!4m2!3m1!1s0x0:0x0?hl=en-US&quot;&gt;Bandar Udara El Tari&lt;/a&gt;, Kupang, pukul 09.00 WITA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;embed flashvars=&quot;host=picasaweb.google.com&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;feat=flashalbum&amp;amp;RGB=0xffffff&amp;amp;feed=https%3A%2F%2Fpicasaweb.google.com%2Fdata%2Ffeed%2Fapi%2Fuser%2F109767830678478993938%2Falbumid%2F6144570529204061393%3Falt%3Drss%26kind%3Dphoto%26hl%3Den_US&quot; height=&quot;267&quot; pluginspage=&quot;http://www.macromedia.com/go/getflashplayer&quot; src=&quot;https://photos.gstatic.com/media/slideshow.swf&quot; type=&quot;application/x-shockwave-flash&quot; width=&quot;400&quot;&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;embed flashvars=&quot;host=picasaweb.google.com&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;feat=flashalbum&amp;amp;RGB=0xffffff&amp;amp;feed=https%3A%2F%2Fpicasaweb.google.com%2Fdata%2Ffeed%2Fapi%2Fuser%2F109767830678478993938%2Falbumid%2F6144624632888147745%3Falt%3Drss%26kind%3Dphoto%26hl%3Den_US&quot; height=&quot;267&quot; pluginspage=&quot;http://www.macromedia.com/go/getflashplayer&quot; src=&quot;https://photos.gstatic.com/media/slideshow.swf&quot; type=&quot;application/x-shockwave-flash&quot; width=&quot;400&quot;&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://pr4undana.blogspot.com/2015/05/rektor-dan-pembantu-rektor-iv-bidang.html</link><author>noreply@blogger.com (I Wayan Mudita)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://lh3.googleusercontent.com/-tMu3e_9tByg/VUWkj0AWlqI/AAAAAAAADe4/nwfv4tfAo8o/s72-c/IMG_7639.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Kupang City, Kupang City, East Nusa Tenggara, Republic of Indonesia</georss:featurename><georss:point>-10.1771997 123.60703289999992</georss:point><georss:box>-10.3022312 123.44567139999992 -10.052168199999999 123.76839439999992</georss:box></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1148295753358569957.post-3212216999825946641</guid><pubDate>Fri, 24 Apr 2015 15:47:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-04-24T08:51:57.943-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">perayaan</category><title>Undana Melaksanakan Dharma Shanti Nyepi Saka 1937: Menjaga Kebersamaan dalam Keberagaman</title><description>&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://lh3.googleusercontent.com/-nkYbuG9N5Nw/VTpUDgSg0fI/AAAAAAAADP8/SWXa6Mp75s0/s518/nyepi2015utama_28.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;120&quot; src=&quot;https://lh3.googleusercontent.com/-nkYbuG9N5Nw/VTpUDgSg0fI/AAAAAAAADP8/SWXa6Mp75s0/s518/nyepi2015utama_28.jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Tulisan Kontribusi Wayan Nampa&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Sekretaris Panitia Dharma Shanti Nyepi Saka 1937 Undana&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&quot;&lt;i&gt;Kita mungkin mampu mengerjakan hal-hal kecil seorang diri,&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;tetapi hal yang lebih besar dapat kita lakukan ketika kita bersama-sama.&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;Kebersamaan adalah hal pokok yang harus dipupuk&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;apabila ingin melakukan hal yang lebih besar&lt;/i&gt;&quot;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;b&gt;Prof. Fred Benu&lt;/b&gt;, Rektor Undana&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Hanya kebersamaan membuat kita bisa menghasilkan sesuatu. Demikian salah satu kalimat yang disampaikan Rektor Undana, Prof. Ir. Fred. L. Benu, MSi., Ph.D., ketika memberikan sambutan dalam acara Dharma Shanti Nyepi Saka 1937, 16 April lalu, di Aula Universitas Nusa Cendana, Jl. Adisucipto, Fenfui. “Sebagai Universitas terbesar di NTT, Undana merupakan miniatur Indonesia. Sivitas akademika Undana berlatar belakang dari berbagai suku dan agama di Indonesia. Fluralisme di Undana harus dirajut dalam kebersamaan sehingga kita dapat menghasilkan sesuatu pada peradaban ini”, ungkap Fred Benu, sapaan akrab Rektor Undana ini. “Kita tunjukkan semangat kebersamaan dengan merayakan setiap perayaan hari keagamaan. Hari ini kita merayakan Nyepi secara bersama-sama, nanti kita merayakan Lebaran, dan Natal bersama”, lanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih jauh guru besar ekonomi pertanian ini mengungkapkan bahwa kita tidak akan menghasilkan apa-apa di dalam kesendirian, tetapi kita akan mampu mengerjakan sesuatu yang besar jika bersama-sama. &quot;Dengan begitu kita dapat memberikan sesuatu terhadap peradaban. Peradaban Islam memberikan sumbangsihnya dalam pembangunan manusia, begitu juga peradaban Hindu dan peradaban Kristen yang juga telah mampu memberikan kontribusinya untuk kehidupan. Peradaban barat telah memberikan pengaruhnya terhadap kehidupan, bagaimana dengan peradaban Indonesia. Bagaimana dengan peradaban Indonesia dengan keberagamannya, sejauh mana akan mampu memberikan kontribusi terhadap peradaban dunia. Bagaimana kita mengelaborasi kebudayaan Jawa, Timor, Papua, Sumatra, Bali, Hindu, Kristen, Islam, dan suku bangsa lainnya menjadi satu dan memberikan sumbangsih terhadap peradaban, menjadi warna peradaban Indonesia. Dengan kebersamaan, kita mampu memberikan sumbangsih, sekecil apapun itu yang mampu, kita berikan untuk peradaban&quot;, Rektor menandaskan dalam sambutannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyepi dimaknai sebagai harmonisasi manusia dengan lingkunganny, penyucian bhuana agung (alam semesta) dan bhuana alit (alam manusia). Antara manusia dan lingkungan alam haruslah harmonis. Ketua PHDI Provinsi NTT Drs. I G.M. Putra Kusuma, MSi., dalam sambutannya mengungkapkan, Nyepi merupakan momentum penyucian diri manusia melalui melaksanakan pantangan dan juga penyucian ‘adik-adik kita’. ‘Adik-adik kita’ yang dimaksud adalah binatang dan tumbuhan yang juga disucikan. Manusa melakukan harmonisasi dengan alam semesta sehingga keseimbangan alam tetap terjaga. Prof. Benu merasa terketuk ketika Ketua PHDI tadi mengungkapkan momentum penyucian adik-adik kita (tumbuhan dan hewan). “Pemikiran tumbuhan dan binatang tidak memiliki rasa merupakan pemikiran lama”, kata Prof. Fred Benu dalam sambutannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rektor lebih lanjut menjelaskan, berbagai penelitian membuktikan bahwa tanaman dan hewan memiliki “rasa” yang ditunjukkan dengan bagaimana tanaman merespon perlakuan yang diberikan. “Dengan demikian, sudah seharusnya kita dpat berjalan secara harmonis dengan alam. Kebersamaan mengajarkan kita menerima dan memberi. Tidak saja cukup berterima kasih ketika diberikan sesuatu, tetapi bagaimana membalasnya. Kita (orang NTT) tidak memiliki kosa kata terima kasih, tetapi bukan berarti kita tidak memiliki rasa terima kasih. Orang timur memiliki kearifan lokal cara berterima kasih dengan membalas (hal baik) minimal setimpal terhadap apa yang diberikan orang kepadanya. Jadi berterima kasih tidak cukup dengan ucapan “terima kasih”, tapi bagaimana kita membalas perbuatannya dengan hal yang lebih baik lagi”, Rektor melanjutkan dalam sambutannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;embed flashvars=&quot;host=picasaweb.google.com&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;feat=flashalbum&amp;amp;RGB=0xffffff&amp;amp;feed=https%3A%2F%2Fpicasaweb.google.com%2Fdata%2Ffeed%2Fapi%2Fuser%2F109767830678478993938%2Falbumid%2F6141312245956868897%3Falt%3Drss%26kind%3Dphoto%26hl%3Den_US&quot; height=&quot;267&quot; pluginspage=&quot;http://www.macromedia.com/go/getflashplayer&quot; src=&quot;https://photos.gstatic.com/media/slideshow.swf&quot; type=&quot;application/x-shockwave-flash&quot; width=&quot;400&quot;&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Prof. Dr. I G.B. Arjana yang memberikan hikmah nyepi menyampaikan tema “Dengan Semangat Nyepi Kita Tingkatkan Kemajemukan Kampus Sebagai Penggerak Cita-Cita Mulia” sangat relevan dengan kondisi kita kini. Kondisi bangsa akhir-akhir terasa galau akibat harga BBM naik yang diikuti dengan kenaikan harga kebutuhan pokok, pemalsuan berbagai produk makanan, pengoplosan minuman, penegakkan hukum yang tak kunjung tegak, kegaduhan politik. Dunia menghadapi ancaman climate change dan potensi tumbuhnya gerakan radikalisme. Tahun ini juga diadakan peringatan KAA (Konfrensi Asia Afrika) ke-60. KAA melahirkan Dasasila Bandung dan Gerakan Non-Blok. “Gebrakan Presiden Soekarno kala itu laksana membangkitkan bangsa-bangsa di dua benua (Asia dan Afrika) untuk bangkit dari tidurnya. Tetapi, kini dua benua ini kondisinya sangat ironis, mempunyai banyak sudut-sudut gelap berupa kemiskinan, tragedi kependudukan, kelaparan, dan keterbelakangan&quot;, urai Prof. Arjana dalam sambutannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut mantan Pembantu Rektor bidang akademik Undana ini mengungkapkan adanya ancaman perubahan iklim yang direspon oleh warga dunia melalui kampanye Earth Hour (Jam Bumi), yang pada tahun ini diperingati (28/3) lalu jam 20.30-21.30 waktu setempat. Namun gemanya makin memudar. Nyepi telah ratusan tahun dirayakan dengan mematikan lampu minimal 12 jam, tidak melakukan aktivitas dan pantangan lainnya. Di pulau Bali, sepi tanpa deru mesin pabrik, knalpot kendaraan, tanpa deru mesin pesawat, dapat dilaksanakan secara masif dan konsisten karena terkait dengan perintah agama Hindu. Dikaitkan dengan konsep pemanasan global dan energi. konsep ini telah mampu melakukan penghematan yang sedemikian signifikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perayaan Dharma Shanti Nyepi, Tahun Baru Saka 1937 di lingkungan Universitas Nusa Cendana dilaksanakan oleh Panitia yang diketuai oleh Prof. Dr. Ir. Komang Mahayasa, MP. Perayaan dimulai dengan persiapan oleh Panitia. Acara utama dihadiri oleh kalangan pimpinan Undana, pimpinan unit, dosen, dan perwakilan mahasiswa. Acara perayaan diakhiri dengan makan siang bersama yang dihibur dengan acara live tari topeng dan tari joged bungbung. Tari joged bungbung merupakan kesenian rakyat yang penarinya menari dengan mengajak seorang penonton untuk menari bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;embed flashvars=&quot;host=picasaweb.google.com&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;feat=flashalbum&amp;amp;RGB=0xffffff&amp;amp;feed=https%3A%2F%2Fpicasaweb.google.com%2Fdata%2Ffeed%2Fapi%2Fuser%2F109767830678478993938%2Falbumid%2F6141330328858451233%3Falt%3Drss%26kind%3Dphoto%26hl%3Den_US&quot; height=&quot;267&quot; pluginspage=&quot;http://www.macromedia.com/go/getflashplayer&quot; src=&quot;https://photos.gstatic.com/media/slideshow.swf&quot; type=&quot;application/x-shockwave-flash&quot; width=&quot;400&quot;&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;embed flashvars=&quot;host=picasaweb.google.com&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;feat=flashalbum&amp;amp;RGB=0xffffff&amp;amp;feed=https%3A%2F%2Fpicasaweb.google.com%2Fdata%2Ffeed%2Fapi%2Fuser%2F109767830678478993938%2Falbumid%2F6141331552074559185%3Falt%3Drss%26kind%3Dphoto%26hl%3Den_US&quot; height=&quot;267&quot; pluginspage=&quot;http://www.macromedia.com/go/getflashplayer&quot; src=&quot;https://photos.gstatic.com/media/slideshow.swf&quot; type=&quot;application/x-shockwave-flash&quot; width=&quot;400&quot;&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/center&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://pr4undana.blogspot.com/2015/04/undana-melaksanakan-dharma-shanti-nyepi.html</link><author>noreply@blogger.com (I Wayan Mudita)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://lh3.googleusercontent.com/-nkYbuG9N5Nw/VTpUDgSg0fI/AAAAAAAADP8/SWXa6Mp75s0/s72-c/nyepi2015utama_28.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Kupang City, Kupang City, East Nusa Tenggara, Republic of Indonesia</georss:featurename><georss:point>-10.1771997 123.60703289999992</georss:point><georss:box>-10.3022312 123.44567139999992 -10.052168199999999 123.76839439999992</georss:box></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1148295753358569957.post-5413228645375995515</guid><pubDate>Sun, 08 Mar 2015 05:35:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-03-07T21:47:30.462-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">tata ruang kampus</category><title>Menghijauankan Kampus: Bukan Soal Menanam Semilyar Pohon, tapi Soal Memelihara untuk Meninggalkan Jejak Sejarah</title><description>&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://lh4.googleusercontent.com/-ZLXvKbzL3jA/VPuwjllednI/AAAAAAAADD8/WLAeEjhhoMo/s800/20150213_162143.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;120&quot; src=&quot;https://lh4.googleusercontent.com/-ZLXvKbzL3jA/VPuwjllednI/AAAAAAAADD8/WLAeEjhhoMo/s800/20150213_162143.jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Sejak awal musim hujan 2015/2016, Undana telah melakukan penanaman pohon sebagai bbagian dari upaya untuk menjadikan kampus sebagai tempat tumbuh jenis-jenis pohon khas lahan kering kepulauan. Pagi 6 Maret 2015 kembali dilakukan penanaman, kali ini oleh Resimen Mahasiswa Mahadana. Penanaman dilakukan di seputar lapangan sepak bola, melanjutkan penanaman yang telah dilakukan oleh Rektor sebulan sebelumnya. Penanaman pohon di kampus seharusnya dikoordinasikan oleh Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Cendana dan Arboretum Lembaga Penelitian Undana, Dr. Ir. M. Kasim, MP, tetapi karena yang bersangkutan berhalangan maka dialihkan kepada Kepala Unit Pelaksana Teknis Laboratorium Lapangan Terpadu (UPT-LLT) Lahan Kering Kepulauan, Dr. Ir. Muhammad S.M. Nur, MSi, bersama dengan Resimen Mahasiswa di bawah Komandan Resimen Kristoforus Wara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penanaman pertama dilakukan oleh Rektor bersama dengan mahasiswa Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian Undana yang dikoordinasikan oleh dosen kehutanan Nixon Rammang, SHut., MSi. Rektor menanam anakan beringin &lt;i&gt;Ficus benjamina&lt;/i&gt; sumbangan suami-istri David Fina-Indah Setyawati, pencinta pohon lokal Timor. Rektor melakukan penanaman setelah mengikuti rapat di Bank NTT, di mana beliau menjabat sebagai komisaris independen. Penanaman diikuti oleh para pembantu rektor, kecuali Pembantu Rektor I yang pada saat itu berhalangan, Kepala Puslitbang Cendana dan Arboretum, dan Kepala LLT Lahan Kering Kepulauan. Pada kesempatan tersebut Rektor kembali menegaskan program penghijauan kampus dengan menanam jenis-jenis pohon lokal untuk menjadikan kampus Undana bukan hanya hijau, tetapi menjadi lokasi konservasi ex situ bagi berbagai jenis pohon hutan kering. Rektor menyampaikan agar anakan bukan hanya ditanam tetapi juga dipelihara sampai benar-benar hidup. Menurut Rektor, menanam memang perlu, tetapi di lahan kering seperti di NTT, memelihara anakan yang telah ditanam juga sangat penting, terutama pada musim kemarau, sehingga anakan bisa bertahan dari kekeringan dan dari ancaman kebakaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;iframe width=&quot;400&quot; height=&quot;267&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/-PNwIzbP83Q&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;embed flashvars=&quot;host=picasaweb.google.com&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;feat=flashalbum&amp;amp;RGB=0xffffff&amp;amp;feed=https%3A%2F%2Fpicasaweb.google.com%2Fdata%2Ffeed%2Fapi%2Fuser%2F109767830678478993938%2Falbumid%2F6123680813130311665%3Falt%3Drss%26kind%3Dphoto%26hl%3Den_US&quot; height=&quot;267&quot; pluginspage=&quot;http://www.macromedia.com/go/getflashplayer&quot; src=&quot;https://photos.gstatic.com/media/slideshow.swf&quot; type=&quot;application/x-shockwave-flash&quot; width=&quot;400&quot;&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Penanaman kedua pada 7 Maret 2015 dilakukan bersama dengan Resimen Mahasiswa Mahadana yang dihadiri pula oleh BEM Undana, melanjutkan penanaman pertama di sekeliling lapangan sepak bola. Penanaman dilakukan pada lubang tanam yang telah digali pada hari sebelumnya dan dilanjutkan dengan menanam pada lubang yang baru digali. Lubang dan jarak tanam ditentukan secara teknis oleh UPT-LLT Lahan Kering Kepulauan. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan pemeriksaan terhadap anakan yang ditanam pada penanaman pertama untuk mengganti anakan yang mati. Rektor berhalalangan hadir pada penanaman kedua ini karena baru kembali dari Jakarta pada malam sebelumnya. Pembantu Rektor IV yang hadir pada kesempatan tersebut kembali menyampaikan bahwa penanaman pohon dilakukan bukan hanya untuk menghijaukan kampus, tetapi juga sekaligus untuk menjadikan kampus sebagai lokasi pelestarian ex situ bagi jenis-jenis pohon hutan kering NTT. Pembantu Rektor IV juga menyampaikan bahwa melakukan penghijauan sebenarnya bukan hanya soal menanam semilyar pohon, tetapi soal memelihara anakan pohon yang ditanam sampai benar-benar hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;embed flashvars=&quot;host=picasaweb.google.com&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;feat=flashalbum&amp;amp;RGB=0xffffff&amp;amp;feed=https%3A%2F%2Fpicasaweb.google.com%2Fdata%2Ffeed%2Fapi%2Fuser%2F109767830678478993938%2Falbumid%2F6123695618243099217%3Falt%3Drss%26kind%3Dphoto%26hl%3Den_US&quot; height=&quot;267&quot; pluginspage=&quot;http://www.macromedia.com/go/getflashplayer&quot; src=&quot;https://photos.gstatic.com/media/slideshow.swf&quot; type=&quot;application/x-shockwave-flash&quot; width=&quot;400&quot;&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan penanaman kedua tersebut Pembantu Rektor IV berkesempatan memperkenalkan vegetasi lokal yang terdapat di Undana, di antaranya pohon kabesak (&lt;i&gt;&lt;a href=&quot;http://www.gbif.org/species/2978568&quot;&gt;Acacia leucophloea&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; (Roxb.) Willd.), masi (&lt;i&gt;&lt;a href=&quot;http://www.gbif.org/species/2953202&quot;&gt;Bauhinia malabarica&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; Roxb.), dan kom (&lt;i&gt;&lt;a href=&quot;http://www.gbif.org/species/3039424&quot;&gt;Ziziphus mauritiana&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; Lam.), perdu koleng susu (&lt;i&gt;&lt;a href=&quot;http://www.gbif.org/species/5414566&quot;&gt;Calotropis procera&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; (Aiton) W.T. Aiton), dan tumbuhan merambat dan melilit putri malu merambat (&lt;i&gt;&lt;a href=&quot;http://www.gbif.org/species/2969351&quot;&gt;Mimosa diplotricha&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; Sauvale) dan buah putri (&lt;i&gt;&lt;a href=&quot;http://www.gbif.org/species/2874211&quot;&gt;Passiflora foetida&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; L.). Di antara jenis pohon lokal, kom mempunyai tajuk melebar membulat tanpa menggugurkan daun pada musim kemarau sehingga sangat cocok untuk menjadi pohon peneduh. Kabesak merupakan pohon bersosok besar dan tinggi dengan percabangan yang membentuk tajuk yang menyerupai payung. Masi bertajuk tidak beraturan, tetapi daunnya juga tidak gugur pada musim kemarau. Koleng susu, putri malu merambat, dan buah putri merupakan tumbuhan yang tumbuh pada lahan terganggu dan berpotensi menggulma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;embed flashvars=&quot;host=picasaweb.google.com&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;feat=flashalbum&amp;amp;RGB=0xffffff&amp;amp;feed=https%3A%2F%2Fpicasaweb.google.com%2Fdata%2Ffeed%2Fapi%2Fuser%2F109767830678478993938%2Falbumid%2F6123686111610817937%3Falt%3Drss%26kind%3Dphoto%26hl%3Den_US&quot; height=&quot;267&quot; pluginspage=&quot;http://www.macromedia.com/go/getflashplayer&quot; src=&quot;https://photos.gstatic.com/media/slideshow.swf&quot; type=&quot;application/x-shockwave-flash&quot; width=&quot;400&quot;&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;embed flashvars=&quot;host=picasaweb.google.com&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;feat=flashalbum&amp;amp;RGB=0xffffff&amp;amp;feed=https%3A%2F%2Fpicasaweb.google.com%2Fdata%2Ffeed%2Fapi%2Fuser%2F109767830678478993938%2Falbumid%2F6123701006094488033%3Falt%3Drss%26kind%3Dphoto%26hl%3Den_US&quot; height=&quot;267&quot; pluginspage=&quot;http://www.macromedia.com/go/getflashplayer&quot; src=&quot;https://photos.gstatic.com/media/slideshow.swf&quot; type=&quot;application/x-shockwave-flash&quot; width=&quot;400&quot;&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Setelah selesai melakukan penanaman dilakukan peninjauan ke lokasi penanaman cendana yang akan dilakukan oleh resimen mahasiswa dan oleh BEM/BLM. Penanaman cendana menjadi sangat penting karena cendana merupakan pohon endemik NTT yang namanya menjadi nama universitas. Penanaman cendana direncanakan akan dilakukan pada lokasi di depan lapangan sepak bola yang berhadapan dengan pertigaan jalan menuju ke gedung Fakultas Kesehatan Masyarakat dan ke gedung Pascasarjana Undana yang pada saat ini ditumbuhi oleh pohon gamal. Pembantu Rektor IV menyampaikan bahwa gamal sebenarnya merupakan pohon perintis sehingga setelah berhasil memperbaiki kondisi mikro maka pohon tersebut seharusnya diganti dengan jenis-jenis pohon lain. &quot;Jangan sampai orang mengolok-olok kita dengan sebutan Universitas Nusa Gamal, Unaga, karena membiarkan pohon gamal memenuhi kampus&quot;, kata Pembantu Rektor IV bergurau. Peninjauan ke lokasi penanaman diakhiri dengan menetapkan kesepakatan bahwa penyiapan lokasi akan dilaksanakan pada hari Rabu, 18 Maret 2015 dan pada hari Jumlat, 20 Maret 2015, bersama-sama dengan resimen mahasiswa dan BEM/BLM Undana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;iframe height=&quot;450&quot; src=&quot;https://www.google.com/maps/d/u/1/embed?mid=zoaAUenLRT98.kc2XB4LFg5nM&quot; width=&quot;400&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Penanaman pohon akan dilakukan secara bertahap pada berbagai lokasi lainnya pada setiap musim hujan. Pada musim hujan tahun ini dilakukan pembibitan anakan pohon lokal di rumah pembibitan yang dibangun oleh UPT-LLT Lahan Kering Kepulauan.</description><link>http://pr4undana.blogspot.com/2015/03/menghijauankan-kampus-bukan-soal.html</link><author>noreply@blogger.com (I Wayan Mudita)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://lh4.googleusercontent.com/-ZLXvKbzL3jA/VPuwjllednI/AAAAAAAADD8/WLAeEjhhoMo/s72-c/20150213_162143.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Kupang City, Kupang City, East Nusa Tenggara, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-10.1787573 123.59760570000003</georss:point><georss:box>-10.428791299999999 123.27488220000004 -9.9287233 123.92032920000003</georss:box></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1148295753358569957.post-7590358308057901752</guid><pubDate>Thu, 19 Feb 2015 07:51:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-02-19T00:06:29.491-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">kunjungan</category><title>Mewakili Rektor Undana Mendampingi Kunjungan Sekretaris Umum Panitia Nasional SNMPTN 2015 dan Panitia Pusat SBMPTN 2015 Berkunjung ke Universitas Timor (Unimor) di Kefamenanu</title><description>&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://lh6.googleusercontent.com/-szeJYQZDf-c/VOWL2QYXwPI/AAAAAAAAC8s/TE9pq6Paej8/s800/20150217_091553b.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://lh6.googleusercontent.com/-szeJYQZDf-c/VOWL2QYXwPI/AAAAAAAAC8s/TE9pq6Paej8/s800/20150217_091553b.jpg&quot; height=&quot;120&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Sekretaris Umum Panitia Nasional SNMPTN 2015 dan Panitia Pusat SBMPTN 2015, Prof. Dr. Werry Darta Taifur, SE, MA, berkunjung ke &lt;a href=&quot;http://www.unimor.ac.id/&quot;&gt;Universitas Timor&lt;/a&gt; (Unimor) pada 17 Februari 2015. Kunjungan tersebut merupakan kunjungan pemantauan kesiapan Unimor untuk menyelenggarakan SNMPTN 2015 dan SBMPTN 2015 dengan dukungan Universitas Nusa Cendana (Undana). Kunjungan tersebut didampingi oleh Pembantu Rektor IV Undana, Ir. I Wayan Mudita, M.Sc., Ph.D., mewakili Rektor Undana yang pada waktu tersebut berhalangan. Prof. Werry Darta Taifur, yang juga adalah Rektor Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat, tiba di Kupang Senin, 16 Februari 2015 malam dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia dan disambut di bandara El Tari oleh Rektor Undana Prof. Ir. Fredrik L. Benu, MSi., Ph.D., PR I Dr. David B.W. Pandie, MS, dan PR IV Undana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;embed flashvars=&quot;host=picasaweb.google.com&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;feat=flashalbum&amp;amp;RGB=0xffffff&amp;amp;feed=https%3A%2F%2Fpicasaweb.google.com%2Fdata%2Ffeed%2Fapi%2Fuser%2F109767830678478993938%2Falbumid%2F6117447393776890961%3Falt%3Drss%26kind%3Dphoto%26hl%3Den_US&quot; height=&quot;267&quot; pluginspage=&quot;http://www.macromedia.com/go/getflashplayer&quot; src=&quot;https://photos.gstatic.com/media/slideshow.swf&quot; type=&quot;application/x-shockwave-flash&quot; width=&quot;400&quot;&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;iframe src=&quot;https://www.google.com/maps/d/embed?mid=zoaAUenLRT98.kZ_Fmme1K9zE&quot; width=&quot;400&quot; height=&quot;480&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan ke Unimor di Kefamenanu, ibukota Kabupaten Timor Tengah Utara, ditempuh melalui jalur darat dengan menggunakan mobil dinas Rektor Undana, berangkat dari Kupang sekitar pukul 07.30 WITA dan tiba sekitar pukul 11.00 WITA. Rombongan diterima di Gedung Rektorat Unimor oleh PR I, PR II, dan Karo BAAKPSI Unimor. Rektor Unimor sedang berada di Jakarta karena dipanggil oleh Menteri Sekretaris Negara. Dalam diskusi tersebut, Prof Werry Darta Taifur menanyakan beberapa hal berkaitan dengan kesiapan Unimor menyelenggarakan SBMPTN 2015, di antaranya berkaitan dengan ruang panitia lokal, keamanan soal seleksi, tempat penelenggaraan seleksi, dan kesiapan website Unimor. Yang menjadi perhatian adalah keamanan ruang penyimpanan soal. PR I Unimor menjelaskan hal-hal yang telah diisiapkan dalam kaitan dengan pelaksanaan SBMPTN 2015 oleh Unimor, khususnya berkaitan dengan upaya untuk menjaga keamanan soal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;embed flashvars=&quot;host=picasaweb.google.com&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;feat=flashalbum&amp;amp;RGB=0xffffff&amp;amp;feed=https%3A%2F%2Fpicasaweb.google.com%2Fdata%2Ffeed%2Fapi%2Fuser%2F109767830678478993938%2Falbumid%2F6117449428756630001%3Falt%3Drss%26kind%3Dphoto%26hl%3Den_US&quot; height=&quot;267&quot; pluginspage=&quot;http://www.macromedia.com/go/getflashplayer&quot; src=&quot;https://photos.gstatic.com/media/slideshow.swf&quot; type=&quot;application/x-shockwave-flash&quot; width=&quot;400&quot;&gt;&lt;/embed&gt;&lt;br /&gt;&lt;/center&gt;&lt;center&gt;&lt;embed flashvars=&quot;host=picasaweb.google.com&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;feat=flashalbum&amp;amp;RGB=0xffffff&amp;amp;feed=https%3A%2F%2Fpicasaweb.google.com%2Fdata%2Ffeed%2Fapi%2Fuser%2F109767830678478993938%2Falbumid%2F6117454305147189873%3Falt%3Drss%26kind%3Dphoto%26hl%3Den_US&quot; height=&quot;267&quot; pluginspage=&quot;http://www.macromedia.com/go/getflashplayer&quot; src=&quot;https://photos.gstatic.com/media/slideshow.swf&quot; type=&quot;application/x-shockwave-flash&quot; width=&quot;400&quot;&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Setelah melakukan diskusi mengenai kesiapan Unimor melaksaanakan SNMPTN 2015 dan SBMPTN 2015 di Ruang Kerja Rektor Unimor, Prof. Werry Darta Taifur didampingi oleh PR IV Undana dan pimpinan Unimor melakukan peninajauan ruang kelas di kampus Unimor dan ruang kelas SMA/SMK yang direncanakan sebagai ruang pelaksanaan SBMPTN 2015. Karena seleksi akan dilaksanakan di beberapa lokasi terpisah, Prof. Werry Darta Taifur meminta agar pihak Unimor menginformasikan peta lokasi pelaksanaan seleksi melalui website. Juga disampaikan agar setiap ruang kelas ditata sedemikian rupa sehingga mampu menampung 20 peserta masing-masing dengan kursi dan meja sendiri. Kunjungan diakhiri dengan jamuan makan bersama di restoran padang setempat disertai dengan saling serah cindra mata. Sebelum meninggalkan Kefamenanu sekitar pukul 14.30, Prof Werry Darta Taifur menyempatkan diri melakukan solat di mesjid setempat. Perjalanan kembali ke Kupang terkendala hujan lebat pada ruas Niki-niki-Soe sehingga baru tiba di Kupang sekitar pukul 17.30.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampai di Kupang, Prof. Werry Darta Taifur menyempatkan diri untuk melihat-lihat kampus Undana, khususnya gedung Rektorat. Beliau sempat masuk ke dan duduk di ruang kerja PR IV, sebelum meninjau gedung Pascasarjana, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, dan Gedung Rektorat Lama Undana. Pada sekitar pukul 19.00, Prof. Werry Darta Taifur menghadiri jamuan makan malam yang diselenggarakan oleh Rektor Undana di Restoran Nelayan sekaligus melakukan penyerahan cindra mata kepada Rektor Undana. Prof. Werry Darta Taifur kembali ke Jakarta ke Padang pada 18 Februari 2019 pagi hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;embed flashvars=&quot;host=picasaweb.google.com&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;feat=flashalbum&amp;amp;RGB=0xffffff&amp;amp;feed=https%3A%2F%2Fpicasaweb.google.com%2Fdata%2Ffeed%2Fapi%2Fuser%2F109767830678478993938%2Falbumid%2F6117460022437885505%3Falt%3Drss%26kind%3Dphoto%26hl%3Den_US&quot; height=&quot;267&quot; pluginspage=&quot;http://www.macromedia.com/go/getflashplayer&quot; src=&quot;https://photos.gstatic.com/media/slideshow.swf&quot; type=&quot;application/x-shockwave-flash&quot; width=&quot;400&quot;&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;</description><link>http://pr4undana.blogspot.com/2015/02/mewakili-rektor-undana-mendampingi.html</link><author>noreply@blogger.com (I Wayan Mudita)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://lh6.googleusercontent.com/-szeJYQZDf-c/VOWL2QYXwPI/AAAAAAAAC8s/TE9pq6Paej8/s72-c/20150217_091553b.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Kupang City, Kupang City, East Nusa Tenggara, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-10.1787573 123.59760570000003</georss:point><georss:box>-10.428791299999999 123.27488220000004 -9.9287233 123.92032920000003</georss:box></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1148295753358569957.post-6355542030959574168</guid><pubDate>Sun, 08 Feb 2015 14:38:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-02-08T06:41:23.990-08:00</atom:updated><title>Rektor Undana Menerima Kunjungan Dir Belmawa Dr. Ir. Illah Sailah, MS</title><description>&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://lh5.googleusercontent.com/-HQwRs8yW5jA/VNdoE1B2gdI/AAAAAAAAC3I/V8EQF9b5ZhY/s800/20150208_132521.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://lh5.googleusercontent.com/-HQwRs8yW5jA/VNdoE1B2gdI/AAAAAAAAC3I/V8EQF9b5ZhY/s800/20150208_132521.jpg&quot; height=&quot;120&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Rektor Undana menerima kunjungan Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Dr.Ir.Illah Sailah, MS, pada Minggu siang, 8 Februari 2015. Rektor menjemput Dir Belmawa dengan didampingi PR I Dr. David B.W. Pandie, MS, PR III Prof. Simon Sabon Ola. dan PR IV Ir. I Wayan Mudita, M.Sc., Ph.D. Dari Bandara, Dir Belmawa yang didampingi oleh K&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #222222; font-family: Cambria, serif; font-size: 16px; line-height: 20.799999237060547px; text-align: justify;&quot;&gt;asubdit Kemahasiswaan Dr. Widyo Winarso&lt;/span&gt;, dengan dihantar Rektor dan rombongan, langsung menuju gedung Fakultas Kedokteran untuk melakukan rapat mengenai &lt;a href=&quot;https://www.google.com/url?sa=t&amp;amp;rct=j&amp;amp;q=&amp;amp;esrc=s&amp;amp;source=web&amp;amp;cd=1&amp;amp;cad=rja&amp;amp;uact=8&amp;amp;ved=0CB0QFjAA&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fhpeq.dikti.go.id%2F&amp;amp;ei=VGXXVLzUBtC6uASY-IEI&amp;amp;usg=AFQjCNFXoDd3ktRx3gbcvaxASNs1oh-06g&amp;amp;sig2=WDGV8LtewSXX2PQZXGmnAQ&quot;&gt;Proyek Health Professional Education Quality (HPEQ)&lt;/a&gt; dan mengenai agenda lainnya, yaitu akreditasi program studi dan program Bidik Misi. Rapat didahului dengan jamuan makan siang bersama yang diadakan oleh Dekan Fakultas Kedokteran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rapat dimulai dengan pemaparan Proyek HPEQ&amp;nbsp;Undana oleh Dekan Fakultas Kedokteran, dilanjutkan dengan dikusi mengenai akreditasi program studi dan diskusi mengenai program Bidik Misi. Menurut Dekan, Proyek HPEQ sangat bermanfaat bagi Fakultas Kedokteran. Dir Belmawa menyampaikan terima kasih atas kerja keras tim pelaksana proyek sehingga berhasil memperoleh capaian yang sangat baik. Seusai mendiskusikan akreditasi program studi dan program Bidik Misi, Dir Belmawa mengunjungi fasilitas Fakultas Kedokteran yang diadakan melalui Proyek HPEQ, sebelum kemudian melakukan peninjauan lapangan untuk melihat rencana pemisahan kampus Undana dari kampus Politeknik Negeri Kupang (PNK) dan kampus Politeknik Negeri Kupang (Politani Negeri Kupang) dengan berjalan kaki. Di depan gedung Fakultas Kesehatan Masyarakat, Dir Belmawa sempat beristirahat sejenak untuk foto bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;embed flashvars=&quot;host=picasaweb.google.com&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;feat=flashalbum&amp;amp;RGB=0xffffff&amp;amp;feed=https%3A%2F%2Fpicasaweb.google.com%2Fdata%2Ffeed%2Fapi%2Fuser%2F109767830678478993938%2Falbumid%2F6113468962968399969%3Falt%3Drss%26kind%3Dphoto%26hl%3Den_US&quot; height=&quot;267&quot; pluginspage=&quot;http://www.macromedia.com/go/getflashplayer&quot; src=&quot;https://photos.gstatic.com/media/slideshow.swf&quot; type=&quot;application/x-shockwave-flash&quot; width=&quot;400&quot;&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Di depan kampus PNK, Rektor Undana menjelaskan rencana akses ke kampus PNK dengan melalui jalan permukiman di sebelah Utara pagar batas kampus Undana. Perjalanan kemudian dilanjutkan ke arah kampus Politani Negeri Kupang. Sebelum mencapai kampus Politani Negeri Kupang, Rektor kembali menjelaskan akses menuju kampus Fakultas Kedokteran Hewan Undana melalui jalan di antara kampus PNK dengan kampus Politani Negeri Kupang. Selanjutnya rombongan berjalan kaki menuju ke akses masuk kampus Politani Negeri Kupang melali jalan lingkar luar dari arah belakang kampus Politani Negeri Kupang saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;embed flashvars=&quot;host=picasaweb.google.com&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;feat=flashalbum&amp;amp;RGB=0xffffff&amp;amp;feed=https%3A%2F%2Fpicasaweb.google.com%2Fdata%2Ffeed%2Fapi%2Fuser%2F109767830678478993938%2Falbumid%2F6113473928977833617%3Falt%3Drss%26kind%3Dphoto%26hl%3Den_US&quot; height=&quot;267&quot; pluginspage=&quot;http://www.macromedia.com/go/getflashplayer&quot; src=&quot;https://photos.gstatic.com/media/slideshow.swf&quot; type=&quot;application/x-shockwave-flash&quot; width=&quot;400&quot;&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Seusai meninjau kampus, Dir Belmawa melanjutkan kunjungan ke &lt;a href=&quot;http://www.roslinorphanage.org/about/AboutUs.html&quot;&gt;Panti Asuhan Roslin&lt;/a&gt; yang terletak di belakang kampus di seberang jalan lingkar luar. Panti asuhan ini dikelola oleh seorang mantan pilot dan pramugari PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk., Kapten Budi dan Ibu Peggy. Kapten Budi merupakan penerima penghargaan &lt;a href=&quot;http://www.roslinorphanage.org/about/AboutUs.html&quot;&gt;CNN Tribute to Heroes 2009&lt;/a&gt;. Sesampai di panti asuhan tersebut, ternyata ibu pengelola panti sedang tidak berada di tempat sehingga Dir Belmawa bertemu hanya dengan anak-anak yang sedang menunggu giliran mandi sore. Dir Belmawa berbincang dengan beberapa orang anak panti asuhan sebelum kemudian anak-anak panti asuhan menyanyikan lagu selamat datang. Dir Belmawa juga bertemu dengan penghuni panti yang sekarang menjadi mahasiswa Fakultas Kedolteran Undana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;embed type=&quot;application/x-shockwave-flash&quot; src=&quot;https://photos.gstatic.com/media/slideshow.swf&quot; width=&quot;400&quot; height=&quot;267&quot; flashvars=&quot;host=picasaweb.google.com&amp;hl=en_US&amp;feat=flashalbum&amp;RGB=0xffffff&amp;feed=https%3A%2F%2Fpicasaweb.google.com%2Fdata%2Ffeed%2Fapi%2Fuser%2F109767830678478993938%2Falbumid%2F6113481047591051185%3Falt%3Drss%26kind%3Dphoto%26hl%3Den_US&quot; pluginspage=&quot;http://www.macromedia.com/go/getflashplayer&quot;&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Sebelum meninggalkan panti, Dir Belmawa menyerahkan sejumlah bingkisan kepada panti. Dir Belmawa akan kembali ke Jakarta pada Senin, 9 Agustus 2015.</description><link>http://pr4undana.blogspot.com/2015/02/rektor-undana-menerima-kunjungan-dir.html</link><author>noreply@blogger.com (I Wayan Mudita)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://lh5.googleusercontent.com/-HQwRs8yW5jA/VNdoE1B2gdI/AAAAAAAAC3I/V8EQF9b5ZhY/s72-c/20150208_132521.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1148295753358569957.post-2572941903799395190</guid><pubDate>Fri, 16 Jan 2015 02:13:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-01-16T05:09:27.125-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">kerjasama</category><title>Undana Berupaya Memperoleh Dana Hibah Pengetahuan Hijau MCAI-Indonesia Melalui Konsorsium Lahan Sub-Optimal</title><description>&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://3.bp.blogspot.com/-dJJVgg4QZmQ/Ukj8D2tjCUI/AAAAAAAAAFY/hE_x0GI9NTM/s1600/DSC_0966.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://3.bp.blogspot.com/-dJJVgg4QZmQ/Ukj8D2tjCUI/AAAAAAAAAFY/hE_x0GI9NTM/s1600/DSC_0966.JPG&quot; height=&quot;120&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Untuk mengentaskan masyarakat dari kemiskinan melalui pertumbuhan ekonomi, Pemerintah Republik Indonesia dan Amerika Serikat, melalui Millennium Challenge Corporation (MCC), menandatangani Perjanjian Compact pada 19 November 2011. Sebagai tindak lanjut dari penandatangan perjanjian tersebut, dibentuk Millennium Challenge Account – Indonesia (MCA-I) untuk mengelola dan mengawasi penerapan Program Compact yang bertujuan mendukung tujuan pembangunan Pemerintah Indonesia melalui tiga proyek, yaitu (1) Proyek Modernisasi Pengadaan, (2) Proyek Kesehatan dan Gizi Berbasis Masyarakat untuk Mengurangi &lt;i&gt;Stunting&lt;/i&gt;, dan (3) Proyek Kemakmuran Hijau. Proyek Kemakmuran Hijau, terbesar dari tiga proyek Compact, memiliki kegiatan yang disebut Pengetahuan Hijau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MCA-Indonesia, melalui Kegiatan Pengetahuan Hijau, menawarkan hibah untuk kegiatan yang akan berinvestasi dalam proyek-proyek yang terkait dengan peningkatan keterampilan tenaga kerja, peningkatan kapasitas, bantuan teknis, pengumpulan dan penyebaran pengetahuan yang berhubungan dengan satu (atau lebih) isu utama Kemakmuran Hijau (energi terbarukan, pengelolaan sumber daya alam, dan pertanian berkelanjutan). Untuk memperoleh calon penerima hibah potensial, MCA - Indonesia menyampaikan &lt;a href=&quot;http://gp.mca-indonesia.go.id/gkgrant/&quot;&gt;Undangan Pernyataan Minat&lt;/a&gt; (&lt;i&gt;Call for Expression of Interest&lt;/i&gt;, CfEOI) yang mencakup &lt;a href=&quot;http://gp.mca-indonesia.go.id/gkgrant/potential-project-categories/&quot;&gt;dua kategori hibah&lt;/a&gt;, yaitu (1) Hibah Peningkatan Keterampilan Tenaga Kerja Berwawasan Lingkungan dan (2) Hibah untuk Pengumpulan dan Penyebaran Pengetahuan Hijau. Bagi kedua kategori hibah tersebut, MCA-Indonesia memberikan dana hibah  dalam kisaran nilai USD 200.000 sampai USD 4.000.000  untuk setiap proyek. Seluruh kategori memiliki persyaratan pendanaan  bersama. Penjelasan rinci tentang persyaratan pendanaan bersama dapat  ditemukan di dalam paket dokumen lengkap Undangan Pernyataan Minat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menangkap peluang memperoleh dana hibah tersebut, Konsorsium Lahan Kering Bali-Nusa Tenggara melaksanakan pertemuan di Sekretariat Konsorsium, Kampus Unram, Mataram, NTB, pada 8 Januari 2015. Pertemuan tersebut, selain dihadiri oleh perwakilan anggota konsorsium, juga dihadiri olehn Prof. Poppy Ismalina Ph.D., Associate Director of Green Knowledge, Green Prosperity Project MCA-I, dan 2 staf MCA-I, yaitu Ir. Nunung Nuryartono, Ph,D dan Ir. Iqbal, Ph.D. Pertemuan menyepakati untuk menyiapkan proposal bersama yang diawali dengan penyusunan &lt;a href=&quot;http://gp.mca-indonesia.go.id/gkgrant/concept-note-content/&quot;&gt;konsep proyek&lt;/a&gt; (&lt;i&gt;concept note&lt;/i&gt;) setebal sekitar 10 halaman sebagai bagian dari &lt;a href=&quot;http://gp.mca-indonesia.go.id/gkgrant/eligibility-requirements-for-eoi-for-green-knowledge-grants/&quot;&gt;syarat pernyataan minat&lt;/a&gt; yang juga memuat &lt;a href=&quot;http://gp.mca-indonesia.go.id/gkgrant/application-content/&quot;&gt;surat pengantar dan gambaran umum konsorsium&lt;/a&gt;. Konsep proyek &amp;nbsp;memuat latar belakang dan tujuan  pembentukan konsorsium yang disipakan oleh Sekretariat Konsorsium yang akan dilengkapi dengan: (1) daftar hasil identifikasi pengetahuan-pengetahuan lokal dan (2) daftar inventarisasi  hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan di setiap universitas. Konsep proyek diharuskan memperhatikan &lt;a href=&quot;http://gp.mca-indonesia.go.id/gkgrant/co-funding-requirements/&quot;&gt;persyaratan pendanaan bersama&lt;/a&gt; dengan menyertakan dana padanan dalam bentuk tunai maupun  &lt;i&gt;in-kind&lt;/i&gt;. Kontribusi &lt;i&gt;in-kind&lt;/i&gt; meliputi: (1) sumbangan jasa, termasuk dedikasi waktu  relawan dalam proyek; (2) donasi materi; (3) donasi atau pinjaman  peralatan; (4) &amp;nbsp;donasi atau pinjaman ruang yang tidak dimiliki oleh  penerima; (5) materi, peralatan yang dibeli khusus untuk proyek; (6)  biaya sewa untuk peralatan dan ruang; (7) kontrak jasa; (8) gaji  penerima; dan (9) asset tetap yang dimiliki penerima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MCA-I menetapkan bahwa pelaksanaan Hibah Pengetahuan Hijau harus  dilakukan di &lt;a href=&quot;http://gp.mca-indonesia.go.id/gkgrant/gk-geographics-focus/&quot;&gt;wilayah fokus&lt;/a&gt; MCA-I yang mencakup provinsi-provinsi Jambi  (kabupaten-kabupaten Muaro Jambi, Merangin, Kerinci, dan Tanjung Jabung  Timur), Sulawesi Barat (kabupaten-kabupaten Mamuju dan Mamasa), Nusa  Tenggara Timur&amp;nbsp;(kabupaten-kabupaten Sumba Barat Daya, Sumba Tengah,  Sumba Barat, dan Sumba Timur), dan Nusa Tenggara Barat  (kabupaten-kabupaten Lombok Tengah, Lombok Timur, dan Lombok Utara).  Mengingat wilayah fokus pelaksanaan tersebut tidak seluruhnya merupakan  lahan kering maka keikutsertaan Konsorsium Lahan Kering Bali-Nusa  Tenggara dalam program hibah tersebut dilakukan melalui konsorsium yang  lebih besar, yaitu Konsorsium Lahan Sub-Optimal yang juga mencakup  Institut Pertanian Bogor (IPB) sebagai koordinator, Universitas Jambi  (Unja), dan Universitas Hasanuddin (Unhas). Partisipasi Konsorsium Lahan Kering Bali-Nusa Tenggara dalam program hibah MCA-I tersebut selanjutnya akan dilakukan melalui konsorsium yang lebih besar tersebut.&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://gp.mca-indonesia.go.id/wp-content/uploads/2014/12/Lokasi-Proyek-GK.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://gp.mca-indonesia.go.id/wp-content/uploads/2014/12/Lokasi-Proyek-GK.jpg&quot; height=&quot;217&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelaksanaan Pertemuan Konsorsium di Unram tersebut selanjutnya ditindaklanjuti dengan kunjungan perwakilan MCA-I ke Undana pada 12 Januari 2015. Dalam kunjungan tersebut,&amp;nbsp; Prof. Poppy Ismalina Ph.D., selaku Associate Director of Green Knowledge, Green Prosperity Project MCA-I, kembali memaparkan program hibah Pengetahuan Hijau. Paparan tersebut dilanjutkan dengan pertemuan teknis seputar penyiapan konsep proyek antara Ir. Nunung Nuryartono, Ph,D, dan Ir. Iqbal, Ph.D. yang mewakili MCA-I dan Dr. Muhammad S.M. Nur yang mewakili Undana. Untuk menindaklanjuti pertemuan konsorsium di Unram dan kunjungan perwakilan MCA-I ke Undana tersebut, PR IV Undana telah menggelar rapat yang menghadirkan utusan fakultas, lembaga penelitian, lembaga pengabdian pada masyarakat, dan program pascasarjana, dengan Laboratorium Lapangan Terpadu Lahan Kering Kepulauan (LLTLKK) sebagai unit pelaksana teknis. Dalam pertemuan yang dipimpin oleh PR IV tersebut, Dr. Muhammad S.M. Nur selaku Kepala LLTLKK memaparkan program hibah Pengetahuan Hijau dari MCA-Indonesia melalui konsorsium kepada peserta pertemuan sebagai bentuk sosialisasi sebagaimana yang telah disepakati dalam pertemuan konsorsium sebelumnya di Unram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa catatan kritis disampaikan oleh peserta rapat, di antaranya mengenai posisi Undana dalam konsorsium dan pengajuan catatan proyek kepada MCA-I tanpa melalui konsorsium. Seorang peserta rapat menggarisbawahi perlunya aturan yang jelas agar keikutsertaan Undana dalam konsorsium tidak hanya sekedar sebagai pelaksana proyek, tetapi juga harus ikut menentukan pengelolaan pelaksanaan proyek. Mengenai pengajuan catatan proyek tanpa melalui konsorsium, seorang peserta menyampaikan bahwa hal tersebut dimungkinkan sesuai dengan ketentuan Hibah Pengetahuan Hijau. Menyikapi catatan kritis tersebut disepakati bahwa untuk menjamin agar Undana berperan bukan sekedar sebagai pelaksana proyek, perlu terlebih dahulu dibuat nota kesepakatan yang mengatur peran setiap anggota konsorsium. Pengajuan catatan proyek tanpa melalui konsorsium lahan sub-optimal dapat dilakukan melalui setiap unit di lingkungan Undana, tetapi pengajuan secara resmi oleh Undana akan dilakukan melalui konsorsium tersebut. Perwakilan fakultas, lembaga penelitian, lembaga pengabdian pada masyarakat, dan program pascasarjana akan menyampaikan kepada dosen yang berminat berpartisipasi untuk menyampaikan topik atau judul, lokasi, tujuan, prakiraan pendanaan, dan waktu pelaksanaan pada 19-23 Januari 2015 untuk kemudian akan dirangkum dan disampaikan kepada sekretariat konsorsium pada 26 Januari 2015 untuk memenuhi ketentuan &lt;a href=&quot;http://gp.mca-indonesia.go.id/gkgrant/submission-deadlines-and-instructions/&quot;&gt;batas waktu pengiriman&lt;/a&gt; yang ditetapkan oleh MCA-I.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi lebih lanjut mengenai Program Hibah Pengetahuan Hijau dapat diperoleh dari &lt;a href=&quot;http://gp.mca-indonesia.go.id/&quot;&gt;website MCA-I&lt;/a&gt; atau dengan &lt;a href=&quot;http://gp.mca-indonesia.go.id/gkgrant/questions-and-answers/&quot;&gt;mengugungi MCA-I melalui email&lt;/a&gt;. Informasi yang berkaitan dengan kewajiban Undana untuk mengidentifikasi pengetahuan lokal dan menyusun daftar hasil penelitian terkait yang dapat ditanyakan melalui kotak komentar di sebelah bawah tulisan ini.&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://pr4undana.blogspot.com/2015/01/konsorsium-lahan-kering-bali-nusa.html</link><author>noreply@blogger.com (I Wayan Mudita)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/-dJJVgg4QZmQ/Ukj8D2tjCUI/AAAAAAAAAFY/hE_x0GI9NTM/s72-c/DSC_0966.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>2</thr:total><georss:featurename>Kupang City, Kupang, East Nusa Tenggara, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-10.1787573 123.59760570000003</georss:point><georss:box>-10.428791299999999 123.27488220000004 -9.9287233 123.92032920000003</georss:box></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1148295753358569957.post-8295807570571740150</guid><pubDate>Fri, 16 Jan 2015 00:02:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-01-15T18:55:27.285-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">kerjasama</category><title>Undana Bergabung dalam Konsorsium Lahan Kering Bali-Nusa Tenggara</title><description>&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://2.bp.blogspot.com/-Ioba9_8tzvM/Ukj8yiti8PI/AAAAAAAAAFg/FR-VD3L76Ng/s1600/DSC_0776.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://2.bp.blogspot.com/-Ioba9_8tzvM/Ukj8yiti8PI/AAAAAAAAAFg/FR-VD3L76Ng/s1600/DSC_0776.JPG&quot; height=&quot;120&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Menjelang akhir tahun 2014, PR IV Undana diundang untuk menghadiri Lokakarya Pembentukan Konsorsium Lahan Kering Bali-Nusa Tenggara yang diinisiasi oleh PR IV Universitas Mataram,&amp;nbsp;Prof. Ir. Suwardji, Ph.D . Sebagai universitas yang mengembangkan pola ilmiah pokok lahan kering kepulauan, PR IV Undana menyambut baik inisiatif tersebut. Tetapi karena pada saat yang bersamaan harus mendampingi Rektor dalam kunjungan ke Kabupaten Sumba Barat Daya, PR IV berkonsultasi dengan Rektor untuk memutuskan yang akan mewakili Undana dalam lokakarya tersebut. Mengingat sebelumnya Undana telah membentuk Laboratorium Lapangan Terpadu Lahan Kering Kepulauan (LLTLKK) dan telah melantik Dr. Ir. Muhammad S.M. Nur, MSi., sebagai kepalanya maka diputuskan untuk menunjuk Kepala LLTLKK untuk mewakili Undana dalam lokakarya yang diselenggarakan pada 20 Desember 2014 di Unram, Mataram, NTB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laporan risalah lokakarya yang disampaikan oleh Dr. Muhammad S.M. Nur menyatakan bahwa pembentukan konsorsium tersebut dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa lahan di kawasan Bali dan Nusa Tenggara didominasi oleh lahan kering. Lahan kering di wilayah tersebut telah berperan signifikan dalam menunjang ketahanan pangan nasional, terutama bagi masyarakat di wilayah yang bersangkutan. Menyadari hal tersebut, Universitas Udayana (Unud), Universitas Mataram (Unram), dan Universitas Nusa Cendana (Undana) sebagai perguruan tinggi di wilayah ini memiliki tanggungjawab dalam mengoptimalkan penggunaan lahan kering melalui pelaksanaan penelitian dan implementasi hasil-hasil penelitian melalui pengabdian kepada masyarakat yang dapat menunjang ketahanan pangan masyarakat, khususnya masyarakat setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk meningkatkan sinergi kinerja ketiga universitas ini dalam berbagai aspek penelitian lahan kering untuk menunjang ketahanan pangan nasional maka perlu dibentuk suatu konsorsium penelitian tata kelola pertanian lahan kering. Pembentukan konsorsium ini mengikutsertakan Universitas Sriwijaya (Unsri) yang telah memiliki pengalaman dalam bidang penelitian lahan kering beriklim basah, sekaligus berpengalaman dalam pengelolaan publikasi hasil-hasil penelitian lahan kering melalui Jurnal Penelitia Lahan Sub-Optimal. Konsorsium yang dibentuk secara bersama-sama akan memperjuangkan slot pendanaan bersama dari Kementerian Ristek dan Dikti mulai pada 2015, baik untuk pelaksanaan penelitian maupun &amp;nbsp;pelaksanaan lokakarya atau konverensi berskala nasional dan internasional. Hasil-hasil penelitian dari konsorsium ini diharapkan dapat menjawab permasalahan pembangunan pertanian lahan kering, baik dalam skala lokal maupun skala nasional. Selain itu juga diharapkan dapat menghasilkan sejumlah artikel untuk dipublikasikan pada jurnal ilmiah nasional ataupun internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Loakakarya Pembentukan Konsorsium Lahan Kering Bali-Nusa Tenggara tersebut didahului dengan pemaparan sejumlah makalah yang berkaitan dengan kondisi lahan kering, pemanfaatan lahan kering, dan kebijakan universitas dalam pengembangan lahan kering di wilayah yang bersangkutan. Makalah yang disajikan adalah Potensi Lahan Marginal Menunjang Ketahanan Pangan oleh Dr. Ir. Enrizal Sadikin (Unsri), Kebijakan Penelitian Pengembangan Lahan Kering Berbasis Kepulauan Semi Ringkai oleh Dr. Ir. M.S. Mahmuddin Nur, M.Si (Undana), Teknik Budidaya Pertanian Lahan Kering untuk Peningkatan Produksi Pangan Nasional oleh Prof. Ir. Mas Sri Agung Ph.D (Unud), dan Pengarusutamaan Pengembangan Pertanian Lahan Kering, Pengalaman Praktis di Nusa Tenggara oleh Prof. Ir. Suwardji, Ph.D (Unram).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lokakarya menyepakati akan segera memproses nota kesepahaman pembentukan konsorsium oleh sekretariat untuk ditandatangani pimpinan setiap universitas. Selain itu juga akan disusun format isian rencana tindak lanjut (RTL) kegiatan tahun 2015-2019 yang akan dikirimkan oleh sekretariat konsorsium ke perwakilan setiap universitas untuk diisi dan dilengkapi dan dikembalikan ke sekretariat konsorsium.&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://pr4undana.blogspot.com/2015/01/undana-bergabung-dalam-konsorsium-lahan.html</link><author>noreply@blogger.com (I Wayan Mudita)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/-Ioba9_8tzvM/Ukj8yiti8PI/AAAAAAAAAFg/FR-VD3L76Ng/s72-c/DSC_0776.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total><georss:featurename>Kupang City, Kupang, East Nusa Tenggara, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-10.1787573 123.59760570000003</georss:point><georss:box>-10.428791299999999 123.27488220000004 -9.9287233 123.92032920000003</georss:box></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1148295753358569957.post-5698969945507098284</guid><pubDate>Sat, 03 Jan 2015 09:13:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-01-25T02:43:26.798-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">penelitian</category><title>Survei Cepat Penambangan Mangan Rakyat di DAS Noelmina: Untuk Menentukan Lokasi Survei Lengkap pada 2015</title><description>&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://lh4.googleusercontent.com/-1rykhXCMt5A/VLomEQ4cT1I/AAAAAAAACsE/LPuyzCacDPs/s720/DSC_0089.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;120&quot; src=&quot;https://lh4.googleusercontent.com/-1rykhXCMt5A/VLomEQ4cT1I/AAAAAAAACsE/LPuyzCacDPs/s720/DSC_0089.JPG&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Setelah menyelesaikan survei uji coba di DAS Tilong, tim penelitian penambangan mangan rakyat juga melaksanakan survei cepat (quick survey) di DAS Noelmina, DAS yang ditetapkan sebagai lokasi utama penelitian. Survei kembali dipimpin oleh Ir. Remi L. Natonis, MSi., dengan beberapa anggota yang berbeda dengan anggota yang terlibat pada survei uji coba di DAS Tilong. Beberapa anggota tim survei uji coba DAS Tilong tidak dilibatkan dengan mempertimbangkan sulitnya medan yang harus ditempuh pada awal musim hujan, yaitu Desember 2014. Survei cepat ini dimaksudkan untuk menentukan desa/kelurahan di dalam DAS Noelmina di mana banyak dilakukan penambangan mangan rakyat, selain juga untuk menggali informasi dasar mengenai penambangan mangan rakyat di dalam DAS tersebut. Survei yang mulai dilaksanakan pada pertengahan Desember 2014 tertunda penyelesaiannya karena kendala musim hujan sehingga baru dapat diselesaikan pada pertengahan Januari 2015.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Survei dilaksanakan di 17 kecamatan yang mempunyai desa/kelurahan yang wilayahnya termasuk dalam DAS Noelmina. Mula-mula dilakukan wawancara dengan petugas kecamatan yang mempunyai informasi mengenai penambangan mangan untuk menentukan desa/kelurahan yang perlu dikunjungi lebih lanjut. Berdasarkan atas informasi dari petugas kecamatan kemudian dilakukan kunjungan ke desa/kelurahan yang menurut informasi dari kecamatan merupakan lokasi penambangan mangan rakyat. Di setiap desa/kelurahan selanjutnya dilakukan wawancara dengan aparat pemerintahan desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan anggota masyarakat yang pernah terlibat dalam penambangan mangan. Pertanyaan berkisar di seputar nama lokasi penambangan, kegiatan penambangan dan keterlibatan para pihak, serta dampak penambangan terhadap penghidupan masyarakat. Lokasi kecamatan dan desa/kelurahan tempat dilakukan wawancara disajikan pada peta berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;iframe height=&quot;450&quot; src=&quot;https://www.google.com/maps/d/embed?mid=zoaAUenLRT98.ktny2RPH8UJk&quot; width=&quot;450&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Sampai saat ini kunjungan telah dilaksanakan ke 14 dari 17 kecamatan yang wilayahnya tercakup dalam DAS Noelmina. Tiga kecamatan yang belum dapat dikunjungi adalah Kecamatan Fatumnasi, Kecamatan Numbena, dan Kecamatan Mollo Barat, ketiganya di Kabupaten TTS. Ketiga kecamatan tersebut belum dapat dikunjungi karena kendala cuaca dan prasarana transportasi. Jalan ke Fatumnasi mengalami kerusakan sangat berat sehingga tidak aman bila ditempuh dalam cuaca berkabut mengingat desa tersebut terletak pada ketinggian sekitar 1.600 m di atas permukaan laut. Dua kecamatan lainnya, yaitu Mollo Barat dan Nunbena belum dapat dikunjungi karena harus melalui sungai besar yang belum mempunyai jembatan sehingga untuk melintasinya terkendala oleh banjir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data yang diperoleh pada saat ini sedang dalam proses transkripsi dan tabulasi. Secara umum dapat disampaikan bahwa penambangan mangan terdapat di seluruh kecamatan, meskipun di Kabupaten Kupang penambangan mangan dilarang oleh pemerintah kabupaten. Lokasi tambang di setiap desa yang dikunjungi tersebar di banyak tempat dengan jarak dari pusat desa berkisar dari cukup dekat sampai sangat jauh. Penambangan pada umumnya dilakukan sebagai pekerjaan sambilan pada musim kemarau ketika masyarakat telah selesai melakukan panen dan belum mulai melakukan pembukaan lahan untuk musim tanam berikutnya.&amp;nbsp; Penambangan juga dilakukan dengan menggunakan peralatan sederhana, terutama linggis untuk menggali lubang dan mencungkil batuan mangan, dilakukan di lahan sendiri maupun di lahan milik keluarga, tanpa menggunakan perlengkapan keamanan apapun selayaknya yang digunakan oleh penambang. Batuan mangan diangkut ke lokasi pengumpulan atau ke rumah untuk menunggu pedagang perantara yang akan datang membeli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat sebaran penambangan mangan yang tersebar luas di seluruh DAS maka perlu dipikirkan rancangan pengambilan sampel yang akan digunakan pada saat pelaksanaan survei yang akan dilaksanakan pada pertengahan 2015. Mungkin perlu ditentukan sejumlah desa/kelurahan yang akan mewakili bagian hulu, tengah, dan hilir DAS. Dalam menentukan desa/kelurahan sampel, selain merupakan desa/kelurahan tempat penambangan, juga perlu dipertimbangkan prasarana jalan yang tersedia ke desa/kelurahan yang bersangkutan. Juga perlu dipertimbangkan berbagai isu yang terjadi berkaitan dengan penambangan rakyat, khususnya yang berkaitan dengan dampak positif dan dampak negatif yang terjadi terhadap lingkungan hidup dan penghidupan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat ini edang dilakukan transkripsi dan tabulasi terhadap data yang diperoleh dari survei cepat yang belum seluruhnya dapat diselesaikan. Setelah transkripsi dan tabulasi selesai dilaksanakan, data akan dimasukkan ke dalam peta sehingga ketika nama desa pada peta diklik maka data dasar yang berkaitan dengan penambangan mangan yang dilakukan oleh masyarakat di desa tersebut dapat diperoleh. Data dasar yang akan disajikan meliputi lokasi areal tambang, tahun mulai dilakukan penambangan, hasil yang diperoleh setiap penambang, harga batu mangan, dan kecelakaan kerja yang pernah terjadi dan korban jiwa bila ada. Informasi lengkap mengenai penambangan mangan di DAS Noelmina akan diinformasikan setelah selesai dilaksanakan survei lengkap pada pertengahan 2015.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;</description><link>http://pr4undana.blogspot.com/2014/12/survei-cepat-penambangan-mangan-rakyat.html</link><author>noreply@blogger.com (I Wayan Mudita)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://lh4.googleusercontent.com/-1rykhXCMt5A/VLomEQ4cT1I/AAAAAAAACsE/LPuyzCacDPs/s72-c/DSC_0089.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Kupang City, Kupang, East Nusa Tenggara, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-10.1787573 123.59760570000003</georss:point><georss:box>-10.428791299999999 123.27488220000004 -9.9287233 123.92032920000003</georss:box></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1148295753358569957.post-6967123358113379161</guid><pubDate>Thu, 01 Jan 2015 05:38:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-01-18T04:42:06.779-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">penelitian</category><title>Survei Uji Coba Penelitian Penambangan Mangan Rakyat di DAS Tilong: Pemantapan Metodologi Sebelum Survei Sebenarnya di DAS Noelmina</title><description>&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://lh4.googleusercontent.com/-xiuDflKqT2o/VLomLXnAmyI/AAAAAAAACsU/SaBY-tgqCsE/s720/DSC_0087.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;120&quot; src=&quot;https://lh4.googleusercontent.com/-xiuDflKqT2o/VLomLXnAmyI/AAAAAAAACsU/SaBY-tgqCsE/s720/DSC_0087.JPG&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Survei uji coba (pilot survey) di DAS Tilong, DAS kecil yang di bagian hilirnya terdapat Bendung Tilong, bendung pemasok kebutuhan air baku bagi sebagian Kota Kupang, dilaksanakan sebagai bagian dari pelaksanaan penelitian dampak penambangan mangan rakyat di Timor Barat. Penelitian dampak penambangan mangan rakyat tersebut merupakan bagian dari penelitian dampak penambangan rakyat yang melibatkan peneliti dari Charles Darwin University (CDU), Australian National University (ANU), Universitas Nusa Cendana (Undana) dan Universitas Halu Oleo (UHO) yang mencakup penambangan mangan di Timor Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan penambangan emas di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra). Sesuai dengan jadwal yang telah disepakati, survei uji coba ini dilaksanakan pada Oktober-November 2014. Tujuan dari survei uji coba ini adalah untuk memantapkan metodologi yang akan digunakan nanti pada pelaksanaan survei yang sebenarnya pada 2015.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Survei uji coba ini dipimpin oleh Remi L. Natonis, SP, MSi., dan dikoordinasikan oleh oleh anggota tim inti, Ir. I Wayan Mudita, M.Sc., Ph.D., melibatkan dosen dan mahasiswa dari program studi agroteknologi dan agribisnis, Fakultas Pertanian, dan program studi pertambangan, Fakultas Sains dan Teknik. Metodologi yang diuji coba penggunaannya adalah metode penilaian areal tambang,&amp;nbsp;metode wawancara,&amp;nbsp;dan metode pengukuran erosi yang telah dirancang pada penelitian fase pendahuluan yang dilaksanakan pada 2012-2013 sebelumnya di seluruh kabupaten/kota di Timor Barat. Uji coba dilakukan untuk mengetahui kinerja penggunaan metode serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam penerapannya di lapangan. Berdasarkan atas temuan dari survei uji coba ini akan dilakukan penyempurnaan metode yang nanti akan digunakan pada survei sebenarnya yang akan dilaksanakan di DAS Noelmina pada 2015.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Medan yang ditempuh berbukit sampai bergunung. Berjalan kaki di hamparan padang dan belukar yang gersang pada puncak musim kemarau memang tidaklah mudah. Maklum, lokasi areal tambang mangan pada umumnya terletak jauh dari permukiman penduduk, jauh pula dari jalan, sehingga satu-satunya yang dapat dilakukan adalah berjalan kaki belasan kilometer untuk menuju areal penambangan. Perjalanan harus pula ditempuh melalui lereng bukit, badan sungai kering, dan padang yang sejauh mata memandang tidak ada pepohonan. Sesampainya di lokasi, anggota tim harus melakukan pengukuran kedalaman setiap lubang galian tambang, harus mengukur luas setiap lubang tambang dengan menggunakan alat penerima GPS, semuanya harus dilakukan di bawah terik matahari karena pohon-pohon yang seharusnya bisa menjadi peneduh sedang tidak berdaun. Kendala yang berbeda tentu akan dialami bila survei dilakukan pada musim hujan sehingga penentuan waktu survei yang tepat menjadi sangat penting agar metodologi yang sudah dirancang dapat digunakan secara optimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;embed flashvars=&quot;host=picasaweb.google.com&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;feat=flashalbum&amp;amp;RGB=0xffffff&amp;amp;feed=https%3A%2F%2Fpicasaweb.google.com%2Fdata%2Ffeed%2Fapi%2Fuser%2F109767830678478993938%2Falbumid%2F6105149093718198769%3Falt%3Drss%26kind%3Dphoto%26hl%3Den_US&quot; height=&quot;267&quot; pluginspage=&quot;http://www.macromedia.com/go/getflashplayer&quot; src=&quot;https://photos.gstatic.com/media/slideshow.swf&quot; type=&quot;application/x-shockwave-flash&quot; width=&quot;400&quot;&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;embed flashvars=&quot;host=picasaweb.google.com&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;feat=flashalbum&amp;amp;RGB=0xffffff&amp;amp;feed=https%3A%2F%2Fpicasaweb.google.com%2Fdata%2Ffeed%2Fapi%2Fuser%2F109767830678478993938%2Falbumid%2F6105204176963317601%3Falt%3Drss%26kind%3Dphoto%26hl%3Den_US&quot; height=&quot;267&quot; pluginspage=&quot;http://www.macromedia.com/go/getflashplayer&quot; src=&quot;https://photos.gstatic.com/media/slideshow.swf&quot; type=&quot;application/x-shockwave-flash&quot; width=&quot;400&quot;&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Pada siang hari musim kemarau seperti ini, anggota masyarakat umumnya sibuk membuka lahan yang dilakukan dengan cara menebas belukar, dibiarkan mengering, untuk kemudian dibakar. Ketika pulang, mereka membawa dedaunan pohon yang dipangkas untuk digunakan sebagai pakan sapi. Pada musim kemarau seperti ini, rumput mengering sehingga penduduk mengandalkan jenis-jenis pohon tertentu, di antaranya beringin dan kabesak, sebagai hijauan pakan. Mereka juga pulang dengan membawa kayu bakar, yang disishkan dari potongan belukar yang ditebang di lokasi mereka membuka ladang. Sesampai di rumah, kamum ibu dan anak-anak masih harus berjalan jauh lagi, karena sungai-sungai mengering, untuk pergi ke mata air untuk mengambil air untuk minum dan masak. Larut malam mereka baru bisa berkumpul dengan keluarga. Karena itu, wawancara sebaiknya dilakukan pada malam hari dan pada pagi hari ketika sebagian besar anggota masyarakat masih berada di eumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;embed flashvars=&quot;host=picasaweb.google.com&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;feat=flashalbum&amp;amp;RGB=0xffffff&amp;amp;feed=https%3A%2F%2Fpicasaweb.google.com%2Fdata%2Ffeed%2Fapi%2Fuser%2F109767830678478993938%2Falbumid%2F6105269708583632097%3Falt%3Drss%26kind%3Dphoto%26hl%3Den_US&quot; height=&quot;267&quot; pluginspage=&quot;http://www.macromedia.com/go/getflashplayer&quot; src=&quot;https://photos.gstatic.com/media/slideshow.swf&quot; type=&quot;application/x-shockwave-flash&quot; width=&quot;400&quot;&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;embed flashvars=&quot;host=picasaweb.google.com&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;feat=flashalbum&amp;amp;RGB=0xffffff&amp;amp;feed=https%3A%2F%2Fpicasaweb.google.com%2Fdata%2Ffeed%2Fapi%2Fuser%2F109767830678478993938%2Falbumid%2F6105176784485049121%3Falt%3Drss%26kind%3Dphoto%26hl%3Den_US&quot; height=&quot;267&quot; pluginspage=&quot;http://www.macromedia.com/go/getflashplayer&quot; src=&quot;https://photos.gstatic.com/media/slideshow.swf&quot; type=&quot;application/x-shockwave-flash&quot; width=&quot;400&quot;&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Pada saat dilakukan survei uji coba, aktivitas penambangan mangan di DAS Tilong sedang dihentikan karena konflik antar kelompok yang terjadi sebelumnya. Penambangan mangan memang rawan menimbulkan konflik, terutama karena status penguasaan lahan yang rumit. Konflik seperti itu ada yang bisa diselesaikan secara adat, tetapi ada juga yang penyelesaiannya melalui jalur hukum. Karena sedang tidak ada aktivitas penambangan maka selama survei tidak ditemukan ada aktivitas penambangan, melainkan hanya lubang tambang, baik lubang baru maupun lubang lama. Karena itu pula tidak dapat diketahui bagaimana cara penambangan dilakukan, meskipun pada umumnya dengan cara menggali lubang vertikal. Hanya di beberapa tempat ditemukan lubang horizontal, khususnya di lereng tebing bukit atau di tebing sungai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;iframe src=&quot;https://www.google.com/maps/d/embed?mid=zoaAUenLRT98.kINiwRuFqZ54&quot; width=&quot;450&quot; height=&quot;480&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/center&gt;Pengukuran erosi dilakukan dengan metode pemasangan paku, yaitu dengan memasang paku kuran besar pada beberapa jalur transek dengan jarak antar jalur yang diketahui dan panjang setiap jalur juga diketahui. Paku dipasang sampai kepala paku rata dengan permukaan tanah dan kemudian setelah musim hujan diukur jarak kepala paku timbul di atas permukaan tanah. Erosi kemudian diukur sebagai jumlah jarak antar transek dikalikan dengan panjang transek dan dikalikan lagi dengan tinggi kepala paku muncul dari permukaan tanah. Cukup sederhana, tetapi permukaan lahan tidak rata sehingga hasil pengukuran dengan teknik ini merupakan pengukuran pendekatan. Kendala yang dihadapi baru bisa diketahui setelah nanti dilakukan pengukuran terakhir setelah musim hujan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil wawancara menunjukkan bahwa penambangan mangan rakyat merupakan pekerjaan yang dilakukan terutama pada musim kemarau setelah selesai panen. Penambangan dilakukan oleh sebagian besar anggota masyarakat sebagai pekerjaan sambilan dengan menggunakan peralatan sederhana linggis dan tanpa menggunakan alat pengaman apapun. Batuan mangan yang diperoleh kemudian dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam karung untuk dipikul dibawa pulang ke rumah. Pembeli biasanya datang ke rumah penduduk dan batuan mangan dijual dengan harga sekitar Rp 1.000,-/kg. Bukan harga yang sangat menarik, tetapi di tengah langkanya sumber pendapatan tunai maka hasil penambangan mangan menjadi sangat berarti sebagai sumber pendapatan tunai rumah tangga.</description><link>http://pr4undana.blogspot.com/2014/12/survei-uji-coba-penelitian-penambangan.html</link><author>noreply@blogger.com (I Wayan Mudita)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://lh4.googleusercontent.com/-xiuDflKqT2o/VLomLXnAmyI/AAAAAAAACsU/SaBY-tgqCsE/s72-c/DSC_0087.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Kupang City, Kupang, East Nusa Tenggara, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-10.1787573 123.59760570000003</georss:point><georss:box>-10.428791299999999 123.27488220000004 -9.9287233 123.92032920000003</georss:box></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1148295753358569957.post-1333966172512332477</guid><pubDate>Sun, 21 Dec 2014 01:50:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-12-20T17:58:12.849-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">kerjasama</category><title>Bersama PR I Mendampingi Rektor Berkunjung ke Kabupaten Sumba Barat Daya</title><description>&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://lh6.googleusercontent.com/-usLjoHB2VKw/VJYY8eVSjkI/AAAAAAAACZ0/shRZSgkeBl0/s800/20141216_114250.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;120&quot; src=&quot;https://lh6.googleusercontent.com/-usLjoHB2VKw/VJYY8eVSjkI/AAAAAAAACZ0/shRZSgkeBl0/s800/20141216_114250.jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Untuk meningkatkan kerjasama dengan &lt;a href=&quot;https://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Sumba_Barat_Daya&quot;&gt;Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD)&lt;/a&gt;, Rektor Undana Prof. Fred Benu melakukan kunjungan pada 17 Desember 2014. Pada kunjungan tersebut, Rektor didampingi oleh dengan didampingi PR I Dr. David B.W. Pandie, PR IV Dr. I Wayan Mudita, dan staf. Dalam waktu yang hampir bersamaan, kunjungan yang sama juga dilakukan ke kabupaten lainnya oleh pimpinan unit Undana lainnya. Secara lebih khusus, kunjungan ke Kabupaten SBD dimaksudkan untuk untuk memantapkan rencana pembukaan program Pendidikan Di luar Domisili (PDD) Undana dan program Pengakuan Pengalaman Kerja dan Hasil Belajar (PPKHB) bagi guru di kabupaten tersebut. Di Bandara Tambolaka rombongan Undana disambut oleh Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (PPO) beserta staf. Dari bandara, rombongan menuju ke hotel dan kemudian menuju ke Kantor Bupati SBD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;iframe frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;353&quot; src=&quot;https://www.google.com/maps/embed?pb=!1m10!1m8!1m3!1d53546.48224761656!2d119.2182174710785!3d-9.418291611425083!3m2!1i1024!2i768!4f13.1!5e1!3m2!1sen!2sus!4v1419125028936&quot; style=&quot;border: 0;&quot; width=&quot;470&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;iframe frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;353&quot; src=&quot;https://www.google.com/maps/embed?pb=!1m10!1m8!1m3!1d3346.894474491191!2d119.18337235693006!3d-9.39355754183905!3m2!1i1024!2i768!4f13.1!5e1!3m2!1sen!2sus!4v1419126154915&quot; style=&quot;border: 0;&quot; width=&quot;470&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Di Kantor Bupati, rombongan diterima oleh Bupati di ruang kerjanya. Pada kesempatan itu Rektor menyampaikan tujuan kunjungan dan menegaskan komitmen Undana untuk membuka program PDD di Kabupaten SBD. Selain itu Rektor juga menegaskan komitmen Undana untuk menyelengggarakan program PPKHB bagi guru-guru di Kabupaten SBD. Juga disampaikan kesempatan yang akan diberikan kepada lulusan SMA/SMK di Kabupaten SBD untuk masuk Undana melalui jalur bakat olahraga dan seni serta jalur masuk Fakultas Kedokteran melalui beasiswa ikatan dinas pemerintah kabupaten. Bupati SBD menyambut baik komitmen Undana tersebut dan berjanji untuk menindaklanjuti. Berkaitan dengan pembukaan program PDD, Rektor dan Bupati bersepakat untuk mencari jalan keluar yang tepat dan aman berkaitan dengan kerjasama pengelolaan dan pendanaan yang selama ini menjadi kendala. Dari ruang kerja Bupati, rombongan berpindah ke ruang Acara Perayaan HUT Dharma Wanita Persatuan Kabupaten SBD untuk makan siang bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;embed flashvars=&quot;host=picasaweb.google.com&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;feat=flashalbum&amp;amp;RGB=0xffffff&amp;amp;feed=https%3A%2F%2Fpicasaweb.google.com%2Fdata%2Ffeed%2Fapi%2Fuser%2F109767830678478993938%2Falbumid%2F6095086543570020705%3Falt%3Drss%26kind%3Dphoto%26hl%3Den_US&quot; height=&quot;353&quot; pluginspage=&quot;http://www.macromedia.com/go/getflashplayer&quot; src=&quot;https://photos.gstatic.com/media/slideshow.swf&quot; type=&quot;application/x-shockwave-flash&quot; width=&quot;470&quot;&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Seusai makan siang, rombongan kembali ke ruang kerja Bupati untuk membahas pemantapan program PDD dan program PPKHB serta program kerjasama lainnya. Bupati menyampaikan komitmen penyediaan dana APBD untuk penyelenggaraan program PDD tersebut, tetapi memerlukan pembahasan lebih lanjut mengenai mekanisme penggunaannya. Berkaitan dengan program PPKHB, Kepala Dinas PPO melaporkan jumlah guru yang telah mengikuti program tersebut yang ternyata bahwa persentasenya masih sangat rendah sehingga memerlukan terobosan untuk meningkatkannya. Selain itu juga dibahas penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Mengengah Daerah (RPJMD) yang harus disusun Bupati dalam waktu paling lambat 3 bulan setelah pelantikan dan dukungan Undana terhadap program peningkatan produksi ternak di Kabupaten SBD melalui inseminasi buatan dan penyediaan hijauan makanan ternak. Pada kesempatan tersebut PR IV menyampaikan permasalahan penyakit darah pada tanaman pisang yang diisukan menyebabkan orang meninggal dunia. Menanggapi hal tersebut, Bupati mengharapkan agar Undana berkenan membantu. Rektor menyampaikan bahwa Undana akan menindaklanjuti dengan membentuk tim khusus penyusunan RPJMD dan akan mengirimkan dua orang tenaga ahli untuk mengumpulkan informasi lebih rinci mengenai keberadaan penyakit darah pada tanaman pisang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan kemudian dilanjutkan di ruang rapat untuk membahas program PPKHB bersama staf Dinas PPO dan dengan dihadiri oleh sejumlah kepala sekolah. Pada kesempatan tersebut Rektor kembali menyampaikan komitmen Undana untuk membuka program PDD dan program PPKHB di Kabupaten SBD serta program bagi lulusan SMA/SMK Kabupaten SBD untuk masuk Undana melalui jalur khusus bakat dalam bidang olahraga dan seni serta masuk Fakultas Kedokteran melalui beasiswa ikatan dinas pemerintah kabupaten. Selanjutnya Rektor meminta PR I untuk memaparkan mekanisme penyelenggaraan program PPKHB selama ini dan upaya yang masih perlu dilakukan untuk meningkatkan partisipasi guru dari Kabupaten SBD dalam program tersebut. PR I menggarisbawahi partisipasi guru yang persentasenya masih sangat rendah dan meminta komitmen Dinas PPO untuk meningkatkannya untuk memenuhi ketentuan pemerintah mengenai penuntasan program tersebut pada 2015. Mananggapi hal tersebut, Kepala dan staf Dinas PPO berjanji akan melakukan terobosan untuk memenuhi ketentuan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;embed flashvars=&quot;host=picasaweb.google.com&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;feat=flashalbum&amp;amp;RGB=0xffffff&amp;amp;feed=https%3A%2F%2Fpicasaweb.google.com%2Fdata%2Ffeed%2Fapi%2Fuser%2F109767830678478993938%2Falbumid%2F6095094458641714625%3Falt%3Drss%26kind%3Dphoto%26hl%3Den_US&quot; height=&quot;353&quot; pluginspage=&quot;http://www.macromedia.com/go/getflashplayer&quot; src=&quot;https://photos.gstatic.com/media/slideshow.swf&quot; type=&quot;application/x-shockwave-flash&quot; width=&quot;470&quot;&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya rombongan bertemu dengan Wakil Ketua DPRD Kabupaten SBD yang berkenan hadir di hotel. Wakil Ketua DPRD menyampaikan permohonan maaf tidak berkesempatan hadir pada pertemuan dengan Bupati dan ingin memperoleh informasi mengenai hal-hal yang telah disepakati pada hari sebelumnya. Menanggapi hal tersebut Rektor menyampaikan dapat memaklumi ketidakhadiran Wakil Ketua DPRD sebagaimana yang telah disampaikan oleh Bupati. Rektor menyampaikan komitmen mengenai pembukaan program PDD, pemantapan program PPKHB, penyusunan RPJMD, peningkatan produksi ternak melalui inseminasi buatan dan penyediaan hijauan makanan ternak, dan penanggulangan penyakit darah pada tanaman pisang. Wakil Ketua DPRD menyampaikan bahwa akan lebih mantap bila pada pertemuan dengan Bupati langsung dibahas mekanisme pelaksanaannya, tetapi bila hal tersebut belum dibahas, Wakil Ketua akan membantu mengawal pembahasan mekanisme pelaksanaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada perjalanan kembali ke Kupang, rombongan secara kebetulan bertemu dengan Bupati Sumba Barat yang ketika itu dalam perjalanan dinas ke Kupang. Bupati menyampaikan kepada Rektor bahwa bila program PDD tidak dapat dibuka di Kabupaten SBD, Kabupaten Sumba Barat siap untuk menjadi lokasi pengganti. Menanggapi hal tersebut Rektor menyampaikan bahwa hal yang sama juga disampaikan oleh Bupati Sumba Timur, tetapi itu tidak mudah mengingat diperlukan ijin dari kementerian. Rektor berjanji akan menggalang kerjasama dalam bidang lain dengan Kabupaten Sumba Barat, khususnya program PPKHB, penerimaan mahasiswa melalui jalur khusus, dan dukungan pengembangan pertanian dan peternakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;embed flashvars=&quot;host=picasaweb.google.com&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;feat=flashalbum&amp;amp;RGB=0xffffff&amp;amp;feed=https%3A%2F%2Fpicasaweb.google.com%2Fdata%2Ffeed%2Fapi%2Fuser%2F109767830678478993938%2Falbumid%2F6095100499877834193%3Falt%3Drss%26kind%3Dphoto%26hl%3Den_US&quot; height=&quot;353&quot; pluginspage=&quot;http://www.macromedia.com/go/getflashplayer&quot; src=&quot;https://photos.gstatic.com/media/slideshow.swf&quot; type=&quot;application/x-shockwave-flash&quot; width=&quot;470&quot;&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Keberangkatan ke Kupang mengalami penundaan lama karena turun hujan sangat lebat sehingga pesawat tidak dapat mendarat dan rombongan harus menunggu kedatangan pesawat berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;</description><link>http://pr4undana.blogspot.com/2014/12/bersama-pr-i-mendampingi-rektor_20.html</link><author>noreply@blogger.com (I Wayan Mudita)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://lh6.googleusercontent.com/-usLjoHB2VKw/VJYY8eVSjkI/AAAAAAAACZ0/shRZSgkeBl0/s72-c/20141216_114250.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Kupang City, Kupang, East Nusa Tenggara, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-10.1787573 123.59760570000003</georss:point><georss:box>-10.428791299999999 123.27488220000004 -9.9287233 123.92032920000003</georss:box></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1148295753358569957.post-1228123862896984407</guid><pubDate>Sat, 20 Dec 2014 08:34:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-12-20T20:18:57.966-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">kerjasama</category><title>Bersama PR I Mendampingi Rektor Berkunjung ke Charles Darwin University dan University of the Sunshine Coast, Australia</title><description>&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://lh6.googleusercontent.com/-56QBmxJshDQ/VJUdoff_9oI/AAAAAAAACVA/DRXYTnMkpfk/s800/20141212_141831.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;120&quot; src=&quot;https://lh6.googleusercontent.com/-56QBmxJshDQ/VJUdoff_9oI/AAAAAAAACVA/DRXYTnMkpfk/s800/20141212_141831.jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Kunjungan ke dua universitas di Australia, &lt;a href=&quot;http://www.cdu.edu.au/&quot;&gt;Charles Darwin University (CDU)&lt;/a&gt; di Darwin, NT, dan &lt;a href=&quot;http://www.usc.edu.au/&quot;&gt;the University of the Sunshine Coast (USC)&lt;/a&gt; di Sunshine Coast, Queensland, dilakukan terutama untuk mencari solusi terhadap permasalahan kewajiban publikasi internasional bagi mahasiswa S3 PPs Undana sebagaimana disampaikan oleh Rektor ketika rapat dengan pimpinan dan mahasiswa S3 PPs Undana. Kunjungan yang difasilitasi oleh International Relations Office (IRO) tersebut berlangsung pada 10-14 Desember 2014 dengan terlebih dahulu mengunjungi CDU dan kemudian dilanjutkan dengan mengunjyngi USC. Sebelumnya Undana telah sejak lama bekerjasama dengan kedua universitas tersebut, khususnya kerjasama yang diinisiasi oleh keduanya. Kali ini Undana sendiri yang akan menginisiasi kerjasama, dengan menawarkan kerjasama dalam pembimbingan mahasiswa PPs dan dalam pengembangan program studi baru psikologi dengan CDU dan dalam pengembangan program studi baru kepariwisataan dengan USC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;iframe frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;353&quot; src=&quot;https://www.google.com/maps/embed?pb=!1m14!1m12!1m3!1d53009.145830016365!2d130.8720917518244!3d-12.413864334246465!2m3!1f0!2f0!3f0!3m2!1i1024!2i768!4f13.1!5e1!3m2!1sen!2s!4v1419124990985&quot; style=&quot;border: 0;&quot; width=&quot;470&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Rektor Prof. Fred Benu berangkat dengan didampingi oleh PR I Dr. David B.W. Pandie dan PR IV Dr. I Wayan Mudita dan Kepala IRO Prof. Herianus Lalel. Sesuai dengan jadwal kunjungan, di CDU rombongan akan bertemu dengan Dean of &lt;a href=&quot;http://www.cdu.edu.au/environment&quot;&gt;School of Environment&lt;/a&gt; dan Director of &lt;a href=&quot;http://riel.cdu.edu.au/&quot;&gt;Research Institute for the Environment and Livelihoods (RIEL)&lt;/a&gt;, Prof. Andrew Campbell dan staf, &lt;a href=&quot;http://www.cdu.edu.au/executives/vc&quot;&gt;Vice Chanchellor&lt;/a&gt; Prof. Simon Maddocks, dan &lt;a href=&quot;http://www.cdu.edu.au/library/services/membership/CDUResearchers.html&quot;&gt;Library Research Service Coordinator&lt;/a&gt; Ms Jayshree Mamtora. Di USC rombongan akan bertemu dengan&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.usc.edu.au/explore/structure/faculty-of-science-health-education-and-engineering/faculty-research/international-projects-group&quot;&gt;Director of International Projects Group&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;http://www.usc.edu.au/explore/structure/faculty-of-science-health-education-and-engineering/school-of-science-and-engineering&quot;&gt;School of Science, Education, and Engineering&lt;/a&gt;, Prof. R.W. (Bill) Carter dan staffnya, Dr. Gayle Mayes dan Dr. Richard Curtis. Di CDU, kunjungan difasilitasi oleh Manager of International Projects and Operations, &lt;a href=&quot;http://www.cdu.edu.au/international/ois-1&quot;&gt;Office of International Services&lt;/a&gt;, Sally-Anne Hodgetts, dan di USC difasilitasi oleh &lt;a href=&quot;http://ruili.comze.com/&quot;&gt;Intensive In-Country Indonesian Language and Cultural Programme Coordinator&lt;/a&gt;, Dr Richard Curtis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan dengan Dean of&amp;nbsp;School of Environment&amp;nbsp;dan Director of&amp;nbsp;RIEL dihadiri oleh &lt;a href=&quot;http://www.cdu.edu.au/ehse/welcome&quot;&gt;Pro Vice Chancellor Engineering, Science, Health, and the Environment (EHSE)&lt;/a&gt; Prof. Sue Carthew dan Associate Head of School, Learning and Teaching, Dr. Penny Wurm, serta sejumlah staf lainnya. Pada pertemuan tersebut Rektor menjelaskan permasalahan yang dihadapi PPs Undana berkaitan dengan kewajiban bagi mahasiswa S3 untuk melakukan publikasi pada jurnal ilmiah internasional. Rektor memaparkan bahwa program S3 Undana terdiri atas bidang administrasi publik dan peternakan, sedangkan program S2 terdiri atas antara lain program studi ilmu lingkungan. Pada kesempatan tersebut Rektor meminta dukungan CDU membantu Undana melalui pembimbingan bersama mahasiswa (&lt;i&gt;co-supervision&lt;/i&gt;) dan peningkatan kapasitas mahasiswa dan staf dosen PPs untuk melakukan publikasi internasional. Dean of School of Environment dan sekaligus Director of RIEL menyambut baik permintaan kerjasama tersebut, khususnya untuk pembimbingan bersama mahasiswa S3 bidang administrasi publik. Untuk peningkatan kapasitas mahasiswa dan staf dosen PPs Undana melakukan publikasi internasional disepakati akan dilaksanakan lokakarya di Undana pada 2015 dengan melibatkan narasumber dari CDU. Pertemuan diakhiri dengan saling tukar cindra mata dan foto bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;embed flashvars=&quot;host=picasaweb.google.com&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;feat=flashalbum&amp;amp;RGB=0xffffff&amp;amp;feed=https%3A%2F%2Fpicasaweb.google.com%2Fdata%2Ffeed%2Fapi%2Fuser%2F109767830678478993938%2Falbumid%2F6094784987040846209%3Falt%3Drss%26kind%3Dphoto%26hl%3Den_US&quot; height=&quot;353&quot; pluginspage=&quot;http://www.macromedia.com/go/getflashplayer&quot; src=&quot;https://photos.gstatic.com/media/slideshow.swf&quot; type=&quot;application/x-shockwave-flash&quot; width=&quot;470&quot;&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Kunjungan kemudian dilanjutkan dengan bertemu langsung dengan Vice Chancellor (VC) CDU, Prof. Simon Maddocks. Pada pertemuan dengan VC tersebut, Rektor kembali menyampaikan keinginan untuk bekerjasama sebagaimana yang telah disampaikan kepada Dean of&amp;nbsp;School of Environment&amp;nbsp;dan Director of&amp;nbsp;RIEL sebelumnya. VC Prof. Simon Maddocks menyambut baik tawaran yang disampaikan oleh Rektor Undana Prof Fred Benu dan berjanji akan menindaklanjuti dengan meminta unit CDU yang terkait untuk menindaklanjuti. Pertemuan antara VC CDU dan Rektor Undana yang berlangsung di gedung pusat manajemen CDU diakhiri dengan saling tukar cindra mata antara kedua pimpinan tertinggi universitas. Seusai pertemuan dengan VC, kunjungan dilanjutkan ke perpustakaan untuk bertemu dengan&amp;nbsp;Library Research Service Coordinator&amp;nbsp;Ms Jayshree Mamtora. Pada pertemuan di perpustakaan tersebut disepakati bahwa pihak perpustakaan CDU akan hadir pada lokakarya yang direncanakan dilaksanakan di Undana untuk menjelaskan cara memperoleh akses ke perpustakaan CDU dan cara penggunaan program aplikasi pengelolaan basisdata kepustakaan akses terbuka Zotero. Kunjungan ke CDU diakhiri dengan jamuan makan malam di &lt;a href=&quot;http://peewees.com.au/&quot;&gt;Pee Wee&#39;s at the Point&lt;/a&gt; oleh Prof. Andrew Cambell yang dihadiri juga oleh Prof. Timothy Skinner, Head of &lt;a href=&quot;http://www.cdu.edu.au/pcs&quot;&gt;School of Psycology and Clinical Sciences&lt;/a&gt;. Pada kesempatan tersebut, Prof. Timothy Skinner menyatakan siap membantu pengembangan program studi psikologi di Undana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;embed flashvars=&quot;host=picasaweb.google.com&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;feat=flashalbum&amp;amp;RGB=0xffffff&amp;amp;feed=https%3A%2F%2Fpicasaweb.google.com%2Fdata%2Ffeed%2Fapi%2Fuser%2F109767830678478993938%2Falbumid%2F6094802573354765745%3Falt%3Drss%26kind%3Dphoto%26hl%3Den_US&quot; height=&quot;353&quot; pluginspage=&quot;http://www.macromedia.com/go/getflashplayer&quot; src=&quot;https://photos.gstatic.com/media/slideshow.swf&quot; type=&quot;application/x-shockwave-flash&quot; width=&quot;470&quot;&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Kunjungan dilanjutkan ke University of the Sunshine Coast dengan penerbangan dinihari dari Darwin menuju Brisbane dan dengan mobil dari Brisbane ke Sunshine Coast. Setiba di Brisbane, rombongan langsung dijembut oleh Dr. Richard Curtis. Tetapi karena Rektor perlu beristirahat, perjalanan ke Sunshine Coast ditunda sampai sekitar pukul 10.00 waktu setempat. Di USC, rombongan bertemu dengan&amp;nbsp;Director of International Projects Group,&amp;nbsp;School of Science, Education, and Engineering, Prof. R.W. (Bill) Carter, untuk menyaksikan presentasi yang disampaikan oleh Dr. Gayle Mayes mengenai kurikulum program studi kepariwisataan di universitas tersebut. Rombongan tidak bertemu dengan Vice Chancellor USC, Prof. Greg Hill, karena yang bersangkutan sedang bertugas ke luar. Pada kesempatan tersebut Prof. R.W. (Bill) Carter dan Dr. Gayle Mayes menyatakan akan membantu pembentukan kurikulum program studi kepariwisataan yang akan didirikan oleh Undana. Kunjungan dilanjutkan dengan makan siang di restoran kampus USC yang juga dihadiri oleh Prof. Robert Edward Elson, penulis buku &lt;a href=&quot;http://books.google.co.id/books?id=ElTYvtijU6AC&amp;amp;printsec=frontcover&amp;amp;hl=id&amp;amp;source=gbs_ge_summary_r&amp;amp;cad=0#v=onepage&amp;amp;q&amp;amp;f=false&quot;&gt;Soeharto: A Political Biography&lt;/a&gt;, dan oleh sejumlah pimpinan&amp;nbsp;School of Science, Education, and Engineering USC. Kunjungan diakhiri dengan saling tukar tanda mata dan perjalanan ke tempat-tempat kunjungan wisata di kawasan pesisir dan pedalaman Sunshine Coast, didampingi oleh Prof. R.W. (Bill) Carter dan Dr. Gayle Mayes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;iframe frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;353&quot; src=&quot;https://www.google.com/maps/embed?pb=!1m14!1m12!1m3!1d48495.02203248405!2d153.05696152123423!3d-26.689490091319566!2m3!1f0!2f0!3f0!3m2!1i1024!2i768!4f13.1!5e1!3m2!1sen!2s!4v1419125430171&quot; style=&quot;border: 0;&quot; width=&quot;470&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;embed flashvars=&quot;host=picasaweb.google.com&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;feat=flashalbum&amp;amp;RGB=0xffffff&amp;amp;feed=https%3A%2F%2Fpicasaweb.google.com%2Fdata%2Ffeed%2Fapi%2Fuser%2F109767830678478993938%2Falbumid%2F6094807809735360913%3Falt%3Drss%26kind%3Dphoto%26hl%3Den_US&quot; height=&quot;353&quot; pluginspage=&quot;http://www.macromedia.com/go/getflashplayer&quot; src=&quot;https://photos.gstatic.com/media/slideshow.swf&quot; type=&quot;application/x-shockwave-flash&quot; width=&quot;470&quot;&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;embed flashvars=&quot;host=picasaweb.google.com&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;feat=flashalbum&amp;amp;RGB=0xffffff&amp;amp;feed=https%3A%2F%2Fpicasaweb.google.com%2Fdata%2Ffeed%2Fapi%2Fuser%2F109767830678478993938%2Falbumid%2F6094813577879780609%3Falt%3Drss%26kind%3Dphoto%26hl%3Den_US&quot; height=&quot;353&quot; pluginspage=&quot;http://www.macromedia.com/go/getflashplayer&quot; src=&quot;https://photos.gstatic.com/media/slideshow.swf&quot; type=&quot;application/x-shockwave-flash&quot; width=&quot;470&quot;&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan pulang kembali ke Indonesia dilakukan melalui penerbangan Brisbane-Denpasar dan Denpasar-Kupang dengan singgah semalam di Denpasar. Pada kesempatan singgah di Denpasar, Rektor meminta PR IV dan IRO untuk menindaklanjuti hasil kunjungan. Kepada PR I, rektor meminta untuk memfasilitasi rapat dengan pimpinan PPs Undana guna menyampaikan hasil kunjungan dan menindaklanjuti hasil kunjungan dalam kaitan dengan perubahan anggaran PPs yang perlu dilakukan untuk melaksanakan sejumlah kesepakatan yang telah diagendakan dengan CDU. Selain itu, kepada PR I Rektor juga meminta untuk menindaklanjuti kesepakatan yang berkaitan dengan pengembangan program studi psikologi dan pembentukan program studi kepariwisataan. Kunjungan Rektor ke dua universitas di Australia tersebut telah berhasil mencapai beberapa kesepakatan, tetapi pelaksanaannya menghadapi tantangan dalam hal kemampuan bahasa Inggris dosen dan mahasiswa PPs Undana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;</description><link>http://pr4undana.blogspot.com/2014/12/bersama-pr-i-mendampingi-rektor.html</link><author>noreply@blogger.com (I Wayan Mudita)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://lh6.googleusercontent.com/-56QBmxJshDQ/VJUdoff_9oI/AAAAAAAACVA/DRXYTnMkpfk/s72-c/20141212_141831.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Kupang City, Kupang, East Nusa Tenggara, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-10.1787573 123.59760570000003</georss:point><georss:box>-10.428791299999999 123.27488220000004 -9.9287233 123.92032920000003</georss:box></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1148295753358569957.post-8601036341139642166</guid><pubDate>Sat, 06 Dec 2014 07:32:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-12-06T02:47:19.388-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">karya ilmiah</category><title>Memfasilitasi Mahasiswa Program Doktor PPs Undana Menggunakan Zotero untuk Mengumpulkan, Mengutip, Membuat Daftar Pustaka, dan Saling Berbagi Pustaka</title><description>&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/5/57/Zotero_2.0.9_recognizing_references_on_Wikipedia.org.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/5/57/Zotero_2.0.9_recognizing_references_on_Wikipedia.org.png&quot; height=&quot;150&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Pada 28 November 2014, saya diundang oleh Asisten I Program Pascasarjana Undana untuk memberikan perkenalan cara menggunakan program aplikasi pengelolaan pustaka Zotero kepada mahasiswa Doktor Program Pascasarjana Undana. Undangan yang disampaikan berbunyi &#39;sebagai narasumber pelatihan penulisan jurnal menggunakan aplikasi Sotero&#39; sebenarnya kurang tepat sebab Zotero (bukan Sotero) bukan program aplikasi untuk penulisan artikel jurnal ilmiah. Zotero merupakan program aplikasi pengelolaan pustaka yang dapat digunakan untuk mengumpulkan data kepustakaan dari Internet secara otomatis, mengelola data kepustakaan yang telah dikumpulkan menjadi basisdata perpustakaan digital, menggunakan basisdata untuk melakukan perujukan dan membuat daftar pustaka secara otomatis, dan saling berbagi perpustakaan digital yang telah dibuat antar pengguna Zotero.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya membagi paparan saya menjadi beberapa bagian. Bagian pertama menguraikan persiapan yang perlu dilakukan sebelum mengunduh dan memasang Zotero. Bagian kedua menguraikan cara mengunduh dan memasang Zotero. Bagian ketiga menguraikan cara mengumpulkan dan mengelola metadata kepustakaan menjadi basisdata perpustakaan digital. Bagian keempat menjelaskan cara merujuk pustaka dan membuat daftar pustaka secara otomatis. Bagian kelima membuat penjelasan mengenai cara membuat perpustakaan dalam jaringan, mensinkronisasi dengan basisdata dalam komputer, dan berbagi perpustakaan digital antar sesama pengguna Zotero. Bagian keenam menyajikan hal-hal yang perlu dilakukan oleh mahasiswa dan Program Pascasarjana Undana untuk meningkatkan kapasitas akademik diri dan kelembagaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai langkah persiapan, pastikan pada komputer telah terpasang program aplikasi pengolah kata Word dari Microsoft Office atau program pengolah kata akses terbuka OpenOffice atau Libre Office sebagai alternatif. Bila telah terpasang Word, silahkan pelajari cara melakukan &lt;a href=&quot;http://www.mediafire.com/?rqgf7an4159xq4y&quot;&gt;pengaturan umum&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;http://www.mediafire.com/?yay9ay3pec53icg&quot;&gt;pembuatan dan pengaturan fitur gaya dokumen&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;http://www.mediafire.com/?vk69d56baqcdwfr&quot;&gt;pembuatan dan pengaturan tabel, gambar, dan bagan alir&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;http://www.mediafire.com/?amrucu5ne3bcykg&quot;&gt;pengetikan rumus&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;http://www.mediafire.com/?adaz5mxa94y9dp1&quot;&gt;pembuatan dan penyuntingan track changes&lt;/a&gt;, dan &lt;a href=&quot;http://www.mediafire.com/view/d1tusl6o691s11c/08_pembuatan_daftarisi-daftarlainnya.pdf&quot;&gt;pembuatan daftar isi, daftar tabel, dan daftar gambar&lt;/a&gt; secara otomatis. Sebenarnya, Word sudah disertai dengan fitur perujukan pustaka dan pembuatan daftar pustaka secara otomatis sejak versi &lt;a href=&quot;http://www.officetooltips.com/word_2003/tips/create_a_bibliography.html&quot;&gt;2013&lt;/a&gt;, kemudian masih dilanjutkan pada versi-versi selanjutnya (&lt;a href=&quot;http://www.officetooltips.com/word_2007/tips/create_a_bibliography.html&quot;&gt;2007&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;http://www.officetooltips.com/word_2010/tips/create_a_bibliography.html&quot;&gt;2010&lt;/a&gt;, dan &lt;a href=&quot;http://www.officetooltips.com/word_2013/tips/create_a_bibliography.html&quot;&gt;2013&lt;/a&gt;), tapi kinerjanya masih sangat terbatas. Selain itu, orang menggunakan Word sekedar untuk mengetik sebagai pengganti mesin ketik, bukan sebagai program aplikasi komputer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain telah terpasang Microsoft Office atau program aplikasi alternatifnya, pastikan juga pada komputer telah terpasang program aplikasi peramban &lt;a href=&quot;https://www.mozilla.org/en-US/firefox/new/&quot;&gt;Mozilla Firefox&lt;/a&gt;. Setelah terpasang lakukan pengaturan dengan mengklik ikon tiga garis sejajar pada sudut kanan atas lalu tombol Show/Hide Toolbars dan klik untuk mengaktifkan Menu Bar. Selanjutnya klik Tools&amp;gt;Options&amp;gt;General lalu ketik&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://google.com/ncr&quot;&gt;http://google.com/ncr&lt;/a&gt; pada kotak Home Page untuk mengatur agar mesin pencari Google menjadi halaman utama Firefox. Agar ketika setiap kali mengklik tab baru juga secara otomatis dibuka halaman mesin pencari Google, silahkan pasang add-ons Tab Mix Plus dengan mengklik Tools&amp;gt;Add-ons&amp;gt;Get Add-ons dan mengetikkan Tab Mix Plus di dalam kotak Search all add-ons. Klik hasil pencarian untuk memasang, lalu atur dengan mengklik Options&amp;gt;Events&amp;gt;New Tab, pilih New Tab Page dalam kotak Load on new tabs:, dan mengetikkan &lt;a href=&quot;http://google.com/ncr&quot;&gt;http://google.com/ncr&lt;/a&gt; dalam kotak Address di bawahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum menggunakan Zotero, sebaiknya terlebih dahulu dipelajari apa itu &lt;a href=&quot;https://en.wikipedia.org/wiki/Citation&quot;&gt;sitasi (&lt;i&gt;citation&lt;/i&gt;)&lt;/a&gt; dan gaya sitasi (&lt;i&gt;citation style&lt;/i&gt;) atau gaya pereferensian (&lt;i&gt;referencing style&lt;/i&gt;). Gaya sitasi tertentu digunakan oleh bidang ilmu tertentu sehingga gaya sitasi tidak dapat diseragamkan untuk seluruh program studi yang ada pada program pascasarjana. Contoh sitasi dengan menggunakan beberapa gaya sitasi yang digunakan secara luas dapat diakses pada &lt;a href=&quot;http://guides.lib.monash.edu/citing-referencing&quot;&gt;halaman perpustakaan Monash University&lt;/a&gt;, yaiitu gaya-gaya sitasi &lt;a href=&quot;http://guides.lib.monash.edu/citing-referencing/apa&quot;&gt;APA&lt;/a&gt;&amp;nbsp;(psikologi dan ilmu perilaku),&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://guides.lib.monash.edu/citing-referencing/aip&quot;&gt;AIP&lt;/a&gt; (fisika), &lt;a href=&quot;http://guides.lib.monash.edu/citing-referencing/chicago&quot;&gt;Chicago&lt;/a&gt; (antropologi, sejarah, ekonomi, dan ilmu sosial), &lt;a href=&quot;http://guides.lib.monash.edu/citing-referencing/ieee&quot;&gt;IEEE&lt;/a&gt; (teknik, khususnya teknik elektro), &lt;a href=&quot;http://guides.lib.monash.edu/citing-referencing/harvard&quot;&gt;Harvard&lt;/a&gt; (ilmu-ilmu alam dan terapannya), &lt;a href=&quot;http://guides.lib.monash.edu/content.php?pid=90003&amp;amp;sid=733141&quot;&gt;Law&lt;/a&gt; (hukum Australia), &lt;a href=&quot;http://guides.lib.monash.edu/citing-referencing/mla&quot;&gt;MLA&lt;/a&gt; (sastra, seni, dan humaniora), &lt;a href=&quot;http://guides.lib.monash.edu/content.php?pid=346637&amp;amp;sid=4885246&quot;&gt;MHRA&lt;/a&gt; (seni dan humaniora), &lt;a href=&quot;http://guides.lib.monash.edu/citing-referencing/turabian&quot;&gt;Turabian&lt;/a&gt; (humaniora), dan &lt;a href=&quot;http://guides.lib.monash.edu/citing-referencing/vancouver&quot;&gt;Vancouver&lt;/a&gt; (kesehatan dan ilmu-ilmu alam). Silahkan pilih satu di antara gaya sitasi yang sesuai dengan bidang ilmu dan kemudian periksa contoh sitasi dengan mengklik jenis pustaka pada bilah Content. Cara melakukan sitasi sebenarnya dapat diatur secara otomatis dengan menggunakan &lt;a href=&quot;https://en.wikipedia.org/wiki/Reference_management_software&quot;&gt;program aplikasi pengelolaan pustaka (&lt;i&gt;reference management software&lt;/i&gt;)&lt;/a&gt;. Meskipun demikian, dengan memahami dasar-dasarnya maka akan memudahkan nanti pada saat menggunakan program aplikasi pengelolaan pustaka terpilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tersedia &lt;a href=&quot;https://en.wikipedia.org/wiki/Comparison_of_reference_management_software&quot;&gt;banyak program aplikasi pengelolaan pustaka&lt;/a&gt;, baik yang berbayar maupun yang gratis. Di antara banyak program aplikasi pengelolaan tersebut, saya merekomendasikan &lt;a href=&quot;https://en.wikipedia.org/wiki/Zotero&quot;&gt;Zotero&lt;/a&gt; dengan beberapa pertimbangan. Pertama dan utama tentu saja adalah karena Zotero merupakan program aplikasi gratis yang kinerjanya tidak kalah dibandingkan dengan program aplikasi berbayar sejenis. Kedua, selain untuk melakukan sitasi dan penyusunan daftar pustaka secara gratis, Zotero juga dapat digunakan untuk merekam data kepustakaan secara otomatis dari Internet. Ketiga, Zotero menyediakan akun gratis untuk mengunggah perpustakaan digital yang dibuat di komputer ke dalam jaringan (daring) sehingga bisa digunakan untuk saling berbagi dengan pengguna Zotero lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana cara mengunduh, memasang, dan menggunakan Zotero? Mengenai hal ini sebenarnya saya sudah membuat beberapa tulisan, terutama untuk mahasiswa S1 yang saya bimbing di Fakultas Pertanian Undana. Tulisan-tulisan saya yang mungkin akan bermanfaat bagi yang baru mulai mempelajari Zotero adalah:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;http://barubelajarmeneliti.blogspot.com/2013/12/mengelola-kepustakaan-bagaimana-caranya.html&quot;&gt;Mengelola Kepustakaan: Bagaimana Caranya Agar Tidak Lagi Mengetik Daftar Pustaka Secara Manual?&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;http://barubelajarmeneliti.blogspot.com/2014/10/apa-itu-gaya-penulisan-apa-edisi-6-dan.html&quot;&gt;Apa itu gaya penulisan APA Edisi 6 dan bagaimana merujuk dan membuat daftar pustaka secara otomatis dengan menggunakan Zotero?&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;http://sumberdayaskripsi.blogspot.com/2012/10/sekali-lagi-mengenai-pereferensian_12.html&quot;&gt;Sekali lagi Mengenai Pereferensian: Menggunakan Zotero untuk Melakukan Pereferensian secara Otomatis&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Namun Zotero sebenarnya menyediakan panduan dalam jaringan dengan menggunakan berbagai bahasa, termasuk Bahasa Indonesia. Silahkan kunjungi &lt;a href=&quot;https://www.zotero.org/&quot;&gt;situs Zotero&lt;/a&gt; lalu klik menu &lt;a href=&quot;https://www.zotero.org/support/&quot;&gt;Documentation&lt;/a&gt; dan kemudian klik &lt;a href=&quot;https://www.zotero.org/support/id/start&quot;&gt;kode id&lt;/a&gt; dalam baris paling atas pada halaman yang tampil. Selanjutnya silahkan klik pilihan menu yang tersedia untuk mempelajari aspek tertentu Zotero:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Memasukan pustaka ke dalam perpustakaan: &lt;a href=&quot;https://www.zotero.org/support/id/getting_stuff_into_your_library&quot;&gt;Menambahkan pustaka&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;https://www.zotero.org/support/id/attaching_files&quot;&gt;menambahkan file&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengorganisasikan perpustakaan dan menambahkan catatan: &lt;a href=&quot;https://www.zotero.org/support/id/collections_and_tags&quot;&gt;koleksi dan kata kunci (tag)&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;https://www.zotero.org/support/id/duplicate_detection&quot;&gt;memeriksa duplikat&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;https://www.zotero.org/support/id/notes&quot;&gt;membuat catatan&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;https://www.zotero.org/support/id/related&quot;&gt;menghubungkan&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;https://www.zotero.org/support/id/searching&quot;&gt;melakukan pencarian&lt;/a&gt;, dan&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://www.zotero.org/support/id/sorting&quot;&gt;melakukan pemilihan&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memilih gaya sitasi, melakukan sitasi, dan menyusun daftar pustaka: &lt;a href=&quot;https://www.zotero.org/support/word_processor_plugin_installation&quot;&gt;memasang plugin&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://www.zotero.org/support/id/styles&quot;&gt;memilih gaya sitasi&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;https://www.zotero.org/support/word_processor_plugin_usage&quot;&gt;melakukan sitasi&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;https://www.zotero.org/support/id/creating_bibliographies&quot;&gt;menyusun daftar pustaka secara otomatis&lt;/a&gt;, dan &lt;a href=&quot;https://www.zotero.org/support/id/reports&quot;&gt;membuat laporan sitasi&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menyelaraskan, berkolaborasi, dan mencadangkan: &lt;a href=&quot;https://www.zotero.org/support/sync&quot;&gt;menyelaraskan data dan file&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;https://www.zotero.org/support/sync&quot;&gt;membuat kelompok untuk berkolaborasi&lt;/a&gt;, dan &lt;a href=&quot;https://www.zotero.org/support/zotero_data&quot;&gt;mencadangkan&lt;/a&gt;.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memaksimalkan Zotero: &lt;a href=&quot;https://www.zotero.org/support/kb&quot;&gt;mempelajari lebih lanjut&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;https://www.zotero.org/support/supported_languages&quot;&gt;dukungan bahasa&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;https://www.zotero.org/support/locate&quot;&gt;menu Locate&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;https://www.zotero.org/support/plugins&quot;&gt;plugins&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;https://www.zotero.org/support/preferences&quot;&gt;jendela preferensi&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;https://www.zotero.org/support/preferences/proxies&quot;&gt;proxies&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;https://www.zotero.org/support/retrieve_pdf_metadata&quot;&gt;mengambil metadata PDF&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;https://www.zotero.org/support/timelines&quot;&gt;timelines&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;https://www.zotero.org/support/tips_and_tricks&quot;&gt;tips &amp;amp; tricks&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;https://www.zotero.org/support/third_party_documentation&quot;&gt;dokumentasi oleh pihak ketiga&lt;/a&gt;, dan &lt;a href=&quot;https://www.zotero.org/support/mobile&quot;&gt;Zotero untuk telepon seluler&lt;/a&gt;.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Cara menggunakan Zotero dapat&lt;/span&gt; dipelajari secara ringkas melalui slide presentasi yang saya siapkan khusus untuk mahasiswa Program Doktor Pascasarjana Undana sebagaimana dapat disajikan berikut ini, silahkan share sebelum mengunduh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;iframe frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;400&quot; marginheight=&quot;0&quot; marginwidth=&quot;0&quot; scrolling=&quot;no&quot; src=&quot;//www.slideshare.net/slideshow/embed_code/42416255&quot; width=&quot;476&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Apakah menggunakan Zotero mudah atau sukar? Jawaban terhadap pertanyaan ini tentu sangat bergantung pada kemauan untuk belajar. Kalau mahasiswa S1 yang saya bimbing skripsinya saja bisa, saya berharap mahasiswa program magister dan program doktor seharusnya lebih bisa. Jawaban terhadap pertanyaan ini juga bergantung pada manajemen program pascasarjana, apakah memang berkeinginan untuk meningkatkan kualitas sitasi tesis dan disertasi yang dihasilkan mahasiswanya. Dengan anggaran yang tersedia, banyak hal yang seharusnya bisa dilakukan oleh manajemen PPs Undana. Mulai dari memberikan meteri mengenai penggunaan Zotero pada saat mahasiswa mengikuti matrikulasi sampai pada membuat gugus tugas atau unit khusus untuk membantu membimbing mahasiswa melakukan sitasi dan menyusun karya ilmiah. Bahkan PPs Undana bisa membuat perpustakaan online sendiri untuk membantu mahasiswa memperoleh pustaka dan menyediakan panduan mengenai cara menggunakan Zotero. Bila itu tidak bisa dilakukan, mahasiswa PPs Undana seharusnya dapat memanfaatkan sumberdaya yang tersedia di Internet untuk belajar menggunakan Zotero.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;</description><link>http://pr4undana.blogspot.com/2014/12/memfasilitasi-mahasiswa-program-doktor.html</link><author>noreply@blogger.com (I Wayan Mudita)</author><thr:total>1</thr:total><georss:featurename>Kupang City, Kupang, East Nusa Tenggara, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-10.1787573 123.59760570000003</georss:point><georss:box>-10.428791299999999 123.27488220000004 -9.9287233 123.92032920000003</georss:box></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1148295753358569957.post-2180771008550114141</guid><pubDate>Fri, 28 Nov 2014 15:21:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-12-06T07:22:31.560-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">pustaka</category><title>Mencari Pustaka Gratis di Internet: Tidak Perlu Lagi Mengeluh Sulit Memperoleh Pustaka karena Tidak Semua Pustaka di Internet Berbayar</title><description>&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.nstda.or.th/eng/images/stories/services/stks.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://www.nstda.or.th/eng/images/stories/services/stks.jpg&quot; height=&quot;150&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Ketika rapat dengan pimpinan dan mahasiswa program doktor PPs Undana pada 24 November 2014, mahasiswa mengeluh soal kesulitan memperoleh pustaka untuk menyusun rencana disertasi mereka. Rapat tersebut sebenarnya diadakan untuk menindaklanjuti keluhan mahasiswa mengenai ketidakjelasan penyelenggaraan program doktor yang mereka ikuti dan ketentuan mengenai kewajiban untuk melakukan publikasi pada jurnal ilmiah internasional. Mereka mengatakan bahwa sesuai dengan ketentuan Ditjen Dikti, publikasi harus dilakukan pada jurnal yang terindeks pada Scopus. Saya heran sebab Scopus sebenarnya hanyalah sebuah basisdata akademik milik perusahaan raksasa penerbitan ilmiah Elsevier. Masih banyak basisdata akademik lainnya. Mengapa kemudian harus Scopus, silahkan terka sendiri alasannya. Yang jelas, terindeks pada Scopus tidak sepenuhnya menjamin kualitas sebuah jurnal ilmiah. Seharusnya Ditjen Dikti menggunakan impact factor jurnal sebagai acuan, bila memang yang menjadi pertimbangan adalah kualitas, bukan hal-hal lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://www.scopus.com/&quot;&gt;Scopus&lt;/a&gt; merupakan basisdata akademik berbayar, sebagaimana basisdata akademik berbayar terkenal lainnya seperti &lt;a href=&quot;http://thomsonreuters.com/products_services/science/science_products/a-z/current_contents&quot;&gt;Current Contents&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;http://www.jstor.org/&quot;&gt;JSTOR&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;http://www.sciencedirect.com/&quot;&gt;Science Direct&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;http://thomsonreuters.com/social-sciences-citation-index/&quot;&gt;Social Science Citation Index&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;http://wokinfo.com/&quot;&gt;Web of Knowledge&lt;/a&gt;, dan &lt;a href=&quot;http://thomsonreuters.com/thomson-reuters-web-of-science/&quot;&gt;Web of Science&lt;/a&gt;. Padahal, selain basisdata akademik berbayar, juga terdapat basisdata akademik semi-gratis dan basisdata akademik gratis. Basisdata ilmiah semi-gratis menyediakan abstrak untuk diakses secara gratis, sedangkan artikel lengkap (&lt;i&gt;full text&lt;/i&gt;) disediakan dengan cara membayar. Basisdata akademik gratis menyediakan artikel lengkap untuk diakses secara gratis. Contoh basisdata semi-gratis adalah &lt;a href=&quot;http://www.ajol.info/&quot;&gt;African Journals Online (AJOL)&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;http://agricola.nal.usda.gov/&quot;&gt;Agricola&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;http://hcl.harvard.edu/libraries/tozzer/anthrolit/anthrolit.cfm&quot;&gt;Anthropological Literature&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;http://www.bioone.org/&quot;&gt;BioOne&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;http://www.lessonplanet.com/&quot;&gt;Lesson Planet&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;http://www.pdcnet.org/&quot;&gt;Philosophy Documentation Center eCollection&lt;/a&gt;, dan&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.pdcnet.org/&quot;&gt;POIESIS&lt;/a&gt;. Artikel lengkap dari basisdata akademik berbayar maupun basisdata akademic semi-gratis tersebut hanya dapat diakses dengan cara membayar atau berlangganan. Di universitas-universitas negara-negara maju, perpustakaan universitas berlangganan kedua kategori baisisdata akademik tersebut untuk kemudian memberikan akses gratis kepada para dosen dan mahasiswanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana dengan dosen dan mahasiswa di universitas-universitas negara-negara berkembang seperti dosen dan mahasiswa di Undana? Sebenarnya tidak perlu berkecil hati, asalkan menguasai bahasa Inggris, pasti ada jalan keluarnya. Selain basisdata akademik berbayar dan semi-gratis tersebut di atas, ternyata juga terdapat banyak basisdata akademik gratis yang memberikan akses ke artikel lengkap jurnal-jurnal ilmiah akses terbuka yang jumlahnya sangat banyak dan terus bertambah. Basisdata akademik gratis tersebut adalah &lt;a href=&quot;http://agris.fao.org/&quot;&gt;AGRIS&lt;/a&gt;&amp;nbsp;(pertanian), &lt;a href=&quot;http://www.asdlib.org/&quot;&gt;Analytical Science Digital Library&lt;/a&gt; (kimia analitik), &lt;a href=&quot;http://www.arachne.uni-koeln.de/&quot;&gt;Arachne&lt;/a&gt; (arkeologi dan sejarah seni), &lt;a href=&quot;http://arxiv.org/&quot;&gt;arXiv&lt;/a&gt; (fisika, matematika, ilmu komputer, biologi kuantitatif, dan statistica), &lt;a href=&quot;http://adswww.harvard.edu/&quot;&gt;Astrophysics Data System&lt;/a&gt; (astrofisika, geofisika, fisika), &lt;a href=&quot;http://harvester.kit.edu/&quot;&gt;Bioinformatic Harvester&lt;/a&gt; (biologi, bioinformatika), &lt;a href=&quot;http://chemxseer.ist.psu.edu/&quot;&gt;ChemXSeeer&lt;/a&gt; (kimia), &lt;a href=&quot;http://www.aina.ucalgary.ca/chbd/&quot;&gt;CHBD&lt;/a&gt; (kesehatan kawasan sirkumpolar), &lt;a href=&quot;http://cogprints.org/&quot;&gt;CogPrints&lt;/a&gt; (ilmu-ilmu sosial kognitif), &lt;a href=&quot;http://www.doaj.org/&quot;&gt;DOAJ&lt;/a&gt; (jurnal ilmiah, berbagai disiplin), &lt;a href=&quot;http://www.eric.ed.gov/&quot;&gt;ERIC&lt;/a&gt; (pendidikan), &lt;a href=&quot;http://www.indexcopernicus.com/&quot;&gt;Index Copernicus&lt;/a&gt; (lintas disiplin), &lt;a href=&quot;http://www.osti.gov/bridge/index.jsp&quot;&gt;Information Bridge&lt;/a&gt; (lintas disiplin), &lt;a href=&quot;http://www.intute.ac.uk/&quot;&gt;Intute&lt;/a&gt; (lintas disiplin), &lt;a href=&quot;http://www.medlineplus.gov/&quot;&gt;Medline Plus&lt;/a&gt; (kedokteran), &lt;a href=&quot;http://www.nber.org/&quot;&gt;NBER&lt;/a&gt; (ekonomi), &lt;a href=&quot;http://philpapers.org/&quot;&gt;PhilPapers&lt;/a&gt; (filsafat), &lt;a href=&quot;http://www.popline.org/&quot;&gt;PopLine&lt;/a&gt; (kependudukan, keluarga berencana, kesehatan reproduksi), &lt;a href=&quot;http://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/&quot;&gt;PubChem&lt;/a&gt; (kimia), &lt;a href=&quot;https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/&quot;&gt;PubMed&lt;/a&gt; (kedokteran dan kesehatan), &lt;a href=&quot;http://www.pubpsych.eu/&quot;&gt;PubPsych&lt;/a&gt; (psikologi), &lt;a href=&quot;http://scidiver.com/&quot;&gt;SciDiver&lt;/a&gt; (lintas disiplin), &lt;a href=&quot;http://www.scielo.org/php/index.php?lang=en&quot;&gt;SciELO&lt;/a&gt; (jurnal ilmiah, berbagai disiplin), &lt;a href=&quot;http://www.scienceaccelerator.gov/&quot;&gt;Science Accelerator&lt;/a&gt; (lintas disiplin), dan&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.worldwidescience.org/&quot;&gt;WorldWideScience&lt;/a&gt; (lintas disiplin).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencari pustaka di Internet sebaiknya dilakukan dengan menggunakan mesin pencari akademik (&lt;i&gt;academic search engine&lt;/i&gt;), bukan dengan menggunakan mesin pencari umum (general search engine) semisal Google atau Yahoo. Pada saat ini terdapat banyak mesin pencari akademik, di antaranya&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.academicinfo.net/subject-guides&quot;&gt;Academic Info&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.base-search.net/&quot;&gt;BASE&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://scholar.google.com/&quot;&gt;Google Scholar&lt;/a&gt;&amp;nbsp;(Google Cendekia),&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://infomine.ucr.edu/&quot;&gt;Infomine&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://libguides.com/community.php?m=i&amp;amp;ref=libguides.com&quot;&gt;LibGuide Communities&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://libgen.org/&quot;&gt;Library Genesis&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.loc.gov/index.html&quot;&gt;Library of Congress&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.refseek.com/&quot;&gt;Refseek&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.virtuallrc.com/&quot;&gt;Virtual LRC&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.citeulike.org/&quot;&gt;citeulike&lt;/a&gt;, dan&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.infotopia.info/&quot;&gt;infotopia&lt;/a&gt;. &lt;a href=&quot;https://en.wikipedia.org/wiki/List_of_academic_databases_and_search_engines&quot;&gt;Daftar basisdata dan mesin pencari akademik lengkap&lt;/a&gt; dapat diakses melalui Wikipedia. Basisdata serupa&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://library.csuohio.edu/research/databases/index.html&quot;&gt;berdasarkan bidang ilmu&lt;/a&gt;&amp;nbsp;di Michael Schwartz Library, Claveland State University. Pada saat ini juga tersedia banyak jurnal ilmiah akses terbuka yang menyediakan artikel untuk dibaca atau diunduh lengkap secara gratis. Silahkan periksa daftar jurnal ilmiah akses terbuka yang disediakan oleh&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://doaj.org/search?source={%22query%22:{%22match_all%22:{}}}&quot;&gt;Directory of Open Access Journals (DOAJ)&lt;/a&gt;&amp;nbsp;atau jurnal ilmiah gratis yang tersedia di&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.journals4free.com/&quot;&gt;Journals for Free&lt;/a&gt;. &lt;a href=&quot;https://en.wikipedia.org/wiki/List_of_open-access_journals&quot;&gt;Daftar jurnal ilmiah akses terbuka berdasarkan bidang ilmu&lt;/a&gt; dapat diakses melalui wikipedia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Internet terdapat banyak perpustakaan digital yang menyediakan buku teks, laporan penelitian, dsb., yang dapat diunduh gratis, di antaranya&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.plos.org/&quot;&gt;Public Library of Science (PLoS)&lt;/a&gt;&amp;nbsp;dan&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://dlc.dlib.indiana.edu/dlc/&quot;&gt;Digital Library of the Commons&lt;/a&gt;. &lt;a href=&quot;https://en.wikipedia.org/wiki/List_of_digital_library_projects&quot;&gt;Daftar lengkap proyek perpustakaan digital&lt;/a&gt; dapat diakses melalui Wikipedia dan &lt;a href=&quot;http://www.e-book.com.au/morefreebooks/freedigitalibraries.htm&quot;&gt;daftar lebih singkat&lt;/a&gt; tersedia melalui Best World Free Digital Libraries. Berbagai lembaga internasional juga menyediakan buku teks atau laporan penelitian yang dapat diunduh gratis. Tesis dan disertasi dari universitas terkemuka juga dapat diunduh lengkap secara gratis, misalnya melalui&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://espace.cdu.edu.au/list/?cat=quick_filter&amp;amp;sort_by=searchKey0&amp;amp;search_keys%5B0%5D=mudita&quot;&gt;eSpace (CDU)&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://trove.nla.gov.au/&quot;&gt;Trove&lt;/a&gt;&amp;nbsp;(universitas-universitas di Australia) atau&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.caul.edu.au/caul-programs/australasian-digital-theses/finding-theses&quot;&gt;CAUL&lt;/a&gt;&amp;nbsp;(universitas-universitas di Australia dan New Zealand), dan&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.openthesis.org/&quot;&gt;open thesis&lt;/a&gt;&amp;nbsp;(tesis dan disertasi seluruh dunia). Silahkan klik tautan berikut untuk mencari tesis dan disertasi dari universitas tertentu di Australia dan New Zealand:&lt;br /&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; border=&quot;0&quot; cellpadding=&quot;3&quot; cellspacing=&quot;3&quot; style=&quot;background-color: white; border-collapse: collapse; clear: both; color: black; font-family: arial, verdana, sans; font-size: 12px; padding-bottom: 10px; page-break-before: avoid; width: 95%px;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;padding-left: 10px; vertical-align: top;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;line-height: 1.5; margin-bottom: 0.3em; padding: 0px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://aut.researchgateway.ac.nz/&quot; style=&quot;color: #0056af;&quot;&gt;Auckland University of Technology&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://www.acu.edu.au/about_acu/research/staff/library_research_support/research_bank/&quot; style=&quot;color: #0056af;&quot;&gt;Australian Catholic University&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;[via Trove]&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;https://digitalcollections.anu.edu.au/handle/1885/3&quot; style=&quot;color: #0056af;&quot;&gt;Australian National University&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;[via&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://trove.nla.gov.au/book/result?l-format=Thesis&amp;amp;sortby=dateDesc&amp;amp;q=nuc:ANU&amp;amp;l-availability=y&amp;amp;l-australian=y&quot; style=&quot;color: #0056af;&quot;&gt;Trove&lt;/a&gt;]&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://epublications.bond.edu.au/theses/&quot; style=&quot;color: #0056af;&quot;&gt;Bond University&lt;/a&gt;&amp;nbsp; [via&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://trove.nla.gov.au/book/result?l-format=Thesis&amp;amp;sortby=dateDesc&amp;amp;q=nuc:QBON&amp;amp;l-availability=y&amp;amp;l-australian=y&quot; style=&quot;color: #0056af;&quot;&gt;Trove&lt;/a&gt;]&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://content.cqu.edu.au/FCWViewer/view.do?page=8205&quot; style=&quot;color: #0056af;&quot;&gt;Central Queensland University&lt;/a&gt;&amp;nbsp; [via&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://trove.nla.gov.au/result?l-format=Thesis&amp;amp;q=+nuc%3A%28%22QCQU%22%29&amp;amp;l-availability=y&amp;amp;l-australian=y&quot; style=&quot;color: #0056af;&quot;&gt;Trove&lt;/a&gt;]&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://espace.cdu.edu.au/community/cdu:30222&quot; style=&quot;color: #0056af;&quot;&gt;Charles Darwin University&lt;/a&gt;&amp;nbsp;[via Trove]&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://researchoutput.csu.edu.au/R/7GP743B822MK1PHYU6B9BTK5K3SBMVUVA3GDXD8SJ1CQ3HF13Q-00469?func=collections-result&amp;amp;collection_id=1340&quot; style=&quot;color: #0056af;&quot;&gt;Charles Sturt University&lt;/a&gt;&amp;nbsp;[via Trove]&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://library.curtin.edu.au/find-books-and-resources/theses.cfm&quot; style=&quot;color: #0056af;&quot;&gt;Curtin University&lt;/a&gt;&amp;nbsp; [via&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://trove.nla.gov.au/book/result?l-format=Thesis&amp;amp;sortby=dateDesc&amp;amp;q=nuc:WCU&amp;amp;l-availability=y&amp;amp;l-australian=y&quot; style=&quot;color: #0056af;&quot;&gt;Trove&lt;/a&gt;]&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://www.deakin.edu.au/dro/adv_search.php&quot; style=&quot;color: #0056af;&quot;&gt;Deakin University&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;[via&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://trove.nla.gov.au/book/result?l-format=Thesis&amp;amp;sortby=dateDesc&amp;amp;q=nuc:VDU&amp;amp;l-availability=y&amp;amp;l-australian=y&quot; style=&quot;color: #0056af;&quot;&gt;Trove&lt;/a&gt;]&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://ro.ecu.edu.au/theses/&quot; style=&quot;color: #0056af;&quot;&gt;Edith Cowan University&lt;/a&gt;&amp;nbsp; [via Trove]&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://theses.flinders.edu.au/public/&quot; style=&quot;color: #0056af;&quot;&gt;Flinders University&lt;/a&gt;&amp;nbsp; [via&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://trove.nla.gov.au/book/result?l-format=Thesis&amp;amp;sortby=dateDesc&amp;amp;q=nuc:SFU&amp;amp;l-availability=y&amp;amp;l-australian=y&quot; style=&quot;color: #0056af;&quot;&gt;Trove&lt;/a&gt;]&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;https://www120.secure.griffith.edu.au/rch/access/home.do&quot; style=&quot;color: #0056af;&quot;&gt;Griffith University&lt;/a&gt;&amp;nbsp;[via&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://trove.nla.gov.au/book/result?l-format=Thesis&amp;amp;sortby=dateDesc&amp;amp;q=nuc:QGU&amp;amp;l-availability=y&amp;amp;l-australian=y&quot; style=&quot;color: #0056af;&quot;&gt;Trove&lt;/a&gt;]&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://eprints.jcu.edu.au/cgi/search/advanced&quot; style=&quot;color: #0056af;&quot;&gt;James Cook University&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;[via&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://trove.nla.gov.au/book/result?l-format=Thesis&amp;amp;sortby=dateDesc&amp;amp;q=nuc:QJCU&amp;amp;l-availability=y&amp;amp;l-australian=y&quot; style=&quot;color: #0056af;&quot;&gt;Trove&lt;/a&gt;]&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://arrow.latrobe.edu.au:8080/vital/access/manager/Repository?expert=type%3Athesis&amp;amp;sort=creator&quot; style=&quot;color: #0056af;&quot;&gt;La Trobe University&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;[via&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://trove.nla.gov.au/book/result?l-format=Thesis&amp;amp;sortby=dateDesc&amp;amp;q=nuc:VLU&amp;amp;l-availability=y&amp;amp;l-australian=y&quot; style=&quot;color: #0056af;&quot;&gt;Trove&lt;/a&gt;]&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://library.lincoln.ac.nz/Digital-Theses&quot; style=&quot;color: #0056af;&quot;&gt;Lincoln University&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://www.researchonline.mq.edu.au/vital/access/manager/Repository?expert=relation%3a%22Australasian%20Digital%20Theses%22&quot; style=&quot;color: #0056af;&quot;&gt;Macquarie University&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;[via&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://trove.nla.gov.au/book/result?l-format=Thesis&amp;amp;sortby=dateDesc&amp;amp;q=nuc:NMQU&amp;amp;l-availability=y&amp;amp;l-australian=y&quot; style=&quot;color: #0056af;&quot;&gt;Trove&lt;/a&gt;]&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://www.massey.ac.nz/massey/research/library/find-information/finding-theses.cfm&quot; style=&quot;color: #0056af;&quot;&gt;Massey University&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://arrow.monash.edu.au/vital/access/manager/Repository?exact=sm_type%3A%22thesis%22&quot; style=&quot;color: #0056af;&quot;&gt;Monash University&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;[via&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://trove.nla.gov.au/book/result?l-format=Thesis&amp;amp;sortby=dateDesc&amp;amp;q=nuc:VMOU&amp;amp;l-availability=y&amp;amp;l-australian=y&quot; style=&quot;color: #0056af;&quot;&gt;Trove&lt;/a&gt;]&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://researchrepository.murdoch.edu.au/theses.html&quot; style=&quot;color: #0056af;&quot;&gt;Murdoch University&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;[via&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://trove.nla.gov.au/book/result?l-format=Thesis&amp;amp;sortby=dateDesc&amp;amp;q=nuc:WMDU&amp;amp;l-availability=y&amp;amp;l-australian=y&quot; style=&quot;color: #0056af;&quot;&gt;Trove&lt;/a&gt;]&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://eprints.qut.edu.au/view/types/qut=5Fthesis/&quot; style=&quot;color: #0056af;&quot;&gt;Queensland University of Technology&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;[via&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://trove.nla.gov.au/book/result?l-format=Thesis&amp;amp;sortby=dateDesc&amp;amp;q=nuc:QUT&amp;amp;l-availability=y&amp;amp;l-australian=y&quot; style=&quot;color: #0056af;&quot;&gt;Trove&lt;/a&gt;]&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://researchbank.rmit.edu.au/collection/rmit:4912&quot; style=&quot;color: #0056af;&quot;&gt;RMIT University&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;[via&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://trove.nla.gov.au/book/result?l-format=Thesis&amp;amp;sortby=dateDesc&amp;amp;q=nuc:VIT&amp;amp;l-availability=y&amp;amp;l-australian=y&quot; style=&quot;color: #0056af;&quot;&gt;Trove&lt;/a&gt;]&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://epubs.scu.edu.au/&quot; style=&quot;color: #0056af;&quot;&gt;Southern Cross University&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;[via&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://trove.nla.gov.au/book/result?l-format=Thesis&amp;amp;sortby=dateDesc&amp;amp;q=nuc:NCSU&amp;amp;l-availability=y&amp;amp;l-australian=y&quot; style=&quot;color: #0056af;&quot;&gt;Trove&lt;/a&gt;]&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://researchbank.swinburne.edu.au/vital/access/manager/Index&quot; style=&quot;color: #0056af;&quot;&gt;Swinburne University of Technology&lt;/a&gt;&amp;nbsp;[via&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://trove.nla.gov.au/book/result?l-format=Thesis&amp;amp;sortby=dateDesc&amp;amp;q=nuc:VSWT&amp;amp;l-availability=y&amp;amp;l-australian=y&quot; style=&quot;color: #0056af;&quot;&gt;Trove&lt;/a&gt;]&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://digital.library.adelaide.edu.au/dspace/handle/2440/14759&quot; style=&quot;color: #0056af;&quot;&gt;University of Adelaide&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;[via&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://trove.nla.gov.au/book/result?l-format=Thesis&amp;amp;sortby=dateDesc&amp;amp;q=nuc:SUA&amp;amp;l-availability=y&amp;amp;l-australian=y&quot; style=&quot;color: #0056af;&quot;&gt;Trove&lt;/a&gt;]&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;padding-left: 10px; vertical-align: top;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;line-height: 1.5; margin-bottom: 0.3em; padding: 0px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://researchspace.auckland.ac.nz/&quot; style=&quot;color: #0056af;&quot;&gt;University of Auckland&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://researchonline.ballarat.edu.au:8080/vital/access/manager/Repository?exact=type%3A%22Thesis%22&quot; style=&quot;color: #0056af;&quot;&gt;University of Ballarat&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;[via&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://trove.nla.gov.au/book/result?l-format=Thesis&amp;amp;sortby=dateDesc&amp;amp;q=nuc:VBAX&amp;amp;l-availability=y&amp;amp;l-australian=y&quot; style=&quot;color: #0056af;&quot;&gt;Trove&lt;/a&gt;]&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://www.canberra.edu.au/library/equella/research-repository&quot; style=&quot;color: #0056af;&quot;&gt;University of Canberra&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;[via Trove]&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://library.canterbury.ac.nz/thesis/&quot; style=&quot;color: #0056af;&quot;&gt;University of Canterbury&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://library.unimelb.edu.au/digitalcollections/research_collections&quot; style=&quot;color: #0056af;&quot;&gt;University of Melbourne&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;[via&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://trove.nla.gov.au/book/result?l-format=Thesis&amp;amp;sortby=dateDesc&amp;amp;q=nuc:VU&amp;amp;l-availability=y&amp;amp;l-australian=y&quot; style=&quot;color: #0056af;&quot;&gt;Trove&lt;/a&gt;]&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://e-publications.une.edu.au/&quot; style=&quot;color: #0056af;&quot;&gt;University of New England&amp;nbsp;&lt;/a&gt;[via&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://trove.nla.gov.au/result?l-format=Thesis&amp;amp;q=+nuc%3ANUNE&amp;amp;l-availability=y&amp;amp;l-australian=y&quot; style=&quot;color: #0056af;&quot;&gt;Trove&lt;/a&gt;]&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://www.library.unsw.edu.au/HowDoI/theses.html&quot; style=&quot;color: #0056af;&quot;&gt;University of New South Wales&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;[via&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://trove.nla.gov.au/book/result?l-format=Thesis&amp;amp;sortby=dateDesc&amp;amp;q=nuc:NUN&amp;amp;l-availability=y&amp;amp;l-australian=y&quot; style=&quot;color: #0056af;&quot;&gt;Trove&lt;/a&gt;]&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://lib.unsw.adfa.edu.au/unsworks/unsworks_thesis.htm&quot; style=&quot;color: #0056af;&quot;&gt;UNSW@ADFA&lt;/a&gt;&amp;nbsp;[via Trove]&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://nova.newcastle.edu.au/vital/access/manager/Repository?exact=type:%22Australasian+Digital+Thesis%22&quot; style=&quot;color: #0056af;&quot;&gt;University of Newcastle&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;[via&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://trove.nla.gov.au/book/result?l-format=Thesis&amp;amp;sortby=dateDesc&amp;amp;q=nuc:NNCU&amp;amp;l-availability=y&amp;amp;l-australian=y&quot; style=&quot;color: #0056af;&quot;&gt;Trove&lt;/a&gt;]&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://researchonline.nd.edu.au/theses/&quot; style=&quot;color: #0056af;&quot;&gt;University of Notre Dame Australia&lt;/a&gt;&amp;nbsp;[via&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://trove.nla.gov.au/book/result?l-format=Thesis&amp;amp;sortby=dateDesc&amp;amp;q=nuc:WUND&amp;amp;l-availability=y&amp;amp;l-australian=y&quot; style=&quot;color: #0056af;&quot;&gt;Trove&lt;/a&gt;]&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://ourarchive.otago.ac.nz/&quot; style=&quot;color: #0056af;&quot;&gt;University of Otago&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://espace.library.uq.edu.au/community/UQ:11407&quot; style=&quot;color: #0056af;&quot;&gt;University of Queensland&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;[via&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://trove.nla.gov.au/book/result?l-format=Thesis&amp;amp;sortby=dateDesc&amp;amp;q=nuc:QU&amp;amp;l-availability=y&amp;amp;l-australian=y&quot; style=&quot;color: #0056af;&quot;&gt;Trove&lt;/a&gt;]&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://ura.unisa.edu.au/&quot; style=&quot;color: #0056af;&quot;&gt;University of South Australia&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;[via&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://trove.nla.gov.au/book/result?l-format=Thesis&amp;amp;sortby=dateDesc&amp;amp;q=nuc:SUSA&amp;amp;l-availability=y&amp;amp;l-australian=y&quot; style=&quot;color: #0056af;&quot;&gt;Trove&lt;/a&gt;]&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://eprints.usq.edu.au/view/type/adtthesis.html&quot; style=&quot;color: #0056af;&quot;&gt;University of Southern Queensland&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;[via&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://trove.nla.gov.au/book/result?l-format=Thesis&amp;amp;sortby=dateDesc&amp;amp;q=nuc:QUSQ&amp;amp;l-availability=y&amp;amp;l-australian=y&quot; style=&quot;color: #0056af;&quot;&gt;Trove&lt;/a&gt;]&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://ses.library.usyd.edu.au/handle/2123/345&quot; style=&quot;color: #0056af;&quot;&gt;University of Sydney&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;[via&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://trove.nla.gov.au/book/result?l-format=Thesis&amp;amp;sortby=dateDesc&amp;amp;q=nuc:NU&amp;amp;l-availability=y&amp;amp;l-australian=y&quot; style=&quot;color: #0056af;&quot;&gt;Trove&lt;/a&gt;]&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://utas.libguides.com/theses&quot; style=&quot;color: #0056af;&quot;&gt;University of Tasmania&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;[via&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://trove.nla.gov.au/book/result?l-format=Thesis&amp;amp;sortby=dateDesc&amp;amp;q=nuc:TU&amp;amp;l-availability=y&amp;amp;l-australian=y&quot; style=&quot;color: #0056af;&quot;&gt;Trove&lt;/a&gt;]&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://utsescholarship.lib.uts.edu.au/iresearch/theses/&quot; style=&quot;color: #0056af;&quot;&gt;University of Technology Sydney&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;[via&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://trove.nla.gov.au/book/result?l-format=Thesis&amp;amp;sortby=dateDesc&amp;amp;q=nuc:NTSM&amp;amp;l-availability=y&amp;amp;l-australian=y&quot; style=&quot;color: #0056af;&quot;&gt;Trove&lt;/a&gt;]&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://www.usc.edu.au/University/Library/Services/Research/Theses.htm&quot; style=&quot;color: #0056af;&quot;&gt;Universiy of the Sunshine Coast&amp;nbsp;&lt;/a&gt;[via&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://trove.nla.gov.au/book/result?l-format=Thesis&amp;amp;sortby=dateDesc&amp;amp;q=nuc:QSCUC&amp;amp;l-availability=y&amp;amp;l-australian=y&quot; style=&quot;color: #0056af;&quot;&gt;Trove&lt;/a&gt;]&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://researchcommons.waikato.ac.nz/handle/10289/2222&quot; style=&quot;color: #0056af;&quot;&gt;University of Waikato&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://repository.uwa.edu.au/R/func=collections-result&amp;amp;collection_id=1162&quot; style=&quot;color: #0056af;&quot;&gt;University of Western Australia&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;[via&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://trove.nla.gov.au/book/result?l-format=Thesis&amp;amp;sortby=dateDesc&amp;amp;q=nuc:WU&amp;amp;l-availability=y&amp;amp;l-australian=y&quot; style=&quot;color: #0056af;&quot;&gt;Trove&lt;/a&gt;]&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://arrow.uws.edu.au:8080/vital/access/manager/Repository?f0=type%3A%22THESIS%22&quot; style=&quot;color: #0056af;&quot;&gt;University of Western Sydney&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;[via&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://trove.nla.gov.au/book/result?l-format=Thesis&amp;amp;sortby=dateDesc&amp;amp;q=nuc:NUWS&amp;amp;l-availability=y&amp;amp;l-australian=y&quot; style=&quot;color: #0056af;&quot;&gt;Trove&lt;/a&gt;]&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://ro.uow.edu.au/theses/&quot; style=&quot;color: #0056af;&quot;&gt;University of Wollongong&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;[via&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://trove.nla.gov.au/book/result?l-format=Thesis&amp;amp;sortby=dateDesc&amp;amp;q=nuc:NWU&amp;amp;l-availability=y&amp;amp;l-australian=y&quot; style=&quot;color: #0056af;&quot;&gt;Trove&lt;/a&gt;]&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://eprints.vu.edu.au/view/type/thesis.html&quot; style=&quot;color: #0056af;&quot;&gt;Victoria University&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;[via&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://trove.nla.gov.au/book/result?l-format=Thesis&amp;amp;sortby=dateDesc&amp;amp;q=nuc%3AVVUT&amp;amp;l-availability=y&amp;amp;l-australian=y&quot; style=&quot;color: #0056af;&quot;&gt;Trove&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Anda dapat&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.openthesis.org/login.html;jsessionid=1AC713AE83DF7BFBB5E03C7B8929DAFB&quot;&gt;mengunggah tesis dan disertasi ke open thesis&lt;/a&gt;&amp;nbsp;secara gratis, setelah terlebih dahulu mendaftar, sehingga tesis dan disertasi Anda dapat dibaca oleh siapa saja di seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharusnya layanan seperti ini disediakan oleh perpustakaan PPs Undana atau oleh Perpustakaan Undana. Tapi entah mengapa, mereka belum sampai berpikir ke arah ini. Mungkin karena cara berpikir mereka masih menggunakan paradigma lama, bahwa perpustakaan identik dengan gedung megah dengan koleksi buku teks dan jurnal ilmiah tercetak. Padahal, pada jaman teknologi infeormasi seperti ini, perpustakaan cukup diisi dengan sejumlah komputer untuk mencari pustaka di Internat. Entah sampai kapan, manajemen PPs Undana bisa mengikuti perubahan zaman, mengubah paradigma perpustakaan kertas menjadi perpustakaan digital.&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://pr4undana.blogspot.com/2014/11/mencari-pustaka-gratis-di-internet.html</link><author>noreply@blogger.com (I Wayan Mudita)</author><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Kupang City, Kupang, East Nusa Tenggara, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-10.1787573 123.59760570000003</georss:point><georss:box>-10.428791299999999 123.27488220000004 -9.9287233 123.92032920000003</georss:box></item></channel></rss>