<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>MAGELANG'S</title><description>Paguyuban Perantau Peduli Magelang</description><managingEditor>noreply@blogger.com (Fatur Meraih Mimpi)</managingEditor><pubDate>Sat, 31 Aug 2024 22:55:42 -0700</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">18</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://peduli-magelang.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Paguyuban Perantau Peduli Magelang</itunes:subtitle><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><title>Taman Kyai langgeng</title><link>http://peduli-magelang.blogspot.com/2011/09/taman-kyai-langgeng.html</link><author>noreply@blogger.com (Fatur Meraih Mimpi)</author><pubDate>Thu, 8 Sep 2011 21:50:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7529278283443968324.post-5500484036379136035</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjRd4Pg1gdizFFGIXn-2x-iY0DSNegAVif62DxcfOeOIGp4PN_3d9nPLgYJmj1QJZxEMBVpiC3bACRpQK4lfdz4_cy6AwbFgsh9KaClCzATkggL5_vCvj57N0h1nnThDC9H2txMwqgacdY/s1600/kyai+langgeng.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="214" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjRd4Pg1gdizFFGIXn-2x-iY0DSNegAVif62DxcfOeOIGp4PN_3d9nPLgYJmj1QJZxEMBVpiC3bACRpQK4lfdz4_cy6AwbFgsh9KaClCzATkggL5_vCvj57N0h1nnThDC9H2txMwqgacdY/s320/kyai+langgeng.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;Bagi wisatawan dari luar daerah Kota magelang, nama Taman Kyai Langgeng tampaknya sudah sangat melekat dan memiliki tempat khusus di hati para wisatawan yang pernah mengunjunginya. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Taman Kyai Langgeng sudah lama menjadi tujuan wisata pilihan bagi para pelancong. Menawarkan perpaduan antara keindahan alam, wisata religi dan tempat rekreasi keluarga yang menyenangkan, Taman Kyai Langgeng juga dapat menjadi tempat wisata yang dapat memberikan tambahan wawasan dan pengetahuan.

&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sebagai tempat wisata andalan Kota Magelang, Taman Kyai langgeng dengan koleksi hewan dan tanaman langkanya, memiliki pemandangan alami yang dapat memberikan kelegaan dan suasana sejuk bagi para wisatawan yang merindukan keindahan alam dan ingin sejenak lepas dari rutinitas pekerjaan.

Menempati areal seluas 27,05 Ha, Taman Kyai Langgeng memiliki beberapa wahana permainan bagi para wisatawan yang menyukai tantangan dan petualangan. Dengan harga terjangkau, para pengunjung dapat menikmati permainan Flying Fox, Jetcoaster, arung jeram, kolam renang dan banyak lagi wahana permainan yang mengasyikan untuk keluarga.&lt;span class="fullpost"&gt;

&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Berada di tengah-tengah area, terdapat Makam Kyai Langgeng, beliau merupakan seorang ulama yang merupakan penasehat Pangeran Diponegoro dalam perjuangannya melawan Belanda di tanah Jawa. Dikelilingi oleh taman yang indah dan pendopo yang teduh, makam Kyai Langgeng merupakan tempat yang tepat pagi wisatawan yang menginginkan wisata religi.

Taman Kyai Langgeng juga memiliki sebuah perpustakaan yang lebih akrab disebut “Desa Buku”. Desa Buku memiliki koleksi buku buku yang dapat dinikmati para pengunjung. Kehadiran Desa Buku diharapkan dapat menambah pengetahuan dan wawasan wisatawan sembari menikmati keindahan alam Taman Kyai Langgeng.

Bagi para wisatawan yang menginginkan wisata alam, wisata religi , rekreasi keluarga, petualangan serta tetap mendapatkan pengetahuan dalam satu paket, Taman Kyai Langgeng adalah pilihan yang tepat. &lt;/div&gt;
&lt;script type="text/javascript"&gt;
&lt;!--
google_ad_client = "pub-5813004326756364";
/* 468x60, created 12/6/10 */
google_ad_slot = "1860570084";
google_ad_width = 468;
google_ad_height = 60;
//--&gt;
&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;
&lt;script src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjRd4Pg1gdizFFGIXn-2x-iY0DSNegAVif62DxcfOeOIGp4PN_3d9nPLgYJmj1QJZxEMBVpiC3bACRpQK4lfdz4_cy6AwbFgsh9KaClCzATkggL5_vCvj57N0h1nnThDC9H2txMwqgacdY/s72-c/kyai+langgeng.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Wisata Sejarah Kota Magelang</title><link>http://peduli-magelang.blogspot.com/2011/05/wisata-sejarah-kota-magelang.html</link><category>wisata</category><author>noreply@blogger.com (Fatur Meraih Mimpi)</author><pubDate>Wed, 18 May 2011 18:53:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7529278283443968324.post-4874405154012893705</guid><description>Menelusuri perjalanan sejarah kota tua Magelang melalui museum dan menikmati bangunan-bangunan tempo dulu yang menjadi saksi perjuangan dalam merebut kemerdekaan.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgCBhts9yLHRkhJv8rjG2lTe2Cb7J-_CSCO_LwWrnJLS2HQIAY9MxZY8UfI2iVTsZ1VgVG13fjqnQa4T1U3heI9u0szIqobf5B5ph3c5lrtsIRm88n9UA0pes7SLM1QtVAdTx3SfxtUKQo/s1600/image_mini.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="200" width="133" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgCBhts9yLHRkhJv8rjG2lTe2Cb7J-_CSCO_LwWrnJLS2HQIAY9MxZY8UfI2iVTsZ1VgVG13fjqnQa4T1U3heI9u0szIqobf5B5ph3c5lrtsIRm88n9UA0pes7SLM1QtVAdTx3SfxtUKQo/s200/image_mini.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Terletak di antara gunung-gunung dan perbukitan seperti: Sindoro, Sumbing, Merapi, Merbabu, Andong dan Menoreh, menyebabkan Kota magelang sejak dahulu beriklim sejuk dan bertanah subur. Hal tersebut yang menyebabkan Inggris pada abad ke 18 menjadikan kota Magelang sebagai pusat pemerintahan setingkat kabupaten, dan melakukan pembangunan tata kota. Beberapa Bangunan masa lampau seperti masjid agung, alun-alun, gereja GBIP, Menara air dan bangunan-bangunan lain, sampai saat ini masih berdiri tegak dan menjadi saksi sejarah,bukti kekuasaan Inggris di Magelang.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
Melakukan wisata sejarah di kota tua Magelang, tentu saja kita tidak akan lepas dari museum-museum yang berada di Kota Magelang. Museum taruna Abdul jalil, Museum Asuransi Bumi Putera, Museum BPK, Museum Diponegoro dan Museum Sudirman merupakan alat penghubung yang tepat untuk menikmati keindahan masa lampau dan mengingat kembali masa perjuangan merebut kemerdekaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. MUSEUM TARUNA ABDUL JALIL&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Museum Taruna Abdul Jalil yang merupakan salah satu fasilitas pendidikan secara Akademi Militer yang secara visual menyediakan beragam koleksi yang sangat besar peranannya dalam proses pendidikan perwira dan Taruna. Museum ini memiliki Luas 980 m2 dengan jarak 1 km kearah selatan dari pusat Kota Magelang yang memiliki keunikan khas Koleksi senjata, Peralatan pendidikan militer sejak AMN.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada Tanggal 4 Oktober 1964 untuk pertama kalinya museum ini diresmikan oleh Brigadir Jendral TNI Soerono Reksodimejo, Kemudian Pada Tanggal 5 Oktober 1968 benda-benda koleksi tersebut semakin banyak dan memerlukan ruangan yang lebih luas sehingga diresmikanlah Gedung Baru dengan nama “Museum Taruna” Oleh Gubernur AMN : Mayor Jendral TNI Achmad Tahir, Kemudian Pada Tanggal 10 November 1975 diresmikan lagi oleh Mayor Jendral Wijogo Atmodarminto dengan nama “Museum Taruna Abdul Jalil” nama tersebut diambil dari nama seorang Taruna Akmil Yogyakarta yang telah gugur pada tanggal 22 Februari 1949 demi mempertahankan Kemerdekaan RI di Pelataran Sambiloto Kalasan Yogyakarta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Museum ini dilengkapi dengan fasilitas Pemandu, Toko Cinderamata, Mushola, Kamar Mandi/WC Umum, Pos Kesehatan / P3K, Tempat Parkir dan Pos Keamanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. MUSEUM PANGERAN DIPONEGORO&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Merupakan Museum yang berdiri Tahun 1821 yang bergaya arsitektur Gothic ini terletak di sebelah Utara komplek eks Karesidenan Kedu yang berfungsi sebagai Kantor Pemerintah. Museum ini memiliki luas 2.552 m2 dengan jarak 0,5 km kearah barat dari pusat Kota Magelang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa koleksi pada Museum ini diantaranya :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Kitab Takhrib yang memiliki tulisan Kyai Mlangi merupakan buku bacaan Pangeran Diponegoro&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Meja dan Kursi tempat perundingan Pangeran Diponegoro dengan Jendral Lock&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Peralatan minum Pangeran Diponegoro&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Jubah Pangeran Diponegoro  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. MUSEUM JENDRAL SUDIRMAN&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Merupakan sebuah gedung yang pernah ditempati oleh alm. Jend. Sudirman sampai wafat. Terletak di Jl. Ade Irma Suryani C.7 Badaan memiliki luas 400 m2 dengan jarak 1 km ke arah utara dari pusat Kota Magelang. Bangunan yang berdiri sekitar tahun 1930 tersebut, memiliki beberapa keunikan khas diantaranya :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Merupakan tempat wafatnya Jend. Sudirman&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Perlengkapan rumah tangga keluarga Jend. Sudirman&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Meja tempat pensucian jenazah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Tempat Tidur&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Museum ini memiliki fasilitas diantaranya kantor informasi wisata, pemandu, tempat parkir, kamar mandi / WC dan tempat penjualan cinderamata dan Taman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. MUSEUM ASURANSI BUMI PUTERA 1912&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejarah berdirinya Asuransi Jiwa Bersama Bumi Putra pada Tahun 1912 yang memiliki luas 125m2 dengan jarak 0,5 km kearah utara dari Pusat Kota Magelang. Museum yang terletak di Jalan Jend A Yani No. 21 ini ini memiliki beberapa keunikan yang khas diantaranya :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Koleksi uang RI Tahun 1940, 1960&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Koleksi Mesin Ketik dan Mesin Cetak Kuno&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Foto-foto sejarah berdirinya Asuransi Bumi Putera Tahun 1912&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Museum yang dibangun dengan gaya dan bentuk bangunan khas Jawa Tengah : Joglo beratap lapis tiga, berisi berbagai dokumen lama sejak periode 1912, foto-foto legendaries serta peralatan kantor sederhana yang digunakan pada masa lalu. Museum yang diresmikan Walikota Magelang Drs. A. Bagus Panuntun hari Senin 20 Mei 1985, bertepatan peringatan hari Kebangkitan Nasional, dimaksudkan untuk melestarikan gagasan, cita-cita luhur dan karya pendiri. Di depan gedung museum berdiri tegak tiga tokoh pendiri yang berwujud tiga buah patung dari Mas Ngabehi Dwidjosewojo, Mas Karto Hadi Soebroto dan Mas Adimidjojo yang telah menggulirkan sejarah.Museum ini memiliki fasilitas Kantor informasi wisata, pemandu, kamar mandi / WC dan tempat parkir. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. MUSEUM BADAN PEMERIKSA KEUANGAN&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Museum ini merupakan sejarah berdirinya Badan Pemeriksa Keuangan yang dibangun pada Tanggal 28 Desember 1946, memiliki luas 300 m2 berjarak 0,5 km arah barat dari pusat Kota Magelang. Berlokasi di Jalan Diponegoro No.1 Magelang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Museum ini memiliki fasilitas berupa Pemandu, Kamar mandi / WC dan Tempat Parkir, Selain memiliki beberapa fasilitas tersebut Musium ini juga memiliki keunikan yang khas diantaranya :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Bangunan I Kantor BPK&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Foto sejarah perjuangan BPK&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Koleksi barang perjalanan BPK&lt;br /&gt;
**&lt;a href="http://www.magelangkota.go.id/publikasi/artikel/wisata-sejarah-kota-magelang"&gt;sumber&lt;/a&gt;**&lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgCBhts9yLHRkhJv8rjG2lTe2Cb7J-_CSCO_LwWrnJLS2HQIAY9MxZY8UfI2iVTsZ1VgVG13fjqnQa4T1U3heI9u0szIqobf5B5ph3c5lrtsIRm88n9UA0pes7SLM1QtVAdTx3SfxtUKQo/s72-c/image_mini.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Ribuan Umat Budha Ikuti Prosesi Waisak</title><link>http://peduli-magelang.blogspot.com/2011/05/ribuan-umat-budha-ikuti-prosesi-waisak.html</link><author>noreply@blogger.com (Fatur Meraih Mimpi)</author><pubDate>Wed, 18 May 2011 18:49:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7529278283443968324.post-7605920375402984721</guid><description>&lt;a href="http://nasional.vivanews.com/news/read/220858-ribuan-umat-budha-ikuti-prosesi-waisak"&gt;VIVAnews&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhqEXgzhxuYyux2qE4J2mQMnBbULqIzzVXTampOi_d_d5MU-yiiNwbXDGRL0TELDqjn1sifkVaIsTwir8KkFnoq8uJTs9_2qrSX7h93RBl2SftmoWVU3GQy9eTfPT0n_Vga6QjAjsONVVk/s1600/111216_prosesi-waisak-di-borobudur_300_225.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="225" width="300" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhqEXgzhxuYyux2qE4J2mQMnBbULqIzzVXTampOi_d_d5MU-yiiNwbXDGRL0TELDqjn1sifkVaIsTwir8KkFnoq8uJTs9_2qrSX7h93RBl2SftmoWVU3GQy9eTfPT0n_Vga6QjAjsONVVk/s320/111216_prosesi-waisak-di-borobudur_300_225.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/a&gt; - Ribuan umat Budha bersama bikhu dari sembilan majelis mengikuti prosesi Waisak dengan berjalan kaki dari Candi Mendut menuju Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah. Selain mengusung Air Suci dan Api Dharma, pawai tersebut juga diikuti sejumlah kesenian tradisional.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Prosesi jalan kaki menuju Candi Borobudur tersebut terlebih dahulu diawali dengan puja bakti di altar pelataran Candi Mendut yang dilakukan sekitar pukul 07.30 WIB. Puja bakti tersebut diikuti ribuan umat Budha dan Dewan Sangga Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah puja bakti dan pembacaan parita selesai, sekitar pukul 09.00 WIB, dilanjutkan dengan prosesi kirab. &lt;span class="fullpost"&gt; Barisan peserta prosesi antara lain terdiri atas barisan pembawa bendera merah putih dan bendera Walubi. Diikuti kendaraaan hias yang membawa relik Sang Budha, mobil yang membawa Api Dharma, dan Air Suci.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Barisan bikhu dan bikhuni serta umat Budha terlihat berjalan dengan mengucap doa. Mereka berjalan sembari membawa bunga sedap malam. Bahkan, untuk memeriahkan prosesi tersebut, beberapa kesenian tradisional, seperti topeng ireng dan Reog Ponorogo juga ikut serta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesampainya di Candi Borobudur, selanjutnya relik Sang Budha pun dibawa turun dari mobil untuk selanjutnya disemayamkan di altar yang terletak di pelataran barat Candi Borobudur. Selain relik, Api Dharma dan Air Suci ikut disemayamkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut Ketua Umum Walubi, Hartati Murdaya, peringatan Tri Suci Waisak kali ini sebagai refleksi kembali terhadap ketidakselarasan aras perilaku yang bertentangan dengan alam dan Budha Dharma selama satu tahun lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Dengan mengamalkan ajaran luhur Sang Budha, dengan mentaati dan melaksanakan ajaran kebajikan, serta menjaga keluhuran dharma. Berarti kita telah melaksanakan upaya-upaya menanamkan bibit yang baik dan akan berbuah kebahagiaan di masa mendatang," ujar dia di Candi Borobudur Magelang, Selasa 17 Mei 2011.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Acara puncak prosesi puncak perayaan Waisak, yakni detik-detik Waisak 2555 BE akan dilakukan dengan meditasi pada sore hari. Acara perayaan Waisak akan ditutup dengan pelepasan lampion ke udara. (art)&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhqEXgzhxuYyux2qE4J2mQMnBbULqIzzVXTampOi_d_d5MU-yiiNwbXDGRL0TELDqjn1sifkVaIsTwir8KkFnoq8uJTs9_2qrSX7h93RBl2SftmoWVU3GQy9eTfPT0n_Vga6QjAjsONVVk/s72-c/111216_prosesi-waisak-di-borobudur_300_225.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Merapi Meletus Lagi Warga Kembali Panik</title><link>http://peduli-magelang.blogspot.com/2010/11/merapi-meletus-lagi-warga-kembali-panik.html</link><author>noreply@blogger.com (Fatur Meraih Mimpi)</author><pubDate>Wed, 3 Nov 2010 02:08:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7529278283443968324.post-3475948628152936915</guid><description>&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhG1xxI6UJr7rjw8tMd4K8yqokPioWMpMkOYena_jGuPJTMFWGSw5l1yw3nlFrxj_ODs5bTuJTercK7p7Cyduwzy9_3vbRhPcVr-b9MXOR8HffaGlLIemFx27zh9GhdEtxCDTOaVL8BGKw/s1600/merapi-meletus2.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="120" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhG1xxI6UJr7rjw8tMd4K8yqokPioWMpMkOYena_jGuPJTMFWGSw5l1yw3nlFrxj_ODs5bTuJTercK7p7Cyduwzy9_3vbRhPcVr-b9MXOR8HffaGlLIemFx27zh9GhdEtxCDTOaVL8BGKw/s200/merapi-meletus2.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;REPUBLIKA.CO.ID,MAGELANG--Gunung Merapi yang masih berstatus Awas kembali meletus. Letusan yang terjadi Sabtu (30/10) pukul 00.40 WIB ini,&lt;span class="fullpost"&gt; menimbulkan kepanikan luar biasa yang dialami warga di lereng gunung ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pasalnya, letusan terjadi saat sebagian besar warga tengah terlelap dalam tidurnya. Kepanikan luar biasa dapat dilihat di hampir seluruh jalan utama yang menjadi jalur evakuasi dari lereng gunung Merapi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mulai dari Kecamatan Sawangan, Dukun serta Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, serta di jalaur- jalur evakuasi yang ada di Kecamatan Selo Kabupaten Boyolali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdasarkan pantauan di lapangan, hingga pukul 02.30 WIB kepanikan warga mengakibatkan kemacetan di sejumlah jalur evakuasi ini. Ribuan warga berhamburan ke luar rumah untuk menyelamatkan diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di Kecamatan Srumbung warga meninggalkan rumah mereka. Ibu- ibu dan anak- anak berlarian sambil berteriak- teriak minta tolong akibat ketakutan. Mereka berasal dari dusun- dusun yang ada di Kecamatan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kondisi semakin mencekam setelah warga terus memukul kentongan dan tiang- tiang listrik sebagai tanda bahaya untuk membangunkan warga lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para warga pun menuju ke arah bawah untuk menjauh dari lereng Merapi, dan terkonsentrasi di beberapa titik seperti ke Kota Muntilan, dan sepanjang jalur utama Magelang- Yogyakarta. Sementara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak hanya di jalur- jalur evakuasi, kepanikan juga terpantau di jalan utama Magelang- Yogya di kota Muntilan. Pasalnya jalan utama juga dipenuhi olah warga yang bersepedamotor. Mereka merupakan warga sejumlah desa yang ada di lereng Merapi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak hanya warga, para pengungsi yang ada di TPS- TPS juga mengalami kepanikan. Pasalnya letusan kali ini dipantau lebih besar dibandingkan dengan letusan pertama, Selasa (26/10) petang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitu besarnya perkiraan kekuatan letusan Gunung Merapi kali ini, Membuat aparat kecamatan setempat dan para relawan terpaksa memindahkan para pengungsi yang ada di TPS- TPS di sekitar Kecamatan Srumbung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka diungsikan dan bergabung dengan para pengungsi lain yang sebelumnya sudah menempati TPS Jumoyo, Kecamatan Salam Kabupaten Magelang. Eksodus pengungsi besar- besaran ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akibatnya di TPS Jumoyo --sepanjang Jumat dinihari-- terus berdatangan para pengungsi dari sejumlah TPS di sekitar kecamatan Srumbung. Sehingga membuat tempat penampungan ini menjadi kebanjiran pengungsi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kondisi yang sama juga terjadi di kawasan Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali. Warga sejumlah desa yang masuk KRB III juga berhamburan menyelamatkan diri ke lereng Gunung Merbabu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pasalnya, sejumlah warga sempat melihat luncuran lava pijar ke arah Selo. "Kami panik dan memilih mengungsi ke lokasi yang aman di lereng Merbabu," jelas Tirah, warga Desa Tlogolele. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;center&gt;
&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "ca-pub-5813004326756364";
google_ad_host = "pub-1556223355139109";
/* 468x60, created 12/6/10 */
google_ad_slot = "1860570084";
google_ad_width = 468;
google_ad_height = 60;
//&lt;/script&gt;
&lt;/center&gt;
--&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;script src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhG1xxI6UJr7rjw8tMd4K8yqokPioWMpMkOYena_jGuPJTMFWGSw5l1yw3nlFrxj_ODs5bTuJTercK7p7Cyduwzy9_3vbRhPcVr-b9MXOR8HffaGlLIemFx27zh9GhdEtxCDTOaVL8BGKw/s72-c/merapi-meletus2.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Penguasa Gaib Gunung Merapi Tertangkap Kamera</title><link>http://peduli-magelang.blogspot.com/2010/11/penguasa-gaib-gunung-merapi-tertangkap.html</link><author>noreply@blogger.com (Fatur Meraih Mimpi)</author><pubDate>Wed, 3 Nov 2010 01:52:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7529278283443968324.post-2159800250271146116</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi5RRzebmcfWl0V532v2TslevcAhQ-cn7T0zr0f2Xe_t9ZaMv4F-U25J80RAv20mxTT2YHh8sx_amHxa0DJ1_Q6b5sMOExyRnMboq41tZdVnbO621cpX7mUkMJvNAUhpkYrNj1h2MESaGU/s1600/merapipetruk.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="183" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi5RRzebmcfWl0V532v2TslevcAhQ-cn7T0zr0f2Xe_t9ZaMv4F-U25J80RAv20mxTT2YHh8sx_amHxa0DJ1_Q6b5sMOExyRnMboq41tZdVnbO621cpX7mUkMJvNAUhpkYrNj1h2MESaGU/s320/merapipetruk.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;center&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "ca-pub-5813004326756364";
google_ad_host = "pub-1556223355139109";
/* 468x60, created 12/6/10 */
google_ad_slot = "1860570084";
google_ad_width = 468;
google_ad_height = 60;
//--&gt;
&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;
&lt;script type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Tempo, Magelang.&lt;/i&gt; Magelang - Bagi masyarakat yang tinggal di lereng Merapi, berbicara tentang gunung Merapi tak lepas dari segala mitos dan cerita misterinya. Mereka meyakini gunung yang berada di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta itu dikuasai oleh sosok gaib, Mbah Petruk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suswanto, lelaki berusia 43 tahun &lt;span class="fullpost"&gt;warga Dusun Sudimoro Desa Pucanganom Kecamatan Srumbung Magelang, mengabadikan awan berbentuk mirip sosok Petruk dalam cerita Pewayangan di atas gunung Merapi sebelum meletus dalam jepretan kamera. “Awalnya saya hanya iseng memotret,” kata dia, Senin (1/11) siang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam salinan gambar yang ditunjukan Suswanto, awan mirip petruk itu berada tepat di atas puncak Merapi. Berhidung panjang dengan kuncir rambut di belakang kepala melengkung ke atas. Sosoknya menghadap ke arah selatan. “Ke arah Yogyakarta,” kata dia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gambar itu diambil pada Selasa (26/10) pagi atau sehari sebelum Merapi meletus pada petangnya. Dia menambahkan, gambar itu diambil dari depan rumahnya atau sekitar 13 kilometer dari puncak Merapi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut dia, sejumlah warga yang melihat hasilnya meyakiki itu adalah sosok Mbah Petruk, sang penunggu Merapi. Mereka menduga kehadirannya memperlihatkan diri sebagai pertanda bencana besar di Merapi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mbah Diwur (54), warga Desa Dusun Gaten Desa Ketunggeng Kecamatan Srumbung meyakini gambar awan itu adalah sebuah peringatan bagi warga sekitar Merapi. “Dia menghadap selatan, lihat saja sekarang yang para kan Jogja,” kata dia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia membenarkan, adanya keyakinan sosok Mbah Petruk sebagai penguasa Merapi yang berkembang di masyarakat. “Dia bersemayam di dalam kawah Merapi,” kata dia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut Sugihartono (40), seorang warga Desa Pucanganom Kecamatan Srumbung, kepercayaan tentang adanya sosok mbah Petruk di gunung Merapi itu tak bisa lepas dari sejarah peralihan Hindu Majapahit dan Islam Demak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oleh masyarakat sekitar Merapi, kata dia, Mbah Petruk itu diyakini sebagai sosok Sabdo Palon Nolo Genggong, seorang penasehat raja Majapahit Brawijaya V. Di akhir kejayaan Majapahit karena masuknya pengaruh Islam di Demak, Brawijaya memilih berdiam di gunung Lawu yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur. “Dia disia-sia,” katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena sang Raja telah tersingkirkan maka Sabdo Palon pun memilih mengikuti jejak sang raja. Namun, dia memilih gunung Merapi sebagai tempat tinggalnya. (Lihat Berita Foto: Keindahan di Balik Petaka Merapi)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai balasan terhadap lawan-lawan yang berkuasa, dia mengangkat sumpah. Kelak akan menagih janji penguasa negeri tentang amanahnya mensejahterakan rakyat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Letusan Merapi, kata dia, bagi masyarakat yang masih memegang teguh legenda itu dipercaya sebagai peringatan bahwa penguasa negeri ini lalai menjalankan amanah rakyat. “Si Mbah marah dan menagih janji penguasa,” kata dia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.tempointeraktif.com/hg/jogja/2010/11/01/brk,20101101-288646,id.html"&gt;ANANG ZAKARIA&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi5RRzebmcfWl0V532v2TslevcAhQ-cn7T0zr0f2Xe_t9ZaMv4F-U25J80RAv20mxTT2YHh8sx_amHxa0DJ1_Q6b5sMOExyRnMboq41tZdVnbO621cpX7mUkMJvNAUhpkYrNj1h2MESaGU/s72-c/merapipetruk.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Kabupaten Magelang Kekurangan 700 Guru SD</title><link>http://peduli-magelang.blogspot.com/2010/10/kabupaten-magelang-kekurangan-700-guru.html</link><author>noreply@blogger.com (Fatur Meraih Mimpi)</author><pubDate>Sun, 10 Oct 2010 20:20:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7529278283443968324.post-1205261254289248301</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhyidvn6mI36rlX8U0miwzGjD20yv1gy4bZBmZrplx23b9adkQckBEy7NMViOtSChyphenhyphenEFI-K2GE6r8DHV6z9oaTFM6T4VZWiDpHfrq32rotYKySpXjnoYuv1GL4KDodJarh3PCPy-DEc7Bc/s1600/guru.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 125px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhyidvn6mI36rlX8U0miwzGjD20yv1gy4bZBmZrplx23b9adkQckBEy7NMViOtSChyphenhyphenEFI-K2GE6r8DHV6z9oaTFM6T4VZWiDpHfrq32rotYKySpXjnoYuv1GL4KDodJarh3PCPy-DEc7Bc/s200/guru.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5526623803143529522" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Magelang, CyberNews&lt;/span&gt;. Kabupaten Magelang kekurangan guru SD (Sekolah Dasar) lebih dari 700 orang. Kekurangan terbanyak didominasi guru kelas dan terjadi hampir merata di 21 kecamatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"SD juga kekurangan guru agama. Sampai ada beberapa guru yang mengajar dua kelas pada jam yang sama,” kata Drs H Ngaderi Budiyono, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Magelang, Selasa (28/9).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengatasi kekurangan itu, pihaknya koordinasi dengan BKD (Badan Kepegawaian Daerah) untuk mengusulkan adanya penambahan guru SD kepada pemerintah pusat.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika usulan itu dikabulkan, kuota lowongan PNS tahun depan bertambah. "Hal ini harus dikoordinasikan, karena menyangkut dampaknya, yakni kesejahteraan guru atau gaji," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya lain untuk mengatasi persoalan kekurangan guru SD, yakni memberdayakan guru wiyata bakti, serta menerima  mutasi guru PNS dari daerah lain. Sementara itu jumlah guru SMP dan SMA dianggapnya overload atau kelebihan. "Di satu sekolah ada satu mata pelajaran sampai diampu tiga orang guru," ujar Ngaderi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang masih diperlukan oleh SMP dan SMA, yakni guru pelajaran Bahasa Jawa dan Teknologi Informasi. Persoalan ini masih dalam pembahasan dengan instansi terkait.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Magelang, Mashari, minta, kekurangan guru disikapi, agar tidak menganggu proses belajar mengajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2010/09/28/66341/Kabupaten-Magelang-Kekurangan-700-Guru-SD"&gt;28 September 2010 | 22:23 wib | Daerah( Tuhu Prihantoro /CN13 )&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhyidvn6mI36rlX8U0miwzGjD20yv1gy4bZBmZrplx23b9adkQckBEy7NMViOtSChyphenhyphenEFI-K2GE6r8DHV6z9oaTFM6T4VZWiDpHfrq32rotYKySpXjnoYuv1GL4KDodJarh3PCPy-DEc7Bc/s72-c/guru.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Sekitar 50 Persen Sungai di Magelang Rusak dan Tercemar</title><link>http://peduli-magelang.blogspot.com/2010/10/sekitar-50-persen-sungai-di-magelang.html</link><author>noreply@blogger.com (Fatur Meraih Mimpi)</author><pubDate>Sun, 10 Oct 2010 20:01:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7529278283443968324.post-6307301799928209101</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-PtMBT9olI1JrDuk6LKlL75Q0dzdmXKsJRRxobCTeXpVrBtktzjXZIhyphenhyphenwC_i8W_zUE72plPjsL9nkwaIHa0-266QQ5xP0mvcCEbAigf_J9C9UbB9_mm7lSWXZ-g_PgAdiz8o6KDfk_iA/s1600/kaliprogo.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 165px; height: 123px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-PtMBT9olI1JrDuk6LKlL75Q0dzdmXKsJRRxobCTeXpVrBtktzjXZIhyphenhyphenwC_i8W_zUE72plPjsL9nkwaIHa0-266QQ5xP0mvcCEbAigf_J9C9UbB9_mm7lSWXZ-g_PgAdiz8o6KDfk_iA/s200/kaliprogo.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5526619986755188482" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;TEMPO Interaktif, Magelang - Sebanyak 50 persen sungai di Kabupaten Magelang dilaporkan telah rusak dan tercemar. Sikap masyarakat yang tak peduli terhadap keberlangsung ekosistem sungai dianggap menjadi salah satu penyebabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan itu disampaikan Forum Peduli Kali Kabupaten Magelang Imam Joko Prasetyo menanggapi kondisi sungai di Magelang. "Itu dari pengamatan langsung kami ke sungai-sungai," kata dia, Minggu (29/8).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, ada sekitar 90 sungai di Magelang, dari sungai besar hingga sungai kecil yang mengalir di lahan persawahan sebagai sungai irigasi. Tingkat kerusakan dan pencemarannya pun bervariasi, dari ringan hingga berat.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerusakan sungai itu ditandai dengan kian banyaknya hewan-hewan air yang menjadi ekosistem sungai mulai langka. Semisal lele, mujair, tawas, hingga uceng yang awalnya hidup di sungai tertentu, kini tak ditemukan lagi. "Banyak yang mati," kata dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, lanjut dia, banyak tanah di tepian sungai yang longsor sehingga berakibat mempercepat proses pendangkalan sungai. Adapun pencemaran sungai, lebih banyak berasal dari sampah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait dengan kian langkanya ikan jenis tertentu di sungai, dia menyebutkan hal itu karena kebiasan menangkap ikan yang tak sehat. Semisal menyetrum atau menggunakan racun. Akibatnya, tak hanya ikan dewasa, bibit ikan yang masih kecil pun ikut mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mencegah kerusakan sungai lebih parah, Forum akan bekerja sama dengan pemerintah untuk memasang papan peringatan di sejumlah sungai. Cara itu diharapkan dapat menjadi pengingat bagi masyarakat agar menjaga kondisi sungai dan ekosistemnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, lanjut dia, kegiatan pelepasan bibit ikan baik oleh swadaya masyarakat atau bantuan dari pemerintah pun dinilai dapat mengembalikan keragaman ikan di sungai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magelang Tri Agung Sucahyono mengatakan ada 94 sungai di Kabupaten Magelang. Menurutnya, kini kian sulit menemui jenis ikan tertentu di sungai. Padahal ikan-ikan itu dulu banyak ditemui di hampir seluruh sungai. "Separuh dari jumlah itu memang rusak," kata dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mendukung upaya yang dilakukan masyarakat untuk kelestarian sungai, semisal ide oleh Forum melepas bibit ikan dan memasang rambu peringatan di sungai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.tempointeraktif.com/hg/nusa_lainnya/2010/08/29/brk,20100829-274797,id.html"&gt;ANANG ZAKARIA&lt;br /&gt;Minggu, 29 Agustus 2010 | 16:33 WIB&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-PtMBT9olI1JrDuk6LKlL75Q0dzdmXKsJRRxobCTeXpVrBtktzjXZIhyphenhyphenwC_i8W_zUE72plPjsL9nkwaIHa0-266QQ5xP0mvcCEbAigf_J9C9UbB9_mm7lSWXZ-g_PgAdiz8o6KDfk_iA/s72-c/kaliprogo.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>APA BENTUK KEPEDULIAN ANDA PADA MAGELANG</title><link>http://peduli-magelang.blogspot.com/2010/03/apa-bentuk-kepedulian-anda-pada.html</link><author>noreply@blogger.com (Fatur Meraih Mimpi)</author><pubDate>Wed, 10 Mar 2010 19:44:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7529278283443968324.post-4431502117022221273</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg5WUXGDyRdW257Qn_oXWkl-UGU3af-7NUY1Syt7rxISRsVdXJ0xYNC_q7u8u91XGcT32IbCiEpQU2IXGwuORDUeRTRa0BYgKUX6tP5GcMoLBYJ0B0DxKigszlC-P2vqdrieDGfGMGlzUs/s1600/magelang.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg5WUXGDyRdW257Qn_oXWkl-UGU3af-7NUY1Syt7rxISRsVdXJ0xYNC_q7u8u91XGcT32IbCiEpQU2IXGwuORDUeRTRa0BYgKUX6tP5GcMoLBYJ0B0DxKigszlC-P2vqdrieDGfGMGlzUs/s200/magelang.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5481798193552700738" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sebagai manusia yg memiliki kaitan historis dengan Magelang, seberapa besar kepedulian Anda dengan kota/kabupaten tercinta itu ? Demikian pula, apa yang sudah Anda berikan bagi warga Magelang dalam mengembangkan dirinya di perantauan ? Sebagai ilustrasi, saya akan mengu...ngkapkan beberapa contoh. Masyarakat Minang (Sumatera Barat) membuat 'GEBU MINANG' (Gerakan Seribu Minang), sebuah gerakan untuk menampung kepedulian masyarakat Minang di perantauan thd daerah asalnya. Gerakan itu terwujud dalam bentuk 'dana sebesar seribu rupiah' (seharga sebatang rokok) yang disumbangkan oleh para perantau itu setiap harinya bagi pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di Sumatera Barat. Atau beberapa paguyuban berdasarkan semangat primordial, seperti "Paguyuban Warga Gunung Kidul', 'Paguyuban Warung Tegal', dan 'Paguyunan &lt;span class="fullpost"&gt; Wonogiri', dll. Mereka memiliki program kongkrit untuk membantu warga asal daerahnya mengembangkan diri di perantauan. Programnya berbentu bantuan 'modal bergulir' bagi yang membutuhkan. Misalnya seperti pada warung Tegal. Pertama, mereka menampung warga dari daerahnya untuk bekerja di warung2 yang mereka (jaringan) miliki. Pada akhirnya, mereka juga membantu para warga untuk membuka warung sendiri, dan seterusnya. Mereka juga membangun koperasi, yang berfungsi menyalirkan berbagai kebutuhan pokok bagi pengembangan warteg-nya. Modus itu terbukti sangat membantu pengembangan warteg itu menjadi mandiri. Selama ini, sekitar 30 tahun saya merantau di Jakarta, saya belum pernah mendengar ada komunitas warga Magelang yang melakukan program2 semacam itu. Paling banter reunian, kumpul2 campursari-an, kangen2an, dll. AYO BUKTIKAN BAHWA ANDA-ANDA SEMUA MEMBAWA MANFAAT BAGI SESAMA. SEMANGAT !!! Untuk mengetahui apa yang telah kami perbuat bagi Magelang, silakan klik www.borobudurlinks.com&lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg5WUXGDyRdW257Qn_oXWkl-UGU3af-7NUY1Syt7rxISRsVdXJ0xYNC_q7u8u91XGcT32IbCiEpQU2IXGwuORDUeRTRa0BYgKUX6tP5GcMoLBYJ0B0DxKigszlC-P2vqdrieDGfGMGlzUs/s72-c/magelang.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total></item><item><title>Longsor di daerah Kaliangkrik</title><link>http://peduli-magelang.blogspot.com/2010/02/longsor-di-daerah-kaliangkrik.html</link><category>Berita</category><author>noreply@blogger.com (Fatur Meraih Mimpi)</author><pubDate>Thu, 11 Feb 2010 19:36:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7529278283443968324.post-7919529129289894248</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjQHtxXapjUoATMnv5YkTQn3cXFdMbrBr8EK8PKa1KHH5fr7KMRHDGh1-cuxdkreshIalmu_TgEFJJk6pD4PabbYmlAGVQiXq8joiPlbpliJ6rCpD1joovZgLkp41ZkhKe9SQhyBf3s_OE/s1600-h/100211dlongsor.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjQHtxXapjUoATMnv5YkTQn3cXFdMbrBr8EK8PKa1KHH5fr7KMRHDGh1-cuxdkreshIalmu_TgEFJJk6pD4PabbYmlAGVQiXq8joiPlbpliJ6rCpD1joovZgLkp41ZkhKe9SQhyBf3s_OE/s200/100211dlongsor.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5437180695352637458" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kaliangkrik, CyberNews.  Jalan Provinsi yang menghubungkan Kabupaten Magelang dengan Purworejo dan Wonosobo macet total akibat tertimbun tanah longsor. Lokasi longsor ini terjadi di tanjakan Siglawah Dusun Candisari, Desa Girirejo, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang.&lt;span Class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Longsor terjadi sekitar pukul 09.25 WIB Kamis (11/2). Menurut keterangan salah seorang saksi mata yakni Kasi Kesra Kecamatan Kalingkrik AM Romi, longsor terjadi secara tiba-tiba. "Tidak ada hujan tidak ada banjir tiba-tiba terdengar suara gemuruh. Ketika menoleh ke belakang, jalan yang baru saja saya lewati telah tertimbun tanah," kata Romi kepada Suara Merdeka, Kamis (11/2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tebing yang longsor ini setinggi 10 meter dengan panjang 10 meter. Material longsoran cukup banyak sehingga menutup akses jalan provinsi Magelang-Purworejo-Wonosobo. "Semoga saja tidak ada orang yang sedang melintas. Spion sepeda motor saya juga tak melihat ada orang jalan atau berkendaraan yang sedang melintas," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat longsor ini, jalur angkutan Kajoran-Kota Magelang lumpuh total. Pengendara mobil pribadi dan sepeda motor menggunakan jalur alternatif di pertigaan Semilir menyusur jalan sempit berbatu dan tembus ke Kantor Koramil Kalingkrik di Dusun Candisari. Jarak jalur alternatif itu sekitar 3 Km.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Camat Kaliangkrik Iwan Agus S.Sos mengatakan pihaknya langsung menghubungi Dinas Binamarga Provinsi Jateng, Pemkab Magelang, dan Tim SAR serta personel TNI/POLRI guna membantu membuka akses jalan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( &lt;a href="http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2010/02/11/46781/Longsor-Jalan-Magelang-Wonosobo-Macet-Total"&gt;MH Habib Shaleh , Sholahuddin Al-Ahmed, Juli Nugroho/ CN14&lt;/a&gt; )&lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjQHtxXapjUoATMnv5YkTQn3cXFdMbrBr8EK8PKa1KHH5fr7KMRHDGh1-cuxdkreshIalmu_TgEFJJk6pD4PabbYmlAGVQiXq8joiPlbpliJ6rCpD1joovZgLkp41ZkhKe9SQhyBf3s_OE/s72-c/100211dlongsor.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Angelina Sondakh Masuk Balon Wali Kota Magelang</title><link>http://peduli-magelang.blogspot.com/2010/02/angelina-sondakh-masuk-balon-wali-kota.html</link><category>Berita</category><author>noreply@blogger.com (Fatur Meraih Mimpi)</author><pubDate>Thu, 11 Feb 2010 18:44:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7529278283443968324.post-1095548200018557535</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhWa3DjzOd85GNChsQNkXKhYlSTeNiEmelY6iXLwhxD6BDVlODipQIVswJJkhkz090p6NGAafbmQmedRzYexF25SeDVYoW68e__tcfXCTmcDol2_rfaJa90jYU3Y4ICu3USMdssNbdfmYU/s1600-h/engelina+s.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 100px; height: 100px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhWa3DjzOd85GNChsQNkXKhYlSTeNiEmelY6iXLwhxD6BDVlODipQIVswJJkhkz090p6NGAafbmQmedRzYexF25SeDVYoW68e__tcfXCTmcDol2_rfaJa90jYU3Y4ICu3USMdssNbdfmYU/s200/engelina+s.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5437182894090100130" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2010/01/28/45551/Angelina-Sondakh-Masuk-Bursa-Calon-Wali-Kota-Magelang"&gt;Magelang, Cybernew&lt;/a&gt;s. Anggota Komisi X DPR, Angelina Sondakh, masuk bursa calon Wali Kota Magelang 2010-2015 dari Partai Demokrat (PD). Bahkan dalam waktu dekat, aktor Adjie Massaid yang juga Puteri Indonesia 2001 itu dikabarkan akan menemui konstituennya di Magelang.&lt;span Class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya mendengarnya seperti itu, tetapi nanti yang memutuskan dia maju atau tidak adalah DPP PD," ungkap Ketua DPC PD Kota Magelang, HM Hasan Suryoyudho SH MH.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angelina Sondakh  lolos menjadi wakil rakyat dari daerah pemilihan (Dapil) VI yang meliputi Kota dan Kabupaten Magelang, Temanggung, Wonosobo dan Purworejo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasan menerangkan, salah satu pertimbangan penulis buku "Kecantikan, Bukan Modal Utama Saya" itu masuk bursa calon wali kota karena, dia sangat peduli&lt;br /&gt;kepada masyarakat di daerah pemilihannya. "Dua kali Angie terpilih menjadi anggota DPR membuktikan, masyarakat di Dapil VI menyukai dia. Bahkan, dia berhasil meraih suara terbanyak," tutur Ketua DPRD Kota Magelang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping itu, ibu dari Keanu Jabaar Massaid memiliki kemampuan menjadi pemimpin, memiliki hubungan baik dengan berbagai pihak baik di daerah maupun pusat, dekat dengan rakyat dan sebagainya. Wanita keturunan Manado itu juga tercatat menjadi Duta Orang Utan, Duta Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia dan juga Duta Batik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan masuknya perempuan bernama asli Angelina Patricia Pingkan Sondakh yang lahir di Australia, 28 Desember 1977, maka bursa calon Wali Kota Magelang bertambah. Calon lainnya adalah HM Budiyarto (pengusaha), Drs Eddy Sutrisno MSi dan Kholid Abidin ST, keduanya anggota Fraksi PD DPRD Kota Magelang, dan Drs Suwarno (mantan Sekda).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Semua calon hingga saat ini masih digodok di DPP PD. Namun bila nanti DPP memutuskan mencalonkan Angie, maka semua kader tanpa terkecuali harus mendukung," tegas Hasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, pada prinsipnya PD terbuka bagi siapa saja yang berminat mencalonkan diri menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Magelang 2010-2015. Para calon dinilai berdasarkan polling yang dilakukan Lembaga Survey Indonesia (LSI).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, untuk maju lewat PD para kandidat tidak dibebani harus memberi kontribusi kepada partai. Kewajiban mereka hanya membayar biaya survei yang dilakukan LSI. "Jadi biaya survei ditanggung bersama para calon."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LSI yang melakukan survei mengenai tokoh masyarakat yang layak dicalonkan, dan benar-benar dikehendaki masyarakat di kota ini. Mereka harus mempunyai komitmen mampu memajukan Kota Magelang, bersih dan jujur, bisa diterima masyarakat, pekerja keras, visi misinya jelas, memiliki akses yang luas baik di tingkat lokal, regional, maupun dengan pemerintah pusat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah diranking, mereka kemudian mengikuti uji kelayakan dan kepatutan yang dilakukan tim 9. Tim itu terdiri 4 orang dari DPP, 3 orang dari DPW dan 2 orang dari DPC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2010/01/28/45551/Angelina-Sondakh-Masuk-Bursa-Calon-Wali-Kota-Magelang"&gt;( Doddy Ardjono / CN12 )&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhWa3DjzOd85GNChsQNkXKhYlSTeNiEmelY6iXLwhxD6BDVlODipQIVswJJkhkz090p6NGAafbmQmedRzYexF25SeDVYoW68e__tcfXCTmcDol2_rfaJa90jYU3Y4ICu3USMdssNbdfmYU/s72-c/engelina+s.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>REUNI FAK. HUKUM UMM MAGELANG</title><link>http://peduli-magelang.blogspot.com/2010/01/reuni-fak-hukum-umm-magelang.html</link><category>woro-woro</category><author>noreply@blogger.com (Fatur Meraih Mimpi)</author><pubDate>Wed, 20 Jan 2010 07:57:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7529278283443968324.post-5872005105248474122</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhv33ti9gZePPZpAB5JSZgNasRI0cRXaQoOMcTozI6PZrQHyupxoUAvyZmDM4NMXxpLlB9Sr7Hv364IUAcTgONxg8xJ47UBG9N_7vf1N3bZcWptA7yw9oaxFlebYv2mcHWdFS2H3uk5sXk/s1600-h/pakpur.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 144px; height: 200px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhv33ti9gZePPZpAB5JSZgNasRI0cRXaQoOMcTozI6PZrQHyupxoUAvyZmDM4NMXxpLlB9Sr7Hv364IUAcTgONxg8xJ47UBG9N_7vf1N3bZcWptA7yw9oaxFlebYv2mcHWdFS2H3uk5sXk/s200/pakpur.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5428852784456531474" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ass. Nderek Woro-woro, mohon diinformasikan bagi siapa saja yang merasa dan atau pernah masuk di Fak.Hukum UMM magelang tahun masuk 1985-1986, mohon daftarkan diri untuk didata sehubungan akan direncanakan reuni di Magelang, yang insya Alloh akan dilaksanakan pada bulan Juni-Juli 2010. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Informasikan diri ke &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Mobile  : 0812-850 4549&lt;br /&gt;Phone : 021-847 4549&lt;br /&gt;Email   : purwonosetiawan@yahoo.co.id&lt;br /&gt;Facebook: Klik Link &lt;a href="http://www.facebook.com/home.php?#/profile.php?v=info&amp;ref=mf&amp;id=1375576638"&gt;DISINI&lt;/a&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhv33ti9gZePPZpAB5JSZgNasRI0cRXaQoOMcTozI6PZrQHyupxoUAvyZmDM4NMXxpLlB9Sr7Hv364IUAcTgONxg8xJ47UBG9N_7vf1N3bZcWptA7yw9oaxFlebYv2mcHWdFS2H3uk5sXk/s72-c/pakpur.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>BABE TERNYATA ORANG MAGELANG</title><link>http://peduli-magelang.blogspot.com/2010/01/20012010-1300-liputan6.html</link><category>Kriminal</category><author>noreply@blogger.com (Fatur Meraih Mimpi)</author><pubDate>Wed, 20 Jan 2010 04:06:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7529278283443968324.post-7933069373836433792</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhAs57CxqDPTHcGJ5PmPGJthhEkAFC8NtIQ1R91xdEUWxW0GkNUExL0zIDxjuj0t_d_rfbhmz9JiMHsHc8AioC_ENuk-wRhq-AmhkLsWShNr3rPl-a3i2bdQz8P6KarU8AbOpq7X-gqu9M/s1600-h/babeh_sodomi.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhAs57CxqDPTHcGJ5PmPGJthhEkAFC8NtIQ1R91xdEUWxW0GkNUExL0zIDxjuj0t_d_rfbhmz9JiMHsHc8AioC_ENuk-wRhq-AmhkLsWShNr3rPl-a3i2bdQz8P6KarU8AbOpq7X-gqu9M/s200/babeh_sodomi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5428851580278746146" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;20/01/2010 13:00&lt;br /&gt;Liputan6.com, Magelang: Tim dari Polda Metro Jaya, Rabu (20/1) tengah mengembangkan kasus Babe alias Baekuni, tersangka kasus sodomi diikuti dengan pembunuhan dengan cara mutilasi. Saat ini tersangka Babe dibawa ke rumah saudaranya di Magelang, karena dari hasil penyelidikan sementara, Babe setiap sebulan sekali menengok saudaranya.&lt;br /&gt;Menurut informasi yang diperoleh dari Polres Magelang,&lt;span class="fullpost"&gt; saat ini Babe tengah meluncur ke rumah saudaranya di Dusun Mranggen, RT 16/RW 04, Desa Mranggen, Kecamatan Kajoran. "Kita akan melakukan pengembangan kasus di rumah saudara pelaku," ujar salah seorang anggota Polres Magelang yang keberatan disebut identitasnya.&lt;br /&gt;Di kampung halamannya, Babe alias Baekuni, atau warga setempat akrab memanggilnya dengan sebutan bungkik, dikenal ramah, supel bergaul, serta suka menolong dengan sesama. Belum diketahui apa kaitan antara kasus sodomi yang dilakukan tersangka terhadap anak-anak jalanan dengan rumah saudaranya di Magelang.&lt;br /&gt;Sehari sebelumnya, Selasa (19/1), polisi telah menggelar reka ulang kasus mutilasi dengan tersangka Babe di Kuningan, Jawa Barat. Selama tinggal di Desa Ciwaru, Kecamatan Ciwaru, tersangka diduga telah membunuh dua anak di bawah umur, yakni Aris pada 1997 dan Teguh pada 1998. Sumber (&lt;a href="http://berita.liputan6.com/hukrim/201001/259835/Aksi.Babe.di.Kuningan.Direka.Ulang"&gt;Liputan6.com&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhAs57CxqDPTHcGJ5PmPGJthhEkAFC8NtIQ1R91xdEUWxW0GkNUExL0zIDxjuj0t_d_rfbhmz9JiMHsHc8AioC_ENuk-wRhq-AmhkLsWShNr3rPl-a3i2bdQz8P6KarU8AbOpq7X-gqu9M/s72-c/babeh_sodomi.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>Fedep Dan Kluster Kab. Magelang Terbaik Se Jateng</title><link>http://peduli-magelang.blogspot.com/2010/01/fedep-dan-kluster-kab-magelang-terbaik.html</link><category>JTNR</category><category>Kota Mungkid</category><author>noreply@blogger.com (Fatur Meraih Mimpi)</author><pubDate>Wed, 13 Jan 2010 18:07:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7529278283443968324.post-5899375126038206494</guid><description>Keberadaan Forum for economic Development and Employment Promotion         ( FEDEP ) dan Kluster  Kabupaten Magelang telah mendapatkan apresiasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah hal ini terbukti sejak 2008 secara berturut- turut hingga 2009 ini FEDEP Kabupaten Magelang dikukuhkan menjadi yang terbaik dalam kategori Menggalang kerjasama anggota Fedep. Selain itu Forum Rembug Kluster Pariwisata Borobudur juga keluar sebagai klaster terbaik 2009, Demikian Sambutan Bupati Magelang Ir. Singgih Sanyoto yang dibacakan Kepala Bappeda Rohadi Pratoto ,SH,MSi, dalam acara Wokshop dan pameran Kluster Regional eks Karesidenan Kedu belum&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;lama ini, bertempat di Gedung pertemuan Bank Bapas, Kabupaten Magelang.&lt;br /&gt;Lebih lanjut Bupati mengatakan, bahwa Pemerintah Kabupaten Magelang sangat mendukung keberadaan forum diskusi ini hal ini dibuktikan dengan pengukuhan lewat Keputusan Bupati. Sebagai langkah konkrit Pemerintah Kabupaten Magelang akan segera membangun shoorom bersama kluster yang nantinya shooroom ini akan menampung hasil-hasil karya dari kluster yang ada se eks Karesidenan Kedu. Sebagai permasalahan umum yang dialami dalam pengembangan kluster antara lain bahan baku yang sulit, penggunaan tehnologi, pasar dan permodalan.&lt;br /&gt;“Untuk itu melalui workshop dan pameran klaster regional eks karesidenan kedu ini nantinya bisa dirumuskan bersama dalam bentuk kerjasama/ kemitraan antar FEDEP atau pelaku usaha guna pengembangan klaster,”katanya. Terkait dengan pengembangan kluster , Kabupaten Magelang telah membentuk dan memfasilitasi lima klaster antara lain : Forum rembug klaster Pariwisata Borobudur, Klaster Pahat Batu  Taman Agung Muntilan, Klaster Slondok dan puyur Desa Sumurarum Grabag, klaster Pertanian Buah salak Srumbung, serta Klaster pertanian sayur Dukun. Kedepan Kab Magelang akan mereplikasikan 4 klaster baru yaitu klaster Mebel,klaster perikanan ikan air tawar , klaster kerajinan bamboo serta klaster industri karoseri.&lt;br /&gt;Sementara itu Kepala Bappeda Prov Jateng Prof.Dr. Ir.Budi Prayitno, M.Sc.dalam Sambutanya yang dibacakan oleh Ka.Bidang Ekonomi, mengatakan bahwa konsep pengembangan ekonomi lokal berbasis klaster merupakan salah satu alternative pilihan pengembangan ekonomi kerakyatan yang dipilih oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. “Kami melihat pengembangan ekonomi model klaster ini dari waktu kewaktu telah menunjukkan kecenderungan  yang menggembirakan “katanya.&lt;br /&gt;“Konsep ini telah terbukti mampu menjawab tantangan peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, keunggulanyapun telah terbukti dengan kemampuannya bertahan dalam krisis ekonomi yang dialami Bangsa  Indonesia beberapa waktu lalu,” imbuhnya . (ED AI)&lt;br /&gt;http://www.jatengprov.go.id/?document_srl=3068 &lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Sedekah Gunung Menoreh</title><link>http://peduli-magelang.blogspot.com/2010/01/sedekah-gunung-menoreh-adalah-upaya.html</link><author>noreply@blogger.com (Fatur Meraih Mimpi)</author><pubDate>Wed, 13 Jan 2010 07:35:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7529278283443968324.post-8186420043757704983</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhdWamJB34AtIUJs8cFAO8gCFlCP-6sw7PRNU_o_Bdeygsy1Plw62A6nSBjErNomY8qAOYwLGhOeGPTxQoqfrOTYcM093UK5bo2S2PTcQAAoCoSMjabUA04lnEnxRLSu9VN_p64BNeVRTg/s1600-h/sedakah_tayang.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhdWamJB34AtIUJs8cFAO8gCFlCP-6sw7PRNU_o_Bdeygsy1Plw62A6nSBjErNomY8qAOYwLGhOeGPTxQoqfrOTYcM093UK5bo2S2PTcQAAoCoSMjabUA04lnEnxRLSu9VN_p64BNeVRTg/s200/sedakah_tayang.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5426248755980620402" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sedekah Gunung Menoreh adalah upaya masyarakat Desa Ngadiharjo untuk memohon pada Tuhan agar desa tersebut diberi berkah air yang lancar untuk pertanian, kesuburan lahan dan bermuara pada kemakmuran warganya.&lt;br /&gt;     Acara tradisi ini sudah lama tidak diselenggarakan karena kondisi ekonomi masyarakat. Saat ini mulai digelar kembali oleh warga setempat, Paguyuban Masyarakat Pecinta Seni dan Budaya Masyarakat Borobudur yang tergabung dalam Warung Info Jagad Cleguk dan peserta Sekolah Lapang Ngudi Kawruh.&lt;br /&gt;     Acara yang digelar kemarin pagi ini dimulai dengan ziarah kubur di makam leluhur. Kemudian, dipandu oleh tokoh masyarakat setempat dan pemuka agama, sekitar 10 warga memulai ritual di Sendang Pakis Aji untuk membersihkan diri.&lt;br /&gt;     Sendang Pakis Aji ini terletak di Dusun Saji.&lt;span class="fullpost"&gt;Salah satu tokoh masyarakat, Bejo, yang telah berusia 62 tahun mengungkapkan, nama Saji berasal dari kata Pakis Aji. “Jaman dulu, di tempat ini terdapat sebuah pohon pakis yang sangat besar. Dalam perjalanannya, Pangeran Diponegoro pernah melewati tempat ini dan melihatnya, selanjutnya memberi nama Pakis Aji. Tapi orang Jawa lebih mudah menyebutnya Saji,” ujarnya.&lt;br /&gt;Usai membersihkan diri, para sesepuh desa mendatangi kediaman Kyai Ali Asyari untuk memohon doa restu pada mereka agar dalam penyelenggaraan Sedekah Gunung ini tidak ada aral melintang.&lt;br /&gt;     Selanjutnya, dengan membawa perangkat sesaji seperti palawija, padi, ketela, pisang, sayuran, jajan pasar, tumpeng dan tandu berisi kursi mereka melanjutkan perjalanan menuju tempat walimahan, untuk melaksanaan doa bersama. Mereka diiringi rombongan warga yang terdiri kelompok kesenian Dayak. Dalam perjalanannya, mereka berpapasan dengan para sesepuh dusun Garjo, yang sebelumnya telah melaksanakan ritual sedekah kubur pada Makam Eyang Carik Saji. Mereka pun berangkat bersama. Di persimpangan Dusun Sedengen, mereka berhenti dan meletakkan sesaji.&lt;br /&gt;     Mereka melanjutkan perjalanan kembali. Masih di Dusun Sedengen, di pertigaan menuju Desa Giripurno, mereka bertemu dengan rombongan dari sesepuh Dusun Mbah Ali Tunggak dan Mbah Dahlan yang sebelumnya juga telah melakukan ritual Sedekah Sendang di Dusun Sedengen. Di pertigaan Ngabean, rombongan ini kembali bertambah oleh peziarah Dusun Ngabean dan Dusun Tanjung, yang sebelumnya telah melakukan ritual di makam Kyai Abdul Karim di Lereng Menoreh. Ia diyakini&lt;br /&gt;sebagai cikal bakal Desa Ngadiharjo.&lt;br /&gt;     Masih menurut Bejo, sejumlah petilasan di Desa Ngadiharjo ini hingga saat ini masih dipercaya memiliki kekuatan ghaib. Di sisi lain, Pegunungan Menoreh juga dikenal sebagai tempat laku spiritual “tirakat”. “Telah banyak calon pemimpin yang memulai laku spiritual di tempat ini dan melanjutkannya di Gunung Suroloyo, Kalibawang, Kulonprogo,” katanya.&lt;br /&gt;     Sementara itu, sampai di tempat walimahan, yakni halaman Balai Desa Ngadiharjo, para peserta ziarah yang mencapai sekitar 50 orang ini menggelar acara walimahan, yakni pentas kesenian, pameran aneka kerajinan rakyat seperti parut kelapa, peralatan rumah tangga dari kayu, anyaman bamboo, serta kuliner seperti wedang Sumelak, wedang jahe, tumpeng thiwul, wedang Srebat dan lainnya. Walimahan ini ditutup dengan acara sarasehan masyarakat Desa Ngadiharjo. Dalam sarasehan itu dibahas berbagai persoalan hidup&lt;br /&gt;masyarakat pada umumnya, persoalan masyarakat desa dengan pemerintah desa dan ke atasnya.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.magelangkab.go.id"&gt;***)Widodo anwari Humas &amp; Protokol&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhdWamJB34AtIUJs8cFAO8gCFlCP-6sw7PRNU_o_Bdeygsy1Plw62A6nSBjErNomY8qAOYwLGhOeGPTxQoqfrOTYcM093UK5bo2S2PTcQAAoCoSMjabUA04lnEnxRLSu9VN_p64BNeVRTg/s72-c/sedakah_tayang.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Setelah Pulau Bali kemudian Candi Borobudur</title><link>http://peduli-magelang.blogspot.com/2010/01/setelah-pulau-bali-kemudian-candi.html</link><author>noreply@blogger.com (Fatur Meraih Mimpi)</author><pubDate>Wed, 13 Jan 2010 07:29:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7529278283443968324.post-6501732618624570058</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh8x0L7e4ag6hKhixaXMjwHpIr70MWG3wA7xWE8p835bgkIT_UBasSfKcB1MJcDUA8lxj_dY8tOIfdMUzxhqgtaql5qgGH9z3cvNVY_RwfDpuOtgOpXrCtCMyofrUKn4K39_YGYiTeRLs0/s1600-h/borobudur.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 135px; height: 122px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh8x0L7e4ag6hKhixaXMjwHpIr70MWG3wA7xWE8p835bgkIT_UBasSfKcB1MJcDUA8lxj_dY8tOIfdMUzxhqgtaql5qgGH9z3cvNVY_RwfDpuOtgOpXrCtCMyofrUKn4K39_YGYiTeRLs0/s200/borobudur.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5426247553370468738" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Setelah Pulau Bali yang menjadi lokasi pembuatan film Eat Pray Love (EPL), kesempatan mendatang, Candi Borobudur dipastikan akan menyusulnya. Bali Film Center (BFC) tengah menggandeng PT Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan dan Ratu Boko (TWCBP&amp;RB) untuk misi ini.&lt;br /&gt;     “Kami telah bekerja sama untuk mempromosikan tiga candi yakni Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko pada pembuat film di luar negeri,” kata Production Manager BFC, Ineke Indriyani di Borobudur, kemarin. Upaya yang akan dilakukan, katanya, dengan mengikuti Location Trade, yakni pameran lokasi&lt;span class="fullpost"&gt;film internasional yang akan digelar April 2010 mendatang. Bersama pihak TWCBP&amp;RB, pihaknya akan mempromosikan Candi Borobudur sebagai sebuah lokasi film yang potensial.&lt;br /&gt;     “Tak hanya mengikuti pameran, di sana kami juga harus mengadakan acara sendiri yang mengundang pihak-pihak yang berperan penting dalam pembuatan sebuah film, untuk memperkenalkan secara intensif,” katanya. Setelah itu, lanjutnya, mereka akan diajak untuk mengunjungi langsung Candi Borobudur. Ia mengakui, melihat kemegahan dan keagungan Candi peninggalan sejarah Budha ini bisa melalui foto atau video yang banyak dibuat oleh orang-orang, adalah biasa dan terlalu umum.&lt;br /&gt;     Namun, menurutnya, untuk mengetahui lebih dalam dan menjiwai tempat ini hingga bisa membuat mereka tertarik membuat film di sini, adalah dengan mengajak mengunjungi langsung. Ia mencontohkan, hal ini telah berhasil diterapkan pada pembuatan film EPL yang dibintangi Julia Robert beberapa waktu lalu. Ineke mengungkapkan, itu adalah hasil kesuksesan mereka saat mengikuti Trade Location tahun 2008. Saat itu, mereka mempromosikan Bali.&lt;br /&gt;     “Untuk upaya itu, kami mengajak produser datang langsung berkeliling Bali melihat berbagai lokasi untuk syuting. Hingga akhirnya, syuting terlaksana tahun ini. Tahun ini, kami tidak mengikuti Trade Location,” katanya tanpa memberi tahu alasannya.&lt;br /&gt;Ia menambahkan, nantinya, produser yang membuat film di Borobudur bisa membuat film tentang Borobudur atau film layar lebar. Menurutnya, yang lebih booming justru malah layar lebar, seperti EPL yang bercerita tentang kehidupan seorang perempuan yang mencari cinta sejatinya, bukan film yang bercerita tentang Bali. Presiden Komisaris PT Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan dan Ratu Boko, SD Darmono mengatakan, pihaknya menyambut baik rencana ini, karena akan membangkitkan perekonomian setempat dan meningkatkan investasi di Indonesia.&lt;br /&gt;     “Tapi, di luar itu, seharusnya produser dalam negeri membuat dahulu sebuah karya film yang spektakuler, yang bisa mempromosikan Borobudur di kancah dunia. Upaya yang harus dilakukan adalah bercerita tentang Candi Borobudur ke luar negeri terus menerus,” katanya. Ia mengatakan, Candi Borobudur merupakan tempat yang sangat potensial karena merupakan peninggalan sejarah dunia yang bernilai budaya sangat tinggi. “Syuting di sini murah, dan dipatikan akan menghasilkan film yang mahal,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.magelangkab.go.id"&gt;&lt;br /&gt;***)Widodo Anwari Humas &amp; protokol&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh8x0L7e4ag6hKhixaXMjwHpIr70MWG3wA7xWE8p835bgkIT_UBasSfKcB1MJcDUA8lxj_dY8tOIfdMUzxhqgtaql5qgGH9z3cvNVY_RwfDpuOtgOpXrCtCMyofrUKn4K39_YGYiTeRLs0/s72-c/borobudur.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Gerbang Pemkot Magelang Disegel Mahasiswa</title><link>http://peduli-magelang.blogspot.com/2010/01/gerbang-pemkot-magelang-disegel.html</link><author>noreply@blogger.com (Fatur Meraih Mimpi)</author><pubDate>Mon, 11 Jan 2010 01:05:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7529278283443968324.post-6813292575962069169</guid><description>MAGELANG, KOMPAS.com - Sedikitnya 10 aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Jaringan Mahasiswa untuk Advokasi Pedagang (Jaring Suap) Magelang menyegel gerbang masuk kompleks Kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang, Kamis (10/9). Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap sikap Pemkot Magelang yang tidak kunjung membangun kembali Pasar Rejowinangun dan mengabaikan nasib para pedagang pasar yang kini terpaksa berjualan di pasar penampungan. &lt;br /&gt;"Kantor ini tidak berguna karena aparat pemerintahan yang ada di dalamnya, tidak mampu melindungi dan memberikan solusi tepat bagi permasalahan yang dihadapi masyarakatnya, para pedagang, korban kebakaran&lt;span class="fullpost"&gt;Pasar Rejowinangun. Maka, lebih baik kantor ini disegel saja," ujar Ghozali, Koordinator Aksi Jaring Suap, Kamis (10/9).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, segel baru akan dibuka jika Wali Kota Magelang Fahriyanto sudah menyatakan sikap bersedia bertemu dengan dirinya dan kelompok pedagang, untuk membicarakan tentang kelanjutan rencana pembanguna n kembali Pasar Rejowinangun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, dalam aksi yang digelar selama satu jam tersebut, aktivis Jaring Suap mencoba menerobos masuk ke dalam Kantor Pemkot Magelang, untuk bertemu Fahriyanto. Namun, serbuan mereka dihadang oleh puluhan polisi dan Satuan Polisi Pamong Praja yang menghadang di pintu depan. Upaya menerobos masuk ini dilakukan dua kali, namun gagal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asisten II Pemkot Magelang Sureni Adi juga mencoba menghalau mereka, dan mengatakan Fahriyanto yang ingin ditemui, sedang tidak berada di tempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya pun tidak bisa menggantikan peran beliau karena penentuan segala kebijakan termasuk menyikapi tuntutan kalian sepenuhnya berada di tangan wali kota," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyikapi itu, para pendemo akhirnya cukup berorasi di luar gedung. Dalam orasinya, beberapa aktivis menilai sikap Fahriyanto terus menunda-nunda lelang dan proses pembangunan Pasar Rejowinangun, sama seperti orang yang tidak memiliki hati nurani. "Hati nurani Pak Wali kota sudah mati. Mari kita doakan kematiannya tepat pada pukul 10.00 WIB," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh pendemo menaburkan bunga di depan pintu Kantor Pemkot Magelang, sebagai tanda duka cita. Setelah itu, mereka pun berdoa seperti mendoakan arwah orang yang sudah meninggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam aksi ini, mereka juga menyerukan empat hal , yaitu menuntut penentuan investor pembangun Pasar Rejowinangun selambat-lambatnya Oktober 2009, menuntut bangunan pasar yang berkualitas, proses pembangunan yang transparan, dan m eminta agar biaya pembangunan Pasar Rejowinangun tidak lebih dari Rp 100 miliar. Sebab, jika melebihi nilai nominal tersebut, dikhawatirkan biaya sewa los atau kios yang dikenakan bagi pedagang akan sangat mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasar Rejowinangun terbakar pada 26 Juli 2008. Pemkot Magelang telah menggelar dua kali lelang untuk menentukan investor yang akan melaksanakan pembangunan pasar. Namun, satu kegiatan lelang akhirnya dibatalkan Fahriyanto dibatalkan tanpa alasan jelas, dan sekali kegiatan lelang lainnya dibatalkan karena tahap prakualifikasi lelang hanya diikuti dua investor saja.&lt;br /&gt;(sumber: kompas.com)&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Tersangka Korupsi, Mantan Kepala STPP Magelang Ditahan</title><link>http://peduli-magelang.blogspot.com/2010/01/tersangka-korupsi-mantan-kepala-stpp.html</link><author>noreply@blogger.com (Fatur Meraih Mimpi)</author><pubDate>Sun, 10 Jan 2010 19:49:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7529278283443968324.post-678011315057573584</guid><description>MAGELANG, RABU ? Mantan Kepala Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian Magelang Thomas Widodo resmi ditahan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Magelang terkait kasus dugaan korupsi dana pendidikan dan latihan (diklat) pembekalan lanjutan sebesar Rp 423 juta. &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thomas yang beralih status dari saksi menjadi tersangka langsung ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Magelang seusai memberikan kesaksian dalam persidangan dua tersangka lainnya, yaitu Totok Sevenek Munanto dan Djumirah di Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Magelang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Kejari Kabupaten Magelang Ninik Maryanti mengatakan, upaya penahanan sengaja dilakukan karena, sejak April 2008, Thomas sudah berpindah tugas dan menjabat sebagai kepala STPP Bogor. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mempermudah pengawasan dan jalannya pemeriksaan, kami memutuskan yang bersangkutan harus ditahan di Magelang, terangnya, Rabu kemarin. Thomas akan ditahan selama 20 hari, terhitung sejak kemarin hingga 23 Februari mendatang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tersangka lainnya, yaitu Totok Sevenek Munanto, berperan sebagai ketua panitia pelaksana diklat pembekalan lanjutan, dan Djumirah sebagai bendahara. Saat ini, keduanya sudah menjalani persidangan di PN Kabupaten Magelang. Thomas ikut ditetapkan sebagai tersangka karena dia sendiri berperan sebagai penanggung jawab diklat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kebutuhan akomodasi dan konsumsi selama diklat pembekalan lanjutan, STPP Magelang mendapatkan alokasi dana daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) dari Departemen Pertanian sebesar Rp 1.036.160.000. Dana ini digunakan untuk membiayai kebutuhan 1.619 siswa, dengan alokasi per orang sebesar Rp 80.000 per hari. Namun, dalam kenyataannya, dana yang dicairkan hanya sebesar Rp 15.000 hingga Rp 20.000 per orang per hari. Diklat ini sendiri berlangsung selama delapan hari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pelaksanaan diklat, dana ini disalurkan melalui 78 kepala desa di Kabupaten Magelang yang kebetulan daerahnya dipakai sebagai lokasi diklat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, dalam keterangan yang diberikan dalam pemeriksaan, para kepala desa tidak mengetahui secara jelas alokasi dana yang ditetapkan per orang per hari. Sebab, ketika itu, masing-masing dari mereka hanya diminta menandatangani kuintansi kosong, ujarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah total saksi yang telah diperiksa dalam kasus ini mencapai 140 orang, dan sebanyak 78 orang di antaranya adalah kepala desa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak Januari 2008 hingga sekarang, Kejari Kabupaten Magelang telah menangani 10 kasus korupsi. Lima di antaranya termasuk pengembangan kasus dugaan korupsi STPP Magelang, kasus baru yang ditangani pada Januari 2009. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Kompas.Com &lt;br /&gt;http://regional.kompas.com/read/xml/2009/02/04/ &lt;br /&gt;20251924/Tersangka.Korupsi..Mantan.Kepala.STPP. &lt;br /&gt;Magelang.Ditahan. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total></item><item><title>Eksport salak pondoh di Kabupaten Magelang</title><link>http://peduli-magelang.blogspot.com/2010/01/eksport-salak-pondoh-di-kabupaten.html</link><author>noreply@blogger.com (Fatur Meraih Mimpi)</author><pubDate>Sun, 10 Jan 2010 03:17:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7529278283443968324.post-2691342674192647521</guid><description>Peluang komoditas buah salak untuk ekspor sangat tinggi, namun produksi salak dari Lereng Merapi Kabupaten Magelang masih&lt;br /&gt;terkendala beberapa hal yang menjadi syarat buah untuk ekspor. Sekretaris Gabungan Kelompok Tani Ngudi Luhur Desa Kaliurang Kecamatan Srumbung Kabupaten Magelang, Agus Suryono mengungkapkan, syarat utama yang harus dipenuhi salak untuk ekspor adalah harus adanya registrasi kebun salak. &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;     “Registrasi kebun ini untuk syarat sertifikasi buah. Dalam registrasi ini, kebun salak harus menggunakan penanaman khusus, menggunakan pupuk organic, tidak ada penggunaan pestisida, kimia serta bahan sintetis seperti kain dan plastic dalam kebun,” terangnya. Ia mengungkapkan, ada sekitar 100 petani yang tergabung dalam Gapoktan tersebut dengan luasan lahan total 165 hektare. Dari jumlah itu, baru sekitar 94 hektare yang sudah terregistrasi. Sehingga hanya mereka yang bisa ekspor. Di luar itu, dijual untuk memenuhi kebutuhan lokal. Padahal, katanya, harga jual salak untuk ekspor lebih tinggi dari harga di pasar lokal. Salak ukuran ekspor yakni delapan hingga 16 buah perkilogramnya, dihargai Rp6.000 per kilogram untuk ekspor. Di pasaran&lt;br /&gt;lokal, hanya dihargai Rp4.000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Selain registrasi, Agus menyebutkan, kendala lain yakni transportasi yang membawa salak ke Negara tujuan. Buah salak bisa diekspor menggunakan pesawat selama dua hari atau dengan kapal laut selama lima hari. Padahal, setelah dipetik, juga membutuhkan waktu dua hari untuk pengepakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     “Namun, hingga saat ini, belum ada transportasi khusus yang membawa ekspor salak sehingga buah hanya dimasukkan ke bagasi buah dalam pesawat penumpang. Padahal, bagasi pesawat penumpang terkadang sudah penuh dengan buah bawaan penumpang,” ujar Agus. Jika sudah demikian, maka buah ekspor akan ditunda. Padahal, salak tidak bisa lebih lama dibiarkan, sehingga jika ada yang sudah ditunda itu terpaksa dibuang ke pasar lokal di Jakarta. Hal yang sama juga akan dilakukan ketika cuaca buruk sehingga penerbangan ditunda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Ketua Asosiasi Eksportir Sayuran dan Buah-buahan Indonesia (AESBI), Ir Hasan J. Widjaja mengatakan, pihaknya telah memulai ekspor buah dan sayur sejak tahun lalu. Sebagai pilot project adalah Negara Singapura. “Saat ini kebutuhan buah dan sayur impor di Singapura sebesar 1.000 ton per hari. Dari jumlah itu, Indonesia baru bisa menyumbang 6% atau sekitar 60 ton. Karenanya, peluang masih terbuka sangat besar untuk menutup 940 ton tersebut,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Apalagi, lanjutnya, Indonesia adalah Negara yang letaknya paling dekat dengan Singapura. AESBI menargetkan, tahun 2010 bisa menyumbang 10% dan tahun 2014 bisa 30%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***)Widodo Anwari &lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item></channel></rss>