<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>Palembang Indah </title><description></description><managingEditor>noreply@blogger.com (Anonymous)</managingEditor><pubDate>Fri, 20 Mar 2026 12:18:50 -0700</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">47</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://plgindah.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle/><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><title>Musi IV – Musi VI Tahan 100 Tahun</title><link>http://plgindah.blogspot.com/2015/02/musi-iv-musi-vi-tahan-100-tahun.html</link><category>Palembang</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Thu, 26 Feb 2015 07:08:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-889108828762430896.post-7510887692781440934</guid><description>&lt;div align="center"&gt;&lt;a style="color:#0000ff;font-family:Times New Roman;font-size:22px;text-decoration:none;"&gt;Sama Seperti Flyover Jakabaring dan Underpass&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br/ &gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiXyJpBWUHPBETnjn7ZQFqtSC4PmQMrMTFU_oMHqWw3hd7xcJLGofilmgjPhDg8kEN2lwBKwKQMSpPfpTCY4aQN3JJ5QbGibxRb8jvDcFuJ5ALcS-ksF1jd7oNBPjODqicXggFeYzvwYjGd/s1600/SAM_5198_-_lmb-2008.jpg" title="Musi IV – Musi VI Tahan 100 Tahun" alt="Musi IV – Musi VI Tahan 100 Tahun" width="620" height="300" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br/ &gt;&lt;b&gt;&lt;font color="blue"&gt;PALEMBANG&lt;/font&gt;&lt;/b&gt; --- Ketahanan sebuah infrastruktur jadi periortas utama. Bukan hanya soal banyaknya biaya yang terpakai, melainkan juga karena fungsi dan manfaatnya. Atas dasar itulah, Jembatan Musi IV dan Musi IV dibangun dengan kemampuan bertahan hingga 100 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk, flyover simpang Jakabaring yang masih dalam pembangunan. Untuk fisik tiga jembatan itu sama dengan umur underpass simpang Patal dan duplikat Musi II yang akan diresmikan Maret nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami targetkan Musi VI mampu bertahan minimal 100 tahun,” kata Kepala Dinas PU Bina Marga Sumsel, Ir Rizal Abdullah, kemarin. Rencana pembangunan Musi VI terus dimatangkan. Saat ini, sedang proses pembebasan lahan. Yang akan dibebaskan, lahan kiri dan kanan jalan selebar 30 meter.&lt;br /&gt;&lt;br/ &gt;Musi VI akan dibuat dengan kontruksi beton sepanjang 250 meter. Jembatan ini akan menghubungkan titik pangkal Seberang ilir di kawasan Sungai Jeruju dan pangkal di Seberang ulu pada kawasan Sungai Kangkang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jembatan ini dirancang untuk mampu dilalui kendaraan berat dengan tonase sekitar 25 ton,” beber Rizal. Target pembangunan kelar 2017. Dana pembangunan diprediksi tembus Rp 300 miliar. Untuk dana awal di tahun ini, telah disiapkan Rp 40 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sisanya akan dikucurkan tahun depan. Alokasi tersebut di luar anggaran untuk pembebasan lahan. Pembangunan menerapkan sistem pendanaan multiyears. Dengan begitu, tidak terkendala seperti flyover simpang Jakabaring.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah revisi aturan pendanaan, kini pembangunan flyover simpang Jakabaring sudah mencapai 80 persen. “Desember nanti selesai,” cetus Rizal. Pemprov mengucurkan Rp 170 miliaran untuk flyover ini. Sebelumnya, sudah dikeluarkan Rp 82 miliar. Untuk tahun ini, dialokasikan Rp 92 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Flyover Jakabaring ini juga mampu dilewati kendaraan plus muatan dengan tonase 25 ton. Kasatker Jalan dan Jembatan Metropolitan Palembang BBPJN III, Aidil Fitri mengatakan, umur semua jembatan, flyover, dan underpass di Palembang direncanakan 100 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik itu duplikasi Jembatan Musi II, underpass simpang Patal, Jembatan Musi IV, dan lainnya. Di lapangan prediksi tersebut bisa saja meleset. Padat tidaknya kendaraan dengan MST (muatan sumber terberat) yang lalu lalang di atas jembatan ikut mempengaruhi umur fisik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk duplikasi Jembatan Musi II, saat ini masih proses finishing. Akhir Februari, ditargetkan selesai dan diresmikan awal Maret. Muatan sumber terberat (MST) kendaraan yang melintas di sana maksimal 10 ton. Saat terjadi kemacetan, jembatan ini mampu menahan 3000 ton lebih beban di atasnya. “Itulah bobot mati duplikat Musi II,” beber Aidil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara underpass simpang Patal, telah menjalani uji coba, beberapa hari lalu. Peresmiannya juga direncanakan awal Maret. “Satu atau dua hari ke depan kendaraan bisa melintasi underpass lagi,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusus Jembatan Musi IV, saat ini masih dalam perencanaan. “Bentuknya akan menyamai Jembatan Suramadu,” imbuhnya. Umur jembatan ini juga dirancang untuk bertahan hingga 100 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PPK P2JN BBPJN III, Ahmad Truna Jaya menambahkan, Jembatan Musi IV akan lebih tinggi dari Ampera.&lt;br /&gt;&lt;br/ &gt;Selain itu, saat air pasang, Musi VI direncanakan punya ketinggian 11 meter. Sedangkan Jembatan Amera hanya 9 meter.&lt;br /&gt;&lt;br/ &gt;“Artinya, semua kapal bisa ewat di bawahnya,” jelas Truna. Pembangunan Jembatan Musi IV masih menunggu kesiapan lahan. Pembebasannya dilakukan oleh Pemkot Palembang. “Yang kami tahu, Pemkot sudah berkomitmen untuk menyelesaikan lahannya di akhir Februari ini,” pungkasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asisten II Pemprov Sumsel, Ruslan Bahri menyatakan, ketinggian Jembatan Musi IV dari permukaan air 11 meter. Tinggi ini sesuai DED yang disetujui 2014 lalu. Juga berdasarkan disposisi Gubernur terhadap surat Kepala BBPJN III Nomor PW 04.02-Bu/02/137 tanggal 10 Februari 2015.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isinya tentang permohonan penetapan tinggi top clearance Musi IV. “Ketinggian itu cukup untuk kontruksi jembatan yang layak di sepanjang jalur Sungai Musi,” jelasnya. Menurut Ruslan, tinggi tersebut sudah disesuaikan dengan kondisi air saat pasang ataupun surut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lahan Musi IV harus selesai dibebaskan akhir bulan ini. Katanya, kalau tidak siap, dana APBN yang sudah dialokasikan sebelumnya akan ditarik kembali oleh pemerintah pusat. Sementara akhir bulan tak sampai seminggu lagi. “Lahan informasinya belum dibebaskan. Belum keluarnya Amdal dan DED,” tutur Ruslan. &lt;b&gt;(wia/chy/ce4)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a style="color:#0000ff;font-family:Times New Roman;font-size:22px;text-decoration:none;"&gt;Harus Rajin Maintenance&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Banyak faktor yang menentukan tercapai tidaknya umur jembatan. Salah satu yang utama, yakni maintenance (perawatan). Penegasan itu disampaikan ahli jembatan, Prof Dr Ir Anis Sagaff MSCE. Menurut Pembantu Rektor (Purek) I Unsri itu, tanpa maintenance rutin, umur jembatan direncanakan sulit tercapai. “Maintenance pengaruhi umur jembatan,” tegasnya. Ia mengibaratkan jembatan seperti manusia. Perlu diperhatikan, dirawat, dan lainnya. Penting juga untuk disiplin dalam pemakaian. Contohnya, jembatan kelas II yang harus boleh dilalui, kendaraan dengan tekanan gandar maksimal 7 ton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Memang suatu waktu bisa dilalui yang 10 ton, tappi berbahaya jika terus dipaksakan,” katanya. Umur jembatan tergantung kelas dan jenisnya. Secara umum ada tiga kelas jembatan. Kelas I biasanya jembantan antarprovinsi/antarnegara dengan tekanan gandar 10 ton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jembatan kelas 2 biasanya menghubungkan interprovinsi, tekanan gandar maksimal 7 ton. Sedangkan kelas 3, jembatan antarkabupaten dengan tekanan gandar kendaraan yang melintas 5 ton. Kelas jalan ini ditentukan juga oleh panjang jembatan. Meski berada di kabupaten, tapi panjang, bisa juga masuk kelas 1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk usia, perencanaan jembatan ada yang ketahanannya mencapai 30, 50, hingga 100 tahun. “Ada yang lebih dari 100 tahun, disebut jembatan monumental,” beber Anis. Di Palembang, contohnya Jembatan Ampera. Jembatan ini sifatnya sengaja dibangun untuk jadi histori.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikon Palembang itu diyakini dirancang untuk umur lebih dari 100 tahun. Umur jembatan juga sangat ditentukan bahan yang dipakai dan cost yang dikeluarkan. “Sangat tidak mungkin umurnya capai 100 tahun kalau bahan dan cost yang disiapkan tidak mencukupi untuk membangun jembatan jenis itu,” ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menilai, ada empat titik lemah Ampera saat ini. Pertama, korosi yang menyerang bagian bawah tower baja. Seingatnya, tahun 1990, tower Ampera sempat diperbaiki karena dinilai kondisinya sudah membahayakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, ketidakmampuan jembatan ini untuk “mengangkat” bagian tengah badan jembatan seperti dahulu. Ketiga, kebakaran hebat yang melalap Ampera beberapa tahun lalu. “Saat terbakar, Ampera dalam kondisi menderita,” imbuh Anis. Terakhir, pilar bawah Ampera yang beberapa kali ditabrak tongkang pengangkut batu bara. Semua itu telah melemahkan fisik jembatan ini. “Kelemahan kita adalah maintenance,” tukasnya. &lt;b&gt;(tha/ce4)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;font color="deeppink"&gt;Sumatera Ekspres, Kamis, 26 Februari 2015&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiXyJpBWUHPBETnjn7ZQFqtSC4PmQMrMTFU_oMHqWw3hd7xcJLGofilmgjPhDg8kEN2lwBKwKQMSpPfpTCY4aQN3JJ5QbGibxRb8jvDcFuJ5ALcS-ksF1jd7oNBPjODqicXggFeYzvwYjGd/s72-c/SAM_5198_-_lmb-2008.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Melihat Objek Wisata Monpera Palembang</title><link>http://plgindah.blogspot.com/2014/08/melihat-objek-wisata-monpera-palembang.html</link><category>Wisata</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sun, 10 Aug 2014 05:27:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-889108828762430896.post-6493144529995965706</guid><description>&lt;p align="center"&gt;&lt;a style="color:#0000ff;font-family:Georgia;font-size:20px;text-decoration:none;font-wiehgt:bold;"&gt;Minim Kunjungan, Areal Dijadikan Taman Publik&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgaELXrRhNBIXUTwAG1gV9l6uJfD3_mGvjQLBHWcOBBJ0zw4pgcOiYIq8gLMDzpCsEHCmwSfbWasiz-wTgH05gBQ0Skz32FBisKxE5ze1mb7-v1APygla30QI-Wr-Zf2AddaKTkDjgFxzlJ/s1600/Monpera1.jpg" imageanchor="1" &gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgaELXrRhNBIXUTwAG1gV9l6uJfD3_mGvjQLBHWcOBBJ0zw4pgcOiYIq8gLMDzpCsEHCmwSfbWasiz-wTgH05gBQ0Skz32FBisKxE5ze1mb7-v1APygla30QI-Wr-Zf2AddaKTkDjgFxzlJ/s400/Monpera1.jpg" title="Melihat Objek Wisata Monpera Palembang | LEMABANG 35 -- Sekedar Berbagi Informasi | LEMABANG 2008 -- Berita Photo dan Wallpaper" alt="Melihat Objek Wisata Monpera Palembang" width="620" height="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#ff0000;font-family:Georgia;font-size:16px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;Barang Rawan Dicuri, Pasang CCTV&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Monumen Perjuangan Rayat (Monpera) menjadi simbol perjuangan para pahlawan asal Palembang dalam mengusir penjajah dari bumi pempek. Monpera terus dipercantik oleh Pemerinta Kota (Pemkot) Palembang.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Areal Monpera yang dulunya ditutup pagar, kini sudah dibuka menjadi ruang publik sehingga warga bebas masuk ke dalam areal Monpera tanpa terkecuali.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Meski masyarakat bebas bersantai di areal Monpera, namun pihak UPTD Pengelolaan Sarana Objek Wisata Kota Palembang tetap memonitoring aktivitas warga di sekitar areal untuk memberikan keamanan dan kenyamanan.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Agusti SH MH, Kepala UPTD Pengelolaan Sarana Objek Wisata Kota Palembang, mengatakan, Monpera saat ini terus dibenahi dan dipercantik sesuai agenda utama Pemkot Palembag. "Monpera sekarang memiliki tinggi 17 meter, dengan 8 lantai, dan mempunyai 45 bidang dan sisi. Sesuai dengan tanggal kemerdekaan Indonesia 17 bulan 8 tahun 45," ujar Agusti.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Berdasarkan data yang ada, tercatat rata-rata tingkat kunjungan pelancong masih relatif sepi, yakni berkisar 15 orang per hari. Paling ramai saat hari libur dan saat perayaan HUT Kemerdekaan RI, 17 Aguustus. Sementara saat libur Lebaran masih sepi karena lebih memilih mudik. "Paling banyak mengunjungi Monpera adalah siswa-siswa sekolah," ujar Agusti.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Monpera berdiri kokoh di pinggir Jalam Merdeka. Ciri khasnya adalah cagak (tiang) beton yang kokoh bertautan di bagian samping kiri dan kanannya. Monpera kini sudah dilengkapi kamera CCTV dan dimonitor di lantai satu. Namun, meski sudah terpasang kamera CCTV masih saja ada kejadian, lampu di dalam lantai Monpera yang hilang diduga dicuri.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Saat kunjungan Koran Ini, Monpera sangat sepi dikunjungi. "Tingkat keamanan Monpera sudah jauh lebih baik dengan pemasangan kamera, selain tu kita pasang AC agar pengunjung nyaman dan tidak kepanasan," kelasnya.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Tiket masunk untuk siswa sekolah Rp 1.000, bagi mahasiswa Rp 2.000, umum Rp 5.000 dan turis asing Rp 20.000 sesuai Perda Kota Palembang No 2 Tahun 2012 tentang Retribusi Pemakaian aset Daerah.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Sumatera Ekspres menelusuri delapan lantai. Hingga kini di monumen yang disebut juga palagan Palembang itu, hanya terdapat sekitar 30-an koleksi. Hampir semua lantai memiliki koleksi foto dan lukisan perjuangan kemerdekaan.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Lantai pertama atau lantai dasar terdapat ruang pnitipan barang dengan monitor CCTV disertai foto masa perjuangan. Terdapat pula buku-buku sejarah dan perjuangan yang bsa dibaca pengunjung.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Pada lantai dua terdapat foto-foto pahlawan, lukisan perjuangan, pucuk senjata dan mata uang dari tahun 1945 sampai dengan sekarang. Lantai tiga terdapat patung setengah badan pahlawan Palembang yakni dr AK gani, drg M Isa, Residen Abdul Rozak, pakaian subkos dan foto pahlawan.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Lantai empat terdapat ranjau hingga alat pelontar bom yang kerab dipakai pejuang tempo dulu. Lantai lima replika patung setengah badan pahlawan Palembang yakni Mayjen TNI H Bambang Utoyo, Brigjen TNI H Hasan Kasim dan Kolonel H Barlian.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br/ &gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Lantai enam terdapat lukisan perjuangan kemerdekaan. Lantai tujuh gudang yang berisi buku sejarah dan perjuangan. Sedangkan lantai delapan juga terdapat foto dan lukisan para pahlawan. Para pengunjung juga bisa naik ke atap Monpera dan bisa melhat dari atas keadaan Kota Palembang terutama Jembatan Ampera. "Nah, kalau sudah di atap Monpera, siswa dan pngunjung suka foto-foto," tutupnya.&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;(roz/nni/ce1)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a style="color:#0000ff;font-family:Georgia;font-size:20px;text-decoration:none;fnt-weight:bold;"&gt;Ikon Baru Palembang&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Sebagai salah satu perwajahan Kota Palembang, selama ini Monpera terkesan tidak dianggap. Selain itu sepi kunjungan, juga kurang menarik untuk dikunjungi. Hal itu yang mendorong Pemkot Palembang melakukan revitalisasi. Konsep ke depan Monpera jadi kawasan dan taman terbuka untuk publik.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Kepala Dinas Tata Kota, Isnaini Madani, mengakui belum optimalnya fungsi dan keberadaan Monpera. Padahal, secara lokasi sangat strategis karena terletak di pusat kota. "Saat ini, terus dikerjakan perbaikan Monpera. Monpera akan menjadi taman dan kawasan terbuka untuk publik," bebernya.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Selain pagar, objek revitalisasi lainnya seperti penghijauan di seluruh area dan keliling Monpera. "Akan disediakan tempat foto-foto dengan view langsung ikon Palembang dan Ampera," tuturnya. Untuk menarik minat masyarakat agar berkunjung ke museum, akan dibangun lift, namun di lantai lima. Masyarakat yang ingin naik ke rooftop (puncak Monpera) harus berjalan kaki.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Palembang, Yanurpan mengatakan, Monpera memang harus segera direvitalisasi mengingat kondisi fisik bangunan sudah banyak tidak prima lagi. Banyak batu alam yang terkelupas. "Revitalisasi akan melibatkan Satuan Kerja Perangkat Dinas (SKPD) terkait, sesuai dengan tugas dan fungsi," cetusnya.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Misalnya, Penerangan Jalan, Pertamanan, dan Pemakaman (DPJPP) yang akan melakukan penambahan lampu, taman, dan air mancur. Kemudian Dinas Pekerjaan Umum  Bina Marga (PU BM) membangun jalan dan lainnya. "Pengerjaan Monpera akan dilakukan secara bertahap," sebutnya.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Dia menambahkan, kenyamanan yang meliputi kebersihan, keindahan, dan keamanan Kota Palembang akan menjadi daya pikat  investasi dan kunjungan wisata ke Palembang. "Palembang harus dibuat senyaman mungkin sehingga warga maupun pendatang merasa betah," kata Yanurpan.&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;(yun/ce1)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a style="color:#0000ff;font-family:Georgia;font-size:20px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;Monpera-Museum SMB II Jadi Satu Kawasan&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br/ &gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Palembang, Yanurpan Yany, melalui sekretaris Ahmad Zazuli mengungkapkan, Monpera terus dibenahi oleh Pemkot Palembang. Meskipun anggaran masih terbatas, pemkot berencana menjadikan Monpera sebagai destinasi tujuan wisata unggulan dan sebagai taman kota selain Kambang Iwak.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Tahap awal, Monpera sudah dibenahi dan dipercantik dengan menambah fasilitas. "Sudah dua tahun belakangan ini, Pemkot Palembang melakukan pembenahan secara bertahap, sekarang sudah lumayan bagus," ujar Zazuli.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Tahun 2014 ini, fasilitas terus ditambah seperti AC dalam ruangan Monpera agar pengunjung merasa betah dan nyaman. Selain itu, penambahan daya listrik untuk menerangi kawasan Monpera. "Sesuai perintah Wali Kota Palembang, menjadikan areal Monpera sebagai ruang publik yang terbuka untuk umum. Jadi publik bebas memasuki areal tersebut kecuali jika mau masuk monumen harus bayar tket," ucapnya.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Langkah awal yang sudah dilakukan ialah membuka pagar yang membatasi Monpera, dan mengubahnya menjadi tempat duduk untuk bersantai warga. Untuk menambah kecantikan areal Monpera, Disbudpar berkoordinasi dengan instansi dari beberapa SKPD seperti Dinas Pertamanan, Dinas Tata Kota dan lainnya.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Nah, dalam waktu dekat ini, pemkot akan menjadikan Monpera menjadi satu kawasan dengan Museum Sultan Mahmud Badaruddin (SMBV) II yang tepat berada di belakang Monpera. "Ke depan, Monpera dan Museum SMB II akan menjadi satu kawasan, nanti kita akan buka pagar yang memisahkan kedua bangunan tersebut. Hal ini supaya kawasan taman semakin luas bagi pelayanan publik," terangnya.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Menurut Zazuli, hal itu akan mulai terlihat pada akhir tahun 2014 dan diupayakan pada tahun 2015 sudah menjadi satu kawasan. "Ini adalah gebrakan dari Wali Kota Palembang," pungkasnya.&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;(roz/ce1)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a style="color:#ff1493;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;Sumatera Ekspres, Minggu, 10 Agustus 2014&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgaELXrRhNBIXUTwAG1gV9l6uJfD3_mGvjQLBHWcOBBJ0zw4pgcOiYIq8gLMDzpCsEHCmwSfbWasiz-wTgH05gBQ0Skz32FBisKxE5ze1mb7-v1APygla30QI-Wr-Zf2AddaKTkDjgFxzlJ/s72-c/Monpera1.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Warga Lebih Tertarik Kunjungi Wisata Modern Ketimbang Wisata Sejarah</title><link>http://plgindah.blogspot.com/2014/08/warga-lebih-tertarik-kunjungi-wisata.html</link><category>Wisata</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sun, 3 Aug 2014 06:11:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-889108828762430896.post-1709055165986724544</guid><description>&lt;p align="center"&gt;&lt;a style="color:#0000ff;font-family:Georgia;font-size:20px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;Orang Tua Harus Ikut Andil&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj0orGtjQcFLGWTaSjZdVBusbRWin8o5QPTWsxWAyzs4CJ25d8j6VZsu1TqDb8Ciq0QIqFPLQtUbJuGXLtdRoFBPhcCRuWsWG75OWn_J95-Lviz9t6pZcOIyx-OB3rpamy_duSSm8P2yd7Z/s400/SAM_2674_A10E2_LMB2008.jpg" title="Warga Lebih Tertarik Kunjungi Wisata Modern Ketimbang Sejarah | LEMABANG 35 -- Sekedar Berbagi Informasi | LEMABANG 2008 -- Berita, Photo dan Wallpaper" alt="Warga Lebih Tertarik Kunjungi Wisata Modern Ketimbang Sejarah" width="620" height="320" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#0000ff;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;Nasib wisata seperti berada di ujung tanduk. Setiap hari libur, tingkat kunjungan wisata tak seramai dengan wisata modern. Selain minim promosi, fasilitas yang disediakan pun terkesan minim. Bagaimana pemerintah menyikapinya?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;font color="red"&gt;________________________________________&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Berlibur itu menyenangkan. Banyak warga berbondong-bondong membawa anggota keluarga menikmati beragam paket wisata. Baik itu, wisata alam, wisata sejarah hingga wisata modern. Belakang, wisata mocern yang didominasi hasil karya manusia cenderung diminati warga. Sementara, wisata sejarah maupun wisata alam sangat minim. Padahal, banyak edukasi yang didapat melalui wisata sejarah maupun wisata alam ini. Terutama bagi anak usia dini. Dengan demkian, para orang tua harus ikut andil meramaikan wisata sejarah. Di Sumsel misalnya, wisata alam cukup banyak. Tetapi, hanya dikunjungi saat libur hari-hari besar. Sementara wisata modern hampir setiap akhir pekan diserbu pengunjung.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Seperti halnya pada libur Lebaran tahun ini. Tingkat kunjungan pada sejumlah objek wisata alam seperti di Gua Putri di Kabupaten OKU, Air terjun Bedegung di Kabupaten Muara Enim, Danau Ranau di Kabupaten OKU, Bukit Siguntang di Palembang hingga lokasi wisata alam lainnya di Sumsel tak seramai dibanding wisata modern Amanzi Waterpark, OPI Waterfun maupun Fantasy Iceland.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Semestinya, para orang tua memberikan keseimbangan kepada anak-anaknya untuk mengenal semua jenis wisata. Sehingga, akan memberi memori yang baik bagi perkembangan anak. "Memang harus seimbang sih. Sehingga anak-anak dapat memahami sejarah, terutama bagi mereka yang sudah sekolah," ujar Fatmawati, ibu rumah tangga yang sengaja membawa anaknya ke Monpera Palembang untuk melihat sejarah perjuangan kemerdekaan.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Ia mengakui, wisata sejarah amupun wisata alam banyak dikunjungi saat hari libur tertentu. Seperti halnya libur Lebaran saat ini. "Ya kerena banyak waktu luang. Jadi, anak-anak dibebaskan untuk memilih. Selain itu, kalau wisata sejarah tidak terlalu berdesak-desakan dibanding wisata modern," katanya.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Semenatara di Museum Balaputr Dewa, Km 5, Kota Palembang. Meskipun tidak signifikan, tapi warga asli Palembang yang kebetulan mengajak saudara berlibur ke Palembang memilih museum tempat penyimpanan peninggalan sejarah itu sebagai tujuan.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;"Banyak dari luar Palembang, seperti Bogor, Bandung dan Jakarta. Tapi sebenarnya mereka asli Palembang, tapi berlibur dan mengajak keluarga ke sini (museum, red) sebagai edukasi," ungkap Beni, pemandu wisata Museum Balaputr Dewa Palembang.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Dijelaskan, selama masa liburan Lebaran tahun ini, dalam sehari jumlah kunjungan mencapai 60 orang dari umum. Jumlah kunjungan yang sulit dicapai pada hari-hari biasa. "Kalau hari biasa untuk umum sulit mencapai jumlah kunjungan 50 orang, tapi kalau anak sekolahan biasanya datang berombongan. Rata-rata mereka yang datang memang ingin mengetahui sejarah Kerajaan Sriwijaya, bahkan ada seju,lah backpacker dari Belanda," ucapnya.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Indah pengunjung museum yang dibincangi Sumatera Ekspres mengaku, sengaja memilih museum untuk memberikan pengetahuan kepada anaknya tentang Sriwijaya. Maklum, saat ini menetap di luar Kota Palemban. "Penting untuk mengetahui sejarah, makanya saya ajak ke museum selama liburan jga bisa belajar," tukasnya.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Sementara di Taman Wisata Punti Kayu, sejak dibuka 29-31 Juli lalu, sudah tembus 4 ribu pengunjung dengan rata-rata 1.300 pengunjung setiap harinya. Mayoritas warga yang datang dari luar Kota Palembang yang berlibur bersama keluarga. "Kalau har biasa hanya 4 ratus pengunjung setiap harinya, terjadi peningkatan 200 persen pengunjung," kata Humas Taman Wisata Alam Punti Kayu Palembang, Antony, kemarin (2/8).&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Menurut Antony, dipilihnya Punti Kayu oleh warga untuk menghabiskan liburan karena selain posisi letak yang strategis di tengah kota juga tiket masuk rekreasi yang terjangkau oleh masyarakat. "Tiket masuk dewasa Rp 10 ribu dan anak-anak Rp 5 ribu. Tapi memang sepertinya masyarakat lebih menikmati wisata alam ketimbang buatan, lebih alami dan bisa dinikmati semua kalangan," urainya.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Marwan, warga Banyuasin yang berwisata bersama keluarga mengaku lebih memilih Punti Kayu yang notabene wisata alam ketimbang mengunjungi mall dan lainnya karena mencari suasana yang kekeluargaan. "Di sini (Punti Kayu, red) kita bisa mengenal alam dan bisa santai berkumpul bersama keluarga, tidak di mall yang bersifat individual dan tidak bisa santai sambil gelar tikar," ungkap Marwan yang datang bersama anak dan istrinya.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Sementara pengamat pendidikan Prof Dr H Sirozi menilai wajar jika ada kecenderungan orang tua mengajak anggota keluaganya ke wisata modern. Kondisi ini tentunya sudah sesuai perkembangan zaman. "Saya kira sebenarnya orang tua mengajak anak ke tempat hiburan modern itu sesuai tren perkembangan di masyarakat," ujar Sirozi.&lt;/a&gt;&lt;br/ &gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Ia mengatakan, untuk wisata alam (historis) pemerintah belum maksimal mempromosikan aset wisata alam, tak hanya sebatas itu saja manajemen pengelolaan hanya sekedarnya, segi keamanan juga kurang. "Di Sumsel pengelolaan potensi wisata alam di setiap daerah sangat banyak tapi cenderung promosi dan pengelolaan kurang. Sehingga orang tua terkadang lebih suka memperkenalkan anaknya ke wisata modern," ucap Sirozi.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Selain itu, untuk ke daerah belum lagi jarak tempuh yang jauh memakan waktu lama. Segi keamanan kurang terjamin. Makanan juga sulit di dapat. "Harapan ke depannya pemerintah dapat melakukan pengelolaan dan pengembangan lebih baik lagi sehingga menjadi pilihan dari orang tua," katanya.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Tidak hanya sebatas itu, wisata alam juga dapat diinformasikan dengan pendidikan misalnya dengan keberadaan museum itu bisa memaksimalkan potensi museum yang saat ini masih kurang diminati. "Kurang peminat karena belum maksimal pengelolaan," tandasnya.&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;(mik/cj9/nni/asa/ce1)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a style="color:#0000ff;font-family:Georgia;font-size:20px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;Momen Kumpul Bersama Keluarga&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgk3GQ16dchPSc88ykjcmh1VS3PDzjlNIKdbxXgBtmVjUXQM6eZo8bn9vYR3uGi3csLKB38Mxc5zXPVv3pT25kCiNp3TszT5UqLk_XhwAiaz3GTKJQQocSiiscKediB29HJuVl5quw22QHz/s400/SAM_2675_A10E2_LMB2008.jpg" title="Warga Lebih Tertarik Kunjungi Wisata Modern Ketimbang Sejarah | Momen Kumpul Bersama Keluarga | LEMABANG 35 -- Sekedar Berbagi Informasi | LEMABANG 2008 -- Berita, Photo dan Wallpaper" alt="Warga Lebih Tertarik Kunjungi Wisata Modern Ketimbang Sejarah | Momen Kumpul Bersama Keluarga" width="620" height="320" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;Ramai:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Pengunjung asyik bermain di wahana permainan yang berada di Amanzi Waterpark&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#ff0000;font-family:Georgia;font-size:16px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;Kunjungi Tempat Wisata dan Mall&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Momen liburaan sekolah dan Lebaran banyak dimanfaatkan keluarga untuk berkunjung ke tempat pariwisata. Puncak liburan diprediksi akan berakhir hingga besok (hari ini, 3/8), sebab Senin (4/8) masyarakat sudah kembali beraktivitas.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Kepala Bagian (Kabag) Humas OPI Waterfun, Novi mengatakan, sehari setelah Lebaran permintaan kunjungan mengalami peningkatan signifikan bahkan mencapai 50 persen. "Kemarin pengunjung yang datang mencapai dua ribu orang. Jumlah itu meningkat dibanding kondisi normal yang berkisar 1.000 pengunjung per hari," ujarnya kemarin.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Dikatakan, tingkat kunjungan didominasi dari kalangan keluarga yang mencapai 95 persen. "Pengunjung mayoritas dari dalam Kota Palembang. Ada dari luar daerah tetapi tidak terlalu banyak, mungkin hanya 10 persen," ungkapnya.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Menurutnya, saat ini masyarakat cenderung menghabiskan waktunya bersama keluarga untuk melakukan refresing. "Tetapi kami prediksi lonjakan ini hanya akan terjadi hingga minggu nanti kemudian kembali normal lagi," tukasnya.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Selain tempat wisata tujuan masyarakat menghabiskan waktu bersama keluarga di pusat-pusat perbelanjaan. Seperti di Palembang Indah Mall (PIM) nampak sangat ramai. Selain lalu lalang pengunjung banyak ke restoran dan wahana permainan. Event dan Promotion PIM, Intan mengatakan, hari ini traffic pengunjung masih sangat ramai yang mencapai 10 ribu pengunjung. "Jumlah ini meningkat 50 persen dari kondisi normal yang berkisar diangka 6 ribu-7 ribu pengunjung per hari," ungkapnya.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Namun, mulai Senin mendatang pihaknya optimis pengunjung akan kembali stabil. Itu dikarenakan masyarakat mulai masuk kerja. Corporate Manager Palembang Square (PS) Mall, Ghufron menambahkan, mulai Lebaran hingga H plus 4 pengunjung sangat lebih dari 60 ribu pengunjung per hari. "Untuk memfasilitasi pengunjung semua tenan juga tetap beroperasi selama Lebaran," ungkapnya. Selain berbelanja pengunjung memilih ke restoran dan ke tempat hiburan seperti menonton bioskop.&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;(cj9/asa)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a style="color:#0000ff;font-family:Georgia;font-size:20px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;Tingkatkan Promosi Wisata&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Butuh peran bersama dalam upaya memajukan sektor wisata. Baik itu wisata alam maupun wisata daerah. Sebab, kesiapan masyarakat juga dibuthkan. "Kalau wisata alam pengunjung kebanyakan orang kota yang bosan dengan suasana perkotaan, tapi kalau wisata modern kebanyakan pengunjung dari daerah," ungkap Sekretaris Dinas Pariwisata dan Budaya (Disbudpar) Palembang Drs Ahmad Zazuli.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Nah, mall hingga kolam renang serta permainan anak-anak merupakan bagian dari wisata modern. Banyak pengunjung dari daerah yang mendatanginya. Tetapi harus diingat, bahwa kehadiran museum sejarah sebagai bagian dari pariwisata belakangan banyak diminati. Setiap hari libur tingkat kunjungan cukup tinggi. Di Palembang, sektor wisata ramai dikunjungi wisatawan. "Liburan keluarga memang jarang dijadikan momen ke tempat-tempat museum," terangnya. Tetapi, pada momen-momen tertentu ramai.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Ke depan pihaknya akan melakukan penataan kenyamanan bagi pengunjung, bekerja sama dengan pihak terkait seperti pengelola museum dan bekerja sama dengan dinas pendidikan terkait baik Palembang ataupun kabupaten/kota lainnya. "Peningkatan promosi juga akan digencarkan," tandasnya.&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;(nni/asa/ce1)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a style="color:#ff1493;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;Sumatera Ekspres, Minggu, 3 Agustus 2014&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj0orGtjQcFLGWTaSjZdVBusbRWin8o5QPTWsxWAyzs4CJ25d8j6VZsu1TqDb8Ciq0QIqFPLQtUbJuGXLtdRoFBPhcCRuWsWG75OWn_J95-Lviz9t6pZcOIyx-OB3rpamy_duSSm8P2yd7Z/s72-c/SAM_2674_A10E2_LMB2008.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Melihat Angka Kecelakaan Arus Mudik-Balik Lebaran 2014</title><link>http://plgindah.blogspot.com/2014/08/melihat-angka-kecelakaan-arus-mudik.html</link><category>Nasional</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sat, 2 Aug 2014 07:17:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-889108828762430896.post-8602932529305450023</guid><description>&lt;p align="center"&gt;&lt;a style="color:#0000ff;font-family:Georgia;font-size:20px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;Turun 14 Persen, Dominan Human Erorr&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh7f2LDPsvtEFUznKHRgg3OEIMYNo_bECPyw-QdGehzrHC1pD-PRVJXqsV91eZCp1uD-Vf4CVkk5SG7sPVirHboO3WhWwmr3J7RImgeqI7cT3OkQFgzpfBl11tP8-cpmfBb9C2_qa71YNyx/s400/SAM_2620-A10E5_LMB-2008.jpg" title="Melihat Angka Kecelakaan Arus Mudik-Balik Lebaran 2014 | LEMABANG 35 -- Sekedar Berbagi Informasi | LEMABANG 2008 -- Berita, Photo dan Wallpaper" alt="Melihat Angka Kecelakaan Arus Mudik-Balik Lebaran 2014" width="620" height="320" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#0000ff;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;Kecelakaan arus mudik-balik Lebaran 2014 diklaim turun 14 persen. Tapi ini masih menjadi persoalan. Sebab, satu nyawa saja melayang di jalan, itu masalah besar. Butuh kesadaran bersama akan pentingnya keselamatan berlalu lintas. Satu sisi, pemerintah juga harus siap baik dari infrastruktur hingga armada angkutan.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;font color="red"&gt;_________________________________________&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Puncak arus balik diprediksi akan terjadi besok (hari ini, red) atau H+4 Lebaran. Jumlah pemudik diprediksi akan terus meningkat hingga Minggu 3 Agustus. Dengan tingginya intensitas kendaraan yang melintas, tentunya harus diimbangi dengan kewaspadaan para pemudik.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Pada mudik Lebaran 2014 kasus kecelakaan diklaim menurun 14 persen dibanding 2013 lalu. Namun, hars diingat, jika saat ini masih dalam proses arus balik. Tidak menutup kemungkinan akan ada penambahan jumlah kecelakaan hingga H+7 Lebaran nanti.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Kementerian Perhubungan sendiri merilis data terbaru ju,lah kecelakaan selama musim mudik Lebara. Hingga H+2 atau tanggal 31 Juli lalu, total ada 2.003 kejadian yang menimbulkan korban jiwa hingga 429 orang.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Dari total 2.003 kejadian kecelakaan itu direkapitulasi sejak H-6 Lebaran secara nasional. Selain 429 orang neinggal dunia, ada juga 541 orang luka berat, dan 2.595 luka ringan. Angka di atas jumlahnya berkurang cukup dratis bila dibanding dengan tahun lalu.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Di hari yang sama, tahun lalu tercatat ada 2.337 kejadian dengan jumlah korban tewas mencapai angka 518 orang dan luka berat 848 orang, serta luka ringan 3.087 orang. Kemenhub juga menyampaikan pantauan volume lalu lintas di ruas jalan arus mudik hingga pukul 08.00 WIB kemarin. Laporan sementara secara umum, situasi lalu lintas masih lancar.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br/ &gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Dari sekian jumlah pemuci kecelakaan, ternyata salah satunya didominan faktor manusia atau human erorr. Manusia dalam hal ini pemudik yang mengalami kecelakaan karena ketidaksiapan fisik. Mereka pada hari sebelum keberangkatan dalam kondisi tubuh tidak prima. Angka kecelakaan paling tinggi yaitu pemudik dengan kendaraan pribadi yang mengemudi dalam keadaan lelah, mengantuk. Selain itu juga sopir kendaraan umum menjadi penyebab kecelakaan mudik disebabkan memaksakan tubuh tidak fit untuk tetap menyopir tanpa ada sopir pengganti.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Untuk diketahui, kasus kecelakaan pesepeda motor tahun lalu masih cukup tinggi selama mudik Lebaran. Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susanto menyebut, data Korlantas Mabes Polri saat arus mudik 2013, yakni H-7, H1, H2 dan H+7, keterlibatan sepeda motor dalam kecelakaan mencapai 71 persen.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Angka itu setara dengan 163 kasus per hari, sedangkan korban tewas dari pesepeda motor mencapai sekitar 21 jiwa per hari. Karenanya pemerintah mengimbau agar pemudik yang menggunakan sepeda motor selalu waspada.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;"Kami mengajak pemudik lebih waspada. Ada lima aspek utama dalam mengatasi permasalahan mudik," ujar Bambang. Kelima aspek itu, lanjutnya, mencakup keamanan, keselamatan, keterjangkauan, dan kultural. Di antara kelima aspek tersebut, aspek keamanan dan keselamatan merupakan faktor vital yang wajib diwaspadai ketika mudik.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Kemenhub, tahun ini telah berupaya mengurangi jumlah pemudik yang menggunakan sepeda motor agar beralih menggunakan transportasi umum. Seperti menyediakan angkutan gratis sepeda motor bagi pemudik, menambah tiket KA.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;"Secara umum, upaya-upaya yang telah dilakukan untuk menekan kecelakaan antara lain penerapan sepeda motor di jalur lambat, pembuatan jaur khusus sepeda motor, ruang henti khusus sepeda motor. Upaya-upaya untuk memperkecil terjadiannya kecelakaan terus kita lakukan," tandasnya.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Sementara Relawan Road Safety Association (RSA) Indonesia mengajak masyarakat untuk peduli atas keselamatan berlalu lintas khususnya saat mudik Lebaran. Begitu juga saat balik. Karena, keselamatan berlalu lintas pada dasar tergantung pada bagaimana pengemudi dapat mentaati peraturan saat di jalan raya.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Hal itu karena persoalan yang kerap muncul dalam dalam pelaksanaan mudik Lebaran adalah kemacetan dan kecelakaan lalu lintas. "Bagi kami, satu nyawa saja melayang di jalan merupakan masalah besar. Karena itu, kami tidak bosan melakukan sosialisasi, edukasi, dan advokasi untuk menciptakan lalu lintas jalan yang aman, nyaman, dan selamat," kata Ketua Umum RSA Indonesia Edo Rusyanto.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Dia mengatakan pada 2013, selama arus mudik dan balik Lebaran setiap hari rata-rata 230 kasus kecelakaan dan merenggut 50 jiwa per hari. Menurut dia, meskipun angka-angka itu menurun jika dibandingkan dengan periode sama setahun sebelumnya, bagi RSA Indonesia peristiwa itu merupakan persoalan besar.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Menurut Edo, salah satu cara mengajak publik lebih peduli masalah keselamatan berlalu lintas jalan adalah lewat kegiatan seperti aksi simpatik. "Pilihan aksi simpatik di tiga titik Pangkaan Jati karena merupakan kawasan paling ramai di pintu keluar Jakarta menuju pantai utara (Pantura)Jawa," ujarnya.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Menurut dia, selain spanduk berisi pesan ajakan keselamatan jalan, relawan juga membagikan selebaran dengan isi  yang serupa dan peta jalur mudik terbaru edisi tahun 2014. Aksi simpatik kali ini diikuti relawan RSA Indonesia dari berbagai latar belakang seperti mahasiswa, pekerja swasta, hingga wiraswastawan.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Sementara Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkomminfo) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mengklaim arus mudik dan arus balik Lebaran tahun ini di wilayahnya melalui jalr darat, laut dan udara berjalan lancar.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Walaupun kemacetan terjadi di beberapa ruas jalan darat, hal itu dinilai akibat membludaknya volume kendaraan. Beberapa titik kemacetan didominasi di lokasi yang terdapat pasar tumpah di jalur yang dilewati.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;"Ya kemacetan jalur darat sering terjadi di lokasi pasar tumpah seperti di wilayah Prabumulih, tapi kondisinya dinilai masih wajar, yang penting tidak terjadi kemacetan total," ujar Musni Wijaya, kepala Dishubkominfo Sumsel, kemarin (1/8).&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Dijelaskannya, arus balik di Sumsel juga tidak ada hambatan, dan semua moda transportasi, baik pesawat udara, kereta api, bus AKAP yang mengangkut para pemudik lebaran berjalan cukup lancar.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Untuk tren arus mudik Lebaran tahun ini, kata Musni, Justru masyarakat Sumsel lebih banyak menggunakan moda transportasi udara lewat pesawat terbang. "Kalau pemudik yang menggunakan sepeda motor tidak terlalu ramai, mungkin karena di wilayah Sumatera beda dengan di Jawa yang kebanyakan menggunakan motor," ucapnya. Beda dengan arus mudik, arus balik justru lebih banyak didominasi menggunakan angkutan penyeberangan feri di Pelabuhan Tanjung Api-Api (TAA).&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;font-weight;bold;"&gt;(rel/cj9/roz/asa/ce1)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a style="color:#0000ff;font-family:Georgia;font-size:20px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;Ngantuk Picu Kecelakaan&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Masih dalam suasana arus balik Lebaran, insiden kecelakaan merenggut korban jiwa terjadi di jalan lintas timur Palembang--Jambi tepatnya di Km 23, Desa Rejodadi, Kecamatan Sembawa, Kabupaten Banyuasin, kemarin (1/8), sekitar pukul 11.00 WIB.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Dalam peristiwa tersebut pengemudi mobil Xenia, Ismet Hendrichayani (50), warga Surabaya Tewas. Sementara tiga penumpang lainnya luka-luka. Kecelakaan adu kambing antara mobil Xenia nopol B 1423 UOH yang dikendarai Ismet dan truk Isuzu nopol BG 8620 JB, dikemudian Ieawan (32), warga Kecamatan Sembawa, Banyuasin.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Kapolres Banyuasin AKBP Ahmad Iksan SIK, melalui Kasat Lantas  AKP Sukamto didampingi Katim Laka Brigpol Robby, mengatakan, dugaan sementara penyebab kecelakaan karena sopir Xenia mengantuk sehingga tidak mampu mengendalikan kendaraannya.&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;(qda/asa/ce1).&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a style="color:#0000ff;font-family:Georgia;font-size:20px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;Di Sumsel, Turun 50 Persen&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br/ &gt;&lt;a style="color:#ff0000;font-family:Georgia;font-size:16px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;Pengemudi Diimbau Tetap Waspada&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Setelah mudik Lebaran, masyarakat akan balik. Namun arus balik kali ini tidak terlihat begitu mencolok dibanding Lebaran sebelumnya. "Trafik kendaraan yang melintas memang terjadi peningkatan, tetapi tidak terlalu signifikan dibanding kondisi normal," ujar Dirlantas Polda Sumsel Kombes Pol Suharsono, kemarin.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Pihaknya memprediksi lonjakan arus mudik akan kembali terjadi besok (hari ini, red). itu karena masyarakat sudah mulai masuk kerja Senin nanti. "Prediksi kami arus mudik akan berakhir besok (hari ini, red)," ungkapnya.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Oleh karena itu pihaknya mengimbau, agar pengendara lebih berhati-hati untuk melintas karena dikhawatirkan jalanan akan ramai. "Kami imbau masyarakat bagi yang membawa kendaraan sendiri untuk memastikan kendaraan. Cek terlebih dahulu kendaraan sebelum mengendara," tuturnya.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Pastikan kondisi tubuh fit, dan jangan begadang sebelum mengendara karena akan menyebabkan kantuk sehingga membahayakan keselamatan. "Berhentilah di pos-pos yang telah disediakan jka terasa lelah. Beristirahatlah dan minumlah obat jika merasa sakit. Karena di pos tersebut kami menyediakan obat-obatan," tuturnya.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Kemudian, cek kendaraan secara berkala dalam perjalanan. Jika khawatir ada kerusakan berhentilah di bengkel terdekat untuk melakukan perawatan jangan sampai memaksakan kendaraan untuk terus melaju. Sebab, sepanjang jalan mudik banyak terdapat bengkel-bengkel siaga.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Terpenting kata Suharsono, jangan lupa memanjatkan doa sebelum berkendaraan. Karena atas kehendak-Nya, Insya Allah diberi keselamatan hingga tujuan. "Berdoalah sebelum mengemudi karena tanpa doa dan pertolongan-Nya, kita manusia bukan apa-apa," imbuhnya.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Dengan demikian pihaknya optimis tingkat kecelakaan dapat diminimalisir. Pihaknya mencatat selama arus mudik dan balik Lebaran 2014 tingkat kecelakaan mengalami penurunan hingga 50 persen dibanding periode 2013 lalu. "Secara kuantitatif tingkat kecelakaan turun. Tetapi secara kualitatif angka kecelakaan masih sama. Hal ini tergantung pada kesadaran pengendara," tukasnya.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Dikatakan, hingga hari ini (kemarin, red) angka kecelakaan arus mudik dan balik memcapai 29 insiden. Menurun dibandingkan tahun 2013 sebanyak 62 kejadian. Untuk hari ini, lanjutnya, jalur lintas di Inderalaya masih terlihat normal dan tidak mengalami penumpukan kendaraan. Walau demikian pihaknya tetap mngerahkan petugas untuk tetap berjaga.&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;(qda/asa/ce1)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a style="color:#ff1493;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;Sumareta Ekspres, Sabtu, 2 Agustus 2014&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh7f2LDPsvtEFUznKHRgg3OEIMYNo_bECPyw-QdGehzrHC1pD-PRVJXqsV91eZCp1uD-Vf4CVkk5SG7sPVirHboO3WhWwmr3J7RImgeqI7cT3OkQFgzpfBl11tP8-cpmfBb9C2_qa71YNyx/s72-c/SAM_2620-A10E5_LMB-2008.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Bedah 1.000 Rumah Kumuh</title><link>http://plgindah.blogspot.com/2014/08/bedah-1000-rumah-kumuh.html</link><category>Palembang</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Fri, 1 Aug 2014 04:44:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-889108828762430896.post-337623423722228512</guid><description>&lt;p align="center"&gt;&lt;a style="color:#0000ff;font-family:Georgia;font-size:20px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;Di Kawasan Seberang Ulu&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh7_adwi-RzsPUMW0iIRE-dxGN_HPUGjSg3YtlEcFuG0h0i0D-PIH5YUdcuHuDVOjL7bHubaKU-WznavLrdJRxf9Pld5-C7MkhjGygVN49Xk8gFTLK8CradVHrMmylmoI7pX-iVdRMn_aUW/s400/SAM_2599_-_LMB2008_A10-E2.jpg" title="Bedah 1.000 Rumah Kumuh | LEMABANG 35 | LEMABANG 2008 -- Berita, Photo dan Wallpaper" alt="Bedah 1.000 Rumah Kumuh" width="620" height="320" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;Butuh perhatian:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Deretan rumah di pinggir Sungai Musi kawasan Seberang Ulu yang memerlukan perhatian pemerintah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;font color="red"&gt;_________________________________________&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#0000ff;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;font-weight:bold;font-weight:bold;"&gt;PALEMBANG&lt;/a&gt; --- &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Pemerintah Kota (Pemot) Palembang mengalokasikan dana Rp 10 miliar dari APBD tahun ini untuk program bedah rumah. Ada 1.000 rumah di kawasan Seberang Ulu (SU) I dan II yang akan dibedah.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Pelaksanaannya minggu kedua Agustus. "Setidaknya, sudah ada 1.000 kepala keluarga  (KK) yang sudah didata untuk dibedah rumahnya," jelas Kepala Bidang (Kabid) Perumahan Rakyat Dinas PU Cipta Karya (PUCK) Kota Palembang, Albert Midianto, kemarin.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Dalam program bedah rumah ini, pihaknya akan terlebih dahulu memfokuskan perbaikan atap rumah, baru dilanjutkan dengan dinding dan lantai rumah yang dibedah.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Dijelaskan Albert, kawasan SU sengaja dipilih untuk menerima program ini sesuai surat keputusan (SK) daerah kumuh yang dimiliki Kota Palembang dan data dari pusat. Mayoritas kawasan kumuh sedang berada di wilayah SU. "Sebenarnya kalau berpatkan data, 80 persen rumah kumuhdi wilayah SU butuh renovasi. Namun, kami baru memilih yang paling layak dibantu yakni sekitar 1.000 rumah," imbuhnya.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Ke depan, dinas PUCK juga akan melakukan bedah rumah di kawasan Seberang Ilir hingga merata di seluruh titik yang memiliki rumah kumuh.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;"Sebenarnya, kami sudah melakukan survei terkait penerimaan manfaat bedah rumah ini. Namun untuk akurasi data, sekarang kami masih melakukan survei ulang. Begitu sudah clear, maka akan segera dibangun," cetus Albert.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Lebih lanjut dikatakan Albert, KK yang berhak menerima bantuan program bedah rumah ini adalah masyarakat yang berpenghasilan rendah dengan jumlah tanggungan banyak. Lalu, akan dilihat pula kriteria rumahnya. Juga pekerjaan dan berdasarkan usulan dari RT, RW, tokoh masyarakat setempat, serta usulan dari diri sendiri.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Jika semua kriteria terpenuhi, ucap Albert, pihaknya akan melakukan survei ke lapangan bersama tokoh masyarakat setempat. Survei untuk mengecek kondisi rumah yang akan dibedah. "Kami memperioritaskan rumah warga yang memang mendesak untuk dibedah," pungkasnya.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Lebih lanjut dikatakan Albert, ciri-ciri rumah kumuh di antaranya, memiliki sanitasi yang buruk. Bahkan ada beberapa rumah yang belum memiliki sanitasi. Myoritas rumah kumuh berbentuk panggung dengan dinding papan dan atap rumah daun atau seng yang sudah berkarat.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Selain itu, untuk lantai rumah, masih menggunakan papan seadanya. Penghuninya kadang lebih dari satu KK dengan jumlah anak lebih dari tiga orang. "Rata-rata mata pencaharian mereka yang tinggal di rumah kumuh di sektor nonformal dan bersifat tidak tetap," tuturnya. Kondisi rumah kumuh cenderung berdempetan, bahkan tidak mempunyai jarak.&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;(cj6/ce4)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a style="color:#ff1493;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;Sumatara Ekspres, Jumat, 1 Agustus 2014&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh7_adwi-RzsPUMW0iIRE-dxGN_HPUGjSg3YtlEcFuG0h0i0D-PIH5YUdcuHuDVOjL7bHubaKU-WznavLrdJRxf9Pld5-C7MkhjGygVN49Xk8gFTLK8CradVHrMmylmoI7pX-iVdRMn_aUW/s72-c/SAM_2599_-_LMB2008_A10-E2.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>40 Meter di Atas Air</title><link>http://plgindah.blogspot.com/2014/01/40-meter-di-atas-air.html</link><category>Palembang</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Thu, 30 Jan 2014 07:24:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-889108828762430896.post-1643628766032284527</guid><description>&lt;p align="center"&gt;&lt;a style="color:#9400D3;font-family:Georgia;font-size:20px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;Jembatan Musi III Telan Dana Rp 10 T&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjs__jhJytLHuqzg2wqk8KhCgyNg8S1Jz-5iBdypaAUA6JDJJQAZciFZtpT0eEN6rZw25K_S7QIYA20ixXtrfgMIO1EOMowXgs1hQ70QpDMFSRdNrUE0ZiMKuoKiW6_940JeczJWX8jqHbw/s320/IMG-20140130-00533-b1.jpg" title="40 Meter di Atas Air" alt="40 Meter di Atas Air" width="620" height="300" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#0000ff;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;PALEMBANG&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;--- Tiga tahun menggantung karena masalah ketinggian, rencana pembangunan Jembatan Musi III akhirnya menemui titik terang. Rapat di ruang Bina Praja Pemprov Sumsel, kemarin (29/1), menyepakati ketinggian jembatan ini minimal 40 meter dari atas permukaan air.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Pembangunan Jembatan Musi III ini akan menelan dana Rp 8-10 triliun, dari APBN,. Informasi terbaru itu diungkapkan Asisten II Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Ir H Eddy Hermanto SH yang dibincangi Koran Ini usai melaksanakan rapat bersama konsultan Jepang. Mitsui Consultants Co Ltd.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Dijelaskannya, pembangunan Jembatan Musi III ini tetap menggunakan plan I yang sudah ditandatangani Gubernur Sumsel. Dokumen analisa mengenai dampak lingkungan (Amdal) dan&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#666666;font-family:Monotype Corsiva;font-size:17px;text-decoration:none;"&gt;detail engineering design&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(DED) pun sudah selesai. "Tinggal menambah kontruksi dan segera menyelesaikan pembebasan lahan saja," katanya.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Kata Eddy, Jembatan Musi III ini akan dibangun di sekitar lahan Pertamina kawasan Bagus Kuning. Badan jembatan akan melintas di atas Pulau Kemaro, hingga ujungnya menembus ke kawasan Merah Mata.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;"Ini pas dengan program Pemkot Palembang yang akan mengembangkan wisata Pulau Kemaro. Pemandangan dari atas Pulau Kemaro akan menjadi objek wisata tersendiri bagi yang melintas di atas Jembatan Musi III," bebernya.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Diakui Eddy, selama ini pembangunan Musi III ini terkendala faktor ketinggian jembatan. "Hambatan untuk membangun Musi III ini karena dalam desain lama telah ditetapkan ketinggiannya 50 meter. Tapi dari Pelindo meminta ketinggian berada di atas itu," imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Masalah itu terpecahkan dengan adanya kesepakatan terbaru pada 23 Desember lalu. Pelindo mengatakan Jembatan Musi III boleh dibangun ketinggian minimal 40 meter, dan itu sudah sesuai dengan Kementerian PU. "Pembahasan itu alot dan tertunda selama tahun lamanya. Baru&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#666666;font-family:Monotype Corsiva;font-size:17px;text-decoration:none;"&gt;clear&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;23 Desember lalu. Kami akan segera melanjutkan pembangunannya dengan melakukan pembebasan lahan," cetus Eddy.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Ditambahkannya, dari Pelindo bahkan akan menyiapkan alat beratjika bahan pembuat jembatan datang. Ketinggian minimal 40 meter itu berpatokan pada air sungai pasang. Tapi lebih tinggi dari itu makin bagus. Asumsinya, tiang kapal tertinggi yang melintas di sana adalah 30 meter.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Kapal yang sering melintas merupakan kapal konvesional sepanjang 180 meter dengan ketinggian 40 meter. Untuk pendanaan Jembatan Musi III ini diakui Eddy belum diajukan ke pemerintah pusat. Tapi telah diperkirakan kalau kebutuhan anggarannya berkisar Rp 8-10 triliun dan semua akan dimintakan dari APBN.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;"Kalau duhulu, dana pembangunan Musi III diprediksi hanya Rp 4-6 triliun. Tapi sekarang sudah berubah mengingat bahan baku sudah naik dan kontruksinya beda," tuturnya. Setelah ini, semua pihak terkait akan diundang, salah satunya untuk membahas persoalan dana. Yang jelas, suatu kemajuan karena sudah ada lampu hijau untuk pembangunan Jembatan Musi III ini.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Ditambahkan Eddy, jika pembangunan Jembatan Musi III terus tertunda, dikhawatirkan makin berdampak pada semakin macetnya Kota Palembang. Mr Akeyama, pimpinan tim dari Mitsui Consultants Co Ltd menyatakan, mereka sudah pernah paparan di kementerian terkait soal rencana pembangunan Jembatan Musi III ini. "Kami menyiapkan empat plan pembangunan Jembatan Musi III ini, namun belum ada persetujuan," katanya.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Ia bersyukur dalam rapat kemarin disepakati Jembatan Musi III tetap memakai plan I dengan ketinggian minimal 40 meter. Kata Akeyama, kedatangan mereka ke Palembang untuk melaksanakan studi mengenai Jembatan Musi di Sumsel.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;"Desember lalu kami sudah datang dan melaksanakan diskusi, fokus untuk pembangunan Jembatan Musi III, dan beberapa jembatan lain. Ke depan kami akan meneruskan studi untuk pembangunan Musi VIII yang berada di lingkar luar Timur Kota Palembang," pungkasnya.&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;(cj6/ce1)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#9400D3;font-family:Georgia;font-size:16px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;Ada Rp 10 M untuk Musi IV&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Kepala Satuan Non-Vertikal Tertentu (SNVT) Pelaksanaan Jalan Metropolitan Palembang, Ir H Junaidi, mengungkapkan tidak ikut dalam rapat membahas perkembangan pembangunan Jembatan Musi III di Pemprov Sumsel, kemarin. Namun ia memastikan, tahun ini tidak alokasi anggaran pada satuan kerja (satker)nya untuk pembangunan Jembatan Musi III.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;"Yang ada masalah anggaran untuk kontruksi awal Jembatan Musi IV, sekitar Rp 10 miliar," ujarnya kemarin. Menurutnya, Jembatan Musi IV yang sudah tersedia dana pembangunannya itu menghubungkan Seberang Ulu (kawasan Sungai Kangkang) ke kawasan Dinas Tata Kota Palembang (Seberang Ilir).&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;"Sudah siap bangun tahun ini. Namun kami masih nenunggu perkembangan pembebasan lahannya saja oleh pemerintah kota. Cepat lambatnya pembangunan Musi IV tergantung lahannya," tutur Junaidi. Nah, untuk Jembatan Musi III, dia belum mengikuti perkembangan terakhirnya. "Kalau untuk Musi III, kami belum tahu," pungkasnya.&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;(tha/ce1)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a style="color:#9400D3;font-family:Georgia;font-size:16px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;Rencana Jembatan Musi III&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#ff0000;font-family:Georgia;font-size:20px;font-weight:bold;text-decoration:none;"&gt;•&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Menelan Rp 8-10 T dari dana APBN&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#ff0000;font-family:Georgia;font-size:20px;font-weight:bold;text-decoration:none;"&gt;•&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Tinggi jembatan minimal 40 meter (Dengan patokan air pasang tinggi)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#ff0000;font-family:Georgia;font-size:20px;font-weight:bold;text-decoration:none;"&gt;•&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Sudah ada DED, amdal, dan persetujuan gubernur&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#ff0000;font-family:Georgia;font-size:20px;font-weight:bold;text-decoration:none;"&gt;•&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Pangkal di Seberang Ulu di sekitar Bagus Kuning&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#ff0000;font-family:Georgia;font-size:20px;font-weight:bold;text-decoration:none;"&gt;•&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Pangkal di Seberang Ilir di kawasan Pusri, tembus ke Merah Mata&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#ff0000;font-family:Georgia;font-size:20px;font-weight:bold;text-decoration:none;"&gt;•&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Jembatan Musi III melintasi bagian atas Pulau Kemaro&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a style="color:#ff1493;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;Sumatera Ekspres, Kamis, 30 Januari 2014&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjs__jhJytLHuqzg2wqk8KhCgyNg8S1Jz-5iBdypaAUA6JDJJQAZciFZtpT0eEN6rZw25K_S7QIYA20ixXtrfgMIO1EOMowXgs1hQ70QpDMFSRdNrUE0ZiMKuoKiW6_940JeczJWX8jqHbw/s72-c/IMG-20140130-00533-b1.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Tata Ulang BKB Jadi Pusat Kebudayaan</title><link>http://plgindah.blogspot.com/2014/01/tata-ulang-bkb-jadi-pusat-kebudayaan.html</link><category>Palembang</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Thu, 30 Jan 2014 07:19:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-889108828762430896.post-1062918872464883392</guid><description>&lt;p align="center"&gt;&lt;a style="color:#9400D3;font-family:Georgia;font-size:20px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;Bergaya Arsitektur Hybrid&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg9IKSsb6jYU3lPbtGxqMurmHrPNHvh3WuCR-jBgjbDH0QYB-kjoc1V0VJUsRkGx64UCrrPPNptkCUCDfZRQB3XFHUT-etmDnHFg9NI2BhFGmubGECXSZq2XubMOuuASnpAzdimBFTBO4wp/s320/IMG-20140129-00532-b1.jpg" title="Tata Ulang BKB Jadi Pusat Kebudayaan" alt="Tata Ulang BKB Jadi Pusat Kebudayaan" width="620" height="300" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;Indah:&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Pemandangan kawasan Benteng Kuto Besak (BKB) di waktu malam. Bukti sejarah ini harus dilestarikan karena merupakan salah satu ikon Kota Palembang&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#0000ff;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;PALEMBANG&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;--- Wacana restorasi kawasan Benteng Kuto Besak (BKB) kembali dibahas. Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin, mengadakan pertemuan tertutup dengan konsultan perencanaan PT Agro Lima Semarang yang menyusun&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#666666;font-family:Monotype Corsiva;font-size:17px;text-decoration:none;"&gt;detail engineering design&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(DED) pengembangan BKB. Usai pertemuan tersebut, Andi Siswanto, Direktur PT Agro Lima Semarang mengatakan, berdasarkan rencana yang mereka rumuskan, BKB akan ditata ulang menggunakan gaya arsitektur hybrid. Aplikasinya menggunakan konsep&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#666666;font-family:Monotype Corsiva;font-size:17px;text-decoration:none;"&gt;adoptive re-use&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;terhadap bangunan asli di sana, sesuai dengan program tata ruang yang sudah disusun.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Di sana, nantinya akan terdapat museum diorama,&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#666666;font-family:Monotype Corsiva;font-size:17px;text-decoration:none;"&gt;open air museum, open teater,&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;sekolah dan laboratorium, studio seni, pertunjukan dan teatrikal,&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#666666;font-family:Monotype Corsiva;font-size:17px;text-decoration:none;"&gt;home stay, art and craft shop,&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;serta gedung serba guna.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;"Museumnya akan berkonsep&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#666666;font-family:Monotype Corsiva;font-size:17px;text-decoration:none;"&gt;city history,&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;dimana semua kebudayaan Palembang yang multietnis akan masuk ke sana. Dengan begitu, pengunjung dapat mengetahui lebih luas mengenai kebudayaan Palembang," tutur Andi.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;"BKB akan dikembalikan lagi fungsinya sesuai dengan konsep semula sehingga menjadi potensi wisata yang menarik," ujarnya.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Tim persiapan restorasi BKB, H Toni Panggarbesi menyatakan, DED yang disusun akan menjadi sebuah patokan untuk membenahi kawasan BKB. "Butuh dana yang sangat besar untuk melakukan ini. Tidak hanya dari APBD, tapi juga harus melibatkan APBN ataupun&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#666666;font-family:Monotype Corsiva;font-size:17px;text-decoration:none;"&gt;corporate social responsibility&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;(CSR) dari perusahaan," bebernya.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Pemerintah daerah (Pemda) akan menyiapkan pengganti kantor dan akademi perawat (Akper) Kesdam serta RS AK Gani yang selama ini berada di sana. Diakuinya, butuh proses panjang untuk melakukan itu. Rencana restorasi ini akan menjadi pembicaraan antara gubernur dan Wali Kota Palembang, dan Pangdam II/Sriwijaya. "Kami pastikan ini baru perencanaan semata," cetusnya.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Gubernur Sumsel H Alex Noerdin menuturkan, restorasi dinilai perlu untuk membenahi kawasan pinggiran Sungai Musi. "Masalahnya sekarang, bagaimana mengimplementasikan rencana ini. Kita semua tahu, di kawasan BKB, bangunannya ada yang sudah dijadikan rumah sakit, akper, dan kantor TNI AD," ucapnya.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Langkah pertama harus dilakukan adalah memindahkan beberapa aset tersebut. Untuk itu, harus dibuat kesepakatan bersama.&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;(rip/ce4)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#9400D3;font-family:Georgia;font-size:16px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;Harus Lestarikan Cagar Budaya&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Panglima Kodam II/Sriwijaya, Mayor Jenderal TNI Bambang Waluyo mengatakan, belum ada (koordinasi) terkait wacana restorasi BKB tersebut. "Saya bersyukur ada Kesdam di BKB. (Keberadaannya) sekaligus melestarikan BKB sebagai peninggalan sejarah bansa," ujarnya.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Menurutnya, pembangunan apa pun bentuknya harus memperhatikan cagar budaya dan lingkungan hidup. "Jangan hanya berpikir untuk mendapatkan keuntungan belaka. Kita harus melestarikan sejarah dan cagar budaya," tukasnya.&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;(cj8/ce4)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a style="color:#ff1493;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;Sumatera Ekspres, Rabu, 29 Januari 2014&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg9IKSsb6jYU3lPbtGxqMurmHrPNHvh3WuCR-jBgjbDH0QYB-kjoc1V0VJUsRkGx64UCrrPPNptkCUCDfZRQB3XFHUT-etmDnHFg9NI2BhFGmubGECXSZq2XubMOuuASnpAzdimBFTBO4wp/s72-c/IMG-20140129-00532-b1.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Keberadaan Rumah Rakit di Tengah Ancaman Modernisasi</title><link>http://plgindah.blogspot.com/2014/01/keberadaan-rumah-rakit-di-tengah.html</link><category>Palembang</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Thu, 30 Jan 2014 07:11:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-889108828762430896.post-456231702328891034</guid><description>&lt;p align="center"&gt;&lt;a style="color:#9400D3;font-family:Georgia;font-size:20px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;Nyaris Punah, Minim Perhatian&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgfm-fS1B_e1b9wGSRsVqkSRdH1MdQ5A2T4ZlfgVYM-UyxJLON7SJuSbBIseyorLdmnCkJv0r-xsdVd_0AyDiDeszTDQ2UsJmGTMR9icaXTY-Z3-mnSPgzO7CyIp4hrrEJkwI4OOwEmzb-Z/s320/IMG-20140128-00529-b1.jpg" width="620" height="300" title="Keberadaan Rumah Rakit di Tengah Ancaman Modernisasi" alt="Keberadaan Rumah Rakit di Tengah Ancaman Modernisasi" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#9400D3;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;Rumah apung atau lebih dikenal rumah rakit, hingga kini masih menghiasi Sungai Musi. Bentuknya yang unik menjadi daya tarik tersendiri. Tidak ada rasa takut penghuninya mendiami rumah tersebut. Sayang, jumlahnya tak banyak lagi.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a style="color:#ff0000;font-family:Georgia;font-size:20px;font-weight:bold;text-decoration:none;"&gt;• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • •&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Bagi masyarakat Palembang, sebutan rumah rakit tidak asing lagi. Bahkan pada zaman Kesultanan Palembang pendatang yang berkunjung harus menetap di atas rakit termasuk warga Inggris, Spanyol, Belanda, Cina, Campa, Siam, bahkan Kantor Dagang Belanda pertama berada di atas rakit, lengkap dengan gudangnya. Rumah rakit ini selain sebagai tempat tinggal, juga berfungsi sebagai gudang, dan kegiatan ekonomi.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Memang, keberadaan Sungai Musi kala itu sangat vital hingga menjadi urat nadi Kota Palembang. Bahkan, menjadi jalur transportasi perdagangan lintas negara. Hingga saat ini, rumah tersebut masih lestari. Tapi, jangan salah, lambat-laun terancam punah jika pemerintah enggan melestarikan rumah yang menjadi warisan turun-temurun masyarakat Palembang ini.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Rumah rakit sendiri pada dasarnya merupakan bentuk rumah yang tertua di Kota Palembang dan mungkin telah ada pada zaman Kerajaan Sriwijaya. "Rumah rakit sudah ada sejak dulu. Orang tua saya lama tinggal di rumah ini, kami sangat bersahabat dengan sungai," ujar Ridwan, warga yang bermukim di pinggiran sungai.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Keberadaan rumah rakit jangan dijadikan sesuatu yang aneh, justru ini menjadi aset daerah yang harus dipertahankan. Memang, zaman sekarang sedikit sekali yang mau tinggal di sungai, kebanyakan di darat. Tapi, itulah hasil karya masyarakat temp dulu. Artinya, patut dihargai, sehingga menjadi kebanggaan bersama.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;"Itu ada jiwanya, jadi tidak bisa dipaksakan. Tentunya, rumah rakit ini harus dijaga kelestariannya. Jika tidak, maka hanya akan menjadi cerita bagi anak cucu kita," terangnya. Pemerintah tentunya jangan tinggal diam. Harus ada upaya pelestarian, dengan tetap menjaga kebersihan sungai. Karena pada dasarnya, rumah rakit itu terbilang unik.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Fondasi terbuat dari bambu yang menjadi bahan utama membuat rakit. Bahan bambu inilah yang membuat rumah rakit bisa mengapung. Naik serta turun, tergantung pasang surut sungai. "Terlepas dari apa yang melekat pada rumah rakit tersebut, tentunya menjadi catatan bersama, bahwa jika keberadaan rumah rakit tersebut berkurang, maka anak cucu kita hanya akan mendengar ceritanya saja, tanpa mampu menyaksikan bentuk rumah rakit dimaksud," katanya.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Hasyim (67), warga asli Palembang, punya cerita tersendiri tentang rumah rakit ini. Menurutnya, rumah yang berbahan baku bambu baratapkan kajang kala itu, kerap dihuni warga asing dari Cina. "Warga Cina yang hendak berdagang ke Palembang kala itu banyak bermukim di rumah rakit karena, permukiman di daratan belum ada. Itulah sebabnya, pada zaman Kesultanan Palembang, orang asing harus menghuni rumah rakit," ujarnya.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Masih kata dia, rumah rakit ini peninggalan nenek moyang yang harus dilestarikan. Memang, tidak semua orang mampu membuat rumah rakit, karena rumah tersebut membutuhkan dana besar. Terlebih, setiap tahun bambu sebagai bahan utama, harus dilakukan penggantian. Jika dibiarkan saja, maka berdampak pada kerusakan yang menimbulkan tenggelamnya rumah tersebut.&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;(roz/asa/ce4)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a style="color:#9400D3;font-family:Georgia;font-size:20px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;Didesain Ikuti Pergerakan Air&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Dahulu, rumah terbuat dari kayu dan bambu yang menggunakan atap kajang (nipah) dan sirap. Belakangan ini, menggunakan atap seng, karena bahan yang lebih ringan dan bisa menahan tiupan angin kencang. Rumah rakit memang hanya terdapat di Palembang, Sumsel. Konon, dahulu merupakan hunian keturunan Tionghoa.&lt;/a&gt;&lt;a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Rumah rakit merupakan bentuk rumah tertua di Kota Palembang dan telah ada pada zaman Kerajaan Sriwijaya. Saat itu, penduduk asing yang berniaga harus tinggal di rumah rakit karena mereka tidak diberikan izin untuk menetap di daratan.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Rumah rakit ini tidak hanya dijadikan tempat tinggal bagi puluhan keluarga, tetapi menjadi lokasi strategis berniaga. Namun, puluhan rumah rakit di Sungai Musi sebagian besar berupa bangunan yang terbuat dari bahan kayu yang tampak rapuh.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Yanto (47), pemilik rumah rakit di kawasan Kertapati mengakui, tinggal di rumah rakit karena tidak mampu membeli rumah di darat. "Dulu, kami membangun rumah di atas sungai karena tidak mampu menyewa tempat tinggal di darat," ujarnya.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Ia menjelaskan membangun rumah rakit lebih dari 20 tahun lalu dan hanya cukup diketahui RT dan warga sekitar sungai. Rumah rakit tersebut terbuat dari kayu berupa papan seperti umumnya rumah di darat.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Di dalam ada ruang tamu, ada ruang tidur, ruang tengah untuk nonton TV, kamar mandi, dapur seperti layaknya rumah tinggal kita di daratan. Rumah Yanto tersebut diadaptasi dengan kondisi arus air karena didesain persis rakit kayu yang akan bergerak ketika air bergerak. "Ketika musim hujan, air sungai pasang, biasanya rumah berada di tengah sungai. Ketika sungai surut, rumah pun bergeser ke tepi," katanya lagi.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Menurutnya, rumah rakit dibuat dengan sistem&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#666666;font-family:Monotype Corsiva;font-size:17px;text-decoration:none;"&gt;knockdown.&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Maksudnya, bagian-bagian rumah, seperti pintu, jendela, dan lainnya sudah dibuat terlebih dahulu. Pemerintah harus benar-benar serius untuk melestarikan rumah rakit.&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;(roz/ce4)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a style="color:#9400D3;font-family:Georgia;font-size:20px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;Jadi Ikon Sungai Musi&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Pengamat budaya dan sejarah Palembang, Ali Hanafiah, mengatakan, rumah apung atau rumah rakit tidak bisa dipisahkan dari keberadaan Sungai Musi sebagai jalur perdagangan internasional sejak zaman dahulu.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Ali yang menjabat Kepala UPTD Museum Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang ini berharap, pemerintah kota memperhatikan dan melestarikan rumah rakit. "Pemerintah, warga, dan budayawan harus duduk bersama untuk mencari solusi terbaik agar rumah rakit tetap eksis dan menjadi ikon Sungai Musi. Misalnya, pemerintah bisa menjadikan rumah rakit sebagi hotel atau tempat penginapan yang menarik bagi para turis dan wisatawan yang ingin menikmati keindahan Sungai Musi," ungkapnya.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Ali menyatakan, pembangunan rumah rakit sangat jarang dan warga kurang meminatinya. Tapi, demi kelangsungan salah satu ikon budaya Palembang ini, maka mau tidak mau keberadaan rumah rakit tetap harus dipertahankan pemerintah.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Agar rumah rakit diminati banyak kalangan, maka rumah tersebut harus disesuaikan dengan perkembangan zaman, walau tidaklah mengubah seratus persen bentuk dan struktur bangunan.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;"Kalau bisa, isi dalam rumah rakit dibuat lebih modern biar warga atau turis merasa nyaman. Tapi untuk bagian luar tetap dipertahankan, yakni bahan utama bambu dan kalau bisa menggunakan atap dari nipah, biasanya dicat berwarna merah dan biru, sebagi ciri khas rumah rakit sejak zaman dulu," ujarnya.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Pada masa kini, rumah rakit lebih memilih menggunakan atap dari bahan seng dan genteng, sementara nipah sudah ditinggalkan. Alasannya, karena nipah rawan ditiup badai dan angin kencang. Selain atap nipah, salah satu ciri khas dari rumah rakit adalah adanya toilet terapung.&lt;/a&gt; &lt;a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;(roz/ce4)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a style="color:#ff1493;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;Sumatera Ekspres, Selasa, 28 Januari 2014&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgfm-fS1B_e1b9wGSRsVqkSRdH1MdQ5A2T4ZlfgVYM-UyxJLON7SJuSbBIseyorLdmnCkJv0r-xsdVd_0AyDiDeszTDQ2UsJmGTMR9icaXTY-Z3-mnSPgzO7CyIp4hrrEJkwI4OOwEmzb-Z/s72-c/IMG-20140128-00529-b1.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Mengenang Nama Besar Sriwijaya</title><link>http://plgindah.blogspot.com/2013/06/mengenang-nama-besar-sriwijaya.html</link><category>Sejarah</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Mon, 3 Jun 2013 05:38:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-889108828762430896.post-5064597708673835170</guid><description>&lt;img border="0" height="180" width="180" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjAhJ5VvJnvUdI4SKKlg5dNffG8-Gk_S5X65OgZ8-ejXxd5hSG_D6KqP3XUr6V2D6alEp-dirtnnY2ckPqNx8CHRKcbNkyHlzDQaXchxtw-SDuQOe_qm3JN1VR4pKq8MHYfthzzHuOuWDHU/s400/Sriwijaya.gif" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em" width="300" height="300" title="Mengenang Nama Besar Sriwijaya" alt="Mengenang Nama Besar Sriwijaya" /&gt;SriwijayaA adalah kerajaan terbesar di Indonesia pada periode abad ke-7 sampai abad ke-14 yang wilayahnya mencakup hampir seluruh Nusantara, minus (Irian Jaya), dan beberapa negara ASEAN, bahkan sampai ke Madakastar. Kita bersyukur, Palembang mendapatkan kehormatan menjadi ibukota Inperium terbesar abad ke-13 ini. Walaupun sebagian sejarah masih memperdebatkan lokasi ibukota kerajaan Sriwijaya. Namun, secara defecto, pemerintah pusat telah memutuskan Palembang sebagai pusat Kerajaan Sriwijaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini terbukti dari pembangunan Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya (TPKS) di Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Gandus, dengan bantuan APBN dari Pusat. Namun, kebesaran Sriwijaya hanya dikenal lewat kerajaannya semata. Hampir tak terdengar siapa yang telah membesarkan nama Sriwijaya dan bagaimana kiprah tokoh tersebut. Untuk Kerajaan Majapahit, kita mengenal nama seperti Gajah Mada, Hayam Wuruk, Raden Wijaya, Tri Buana Tungga Dewa. Kerajaan Mataram, Sultan Agungnya. Kerajaan Singasari, tokoh Ken Arok dan Ken Dedesnya. Kerajaan Minangkabau, Aditya Warman dan seterusnya. Bagaimana dengan Sriwijaya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prasasti Kedukan Bukit yang ditemukan di Sungai Tatang Palembang adalah prasasti penting yang sangat menentukan titik awal Kerajaan Sriwijaya di Palembang. Prasasti ini menggambarkan perjalanan seorang pembesar Minanga Tamwan pada bulan terang hari ke-11 tahun 605 Saka yang membawa bala tentara dengan perahu dua laksa dan berjalan darat sebanyak 1312 orang menuju ke Mukha Upang (Palembang) untuk mendirikan wanua (kota/negeri). Waktu perjalanan ini kemudian diabadikan sebagai hari jadi Kota Palembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tokoh kuno prasasti ini adalah “Dapunta Hyang” bergelar Sri Jaya Naga. Beliau inilah dipercaya pendiri Kerajaan Sriwijaya. Melihat jumlah tentara yang dibawa dengan menggunakan perahu dan jalan darat, menunjukkan Dapunta Hyang dari negeri yang kuat dengan teknologi transportasi memadai pada masa itu. Pada masa pemerintahan Dapunta Hyang, Kerajaan Sriwijaya berkembang sampai ke Bangka, Jambi, Lampung, dan Jawa Tengah. Hal ini terbukti dari ditemukannya prasasti di wilayah tersebut yang menggambarkan kerajaan Sriwijaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Kota Palembang sendiri, kebesaran Sriwijaya digambarkan dalam dua prasasti lain, prasasti Telaga Batu dan Talang Tuo. Prasasti Telaga Batu berisi imbauan agar para warga kerajaan dari berbagai lapisan, untuk patuh kepada Kedatuan Sriwijaya, dengan ancaman akan dimakan sumpah dan kutukan. Sedangkan prasasti Talang Tuo digambarkan kerajaan Sriwijaya yang memulai pembangunan sebuah taman kerajaan yang besar dan indah dengan pohon-pohon yang dapat dimakan buahnya serta dilengkapi tebat dan telaga untuk kesejahteraan warga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sriwijaya periode II tokoh berikutnya adalah “Bala Putra Dewa” yang dipercaya oleh para ahli sejarah sebagai pendiri kerajaan Sriwijaya ke II dengan nama San-fo-tsi atau Swarna Bumi atau Swarna Dwipa. Bala Putra Dewa adalah keturunan Raja Sriwijaya dari dinasti Syailendra yang berkuasa di Jawa Tengah pada abad ke-9 Masehi. Dalam prasasti Siwa Graha diceritakan Bala Putra Dewa menyingkir dari Jawa Tengah ke Sumatera setelah berselisih paham dengan Raja Djitiningrat. Kedatangan Bala Putra Dewa ke Palembang telah membuat Sriwijaya kembali bersinar setelah hampir dua abad mengalami kemunduran. Hal ini terbukti dari kronik Cina yang mencatat sejak mulai berkuasanya Bala Putra Dewa, maka utusan kerajaan Sriwijaya yang datang ke negeri Cina frekwensinya meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam prasasti Nalanda yang dikeluarkan oleh Raja Banggala (India) Dewa Pala, bahwa Raja Bala Putra Dewa cucu Raja Syailendra dari Yava Bhumi (Jawa) yang saat ini menjadi raja di Swarna Dwipa (Sumatera) memerintahkan untuk membangun sebuah biara di Nalanda. Raja Bala Putra Dewa juga dipercaya sebagai pendiri candi Borobudur di Jawa Tengah. Karena itu, Bala Putra Dewa diabadikan menjadi nama jalan raya utama menuju candi Borobudur. Di Palembang diabadikan sebagai nama museum di kawasan Km 5 dan nama jalan kecil di depan museum tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tokoh ketiga yang patut dikenang adalah “Parameswara” yang merupakan raja terakhir kerajaan Sriwijaya Palembang. Dalam sejarah Melayu, Parameswara di kenal dengan nama Sang Nila Utama bergelar Sritri Buana. Parameswara adalah pendiri Temasik atau Singapura sekarang. Ia dianggap sebagai pendiri kerajaan Malaka yang menurunkan raja-raja Melayu yang berkuasa sampai saat ini di Malaysia dan Brunai Darussalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Parameswara dilahirkan di Palembang pada tahun 1334 dan menjadi raja Sriwijaya menggantikan Ma-na-ha-pau-lin-pang (Maha raja Palembang) pada tahun 1390, kemudian pada tahun 1397, beliau meninggalkan Palembang karena saat itu terjadi serangan terhadap Kerajaan Sriwijaya dari Majapahit. Walaupun hanya tujuh tahun berkuasa di Sriwijaya, Parameswara telah berjaya di negeri lain. Ia dianggap sebagai pendiri kerajaan Melayu yang identik dengan kerajaan Islam dan kemudian berkembang menjadi beberapa kerajaan Melayu di Nusantara seperti Malaka, Brunai, Melayu Deli, Melayu Riau, Melayu Minang Kabau, Melayu Jambi, Kesultanan Palembang, Melayu Pontianak, Melayu Banjar dan Melayu Bugis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di zaman modern imperium, Melayu berkembang menjadi empat negara di Asia Tenggara: Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Brunai Darussalam. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya. Dapunta Hyang, Bala Putra Dewa, dan Parameswara adalah pahlawan yang membesarkan Kerajaan Sriwijaya serta yang menjadikan Palembang terkenal seantero Nusantara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: indomedia.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://lemabang.wordpress.com/2008/10/04/mengenang-nama-besar-sriwijaya/</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjAhJ5VvJnvUdI4SKKlg5dNffG8-Gk_S5X65OgZ8-ejXxd5hSG_D6KqP3XUr6V2D6alEp-dirtnnY2ckPqNx8CHRKcbNkyHlzDQaXchxtw-SDuQOe_qm3JN1VR4pKq8MHYfthzzHuOuWDHU/s72-c/Sriwijaya.gif" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Alex Noerdin Kecewa Sekolah Gratis dan Berobat Gratis Tidak Dirasakan Rakyat OKU Timur</title><link>http://plgindah.blogspot.com/2013/05/alex-noerdin-kecewa-sekolah-gratis-dan.html</link><category>Sumsel</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Mon, 27 May 2013 09:48:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-889108828762430896.post-4812039873827586338</guid><description>&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgTJ1MYWtW2I8buhruTO8aD0Kw429hSIlYCRVHZa7Ki7QQBNpSQLmPs7Jgi58n9zJjKpfNA02GBW3VqXz3A-7je9ID0Z2mecACSxhq0_qShZy1zcKchn9jheyfXNTVBQ1rwAl4-NM_MomlK/s320/H_Alex_Noerdin_SH.jpg" title="Alex Noerdin Kecewa Sekolah Gratis dan Berobat Gratis Tidak Dirasakan Rakyat OKU Timur" alt="Alex Noerdin Kecewa Sekolah Gratis dan Berobat Gratis Tidak Dirasakan Rakyat OKU Timur" width="320" height="288" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;font-weight:bold;text-decoration:none;"&gt;Peningkatan pembangunan di suatu daerah memanglah sangat penting dan sudah menjadi keharusan tapi yang lebih penting adalah bagaimana menjaga dan memelihara hasil-hasil pembangunan yan sudah ada. Untuk itulah, Calon Gubernur Sumsel Nomor Urut 4 H Alex Noerdin mengajak seluruh masyarakat di Sumsel untuk bersama-sama menjaga dan memelihara semua hasil-hasil pembangunan yang ada.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a style="color:#ff0000;font-family:Georgia;font-size:20px;font-weight:bold;text-decoration:none;"&gt;• • • • • • • • • • • • • •&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;Sejak lima tahun terakhir, pembangunan di Sumsel maju pesat. Progaram sekolah dan berobat gratis dirasakan dinikmati rakyat Sumsel. Berbagai program kerakyatan digulirkan dan dinikmati Wong Sumsel. SEA Games XXVI membawa nama Sumsel dikagumi dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun geliat pembangunan itu tak dirasakan sebagian rakyat Sumsel. Salah satunya di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur. Program sekolah dan berobat gratis, ternyata tidak berjalan  di kabupaten yang sudah berusia sembilan tahun itu. &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan ini terungkap saat blusukan calon gubernur (Cagub) Sumsel Nomor 4 H Alex Noerdin di beberapa lokasi di OKU Timur, Sabtu (25/5). Alex menyerap aspirasi di Pasar Sidodadi BK 9, Pasar Gumawang BK 10, Dea Sukajadi BK 9 Kecamatan Belitang I, Dean Kurungan Nyawa Kecamatan Buay Madang , dan Campang Tiga Ilir Kecamatan Cempaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disetiap daerah yang dikunjungi. Alex menemukan fakta miris. Seperti yang terjadi di Desa Sukajadi Kecamatan Belitang I. Setiap sekolah di wilayah itu masih memungut biaya pendidikan kepada setiap pelajar. Belum lagi, pungutan-pungutan lain yang dibebankan, seperti pengadaan buku pelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi serupa terjadi di Desa Kurungan Nyawa Kecamatan Buay madang. Program yang bertujuan untuk memudahkan warga menjangkau akses pendidikan dan pelayanan kesehatan itu, tidak terealisasi. Akibatnya, warga cukup kesulitan menyekolahkan anaknya dan dan berobat karena mayoritas warga berprofesi sebagai petani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta ini ditemukan saat Alex bertanya langsung kepada warga yang berkerumun di setiap lokasi blusukan. "Sekolah gratis sudah berjalan belum di sini..?" "Belum," jawab warga kompak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Berobat gratis berjalan tidak di sini..?" "Tidak," kembali warga menjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Anak kami masihbayar iuran sekolah, berobat kami masih bayar. Di sini, program sekolah dan berobat gratis tidak jalan Pak Alex," ujar Arina, warga Desa Sukajadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhp4E28-cRyJZgnbMGUnAtWMItKPFsl8HXb42opv9-ceanXdHFh_Mq5AATlEp7ycfhhaIkqWv3ZCKtdm7AJfxttx37Js5VG2lYQhhxafZE04ev4K5LrfgASstPDOy63EgAWh5BqNSUl69Pb/s320/9921171.png" title="Alex Noerdin Kecewa Sekolah Gratis dan Berobat Gratis Tidak Dirasakan Rakyat OKU Timur" alt="Alex Noerdin Kecewa Sekolah Gratis dan Berobat Gratis Tidak Dirasakan Rakyat OKU Timur" width="320" height="240" imageanchor="1" style="clear:right; float:right; margin-left:1em; margin-bottom:1em" /&gt;Mendengar pernyataan langsung warga OKU Timur itu, membuat Alex Noerdin geram. Sebagai pelopor kedua program tersebut, dirinya akan meminta pertanggungjawaban pemerintah setempat. Sebab, program tersebut digulirkan sebagai kepedulian untuk meningkatkan perekonomian warga Sumsel secara umum. Apalagi, program ini merupakan representasi  dari komitmen kepala daerah dengan sistem dana sharing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maaf kalau saya sedikit emosi, karena program ini hak rakyat dan sudah berjalan di daerah-daerah lain di Provinsi Sumsel. Tapi nyatanya, di Kabupaten OKU Timur tidak berjalan," ujar Alex.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kabupaten ini, Alex menerima laporan dari warga tentang tidak tersedianya infrastruktur yang memadai. Seperti akses jalan dari Desa Sukajadi Kecamatan Belitang I menuju Kecamatan Pengandonan yang menghubungkan lebih dari sepulh desa. Jalan berstatus kabupaten ini rusak parah. Aspal di sepanjang jalan tersebut sudah terkelupas, bahkan berlobang besar dengan kedalaman 30-40 sentimeter dan berdiameter hingga dua meter. Kondisi ini telah berlangsung sejak tiga tahun terakhir tanpa diperbaiki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya transmigran asal Jawa Barat. Sejak 2010 sudah tinggal di sini, dan belum pernah merasakan adanya pembangunan. Kalian ke sini juga melintasi jalan itu. Lihat sendiri bagaiamana kondisi jalan kabupaten itu," ungkap salah seorang warga Desa Sukajadi kepada wartawan saat dimintai keterangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya itu, di sektor perekonomian juga sangat memprihatinkan. Mayoritas pasar tradisional di kabupaten itu semrawut karena tidak dikelola dengan baik padahal Pemerintah Kabupaten OKU Timur selalu memungut restrebusi, seperti yang terjadi di Pasar Sidodadi BK 9 Kecamatan Belitang dan Pasar Gumawang BK 10.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Pasar Sidodadi yang dibangun sejak tahun 1955 lalu itu sangat kumuh dan tidak terawat. Salah satu pasar terbesar di Kecamatan Belitang ini tidak pernah diperbaiki. Terakhir pasar ini baru direnovasi tahun 1987, 25 tahun terakhir tanpa ada pembenahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marjohan (49) salah seorang pedagang mengatakan, meski pasar ini hampir setiap hari dilalui Bupati Oku Timur, namun tak sedikitpun merespon kondisi tersebut. Bahkan di pasar ini tidak tersedia tempat pembuangan sampah sementara. Akibatnya, sampah menumpuk dan menimbulkan bau tak sedap di sekitar pasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau memang pemerintah dekat dengan rakyat dan peduli dengan kondisi pedagang, tidak perlu lagi diminta. Setiap hari melintas dan terkadang mampir di pasar sini sudah seharusnya ada perbaikan. Tapi nyatanya tidak ada respon sama sekali," tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alex mengaku sangat prihatin dengan kondisi pasar tradisional yang ada di Kabupaten OKU Timur, Alex mengungkapkan, brsama H Ishak Mekki, dirinya ingin eksistensi dengan pasar teradisional tetap menjadi salah satu basis perekonomian kerakyatan. Apalagi pasar tradisional saat ini mulai tergerus dengan menjamurnya pasar-pasar modern, seperti mall, sepermarket, hypermarket, dan outlet modern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Seharusnya pemerintah setempat harus menata pasar tradisional ini sehingga rakyat senang beraktivitas di pasar. Kalau memang tidak sanggup, Pemprov Sumsel akan mengatasinya. Sebab, saya prioritaskan pengembangan perekonomian dengan membangun dan meningkatkan berbagai sarana infrastruktur pasar rakyat, kongkritnya dilakukan bedah pasar," tegas Alex.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sektor keamanan, di Kecamatan Belitang, Buay Madang, dan Kecamatan Cempaka, serta mayoritas di wilayah OKU Timur, masuk dalam daerah rawan kriminalitas. Di kabupaten ini kerap terjadi aksi kejahatan, seperti perampokan dan pencurian. Bahkan, warga sekitar tidak berani keluar atau bepergian saat malam hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami tidak berani keluar malam, paling banter jam 9 kami sudah pulang ke rumah. Kejahatan di sini luar biasa, satu minggu itu pasti ada yang perampokan," terang Beni Defidson, tokoh masyarakat Pandan Agung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengamat Sosial dari IAIN Raden Fatah Palembang, Prof Dr Abdullah Idi menjelaskan, tingginya intensitas  kejahatan di suatu daerah menunjukkan bahwa  tingkat perekonomian masyarakat di daerah tersebut masih rendah. Sebab, kejahatan muncul karena terjadinya kesenjangan ekonomi, selain minimnya lapangan kerja dan tersedianya infrastruktur yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Secara umum, kejahatan tergantung tingkat ekonomi, lapangan kerja, dan infrastruktur. Kalau masyarakatnya miskin, aksi kejahatan pasti makin besar," tukasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a style="color:#0000ff;font-family:Georgia;font-size:14px;font-weight:bold;text-decoration:none;"&gt;Sumatera Ekspres, Senin, 27 Mei 2013&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgTJ1MYWtW2I8buhruTO8aD0Kw429hSIlYCRVHZa7Ki7QQBNpSQLmPs7Jgi58n9zJjKpfNA02GBW3VqXz3A-7je9ID0Z2mecACSxhq0_qShZy1zcKchn9jheyfXNTVBQ1rwAl4-NM_MomlK/s72-c/H_Alex_Noerdin_SH.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>SEA Games Wujudkan Sumatera Selatan Kian Gemilang</title><link>http://plgindah.blogspot.com/2013/05/sea-games-wujudkan-sumatera-selatan.html</link><category>Palembang</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Mon, 27 May 2013 09:37:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-889108828762430896.post-5034075876969369081</guid><description>&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj3OXA7gJ5ophvLPNqIMojCHhfvwV_21_y_hYPBNYG8oreK08rqyk5EQP0qDTiDHnkMlOuDRcYLpttMMTXRKlXgC641qdQgLGGXmAdhyphenhypheni0eq2uckwF9AM84KgLgpNIJAAcuLlrGI86PCdrj/s320/Gubernur_Sumsel_H_Alex_Noerdin_SH.jpg" widht="320" height="240" style="clear:right; float:right; margin-left:1em; margin-bottom:1em" /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;font-weight:bold;text-decoration:none;"&gt;Memperjuangkan Sumatera Selatan menjadi venue utama penyelenggaraan pesta olahraga Asia Tenggara (SEA Games) ke-26, bukanlah tanpa perhitungan. Kejayaan Sriwijaya (abad VII-XIII) mendunia, menjadi inspirasi perlunya Gubernur H Alex Noerdin memperkenalkan kembali kebangkitan Provinsi Sumatera Selatan kepada dunia, lewat gelaran SEA Games yang berlangsung selama 12 hari. Kehadiran ratusan awak media nasional dan internasional diprediksi akan memberikan dampak publikasi yang massif, tidak saja mengenai event pertandingan, namun juga serba serbi kekayaan budaya, wisata, industri dan sebagainya.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a style="color:#ff0000;font-family:Georgia;font-size:13px;font-weight:bold;text-decoration:none;"&gt;* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belasan ribu orang dari luar daerah tumpah ruah meramaikan SEA Games, bukan saja memberikan multiplier effects yang panjang, namun juga menumbuhkan kembali semangat kebanggaan Wong Kito Galo setara dengan bangsa-bangsa lain dari berbagai belahan dunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ribuan orang memperoleh manfaat ekonomis secara langsung, mulai pedagang kaki lima, pemilik warung-warung makan dan restoran, usaha penignapan/hotel, dan sebagainya. Petani pun bisa merasakan dampak karena serapan kebutuhan pangan untuk belasan ribu pendatang. Banyak pelaku usaha kerajinan rakyat seperti songket, kain tajung dan kain jumputan, pengusaha ukir kayu Palembang dan hardcraft pun kebagian rezeki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ratusan miliar rupiah pun beredar di seantero kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Selatan, tidak hanya persiapan sarana/prasarana pendukung, namun juga hasil dari hasil pembelanjaan para pendatang. Hampir semua lapisan masyarakat turut meraskan perputaran ekonomi sejak sebelum hingga setelah SEA Games.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan hingga kini, dampaknya masih terasa, di mana sector riil terus tumbuh bahkan berkembang. Pedagang makanan kaki lima misalnya, merasakan kenikan omzet dua hingga lima kali lipat disbanding sebelumnya. Usaha angkutan mobil sewaan pun terus tumbuh seiring keluar masuknya orang luar untuk beragam keperluan usaha di Provinsi Sumatera Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Geliat pembangunan yang member dampak pada menigkatnya Indeks Pembangunan Manusia bisa dilihat dari hanya 72,05 pada 2008 menjadi 73,42 pada 2011, sehingga Provinsi Sumatera Selatan naik dua peringkat dari urutan 11 menjadi ke-9 pada 2011. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah pun meningkat drastis, dari hanya Rp 2,2 trilyun pada awal H Alex Noerdin menjabat Gubernur menjadi Rp 6,02 trlyun pada 2013.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya bidang yang terkait dengan dunia keolahragaan, Kebangkitan Provinsi Sumatera Selatan juga tampak. Seperti ditunjukkan oleh keberadaan pelajar-pelajar berprestasi Sumsel yang akan mewakili Indonesia ikut berkompetisi event bergengsi di tingkat dunia, seperti Genius Olympiad 2013 di New York, Amerika Serikat dan Mostratek Science Fair 2013 di Brazil. Delegasi putra-putri terbaik Sumatera Selatan itu, diyakini akan membawa hasil gemilang, yang bisa mengankat kembali kejayaan Sumatera Selatan di kancah internasional. Uniknya, mereka adalah putra-putri terbaik yang menikmati fasilitas pendidikan gratis yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan semasa kepemimpinan Gubernur H Alex Noerdin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program Pendidikan Gratis yang dilaksanakan sejak 2008 telah berhasil menurunkan angka putus sekolah, dan meningkatkan partisipasi bersekolah. Tak hanya untuk pelajar tingkat dasar hingga menengah, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus merealisasikan komitmen meningkatkan kapasitas sumberdaya manusia melalui aneka program beasiswa, seperti beasiswa S-1 untuk pelajaran dengan kelulusan terbaik, beasiswa pendidikan untuk guru dan pegawai berprestasi, beasiswa untuk santri yang menginginkan profesi bidang kedokteran hingga beasiswa program doctor (S-3) bagi warga Sumatera Selatan yang kuliah di perguruan tinggi favorit hingga sebanyak 70 orang setiap tahunnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya itu, pada sector kesehatan, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menjadi pelopor fasilitas berobat gratis untuk warganya, tanpa proses berbelit-belit seperti harus membawa surat keterangan miskin dan sebagainya. Cukup membawa surat keterangan kependudukan dari pemerintah setempat, setiap warga Sumatera Selatan bisa menikmati fasilitas berobat gratis dalam program Universal Health Coverage di seluruh Puskesmas  dan rumah sakit-rumah sakit sakit pemerintah, serta beberapa rumah sakit swasta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua program itu merupakan penjabaran semboyan Rakyat Didahulukan, Kerja diutamakan, dimana aparatur pemerintah menempatkan diri sepenuhnya sebnagai pelayan masyarakat, tanpa diskriminasi, demi mewujudkan kesejahteraan rakyat yang adil dan merata. Sumatera Selatan Gemilang hanya terwujud jika masyarakatnya sehat, cerdas dan berpikiran maju. Produktivitas akan nyata jika memiliki modal kesehatan dan pendidikan memadai, sehingga masyarakat Sumatera Selatan mampu mengelola kekayaan, seperti sector pertanian, perkebunan, pertambangan dan kekayaan energi dan mineral yang terkandung di Bumi Sriwijaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi mewujudkan itu pula, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mewujudkan pembangunan sarana/prasarana transportasi seperti peningkatan kapasitas bandar udara Sultan Mahmud Badaruddin II dari 1 juta pemunpang menjadi 3 juta penumpang per tahun, ruas tol Trans Sumatera, rel ganda Tanjung Api-Api – Tanjung Enim, dan sebagainya sehingga arus manusia dandistribusi barang-barang produk pertanian/perkebunan kian lancer sehingga berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pembangunan Pelabuhan Tanjung Api-Api dan Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Api-Api, diperkirakan akan menggerakkan industry hilir untuk pengolahan dari aneka jenis bahan baku menjadi bahan setengah jadi dan bahan jadi, sehingga didapat volume bisnis yang sangat besar, dan diperkirakan sanggup menyerap 380 tenaga kerja formal dan menciptakan munculnya ribuan usaha sector informal sebagai dampak ikutan pembangunan kawasan industry.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:14px;font-weight:bold;text-decoration:none;"&gt;Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:14px;font-weight:bold;text-decoration:none;"&gt;Sumatera Ekspres, 18 Mei 2013&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj3OXA7gJ5ophvLPNqIMojCHhfvwV_21_y_hYPBNYG8oreK08rqyk5EQP0qDTiDHnkMlOuDRcYLpttMMTXRKlXgC641qdQgLGGXmAdhyphenhypheni0eq2uckwF9AM84KgLgpNIJAAcuLlrGI86PCdrj/s72-c/Gubernur_Sumsel_H_Alex_Noerdin_SH.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Pemilukada Kota Palembang Jadi Barometer Pilgub?</title><link>http://plgindah.blogspot.com/2013/04/pemilukada-kota-palembang-jadi.html</link><category>Palembang</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Tue, 9 Apr 2013 13:02:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-889108828762430896.post-1217734332001817436</guid><description>&lt;p align="center"&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:20px;font-weight:bold;text-decoration:none;"&gt;Sepakat Jual Figur&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgJnCHM4Z9wvnOeYMCVWqvPQPtp4ahkDB3nJNCHQVlFacYMeIFkne-7M7R67rzPaapa8pdTOe4FT8RY68gRcsAOKENCqVImILAUWxmmQ_blJN9UoA5VjGaaQTr8L1o8Pn0IMSgQRcYe4ro/s320/SP_A0032.jpg" title="Pemilukada Kota Palembang Jadi Barometer Pilgub?" imageanchor="1" style="clear:right; float:right;margin-right:1em; margin-bottom:1em" alt="Pemilukada Kota Palembang Jadi Barometer Pilgub?" width="240" height="320" /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;font-weight:bold;text-decoration:none;"&gt;Siapa yang memenangkan Pemilukada Kota Palembang hasil penghitungan suara KPU nanti, boleh jadi akan mempengaruhi peta politik pemilihan Gubernur Sumatera Selatan 6 Juni 2013. Itu lantaran dengan mata pilih 1 juta lebih, Kota Pempek ini menjadi barometer. Di samping daerah basis dengan jumlah pemilih siknifikan lain.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a style="color:#ff0000;font-family:Georgia;font-size:13px;font-weight:bold;text-decoration:none;"&gt;--------------------------------------------------&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua pasangan calon wali kota dan calon wakil wali kota Palembang periode 2013-2018 berdasarkan hitung cepat &lt;a style="color:#666666;font-family:Monotype Corsiva;font-size:17px;text-decoration:none;"&gt;(quick count)&lt;/a&gt; sejumah lembaga survei mendapat raihan suara yang sangat ketat. Mereka pun saling klaim menang hingga keputusan final menang "sesunggh-nya" berada di tangan KPU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua kandidat yang dimaksud yakni pasangan nomor urut 2, Romi Herton-Harnojoyo dan pasangan nomor urut 3, Sarimuda-Nelly Rasdiana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, siapa pun pemenang nanti, banyak yang menganalisis kalau hasil pemilukada kota ini akan berpengaruh pada dukungan terhadap bakal calon gubernur (balongub) Sumsel yang menjadi parpol pengusung kedua pasangan calon wali kota tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekedar diketahui, sejumlah partai besar seperti PDI Perjuangan plus partai koalisi PAN, PKS, Partai Demokrat menjadi pengusung pasangan Romi Herton - Harnojoyo. Di belakang kandidat ini, ada Wali Kota Palembang Ir H Eddy Santana Putra MT yang akan maju sebagi bakal calon gubernur. Juga ada balon wakil gubernur (balonwagub) dari barisan parpol pengusung itu, yakni Hafiz Tohir (PAN-PKS) dan H Ishak Mekki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, pasangan Sarimuda - Nelly Rasdiana yang diusung Partai Golkar tentu mendukung jagoannya balongub &lt;a style="color:#666666;font-family:Monotype Corsiva;font-size:17px;text-decoration:none;"&gt;incumbent&lt;/a&gt; Ir H Alex Noerdin. Retentan latar belakang kandidat wako-wawako ini, menjadi penting lantaran Palembang memiliki mata pilih terbesar dengan jumlah daftar pilih tetap (DPT) mencapai 1.113.488. Hampir 20 persen dari total mata pilih dalam daftar pemilih sementara (DPS) 6.574.384.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak yang memprediksikan siapa yang menjadi pemenang apakh itu Romi ataukah Sarimuda sedikit banyak akan mempengaruhi penunjukkan jabatan pemerintahan di Pemkot Palembang hingga ke lini camat yang berhubungan langsung dengan massa. Kebijakan itu, menyusul adanya dugaan terkait dengan kepentingan Pilgub nanti.DAri isu yang beredar misalnya, jika Romi terpilih maka bisa dikatakan para camat hingga lurah akan didominasi orang-orangnya untuk pemenangan pilgub Eddy Santana, ketua DPD PDI Perjuangan Sumsel. Lantaran Romi, merupakan ketua DPC PDI Perjuangan kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isu lain, Romi akan bersikap netral mengingat dalam dalam barisan parpol pengusung juga ada kandidat yang ikut bertarung pada pilgub nanti. Sebaliknya, kalau hasil penghitungan KPU nanti memenangkan Sarimuda, "katanya" dukungan akan diberikan kepada kandidat Partai Golkar dalam hal ini incumbent Alex Noerdin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas bagaimana tanggapan para balongub dan balonwagub yang akan maju? Balon Gubernur dari PDI Perjuangan, Eddy Santana Putra mengatakan, kemenangan Romi Herton-Harnojyo jelas akan berpengaruh pada Pemilihan Gubernur , 6 Juni nanti. "Palembang harus tetap merah, kemenangan Romi-Harno juga akan mempengaruhi Pilgub dan Pemilihan Legislatif 2014 nanti," kata Eddy Santana di kediamannya, kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eddy yang berpasangan dengan Anisja Wiwiet Tatung, pada Pilgub nanti optimis akan meraih 70 persen suara di Palembang. "Angka kemenangan pemilukada Palembang 43 persen tidak bisa menjadi patokan, saya yakin khusus di Palembang akan memperoleh suara minimal 70 persen," tukasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senada diungkapkan Balonwagub yang diusung PAN-PKS koalisi, Hafisz Tohir. Katanya, hasil pemilukada Kota Palembang jelas berpengaruh pada peta Pilgub nanti. "Sarimuda merupakan tim inti dari balongub incumbent Alex Nordin. Di lain pihak Romi didukung salah satunya skuad PAN. Selain dari figur Romi sendiri, saya melihat dongkrakan suara pada Romi-Harno ini, juga ada kaitan dengan tokoh-tokoh nasional parpol pengusung. Ada Megawati, Hatta Rajasa, Taufik Kiemas."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski demikian, kata Hafisz, dia lebih yakin warga Kota Palembang akan membutuhkan figur &lt;a style="color:#666666;font-family:Monotype Corsiva;font-size:17px;text-decoration:none;"&gt;fresh&lt;/a&gt; dalam memimpin Sumsel nanti. "Hasil survei kita, Insya Allah, 70 persen responden menginginkan figur baru untuk memimpin Sumsel nanti. Baru di sini, dalam artian orang yang benar-benar baru dalam dunia pemerintahan, namun punya kemampuan untuk itu," kata pria yang berpasangan dengan balongub Iskandar Hasan, mantan Kapolda Sumsel ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alex Noerdin, balongub incumbent yang berpasangan dengan Ishak Mekki (Bupati OKI) melalui juru bicara Partai Golkar RA Anita Noeringhati mengatakan, hasil Pemilukada Palembang tidak akan berpengaruh signifikan pada pilgub nanti. Pasalnya, pada pemilukada Palembang dan Sumsel figurnya berbeda. "Pemilukada itu yang ditampilkan adalah figur. Di samping, elaktibilitas calon juga berbeda," kata Anita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menambahkan, Palembang tidak menjadi tolak ukur pasti pada Pemilukada Sumsel 6 Juni. Terlebih partai pengusung antara Pilgub dan Pemilukada Palembang berbeda, jelas akan berpengaruh juga. "Calon yang diusung Golkar (Sarimuda) mendapatkan kisaran suara 43 persen tidak mesti nanti pilgub juga akan sama. Kami telah melakukan survei, khusus untuk di Palembang optimis mampu meraih 70 persen suara," pungkasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Balongub Herman Deru yang tidak ada kaitan sama sekali dengan parpol pengusung baik Romi maupun Sarimuda, berpendapat siapapun yang menang nanti menjadi kredibilitas buat lembaga survei. Paling tidak, lembaga survei bisa diakui akurasinya kalau hasil perhitungan cepat &lt;a style="color:#666666;font-family:Monotype Corsiva;font-size:17px;text-decoration:none;"&gt;(quick count)&lt;/a&gt;-nya mendekati perhitungan KPU nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yang jelas, kalau saya melihat hasil perhitungan sementara quick count memang dua kandidat saling klaim dan diprediksi raihan suaranya ketat. Antara pasangan Romi-Harno dengan Sarimuda-Nelly Rasdiana," ujar Deru lagi. Nah, perolehan suara kedua pasangan kandidat nomor urut 2 dan nomor urut 3 itu, lebih dominan karena figur keduanya. "Ini bukan berarti saya menafikan parpol pendukung. Apalagi, yang mendukung dua pasangan itu, multipartai. Jelas, dalam setiap pemilukada faktor figur-lah yang menjadi penentu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula pada pemilihan gubernur nanti. Deru yakin masyarakat Kota Palembang dalam melilih Gubernur Sumsel ke depan, tidak melihat dari partai mana pemimpin  Kota Palembang yang lagi berkuasa. "Ya, kalau saya tidak muluk-muluk. Dalam kota dapat 30-40 persen suara sudah Alhamdulillah." &lt;b&gt;(mik/cj4/nur/ce3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumatera Ekspres, Selasa, 9 April 2013&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a style="color:#0000ff;font-family:Georgia;font-size:20px;font-weight:bold;text-decoration:none;"&gt;Pertarungan Eddy-Alex&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a style="color:#ff0000;font-family:Georgia;font-size:20px;font-weight:bold;text-decoration:none;"&gt;---------------------------------------------------&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pengamat politik dan hukum dari Universitas Sriwijaya, Prof Amzulian Rifai SH LLM PhD mengatakan hasil pemilihan wali kota dan wakil wali kota Palembang tentu akan berpengaruh terhadap pemilihan gubernur, 6 Juni nanti. "Setidaknya wako terpilih akan berjuang keras dengan fasilitas dan kapasitas yang dimiliki untuk memenangkan calon gubernur yang satu haluan dengan wali kota terpilih," kata Amzulian kepada &lt;a style="color:#666666;font-family:Monotype Corsiva;font-size:17px;text-decoration:none;"&gt;Sumatera Ekspres&lt;/a&gt;, tadi malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Dekan Fakultas Hukum Unsri ini, sulit mengukur secara pasti seberapa besar pengaruh pada pilgub nanti. "Tapi yang jelas akan berpengaruh walau tidak signifikan hasilnya secara menyeluruh di Sumsel. "Ada faktor lain juga yang akan mempengaruhi gubernur terpilih nanti. Antara lain, seberapa besar pemilih golput, pemilih fanatik dan mesin partai yang bergerak hingga sampai ke akar rumput," pungkasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal senada diungkapkan Dr Febrian. Menurut pengamat politik dari Unsri ini, hasil Pemilukada Palembang sangat mempengaruhi pertarungan pemilukada gubernur nanti. "Sesungguhnya pertarungan Pemilukada Palembang ini, bukan hanya figur."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lanjutnya, Pemilukada Palembang sesungguhnya merupakan pertarungan antara PDI Perjuangan dan Golkar. "Nanti jika PDI Perjuangan menang akan berpengaruh pada Eddy Santana. Sebaliknya, jika Golkar menang akan berpengaruh dengan Alex Nooerdin," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika lihat konfigurasi hasil Pemilukada, lanjutnya, tentu sangat menarik dan akan berpengaruh pada basis-basis dukungan partai. "Menang figur akan lebih menonjol. Tapi, sesungguhnya ini pertarungan parpol juga," pungkasnya. &lt;b&gt;(mik/nur/ce3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumatera Ekspres, Selasa, 9 April 2013&lt;/b&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgJnCHM4Z9wvnOeYMCVWqvPQPtp4ahkDB3nJNCHQVlFacYMeIFkne-7M7R67rzPaapa8pdTOe4FT8RY68gRcsAOKENCqVImILAUWxmmQ_blJN9UoA5VjGaaQTr8L1o8Pn0IMSgQRcYe4ro/s72-c/SP_A0032.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Sigap, Cepat, Tangkas</title><link>http://plgindah.blogspot.com/2013/01/sigap-cepat-tangkas.html</link><category>Palembang</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Wed, 9 Jan 2013 05:11:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-889108828762430896.post-4364937229909004656</guid><description>&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi4ZPOcOXAdYsab_tpuK0Zfaj8btoh6K2umqSUB_Dcp4Uo4dCMxLlPsgoZzt5_eSBTaBcuOzeNPSyR4ab5E8yRVA58Hh-RIXTIdcHf_1-WPfJcEiNKtToW46lSfkxoZ8oofayJZkC0lCjWD/s1600/Image201.jpg" imageanchor="1" style="" target="_blank"&gt;&lt;img border="0" height="280" width="620" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi4ZPOcOXAdYsab_tpuK0Zfaj8btoh6K2umqSUB_Dcp4Uo4dCMxLlPsgoZzt5_eSBTaBcuOzeNPSyR4ab5E8yRVA58Hh-RIXTIdcHf_1-WPfJcEiNKtToW46lSfkxoZ8oofayJZkC0lCjWD/s400/Image201.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;font-weight:bold;text-decoration:none;"&gt;Latihan:&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt; Personel Satuan Brimob Polda Sumsel, kemarin menggelar latihan rutin bersama di Kelurahan Bukit Besar, Kecamatan Ilir Barat (IB) I. Ini dalam rangka pengamanan sejumlah pemilukada di Sumsel yang berlangsung sepanjang 2013&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#0000ff;font-family:Georgia;font-size:13px;font-weight:bold;text-decoration:none;"&gt;PALEMBANG -&lt;/a&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt; Ribuan personel dari satuan Brimob Polda Sumatera Selatan yang bermarkas di Kelurahan Bukit Besar, Kecamatan Ilir Barat  I (IB I), Palembang siap mengawal pemilihan umum kepada daerah (pemilukada) di sejumlah daerah di Sumsel. Saat ini, mereka rutin melakukan latihan pengamanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Setidaknya, ada 1.100 personel lebih kami siapkan untuk melakukan pengamanan pilkada di sejumlah daerah di Sumsel,” ujar Kombes Pol Drs H Adeni Mohan DP MM, Dansat Brimob Polda Sumsel di sela-sela latihan rutin,  kemarin (7/1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain menyiapkan kemampuan para personel, menurut Adeni, latihan juga untuk menjaga kesatuan tim dan kelengkapan peralatan yang akan digunakan, seperti senjata api dan amunisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya itu, pihaknya juga menyiapkan alat transportasi, seperti barracuda dan lainnya. Khusus latihan kemarin, melibatkan ratusan personel. Terdiri dari lima tim yakni, SAR, penjinakan bom (jibom), one teror, silent operation, dan pasukan huru hara (PHH). "Kita juga sudah mengirim personel untuk pengamanan pilkada di Pagaralam dan  Muara Enim."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, latihan sendiri mencakup spider stlye atau yang biasa dikenal operasi  secara diam-diam dengan tidak menimbulkan kegaduhan. Kemudian, latihan inter resmob dan blackhing (pendobrakan pintu secara paksa untuk menangkap target sasaran yang ada di dalam ruangan). “Kami juga melakukan monitoring pengawasan,” ulasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adeni mengaku, dari latihan one teror juga dibekali pelatihan pengamaan VIP dan latihan pertempuran jarak dekat (PJD). Latihan bersifat rutin biar anggota satuan Brimob Polda Sumsel selalu prima dan memiliki kemampuan yang andal. “Karena itu, kami terus berlatih dan berlatih. Terpenting, baik latihan ataupun pelaksanaan tugas, yang kita utamakan kesiagaan, kecepatan, dan ketangkasan,” pungkasnya. &lt;b&gt;(nni/ce2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumatera Ekspres, Selasa, 8 Januari 2013&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi4ZPOcOXAdYsab_tpuK0Zfaj8btoh6K2umqSUB_Dcp4Uo4dCMxLlPsgoZzt5_eSBTaBcuOzeNPSyR4ab5E8yRVA58Hh-RIXTIdcHf_1-WPfJcEiNKtToW46lSfkxoZ8oofayJZkC0lCjWD/s72-c/Image201.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Palembang Diusianya Ke 1.328</title><link>http://plgindah.blogspot.com/2013/01/palembang-diusianya-ke-1328.html</link><category>Palembang</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Wed, 9 Jan 2013 03:53:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-889108828762430896.post-8797563094508699660</guid><description>&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhNPiAyS7WaZLwOpqEGvUqtKyPer31sj-WK2BBI-YC_FThmDrbCV5xbDc5RQ_x-TeebFWI4zT156JuT-4QXLeip-1XIXX_ZbiSUzMnrPeuXA98HRIUFwUYCh_xHitrrDYARRkql-3SnVQY_/s1600/Jembatan_Musi_+1970-1971.jpg" imageanchor="1" style="" target="_blank"&gt;&lt;img border="0" height="280" width="620" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhNPiAyS7WaZLwOpqEGvUqtKyPer31sj-WK2BBI-YC_FThmDrbCV5xbDc5RQ_x-TeebFWI4zT156JuT-4QXLeip-1XIXX_ZbiSUzMnrPeuXA98HRIUFwUYCh_xHitrrDYARRkql-3SnVQY_/s400/Jembatan_Musi_+1970-1971.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Palembang sejak dulu terkenal sebagai Venesia dari Timur. Karena banyaknya anak-anak sungai Musi yang membelah kota ini. Beragam aktivitas tergantung pada sungai Musi yang bagian hulunya berasal dari  Bukit Barisan Bengkulu ini. Berbincang bersama orang-orang tua saat ini, ingatan mereka masih lekat akan adanya pasar-pasar terapung. Ketika penjual dan pembeli masih melakukan transaksi dari atas sungai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kehidupan masyarakat kala itu, berada di pinggiran sungai. Berbeda dengan kebanyakan rumah yang kini bagian depanya menghadap ke jalan, pemukiman rumah asli Palembang kala itu, cenderung menghadap ke sungai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah transportasi, masyarakat saat itu kebanyakan bergantung pada perahu. Untuk penyebrangan dari hulu ke hilir, kala itu masih digunakan kapal Mary serta kapal roda lambung yang bermuatan besar. Mengangkut penumpang yang hendak bepergian seputar kawasan Plaju, Sungai Gerong hingga Kertapati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa pemerintahan Kolonial Belanda cukup banyak anak-anak sungai Musi ini cukup banyak ditimbun. Seperti sungai Kapuran di jalan Merdeka serta sungai Tengkuruk yang kini hilang tak membekas akibat dijadikan jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup sulit dibayangkan jika terdapat sungai di jalan tersebut. Namun, jika melihat foto-foto lama situasi Palembang, di sekitaran Masjid Agung yang dulunya masuk dalam lingkungan Keraton Palembang, masyarakat terlihat mengambil air wudu’ di anak-anak Sungai Musi. Hal yang tidak dapat disaksikan lagi saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarawan Palembang, Ali Mansyur yang kini menjadi pengajar di program studi sejarah FKIP Universitas Muhammadiyah mengaku saat dirinya masih duduk di kelas 2 SMP tahun 1950-an, kawasan Palembang bisa dikatakan masih sangat kecil alias sempit. Seperti apa Palembang kala itu? Saat itu, angkutan umum masih menggunakan mobil ketek, layaknya kendaraan pada film si “Doel Anak Sekolahan”. Dari pasar 16 Ilir, kendaraan ini hanya berputar di kawasan Cinde.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasar Cinde dulu seingatnya berada tepat di tengah jalan yang kini ada tugu berupa tank baja. “Terus jalan itu baru di perpanjang ke arah Pahlawan,” jelasnya. Yang cukup megah gedung RS RK Charitas. Hanya saja, jalan Veteran serta Kapten A Riva’i saat ini belum dibangun. Tempat hiburan seingatnya hanya gedung bioskop. Berada di seputaran jalan Merdeka yang ia perkirakan kini menjadi kantor Disperindagkop Palembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Namanya dulu Bioskop Oriental lalu berganti jadi Bioskop Saga. Di depan masjid Agung, tepatnya di jalan Tengkuruk pun ada satu bioskop,” ungkapnya. Perubahan signifikan ketika mulai dibangunnya Jembatan Ampera mulai tahun 1960. Sejak dioperasikan mulai tahun 1965 jembatan ini berperan besar menunjang perekonomian Palembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Palembang lebih maju lagi setelah ada Pekan Olahraga Mahasiswa (POM). Jadi banyak dibangun Gedung Olahraga. Yang kini jadi Kawasan Kampus dengan nama jalanya POM XI,” ujar Mansyur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak diberlakukanya Undang Undang otonomi daerah nomor 22 tahun 1999, peran kepala daerah, dalam hal ini Walikota menurut Ali Mansyur menjadi sangat penting dalam pembangunan Palembang. Pasalnya, Walikota memiliki peran penting, penentu kebijakan Palembang. Berbeda pada masa orde baru ketika pelaksaan pembangunan, Walikota sebatas pelaksana. Sedangkan kebijakan ditentukan pusat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang namanya Walikota Palembang, berdasarkan catatan sejarah, sejak tahun 1919 terdapat 20 orang. Tentu saja, Walikota Palembang saat ini, Ir Eddy Santana Putra MT yang kini berpasangan dengan H Romi Herton SH MH menorehkan catatan emas pembangunan Palembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eddy Santana sendiri yang telah dua periode memimpin kota pempek ini, mencatatkan kenangan manis dengan pembangunan Plaza Benteng Kuto Besak. Dari sebuah pasar buah yang kumuh dan becek disulapnya menjadi tempat hang out bagi masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan pembenahan di sekitaran bawah jembatan Ampera, kesan Palembang yang dulunya di cap “berbahaya” kini menghilang. “Banyak programnya juga berhasil. Terutama masalah air ledeng yang dulu sulit didapat kini bisa dinikmati masyarakat luas,” tandas Ali Mansyur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa emas kepemimpinan Eddy-Romi yang akrab dipanggil HERO ini juga sempat dikemukakan Ir  H Anwar Rifa’i, Dosen Arsitektur IGM yang kini berumur 75 tahun. Pria yang sudah mengenal beberapa Walikota, dari zaman Walikota ke-12 era H Ali Amin (1955-1960) melihat banyak terobosan besar dilakukan Eddy Santana yang sudah dua periode menjabat Walikota Palembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ir Chairul Murod MT, dosen Arsitektur Fakultas Tehnik Unsri serta principal Magma Architect Community. Dalam pandangan dua akademisi ini, selain keberhasilan membangun BKB, pengembangan Puskesmas swakelola, jangkauan PDAM yang hampir menyentuh seluruh sudut kota, pembangunan Rusunawa, beroperasinya Bus Trans Musi, masuknya gas kota yang murah bagi masyarakat, pembangunan gedung DPRD yang megah, tertatanya kawasan Kambang Iwak (KI), hingga diraihnya Piala Adipura yang kini genap kelima kali berturut -turut menunjukan Palembang sebagai Kota Metropolitan yang bersih terjadi dibawah kepemimpinan Eddy Santana. Bahkan, dalam kacamata Anwar Rifa’i sendiri, julukan kota metropolitan atau metropolis bagi Palembang juga terjadi pada masa Eddy Santana.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#ff1493;font-family:Georgia;font-size:18px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;Principal Magma Architect Community&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;"&gt;Tanggal 16 Juni mendatang umur kota Palembang genap mencapai 1.329 tahun. Namun, urusan pemerintahan, kota metropolis ini baru dipimpin oleh yang namanya Walikota sejak tahun 1919. Hingga kini, tercatat 20 Walikota yang pernah memimpin Palembang.  Tak sembarang orang mengenal seluruh Walikota tersebut, Ir  H Anwar Rifa’i yang kini berumur 74 tahun setidaknya hanya mengenal Walikota ke-12, H Ali Amin (1955-1960) hingga Walikota yang masih aktif, Ir H Eddy Santana Putra MT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anwar mengawali karirnya sebagai PNS dilingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang sejak tahun 1962 pada dinas Pekerjaan Umum (PU), masa kepemimpinan Walikota Abdullah Kadir (1962-1968). Beberapa jabatan penting pernah diembanya di dinas PU, Tata Kota hingga Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). Tahun 1991 Anwar pindah ke Pemerintah Provinsi dan pensiun tahun 1995. hal inilah yang membuatnya mengenal sosok Walikota dari masa ke masa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pandanganya, tiap Walikota mempunyai kelebihan serta kekurangan. Namun, tiap kepemimpinan Walikota mempunyai arah pembangunan berkesinambungan layaknya anak tangga. Tiap Walikota biasanya meneruskan pembangunan dari para pendahulunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sosok Ali Amin, ayah almarhum budayawan Djohan Hanafiah sendiri dikenal Anwar sebagai sosok conceptor handal. “Pasar Cinde merupakan salah satu karyanya,” ungkap Anwar mengawali perbincangan dikediamanya komplek Bukit Sejahtera Polygon, Selasa (8/6) lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Abdullah Kadir, dinilainya sebagai seorang pemberani. Seingat Anwar, Abdullah Kadir yang mantan anggota Polri itu, membangun infrastruktur di Palembang tanpa modal.  Hal yang membuat Anwar memberikan nilai plus pada pemimpin yang satu ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak mendapat bantuan keuangan dari pemerintah pusat, Abdullah Kadir berani meminjam uang untuk membangun kota empek-empek ini. Istilahnya gali lubang, tutup lubang. Hasilnya cukup signifikan. Pembangunan, penampalan jalan hingga pembangunan perumahan, salah satunya di kawasan Jl Rajawali yang dulunya rawa dapat berjalan dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zaman Rasyad Nawawi (1968-1970) tak begitu banyak perubahan.  Kondisi politik yang tidak stabil ikut mempengaruhi era kepemimpinanya. Barulah pada masa pemerintahan RHA Arifa’i Tjek Yan (1970-1978) ekonomi di Palembang mulai menggeliat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mang Yan –sapaan akrab RHA Arifa’i Tjek Yan- dinilai Anwar cukup mujur.  Banyak bantuan pemerintah pusat dikucurkan pada masa Mang Yan. Alhasil, pembangunan fasilitas umum dan sosial berjalan. Dari gedung Sekolah Dasar (SD),  jalan, Puskesmas, hingga kantor Camat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Di beberapa kawasan, seperti Ilir Barat (IB), Ilir Timur (IT) serta Seberang Ulu (SU), kantor Camat dibuat berdekatan dengan kantor polisi. Ini ide dari Mang Yan,” ujar Dosen Arsitektur di IGM ini.  Sentral ekonomi masyarakat Palembang, kawasan pasar 16 Ilir yang dulunya sempit, diperlebar. Ini merupakan terobosan terbesar pada masa pemerintahan Mang Yan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masuk pada masa kepempimpinan Drs H Dahlan HY (1978-1983) tak begitu banyak terobosan. Dahlan dikatakan Anwar hanya meneruskan kebijakan pembangunan pendahulunya. Hal senada diungkapkan Ir Chairul Murod Mt. “Secara fisik, zaman pak Dahlan belum ada perkembangan signifikan,” ujar Dosen Arsitektur Fakultas Tehnik Unsri dibincangi Selasa (8/6) lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pandangan pria yang juga menjabat sebagai principal Magma Architect Community ini, perkembangan pembangunan kembali menggeliat pada masa kepemimpinan H Cholil Aziz SH. Pasalnya, bangunan fisik sebagai bukti nyata berhasilnya program dicanangkan mulai terlihat. Hal ini terlhat dari berdirinya komplek Ilir Barat Permai, International Plaza (IP), pertokoan Dika, Megharia, kawasan perumahan elit Bukit Sejahtera Polygon, rumah susun (rusun), serta perumahan di kawasan Perumnas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, pembangunan fisik seperti ini bukan semata kerja seorang Walikota. Selain swasta, banyak juga peranan dari Pemerintah Provinsi (Gubernur). Seperti awal pembangunan jembatan Musi II pada masa Cholil Aziz merupakan kerjasama dengan Gubernur Sainan Sagiman. Jembatan Musi II sendiri baru selesai pengerjaan pada masa kepemimpinan Drs H Husni (1993-2003).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Salah satu terobosan zaman pak Cholil Aziz adalah rencana induk Palembang yang sekarang namanya Tata Ruang (Master Plan). Kalau ada Tata Ruang berarti ada guiding (petunjuk) pembangunan, berarti sudah ada perencanaan pembangunan matang,” ungkap Murod.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa kepemimpinan H Husni beberapa catatan penting ditorehkan. Seingat Murod, Rencana  Induk Palembang pada masa Cholil Aziz direvisi menjadi Rencanan Tata Ruang Wilayah Kota. Pasar 16 Ilir yang sempat terbakar juga kembali dibangun pada masa H Husni. Terakhir kemegahan Stadion Gelora Jakabaring tak lepas dari peran reklamasi (penimbunan) pada masa H Husni dengan Gubernur H Ramli Hasan Basri. Stadion yang kini menjadi stadion kebanggan wong kito, selesai pada masa kepemimpinan Ir Eddy Santana bersama Ir Syahrial Oesman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberhasilan signifikan Walikota Palembang dalam pandangan Murod serta Anwar Rifa’i ditorehkan Eddy Santana Putra (2003-sekarang). Eddy dinilai dua akademisi ini menorehkan catatan emas.  Terobosan besar tentu saja pembangunan Benteng Kuto Besak (BKB) yang kini menjadi tempat hiburan bagi keluarga, wisatawan serta event besar lainya. Meski telah dicanangkan sejak zaman H Husni, keberhasilan Eddy Santana menyulap kawasan BKB yang dulunya pasar becek dan kumuh menjadi tempat hang out merupakan suatu keberhasilan tersendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengembangan Puskesmas swakelola, naiknya RSUD Bari dari RS type C ke B, jangkauan PDAM yang hampir menyentuh seluruh sudut kota, pembangunan Rusunawa di Kasnariansyah, beroperasinya Bus Trans Musi, masuknya gas kota yang murah bagi masyarakat, pembangunan gedung DPRD yang megah, tertatanya kawasan Kambang Iwak (KI), hingga diraihnya Piala Adipura empat kali berturut-turut menunjukan Palembang sebagai kota metropolitan yang bersih terjadi dibawah kepemimpinan Eddy Santana. Dalam kacamata Anwar Rifa’i sendiri, julukan Kota Metropolitan atau Metropolis bagi Palembang juga terjadi pada masa Eddy Santana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawasan Seberang Ulu yang sering  dinilai tertinggal kini pun menjadi perhatian. Selain stadion, Bank Sumsel, Islamic Center, wisma atlit, water boom bakal dibangun di kawasan Jakabaring. “Bersama dengan Gubernur, zaman pak Eddy, kawasan Seberang Ulu sudah mulai diperhatikan,” urai Murod.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, Eddy bukanya tanpa celah. Hingga kini, masalah banjir yang sering menyerang Palembang sejak dulu belum terpecahkan. Masalah pembangunan jalan lingkungan pun ikut disoroti. “Penanganan banjir sudah dilaksanakan, tapi belum maksimal. Masih banyak titik-titik banjir. Termasuk jalan lingkungan. Sudah dilaksanakan pengecoran, tapi belum maksimal juga,” tandas Murod. &lt;b&gt;(wwn)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Sumeks Minggu&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhNPiAyS7WaZLwOpqEGvUqtKyPer31sj-WK2BBI-YC_FThmDrbCV5xbDc5RQ_x-TeebFWI4zT156JuT-4QXLeip-1XIXX_ZbiSUzMnrPeuXA98HRIUFwUYCh_xHitrrDYARRkql-3SnVQY_/s72-c/Jembatan_Musi_+1970-1971.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Kumpulan kata Mutiara Penuh makna</title><link>http://plgindah.blogspot.com/2013/01/kumpulan-kata-mutiara-penuh-makna.html</link><category>Kata Mutiara</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sun, 6 Jan 2013 04:11:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-889108828762430896.post-4270547296514853253</guid><description>&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjeEQFRyFNqT48jwEAUbytcPgMQKquIUHS6mv82uFZD5Fzmrl512PbvGsyNWXAmHxOqT-O7c1LpYn4Dhk5Y0NWbWCpA3dsUK-9Zsi3usknSiheXYsr6jAkMrL96SsCM5_dJpI5jpX6kYCcS/s1600/Kata-Mutiara.jpg" imageanchor="1" style="" target="_blank"&gt;&lt;img border="0" height="280" width="620" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjeEQFRyFNqT48jwEAUbytcPgMQKquIUHS6mv82uFZD5Fzmrl512PbvGsyNWXAmHxOqT-O7c1LpYn4Dhk5Y0NWbWCpA3dsUK-9Zsi3usknSiheXYsr6jAkMrL96SsCM5_dJpI5jpX6kYCcS/s400/Kata-Mutiara.jpg" title="Kumpulan kata Mutiara Penuh makna" alt="Kumpulan kata Mutiara Penuh makna" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a style="color:#0000ff;font-family:Georgia;font-size:13px;font-weight:bold;text-decoration:none;"&gt;Orang yang sempurna imannya tidak akan meninggalkan suatu amalan yang dapat mendekatkan dirinya kepada Allah, sekalipun terdapat ribuan alasan untuk meninggalkannya &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;(Sayyid Abdullah Al-Hadddad, Mujahid Sufi Abad ke 17)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;


&lt;p align="center"&gt;&lt;a style="color:#ff1493;font-family:Georgia;font-size:13px;font-weight:bold;text-decoration:none;"&gt;Tidak ada jaminan kesuksesan, namun tidak mencobanya adalah jaminan kegagalan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;(Bill Clinton, Mantan Presiden Amerika Serikat)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p align="center"&gt;&lt;a style="color:#A0522D;font-family:Georgia;font-size:12px;font-weight:bold;text-decoration:none;"&gt;Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat sesuatu kebaikan, maka jaminannya ia tidak akan bertemu dengan kemajuan selangkah pun.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;(Bung Karno, Presiden RI Pertama)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p align="center"&gt;&lt;a style="color:#2E8B57;font-family:Georgia;font-size:12px;font-weight:bold;text-decoration:none;"&gt;Bekerja keras sekarang, merasakan hasilnya nanti. Bermalas-malas sekarang, merasakan akibatnya nanti&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;(John C Maxwell, Motivator dan Penulis asal AS)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p align="center"&gt;&lt;a style="color:#FF0000;font-family:Georgia;font-size:12px;font-weight:bold;text-decoration:none;"&gt;Kehidupan adalah hadiah utaman, cinta adalah hadiah kedua, dan pengertian adalah hadiah ketiga&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;(Marge Piercy, Novelis dan Penuis Esay)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;



&lt;p align="center"&gt;&lt;a style="color:#006400;font-family:Georgia;font-size:12px;font-weight:bold;text-decoration:none;"&gt;Agar dapat membahagiakan seseorang, isilah tangannya dengan kerja, hatinya dengan kasih sayang, pikirannya dengan tujuan, ingatannya dengan ilmu yang bermanfaat, masa depannya dengan harapan, dan perutnya dengan makanan &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;(Frederick E Crane, pengacara dan Politikus Amerika)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;


&lt;p align="center"&gt;&lt;a style="color:#008000;font-family:Georgia;font-size:12px;font-weight:bold;text-decoration:none;"&gt;Jika ingin bahagia, jangan memiliki keinginan terlalu tinggi. Banyak orang yang sukses dengan harta dan jabatan, tapi tidak bahagia&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;(Dahlan Iskan, Menteri Negara BUMN)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;


&lt;p align="center"&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:12px;font-weight:bold;text-decoration:none;"&gt;Musisi harus menciptakan musik. Pelukis harus menggoreskan lukisannya. Penyair harus menuliskan sajaknya. Mereka harus melakukannya agar mencapai puncak kedamaian dalam diri mereka sendiri. Seseorang harus menjadi apa yang mereka jadi&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;(Abraham Maslow, Teoretikus dan Psikolog asal AS)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;



&lt;p align="center"&gt;&lt;a style="color:#0000ff;font-family:Georgia;font-size:12px;font-weight:bold;text-decoration:none;"&gt;Saat berbicara mode, berenanglah mengikuti arus. Saat berbicara prinsip, tegarlah seperti batu karang&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;(Thomas Jefferson, Author Researcher Expert)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;


&lt;p align="center"&gt;&lt;a style="color:#ff1493;font-family:Georgia;font-size:12px;font-weight:bold;text-decoration:none;"&gt;Jangan mencari kawan yang membuat Anda merasa nyaman, tetapi carilah kawan yang memaksa Anda terus berkembang&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;(Thomas J Watson, CEO of International Business Machines {IMB})&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;



&lt;p align="center"&gt;&lt;a style="color:#A0522D;font-family:Georgia;font-size:12px;font-weight:bold;text-decoration:none;"&gt;Perbaharuilah hidupmu, jadikan lebih variatif, dan ubahlah rutinitas yang membuat jenuh&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;(Dr 'Aidh Al-Qarni, Ulama Terkemuka)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;


&lt;p align="center"&gt;&lt;a style="color:#2E8B57;font-family:Georgia;font-size:12px;font-weight:bold;text-decoration:none;"&gt;Kegagalan adalah sesuatu yang bisa kita hindari dengan; tidak mengatakan apa-apa, tidak melakukan apa-apa, dan tidak memjadi apa-apa&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;(Denis Waitley, Motivator dan Penulis asal AS)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjeEQFRyFNqT48jwEAUbytcPgMQKquIUHS6mv82uFZD5Fzmrl512PbvGsyNWXAmHxOqT-O7c1LpYn4Dhk5Y0NWbWCpA3dsUK-9Zsi3usknSiheXYsr6jAkMrL96SsCM5_dJpI5jpX6kYCcS/s72-c/Kata-Mutiara.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Waktu Utama buat Berdoa</title><link>http://plgindah.blogspot.com/2013/01/waktu-utama-buat-berdoa.html</link><category>Budaya</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sat, 5 Jan 2013 09:12:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-889108828762430896.post-6403259178713047203</guid><description>&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEghY94TXT7iqYFaErh2m7n8tNCf35_-L2wXr0RSMd7r92C_bmdGCtLWWqo4c1CkiYHeXwzzX6vM0TOOxSs6256DYdiq0UW5f3L3qgnVrjBq1eBiYXJk7PNy1xwSpgxGyvKsTfoNgrbmKGEw/s1600/28892.jpg" imageanchor="1" style="" target="_blank"&gt;&lt;img border="0" height="280" width="620" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEghY94TXT7iqYFaErh2m7n8tNCf35_-L2wXr0RSMd7r92C_bmdGCtLWWqo4c1CkiYHeXwzzX6vM0TOOxSs6256DYdiq0UW5f3L3qgnVrjBq1eBiYXJk7PNy1xwSpgxGyvKsTfoNgrbmKGEw/s400/28892.jpg" title="Waktu Utama buat Berdoa" alt="Waktu Utama buat Berdoa" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#0000ff;font-family:Georgia;font-size:12px;font-weight:bold;text-decoration:none;"&gt;PALEMBANG --&lt;/a&gt; Sudah menjadi tradisi, saat menyambut perayaan Imlek, warga Tionghoa, khususnya umat Tridharma melakukan ritual sembahyang, bersih-bersih rumah sebagai penghormatan kepada dewa Cau Kun Kong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dewa Cau Kun Kong atau dewa dapur bertugas mencatat baik dan buruknya perbuatan manusia di rumah tersebut dalam satu tahun," ujar Wakil Ketua Majelis Rohaniawan Tridharma Indonesia (Matrisia) Komisariat Sumatera Selatan (Sumsel), Tjik harun, kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya, kata Tjik Harun, ritual bersih-bersih rumah diadakan pada 24 bulan 12 atau seminggu menjelang perayaan Imlek dengan harapan dewa tersebut melaporkan perbuatan yang baik dilakukan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada riual tersebut, terang Harun, umat Tridharma memberikan persembahan makanan berupa makanan yang manis dan lengket, seperti aneka dodol dengan harapan segala sesuatu yang manis yang didapat di tahun ini akan terus lengket dan tetap diberikan di tahun depan. Bukan hanya di rumah, di setiap vihara dan kelenteng pun biasanya ada kegiatan ritual dengan membersihkan meja altar dan akan memasang lampu lampion di lingkungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam melakukan ritual sembahyang tersebut, masing-masing warga Tionghoa, khususnya Tridharma memohon kepada dewa baik doa agar diberikan rezeki serta berkah di tahun berikutnya dan umurnya panjang, serta jauh dari bencana. "Semua doa yang ditujukan kepada dewa tergantung dengan masing-masing individu, sehingga merupakan waktu yang utama buat berdoa, memohon sesuatu keinginan mereka (umat Tridharma, &lt;b&gt;red&lt;/b&gt;)," tutup Harun. &lt;b&gt;(wia/vin/ce2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumatera Ekspres, Sabtu, 4 Januari 2013&lt;/b&gt;&lt;table width="600" border="0" cellspacing="5"&gt;&lt;td width="270" valign="center"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhai5Z49nGNxzApdQP2bydCJl6BYPbQwj3Gq0LLYrT6BSL0MJS0aoVNYpi2VENhszKbN5Nf95jp4eev_mvFioQ8dPUMxZut0gZaRwtUczMqACz7SVtN424OUMU-SActJEexEPJsFtN8DwhE/s1600/28891.jpg" imageanchor="1" style="" target="_blank"&gt;&lt;img border="0" height="210" width="290" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhai5Z49nGNxzApdQP2bydCJl6BYPbQwj3Gq0LLYrT6BSL0MJS0aoVNYpi2VENhszKbN5Nf95jp4eev_mvFioQ8dPUMxZut0gZaRwtUczMqACz7SVtN424OUMU-SActJEexEPJsFtN8DwhE/s400/28891.jpg" title="Waktu Utama buat Berdoa" alt="Waktu Utama buat Berdoa" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;td width="270" valign="center"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiVD6YcmGbEBPBOTfqRv5h9bfFtd1ZjtizFvMLaTi_cu-mY28EvsN4ISyUVHQJ40iVHpTBIttbk1ec68bIeD3OGXwI1x60uuvzNz8I2oGHRJr1M98q3hZbreq_3CBDOgGKLePrasx6t2_-j/s1600/28893.jpg" imageanchor="1" style="" target="_blank"&gt;&lt;img border="0" height="210" width="290" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiVD6YcmGbEBPBOTfqRv5h9bfFtd1ZjtizFvMLaTi_cu-mY28EvsN4ISyUVHQJ40iVHpTBIttbk1ec68bIeD3OGXwI1x60uuvzNz8I2oGHRJr1M98q3hZbreq_3CBDOgGKLePrasx6t2_-j/s400/28893.jpg" title="Waktu Utama buat Berdoa" alt="Waktu Utama buat Berdoa" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/td&gt;&lt;/table&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEirD2jxeirrrQKqXy1Gbx4VCOMXHSplrWSNwGaWOLxmMXarR-1D-5FtDHr3SuStzetLTu4e2TLdaNbRkLgb00GnrxyWs6qpz2xjftBSb0y60LkCZW4Oh2MD9o5QTxIffZ_iMuz0PCTc6aoM/s1600/28894.jpg" imageanchor="1" style="" target="_blank"&gt;&lt;img border="0" height="280" width="620" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEirD2jxeirrrQKqXy1Gbx4VCOMXHSplrWSNwGaWOLxmMXarR-1D-5FtDHr3SuStzetLTu4e2TLdaNbRkLgb00GnrxyWs6qpz2xjftBSb0y60LkCZW4Oh2MD9o5QTxIffZ_iMuz0PCTc6aoM/s400/28894.jpg" title="Waktu Utama buat Berdoa" alt="Waktu Utama buat Berdoa" /&gt;&lt;/a&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEghY94TXT7iqYFaErh2m7n8tNCf35_-L2wXr0RSMd7r92C_bmdGCtLWWqo4c1CkiYHeXwzzX6vM0TOOxSs6256DYdiq0UW5f3L3qgnVrjBq1eBiYXJk7PNy1xwSpgxGyvKsTfoNgrbmKGEw/s72-c/28892.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Tak Hanya Simbol, Memiliki Makna</title><link>http://plgindah.blogspot.com/2013/01/tak-hanya-simbol-memiliki-makna.html</link><category>Budaya</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sat, 5 Jan 2013 08:40:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-889108828762430896.post-7116858919878176608</guid><description>&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjpSGgxlgLiD-YDPPHPVC9_XFBDtAPTVo8Z_MvsP-dAc8xPvAAWmgC9ep6cQoSMQkxX5VB-sITSAAPoIv3wQlC2gL7T6AtvdgRvAX5Lz7MSMzOpYqIF8xCRd9aOOc0jh3ow3ABnzgVS44yY/s1600/Lampion.jpg" imageanchor="1" style="" target="_blank"&gt;&lt;img border="0" height="280" width="620" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjpSGgxlgLiD-YDPPHPVC9_XFBDtAPTVo8Z_MvsP-dAc8xPvAAWmgC9ep6cQoSMQkxX5VB-sITSAAPoIv3wQlC2gL7T6AtvdgRvAX5Lz7MSMzOpYqIF8xCRd9aOOc0jh3ow3ABnzgVS44yY/s400/Lampion.jpg" title="Tak Hanya Simbol, Memiliki Makna" alt="Tak Hanya Simbol, Memiliki Makna" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#0000ff;font-family:Georgia;font-size:12px;font-weight:bold;text-decoration:none;"&gt;PALEMBANG --&lt;/a&gt; Menjelak perayaan Imlek, masyarakat Tionghoa mulai mempercantik kediamannya dengan memasang aneka pernak-pernik Imlek seperti lampion merah, bunga persik, dupa bahkan mercon. Pernak-pernik tersebut ternyata bukan hanya simbol, tapi mempunyai makna tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahli fengsui asal Sumsel, Candra Wijaya Pasadenah mengatakan, lampion merah merupakan lampu yang terbuat dari kertas berwarna merah menyala melambangkan bahagia dan meriah. "Bukan hanya sebagai simbol namun bentuknya yang cantik dan unik membuat suasana Imlek semakin meriah," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan bunga persik (meihua) yang merupakan buah khas dari Negeri Tirai Bambu melambangkan keteguhan dan ketahanan terhadap ujian bagi warga Tiognhoa. "Bunga teratai air ini bisa juga dimanfaatkan untuk menambah cantiknya suasana di Hari Raya Imlek," terangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, bunga persik dipercaya juga membuang nasib sial yang akan datang di tahun selanjutnya. Pernak-pernik yang juga biasa ada saat Imlek adalah bambu yang melambangkan keselamatan dan rendah hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Untuk lebih memeriahkan perayaan Imlek, warga Tionghoa juga menggunakan mercon karena dipercaya melambangkan bahwa di tahun mendatang akan ada yang meledak rezekinya," jelas Candra. Kemudian ada dupa sebagai peralatan sembahyang kepada dewa-dewa yang disembah. Dikatakan, dupa atau yang biasa disebut &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;hio&lt;/a&gt; sebenarnya adalah medium unutk melakukan ssembahyang atau bagian dari peralatan sembahyang, tidak mempunyai arti khusus dan makna khusus di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;hio&lt;/a&gt; digunakan karena simbolisasi juga, karena asapnya membumbung ke atas dan disimbolkan sebagai satu macam pendekatan dengan dewa-dewa di atas sana," urai dia. Untuk menaknainya, &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;hio&lt;/a&gt; yang wangi yakni sebagai penyucian batin dan lingkungan. &lt;b&gt;(wia/vin/ce2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumatera Ekspres, Sabtu, 4 Januari 2013&lt;/b&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjpSGgxlgLiD-YDPPHPVC9_XFBDtAPTVo8Z_MvsP-dAc8xPvAAWmgC9ep6cQoSMQkxX5VB-sITSAAPoIv3wQlC2gL7T6AtvdgRvAX5Lz7MSMzOpYqIF8xCRd9aOOc0jh3ow3ABnzgVS44yY/s72-c/Lampion.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Ba Xian (Delapan Dewa)</title><link>http://plgindah.blogspot.com/2013/01/ba-xian-delapan-dewa.html</link><category>Budaya</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Thu, 3 Jan 2013 13:54:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-889108828762430896.post-8054389995970297171</guid><description>&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgnkIOD7eSTcAwxXqA2-SA8FEXZvRn5fjZcUsrYWg9dBFHvvuH6aRaOs_6W5gF9CTILGnEPqfSKr7JtCw7e1GJJnCqS_P-d_svdEPokywD1W0eJMe-fQ4NKYsirreSGYul9sgX9y1XbAGiQ/s1600/27778.JPG" imageanchor="1" style="" target="_blank"&gt;&lt;img border="0" height="290" width="620" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgnkIOD7eSTcAwxXqA2-SA8FEXZvRn5fjZcUsrYWg9dBFHvvuH6aRaOs_6W5gF9CTILGnEPqfSKr7JtCw7e1GJJnCqS_P-d_svdEPokywD1W0eJMe-fQ4NKYsirreSGYul9sgX9y1XbAGiQ/s400/27778.JPG" title="Ba Xian (Delapan Dewa)" alt="Ba Xian (Delapan Dewa)" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ba Xian [Delapan Dewa / Pat Shien] adalah Dewa-Dewi Tao yang hidup pada masa yang berbeda dan dapat mencapai kekekalan hidup. Mereka sering dilukiskan pada benda-benda porselen, patung, sulaman, lukisan dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewa-Dewi Ba Xian menggambarkan kehidupan yang berbeda, yaitu Kemiskinan, Kekayaan, Kebangsawanan, Kejelataan, Kaum Tua, Kaum Muda, Kejantanan dan Kewanitaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ba Xian dihormati dan dipuja karena menunjukkan kebahagiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah Ba Xian menunjukkan bahwa kita dapat mencapai kehidupan abadi dalam kebahagiaan, melalui tindakan-tindakan yang tidak mementingkan diri sendiri dan melakukan perbuatan-perbuatan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#ff1493;font-family:Georgia;font-size:20px;font-weight:bold;text-decoration:none;"&gt;Zhongli Quan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Memiliki nama keluarga Zhongli dan hidup pada masa Dinasti Han, karena itu ia juga dikenal sebagai Han Zhongli. Zhongli Quan adalah seorang Jenderal dalam kerajaan pada masa Dinasti Han. Pada hari tuanya dia menjadi petapa dan mendalami ajaran Tao.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasa digambarkan sebagai laki-laki gemuk bertelanjang perut dan membawa kipas bulu yang dapat mengendalikan lautan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#ff1493;font-family:Georgia;font-size:20px;font-weight:bold;text-decoration:none;"&gt;Zhang Guolao&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Zhang Guolao adalah kepala akademi kerajaan, namun dia mengundurkan diri untuk menjadi petapa di Gunung Chuang Tiao di Shanxi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memiliki keledai ajaib yang dapat membawa dirinya berjalan ribuan kilometer setiap hari. Ketika mencapai tujuan, dia mengubah keledai tersebut menjadi kertas dan Zhang Guolao melipatnya untuk dimasukkan dalam sakunya. Untuk menghidupkannya dia membuka lipatan tersebut dan meniupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaisar Tang Ming Huang ingin mengangkat Zhang Guolao bekerja di istana, tetapi dia tidak bersedia meninggalkan kehidupan pengembaraannya. Setelah dua kali menghadap kaisar, pertapa ini pun menghilang entah kemana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering digambarkan sedang menunggangi keledai secara terbalik. Simbolnya adalah tempat ikan yang terdiri dari batang bambu dengan tabung kecil yang muncul di ujungnya. Ia dipuja sebagai pembawa keturunan laki-laki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#ff1493;font-family:Georgia;font-size:20px;font-weight:bold;text-decoration:none;"&gt;Lu Dongbin&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Seorang sastrawan dan petapa yang mempelajari Tao dari Zhongli Quan. Di tangan kanannya sering membawa kebutan suci pendeta Tao.
Simbol Lu Dongbin adalah pedang Pembunuh Roh Jahat dan dengan gerakan terbang yang cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum mempelajari Tao, Lu Dongbin diuji dengan berbagai ujian berat oleh Zhongli Quan, yang berhasil diatasi semuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lu Dongbin dapat dikatakan sebagai salah satu Dewa yang paling tersohor dari Delapan Dewa. Ia dianggap sebagai penolong orang miskin dan pembasmi roh-roh jahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#ff1493;font-family:Georgia;font-size:20px;font-weight:bold;text-decoration:none;"&gt;Li Tieguai&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Memiliki nama asli Li Xuan dan hidup pada masa Dinasti Sui. Dia melambangkan cacat dan keburukan. Dia berusaha untuk meringankan beban penderitaan umat manusia. Li Tieguai memiliki sebuah tongkat besi dan bermuka hitam. Dia membawa sebuah labu yang digunakannya untuk menolong umat manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, ketika rohnya pergi ke Huashan, dia memberitahukan muridnya, Lang Ling, untuk menjaga badannya dan membakarnya apabila dia tidak kembali dalam tujuh hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hari ke enam, Lang Ling mendapat kabar bahwa ibunya sakit keras dan sebagai seorang anak dia harus merawat ibunya. Maka dia membakar badan tersebut satu hari lebih awal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika roh Li Tieguai kembali keesokan harinya, dia tidak dapat menemukan badannya sehingga dia memasuki badan seorang tua yang baru saja meninggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, orang tua tersebut ternyata cacat. Pada saat pertama, Li ingin meninggalkan badan tersebut, tetapi Lao Zi / Lao Tze membujuknya dengan mengatakan bahwa penerapan dari ajaran Tao tidak tergantung penampilan. Lao Zi lalu memberi tongkat besi kepada Li Tieguai. Li Tieguai kadang digambarkan sedang berdiri di atas kepiting atau ditemani seekor menjangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#ff1493;font-family:Georgia;font-size:20px;font-weight:bold;text-decoration:none;"&gt;Cao Guojiu&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hidup pada masa Dinasti Song dan merupakan putra dari Cao Bin, seorang komandan militer, dan saudara laki-laki dari Ratu Cao Hou, ibu dari Kaisar Yin Zong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cao Guojiu digambarkan memakai jubah kebesaran dan topi pengadilan. Di tangannya ada kertas catatan kerajaan dan sepasang alat musik kastanyet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari Zhong Li Quan dan Lu Dong Bin bertemu dengannya dan menanyakan apa yang sedang dia lakukan. Dia menjawab bahwa dia sedang belajar Tao.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apakah itu dan dimanakah itu?", mereka balik bertanya.
Pertama-tama dia menunjuk ke langit dan kemudian ke hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#ff1493;font-family:Georgia;font-size:20px;font-weight:bold;text-decoration:none;"&gt;Lan Caihe&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sering ditampilkan berpakaian biru dengan tidak bersepatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil melambai-lambaikan sepasang tongkat, ia mengemis sepanjang jalan. Lan Caihe terus menerus membacakan syair-syair yang menggambarkan kehidupan yang tidak kekal beserta kesenangan-kesenangan yang hampa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia berkelana ke seluruh negeri sambil menyanyi dan membawa keranjang bunga. Lan Caihe terkadang terlihat seperti wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#ff1493;font-family:Georgia;font-size:20px;font-weight:bold;text-decoration:none;"&gt;Han Xiangzi&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Han Xiangzi melambangkan masa muda. Dia adalah keponakan dari Han Yu, seorang menteri pada pemerintahan Kaisar Hsing Tung dari Dinasti Tang. Simbolnya adalah sebuah suling. Seorang pecinta kesunyian, mewakili orang ideal yang senang tinggal di tempat alamiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Han Xiangzi sering menyusuri desa sambil meniup seruling dengan merdu sehingga menarik perhatian burung-burung dan binatang lainnya.
Han Xiangzi tidak mengenal nilai uang dan bila diberi uang akan dia sebarkan di tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#ff1493;font-family:Georgia;font-size:20px;font-weight:bold;text-decoration:none;"&gt;He Xiangu&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Satu-satunya wanita diantara Delapan Dewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berpenampilan halus dan lemah lembut, dan sering terlihat membawa bunga teratai yang dapat dipakai untuk mengobati orang sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang-kadang dia digambarkan berada di atas kelopak teratai yang terapung sambil memegang pengusir lalat.
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgnkIOD7eSTcAwxXqA2-SA8FEXZvRn5fjZcUsrYWg9dBFHvvuH6aRaOs_6W5gF9CTILGnEPqfSKr7JtCw7e1GJJnCqS_P-d_svdEPokywD1W0eJMe-fQ4NKYsirreSGYul9sgX9y1XbAGiQ/s72-c/27778.JPG" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">8</thr:total></item><item><title>Mi Le Fo/Maitreya </title><link>http://plgindah.blogspot.com/2013/01/mi-le-fomaitreya.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Thu, 3 Jan 2013 13:31:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-889108828762430896.post-5741343791850283132</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhNKe7OtUy3PS1jer_R3GohIrSjCDsPQGDZt1SYsqBy8KjyIucILLRnoon3z1rI3dpix__gCl43X0vEN9kL0z21YIPelkKqXI1kFpk5IbRtLGcuM8ZGv0ncl9jF3OxH3podKz9M5Tqrmbtt/s1600/Maitreya01.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="250" width="250" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhNKe7OtUy3PS1jer_R3GohIrSjCDsPQGDZt1SYsqBy8KjyIucILLRnoon3z1rI3dpix__gCl43X0vEN9kL0z21YIPelkKqXI1kFpk5IbRtLGcuM8ZGv0ncl9jF3OxH3podKz9M5Tqrmbtt/s400/Maitreya01.jpg" title="Mi Le Fo/Maitreya" alt="Mi Le Fo/Maitreya" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;   Nama ini berasal dari bahasa Sansekerta. Menurut uraian yang bersifat tradisional, beliau akan mencapai tingkat ke-Buddhaannya ketika beliau sedang berada di bawah Pohon Jambudvipa, setelah Hyang Buddha Sakyamuni mencapai pencerahan agungnya yang sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah, kemudian Beliau akan dinamakan Buddha Maiteya. Dikatakan pula, bahwa beliau akan menggantikan Buddha Sakyamuni, setelah hidup di Surga Tusita untuk keseluruhan hidupnya. Beliau juga dinamai Bodhisattva yang siap untuk mengisi posisi yang kosong untuk keseluruhan kehidupan yang ditetapkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bodhisattva Maitreya menjadi tokoh utama di bidang Buddha Dhamma, dan mendiami bagian dalam istana di Surga Tusita. Sampai 567 juta tahun, Beliau akan turun ke dunia, dan mencapai ke-Buddhaannya di bawah Pohon Bunga Ular Naga yang tumbuh di taman bunga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian akan ada 3 (tiga) Perhimpunan Dharma atau Dewan Dharma yang akan Beliau bentuk. Dan Dewan-Dewan Dharma itu akan dinamai Tiga Dewan Dharma di Bawah Pohon Bunga Ular Naga. Menurut kitab suci agama Buddha yang dinamai Sutra Ekottara-Agama, jumlah dari makhluk - makhluk hidup yang mengalami penderitaan, yang akan diselamatkan, dapat diseberangkan hingga tiba di Pantai Nirvana dengan selamat, yang jumlahnya tidak terhitung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Dewan Dharma yang pertama, jumlah makhluk yang dapat diselamatkan akan berjumlah 960 juta. Sedangkan pada Dewan Dharma kedua, sebanyak 940 juta. Pada Dewan Dharma yang ketiga, yang dapat diselamatkan akan berjumlah 920 juta orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama periode waktu melaksanakan pembinaan diri menjalankan Jalan ke-Bodhisattva-an-nya itu, Bodhisattva Maitreya akan melaksanakan cara pembinaan terhadap orang - orang lain sesuai cara Beliau sendiri. Yaitu Beliau tidak menggaris bawahi pentingnya meditasi, maupun latihan spiritual dengan menyakiti badan dalam usahanya untuk melenyapkan atau membebaskan diri dari penderitaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi Beliau menggaris bawahi pentingnya pelaksanaan berdana, beramalbhakti, bersemangat tinggi dalam mengejar kemajuan spiritual, berwatak cinta kasih dan welas asih serta bersifat bijaksana. Cara pembinaan diri yang dilakukan oleh Bodhisattva Maitreya ini, berbeda dengan cara yang dianut oleh para Sravaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para Sravaka mengambil cara bertapa brata, menyakiti badannya dalam usahanya untuk membebaskan diri dari penderitaan, dan agar memperoleh ijazah atau hak masuk ke tahap Nirvana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bodhisattva Maitreya secara sengaja membiarkan diri Beliau terkena apa yang dinamakan illusi (terkena pandangan yang tidak seperti apa adanya, atau keadaan - keadaan yang bersifat tidak sejati), sehingga tetap dapat berada di lingkungan makhluk - makhluk yang menderita dan dapat menyelamatkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat cerita mengenai reinkarnasi dari Bodhisattva tersebut, Di bagian akhir dari zaman Dynasti Tang, hidup seorang pertapa yang bernama Pu Tai ( yang artinya orang yang membawa tas terbuat dari kain ), yang telah menyebarluaskan Buddha Dharma sepanjang hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sang pendeta tersebut wafat , Beliau meninggalkan syair yang berbunyi sebagai berikut : "Maitreya tetap bersifat Maitreya yang sejati. Dia manifes, mengejawantah, menjelma ke dunia, menjadi jutaan badan-badan yang telah mengalami perubahan wujud dari wujudnya yang semula. Sepanjang keseluruhan waktunya , dia telah manifes di hadapan makhluk-makhluk hidup yang tidak mengenal siapa sebenarnya yang ada dihadapannya itu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umat Buddha yang mempercayai Sang Pendeta yang telah mencapai Nirvana tersebut, setelah zaman Dynasti Tang memuja Sang Pendeta sebagai wujud atau diri Bodhisattva Maitreya yang telah mengambil tubuh yang mengalami perubahan. Kebanyakan lukisan-lukisan mengenai Bodhisattva Maitreya itu dilukiskan berdasarkan penampakan atau meniru tubuh Pendeta Pu Tai itu.</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhNKe7OtUy3PS1jer_R3GohIrSjCDsPQGDZt1SYsqBy8KjyIucILLRnoon3z1rI3dpix__gCl43X0vEN9kL0z21YIPelkKqXI1kFpk5IbRtLGcuM8ZGv0ncl9jF3OxH3podKz9M5Tqrmbtt/s72-c/Maitreya01.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Sam Cun Tay Hud/Sam Po Hut </title><link>http://plgindah.blogspot.com/2013/01/sam-cun-tay-hudsam-po-hut.html</link><category>Budaya</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Thu, 3 Jan 2013 13:16:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-889108828762430896.post-7708669836467887538</guid><description>&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh859Vh-8GaaG-aAcDrAnTiv-tPuV-WMvtx2bzp6ywT-nCP69PWpig-qTU9opzC4BsPx1wDnAynsehT_pLJLsGLPfjwN2Sem-lwHnrrGIsbExG2UBi1lqK6hN13LI1q7xIH3DlshXDzWov9/s1600/Sam+Po.jpg" imageanchor="1" style="" target="_blank"&gt;&lt;img border="0" height="290" width="620" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh859Vh-8GaaG-aAcDrAnTiv-tPuV-WMvtx2bzp6ywT-nCP69PWpig-qTU9opzC4BsPx1wDnAynsehT_pLJLsGLPfjwN2Sem-lwHnrrGIsbExG2UBi1lqK6hN13LI1q7xIH3DlshXDzWov9/s400/Sam+Po.jpg" title="Sam Cun Tay Hud/Sam Po Hut " alt="Sam Cun Tay Hud/Sam Po Hut " /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sam Cun Tay Hud atau Sam Po Hut adalah Tri Buddha yang juga dikenal dengan sebutan Tri Kaya, Tri Loka dan Tri Ratna (Tiga Mestika). Mereka terdiri dari: Buddha Sakyamuni (Se Cia Mo Ni Fo), Buddha Bhaisajyaguru (Yao Shi Fo) &amp; Buddha Amitabha (Amitofo).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buddha Sakyamuni (623 - 543 SM) berayahkan seorang raja bernama Sudhodana dan ibunya Dewi Maha Maya yang berhati suci dan luhur. Sebelum melahirkan, Dewi Maha Maya bermimpi didatangi seekor gajah putih mempersembahkan setangkai teratai. Disaat lahir Beliau disambut sebagai Maha Bhodisatva. Empat Maha Brahma (Dewata) menerima sang bayi dengan jalan emas, dan dari angkasa turun air dingin serta air panas. Dari bumi muncul bejana emas untuk memandikan sang bayi. Di udara terdengar alunan suara yang merdu, burung2 berkicauan dan bunga bermekaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian bayi Maha Bhodisatva melangkah 7 kali, dari ke 7 pijakan muncul bunga teratai merah kuning emas disertai gempa bumi dan bunga2 mandarava turun bertebaran dari angkasa yang disebarkan oleh para raja naga. Kisah kelahirannya ini tercatat dalam kitab Sakyamuni Buddha. Arca (Kim Sin) nya terlihat Beliau memegang bola dunia sebagai lambang abadi sepanjang masa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buddha Bhaisajyaguru (Buddha Guru Pengobatan) adalah Buddha masa lalu sebelum Buddha Sakyamuni mencapai Pencerahan. Dikatakan Beliau adalah Buddha dari Alam Timur, khusus memberi berkah penyembuhan dari penyakit, mencegah bencana serta panjang umur. Arca (Kim Sin) nya serupa dengan Buddha Sakyamuni namun Buddha Baisajyaguru terlihat memegang mangkok/Patra/Pagoda. Nama lengkapnya adalah Yok Su Lin Li Kong Hud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buddha Amitabha (O Mi To Hud) juga Buddha dari masa lalu. Beliau bermukim di Alam Barat (See Hong Kek Lok See Kay) yang merupakan tanah suci bagi kaum Budhis. Nama Beliau selalu diucapkan dalam kesempatan apapun karena umatnya percaya kepada janjinya yang akan membawa roh2 yang berjodoh ke Alam Barat.Buddha Amitabha, Koan Im Pho Sat dan Tay Si Ci Pho Sat bertiga terkenal dengan sebutan See Hong Sam Seng (Tri Suci dari Alam Barat).</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh859Vh-8GaaG-aAcDrAnTiv-tPuV-WMvtx2bzp6ywT-nCP69PWpig-qTU9opzC4BsPx1wDnAynsehT_pLJLsGLPfjwN2Sem-lwHnrrGIsbExG2UBi1lqK6hN13LI1q7xIH3DlshXDzWov9/s72-c/Sam+Po.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Tahun Start Kode Etik Guru</title><link>http://plgindah.blogspot.com/2013/01/tahun-start-kode-etik-guru.html</link><category>Opini</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Thu, 3 Jan 2013 08:31:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-889108828762430896.post-8083327722655721110</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;" target="_blank"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhUgvuslqan72ibs5jt-NUGi8EVMQhoVTnE56w-i7-5X1mLn8dUkHrRKnmZ4AuE8i8q2FKAG-wZQrVB_qKF-oWlBgaXVY3cio7JGIZISF1KV_ODCFnc9MbPKkLu0782DjJRAiZjZB8IK5fP/s1600/pendidikan.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="220" width="220" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhUgvuslqan72ibs5jt-NUGi8EVMQhoVTnE56w-i7-5X1mLn8dUkHrRKnmZ4AuE8i8q2FKAG-wZQrVB_qKF-oWlBgaXVY3cio7JGIZISF1KV_ODCFnc9MbPKkLu0782DjJRAiZjZB8IK5fP/s400/pendidikan.jpg" title="Tahun Start Kode Etik Guru" alt="Tahun Start Kode Etik Guru" width="220" height="220" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;a style="color:#0000ff;font-family:Georgia;font-size:18px;font-weight:bold;text-decoration:none;"&gt;Oleh: Ki Supriyoko&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah pendidikan nasional kita akan mencatat tahun 2013 ini sebagai tahun kode etik guru. Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) sebagai organisasi profesi guru terbesar di Indonsia bertekad menjalankan kode etik profesi mulai 2013 ini. Mengikat diri dengan kode etik merupakan salah satu ciri profesionalitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus diakui, PGRI bukan satu-satunya organisasi guru di Indonesia. Di luar PGRI, masih terdapat belasan bahkan puluhan organisasi guru. Sebut saja, Ikatan Guru Indonesia (IGI), Federasi Guru Independen Indonesia (FGII), Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Serikat Guru Seluruh Indonesia (SGSI), dan Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski terdapat banyak organisasi guru, belum ada satu pun yang sudah menjalankan kode etik profesi. Jadi, kalau PGRI memulai menjalankan kode etik profesi pada 2013 ini, nama mereka pasti akan tercatat dalam sejarah pendidikan nasional kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#0000ff;font-family:Georgia;font-size:20px;font-weight:bold;text-decoration:none;"&gt;Kewajiban Undang-Undang&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Apakah dijalankannya kode etik profesi oleh PGRI itu mendapat dukungan  pemerintah? Setahu saya, PGRI tidak pernah "merengek-rengek" meminta dukungan pemerintah. Sebab, menjalankan kode etik bagi anggota menjadi hak PGRI itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, saya percaya, sebagai organisasi santun, PGRI tentu sudah berkoodinasi dengan pemerintah dalam menjalankan kode etik bagi anggotanya. Di luar itu, menjalankan kode etik sejalan dengan ketentuan perundangan, yaitu UU No 14/2005 tentang Guru dan Dosen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pasal 43 ayat (1) dinyatakan, untuk menjaga dan meningkatkan kehormatan serta martabat guru dalam pelaksanaan tugas keprofesionalan, organisasi profesi guru membentuk kode etik (profesi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat (2) dinyatakan, kode etik berisi norma dan etika yang mengikat perilaku guru dalam pelaksanaan tugas keprofesionalan. Kode Etik Guru Indonesia yang dibentuk PGRI terdapat atas 6 bagian dan 11 pasal &lt;b&gt;(&lt;a href="http://www.pgri.or.id/kode-etik/organisasi/kode-etik/kode-etik-guru-indonesia" target="_blank"&gt;&lt;font color="orange"&gt;www.pgri.or.id/kode-etik/organisasi/kode-etik/kode-etik-guru-indonesia&lt;/font&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/b&gt;. Kode etik itu secara keseluruhan mengatur hal-hal yang boleh dan yang tidak boleh dilakukan guru untuk menjaga keprofesionalan dalam menjalankan tugas profesinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam Kode Etik Guru Indonesia, diatur jelas bagaimana seharusnya hubungan yang dilakukan guru dengan tujuh unsur yang secara langsung terkait dengan profesi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun tujuh hubungan yang dimaksud itu adalah hubungan guru dengan (1) peserta didik, (2) orang tua atau wali murid, (3) masyarakat, (4) sekolah dan rekan sejawat, (5) profesi, (6) organisasi profesinya, dan (7) pemerintah. Asumsinya, bila setiap guru bisa menjaga hubungan dengan tujuh unsur tersebut secara profesional, keprofesionalan guru bisa dipertahankan, bahkan dikembangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ambil contoh hubungan dengan peserta didik pada pasal 6 ayat (1) butir d yang menyebutkan, guru menghimpun informasi tentang peserta didik dan menggunakannya untuk kepentingan proses kependidikan. Seandainya guru menjalankan ketentuan tersebut, hasilnya akan optimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakni, guru mencari informasi mengenai kemampuan dasar masing-masing peserta didik untuk menerima pembelajaran, siapa saja yang kemampuannya rendah, kemampuannya sedang, dan kemampuannya tinggi. Selanjutnya, memberikan pelayanan pembelajaran yang profesional menurut kemampuan dasar siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#0000ff;font-family:Georgia;font-size:20px;font-weight:bold;text-decoration:none;"&gt;Kualitas Pendidikan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bahwa dijalankannya Kode Etik Guru Indonesia untuk menjaga keprofesionalan guru  kiranya tidak terbantahkan. Hal itu sama dengan dijalankannya Kode Etik Advokat Indonesia untuk menjaga keprofesionalan pengacara, Kode Etik Kedokteran Indonesia untuk menjaga keprofesionalan dokter, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah guru di Indonesia sekrang mencapai 2,9 juta orang. Kalau mereka mau menjalankan kode etik, keprofesionalan guru akan terjaga yang ujung-ujungnya mampu meningkatkan kualitas pendidikan pendidikan nasional. Peningkatan kualitas pendidikan sudah tentu tidak bisa terjadi secara instan. Sebab, menjalankan kode etik guru juga tidak bisa secara "cepat saji".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, perlu dimulai dari tahap sosialisasi yang juga memerlukan waktu tidak pendek. Mengingat, sebagian guru di Indonesia tinggal di daerah &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;\text-decoration:none;"&gt;"remote"&lt;/a&gt; (pelosok) dengan teknologi informasi yang belum memadai. Kualitas pendidikan bukan hanya tanggung  jawab PGRI, tapi tanggung jawab kita semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, sebenarnya keberhasilan dijalankannya kode etik guru bukan menjadi tanggung jawab PGRI saja, tapi tanggung jawab kita semua. Salah satu peran intinya ada pada guru &lt;b&gt;(*)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a style="color:#0000ff;font-family:Georgia;font-size:18px;font-weight:bold;text-decoration:none;"&gt;Ki Supriyoko&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;--------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Guru besar, wakil presiden Pan-Pacific Association of Private Education (PAPE) &lt;br /&gt;yang bermarkas di Tokyo, Jepang (kisupriyoko@&lt;a href="http://yahoo.co.id/" target="_blank"&gt;yahoo.co.id&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a style="color:#0000ff;font-family:Georgia;font-size:15px;font-weight:bold;text-decoration:none;"&gt;* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:15px;font-weight:bold;text-decoration:none;"&gt;Sumatera Ekspres, Kamis, 3 Januari 2013&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhUgvuslqan72ibs5jt-NUGi8EVMQhoVTnE56w-i7-5X1mLn8dUkHrRKnmZ4AuE8i8q2FKAG-wZQrVB_qKF-oWlBgaXVY3cio7JGIZISF1KV_ODCFnc9MbPKkLu0782DjJRAiZjZB8IK5fP/s72-c/pendidikan.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Metode Pembelajaran Modern PAI</title><link>http://plgindah.blogspot.com/2013/01/metode-pembelajaran-modern-pai.html</link><category>Opini</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Thu, 3 Jan 2013 08:29:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-889108828762430896.post-8113915002054990716</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;" target="_blank"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhUgvuslqan72ibs5jt-NUGi8EVMQhoVTnE56w-i7-5X1mLn8dUkHrRKnmZ4AuE8i8q2FKAG-wZQrVB_qKF-oWlBgaXVY3cio7JGIZISF1KV_ODCFnc9MbPKkLu0782DjJRAiZjZB8IK5fP/s1600/pendidikan.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="220" width="220" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhUgvuslqan72ibs5jt-NUGi8EVMQhoVTnE56w-i7-5X1mLn8dUkHrRKnmZ4AuE8i8q2FKAG-wZQrVB_qKF-oWlBgaXVY3cio7JGIZISF1KV_ODCFnc9MbPKkLu0782DjJRAiZjZB8IK5fP/s400/pendidikan.jpg" title="Metode Pembelajaran Modern PAI" alt="Metode Pembelajaran Modern PAI" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a style="color:#0000ff;font-family:Georgia;font-size:16px;font-weight:bold;text-decoration:none;"&gt;Oleh: Khoirawati&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;------------------------------&lt;br /&gt;Guru SMKN 1 Kota Pagaralam Sumsel dan Kandidat Doktor dalam Bidang Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Jakarta&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a style="color:#ff1493;font-family:Georgia;font-size:16px;font-weight:bold;text-decoration:none;"&gt;* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;font-weight:bold;text-decoration:none;"&gt;Pengetahuan itu bak alam tak bertepi. Semua orang bisa mendapatkan pengetahuan di mana pun dia berada, misalnya siswa yang sedang menempuh pendidikannya di sekolah menengah kejuruan. Salah satu matapelajaran di sekolah menengah kejuruan adalah Pendidikan Agama Islam (PAI). PAI mempunyai peranan yang sangat siknifikan dalam pembentukan moral, akhlak dan etika siswa.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a style="color:#ff0000;font-family:Georgia;font-size:16px;font-weight:bold;text-decoration:none;"&gt;* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan agama memilki posisi sangat strategis dalam sistem perundang-undangan guna terwujudnya manusia Indonesia yang beriman, dan berakhlak mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara mendasar, menurut UUD 1945 pasal 31 ayat (3) disebutkan bahwa "pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan UU."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejalan dengan itu, tujuan yang dirumuskan dalam rangka penyelenggaraan Pendidikan Agama Islam adalah untuk mengembangkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT dan akhlak mulia. Tugas mulia itu menjadi tanggung jawab lembaga pendidikan, termasuk di dalamnya sekolah menengah kejuruan (SMK).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti dituangkan dalam permendiknas No 22/2006 tentan "Standar Isi". Salah satunya berisi materi PAI tentang sejarah perkembangan Islam di Dunia yang diperoleh melalui proses pembelajaran berupa proses interaksi antara siswa dan sumber belajar untuk mencapai perubahan tingkah laku tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber belajar itu dapat bersumber dari guru atau media pembelajaran, sedangkan perubahan perilaku dapat berbentuk penambahan pengetahuan, keterampilan, dan/atau sikap perilaku siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu subsistem dalam pembaelajaran di kelas adalah ketersediaan bahan pembelajaran dan metode pembelajaran. Bahan pelajaran adalah bahan tercetak dan bahan non-tercetak yang tersusun sistematis yang di dalamnya terdapat materi informasi pembelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Materi ini diharapakan dapat membantu siswa/guru dalam mencapai tujuan pembelajaran sesuai standar kompetensi yang sudah ditetapkan pemerintah. Di dalamnya terdapat materi atau informasi pembelajaran yang disajikan secara sistematik berdasarkan prinsip belajar dan pembelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain buku atau bahan tercetak, bahan pembelajaran dapat berupa CD pembelajaran, materi &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;online&lt;/a&gt;, materi siaran televisi, materi siaran radio, atau bahkan kombinasi dari berbagai bentuk bahan materi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila dilihat dari cara penyajian isinya, bahan pembelajaran dapat menggunakan metode atau pendekatan tertentu. Nah, yang dimaksud dengan metode pembelajaran adalah cara guru dalam menyampaikan materi pembelajarannya. Namun sayangnya bahan pembelajaran buku teks untuk SMK, terutama untuk matapelajaran PAI masih terbatas. Keterbatasan ini bukan hanya dari sisi jumlah tetapi juga dari aspek kualitas yang belum memenuhi standar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan meteri sejarah perkembangan Islam di dunia yang merupakan bagian dari isi buku teks PAI (kelas XII) ternyata masih berada pada urutan terakhir di dalam buku teks. Akibatnya materi PAI seringkali terabaikan. Hal ini disebabkan materinya yang cukup banyak dan waktu untuk mempelajarinya yang terbatas hingga akhir semester.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan pengalaman penulis, pengemasan guru dalam menyampaikan materi belum membawa siswa ke arah pembelajaran aktif, kreatif dan menyenangkan. Untuk itu guru harus kaya dengan metode mengajar yang bervariasi dari waktu ke waktu. Tujuannya agar siswa tidak merasa bosan dan siswa bisa aktif, kreatif dan senang selama mengikuti pelajaran. Sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai secara efektif dan efisien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode pembelajaran atau metode mengajar acapkali disebut juga sebagai pendekatan pembelajaran atau model pembelajaran, dengan makna yang hampir sama. Sebagian pakar mengartikan pendekatan tersebut sebagai gabungan dari beberapa metode, sedangkan model pembelajaran lebih luas dari keduanya karena mencakup pula langkah-langkah dalam pelaksanaan pembelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah-langkah tersebut dikenal dengan istilah sintaks. Metode pembelajaran lama akan menyebabkan kejenuhan belajar bagi siswa, penggunaan waktu belajar yang tidak efektif dan sulitnya menerapkan konsep-konsep ilmu dan pengetahuan kepada siswa menyebabkan kurang tercapainya tujuan pembelajaran yang maksimal. Oleh karena itu penulis memperkenalkan sebuah metode pembelajaran modern yaitu metode transaksi informasi untuk PAI pada aspek sejarah, contohnya sejarah perkembangan Islam di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Transaksi informasi yang dimaksud di sini adalah strategi mengajar dengan menggunakan trik atau taktik mengajar yang mengondisikan suasana belajar di ruang kelas, seperti pasar yang di dalammnya terdapat perdagangan informasi. Informasi yang menjadi bahan transaksi adalah materi Pendidikan Agama Islam pada aspek Sejarah Perkembangan Islam di Dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sintaks (langkah-langkah/tahap) dalam metode transaksi informasi ini adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahap 1 persiapan; yaitu menyediakan data: Pada tahap ini siswa diminta untuk menyiapkan segala kebutuhan yang menyangkut materi pembelajaran. Seperti; menyiapkan materi yang akan dipelajari, menyiapkan segala atribut yang diperlukan untuk berlangsungnya kegiatan belajar, dan guru mengarahkan siswa untuk menata meja menjadi stand-stand atau mengkondisikan kelas menjadi seperti pasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahap 2 kegiatan awal; Berdoa, appersepsi, dan motivasi. Pada tahap ini kegiatan yang dilakukan adalah guru membuka kegiatan pembelajaran, guru menunjukkan kepada siswa tujuan pembelajaran yang akan dicapai, guru menampilkan tes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahap 3 kegiatan inti 1: Menata Stand. Kegiatan inti 1 meliputi; guru membagi siswa menjadi 5 kelompok, jika siswa berjumlah 20 orang, maka masing-masing kartu tertulis 20 nama negara. Tiap kelompok menuliskan mana kelompoknya menjadi nama stand. Tiap kelompok mengubah materinya masing-masing ke dalam tampilan visual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok dianjurkan menggunakan sebanyak mungkin angka, diagram, simbol, gambar, grafik, kartun, sketsa dan huruf inisial, tetapi tidak lebih dari sepuluh kata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahap 4 Kegiatan inti 2: Transaksi Informasi. Kegiatan inti 2 ini meliputi; guru memotivasi siswa agar masing-masing kelompok harus berhasil dalam tes pada akhir pembelajaran nanti. Dalam persiapan, tiap kelompok harus menentukan siapa salah satu anggotanya yang akan tinggal dan menjadi "penjaga stand."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota lainnya pergi ke luar ke "pasar" untuk mengumpulkan informasi. Tahap 5 Kegiatan Inti 3: Konfirmasi. Kegiatan inti 3 meliputi; semua kembali ke &lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;home base&lt;/a&gt;. Mereka yang pergi ke pasar untuk meneliti informasi sekarang bergantian mengajarkan apa yang telah mereka ketahui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siswa dapat kembali untuk melihat poster atau mengajukan pertanyaan cepat untuk mengecek detail. Tahap 6 Kegiatan Inti 4: Evaluasi. Kegiata inti 4 meliputi; pelaksanaan tes yang dilakukan di bawah kondisi ujian, secara individu dan dengan tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahap 7 Kegiatan Akhir; sebelum guru membahas tes, siswa diajak relaksasi dengan bernyanyi bersama-sama dengan guru. Akhirnya, guru membahas tes, dengan memperhatikan pertanyaan yang pada umumnya dianggap sulit oleh kelompok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk tiap pertanyaan sulit ini guru minta sukarelawan mencoba menjawabnya. Kemudian, sebagai usaha terakhir, guru mengajar. Guru mengajar dengan menggunakan alat bantu pembelajaran. Dengan cara ini celah diisi lubang disumbat. Kemudian diakhir pembelajaran guru mengajak siswa untuk mendengarkan sebuah kisah/cerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode pembelajaran atau metode mengajar ini didesain dengan menggunakan prinsip-prinsip pembelajaran sehingga materi yang ada di dalamnya ertata secara sistematik, seperti sistematika kegiatan orang yang yang sedang mengajar. Metode transaksi informasi ini dikembangkan dalam rangka memicu daya pikir siswa SMK untuk mengembangkan kreativitasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antara lain, siswa diarahkan untuk membuat atribut-atribut pembelajaran seperti menggambar peta benua 5 benua, membuat simbol-simbol tahun sejarah perkembangan Islam di dunia, gambar tokoh Islam gambar masjid, membuat miniatur, membuat frame dari kayu atau bambu, dan masih banyak lagi atribut lain yang bisa mengembangkan daya pikir mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode transaksi informasi ini juga memerlukan tata ruang khusus, yaitu kelas yang ditata seperti layaknya pasar. Partikular (elemen) yang terdapat di dalam aktivitas ini transaksi informasi ini adalah kerja individu, kerja kelompok, bergerak, berbicara, mendengarkan, membaca, menulis dan melihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam rangka meningkatkan daya saing bangsa Indonesia  dalam segala bidang, khususnya mutu pendidikan dan pengembangan potensi sumber daya seperti program yang dicanangkan. Beasiswa Unggulan Tingkat Nasional dan Internasional sejak tahun 2006. Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan Nasional, maka perlu diciptakan metode pembelajaran ini dan melalui program penelitian sekaligus dikembangkan bahan pembelajaran berbasiskan metode tersebut. Penelitian dan pengembangan (&lt;a style="color:#000000;font-family:Monotype Corsiva;font-size:18px;text-decoration:none;"&gt;research and development&lt;/a&gt;) tersebut akan dilakukan melalui dukungan Beasiswa Unggulan (BU) Tingkat Nasional. &lt;b&gt;(*/ce3)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumatera Ekspres, Senin, 24 Desember 2012</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhUgvuslqan72ibs5jt-NUGi8EVMQhoVTnE56w-i7-5X1mLn8dUkHrRKnmZ4AuE8i8q2FKAG-wZQrVB_qKF-oWlBgaXVY3cio7JGIZISF1KV_ODCFnc9MbPKkLu0782DjJRAiZjZB8IK5fP/s72-c/pendidikan.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Hotel Swarna Dwipa</title><link>http://plgindah.blogspot.com/2012/12/hotel-swarna-dwipa.html</link><category>Wisata</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Mon, 31 Dec 2012 06:03:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-889108828762430896.post-1895388308763880033</guid><description>&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgZypT5w49fDptHquDK9-NSuCtOFjd9Ea4IgtLokuNLAGwd0Ci8LiFHN-ANpD-egcoDD3ThJUv6Dwu9JG0ZT3vxO9kg6IXvGJPkOsuZsYhcNgyYaTuNc02pgEOM22C-NGmpo_2-b-8oAZJR/s1600/Hotel_Swarna_Dwipa.jpg" imageanchor="1" style="" target="_blank"&gt;&lt;img border="0" height="290" width="620" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgZypT5w49fDptHquDK9-NSuCtOFjd9Ea4IgtLokuNLAGwd0Ci8LiFHN-ANpD-egcoDD3ThJUv6Dwu9JG0ZT3vxO9kg6IXvGJPkOsuZsYhcNgyYaTuNc02pgEOM22C-NGmpo_2-b-8oAZJR/s400/Hotel_Swarna_Dwipa.jpg" title="Hotel Swarna Dwipa" alt="Hotel Swarna Dwipa" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hotel Swarna Dwipa merupakan pilihan terbaik bagi mereka yang menginginkan kenyamanan dan layanan terbaik di pusat pemerintahan kota Palembang dengan staff yang sopan dan terlatih. Berjarak tempuh sekitar 25 menit dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II dan hanya 5 menit dari pusat perbelanjaan di kota Palembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memiliki 68 kamar tamu dengan pilihan kamar tipe Standart, Superior, Deluxe, Junior Suite dan Suite Rooms, akan memberikan kenyamanan dan suasana santai selama anda menginap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#ff1493;font-family:Georgia;font-size18px;text-decoration:none;"&gt;FASILITAS&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;• International Direct Dial Call (IDD)&lt;br /&gt;• AC in all guest rooms, private bathroom with hot and old water&lt;br /&gt;• Channels of parabola anda video programmes&lt;br /&gt;• 24 hours room service&lt;br /&gt;• Laundry &amp; valet service&lt;br /&gt;• News stand and drugstore&lt;br /&gt;• Restaurant with Indonesian, and european menu&lt;br /&gt;• Swimming pool and fitness center&lt;br /&gt;• Banquet room for private or conference and meeting rooms&lt;br /&gt;• Karaoke &amp; Cafe&lt;br /&gt;• Ample parking space&lt;br /&gt;• Beauty parlour&lt;br /&gt;• Business Centre&lt;br /&gt;• Automatic teller machine (ATM)&lt;br /&gt;• Internet online with WIFI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#ff1493;font-family:Georgia;font-size18px;text-decoration:none;"&gt;
TARIF&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiveqJ1TP7qPiZNfIetNc-VtQ2vmwGw_2SPDvRfCp4loNrB7JV-QAQuZWW-h61dEhAPpB7QIty2aRdhWFD6f85JA5Q741vKtxDZhhKbZZ5w8hpcmTb6_acwqtrT8zziEj6IGk3Xh1Zs27Wf/s1600/capun.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="135" width="400" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiveqJ1TP7qPiZNfIetNc-VtQ2vmwGw_2SPDvRfCp4loNrB7JV-QAQuZWW-h61dEhAPpB7QIty2aRdhWFD6f85JA5Q741vKtxDZhhKbZZ5w8hpcmTb6_acwqtrT8zziEj6IGk3Xh1Zs27Wf/s400/capun.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tarif tersebut sudah termasuk :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Sarapan pagi&lt;br /&gt;• Pajak 21% dan service charge&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Hotel Swarna Dwipa&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Jalan Tasik No.2 Palembang 30136&lt;br /&gt;Telepon (0711) 313322 (hunting)&lt;br /&gt;Fax. (0711) 362992&lt;br /&gt;Email: info@hotelswarnadwipa.com&lt;br /&gt;Website: http://www.hotelswarnadwipa.com &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table width="600" border="1px" cellspacing="5"&gt;&lt;td width="280" valign="center"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgzbztySqBwbvVSXqo2Rzi8_svXBRNfpyrcBwRAHhhQTynjq5DGUWfU6yWOJB3BoMwVbMq6QDMcrXnG4gcu-dyKEU94HkIS_T4IA6nDqbh16rBMoRSORWvmKXMdx7wPmahj4vkDQvjwGsE7/s1600/warna-Dwipa.jpg" imageanchor="1" style="" target="_blank"&gt;&lt;img border="0" height="210" width="280" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgzbztySqBwbvVSXqo2Rzi8_svXBRNfpyrcBwRAHhhQTynjq5DGUWfU6yWOJB3BoMwVbMq6QDMcrXnG4gcu-dyKEU94HkIS_T4IA6nDqbh16rBMoRSORWvmKXMdx7wPmahj4vkDQvjwGsE7/s400/warna-Dwipa.jpg" title="Hotel Swarna Dwipa" alt="Hotel Swarna Dwipa" /&gt;&lt;/a&gt;
&lt;td width="280" valign="center"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj8bsla5BcdZNWK8NIoubsSqkEYSXW9VH15HJtBqqD_hXm0kk-cOJwBw1Rs04Otybk52904ZgMLT2RbRWximrxaO9wS4-XcTVpFuHwnoPfjbsGGTZ0DvMMz-rDFq34Ja7gHbGPp8GCnw8Sx/s1600/Swarna_Dwipa.jpg" imageanchor="1" style="" target="_blank"&gt;&lt;img border="0" height="210" width="280" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj8bsla5BcdZNWK8NIoubsSqkEYSXW9VH15HJtBqqD_hXm0kk-cOJwBw1Rs04Otybk52904ZgMLT2RbRWximrxaO9wS4-XcTVpFuHwnoPfjbsGGTZ0DvMMz-rDFq34Ja7gHbGPp8GCnw8Sx/s400/Swarna_Dwipa.jpg" title="Hotel Swarna Dwipa" alt="Hotel Swarna Dwipa" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/td&gt;&lt;/table&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgZypT5w49fDptHquDK9-NSuCtOFjd9Ea4IgtLokuNLAGwd0Ci8LiFHN-ANpD-egcoDD3ThJUv6Dwu9JG0ZT3vxO9kg6IXvGJPkOsuZsYhcNgyYaTuNc02pgEOM22C-NGmpo_2-b-8oAZJR/s72-c/Hotel_Swarna_Dwipa.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Legenda Dewi  Kwan Im</title><link>http://plgindah.blogspot.com/2012/12/legenda-dewi-kwan-im.html</link><category>Budaya</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Mon, 31 Dec 2012 05:24:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-889108828762430896.post-2271648945062270489</guid><description>&lt;p align="center"&gt;&lt;a style="color:#ff1493;font-family:Georgia;font-size:17px;text-decoration:none;font-weight:bold;"&gt;Dewi  Kwan Im Seribu Tangan&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgNFtH1bY_LVrzmkxrnecFQwEjed-P42M6GmSCEQ8qRaWWl-0jUdL75WQZOCDPJxtg19wXA_b1PlF8GubP6NCVFo3JF0oeogFRZkz0KncxkVkTB38BagP06o-qwPnZWrOhRgFXNioVfQfYE/s1600/Dewi_Kwan_Im.jpg" imageanchor="1" style="" target="_blank"&gt;&lt;img border="0" height="280" width="620" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgNFtH1bY_LVrzmkxrnecFQwEjed-P42M6GmSCEQ8qRaWWl-0jUdL75WQZOCDPJxtg19wXA_b1PlF8GubP6NCVFo3JF0oeogFRZkz0KncxkVkTB38BagP06o-qwPnZWrOhRgFXNioVfQfYE/s400/Dewi_Kwan_Im.jpg" title="Legenda Dewi Kwan Im" alt="Legenda Dewi Kwan Im" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh sebelum diperkenalkannya agama Buddha pada akhir Dinasti Han (tahun 25 - 228), Koan Im Pho Sat telah dikenal di Tiongkok purba dengan sebutanPek Ie Tai Su yaitu Dewi berjubah putih yang welas asih.  Kemudian Beliau diketahui sebagai perwujudan dari Buddha Avalokitesvara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perwujudannya sebagai pria, Beliau disebut Koan Sie Im Pho Sat. Didalam Sutra Suddharma Pundarika Sutra (Biauw Hoat Lien Hoa Keng) disebutkan ada 33 perwujudan atau penjelmaan Koan Im Pho Sat. Sedangkan dalam Maha Karuna Dharani (Tay Pi Ciu) ada 84 rupa yang berbeda sebagai pengejawantahan Koan Im Pho Sat sebagai Bodhisatva yang mempunyai kekuasaan besar. Altar utama di kuil Pho Jee Sie (Pho To San) di persembahkan kepada  Koan Im Pho Sat dengan perwujudannya sebagai Buddha Vairocana, dan di sisi kiri/kanan berderet masing ke-16 perujudan Beliau lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikenal secara luas sebagai Dewi Welas Asih, yang dipuja tidak hanya terbatas di kalangan Budhis saja, tetapi juga di kalangan Tao dan semua lapisan masyarakat awam di pelbagai negara terutama di benua Asia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perwujudan Beliau di altar utama Kim Tek Ie adalah sebagai King Cee Koan Im (Koan Im membawa Sutra memberi pelajaran Buddha Dharma kepada umat manusia).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping itu terdapat wujud Koan Im Pho Sat dalam Chien Chiu Koan Im (Koan Im Bertangan Seribu) sebagai perwujudan Beliau yang selalu bersedia mengabulkan permohonan perlindungan yang tulus dari umat-Nya. Memang pada awalnya pada tahun 1650, kelenteng ini didirikan oleh Luitnant Tiongkoa Kwee Hoen untuk Koan Im Pho Sat dengan nama Koan Im Teng (Paviliun Koan Im).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendampingnya yang setia adalah Kim Tong (Jejaka Emas) dan Giok Li(Gadis Kumala), atau yang biasa disebut Sian Cay &amp; Liong Nio. Sebutan kepada Beliau yang lengkap adalah Tay Cu Tay Pi, Kiu Kho Kiu Lan, Kong Tay Ling Kam, Koan Im Sie Im Pho Sat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chien Chiu Koan Im (Koan Im Bertangan Seribu) atau kadang disebut juga Chien Shou Chien Yen Koan Im (Koan Im Bertangan Seribu &amp; Bermata Seribu) merupakan salah satu bentuk Koan Im yang terkenal. Masing-masing tangan menggenggam benda pusaka keagamaan, antara lain bunga dan senjata penakluk iblis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam legenda dikisahkan, pada waktu beliau sedang dalam meditasi dan merenungkan tugasnya untuk menyelamatkan umat manusia, kepalanya tiba-tiba terbelah menjadi seribu keping, tepat pada saat beliau menyadari betapa berat dan besarnya hal yang dilakukan itu. Buddha Amitabha sebagai pembimbingnya cepat datang untuk menolong dan menghidupkan kembali Koan Im, serta memberikan kesaktian untuk berubah menjadi bentuk kepala seribu, mata seribu dan tangan seribu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Kelenteng Pu Ning Si, Cheng De, Tiongkok Utara, yang terletak di dalam komplek Istana Kekaisaran untuk persinggahan musim panas, terdapat sebuah pratima Koan Im bertangan seribu yang terbuat dari pahatan kayu, yang merupakan pratima kayu terbesar di dunia. Patung ini tingginya 22 meter dan dibuat pada tahun 1755.</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgNFtH1bY_LVrzmkxrnecFQwEjed-P42M6GmSCEQ8qRaWWl-0jUdL75WQZOCDPJxtg19wXA_b1PlF8GubP6NCVFo3JF0oeogFRZkz0KncxkVkTB38BagP06o-qwPnZWrOhRgFXNioVfQfYE/s72-c/Dewi_Kwan_Im.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Mengenal Dewi Kwan Im</title><link>http://plgindah.blogspot.com/2012/12/mengenal-dewi-kwan-im.html</link><category>Budaya</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Mon, 31 Dec 2012 05:06:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-889108828762430896.post-2604945176630860432</guid><description>&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgNFtH1bY_LVrzmkxrnecFQwEjed-P42M6GmSCEQ8qRaWWl-0jUdL75WQZOCDPJxtg19wXA_b1PlF8GubP6NCVFo3JF0oeogFRZkz0KncxkVkTB38BagP06o-qwPnZWrOhRgFXNioVfQfYE/s1600/Dewi_Kwan_Im.jpg" imageanchor="1" style="" target="_blank"&gt;&lt;img border="0" height="280" width="620" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgNFtH1bY_LVrzmkxrnecFQwEjed-P42M6GmSCEQ8qRaWWl-0jUdL75WQZOCDPJxtg19wXA_b1PlF8GubP6NCVFo3JF0oeogFRZkz0KncxkVkTB38BagP06o-qwPnZWrOhRgFXNioVfQfYE/s400/Dewi_Kwan_Im.jpg" title="Mengenal Dewi Kwan Im" alt="Mengenal Dewi Kwan Im" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color:#ff1493;font-family:Elephant;font-size:17px;text-decoration:none;"&gt;Oleh : Florencia Marcelina Ramadhona&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap perayaan Tahun Baru Imlek, puluhan ribu warga Tionghoa di Palembang merayakannya di klenteng Dewi Kwan Im, 10 Ulu, Palembang. Lalu, tahukah Anda siapa Dewi Kwan Im itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kwan Im adalah penjelmaan Buddha Welas Asih di Asia Timur. Kwan Im sendiri adalah dialek Hokkian yang dipergunakan mayoritas komunitas Tionghoa di Indonesia. Nama lengkap dari Kwan Im adalah Kwan She Im Phosat yang merupakan terjemahan dari nama aslinya dalam bahasa Sanskrit, Avalokite?vara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bahasa Jepang, Kwan Im disebut Kannon’ atau secara resmi Kanzeon. Dalam bahasa Korea disebut Gwan-eum atau Gwanse-eum, dan dalam bahasa Vietnam Quán Âm atau Quan Th? Âm B? Tát.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Avalokitesvara sendiri asalnya digambarkan berwujud laki-laki di India, begitu pula pada masa menjelang dan selama Dinasti Tang (tahun 618-907). Namun pada awal Dinasti Sung (960-1279), berkisar pada abad ke 11, beberapa dari pengikut melihatnya sebagai sosok wanita yang kemudian dilukis oleh sejumlah seniman. Perwujudan Kwan Im sebagai sosok wanita lebih jelas pada masa Dinasti Yuan (1206-1368). Sejak masa Dinasti Ming, atau berkisar pada abad ke 15, Kwan Im secara menyeluruh dikenal sebagai wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kwan Im pertama diperkenalkan ke Cina pada abad pertama SM, catat Wikipedia, bersamaan dengan masuknya agama Buddha. Pada abad ke-7, Kwan Im mulai dikenal di Korea dan Jepang karena pengaruh Dinasti Tang. Pada masa yang sama, Tibet juga mulai mengenal Kwan Im dan menyebutnya dengan nama Chenrezig. Dalai Lama sering dianggap sebagai reinkarnasi dari Kwan Im di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh sebelum masuknya agama Buddha menjelang akhir Dinasti Han, Kwan Im Pho Sat telah dikenal di Tiongkok purba dengan sebutan Pek Ie Tai Su yaitu Dewi Berbaju Putih Yang Welas Asih (“Dewi Welas Asih”). Di kemudian hari, Beliau identik dengan perwujudan dari Buddha Avalokitesvara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian Avalokitesvara Bodhisatva dalam bahasa Sansekerta adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• “Avalokita” (Kwan / Guan / Kwan Si / Guan Shi) yang bermakna Melihat ke Bawah atau Mendengarkan ke Bawah (“Bawah” disini bermakna ke dunia, yang merupakan suatu alam (Sansekerta:lokita)).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Kata “Isvara” (Im / Yin), berarti suara (suara jeritan mahluk atas penderitaan yang mereka alami).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kwan Im sebagai seorang Bodhisatva yang melambangkan kewelas-asihan dan penyayang. Di negara Jepang, Kwan Im Pho Sat terkenal dengan nama Dewi Kanon. Dalam perwujudannya sebagai pria, beliau disebut Kwan Sie Im Pho Sat. Dalam Sutra Suddharma Pundarika Sutra (Biauw Hoat Lien Hoa Keng) disebutkan ada 33 (tiga puluh) penjelmaan Kwan Im Pho Sat. Sedangkan dalam Maha Karuna Dharani (Tay Pi Ciu / Ta Pei Cou / Ta Pei Shen Cou) ada 84 (delapan puluh empat) perwujudan Kwan Im Pho Sat sebagai simbol dari Bodhisattva yang mempunyai kekuasaan besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Altar utama di Kuil Pho Jee Sie (Pho To San) di persembahkan kepada Kwan Im Pho Sat dengan perwujudan sebagai “Buddha Vairocana”, dan di sisi kiri atau kanan berjajar 16 (enam belas) perwujudan lainnya. Perwujudan Beliau di altar utama Kim Tek Ie*), salah satu Klenteng tertua di Indonesia adalah King Cee Koan Im (Koan Im Membawa Sutra Memberi Pelajaran Buddha Dharma Kepada Umat Manusia). Disamping itu, terdapat pula wujud Kwan Im Pho Sat dalam Chien Chiu Kwan Im / Jeng Jiu Kwan Im / Qian Shou Guan Yin. (Kwan Im Seribu Lengan / Tangan) sebagai perwujudan Beliau yang selalu bersedia mengabulkan permohonan perlindungan yang tulus dari umatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a style="color:#0000ff;font-family:Elephant;font-size:20px;text-decoration:none;"&gt;Beberapa Legenda Dewi Kwan Im&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjSsnEz6hRNtCRwabl5s4BMj03PzctAv12g4p_JMjgzlAcvGKwxnubcXsA-ds8nKRj1wEObErNxvSldzdPr3jNNm5I_2H5JnB1C0LLKrFkjLvWaTuTdvUyzAKZI2P81-4UdIFrSqzIndRKy/s1600/Dewi-Kwan-Im.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em" target="_blank"&gt;&lt;img border="0" height="210" width="210" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjSsnEz6hRNtCRwabl5s4BMj03PzctAv12g4p_JMjgzlAcvGKwxnubcXsA-ds8nKRj1wEObErNxvSldzdPr3jNNm5I_2H5JnB1C0LLKrFkjLvWaTuTdvUyzAKZI2P81-4UdIFrSqzIndRKy/s400/Dewi-Kwan-Im.jpg" title="Mengenal Dewi Kwan Im" alt="Mengenal Dewi Kwan Im" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/p&gt;Terdapat beberapa legenda lainnya terkait tentang asal-usul Dewi Kwan Im. Dalam kitab Hong Sin Yan Gi / Hong Sin Phang (“Penganugerahan Dewa”) disebutkan bahwa sebelum ia dikenal dengan sebagai Dewi Kwan Im, ia dikenal dengan nama Chu Hang. Ia merupakan salah satu murid dari Cap Ji Bun Jin (12 Murid Cian Kauw Yang Sakti).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, menurut Kitab Suci Kwan Im Tek Too yang disusun oleh Chiang Cuen, Dewi Kwan Im dilahirkan pada zaman Kerajaan Ciu / Cian Kok pada tahun 403-221 SM terkait dengan legenda Puteri Miao Shan, anak dari Raja Miao Zhuang / Biao Cong / Biao Cuang Penguasa Negeri Xing Lin (Hin Lim), kira-kira pada akhir Dinasti Zhou di abad III SM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disebutkan bahwa Raja Miao Zhuang, tulis Wikipedia, sangat mendambakan seorang anak lelaki, tapi yang dimilikinya hanyalah 3 (tiga) orang puteri. Puteri tertua bernama Miao Shu (Biao Yuan), yang kedua bernama Miao Yin (Biao In) dan yang bungsu bernama Miao Shan (Biao Shan). Setelah ketiga puteri tersebut menginjak dewasa, Raja mencarikan jodoh bagi mereka. Puteri pertama memilih jodoh seorang pejabat sipil, yang kedua memilih seorang jendral perang sedangkan Puteri Miao Shan tidak berniat untuk menikah. Ia malah meninggalkan istana dan memilih menjadi Bhikuni di Klenteng Bai Que Shi (Tay Hiang Shan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai cara diusahakan oleh Raja Miao Zhuang agar puterinya mau kembali dan menikah, namun Puteri Miao Shan tetap bersiteguh dalam pendirianNya. Pada suatu ketika, Raja Miao Zhuang habis kesabarannya dan memerintahkan para prajurit untuk menangkap dan menghukum mati sang puteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kematianNya, arwah Puteri Miao Shan mengelilingi neraka. Karena melihat penderitaan makhluk-makhluk yang ada di neraka, Puteri Miao Shan berdoa dengan tulus agar mereka berbahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara ajaib, doa yang diucapkan dengan penuh welas asih, tulus dan suci mengubah suasana neraka menjadi seperti surga. Penguasa Akherat, Yan Luo Wang, menjadi bingung sekali. Akhirnya arwah Puteri Miao Shan diperintahkan untuk kembali ke badan kasarNya. Begitu bangkit dari kematianNya, Buddha Amitabha muncul di hadapan Puteri Miao Shan dan memberikan Buah Persik Dewa. Akibat makan buah tersebut, sang Puteri tidak lagi mengalami rasa lapar, ke-tuaan dan kematian. Buddha Amitabha lalu menganjurkan Puteri Miao Shan agar berlatih kesempurnaan di gunung Pu Tuo, dan Puteri Miao Shan-pun pergi ke gunung Pu Tuo dengan diantar seekor harimau jelmaan dari Dewa Bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sembilan tahun berlalu, suatu ketika Raja Miao Zhuang menderita sakit parah. Berbagai tabib termasyur dan obat telah dicoba, namun semuanya gagal. Puteri Miao Shan yang mendengar kabar tersebut, lalu menyamar menjadi seorang Pendeta tua dan datang menjenguk. Namun terlambat, sang Raja telah wafat. Dengan kesaktianNya, Puteri Miao Shan melihat bahwa arwah ayahNya dibawa ke neraka, dan mengalami siksaan yang hebat. Karena rasa bhaktiNya yang tinggi, Puteri Miao Shan pergi ke neraka untuk menolong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat akan menolong ayahNya untuk melewati gerbang dunia akherat, Puteri Miao Shan dan ayahNya diserbu setan-setan kelaparan. Agar mereka dapat melewati setan-setan kelaparan itu, Puteri Miao Shan memotong tangan untuk dijadikan santapan setan-setan kelaparan. Setelah hidup kembali, Raja Miao Zhuang menyadari bahwa bhakti ketiga putrinya sangat luar biasa. Akhirnya sang Raja menjadi sadar dan mengundurkan diri dari pemerintahan serta bersama-sama dengan keluarganya pergi ke gunung Xiang Shan untuk bertobat dan mengikuti jalan Buddha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rakyat yang mendengar bhakti Puteri Miao Shan hingga rela mengorbankan tanganNya menjadi sangat terharu. Berbondong-bondong mereka membuat tangan palsu untuk Puteri Miao Shan. Buddha O Mi To Hud yang melihat ketulusan rakyat, merangkum semua tangan palsu tersebut dan mengubahNya menjadi suatu bentuk kesaktian serta memberikannya kepada Puteri Miao Shan. Lalu Ji Lay Hud memberiNya gelar Qian Shou Qian Yan Jiu Ku Jiu Nan Wu Shang Shi Guan Shi Yin Phu Sa, yang artinya Bodhisatva Kwan Im Penolong Kesukaran Yang Bertangan Dan Bermata Seribu Yang Tiada Bandingnya. Dalam kisah lain disebutkan bahwa pada saat Kwan Im Phu Sa diganggu oleh ribuan setan, iblis dan siluman, beliau menggunakan kesaktianNya untuk melawan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia berubah wujud menjadi Kwan Im Bertangan dan Bermata Seribu, dimana masing-masing tangan memegang senjata Dewa yang berbeda jenis. Kisah Kwan Im Lengan Seribu ini juga memiliki versi yang berbeda, di antaranya adalah pada saat Puteri Miao Shan sedang bermeditasi dan merenungkan penderitaan umat manusia, tiba-tiba kepalanya pecah berkeping-keping.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buddha O Mi To Hud (Amitabha) yang mengetahui hal itu segera menolong dan memberikan “Seribu Tangan dan Seribu Mata, sehingga Beliau dapat mengawasi dan memberikan pertolongan lebih banyak kepada manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam legenda Puteri Miao Shan, disebutkan bahwa kakak-kakak Miao Shan bertobat dan mencapai kesempurnaan, lalu mereka diangkat sebagai Pho Sat oleh Giok Hong Siang Te. Puteri Miao Shu diangkat sebagai Bun Cu Pho Sat (Wen Shu Phu Sa) dan Puteri Miao Yin sebagai Po Hian Pho Sat (Pu Xian Phu Sa). Disebutkan juga bahwa pada saat pelantikan Puteri Miao Shan menjadi Pho Sat, Puteri Miao Shan diberi 2 (dua) orang pembantu, yakni Long Ni dan Shan Cai. Konon, Long Ni diberi gelar Giok Li (Yu Ni) atau “Gadis Kumala” dan Shan Cai bergelar Kim Tong (Jin Tong) atau “Jejaka Emas”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada mulanya, Long Ni adalah cucu dari Raja Naga (Liong Ong), yang diberi tugas untuk menyerahkan mutiara ajaib kepada Kwan Im, sebagai rasa terima kasih dari Liong Ong karena telah menolong puterinya. Namun ternyata Long Ni justru ingin menjadi murid Kwan Im dan mengabdi kepadaNya. Khusus untuk Shan Cai ada 2 (dua) versi legenda. Versi pertama berdasarkan legenda Puteri Miao Shan yang menceritakan bahwa Shan Cai adalah pemuda yatim piatu yang ingin belajar ajaran Buddha. Ia ditemukan oleh To Te Kong dan diserahkan kepada Kwan Im untuk dididik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Versi lain dalam cerita Se Yu Ki (Xi You Ji) menyebutkan bahwa Shan Cai adalah putera siluman kerbau Gu Mo Ong (Niu Mo Wang) dengan Lo Sat Li (Luo Sa Ni). Nama asliNya adalah Ang Hay Jie (Hong Hai Erl) atau si Anak Merah. Karena kenakalan dan kesaktian Ang Hay Jie, Sang Kera Sakti Sun Go Kong / Sun Wu Kong meminta bantuan kepada Kwan Im Pho Sat untuk mengatasiNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Ang Hay Jie berhasil ditaklukkan oleh Kwan Im Pho sat dan diangkat menjadi muridNya dengan panggilan Shan Cai. Dalam hal ini, banyak orang yang salah mengerti dan menganggap bahwa salah 1 (satu) pengawal Kwan Im Po Sat adalah Lie Lo Cia (Li Ne Zha), yang penampilanNya memang mirip dengan Ang Hay Jie. Secara khusus terdapat perbedaan diantara keduaNya, Lie Lo Cia menggunakan senjata roda api di kakiNya, sedangkan Ang Hay Jie menggunakan semburan api dari mulutnya. Lie Lo Cia adalah anak dari Lie King dan Ang Hay Jie adalah anak dari Gu Mo Ong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sejumlah kitab Budhisme Tiongkok klasik, disebutkan ada 33 (tiga puluh tiga) rupa perwujudan Kwan Im Pho Sat, antara lain : 1. Kwan Im Berdiri Menyeberangi Samudera; 2. Kwan Im Menyebrangi Samudera sambil Berdiri diatas Naga; 3. Kwan Im Duduk Bersila Bertangan Seribu; 4. Kwan Im Berbaju dan Berjubah Putih Bersih sambil Berdiri; 5. Kwan Im Berdiri Membawa Anak; 6. Kwan Im Berdiri diatas Batu Karang/Gelombang Samudera; 7. Kwan Im Duduk Bersila Membawa Botol Suci &amp; Dahan Yang Liu; 8. Kwan Im Duduk Bersila dengan Seekor Burung Kakak Tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain perwujudan Beliau yang beraneka bentuk dan posisi, nama atau julukan Kwan Im (Avalokitesvara) juga bermacam-macam, ada Sahasrabhuja Avalokitesvara (Qian Shou Guan Yin), Cundi Avalokitesvara, dan lain-lain. Walaupun memiliki berbagai macam rupa, pada umumnya Kwan Im ditampilkan sebagai sosok seorang wanita cantik yang keibuan, dengan wajah penuh keanggunan .Selain itu, Kwan Im Pho Sat sering juga ditampilkan berdampingan dengan Bun Cu Pho Sat dan Po Hian Pho Sat, atau ditampilkan bertiga dengan : Tay Su Ci Pho Sat (Da Shi Zhi Phu Sa) – O Mi To Hud – Kwan Im Pho Sat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: beritamusi.com</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgNFtH1bY_LVrzmkxrnecFQwEjed-P42M6GmSCEQ8qRaWWl-0jUdL75WQZOCDPJxtg19wXA_b1PlF8GubP6NCVFo3JF0oeogFRZkz0KncxkVkTB38BagP06o-qwPnZWrOhRgFXNioVfQfYE/s72-c/Dewi_Kwan_Im.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item></channel></rss>