<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-5354253246098207635</atom:id><lastBuildDate>Sat, 30 Apr 2016 22:29:39 +0000</lastBuildDate><category>artikel Teater</category><category>lain-lain</category><category>artikel sastra</category><category>Artikel Bahasa Indonesia</category><category>Naskah Teater</category><category>Puisi</category><category>Majas</category><category>Pengembangan Diri</category><category>Pertunjukan Teater</category><category>Teater</category><category>artikel pendidikan</category><category>festival</category><category>guyonan</category><title>Panggung Kita</title><description>Media belajar teater, bahasa, sastra, seni, dan budaya bersama-sama</description><link>http://www.panggungkita.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Ferick sahid persi)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>37</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5354253246098207635.post-4569750339580766720</guid><pubDate>Sat, 30 Apr 2016 22:29:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-05-01T05:29:39.996+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">artikel Teater</category><title>Manfaat Teater Hari Ini</title><description>&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Selain sebagai biro jodoh yang illegal, teater merupakan salah satu disiplin kesenian yang menggabungkan berbagai macam disiplin kesenian yang lain. Tidak hanya menggabungkan disipilin kesenian, sebenarnya teater menggabungkan berbagai disiplin keilmuan yang lain. Dalam beberapa kasus teater juga menggunakan psikologi, sosiologi, matematika, biologi, antropologi, bahkan sexologi. Hal ini membuktikan bahwa teater merupakan sebuah wadah dimana berbagai pemikiran dan ilmu akan bercampur baur seperti adonan kue &lt;i&gt;mamah&lt;/i&gt; dan menjadi sebuah pementasan utuh. Bentuk pertunjukan teater merupakan kolaborasi berbagai disiplin ilmu dan pemikiran. Bagi para pekerja teater tentu akan mengetehaui hal ini, dan mengamininya. Setidaknya ada dua golongan umat yang mendapatkan manfaat teater. &lt;i&gt;Pertama &lt;/i&gt;para pelaku atau pekerja teater, &lt;i&gt;Kedua&lt;/i&gt; para penikmat Teater.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-1-fw3kOFb-8/VyUxySzshgI/AAAAAAAAAe0/JSrKyM3Agv03Du79_5hIfReqsdVjf1zwwCLcB/s1600/manfaat.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;214&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-1-fw3kOFb-8/VyUxySzshgI/AAAAAAAAAe0/JSrKyM3Agv03Du79_5hIfReqsdVjf1zwwCLcB/s320/manfaat.JPG&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;1.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt; font-stretch: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Teater membantu kita mencari &lt;s&gt;jodoh&lt;/s&gt;kebenaran&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;Fungsi yang pertama ini hampir mirip dengan filsafat karena teater merupakan buah perenungan mengenai sebuah permasalahan. Untuk membuat naskah teater dibutuhkan sebuah pengetahuan yang cukup untuk mengangkat sebuah tema yang ingin diangkat. Hal ini hampir sama jika kita pedekate dengan &lt;i&gt;cem-ceman &lt;/i&gt;kita. kita harus mengetahui informasi yang cukup mengenai siapakah &lt;i&gt;cem-ceman &lt;/i&gt;kita? apa yang dia sukai? Dan tempat &lt;i&gt;ngedead&lt;/i&gt; mana yang menjadi favoritnya? Dan tipe manusia seperti apakah yang dia damba-dambakan? Kita harus mengetahui banyak informasi mengenai &lt;i&gt;cem-ceman &lt;/i&gt;kita dalam rangka melancarkan akal bulus kita. Hal yang sama berlaku pada teater, maka dari itu teater merupakan wujud pencarian dan penggalian, sehingga para pekerja di dalamnya mau tidak mau harus mencari, menggali, dan menyetubuhi&amp;nbsp; tema dalam teater untuk mewujudkan pementasan yang ideal. Pementasan yang indah secara universal pasti memerlukan keseriusan dalam pencarian kebenaran di dalamnya.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;Teater merupakan salah satu media seni yang cukup perawan (mungkin) dari kepentingan-kepentingan daripada media seni yang lain (menurut saya). Hal inilah yang membuat teater menjadi media seni yang paling lugu dalam mengucapkan kebenaran, tidak ada tendensi apa-apa dalam teater, kecuali teater telah menjadi salah satu seni komersil seperti sinetron atau televisi yang mementingkan rating. Itulah yang menyebabkan teater selalu menyuarakan kebenaran berdasarkan sudut pandang para pekerja teater itu sendiri, dan masyarakat tentunya bisa merenungkan dengan serius dari apa yang disuarakan oleh teater.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;2.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt; font-stretch: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Teater Sebagai Caunter Culture (Budaya Tandingan)&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;Pada masa sekarang ini kebudayaan manusia dikendalikan oleh kebudayaan populer yang diproduksi oleh televisi. Di sinilah peran teater sebagai penyeimbang atau sebagai budaya tandingan terhadap budaya populer yang ada, bukan malah menjadi penyokong terwujudnya cita-cita budaya populer yang tidak jelas.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;Mengapa teater perlu menjadi budaya tandingan kebudayaan yang sudah ada? Sebagai sebuah seni, teater menawarkan kebenaran di dalamnya, melawan kebudayaan yang ada dengan kebudayaan yang baru merupakan langkah untuk menjauhkan masyarakat kepada kesesatan. Teater perlu mengkritisi terhadap kelakuan masyarakat hari ini dengan begini teater memiliki peran yang nyata terhadap lingkungan sekitarnya.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;Dunia ini memerlukan putih dan hitam sebagai penyeimbang. Ketika dunia ini hanya putih saja maka akan terjadi banyak masalah dan ketimpangan, begitu pula sebaliknya. Kebudayaan yang sudah terbentuk polanya memerlukan kebudayaan yang lain sebagai penyeimbang agar terwujud dunia yang harmonis. Hal ini sama dengan laki-laki dan perempuan. Ketika semua makhluk di dunia ini adalah laki-laki, lalu mana letak keindahannya? Apakah laki-laki harus berkasih-kasih dengan laki-laki? Tidak ! Bagaimana lelaki harus mengeluarkan hasrat cintanya?, maka akan timbul &lt;i&gt;gonjang-ganjing&lt;/i&gt; di dunia ini. Itulah mengapa dunia masih memerlukan teater, sebagai caunter culture kebudayaan yang sudah ada agar kebudayaan yang ada tidak kebablasan.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;3.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt; font-stretch: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Mengasah ketajaman pemikiran&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;Seperti yang sudah di sampaikan sebelumnya, proses teater adalah proses pencarian kebenaran. Maka dari itu, menggali tema, observasi, dll. Merupakan makanan sehari-hari pekerja teater. Mereka akan lebih kritis terhadap fenomena-fenomena yang terjadi karena sudah berpengalaman dalam memandang sebuah permasalahan. &lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;Proses teater yang sungguh-sungguh memerlukan kerja yang cukup berat seperti pembacaan dan penafsiran teks. Untuk membaca dan menafsirkan teks tidak bisa asal-asalan harus ada observasi, dan pembacaan yang mendalam untuk mendapatkan tafsir yang kuat. Ketika sudah mendapatkan tafsir yang mereka inginkan, mereka masih harus memasukan unsur-unsur panggung supaya mendukung tafsir atau memperkuatnya. Penyelarasan unsur-unsur panggung dengan tafsir yang sudah ada juga memerlukan pengetahuan dan keterampilan yang terlatih.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;Dalam membaca teater juga diperlukan ketajaman pemikiran, khususnya teater yang bernada simbolis. Memang benar, dalam melihat sebuah pertunjukan kita bebas menginterpretasinya, namun setidaknya dalam sebuah pembacaan pasti ada proses berfikir.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;4.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt; font-stretch: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Mengasah ketajaman perasaan&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;Seperti halnya seni yang lain yang memerlukan unsur cipta, rasa, dan karsa. Teater juga melibatkan unsur-unsur itu di dalamnya sehingga salah satu unsur “rasa” yang ada di dalam diri manusia akan lebih terasah lagi sehingga kita akan lebih peka terhadap&amp;nbsp; ruang wacana, isu, atau ruang-ruang yang lain.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot;&gt;Para pekerja dan penonton teater akan terbiasa bekerja dengan rasa yang menjadikannya berbeda dengan hewan. Mengasah pengetahuan kognitif saja tidak akan membuat manusia menjadi lebih manusia karena pengetahuan yang kita miliki sama dengan kuku dan taring hewan. Kita bisa menggunakan kuku dan taring itu untuk membunuh mangsa atau untuk sekedar garuk-garuk saja.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Setidaknya itulah empat manfaat teater hari ini. Sebagai sebuah seni, teater memiliki fungsi umum sebuah seni namun sebagai wujud kebudayaan manusia yang unik teater juga memiliki fungsinya sendiri yang bersifat unik dan tidak ada dalam seni yang lain. Maka dari itu ketika kebudayaan kehilangan teater maka dia akan kehilangan salah satu anggota tubuh yang menyebabkan kepincangan terhadap jalannya kebudayaan, melestarikan seluruh elemen kebudayaan adalah salah satu cara untuk menciptakan peradaban yang lebih tinggi dan lebih maju.&lt;/div&gt;</description><link>http://www.panggungkita.com/2016/05/manfaat-teater-hari-ini.html</link><author>noreply@blogger.com (Ferick sahid persi)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://1.bp.blogspot.com/-1-fw3kOFb-8/VyUxySzshgI/AAAAAAAAAe0/JSrKyM3Agv03Du79_5hIfReqsdVjf1zwwCLcB/s72-c/manfaat.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5354253246098207635.post-5532885192968106395</guid><pubDate>Sun, 31 Jan 2016 04:10:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-02-04T01:09:28.755+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">lain-lain</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pengembangan Diri</category><title>6 Hal yang Membuat Malas dan Cara Mengatasinya</title><description>&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Malas merupakan penyakit yang harus kita bunuh. Untuk membunuh rasa malas kita harus mengetahui penyebabnya. Seperti halnya sebuah penyakit kita harus mengetahui penyebabnya dan berusaha menyembuhkannya . jika rasa malas kita pelihara terus menerus maka akan menghambat perkembangan kita. Perkembangan menuju arah yang positif. Untuk membunuh rasa malas ada beberapa hal yang harus dilakukan yakni dengan menjauhi atau mengakali hal-hal yang menyebabkan malas yakni:&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://4.bp.blogspot.com/-hOIh42eqi64/Vq2JHGMXdJI/AAAAAAAAAcw/NUVoqJhlIiA/s1600/dreams-1015613_1920.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;http://4.bp.blogspot.com/-hOIh42eqi64/Vq2JHGMXdJI/AAAAAAAAAcw/NUVoqJhlIiA/s320/dreams-1015613_1920.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;1.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt; font-stretch: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Merasa mengantuk atau lemas&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;Merasa mengantuk dan atau lemas merupakan salah satu penyebab malas. Setelah kita merasa mengantuk dan lemas badan akan kita rebahkan ke kasur atau lantai dan akhirnya kita tidak melakukan apa-apa. Apalagi jika kondisi ini terjadi di pagi hari yang seharusnya menjadi waktu kita yang paling produktif. Hal ini biasanya terjadi karena kita begadang atau kurang olah raga atau kurang minum air putih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cara untuk mengatasinya adalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Rutin olah raga di pagi hari. Lakukanlah olah raga kecil, lari atau ke gym. Tidak perlu terlalu lama atau terlalu berat yang penting tubuh anda bergerak dan keluar keringat meskipun sedikit. Jika anda melakukan olah raga yang terlalu berat, malah akan membuat anda kecapean dan akhirnya malah membuat kerja anda terganggu. Olah raga dapat membuat tubuh anda fit dan segar sehingga anda tidak akan merasa mengantuk atau lemas.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Makanlah tepat waktu dan bergisi. Usahakan makan makanan empat sehat lima sempurna untuk memenuhi nutrisi tubuh anda.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Minum air putih minimal 8 sampai 10 gelas perhari. Dehidrasi dapat membuat tubuh anda menjadi lemas. Air putih juga bisa membuat tubuh anda bersemangat karena di dalamnya juga terkandung glukosa.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Ketika anda mau mengerjakan sesuatu dan merasa lemas dan mengantuk lakukanlah lari kecil secukupnya sampai anda merasa tubuh anda terasa bugar.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;2.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt; font-stretch: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Merasa bosan&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;Melakukan segala sesuatunya secara berulang akan membuat kita merasa bosan. Hal ini sama dengan mitologi Sisipus dari yunani. Sisipus merupakan manusia yang dihukum oleh dewa untuk menggelindingkan batu sampai di puncak gunung, setelah sampai dipuncak gunung batu itu akan kembali ke kaki gunung, dan Sisipus harus mengangkatnya lagi ke atas dan seterusnya selama hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah tragedy kehidupan manusia yang dipaksa melakukan hal yang sama sepanjang waktu namun kita memang harus menjalaninya jika tidak ingin melakukan hal tersebut maka bunuh diri adalah jalan satu-satunya, setidaknya itulah yang dikatakan oleh Albert Camus. Namun tindakan bunuh diri adalah tindakan menyerah terhadap kehidupan dan menyerah merupakan tindakan orang yang lemah. Maka dengan menerima, menjalani, dan mencintai rasa bosan kita akan bisa melewatinya.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;br /&gt;Salah satu cara untuk melawan rasa bosan adalah dengan mencari suasana baru dalam mengerjakan sesuatu. Pindahlah ke tempat lain dalam mengerjakan pekerjaan anda. Jika anda mengerjakannya di dalam kamar, anda bisa mencobanya di cafe atau di tempat-tempat yang lain yang memiliki suasana yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;3.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt; font-stretch: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Merasa kesulitan&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;Ketika kita merasa kesulitan terkadang hal ini menjadi ganjalan dalam kehidupan kita. Ketika kita sudah merasa kesulitan biasanya kita akan meninggalkan hal yang menyulitkan tersebut atau melarikan diri dari hal itu dan akhirnya kita bermalas-malasan karena mendapati sebuah kesulitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang perlu kita lakukan adalah bertanya atau bercerita kepada orang lain meskipun orang itu terlihat lebih tidak tahu dari kita setidaknya dengan bercerita akan mengurangi beban kita dan siapa tahu dia akan memberikan sebuah jawaban meskipun secara tidak langsung. Ada banyak cara untuk menceritaan kesulitan kita bahkan terkadang saya mengeluh kepada orang lain tapi orang lain tidak sadar ketika saya mengeluh kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau anda bisa mencari jalan keluar kesulitan anda di internet. Sekarang ini internet sudah menjadi bahan referensi yang sangat lengkap dan murah. Mencoba mencari jalan keluar di internet bisa anda coba.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;4.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt; font-stretch: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Tidak sabar&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;Segala sesuatunya memiliki prosesnya sendiri-sendiri. &amp;nbsp;Ketika kita sedang merencanakan masa depan kita akan terlintas sebuah proses yang sangat panjang, terkadang ketika kita mengetahui bahwa proses itu sangat panjang kita merasa menyerah dan meninggalkannya dan bermalas-malasan. Segala sesuatu yang besar memiliki proses yang panjang, dan kita harus menerima hal ini sebagai konsekuensi sesuatu yang besar. Proses pembuatan gubuk dengan proses pembuatan sebuah istana akan berbeda waktunya dan tingkat kesulitannya. Maka sabarlah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cara untuk mengatasi rasa tidak sabar ini ada dua cara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Tanamkanlah pikiran bahwa proses panjang akan memberikan hasil yang besar. Karena proses yang instan akan menghasilkan sesuatu yang rapuh dan tidak tahan lama.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Ingat-ingat kembali motivasi anda dan hasil yang akan anda dapat dari kerja keras anda. Dengan mengingat kembali motivasi kita dalam memulai usaha atau kerja kita, akan membangkitkan kembali semangat kita, dan mengingat hasil yang akan kita perolah akan membuat kita kembali bekerja dan berusaha.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;5.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt; font-stretch: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Pesimis&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;Sudah bukan rahasia lagi jika pesimis akan menjadi dampak buruk bagi kehidupan anda. Pesimis dapat memberikan sebuah energi negatif kepada diri kita yang membuat kita menyerah atau menunda pekerjaan kita dengan bermalas-malasaan. Ketika kita optimis itu bisa menjadi sebuah energi yang akan membuat kita terus berusaha dan berusaha. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara untuk mengatasi rasa pesimis adalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Ingat-ingatlah sesuatu yang berbau positif, seperti apa keuntungan pekerjaan anda? bagaimana nanti jika usaha anda berhasil? pekerjaan anda yang sebenarnya gampang dll. Intinya ingat-ingatlah sesuatu yang positif dari pekerjaan anda.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;6.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt; font-stretch: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Merasa lelah&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;Jika anda merasa lelah rehat sejenak bukanlah masalah. Rehat sejenak untuk merefresh pikiran bukanlah sesuatu yang buruk namun yang buruk adalah ketika kita terlalu nyaman dalam beristirahat dan akhirnya melupakan pekerjaan utama kita. Seperti lirik lagu Dialog Dini Hari “rehat sekejap bukan tuk beristirahat”. Rehat harus diperhitungkan jangan sampai istirahat dan terlalu nyaman dalam beristirahat karena bisa menjadi kemalasan dalam mengerjakan pekerjaan utama kita. Rehat secukupnya dan sekedarnya.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;br /&gt;Cara untuk mengatasi rasa lelah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Jika pekerjaan anda harus selesai pada saat itu juga anda tidak perlu istirahat total. Cukup alokasikan waktu 10 menit untuk istirahat, kemudian 20 menit untuk mengerjakan pekerjaan anda. Gunakan waktu 10 menit untuk menjauh dari area kerja anda. Hal ini dimaksudkan untuk merefresh otak anda dengan cepat, tapi jangan sampai terlena dan lupa. Pasang pengingat untuk memperingatkan anda&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot;&gt;Setidaknya itulah enam hal yang bisa membuat anda malas dan menunda pekerjaan anda. Dengan menghindari atau melawannya adalah satu-satunya cara untuk menghilangkan rasa malas. Jangan tunda sekarang untuk mengalahkan rasa malas karena dengan menunda menghilangkan rasa malas anda hari ini akan menyebabkan penyeselan yang panjang di hari tua anda dan ketika anda sudah sadar dengan kesalahan anda, anda tidak bisa mengulang waktu dari awal.&lt;/div&gt;</description><link>http://www.panggungkita.com/2016/01/6-hal-inilah-yang-membuat-kita-malas.html</link><author>noreply@blogger.com (Ferick sahid persi)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-hOIh42eqi64/Vq2JHGMXdJI/AAAAAAAAAcw/NUVoqJhlIiA/s72-c/dreams-1015613_1920.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5354253246098207635.post-5969849848127719490</guid><pubDate>Fri, 29 Jan 2016 16:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-02-04T01:09:55.396+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">lain-lain</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pengembangan Diri</category><title>6 Hal yang Akan Membuat Anda Gagal</title><description>&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Di dalam hidup ini kita semua mengharapkan kesuksesan. Kesuksesan bagi masing-masing individu tidaklah sama, ada yang mengatakan dengan menjadi kaya dia sudah sukses, ada yang mengatakan dengan menjadi terkenal dia sukses, dan ada juga yang mengatakan cukup menjadi orang yang bahagia merupakan sebuah kesuksesan. Untuk mencapai kesuksesan dan menghindari kegagalan perlu sebuah perjuangan, salah satunya dengan menghindari beberapa hal yang vital yang akan menghambat jalan anda. Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat menghambat jalan anda menuju kesuksesan yang ideal bagi anda.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://3.bp.blogspot.com/-gSdE3asVT8Y/VquMiaNGFzI/AAAAAAAAAcg/Z9cMaZgnR24/s1600/sport-1043190_1920.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;211&quot; src=&quot;http://3.bp.blogspot.com/-gSdE3asVT8Y/VquMiaNGFzI/AAAAAAAAAcg/Z9cMaZgnR24/s320/sport-1043190_1920.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;b&gt;Malas&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Malas merupakan penyakit setiap manusia. Malas dapat menghambat jalan kesuksesan yang anda inginkan karena setiap anda akan mengerjakannya penyakit malas ini akan hinggap ke tubuh anda dan menyebabkan pekerjaan anda tidak selesai. Cukup sulit untuk menghilangkan penyakit malas ini. Namun dengan tidak menyerah dan terus melawannya anda bisa menghilangkan malas ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membatu menghilangkan rasa malas, anda bisa mengunjungi artikel saya yang berjudul &lt;a href=&quot;http://www.panggungkita.com/2016/01/6-hal-inilah-yang-membuat-kita-malas.html&quot;&gt;6 Hal yang Membuat Malas dan Cara mengatasinya&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;b&gt;Tidak Bisa Memanage Waktu &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Bumi memiliki waktu 24 jam dalam sehari, delapan jam di antaranya adalah waktu kita untuk tidur maka kita memiliki waktu 16 jam untuk melakukan aktivitas kita. Ada yang pernah mengatakan kepada saya untuk menjadi seorang ahli di bidang tertentu kita membutuhkan waktu latihan/belajar/jam terbang 10.000 jam jika dalam sehari kita berlatih selama tiga jam maka kita akan menjadi ahli di bidang tertentu sekitar 10 tahun kemudian. Jika dalam sehari saja kita tidak memiliki waktu untuk melatihnya maka kita terlambat sehari untuk mencapai kesuksesan, jika kita tidak melakukannya selama seminggu atau sebulan lantas bagaimana? Sedangkan kita sering melnceng dari waktu yang sudah kita target karena berbagai kesibukan maka memanage waktu dengan baik merupakan langkah kecil yang akan menjadi besar&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;b&gt;Menunda pekerjaan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Sebenarnya hampir sama dengan tidak bisa memanage waktu yang membedakannya adalah pekerjaan bukan hanya sesuatu yang menjadi fokus kita namun pekerjaan yang lain yang dapat menunjang kefokusan kita. Contoh kecil mencuci baju, bersih-bersih, dan pekerjaan yang lain. Menunda pekerjaan sekecil apapun itu bisa menjadi sebuah kebiasaan buruk terhadap pekerjaan yang menjadi fokus utama kita.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;b&gt;Takut dan Malu&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Takut dan malu untuk mencoba dan bertanya Takut untuk mencoba merupakan sesuatu yang harus kita hilangkan. Untuk memperoleh segala sesuatunya di dunia ini membutuhkan keberanian bahkan keberanian untuk salah, keberanian untuk malu, dan keberanian untuk gagal . Sebelum Alexander Graham Bell menemukan bola lampu dia sudah mengalami kegagalan sekitar 1000 kali bahkan dia sampai dicemooh karena pernah mengerami telur untuk experimennya namun pada percobaan ke 1001 dia berhasil kemudian karya dan namanya abadi sepanjang zaman.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;b&gt;Tidak Mau Mencari Tahu&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Pada zaman sekarang ini orang-orang dimanjakan dengan sesuatu yang instan sehingga mereka hanya mau sesuatu yang cepat sehingga mereka tidak mau mencari tahu sesuatu yang dapat menunjang kesuksesan mereka. Tidak mau mencari tahu sesuatu yang dapat menunjang keberhasilan mereka sama saja dengan tidak ingin tenggelam tapi tidak ingin belajar berenang. Mencari tahu sesuatu yang tidak kita ketahui akan mempercepat menuju hasil yang kita inginkan.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;b&gt;Benci dengan Rasa Bosan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Orang-orang yang berhasil adalah orang yang mencitai rasa bosannya. Mulai sekarang cintailah rasa bosan anda sampai anda ingin muntah karena memang begitulah proses. Tidak ada yang instan ndalam proses mencapai keberhasilan, lihatlah Alexander Graham Bell atau orang-orang besar yang lain. Mereka mencitai rasa bosan mereka bahkan dalam blognya, Putu Wijaya mengatakan waktu yang tepat untuk menulis adalah ketika kita tidak memiliki semangat dalam menulis.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Itulah beberapa hal yang menurut saya harus kita hindari jika kita tidak ingin gagal dalam mencapai sesuatu. &amp;nbsp;“Jangan menyerah dan terus berusaha” merupakan kata-kata klasik yang benar adanya. Tidak ada di dunia ini yang bisa dicapai hanya dalam waktu satu hari jika itu menyangkut keberhasilan. Sabar juga merupakan kunci keberhasilan. Sesuatu yang kita lakukan hari ini akan berdampak besar bagi kehidupan kita sepuluh tahun mendatang.&lt;/div&gt;</description><link>http://www.panggungkita.com/2016/01/6-hal-yang-akan-membuat-anda-gagal.html</link><author>noreply@blogger.com (Ferick sahid persi)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/-gSdE3asVT8Y/VquMiaNGFzI/AAAAAAAAAcg/Z9cMaZgnR24/s72-c/sport-1043190_1920.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>3</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5354253246098207635.post-8975929138063670384</guid><pubDate>Thu, 28 Jan 2016 10:59:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-01-29T01:56:55.504+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">lain-lain</category><title>4 Cara Menemukan Ide Menulis</title><description>&lt;div class=&quot;MsoListBullet&quot; style=&quot;mso-list: none; tab-stops: 36.0pt; text-indent: 0cm;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 107%; mso-ascii-font-family: Calibri; mso-ascii-theme-font: major-latin; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: major-latin; mso-hansi-font-family: Calibri; mso-hansi-theme-font: major-latin;&quot;&gt;Menulis merupakan kegiatan mendokumentasikan pemikiran dan imajenasi lewat media tulisan. Ada banyak sekali jenis tulisan, secara garis besar dibedakan dalam dua hal yakni fiksi dan nonfiksi. Dari dua jenis tulisan itu berkembang berbagai genre atau jenis tulisan yang lain. Menulis merupakan kegiatan kreatif yang membutuhkan ide untuk menuliskannya. Terkadang dalam melakukan kegiatan kepenulisan kita menemui jalan buntu dan akhirnya tulisan kita terbengkalai. Sebenarnya ada banyak sekali metode yang bisa kita gunakan untuk mendapatkan ide dalam menulis. Berikut ini akan saya paparkan beberapa cara yang bisa digunakan untuk mendapatkan ide untuk menulis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://3.bp.blogspot.com/-7qqZnSd_Q0Y/Vqn0PoEq8kI/AAAAAAAAAcQ/d5vZaJ9ACUc/s1600/DSC04652.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Menemukan Ide Menulis&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;213&quot; src=&quot;http://3.bp.blogspot.com/-7qqZnSd_Q0Y/Vqn0PoEq8kI/AAAAAAAAAcQ/d5vZaJ9ACUc/s320/DSC04652.JPG&quot; title=&quot;&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListBullet&quot; style=&quot;mso-list: none; tab-stops: 36.0pt; text-indent: 0cm;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 107%; mso-ascii-font-family: Calibri; mso-ascii-theme-font: major-latin; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: major-latin; mso-hansi-font-family: Calibri; mso-hansi-theme-font: major-latin;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListBullet&quot; style=&quot;mso-list: none; tab-stops: 36.0pt; text-indent: 0cm;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListBullet&quot; style=&quot;margin-left: 39.6pt; mso-list: l0 level1 lfo2; tab-stops: 36.0pt; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 107%; mso-ascii-font-family: Calibri; mso-ascii-theme-font: major-latin; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: major-latin; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-theme-font: major-latin; mso-hansi-font-family: Calibri; mso-hansi-theme-font: major-latin;&quot;&gt;1.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 107%; mso-ascii-font-family: Calibri; mso-ascii-theme-font: major-latin; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: major-latin; mso-hansi-font-family: Calibri; mso-hansi-theme-font: major-latin;&quot;&gt;Mendengarkan musik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListBullet&quot; style=&quot;margin-left: 39.6pt; mso-list: none; tab-stops: 36.0pt; text-indent: 0cm;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 107%; mso-ascii-font-family: Calibri; mso-ascii-theme-font: major-latin; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: major-latin; mso-hansi-font-family: Calibri; mso-hansi-theme-font: major-latin;&quot;&gt;Alunan musik dipercaya mampu menimbulkan perasaan-perasaan tertentu tergantung dari suasana musik yang didengarkan. Ketika anda buntu dalam &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 107%; mso-ansi-language: EN-US; mso-ascii-font-family: Calibri; mso-ascii-theme-font: major-latin; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: major-latin; mso-hansi-font-family: Calibri; mso-hansi-theme-font: major-latin;&quot;&gt;menulis &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 107%; mso-ascii-font-family: Calibri; mso-ascii-theme-font: major-latin; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: major-latin; mso-hansi-font-family: Calibri; mso-hansi-theme-font: major-latin;&quot;&gt;cobalah mendengarkan alunan musik yang ingin anda dengarkan. Usahakan musik yang anda dengarkan adalah musik instrumental karena dengan mendengarkan musik berlirik imajinasi kita tidak akan bebas&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 107%; mso-ansi-language: EN-US; mso-ascii-font-family: Calibri; mso-ascii-theme-font: major-latin; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: major-latin; mso-hansi-font-family: Calibri; mso-hansi-theme-font: major-latin;&quot;&gt; namun mendengarkan music berlirikpun juga bisa&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 107%; mso-ascii-font-family: Calibri; mso-ascii-theme-font: major-latin; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: major-latin; mso-hansi-font-family: Calibri; mso-hansi-theme-font: major-latin;&quot;&gt;. Dengarkan alunan musiknya, rasakan atmosfir yang diciptakan musiknya, biarkan imajinasi anda terbang bebas bersama nada-nada itu, lalu menulislah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 107%; mso-ascii-font-family: Calibri; mso-ascii-theme-font: major-latin; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: major-latin; mso-hansi-font-family: Calibri; mso-hansi-theme-font: major-latin;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListBullet&quot; style=&quot;margin-left: 39.6pt; mso-list: l0 level1 lfo2; tab-stops: 36.0pt; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 107%; mso-ascii-font-family: Calibri; mso-ascii-theme-font: major-latin; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: major-latin; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-theme-font: major-latin; mso-hansi-font-family: Calibri; mso-hansi-theme-font: major-latin;&quot;&gt;2.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 107%; mso-ascii-font-family: Calibri; mso-ascii-theme-font: major-latin; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: major-latin; mso-hansi-font-family: Calibri; mso-hansi-theme-font: major-latin;&quot;&gt;Beraktinglah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListBullet&quot; style=&quot;margin-left: 39.6pt; mso-list: none; tab-stops: 36.0pt; text-indent: 0cm;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 107%; mso-ascii-font-family: Calibri; mso-ascii-theme-font: major-latin; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: major-latin; mso-hansi-font-family: Calibri; mso-hansi-theme-font: major-latin;&quot;&gt;Cara kedua ini sering saya gunakan karena saya merupakan &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 107%; mso-ansi-language: EN-US; mso-ascii-font-family: Calibri; mso-ascii-theme-font: major-latin; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: major-latin; mso-hansi-font-family: Calibri; mso-hansi-theme-font: major-latin;&quot;&gt;dekat dengan kehidupan teater&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 107%; mso-ascii-font-family: Calibri; mso-ascii-theme-font: major-latin; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: major-latin; mso-hansi-font-family: Calibri; mso-hansi-theme-font: major-latin;&quot;&gt;. Dengan menggunakan cara ini anda harus paha&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 107%; mso-ansi-language: EN-US; mso-ascii-font-family: Calibri; mso-ascii-theme-font: major-latin; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: major-latin; mso-hansi-font-family: Calibri; mso-hansi-theme-font: major-latin;&quot;&gt;m, &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 107%; mso-ascii-font-family: Calibri; mso-ascii-theme-font: major-latin; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: major-latin; mso-hansi-font-family: Calibri; mso-hansi-theme-font: major-latin;&quot;&gt;Anda ingin berakting menjadi seperti siapa? Anda harus tau gaya tulisan siapakah yang ingin anda tiru? Tapi bukan plagiat. Contoh: anda ingin meniru gaya menulis gabriel garcia marques maka anda harus pahan seperti apakah fisik tulisannya seperti apakah pemikirannya, kemudian bagaimanakah garcia akan menulis jika dia dihadapkan pada sebuah masalah tertentu.&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 107%; mso-ansi-language: EN-US; mso-ascii-font-family: Calibri; mso-ascii-theme-font: major-latin; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: major-latin; mso-hansi-font-family: Calibri; mso-hansi-theme-font: major-latin;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 107%; mso-ansi-language: EN-US; mso-ascii-font-family: Calibri; mso-ascii-theme-font: major-latin; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: major-latin; mso-hansi-font-family: Calibri; mso-hansi-theme-font: major-latin;&quot;&gt;Bertanyalah kepada diri anda sendiri jika Garcia ada diposisi saya dan melihat fenomena yang saya lihat maka tulisan seperti apakah yang akan diciptakannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 107%; mso-ansi-language: EN-US; mso-ascii-font-family: Calibri; mso-ascii-theme-font: major-latin; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: major-latin; mso-hansi-font-family: Calibri; mso-hansi-theme-font: major-latin;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListBullet&quot; style=&quot;margin-left: 39.6pt; mso-list: l0 level1 lfo2; tab-stops: 36.0pt; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 107%; mso-ascii-font-family: Calibri; mso-ascii-theme-font: major-latin; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: major-latin; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-theme-font: major-latin; mso-hansi-font-family: Calibri; mso-hansi-theme-font: major-latin;&quot;&gt;3.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 107%; mso-ascii-font-family: Calibri; mso-ascii-theme-font: major-latin; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: major-latin; mso-hansi-font-family: Calibri; mso-hansi-theme-font: major-latin;&quot;&gt;Meracau&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style=&quot;margin-left: 21.6pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 12.0pt; font-weight: normal; line-height: 107%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: major-latin;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 12.0pt; font-weight: normal; line-height: 107%; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: major-latin;&quot;&gt;Cara ini sering saya gunakan ketika saya bosan dan suntuk. Saya akan menulis segala sesuatu yang ada diotak saya&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 12.0pt; font-weight: normal; line-height: 107%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: major-latin;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt; font-weight: normal; line-height: 107%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: major-latin;&quot;&gt;bahkan ketika otak saya buntuk saya akan menulis segala sesuatu dengan asal-asalan&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 12.0pt; font-weight: normal; line-height: 107%; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: major-latin;&quot;&gt;. Saya menulisnya secara membabi buta dan tidak jelas bentuknya. Namun kemudian ketika dibaca lagi maka saya &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt; font-weight: normal; line-height: 107%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: major-latin;&quot;&gt;ber&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 12.0pt; font-weight: normal; line-height: 107%; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: major-latin;&quot;&gt;temu dengan ide yang menarik kemudia&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt; font-weight: normal; line-height: 107%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: major-latin;&quot;&gt;n&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 12.0pt; font-weight: normal; line-height: 107%; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: major-latin;&quot;&gt; saya kembangkan atau saya p&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt; font-weight: normal; line-height: 107%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: major-latin;&quot;&gt;e&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 12.0pt; font-weight: normal; line-height: 107%; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: major-latin;&quot;&gt;rbaiki tulisan saya yang ngawur tadi&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 12.0pt; font-weight: normal; line-height: 107%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: major-latin;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt; font-weight: normal; line-height: 107%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: major-latin;&quot;&gt;hingga menjadi tulisan yang utuh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;margin-left: 21.3pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo2; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 107%; mso-ansi-language: EN-US; mso-ascii-font-family: Calibri; mso-ascii-theme-font: major-latin; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: major-latin; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-theme-font: major-latin; mso-hansi-font-family: Calibri; mso-hansi-theme-font: major-latin;&quot;&gt;4.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 107%; mso-ansi-language: EN-US; mso-ascii-font-family: Calibri; mso-ascii-theme-font: major-latin; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: major-latin; mso-hansi-font-family: Calibri; mso-hansi-theme-font: major-latin;&quot;&gt;Bacalah karya orang lain&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 21.3pt; mso-add-space: auto;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 107%; mso-ansi-language: EN-US; mso-ascii-font-family: Calibri; mso-ascii-theme-font: major-latin; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: major-latin; mso-hansi-font-family: Calibri; mso-hansi-theme-font: major-latin;&quot;&gt;Membaca karya orang lain akan memberikan kita pengetahuan-pengetahuan yang baru dan mempengaruhi gaya tullisan anda, oleh dari itu guru menulis yang paling baik adalah membaca. Dengan membaca akan memberikan kit aide-ide yang lain contohnya ketika anda selesai membaca cerita Malin kundang anda bisa membuat tulisan setelah malin kundang berubah menjadi batu atau menulis cerita tentang ayah Malin kundang atau bahkan membuat cerita yang sama sekali baru tapi tetap ide dasarnya berasal dari membaca cerita Malin Kundang. Cara ini biasa disebut dengan inter teks atau dekontruksi, dll.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;margin-left: 39.6pt; mso-add-space: auto;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 12.0pt; font-weight: normal; line-height: 107%; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: major-latin;&quot;&gt;Demikianlah &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt; font-weight: normal; line-height: 107%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: major-latin;&quot;&gt;empat&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 12.0pt; font-weight: normal; line-height: 107%; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: major-latin;&quot;&gt; cara yang saya lakukan ketika mengalami kebuntuan dalam.menulis&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 12.0pt; font-weight: normal; line-height: 107%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: major-latin;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt; font-weight: normal; line-height: 107%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: major-latin;&quot;&gt;yang paling penting adalah berani mencoba meskipun hasil tulisannya nanti tidak akan seindah yang anda inginkan tapi anda bisa memperbaikinya pada tulisan anda selanjutnya&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 12.0pt; font-weight: normal; line-height: 107%; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: major-latin;&quot;&gt;.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot; style=&quot;font-size: 12.0pt; font-weight: normal; line-height: 107%; mso-ansi-language: SV; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: major-latin;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;</description><link>http://www.panggungkita.com/2016/01/4-cara-menemukan-ide-menulis.html</link><author>noreply@blogger.com (Ferick sahid persi)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/-7qqZnSd_Q0Y/Vqn0PoEq8kI/AAAAAAAAAcQ/d5vZaJ9ACUc/s72-c/DSC04652.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5354253246098207635.post-7605122739181711153</guid><pubDate>Sun, 24 Jan 2016 01:56:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-01-24T08:56:53.933+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Artikel Bahasa Indonesia</category><title>Penggunaan Huruf Kapital Berdasarkan EYD</title><description>&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Ketika anda membaca tulisan-tulisan saya dalam blog ini, anda pasti akan menemui banyak sekali kesalahan penulisan di dalamnya. Tulisan-tulisan di dalam blog ini kebanyakan tidak mengindahkan tata bahasa Indonesia yang baik dan benar. Hal ini menjadi ironi mengingat saya adalah lulusan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (saya merasa berdosa terhadap program studi saya T_T). Kesalahan berbahasa tidak hanya saya lakukan dalam tulisan ini namun dalam tulisan-tulisan ilmiah, non ilmiah, bahkan ketika saya mencoret-coret kamar mandi FKIP dan bangku-bangkunya. Satu kritikan pedas yang saya terima ketika ujian skripsi juga mengenai tata bahasa dan tata tulis (oh my gost). Hal ini lah yang memotivasi saya untuk menuliskan tata cara menulis bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam beberapa hari ke depan karena saya bertekat untuk bisa menulis bahasa Indonesia yang baik dan benar. Semoga para pembaca sudi untuk memberikan kritik beserta saran jika menemukan kesalahan berbahasa yang fatal. Saya juga menerima cacian, makian, bahkan label kafir bahasa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://2.bp.blogspot.com/-W-tL7gyJtH0/VqQuzamN_3I/AAAAAAAAAcA/V9nmSLMTOTM/s1600/DUSTY%2B%2BVINTAGE%2BKEYBOARD.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;http://2.bp.blogspot.com/-W-tL7gyJtH0/VqQuzamN_3I/AAAAAAAAAcA/V9nmSLMTOTM/s320/DUSTY%2B%2BVINTAGE%2BKEYBOARD.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Pelajaran yang pertama adalah mengenai huruf kapital. Saya akan memulai dari hal yang paling dasar karena saya benar-benar tidak bisa. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;1.&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: 7pt; font-stretch: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Huruf kapital atau Huruf besar digunakan di setiap awal kalimat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Contoh:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;A&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;ku ingin tidur.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;K&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;amu mau kemana?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;K&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;ita harus segera pergi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;P&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;ekerjaan itu belum selesai.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;2.&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: 7pt; font-stretch: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama pada kata pertama petikan langsung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Contoh:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Soleram bertanya “&lt;i&gt;S&lt;/i&gt;iapakah anak yang paling baik?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Kancil menasihati “&lt;i&gt;J&lt;/i&gt;adilah orang yang suka membantu orang lain”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;“&lt;i&gt;S&lt;/i&gt;ekarang sudah terlambat untuk pulang” katanya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;“&lt;i&gt;S&lt;/i&gt;iapkan perlengkapan” kata Dajjal “&lt;i&gt;K&lt;/i&gt;ita akan berperang”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;3.&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: 7pt; font-stretch: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama dalam kata atau ungkapan yang berhubungan dengan Tuhan dan kitap suci, termasuk kata ganti untuk Tuhan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Contoh:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;A&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;llah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Y&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;ahuweh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;S&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;ang Hyang Widi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Y&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;ang Mahakuasa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Y&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;ang Maha Pengasih&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;I&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;slam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;K&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;risten&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;H&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;indu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;A&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;l Qur’an&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;W&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;eda&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;I&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;njil&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Sebagai manusia sebaiknya kita berserah diri kepada-&lt;i&gt;N&lt;/i&gt;ya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Bimbinglah hamba-&lt;i&gt;M&lt;/i&gt;u ini ke jalan yang benar ya &lt;i&gt;A&lt;/i&gt;llah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;4.&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: 7pt; font-stretch: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama pada nama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang diikuti nama orang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Contoh:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;R&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;aden Antasari&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;S&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;ultan Hasanudin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;M&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;ahaputra Yamin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;I&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;mam Mahdi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;H&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;aji Salim&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Huruf kapital dengan nama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang tidak diikuti nama orang tidak dimulai dengan huruf kapital&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Contoh:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Orang itu memiliki gelar &lt;i&gt;r&lt;/i&gt;aden.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Dia baru pulang dari ibadah &lt;i&gt;h&lt;/i&gt;aji.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;5.&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: 7pt; font-stretch: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama dalam nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang atau yang dipakai sebagai pengganti nama orang tertentu, nama instansi, atau nama tempat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Contoh:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;P&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;erdana &lt;i&gt;M&lt;/i&gt;enteri Adam Malik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;W&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;akil &lt;i&gt;P&lt;/i&gt;residen Indonesia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;P&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;rofesor Supomo&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;L&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;aksamana &lt;i&gt;U&lt;/i&gt;dara Husen Sastranegara&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;S&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;ekertaris &lt;i&gt;J&lt;/i&gt;endral &lt;i&gt;D&lt;/i&gt;epartemen &lt;i&gt;P&lt;/i&gt;ertanian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;G&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;ubernur Jakarta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;6.&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: 7pt; font-stretch: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Huruf kapital digunakan dalam penyebutan nama panjang seseorang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Contoh:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;A&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;dam &lt;i&gt;M&lt;/i&gt;alik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;H&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;alim &lt;i&gt;P&lt;/i&gt;erdana &lt;i&gt;K&lt;/i&gt;usuma&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;A&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;rif &lt;i&gt;B&lt;/i&gt;achtiar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;A&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;mpere&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Huruf kapital tidak digunakan dalam nama seseorang yang fungsinya untuk menyebutkan satuan ukuran dan jenis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Contoh :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Mesin &lt;i&gt;d&lt;/i&gt;isel &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;1 &lt;i&gt;v&lt;/i&gt;olt&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;10 &lt;i&gt;a&lt;/i&gt;mpere&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;7.&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: 7pt; font-stretch: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Huruf kapital digunakan dalam penyebutan nama bangsa, suku bangsa, dan bahasa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Contoh :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;bangsa &lt;i&gt;I&lt;/i&gt;ndonesia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;bahasa &lt;i&gt;B&lt;/i&gt;atak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;suku &lt;i&gt;A&lt;/i&gt;borigin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;8.&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: 7pt; font-stretch: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama dalam penyebutan hari, bulan, hari raya, nama tahun, dan peristiwa bersejarah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Contoh:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;hari &lt;i&gt;S&lt;/i&gt;enin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;bulan &lt;i&gt;J&lt;/i&gt;anuari&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;hari &lt;i&gt;L&lt;/i&gt;ebaran&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;bulan &lt;i&gt;M&lt;/i&gt;aulid&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;hari &lt;i&gt;N&lt;/i&gt;atal&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;perang &lt;i&gt;P&lt;/i&gt;aregrek&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;tahun &lt;i&gt;S&lt;/i&gt;aka&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;P&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;roklamasi &lt;i&gt;K&lt;/i&gt;emerdekaan &lt;i&gt;I&lt;/i&gt;ndonesia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;9.&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: 7pt; font-stretch: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama dalam penyebutan geografi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Contoh:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;B&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;anyuwangi &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;A&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;sia &lt;i&gt;T&lt;/i&gt;enggara&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;B&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;ukit &lt;i&gt;T&lt;/i&gt;inggi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;K&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;ali &lt;i&gt;B&lt;/i&gt;rantas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;J&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;azirah &lt;i&gt;A&lt;/i&gt;rap&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;J&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;alan &lt;i&gt;D&lt;/i&gt;iponegoro&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;G&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;unung &lt;i&gt;B&lt;/i&gt;romo&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Huruf kapital tidak digunakan sebagai huruf pertama istilah geografi yang tidak menjadi unsur nama diri&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Contoh:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Mendaki &lt;i&gt;g&lt;/i&gt;unung melewati lembah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Mandi di &lt;i&gt;s&lt;/i&gt;ungai&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Melewati &lt;i&gt;t&lt;/i&gt;erusan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Huruf kapital tidak ddigunakan untuk nama geografis yang sudah menjadi nama jenis &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Contoh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;engkol &lt;i&gt;i&lt;/i&gt;nggris&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;pisang &lt;i&gt;a&lt;/i&gt;mbon&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;gula &lt;i&gt;j&lt;/i&gt;awa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;10.&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: 7pt; font-stretch: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama semua unsur-unsur nama negara, ketatanegaraan, serta nama dokumen resmi kecuali kata penghubung “dan”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Contoh:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;R&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;epublik &lt;i&gt;I&lt;/i&gt;ndonesia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;D&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;ewan &lt;i&gt;P&lt;/i&gt;ermusyawaratan &lt;i&gt;R&lt;/i&gt;akyat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;D&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;epartemen &lt;i&gt;P&lt;/i&gt;endidikan dan &lt;i&gt;K&lt;/i&gt;ebudayaan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;K&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;eputusan &lt;i&gt;P&lt;/i&gt;residen &lt;i&gt;R&lt;/i&gt;epublik &lt;i&gt;I&lt;/i&gt;ndonesia &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;i&gt;N&lt;/i&gt;omer 57 &lt;i&gt;T&lt;/i&gt;ahun 1972 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Huruf kapital tidak digunakan dalam penyebutan unsur negara, dokumen dan ketatanegaraan yang bersifat tidak resmi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Contoh: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Sebuah &lt;i&gt;r&lt;/i&gt;epublik yang besar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Sebuah &lt;i&gt;b&lt;/i&gt;adan &lt;i&gt;h&lt;/i&gt;ukum&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Kerjasama antara &lt;i&gt;p&lt;/i&gt;emerintah dan lembaga yang terkait&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Berdasarkan &lt;i&gt;u&lt;/i&gt;ndang-&lt;i&gt;u&lt;/i&gt;ndang yang berlaku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;11.&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: 7pt; font-stretch: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama pada kata pengulangan yang terdapat pada nama badan, lembaga pemerintah, dan ketatanegaraan beserta dokumen resmi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Contoh:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;U&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;ndang-&lt;i&gt;U&lt;/i&gt;ndang Dasar 1945&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Yayasan &lt;i&gt;I&lt;/i&gt;lmu-&lt;i&gt;I&lt;/i&gt;lmu Sosial&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Perserikatan &lt;i&gt;B&lt;/i&gt;angsa-&lt;i&gt;B&lt;/i&gt;angsa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;12.&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: 7pt; font-stretch: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama semua kata (termasuk semua unsur kata ulang sempurna) dalam sebuah judul buku, surat kabar, karangan, dan majalah. Kecuali kata penghubung di, ke, dari, dan, yang. Kata penghubung tersebut menggunakan huruf kapital pada huruf pertamanya dengan syarat dia berada pada awal kata dalam sebuah judul.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Contoh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Saya baru saja membeli buku &lt;i&gt;Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Bacalah majalah &lt;i&gt;Bahasa dan Sastra Indonesia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Ia menyelesaikan makalah &lt;i&gt;Asas-Asas Hukum Perdata.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;13.&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: 7pt; font-stretch: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekeluargaan yang digunakan sebagai kata sapaan dan pengacuan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Contoh:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;“Kapan &lt;i&gt;K&lt;/i&gt;akak pulang?” Tanya Budi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Adik bertanya “&lt;i&gt;I&lt;/i&gt;bu mau kemana?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Semua ibu-ibu menuju rumah &lt;i&gt;I&lt;/i&gt;bu Hasan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Huruf Kapital tidak digunakan sebagai huruf pertama dalam kata penunjuk hubungan kekerabatan yang tidak dipakai dalam pengacuan dan sapaan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Contoh:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Surga berada di telapak kaki &lt;i&gt;i&lt;/i&gt;bu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Semua &lt;i&gt;k&lt;/i&gt;akak dan &lt;i&gt;a&lt;/i&gt;dik saya sudah berkeluarga&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Huruf kapital digunakan pada huruf pertama kata ganti Anda sebagai.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Contoh:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;A&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;nda yakin dengan langkah itu?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Kami yakin dengan kinerja &lt;i&gt;A&lt;/i&gt;nda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Tulisan ini merupakan copas dari&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times New Roman, serif;&quot;&gt;http://luk.staff.ugm.ac.id/ta/Suwardjono/EYD.pdf&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.panggungkita.com/2016/01/penggunaan-huruf-kapital-berdasarkan-eyd.html</link><author>noreply@blogger.com (Ferick sahid persi)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/-W-tL7gyJtH0/VqQuzamN_3I/AAAAAAAAAcA/V9nmSLMTOTM/s72-c/DUSTY%2B%2BVINTAGE%2BKEYBOARD.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5354253246098207635.post-4016254201043409401</guid><pubDate>Tue, 23 Jun 2015 18:33:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-06-24T01:39:49.370+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Puisi</category><title>Kala Anak-anak Kita</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://3.bp.blogspot.com/-la4xr-aCN04/VYmn6FVyXLI/AAAAAAAAAZM/4uAhXym7I2U/s1600/batara.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;http://3.bp.blogspot.com/-la4xr-aCN04/VYmn6FVyXLI/AAAAAAAAAZM/4uAhXym7I2U/s320/batara.png&quot; width=&quot;304&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah dia berterbangan bagai udara yang menyatu dengan atmosfir. Wujudnya yang tidak elok sama sekali bersembunyi dibalik fatamorgana. Tak bersuara, ditinggalkan, bahkan dimusuhi kesepian. Dia menyusup ke dalam buih, lubang cacing, tapi dia juga bisa sebesar jagad raya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dosa siapakah yang membuai dirinya yang bersembunyi di antara rintik air mani?.dia diciptakan oleh dosa dan cinta, oleh suka dan duka. Orangtuanya memusuhinya menyalahkan dan mengutuk, sehingga dia selalu lapar dan lapar. Konsep dan kongret adalah santapannya, sejarah adalah saudaranya yang ia buru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang dewa yang berkuasa menggunakan kuasanya untuk mengutuknya. Salahkah sang kala yang lahir? kelahirannya bukan keinginannya, kelahirannya adalah anugrah yang membuai sperma setiap rahim ibu namun kutukannya akan mengaborsi setiap jasad dan abad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kala tak punya penyesalan karena penyesalan adalah milik orang tuanya. Kala tak punya ambisi karena nafsu adalah orang tuanya. Kala tak punya cinta karena cinta adalah dirinya dan makanannya. Pada akhirnya, kitalah yang memeliharanya dan mencintainya. Bukan Siwa, Guru, Uma atau Durga. Mereka adalah kita yang menyesali lubang waktu yang kita perkosa tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kala adalah kala yang melenyapkan keberadaan&lt;br /&gt;melenyapkan keegoisan&lt;br /&gt;keegoisan yang menyerupa kutukan&lt;br /&gt;yang memangsa semua dan akhirnya memangsa dirinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;</description><link>http://www.panggungkita.com/2015/06/kala-anak-anak-kita.html</link><author>noreply@blogger.com (Ferick sahid persi)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/-la4xr-aCN04/VYmn6FVyXLI/AAAAAAAAAZM/4uAhXym7I2U/s72-c/batara.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5354253246098207635.post-6691144504507958082</guid><pubDate>Thu, 14 May 2015 04:29:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-05-14T11:29:57.249+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Artikel Bahasa Indonesia</category><title>Contoh Kalimat Majemuk Beserta Pengertiannya</title><description>&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://4.bp.blogspot.com/-OM-54cNaaxs/VVJgyMcXIhI/AAAAAAAAAYk/lQN4Q77ACfQ/s1600/file0001842662912.jpg&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: blue; font-size: 13.5pt; mso-no-proof: yes; text-decoration: none; text-underline: none;&quot;&gt;&lt;v:shapetype coordsize=&quot;21600,21600&quot; filled=&quot;f&quot; id=&quot;_x0000_t75&quot; o:preferrelative=&quot;t&quot; o:spt=&quot;75&quot; path=&quot;m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe&quot; stroked=&quot;f&quot;&gt; &lt;v:stroke joinstyle=&quot;miter&quot;&gt; &lt;v:formulas&gt;  &lt;v:f eqn=&quot;if lineDrawn pixelLineWidth 0&quot;&gt;  &lt;v:f eqn=&quot;sum @0 1 0&quot;&gt;  &lt;v:f eqn=&quot;sum 0 0 @1&quot;&gt;  &lt;v:f eqn=&quot;prod @2 1 2&quot;&gt;  &lt;v:f eqn=&quot;prod @3 21600 pixelWidth&quot;&gt;  &lt;v:f eqn=&quot;prod @3 21600 pixelHeight&quot;&gt;  &lt;v:f eqn=&quot;sum @0 0 1&quot;&gt;  &lt;v:f eqn=&quot;prod @6 1 2&quot;&gt;  &lt;v:f eqn=&quot;prod @7 21600 pixelWidth&quot;&gt;  &lt;v:f eqn=&quot;sum @8 21600 0&quot;&gt;  &lt;v:f eqn=&quot;prod @7 21600 pixelHeight&quot;&gt;  &lt;v:f eqn=&quot;sum @10 21600 0&quot;&gt; &lt;/v:f&gt;&lt;/v:f&gt;&lt;/v:f&gt;&lt;/v:f&gt;&lt;/v:f&gt;&lt;/v:f&gt;&lt;/v:f&gt;&lt;/v:f&gt;&lt;/v:f&gt;&lt;/v:f&gt;&lt;/v:f&gt;&lt;/v:f&gt;&lt;/v:formulas&gt; &lt;v:path gradientshapeok=&quot;t&quot; o:connecttype=&quot;rect&quot; o:extrusionok=&quot;f&quot;&gt; &lt;o:lock aspectratio=&quot;t&quot; v:ext=&quot;edit&quot;&gt;&lt;/o:lock&gt;&lt;/v:path&gt;&lt;/v:stroke&gt;&lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape alt=&quot;Description: https://4.bp.blogspot.com/-OM-54cNaaxs/VVJgyMcXIhI/AAAAAAAAAYk/lQN4Q77ACfQ/s320/file0001842662912.jpg&quot; href=&quot;http://4.bp.blogspot.com/-OM-54cNaaxs/VVJgyMcXIhI/AAAAAAAAAYk/lQN4Q77ACfQ/s1600/file0001842662912.jpg&quot; id=&quot;Picture_x0020_2&quot; o:button=&quot;t&quot; o:spid=&quot;_x0000_i1025&quot; style=&quot;height: 180pt; mso-wrap-style: square; visibility: visible; width: 240pt;&quot; type=&quot;#_x0000_t75&quot;&gt; &lt;v:imagedata o:title=&quot;file0001842662912&quot; src=&quot;file:///C:\Users\ferick\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image001.jpg&quot;&gt;&lt;/v:imagedata&gt;&lt;/v:shape&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;Contoh kalimat majemuk bisa kita temukan dalam kehidupan sehari-hari. Karena tanpa disadari atau tidak, biasanya kita menciptakannya untuk berkomunikasi. Pada saat kita berbicara, menulis, bahkan saat kita marah-marah kita menciptakan kalimat ini. Kalimat adalah bentuk bahasa yang mampu memngungkapkan konsep pemikiran dan juga perasaan, kalimat juga dapat diartikan sebagai satuan bahasa yang mampu berdiri sendiri, kalimat memiliki intonasi final, dan terdiri dari klausa.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;Pengertian Kalimat Majemuk&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;Jika dilihat dari struktur klausanya, kalimat memiliki dua jenis yakni kalimat Tunggal dan kalimat majemuk. Kalimat maj&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;e&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;muk memiliki dua klausa atau lebih, sedangkan kalimat tunggal adalah kalimat yang hanya memiliki satu klausa. Klausa adalah bentuk bahasa minimal, terdiri dari sumbjek, objek dan berpotensi menjadi kalimat.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://4.bp.blogspot.com/-OM-54cNaaxs/VVJgyMcXIhI/AAAAAAAAAYk/lQN4Q77ACfQ/s1600/file0001842662912.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;http://4.bp.blogspot.com/-OM-54cNaaxs/VVJgyMcXIhI/AAAAAAAAAYk/lQN4Q77ACfQ/s320/file0001842662912.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;Berdasarkan&amp;nbsp; s&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;truktur pembentuknya&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;apple-converted-space&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;kalimat majemuk&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;apple-converted-space&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;terdiri dari induk kalimat dan anak kalimat. Untuk membedakan anak kalimat dan induk kalimat, kita cukup melihat konjungsi atau kata penghubungnya. Hanya anak kalimat yang memiliki konjungsi sedangkan induknya tidak memiliki konjungsi.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;Macam-macam kalimat Majemuk&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;Kalimat majemuk terdiri dari empat Macam Yakni:&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;span class=&quot;apple-converted-space&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Kalimat Majemuk Setara&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;span class=&quot;apple-converted-space&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Kalimat Majemuk Bertingkat&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;span class=&quot;apple-converted-space&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Kalimat Majemuk Campuran&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;4.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;span class=&quot;apple-converted-space&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Kalimat Majemuk Rapatan&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;1. Contoh Kalimat Majemuk Setara Beserta Pengertiannya&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;Kalimat majemuk setara dibagi kedalam tiga jenis, yaitu: Kalimat majemuk setara sejalan, berlawanan, yang menyatakan sebab akibat.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;h4&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt; line-height: 115%;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;h4&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt; font-weight: normal; line-height: 115%;&quot;&gt;a. Kalimat majemuk setara penggabungan&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt; line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;S&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;ilahkan simak contoh kalimat majemuk&amp;nbsp;berikut ini sambil&lt;span class=&quot;apple-converted-space&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;mencari pengertiannya.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;“Joni berjalan ke mal dan fika berjalan ke kolam “&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;dari contoh yang ada di atas bisa kita simpulkan bahwa kalimat majemuk setara&lt;span class=&quot;apple-converted-space&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;penggabungan&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;apple-converted-space&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;adalah&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;apple-converted-space&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;kalimat yang terdiri dari beberapa klausa atau kalimat tunggal yang dihubungkan dengan konjungsi “dan”&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h4&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt; font-weight: normal; line-height: 115%;&quot;&gt;b. Kalimat majemuk setara penguatan&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt; line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;Bacalah contoh berikut ini&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;“Gatot anak yang sangat kuat bahkan dia bisa mengangkat gunung&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;Penggunaan konjungsi bahkan merupakan tanda dari kalimat majemuk ini.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;h4&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt; line-height: 115%;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;h4&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt; line-height: 115%;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt; font-weight: normal; line-height: 115%;&quot;&gt;c. Kalimat majemuk setara Pemilihan&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt; line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;Bacalah contoh kalimat berikut ini&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt 36pt; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;1.&lt;span style=&quot;font-stretch: normal;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 7pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;span class=&quot;apple-converted-space&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;Kamu memilih aku&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt 36pt; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;2.&lt;span style=&quot;font-stretch: normal;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 7pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;span class=&quot;apple-converted-space&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;Kamu memilih dia&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt 36pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;Digabungkan menjadi “kamu memilih aku atau dia”&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt 36pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;Penggunaan konjungsi atau merupakan tanda kalimat ini.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h4&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt; font-weight: normal; line-height: 115%;&quot;&gt;d. Kalimat majemuk setara berlawanan&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt; line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;Bacalah dengan seksama contoh berikut&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&quot;Sofi anak yang baik, sedangkan teman-temannya sangat nakal&quot;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;Pada contoh di atas bisa kita simpulkan bahwa kalimat majemuk setara berlawanan merupakan kalimat yang memiliki beberapa klausa dengan situasi yang bertentangan. Penggunaan kata hubungan bisa menjadi klu kita untuk mengetahuinya, pada contoh di atas digunakan kata penghubung tapi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt; font-weight: normal; line-height: 20.7000007629395px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt; font-weight: normal; line-height: 20.7000007629395px;&quot;&gt;d. Kalimat majemuk setara hubungan waktu&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;simaklah contoh berikut ini&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&quot;aku belajar sendiri di rumah, kemudian dia datang sendiri&quot;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;Pada contoh di atas bisa kita simpulkan bahwa kalimat majemuk setara hubungan waktu merupakan kalimat yang memiliki beberapa klausa yang menyatakan waktu. Penggunaan kata hubungan bisa menjadi klu kita untuk mengetahuinya diantaranya adalah kemudian, lalu, lantas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style=&quot;margin-left: 21.3pt; text-indent: -21.3pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13.5pt; font-weight: normal;&quot;&gt;2.&lt;span style=&quot;font-stretch: normal;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 7pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;span class=&quot;apple-converted-space&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt; font-weight: normal;&quot;&gt;C&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13.5pt; font-weight: normal;&quot;&gt;ontoh&lt;span class=&quot;apple-converted-space&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt; font-weight: normal;&quot;&gt;K&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13.5pt; font-weight: normal;&quot;&gt;alimat&lt;span class=&quot;apple-converted-space&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt; font-weight: normal;&quot;&gt;M&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13.5pt; font-weight: normal;&quot;&gt;ajemuk&lt;span class=&quot;apple-converted-space&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt; font-weight: normal;&quot;&gt;B&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13.5pt; font-weight: normal;&quot;&gt;ertingkat&lt;span class=&quot;apple-converted-space&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt; font-weight: normal;&quot;&gt;B&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13.5pt; font-weight: normal;&quot;&gt;eserta&lt;span class=&quot;apple-converted-space&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt; font-weight: normal;&quot;&gt;P&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13.5pt; font-weight: normal;&quot;&gt;engertiannya&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;Kalimat majemuk setara adalah kalimat yang memiliki lebih dari satu klausa dan kedudukannya tidak sama. Seperti kalimat majemuk setara, kalimat majemuk bertingkat memiliki beragam jenis. Berikut ini contoh, jenis, dan pengertian kalimat majemuk bertingkat.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h4&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;color: windowtext; font-size: 13.5pt; font-weight: normal; line-height: 115%;&quot;&gt;a. Kalimat Majemuk bertingkat menyatakan hubungan waktu&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;color: windowtext; font-size: 13.5pt; line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;Contohnya seperti berikut.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;“Andi sedang bermain gitar ketika mona datang&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;”&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;Pada contoh di atas bisa kita lihat bahwa kalimat majemuk jenis ini menerangkan waktu ketka mona datang.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h4&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt; font-weight: normal; line-height: 115%;&quot;&gt;b. Kalimat majemuk bertingkat Hubungan Syarat&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt; line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;Berikut ini contohnya&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;“Aku akan pulang seadainya dita datang menjemput&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;”&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;Kalimat majemuk jenis ini ditandai dengan kata: seandainya, andaikan, apabila, asalkan, jka, dan kata lain yang menunjukan syarat&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;h4&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt; font-weight: normal; line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;h4&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt; font-weight: normal; line-height: 115%;&quot;&gt;c. Kalimat majemuk bertingkat hubungan tujuan&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt; line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;Berikut ini contohnya&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;“Aku akan belajar agar mendapatkan nilai yang bagus&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;”&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;Kalimat majemuk ini bisa kita ketahui dengan adanya kata: agar, supaya, dan kata lain yang menyatakan tujuan.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;h4&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt; line-height: 115%;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;h4&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt; font-weight: normal; line-height: 115%;&quot;&gt;d. Kalimat Majemuk bertingkat Konsensip&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt; line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;Berikut ini contohnya:&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;“Meskipun dia tidak punya uang, dia tetap senang&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;”&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;Kalimat majemuk bertingkat konsensip ditandai dengan kata: Meskipun, walaupun, kendatipun, sungguh pun.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h4&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt; font-weight: normal; line-height: 115%;&quot;&gt;e. Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Penyebaban&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt; line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;Berikut ini contohnya&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;“Aku sangat senang, sebab dia tidak seperti yang aku pikirkan&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;”&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;Dalam kalimat ini biasanya ditandai dengan kata karena, sebab, oleh karena.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h4&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt; font-weight: normal; line-height: 115%;&quot;&gt;f. Kalimat Majemuk Hubungan Perbandingan&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;div&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt; font-weight: normal; line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 13.5pt; font-weight: normal; line-height: 115%;&quot;&gt;Berikut ini contohnya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 13.5pt; font-weight: normal; line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 13.5pt; font-weight: normal; line-height: 115%;&quot;&gt;“Dari pada kita bersedih, lebih baik kita bergembira&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt; line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt; line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;Ciri khasnya adalah keberadaan kata: lebih baik, sebagaimana, bagaikan, seperti, ibarat&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/h3&gt;&lt;h4&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt; font-weight: normal; line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;div&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4 style=&quot;font-size: medium; font-weight: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt; font-weight: normal; line-height: 20.7000007629395px;&quot;&gt;g. Kalimat Majemuk Hubungan Perbandingan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;font-size: medium; font-weight: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt; line-height: 20.7000007629395px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;h3&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 18px; font-weight: normal; line-height: 20.7000007629395px;&quot;&gt;&quot;Veri begitu tampan, sehingga ia mempunyai banyak wanita&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13.5pt; font-weight: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt; font-weight: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13.5pt; font-weight: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt; font-weight: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 13.5pt; line-height: 20.7000007629395px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt; font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 20.7000007629395px;&quot;&gt;Keberadaan kalimat ini ditandai dengan kata: maka, sampai-sampai, sehingga&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13.5pt; font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h4&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt; font-weight: normal; line-height: 115%;&quot;&gt;h. Kalimat majemuk bertingkat hubungan cara&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt; line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;“Dengan memiliki uang, dia bisa membeli segalanya&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;”&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;Ditandai dengan keberadaan kata “dengan”&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h4&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt; font-weight: normal; line-height: 115%;&quot;&gt;i. Kalimat majemuk bertingkat hubungan sangkalan&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt; line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;“Doni tetap pergi, seakan-akan semua sudah selesai”&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;Kalimat ini ditandai dengan kata: seakan-akan, seolah-olah, dan berisi tentang penyangkalan.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h4&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt; font-weight: normal; line-height: 115%;&quot;&gt;j. Kalimat majemuk bertingkat hubungan kenyataan&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt; line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;“Dia terus merayunya, padahal dia tidak digubris&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;”&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;Setelah kata padahal klausa menunjukan kenyataan yang terjadi. Kalimat ini terkadang ditandai dengan kata padahal dan sedangkan&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h4&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt; font-weight: normal; line-height: 115%;&quot;&gt;k. Kalimat majemuk bertingkat hubungan hasil&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt; line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;“Tince tidak pernah belajar, makanya dia tidak punya prestasi apa-apa&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;”&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;Kalimat jenis ini terkadang ditandai dengan kata makanya.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h4&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt; font-weight: normal; line-height: 115%;&quot;&gt;l. Kalimat majemuk bertingkat hubungan penjelasan&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt; line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;“Kehidupannya sehari-hari menunjukan bahwa dia orang yang tidak berguna&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;”&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;Kalimat majemuk jenis ini ditandai dengan kata bahwa&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;h4&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt; line-height: 115%;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;h4&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt; font-weight: normal; line-height: 115%;&quot;&gt;m. Kalimat majemuk bertingkat hubungan atributif&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt; line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;“Anak yang tidak berguna itu bukan apa-apa saya&lt;u2:p&gt;&lt;/u2:p&gt;”&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;Kalimat jenis ini ditandai dengan kata “yang”&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;3. C&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;ontoh&lt;span class=&quot;apple-converted-space&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;K&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;alimat&lt;span class=&quot;apple-converted-space&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;M&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;ajemuk&lt;span class=&quot;apple-converted-space&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;C&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;ampuran&lt;span class=&quot;apple-converted-space&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;B&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;eserta&lt;span class=&quot;apple-converted-space&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;P&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;engertiannya&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;1.&amp;nbsp;Toni berangkat kerja&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;2. Somat sedang tertidur&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;3. Ketika aku memasak air&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;Dari ke tiga kalimat di atas kemudian digabung menjadi satu&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;Toni berangkat kerja, dan Somat sedang tertidur, ketika aku memasakn air.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;Dari contoh yang disuguhkan di atas, bisa kita ambil kesimpulan bahwa kalimat majemuk campuran adalah pencampuran antara kalimat majemuk setara dengan bertingkat. Berarti dalam sebuah kalimat majemuk campuran minimal ada tiga kalimat yang membentuknya.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;4.&lt;span class=&quot;apple-converted-space&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;Contoh Kalimat Majemuk Rapatan Beserta Pengertiannya&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;span class=&quot;apple-converted-space&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Andi pergi ke rumah Tata&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;span class=&quot;apple-converted-space&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Sonia pergi ke rumah Tata&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;span class=&quot;apple-converted-space&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Fafa pergi ke rumah Tata&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dari ketiga kalimat di atas kemudian digabung menjadi satu&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;Andi, Sonia, dan Fafa pergi ke rumah Tata&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;Kalimat majemuk rapatan adalah kalimat yang terdiri dari beberapa kalimat tunggal. Subjek, predikat, dan objek yang sama hanya disebutkan satukali.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://4.bp.blogspot.com/-OM-54cNaaxs/VVJgyMcXIhI/AAAAAAAAAYk/lQN4Q77ACfQ/s1600/file0001842662912.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;                                                                                                                     &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;                                                                                                                                                                                                                                       &lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.panggungkita.com/2015/05/contoh-kalimat-majemuk-beserta.html</link><author>noreply@blogger.com (Ferick sahid persi)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-OM-54cNaaxs/VVJgyMcXIhI/AAAAAAAAAYk/lQN4Q77ACfQ/s72-c/file0001842662912.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5354253246098207635.post-7806444000616744721</guid><pubDate>Tue, 12 May 2015 08:14:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-05-12T15:14:07.830+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">lain-lain</category><title>Tips Memilih Buku yang Bagus</title><description>Mencari buku yang bagus biasanya susah-susah mudah, maksudnya kadang untung-untungan. Buku baru yang ada di toko buku terkadang masih ada plastiknya sehingga tidak bisa dibuka dan kita tidak bisa membaca isi di dalamnya. Sebenarnya ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk mengetahui isinya, bukan sulap bukan sihir, pandangan mata batin kita bisa mengetahui apa yang ada di dalam buku itu. hehehe&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://2.bp.blogspot.com/-KtzWM8M_qvk/VVG04pfsNWI/AAAAAAAAAYI/bW3Dg1RfcM0/s1600/IMG_7369.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;tips memilih buku yang bagus dan cocok untuk anda&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;213&quot; src=&quot;http://2.bp.blogspot.com/-KtzWM8M_qvk/VVG04pfsNWI/AAAAAAAAAYI/bW3Dg1RfcM0/s320/IMG_7369.JPG&quot; title=&quot;memilih buku yang bagus&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;1. lihat Sampul Bagian Belakang&lt;/h2&gt;&lt;div&gt;Ini cara yang paling umum. Biasanya sampul bagian belakang berisi diskripsi singkat mengenai sebuah buku. Di situ kita bisa menerawang, apakah bukuh tersebut bagus atau tidak. Isi bagian belakang buku terkadang juga berisi review dari penulis lain atau ahli dalam bidangnya. Jika anda cukup menguasai topik buku yang ingin anda beli seharusnya anda tidak akan kesulitan untuk menilai review atau diskripsi yang ada di belakang buku yang ingin anda baca&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3&gt;a. Isi Diskripsi Bagus&lt;/h3&gt;&lt;div&gt;jika isi diskripsi bagian belakangnya bagus, diterangkan dengan bahasa yang benar dan menarik maka berikan satu poin untuk buku itu. Tentunya anda sudah membuat bayangan buku apa yang ingin anda baca. Contoh: Anda ingin mencari buku resep kelas chef international maka anda harus tahu bahwa buku itu menjelaskan mengenai resep masakan kelas international, dan di diskripsi itu dijelaskan secara umum.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3&gt;b. Review Dari Orang-orang Terkenal&lt;/h3&gt;&lt;div&gt;Ketika anda cukup menguasai topik yang ada dalam buku tersebut, anda pasti juga mengenal orang-orang yang berkompeten pada topik tersebut. Rata-rata review di belakang sampul buku menceritakan hal-hal yang baik, namun keberadaan orang-orang terkenal tersebut juga memberikan poin tersendiri, bahwa buku itu bagus. Mereka tidak akan mempertaruhkan image yang sudah dibangun selama bertahun-tahun untuk dijual pada buku yang tidak bermutu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2&gt;2. Cari sample buku yang dibuka&lt;/h2&gt;&lt;div&gt;terkadang ada toko buku yang menyediakan sampel yang sengaja dibuka. Anda bisa memanfaatkan ini dengan membaca sebagian isinya. Untuk mengetahui isinya dengan cepat anda bisa mulai membaca daftar isinya. Jangan membaca halaman pembuka, karena biasanya membosankan. Jika tidak ada sampel buku di rak, coba minta kepada petugas yang bekerja, biasanya mereka menyediakan, jika tidak disediakan terima saja nasib anda.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2&gt;3. Cari Review/ Ulasannya&lt;/h2&gt;&lt;div&gt;Internet bisa kita akses dari mana saja dan kapan saja. Anda bisa membaca review/ulasan mengenai buku yang ingin anda beli. Biasanya jika buku tersebut merupakan buku yang bagus akan banyak reviewnya di internet. Cara ini juga bisa anda lakukan untuk membeli buku via online. Anda bisa mencari review buku incaran anda sebelum atau pada saat anda di toko buku.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jika anda tipe orang yang pasaran atau cenderung menyukai apa yang disukai orang kebanyakan, anda bisa melihat pada sampul bagian depan, jika ada tulisannya best seller berarti itu buku yang akan anda beli. Mungkin itu saja tips-tips yang bisa saya berikan bagi anda yang ingin membeli sebuah buku, sebenarnya ada cara lain yaitu cara &quot;nekat&quot; langsung ambil saja bukunya fufufufu... tapi itu dosa&lt;/div&gt;</description><link>http://www.panggungkita.com/2015/05/tips-memilih-buku-yang-bagus.html</link><author>noreply@blogger.com (Ferick sahid persi)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/-KtzWM8M_qvk/VVG04pfsNWI/AAAAAAAAAYI/bW3Dg1RfcM0/s72-c/IMG_7369.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5354253246098207635.post-2547754044930935852</guid><pubDate>Mon, 11 May 2015 07:20:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-05-11T14:28:27.810+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">artikel Teater</category><title>Teater Mancanegara Berjenis Tradisi</title><description>&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Teater tradisi merupakan budaya unik yang dimiliki masing-masing negara. Keberadaannya merupakan bentuk kemajuan sebuah kebudayaan. Saya mengatakan keberadaan pertunjukan tradisi adalah kemajuan sebuah kebudayaan, karena secara artistik teater atau pertunjukan melibatkan berbagai disiplin kesenian di antaranya seni rupa, seni make up, seni akting, dll. Mengetahui bentuk-bentuk seni pertunjukan tradisi akan menambah pengetahuan kebudayaan sekaligus mempertajam wawasan estetika kita. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://2.bp.blogspot.com/-mKZ03SnDPlQ/VVBX9gJ9zWI/AAAAAAAAAXw/NiWr8sr1ojA/s1600/kabuki-theater-81808_1280.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Teater Mancanegara dari Jepang. Teater Tradisi Kabuki&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;http://2.bp.blogspot.com/-mKZ03SnDPlQ/VVBX9gJ9zWI/AAAAAAAAAXw/NiWr8sr1ojA/s320/kabuki-theater-81808_1280.jpg&quot; title=&quot;Teater Mancanegara&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;span id=&quot;goog_1629203698&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id=&quot;goog_1629203699&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Teater tradisi Jepang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Jepaag merupakan negara dengan kebudayaan yang maju. Hal ini bisa dilihat dari kondisi jepang saat ini. Jepang memiliki beragam kebudayaan, bahkan memiliki kebudayaan atau seni meminum teh, yang bisa dimasukan dalam kategori seni pertunjukan. Jepang memiliki beragam seni teater tradisi di antaranya adalah Noh, Kabuki, dan kyogen.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Noh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Noh merupakan seni drama musik klasik di jepang. Noh memiliki beberapa bagian tarian (mai), musik (hayashi) dan kata-kata yang ada dalam lagu (utai). Diperkirakan noh mulai muncul pada abad ke 14. Cirikhas noh yang lain adalah pemainnya mengenakan topeng dan menari dengan tempo yang sangat lambat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;h3&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Kabuki&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Awal munculnya Kabuki dibawakan oleh seorang wanita bernama okuni di kuil Kitano Temang, kyoto. Sampai saat ini tidak ada yang tahu persis siapakah okuni. Banyak yang percaya bahwa Okuni merupakan pendeta wanita atau Miko. Hampir sama dengan noh, kabuki juga memiliki unsur tari (mai), unsur musik (Hayashi), dan ki (teknik). Kabuki menggunakan make up dan kostum yang lebih mencolok. Kabuki mengalami perkembangan pesat di jepang, bahkan sebuah kelompok Kabuki bisa membuat gedung pertunjukannya sendiri&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Kyogen&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Kyogen memiliki akar yang sama dengan Noh, yakni Sarugaku. Jika noh menggunakan topeng dan tema-tema tragedi maka kyogen justru sebaliknya. Dalam pertunjukannya kyogen tidak menggunakan topeng. Pertunjukan kyogen rata-rata berisi humor satir, humor yang menertawakan kegagalan. Kyogen juga kental dengan unsur pantomimnya, yang meniru gerak Sarugaku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Bunraku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Bunraku merupakan kesenian tradisi jepang yang menggunakan boneka sebagai medianya. Bunraku cukup unik, jika wayang di Indonesia dimainkan oleh seorang dalang, maka Bunraku dimainkan oleh tiga orang dalang. Sebuah boneka akan dimainkan oleh tiga orang, dimana pembagiannya menurut senior dan junior. Untuk dalang yang paling senior dan berpengalaman akan memainkan bagian kepala dan lengan sebelah kanan sekaligus mengisi suaranya, kemudian lengan bagian kiri akan dimainkan oleh dalang yang lebih junior, dan kaki-kakinya akan dimainkan oleh dalang yang paling junior.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;h3&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Teater Tradisi China&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Opera peking merupakan teater tradisi cina. Dinamakan sebagai Opera Peking karena muncul pertama kali di Beijing, dahulu bernama peking. Opera peking memiliki ciri khas kostum dan make up yang mewah. Pada make up dan kostum biasanya mencirikan watak tokohnya merah mencerminkan kesetiaan, ungu melambangkan kecerdasan, keberanian, dan kesatriaan, warna hitam melambangkan orang yang jujura dan berterus terang, sedangkan warna putih justru menunjukan orang yang licik, jahat, dan kejam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Sebenarnya ada banyak sekali bentuk teater tradisi. Setiap negara memiliki tradisinya sendiri sehingga menurut hemat saya teater mancanegara sangat banyak sekali jumlahnya. Di indonesia, bentuk drama klasik ada sangat banyak, bahkan disetiap daerah memiliki bentuknya sendiri. Pada lain kesempatan saya akan mencoba membahas bentuk drama tradisi indonesia. Jika anda memiliki informasi terkait drama mancanegara tradisional anda bisa membagi informasi itu di kolom koment di bawah ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraph&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.panggungkita.com/2015/05/teater-mancanegara-berjenis-tradisi.html</link><author>noreply@blogger.com (Ferick sahid persi)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/-mKZ03SnDPlQ/VVBX9gJ9zWI/AAAAAAAAAXw/NiWr8sr1ojA/s72-c/kabuki-theater-81808_1280.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5354253246098207635.post-5686349599321393239</guid><pubDate>Sat, 09 May 2015 09:39:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-05-17T08:50:49.173+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">guyonan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">lain-lain</category><title>Selamat Hari Jomblo Sedunia Gaes</title><description>&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Anda tidak perlu mengenal saya untuk memahami tulisan saya, yang jelas saya adalah orang ganteng , dan kegantengan saya dianggap avant grade pada era saya (meskipun saya singgle). Pada tulisan ini kita akan melihat, meninjau, dan menelaah fenomena yang menarik di era postmoderenisme ini dari kacamata ilmiah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://4.bp.blogspot.com/-wkta0Ru_CnM/VU3VtEY-YQI/AAAAAAAAAXc/4U0tNnNa-aE/s1600/jomblo.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;258&quot; src=&quot;http://4.bp.blogspot.com/-wkta0Ru_CnM/VU3VtEY-YQI/AAAAAAAAAXc/4U0tNnNa-aE/s320/jomblo.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Pada akhir-akhir ini saya mendapatkan banyak pesan di BBM maupun di akun FB saya. Pesan yang dikirimkan oleh penggemar saya, yang berisi tentang hari kartini, hari bumi, hari teater, hari buruh, hari tari dan “&lt;b&gt;&lt;i&gt;HARI VALENTIN PADA TANGGAL 14 FEBRUARI&lt;/i&gt;”&lt;/b&gt; kemarin. Mungkin sudah usang membahasnya hari ini. Tapi ucapan selamat hari valentine memberikan traumatik tersendiri pada otak alam bawah sadar saya,dan akhirnya memicu perlakuan yang abnormal pada diri saya. Banyak sekali hari-hari aneh yang selalu kita rayakan bahkan kita merayakan hari kasih sayang?! F*ck!!!!. Apakah kita tidak ingat perkataan kyai kita? Jika kita mengucapkan selamat hari Natal kepada orang Kristen atau Katolik itu haram? Karena kita menganggap eksistensi agama mereka. Dan apakah kalian juga tidak malu mengucapkan hari kasih sayang kepada jomblo? yang berarti, kalian memutilasi batin mereka secara membabi buta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;“Orang lain adalah neraka” itulah yang dikatakan Satre, dan kaum jomblo benar-benar memahami arti kata itu perbunyinya, bahkan beberapa sudah menatokan itu di keningnya. Banyak hari kita rayakan untuk menghormati segala sesuatunya. Tapi mengapa di indonesia tidak ada hari jomblo? Menurut hemat saya ini merupakan konspirasi politik untuk membunuh kaum jomblo secara perlahan, seperti usaha Konoha yang membantai klan Uciha. Harus ada pahlawan jomblo untuk memperjuangkan hak-hak mereka, seperti halnya marsinah yang memperjuangkan nasib kaum buruh &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Di indonesia status jomblo sama buruknya dengan status telat lulus kuliah, lalu bagaimana nasib orang yang telat lulus sekaligus jomblo? Hidup segan mati tak mau. Kita harus mencontoh negara lain dalam menghargai kaum jomblo dengan membuat hari jomblo. Di Cina Hari jomblo disebut dengan “Singgle Day” (sebuah nama hari yang mempertegas penderitaan mereka), yang dirayakan pada tanggal 11 Februari, kemudian Black Day (anjing !sadis banget namanya) adalah hari jomblo yang dirayakan di Korea pada tanggal 14 April,&amp;nbsp; dan di Amerika disebut Singgle Awaraness Day (nama hari yang seolah menyadarkan kita dari mimpi indah) yang dilaksanakan pada tanggal 15 Februari.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Akhirnya untuk mengobati luka batin seluruh jomblo di nusantara saya ingin mengucapkan selamat hari jomblo, meskipun tidak ada kesepakatan tertulis mengenai hari itu. Semoga kita bisa melepas kutukan yang menjerat kita. Move on adalah kata yang sering kita ucapkan bahkan melebihi bismillah. Satu lagi pesan saya untuk para jomblo yang budiman, jangan pernah takut ngopi meskipun kalian jomblo, untuk berjaga, bawa busur beserta anak panahnya jika nantinya ada orang yang mengucapkan kata-kata haram yang bernama cinta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.panggungkita.com/2015/05/selamat-hari-jomblo-sedunia-gaes.html</link><author>noreply@blogger.com (Ferick sahid persi)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-wkta0Ru_CnM/VU3VtEY-YQI/AAAAAAAAAXc/4U0tNnNa-aE/s72-c/jomblo.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5354253246098207635.post-3702353596065721540</guid><pubDate>Thu, 07 May 2015 19:02:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-05-08T02:02:08.989+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">artikel Teater</category><title>Membuat Sebuah Konsep Pertunjukan/Teater</title><description>Cara membuat konsep pertunjukan teater, sebenarnya ada banyak. Setiap sutradara memiliki caranya masing-masing. Ada yang langsung mendapat ilham (jika beruntung) namun ada juga yang harus bersusah payah agar mendapatkan konsep yang menarik.&amp;nbsp;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://2.bp.blogspot.com/-SHc_Jp3FJlk/VUu1haZwz0I/AAAAAAAAAXI/b8g_qdEQrfE/s1600/performance-709966_1280.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;membuat konsep pertunjukan teater&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;173&quot; src=&quot;http://2.bp.blogspot.com/-SHc_Jp3FJlk/VUu1haZwz0I/AAAAAAAAAXI/b8g_qdEQrfE/s320/performance-709966_1280.jpg&quot; title=&quot;cara membuat konsep pertunjukan&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Membuat konsep sebuah pertunjukan penting bagi seorang sutradara sekaligus bagi timnya. Konsep pertunjukan merupakan sebuah peta yang akan dituju. Berikut ini beberapa langkah yang saya lakukan untuk membuat sebuah konsep pertunjukan&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;1. Pahami Naskah Anda&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bagi sebuah pertunjukan yang berpangkal pada naskah, memahami naskah sangatlah penting. Nantinya naskah ini bisa diadaptasi atau ingin digarap secara apa adanya. Pemahaman pada naskah terkadang memberikan kita banyak sekali ide untuk menggarapnya. Contoh: Kemarin saya menggarap sebuah naskah Arkeologi Beha dan saya mencoba memahami isinya, setelah saya memahami isinya yakni mengenai feminisme, kemudian saya mencari-cari mengenai feminisme, dan menemukan sebuah pernyataan bahwa wanita dianggap lebih inferior dari laki-laki karena sistem reproduksinya, akhirnya saya mencoba menyimbolkannya dengan permainan cat yang kotor, menjijikan, dan penuh warna merah darah.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;2. Buatlah Sebuah Premis&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Cara ini saya dapatkan dari buku Mochtar Lubis, seperti yang sudah saya tuliskan pada artikel saya .&lt;a href=&quot;http://www.panggungkita.com/2015/02/4-langkah-menulis-fiksicerpennovelnaska.html&quot;&gt;4 Langkah Menulis Fiksi/Cerpen/Novel/Naskah Drama&lt;/a&gt;. Premis disini adalah premis mengenai kesan pementasan kita. Premis cukup satu kalimat saja, tapi yang jelas. Contoh: Pementasan yang menghentak sekaligus meneror penonton atau permainan realis yang rapi dan megah. Dari premis ini akhirnya kita tahu mau kemanakah kita?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;3. Buatlah Rengrengan untuk masing-masing Element Pertunjukan&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dari premis itu buatlah sebuah konsep sederhana tentang elemen-elemen teater seperti keaktoran, lampu, dan lain-lain. contoh: konsep keaktoran dengan gaya Mayerhold untuk mendapatkan kesan menghentak atau penggunaan metode stanilavski, dll. Begitu pula lampu dan semuanya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;4. Disukusikan dengan Tim&lt;/div&gt;&lt;div&gt;yang saya sukai dari teater adalah kerja timnya. Dari konsep kita yang awalnya sederhana akan menjadi luar biasa berkat tim kita, karena saya meyakini setiap manusia itu unik dan memiliki pengalaman estetisnya sendiri. Biarkan tim anda meng explor konsep dasar anda, namun anda juga harus tetap mengawasi dan memberikan pengetahuan-pengetahuan terkait konsep anda.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;5. Action Beibeh&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ini yang paling penting. Percuma, ngonsep lama tapi gak praktek. Terkadang yang terjadi di lapangan tidak sama dengan yang kita pikirkan atau bahkan ketika kita berproses kita akan menemukan banyak ide.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Cara di atas bukanlah sebuah pakem yang harus kita ikuti. Sekali lagi, saya percaya bahwa manusia itu unik dan memiliki caranya masing-masing dalam menafsirkan sesuatu. Jika cara di atas tidak cocok dengan cara anda gunakanlah cara anda sendiri atau memodifikasi cara di atas.&lt;/div&gt;</description><link>http://www.panggungkita.com/2015/05/membuat-sebuah-konsep-pertunjukanteater.html</link><author>noreply@blogger.com (Ferick sahid persi)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/-SHc_Jp3FJlk/VUu1haZwz0I/AAAAAAAAAXI/b8g_qdEQrfE/s72-c/performance-709966_1280.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5354253246098207635.post-1168041779698144575</guid><pubDate>Wed, 06 May 2015 05:23:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-05-06T23:58:56.645+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">artikel sastra</category><title>Belajar Sastra Lewat Internet: Tidak Salah</title><description>Jika zaman dahulu untuk belajar kita harus mencari dan membeli buku, atau mencari tutor atau orang yang berpengalaman untuk di ajak berdiskusi. Lain halnya dengan zaman sekarang. Teknologi, budaya, dan zaman sudah bergeser, kita juga harus merubah pola pandang sekaligus cara belajar kita. Sastra selalu erat kaitannya dengan buku, namun karena munculnya media informasi internet, sastra juga hadir di dalam dunia maya, blog, web, sosmed, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://4.bp.blogspot.com/-D4JZHD_6iTA/VUmknZTqUVI/AAAAAAAAAW0/HUViQ05VOzw/s1600/take-532097_1280.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://4.bp.blogspot.com/-D4JZHD_6iTA/VUmknZTqUVI/AAAAAAAAAW0/HUViQ05VOzw/s1600/take-532097_1280.jpg&quot; height=&quot;212&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Sekarang ini banyak sekali bertebaran website tentang sastra namun banyak di antaranya gugur atau tidak terurus. Ada beberapa web yang layak untuk kita jadikan sebagai bahan belajar sastra, menulis, dll. berikut ini adalah ulasan website-website yang memiliki kontent sastra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Jendela Sastra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situs yang satu ini sangat direkomendasikan. Isinya sangat lengkap, anda bisa membaca karya sastra yang bermutu sekaligus membaca bacaan sastra yang lain seperti esay, artikel, dll. Situs ini memiliki banyak sekali member aktif yang menulis di jendela sastra setiap harinya, sehingga anda tidak akan kehabisan bahan bacaan tentang cerpen, puisi, prosa liris, dan semua yang berkaitan dengan dunia sastra.&lt;br /&gt;situs:&amp;nbsp;http://www.jendelasastra.com/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Forum Dunia Sastra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Formun dunia sastra merupakan website berbasis forum, jika anda mengetahui website kaskus, seperti itulah sistem penyajian website Forum Dunia Sastra ini. Untuk materi Esay dan kritik cukup lengkap. Anda bisa memilih berbagai topik seperti puisi, diskusi dan tokoh kebudayaan, dll. Hanya saja website ini sepi, total member ada 708. Namun untuk materi yang sekarang ini dipampang, saya rasa memiliki kwalitas yang baik&lt;br /&gt;situs: http://duniasastra.proboards.com/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Sastra Jawa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situs ini sangat unik, karena hanya menyuguhkan sastra jawa klasik. Tujuan keberadaan website ini adalah digitalisasi karya sastra Jawa yang sudah sulit didapatkan, Hal ini dilakukan dalam upaya pelestarian dan pencatatan karya sastra Jawa agar tidak hilang. Jika anda memiliki ketertarikan terhadap karya sastra berbau jawa khususnya Jawa Tengah maka web ini bisa menjadi acuan anda, namun untuk belajar atau membaca karya sastra di website ini, anda harus bisa bahasa Jawa halus.&lt;br /&gt;Situs: http://www.sastra.org/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Indonesiaindonesia.com&lt;br /&gt;Hampir sama dengan Forum Dunia Sastra, hanya saja Indonesiaindonesia.com adalah forum umum, sastra hanya salah satu bahasan di dalamnya. Jika anda berminat menjadi seorang penulis, maka anda perlu belajar di indonesiaindonesia.com karena bahasan yang ada di dalamnya kebanyakan tentang penulisan.&lt;br /&gt;situs: http://indonesiaindonesia.com/f/f52/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah 4 website atau blog yang berisi tentang sastra, dunia penulisan, cerpen, puisi, esay, dan semua yang berkaitan dengan sastra. Jika pembaca memiliki referensi situs yang lain, alangkah baiknya jika berbagi di kolom komen di bawah ini.</description><link>http://www.panggungkita.com/2015/05/belajar-sastra-lewat-internet-tidak.html</link><author>noreply@blogger.com (Ferick sahid persi)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-D4JZHD_6iTA/VUmknZTqUVI/AAAAAAAAAW0/HUViQ05VOzw/s72-c/take-532097_1280.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5354253246098207635.post-4101512298184292937</guid><pubDate>Mon, 04 May 2015 00:12:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-05-08T23:12:44.923+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">artikel Teater</category><title>Siapakah Tadashi Suzuki Dalam Dunia Teater?</title><description>Saya mengenal Tadashi Suzuki dari sebuah workshop yang diadakan Teater Ruang Solo. Pada saat itu aktor Teater Ruang Solo, mas Helmy memperkenalkan kepada kami tentang metode akting Suzuki yang yang lebih menitik beratkan pada tubuh. Yang menarik lagi, Teater Ruang Solo mengembangkan metode akting Suzuki menjadi metode aktingnya sendiri yang diberi nama metode dunia berbalik, sayang metode itu tidak disharingkan kepada peserta workshop pada saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://1.bp.blogspot.com/-5R7KXYFXqgo/VUa4s6HykoI/AAAAAAAAAWc/RaHeL6UQ1tE/s1600/SuzukiTadashi.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://1.bp.blogspot.com/-5R7KXYFXqgo/VUa4s6HykoI/AAAAAAAAAWc/RaHeL6UQ1tE/s1600/SuzukiTadashi.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengobati rasa penasaran saya terhadap Tadashi Suzuki saya mencoba mencari tahu tentang Tadashi Suzuki, dan hanya mendapatkan referensi dalam bahasa inggris. Tadashi Suzuki lahir pada tanggal 20 Juni 1939 di Shimizu, Shizuoka. Tadashi Suzuki merupkan merupakan seorang sutradara teater, penulis dan filsuf yang bekerja di Toga, Toyama, Jepang. Dia adalah pendiri dan Sutradara Suzuki Company Of Toga (SCOT). Penyelenggara festival teater jepang yang pertama (Toga Festival). Bersama Anne Bogart ikut mendirikan Saratoga International Theater Institut di Saratoga Spring, New York. Tadashi Suzuki adalah pencipta metode akting Suzuki. Suzuki pernah menjadi sutradara artistik umum&amp;nbsp;Shizuoka Performing Arts Center (1995~2007). Ia juga merupakan anggota komite international Theatre Olypics. Anggota sekaligus pendiri Festival BeSeTo (diselanggarakan oleh seniman teater terkemuka dari jepang, korea, dan cina) dan ketua dewan direksi dari&amp;nbsp;  Japan Performing Arts Foundation, jaringan teater profesional di jepang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naskah dan karya yang pernah dipentaskan Suzuki antara lain&amp;nbsp;On the Dramatic Passions”,“The Trojan Women”,“Dionysus”,“King Lear”, “Cyrano de Bergerac”, “Madame de Sade”, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain produksi dengan organisasinya sendiri, Suzuki juga sering melakukan kolaborasi international sebagai sutradara, salah satu karya kolaborasinya adalah &lt;i&gt;The&amp;nbsp;Tale of Lear, &lt;/i&gt;yang disajikan di empat daerah di Amerika. &lt;i&gt;King Lear&lt;/i&gt;&amp;nbsp;disajikan bersama Moscow Are Theatre, &lt;i&gt;Oedipus Rex &lt;/i&gt;diproduksi bersama Cultural Olympiad dan Düsseldorf Schauspielhaus. Dan&amp;nbsp;&lt;i&gt;Electra &lt;/i&gt;diproduksi bersama dengan Ansan Art Center / Teater Arco Arts di Korea dan Taganka Teater di Rusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia membawa grupnya, ke Tokyo di desa pegunungan yang terpencil di Toga pada tahun 1976.&lt;br /&gt;Suzuki telah menuliskan teorinya dalam beberapa buku. Kumpulan tulisannya dalam bahasa Inggris, The Way of Acting diterbitkan oleh Theatre Comunication Group (US). Dia telah mengajarkan sistem pelatihan aktingnya di sekolah-sekolah dan grup teater di seluruh dunia, termasuk Juliard School dan Moscow Art Theatre. Cambridge University Press menerbitkan &lt;i&gt;The Theater Of Suzuki Tadashi.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berikut ini video yang berisikan metode akting suzuki&lt;br /&gt;&lt;iframe allowfullscreen=&quot;&quot; frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/bcpTFXLrnZg&quot; width=&quot;560&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ini juga&lt;br /&gt;&lt;iframe allowfullscreen=&quot;&quot; frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/j7S7ldyf_Ks&quot; width=&quot;560&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;Itulah secuil biografi dari Tadashi Suzuki yang saya ambil dari&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://en.wikipedia.org/wiki/Tadashi_Suzuki&quot;&gt;http://en.wikipedia.org/wiki/Tadashi_Suzuki&lt;/a&gt;, ada beberapa bagian yang sulit diterjemahkan jadi saya lompati. Semoga bermanfaat.</description><link>http://www.panggungkita.com/2015/05/siapakah-tadashi-suzuki-dalam-dunia-tea.html</link><author>noreply@blogger.com (Ferick sahid persi)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/-5R7KXYFXqgo/VUa4s6HykoI/AAAAAAAAAWc/RaHeL6UQ1tE/s72-c/SuzukiTadashi.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5354253246098207635.post-6200899344545064537</guid><pubDate>Sat, 02 May 2015 07:49:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-05-02T14:49:25.997+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">lain-lain</category><title>Domain Baru Semangat Baru</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://4.bp.blogspot.com/-B8t0eU90_7w/VUSBPvPaByI/AAAAAAAAAWI/15NH-OeJVbg/s1600/domain%2Bbaru%2Bsemangat%2Bbaru.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://4.bp.blogspot.com/-B8t0eU90_7w/VUSBPvPaByI/AAAAAAAAAWI/15NH-OeJVbg/s1600/domain%2Bbaru%2Bsemangat%2Bbaru.jpg&quot; height=&quot;108&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Hari ini tanggal 2/5/2015 fericksahidpersi.blogspot.com telah resmi beralih menjadi &lt;a href=&quot;http://panggungkita.com/&quot;&gt;panggungkita.com&lt;/a&gt;. Perubahan ini saya lakukan karena beragai alasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Alasan teknis. Karena penggunaan domain fericksahidpersi.blogspot.com terlalu panjang, sehingga para visitor akan kesusahan untuk mengetikannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Alasan konten. Pada awalnya saya ingin menyebarkan konten dengan asal-asalan, tapi saya malah menuliskan artikel yang berbau teater (kebanyakan) sehingga saya membuat nama domain yang berbau dengan teater. Namun sekarang ini saya berencana untuk memposting hal-hal yang berbau seni dan hal-hal lain yang berkaitan dengan seni . Namun saya akan tetap memposting hal-hal yang berkaitan dengan bidang saya yang lain yaitu kebahasaan. Postingan bidang kebahasaan mungkin sebatas bidang kebahasaan yang sering digunakan dalam ranah sastra atau seni, seperti majas, puisi, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Alasan artistik. Menurut saya pribadi nama fericksahidpersi.blogspot.com kurang artistik dan kurang menjual hahaha.. maka dari itu saya mengubahnya menjadi&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://panggungkita.com/&quot;&gt;panggungkita.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;itulah beberapa alasan yang bisa saya sampaikan kepada anda, terkait dengan penggantian nama domain saya. Semoga nama domain yang yang baru ini dapat memberikan saya semangat untuk terus menuliskan tentang seni secara umum dan seni pertunjukan secara khusus.</description><link>http://www.panggungkita.com/2015/05/domain-baru-semangat-baru.html</link><author>noreply@blogger.com (Ferick sahid persi)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-B8t0eU90_7w/VUSBPvPaByI/AAAAAAAAAWI/15NH-OeJVbg/s72-c/domain%2Bbaru%2Bsemangat%2Bbaru.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5354253246098207635.post-3854342193028245729</guid><pubDate>Thu, 23 Apr 2015 05:34:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-04-23T12:34:41.306+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">artikel Teater</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pertunjukan Teater</category><title>Pementasan Arkeologi Beha Oleh Lebus</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://3.bp.blogspot.com/-QqTNvYB8xM8/VTiECBBTsUI/AAAAAAAAAVg/VmkkTHMa4kc/s1600/lebus.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://3.bp.blogspot.com/-QqTNvYB8xM8/VTiECBBTsUI/AAAAAAAAAVg/VmkkTHMa4kc/s1600/lebus.jpg&quot; height=&quot;320&quot; width=&quot;177&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Salam budaya... Komunitas kesenian Jember kembali memiliki hajatan. Dalam rangka menunaikan ibadahnya yang bernama Aplikasi, Teater Tiang Universitas Jember akan mengadakan acara yang berupa serangkaian pementasan teater yang akan dimeriahkan oleh beberapa komunitas yang ada dijember. Salah satunya adalah komunitas seni pertunjukan Lebus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunitas Lebus adalah komunitas yang mencoba fokus pada bidang seni pertunjukan. Pada kesempatan kali ini komunitas Lebus akan mempersembahkan sebuah pertunjukan monolog Arkeologi Beha naskah Benjon yang dimainkan Oleh Novan Dwi Saputra, disutradarai oleh Ferick Sahid Persi, Asisten sutradara sekaligus Sutradara Musik Ghuiral Safaragus, Wardrobe Putri, dan dibantu oleh Rudolf (UKM Kesenian Unej), Cholis (UKM Kesenian Unej). Pementasan akan diadakan pada tanggal 29 April jam 19:00 di PKM Universitas Negeri Jember.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;Pengantar Pertunjukan&lt;/h3&gt;&lt;div&gt;Wanita adalah makhluk yang sial dalam kehidupan patriarki. Lalulintas hidup dan tubuh wanita di atur oleh rambu-rambu yang diciptakan masyarakat. Keberadaannya merupakan serangkaian norma-norma yang diciptakan masyarakat, sehingga dirinya yang sebenarnya bebas terpaksa harus tunduk terhadap budaya patriarki yang menjadikan dirinya sebagai objek bagi laki-laki. Sementara di sisi lain agama digunakan untuk mengaturnya supaya lebih ketat lebih tidak bisa bergerak, menganggapnya sebagai musuh, sebagai iblis, yang akan masuk neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian adakah pilihan bagi wanita diposisinya sekarang ini? bunuh diri merupakan tawaran yang diberikan naskah ini. Maju melawan atau bunuh diri? atau hidup penuh kesia-siaan karena tanpa kebebasan.&lt;/div&gt;</description><link>http://www.panggungkita.com/2015/04/pementasan-arkeologi-beha-oleh-lebus.html</link><author>noreply@blogger.com (Ferick sahid persi)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/-QqTNvYB8xM8/VTiECBBTsUI/AAAAAAAAAVg/VmkkTHMa4kc/s72-c/lebus.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5354253246098207635.post-3316724245218448508</guid><pubDate>Sun, 19 Apr 2015 17:32:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-04-20T00:32:41.915+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">artikel pendidikan</category><title>Hal-hal Aneh yang Akan Dirindukan dari UN</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://2.bp.blogspot.com/-UIuQAZr3vF8/VTPhRhqbKyI/AAAAAAAAAUE/jUtNv_F-vR8/s1600/1-IMG_5349.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;hal-hal unik saat un&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;http://2.bp.blogspot.com/-UIuQAZr3vF8/VTPhRhqbKyI/AAAAAAAAAUE/jUtNv_F-vR8/s1600/1-IMG_5349.jpg&quot; height=&quot;213&quot; title=&quot;hal-hal unik dari un&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;Kata ritual di sini merujuk pada kebiasaan-kebiasaan tapi juga tidak menutup kemungkinan ritual dalam arti yang sebenarnya&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UN sudah berakhir, dan menyisakan jejak-jejak kenangan yang akan kita ingat seumur hidup kita. UN seolah menjadi hal yang sakral bagi setiap pelajar yang ada di tanah Indonesia. Bagaimana tidak, setiap pelajar pastinya berharap hanya melaksanakan UN sekali seumur hidupnya (di setiap jenjang) akhirnya, secara disadari atau tidak, selalu ada ritual-ritual atau kebiasaan khusus yang dilakukan dengan harapan memperlancar UN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ritual-ritual ini bukan hanya dilakukan oleh para pelajar, guru pun juga melakukan ritual-ritual ini. Nama baik sekolah dan setiap individu di dalamnya dipertaruhkan sekali dalam setahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini hal-hal yang terjadi sebelum UN :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;Sekolahan Menjadi Pondok pesantren&lt;/h3&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://2.bp.blogspot.com/-BsnZwmpQaC8/VTPlDBTUczI/AAAAAAAAAUY/4WzFQBNv1Fk/s1600/file000179827788.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;pada saat un, sekolah menjadi ponpes&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;http://2.bp.blogspot.com/-BsnZwmpQaC8/VTPlDBTUczI/AAAAAAAAAUY/4WzFQBNv1Fk/s1600/file000179827788.jpg&quot; height=&quot;219&quot; title=&quot;pondok pesantren un&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Hal ini terjadi pada sekolahan umum apalagi sekolahan yang berbau islam. Secara tiba-tiba sekolahan sering mengadakan pengajian rutin, bahkan sebelum masuk ruang kelas kita harus membaca yasin atau bacaan-bacaan yang lain. Dan yang aneh, murid yang sangat nakalpun akan berubah menjadi alim dan hilang kewibawaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;Muncul SMS dan BC yang Memaksa&lt;/h3&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://4.bp.blogspot.com/-fpUU7T-Z9io/VTPlaSVvGZI/AAAAAAAAAUg/fq6cnrezOqs/s1600/_DSC3575.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://4.bp.blogspot.com/-fpUU7T-Z9io/VTPlaSVvGZI/AAAAAAAAAUg/fq6cnrezOqs/s1600/_DSC3575.JPG&quot; height=&quot;213&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Ini yang paling menyebalkan. Maksudnya kata memaksa adalah memaksa kita untuk menyebarkan ke seluruh kontak yang ada. Biasanya isi pesannya berisi tentang bacaan-bacaan atau cerita-cerita yang di akhirnya memerintahkan kita untuk menyebarkannya dan jika tidak disebarkan kita diancam tidak akan lulus.&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;&lt;br /&gt;Selalu Mengecek Pulsa&lt;/h3&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah amunisi perang para pelajar, dengan SMS memperlancar distribusi pengiriman kunci jawaban. Zaman semakin canggih, cara mencontekpun juga mengikuti kecanggihan zaman. Pulsa digunakan untuk mengakses informasi untuk mencari jawaban yang dianggap paling tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;Mbah Dukun&lt;/h3&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://3.bp.blogspot.com/-iBRCuoHI10A/VTPmCsewXWI/AAAAAAAAAUs/hzPuXvhrT7E/s1600/file9821301453431.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://3.bp.blogspot.com/-iBRCuoHI10A/VTPmCsewXWI/AAAAAAAAAUs/hzPuXvhrT7E/s1600/file9821301453431.jpg&quot; height=&quot;320&quot; width=&quot;212&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Beberapa siswa, orang tua murid, atau guru yang mempercayai hal-hal yang berbau klenik pasti melakukan hal ini. Pembelaannya adalah yang &quot;yang penting usaha&quot;. Jika seorang siswa datang di tempat mbah dukun, kemungkinan besar pensil yang digunakan untuk mengisi jawaban akan diberi mantra-mantra dengan harapan bisa menjawab soal dengan benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;Meme UN di Internet&lt;/h3&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://4.bp.blogspot.com/-G-FD3wnqIgA/VTPmR9bZuoI/AAAAAAAAAU0/c3k_0XV6kvw/s1600/meme%2Bun.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://4.bp.blogspot.com/-G-FD3wnqIgA/VTPmR9bZuoI/AAAAAAAAAU0/c3k_0XV6kvw/s1600/meme%2Bun.jpg&quot; height=&quot;320&quot; width=&quot;167&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;yang terbaru adalah munculnya meme-meme yang bertebaran di internet. Meskipun kebiasaan yang masih tergolong baru, kemungkinan besar tradisi meme comic ini akan terus berlanjut. Meme merupakan fenomena yang menunjukan betapa kreatifnya anak bangsa. Meme merupakan gambar yang mempunyai tulisan dan bersifat menghibur. Setiap ada kejadian yang dianggap penting selalu muncul meme-meme dengan tema yang sama, tidak terkecual dengan UN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah ritual-ritual yang biasanya dilakukan oleh pelajar, guru, dan orang tua murid agar pelajar bisa lulus UN (mungkin tidak semuanya bisa membuat lulus). Sebenarnya masih banyak tradisi-tradisi lain yang dilakukan sebelum UN.</description><link>http://www.panggungkita.com/2015/04/hal-hal-aneh-yang-akan-dirindukan-dari.html</link><author>noreply@blogger.com (Ferick sahid persi)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/-UIuQAZr3vF8/VTPhRhqbKyI/AAAAAAAAAUE/jUtNv_F-vR8/s72-c/1-IMG_5349.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5354253246098207635.post-7342266423815229255</guid><pubDate>Fri, 17 Apr 2015 18:18:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-05-11T17:56:12.279+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Artikel Bahasa Indonesia</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Majas</category><title>30 Contoh Majas Personofikasi </title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://2.bp.blogspot.com/-8Pjot07Fm2k/VTFPBSRxWPI/AAAAAAAAATw/dNepdF0ZfTI/s1600/contoh%2Bmajas%2Bpersonifikasi.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;contoh majas personifikasi&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;319&quot; src=&quot;http://2.bp.blogspot.com/-8Pjot07Fm2k/VTFPBSRxWPI/AAAAAAAAATw/dNepdF0ZfTI/s1600/contoh%2Bmajas%2Bpersonifikasi.jpg&quot; title=&quot;majas personifikasi&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Majas personifikasi merupakan majas atau kalimat perumpamaan yang memberikan sifat-sifat manusia kepada benda mati. Majas personifikasi banyak kita temui dalam penggunaan ragam bahasa sastra, seperti novel, puisi, drama, prosa liris dll. Majas personifikasi bersifat memperindah kalimat dan bermakna konotatif. berikut ini adalah 30 contoh kalimat yang menggunakan majas personifikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lihat juga &lt;a href=&quot;http://www.panggungkita.com/2015/02/26-contoh-majas-metafora-dan.html&quot;&gt;26 Contoh Majas Metafora dan Pengertiannya&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Rumput bergoyang seakan menari karena hembusan angin&lt;br /&gt;2. Ombak mengamuk meluluhlantahkan perumahan penduduk&lt;br /&gt;4. Angin menggerayangi rambutnya yang terurai indah&lt;br /&gt;5. Awan memberikan isyarat seakan dia akan menangis&lt;br /&gt;6. Pohon kelapa yang melambai-lambai bersama angin&lt;br /&gt;7. Senja di pagi hari yang tersenyum kepadaku&lt;br /&gt;8. Bulan malam ini tersenyum gembira melihat kita&lt;br /&gt;9. Hari sudah siang ternyata matahari sudah melompat dari timur&lt;br /&gt;10. Tanah telah melahirkan tanaman untuk manusia&lt;br /&gt;11. Hari sangat cerah sehingga awan hanya bisa menari-nari bersama langit&lt;br /&gt;12. Dia berada di kamar bersama tembok yang terdiam&lt;br /&gt;14. Angin membisikan pesan cinta kita&lt;br /&gt;15 &amp;nbsp;Bunga-bunga ikut berpuisi karena kita berdua&lt;br /&gt;17. Sudah jam tuju matahari membangunkan aku dengan sinarnya&lt;br /&gt;18. Api itu memakan rumah penduduk dengan ganas&lt;br /&gt;19. Bumi memeluk jasadnya&lt;br /&gt;20. Bintang-bintang malam ini mengerlingkan matanya kepadaku&lt;br /&gt;21. Mata hari dan bulan menjadi saksi cinta kita&lt;br /&gt;22. Merapi batuk lagi hari ini&lt;br /&gt;23. Setelah gempa bumi, tanah-tanah menganga memperlihatkan mulutnya yang lebar&lt;br /&gt;24. Bunga-bunga bermekaran yang memamerkan keindahannya&lt;br /&gt;25. Hutan memberikan kita nafas setiap pagi&lt;br /&gt;26. Asap rokok itu berjalan memenuhi ruangan&lt;br /&gt;27. Gerhana menelan matahari siang itu&lt;br /&gt;28. Lahar panas turun menjilati rumah penduduk&lt;br /&gt;29. Bola yang ditendangnya merobek jala lawan&lt;br /&gt;30. Foto anaknyalah yang selalu menghiburnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah 30 contoh majas personifikasi yang saya buat. jika anda ingin contoh lain yang lebih banyak anda dapat menemukannya dalam puisi. karena majas personifikasi ini banyak digunakan dalam bahasa-bahasa puisi.</description><link>http://www.panggungkita.com/2015/04/30-contoh-majas-personofikasi.html</link><author>noreply@blogger.com (Ferick sahid persi)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/-8Pjot07Fm2k/VTFPBSRxWPI/AAAAAAAAATw/dNepdF0ZfTI/s72-c/contoh%2Bmajas%2Bpersonifikasi.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5354253246098207635.post-6278392410827278090</guid><pubDate>Sat, 11 Apr 2015 07:55:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-04-11T14:55:28.997+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">artikel Teater</category><title>5 Hal yang Membuat Pertunjukan Kita Buruk</title><description>Teater merupakan sebuah seni pertunjukan yang melibatkan banyak individu. Secara otomatis teater melibatkan berbagai bidang ilmu dan pemikiran individu di dalamnya. Kekompakan setiap individu dalam membuat sebuah pementasan merupakan kata wajib yang harus kita sepakati. Terkadang kita berhasil membuat pementasan dengan kategori bagus, namun di lain sisi kita juga membuat pementasan dengan kategori yang buruk. Sebenarnya kita hanya harus mengevaluasi pementasan kita yang berkategori buruk, kemudian mencoba memperbaiki pada pementasan berikutnya, begitu seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://2.bp.blogspot.com/-4EE1jFx-_oQ/VSjRzRWA2KI/AAAAAAAAATc/I1YaN3DpQQA/s1600/IMG_20150409_181821.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://2.bp.blogspot.com/-4EE1jFx-_oQ/VSjRzRWA2KI/AAAAAAAAATc/I1YaN3DpQQA/s1600/IMG_20150409_181821.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa hal vital yang membuat pertunjukan teater kita menjadi buruk di mata kita atau mata penonton. Berikut ini adalah hal-hal tersebut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Management kacau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah pertunjukan atau acara, membutuhkan sebuah kerja management yang rapi, teratur, dan terstruktur. Tanpa pengaturan yang baik, sebuah pertunjukan akan berjalan dengan kacau. Pemilihan seorang pimpinan produksi dan stage menager sama pentingnya dengan pemilihan seorang sutradara. Karena dari orang-orang itulah akan tercipta seni yang lain, yakni seni management.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kurang kesadaran masing-masing individu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah permasalahan klasik yang terjadi pada berbagai kelompok teater, khususnya kelompok teater kampus dan sekolah. Kesadaran masing-masing individu terhadap perannya merupakan hal yang sangat penting. Semua orang wajib bekerja keras melaksanakan tugas yang diembannya, bukan hanya sutradara, pimpinan produksi maupun stage manager saja. Satu saja anggota kelompok yang tidak melakukan tugas dengan baik akan berpengaruh terhadap jalannya acara, dan secara psikologis akan memperngaruhi tim non artistik maupun tim artistik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kurang memahami apa yang akan dipentaskan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memahami sebuah naskah maupun bentuk penggarapan merupakan hal yang wajib dilakukan. Lebih baik menggarap naskah yang berbau realis tapi kita benar-benar paham daripada menggarap naskah yang berbau experiment namun kita tidak memahami isi di dalamnya, akhirnya pertunjukan kita menjadi pertunjukan yang tidak jelas maksud dan tujuannya. Terkadang kita tergoda untuk menggarap naskah-naskah babon namun kita tidak mengetahui dengan pasti bagaimana menggarap maupun isinya, jadi mempelajari hal-hal yang berbau teater itu sudah pasti wajib bagi pelaku teater&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Kurang latihan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang teater sangat dispelekan khususnya oleh aktor. Terkadang aktor menganggap remeh peran yang dimainkannya karena mereka menganggap menjadi aktor sama dengan melakukan aktivitas sehari-hari, tidak ada gerakan-gerakan khusus seperti tari ataupun hal-hal lain yang memerlukan keterampilan tinggi. Anggapan tersebut memang tidak sepenuhnya salah, namun menjadi seorang aktor tetaplah harus memiliki keterampilan yang mumpuni, banyak kasus sebuah pertunjukan dengan aktor yang sangat buruk, hal ini membuktikan bahwa bermain peran bukan sesuatu yang mudah. Tim-tim yang lainpun juga memerlukan latihan untuk mensukseskan pertunjukan. Terkadang aktor dipandang sebagai dewa di atas panggung anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Tanpa tim artistik yang lain pentunjukan tidak akan berjalan dengan sempurna. Jika ada satu saja tim yang bermain buruk maka akan berpengaruh secara psikologi terhadap tim yang lain. Latihan seharusnya di adakan seketat mungkin dan semua tim haruslah disiplin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Malas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malas merupakan kata yang harus dibunuh oleh pekerja teater. Teater merupakan seni yang sekarang ini sedang berkembang di indonesia dan posisinya masih belum matang di mata publik, jika kita memilih teater sebagai media untuk menyalurkan pemikiran kita, maka kita harus bekerja dua kali lipat dalam melakoninya. Berbeda dengan seni-seni lain yang sudah dianggap mapan, seperti musik, untuk mendatangkan penonton dengan jumlah seribu merupakan sesuatu yang mudah. Untuk teater? Mendatangkan penonton dengan jumlah seribu harus berkeringat terlebih dahulu. Kerja teater juga cenderung lebih berat karena dia melibatkan berbagai disiplin seni dan ilmu di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin masih banyak lagi hal-hal lain yang membuat pementasan kita buruk namun yang lebih penting adalah untuk selalu memperbaikinya disetiap pementasan selanjutnya. Jangan pernah percaya jika pementasan kita bagus, karena sikap tidak puas terhadap hasil yang kita miliki akan membuat pertunjukan besok lebih baik lagi.</description><link>http://www.panggungkita.com/2015/04/5-hal-yang-membuat-pertunjukan-kita.html</link><author>noreply@blogger.com (Ferick sahid persi)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/-4EE1jFx-_oQ/VSjRzRWA2KI/AAAAAAAAATc/I1YaN3DpQQA/s72-c/IMG_20150409_181821.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5354253246098207635.post-4239066101667440293</guid><pubDate>Fri, 10 Apr 2015 07:06:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-04-10T14:06:43.674+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">artikel Teater</category><title>4 Langkah Dasar Memanage Seni Pertunjukan</title><description>Seni pertunjukan di indonesia sedang menghadapi masalah yang rumit. Permasalahannya tidak jauh dari pendanaan, pendanaan atau income menjadi masalah yang krusial karena berkaitan dengan kelangsungan hidup komunitas yang bersangkutan, sekaligus individu yang ada di dalamnya. Merencanakan atau memanage sebuah seni pertunjukan haruslah diperhitungkan dengan matang. Kita tidak boleh merencanakannya secara asal-asalan.&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://1.bp.blogspot.com/-HOYAEgyQ9gk/VSd2KUz8FYI/AAAAAAAAATI/3oUfKar0T8A/s1600/Management%2Bseni%2Bpertunjukan.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://1.bp.blogspot.com/-HOYAEgyQ9gk/VSd2KUz8FYI/AAAAAAAAATI/3oUfKar0T8A/s1600/Management%2Bseni%2Bpertunjukan.jpg&quot; height=&quot;219&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Dalam ilmu managemen dikenal sebuah prinsip management yakni POAC yang menjadi dasar dalam mengatur segala hal. Dalam dunia management seni pertunjukan POAC juga bisa diaplikasikan namun dalam praktiknya cukup sulit untuk dijalankan. Berikut ini adalah contoh sederhana penerapan pengaturan perencanaan sebuah seni pertunjukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Planing&lt;br /&gt;Planing berasal dari asal kata bahasa inggris yakni &quot;plan&quot; yang berarti perencanaan. Sebelum kita maju ke medan perang kita membutuhkan taktik atau rencana untuk mencapai tujuan kita. Dalam merencanakan sebuah pertunjukan, rencanakanlah matang-matang apa saja yang harus anda lakukan untuk mencapai tujuan. Sebagai contoh: kita memiliki visi menumbuhkan semangat pluralisme melalui seni pertunjukan. Maka kita harus merencanakan pertunjukan apa sajakah yang bisa menumbuhkan semangat pluralisme? kita juga harus mengetahui kemungkinan-kemungkinan terburuk dalam rencana kita, sehingga kita sudah memiliki persiapan jika kemungkinan terburuk tersebut datang. Dalam perencanaan ini sebaiknya kita memperhatikan lima faktor yakni SMART&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Spesific. Spesific artinya rencana kita tidak melebar, bisa dilihat dengan jelas dan gamblang ruang lingkupnya.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Measurable.tingkat keberhasilannya dapat diukur dengan objektif. Dalam contoh kasus seperti di atas menumbuhkan semangat pluralisme lewat seni pertunjukan bisa kita ukur dengan memberikan kuosioner di akhir pementasan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Realistic. Artinya sesuai dengan kemampuan kita. Tidak terlalu memberatkan dan tidak terlalu meringankan. contoh: mengenai properti seni pertunjukan kita, kita sudah merencanakan manakah properti yang membuat, mencari, dan membeli agar dana bisa ditekan sesuai dengan kemampuan organisasi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Time. Ada deadline waktu yang jelas. mingguan, bulanan, tahunan. agar mudah dinilai dan di evaluasi&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;2. Organising&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pengorganisasian atau pembagian kerja. Kita sudah merencanakan dengan matang rencana kita. Sekarang kita membutuhkan panglima untuk memimpin pasukan kita. Pembagian kerja diperlukan karena tidak mungkin semua hal dilakukan oleh satu orang saja. Dalam dunia seni pertunjukan biasanya ada:&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Pimpinan Produksi. Bisa disebut sebagai ketua panitia, merupakan orang yang bertanggung jawab secara penuh dalam sebuah acara. Bertanggung jawab mengatur semua seksi yang ada di bawahnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sekertaris. Bertugas mendampingi Pimpinan Produksi, mencatat hasil di setiap rapat, membuat surat-surat, proposal, dan lain-lain.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bendahara. Bertugas mencatat uang keluar, uang masuk, dan merencanakan pengeluaran dan pemasukan uang.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Publikasi. Bertugas mendatangkan penonton atau mempublikasikan pementasan dengan tujuan dihadiri penonton&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ticketing. Untuk mengatur alur pembelian, pembuatan, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan tiket&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dll (Seksi-seksi lain yang dipandang perlu) karena sebuah pertunjukan dengan visi dan misi yang berbeda dan tempat berbeda membutuhkan penanganan yang berbeda.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div&gt;3. Actuanting&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ketika sudah membuat taktik atau planing dan pembagian kerja, yang paling penting adalah pelaksanaannya. Actuanting adalah pelaksanaan yang membutuhkan &amp;nbsp;kerja keras, kerja cerdas, kerja sama, dan mengoptimalkan kemampuan masing-masing individu di dalamnya. Pelaksanaan haruslah benar-benar sesuai dengan target dan cara yang sudah disepakati jika terjadi hal-hal yang tidak direncanakan seorang pimpinan produksi harus bisa mengambil langkah yang tepat, agar semuanya berjalan dengan lancar.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;4. Controling&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Untuk membuat semuanya berjalan dengan baik dan benar, perlu dilakukan controling disetiap tahap. Hal ini dimaksudkan agar ada penanganan lebih dini jika terjadi hal-hal yang diluar perkiraan, tidak hanya itu controling berfungsi juga untuk memaksimalkan kerja evaluasi sehingga kita akan tahu, dimanakah kekurangan kita.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Demikianlah 4 langkah dasar memanage seni pertunjukan. Kurang lebih sama dengan managemen dasar. Karena management dasar di atas merupakan ilmu managemen secara umum, sehingga bisa diaplikasikan di semua bidang. Untuk lebih rincinya, saya akan membahas perencanaan management seni pertunjukan secara khusus pada lain kesempatan.&lt;/div&gt;</description><link>http://www.panggungkita.com/2015/04/4-langkah-dasar-memanage-seni.html</link><author>noreply@blogger.com (Ferick sahid persi)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/-HOYAEgyQ9gk/VSd2KUz8FYI/AAAAAAAAATI/3oUfKar0T8A/s72-c/Management%2Bseni%2Bpertunjukan.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5354253246098207635.post-7177801412942914303</guid><pubDate>Mon, 16 Mar 2015 03:42:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-03-16T10:45:37.432+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">artikel sastra</category><title>Pengertian, Unsur, dan Ciri-ciri Cerpen</title><description>&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://2.bp.blogspot.com/-xIhe6TqongA/VQZRujEqMsI/AAAAAAAAASk/ahNALjMH0hs/s1600/pengertian%2C%2Bunsur%2C%2Bdan%2Bciri-ciri%2Bcerpen.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;pengertian, unsur, dan ciri-ciri cerpen&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;http://2.bp.blogspot.com/-xIhe6TqongA/VQZRujEqMsI/AAAAAAAAASk/ahNALjMH0hs/s1600/pengertian%2C%2Bunsur%2C%2Bdan%2Bciri-ciri%2Bcerpen.jpg&quot; height=&quot;240&quot; title=&quot;pengertian, unsur, dan ciri-ciri cerpen&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;C&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;erpen merupakan salah satu karya sastra &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;ber&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;genre prosa. Cerpen kepanjangan dari cerita pendek. Istilah cerpen pada awalnya mengacu pada bahasa inggris yakni &lt;i&gt;short story&lt;/i&gt;. Nurgiantoro (dalam Husniah &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;et al&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt; 2013:23) menyatakan &quot; Jassin merujuk Edgar Alan Poe (Sastrawan Amerika) bahwa cerpen adalah sebuah cerita yang selesai dibaca dalam sekali duduk, kira-kira berkisar antara setengah sampai dua-jam suati hal yang kiranya tak mungkin dilakukan untuk sebuah cerpen&quot;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;. Pendapat tentang cerpen juga dinyatakan oleh&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt; Elery Sadwick (dalam Tarigan, 1993:176)&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;&quot;Cerita pendek adalah penyajian suatu keadaan tersendiri atau suatu kelompok keadaan yang memberikan kesan yang tunggal pada jiwa pembaca. cerita pendek tidak boleh dipenuhi dengan hal-hal yang tidak perlu &quot;. Adapula pengertian yang diberikan oleh Nugroho Notosusanto (dalam Tarigan, 1993:176) &amp;nbsp;&quot;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;C&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;erita pendek adalah cerita yang panjangnya &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;sekitar&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt; 5000 kata atau ki&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;r&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;a-ki&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;r&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;a 17 halaman kuarto spasi rangkap yang terpusat lengkap pada dirinya sendiri&quot;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Berdasarkan&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt; beberapa devinisi di atas &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;dapat di&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;tarik persamaan diantara ketiganya&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;C&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;erita pendek lebih ringkas dibanding genre prosa yang lain seperti cerpen dan roman. Penjelasan Nurgiyantoro yang mengacu pada&amp;nbsp; Jasin dan Edgar Alan Poe merupakan pengertian yang paling sesuai dengan dengan&amp;nbsp; penelitian ini karena cerpen-cerpen yang ada di dalam antologi cerpen &lt;i&gt;Karapan Laut &lt;/i&gt;karya Mahwi Air Tawar tidak membutuhkan waktu lebih dari dua jam untuk membacanya.&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3 style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Ciri-ciri cerpen&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tarigan (1993:177) menyatakan&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt; delapan&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt; ciri-ciri yang membedakan cerpen dengan karya sastra lainnya, antara lain :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraph&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 35.45pt; margin-right: -.05pt; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;a.&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;singkat, padu, intensif (&lt;i&gt;brevity, unity, intensity&lt;/i&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 35.45pt; margin-right: -.05pt; margin-top: 0cm; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;b.&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;cerita pendek harus mengandung interpretasi pengarang tentang konsepsinya mengenai kehidupan, baik secara langsung maupun tidak langsung&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 35.45pt; margin-right: -.05pt; margin-top: 0cm; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;c.&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;sebuah cerita pendek harus menimbulkan satu efek dalam pikiran pembaca.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 35.45pt; margin-right: -.05pt; margin-top: 0cm; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;d.&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;bahasa cerita pendek harusla tajam, sugestif, dan menariik perhatian.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 35.45pt; margin-right: -.05pt; margin-top: 0cm; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;e.&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;dalam sebuah cerita pendek sebuah insiden yang terutama menguasai jalan cerita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 35.45pt; margin-right: -.05pt; margin-top: 0cm; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;f.&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;jumlah kata-kata yang terdapat dalam cerita pendek biasanya di bawah 10.000 kata, tidak boleh lebih dari 10.000 kata (atau kira-kira 33 halaman kuarto spasi rangkap)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 0cm; margin-right: -.05pt; margin-top: 0cm; tab-stops: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: 35.45pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Nurgiyantoro (1995:10) menyatakan ada beberapa ciri pembeda antara cerpen dan cerpen.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 36.0pt; margin-right: -.05pt; margin-top: 0cm; mso-list: l1 level1 lfo2; tab-stops: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;a.&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;cerpen adalah cerita yang habis dibaca sekali duduk.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 36.0pt; margin-right: -.05pt; margin-top: 0cm; mso-list: l1 level1 lfo2; tab-stops: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;b.&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;cerpen berdasarkan panjangnya dibedakan menjadi tiga jenis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 54.0pt; margin-right: -.05pt; margin-top: 0cm; mso-list: l8 level1 lfo3; tab-stops: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;1)&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;cerpen yang pendek (&lt;i&gt;Short short story&lt;/i&gt;) berkisar 500-an kata&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 54.0pt; margin-right: -.05pt; margin-top: 0cm; mso-list: l8 level1 lfo3; tab-stops: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;2)&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;cerpen yang panjangnya cukup (&lt;i&gt;midle short story&lt;/i&gt;) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 54.0pt; margin-right: -.05pt; margin-top: 0cm; mso-list: l8 level1 lfo3; tab-stops: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;3)&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;cerpen yang panjang (&lt;i&gt;long short story&lt;/i&gt;) yang terdiri dari puluhan ribu kata&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 36.0pt; margin-right: -.05pt; margin-top: 0cm; mso-list: l1 level1 lfo2; tab-stops: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;c.&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;dibangun dari unsur intrinsik dan ekstrinsik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 36.0pt; margin-right: -.05pt; margin-top: 0cm; mso-list: l1 level1 lfo2; tab-stops: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;d.&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;cerpen menuntut penceritaan yang lebih ringkas, tidak sampai detil-detil khusus yang “kurang penting” yang lebih bersifat memperpanjang cerita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Semua ciri-ciri yang disebutkan di atas, terkandung dalam Antologi Cerpen &lt;i&gt;Karapan Laut &lt;/i&gt;karya Mahwi Air Tawar&lt;i&gt;. &lt;/i&gt;Hal demikian membuktikan bahwa karya-karya yang ada dalam Antologi cerpen &lt;i&gt;Karapan Laut&lt;/i&gt; dapat dikatakan sebagai cerpen. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3 style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Unsur-unsur Cerpen&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Cerpen adalah salah satu jenis karya sastra yang dibangun oleh&amp;nbsp; unsur-unsur, antara lain unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik namun pada penelitian ini peneliti hanya berfokus pada unsur intrinsik karena tuntutan dari metodologi yang digunakan.&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;h4 style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 14.2pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-list: l9 level1 lfo4; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Unsur Intrinsik&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Nurgiyantoro (2002:23) menyatakan “Unsur intrinsik adalah unsur-unsur yang membangun karya sastra itu sendiri. Unsur-unsur inilah yang menyebabkan karya sastra hadir sebagai karya sastra, unsur-unsur yang secara faktual akan dijumpa jika orang membaca karya sastra”. Penganalisisan sebuah karya fiksi dengan pendekatan sosiologi sastra, penganalisisan harus dimualai dengan menganalisis fakta cerita, seperti yang dikemukakan oleh Kurniawan (2012:13) &quot;Dalam hal ini, analisis sosiologi sastra dilakukan dengan terlebih dahulu menganalisis struktur karya sastra, yaitu struktur pokok dari karya sastra &#39;fiksi&#39;&amp;nbsp; yang paling utama, yang kemudian disebut sebagai &#39;fakta cerita&#39; adalah tokoh, latar, dan alur&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;”&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;J&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;adi unsur intrinsik yang akan dipakai hanya sebatas tokoh, latar, dan alur.&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt; Pengklasifikasian dengan cara ini, akan menemukan sumber data sebagai gambaran kehidupan sosial. Karya sastra dipandang sebebagai dokumen sosial (Endraswara, 2011:108).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraph&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 35.45pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l3 level1 lfo10; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;&quot;&gt;1)&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Konsep Dasar Tema&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Menurut Anoegrajekti (2006:6), “Tema merupakan gagasan utama yang menjadi hal penting atau sebagai dasar dalam pembentukan keseluruhan cerita dalam karya sastra. Hal senada diungkapkan oleh Brooks &amp;amp; Warren (dalam Tarigan, 1993:125) bahwa “Tema adalah sesuatu yang menjadi dasar atau makna dalam cerita”. Melalui kedua pendapat tersebut, maka dapat diungkapkan bahwa tema adalah hal yang penting karena merupakan dasar dalam pembuatan suatu cerita.&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraph&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 49.65pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l6 level1 lfo9; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;&quot;&gt;a.&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Jenis-jenis Tema&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 1.0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-indent: 21.3pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Nurgiyantoro (2002:24) berpendapat bahwa tema memiliki dua jenis, yakni tema mayor dan tema minor. Keduanya saling membangun dalam suatu karya sastra. Berikut adalah paparan kedua jenis tema tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 1.0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-indent: 21.3pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 42.55pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l7 level1 lfo7; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;&quot;&gt;1)&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Tema Mayor (Tema Pokok)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Tema mayor adalah tema pokok yang menjadi gagasan umum karya sastra. Tema tersebut tidak terdapat pada bagian-bagian tertentu melainkan terdapat pada keseluruhan bagian.&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 49.65pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l7 level1 lfo7; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;&quot;&gt;2)&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Tema Minor (Tema Tambahan)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Tema minor adalah tema tambahan yang hanya terdapat pada bagian tertentu pada sebuah karya sastra.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 36.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Dalam penelitian ini, jenis tema yang akan diteliti adalah tema mayor. Sesuai pengertiannya, tema mayor adalah tema pokok yang terdapat pada keseluruhan bagian karya sastra, sehingga bersifat umum dan menyeluruh.&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1.0cm;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h4 style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 1.0cm;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 150%; text-indent: -18pt;&quot;&gt;Cara Mencari Tema Mayor&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 36.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Dalam suatu karya sastra banyak dimunculkan persoalan-persoalan, namun tidak semua persoalan tersebut dapat dikatakan sebagai tema. Esten (1990:92) mengemukakan tentang cara yang dapat dilakukan untuk mencari tema, antara lain:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 2.0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l4 level1 lfo6; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;&quot;&gt;1)&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;&quot;&gt;persoalan mana yang paling menonjol&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 2.0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l4 level1 lfo6; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;&quot;&gt;2)&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;&quot;&gt;persoalan mana yang paling banyak menimbulkan konflik. Adapun konflik tersebut merupakan penyebab terjadinya peristiwa-peristiwa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 2.0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l4 level1 lfo6; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;&quot;&gt;3)&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;&quot;&gt;menentukan atau menghitung persoalan mana yang membutuhkan banyak waktu penceritaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 36.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Cara mencari tema di atas juga diterapkan dalam penelitian ini, khususnya untuk menjawab rumusan masalah yang pertama tentang tema yang diangkat dalam&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;antologi&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;&quot;&gt;cerpen &lt;i&gt;Karapan Laut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 21.3pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-list: l5 level1 lfo8; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;2)&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Tokoh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 35.45pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Tokoh merupakan salah satu unsur intrinsik dalam karya sastra. Tokoh dalam penelitian sosiologi sastra berbeda dengan penokohan dalam pendekatan sastra yang lain. Hal senada dinyatakan oleh Kurniawan &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;(2012:14)&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt; “&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Tokoh dibahas dalam hubungannya sebagai individu sosial yang segala tindakan dalam interaksi sosialnya berhubungan dan dipengaruhi oleh kondisi sosial atau fakta-fakta sosial yang ada.&quot; &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;K&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;utipan di atas menjelaskan bahwa konsep pendekatan tokoh dengan sosiologi sastra berbeda dengan pendekatan psikologi dan strukturalisme yang menganalisis tokoh secara otonom, yaitu tokoh secara individu &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;s&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;edangkan sosiologi sastra&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;menganalisisa tokoh berdasarkan keberadaan sosialnya.&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 35.45pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 14.2pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-list: l5 level1 lfo8; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;3)&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Latar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 35.45pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;L&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;atar dalam&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt; penelitian&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt; ini juga harus barkaitan dengan sosiologi&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Seperti yang diungkapkan oleh&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt; Kurniawan (2012:14&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;)&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;&quot;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;L&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;atar sosial adalah analisis terhadap kondisi sosial karya sastra yang berkaitan dengan fakta sosial yang diacu, yaitu norma-norma sosial, institusi sosial, kelas-kelas sosial, dan lembaga-lembaga sosial sebagai ruang sosial yang di dalamnya tokoh-tokoh menjalin aktivitas dan interaksi sosial.&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 35.45pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 14.2pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-list: l5 level1 lfo8; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;4)&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Alur&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 35.45pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Alur dalam penelitian ini juga masih &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;menggunakan pengertian &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Kurniawan (2012:14) yang mengatakan&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;&quot;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;A&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;lur dalam analisis ini berkaitan dengan waktu atau rangkaian peristiwa yang terbentuk dalam karya sastra&quot; karena memang rangkaian-rangkaian peristiwa yang ada dalam suatu waktu dalam karya sastra iniliah yang akan menjadi objek utama dari penelitian ini.&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 35.45pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3 style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 14.2pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-list: l6 level1 lfo9; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Unsur Ekstinsik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 27.0pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Unsur ekstrinsik adalah unsur diluar karya sastra yang secara tidak langsung ikut membangun sebuah karya sastra. Menurut Nurgiyantoro (1995:23) unsur ekstrinsik merupakan unsur yang ikut membangun sebuah karya sastra, namun tidak menjadi bagian di dalamnya. Wellek dan Warren (1956:75) menyebutkan beberapa unsur yang membangun unsur ekstrinsik di dalam sebuah karya sastra sebagai berikut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 27.0pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 45.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-list: l2 level1 lfo5; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;1)&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Subjektivitas Individu Pengarang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Sikap, keyakinan dan pandangan hidup pengarang akan mempengaruhi karya sastra yang ditulisnya. Biografi pengarang juga menentukan corak karya sastra yang dihasilkannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 45.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-list: l2 level1 lfo5; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;2)&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Psikologi &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Psikologi yang dimaksudkan adalah psikologi pengarang, pembaca dan psikologi yang ada di dalam karya sastra itu sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: EN-US;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Unsur ekstrinsik yang lain adalah&amp;nbsp; pandangan hidup suatu bangsa, berbagai karya seni yang lain, dan sebagainya&lt;/span&gt;</description><link>http://www.panggungkita.com/2015/03/pengertian-unsur-dan-ciri-ciri-cerpen.html</link><author>noreply@blogger.com (Ferick sahid persi)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/-xIhe6TqongA/VQZRujEqMsI/AAAAAAAAASk/ahNALjMH0hs/s72-c/pengertian%2C%2Bunsur%2C%2Bdan%2Bciri-ciri%2Bcerpen.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5354253246098207635.post-3852568029282103744</guid><pubDate>Sun, 01 Mar 2015 09:36:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-03-01T16:42:11.263+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Puisi</category><title>Puisi Gunung Meletus: Dan Estetika Secara Teori</title><description>Puisi merupakan cara pengungkapan yang indah terhadap fenomena atau perasaan. Kata indah membuat puisi harus memiliki nilai estetika secara fisik. Contoh &lt;b&gt;puisi gunung meletus &lt;/b&gt;yang saya buat di bawah ini, mencoba menerapkan teori estetika yang ada.&amp;nbsp;Menurut Sutrisno meyatakan bahwa pengalaman estetika pada hakikatnya melibatkan pengamatan indrawi yang sekaligus melibatkan seluruh unsur dalam diri manusia ikut terbawa pengamatan itu dengan segala indra dan kemampuan-kemampuan lainnya (Sutrisno, 1993:15). Jadi semakin banyak indra yang dilibatkan dalam sebuah puisi maka semakin estetislah puisi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://1.bp.blogspot.com/-FCE06FgMfhU/VPLdRnOQ92I/AAAAAAAAAR8/mapRsQp-zeU/s1600/puisi%2Bgunung%2Bmeletus.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Puisi gunung meletus&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;http://1.bp.blogspot.com/-FCE06FgMfhU/VPLdRnOQ92I/AAAAAAAAAR8/mapRsQp-zeU/s1600/puisi%2Bgunung%2Bmeletus.jpg&quot; title=&quot;gunung yang sedang meletus&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Puisi Gunung yang Meletus&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 18.3999996185303px;&quot;&gt;Geramanku mampu menggetarkan tanah yang kau pijak&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 18.3999996185303px;&quot;&gt;kabut yang berasal dari mulutku mampu mencekik paru-paru dan meruntuhkan jeroan mu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 18.3999996185303px;&quot;&gt;lidahku adalah lautan api panjang yang siap melelehkan nyawamu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 18.3999996185303px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 18.3999996185303px;&quot;&gt;aumanku adalah kematian dan tangisan anak-anak kecil&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 18.3999996185303px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;aku siap menjilati tanah, pohon, rumah, dan dirimu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;lidahku lebih panas dari 77 &amp;nbsp;panas api&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;hahaha... bumi membangunkan aku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;untuk melumpuhkan kekejaman kalian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;dengan lebih kejam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;kemarahanku adalah kasih sayangku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;mayat-mayat kalian akan menjadi sarapan bagi bumi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;ludahku akan menjadi penyelimut bumi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;kalian hidup dari bumi ketika matipun kalian akan kembali ke bumi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;aku yang dipanggil gunung meletus adalah tangan bumi&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;untuk mengambil kalian kepelukan bumi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;bumi sudah terlalu rindu pada mu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;kau sudah meninggalkannya terlalu jauh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;bahkan kau sudah mendurhakainya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;maka bumi ingin memelukmu&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;dan aku hanya tangannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://www.panggungkita.com/2015/03/puisi-gunung-meletus-dan-estetika.html</link><author>noreply@blogger.com (Ferick sahid persi)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/-FCE06FgMfhU/VPLdRnOQ92I/AAAAAAAAAR8/mapRsQp-zeU/s72-c/puisi%2Bgunung%2Bmeletus.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5354253246098207635.post-2769639992584964565</guid><pubDate>Thu, 19 Feb 2015 17:11:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-02-20T00:11:59.647+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">artikel sastra</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">artikel Teater</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Naskah Teater</category><title>Arkeologi Beha: Ayah dan Ibu</title><description>&lt;h3&gt;Bagian 2&lt;/h3&gt;&lt;div&gt;&lt;a href=&quot;http://fericksahidpersi.blogspot.com/2015/02/arkeologi-beha-kehidupan-urban-yang.html&quot;&gt;Pada babak pertama naskah&lt;/a&gt; arkeologi Beha sudah dijelaskan tentang kehidupan masyarakat urban, wanita, dan keluarga. Pada babak kedua naskah Arkeologi Beha ini menurut saya terdapat dua bagian. Bagian pertama adalah bagian ibu yang banyak berceramah perihal dapur dan perannya sebagai ibu. Bagian kedua adalah pada huruf yang dimiringkan sampai akhir yang sebagian besar menjelaskan tentang “Azuma”.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Dari interpretasi saya permasalahan sex tidak terlalu kental, kecuali dalam konteks tertentu namun permasalahan sex ini masih ada. Ketika membaca bagian dua naskah ini seolah saya ingat apa yang dikatakan oleh orang-orang didekat saya dulu mengenai wanita, bahwa wanita itu mempunyai 3 tugas dalam hidupnya &lt;i&gt;macak &lt;/i&gt;(bersolek)&lt;i&gt;, masak &lt;/i&gt;(masak)&lt;i&gt;, manak &lt;/i&gt;(manak)&lt;i&gt;.&lt;/i&gt;Orang-orang yang berfikiran primitif masih menggunakan pemikiran itu dalam hidupnya. Seolah tugas wanita itu sangat rendah. Hal ini dapat kita lihat pada potongan dialog berikut&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;“Bawang, cabai, terasi, tauge. Garam ndak perlu. Cukup air ludah ibu. Mulut ibumu dapur tanpa pintu. Semua gigi diselomot jadi kayu bakar.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Dialog di atas menurut saya cukup menjelaskan tentang bagaimana seorang wanita, bahwa dia adalah dapur, mulutnya dapur seluruh anggota mulutnya adalah dapur, mungkin dia hanya diperbolehkan membicarakan teks dapur. Wanita juga harus melayani seluruh keluarga, hal ini juga terdapat dalam potongan dialog berikut ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;“Hidup perempuan itu kayak daging dendeng. Dikerat tipis tipis. Dibumbui dan dikeringkan di pelipis bapakmu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Dicelupkan ke jelantah panas. Lalu disantap seluruh keluarga.” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Sang ibu sedang berusaha membicarakan nasib perempuan dalam sudut pandang jawa (mungkin) karena diksi-diksi yang digunakan adalah diksi-diksi jawa, seperti diksi-diksi &lt;i&gt;peler, dandhang, ngesek, ngrompol, kutang, ghendar, tiwul, mriyayeni&lt;/i&gt;dll. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Ketidak setujuan tentang hal ini mungkin ditunjukan dengan sikap absurd dari tokoh ibu, sikap absurd ini berupa kesantaiannya menghadapi kematian, seolah kematian bukan merupakan hal yang menakutkan tapi hal yang biasa saja seperti seorang ibu yang akan pergi ke pasar. Hal ini bisa kita lihat di dua potongan dialog berikut ini&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-autospace: none;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;“&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Te, aku ibumu.aku mati nanti malam. Aku siapkan dulu&amp;nbsp; sarapan pagimu. “&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-autospace: none;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Kemudian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;“Wis yo te, ibu tak mati dulu.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Kemudian masuk dalam bagian yang diberi tanda miring atau “Azuma”. Saya berusaha mencari tahu apa itu “Azuma”? awalnya saya kira “Azuma “ merupakan hewan mitologi dari sebuah peradaban, namun saya tidak menemukan referensi apapun mengenai Azuma ini. Ada kemungkinan si penulis naskah memang mengarang sesuatu yang bernama “Azuma”ini. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Pada bagian terakhir ini bahasa yang ditampilkan mulai menjadi bahasa yang naratif, bahasa yang bercerita dan menjelaskan, seolah mengatakan bahwa bagian ini adalah kesimpulan secara umum. Kemudian sedikit terbuka pula makna dari beha pada naskah ini bahwa beha adalah sesuatu yang harus dibuka karena menutupi sesuati yang murni dan suci atau malah sebaliknya untuk membuka sesuatu yang menakutkan, seperti kutipan dialog di bawah ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;“Selalu ada neraka dalam tubuh kata kata.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Aku tak sanggup menguburnya. Neraka selalu tumbuh. Kadang tampak seperti ibumu, ayahmu, atau aku. Sebuah beha adalah gerbang untuk membuka neraka yang riang di tegel rumahmu.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-bidi-font-style: italic;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-autospace: none;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-autospace: none;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-bidi-font-style: italic;&quot;&gt;Adegan dan kutipan dibawah ini sedikit unik karena ada proses berinteraksi dengan penonton, proses interaksi ini terjadi dengan melempar cabe kearah penonton seperti bermain bola ping-pong. Adegan ini seperti sebuah adegan performance art (memang banyak adegan performance art dalam naskah ini). Adegan ini mengisyaratkan tentang manusia yang tidak saling mengenal yang bebas melakukan apa saja. &amp;nbsp;Agaknya posisi beha di sini berbeda dengan yang di atas karena penulis naskah mencoba menerangkan bahwa akal seperti beha yang digunakan untuk menutupi sesuatu yang menyakitkan yang sebenarnya harus kita lakukan atau ketahui, seperti dogma-dogma dalam masyarakat. Berikut ini adalah cuplikan dialognya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;&quot;(TE melemparkan cabe gendot ke arah penonton, seperti memulai permainan ping-pong)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Manusia tidak saling mengenal. Sebuah kisah adalah cara membahasakan kesepian yang tak berjembatan. Tak ada yang lebih buruk dari kisah yang masuk akal. Akal adalah beha. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Beha&amp;nbsp; adalah kesantunan yang kita bebatkan untuk menahan luapan pelir-pelir yang memuai, dan pedas.&quot;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Untuk bagian berikutnya adalah bagian mengenai &quot;Azuma&quot; bagian ini menyusul nanti.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.panggungkita.com/2015/02/arkeologi-beha-ayah-dan-ibu.html</link><author>noreply@blogger.com (Ferick sahid persi)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5354253246098207635.post-6557324465306375788</guid><pubDate>Tue, 17 Feb 2015 16:41:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-02-17T23:44:40.414+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Artikel Bahasa Indonesia</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Majas</category><title>26 Contoh Majas Metafora dan Pengertiannya</title><description>&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://2.bp.blogspot.com/-uFEyUf5wnmo/VONvIslIrbI/AAAAAAAAARo/4cA1ToINzHI/s1600/26%2Bcontoh%2Bmajas%2Bmetafora.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://2.bp.blogspot.com/-uFEyUf5wnmo/VONvIslIrbI/AAAAAAAAARo/4cA1ToINzHI/s1600/26%2Bcontoh%2Bmajas%2Bmetafora.jpg&quot; height=&quot;320&quot; width=&quot;213&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Berikut ini adalah contoh-contoh majas metafora yang berjumlah 26. Supaya anda lebih memahami pengertian majas metafora. Untuk pengertiannya berada di akhirnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;1.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt; font-stretch: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Benar-benar seorang bunga desa yang cantik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;2.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt; font-stretch: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Seorang pemuda adalah tulang punggung bagi keluarganya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;3.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt; font-stretch: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Kesenangan melihat dewi malam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;4.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt; font-stretch: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Sang raja hutan bangun dari tidurnya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;5.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt; font-stretch: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Kau adalah bunga hatinya tercinta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;6.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt; font-stretch: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Dia hanya kambing hitam dalam kasus ini&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;7.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt; font-stretch: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Pelajar yang merupakan Bunga bangsa harus dijaga&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;8.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt; font-stretch: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Buku adalah jendela ilmu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;9.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt; font-stretch: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Perpustakan adalah gudang ilmu kita&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;10.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt; font-stretch: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Sekali lagi dia menjadi bintang kelas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;11.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt; font-stretch: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Dia berselcar seperti menggergaji ombak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;12.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt; font-stretch: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Si jago merah menghabiskan rumahnya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;13.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt; font-stretch: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Dia tidak bisa melupakan belahan jiwanya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;14.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt; font-stretch: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Dia benar-benar mati kutu ketika melihat pengawas memergokinya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;15.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt; font-stretch: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Doni adalah anak emas disekolahannya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;16.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt; font-stretch: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Dia hidup sebagai&amp;nbsp; kuli tinta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;17.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt; font-stretch: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Lintah darat terus mengejar-ngejar dia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;18.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt; font-stretch: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Lia dipermainkan oleh buaya darat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;19.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt; font-stretch: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Gadis kutu buku itu bisa kau temui di perpustakaan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;20.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt; font-stretch: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Raja siang manampakan keindahannya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;21.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt; font-stretch: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Kakaknya terpaksa menjadi kupu-kupu malam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;22.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt; font-stretch: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Tikus-tikus kantor tak henti-hentinya merugikan negara&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;23.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt; font-stretch: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Kenangan buruk yang terus menghantui dirinya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;24.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt; font-stretch: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Hanya dewi malam yang menemaninya saat ini&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;25.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt; font-stretch: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Keadaan ini seperti dihadapkan dengan buah simalakama&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;26.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt; font-stretch: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Buah dadanya sudah mulai tumbuh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Metafora adalah kata yang melukiskan dan membandingkan sesuatu berdasarkan persamaan atau perbandingan, bukan arti sebenarnya dari sebuah kata. Hal ini diperkuat dengan pengertian metafora dalam KBBI.Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) metafora adalah “pemakaian kata atau kelompok kata bukan dengan arti yang sebenarnya, melainkan sebagai lukisan yang berdasarkan persamaan persamaan atau perbandingan, misal &lt;i&gt;tulang punggung &lt;/i&gt;di kalimat &lt;i&gt;Pemuda adalah tulang punggung negara.&lt;/i&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Demikianlah &lt;b&gt;26 contoh majas metafora&lt;/b&gt; jika ada contoh yang lain silahkan tuliskan di kolom komentar di bawah ini&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.panggungkita.com/2015/02/26-contoh-majas-metafora-dan.html</link><author>noreply@blogger.com (Ferick sahid persi)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/-uFEyUf5wnmo/VONvIslIrbI/AAAAAAAAARo/4cA1ToINzHI/s72-c/26%2Bcontoh%2Bmajas%2Bmetafora.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5354253246098207635.post-2359885476199335953</guid><pubDate>Mon, 16 Feb 2015 18:55:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-02-01T22:17:59.156+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">lain-lain</category><title>4 Langkah Menulis Fiksi/Cerpen/Novel/Naskah Drama dll.</title><description>&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://2.bp.blogspot.com/-kWn9yxCAyGg/VOI8vR7stqI/AAAAAAAAARY/fpNSCtPSV0w/s1600/4%2Bcara%2Bmenulis%2BFiksi.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;239&quot; src=&quot;http://2.bp.blogspot.com/-kWn9yxCAyGg/VOI8vR7stqI/AAAAAAAAARY/fpNSCtPSV0w/s1600/4%2Bcara%2Bmenulis%2BFiksi.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Menulis merupakan kegiatan yang menyenangkan. Namun banyak orang yang menganggap menulis merupakan hal yang sulit. Menulis memang merupakan suatu keterampilan yang harus diasah dari hari-kehari. Dengan mengasahnya secara rutin kita bisa menemukan cara menulis yang cocok dengan kita, atau disebut dengan style atau gaya menulis.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Fiksi merupakan salah satu jenis karya tulis, jika ada fiksi berarti ada non fiksi.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Non fiksi sendiri merupakan karya tulis ilmiah yang memiliki skema penulisan tersendiri, sedangkan penulisan fiksi lebih bebas dan biasanya berbentuk cerita dan memiliki unsur pembentuknya seperti tokoh, alur, latar, tema, dll. Karya-karya tulis yang termasuk karya fiksi adalah cerpen, novel, naskah drama, dll.&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Pertama sebelum kita menulis fiksi kita harus memenuhi dua syarat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;1.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt; font-stretch: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Syarat yang pertama anda harus bisa menulis, itu jelas. Pastikan anda bisa menulis dengan baik dan benar, karena kita akan menyampaikan bahasa lewat tulisan jika tulisan kita tidak baik maka informasi yang ingin kita berikan tidak akan tersampaikan dengan baik pada pembaca. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;2.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt; font-stretch: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Kedua anda harus bisa membaca. Guru terbaik menulis adalah membaca. Membaca merupakan langkah yang tepat untuk memperkaya pengetahuan kita tentang menulis. Anda bisa memulainya dengan membaca cerpen/naskah drama/novel yang anda sukai, baru setelah itu anda bisa mulai membaca karya-karya fiksi yang dipandang memiliki nilai estetika yang berat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Dalam usaha mengatasi kesulitan mengarang fiksi, saya akan memberikan sebuah metode atau step by step atau mungkin tips dan trik menulis fiksi. Metode yang akan saya gunakan secara esensial sudah ditulis oleh Mochtar Lubis dalam buku &lt;i&gt;Teknik Mengarang. &lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Langkah Pertama: Cari Tema&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://1.bp.blogspot.com/-nXTTGazRtTU/Vq9wEIq9m7I/AAAAAAAAAeQ/HYe_UEi9hrg/s1600/easy-steps.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;213&quot; src=&quot;http://1.bp.blogspot.com/-nXTTGazRtTU/Vq9wEIq9m7I/AAAAAAAAAeQ/HYe_UEi9hrg/s320/easy-steps.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Tentukan tema. Tema merupakan ide pokok, topik, atau ide pikiran dalam suatu hal. Tema merupakan pondasi yang akan membangun keseluruhan tulisan yang akan kita buat. Contoh tema: cinta, persahabatan, pencurian, dll. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;h4&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Langkah Kedua: Buat Premis&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Premis adalah pernyataan yang mendukung kesimpulan. Dari tema yang sudah kita tentukan kita akan membuat premis cerita kita. Contoh : cinta sejati akan selalu memiliki jalan, sahabat belum tentu bisa dipercaya dll. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;h4&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Langkah Ketiga: Buatlah Kerangka Cerita&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Buatlah kerangka cerita. Ada banyak sekali metode untuk membuat sebuah kerangka cerita. Intinya kerangka cerita memuat hal-hal pokok yang ingin kita masukan dalam cerita. Kerangka cerita yang biasa saya buat adalah kerangka cerita berdasarkan unsur-unsur pembangun fiksi, seperti Tokoh (psikologi, sosiologi, fisiologi), latar (waktu, tempat, dan sosial), alur (exposisi, klimaks, dan anti klimaks), dan data-data yang lain yang diperlukan. Penyusunan kerangka cerita tidak harus serunut dan selengkap seperti di atas. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;h4&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Langkah Keempat:TULIS!!!&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Mulailah menulis berdasarkan kerangka cerita. Dalam praktiknya anda boleh saja keluar jauh dari kerangka cerita yang sudah anda rencanakan yang penting anda menikmati proses menulis anda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Ketika sebuah karya sudah anda ciptakan langkah selanjutnya mintalah teman untuk membaca karya anda dan tanyakan bagaimana karya anda. Anda bisa memperbaikinya pada saat itu juga atau memperbaiki pada proses penulisan anda selanjutnya. Langkah terakhir yang perlu anda perhatikan adalah teruslah intens dalam menulis karena menulis merupakan keterampilan yang harus anda asah setiap harinya, dengan mengasah terus menerus maka kemampuan menulis fiksi anda akan semakin tajam.&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.panggungkita.com/2015/02/4-langkah-menulis-fiksicerpennovelnaska.html</link><author>noreply@blogger.com (Ferick sahid persi)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/-kWn9yxCAyGg/VOI8vR7stqI/AAAAAAAAARY/fpNSCtPSV0w/s72-c/4%2Bcara%2Bmenulis%2BFiksi.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5354253246098207635.post-1827215645494594585</guid><pubDate>Mon, 16 Feb 2015 07:47:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-02-16T15:24:29.687+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">festival</category><title>Fetival Seni Monolog, Photografi, Musikalisasi Puisi, dan Tari 2015</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://1.bp.blogspot.com/-8S9Glswy6l4/VOGgK7ms6oI/AAAAAAAAARM/8kmKVr3p1sI/s1600/monolog_2.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://1.bp.blogspot.com/-8S9Glswy6l4/VOGgK7ms6oI/AAAAAAAAARM/8kmKVr3p1sI/s320/monolog_2.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;Iseng-iseng sedang buka facebook, kebetulan saya berteman dengan Yayasan Lajong Kutai Kertanegara. Di dalam berandanya terdapat informasi mengenai lomba-lomba tentang kesenian di antaranya adalah: Monolog, Photografi, Musikalisasi Puisi, dan Tari kontemporer. Lomba ini bebas diikuti oleh siapa saja, jadi festival ini terbuka untuk umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilihan naskah untuk lomba monolog adalah: &lt;a href=&quot;http://fericksahidpersi.blogspot.com/2015/02/arkeologi-beha-kehidupan-urban-yang.html&quot;&gt;Arkeologi Beha&lt;/a&gt;, Aeng, Menjelang Akhir Musim Gugur, Prita Istri Kita, dan Hari Terakhir. Durasi pementasan monolog berlangsung selama 30 menit. Ketentuan, peserta harus mengirimkan video pementasan monolog lima naskah yang sudah ditentukan(pilih satu saja), kemudian dikirim ke pihak Yayasan Lajong Kutai Kertanegara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk keterangan lebih lanjut seputar ketentuan lomba, anda bisa mengunjungi website Yayasan Lajong Kutai Kertanegara klik &lt;a href=&quot;http://lanjongartfoundation.org/event.php?id=2&quot;&gt;di sini&lt;/a&gt;</description><link>http://www.panggungkita.com/2015/02/fetival-seni-monolog-photografi.html</link><author>noreply@blogger.com (Ferick sahid persi)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/-8S9Glswy6l4/VOGgK7ms6oI/AAAAAAAAARM/8kmKVr3p1sI/s72-c/monolog_2.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item></channel></rss>