<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/atom10full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" gd:etag="W/&quot;CEIBQnw_fip7ImA9WhVTF0o.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-6709983715635569767</id><updated>2012-03-03T03:02:33.246-08:00</updated><category term="Ekonomi" /><category term="Budaya" /><category term="Interview" /><category term="Inspirasi" /><category term="Heritage" /><category term="Tokoh Indonesia" /><category term="Hankam" /><title>Indonesia Revive!</title><subtitle type="html">Portal Online Untuk Indonesia yang Kuat!!!</subtitle><link rel="http://schemas.google.com/g/2005#feed" type="application/atom+xml" href="http://www.indonesiarevive.net/feeds/posts/default" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.indonesiarevive.net/" /><link rel="next" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6709983715635569767/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false&amp;v=2" /><author><name>Indonesia Revive!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08678798046297175227</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="12" src="http://3.bp.blogspot.com/-J5sO-0uSKtY/TxrV21EHPZI/AAAAAAAABDA/NR5_08wJX1M/s220/IR.jpg" /></author><generator version="7.00" uri="http://www.blogger.com">Blogger</generator><openSearch:totalResults>223</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/atom+xml" href="http://feeds.feedburner.com/ParaPenemuIndonesia" /><feedburner:info uri="parapenemuindonesia" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><feedburner:emailServiceId>ParaPenemuIndonesia</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname>http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><entry gd:etag="W/&quot;DkUGRnwyeCp7ImA9WhVTFU4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-6709983715635569767.post-4564426867835444029</id><published>2012-02-29T08:50:00.002-08:00</published><updated>2012-02-29T08:50:27.290-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-29T08:50:27.290-08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Interview" /><title>Interview With Vinna Kurniawati (@Black_Rabbit13)</title><content type="html">&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;
&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-dA5P_FYhw0c/T05XDm8-PgI/AAAAAAAAAA8/f7FnPxvH8Gs/s1600/vinna+kurniawati_Indonesia+Revive%21.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-dA5P_FYhw0c/T05XDm8-PgI/AAAAAAAAAA8/f7FnPxvH8Gs/s320/vinna+kurniawati_Indonesia+Revive%21.jpg" width="212" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://indonesiarevive.net/"&gt;Indonesia Revive!&lt;/a&gt; -- Kita sudah mereview buku &lt;a href="http://www.indonesiarevive.net/2012/02/buku-karya-anak-bangsa-chronicle-of.html"&gt;The Cronicle of Enigma&lt;/a&gt; kemarin, kini saatnya kita review penulisnya nih. Seperti yang sudah dijanjikan, kita bakal mendengar suara penulisnya, yaitu Kakak Vinna Kurniawati. Istilah kita, &lt;i&gt;Voice of Indonesia&lt;/i&gt;, suaranya rakyat Indonesia untuk membesarkan diri dan juga negara tercintanya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;
Mari simak interviewnya di bawah ini, mudah-mudahan interview ini bermanfaat untuk para pembaca sekalian: &lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;
&lt;b&gt;1. Ceritain dong buku mbak lebih detail dikit daripada review kemarin.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
The
Chronicle Of Enigma: The Two Rings adalah sebuah novel fiksi fantasi yang
menceritakan kisah petualangan seorang gadis bernama Caraveena. Sebagai anak
dari keluarga Penyihir terpandang, Caraveena malah memilih mempermalukan
keluarga dengan menjadi Peramal dan meneliti Dunia Kematian. Bersama Prof.
Klain, Caraveena dengan nekad mencoba masuk ke Dunia Kematian dan tiba di
sebuah negeri bernama Nimbus, negeri di atas awan. Di sinilah petualangan
Caraveena dimulai, petualangan yang penuh konflik, kepentingan dan pengorbanan
yang diakhiri dengan sebuah pertanggung jawaban serius di depan Pengadilan
Tinggi Pemerintahan sebuah negeri bernama Hades. Oh iya, walaupun membahas
Dunia Kematian, tapi ini bukan novel horror dan sama sekali tidak menyinggung
agama atau kelompok tertentu. Saya merasa wajib dan tidak bosan-bosan untuk mengingatkan
masalah ini karena tidak mau para pembaca merasa takut atau malah terlanjur
menilai negative tanpa membacanya sampai selesai. Saya hanya mencoba mengajak
para pembaca untuk masuk ke dalam dunia fantasi di mana kita diberi kebebasan
untuk berimajinasi seluas dan seliar mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;b&gt;2. Kenapa memilih tema Dunia Kematian sebagai tema novel, bukan yang percintaan misalnya? *Aku saja merinding lho membayangkannya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
K&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt;"&gt;&lt;/span&gt;husus
untuk tema Dunia Kematian, sebenarnya justru berasal dari rasa takut saya
dengan hantu. Untuk mengatasi rasa takut itu, saya menciptakan sebuah dunia dan
pemikiran positif supaya tidak terasa terlalu menyeramkan lagi. Dan ternyata
cara ini efektif, loh! Semoga saja kisah ini juga bisa mengobati phobia hantu
para pembaca juga, sama seperti saya. (^_^)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;b&gt;3. Ceritakan tentang profil Kakak dari awal menulis sampai sekarang.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
S&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt;"&gt;&lt;/span&gt;aya
hanya seseorang yang suka menulis dan mencoba mengembangkan hobi itu untuk
berkarya secara nyata. Hobi menulis itu datang sejak SMP tapi sempat vakum
selama beberapa waktu sebelum akhirnya kembali menekuni dunia tulis menulis,
blog dan mengikuti forum &lt;a href="http://yuknulis.com/" target="_blank"&gt;yuknulis.com&lt;/a&gt;. Saya lebih sering menggunakan nama ‘Black
Rabbit’ di setiap karya saya, dan akhirnya merasa ‘Black Rabbit’ adalah sebagian
dari diri saya sendiri. Saya punya satu orang kakak laki-laki dan satu orang
kakak kembar perempuan. Walaupun tidak sempat merasakan bangku kuliah, tapi saya
selalu bersemangat mempelajari berbagai hal baru.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;b&gt;4. Apa menulis menjadi profesi utama Kakak?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Sampai
sekarang saya masih memutuskan untuk tetap bekerja dan menjadikan menulis
sebagai hobi saja, tapi tidak tertutup kemungkinan kalau suatu saat nanti
menulis akan menjadi profesi utama saya, loh. (^.^)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
5.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Kenapa berkeinginan menjadi penulis?&lt;br /&gt;
Awalnya
saya suka menulis karena bisa mengekspresikan sebagian diri saya yang lain,
yang tidak bisa saya ekspresikan sebebas mungkin di dunia nyata. Tapi sewaktu
menerima respon yang positif dari para pembaca blog saya ( pada awalnya ),
semangat menulis saya menjadi semakin besar. Melalui tulisan, terutama melalui dunia
fiksi, saya bisa menciptakan dunia saya sendiri, dengan berbagai konflik,
cerita, tokoh, tempat dan keadaan lalu membaginya kepada para pembaca dan
berimajinasi bersama. Melihat pembaca yang puas karena membaca karya saya lalu berhasil
masuk ke dunia imajinasi mereka dan keluar dengan bahagia, adalah sebuah
kepuasan tersendiri bagi saya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;b&gt;6. Berapa banyak karya yang sudah diterbitkan nih?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
The
Two Rings adalah novel pertama saya yang diterbitkan, tapi ada banyak karya lain
yang saya posting di blog. Bukan hanya cerita fiksi fantasi, tapi juga ada
banyak cerita pop. Beberapa novel pop bahkan saya posting di blog dengan format
cerita bersambung. Project paling dekat adalah menerbitkan buku kumpulan cerpen
yang pernah saya posting di blog &lt;a href="http://vinna-kurniawati.blogspot.com/" target="_blank"&gt;http://vinna-kurniawati.&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;blogspot.com&lt;/a&gt;
yang saya terbitkan secara indie. Ada begitu banyak project lain yang akan
menyusul, tunggu saja yah…&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;b&gt;7. Prestasi dalam menulis?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Saya
termasuk orang baru di dunia tulis menulis, jadi belum pernah memenangkan lomba
apa pun. Lagi pula, saya termasuk salah seorang penulis yang tidak suka
mengikuti lomba apa pun, soalnya tidak pernah menang! (&amp;gt;~&amp;lt;)&lt;b&gt; [Ayo, Kakak pasti bisa!!! -- red.]&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;b&gt;8.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Sebutkan buku favorit Kakak? Apakah terinsfluence?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Sama
seperti para penggemar fiksi fantasi lain, buku favorit dan penulis favorit
saya pastinya JK. Rowling dan serial Harry Potter-nya yang terkenal. Saya juga
sangat menyukai JRR. Tolkien dengan buku The Hobbit-nya dan termasuk penganut
paham ‘Tolkinisme’. Kalau dari dalam negeri, saya sangat mengagumi Dewi
Lestari, caranya menulis dengan sudut pandang laki-laki selalu membuat saya
kagum setengah mati.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
9.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Pesan untuk para penulis pemula?&lt;br /&gt;
Untuk
bisa menulis, yang harus dilakukan pertama kali adalah memupuk kemauan untuk
menulis setelah itu baru mengasahnya. Mulai saja menulis sesuatu yang disukai,
jangan memilih tema hanya karena sedang trend atau karena tuntutan orang lain. Membaca
banyak karya lain yang bermutu juga bisa membantu. Tapi bukan hanya dibaca saja,
tapi benar-benar dipelajari cara penulisnya menuturkan kisah mereka, bermain
alur, membentuk setiap tokoh, menyusun konflik dan unsur lainnya. Dan satu hal
terpenting adalah: jangan terburu-buru. Menulis itu butuh proses, asah terus
kemampuan, susun kerangka cerita dengan rapi sehingga kita tidak kehilangan
arah saat menulis dan lebih banyak membaca buku lagi. Tenang saja, karya yang
baik bukan dilihat dari berapa lama naskah itu kamu rampungkan, jadi yang sabar
yah… (^_^) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
10. Menurut Kakak bisakah Indonesia menjadi negara maju?&lt;br /&gt;
Pastinya
dong, Indonesia BISA menjadi Negara maju! Hanya saja nasionalisme setiap warga
DAN para pejabat kenegaraannya harus lebih diasah lagi. Jangan hanya
mengutamakan kualitas import sementara kualitas anak negeri yang sebenarnya
tidak kalah bagusnya malah dianggap remeh. Dan juga, para penduduknya harus MAU
maju. Di dunia kepenulisan juga terasa, loh. Terutama di genre fiksi fantasi
yang saya tekuni. Beberapa penerbit masih enggan menerima naskah fiksi fantasi
hasil karya bangsa sendiri dengan berbagai alasan, salah satunya karena tema
yang dipilih terlalu ‘sensitif’. Sementara itu, mereka dengan sangat
bersemangat menterjemahkan buku-buku luar tanpa peduli tema apa, sehingga
akhirnya toko buku malah dibanjiri buku import terjemahan. Padahal, karya anak
bangsa yang tidak kalah bagusnya loh, kalau saja mereka tidak membatasi seperti
itu.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6709983715635569767-4564426867835444029?l=www.indonesiarevive.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/5aKRAmvhsGLMTNglsHKk5b0ZvnU/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/5aKRAmvhsGLMTNglsHKk5b0ZvnU/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/5aKRAmvhsGLMTNglsHKk5b0ZvnU/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/5aKRAmvhsGLMTNglsHKk5b0ZvnU/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ParaPenemuIndonesia/~4/o-WgJQelnj4" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.indonesiarevive.net/feeds/4564426867835444029/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.indonesiarevive.net/2012/02/interview-with-vinna-kurniawati.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6709983715635569767/posts/default/4564426867835444029?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6709983715635569767/posts/default/4564426867835444029?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/ParaPenemuIndonesia/~3/o-WgJQelnj4/interview-with-vinna-kurniawati.html" title="Interview With Vinna Kurniawati (@Black_Rabbit13)" /><author><name>Indonesia Revive!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08678798046297175227</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="12" src="http://3.bp.blogspot.com/-J5sO-0uSKtY/TxrV21EHPZI/AAAAAAAABDA/NR5_08wJX1M/s220/IR.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/-dA5P_FYhw0c/T05XDm8-PgI/AAAAAAAAAA8/f7FnPxvH8Gs/s72-c/vinna+kurniawati_Indonesia+Revive%21.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.indonesiarevive.net/2012/02/interview-with-vinna-kurniawati.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEUHQX04fCp7ImA9WhVTFU4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-6709983715635569767.post-7085256284758168666</id><published>2012-02-29T08:17:00.000-08:00</published><updated>2012-02-29T08:17:10.334-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-29T08:17:10.334-08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Heritage" /><title>Semakin Jarang di Indonesia, Sudah Populer di Eropa Ratusan Tahun Lalu</title><content type="html">&lt;a href="http://indonesiarevive.net/"&gt;Indonesia Revive&lt;/a&gt;! -- Siapa yang tahu harga permen jahe saat ini? Maklum, semakin jarang dijual di warung-warung sekitar kita. Permen jahe biasanya diproduksi oleh industri rumahan, jadi kalah bersaing dengan permen lain hasil pabrik. 
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, siapa menyangka, permen ini ternyata sudah ratusan tahun terkenal di Eropa. Setidaknya begitulah yang tertuang dalam buku Island of Java karya John Joseph Stockdale.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam bukunya itu, petualang asal Inggris ini menyatakan bahwa Belanda -- melalui pemerintah kolonialnya, yaitu Hindia Belanda -- mengirimkan sebanyak 5.000 kilogram produk yang disebut dengan candied ginger dari Batavia ke Eropa dalam tahun 1778. Jumlah itu sudah sangat besar untuk ukuran masa itu.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Panganan kecil ini digemari oleh masyarakat Eropa karena dirasakan pas untuk kondisi alam mereka yang dingin.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu, panganan tradisional -- karena bahan utamanya jahe -- dapat menghangatkan badan, menyegarkan tenggorakan, dan menyembuhkan kembung si pemakannya.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hebatnya -- sedikit narsis nih -- permen jahe menjadi salah satu permen khas Indonesia yang tidak kalah terkenal dibanding Nougat (Perancis) atau Gummy Bear (Jerman). 
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semakin meyakinkan kalian untuk bangga terhadap Indonesia? Ayo bangun Indonesiamu. Tim Redaksi Indonesia Revive!/pelbagai sumber]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6709983715635569767-7085256284758168666?l=www.indonesiarevive.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/CNPtA5rSty0UupmybpgOZpm89Lo/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/CNPtA5rSty0UupmybpgOZpm89Lo/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/CNPtA5rSty0UupmybpgOZpm89Lo/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/CNPtA5rSty0UupmybpgOZpm89Lo/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ParaPenemuIndonesia/~4/-zj-7PnfoSo" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.indonesiarevive.net/feeds/7085256284758168666/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.indonesiarevive.net/2012/02/semakin-jarang-di-indonesia-sudah.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6709983715635569767/posts/default/7085256284758168666?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6709983715635569767/posts/default/7085256284758168666?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/ParaPenemuIndonesia/~3/-zj-7PnfoSo/semakin-jarang-di-indonesia-sudah.html" title="Semakin Jarang di Indonesia, Sudah Populer di Eropa Ratusan Tahun Lalu" /><author><name>Indonesia Revive!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08678798046297175227</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="12" src="http://3.bp.blogspot.com/-J5sO-0uSKtY/TxrV21EHPZI/AAAAAAAABDA/NR5_08wJX1M/s220/IR.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.indonesiarevive.net/2012/02/semakin-jarang-di-indonesia-sudah.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DU4DRXw4eCp7ImA9WhVTEkk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-6709983715635569767.post-5748734915224757335</id><published>2012-02-26T01:17:00.000-08:00</published><updated>2012-02-26T01:19:34.230-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-26T01:19:34.230-08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tokoh Indonesia" /><title>Buku Karya Anak Bangsa, The Chronicle of Enigma: The Two Rings</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-uU--v4u4L1I/T0n4ar5oAsI/AAAAAAAAAA0/PsyBuYbSD2g/s1600/The2Rings.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/-uU--v4u4L1I/T0n4ar5oAsI/AAAAAAAAAA0/PsyBuYbSD2g/s200/The2Rings.jpg" width="148" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;a href="http://indonesiarevive.net/"&gt;Indonesia Revive!&lt;/a&gt; -- Rasa-rasanya penulis di Indonesia semakin banyak. Namun, bukan sembarangan penulis, karena buku yang ditulis oleh pemilik blog &lt;a href="http://vinna-kurniawati.blogspot.com/"&gt;Black Rabbit's Diaries&lt;/a&gt;&amp;nbsp;dan akun twitter &lt;a href="https://twitter.com/#!/black_rabbit13"&gt;@black_rabbit13&lt;/a&gt;, Vinna Kurniawati, ini bergenre fantasi. Genre yang masih jarang ditulis penulis Indonesia. Buku yang diterbitkan oleh penerbit Medium tahun 2011 lalu ini, berjudul: The Chronicle of Enigma: The Two Rings.  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Dikisahkan seorang Peramal muda bernama Caraveena yang hidup di negeri Merlin, negeri Penyihir. Sebagai Peramal, Caraveena lebih tertarik meneliti tentang Dunia Kematian. Menurut hipotesis Prof. Klain, seorang Peneliti dan Pustakawan yang dikagumi Caraveena, terdapat dunia setelah kematian menjemput manusia. Hanya saja, dunia yang bagaimana dan di mana tidak ada yang tahu pasti. Caraveena meyakini hal ini dan untuk membuktikannya, dia rela menjadi kelinci percobaan dan meminum sebuah ramuan yang dapat membuatnya meninggal hanya dalam waktu dua belas jam saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dijadikan kelinci percobaan, Caraveena berhasil masuk ke negeri Nimbus -- sebuah negeri di atas awan tempat di mana para Arwah berkumpul. Dengan bantuan Marlon, pemimpin negeri Nimbus melalui pusaka negeri Nimbus berupa Cincin Matahari Kembar, Caraveena berhasil keluar masuk antara negeri Merlin dan Nimbus untuk melanjutkan penelitiannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang tidak diketahui Caraveena adalah kenyataan bahwa sebenarnya Marlon telah jatuh hati kepadanya sehingga mau membantu Caraveena meneliti negeri Nimbus dan melupakan kenyataan bahwa semua yang dilakukannya adalah sebuah pelanggaran besar. Sehingga saat akhirnya hukum di negeri Nimbus harus ditegakkan, Caraveena harus rela dipanggil paksa ke negeri Hades, negeri yang memiliki kekuasaan dan kewenangan lebih besar untuk mempertanggung jawabkan semua hal yang telah dilakukannya bersama Marlon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
***&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The Two Rings adalah novel fiksi fantasi yang membahas tema Dunia Kematian. Memang kedengarannya cukup menakutkan, tapi ini bukan novel horor. Novel ini mencoba mengeksplorasi Dunia Kematian dengan cara yang lebih ringan, dipadukan dengan kisah persahabatan yang manis dan kisah cinta yang mengharukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan cara yang unik, tema menakutkan seperti Dunia Kematian dibahas tanpa menyinggung unsur horor atau agama sama sekali. Tidak hanya membiarkan setiap pembaca masuk ke dalam dunia imajinasi yang luas tanpa batas, tapi novel ini juga mengajarkan nilai-nilai moral bahwa menjadi berbeda bukanlah sebuah kesalahan. Selain itu novel ini juga mengingatkan bahwa akhirnya cinta memang selalu membutuhkan pengorbanan sedangkan semua tindakan yang dilakukan setiap orang harus dapat dipertanggung jawabkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mau membaca interview dengan penulis buku ini, Kakak Vinna Kurniawati, di blog Indonesia Revive!? Baca artikel berikutnya yah... Don"t miss it. (^^,) | Follow twitter kami di &lt;a href="https://twitter.com/#!/IndoRevive"&gt;@IndoRevive&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6709983715635569767-5748734915224757335?l=www.indonesiarevive.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/3b4MA57TUPjrArTyDDhu8WgkzP0/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/3b4MA57TUPjrArTyDDhu8WgkzP0/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/3b4MA57TUPjrArTyDDhu8WgkzP0/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/3b4MA57TUPjrArTyDDhu8WgkzP0/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ParaPenemuIndonesia/~4/QUSNb1WeMxI" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.indonesiarevive.net/feeds/5748734915224757335/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.indonesiarevive.net/2012/02/buku-karya-anak-bangsa-chronicle-of.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6709983715635569767/posts/default/5748734915224757335?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6709983715635569767/posts/default/5748734915224757335?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/ParaPenemuIndonesia/~3/QUSNb1WeMxI/buku-karya-anak-bangsa-chronicle-of.html" title="Buku Karya Anak Bangsa, The Chronicle of Enigma: The Two Rings" /><author><name>Indonesia Revive!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08678798046297175227</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="12" src="http://3.bp.blogspot.com/-J5sO-0uSKtY/TxrV21EHPZI/AAAAAAAABDA/NR5_08wJX1M/s220/IR.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/-uU--v4u4L1I/T0n4ar5oAsI/AAAAAAAAAA0/PsyBuYbSD2g/s72-c/The2Rings.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.indonesiarevive.net/2012/02/buku-karya-anak-bangsa-chronicle-of.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;Dk8FQH45fCp7ImA9WhRaGU0.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-6709983715635569767.post-3256035028815999256</id><published>2012-02-22T02:00:00.000-08:00</published><updated>2012-02-22T02:00:11.024-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-22T02:00:11.024-08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tokoh Indonesia" /><title>SMK Negeri 3 Madiun Olah Limbah Sampah Plastik Jadi BBM</title><content type="html">Indonesia Revive! --Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengapresiasi temuan mesin atau alat 
pengolah limbah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM) 
alternatif karya para siswa dan pengajar SMK Negeri 3 Kota Madiun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

Hal itu disampaikan gubernur saat acara Pencanangan Gerakan Ramah 
Lingkungan Menuju Kemakmuran dan Pemanfaatan Sampah Plastik Sebagai BBM 
Alternatif di Tempat Pengolahan Sampah Akhir (TPSA) Desa Kaliabu, 
Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, Sabtu (18/2).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

Bersamaan dengan acara ini, gubernur Jatim juga memberikan bantuan 
mesin pengolah limbah sampah plastik menjadi BBM alternatif kepada 12 
sekolah menengah kejuruan (SMK) di Jawa Timur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

“Ini kelasnya sudah ‘discovery’. Tidak ada kata yang paling tepat 
selain luar biasa. Mereka ini telah melakukan inovasi dengan mengubah 
sampah plastik yang selama ini beban, menjadi energi,” ujar Gubernur 
Jawa Timur Soekarwo kepada wartawan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

Oleh karena itu, pihaknya akan terus mendukung pengembangan alat ini 
untuk memperkuat kelas menengah ke bawah masyarakat Jawa Timur dalam 
mengurangi angka kemiskinan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Riset ini harus dibiayai untuk menjadi ekonomis dan digunakan untuk 
masyarakat. Temuan ini selaras dengan program Pemprov Jatim terkait 
penurunan kemiskinan, pertumbuhan ekonomi yang tinggi, dan pembangunan 
kelas menengah,” katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

Pihaknya menilai dengan menggandeng Kenduri Agung Pengabdi Lingkungan
 (KAPAL) Jawa Timur, temuan mesin pengolah limbah sampah plastik menjadi
 BBM alternatif akan semakin berkembang dan menyentuh masyarakat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

“Untuk langkah awal, mesin tersebut akan diberikan kepada sejumlah 
SMK di Jawa Timur. Kedepan, penggunaan alat ini terus didorong untuk 
ditempatkan di pengolahan-pengolahan sampah yang ada,” terang dia. 
(Ant/OL-9)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

Sumber: Media Indonesia&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6709983715635569767-3256035028815999256?l=www.indonesiarevive.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/M1MDE1QVVKpN0uwaI1AZR1xlI5E/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/M1MDE1QVVKpN0uwaI1AZR1xlI5E/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/M1MDE1QVVKpN0uwaI1AZR1xlI5E/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/M1MDE1QVVKpN0uwaI1AZR1xlI5E/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ParaPenemuIndonesia/~4/fpGnZUDGiGA" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.indonesiarevive.net/feeds/3256035028815999256/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.indonesiarevive.net/2012/02/smk-negeri-3-madiun-olah-limbah-sampah.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6709983715635569767/posts/default/3256035028815999256?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6709983715635569767/posts/default/3256035028815999256?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/ParaPenemuIndonesia/~3/fpGnZUDGiGA/smk-negeri-3-madiun-olah-limbah-sampah.html" title="SMK Negeri 3 Madiun Olah Limbah Sampah Plastik Jadi BBM" /><author><name>Indonesia Revive!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08678798046297175227</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="12" src="http://3.bp.blogspot.com/-J5sO-0uSKtY/TxrV21EHPZI/AAAAAAAABDA/NR5_08wJX1M/s220/IR.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.indonesiarevive.net/2012/02/smk-negeri-3-madiun-olah-limbah-sampah.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUIESXw7fip7ImA9WhRaGEQ.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-6709983715635569767.post-3332267083029610601</id><published>2012-02-21T22:44:00.000-08:00</published><updated>2012-02-21T22:51:48.206-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-21T22:51:48.206-08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tokoh Indonesia" /><title>Demi Indonesia Sehat, Perjuangan Naning AA di Bidang Kesehatan Toilet</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://www.investor.co.id/media/images/medium2/20120210131958775.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="264" src="http://www.investor.co.id/media/images/medium2/20120210131958775.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;a href="http://indonesiarevive.net/"&gt;Indonesia Revive!&lt;/a&gt; -- Pada 1999, Naning Adiningsih Adiwoso disambangi pemilik produsen toilet ternama untuk  mengikuti konferensi toilet di Kyozo, Jepang. Naning menampiknya. "Apa yang menarik dari toilet?" ujar pemilik PT ADI (1975-1977), konsultan desain interior, arsitek, perencana fasilitas dan lingkungan ini. Namun perusahaan tersebut meyakinkannya untuk berpikir terbuka. Akhirnya, dia pun berangkat ke Kyozo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ternyata, konferensi yang dengan enggan ia datangi itu justru membuka matanya. Ia baru memahami bahwa Asia, sebagai benua dengan penduduk terbanyak, paling rentan terhadap pelbagai penyakit yang ditularkan karena pola hidup yang tidak sehat, di antaranya sembarangan membuang hajat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia pun menjadi amat antusias menggeluti dunia toilet. "Saya suka ditantang," kata wanita yang pernah mengenyam pendidikan di International Institute of Interior Design, Washington, DC, USA (1972-1975) dan Environmental Design, Pratt Institute, New York, USA (1975-1977) ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut dia, kebanyakan masyarakat Indonesia meremehkan ruang yang sehari-hari berkali-kali digunakan ini. Bahkan sebutan yang diberikan pun adalah kamar kecil atau kamar belakang. Cara memperlakukannya pun seperti perlakuan terhadap anak tiri dalam cerita film, dibiarkan basah, kotor, dan berbau. "Padahal toilet yang kering itu penting untuk kesehatan," kata Ketua Green Building Council Indonesia (2008) ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Belum lagi, banyak orang Indonesia tak paham soal standar pembangunan toilet. Misalnya jarak antara pintu dan toilet minimal 80 sentimeter. Naning pun kian tergugah untuk mendalami masalah toilet ini. Ia mulai mengkampanyekan toilet bersih dan kering. Apalagi, menurut Naning, Indonesia tertinggal jauh dibanding negara-negara lainnya soal toilet ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia pernah harus menahan malu saat berlangsung pertemuan Asosiasi Toilet Dunia di Singapura pada 2001. Saat itu delegasi Cina -- negeri terbesar jumlah penduduknya -- mengatakan negerinya sudah mulai memperbaiki pengurusan toilet sejak 1995, sebagai persiapan menjadi tuan rumah Olimpiade 2008. "Gila, kan, jauh-jauh hari persiapan mereka," katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak negara lain juga berpandangan toilet amat penting dalam kaitannya dengan pariwisata. Saat konferensi tingkat tinggi Organisasi Toilet Dunia di Beijing, Cina, pada 2004, konsep Better Toilet More Tourist diperkenalkan. Slogan A Nation without Clean Toilet is a Nation without Culture didengungkan.&lt;br /&gt;
Naning kian terpacu. Pada 2001 ia mendirikan Asosiasi Toilet Indonesia. Ia juga menjadi salah satu pendiri World Toilet Organization pada 2002. Perjuangan Naning tak cepat berbuah. Ia bahkan biasa ditertawai atau dicemooh. Termasuk ketika ia meminta bantuan ke kementerian yang berkorelasi dengan pembangunan infrastruktur dan kesehatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia pernah mendapat komentar, "Kan sudah ada MCK (infrastruktur untuk mandi, cuci, kakus)." Padahal, ia menegaskan, ini bukan hanya urusan keberadaan MCK, tapi bagaimana membangun toilet yang bersih dan kering.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Naning tak surut. Untung, gerakannya kemudian didukung Menteri Kebudayaan dan Pariwisata waktu itu, I Gede Ardhika. Asosiasinya mulai menerbitkan stiker dan poster mengkampanyekan toilet kering dan bersih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Awalnya, ia berkonsentrasi pada toilet umum, seperti di jalan, terminal, bandara, dan mal. Setelah itu, toilet sekolah menjadi perhatiannya. Ia mempelajari banyak anak yang memilih menahan buang hajat lantaran toilet di sekolah bau, kotor, dan tidak sehat. "Akibatnya, sakit." Untuk tugas ini, "Anak-anak sekolah kami angkat menjadi ambassador of toilet." kata peraih Student Design Award, IIID (1975) ini.&lt;br /&gt;
Sementara itu, kampanye kepada para desainer interior juga digalakkan. Anggota Badan Eksekutif Himpunan Desainer Interior Indonesia ini mensosialisasi cara membangun toilet yang sehat dan memenuhi standar dunia. "Demi Indonesia sehat," kata peraih 2 penghargaan Pro Vitae Award oleh International Federation of Interior Architects (IFI) yang bermarkas di Montreal, Kanada karena membuat Green Toilet- Tsunami Aceh dan One School Reconstruction Gempa Jogja (2007) ini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber &lt;a href="http://indonesiaproud.wordpress.com/"&gt;tulisan&lt;/a&gt;, sumber &lt;a href="http://www.investor.co.id/media/images/medium2/20120210131958775.jpg"&gt;foto&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6709983715635569767-3332267083029610601?l=www.indonesiarevive.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/oOIYhZr3o7WoKPz-PXXYA0jcF4k/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/oOIYhZr3o7WoKPz-PXXYA0jcF4k/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/oOIYhZr3o7WoKPz-PXXYA0jcF4k/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/oOIYhZr3o7WoKPz-PXXYA0jcF4k/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ParaPenemuIndonesia/~4/de_wDT9ksIU" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.indonesiarevive.net/feeds/3332267083029610601/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.indonesiarevive.net/2012/02/demi-indonesia-sehat-perjuangan-naning.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6709983715635569767/posts/default/3332267083029610601?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6709983715635569767/posts/default/3332267083029610601?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/ParaPenemuIndonesia/~3/de_wDT9ksIU/demi-indonesia-sehat-perjuangan-naning.html" title="Demi Indonesia Sehat, Perjuangan Naning AA di Bidang Kesehatan Toilet" /><author><name>Indonesia Revive!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08678798046297175227</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="12" src="http://3.bp.blogspot.com/-J5sO-0uSKtY/TxrV21EHPZI/AAAAAAAABDA/NR5_08wJX1M/s220/IR.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.indonesiarevive.net/2012/02/demi-indonesia-sehat-perjuangan-naning.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEIHRn8-fyp7ImA9WhRaGEQ.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-6709983715635569767.post-1752173767232906528</id><published>2012-02-21T22:35:00.002-08:00</published><updated>2012-02-21T22:35:37.157-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-21T22:35:37.157-08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tokoh Indonesia" /><title>Sastrawan Indonesia, D. Zamawi Imron, Meraih Hadiah Sastra Asia Tenggara</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://www.indonesianfilmcenter.com/images/gallery/Zawawi%20Imron4.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="258" src="http://www.indonesianfilmcenter.com/images/gallery/Zawawi%20Imron4.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;a href="http://indonesiarevive.net/"&gt;Indonesia Revive!&lt;/a&gt; -- Sastrawan D. Zawawi Imron meraih Hadiah Sastra Asia Tenggara (South East Asia Write Award) 2011, yang penganugerahannya dilaksanakan di Mandarin Oriental, Bangkok, 16 Februari 2012. Upacara penganugerahan yang sedianya diselenggarakan pada bulan November 2011 lalu telah diundur pelaksanaannya akibat banjir yang melanda Thailand akhir tahun lalu.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penghargaan sastra kepada D. Zawawi Imron disampaikan oleh Putri Sirivannari Nariratana, mewakili Putra Mahkota Kerajaan Thailand, Pangeran Maha Vajiralongkorn. Selain Zawawi Imron, 7 sastrawan lainnya dari negara anggota ASEAN menerima Hadiah Sastra yang sama, yakni Mohamad Zefri Ariff (Brunei Darussalam), Bounthanong Xomxayphol (Laos), Mohd Zakir Syed bin Othman (Malaysia), Romulo P. Baquiran Jr. (Filipina), Robert Yeo Cheng Chuan (Singapura), Jadej Kamjorndet (Thailand), dan Nguyen Chi Trung (Vietnam).
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hadiah Sastra yang dimenangkan oleh Zawawi Imron didasarkan pada salah karya sastranya berupa kumpulan puisi berjudul 'Kelenjar Laut' (The Glands of the Sea) yang dipublikasikan pada 2007 serta keseluruhan karya sastra yang dihasilkan selama karirnya.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Zawawi Imron lahir di Sumenep, Madura, 21 September 1943, merupakan salah satu penyair Indonesia yang aktif dan telah mewarnai perkembangan sastra Indonesia sejak awal 1980-an. Sebagai warga Madura, karya-karya Zawawi sangat diwanai dengan kehidupan laut dan tradisi masyarakat maritim.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hadiah Sastra Asia Tenggara merupakan penghargaan yang dikeluarkan Kerajaan Thailand setiap tahun sejak 1979, dan dianugerahkan bagi pegiat sastra dan penyair di negara-negara ASEAN. Dalam sambutannya setelah menerima anugerah tersebut, Zawawi Imron menyampaikan berbagai aliran dan tema sastra merupakan suatu bentuk kebebasan berekspresi. "Adalah menjadi pilihan saya untuk menyuarakan keyakinan akan nurani, selain menyumbangkan pemikiran bagi pemeliharaan peradaban untuk terciptanya dunia yang damai tanpa kebencian dan permusuhan." Baginya syair juga menggambarkan kecintaannya pada tanah airnya: Indonesia. 
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber &lt;a href="http://indonesiaproud.wordpress.com/"&gt;tulisan&lt;/a&gt;, sumber &lt;a href="http://www.indonesianfilmcenter.com/images/gallery/Zawawi%20Imron4.jpg"&gt;foto&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6709983715635569767-1752173767232906528?l=www.indonesiarevive.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/obA77Q6xeJf3qlwvttni-7ZyGDg/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/obA77Q6xeJf3qlwvttni-7ZyGDg/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/obA77Q6xeJf3qlwvttni-7ZyGDg/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/obA77Q6xeJf3qlwvttni-7ZyGDg/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ParaPenemuIndonesia/~4/-xWv0GNyvTo" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.indonesiarevive.net/feeds/1752173767232906528/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.indonesiarevive.net/2012/02/sastrawan-indonesia-d-zamawi-imron.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6709983715635569767/posts/default/1752173767232906528?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6709983715635569767/posts/default/1752173767232906528?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/ParaPenemuIndonesia/~3/-xWv0GNyvTo/sastrawan-indonesia-d-zamawi-imron.html" title="Sastrawan Indonesia, D. Zamawi Imron, Meraih Hadiah Sastra Asia Tenggara" /><author><name>Indonesia Revive!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08678798046297175227</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="12" src="http://3.bp.blogspot.com/-J5sO-0uSKtY/TxrV21EHPZI/AAAAAAAABDA/NR5_08wJX1M/s220/IR.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.indonesiarevive.net/2012/02/sastrawan-indonesia-d-zamawi-imron.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUAHSHsyfyp7ImA9WhRaGEw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-6709983715635569767.post-3638703432389451485</id><published>2012-02-21T00:37:00.000-08:00</published><updated>2012-02-21T00:42:19.597-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-21T00:42:19.597-08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Hankam" /><title>Kapal Cepat Rudal Buatan Indonesia</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://img.antaranews.com/new/2012/02/ori/20120216KRI_Kujang.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="http://img.antaranews.com/new/2012/02/ori/20120216KRI_Kujang.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;a href="http://indonesiarevive.net/"&gt;Indonesia Revive!&lt;/a&gt; -- Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro meresmikan Kapal Cepat Rudal 40, KRI Kujang 642, di Dermaga Batu Ampar, Kota Batam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“KRI Kujang merupakan kebanggaan karena diciptakan oleh anak bangsa. 
Kapal ini akan digunakan untuk menjaga keamanan wilayah perairan 
Indonesia,” kata Purnomo, Kamis (16/2/2012).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
KRI Kujang yang menelan biaya sekitar Rp75 miliar merupakan kapal 
cepat kedua yang diproduksi di PT Palindo Marine, kawasan Industri 
Tanjungujang, Batam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kapal ini dirancang dengan teknologi tinggi yang memiliki spesifikasi
 panjang 40 meter, lebar delapan meter, tinggi 3,4 meter, dan sistem 
propulasi fixed propeller 5 daun. KCR 40 mampu berlayar dengan kecepatan
 30 knot.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
KCR-40 terbuat dari baja khusus yang disebut high tensils steel pada 
bagian lambung. Baja high tensils steel merupakan produk dalam negeri 
yang diproduksi PT Krakatau Steel. Untuk bagian atasnya menggunakan 
aluminium alloy sehingga memiliki stabilitas dan kecepatan yang tinggi 
jika berlayar.&lt;br /&gt;
Kapal tersebut dilengkapi sistem persenjataan modern (sewaco/sensor 
weapon control), di antaranya meriam kaliber 30 mm enam laras sebagai 
close in weapon system (CIWS) atau sistem pertempuran jarak dekat dan 
rudal anti kapal buatan China C-705.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Peluncuran KRI Kujang-40, kata Purnomo, merupakan jawaban atas rasa 
tanggung jawab menjaga laut NKRI yang memiliki kekayaan sumber daya alam
 yang tinggi. Selain memiliki kandungan SDA yang tinggi banyak alur 
perairan NKRI menjadi alur perdagangan internasional.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini sebagai milestone menuju kemandirian industri pertahanan. 
Kapal-kapal cepat lain akan terus diproduksi untuk memperkuat pertahanan
 NKRI,” kata Purnomo lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengatakan produksi alat utama sistem persenjataan (alutsista) 
tidak akan berhenti pada KRC. Pemerintah akan terus melengkapi 
persenjataan TNI dengan beberapa kapal lain. Selanjutnya, akan dibuat 
kapal perusak dan kapal selam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
TNI AL, lanjut Purnomo, membutuhkan kapal yang kuat hingga mampu 
hadir dan mengamankan perairan di laut jauh. Ia juga berharap, 
pembangunan kapal cepat oleh putra-putri bangsa akan mendorong bagi 
instansi lain di dalam negeri untuk mengembangkan industri penunjang 
secara mandiri.&lt;br /&gt;
Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono mengatakan KCR-40 akan 
beroperasi di Indonesia bagian barat, disesuaikan dengan kondisi 
geografis yang dikelilingi pulau-pulau dan selat. (Sumber: Kompas.com, 
Pikiran Rakyat, Antara)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6709983715635569767-3638703432389451485?l=www.indonesiarevive.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/t-ACNq-RMokUXPo8F2DhIWlEdGg/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/t-ACNq-RMokUXPo8F2DhIWlEdGg/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/t-ACNq-RMokUXPo8F2DhIWlEdGg/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/t-ACNq-RMokUXPo8F2DhIWlEdGg/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ParaPenemuIndonesia/~4/MlANBDOkENA" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.indonesiarevive.net/feeds/3638703432389451485/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.indonesiarevive.net/2012/02/kapal-cepat-rudal-buatan-indonesia.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6709983715635569767/posts/default/3638703432389451485?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6709983715635569767/posts/default/3638703432389451485?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/ParaPenemuIndonesia/~3/MlANBDOkENA/kapal-cepat-rudal-buatan-indonesia.html" title="Kapal Cepat Rudal Buatan Indonesia" /><author><name>Indonesia Revive!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08678798046297175227</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="12" src="http://3.bp.blogspot.com/-J5sO-0uSKtY/TxrV21EHPZI/AAAAAAAABDA/NR5_08wJX1M/s220/IR.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.indonesiarevive.net/2012/02/kapal-cepat-rudal-buatan-indonesia.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DUQEQnw7fSp7ImA9WhRaE00.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-6709983715635569767.post-9216965675679320538</id><published>2012-02-15T04:01:00.000-08:00</published><updated>2012-02-15T04:01:43.205-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-15T04:01:43.205-08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tokoh Indonesia" /><title>Arief Budiman: Pemimpin Proyek Earthscraper BNKR Arquitectura yang Monumenta...</title><content type="html">&lt;div style="font-family: sans-serif; margin: 0px 10px; overflow: auto; width: 100%;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://indonesiaproud.files.wordpress.com/2012/02/arief-budiman-di-indonesiaproud-wordpress-com.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="arief budiman di indonesiaproud wordpress com" height="202" src="http://indonesiaproud.files.wordpress.com/2012/02/arief-budiman-di-indonesiaproud-wordpress-com.jpg?w=155&amp;amp;h=202" title="arief budiman di indonesiaproud wordpress com" width="155" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://indonesiarevive.net/"&gt;Indonesia Revive! &lt;/a&gt;-- Nama Arief Budiman bagi masyarakat Indonesia mungkin masih awam. Namun, di bidang arsitektur, anak bangsa ini sudah berkarier hingga kancah internasional. Dia memulai kariernya di Singapura, lalu melanglang buana ke berbagai negara.&lt;br /&gt;
Dia adalah arsitek muda jebolan Fakultas Arsitektur Universitas Trisakti (Usakti) Jakarta. Kiprahnya di Indonesia memang belum bergaung, tapi di luar negeri, khususnya di Meksiko, namanya sudah menggema.&lt;br /&gt;
Nama Arief mulai bergaung setelah dia bergabung dengan BNKR Arquitectura, sebuah biro arsitek di Meksiko. Dia terlibat dalam proses desain gedung pencakar bumi alias earthscraper, untuk sebuah kompetisi terbuka skyscraper. Sebuah kompetisi ide dalam mendesain skyscraper.&lt;br /&gt;
BNKR memilih bangunan tingkat bukan ke atas, melainkan ke bawah, yakni ke kedalaman 300 meter di perut bumi di tengah kota Meksiko. Proyek ini tengah menjadi sorotan dunia dan Arief dipilih sebagai pemimpin proyek tersebut. Jika teralisasi maka proyek ini akan menjadi tonggak sejarah dunia arsitektur.&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://indonesiaproud.files.wordpress.com/2012/02/earthscraper-meksiko-di-indonesiaproud-wordpress-com1.jpg"&gt;&lt;img alt="earthscraper meksiko di indonesiaproud wordpress com" height="531" src="http://indonesiaproud.files.wordpress.com/2012/02/earthscraper-meksiko-di-indonesiaproud-wordpress-com1.jpg?w=600&amp;amp;h=531" title="earthscraper meksiko di indonesiaproud wordpress com" width="600" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;Karier Arsitek&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Sejak lulus dari jurusan Arsitektur Usakti tahun 2006, ia memulai karier di sebuah konsultan arsitektur di Jakarta untuk beberapa bulan dan akhirnya ada peluang untuk memulai karier di Singapura.&lt;br /&gt;
Ia berkesempatan untuk terus menimba ilmu dengan bekerja di beberapa biro atau perusahaan lainnya di Singapura, Meksiko dan Ivory Coast. Namun sementara ini, ia bekerja dan menetap di Singapura. Semua itu merupakan pengalaman yang sangat berharga baginya dan ia berharap suatu ia bisa terapkan bila memulai karier di Indonesia.&lt;br /&gt;
Dalam mengerjakan berbagai proyek, umumnya lebih banyak di luar negeri, ia tidak mengklaim kalau semua itu adalah hasil karyanya semata. Baginya, semua berkat kerja sama tim yang baik. Ia adalah bagian dari sebuah tim yang mengerjakan proyek-proyek tersebut.&lt;br /&gt;
Targetnya dalam mencari kerja bukanlah untuk bisa bekerja dengan perusahaan arsitektur ternama dunia, tapi ia mencari kantor yang bisa memberikan ilmu yang memang ia perlukan untuk menjadi seorang desainer yang baik. Ia bersyukur sejauh ini diberi kesempatan untuk bekerja di kantor yang memang ia inginkan.&lt;br /&gt;
Di saat memutuskan pergi ke Meksiko, ia memang ingin memperdalam pemahaman filosofi dalam berarsitektur dan tahu bahwa BNKR adalah biro terbaik yang bisa memberinya kesempatan untuk mempelajari hal itu. Lalu di saat ia memutuskan untuk bekerja di Ivory Coast, ia tahu kalau dirinya butuh mempelajari desain yang memang nantinya bisa saya terapkan di Indonesia.&lt;br /&gt;
Kebetulan ia mendapat kesempatan bekerja di&amp;nbsp; biro dengan pimpinannya adalah ketua ikatan arsitek se-Ivory Coast. Intinya, ia ingin mencoba melengkapi kekurangan-kekurangan dirinya dengan cara mencari kesempatan bekerja di biro-biro arsitek yang bisa melengkapi puzzle gambaran ideal atas seorang arsitek.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;/b&gt;Arief berharap proyek yang sedang ia kerjakan saat ini nantinya juga akan menjadi contoh yang baik dalam menggabungkan sistem konvensional dengan sistem yang modern.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://indonesiaproud.files.wordpress.com/2012/02/earthscraper-mexico-di-indonesiaproud-wordpress-com.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Earthscraper Mexico di indonesiaproud wordpress com" height="338" src="http://indonesiaproud.files.wordpress.com/2012/02/earthscraper-mexico-di-indonesiaproud-wordpress-com.jpg?w=600&amp;amp;h=338" title="Earthscraper Mexico di indonesiaproud wordpress com" width="600" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
 &lt;/div&gt;
&lt;a href="http://indonesiaproud.wordpress.com/"&gt;sumber&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6709983715635569767-9216965675679320538?l=www.indonesiarevive.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/St-u_98616MQaUAAJtcdJEwVvFg/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/St-u_98616MQaUAAJtcdJEwVvFg/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/St-u_98616MQaUAAJtcdJEwVvFg/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/St-u_98616MQaUAAJtcdJEwVvFg/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ParaPenemuIndonesia/~4/N0Q8KPewVao" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.indonesiarevive.net/feeds/9216965675679320538/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.indonesiarevive.net/2012/02/arief-budiman-pemimpin-proyek.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6709983715635569767/posts/default/9216965675679320538?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6709983715635569767/posts/default/9216965675679320538?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/ParaPenemuIndonesia/~3/N0Q8KPewVao/arief-budiman-pemimpin-proyek.html" title="Arief Budiman: Pemimpin Proyek Earthscraper BNKR Arquitectura yang Monumenta..." /><author><name>Indonesia Revive!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08678798046297175227</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="12" src="http://3.bp.blogspot.com/-J5sO-0uSKtY/TxrV21EHPZI/AAAAAAAABDA/NR5_08wJX1M/s220/IR.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.indonesiarevive.net/2012/02/arief-budiman-pemimpin-proyek.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEcNSXs8eyp7ImA9WhRaEkU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-6709983715635569767.post-1847402304315069182</id><published>2012-02-14T21:01:00.000-08:00</published><updated>2012-02-14T21:01:38.573-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-14T21:01:38.573-08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Interview" /><title>Interview With Shienny MS</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://profile.ak.fbcdn.net/hprofile-ak-snc4/276425_240372134401_493814956_n.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://profile.ak.fbcdn.net/hprofile-ak-snc4/276425_240372134401_493814956_n.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;a href="http://www.indonesiarevive.net/"&gt;Indonesia Revive!&lt;/a&gt; -- Oke, seperti yang sudah dijanjikan oleh tim redaksi Indonesia Revive! kemarin kalau kita akan menginterview Kakak Shienny MS yang membuat &lt;a href="http://www.indonesiarevive.net/2012/02/ther-melian-tetralogi-apik-dengan.html"&gt;Ther Melian; Tetralogi Apik dengan Background Indonesia&lt;/a&gt;. Jangan lupa untuk memfollow twitternya di &lt;a href="https://twitter.com/#%21/TherMelian"&gt;@TherMelian&lt;/a&gt; dan follow twitter &lt;a href="http://www.google.co.id/url?sa=t&amp;amp;rct=j&amp;amp;q=%40indorevive&amp;amp;source=web&amp;amp;cd=1&amp;amp;ved=0CCAQFjAA&amp;amp;url=http%3A%2F%2Ftwitter.com%2FIndoRevive&amp;amp;ei=Azw7T7aZNc3wrQf5oMWHAQ&amp;amp;usg=AFQjCNF8nXVYOoWo9OAnzHbcCXThfNkNnQ&amp;amp;cad=rja"&gt;@IndoRevive&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Apa yang menginspirasi Kak Sienny dalam pembuatan novel ini? Dan kenapa dipilih genre fantasi?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Inspirasi novel ini saya dapatkan atas kecintaan saya membaca dan menikmati bacaan dan hiburan bergenre fantasi. Dalam kisah-kisah fantasi biasanya digambarkan tentang perjuangan seorang pahlawan memerangi penjahat. Berangkat dari itu lalu saya mencoba menyusun konsep kisah fantasi saya sendiri, yaitu sebuah kisah fantasi tanpa tokoh penjahat. Dari situlah ide awal novel ini didapatkan, sebuah kisah fantasi yang dilihat dari dua sisi yang berlawanan, tidak ada hitam dan putih, tidak ada tokoh yang benar-benar baik dan jahat.&lt;br /&gt;
Saya suka genre fantasi karena memberikan saya kebebasan untuk mengembangkan sebuah dunia yang baru, tidak terikat dengan aturan-aturan yang ada di dunia nyata, walau tentu sebuah 'dunia; fantasi yang baik harus tetap memiliki tatanan dan aturan sendiri agar dapat diterima dengan baik oleh pembaca. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Ceritain sedikit tentang anda? Dan basis kepenulisan anda? &lt;/b&gt;Saya sudah menulis cerita semenjak kecil, mungkin sejak kelas 5 atau 6 SD. Namun pada saat itu saya memilih menuangkan ide-ide saya dalam bentuk komik karena saya jatuh cinta pada cantiknya komik-komik Jepang yang sedang membanjiri toko-toko buku saat itu. &lt;br /&gt;Kebiasaan itu saya teruskan hingga saya SMA dan akhirnya karya-karya komik buatan saya pun menghiasi halaman tabloid dan majalah. Hingga saat kuliah saya mulai mencoba menembus industri penerbitan lokal dan akhirnya komik pertama saya&amp;nbsp; berjudul "&lt;b&gt;Past Promise&lt;/b&gt;" diterbitkan oleh &lt;b&gt;Elex Media Komputindo&lt;/b&gt; pada tahun 2001.&lt;br /&gt;Sampai akhir tahun 2006 saya masih aktif menulis komik dan menghasilkan 7 judul komik yang semuanya diterbitkan oleh Elex. Barulah pada tahun 2007 saya mulai menggali lebih dalam lagi dan menemukan bahwa yang sebenarnya saya sukai adalah menulis cerita. Komik hanyalah 'media' untuk menyampaikan cerita tersebut.&lt;br /&gt;Saya mulai belajar menulis sejak tahun 2007, karena basic pendidikan saya desain saya belajar menulis secara otodidak. Dengan membaca blog dan website yang berhubungan dengan tulis menulis, mengikuti forum-forum dan diskusi online di internet, mencari teman-teman komunitas untuk berbagi tulisan dan pikiran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Apa yang anda harapkan dari novel ini?&lt;/b&gt;Harapan saya agar &lt;b&gt;Ther Melian&lt;/b&gt; dapat diterima dengan baik oleh pembaca di Indonesia. Agar lbh banyak lagi orang yang mengetahui tentang kisah ini, dan ikut terhanyut di dalamnya dan menemukan sendiri petualangan mereka saat membacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4. Bagaimana novel bergenre fantasi di indonesia ke depannya? &lt;/b&gt;Menurut saya novel bergenre fantasi memiliki potensi untuk terus berkembang di Indonesia. &lt;br /&gt;Penggemar novel fantasi di Indonesia cukup besar, terbukti dari keberadaan novel-novel fantasi impor dan terjemahan yang selalu menghiasi rak-rak toko buku sekitar kita. Tidak hanya itu, saat ini penulis-penulis lokal di Indonesia pun sudah mulai berani unjuk gigi dengan genre Fantasi.&amp;nbsp; Hal tersebut dapat dilihat saat&amp;nbsp; pelaksanaan lomba cerpen Fantasi Fiesta 2011 kemarin dilaksanakan, jumlah pesertanya mencapai 300, menunjukkan bahwa masih banyak sekali yang berpotensi menjadi penulis&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;5. Berapa lama anda membuat buku ini?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Keseluruhan naskah Ther Melian ditulis dalam jangka waktu tiga tahun, semenjak pertengahan 2007 hingga 2010. Itu sudah termasuk proses revisi, menulis ulang, editing, dan membuat illustrasi-ilustrasi di dalamnya. Seluruh cover dan gambar illustrasi dalam novel ini saya kerjakan sendiri lho :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;6. Tadi mbak menyebutkan kalau desain cover dan ilustrasi di dalamnya sendirian. Apakah mbak pernah ngomik? Setidaknya, satu-dua judul. Ini jelas menabah daftar komikus Indonesia yang mulai bergeliat. Baca &lt;a href="http://www.indonesiarevive.net/2012/01/interview-with-shirley-sys.html"&gt;Interview With Sys &lt;/a&gt;dan &lt;a href="http://www.indonesiarevive.net/2012/01/kokkyonaki-gakuen-manga-karya-vivian.html"&gt;Interview With Dr. Vee&lt;/a&gt;.&lt;/b&gt;Yup, saya pernah ngomik, di awal tahun 2001 komik saya berjudul Past Promise diterbitkan Elex, menyusul kemudian &lt;b&gt;White Castle&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;Love Flies&lt;/b&gt;,&lt;b&gt; Le Ciel&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;Love Junction&lt;/b&gt;,&lt;b&gt; Le Ciel II&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;Fake Angel&lt;/b&gt; (semua diterbitkan antara 2002-2006)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;7. Jika boleh berpendapat, bagaimana perkembangan komik lokal?&lt;/b&gt;Saya sudah lama nggak mengikuti perkembangannya sih, selain melihat karya teman-teman komikus yang dipajang online atau kebetulan diterbitkan dan saya mendapatkan bukunya. Tapi kalo boleh berpendapat secara kualitas gambar sudah jauh lebih baik dibandingkan tahun 2001-2006 dulu, genrenya juga sudah bervariasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;8. Menurut mbak Shienny bagaimana masa depan Indonesia?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Saya melihat banyak kemajuan di Indonesia beberapa tahun terakhir ini, saya optimis masa depan bangsa ini akan cerah asalkan semua orang terus bekerja keras untuk mewujudkannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6709983715635569767-1847402304315069182?l=www.indonesiarevive.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/by5lAFwjsrEDlBrh2KHOucmjEF0/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/by5lAFwjsrEDlBrh2KHOucmjEF0/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/by5lAFwjsrEDlBrh2KHOucmjEF0/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/by5lAFwjsrEDlBrh2KHOucmjEF0/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ParaPenemuIndonesia/~4/hwusL5E6j2Q" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.indonesiarevive.net/feeds/1847402304315069182/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.indonesiarevive.net/2012/02/interview-with-shienny-ms.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6709983715635569767/posts/default/1847402304315069182?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6709983715635569767/posts/default/1847402304315069182?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/ParaPenemuIndonesia/~3/hwusL5E6j2Q/interview-with-shienny-ms.html" title="Interview With Shienny MS" /><author><name>Indonesia Revive!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08678798046297175227</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="12" src="http://3.bp.blogspot.com/-J5sO-0uSKtY/TxrV21EHPZI/AAAAAAAABDA/NR5_08wJX1M/s220/IR.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.indonesiarevive.net/2012/02/interview-with-shienny-ms.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkcNSHo7fip7ImA9WhRaEU4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-6709983715635569767.post-2596330757630085844</id><published>2012-02-13T05:01:00.000-08:00</published><updated>2012-02-13T05:01:39.406-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-13T05:01:39.406-08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Inspirasi" /><title>Office Boy yang Berhasil Lulus Kuliah</title><content type="html">&lt;div style="font-family: sans-serif; margin: 0px 10px; overflow: auto; width: 100%;"&gt;
&lt;a href="http://indonesiarevive.net/"&gt;Indonesia Revive!&lt;/a&gt; -- Ketidakmampuan finansial bukanlah alasan bagi Dodi, seorang office boy untuk menyelesaikan kuliahnya. Setelah menjalani 3,5 tahun masa perkuliahan, Pria yang bekerja sebagai OB di lingkungan Universitas Padjadjaran (Unpad) ini berhasil lulus dari Program Diploma III, Jurusan Administrasi Keuangan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Unpad.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Dodi yang diwisuda hari Rabu, tanggal 8 Februari 2012 menuturkan bahwa Ia telah menjadi OB di lingkungan UNPAD sejak tahun 2005. Pada awalnya, Dodi tidak memiliki niat untuk melanjutkan kuliah karena tidak ada biaya. karena mendapat dorongan dari beberapa pihak, Pria kelahiran Sumedang 8 Oktober 1986 ini kemudian akhirnya memulai studinya di UNPAD tahun 2008. biaya pendidikannya Ia kumpulkan dari menyisihkan uang gajinya sebagai OB ditambah sejumlah bantuan dan beasiswa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski harus bekerja sambil kuliah, Pekerjaannya sebagai OB tidak mengganggu kehidupannya sebagai mahasiswa. Dodi yang tinggal di belakang gedung Grha Sanusi Harjadinata, kampus UNPAD DU ini berhasil membagi waktunya dengan baik. sebelum kuliah, Ia selalu menyelesaikan tugas sehari-harinya seperti menyapu lantai, membersihkan sampah-sampah, melayani permintaan fotokopi, merapikan meja kursi dan sebagainya, sehingga ia bisa masuk kelas dengan tenang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lulusan MA Darul Fatwa Jatiroke Kab. Sumedang angkatan 2004 itu menyelesaikan Program DIII – nya dengan IPK 2,74 dan berhasil memperoleh gelar Ahli Madya. Dodi yakin dengan kelulusannya ini ia akan mendapat kesempatan lebih banyak dan bisa bekerja lebih tinggi. &lt;br /&gt;
ditulis ulang oleh Farah Fitriani (@farafit / farahfitrianifaruq@gmail.com)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt; &lt;a href="http://goodnewsfromindonesia.org/"&gt;sumber&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6709983715635569767-2596330757630085844?l=www.indonesiarevive.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/8qXGrS76qA-nUkagUEoYhYZeKz8/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/8qXGrS76qA-nUkagUEoYhYZeKz8/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/8qXGrS76qA-nUkagUEoYhYZeKz8/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/8qXGrS76qA-nUkagUEoYhYZeKz8/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ParaPenemuIndonesia/~4/2Kq1Y45zrm4" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.indonesiarevive.net/feeds/2596330757630085844/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.indonesiarevive.net/2012/02/office-boy-yang-berhasil-lulus-kuliah.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6709983715635569767/posts/default/2596330757630085844?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6709983715635569767/posts/default/2596330757630085844?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/ParaPenemuIndonesia/~3/2Kq1Y45zrm4/office-boy-yang-berhasil-lulus-kuliah.html" title="Office Boy yang Berhasil Lulus Kuliah" /><author><name>Indonesia Revive!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08678798046297175227</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="12" src="http://3.bp.blogspot.com/-J5sO-0uSKtY/TxrV21EHPZI/AAAAAAAABDA/NR5_08wJX1M/s220/IR.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.indonesiarevive.net/2012/02/office-boy-yang-berhasil-lulus-kuliah.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DUEFRHgzeyp7ImA9WhRaEU4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-6709983715635569767.post-3076759305248795308</id><published>2012-02-13T04:52:00.000-08:00</published><updated>2012-02-13T04:53:35.683-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-13T04:53:35.683-08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tokoh Indonesia" /><title>Widayat Djiang: Dalang Kungfu Dari Nganjuk</title><content type="html">&lt;div style="font-family: sans-serif; margin: 0px 10px; overflow: auto; width: 100%;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.indonesiarevive.net/"&gt;Indonesia Revive!&lt;/a&gt; -- Kesenian wayang purwa atau wayang kulit menjadi nafas hidup yang turut dilestarikan warga peranakan Tionghoa. Wayang purwa yang mengusung cerita Mahabarata dan Ramayana menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat dan diterima menjadi tontonan pemersatu warga saat dipentaskan di kelenteng-kelenteng Tridharma di kota-kota kecil di Pulau Jawa.&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://indonesiaproud.files.wordpress.com/2012/02/widayat-djiang-di-indonesiaproud-wordpress-com.jpg"&gt;&lt;img alt="widayat djiang di indonesiaproud wordpress com" height="159" src="http://indonesiaproud.files.wordpress.com/2012/02/widayat-djiang-di-indonesiaproud-wordpress-com.jpg?w=240&amp;amp;h=159" title="widayat djiang di indonesiaproud wordpress com" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Widayat Djiang alias Tjioe Bian Djiang adalah salah satu dalang wayang kulit peranakan Tionghoa yang bertahan hingga kini. Dia menjadi jembatan budaya antara komunitas Jawa, peranakan Tionghoa, dan Tionghoa. Dia mampu mendalang dalam bahasa Jawa krama, dialek Hokkian, dan diselingi kata-kata dalam bahasa Mandarin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Widayat Djiang lahir dari pasangan Tionghoa totok (Sin Keh) Tjioe Kok Hin dan perempuan ningrat RA Djuariah dari Paku Alam, Yogyakarta. Oleh karena itulah, sejak kecil Djiang akrab dengan budaya Tionghoa dan Jawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keluarga mengajarkannya untuk dekat pada dua budaya tersebut. Sang ibu pun diberi nama Tionghoa, Ong Kim Hwa (Kim Hwa berarti bunga kencana). Ayahnya yang juga penggemar pewayangan mendorong Djiang dekat dengan pelaku seni sastra Jawa. Djiang termasuk rutin menonton pertunjukan wayang kulit, terutama bersama sang bunda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beranjak dewasa, sejumlah penulis dalam terbitan berbahasa Jawa seperti &lt;i&gt;Panjebar Semangat&lt;/i&gt; (1950 hingga 1960-an) menjadi kawan-kawan Djiang. Dia juga rajin tirakat dan menghayati ajaran kebatinan Kejawen. Kebiasaan menonton wayang sejak kecil membuat hidup Djiang tak lepas dari pewayangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;"Sesuai tradisi di desa-desa ketika itu, setiap ada yang melahirkan pun selalu menggelar tontonan wayang. Suatu hari keluarga 'menyerahkan' saya kepada dalang Soemomardjan, pria Belanda asal Leiden yang beristrikan perempuan Jawa,"&lt;/i&gt; cerita Djiang, yang tinggal di Desa Kecubung, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejak itulah, tahun 1950-an, Djiang berguru kepada dalang Soemomardjan. Tak heran apabila dalang Soemomardjan kemudian mewariskan sejumlah koleksi wayang purwa miliknya kepada Djiang. Koleksi wayang itu berasal dari abad ke-19 dengan ciri khusus "pelemahan" atau alas tempat kaki tokoh-tokoh wayangnya menginjak bumi dengan penggunaan tiga warna, yakni merah, putih, dan biru. Ketiga warna itu melambangkan bendera Kerajaan Belanda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;"Lihat ini ada rood (merah), wit (putih), en blauw (dan biru). Jenis wayang seperti ini tidak lagi dibuat sesudah Indonesia merdeka,"&lt;/i&gt; ujar Djiang seraya mempertontonkan koleksi langka yang pernah ditawar sebuah museum di Leiden ini. &lt;i&gt;"Tak akan saya lepas, ini sesuatu yang sangat berharga,"&lt;/i&gt; tegasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbeda dengan dalang asal Jawa pada umumnya, berbekal ilmu Kun Thauw atau bela diri Tiongkok dari ayahnya, dalam mendalang Djiang mengombinasikan kemampuan mengolah gerak wayang dengan putaran tangan ala "master kungfunya". &lt;i&gt;"Cara menggerakkan anak wayang seperti ini bisa dikatakan sebagai keunikan dari dalang peranakan Tionghoa-Jawa,"&lt;/i&gt; ujarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himpunan Budaya Surakarta&lt;br /&gt;
Widayat Djiang menikah dengan Ida Ratnawati ketika dia masih bersekolah di SMP Nganjuk (kini SMPN I Nganjuk). Lulus dari SMP Nganjuk, keluarga dan rekan-rekannya penghayat budaya Jawa mendorong Djiang untuk bergabung dengan Himpunan Budaya Surakarta (HBS).&lt;br /&gt;
HBS adalah almamater yang melahirkan banyak seniman, seperti pelukis Jeihan dan Dullah serta dalang Ki Anom Suroto. &lt;i&gt;"Dia (Ki Anom Suroto) itu sahabat saya,"&lt;/i&gt; ujar Djiang, yang juga akrab dengan dalang Ki Manteb Sudarsono.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menempuh pendidikan di HBS, Djiang mulai mendapat tawaran mendalang. Ia bercerita, pertama kali pesanan mendalang ke Jakarta datang semasa Presiden Soekarno memutuskan Republik Indonesia keluar dari PBB dan semangat Ganefo (Games of the New Emerging Forces), selepas Asian Games (1962), di Jakarta menguat.&lt;br /&gt;
Lazimnya seorang dalang yang juga penganut Kejawen, Djiang menyiapkan sendiri sesaji dan kerap berpuasa 40 hari agar pementasan dapat berlangsung lancar. Namun, kehidupannya sebagai dalang dengan latar belakang separuh Tionghoa dan Jawa membuat Djiang harus menempuh jalan berliku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika peristiwa G30S meletus, Djiang pun ikut "tiarap". Dia kesulitan mendapat izin mendalang dan ada berbagai ketentuan lain yang dipersyaratkan. Pada 1965-2004, atau selama sekitar 39 tahun, Djiang tak pernah mengadakan pementasan layaknya seorang dalang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;"Saya hanya bisa mendalang pada acara-acara sederhana di kampung- kampung di sekitar Desa Kecubung,"&lt;/i&gt; katanya. Baru selepas gerakan Reformasi, tepatnya tahun 2010, dia mendapatkan semacam surat resmi bagi dalang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tradisi mendalan&lt;b&gt;&lt;/b&gt;g&lt;br /&gt;
Demi menyambung hidup, Djiang pun mengurus usaha jasa pengiriman paket di kota Nganjuk. Meski tak naik panggung, dia tetap merawat koleksi wayang kulitnya. Angin perubahan tahun 1998 membuka kembali kesempatan bagi Djiang untuk tampil mendalang.&lt;br /&gt;
Keberadaannya sebagai dalang peranakan Tionghoa-Jawa membuat Dahlan Iskan (kini Menteri Badan Usaha Milik Negara) kemudian menanggapnya dalam pentas di Jalan Kembang Jepun, kawasan pecinan di Surabaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu, Djiang antara lain diminta tampil mendalang dalam acara peringatan 600 Tahun Ekspedisi Zheng He di Kelenteng Tay Kak Sie, Semarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;"Saya mendalang di Kali Semarang, di atas replika kapal Zheng He. Saya ingin melestarikan pedalangan Tionghoa-Jawa yang unik dengan narasi multibahasa,"&lt;/i&gt; ujarnya. Ketika itu, dia tampil dengan iringan sinden yang salah satunya berasal dari Jepang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sayang, dari sembilan anaknya, tidak satu pun yang mau meneruskan tradisi mendalang. Oleh karena itu, Djiang berharap setidaknya salah satu dari 10 cucunya mau menjadi dalang.&lt;br /&gt;
Ia menyebut nama salah seorang cucunya, Yoga Rizky (15), yang tampaknya berminat menjadi dalang. &lt;i&gt;"Dia yang paling sering mendampingi saya pentas. Dia juga antusias menonton pertunjukan wayang sampai semalam suntuk,"&lt;/i&gt; cerita Djiang, yang pada usia senjanya tetap berharap bisa mendalang sampai Jakarta, terutama di Bentara Budaya Jakarta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://indonesiaproud.wordpress.com/"&gt;Sumber&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6709983715635569767-3076759305248795308?l=www.indonesiarevive.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/FyG9nXgY2HydePtpR4bmUViG0Vw/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/FyG9nXgY2HydePtpR4bmUViG0Vw/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/FyG9nXgY2HydePtpR4bmUViG0Vw/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/FyG9nXgY2HydePtpR4bmUViG0Vw/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ParaPenemuIndonesia/~4/BM9eG3ctMug" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.indonesiarevive.net/feeds/3076759305248795308/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.indonesiarevive.net/2012/02/widayat-djiang-dalang-kungfu-dari.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6709983715635569767/posts/default/3076759305248795308?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6709983715635569767/posts/default/3076759305248795308?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/ParaPenemuIndonesia/~3/BM9eG3ctMug/widayat-djiang-dalang-kungfu-dari.html" title="Widayat Djiang: Dalang Kungfu Dari Nganjuk" /><author><name>Indonesia Revive!</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08678798046297175227</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="12" src="http://3.bp.blogspot.com/-J5sO-0uSKtY/TxrV21EHPZI/AAAAAAAABDA/NR5_08wJX1M/s220/IR.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.indonesiarevive.net/2012/02/widayat-djiang-dalang-kungfu-dari.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DkMCR3k9fyp7ImA9WhRaEU4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-6709983715635569767.post-861382578926894142</id><published>2012-02-13T01:42:00.000-08:00</published><updated>2012-02-13T04:01:06.767-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-13T04:01:06.767-08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Inspirasi" /><title>Ther Melian; Tetralogi Apik dengan Background Indonesia Karya Shirley M.S.</title><content type="html">&lt;a href="http://indonesiarevive.net/"&gt;Indonesia Revive!&lt;/a&gt; -- Satu lagi anak bangsa Indonesia melahirkan karya yang cukup apik, yaitu novel fantasi &lt;i&gt;Ther Melian&lt;/i&gt;. Menurut pengakuan penulisnya, Kakak Shirley M.S., novel fantasi ini adalah yang pertama karena terdiri dari empat jilid (tetralogi).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Basic cerita &lt;i&gt;Ther Melian&lt;/i&gt;, berpusat pada sebuah benua bernama &lt;i&gt;Ther Melian&lt;/i&gt; yang karakteristiknya mirip Indonesia; misalnya terletak di khatulistiwa, dengan hutan tropis lengkap beserta flora dan fauna khas negeri ini. Sementara kisahnya tentang ambisi kedua tokoh utamanya, keempat novel Ther Melian mengajak para pembaca menulusuri petualangan demi petualangan yang mendebarkan demi mewujudkan keinginan masing-masing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Persahabatan, kesetiaan, pengorbanan, kebohongan, dan cinta, semuanya berpadu apik dengan keeksotisan alam khas Ther Melian beserta segala isinya. Inilah novel yang tidak hanya menawarkan fantasi ‘liar’ semata, tapi juga detail menggambarkan alam sekitarnya (dalam hal ini Indonesia).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kisahnya dalam buku ini menarik sehingga bisa menjadi sebuah alternatif segar bagi para penggemar kisah fiksi fantasi yang biasa membaca novel terjemahan, apalagi diterbitkan dalam rentang waktu penerbitan yang terbilang singkat untuk sebuah tetralogi. Jilid pertama dari tetralogi &lt;i&gt;Ther Melian&lt;/i&gt; adalah “Revelation” diterbitkan pada bulan April 2011, menyusul berikutnya “Chronicle” pada Juli 2011, “Discord” pada November 2011, dan Genesis” pada Februari 2012. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Penghargaan dan Apresiasi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Salah satu penghargaan yang diperoleh tetralogi fantasi terbitan &lt;b&gt;Elex Media Computido&lt;/b&gt; ini adalah terpilih sebagai finalis &lt;b&gt;Buku Fiksi Favorit Anugerah Pembaca Indonesia 2011 &lt;/b&gt;(API 2011). API merupakan perayaan akbar oleh, dari, dan untuk Pembaca Indonesia yang diadakan bersamaan dengan FESTIVAL PEMBACA INDONESIA. Festival ini diselenggarakan oleh &lt;a href="http://goodreads.com/"&gt;&lt;i&gt;Goodreads&lt;/i&gt;&lt;/a&gt; Indonesia -- komunitas pembaca aktif di dunia online maupun dunia nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu, jilid pertama dari tetralogi &lt;i&gt;Ther Melian &lt;/i&gt;“Revelation” juga terpilih sebagai salah satu dari lima&lt;br /&gt;
nominasi akhir bersama buku dari penulis-penulis besar lainnya, seperti: &lt;i&gt;Ranah 3 Warna&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;karya &lt;b&gt;A. Fuadi&lt;/b&gt; dan &lt;i&gt;Madre&lt;/i&gt; karya &lt;b&gt;Dewi "Dee" Lestari&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mau tahu lebih lanjut penulis serta buku ini? Nantikan wawancara tim redaksi &lt;i&gt;Indonesia Revive!&lt;/i&gt; dengan penulisnya di artikel berikutnya. Don't miss it!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6709983715635569767-861382578926894142?l=www.indonesiarevive.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/f50Klo5VoeD3QiDqSrYoUdBq4gs/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/f50Klo5VoeD3QiDqSrYoUdBq4gs/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/f50Klo5VoeD3QiDqSrYoUdBq4gs/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/f50Klo5VoeD3QiDqSrYoUdBq4gs/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ParaPenemuIndonesia/~4/GVIZIIJD01o" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.indonesiarevive.net/feeds/861382578926894142/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.indonesiarevive.net/2012/02/ther-melian-tetralogi-apik-dengan.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6709983715635569767/posts/default/861382578926894142?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6709983715635569767/posts/default/861382578926894142?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/ParaPenemuIndonesia/~3/GVIZIIJD01o/ther-melian-tetralogi-apik-dengan.html" title="Ther Melian; Tetralogi Apik dengan Background Indonesia Karya Shirley M.S." /><author><name>Lilih Prilian Ari Pranowo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://4.bp.blogspot.com/-ev2_0MQkz9A/TzOpdirkP2I/AAAAAAAABEc/moTs8xbgo70/s220/PIC_09-10-18_12-40-23.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.indonesiarevive.net/2012/02/ther-melian-tetralogi-apik-dengan.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DkQCQHozcCp7ImA9WhRaEU4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-6709983715635569767.post-2621956271742062610</id><published>2012-02-12T23:16:00.000-08:00</published><updated>2012-02-13T03:59:21.488-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-13T03:59:21.488-08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Heritage" /><title>[Travelling] Niagara Mini di Bandung</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;a href="http://indonesiarevive.net/"&gt;Indonesia Revive!&lt;/a&gt; -- Indonesia sebenarnya punya niagara mini,  sayangnya belum banyak yang tahu. Maklum, tempatnya terpencil dan cukup  sulit mencapai lokasi ini. Nama air terjun 'miniatur' niagara  itu dikenal dengan nama Curug Malela. Lokasinya bisa disambangi dari  Bandung ke arah barat menuju Kota Kecamatan Gununghalu. Jaraknya sekitar  40 km.&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-fcY7llIYV9c/TxAKB2UPXuI/AAAAAAAAAkE/H0QdihhncDM/s1600/malelol.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;" target="_blank"&gt;&lt;img border="0" height="267" src="http://4.bp.blogspot.com/-fcY7llIYV9c/TxAKB2UPXuI/AAAAAAAAAkE/H0QdihhncDM/s400/malelol.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Jika  tidak membawa kendaraan pribadi bisa naik kendaraan umum dari Stasiun  Ciroyom. Hampir setiap jam ada yang berangkat, cuma hanya sampai sore  hari. Tengah malam baru mulai ada lagi karena ingin mengangkut para  calon penumpang yang biasa akan menjual hasil bumi dan palawija ke  Bandung pada subuh harinya.&lt;br /&gt;
Dari Gununghalu kemudian kita  mengarah ke Bunijaya. Ada kendaraan umum yang melayani jalur ini  (beberapa minibus jurusan Bandung - Gununghalu - Bunijaya). Beberapa  petunjuk sudah dipasang sehingga yang baru pertama kali akan terbantu.  Namun jika ragu lebih baik bertanya.&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-yEbLarivCvM/TxAMjGLV-SI/AAAAAAAAAkU/Zs0T74yfOoQ/s1600/20110109_CS_Curug_Malela_Trip_1026-e1295280650560.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;" target="_blank"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-yEbLarivCvM/TxAMjGLV-SI/AAAAAAAAAkU/Zs0T74yfOoQ/s320/20110109_CS_Curug_Malela_Trip_1026-e1295280650560.jpg" width="212" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
Menuju curug yang terletak  di Kampung Manglid, Desa Cicadas, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung  Barat, ini lebih baik menggunakan kendaraan pribadi. Sebab tidak ada  kendaraan umum yang sampai curug.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-s1D9RscuvSs/TxAMqjBtd2I/AAAAAAAAAkc/rc6FGDODR98/s1600/162769_1816121969344_1428950422_2073538_6451069_n.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;" target="_blank"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-s1D9RscuvSs/TxAMqjBtd2I/AAAAAAAAAkc/rc6FGDODR98/s320/162769_1816121969344_1428950422_2073538_6451069_n.jpg" width="209" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Angkutan umum hanya sampai  Rongga dan dari sini harus naik ojek dengan ongkos sekitar Rp 50.000,-  melalui jalanan berbatu yang licin kala hujan. Nah, karena jalan berbatu  tadi, jika menggunakan kendaraan pribadi disarankan kendaraan dengan  ground clearance tinggi seperti SUV.&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Curug  atau air terjun ini memang tersembunyi lokasinya. Baru ditemukan  sekitar 6 tahun silam, penduduk sekitar kawasan pun banyak yang belum  menjamahnya. Akses jalan menuju ke sini belum tergarap dengan rapi.  Padahal plang nama sudah dijajakan sejak keluar dari Tol Padalarang  menuju jalur alternatif ke Ciwidey via Soreang. Objek wisata Curug  Malela terpampang bersama nama daerah lainnya. &lt;br /&gt;
Berdasarkan peta  topografi, Curug Malela memiliki ketinggian kurang lebih 50 m dan lebar  mencapai 70 m. Airnya berasal dari Sungai Ci Curug. Nama ‘malela’  diambil dari Bahasa Kawi yang berarti ‘baja’.&lt;br /&gt;
Nah, ada yang punya rencana berwisata ke Curug Malela?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://apakabardunia.com/"&gt;sumber&lt;/a&gt;, sumber foto &lt;a href="http://alianmemangalian.devianart/"&gt;disini&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://kakigatel.com/"&gt;disini&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://4bpp.blogspot.com/"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6709983715635569767-2621956271742062610?l=www.indonesiarevive.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/pnfGg2rkoWF5JUFF_BRA_wybAxQ/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/pnfGg2rkoWF5JUFF_BRA_wybAxQ/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/pnfGg2rkoWF5JUFF_BRA_wybAxQ/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/pnfGg2rkoWF5JUFF_BRA_wybAxQ/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ParaPenemuIndonesia/~4/H7ggZJffyGI" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.indonesiarevive.net/feeds/2621956271742062610/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.indonesiarevive.net/2012/02/travelling-niagara-min-di-bandung.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6709983715635569767/posts/default/2621956271742062610?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6709983715635569767/posts/default/2621956271742062610?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/ParaPenemuIndonesia/~3/H7ggZJffyGI/travelling-niagara-min-di-bandung.html" title="[Travelling] Niagara Mini di Bandung" /><author><name>Lilih Prilian Ari Pranowo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://4.bp.blogspot.com/-ev2_0MQkz9A/TzOpdirkP2I/AAAAAAAABEc/moTs8xbgo70/s220/PIC_09-10-18_12-40-23.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-fcY7llIYV9c/TxAKB2UPXuI/AAAAAAAAAkE/H0QdihhncDM/s72-c/malelol.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.indonesiarevive.net/2012/02/travelling-niagara-min-di-bandung.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DkQCQHoycSp7ImA9WhRaEU4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-6709983715635569767.post-7960555325271101633</id><published>2012-02-11T20:51:00.000-08:00</published><updated>2012-02-13T03:59:21.499-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-13T03:59:21.499-08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Heritage" /><title>[Travelling] Air Terjun Srigethuk, Oase di Gunungkidul</title><content type="html">&lt;span style="font-family: verdana, geneva, lucida, 'lucida grande', arial, helvetica, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: verdana, geneva, lucida, 'lucida grande', arial, helvetica, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;a href="http://indonesiarevive.net/"&gt;Indonesia Revive!&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; -- Kabupaten Gunung Kidul di DIY makin dikenal berkat pantai-pantai barunya
 yang indah. Namun, perlu diketahui bahwa selain memiliki pantai yang 
indah, wilayah Gunung Kidul memiliki keindahan alam lainnya, yaitu goa 
dan air terjun. Kali ini redaksi Indonesia Revive! hendak mengajak jalan-jalan para pembaca untuk menikmati salah satunya air terjun di Gunung Kidul yaitu Srigethuk yang telah menjadi perbincangan setahun terakhir ini.&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;img height="265" src="http://a323.yahoofs.com/ymg/inspirationsid__7/inspirationsid-29897689-1328086388.jpg?ym0FpXGDe.tPyzj6" width="400" /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;img height="266" src="http://a323.yahoofs.com/ymg/inspirationsid__7/inspirationsid-280481156-1328086388.jpg?ym0FpXGDcnKefnmE" width="400" /&gt;
&lt;/div&gt;
Foto-foto diambil dari &lt;a href="http://www.kaskus.us/showthread.php?t=12890548"&gt;sini&lt;/a&gt;, sini, sini, sini, dan sini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6709983715635569767-7960555325271101633?l=www.indonesiarevive.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/PWPB0Oh6MBrtQaaKGylmuG-PfV0/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/PWPB0Oh6MBrtQaaKGylmuG-PfV0/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/PWPB0Oh6MBrtQaaKGylmuG-PfV0/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/PWPB0Oh6MBrtQaaKGylmuG-PfV0/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ParaPenemuIndonesia/~4/2qlI63sez-U" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.indonesiarevive.net/feeds/7960555325271101633/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.indonesiarevive.net/2012/02/travelling-air-terjun-srigethuk-oase-di.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6709983715635569767/posts/default/7960555325271101633?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6709983715635569767/posts/default/7960555325271101633?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/ParaPenemuIndonesia/~3/2qlI63sez-U/travelling-air-terjun-srigethuk-oase-di.html" title="[Travelling] Air Terjun Srigethuk, Oase di Gunungkidul" /><author><name>Lilih Prilian Ari Pranowo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://4.bp.blogspot.com/-ev2_0MQkz9A/TzOpdirkP2I/AAAAAAAABEc/moTs8xbgo70/s220/PIC_09-10-18_12-40-23.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.indonesiarevive.net/2012/02/travelling-air-terjun-srigethuk-oase-di.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DkEAR3Y4fSp7ImA9WhRaEU4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-6709983715635569767.post-2333714307616333383</id><published>2012-02-08T00:55:00.000-08:00</published><updated>2012-02-13T04:04:06.835-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-13T04:04:06.835-08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Hankam" /><title>Pesawat Intai Anti Radar Made in Indonesia</title><content type="html">&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: right; margin-left: 1em; text-align: right;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-72qQQgrAacY/TzNLCAHoNdI/AAAAAAAABEQ/NLkEvPvDVTs/s1600/Pelatuk,+Pesawat+Intai+buatan+BPPT-di-IndonesiaRevive.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-72qQQgrAacY/TzNLCAHoNdI/AAAAAAAABEQ/NLkEvPvDVTs/s1600/Pelatuk,+Pesawat+Intai+buatan+BPPT-di-IndonesiaRevive.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Pesawat Intai 02-A Pelatuk&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;a href="http://www.indonesiarevive.net/"&gt;Indonesia Revive!&lt;/a&gt; -- Indonesia sudah siap tempur. Tapi ini tidak menyinggung tentang kemungkinan terjadinya perang dunia ketiga. Indonesia siap tempur dalam kancah persaingan produksi alutsista (alat utama sistem senjata) yang semakin canggih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kemarin membombardir dengan berita-berita kehebatan para siswa SMK yang mampu menciptakan mobil, sekarang media public menyuguhkan tentang keampuhan BPPT (Badan Pengkajian dan Pengembangan Teknologi), yang menciptakan pesawat intai tanpa awak. Dan hebatnya, jenis pesawat yang sering dijuluki unmanned aerial vehicle (UAV) ini tidak bisa terdeteksi oleh radar musuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Joko Purwono, Kepala Program Pesawat Udara Nir Awak (PUNA) BPPT menuturkan, bahwa prototipe pesawat terbang produksinya dijamin tidak terdeteksi radar musuh. Itu karena seluruh bahan pesawat terbuat dari komposit murni yang tidak mengandung unsur metal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, pihaknya menyatakan pesawat intai bernama Wulung, Gagak, Pelatuk, Alap-alap, hingga Slipi, tetap butuh pengembangan dan inovasi untuk menyiasati semakin canggihnya pendeteksian teknologi radar lawan. "Pesawat kami dijamin tidak terdeteksi radar, tapi kalau memuai sedikit karena panas mesin bisa jadi terdeteksi radar. Masih butuh pengembangan," uangkapr Joko kepada koran Republika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BPPT sendiri butuh modal untuk mengembangkan pesawat-pesawat hasil karyanya. Pihak BPPT pun menyarankan kepada Kementerian Pertahanan (Kemenhan) agar tidak perlu jauh-jauh membeli produk Israel Aerospace Industries (IAI) untuk memperkuat armada perang kita. Alangkah baiknya menggunakan anggaran pembelian pesawat itu untuk inovasi dan pengembangan pesawat intai karya sendiri. Dan, tentu itu juga bisa memperkuat industri pertahanan dalam negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga pesawat intai IAI sendiri, menurut catatan Republika cukup mahal. Dengan teknologi terbarunya, harga pesawat asing itu rata-rata 6 juta dolar AS atau Rp 54 miliar. Itu angka yang cukup fantastis jika dibandingkan dengan harga PUNA BPPT. Untuk memproduksi satu unit pesawat itu hanya cukup mengganggarkan Rp 1,3 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, saat ini produk Israel itu lebih canggih. Namun, kalau pesawat intai BPPT semakin sering diutak-atik maka hanya butuh beberapa tahun untuk mengejar ketertinggalan teknologi. Ini lantaran sumber daya manusia (SDM) BPPT hanya kurang mendapat kesempatan dan pembelajaran. Kemenhan maupun user lain tidak pernah mengajak pihaknya untuk mengembangkan pesawat intai terbaru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.republika.co.id/"&gt;Republika&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6709983715635569767-2333714307616333383?l=www.indonesiarevive.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/pbmfZxrdgfW1psuaEVB_vQiuMLE/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/pbmfZxrdgfW1psuaEVB_vQiuMLE/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/pbmfZxrdgfW1psuaEVB_vQiuMLE/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/pbmfZxrdgfW1psuaEVB_vQiuMLE/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ParaPenemuIndonesia/~4/sdFuS7C7p8M" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.indonesiarevive.net/feeds/2333714307616333383/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.indonesiarevive.net/2012/02/pesawat-intai-anti-radar-made-in.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6709983715635569767/posts/default/2333714307616333383?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6709983715635569767/posts/default/2333714307616333383?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/ParaPenemuIndonesia/~3/sdFuS7C7p8M/pesawat-intai-anti-radar-made-in.html" title="Pesawat Intai Anti Radar Made in Indonesia" /><author><name>yenese</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02535850095424144275</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/-72qQQgrAacY/TzNLCAHoNdI/AAAAAAAABEQ/NLkEvPvDVTs/s72-c/Pelatuk,+Pesawat+Intai+buatan+BPPT-di-IndonesiaRevive.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.indonesiarevive.net/2012/02/pesawat-intai-anti-radar-made-in.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DkEBRn09fyp7ImA9WhRaEU4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-6709983715635569767.post-5214248333464788087</id><published>2012-01-28T11:58:00.000-08:00</published><updated>2012-02-13T04:04:17.367-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-13T04:04:17.367-08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tokoh Indonesia" /><title>Pelajar Indonesia Raih 3 Emas di The 8th International Zhautykov Olympiad (I...</title><content type="html">&lt;div style="font-family: sans-serif; margin: 0px 10px; overflow: auto; width: 100%;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://indonesiaproud.files.wordpress.com/2012/01/izo-di-indonesiaproud-wordpress-com.png" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="izo di indonesiaproud wordpress com" src="http://indonesiaproud.files.wordpress.com/2012/01/izo-di-indonesiaproud-wordpress-com.png?w=600" title="izo di indonesiaproud wordpress com" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://parapenemuindonesia.blogspot.com/"&gt;Indonesia Revive!&lt;/a&gt; -- Dari sembilan&amp;nbsp; siswa Indonesia yang dikirim ke ajang&amp;nbsp; &lt;a href="mailto:indonesiarevive@yahoo.com"&gt;The 8th International Zhautykov Olympiad (IZhO)&lt;/a&gt; yang diselenggarakan pada 15-21 Januari di Almaty, Kazakhstan, tujuh&amp;nbsp; di antaranya berhasil meraih 3 medali emas, 3 medali perak, dan 1 medali perunggu.&amp;nbsp;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesembilan siswa tersebut terdiri dari 6 pria dan 3 wanita, yang dipimpin Anton Wardaja dan Zainul Abidin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Olimpiade di bidang matematika, fisika, dan komputer tersebut diikuti 343 peserta dari 54 tim yang berasal dari 18 negara, yakni Kazakhstan, Rusia, Ukraina, Belarusia, Moldova, Azerbaijan, Armenia, Georgia, Kyrgyzstan, Tadzhikistan, Turkmenistan, Rumania, Bulgaria, Indonesia, India, Mongolia dan Afghanistan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketiga medali emas tersebut dipersembahakan oleh Erwin Handoko Tanin (SMA Sutomo 1 Medan), Albert Datui (SMK Penabur Gading Serpong, Banten), dan Limiardi Eka Sancerio (SMAK Penabur Gading Sepong, Banten).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
Adapun medali perak diraih Christa Lorenzia Soesanto (SMA St Laurensia, Banten), Fransisca Susan (SMAK 1 BPK Penabur Jakarta, dan Peter Tirtowijoyo Young (SMAK St Louis 1, Surabaya).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
Sedangkang medali perunggu dipersembahkan Indhika Fauzhan Warsito (SMAN Unggulan MH Thamrin Jakarta).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hasil ini menunjukkan suatu peningkatan yang pesat dibandingkan dengan hasil yang diperoleh di IZHO 2011, yang saat itu hanya meraih 1 perak dan 4 perunggu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://indonesiaproud.files.wordpress.com/2012/01/izo-2012-di-indonesiaproud-wordpress-com.jpg"&gt;&lt;img alt="izo 2012 di indonesiaproud wordpress com" src="http://indonesiaproud.files.wordpress.com/2012/01/izo-2012-di-indonesiaproud-wordpress-com.jpg?w=600" title="izo 2012 di indonesiaproud wordpress com" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Pada bidang fisika total ada 10 emas, 16 perak, dan 26 perunggu yang diperebutkan oleh 109 peserta. Adapun pada bidang matematika total ada 12 emas, 28 perak, dan 37 perunggu yang diperebutkan oeh 159 peserta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua orang siswa matematika Indonesia hanya terpaut 2 poin dari batas medali emas sehingga akhirnya hanya memperoleh medali perak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Persaingan memperebutkan medali berlangsung sangat ketat. Hanya sekitar 50% dari jumlah peserta yang berhasil meraih medali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber: &lt;b&gt;IndonesiaProud&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6709983715635569767-5214248333464788087?l=www.indonesiarevive.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/7nchiJ2rn-aWyqstIs2-jHaxEe4/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/7nchiJ2rn-aWyqstIs2-jHaxEe4/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/7nchiJ2rn-aWyqstIs2-jHaxEe4/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/7nchiJ2rn-aWyqstIs2-jHaxEe4/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ParaPenemuIndonesia/~4/IV8IrfjB0xI" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.indonesiarevive.net/feeds/5214248333464788087/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.indonesiarevive.net/2012/01/pelajar-indonesia-raih-3-emas-di-8th.html#comment-form" title="2 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6709983715635569767/posts/default/5214248333464788087?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6709983715635569767/posts/default/5214248333464788087?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/ParaPenemuIndonesia/~3/IV8IrfjB0xI/pelajar-indonesia-raih-3-emas-di-8th.html" title="Pelajar Indonesia Raih 3 Emas di The 8th International Zhautykov Olympiad (I..." /><author><name>Lilih Prilian Ari Pranowo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://4.bp.blogspot.com/-ev2_0MQkz9A/TzOpdirkP2I/AAAAAAAABEc/moTs8xbgo70/s220/PIC_09-10-18_12-40-23.jpg" /></author><thr:total>2</thr:total><feedburner:origLink>http://www.indonesiarevive.net/2012/01/pelajar-indonesia-raih-3-emas-di-8th.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DkEHQng5fip7ImA9WhRaEU4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-6709983715635569767.post-1345830645187473025</id><published>2012-01-27T09:48:00.000-08:00</published><updated>2012-02-13T04:03:53.626-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-13T04:03:53.626-08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Inspirasi" /><title>Filmpelajar.com Wadah Komunitas dan Karya Film Anak Sekolah</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-Z91fI-DkFK0/Tx7uYm7-uYI/AAAAAAAABD8/u191SBsiA4s/s1600/Film+Pelajar.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="78" src="http://3.bp.blogspot.com/-Z91fI-DkFK0/Tx7uYm7-uYI/AAAAAAAABD8/u191SBsiA4s/s320/Film+Pelajar.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;a href="http://parapenemuindonesia.blogspot.com/"&gt;&lt;b&gt;Indonesia Revive!&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; -- Tahun 2011, SMKN 1 Kendal berhasil meliris dua film karya siswanya yang berjudul: &lt;i&gt;Tembang Pulang&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;Biduk&lt;/i&gt;. Namun, tahukah bahwa tidak hanya SMKN 1 Kendal yang mampu membuat film? Ternyata, SMA - SMK lain dari seluruh Indonesia juga bisa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adalah &lt;a href="http://filmpelajar.com/"&gt;&lt;u&gt;&lt;i&gt;filmpelajar.com&lt;/i&gt;&lt;/u&gt;&lt;/a&gt; yang menjadi wadah komunitas dan penampung karya film anak-anak sekolah se-Indonesia. Dalam website tersebut ada tujuh kanal yang bisa dilink; &lt;a href="http://filmpelajar.com/"&gt;awal&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://filmpelajar.com/film"&gt;karya film&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://filmpelajar.com/page/buku-film-pelajar"&gt;buku&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://filmpelajar.com/tutorial"&gt;tips &amp;amp; tutorial&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://filmpelajar.com/diskusi"&gt;kamar diskusi&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://filmpelajar.com/download"&gt;download&lt;/a&gt;, dan &lt;a href="http://filmpelajar.com/daftar_anggota"&gt;pembelajar film&lt;/a&gt;.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Film yang diproduksi ada beberapa tipe: fiksi, dokumenter, iklan layanan masyarakat, dan video klip. Di mana karya-karya filmnya berasal dari Jawa dan Bali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semoga dengan adanya &lt;u&gt;&lt;i&gt;filmpelajar.com&lt;/i&gt;&lt;/u&gt;, anak-anak muda yang bernaung di dalamnya mendapat wadah kreasi. Sehingga ke depannya, mereka bertransformasi menjadi sutradara-sutradara Indonesia revive, tidak hanya di dalam negeri tapi juga di kancah internasional. Maka dari itu? Tunggu apa lagi, berkreasilah anak-anak muda Indonesia! [&lt;a href="http://lilihprilian.com/"&gt;LPAP&lt;/a&gt;]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6709983715635569767-1345830645187473025?l=www.indonesiarevive.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/QWMYxKVaVKMImXQAiDH04_qbWFk/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/QWMYxKVaVKMImXQAiDH04_qbWFk/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/QWMYxKVaVKMImXQAiDH04_qbWFk/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/QWMYxKVaVKMImXQAiDH04_qbWFk/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ParaPenemuIndonesia/~4/Scc0QjhEHG4" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.indonesiarevive.net/feeds/1345830645187473025/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.indonesiarevive.net/2012/01/filmpelajarcom-wadah-komunitas-dan.html#comment-form" title="2 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6709983715635569767/posts/default/1345830645187473025?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6709983715635569767/posts/default/1345830645187473025?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/ParaPenemuIndonesia/~3/Scc0QjhEHG4/filmpelajarcom-wadah-komunitas-dan.html" title="Filmpelajar.com Wadah Komunitas dan Karya Film Anak Sekolah" /><author><name>Lilih Prilian Ari Pranowo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://4.bp.blogspot.com/-ev2_0MQkz9A/TzOpdirkP2I/AAAAAAAABEc/moTs8xbgo70/s220/PIC_09-10-18_12-40-23.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/-Z91fI-DkFK0/Tx7uYm7-uYI/AAAAAAAABD8/u191SBsiA4s/s72-c/Film+Pelajar.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>2</thr:total><feedburner:origLink>http://www.indonesiarevive.net/2012/01/filmpelajarcom-wadah-komunitas-dan.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DkEBRn0-eyp7ImA9WhRaEU4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-6709983715635569767.post-3853740086310177582</id><published>2012-01-26T10:00:00.000-08:00</published><updated>2012-02-13T04:04:17.353-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-13T04:04:17.353-08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tokoh Indonesia" /><title>10 Hotel di Indonesia Raih ASEAN Green Hotel Award 2012</title><content type="html">&lt;a href="http://parapenemuindonesia.blogspot.com/"&gt;&lt;b&gt;Indonesia Revive!&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; -- Diakui karena menerapkan prinsip-prinsip ramah lingkungan dalam sistem pelayanan dan pengoperasiannya, 10 Hotel di Indonesia diberi penghargaan ASEAN Green Hotel Recognition Award 2012. Penghargaan tersebut berkaitan penyelenggaraan ASEAN Tourism Forum (11/1) di Grand Kawanua Convention Center, Manado, Sulawesi Utara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ASEAN Green Hotel Award merupakan apresiasi dan pengakuan dari para pemangku kepentingan pariwisata karena menerapkan ASEAN Green Hotel Standards dalam sistem pelayanan mereka. 10 hotel yang memperoleh penghargaan tersebut adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Matahari Beach Resort &amp;amp; Spa (Bali),&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Discovery Kartika Plaza Hotel (Bali),&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Holiday Inn Resort (Batam),&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Angsana (Bintan),&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melia Benoa (Bali),&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Losari Spa Retreat &amp;amp; Coffee Plantation (Magelang,&amp;nbsp; Jawa Tengah),&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;St. Regis Bali Resort(Bali),&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melia Bali Villa &amp;amp; Spa Resort,&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dharmawangsa&amp;nbsp; Jakarta, dan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Hotel Gran Melia Jakarta.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;Penghargaan ASEAN Green Hotel Award 2012 diserahkan langsung oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Mari Elka Pangestu. Hadir pula dalam acara in semua menteri pariwisata dari 10 negara ASEAN. ASEAN Green Hotels Award diselenggarakan setiap dua tahun sekali dan kali ini Manado menjadi tuan rumah ketiga setelah Thailand pada 2008 dan Brunei Darussalam pada 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;71 hotel ASEAN lainnya yang juga menerima penghargaan yang sama, yaitu: Brunei Darussalam (1hotel), Kamboja (10hotel), Laos (8hotel), Malaysia (10hotel), Myanmar (10hotel), Filipina (2hotel), Singapura (10hotel), Thailand (10hotel) dan Vietnam (10hotel).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isu lingkungan hidup adalah aspek utama untuk penilaian sebagaimana diatur dalam dokumen ASEAN Green Hotel Standard. Kriteria dan persyaratannya diantaranya adalah: kebijakan lingkungan dan setiap aktifitas pengoperasian hotel, pemanfaatan produk hijau, kerjasama dengan masyarakat lokal dan organisasi, pengembangan sumber daya manusia, pengelolaan limbah padat, efisiensi energi, efisiensi air, pengaturan kualitas air (indoor dan outdoor), kontrol terhadap polusi, pengolahan limbah air dan manajemen pembuangan bahan kimia dan beracun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kompetisi ketat dalam industri perhotelan dan kesadaran terhadap kondisi lingkungan seperti perubahan iklimdan isu pemanasan global menjadi faktor pendorong bagi pembentukanGreen Hotel Standards yang pertama kalinya dimulai di antara negara-negara ASEAN pada tahun 2007.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan adanya ajang penghargaan ASEAN Green Hotel Award diharapkan industri perhotelan akan meningkatkan nilai kompetitif dalam jumlah pengunjung dan peningkatan kualitas layanannya. Selain itu, diharapkan semua hotel di kawasan ASEAN dapat mendukung ASEAN sebagai tujuan wisata dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reference: &lt;b&gt;indonesiaberprestasi&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6709983715635569767-3853740086310177582?l=www.indonesiarevive.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/NZelZqwIdBKncRnm5bPhhCqWGAE/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/NZelZqwIdBKncRnm5bPhhCqWGAE/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/NZelZqwIdBKncRnm5bPhhCqWGAE/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/NZelZqwIdBKncRnm5bPhhCqWGAE/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ParaPenemuIndonesia/~4/liEZdncaWpM" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.indonesiarevive.net/feeds/3853740086310177582/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.indonesiarevive.net/2012/01/10-hotel-di-indonesia-raih-asean-green.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6709983715635569767/posts/default/3853740086310177582?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6709983715635569767/posts/default/3853740086310177582?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/ParaPenemuIndonesia/~3/liEZdncaWpM/10-hotel-di-indonesia-raih-asean-green.html" title="10 Hotel di Indonesia Raih ASEAN Green Hotel Award 2012" /><author><name>Lilih Prilian Ari Pranowo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://4.bp.blogspot.com/-ev2_0MQkz9A/TzOpdirkP2I/AAAAAAAABEc/moTs8xbgo70/s220/PIC_09-10-18_12-40-23.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.indonesiarevive.net/2012/01/10-hotel-di-indonesia-raih-asean-green.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DkEESHk6eyp7ImA9WhRaEU4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-6709983715635569767.post-6484523768230530558</id><published>2012-01-26T09:00:00.000-08:00</published><updated>2012-02-13T04:03:29.713-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-13T04:03:29.713-08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tokoh Indonesia" /><title>Pompa Turbin untuk Pembangkit Listrik Buatan Indonesia</title><content type="html">&lt;a href="http://parapenemuindonesia.blogspot.com/"&gt;&lt;b&gt;Indonesia Revive! &lt;/b&gt;&lt;/a&gt;-- Dahulu impor merajalela, kini Indonesia mampu menunjukkan kemampuannya dengan memproduksi pompa generasi terbaru berbasis teknologi tinggi untuk pembangkit listrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pompa penggerak turbin produksi PT Torishima Guna Engineering tersebut mulai diluncurkan di Jakarta, Selasa (17/1/2012).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peluncuran dilakukan oleh Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian Budi Darmadi didampingi Presiden Direktur TGE Ridwan Setiadi dan Kepala Divisi Manajemen Risiko PT PLN Amir Rosidin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budi mengatakan, prinsipnya, kalau PT PLN sebagai pengguna yakin menggunakan produk lokal, industri dalam negeri juga akan semangat dalam proses produksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ridwan menuturkan, pompa ini generasi terbaru produksi dalam negeri. Tingkat komponen dalam negeri untuk produk TGE mencapai 70 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reference: &lt;b&gt;indonesiaberprestasi&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6709983715635569767-6484523768230530558?l=www.indonesiarevive.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/ESvq76R_Tw0RI5CX8WFxyY7W-ck/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/ESvq76R_Tw0RI5CX8WFxyY7W-ck/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/ESvq76R_Tw0RI5CX8WFxyY7W-ck/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/ESvq76R_Tw0RI5CX8WFxyY7W-ck/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ParaPenemuIndonesia/~4/qUmk6-qRanQ" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.indonesiarevive.net/feeds/6484523768230530558/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.indonesiarevive.net/2012/01/pompa-turbin-untuk-pembangkit-listrik.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6709983715635569767/posts/default/6484523768230530558?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6709983715635569767/posts/default/6484523768230530558?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/ParaPenemuIndonesia/~3/qUmk6-qRanQ/pompa-turbin-untuk-pembangkit-listrik.html" title="Pompa Turbin untuk Pembangkit Listrik Buatan Indonesia" /><author><name>Lilih Prilian Ari Pranowo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://4.bp.blogspot.com/-ev2_0MQkz9A/TzOpdirkP2I/AAAAAAAABEc/moTs8xbgo70/s220/PIC_09-10-18_12-40-23.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.indonesiarevive.net/2012/01/pompa-turbin-untuk-pembangkit-listrik.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DkINSHY-eCp7ImA9WhRaEU4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-6709983715635569767.post-3853848762987086396</id><published>2012-01-25T19:51:00.000-08:00</published><updated>2012-02-13T04:03:19.850-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-13T04:03:19.850-08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tokoh Indonesia" /><title>Setelah Andik Vermansyah, Kini Alfin Ismail Jadi Incaran Klub Besar</title><content type="html">&lt;a href="http://parapenemuindonesia.blogspot.com/"&gt;&lt;b&gt;Indonesia Revive!&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; -- Bertambah lagi pemain muda Indonesia yang diincar oleh klub Italia. Kali ini, giliran Alfin Ismail Tuasalamony, pemain sepak bola asal Maluku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemain berusia 19 tahun ini sebelumnya sudah bermain di kompetisi Eropa. Dia bermain untuk CS Vise, tim divisi dua Belgia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui akun Twitter resmi Vise, Alfin dikabarkan tengah diminati oleh klub Serie-B, yakni Vicenza. Bahkan, perwakilan Vicenza juga disebutkan akan menyambangi Belgia untuk menyaksikan langsung performa Alfian dalam laga melawan Antwerp beberapa waktu mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Alfin sendiri bukanlah satu-satunya pemain berkebangsaan Indonesia di Vise. Klub itu memiliki empat pemain berkebangsaan Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Alfin, tiga nama lainnya, yaitu Yericho Christiantoko, Syamsir Alam, dan Yandi Sofyan Munawar. Mereka memang menjadi bagian dari proyek tim Sosiedad Anonima Deportiva (SAD) Indonesia yang berlatih di Uruguay.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yericho dan Syamsir terakhir kali dipanggil pulang untuk memperkuat tim nasional U-23 yang berlaga di ajang SEA Geames XXVI di Jakarta, November lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reference: &lt;b&gt;indonesiaberprestasi&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6709983715635569767-3853848762987086396?l=www.indonesiarevive.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/FMnal82Y7lOFg6prtq2jx9G9sqs/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/FMnal82Y7lOFg6prtq2jx9G9sqs/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/FMnal82Y7lOFg6prtq2jx9G9sqs/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/FMnal82Y7lOFg6prtq2jx9G9sqs/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ParaPenemuIndonesia/~4/FJLTjnAC238" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.indonesiarevive.net/feeds/3853848762987086396/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.indonesiarevive.net/2012/01/setelah-andik-vermansyah-kini-alfin.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6709983715635569767/posts/default/3853848762987086396?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6709983715635569767/posts/default/3853848762987086396?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/ParaPenemuIndonesia/~3/FJLTjnAC238/setelah-andik-vermansyah-kini-alfin.html" title="Setelah Andik Vermansyah, Kini Alfin Ismail Jadi Incaran Klub Besar" /><author><name>Lilih Prilian Ari Pranowo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://4.bp.blogspot.com/-ev2_0MQkz9A/TzOpdirkP2I/AAAAAAAABEc/moTs8xbgo70/s220/PIC_09-10-18_12-40-23.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.indonesiarevive.net/2012/01/setelah-andik-vermansyah-kini-alfin.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DkMFR3s_cSp7ImA9WhRaEU4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-6709983715635569767.post-1707225874886928534</id><published>2012-01-25T10:00:00.001-08:00</published><updated>2012-02-13T04:00:16.549-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-13T04:00:16.549-08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tokoh Indonesia" /><title>Sehat Sutardja, Orang Indonesia yang Jadi CEO Marvell</title><content type="html">&lt;div class="gmail_quote"&gt;
&lt;div style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;
&lt;img alt="" height="205" src="http://sandiaga-uno.com/wp-content/uploads/2011/05/sehat-sutardja-01-300x205.jpg" title="sehat sutardja  01" width="300" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;a href="http://parapenemuindonesia.blogspot.com/"&gt;&lt;b&gt;Indonesia Revive!&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; -- Siapakah Sehat Sutardja? Beliau adalah salah satu pendiri Marvell Technology Group, sebuah  perusahaan yang terdaftar dan go public di index bursa NASDAQ New York  Stock Exchange berkode saham MRVL. Namanya pun tercantum dalam Forbes  Magazine dengan kekayaan bersih US$ 1 billion dan masuk dalam kategori  Exclusive Billioners Club untuk pertama kalinya di tahun 2007.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sehat Sutardja lahir di Jakarta tahun 1961. Selain sebagai salah satu  pendiri Marvell Technology Group (pendiri lainnya adalah Pantas  Sutardja, sang kakak), beliau juga menjabat sebagai President, Chairman  of the Board, dan Chief Executive Officer sejak berdirinya Marvell tahun  1995. Sebagai tambahan, Beliau pernah menjadi President, Chief  Executive Officer dan Director of Marvell Semiconductor, Inc. sejak  berdirinya Perusahaan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia dilahirkan di Jakarta, Indonesia. Sehat Sutardja menamatkan  pendidikan menengahnya di Kolese Kanisius. Kemudian melanjutkan  pendidikan di Amerika Serikat dan meraih sarjana sains di teknik  elektrik dari Universitas Negeri Iowa. Ia juga menjalani pendidikan  pascasarjana Master of Science (M.Sc) dan Ph.D. dalam bidang teknik  elektrik dan ilmu komputer dari Universitas California, Berkeley.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Riwayat Hidup Singkat Sehat Sutardja:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Saat kelas 6, Sehat Sutardja (M.S '83, Ph.D. '88 EECS) bilang kepada  orangtuanya bahwa ia ingin berkarir dibidang elektronik. Artinya karir  yang ingin dijalaninnya adalah menjadi tukang reparasi TV dan radio,  maklum saja saat itu tahun 70-an. Padahal orangtuanya menginginkan dia  menjadi seorang dokter. Sehat selalu memimpikan hal-hal hebat yang  mungkin muncul dari elektronika. 30 tahun kemudian, ia masih saja  menggemari hal-hal yang berbau elektronika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bersama dua alumni Berkeley lainnya, ia mewujudkan mimpi dan  hasratnya dengan mewujudkan sebuah perusahaan IT yang luar biasa sukses,  yaitu Marvell Group.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Marvell bermarkas di Sunnyvale, U.S. Dia hanya membutuhkan waktu 10  tahun untuk membesarkan Marvell . Bermula dari 3 orang (dengan modal  keluarga), kini Marvell memiliki 1.800 pegawai dan menjelma menjadi  perusahaan berharga milyaran dolar Amerika.&lt;br /&gt;
Sebagai mahasiswa Berkeley, Sehat dan kakaknya Pantas Sutardja (B.S  '83, M.S. '85, Ph.D. '88 EECS) sangat giat belajar. Sehat bekerja kepada  Paul Gray, seorang mantan profesor EECS (sekarang menjabat sebagai  Executive Vice Chancellor and Provost) yang juga seorang ahli analog  integrated circuit design. "Dekatnya hubungan kepada profesor-profesor  ternama mendorong kami untuk bekerja lebih keras. Kami harus memberikan  hasil yang lebih baik dari teman-teman yang lain," demikian katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah wisuda, Sehat beserta istri dan kakaknya mulai terjun di  dunia nyata. Sehat berkonsentrasi dalam analog signal processing. Tujuh  tahun kemudian, dia dan kakaknya berfokus dalam dunia digital, meskipun  dalam perusahaan yang berbeda. Setelah beberapa tahun, mereka menyadari  bahwa analog dan digital tidak dapat dipisahkan begitu saja. "Anda perlu  keduanya untuk menyelesaikan masalah komunikasi di masa mendatang,"  demikian katanya. Keduanya memutuskan untuk mengkombinasikan analog dan  digital didalam satu perusahaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tahun 1995, Sehat beserta istri dankakanya mendirikan Marvell.  Tahun-tahun awal dilalui dengan sangat berat. Mereka bekerja tak kenal  waktu siang dan malam demi kesempurnaan produknya. Mereka bahkan tidak  menggaji diri mereka sendiri dan hidup dalam kesederhanaan. Jarang  sekali mereka bertemu dengan keluarga. Bahkan saat produk pertama mereka  muncul dipasaran, mereka masih harus berjuang keras meyakinkan pembeli  untuk membeli produk mereka tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Saat itu kami sangat-sangat kecil, terlalu beresiko," kenang Sehat.  "Saat itu sangat berat untuk kami. Kami rasa saat itu kami beruntung  mendapatkan pelanggan, namun kami berhasil menciptakan produk yang tak  dapat dilakukan oleh pesaing kami. Setelah tiga atau empat tahun  berjalan, kami mendapatkan satu pelanggan. Tahun berikutnya kami  mendapatkan pelanggan lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya mereka berhasil. Sekitar tahun 2003, Ernst &amp;amp; Young  menganugerahi Sehat dan istrinya sebagai Entrepreneur of the Year atas  kegigihan mereka dalam inovasi, kepemimpinan teknologi dan kesuksesan  bisnis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdasarkan kesuksesan dan pengalamannya, Sehat memberikan nasihat  kepada para mahasiswanya, "Belajarlah sebanyak mungkin, tentang  software, biologi, fisika lanjutan, semua hal. Mengetahui satu jenis  pengetahuan saja tidaklah cukup. Banyak orang berhenti belajar ketika  mereka ingin menjadi seorang pengusaha. Itu adalah kesalahan terbesar  yang ada."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Company Snapshot&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; Marvell Technology Group Ltd. provides various semiconductors, such as  analog, mixed-signal, and digital signal processing integrated circuits.  In addition, the company also designs integrated circuits that perform  the critical functions in converged network systems.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Further, it also introduced integrated circuits that perform the  management of power within electronic devices. The company's products  include witching, transceiver, wireless, personal computer connectivity,  gateways, communications controller, and storage and power management  solutions that serve various applications used in business enterprise,  consumer electronics, and emerging markets.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Its products enable the customers to store and move digital data by  using media infrastructures or wireless. These products are also used  for transmitting and recovering digitally converted analog signals to  and from various types of broadband communications media.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The company primarily operates in Bermuda, Israel, China, Japan,  Korea, Malaysia, the Philippines, Singapore, Taiwan, and the United  States. Marvell Technology Group was founded and incorporated in 1995.  The company is headquartered in Sunnyvale, California. Number of  Employees: 1,917. &lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber: &lt;a href="http://sandiaga-uno.com/sehat-sutardja-jangan-berhenti-belajar-ketika-ingin-menjadi-seorang-pengusaha/#comment-406"&gt;Sandiaga-Uno&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6709983715635569767-1707225874886928534?l=www.indonesiarevive.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/ffGSSGO2peYZpSt1ij86ff6DP0g/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/ffGSSGO2peYZpSt1ij86ff6DP0g/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/ffGSSGO2peYZpSt1ij86ff6DP0g/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/ffGSSGO2peYZpSt1ij86ff6DP0g/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ParaPenemuIndonesia/~4/MnZzJzIF7SU" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.indonesiarevive.net/feeds/1707225874886928534/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.indonesiarevive.net/2012/01/sehat-sutardja-orang-indonesia-yang.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6709983715635569767/posts/default/1707225874886928534?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6709983715635569767/posts/default/1707225874886928534?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/ParaPenemuIndonesia/~3/MnZzJzIF7SU/sehat-sutardja-orang-indonesia-yang.html" title="Sehat Sutardja, Orang Indonesia yang Jadi CEO Marvell" /><author><name>Lilih Prilian Ari Pranowo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://4.bp.blogspot.com/-ev2_0MQkz9A/TzOpdirkP2I/AAAAAAAABEc/moTs8xbgo70/s220/PIC_09-10-18_12-40-23.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.indonesiarevive.net/2012/01/sehat-sutardja-orang-indonesia-yang.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DkIFQ3c-fSp7ImA9WhRaEU4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-6709983715635569767.post-2530054551965621180</id><published>2012-01-25T10:00:00.000-08:00</published><updated>2012-02-13T04:01:52.955-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-13T04:01:52.955-08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Heritage" /><title>Promosi Kuliner, Buka Restoran Indonesia di Hongkong</title><content type="html">&lt;a href="http://parapenemuindonesia.blogspot.com/"&gt;&lt;b&gt;Indonesia Revive!&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; -- Menambah keragaman kuliner di Hong Kong, hadir satu lagi restoran yang menyajikan makanan khas Indonesia, “So Bali Bali”. Konsul Jenderal RI, Teguh Wardoyo mengharapkan restoran So Bali Bali dapat turut serta dalam mempromosikan kekayaan kuliner Indonesia di Hong Kong. “Diharapkan pula restoran ini turut perkenalkan Indonesia secara keseluruhan,” tambah Teguh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditambahkannya, restoran yang terletak di Elgin Street 31 Soho tersebut rencananya juga akan dimanfaatkan sebagai galeri seni di mana sejumlah lukisan hasil karya pelukis-pelukis Indonesia ditampilkan dan dijual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawasan Soho merupakan salah satu kawasan elit di Hong Kong yang terkenal sebagai pusat kuliner yang menyajikan beragam makanan dari berbagai negara. Kawasan ini juga menjadi salah satu daya tarik wisata Hong Kong yang banyak dikunjungi wisatawan lokal dan asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilik restoran, Mary So, adalah kerabat dari salah satu warga Indonesia yang telah lama bermukim di Hong Kong. Kecintaannya akan Indonesia, mendorong Mary untuk mendirikan restoran tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Restoran ini tampak unik di antara restoran-restoran lain di sekitarnya karena dihiasi berbagai ornamen khas Bali,” jelas Mary.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya makanan khas Bali, tambahnya, restoran So Bali Bali juga menyajikan cukup banyak pilihan makanan asal Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peresmian restoran tersebut disemarakkan dengan tarian khas Jawa Barat dan tari Bali yang dibawakan oleh salah penari anggota Sanggar Budaya, sebuah organisasi binaan KJRI Hong Kong yang bergerak di bidang seni budaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadir dalam acara pembukaan tersebut sejumlah anggota APPIH, perwaklilan BUMN, staf KJRI Hong Kong, serta warga Hong Kong lainnya. Acara pembukaan juga diliput oleh media berbahasa Indonesia yang ada di Hong Kong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam catatan KJRI Hong Kong, saat ini terdapat sejumlah restoran yang menyuguhkan makanan Indonesia, baik skala besar maupun skala kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reference: &lt;b&gt;indonesiaberprestasi&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6709983715635569767-2530054551965621180?l=www.indonesiarevive.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/x84PJlyqVOlSsJXFOk0X5uTQZ3Q/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/x84PJlyqVOlSsJXFOk0X5uTQZ3Q/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/x84PJlyqVOlSsJXFOk0X5uTQZ3Q/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/x84PJlyqVOlSsJXFOk0X5uTQZ3Q/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ParaPenemuIndonesia/~4/10kGs59PuFs" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.indonesiarevive.net/feeds/2530054551965621180/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.indonesiarevive.net/2012/01/promosi-kuliner-buka-restoran-indonesia.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6709983715635569767/posts/default/2530054551965621180?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6709983715635569767/posts/default/2530054551965621180?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/ParaPenemuIndonesia/~3/10kGs59PuFs/promosi-kuliner-buka-restoran-indonesia.html" title="Promosi Kuliner, Buka Restoran Indonesia di Hongkong" /><author><name>Lilih Prilian Ari Pranowo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://4.bp.blogspot.com/-ev2_0MQkz9A/TzOpdirkP2I/AAAAAAAABEc/moTs8xbgo70/s220/PIC_09-10-18_12-40-23.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.indonesiarevive.net/2012/01/promosi-kuliner-buka-restoran-indonesia.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DkIFQn47fCp7ImA9WhRaEU4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-6709983715635569767.post-8899509039565749859</id><published>2012-01-24T19:50:00.000-08:00</published><updated>2012-02-13T04:01:53.004-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-13T04:01:53.004-08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Heritage" /><title>Indonesia, Tren Wisata Turis Inggris</title><content type="html">&lt;a href="http://parapenemuindonesia.blogspot.com/"&gt;&lt;b&gt;Indonesia Revive!&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; -- Tujuan wisata manakah yang dicari wisatawan asal Inggris secara online selama tiga tahun terakhir ini? Jawabannya ternyata mengarah pada negara-negara yaitu: Brazil, Rusia, India, China, kolombia, Indonesia, Vietnam, Mesir, Turki, dan Afrika Selatan. Tujuan wisata negara-negara tersebut diperkirakan akan mengisi tren wisata di tahun 2012. Hasil survey menunjukan dari 20 destinasi wisata favorit masyarakat Inggris menempatkan Indonesia duduk di urutan keenam dengan persentase sebesar 33.4 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan analisa tren di tahun 2012 menunjukan perubahan signifikan dimana negara-negara seperti Brasil, Rusia, India, Cina, kolombia, Indonesia, Vietnam, Mesir, Turki, dan Afrika Selatan merupakan negara-negara dengan perkembangan ekonomi yang cukup tajam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti ditulis Skyscanner, Indonesia mengalami kenaikan 85 persen pencarian di situs-situs lokal dan 71 persen dalam pencarian situs global. Hal ini menunjukan bagaimana website dan sosial media memainkan peranan penting dalam industri pemasaran perjalanan dalam sebuah negara. Dalam hal ini kontribusi juga dilakukan operator tur dari Eropa yang menawarkan wisata ke negara-negara tropis terutama Bali, Lombok dan pulau-pulau eksotis lainnya seperti Komodo, Maluku dan Raja Ampat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Spanyol masih menjadi destinasi pariwisata nomor satu bagi warga nggris. Estonia mengalami kenaikan sebesar 89.8 persen kemudian disusul oleh Irak, Cape Verde, Banglades, Selandia Baru, dan Indonesia. Wisatawan Inggris dan juga Eropa masih mengincar destinasi wisata pantai untuk berwisata dalam waktu panjang maupun pendek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Skyscanner sendiri adalah situs online pencarian perjalanan yang memberikan perbandingan online untuk biaya penerbangan dari jutaan rute pada lebih dari 600 maskapai penerbangan. Selain itu juga untuk penyewaan mobil dan memesan hotel. Skyscanner dapat membantu penggunanya untuk menemukan tiket penerbangan termurah dengan menunjukkan penawaran terbaik atau memilih tawaran yang sesuai bagi calon wisatawan. Selain tarif penerbangan, ada pula tarif hotel, biaya liburan dan harga sewa mobil yang paling murah. Situs ini tersedia dalam 27 bahasa dengan 60 mata uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reference: &lt;b&gt;indonesiaberprestasi&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6709983715635569767-8899509039565749859?l=www.indonesiarevive.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/TfM9YQuvjEcTTHtd8tHQAorWTkY/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/TfM9YQuvjEcTTHtd8tHQAorWTkY/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/TfM9YQuvjEcTTHtd8tHQAorWTkY/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/TfM9YQuvjEcTTHtd8tHQAorWTkY/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ParaPenemuIndonesia/~4/R0w0FgKxcVQ" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.indonesiarevive.net/feeds/8899509039565749859/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.indonesiarevive.net/2012/01/indonesia-tren-wisata-turis-inggris.html#comment-form" title="7 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6709983715635569767/posts/default/8899509039565749859?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6709983715635569767/posts/default/8899509039565749859?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/ParaPenemuIndonesia/~3/R0w0FgKxcVQ/indonesia-tren-wisata-turis-inggris.html" title="Indonesia, Tren Wisata Turis Inggris" /><author><name>Lilih Prilian Ari Pranowo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://4.bp.blogspot.com/-ev2_0MQkz9A/TzOpdirkP2I/AAAAAAAABEc/moTs8xbgo70/s220/PIC_09-10-18_12-40-23.jpg" /></author><thr:total>7</thr:total><feedburner:origLink>http://www.indonesiarevive.net/2012/01/indonesia-tren-wisata-turis-inggris.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DkMFR3szfCp7ImA9WhRaEU4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-6709983715635569767.post-6478521418999053888</id><published>2012-01-24T19:48:00.000-08:00</published><updated>2012-02-13T04:00:16.584-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-13T04:00:16.584-08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tokoh Indonesia" /><title>Dosen Unsud Berhasil Teliti Obat Kanker dari Cabai dan Jahe Merah</title><content type="html">&lt;a href="http://parapenemuindonesia.blogspot.com/"&gt;&lt;b&gt;Indonesia Revive!&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; -- Kanker adalah jenis penyakit yang sangat ditakuti oleh banyak orang karena mematikan dan hingga kini masih sulit ditemukan obat untuk menyebuhkannya. Proses pengobatan yang ada masih sangat mahal, dan rasa sakit pasien yang luar biasa menyebabkan penderitaan pasien kanker terus bertambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berawal dari keprihatinan terhadap kondisi tersebut, Heny Ekowati, peneliti dan dosen farmasi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) berusaha meneliti untuk&amp;nbsp; menemukan tanaman obat untuk kanker. Akhirnya, penelitian yang dilakukan sejak 2009 tersebut mulai membuahkan hasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Heny menuturkan bahwa fokus penelitian yang dilakukannya meliputi dua hal, yaitu menemukan tanaman obat untuk menyembuhkan kanker dan obat untuk menekan efek samping dari pengobatan kanker yang dijalani pasien kanker.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kanker itu penyakit yang menimbulkan rasa sakit yang luar biasa bagi penderitanya.&amp;nbsp; Saat pasien kanker menjalani pengobatan seperti yang selama ini dilakukan, obat dan proses pengobatan itu juga menambah rasa sakit yang diderita pasien,” kata Heny.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejauh ini penelitian Heny yang cukup membuahkan hasil adalah jintan hitam (Nigella sativa) sebagai anti kanker. Penemuan terbarunya, yakni Campuran Ekstrak Etanol Rimpang Jahe Merah (Zingiber officinale cv Rubrum) sebagai anti kanker payudara dan Buah Cabai Jawa (Piper retrofractum) sebagai anti kanker serviks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keputusan Heny memilih Rimpang Jahe Merah dan Cabai Jawa sebagai objek penelitiannya adalah karena kedua tanaman tersebut asli tanaman Indonesia. “Saya ingin menemukan obat kanker dari tanaman asli Indonesia dan yang bisa di tanam dengan mudah oleh siapa saja, bahkan di halaman rumah. Lagipula, tanaman ini juga direkomendasikan oleh Badan POM karena dapat berfungsi kemopreventif dan kemoterapi,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian Rimpang Jahe Merah dan Cabai Jawa tersebut telah sampai tahap uji coba terhadap binatang, yaitu tikus putih. Hasilnya, kedua tanaman ini sangat potensial sebagai tanaman obat untuk mengobati kanker maupun untuk mengurangi efek samping pengobatan kanker.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan keberhasilan uji coba terhadap binatang ini maka kedua tanaman tersebut bukan lagi sekadar jamu, akan tetapi sebagai herbal terstandar. Kemudian, kedua tanaman tersebut dapat menjadi fitofarmaka (herbal telah dilakukan standarisasi terhadap bahan baku yang dipergunakan, dan memenuhi persyaratan mutu yang berlaku) jika sudah diujikan secara klinis terhadap pasien kanker.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengembangkan terus penelitiannya dalam menemukan obat untuk kanker ini, Heny turut tergabung dalam Indonesian Society for Cancer Chemoprevention (ISCC). Heny juga membentuk Center of Excellence for Translational Research in Oncology (CENTRO)&amp;nbsp; pada Desember 2011 yang beranggotakan 31 orang, di antaranya mahasiswa S-2 dan S-1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reference: &lt;b&gt;indonesiaproud&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6709983715635569767-6478521418999053888?l=www.indonesiarevive.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/B-YCeFHm6d2GrPlVSIOn8F8zm1o/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/B-YCeFHm6d2GrPlVSIOn8F8zm1o/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/B-YCeFHm6d2GrPlVSIOn8F8zm1o/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/B-YCeFHm6d2GrPlVSIOn8F8zm1o/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ParaPenemuIndonesia/~4/38TVGlkM5XU" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.indonesiarevive.net/feeds/6478521418999053888/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.indonesiarevive.net/2012/01/dosen-unsud-berhasil-teliti-obat-kanker.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6709983715635569767/posts/default/6478521418999053888?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6709983715635569767/posts/default/6478521418999053888?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/ParaPenemuIndonesia/~3/38TVGlkM5XU/dosen-unsud-berhasil-teliti-obat-kanker.html" title="Dosen Unsud Berhasil Teliti Obat Kanker dari Cabai dan Jahe Merah" /><author><name>Lilih Prilian Ari Pranowo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://4.bp.blogspot.com/-ev2_0MQkz9A/TzOpdirkP2I/AAAAAAAABEc/moTs8xbgo70/s220/PIC_09-10-18_12-40-23.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://www.indonesiarevive.net/2012/01/dosen-unsud-berhasil-teliti-obat-kanker.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DkMFR3syfSp7ImA9WhRaEU4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-6709983715635569767.post-7488720979563153641</id><published>2012-01-24T11:44:00.000-08:00</published><updated>2012-02-13T04:00:16.595-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-13T04:00:16.595-08:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tokoh Indonesia" /><title>Ditolak Penerbit Lokal, Aya Lancaster Berkibar di Eropa</title><content type="html">&lt;a href="http://parapenemuindonesia.blogspot.com/"&gt;&lt;b&gt;Indonesia Revive!&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; -- Menjadi seorang penulis, baik fiksi maupun non-fiksi, jelas membutuhkan ketelatenan. Selain, dituntut memiliki imajinasi yang tinggi. Wawasan pun harus mumpuni. Namun, apakah hanya seperti itu? Tidak ternyata. Naskah jadi pun harus bisa dijual sesuai dengan selera pasar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika tidak, apa yang terjadi? Berbagai penolak dari penerbit-penerbit pun bakal diterima. Bagi penulis kawakan hal tersebut biasa. Namun, bagaimana rasanya jika itu terjadi pada penulis baru? Rasanya dunia runtuh seketika. Kalau sudah begitu, lebih memilih mandek saja. Menulis enggan, mati pun tak mau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, tekanan yang bertubi-tubi seharusnya membuat seseorang menjadi kuat. Dan... seharusnya menjadi lebih hebat. Sehingga, peluang sukses menjadi lebih besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://c0014149.r32.cf1.rackcdn.com/x2_a937a1f" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://c0014149.r32.cf1.rackcdn.com/x2_a937a1f" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;Saat ini, seorang penulis bernama Aya Lancaster (&lt;a href="https://twitter.com/#%21/ayalancaster"&gt;&lt;i&gt;@ayalancaster&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;) yang masih duduk dibangku kuliah Institut Teknologi Harapan Bangsa telah berhasil melewati masa-masa itu. Bukunya (setelah ditolak berulang kali oleh penerbit-penerbit lokal Indonesia) &lt;i&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/pages/Chronicles-of-the-Fallen-Rebellion/235506513181603"&gt;Chronicles of The Fallen: Rebellion&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;, diterbitkan oleh sebuah penerbit di luar negeri. Dan beredar di Eropa (seperti Inggris, Jerman, Prancis, Italia, Jepang), Singapura, dan Amerika Serikat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Padahal, ide yang ditawarkan Aya berkutat di seputar cinta, persahabatan, dan pengkhianatan. Hanya saja tokohnya iblis wanita yang membuat penerbit lokal enggan menerbitkan. &lt;strike&gt;Mungkin mereka takut terkena SARA. Indonesia gitu loh Mungkin...&lt;/strike&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Novel yang mengisahkan tentang sisi lain malaikat dan iblis ini telah diresensi di majalah &lt;i&gt;&lt;a href="http://www.google.co.id/url?sa=t&amp;amp;rct=j&amp;amp;q=reader%27s+digest&amp;amp;source=web&amp;amp;cd=1&amp;amp;ved=0CC4QFjAA&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fwww.rd.com%2F&amp;amp;ei=nwgfT_3tFKSSiQfYwajjDQ&amp;amp;usg=AFQjCNGHZKCbrwxdWln3-K63p0zZrxUmYg&amp;amp;sig2=VTbL--75m8qkY-6MylajnQ&amp;amp;cad=rja"&gt;Reader Digest&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;. Mungkin dalam waktu dekat bisa dinikmati oleh para pembaca di Indonesia. Sehingga para penggemar Aya tak perlu memesannya jauh-jauh ke negeri seberang. Semoga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana kehidupan Aya Lancaster setelah berhasil menerbitkan novelnya? Atau bagaimana rasanya ditolak berulang-ulang karyanya? Tim redaksi &lt;b&gt;Indonesia Revive!&lt;/b&gt; akan mengulasnya pada interview sosok berprestasi Indonesia minggu depan. Don't misst it... [&lt;a href="http://www.lilihprilian.com/"&gt;LPAP&lt;/a&gt;]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber foto diambil dari postingan &lt;b&gt;&lt;i&gt;@ganiwirmandy&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; di &lt;a href="http://lockerz.com/s/177437215"&gt;lockerz&lt;/a&gt;-nya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6709983715635569767-7488720979563153641?l=www.indonesiarevive.net' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/dUKM4xqrikz0eZzY3XkZ-tJ52hk/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/dUKM4xqrikz0eZzY3XkZ-tJ52hk/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/dUKM4xqrikz0eZzY3XkZ-tJ52hk/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/dUKM4xqrikz0eZzY3XkZ-tJ52hk/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ParaPenemuIndonesia/~4/07a3mURajWw" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.indonesiarevive.net/feeds/7488720979563153641/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.indonesiarevive.net/2012/01/ditolak-penerbit-lokal-aya-lancaster.html#comment-form" title="1 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6709983715635569767/posts/default/7488720979563153641?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6709983715635569767/posts/default/7488720979563153641?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/ParaPenemuIndonesia/~3/07a3mURajWw/ditolak-penerbit-lokal-aya-lancaster.html" title="Ditolak Penerbit Lokal, Aya Lancaster Berkibar di Eropa" /><author><name>Lilih Prilian Ari Pranowo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="24" src="http://4.bp.blogspot.com/-ev2_0MQkz9A/TzOpdirkP2I/AAAAAAAABEc/moTs8xbgo70/s220/PIC_09-10-18_12-40-23.jpg" /></author><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://www.indonesiarevive.net/2012/01/ditolak-penerbit-lokal-aya-lancaster.html</feedburner:origLink></entry></feed>

