<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-5644837286779463840</atom:id><lastBuildDate>Wed, 06 Nov 2024 02:55:21 +0000</lastBuildDate><category>Education</category><category>News</category><category>Refleksi</category><category>War</category><category>music</category><category>video</category><category>Gus Dur</category><category>Unik</category><category>Ideologi</category><category>Islam</category><category>Art</category><category>Israel</category><category>Liberalisme</category><category>Presiden RI</category><category>Syair</category><category>Tauhid</category><category>technology</category><category>Albanna</category><category>Anna Karenina</category><category>Antasari Azhar</category><category>Babad Cirebon</category><category>Barack Obama</category><category>Crimes</category><category>Daging Babi</category><category>Davos</category><category>Demokrasi</category><category>Ebook Islami</category><category>Economic Crisis</category><category>Eksekusi mati</category><category>Erdogan</category><category>Execution</category><category>FireFox</category><category>Friendship</category><category>Gaza</category><category>Gerhana Matahari Cincin</category><category>Girls&#39; Killing</category><category>God Eyes</category><category>God Hand</category><category>Hawkish Nations</category><category>Helix</category><category>Hiburan</category><category>Humanisme</category><category>Iklan</category><category>Image Modification</category><category>Insiden Lempar Sepatu</category><category>Islamic eBook</category><category>Jejajk Sejarah</category><category>Kawin Kontrak</category><category>Kejawen</category><category>Ketupat</category><category>Khilafah</category><category>Langgar</category><category>Lebaran</category><category>Maulid NAbi</category><category>Mecca City</category><category>Media Iklan</category><category>Medina City</category><category>Multikulturalisme</category><category>Muntadhar El-Zaidi</category><category>Mushalla</category><category>Mutah</category><category>Nasrudin</category><category>Nebula</category><category>Nikah</category><category>Obama&#39;s Inaugural Speech</category><category>Panjat Pinang</category><category>Paradise Indonesia</category><category>Pengantar</category><category>Pesta Blogger</category><category>Politik</category><category>Pornografi</category><category>Posts Archives</category><category>Rani Juliani</category><category>Roh Pendidikan</category><category>SBY</category><category>Sastra</category><category>Shimon Peres</category><category>Sirri</category><category>Siti Jenar</category><category>Sock and Awe</category><category>Surau</category><category>The Real Terrorist</category><category>Valentine Day</category><category>Wall Street Firms</category><category>Yusuf</category><category>Yusuf Qardlawi</category><category>Zulaykha</category><category>bunga</category><category>eBook</category><category>install</category><category>isabella</category><category>langgam jawa</category><category>surga dunia</category><category>tak seperti yang dulu</category><category>teknologi</category><category>theme</category><category>tilawa</category><title>Paradise Indonesia</title><description>Educational Paradigm of Islamic Proselytizing</description><link>http://shodiqiel.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (shodiqiel)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>53</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5644837286779463840.post-4837116172266987299</guid><pubDate>Tue, 25 Aug 2015 20:48:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-12-22T01:21:18.356+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">music</category><title>Assalamu Alayk</title><description>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiDrpJ8nVT7kct46MT2_LUnRPQubVfmnDSvsMPAmNHUN4nRTaF4amo8qMAU3svJqJMbxRpNoq9TcRiTRvP9RS7Rd3Yfc8ZAKNQUe8drE_7yo9S6UcIC_lLb55EqLyaz5WhtvF83nEp6Y7E/s1600/imam-sajad.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiDrpJ8nVT7kct46MT2_LUnRPQubVfmnDSvsMPAmNHUN4nRTaF4amo8qMAU3svJqJMbxRpNoq9TcRiTRvP9RS7Rd3Yfc8ZAKNQUe8drE_7yo9S6UcIC_lLb55EqLyaz5WhtvF83nEp6Y7E/s320/imam-sajad.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Makam Imam Al-Sajjad&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;450&quot; scrolling=&quot;no&quot; frameborder=&quot;no&quot; src=&quot;https://w.soundcloud.com/player/?url=https%3A//api.soundcloud.com/tracks/238522188&amp;amp;auto_play=true&amp;amp;hide_related=false&amp;amp;show_comments=true&amp;amp;show_user=true&amp;amp;show_reposts=false&amp;amp;visual=true&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;badge sblogger&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&quot;Neque porro quisquam est qui dolorem ipsum quia dolor sit amet, consectetur, adipisci velit...&quot;
&quot;Tidak ada yang menyukai kepedihan, yang mencarinya dan ingin merasakannya, semata karena pedih rasanya...&quot;

Lorem Ipsum adalah contoh teks atau dummy dalam industri percetakan dan penataan huruf atau typesetting. Lorem Ipsum telah menjadi standar contoh teks sejak tahun 1500an, saat seorang tukang cetak yang tidak dikenal mengambil sebuah kumpulan teks dan mengacaknya untuk menjadi sebuah buku contoh huruf. Ia tidak hanya bertahan selama 5 abad, tapi juga telah beralih ke penataan huruf elektronik, tanpa ada perubahan apapun. Ia mulai dipopulerkan pada tahun 1960 dengan diluncurkannya lembaran-lembaran Letraset yang menggunakan kalimat-kalimat dari Lorem Ipsum, dan seiring munculnya perangkat lunak Desktop Publishing seperti Aldus PageMaker juga memiliki versi Lorem Ipsum.

Sudah merupakan fakta bahwa seorang pembaca akan terpengaruh oleh isi tulisan dari sebuah halaman saat ia melihat tata letaknya. Maksud penggunaan Lorem Ipsum adalah karena ia kurang lebih memiliki penyebaran huruf yang normal, ketimbang menggunakan kalimat seperti &quot;Bagian isi disini, bagian isi disini&quot;, sehingga ia seolah menjadi naskah Inggris yang bisa dibaca. Banyak paket Desktop Publishing dan editor situs web yang kini menggunakan Lorem Ipsum sebagai contoh teks. Karenanya pencarian terhadap kalimat &quot;Lorem Ipsum&quot; akan berujung pada banyak situs web yang masih dalam tahap pengembangan. Berbagai versi juga telah berubah dari tahun ke tahun, kadang karena tidak sengaja, kadang karena disengaja (misalnya karena dimasukkan unsur humor atau semacamnya)
 

Tidak seperti anggapan banyak orang, Lorem Ipsum bukanlah teks-teks yang diacak. Ia berakar dari sebuah naskah sastra latin klasik dari era 45 sebelum masehi, hingga bisa dipastikan usianya telah mencapai lebih dari 2000 tahun. Richard McClintock, seorang professor Bahasa Latin dari Hampden-Sidney College di Virginia, mencoba mencari makna salah satu kata latin yang dianggap paling tidak jelas, yakni consectetur, yang diambil dari salah satu bagian Lorem Ipsum. Setelah ia mencari maknanya di di literatur klasik, ia mendapatkan sebuah sumber yang tidak bisa diragukan. Lorem Ipsum berasal dari bagian 1.10.32 dan 1.10.33 dari naskah &quot;de Finibus Bonorum et Malorum&quot; (Sisi Ekstrim dari Kebaikan dan Kejahatan) karya Cicero, yang ditulis pada tahun 45 sebelum masehi. BUku ini adalah risalah dari teori etika yang sangat terkenal pada masa Renaissance. Baris pertama dari Lorem Ipsum, &quot;Lorem ipsum dolor sit amet..&quot;, berasal dari sebuah baris di bagian 1.10.32.

Bagian standar dari teks Lorem Ipsum yang digunakan sejak tahun 1500an kini di reproduksi kembali di bawah ini untuk mereka yang tertarik. Bagian 1.10.32 dan 1.10.33 dari &quot;de Finibus Bonorum et Malorum&quot; karya Cicero juga di reproduksi persis seperti bentuk aslinya, diikuti oleh versi bahasa Inggris yang berasal dari terjemahan tahun 1914 oleh H. Rackham.

Ada banyak variasi tulisan Lorem Ipsum yang tersedia, tapi kebanyakan sudah mengalami perubahan bentuk, entah karena unsur humor atau kalimat yang diacak hingga nampak sangat tidak masuk akal. Jika anda ingin menggunakan tulisan Lorem Ipsum, anda harus yakin tidak ada bagian yang memalukan yang tersembunyi di tengah naskah tersebut. Semua generator Lorem Ipsum di internet cenderung untuk mengulang bagian-bagian tertentu. Karena itu inilah generator pertama yang sebenarnya di internet. Ia menggunakan kamus perbendaharaan yang terdiri dari 200 kata Latin, yang digabung dengan banyak contoh struktur kalimat untuk menghasilkan Lorem Ipsun yang nampak masuk akal. Karena itu Lorem Ipsun yang dihasilkan akan selalu bebas dari pengulangan, unsur humor yang sengaja dimasukkan, kata yang tidak sesuai dengan karakteristiknya dan lain sebagainya.

Telusur: http://id.lipsum.com/&lt;/div&gt;
</description><link>http://shodiqiel.blogspot.com/2015/08/assalamu-alayk.html</link><author>noreply@blogger.com (shodiqiel)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiDrpJ8nVT7kct46MT2_LUnRPQubVfmnDSvsMPAmNHUN4nRTaF4amo8qMAU3svJqJMbxRpNoq9TcRiTRvP9RS7Rd3Yfc8ZAKNQUe8drE_7yo9S6UcIC_lLb55EqLyaz5WhtvF83nEp6Y7E/s72-c/imam-sajad.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5644837286779463840.post-2993786525567051203</guid><pubDate>Tue, 25 Aug 2015 06:26:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-08-26T03:26:12.325+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Education</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">technology</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">teknologi</category><title>Drone Tech</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi0tPcEq1ewv65HO0oPIQbYq-NFVKLhEbvLmmiyjyNuWrW3A8vi3InQ6s-CpsPeIIVR3r60FoL85XI8wqBtAR9K31faB_AUVJIna-zk27VayWNogU49vbzOG3AIk0loMB1Tyi6_Ic_kl-w/s1600/123611332356.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;180&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi0tPcEq1ewv65HO0oPIQbYq-NFVKLhEbvLmmiyjyNuWrW3A8vi3InQ6s-CpsPeIIVR3r60FoL85XI8wqBtAR9K31faB_AUVJIna-zk27VayWNogU49vbzOG3AIk0loMB1Tyi6_Ic_kl-w/s320/123611332356.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
:: PESAWAT TANPA AWAK ::
Lorem ipsum, atau ringkasnya lipsum, adalah teks standar yang ditempatkan untuk mendemostrasikan elemen grafis atau presentasi visual seperti font, tipografi, dan tata letak. Maksud penggunaan lipsum adalah agar pengamat tidak terlalu berkonsentrasi kepada arti harfiah per kalimat, melainkan lebih kepada elemen desain dari teks yang dipresentasi.

Lorem ipsum disebut juga dengan greeking (melatinkan/meyunanikan) karena kalimat ini berasal dari bahasa Latin.

&lt;script src=&quot;http://yourjavascript.com/51835252413/imageslide.js&quot; type=&quot;text/javascript&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script src=&quot;http://yourjavascript.com/38125503051/cycle.js&quot; type=&quot;text/javascript&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;&gt;
$(document).ready(function() {
$(&#39;#content-slider&#39;).cycle({
fx: &#39;fade&#39;
});
});
&lt;/script&gt;
&lt;style type=&quot;text/css&quot;&gt;
#content-slider {
   position: relative;
   width: 100%;
   height: 300px;
   overflow: hidden;
   margin:0 auto;
}
#content-slider img {
   display: block;
   width: 100%;
   height: 300px;
}
&lt;/style&gt;

&lt;div id=&quot;content-slider&quot;&gt;
&lt;img src=&quot;https://farm1.staticflickr.com/769/20839015256_2fa004b870.jpg&quot; /&gt;
&lt;img src=&quot;https://farm1.staticflickr.com/571/20839125046_ae1a51c52f.jpg&quot; /&gt;
&lt;img src=&quot;https://farm6.staticflickr.com/5673/20872611571_24aee22f6b.jpg&quot; /&gt;
&lt;img src=&quot;https://farm1.staticflickr.com/567/20872500151_d653e570bb.jpg&quot; /&gt;
&lt;img src=&quot;https://farm6.staticflickr.com/5754/20677316438_14c2f3aaae.jpg&quot; /&gt;
&lt;img src=&quot;https://farm6.staticflickr.com/5755/20678496429_63486feac6.jpg&quot; /&gt;
&lt;img src=&quot;https://farm1.staticflickr.com/674/20872438201_7db169e337.jpg&quot; /&gt;
&lt;img src=&quot;https://farm6.staticflickr.com/5662/20865237895_021063da5f.jpg&quot; /&gt;
&lt;img src=&quot;https://farm1.staticflickr.com/569/20242630704_360d4b2277.jpg&quot; /&gt;
&lt;img src=&quot;https://farm6.staticflickr.com/5619/20677209350_4ee7206688.jpg&quot; /&gt;
&lt;img src=&quot;https://farm1.staticflickr.com/566/20242628694_e5113b1956.jpg&quot; /&gt;
&lt;img src=&quot;https://farm1.staticflickr.com/755/20855719182_48f3b76f02.jpg&quot; /&gt;
&lt;img src=&quot;https://farm1.staticflickr.com/726/20865313235_0d127010c7.jpg&quot; /&gt;
&lt;img src=&quot;https://farm1.staticflickr.com/581/20244224453_a11a16d598.jpg&quot; /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;


Teks asli dari Cicero untuk lorem ipsum adalah sebagai berikut (dengan bagian-bagian cuplikannya yang dicetak tebal):

[32] Sed ut perspiciatis, unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque laudantium, totam rem aperiam eaque ipsa, quae ab illo inventore veritatis et quasi architecto beatae vitae dicta sunt, explicabo. Nemo enim ipsam voluptatem, quia voluptas sit, aspernatur aut odit aut fugit, sed quia consequuntur magni dolores eos, qui ratione voluptatem sequi nesciunt, neque porro quisquam est, qui dolorem ipsum, quia dolor sit, amet, consectetur, adipisci velit, sed quia non numquam eius modi tempora incidunt, ut labore et dolore magnam aliquam quaerat voluptatem. Ut enim ad minima veniam, quis nostrum exercitationem ullam corporis suscipit laboriosam, nisi ut aliquid ex ea commodi consequatur? Quis autem vel eum iure reprehenderit, qui in ea voluptate velit esse, quam nihil molestiae consequatur, vel illum, qui dolorem eum fugiat, quo voluptas nulla pariatur? [33] At vero eos et accusamus et iusto odio dignissimos ducimus, qui blanditiis praesentium voluptatum deleniti atque corrupti, quos dolores et quas molestias excepturi sint, obcaecati cupiditate non provident, similique sunt in culpa, qui officia deserunt mollitia animi, id est laborum et dolorum fuga. Et harum quidem rerum facilis est et expedita distinctio. Nam libero tempore, cum soluta nobis est eligendi optio, cumque nihil impedit, quo minus id, quod maxime placeat, facere possimus, omnis voluptas assumenda est, omnis dolor repellendus. Temporibus autem quibusdam et aut officiis debitis aut rerum necessitatibus saepe eveniet, ut et voluptates repudiandae sint et molestiae non recusandae. Itaque earum rerum hic tenetur a sapiente delectus, ut aut reiciendis voluptatibus maiores alias consequatur aut perferendis doloribus asperiores repellat.

Dalam bahasa Indonesia, kalimat di atas diterjemahkan: &quot;Demikian pula, tidak adakah orang yang mencintai atau mengejar atau ingin mengalami penderitaan, bukan semata-mata karena penderitaan itu sendiri, tetapi karena sesekali terjadi keadaan di mana susah-payah dan penderitaan dapat memberikan kepadanya kesenangan yang besar. Sebagai contoh sederhana, siapakah di antara kita yang pernah melakukan pekerjaan fisik yang berat, selain untuk memperoleh manfaat daripadanya? Tetapi siapakah yang berhak untuk mencari kesalahan pada diri orang yang memilih untuk menikmati kesenangan yang tidak menimbulkan akibat-akibat yang mengganggu, atau orang yang menghindari penderitaan yang tidak menghasilkan kesenangan?&quot;

Banyak variasi dibuat berdasarkan standar teks lorem ipsum, kadang-kadang tidak begitu mirip dengan aslinya. Versi-versi yang lain memberikan huruf-huruf tambahan seperti k, w, dan z yang tidak lazim atau tidak ada dalam bahasa Latin, serta kata-kata yang tidak ada artinya seperti zzril, takimata, dan gubergren ditambahkan kepada teks aslinya untuk memberikan penyebaran huruf yang lebih dekat dengan bahasa Inggris.

Kata-kata Cicero dalam Orasi melawan Catilina kadang-kadang digunakan dalam contoh-contoh huruf: Quo usque tandem abutere, Catilina, patientia nostra? Quam diu etiam furor iste tuus nos eludet?

Berbagai perangkat lunak, termasuk penyunting teks (atau modul-modul colok untuk maksud yang sama) dapat menghasilkan kalimat yang agak acak dari &quot;teks lorem&quot; yang sering sedikit sekali, kalaupun ada, kemiripannya dengan berbagai teks kanonik dan hanya sekadar menampilkan bahasa Latin yang kacau-balau.

Sumber:
https://id.wikipedia.org/wiki/Lorem_ipsum

</description><link>http://shodiqiel.blogspot.com/2015/08/drone-tech.html</link><author>noreply@blogger.com (shodiqiel)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi0tPcEq1ewv65HO0oPIQbYq-NFVKLhEbvLmmiyjyNuWrW3A8vi3InQ6s-CpsPeIIVR3r60FoL85XI8wqBtAR9K31faB_AUVJIna-zk27VayWNogU49vbzOG3AIk0loMB1Tyi6_Ic_kl-w/s72-c/123611332356.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5644837286779463840.post-5378099527192573182</guid><pubDate>Mon, 24 Aug 2015 23:58:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-08-25T19:24:22.902+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">isabella</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">music</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">video</category><title>Isabella</title><description>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;iframe allowfullscreen=&quot;&quot; frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;270&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/Bywa6_yvsDQ&quot; width=&quot;480&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;badge sblogger&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://shodiqiel.blogspot.com/2015/08/isabella.html</link><author>noreply@blogger.com (shodiqiel)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://img.youtube.com/vi/Bywa6_yvsDQ/default.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5644837286779463840.post-3384550977173814517</guid><pubDate>Mon, 24 Aug 2015 23:55:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-08-25T19:24:47.362+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">music</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">tak seperti yang dulu</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">video</category><title>Tak Seperti Yang Dulu</title><description>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;iframe allowfullscreen=&quot;&quot; frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;270&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/m7BqgHqZDoU&quot; width=&quot;480&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;badge sblogger&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://shodiqiel.blogspot.com/2015/08/tak-seperti-yang-dulu.html</link><author>noreply@blogger.com (shodiqiel)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://img.youtube.com/vi/m7BqgHqZDoU/default.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5644837286779463840.post-5410127682857668704</guid><pubDate>Mon, 24 Aug 2015 23:51:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-08-25T19:25:10.003+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">bunga</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">music</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">video</category><title>Din[d]aku, Cintaku</title><description>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;iframe allowfullscreen=&quot;&quot; frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;270&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/KqBOw9FNYgw&quot; width=&quot;480&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;badge sblogger&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://shodiqiel.blogspot.com/2015/08/dindaku-cintaku.html</link><author>noreply@blogger.com (shodiqiel)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://img.youtube.com/vi/KqBOw9FNYgw/default.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5644837286779463840.post-568834655025349880</guid><pubDate>Mon, 24 Aug 2015 13:17:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-08-25T19:25:46.373+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">music</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">surga dunia</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">video</category><title>Surga Dunia</title><description>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;iframe allowfullscreen=&quot;&quot; frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;344&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/2un7TRyZdUw&quot; width=&quot;459&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;badge sblogger&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://shodiqiel.blogspot.com/2015/08/surga-dunia.html</link><author>noreply@blogger.com (shodiqiel)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://img.youtube.com/vi/2un7TRyZdUw/default.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5644837286779463840.post-5622312278645443737</guid><pubDate>Mon, 24 Aug 2015 12:44:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-08-24T20:19:15.819+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">langgam jawa</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">tilawa</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">video</category><title>Balinese Tilawa</title><description>&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: center;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;iframe allowfullscreen=&quot;&quot; frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;270&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/REwDNc77QCM&quot; width=&quot;480&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;
&lt;div class=&quot;badge sblogger&quot;&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://shodiqiel.blogspot.com/2015/08/balinese-tilawa.html</link><author>noreply@blogger.com (shodiqiel)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://img.youtube.com/vi/REwDNc77QCM/default.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5644837286779463840.post-8643301659641963541</guid><pubDate>Mon, 24 Aug 2015 09:53:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-08-25T21:22:31.504+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">install</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">technology</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">theme</category><title>HOW TO INSTALL</title><description>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://cardsitelist.blogspot.com/&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;103&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgOePrqo_7-DUu6UJnmImAjhh3n561S1QsFXYfZ42zMDO0yLriTOASAtGQ3efmOV_Sy39rrlm79avhyW8Np3pXS6lecZYHWdq6S8wK4C-M8P15UJrlaovIDaVcHe9K4sgCUfiUonUfHhJ4/s200/Tangkapan+layar+2015-08-25+07.14.46.png&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://cardsitelist.blogspot.com/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #0000ee;&quot;&gt;&lt;u&gt;With Mega-Menu&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;!DOCTYPE HTML PUBLIC &quot;-//W3C//DTD HTML 4.01//EN&quot; &quot;http://www.w3.org/TR/html4/strict.dtd&quot;&gt;
&lt;head lang=&quot;en&quot;&gt;
&lt;meta http-equiv=&quot;content-type&quot; content=&quot;text/html;charset=utf-8&quot;&gt;
&lt;title&gt;Meg Mag Responsive Blogger Template Document&lt;/title&gt;
&lt;!-- Framework CSS --&gt;
&lt;link rel=&quot;stylesheet&quot; href=&quot;assets/blueprint-css/screen.css&quot; type=&quot;text/css&quot; media=&quot;screen, projection&quot;&gt;
&lt;link rel=&quot;stylesheet&quot; href=&quot;assets/blueprint-css/print.css&quot; type=&quot;text/css&quot; media=&quot;print&quot;&gt;
&lt;!--[if lt IE 8]&gt;&lt;link rel=&quot;stylesheet&quot; href=&quot;assets/blueprint-css/ie.css&quot; type=&quot;text/css&quot; media=&quot;screen, projection&quot;&gt;&lt;![endif]--&gt;
&lt;script type=&quot;text/javascript&quot; src=&quot;scripts/shCore.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type=&quot;text/javascript&quot; src=&quot;scripts/shBrushJScript.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type=&quot;text/javascript&quot; src=&quot;scripts/shBrushXml.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;link type=&quot;text/css&quot; rel=&quot;stylesheet&quot; href=&quot;styles/shCoreDefault.css&quot;/&gt;
&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;&gt;SyntaxHighlighter.all();&lt;/script&gt;
&lt;link rel=&quot;stylesheet&quot; href=&quot;assets/blueprint-css/plugins/fancy-type/screen.css&quot; type=&quot;text/css&quot; media=&quot;screen, projection&quot;&gt;
&lt;style type=&quot;text/css&quot; media=&quot;screen&quot;&gt;
		p, table, hr, .box { margin-bottom:25px; }
		.box p { margin-bottom:10px; }
&lt;/style&gt;
&lt;/head&gt;
&lt;body&gt;
	&lt;div class=&quot;container&quot;&gt;
	&lt;h3 class=&quot;center alt&quot;&gt;&amp;ldquo;Mega Mag Blogger Template&amp;rdquo; Documentation by &amp;ldquo;PBT - Jeewani Kumari&amp;rdquo; V1.0&lt;/h3&gt;
		&lt;hr&gt;
		&lt;h1 class=&quot;center&quot;&gt;
        &lt;span id=&quot;logobg&quot;&gt;
      &lt;img src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgvBiqFkHIwbVZbGBOWA7XU3Diy_FY5nP5Q_hyYVRQ4Kj8_U9vVskXCVhFgQrKNE1DvHhaxsnlgC5n9Ev82fiIMBVoUbgklfpZvqOJCNh1VVcop4jDMljujOttj9rwGePqFWPgA-LxGTu9O/s1600/mega+logo.png&quot;&gt;&lt;/h1&gt;
		&lt;/span&gt;
&lt;div class=&quot;borderTop&quot;&gt;
			&lt;div class=&quot;span-6 colborder info prepend-1&quot;&gt;
				&lt;p class=&quot;prepend-top&quot;&gt; Created: 07/21/2014&lt;br&gt;
				  By: Jeewani - PBThemez &lt;br&gt;
				&lt;/p&gt;
			&lt;/div&gt;&lt;!-- end div .span-6 --&gt;		
	
			&lt;div class=&quot;span-12 last&quot;&gt;
				&lt;p class=&quot;prepend-top append-0&quot;&gt;Thank you for purchasing my Mega Mag Blogger Template. If you have any questions that are beyond the scope of this help file, please feel free to email via my user page contact form &lt;a href=&quot;http://themeforest.net/user/PBThemez&quot;&gt;here&lt;/a&gt;. Thanks so much!&lt;/p&gt;
			&lt;/div&gt;
		&lt;/div&gt;&lt;!-- end div .borderTop --&gt;
		&lt;hr&gt;
		&lt;h2 id=&quot;toc&quot; class=&quot;alt&quot;&gt;Table of Contents&lt;/h2&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;#Table1&quot;&gt;How to Install a Blogger Template&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;#Table2&quot;&gt;Layout Explain&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;#Table3&quot;&gt;How to Setup Featured Post Slider &lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;#Table4&quot;&gt;How to Setupl Latest News Bar&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;#Table5&quot;&gt;How to Setup Latest Posts by Label&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;#Table10&quot;&gt;How to Change Theme Colors Using Blogger Template Designer&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;#Table11&quot;&gt;How to Setup Custom 404 Error Page&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;#Table12&quot;&gt;How to Setup Keywords And Discription&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;#Table13&quot;&gt;How to Setup Tabbed Menu&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;   
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;#Table14&quot;&gt;How to Setup Flickr Images&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;	
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;#Table15&quot;&gt;How to Setup Sitemap&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;#Table16&quot;&gt;How to Setup Main Menu&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;#Table17&quot;&gt;How to Setup 728x90 AdSpace&lt;/a&gt;&lt;/li&gt; 
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;#Table18&quot;&gt;How to Setup Video Slider&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;#Table19&quot;&gt;Sources and Credits&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;            
&lt;/ol&gt;
&lt;hr&gt;	
&lt;h3 id=&quot;Table1&quot;&gt;&lt;strong&gt;1) How to Install a Blogger Template&lt;/strong&gt; - &lt;a href=&quot;#toc&quot;&gt;top&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;p&gt;
&lt;p&gt;1. Login to your Blogger Account.&lt;/p&gt;
&lt;img src=&quot;install-images/theme_install_1.png&quot; height=&#39;auto&#39; width=&#39;773&#39; alt=&quot;Table1&quot; /&gt;
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
&lt;p&gt;2. Click &quot;Template&quot; On Right Side Drop Down Menu&lt;/p&gt;
&lt;img src=&quot;install-images/theme_install_2.png&quot; height=&#39;auto&#39; width=&#39;773&#39;alt=&quot;Table1&quot; /&gt;
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
&lt;p&gt;3. Now Click on &quot;Backup / Restore&quot; Button.&lt;/p&gt;
&lt;img src=&quot;install-images/theme_install_3.png&quot; height=&#39;auto&#39; width=&#39;773&#39;alt=&quot;Table1&quot; /&gt;
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
&lt;p&gt;4. Browse Your XML Template File From Your Computer.&lt;/p&gt;
&lt;img src=&quot;install-images/theme_install_4.png&quot; height=&#39;auto&#39; width=&#39;773&#39; alt=&quot;Table1&quot; /&gt;
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
&lt;p&gt;5. Select Your XML Template File.&lt;/p&gt;
&lt;img src=&quot;install-images/theme_install_5.png&quot; height=&#39;auto&#39; width=&#39;773&#39;alt=&quot;Table1&quot; /&gt;
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
&lt;p&gt;6. Now Click on &quot;Upload&quot; Button.&lt;/p&gt;
&lt;img src=&quot;install-images/theme_install_6.png&quot; height=&#39;auto&#39; width=&#39;773&#39;alt=&quot;Table1&quot; /&gt;
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
&lt;p&gt;You are done.&lt;/p&gt;
&lt;img src=&quot;install-images/theme_install_7.png&quot; height=&#39;auto&#39; width=&#39;773&#39; alt=&quot;Table1&quot; /&gt;
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
&lt;hr&gt; 
&lt;h3 id=&quot;Table2&quot;&gt;&lt;strong&gt;2) Layout Explain&lt;/strong&gt; - &lt;a href=&quot;#toc&quot;&gt;top&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;img src=&quot;install-images/layout.png&quot; height=&#39;auto&#39; width=&#39;773&#39; alt=&quot;Layout&quot;&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Header&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;728x90 Ads Widget&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sidebar 1&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sidebar 2&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Featured Post Slider&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Post Tag 2&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Post Tag 1&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Footer Column&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tabbed Menu&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;News Ticker&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;FavIcon&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sidebar 4&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sidebar 3&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;    
&lt;hr&gt;
&lt;h3 id=&quot;Table3&quot;&gt;&lt;strong&gt;3) How to Setup Featured Post Slider &lt;/strong&gt; - &lt;a href=&quot;#toc&quot;&gt;top&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;img src=&quot;install-images/slider_install.png&quot; height=&#39;auto&#39; width=&#39;773&#39; alt=&quot;Table2&quot; /&gt;
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
&lt;p&gt;1. First Go to Blogger &gt; Layout&lt;/p&gt;
&lt;img src=&quot;install-images/slider_install_1.png&quot; height=&#39;auto&#39; width=&#39;773&#39; alt=&quot;Table2&quot; /&gt;
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
&lt;p&gt;2. Now Click On &quot;Edit&quot; on Featured Post Slider Widget&lt;/p&gt;
&lt;img src=&quot;install-images/slider_install_2.png&quot; height=&#39;auto&#39; width=&#39;773&#39; alt=&quot;Table2&quot; /&gt;
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
&lt;p&gt;3. Now Add Your Own Blogger Tag Name to Here&lt;/p&gt;
&lt;img src=&quot;install-images/slider_install_3.png&quot; height=&#39;auto&#39; width=&#39;773&#39; alt=&quot;Table2&quot; /&gt;
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
&lt;p&gt;4. Now Click on Save &lt;/p&gt;  
&lt;img src=&quot;install-images/slider_install_4.png&quot; height=&#39;auto&#39; width=&#39;773&#39; alt=&quot;Table2&quot; /&gt;
&lt;br&gt; 
&lt;br&gt;
&lt;p&gt;You are done.&lt;/p&gt;
&lt;br&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h3 id=&quot;Table4&quot;&gt;&lt;strong&gt;4) How to Install Latest News Bar&lt;/strong&gt; - &lt;a href=&quot;#toc&quot;&gt;top&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;img src=&quot;install-images/news_install.png&quot; height=&#39;auto&#39; width=&#39;773&#39; alt=&quot;Table3&quot; /&gt;  
&lt;br&gt;
&lt;br&gt; 
&lt;p&gt;1. First Go to Blogger &gt; Layout&lt;/p&gt;
&lt;img src=&quot;install-images/news_install_1.png&quot; height=&#39;auto&#39; width=&#39;773&#39; alt=&quot;Table2&quot; /&gt;
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
&lt;p&gt;2. Now Click &quot;Edit&quot; on News Ticker Widget&lt;/p&gt;
&lt;img src=&quot;install-images/news_install_2.png&quot; height=&#39;auto&#39; width=&#39;773&#39; alt=&quot;Table2&quot; /&gt;
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
&lt;p&gt;3. Now Add Your Own Blogger Tag Name to Here&lt;/p&gt;
&lt;img src=&quot;install-images/news_install_3.png&quot; height=&#39;auto&#39; width=&#39;773&#39; alt=&quot;Table3&quot; /&gt;
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
&lt;p&gt;4. Now Click on Save&lt;/p&gt;
&lt;img src=&quot;install-images/news_install_4.png&quot; height=&#39;auto&#39; width=&#39;773&#39; alt=&quot;Table3&quot; /&gt;
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
&lt;p&gt;You are done.&lt;/p&gt;
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h3 id=&quot;Table5&quot;&gt;&lt;strong&gt;5) How to Setup Latest Posts by Label&lt;/strong&gt; - &lt;a href=&quot;#toc&quot;&gt;top&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;img src=&quot;install-images/label_post.png&quot; height=&#39;auto&#39; width=&#39;773&#39; alt=&quot;Table4&quot; /&gt; 
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;	
&lt;p&gt;1. First Go to Blogger &gt; Layout&lt;/p&gt;
&lt;img src=&quot;install-images/label_post_install_1.png&quot; height=&#39;auto&#39; width=&#39;773&#39; alt=&quot;Table2&quot; /&gt;
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
&lt;p&gt;Tag Posts Area 1&lt;/p&gt;
&lt;img src=&quot;install-images/label_post_install_2.png&quot; height=&#39;auto&#39; width=&#39;773&#39; alt=&quot;Table4&quot; /&gt; 
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
&lt;p&gt;Tag Posts Area 2&lt;/p&gt;
&lt;img src=&quot;install-images/label_post_install_2x.png&quot; height=&#39;auto&#39; width=&#39;773&#39; alt=&quot;Table4&quot; /&gt; 
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
&lt;p&gt;2. Now Click on Edit Game Widget&lt;/p&gt;
&lt;img src=&quot;install-images/label_post_install_3.png&quot; height=&#39;auto&#39; width=&#39;773&#39; alt=&quot;Table4&quot; /&gt; 
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
&lt;p&gt;3. Now Add Your Own Blogger Tag Name to Here&lt;/p&gt;  
&lt;img src=&quot;install-images/label_post_install_4.png&quot; height=&#39;auto&#39; width=&#39;773&#39; alt=&quot;Table4&quot; /&gt; 
&lt;br&gt;
&lt;br&gt; 
&lt;p&gt;4. Click Save Button&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;You are done.&lt;/p&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h3 id=&quot;Table10&quot;&gt;&lt;strong&gt;06) How to Change Theme Colors Using Blogger Template Designer &lt;/strong&gt; - &lt;a href=&quot;#toc&quot;&gt;top&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;img src=&quot;install-images/template_designer.png&quot; height=&#39;auto&#39; width=&#39;773&#39; alt=&quot;Table4&quot; /&gt; 
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;	
&lt;p&gt;1. First Go to Blogger &gt; Layout&lt;/p&gt;
&lt;img src=&quot;install-images/template_designer_1.png&quot; height=&#39;auto&#39; width=&#39;773&#39; alt=&quot;Table2&quot; /&gt;
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
&lt;p&gt;2. Now Click on &quot;Template Designer&quot; &lt;/p&gt;
&lt;img src=&quot;install-images/template_designer_2.png&quot; height=&#39;auto&#39; width=&#39;773&#39; alt=&quot;Table4&quot; /&gt; 
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
&lt;p&gt;3. Now You Can Change Colors on &quot;Advanced&quot; Tab&lt;/p&gt;
&lt;img src=&quot;install-images/template_designer_3.png&quot; height=&#39;auto&#39; width=&#39;773&#39; alt=&quot;Table4&quot; /&gt; 
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
&lt;p&gt;4. After You Can Click &quot;Apply to Blog&quot; Button Top Area&lt;/p&gt;  
&lt;img src=&quot;install-images/template_designer_4.png&quot; height=&#39;auto&#39; width=&#39;773&#39; alt=&quot;Table4&quot; /&gt; 
&lt;br&gt;
&lt;br&gt; 
&lt;p&gt;You are done.&lt;/p&gt; 
&lt;hr&gt;
&lt;h3 id=&quot;Table11&quot;&gt;&lt;strong&gt;07) How to Setup Custom 404 Error Page&lt;/strong&gt; - &lt;a href=&quot;#toc&quot;&gt;top&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;img src=&quot;install-images/error_404.png&quot; height=&#39;auto&#39; width=&#39;773&#39; alt=&quot;Table11&quot; /&gt;
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
&lt;p&gt;1. First Go To Settings &gt; Search preferences&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;2. Click on Custom Page Not Found&lt;/p&gt;
&lt;img src=&quot;install-images/error_404_1.png&quot; height=&#39;auto&#39; width=&#39;773&#39; alt=&quot;Table11&quot; /&gt;
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
&lt;p&gt;3. Now Copy the Code Given Below and paste it to Here&lt;/p&gt;
&lt;img src=&quot;install-images/error_404_2.png&quot; height=&#39;auto&#39; width=&#39;773&#39; alt=&quot;Table11&quot; /&gt;  
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
&lt;pre class=&#39;brush:js;&#39;&gt;
&lt;style type=&quot;text/css&quot;&gt;
#slider-wrapper,#sidebar-wrapper,#sidebar-wrapper2,#carousel,#slide-widget2,#flex-slider,#slide-widget,#x-slide,#x-slide2,#x-slide3, #top-tab, #switch-left,#news-wrapper,#tagpost-wrapper,#sidebar-wrapper3,#sidebar-wrapper4,#tag-wid,#tag-wid2,#tag-wid3 {
display:none;
}
#main-wrapper {
overflow:hidden;
width:100%;
margin-left:0;
float:none;
margin-right:0;
}
#error-404 {
margin:50px 20px 40px 320px;
autotext-align:center;
transition:all .8s ease 0;
width:380px;
font-family:oswald, Arial, Verdana, sans-serif;
}
#error-404 span {
color:#f39c12;
font-size:160px;
font-weight:bold;
}
.large-heading {
font-size:60px;
line-height:1.2em;
}
.light-heading {
font-weight:400;
}
.status-msg-bg {
background-color:transparent;
}
#outer-wrapper {
min-height:0;
}
.status-msg-border {
border:0 none;
background-image:none;
height:100%;
}
#sidebar-wrapper,#sidebar-wrapper2 {
width:100%;
float:none;
margin-left:0;
}
.status-msg-wrap,.status-msg-body {
height:100%;
}
&lt;/style&gt;
 &lt;div id=&quot;error-404&quot;&gt; &lt;span&gt;404&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt; 
&lt;h1 class=&quot;large-heading&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Page Not Found. :/&lt;/h1&gt; 
&lt;h2 class=&quot;light-heading&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Sorry, the page you were looking for in this blog does not exist..&lt;/h2&gt;
&lt;/pre&gt;
&lt;br&gt;
&lt;p&gt;4. Now Click on Save Changes&lt;/p&gt;  
&lt;img src=&quot;install-images/error_404_3.png&quot; height=&#39;auto&#39; width=&#39;773&#39; alt=&quot;Table11&quot; /&gt; 
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
&lt;p&gt;You are done.&lt;/p&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h3 id=&quot;Table12&quot;&gt;&lt;strong&gt;08) How to Add Meta Keywords And Discription&lt;/strong&gt; - &lt;a href=&quot;#toc&quot;&gt;top&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;p&gt;1. First Go to Template&lt;/p&gt;
&lt;img src=&quot;install-images/meta_tag.png&quot; height=&#39;auto&#39; width=&#39;773&#39; alt=&quot;Table6&quot; /&gt; 
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
&lt;p&gt;2. Click on Edit Html&lt;/p&gt;
&lt;img src=&quot;install-images/meta_tag_1.png&quot; height=&#39;auto&#39; width=&#39;773&#39; alt=&quot;Table6&quot; /&gt; 
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
&lt;p&gt;3. Now You Can Change your Keyword, Description Given Below&lt;/p&gt;
&lt;img src=&quot;install-images/meta_tag_2.png&quot; height=&#39;auto&#39; width=&#39;773&#39; alt=&quot;Table6&quot; /&gt;
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
&lt;pre class=&#39;brush:js;&#39;&gt;
&amp;lt;meta content=&amp;#039;&amp;#039; name=&amp;#039;description&amp;#039;/&amp;gt;
&amp;lt;meta content=&amp;#039;&amp;#039; name=&amp;#039;keywords&amp;#039;/&amp;gt;
&lt;/pre&gt;
&lt;br&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Look at the example below:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;
&lt;pre class=&#39;brush:js;&#39;&gt;
&amp;lt;meta content=&amp;#039;Get New PC Games, Softwares, Mp3 Songs, Videos, Free PSD Files and everythine&amp;#039; name=&amp;#039;description&amp;#039;/&amp;gt;
&amp;lt;meta content=&amp;#039;Pc Games, Softwares, Mp3 Songs, Videos Songs, PSD Files,&amp;#039; name=&amp;#039;keywords&amp;#039;/&amp;gt;
&lt;/pre&gt;
&lt;br&gt;
&lt;p&gt;4. Now Click on Save Temlate&lt;/p&gt;
&lt;img src=&quot;install-images/meta_tag_3.png&quot; height=&#39;auto&#39; width=&#39;773&#39; alt=&quot;Table6&quot; /&gt; 
&lt;br&gt; 
&lt;br&gt;
&lt;p&gt;You are done.&lt;/p&gt;
&lt;br&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h3 id=&quot;Table13&quot;&gt;&lt;strong&gt;09) How to Setup Tabbed Menu &lt;/strong&gt; - &lt;a href=&quot;#toc&quot;&gt;top&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;img src=&quot;install-images/tabbed_menu.png&quot; height=&#39;auto&#39; width=&#39;773&#39; alt=&quot;Table6&quot; /&gt; 
&lt;br&gt;   
&lt;br&gt;
&lt;p&gt;1. First Go to Blogger &gt; Layout&lt;/p&gt;
&lt;img src=&quot;install-images/tabbed_menu_1.png&quot; height=&#39;auto&#39; width=&#39;773&#39; alt=&quot;Table7&quot; /&gt; 
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
&lt;p&gt;2. Now You Can See Tabbed Menu Gadget on Right Side Area&lt;p&gt;
&lt;p&gt;Look at The Picture Below&lt;/p&gt;
&lt;img src=&quot;install-images/tabbed_menu_2.png&quot; height=&#39;auto&#39; width=&#39;773&#39; alt=&quot;Table7&quot; /&gt; 
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
&lt;p&gt;3. Now Click On &quot;Add a Gadget&quot; and Add Your Own Widgets&lt;/p&gt;
&lt;img src=&quot;install-images/tabbed_menu_3.png&quot; height=&#39;auto&#39; width=&#39;773&#39; alt=&quot;Table7&quot; /&gt; 
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
&lt;p&gt;4. Now Click on Save &lt;/p&gt; 
&lt;img src=&quot;install-images/tabbed_menu_4.png&quot; height=&#39;auto&#39; width=&#39;773&#39; alt=&quot;Table7&quot; /&gt;
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
&lt;p&gt;You are done.&lt;/p&gt; 
&lt;hr&gt; 
&lt;h3 id=&quot;Table14&quot;&gt;&lt;strong&gt;10) How to Add Flickr Images&lt;/strong&gt; - &lt;a href=&quot;#toc&quot;&gt;top&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;img src=&quot;install-images/flickr_image.png&quot; height=&#39;auto&#39; width=&#39;773&#39; alt=&quot;Table8&quot; /&gt;
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
&lt;p&gt;1. First Go to Blogger &gt; Layout&lt;/p&gt;
&lt;img src=&quot;install-images/flickr_image_1.png&quot; height=&#39;auto&#39; width=&#39;773&#39; alt=&quot;Table8&quot; /&gt; 
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
&lt;p&gt;2. Now Click On &quot;Edit&quot; on Flickr Widget&lt;/p&gt;
&lt;img src=&quot;install-images/flickr_image_2.png&quot; height=&#39;auto&#39; width=&#39;773&#39; alt=&quot;Table8&quot; /&gt; 
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
&lt;p&gt;3. Now Copy the Code Given Below and Paste it to Here &lt;/p&gt;
&lt;img src=&quot;install-images/flickr_image_4.png&quot; height=&#39;auto&#39; width=&#39;773&#39; alt=&quot;Table8&quot; /&gt; 
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
&lt;pre class=&#39;brush:js;&#39;&gt;
&amp;lt;div class=&amp;quot;flickr&amp;quot;&amp;gt;
&amp;lt;script type=&amp;quot;text/javascript&amp;quot; src=&amp;quot;http://www.flickr.com/badge_code_v2.gne?count=9&amp;amp;amp;display=latest&amp;amp;amp;size=s&amp;amp;amp;layout=x&amp;amp;amp;source=user&amp;amp;amp;user=52617155@N08&amp;quot;&amp;gt;
&amp;lt;/script&amp;gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;
&lt;/pre&gt;
&lt;br&gt;
&lt;p&gt;Replace &lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: #E12222;&quot;&gt;52617155@N08&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; With Your Flicker Id&lt;/p&gt; 
&lt;p&gt;You Can use http://idgettr.com/ to Generate Your Flickr Id&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;4. Now Click on Save &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;You are done.&lt;/p&gt;
&lt;hr&gt; 
&lt;h3 id=&quot;Table15&quot;&gt;&lt;strong&gt;11) How to Setup Sitemap&lt;/strong&gt; - &lt;a href=&quot;#toc&quot;&gt;top&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;img src=&quot;install-images/sitmap_install.png&quot; height=&#39;auto&#39; width=&#39;773&#39; alt=&quot;Table8&quot; /&gt;
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
&lt;p&gt;1. First Go to Blogger &gt; Pages&lt;/p&gt;
&lt;img src=&quot;install-images/sitmap_install_1.png&quot; height=&#39;auto&#39; width=&#39;773&#39; alt=&quot;Table8&quot; /&gt; 
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
&lt;p&gt;2. Now Click On New Page &quot;Blank Page&quot; &lt;/p&gt;
&lt;img src=&quot;install-images/sitmap_install_2.png&quot; height=&#39;auto&#39; width=&#39;773&#39; alt=&quot;Table8&quot; /&gt; 
&lt;br&gt;
&lt;p&gt;3. Now Select &quot;HTML&quot; page&lt;/p&gt;
&lt;img src=&quot;install-images/sitmap_install_3.png&quot; height=&#39;auto&#39; width=&#39;773&#39; alt=&quot;Table8&quot; /&gt; 
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
&lt;p&gt;4. Now Copy the Code Given Below and Paste it to Here &lt;/p&gt;
&lt;pre class=&#39;brush:js;&#39;&gt;
&amp;lt;div id=&amp;quot;tabbed-toc&amp;quot;&amp;gt;
&amp;lt;span class=&amp;quot;loading&amp;quot;&amp;gt;Loading...&amp;lt;/span&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&amp;lt;br /&amp;gt;
&amp;lt;script type=&amp;quot;text/javascript&amp;quot;&amp;gt;
var tabbedTOC = {
    blogUrl: &amp;quot;http://megamag-pbt.blogspot.com/&amp;quot;, // Blog URL
    containerId: &amp;quot;tabbed-toc&amp;quot;, // Container ID
    activeTab: 1, // The default active tab index (default: the first tab)
    showDates: false, // `true` to show the post date
    showSummaries: false, // `true` to show the posts summaries
    numChars: 200, // Number of summary chars
    showThumbnails: false, // `true` to show the posts thumbnails (Not recommended)
    thumbSize: 40, // Thumbnail size
    noThumb: &amp;quot;http://3.bp.blogspot.com/-vpCFysMEZys/UOEhSGjkfnI/AAAAAAAAFwY/h1wuA5kfEhg/s72-c/grey.png&amp;quot;, // A &amp;quot;no thumbnail&amp;quot; URL
    monthNames: [ // Array of month names
        &amp;quot;January&amp;quot;,
        &amp;quot;February&amp;quot;,
        &amp;quot;March&amp;quot;,
        &amp;quot;April&amp;quot;,
        &amp;quot;May&amp;quot;,
        &amp;quot;June&amp;quot;,
        &amp;quot;July&amp;quot;,
        &amp;quot;August&amp;quot;,
        &amp;quot;September&amp;quot;,
        &amp;quot;October&amp;quot;,
        &amp;quot;November&amp;quot;,
        &amp;quot;December&amp;quot;
    ],
    newTabLink: true, // Open link in new window?
    maxResults: 99999, // Maximum post results
    preload: 0, // Load the feed after 0 seconds (option =&amp;gt; time in milliseconds || &amp;quot;onload&amp;quot;)
    sortAlphabetically: true, // `false` to sort posts by published date
    showNew: 7, // `false` to hide the &amp;quot;New!&amp;quot; mark in most recent posts, or define how many recent posts are to be marked
    newText: &amp;quot; - &amp;lt;em style=&amp;#039;color:red;&amp;#039;&amp;gt;New!&amp;lt;/em&amp;gt;&amp;quot; // HTML for the &amp;quot;New!&amp;quot; text
};
&amp;lt;/script&amp;gt;
&amp;lt;script src=&amp;quot;https://googledrive.com/host/0B2H3MJwpj5ZVNkJwaVF3SEV4cjg/tabbed-toc.js&amp;quot; type=&amp;quot;text/javascript&amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;/script&amp;gt;
&lt;/pre&gt;
&lt;br&gt;
&lt;img src=&quot;install-images/sitmap_install_4.png&quot; height=&#39;auto&#39; width=&#39;773&#39; alt=&quot;Table8&quot; /&gt; 
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
&lt;p&gt;Replace &lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: #E12222;&quot;&gt;http://megamag-pbt.blogspot.com/&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; With Your Website URL&lt;/p&gt; 
&lt;p&gt;5. Now Click on &quot;Publish&quot; Post &lt;/p&gt; 
&lt;p&gt;You are done.&lt;/p&gt;
&lt;hr&gt; 
&lt;h3 id=&quot;Table16&quot;&gt;&lt;strong&gt;12) How to Setup Main Menu&lt;/strong&gt; - &lt;a href=&quot;#toc&quot;&gt;top&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;img src=&quot;install-images/mainmenu.png&quot; height=&#39;auto&#39; width=&#39;773&#39; alt=&quot;Table8&quot; /&gt;
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
&lt;p&gt;1. First Go to Template&lt;/p&gt;
&lt;img src=&quot;install-images/mainmenu_1.png&quot; height=&#39;auto&#39; width=&#39;773&#39; alt=&quot;Table8&quot; /&gt; 
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
&lt;p&gt;2. Click on Edit Html&lt;p&gt;
&lt;img src=&quot;install-images/mainmenu_2.png&quot; height=&#39;auto&#39; width=&#39;773&#39; alt=&quot;Table8&quot; /&gt; 
&lt;br&gt;
&lt;p&gt;3. Scroll Down and Find This Code :&lt;/p&gt;
&lt;pre class=&#39;brush:js;&#39;&gt;
&amp;lt;nav id=&amp;#039;nav2&amp;#039;&amp;gt;
&amp;lt;ul id=&amp;#039;menuhlng2&amp;#039;&amp;gt;
&amp;lt;li class=&amp;#039;mhome2&amp;#039;&amp;gt;&amp;lt;a expr:href=&amp;#039;data:blog.homepageUrl&amp;#039;&amp;gt;Home&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/li&amp;gt;
&amp;lt;li&amp;gt;&amp;lt;a href=&amp;#039;#&amp;#039;&amp;gt;About Us&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/li&amp;gt;
&amp;lt;li&amp;gt;&amp;lt;a href=&amp;#039;#&amp;#039;&amp;gt;Theme Forest&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/li&amp;gt;
&amp;lt;li&amp;gt;&amp;lt;a href=&amp;#039;#&amp;#039;&amp;gt;Contact&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/li&amp;gt;
&amp;lt;li&amp;gt;&amp;lt;a href=&amp;#039;#&amp;#039;&amp;gt;Sitemap&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/li&amp;gt;
&amp;lt;li&amp;gt;&amp;lt;a href=&amp;#039;#&amp;#039;&amp;gt;404 Error&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/li&amp;gt;
&amp;lt;/ul&amp;gt;
&amp;lt;/nav&amp;gt;
&lt;/pre&gt;
&lt;br&gt;
&lt;img src=&quot;install-images/mainmenu_3.png&quot; height=&#39;auto&#39; width=&#39;773&#39; alt=&quot;Table8&quot; /&gt; 
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Change &lt;span style=&quot;color: #E12222;&quot;&gt;#&lt;/span&gt; with yours Pages URL link&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;6. Bottom Menu Scroll down and Find this Code :&lt;/p&gt; 
&lt;pre class=&#39;brush:js;&#39;&gt;
&amp;lt;nav id=&amp;#039;nav&amp;#039;&amp;gt;
&amp;lt;ul id=&amp;#039;menuhlng1&amp;#039;&amp;gt;
&amp;lt;li class=&amp;#039;mhome&amp;#039;&amp;gt;&amp;lt;a expr:href=&amp;#039;data:blog.homepageUrl&amp;#039;&amp;gt;Home&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/li&amp;gt;

&amp;lt;li&amp;gt;&amp;lt;a href=&amp;#039;#&amp;#039;&amp;gt;About&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/li&amp;gt;
&amp;lt;li&amp;gt;&amp;lt;a href=&amp;#039;#&amp;#039;&amp;gt;Education&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/li&amp;gt;
&amp;lt;li&amp;gt;&amp;lt;a href=&amp;#039;#&amp;#039;&amp;gt;Archive&amp;lt;/a&amp;gt;
&amp;lt;ul class=&amp;#039;submenu hidden&amp;#039;&amp;gt;
&amp;lt;li&amp;gt;&amp;lt;a href=&amp;#039;#&amp;#039;&amp;gt;Dropdown&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/li&amp;gt;
&amp;lt;li&amp;gt;&amp;lt;a href=&amp;#039;#&amp;#039;&amp;gt;Dropdown&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/li&amp;gt;
&amp;lt;li&amp;gt;&amp;lt;a href=&amp;#039;#&amp;#039;&amp;gt;Dropdown&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/li&amp;gt;
&amp;lt;li&amp;gt;&amp;lt;a href=&amp;#039;#&amp;#039;&amp;gt;Dropdown&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/li&amp;gt;
&amp;lt;/ul&amp;gt;
&amp;lt;/li&amp;gt;
&amp;lt;li&amp;gt;&amp;lt;a href=&amp;#039;#&amp;#039;&amp;gt;Music&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/li&amp;gt;
&amp;lt;li&amp;gt;&amp;lt;a href=&amp;#039;#&amp;#039;&amp;gt;Business&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/li&amp;gt;
&amp;lt;li&amp;gt;&amp;lt;a href=&amp;#039;#&amp;#039;&amp;gt;Games&amp;lt;/a&amp;gt;
&amp;lt;ul class=&amp;#039;submenu hidden&amp;#039;&amp;gt;
&amp;lt;li&amp;gt;&amp;lt;a href=&amp;#039;#&amp;#039;&amp;gt;Dropdown&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/li&amp;gt;
&amp;lt;li&amp;gt;&amp;lt;a href=&amp;#039;#&amp;#039;&amp;gt;Dropdown&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/li&amp;gt;
&amp;lt;li&amp;gt;&amp;lt;a href=&amp;#039;#&amp;#039;&amp;gt;Dropdown&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/li&amp;gt;
&amp;lt;/ul&amp;gt;
&amp;lt;/li&amp;gt;
&amp;lt;/ul&amp;gt;
&amp;lt;/nav&amp;gt;
&lt;/pre&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;7. Change &lt;span style=&quot;color: #E12222;&quot;&gt;#&lt;/span&gt; with yours Pages URL link&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;
&lt;img src=&quot;install-images/mainmenu_4.png&quot; height=&#39;auto&#39; width=&#39;773&#39; alt=&quot;Table17&quot; /&gt; 
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
&lt;p&gt;You are done.&lt;/p&gt;
&lt;hr&gt; 
&lt;h3 id=&quot;Table17&quot;&gt;&lt;strong&gt;13) How to Setup 728x90 AdSpace&lt;/strong&gt; - &lt;a href=&quot;#toc&quot;&gt;top&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;img src=&quot;install-images/adspace.png&quot; height=&#39;auto&#39; width=&#39;773&#39; alt=&quot;Table8&quot; /&gt;
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
&lt;p&gt;1. First Go to Blogger &gt; Layout&lt;/p&gt;
&lt;img src=&quot;install-images/adspace_1.png&quot; height=&#39;auto&#39; width=&#39;773&#39; alt=&quot;Table8&quot; /&gt; 
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
&lt;p&gt;2. Now Click On &quot;Edit&quot; on 728x90 AdSpace Widget&lt;/p&gt;
&lt;img src=&quot;install-images/adspace_2.png&quot; height=&#39;auto&#39; width=&#39;773&#39; alt=&quot;Table8&quot; /&gt;
&lt;br&gt;
&lt;p&gt;3. Now copy the followinmg code and paste it to here&lt;/p&gt;
&lt;pre class=&#39;brush:js;&#39;&gt;
&amp;shy;&amp;lt;a href=&amp;quot;With Your Website URL&amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;img class=&amp;quot;&amp;quot; src=&amp;quot;Your Adspace Image URL&amp;quot; target:&amp;quot;_blank&amp;quot;; /&amp;gt;&amp;lt;/a&amp;gt;
&lt;/pre&gt;
&lt;br&gt;
&lt;img src=&quot;install-images/adspace_3.png&quot; height=&#39;auto&#39; width=&#39;773&#39; alt=&quot;Table8&quot; /&gt; 
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
&lt;p&gt;Replace &lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: #E12222;&quot;&gt;Web Site URL&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;With Your Website URL&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Replace &lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: #52B61D;&quot;&gt;Your Adspace Image URL&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; with website link&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;Look at the example below:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;
&lt;pre class=&#39;brush:js;&#39;&gt;
&amp;shy;&amp;lt;a href=&amp;quot;http://megamag-pbt.blogspot.com/&amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;img class=&amp;quot;&amp;quot; src=&amp;quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgd2cXm3-SG58SlhqJqN56bfHSloOEi0Rp6UObn_li2pBh01PLHj44ztXSy1vZ4PH2UsTCfTQ6hhrnMsVMJt1mcan1Z36Vq9lR3t_Y-kcQ74WpENEGFd9dP2nBM8aMleW5ZgvbmqUETnJJg/s1600/728.png&amp;quot; target:&amp;quot;_blank&amp;quot;; /&amp;gt;&amp;lt;/a&amp;gt;
&lt;/pre&gt;
&lt;br&gt;
&lt;p&gt;5. Now Click on &quot;Save Template&quot;&lt;/p&gt; 
&lt;hr&gt;
&lt;h3 id=&quot;Table18&quot;&gt;&lt;strong&gt;14) How to Setup Video Slider&lt;/strong&gt; - &lt;a href=&quot;#toc&quot;&gt;top&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;img src=&quot;install-images/video_slide.png&quot; height=&#39;auto&#39; width=&#39;773&#39; alt=&quot;Table8&quot; /&gt;
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
&lt;p&gt;1. First Go to Blogger &gt; Layout&lt;/p&gt;
&lt;img src=&quot;install-images/video_slide_1.png&quot; height=&#39;auto&#39; width=&#39;773&#39; alt=&quot;Table8&quot; /&gt; 
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
&lt;p&gt;2. Now Click &quot;Edit&quot; on Video Widget&lt;/p&gt;

&lt;img src=&quot;install-images/video_slide_2.png&quot; height=&#39;auto&#39; width=&#39;773&#39; alt=&quot;Table2&quot; /&gt;
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
&lt;p&gt;3. Now Add Your Own Blogger Tag Name to Here&lt;/p&gt;
&lt;img src=&quot;install-images/video_slide_3.png&quot; height=&#39;auto&#39; width=&#39;773&#39; alt=&quot;Table3&quot; /&gt;
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
&lt;p&gt;4. Now Click on Save&lt;/p&gt;
&lt;img src=&quot;install-images/video_slide_4.png&quot; height=&#39;auto&#39; width=&#39;773&#39; alt=&quot;Table3&quot; /&gt;
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
&lt;p&gt;You are done.&lt;/p&gt;
&lt;hr&gt; 
&lt;h3 id=&quot;Table19&quot;&gt;&lt;strong&gt;16) Sources and Credits&lt;/strong&gt; - &lt;a href=&quot;#toc&quot;&gt;top&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;p&gt;We used the following JS script, images, icons and etc..&lt;p&gt;		
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;http://www.woothemes.com/flexslider/&quot;&gt;Flexslider&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;http://www.gcmingati.net/wordpress/wp-content/lab/jquery/newsticker/jq-liscroll/scrollanimate.html&quot;&gt;liScroll 1.0&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;http://gsgd.co.uk/sandbox/jquery/easing/&quot;&gt;JQuery Easing Plugin&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://plus.google.com/+TaufikNurrohman/posts&quot;&gt;Taufik Nurrohman&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;http://cssglobe.com&quot;&gt;Alen Grakalic&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;http://www.digitalia.be&quot;&gt;Slimbox v2.05&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;http://wall.alphacoders.com/&quot;&gt;Wallpapers Abyss&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;http://vervex.deviantart.com/art/Somicro-40-Free-Social-Media-Icons-257232757&quot;&gt;Social icons&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;http://www.iconfinder.com/&quot;&gt;Other icons&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;http://subtlepatterns.com/&quot;&gt;Background Wallpaper&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;http://callmenick.com/2014/03/06/image-overlay-hover-effects-with-css3-transitions/&quot;&gt;Image Overlay Hover Effects&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;	
&lt;p&gt;Once again, thank you so much for purchasing this theme. As I said at the beginning, I&#39;d be glad to help you if you have any questions relating to this theme. No guarantees, but I&#39;ll do my best to assist. If you have a more general question relating to the themes on ThemeForest, you might consider visiting the forums and asking your question in the &quot;Item Discussion&quot; section.&lt;/p&gt; 
		
		&lt;p class=&quot;append-bottom alt large&quot;&gt;&lt;strong&gt;Jeewani&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
		&lt;p&gt;&lt;a href=&quot;#toc&quot;&gt;Go To Table of Contents&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;
		
		&lt;hr class=&quot;space&quot;&gt;
&lt;/div&gt;&lt;!-- end div .container --&gt;
&lt;/body&gt;
&lt;/html&gt;</description><link>http://shodiqiel.blogspot.com/2015/08/how-to-install.html</link><author>noreply@blogger.com (shodiqiel)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgOePrqo_7-DUu6UJnmImAjhh3n561S1QsFXYfZ42zMDO0yLriTOASAtGQ3efmOV_Sy39rrlm79avhyW8Np3pXS6lecZYHWdq6S8wK4C-M8P15UJrlaovIDaVcHe9K4sgCUfiUonUfHhJ4/s72-c/Tangkapan+layar+2015-08-25+07.14.46.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5644837286779463840.post-5183673798310703863</guid><pubDate>Tue, 25 Aug 2009 22:12:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-08-25T19:53:41.443+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Image Modification</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Unik</category><title>Tingkah Polah Unik</title><description>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjdcl6Izrq-w47mtJKaF180BuHw-F1peR2qgrBebrpJ9drrbpiUWpfl681-UBQhpL3uLgA2pOL_-8LCXmiYBMr0sS2mlhET41BBEuu6WXFjIC_MGOFt24OKZ-CLrWmRsz_RVZ8c6uNXOZKL/s1600-h/Robowedding.jpg&quot; onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5361782137783573202&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjdcl6Izrq-w47mtJKaF180BuHw-F1peR2qgrBebrpJ9drrbpiUWpfl681-UBQhpL3uLgA2pOL_-8LCXmiYBMr0sS2mlhET41BBEuu6WXFjIC_MGOFt24OKZ-CLrWmRsz_RVZ8c6uNXOZKL/s400/Robowedding.jpg&quot; style=&quot;cursor: pointer; display: block; height: 230px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 207px;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan tekonologi robot di Jepang sungguh luar biasa. Di Negeri Sakura itu, kini dikembangkan robot mirip manusia yang bisa digunakan untuk peragaan busana. Namanya HRP-4C atau dikenal dengan Miim. Desainer Yumi Katsura kemarin menggunakan Miim sebagai model dalam peragaan busana bertajuk Paris Grand Collection di Osaka. Miim tampak anggun dengan busana pengantin serbaputih. Bisa jadi, suatu ketika ada robot yang menikah di Negeri Matahari Terbit itu. (Rtr)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;center&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;*** * ***&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Sementara itu..&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiWWGC2ZuW1z3WuGjG-1MpRz7XpznWj9AGfdA76T6IFu7Roi4Xa7igMOKyQsixMz146fZZ8rSQLlkfgt3w1zbFv_LmVoRAob2Uf7kqfEjm6MI6WBd6HKge9AEnIwIfNVl9HakHF3-79CbVj/s1600-h/87594small.jpg&quot; onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5374697130726235490&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiWWGC2ZuW1z3WuGjG-1MpRz7XpznWj9AGfdA76T6IFu7Roi4Xa7igMOKyQsixMz146fZZ8rSQLlkfgt3w1zbFv_LmVoRAob2Uf7kqfEjm6MI6WBd6HKge9AEnIwIfNVl9HakHF3-79CbVj/s400/87594small.jpg&quot; style=&quot;cursor: pointer; display: block; height: 180px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 207px;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;center&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;
&lt;b&gt;Kontes Lebah&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;
&lt;br /&gt;Inilah kontes kecantikan yang lain daripada biasanya. Pesertanya antarlebah. Wah, lebah di mana cantiknya? Menurut salah seorang pemilik tawon penghasil madu di peternakan Dvorat Ha&#39;Tavor, Israel, lebah terpilih punya ukuran dan warna sangat ideal. Nah, sebagai hadiahnya, si lebah cantik yang menjadi pemenang akan dilepas ke alam bebas. (Reuters)&lt;br /&gt;&lt;center&gt;
*** * ***&lt;/center&gt;
&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Anjing Tukang Belanja&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjqYk278N9MKofvrqWRfA8jfJfvqPq-VMd73a8jFS8U6PXD99sVBHB3R8GAbR1AnFbAfexzqIXorTzNgwM3UksRG80sPTi0uJrBpqQJ_AhL3uSjhxicQ-w3kPKWqwLqXLL-7Xu04Bzq53mh/s1600-h/87429small.jpg&quot; onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5374099977077889250&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjqYk278N9MKofvrqWRfA8jfJfvqPq-VMd73a8jFS8U6PXD99sVBHB3R8GAbR1AnFbAfexzqIXorTzNgwM3UksRG80sPTi0uJrBpqQJ_AhL3uSjhxicQ-w3kPKWqwLqXLL-7Xu04Bzq53mh/s400/87429small.jpg&quot; style=&quot;cursor: pointer; float: left; height: 159px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 207px;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Bersatu membantu majikan. Barangkali itulah tekad dua anjing ini. Tak hanya menjaga rumah, dua anjing itu juga berusaha meringankan beban pemiliknya, Wang, yang tinggal di Shenyang, Tiongkok. Setelah dilatih beberapa tahun, saban pagi sepasang anjing itu bisa membawakan tas tangan berisi uang dan mendorong troli berisi sayuran dari pasar ke rumah. Pemiliknya cukup mengawasi dari kejauhan. Biarkan anjing belanja, kafilah tetap berlalu... (EPA)&lt;br /&gt;&lt;center&gt;
*** * ***&lt;/center&gt;
&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjEcZ8xrlp6bbyuyEjGutTSNMLepWrXyhxqHWTYfhA6LGnxy6U22H8fSUEgoTSZExLY_5kv1qZttP_rn-1uceZ7debzEn0GeUiUVhOVIQ05uDf5pbtbnjxatdJdOQ8pgby7YmIMTyM3K8EN/s1600-h/Vegetarian+Demo.jpg&quot; onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5366059116812196082&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjEcZ8xrlp6bbyuyEjGutTSNMLepWrXyhxqHWTYfhA6LGnxy6U22H8fSUEgoTSZExLY_5kv1qZttP_rn-1uceZ7debzEn0GeUiUVhOVIQ05uDf5pbtbnjxatdJdOQ8pgby7YmIMTyM3K8EN/s400/Vegetarian+Demo.jpg&quot; style=&quot;cursor: pointer; display: block; height: 288px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 400px;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg392oxdqwPCpIMpsgGlGBTAnQ31HBZrae5yPTDcbHgSUa-iM1ag465Li-JmWA7xwDE06f8eFnEu4AxLMvFo3iWTcR-xWQSAcbP1MHVMvWlbAk50gI7qxKmZEgAW6GU5-QtgbZ3VA2Vqtap/s1600-h/Vegetarian.jpg&quot; onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5366055130778089122&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg392oxdqwPCpIMpsgGlGBTAnQ31HBZrae5yPTDcbHgSUa-iM1ag465Li-JmWA7xwDE06f8eFnEu4AxLMvFo3iWTcR-xWQSAcbP1MHVMvWlbAk50gI7qxKmZEgAW6GU5-QtgbZ3VA2Vqtap/s400/Vegetarian.jpg&quot; style=&quot;cursor: pointer; display: block; height: 233px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 207px;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;
&lt;b&gt;Demo Vegetarian&lt;/b&gt;&lt;/center&gt;
&lt;br /&gt;Sekelompok wanita ini kemarin (3/8) melakukan aksi demo di Distrik Shibuya, Tokyo. Mereka membawa poster yang berisi penentangan terhadap pembunuhan binatang yang dijadikan santapan. Mereka juga mengajak kita untuk hidup sehat dengan cara menjadi vegetarian. Menghindari daging, cukup menyantap sayur dan buah-buahan. Biar menarik, para pendemo tersebut memakai daun sawi hijau sebagai pakaian. Demo semacam itu jelas berpotensi memacetkan jalanan, tapi mata jadi segar. (EPA)[JP, Kamis, 23 Juli 2009]&lt;br /&gt;&lt;center&gt;
*** * ***&lt;/center&gt;
&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi54S3BgFixfqRU8wfA1DNxa2ZLB9pQRzoUDU6egqol8TRIbJLUmgdFcdTYBAaac7ocdg0qUEyiVCHIMENVI9tqEZtDu-hB4MdHuy6a0H99IgFX_SD6vjjF84hdh2ba-IpXymkAJEY45P8Y/s1600-h/Putri+Indonesia1.jpg&quot; onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5361782801382825170&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi54S3BgFixfqRU8wfA1DNxa2ZLB9pQRzoUDU6egqol8TRIbJLUmgdFcdTYBAaac7ocdg0qUEyiVCHIMENVI9tqEZtDu-hB4MdHuy6a0H99IgFX_SD6vjjF84hdh2ba-IpXymkAJEY45P8Y/s400/Putri+Indonesia1.jpg&quot; style=&quot;cursor: pointer; display: block; height: 382px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 250px;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Putri Indonesia 2008 Dibekali Kostum Srikandi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta - Meniru kesuksesan Jepang dan Thailand di ajang Miss Universe, Putri Indonesia 2008 Zivanna Letisha Siregar dibekali kostum Srikandi lengkap dengan busur dan anak panah. Busana wayang orang itu diharapkan menarik perhatian dewan juri dan memberikan prestasi bagi Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maklum, sudah enam kali ikut serta di kontes kecantikan ratu sejagat itu baru sekali Indonesia berprestasi. Yakni, masuk 15 besar ketika Artika Sari Devi (2005) menjadi peserta. Kalah oleh Jepang dan Thailand yang pernah menjadi pemenang dan Korea Selatan yang pernah masuk lima besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ananta Kanapi, koordinator wardrobe kontestan asal Indonesia sejak empat tahun lalu, mengatakan bahwa Jepang dan Thailand menang setelah mengenakan kostum nasional yang cenderung heroik. &#39;&#39;Jepang pakai kimono, tapi pegang samurai. Dari Thailand, boxing. Tapi, saat malam final, mereka berubah menjadi anggun,&#39;&#39; ujarnya pada acara fitting busana untuk Miss Universe 2009 di Taman Sari Royal Heritage Spa kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, pada sesi kostum nasional, Zizi -sapaan Zivanna- akan menjelma sebagai Srikandi dengan &#39;&#39;buntut&#39;&#39; kain batik sepanjang 5 meter dan selendang biru sepanjang 4 meter. Busurnya berwarna emas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat berjalan di pentas nanti, sebelum memperkenalkan diri, Zizi akan melenggak-lenggok menyesuaikan kostum seperti gerak Srikandi di pertunjukan wayang orang. &#39;&#39;Ada unsur tarian Jawa juga. Lentik jarinya, lenggak-lenggok tubuhnya. Itu sedang aku pelajari,&#39;&#39; ucap Zizi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zizi sudah banyak membaca dan mempelajari karakter Srikandi dari internet dan buku. Hasilnya dirasa cukup untuk menjiwai kostum yang akan dipamerkan ke publik internasional itu. &#39;&#39;Srikandi itu pandai, disiplin, berdedikasi tinggi, dan berani. Meskipun, dia anak raja,&#39;&#39; ungkap perempuan kelahiran 16 Februari 1989 itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selebihnya, Zizi akan membawa gaun andalan lain, yaitu gaun malam, gaun untuk red carpet, dan sesi swimsuit. Two piece atau one piece? &#39;&#39;Untuk swimsuit, kami lihat nanti. Tapi, saya tetap membawa nama Indonesia yang baik dan berselera internasional. Saya yakin tidak melakukan sesuatu yang salah,&#39;&#39; kelitnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara fisik, Zizi juga sudah siap. Berat badannya 56 kg dirasa ideal untuk tubuh setinggi 177 cm. Sejak enam bulan lalu, putri Aswan Siregar dan Sandy Myriasandra itu menjalani olahraga rutin, termasuk pilates, yoga, dan aerobik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharusnya Zizi mengolah tubuhnya selama tujuh bulan. Namun, cedera kaki menyebakan dia harus beristirahat total satu bulan. Meski demikian, itu tidak memengaruhi hasilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zizi akan berangkat ke ajang Miss Universe 2009 di Nassau, Bahamas, pada 22 Agustus 2009. Acara dimulai 23 Agustus. &#39;&#39;Perasaan saya sangat bergolak&#39;&#39; akunya. (gen/tia)&lt;br /&gt;&lt;center&gt;
*** * ***&lt;/center&gt;
&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sedotan Alami&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;JawaPos: 27 Juli 2009&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiopD9PMzee3AZ-vkiwdOpO7cIklOkfo4vENb61lny00kN6332HBhyphenhyphenNAQzw6KG2U3rS6b_cHegXRAnXF7rdOkIn6gXSXq9YJQlX4jSwAWhTqpoCTbehTnt4mrcJgGMXMXgpNwhJ5si4lXoR/s1600-h/82473small.jpg&quot; onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5363061571437891346&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiopD9PMzee3AZ-vkiwdOpO7cIklOkfo4vENb61lny00kN6332HBhyphenhyphenNAQzw6KG2U3rS6b_cHegXRAnXF7rdOkIn6gXSXq9YJQlX4jSwAWhTqpoCTbehTnt4mrcJgGMXMXgpNwhJ5si4lXoR/s400/82473small.jpg&quot; style=&quot;cursor: pointer; display: block; height: 219px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 207px;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Minggu ini merupakan puncak perayaan mekarnya bunga teratai di Kota Hayama, Provinsi Kanagawa, Jepang. Warga di sana menyambut indahnya bunga teratai yang bermekaran di kolam dan danau-danau itu dengan minum sake. Caranya, sake dituangkan di atas daun teratai, lalu dialirkan melalui pipa tangkai menuju tenggorokan. Bagi mereka, bunga teratai adalah simbol kebenaran, kesempurnaan, dan keabadian. Tapi awas, jangan dituang banyak-banyak. Nanti mabuk! Haik... (EPA)&lt;br /&gt;&lt;center&gt;
*** * ***&lt;/center&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;center&gt;
&lt;i&gt;Salam Persahabatan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;ParaDIsE.group&lt;/b&gt;&lt;/center&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;
&lt;textarea cols=&quot;40&quot; name=&quot;txt&quot; rows=&quot;3&quot; style=&quot;-moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-border-radius-bottomleft: 5px; -moz-border-radius-bottomright: 5px; -moz-border-radius-topleft: 5px; -moz-border-radius-topright: 5px; background: rgb(100, 100, 200) none repeat scroll 0% 50%; border: 8px inset rgb(104, 104, 204); color: white; line-height: 1.5em; padding: 0pt 1px;&quot; wrap=&quot;VIRTUAL&quot;&gt;&lt;center&gt;
&lt;a href=&quot;http://blogumulus.blogspot.com/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;img onmouseover=&quot;this.src=&#39;https://lh6.googleusercontent.com/-9HkFwqm3kH4/UfruUPRExZI/AAAAAAAAA-Y/RwY0pOhIT-c/s92-no/1-Hira.png&#39;;&quot; src=&quot;https://lh5.googleusercontent.com/-dkF3A0x_Qnk/UfruSLCFP8I/AAAAAAAAA-Q/E9fbBLlZ5Ik/s92-no/2-Izumy.png&quot; onmouseout=&quot;this.src=&#39;https://lh5.googleusercontent.com/-dkF3A0x_Qnk/UfruSLCFP8I/AAAAAAAAA-Q/E9fbBLlZ5Ik/s92-no/2-Izumy.png&#39;;&quot;/&gt;&lt;/a&gt;&lt;/center&gt;
&lt;/textarea&gt;&lt;/div&gt;
&lt;center&gt;
&lt;a href=&quot;http://blogumulus.blogspot.com/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;img onmouseout=&quot;this.src=&#39;https://lh3.googleusercontent.com/-pugQkehJDRA/UfusdNnrhkI/AAAAAAAABCE/l12pBVmWGts/s100-no/01-Hira.png&#39;;&quot; onmouseover=&quot;this.src=&#39;https://lh3.googleusercontent.com/-FjNVkaJ_Tvs/UfusdzJCyiI/AAAAAAAABCM/LkTkNB-L1a0/s100-no/02-Izumi.png&#39;;&quot; src=&quot;https://lh3.googleusercontent.com/-pugQkehJDRA/UfusdNnrhkI/AAAAAAAABCE/l12pBVmWGts/s100-no/01-Hira.png&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/center&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://shodiqiel.blogspot.com/2009/08/jawapos-ada2-saja.html</link><author>noreply@blogger.com (shodiqiel)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjdcl6Izrq-w47mtJKaF180BuHw-F1peR2qgrBebrpJ9drrbpiUWpfl681-UBQhpL3uLgA2pOL_-8LCXmiYBMr0sS2mlhET41BBEuu6WXFjIC_MGOFt24OKZ-CLrWmRsz_RVZ8c6uNXOZKL/s72-c/Robowedding.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5644837286779463840.post-6323055121638236175</guid><pubDate>Tue, 07 Jul 2009 16:48:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-09-05T17:59:20.253+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Education</category><title>Kelinci Percobaan</title><description>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;center&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh3L3FmNKrwO7F5xea0qpxWv-2S-ucjP5PKRoxgM2tOZcEVzJQsza8azduqrV77PQph1srBVryr5rWdkJsugcgZXI60FfpWpgkOuKu77n8_uzRO-8dHkAWOJEhk903AuslEJlDNhDqoTKU/s1600/iWatch-3.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;149&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh3L3FmNKrwO7F5xea0qpxWv-2S-ucjP5PKRoxgM2tOZcEVzJQsza8azduqrV77PQph1srBVryr5rWdkJsugcgZXI60FfpWpgkOuKu77n8_uzRO-8dHkAWOJEhk903AuslEJlDNhDqoTKU/s320/iWatch-3.png&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3&gt;
VANBOOK NO1GA2&lt;/h3&gt;
&lt;br /&gt;(Preview image on mouse, bukan produk kelinci percobaan..)&lt;/center&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;center&gt;
&lt;a href=&quot;http://alnect.com/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://farm4.static.flickr.com/3234/3660478256_b2ea3ecfd7.jpg?v=0&quot; onmouseout=&quot;this.src=&#39;http://farm3.static.flickr.com/2208/3697853348_8128a370ac_m.jpg&#39;;&quot; onmouseover=&quot;this.src=&#39;http://www.alnect.net/images/264_img_Wed0509050532.jpg&#39;;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/center&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;center&gt;
&lt;h3&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;(Zoom on mouse)&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;/center&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;center&gt;
&lt;span style=&quot;-moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; background: transparent url(http://bloggerbuster.com/images/print.gif) no-repeat scroll left center; padding-left: 20px;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;javascript:window.print()&quot;&gt;Print this post&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;center&gt;
Sincerely,&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://padhangbulan.blogspot.com/&quot;&gt;Padhang Bulan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://padhangbulan.blogspot.com/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Layla Signature&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;http://i733.photobucket.com/albums/ww339/padhaangbulan/LaylaSignature.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/center&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://shodiqiel.blogspot.com/2009/07/kelinci-percobaan.html</link><author>noreply@blogger.com (shodiqiel)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh3L3FmNKrwO7F5xea0qpxWv-2S-ucjP5PKRoxgM2tOZcEVzJQsza8azduqrV77PQph1srBVryr5rWdkJsugcgZXI60FfpWpgkOuKu77n8_uzRO-8dHkAWOJEhk903AuslEJlDNhDqoTKU/s72-c/iWatch-3.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5644837286779463840.post-385302357722061437</guid><pubDate>Thu, 02 Jul 2009 20:13:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-08-26T13:19:23.489+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Refleksi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Syair</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tauhid</category><title>Antara Pak Dosen Dan Tuhan</title><description>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;h3&gt;
TENTANG PAK DOSEN&lt;/h3&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://blogumulus.blogspot.com/2009/06/atas-bawah-oke-saja.html&quot;&gt;“Jelas donk, tangan di atas tuh lebih baek daripada di bawah. Tapi liat2 dulu, di atas lagi ngapain? Kalo naruh yg baek2 ye jadi baek. Tapi kalo naruh yg jelek2 ke bawah ye jadi jelek. Iya toh, neng?” (Lela edit dikit biar agak rapi)&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;depan&quot;&gt;S&lt;/span&gt;ebuah komentar kritis dari dosen Lela pada “Tangan di atas lebih baik dari di bawah.” Sejumlah contoh seketika tergambar di benak Lela. Angpao para broker dan mafia peradilan, &lt;a href=&quot;http://shodiqielhafily.wordpress.com/2008/08/17/masih-cinta-indonesia/&quot; target=&quot;new&quot;&gt;bagi-bagi rata hasil korpusi&lt;/a&gt;, money politik dan semacamnya adalah “kedermawanan” yang tak pada tempatnya. Orang pintar, jejaknya selalu menyisakan bahan pemikiran. Lela jadi makin nge-fans sama Pak Dosen.&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Lela juga amat bersyukur punya dosen seperti Pak Ros. Hampir semua posting-artikelnya telah Lela baca, di &lt;a href=&quot;http://www.rosichin.wordpress.com/&quot; target=&quot;new&quot;&gt;WordPress&lt;/a&gt; (yang kini loadingnya makin berat) maupun yang di &lt;a href=&quot;http://humanioras.blogspot.com/&quot; target=&quot;new&quot;&gt;Blogger&lt;/a&gt; yang makin memanjakan penggunanya dengan banyak kemudahan dan keringanan loadingnya. Sebuah artikel malah sempat Lela posting ulang di blog Lela. Sekedar pengen nunjukin bahwa Lela bener-bener dah telaah dengan baik. Lela pilih artikel itu karena Pak Dosen nyebutin Lela di antara “figurannya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jejak yang amat dalam juga ditinggalkannya di Background Textarea Onmouse. Pak Dosen mengusik benak Lela dengan tema yang berat. Membuat Lela teringat cerita guru spiritual Lela, bagaimana seseorang bisa diterima kesaksiannya bila tidak mengetahui “SiApa” yang disaksikannya? Pake jari telunjuk kenceng lagi &lt;i&gt;ngadep&lt;/i&gt; ke depan seolah memastikan “&lt;a href=&quot;http://padhangbulan.blogspot.com/2009/06/wahdatul-wujud.html&quot;&gt;SiApa&lt;/a&gt;” di hadapannya! Padahal.., hatinya lalai. Tuhan hanya dicarinya ketika susah seperti para politikus tiba-tiba akrab merakyat ketika menghadapi pemilu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah komentar yang – bagi Lela – terasa menukik tajam ke dasar samudera ketuhanan. Sebuah komentar yang mengingatkan Lela pada sebuah sya’ir:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;center&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 180%;&quot;&gt;&lt;br /&gt;نقل فؤادك حيث شئت من الهوى * ماالحب إلا للحبيب الأول&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://padhangbulan.blogspot.com/2009/06/mengenal-macam-macam-majaz.html&quot;&gt;“Pindah-pindahlah rasa cinta sesuka hatimu, (toh pada kesudahannya) tiada cinta kecuali pada kekasih yang awal (pertama).”&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Pak Dosen:&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://blogumulus.blogspot.com/2009/06/background-textarea-onmouse.html&quot;&gt;“Boleh aje text area ‘n warna tulisanx berubah, tapi tak bikin hati Ning jadi berubah dari pengakuan or penyaksian awal.”&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;h3&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;
TENTANG TUHAN&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;center&gt;
&lt;span style=&quot;color: yellow;&quot;&gt;&lt;script language=&quot;JavaScript&quot; src=&quot;http://shodiqiel.googlepages.com/Asmahusna.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;
&lt;br /&gt;Ketika diturunkan sebuah wahyu kepada Rasulullah di suatu malam, wahyu tentang penciptaan langit-bumi dan seisinya sebagai pertanda kebesaran Allah bagi “&lt;a href=&quot;http://www.uin-malang.ac.id/&quot; target=&quot;new&quot;&gt;ulul albab&lt;/a&gt;”, Beliau menangis. “Sungguh celaka orang-orang yang enggan merenungkannya.” Gumamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan adalah &#39;nutrisi&#39; untuk meningkatkan kecerdasan. Kata orang bijak, “Tanyalah pada pakarnya jika engkau ingin tahu hakikat sesuatu.” Jika tidak ketemu, tanyalah pada diri sendiri. &lt;a href=&quot;http://www.facebook.com/pages/Ebiet-G-Ade/25623120100&quot; target=&quot;new&quot;&gt;Ebit G Ade&lt;/a&gt; &#39;nyuruh bertanya – bahkan – &lt;a href=&quot;http://www.stlyrics.com/songs/e/ebietgade24249/beritakepadakawan858725.html&quot; target=&quot;new&quot;&gt;pada rumput yang bergoyang&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keniskalaan perintah untuk bertanya, tanpa menyebut objek (&lt;i&gt;maf’ul bihi&lt;/i&gt;) atau tema, mengindikasikan kebebasan mempertanyakan apa saja untuk ditemukan jawaban sesuai kadar intelektualitas seseorang. Bahkan mempertanyakan keberadaan Tuhan sebagaimana didiskusikan teramat seru di media.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di mana Tuhan? “Tuhan ada di sini, di dalam jiwa ini..” jawab lirik lagu Ebit. Sebagian menjawab seolah sebagai &lt;i&gt;final answer&lt;/i&gt;, “Tuhan ada di mana-mana.” &quot;Ketika Nabi Muhammad SAW membangun Ka`bah bukan berarti Tuhan itu ada di Ka`bah tapi di tengah-tengah Ka`bah ada ruang kosong. Nah, Tuhan selalu ada di dalam setiap ruang kosong, apakah di Timur Tengah, Indonesia, atau alam semesta ini,&quot; papar &lt;a href=&quot;http://elbudur.blogspot.com/2009/06/siti-jenar-dan-kejawen.html&quot;&gt;Agus Sunyoto&lt;/a&gt; penuh antusias sampai sudut bibirnya membusa.&lt;br /&gt;&lt;center&gt;
*** * ***&lt;/center&gt;
&lt;br /&gt;Amat menarik, memang, diskusi yang menghadirkan narasumber novelis sufistik, &lt;a href=&quot;http://id-id.facebook.com/people/Agus-Sunyoto/1371640179&quot; target=&quot;new&quot;&gt;Agus Sunyoto&lt;/a&gt;. Semua statement-nya diamini hadirin, bahkan di-&lt;i&gt;taukid&lt;/i&gt; oleh &lt;a href=&quot;http://www.bumishalawat.com/&quot; target=&quot;new&quot;&gt;KH Agus Ali Masyhuri&lt;/a&gt;.  Banyak temuan dan pandangan segar diungkapkan. Namun demikian, saya – Lela yang baru &lt;i&gt;melek&lt;/i&gt; – enggan mengamini keseluruhannya. Beberapa pandangan Lela cermati dan garisbawahi, al:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Baik jawaban Ebit G Ade maupun “final answer” sebagai cerminan ketaksanggupan akal untuk memperoleh jawaban yang paling pas, itu semua menyatakan bahwa Tuhan “berlokasi” di sebuah area. Apalagi jawaban Agus Sunyoto yang menegaskan keberadaan Sang Hyang Widiwasa di setiap ruang kosong yang -berarti pula - menegasikan keberadaan tuhan di area “berisi” anasir tertentu. &lt;i&gt;Asma Adh-Dhahir wa Al-Bathin&lt;/i&gt; memangkas pernyataan itu semua. Pada area yang terisi materi –yang terdeteksi indra – berarti tidak ada Tuhan di situ. &lt;i&gt;Al-Bathin&lt;/i&gt; melingkupi segala yang dianggap “terisi”. Karena Tuhan bukan semacam gas maupun udara. Bukankah ada &lt;a href=&quot;http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20071105203616AAaNHb9&quot; target=&quot;new&quot;&gt;ruang hampa udara&lt;/a&gt; yang semestinya di situ – udara - justru lebih leluasa memenuhinya? Kenyataannya malah ditempati &quot;zat asing&quot; lainnya!&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;li&gt;Pernyataan “tuhan ada di mana-mana” tidak sama dengan “tuhan ada di manapun” sebagaimana ditegaskan dalam: “&lt;b&gt;..faaiynama tuwallu fatsamma wajh Allah&lt;/b&gt;.” Tuhan ada di mana-mana secara eksplisit menyatakan bahwa tuhan “bertebaran” seolah terdiri dari “ajsam” (jasad renik, material). Sedang cahaya saja tak bisa ditentukan keberadaannya kecuali sumber cahaya dan objek yang tertimpa cahaya. Tuhan adalah cahaya di atas cahaya. Jadi, katakana saja keberadaan Dia seperti Dia ungkapkan keberadaannya dalam bahasa Qur’an, “Dia ada di manapun!” Dan beramallah, karena dengan amal saleh Tuhan menjadi nyata (&lt;i&gt;Dhahir&lt;/i&gt;).&lt;/li&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;li&gt;Masih menanggapi pernyataan Agus Sunyoto tentang individu maupun sekelompok orang yang dianggap &lt;a href=&quot;http://www.darussalaf.or.id/stories.php?id=968&quot; target=&quot;new&quot;&gt;berlebihan dalam beribadah&lt;/a&gt; hingga nyaris keluar dari rambu-rabu syariat, bukankah Nabi juga mencontohkan sebuah ketekunan yang luar biasa dalam beribadah hingga &lt;a href=&quot;http://www.mail-archive.com/daarut-tauhiid@yahoogroups.com/msg01272.html&quot; target=&quot;new&quot;&gt;kakinya membengkak&lt;/a&gt;? Sungguh tipu daya syetan teramat samar bukan main! Berleha-leha dengan amal-ibadah ‘medium’ itulah yang dianggap paling benar secara syar’i. Padahal, sebenarnya, itu selimut kemalasan yang dihamparkan syetan ke sekujur badan dan jiwanya! Lalu apa arti kata Nabi, “&lt;i&gt;&lt;a href=&quot;http://ftsi.wordpress.com/2007/10/05/gairah-malam-para-sufi/&quot; target=&quot;new&quot;&gt;afala akuna ‘abdan syakuron&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;”. Apa pula maksud “walladzina jahadu fina”? Santai dan leha-leha tidak dikatakan “&lt;a href=&quot;http://himakom.prodi-mi.com/index.php/view/keuntungan-dalam-bekerja&quot; target=&quot;new&quot;&gt;jahadu&lt;/a&gt;” yang artinya bersedia banting tulang bahkan - kalau perlu - mengorbankan jiwa-raga.&lt;/li&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;li&gt;Walau di awal tulisan dikatakan bahwa memunculkan persoalan apapun adalah absah, Lela tetap “berpihak” pada kata ulama klasik yang memberikan batasan wilayah cakupan akal. “Seseorang (bisa) dibilang sempurna keimanannya bila telah tidak mempersoalkan: Apa, SiApa, bagaimana, di mana, kapan dan berapa tuhan itu.”&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Kefasihan tata bahasa lisan maupun tulisan serta kekuatan argumentasi, jauh beda dari kebeningan hati oleh &lt;i&gt;nur tajally&lt;/i&gt;. Jika Anda tempelkan muka pada sebuah dinding, pandangan justru tak bisa lagi mendefinisikan warna maupun teksturnya. Keterlalu-dekatan &lt;i&gt;lah&lt;/i&gt; penyebabnya. Padahal, Tuhan lebih dekat dari urat leher kita sendiri. Matahari &lt;a href=&quot;http://truesize.blogspot.com/2008/08/jarak-matahari-bumi.html&quot; target=&quot;new&quot;&gt;terlalu jauh&lt;/a&gt; hingga seolah muat dalam genggaman[?])&lt;br /&gt;
___________________&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Bersambung ke: &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;h3&gt;
&lt;i&gt;APA ARTI SEBUAH NAMA&lt;/i&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;i&gt; (Lela mau berkisah tentang Hamlet-Shakespeare. Tapi masih Lela angen-angen dulu, ntar kalo &#39;dah Lela posting, Lela kabari. Jadi.., balik lagi ya, makasih..)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;center&gt;
&lt;span style=&quot;-moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; background: transparent url(http://bloggerbuster.com/images/print.gif) no-repeat scroll left center; padding-left: 20px;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;javascript:window.print()&quot;&gt;Print this post&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;center&gt;
Sincerely,&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://padhangbulan.blogspot.com/&quot;&gt;Padhang Bulan&lt;/a&gt;&lt;/center&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://shodiqiel.blogspot.com/2009/07/antara-pak-dosen-dan-tuhan.html</link><author>noreply@blogger.com (shodiqiel)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5644837286779463840.post-9095301681343252228</guid><pubDate>Thu, 02 Jul 2009 15:30:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-08-26T13:16:48.067+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Islam</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Refleksi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tauhid</category><title>Di Mana-mana vs Di Manapun</title><description>&lt;center&gt;&lt;a href=&quot;http://humanioras.blogspot.com/2009/06/ada-di-mana-mana.html&quot; target=&quot;new&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://i728.photobucket.com/albums/ww286/rosichin/animated77.gif&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;Rosichin M.&lt;/h3&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;depan&quot;&gt;T&lt;/span&gt;anda tanya ada di mana-mana, kadang tampak kadang sembunyi di balik sesuatu, kadang berhenti kadang berlari entah ke mana. Tanda tanya mengundang orang ingin mencari jawab, lantas berpikir. Siapa berpikir berarti dia ada; Kata Descartes, &quot;Cogito ergo sum&quot;. Tiada sia-sia orang melihat tanda tanya, dan mau berpikir untuk mencari kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://elbudur.blogspot.com/2009/06/siti-jenar-dan-kejawen.html&quot;&gt;&lt;img style=&quot;display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 300px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg0O2UZ4Wh_bJas5-gn_SsPPTFWfkqOa3d9vlaE5dyj5L4ze6O2x9eEzykI7nPa_X7p9ow_FmnyvXB4umRk73QQsTQmTxgx2h3WO852WGrwaiMwhbCTFjnrVJwDcUeLjmmFMI_E1LCljM_r/s400/Tanda-tanya.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5353898727710242306&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&quot;Tanda tanya, tanda tanya lagi, tanda tanya banyak sekali terpampang.&quot; Kata Dini lirih di sebuah &lt;i&gt;changkruk&#39;an&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Tanda tanya memang ada banyak, mungkin yang Dini lihat masih bisa dihitung dengan jari, padahal banyak tanda tanya yang masih tersembunyi.&quot; Timpal Rosi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;background:url(http://zizima.files.wordpress.com/2009/03/tanda-tanya.jpg) no-repeat center;&quot;&gt;Bunga pun ikut bertutur, &quot;Yeah.., di tanah, air, api dan udara ada tanda tanya; di tubuh manusia, hewan dan pohon ada tanda tanya, pada gelap atau terang, pada sesuatu yang diam atau gerak, pada sesuatu yang materi atau non materi, yang tampak atau tidak tampak ada tanda tanya, singkatnya tanda tanya ada di mana-mana, ada pada sesuatu yang terikat oleh ruang dan waktu atau pun yang tidak. Tanda tanya sebuah tanda yang mengundang orang untuk berpikir, memahami, dan menjawab meski menjawabnya tidak harus dieksplisitkan, dan paling tidak mencari jawab tentang apa, bagaimana dan mengapanya; lebih dari itu untuk mencari jawab di balik &quot;yang ada&quot; sampai dapat menemukan esensi atau substansinya.&quot;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Esensi atau substansi sesuatu memang sangat diperlukan diketahui dan dimengerti sehingga akan dapat menemukan kebenaran sesuatu, dan tidak ada lagi keraguan muncul dalam benak setiap insan pencari kebenaran. Tapi tidak mudah untuk menemukan substansi sesuatu, dan tanda tanya pun terus bermunculan sebelum mencapainya.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Aristoteles, seorang filosof Yunani, memberikan jalan untuk mecapai substansi melalui abstraksi, membuang lebih dahulu aksidensia-aksidensia yang menempel pada sesuatu, baru akan mencapai substansinya. Sesuatu yang substantif atau esensial inilah yang selalu ingin diketahui sang pencari: MANUSIA.&quot; Bunga terus nyerocos bak juru dakwah vs audience awam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Manusia pada fitrahnya ingin tahu tentang sesuatu yang ada, sehingga wajarlah manakala manusia ingin mencari jawab sesuatu yang ada, baik dalam isi dan bentuknya yang bendawi atau non bendawi. Mencari jawab berarti berfikir, berfikir berarti ada. Misalnya mencari jawab tentang orang bercelana, orang bersarung, orang berdasi atau yang lain. Tak mudah mencari jawabnya karena tak setiap orang selalu sama dalam jawabannya. Perbedaan jawaban dapat terjadi karena dipengaruhi latar kehidupan, pengetahuan, pengalaman, wawasan, pola pikir yang dimiliki dan faktor lain seperti sudut pandang / kacamata yang dipakai.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Perbedaan akan sesuatu harus diakui adanya dalam kehidupan tapi jangan menjadi embrio atau pun pemicu ketegangan / konflik, melainkan menjadi sebuah kekayaan dan hikmah serta menjadi indikasi ketidaksempurnaan manusia. Oleh karena itu tidak layak seorang manusia bersikap arogan atau egois. Sikap tersebut pun bertentangan dengan nurani manusia yang cenderung ingin selalu dalam kebaikan dan kebenaran..&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Cukup, Bunga, tak perlu diperpanjang..&quot; Sergah Anis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Aku tahu kau akan mengatakan bahwa perbedaan suatu kenyataan yang ada, kebaikan dan kebenaran perlu dicari, dan menjadi parameter manusia dalam hidup dan kehidupan. Tapi kebaikan dan kebenaran itu sesuatu yang relatif, berbicara masalah Tuhan saja sesuatu yang relatif sepanjang masih dalam bingkai hasil pemikiran atau tafsiran manusia, meskipun kitab suci yang ditafsiri!&quot; Papar Rosi pada Bunga sambil melirik  Anis seolah minta persetujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Well, I agree. Kerelativan dalam kehidupan terus mengalir,&quot; sambung &lt;a href=&quot;http://padhangbulan.blogspot.com&quot;&gt;Lela&lt;/a&gt; sekedar mengiyakan Rosi yang ga&#39; respons Anis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Bahasan relativitas bukan barang baru. Abad 4 SM, Sofisme telah mengibarkan bendera kerelativan; manusia menjadi ukuran segala-galanya. Ruang dan waktu menjadi saksi bisu bahwa sesuatu kebaikan atau kebenaran hasil pikir manusia akan tumbang atau lestari, dan sejarah akan mencatatnya.&quot; Sambung Rosi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Teman-teman, sudahlah, kita bicara yang kesinian dan kekinian saja yang dekat dengan Tanda Tanya&quot;, sergah Dini; &quot;misalnya tanda tanya tentang apa makna gelar-gelar yang menempel pada nama seorang dan dijejer atau dipamerkan, baik gelar akademik, gelar keturunan, atau gelar penghargaan serta sebutan gelar lain yang lama atau yang baru ada.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Gelar-gelar yang dipamerkan seseorang baik yang ditaruh di depan atau di belakang namanya, mungkin agar orang lain tahu kalau ia memiliki gelar dan akan menghargainya..&quot; Tutur Wulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Gelar dipasang bisa jadi untuk gagah-gagahan, namun jika pola pikir dan prilakunya tak sepadan dengan gelar yang disandangnya, malah bisa timbul tanya atas kualitasnya.&quot; Tukas Bunga, ketus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Buat apa pasang gelar tapi jadi bahan tertawaan, lebih baik tak pakai gelar tapi punya pola pikir yang bagus dan karya yang berkualitas serta bermanfaat bagi banyak pihak. Yang penting kita buat sejarah hidup sendiri dengan isi warna-warni kualitas terbaik.&quot; Timpal Sari mengakhiri diskusi sore itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;span style=&#39;background: url(http://bloggerbuster.com/images/print.gif) left no-repeat; padding-left: 20px;&#39;&gt;&lt;a href=&#39;javascript:window.print()&#39;&gt;Print this post&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;Sincerely,&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://padhangbulan.blogspot.com&quot;&gt;Padhang Bulan&lt;/a&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://shodiqiel.blogspot.com/2009/07/di-mana-mana-vs-di-manapun.html</link><author>noreply@blogger.com (shodiqiel)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg0O2UZ4Wh_bJas5-gn_SsPPTFWfkqOa3d9vlaE5dyj5L4ze6O2x9eEzykI7nPa_X7p9ow_FmnyvXB4umRk73QQsTQmTxgx2h3WO852WGrwaiMwhbCTFjnrVJwDcUeLjmmFMI_E1LCljM_r/s72-c/Tanda-tanya.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5644837286779463840.post-1225675116906696867</guid><pubDate>Sat, 20 Jun 2009 15:36:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-08-26T13:15:29.570+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Education</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kejawen</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Siti Jenar</category><title>Siti Jenar dan Kejawen</title><description>&lt;h3&gt;Kutipan Hasil Wawancara&lt;/h3&gt;&lt;br /&gt;Narasumber: Agus Sunyoto&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEia4pHq1wRXi-r3Krhe3uVYuRW4rXNHvTS_7DW4Ff1z_zZ_Nrej9KmVvTeHKV-HnxpZ83xt7KeN3XDsnzxZCkgrWKfvIpoXtwjM_HHOh9De-xmMSU5MqsqwGzZsDworMnMotmPLb5Og53Qs/s1600-h/Agus+Sunyoto.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 239px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEia4pHq1wRXi-r3Krhe3uVYuRW4rXNHvTS_7DW4Ff1z_zZ_Nrej9KmVvTeHKV-HnxpZ83xt7KeN3XDsnzxZCkgrWKfvIpoXtwjM_HHOh9De-xmMSU5MqsqwGzZsDworMnMotmPLb5Og53Qs/s320/Agus+Sunyoto.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5349436203023143682&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class=&quot;depan&quot;&gt;D&lt;/span&gt;alam khazanah peradaban Islam, praktik penyesatan memiliki sejarah yang panjang. Konteks yang melingkupinya pun tak jarang melibatkan nuansa politik dan menghadirkan campur tangan penguasa. Dalam mengkaji beberapa aspek yang mengiringi tindakan penyesatan itu, menarik untuk menyimak petikan wawancara dengan Agus Sunyoto, penulis buku Suluk Abdul Jalil yang kini tengah&lt;br /&gt;menggagas Pesantren Global dalam mempersiapkan &#39;perang&#39; globalisasi tahun 2015.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Akhir-akhir ini banyak kasus penyesatan, pendapat anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya begini, kasus-kasus penyesatan yang akhir-akhir ini muncul harus dilihat, apakah muncul dengan sendirinya atau setting. Kalau setting jelas ini dimunculkan oleh teori Samuel Hungtington, perang peradaban itu. Pasca runtuhnya komunis, Islam diposisikan sebagai pengganti (ideologi) komunis. Islam dianggap sebagai kekuatan ekstrim, teroris, sehingga muncul clash civilization itu. Kemudian ini (konflik bernuansa agama) dimunculkan dan disorot dunia. Inilah Islam, anarkhis, suka ngamuk, dan melakukan aksi sepihak seperti komunisme. Ini nanti yang ancur Islam, jelas koq. Islam dicurigai di mana-mana. Makanya kasus seperti ini harus disikapi dan dikaji secara mendalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, apa sih kewenangan MUI menyatakan ini sesat ini tidak. Kalau dia mempunyai kewenangan seperti itu saya ingin MUI itu diubah namanya menjadi Majlis Ahli Surga, tentu sorganya mereka sendiri. Selama tidak jelas mereka ahli sorga, jangan menilai yang lain ahli neraka, sesat. MUI itu khan bikinan orde baru untuk mendukung pemerintah, makanya dilembagakan. Mana ada dahulu ulama dilembagakan. Tidak ada. Zamannya Mbah Hasyim (KH Hasyim As Asy&#39;ari) dan Kiai Mas Mansyur ulama itu tidak dilembagakan. Dalam sejarah sufisme, kasus penyesatan khan bukan hal baru?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tinggal kita melihat perkembangan itu begini. Sistem pengetahuan yang ada di Jawa itu ada dua. Yang pertama pengetahuan yang dinamakan ngelmu, berupa analisis dan penalaran dari pemikiran. Istilah ngelmu ini berasal dari bahasa Arab, Al&#39;ilmu, yang digunakan untuk mengenal alam materi, alam ciptaan yang kasat mata, pengembangannya pada paradigma, dogma, pemikiran dan ilmu pengetahunan. Yang kedua, pengetahuan yang berupa kaweruh, dari kata weruh. Itu pengetahuan intuitif yang berangkatnya dari hati manusia untuk mengenal sesuatu yang bukan benda. Begitu Hindu, Budha, Islam masuk di Indonesia kedua pengetahuan ini dikembangkan secara seimbang. Kaweruh ini yang dalam bahasa arab disebut ma&#39;rifah. Dalam pengetahuan Islam, Fiqh misalnya, yang lebih mengedepankan ilmu, pengetahuan nalar, aqli, meskipun juga didukung dengan naqli yang lebih bersifat keyakinan. Tasawuf itu beda, dia lebih mengedepankan makrifah, zauq (perasan), karena itu lebih mengkedepankan hati. Karena itu paradigmanya juga lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyesatan Al Hallaj misalnya lebih karena aspek politis. Pemahaman tentang wahdatul wujud, Al Ittihad, dan hulul kemudian dianggap sesat. Padahal ketika mau dijatuhi hukuman mati, dia (Al Hallaj) ditanya, &quot;Apa permintaanmu terakhir?&quot;. Dia jawab, &quot;Ijinkan saya sholat dua rakaat&quot;. Al Hallaj juga aholat. Jadi dia dianggap sesat, murtad, itu di mana? Dia juga dituduh syi&#39;ah yang ekstrim. Lha wong amaliyah tarekat-nya, silsilah sampai ke Abu Bakar Ash-Shiddiq, koq dianggap sesat. Khan konyol pandangan ulama&#39; dahulu itu. Ini pertimbangan politik. Kasus di Indonesia juga sama, Syeikh Siti Jenar juga begitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam penyesatan Syeikh Siti Jenar secara politis bagaimana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesalahan Syeih Siti Jenar itu dia memotong silsilah tarekat. Karena dahulu itu ada kecenderungan semua guru, silsilah tarekat harus dari Arab, mursyid juga begitu. Itu yang oleh Syeikh Siti Jenar ditentang. Kemudian apa, orang Jawa tidak bisa menjadi mursyid (guru) thariqah. Dari Abu Bakar As-Shiddiq langsung ke Syekh Siti Jenar, kamu boleh jadi mursyid dan ajarkan sebagai orang Jawa. Kenapa, Gusti Allah itu bukan hanya milik orang Arab, dan Islam tidak mengenal pewarisan yang turun temurun seperti itu. Itulah kesalahan Syekh Siti Jenar, mengangkat derajatnya orang Jawa, orang Sunda, pribumi, bahwa orang pribumi boleh berhubungan dengan Tuhan. Tuhan tidak membatasi kebangsaan seseorang. Apalagi dia mengajarkan hubungan dengan Tuhan itu bisa langsung secara pribadi, langsung saja tidak perlu pakai perantara. Akhirnya orang-orang banyak yang sembahyang sendiri-sendiri tidak setor kepada ulama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah rakyat, atau ro&#39;iyah atau masyarakat, kalau tidak ada Syeikh Siti Jenar anda tidak akan mengenal istilah itu. Yang anda kenal kawula, kalau orang sunda abdi, kalau di tanah Melayu sahaya, artinya juga budak. Syeikh Siti Jenar tidak, insun (aku). Sultan dahulu itu kan disembah-sembah. Ini yang ditentang Siti Jenar, pengikutnya banyak yang tidak patuh, melawan. Karena kalangan Keraton jumlahnya banyak, Siti Jenar sedikit, dihabisi. Jadi gerakan revolusi sebenarnya Syekh&lt;br /&gt;Siti Jenar itu, baginya masyarakat itu bukan kawula. Dia yang menyadarkan orang kepada hak dasar manusia bahwa rakyat bukan budak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada anggapan bahwa sufisme meremehkan masalah syari&#39;at sehingga muncul penyesatan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tasawuf, sesuatu yang sifatnya syar&#39;i, ini sering kali itu malah berlebihan (kuantitas dan kualitasnya). Sembahyang itu sampai 70 rokaat. Kayak itu tadi (Ali Thoha), puasa seumur hidup. Malah berlebihan. Karena, dia menganggap dunia itu tidak ada apa-apanya (dibanding beribadah). Gak ada ceritanya meremehkan syariat itu. Malah yang sering muncul anggapan bid&#39;ah karena ditambahi. Lha wong mengingat Allah itu tidak dibatasi koq. Lebih konyol lagi tasawuf itu tidak membahas sorga dan neraka. Sekalipun mereka yaqin, itu (sorga-neraka) haq ada, itu semua makhluk ciptaan. Dia hanya menuju satu titik, Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tasawuf yang penting tauhid. Makanya dalan ajaran Siti Jenar yang paling tinggi itu ingat kepada Allah, dzikrullah. Dalam kelompok kejawen itu ada ungkapan eling kang utomo. Eling artinya dzikir. Sembahyangpun tidak ada artinya kalau tidak ingat kepada Allah. Banyak orang yang sholat, tahajjud di masjid, tetapi pikirannya tidak eling kepada Allah, yang dingat urusan dunia dan jabatan. Makanya dalam Serat Syeikh Siti Jenar itu dikritik, &quot;Badannya sholat tetapi pikirannya mencuri&quot;. Jadi sebetulnya itu, anggapan sesat atau tidak itu tergantung orang yang memandang. Tetapi bagi sesama orang tasawuf ya nggak akan menyalahkan. Kenapa, karena tasawuf itu masalah qolb (hati). Jadi tidak ada di tasawuf itu (menghakimi) ini sesat. Karena kesesatan itu definisi akal, kalau sudah akal itu, kesombongan, pamrih muncul di situ. Karena yang dikenal akal hanya yang nampak. Kenapa tasawuf itu bisa berkumpul, berdiskusi dengan pendeta Hindu, Bhuda, memperbincangkna tentang Illahi meskipun namanya beda. Itu bisa (dilakukan) karena ya hatinya bertemu.&lt;br /&gt;&lt;center&gt;*** * ***&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;Syekh Siti Jenar Tidak Wafat Dieksekusi&lt;/h3&gt;&lt;br /&gt;Sabtu, 27 Agustus 2005 21:12&lt;br /&gt;________________________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapanlagi.com - Syekh Siti Jenar yang merupakan wali kontroversial ternyata tidak wafat dieksekusi seperti dipersepsikan masyarakat Islam selama ini. &quot;Saya meneliti sejarah Syekh Siti Jenar dari sekitar 300 pustaka kuno yang tidak ada di perpustakaan, ternyata persepsi tentang Syekh Siti Jenar seperti selama ini tidak benar,&quot; kata Agus Sunyoto selaku penulis buku di Surabaya, Sabtu (27/08).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengungkapkan hal itu untuk meluruskan stigma jelek terhadap sosok Syekh Siti Jenar dalam bedah buku bertajuk &quot;Susuk Malang Sungsang&quot; yang berjumlah tujuh jilid di Toko Buku (TB) Togamas Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bedah buku karya Agus Sunyoto itu menampilkan pembahas Mohammad Sobary (mantan PU LKBN ANTARA/LIPI), Prof DR Setyo Yuwono Sudikan (budayawan/guru besar Universitas Negeri Surabaya), dan KH Agus Ali Masyhuri (PP Bumi Sholawat, Tulangan, Sidoarjo). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Agus Sunyoto, Syekh Siti Jenar juga tetap menjalankan syariat (hukum dan amal dalam beragama) dan tidak mengajarkan &quot;sasahidan&quot; atau ajaran yang sesat dan menyesatkan seperti dipersepsikan orang selama ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Jadi, para pengikut beliau menganggap persepsi orang tentang Syekh Siti Jenar selama ini merupakan kebohongan, bahkan dalam soal tauhid (keimanan) pun, Syekh Siti Jenar tidak menganggap dirinya adalah Tuhan,&quot; katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajaran manunggaling kawula-Gusti (kesatuan Tuhan dan manusia), katanya, merujuk pada Al-Qur`an (firman Allah SWT) bahwa Allah SWT ada dimana-mana tanpa dibatasi ruang, gerak, dan waktu atau Tuhan selalu ada dalam setiap ruang kosong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Ketika Nabi Muhammad SAW membangun ka`bah bukan berarti Tuhan itu ada di ka`bah tapi di tengah-tengah ka`bah ada ruang kosong. Nah, Tuhan selalu ada di dalam setiap ruang kosong, apakah di Timur Tengah, Indonesia, atau alam semesta ini,&quot; katanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membedah buku karya Agus Sunyoto itu, budayawan Prof DR Setyo Yuwono Sudikan yang juga guru besar Universitas Negeri Surabaya (Unesa) itu mengatakan Agus Sunyoto telah melakukan dekonstruksi sosok Syekh Siti Jenar melalui buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Agus Sunyoto telah melakukan dekonstruksi ketokohan dan ajaran Syekh Siti Jenar. Dari zaman ke zaman, negara memang telah menguatkan hegemoni terhadap ulama, pujangga, dan tokoh masyarakat yang dianggap kritis dan berbahaya,&quot; katanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senada dengan itu, budayawan Mohammad Sobary yang juga mantan Pemimpin Umum (PU) LKBN ANTARA itu menyatakan karya Agus Sunyoto membuktikan bahwa sejarah itu tidak pernah selesai dan kebenaran sejarah juga tak selalu final.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Paling tidak, Agus Sunyoto telah menampar wajah para ilmuwan yang selama ini merasa puas dengan sejarah yang sudah ada, bahkan Agus Sunyoto juga berhasil membongkar tabir mitos yang selama ini melingkupi Syekh Siti Jenar,&quot; katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, katanya, karya Agus Sunyoto akan lebih hebat lagi jika tidak hanya berhenti pada penampilan sosok Syekh Siti Jenar secara lebih adil, melainkan juga mendorong pembaca tertarik meneladani Syekh Siti Jenar dan akhirnya sujud kepada Allah SWT yang menciptakan tokoh seperti Syekh Jenar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan serupa juga dikatakan pengasuh Pesantren Bumi Sholawat, Tulangan, Sidoarjo, KH Agus Ali Masyhuri. &quot;Agus Sunyoto memang mampu menjebol stigma jelek tentang sosok Syekh Siti Jenar,&quot; katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, katanya, pandangan bahwa Syekh Siti Jenar itu mampu mengubah diri seperti cacing atau anjing telah dibantah, karena pandangan seperti itu sama halnya dengan rekayasa untuk memojokkan seorang wali. (*/lpk) &lt;br /&gt;&lt;center&gt;*** * ***&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;a href=&quot;http://padhangbulan.blogspot.com/&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://i733.photobucket.com/albums/ww339/padhaangbulan/Kejawen.gif&quot;/&gt;&lt;/a&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;Asal-Usul Haul dan Kenduri Kematian&lt;/h3&gt;&lt;br /&gt;Monday, 05 May 2008 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budaya kenduri kematian dalam ta&#39;ziah seperti tahlil, bukanlah berasal dari budaya Hindu dan Budha seperti yang dikalim oleh segolongan orang. Sebab kedua agama ini tidak mengenal istilah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian diungkapkan oleh pengamat budaya dan sejarah Agus Sunyoto seperti yang dikutip Antara News pada seminar internasional, &quot;Cheng Hoo, Wali Songo dan Muslim Tionghoa Indonesia di Masa Lalu, Kini dan Esok&quot; yang digelar Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo dan PITI di Surabaya, Minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, dalam agama Hindu atau Budaha tidak dikenal kenduri dan tidak pula dikenal peringatan orang mati pada hari ketiga, ketujuh, ke-40, ke-100 atau ke-1.000. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih menurut Antara, Agus mengemukakan bahwa catatan sejarah menunjukkan orang Campa memperingati kematian seseorang pada hari ketiga, ketujuh, ke-40, ke-100 dan ke-1.000. Orang-orang Campa juga menjalankan peringatan khaul, peringatan hari Assyuro dan maulid Nabi Muhammad SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Mencermati fakta itu, maka saya berkeyakinan tradisi kenduri, termasuk khaul adalah tradisi khas Campa yang jelas-jelas terpengaruh faham Syi`ah. Demikian juga dengan perayaan 1 dan 10 Syuro, pembacaan kasidah-kasidah yang memuji-muji Nabi Muhammad menunjukkan keterkaitan tersebut,&quot; katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, katanya, istilah kenduri itu sendiri jelas-jelas menunjuk kepada pengaruh Syi`ah karena dipungut dari bahasa Persia, yakni Kanduri yang berarti upacara makan-makan memperingati Fatimah Az Zahroh, puteri Nabi Muhammad SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agus Sunyoto yang juga dikenal sebagai penulis sejumlah novel dengan latar belakang wali, antara lain Syekh Siti Jenar yang bersambung hingga tujuh novel itu mengemukakan bahwa ditinjau dari aspek sosio-historis, munculnya tradisi kepercayaan di Nusantara ini banyak dipengaruhi pengungsi dari Campa yang beragama Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Peristiwa yang terjadi pada rentang waktu antara tahun 1446 hingga 1471 masehi itu rupanya memberikan kontribusi yang tidak kecil bagi terjadinya perubahan sosio-kultural religius di Majapahit,&quot; kata mantan wartawan yang kini menjadi dosen budaya di Unibraw Malang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia memberi contoh kebiasaan orang Campa yang memanggil ibunya dengan sebutan &quot;mak&quot;, sedangkan orang-orang Majapahit kala itu menyebut &quot;ibu&quot; atau &quot;ra-ina&quot;. Di Surabaya dan sekitarnya, tempat Sunan Ampel menjadi raja, masyarakat memanggil ibunya dengan sebutan &quot;mak&quot;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Pengaruh kebiasaan Campa yang lain terlihat pula dalam cara orang memanggil kakaknya atau yang lebih tua dengan sebutan `kang`, sedangkan orang Majapahit kala itu memanggil dengan sebutan `raka`. Untuk adik, orang Campa menyebut `adhy`, sedangkan di Majapahit disebut `rayi`,&quot; katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan itu, Agus membedakan pengaruh muslim Cina dengan Campa di masa-masa akhir kejayaan kerajaan Majapahit atau di era Wali Songo. Muslim Campa selama proses asimilasi melebur dengan penduduk setempat, hingga watak Campanya hilang dan berbaur dengan kejawaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Tapi muslim Cina masih cukup kuat menunjukkan eksistensi kecinaannya sampai beberapa abad,&quot; katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seminar untuk mengenang kebesaran Laksamana Cheng Hoo dan kaitan penyebaran Islam di Nusantara serta peran Wali Songo itu menghadirkan sejumlah pakar dari Cina, Malaysia dan Indonesia sendiri.(ant/kurt)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dihimpun dari pelbagai sumber, al: &lt;a href=&quot;http://buntetpesantren.org/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=148&amp;Itemid=47&quot; target=&quot;new&quot;&gt;Pesantren Buntet&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;span style=&#39;background: url(http://bloggerbuster.com/images/print.gif) left no-repeat; padding-left: 20px;&#39;&gt;&lt;a href=&#39;javascript:window.print()&#39;&gt;Print this post&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;Sincerely,&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://padhangbulan.blogspot.com&quot;&gt;Padhang Bulan&lt;/a&gt;&lt;/center&gt;</description><link>http://shodiqiel.blogspot.com/2009/06/siti-jenar-dan-kejawen.html</link><author>noreply@blogger.com (shodiqiel)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEia4pHq1wRXi-r3Krhe3uVYuRW4rXNHvTS_7DW4Ff1z_zZ_Nrej9KmVvTeHKV-HnxpZ83xt7KeN3XDsnzxZCkgrWKfvIpoXtwjM_HHOh9De-xmMSU5MqsqwGzZsDworMnMotmPLb5Og53Qs/s72-c/Agus+Sunyoto.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5644837286779463840.post-6503263629615343983</guid><pubDate>Fri, 05 Jun 2009 18:55:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-08-26T13:21:16.028+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Babad Cirebon</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Education</category><title>Ringkasan Cerita Babad Cirebon</title><description>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
BERDASARKAN NASKAH KLAYAN&lt;br /&gt;
Oleh: &lt;a href=&quot;http://ww2.yuwie.com/blog/entry.asp?id=918179&amp;amp;eid=588850&quot; target=&quot;new&quot;&gt;ZENBAE&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
(Terdiri dari 43 pupuh)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;depan&quot;&gt;P&lt;/span&gt;upuh pertama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi1wPcVu3HffI-IW0stJFcjwb8jxKkfL42FIyro2-xG5BGt07dmIDO36fyxUwb7oUPsHIL-c4138FQCPfCIh7rfzSkWEbxE9hg2o2xApHWF74uT4ABvdpsSvS1eNWXbSNfl1wjqHUIUFmGE/s1600-h/Baca-Babad-Cirebon.jpg&quot; onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5349425771086890162&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi1wPcVu3HffI-IW0stJFcjwb8jxKkfL42FIyro2-xG5BGt07dmIDO36fyxUwb7oUPsHIL-c4138FQCPfCIh7rfzSkWEbxE9hg2o2xApHWF74uT4ABvdpsSvS1eNWXbSNfl1wjqHUIUFmGE/s320/Baca-Babad-Cirebon.jpg&quot; style=&quot;cursor: hand; cursor: pointer; float: left; height: 256px; margin: 0 10px 10px 0; width: 320px;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Dangdanggula, 13 Bait. Pupuh ini diawali oleh kalimat Bismillahi ya rakhman nirakhim. Pupuh ini menceritakan lolosnya Walangsungsang—putra Prabu Siliwangi—yang berkeinginan mencari agama Nabi Muhammad. Walangsungsang –yang juga putra mahkota Kerajaan Pajajaran—berkeinginan untuk berguru agama Nabi Muhammad. Lalu, ia mengutarakan maksudnya kepada ayahandanya, Prabu Siliwngi. Namun, Prabu Siliwangi melarang bahkan mengusir Walangsungsang dari istana. Pada suatu malam, Walangsungsang melarikan diri meninggalkan istana Pakuan Pajajaran. Ia menuruti panggilan mimpi untuk berguru agama nabi (islam)kepada Syekh Nurjati, seorang pertapa asal Mekah di bukit Amparan Jati cirebon. Dalam perjalanan mencari Syekh Nurjati, Walangsungsang bertemu dengan seorang pendeta Budha bernama Sang Danuwarsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Pupuh Kedua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kinanti, 24 bait. Pupuh ini menceritakan perjalanan Rarasantang –adik Walangsungsang yang juga berkeinginan untuk mempelajari agama nabi –yang menyusul kakaknya hingga pertemuannya dengan Walangsungsang di Gunung Merapi. Setiap hari, Rarasantang amat bersedih hati ditinggalkan pergi oleh kakaknya. Ia terus menerus menangis. Jerit hatinya tak tertahankan lagi hingga akhirnya ia pun pergi meninggalkan istana Pakuan Pajajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, Prabu Siliwangi mengutus Patih Arga untuk mencari sang putri. Ia tidak diperkenankan pulang jika tidak berhasil menemukan Rarasantang. Namun, usaha Patih Arga sia-sia belaka karenanya ia tidak berani pulang. Akhirnya, ia mengambil keputusan mengabdi di negeri Tajimalela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, perjalanan Rarasantang telah sampai ke Gunung Tangkuban-perahu dan bertemu dengan Nyai Ajar Sekati. Rarasantang diberi pakaian sakti oleh Nyai Sekati sehingga ia bisa berjalan dengan cepat. Nyai Sekati memberi petunjuk agar Rarasantang pergi ke gunung Cilawung menemui seorang pertapa. Di gunung Cilawung, oleh ajar Cilawung nama Rarasantang diganti menjadi Nyai Eling dan diramal akan melahirkan seorang anak yang akan menaklukkan seluruh isi bumi dan langit, dikasihi Tuhan, dan menjabat sebagai pimpinan para wali. Selanjutnya, Nyai Eling diberi petunjuk agar meneruskan perjalanan ke Gunung Merapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita beralih dengan menceritakan Resi Danuwarsi—yang juga dikenal dengan nama Ajar Sasmita—yang tengah mengajar Walangsungsang. Sang Danuwarsi mengganti nama Walangsungsang menjadi Samadullah dan menghadiahi sebuah cincin bernama Ampal yang berkesaktian dapat dimuati segala macam benda. Ketika keduanya tengah asyik berbincang-bincang tiba-tiba datanglah Rarasantang yang serta merta memeluk kakaknya. Di Gunung Merapi, Walangsungsang dinikahkan dengan putri Danuwarsi yang bernama Indang Geulis. Sesuai dengan petunuk Resi Danuwarsi, Samadullah beserta istri dan adiknya meninggalkan Gunung Merapi menuju bukit Ciangkup. Indang Geulis dan Rarasantang “dimasukkan” ke dalam cincin Ampal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pupuh Ketiga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asmarandana, 16 bait. Di bukit Ciangkup—tempat bertapa seorang pendeta Budha bernama Sanghyang Naga—Samadullah diberi pusaka berupa sebilah golok bernama golok Cabang yang dapat berbicara seperti manusia dan bisa terbang. Setelah mengganti nama Samadullah menjadi Kyai Sangkan, Sanghyang Naga memberi petunjuk agar Samadullah melanjutkan perjalanan ke Gunung Kumbang menemui seorang pertapa yang bergelar Nagagini yang sudah teramat tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nagagini adalah seorang pendeta yang mendapat tugas dewata untuk menjaga beberapa jenis pusaka: kopiah waring, badong bathok (hiasan dada dari tempurung), serta umbul-umbul yang harus diserahkan kepada putera Pajajaran. Atas petunjuk Nagagini, Walangsungsang kemudian berangkat ke Gunung Cangak. Nagagini memberi nama baru bagi Walangsungsang, yakni Karmadullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pupuh Keempat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Megatru,26 bait. Ketika tiba di Gunung Cangak, Walangsungsang melihat pohon kiara yang setiap cabangnya dihinggapi burung bangau. Walangsungsang bermaksud menangkap salah seekor burung bangau itu, tetapi khawatir semuanya akan terbang jauh. Ia teringat akan pusakanya kopiah waring yang khasiatnya menyebabkan ia tidak akan terlihat oleh siapapun termasuk jin dan setan. Kopiah Waring segera ia pakai, lalu ia mengambil sebatang bambu untuk membuat bubu yang dipasang disalah satu cabang kiara. Dalam bubu itu diletakkan seekor ikan. Burung-burung bangau tertarik melihat ikan dalam bubu hingga membuat suara berisik dan menarik perhatian raja bangau (Sanghyang Bango) yang segera mendekati “rakyatnya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raja Bango berusaha mengambil ikan dalam bubu, namun ia terjebak masuk ke dalam perangkap dan tak dapat keluar, dan akhirnya ditangkap oleh Walangsungsang. Raja Bango mengajukan permohonan agar tidak disembelih, dan ia menyatakan takluk kepada Walangsunsang serta mengundangnya untuk singgah di istananya guna diberi pusaka. Di dalam istana, Raja Bango berubah menjadi seorang pemuda tampan dan menyerahkan benda pusaka berupa: periuk besi, piring, serta bareng. Periuk besi dapat dimintai nasi beserta lauk pauknya dalam jumlah yang tidak terbatas, piring dapat mengeluarkan nasi kebuli, sedangkan bareng dapat mengeluarkan 100.000 bala tentara. Sanghyang Bango memberi nama Raden Kuncung kepada Walangsungsang yang kemudian melanjutkan perjalanan ke Gunung Jati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pupuh kelima&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Balakbak, 16 bait. Setibanya di gunung Jati, Walangsungsang menghadap Syekh Nurjati yang juga bernama Syekh Datuk Kafi yang berasal dari Mekah, dan masih keturunan Nabi Muhammad dari Jenal Ngabidin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, Walangsungsang berguru kepada Syekh Nurjati dan menjadi seorang muslim dengan mengucapkan syahadat. Setelah ilmunya dianggap cukup, Syekh Datuk Kafi menyuruh Walangsungsang untuk mendirikan perkampungan di tepi pantai. Walangsungsang memenuhi perintah gurunya. Ia pun berangkat menuju Kebon Pesisir, berikut istri dan adiknya, yang di &quot;masukkan&quot; ke dalam cincin Ampal. Perkampungan baru yang akan dibukanya kelak dikenal dengan nama Kebon Pesisir, sedangkan pesantrennya diberi nama Panjunan. Dalam pada itu, Syekh Datuk Kafi memberi gelar kepada Walngsungsang dengan sebutan Ki Cakrabumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pupuh keenam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menggalang, 13 bait. Selanjutnya, Cakrabumi membuka hutan dengan Golok Cabang. Dengan kesaktian Golok Cabang, hutan lebat telah dibabat dalam waktu singkat. Ketika goloknya bekerja membabat hutan, ohon-pohonan roboh dengan mudah, lalu golok mengeluarkan api dan membakar kayu-kayu hutan sehingga dalam waktu singkat pekerjaan sudah selesai; sementara Walangsungsang tidur mendengkur. Hutan yang dirambah cukup luas sehingga pendatang-pendatang baru tidak perlu bersusah payah membuka hutan. Dalam waktu singkat, pedukuhan baru itu sudah banyak penduduknya, dan mereka menamakan Cakrabuwana dengan sebutan Kuwu Sangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuwu Sangkan sendiri tidak bertani karena pekerjaannya hanyalah menjala ikan dan membuat terasi. Jemuran terasi yang dibuatnya membentang ke selatan hingga Gunung Cangak di tanah Girang. Suatu ketika, ia pulang ke rumahnya yang terletak di Kanoman, ternyata gurunya, Syekh Datuk Kahfi telah berada disana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pupuh ketujuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinom, 24 bait. Ketika Syekh Datuk Kahfi menemui Walangsungsang di Kebon Pesisir, ia menganjurkan supaya Walangsungsang dan adiknya menunaikan ibadah haji ke Mekah. Walangsungsang mematuhinya. Ia pun berangkat menunaikan ibadah haji bersama adiknya, Rarasantang. Syekh Datuk Kahfi menitipkan sepucuk surat untuk sahabatnya, Syekh Bayan dan disarankan agar Walangsungsan beserta adiknya tinggal di rumah Syekh Bayan selama di Mekah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita beralih kepada kisah Raja Uttara, seorang raja Bani Israil yang baru ditinggal mati oleh istrinya. Ia menyuruh patihnya agar mencari seorang wanita yang parasnya serupa benar dengan almarhumah permaisurinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Patih Raja Uttara mengembara ke neger Rum, Bustam, Syam, Turki, dan Mesir, namun belum juga menemukan wanita yang diinginkan rajanya. Akhirnya, ia pergi ke Mekah pada saat musim haji. Ia melihat tiga orang berjalan beriring-iringan. Mereka adalah Syekh Bayan, Walangsungsang, dan Rarasantang. Sang Patih mengikuti mereka sampai ke rumahnya. Menurut penglihatannya, Rarasantang mirip sekali dengan almarhumah permaisuri Mesir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Patih Raja Uttara meminta Rarasantang utuk menjadi istri Raja Uttara di Bani Israil. Ternyata, ia bersedia menjadi istri raja Uttara dengan mas kawin sebuah sorban peningglan Nabi Muhammad SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pupuh kedelapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asmarandana, 13 bait. Ketika Rarasantang tengah hamil tujuh bulan, ia ditinggalkan suaminya yang bermaksud mengunjungi negeri Rum menengok pamannya, Raja Yutta. Untung tak dapat diraih malang tak dapat ditolak, baru satu hari Raja Uttara berada di Rum, ia terserang penyakit kolera dan tak tertolong lagi. Raja Uttara sudah pulang ke rahmatullah. Utusan segera dikirim ke Mesir untuk memberi kabar Raja Uttara telah meninggal di rum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pupuh kesembilan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinom, 15 bait. Pupuh ini menceritakan kesedihan Rarasantang yang ditinggal mati oleh suaminya, serta kisah kembalinya Walangsungsang ke tanah Jawa. Kesedihan Rarasantang yang sedang hamil tua itu tak terbayangkan lagi mendengar kematian suaminya, apalagi masa kehamilannya telah mencapai usia 12 bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, di Mekah, Syekh Bayan dan Walangsunsang tengah bercakap-cakap tentang rencana kembalinya ke tanah Jawa. Dalam perbincangan itu, Syekh Bayan berkeinginan untuk turut serta ke pulau Jawa. Walangsungsang yang telah berganti nama menjadi Abdul Iman meminta agar Syekh Bayan bersabar dahulu karena Abdul Iman ingin berkelana mengelilingi daerah Mekah hingga ke desa-desa. Tetapi, ternyata pengembaraan Walangsungsang telah sampai ke Aceh yang saat itu sedang terserang wabah penyakit. Permaisuri aceh meninggal karena terserang wabah penyakit. Ia meninggakan seorang anak perempuan yang belum diberi nama. Demikian pula Sultan Aceh—yang bernama sultan Kut—saat itu juga sedang sakit parah. Syekh Abdul Iman berhasil menyembuhkan Sultan Aceh dan putrinya. Putri Aceh yang masih kecil kemudian diambilnya menjadi anak angkatnya dan dimasukkan ke dalam cincin Ampal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syekh bayan yang menunggu Abdul Iman di Mekah hampir tiga bulan ternyata belum kembali juga. Ia segera mempersiapkan perahu dan berangkat sendiri dari pelabuhan Julda ( Jeddah ) menuju Cirebon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pupuh kesepuluh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maskumambang, 13 bait. Dengan mengucap bismillah, Syekh Bayan memulai pelayarannya meninggalkan Mekah menuju Cirebon. Sementara itu, Abdul Iman yang kembali ke Mekah setelah melakukan pengembaraan merasa ditipu oleh Syekh Bayan. Dengan kesaktiannya, Abdul Iman segera melesat ke Pulau Jawa. Ia menantikan kedatangan Syekh Bayan di tepi pantai dengan menyamar sebagai pencari ikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syekh Bayan tiba di Cirebon, ia disambut oleh seorang pencari ikan. Ia bertanya kepada pencari ikan itu di manakah ia bisa menjumpai syekh Datuk Kahfi. Syekh Abdul Iman yang menyamar sebagai pencari ikan tidak menjawab pertanyaan syekh Bayan, melainkan ia menjelaskan bahwa jika Syekh Bayan ingin menjadi orang yang mulia dan menjadi wali, tunggulah syekh Datuk Kahfi di Gunung Gajah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pupuh kesebelas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dangdanggula, 12 bait. Abdul Iman melanjutkan perjalanannya mengembara sebagai pencari ikan, sementara Syekh Bayan pergi ke Gunung Gajah. Di tengah perjalanan, Abdul Iman teringat kepada gurunya, lalu ia kembali ke Panjunan untuk menemui gurunya, juga istrinya. Akan tetapi, ternyata gurunya tidak ada, dan yang ada hanyalah sepucuk surat yang ditinggalkan syekh Datuk Kahfi. Isi surat itu : jika ingin bertemu dengannya, hendaklah menyusul ke Pandanjalmi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ia hendak pergi lagi mengembara, ia menyerahkan sebuah peti kepada istrinya dengan pesan : “Kelak, jika datang seorang pemuda dari Mekah, dan tinggal di Gunung Jati, serahkanlah peti itu kepadanya. Jika anak yang dalam kandunganmu lahir perempuan, berilah nama Pakungwati. Jika yang lahir laki-laki terserah. Ibu dan anak hendaklah berguru kepada pemuda yang berasal dari Mekah itu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdul Iman pergi ke Pandanjalmi dan bertapa di Sendang, dan menamakan dirinya Ki Gede Selapandan. Ia bertani sambil mengasuh anak angkatnya yang bernama Nyi Wanasaba. Ketika ia pindah ke Lebaksungsang, anaknya berganti nama menjadi Nyi Gandasari dan ketika dukuhnya semakin besar, ia namakan desa Panguragan. Ia percayakan desa itu kepada anaknya, Ratu Emas Gandasari, yang juga terkenal dengan nama Nyi Gede Panguragan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita beralih pada kisah kelahiran Syarif Hidayat. Tersebutlah Rarasantang di Mesir. Ia melahirkan bayi kembar laki-laki: anak pertama diberi nama Syarif Hidayat, sedangkan anak kedua syarif (Ng)aripin. Ketika mereka sudah berumur 14 tahun, mereka rajin mempelajari ilmu agama. Lebih-lebih Syarif Hidayat, segala macam kitab agama ia baca hingga akhirnya ia membaca sebuah kitab rahasia yang tertulis dengan tinta emas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pupuh keduabelas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinom, 21 bait. Setelah membaca kitab rahasia yang menjelaskan bahwa lamun sira arep luwi, gegurua ing Mukhamad( jika ingin menjdi manusia istimewa bergurulah kepada Muhammad ), Syarif Hidayat merasa setengah tidak percaya terhadap amanat yang tertera dalam buku itu. Namun, dalam setiap tidurnya, ia selalu bermimpi melihat cahaya yang mengeluarkan suara: e Syarif Hidayat iki, rungunen satutur isun, lamon sira arep mulya, nimbangi keramat Nabi, ulatana sira guguru Mukhamad ( Hai Syarif Hidayat dengarkanlah petunjukku, jika engkau ingin menjadi manusia mulia sehingga dapat mengimbangi keramat nabi, carilah dan bergurulah kepada Muhammad ). Dalam hatinya, ia merasa pedih mengenang nasibnya yang tidak berayah sehingga tidak ada yang dapat menuntun mengkaji ilmu. Meskipun demikian, hatinya teguh hendak menuruti petunjuk kitab dan panggilan mimpi. Ia memohon diri kepada ibunya dan sudah tak dapat dicegah lagi kemauannya. Ia tidak tertarik pada kedudukan sebagai raja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarif Hidayat mulai mengembara mencari Nabi Muhammad. Ia berziarah ke patilasan Nabi Musa dan Nabi Ibrahim di Mekah, tetapi belum juga memperoleh petunjuk. Lalu, ia shalat hajat dua rakaat, memuji Tuhan, membaca shalawat nabi, dan mengucapkan taubat. Setelah itu, ia melanjutkan perjalanan ke gunung Jambini. Di sana, ia bertemu dengan Naga Pratala yang menderita sakit bengkak. Sang Naga minta diobati, dan Syarif Hidayat hanya menjawab : yen lamon isun pinanggi, pasti waras puli kadi du ing kuna ( jika aku benar-benar dapat bertemu dengan Nabi Muhammad pastilah engkau sembuh ). Seketika Naga Pratala menjadi sembuh. Kemudian, ia memberikan sebuah cincin pusaka bernama Marembut yang berkhasiat dapat melihat segala isi bumi dan langit. Oleh Naga Pratala, Syarif Hidayat dianjurkan agar pergi ke pulau Majeti (Mardada) menemui pertapa di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulau Mardada dihuni oleh binatang buas dan berbisa yang sedang menjaga sebuah keranda biduri. Di sebuah cabang kay yang tinggi, Syarif Hidayat melihat ada seorang pemuda bernama Syekh Nataullah sedang bertapa. Pemuda itu menjelaskan bahwa tidak ada harapan untuk menemui orang yang sudah tiada, lebih baik berusaha mendapatkan cincin Mulikat yang berada di tangan Nabi Sulaiman. Ia menjelaskan bahwa barang siapa memiliki cincin Mulikat, ia akan menguasai seisi langit dan bumi, serta dihormati oleh umat manusia. Syarif Hidayat kemudian mengajak Syekh Nataullah bersama-sama mengambil cincin tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pupuh ketigabelas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kinanti, 30 bait. Ketika Syarif Hidayat berada di makam Nabi Sulaeman, jenazah Nabi Sulaeman seolah-olah hidup dan memberikan cincin Mulikat kepadanya. Syekh Nataullah mencoba merebut cincin tersebut, tetapi tidak berhasil. Tiba-tiba meledaklah petir dari mulut Nabi Sulaeman sehingga yang sedang mengadu tenaga memperebutkan cincin tersebut terlempar. Syekh Nataullah melesat jatuh di pulau jawa, sedangkan Syarif Hidayat jatuh di Pulau Surandil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita dalam pupuh ini diselingi oleh kisah Rarasantang yang merindukan Syarif Hidayat. Sudah sepuluh tahun Rarasantang ditinggal putranya. Ia selalu berdoa agar anaknya mendapat lindungan Tuhan Yang Maha Kuasa. Tiba-tiba, ia mendengar suara, ujarnya : wondening anakira iku, waruju kang dadi aji, Banisrail kratonira, nama Sultan Dul Sapingi, mung kang dadi lara brangta, amung putranipun Syarip, lamon eman maring siwi, balik angungsiyang Jawa, lamon arep ya pinanggi ( Anakmu yang muda itu akan menjadi raja, keratonnya di Baniisrail, bergelar Abdul Sapingi. Jika engkau benar-benar merindukan anakmu Syarip Hidayat, sebaiknya kembalilah engkau ke Pulau Jawa.) Akhirnya, Rarasantang kembali ke Pulau Jawa menantikan anaknya di Gunung Jati menuruti pesan Syekh Datuk Kahfi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita kembali ke Syarif Hidayat yang jatuh di Gunung Surandil. Di sana, ia melihat sebuah kendi berisi air sorga yang sangat harum baunya. Kendi itu mempersilahkan Syarif Hidayat meminumnya. Karena ia hanya menghabiskan setengahnya, kendi itu meramalkan bahwa kesultanan yang kelak akan didirikan olehnya tidak akan langgeng. Meskipun kemudian air kendi itu dihabiskan, namun yang langgeng hanyalah negaranya, bukan raja-rajanya. Setelah berkata demikian, kendi itu pun lenyap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarif Hidayat kemudian bertemu dengan Syekh Kamarullah. Atas anjurannya, Syekh Kamarullah pergi ke Jawa dan menetap di gunung Muriya dengan gelar Syekh Ampeldenta. Dengan demikan, sudah empat orang syekh dari Mekah yang tiba di tanah Jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pupuh keempatbelas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinom, 28 bait. Suatu ketika, Nabi Aliyas ( Ilyas ) menyamar sebagai seorang wanita pembawa roti. Ia menawarkan kepada Syarif Hidayat bahwa rotinya adalah roti sorga, dan barang siapa yang memakan roti itu, ia akan mengerti berbagai macam bahasa Arab, Kures, Asi, Pancingan, Inggris, dan Turki. Nabi Aliyas juga memberi petunjuk bahwa jika hendak mencari Muhammad ikutilah seseorang yang menunggang kuda di angkasa, dialah Nabi Khidir yang dapat memberi petunjuk. Wanita pemberi petunjuk itu hilang seketika dan tiba-tiba di angkasa tampak seorang penunggang kuda. Syarif Hidayat melesat ke angkasa lalu membonceng di ekor kuda. Nabi Khidir—penunggang kuda—menyentakkan kudanya hingga Syarif Hidayat terpelanting dan jatuh di negeri Ajrak di hadapan Abdul Sapari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdul Sapari memberinya dua butir buah kalam muksan; sebuah dimakan habis oleh Syarif Hidayat dan terasa manis sekali, sementara sebuah lagi disimpan untuk lain waktu. Abdul Sapari menyatakan bahwa tindakan itu menjadi pertanda bahwa kelak akan timbul tantangan-tantangan di saat Syarif Hidayat menjadi sulltan. Tidak demikian halnya jika dua buah itu dihabiskan sekaligus. Akhirnya, buah Kalam Muksan yang sebuah lagi segera dimakan, namun rasanya sangat pahit dan sangat menyakitkan seperti sakitnya orang menghadapi sakratul maut. Ia pingsan seketika. Abdul Sapari segera memanggil patih Sadasatir untuk memasukkan Syarif Hidayat ke bubungan mesjid. Dari situ, Syarif Hidayat mikraj ke langit. Dalam perjalanan mikraj, pertama kali ia sampai di pintu dunia dan melihat orang-orang yang mati sabil serta mukmin yang alim dan kuat beribadat. Di langit kedua, ia bertemu dengan roh-roh wanita yang setia dan patuh pada suami. Di langit ketiga, ia bertemu dengan Nabi Isa yang menghadiahkan nama Syarif Amanatunggal. Di langit keempat, ia bertemu dengan ribuan malaikat yang dipimpin oleh Jibril, Mikail, Israfil, dan Izrail. Para pemimpin malaikat juga memberinya nama, antara lain, Malaikat Jibril memberi nama Syekh Jabar, Mikail memberi nama Syekh Surya, Israfil memberi nama Syekh Sekar, dan Izrail memberinya nama Syekh Garda Pangisepsari. Di langit kelima, ia bertemu dengan ribuan nabi, antara lain, Nabi Adam, Nabi Ibrahim, Nabi Musa. Mereka juga menghadiahi nama baru bagi Syarif Hidayat. Nabi Adam memberi nama Syekh Kamil, Nabi Ibrahim memberi nama Saripulla, dan Nabi Musa memberi nama Syekh Marut. Selanjutnya, Syarif Hidayat melihat neraka, dinding jalal, dan meniti sirotol mustakim. Akhirnya, ia tiba di langit ketujuh dan melihat cahaya terang benderang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pupuh kelimabelas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kinanti, 26 bait. Di langit ketujuh Syarif Hidayat “bertemu” dengan Nabi Muhammad yang sedang tafakur. Nabi Muhammad menjelaskan bahwa ia sudah meninggal. Karena itu, ia tidak boleh mengajar umat manusia. Apalagi karena di dunia sudah ada wakilnya, yakni para fakir, haji, kitab Al qur’an, puji-pujian, dan segala macam ilmu telah lengkap di dunia. Akan tetapi, Syarif Hidayat berkeras tak mau berguru pada aksara. Ia ingin mendengar penjelasan langsung dari Nabi Muhammad, terutama tentang makna asasi kalimat syahadat dan perbedaannya dengan zikir satari. Nabi Muhammad menjawab pertanyaan-pertanyaan Syarif Hidayat dan menganugerahkan jubah akbar. Syarif Hidayat diperintahkan agar pergi ke tanah Jawa, dan berguru kepada Syekh Nurjati di Gunung Jati, serta tetap memelihara dan menjaga syareat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarif Hidayat lalu turun dari langit ketujuh ke puncak Mesjid Sungsang di Ajrak dan kembali ke Gunung Jati. Di sana, ia bertemu dengan bundanya yang sudah menjadi pertapa wanita bernama Babu Dampul, sedangkan Syekh Nurjati telah pindah ke gua Dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pupuh keenambelas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinom, 27 bait. Syekh Nurjati berusaha menghindari pertemuan dengan Syarif Hidayat. Ketika tamunya datang, ia meninggalkan sepucuk surat dan meminta agar Syarif Hidayat menyusul ke Gunung Gundul. Ia segera menyusul ke Gunung Gundul, tetapi Syekh Nurjati pergi ke Gunung Jati. Akhirnya, atas petunjuk cincin Marembut, ia mencegatnya di tengah jalan. Keduanya mendiskusikan ilmu agama. Syekh Nurjati memberi nama syarif Hidayat denga nama Pangeran Carbon, dan kelak jika sudah menjadi sultan bergelar Sultan Jatipurba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai mengutarakan pesan-pesannya, Syekh Nurjati lenyap dan tidak pernah muncul lagi sebagai Syekh Nurjati melainkan sudah bernama Pangeran Panjunan atau Syekh Siti Jenar, dan bergelar Sunan Sasmita. Dengan perantaraan cincin Marembut, Syarif Hidayat melihat ke mana sebenarnya kepergian Syekh Nurjati. Kemudian, ia menjumpai ibunya di Gunung Jati, dan pergi ke Gunung Muria hendak menemui Syekh Kamarullah yang bergelar Syekh Ampeldenta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu, Syekh Kamarullah sedang memberi wejangan kepada murid-muridnya agar dengan sungguh-sungguh mencari arti dan makna kalimah syahadat. Pangeran Kendal disuruh bertapa membisu, Pangeran Makdum disuruh tidur di tepi pantai, dan Pangeran Kajoran harus bertapa menentang matahari. Setelah murid-muridnya pergi, datanglah Syarif Hidayat. Lalu, keduanya mendiskusikan ilmu agama. Atas anjuran Syekh Ampeldenta, pergilah Syarif Hidayat ke Gunung Gajah menemui Syekh Bayanullah yang berasal dari Mekah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pupuh ketujuhbelas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amarandana, 48 bait. Di Gunung Gajah, Syekh Bayanullah ternyata telah berganti nama menjadi Pajarakan. Tetapi, saat ia menanam jagung, namanya menjadi Syekh Jagung atau Syekh Majagung, atau Ki Dares jika sedang enau. Suatu ketika, Ki Dares tengah bersenandung seraya memahat enau, datanglah Syarif Hidayat. Ki Dares kagum melihat keampuhan kalimah syahadat yang diucapkan oleh Syarif Hidayat yang dapat merontokkan buah pinang dan mengubahnya menjadi emas, dan ia berkeinginan untuk berguru kepadanya. Syarif Hidayat melanjutkan perjalanannya ke Nusakambangan untuk menemui Syekh Nataullaah yang telah bergelar Syekh Damarmaya yang mengamalkan ilmu makdum sarpin; siang malam terus menerus mandi dan tak pernah tidur seolah-olah airlah yang menjadi tumpuan harapan. Syarif Hidayat tiba di sana lalu membaca syadat serta merta air sungai tempat mandi Syekh Nataullah lenyap. Syarif Hidayat menyarankan kepada Syekh Damarmaya apabila ingin mengetahui makna syahadat datanglah ke Cirebon, kelak di waktu para wali berkumpul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, Syarif Hidayat melanjutkan perjalanannya menemui Pangeran Kendal yang sedang bertapa membisu—siang malam berjalan sepanjang jalan tanpa berkata-kata. Seperti halnya ketika bertemu Syekh Damarmaya, Syarif Hidayat menjelaskan sekelumit ilmu kepada Pangeran Kendal dan menganjurkan supaya pergi ke Cirebon. Giliran selanjutnya mendatangi Pangeran Makdum yang sedang bertapa denga tidur di pantai serta pergi ke Madura menemui Pangeran Kajoran yang sedang bertapa dengan menentang matahari. Semua pertapa yang ditemuinya diundang ke Cirebon. Sebelumnya mereka menemui Syekh Ampel di Gunung Muria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita beralih pada kisah seorang raja di negara Atasangin yang masih beragama Budha. Ia telah mengetahui akan kedatangan Syarif Hidayat. Sebelum tamunya datang, ia beserta negaranya menghilang ke dasar laut. Syarif Hidayat kemudian meneruskan perjalanan dan bertemu dengan putra mahkota Keling sedang melarung jenazah ayahandanya. Atas anjurannya, jenazah Raja Keling kemudian dimandikan dan dikubur. Sesudah itu, ia melanjutkan perjalanan untuk kembali ke Mesir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pupuh kedelapanbelas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dangdanggula, 25 bait. Ketika Syarif Hidayat tiba di Mesir, ia diminta oleh adiknya, Syarif Arifin, untuk memangku jabatan sebagai Raja Mesir. Tetapi, ia tidak mau menjadi raja. Ia tetap memilih sebagai ulama. Ia hanya meminta kepada adiknya seorang kemenakannya yang bernama Pulunggana untuk diajak berkelana. Dari Mesir, Syarif Hidayat pergi ke Rum mengunjungi pamannya, Raja Yutta, lalu ke negeri Cina dan mengabdikan dirinya pada raja Cina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raja Cina mempunyai seorang putri yang teramat cantik bernama Ratna Gandum yang jath cinta kepada Syarif Hidayat. Ketika Syarif Hidayat hendak pulang ke Pulau Jawa, Ratna Gandum berniat mengikutinya, tetapi dilarang oleh orang tuanya. Meskipun demikian, ia memaksa dan akhirnya melarikan diri mengikuti Syarif Hidayat. Keduanya selamat sampai di Pulau Jawa dan menetap di Gunung Jati. Sejak saat itu, Gunng Jati semakin ramai sebagai pusat agama islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tersebutlah Nyi Indang Geulis di Kebon Pesisir. Ia memiliki seorang anak perempuan bernama Pakungwati yang sudah menginjak remaja dan teramat cantik. Berita tentang wali yang berasal dari Mekah yang bermukim di Gunung Jati mengingatkan Indang Geulis akan pesan suaminya. Ia segera bersiap-siap pegi ke Gunung Jati beserta anaknya. Tak lupa pula, ia membawa kendaga yang ditinggalkan suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum Nyi Indang Geulis tiba di Gunung jati, terlebih dahulu telah datang tamu dari Gunung Muria, yakni Syekh Ampeldenta beserta murid-muridnya. Tujuan utamanya adalah membicarakan penyerangan terhadap negara Majapahit yang masih beragama Budha. Semuanya sepakat dengan rencana itu. Menyusul kemudian Nyi Indang Geulis bersama Nyi Pakungwati. Ia menyerahkan kendaga kepada Syarif Hidayat yang ternyata isinya sorban dan surat dari uaknya, Walangsungsang. Akhirnya, Syarif Hidayat menikah dengan Pakungwati dan mulailah pembangunan negara ( kota) Cirebon yang dimulai dengan pembangunan alun-alun dan istana yang kemudian terkenal dengan nama istana Pakungwati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pupuh Kesembilanbelas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asmarandana, 18 bait. Pupuh ini menceritakan kisah Sunan Kalijaga sebagai kisah selingan dalam cerita Sunan Gunung Jati. Sunan Kalijaga adalah anak Dipati Tuban, Suryadiwangsa. Ia adalah anak tunggal yang telah menjadi yatim piatu sejak menjelang masa akil-baligh. Nama kecilnya adalah Nurkamal. Ia bercita-cita ingin menjadi manusia yang terpuji dan mulia. Setiap hari, ia membagi-bagikan sedekah kepada para menteri dan seluruh rakyatnya. Sedekahnya dibagikan tanpa pilih bulu, penjudi, pemadat, pemabuk, da para pelaku perbuatan maksiat, semuanya boleh ikut menghabiskan hartanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika, uang dan hartanya sudah habis ketika Nurkamal harus menyelenggarakan selamatan 1.000 hari kematian orang tuanya. Ia memanggil Patih Sutiman dengan maksud menggadaikan negeri Tuban kepada Patih Sutiman seharga 2.000 dinar. Akhirnya, negara dan rumah Kadipaten sudah digadaikan. Itu berarti, ia sudah tidak mempunyai rumah lagi, dan ia berniat untuk bersedekah di pasar. Di pintu gerbang, Nurkamal bertemu dengan kakek-kakek yang mempunyai dongeng berharg yang dapat menuntun manusia menuju kemuliaan. Nurkamal bingung sejenak; jika dongeng dibeli, ia urung sedekah. Jika bersedekah, ia akan kehilangan jalan kemuliaan. Akhirnya, ia memilih jalan kemuliaan. Nurkamal menyetujui untuk membeli dongeng si Kakek seharga 2.000 dinar. Mulailah si Kakek mendongeng yang berintikan empat hal :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, jangan suka membuka rahasia orang lain; kedua, jangan menolak rezeki; ketiga, jika mengantuk jangan lekas-lekas tidur; dan keempat, jika mendapat istri yang cantik jangan tergesa-gesa menidurinya. Si Kakek juga memberi sebuah baju tambal yang bernama si Gundhil yang berkhasiat dapat berjalan dengan cepat di angkasa dan memberi nama Nurkamal dengan sebutan syarif Durakhman. Lalu, Durakhman pergi ke Kerajaan rawan, dan mengabdi pada Adipati Urawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pupuh keduapuluh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pangkur 26 bait,Adipati Urawan sangat sayang kepada Syarif Durakman.Suatu hari, ia di ajak berburu ke hutan,tetapi senjata Sang Adipati Urawan tertinggal di istana. Durakman di suruh mengambil senjatanya. Ketika ia tiba di kadipaten, ia melihat istri adipati sedang bermesraan dengan Raden Turna, anak Patih Judipati. Durakman segera kembali ke hutan dengan membawa tombak Sang Adipati. Istri adipati yang takut rahasianya terbongkar segera menyusul suaminya ke hutan dengan kereta. Lalu, mengadukan bahwa Durakman telah berlaku tidak senonoh kepada dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa pikir panjang, Adipati Urawan menulis sepucuk surat kepada Patih Judipati yang isinya bahwa orang yang membawa surat harus di bunuh. Jika tidak, Patih Judipati sendiri yang di penggal kepalanya. Adipati Urawan menjelaskan pada istrinya –Dewi Srigading--bahwa Durakman akan di bunuh oleh Patih Judipati. Dalam perjalanan, Durakman bertemu dengan Raden Turna. Keduanya berjalan bersama ke kepatihan. Di tengah perjalana, kebetulan ada orang yang melakukan hajatan dan meminta Durakhman untuk mencicipi makanan yng dihidangkan. Durakhman teringat pada dongeng si Kakek bahwa tidak boleh menolak rejeki sehingga ia pun singgah dan ikut berkenduri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raden Turna tidak sabar menunggu kenduri sehingga, secara diam-diam, ia mengambil surat untuk ayahnya. Ia tinggalkan Durakhman dan segera menyampaikan surat tersebut kepada ayahnya. Setelah membaca isi surat, terpaksa Patih Judipati menuruti isi surat itu : kepala anaknya segera ia penggal dan Raden Turna meninggal seketika. Tidak lama kemudian, Durakhman tiba di rumah Patih Judipati yang menyatakan diutus sang Adipati untuk mengambil mayat Raden Turna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adipati Urawan terkejut melihat kedatangan Durakman yang membawa mayatTurna. Durakman lalu menceritakan pengalamannya membeli dongeng seharga 2.000 dinar. Sang Adipati sadar akan apa yang terjadi, dan memberi petunjuk kepada Durakman supaya mengabdi pada seorang raja perempuan di negeri Diriliwungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pupuh keduapuluh satu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dangdanggendis, 25 bait. Di negeri Diriliwungan, Durakman tersesat ke puri di belakang istana.Di sana, ia melihat banyak kuburan. Kedatangan Durakman diketahui oleh para penjaga. Lalu ia ditangkap dan dihadapkan pada Ratu Diriliwungan. Ia akan dibebaskan asal bersedia kawin dengan Sang Ratu. Akhirnya, Durakman bersedia menikahinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di malam hari, ketika akan tidur Durakman teringat kembali akan dongeng si Kakek bahwa istri yang cantik jangan segera ditiduri. Karenanya, cumbu rayu istrinya tidak ia hiraukan bahkan ia pura-pura tidur. Ratu Diriliwungan merasa kesal dan sangat lelah sehingga akhirnya tertidur, sementara Durakman hanya duduk termangu.Tiba-itba dari aurat Ratu Diriliwungan keluar seekor kelabang putih menyerang Durakman namun berhasil ditangkap dan dibanting ke lantai. Seketika, kelabang itu berubah wujud menjadi sebilah keris yang dinamakan keris Kalamunyeng--di kemudian hari, keris ini menjadi pusaka raja-raja Jawa. Keesokan harinya, rakyat Diriliwugan berkumpul denga membawa keranda. Ketika ditanya oleh Durakman, mereka menjawab bahwa setiap orang yang menikah dengan Ratu Diriliwungan, keesokan harinya pasti meninggal. Sementara itu, Ratu Diriliwungan bersumpah setia kepada Durakman, dan ia memilih menceburkan diri ke laut yang kemudian dikenal dengan sebutan Ratu Kidul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun Durakman melanjutkan perjalanan mencari ilmu ke Ampel. Syekh Ampeldenta yang mengetahui bahwa tamunya merupakan calon wali penutup tidak berani menerima sembahnya, bahkan mengajar pun ia tidak berani. Ia hanya memberi petunjuk jalan ke arah kesempurnaan. Durakman dianjurkan supaya menjadi perampok di hutan Japura dengan nama Lokajaya dan membunuh setiap orang yang melewati hutan Japura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tersebutlah Ki Paderesan atau Ki Dares di Gunung Gajah hendak pergi ke Cirebon mencari guru agama Islam bersama-sama istrinya, Nyi Mukena. Suami-istri itu berjalan melewati hutan Japura dan bertemu dengan Lokajaya yang segera menghadangnya. Dalam ketakutannya, suami-istri itu tidak putus-putusnya berdoa memohon ampunan Allah sehingga ketika pedang Lokajaya bertubi-tubi menghantamnya ternyata tidak mempan. Akhirnya, Lokajaya memohon ampun kepada Ki Dares dan meminta brguru kepadanya. Oleh Ki Dares, Lokajaya lalu dikubur hidup-hidup dengan tujuan agar tubuh Lokajaya bersih dari segala dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu yang hampir bersamaan, di keraton Majapahit, Raja Brawijaya sedang menerima kedatangan dua orang putranya dari Palembang : Raden Patah dan Raden Husen. Raden Husen diangkat menjadi Adipati Terung, sementara Raden Patah dinasehati supaya bersabar dan diharapkan kelak akan menjadi raja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pupuh keduapuluh dua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinom, 9 bait. Raden Patah merasa sakit hati karena ia tidak diangkat menjadi adipati. Ia pun pergi ke Ampel guna menghadap Syekh Ampeldenta untuk berguru kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pada itu, sudah tiga kali Ampel mencoba menyerang Majapahit, tetapi selalu gagal dan banyak korban berjatuhan dihajar oleh Adipati Terung. Karena itu, Syekh Ampel mencari orang yang berani melawa Adipati Terung. Barangsiapa dapat mengalahkan Majapahit, ia akan diangkat menjadi raja. Raden Patah bersedia memimpin pasukan islam untuk menyerang Majapahit. Ia lalu diangkat menjadi Adipati Bintaro, sekaligus menjadi senopati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pupuh keduapuluh tiga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kinanti, 14 bait. Cerita kembali ke Ki Dares. Setelah beberapa lama, Ki Dares kembali ke hutan Japura untuk menggali Lokajaya. Ternyata, tubuh Lokajaya seperti mati dan beratnya seringan kapas. Sebenarnya , ia sedang’Mikraj’ menemui roh Nabi ( Muhammad). Ia telah mendapat kesempurnaan dan bergelar Sunan Kali. Ketika Sunan Kali telah sadar, Ki Dares menganjurkan agar Sunan Kali mencari Sunan Jati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarif Hidayat yang sudah mengetahui kedatangan Sunan Kali menyongsong kedatangan tamunya dengan menyamar sebagai seorang haji. Lalu, dengan berpura-pura hendak menyampaikan sesuatu kepada Syarif Hidayat, ia menemui Sunan Kali yang di suruhnya menunggu di pintu gerbang istana. Setelah meninggalkan tamunya di pintu gerbang, Syarif Hidayat langsung berangkat ke Pajajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pupuh keduapuluh empat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinom, 14 bait. Pupuh ini menceritakan proses pengislaman keraton Pajajaran oleh Sunan Jati. Dicertakan bahwa Prabu Siliwangi masih bersedih hati karena semua putranya meninggalkan istana, bahkan pati yang ditugasi mencarinya pun tidak kembali ke kerajaan. Berkat kesaktiannya, Prabu Siliwangi mengetahui kedatangan cucunya, Sunan Jati. Dalam hatinya, ia merasa malu kalau sampai tunduk kepada cucunya. Dengan kesaktian pusakanya, sebilah Ecis, ia berjalan ke tengah alun-alun dan membaca mantra aji sikir, lalu pusaka Ecis ditancapkan ke tanah. Seketika, negara dan rakyat Pajajaran lenyap yang tertinggal hanyalah sebuah balai. Pusaka Ecis berubah pula menjadi rumput ligundi hitam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarif Hidayat yang datang kemudian menyebut orang-orang Pajajaran yang bersembunyi di hutan seperti harimau. Seketika itu juga, orang-orang Pajajaran berubah menjadi harimau. Selama rumput ligundi hitam belum di cabut, mereka belum akan menjadi manusia. Lalu, Syarif Hidayat pergi ke Lebaksungsang menemui Cakrabuana yang sedang bertapa sambil bersawah. Cakrabuana diminta pulang ke Cirebon menghadiri pertemuan para wali. Lalu, ia pergi ke Mengajang menemui Syekh Bentong yang sebenarnya adalah putra Raja Majapahit bernama Banjaransari yang lebih di kenal dengan nama Jaka Tarub.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pupuh keduapuluh lima&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kinanti, 28 bait. Jaka Tarub telah berhasil membuka hutan Penganjang, dan menikah dengan seorang bidadari. Putrinya, Nawangsari, juga sudah menikah dengan putra Majapahit, Raden Bondan, yang ikut mengerjakan ladangnya. Jaka Tarub alias Ki Bentong ingin sekali menjadi wali. Ia bertapa memati raga. Pada suatu saat, ketika tengah berbuka dari tapanya, Syarif Hidayat datang menjumpainya. Ucapan salam dari Syarif Hidayat tidak dihiraukan karena asyiknya berbuka. Tiba-tiba, Syarif Hidayat memetik selembar daun api-api, lalu membaca syahadat, seketika terciptalah seekor bebek yang kemudian merebut makanan Syekh Bentong hingga habis. Saking marahnya, bebek itu dipukul dan dibanting hingga mati oleh Syekh Bentong. Syarif Hidayat meminta agar bebeknya dihidupkan kembali, tetapi Syekh Bentong tidak mampu melakukannya.Dengan membaca syahadat, Syarif Hidayat dapat menghidupkan kembali bebeknya. Akhirnya, Syekh Bentong sadar bahwa kalimat syahadat itulah yang ia cari. Lalu, ia menyatakan ingin berguru kepadanya, tetapi oleh Syarif Hidayat hanya dianjurkan supaya pergi ke Cirebon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita kembali kepada Durakhman yang tengah menunggu panggilan Sunan Jati. Sudah sembilan bulan ia menanti di pintu gerbang tanpa tidur sekejappun. Jika merasa lelah duduk, ia berdiri membungkukkan badan. Jika merasa lelah berdiri, ia pun duduk bersandar di gerbang. Itulah sebabnya di depan istana Cirebon terdapat sebuah tempat yang dinamakan Lemahwungkuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarif Hidayat yang kemudian datang menemuinya menyatakan tidak mau mengajar di sembarang tempat karena pelajaran akan diberikan di tepi sebuah sungai, dan Durakhman harus membawa 100 buah kemiri untuk menghitung ilmu. Lalu, Durakhman berangkat ke tepi sungai. Beberapa waktu lamanya ia menunggu, Syarif Hidayat belum juga datang. Karena lamanya menunggu di sungai, Durakhman memanjat pohon itu. Belum sampai setengah batang, kemirinya berjatuhan ke sungai. Ia berusaha menyelam ke dalam air, tetapi kemiri tak ditemukannya. Ketika tengah meraba-raba buah kemiri, tiba-tiba datang air bah, dan Durakhman hanyut terbawa air hingga ke laut dan tenggelam ke dasarnya. Di dasar laut, ia melihat sebuah pulau yang cemerlang dengan hiasan aneka warna yang dikenal dengan nama Pulau Hening.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pupuh keduapuluh enam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Balakbak, 22 bait. Di Pulau Hening, Durakhman bertemu dengan Nabi Kilir (Nabi Khidir) yang menasehatinya agar bertapa di Gunung Dieng. Nabi Kilir memberi bekal sebuah pisau. Ketika Durakhman tengah bertapa, tangannya mencoret-coret tanah membuat gambar-gambar yang tersusun menjadi sebuah cerita wayang. Gambar-gambar wayang di tanah itu ternyata lepas menjadi wayang-wayang yang dapat melakonkan segala macam cerita. Setelah wayang-wayang tersebut lengkap, tiba-tiba ada cahaya gemerlapan. Pisau di tangan Durakhman seketika lenyap dan sebagai gantinya tampak seorang pertapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, pertapa itu adalah seorang raja zaman Budha bernama Konteya Darmakusuma atau Judhistira. Waktu itu, ia belum bernama Samiaji. Dialah yang dulu memiliki azimat Kalimasada. Judhistira menceritakan seluruh cerita wayang kepada Durakhman. Terakhir, ia menyerahkan Surat Kalimasada yang selama dipegangnya belum pernah ia baca karena tidak dapat membaca apa yang tertulis didalamnya. Durakhman kemudian membaca Surat Kalimasada diikuti oleh Konteya Darmakusuma. Sejak saat itu, Judhistira bernama Samiaji karena sama-sama mengkaji Surat Kalimasada dengan Durakhman. Dengan nama Samiaji, berarti pula ia menjadi pemeluk agama islam. Lalu, Durakhman meminta agar Samiaji pergi bersama ke Gunung Jati. Samiaji belum bersedia, tetapi ia berjanji suatu saat akan datang ke Cirebon apabila Gunung Jati memancarkan sembilan cahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pupuh keduapuluh tujuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Durma, 33 bait. Cerita kembali ke keraton Majapahit. Ketika itu, Raja Brawijaya mengutus Adipati Terung untuk memanggil Raden Patah ke Majapahit karena Brawijaya berniat menyerahkan tahta kepadanya. Adipati Terung berusaha mencari Raden Patah sampai ke bonang, tetapi Raden Patah tidak mau pergi ke Majapahit sebelum rajanya masuk islam. Adipati Terung terus memaksa, sementara Raden Patah tetap bertahan. Akhirnya, tidak ada jalan lain kecuali mempersiapkan pasukan untuk berperang. Para Bupati Tuban, Tegal, Waleri, Lumajang, dan Japan yang diharapkan membantu Majapahit ternyata tidak ada yang bersedia. Semuanya berpihak kepada para wali. Tinggal Adipati Terung seorang yang memimpin tentara Majapahit. Meskipun demikian, dalam peperangan yang berlangsung, pasukan Bonang tidak mampu melawan pasukan Majapahit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pupuh keduapuluh delapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pangkur, 11 bait. Adipati Terung—dengan menggenggam keris pusaka si Gagak—maju ke medan perang. Tak seorangpun tentara Bonang yang berani melawan Adipati Terung. Demikian pula Raden Patah, ia pun kalah dan terlempar ke Gunung Kumbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pupuh keduapuluh sembilan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dangdanggula, 17 bait. Raden Patah yang terlempar ke Gunung Kumbang bertapa disana tujuh bulan lamanya. Kemudian, ia mendapat petunjuk Tuhan bahwa untuk mengalahkan Adipati Terung ia harus berguru kepada Sunan Jatipurba di Cirebon sebagai Puseurbumi. Ia pun segera berangkat menuju ke sana. Di Losari, ia bertemu dengan seorang tua yang memberinya sebuah panah bernama si Hantu. Orang tua itu tidak lain adalah Sunan Jati. Dalam peperangan yang berlangsung kemudian, Raden Patah berhasil membunuh adiknya sendiri, Adipati Terung dengan panah Hantu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pupuh ketigapuluh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinom, 22 bait. Meskipun panglima perangnya telah gugur, raja dan para pembesar Majapahit tetap tidak mau memeluk agama islam. Panembahan Paluamba membaca aji sikir yang berakibat raja serta para pembesar Majapahit menghilang ke dunia siluman, dan berkumpul di Tunjungbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita kembali pada kisah para wali yang tengah berkumpul di Bonang mereka sepakat untuk menemui Syarif Hidayat di cirebon. Disana, Raden Patah diresmikan menjadi raja di Bintaro, dan dinikahkan dengan kemenakan sunan Jati yang berasa dari Mesir, Nyi Mas Ratu Pulunggana. Setelah pertemuan tersebut, para wali seluruhnya kembali ke Demak untuk merayakan penobatan dan pernikahan Raden Patah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, durakhman yang telah menyelesaikan tapanya di Gunung Dieng langsung pergi ke Cirebon. Segala sesuatu yang diperolehnya di Dieng ia bawa. Setibanya di istana, ternyata baru saja para wali meninggalkan cirebon menuju Demak. Tetapi, baru saja ia beranjak pergi, terdengar suara mempersilahkan duduk yang keluar dari meja dan kursi, tanpa seorangpun. Tak lama kemudian, keluar teko serta cangkir mempersilahkan minum. Agak bingung juga Durakhman menyaksikan semua itu. Akhirnya, ia duduk saja menunggu disana selama sembilan malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pupuh ketigapuluh satu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asmaranda, 19 bait. Pupuh ini menceritakan pertemuan para wali di Cirebon. Ketika Sunan Gunung Jati baru kembali dari Mekah, ia membawa batu Mukadas dan peta kota Mekah untuk dijadikan contoh pembuatan masjid agung. Bersamaan dengan itu, para wali pun berdatangan ke Cirebon. Ketika melihat Syarif Hidayat, Pangeran Tuban bermaksud menyembahnya, tetapi Syarif Hidayat justru segera memeluk Durakhman. Pangeran tuban alias Durakhman, lalu menyerahkan Surat Kalimusada yang ternyata bunyinya sama dengan Kalimat Syahadat. Selain itu, diserahkan pula sebuah kitab kepada Sunan Jati yang di dalamnya tidak terlihat adanya tulisan, bahkan para wali pun tidak ada yang dapat melihat selain Pangeran Tuban. Kitab tersebut ternyata berisi ketentuan pangkat dan sebutan para wali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut kitab tersebut, Syarif Hidayat bergelar Kanjeng Sinuhun Cirebon; Syekh Giri Gajah bergelar Sultan Giri Gajah; Syekh Kamarullah bergelar Kanjeng Sunan Bonang; Ki Cakrabuana bergelar Sunan Jelang, Syekh Bentong bergelar Suhunan Bentong; Syekh Nusakambangan bergelar Sunan Kudus; Pangeran Kendal bergelar Pangeran Karangkendal atau Sunan Kedaton; Pangeran Panjunan bergelar Sunan Sasmita; Pangeran Kajoran bergelar Sunan Kejamus atau Pangeran Kejaksan; dan wali penutup Suhunan Kalijaga bergelar Suhunan Adi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan itu, para wali membuat singgasana kerajaan dan masing-masing mengeluarkan ilmunya berupa cahaya sehingga berpencaran sembilan macam cahaya yang memancar sampai ke gunung Dieng—mengingatkan pada janji Samiaji yang akan segera datang ke Cirebon bila ada sembilan cahaya bersinar. Ternyata, Samiaji tidak bersedia menerima sembah para wali. Tak lama kemudian, ia meninggal dan dikebumikan di Jatimulya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pupuh ketigapuluh dua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinom, 18 bait. Seorang murid syarif Hidayat bernama Ki Gedeng Palumbon sudah tiga tahun belajar agama islam, namun merasa bosan karena berulang kali ia hanya hanya disuruh menghafal kalimat syahadat. Akhirnya, ia mengundurkan diri karena kecewa terhadap pelajaran yang diterimanya. Ia pun kembali ke kampung halamannya. Di tengah jalan, ia bertemu dengan Ki Gedeng Kemuning yang hendak berguru kepada Sunan Jati. Ki Gedeng Palumbon berusaha mempengaruhi Ki Gedeng Kemuning karena menurutnya untuk apa berguru kepada Sunan Jati yang diajarkannya hanya syahadat, azan, komat, dan takbir. Akan tetapi, Ki Gedeng Kemuning tidak terpengarh oleh bujuk rayunya, dan ia tetap hendak berguru kepada Sunan Jati. Oleh Sunan Jati, Ki Gedeng Kemuning bersama Ki Gedeng Pamijahan, Ki Jopak, Ki Kaliwedhi, Ki Gedeng Babadan, Ki Bungko, Ki Judi, Ki Gebang, Ki Gedeng Mundu, Kiyai Wanasaba, dan Ki Kalijati diajarkan berbagai macam ilmu, antara lain, syahadat, salat, zakat, puasa, dan berbagai jenis tarekat, seperti Satariyyah, Naksabandiyah, serta Muhammadiyah. Selesai berguru, Ki Gedeng pulang ke Kuningan, dan tak lama kemdian, ia meninggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenazah Ki gedeng Kemunig membengkak besar sekali. Kebetulan, Ki gedeng Palumbon juga melayat. Mayat yang membesar itu, menurut Ki Gedeng Palumbon, disebabkan oleh ilmu yang diajarkan Sunan Jati. Bersamaan dengan itu, datanglah seorang murid Sunan Jati yang berasal dari Gebang bernama Kamil. Kedatangannya berniat memandikan mayat. Mula-mula, mayat Ki Gedeng Kemuning menjadi semakin besar dan mengeluarkan bau busuk. Lalu, mengecil dan berganti menyebarkan bau harum. Melihat keadaan itu, Ki Gedeng Palumbon terkejut dan kagum. Ia pun kembali ke Cirebon dan ingin berguru lagi kepada Sunan Jati. Oleh Sunan Jati, ia disuruh bertapa di Gunung Cigugur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pupuh ketigapuluh tiga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kinanti, 38 bait. Pupuh ini menceritakankisah sayembara memperebutkan Putri Panguragan. Nyi Panguragan atau Ratu Emas Gandasari mengadakan sayembara : Barang siapa yang mampu mengalahkan dirinya, jika ia laki-laki, dialah yang akan menjadi suaminya. Melalui sayembara itu, banyak orang yang ingin tampil untuk mencoba kesaktiannya guna mengalahkan Gandasari. Tetapi, tak seorangpun yang dapat mengalahkannya hingga datanglah seorang satria dari negeri Syam bernama Pangeran Magelung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinamai Pangeran Magelung karena rambutnya digelung karena sejak kecil hingga dewasa tidak ada pisau cukur yang mempan untuk memotong rambutnya. Ia pergi ke Cirebon untuk menemui sunan Jati. Setibanya di Karanggetas, ia bertemu dengan seorang kakek-kakek yang mampu memotong rambutnya hanya dengan jari tangan. Ketika Magelung menoleh, kakek yang menggunting rambutnya sudah tidak ada. Lalu, Magelung meneruskan perjalanan hingga sampai di tempat sayembara dan memasuki arena pertandingan. Dalam pertandingan ini, Ratu Emas Gandasari ternyata dapat dikalahkan oleh Pangeran Magelung. Ketika hampir tertangkap, gandasari berlindung pada Sunan Jati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pupuh ketigapuluh empat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dangdanggula, 14 bait. Akhirnya, Pangeran Magelung dijodohkan dengan Ratu Emas Gandasari. Namun, mereka berjanji tidak akan berkumpul selagi masih di dunia, kecuali kelak di akhir zaman. Menurut kitab Babul, kediaman Ratu Emas Gandasari tidak hanya satu. Kadang-kadang, ia berada di Pulau Kuntul (Bangau). Sekarang, pulau bangau itu bernama pulau Kencana atau pulau Karas atau di bangsal Karangsuwung. Jika ke barat, ia tinggal di Ujungsori.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pada itu, para wali—Sunan Kalijaga, Sunan Bonang, Sunan Giri, dan Sunan Kudus—sering berkumpul untuk membicarakan syareat Rasul, usul fikh, serta kitab Fakulwahab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pupuh ketigapuluh lima&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menggalang, 17 bait. Pupuh ini menceritakan persiapan Kerajaan Galuh yang berniat menyerang Keraton Cirebon. Pada suatu hari, Raja Galuh mengumpulkan para ponggawanya, antara lain, Sanghyang Gempol, Sanghyag Sutem, Celengigel, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalem Ciomas, dan Dalem Kiban guna membicarakan negara Cirebon di bawah pimpinan Sunan Jati. Pertemuan tersebut mengambil keputusan, yakni meminta pajak terasi. Para senapati galuh telah mempersiapka diri, antara lain, Sanghyang Gempol, Sanghyang Sutem, Dalem Kiban, Dalem Ciamis, Dalem Ciomas, Suradipa, dan Kyai Limunding. Setelah persiapan selesai, pasukan Galuh segera berangkat menuju Cirebon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pupuh ketigapuluh enam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinom, 8 bait. Dalam perjalanan menuju Cirebon, pasukan Galuh mengadakan perkemahan di perjalanan. Sementara itu, Pangeran Arya Kemuning anak Ki Gedeng Kemuning sangat rindu pada Sunan Jati dan bersiap-siap hendak menghadap ke Cirebon diiringi oleh Patih Waruangga dan Anggasura, serta para mantri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pupu ketigapuluh tujuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dangdanggula, 15 bait. Barisan pasukan dari kuningan yang berjalan ke arah barat bertemu dengan pasukan Galuh. Bersamaan dengan itu, Raden Patah juga pergi ke Cirebon—saat para wali masih berkumpul untuk membangun masjid dan mendiskusikan agama Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pupuh ketigapuluh delapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asmaranda, 13 bait. Kedatangan Sultan Demak di Cirebon bermaksud membicarakan perkawinan putrinya Pulungnyawa dengan putra Sunan Jati. Perkawinan akan segera dilangsungkan di Demak. Ketika para wali bersiap-siap hendak berangkat ke Demak, datanglah Arya Kuningan yang mengabarkan adanya pasukan Galuh yang akan menyerang Cirebon. Namun, para wali tetap berangkat ke Demak, sementara musuh dari Galuh diserahkan kepada Arya Kemuning yang segera mengatur barisannya di Gunug Gundul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pupuh ketigapuluh sembilan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Durma, 24 bait. Utusan Arya Kemuning, Ki Anggarunting, ditugasi menyelidiki kekuatan pasukan Galuh. Ia pergi bersama Ki Anggawaru. Tak lama kemudian, Ki Anggarunting bertemu dengan Dipasara dan Kyai Limunding dari pihak Galuh. Dalam pertempuran pertama, pasukan Kuningan terdesak. Arya Kemuning maju membantu yang membuat barisan Palimanan berantakan. Barisan pasukan Ciamis pun diterjang oleh kuda tunggang Arya Kemuning yang bernama Wisnu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pupuh keempat puluh&amp;lt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asmarandana, 10 bait. Pasukan Galuh yang dipimpin oleh senapati Dipati Kiban yang mengendarai seekor gajah terus melakukan serangan. Serangan Dipati Kiban ini dihadapi oleh Dalem Kuningan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pupuh kempatpuluh satu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pangkur, 27 bait. Perang tanding antara Arya Kemuning yang mengendarai kuda Wisnu melawan dipati Kiban yang mengendarai gajah berlangsung seimbang dan lama sekali. Meskipun sudah berlangsung lama, namun belum ada tanda-tanda siapa yang akan kalah. Demikian asyiknya mereka berlaga, dorong mendorong hingga ke ujungtuwa di tepi pantai. Tak ayal lagi, dua-duanya tercebur ke laut dan lenyap dari pandangan mata. Melihat senapatinya lenyap, kedua belah pihak mengundurkan diri dan melapor kepada rajanya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pupuh keempatpuluh dua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinom, 18 bait. Kuwu Sangkan alias Cakrabuwana memohohon izin kepada Sunan Jati untuk membantu pasukan Kuningan ke medan perang. Tetapi, Sunan Jati tidak menyetujuinya. Ki Kuwu Sangkan tetap memaksakan diri, dan ia pun berangkat ke medan perang. Ki Kuwu Sangkan seperti orang linglung. Ia pun tersesat ke gunung Panawarjati, dan akhirnya tafakur disana. Kemudian, sepeninggal Kyai Sangkan datanglah Anggasura yang melaporkan keadaan peperangan kepada Sunan Jati hingga hilangnya Arya Kemuning bersama Dalem Kiban. Munurut Sunan Jati, keduanya masih tetap bertempur di lautan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian pihak Cirebon menyusun bala bantuan dan segera diberangkatkan ke medan perang d bawah pimpinan Patih Keling. Dalam pertempuran lanjutan, pasukan Cirebon beserta para Manggalayuda terdesak hebat oleh pasukan Galuh. Kesaktian para pemimpin pasukan Galuh tak terlawan oleh para panglima pasukan Carbon. Pada waktu itu, prajurit sudah tidak ikut bertempur. Mereka hanya disuruh bersorak-sorai memberi semangat kepada para pimpinannya yang sedang melakukan perang tanding. Tetapi, karena pimpinannya terdesak, mereka pun lari mengundurkan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pupuh keempatpuluh tiga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pangkur, 10 bait. Pada saat pasukan Cirebon terdesak mundur, Ki Kuwu Sangkan masih tetap bertafakur di gunung Panawarjati. Ia menyesal karena telah mendahului kehendak kemenakannya, Sunan Jati. Tiba-tiba, ia mendengar suara yang berasal dari sebatang pohon randu yang isinya menyatakan bahwa ia telah dimaafkan oleh kemenakannya dan diminta segera membantu pasukan Cirebon yang sedang terdesak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cakrabuwana alias Ki Kuwu Sangkan langsung menuju medan pertempuran. Ia mendengar suara di angkasa yang menantang Sunan Jati. Itulah suara Sanghyang Gempol, salah seorang sakti dari Galuh yang mengendarai kuda terbang. Cakrabuwana teringat akan segala jenis pusakanya seperti badhong, bareng, kopiah, umbul-umbul, dan golok Cabang segera melesat ke udara mengejar Sanghyang Gempol. Ke arah mana pun Sanghyang Gempol pergi dan bersembunyi, golok selalu membuntuti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;center&gt;
&lt;span style=&quot;background: url(http://bloggerbuster.com/images/print.gif) left no-repeat; padding-left: 20px;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;javascript:window.print()&quot;&gt;Print this post&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;
&lt;br /&gt;&lt;center&gt;
Sincerely,&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://padhangbulan.blogspot.com/&quot;&gt;Padhang Bulan&lt;/a&gt;&lt;/center&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://shodiqiel.blogspot.com/2009/06/ringkasan-cerita-babad-cirebon.html</link><author>noreply@blogger.com (shodiqiel)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi1wPcVu3HffI-IW0stJFcjwb8jxKkfL42FIyro2-xG5BGt07dmIDO36fyxUwb7oUPsHIL-c4138FQCPfCIh7rfzSkWEbxE9hg2o2xApHWF74uT4ABvdpsSvS1eNWXbSNfl1wjqHUIUFmGE/s72-c/Baca-Babad-Cirebon.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5644837286779463840.post-235844207710707146</guid><pubDate>Tue, 19 May 2009 12:26:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-08-26T13:22:00.507+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Education</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Sastra</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Syair</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Yusuf</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Zulaykha</category><title>Cinta Tak Kunjung Padam</title><description>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;depan&quot;&gt;A&lt;/span&gt;l-Suddy menuturkan bahwa sewafat Nabi Yusuf (dalam usia 120 tahun), Zulaykha rutin mengunjungi makamnya. Di atas pusara suaminya tercinta, dia berdoa, berdiam diri dalam kenangan bahagia bersamanya dan bergumam lirih sebagai ungkapan cintanya yang tak berkesudahan. Seorang pujangga besar Arab melukiskan rintihan lirih Zulaykha itu:&lt;br /&gt;
&lt;center&gt;
&lt;h3&gt;
&lt;br /&gt;&lt;center&gt;
&lt;img src=&quot;http://i733.photobucket.com/albums/ww339/padhaangbulan/Mawar.jpg&quot; /&gt;&lt;/center&gt;
&lt;br /&gt;محبتي لا تنقضي * بسلوة تبطلها&lt;br /&gt;كأنها دآئرة * آخرها أولها&lt;/h3&gt;
&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://padhangbulan.blogspot.com/2009/05/mubtada-dan-khabar.html&quot;&gt;Cintaku tak pernah berakhir&lt;br /&gt;Manis madunya tak memudarkannya&lt;br /&gt;Cintaku adalah lingkaran&lt;br /&gt;Penghujungnya adalah permulaannya&lt;/a&gt;&lt;/center&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Konon kabarnya, Zulaykha wafat tak lama setelah kewafatan Nabi Yusuf. Ada yang mengatakan empat bulan setelahnya, saat masa iddahnya habis, beliau jatuh sakit dan wafat. Tuhan seolah tak menghendaki derita berkepanjangan menderanya, Tuhan juga tak menghendaki janda Zulaykha (yang ketika itu masih cantik dan kaya raya) dipinang orang lain. Agar di akhirat dapat bersatu kembali ke pangkuan Yusuf dengan cintanya yang sejati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zulaykha tidak diketahui di mana pusaranya. Diduga, setelah kunjungan-ziarah terakhir ke makam suaminya, langkah kakinya tak menuntunnya kembali pulang ke istana, melainkan melangkah gontai entah kemana. Meninggalkan segala kekayaan, kemewahan dan kemegahan istana yang baginya tanpa Yusuf apalah gunanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah ada kaitan apa dengn Zionis Israel yang berkali-kali coba menggali makam para nabi, diantaranya makam Nabi Yusuf. Sejak dulunya, makam Nabi Yusuf di pugar – setidaknya- 2 kali; Semula, Nabi Yusuf dimakamkan di tengah telaga buatan berlantai marmer putih di samping kiri sungai Nil. Daerah sekitar makam itu lalu menjadi subur dan rindang. Orang-orang lalu mencoba memindahnya ke samping kiri yang tandus, di situpun lalu jadi subur dan tempat yang lama kembali tandus. Akhirnya, makam itu diletakkan di tengah-tengah sungai Nil, maka jadi suburlah kedua sisinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua hal patut dikritisi, pertama jika dulunya – saat sungai Nil masih kecil – makam Nabi Yusuf di tengah-tengahnya, tentulah kini telah lenyap bekas-bekasnya. Lalu yang diincar Zionis Yahudi sebenarnya makam siapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, pandangan dan ideology-keyakinan orang terkait pengaruh makam pada kesuburan lokasi. Sebegitu kuatnya pengaruh pusaran energy positifnya, seampuh energy doa Nabi Ibrahim terhadap negeri Bakkah (Mekkah) yang tandus. (Bersambung..)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;center&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background: url(http://bloggerbuster.com/images/print.gif) left no-repeat; padding-left: 20px;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;javascript:window.print()&quot;&gt;Print this post&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;
Sincerely,&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://padhangbulan.blogspot.com/&quot;&gt;Padhang Bulan&lt;/a&gt;&lt;/center&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://shodiqiel.blogspot.com/2009/05/cinta-tak-kunjung-padam.html</link><author>noreply@blogger.com (shodiqiel)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5644837286779463840.post-7852782830018615312</guid><pubDate>Tue, 19 May 2009 08:01:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-09-05T17:56:01.166+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Education</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Friendship</category><title>Friendship</title><description>&lt;span class=&quot;depan&quot;&gt;S&lt;/span&gt;ahabat..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andai untaian doa dapat mengikat kebersamaan&lt;br /&gt;Atau siasat para ulama bijak bestari&lt;br /&gt;Atau mutiara hikmah sastrawan nan sarat parody penuh arti&lt;br /&gt;Atau sesak di dada, kelu di kata, derai air mata&lt;br /&gt;Mampu melawan takdir yang memisahkan&lt;br /&gt;Niscaya semuanya rela kuupayakan&lt;br /&gt;Buat mengekalkan kebersamaan ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Sayang sekali, Sahabat..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sunnatullah tak dapat tidak berlaku pasti&lt;br /&gt;Yang datang pasti ‘kan pergi&lt;br /&gt;Yang hidup pasti ‘kan mati&lt;br /&gt;Semuanya silih berganti&lt;br /&gt;Persahabatan selalu diawali haru-biru suka hati&lt;br /&gt;Ditengahi onak duri perjuangan kesetiaan diri&lt;br /&gt;Dan berujung pada sesalnya perpisahan yang melukai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, Sahabat..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan hidup selalu meninggalkan jejak sejarah&lt;br /&gt;Yang suram maupun yang berpendar indah&lt;br /&gt;Kuburkan dalam-dalam guratan yang hitam-kelam&lt;br /&gt;Biar tak menebarkan angin cendawan yang menyesakkan&lt;br /&gt;Kenang dan lestarikan sebagai suri teladan&lt;br /&gt;Sekiranya ada setitik kebaikan yang patut dibingkaikan&lt;br /&gt;Agar dapat tersyukuri dengan senyum dari kejauhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekedar mendamaikan gundah gulana kalbu&lt;br /&gt;Bisikkan syahdu dalam kesendirian sendu dikala rindu&lt;br /&gt;Petikan selarik kalam Qur’any;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt; &lt;br /&gt;مَا اْلجَمْعُ إذَا اْلقُلُوْبُ شَتَّى               *              وَهَلِ اْلفُرْقَةُ حَيْثُ أُلْفَى   *              دُوْنَ أيْنَ وَكَيْفَ وَمَتَى&lt;br /&gt;&lt;/h3&gt; &lt;br /&gt;&quot;Apalah arti kebersamaan seatap sepembaringan&lt;br /&gt;Manakala hati terpecah berserakan&lt;br /&gt;Dan bukanlah perpisahan sekiranya hati bertautan&lt;br /&gt;Dalam jalinan kesejiwaan tanpa batasan &lt;i&gt;ayna, kayfa&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;mata&lt;/i&gt;&quot; *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di penghujung kebersamaan ini&lt;br /&gt;Hanya ada kegalauan tak tersuarakan&lt;br /&gt;Genangan air mata tak terbahasakan&lt;br /&gt;Kuhaturkan ke Hadirat Allah untuk memaknakan&lt;br /&gt;Sebagai doa TERBAIK buat yang tertinggalkan&lt;br /&gt;Ikhlaskan segala kekhilafan dengan samudera kemaafan&lt;br /&gt;Sekian lama meniti hari dalam kebersamaan&lt;br /&gt;Terlalu sedih buat dikenangkan&lt;br /&gt;Terlalu indah untuk dilupakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) Iqtibas dari QS. Al-Hasyr: 14&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;span style=&#39;background: url(http://bloggerbuster.com/images/print.gif) left no-repeat; padding-left: 20px;&#39;&gt;&lt;a href=&#39;javascript:window.print()&#39;&gt;Print this post&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;Sincerely,&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://padhangbulan.blogspot.com&quot;&gt;Padhang Bulan&lt;/a&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://shodiqiel.blogspot.com/2009/05/friendship.html</link><author>noreply@blogger.com (shodiqiel)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5644837286779463840.post-7673418142181928082</guid><pubDate>Fri, 15 May 2009 08:41:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-08-26T13:23:42.929+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Education</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Roh Pendidikan</category><title>Mengembalikan Roh Pendidikan</title><description>&lt;b&gt;Mengembalikan Roh Pendidikan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Ki Supriyoko&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;depan&quot;&gt;S&lt;/span&gt;ekarang ini, pemerintah sedang gencar menyosialisasikan pendidikan gratis, sampai-sampai Bambang Sudibjo selaku menteri pendidikan harus terjun langsung. Program ini banyak membantu masyarakat, terutama kelompok miskin, namun ternyata ada &quot;hantu besar&quot; di balik itu. Program ini berpotensi menurunkan kualitas pendidikan. Padahal, kualitas pendidikan kita sampai sekarang masih belum mapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Pada 27 Januari 2009, ketika Centro de Información y Documentación mengumumkan 1.000 perguruan tinggi terbaik dunia, Top 1.000 World Universities Ranking on the Web 2009, masyarakat kita &#39;&#39;geger&quot;. Mengapa? Sebab, di antara 1.000 perguruan tinggi tersebut, hanya tiga yang berasal dari Indonesia. Itu pun di ranking bawah: UGM Jogjakarta di ranking ke-623, ITB Bandung ke-676, dan UI Jakarta ke-906.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat tidak percaya, di antara 2.700-an PTN dan PTS yang bertebaran di wilayah Nusantara, ternyata hanya tiga &#39;&#39;gelintir&quot; yang mampu menembus persaingan dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga bulan sebelumnya, masyarakat kita juga &#39;&#39;geger&quot;. Ketika Times mengumumkan 400 perguruan tinggi dunia dalam Top 400 Universities: World University Rankings 2008 (17 Oktober 2008), hanya tiga PT Indonesia yang berada di dalamnya. Yaitu, UI Jakarta di ranking ke-287, ITB Bandung ke-315, dan UGM Jogjakarta di ranking ke-316.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjebak Teori Barat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membandingkan mutu dengan sistem perankingan memang positif, asalkan kita tidak terhipnotis olehnya. Sistem ranking itu adalah Teori Barat yang belum tentu cocok untuk budaya Indonesia. Teorinya masuk akal; kalau posisinya di atas, orang puas atas usaha yang dilakukan; kalau posisinya di bawah, orang akan berusaha lebih keras lagi untuk meningkatkan ranking.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut publikasi Times, National University of Singapore berada di ranking ke-30. Menurut Teori Barat, mestinya civitas UI, ITB, dan UGM bekerja keras untuk memperpendek jarak dengan kedua universitas tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah itu terjadi? Tidak! Mengapa? Banyak bukti menunjukkan sistem perankingan tak selalu cocok untuk budaya kita. Siswa SD yang rankingnya berada di bawah banyak yang tidak termotivasi menaikkan prestasi, tetapi justru nglokro alias menyerah sebelum bertanding.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Jawa Timur pernah diuji-coba memberikan hadiah kepada guru terbaik di SD supaya guru-guru yang lain termotivasi bekerja keras meningkatkan prestasi. Ternyata bukan itu yang terjadi, melainkan, kalau ada pekerjaan bersama selalu diserahkan kepada guru terbaik tersebut karena pernah menerima hadiah, sementara guru lain enggan membantu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat Tiongkok bersikap tegas terhadap Teori Barat tersebut; yaitu menggunakannya secara selektif dan hanya yang benar-benar teruji kecocokannya dengan budaya mereka. Dalam hal perankingan, misalnya, kalau pun di Tiongkok ada beberapa perguruan tinggi yang mengikuti perankingan ala CINDOC dan Times, jumlahnya relatif sedikit, sedangkan mayoritas mengesampingkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sekolah juga demikian, sistem perankingan prestasi akademik sebagaimana yang dilakukan banyak sekolah kita tidak pernah dilakukan mayoritas sekolah di Tiongkok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke Konsep Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita mengadakan introspeksi, memang ada sesuatu yang janggal. Kita suka geger kalau ranking mutu perguruan tinggi kita rendah. Kita ribut kalau siswa SMA, SMP, dan SD kita gagal di forum olimpiade. Tetapi, kita tidak pernah ribut kalau siswa kita suka mencontek, guru tidak mengajar dengan kasih sayang, atau dosen kita tidak mendidik secara ikhlas, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saatnya kita kembali ke pendidikan Indonesia, pendidikan konsepsi Bapak Pendidikan Nasional Ki Hadjar Dewantara. Pendidikan itu harus berlangsung dalam suasana keluarga dengan pendidik sebagai orang tua dan anak didik sebagai anak. Pendidikan itu dilakukan dengan rasa kasih sayang (love), keikhlasan (sincerely), kejujuran (honesty), keagamaan (spiritual), dan suasana kekeluargaan (family atmosphere). Moral pendidik bukanlah pegawai pemerintah atau yayasan, tetapi orang tua yang mengasuh anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa kasih sayang, keikhlasan, kejujuran, keagamaan, serta suasana kekeluargaan itulah yang mestinya kita gegerkan atau kita ributkan karena saat ini sudah mulai menghilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ki Hadjar, pendidikan yang dilaksanakan dengan penuh rasa kasih sayang, keikhlasan, kejujuran, keagamaan, dan suasana kekeluargaan itu disebut dengan sistem among. Selanjutnya, para pendidik yang bisa memerankan fungsinya secara baik disebut dengan pamong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru dan dosen tidak dibatasi waktu dan tempat dalam mendidik siswa sebagaimana orang tua mendidik anaknya. Pagi hari, siang hari, sore hari, petang hari, bahkan malam hari pun, seorang guru dan dosen harus ikhlas memberikan bimbingan kepada siswa. Demikian pula, tempat pendidikannya tidak dibatasi di ruang-ruang kelas, tetapi di mana saja seorang guru harus sanggup berperan. Hal-hal seperti inilah yang menghilang dari sistem pendidikan nasional kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menerapkan sistem perankingan perguruan tinggi dan sekolah menurut Teori Barat kiranya penting, namun kasih sayang, keikhlasan, kejujuran, keagamaan, dan suasana kekeluargaan dalam pendidikan kiranya jauh lebih penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah saatnya kita kembali ke pendidikan Indonesia! (*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prof Dr Ki Supriyoko SDU, MPd adalah pamong Tamansiswa; wakil presiden Pan-Pacific Association of Private Education (PAPE); serta mantan sekretaris Komnas Pendidikan Indonesia. [JP Online, Jum&#39;at, 15 Mei 2009]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;span style=&#39;background: url(http://bloggerbuster.com/images/print.gif) left no-repeat; padding-left: 20px;&#39;&gt;&lt;a href=&#39;javascript:window.print()&#39;&gt;Print this post&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;Sincerely,&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://padhangbulan.blogspot.com&quot;&gt;Padhang Bulan&lt;/a&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://shodiqiel.blogspot.com/2009/05/mengembalikan-roh-pendidikan.html</link><author>noreply@blogger.com (shodiqiel)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5644837286779463840.post-2565924234195717145</guid><pubDate>Mon, 04 May 2009 13:49:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-08-26T13:09:35.441+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Antasari Azhar</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Nasrudin</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">News</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Rani Juliani</category><title>Rani Juliani Sang Ratu</title><description>&lt;h1&gt;GADIS MANIS DI ANTARA DUA PEJABAT&lt;/h1&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://blogumulus.blogspot.com/2009/05/rani-juliani-sang-ratu.html&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 128px; height: 128px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhJG7x5K2ASdpWem_lBQsNjReaW4N0DKu7ETrey2ccN7s_n12CUtPUtI2OpnUDx0QT76Jp1lCDLhFbo-SR9fzOIG8E2WyJOWx8-n2ZYSmK8Y_ENGQgb1QHkX3AzlaZyQaaXNps6r7lh7XVy/s400/Rani+Juliani.jpeg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5331968564075958546&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;depan&quot;&gt;M&lt;/span&gt;asalah perempuan. Itulah isu yang santer terdengar dalam kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran (PRB) Nasrudin Zulkarnaen. Konon, pembunuhan berencana itu terjadi karena cinta segitiga antara wanita itu, Nasrudin dengan pejabat tinggi negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa perempuan yang lekat di hati kedua pria yang telah berumur itu? Secantik apakah wanita yang jadi pemicu konflik direktur dan pejabat negara begitu? Itulah beberapa pertanyaan publik yang muncul. Publik tentu penasaran mengapa seorang pejabat tinggi negara sampai tega membunuh hanya gara-gara perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Sumber di kepolisian menyebut, gadis itu bernama Rani Juliani. Gadis berusia 22 tahun itu konon pernah menjadi caddy di Modernland, tempat biasa Nasrudin bermain golf. Sumber kepolisian kadang menyebut perempuan itu Tika, kadang inisial K.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari blog pribadi Rani di &lt;a href=&quot;http://rani-juliani.blogspot.com/2008/11/mengapa-saya-memilih-perguruan-tinggi.html&quot;&gt;blogspot.com&lt;/a&gt;, Sabtu (2/5/2009), gadis berbintang cancer itu tercatat sebagai mahasiswi di STIMIK Raharja Tangerang. “Karena Raharja berfokus kepada bidang yang saya minati yaitu bidang komputer sehingga dalam mengembangkan minat saya menjadi mudah,” begitu tulis Rani dalam postingan berjudul ‘Mengapa Saya Memilih Perguruan Tinggi Raharja’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blog tersebut tidak terlalu aktif. Sejak dibuat pada November 2008, hanya ada dua tulisan yang ditulis gadis berambut panjang itu. Rani juga memajang fotonya yang sedang berpose di tengah padang rumput, diduga lapangan golf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam profilnya, Rani menulis ingin menjadi seorang wanita karir yang sukses dan mapan. Gadis kelahiran 1 Juli 1986 itu juga mengaku menyukai film-film James Bond.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya seorang gadis yang manies menurut pengamatan orang-orang di sekeliling aku. Diriku lahir pada tanggal 01 Juli 1986, jangan lupa ngado yah. Aku anak ke 3 dari 4 saudara, tadinya mau bungsu, tapi bonyok gue doyan,” begitu tulisnya dalam ‘Mengenai Saya’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak nama Rani disebut-sebut, blog tersebut ramai dikunjungi pembaca. Itu terbukti dari banyaknya komentar yang ditinggalkan para pengunjung. Namun banyak pengunjung yang mencaci perempuan yang keberadaannya kini tak diketahui itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;Cint Segi Tiga Rani Juliani, Nasrudin Zulkarnain Dan Antasari Azhar&lt;/h3&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rani Juliani adalah anak ketiga dari pasangan Haskin Abidin dan Sarnawati yang lahir pada tanggal 01 Juli 1986. Rani mempunyai 1 kakak perempuan, 1 kakak laki-laki dan satu adik laki-laki. Di masa kecil, Rani tinggal bersama orang tuanya di Tangerang Banten dan ketika Rani menginjak usia 13 tahun, kedua orang tuanya bercerai sehingga Rani dan Adiknya memilih tinggal bersama nenek yang alamatnya tidak jauh dari rumah orang tuanya. Sementara kedua kakaknya sudah berumah tangga dan memilih tinggal di rumah yang ditinggalkan orang tuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut keterangan dari keluarga dekatnya, Ibu Rani Juliani pergi meninggalkan kedua anaknya setelah bercerai yang sampai kini belum diketahui keberadaannya. Hanya saja pengakuan tante Rani, Ibu Rani sekarang berada di salah satu Kota di Sulawesi sedangkan Ayah Rani memilih kawin dengan perempuan lain dan sekarang menetap di Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengetahui jejak pendidikan Rani juliani sangat sulit, namun berdasarkan informasi dari Yunita Ulfiani yang mengaku sebagai teman SMP Rani mengatakan bahwa Rani Juliani Tamat di SMPN 3 Kota Tangerang pada Tahun 2002 dan melanjutkan pendidikan pada salah satu SMA swasta di Tangerang. Menurut Delianto salah seorang guru SMA swasta tersebut mengatakan bahwa Rani adalah salah seorang siswa yang cerdas dan pernah mewakili sekolahnya pada Olimpiade Sains tingkat Kota Tangerang pada Tahun 2003.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menamatkan pendidikan SMA Rani ingin kuliah tapi tidak ada biaya untuk masuk di salah satu Perguruan Tinggi sehingga Ia memilih berprofesi sebagai caddy di salah satu Padang Golf yang tidak jauh dari rumah neneknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Padang Golf tersebut menjadi awal pertemuannya dengan Direktur PT. Putra Rajawali Banjaran (PRB) Nasrudin Zulkarnaen. Rani adalah gadis yang baik dan sopan sehingga mendapatkan tempat yang istimewa di hati Nasrudin Zulkarnain. Pertemuan antara keduanya semakin sering bahkan Nasrudin sudah diperkenalkan Rani Juliani kepada neneknya. Dari nenek Rani Juliani pula Nasrudin mengetahui bahwa Rani adalah anak cerdas yang ingin kuliah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu waktu Nasrudin Zulkarnain mengajak Rani untuk berlibur ke Bali akan tetapi Rani menolak karena takut jangan sampai terjadi apa-apa dengan dirinya maklum Rani adalah perempuan yang sangat menjaga kehormatan dirinya. Nasrudin tetap memaksa hingga akhirnya rani setuju dan memberikan satu syarat “Rani akan Ikut, jika Adik, Nenek dan Kakaknya ikut juga sementara seluruh biaya ditanggung Nasrudin”. Nasrudin sebagai orang kaya menyanggupi syarat itu dan berangkatlah mereka ke Bali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampai di Bali mereka jalan-jalan dan menikmati keindahan pantai Bali hingga di suatu malam, Nasrudin menyampaikan kepada keluarga Rani bahwa Ia akan menikahi Rani Juliani. Keluarga Rani-pun senang dan setuju dengan keinginan Nasrudin Zulkarnain hanya Rani sendiri yang tidak setuju. Rani mengatakan bahwa Ia tidak akan menikah sebelum cita-citanya tercapai hingga membuat Nasrudin Terkejut. Nasrudin penasaran dengan cita-cita Rani Juliani yang tidak pernah terungkap selama mereka saling kenal. Di suatu pagi menjelang kepulangan mereka ke Banten, Nasrudin menanyakan cita-cita dambaan hatinya tersebut dan Rani-pun berterus-terang bahwa ia ingin kuliah untuk menjadi seorang Ahli Komputer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepulang dari Bali Nasrudin semakin sering berkunjung ke rumah nenek Rani sehingga Nasrudin Zulkarnain sudah dianggap sebagai bagian dari keluarga Rani. Nasrudin sering datang ke rumah Nenek Rani, membuat Rani jarang masuk kerja karena harus menemani Nasrudin cerita di Rumah Neneknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhir bulan Mei 2007 Rani memutuskan untuk keluar dari tempat kerjanya karena sudah mendaftar kuliah pada STIMIK Raharja Tangerang dan mulai saat itu semua kebutuhan Kuliah Rani ditanggung oleh Nasrudin Zulkarnain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Hari Minggu, Nasrudin Zulkarnain diajak oleh Antasari Azhar untuk bermain Golf di lapangan golf faforitnya. Dengan senang hati Nasrudin memenuhi ajakan sahabatnya. Untuk lebih meriahnya permainan, Nasrudin mengajak kekasihnya dan Rani Juliani sangat senang dengan ajakan itu karena Rani ingin sekali bertemu dengan teman-teman kerjanya di lapangan golf itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di Lapangan Golf, Antasari menanyakan kepada Nasrudin tentang hubungannya dengan Rani karena Antasari Tahu bahwa Nasrudin telah beristri dan teman perempuan yang datang ke Lapangan Golf itu bukan istri Nasrudin. Untuk menjawab rasa penasaran sahabatnya, Nasrudin mengenalkan Rani Juliani pada Antasari Azhar. Dan disaat itulah Antasari jatuh hati pada Rani Juliani kekasih sahabatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berawal dari pertemuan di Padang Golf, Antasari Azhar makin penasaran dengan perempuan bernama Rani Juliani. Tanpa malu-malu Antasari Azhar meminta nomor HP Rani Juliani kepada Nasrudin Zulkarnain. Awalnya Nasrudin enggan memberikan Nomor HP itu, tapi Antazari mengancam akan melaporkan Nasrudin kepada Istrinya tentang hubungan Nasrudin Zulkarnain dengan Rani Juliani. Akhirnya setelah melalui pertimbangan panjang Nasrudin memberikan Nomor HP Rani kepada Antasari Azhar sahabatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lewat nomor itu, Antasari Azhar sering mengirim sms kepada Rani Juliani dengan memakai inisial Azhar. A. tapi tak pernah digubris oleh Rani. Semakin lama, sms Azhar. A. semakin sering masuk di HP Rani membuat Rani merasa takut. Ketika Nasrudin berkunjung ke rumah Rani, sms Azhar. A. masuk. Rani dengan cepat menghapus sms itu dan segera mematikan HP-nya. Nasrudin heran dengan tingkah Rani saat itu, dan menanyakan ada masalah apa dengan HP Rani. Rani menceritakan semua tentang isi sms yang sering masuk di HP-nya beberapa minggu terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rani Juliani sangat terkejut ketika mengetahui sms yang sering masuk di Nomor Ponselnya berasal dari Ponsel seorang pejabat Negara. Nasrudin menjelaskan kalau nomor yang mengirim sms adalah milik Antasari Azhar ketua KPK. Nomor HP Rani Juliani diberikan oleh Nasrudin Zulkarnain ketika Antasari memintanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari berikutnya masuklah kembali sms dari Azhar. A. dan Rani-pun membalasnya dengan sopan. Perkenalan antara Rani Juliani dan Antasari Azhar makin luas mulai dari alamat rumah, keluarga, tempat kuliah sampai masalah pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu waktu Antasari Azhar berkunjung ke Kota tangerang dalam rangka urusan KPK. Dia memanggil Haryo Wibisono putra mantan Kasdam IV Diponegoro untuk menemaninya. Sepulang dari urusan kerja, Antasari Azhar menyempatkan diri singgah di Rumah Rani Juliani. Untuk menghindari pantauan Wartawan dan masyarakat umum, Antasari Azhar bersama Haryo Wibisono menumpang sebuah taksi menuju rumah Rani. Di rumah neneknya rani menemui ketua KPK itu. Mereka saling bercakap dan bercanda tentang sms yang pernah dikirim oleh Azhar. A. Dalam waktu yang tidak lebih dari setengah jam, Antasari bersama Haryo Wibisono pamit meninggalkan rumah Rani tapi sebelum pamit, Antasari sempat menelpon Nasrudin dan menyampaikan kalau saat itu Ia sedang di Rumah Rani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasrudin merasa tidak enak dengan kehadiran Antasari di Rumah Rani, dengan agak marah Ia segera menelpon Rani. Rani Juliani menjelaskan kalau kedatangan Antasari ke rumahnya bukan permintaan Rani atau direncanakan sebelumnya. Kedatangan Antasari hanya kebetulan belaka karena waktu itu Antasari berkunjung ke Kota Tangerang Banten dan pulangnya sempat menyempatkan diri ke rumah Rani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/www.detik.com&quot;&gt;www.detik.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;&lt;i&gt;Sementara itu..&lt;/i&gt;&lt;/h3&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TANGERANG  -   Pembunuhan sadis terjadi di Tangerang, Banten. Direktur sebuah perusahaan pemerintah, PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) Nasrudin Zulkarnain (45), ditembak dua pria tak dikenal ketika pulang dari main golf di kawasan Apartemen Modern Land, Kelurahan Kelapa Indah, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua peluru menembus kepala direktur BUMN bidang agrobisnis, perdagangan, alat kesehatan, dan farmasi itu. Nyawanya tak tertolong setelah sekitar 20 jam dirawat di rumah sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa yang dialami warga Perumahan Banjar Wijaya, Blok B50 Kelurahan Cipete, Kecamatan Pinang itu, terjadi Sabtu (14/3) sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu dia pulang dari bermain golf di perumahan elite Modern Land dengan mengendarai BMW B 191 E warna silver yang disopiri Sentoro (30).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru beberapa meter melangkah, korban dihubungi seseorang untuk datang ke kantornya. Pria asli Makassar, Sulsel itu kemudian langsung berangkat. Namun, belum jauh beranjak, mobil korban dipepet dari sebelah kiri oleh dua orang yang mengendarai Yamaha Scorpio.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu laju mobil BMW tersebut lambat karena terhalang polisi tidur. Saat itulah pelaku yang dibonceng mengeluarkan senjata api (senpi) dan menembakkannya dua kali ke kaca mobil bagian samping kiri belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peluru menembus kaca dan terus menerjang kepala korban. Korban terkulai dengan kepala bersimbah darah, sementara pelaku memacu motornya kencang-kencang untuk melarikan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat majikannya tak berdaya, Sentoro berteriak minta tolong. Orang-orang yang berada di sekitar tempat kejadian segera mendekat untuk memberi pertolongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Armin, seorang saksi mata, mengatakan, dirinya sempat mengejar motor pelaku. Namun, karena pengendara motor itu melaju kencang, Armin gagal mengejarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Motor saya kalah cepat. Ciri-ciri pelaku itu mengenakan jaket kulit dan helm. Korban ditembak ketika mobilnya melaju pelan karena melewati polisi tidur. Pelaku menembak kaca mobil dua kali dan peluru mengenai kepala korban,” ungkap Armin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Polisi kemudian melarikan korban ke RS Mayapada, Tangerang. Namun, karena kondisinya kritis, dia dirujuk ke RSPAD Gatot Soebroto. Saat itu satu proyektil peluru masih bersarang di pelipis kiri. Kemarin sekitar pukul 12.05 WIB, nyawa Nasrudin tak terselamatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, sahabat korban yang juga rekan main Nasrudin bermain golf, Salam Lagoe (63), menduga motif penembakan itu karena persaingan bisnis atau masalah jabatan. Sebab, beberapa waktu sebelum kejadian itu, korban sempat bercerita masalah gagal dilantiknya Nasrudin menjadi dirut PT RNI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Tapi, beliau tidak menjelaskan secara rinci, kenapa dia tidak jadi dilantik. Sedangkan sosoknya, menurut saya cukup ramah dan selalu menegur siapa saja yang bertemu dengannya. Mudah-mudahan polisi cepat menangkap pelakunya, sehingga motif penembakan jadi jelas,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Mochamad Iriawan yang datang ke RS Mayapada mengatakan, kasus itu masih dalam penyelidikan. Sedangkan mengenai motif penembakan, Iriawan belum mengetahuinya. Hingga kini pihaknya masih terus menyelidiki dan mengumpulkan data-data. ”Pelaku masih kami buru,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenazah Nasrudin setelah diautopsi di RS Cipto Mangungkusumo Jakarta, rencananya diterbangkan ke Makassar untuk dimakamkan di kampung halamannya. Almarhum meninggalkan seorang istri, Arinda dan dua anak yang masih kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarga menganggap meninggalnya Nasrudin merupakan kasus besar menjelang Pemilu 2009. Keluarga meminta Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri mengusut kasus itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kami meminta kepolisian mengusutnya karena ini kasus besar yang terjadi menjelang pemilu,” ujar adik kandung korban, Andi Samsudin, di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, hingga kemarin polisi sudah memeriksa lebih dari 10 saksi. Polisi masih terus memburu pelakunya yang masih misterius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Sudah banyak sekali (saksi). Orang di dekat TKP (tempat kejadian perkara, Red), orang yang main golf, kalau sepuluh (saksi) lebih,&quot; ujar Kapolres Metro Kota Tangerang Kombes Pol Hamidin.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;b&gt;BARU 6 BULAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Public Relation Manager PT RNI Budi Perbawa Aji menerangkan, Nasrudin pertama kali masuk ke anak perusahaan RNI tahun 2001 sebagai staf ahli PT Rajawali Nusindo (bergerak di bidang perdagangan dan distribusi). RNI memiliki 15 anak perusahaan. Salah satunya PT Mitra Rajawali Banjaran (MRB), produsen kondom dan alat suntik. “MRB punya anak perusahaan namanya PT Putera Rajawali Banjaran, Nasrudin ditunjuk jadi direktur sejak enam bulan lalu. Jadi itu cucu perusahaan RNI,” ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PT Putera Rajawali Banjaran bergerak di bidang apotek, terutama untuk menjual produksi obat PT Phapros (anak perusahaan RNI lainnya). Nasrudin ditunjuk karena memiliki jaringan luas mulai dari LSM hingga pejabat pemerintah. Hal itu dinilai bisa memudahkan bisnis PT PRB. “Dia memiliki kompetensi itu, sangat cocok di bidang perdagangan. Orangnya luwes dan kalau ngomong lugas,” tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PT PRB menerapkan pola kerja sama bagi hasil dengan mitra kerjanya untuk memperluas jaringan. Bagi masyarakat yang ingin membuka apotek cukup memiliki lahan dan bangunan di lokasi strategis. Dari segi bisnis, Budi melihat tidak ada persaingan yang berarti sehingga membuat Nasrudin terbunuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kalau apotek, kita tidak punya kompetitor utama kok, tenang-tenang saja. Kita lebih condong itu masalah pribadi,” jelasnya (wir/jpnn/btr/jpnn/nw)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiOLFuSWQQJpKTnOQ89uMPWbT3V6BbekVI341TOTSV9oHMRFvdXIj8sEdDFgzbAGKS9bLhKaxvvdrWz7GNe14EfzatJb0l02KEaFm8sUW8eeoVK9N03qiVcoIfig82uP-ac2JvTZ3AZshnP/s1600-h/Antasri-Nasrudin.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 347px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiOLFuSWQQJpKTnOQ89uMPWbT3V6BbekVI341TOTSV9oHMRFvdXIj8sEdDFgzbAGKS9bLhKaxvvdrWz7GNe14EfzatJb0l02KEaFm8sUW8eeoVK9N03qiVcoIfig82uP-ac2JvTZ3AZshnP/s400/Antasri-Nasrudin.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5332890204062442546&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;Nasrudin Kenalkan Istri Ketiga sebagai Anak Angkat&lt;/h3&gt;&lt;br /&gt;Sempat &#39;&#39;menghilang&#39;&#39; 49 hari setelah majikannya ditembak mati (14/3), Suparmin alias Parmin, 42, sopir pribadi Nasrudin yang sempat diamankan aparat Polda Metro Jaya, akhirnya bercerita tentang bosnya yang juga direktur PT Putra Rajawali Banjaran (PRB).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria berperawakan gemuk itu kepada Indopos (Jawa Pos Group) mengatakan masih trauma terhadap penembakan bosnya. Parmin -setelah hampir 1,5 bulan selalu dikawal reserse lantaran ada ancaman pembunuhan- baru dipulangkan polisi ke rumahnya kemarin siang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&#39;&#39;Kalau dengar bunyi pintu, jantung saya berdegup keras,&#39;&#39; kata Parmin saat disambangi koran ini di kediamannya, Perumahan Teratai Griya Asri, Blok G4-1, RT 18/04, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, kemarin. Seolah ingin melupakan insiden penembakan Nasrudin, Parmin ragu-ragu saat menceritakan mantan majikannya tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria yang baru setahun bekerja kepada Nasrudin mengemudikan BMW silver B 191 E itu mengatakan selalu mendampingi korban ke mana pun. &#39;&#39;Yang sering ke lapangan golf,&#39;&#39; ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain di padang golf Modern, Tangerang, Nasrudin kerap bermain di Jakarta dan Bogor. Misalnya, di Royal Jakarta, Gunung Geulis, dan Pondok Indah. &#39;&#39;Tapi, memang sering di padang golf Modern,&#39;&#39; tegas suami Sri Lestari Ningsih, 29, itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari nahas sebelum terjadinya penembakan, Nasrudin sempat bermain bersama tiga koleganya, Seno, Saiful, dan Bagio, petinggi di salah satu perusahaan asuransi. &#39;&#39;Itu kali terakhir Bapak (Nasrudin, Red) bermain golf,&#39;&#39; ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seminggu sebelum ditembak mati, menurut Parmin, Nasrudin hampir setiap hari merumput di lapangan golf. Dia pernah mengantarkan pada Selasa (10/3) memukul di padang golf Modern; Rabu (11/3) dan Kamis (12/3) di Bogor Raya, dan Sabtu (14/3) kembali ke Modern saat peristiwa maut terjadi. Padahal, lanjut Parmin, biasanya Nasrudin hanya bermain dua kali pada akhir pekan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&#39;&#39;Bapak memang penggila golf,&#39;&#39; ungkapnya. Selain bermain golf, Nasrudin kerap mendatangi rumah Rani Juliani yang berlokasi di Jalan KH Maja, Kebon Kosong, RT 01/04, Panunggangan, Pinang, Kota Tangerang. Kedatangannya juga dilakukan nyaris setiap tiga hari, terutama pada akhir pekan setelah bermain golf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&#39;&#39;Sumpah, saya baru tahu Rani itu istri siri Bapak (sebutan Parmin untuk Nasrudin, Red) setelah di kantor polisi, saat disodori surat pernikahan siri pada 2007,&#39;&#39; ujarnya lagi. Selama ini Parmin hanya mengenal Rani sebagai anak angkat Nasrudin. Hal itu dikatakan Nasrudin saat Maret 2008 Parmin menjemput Rani di Supermal Karawaci, Tangerang, setelah berbelanja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&#39;&#39;Saat itu Bapak memperkenalkan Rani sebagai anak angkatnya. Lagi pula, Rani memanggil Papa dan Bapak memanggil Nak,&#39;&#39; ungkap bapak tiga anak itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Parmin juga mengatakan tidak tahu apa pun yang dikerjakan Nasrudin bersama Rani di rumah. Pria bertubuh subur itu juga salut lantaran Nasrudin bisa menyembunyikan rahasia pernikahan sirinya. &#39;&#39;Bahkan, istri Nasrudin (Arinda Herawati, Red) juga tidak tahu kalau suaminya nikah lagi,&#39;&#39; katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ditanya apakah Nasrudin kenal dengan Ketua KPK nonaktif Antasari Azhar, Parmin memastikan kenal. &#39;&#39;Lima kali saya ingat datang ke Kantor KPK di Kuningan. Saat itu Bapak membawa map. Tapi, saya tidak tahu isinya,&#39;&#39; tuturnya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Parmin juga menegaskan, Nasrudin mempunyai hubungan yang luas dan akrab dengan petinggi negeri ini. Hal itu dibuktikan bukan hanya bermain golf dengan para petinggi perusahaan, tapi juga dengan pejabat negara. Bahkan, Parmin dua kali mengantarkan Nasrudin ke kantor Wakil Presiden Jusuf Kalla, Istana Wapres, pada 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istri kedua Nasrudin, Arinda Herawati, 30, shock setelah mendengar tewasnya sang suami karena hubungan asmara. Wanita yang tinggal di Perumahan Banjar Wijaya Blok 50, No 2, RT 02 RW 07, Kelurahan Cipete, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, itu stres. Bahkan, selama beberapa hari ini, mantan pramugari Garuda tersebut dikabarkan tengah menjalani terapi stres di Bandung, Jawa Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Kasihan ibu (Arinda, Red), jiwanya terguncang. Saat ini, dia tengah menjalani perawatan di salah satu pesantren untuk menenangkan diri,&quot; kata Parmin. &quot;Bukan hanya Ibu Arinda yang stres. Saya juga ikut stres dan akan mendatangi psikolog untuk melakukan terapi,&quot; tambah Parmin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria berbadan tambun itu juga mengatakan, Arinda sejak Minggu (3/5) pergi ke Bandung. &quot;Bu Arinda ke Bandung pakai mobil Kijang Innova B 7 HJ diantar sopir pribadinya,&quot; ujar Parmin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi, masih menurut Parmin, selama ini Arinda tidak tahu bahwa sang suami telah menikah siri dengan Rani Juliani. Selama ini, ungkap Parmin, Arinda hanya tahu bahwa Rani merupakan anak angkat Antasari Azhar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Parmin juga mengaku kasihan kepada Arinda lantaran keluarga Nasrudin di Makassar menganggapnya menjadi penyebab utama sang suami meninggal dunia. &quot;Terus terang, saya sangat kasihan dengan Arinda. Padahal, dia dan Pak Nasrudin tidak pernah sama sekali mengalami cekcok, apalagi sampai bertengkar. Selama satu tahun saya bekerja di rumah itu, tidak pernah dengar satu pun suara bentakan. Hubungan keluarga itu baik-baik saja,&quot; katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hubungannya dengan Nasrudin, Arinda memiliki dua orang putra yang masing-masing bernama Andi Marsha, 7, kelas II SD, dan Andika Lista atau Didi yang berusia 1,8 tahun. Sementara itu, Princes, 9, kelas 5 SD, merupakan anak angkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah ayahnya tewas ditembak, Andika Lista dikabarkan sakit. Pasalnya, dia sangat disayang Nasrudin. &quot;Setiap mau berangkat kerja, Pak Nasrudin harus mengajak Didi naik mobil mengelilingi kompleks dua kali putaran, baru dia berangkat ke kantor. Karena tidak ada bapaknya, anak itu sakit,&quot; tutur Parmin yang sempat diamankan polisi selama 49 hari setelah penembakan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain menikah siri dengan Rani Juliani, 22, Nasrudin menikah secara sah dengan Arinda Herawati yang tercatat sebagai istri kedua. Istri pertamanya Sri Martuti, 44, warga Jalan Wijaya Kusama No 24, Jatibening I, Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hasil perkawinan dengan karyawan pegawai Departemen Luar Negeri (Deplu) itu, Nasrudin mendapatkan satu orang anak dan satu anak angkat yang saat ini keduanya masih duduk di bangku sekolah dasar. [JP Online, Rabu, 06 Mei 2009](din/ind/jpnn/iro) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;span style=&quot;background: transparent url(http://bloggerbuster.com/images/print.gif) no-repeat scroll left center; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; padding-left: 20px;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;javascript:window.print()&quot;&gt;Print this post&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;Sincerely,&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://padhangbulan.blogspot.com/&quot;&gt;Padhang Bulan&lt;/a&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://shodiqiel.blogspot.com/2009/05/rani-juliani-sang-ratu.html</link><author>noreply@blogger.com (shodiqiel)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhJG7x5K2ASdpWem_lBQsNjReaW4N0DKu7ETrey2ccN7s_n12CUtPUtI2OpnUDx0QT76Jp1lCDLhFbo-SR9fzOIG8E2WyJOWx8-n2ZYSmK8Y_ENGQgb1QHkX3AzlaZyQaaXNps6r7lh7XVy/s72-c/Rani+Juliani.jpeg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5644837286779463840.post-725796743220038482</guid><pubDate>Thu, 30 Apr 2009 16:11:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-08-26T13:11:38.430+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Education</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kawin Kontrak</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Mutah</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Nikah</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Sirri</category><title>Kawin Kontrak = Nikah Agama</title><description>&lt;center&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://www.myrepublika.com/content/nikah_sirri_vs_nikah_islam&quot;&gt;Nikah Sirri Vs Nikah Islam&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgYFnMABeikNy6TPcLA8LZYZRaS4L5_NuKPC6hdNxomKq5iv6W_fCRXHGh3HexpBUZY9jV12H-449GP-btXj6S7V4hVykylVK1u_Sv4eBEgkbzySCKMEkTTYD8dkcF4Ww54QDTkAn-_Mp8/s1600-h/Nikah-Siri.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 269px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgYFnMABeikNy6TPcLA8LZYZRaS4L5_NuKPC6hdNxomKq5iv6W_fCRXHGh3HexpBUZY9jV12H-449GP-btXj6S7V4hVykylVK1u_Sv4eBEgkbzySCKMEkTTYD8dkcF4Ww54QDTkAn-_Mp8/s400/Nikah-Siri.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5324253567351774914&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;depan&quot;&gt;L&lt;/span&gt;agi-lagi membahas tentang pencampuran makna dan istilah dalam Islam. Saat ini makin banyak disebutkan bahwa nikah sirri adalah sama saja dengan nikah islam. Padahal kedua hal itu berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nikah sirri adalah nikah diam-diam atau disembunyikan keberadaannya. Biasanya dalam pernikahan jenis ini ada syarat-syarat nikah yang dilanggar. Selain itu, jenis pernikahan yang disembunyikan cenderung mengakibatkan fitnah dan perselisihan. Bahasa gampangnya: mengapa harus disembunyikan kalau memang tidak bermasalah? Maka dari itu islam tidak memperbolehkan nikah sirri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Kemudian datanglah penyelewengan makna atas nikah sirri oleh orang-orang yang berkepentingan terhadap keberadaan nikah jenis ini. Berdasar ketidaktahuan masyarakat awam, maka disebutlah nikah sirri sebagai nikah islam, padahal hakikat keduanya jauh berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persamaan yang sering dipakai untuk memperoleh keabsahan keberadaan nikah sirri secara umum adalah bahwa proses nikah islam yang sudah legal secara agama meskipun tanpa adanya pihak KUA atau catatan sipil sebagai wakil negara (dikatakan nikah islam disembunyikan dari pihak hukum/negara).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, perbedaan yang sering dilupakan atau dibiarkan untuk terlupakan, adalah syarat sah nikah islam tidak ditemui dalam nikah sirri. Ketentuan yang wajib dipenuhi dalam menyelenggarakan pernikahan islam tidak boleh kurang atau dilanggar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan nikah sirri yang sesungguhnya bukan sekedar disembunyikan dari negara, tapi juga disembunyikan dari keluarga, dari istri, dan juga dari lingkungannya. Pernikahan disembunyikan seperti ini tidak diperbolehkan dalam islam karena adanya penyembunyian, atau kurang syarat rukunnya. Belum lagi apabila menimbulkan kasus kekerasan rumah tangga, dan kemungkinan-kemungkinan lainnya yang dapat merugikan kedudukan istri dan anak ketika terjadi perceraian, pembagian waris, dan pendataan warga. Akhirnya ketika muncul kasus-ksus seperti itu, kemudian ada yang mengatakan bahwa sistem islam yang salah (dipersalahkan) atau bahkan dikatakan tidak sesuai lagi dengan zaman, atau merendahkan perempuan, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat yang ditimbulkan dari pernikahan sirri hampir sama dengan kasus nikah mut&#39;ah (kawin kontrak) yang dilarang dalam islam, karena adanya kecenderungan untuk meyia-nyiakan dan men-terbengkalai-kan keluarga dan ketidakadilan terhadap istri dan anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas ada yang membela diri, bahwa dia tidak mengalami kasus-kasus seperti itu meskipun telah sekian tahun nikah sirri atau telah puluhan kali kawin kontrak (kayak rumah aja ya, ......naudzubillah). Alasan semacam itu bukanlah sesuatu hal yang bisa dijadikan dasar untuk merubah keabsahan sesuatu dan merubah ketetapan sesuatu hukum yang telah ditetapkan oleh Allah swt. Segala keabsahan dan ketetapan ada pada Allah Maha Pencipta, sedangkan manusia tinggal mengikuti kebaikan yang telah diberikan oleh Tuhan. Kalau masih juga ngeyel, berarti itu adalah keinginan untuk mengikuti nafsunya dan menjauhi Tuhan.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;span style=&#39;background: url(http://bloggerbuster.com/images/print.gif) left no-repeat; padding-left: 20px;&#39;&gt;&lt;a href=&#39;javascript:window.print()&#39;&gt;Print this post&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;Sincerely,&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://padhangbulan.blogspot.com&quot;&gt;Padhang Bulan&lt;/a&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://shodiqiel.blogspot.com/2009/04/kawin-kontrak-nikah-agama.html</link><author>noreply@blogger.com (shodiqiel)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgYFnMABeikNy6TPcLA8LZYZRaS4L5_NuKPC6hdNxomKq5iv6W_fCRXHGh3HexpBUZY9jV12H-449GP-btXj6S7V4hVykylVK1u_Sv4eBEgkbzySCKMEkTTYD8dkcF4Ww54QDTkAn-_Mp8/s72-c/Nikah-Siri.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5644837286779463840.post-1163341842052798409</guid><pubDate>Tue, 28 Apr 2009 15:07:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-08-26T13:10:29.875+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Daging Babi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Education</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Refleksi</category><title>Mengapa Babi Haram</title><description>&lt;p&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://i43.tinypic.com/2ns2bso.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 240px;&quot; src=&quot;http://i43.tinypic.com/2ns2bso.jpg&quot; alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src=&quot;http://i42.tinypic.com/2lw93ys.jpg&quot; width=&quot;150&quot; align=&quot;right&quot; hspace=&quot;5&quot; /&gt;&lt;img src=&quot;file:///C:/DOCUME%7E1/EDGARK%7E1/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-2.jpg&quot; alt=&quot;&quot; /&gt;&lt;span class=&quot;depan&quot;&gt;B&lt;/span&gt;abi adalah sejenis hewan ungulata yang bermoncong panjang dan berhidung leper dan merupakan hewan yang aslinya berasal dari Eurasia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang juga dikenali sebagai khinzir (perkataan Arab). Babi adalah omnivora, yang berarti mereka mengkonsumsi baik daging maupun tumbuh-tumbuhan. Selain itu, babi adalah salah satu mamalia yang paling pintar, dan dilaporkan lebih pintar dan mudah dipelihara dibandingkan dengan anjing dan kucing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam al-Quran, sebagai hewan, babi hukumnya najis jika disentuh dan haram untuk dimakan oleh umat Islam.&lt;br /&gt;Babi juga diharamkan untuk dikonsumsi dalam agama Yahudi dan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh di kalangan Kristen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Penyakit yang diakibatkan dari daging Babi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DR Murad Hoffman, Daniel S Shapiro, MD, seorang Pengarah Clinical Microbiology Laboratories, Boston Medical Center, Massachusetts, dan juga merupakan asisten Profesor di Pathology and Laboratory Medicine, Boston University School of Medicine, Massachusetts, Amerika menyatakan terdapat lebih dari 25 penyakit yang bisa dijangkiti dari babi. Di antaranya:&lt;br /&gt;* Anthrax* Ascaris suum* Botulism* Brucella suis * Cryptosporidiosis* Entamoeba polecki* Erysipelothrix shusiopathiae* Flavobacterium group IIb-like bacteria * Influenza* Leptospirosis* Pasteurella aerogenes * Pasteurella multocida * Pigbel* Rabies * Salmonella cholerae-suis* Salmonellosis* Sarcosporidiosis* Scabies* Streptococcus dysgalactiae (group L)* Streptococcus milleri* Streptococcus suis type 2 (group R)* Swine vesicular disease* Taenia solium* Trichinella spiralis* Yersinia enterocolitica* Yersinia pseudotuberculosis. &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Babi&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;http://id.wikipedia.org/wiki/Babi&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;FAKTA-FAKTA MENGAPA BABI HARAM&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam telah melarang segala macam darah, analisis kimia dari darah menunjukkan adanya kandungan yang tinggi dari uric acid (asam urat ), suatu senyawa kimia yang berbahaya bagi kesehatan manusia, bersifat racun. Dg kata lain uric acid sampah dalam darah yang terbentuk akibat metabolisme tubuh yang tidak sempurna yang diakibatkan oleh kandungan purine dalam makanan.Dalam tubuh manusia, senyawa ini dikeluarkan sebagai kotoran, dan 98% dari uric acid dalam tubuh, dikeluarkan dari dalam darah oleh ginjal,dan dibuang keluar tubuh melalui air seni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Islam dikenal prosedur khusus dalam penyembelihan hewan, yaitu menyebut nama Allah Yang MahaKuasa dan membuat irisan memotong urat nadi leher hewan, sembari membiarkan urat-urat danorgan organ lainnya utuh. Dengan cara ini menyebabkan kematian hewan karena kehabisan darah dari tubuh, bukannya karena cedera pada organ vitalnya, sebab jika organ-organ misalnya jantung, hati, atau otak dirusak, hewan tersebut dapat meninggal seketika dan darahnya akan menggumpal dalam urat-uratnya dan akhirnya mencemari daging, mengakibatkan daging hewan akan tercemar oleh uric acid, sehingga menjadikannya beracun, dan pada masa-masa kini lah para ahli makanan baru menyadari akan hal ini, subhanallah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah kita tahu kalau babi tidak dapat disembelih di leher? karena mereka tidak memiliki leher, sesuai dengan anatomi alamiahnya? Bagi orang muslim beranggapan kalau babi memang harus disembelih dan layak bagi konsumsi manusia, tentu Sang Pencipta akan merancang hewan ini dengan memiliki leher.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu kedokteran mengetahui bahwa babi sebagai inang dari banyak macam parasit dan penyakit berbahaya, sistem biochemistry babi mengeluarkan hanya 2% dari seluruh kandungan uric acidnya, sedangkan 98% sisanya tersimpan dalam tubuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Allah SWT&lt;/span&gt; jelas telah &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;MENGHARAMKANNYA BABI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;a. QS. Al Baqoroh (2) : 173&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;b. QS. Al Maa&#39;idah (5) : 3&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;c. QS. Al An `Aam (6) : 145&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;d. QS. An Nahl (16) : 115&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;KENYATAAN DI LAPANGAN TENTANG BABI&lt;/b&gt; :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Babi adalah binatang yang paling jorok dan kotor, Suka memakan bangkai dan kotorannya sendiri &amp;amp; kotoran manusia pun dimakannya. Sangat suka berada pada tempat yang kotor, tidak suka berada di tempat yang bersih dan kering. Babi hewan pemalas dan tidak suka bekerja (mencari pakan), tidak tahan terhadap sinar matahari, tidak gesit, tapi makannya rakus (lebih suka makan dan tidur), bahkan paling rakus di antara hewan jinak lainnya. Jika tambah umur, jadi makin malas &amp;amp; lemah (tidak berhasrat menerkam dan membela diri). Suka dengan sejenis dan tidak pencemburu. A.V. Nalbandov dan N.V. Nalbandov (Buku : Adaptive physiology on mammals and birds).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsumen daging babi sering mengeluhkan bau pesing pada daging babi (menurut penelitian ilmiah, hal tsb. disebabkan karena praeputium babi sering bocor, sehingga urine babi merembes ke daging). Lemak punggung babi tebal, babi memiliki back fat (lemak punggung) yang lumayan tebal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsumen babi sering memilih daging babi yangg lemak punggungnya tipis, karena semakin tipis lemak punggungnya, dianggap semakin baik kualitasnya. Sifat lemak punggung babi adalah mudah mengalami oxidative rancidity, sehingga secara struktur kimia sudah tidak layak dikonsumsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Babi adalah hewan yang kerakusannya dalam makan tidak tertandingi hewan lain. Ia makan semua makanan yang ada di depannya. Jika perutnya telah penuh atau makanannya telah habis, ia akan memuntahkan isi perutnya dan memakannya lagi, untuk memuaskan kerakusannya. Ia tidak akan berhenti makan, bahkan memakan muntahannya. Ia memakan semua yang bisa dimakan di hadapannya. Memakan kotoran apa pun di depannya, entah kotoran manusia, hewan atau tumbuhan, bahkan memakan kotorannya sendiri, hingga tidak ada lagi yang bisa dimakan di hadapannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang ia mengencingi kotorannya dan memakannya jika berada di hadapannya, kemudian memakannya kembali. Ia memakan sampah busuk dan kotoran hewan. Babi adalah hewan mamalia satu-satunya yang memakan tanah, memakannya dalam jumlah besar dan dalam waktu lama jika dibiarkan. Kulit orang yang memakan babi akan mengeluarkan bau yang tidak sedap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian ilmiah modern di dua negara Timur &amp;amp; Barat, yaitu Cina dan Swedia. Cina (mayoritas penduduknya penyembah berhala) &amp;amp; Swedia (mayoritas penduduknya sekuler) menyatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Daging babi merupakan merupakan penyebab utama kanker anus &amp;amp; kolon&quot;. Persentase penderita penyakit ini di negara negara yang penduduknya memakan babi, meningkat secara drastis, terutama di negara-negara Eropa, dan Amerika, serta di negara-negara Asia (seperti Cina dan India). Sementara di negara-negara Islam, persentasenya amat rendah, sekitar 1/1000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil penelitian ini dipublikasikan pada 1986, dalam Konferensi Tahunan Sedunia tentang Penyakit Alat Pencernaan, yang diadakan di Sao Paulo. Babi banyak mengandung parasit, bakteri, bahkan virus yang berbahaya, sehingga dikatakan sebagai Reservoir Penyakit. Gara-gara babi, virus Avian Influenza jadi ganas. Virus normal AI (Strain H1N1 dan H2N1) tidak akan menular secara langsung ke manusia. Virus AI mati dengan pemanasan 60 ؛C lebih-lebih bila dimasak hingga mendidih. Bila ada babi, maka dalam tubuh babi, Virus AI dapat melakukan mutasi &amp;amp; tingkat virulensinya bisa naik hingga menjadi H5N1. Virus AI Strain H5N1 dapat menular ke manusia. Virus H5N1 ini pada Tahun 1968 menyerang Hongkong dan membunuh 700.000 orang (diberi nama Flu Hongkong).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daging babi adalah daging yang sangat sulit dicerna karena banyak mengandung lemak. Meskipun empuk dan terlihat begitu enak dan lezat, namun daging babi sulit dicerna. Ibaratnya racun, seperti halnya kholesterol! Selain itu, daging babi menyebabkan banyak penyakit : pengerasan pada urat nadi, naiknya tekanan darah, nyeri dada yang mencekam (angina pectoris) , dan radang pada sendi-sendi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar th 2001 pernah terjadi para dokter Amerika berhasil mengeluarkan cacing yang berkembang di otak seorang perempuan, setelah beberapa waktu mengalami gangguan kesehatan yang ia rasakan setelah mengkonsumsi makanan khas meksiko yang terkenal berupa daging babi, hamburger (ham = babi, sebab aslinya, hamburger adalah dari daging babi). Sang perempuan menegaskan bahwa dirinya merasa capek-capek (letih) selama 3 pekan setelah makan daging babi. Telur cacing tsb menempel di dinding usus pada tubuh sang perempuan tersebut, kemudian bergerak bersamaan dengan peredaran darah sampai ke ujungnya, yaitu otak. Dan ketika cacing itu sampai di otak, maka ia menyebabkan sakit yang ringan pada awalnya, hingga akhirnya mati dan tidak bisa keluar darinya. Hal ini menyebabkan dis-fungsi yang sangat keras pada susunan organ di daerah yang mengelilingi cacing itu di otak. Penyakit-penyakit &quot;cacing pita&quot; merupakan penyakit yang sangat berbahaya yang terjadi melalui konsumsi daging babi. Ia berkembang di bagian usus 12 jari di tubuh manusia, dan beberapa bulan cacing itu akan menjadi dewasa. Jumlah cacing pita bisa mencapai sekitar ”1000 ekor dengan panjang antara 4 - 10 meter”, dan terus hidup di tubuh manusia dan mengeluarkan telurnya melalui BAB (buang air besar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pernah membaca sebuah artikel yang mengatakan : ”Bahwa seseorang itu berkelakuan sesuai dengan apa yang dimakannya.” Melihat tayangan di salah satu TV swasta kemarin sore, seorang profesor dari IPB (lupa namanya) telah meneliti struktur DNA babi. Sesuatu yang mengejutkan ternyata, struktur gen babi itu mirip dengan struktur gen manusia. Jadi dapat dikatakan gen babi = gen manusia, jadi sama dengan kita memakan daging manusia (=kanibal), na&#39;udzubillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi ada betulnya artikel tadi mengatakan kalau kita memakan babi bukan tidak mungkin karakter babi menempel pada kita, tidak pada kita, bisa jadi pada keturunan kita ! wallahu a’lam.&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://www.bloggaul.com/sultan_haidir/readblog/91907/fakta-fakta-mengapa-babi-haram&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;www.bloggaul.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Keharaman Babi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemanfaatan babi hukumnya haram, baik atas daging, lemak, maupun bagian-bagian lainnya. Firman Allah SWT dalam QS.5:3 mengharamkan konsumsi bangkai, darah, dan daging babi. Demikian juga dengan firman-Nya dalam QS.6:145 dan QS.16.115, mengharamkan konsumsi bangkai, darah, dan daging babi. Dalil-dalil pada beberapa ayat ini merupakan nash yang jelas, yang menegaskan tentang keharaman, antara lain mengkonsumsi babi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Qur’an menggunakan kata lahma (daging) karena sebagian besar pengambilan manfaat dari babi adalah daging. Selain itu, dalam daging babi selalu terdapat lemak. Kendati Al-Qur’an menggunakan kata lahma, pengharaman babi bukan hanya dagingnya. Tetapi seluruh tubuh hewan babi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangan ini sesuai dengan kaidah ushul fiqh: min dzikri’l-juz I wa iradati’l kulli. Artinya yang disebutkan sebagian dan dikehendaki seluruhnya.Bahwa daging babi mengandung cacing pita (taenia solium), hampir semua orang sudah mengenalnya. Ternyata tidak hanya itu bahaya yang mengancam pemakan babi. Lemak babi mengandung kolesterol paling tinggi dibandingkan dengan lemak hewan lainnya. Darahnya mengandung asam urat paling tinggi. Asam urat merupakan bahan yan jika terdapat dalam darah dapat menimbulkan berbagai penyakit pada manusia. Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa sedikitnya 70 jenis penyakit yang lazim diidap hewan babi dan beberapa diantaranya dapat ditularkan manusia yang memakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hikmah diharamkannya daging babi, terutama keberadaan cacing pita, seringkali disanggah oleh para ahli kesehatan modern. Mereka mengatakan bahwa cacing tersebut mudah dihilangkan bahkan dengan teknik pemasakan yang paling sederhana. Pandangan ini sungguh menyesatkan karena babi itu sendiri menjijikkan bagi orang yang bersih jiwanya. Allah SWT mengharamkan sejak masa silam untuk waktu yang lama agar manusia mengetahui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia kini baru mengenal sedikit bahayanya, yakni cacing pita, namun demikian jauh sebelum itu Allah SWT telah mengharamkannya. Mungkin sekarang orang menganggap bahwa peralatan masak modern telah mengalami kemajuan, sehingga ada asumsi kalau daging babi tidak lagi membahayakan dan bukan merupakan sumber ancaman bagi manusia. Dengan teknologi pengolahan makanan dan teknik pemanasan yang canggih, bahaya itu sudah bisa dihilangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka lupa bahwa untuk mengatasi bahaya cacing pita saja telah memakan waktu berabad-abad. Itu hanya untuk mengungkap satu penyakit saja. Siapa yang dapat menjamin bahwa di luar penyakit itu sudah tidak ada lagi bahaya yang terkandung dalam daging babi. Apakah tidak selayaknya syari’at yang jauh lebih mendahului kemajuan pengetahuan manusia puluhan abad yang lalu kita percayai sepenuhnya? Semua keputusan diserahkan pada syari’at. Kita menghalalkan apa yang dibolehkan dan menghindari apa yang dilarang. Syariat ini adalah dari Allah Yang Maha Bijaksana dan Maha Mengetahui bentuk dan karakteristik segala makhluk-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Munculnya kasus Japaneese Enchephalitis (JE) di Malaysia, nyaris semua mata kembali terbuka. Satu lagi bencana mengancam manusia timbul dan bersumber dari babi. Rupanya Allah masih sayang pada manusia, sehingga sekali lagi manusia diingatkan agar menjauhi hewan haram itu. Sudah banyak sekali bukti-bukti yang menunjukkan keburukan babi. Namun sejauh ini manusia tetap nekad memakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Babi dalam Dunia Farmasi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi konsumen Muslim babi adalah “jawara”-nya bahan yang diharamkan untuk dikonsumsi dan dimanfaatkan.Padahal babi sering dijadikan sebagai model penelitian yang berkaitan dengan manusia, dikarenakan adanya kemiripan sistem penting dalam tubuhnya. Keterlibatan babi dalam industri farmasi ternyata cukup signifikan. Mulai dari cangkang kapsul baik sebagai kapsul lunak, penyumbang organ-organ tubuh, dan hormon serta enzimnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa bagian dari babi yang pernah dan atau masih menyumbangkan perannya dalam industri farmasi adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kelenjar adrenal&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kelenjar ini terdapat pada ginjal. Kelenjar ini dapat menghasilkan hormon yang disebut sebagai steroid dan epinephrine. Hormon hormon yang dihasilkan oleh kelenjar adrenal babi pernah merupakan sumber penting yang digunakan untuk mengatasi beberapa penyakit yang disebabkan oleh ketidakseimbangan tubuh. Namun sekarang hormon-hormon tersebut sudah banyak diproduksi secara sintetis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kelenjar pancreas&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Salah satu hormon yang dihasilkan oleh organ ini adalah insulin. Insulin sangat akrab dengan penderita diabetes. Insulin berfungsi untuk mengatur metabolisme gula dalam tubuh. Salah satu sumber insulin yang sudah tidak asing lagi digunakan dalam dunia kedokteran adalah insulin babi. Untuk menghasilkan 1 pound insulin didapatkan dari 60 ribu ekor babi serta diperkirakan mampu mengobati pasien diabetes sebanyak 750-1.000 orang selama setahun . Jika produksi babi pertahun sebanyak 85 juta maka insulin yang mampu dihasilkan selama setahun adalah 1.400 pound. Jumlah tersebut dapat mengobati pasien sebanyak 1, 050 juta – 1,4 juta pertahunnya. Jumlah yang cukup spektakuler.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini ada alternatif lain pengganti insulin seperti humulin yang walaupun lebih sedikit mahal, ternyata cukup diminati oleh pasien untuk mengganti hormon insulin babi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Lambung&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Lapisan dalam lambung mengandung protein dan enzim. Bagian ini secara komersial digunakan untuk memproduksi sejenis bahan untuk membantu pencernaan (digestive aids) dan antacid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Usus halus&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Heparin adalah bahan yang ditemukan secara ekslusif pada dinding dalam usus halus (babi). Heparin diklasifikasikan sebagai produk pharmaceutical yang esensial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Jantung&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Jantung babi digunakan untuk keperluan transplantasi untuk mengganti katup jantung yang sudah tidak berfungsi lagi. Katup jantung babi yang digunakan pada manusia,ternyata sangat minimal mengalami penolakan pada tubuh manusia. Hal ini menunjukkan bahwa banyak kemiripan system vital yang terjadi pada manusia dan babi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kulit&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kulit dalam bentuk gelatin digunakan dalam industri pembuatan kapsul. Selain itu kolagen yang merupakan bagian dari kulit digunakan untuk menstimulasi pembekuan darah selama operasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Darah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Fibrin darah yang diekstraks dari darah babi digunakan untuk membuat asam amino yang menjadi bagian dari cairan infus yang ditujukan untuk memberikan nutrisi bagi pasien yang mengalami beberapa operasi tertentu. Darah babi juga dipergunakan untuk keperluan media microbial dan kultur sel.&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://www.halalguide.info/2009/04/14/babi-dalam-dunia-farmasi/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;www.halalguide.info&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Mengapa Babi Haram Buat Umat Muslim &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada orang asing (ilmuwan) bertanya kepada seorang Ulama mengenai hewan babi ini.&lt;br /&gt;Ilmuwan : Haramnya hewan babi bagi umat muslim adalah disebabkan karena banyaknya parasit dan kotoran dalam hewan ini. Dengan semakin canggihnya ilmu kedokteran, bukannya mungkin nantinya hewan babi dapat dibersihkan dari virus dan parasit yang mematikan ini? Apakah nantinya hewan babi yang bersih akan menjadi halal?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulama : Haramnya babi bukan karena hal itu saja. Tetapi ada sifat Babi yang sangat diharamkan untuk umat Islam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmuwan : Apakah itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulama : Coba anda buat 2 (dua) kandang. Dimana 1 (satu) kandang isi dengan 2 (dua) ekor ayam jantan dan 1 (satu) ekor ayam betina. 1 (satu) kandang lagi isi dengan 2 (dua) ekor babi jantan dan 1 (satu) ekor babi betina. Apakah yang terjadi pada masing2 kandang tersebut? Bisakah anda menerkanya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmuwan : Tidak bisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulama : Mari kita lihat bersama-sama sekarang. Pada kandang pertama dimana ada 2 (dua) ekor ayam jantan dan 1 (satu) ekor ayam betina, yang terjadi adalah 2 (dua) ekor ayam jantan tersebut berkelahi dahulu untuk memperebutkan 1 (satu) ekor ayam betina tersebut sampai ada yang menang dan kalah. Dan itu sesuai dengan Kodrat dan Fitrah manusia diciptakan Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmuwan : Pada kandang babi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulama : Ini yang menarik. Pada kandang kedua, yaitu kandang berisi 2 (dua) ekor babi jantan dan 1 (satu) ekor babi betina. Ternyata 2 (dua) ekor babi jantan tidak berkelahi untuk memperebutkan 1 (satu) ekor babi betina, tetapi yang terjadi adalah 2 (dua) ekor babi jantan tersebut malahan menyetubuhi secara beramai-ramai 1 (satu) ekor babi betina tersebut dan juga terjadi hubungan Homoseksual antara kedua ekor babi jantan setelah selesai dengan si betina. Hal inilah yang jelas2 bertentangan dengan Fitrah umat manusia. Bilamana umat Islam ikut2an memakan babi maka ditakutkan umat Islam akan mempunyai sifat dan karateristik seperti babi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma&#39;in, Wallahu A&#39;lam Bish-shawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;KATA USTADZ&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan antara seorang mukmin dengan kafir dalam amal perbuatannya terutama didasarkan dari niatnya. Seorang yang beriman ketika mengerjakan sesuatu atau meninggalkannya, selalu mendasarkan tindakannya itu atas perintah dan larangan dari Allah SWT. Sebaliknya seorang kafir tidak pernah menjadikan perintah dan larangan Allah SWT sebagai landasan amalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, ketika seorang muslim melakukan shalat dan ditanyakan kepadanya, mengapa dia shalat?, maka jawabannya adalah bahwa karena Allah SWT telah memerintahkannya untuk shalat. Tentang shalat itu ada manfaatnya buat kesehatan atau ketenangan jiwa dan sebagainya, tidaklah menjadi landasan dasar atas shalatnya. Dan di situlah peran niat yang sesungguhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga ketika seorang mukmin meninggalkan khamar, zina, judi dan makan babi, niatnya semata-mata karena dia tunduk, taat dan patuh kepada larangan dari Allah SWT. Bukan sekedar mengejar hikmah dan tujuan yang bersifat duniawi. Tidak minum khamar bukan karena sekedar tidak mau mabuk, melainkan semata-mata karena Allah SWT mengharamkannya. Tidak mau zina bukan karena takut kena sipilis atau HIV, tetapi karena ada larangan dari Allah SWT. Demikian juga, tidak makan babi bukan karena takut ada cacing pita, melainkan karena Allah SWT sudah mengharamkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun orang kafir tidak pernah mendasarkan tindakannya itu karena iman dan ketundukan kepada aturan yang datang dari Allah SWT. Paling jauh, landasannya sekedar logika dan penemuan ilmiyah. Padahal, sesuatu yang ilmiyah itu justru bersifat nisbi dan sangat mudah berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita amati saat ini, banyak juga non muslim yang atas penemuan ilmiyahnya ikut-ikutan berpuasa sebagaimana seorang mukmin. Misalnya, karena kesimpulan ilmiyah membuktikan bahwa dengan mengosongkan perut, tubuh akan semakin sehat. Maka mereka pun berpuasa sebagaimana orang mukmin. Tetapi disisi Allah SWT, puasa non muslim itu sama sekali tidak ada nilainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Mengapa?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Karena puasanya buka lantaran taat kepada Allah SWT, melainkan semata-mata karena kesimpulannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian ilmiyah dan beragam hikmah serta rahasia ibadah seperti ini buat seorang mukmin tidak menjadi dasar mengapa dia berpuasa. Sebab dasar ibadah hanyalah semata-mata karena perintah dari Allah, bukan karena ingin sehat atau sebab-sebab lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kalau teman non muslim Anda itu kurang puas dengan jawaban Anda yang memang sudah benar itu, jangan kecewa dulu. Sebab memang hal itulah yang membedakan Anda dengan teman anda. Anda adalah seorang muslim yang taat pada perintah dan larangan Allah SWT, sedangkan teman Anda itu orang kafir yang ingkar -bukan hanya pada perintah dan larangan Allah- bahkan keberadaan dan kebenaran Allah SWT sebagai tuhan pun diingkarinya. Bagaimana mungkin seorang yang mengingkari eksistensi Allah bisa menerima dan memahami aturan-aturan dari-Nya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita buat perumpamaan, seorang yang tidak mengakui eksistensi suatu negara, tidak akan mungkin mau mematuhi aturan-aturan yang ada di dalam negara itu. Seorang gembong pemberontak di Papua misalnya, tentu tidak mau menerima dan tunduk kepada peraturan pemerintah RI. Dan seorang yang mengingkari kebenaran ajaran Islam, tentu saja tidak bisa menerima perintah puasa dan selalu bilang tidak puas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban seperti itu bukan berarti kita menafikan adanya manfaat dan hikmah di balik setiap perintah dan larangan dari Allah SWT. Tentu manfaat dan hikmahnya banyak sekali kalau mau diungkap, bahkan selalu ada penemuan baru yang bersifat ilmiyah dan mampu membuktikan kebenaran agama Islam. Termasuk hikmah di balik pelarangan makan babi. Selain karena babi hidup lebih jorok dari hewan ternak lainnya, juga semua agama samawi baik yahudi, nasrani dan Islam, sepakat memposisikan babi sebagai lambang kebusukan dan kenajisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang mengungkapkan bahwa babi itu kalau terpaksa, mau makan kotorannya sendiri. Sementara hewan lainnya masih punya harga diri. Mendingan mati dari pada makan kotorannya sendiri.Juga banyak yang mengatkan bahwa daging babi terlalu banyak mengandung zat-zat yang berbahaya bagi tubuh manusia. Karena makannya tidak terkontrol, apa saja dimakannya, sehingga tubuhnya pun mengandung segala jenis penyakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan masih banyak lagi rahasia dan hikmah di balik pelarangan makan babi yang bisa dapatkan. Namun semua itu sekedar menambah keyakinan yang sudah ada di dalam hati kita. Bukan sebagai landasan utama. Dan buat kita, apakah di balik larangan makan babi itu ada hikmah atau tidak, sama sekali tidak ada hubungannya dengan ketaatan kita kepada Allah SWT yang telah melarang kita makan babi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang disebut selain Allah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa sedang dia tidak menginginkannya dan tidak melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This Article Posted by : Wildan Hasan&lt;br /&gt;Sumber : &lt;a href=&quot;http://swaramuslim.net/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;swaramuslim.net&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;span style=&quot;background: transparent url(http://bloggerbuster.com/images/print.gif) no-repeat scroll left center; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; padding-left: 20px;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;javascript:window.print()&quot;&gt;Print this post&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;Sincerely,&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://padhangbulan.blogspot.com/&quot;&gt;Padhang Bulan&lt;/a&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://shodiqiel.blogspot.com/2009/04/mengapa-babi-haram.html</link><author>noreply@blogger.com (shodiqiel)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://i43.tinypic.com/2ns2bso_th.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5644837286779463840.post-7370941018563577694</guid><pubDate>Tue, 28 Apr 2009 13:37:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-08-26T13:45:25.206+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Gus Dur</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Humanisme</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ideologi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Islam</category><title>Islam Nan Humanis</title><description>&lt;center&gt;&lt;b&gt;Islam Nan Humanis&lt;/center&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgyDSZBbXpURz_JoqDMk3KwennywOBdVniINpciJ3OTUR6VaTnwHpFY9EPbzoisqTP2-1D-x-y9ukesPtKym993SXR1rbJICwiTj4QzwGfO4X-5fgFpWh0lqvKFpqETKh_tPmyz4KSJfqq6/s1600-h/Humaniora.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 274px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgyDSZBbXpURz_JoqDMk3KwennywOBdVniINpciJ3OTUR6VaTnwHpFY9EPbzoisqTP2-1D-x-y9ukesPtKym993SXR1rbJICwiTj4QzwGfO4X-5fgFpWh0lqvKFpqETKh_tPmyz4KSJfqq6/s400/Humaniora.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5329738449433366242&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span class=&quot;depan&quot;&gt;W&lt;/span&gt;awancara Kajian Islam Utan Kayu di Radio 68H Jakarta dengan Kiai Haji Abdurrahman Wahid alias Gus Dur sebagaimana dikutip dari Jaringan Islam Liberal [JIL].&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberagamaan umat Islam saat ini sering dikaitkan dengan radikalisme dan kekerasan. Apa yang salah menurut Gus Dur?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya rasa persoalannya adalah ketidakmengertian. Mereka yang melakukan kekerasan itu tidak mengerti bahwa Islam tidaklah terkait dengan kekerasan. Itu yang penting. Ajaran Islam yang sebenar-benarnya — saya tidak memihak paham mana pun, baik Ahlus Sunnah, Syi’ah, atau apapun — adalah tidak menyerang orang lain, tidak melakukan kekerasan, kecuali bila kita diusir dari rumah kita. Ini yang pokok. Kalau seseorang diusir dari rumahnya, berarti dia sudah kehilangan kehormatan dirinya, kehilangan keamanan dirinya, kehilangan keselamatan dirinya. Hanya dengan alasan itu kita boleh melakukan pembelaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana cara menanggulangi radikalisme itu, Gus?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, kita tidak boleh berhenti menekankan bahwa Islam itu agama damai. Dalam Alquran, ajaran tentang itu sudah penuh. Jadi, kita tidak usah mengulang-ulang (pernyataan) lagi bahwa Islam itu damai dan rasional. Hanya saja, memang ada sisi-sisi lain dari Islam yang kurang rasional. Tapi kalau dipikir-pikir lagi secara mendalam, jangan-jangan itu rasional juga. Jadi dengan begitu, kita tidak boleh serta-merta memberikan judgement, pertimbangan, penilaian. Jangan. Kita harus benar-benar tahu latar belakang mengapa seseorang melakukan kekerasan. Tapi biasanya, yang pura-pura (Islam) itulah yang paling keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana Gus Dur mendefenisikan istilah kafir?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai pengertian kafir, muballigh kayak Yusril Ihza Mahendra saja, menteri kita itu, nggak tahu. Dulu dia pernah bilang, “Saya kecewa pada Gus Dur yang terlalu dekat dengan orang Kristen dan Yahudi. Padahal, Alquran mengatakan, tandanya muslim yang baik adalah asyiddâ’u`‘alal kuffâr (tegas terhadap orang-orang kafir).” Terus saya balik tanya, “Yang kafir itu siapa?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Alquran, orang Kristen dan Yahudi itu bukan kafir, tapi digolongkan sebagai ahlul kitab. Yang dibilang kafir oleh Alquran adalah ”orang-orang musyrik Mekkah, orang yang syirik, politeis Mekkah”. Sementara di dalam fikih, orang yang tidak beragama Islam itu juga disebut kafir. Itu kan beda lagi. Jadi, kita jelaskan dulu, istilah mana yang kita pakai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak sekali soal khilafiah di dalam masyarakat dalam menafsirkan agama yang satu sekalipun. Apa kriteria perbedaan yang membawa rahmat itu, Gus?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu, ada perbedaan antara Muhammadiyah dengan NU soal tarawih dua puluh tiga rekaat atau sebelas. Kan begitu. Semua itu sama-sama boleh. Jadi, jangan ribut hanya karena masalah seperti itu. Yang harus kita selesaikan adalah masalah-masalah pokok seperti kemiskinan, kebodohan, korupsi, dan sebagainya. Tapi itu malah yang nggak pernah diurusi. Malah yang diributkan tentang shalatnya bagaimana; sebelas rekaat atau berapa. Itu kan bukan masalah yang serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa ada kelompok Islam yang ingin ajaran-ajaran spesifik Islam diatur dalam hukum negara, seperti kewajiban berjilbab dan lain-lain?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemikiran seperti itu sebetulnya bersifat defensif. Artinya, mereka takut kalau Islam hilang dari muka bumi. Itu namanya defensif; pake takut-takutan. Sebenarnya, nggak perlu ada rasa ketakutan seperti itu. Mestinya, hanya urusan-urusan kemanusiaan yang perlu kita pegang. Adapun soal caranya, terserah masing-masing saja. Jadi orang Islam nggak perlu takut (Islam lenyap).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba saja bayangkan, dulu Islam berasal dari komunitas yang sangat kecil. Tapi sekarang, Islam jadi agama dunia. Agama Buddha dulu juga demikian, Kristen juga demikian. Orang Kristen dulu dimakan macan; nggak bisa apa-apa. Sama rajanya diadu dengan tangan kosong, bahkan diadu dengan singa. Toh sekarang agama Kristen jadi agama yang merdeka di mana-mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga dengan Islam. Jadi, tidak usah diambil pusing. Di negara Republik Rakyat Cina (RRC) yang katanya tak bertuhan, agama Konghucu atau Buddha dalam kenyataannya tetap ada dan berkembang walau secara sembunyi-sembunyi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kesan umat Islam memusuhi seni rupa. Jangankan menggambar sosok nabi, menggambar makhluk bernyawa saja dikecam. Bagaimana Islam memandang seni rupa, Gus?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu ada KH. Ahmad Mutamakkin dari Pati. Dia dituduh para ulama fikih di daerahnya telah mengamalkan sesuatu yang bertentangan dengan hukum Islam. Kenapa? Dia membiarkan adanya gambar gajah dan ular di tembok masjid. Lalu tuduhan bertambah: dia anti-Islam, karena suka menonton wayang kulit lakon Dewa Ruci. Kata yang menuduhnya: orang Islam kok percaya dewa-dewi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memangnya kenapa; untuk nonton saja nggak boleh? Dari sana dia kan bisa mengambil teori-teori yang dia tidak cocok. Untuk itu, kita ini jangan gampang-gampang bereaksi, apalagi menganggap orang lain itu kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa sering terjadi benturan klaim kebenaran antar agama-agama, bahkan dalam satu rumpun agama yang sama?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kita berani-beraninya mengambil alih jabatan Tuhan, fungsinya Tuhan, kerjaannya Tuhan. Emangnya kita siapa, kok berani-beraninya. Nggak ada yang lebih tinggi daripada yang lain. Yang lebih tinggi dan lebih besar dari segalanya hanya Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana menentukan sikap Islam yang benar dalam kompleksitas kehidupan dunia ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap Islam yang benar adalah sikap yang sesuai dengan ajaran pokok Islam. Ajaran pokok Islam ialah: Tuhan itu satu. Jadi kita dituntut untuk mematuhi ajaran Tuhan, saling mengasihi, dan sebagainya. Kita harus saling mengasihi antar-manusia.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;span style=&#39;background: url(http://bloggerbuster.com/images/print.gif) left no-repeat; padding-left: 20px;&#39;&gt;&lt;a href=&#39;javascript:window.print()&#39;&gt;Print this post&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;i&gt;Sincerely,&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://padhangbulan.blogspot.com&quot;&gt;&lt;b&gt;Padhang Bulan&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://shodiqiel.blogspot.com/2009/04/islam-nan-humanis.html</link><author>noreply@blogger.com (shodiqiel)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgyDSZBbXpURz_JoqDMk3KwennywOBdVniINpciJ3OTUR6VaTnwHpFY9EPbzoisqTP2-1D-x-y9ukesPtKym993SXR1rbJICwiTj4QzwGfO4X-5fgFpWh0lqvKFpqETKh_tPmyz4KSJfqq6/s72-c/Humaniora.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5644837286779463840.post-370164428760808793</guid><pubDate>Tue, 28 Apr 2009 13:29:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-08-26T13:44:33.697+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Gus Dur</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ideologi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Islam</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Multikulturalisme</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Refleksi</category><title>Isu Multikulturalisme</title><description>&lt;center&gt;&lt;h1&gt;MENGUSUNG ISU MULTIKULTURALISME&lt;/h1&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiWJpyDMhcpnroZRbyECa75sgJ1tViHaVJOdL0SPhFoSbfuJC7MKhb5St1BjzFnLFLmfKP2X6dKdWcG-ck8ntE7iclcumx1-0i-vhrrbnVS0bl7FebDvYOkh66wUvxLP4zgwbmu8SbPswGX/s1600-h/Keluarga+GusDur.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 234px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiWJpyDMhcpnroZRbyECa75sgJ1tViHaVJOdL0SPhFoSbfuJC7MKhb5St1BjzFnLFLmfKP2X6dKdWcG-ck8ntE7iclcumx1-0i-vhrrbnVS0bl7FebDvYOkh66wUvxLP4zgwbmu8SbPswGX/s400/Keluarga+GusDur.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5329735080123274994&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;b&gt;Keluaargaa Gus Dur&lt;/b&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istri Gus Dur, Shinta Nuriyah Wahid berbuka puasa bersama dan shalat Maghrib di Gereja Salib Suci di Jalan Kemuning Bandung, Sabtu (15/9/2007). Buka puasa bersama yang diprakarsai oleh LSM Puan Amal Hayati ini, melibatkan sedikitnya seratus anak jalanan di Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar pukul 17.20 WIB, Shinta dan rombongan datang yang disambut oleh anak jalanan yang sudah berkumpul sejak pukul 16.00 WIB. Acara buka puasa ini dilakukan di halaman samping gereja. Sementara di dalam gereja sendiri sedang dilaksanakan misa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Sambil menunggu adzan Maghrib, Shinta Nuriyah berbincang-bincang dengan anak jalanan yang isinya merupakan ceramah. Dia bertanya mengenai rukun Islam, namun hanya sedikit anak jalanan yang menjawab. “Jadi rukun Islam yang ketiga itu puasa. Pada puasa nggak nih?,” tanyanya. Sebagian menjawab puasa dan sebagiannya lagi tidak berseru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat adzan Maghrib berkumandang, panitia pelaksana langsung membagikan satu kantong nasi dus. Setelah menerimanya, para anak jalanan itu langsung membubarkan diri. Panitia sendiri sudah menyediakan tempat shalat di aula belakang gereja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Shinta Nuriyah, pemilihan lokasi buka puasa bersama ini ditunjuk oleh panitia lokal. “Sudah delapan tahun saya melakukan sahur dan buka puasa keliling. Saya tidak memilih apakah harus di gereja atau klenteng,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehadirannya di tengah-tengah umat lain, kata dia, sebagai ajang untuk mempererat tali persaudaraan antar umat beragama di Indonesia. “Saya melibatkan seluruh umat beragama di Indonesia. Kita ini kan bhineka tunggal ika, jadi alangkah baiknya Ramadan ini kita jadikan ajang persaudaraan,” tandasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengungkapkan rencananya dalam satu bulan puasa ini, dia akan berkunjung ke 23 kota di Indonesia. Dirinya juga akan berkunjung ke Hongkong. “Sebelum ke Hongkong, saya mau ke Batam dulu. Di Hongkong saya mau bertemu dengan para TKW untuk memberikan support pada mereka,” tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Pimpinan Gereja Salib Suci, Romo Dedy Pradipto mengatakan pihaknya gembira menerima kedatangan mantan ibu negara tersebut. “Saya harap semangat Ramadan bisa kami rasakan juga,” katanya. [www.blogberita.com]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CATATAN BLOG BERITA DOTCOM:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pribadi setuju saja bila istri Gus Dur melakukan salat di aula gereja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca berita ini aku jadi teringat Ustad Tanjung, yang mengislamkanku dulu di Balige. Dia berkata, jangankan di rumah orang nasrani atau non-muslim, bahkan di dalam gereja dan vihara pun kita orang Islam bisa melakukan salat, asalkan si pemilik tidak keberatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengisahkan seorang kawannya, yang juga guru agama Islam. Berpuluh tahun silam kawannya itu sedang berkunjung ke rumah familinya di sebuah desa. Di desa itu tidak ada masjid dan langgar. Suatu sore dia sedang melintas di sebuah gereja lalu berteduh di sana karena hujan lebat. Waktu salat magrib pun tiba, dan dia ingin sembahyang. Dia, yang telah kenal sebelumnya dengan pengurus gereja, meminta izin untuk masuk dan salat di dalamnya. Pengurus gereja tidak keberatan, dan dia pun melangsungkan salatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yang penting adalah hati kita saat berdoa, bukan tempat. Bahkan di atas pasir dan di areal sawah pun kita bisa salat bila memang tak ada lagi tempat yang lebih layak,” kata Tanjung padaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka aku terkadang “geli” bila ada kawanku muslim yang “merasa alergi” saat melintasi gereja. Mungkin mereka tak tahu bahwa Masjid Istiqlal, gedung masjid kebanggaan umat muslim Indonesia, adalah bikinan seorang nasrani — orang Batak-Kristen: arsitek handal Friedrich Silaban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gus Dur dan Ibu Shinta, semoga kalian senantiasa diberkati Tuhan YME, dan semoga akan muncul lagi tokoh seperti kalian di Indonesia ini.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;span style=&#39;background: url(http://bloggerbuster.com/images/print.gif) left no-repeat; padding-left: 20px;&#39;&gt;&lt;a href=&#39;javascript:window.print()&#39;&gt;Print this post&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;i&gt;Sincerely,&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://padhangbulan.blogspot.com&quot;&gt;&lt;b&gt;Padhang Bulan&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://shodiqiel.blogspot.com/2009/04/isu-multikulturalisme.html</link><author>noreply@blogger.com (shodiqiel)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiWJpyDMhcpnroZRbyECa75sgJ1tViHaVJOdL0SPhFoSbfuJC7MKhb5St1BjzFnLFLmfKP2X6dKdWcG-ck8ntE7iclcumx1-0i-vhrrbnVS0bl7FebDvYOkh66wUvxLP4zgwbmu8SbPswGX/s72-c/Keluarga+GusDur.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5644837286779463840.post-2971302976084064395</guid><pubDate>Tue, 28 Apr 2009 13:22:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-08-26T13:13:09.709+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Gus Dur</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Liberalisme</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pornografi</category><title>Kitab Suci Porno?</title><description>&lt;center&gt;&lt;B&gt;Kitab Suci Porno?&lt;/b&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiyNVfIUZVqN5nNHcVcN-0t0aS_vBkDDGJPW130Ui4rbYz7OelDFQlkATKPOVz1USnmKbFGO7aMIbA0ofQ5WI_uiZlmoq4WzeG2CyTm2mp5UJVzYqturBXJ1eWowjvIlI9mkCe2WO42k8jW/s1600-h/Gus+Dur+RI1.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 220px; height: 295px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiyNVfIUZVqN5nNHcVcN-0t0aS_vBkDDGJPW130Ui4rbYz7OelDFQlkATKPOVz1USnmKbFGO7aMIbA0ofQ5WI_uiZlmoq4WzeG2CyTm2mp5UJVzYqturBXJ1eWowjvIlI9mkCe2WO42k8jW/s400/Gus+Dur+RI1.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5329733079279638034&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;i&gt;Saat ini, kisah yang menimpa Gus Dur mirip cerita Abu Nawas. Tersiar desas-desus, Gus Dur mengatakan Al-Quran adalah kitab suci porno. Menurut kabar angin itu pula, pernyataan Gus Dur tersebut diucapkan sewaktu acara ”Kongkow Bareng Gus Dur” di Kantor Berita -Radio (KBR) 68H, Jakarta, yang mengudara saban Sabtu. Kebetulan saya salah seorang pembawa acara tersebut. Karena tuduhan itu, Gus Dur diteror oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan Islam di Purwakarta (23 Mei 2006).&lt;/i&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syahdan, Khalifah Harun al-Rasyid marah besar pada sahibnya yang karib dan setia, yaitu Abu Nawas. Ia ingin menghukum mati Abu Nawas setelah menerima laporan bahwa Abu Nawas mengeluarkan fatwa: tidak mau ruku’ dan sujud dalam salat. Lebih lagi, Harun al-Rasyid mendengar Abu Nawas berkata bahwa ia khalifah yang suka fitnah! Menurut pembantu-pembantu-nya, Abu Nawas telah layak dipancung karena melanggar- syariat Islam dan menyebar fitnah. Khalifah mulai terpancing. Tapi untung ada seorang pembantunya yang memberi saran, hendaknya Khalifah melakukan tabayun (konfirmasi) dulu pada Abu Nawas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Abu Nawas pun digeret menghadap Khalifah. Kini, ia menjadi pesakitan. ”Hai Abu Nawas, benar kamu berpendapat tidak ruku’ dan sujud dalam salat?” tanya Khalifah dengan keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Nawas menjawab dengan tenang, ”Benar, Saudaraku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalifah kembali bertanya dengan nada suara yang lebih tinggi, ”Benar kamu berkata kepada masyarakat bahwa aku, Harun al-Rasyid, adalah seorang khalifah yang suka fitnah?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Nawas menjawab, ”Benar, Saudara-ku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalifah berteriak dengan suara menggelegar, ”Kamu memang pantas dihukum mati, karena melanggar syariat Islam dan menebarkan fitnah tentang khalifah!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Nawas tersenyum seraya berkata-, ”Saudaraku, memang aku tidak menolak bahwa aku telah mengeluarkan dua pendapat tadi, tapi sepertinya kabar yang sampai padamu tidak lengkap, kata-kataku dipelintir, dijagal, seolah-olah aku berkata salah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalifah berkata dengan ketus, ”Apa maksudmu? Ja-ngan membela diri, kau telah mengaku dan mengatakan kabar itu benar adanya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Nawas beranjak dari duduknya dan menjelaskan dengan tenang, ”Saudaraku, aku memang berkata ruku’ dan sujud tidak perlu dalam salat, tapi dalam salat apa? Waktu itu aku menjelaskan tata cara salat jenazah yang memang tidak perlu ruku’ dan sujud.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Bagaimana soal aku yang suka fitnah?” tanya Khalifah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Nawas menjawab dengan senyuman, ”Kala itu, aku sedang menjelaskan tafsir ayat 28 Surat Al-Anfal, yang berbunyi ketahuilah bahwa kekayaan dan anak-anakmu hanyalah ujian bagimu. Sebagai seorang khalifah dan seorang ayah, kamu sangat menyukai kekayaan dan anak-anakmu, berarti kamu suka ’fitnah’ (ujian) itu.” Mendengar penjelasan Abu Nawas yang sekaligus kritikan, Khalifah Harun al-Rasyid tertunduk malu, menyesal dan sadar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya, kedekatan Abu Nawas dengan Harun alRa-syid menyulut iri dan dengki di antara pembantu-pembantunya. Abu Nawas memanggil Khalifah dengan ”ya akhi” (saudaraku). Hubungan di antara mereka bukan antara tuan dan hamba. Pembantu-pembantu khalifah yang hasud ingin memisahkan hubungan akrab tersebut de-ngan memutarbalikkan berita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, kisah yang menimpa Gus Dur mirip cerita Abu Nawas. Tersiar desas-desus, Gus Dur mengatakan Al-Quran adalah kitab suci porno. Menurut kabar angin itu pula, pernyataan Gus Dur tersebut diucapkan sewaktu acara ”Kongkow Bareng Gus Dur” di Kantor Berita -Radio (KBR) 68H, Jakarta, yang mengudara saban Sabtu. Kebetulan saya salah seorang pembawa acara tersebut. Karena tuduhan itu, Gus Dur diteror oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan Islam di Purwakarta (23 Mei 2006).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti nasib Abu Nawas, pernyataan Gus Dur sengaja dipelintir dan dilepaskan dari konteksnya karena ada motif dan untuk- tujuan tertentu. Padahal, dalam acara kongko tersebut, berkali-kali Gus Dur yang selalu ceplas-ceplos dan lucu berkata- bahwa konsepsi porno itu ada dalam otak seseorang. Kita sering bilang, orang itu otaknya lagi ngeres atau lagi ”piktor” (pikir-an kotor). Pernyataan Gus Dur yang lengkap begini, ”Porno itu letaknya ada dalam persepsi seseorang. Kalau orang kepalanya ngeres, dia akan curiga bahwa Al-Quran itu kitab suci porno, karena ada ayat -tentang menyusui (Al-Baqarah: 233). Bagi yang ngeres-, menyusui berarti mengeluarkan dan me-tetek, dan ada juga roman-romanan antara Zulaikha dan Yusuf (QS Yusuf: 24).” Liciknya, mereka, yang pernah juga menyebarkan fitnah bahwa Gus Dur telah dibaptis, menyebarkan -bahwa Gus Dur telah berkata Al-Quran itu kitab suci porno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemenggalan kata-kata tersebut sangatlah berbahaya. Kita bisa mengatakan Alquran mengecam orang yang salat ketika hanya mengutip ayat 4 dalam surat al-Ma’ûn, “maka celakalah orang-orang yang salat!” (fawaylul lil mushallîn). Padahal maksudnya orang yang melaksanakan salat tapi masih celaka adalah orang yang salat tapi lalai: ingin dilihat orang, dan enggan bersedekah—dijelaskan dalam tiga ayat sesudahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gus Dur memang tidak pernah sepi dari tuduhan. Dulu ia pernah dituduh ingin mengubah assalamualaikum menjadi selamat pagi, siang, sore, dan malam. Seperti Abu Nawas, Gus Dur dituduh ingin mengubah rukun salat, ketika menoleh ke kanan dan ke kiri ketika mengakhiri salat, bukan lagi assalamualaikum yang diucapkan, melainkan selamat pagi untuk salat subuh, selamat siang untuk salat zuhur, dan seterusnya. Padahal Gus Dur mengatakan boleh mengganti assalamualaikum dalam konteks sapaan (greeting), bukan dalam salat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itulah, bagi yang masih berakal sehat, akan langsung bertabayun kepada Gus Dur, bukan langsung menuduh, menyebarkan fitnah, apalagi melakukan tindak kekerasan. Bukankah menurut Al-Quran hanya orang fasiklah yang tidak mau bertabayun?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;span style=&#39;background: url(http://bloggerbuster.com/images/print.gif) left no-repeat; padding-left: 20px;&#39;&gt;&lt;a href=&#39;javascript:window.print()&#39;&gt;Print this post&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;i&gt;Sincerely,&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://padhangbulan.blogspot.com&quot;&gt;&lt;b&gt;Padhang Bulan&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://shodiqiel.blogspot.com/2009/04/kitab-suci-porno.html</link><author>noreply@blogger.com (shodiqiel)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiyNVfIUZVqN5nNHcVcN-0t0aS_vBkDDGJPW130Ui4rbYz7OelDFQlkATKPOVz1USnmKbFGO7aMIbA0ofQ5WI_uiZlmoq4WzeG2CyTm2mp5UJVzYqturBXJ1eWowjvIlI9mkCe2WO42k8jW/s72-c/Gus+Dur+RI1.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5644837286779463840.post-4294734865102032924</guid><pubDate>Tue, 28 Apr 2009 13:08:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-08-26T13:14:00.347+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Gus Dur</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ideologi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Liberalisme</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Presiden RI</category><title>Liberal, Why Not?</title><description>&lt;center&gt;&lt;h1&gt;Gus Dur:&lt;/h1&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgY118iWQYrmzzX2GoRIDEDPzLNLeF5b2kKd4s_e7cyOKogqlSt2jXYUM76gGhy176p6ymPX_EBmAqACUy2OskArPyi-ucufkGnmItkUODDcZq_aJLDaE0PjCCBtPTvKw_SWgC4AqUvr_Gb/s1600-h/Gus+Dur.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 360px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgY118iWQYrmzzX2GoRIDEDPzLNLeF5b2kKd4s_e7cyOKogqlSt2jXYUM76gGhy176p6ymPX_EBmAqACUy2OskArPyi-ucufkGnmItkUODDcZq_aJLDaE0PjCCBtPTvKw_SWgC4AqUvr_Gb/s400/Gus+Dur.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5329731349817374098&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&quot;Saya Simpati pada Liberalisme Ulil Bedah Buku Menjadi Muslim Liberal&quot;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Oleh Umdah El-Baroroh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ulil dalam hal ini bertindak seperti Ibnu Rusyd yang membela habis-habisan kemerdekaan berpikir dalam Islam,” tulis Gus Dur dalam makalahnya. Akibatnya pun dapat terduga; keduanya harus menanggung takfîr (dituduh kafir) oleh mereka yang berpikiran sempit dan takut akan perubahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Selasa (29/11/2005) lalu, Jaringan Islam Liberal (JIL), Freedom Institute, Islamic College for Advanced Studies (ICAS) Universitas Paramadina, dan Penerbit Nalar, bekerjasama menyelenggarakan bedah buku terbaru mantan koordinator JIL, Ulil Abshar-Abdalla, Menjadi Muslim Liberal. KH Abdurrahman Wahid, Dr. Jalaluddin Rakhmat, Dr. Yudi Latif, dan Maria Ulfah Anshor, dihadirkan untuk membedah gagasan-gagasan Ulil yang tertuang dalam buku itu. Bedah buku itu seakan-akan menjadi ”pengadilan” in absentia atas diri Ulil yang kini sedang melanjutkan studi di Universitas Boston, Amerika Serikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diskusi di auditorium utama Universitas Paramadina itu dibuka setelah sambutan ala kadar dari Hamid Basyaib, Koordinatot JIL, menggantikan posisi Ulil. Sambil menunggu kedatangan Gus Dur alias KH Abdurrahman Wahid, pembicaraan dimulai oleh Jalaluddin Rakhmat alias Kang Jalal. “Biasanya orang yang dibesarkan dalam pendidikan Barat justru tampil menjadi Islami. Sebaliknya, orang yang dibesarkan di jalur pendidikan Islam, justru tampil menjadi pemikir Islam yang moderat. Di sinilah saya ingin meletakkan Ulil Abshar-Abdalla,” ucap Kang Jalal membuka pembicaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ulil, sebagaimana kita tahu, besar dari keluarga pesantren tradisional yang ketat dalam menerapkan agama. Tetapi di tengah kesibukannya mempelajari teks-teks klasik agama, secara diam-diam ia dikejutkan oleh pemikiran liberal keagamaan yang berkembang di Barat,” papar Kang Jalal. Menurutnya, gagasan inilah yang konon menjadi titik tolak munculnya gerakan pencerahan di Barat. Liberalisme keagamaan, lanjut Kang Jalal, diawali oleh liberalisme politik. Ide ini telah menginspirasi munculnya pemisahan wilayah privat dari kehidupan publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kang Jalal menjelaskan, gagasan liberalisme yang memengaruhi paham keagamaan, sebetulnya telah memunculkan pemikiran-pemikiran agama yang tidak ortodoks. Inilah menurutnya kunci untuk memahami pemikiran Ulil. “Hanya dengan memahami akar-akar liberalisme yang sebenarnya, kita akan bisa memahami keseluruhan pemikiran Ulil,” papar Kang Jalal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, Ulil telah mengusung pemikiran Islam dengan wajah baru. “Karena Ulil bukan saja menguasai perangkat-perangkat ilmu pengetahuan modern dari Barat, tapi juga menguasai literatur klasik Islam yang tidak dikuasai intelektual semacam Mas Yudi Latif,” seloroh Kang Jalal pada pembicara lain, Yudi Latif. Seloroh itu disambut tawa lepas peserta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mantan presiden RI dan tokoh NU yang menjadi keynote speaker saat itu, Gus Dur, tampil setelah Kang Jalal. Gus Dur yang telah banyak memberi inspirasi bagi pemikiran Ulil, menyampaikan wejangan khasnya, diselingi guyonan dan tutur cerita. Gus Dur juga menulis komentar yang cukup panjang tentang sepak terjang pemikiran Ulil dalam makalah berjudul “Ulil Dengan Liberalismenya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya simpati pada liberalisme Ulil, tapi juga kritis,” papar Gus Dur. Gus Dur mengaku kalau dia sebenarnya juga sudah sejak lama berpandangan liberal. “Bedanya, saya tidak menyebut diri saya liberal, dan Ulil berani untuk menyebut seperti itu,” ucap mantan ketua PBNU itu. Sambil menganalisis, Gus Dur menjelaskan bahwa pemakaian label Islam liberal itulah yang membuat Ulil ditolak di mana-mana, terutama di kalangan NU sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gus Dur menampik anggapan NU anti-perubahan. “Di NU, sebenarnya kita bisa melakukan perubahan apapun, asalkan jangan menggunakan nama,” jelas Gus Dur penuh siasat. Ia pun lalu bercerita ihwal beberapa kyai NU yang telah melakukan pembaruan pemikiran di lingkungan NU sendiri, seperti KH. Wahid Hasyim (ayah Gus Dur), KH. Mahfudz Shidiq, dan ia sendiri. Gus Dur bercerita bahwa mereka-mereka itu memang tak serta-merta menyebut diri mereka sebagai pembaharu, apalagi liberal. Namun, dengan siasat itu, pembaruan tetap berlangsung di NU seraya mengurangi penolakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain mengeritik, Gus Dur juga mengapresiasi pemikiran-pemikiran Ulil. Menurutnya, pemikiran dan liberalisme Ulil, tak ada yang perlu dikhawatirkan. Gus Dur hanya melihat Ulil risau dengan hilangnya iklim kebebasan berpikir di dunia Islam, dan ia mengkiaskan pengalaman Ulil dengan apa yang dialami Ibnu Rusyd. “Ulil dalam hal ini bertindak seperti Ibnu Rusyd yang membela habis-habisan kemerdekaan berpikir dalam Islam,” tulis Gus Dur dalam makalahnya. Akibatnya pun dapat terduga; keduanya harus menanggung takfîr (dituduh kafir) oleh mereka yang berpikiran sempit dan takut akan perubahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiai nyentrik yang kaya humor itu juga menjelaskan bahwa dalam sejarah Islam, jurang antara pengikut paham sumber-sumber tertulis keilmuan Islam seperti Alqur’an dan hadis, ahlun naql, dan penganut paham perlunya memberi porsi lebih besar pada potensi akal, ahlul `aql (kaum rasionalis), memang sangat lebar. Karena itu, perdebatan antara kedua kutub itu adalah hal yang biasa, selagi masih dibingkai dalam semangat ilmiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal senada juga diungkapkan Maria Ulfah Anshor dari Fatayat NU. Menurut pembela hak-hak perempuan ini, Ulil adalah sosok pemuda yang sangat progresif dalam berpikir. Selama ini, Ulil banyak dicerca dan dimaki, bahkan dituduh telah merusak akidah Islam. Padahal, Ulil sebenarnya hanya sedang melakukan pembacaan-ulang atas teks-teks klasik Islam sebagaimana para ulama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bedanya, para ulama umumnya mengikuti apa adanya (teks) ketika membaca teks-teks klasik, sementara Mas Ulil berusaha mengkritisi dan memilah-milah,” jelasnya. Karena itu, Ulfah menilai bahwa gerakan Ulil masih positif, karena justru ingin menjembatani jarak antara teks yang statis dengan kenyataan hidup. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Yudi Latif, sebagai pembicara terakhir, mencoba melakukan analisis sosiologis atas proses pembentukan pemikiran Ulil. Menurutnya, perkembangan pemikiran Ulil juga diwarnai oleh komunitas epistemik di mana dia bergaul. “Kalau Ulil tidak di Utan Kayu dan tidak sempat bergaul dengan orang-orang seperti Goenawan Mohamad, mungkin ia tidak akan seperti itu,” jelas Yudi. Bagi Yudi, corak komunitas epistemik yang digauli akan cukup menentukan corak pemikiran seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang cukup menarik dari pemandangan diskusi di atas adalah kegundahan Kang Jalal atas dampak-dampak lanjutan dari pemikiran Ulil. Bila Gus Dur dan Ulfah tampak tak terlalu risau dengan sepak terjang Ulil, Kang Jalal justru sebaliknya. Pakar komunikasi asal Bandung itu merasa khawatir kalau-kalau gagasan libealisme Ulil akan kebablasan. Namun sayangnya, ia tidak menjelaskan batasan yang jelas bilamana suatu pemikiran itu dapat dianggap kebablasan dan tidak kebablasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, Kang Jalal masih merasa perlu menempatkan diri sebagai mitra dialog yang kritis. Kalau pemikiran Ulil dan kawan-kawannya dia anggap kebablasan, “…saya akan membendungnya dengan kekuatan logika, bukan logika kekuatan,” tandas Kang Jalal retoris. Namun dalam paparannya, Kang Jalal juga menyingkap letak kerisauannya. Pemikiran Ulil dia rasa akan mengancam posisi agama dan terutama agamawan. “Karena, agama direduksi terus menerus dari perannya,” ungkapnya penuh khawatir. Sambil bercanda, ia juga mempertanyakan di mana letak dan peran agamawan seperti dirinya, kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kekhawatiran Kang Jalal dijawab enteng oleh Gus Dur. Menurut Gus Dur, Kang Jalal terlalu berlebihan dalam menilai Ulil. Gus Dur mengingatkan letak persamaan umum antara dirinya, Ulil, dan juga Kang Jalal yang sering disebut sebagai intelektual muslim Indonesia. “Ulil sebenarnya hanya meperjuangkan kebebasan, sama dengan saya dan Kang Jalal,” kata Gus Dur mengingatkan. Gus Dur juga menyebut apa-apa yang dilakukan oleh Ulil belumlah selesai. “Ia kan masih muda. Jadi nggak usah terlalu diributkan. Pusing amat!” tandas Gus Dur pada Kang Jalal. []&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;i&gt;Sincerely,&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://padhangbulan.blogspot.com&quot;&gt;&lt;b&gt;Padhang Bulan&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/center&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://shodiqiel.blogspot.com/2009/04/liberal-why-not.html</link><author>noreply@blogger.com (shodiqiel)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgY118iWQYrmzzX2GoRIDEDPzLNLeF5b2kKd4s_e7cyOKogqlSt2jXYUM76gGhy176p6ymPX_EBmAqACUy2OskArPyi-ucufkGnmItkUODDcZq_aJLDaE0PjCCBtPTvKw_SWgC4AqUvr_Gb/s72-c/Gus+Dur.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5644837286779463840.post-1674859827670499571</guid><pubDate>Tue, 28 Apr 2009 13:05:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-08-26T13:24:22.305+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">News</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Presiden RI</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">SBY</category><title>Susilo Bmbng Yudhoyono</title><description>&lt;center&gt;SBY Masuk &#39;Tokoh Paling Berpengaruh di Dunia&#39; Versi TIME&lt;br /&gt;By &lt;a href=&quot;http://www.republika.co.id/&quot;&gt;Republika&lt;/a&gt; Newsroom&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg2fX1N2-ScuxFej0OVHv-foN6GKKDwlbcCkUz3hrsNsWkQqETh5KrZBLYy_0rLxeZX5YTA2QFN_7d8KtmLKmnVJ4zDcXUBgYVfWlE82f6-SMyCG33GPNYizm3QUcSiiJ_DVFRJ_xKOeNQ/s1600-h/SBY.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 325px; height: 245px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg2fX1N2-ScuxFej0OVHv-foN6GKKDwlbcCkUz3hrsNsWkQqETh5KrZBLYy_0rLxeZX5YTA2QFN_7d8KtmLKmnVJ4zDcXUBgYVfWlE82f6-SMyCG33GPNYizm3QUcSiiJ_DVFRJ_xKOeNQ/s400/SBY.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5324247085274495410&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senin, 13 April 2009 pukul 21:15:00&lt;br /&gt;JAKARTA--Tampaknya hari-hari baik beruntun menyambangi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Setelah partainya menuai sukses pada pemilu legislatif, sekarang ia mendapatkan penghargaan bergengsi dari Majalah TIME sebagai salah seorang tokoh paling berpengaruh di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Majalah TIME menobatkan SBY sebagai salah seorang dari &#39;100 Influential People of The World&#39; tahun 2009. Menurut juru bicara kepresiden Dino Patti Djalal, presiden sudah menerima pemberitahuan secara resmi dari pihak majalah internasional tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghargaan ini diberikan kepada tokoh-tokoh dunai yang dianggap membawa pengaruh besar dalam berbagai bidang. &quot;Setelah menerima surat pemberitahuan tersebut, Presiden SBY merasa terharu dan humbled,&quot; kata Dino, Senin (13/4) di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden, lanjut Dino, juga menyatakan bahwa penghargaan itu sebenarnya lebih merupakan apresiasi dan pengakuan dunia internasional terhadap semangat dan prestasi bangsa Indonesia yang kini tidak lagi terjerat dalam citra keterpurukan. &quot;Indonesia kini telah menjadi bangsa yang terpandang dan diteladani dalam percaturan internasional,&quot; tutur presiden seperti dikutip Dino.[republika/kem]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;Sincerely,&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://padhangbulan.blogspot.com/&quot;&gt;Padhang Bulan&lt;/a&gt;&lt;/center&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://shodiqiel.blogspot.com/2009/04/susilo-bmbng-yudhoyono.html</link><author>noreply@blogger.com (shodiqiel)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg2fX1N2-ScuxFej0OVHv-foN6GKKDwlbcCkUz3hrsNsWkQqETh5KrZBLYy_0rLxeZX5YTA2QFN_7d8KtmLKmnVJ4zDcXUBgYVfWlE82f6-SMyCG33GPNYizm3QUcSiiJ_DVFRJ_xKOeNQ/s72-c/SBY.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item></channel></rss>