<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/atom10full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" gd:etag="W/&quot;DUIHSHc6eip7ImA9WhdSGEg.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2489666987998452175</id><updated>2011-07-28T19:52:19.912+07:00</updated><category term="BBC" /><category term="Terrorist" /><category term="Massachusetts" /><category term="Kurban Patungan" /><category term="Profesi Mengemis" /><category term="Medan Tempur Kedua" /><category term="Refleksi Sosial" /><category term="Bank Syariah" /><category term="Korupsi" /><category term="Rafah" /><category term="Dahnuri Muhammad" /><category term="Global Warming" /><category term="Forum Ekonomi Dunia" /><category term="Artikel Budaya" /><category term="Israel Penjahat Perang" /><category term="Resesi Dunia" /><category term="Mariana Bridi da Costa" /><category term="Pelantikan Presisen" /><category term="Kambing Kurban" /><category term="Green Car" /><category term="Hilary Rodham Clinton" /><category term="Jengis Khan" /><category term="Ayat-ayat Cinta" /><category term="Tayangan Amal" /><category term="SBY" /><category term="Pengadilan Kriminal" /><category term="Antivirus" /><category term="Sertifikat Halal" /><category term="American Commander" /><category term="Ujian Nasional" /><category term="Relawan RI" /><category term="Non Ribawi" /><category term="Obama's Inaugural Speech" /><category term="Opini" /><category term="Jalur Gaza" /><category term="Bush" /><category term="Invasi Ke Irak" /><category term="Palestina" /><category term="Obama's Inaugural" /><category term="Webster" /><category term="Dispendik" /><category term="Pengemis" /><category term="Daging BAbi" /><category term="Dendeng Sapi" /><category term="Josep R" /><category term="Sertifikasi 2009" /><category term="Posting" /><category term="Scholarship" /><category term="Terowongan Gaza" /><category term="Agresi Israel" /><category term="CIA" /><category term="Dahlan Iskan" /><category term="Resensi Buku" /><category term="Infaq" /><category term="Barack Obama" /><category term="Miss World" /><category term="Cerpen" /><category term="Lokasi Gaza" /><category term="Free Template" /><category term="Program BLT" /><category term="Miss Universe" /><category term="Izzudin Al Qassam" /><category term="Diplomat Qatar" /><category term="TKW" /><category term="Konflik Gaza" /><category term="Education Center" /><category term="Hamas" /><category term="Central Intelligence Agency" /><category term="Pengumuman  CPNS" /><category term="D Zawawi Imron" /><category term="Buletin Alkhoirot" /><category term="Presiden AS" /><category term="Resensi" /><category term="Artikel Agama" /><category term="Pelantikan Obama" /><category term="Hari Raya Kurban" /><category term="Mempercepat Browsing" /><category term="Tunjangan Fungsional" /><category term="Hubungan Diplomatik" /><category term="Recep Tayyip Erdogan" /><category term="Leadership" /><category term="Koneksi Internet" /><category term="TKI" /><category term="Pidato Obama" /><category term="Gaji Eksekutif" /><category term="Teroris Sejati" /><category term="Iklan Layanan Masyarakat" /><category term="Walkout" /><category term="Template O-om" /><category term="Jerusalem. Alquds" /><category term="Shimon Peres" /><category term="Emha Ainun Nadjib" /><category term="Danarto" /><category term="Inses" /><category term="Betlehem" /><category term="Sky News" /><category term="Liga Arab" /><category term="Pujangga Madura" /><category term="Zionis Israel" /><category term="Sertifikasi Guru" /><category term="Kekerasan Sexual" /><category term="Beasiswa" /><category term="Dunia Pendidikan" /><category term="Perang" /><category term="United Nations Organization" /><category term="Militer Hamas" /><category term="Idul Adha" /><category term="Tafsir Cinta" /><category term="Free Download" /><category term="KTT  Ekonomi Dunia" /><category term="Wall Street" /><category term="Davos" /><category term="Luas Gaza" /><category term="Aljazeera" /><category term="Blogger Template" /><category term="UNAS" /><category term="Buletin Keagamaan" /><title>ParaDIsE.group</title><subtitle type="html">&lt;b&gt;My ParaDIsE, Official Blog of Aremania (Arek Malang - Madura)&lt;/b&gt;</subtitle><link rel="http://schemas.google.com/g/2005#feed" type="application/atom+xml" href="http://bloggerarema.blogspot.com/feeds/posts/default" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://bloggerarema.blogspot.com/" /><link rel="next" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2489666987998452175/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false&amp;v=2" /><author><name>My Paradise</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00476744199249931237</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="29" height="32" src="http://3.bp.blogspot.com/_SvK4haD6U_Q/SYRKB4KFqdI/AAAAAAAAAtI/S3UGF4lp23o/S220/Icon-VisitMP.jpg" /></author><generator version="7.00" uri="http://www.blogger.com">Blogger</generator><openSearch:totalResults>51</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/atom+xml" href="http://feeds.feedburner.com/Paradisegroup" /><feedburner:info xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" uri="paradisegroup" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><link rel="license" type="text/html" href="http://creativecommons.org/licenses/by/2.0/" /><logo>http://www.feedburner.com/fb/images/pub/fb_pwrd.gif</logo><feedburner:emailServiceId xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0">Paradisegroup</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0">http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><entry gd:etag="W/&quot;C0QEQHc6fip7ImA9WxJTFU4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2489666987998452175.post-353416382500182031</id><published>2009-04-24T06:58:00.003+07:00</published><updated>2009-04-24T07:01:41.916+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-04-24T07:01:41.916+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Perang" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Invasi Ke Irak" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Resensi Buku" /><title>Ongkos Perang Mubadzir</title><content type="html">&lt;b&gt;Ongkos Perang yang Mubazir&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_SvK4haD6U_Q/SfEBR6jOnZI/AAAAAAAAAzo/kM3butI8zBM/s1600-h/3+Triliun.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 105px; height: 165px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_SvK4haD6U_Q/SfEBR6jOnZI/AAAAAAAAAzo/kM3butI8zBM/s200/3+Triliun.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5328041241442426258" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Invasi Amerika ke Irak pada 2003 telah mengirim kabar buruk bukan hanya bagi jutaan warga sipil Irak yang hingga kini hidup dalam kecamuk konflik atau empat ribuan keluarga tentara AS yang tewas di sekujur negeri Abu Nawas itu. Tetapi juga buat warga AS yang harus merogoh kocek --membayar pajak-- demi membiayai perang yang tak pernah memiliki pembenaran itu. Presiden George Walker Bush --yang menabuh genderang perang-- pun akan dikenang sebagai salah seorang presiden Amerika yang penuh bercak darah. Selain menghabiskan triliunan dolar, Bush telah mengirim popularitas Amerika tersungkur di seantero jagad --bahkan di negara-negara sekutunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Survei Pew Research Center menyebutkan perang telah mengubah secara dramatis kekaguman warga dunia pada Amerika. Kekaguman warga dunia pada Amerika di 26 dari 33 negara yang disurvei menurun. Pada 2007, kekaguman itu merosot sembilan persen di Turki dan 29 persen di Indonesia. Bahkan di Kanada, Inggris, Jerman, dan Prancis, kepercayaan pada kepemimpinan Vladimir Putin (Rusia) melampaui kepercayaan terhadap kepemimpinan Bush. Survei lebih mutakhir Pew menunjukkan, keberadaan AS di Irak dianggap sebagai ancaman yang lebih besar bagi perdamaian dunia daripada Korea Utara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amerika juga tak lagi dipercaya sebagai benteng hak-hak sipil dan demokrasi. Sekitar 65 persen rakyat Jerman, 66 persen rakyat Spanyol, dan 67 persen rakyat Brasil, misalnya, tidak suka terhadap gagasan Amerika soal demokrasi. Angka ini makin tinggi di Palestina (71 persen), Pakistan (72 persen) dan Turki (81 persen). Perang Irak tak pelak menjatuhkan martabat AS. Tak urung kini warga dunia selalu awas dengan setiap gagasan yang ditelurkan negeri itu, termasuk di bawah Presiden Barack Husein Obama yang diinginkan mengubah wajah ''polisi dunia'' itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku Joseph E Stiglitz dan Linda J. Belmes ini secara khusus menyelidiki biaya yang dikeluarkan AS dan juga para sekutunya untuk perang Irak. Biaya yang ditanggung Depkeu AS dan itu berarti harus ditanggung pembayar pajak antara 1,7 trilun hingga 2,7 triliun dolar. Ditambah biaya ''sosial'' substansial, yakni biaya-biaya yang tak tertangkap dalam anggaran pemerintah federal, tapi sebenarnya mencerminkan beban sesungguhnya yang dipikul warga AS berkisar antara 300 miliar hingga 400 miliar dolar AS. Total antara 2 triliun hingga 3,1 triliun dolar. Sama dengan 12 tahun biaya perang di Vietnam dan dua kali lipat dibandingkan dengan biaya perang di Korea!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal dengan 1 triliun dolar, negeri itu bisa membangun 8 juta unit rumah, menggaji 15 juta guru selama setahun, membayar asuransi kesehatan 530 juta anak selama setahun, memberikan beasiswa empat tahun pada 43 juta mahasiswa di universitas negeri. Akan semakin banyak lagi manfaat yang didapat warga AS dengan dana 3 triliun dolar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peraih Nobel Ekonomi 2001, Stiglitz dan Bilmes, membagi biaya perang itu menjadi dua: biaya perang saat ini dan biaya perang masa datang. Biaya saat ini yang sudah dikeluarkan meningkat dari 4,4 miliar dolar (2003) menjadi 16 miliar dolar pada 2008. Dengan demikian, tiap keluarga Amerika telah membelanjakan 138 dolar setiap bulan untuk biaya operasi perang dan 100 dolar per bulan secara otomatis mengalir ke Irak (hlm. 63). Pada April 2009 ini, Barak Obama tengah butuh dana 83,4 juta dolar untuk keperluan mengirim pasukan ke Irak dan Afganistan. Menurut riset Kongres AS, total pengeluaran untuk perang di kedua negara itu menjadi satu triliun dolar AS sejak serangan teroris pada 11 September 2001.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biaya perang masa datang dihitung sebab para pembayar pajak AS berutang miliaran dolar kepada para veteran yang memenuhi syarat mendapat kompensasi cacat, perawatan dan tunjangan medis. Dengan taksiran pasukan AS bertahan di Irak hingga 2017, biaya untuk pasukan akan bertambah 382 miliar dolar. Ini hampir 200 miliar dolar yang diminta Bush untuk operasi tahun fiskal 2008 serta operasi dari 2009 hingga 2017. Ini skenario terbaik. Tapi, bagaimana jika hingga 2017 jumlah pasukan yang diterjunkan di medan perang Irak dan Afganistan --termasuk operasi terhadap Al Qaeda-- mencapai 2,1 juta orang? Dalam skenario ini, biaya penugasan pasukan mencapai 400 ribu dolar per kapita. Sedangkan biaya total operasi masa datang akan lebih dari 913 miliar dolar. Dari jumlah itu, 669 miliar dolar untuk Irak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya klaim cacat veteran sekitar 45 persen dan 88 persen dari klaim-klaim itu sebagian dikabulkan, maka ada 712.800 pasukan AS akan mengklaim tunjangannya. Rata-rata pembayaran pada veteran Perang Irak dan Perang Afganistan 542 dolar per bulan per orang. Belum lagi tunjangan veteran berupa penyesuaian biaya hidup yang setara jaminan sosial. Lihatlah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;data ini: pada 2003 Departemen Urusan Veteran menanggung biaya perawatan 13.800 orang veteran Irak dan Afganistan. Pada 2008, sudah ada 263.000 veteran Irak dan Afganistan yang harus ditanggungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk para veteran dua perang ini, pemerintah AS harus mengeluarkan 398 miliar dolar (121 miliar dolar untuk perawatan kesehatan dan 277 miliar dolar untuk tunjangan cacat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membengkaknya biaya perang merupakan kombinasi dari tiga faktor. Pertama, kenaikan biaya personel --baik pasukan AS atau para tenaga kontrak militer (perusahaan jasa keamanan militer). Kedua, naiknya harga minyak secara drastis. Dan ketiga, kebutuhan untuk membayar ''pengaturan kembali'' secara umum peralatan dan persenjataan karena cadangan peralatan militer bisa aus dan lamanya perang membuat Pentagon harus memberikan pembelian yang tidak direncanakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal perusahaan jasa keamanan militer, jurnalis Los Angeles Times T. Christian Miller dalam bukunya Blood Money juga mengungkapnya. Menurut Miller, bahkan perusahaan tak berpengalaman asal sanggup mengumbar janji-janji palsu, ditunjuk Pemerintahan Koalisi Sementara (CPA) dan Kantor Rekonstruksi dan Bantuan Kemanusiaan (ORHA) --kepanjangan tangan Pemerintahan Bush-- untuk menggarap proyek penting dan sensitif seperti jasa keamanan untuk melancarkan proses rekonstruksi di Irak. Namun, yang paling eksesif adalah Halliburton --perusahaan yang dekat dengan Dick Cheney (wapres di masa Bush). Bahkan Halliburton acapkali menggelembungkan tagihan kepada otoritas Pemerintahan Koalisi Sementara, termasuk ketika ditunjuk untuk memasok minyak ke Irak, Mei 2003. Apabila Defense Energy Support Center (lembaga bahan bakar Pentagon) mampu mengimpor bahan bakar keperluan militer senilai 1,08 dolar per galon. Halliburton meminta bayaran 2,68 dolar untuk setiap galon minyak yang didatangkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stiglitz dan Bilmes menduga ada pembayaran berlebih (baca: aroma korupsi) kepada Halliburton. Bukan itu saja, Halliburton mendapat kontrak menyediakan jasa keamanan bertahun-tahun, melebihi dari yang dibutuhkan. Maklum jika perusahaan ini pernah menerima kontrak tunggal menguntungkan senilai 19,3 miliar dolar. Hingga 2007, Deplu AS telah menghabiskan 4 miliar dolar untuk para penjaga keamanan. Dan, penghasilan perusahaan seperti Blackwater dan Dyncorp lebih tinggi dari sersan angkatan darat. Setiap hari para penjaga keamanan mendapat 1.222 dolar atau 445 ribu dolar setahun. Sedangkan sersan hanya menghasilkan 140-190 dolar per hari atau 51.100-69.350 dolar setahun (hlm. 41-44). Sesuatu yang membuat persaingan tidak sehat. Korporasi mendompleng perang, bukan hanya merugikan rakyat Irak tapi menguras pundi-pundi pembayar pajak Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang akan terus memakan dolar jika tak selekas mungkin dihentikan. Bukan itu saja, sederet persoalan kejiwaan menghantui para veteran Irak dan Afganistan. Survei terhadap 2.000 veteran dua perang ini menemukan hampir sepertiganya menderita gangguan stres pascatrauma (PTSD), depresi mayor, cedera otak traumatik atau kombinasinya. Riset the RAND Corporation bahkan menaksir sekitar 300 ribu tentara menderita PTSD atau depresi mayor dan 320 ribu mengalami cedera otak traumatik. Stiglitz dan Bilmes, lewat angka-angka yang dipaparkan mengabarkan pada kita bahwa perang sungguh hal yang mubazir. (*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JP Online, Minggu, 19 April 2009 / Moh Samsul Arifin, anggota Klub Buku dan Film SCTV&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul Buku: Perang Tiga Triliun Dolar, Bencana Ekonomi di Balik Invasi Amerika ke Irak&lt;br /&gt;Penulis: Joseph E. Stiglitz dan Linda J. Bilmes&lt;br /&gt;Penerbit: Mizan Bandung&lt;br /&gt;Cetakan: I, Februari 2009&lt;br /&gt;Tebal: 267 halaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;i&gt;Salam Persahabatan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;ParaDIsE.group&lt;/b&gt;&lt;/center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2489666987998452175-353416382500182031?l=bloggerarema.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/a_1KqyNyffUIu__HeETz5Q5xx4I/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/a_1KqyNyffUIu__HeETz5Q5xx4I/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/a_1KqyNyffUIu__HeETz5Q5xx4I/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/a_1KqyNyffUIu__HeETz5Q5xx4I/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://bloggerarema.blogspot.com/feeds/353416382500182031/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://bloggerarema.blogspot.com/2009/04/ongkos-perang-mubadzir.html#comment-form" title="3 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2489666987998452175/posts/default/353416382500182031?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2489666987998452175/posts/default/353416382500182031?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://bloggerarema.blogspot.com/2009/04/ongkos-perang-mubadzir.html" title="Ongkos Perang Mubadzir" /><author><name>My Paradise</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00476744199249931237</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="29" height="32" src="http://3.bp.blogspot.com/_SvK4haD6U_Q/SYRKB4KFqdI/AAAAAAAAAtI/S3UGF4lp23o/S220/Icon-VisitMP.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_SvK4haD6U_Q/SfEBR6jOnZI/AAAAAAAAAzo/kM3butI8zBM/s72-c/3+Triliun.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>3</thr:total><category term="ORHA" scheme="http://rss.financialcontent.com/stocksymbol" /><category term="CPA" scheme="http://rss.financialcontent.com/stocksymbol" /><category term="PTSD" scheme="http://rss.financialcontent.com/stocksymbol" /></entry><entry gd:etag="W/&quot;Ck4BRXszfCp7ImA9WxJTFU4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2489666987998452175.post-7520902364978078900</id><published>2009-04-24T06:50:00.006+07:00</published><updated>2009-04-24T06:55:54.584+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-04-24T06:55:54.584+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Massachusetts" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Webster" /><title>Name Board Terpanjang</title><content type="html">&lt;b&gt;Nama Terpanjang Salah Tulis&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_SvK4haD6U_Q/SfD-8W7Po8I/AAAAAAAAAzg/ONK5uNqrj88/s1600-h/NameBoard.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 113px; height: 81px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_SvK4haD6U_Q/SfD-8W7Po8I/AAAAAAAAAzg/ONK5uNqrj88/s200/NameBoard.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5328038672078971842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pemkot Webster, Massachusetts, AS, sepakat mengoreksi kesalahan ejaan di tanda jalan yang menunjuk ke sebuah danau dengan nama sepanjang 45 huruf, &lt;b&gt;Chargoggagoggmanchauggagoggchaubunagungamaugg&lt;/b&gt;. Warga lokal menyerah dan menyebut nama tempat paling panjang di dunia itu hanya dengan Danau Webster. Awal pekan ini, pemkot menemukan beberapa huruf di tanda nama salah. Huruf "u" pada urutan ke-20 seharusnya "o" dan "n" seharusnya "h". Selain panjangnya, arti dari nama dari suku Indian itu juga menarik, yakni "Anda memancing di sana, saya memancing di sini, dan tak ada yang memancing di tengah-tengah." &lt;b&gt;(AP&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;i&gt;Salam Persahabatan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;ParaDIsE.group&lt;/b&gt;&lt;/center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2489666987998452175-7520902364978078900?l=bloggerarema.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/otUPzZF_vCEUC5mBEt3C-lMxGjE/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/otUPzZF_vCEUC5mBEt3C-lMxGjE/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/otUPzZF_vCEUC5mBEt3C-lMxGjE/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/otUPzZF_vCEUC5mBEt3C-lMxGjE/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://bloggerarema.blogspot.com/feeds/7520902364978078900/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://bloggerarema.blogspot.com/2009/04/name-board-terpanjang.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2489666987998452175/posts/default/7520902364978078900?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2489666987998452175/posts/default/7520902364978078900?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://bloggerarema.blogspot.com/2009/04/name-board-terpanjang.html" title="Name Board Terpanjang" /><author><name>My Paradise</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00476744199249931237</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="29" height="32" src="http://3.bp.blogspot.com/_SvK4haD6U_Q/SYRKB4KFqdI/AAAAAAAAAtI/S3UGF4lp23o/S220/Icon-VisitMP.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_SvK4haD6U_Q/SfD-8W7Po8I/AAAAAAAAAzg/ONK5uNqrj88/s72-c/NameBoard.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;A04GSHY7cCp7ImA9WxJTEEk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2489666987998452175.post-9215029037495507890</id><published>2009-04-18T17:12:00.003+07:00</published><updated>2009-04-18T17:18:49.808+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-04-18T17:18:49.808+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Dendeng Sapi" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Daging BAbi" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sertifikat Halal" /><title>Yang Penting Rasanya, Bung</title><content type="html">&lt;b&gt;Sertifikasi Halal Untungkan Produsen&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kasus Penemuan Lima Dendeng Sapi Mengandung Babi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_SvK4haD6U_Q/Semoz3IhT9I/AAAAAAAAAzY/aSIJ01BBpJM/s1600-h/Dendeng.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 102px; height: 76px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_SvK4haD6U_Q/Semoz3IhT9I/AAAAAAAAAzY/aSIJ01BBpJM/s200/Dendeng.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5325973643268804562" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;KASUS dendeng, berlabel halal gadungan, mengandung babi masih berlanjut. (Jawa Pos kemarin menyebutkan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) merilis lima dendeng sapi mengandung babi, yakni cap Kepala Sapi, Limas, ACC, Jerky Lezaaat, dan Istimewa No 1 Cap 999). Sebelumnya, peristiwa serupa terjadi di Malang. Dalam surat edaran Pemkot Malang No 526/406/35.73.122/2009 disebutkan, dendeng yang positif mengandung babi adalah Kumala Asli, Cap Sapi, Istimewa No 1, dan Istimewa Cap 999. Sempat disebutkan dendeng merek Sapi Kumala yang kemudian diralat (Radar Malang, 8/4). Kasus itu sudah menasional karena selain beredar di Malang juga di Bogor, Bandung, Surabaya, dan Bali. Itu tentu memprihatinkan semua kalangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Lemahnya pengawasan pemerintah kepada produk halal bukan hal baru. Kasus lemak babi, sapi gelonggong, ayam tiren (mati kemarin) begitu mudah dilupakan. Bahkan, hingga saat ini, sekitar 90 persen rumah potong hewan (RPH) milik pemerintah di seluruh Indonesia tak bersertifikat halal. Seriuskah pemerintah melindungi konsumen? Pedulikah kita kepada produk dan label halal?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencantuman label halal pada produk yang terbukti mengandung babi merupakan pembohongan publik. Itu bertentangan dengan berbagai peraturan, yaitu UU Nomor 7/1996 tentang Pangan, khususnya pasal 30, 34,dan 35, UU Nomor 9/1999 tentang Perlindungan Konsumen, dan PP Nomor 69 tentang Label dan Iklan Pangan. Hal itu juga melanggar Permenkes No 280/Menkes/Per/XI/1976 tentang keharusan adanya peringatan yang jelas pada produk yang mengandung bahan berasal dari babi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SKB Menag dan Menkes No 427/Menkes/SKB/VII/1985 dan No 68/1985 yang dalam pasal 2 menyebutkan, produsen yang mencantumkan tulisan ''halal'' pada label atau penandaan makanan produknya bertanggung jawab terhadap halalnya makanan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dicermati, kasus tersebut muncul karena setidaknya ada tiga penyebab. Pertama, keyakinan konsumen muslim terkait wajibnya mengonsumsi produk halal belum diikuti konsistensinya memilih produk bersertifikat halal standar. Sebagai konsumen, kita sering menjadikan harga murah sebagai penentu pilihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, produsen sering menganggap produknya tidak memakai bahan haram. Padahal, seiring perkembangan teknologi, banyak bahan tambahan berpotensi haram. Banyaknya variasi produk dan masih dianggap mahalnya sertifikasi halal mendorong produsen enggan melakukan sertifikasi. Lebih parah lagi, ada produsen yang mencampur bahan haram supaya harganya murah untuk dapat merebut pasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, dari aspek yuridis dalam UU Pangan, pencantuman label halal dibolehkan tanpa harus memperoleh sertifikat halal terlebih dahulu. Baru kalau terbukti tidak halal, produsen dapat dikenai sanksi. Itulah titik rawan regulasi dan sering disalahgunakan produsen. Ditambah beragamnya label halal yang beredar di masyarakat mempersulit konsumen mengenali produk yang benar-benar halal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepedulian Kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita harus sadar bahwa konsumen tetaplah raja. Kita dapat turut mengontrol produk yang beredar di masyarakat. Produk yang secara rasional terlalu murah atau berlabel halal tidak standar perlu diwaspadai dan kita tinggalkan. Kepedulian dan konsistensi memilih produk berlabel halal standar akan mendorong produsen tidak bermain-main terhadap label halal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produsen perlu sadar bahwa konsumenlah yang memberikan keuntungan baginya. Dengan iktikat baik untuk menghargai konsumen, produsen nonmuslim pun sudah banyak yang memperoleh sertifikat halal. Modal awalnya ialah mengubah paradigma bahwa sertifikasi halal tidak hanya menguntungkan konsumen, tetapi juga produsen. Dari sini, orientasi produksi tidak hanya keuntungan ekonomis semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya ada keuntungan sertifikasi, yaitu, pertama, menanamkan tanggung jawab kepada produsen untuk selalu berproduksi secara halal. Kedua, meningkatkan keamanan dan ketenteraman batin konsumen. Ketiga, menjadi selling point yang memberikan nilai tambah dan prospek untuk membuka pasar baru. Keempat, memberikan nilai kompetitif kepada produsen. Kelima, khusus pengusaha muslim, sebagai aktualisasi nilai ibadah akan memperoleh pahala. Selain itu, akan memperoleh keuntungan materi dari produk yang diterima masyarakat luas. Bukankan ini cukup menjanjikan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah melalui dinas peternakan, perdagangan, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPPOM), dan kepolisian perlu lebih proaktif mengawasi produk berlabel halal yang beredar di pasar. Jangan sampai menunggu masyarakat resah, pengawas baru bergerak. Tidak ada toleransi kesalahan dalam merilis produk yang secara uji laboratorium mengandung babi. Sanksi tegas dari aparat pemerintah mutlak dilakukan. Jika tidak, masyarakat mungkin akan bertindak sendiri yang bakal merugikan banyak pihak. Lambannya aparat juga berpotensi merugikan pengusaha sejenis yang poduknya halal..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Regulasi produk halal yang masih tersendat di DPR perlu segera diputuskan. Labelisasi halal perlu diperjelas. Misalnya, standardisasi label dengan logo spesifik disertai nomor sertifikasi halal dan masa berlakunya. Selain akan memudahkan konsumen untuk memilih, itu sebagai payung hukum bagi jaminan produk halal yang diharapkan umat Islam. Tidakkah hal tersebut mengetuk kepedulian DPR untuk tidak menunda-nunda lagi pembahasan RUU Jaminan Produk Halal (JPH)?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu diyakinkan bahwa pengaturan jaminan produk halal di Indonesia sangat potensial. Selain menenteramkan mayoritas penduduk negeri ini, itu akan menjadi salah satu instrumen penting mendapatkan akses pasar yang lebih luas. Itu tentu akan memperkuat daya saing produk domestik di pasar internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sangat berharap, kesetiaan konsumen, khususnya muslim, tidak dikhianati produsen. Apalagi, konsumen telah banyak berjasa memberikan keuntungan bagi produsen. Semua berpulang kepada kepedulian dan kesungguhan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Sucipto, Pemerhati produk halal dari Teknologi Industri Pertanian (TIP) FTP Universitas Brawijaya dan peserta Program Doktor TIP IPB.&lt;br /&gt;[JP Online, Sabtu, 18 April 2009]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;i&gt;Salam Persahabatan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;ParaDIsE.group&lt;/b&gt;&lt;/center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2489666987998452175-9215029037495507890?l=bloggerarema.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/vLS_bn651ntwajrmP3KWIZwF8sk/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/vLS_bn651ntwajrmP3KWIZwF8sk/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/vLS_bn651ntwajrmP3KWIZwF8sk/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/vLS_bn651ntwajrmP3KWIZwF8sk/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://bloggerarema.blogspot.com/feeds/9215029037495507890/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://bloggerarema.blogspot.com/2009/04/yang-penting-rasanya-bung.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2489666987998452175/posts/default/9215029037495507890?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2489666987998452175/posts/default/9215029037495507890?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://bloggerarema.blogspot.com/2009/04/yang-penting-rasanya-bung.html" title="Yang Penting Rasanya, Bung" /><author><name>My Paradise</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00476744199249931237</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="29" height="32" src="http://3.bp.blogspot.com/_SvK4haD6U_Q/SYRKB4KFqdI/AAAAAAAAAtI/S3UGF4lp23o/S220/Icon-VisitMP.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_SvK4haD6U_Q/Semoz3IhT9I/AAAAAAAAAzY/aSIJ01BBpJM/s72-c/Dendeng.JPG" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><category term="TIP" scheme="http://rss.financialcontent.com/stocksymbol" /><category term="JPH" scheme="http://rss.financialcontent.com/stocksymbol" /><category term="BPOM" scheme="http://rss.financialcontent.com/stocksymbol" /><category term="BPPOM" scheme="http://rss.financialcontent.com/stocksymbol" /><category term="RPH" scheme="http://rss.financialcontent.com/stocksymbol" /></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0MAR3c_eCp7ImA9WxJTEEk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2489666987998452175.post-7154176115313727275</id><published>2009-04-18T17:05:00.003+07:00</published><updated>2009-04-18T17:10:46.940+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-04-18T17:10:46.940+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ujian Nasional" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="UNAS" /><title>Suksesi Ujian Nasional</title><content type="html">&lt;b&gt;Antisipasi Kecurangan Unas&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dispendik Larang Sekolah Bentuk Tim Sukses Luluskan Seluruh Siswa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_SvK4haD6U_Q/Semm6srCNeI/AAAAAAAAAzQ/C0galGMzpwk/s1600-h/Diploma.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 100px; height: 78px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_SvK4haD6U_Q/Semm6srCNeI/AAAAAAAAAzQ/C0galGMzpwk/s200/Diploma.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5325971561696605666" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;SURABAYA - Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya mulai mengantisipasi kecurangan-kecurangan dalam pelaksanaan ujian nasional (unas). Salah satu yang mendapat perhatian adalah pembentukan tim-tim sukses sekolah guna meluluskan seluruh siswanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Pokoknya, kalau sampai ada sekolah yang membentuk tim sukses unas, sanksinya berat. Ini warning buat mereka,'' ujar Kadispendik Sahudi kemarin (16/4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Unas siswa SMA akan berlangsung 20-24 April, sedangkan untuk tingkat SMP 27-30 April mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi sekolah negeri yang diketahui membentuk tim sukses unas, Dispendik akan memberikan sanksi kepada kepala sekolah. Bisa berupa mutasi atau diturunkan jabatannya. ''Kepala sekolah kan bertanggung jawab penuh terhadap pendidikan di sekolah. Jadi, seharusnya dia tahu ada apa di sekolahnya,'' ujar mantan kepala SMAN 15 Surabaya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk sekolah-sekolah swasta, Dispendik mengancam akan mencabut izin penyelenggaraan unas selama satu tahun. Dengan kata lain, tahun depan unas sekolah itu harus menjadi sekolah penggabung meski jumlah siswanya banyak. Jika pelanggarannya parah, tidak tertutup kemungkinan izin penyelenggaraan pendidikannya dicabut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Sebagai kota besar, pendidikan Surabaya harus menjadi contoh model pendidikan yang jujur. Bukan menjadi contoh yang buruk,'' tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain berbagai sanksi, Dispendik menyiapkan berbagai aturan pencegahan. Salah satunya, meminta perguruan tinggi (PT) yang menerjunkan pengawas satuan pendidikan dan tim pemantau independen (TPI) agar memaksimalkan kerjanya. TPI dan pengawas dari PT diharapkan tidak hanya duduk-duduk di ruang panitia. Mereka diharapkan aktif memeriksa ruang-ruang kelas tempat ujian. Hal itu untuk mengantisipasi secara langsung adanya tindak kecurangan dalam unas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Pengawas satuan pendidikan kan bisa langsung menegur dan masuk kelas. Dengan begitu, model pengawasannya jadi lebih maksimal,'' ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, guru mata pelajaran yang tidak mendapat tugas menjaga ujian tidak boleh datang ke sekolah jika pelajaran yang diujikan adalah bidangnya. Misalnya, guru bahasa Inggris tidak boleh datang ke sekolah jika unas hari itu adalah bahasa Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula bila soal unas yang dibagikan lebih, pengawas ruangan tidak boleh membaca atau melihat-lihat soal tersebut. Kelebihan naskah soal itu harus langsung dimasukkan ke amplop naskah. Hal ini untuk mencegah guru pengawas mengajari peserta unas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk peserta unas, bentuk proteksinya berbeda lagi. Menurut Sahudi, ''sanksi'' bagi siswa yang curang atau tidak jujur dalam mengerjakan soal tak kalah berat. Bisa jadi, hasil ujian yang mereka kerjakan tidak akan disetorkan ke pusat. Kalau sudah begitu, nilainya nol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ada siswa yang ketahuan menyontek, pengawas ruangan harus mengingatkan. Jika perbuatan itu diulang lebih dari satu kali, pengawas ruangan harus menandai lembar jawaban siswa itu dengan tulisan tidak sah. Lembar jawaban tersebut tidak akan dikoreksi sehingga siswa yang bersangkutan tidak akan mendapatkan nilai. Secara otomatis dia tidak lulus unas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Mereka tidak boleh ikut unas susulan, harus mengulang setahun lagi atau mengikuti kejar paket,'' terangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, lanjut Sahudi, siswa diharapkan mempersiapkan diri lebih baik. ''Kalau belajar dengan tekun, saya yakin siswa bisa mengerjakan soal-soalnya,'' tandasnya.  [JP Online, Jum'at, 17 April 2009 / sha / ari]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;i&gt;Salam Persahabatan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;ParaDIsE.group&lt;/b&gt;&lt;/center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2489666987998452175-7154176115313727275?l=bloggerarema.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/LOmjkm1RVkhlaOAXJX0VKtDWyM0/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/LOmjkm1RVkhlaOAXJX0VKtDWyM0/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/LOmjkm1RVkhlaOAXJX0VKtDWyM0/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/LOmjkm1RVkhlaOAXJX0VKtDWyM0/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://bloggerarema.blogspot.com/feeds/7154176115313727275/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://bloggerarema.blogspot.com/2009/04/suksesi-ujian-nasional.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2489666987998452175/posts/default/7154176115313727275?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2489666987998452175/posts/default/7154176115313727275?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://bloggerarema.blogspot.com/2009/04/suksesi-ujian-nasional.html" title="Suksesi Ujian Nasional" /><author><name>My Paradise</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00476744199249931237</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="29" height="32" src="http://3.bp.blogspot.com/_SvK4haD6U_Q/SYRKB4KFqdI/AAAAAAAAAtI/S3UGF4lp23o/S220/Icon-VisitMP.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_SvK4haD6U_Q/Semm6srCNeI/AAAAAAAAAzQ/C0galGMzpwk/s72-c/Diploma.jpeg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><category term="PT" scheme="http://rss.financialcontent.com/stocksymbol" /><category term="TPI" scheme="http://rss.financialcontent.com/stocksymbol" /></entry><entry gd:etag="W/&quot;D0UERHY9eyp7ImA9WxVaFk8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2489666987998452175.post-7206595078858302265</id><published>2009-04-13T19:15:00.001+07:00</published><updated>2009-04-13T19:20:05.863+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-04-13T19:20:05.863+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sertifikasi Guru" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sertifikasi 2009" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Dispendik" /><title>Sertifikasi 2009 Kuota Per Sekolah</title><content type="html">[JP Online, Senin, 13 April 2009]&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Sertifikasi 2009, Bulan Ini Tentukan Kuota Per Sekolah&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_SvK4haD6U_Q/SeMte-ojc2I/AAAAAAAAAyk/4UFcP9cRR1Q/s1600-h/4UMyTeacher.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 120px; height: 120px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_SvK4haD6U_Q/SeMte-ojc2I/AAAAAAAAAyk/4UFcP9cRR1Q/s200/4UMyTeacher.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5324149194714477410" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;SURABAYA - Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya berbenah untuk sertifikasi 2009. Salah satu yang dibenahi adalah kuota 2009. Itu dilakukan dengan cara sharing pendataan. Masing-Masing sekolah diminta mendata guru-guru yang layak disertifikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;''Tentunya harus guru yang mengajar di atas lima tahun dan ber-NUPTK (numor unik pendidik dan tenaga kependidikan, Red),'' tegas Kepala Bidang Ketenagaan Dispendik Surabaya Yusuf Masruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keputusan itu keluar lantaran Dispendik melihat banyaknya kasus dalam sertifikasi tahun lalu. Salah satunya adalah banyaknya guru layak sertifikasi yang tidak terdata oleh Dispendik. Misalnya saja, ada guru di sekolah A yang mengajar 20 tahun, tapi belum disertifikasi. Guru lain di sekolah yang sama dan hanya pernah mengajar enam tahun sudah mendapatkan kesempatan untuk ikut sertifikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Nah, hal-hal seperti itulah yang ingin kami hindari,'' ujarnya. Untuk itulah, pihaknya terus mendata secara teliti. Untuk jenjang SD, yang mendata adalah UPTD kecamatan setempat. Jenjang SMP, SMA, dan SMK dilakukan sendiri oleh sekolah dan Dispendik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah data dari sekolah tersebut masuk, Dispendik akan mendata ulang. Data itu diolah lagi untuk menentukan guru yang ikut sertifikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahap pendataan kuota untuk masing-masing sekolah itulah yang sedang dilakukan Dispendik. Rencananya, pendataan tersebut diselesaikan akhir bulan ini. Setelah itu, Dispendik akan mengirimkan nama guru yang ikut kuota sertifikasi tahun ini ke sekolah masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Selain itu, akan disertakan jadwal bimbingan teknis (bimtek) pembuatan portofolio bagi guru-guru yang lolos seleksi masa kerja tersebut,'' ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuota sertifikasi 2009 untuk Surabaya adalah 3.158 orang. Rinciannya, 3.051 untuk kuota guru dan 107 untuk kuota pengawas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuota itu dibagi per jenjang. Jenjang TK untuk guru PNS berjumlah 119 orang dan 63 orang non-PNS, SD 889 orang PNS dan 166 orang non-PNS, SMP 684 orang PNS dan 115 non-PNS, serta SMA 509 orang PNS dan 76 non-PNS. Kuota untuk SMK 333 orang PNS dan 34 orang non-PNS serta SLB 59 orang PNS dan 4 orang non-PNS. (sha/dos)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;i&gt;Salam Persahabatan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;ParaDIsE.group&lt;/b&gt;&lt;/center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2489666987998452175-7206595078858302265?l=bloggerarema.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/VN8ccMXpEH3onBtoaEPQUIZIFtk/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/VN8ccMXpEH3onBtoaEPQUIZIFtk/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/VN8ccMXpEH3onBtoaEPQUIZIFtk/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/VN8ccMXpEH3onBtoaEPQUIZIFtk/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://bloggerarema.blogspot.com/feeds/7206595078858302265/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://bloggerarema.blogspot.com/2009/04/sertifikasi-2009-kuota-per-sekolah.html#comment-form" title="1 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2489666987998452175/posts/default/7206595078858302265?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2489666987998452175/posts/default/7206595078858302265?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://bloggerarema.blogspot.com/2009/04/sertifikasi-2009-kuota-per-sekolah.html" title="Sertifikasi 2009 Kuota Per Sekolah" /><author><name>My Paradise</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00476744199249931237</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="29" height="32" src="http://3.bp.blogspot.com/_SvK4haD6U_Q/SYRKB4KFqdI/AAAAAAAAAtI/S3UGF4lp23o/S220/Icon-VisitMP.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_SvK4haD6U_Q/SeMte-ojc2I/AAAAAAAAAyk/4UFcP9cRR1Q/s72-c/4UMyTeacher.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>1</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;D0IHRnY4fyp7ImA9WxVaFk8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2489666987998452175.post-6743028298835741209</id><published>2009-04-08T11:31:00.006+07:00</published><updated>2009-04-13T19:25:37.837+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-04-13T19:25:37.837+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tunjangan Fungsional" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Infaq" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Korupsi" /><title>Infaq, Jariyah, Sedekah=Korupsi?</title><content type="html">&lt;a href="http://www.surya.co.id/2009/04/08/kakandepag-ambil-sumpah-staf-janji-tak-pungut-upeti/"&gt;Infaq, Jariyah, Sedekah=Korupsi?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;MALANG | SURYA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kasus penarikan upeti oleh oknum&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/__iQsw3uCjQM/SdjOOYAf08I/AAAAAAAAAC0/jCtTWgdsDWU/s1600/Uang-Caleg.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 134px; height: 102px;" src="http://3.bp.blogspot.com/__iQsw3uCjQM/SdjOOYAf08I/AAAAAAAAAC0/jCtTWgdsDWU/s1600/Uang-Caleg.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Departemen Agama (depag) Kabupaten Malang membuat kepala instansi tersebut kebakaran jenggot. Kemarin Selasa (7/4), sekitar pukul 13.30 WIB, tujuh staf Madrasah Pendidikan Agama Islam (Mapenda) diambil sumpahnya terkait penerimaan upeti itu.&lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kepala Kanwil Departemen Agama (kakandepag) Kabupaten Malang, Mustain, mengambil sumpah itu di ruang kerjanya. “Mereka (staf Mapenda) mengaku demi Allah tidak menerima aliran uang itu. Pengambilan sumpah itu saya lakukan satu persatu,” tegasnya, Selasa (7/4).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mustain, mengaku gerah dengan tudingan adanya ‘upeti’ terhadap para guru non PNS. Selasa pagi kemarin, secara mendadak juga diadakan pertemuan 48 KKM (Kelompok Kerja Madrasah) di Kantor Depag Kabupaten Malang. Namun KKM yang datang tidak ada yang mengaku tentang adanya pungutan itu. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mustain juga akan langsung menyisir lapangan untuk cek data. “Saya akan turun sendiri. Kalau benar, oknum itu harus mengembalikan (pungutannya),” ujarnya geram.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Untuk kroscek data, lanjutnya, ia membentuk tim yang terdiri dari pegawai kepercayaannya. Selain itu, Pengawas Agama di tiap kecamatan di Kabupaten Malang akan mendapat tugas tambahan memonitor berbagai bantuan dari dana APBN. Terlebih audit BPK dilakukan setahun dua kali. “Tugas tambahan ini belum berjalan, tapi sudah keburu ada kasus ini,” keluhnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seperti diberitakan Surya kemarin, oknum pegawai Depag menarik upeti kepada guru Non PNS menerima tunjangan fungsional. Masing-masing disunat Rp 10.000 hingga Rp 75.000 untuk sekali cair. Upeti ini berdalih uang lelah atau infaq atau uang syukuran.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut Mustain, tunjangan fungsional ini baru diberikan pada 2007 lalu (bukan 2006). Harapannya, membantu kehidupan para guru madrasah agar tetap bersemangat kerja. “Sebab gaji guru MI jauh dari layak. Sebulan bisa terima gaji Rp 200.000,” katanya.&lt;br /&gt;Apakah Mustain benar-benar tak tahu soal upeti ini? “Wah, (kalau menerima) pasti saya sudah kaya dong,” komentarnya. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dikatakan, dalam waktu dekat, HM Ali Hasan, Kepala MTs Miftahul Huda, Kecamatan Turen akan dimintai keterangan. Sebab, Senin (6/4) kemarin, Ali mengaku guru non PNS di sekolahnya dipungut Rp 10.000 per guru tiap kali pencairan. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sementara PCNU Kabupaten Malang telah memerintahkan LPBH (Lembaga Penyuluhan Bantuan Hukum) NU Kabupaten Malang untuk mengawal kasus ini. Khususnya pada para guru yang dimungkinkan diintimidasi untuk bungkam. “Pendampingan sangat diperlukan agar dalam perjalanan jika ada sesuatu bisa melindungi para guru,” ungkap Abdul Mujib Syadzili, Sekretaris PCNU Kabupaten Malang ditemui terpisah. Keinginan NU, tandasnya, adalah menciptakan pemerintahan yang bersih dan berpihak pada masyarakat. Pihaknya terpanggil untuk advokasi. [vie]&lt;/p&gt;&lt;div class="tglgray" style="margin-left: 10px; margin-right: 10px;"&gt;            [JP Online, Rabu, 08 April 2009]         &lt;/div&gt;         &lt;div class="judulsedang" style="margin-left: 10px; margin-right: 10px; font-weight: bold;"&gt;               PC NU Buka Posko          &lt;/div&gt;         &lt;div style="height: 10px;"&gt;         &lt;/div&gt;                       &lt;b&gt;Soal Dugaan Penyunatan Tunjangan Guru oleh KKM&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;KEPANJEN&lt;/b&gt; - Terkuaknya dugaan penyunatan dana tunjangan fungsional guru madrasah non-PNS di lingkungan Depag Kabupaten Malang oleh Kelompok Kerja Madrasah (KKM) membuat beberapa pihak kebakaran jenggot. Salah satu pihak yang berang adalah PC NU Kabupaten Malang. Maklum, mayoritas guru yang menjadi korban penyunatan dari lembaga pendidikan di bawah naungan NU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saking berangnya, PC NU menginstruksikan kepada Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum (LPBH) NU Kabupaten Malang untuk mengadvokasi ribuan guru yang dananya disunat. "Hampir 100 persen guru madrasah berada di bawah naungan Lembaga Pendidikan (LP) Maarif NU," ujar Sekretaris PC NU Kabupaten Malang Abdul Mujib Syadzili, kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Gus Mujib -panggilan akrab Mujib Syadzili- mulai hari ini PC NU akan membukan posko pengaduan. "Silakan guru yang dananya merasa disunat lapor ke NU," kata Gus Mujib. Pengaduan dari masyarakat itu nantinya juga akan dijadikan dasar untuk melaporkan kebobrokan yang selama ini terjadi di lingkungan Departemen Agama (Depag) Kabupaten Malang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi, jelas dia, bukan rahasia umum bahwa di lingkungan Depag banyak oknum yang berani melakukan kegiatan ilegal dengan berbagai cara. Rencananya, dalam waktu dekat PC NU akan melaporkan kasus penyunatan ini ke Depag pusat dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gus Mujib juga menjamin para guru yang mengadu ke PC NU akan dilindungi. Baik secara fisik maupun secara psikologis. "Mulai sekarang jangan ada lagi yang takut untuk mengungkapkan keburukan," tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia juga meminta kepada aparat kejaksaan dan kepolisian juga turut proaktif dalam menyelediki adanya dugaan penyunatan tersebut. "Saya kira ini sudah mengarah ke tindak pidana korupsi. Bila ada itikad baik, kejaksaan dan kepolisian pasti akan segera bergerak," sambungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan mengenai bantahan dari Kepala Kantor Depag (Kakandepag) Kabupaten Malang Mustain, Gus Mujib mengatakan bahwa bantahan itu merupakan hak. Namun, terangnya, fakta di lapangan membuktikan bahwa kasus penyunatan itu benar-benar ada dan bisa dibuktikan kebenarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus penyunatan muncul karena pengakuan beberapa guru. Termasuk pengakuan Ali Hasan, kepala MTs Miftahul Huda, Turen. Kebetulan Ali juga merupakan anggota Komisi D DPRD Jatim. Selain itu juga ada bukti tertulis dari KKM Poncokusumo yang meminta para guru untuk menyerahkan dana Rp 10 ribu untuk infak dan tasyakuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti diketahui, pemotongan itu diambilkan dari dana tunjangan fungsional guru sebesar Rp 200 ribu per bulan. Pencairan dana tunjangan itu dilakukan setiap satu semester sekali oleh KKM. Jumlah pemotongan tunjangan guru juga beragam, mulai Rp 10 ribu -Rp 75 ribu. Diperkirakan jumlah guru madrasah non-PNS dari TK, MI hingga MA sekitar 7.500 guru. Sedangkan tunjangan fungsional itu sendiri mulai berlaku pada 2007 lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malang Corruption Watch (MCW) juga menduga bahwa penyunatan itu sudah berlangsung sejak lama. "Sebenarnya sudah ada beberapa guru madrasah dari Wajak yang sudah mengadu kepada kami. Namun, mereka takut untuk melanjutkannya. Alasannya takut diintimidasi dan kehilangan pekerjaan," ucap Zia Ulhaq, koordinator Badan Pekerja MCW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, bisa langgengnya praktik penyunatan dikarenakan adanya perlindungan dari oknum di Depag. Bila pungli itu dilakukan PNS, maka jelas itu merupakan tindakan korupsi. Namun, bila pungli itu dilakukan non-PNS, maka tindakan itu termasuk pemerasan. "Korupsi atau pemerasan itu sudah ranah kejaksaan dan kepolisian. Mereka harus segera bergerak dan jangan &lt;i&gt;melempem&lt;/i&gt; karena ini menyangkut nasib ribuan guru," terangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan tak kalah keras juga dilontarkan organisasi keagamaan Muhammadiyah. "Kami berharap kasus ini diselesaikan secara hukum. Kejaksaan dan kepolisian harus tegas," kata Putut Murdianto, ketua Bidang Pendidikan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Malang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Kabupaten Malang, menurutnya, Muhammadiyah mempunyai 8 SMK, 2 SMA, 8 SMP, dan 9 SD. "Guru-guru Muhammadiyah tak pernah bersinggungan dengan Depag. Namun, tindakan apapun yang ilegal, apalagi memotong tunjangan merupakan pelanggaran yang harus diusut tuntas," papar Putut. &lt;b&gt;(fir/ziz)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="tglgray" style="margin-left: 10px; margin-right: 10px;"&gt;            [JP Online, Rabu, 08 April 2009 ]         &lt;/div&gt;         &lt;div class="judulsedang" style="margin-left: 10px; margin-right: 10px;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;               Saya Sumpah Staf yang Diduga Terlibat&lt;/span&gt;          &lt;/div&gt;         &lt;div style="height: 10px;"&gt;         &lt;/div&gt;          Dugaan penyunatan dana tunjangan fungsional guru madrasah non-PNS oleh KKM di lingkungan Depag Kabupaten Malang mendapat reaksi dari masyarakat. Kepala Kantor Depag Kabupaten Malang Mustain secara tegas membantah adanya keterlibatan Depag. Berikut wawancaranya dengan &lt;i&gt;Radar&lt;/i&gt; kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Setelah muncul kasus dugaan penyunatan tunjangan, apa yang Anda dilakukan?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tadi (kemarin) saya sudah mengumpulkan semua KKM. Ada 33 KKM MI, 11 KKM MTs, dan 4 KKM MA. Mereka sudah saya tanya semua. Tak ada yang mengaku melakukan penyunatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bagaimana dengan surat edaran dari KKM MI Poncokusumo yang meminta Rp 10 ribu untuk infak?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga sudah melakukan konfirmasi kepada Ketua KKM MI Poncokusum Pak Hadi (Hadi Suwignyo). Dia membantah melakukan pemungutan. Sebenarnya saya sudah mengetahui adanya surat edaran itu pada Januari lalu. Begitu mengetahui, saya langsung turun tangan. Dan mereka mengatakan tak ada penyunatan kepada guru di Poncokusumo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bagaimana dengan rapat di kantor Depag pada 26 Desember 2008 yang membahas penyunatan itu?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga sudah konfirmasi ke Pak Hadi soal itu. Ternyata dia juga tak hadir dalam rapat tersebut. Selain Poncokusumo, pada Januari lalu saya juga sebenarnya sudah mendengar ada enam kecamatan lainnya yang melakukan pemungutan. Di antaranya adalah di Pakis dan Karangploso.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Informasinya Depag menginstruksikan penyunatan itu?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi Allah saya tak pernah menginstruksikan penyunatan. KKM itu berdiri independen dan bukan berada di bawah Depag secara struktural. Antara KKM dan Depag sifatnya hanya koordinasi saja. Fungsi KKM hanyalah untuk mengkoordinasi dan memantau madrasah-madrasah di satu kecamatan. Dari dulu saya sudah mewanti-wanti agar uang dari APBN jangan disentuh-sentuh. Sebab uang itu bisa membawa celaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Menurut beberapa KKM, uang itu disetor ke bagian Mapenda Depag?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin (tadi), saya juga sudah mengambil tujuh staf saya. Mereka semua adalah staf di bagian mapenda. Tak ada satu pun dari mereka yang mengaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Anda hanya percaya dengan sumpah yang mereka ucapkan?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sah-sah saja mereka mengaku seperti itu. Yang pasti, saya akan membentuk tim investigasi. Tim ini merupakan orang-orang kepercayaan saya. Selain itu, saya juga akan membentuk tim di masing-masing kecamatan yang dilakukan oleh pengawas agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bagaimana dengan langkah PC NU yang akan melaporkan kasus ini ke KPK?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau mereka mau melapor ke KPK itu hak mereka. Saya tak menantang. Saya ini ayam, masak mau menantang harimau. Pada dasarnya, kalau semua orang dicari kesalahannya, pasti akan ketahuan apa salahnya. Karena semua manusia pasti punya salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kalau kepolisian atau kejaksaan bertindak?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pasti jika ada pelaku penyunatan adalah orang yang mempunyai NIP (nomor induk pegawai) akan ditindak. Kalau tak mempunyai NIP, saya tak bisa menindak. Kalau kejaksaan dan kepolisian akan ikut mengusut, itu sudah di luar wewenang Depag. &lt;b&gt;(fir/ziz)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;i&gt;Salam Persahabatan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;ParaDIsE.group&lt;/b&gt;&lt;/center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2489666987998452175-6743028298835741209?l=bloggerarema.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/jDUxFzZCKtz-fJlySINawKwXCPo/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/jDUxFzZCKtz-fJlySINawKwXCPo/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/jDUxFzZCKtz-fJlySINawKwXCPo/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/jDUxFzZCKtz-fJlySINawKwXCPo/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://bloggerarema.blogspot.com/feeds/6743028298835741209/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://bloggerarema.blogspot.com/2009/04/infaq-jariyah-sedekahkorupsi.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2489666987998452175/posts/default/6743028298835741209?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2489666987998452175/posts/default/6743028298835741209?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://bloggerarema.blogspot.com/2009/04/infaq-jariyah-sedekahkorupsi.html" title="Infaq, Jariyah, Sedekah=Korupsi?" /><author><name>My Paradise</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00476744199249931237</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="29" height="32" src="http://3.bp.blogspot.com/_SvK4haD6U_Q/SYRKB4KFqdI/AAAAAAAAAtI/S3UGF4lp23o/S220/Icon-VisitMP.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/__iQsw3uCjQM/SdjOOYAf08I/AAAAAAAAAC0/jCtTWgdsDWU/s72-c/Uang-Caleg.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><category term="KKM" scheme="http://rss.financialcontent.com/stocksymbol" /><category term="MCW" scheme="http://rss.financialcontent.com/stocksymbol" /><category term="KPK" scheme="http://rss.financialcontent.com/stocksymbol" /><category term="LPBH" scheme="http://rss.financialcontent.com/stocksymbol" /><category term="LP" scheme="http://rss.financialcontent.com/stocksymbol" /></entry><entry gd:etag="W/&quot;DUIEQn08fCp7ImA9WxVbGUk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2489666987998452175.post-7907374149308010200</id><published>2009-04-05T23:00:00.003+07:00</published><updated>2009-04-05T23:05:03.374+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-04-05T23:05:03.374+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Dunia Pendidikan" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Education Center" /><title>Dunia Pendidikan Indonesia</title><content type="html">Memajukan Pendidikan Indonesia           &lt;div style="height: 5px;"&gt;      &lt;/div&gt;                &lt;b&gt;Sharing Produktif dengan G-20 &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;[JP Online, Sabtu, 04 April 2009]     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_SvK4haD6U_Q/SdjWbz7t-GI/AAAAAAAAAyc/SqfmYBu5t-w/s1600-h/SBY.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 107px; height: 161px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_SvK4haD6U_Q/SdjWbz7t-GI/AAAAAAAAAyc/SqfmYBu5t-w/s200/SBY.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5321238733023737954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;KETIKA&lt;/b&gt; artikel ini ditulis, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sedang di London, Inggris. Beliau baru saja mengadakan pertemuan bilateral dengan PM Inggris, Gordon Brown. Presiden SBY di Inggris ini untuk menghadiri Pertemuan G-20 pada 1-2 April.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan G-20 yang beranggota 20 negara pemimpin dunia memang dianggap penting dan strategis untuk memecahkan kompleksitas ekonomi dunia; apalagi di tengah-tengah krisis ekonomi yang dialami banyak negara seperti sekarang ini. Demikian penting dan strategisnya pertemuan tersebut, wajar saja kalau banyak pemimpin dan kepala negara, termasuk Perdana Menteri Jepang Taro Aso dan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama, dijadwalkan menghadirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai catatan, anggota kelompok G-20 atau The Group of Twenty (G-20) Finance Ministers and Central Bank Governors tersebut masing-masing Afrika Selatan, Argentina, AS, Australia, Brazilia, Britania Raya, Canada, Cina, India, Indonesia, Italia, Jepang, Jerman, Korea Selatan, Meksiko, Perancis, Rusia, Arab Saudi, Turki, dan Uni Eopa. Tujuan dibentuknya G-20 ialah memecahkan kompleksitas ekonomi dunia serta memperkecil kesenjangan ekonomi antara negara maju dengan negara berkembang dan negara terbelakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kesenjangan Pendidikan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita mencermati sejarah, dibentuknya kelompok ekonomi G-20 adalah terjadinya kesenjangan ekonomi di antara banyak negara di dunia ini. Kelompok negara-negara maju seperti AS dan Jepang umumnya memiliki kinerja ekonomi yang kuat dan berakibat pada kesejahteraan rakyatnya; sementara kinerja ekonomi di negara-negara berkembang seperti Indonesia dan India masih "kembang kempis" tak menentu; apalagi di negara-negara tertinggal seperti Myanmar dan Ethiopia. Kesejahteraan rakyat negara berkembang dan tertinggal umumnya masih "kembang kempis" pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesenjangan tersebut juga terjadi di dunia pendidikan. Dengan dukungan teknologi informasi (information technology) yang serbacanggih, perkembangan pendidikan di negara maju melesat pesat bak anak panah lepas dari busurnya. Sebaliknya, tanpa dukungan teknologi informasi yang memadai, perkembangan pendidikan di negara berkembang dan negara terbelakang tertatih-tatih bak kuli gendong yang keberatan beban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilustrasi konkretnya mari kita lihat publikasi mutakhir CYNDOC edisi 27 Januari 2009. Dalam publikasi ini sepuluh perguruan tinggi yang paling baik (the best ten) semuanya berkiprah di AS; yaitu Massachusetts Institute of Technology (ke-1), Stanford University (ke-2), Harvard University (ke-3), University of California Berkeley (ke-4), Cornell University (ke-5), University of Michigan (ke-6), California Institute of Tecnology (ke-7), University of Minnesota (ke-8), University of Illinois Urbana Champaign (ke-9), dan University of Texas Austin (ke-10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang kita lihat publikasi mutakhir Times. Dalam publikasi edisi 27 Oktober 2008 ditetapkan sepuluh perguruan tinggi terbaik sbb: Harvard University, AS (ke-1), Yale University, AS (ke-2), University of Cambridge, Inggris (ke-3), University of Oxford, Inggris (ke-4), California Institute of Technology, AS (ke-5), Imperial College London, Inggris (ke-6), Uni-versity College London, Inggris (ke-7), University of Chicago, AS (ke-8), MIT, AS (ke-9), dan Columbia University, AS (ke-10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita melihat publikasi versi lain seperti ARWU, SJTU, dsb, akan dihasilkan kesimpulan yang sama; yaitu perguruan tinggi terbaik selalu diisi oleh negara maju. Untuk tingkat pendidikan menengah dan pendidikan dasar pun hasilnya sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa hal itu bisa terjadi? Karena pendidikan di negara maju memang didukung dengan fasilitas teknologi informasi yang memadai, SDM yang lebih profesional, dana lebih longgar, dan segala sesuatu yang lebih memadai dibanding negara berkembang dan terbelakang. Dengan kriteria seperti itu, dalam setengah abad ke depan pun hampir tidak mungkin perguruan tinggi dan sekolah di negara berkembang bisa berada pada puncak tangga, apalagi di negara terbelakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu semua sebenarnya merupakan bukti konkret telah terjadinya kesenjangan di dunia pendidikan. Ironisnya, kesenjangan tersebut makin lama justru semakin parah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Membentuk Kelompok&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau untuk memecahkan kompleksitas ekonomi telah terbentuk kelompok ekonomi G-20, untuk memecahkan kompleksitas pendidikan dapat dibentuk kelompok pendidikan G-20 pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kelompok pendidikan, setiap anggota bisa melakukan sharing secara produktif. Negara-negara maju seperti AS bisa menularkan penguasaan teknologi informasinya ke negara berkembang dan terbelakang; sebaliknya negara berkembang seperti Indonesia bisa menularkan semangat juangnya ke negara maju dan terbelakang. Di sisi lain negara terbelakang seperti Ethiopia dapat menularkan filosofi pendidikannya ke negara maju dan berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam keadaan seperti sekarang, sangat mungkin akan sulit mencari negara yang mau berinisiatif membentuk kelompok pendidikan tersebut. Negara maju mungkin merasa kelompok pendidikan bukanlah sebuah prioritas karena mereka sudah mampu menjalankan pendidikannya sendiri tanpa bantuan negara lain; sebaliknya negara terbelakang juga enggan melakukan karena kalaupun mau berinisiatif tentu tidak mampu menindaklanjuti dan menarik negara maju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam keadaan seperti ini justru Indonesia memiliki peluang sangat besar untuk berinisiasi. Apa pun kata orang, senyatanya Indonesia sekarang dihormati dan mulai diperhitungkan perannya oleh negara maju; dan di sisi lain di samping dimesrai oleh negara berkembang, juga dihormati dan diunggulkan oleh negara terbelakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya Indonesia mau menyatakan secara formal untuk berinisiatif membentuk kelompok pendidikan seperti G-20, dan didukung negara lain setelah melakukan pendekatan yang produktif, pendidikan Indonesia akan semakin diperhitungkan oleh masyarakat dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;*. Prof Dr Ki Supriyoko, pamong Tamansiswa, Wakil Presiden Pan-Pacific Association of Private Education (PAPE) di Jepang, dan mantan Sekretaris Komisi Nasional (Komnas) Pendidikan Indonesia&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;i&gt;Salam Persahabatan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;ParaDIsE.group&lt;/b&gt;&lt;/center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2489666987998452175-7907374149308010200?l=bloggerarema.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/HHwnaj86o43XQ1Yi0IOX_to36-Q/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/HHwnaj86o43XQ1Yi0IOX_to36-Q/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/HHwnaj86o43XQ1Yi0IOX_to36-Q/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/HHwnaj86o43XQ1Yi0IOX_to36-Q/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://bloggerarema.blogspot.com/feeds/7907374149308010200/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://bloggerarema.blogspot.com/2009/04/dunia-pendidikan-indonesia.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2489666987998452175/posts/default/7907374149308010200?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2489666987998452175/posts/default/7907374149308010200?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://bloggerarema.blogspot.com/2009/04/dunia-pendidikan-indonesia.html" title="Dunia Pendidikan Indonesia" /><author><name>My Paradise</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00476744199249931237</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="29" height="32" src="http://3.bp.blogspot.com/_SvK4haD6U_Q/SYRKB4KFqdI/AAAAAAAAAtI/S3UGF4lp23o/S220/Icon-VisitMP.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_SvK4haD6U_Q/SdjWbz7t-GI/AAAAAAAAAyc/SqfmYBu5t-w/s72-c/SBY.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><category term="AS" scheme="http://rss.financialcontent.com/stocksymbol" /><category term="SBY" scheme="http://rss.financialcontent.com/stocksymbol" /><category term="PAPE" scheme="http://rss.financialcontent.com/stocksymbol" /></entry><entry gd:etag="W/&quot;D0ACQnc9fSp7ImA9WxVbE04.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2489666987998452175.post-6273464374123078430</id><published>2009-03-29T21:05:00.003+07:00</published><updated>2009-03-29T21:09:23.965+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-03-29T21:09:23.965+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Resensi Buku" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Jengis Khan" /><title>Jengis Khan Sang Penakluk</title><content type="html">&lt;b&gt;Jejak Berdarah sang Penakluk&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;[JP Online, Minggu, 29 Maret 2009]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_SvK4haD6U_Q/Sc-Aves2CjI/AAAAAAAAAyM/Plm3aeXY2sw/s1600-h/Jengis+Khan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 99px; height: 156px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_SvK4haD6U_Q/Sc-Aves2CjI/AAAAAAAAAyM/Plm3aeXY2sw/s200/Jengis+Khan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5318611238131206706" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Syahdan, awal 2003, mencuat segugus informasi pada jurnal bulanan, American Journal of Human Genetics. Sebuah tulisan bertajuk The Genetic Legacy of The Mongols, melaporkan penemuan penting adanya kesamaan pola gen pada populasi yang tersebar antara lautan Kaspia hingga Samudra Pasifik. Laporan itu adalah hasil riset dan kajian mendalam sekelompok ilmuwan genetika terhadap sampel pola DNA kromosom Y yang dimiliki sejumlah 2000-an pria di kawasan Eurasia. Singkatnya, mereka membuat kesimpulan cukup mengejutkan; ternyata dari 16 juta pria yang telah mereka teliti, merupakan bagian dari satu keluarga yang sangat besar.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pada saat-saat pertama kali menyimpulkan riset itu, Tatiana Zerjal, salah seorang peneliti, sempat bergumam: ''Jenghis Khan!'' Meskipun pada awalnya dugaan tersebut mirip sebuah lelucon, dalam perjalanan waktu semakin banyak bukti (dari data-data yang telah ada), bahwa keterangan itu merupakan penjelasan terbaik. Mereka berkesimpulan bahwa Jenghis Khan dan bala tentaranyalah yang telah menyebarkan ciri genetika itu, dari Tiongkok Utara, sebagian Eropa sampai Asia Tengah pada 1209 hingga kematiannya sekitar 1227, saat mereka menginvasi daerah-daerah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenghis Khan adalah tokoh sentral bangsa Mongol di abad 13. Sosok yang semasa kecil dikenal sebagai Temujin itu adalah keturunan raja. Ayahnya, Yasugei, adalah seorang khan (raja) yang mengepalai 13 kelompok suku Borjigin, salah satu suku utama Mongol yang terkenal gagah perkasa. Saat ayahnya terbunuh dalam suatu kudeta perebutan kekuasaan suku Borjigin, Temujin baru menginjak usia 13 tahun. Karena itu, ia tidak pernah dianggap sebagai penggantinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Temujin menginjak usia remaja, ia menjadi pemuda yang tangkas dan berani. Bakat kepemimpinan yang mengalir di tubuhnya, semakin kelihatan saat ia berumur 20 tahun. Suatu kali, secara diam-diam Temujin mengumpulkan kembali seluruh pengikut ayahnya dan melatih mereka dengan disiplin keras. Singkat cerita, ia balik menyerang bekas lawan politik ayahnya dan merebut kembali tahta khan suku Borjigin. Tak berselang lama, ia berhasil pula menyatukan suku-suku Mongol yang hidup terpencar antara Sungai Dzungaria dan Irtish. Bahkan pada 1202, Huraltai --majelis besar suku-suku Mongol-- menahbiskannya sebagai khan bagi seantero orang Mongol, dengan gelar fenomenal: Jenghis Khan atau Sayyid al-Mutlaq dalam bahasa Arab, yang berarti raja diraja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai sejarah penghancuran yang pernah dilakukan Jenghis, tak banyak orang tahu. Mungkin sejauh ini, porsi yang paling sering kita dengar adalah penyerangan mereka atas Kota Baghdad, Irak. Karena itu, buku ini hadir mengkhususkan diri ihwal bangsa Mongol dengan informasi yang memikat. Dari buku ini kita akan mengetahui berbagai ulasan menarik terkait bangsa Mongol dan seluk-beluk kehidupan mereka. Lebih-lebih, perbuatan holocaust mereka atas beberapa wilayah yang merentang dari Tiongkok Utara, Tiongkok Barat, Kazahkstan Selatan, Tajikistan, Transoxania, dan Samarkand yang dulu merupakan wilayah dinasti Islam Khwarezm, hingga wilayah Timur Tengah dan sebagian Eropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Belum pernah ada sebelumnya sebuah budaya yang memiliki dan menggunakan kekuatan untuk membinasakan seperti bangsa Mongol. Dan belum pernah juga sebuah budaya menderita sebagaimana yang tak lama lagi akan diderita dunia muslim,'' kata John Man, seorang travel writer ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Invasi dan sasaran Jenghis pertama adalah daerah-daerah tetangga. Tentunya, daratan Tiongkok yang membentang luas itulah yang paling dekat. Padahal, menurut John, yang juga penulis Gobi: Tracking the Desert (2001), Tiongkok di abad 13 adalah wilayah yang terbagi atas tiga daerah dinasti besar yang kuat dan sedang bersaing ketat. Yakni Jin, Sung, dan Xi Xia. Dari ketiga daerah itu, Xi Xia adalah titik terlemah yang diincar Jenghis. Negeri inilah kelak dalam catatan sejarah, daerah pertama yang digempur pasukan Mongol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Penaklukan Baghdad&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 1258, tentara Mongol yang berkekuatan sekitar 200.000 orang tiba di salah satu pintu Baghdad. Setelah diblokade puluhan hari, dinding-dinding Kota Baghdad yang kuat itu diserang pasukan Hulagu (salah seorang cucu Jenghis Khan). Tak ayal, kebiadaan segera meledak. Pembantaian, penjarahan, pemerkosaan, dan pembakaran berlangsung di mana-mana. Bala tentara Mongol menjarah dan menghancurkan masjid, istana, rumah sakit, bangunan kota, kanal-kanal, tanggul sistem irigasi, juga bangunan bersejarah. Tak ketinggalan, perpustakaan di Kota Baghdad pun ikut dihancurkan. Yang mengenaskan, ribuan koleksi buku dibuang ke Sungai Tigris hingga warna air sungai itu berubah hitam sewarna tinta. Para penakluk biadab itu membunuh sekitar 800.000 penduduk, termasuk Khalifah Abbasiyah, Al-Musta'sim, keluarga besar beserta seluruh pembesar kerajaan. Dalam sejarah, serangan ini mengakhiri era kekhalifahan Islam yang gilang-gemilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penaklukan kota megapolitan Islam itu barangkali dapat mewakili keingintahuan kita akan peristiwa laknat sepanjang sejarah umat manusia tersebut. Kota Seribu Satu Malam yang menurut deskripsi John, dirancang berbentuk lingkaran sempurna dengan dinding pertahanan rangkap tiga yang dijaga 360 menara, berukuran sama dengan Paris di akhir abad kesembilan belas, dengan kekayaan yang tidak kalah itu, luluh lantah. Padahal Baghdad kala itu menjadi magnet kaum pedagang, cendekiawan, serta ratusan seniman yang datang dari berbagai penjuru, seperti Spanyol dan India Utara (hlm. 242).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar 1227, Jenghis Khan menemui ajalnya. Sebuah kematian yang rahasia, tak banyak orang tahu detailnya. Sampai sekarang kejadian yang hampir berumur 800 tahun itu masih menjadi mitos yang dikerubungi teka-teki. Diriwiyatkan, sebelum meninggal ia jatuh sakit gejala tifus. Sejarawan umumnya sepakat bahwa penyakit tersebut telah menjangkiti daerah kurang lebih 100 kilometer selatan pegunungan Liupan, daerah Qing Shui, Provinsi Gansu saat ini (hlm. 342-346). Dan, hingga hari ini, Jenghis Khan seperti menjadi sosok abadi yang terus hidup dalam gen seluruh keturunannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca sejarah Mongol ibarat menyaksikan sejarah kelam diaroma pembantaian manusia. Sebuah riwayat kelam praktik genosida yang pernah terjadi di negeri ini, sebelum era tanam paksa. Yakni saat pembangunan jalan mega raksasa Anyer-Panarukan di masa Daendels. Nyawa rakyat kecil yang terpaksa ditumbalkan untuk pembangunan jalan sepanjang 1.000 kilometer itu, menurut sumber Inggris, mencapai 12.000 jiwa. Sebuah praktik genosida yang tentu saja dapat kita sejajarkan dengan kekejaman bala tentara Jengis saat itu. (*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) Misbahus Surur, pembaca sejarah, kuliah S-2 di UIN Malang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---&lt;br /&gt;Judul Buku: Jenghis Khan; Legenda Sang Penakluk dari Mongolia&lt;br /&gt;Penulis: John Man&lt;br /&gt;Penerjemah: Kunti Saptoworini&lt;br /&gt;Penerbit: Pustaka Alvabet, Tangerang&lt;br /&gt;Cetakan: I, November 2008&lt;br /&gt;Tebal: 576 halaman&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;i&gt;Salam Persahabatan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;ParaDIsE.group&lt;/b&gt;&lt;/center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2489666987998452175-6273464374123078430?l=bloggerarema.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/5CAwyc1hp0-wPwC7uV_km0kq7mI/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/5CAwyc1hp0-wPwC7uV_km0kq7mI/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/5CAwyc1hp0-wPwC7uV_km0kq7mI/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/5CAwyc1hp0-wPwC7uV_km0kq7mI/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://bloggerarema.blogspot.com/feeds/6273464374123078430/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://bloggerarema.blogspot.com/2009/03/jengis-khan-sang-penakluk.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2489666987998452175/posts/default/6273464374123078430?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2489666987998452175/posts/default/6273464374123078430?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://bloggerarema.blogspot.com/2009/03/jengis-khan-sang-penakluk.html" title="Jengis Khan Sang Penakluk" /><author><name>My Paradise</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00476744199249931237</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="29" height="32" src="http://3.bp.blogspot.com/_SvK4haD6U_Q/SYRKB4KFqdI/AAAAAAAAAtI/S3UGF4lp23o/S220/Icon-VisitMP.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_SvK4haD6U_Q/Sc-Aves2CjI/AAAAAAAAAyM/Plm3aeXY2sw/s72-c/Jengis+Khan.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;D04DRXo8cSp7ImA9WxVbE04.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2489666987998452175.post-7366188286997835509</id><published>2009-03-24T22:54:00.002+07:00</published><updated>2009-03-29T21:12:54.479+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-03-29T21:12:54.479+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tafsir Cinta" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ayat-ayat Cinta" /><title>Setelah Heboh Ayat-ayat Cinta</title><content type="html">[JP Online, Minggu, 15 Maret 2009]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Setelah Heboh Ayat-ayat Cinta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_SvK4haD6U_Q/Sc-BqwdOv8I/AAAAAAAAAyU/PqtiNYOYg5Q/s1600-h/Tafsir+Cinta.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 98px; height: 156px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_SvK4haD6U_Q/Sc-BqwdOv8I/AAAAAAAAAyU/PqtiNYOYg5Q/s200/Tafsir+Cinta.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5318612256509837250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Heboh Ayat-ayat Cinta kini sudah surut. Bersamaan dengan itu muncul pertanyaan tentang hubungan antara sastra dan agama pada masa mendatang. Apakah keharmonisan hubungan antara hasil sastra dengan masyarakat pemeluk agama masih akan dapat kita jumpai lagi atau hanya sekali itu saja?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari perdebatan tentang kadar literernya, Ayat-ayat Cinta memang fenomenal. Buku itu mampu meredakan ketegangan yang selama ini melingkupi hubungan antara hasil sastra dengan masyarakat pemeluk agama. Kunci penerimaan itu adalah pada kemampuannya untuk mengetahui batas-batas horison harapan pembaca dan kontrol diri yang kuat sehingga ia tidak melampaui batas-batas itu. Konformitas itu juga menyentuh aras negara: ketika difilmkan, Ayat-ayat Cinta mengundang simpati eksplisit dari presiden, yang dapat dikatakan sebagai simbol terkuat negara dalam susunan politik saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konformitas seperti ini sebenarnya pernah juga terjadi pada awal 1960-an. Pada saat itu muncul buku-buku puisi Fridolin Ukur, Suparta Wiraatmadja, Mohammad Saribi, karya-karya teater Mohammad Diponegoro serta novel-novel Djamil Suherman. Karya-karya itu menitikberatkan hidup beragama sebagai pemecah persoalan. Fridolin Ukur memilih Immanuel, Mohammad Saribi meng-Quran-kan puisi-puisinya atau menokohkan Nabi Muhammad SAW, dan Mohammad Diponegoro menokohkan Ibrahim sebagai lambang iman yang menang dalam menghadapi iblis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehadiran karya-karya itu begitu menarik perhatian sehingga Goenawan Mohammad mengklaim telah hadir suatu genre baru dalam tubuh kesusastraan kita pada waktu itu, yakni genre ''sastra keagamaan'' (Goenawan Mohamad, 1982: 137). Dan, buku-buku itu diterima dengan lapang dada oleh khalayak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, dalam sejarah kesusastraan Indonesia, dapat kita jumpai pula penerimaan yang lebih sering ditandai oleh kehebohan yang bernada negatif. Tercatat ada tiga buah karya sastra yang menimbulkan ''heboh sastra'', yaitu cerpen Robohnya Surau Kami karya A.A. Navis (1956), cerpen Langit Makin Mendung karya Ki Panjikusmin (1968), dan novel Tuhan Ijinkan Aku Menjadi Pelacur karya Muhidin M. Dahlan (2003).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Robohnya Surau Kami menceritakan tentang seorang penjaga surau yang kuat beribadah, tapi akhirnya mati bunuh diri karena sindiran seorang pembual bahwa hidup demikian tidak diridoi Allah jika tidak disertai amal kemasyarakatan. Sekilas, cerpen ini memberatkan amal duniawi dari amal akhirat. Dengan meninggalnya Kakek Garin, si penjaga surau, robohlah pula surau yang dijaganya, seolah-olah surau dan orang tua itu tak ada fungsinya bagi masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Langit Makin Mendung bercerita tentang Nabi Muhammad yang memohon izin kepada Tuhan untuk menjenguk umatnya. Disertai malaikat Jibril, dengan menumpang Bouraq, Nabi mengunjungi Bumi. Namun Bouroq bertabrakan dengan satelit Sputnik sehingga Nabi serta Malaikat Jibril terlempar dan mendarat di atas Jakarta. Di situ Nabi menyaksikan betapa umatnya telah menjadi umat yang bobrok. Cerpen ini adalah sindiran terhadap laku keagamaan masyarakat luas yang ''menyimpang'' pada waktu yang belum jauh berselang dari terjadinya Tragedi 1965.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Tuhan Ijinkan Aku Menjadi Pelacur berkisah tentang seorang mahasiswi aktivis yang memutuskan untuk menjadi pelacur setelah mengalami kekecewaan besar. Ia dimanfaatkan secara seksual oleh orang-orang dari kelas intelektual yang semula dianggapnya sangat mulia lantaran memperjuangkan ideal-ideal siyasah yang agamis. Novel ini dihujat lantaran dianggap menodai citra sebuah universitas swasta ternama dan menebar persepsi yang salah terhadap aktivis keagamaan di kampus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kasus Langit Makin Mendung, tanggapan negatif bahkan memuncak dengan nihilasi secara hukum terhadap orang yang dianggap bertangung jawab. Cerpen ini, yang semula dimuat dalam majalah Sastra, tahun VI No. 48, Agustus 1968, dituduh sebagai penodaan terhadap agama karena mempersonifikasikan Tuhan, Nabi Muhammad, dan Malaikat Jibril. Ketika H.B. Jassin selaku penanggung jawab majalah itu tak bersedia mengungkap identitas asli pengarang cerpen tersebut, ia dituntut Pengadilan Tinggi Medan dan divonis in absentia berupa kurungan selama satu tahun dan masa percobaan dua tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggapan miring juga pernah dilekatkan pada kegiatan kesusastraan yang terkait dengan ikon-ikon keagamaan. Pertama, ketika Buya Hamka disayangkan karena menulis buku-buku yang banyak digolongkan sebagai karya pop. Para penanggap antara lain menyatakan, sebagai seorang ulama besar, semestinya Hamka memberikan pengajaran kepada khalayak dan bukannya meninabobokan mereka dengan cerita-cerita yang hanya memberi penghiburan belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, ketika Jassin melakukan upaya puitisasi kitab suci Alquran. Para penanggap sebagian besar menilai bahwa Jassin menodai kesucian Alquran karena berpretensi hendak memperindah kalam Ilahi, padahal kitab itu sendiri pada hakikatnya sudah indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerimaan dan penolakan terhadap buku-buku sastra dan kegiatan kesusastraan itu menjadi cermin keadaan masyarakat yang menjadi ''konsumen'' karya sastra. Memang Ignas Kleden telah menunjukkan bahwa kesusastraan tidak harus menjadi cermin keadaan masyarakat --namun juga bukan berarti ''harus tidak''. Sastra adalah karya individual yang didasarkan pada kebebasan mencipta dan dikembangkan lewat imajinasi. Karena itu, pertama-tama dia merupakan cermin diri sang pengarang (Kleden, 1981: 51). Namun demikian, kita juga harus mengingat kapasitas sastrawan sebagai orang yang mempunyai kepekaan khusus yang dapat menembus, katakanlah, zamannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika para sastrawan mengemukakan tema-tema yang selalu berulang, maka tema-tema itulah yang paling hidup dalam pemikiran dan perjuangan batin mereka. Dalam hal ini kita harus mengakui bahwa ada kalanya suatu masalah yang sebenarnya merupakan masalah umum begitu hidup dalam diri sastrawan sehingga menjadi masalah pribadinya. Pada titik ini, masalah yang tercermin dalam karya sang pengarang adalah juga masalah umum. Jika pada masa lalu para sastrawan melahirkan karya-karya bertemakan realitas keagamaan yang mereka anggap ''menyimpang'', tentulah masalah itu memang ada dan telah menjadi masalah pribadi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, pertanyaan di awal tulisan ini bisa dijawab demikian: jika pada masa mendatang tidak ada lagi laku keagamaan dalam masyarakat yang dianggap ''menyimpang'' dan lantas dipikirkan oleh para sastrawan sebagai masalah pribadi, maka kita dapat memastikan bahwa hubungan tegang antara hasil sastra dan masyarakat luas tidak akan mungkin ada. Sebaliknya, jika ''penyimpangan'' itu tetap ada dan masih ada sastrawan yang memikirkannya, maka kita tentu akan menjumpai lagi ''heboh'' sastra yang disebabkan oleh karya-karya bertema keagamaan. (*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) An. Ismanto, editor dan pemerhati sastra, tinggal di Jogja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;i&gt;Salam Persahabatan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;ParaDIsE.group&lt;/b&gt;&lt;/center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2489666987998452175-7366188286997835509?l=bloggerarema.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/AU-CGrGR50o8cngI6PCQ5RJLOps/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/AU-CGrGR50o8cngI6PCQ5RJLOps/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/AU-CGrGR50o8cngI6PCQ5RJLOps/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/AU-CGrGR50o8cngI6PCQ5RJLOps/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://bloggerarema.blogspot.com/feeds/7366188286997835509/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://bloggerarema.blogspot.com/2009/03/setelah-heboh-ayat-ayat-cinta.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2489666987998452175/posts/default/7366188286997835509?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2489666987998452175/posts/default/7366188286997835509?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://bloggerarema.blogspot.com/2009/03/setelah-heboh-ayat-ayat-cinta.html" title="Setelah Heboh Ayat-ayat Cinta" /><author><name>My Paradise</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00476744199249931237</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="29" height="32" src="http://3.bp.blogspot.com/_SvK4haD6U_Q/SYRKB4KFqdI/AAAAAAAAAtI/S3UGF4lp23o/S220/Icon-VisitMP.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_SvK4haD6U_Q/Sc-BqwdOv8I/AAAAAAAAAyU/PqtiNYOYg5Q/s72-c/Tafsir+Cinta.jpeg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUcERXoyeip7ImA9WxVaGEQ.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2489666987998452175.post-6043213374138289036</id><published>2009-03-23T22:50:00.009+07:00</published><updated>2009-04-16T21:43:24.492+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-04-16T21:43:24.492+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="SBY" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Program BLT" /><title>SBY dan Program BLT</title><content type="html">[JP Online, Senin, 23 Maret 2009]               &lt;div class="judulsedang"  style="font-size:16px;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;       SBY Jawab Kritik Mega Tentang Program BLT&lt;/span&gt;     &lt;/div&gt;      &lt;div style="height: 5px;"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_SvK4haD6U_Q/SedDcMk6RYI/AAAAAAAAAzI/JIyyqymdzG8/s1600-h/SBY.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 102px; height: 149px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_SvK4haD6U_Q/SedDcMk6RYI/AAAAAAAAAzI/JIyyqymdzG8/s200/SBY.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5325299236080338306" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;PALEMBANG&lt;/b&gt; - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selaku ketua dewan pembina Partai Demokrat tidak terima, program bantuan langsung tunai (BLT) andalannya dikritik Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Saat berkampanye di Palembang kemarin (22/3), SBY menjawab kritik presiden kelima RI itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut SBY, pemerintah yang dipimpinnya punya segudang program prorakyat. ''Tidak benar kalau program prorakyat hanya BLT,'' kata SBY ketika berkampanye Partai Demokrat di lapangan parkir Stadion Sriwijaya, Palembang, kemarin. Sehari sebelumnya, lokasi yang sama digunakan untuk kampanye Partai Golkar yang dihadiri ketua umumnya, Jusuf Kalla.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada puluhan ribu simpatisan yang memenuhi areal kampanye, SBY mengatakan, ada seorang pemimpin yang tidak setuju dengan program membantu rakyat miskin. Bahkan, pemerintah dituding hanya memiliki program BLT. ''Memang dulu tidak ada BOS (bantuan operasional sekolah), jamkesmas (jaminan kesehatan masyarakat), PNPM (program nasional pemberdayaan masyarakat), dan BLT. Pemerintahan yang sekarang inilah yang membuat program-program prorakyat tersebut,'' ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program BLT, kata SBY, dikhususkan bagi rakyat miskin yang membutuhkan. ''Tidak ada yang salah negara membantu rakyatnya. Undang-undang juga memerintahkan. Agama juga tidak melarang. Program prorakyat ini harus dilanjutkan,'' kata SBY disambut yel-yel &lt;i&gt;lanjutkan... lanjutkan... &lt;/i&gt;dari puluhan ribu simpatisan Demokrat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, saat berkampanye di Jember pada Jumat (20/3) lalu, Megawati mengkritik keras program BLT yang dilakukan pemerintah. Program tersebut dinilai merendahkan masyarakat kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Mega, program BLT hanya untuk kepentingan sesaat, bukan untuk jangka panjang. "Kasihan ibu-ibu, &lt;i&gt;penyet-penyet&lt;/i&gt; hanya untuk Rp 200 ribu. Mana harga dirimu? Apa arti Rp 200 ribu jika harus &lt;i&gt;penyet-penyet,"&lt;/i&gt; sindirnya (JP, 21/3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, PDIP protes keras atas kebijakan yang menghambur-hamburkan dana besar itu. "Lebih baik untuk jembatan, jalan," tegasnya. Karena itu, dia minta masyarakat tidak mudah dibodohi dengan program BLT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kampanye SBY di Palembang kemarin terasa meriah. SBY yang didampingi Ani Yudhoyono dan putra bungsunya, Edie Baskoro Yudhoyono, tampak bersemangat dan antusias.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SBY kembali menyanyikan dua lagu andalannya. Bersama Changcutters menyanyikan lagu &lt;i&gt;Demokrat Berjuang untuk Rakyat&lt;/i&gt; dan bersama Andra and the Backbone menyanyikan lagu berjudul &lt;i&gt;Sempurna&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum di Palembang, paginya SBY berkampanye di basis Partai Golkar dan Jusuf Kalla di Makassar. SBY dan Partai Demokrat menggelar kampanye di Stadion Andi Mattalata Matoanging. Meski di kampung saingannya, Jusuf Kalla, massa Partai Demokrat ternyata tidak kalah dengan massa Partai Golkar yang menggelar kampanye sehari sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, setelah bertemu Sri Sultan Hamengku Buwono X, Megawati kemarin melanjutkan safari politik ke Kabupaten Magelang. Mantan presiden RI itu berkunjung ke Ponpes Darussalam Watucongol, Muntilan, untuk bertemu KH Ahmad Abdulhaq atau biasa disapa Mbah Mad. Acara itu disambung silaturahmi dengan sejumlah alim ulama di Magelang. Pada kesempatan itu, di aula ponpes Mega memberikan sambutan tanpa teks di hadapan para ulama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan di Jember, Mega tidak lagi memperpanjang kritiknya seputar program BLT. Kali ini dia menganjurkan masyarakat agar tidak golput pada Pemilu 2009. Mega juga mengingatkan, apabila ada kesulitan dan kekurangan menghadapi pemilu, hendaknya segera diatasi. Termasuk, berbagai kekurangan pada Pemilu 2004. ''Masyarakat harus memperbaiki," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mega lagi-lagi menyoroti berbagai kelemahan pilgub Jatim. Dia mengatakan, keinginan masyarakat menyukseskan demokrasi ternodai oleh beberapa kasus kecurangan. "Kecurangan tersebut merupakan upaya pembodohan masyarakat. Ini jangan sampai terjadi lagi," paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Mega, apa pun bentuk kebohongan harus terjadi hanya satu kali. Jangan sampai terjadi kebohongan berkali-kali. "Karena itu, dalam pemilu kali ini berikan suara dengan sejujur-jujurnya. Berikan kesempatan seluas-luasnya untuk memilih. Karena itu, kalau mau milih saya, silakan. Kalau tidak, ya sudah pernah kejadian. Dan, hasilnya bisa dilihat sendiri," urainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istri Taufiq Kiemas itu tidak berlama-lama tinggal di Ponpes Darussalam Watucongol. Dia buru-buru menyudahi orasi politik karena harus segera balik lagi ke Jakarta untuk melayat Wasekjen PDIP yang juga anggota DPR Komisi I, Sutradara Ginting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, Menteri Sosial (Mensos) Bachtiar Chamsyah menyatakan, pencairan BLT tahun ini sudah diantisipasi agar tidak dipersepsikan sebagai politik uang. Karena itu, alokasi BLT dikurangi dari awalnya delapan bulan menjadi hanya dua bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski jumlah bantuan yang diberikan kepada masyarakat tetap sama, pemerintah tahun ini juga sudah mengurangi penerima BLT sesuai jumlah penduduk miskin terbaru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Bachtiar, pencairan dana BLT juga tidak ditujukan untuk politik uang. Pasalnya, BLT diberikan kepada seluruh masyarakat miskin yang memenuhi 14 kriteria umum yang ditetapkan pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penentuan penerima BLT juga bukan dilakukan partai politik, melainkan oleh aparat pemerintah di daerah. "Pembagian BLT juga tidak dilakukan partai politik, namun dikirimkan melalui kantor pos. Karena itu, tidak ada unsur politik uang meski dilakukan pada saat kampanye," tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tak Tahu Ada BLT Lagi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sejumlah daerah dilaporkan, sosialisasi program BLT yang bertepatan dengan masa kampanye ikut tersendat. Sejumlah warga tidak tahu bahwa tahun ini mendapat BLT lagi. Beberapa petugas juga terkesan setengah hati untuk menyosialisasikan program yang diklaim anti-kemiskinan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anto, warga Jalan S.M. Raja, Medan, mengatakan tidak tahu program BLT bergulir lagi. Dia mengakui, aparat desa tidak menginformasikan adanya dana BLT pada tahun ini. ''Saya hanya dengar dari mulut ke mulut bahwa BLT ada. Tapi, baru saya dengar semalam,'' kata Anto seperti dilaporkan &lt;i&gt;Sumut Pos&lt;/i&gt; (&lt;i&gt;Jawa Pos Group&lt;/i&gt;) kemarin (22/3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, koordinasi antara lurah dan kepala lingkungan (kepling) kepada warga masih sangat kurang. ''Saya tidak tahu disengaja atau tidak. Tapi selama ada BLT itu, saya melihat pihak-pihak yang bekerja di dalamnya tidak serius menangani hal ini. Ini &lt;i&gt;kan&lt;/i&gt; masalah kelanjutan hidup, seperti kami orang miskin ini?'' keluhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Radar Banjarmasin&lt;/i&gt; (&lt;i&gt;Jawa Pos Group&lt;/i&gt;) melaporkan, penyaluran BLT di Banjarmasin dimanfaatkan sejumlah calon legislatif (caleg). Ada anggota tim sukses caleg DPR yang membagikan kartu nama saat sejumlah warga antre menerima BLT di kantor pos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Muaratebo, sosialisasi BLT berlangsung lancar. Dana BLT dicairkan Rp 200 ribu per rumah tangga sasaran (RTS). ''Sesuai Inpres Nomor 1 Tahun 2009, pencairannya memang berbeda dengan tahun sebelumnya," ujar Kabag Ekonomi Kabupaten Tebo Sarjono seperti dilaporkan &lt;i&gt;Jambi Independen&lt;/i&gt; (&lt;i&gt;Jawa Pos Group&lt;/i&gt;) kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski demikian, Sarjono tidak tahu kapan pencairan BLT untuk 16.208 warga Tebo. Petugas Pemprov Jambi belum menyusun teknis penyalurannya. ''Yang kami tahu, pencairan dibatasi hingga 20 April nanti," tukas Sarjono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan di Tebo, sebagian warga miskin di Kota Pekanbaru mulai menikmati dana BLT. Mereka menerima pencairan melalui Kantor Pos Pekanbaru. Dari pengamatan &lt;i&gt;Riau Pos&lt;/i&gt; (&lt;i&gt;Jawa Pos Group&lt;/i&gt;), pencairan dana BLT dikhawatirkan tidak tepat sasaran. Sebab, pada hari kelima pencairan, banyak orang yang mampu secara ekonomi ikut antre. Sebagian warga datang dengan mengendarai sepeda motor sambil menenteng ponsel. ''Saya saja bingung. Soalnya, kebanyakan yang datang orang berkecukupan,'' kata petugas parkir di kantor pos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koordinator penyaluran BLT di Pekanbaru Adrian Danil mengatakan, data penerima BLT tahun ini mengacu pada penerima BLT 2008. Meski demikian, dia mengakui kurang sosialisasi karena teknis penyalurannya mengacu Inpres No 1 Tahun 2009 yang keluar mendadak. ''Seharusnya ada perubahan dan didata ulang. Kami hanya membagikan dan data penerima BLT sudah baku berdasar laporan RT dan RW,'' ujar Adrian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Palu seperti dilaporkan &lt;i&gt;Radar Sulteng&lt;/i&gt; (&lt;i&gt;Jawa Pos Group&lt;/i&gt;), sekitar 13.592 warga miskin Kota Palu juga mulai antre menerima pencairan BLT. Mereka tidak menyangka BLT tahun ini cair kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ogan Komering Ulu (OKU), &lt;i&gt;OKU Ekspres&lt;/i&gt; (&lt;i&gt;Jawa Pos Group&lt;/i&gt;) melaporkan, realisasi penyaluran BLT belum jelas. Kepala Kantor Pos Baturaja Rody Herawan, yang membawahi wilayah OKU, mengatakan belum mengetahui secara pasti kapan dana BLT disalurkan kepada RTS. ''Kami akan beraudiensi dengan bupati tiga kabupaten terlebih dahulu. Setelah itu, baru realisasi pencairan BLT bisa dilaksanakan," ujar Rodi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini belum satu pun kabupaten dan kota di Sumsel yang telah menyalurkan BLT, selain Kota Palembang. Tak hanya itu, Rodi juga mengakui jumlah RTS yang akan menerima BLT 2009 belum diketahui. Meski demikian, dia memastikan jumlah penerima BLT menurun dibandingkan tahun sebelumnya. ''Data penerima BLT tahun ini belum diterima, tapi hasil koordinasi mendapati jumlah RTS berkurang,'' tuturnya. Dia menambahkan, pada tahap awal pencairan, setiap RTS menerima Rp 200 ribu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara dari Sumbawa, Kepala Kantor Pos Sumbawa Muhammad Muchlis mengungkapkan, total dana BLT di wilayahnya mencapai Rp 9,2 miliar. Namun, hingga kemarin, dana BLT itu belum dibagikan.&lt;b&gt;(tom/dem/noe/jpnn/agm)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;i&gt;Salam Persahabatan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;ParaDIsE.group&lt;/b&gt;&lt;/center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2489666987998452175-6043213374138289036?l=bloggerarema.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/o2x9frmUoIOCk4op_e5Ez32cwXo/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/o2x9frmUoIOCk4op_e5Ez32cwXo/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/o2x9frmUoIOCk4op_e5Ez32cwXo/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/o2x9frmUoIOCk4op_e5Ez32cwXo/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://bloggerarema.blogspot.com/feeds/6043213374138289036/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://bloggerarema.blogspot.com/2009/03/sby-dan-program-blt.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2489666987998452175/posts/default/6043213374138289036?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2489666987998452175/posts/default/6043213374138289036?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://bloggerarema.blogspot.com/2009/03/sby-dan-program-blt.html" title="SBY dan Program BLT" /><author><name>My Paradise</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00476744199249931237</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="29" height="32" src="http://3.bp.blogspot.com/_SvK4haD6U_Q/SYRKB4KFqdI/AAAAAAAAAtI/S3UGF4lp23o/S220/Icon-VisitMP.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_SvK4haD6U_Q/SedDcMk6RYI/AAAAAAAAAzI/JIyyqymdzG8/s72-c/SBY.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><category term="OKU" scheme="http://rss.financialcontent.com/stocksymbol" /><category term="SBY" scheme="http://rss.financialcontent.com/stocksymbol" /><category term="RTS" scheme="http://rss.financialcontent.com/stocksymbol" /><category term="BLT" scheme="http://rss.financialcontent.com/stocksymbol" /></entry><entry gd:etag="W/&quot;DkcHQ3k4cCp7ImA9WxVUGE8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2489666987998452175.post-8848950439330391686</id><published>2009-03-21T00:13:00.009+07:00</published><updated>2009-03-23T23:00:32.738+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-03-23T23:00:32.738+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="American Commander" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kekerasan Sexual" /><title>Kekerasan Seksual Serdadu Paman Sam</title><content type="html">&lt;span class="fullpost"&gt;[JP Online, Kamis, 19 Maret 2009]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Naik, Kekerasan Seksual Serdadu Paman Sam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_SvK4haD6U_Q/ScPXcwUfrTI/AAAAAAAAAxc/EcFoEyMeplA/s1600-h/Brutalian+Serdadu+AS.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 100px; height: 77px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_SvK4haD6U_Q/ScPXcwUfrTI/AAAAAAAAAxc/EcFoEyMeplA/s200/Brutalian+Serdadu+AS.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5315328874234490162" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;WASHINGTON - Prajurit Amerika Serikat, tampaknya, makin kurang ajar saja terhadap warga sipil di negara lain. Setidaknya itu terlihat dari melonjaknya angka kekerasan seksual yang dilakukan serdadu Paman Sama di Iraq dan Afganistan yang meningkat 26 persen dibandingnkan tahun yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, Pentagon menyebutkan bertambahnya angka dalam laporan itu justru berarti kebijakan yang diberikan oleh departemen untuk melindungi korban mengalami perubahan. Hal itu dikatakan oleh dr Kaye Whitley, direktur pencegahan kekerasan seksual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada 165 laporan kekerasan seksual di Iraq dan Afganistan antara Oktober 2007-tahun 2008. Sementara antara 1 Oktober 2006-hingga September 2007 menyebutkan ada 131 laporan kekerasan seksual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 2008, angka kejahatan seksual yang dilakukan personel militer AS di seluruh dunia meningkat dari 2.688 tahun sebelumnya menjadi 2.923.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menanggapi kenakalan personel militernya itu, Whitkley mengatakan ada 2.763 kasus yang sudah diinvestigasi pada 2008 dan 832 di antaranya sudah diberi sanksi. Termasuk di dalamnya pengadilan tinggi, hukuman non yudisial atau sanksi administratif lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, 1,4 juta anggota pasukan AS ditempatkan di seluruh dunia. Whitley mengakui tidak mungkin tahu pasti berapa jumlah kekerasan seksual yang sesungguhnya. (war/ami)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="judulsedang" style="font-size: 16px; font-weight: bold;"&gt;        Pentagon Tambah 400 Ribu Tentara ke Afghanistan     &lt;/div&gt;      &lt;div style="height: 5px;"&gt;      &lt;/div&gt;             &lt;b&gt;WASHINGTON&lt;/b&gt; - Semakin berkecamuknya perang Afghanistan membuat Gedung Putih tidak bisa mengalihkan perhatian atas negeri Asia Tengah tersebut. Dalam waktu dekat, Pentagon akan mengirimkan pasukan tambahan ke Afghanistan untuk menggandakan jumlah personel AS yang sudah ada di sana. Jumlah serdadu tambahan itu diperkirakan mencapai 400.000 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada &lt;i&gt;The New York Times&lt;/i&gt;, Obama mengatakan bahwa pasukan tambahan yang bakal dikirim tersebut terdiri atas personel militer dan kepolisian. "Tujuannya, menciptakan stabilitas keamanan di sana," ucapnya seperti dilansir &lt;i&gt;Reuters&lt;/i&gt; kemarin (19/3). Kendati pengiriman pasukan tambahan itu sudah bisa dipastikan, Obama belum secara resmi menerbitkan perintah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Obama bakal meneken draf yang menjadi bagian dari dokumen strategi Afghanistan-Pakistan itu pekan ini," terang seorang pejabat Pentagon yang tidak mau namanya dikutip. Dengan tambahan sekitar 400.000 personel keamanan, kekuatan AS di negeri yang tercabik konflik tersebut akan menjadi tiga kali lipat daripada 2002. Saat itu, tingkat serangan Taliban dan Al Qaidah meningkat pesat seiring dengan peringatan satu tahun invasi AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggaran program pendampingan keamanan di Afghanistan pun bakal berlipat menjadi USD 20 miliar (sekitar Rp 229,5 triliun) dalam waktu enam atau tujuh tahun. Hingga saat ini, sebagian besar anggaran tahunan pemerintah Afghanistan masih ditanggung AS. Sisanya menjadi tanggung jawab donatur internasional yang lain. Terutama negara-negara Barat yang menjadi sekutu AS. &lt;b&gt;(hep/ami)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_SvK4haD6U_Q/ScPXwA-V12I/AAAAAAAAAxk/N5RTHdN8bBE/s1600-h/Paus+Benedict.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 154px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_SvK4haD6U_Q/ScPXwA-V12I/AAAAAAAAAxk/N5RTHdN8bBE/s200/Paus+Benedict.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5315329205122488162" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;[ Kamis, 19 Maret 2009 ]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Paus: Kondom Tidak Tangkal AIDS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;YAOUNDE - Prihatin dengan terus bertambahnya angka pengidap AIDS di Afrika, Paus Benediktus XVI melontarkan kritik pedas dalam kunjungannya kemarin (18/3). Bagi-bagi kondom gratis yang belakangan gencar dilakukan di Benua Hitam itu, menurut rohaniwan 81 tahun tersebut bukanlah solusi efektif untuk menangkal penyebaran virus HIV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"AIDS adalah tragedi yang tidak bisa diselesaikan hanya dengan uang. Tidak bisa diatasi hanya dengan membagi-bagikan kondom. Sebaliknya, (membagikan kondom) malah semakin menambah masalah," ungkapnya setiba di Kamerun, seperti dilansir Agence France-Presse kemarin (18/3). Dia menegaskan, masih banyak cara lain yang jauh lebih efektif untuk menangkal virus mematikan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paus Benediktus yang juga akan mengunjungi Angola dalam sepekan lawatannya itu menyatakan bahwa solusi terbaik melawan AIDS adalah spiritual dan kesadaran manusia. "Kepatuhan terhadap norma-norma agama dan sosial merupakan cara yang paling efektif," katanya di depan Presiden Kamerun Paul Biya. Sedangkan, lanjut dia, obat paling mujarab bagi para ODHA (orang yang hidup dengan HIV/AIDS) adalah persahabatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biya menyambut baik pesan tersebut dan menganggapnya sebagai bentuk perhatian dunia terhadap Afrika. "Solidaritas ini juga menjadi penyemangat bagi mereka untuk pesimis dan terus melanjutkan upaya-upaya membangun masyarakat Afrika yang lebih adil dan solid," paparnya kepada CNN kemarin (18/3). Bulan lalu, paus asal Jerman itu menetapkan 2009 sebagai Tahun Afrika. Rencananya, September nanti, bakal diselenggarakan konferensi uskup-uskup Afrika di Roma, Italia. (hep)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;i&gt;Salam Persahabatan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;ParaDIsE.group&lt;/b&gt;&lt;/center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2489666987998452175-8848950439330391686?l=bloggerarema.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/xDQ1Foj8S_JGXhXelQ3OzuvIWzM/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/xDQ1Foj8S_JGXhXelQ3OzuvIWzM/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/xDQ1Foj8S_JGXhXelQ3OzuvIWzM/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/xDQ1Foj8S_JGXhXelQ3OzuvIWzM/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://bloggerarema.blogspot.com/feeds/8848950439330391686/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://bloggerarema.blogspot.com/2009/03/kekerasan-seksual-serdadu-paman-sam.html#comment-form" title="1 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2489666987998452175/posts/default/8848950439330391686?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2489666987998452175/posts/default/8848950439330391686?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://bloggerarema.blogspot.com/2009/03/kekerasan-seksual-serdadu-paman-sam.html" title="Kekerasan Seksual Serdadu Paman Sam" /><author><name>My Paradise</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00476744199249931237</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="29" height="32" src="http://3.bp.blogspot.com/_SvK4haD6U_Q/SYRKB4KFqdI/AAAAAAAAAtI/S3UGF4lp23o/S220/Icon-VisitMP.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_SvK4haD6U_Q/ScPXcwUfrTI/AAAAAAAAAxc/EcFoEyMeplA/s72-c/Brutalian+Serdadu+AS.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>1</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DkcBRH88eSp7ImA9WxVUGE8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2489666987998452175.post-4312103330725589615</id><published>2009-03-21T00:11:00.006+07:00</published><updated>2009-03-23T23:00:55.171+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-03-23T23:00:55.171+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Inses" /><title>Seumur Hidup untuk Bapak Durjana</title><content type="html">&lt;span class="fullpost"&gt;[JP Online, Jum'at, 20 Maret 2009]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Seumur Hidup untuk Bapak Durjana&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_SvK4haD6U_Q/ScPYKHzmPJI/AAAAAAAAAx0/v6YDi4xS6Xg/s1600-h/Jose+Fritzl02.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 98px; height: 98px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_SvK4haD6U_Q/ScPYKHzmPJI/AAAAAAAAAx0/v6YDi4xS6Xg/s200/Jose+Fritzl02.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5315329653633072274" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;ST POELTEN - Kasus inses Josef Fritzl yang terkuak pada April 2008 mulai mendekati babak akhir. Kemarin (19/3) jaksa ketua Christiane Burkheiser meminta hakim menjatuhkan hukuman seumur hidup terhadap pria 73 tahun tersebut. Dia juga meminta tim juri tidak melunak setelah mendengar terdakwa mengakui perbuatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengulang pengakuannya Rabu lalu (18/3), Fritzl kembali mengungkapkan penyesalannya di hadapan hakim kemarin. "Saya menyesali perbuatan saya dari lubuk hati terdalam. Saya tidak bisa memperbaikinya lagi," kata insinyur itu dengan suara lirih dan bergetar. Setelah mendengar pernyataan terakhir terdakwa, delapan juri yang terlibat dalam sidang kasus inses tersebut rehat untuk memutuskan vonis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, Burkheiser sempat mengingatkan para juri untuk tidak terkecoh dengan perubahan sikap Fritzl. Justru, mereka harus lebih memedulikan nasib Elisabeth yang dipaksa menghabiskan 24 tahun hidupnya di ruang penyekapan bawah tanah. "Jangan sampai tertipu seperti Elisabeth 25 tahun lalu," tegasnya seperti dikutip Associated Press kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesempatan itu, Burkheiser juga meminta juri memperhitungkan dakwaan pembunuhan yang diakui Fritzl. "Semua orang tahu bahwa bayi masih sangat rawan dalam 66 jam pertama kehidupannya," ungkap dia. Atas kematian Michael (salah seorang anak Fritzl) akibat keteledoran Fritzl, Burkheiser menegaskan bahwa bapak durjana itu layak menghabiskan sisa hidupnya di sel penjara yang pengap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permintaan senada dilontarkan pengacara Elisabeth, Eva Plaz. Dia memohon para juri tidak meringankan hukuman Fritzl. Berdasar hukum Austria, mengaku bersalah bisa menjadi salah satu faktor yang signifikan untuk meringankan hukuman. "Pernyataan bersalah Fritzl bukanlah sebuah pengakuan yang sebenarnya," tandas Plaz seperti dilansir Agence France-Presse.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, pengacara Fritzl, Rudolf Mayer, berkilah bahwa pembunuhan yang dilakukan pria Amstetten itu bukanlah pembunuhan pada konteks sebenarnya. Sebab, dia tidak secara langsung membunuh Michael, tetapi lebih cenderung pada mengabaikannya. "Mari kita lihat lebih saksama kasus pembunuhan tersebut. Saya berpendapat, itu bukanlah pembunuhan dalam arti sesungguhnya," bela Mayer. (hep/ami)&lt;br /&gt;---------&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_SvK4haD6U_Q/ScPYCRb4aJI/AAAAAAAAAxs/CxlinARo8X8/s1600-h/Jose+Fritzl01.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 192px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_SvK4haD6U_Q/ScPYCRb4aJI/AAAAAAAAAxs/CxlinARo8X8/s200/Jose+Fritzl01.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5315329518779000978" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;[ Kamis, 19 Maret 2009 ]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tersentuh Rekaman Kesaksian Elisabeth, Josef Fritzl Akui Seluruh Dakwaan Sesali Kekejamannya, Bapak Durjana Segera Habiskan Sisa Hidup di Bui&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesaksian terekam Elisabeth pada sidang hari ketiga sukses mengubah pendirian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Josef Fritzl. Setelah dalam dua kali sidang menyangkal dua dakwaan, pembunuhan dan perbudakan, pria 73 tahun itu akhirnya mengakuinya kemarin (18/3). Vonis penjara seumur hidup pun menanti bapak durjana yang sudah hampir setahun terakhir ditahan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya mengaku bersalah. Saya menyesalinya," tandas Fritzl saat Hakim Ketua Andrea Humer memberinya kesempatan bicara kemarin (18/3). Saat Humer bertanya, mengapa baru sekarang dia mengaku dan menyesal, insinyur Austria itu mengaku tersentuh rekaman kesaksian korban yang juga putrinya sendiri. Selama dua hari berturut-turut, Pengadilan St Poelten memang menayangkan beberapa cuplikan kesaksian Elisabeth yang sudah direkam sebelumnya. Durasi total kesaksian itu disebut-sebut mencapai 11 jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar pengakuan Fritzl, lapor BBC, Humer pun berusaha mengorek lebih banyak informasi terkait kematian salah seorang anak hasil hubungan terlarang bapak durjana tersebut. Termasuk, alasan terdakwa membiarkan Michael, anaknya yang lahir pada 1996, meninggal di kamar penyekapan sesaat setelah dilahirkan. Padahal, ketika itu, Fritzl tahu bahwa Michael mengalami sesak napas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya sekadar melihatnya. Saya kira, dia akan mampu bertahan. Seharusnya, waktu itu, saya mengetahuinya. Baru kemarin, untuk pertama kalinya, saya menyadari betapa kejamnya saya kepada Elisabeth. Saya tidak pernah menyadarinya sebelumnya," papar Fritzl yang menyekap anak gadisnya sendiri sejak 29 Agustus 1984 itu. Pada kesempatan lain, dia telah mengaku membakar jasad Michael di tempat pembakaran sampah belakang rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara kembar Michael yang selamat, Alexander, merupakan satu dari tiga anak Elisabeth yang berkesempatan menghirup udara bebas. Dengan bersandiwara, Fritzl mengadopsi tiga anak Elisabeth, yang sebenarnya adalah anaknya sendiri. Ketiganya lantas diasuh dan dibesarkan Fritzl dan istrinya, Rosemarie. Kepada sang istri, Fritzl mengatakan bahwa tiga anak itu ditelantarkan orang tuanya. Sementara, tiga anak Elisabeth yang lain terpaksa tumbuh menjadi remaja di ruang bawah tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain mengaku sebagai pembunuh, Fritzl juga tidak menampik dakwaan perbudakan yang ditudingkan jaksa. Semula, dia menyangkal telah memperbudak Elisabeth di dalam ruang penyekapan yang sengaja dibangunnya di bawah rumah. Di awal drama penyekapan tersebut, Fritzl menutup hidung dan mulut Elisabeth lantas membawanya ke bawah tanah. Supaya tidak melarikan diri, Elisabeth yang saat itu masih berusia 18 tahun dirantai. Esoknya, gadis malang itu diperkosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan pendirian dan sikap pria kelahiran Amstetten itu sontak mengejutkan hakim dan jaksa yang sempat dibuat geram olehnya. Sebab, selama dua hari persidangan, terdakwa bersikukuh mengingkari dua dari enam dakwaan yang dikenakan padanya. Pengacaranya, Rudolf Mayer, pun mengaku kaget. "Yang saya tahu, dia menemui seorang ahli jiwa di dalam selnya (setelah mendengar kesaksian terekam Elisabeth dalam sidang sebelumnya)," katanya kepada The Guardian kemarin (18/3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, untuk kali pertama sejak ditangkap 26 April 2008, Fritzl menunjukkan penyesalannya di depan publik. Bahkan, pada sidang hari ketiga itu, dia bersedia menunjukkan wajahnya. Tidak ada lagi map warna biru yang dua hari sebelumnya selalu menutup muka Fritzl. Konon, dalam sidang kemarin (18/3), Elisabeth datang. Tapi, dia duduk di ruang khusus yang sengaja dipersiapkan untuk para korban. Pada sidang lanjutan hari ini, Elisabeth juga dikabarkan akan kembali hadir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, pakar ilmu kejiwaan Austria, Adelheid Kastner, menyarankan agar Fritzl direhabilitasi di rumah sakit jiwa. Sebab, dia berpotensi mengulang kejahatan yang sama suatu hari nanti. "Ancamannya masih sangat nyata. Jika tidak mendapatkan perawatan yang serius, dia berisiko akan mengulang perbuatannya," ungkapnya di hadapan hakim dan jaksa, seperti dikutip Agence France-Presse kemarin (18/3). (hep/ami)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;i&gt;Salam Persahabatan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;ParaDIsE.group&lt;/b&gt;&lt;/center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2489666987998452175-4312103330725589615?l=bloggerarema.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/JwUAvBhLfJ7pEX_Nl3z8Mmxz54M/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/JwUAvBhLfJ7pEX_Nl3z8Mmxz54M/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/JwUAvBhLfJ7pEX_Nl3z8Mmxz54M/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/JwUAvBhLfJ7pEX_Nl3z8Mmxz54M/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://bloggerarema.blogspot.com/feeds/4312103330725589615/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://bloggerarema.blogspot.com/2009/03/seumur-hidup-untuk-bapak-durjana.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2489666987998452175/posts/default/4312103330725589615?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2489666987998452175/posts/default/4312103330725589615?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://bloggerarema.blogspot.com/2009/03/seumur-hidup-untuk-bapak-durjana.html" title="Seumur Hidup untuk Bapak Durjana" /><author><name>My Paradise</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00476744199249931237</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="29" height="32" src="http://3.bp.blogspot.com/_SvK4haD6U_Q/SYRKB4KFqdI/AAAAAAAAAtI/S3UGF4lp23o/S220/Icon-VisitMP.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_SvK4haD6U_Q/ScPYKHzmPJI/AAAAAAAAAx0/v6YDi4xS6Xg/s72-c/Jose+Fritzl02.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DkcDRHg7fSp7ImA9WxVUGE8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2489666987998452175.post-2621638521103774013</id><published>2009-03-21T00:09:00.005+07:00</published><updated>2009-03-23T23:01:15.605+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-03-23T23:01:15.605+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="TKW" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="TKI" /><title>Siksa TKW Rendahkan Martabat Bangsa</title><content type="html">&lt;span class="fullpost"&gt;[JP Online, Rabu, 18 Maret 2009 ]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penyiksaan TKW Rendahkan Martabat Bangsa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_SvK4haD6U_Q/ScPZAWiHicI/AAAAAAAAAx8/KBs7UHU6PGY/s1600-h/Derita+TKI-TKW.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 101px; height: 147px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_SvK4haD6U_Q/ScPZAWiHicI/AAAAAAAAAx8/KBs7UHU6PGY/s200/Derita+TKI-TKW.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5315330585299225026" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;UNTUK kali kesekian tenaga kerja wanita (TKW) Indonesia yang bekerja di Malaysia mengalami penyiksaan fisik yang mencederakan. Siami, begitu nama TKW tersebut, disiksa dengan cara disiram air panas oleh majikannya lantaran wanita asal Jawa Timur itu membuat bubur yang terlalu encer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap dan simpati kita sebagai bangsa tentu geram atas ulah majikan Siami di Kuala Lumpur itu. Masih saja praktik penyiksaan seperti ini terjadi. Dan terjadi lagi. Kesannya, eksploitasi yang tidak berperikemanusiaan itu tidak pernah bisa dihentikan. Hukuman berat terhadap pelaku serupa sebelumnya tidak menjerakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu, perlu pemikiran dan solusi tertentu yang lebih dapat menjamin keamanan dan keselamatan TKW-TKI yang bekerja di negara lain. Bahkan, perlu ada semacam perjanjian dengan pemerintah negara bersangkutan untuk melindungi TKW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita memiliki Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Depnakertrans). Bahkan, memiliki badan perlindungan terhadap TKI. Hanya, sampai sekarang upaya memberikan perlindungan yang lebih baik dan kuat belum terlihat nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita membayangkan sekaligus mengharapkan agar setiap terjadi kasus penyiksaan terhadap TKW ada respons cepat. Respons itu mencakup kecepatan menangani masalah, terutama mengenai pelanggaran hukumnya, titik berat penanganan perkara, serta upaya memberikan hukuman yang berat dan maksimal terhadap setiap pelaku penyiksaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah Indonesia dan Malaysia perlu menggalang kesepahaman mengenai penanganan kasus-kasus pelanggaran hukum terhadap TKW. Misalnya, membuat item-item perjanjian mengenai tindakan hukum yang dapat menjerakan setiap bentuk penyiksaan yang merendahkan martabat manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah sering terjadi pelanggaran hukum terhadap TKI-TKW berupa eksploitasi yang tidak manusiawi. Misalnya, menyiramnya dengan air panas. Melukai. Menyekap. Atau bahkan menyetrika bagian tubuh TKW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk-bentuk penyiksaan seperti itu bukan hanya merupakan bentuk pelanggaran hukum yang sarat perbuatan kriminal, melainkan juga merupakan bentuk eskploitasi yang merendahkan martabat manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terhadap pelanggaran hukum seperti ini, yang harus dikedepankan bukan hanya penanganan melalui pendekatan tindak pidana, melainkan pelanggaran berat HAM karena dampaknya telah berupa kejahatan luar biasa melalui tindak kekerasan berencana. Perlu ada solusi hukum yang juga terencana dan sistematik. Tidak bisa pendekatan penindakan terhadap kejahatan yang jelas-jelas terencana ini hanya berupa penindakan hukum konvensional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah RI pun melalui Depnakertrans perlu sensitif bahwa setiap bentuk penyiksaan yang tidak manusiawi dengan tindak kekerasan yang terencana -melanggar HAM- harus dipahami sebagai bentuk penghinaan dan penistaan yang merendahkan martabat bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TKW-TKI yang bekerja di Malaysia -dan juga negara-negara lain- secara tidak langsung merupakan wakil atau cermin bangsa Indonesia. Karena itu, setiap bentuk penyiksaan dan kekerasan berencana harus dianggap pula sebagai mempermalukan kita sebagai bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;i&gt;Salam Persahabatan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;ParaDIsE.group&lt;/b&gt;&lt;/center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2489666987998452175-2621638521103774013?l=bloggerarema.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/HUDKMgvV5tvJXJClsm_t5Gxp5s8/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/HUDKMgvV5tvJXJClsm_t5Gxp5s8/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/HUDKMgvV5tvJXJClsm_t5Gxp5s8/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/HUDKMgvV5tvJXJClsm_t5Gxp5s8/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://bloggerarema.blogspot.com/feeds/2621638521103774013/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://bloggerarema.blogspot.com/2009/03/siksa-tkw-rendahkan-martabat-bangsa.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2489666987998452175/posts/default/2621638521103774013?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2489666987998452175/posts/default/2621638521103774013?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://bloggerarema.blogspot.com/2009/03/siksa-tkw-rendahkan-martabat-bangsa.html" title="Siksa TKW Rendahkan Martabat Bangsa" /><author><name>My Paradise</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00476744199249931237</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="29" height="32" src="http://3.bp.blogspot.com/_SvK4haD6U_Q/SYRKB4KFqdI/AAAAAAAAAtI/S3UGF4lp23o/S220/Icon-VisitMP.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_SvK4haD6U_Q/ScPZAWiHicI/AAAAAAAAAx8/KBs7UHU6PGY/s72-c/Derita+TKI-TKW.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><category term="TKW" scheme="http://rss.financialcontent.com/stocksymbol" /></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEIMR3g4eSp7ImA9WxVUFUo.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2489666987998452175.post-7662717243150710824</id><published>2009-03-21T00:05:00.004+07:00</published><updated>2009-03-21T01:09:46.631+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-03-21T01:09:46.631+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Opini" /><title>Siapa Yang Janji dan Siapa Yang Jatuh Cinta</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_SvK4haD6U_Q/ScPZwAdMAgI/AAAAAAAAAyE/2fSd-iEOjjk/s1600-h/Khilafah.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 101px; height: 143px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_SvK4haD6U_Q/ScPZwAdMAgI/AAAAAAAAAyE/2fSd-iEOjjk/s200/Khilafah.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5315331404006687234" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;[JP Online, Kamis, 19 Maret 2009]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Siapa Yang Janji dan Siapa Yang Jatuh Cinta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Oleh Irza Sukmana *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TULISAN Djoko Susilo (Jawa Pos, 9 Maret 2009) mengenai cinta Indonesia yang bertepuk sebelah tangan terhadap dunia Arab dan Islam telah menjadi polemik di Syiar Montreal, milis masyarakat dan pelajar muslim di Montreal, Provinsi Quebec, Kanada. Opini tersebut menarik untuk ditanggapi bukan hanya karena Djoko adalah salah seorang anggota dewan dari partai yang basis massa Islam, tetapi juga karena beberapa pernyataannya bisa memberikan interpretasi ganda bagi pembaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Antara Arab dan Islam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak bisa memungkiri bahwa sejak jatuhnya khilafah islamiah terakhir di Turki Utsmani pada 1924, atas rancangan Zionis yang pada saat itu sangat kuat mengakar di dataran Eropa, praktis Barat telah mengambil alih arah politik negara-negara Arab. Hal tersebut bahkan dimulai sejak tokoh-tokoh di dataran Barat Saudi menyatakan melepaskan diri dari kekhalifahan Turki dan memilih untuk mendirikan sistem kerajaan, yang tidak sesuai sunah Rasul dan merupakan salah satu bid'ah di dalam Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian diikuti rancangan sistematis untuk menyekulerkan Turki yang dikomandoi ''Bapak Modernisasi" mereka, Mustafa Kemal. Kalau kita melihat sejarah sekulerisasi di Turki, tentu kita tidak akan percaya bahwa kekhalifahan Islam terakhir berjaya di negeri yang pernah melarang azan didengungkan dengan bahasa Arab atau bahkan Alquran sempat dirancang akan dicetak dalam bahasa Turki. Hasilnya adalah banyak kaum muda Turki sekarang yang berpenampilan dan berperilaku layaknya anak-anak muda lain di negara-negara western.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah kemudian mencatat bahwa Barat juga berperan besar dalam mendukung Letkol Gamal Abdel Nasser menumbangkan Raja Faruk I pada 1952 dan mengganti konstitusi Mesir dari kerajaan menjadi republik. Dengan demikian, pada saat dia menjadi presiden mulai 1954-1970, terjadi berbagai penindasan dan pengukungan terhadap aktivis ikhwan, bahkan hingga kini masih diberlakukan undang-undang pelarangan liqoat (majelis Islam dalam kelompok-kelompok kecil) di Mesir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengamati kentalnya peran serta Barat di tanah Arab, kita tidak bisa menyamakan Arab dan sikapnya dengan Islam dan prinsipnya. Contoh, Djoko Susilo mengatakan bahwa bangsa Indonesia (lebih tepatnya umat Islam di Indonesia) yang berdemo di Jakarta terhadap serangan brutal Israel ke Gaza beberapa bulan lalu dan ketika terjadi perang antara Israel lawan Hizbullah menunjukkan dukungan terhadap Arab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal tersebut merupakan penilaian salah karena demo-demo yang dilakukan umat muslim di Indonesia terhadap berbagai perilaku brutal Zionis Israel tidak dimaksudkan untuk menunjukkan dukungan terhadap bangsa Arab, tetapi merupakan bentuk solidaritas kita sebagai umat muslim terhadap saudara kita yang lain. Sebagaimana juga demo-demo solidaritas yang pernah diberikan untuk muslim di Ambon, Afghanistan, Chechnya, dan belahan bumi lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya itu, seharusnya kita malu karena ternyata demo anti-Israel juga terjadi di semua belahan dunia. Dan, yang mengutuk serangan brutal Israel bukan hanya kalangan umat muslim, tetapi juga Katolik, Kristen Protestan, Buddha, Hindu dan bahkan dari kaum Yahudi, seperti pernah terjadi di Montreal, Kanada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalaupun pada saat Djoko Susilo berada di Dubai dan ternyata suasananya tenang-tenang saja, ya tentu saja konteksnya berbeda. Sebab, Dubai saat ini sudah menjadi pusat industrialisasi uang bagi Uni Emirat Arab, bahkan kemewahan dan kemegahan Dubai tidak dapat disandingkan dengan Singapura sekalipun. Jadi jelas, Arab saat ini tidak bisa dipersepsikan sama dan sebangun dengan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Perekonomian Indonesia, Arab, dan Islam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permasalahan mengenai keberpihakan investor Arab terhadap Indonesia, menurut saya, harus diletakkan pada masalah yang lain, di luar konteks silaturahmi umat. Karena pada praktik di lapangan, para miliuner Arab, sebagaimana investor lain, senantiasa menghitung untung rugi bisnis sebelum menginvestasikan dananya. Jadi, hal itu tidak berkaitan sama sekali dengan aksi demo-demo umat muslim kita terhadap Palestina dan Hizbullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Djoko Susilo mengatakan janji investasi Arab hanya omong kosong, padahal kita sudah telanjur sangat cinta pada Arab sehingga bisa dibilang cinta kita bertepuk sebelah tangan, ya harus dilihat kembali, siapa yang janji dan siapa yang jatuh cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara objektif, kita juga harus melihat ke dalam, bagaimana mungkin investor asing akan percaya untuk investasi di Indonesia kalau korupsi masih merajalela (termasuk di kalangan anggota dewan), harga-harga tidak stabil, dan daya beli masyarakat sangat lemah. Coba bayangkan, ketika harga BBM di Indonesia berkisar di angka Rp 5.000 per liter, di Kanada harganya sekitar 87.4 cent Canadian Dollar (CAD) atau sekitar Rp 8.200. Padahal, upah minimum buruh rata-rata di Indonesia berada di kisaran Rp 750 ribu per bulan, sedangkan di Kanada sekitar 2.500 CAD atau hampir Rp 25 juta per bulan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal pariwisata, juga tidak bisa disalahkan kalau bangsa Arab enggan datang ke Indonesia. Bagaimana mungkin mereka datang bila negara kita masih menjadi pelanggan utama travel warning. Bahkan, banyak maskapai penerbangan kita, baik yang melayani penerbangan lokal maupun internasional, memiliki catatan kecelakaan pesawat yang sangat tinggi dibandingkan maskapai penerbangan dari negara lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya masalah pesawatnya, sebagaimana pernyataan International Civil Aviation Organization (ICAO) bahwa 80 hingga 90 persen kecelakaan pesawat disebabkan kesalahan manusia atau human error, baik pada saat lepas landas (take off) maupun landing. Contohnya , 9 Maret lalu, pesawat MD-90 milik Lion Air tergelincir di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, dan pada 23 Februari pesawat MD 90 milik Lion Air bermasalah karena roda depan tidak keluar. Belum lagi kasus-kasus yang dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, menurut penulis, keberpihakan umat Islam di Indonesia terhadap saudara-saudara kita di belahan bumi yang lain, termasuk Timur Tengah, tidak berhubungan dengan permasalahan investasi dan pariwisata Arab ke Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Irza Sukmana, kandidat doktor U-Sherbrooke, QC, Canada (Email: isukmana@yahoo.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;i&gt;Salam Persahabatan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;ParaDIsE.group&lt;/b&gt;&lt;/center&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2489666987998452175-7662717243150710824?l=bloggerarema.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/zwm92njWfgOo8Ioupi5YhY8v6wI/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/zwm92njWfgOo8Ioupi5YhY8v6wI/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/zwm92njWfgOo8Ioupi5YhY8v6wI/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/zwm92njWfgOo8Ioupi5YhY8v6wI/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://bloggerarema.blogspot.com/feeds/7662717243150710824/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://bloggerarema.blogspot.com/2009/03/siapa-yang-janji-dan-siapa-yang-jatuh.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2489666987998452175/posts/default/7662717243150710824?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2489666987998452175/posts/default/7662717243150710824?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://bloggerarema.blogspot.com/2009/03/siapa-yang-janji-dan-siapa-yang-jatuh.html" title="Siapa Yang Janji dan Siapa Yang Jatuh Cinta" /><author><name>My Paradise</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00476744199249931237</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="29" height="32" src="http://3.bp.blogspot.com/_SvK4haD6U_Q/SYRKB4KFqdI/AAAAAAAAAtI/S3UGF4lp23o/S220/Icon-VisitMP.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_SvK4haD6U_Q/ScPZwAdMAgI/AAAAAAAAAyE/2fSd-iEOjjk/s72-c/Khilafah.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><category term="ICAO" scheme="http://rss.financialcontent.com/stocksymbol" /><category term="CAD" scheme="http://rss.financialcontent.com/stocksymbol" /></entry><entry gd:etag="W/&quot;DUANSXg9fyp7ImA9WxVUFUs.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2489666987998452175.post-7394137450268617094</id><published>2009-03-08T06:05:00.003+07:00</published><updated>2009-03-20T23:49:58.667+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-03-20T23:49:58.667+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Profesi Mengemis" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pengemis" /><title>Bos Para Pengemis</title><content type="html">[JP Online, Kamis, 12 Juni 2008 ]&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bos Pengemis Tinggal Nikmati Hidup&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://tbn2.google.com/images?q=tbn:2NbaIfsFNhTO5M:http://mapconsultan.files.wordpress.com/2008/06/boss_pengemis.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 101px; height: 121px;" src="http://tbn2.google.com/images?q=tbn:2NbaIfsFNhTO5M:http://mapconsultan.files.wordpress.com/2008/06/boss_pengemis.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Cak To, begitu dia biasa dipanggil. Besar di keluarga pengemis, berkarir sebagai pengemis, dan sekarang jadi bos puluhan pengemis di Surabaya. Dari jalur minta-minta itu, dia sekarang punya dua sepeda motor, sebuah mobil gagah, dan empat rumah. Berikut kisah hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cak To tak mau nama aslinya dipublikasikan. Dia juga tak mau wajahnya terlihat ketika difoto untuk harian ini. Tapi, Cak To mau bercerita cukup banyak tentang hidup dan ''karir''-nya. Dari anak pasangan pengemis yang ikut mengemis, hingga sekarang menjadi bos bagi sekitar 54 pengemis di Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah puluhan tahun mengemis, Cak To sekarang memang bisa lebih menikmati hidup. Sejak 2000, dia tak perlu lagi meminta-minta di jalanan atau perumahan. Cukup mengelola 54 anak buahnya, uang mengalir teratur ke kantong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, setiap hari, dia mengaku mendapatkan pemasukan bersih Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu. Berarti, dalam sebulan, dia punya pendapatan Rp 6 juta hingga Rp 9 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cak To sekarang juga sudah punya rumah di kawasan Surabaya Barat, yang didirikan di atas tanah seluas 400 meter persegi. Di kampung halamannya di Madura, Cak To sudah membangun dua rumah lagi. Satu untuk dirinya, satu lagi untuk emak dan bapaknya yang sudah renta. Selain itu, ada satu lagi rumah yang dia bangun di Kota Semarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk ke mana-mana, Cak To memiliki dua sepeda motor Honda Supra Fit dan sebuah mobil Honda CR-V kinclong keluaran 2004.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak mudah menemui seorang bos pengemis. Ketika menemui wartawan harian ini di tempat yang sudah dijanjikan, Cak To datang menggunakan mobil Honda CR-V-nya yang berwarna biru metalik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski punya mobil yang kinclong, penampilan Cak To memang tidak terlihat seperti ''orang mampu''. Badannya kurus, kulitnya hitam, dengan rambut berombak dan terkesan awut-awutan. Dari gaya bicara, orang juga akan menebak bahwa pria kelahiran 1960 itu tak mengenyam pendidikan cukup. Cak To memang tak pernah menamatkan sekolah dasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan bahasa Madura yang sesekali dicampur bahasa Indonesia, pria beranak dua itu mengaku sadar bahwa profesinya akan selalu dicibir orang. Namun, pria asal Bangkalan tersebut tidak peduli. ''Yang penting halal,'' ujarnya mantap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cak To bercerita, hampir seluruh hidupnya dia jalani sebagai pengemis. Sulung di antara empat bersaudara itu menjalani dunia tersebut sejak sebelum usia sepuluh tahun. Menurtu dia, tidak lama setelah peristiwa pemberontakan G-30-S/PKI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maklum, emak dan bapaknya dulu pengemis di Bangkalan. ''Dulu awalnya saya diajak Emak untuk meminta-minta di perempatan,'' ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena mengemis di Bangkalan kurang ''menjanjikan'', awal 1970-an, Cak To diajak orang tua pindah ke Surabaya. Adik-adiknya tidak ikut, dititipkan di rumah nenek di sebuah desa di sekitar Bangkalan. Tempat tinggal mereka yang pertama adalah di emprean sebuah toko di kawasan Jembatan Merah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertahun-tahun lamanya mereka menjadi pengemis di Surabaya. Ketika remaja, ''bakat'' Cak To untuk menjadi bos pengemis mulai terlihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu, uang yang mereka dapatkan dari meminta-minta sering dirampas preman. Bapak Cak To mulai sakit-sakitan, tak kuasa membela keluarga. Sebagai anak tertua, Cak To-lah yang melawan. ''Saya sering berkelahi untuk mempertahankan uang,'' ungkapnya bangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski berperawakan kurus dan hanya bertinggi badan 155 cm, Cak To berani melawan siapa pun. Dia bahkan tak segan menyerang musuhnya menggunakan pisau jika uangnya dirampas. Karena keberaniannya itulah, pria berambut ikal tersebut lantas disegani di kalangan pengemis. ''Wis tak nampek. Mon la nyalla sebet (Kalau dia bikin gara-gara, langsung saya sabet, Red),'' tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain harus menghadapi preman, pengalaman tidak menyenangkan terjadi ketika dia atau keluarga lain terkena razia petugas Satpol PP. ''Kami berpencar kalau mengemis,'' jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ada keluarga yang terkena razia, mau tidak mau mereka harus mengeluarkan uang hingga ratusan ribu untuk membebaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cak To tergolong pengemis yang mau belajar. Bertahun-tahun mengemis, berbagai ''ilmu'' dia dapatkan untuk terus meningkatkan penghasilan. Mulai cara berdandan, cara berbicara, cara menghadapi aparat, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makin lama, Cak To menjadi makin senior, hingga menjadi mentor bagi pengemis yang lain. Penghasilannya pun terus meningkat. Pada pertengahan 1990, penghasilan Cak To sudah mencapai Rp 30 ribu sampai Rp 50 ribu per hari. ''Pokoknya sudah enak,'' katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan penghasilan yang terus meningkat, Cak To mampu membeli sebuah rumah sederhana di kampungnya. Saat pulang kampung, dia sering membelikan oleh-oleh cukup mewah. ''Saya pernah beli oleh-oleh sebuah tape recorder dan TV 14 inci,'' kenangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itulah, Cak To mulai meniti langkah menjadi seorang bos pengemis. Dia mulai mengumpulkan anak buah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita tentang ''keberhasilan'' Cak To menyebar cepat di kampungnya. Empat teman seumuran mengikutinya ke Surabaya. ''Kasihan, panen mereka gagal. Ya sudah, saya ajak saja,'' ujarnya enteng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum ke Surabaya, Cak To mengajari mereka cara menjadi pengemis yang baik. Pelajaran itu terus dia lanjutkan ketika mereka tinggal di rumah kontrakan di kawasan Surabaya Barat. ''Kali pertama, teman-teman mengaku malu. Tapi, saya meyakinkan bahwa dengan pekerjaan ini, mereka bisa membantu saudara di kampung,'' tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sudah mengemis sebagai kelompok, mereka pun bagi-bagi wilayah kerja. Ada yang ke perumahan di kawasan Surabaya Selatan, ada yang ke Surabaya Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar tidak mencolok, ketika berangkat, mereka berpakaian rapi. Ketika sampai di ''pos khusus'', Cak To dan empat rekannya itu lantas mengganti penampilan. Tampil compang-camping untuk menarik iba dan uang recehan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya setahun mengemis, kehidupan empat rekan tersebut menunjukkan perbaikan. Mereka tak lagi menumpang di rumah Cak To. Sudah punya kontrakan sendiri-sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 1996 itu pula, pada usia ke-36, Cak To mengakhiri masa lajang. Dia menyunting seorang gadis di kampungnya. Sejak menikah, kehidupan Cak To terus menunjukkan peningkatan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap tahun, jumlah anak buah Cak To terus bertambah. Semakin banyak anak buah, semakin banyak pula setoran yang mereka berikan kepada Cak To. Makanya, sejak 2000, dia sudah tidak mengemis setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, Cak To tak mau mengungkapkan jumlah setoran yang dia dapatkan setiap hari. Setelah didesak, dia akhirnya mau buka mulut. Yaitu, Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu per hari, yang berarti Rp 6 juta hingga Rp 9 juta per bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Cak To, dia tidak memasang target untuk anak buahnya. Dia hanya minta setoran sukarela. Ada yang setor setiap hari, seminggu sekali, atau sebulan sekali. ''Ya alhamdulillah, anak buah saya masih loyal kepada saya,'' ucapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari penghasilannya itu, Cak To bahkan mampu memberikan sebagian nafkah kepada masjid dan musala di mana dia singgah. Dia juga tercatat sebagai donatur tetap di sebuah masjid di Gresik. ''Amal itu kan ibadah. Mumpung kita masih hidup, banyaklah beramal,'' katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, dengan hidup yang sudah tergolong enak itu, Cak To mengaku tinggal mengejar satu hal saja. ''Saya ingin naik haji,'' ungkapnya. Bila segalanya lancar, Cak To akan mewujudkan itu pada 2010 nanti... (ded/aza)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Melengkapi tulisan di atas baca..&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Pengemis Buta&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Di sudut pasar Madinah ada seorang pengemis Yahudi buta yang setiap harinya selalu berkata kepada setiap orang yang mendekatinya, Wahai saudaraku, jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya maka kalian&lt;br /&gt;akan dipengaruhinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, setiap pagi Muhammad Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawakan&lt;br /&gt;makanan, dan tanpa berucap sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapkan makanan&lt;br /&gt;yang dibawanya kepada pengemis itu sedangkan pengemis itu tidak mengetahui bahwa yang&lt;br /&gt;menyuapinya itu adalah Rasulullah SAW. Rasulullah SAW melakukan hal ini setiap hari&lt;br /&gt;sampai beliau wafat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Setelah wafatnya Rasulullah SAW,  tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu. Suatu hari sahabat terdekat Rasulullah SAW yakni&lt;br /&gt;Abubakar RA berkunjung ke rumah anaknya Aisyah RA yang tidak lain tidak bukan merupakan&lt;br /&gt;isteri Rasulullah SAW dan beliau bertanya  kepada anaknya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Anakku, adakah kebiasaan kekasihku yang belum aku kerjakan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aisyah RA menjawab,"Wahai ayah, engkau adalah seorang ahli sunnah dan hampir tidak ada satu kebiasaannya pun yang belum ayah lakukan kecuali satu saja."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apakah Itu?", tanya Abubakar RA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang ada disana." Jawab Aisyah RA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya Abubakar RA pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikan kepada pengemis itu. Abubakar RA mendatangi pengemis itu lalu memberikan makanan itu kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Abubakar RA mulai menyuapinya, sipengemis marah sambil menghardik, "Siapakah kamu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abubakar RA menjawab, "Aku orang yang biasa (mendatangi engkau)."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bukan! Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku," bantah si pengemis buta itu. "Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan itu, setelah itu ia berikan padaku, pengemis itu melanjutkan perkataannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abubakar RA tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, "Aku memang bukan orang yang biasa datang padamu. Aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seketika itu juga pengemis itu pun menangis mendengar penjelasan Abubakar RA, dan kemudian berkata, "Benarkah demikian? Selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya,&lt;br /&gt;ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat di hadapan Abubakar RA saat itu juga dan sejak hari itu menjadi muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Nah&lt;/span&gt;, wahai saudaraku, bisakah kita meneladani kemuliaan akhlaq Rasulullah SAW?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau adakah setidaknya niatan untuk meneladani beliau? Beliau adalah ahsanul akhlaq, semulia-mulia akhlaq. Kalaupun tidak bisa kita meneladani beliau seratus persen, alangkah&lt;br /&gt;baiknya kita berusaha meneladani sedikit demi sedikit, kita mulai dari apa yang kita sanggup&lt;br /&gt;melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebarkanlah riwayat ini ke sebanyak orang apabila kamu mencintai Rasulullahmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadaqah Jariah salah satu dari nya mudah  dilakukan, pahalanya? &lt;span style="font-style: italic;"&gt;MasyaAllah&lt;/span&gt;.. macam argometer tax, jalan  terus.. .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadaqah Jariah - Kebajikan yang tak berakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Berikan al-Quran  pada seseorang, dan setiap dibaca, Anda mendapatkan hasanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sumbangkan kursi roda ke RS dan setiap orang sakit menggunakannya, Anda dapat hasanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Bantu  pendidikan seorang anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Ajarkan seseorang sebuah do'a. Pada setiap  bacaan do'a itu, Anda dapat hasanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Bagi CD Quran atau  Do'a.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 7. Terlibat dalam pembangunan sebuah mesjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Tempatkan pendingin air di tempat umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 9. Tanam sebuah pohon. Setiap seseorang atau binatang berlindung dibawahnya, Anda dapat hasanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 10. Bagikan email ini dengan orang lain. Jika seseorang menjalankan salah satu dari hal diatas,&lt;br /&gt;Anda dapat hasanah sampai hari  Qiamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;i&gt;Salam Persahabatan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;ParaDIsE.group&lt;/b&gt;&lt;/center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2489666987998452175-7394137450268617094?l=bloggerarema.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/qRtGOjf7EFZbu2i8iXFb2OTqd6M/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/qRtGOjf7EFZbu2i8iXFb2OTqd6M/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/qRtGOjf7EFZbu2i8iXFb2OTqd6M/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/qRtGOjf7EFZbu2i8iXFb2OTqd6M/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://bloggerarema.blogspot.com/feeds/7394137450268617094/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://bloggerarema.blogspot.com/2009/03/bos-para-pengemis.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2489666987998452175/posts/default/7394137450268617094?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2489666987998452175/posts/default/7394137450268617094?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://bloggerarema.blogspot.com/2009/03/bos-para-pengemis.html" title="Bos Para Pengemis" /><author><name>My Paradise</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00476744199249931237</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="29" height="32" src="http://3.bp.blogspot.com/_SvK4haD6U_Q/SYRKB4KFqdI/AAAAAAAAAtI/S3UGF4lp23o/S220/Icon-VisitMP.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DEcARHw4fSp7ImA9WxVUFUs.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2489666987998452175.post-4877174126547966399</id><published>2009-03-03T13:31:00.004+07:00</published><updated>2009-03-20T23:20:45.235+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-03-20T23:20:45.235+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Non Ribawi" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Bank Syariah" /><title>Bank Non Ribawi</title><content type="html">&lt;b&gt;Bank Non Ribawi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;[JP Online, Senin, 02 Maret 2009]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://tbn3.google.com/images?q=tbn:XYITz6bGcMaZTM:http://www.syariahmandiri.co.id/images/illus01.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 100px; height: 120px;" src="http://tbn3.google.com/images?q=tbn:XYITz6bGcMaZTM:http://www.syariahmandiri.co.id/images/illus01.gif" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;Pemerintah Serius Dorong Ekonomi Syariah dan Gaet Investasi Timur Tengah&lt;br /&gt;Ekonomi Syariah Lebih Tahan Krisis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA - Perhelatan 5th World Islamic Economic Forum (WIEF) hari ini akan dibukan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Kesediaan Indonesia menjadi tuan rumah merupakan bukti keseriusan pemerintah mendorong ekonomi syariah dan menggaet investasi asal Timur Tengah.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Wakil Presiden Jusuf Kalla mengemukakan bahwa perekonomian Islam telah diajarkan oleh Nabi Muhammad kepada umatnya sejak 400 tahun yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pekerjaan nabi kita adalah berdagang. Bahkan di Islam ada kaidah yang diharamkan adalah yang dilarang, selain itu diperbolehkan, umat Islam disuruh meninggalkan dagang hanya dua jam saat shalat Jumat," ujar Kalla dalam sambutannya saat membuka Pre-Forum 5th World Islamic Economic Forum (WIEF) di Jakarta kemarin (1/3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Capres dari Partai Golkar tersebut juga menjelaskan mengenai peran ekonomi Islam dalam penyelesaian krisis ekonomi global. Dia membandingkan betapa prudent perekonomian Islam yang mengunakan real transaction. Sistem ini lebih mampu bertahan terhadap guncangan perekonomian global yang diakibatkan penggunaan unreal transaction.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam negeri, JK mendorong agar pengusaha-pengusaha muda dan pengusaha wanita yang menjadi tema utama dalam forum tersebut bisa memanfaatkan dengan cara mengotimalkan investasi dari negara-negara Timur Tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Turut mendampingi rombongan Jusuf Kalla, Nyonya Mufidah Jusuf Kalla, Meneg BUMN Sofyan Djalil, Wakil Ketua DPD Irman Gusman, Ketua HIPMI Erwin Aksa, dan Ketua IWAPI Rina Fahmi Idris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Ketua WIEF Tun Musa Hitam mengemukakan, awalnya forum WIEF didirikan untuk menjalin komunikasi antara pengusaha muslim. "Tapi kini terbuka bagi siapa saja yang ingin berbisnis dengan pengusaha-pengusaha Muslim," jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tun Musa menjelaskan forum ini akan menggapai prediksi bahwa kemakmuran Asia di abad 21 akan meningkat seiring kontribusi kelebihan keuntungan usaha komoditas di kawasan Timur Tengah dan Asia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keuntungan dari negara GCC (Gulf Cooperation Council) seperti Saudi Arabia, Kuwait, Qatar, Oman, Bahrain dan Uni Emirat Arab pada April 2008 diprediksi mencapai USD 9 triliun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bayangkan potensinya jika keuntungan itu diinvestasikan dalam berbagai proyek yang menguntungkan bagi umat berdasarkan syariah," ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tun Musa menambahkan bahwa WIEF tak akan berafilisasi dengan politik luar negeri secara langsung karena misi utamanya adalah optimalisasi perputaran modal dan pemerataan ekonomi negara Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu poin penting dalam agenda WIEF adalah membuka keran agar tercipta foreign direct investment yang melibatkan pengusaha Islam. "Selain itu kami membentuk organisasi ini untuk menyikapi Organization Islamic Conference atau OKI yang dinilai tidak efektif lagi," paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Forum yang memiliki tujuan awal utama membangun dialog dan ikatan antar pelaku bisnis muslim, yang kemudian tereskalasi menjadi suatu pemahaman untuk membentuk sebuah jembatan komunikasi yang meluas pada bidang non-bisnis antar negara-negara dunia, mengambil tema Food and Energy Security &amp;amp; Stermming the Tide of Global Financial Crisis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadir kurang lebih 1.500 delegasi dari 35 negara di forum yang sebelumnya diselenggarakan di Kuwait itu. Beberapa delegasi negara yang memastikan hadir antara lain Malaysia, Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), Maroko, Republik Yaman, Republik Somalia, Republik Uganda, Republik Kazakhstan, Afrika Selatan, Bahrain, Kenya, dan Inggris.(iw/fan)&lt;br /&gt;&lt;center&gt;*** * ***&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[JP Online, Kamis, 05 Maret 2009]&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Mengarusutamakan Ekonomi Syariah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan The 5th World Islamic Economic Forum digelar di Jakarta pada 1-4 Maret 2009 (hari ini). Forum bertajuk Food and Energy Security &amp; Stemming the Tide of the Global Financial Crisis itu seyogyanya menjadi momentum untuk mengurai benang kusut ekonomi umat di percaturan dunia internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun demikian, perlu ditegaskan kembali bahwa penegasan identitas 'primordial' ini tidak menampik yang lain. Bagaimanapun, sebagaimana ditegaskan dalam forum pertama, hubungan ini juga mengandaikan dengan dunia luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan Forum Ekonomi Dunia (FED) dan tandingannya, Forum Sosial Dunia (FSD) yang lebih gegap gempita dan meriah karena melibatkan kuasa besar, kapitalisme dan sosialisme, Forum Ekonomi Islam (FEI) tidak menimbulkan hiruk pikuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, ia harus tetap percaya diri untuk menawarkan alternatif, tanpa merasa eksklusif. Ekonomi syariah yang telah menjadi pilihan perbankan yang sebelumnya mempraktikkan model konvensional belum menjadi pemain utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, sistem syariah selanjutnya harus mampu mandiri untuk mewujudkan apa yang diyakini sebagai sistem yang lebih mengedepankan keadilan dan kejujuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keengganan masyarakat terlibat dalam transaksi berbagi untung rugi (musyarakah), misalnya, disebabkan kebanyakan mereka tidak jujur dalam berbagi risiko. Keadaan seperti ini akan menyuburkan kebohongan dan menghalangi terciptanya masyarakat yang berkeadaban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun, masyarakat yang tepercaya (trust society) merupakan syarat mutlak -conditio qua non- bagi pengembangan ekonomi dan perdagangan yang besar. Georg Simmel dan Francis Fukuyama memandang penting unsur kepercayaan ini dalam pengembangan kemajuan masyarakat lebih luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Isu-Isu Strategis&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun forum di atas diilhami forum bisnis Organisasi Konferensi Islam (OKI), ia tidak hanya membatasi diri pada isu-isu sempit berkaitan dengan ekonomi. Forum ini telah melihat persoalan yang lebih besar berkaitan dengan keterbelakangan umat Islam secara keseluruhan, meski ekonomi tetap dianggap sebagai masalah utama. Ada keinginan untuk memutus mata rantai kemiskinan secara serentak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejalan dengan keterpurukan ekonomi umat, forum ini juga menangani isu perempuan dan pendidikan. Topik The Emerging Potential of Muslim Women in the 21st Century pada masa itu tentu menegaskan pembaruan yang selama ini melibatkan peran perempuan terpinggirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga topik lain, Optimizing Intellectual and Human Capital: Competing Successfully in the Global Knowledge Economy, mengandaikan pentingnya pendidikan di negara-negara muslim yang masih tertinggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini ironi yang memedihkan karena pembelajaran itu bagian dari ajaran agama dan peradaban Islam mewariskan khazanah yang sangat bernilai berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada forum keempat (Kuwait, 2008), negara-negara Islam diharapkan menjadi pemain sejati perkembangan global dengan memfokuskan pada dunia muslim sebagai pasar yang sedang berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, persoalan peran energi di dalam sebuah dunia yang sedang berubah, peran penanaman model dalam mengurangi kemiskinan, peran swasta dan pendidikan turut mendapatkan perhatian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toh, meskipun persoalan ketersediaan energi dan kecukupan makanan menjadi tema utama pada FEI Ke-5 di Jakarta, tema-tema besar sebelumnya tetap menjadi agenda penting untuk diselesaikan, mengingat belum tuntasnya rencana tersebut hingga kini. Evaluasi terhadap gagasan sebelumnya perlu diungkapkan untuk menemukan kesinambungannya dengan tema baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Koherensi Ide dan Tindakan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Festival Ekonomi Syariah yang dijadikan pemicu di dalam negeri tentu makin menggairahkan tindakan pengentasan kemiskinan yang memanfaatkan zakat, infak, dan sadaqah untuk menggerakan sektor riil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterlibatan universitas negeri umum dan institusi swasta, selain Universitas Islam Negeri (UIN) dan IAIN (Institut Agama Islam Negeri), dalam pengembangan ekonomi syariah tentu memantik kehendak yang lebih besar, yaitu kesejahteraan umat. Sebab, sejatinya ekonomi syariah bisa dijadikan instrumen perwujudan nilai-nilai progresif Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dulu saya hanya belajar fiqh muamalah di pesantren, seperti dalam Taqrib dan Fathul Qarib, yang menjelaskan musyarakah dan mudarabah sebagai praktik 'ekonomi' Islam di atas kertas, sekarang saya telah menemukan bentuknya. Adalah aneh jika gagasan itu hanya dibaca dan dikaji hingga kumal, tanpa tahu kewujudannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Celakanya, penolakan terhadap ekonomi syariah justru tidak jarang datang dari kalangan sarjana muslim. Mungkin penyangkalan ini bisa ditafsirkan sebagai bentuk keraguan mereka bahwa sistem ekonomi syariah yang dikembangkan tak ubahnya sistem lain atas nama agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu, ekonomi syariah harus dilihat sebagai alternatif di tengah ambruknya sistem ekonomi yang lain. Betapapun model terakhir yang acap mengalami jatuh bangun itu akan memperbaiki dirinya. Ini tidak akan bisa menggertak ekonomi syariah untuk diam, malah terus berpacu melayani umat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangan dunia yang diembannya tentu perlu diwujudkan dalam ranah konkret di tengah keengganan masyarakat muslim sendiri memanfaatkannya. Pendek kata, pekerjaan rumah itu belum selesai dan ini merupakan pemacu untuk mewujudkannya menjadi kenyataan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*.Ahmad Sahidah , kandidat doktor Kajian Peradaban Islam pada Universitas Sains Malaysia &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;i&gt;Salam Persahabatan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;ParaDIsE.group&lt;/b&gt;&lt;/center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2489666987998452175-4877174126547966399?l=bloggerarema.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/GrDVerjSzdcn4B9qWDovUQsWti0/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/GrDVerjSzdcn4B9qWDovUQsWti0/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/GrDVerjSzdcn4B9qWDovUQsWti0/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/GrDVerjSzdcn4B9qWDovUQsWti0/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://bloggerarema.blogspot.com/feeds/4877174126547966399/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://bloggerarema.blogspot.com/2009/03/bank-non-ribawi.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2489666987998452175/posts/default/4877174126547966399?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2489666987998452175/posts/default/4877174126547966399?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://bloggerarema.blogspot.com/2009/03/bank-non-ribawi.html" title="Bank Non Ribawi" /><author><name>My Paradise</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00476744199249931237</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="29" height="32" src="http://3.bp.blogspot.com/_SvK4haD6U_Q/SYRKB4KFqdI/AAAAAAAAAtI/S3UGF4lp23o/S220/Icon-VisitMP.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><category term="UEA" scheme="http://rss.financialcontent.com/stocksymbol" /><category term="OKI" scheme="http://rss.financialcontent.com/stocksymbol" /><category term="FEI" scheme="http://rss.financialcontent.com/stocksymbol" /><category term="FSD" scheme="http://rss.financialcontent.com/stocksymbol" /><category term="WIEF" scheme="http://rss.financialcontent.com/stocksymbol" /><category term="UIN" scheme="http://rss.financialcontent.com/stocksymbol" /><category term="FED" scheme="http://rss.financialcontent.com/stocksymbol" /></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0EBQnY5fSp7ImA9WxVVEEs.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2489666987998452175.post-7280421344628052425</id><published>2009-03-03T13:18:00.002+07:00</published><updated>2009-03-03T13:27:33.825+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-03-03T13:27:33.825+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Israel Penjahat Perang" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pengadilan Kriminal" /><title>Seret Israel ke Pengadilan Kriminal</title><content type="html">&lt;b&gt;Seret Israel ke Pengadilan Kriminal&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;[JP Online, Selasa, 03 Maret 2009]&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Ada Kans Palestina Seret Israel ke Pengadilan Kriminal&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_SvK4haD6U_Q/SazNmQTZO_I/AAAAAAAAAw0/pYX2FNEZOvQ/s1600-h/Eyegoogle.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 140px; height: 130px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_SvK4haD6U_Q/SazNmQTZO_I/AAAAAAAAAw0/pYX2FNEZOvQ/s200/Eyegoogle.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5308844117858008050" /&gt;&lt;/a&gt;DEN HAAG - Degup jantung para tokoh Israel yang berada di balik serangan 22 hari ke Jalur Gaza lalu bakal kian kencang hari-hari ke depan. Sebab, mereka kian dekat pada kemungkinan diseret ke Pengadilan Kriminal Internasional (ICC, harap dibedakan dengan Mahkamah Internasional, Red) dengan dakwaan sebagai penjahat perang.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Seperti dilansir The Guardian kemarin (2/3), ICC tengah mempelajari apakah Otoritas Palestina (OP) cukup memenuhi syarat untuk disebut negara merdeka. Kalau iya, berarti OP berhak membawa kasus dugaan pelanggaran hukum perang internasional yang dilakukan Israel di Gaza ke Den Haag, markas besar mahkamah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengutip sejumlah sumber di ICC, The Guardian melansir bahwa saat ini ketua divisi yurisdiksi yang merupakan bagian dari tim jaksa penuntut tengah memeriksa semua perjanjian internasional yang ditandatangani OP. Dari situ, nanti bisa ditentukan apakah OP memenuhi syarat untuk disebut negara berdaulat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Diharapkan, keputusan tentang apakah Otoritas Palestina itu layak disebut negara merdeka atau tidak bisa keluar dalam hitungan bulan, bukan tahun," kata sumber anonim tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengadilan Kriminal Internasional yang beranggota 108 negara memang belum mengakui Palestina sebagai negara merdeka. Sedangkan Israel, meski ikut meneken Statuta Roma yang menjadi dasar hukum pembentukan ICC, bukan termasuk anggota. Padahal, yurisdiksi mahkamah hanya ada di wilayah negara anggotanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serangan 22 hari Israel di Gaza sudah menewaskan 1.300 orang, mayoritas adalah anak-anak dan perempuan. Banyak pihak sudah menyuarakan berbagai pelanggaran yang dilakukan Israel. Salah satunya, Komite Palang Merah Internasional (ICRC)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;"Menurut ICRC, salah satu pelanggaran paling kentara yang dilakukan Negeri Zionis itu adalah pemilihan senjata dan lokasi sasaran yang selalu saja padat dengan penduduk sipil. Itu jelas melanggar Konvensi Jenewa."&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, ICRC tak hanya memelototi Israel. Mereka juga mengumpulkan bukti-bukti pelanggaran yang dilakukan lawan Negeri Yahudi itu, Hamas. Mereka siap menggelar temuan mereka di hadapan pihak-pihak yang berkepentingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Israel masih sibuk dengan pembentukan pemerintahan baru. Setelah gagal menggandeng Partai Kadima untuk berkoalisi, kini calon perdana menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengalihkan target kepada Partai Buruh. Minggu lalu (1/3) ketua Partai Likud itu bertemu dengan pemimpin Partai Buruh Ehud Barak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami memutuskan saling berkomunikasi," ujar Netanyahu seperti dikutip situs berita Ynet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengutip media Israel, AFP melaporkan, Barak bersedia bertemu Netanyahu karena berambisi mempertahankan kursi menteri pertahanan yang memang vital. Langkah mantan PM Israel itu kontras dengan apa yang dilontarkannya setelah Partai Buruh hanya menduduki posisi keempat di pemilu 10 Februari lalu. Saat itu Barak menegaskan bahwa pihaknya siap beroposisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara mayoritas di Partai Buruh juga tetap menghendaki agar partai kiri itu beroposisi. Sebab, secara ideologi, mereka memang bertentangan dengan Likud yang kanan alias ultranasionalis.(cak/ttg)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;i&gt;Salam Persahabatan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;ParaDIsE.group&lt;/b&gt;&lt;/center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2489666987998452175-7280421344628052425?l=bloggerarema.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/JVyQ3EURz5agHe5MG6CtLyI9u2c/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/JVyQ3EURz5agHe5MG6CtLyI9u2c/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/JVyQ3EURz5agHe5MG6CtLyI9u2c/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/JVyQ3EURz5agHe5MG6CtLyI9u2c/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://bloggerarema.blogspot.com/feeds/7280421344628052425/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://bloggerarema.blogspot.com/2009/03/seret-israel-ke-pengadilan-kriminal.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2489666987998452175/posts/default/7280421344628052425?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2489666987998452175/posts/default/7280421344628052425?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://bloggerarema.blogspot.com/2009/03/seret-israel-ke-pengadilan-kriminal.html" title="Seret Israel ke Pengadilan Kriminal" /><author><name>My Paradise</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00476744199249931237</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="29" height="32" src="http://3.bp.blogspot.com/_SvK4haD6U_Q/SYRKB4KFqdI/AAAAAAAAAtI/S3UGF4lp23o/S220/Icon-VisitMP.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_SvK4haD6U_Q/SazNmQTZO_I/AAAAAAAAAw0/pYX2FNEZOvQ/s72-c/Eyegoogle.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><category term="PM" scheme="http://rss.financialcontent.com/stocksymbol" /><category term="ICRC" scheme="http://rss.financialcontent.com/stocksymbol" /><category term="OP" scheme="http://rss.financialcontent.com/stocksymbol" /></entry><entry gd:etag="W/&quot;D0IBQX04fCp7ImA9WxVUFUs.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2489666987998452175.post-4108750704706297560</id><published>2009-02-24T16:40:00.007+07:00</published><updated>2009-03-20T23:12:30.334+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-03-20T23:12:30.334+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Resensi Buku" /><title>Menguak 3 Rahasia</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_SvK4haD6U_Q/SaPBJhXnUpI/AAAAAAAAAws/X2-Sgi-H0j0/s1600-h/3+Rahasia.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 70px; height: 100px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_SvK4haD6U_Q/SaPBJhXnUpI/AAAAAAAAAws/X2-Sgi-H0j0/s200/3+Rahasia.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5306297155292975762" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="tglgray" style="margin-left: 10px; margin-right: 10px;"&gt;            [JP Online, Minggu, 22 Februari 2009]         &lt;/div&gt;         &lt;div class="judulsedang" style="margin-left: 10px; margin-right: 10px;"&gt;&lt;b&gt;Meluruskan Asumsi Salah Kaprah&lt;/b&gt;        &lt;/div&gt;         &lt;div style="height: 10px;"&gt;         &lt;/div&gt;          Dalam upaya menguak identitas sejati, manusia selalu dihadapkan pada misteri hidup dan rahasia kehidupan. Proses penciptaan, makna hidup, serta hakikat semesta adalah pertanyaan besar yang mustahil terjawab oleh siapa pun makhluk yang enggan mendayagunakan akal dan nuraninya dengan benar. Kondisi ini menyebabkan banyak orang secara eskapis mencari pelarian diri menuju spiritualitas yang menjanjikan kesejukan. Kendati kemudian tak jarang ada yang terjebak di jalur yang salah dan sesat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamparan kosmik beserta riasan kehidupan di dalamnya diciptakan Tuhan bukan tanpa tujuan dan hampa rencana. Semua sudah menjadi skenario baku yang kemudian dikenal dengan &lt;i&gt;sunnatullah&lt;/i&gt;. Bagi orang yang sudi berpikir, seluruh rahasia hidup itu tetap bisa dikuak melalui pendekatan yang objektif dan rasional. Termasuk kesadaran dan penalaran bahwa terdapat peran Dzat Mahakuasa yang mengatur segalanya. Nah, rumusan tentang Dzat Mahakreator inilah yang acap melahirkan multi-penafsiran yang tak seragam. Berangkat dari realitas ini, Agus Mustofa menyajikan buku yang merupakan serial ke-21 dari senarai pustaka tasawuf yang sudah lama ditekuninya. Alumnus Teknik Nuklir UGM Jogjakarta ini mengaku merasa ''gerah'' dengan sejumlah literatur mutakhir yang menjelaskan fenomena Tuhan dan misteri jagad raya yang kerap terkesan dangkal, parsial, dan tidak dilandasi dengan fondasi keagamaan yang kokoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Agus, penjelasan dari sejumlah ilmuan sekular semacam itu sangat berbahaya bagi kelestarian akidah umat Islam dan karenanya mendesak untuk diluruskan. Bahwa semua fenomena alam bisa dipelajari (&lt;i&gt;learnable&lt;/i&gt;) memang juga dibenarkan dalam Islam. Ada selaksa hikmah di balik penciptaan kosmos ini dan harus diurai oleh manusia melalui ilmu, keterampilan, kepekaan, serta yang tak kalah penting adalah dengan iman yang lurus. Pendekatan holistik (utuh dan menyeluruh) akan mengantarkan manusia pada keyakinan bahwa alam ini ada tidak secara kebetulan, melainkan melalui serangkaian proses dan perisitiwa yang saling bertali-temali. Hanya saja, tidak semua gejala kemudian bisa dipelajari lewat takaran rumus matematis, karena ada beberapa hal yang secara esoteris tidak bisa dicerna dengan akal karena daya jelajah rasio manusia yang amat terbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai kerangka uraian, lebih jauh buku ini menyuguhkan tiga rahasia besar yang dianggap sebagai kunci penting di balik kesuksesan manusia meniti hidup. Yakni &lt;i&gt;lauh mahfudz, sunnatullah&lt;/i&gt;, dan kehendak. Pelbagai penjelasan serta dinamika kelestarian alam berikut kerumitan problema hidup penghuninya, sesungguhnya bagi Allah bisa dipantau dengan teramat mudah. &lt;i&gt;Lauh mahfudz&lt;/i&gt; merupakan kitab besar yang berfungsi sebagai layar monitor dari aneka proses kehidupan (QS. 27:75). Rahasia keagungan sekaligus kegaiban alam raya semua terangkum rapi dalam &lt;i&gt;lauh mahfudz&lt;/i&gt;. Seluruh skenario takdir setiap makhluk terlampir di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia dapat memperoleh takdirnya setelah menjalani hukum dan ketetapan yang digariskan Allah, yang disebut dengan &lt;i&gt;sunnatullah&lt;/i&gt;. Jalan cerita kehidupan setiap orang akan dianyam melalui interaksi mereka dengan &lt;i&gt;sunnatullah&lt;/i&gt; sebagai ketentuan yang tak pernah berubah. Sementara sebagai bekal mengarunginya, Allah mengaruniai manusia dengan ''peranti'' kehendak (sebagai bagian dari kehendak-Nya) berupa fitrah dan talenta. Kehendak inilah yang mendorong manusia menjalankan takdirnya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejatinya, sebagaimana pengakuan Agus, buku ini tersaji secara ''mendadak'' alias di luar jadwal. Buku ini hadir lebih akibat keterdesakan Agus untuk segera meluruskan sejumlah asumsi publik yang dinilai telah salah kaprah, antara lain akibat dipicu asupan bacaan mereka yang melenceng. Secara tegas, titik sasar ulasan (baca: kritik) Agus bermula dari uraian-uraian Rhonda Byrne dalam karyanya yang laris, &lt;i&gt;The Secret&lt;/i&gt;. Beberapa pendapat Byrne pantas dipertanyakan, antara lain perihal kunci tunggal alam semesta yang (hanya) bermuara pada pikiran seseorang. Mengacu pada teori &lt;i&gt;the law of attraction&lt;/i&gt; (hukum tarik-menarik), manusia diukur dari sejauhmana ia berpikir. Apabila ia berpikir benar dan positif, maka hidupnya pasti akan sukses. Inilah yang disebut Byrne sebagai megarahasia (&lt;i&gt;secret&lt;/i&gt;) kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepintas, sebagai sebuah motivasi, pandangan Byrne ini seolah bisa diterima. Tapi dari sisi realitas, menurut Agus, pemikiran seperti itu rancu dan keliru. Sebab, selain hukum tarik-menarik, dunia ini juga dikendalikan oleh hukum-hukum alam lain yang saling mengisi dalam sebuah paduan gaya (&lt;i&gt;unification force&lt;/i&gt;). Kelemahan lain, teori itu lantas menihilkan arti penting ikhtiar (bekerja) serta, lebih fatal lagi, menafikan peran sentral Tuhan dengan takdir-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerancuan pola pikir Byrne yang lain adalah anggapannya tentang energi semesta yang ia padankan dengan Tuhan. Maklum saja, Rhonda Byrne adalah penganut aliran spiritualisme murni yang selalu melakukan pencarian terhadap eksistensi Tuhan yang tak menganggap penting (entitas) agama. Padahal dalam optik Islam, baik bersumber dari kitab suci maupun literatur sains, kesimpulan semacam itu akan serta-merta terbantahkan dengan tegas. Ayat Alquran (QS.112:1-4) serta (QS.42:11) telah menegaskan sifat-sifat Allah secara rinci. Sedangkan ilmu fisika memaparkan bahwa energi semata tidak mungkin bisa menyusun semesta. Di samping energi, harus ada kekuatan ''menghidupkan'' lain berupa materi, ruang, waktu, dan informasi. Kendati harus dijelaskan pula bahwa segala sifat adikodrati Tuhan berbeda dengan sifat kemakhlukan yang serbamaterialistik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boleh dikata, kehadiran buku dengan tata tutur yang menarik serta kaya contoh-contoh inspiratif ini merupakan kontrawacana terhadap munculnya ragam buku motivasi bermuatan esoteris bermazhab sekuler, yang akhir-akhir ini marak dan digandrungi publik. Yaitu literatur yang menyuguhkan pelbagai metode penataan mental-spiritual dengan penyandaran transendensi kekuatan hubungan antara makhluk (diri) dengan sang Khalik (Tuhan) seperti &lt;i&gt;The Secret&lt;/i&gt;-nya Rhonda Byrne tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain bertujuan menyingkirkan racun-racun ketauhidan di tengah khalayak, lewat karya bermuatan tasawuf ini Agus Mustofa hendak mengajak pembaca untuk lebih seksama, tekun, dan tiada lelah mendeteksi setiap potensi diri, antara lain dengan jalan menyadari akan adanya kekuatan supranalar yang mampu menjadi tangga perjumpaan dengan kuasa Tuhan. &lt;b&gt;(*)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;i&gt;*) Mohamad Ali Hisyam, Pengajar di Universitas Trunojoyo Madura&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul Buku: Membongkar Tiga Rahasia&lt;br /&gt;Penulis : Agus Mustofa&lt;br /&gt;Penerbit : Padma Press Surabaya&lt;br /&gt;Cetakan: I, Februari 2009&lt;br /&gt;Tebal: 272 halaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;i&gt;Salam Persahabatan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;ParaDIsE.group&lt;/b&gt;&lt;/center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2489666987998452175-4108750704706297560?l=bloggerarema.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/YmconI8bs1dNpz2FN4AupXpyAvo/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/YmconI8bs1dNpz2FN4AupXpyAvo/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/YmconI8bs1dNpz2FN4AupXpyAvo/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/YmconI8bs1dNpz2FN4AupXpyAvo/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://bloggerarema.blogspot.com/feeds/4108750704706297560/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://bloggerarema.blogspot.com/2009/02/monguak-3-rahasia.html#comment-form" title="1 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2489666987998452175/posts/default/4108750704706297560?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2489666987998452175/posts/default/4108750704706297560?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://bloggerarema.blogspot.com/2009/02/monguak-3-rahasia.html" title="Menguak 3 Rahasia" /><author><name>My Paradise</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00476744199249931237</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="29" height="32" src="http://3.bp.blogspot.com/_SvK4haD6U_Q/SYRKB4KFqdI/AAAAAAAAAtI/S3UGF4lp23o/S220/Icon-VisitMP.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_SvK4haD6U_Q/SaPBJhXnUpI/AAAAAAAAAws/X2-Sgi-H0j0/s72-c/3+Rahasia.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>1</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;Ak8FQn09eyp7ImA9WxVXGEo.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2489666987998452175.post-3303574321747649393</id><published>2009-02-15T15:35:00.002+07:00</published><updated>2009-02-17T20:53:33.363+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-02-17T20:53:33.363+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerpen" /><title>Serat Rengganis</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_SvK4haD6U_Q/SZfUQQrItTI/AAAAAAAAAvs/abn-jkUa_rY/s1600-h/Roose1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 100px; height: 60px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_SvK4haD6U_Q/SZfUQQrItTI/AAAAAAAAAvs/abn-jkUa_rY/s200/Roose1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5302940462070936882" /&gt;&lt;/a&gt;[JP Online, Minggu, 15 Februari 2009]&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Serat Rengganis&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RENGGANIS bisa terbang bukan hanya karena ia doyan sari kembang, tapi juga tubuhnya demikian ringan. Putri mantan raja Jamineran itu tak ubahnya seekor kupu-kupu; cantik dan rapuh dalam satu waktu. Tapi juga sakti; ia bisa masuk ke taman Banjaran Sari tanpa seorang pengawal pun menyadari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari gunung Argapura ia terbang seorang diri, tiap hari, memetik kembang Banjaran Sari sesukanya sendiri. Hingga taman itu berantakan, kehilangan kembang dan keindahan. Dan suatu sore, Pangeran Kelan sang empunya taman, memergokinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maling Sakti, berhenti!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rengganis tertangkap basah dengan beberapa tangkai kembang di tangannya. Tapi wajahnya tak nampak bersalah. Ia malah tersipu malu seperti perempuan yang tengah dirayu. Tapi memang demikianlah yang kemudian terjadi. Pangeran Kelan bukannya marah tapi malah jatuh cinta kepada si pencuri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pangeran, kata Rengganis di sesela tembang cinta sang Pangeran, aku mau jadi istrimu, jika kau juga bisa meminang putri Mukadam jadi istrimu. Tak enak rasanya aku bahagia seorang diri dan meninggalkan sahabatku itu dalam kesendiriannya. Selesai mengucapkan permintaannya Rengganis terbang kembali ke Argapura. Tinggallah Pangeran Kelan seperti seseorang yang baru bangun dari mimpinya. Lalu malam turun dengan cepat, menghadirkan bulan pucat dan perasaan yang berlarat-larat. Dan para setan mulai menabuh gendang-gendang kegilaan. Pangeran Kelan kehilangan ingatannya. Ia menyanyi dan menari. Berteriak-teriak memanggil nama Rengganis di sela tawa dan tangisnya. Para emban dan pengawal tak bisa menyadarkannya. Nama Rengganis terus dilafalkannya seperti mantra. Seperti doa. Seperti puja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewi Julusul-asikin keluar dari kamarnya dan mendapati suami yang tak dicintainya telah gila. Rambutnya berantakan dan penuh dengan selipan kembang mirip taman berantakan yang berjalan. Putri Jamintoran itu memeluknya dan menangis untuk pertama kalinya. Ia bisa saja tak mencintainya, tapi ia tetap tak rela jika lelaki yang telah menjadi suaminya itu jadi tontonan yang menyedihkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabar tak enak itu sampai di telinga Wong Agung. Kakang, tak puas-puasnya penderitaan mengikuti ke mana pun aku pergi, katanya kepada Umarmaya dengan putus asa. Si Tukang Copet berwajah jenaka itu tak berani mengumbar ketawanya. Ia tahu adiknya sedang bersedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pergi dulu, Yayi. Akan kucari jawaban yang membuat anakmu itu gila. Setelah menepuk-nepuk bahu Wong Agung, Umarmaya menjadi angin, melesat menemui Seh Dul Kures, sang Petapa. Petapa sakti itu menunjuk Argapura sebagai asal bencana. Tapi Umarmaya malah melesat menuju Mukadam. Aku tak mencari asal, Kyai. Aku mencari jawaban, katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Mukadam, Saudara-saudara, adalah negeri yang mengerikan. Dijaga oleh ribuan prajurit dari tembaga yang digerakkan oleh tukang sihir bernama Majusi. Tak siapa pun bisa masuk ke sana tanpa membangunkan tidurnya. Jika Majusi terbangun, ribuan prajurit tembaga yang semula menyerupa arca itu akan bergerak seperti punya nyawa dan tenaga yang tak ada habisnya. Demikianlah yang terjadi ketika angin yang tak lain adalah Umarmaya nekat masuk ke wilayah Mukadam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umarmaya terkepung. Ia tak punya celah untuk lari, keahliannya yang paling utama. Juga ilmu sirepnya, yang mampu menidurkan seluruh mahluk di muka bumi, tak berguna apa-apa. Ia tetap tak bisa menidurkan tembaga. Malahan rapalan itu berbalik menidurkannya. Tanpa perlawanan yang berarti, Umarmaya berhasil diringkus dan dimasukkan ke sumur berbisa, dan dibiarkan sendiri menanti mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh Mukadam berpesta, terlebih Prabu Nusirwan dari Medayin yang kebetulan tengah bertamu. Dengan kematian yang akan segera menjemput Umarmaya ia akan kehilangan musuh-musuhnya. Tinggal Wong Agung, batinnya. Ia memeluk Raja Mukadam mengucapkan terima kasih dan berniat mengabadikan persekutuan itu dengan menjodohkan Raden Hirman, anaknya, dengan putri Mukadam, Dewi Kadarmanik. Raja Mukadam menyambutnya. Tanggal pernikahan segera diumumkan. Pesta dilanjutkan. Prajurit-prajurit tembaga menabuh dirinya, membentur-benturkan tubuh satu sama lain, menjadi bebunyian yang meriah dan mengerikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam kamarnya, Dewi Kadarmanik, penyair perempuan yang begitu mengagumi Neruda, mengunci diri. Keputusan ayahnya betul-betul memukulnya. Ia sama sekali tak memimpikan perkawinan, apalagi dengan Raden Hirman, pemabuk yang sering teler di emperan pasar Medayin. Ia hanya menginginkan kesendirian. Dan satu-satunya yang paling menghibur adalah membaca syair Neruda, atau menerbitkan antologi puisinya seorang diri. Tak ada yang lain. Ia begitu mencintai dirinya. Dan sedikit mencintai Mukadam yang hanya dihuni logam-logam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu di tengah kesedihan yang mendalam itu, Rengganis menyentuhnya seperti puisi. Kadarmanik mau tak mau tersenyum menyadari kehadiran sahabatnya itu. Kau seperti malaikat, Rengganis, bisiknya di telinga Rengganis. Begitulah seorang sahabat bagi sahabatnya, sahut Rengganis. Aku akan membawamu pergi dari kesedihan ini. Aku akan membawamu terbang ke tanah Arab. Kita akan menemui kebahagiaan di sana. Aku akan mengajakmu memasuki agama baru, Islam namanya. Aku juga akan mengajakmu mengenal seorang lelaki, Iman Sumantri namanya, si Pangeran Kelan. Mungkin semua itu akan membuatmu sedikit bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisakah kita keluar dari sini? Kadarmanik mendadak ketakutan mengingat kesaktian sang Majusi. Tenanglah, aku bisa masuk ke sini, maka aku juga akan bisa keluar dari sini. Majusi dan prajurit-prajurit tembaganya sedang berpesta. Mereka akan lena dan tak menyadari kepergian kita. Untuk Raden Hirman, biarlah guling tidurmu yang menggantikanmu. Selesai menyulap guling tidur menjadi sosok Kadarmanik, Rengganis membawa terbang sahabatnya itu menuju tanah Arab, menemui Pangeran Kelan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wong Agung belum beranjak dari situasinya semula. Malah bertambah-tambah karena kabar Umarmaya yang menjadi tawanan Mukadam. Dengan kesedihan yang bercampur dengan kemarahan ia memerintahkan Maktal untuk menggempur Mukadam. Maktal segera berangkat membawa ribuan tentara Arab. Di perbatasan, perang besar pun tak terhindarkan. Prajurit logam Mukadam bersama prajurit Medayin bahu-membahu menghadang gerak laju pasukan Arab. Raden Hirman mengamuk mencari calon istrinya yang hilang. Ia beradu sakti dengan Maktal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu Rengganis dan Kadarmanik telah sampai di taman Banjaran Sari. Pangeran Kelan yang kehilangan ingatannya mendadak sembuh begitu diusap wajahnya oleh Rengganis. Mereka bertiga segera bergerak menuju Mukadam untuk menyelamatkan Umarmaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkatnya, Umarmaya selamat, tapi pasukan Arab menderita kekalahan hebat. Hampir separo pasukan binasa tak kuasa menghadapi pasukan logam yang kebal dan tak mengenal kematian. Mereka mundur kembali ke kota. Maktal yang terluka berat berusaha diselamatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah jerit tangis kekalahan itulah Kadarmanik membuka rahasia kesaktian sang Majusi. Ia memiliki air abadi, Tirta Perwitasari. Di sanalah nyawa pasukan tembaga itu berada. Rengganis dan Umarmaya segera berangkat. Umarmaya mengenakan kopiah wasiat yang membuatnya tak bisa terlihat. Mereka segera menuju kediaman sang Majusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mukadam tengah berpesta kemenangan. Raden Hirman berusaha menghilangkan kepedihannya dengan meminum air keras sebanyak-banyaknya. Prabu Nusirwan sama sekali tak peduli dengan luka anaknya. Ia sibuk merayakan kekalahan Arab. Wong Agung, kematianmu semakin dekat. Ucapnya berkali-kali dalam hati. Ia bersulang dengan Raja Mukadam, mengikat hubungan sehidup semati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sang Majusi pun makin jumawa dengan kemenangan yang telah diraihnya. Pujian demi pujian yang dialamatkan kepadanya membuatnya lupa daratan dan tak menyadari bahaya yang tengah mengancam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rengganis mengetuk pintu rumahnya. Sedang Umarmaya yang tak kasat mata berada di belakang Rengganis. Meski tahu Majusi tak akan melihatnya, pendekar jenaka itu tetap ngumpet di belakang gadis sakti itu. Majusi yang lupa diri menyambut kedatangan Rengganis bagai kekasihnya. Lebih-lebih Rengganis mengaku sebagai putri yang dihadiahkan Nusirwan kepadanya. Majusi segera menggendong Rengganis, sementara Umarmaya, begitu persembunyian diambil, menyelinap ke balik pintu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Majusi membawa gadis impiannya masuk ke kamar. Keadaan itu tak disia-siakan oleh Umarmaya. Segera ia mencari-cari di mana letak Tirta Perwitasari. Ia bergerak dengan cepat sebelum Majusi tersadar akan bahaya yang masuk ke dalam rumahnya. Di dalam kamar Rengganis menembang membuat sang Majusi makin mabuk kepayang. Menembang sambil berdebar-debar menunggu kabar dari Umarmaya. Ah, jika saja Majusi tahu bahwa tembang itu adalah tembang kematiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara, sepuluh lagu telah berlalu tapi Umarmaya belum juga berhasil menemukan di mana air abadi itu disimpan. Rengganis mulai dibasahi keringat dingin. Majusi sudah mulai tak sabar kepingin segera meniduri kekasihnya. Ia mulai menaiki tubuh Rengganis yang tak punya alasan lagi untuk menunda persetubuhan. Dan di saat Majusi membuka satu per satu pakain yang dikenakan Rengganis, mendadak terdengar suara tempayan pecah. Keras. Dari arah ruang belakang. Majusi tersentak. Tanpa menghiraukan Rengganis yang tergolek di ranjang ia melesat ke kamar belakang di mana ia menyimpan air pusakanya. Dan terlambat. Tempayan wadah air itu telah dipecah oleh Umarmaya. Dan tanpa bisa diselamatkan lagi air abadi segera lenyap meresap ke dalam tanah. Kembali ke muasalnya. Majusi menjerit panjang meneriakkan kekalahannya. Di saat itu Umarmaya dan Rengganis telah melayang terbang kembali ke Arab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasukan Arab menyambut kedatangan kedua pahlawannya. Kemenangan seperti sudah berada di tangan mereka. Tanpa berpikir panjang lagi mereka segera berbaris berangkat ke perbatasan untuk memukul mundur pasukan Mukadam dan Medayin. Tanpa air pusaka pasukan tembaga dengan mudah dihancurkan. Pasukan Medayin yang telah berulang kali menderita kekalahan melawan pasukan Arab bubar tidak karuan begitu melihat sekutu mereka ringsek dan meleleh terbakar. Prabu Nusirwan dan Raja Mukadam berlari ke ruang persembunyian di bawah tanah. Mereka mengutuk Majusi yang tak lagi sakti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasukan Arab pulang membawa kemenangan. Pesta kemenangan pun berlanjut dengan pesta perkawinan sang Pangeran Kelan dengan Rengganis dan Dewi Kadarmanik. Tapi belum lagi hidangan pesta perkawinan disuguhkan, sirene tanda bahaya meraung mengabarkan bahaya yang mengancam kota Mekah. Pesta bubar berubah menjadi jerit kepanikan warga kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wong Agung keluar dari istananya, dan di langit ia menyaksikan 40 kuda terbang menyerang kotanya dengan menjatuhkan bola-bola api. Mekah terbakar. Begitu cepat kehancuran itu terjadi. Tanpa sempat tahu apa yang sesungguhnya terjadi. Wong Agung diam. Ia seperti mendengar kembali jerit kematian Adaninggar, 25 tahun yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adaninggar, Wong Agung meremang mengenangnya. Putri Cina, anak raja Hong Te Te, pendekar perempuan yang luar biasa, pecinta yang tak mengenal menyerah. Konon, suatu malam, putri itu bermimpi bertemu dengan seorang lelaki. Paginya ia bangun dan wajah lelaki dalam mimpinya tetap berada dalam kepalanya. Berhari-hari ia demikian terganggu. Wajah lelaki yang sama sekali belum pernah dilihatnya itu melayang-layang dalam benaknya. Seperti berdiam, berumah dalam kepala perawan itu. Lalu dengan kebulatan hati Adaninggar meninggalkan daratan Cina, untuk memburu mimpinya. Ia yakin, wajah lelaki itu adalah wajah jodohnya. Wajah Wong Agung Jayengrana. Dengan Talikentular, selendang saktinya, Adaninggar terbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di jazirah Arab Adaninggar menempel gambar wajah kekasihnya di mana-mana. Setiap lorong-lorong kota penuh dengan poster Wong Agung. Hingga sampailah poster cinta itu ke Medayin. Wong Agung yang waktu itu masih tinggal bersama Prabu Nusirwan, mertuanya, terganggu dengan kejadian itu. Ia perintahkan para prajurit untuk melepas poster bergambar wajahnya itu. Tapi tiap kali pagi dilepas, malam harinya poster itu telah kembali terpasang di tempatnya semula. Hingga akhir Wong Agung sendiri yang turun untuk menurunkan gambar-gambar wajahnya. Di saat itulah mereka bertemu untuk pertama kalinya. Adaninggar benar-benar jatuh cinta kepadanya. Tapi Wong Agung menolaknya mentah-mentah. Ia sudah punya beberapa istri yang luar biasa, untuk apa menambah satu lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adaninggar tak kurang akal. Ia merayu Prabu Nusirwan dan akhirnya bisa menjadi selir. Mau tidak mau Adaninggar dan Wong Agung setiap hari ketemu. Dan Adaninggar bisa memberi perintah sesuka hati kepada menantunya. Sebagai anak, Wong Agung menuruti semua perintah ibunya. Kecuali bercinta dengannya. Saking gemesnya Wong Agung pernah diikat dan dicambukinya supaya mau menerima cintanya. Tapi Wong Agung tetap memanggilnya ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adaninggar juga bersekutu dengan istri-istri Wong Agung, Sudarawreti dan Rabingu Sirtupaleli. Persekutuan mereka menjadi-jadi ketika Wong Agung berniat memperistri Kelaswara, prajurit perempuan, putri Raja Kelanjali. Adaninggar melabrak pesaingnya dan pertempuran dua prajurit perempuan itu pun terjadi. Kelaswara yang tak siap menghadapi serangan mendadak itu terdesak. Maklumlah, saat Adaninggar melabraknya, ia sedang tertidur pulas di kamar pengantin. Tubuh Adaninggar yang kebal dari beragam senjata hampir-hampir membuatnya putus asa. Kelaswara lalu berlari mengambil tombak Lusaka dan melemparkannya. Tombak kecil itu menembus dada kiri Adaninggar dan membuatnya tewas seketika. Sudarawreti dan Rabingu Sirtupaleli berniat membalas kematian sahabatnya, tapi buru-buru Wong Agung menengahinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya yang terjadi di langit Mekah adalah 40 kuda terbang dengan penunggang prajurit perempuan dari Cina datang menuntut balas kematian Adaninggar. Widaninggar, adik kandung Adaninggar, memimpin sendiri serangan itu. Dengan bantuan gurunya, Widaningrum, putri tunggal sang Ijajil alias si Begejil, 40 prajurit itu menjadi sakti luar biasa. Mereka mampu membakar kota Wong Agung dalam waktu yang singkat. Wong Agung tak salah, bencana itu datang dari kematian Adaninggar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rengganis tak tinggal diam, dengan bantuan Dewi Kuraisin dari Ajrak, ia menghadang laju Widaninggar dan Widaningrum. Di tengah kemelut pertarungan itu, Prabu Nusirwan keluar dari persembunyian lalu lari mengungsi ke tanah Jawa. Meminta perlindungan kepada Kendit Birayung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di sinilah kisah Rengganis berakhir. Tapi perseteruan Wong Agung dan Nusirwan masih terus berlanjut. (*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jogjakarta, 2008&lt;br /&gt;Cerpen Gunawan Maryanto &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;i&gt;Happy Blogging, Love You Without Wax&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;ParaDIsE.group Indonesia&lt;/b&gt;&lt;/center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2489666987998452175-3303574321747649393?l=bloggerarema.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/OVPewCfGQs2EFvie6MxIm3Glxbo/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/OVPewCfGQs2EFvie6MxIm3Glxbo/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/OVPewCfGQs2EFvie6MxIm3Glxbo/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/OVPewCfGQs2EFvie6MxIm3Glxbo/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://bloggerarema.blogspot.com/feeds/3303574321747649393/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://bloggerarema.blogspot.com/2009/02/serat-rengganis.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2489666987998452175/posts/default/3303574321747649393?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2489666987998452175/posts/default/3303574321747649393?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://bloggerarema.blogspot.com/2009/02/serat-rengganis.html" title="Serat Rengganis" /><author><name>My Paradise</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00476744199249931237</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="29" height="32" src="http://3.bp.blogspot.com/_SvK4haD6U_Q/SYRKB4KFqdI/AAAAAAAAAtI/S3UGF4lp23o/S220/Icon-VisitMP.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_SvK4haD6U_Q/SZfUQQrItTI/AAAAAAAAAvs/abn-jkUa_rY/s72-c/Roose1.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;Ak4GQHg4fip7ImA9WxVXGEo.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2489666987998452175.post-3290952355307163427</id><published>2009-02-15T15:24:00.001+07:00</published><updated>2009-02-17T20:55:21.636+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-02-17T20:55:21.636+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Resensi Buku" /><title>Sabda Pandhita Ratu</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_SvK4haD6U_Q/SZfSGs1j8AI/AAAAAAAAAvk/ruZfaxCrzY0/s1600-h/Sri+Sultan.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 68px; height: 100px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_SvK4haD6U_Q/SZfSGs1j8AI/AAAAAAAAAvk/ruZfaxCrzY0/s200/Sri+Sultan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5302938098808909826" /&gt;&lt;/a&gt;[JP Online, Minggu, 15 Februari 2009]&lt;br /&gt;Memahami Sabda Pandhita Ratu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Buat apa sebuahTahta dan menjadi Raja apabila tidak memberi manfaat bagi masyarakat''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sri Sultan Hamengku Buwono IX, 7 Maret 1969)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak banyak yang tahu kalau keputusan Sultan Hamengku Buwono X bakal maju menjadi calon presiden (capres) pada pilpres 2009 bukan semata-mata atas keinginan ''nafsu'' politiknya semata. Lewat pertemuan akbar dengan rakyatnya atau pisowanan ageng pada 28 Oktober 2008, bertepatan Hari Sumpah Pemuda, Sultan dengan lantang menegaskan, ''Dengan memohon petunjuk kepada Tuhan Yang Maha Esa dan dengan niat yang tulus memenuhi panggilan pada Ibu Pertiwi, dengan ini saya menyatakan siap maju menjadi calon presiden 2009.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak itu, dan hingga hari ini, peta politik Tanah Air berubah drastis dan kian hari kian memanas. Bagaimana tidak, sebagian kalangan sebelumnya tidak begitu memperhitungkan Sultan bakal berani dan ''nekat'' maju menjadi capres, sebab ia sendiri sedang mengurusi rakyat Jogja di singgasana keratonnya. Sebagian lain berpendapat, wacana Sultan akan maju ke bursa pencalonan presiden sesungguhnya sudah tercium pada saat dirinya menyatakan tidak lagi bersedia menjadi gubernur Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) pada 2007.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sana, muncullah spekulasi di balik sikap Sultan dalam memperlakukan kekuasaan dan berpolitik. Pertama, dengan tidak menolak menjadi gubernur pada periode berikutnya, selain karena alasan telah menjabat dua kali periode, Sultan seolah hendak memberikan pelajaran demokrasi kepada rakyat Jogja dan masyarakat luas pada umumnya. Padahal, oleh pemerintah pusat, Jogja dilabeli ''daerah istimewa'' yang tidak mempersoalkan manakala masyarakat setempat menghendaki Sultan sebagai raja sekaligus gubernur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, ada anggapan bahwa majunya Sultan ke bursa capres merupakan kritik praksisnya terhadap pemerintahan pascareformasi, yang tak juga berhasil menyejahterakan rakyat. Realitas kemiskinan, pengganguran, konflik antarindividu maupun kelompok, dan lain-lain, mengetuk sekaligus membuka hati Sultan untuk ikut andil secara langsung mengurusi rakyat Indonesia. Pemerintahan saat ini, menurut penilaian Sultan, gagal menjalankan amanah rakyat sehingga berada di titik nadir kemelaratan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, deklarasi Sultan yang menyatakan siap berlaga dalam kompetisi capres 2009 adalah bentuk penyaluran hak politiknya sebagai warga negara, walau risiko yang ditanggung amatlah besar. Sultan rela meninggalkan tahta kerajaannya demi --apa yang ia yakini-- kepentingan rakyat. Bahkan, Sultan ikhlas mencopot gelar wong agung-nya (seperti) seratus tahun lalu, jika memang harus luntur dengan sendirinya lantaran ia terjun ke dunia politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pijakan ketiga poin itulah, buku ini berbicara sangat kompleks menyangkut seluk-beluk kehidupan dan perjuangan Sultan menuju gerbang istana negara. Arwan Tuti Artha, penulisnya, mengangkat persoalan ke-Sultan-an lewat perspektif budaya Jawa (baca: Kejawen), semacam ''ilmu batin''. Perspektif model ini, tampaknya sangat baik dan bagus untuk mengetahui tujuan yang sebenarnya dari apa yang dilakukan Sultan dalam tindak-laku perbuatan maupun ucapannya. Hal itu jelas jauh berbeda manakala strategi analisis yang digunakan dengan pendekatan akademis yang cenderung kaku dan kering dari realitas yang senyatanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arwan tiada henti selalu mengingatkan bahwa segala tindak-tanduk dan ucapan Sultan adalah cerminan kawula (rakyat) untuk gusti (raja). Seorang raja, karena menjadi pusat kekuasaan, maka rakyat hanya akan mendengar apa yang disabdakan, baik itu perintah, larangan atau pernyataan. Oleh sebab itu, di kerajaan Jawa tak ada hukum, kecuali kata-kata keramat raja yang dikenal sebagai sabda pandhita ratu. Apa yang sudah diucapkan seorang raja merupakan keputusan final yang tidak bisa ditarik kembali. Keputusan final seorang raja itu ora wolak-walik sepisan mungkasi. Artinya, sekali tidak perlu diulangi karena sudah melalui pertimbangan panjang, cermat dengan penuh kesabaran (hlm. 81).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi, apa yang dikatakan seorang raja itu ibarat sabda, memiliki kekuatan magis dan kekuatan mistis. Artinya, kata-kata seorang raja bukan semata-mata milik raja saja, melainkan kata-kata yang sudah disempurnakan dengan kekuatan kosmik dan sudah meresap ke dalam perasaan dan pikiran raja bersangkutan. Boleh jadi, apa yang bakal terjadi nanti, sebenarnya telah diperhitungkan matang-matang oleh Sultan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, apakah ada jaminan Sultan benar-benar bisa menjadi presiden RI berikutnya? Apakah ia akan dicalonkan dari partai besar yang sampai saat ini masih menaunginya? Buku ini tidak berbicara kemungkinan-kemungkinan politis itu. Yang amat ditekankan dalam buku setebal 174 ini adalah niat tulus Sultan untuk memperbaiki bangsa. Keputusan itu bukan merupakan manuver politik, tetapi sesuai dengan panggilan hati dan jiwanya. Sultan tidak akan main-main dengan ucapannya, bahkan dalam mengurus negeri ini. Itulah yang dia ucapkan, ''Sekali lagi saya ingin mengabdi, bukan merecoki negeri" (hlm. 111).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada sesuatu pun yang dapat menghalangi niat Sultan untuk maju sebagai capres. Ini adalah konsekuensi logis dari sabda pandhita ratu. Tidak heran Sultan terlihat ''menghindar'' ketika ada kabar bahwa dirinya akan dilamar menjadi cawapres mendampingi capres Megawati yang diusung PDI Perjuangan baru-baru ini. Sultan masih memegang teguh sabda pandhita ratu itu, sebagai capres bukan cawapres. Tapi entah di kemudian hari...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sultan percaya bahwa dirinya saat ini sedang ditunggu-tunggu masyarakat luas, terutama masyarakat Jawa untuk memimpin bangsa ini. Sebab, dalam tradisi Jawa, untuk mewujudkan bangsa yang sejahtera, diyakini ada satria pinilih yang tampil. Dialah orang yang sebelum waktunya keluar masih disimpan atau dipingit. Orang Jawa selalu berharap hadirnya satria piningit untuk memegang tampuk pimpinan. Mungkinkah? Kita lihat saja nanti. Sebentar lagi. (*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) Lailiyatis Sa'adah, guru PAUD di UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta, dan pengelola Taman Baca AIDA di Jember&lt;br /&gt;Judul Buku : Laku Spiritual Sultan: Langkah Raja Jawa Menuju Istana&lt;br /&gt;Penulis : Arwan Tuti Artha&lt;br /&gt;Penerbit : Galangpress, Jogjakarta&lt;br /&gt;Cetakan : I, Januari 2009&lt;br /&gt;Tebal : 174 halaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;***&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;[JP Online, Minggu, 15 Februari 2009]&lt;br /&gt;Pidato-Pidato Inspirasi Dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;'' ... Saya mendambakan demokrasi dan masyarakat bebas di mana semua orang bisa hidup bersama dalam harmoni dan kesempatan yang sama.''&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah cuplikan pidato Nelson Mandela yang amat inspiratif sebagai pemimpin besar bangsa kulit hitam pengubah sejarah Afrika. Pidato Mandela itu dikumandangkan di Johannesburg pada 2 Mei 1994. Isi pidato tersebut memberi semangat dan dorongan moral bagi rakyat kulit hitam Afrika Selatan yang beberapa saat kemudian terbebas dari politik Apartheid. Politik Apartheid adalah politik yang membeda-bedakan orang kulit hitam dan orang kulit putih. Kala itu masih banyak negara di Afrika yang dijajah negara lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mandela adalah pemimpin Afrika Selatan yang amat gigih menentang politik rasialis itu. Ia rela dipenjara rezim kulit putih selama 27 tahun sebelum kemudian bebas dan terpilih menjadi presiden kulit hitam pertama di negaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Mandela, masih banyak tokoh dunia yang mempunyai pidato yang dapat memberi inspirasi. Bahkan pidato-pidato Soekarno, Bung Tomo, dan Jenderal Soedirman dinilai pidato-pidato yang sangat hebat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di buku ini, selain isi pidato yang ditonjolkan, riwayat hidup singkat para pemimpin hebat tersebut juga disertakan. Tokoh lain yang dijadikan contoh, di antaranya, Adolf Hitler, Martin Luther King Jr , Franklin D. Roosevelt, George W. Bush, bahkan Nabi Musa dan Nabi Muhammad SAW juga ditulis khutbahnya. Tahun dan bulan pidato tersebut tidak lupa dicantumkan, sehingga pembaca bisa mengetahui kapan pidato tersebut dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang perlu dicatat dari isi pidato tokoh-tokoh besar yang dihimpun dalam buku ini, sebagian besar menyangkut perjuangan untuk merdeka. Juga perjuangan antidiskriminasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya, buku setebal 245 halaman ini sangat menarik. Sebab isinya penuh inspirasi dari pidato-pidato yang diucapkan tokoh-tokoh berpengaruh dari berbagai penjuru dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, dari semua pidato yang ditulis di buku ini, menurut saya, pidato terbaik diucapkan Martin Luther King Jr. Pidato itu disampaikan di Memphis, Tennessee, pada 3 April 1968. Isinya: ''Saya sudah melihat tanah yang dijanjikan. Saya mungkin tidak berada di sana bersama Anda. Tetapi saya ingin Anda mengetahui malam ini bahwa kita, sebagai suatu kaum, akan memperoleh tanah yang dijanjikan. Dan saya gembira malam ini. Saya tidak lagi risau tentang apa pun. Saya tidak takut kepada siapa pun. Mata saya sudah melihat kebesaran datangnya Tuhan.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pidato Martin Luther King Jr itu amat fenomenal karena menginspirasi dan mempengaruhi dunia untuk memerangi diskriminasi, terutama dalam politik perbedaan warna kulit di Amerika Serikat. Pidato Luther King Jr itu yang sangat mungkin menginspirasi perjuangan Barack Obama saat menapaki tangga menuju kursi presiden AS. Obama akhirnya terpilih menjadi presiden kulit hitam pertama di negara adikuasa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Martin Luther king Jr, pidato John F. Kennedy juga penuh inspirasi. Pidato tersebut antara lain berbunyi: ''Oleh sebab itu, para warga Amerika sekalian, jangan tanya apa yang bisa dilakukan negaramu untukmu; tanyalah apa yang bisa kau lakukan untuk negaramu. Kepada para warga dunia, jangan tanya apa yang bisa diperbuat Amerika untuk Anda, tapi apa yang bisa kita kerjakan bersama demi kebebasan manusia.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini juga menarik karena dilengkapi riwayat hidup para tokoh pengubah dunia tersebut. Tetapi, menurut saya, ada sedikit kelemahannya. Yaitu sedikitnya gambar yang dimasukkan di dalam buku ini sebagai bukti pidato tersebut, sehingga pembaca bisa cepat bosan karena tulisannya lebih mendominasi. Padahal buku ini ukurannya lebih lebar dari ukuran kebanyakan. Ketika saya membelinya, saya kira buku ini dilengkapi gambar-gambar ilustrasi yang seharusnya bisa membuat buku ini jadi lebih baik.(*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) REZA AKBAR F., siswa Sekolah Ciputra Surabaya, peminat buku biografi tokoh dunia&lt;br /&gt;Judul Buku : Pidato-pidato yang Mengubah Dunia&lt;br /&gt;Editor : Daniel P. Purba SSos dan Yati Sumiarti SE&lt;br /&gt;Penerbit : Esensi Jakarta&lt;br /&gt;Cetakan : Pertama, 2008&lt;br /&gt;Tebal : 245 halaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;i&gt;Happy Blogging, Love You Without Wax&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;ParaDIsE.group Indonesia&lt;/b&gt;&lt;/center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2489666987998452175-3290952355307163427?l=bloggerarema.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/rSEKme79FoEl2yjr0YFeg4fEDlQ/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/rSEKme79FoEl2yjr0YFeg4fEDlQ/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/rSEKme79FoEl2yjr0YFeg4fEDlQ/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/rSEKme79FoEl2yjr0YFeg4fEDlQ/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://bloggerarema.blogspot.com/feeds/3290952355307163427/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://bloggerarema.blogspot.com/2009/02/sabda-pandhita-ratu.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2489666987998452175/posts/default/3290952355307163427?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2489666987998452175/posts/default/3290952355307163427?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://bloggerarema.blogspot.com/2009/02/sabda-pandhita-ratu.html" title="Sabda Pandhita Ratu" /><author><name>My Paradise</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00476744199249931237</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="29" height="32" src="http://3.bp.blogspot.com/_SvK4haD6U_Q/SYRKB4KFqdI/AAAAAAAAAtI/S3UGF4lp23o/S220/Icon-VisitMP.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_SvK4haD6U_Q/SZfSGs1j8AI/AAAAAAAAAvk/ruZfaxCrzY0/s72-c/Sri+Sultan.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><category term="DIJ" scheme="http://rss.financialcontent.com/stocksymbol" /></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0cBQ3c_fip7ImA9WxVXGEo.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2489666987998452175.post-495157632081605727</id><published>2009-02-07T00:41:00.005+07:00</published><updated>2009-02-17T20:57:32.946+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-02-17T20:57:32.946+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Relawan RI" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Jalur Gaza" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Palestina" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Rafah" /><title>Perbatasan Rafah Tutup</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_SvK4haD6U_Q/SYx3NS2D-AI/AAAAAAAAAu4/ojUdctSjc_4/s1600-h/Rafah.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 100px; height: 75px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_SvK4haD6U_Q/SYx3NS2D-AI/AAAAAAAAAu4/ojUdctSjc_4/s200/Rafah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5299741931788826626" /&gt;&lt;/a&gt;[JP Online, Jum'at, 06 Februari 2009]&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Perbatasan Rafah Tutup, Empat Relawan WNI Bertahan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Laporan Kardono Setyo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dari Kairo Mesir&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KAIRO - Mesir akhirnya betul-betul menutup pintu perbatasan Rafah yang menghubungkan wilayahnya dengan Gaza, Palestina. Dari hasil pertemuan Kementerian Luar Negeri dengan kantor perwakilan di Kairo, pintu perbatasan tak sepenuhnya ditutup. Pemerintah Mesir masih memperbolehkan pasien rumah sakit di Gaza dibawa keluar untuk dirawat di negaranya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;''Tapi, arus bantuan maupun manusia yang masuk ke Gaza tetap harus melalui Kareem Shalom dan El Auga (wilayah Israel),'' kata Mas Danang Waskito, sekretaris II bidang Penerangan Sosial Budaya Kedutaan Besar RI di Kairo, kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Danang, pihak KBRI sempat mempertanyakan soal penutupan itu ke Kemlu Mesir. Namun, Kemlu Mesir mengelak menutup pintu perbatasannya. Alasannya, Palestina yang menutup pintu perbatasan. ''Mau tak mau, kami akhirnya menerima keputusan sepihak itu,'' tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga kemarin, tercatat enam relawan medis Indonesia masih berada di Gaza. Dua orang dari BSMI (Bulan Sabit Merah Indonesia) dan empat lainnya dari Mer-C (Medical Emergency Rescue Committee) Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasar kabar terakhir, dua relawan dari BSMI keluar petang ini (sekitar pukul 23.00 WIB), sementara empat relawan Mer-C memilih bertahan. Danang mengatakan, pihaknya sudah mengimbau WNI untuk segera keluar dari Gaza. ''Tapi, kami tak bisa memaksa mereka. Yang jelas, sudah kami sampaikan imbauan dan mereka memilih keputusan itu sendiri,'' tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Danang menegaskan, KBRI akan terus berkoordinasi dengan keempat orang relawan medis tersebut. ''Sebagai langkah antisipasi saja. Sebab, gencatan senjata yang terjadi (antara Israel dan Palestina) masih sangat rentan. Tidak ada yang bisa menjamin keadaan bisa damai terus,'' tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, kemarin Surya M. Sastra, anggota Komisi I DPR, bersama-sama sejumlah petugas KBRI berangkat ke Sinai Utara. Selain menjemput petugas BSMI, Surya akan melihat langsung kondisi Rafah. Rombongan KBRI dan Surya juga dijadwalkan bertemu dengan wakil gubernur Sinai Utara untuk mengetahui secara langsung perkembangan terkini dan juga untuk penjajakan masuknya bantuan melalui Mesir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bagian lain, upaya Mesir untuk menjembatani kesepakatan gencatan senjata setahun antara Israel dan Hamas masih tersendat. Sebab, masih ada sejumlah masalah yang belum ditemukan penyelesaiannya. Perundingan itu unik karena pihak Mesir menemui Israel, menanyakan apa maunya, kemudian disampaikan ke Hamas sekalian menanyakan apa kemauan Hamas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi yang dihimpun Jawa Pos menyebutkan, ada sejumlah poin yang masih mengganjal. Yang pertama adalah Israel menuntut segera dibebaskannya Kopral Gilad Shalit, tentara Israel yang dua tahun lalu ditangkap Hamas. Sementara Hamas meminta Israel segera membuka blokade ke Jalur Gaza. Menurut Juru Bicara Hamas Fauzi Barhoum, pembebasan Shalit tak ada yang berkaitan dengan gencatan senjata atau blokade ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Itu upaya licik Israel kepada kami,'' ucapnya ketika dihubungi via sambungan internasional. Menurut Fauzi, sejak awal pihaknya menegaskan bahwa bila ingin Shalit bebas, Israel juga harus membebaskan puluhan anggota parlemen dan anggota Hamas yang kini ditahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana soal gencatan senjata? Fauzi mengatakan, semua tergantung kepada Israel. ''Kami akan terus melawan apabila kami terus-terusan direpresi seperti ini (diblokade dan dibombardir). Sudah sejak awal kami meragukan niat Israel. Mereka (Israel, Red) terkesan ingin menghabisi kami, baik secara pelan-pelan (melalui blokade) maupun terang-terangan (serangan masif),'' katanya. ''Kami tak akan takut'' tambahnya.(el)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;i&gt;Salam Persahabatan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;ParaDIsE.group&lt;/b&gt;&lt;/center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2489666987998452175-495157632081605727?l=bloggerarema.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/_NnJz73KNhVP93bk5pfz_Aiqd5U/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/_NnJz73KNhVP93bk5pfz_Aiqd5U/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/_NnJz73KNhVP93bk5pfz_Aiqd5U/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/_NnJz73KNhVP93bk5pfz_Aiqd5U/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://bloggerarema.blogspot.com/feeds/495157632081605727/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://bloggerarema.blogspot.com/2009/02/perbatasan-rafah-tutup.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2489666987998452175/posts/default/495157632081605727?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2489666987998452175/posts/default/495157632081605727?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://bloggerarema.blogspot.com/2009/02/perbatasan-rafah-tutup.html" title="Perbatasan Rafah Tutup" /><author><name>My Paradise</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00476744199249931237</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="29" height="32" src="http://3.bp.blogspot.com/_SvK4haD6U_Q/SYRKB4KFqdI/AAAAAAAAAtI/S3UGF4lp23o/S220/Icon-VisitMP.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_SvK4haD6U_Q/SYx3NS2D-AI/AAAAAAAAAu4/ojUdctSjc_4/s72-c/Rafah.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0YGSXc9fCp7ImA9WxVXGEo.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2489666987998452175.post-6444492885881143018</id><published>2009-02-05T17:46:00.004+07:00</published><updated>2009-02-17T20:58:48.964+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-02-17T20:58:48.964+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Resesi Dunia" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Wall Street" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Gaji Eksekutif" /><title>Obama Batasi Gaji</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_SvK4haD6U_Q/SYrD1czHzUI/AAAAAAAAAuU/_tY3hSqpas0/s1600-h/Obama-Michelle.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 100px; height: 63px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_SvK4haD6U_Q/SYrD1czHzUI/AAAAAAAAAuU/_tY3hSqpas0/s200/Obama-Michelle.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5299263234585906498" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;Presiden AS Barack Obama Batasi Gaji CEO Wall Street&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;[JP Online, Kamis, 05 Februari 2009]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WASHINGTON - Presiden AS Barack Obama membuat terobosan dramatis pada hari ke-16 pemerintahannya kemarin. Jengkel dengan kelakuan para petinggi korporat di Wall Street yang bergelimang bonus di tengah krisis ekonomi yang memburuk, Obama menetapkan aturan yang membatasi gaji eksekutif senior perusahaan yang menerima dana talangan (bailout) pemerintah maksimal USD 500.000 (Rp 5,75 miliar) per tahun.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Keputusan Obama ini menandai intervensi pemerintah AS paling jauh terhadap kebijakan perusahaan. Dalam jumpa pers bersama menteri keuangan Timothy Geithner, Obama menyebut keputusan membatasi gaji eksekutif untuk pertama kali itu sebagai "pembalasan yang setimpal atas kegagalan" mereka. "Kita semua harus bertanggung jawab atas krisis ini, dan itu harus melibatkan para top eksekutif yang membuat kehidupan rakyat menderita," ujarnya. (AP/kim).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;i&gt;Salam Persahabatan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;ParaDIsE.group&lt;/b&gt;&lt;/center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2489666987998452175-6444492885881143018?l=bloggerarema.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/sJvCt9ZVsQUsPj11YDg7bdt1yxo/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/sJvCt9ZVsQUsPj11YDg7bdt1yxo/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/sJvCt9ZVsQUsPj11YDg7bdt1yxo/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/sJvCt9ZVsQUsPj11YDg7bdt1yxo/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://bloggerarema.blogspot.com/feeds/6444492885881143018/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://bloggerarema.blogspot.com/2009/02/obama-batasi-gaji.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2489666987998452175/posts/default/6444492885881143018?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2489666987998452175/posts/default/6444492885881143018?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://bloggerarema.blogspot.com/2009/02/obama-batasi-gaji.html" title="Obama Batasi Gaji" /><author><name>My Paradise</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00476744199249931237</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="29" height="32" src="http://3.bp.blogspot.com/_SvK4haD6U_Q/SYRKB4KFqdI/AAAAAAAAAtI/S3UGF4lp23o/S220/Icon-VisitMP.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_SvK4haD6U_Q/SYrD1czHzUI/AAAAAAAAAuU/_tY3hSqpas0/s72-c/Obama-Michelle.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CkMFSX8yeyp7ImA9WxVQF0k.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2489666987998452175.post-3328782676124429966</id><published>2009-02-04T16:33:00.003+07:00</published><updated>2009-02-04T16:40:18.193+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-02-04T16:40:18.193+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Aljazeera" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Diplomat Qatar" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Hubungan Diplomatik" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Agresi Israel" /><title>Putus Hubungan Dengan Israel</title><content type="html">&lt;i&gt;Qatar Putus Hubungan Dagang, Gerak Al Jazirah Dibatasi&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Larang Wartawannya Meliput di Israel&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;[JP Online, Rabu, 04 Februari 2009]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_SvK4haD6U_Q/SYliZsVDgRI/AAAAAAAAAt8/NK8XxSCZVDg/s1600-h/Aljazeera.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 227px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_SvK4haD6U_Q/SYliZsVDgRI/AAAAAAAAAt8/NK8XxSCZVDg/s320/Aljazeera.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298874630113820946" /&gt;&lt;/a&gt;DOHA - Sikap tegas pemerintah Qatar memutus hubungan dagang dengan Israel pada 16 Januari lalu berbuntut buruk bagi stasiun berita internasional Al Jazirah. Jaringan berita terbesar dan berpengaruh milik Qatar itu menjadi objek pelampiasan sakit hati Israel. Bila selama ini mereka bebas meliput di negara Zionis, kini kebebasan itu berbatas. Menurut seorang pejabat Israel, dilema bagi Al Jazirah tersebut tercipta akibat ulah pemerintah Qatar.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;''Qatar sendiri yang membuat masalah karena sudah merusak hubungan dengan Israel. Qatar sendiri yang menciptakan masalah buat Al Jazirah,'' ujar sumber dari lingkungan pemerintah Israel kepada Agence France Presse kemarin (3/2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Israel, tampaknya, benar-benar berusaha melumpuhkan biro Al Jazirah di Israel. Berdasar catatan BBC, negara yang mengagresi Palestina itu tidak akan memperpanjang visa dan surat izin para pekerja dan jurnalis Al Jazirah di Israel. Selain itu, akses jurnalis Al Jazirah untuk meliput konferensi pers atau pertemuan-pertemuan bakal dibatasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain persoalan politis, tersimpan misi di balik aksi menghalang-halangi stasiun Al Jazirah tersebut. Rupanya, Israel merasa kian terpojok oleh berita-berita Al Jazirah yang kritis dan pedas. Sampai-sampai mereka menjuluki stasiun berita tersebut sebagai corong Hamas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 16 Januari lalu, pemerintah Qatar mengumumkan pembekuan hubungan ekonomi dengan Israel. Tindakan itu sebagai bentuk protes terhadap invasi 22 hari Israel ke Jalur Gaza yang menewaskan lebih dari 1.300 jiwa dan memorak-porandakan wilayah terkucil itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap tersebut diputuskan saat pertemuan puncak politikus Arab dan muslim di Doha. Dalam pertemuan darurat tersebut, di antara 22 negara anggota negara Arab, yang hadir hanya 13 negara. Arab Saudi dan Mesir menolak hadir. Pertemuan itu menghasilkan kesepakatan bersama yang mengimbau semua negara Arab menghentikan semua upaya damai dan memutus hubungan dengan Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Qatar, negara yang memutuskan hubungan dengan Israel adalah Republik Islam Mauritania, negara yang berada di barat laut Afrika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemutusan hubungan itu menyusul tindakan Venezuela dan Bolivia yang juga membekukan hubungan diplomatik dengan Israel dua minggu sebelumnya. Qatar dan Israel memang tak pernah menjalin hubungan diplomatik, tetapi hanya hubungan dagang. Perwakilan kedua negara selalu menggelar rapat dan pertemuan tiap tahun. Qatar juga satu-satunya negara kawasan Teluk yang menjalin hubungan dagang dengan Israel. Biro dagang Israel-Qatar terbentuk pada 1996. Sementara itu, Mauritania telah menjalin hubungan diplomatik penuh dengan Israel sejak 1999. (ape/ami) &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;i&gt;Salam Persahabatan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;ParaDIsE.group&lt;/b&gt;&lt;/center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2489666987998452175-3328782676124429966?l=bloggerarema.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/9TOuQcuIB24MxdQ4HKVuXhGCPfs/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/9TOuQcuIB24MxdQ4HKVuXhGCPfs/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/9TOuQcuIB24MxdQ4HKVuXhGCPfs/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/9TOuQcuIB24MxdQ4HKVuXhGCPfs/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://bloggerarema.blogspot.com/feeds/3328782676124429966/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://bloggerarema.blogspot.com/2009/02/putus-hubungan-dengan-israel.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2489666987998452175/posts/default/3328782676124429966?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2489666987998452175/posts/default/3328782676124429966?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://bloggerarema.blogspot.com/2009/02/putus-hubungan-dengan-israel.html" title="Putus Hubungan Dengan Israel" /><author><name>My Paradise</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00476744199249931237</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="29" height="32" src="http://3.bp.blogspot.com/_SvK4haD6U_Q/SYRKB4KFqdI/AAAAAAAAAtI/S3UGF4lp23o/S220/Icon-VisitMP.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_SvK4haD6U_Q/SYliZsVDgRI/AAAAAAAAAt8/NK8XxSCZVDg/s72-c/Aljazeera.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DEMAQHk_eSp7ImA9WxVQFEs.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2489666987998452175.post-4026503568312555169</id><published>2009-02-01T12:20:00.002+07:00</published><updated>2009-02-01T12:34:01.741+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-02-01T12:34:01.741+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Davos" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Recep Tayyip Erdogan" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="KTT  Ekonomi Dunia" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Walkout" /><title>Pujian Buat Erdogan</title><content type="html">&lt;b&gt;Keberanian PM Turki Mendapat Pujian Hamas dan Iran&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;[JP Online, Minggu, 01 Februari 2009]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_SvK4haD6U_Q/SYU0JKRLHVI/AAAAAAAAAtg/bicAvQI_ZyE/s1600-h/Erdogan-PM+Turki.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 111px; height: 119px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_SvK4haD6U_Q/SYU0JKRLHVI/AAAAAAAAAtg/bicAvQI_ZyE/s320/Erdogan-PM+Turki.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5297697868651109714" /&gt;&lt;/a&gt;RAMALLAH - Keberanian Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan memprotes -bahkan kemudian melakukan walk out- Presiden Israel Shimon Peres terkait persoalan Gaza pada KTT ekonomi di Davos Swiss Kamis (29/1), menuai pujian dari Hamas dan Iran.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;''Erdogan membela Gaza dan semua korban perang Zionis terutama perempuan dan anak-anak di depan petinggi dunia yang hadir di forum Davos dan kepala setan Zionis, Peres,'' bunyi pernyataan di situs pribadi Hamas seperti dilaporkan The Earth Times .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai bentuk dukungan terhadap Erdogan, ribuan warga Palestina di Tepi Barat berbondong turun ke jalan. Mereka menyatakan salut dan berterimakasih kepada Erdogan. ''Kami harap negara-negara Arab dapat berlaku sebagaimana Turki,'' kata juru bicara organisasi Jihad Islamic, Dahoud Shehab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iran, negara pendukung Hamas, turut mengucapkan penghargaan serupa terhadap aksi Erdogan. Yang paling terpukau adalah Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad. ''Perilaku rezim Zionis sudah menyakiti kemanusiaan. Saya berterima kasih pada Erdogan atas tindakannya,'' puji Ahmadinejad seperti dilansir Agence France Presse kemarin (31/1). Sejumlah petinggi Iran turut melontarkan lagu senada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Aksi Erdogan bagai ledakan bom di dunia,'' ujar mantan Presiden Iran Akbar Hashemi Rafsanjani. Seorang ulama berpengaruh lain lagi iramanya. ''Pendirian berani melawan penjahat Israel,'' bunyi pesan singkat ulama sekaligus politisi berpengaruh, Ahmad Janati, kepada Erdogan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Kami harap Turki mengambil langkah tegas dengan memutus hubungan politik dengan Israel dan menendang duta besar negeri Zionis itu (dari Turki),'' ujar anggota parlemen terkemuka, Kazem Jalai. Tak hanya politisi, mahasiswa Iran turut mengungkapkan simpati terhadap Erdogan. Di depan kantor kedutaan besar Turki di Tehran, mereka meneriakkan kalimat dukungan. ''Erdogan, Erdogan, kami mendukung Anda,'' dan ''Binasalah Israel! Binasalah Amerika!''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam wawancara khusus dengan Washington Post kemarin, Erdogan menceritakan proses perundingan perdamaian di Timur Tengah sebelum operasi Israel. Yakni perundingan empat negara, Turki, Syiria, Israel dan Palestina. Israel hampir mencapai kesepakatan upaya meredakan ketegangan dengan Syiria. Erdogan juga menginginkan agar Hamas diikutkan dalam proses perdamaian, namun Perdana Menteri Israel Ehud Olmert berseberangan pendapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Saya yakin inilah jalannya jika ingin membebaskan serdadu Israel (yang ditawan Hamas 2005) Gilad Shalit,'' kata Erdogan. Namun, lanjut Erdogan, jika serdadu Israel sudah dibebaskan, maka ketua dan anggota parlemen Hamas yang ditawan Israel juga harus dibebaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permintaan pembebasan serdadu Gilad Shalit adalah satu dari sekian syarat gencatan senjata jangka panjang dan membuka perbatasan dengan Gaza usai serangan 22 hari berakhir 18 Januari lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditanya apakah Presiden baru AS Barack Obama harus memainkan peran lebih besar dalam perdamaian Israel Palestina, Erdogan menjawab, ''Tak ada keadilan sekarang. Kami berharap perdamaian sekarang juga.'' (ape/ami)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;i&gt;Salam Persahabatan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;ParaDIsE.group&lt;/b&gt;&lt;/center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2489666987998452175-4026503568312555169?l=bloggerarema.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/ONQkfirFEJ4E23Efef8SZoRp91w/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/ONQkfirFEJ4E23Efef8SZoRp91w/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/ONQkfirFEJ4E23Efef8SZoRp91w/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/ONQkfirFEJ4E23Efef8SZoRp91w/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://bloggerarema.blogspot.com/feeds/4026503568312555169/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://bloggerarema.blogspot.com/2009/02/pujian-buat-erdogan.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2489666987998452175/posts/default/4026503568312555169?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2489666987998452175/posts/default/4026503568312555169?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://bloggerarema.blogspot.com/2009/02/pujian-buat-erdogan.html" title="Pujian Buat Erdogan" /><author><name>My Paradise</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00476744199249931237</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="29" height="32" src="http://3.bp.blogspot.com/_SvK4haD6U_Q/SYRKB4KFqdI/AAAAAAAAAtI/S3UGF4lp23o/S220/Icon-VisitMP.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_SvK4haD6U_Q/SYU0JKRLHVI/AAAAAAAAAtg/bicAvQI_ZyE/s72-c/Erdogan-PM+Turki.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DUQBQnk6eip7ImA9WxVQE0U.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2489666987998452175.post-5680153033711812872</id><published>2009-01-31T14:28:00.004+07:00</published><updated>2009-01-31T14:35:53.712+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-01-31T14:35:53.712+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Davos" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Recep Tayyip Erdogan" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Konflik Gaza" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Forum Ekonomi Dunia" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Shimon Peres" /><title>Erdogan Hailed After Davos Walkout</title><content type="html">&lt;b&gt;Presiden Israel Shimon Peres dan PM Turki Recep Tayyip Erdogan, Adu Mulut&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;[JP Online, Sabtu, 31 Januari 2009]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_SvK4haD6U_Q/SYPzMDlPJxI/AAAAAAAAAsg/W1QFCyyA7TE/s200/Erdogan-Turki.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_SvK4haD6U_Q/SYPzMDlPJxI/AAAAAAAAAsg/W1QFCyyA7TE/s200/Erdogan-Turki.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;DAVOS - Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, memanas. Pada salah satu sesi dialog perdamaian kemarin (30/1), dua pembicara, yakni Presiden Israel Shimon Peres dan Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan, adu mulut di panggung. Kejadian itu disaksikan langsung Sekjen PBB Ban Ki-moon dan Sekjen Liga Arab Amr Mussa serta ratusan hadirin yang memadati ruang pertemuan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pemicunya adalah pidato Shimon Peres mengenai konflik Gaza. Saat diberi kesempatan berbicara oleh moderator, Peres menyatakan bahwa Israel terpaksa menyerang Hamas karena mereka menembakkan ribuan roket dan mortir ke Israel. ''Tragedi Gaza bukanlah Israel, tapi Hamas,'' kata peraih Nobel Perdamaian bersama mendiang pemimpin PLO Yasser Arafat pada 1994 itu dengan suara keras yang disambut tepuk tangan hadirin. Kemudian, sambil menunjuk Erdogan, Peres mengatakan bahwa Turki akan berbuat hal yang sama jika Istanbul dihujani roket.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PM Turki yang sejak semula bersungut-sungut melihat Peres berkampanye tentang invasi ke Gaza dalam pidatonya langsung menginterupsi. Erdogan mengkritik hadirin yang terdiri atas pejabat internasional maupun swasta karena mereka memberikan tepuk tangan atas pidato emosional Peres. Erdogan mengingatkan hadirin bahwa Israel berlaku biadab di Gaza dengan membantai lebih dari 1.300 warga Palestina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Saya merasa sangat sedih karena orang-orang tepuk tangan atas ucapan Anda, padahal banyak orang tewas,'' teriaknya kepada Peres sebelum dihentikan oleh moderator, yakni wartawan Washington Post David Ignatius.Tak menggubris peringatan moderator, Erdogan terus nyerocos sambil menuding balik Peres dengan mengatakan, Peres berbicara keras hanya untuk menutupi kesalahan-kesalahannya di Gaza. Untuk yang kedua, moderator menegur Erdogan. ''Kita tidak bisa memulai kembali debat ini karena waktunya tidak ada,'' tegur moderator Ignatius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merasa moderator tak menghargai protesnya, Erdogan semakin berang. Dia menuding wartawan senior The Post itu tidak adil karena Peres diberi waktu 25 menit untuk berbicara, sedangkan dirinya hanya 12 menit. ''Saya berpikiran tidak akan datang lagi ke Davos setelah kejadian ini karena Anda tidak membolehkan saya berbicara,'' kata PM Turki itu sambil bangkit dari kursi, kemudian berjalan meninggalkan panggung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekjen PBB Ban Ki-moon dan PM Israel yang duduk sejajar dengan Erdogan hanya melongo melihat ''kegusaran'' PM Turki itu. Sedangkan upaya Sekjen Liga Arab Amr Mussa yang berdiri dan mencoba menenangkan Erdogan berakhir sia-sia. Erdogan langsung meninggalkan acara dan saat itu juga terbang pulang ke negaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Serangan'' PM Turki kepada presiden Israel di sebuah forum internasional cukup mengagetkan. Mengingat, Turki adalah salah satu di antara sebagian kecil negara-negara muslim yang punya hubungan diplomatik dengan Israel. Erdogan selam ini juga memimpin upaya mediasi antara Israel dan Syria beberapa saat menjelang serbuan ke Gaza.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia berkali-kali mengecam serbuan itu, namun menolak desakan memutus hubungan dengan Israel. ''Saya seorang pemimpin dunia yang mengatakan bahwa anti-Semitisme adalah kejahatan terhadap kemanusiaan. Saya katakan ini sejak awal menjadi perdana menteri maupun sebelumnya,'' ujar Erdogan menanggapi kecaman kelompok Yahudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Jadi Pahlawan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rakyat Turki mengelu-elukan PM Recep Tayyip Erdogan saat dia mendarat di Istanbul beberapa jam setelah walk out dari debat soal Gaza di Davos. Massa begitu bangga atas ketegasan pemimpin mereka dan menyambutnya dengan lambaian bendera Turki dan Palestina di bandara saat Erdogan turun dari pesawat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat berpidato di hadapan massa penjemputnya, Erdogan mengatakan bahwa nada dan bahasa Presiden Israel Simon Peres tidak bisa diterima. ''Saya hanya tahu saya harus melindungi martabat Turki dan bangsa Turki,'' kata Erdogan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Saya bukan kepala suku. Saya perdana menteri Turki. Saya harus melakukan yang harus saya lakukan,'' tambah Erdogan yang disambut teriakan massa ''Turki bersama Anda''.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, saat jumpa pers di kantornya, emosi Erdogan sudah mereda. Dia kepada wartawan menyatakan bahwa keputusannya meninggalkan tempat debat bukan akibat ketidaksepahamannya dengan Peres, tapi karena diberi waktu lebih pendek daripada presiden Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Presiden Peres mengatakan, dirinya berharap agar hubungan Israel dengan Turki tidak terganggu akibat perdebatan sengit antara dirinya dan PM Erdogan. Dia mengaku sudah menelepon PM Turki untuk menyampaikan permintaan maaf. ''Saya katakan ke dia, ini bukan tentang Anda, atau rakyat Anda. Kita masih bersahabat,'' ujar Peres. (AP/BBC/CNN/kim)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;i&gt;Salam Persahabatan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;ParaDIsE.group&lt;/b&gt;&lt;/center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2489666987998452175-5680153033711812872?l=bloggerarema.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Mt2j77zqA6zsrQAlyFN5OhFEzIM/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Mt2j77zqA6zsrQAlyFN5OhFEzIM/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Mt2j77zqA6zsrQAlyFN5OhFEzIM/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Mt2j77zqA6zsrQAlyFN5OhFEzIM/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://bloggerarema.blogspot.com/feeds/5680153033711812872/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://bloggerarema.blogspot.com/2009/01/erdogan-hailed-after-davos-walkout.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2489666987998452175/posts/default/5680153033711812872?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2489666987998452175/posts/default/5680153033711812872?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://bloggerarema.blogspot.com/2009/01/erdogan-hailed-after-davos-walkout.html" title="Erdogan Hailed After Davos Walkout" /><author><name>My Paradise</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00476744199249931237</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="29" height="32" src="http://3.bp.blogspot.com/_SvK4haD6U_Q/SYRKB4KFqdI/AAAAAAAAAtI/S3UGF4lp23o/S220/Icon-VisitMP.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_SvK4haD6U_Q/SYPzMDlPJxI/AAAAAAAAAsg/W1QFCyyA7TE/s72-c/Erdogan-Turki.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></entry></feed>

