<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>kisuf56</title><description>kisah dan renungan parasufi</description><managingEditor>noreply@blogger.com (Foto)</managingEditor><pubDate>Fri, 1 Nov 2024 17:39:37 +0700</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">28</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://kisuf56.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>kisah dan renungan parasufi</itunes:subtitle><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><title>4 pilar yang menyuburkan kehidupan beragama</title><link>http://kisuf56.blogspot.com/2012/03/4-pilar-yang-menyuburkan-kehidupan.html</link><category>Renungan Sufistik</category><author>noreply@blogger.com (Foto)</author><pubDate>Fri, 16 Mar 2012 11:03:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8285419796553652055.post-8736587047657877774</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Ada 4 pilar yang dapat menyuburkan kehidupan beragama; pertama adalah orang kaya yang mampu membelanjakan kekayaannya di jalan Allah, kedua adalah orang berilmu yang tahu cara mengamalkannya, ketiga adalah orang bodoh yang menyadari kebodohannya, dan keempat adalah orang fakir yang tidak menggadaikan akhiratnya.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Orang kaya kelak akan ditanya; darimana harta itu didapatkan, bagaimana cara mendapatkan harta itu, dan bagaimana cara membelanjakannya. Pengertian membelanjakan dijalan Allah, tidak semata-semata sodakah atau membayar zakat, termasuk juga pengeluaran-pengeluaran yang lain, apakah ketika mengeluarkan kekayaan tersebut dilandasi dengan nilai ibadah atau tidak. Misalnya membeli mobil, apakah membeli mobil itu hanya sekedar riya, hanya sebatas kebutuhan, atau memang diniati untuk ibadah termasuk untuk mencari nafkah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Banyak orang pintar tapi tidak tahu, atau bahkan pura-pura tidak tahu cara mengamalkannya. Pengertian mengamalkan tidak hanya sebatas mengajarkan, tapi bagaimana menerapkan ilmu yang dikuasinya untuk kepentingan hidup di masyarakat. Seorang ahli politik bisa menduduki gedung DPR, sebagai wakil rakyat, tapi pernahkan ia berpikir tentang rakyat, misalnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Yang paling berat adalah orang bodoh tidak mau mengakui dirinya bodoh, sehingga tidak ada proses pembelajaran. Maka jika orang bodoh itu sadar akan kebodohannya, dunia pendidikan akan semakin maju. Pengertian bodoh bukan berarti ditujukan kepada orang-orang yang benar-benar bodoh, tetapi juga ditujukan kepada orang-orang yang merasa memiliki ilmu, dan sombong tidak mau menambah keilmuannya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kefakiran mendekapi kekufuran. Tidak sedikit orang-orang fakir yang menggadaikan akhiratnya, sebagai contoh; kenapa kamu jadi pelacur? Jawabnya, mau makan apa kalau tidak jadi pelacur. Jalan kebaikan seoralh-seolah tertutup, hidup dalam keputus-asaan duniawi. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://prosalirik.blogspot.com
http://kornet56.blogspot.com
http://surpri59.blogspot.com&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Materialistik adalah Sifat Manusia</title><link>http://kisuf56.blogspot.com/2012/03/materialistik-adalah-sifat-manusia.html</link><category>Renungan Sufistik</category><author>noreply@blogger.com (Foto)</author><pubDate>Tue, 13 Mar 2012 07:24:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8285419796553652055.post-3399550674184735617</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Materialistik adalah sifat kebendaan atau keduniawian yang dimiliki oleh manusia. &lt;i&gt;Jadi wajar manusia bersifat materialistik, karena keberadaan manusia untuk pertama kali &amp;nbsp;akan dilihat dari segi jasad,&amp;nbsp; atau tubuh yang dapat dilihat dan dirasakan oleh panca indra&lt;/i&gt;. Namun, ketika manusia berpikir tentang akal, berpikir tentang rasa, manusia akan menyadari bahwa di dalam dirinya ada sesuatu yang tidak dapat &amp;nbsp;dilihat dan dirasakan oleh panca indra, yang diberi nama ruh atau jiwa. Dan setelah manusia memahami bahwa dirinya itu terdiri dari jasad dan ruh, dan keduanya perlu diberi makanan, maka manakah yang paling menguasai dirinya; keduniawian atau sifat-sifat ruhiyah..&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Barangkali inilah &lt;b&gt;renungan sufistik&lt;/b&gt; yang harus selalu kita pertanyaan; apakah salah orang yang memuja kehidupan secara materialistik?&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://prosalirik.blogspot.com
http://kornet56.blogspot.com
http://surpri59.blogspot.com&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Puasa dan  Melawak</title><link>http://kisuf56.blogspot.com/2011/08/puasa-dan-melawak.html</link><category>Pembelaan Sufistik</category><author>noreply@blogger.com (Foto)</author><pubDate>Wed, 3 Aug 2011 13:31:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8285419796553652055.post-8357517572514704524</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;Puasa di bulan Ramadhan&lt;/b&gt; hukumnya wajib bagi umat Islam. Kegiatan puasa adalah menahan rasa lapar dan dahaga di siang hari. Tidak boleh makan, tidak boleh minum, tidak boleh merokok, dan melakukan hubungan tubuh. Tetapi pada intinya puasa adalah melatih kesabaran dan menanamkan rasa sosial, turut merasakan bagaimana pmenjadi orang miskin dan fakir.&amp;nbsp; JNamun para pemasang iklan tahu cara memanfaatkan orang-orang yang sedang lapar dan haus.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;Menunggu&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;. Barangkali kata menunggu inilah yang dimanfaatkan betul oleh para stasiun televisi untuk membidik pangsa pasar. Ada&amp;nbsp; saat-saat penting yang amat &lt;i&gt;ditunggu&lt;/i&gt; oleh orang-orang yang berpuasa; pertama adalah berbuka puasa. Bila&amp;nbsp; satu jam menjelang buka puasa diisi oleh siraman rohani, tausyiyah terutama tentang masalah puasa, zakat dan sholat mungkin akan bertambah pahala kita. Tetapi kalau diisi kuis, lawakan hanya sekedar untuk melupakan lapar, ya pikir-pikir donk. Apalagi acara menjelang sahur. Pada bulan puasa, malam seharusnya digunakan untuk bermunajat, minta ampunan kepada Allah SWT. Tapi ini tidak. Hampir setiap stasiun televisi menayangkan lawakan-lawakan penunggu sahur, yang jelas mengganggu kekhidmatan bulan Ramadhan. Anehnya &lt;b&gt;Badan Sensor Acara Televisi&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;MUI&lt;/b&gt; diam saja.Belum lagi termasuk acara-acara sinetron yang mengganggu kegiatan shalat tarawih.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kadang-kadang saya terharu menyaksikan para pelawak menjadi Dai sementara Dai menjadi pelawak. Banyak Dai yang ingin ditertawakan. Ini metode, katanya, agar orang tidak bosan. Mungkin tidak disadari dalam ketawa hati kita sedang mati. Saya berharap semoga para Dai yang demikian terhindar dari sifat ria, serta tumbuh rasa malunya di dalam hati.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://prosalirik.blogspot.com
http://kornet56.blogspot.com
http://surpri59.blogspot.com&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Iklan Makanan dan Minuman di Bulan Puasa</title><link>http://kisuf56.blogspot.com/2011/07/memang-tidak-salah-jika-ramadhan.html</link><category>Pembelaan Sufistik</category><author>noreply@blogger.com (Foto)</author><pubDate>Sun, 31 Jul 2011 09:12:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8285419796553652055.post-9195868823738890935</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Memang tidak salah, jika&amp;nbsp; Ramadhan dianggap sebagai ibadah fisik. Seorang muslim yang beriman diwajibkan menahan haus dan lapar sejak terbit fajar hingga tenggelamnya matahari. Barangkali karena&amp;nbsp; pemahaman inilah, para produsen&amp;nbsp; makanan dan minuman banyak yang mengiklankan produksinya di televisi. Para produsen tahu betul kondisi&amp;nbsp; seseorang yang lapar. Orang yang lapar pasti akan membayangkan sesuatu yang enak, yang bisa dimakan dan diminumnya. Apalagi situasinya adalah menunggu. Waktunya pasti. Begitu "Dur" beduk, atau terdengar suara azan, mereka boleh makan. Seperti pelari masuk garis finis.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tetapi puasa tidak sekedar menahan makan dan minum. Sejatinya berpuasa adalah menahan&amp;nbsp; atau mengendalikan hawa nafsu. Hawa nafsu yang sering menggelincirkan manusia ke dalam bentuk-bentuk kemaksiatan. Melalui puasa sebagai penahan hawa nafsu tersebut, manusia&amp;nbsp; akan dikembalikan kepada kefitriannya, setelah terhapus semua dosa-dosanya yang terdahulu.&amp;nbsp; Puasa juga merupakan pelatihan perasaan sosial untuk menghayati keadaan saudara-saudara muslim yang kekurangan. Merasakan bagaimana rasa lapar dan haus yang diderita mereka. Maka anjuran yang sangat besar pahalanya adalah memperbanyak sedekah dan mengeluarkan kewajiban zakat fitrah. Tidak tanggung-tanggung, Allah melipat gandakan semua kebaikan kita pada saat brpuasa di Bulan Ramadhan, menjadi 70 kali lipat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Apakah para produsen minuman dan makanan tahu itu?&lt;/b&gt; Jawabannya "Tahu", tapi tidak peduli. Iklan-iklan mereka itu, justru sering ditayangkan pada siang hari, saat perut orang yang brpuasa berbunyi 'kruyuk...kruyuk...kruyuk". Butiran embun es yang berbintik-bintik pada gelas bening, kucuran sirup kental pada irisan-irisan buah yang ditata sedemikian rupa, membuat "glek", seseorang menelan ludah. Terbayang di kepala pemirsa minuman dan makanan segar saat berbuka puasa. Dan anak-anak kecil yang baru belajar puasa merengek-rengek minta dibelikan produk-produk makanan dan minuman yang dilihatnya di televisi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;Kepada seluruh pembaca &lt;b&gt;Perjalanan Sufistik&lt;/b&gt;,&lt;br /&gt;
kami mengucapkan&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;"Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1432H"&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Mohon maaf lahir dan batin&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Semoga kita termasuk orang-orang yang mampu mengendalikan hawa nafsu&lt;br /&gt;
untuk menuju kehidupan yang fitri. &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://prosalirik.blogspot.com
http://kornet56.blogspot.com
http://surpri59.blogspot.com&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>3 Pertanyaan 1 Jawaban</title><link>http://kisuf56.blogspot.com/2011/07/3-pertanyaan-1-jawaban.html</link><category>Guyonan Sufistik</category><author>noreply@blogger.com (Foto)</author><pubDate>Fri, 22 Jul 2011 17:15:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8285419796553652055.post-2533948137828772371</guid><description>Santri yang di sekolahkan di universitas yang ada di Amerika itu pada akhirnya pulang. Para dosen islamologi di sana tidak mampu menjawab 3 pertanyaan yang dia ajukan. Dia sendiri semakin gelisah saja dengan pertanyaan-pertanyaan itu. Pertanyaan yang terus mengganggu&amp;nbsp; hati dan logikanya.&lt;br /&gt;
Ibunya sangat kaget. Anak yang dulu saleh itu telah meninggalkan shalat. Dan beberapa saudara menyalahkannya sekolah di Amerika. Para tetangga menganggapnya sudah kebelinger.&lt;br /&gt;
"Nak, coba kamu kembali menemui Pak Kiai", bujuk ibunya.&lt;br /&gt;
"Kiai kampung ...pikirnya, guru besar&amp;nbsp; di Amerika saja&amp;nbsp; tidak ada yang mampu menjawab pertanyaan-pertanyaanku", pikirnya. Tapi tak ada salahnya. Dia sudah bisa membayangkan&amp;nbsp; Pak Kiai&amp;nbsp; akan menjadi bahan olok-olok para santrinya. Maka dengan perasaan takabur, dia pun berangkat menemui Pak Kiai yang membimbingnya sejak dia tamat sekolah ibtidaiyah.&lt;br /&gt;
Kepada teman-teman dan santri-santri juniornya, dia mulai mengajukan pertanyaan-pertanyaan tersebut. Hingga pada akhirnya kabar itu sampai ke telinga kiai.&lt;br /&gt;
"Katanta kamu punya pertanyaan yang sulit dijawab?" tanya Pak Kiai.&lt;br /&gt;
"Benar, Pak Kiai", jawabnya.&lt;br /&gt;
"Coba sebutkan pertanyaan-pertanyaanmu itu".&lt;br /&gt;
"Seperti &lt;b&gt;apa&lt;/b&gt; takdir itu, kita hanya tahu pengertiannya saja?"&lt;br /&gt;
"Kedua ...", lanjut Pak Kiai.&lt;br /&gt;
"Bagaimana &lt;b&gt;cara &lt;/b&gt;membuktikan bahwa Allah itu ada?"&lt;br /&gt;
"Ketiga ...".&lt;br /&gt;
"Katannya neraka adalah&amp;nbsp; api yang menyala-nyala. Tapi&lt;b&gt; mengapa&lt;/b&gt; setan dan iblis diciptakan&amp;nbsp; dari api? Kalau begitu kan akan mengenakkan setan, Pak Kiai?"&lt;br /&gt;
Tanpa disangka-sangka si santri, Pak Kiai memukul pelipisnya, hingga santri itu pun pingsan. Santri-santri yang menyaksikan peristiwa itu terkejut. "Tidurkan dia. Dan besok pagi semua kumpul! Hadapkan kembali, santri ini kepadaku." Perintah Pak Kiai kepada santri-santrinya yang sedari tadi melongo.&lt;br /&gt;
Keesokan harinya para santri sudah berkumpul. Santri yang ditonjok pun sudah berhadap-hadapan dengan Pak Kiai.&lt;br /&gt;
"Kamu sudah tahu jawaban dari pertanyaan-pertanyaanmu, setelah pingsan?"tanya Pak Kiai.&lt;br /&gt;
"Belum", jawab santri itu.&lt;br /&gt;
"Kamu tahu bahwa saya akan memukulmu atas pertanyaan-pertanyaanmu?"&lt;br /&gt;
"Tidak".&lt;br /&gt;
"Saya juga tidak tahu, tiba-tiba saya harus menjawab dengan pukulan. Itulah yang disebut&lt;b&gt; takdir&lt;/b&gt;", jawab Pak Kiai.&lt;br /&gt;
"Waktu saya pukul, &lt;b&gt;apakah kamu merasa sakit&lt;/b&gt;?" lanjut Pak Kiai.&lt;br /&gt;
"Betul. Sampai saya pingsan", jawab santri itu.&lt;br /&gt;
"Apakah kamu bisa melihat rasa sakit?"&lt;br /&gt;
"Tidak".&lt;br /&gt;
"Begitu pula dengan &lt;b&gt;Allah&lt;/b&gt;. Kehadiran Allah hanya bisa dirasakan, bukan dilihat atau dibentuk-bentuk dalam imajinasi", jawab Pak Kiai.&lt;br /&gt;
"Pelipismu tulang dibungkus kulit, bukan?" tanya Pak Kiai.&lt;br /&gt;
"Benar", jawab santri itu makin menunduk.&lt;br /&gt;
"Tangan saya juga begitu. Tulang yang dilapisi kulit", lanjut Pak Kiai menyelesaikan jawabannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://prosalirik.blogspot.com
http://kornet56.blogspot.com
http://surpri59.blogspot.com&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total></item><item><title>Mencari Mubalig Lucu</title><link>http://kisuf56.blogspot.com/2011/07/mencari-mubalig-lucu.html</link><category>Guyonan Sufistik</category><author>noreply@blogger.com (Foto)</author><pubDate>Sat, 2 Jul 2011 18:32:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8285419796553652055.post-307558177507615469</guid><description>Ketika saya sedang asyik melihat dan mendengarkan ceramah subuh di televisi, tiba-tiba anak saya mengambil remot dan menggantinya dengan film kartun. Kontan saya marah dan merampas remot dari genggaman tangan&amp;nbsp; anak saya. "Ini penceramahnya lucu", kata saya.&lt;br /&gt;
"Spombok juga lucu", timpal anak saya cemberut.&lt;br /&gt;
"Kalau ingin penceramah yang lucu, itu di saluran delapan", tiba-tiba terdengar suara istri saya dari dapur.&lt;br /&gt;
Segera saja saya mengubah cenel. Ternyata benar, penceramah di cenel delapan jauh lebih lucu dari penceramah yang tadi. Sampai-sampai para jamaah yang di studio tertawa terpingkal-pingkal. Bahkan anak saya yang tadinya cemberut, juga bisa ketawa melihat tingkah laku dan guyonan penceramah itu. Lucu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://prosalirik.blogspot.com
http://kornet56.blogspot.com
http://surpri59.blogspot.com&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>IMAM GHAZALI; Orang fakir adalah serbet bagi orang  kaya</title><link>http://kisuf56.blogspot.com/2011/06/imam-ghazali-orang-fakir-adalah-serbet.html</link><category>Renungan Sufistik</category><author>noreply@blogger.com (Foto)</author><pubDate>Fri, 17 Jun 2011 09:41:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8285419796553652055.post-6351928442755419224</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Ustad&lt;/b&gt; saya mengutip sebuah kalimat dalam kitab &lt;i&gt;Kimiatussa'adah&lt;/i&gt; yang dikarang oleh &lt;b&gt;Imam Ghazali.&lt;/b&gt; Dalam buku tersebut Imam Ghazali menerangkan bahwa "Orang yang fakir adalah serbet bagi orang yang kaya". Apabila pernyataan ini kita persoalkan; siapakah yang paling membutuhkan, orang fakirkah atau orang kaya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin kedudukan&lt;i&gt; serbet&lt;/i&gt; tidak lebih tinggi bila dibandingkan dengan piring atau sendok. Dan jauh lebih rendah dibandingkan mebler rumah tangga, barang-barang pajangan dan kendaraan. Tetapi serbet menjadi sangat dibutuhkan untuk membersihkan barang-barang tersebut. Betapapun mahalnya harga mebler, pajangan dan kendaraan akan menjadi sangat kotor apabila tidak pernah diserbet.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi secara duniawi, orang fakir yang diibaratkan serbet dan orang kaya itu saling membutuhkan. Untuk menafkahi keluarganya orang fakir wajib berusaha/bekerja kepada orang-orang yang mampu membayar hasil keringatnya (orang kaya). Begitu pula tidak akan ada orang kaya jika tidak dibantu oleh orang-orang fakir untuk menambah kekayaannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi secara ukhrowi menjadi lain persoalannya. Tuntutan Allah SWT kepada orang fakir hanya cukup mewajibkannya berupaya sekedar untuk dimakan. Apabila orang fakir tersebut masih belum mampu mencukupi kebutuhan keluarganya untuk makan hari itu, dia sudah mendapatkan satu nilai kebaikan. Tinggal bagaimana caranya bersabar dan tawakal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbeda dengan Tuntutan Allah kepada orang kaya. Di samping orang kaya itu berkewajiban untuk menafkahi keluarganya, dia juga harus membersihkan hasil kerjanya. Dan cara untuk membersihkan hartanya , dia harus&amp;nbsp; menyantuni orang-orang fakir. Jika tidak! Ancaman Allah SWT. sangat jelas&amp;nbsp; dalam Al Qur'an. Ingat! Bahwa sebagian hartamu adalah milik fakir miskin. Bukan cuma sabar dan tawakal tuntutan bagi orang kaya, tetapi kemampuan mengakui dengan ikhlas bahwa harta yang dimilikinya bukanlah harta miliknya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau begitu, siapa yang paling membutuhkan; orang fakirkah, atau orang kaya? Tidak akan ada orang-orang fakir yang berkeliaran meminta-minta, dan dianggap rendah sebagai manusia pemalas, jika orang-orang kaya mau membersihkan hartanya dari siksa api neraka. Begitulah cara Islam mengajari &lt;b&gt;sosialisme&lt;/b&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://prosalirik.blogspot.com
http://kornet56.blogspot.com
http://surpri59.blogspot.com&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Kabar Perjalanan Menuju Ilahi</title><link>http://kisuf56.blogspot.com/2011/05/kabar-perjalanan-menuju-ilahi.html</link><category>Renungan Sufistik</category><author>noreply@blogger.com (Foto)</author><pubDate>Sun, 29 May 2011 11:28:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8285419796553652055.post-6351746141582338788</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dulu, ketika umur saya 20 tahun, kabar yang saya terima;si anu di mana sekarang, kamu kuliah di mana, atau kerja apa si anu. Menginjak&amp;nbsp; 30 tahun kabar pun berubah; sudah punya anak berapa, sudah jadi apa sekarang, dengar-dengar si anu sukses sekarang. Pada umur 40 tahun kabar yang saya dengar; anak si anu kuliah di situ,&amp;nbsp; si anu mau ngawinkan anaknya, diundang nggak. Sekarang umur saya mulai kepala 5; si anu sakit strook, si anu meninggal dunia, dan deretan&lt;b&gt; &lt;/b&gt;kabar&lt;b&gt; &lt;/b&gt;duka pun terus mengalir lewat situs-situs pertemanan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ah, selamat jalan sahabat-sahabatku yang telah tiada. Semoga Tuhan menerima amal baik kalian, sebagaimana kalian selalu baik kepadaku. Inilah perjalanan Ilahi, sebuah &lt;b&gt;perjalanan sufistik&lt;/b&gt; untuk selalu direnungi dan disyukuri.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://prosalirik.blogspot.com
http://kornet56.blogspot.com
http://surpri59.blogspot.com&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Terorisme. Siapa yang menciptakan?</title><link>http://kisuf56.blogspot.com/2011/05/terorisme-siapa-yang-menciptakan.html</link><category>Pembelaan Sufistik</category><author>noreply@blogger.com (Foto)</author><pubDate>Fri, 6 May 2011 07:23:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8285419796553652055.post-351136419548475837</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pernahkah &lt;b&gt;Anda berpikir&lt;/b&gt;, terorisme diciptakan untuk menebarkan kebencian di antara sesama muslim? Pernahkan Anda menonton film-film tentang terorisme, dan tokoh-tokohnya selalu dikaitkan dengan nama-nama islami? Saya sering menonton film-film kepahlawanan ala Amerika yang menumpas terorisme. Meskipun peristiwa yang diangkat dalam film-film tersebut tidak ada hubungannya dengan negara-negara Islam, tetapi ada saja beberapa figuran teroris yang mengenakan&lt;b&gt; kaifeh&lt;/b&gt; (sorban).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di negeri kita lain lagi. Terorisme dijadikan isyu untuk mengalihkan perhatian publik terhadap ketidakmampuan pemangku negeri ini dalam menjalankan tugas-tugasnya. Termasuk pengalihan isyu politik dan korupsi yang dilakukaan pemangku negeri ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ah, alangkah naifnya jika kita juga mengamini, Islam identik dengan kekerasan, dengan terorisme. Semoga Allah memberikan jalan keluar dari carut-marut pemberitaan tentang dunia Islam baik Islam di seluruh dunia, maupun/terutama di negeri kita tercinta ini.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://prosalirik.blogspot.com
http://kornet56.blogspot.com
http://surpri59.blogspot.com&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Mencegah Kemunkaran</title><link>http://kisuf56.blogspot.com/2011/04/mencegah-kemunkaran.html</link><category>Pembelaan Sufistik</category><author>noreply@blogger.com (Foto)</author><pubDate>Sun, 24 Apr 2011 01:06:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8285419796553652055.post-7991544430277054840</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya pernah mendengar sebuah Hadits yang kurang lebih pengertiannya sebagai berikut: Untuk mencegah kemunkaran ada 3 cara; &lt;i&gt;pertama&lt;/i&gt; dengan tindakan, &lt;i&gt;kedua&lt;/i&gt; dengan lisan,&lt;i&gt; ketiga&lt;/i&gt; dengan hati. Dan selemah-lemahnya iman adalah yang mencegah kemunkaran dengan hati.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam pemikiran saya yang sederhana dan kurang akal:&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Orang yang bisa mencegah kemungkaran dengan tindakan adalah orang yang memiliki kekuatan. Dalam hal ini adalah pimpinan. Seorang pimpinan diberi tanggung jawab untuk&amp;nbsp; melaksanakan amanah. Secara otomatis&amp;nbsp; dia diberi tugas untuk menindak kemungkaran-kemungkaran. Dan yang dimaksud dengan&lt;b&gt; tindakan&lt;/b&gt; pun tidak hanya semata-mata menindak bentuk-bentuk kemunkaran dengan kekerasan, tetapi&amp;nbsp; bisa juga dengan memberi contoh perilaku yang baik, serta bagaimana&amp;nbsp; bisa menerapkan hukum seadil-adilnya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt; Sedangkan orang yang bisa mencegah kemunkaran dengan lisan adalah para ulama, para cendikiawan muslim. Karena mereka orang yang mengerti, yang diberi amanah untuk mengingatkan, baik mengingatkan para pemimpin, atau masyarakat.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dan orang&amp;nbsp; yang hanya bisa&amp;nbsp; mencegah kemunnkaran dengan hati adalah orang yang baik. Mengapa dikatakan termasuk yang lemah iman (dalam perkara ini), karena dia orang yang tidak punya ilmu, juga tidak punya kekuasaan. Tetapi dia selalu berdoa untuk kebaikan-kebaikan masyarakat.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;Ya Allah, ampuni saya jika tulisan ini salah. Saya menulis ini karena cinta saya kepada agama Islam, agama saya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://prosalirik.blogspot.com
http://kornet56.blogspot.com
http://surpri59.blogspot.com&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Mengkafirkan Orang Islam</title><link>http://kisuf56.blogspot.com/2011/04/mengkafirkan-orang-islam.html</link><category>Renungan Sufistik</category><author>noreply@blogger.com (Foto)</author><pubDate>Fri, 22 Apr 2011 06:54:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8285419796553652055.post-2955448427602194791</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya pernah mendengar sebuah &lt;b&gt;Hadits&lt;/b&gt; yang kurang lebih pengertiannya sebagai berikut: Seorang muslim dilarang membenci sesama muslim. Saya tidak tahu, apakah orang-orang muslim yang suka mengkafirkan muslim lainnya tidak pernah membaca Hadits ini? Pengertian kafir di dalam Islam adalah orang-orang yang tidak mempercayai Alloh dan &lt;b&gt;Nabi Muhammad&lt;/b&gt;&amp;nbsp; sebagai RosulNya. Sederhana, bukan? Dan tentang ke-Islam-an kita hanya Alloh yang bisa menilai.&amp;nbsp; Tapi biarlah, yang penting saya tidak membenci orang-orang tersebut, apalagi mempunyai keinginnan untuk membunuhnya. Karena yang saya tahu, perbedaan dalam Islam merupakan Rahmatan Lil'alamin, sebagaimana&amp;nbsp; yang menjadi tujuan Islam itu sendiri. Mereka adalah tetap saudara saya, karena sesama muslim adalah saudara.&amp;nbsp; &amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://prosalirik.blogspot.com
http://kornet56.blogspot.com
http://surpri59.blogspot.com&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Kun Fa Ya Kun buat Norman Kamaru</title><link>http://kisuf56.blogspot.com/2011/04/kun-fa-ya-kun-buat-norman-kamaru.html</link><category>Renungan Sufistik</category><author>noreply@blogger.com (Foto)</author><pubDate>Sat, 16 Apr 2011 10:44:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8285419796553652055.post-7480253437358442323</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
Subhanalloh&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
Maha suci Alloh &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
Jika Alloh berkehendak&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
Siapa mau menolak&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
Briptu Norman Kamaru&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
Tak menyangka bakal jadi orang terkenal&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
Seorang polisi sederhana&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
Dengan cita-cita yang sederhana pula&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
Mencintai dan menyayangi keluarga&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
Orang boleh meniru&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
Bahkan mungkin lebih baik dari Norman Kamaru&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
Namun apakah Alloh akan memberi keberunntungan yang sama?&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
Tentu jawabnya belum tentu&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
Norman Kamaru adalah Norman Kamaru&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
Yang bukan saja diberi kebahagian oleh Alloh&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
Mungkin juga sebagai ujian baginya&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
Dengan kesahajaannya&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
Semoga Norman Kamaru tidak terlena&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
Serta terhindar dari segala bentuk tipu daya&lt;/div&gt;
&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://prosalirik.blogspot.com
http://kornet56.blogspot.com
http://surpri59.blogspot.com&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Aku Malu kepadaMu</title><link>http://kisuf56.blogspot.com/2011/03/aku-malu-kepadamu.html</link><category>Puisi Sufistik</category><author>noreply@blogger.com (Foto)</author><pubDate>Sun, 20 Mar 2011 08:49:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8285419796553652055.post-4844418558821100392</guid><description>&lt;a href="http://www.facebook.com/sharer.php" name="fb_share" type="button_count"&gt;Share&lt;/a&gt;&lt;script src="http://static.ak.fbcdn.net/connect.php/js/FB.Share" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Selepas sholat subuh&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Setelah membaca tasbih, tahmid, dan takbir&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;masing-masing 33 hitungan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Dan kugenapkan menjadi 100 dengan bacaan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Laailahaillalloh wahdahu laasyarikalah lahulmulku walahulhamdu&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;yuhyi wayumitu wahuwa 'ala syaiinqodir&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Tiada Tuhan yang hak disembah selain Alloh Yang Maha Esa&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Tiada sekutu bagi-Nya segala pujian&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Yang menghidupkan dan mematikan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;di tangan-Nya segala kebagikan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Lalu aku mengangkat kedua tangan hendak berdoa&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Namun&amp;nbsp; rasa malu tiba-tiba menyergap batinku&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Terlalu banyak yang akan kupinta&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Bukan cuma dunia&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Di akhirat aku minta surga&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Padahal mata, telinga&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;mulut dan isi perut&lt;br /&gt;
Tak pernah lepas dari segala nista&lt;br /&gt;
Bahkan hati tak kuasa membendung riya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gagap lidahku tebata-bata&lt;br /&gt;
Rasa maluku menyesak jadi tetes-tetes air mata&lt;br /&gt;
Getaran bibir mengucap syukur&lt;br /&gt;
Dengan kalimat tentang ketakberdayaan&lt;br /&gt;
Laa haula walaa quwwata illa billahil'aliyyil 'adhim&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://prosalirik.blogspot.com
http://kornet56.blogspot.com
http://surpri59.blogspot.com&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Label Haram untuk Makanan dan Minuman Impor</title><link>http://kisuf56.blogspot.com/2011/03/label-haram.html</link><category>Pembelaan Sufistik</category><author>noreply@blogger.com (Foto)</author><pubDate>Sun, 6 Mar 2011 00:51:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8285419796553652055.post-5001865539508258909</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Seorang ustad mampir ke rumahku. Di samping bersilaturahmi, dia membawa gagasan menarik untuk kita renungkan bersama, yaitu tentang &lt;span style="color: lime;"&gt;label halal.&lt;/span&gt; "Penduduk Indonesia mayoritas beragama Islam, tapi mengapa produk-produk makanan di Indonesia harus pakai label halal. Bayangkan ada berapa ratus ribu produk makanan yang dibuat oleh umat Islam. Mengapa pula harus diberi label halal? Apakah keislamannya sudah diragukan? Atau orang Islam sudah tidak percaya dengan orang Islam? &lt;b&gt;MUI &lt;/b&gt;seharusnya tidak perlu melegalisasi produk-produk muslimin dengan label halal. Kalau toh dia berbohong, urusannya sudah dengan Gusti Allah. Ini kan hanya akan mempersulit birokrasi dan menambah beban biaya produksi. Semestinya&lt;b&gt; MUI&lt;/b&gt; memberi label itu kepada makanan dan minuman impor atau produk-produk non muslim. Dan tidak usah kata 'halal', kalau memang haram, tulis saja &lt;span style="color: red;"&gt;Label HARAM&lt;/span&gt;. Maaf bukan diskriminatif. Saya sudah katakan seorang muslim berbohong soal makanan haram yang dihalalkan, dosanya ditanggung sendiri. Tidak perlu ada musyawarah MUI..Dan Anda (non muslim), menjual produk Anda secara umum, artinya kepada orang-orang Islam juga". &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ustad tadi mengutip keterangan &lt;b&gt;Imam Abu Hanifah&lt;/b&gt;, "Semua mahluk air/laut adalah halal kecuali ada dalil yang mengharamkannya, begitu pula semua mahluk di darat adalah haram kecuali ada dalil yang menghalalkannya. Jadi bagi orang Islam semua tergantung pada dalil Al Qur'an, Hadist Rosul, dan Ijma Ulama"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
Bagus juga jika label makanan itu bukan &lt;span style="color: lime;"&gt;label halal&lt;/span&gt; tapi label haram, pikirku. Kalau label halal untuk orang Indonesia kurang kreatif rasanya. Memang ada baiknya kita menerapkan LABEL HARAM pada makanan yang memang haram. Orang-orang Islam pasti ngeri membaca label itu.&lt;br /&gt;
Apa bikin &lt;span style="color: lime;"&gt;label halal&lt;/span&gt; itu ada pajaknya nggak ya? tanya saya dalam hati. Kalau ada, wah enak pakai Label haram saja. Saya setuju. Moga-moga Dien Samsudin membaca artikel ini. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/sharer.php" name="fb_share" type="button_count"&gt;Share&lt;/a&gt;&lt;script src="http://static.ak.fbcdn.net/connect.php/js/FB.Share" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://prosalirik.blogspot.com
http://kornet56.blogspot.com
http://surpri59.blogspot.com&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Allah Ada Dimana?</title><link>http://kisuf56.blogspot.com/2011/03/allah-ada-dimana.html</link><category>Guyonan Sufistik</category><author>noreply@blogger.com (Foto)</author><pubDate>Sun, 6 Mar 2011 00:39:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8285419796553652055.post-7942056216923835542</guid><description>Seeorang temanku bertanya, "Allah itu ada dimana?"&lt;br /&gt;
"Untuk apa kita menanyakan Allah itu ada dimana. Allah juga tidak menyuruh kita untuk mengetahui Dia ada dimana. Allah hanya menyuruh kita untuk meyakini keberadaannya," jawabku agak jengkel mendengar pertanyaan itu.&lt;br /&gt;
"Kalau menurut saya Allah itu ada di hati," kata teman saya tadi.&lt;br /&gt;
"Kalau hati itu tempat, maka Allah tidak membutuhkannya," selaku.&lt;br /&gt;
"Maksud saya, hati kita harus selalu merasakan kehadiranNya," sambung dia.&lt;br /&gt;
"Kalau begitu untuk apa kita bertanya Allah itu ada dimana."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
    &lt;a name="fb_share" type="button_count" href="http://www.facebook.com/sharer.php"&gt;Share&lt;/a&gt;&lt;script src="http://static.ak.fbcdn.net/connect.php/js/FB.Share" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://prosalirik.blogspot.com
http://kornet56.blogspot.com
http://surpri59.blogspot.com&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Mengenal Diri Sendiri</title><link>http://kisuf56.blogspot.com/2011/02/mengenal-diri-sendiri.html</link><category>Renungan Sufistik</category><author>noreply@blogger.com (Foto)</author><pubDate>Fri, 18 Feb 2011 10:18:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8285419796553652055.post-6697013333651625535</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Syeh Mubarok&lt;/b&gt; dalam ‘&lt;i&gt;Kitab Wali Kutub’ &lt;/i&gt;mengatakan, “Seseorang yang mampu mengenal diri sendiri adalah orang yang merasa dirinya lebih jelek daripada anjing.”&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pernyataan iSyah Mubarok tersebut apabila dapat ditafsirkan sebagai berikut; Manusia hendaklah &amp;nbsp;&amp;nbsp;selalu berupaya meningkatkan nilai-nilai kemanusiaannya, jangan diperbudak oleh sifat-sifat haiwani yang hanya sekedar makan, minum, dan mengumbar syahwatnya. Sedangkan &amp;nbsp;&amp;nbsp;Anjing dipilih sebagai dasar&amp;nbsp; perumpamaan, karena sifatnya, sebagai binatang yang telah ditetapkan secara hukum Islam, termasuk najis Mugholadoh (najis berat). Mapa apabila seseorang yang hanya memikirkan kepentingan makan dan minum, serta hanya mengumbar nafsu syahwatnya, maka isi perutnya penuh dengan makanan-makanan haram. Najis dia untuk memperoleh&amp;nbsp; surga.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sayyidina ‘Ali bin Abi Tholib ketika diangkat menjadi khalifah mengatakan, “Orang yang diperbudak oleh dunia (jabatan dan kekayaan), &amp;nbsp;orang itu sdang bergaul dengan sekumpulan anjing,”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sayyidina Umar bin Khotob, selama menjadi khalifah, baju yang dimlliki beliau hanya satu, di sana sini sudah ada tambalan. Menurut keterabngan sampai 16 tambalan. Beliau bukan tidak ingin mempunyai baju baru, bukan juga sebagai bentuk rendah hati, tetapi yang beliau inginkan bagaimana dirinya bisa bermanfaat bagi orang lain. Maka setiap kali beliau mendapat gaji, beliau sedekahkan kepada orang-orang yang membutuhkan.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Mengimplementasi ayat Qur’an dan Sunnah Rosul, Sayyidina Abu bakar Assidiq, khlofah pertama sepeninggal Rosululloh, Muhammad SAW menyatakan bahwa, orang yang tahu dirinya adalah orang yang bisa mengukur tingkat ketaqwaannya. Bila pada jaman itu (jaman para sahabat dan tabi’in) yang diukur adalah tingkat ketaqwaan Rosululloh, bagaimana kita bisa mengukur ketaqwaan kita pada jaman sekarang. &amp;nbsp;Bisakah kita menyombongkan diri tentang ketaqwaan kita?&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sedangkan sayyidina Utsman Bin Afan ketika menjadi kholifah, selalu&amp;nbsp; bergetar jiwanya jika beliau mengambil wudhu untuk sembahyang fardlu. Beliau diajari secara khusus oleh Rosululloh. Betapa takut atas kecintaannya beliau &amp;nbsp;kepada Allah. Dan ketika Rosululloh masih hidup, beliau selalu sholat sunnah dua raka’at di setiap harinya untuk masing-masing raka’at, beliau membaca 15 juz ayat-ayat Al&amp;nbsp; Qur,an. Jadi beliau menghatamkan Al Qur,an&amp;nbsp; setiap satu hari sekali. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://prosalirik.blogspot.com
http://kornet56.blogspot.com
http://surpri59.blogspot.com&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title/><link>http://kisuf56.blogspot.com/2011/02/sepertinya-ada-yang-salah.html</link><category>Guyonan Sufistik</category><category>Renungan Sufistik</category><author>noreply@blogger.com (Foto)</author><pubDate>Mon, 14 Feb 2011 14:58:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8285419796553652055.post-2588697073466006382</guid><description>Sepertinya ada yang salah. Tapi apa, ya? Ah, lebih baik malam ini mengantar salawat kepada Rosululloh, &lt;b&gt;Nabi&lt;/b&gt; &lt;b&gt;Muhammad SAW&lt;/b&gt; agar mendapat sapa'at dari Beliau baik di dunia maupun di akhirat kelak. Jika Allah saja sangat mencintai beliau, tentu saja kita pun harus mencintai beliau. Begitu pula sebaliknya, Jika Rosululloh saja sangat mencintai Allah, kita harus lebih lagi mencintaiNya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://prosalirik.blogspot.com
http://kornet56.blogspot.com
http://surpri59.blogspot.com&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Menjadi Budak Karena Cinta</title><link>http://kisuf56.blogspot.com/2011/02/menjadi-budak-karena-cinta.html</link><category>Renungan Sufistik</category><author>noreply@blogger.com (Foto)</author><pubDate>Sat, 12 Feb 2011 20:04:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8285419796553652055.post-989990740097273482</guid><description>&amp;nbsp;  &lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;Seseorang yang mencintai sesuatu, maka dia telah menjadi budak dari sesuatu itu. Sebagai contoh; ketika uang/kekayaan telah dianggap sebagai sesuatu yang menghidupi dia, lalu dia bekerja siang dan malam hanya untuk memdapatkan uang semata, itu berarti dia sudah diperbudak oleh uang/ kekayaan itu&amp;nbsp; sendiri. Bukan tidak mungkin ketika uang berada di rumahnya dia akan merasa khawatir&amp;nbsp; terhadap keamanan uang uang tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;Maka cintailah Allah, agar kita menjadi budakNya. Sehingga dimana-mana Allah senantiasa melindungi dan memberikan keberkahan kepada kita.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://prosalirik.blogspot.com
http://kornet56.blogspot.com
http://surpri59.blogspot.com&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Menjaga Harga Diri</title><link>http://kisuf56.blogspot.com/2011/02/menjaga-harga-diri.html</link><category>Renungan Sufistik</category><author>noreply@blogger.com (Foto)</author><pubDate>Thu, 10 Feb 2011 22:31:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8285419796553652055.post-1312618141590631335</guid><description>&lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;Seseorang yang dalam keadaan &amp;nbsp;tidak mempunyai apa-apa (miskin), tapi tidak menampakkan kemiskinannya&amp;nbsp; demi menjaga harga dirinya tidaklah termasuk orang yang sombong. &amp;nbsp;Sebagai contoh;&amp;nbsp; ketika &amp;nbsp;orang tersebut diminta sumbangan masjid, lalu dia mengatakan Insya Allah dengan niatan sungguh-sungguh jika mempunyai rizki akan menyumbangnya, &amp;nbsp;maka itu sudah termasuk ibadah. Dan Insya Allah, Allah mencatat niat kebaikannya itu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;Dan sebaliknya, bagi orang yang memiliki kekayaan, lalu &amp;nbsp;menampakkan kekayaannya untuk dipuji orang lain, itulah orang yang sombong . Tetapi jika orang kaya tersebut menutupi kekayaannya karena takut diminta sumbangan, dia termasuk orang kikir yang tidak bisa menjaga harga dirinya. Apalagi kalau tidak menampakkan dirinya sebagai orang miskin untuk memperoleh raskin, BLT, atau sumbangan-sumbangan lainnya, bisa jadi dia termasuk orang-orang yang kufur nikmat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://prosalirik.blogspot.com
http://kornet56.blogspot.com
http://surpri59.blogspot.com&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Polling: Merayakan Maulid Nabi vs Valentine Day's</title><link>http://kisuf56.blogspot.com/2011/02/polling-merayakan-maulid-nabi-vs.html</link><category>Pembelaan Sufistik</category><author>noreply@blogger.com (Foto)</author><pubDate>Sun, 6 Feb 2011 09:49:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8285419796553652055.post-2937652951669778925</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
Entah kapan Valentine Day's mulai dirayakan di Indonesia. Tahun 1984, tepatnya tanggal 14 Februari saya baru tahu kalau ada Valentine Day's, sebagai Hari Kasih Sayang yang dirayakan oleh mahasiswa Jurusan Bahasa Inggris IKIP Jakarta. Beberapa tahun kemudian Valentine Day's dijadikan hari raya baru bagi anak-anak muda/remaja di Indonesia. Moment ini dibaca dan mulai digadang-gadangkan oleh para pelaku bisnis. Bukan hanya lambang-lambang cinta yang dijual di toko-toko dan supermarket-supermarket, tetapi acara-acara berwarna merah muda ini mulai diprogramkan secara serius oleh tv-tv, kafe-kafe, dan hotel-hotel. Ah, dasar bangsa yang tak punya karakter, mau saja dijadikan pangsa pasar kaum kapitalis, pikirku.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Nah, tahun ini (2011) selisih satu hari dengan Maulid Nabi Muhammad SAW, cohtoh manusia sempurna yang Allah ciptakan. Kira-kira manakah peringatan yang akan dipilih para remaja.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Bagi yang ingin memilih sgera meluncur ke &lt;span style="color: lime;"&gt;http://kisuf56.blogspot.com&lt;/span&gt;. Yakinkan diri Anda sebagai manusia beiman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(gambar : dari google)&lt;/div&gt;
&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://prosalirik.blogspot.com
http://kornet56.blogspot.com
http://surpri59.blogspot.com&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>lanjutan: Yahudi Bertanya</title><link>http://kisuf56.blogspot.com/2011/02/lanjutan-yahudi-bertanya.html</link><category>Riwayat  Sufistik</category><author>noreply@blogger.com (Foto)</author><pubDate>Sat, 5 Feb 2011 02:49:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8285419796553652055.post-8693010457402496646</guid><description>&lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Hal. 2&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“Adapun lapisan bumi yang paling lebar berada di dalam hati orang-orang yang senang bersodakoh,” jawab Sayyidina ‘Ali. Bumi ibarat kekayaan. Dalam hati orang-orang yang senang bersodakoh tertanam bahwa rizki yang dimilikinya, sebagian milik orang-orang yang membutuhkannya. Dalam Islam kehidupan di bumi bukan tujuan utama. Bumi hanya tempat untuk memperoleh ridho Alloh, sebagai kendaraan menuju akhirat kelak. Maka perhitungan &lt;i&gt;memberi&lt;/i&gt; dalam Islam, bukan sseperti matematika; 10 – 1 = 9. Tetapi setiap rizki yang disodakohkan atau diberikan kepada orang yang membutuhkan akan dilipatgandakan menjadi 10 kebaikan baik di bumi maupun di akhirat. Ini adalah janji Alloh dan Rosulnya. Bayangkan jika setiap hari orang itu bersodakoh, maka kekayaan bumi ini tidak akan mampu menandingi kekayaannya di akhirat kelak. Dan dia tidak akan merasa kekurangan di bumi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“Laut yang paling luas adalah hati orang-orang yang qona’ah,” jawab Sayyidina ‘Ali.&amp;nbsp; Hati yang senantiasa menerima apa adanya, serta&amp;nbsp; mensyukuri semua nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT. Di mana pun mereka berada, hatinya akan selalu tenang karena selalu merasa cukup dan tidak berlebihan. Mereka pun akan selalu mampu menyesuaikan diri dalam situasi dan kondisi apa pun karena kemampuan mereka dalam bersyukur.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“Sedangkan neraka yang paling panas adalah hati orang-orang yang serakah.” Kata Sayyidina ‘Ali. Orang-orang yang serakah selalu merasa kurang, dan kufur nikmat. Apabila mereka memiliki kewenangan untuk membagi sesuatu, mereka pasti akan berbuat tidak adil dan sering berbuat dholim. Mereka ingin mendapat bagian lebih banyak tanpa memikirkan bagian untuk orang lain. Apabila berkuasa atau mempunyai jabatan mereka cenderung&amp;nbsp; korup. Bahkan mereka&amp;nbsp; merasa mempunyai hak atas milik&amp;nbsp; anak buahnya. Mereka tak segan dan tahu malu untuk memotong, meminta bagian dari gaji anak buahnya, walauipun mereka sudah mendapat gaji yang lebih besar. Orang-orang serakah hatinya selalu panas dan iri dengki apabila ada temannya yang memperoleh rizki lebih banyak, dan kedudukan lebih tinggi dari mereka, meskipun mereka mengetahui, bahwa rizki dan kedudukan yang diperoleh temannya itu halal dan prosedural. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“Angin yang paling kencang adalah doanya orang-orang yang didholimi,”&amp;nbsp; jawab Sayyidina ‘Ali. Apabila orang-orang yang didholimi ini sampai pada tingkat pengadukan, serta menyerahkan semua urusannya kepada Allah SWT, karena sudah tidak kuat atau tidak mampu menahan kedholiman-kedholiman Si Pendholim, baik kedholiman berupa penganiayaan fisik, perampasan hak milik, maupun perampasan kesempatan, maka pada saat itu juga doanya akan segera dikabulkan oleh Allah. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“Batu yang paling keras adalah hati orang-orang yang sering melakukan maksiat,” jawab Sayyidina ‘Ali. Yang bisa melunakkan kekerasan hati orang-orang yang berbuat maksiat hanya satu, yaitu &lt;i&gt;hidayah&lt;/i&gt; dari Allah. Apabila yang menasihati itu adalah orang ‘alim, maka nasihat itu hanya akan masuk telinga kiri dan keluar dari telinga kanan. Apabila yang menasihati orang-orang yang berada setingkat atau dianggap berada di bawahnya, tidak akan masuk telinga kiri maupun telinga kanan. Bahkan meskipun mereka berilmu. Ilmu mereka sama tingginya dengan ilmu yang dimiliki para kiai, namun sering melakukan maksiat, maka hatinya akan lebih keras lagi untuk menerima nasihat. Tidak heran jika banyak orang-orang pintar,&amp;nbsp; fasih melafalkan Al Qur’an dan Hadist Rosul, tetapi kelakuannya bejat. Itu karena hatinya sudah mengeras diselimuti kemaksiatan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“Yang tidak bisa dilihat manusia adalah ruh,”jawab Sayyidina ‘Ali. Ruh adalah ghaib, hanya bisa dirasakan dengan keimanan. Yang perlu kita renungkan bagaimana tubuh yang berupa segumpal daging, disanggah&amp;nbsp; pondasi tulang belulang, dilengkapi jantung pemicu darah yang mengalir di setiap urat, dan paru-paru mengatur udara yang dihirup dari luar untuk kemudian disebarkan ke seluruh penjuru tubuh, bisa berdiri, berjalan, lari, bahkan memikul beban dan sebagainya. Padahal tetangga kira baru kemarin sore, tergeletak di pembaringan tak bisa mandi sendiri, tak bisa mengubur dirinya sendiri. Bangkai! Apabila tidak dikuburkan baunya akan kemana-mana. Itulah ruh yang tak pernah mati. Ruh yang harus mempertanggungjawabkan semua perbuatan hidupnya selama di dunia. Dan hanya iman yang dapat merasakan keberadaannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“Yang tidak bisa dilihat Allah adalah orang-orang kafir, karena Allah tidak mau melihatnya,” jawab Sayyidina Ali. Apapun kebaikan-kebaikan yang dilakukan oleh orang kafir di dunia, tidak ada nilai ibadahnya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://prosalirik.blogspot.com
http://kornet56.blogspot.com
http://surpri59.blogspot.com&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Yahudi   Bertanya  -  Sayyidina 'Ali  Menjawab</title><link>http://kisuf56.blogspot.com/2011/02/yahudi-bertanya-sayyidina-ali-menjawab.html</link><category>Riwayat  Sufistik</category><author>noreply@blogger.com (Foto)</author><pubDate>Thu, 3 Feb 2011 07:30:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8285419796553652055.post-5035549346067582887</guid><description>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:TrackMoves/&gt;   &lt;w:TrackFormatting/&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;   &lt;w:LidThemeOther&gt;IN&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;    &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;    &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;    &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;    &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;    &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;    &lt;w:CachedColBalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathPr&gt;    &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;    &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;    &lt;m:brkBinSub m:val="--&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"
  DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"
  LatentStyleCount="267"&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
 {mso-style-name:"Table Normal";
 mso-tstyle-rowband-size:0;
 mso-tstyle-colband-size:0;
 mso-style-noshow:yes;
 mso-style-priority:99;
 mso-style-qformat:yes;
 mso-style-parent:"";
 mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
 mso-para-margin-top:0cm;
 mso-para-margin-right:0cm;
 mso-para-margin-bottom:10.0pt;
 mso-para-margin-left:0cm;
 line-height:115%;
 mso-pagination:widow-orphan;
 font-size:11.0pt;
 font-family:"Calibri","sans-serif";
 mso-ascii-font-family:Calibri;
 mso-ascii-theme-font:minor-latin;
 mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
 mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
 mso-hansi-font-family:Calibri;
 mso-hansi-theme-font:minor-latin;
 mso-bidi-font-family:"Times New Roman";
 mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}
&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;b&gt;Hal.&amp;nbsp; 1 &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Beberapa orang Yahudi&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;datang ke Madinah hendak menemui Rosululloh, Muhammad S.A.W. Mereka mau mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mereka yakini Rosululloh tidak akan mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Bahkan mereka bersumpah akan masuk Islam jika Rosululloh bisa menjawabnya. Tapi jika tidak, maka kerosulan dan kenabian Rosululloh Muhammad S.A.W&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;perlu dipertanyakan, kata mereka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Di tengah jalan, mereka bertemu dengan Sayyidina ‘Ali bin Abi Tholib, sepupu sekaligus menantu Rosululloh.&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;“Wahai orang-orang Yahudi, mau kemana kalian? Mengapa wajahmu begitu nampak gembira?” tanya Sayyidina ‘Ali.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“Mau bertemu Rosulmu, ya ‘Ali,” jawab mereka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“Ada perlu apa, sehingga kalian begitu bersemangat?” tanya lagi Sayyidina ‘Ali &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Maka mereka pun menyampaikan maksud dan tujuannya datang ke Madinah untuk menemui Rosululloh. Lalu dengan sombong mereka berkata, “ Kami yakin Rosulmu tidak akan mampu menjawab pertanyaan-petanyaan kami.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Sayyidina agak tersinggung mendengar&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;perkataan orang Yahudi itu, sehingga dia mengatakan, “Aku diberi gelar &lt;i&gt;Babul’ilmu&lt;/i&gt;, pintunya ilmu. Aku mengusai 60 cabang ilmu. Untuk satu cabang ilmu jika diangkut, membutuhkan seribu kendaraan. Sebelum kalian bertemu Rosululloh, tanyakan pertanyaan-pertanyaan itu kepadaku.Dengan &lt;i&gt;Bismillaahirrohmaanirrohiim wa &lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;laa haula wa laa quwwata illaa billah&lt;/i&gt;, Insya Allah aku bisa menjawabnya.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Orang-orang Yahudi saling pandang, ragu. Tetapi karena ucapan Sayyidina ‘Ali begitu meyakinkan, satu per satu dari orang Yahudi itu mengajukan pertanyaan, &lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;termasuk menanyakan tentang hakikat dan makna suara hewan, suara angin, dan suara air. Namun &lt;i&gt;penulis&lt;/i&gt; hanya akan menguraikan 8 pertanyaan sebagai beikut :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“Langit ke berapa yang paling besar, wahai ‘Ali?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“Lapisan bumi ke berapa yang paling lebar?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“Laut apa yang paling luas?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“Neraka apa yang paling panas?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“Angin apa yang paling kencang?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“Batu apa yang paling keras?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“Mahluk apa yang hanya bisa dilihat Allah, sedangkan manusia tidak bisa melihatnya?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“Atau mahluk apa yang bisa dilihat manusia, sedang Allah tidak melihatnya?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;“Oh, jadi itu pertanyaan-pertanyaan yang hendak kalian sampaikan kepada Rosululloh,” kata Sayyidina ‘Ali, enteng. Sambil tersenyum Sayyidina ‘Ali pun menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;“Langit yang paling besar itu berada di dalam hati orang-orang yang berani melawan kekuasaan Allah,”&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;jawab Sayyidina ‘Ali. Betapa tidak! Langit yang begitu lebar di atas kepala kita, tak ada satu pun alat atau benda yang menyanggahnya, kalau bukan karena kekuasaanNya. Maka bila ada orang yang berani melawan Allah, sungguh teramat angkuh dan sombong orang itu. Maka tak ada pilihan bagi manusia selain patuh untuk menjalankan semua perintahNya, serta senantiasa berharap agar semua perbuatan atau amal-amal kita memperoleh ridho dariNya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://prosalirik.blogspot.com
http://kornet56.blogspot.com
http://surpri59.blogspot.com&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Mimpi masuk surga yang menakutkan</title><link>http://kisuf56.blogspot.com/2011/01/mimpi-yang-menakutkan.html</link><category>Guyonan Sufistik</category><author>noreply@blogger.com (Foto)</author><pubDate>Fri, 14 Jan 2011 18:54:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8285419796553652055.post-1383462775127001848</guid><description>Kekaguman Arman pada kiayinya tak perlu diragukan. Kelak ia ingin sekali meniru kiayi yang tidak hanya sebagai guru, lebih dri itu, beliau ia anggap sebagai orang tuanya. Mungkin karena sangat cintanya kepada sang kiayi, ia sering memimpikannya. Suatu hari ia bermimpi gurunya masuk surga. Selepas sholat Subuh, dengan rasa bahagia ia menghadap kiayi ingin mengabarkan mimpinya itu.&lt;br /&gt;
" Pak Kiayi, tadi malam saya bermimpi," kata Arman.&lt;br /&gt;
"Mimpi apa, Man?" tanya Pak Kiayi.&lt;br /&gt;
"Mimpi Pak Kiayi masuk surga," jawab Arman gembira.&lt;br /&gt;
"Astagfirulloh, Man. Itu mimpi buruk. Jangan kau sampaikan itu padaku. Aku tidak pantas mendapat pujian seperti itu. Dosaku masih terlampau banyak," kata Pak Kiayi sambil menangis, beliau pun sujud lalu membaca istigfar berkali-kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Arman sangat terkejut mendengar jawaban seperti itu. Ia terus berpikir, dosa apa yang telah dibuat Pak Kiayi sehingga merasa tidak pantas tinggal di surga. Padahal sholatnya, wiridnya, kesunahan-kesunahannya semua Pak Kiayi lakukan. Setiap langkah kemana pun tak pernah lepas dari dzikrulloh. Tidak hanya sekedar diucapkan, tapi juga dalam menjalankan hidupnya di masyarakat. "Kok, merasa tidak pantas untuk tinggal di surga," pikir Arman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin karena Arman terlalu memikirkan masalah itu, ia pun mulai sering memimpikan kiayi di dalam tidurnya. Dan pada suatu hari, ia melihat Pak Kiayi dijebloskan ke dalam api neraka yang meluap-luap. Bahkan Arman terbangun karena kaget, menyaksikan peristiwa yang mengerikan itu. Ia pun mengucapkan istigfar berkali-kali untuk menenangkan hatinya. "Perlukah aku sampaikan mimpi ini," pikir Arman. "Ah sebaiknya aku sampaikan saja daripada aku menyiksa diri dengan terus bertanya-tanya tanpa ada jawaban," putusnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Pak Kiayi, tadi malam saya bermimpi lagi."&lt;br /&gt;
"Mimpi apa lagi, Man?" tanya Pak Kiayi.&lt;br /&gt;
"Mimpi Pak Kiayi masuk neraka," jawab Arman ragu-ragu, takut menyinggung perasaan gurunya.&lt;br /&gt;
"Oh, itu. Sebaiknya kau tak usah menyampaikan mimpi seperti itu. Jangan menyampaikan mimpi buruk kepada orang lain. Khawatir orang yang kau kabari itu mempercayai mimpi itu. Dulu tentu saja saya takut mendengar mimpimu. Takut menjadi sombong dan merasa yakin masuk surga, sehingga saya lupa tujuan beribadah. Memang tak ada seorang pun yang tidak mengharapkan surga kelak. Tetapi untuk orang-orang yang masih hidup sseperti kita lebih baik bagaimana beribadah untuk memperoleh ridho Allah, dan memperoleh safaat dari Rosululloh. Kalau Alloh ridho terhadap amal-amal yang kita lakukan, Insya Allah kita akan mendapatkan kenikmatan baik di dunia maupun di akhirat,"&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Arman meneteskan air mata mendengar gurunya yang arif itu. Ia terkadang merasa sebagai orang yang paling mencintai gurunya bila dibandingkan dengan teman-teman santri yang lain. Astagfirulloh! Astagfirulloh! Astagfirulloh!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://prosalirik.blogspot.com
http://kornet56.blogspot.com
http://surpri59.blogspot.com&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Nabi Sulaiman a.s.  pun Takjub</title><link>http://kisuf56.blogspot.com/2011/01/nabi-sulaiman-as-takjub.html</link><category>Riwayat  Sufistik</category><author>noreply@blogger.com (Foto)</author><pubDate>Fri, 14 Jan 2011 01:54:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8285419796553652055.post-6964726515844473742</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika Nabi Sulaiman a.s. berjalan-jalan di atas langit, ia merasa heran saat melihat ke bawah. Ia melihat laut yang&amp;nbsp; begitu tenang, bercahaya dan tak berombak. Padahal di sekeliling laut tersebut ombak begitu besarnya. Maka ia pun menyuruh angin yang membawanya terbang untuk berhenti, "He, Angin tunggu sebentar, saya melihat ada keanehan di laut itu." Angin pun berhenti, lalu Nabi Sulaiman a.s. memanggil beberapa jin. "He, Jin tolong periksa ada apa di dalam laut sana, kok bisa tetang dan bercahaya dan tidak terkena ombak," perintah Nabi Sualaiman a.s. Beberapa jin turun ke dalam laut, dan mereka menemukan sebuah kubah terbuat dari zamrut putih. Mereka mencoba mencari pintu untuk masuk ke kubah itu, tapi tak ada pintu. Akhirnya mereka membanya ke atas permukaan laut. Dan anehnya kubah tersebut bisa mengambang dipermukaan laut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Demi melihat kubah itu terapung di permukaan laut, Ketakjuban Nabi Sulaiman semakin bertambah, ia pun minta turun kepada angin untuk melihatnya lebih dekat. Sebagaimana laporan para jin, kubah itu tidak memiliki pintu, Nabi Sulaiman a.s. semakin penasaran ingin tahu ada apa di dalam kubah itu. Lalu ia pun berdoa kepada Allah agar bisa masuk ke dalam kubah itu, dan Allah pun mengabulkannya. Ternyata di dalam kubah itu ada seorang pemuda yang sedang bersujud dengan khusyunya. Namun karena ada seseorang yang datang, pemuda itu pun berdiri dengan wajah yang cerah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Kalau boleh tanya, amalan apa yang membuatmu bisa berada di dalam kubah ini?" tanya Nabi Sulaiman a.s.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Karena saya sangat hormat dan bakti kepada orang tua saya," jawab pemuda. "Sebelum saya berada di sini, saya merawat ibu saya yang sudah lumpuh dan tidak bisa berbuat apa-apa. Kalau iaingin ke kamar mandi, atau kemana saja, saya gendong. Saya suapi ia ketika lapar. Pokoknya semua permintaannya saya laksanakan dengan sepenuh hati. Dan setiap kali saya melakukan sesuatu untuknya, ia selalu berdoa, ya Allah terimalah amal bakti anak saya, jauhkan ia dari langit dan bumi. Setelah ia meninggal, saya jalan-jalan di pantai. Tiba-tiba ombak menggulung saya, dan atas kebesaran Allah, saya ditempatkan di sini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Lalu bagaimana cara kamu makan di tempat ini?" tanya lagi Nabi Sulaiman.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Allah telah mencukupi saya. Jika saya lapar maka akan muncul batu. Dari batu itu muncul pohon berbuah lebat untuk dimakan, dan daun-daunnya bisa berubah madu, susu atau minuman yang saya inginka," jawab Pemuda itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Kalau kamu ingin buat hajat?" lanjut Nabi Sulaiman.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Allah telah mengatur semua keperluank saya, termasuk saya mengetahui siang dan malam. Bila hari siang, maka kubah ini akan menyala terang benderang, dn apabila malam, kubah ini berupa gelap, namun nikmat."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Subhanalloh, inilah kembangnya surga," puji Nabi Sulaiman.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Maaf, ya Nabi. Saya harus beribadah lagi. Bersujud kepada yang memberi kenikmatan kepada saya," kata pemuda itu. Secara tak terasa oleh Nabi Sulaiman, ternyata ia sudah berada di luar Kubah. Dan kubah itu pun kembali ke tempatnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: yellow;"&gt;Oh, alangkah berjasanya orng tua kepada kita. Sungguh malu apabila kita berani melawannya. Doa merekalah yang membuat kita sampai ke sorga. Maka hormatilah mereka. Doakanlah mereka, agar mereka bahagia menatap kita dari sorga.&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://prosalirik.blogspot.com
http://kornet56.blogspot.com
http://surpri59.blogspot.com&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Permulaan Segala Sesuatu</title><link>http://kisuf56.blogspot.com/2011/01/pembuka.html</link><category>Puisi Sufistik</category><author>noreply@blogger.com (Foto)</author><pubDate>Mon, 10 Jan 2011 15:07:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8285419796553652055.post-3038160864635585271</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dengan menyebut namaMu yang rahman dan rahim&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tiada pantas kami menerima puji dari siapa pun&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kerna segala puji hanya punyaMu sebagai pemilik semesta alam&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kau lah dzat yang maha pemurah untuk semua mahluk&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dan maha teramat sayang kepada yang ikut bersujud kepadaMu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kau pula yang menguasai hari pembalasan atas segala perbuatan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Maka tak salah bila kami hanya beribadah menyembah kepadaMu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dengan segala keta'atan, ketundukan dan ketakutan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sebagai puncak kesempurnaan cinta padaMu semata&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dan hanya kepadaMu&amp;nbsp; kami memohon pertolongan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dalam melakukan semua kami punya urusan &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
Untuk itu ya Robb...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tunjukilah kami jalan yang lurus&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Taufik dan hidayah untuk melakukan keta'atan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sebagaimana telah Engkau anugrahkan nikmat Islam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kepada rara rasul, para nabi dan para ambiya&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Serta orang-orang yang Kau kehendak tingkat kemuliannya di muka bumi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bukan !&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bukan jalan mereka yang Engkau murkai kerna ingkar atas kebenaranMu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dan bukan jalan&amp;nbsp; mereka yang sesat, kerna telah melenceng dari kebenaranMu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: red; text-align: center;"&gt;
catatan: bahwa puisi di atas bukan terjemahan dan tafsir Al Qur'an&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: red; text-align: center;"&gt;
penulis hanya ingin mempuitisasikan terjemahan Al Qur'an&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="color: red;"&gt;foto-google: muslimart.net&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_4Q5Uuur79lM/TSq-DfDewGI/AAAAAAAAAKU/fg7vV6zJUU4/s1600/alfatihah.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_4Q5Uuur79lM/TSq-DfDewGI/AAAAAAAAAKU/fg7vV6zJUU4/s1600/alfatihah.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://prosalirik.blogspot.com
http://kornet56.blogspot.com
http://surpri59.blogspot.com&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item></channel></rss>