<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-8608272882841839365</atom:id><lastBuildDate>Sun, 20 Aug 2017 22:23:25 +0000</lastBuildDate><category>pengembangan</category><category>birokrasi</category><category>opini</category><category>politik</category><category>pengawasan</category><title>Partai-i</title><description></description><link>http://sehatpolitik.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Ary Surya)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>14</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8608272882841839365.post-1370922637669833931</guid><pubDate>Tue, 11 Aug 2015 17:02:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-08-12T00:02:55.601+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">opini</category><title>Perubahan Omong Kosong</title><description>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dalam usianya yang tak lama lagi 70 tahun dalam kemerdekaan. Bangsa ini terus belajar dan berubah, berubah kearah yang lebih baik. Pergolakan-pergolakan terjadi dari masa kemasa sepanjang 70 tahun kemerdekaannya. Jika Pak Syafrudin Prawiranega dihitung sebagai pemimpin bangsa ini dalam pemerintahan darurat, sudah 7 presiden yang memimpin dan Pak Joko Widodo sedang dalam proses menjalankan masa jabatannya.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Indonesia mengalami pergantian pemimpin dalam rentan waktu yang cukup lama ketika Pak Soeharto menjadi presiden dan akhirnya mengundurkan diri setelah &quot;didesak&quot; mahasiswa yang menduduki gedung perwakilan rakyat saat itu. Bukan hal yang mudah bagi Pak Habibie menjalankan pemerintahan (transisi) agar Indonesia tidak terpuruk lebih dalam atau bahkan menjadi &quot;bubar&quot;.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Semua pemimpin ingin sekali menjalankan pemerintahan yang baik, bahkan Pak Soeharto sendiri. Tentunya bisa dilihat dari jejak Undang-undang, Perpu, Perpres, Kepres dan lain-lain. Katakanlah bagaimana pemerintahan yang dipimpin Soeharto mencoba memberantas korupsi, banyak peraturan yang dibuat oleh beliau saat ini. Atau bagaimana beliau meminta &lt;i&gt;yang-diperintah&lt;/i&gt;&amp;nbsp;(rakyat) berpartisipasi dalam pemerintahan dan banyak lagi.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ada 4 pilar utama agar pemerintah dapat menjalankan tata kepemerintahan yang baik yakni akuntabilitas (pertanggung-gugatan), kredibilitas, partisipasi masyarakat dan supremasi hukum. &lt;b&gt;Logika sederhana dari 4 pilar utama tersebut ketika supremasi hukum bisa dicapai maka akuntabilitas pemerintahan terhadap yang-diperintah akan semakin kredibel hingga meningkatkan partisipasi masyarakat.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Keempat pilar utama tata kepemerintahan yang baik tersebut merupakan serangkaian hal yang harus bisa ditegakkan dan dilaksanakan agar tercipta tata kepemerintahan yang baik hingga bisa mengantar seluruh rakyat Indonesia mencapai kesejahteraan seperti yang termaktub dalam pembukaan Undang Undang Dasar 1945.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Partisipasi Masyarakat&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan pemerintah agar bisa mencapai kondisi tata kepemerintahan yang baik. Kenapa? Karena ketika pemerintah hendak bersungguh-sungguh ingin menciptakan supremasi hukum, akuntabilitas dan meraih kredibilitas dari masyarakat mengharuskan adanya partisipasi masyarakat. Bagaimana tidak? Secara sederhana dapat dicontohkan dalam sebuah proyek yang diselenggarakan pemerintah. Ketika pemerintah membuat proyek jalan. Meminta kepada pengusaha untuk melengkapi semua ijin, prosedur keselamatan dan lain sebagainya. Lalu memang pengusaha menjalankan dan melengkapi semua ijin, namun ada banyak prosedur keselamatan yang dilanggar.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Partisipasi masyarakat akan meningkat ketika tata kepemerintahan yang baik dijalankan bukan hal yang mustahil. Tetapi bukan hal yang muskil ketika tata kepemerintahan yang baik sudah dijalankan dilain pihak partisipasi masyarakat nihil karena mental masyarakatnya sendiri yang masih ingin melanggar aturan karena tidak mengikuti prosedur yang berlaku. Seperti ketika pemerintah bersungguh-sungguh beritikad baik memberikan pelayanan pembuatan E-KTP selesai dalam 3 x 24 jam, namun karena masyarakat ingin cepat, lalu mereka memberikan uang kepada birokrat agar selesai hari itu juga dengan terdesak kebutuhan untuk melengkapi persyaratan hendak menikah misalnya. Bisa dipastikan, jika partisipasi masyarakat kurang maka tata kepemerintahan yang baik pun akan sirna dan kehilangan arah untuk perubahaan bagi seluruh rakyat.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jangan berteriak ketika dolar naik, padahal yang-diperintah bisa berpartisipasi untuk menurunkan nilai dolar dengan menghentikan pembelian barang-barang impor. Jangan berteriak harga BBM naik hingga semua bahan pokok naik jika yang-diperintah bisa berpartisipasi dengan menggerakkan perekonomian dengan usaha kemandirian dan kreatifitas. Jangan berteriak birokrasi yang berbelik jika mematuhi peraturan saja susahnya minta ampun dan berteriak-teriak &quot;terlalu banyak aturan&quot; padahal birokrasinya sendiri sudah dipangkas habis-habisan oleh pemerintah.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Semua perubahan yang diinginkan akan menjadi omong kosong jika tak ada partisipasi dari rakyatnya sendiri. Jika pemerintah sudah beritikad baik serta bersungguh-sungguh ingin membuat perubahaan menuju tata kepemerintahan yang baik hingga mencapai pemerintahan yang bersih.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Lalu kenapa kita tidak berpartisipasi dengan peran yang kita jalankan. &amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://sehatpolitik.blogspot.com/2015/08/perubahan-omong-kosong.html</link><author>noreply@blogger.com (Ary Surya)</author><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1"/><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8608272882841839365.post-1088388209205404403</guid><pubDate>Mon, 15 Jun 2015 14:25:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-06-15T21:25:04.025+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">opini</category><title>Manusia Menyembah Manusia(?)</title><description>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://4.bp.blogspot.com/-JjQjLIQ0FcY/UK1-L1vBczI/AAAAAAAABJY/6DWcYz4fp9M/s1600/jalan-bersama-pacar.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;parta belajar, belajar, sukses, cemerlang, efektif, efisien, definisi&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;http://4.bp.blogspot.com/-JjQjLIQ0FcY/UK1-L1vBczI/AAAAAAAABJY/6DWcYz4fp9M/s320/jalan-bersama-pacar.jpg&quot; title=&quot;http://heartmahadiba.blogspot.com/2012_11_01_archive.html&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Meningkatkan efektifitas dan efisiensi, kalimat itu pernah saya dengar dari jaman masih sekolah dasar sampai dengan sekarang. Seringkali dilontarkan oleh para pejabat publik, entah dalam setiap pidato ataupun tatap muka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaman orde baru kalau tak salah di TVRI ada acara dinamika pembangunan, saresehan, kelompencapir dan lain-lain. Ada satu acara lagi dimana pak Harto berdialog dengan rakyat, yang konooooonnnn katanya dialog tersebut sudah diskenariokan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Efektif dan efisien, penting dijaga dalam suatu perusahaan untuk menjaga kualitas dan kuantitas keluaran produksi (barang/jasa).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjaga efektifitas suatu keluaran tentunya dibutuhkan beberapa hal, seperti baiknya sinergi komunikasi di internal perusahaan dalam hal ini antar karyawan, maupun komunikasi dua arah pimpinan kepada bawahan. Selain itu aturan perusahaan dalam hal standar operasional perusahaan yang baku tapi flexibel tak kalah pentingnya dalam menjaga efektifitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Efisiensi perusahaan sendiri terikat dan berhubungan secara bersama-sama sejauhmana efektifitas bisa ditingkatkan dalam etos kerja sebuah perusahaan, yang saya sebut diatas komunikasi dua arah pimpinan dan bawahan yang jelas dan harmoni serta antar karyawan yang baik dan kondusif. Jika suatu pekerjaan efektif maka akan singkron dengan menekan biaya pengeluaran. Dan itu dibutuhkan pemahaman dan tindakan dari operator/karyawan serta atasan dalam menindaklanjuti suatu pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Plautus dengan Homo homini lupus, manusia adalah serigala bagi manusia lain atau kadang diartikan sebagai man pray upon man (manusia menyembah manusia). Hal tersebut seringkali menjadi sebuah ganjalan dalam membina keharmonisan komunikasi antar karyawan ataupun atasan bawahan. Kerapkali bawahan memberikan masukan kepada atasan dan atasan mendompleng begitu saja tanpa mengapresiasi atas masukan bawahannya. Atau terjadinya clash tersembunyi antar karyawan dimana mereka berlomba-lomba agar kerja mereka bisa diapresiasi atasan sehingga memperoleh insentif yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjaga serta meningkatkan efektifitas dan efisiensi bukan semata berasal dari titah atasan apalagi aturan tertulis. Kedua hal tersebut dibangun juga atas dasar kerjasama, sebuah sinergi sekumpulan orang yang bahu membahu bekerja agar mencapai hasil akhir yang maksimal. Atau Nicolaus Driyarkara mengajarkan kebalikan dari homo homini lupus yakni homo homini socius, manusia adalah rekan atau teman bagi sesamanya.&lt;/div&gt;</description><link>http://sehatpolitik.blogspot.com/2015/06/manusia-menyembah-manusia.html</link><author>noreply@blogger.com (Ary Surya)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-JjQjLIQ0FcY/UK1-L1vBczI/AAAAAAAABJY/6DWcYz4fp9M/s72-c/jalan-bersama-pacar.jpg" height="72" width="72"/><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1"/><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8608272882841839365.post-6612046071876028804</guid><pubDate>Mon, 08 Jun 2015 15:57:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-06-08T22:57:09.547+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">pengawasan</category><title>Pengawasan Masyarakat</title><description>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Di alam demokrasi pengawasan masyarakat diperlukan dalam pengelolaan negara sebagai bentuk partisipasi masyarakat, dalam pelaksanaannya telah dirintis sejak jaman orde baru melalui&lt;b&gt; inpres No. 1 tahun 1989 tentang pengawasan melekat&lt;/b&gt;, didalamnya memuat definisi pengawasan masyarakat sebagai pengawasan yang dilakukan oleh warga masyarakat, disampaikan secara lisan atau tertulis kepada aparatur pemerintah yang berkepentingan, berupa sumbangan pikiran, saran, gagasan atau keluhan/pengaduan yang bersifat membangun yang disampaikan baik secara langsung maupun melalui media.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Setelah reformasi bergulir bermunculan perundangan-undangan memperkuat memberikan payung hukum bagi pengawasan dari masyarakat; dalam &lt;b&gt;UU No. 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik&lt;/b&gt;; &lt;b&gt;PermenPAN No. 13 Tahun 2009 tentang Pedoman Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik dengan Partisipasi Masyarakat&lt;/b&gt;; &lt;b&gt;UU No. 28 Tahun 1999 Tentang Penyelenggara Negara yang Bersih dan Bebas dari KKN&lt;/b&gt;; &lt;b&gt;Pasal 9 UU No. 28 tahun 1999 dan pasal 34 UU No. 26 tahun 2000 mengatur jaminan perlindungan hukum pada masyarakat sebagai saksi&lt;/b&gt;. Sebagai akomodasi hak asasi masyarakat dalam partisipasi masyarakat dalam pembangunan dan penyelenggaraan negara yakni hak untuk mengawasi, hak atas informasi, hak untuk berpendapat dan melakukan pengaduan serta hak perlindungan saksi.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dalam mengefektifkan pengawasan masyarakat ada dua hal mutlak ada, yakni pintu keterbukaan dari sistem/intrumen/payung hukum yang ditopang oleh struktur pemerintahan, dan yang paling vital adalah kesadaran serta kemampuan dari masyarakat untuk melakukan pengawasan.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Untuk perundangan telah disebut di atas sebagai payung hukum untuk memasuki sistem pemerintahan diharapkan tidak ada jurang pemisah yang besar antara yang-diperintah dan pemerintah dalam hal pengawasan pengelolaan dan pembangunan negara, sedang struktur dalam pemerintahan masyarakat bisa menyalurkan aspirasinya melalui Musrenbang untuk tingkat kecamata, BPD, LPM, Ombudsman, Kementrian Dalam Negeri, Bawasda, Bappeda, Media Massa, &amp;nbsp;Partai Politik, Lembaga Adat, Media Sosial dan lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kesadaran dan kemampuan masyarakat bisa ditingkatkan melalui pendirian organisasi masyarakat dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia pendukungnya.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pengawasan masyarakat akan efektif jika ditunjang dengan pengakuan serta tindakan yang responsif dari pemerintah atas laporan yang diajukan oleh masyarakat dengan melakukan perbaikan dan sanksi tegas bagi instansi yang melakukan pelanggaran terhadap pelayanan/pengelolaan negara.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://sehatpolitik.blogspot.com/2015/06/pengawasan-masyarakat.html</link><author>noreply@blogger.com (Ary Surya)</author><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1"/><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8608272882841839365.post-2124285575886598178</guid><pubDate>Mon, 25 May 2015 13:44:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-05-25T20:44:41.181+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">pengembangan</category><title>Manusia itu Penyimbol</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Manusia, manusia itu unik. Diantara jutaan manusia, setiap satu manusia tidak akan menyamai satu manusia lainnya. Saking uniknya, manusia mempunyai sisi unik yang tidak dimiliki manusia lain. Keunikan manusia sebenarnya bukanlalh terletak pada kemampuan berpikirnya melainkan terletak pada kemampuannya berbahasa.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Manusia sebagai &lt;i&gt;Animal symbolicum&lt;/i&gt;, makhluk yang mempergunakan simbul, yang secara generek mempunyai cakupan yang lebih luas daripada &lt;i&gt;Homo sapiens&lt;/i&gt; yakni makhluk yang berpikir, sebab dalam kegiatan berpikirnya manusia mempergunakan simbol. (Ernst Cassirer)&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Manusia dapat berpikir dengan baik karena ia mempunyai bahasa untuk mengkomunikasikan pengetahuannya kepada orang lain. Dengan bahasa pula manusia bisa berpikir secara abstrak di mana objek-objek yang faktual ditransformasikan menjadi simbol-simbol bahasa yang bersifat abstrak. Maka dengan adanya transformasi ini maka manusia dapat berpikir mengenai suatu objek tertentu meskipun objek tersebut secara faktual tidak berada ditempat dimana kegiatan berpikir itu dilakukan.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dengan keunikan tersebutlah maka manusia memiliki harkat lebih tinggi dari makhluk lainnya dimuka bumi ini. Dengan kemampuannya mengkomunikasikan apa yang dipikirkannya melalui bahasa kepada orang lain sehingga apa yang menjadi buah pikir dan ide serta inspirasinya tercatat, terdengar dan tertulis.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Seperti halnya pemimpin-pemimpin kita dahulu dimulai dari presiden pertama hingga sekarang simbol yang mereka komunikasikan berbeda-beda. Tentunya, dengan keberagaman suku serta budaya di tanah air, pemimpin lebih baik mentransformasikan pemikirannya dengan simbol-simbol yang difahami secara luas, sederhana dan menyeluruh.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Seperti halnya Dahlan Iskan yang menyimbolkan kemeja yang digulung kain lengannya, hingga sebagian dari kita mempersepsikan bahwa beliau senang bekerja daripada berbicara. Atau ketika Jokowi yang menyampaikan pidato diatas kapal pinisi saat dinyatakan oleh KPU beliau memenangkan pemilu presiden 2014, seolah beliau ingin menyampaikan bahwa kepemimpinan beliau kedepan adalah &lt;i&gt;sang kybernan, sang nahkoda&lt;/i&gt;. Seorang pemimpin yang akan mendahulukan penumpangnya selamat tak kala perahu hendak karam lalu baru menyelamatkan awak kapal dan dirinya kemudian.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Namun begitu, manusia juga mempunyai nafsu. Sehingga apa yang ada dipikirannya dan dihatinya meletup-letup sehingga iapun mengkomunikasikan secara salah kaprah.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://sehatpolitik.blogspot.com/2015/05/manusia-itu-penyimbol.html</link><author>noreply@blogger.com (Ary Surya)</author><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1"/><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8608272882841839365.post-5499151783694005165</guid><pubDate>Sat, 09 May 2015 12:30:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-05-09T19:30:08.808+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">politik</category><title>Bukan Kesalahan Yang -Diperintah!</title><description>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;Kelakar politik dibawah ini mengindikasikan bahwa semua kesalahan tertumpah ruah kepada rakyat, yang diperintah. Pun seharusnya pemerintah memberikan pendidikan dan penyadaran politik. Kenapa tidak kondisi/keadaan yang terjadi justru tak ada yang mempertanyakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;li&gt;Pedagang kaki lima merupakan rakyat&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rakyat &amp;nbsp;memilih anggota dewan perwakilan rakyat daerah dan walikota&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dewan perwakilan rakyat mengeluarkan perda tentang ketertiban&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Walikota melaksanakan perda tentang ketertiban memerintahkan satpol PP menertibkan pedagang kaki lima.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dipahami seksama, kelakar diatas tentunya bermuara kepada rakyat. Semua karena kesalahan rakyat. Bukan pada sebab akibat kenapa rakyat yang diantara mereka berprofesi sebagai pedagang kaki lima tidak tertib berjualan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesadaran dan pendidikan politik masih terlingkup kepada masyarakat minoritas yang telah sadar akan hak dan bagaimana menganalisa segala kejadian/situasi secara objektif.&lt;/div&gt;</description><link>http://sehatpolitik.blogspot.com/2015/05/bukan-kesalahan-yang-diperintah.html</link><author>noreply@blogger.com (Ary Surya)</author><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1"/><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8608272882841839365.post-8924482863220344665</guid><pubDate>Sun, 05 Apr 2015 07:23:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-04-05T14:23:46.329+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">opini</category><title>Pilihanmu, Jangan Sesali!</title><description>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://gurupembaharu.com/home/wp-content/uploads/2010/03/multiple-choice1.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;http://gurupembaharu.com/home/wp-content/uploads/2010/03/multiple-choice1.jpg&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;http://gurupembaharu.com/home/wp-content/uploads/2010/03/multiple-choice1.jpg&quot; height=&quot;213&quot; title=&quot;Pilihan Ganda&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;http://gurupembaharu.com/home/wp-content/uploads/2010/03/multiple-choice1.jpg&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Konstelasi politik saat ini menguras perhatian publik tanah air. Bagaimana tidak, munculnya perselisihan intern dua partai besar; PPP dan Partai Golkar hingga belakangan ini DPR berniat menggunakan Hak Angketnya, belum definitifnya Kapolri serta Ketua KPK. Tidak sampai disitu, kenaikan harga bahan bakar minyak pun turut membawa andil yang cukup besar terhadap instabilitas perekonomian negeri ini.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Hukuman mati gembong narkoba ditunda-tunda pelaksanaannya yang dicurigai oleh masyarakat hal tersebut merupakan hasil tekanan dari pihak asing. Makanan yang tercemar bahan kimia. Tertangkapnya pengiriman daging celeng dan banyak lagi.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Para netizen banyak berkomentar, menuliskan status disosial media dengan nada sinis, pesimis dan kecewa pada pemerintahan saat ini. Menyayangkan besarnya dana yang dikeluarkan untuk pemilihan presiden 2014 lalu namun menghasilkan kepemimpinan tidak sesuai harapan.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Nada kecewa dan penyesalan dilontarkan masyarakat seharusnya juga mereka menyadari bahwa &lt;b&gt;takdir itu mempunyai banyak pilihan, namun pada akhirnya akan kembali kepada takdir awal&lt;/b&gt;. Jadi, siapapun itu yang Anda pilih, jika sudah ditakdirkan begini pada akhirnya, maka takdir itu kita jalani.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pada 13 Juli 2014 saya menulis diblog sosial dengan judul &quot;Pemilihan Presiden 2019 akan Berbeda (?)&quot; saya sarikan dalam tulisan tersebut bahwa nanti akan ada 5 pasang kandidat presiden, peraturan tentang partai yang bisa mendaftarkan kandidat presiden dan visi misi para kandidat seputar korupsi, pembenahan birokrasi serta stabilitas perekonomian.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dengan konstelasi perpolitikan saat itu (2014), dimana partai besar yang bisa mencalonkan kandidat presiden di 2019 maka akan ada 3 partai besar. Dengan asumsi awal partai-partai yang besar adalah: Partai PDI-P, Partai Golkar dan koalisi yang dikepalai oleh Partai Gerindra. Demikian jika asumsi awal saya benar, maka akan muncul 3 kandidat presiden. Lalu dari mana kandidat lainnya? Independen, sama-sama kita ketahui bahwa independen bisa mendaftarkan diri diajang pemilihan presiden pada 2019 sesuai dengan keputusan yang dikeluarkan Mahkamah Konstitusi.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Lalu dari manakah asumsi bahwa partai-partai tersebut bisa mencalonkan kandidatnya? Karena pada 2019 pemilu serentak antara legislatif dan eksekutif, maka sebagai patokan partai yang dapat mengajukan kandidat adalah partai yang lolos &quot;Presidential Treshold&quot; pada pemilu 2014.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Terakhir kenapa korupsi, birokrasi dan ekonomi akan menjadi tema besar kampanye calon presiden 2019? Karena sadar bahwa siapapun pilihan yang saya pilih dan siapapun pemenangnya, ketiga hal tersebut belum akan tuntas ditumpas, dibenahi dan ditata dalam 5 tahun.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pada pemilihan umum presiden 2014 saya memilih, menyadari serta melaksanakan hak memilih dengan rasa tanggung jawab sebagai warga negara. Pada saat itu, jikapun pilihan saya gagal meraup suara terbanyak, sangat menyadari bahwa inilah yang dinamakan demokrasi. &lt;b&gt;Dari rakyat untuk rakyat oleh rakyat&lt;/b&gt;, begitu gambaran demokrasi secara sederhana dijabarkan Abraham Lincoln &quot;Founding Father&quot; bangsa Amerika Serikat.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tak ada rasa penyesalan sedikitpun ketika pilihan saya saat ini memerintah dan banyak mengeluarkan kebijakan yang dirasakan tidak adil oleh sebagian rakyat. Karena saya berjanji akan kritis pada pemerintahan beliau. Kritis dengan objektif dan berkeadilan. Tidak sinis dan pesimis. Karena satu hal yang saya yakini bahwa takdir itu mempunyai banyak pilihan, apapun pilihan saya maka pilihan itu kejadiannya akan menjadi takdir awal yang sudah digariskan.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://sehatpolitik.blogspot.com/2015/04/pilihanmu-jangan-sesali.html</link><author>noreply@blogger.com (Ary Surya)</author><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1"/><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8608272882841839365.post-4202150652123780996</guid><pubDate>Thu, 05 Feb 2015 14:27:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-02-05T21:27:04.246+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">pengembangan</category><title>Pemerintahan yang Bertanggung Jawab?</title><description>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;br /&gt;Mengapa pemerintah bertanggung jawab? Karena ia, berdasarkan &lt;b&gt;kehendak bebas&lt;/b&gt; menawarkan berbagai pilihan yang berisi janji-janji kepada yang-diperintah (rakyat) berdasarkan &lt;b&gt;pilihan bebas&lt;/b&gt;, memilih untuk menerima kepercayaan yang diberikan. Bukankah ia berhak dan dapat menolaknya? Ataukah ia menerima suatu jabatan karena meraksa terpaksa atau dipaksa, atau tidak ada pilihan lain? Atau ia menerima kepercayaan sebagai suatu panggilan hidup disertai &lt;i&gt;self-commitment&lt;/i&gt;?&lt;br /&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggung jawab (&lt;i&gt;responsibility&lt;/i&gt;) berasal dari akar kata Latin &lt;i&gt;respons(us)&lt;/i&gt;. Kata ini berkaitan dengan kata Latin lainnya &lt;i&gt;respondere, to respond, dan spondere, to pledge, promise&lt;/i&gt;. &lt;i&gt;Responsible &lt;/i&gt;berarti &lt;i&gt;&quot;answerable or accountable, as for something within one&#39;s power or control.&quot; Responsibility &lt;/i&gt;berarti&lt;i&gt; &quot;the state or fact of being responsible,&quot; &lt;/i&gt;dan &lt;i&gt;&quot;a particular burden of obligation upon a person who is responsible.&quot;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;**&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Spiro, &lt;i&gt;responsibility&lt;/i&gt; dapat diartikan sebagai &lt;i&gt;accountability&lt;/i&gt;(perhitungan), sebagai &lt;i&gt;obligation&lt;/i&gt; (kewajiban), dan sebagai &lt;i&gt;couse&lt;/i&gt;(penggerak, &lt;i&gt;acts&lt;/i&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Accountibility&lt;/i&gt; menunjukkan sejauh mana seorang pelaku pemerintah terbukti mampu menjalankan tugas atau perintah yang diamanatkan kepadanya, menurut cara, alat, dan tingkat pencapaian sasaran yang telah ditetapkan, terlepas dari persoalan, apakah ia menyetujui perintah itu atau ia merasa terpaksa, dipaksa, harus, atau karena tiada pilihan, dan dalam itu ia harus menerima risikonya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Obligativeness&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;obligednes&lt;/i&gt;s menunjukkan sejauh mana seorang pelaku diperintah menepati, menunaikan, dan memenuhi &lt;b&gt;janji&lt;/b&gt; pada suatu saat, sedia menunaikan &lt;b&gt;kewajiban-kewajiban&lt;/b&gt; yang lahir atau akibat dari status sebagai &lt;b&gt;pemerintah&lt;/b&gt;, dan sejauh mana ia bersedia memikul sanksi, dampak atau risikonya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Causativeness&lt;/i&gt; menunjukkan sejauh mana tingkat kepedulian yang menggerakkan seorang pelaku pemerintahan terlepas dari statusnya atau jabatannya, untuk bertindak atas inisiatif sendiri berdasarkan pilihan-bebas dalam menghadapi suatu masalah atau perubahan, dan siap menanggung segala risiko atau akibatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Archie B. Carroll tidak memberikan definisi tentang &lt;i&gt;responsibility&lt;/i&gt;, melainkan berusaha meletakkan &lt;i&gt;responsibility&lt;/i&gt; itu sebagai satu di antara tiga tahap pemikiran tentang peran sosial perusahaan di dalam masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahap pertama &lt;i&gt;largely defensive&lt;/i&gt;, tahap kedua &lt;i&gt;somewhat more reactive&lt;/i&gt; dan tahap ketiga &lt;i&gt;anticipatory dan preventive&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi menurut Carroll, tingkat pertanggungjawaban yang tertinggi adalah &lt;i&gt;responsiveness&lt;/i&gt;itu: &lt;b&gt;pemerintahan yang responsif atau antisipatif, bukan yang reaktif&lt;/b&gt;(jaman Soeharto represif, jaman Habibie pada umumnya reaktif, jaman Gusdur defensif, jaman SBY ?).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Edisi perkuliahan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;Taliziduhu Ndraha. 2011. Kybernology I (Ilmu Pemerintahan Baru). Jakarta: Rineka Cipta.&lt;/div&gt;</description><link>http://sehatpolitik.blogspot.com/2015/02/pemerintahan-yang-bertanggung-jawab.html</link><author>noreply@blogger.com (Ary Surya)</author><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1"/><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8608272882841839365.post-6569024483482223970</guid><pubDate>Thu, 05 Feb 2015 14:20:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-02-05T21:20:39.275+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">birokrasi</category><title>Tanda Negara Birokrasi</title><description>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://2.bp.blogspot.com/-A_eRz-v28QM/UQnzQRZCc2I/AAAAAAAAA8w/rke-m1LjHuY/s1600/tuntutan-rakyat-birokrasi-388x290.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://2.bp.blogspot.com/-A_eRz-v28QM/UQnzQRZCc2I/AAAAAAAAA8w/rke-m1LjHuY/s320/tuntutan-rakyat-birokrasi-388x290.jpg&quot; height=&quot;239&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Tanda-tanda negara birokrasi antara lain:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start=&quot;1&quot; style=&quot;margin-top: 0cm;&quot; type=&quot;1&quot;&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 36.0pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Sistem politik tertutup, artinya      begitu sebuah rezim terbentuk, ia membangun lingkungan baru yang dependen      sebagai pendukung rezim&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 36.0pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Ketatanegaraan sangat formal. Peraturan      difungsikan sebagai alat untuk melindungi kepentingan rezim yang sedang      berkuasa yang mengindentifikasikan dirinya dengan negara sehingga melindungi      penguasa berarti melindungi negara.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 36.0pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Pertanggungjawaban vertikal. Pejabat tidak      bertanggung jawab langsung kepada warga masyarakat yang dilayaninya tetapi      kepada atasan yang mengangkat atau yang memberikan kedudukan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 36.0pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Jika dianggap dapat merugikan      organisasi maka pertanggungjawaban adalah pertanggungjawaban oknum, tetapi      jika dapat merugikan oknum yang adalah pejabat, nama organisasi pun      dibawa-bawa.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 36.0pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Rakyat dianggap dan diberlakukan      sebagai bawahan pemerintah.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 36.0pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Fungsi eksekutif dan fungsi kontrol      tidak dibeda-bedakan dalam arti dapat dirangkap oleh satu orang.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 36.0pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Pemerintah bersikap represif dan      akomodatif. Setiap masalah yang dihadapi dengan taklimat: “Sesuai dengan      aturan yang berlaku,” atau “Saya hanya melakukan perintah,” jika      penyelesaiannya dianggap menjadi beban birokrasi.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 36.0pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Keadaan dikendalikan melalui      teknik-teknik penyeragaman, penyerentakan, penetapan target, wadah      satu-satunya, top-down, dan tata-niaga.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 36.0pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Pembatasan kemerdekaan mengeluarkan      pendapat, pengendalian pers, dan media massa.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 36.0pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Informasi terteutup, searah, dan      monopolistik. Sebagai contoh monopoli informasi oleh unit kerja hubungan      masyarakat pada setiap kantor pemerintah.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 36.0pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Tidak ada kompetisi recruitment,      tidak ada oposisi, kontrol sosial sangat dibatasi, tidak ada lembaga      kepercayaan (misalnya mosi tidak percaya).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 36.0pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Pengangkatan, penunjukan, dan promosi      jabatan dilakukan sebagai anugerah pejabat atasan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 36.0pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Konsekuensi butir 7, bawahan merasa      tidak bertanggung jawab karea ia merasa hanya pelaksana belaka; Sementara      atasan menuntut dukungan dari bawahan sebagai tanda loyalitas dan siap      salah.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 36.0pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Ukuran keberhasilan beukan prestasi      tetapi loyalitas terhadap atasan atau kesediaan bekerja sama dalam arti      saling melindungi, kendatipun pihak yang satu berbuat salah.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 36.0pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Yang dibiayai adalah input, bukan      output atau outcome, artinya yang penting proyek selesai, kuitansi lengkap,      masalah yang timbul dan dampak negatifnya dijadikan proyek berikutnya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;(Taliziduhu Ndraha, Kybernology, 2011:Rineka Cipta) &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;</description><link>http://sehatpolitik.blogspot.com/2015/02/tanda-negara-birokrasi.html</link><author>noreply@blogger.com (Ary Surya)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/-A_eRz-v28QM/UQnzQRZCc2I/AAAAAAAAA8w/rke-m1LjHuY/s72-c/tuntutan-rakyat-birokrasi-388x290.jpg" height="72" width="72"/><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1"/><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8608272882841839365.post-5581316496572747516</guid><pubDate>Tue, 06 Jan 2015 09:32:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-01-06T16:32:12.462+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">birokrasi</category><title>Reinventing Government</title><description>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://3.bp.blogspot.com/-B_LCzCz58BA/UL9K5cZUBBI/AAAAAAAAAyI/eS7ud3M32ws/s1600/memangkas+birokrasi+2.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://3.bp.blogspot.com/-B_LCzCz58BA/UL9K5cZUBBI/AAAAAAAAAyI/eS7ud3M32ws/s200/memangkas+birokrasi+2.jpg&quot; height=&quot;150&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Reinventing Government bukanlah perubahan dalam sistem politik, kampanye reformasi keuangan, reformasi badan legislatif, atau parlemen, batas termin dan lainnya. &lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Bukan pula reorganisasi, bukan pula memindahkan kotak-kotak pada struktur organisasi. Bukan menghilangkan pemborosan, kecurangan, dan penyelewengan.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Pembaruan pemerintah adalah penciptaan organisasi pemerintah yang secara terus-menerus mencari cara untuk menjadi lebih efisien.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Melakukan perubahan dalam organisasi pemerintah membutuhkan jauh lebih banyak upaya politik, misalnya, karena organisasi pemerintah hidup di lautan politik, sementara bisnis hidup dalam ekonomi pasar. &lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Tetapi perbedaan yang paling mencolok adalah bahwa organisasi swasta ada di dalam system, atau pasar, yang lebih besar yang pada umumnya berfungsi baik. Kebanyakan organisasi swasta yang mencari laba memiliki misi yang jelas, tahu bagaimana mengukur kinerja bottom-lin (hasil akhir atau keuntungan bersih) mereka, menghadapi persaingan, mengalami akibat paling nyata dari kinerja mereka, dan bertanggung jawab kepada pelanggan mereka.&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Maka literature manajemen bisnis memusatkan terutama pada perubahan organisasi, bukan tempat organisasi itu berada. Para ahli teori manajemen menyerahkan bidang yang terakhir ini kepada ahli ekonomi.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Dalam pemerintahan, kebanyakan organisasi berada dalam system yang tidak berfungsi baik. Banyak organisasi mempunyai misi ganda (kadang-kadang saling bertentangan); sedikit yang menghadapi persaingan langsung; sedikit yang langsung terkena dampak atas kinerjanya sendiri; sedikit yang mempunyai bottom-line yang jelas (bahkan sedikit yang mengukur kinerja); dan sedikit sekali yang bias dipertanggungjawabkan kepada pelanggan mereka. &lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Realitas system ini menciptakan insentif dan kondisi yang mendorong organisasi bertindak dengan gaya birokrasi. Sulit untuk membangun organisasi yang bersifat wirausah sebelum realitas ini diubah dahulu. &lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Oleh karena itu, pendongkrak strategis terpenting dalam sector pemerintah terletak dalam system yang lebih besar, bukan dalam organisasi. Wirausahawan Negara harus mengubah system-sistem yang lebih besar ini-sistem pendidikan, system kesejahteraan, system regualasi, system Negara federal-negara bagian daerah, system anggaran, system kepegawaian, dan sebagainya. Di sini teori manajemen bisnis hanya bisa sedikit membantu.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Yang dimaksud dengan pembaruan adalah transformasi system dan organisasi pemerintah secara fundamental guna menciptakan peningkatan dramatis dalam efektivitas, efisiensi, dan kemampuan mereka melakukan inovasi. Transformasi ini dicapai dengan mengubah tujuan, system insentif, pertanggungjawaba, strutktur kekuasaan, dan budaya system dan organisasi pemerintah.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Pembaruan adalah penggantian system yang birokratis menjadi system yang bersifat wirausaha. Pembaruan adalah menciptakan organisasi dan system pemerintah yang terus-menerus berinovasi, yang secara kontinu memperbaiki kualitas mereka, tanpa mendapat tekanan dari pihak luar. Pembaruan adalah penciptaan sector pemerintah yang mempunyai dorongan dari dalam untuk melakukan perbaikan – yang oleh sebagian orang disebut system pembaruan diri.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Osborne &amp;amp; Plastrik. Memangkas Birokrasi. &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://sehatpolitik.blogspot.com/2015/01/reinventing-government.html</link><author>noreply@blogger.com (Ary Surya)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/-B_LCzCz58BA/UL9K5cZUBBI/AAAAAAAAAyI/eS7ud3M32ws/s72-c/memangkas+birokrasi+2.jpg" height="72" width="72"/><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1"/><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8608272882841839365.post-3120546427531910100</guid><pubDate>Tue, 06 Jan 2015 09:27:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-01-06T16:27:55.903+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">birokrasi</category><title>Mitos Reformasi</title><description>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;Lima Mitos Reformasi Sektor Pemerintah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;li&gt;Mitos Liberal, yaitu pemerintahan dapat diperbaiki dengan  pembelanjaan lebih banyak dan berbuat lebih banyak. Kenyataannya,  mengucurkan uang lebih banyak pada sistem yang tidak berfungsi tidak  akan membawa hasil nyata.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mitos Konservatif, yaitu pemerintahan dapat diperbaiki dengan  pembelanjaan lebih sedikit dan berbuat lebih sedikit. Kenyataannya,  menarik dana dari sistem yang tidak berfungsi mungkin menghemat uang  wajib pajak, tetapi tidak akan memperbaiki kinerja pemerintah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mitos Bisnis, yaitu pemerintahan dapat diperbaiki dengan  menjalankannya seperti menjalankan sebuah lembaga bisnis. Kenyataannya,  meskipun penyamaann dengan dunia bisnis dan teknik-teknik manajemen  sering membantu, ada perbedaan penting antara realitas sektor pemerintah  dengan sektor swasta&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mitos Pegawai, yaitu pegawai negeri dapat berkinerja bagus jika  mereka punya cukup uang. Kenyataannya, kita harus mengubah cara  penggunaan sumber-sumber daya jika kita menginginkan hasilnya berubah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mitos Orang, yaitu pemerintahan dapat diperbaiki dengan cara  mempekerjakan orang-orang yang lebih baik. Kenyataannya, masalahnya  bukanlah pada orang. Masalahnya terletak pada sistem yang membuat mereka  terjebak.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Memangkas Birokrasi. Osborne dan Plastrik &lt;/div&gt;</description><link>http://sehatpolitik.blogspot.com/2015/01/mitos-reformasi.html</link><author>noreply@blogger.com (Ary Surya)</author><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1"/><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8608272882841839365.post-7525632326758372250</guid><pubDate>Mon, 05 Jan 2015 08:18:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-01-05T15:18:26.988+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">pengembangan</category><title>Ciri-ciri Berprasangka Sosial</title><description>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Prasangka Sosial&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Prasangka sosial merupakan sikap perasaan orang-orang terhadap golongan manusia tertentu, golongan ras atau kebudayaan yang berbeda dengan golongan orang yang berprasangka itu.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Prasangka sosial terdiri atas attitude-attitude sosial yang negatif terhadap golongan lain dan tidak mempengaruhi tingkah lakunya terhadap golongan manusia lain tadi.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Prasangka sosial pada awalnya hanya merupakan sikap-sikap perasaan negati yang lambat-laun menyatakan dirinya dalam tindakan-tindakan diskriminatif terhadap orang-orang yang termasuk golongan-golongan yang diprasangkai itu tanpa adanya alasan-alasan yang objektif pada pribadi orang yang dikenai tindakan-tindakan diskriminatif.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Tindakan-tindakan diskriminatif itu diantaranya:&lt;/div&gt;&lt;ol start=&quot;1&quot; style=&quot;margin-top: 0cm;&quot; type=&quot;1&quot;&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;mso-list: l4 level1 lfo1; tab-stops: list 36.0pt;&quot;&gt;Tindakan-tindakan yang bercorak menghambat&lt;/li&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;mso-list: l4 level1 lfo1; tab-stops: list 36.0pt;&quot;&gt;Merugikan perkembangan&lt;/li&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;mso-list: l4 level1 lfo1; tab-stops: list 36.0pt;&quot;&gt;Mengancam kehidupan pribadi orang yang diprasangkai&lt;/li&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;mso-list: l4 level1 lfo1; tab-stops: list 36.0pt;&quot;&gt;Adanya prasangka sosial bergandengan pula dengan stereotip yang merupakan gambaran atau tanggapan tertentu mengenai sifat-sifat dan watak pribadi orang golongan lain yang bercorak negatif.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Stereotip mengenai orang lain sudah terbentuk pada orang yang berprasangka sebelum ia mempunyai kesempatan untuk bergaul sewajarnya dengan orang-orang lain yang dikenai prasangka itu.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Biasanya, stereotip terbentuk padanya berdasarkan keterangan-keterangan yang kurang lengkap dan subjektif.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Beberapa sumber prasangka:&lt;/div&gt;&lt;ol start=&quot;1&quot; style=&quot;margin-top: 0cm;&quot; type=&quot;1&quot;&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;mso-list: l3 level1 lfo2; tab-stops: list 36.0pt;&quot;&gt;Attitude yang diperoleh dari lingkungan dimana manusia itu berkembang&lt;/li&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;mso-list: l3 level1 lfo2; tab-stops: list 36.0pt;&quot;&gt;Bergaul dengan orang yang telah berprasangka sosial&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Terjadinya prasangka sosial adalah:&lt;/div&gt;&lt;ol start=&quot;1&quot; style=&quot;margin-top: 0cm;&quot; type=&quot;1&quot;&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;mso-list: l1 level1 lfo3; tab-stops: list 36.0pt;&quot;&gt;Karena kekurangan pengetahuan/wawasan dan pengertian akan fakta-fakta kehidupan yang sebenarnya dari golongan-golongan orang yang dikenai stereotip-stereotip.&lt;/li&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;mso-list: l1 level1 lfo3; tab-stops: list 36.0pt;&quot;&gt;Faktor kepentingan perseorangan atau golongan tertentu yang akan memperoleh keuntungan&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Kerugian-kerugian akibat prasangka sosial:&lt;/div&gt;&lt;ol start=&quot;1&quot; style=&quot;margin-top: 0cm;&quot; type=&quot;1&quot;&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo4; tab-stops: list 36.0pt;&quot;&gt;Semua potensi yang dimiliki masyarakat yang heterogen akan terhambat&lt;/li&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo4; tab-stops: list 36.0pt;&quot;&gt;Menguntungkan golongan tertentu, namun berakibat merugikan masyarakat secara keseluruhan&lt;/li&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo4; tab-stops: list 36.0pt;&quot;&gt;Terjadinya pelepasan dari rasa frustasi yang dialami oleh orang-orang yang diprasangkai dengan tindakan-tindakan agresif/pengerusakan/pengkambinghitaman dan atau anarkis&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Ciri-ciri pribadi orang berprasangka:&lt;/div&gt;&lt;ol start=&quot;1&quot; style=&quot;margin-top: 0cm;&quot; type=&quot;1&quot;&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;mso-list: l2 level1 lfo5; tab-stops: list 36.0pt;&quot;&gt;Orang-orang yang berciri tidak toleransi&lt;/li&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;mso-list: l2 level1 lfo5; tab-stops: list 36.0pt;&quot;&gt;Kurang mengenal akan dirinya sendiri&lt;/li&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;mso-list: l2 level1 lfo5; tab-stops: list 36.0pt;&quot;&gt;Kurang berdaya cipta&lt;/li&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;mso-list: l2 level1 lfo5; tab-stops: list 36.0pt;&quot;&gt;Tidak merasa aman&lt;/li&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;mso-list: l2 level1 lfo5; tab-stops: list 36.0pt;&quot;&gt;Memupuk khayalan-khayalan agresif&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Upaya-upaya untuk mengurangi prasangka sosial adalah dengan melakukan pendidikan dari ruang lingkup keluarga, pengetahuan yang dikemukakan secara objektif di sekolah-sekolah, menjauhkan orang/anak dari orang yang sudah memiliki prasangka sosial, media massa berperan secara aktif dan memberikan pengertian serta penjelasan secara gamblang akan kerugian-kerugian prasangka sosial kepada masyarakat secara keseluruhan.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://sehatpolitik.blogspot.com/2015/01/ciri-ciri-berprasangka-sosial.html</link><author>noreply@blogger.com (Ary Surya)</author><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1"/><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8608272882841839365.post-1451783056018148503</guid><pubDate>Mon, 05 Jan 2015 08:14:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-01-05T15:14:35.129+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">pengembangan</category><title>Mengapa Program Perubahan Tidak Menghasilkan Perubahan?</title><description>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;“Why Change Programs Don’t Produce Change” Harvard Business Review tahun 1990 (Mengapa Program Perubahan/Pembaruan tidak Menghasilkan Perubahan/Pembaruan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan program perubahan tidak berjalan karena dipandu oleh sebuah teori perubahan yang secara fundamental cacat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut model ini, perubahan adalah seperti sebuah pengalaman&amp;nbsp; konversi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila orang “masuk agama,” perubahan perilaku mereka tentu akan mengikuti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula, perilaku individu dibentuk dengan kuat oleh peran-peran organisasional yang dimainkan orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, cara paling efektif untuk mengubah perilaku adalah memasukkan orang ke dalam suasana organisasi yang baru, yang menentukan peran-peran baru, tanggung jawab baru, dan hubungan yang baru pada diri mereka.&lt;/div&gt;</description><link>http://sehatpolitik.blogspot.com/2015/01/mengapa-program-perubahan-tidak.html</link><author>noreply@blogger.com (Ary Surya)</author><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1"/><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8608272882841839365.post-6240456142510569023</guid><pubDate>Mon, 05 Jan 2015 07:49:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-01-05T14:49:52.204+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">politik</category><title>Demokrasi Politik dan Dalam Jaringan</title><description>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;Perubahan wujud internet dari berbasis &#39;situs hanya bisa dibaca&#39; (era web 1.0) menjadi &#39;situs yang bisa komunikasi dua arah&#39; (era web 2.0) dimana sifatnya publik sendiri yang mengkreasi konten. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaitannya dengan demokrasi politik dengan perubahan wujud internet diatas yakni kebebasan mengekpresikan pendapat dan berpikir serta nilai-nilai egaliter dapat melampaui batasan-batasan politis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan sedemikian kuatnya internet, mampu mendiskusikan agenda isu dan memengaruhi para pengambil keputusan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab karakter internet yang tak mengenal struktur hierarki, transaksi yang cenderung minim biaya, jangkauan yang global, skalabilitas yang besar, kecepatan waktu respon, dan dapat digunakan sebagai media alternatif untuk mengatasi disrupsi penyampaian pesan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Internet dipandang sebagai ruang publik alternatif, jika ruang publik riil tidak berkembang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karakteristik ruang publik: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. jaminan akses bagii semua warga negara &lt;br /&gt;2. persamaan hak antarwarga negara &lt;br /&gt;3. kebebasan untuk berdialog tanpa ada tekanan dan hambatan &lt;br /&gt;4. ruang publik harus terpisah dari negara dan pasar sert tidak didominasi oleh keduanya. &lt;br /&gt;5. Melalui provisi pengetahuan dan informasi, ruang publik mampu membentuk warga negara terliterasi, satu hal penting dalam memfungsikan demokrasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surel dikirim via Kantor Pos.&lt;/div&gt;</description><link>http://sehatpolitik.blogspot.com/2015/01/demokrasi-politik-dan-dalam-jaringan.html</link><author>noreply@blogger.com (Ary Surya)</author><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1"/><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8608272882841839365.post-2937425608642647485</guid><pubDate>Mon, 05 Jan 2015 07:37:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-01-05T14:37:23.816+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">politik</category><title>Politik</title><description>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://encrypted-tbn2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcT5SRqps6JUFORvd9FuGzhy5LIsIZfy9cfXCFr1MGZoWkxLfWbDaw&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;parta belajar&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://encrypted-tbn2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcT5SRqps6JUFORvd9FuGzhy5LIsIZfy9cfXCFr1MGZoWkxLfWbDaw&quot; title=&quot;http://center-ilmu.blogspot.com/2012/11/hilangnya-fatsoen-politik-aceh.html&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Menurut Plato dan Aristoteles, politik adalah suatu usaha mencapai masyarakat politik yang terbaik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Miriam Budiarjo, politik adalah usaha menggapai kehidupan yang baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Andrew Heywood, politik adalah kegiatan suatu bangsa yang bertujuan untuk membuat, mempertahankan, dan mengamandemen peraturan-peraturan umum yang mengatur kehidupannya, yang berarti tidak dapat terlepas dari gejala konflik dan kerja sama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Rod Hague, politik adalah kegiatan yg menyangkut cara bagaimana kelompok-kelompok mencapai keputusan-keputusan yang bersifat kolektif dan mengikat melalui usaha untuk mendamaikan perbedaan-perbedaan di antara anggota-anggotanya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Peter Merkl, politik adalah usaha mencapai suatu tatanan sosial yang baik dan berkeadilan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum, politik adalah usaha untuk menentukan peraturan-peraturan yang dapat diterima baik oleh sebagian besar warga, untuk membawa masyarakat ke arah kehidupan bersama yang harmonis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Parta Winata (opini parta belajar), politik adalah cara-cara mencapai kehidupan bersama yang lebih baik, dilakukan oleh sekelompok orang/pemegang legalitas dengan memanfaatkan sumber daya alam dan manusia didalam dan atau diluar negara. &lt;/div&gt;</description><link>http://sehatpolitik.blogspot.com/2015/01/politik.html</link><author>noreply@blogger.com (Ary Surya)</author><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1"/><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD"/></item></channel></rss>