<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5987169234011959288</id><updated>2024-08-29T00:16:49.295-07:00</updated><title type='text'>Peduli Lingkungan Sekitar Kita</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://sayangi-lingkungan.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5987169234011959288/posts/default?redirect=false'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sayangi-lingkungan.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>denny0214</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15877375447862611766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhoSI_DsGS4z54FdqJXbg2ln57_qhjrAwp_xQ_etL6JAseIPQ4ZQpXvNgFR1E762oGGfdo1RJKWvbrN6rqAyeGzP9fZRs5XYgV8zsJlhEdAncYPBcuz9JVjgxBPVjZpeg/s220/100_3522.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>22</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5987169234011959288.post-7120322477698999675</id><published>2016-05-04T01:09:00.001-07:00</published><updated>2016-05-04T01:09:15.947-07:00</updated><title type='text'>9 DAMPAK NYATA DARI KEBAKARAN “HUTAN INDONESIA”</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Hutan merupakan ekosistem kompleks yang berpengaruh pada hampir setiap spesies yang ada di bumi. Pada saat hutan terdegradasi, maka akan dapat menyebabkan berbagai macam bencana, baik itu lokal maupun di seluruh dunia. Kerusakan hutan atau deforestasi terjadi hampir diseluruh dunia, dimana kerusakan tersebut sebagian besar disebabkan oleh aktivitas manusia. Menurut Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO), hampir 7,3 juta hektar hutan diseluruh dunia hilang setiap tahunnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Beberapa bentuk terjadinya kerusakan hutan dipicu oleh berbagai kegiatan seperti;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Ilegal logging,&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kebakaran hutan,&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Perambahan hutan,&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;pertumbuhan penduduk yang semakin pesat juga dapat berkontribusi terhadap terjadinya perambahan hutan,&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Serangan hama dan penyakit. Jumlah populasi hama yang meledak juga bisa menjadi salah satu bentuk kerusakan hutan. Hama-hama tersebut dapat menyerang dan menimbulkan kerusakan pada populasi pohon yang hidup di suatu kawasan hutan.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Deforestasi atau dampak akibat kerusakan hutan dapat menimbulkan berbagai bencana seperti di bawah ini :&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;1. Perubahan iklim&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Menurut seorang Profesor ilmu lingkungan di Lasell Collage Newton, Massachusets menyatakan bahwa deforestasi tidak hanya mempengaruhi jumlah karbondioksida yang merupakan gas rumah kaca, akan tetapi deforestasi juga berdampak pada pertukaran uap air dan karbondioksida yang terjadi antara atmosfer dan permukaan tanah yang berkaitan dengan terjadinya perubahan iklim, dimana perubahan konsentrasi yang ada di lapisan atmosfer akan memiliki efek langsung terhadap iklim di Indonesia ataupun di dunia.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;2. Kehilangan berbagai jenis spesies&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Menurut National Geographic, sekitar 70% tanaman dan hewan hidup di hutan. Deforestasi mengakibatkan mereka tidak bisa bertahan hidup disana. Dengan hilangnya habitat-habitat tersebut, maka hal tersebut akan menyebabkan terjadinya kepunahan spesies.Hal ini bisa berdampak di berbagai bidang, seperti di bidang pendidikan dimana akan musnahnya berbagai spesies yang dapat menjadi object suatu penelitian.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;3. Terganggunya siklus air&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Semakin sedikit jumlah pohon yang ada di bumi, maka itu berarti kandungan air di udara yang nantinya akan dikembalikan ke tanah dalam bentuk hujan juga sedikit. Nantinya, hal tersebut dapat menyebabkan tanah menjadi kering sehingga sulit bagi tanaman untuk hidup. Selain itu, pohon juga berperan dalam mengurangi tingkat polusi air, yaitu dengan menhentikan pencemaran. Dengan semakin berkurangnya jumlah pohon-pohon yang ada di hutan akibat kegiatan deforestasi, maka hutan tidak bisa lagi menjalankan fungsinya dalam menjaga tata letak air.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;4. Mengakibatkan Banjir dan erosi tanah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dengan tiadanya pohon, maka pada saat musim hujan tanah tidak bisa menyerap dengan baik tumpahan air hujan dan mengakibatkan besarnya laju aliran air di permukaan, yang pada akhirnya akan terjadi banjir bandang. Selain itu, air hujan dapat mengangkut partikel-partikel tanah sehingga menimbulkan erosi tanah atau tanah longsor.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;5. Mengakibatkan kekeringan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dengan hilangnya daya serap tanah, hal tersebut akan berimbas pada musim kemarau, dimana dalam tanah tidak ada lagi cadangan air yang seharusnya bisa digunakan pada saat musim kemarau. Hal ini disebabkan karena pohon yang bertindak sebagai tempat penyimpan cadangan air tanah tidak ada lagi sehingga Ini akan berdampak pada terjadinya kekeringan yang berkepanjangan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;6. Rusaknya ekosistem darat dan laut&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kegiatan deforestasi hutan dapat mengakibatkan kerusakan bahkan kepunahana bagi kekayaan alam tersebut itu sendiri maupun kekayaan alam lainnya yang ada di tempat lain seperti di laut. Kerusakan hutan yang terjadi akan membawa akibat terjadinya banjir maupun erosi yang dapat mengangkut partikel-partikel tanah menuju ke laut yang nantinya akan mengalami proses sedimentasi atau pengendapan di sana. Hal tersebut tentu saja bisa merusak ekosistem yang ada di laut, seperti ikan serta terumbu karang.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;7. Menyebabkan Abrasi pantai&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Eksploitasi hutan secara liar tidak hanya dilakukan oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab di kawasan hutan yang ada di darat saja. Kegiatan tersebut juga bisa dilakukan terhadap hutan-hutan mangrove yang berfungsi untuk melindungi pantai dari terjangan gelombang dan badai yang berada di pesisir pantai. Jika hal tersebut terus dibiarkan, akan berakibat terjadinya abrasi pantai.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;8. Kerugian ekonomi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Hutan merupakan salah satu sumber kekayaan alam, sebagian masyarakat menggantungkan hidup mereka dari hasil hutan. Jika hutan rusak, maka sumber penghasilan mereka pun juga akan menghilang. Kerusakan hutan bisa menyebabkan tanah menjadi tandus, sehingga akan sulit dipergunakan untuk bercocok tanam.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Selain itu, kerusakan hutan bisa memicu terjadinya berbagai macam bencana yang pada akhirnya akan menimbulkan kerugian, baik itu kerugian material maupun non material. Banyak orang yang kehilangan lahan, tempat tinggal, maupun anggota keluarga akibat bencana seperti banjir dan tanah longsor.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;9. Mempengaruhi kualitas hidup&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Terjadinya erosi tanah sebagai akibat kerusakan hutan dapat mengangkut partikel-partikel tanah yang mengandung zat-zat berbahaya seperti pupuk organik memasuki danau, sungai, maupun sumber air lainnya. Ini akan berakibat penurunan kualitas air yang berada di daerah tersebut. Dengan kualitas air yang buruk akan berdampak pada tingkat kesehatan yang buruk pula.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sangatlah penting bagi kita untuk selalu berupaya menjaga hutan kita agar tetap lestari. Upaya-upaya yang bisa dilakukan antara lain adalah dengan melakukan reboisasi atau penanaman kembali hutan-hutan yang gundul. Kita sebagai anak muda generasi bangsa, sejak dini harus melakukan hal nya, gampangnya kita hemat air, hemat listrik, hemat kertas untuk memperpanjang umur hutan kita Indonesia. Ingat ya teman teman, Indonesia itu adalah negeri yang kaya, dan kita patut bangga, Negeri Kaya Negeriku Indonesia&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://m.kaskus.co.id/thread/57266b111cbfaa98488b456b/fyi--9-dampak-nyata-dari-kebakaran-hutan-indonesia/?ref=forumlanding&amp;amp;med=hot_thread&quot;&gt;Sumber&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sayangi-lingkungan.blogspot.com/feeds/7120322477698999675/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sayangi-lingkungan.blogspot.com/2016/05/9-dampak-nyata-dari-kebakaran-hutan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5987169234011959288/posts/default/7120322477698999675'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5987169234011959288/posts/default/7120322477698999675'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sayangi-lingkungan.blogspot.com/2016/05/9-dampak-nyata-dari-kebakaran-hutan.html' title='9 DAMPAK NYATA DARI KEBAKARAN “HUTAN INDONESIA”'/><author><name>denny0214</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15877375447862611766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhoSI_DsGS4z54FdqJXbg2ln57_qhjrAwp_xQ_etL6JAseIPQ4ZQpXvNgFR1E762oGGfdo1RJKWvbrN6rqAyeGzP9fZRs5XYgV8zsJlhEdAncYPBcuz9JVjgxBPVjZpeg/s220/100_3522.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5987169234011959288.post-8328797942445511615</id><published>2014-09-28T22:03:00.000-07:00</published><updated>2014-09-28T22:03:40.065-07:00</updated><title type='text'>Penomoran Plastik dan Artinya</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Tanda di bawah botol plastik itu merupakan kode yang dikeluarkan The Society of Plastic Industry pada tahun 1998 di Amerika Serikat dan diikuti oleh lembaga-lembaga pengembangan sistem kode, seperti ISO (&lt;i&gt;International Organization for Standardization&lt;/i&gt;). Secara umum tanda pengenal plastik tersebut berciri-ciri berada atau terletak di bagian bawah, berbentuk segitiga, di dalam segitiga tersebut terdapat angka serta nama jenis plastik di bawah segitiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem kode resin ini mengelompokkan botol dan kemasan plastik yang biasa ditemukan pada limbah rumah tangga berdasarkan kandungan resinnya. Sistem kode ini dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan para penyedia jasa daur ulang dan memberikan kekonsitenan dan keseragaman sistem pada manufaktur plastik yang dapat diterapkan secara internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Instansi penyedia jasa daur ulang tidak begitu saja menerima limbah plastik untuk didaur ulang. Mereka memiliki standar yang bervariasi. Sebagai contoh, sebuah instansi membutuhkan plastik-plastik tersebut dikelompokkan berdasarkan jenis dan dipisahkan dari bahan-bahan yang dapat didaur ulang lainnya; instansi yang lain menerima plastik tetapi tetap terpisah dari bahan-bahan yang dapat didaur ulang lainnya; sedangkan instansi yang lainnya tidak memiliki masalah menerima plastik dalam keadaan tercampur dengan bahan-bahan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kita sebagai pengguna/pemakai barang plastik sepatutnya mengenal kode-kode ini, karena ada kalanya barang plastik tersebut tidak cocok bahkan tidak boleh digunakan untuk hal-hal tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut adalah deskripsi singkat dari masing-masing 7 simbol daur ulang yang sering digunakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;1. PETE atau PET (Polyethylene Terephthalate)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda ini biasanya tertera logo daur ulang dengan angka 1 di tengahnya serta tulisan PETE atau PET (Polyethylene Terephthalate) di bawah segitiga. Biasa dipakai untuk botol plastik, berwarna jernih/transparan/tembus pandang seperti botol air mineral, botol jus, wadah makanan dan hampir semua botol minuman lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Botol jenis PET/PETE ini direkomendasikan HANYA SEKALI PAKAI. Bila terlalu sering dipakai, apalagi digunakan untuk menyimpan air hangat apalagi panas, akan mengakibatkan lapisan polimer pada botol tersebut akan meleleh dan mengeluarkan zat karsinogenik (dapat menyebabkan kanker) dalam jangka panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan ini dapat dibuat lagi ke dalam bulu domba kutub, serat, karpet, dan lain-lain. Permintaan untuk jenis plastik ini di antara komunitas pendaur ulang plastik relatif banyak, tetapi saat ini tingkat daur ulang untuk bahan ini tetap rendah sebesar 20%.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;2. HDPE (High Density Polyethylene)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bagian bawah kemasan botol plastik, tertera logo daur ulang dengan angka 2 di tengahnya, serta tulisan HDPE (Polyethylene Densitas Tinggi) di bawah segitiga. Biasa dipakai untuk botol susu yang berwarna putih susu, tupperware, galon air minum, kursi lipat, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Botol plastik jenis HDPE memiliki sifat bahan yang lebih kuat, keras, buram dan LEBIH TAHAN LAMA TERHADAP SUHU TINGGI. Merupakan salah satu bahan plastik yang aman untuk digunakan karena kemampuan untuk mencegah reaksi kimia antara kemasan plastik berbahan HDPE dengan makanan/minuman yang dikemasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama seperti PET, HDPE juga direkomendasikan HANYA SEKALI PAKAI pemakaian karena pelepasan senyawa antimoni trioksida terus meningkat seiring waktu. Jenis ini juga dapat digunakan kembali ke untuk bahan lantai ubin, drainase, botol HDPE baru, pipa, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;3. V atau PVC (Polyvinyl Chloride)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tertulis (terkadang berwarna merah) dengan angka 3 di tengahnya, serta tulisan V. V itu berarti PVC (polyvinyl chloride), yaitu jenis plastik yang paling sulit didaur ulang. Ini bisa ditemukan pada plastik pembungkus (cling wrap), dan botol-botol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reaksi yang terjadi antara PVC dengan makanan yang dikemas dengan plastik ini berpotensi BERBAHAYA UNTUK GINJAL, hati dan berat badan. Bahan ini mengandung klorin dan akan mengeluarkan racun jika dibakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PVC TIDAK BOLEH DIGUNAKAN dalam menyiapkan makanan atau kemasan makanan. Bahan ini juga dapat diolah kembali menjadi mudflaps, panel, tikar, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;4. LDPE (Low Density Polyethylene)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Logo daur ulang dengan angka 4 di tengahnya, serta tulisan LDPE. LDPE (low density polyethylene) yaitu plastik tipe cokelat (thermoplastic/ dibuat dari minyak bumi), biasa dipakai untuk tempat makanan, plastik kemasan, botol-botol yang lembek, pakaian, mebel, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifat mekanis jenis LDPE ini adalah kuat, tembus pandang, fleksibel dan permukaan agak berlemak, pada suhu 60 derajat sangat resisten terhadap reaksi kimia, daya proteksi terhadap uap air tergolong baik, dapat didaur ulang serta baik untuk barang-barang yang memerlukan fleksibelitas tapi kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barang berbahan LDPE ini sulit dihancurkan, tetapi tetap baik untuk tempat makanan karena sulit bereaksi secara kimiawi dengan makanan yang dikemas dengan bahan ini. LDPE, dapat didaur ulang dengan banyak cara, misalnya dilarutkan ke dalam kaleng, keranjang kompos dan landscaping tiles.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;5. PP (Polypropylene)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tertera logo daur ulang dengan angka 5 di tengahnya, serta tulisan PP. Karakteristik adalah biasa botol transparan yang tidak jernih atau berawan. Polipropilen lebih kuat dan ringan dengan daya tembus uap yang rendah, ketahanan yang baik terhadap lemak, stabil terhadap suhu tinggi dan cukup mengkilap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis PP (polypropylene) ini adalah pilihan bahan plastik terbaik, terutama untuk tempat makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan, botol minum dan terpenting botol minum untuk bayi. Carilah dengan kode angka 5 bila membeli barang berbahan plastik untuk menyimpan kemasan berbagai makanan dan minuman. PP dapat diolah kembali menjadi garpu, sapu, nampan, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;6. PS (Polystyrene)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tertera logo daur ulang dengan angka 6 di tengahnya, serta tulisan PS. Biasa dipakai sebagai bahan tempat makan styrofoam, tempat minum sekali pakai, dan lain-lain. Polystyrene merupakan polimer aromatik yang dapat mengeluarkan bahan styrene ke dalam makanan ketika makanan tersebut bersentuhan. Selain tempat makanan, styrene juga bisa didapatkan dari asap rokok, asap kendaraan dan bahan konstruksi gedung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan ini harus dihindari, karena selain BERBAHAYA UNTUK KESEHATAN OTAK, MENGGANGGU HORMON ESTROGEN pada wanita yang berakibat pada masalah reproduksi, dan pertumbuhan dan sistem syaraf, juga karena bahan ini sulit didaur ulang. Pun bila didaur ulang, bahan ini memerlukan proses yang sangat panjang dan lama. Bahan ini dapat dikenali dengan kode angka 6, namun bila tidak tertera kode angka tersebut pada kemasan plastik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan ini dapat dikenali dengan cara dibakar (cara terakhir dan sebaiknya dihindari). Ketika dibakar, bahan ini akan mengeluarkan api berwarna kuning-jingga, dan meninggalkan jelaga. PS mengandung benzene, suatu zat penyebab kanker dan tidak boleh dibakar. Bahan ini diolah kembali menjadi isolasi, kemasan, pabrik tempat tidur, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;7. OTHER (Polycarbonate)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tertera logo daur ulang dengan angka 7 di tengahnya, serta tulisan OTHER. Untuk jenis plastik 7 Other ini ada 4 macam, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. SAN styrene acrylonitrile,&lt;br /&gt;2. ABS acrylonitrile butadiene styrene,&lt;br /&gt;3. PC polycarbonate, dan&lt;br /&gt;4. Nylon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapat ditemukan pada tempat makanan dan minuman seperti botol minum olahraga, suku cadang mobil, alat-alat rumah tangga, komputer, alat-alat elektronik, dan plastik kemasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SAN dan ABS memiliki resistensi yang tinggi terhadap reaksi kimia dan suhu, kekuatan, kekakuan, dan tingkat kekerasan yang telah ditingkatkan. Biasanya terdapat pada mangkuk mixer, pembungkus termos, piring, alat makan, penyaring kopi, dan sikat gigi, sedangkan ABS biasanya digunakan sebagai bahan mainan lego dan pipa. Merupakan salah satu bahan plastik yang sangat baik untuk digunakan dalam kemasan makanan ataupun minuman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PC atau nama Polycarbonate dapat ditemukan pada botol susu bayi, gelas anak batita (sippy cup), botol minum polikarbonat, dan kaleng kemasan makanan dan minuman, termasuk kaleng susu formula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PC Dapat mengeluarkan bahan utamanya yaitu Bisphenol-A ke dalam makanan dan minuman yang berpotensi merusak sistem hormon, kromosom pada ovarium, penurunan produksi sperma, dan mengubah fungsi imunitas. Dianjurkan tidak digunakan untuk tempat makanan ataupun minuman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ironisnya botol susu sangat mungkin mengalami proses pemanasan, entah itu untuk tujuan sterilisasi dengan cara merebus, dipanaskan dengan microwave, atau dituangi air mendidih atau air panas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak semua plastik nomor 7 adalah polikarbonat, bahkan segelintir berbahan nabati. Palikarbonat masih menjadi perdebatan dalam beberapa tahun terakhir, karena ditemukan pada saat mencuci BPA (bisphenol A), menjadi bahan hormon pengganggu kehamilan dan pertumbuhan janin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simbol plastik daur ulang pada dasarnya dirancang untuk membantu staf di pusat daur ulang, agar dapat memisahkan bahan untuk diproses dengan baik. Pengetahuan dasar lambang ini juga dapat membantu kita dalam memastikan apakah barang plastik di rumah aman untuk kita semua.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.inikabarku.com/2012/11/mengenali-arti-simbol-pada-kemasan.html&quot;&gt;SUMBER&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sayangi-lingkungan.blogspot.com/feeds/8328797942445511615/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sayangi-lingkungan.blogspot.com/2014/09/penomoran-plastik-dan-artinya.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5987169234011959288/posts/default/8328797942445511615'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5987169234011959288/posts/default/8328797942445511615'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sayangi-lingkungan.blogspot.com/2014/09/penomoran-plastik-dan-artinya.html' title='Penomoran Plastik dan Artinya'/><author><name>denny0214</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15877375447862611766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhoSI_DsGS4z54FdqJXbg2ln57_qhjrAwp_xQ_etL6JAseIPQ4ZQpXvNgFR1E762oGGfdo1RJKWvbrN6rqAyeGzP9fZRs5XYgV8zsJlhEdAncYPBcuz9JVjgxBPVjZpeg/s220/100_3522.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5987169234011959288.post-225611894812621768</id><published>2011-02-23T22:27:00.000-08:00</published><updated>2011-02-23T22:27:27.232-08:00</updated><title type='text'>Binatang Langka Yang Masih Di konsumsi</title><content type='html'>&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Hewan terancam punah sering berakhir sebagai makanan bagi manusia untuk alasan seperti konvensi budaya, obat tradisional, kebutuhan ekonomi, atau kesombongan murni.&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;strong&gt;1. Salamander Raksasa Cina: &amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot; class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://samudro.files.wordpress.com/2010/03/chinese_giant_salamander.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;225&quot; src=&quot;http://samudro.files.wordpress.com/2010/03/chinese_giant_salamander.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot; class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.themanyfacesofspaces.com/Chinese_giant_salamander_9.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;http://www.themanyfacesofspaces.com/Chinese_giant_salamander_9.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Binatang ampibi ini termasuk binatang yang hampir punah, tapi mereka masih sering ditemukan di piring makan malam. Salamander Raksasa Cina, yang merupakan amfibi terbesar di dunia, itu adalah salah satu kelezatan di Cina dan menjadi target perburuan liar. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;
2. Simpanse &amp;amp; Gorila: &amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://restorationjobs.files.wordpress.com/2010/12/picture-14.png?w=505&amp;amp;h=291&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;184&quot; src=&quot;http://restorationjobs.files.wordpress.com/2010/12/picture-14.png?w=505&amp;amp;h=291&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://c1.planetsave.com/files/2009/03/gorillahand.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;208&quot; src=&quot;http://c1.planetsave.com/files/2009/03/gorillahand.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;Konsumsi daging yang berasal dari kera besar seperti simpanse dan gorila gunung, merupakan tradisi budaya di bagian Afrika dan tidak dipandang sebagai masalah. Spesies ini juga menderita penurunan populasi akibat hilangnya deforestasi dan habitatnya.&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;strong&gt;3. Chinook Salmon: &amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://webecoist.com/wp-content/uploads/2009/04/endangered-chanook-salmon.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;http://webecoist.com/wp-content/uploads/2009/04/endangered-chanook-salmon.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;Chinook salmon, hanya ditemukan di Sungai Columbia , populasinya terus menurun selama bertahun-tahun karena pembendungan sungai, polusi dan penangkapan ikan berlebihan.&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;strong&gt;4. Buefin Tuna: &amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.treehugger.com/20090527-bluefin-tuna.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;214&quot; src=&quot;http://www.treehugger.com/20090527-bluefin-tuna.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;Bluefin tuna adalah ikan favorit untuk sushi di Jepang, dan meskipun statusnya sangat langka, masih komersial dipanen dan dijual.&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;strong&gt;5. Rusa Karibou: &amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://webecoist.com/wp-content/uploads/2009/04/endangered-caribou-meat.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;227&quot; src=&quot;http://webecoist.com/wp-content/uploads/2009/04/endangered-caribou-meat.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;Rusa Karibou di Amerika Utara semakin menipis populasinya.&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;strong&gt;6. Paus Sirip: &amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://webecoist.com/wp-content/uploads/2009/04/endangered-fin-whales.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;227&quot; src=&quot;http://webecoist.com/wp-content/uploads/2009/04/endangered-fin-whales.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;Penangkapan ikan paus Jepang di klaim untuk sebuah penelitian, namun sebenarnya tidak. Ratusan ikan paus sirip ini berakhir dalam kalengan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;strong&gt;7. Gajah Hutan Afrika: &amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://media.washtimes.com/media/image/2007/06/21/WT200710106210052H3_s640x480.jpg?b98e9b9b0f373319d257b8531b01413649704d51&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;http://media.washtimes.com/media/image/2007/06/21/WT200710106210052H3_s640x480.jpg?b98e9b9b0f373319d257b8531b01413649704d51&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;Gajah Biasanya diambil gadingnya, tetapi Gajah hutan afrika juga diburu untuk daging mereka. Dengan berat lebih dari 5.000 pon.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;strong&gt;8. Penyu Hijau:&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://webecoist.com/wp-content/uploads/2009/04/endangered-green-sea-turtle.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;227&quot; src=&quot;http://webecoist.com/wp-content/uploads/2009/04/endangered-green-sea-turtle.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Penyu hijau diburu untuk, kulit dan daging mereka, juga lemaknya. Telur dan daging bisa menjadi makanan lezat.Kura-kura masih diburu di Indonesia dan negara-negara lain di Asia Selatan.&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;strong&gt;9. Lumba-lumba Air tawar:&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://webecoist.com/wp-content/uploads/2009/04/endangered-river-dolphins.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;133&quot; src=&quot;http://webecoist.com/wp-content/uploads/2009/04/endangered-river-dolphins.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lumba-lumba air tawar - yang ditemukan di Sungai Gangga, Indus dan sungai Amazon - memiliki populasi alami yang rendah, dampak dari pencemaran dan perburuan liar.&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;strong&gt; 10. Gaurs / Seladang: &amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://webecoist.com/wp-content/uploads/2009/04/endangered-seladang-gaur.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;227&quot; src=&quot;http://webecoist.com/wp-content/uploads/2009/04/endangered-seladang-gaur.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;Gaur/Seladang, masih kerabat liar untuk sapi, adalah spesies terancam yang ditemukan di Asia Selatan. &amp;nbsp; Kumpulan liarnya masih diburu untuk daging mereka.&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;strong&gt;11. Hiu:&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://webecoist.com/wp-content/uploads/2009/04/endangered-shark-finning.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;227&quot; src=&quot;http://webecoist.com/wp-content/uploads/2009/04/endangered-shark-finning.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&amp;nbsp;Hiu Gangga yang diburu dari sungai diambil minyaknya yang kaya gizi. Puluhan spesies lain di seluruh dunia menjadi terancam dari praktek pengambilan sirip hiu, di mana nelayan memotong sirip hiu hidup-hidup sebelum melemparkan hewan kembali ke air. Sirip dikeringkan dan digunakan untuk membuat sup di restoran Asia.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Padahal Jumlah mereka hampir punah , tetapi masih banyak yang mengkonsumsi....&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;Sumber: &lt;a href=&quot;http://www.kaskus.us/showthread.php?t=6425917&quot;&gt;Kaskus&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sayangi-lingkungan.blogspot.com/feeds/225611894812621768/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sayangi-lingkungan.blogspot.com/2011/02/binatang-langka-yang-masih-di-konsumsi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5987169234011959288/posts/default/225611894812621768'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5987169234011959288/posts/default/225611894812621768'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sayangi-lingkungan.blogspot.com/2011/02/binatang-langka-yang-masih-di-konsumsi.html' title='Binatang Langka Yang Masih Di konsumsi'/><author><name>denny0214</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15877375447862611766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhoSI_DsGS4z54FdqJXbg2ln57_qhjrAwp_xQ_etL6JAseIPQ4ZQpXvNgFR1E762oGGfdo1RJKWvbrN6rqAyeGzP9fZRs5XYgV8zsJlhEdAncYPBcuz9JVjgxBPVjZpeg/s220/100_3522.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5987169234011959288.post-2402803341380151969</id><published>2010-07-27T02:06:00.000-07:00</published><updated>2010-07-27T02:06:41.024-07:00</updated><title type='text'>Jelloware: Gelas Yang Dapat Dimakan</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://u.kaskus.us/6/kennbijk.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;213&quot; src=&quot;http://u.kaskus.us/6/kennbijk.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sebuah Perusahaan Desain dan Konsultan &lt;b&gt;&quot;The Way We See The World &quot; &lt;/b&gt;telah merancang gelas yang dapat dimakan, Gelas ini memiliki rasa dan dapat  terurai dengan alami karena terbuat dari agar-agar, jadi jika gelas ini  dibuang di di tanah sangat bermanfaat bagi tumbuhan karena mengandung  organisme yang dapat memupuk pertumbuhan rumput dan tanaman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gelas ini seluruhnya terbuat dari agar agar (zat agar-agar yang terbuat  dari ganggang merah) dan dibuat juga dalam rasa yang berbeda, seperti  lemon-mint, kemangi-jahe, atau rosemary-bit, masing-masing dirancang  khusus untuk tempat minuman yang sesuai keinginan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jelloware dimaksudkan untuk dibuang pada rumput atau tanaman setelah  digunakan, karena ekstrak rumput laut ini benar-benar baik untuk  memelihara pertumbuhan tanaman. Jadi gelas ini dapat  ikut menjaga bumi dari Global Warming karena 100% bebas plastik.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://u.kaskus.us/6/rr5yci1c.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;212&quot; src=&quot;http://u.kaskus.us/6/rr5yci1c.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: xx-small;&quot;&gt;warna-warni&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://u.kaskus.us/6/jo4cayaf.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;212&quot; src=&quot;http://u.kaskus.us/6/jo4cayaf.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://u.kaskus.us/6/yol6hib8.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;229&quot; src=&quot;http://u.kaskus.us/6/yol6hib8.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://u.kaskus.us/6/onzafgvd.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;301&quot; src=&quot;http://u.kaskus.us/6/onzafgvd.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href=&quot;http://u.kaskus.us/6/smogodtk.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;253&quot; src=&quot;http://u.kaskus.us/6/smogodtk.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://u.kaskus.us/6/ocff2iue.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;210&quot; src=&quot;http://u.kaskus.us/6/ocff2iue.png&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;span id=&quot;goog_2013780380&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id=&quot;goog_2013780381&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://u.kaskus.us/6/tlcnlnhv.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;http://u.kaskus.us/6/tlcnlnhv.png&quot; width=&quot;212&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Sumber:&lt;a href=&quot;http://www.kaskus.us/showthread.php?t=4816319&quot;&gt; &lt;strong&gt;Jelloware: Gelas Yang Dapat Dimakan&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sayangi-lingkungan.blogspot.com/feeds/2402803341380151969/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sayangi-lingkungan.blogspot.com/2010/07/jelloware-gelas-yang-dapat-dimakan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5987169234011959288/posts/default/2402803341380151969'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5987169234011959288/posts/default/2402803341380151969'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sayangi-lingkungan.blogspot.com/2010/07/jelloware-gelas-yang-dapat-dimakan.html' title='Jelloware: Gelas Yang Dapat Dimakan'/><author><name>denny0214</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15877375447862611766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhoSI_DsGS4z54FdqJXbg2ln57_qhjrAwp_xQ_etL6JAseIPQ4ZQpXvNgFR1E762oGGfdo1RJKWvbrN6rqAyeGzP9fZRs5XYgV8zsJlhEdAncYPBcuz9JVjgxBPVjZpeg/s220/100_3522.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5987169234011959288.post-6162394503960675976</id><published>2010-04-22T02:38:00.000-07:00</published><updated>2010-04-22T02:38:41.182-07:00</updated><title type='text'>Cordyceps, Jamur yang Bisa Mencuci Otak Makhluk Lain!!</title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3904804&quot;&gt;&amp;nbsp;Sumber&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;mungkin yang namanya cuci otak itu buat manusia hal yang &quot;biasa&quot;.  maksudnya yaa kita udah sering denger dari cuci otak jagoan di film-film  Hollywood sampe pejabat negara yang nyuci otak rekan kerjanya biar  korupsinya lancar &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
tapi udah tau belom kalo ternyata selain manusia ada yang bisa nyuci  otak juga??&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
kalo belom tau kenalan dulu sama jamur genus &lt;i&gt;Cordyceps&lt;/i&gt; dari filum  &lt;i&gt;Ascomycota&lt;/i&gt; ini. mekanismenya dia nempel di tubuh korban,  biasanya serangga atau ulat, lalu dia bakal &lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: purple;&quot;&gt;memanipulasi otak korbannya sehingga si korban bakal  memanjat pohon yang tinggi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; class=&quot;inlineimg&quot; src=&quot;http://www.kaskus.us/images/smilies/bingung.gif&quot; title=&quot;Bingung&quot; /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
naaaahh setelah sampe di puncak pohon, &lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;si  jamur bakal keluar dari kepala dan tubuh si korban!!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; class=&quot;inlineimg&quot; src=&quot;http://www.kaskus.us/images/smilies/takut.gif&quot; title=&quot;Takut&quot; /&gt; &lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; class=&quot;inlineimg&quot; src=&quot;http://www.kaskus.us/images/smilies/takut.gif&quot; title=&quot;Takut&quot; /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
hal unik ini ternyata dilakukan agar si jamur bisa mencapai tempat  dengan temperatur yang pas dan memperluas distribusi spora yang nantinya  akan dihasilkan.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;ini yang di ulat&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/0/07/Cordyceps_Sinensis.jpg/675px-Cordyceps_Sinensis.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;284&quot; src=&quot;http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/0/07/Cordyceps_Sinensis.jpg/675px-Cordyceps_Sinensis.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;i&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.ice.mpg.de/bol/junior/ping/Cordyceps_Ping_01.gif&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://www.ice.mpg.de/bol/junior/ping/Cordyceps_Ping_01.gif&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Ini yang di serangga&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.interestingfacts.org/facts-images/cordyceps3.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;213&quot; src=&quot;http://www.interestingfacts.org/facts-images/cordyceps3.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href=&quot;http://www.interestingfacts.org/facts-images/cordyceps1.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;http://www.interestingfacts.org/facts-images/cordyceps1.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.interestingfacts.org/facts-images/cordyceps2.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;241&quot; src=&quot;http://www.interestingfacts.org/facts-images/cordyceps2.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href=&quot;http://www.interestingfacts.org/facts-images/cordyceps4.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://www.interestingfacts.org/facts-images/cordyceps4.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.interestingfacts.org/facts-images/cordyceps4.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;http://www.interestingfacts.org/facts-images/cordyceps4.jpg&quot; width=&quot;205&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href=&quot;http://www.utexas.edu/courses/zoo384l/sirena/species/fungi/cordyceps_campanotus%20.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://www.utexas.edu/courses/zoo384l/sirena/species/fungi/cordyceps_campanotus%20.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;dan ini &lt;a href=&quot;http://www.youtube.com/watch?v=XuKjBIBBAL8&amp;amp;feature=player_embedded&quot;&gt;VIDEO&lt;/a&gt;nya&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sayangi-lingkungan.blogspot.com/feeds/6162394503960675976/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sayangi-lingkungan.blogspot.com/2010/04/cordyceps-jamur-yang-bisa-mencuci-otak.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5987169234011959288/posts/default/6162394503960675976'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5987169234011959288/posts/default/6162394503960675976'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sayangi-lingkungan.blogspot.com/2010/04/cordyceps-jamur-yang-bisa-mencuci-otak.html' title='Cordyceps, Jamur yang Bisa Mencuci Otak Makhluk Lain!!'/><author><name>denny0214</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15877375447862611766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhoSI_DsGS4z54FdqJXbg2ln57_qhjrAwp_xQ_etL6JAseIPQ4ZQpXvNgFR1E762oGGfdo1RJKWvbrN6rqAyeGzP9fZRs5XYgV8zsJlhEdAncYPBcuz9JVjgxBPVjZpeg/s220/100_3522.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5987169234011959288.post-4367819709142720591</id><published>2009-06-29T00:46:00.000-07:00</published><updated>2009-06-29T01:06:12.553-07:00</updated><title type='text'>Niagara tertandingi, berikan sambutan untuk air terjun Iguazu</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Air terjun Iguazu terletak di perbatasan antara Parana yaitu negara bagian di Brazil dan Misione, provinsi di Argentina. Air terjun Iguazu terdiri atas 275 bagian yang tersusun sepanjang 2,7 kilometer. Air terjun yang paling mengagumkan diantara semuanya adalah &quot;the Devil&#39;s Throat&quot; yang berbentuk huruf &quot;U&quot; dengan ketinggian 82 meter&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src=&quot;http://67.199.7.46/_media/imgs/articles/a319_w1.jpg&quot; alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa bagian dari air terjun Iguazu dari kejauhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;alt2&quot; style=&quot;border: 1px inset ; margin: 0px; padding: 6px;&quot;&gt; &lt;div style=&quot;&quot;&gt; &lt;img src=&quot;http://67.199.7.46/_media/imgs/articles/a319_w2.jpg&quot; alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; /&gt; &lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src=&quot;http://67.199.7.46/_media/imgs/articles/a319_w3.jpg&quot; alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;alt2&quot; style=&quot;border: 1px inset ; margin: 0px; padding: 6px;&quot;&gt; &lt;div style=&quot;&quot;&gt; &lt;img src=&quot;http://67.199.7.46/_media/imgs/articles/a319_w4.jpg&quot; alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; /&gt; &lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src=&quot;http://67.199.7.46/_media/imgs/articles/a319_w5.jpg&quot; alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;br /&gt;Jarak terdekat yang bisa anda tempuh untuk melihat air terjun ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src=&quot;http://67.199.7.46/_media/imgs/articles/a319_w6.jpg&quot; alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;br /&gt;Vertigo. Elevator untuk melihat panorama air terjun ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;alt2&quot; style=&quot;border: 1px inset ; margin: 0px; padding: 6px;&quot;&gt; &lt;div style=&quot;&quot;&gt; &lt;img src=&quot;http://67.199.7.46/_media/imgs/articles/a319_w7.jpg&quot; alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; /&gt; &lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;alt2&quot; style=&quot;border: 1px inset ; margin: 0px; padding: 6px;&quot;&gt; &lt;div style=&quot;&quot;&gt; &lt;img src=&quot;http://67.199.7.46/_media/imgs/articles/a319_w8.jpg&quot; alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; /&gt; &lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;alt2&quot; style=&quot;border: 1px inset ; margin: 0px; padding: 6px;&quot;&gt; &lt;div style=&quot;&quot;&gt; &lt;img src=&quot;http://67.199.7.46/_media/imgs/articles/a319_w9.jpg&quot; alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; /&gt; &lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;alt2&quot; style=&quot;border: 1px inset ; margin: 0px; padding: 6px;&quot;&gt; &lt;div style=&quot;&quot;&gt; &lt;img src=&quot;http://67.199.7.46/_media/imgs/articles/a319_w10.jpg&quot; alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; /&gt; &lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sayangi-lingkungan.blogspot.com/feeds/4367819709142720591/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sayangi-lingkungan.blogspot.com/2009/06/niagara-tertandingi-berikan-sambutan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5987169234011959288/posts/default/4367819709142720591'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5987169234011959288/posts/default/4367819709142720591'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sayangi-lingkungan.blogspot.com/2009/06/niagara-tertandingi-berikan-sambutan.html' title='Niagara tertandingi, berikan sambutan untuk air terjun Iguazu'/><author><name>denny0214</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15877375447862611766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhoSI_DsGS4z54FdqJXbg2ln57_qhjrAwp_xQ_etL6JAseIPQ4ZQpXvNgFR1E762oGGfdo1RJKWvbrN6rqAyeGzP9fZRs5XYgV8zsJlhEdAncYPBcuz9JVjgxBPVjZpeg/s220/100_3522.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5987169234011959288.post-1571210583587129445</id><published>2009-06-15T22:07:00.000-07:00</published><updated>2009-06-15T22:09:46.275-07:00</updated><title type='text'>Binatang Pun Punya Sarang Yang Amazing</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tidak mau kalah dengan manusia, binatang pun memiliki nilai arsitektur yang tinggi dalam membangun sarangnya, bahkan keindahannya sering tidak bisa kita bayangkan bagaimana cara mereka membuatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Berikut ini kami hadirkan beberapa binatanag yang memiliki nilai cita rasa tinggi dalam hal membangun sarangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;b&gt;1. Sarang Burung Penenun&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Burung penenun membangun sarang permanen pada pohon dan objek lainnya yang tinggi. Sarangini akan cukup besar untuk rumah puluhan keluarga burung, berisi beberapa generasi sekaligus. Sarangyang sangat terstruktur memberikan burung rasa yang lebih nyaman dibanding kondisi di luar. Pusat kamar tetap panas dan digunakan untuk malam hari dan mengerami telur. Luar ruangan yang digunakan untuk berteduh di siang hari.&lt;br /&gt; &lt;img src=&quot;http://img.designswan.com/2009/Animal/animalArchitect/2.jpg&quot; alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;br /&gt; &lt;img src=&quot;http://img.designswan.com/2009/Animal/animalArchitect/3.jpg&quot; alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;br /&gt; &lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sarang Semut&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Komplek sarang semut dibangun oleh banyak anggota koloni. Sarang semut dibangun di bawah tanah atau di atas pohon. Sarang semut ini dapat ditemukan di dalam tanah, di bawah batu atau kayu dan di dalam batu berongga. Bahan yang digunakan untuk pembangunan adalah tanah dan tanaman.Sarang semut selalu dijaga ketat, jadi jangan sampai mengganggunya.&lt;br /&gt; &lt;img src=&quot;http://img.designswan.com/2009/Animal/animalArchitect/4.jpg&quot; alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Bendungan Berang - berang&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Bendungan berang - berang dibuat sebagai perlindungan terhadap predator, seperti coyotes, serigala dan beruang, dan untuk memberikan kemudahan akses ke makanan selama musim dingin. Berang - berang selalu bekerja di malam hari dan produktif pembangun, membawa lumpur dan batu dengan bagian depan dipagari dengan kayu yg dipotong dengan gigi. Karena itu, menghancurkan sebuah bendungan beaver tanpa mengeluarkan berang - berang sulit, terutama jika bendungan hilir adalah sebuah penginapan aktif. Berang - berang dapat membangun dasar seperti bendungan dalam semalam.&lt;br /&gt; &lt;img src=&quot;http://img.designswan.com/2009/Animal/animalArchitect/5.jpg&quot; alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4. Sarang Lebah Madu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Lebah madu adalah salah satu spesies dari lebah yang membangun sarangnya dari lilin yg berasal dari nektar bunga yang lalu diproduksi menjadi lilin oleh tubuh lebah sendiri. Sarang lebah sendiri selalu memberikan banyak manfaat bagi kehidupan manusia.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;img src=&quot;http://img.designswan.com/2009/Animal/animalArchitect/6.jpg&quot; alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;5. Sarang Rayap&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Rayap pekerja membangun dan mempertahankan sarang koloni mereka seperti rumah. Ini adalah struktur rumit dibuat dengan menggunakan kombinasi dari tanah, lumpur, kayu yang dikunya/ selulosa, dan air liur. Sarang Rayap terdiri dari terowongan seperti galeri yang efektif memberikan udara dan mengontrol keseimbangan CO2/O2, serta memungkinkan untuk memindahkan rayap melalui sarang. Sarang biasanya dibangun di bawah tanah, dalam potongan-potongan kayu besar, pohon-pohon tumbang di dalam atau tinggal di puncak pohon. Beberapa spesies membangun di atas tanah, dan dapat berkembang menjadi gundukan yang menakjubkan.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;img src=&quot;http://img.designswan.com/2009/Animal/animalArchitect/1.jpg&quot; alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;b&gt;6. Katak Pohon&lt;/b&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;  &lt;/div&gt; Seperti namanya, katak ini biasanya ditemukan di sangat tinggi atau pohon dan tumbuh-tumbuhan yang tinggi. Mereka biasanya tidak turun ke tanah, ketika bertelur mereka membangun busa pada daun dan selama hidup mereka hingga dewasa jarang sekali meninggalkan pohon.&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt; &lt;img src=&quot;http://img.designswan.com/2009/Animal/animalArchitect/7.jpg&quot; alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sayangi-lingkungan.blogspot.com/feeds/1571210583587129445/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sayangi-lingkungan.blogspot.com/2009/06/binatang-pun-punya-sarang-yang-amazing.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5987169234011959288/posts/default/1571210583587129445'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5987169234011959288/posts/default/1571210583587129445'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sayangi-lingkungan.blogspot.com/2009/06/binatang-pun-punya-sarang-yang-amazing.html' title='Binatang Pun Punya Sarang Yang Amazing'/><author><name>denny0214</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15877375447862611766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhoSI_DsGS4z54FdqJXbg2ln57_qhjrAwp_xQ_etL6JAseIPQ4ZQpXvNgFR1E762oGGfdo1RJKWvbrN6rqAyeGzP9fZRs5XYgV8zsJlhEdAncYPBcuz9JVjgxBPVjZpeg/s220/100_3522.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5987169234011959288.post-7602571240696257213</id><published>2009-06-09T02:04:00.000-07:00</published><updated>2009-06-09T02:14:09.095-07:00</updated><title type='text'>LEMURIA : Kisah Benua Yang Hilang Ditelan Masa</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;SELAIN Atlantis, ternyata masih ada peradaban serupa yang diduga mengalami nasib yang sama dengan Atlantis. Lemuria atau Mu merupakan peradaban kuno yang muncul terlebih dahulu sebelum peradaban Atlantis. Para peneliti menempatkan era peradaban Lemuria disekitar periode 75.000 SM – 11.000 SM. Jika dilihat dari periode itu, Bangsa Atlantis dan Lemuria seharusnya pernah hidup bersama selama ribuan tahun lamanya. Gagasan Benua Lemuria terlebih dahulu eksis dibanding peradaban Atlantis dan Mesir Kuno dapat diperoleh penjelasannya dari sebuah karya Augustus Le Plongeon (1826-1908), seorang peneliti dan penulis pada abad ke-19 yang mengadakan penelitian terhadap situs-situs purbakala peninggalan Bangsa Maya di Yucatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src=&quot;http://www.acehfotografer.net/upload/images/sjazy5buocr39ms2wia.jpg&quot; alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;Coba perhatikan Map diatas, menurut beberapa versi, disitulah letak dari Benua Lemuria/Mu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi tersebut diperoleh setelah keberhasilannya menterjemahkan beberapa lembaran catatan kuno peninggalan Bangsa Maya. Dari hasil terjemahan, diperoleh beberapa informasi yang menunjukkan hasil bahwa Bangsa Lemuria memang berusia lebih tua daripada peradaban nenek moyang mereka (Atlantis). Namun dikatakan juga, bahwa mereka pernah hidup dalam periode waktu yang sama, sebelum kemudian sebuah bencana gempa bumi dan air bah dasyat meluluh-lantahkan dan menenggelamkan kedua peradaban maju masa silam tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga saat ini, letak dari Benua Lemuria pada masa silam masih menjadi sebuah kontroversi, namun berdasarkan bukti arkeologis dan beberapa teori yang dikemukakan oleh para peneliti, kemungkinan besar peradaban tersebut berlokasi di Samudera Pasifik (disekitar Indonesia sekarang). Banyak arkeolog mempercayai bahwa Easter Island atau Pulau Paskah yang misterius itu merupakan bagian dari Benua Lemuria. Hal ini jika dipandang dari ratusan patung batu kolosal yang mengitari pulau dan beberapa catatan kuno yang terukir pada beberapa artifak yang mengacu pada bekas-bekas peninggalan peradaban maju pada masa silam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mitologi turun temurun para suku Maori dan Samoa yang menetap di pulau-pulau disekitar Samudera Pasifik juga menyebutkan bahwa dahlulu kala pernah ada sebuah daratan besar besar di Pasifik yang yang hancur diterjang oleh gelombang pasang air laut dasyat (tsunami), namun sebelumnya bangsa mereka telah hancur terlebih dahulu akibat peperangan. Keadaan Lemuria sendiri digambarkan sangat mirip dengan peradaban Atlantis, memiliki tanah yang subur, masyarakat yang makmur dan penguasaan terhadap beberapa cabang ilmu pengetahuan yang mendalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor-faktor tersebut tentunya menjadi sebuah landasan pokok bagi Bangsa Lemuria untuk berkembang pesat menjadi sebuah peradaban yang maju dan memiliki banyak ahli atau ilmuwan yang dapat menciptakan suatu trobosan baru dalam Ilmu pengetahuan dan Teknologi mereka. Seperti banyak dikemukakan oleh beberapa pakar spiritual dan arkeologi, bahwa bangsa Lemurian dan Atlantean menggunakan crystal secara intensif dalam kehidupan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src=&quot;http://www.acehfotografer.net/upload/images/pa6cpo930ni9xus8sol.jpg&quot; alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Edgar Cayce, seorang spiritualis Amerika melalui ilmu cenayangnya berkali-kali mengungkapkan hal yang sama. Kuil-kuil Lemuria dan Atlantis menempatkan sebuah kristal generator raksasa yang dikelilingi kristal-kristal lain, baik sebagai sumber tenaga maupun guna berbagai penyembuhan. Banyak info mengenai Atlantis dan Lemuria diperoleh dengan men-channel kristal-kristal &#39;old soul&#39; yang pernah digunakan pada kedua jaman ini. Beberapa monumen batu misterius berhasil ditemukan di bawah perairan Yonaguni, Jepang. Mungkinkah monumen-monumen itu merupakan sisa-sisa dari peradaban Lemuria?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, berbeda dengan bangsa Atlantis yang lebih mengandalkan fisik, teknologi dan gemar berperang, bangsa Lemuria justru dipercaya sebagai manusia-manusia dengan tingkat evolusi dan spiritual yang tinggi, sangat damai dan bermoral. Menurut Edgar Cayce, munculnya Atlantis sebagai suatu peradaban super power pada saat itu (kalau sekarang mirip Amerika Serikat begitulah) membuat mereka sangat ingin menaklukkan bangsa-bangsa di dunia, diantaranya Yunani dan Lemuria yang dipandang oleh para Atlantean sebagai peradaban yang kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src=&quot;http://www.acehfotografer.net/upload/images/lc0l0mjnjvagfzvrvt.gif&quot; alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbekal peralatan perang yang canggih serta strategi perang yang baik, invansi Atlantis ke Lemuria berjalan seperti yang diharapkan. Karena sifat dari Lemurian yang menjunjung tinggi konsep perdamaian, mereka tidak dibekali dengan teknologi perang secanggih bangsa Atlantean, sehingga dalam sekejap, Lemuria pun jatuh ke tangan Atlantis. Para Lemurian yang berada dalam kondisi terdesak, ahirnya banyak meninggalkan bumi untuk mencari tempat tinggal baru di planet lain yang memiliki karakteristik mirip bumi, mungkin keberadaan mereka saat ini belum kita ketahui (ada yang mengatakan saat ini mereka tinggal di Planet Erra/Terra digugus bintang Pleiades).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kisah para Lemurian yang meninggalkan bumi untuk menetap di planet lain ini sedikit tidak masuk akal, tapi perlu kita ketahui bahwa teknologi mereka pada saat itu sudah sangat maju, penguasaan teknologi penjelajahan luar angkasa mungkin telah dapat mereka realisasikan di jauh-jauh hari. Tentunya penguasaan teknologi yang sama pada era peradaban kita ini, belum bisa disandingkan dengan kemajuan teknologi yang mereka ciptakan. Dari sekelumit kisah yang diuraikan, dapat ditarik kesimpulan bahwa para Lemurian tidak musnah oleh bencana gempa bumi dan air bah seperti yang dialami oleh para Atlantean, namun karena peranglah yang membuat sebagian dari mereka berguguran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara semenjak kekalahannya oleh bangsa Atlantis, otomatis wilayah Lemuria dikuasai oleh para Atlantean, sampai saat ahirnya daratan itu diterpa oleh bencana yang sangat dasyat yang kemudian menenggelamkannya bersama beberapa daratan lainnya, termasuk diantaranya Atlantis itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hasil terjemahan,diperoleh beberapa informasi yang menunjukkan hasil bahwa Bangsa Lemuria memang berusia lebih tua daripada peradaban nenek moyang mereka (Atlantis). Namun dikatakan juga,bahwa mereka pernah hidup dalam periode waktu yang sama, sebelum kemudian sebuah bencana gempa bumi dan air bah dasyat meluluh lantahkan dan menenggelamkan kedua peradaban maju masa silam tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga saat ini,letak dari Benua Lemuria pada masa silam masih menjadi sebuah kontroversi, namun berdasarkan bukti arkeologis dan beberapa teori yang dikemukakan oleh para peneliti, kemungkinan besar peradaban tersebut berlokasi di Samudera Pasifik (disekitar Indonesia sekarang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak arkeolog memepercayai bahwa Easter Island yang misterius itu merupakan bagian dari Benua Lemuria.Hal ini jika dipandang dari ratusan patung batu kolosal yang mengitari pulau dan beberapa catatan kuno yang terukir pada beberapa artifak yang mengacu pada bekas-bekas peninggalan peradaban maju pada masa silam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mitologi turun temurun para suku Maori dan Samoa yang menetap dipulau-pulau disekitar Samudera Pasifik juga menyebutkan bahwa dahlulu kala pernah ada sebuah daratan besar besar di Pasifik yang yang hancur diterjang oleh gelombang pasang air laut dasyat (tsunami), namun sebelumnya bangsa mereka telah hancur terlebih dahulu akibat peperangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaan Lemuria sendiri digambarkan sangat mirip dengan peradaban Atlantis, memiliki tanah yang subur, masyarakat yang makmur dan penguasaan terhadap beberapa cabang ilmu pengetahuan yang mendalam. Faktor-faktor tersebut tentunya menjadi sebuah landasan pokok bagi Bangsa Lemuria untuk berkembang pesat menjadi sebuah peradaban yang maju dan memiliki banyak ahli/ilmuwan yang dapat menciptakan suatu trobosan baru dalam Ilmu pengetahuan dan teknologi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuil-kuil Lemuria dan Atlantis menempatkan sebuah crystal generator raksasa yang dikelilingi crystal-crystal lain, baik sebagai sumber tenaga maupun guna berbagai penyembuhan. Banyak info mengenai Atlantis dan Lemurian diperoleh dengan men-channel crystal2 &#39;old soul&#39; yang pernah digunakan pada kedua jaman ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src=&quot;http://www.acehfotografer.net/upload/images/dtfhjy2dtn08945i0c1r.jpg&quot; alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src=&quot;http://www.acehfotografer.net/upload/images/x7tu5nze0y4o2vm0k7w.gif&quot; alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;Beberapa Monument Batu misterius yang berhasil ditemukan dibawah perairan Yonaguni, Jepang, mungkinkah monument-monumen ini merupakan sisa-sisa dari peradaban Lemuria?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sekelumit kisah diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa para Lemurian tidak musnah oleh bencana gempa bumi dan air bah seperti yang dialami oleh para Atlantean, namun karena peranglah yang membuat sebagian dari mereka berguguran. Sementara semenjak kekalahannya oleh bangsa Atlantis, otomatis wilayah Lemuria dikuasai oleh para Atlantean, sampai saat ahirnya daratan itu diterpa oleh bencana yang sangat dasyat yang kemudian menenggelamkannya bersama beberapa daratan lainnya, termasuk diantaranya Atlantis itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sayangi-lingkungan.blogspot.com/feeds/7602571240696257213/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sayangi-lingkungan.blogspot.com/2009/06/lemuria-kisah-benua-yang-hilang-ditelan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5987169234011959288/posts/default/7602571240696257213'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5987169234011959288/posts/default/7602571240696257213'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sayangi-lingkungan.blogspot.com/2009/06/lemuria-kisah-benua-yang-hilang-ditelan.html' title='LEMURIA : Kisah Benua Yang Hilang Ditelan Masa'/><author><name>denny0214</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15877375447862611766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhoSI_DsGS4z54FdqJXbg2ln57_qhjrAwp_xQ_etL6JAseIPQ4ZQpXvNgFR1E762oGGfdo1RJKWvbrN6rqAyeGzP9fZRs5XYgV8zsJlhEdAncYPBcuz9JVjgxBPVjZpeg/s220/100_3522.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5987169234011959288.post-3562233165076338034</id><published>2009-06-08T19:54:00.000-07:00</published><updated>2009-06-08T19:56:09.052-07:00</updated><title type='text'>Goliath Frog: Katak Super Size</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pernahkah anda melihat katak sebesar ini? Pasti jawabannya belum, Namanya Goliath Frog (Conraua Goliath). Habitatnya di Sungai Benito, Cameroon, Afrika Barat (dekat Gabon). Panjangnya bisa mencapai 33 cm (tanpa kaki yang dipanjangkan) dan beratnya bisa mencapai 3,3 kg. Kalau sedang duduk akan terlihat sebesar kucing. Anak-anak di Afrika tampaknya sudah akrab dan mungkin saja jadi binatang kesayangan dan peliharaan. Wow, di Indonesia binatang peliharaannya kucing atau anjing. Di Afrika binatang peliharaannnya katak raksasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun Jumlah mereka semakin berkurang, karena perusakan habitat dan kebanyakan dari mereka di awetkan untuk menjadi hiasan atau tukar menukar hewan peliharaan. Sekitar 300 goliath, di ekspor ke luar negeri setiap tahunnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Ilmiah : Conraua goliath&lt;br /&gt;Umur Hidup : 15 tahun&lt;br /&gt;Makanan : Kalajengking, Serangga, Kodok yang lebih kecil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color:Blue;&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;b&gt;Perbandingan Dengan 3 Orang Anak&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src=&quot;http://i262.photobucket.com/albums/ii104/surion_earendur/african-frog-01copy.jpg&quot; alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color:Blue;&quot;&gt;&lt;b&gt;Perbandingan  &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color:Blue;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;&lt;b&gt;Dengan Katak Biasa&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src=&quot;http://i262.photobucket.com/albums/ii104/surion_earendur/09090909090909090909large-Goliath-f.jpg&quot; alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:Blue;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Gambar Lain&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://i262.photobucket.com/albums/ii104/surion_earendur/golfrog.jpg&quot; alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src=&quot;http://i262.photobucket.com/albums/ii104/surion_earendur/goliath02.jpg&quot; alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src=&quot;http://i262.photobucket.com/albums/ii104/surion_earendur/goliath_frog_world_biggest_frog.jpg&quot; alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sayangi-lingkungan.blogspot.com/feeds/3562233165076338034/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sayangi-lingkungan.blogspot.com/2009/06/goliath-frog-katak-super-size.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5987169234011959288/posts/default/3562233165076338034'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5987169234011959288/posts/default/3562233165076338034'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sayangi-lingkungan.blogspot.com/2009/06/goliath-frog-katak-super-size.html' title='Goliath Frog: Katak Super Size'/><author><name>denny0214</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15877375447862611766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhoSI_DsGS4z54FdqJXbg2ln57_qhjrAwp_xQ_etL6JAseIPQ4ZQpXvNgFR1E762oGGfdo1RJKWvbrN6rqAyeGzP9fZRs5XYgV8zsJlhEdAncYPBcuz9JVjgxBPVjZpeg/s220/100_3522.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5987169234011959288.post-5902966503235553753</id><published>2009-06-08T03:49:00.000-07:00</published><updated>2009-06-08T03:51:00.786-07:00</updated><title type='text'>Dunia Gempar Ikan Purba Tangkapan Yustinus</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://rizkeyboard.blogsome.com/images/070522-coelacanth_big.jpg&quot; alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua nelayan asal Malalayang, Manado, Yustinus Lahama dan Delfie, tidak menyangka ikan hasil tangkapannya pada 19 Mei 2007 di perairan Teluk Manado, cukup menggegerkan dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasalnya, ikan yang diketahui para ilmuwan dunia itu, sejenis “Latimeria menadoensis” atau Coelacanth, merupakan ikan purba yang sebenarnya sudah dianggap punah sejak 65 juta tahun lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang ikan tersebut telah dipajang dan membuat gempar peserta dari berbagai negara yang ikut dalam ajang World Ocean Conference (WOC) dan Coral Triangle Initiative (CTI) Summit, 11-15 Mei 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yustinus mengatakan, ikan purba tersebut ditangkap ketika tersangkut kail miliknya. Ketika ditarik nampak seekor ikan dengan panjang kurang lebih satu meter dan berat berkisar 30 Kg disertai bintik-bintik putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikan itu didapat pada kedalaman laut sekitar 105 meter, di pantai Malalayang, pada pukul 08.00 Wita, 19 Mei lalu. “Meski tergolong besar, namun ikan tersebut tampaknya tidak melakukan perlawanan lagi ketika diseret hingga ke dalam perahu,” katanya, mengisahkan penangkapan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut data berbagai sumber, Coelacanth diartikan sebagai “duri yang berongga” berdasarkan kata Yunani coelia, “berongga” dan acanthos, “duri”. Ini merujuk pada fisiknya yang berduri pada sirip yang berongga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src=&quot;http://animals.nationalgeographic.com/staticfiles/NGS/Shared/StaticFiles/animals/images/primary/coelacanth-swimming.jpg&quot; alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coelacanth adalah ikan yang berasal dari sebuah cabang evolusi tertua yang masih hidup dari ikan berahang. Diperkirakan sudah punah sejak akhir masa Cretaceous 65 juta tahun lalu, sampai sebuah spesimen ditemukan di Timur Afrika Selatan, di perairan Sungai Chalumna tahun 1938.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, sejak itu Coelacanth ditemukan di Komoro, perairan Pulau Manado Tua di Sulawesi, negara Kenya, Tanzania, Mozambik, Madagaskar dan Taman Llaut St Lucia di Afrika Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia, khususnya di sekitar Manado, spesies ini oleh masyarakat lokal dinamai ikan raja laut. Coelacanth terdiri dari sekitar 120 spesies yang diketahui berdasarkan penemuan fosil. Sampai saat ini, telah ada dua spesies hidup Coelacanth yang ditemukan yaitu Coelacanth Komoro, Latimeria chalumnae dan Coelacanth Sulawesi, Latimeria menadoensis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hingga tahun 1938, ikan yang berkerabat dekat dengan ikan paru-paru ini dianggap telah punah semenjak akhir masa Cretaceous, sekitar 65 juta tahun yang silam,” kata Dekan Fakultas Kelautan dan Perikanan Unsrat Manado, Prof KWA Masengie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, ada seorang iktiologis (ahli ikan), Dr JLB Smith kemudian mendeskripsi ikan tersebut dan menerbitkan artikelnya di jurnal Nature pada tahun 1939.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia memberi nama Latimeria chalumnae kepada ikan jenis baru tersebut, untuk mengenang sang kurator museum dan lokasi penemuan ikan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencarian lokasi tempat tinggal ikan purba itu selama belasan tahun berikutnya kemudian mendapatkan perairan Kepulauan Komoro di Samudera Hindia sebelah barat sebagai habitatnya, di mana beberapa ratus individu diperkirakan hidup pada kedalaman laut lebih dari 150 meter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar kepulauan itu, sampai tahun 1990-an beberapa individu juga tertangkap di perairan Mozambik, Madagaskar dan juga Afrika Selatan. Namun semuanya masih dianggap sebagai bagian dari populasi yang kurang lebih sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src=&quot;http://www.mediaindonesia.com/spaw/uploads/images/article/image/20090510_040240_RAJALAUT-ANT.jpg&quot; alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1998, enam puluh tahun setelah ditemukannya fosil hidup Coelacanth Komoro, seekor ikan raja laut tertangkap jaring nelayan di perairan Pulau Manado Tua, Sulawesi Utara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikan ini sudah dikenal lama oleh para nelayan setempat, namun belum diketahui keberadaannya di sana oleh dunia ilmu pengetahuan. Ikan purba itu secara fisik mirip Coelacanth Komoro, dengan perbedaan pada warnanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ikan itu ditangkap dengan jenis yang lain oleh dua nelayan di Manado, informasinya langsung menghebohkan warga hingga ke telinga Gubernur Sulut, SH Sarundajang. Gubernur Sulut SH Sarundajang selaku penggagas pelaksana WOC, langsung mencari ikan tersebut dengan mengundang sejumlah peneliti dari berbagai akademisi, baik dalam negeri maupun luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikan tersebut langsung diamankan di Dinas Kelautan dan Perikanan Sulut, disimpan di “cold storage”, agar bisa terus bertahan hingga pelaksanaan WOC dan kepentingan ilmiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manado Ocean Declaration (MOD) sudah disepakati pada WOC yang diikuti ribuan peserta dari 80 lebih negara di Manado, serta telah mencatat sejarah tentang penyelamatan laut dan konservasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, keberadaan ikan purba yang ternyata masih berada di perairan di dunia ini tetap mencuatkan ide, agar Coelacanth jadi maskot WOC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koordinator Media Center WOC Roy Tumiwa di Manado, mengatakan, ikan purba itu sudah dijadikan bahan diskusi di tingkat pemerintah dan stakeholder kelautan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberhasilan menyelenggarakan WOC telah menjadikan Kota Manado terkenal ke berbagai penjuru dunia. Namun, akan lebih terkenal lagi, bila ikan purba coelancanth kelak dijadikan maskot WOC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sayangi-lingkungan.blogspot.com/feeds/5902966503235553753/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sayangi-lingkungan.blogspot.com/2009/06/dunia-gempar-ikan-purba-tangkapan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5987169234011959288/posts/default/5902966503235553753'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5987169234011959288/posts/default/5902966503235553753'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sayangi-lingkungan.blogspot.com/2009/06/dunia-gempar-ikan-purba-tangkapan.html' title='Dunia Gempar Ikan Purba Tangkapan Yustinus'/><author><name>denny0214</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15877375447862611766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhoSI_DsGS4z54FdqJXbg2ln57_qhjrAwp_xQ_etL6JAseIPQ4ZQpXvNgFR1E762oGGfdo1RJKWvbrN6rqAyeGzP9fZRs5XYgV8zsJlhEdAncYPBcuz9JVjgxBPVjZpeg/s220/100_3522.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5987169234011959288.post-29141823244529042</id><published>2009-06-06T00:37:00.000-07:00</published><updated>2009-06-06T00:41:09.793-07:00</updated><title type='text'>Peduli Lingkungan: TIKUS GOT terlatih...</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class=&quot;alt2&quot; style=&quot;border: 1px inset ; margin: 0px; padding: 6px;&quot;&gt; &lt;div style=&quot;&quot;&gt; &lt;img src=&quot;http://i621.photobucket.com/albums/tt299/bravoAPBT/gambian-pouch-rat-tikus-afrika-300x.jpg&quot; alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; /&gt; &lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: trebuchet ms;&quot;&gt;Berikut ini kisah se-ekor tikus Afrika yang sudah terlatih, diberi nama Kofi. Dengan penciumannya yang tajam, dia dapat mengendus ranjau dalam radius sekitar 50 meter, dengan berat badan yang hanya sekitar 1.3 Kg, sangat kecil kemungkinan ranjau dapat terpicu (trigger) dan meledak oleh tekanan berat badannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: trebuchet ms;&quot;&gt; Kofi dan tikus pendeteksi ranjau lainnya, dilatih pada saat berhenti menyusui, atau saat berumur lima minggu. Tikus ini dilatih untuk mengendus (mendeteksi) aroma/bau casing baja sebuah ranjau darat, sebagai hadiah-nya, tikus ini akan mendapatkan makanan, dalam hal Kofi sang pahlawan ini, hadiahnya adalah sebuah alpukat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: trebuchet ms;&quot;&gt; Seekor tikus pendeteksi ranjau yang sudah terlatih, dengan cekatan akan mengendus ranjau, kemudian duduk dan mengorek tanah tempat lokasi ranjau ditemukan, dan menunggu untuk diberikan makanan sebagai hadiahnya. Setelah itu, seorang ahli demolisi akan akan menghancurkan ranjau tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: trebuchet ms;&quot;&gt; Saat ini ada 30 ekor tikus pendeteksi ranjau yang digunakan di Mozambique untuk membersihkan ranjau darat, sisa peninggalan perang saudara di negara tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: trebuchet ms;&quot;&gt; ikus pendeteksi ranjau ini dapat mensterilkan ladang ranjau seluas 100 meter persegi hanya dengan waktu 30 menit, setara dengan dua hari pekerjaan manusia (petugas penjinak ranjau). Luar biasa !&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: trebuchet ms;&quot;&gt; ini videonya kalo mau liat tikus2 beraksi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;a style=&quot;font-family: trebuchet ms;&quot; href=&quot;http://www.youtube.com/watch?v=_eAGtAYW6mA&amp;amp;eurl=http%3A%2F%2Fartikelmu.co.cc%2F2009%2F04%2F13%2Ftikus-penyelemat-yang-dapat-mendeteksi-ranjau%2F&amp;amp;feature=player_embedded&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;http://www.youtube.com/watch?v=_eAGt...layer_embedded&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;alt2&quot; style=&quot;border: 1px inset ; margin: 0px; padding: 6px;&quot;&gt; &lt;div style=&quot;&quot;&gt; &lt;img src=&quot;http://i621.photobucket.com/albums/tt299/bravoAPBT/gambian-pouch-rat-tikus-afrika-pend.jpg&quot; alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; /&gt; &lt;/div&gt; &lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sayangi-lingkungan.blogspot.com/feeds/29141823244529042/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sayangi-lingkungan.blogspot.com/2009/06/peduli-lingkungan-tikus-got-terlatih.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5987169234011959288/posts/default/29141823244529042'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5987169234011959288/posts/default/29141823244529042'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sayangi-lingkungan.blogspot.com/2009/06/peduli-lingkungan-tikus-got-terlatih.html' title='Peduli Lingkungan: TIKUS GOT terlatih...'/><author><name>denny0214</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15877375447862611766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhoSI_DsGS4z54FdqJXbg2ln57_qhjrAwp_xQ_etL6JAseIPQ4ZQpXvNgFR1E762oGGfdo1RJKWvbrN6rqAyeGzP9fZRs5XYgV8zsJlhEdAncYPBcuz9JVjgxBPVjZpeg/s220/100_3522.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5987169234011959288.post-7284226974537556409</id><published>2009-06-05T22:06:00.000-07:00</published><updated>2009-06-05T22:07:16.657-07:00</updated><title type='text'>Mengapa Daun Teratai Tidak Basah?</title><content type='html'>&lt;span style=&quot;font-family: trebuchet ms;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify; font-family: trebuchet ms;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Misteri bagaimana daun teratai yang superhidrofob tetap kering meski terapung di atas air telah dipecahkan oleh ilmuwan di Cina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian atas daun teratai yang terapung merupakan contoh permukaan hidrofob yang sudah dikenal, yang menumpahkan air yang jatuh di atasnya, dan prinsip ini telah digunakan sebagai sebuah model untuk teknologi seperti jendela yang membersihkan dirinya sendiri secara otomatis. Daun teratai ditutupi oleh permukaan kasar yang memiliki tonjolan-tonjolan berlilin, yang menyebabkan air membentuk gumpalan dan tergelincir jatuh dari daun. Sekarang Lei Jiang dari Akademi Sains Cina di Beijing dan rekan-rekannya telah menemukan mengapa, meski terapung di atas air, tidak ada sedikit airpun yang mengalir masuk ke dalam daun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mikroskop elektron menunjukkan bahwa, di dekat ujung daun, tonjolan-tonjolan berlilin digantikan oleh permukaan halus yang terdiri dari lipatan-lipatan dan alur-alur, sehingga mencegah aliran balik dari tetesan-tetesan air. Ini berarti bahwa daun tersebut 50% lebih tahan terhadap perendaman dibanding sebuah daun model yang memiliki permukaan halus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Pinggir daun teratai membantu menjaga permukaannya tetap kering&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiang menyebutkan bahwa, seperti permukaan daun teratai yang telah menjadi inspirasi untuk membuat permukaan-permukaan superhidrofob, apa yang ditemukan pada batas pinggir daun ini bisa dijadikan sebagai sebuah model dalam aplikasi seperti tabung atau saluran-saluran mikrofluida yang memerlukan pengaliran keluar atau penolakan arah aliran air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abraham Marmur, seorang profesor ilmu dan teknologi air di Technion-Israel Institute of Technology, Haifa, mengatakan bahwa &quot;para peneliti ini seharusnya diberikan penghargaan atas temuannya yang telah membuka sebuah aspek baru dari daun bunga teratai&quot;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber :&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://www.chem-is-try.org/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;http://www.chem-is-try.org/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sayangi-lingkungan.blogspot.com/feeds/7284226974537556409/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sayangi-lingkungan.blogspot.com/2009/06/mengapa-daun-teratai-tidak-basah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5987169234011959288/posts/default/7284226974537556409'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5987169234011959288/posts/default/7284226974537556409'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sayangi-lingkungan.blogspot.com/2009/06/mengapa-daun-teratai-tidak-basah.html' title='Mengapa Daun Teratai Tidak Basah?'/><author><name>denny0214</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15877375447862611766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhoSI_DsGS4z54FdqJXbg2ln57_qhjrAwp_xQ_etL6JAseIPQ4ZQpXvNgFR1E762oGGfdo1RJKWvbrN6rqAyeGzP9fZRs5XYgV8zsJlhEdAncYPBcuz9JVjgxBPVjZpeg/s220/100_3522.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5987169234011959288.post-1418042626620832845</id><published>2009-06-04T18:23:00.000-07:00</published><updated>2009-06-04T18:26:16.135-07:00</updated><title type='text'>Peternakan adalah Ancaman Utama bagi Lingkungan</title><content type='html'>&lt;strong style=&quot;color: rgb(0, 0, 0);&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:180%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 14pt; font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 16pt; font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong style=&quot;color: rgb(0, 0, 0);&quot;&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 0);&quot;&gt;Penanganan darurat diperlukan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;div style=&quot;color: rgb(0, 0, 0);&quot;&gt; &lt;div&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;29 November 2006, Roma&lt;/strong&gt; – Mana yang menghasilkan emisi gas rumah kaca lebih banyak, peternakan atau mengemudi kendaraan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: trebuchet ms;font-size:100%;&quot; &gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;Kejutan!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: trebuchet ms;font-size:100%;&quot; &gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: trebuchet ms;font-size:100%;&quot; &gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: trebuchet ms;font-size:100%;&quot; &gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;Menurut sebuah laporan terbaru yang diterbitkan oleh Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO), sektor peternakan menghasilkan emisi gas rumah kaca yang setara dengan 18 persen CO2, jumlah ini lebih banyak dari gabungan seluruh transportasi di seluruh dunia. Sektor ini juga menjadi sumber utama dari kerusakan tanah dan pencemaran air bersih.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: trebuchet ms;font-size:100%;&quot; &gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;font-family: trebuchet ms; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;Henning Steinfeld adalah Ketua FAO untuk Informasi dan Kebijakan Peternakan, serta penulis senior dari laporan: “Ternak merupakan salah satu kontributor paling signifikan bagi masalah lingkungan yang paling serius saat ini. Penanganan darurat diperlukan untuk memperbaiki keadaan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;font-family: trebuchet ms; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;Dengan meningkatnya kesejahteraan, penduduk dunia memakan lebih banyak daging dan produk susu setiap tahunnya. Produksi daging global diproyeksikan lebih dari dua kali lipat, dari 229 juta ton pada tahun 1999/2001 menjadi 465 juta ton pada tahun 2050, sementara konsumsi susu diperkirakan naik hingga 580-1043 juta ton.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Arial;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;Bayangan Panjang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;Sektor peternakan tumbuh lebih cepat dari sektor pertanian lainnya. Sektor ini memberikan mata pencaharian bagi sekitar 1,3 miliar orang dan memberikan kontribusi sekitar 40 persen terhadap pertanian global. Banyak petani miskin di negara-negara berkembang yang masih menganggap ternak sebagai sumber energi yang penting dan sumber pupuk organik untuk tanaman mereka.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Tetapi pertumbuhan kilat seperti itu memberikan kerusakan lingkungan yang tinggi. Menurut laporan FAO, &lt;i&gt;Livestock’s Long Shadow – Environmental Issues and Options (Bayang Panjang Peternakan – Masalah Lingkungan dan Pilihannya),&lt;/i&gt; “Biaya lingkungan untuk memproduksi ternak harus dihentikan satu setengah kali untuk menghindari kerusakan yang semakin buruk yang melewati level sekarang.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Arial;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Arial;&quot;&gt;Jika emisi dari penggunaan tanah serta perubahan fungsi tanah dimasukkan maka sektor peternakan menyumbang 9 persen CO2 dari aktivitas yang berhubungan dengan manusia, tetapi menghasilkan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;lebih banyak gas rumah kaca berbahaya yang jauh lebih besar. Sektor peternakan menghasilkan 65 persen dinitrogen oksida (N2O) yang mempunyai Potensi Pemanasan Global (GWP) 296 kali lebih kuat dari CO2 yang sebagian besar berasal dari kotoran ternak. &lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Sektor itu juga menghasilkan 37 persen dari semua metana yang dihasilkan oleh manusia, metana mempunyai efek pemanasan 23 kali lebih kuat dari CO2, yang sebagian besar dihasilkan oleh sistem pencernaan hewan pemamah biak. Selain itu peternakan juga menghasilkan 64 persen amonia yang secara signifikan menghasilkan hujan asam.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Ternak sekarang menggunakan 30 persen dari tanah di seluruh permukaan Bumi yang pada umumnya berupa padang rumput permanen tetapi juga menempati 33 persen dari lahan subur di seluruh dunia yang digunakan untuk menghasilkan makanan ternak. Pada saat hutan dibabat untuk membuat padang rumput baru, peternakan menjadi&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;penyebab utama penggundulan hutan, khususnya di Amerika Latin dimana sekitar 70 persen dari hutan Amazon berubah menjadi gersang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;Tanah dan Air&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify; font-family: trebuchet ms;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;Pada waktu yang sama, peternakan menyebabkan degradasi tanah besar-besaran. Sekitar 20 persen dari padang rumput kesuburannya menurun karena terlalu banyak hewan ternak yang merumput, selain itu tanah tersebut semakin padat serta terkikis. Angka ini bahkan lebih tinggi lagi di tanah kering dimana kebijakan dan manajemen ternak mempercepat&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;proses penggurunan tanah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify; font-family: trebuchet ms;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify; font-family: trebuchet ms;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Industri peternakan adalah sektor utama yang menyebabkan berkurangnya persediaan air bersih di Bumi, juga penyumbang pencemaran air, euthropication, dan kerusakan terumbu karang. Zat pencemar utama dari peternakan adalah antibiotik, hormon, bahan kimia dari pengulitan hewan, pupuk, dan pestisida yang disemprot ke tanaman untuk menghasilkan pakan ternak. Padang rumput yang membentang luas mengganggu siklus air serta mengurangi peresapan air tanah. Sedangkan sejumlah sumber air yang penting disedot untuk irigasi untuk memproduksi makanan ternak.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify; font-family: trebuchet ms;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify; font-family: trebuchet ms;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Ternak diperkirakan menjadi sumber utama polusi phosphorous dan pencemaran nitrogen di Laut China Selatan, serta turut menyumbang kehilangan keanekaragaman hayati di ekosistem laut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: trebuchet ms;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify; font-family: trebuchet ms;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: trebuchet ms;&quot;&gt;Jumlah hewan menyusui dan hewan yang diambil dagingnya sekarang menempati sekitar 20 persen dari seluruh hewan di Bumi. Kehadiran ternak yang menempati area tanah yang luas serta permintaan terhadap hasil pangan yang besar juga menyumbang kehilangan keanekaragaman hayati. 15 dari 24 ekosistem penting dinilai sudah tidak layak lagi, dan hewan ternak dikenal sebagai pengrusak ekosistem itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify; font-family: trebuchet ms;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify; font-family: trebuchet ms;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;Penanganan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Arial;&quot;&gt;Laporan yang dikeluarkan oleh bantuan lembaga multi Peternakan, Inisiatif Lingkungan dan Perkembangan (LEAD), mengungkapkan secara gamblang tentang biaya lingkungan yang harus dibayar akibat dari sektor peternakan dan menetapkan sejumlah cara untuk memperbaiki situasi, termasuk:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Arial;&quot;&gt;Degradasi tanah – mengontrol akses dan menghilangkan rintangan di padang rumput biasa. Menggunakan metode konservasi tanah dan silvopastoralism, juga melarang ternak di daerah yang sensitif; membayar ganti rugi lingkungan atas penggunaan tanah oleh peternakan sebagai upaya untuk memperbaiki degradasi tanah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Atmosfer dan iklim – menambah efisiensi produksi ternak dan pertanian pangan. Mengurangi pola makan hewani untuk mengurangi emisi metana dan membuat tanaman biogas inisiatif untuk mendaur ulang pupuk.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Air – memperbaiki efisiensi sistem irigasi. Mengenakan harga atau pajak tinggi untuk air yang digunakan untuk peternakan yang berskala besar di dekat kota.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Arial;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Arial;&quot;&gt;Ini dan pertanyaan yang berhubungan telah menjadi fokus diskusi antara FAO dan mitranya untuk memetakan para produsen ternak dalam pertemuan global di Bangkok. Diskusi ini juga termasuk risiko kesehatan rakyat akibat pertumbuhan sektor ternak yang bertambah semakin cepat serta penyakit pada hewan yang juga mempengaruhi manusia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Arial;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sayangi-lingkungan.blogspot.com/feeds/1418042626620832845/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sayangi-lingkungan.blogspot.com/2009/06/peternakan-adalah-ancaman-utama-bagi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5987169234011959288/posts/default/1418042626620832845'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5987169234011959288/posts/default/1418042626620832845'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sayangi-lingkungan.blogspot.com/2009/06/peternakan-adalah-ancaman-utama-bagi.html' title='Peternakan adalah Ancaman Utama bagi Lingkungan'/><author><name>denny0214</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15877375447862611766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhoSI_DsGS4z54FdqJXbg2ln57_qhjrAwp_xQ_etL6JAseIPQ4ZQpXvNgFR1E762oGGfdo1RJKWvbrN6rqAyeGzP9fZRs5XYgV8zsJlhEdAncYPBcuz9JVjgxBPVjZpeg/s220/100_3522.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5987169234011959288.post-7070896425977055475</id><published>2009-05-08T23:34:00.000-07:00</published><updated>2009-05-08T23:36:57.919-07:00</updated><title type='text'>Perairan Selatan Bali Surganya Ikan Mola-Mola</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:trebuchet ms;&quot;&gt;Nusa Penida: Nusa Lembongan, pulau kecil di wilayah selatan Pulau Bali, merupakan salah satu lokasi persinggahan terbaik bagi spesies ikan di dunia. Salah satunya ikan mola-mola. Seperti julukannya, ikan matahari, ia gemar mencari sinar matahari.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:trebuchet ms;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberadaan ikan mola-mola sekitar 500 meter dari permukaan laut membawa dampak baik bagi ikan-ikan kecil. Ikan kecil membantu mola-mola menghilangkan parasit, sekaligus mengonsumsinya.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:trebuchet ms;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Periode kemunculan ikan bertubuh gepeng dengan diameter hampir dua meter ini yang hanya setahun sekali menjadi magnet bagi wisatawan lokal maupun asing. Apalagi, wilayah penyelaman di Teluk Nusa Penida termasuk merupakan wilayah populer selam di dunia.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:trebuchet ms;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, kini muncul kekhawatiran dari pecinta biota laut akan ekspose spesies ikan langka yang ramah ini dalam cara-cara yang mungkin dapat membahayakannya. &quot;Sangat disayangkan cara melihat mola-mola tidak berprinsip kepada prinsip ramah lingkungan, seperti terlalu dekat, menyetuh atau memaksa, terlalu ramai, dan sebagainya,&quot; kata Marhen Welly, Peneliti LSM The Nature Conservancy, baru-baru itu. &quot;Mola-mola itu akan terganggu dan stres dan ada kemungkinan pindah ke tempat lain.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:trebuchet ms;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak hal yang tidak diketahui tentang ikan mola-mola. Para pecinta biota laut memastikan akan terus mempelajarinya.&lt;/span&gt;   &lt;span style=&quot;font-family:trebuchet ms;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source : Liputan6.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhtug4SXEJ4ra5PmDNPfQk6SLKILiCSibNrBcXNaqvi7F4t7pWpNNecFEQXeXZGlfiyWbzt8MkSA5C87jEts6beGSrRLUeUKweNA4S4t83rTk_jJVD1YmoMS-OpSkBZjEX2W-9Oph7zlU-k/s1600-h/Ikan+Mola-Mola.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 261px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhtug4SXEJ4ra5PmDNPfQk6SLKILiCSibNrBcXNaqvi7F4t7pWpNNecFEQXeXZGlfiyWbzt8MkSA5C87jEts6beGSrRLUeUKweNA4S4t83rTk_jJVD1YmoMS-OpSkBZjEX2W-9Oph7zlU-k/s400/Ikan+Mola-Mola.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5333709415622422306&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sayangi-lingkungan.blogspot.com/feeds/7070896425977055475/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sayangi-lingkungan.blogspot.com/2009/05/perairan-selatan-bali-surganya-ikan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5987169234011959288/posts/default/7070896425977055475'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5987169234011959288/posts/default/7070896425977055475'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sayangi-lingkungan.blogspot.com/2009/05/perairan-selatan-bali-surganya-ikan.html' title='Perairan Selatan Bali Surganya Ikan Mola-Mola'/><author><name>denny0214</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15877375447862611766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhoSI_DsGS4z54FdqJXbg2ln57_qhjrAwp_xQ_etL6JAseIPQ4ZQpXvNgFR1E762oGGfdo1RJKWvbrN6rqAyeGzP9fZRs5XYgV8zsJlhEdAncYPBcuz9JVjgxBPVjZpeg/s220/100_3522.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhtug4SXEJ4ra5PmDNPfQk6SLKILiCSibNrBcXNaqvi7F4t7pWpNNecFEQXeXZGlfiyWbzt8MkSA5C87jEts6beGSrRLUeUKweNA4S4t83rTk_jJVD1YmoMS-OpSkBZjEX2W-9Oph7zlU-k/s72-c/Ikan+Mola-Mola.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5987169234011959288.post-426406460400814798</id><published>2009-04-13T00:34:00.000-07:00</published><updated>2009-04-13T01:00:38.851-07:00</updated><title type='text'>Menanam 1 pohon</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Global warming.. Banyak orang yang mendengar, membahas, bahkan berdemonstrasi mengenai globar warming, namun sangat sedikit yang benar-benar melakukan &quot;sesuatu&quot; untuk mengurangi efek global warming.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Global warming adalah proses peningkatan suhu bumi yang diakibatkan oleh banyaknya CO2 (karbondioksida) di atmosfer sehingga panas bumi lebih banyak tertahan dibawah lapisan atmosfer. CO2 dihasilkan dari proses pembakaran baik dari kendaraan bermotor, pabrik-pabrik, maupun pembakaran sampah rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu cara untuk mengurangi efek global warming adalah dengan mengurangi CO2 yang ada di atmosfer. Mengurangi CO2 bisa dibagi menjadi 2: mengurangi pembakaran atau mengolah CO2 menjadi O2 dengan bantuan pohon. Saat ini yang lebih banyak dikampanyekan untuk dilakukan adalah mengurangi pembakaran, antara lain dengan melakukan silent hour pada 28 Maret 2009, memberi insentif pajak untuk mobil hybrid (mobil yang menggunakan bahan bakar alternatif selain bahan bakar fosil), dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun selain melakukan pengurangan pembakaran, kita juga dapat melakukan pengolahan CO2. Cukup dengan menanam 1 pohon di halaman, kita bisa membantu bumi ini untuk:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Menghasilkan lebih banyak oksigen&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengurangi CO2 dan gas-gas beracun&lt;/li&gt;&lt;li&gt;membuat pemandangan menjadi lebih indah&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Ada banyak jenis pohon, namun yang saya sarankan disini adalah pohon yang bisa ditanam dalam pot. Mengapa? Karena sekarang ini rumah lebih banyak berukuran kecil dan halaman didiskon semaksimal mungkin untuk menghasilkan rumah yang cukup besar dengan area terbatas. Diantara banyak jenis pohon, saya merekomendasikan bunga kembang kertas, karena pemeliharaannya mudah dan gampang berbunga. Gampang berbunga? Buat apa? Mungkin diantara kita banyak yang bertanya seperti itu. Jawabannya simpel aja, supaya cepat mendapatkan hasil dari kerja yang sudah kita lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang-kadang saat kita melakukan sesuatu, yang menjadi motivasi terbesar adalah hasil yang akan kita dapatkan dari &quot;sesuatu&quot; itu. Seperti saat menanam bunga, tentu harapan terbesar adalah saat melihat pohon kita berbunga. Kembang kertas adalah yang terbaik untuk hal ini. cukup bermodal sedikit ranting yang ditanam dalam media tanah di pot yang terbuat dari ember bekas, dalam 2-3 bulan kita sudah dapat melihat bunganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak jenis kembang kertas yang bisa ditanam di halaman. Nanti akan saya bahas di tulisan berikutnya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sayangi-lingkungan.blogspot.com/feeds/426406460400814798/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sayangi-lingkungan.blogspot.com/2009/04/menanam-1-pohon.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5987169234011959288/posts/default/426406460400814798'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5987169234011959288/posts/default/426406460400814798'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sayangi-lingkungan.blogspot.com/2009/04/menanam-1-pohon.html' title='Menanam 1 pohon'/><author><name>denny0214</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15877375447862611766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhoSI_DsGS4z54FdqJXbg2ln57_qhjrAwp_xQ_etL6JAseIPQ4ZQpXvNgFR1E762oGGfdo1RJKWvbrN6rqAyeGzP9fZRs5XYgV8zsJlhEdAncYPBcuz9JVjgxBPVjZpeg/s220/100_3522.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5987169234011959288.post-4059572685652419295</id><published>2009-02-26T02:28:00.000-08:00</published><updated>2009-02-26T02:41:21.515-08:00</updated><title type='text'>Kota Tua Bawah Laut</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;&lt;b&gt;Alexandria, Egypt: &lt;/b&gt;Lepas pantai Alexandria, kota dari  Alexander the Great, terbentang apa yang dipercayai sebagai puing-puing kamar/ruangan  kebesaran Cleopatra. Dipercayai bahwa gempa besar sekitar 1500 tahun yang lalu menyebabkan tempat ini tenggelam di dalam laut bersama peninggalan-peninggalan bersejarah,  patung-patung dan bagian-bagian lain dari istana Cleopatra.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p  style=&quot;text-align: justify;font-family:georgia;&quot;&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgeT2wfr5di3Rk5dwNybUv-5tA1g46wraSqMbFGjWtWcwhwbjLYO8D4Z8IbIgt9LMT7avpt3h9rv24CvElySHsQYnVIuHoTP2fzX80wpVQMr4KOeYpgRpSkeWpzKVEUroklXeqNMdKF5kqZ/s1600-h/Cleopatra.bmp&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 280px; height: 400px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgeT2wfr5di3Rk5dwNybUv-5tA1g46wraSqMbFGjWtWcwhwbjLYO8D4Z8IbIgt9LMT7avpt3h9rv24CvElySHsQYnVIuHoTP2fzX80wpVQMr4KOeYpgRpSkeWpzKVEUroklXeqNMdKF5kqZ/s400/Cleopatra.bmp&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5307053226014718194&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;/p&gt;&lt;div  style=&quot;text-align: justify;font-family:georgia;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;hr style=&quot;height: 3px; margin-left: 0px; margin-right: 0px;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style=&quot;text-align: justify;font-family:georgia;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Bay of Cambay, India:&lt;/b&gt; Beberapa tahun yg lalu ditemukan  sebuah kota berumur lebih dari 9500 tahun. Lebih penting lagi penemuan ini lebih  tua 5000 tahun dari apa yang pernah ditemukan didaerah ini, memaksa para ahli sejarah  untuk mengevaluasi kembali pengertian mereka tentang sejarah kebudayaan di daerah  itu. Penemuan ini dinamakan Dwarka atau Kota Emas, yang dinamakan menurut kota tua  dalam laut yang dimiliki dewa Khrisna.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style=&quot;text-align: justify;font-family:georgia;&quot;&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgsDN6J2xD-33OmfWcLhxrXjVMOg_DBTAAGllUOulZAAbzv172ZvY6i-9XZG2jt56-kkj_hk1isxWHP6YDv5jLoc__pGIwszqck4Dq5frFpg5iPlDpzu6zGHbFaOxyZVCpO21EM6rhvF1-8/s1600-h/Bombay.bmp&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 332px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgsDN6J2xD-33OmfWcLhxrXjVMOg_DBTAAGllUOulZAAbzv172ZvY6i-9XZG2jt56-kkj_hk1isxWHP6YDv5jLoc__pGIwszqck4Dq5frFpg5iPlDpzu6zGHbFaOxyZVCpO21EM6rhvF1-8/s400/Bombay.bmp&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5307053022447806770&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;/p&gt;&lt;div  style=&quot;text-align: justify;font-family:georgia;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;hr style=&quot;height: 3px; margin-left: 0px; margin-right: 0px;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;p face=&quot;georgia&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Kwan Phayao, Thailand:&lt;/b&gt; Sebetulnya candi berumur  500 tahun yg berada di dasar danau Phayao tidak aneh. Tetapi yang aneh adalah bahwa  danau tersebut baru dibuat dengan sengaja 70 tahun yang lalu.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p face=&quot;georgia&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiJsIX_vbHrD-zF1sT10m3G8SIG8YWEhVi-gt3N3SQ53TMGJXbHe1rQGYDglno2ZO4AdqJ1wsreiI3XPxUdTK2qDLrsksUFBuSHypb_b4pmkOV4vnvcjMpXrKEoah3hpGFfbIXfoQRMeGX9/s1600-h/Thailand.bmp&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 179px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiJsIX_vbHrD-zF1sT10m3G8SIG8YWEhVi-gt3N3SQ53TMGJXbHe1rQGYDglno2ZO4AdqJ1wsreiI3XPxUdTK2qDLrsksUFBuSHypb_b4pmkOV4vnvcjMpXrKEoah3hpGFfbIXfoQRMeGX9/s400/Thailand.bmp&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5307053964227679986&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;/p&gt;&lt;div  style=&quot;text-align: justify;font-family:georgia;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;hr style=&quot;height: 3px; margin-left: 0px; margin-right: 0px;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;p face=&quot;georgia&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Yonaguni-Jima, Japan:&lt;/b&gt; Ditemukan oleh seorang pemandu  tur selam kurang lebih 20 tahun yang lalu. Banyak kontroversi tentang piramid misterius yang  ditemukan lepas pantai jepang. Bangunan ini terlihat seperti dipahat dari  lempengan batu menggunakan peralatan yang diduga tidak/belum ada pada jaman dahulu di  area ini.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;font-family: georgia; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgE986fZFHonzkMaETv5GDm42Jwi0a7Rn8TAD5eOpIJZo4-5YvILsHVQQI_c94gu5oNm7wd8FVTkToE-YBC8baZqikmb3FU4X1mGq1-K8EQZNHQ9zsFHr6nRco4oL_7okcEvfKt2TJp2cZl/s1600-h/Japan.bmp&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 319px; height: 400px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgE986fZFHonzkMaETv5GDm42Jwi0a7Rn8TAD5eOpIJZo4-5YvILsHVQQI_c94gu5oNm7wd8FVTkToE-YBC8baZqikmb3FU4X1mGq1-K8EQZNHQ9zsFHr6nRco4oL_7okcEvfKt2TJp2cZl/s400/Japan.bmp&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5307053593535128050&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;/p&gt;&lt;div  style=&quot;text-align: justify;font-family:georgia;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;hr style=&quot;height: 3px; margin-left: 0px; margin-right: 0px;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;font-family: georgia; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Havana, Cuba:&lt;/b&gt; Sebuah tim ilmuwan melanjutkan  penelitian tentang puing-puing megalitic di selat Yucatan dekat Cuba. Mereka menemukan  bukti bahwa ada sebuah pemukiman urban sepanjang beberapa mil sepanjang  pantai. Beberapa percaya bahwa yang dahulu tinggal ditempat tersebut adalah kebudayaan  America tua.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;font-family: georgia; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-CqExwx7jH1L59zsOxf61k_Ak65-vIq2KlMQLW-IzAcCmXV5lPp2ifN4VvWjg493DVahbq76MtCQs9nyHKTs6NlFqy12PnEygFZc7GCe25f9aMJsmJEYu4DxPs4fXV2AfEMUFnHqp5g5k/s1600-h/Havana.bmp&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 290px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-CqExwx7jH1L59zsOxf61k_Ak65-vIq2KlMQLW-IzAcCmXV5lPp2ifN4VvWjg493DVahbq76MtCQs9nyHKTs6NlFqy12PnEygFZc7GCe25f9aMJsmJEYu4DxPs4fXV2AfEMUFnHqp5g5k/s400/Havana.bmp&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5307053385140617138&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;/p&gt;&lt;div  style=&quot;text-align: justify;font-family:georgia;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;hr style=&quot;height: 3px; margin-left: 0px; margin-right: 0px;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;font-family: georgia; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;North Sea, Europe:&lt;/b&gt; Sebuah landscape baru-baru ini  ditemukan dibawah Laut Utara. Dulu pernah didiami oleh manusia kurang lebih 10000 tahun  yang lalu. Area tersebut dulu adalah sungai, danau, dan samudra sekarang ada dibawah dasar  laut.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;font-family: georgia; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhSf7dLNmjUHLHvRFpzFPSNtO04-yiR2wFDRh91IEX9_SWq1sytMujBBAWvHmFD5PvNRa80EVaVqjBM9ZtXitCnirzp7sT4K7_tBvpqsiMDLIm8x7ngp9WotPMbBVHO31e2Zg4m6Y_Kqe51/s1600-h/North+Sea.bmp&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 288px; height: 400px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhSf7dLNmjUHLHvRFpzFPSNtO04-yiR2wFDRh91IEX9_SWq1sytMujBBAWvHmFD5PvNRa80EVaVqjBM9ZtXitCnirzp7sT4K7_tBvpqsiMDLIm8x7ngp9WotPMbBVHO31e2Zg4m6Y_Kqe51/s400/North+Sea.bmp&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5307053791897508258&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;/p&gt;&lt;div  style=&quot;text-align: justify;font-family:georgia;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;hr style=&quot;height: 3px; margin-left: 0px; margin-right: 0px;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;font-family: georgia; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Atlantis, Antarctica?&lt;/b&gt; Lebih dari 100 tahun yg lalu  seorang kurator museum di Istanbul menemukan sebuat peta tua. Setelah menelitinya  dia menemukan lokasi yang ditandai dengan deretan gunung yang lokasinya adalah dimana  Antartica sekarang berada. Peta ini adalah salah satu dari sekian bukti yang menyatakan  bahwa Antartica adalah kota Atlantis yang hilang. Bukti terbaru adalah penemuan  menggunakan teknologi sonar yang menunjukkan bahwa ada struktur lagi dibawah  Antartica.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;font-family: georgia; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj0JOa609CciVzLCwnbbP8D2yQUxv7Ci9gM-FgcwmNbEmx3Xa_hfXhwx2zO9nSuAmknIXfpZSqDJW0Y1KcUcJZiAtgW0bPi0f7KIMeY3q1MhTP97CC3eK8Uoi7bHzNMUfU7UQ0ZD8jtnGI6/s1600-h/Antartika.bmp&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 338px; height: 400px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj0JOa609CciVzLCwnbbP8D2yQUxv7Ci9gM-FgcwmNbEmx3Xa_hfXhwx2zO9nSuAmknIXfpZSqDJW0Y1KcUcJZiAtgW0bPi0f7KIMeY3q1MhTP97CC3eK8Uoi7bHzNMUfU7UQ0ZD8jtnGI6/s400/Antartika.bmp&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5307052762396896194&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;font-family: georgia; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;font-family: georgia; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sayangi-lingkungan.blogspot.com/feeds/4059572685652419295/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sayangi-lingkungan.blogspot.com/2009/02/kota-tua-bawah-laut.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5987169234011959288/posts/default/4059572685652419295'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5987169234011959288/posts/default/4059572685652419295'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sayangi-lingkungan.blogspot.com/2009/02/kota-tua-bawah-laut.html' title='Kota Tua Bawah Laut'/><author><name>denny0214</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15877375447862611766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhoSI_DsGS4z54FdqJXbg2ln57_qhjrAwp_xQ_etL6JAseIPQ4ZQpXvNgFR1E762oGGfdo1RJKWvbrN6rqAyeGzP9fZRs5XYgV8zsJlhEdAncYPBcuz9JVjgxBPVjZpeg/s220/100_3522.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgeT2wfr5di3Rk5dwNybUv-5tA1g46wraSqMbFGjWtWcwhwbjLYO8D4Z8IbIgt9LMT7avpt3h9rv24CvElySHsQYnVIuHoTP2fzX80wpVQMr4KOeYpgRpSkeWpzKVEUroklXeqNMdKF5kqZ/s72-c/Cleopatra.bmp" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5987169234011959288.post-4966323224579987608</id><published>2009-02-20T03:07:00.000-08:00</published><updated>2009-02-20T03:10:39.296-08:00</updated><title type='text'>Praying&#39; Dog at Japanese Temple</title><content type='html'>&lt;div&gt; &lt;div&gt; &lt;/div&gt; &lt;div dir=&quot;ltr&quot; align=&quot;left&quot; lang=&quot;en-us&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Di kuil  Buddha Zen di jepang Selatan, anjing peliharaan juga bisa ikut berdoa. Meniru gerak-gerik tuannya, Pendeta Joei Yoshikuni, Conan,&lt;span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;color:#0000ff;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;nama anjing yang berusia 1,4  tahun itu, ikut berdoa setiap hari di kuil&lt;span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;color:#0000ff;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;yang terletak di Naha, Okinawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Hanya butuh beberapa  hari belajar, kini&lt;span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;color:#0000ff;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Conan sudah menjadi buah bibir warga sekota. Conan  duduk bersila dan&lt;span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;color:#0000ff;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;membungkuk ke arah altar. &lt;span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;color:#0000ff;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiDcCtwaEAoLz4wB-TzOSOxDnB5EwVxBe-easPzTewDHyAKnDvgspCpfsF9SboYO7wOGcgU8ugXuXq0e57L21ZwNClM4EphoCk3q8RBG_AFb7TExUcuT2YXmz8xZuTiyn09WQBwBQo3sW5E/s1600-h/pic17101.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 286px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiDcCtwaEAoLz4wB-TzOSOxDnB5EwVxBe-easPzTewDHyAKnDvgspCpfsF9SboYO7wOGcgU8ugXuXq0e57L21ZwNClM4EphoCk3q8RBG_AFb7TExUcuT2YXmz8xZuTiyn09WQBwBQo3sW5E/s400/pic17101.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5304835174727625698&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;color:#0000ff;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div dir=&quot;ltr&quot; align=&quot;left&quot; lang=&quot;en-us&quot;&gt;&quot;Berita tersebar dan kami kedatangan turis  yang lebih banyak,&quot; kata Yoshikuni di Naha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendeta Joei Yoshikuni  mengatakan, selama ini Conan selalu ikut dengannya saat berdoa di kuil  itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Saya kira Conan terbiasa melihat saya berdoa dan kemudian tergerak  mengikuti gerak-gerik saya,&quot; kataYoshikuni seraya mengatakan bahwa&lt;span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;color:#0000ff;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Conan kini sedang dicoba diajari  bermeditasi. &lt;span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;color:#0000ff;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt; &lt;div dir=&quot;ltr&quot; align=&quot;left&quot; lang=&quot;en-us&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Menarik untuk dinantikan, bagaimana Conan  bisa bermeditasi. Lalu saya coba google, mencari berita soal anjing Conan  ini  dengan&lt;span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;color:#0000ff;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;key &quot;joei  yoshikuni&quot;, ternyata cukup banyak beritanya di BBC, Yahoo, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEifrarFyRxYe1Xx8aiCFiLnurwOubRzzqpFiQDrEAlHmoXHFoOKhX0kqhIxmsbUF0MRhwQn_IVBPNUaKVuuUC2884Piy4Z5rzLO41ChOxNMxrpQETA_4SPlo-H4XQaKppUpexKfSJo9YuwT/s1600-h/pic26806.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 327px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEifrarFyRxYe1Xx8aiCFiLnurwOubRzzqpFiQDrEAlHmoXHFoOKhX0kqhIxmsbUF0MRhwQn_IVBPNUaKVuuUC2884Piy4Z5rzLO41ChOxNMxrpQETA_4SPlo-H4XQaKppUpexKfSJo9YuwT/s400/pic26806.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5304835251653592034&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Salah satu  beritanya yang memuat gambar Conan sedang berdoa di samping tuannya, Pendeta Joei Yoshikuni.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sayangi-lingkungan.blogspot.com/feeds/4966323224579987608/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sayangi-lingkungan.blogspot.com/2009/02/praying-dog-at-japanese-temple.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5987169234011959288/posts/default/4966323224579987608'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5987169234011959288/posts/default/4966323224579987608'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sayangi-lingkungan.blogspot.com/2009/02/praying-dog-at-japanese-temple.html' title='Praying&#39; Dog at Japanese Temple'/><author><name>denny0214</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15877375447862611766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhoSI_DsGS4z54FdqJXbg2ln57_qhjrAwp_xQ_etL6JAseIPQ4ZQpXvNgFR1E762oGGfdo1RJKWvbrN6rqAyeGzP9fZRs5XYgV8zsJlhEdAncYPBcuz9JVjgxBPVjZpeg/s220/100_3522.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiDcCtwaEAoLz4wB-TzOSOxDnB5EwVxBe-easPzTewDHyAKnDvgspCpfsF9SboYO7wOGcgU8ugXuXq0e57L21ZwNClM4EphoCk3q8RBG_AFb7TExUcuT2YXmz8xZuTiyn09WQBwBQo3sW5E/s72-c/pic17101.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5987169234011959288.post-2729275715299117997</id><published>2009-02-06T23:26:00.000-08:00</published><updated>2009-02-06T23:36:16.666-08:00</updated><title type='text'>Stop Global Warming! Help Us... Help You!</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:100%;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:100%;&quot;&gt;Berikut ini ada beberapa fakta yang saya dapat dari sahabat  penggiat Save Planet yang bisa kita simak untuk kita lakukan dalam rangka Save  the Planet atau hemat energy ( listrik maupun air)...Mungkin bukan hal baru bagi  anda tapi selalu relevant  untuk dilakukan hari ini, kemaren dan esok...&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:Arial;font-size:85%;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;DO YOU KNOW THAT .....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;&lt;br /&gt;1. Tidak menancapkan colokan listrik walopun ketika alat elektronik itu&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;dimatikan =  menghemat 40-50% biaya listrik yang harus anda bayarkan  tiap&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;bulannya....&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;Dan berarti pula, mengurangi panas yang timbul dari  alat elektronik yang merembet ke pemanasan global.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. &lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;Kantong plastik  butuh waktu 1000 tahun untuk terurai di TPA (tempat pembuangan akhir). Sekitar  300 juta buah kantong plastik dibuang tiap tahunnya di Indonesia. Belum lagi yang dibuang di sungai belakang rumah dan tempat-tempat yang  tidak semestinya. Dan 10kg kertas koran yang siap di jual loakan...  itu membutuhkan 1 pohon yang butuh waktu 10 tahun untuk jadi besar. Bayangkan  yang terjadi dengan ilegal logging... how many trees has been cutdown for  you? Imagine how they make the world hotter?&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Ketika kamu membeli 1  liter air mineral di supermarket = beli 5 liter air. Tanya  kenapa? Karena di pabrik, untuk mendinginkan botol plastik panas yang  baru dicetak, membutuhkan 5 liter air... cck cck cck... Kode botol apa  yang aman digunakan sebagai botol air? Lihat tanda dibawah botol, cari nomor  2,3 atau 4.... selain nomor-nomor itu... they&#39;re not safe, karena sama aja kamu  makan plastik!!!!&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Tisue yang uda di pakai itu ngga bisa di recycle...  begitu juga karton-karton yang bekas kena minyak, makanan, kue, minuman... They&#39;re  only a waste... yang mau ngga mau tanahlah yang harus merecycle. Perkiraan orang memakai tisue 6 biji sehari. 2.200 biji  setaun. Berarti kira-kira 44 MILIAR biji seluruh Indonesia setaun... Kalau kita  menghemat 1 lembar ajah tiap hari... berarti kita mengurangi sampah kertas  sebanyak 7 MILIAR biji setaon... HEBAT KAN?&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Be Green on ATM? Kalo  di BCA kan ada yang ambil duit ngga pake receipt... atau be smart dong...  Transfer lewat Internet banking ato mobile banking.... 8 MILIAR kali  transaksi di ATM yang mengeluarkan kertas receipt tiap tahun adalah salah satu  sumber sampah terbesar di dunia. Kalau selama setahun orang transaksi ngga  pake kertas receipt, itu akan menghemat satu roll besar kertas yang bisa buat  melingkari garis equator sampe 15 kali... ccck ccck  &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Minimal punya 2  macam tempat sampah dirumah, membantu mengurangi polusi air, udara dan  tanah. Pisahkan sampah basah (sisa makanan dan masakan, daun, minuman)  dan sampah  kering ( botol, plastik, kertas, kaca) Lebih baik lagi  untuk memisahkan sampah menurut 4 kelas: &lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;Plastik ( pembungkus makanan,  kantong kresek, kantong belanjaan) &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;Rumah tangga ( tulang ayam, sisa  capcay, makanan basi)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;Kertas (Pembungkus gorengan, popok bayi, tisue yang  sudah dipakai). Buku bekas catatan, kertas2 tagihan, koran, kertas  iklan... disendirikan untuk dijual&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;Logam (kaleng susu, kaleng makanan)  dan kaca. Hanya butuh waktu 2 bulan untuk menjadikan sampah rumah tangga  menjadi kompos yang bisa dipakai lagi untuk pupuk tanaman...&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;7. Polar  Bear / Beruang kutub ngga bisa berenang... tapi karena global&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;warming di  Kutub Utara, mereka harus berenang 30km untuk mencari es  tempat&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;berteduh!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, Go Green starting &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;NOW!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sayangi-lingkungan.blogspot.com/feeds/2729275715299117997/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sayangi-lingkungan.blogspot.com/2009/02/stop-global-warming-help-us-help-you.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5987169234011959288/posts/default/2729275715299117997'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5987169234011959288/posts/default/2729275715299117997'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sayangi-lingkungan.blogspot.com/2009/02/stop-global-warming-help-us-help-you.html' title='Stop Global Warming! Help Us... Help You!'/><author><name>denny0214</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15877375447862611766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhoSI_DsGS4z54FdqJXbg2ln57_qhjrAwp_xQ_etL6JAseIPQ4ZQpXvNgFR1E762oGGfdo1RJKWvbrN6rqAyeGzP9fZRs5XYgV8zsJlhEdAncYPBcuz9JVjgxBPVjZpeg/s220/100_3522.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5987169234011959288.post-2327792187731718796</id><published>2009-02-05T00:26:00.000-08:00</published><updated>2009-02-05T00:35:04.110-08:00</updated><title type='text'>STOP PEMAKAIAN STYROFOAM</title><content type='html'>&lt;meta equiv=&quot;Content-Type&quot; content=&quot;text/html; charset=utf-8&quot;&gt;&lt;meta name=&quot;ProgId&quot; content=&quot;Word.Document&quot;&gt;&lt;meta name=&quot;Generator&quot; content=&quot;Microsoft Word 11&quot;&gt;&lt;meta name=&quot;Originator&quot; content=&quot;Microsoft Word 11&quot;&gt;&lt;link rel=&quot;File-List&quot; href=&quot;file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cidn35149%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml&quot;&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri=&quot;urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags&quot; name=&quot;State&quot;&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri=&quot;urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags&quot; name=&quot;City&quot;&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri=&quot;urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags&quot; name=&quot;place&quot;&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate=&quot;false&quot; latentstylecount=&quot;156&quot;&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid=&quot;clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D&quot; id=&quot;ieooui&quot;&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Georgia; 	panose-1:2 4 5 2 5 4 5 2 3 3; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:&quot;&quot;; 	margin:0pt; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:Arial; 	mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;; 	mso-bidi-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:&quot;&quot;; 	mso-padding-alt:0pt 5.4pt 0pt 5.4pt; 	mso-para-margin:0pt; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:&quot;Times New Roman&quot;; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia; color: blue;&quot;&gt;Beberapa tahun lalu, Mc Donalds mengumumkan akan mengganti wadah &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia; color: blue;&quot; lang=&quot;DE&quot;&gt;styrofoam dengan kertas. Para ahli lingkungan menyebutkan keputusan itu sebagai &#39;&#39;kemenangan lingkungan&#39;&#39; karena styrofoam sangat berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot; lang=&quot;DE&quot;&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia; color: blue;&quot; lang=&quot;DE&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia; color: blue;&quot; lang=&quot;DE&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot; lang=&quot;DE&quot;&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia; color: blue;&quot; lang=&quot;DE&quot;&gt;Namun bukan berati styrofoam (polystyrene) jadi berkurang dan hilang. Malahan di Indonesia, penggunaan styrofoam sebagai wadah makanan makin menjamur. Sangat mudah menemukannya dimana-mana. Mulai dari restoran cepat sampai ketukang-tukang makanan di pinggir jalan, menggunakan bahan ini untuk membungkus makanan mereka. Alasannya, ingin praktis dan tampil lebih baik. Padahal di balik kemasan yang terlihat bersih itu ada bahaya besar yang mengancam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia; color: blue;&quot; lang=&quot;DE&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot; lang=&quot;DE&quot;&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia; color: blue;&quot; lang=&quot;DE&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot; lang=&quot;DE&quot;&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia; color: blue;&quot; lang=&quot;DE&quot;&gt;Dalam industri, styrofoam sering digunakan sebagai bahan insulasi. Bahan ini memang bisa menahan suhu, sehingga benda did alamnya tetap dingin atau hangat. Karena bisa menahan suhu itulah, akhirnya banyak yang menggunakannya sebagai gelas minuman dan wadah makanan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia; color: blue;&quot; lang=&quot;DE&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot; lang=&quot;DE&quot;&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia; color: blue;&quot; lang=&quot;DE&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot; lang=&quot;DE&quot;&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia; color: blue;&quot; lang=&quot;DE&quot;&gt;Berbahaya Bagi Kesehatan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia; color: blue;&quot; lang=&quot;DE&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia; color: blue;&quot; lang=&quot;DE&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia; color: blue;&quot; lang=&quot;DE&quot;&gt;Mengapa styrofoam berbahaya? Styrofoam jadi berbahaya karena terbuat dari butiran-butiran styrene, yang diprosese dengan menggunakan benzana. Padahal benzana termasuk zat yang bisa menimbulkan banyak penyakit.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia; color: blue;&quot; lang=&quot;DE&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia; color: blue;&quot; lang=&quot;DE&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia; color: blue;&quot; lang=&quot;DE&quot;&gt;Benjana bisa menimbulkan masalah pada kelenjar tyroid, mengganggu sistem syaraf sehingga menyebabkan kelelahan, mempercepat detak jantung, sulit tidur, badan menjadi gemetaran, dan menjadi mudah gelisah. Dibeberapa kasus, benzana bahkan bisa mengakibatkan hilang kesadaran dan kematian. saat benzana termakan, dia akan masuk ke sel-sel darah dan lama-kelamaan akan merusak sumsum tulang belakang. Akibatnya produksi sel darah merah berkurang dan timbullah penyakit Anemia. Efek lainnya, sistem imun akan berkurang sehingga kita mudah terinfeksi. Pada wanita, zat ini berakibat buruk terhadap siklus menstruasi dan mengancam kehamilan. Dan yang paling berbahaya, zat ini bisa menyebabkan kanker payudara dan kanker prostat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia; color: blue;&quot; lang=&quot;DE&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia; color: blue;&quot;&gt;Oleh beberapa lembaga dunia seperti World Health Organization&#39;s International Agency for Research on Cancer dan EPA (Enviromental Protection Agency), styrofoam telah dikategorikan sebagai bahan carsinogen(bahan penyebab kanker)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia; color: blue;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia; color: blue;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia; color: blue;&quot;&gt;Makin Berlemak Makin Cepat&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia; color: blue;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia; color: blue;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia; color: blue;&quot;&gt;Saat makanan atau minuman ada dalam wadah styrofoam, baham kimia yang terkandung dalam styrofoam akan berpindah ke makanan. &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia; color: blue;&quot; lang=&quot;FI&quot;&gt;Perpindahannya akan semakin cepat jika kadar lemak (fat) dalam suatu makanan atau minuman makin tinggi. Selain itu, makanan yang mengandung alkohol atau asam (seperti lemon tea) juga dapat mempercepat laju perpindahan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia; color: blue;&quot; lang=&quot;FI&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot; lang=&quot;FI&quot;&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia; color: blue;&quot; lang=&quot;FI&quot;&gt;Penelitian juga membuktikan, bahwa semakin panas suatu makanan, semakin cepat pula migrasi bahan kimia styrofoam ke dalam makanan. Padahal di restoran-restoran siap saji dan di tukang-tukang makanan di pinggir jalan, styrofoam digunakan untuk membungkus makanan yang baru masak. Malahan ada gerai makanan cepat saji yang memanaskan lagi makanan yang telah terbungkus styrofoam di dalam microwave. Terbayang, kan, betapa banyaknya zat kimia yang pindah ke makanan kita dan akhirnya masuk ke dalam tubuh kita.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia; color: blue;&quot; lang=&quot;FI&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot; lang=&quot;FI&quot;&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia; color: blue;&quot; lang=&quot;FI&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia; color: blue;&quot; lang=&quot;FI&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot; lang=&quot;FI&quot;&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia; color: blue;&quot; lang=&quot;FI&quot;&gt;Buruk Bagi Lingkungan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia; color: blue;&quot; lang=&quot;FI&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot; lang=&quot;FI&quot;&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia; color: blue;&quot; lang=&quot;FI&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot; lang=&quot;FI&quot;&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia; color: blue;&quot; lang=&quot;FI&quot;&gt;Selain berefek negatif bagi kesehatan, styrofoam juga tak ramah lingkungan. Karena tidak bisa diuraikan oleh alam, styrofoam akan menumpuk begitu saja dan mencemari lingkungan. Styrofoam yang &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia; color: blue;&quot; lang=&quot;DE&quot;&gt;terbawa ke laut, akan dapat merusak ekosistem dan biota laut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia; color: blue;&quot; lang=&quot;DE&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot; lang=&quot;FI&quot;&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia; color: blue;&quot; lang=&quot;DE&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot; lang=&quot;FI&quot;&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia; color: blue;&quot; lang=&quot;DE&quot;&gt;Beberapa perusahaan memang mendaur ulang styrofoam. Namun sebenarnya, yang dilakukan hanya menghancurkan styrofoam lama, membentuknya menjadi styrofoam baru dan menggunakannya kembali menjadi wadah makanan dan minuman.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia; color: blue;&quot; lang=&quot;DE&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot; lang=&quot;FI&quot;&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia; color: blue;&quot; lang=&quot;DE&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot; lang=&quot;FI&quot;&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia; color: blue;&quot; lang=&quot;FI&quot;&gt;Proses pembuatan styrofoam juga bisa mencemari lingkungan. Data EPA (Enviromental Protection Agency) di tahun 1986 menyebutkan, limbah berbahaya yang dihasilkan dari proses pembuatan styrofoam sangat banyak. Hal itu menyebabkan EPA mengategorikan proses pembuatan styrofoam sebagai penghasil limbah berbahaya ke-5 terbesar di dunia. Selain itu, proses pembuatan styrofoam menimbulkan bau yang tak sedap-yang mengganggu pernapasan-dan melepaskan 57 zat berbahaya ke udara.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia; color: blue;&quot; lang=&quot;FI&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot; lang=&quot;FI&quot;&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia; color: blue;&quot; lang=&quot;FI&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot; lang=&quot;FI&quot;&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia; color: blue;&quot;&gt;Melihat sedemikian besar dampak negatif bagi kesehatan dan lingkungan, beberapa &lt;st1:city st=&quot;on&quot;&gt;&lt;st1:city st=&quot;on&quot;&gt;kota&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:city&gt; di Amerika seperti &lt;st1:city st=&quot;on&quot;&gt;&lt;st1:city st=&quot;on&quot;&gt;Berkeley&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:city&gt; dan &lt;st1:state st=&quot;on&quot;&gt;&lt;st1:place st=&quot;on&quot;&gt;&lt;st1:state st=&quot;on&quot;&gt;&lt;st1:place st=&quot;on&quot;&gt;Ohio&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt; telah melarang penggunaan styrofoam sebagai kemasan makanan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia; color: blue;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia; color: blue;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia; color: blue;&quot; lang=&quot;FI&quot;&gt;Bagaimana dengan kita di Indonesia, masih tetap mau memakai styrofoam?? &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot; lang=&quot;FI&quot;&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia; color: blue;&quot;&gt;Bagaimana dengan anda dan Keluarga anda??&lt;br /&gt;Akankah berlaku bijak dengan tidak menggunakan styrofoam??&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia; color: blue;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia; color: blue;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia; color: blue;&quot; lang=&quot;FI&quot;&gt;Mari selamatkan bumi disekitar kita ........&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot; lang=&quot;FI&quot;&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot; lang=&quot;FI&quot;&gt;&lt;u1:p&gt; &lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot; lang=&quot;FI&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  </content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sayangi-lingkungan.blogspot.com/feeds/2327792187731718796/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sayangi-lingkungan.blogspot.com/2009/02/stop-pemakaian-styrofoam.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5987169234011959288/posts/default/2327792187731718796'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5987169234011959288/posts/default/2327792187731718796'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sayangi-lingkungan.blogspot.com/2009/02/stop-pemakaian-styrofoam.html' title='STOP PEMAKAIAN STYROFOAM'/><author><name>denny0214</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15877375447862611766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhoSI_DsGS4z54FdqJXbg2ln57_qhjrAwp_xQ_etL6JAseIPQ4ZQpXvNgFR1E762oGGfdo1RJKWvbrN6rqAyeGzP9fZRs5XYgV8zsJlhEdAncYPBcuz9JVjgxBPVjZpeg/s220/100_3522.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5987169234011959288.post-6738342063943512390</id><published>2009-02-03T23:54:00.000-08:00</published><updated>2009-02-03T23:58:24.538-08:00</updated><title type='text'>Benua Atlantis itu (Ternyata) Indonesia </title><content type='html'>&lt;meta equiv=&quot;Content-Type&quot; content=&quot;text/html; charset=utf-8&quot;&gt;&lt;meta name=&quot;ProgId&quot; content=&quot;Word.Document&quot;&gt;&lt;meta name=&quot;Generator&quot; content=&quot;Microsoft Word 11&quot;&gt;&lt;meta name=&quot;Originator&quot; content=&quot;Microsoft Word 11&quot;&gt;&lt;link rel=&quot;File-List&quot; href=&quot;file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cidn35149%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml&quot;&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri=&quot;urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags&quot; name=&quot;City&quot;&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri=&quot;urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags&quot; name=&quot;place&quot;&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate=&quot;false&quot; latentstylecount=&quot;156&quot;&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid=&quot;clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D&quot; id=&quot;ieooui&quot;&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Georgia; 	panose-1:2 4 5 2 5 4 5 2 3 3; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:&quot;&quot;; 	margin:0pt; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:Arial; 	mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;; 	mso-bidi-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:&quot;&quot;; 	mso-padding-alt:0pt 5.4pt 0pt 5.4pt; 	mso-para-margin:0pt; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:&quot;Times New Roman&quot;; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 7.5pt; font-family: Georgia;&quot;&gt;Oleh Prof. Dr. H. PRIYATNA ABDURRASYID, Ph.D. &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Georgia;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Georgia;&quot;&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt; font-family: Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; font-family: arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt;&quot;&gt;Source: &lt;a href=&quot;http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2006/102006/02/0902.htm&quot; title=&quot;http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2006/102006/02/0902.htm&quot;&gt;http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2006/102006/02/0902.htm&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt; font-family: Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt; font-family: Georgia;&quot;&gt;MUSIBAH alam beruntun dialami Indonesia. Mulai dari tsunami di Aceh hingga yang mutakhir semburan lumpur panas di Jawa Timur. Hal itu mengingatkan kita pada peristiwa serupa di wilayah yang dikenal sebagai Benua Atlantis. Apakah ada hubungan antara Indonesia dan Atlantis?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt; font-family: Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt; font-family: Georgia;&quot;&gt;Plato (427 - 347 SM) menyatakan bahwa puluhan ribu tahun lalu terjadi berbagai letusan gunung berapi secara serentak, menimbulkan gempa, pencairan es, dan banjir. Peristiwa itu mengakibatkan sebagian permukaan bumi tenggelam. Bagian itulah yang disebutnya benua yang hilang atau Atlantis.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt; font-family: Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt; font-family: Georgia;&quot;&gt;Penelitian mutakhir yang dilakukan oleh Aryso Santos, menegaskan bahwa Atlantis itu adalah wilayah yang sekarang disebut Indonesia. Setelah melakukan penelitian selama 30 tahun, ia menghasilkan buku Atlantis, &lt;i&gt;The Lost Continent Finally Found, The Definitifve Localization of Plato&#39;s Lost Civilization&lt;/i&gt; (2005). Santos menampilkan 33 perbandingan, seperti luas wilayah, cuaca, kekayaan alam, gunung berapi, dan cara bertani, yang akhirnya menyimpulkan bahwa Atlantis itu adalah Indonesia. Sistem terasisasi sawah yang khas Indonesia, menurutnya, ialah bentuk yang diadopsi oleh Candi Borobudur, Piramida di Mesir, dan bangunan kuno Aztec di Meksiko.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt; font-family: Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt; font-family: Georgia;&quot;&gt;Konteks Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt; font-family: Georgia;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt; font-family: Georgia;&quot;&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt; font-family: Georgia;&quot;&gt;Bukan kebetulan ketika Indonesia pada tahun 1958, atas gagasan Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja melalui UU no. 4 Perpu tahun 1960, mencetuskan Deklarasi Djoeanda. Isinya menyatakan bahwa negara Indonesia dengan perairan pedalamannya merupakan kesatuan wilayah nusantara. Fakta itu kemudian diakui oleh Konvensi Hukum Laut Internasional 1982. Merujuk penelitian Santos, pada masa puluhan ribu tahun yang lalu wilayah negara Indonesia merupakan suatu benua yang menyatu. Tidak terpecah-pecah dalam puluhan ribu pulau seperti halnya sekarang.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt; font-family: Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt; font-family: Georgia;&quot;&gt;Santos menetapkan bahwa pada masa lalu itu Atlantis merupakan benua yang membentang dari bagian selatan India, Sri Lanka, Sumatra, Jawa, Kalimantan, terus ke arah timur dengan Indonesia (yang sekarang) sebagai pusatnya. Di wilayah itu terdapat puluhan gunung berapi yang aktif dan dikelilingi oleh samudera yang menyatu bernama Orientale, terdiri dari Samudera Hindia dan Samudera Pasifik.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt; font-family: Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt; font-family: Georgia;&quot;&gt;Teori Plato menerangkan bahwa Atlantis merupakan benua yang hilang akibat letusan gunung berapi yang secara bersamaan meletus. &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt; font-family: Georgia;&quot; lang=&quot;FI&quot;&gt;Pada masa itu sebagian besar bagian dunia masih diliput oleh lapisan-lapisan es (era Pleistocene). Dengan meletusnya berpuluh-puluh gunung berapi secara bersamaan yang sebagian besar terletak di wilayah Indonesia (dulu) itu, maka tenggelamlah sebagian benua dan diliput oleh air asal dari es yang mencair. Di antaranya letusan gunung Meru di India Selatan dan gunung Semeru/Sumeru/Mahameru di Jawa Timur. Lalu letusan gunung berapi di Sumatera yang membentuk Danau Toba dengan pulau Somasir, yang merupakan puncak gunung yang meletus pada saat itu. Letusan yang paling dahsyat di kemudian hari adalah gunung Krakatau (Krakatoa) yang memecah bagian Sumatera dan Jawa dan lain-lainnya serta membentuk selat dataran Sunda.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt; font-family: Georgia;&quot; lang=&quot;FI&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt; font-family: Georgia;&quot;&gt;Atlantis berasal dari bahasa Sanskrit &lt;i&gt;Atala&lt;/i&gt;, yang berarti surga atau menara peninjauan (&lt;i&gt;watch tower&lt;/i&gt;), &lt;i&gt;Atalaia&lt;/i&gt; (Potugis), &lt;i&gt;Atalaya&lt;/i&gt; (Spanyol). Plato menegaskan bahwa wilayah Atlantis pada saat itu merupakan pusat dari peradaban dunia dalam bentuk budaya, kekayaan alam, ilmu/teknologi, dan lain-lainnya. Plato menetapkan bahwa letak Atlantis itu di Samudera Atlantik sekarang. Pada masanya, ia bersikukuh bahwa bumi ini datar dan dikelilingi oleh satu samudera (&lt;i&gt;ocean&lt;/i&gt;) secara menyeluruh.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt; font-family: Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt; font-family: Georgia;&quot;&gt;Ocean&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt; font-family: Georgia;&quot;&gt; berasal dari kata Sanskrit &lt;i&gt;ashayana&lt;/i&gt; yang berarti mengelilingi secara menyeluruh. Pendapat itu kemudian ditentang oleh ahli-ahli di kemudian hari seperti Copernicus, Galilei-Galileo, Einstein, dan Stephen Hawking.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt; font-family: Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;st1:city st=&quot;on&quot;&gt;&lt;st1:place st=&quot;on&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt; font-family: Georgia;&quot;&gt;Santos&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt; font-family: Georgia;&quot;&gt; berbeda dengan Plato mengenai lokasi Atlantis. Ilmuwan Brazil itu berargumentasi, bahwa pada saat terjadinya letusan berbagai gunung berapi itu, menyebabkan lapisan es mencair dan mengalir ke samudera sehingga luasnya bertambah. Air dan lumpur berasal dari abu gunung berapi tersebut membebani samudera dan dasarnya, mengakibatkan tekanan luar biasa kepada kulit bumi di dasar samudera, terutama pada pantai benua. Tekanan ini mengakibatkan gempa. Gempa ini diperkuat lagi oleh gunung-gunung yang meletus kemudian secara beruntun dan menimbulkan gelombang tsunami yang dahsyat. Santos menamakannya &lt;i&gt;Heinrich Events.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt; font-family: Georgia;&quot;&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt; font-family: Georgia;&quot;&gt;Dalam usaha mengemukakan pendapat mendasarkan kepada sejarah dunia, tampak Plato telah melakukan dua kekhilafan, &lt;i&gt;pertama&lt;/i&gt; mengenai bentuk/posisi bumi yang katanya datar. &lt;i&gt;Kedua&lt;/i&gt;, mengenai letak benua Atlantis yang katanya berada di Samudera Atlantik yang ditentang oleh Santos. Penelitian militer Amerika Serikat di wilayah Atlantik terbukti tidak berhasil menemukan bekas-bekas benua yang hilang itu. Oleh karena itu tidaklah semena-mena ada peribahasa yang berkata, &lt;i&gt;&quot;Amicus Plato, sed magis amica veritas.&quot;&lt;/i&gt; Artinya,&quot;Saya senang kepada Plato tetapi saya lebih senang kepada kebenaran.&quot;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt; font-family: Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt; font-family: Georgia;&quot;&gt;Namun, ada beberapa keadaan masa kini yang antara Plato dan Santos sependapat. Yakni &lt;i&gt;pertama&lt;/i&gt;, bahwa lokasi benua yang tenggelam itu adalah Atlantis dan oleh Santos dipastikan sebagai wilayah Republik Indonesia. &lt;i&gt;Kedua&lt;/i&gt;, jumlah atau panjangnya mata rantai gunung berapi di Indonesia. Di antaranya ialah Kerinci, Talang, Krakatoa, Malabar, Galunggung, Pangrango, Merapi, Merbabu, Semeru, Bromo, Agung, Rinjani. Sebagian dari gunung itu telah atau sedang aktif kembali.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt; font-family: Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt; font-family: Georgia;&quot;&gt;Ketiga&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt; font-family: Georgia;&quot;&gt;, soal semburan lumpur akibat letusan gunung berapi yang abunya tercampur air laut menjadi lumpur. &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt; font-family: Georgia;&quot; lang=&quot;FI&quot;&gt;Endapan lumpur di laut ini kemudian meresap ke dalam tanah di daratan. &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt; font-family: Georgia;&quot;&gt;Lumpur panas ini tercampur dengan gas-gas alam yang merupakan &lt;i&gt;impossible barrier of mudin navigable&lt;/i&gt; (tidak dapat dilalui), tidak bisa ditembus atau dimasuki. Dalam kasus di Sidoarjo, pernah dilakukan &lt;i&gt;remote sensing&lt;/i&gt;, penginderaan jauh, yang menunjukkan adanya sistim kanalisasi di wilayah tersebut. &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt; font-family: Georgia;&quot; lang=&quot;FI&quot;&gt;Ada (hambatan lumpur yang tidak bisa dilalui), atau kemungkinan kanalisasi itu bekas penyaluran semburan lumpur panas dari masa yang lampau. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt; font-family: Georgia;&quot;&gt;Bahwa Indonesia adalah wilayah yang dianggap sebagai ahli waris Atlantis, tentu harus membuat kita bersyukur. Membuat kita tidak rendah diri di dalam pergaulan internasional, sebab Atlantis pada masanya ialah pusat peradaban dunia. Namun sebagai wilayah yang rawan bencana, sebagaimana telah dialami oleh Atlantis itu, sudah saatnya kita belajar dari sejarah dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan mutakhir untuk dapat mengatasinya.*** &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt; font-family: Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt; font-family: Georgia;&quot;&gt;Penulis, Direktur Kehormatan International Institute of Space Law (IISL), Paris-Prancis&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt; font-family: Georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  </content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sayangi-lingkungan.blogspot.com/feeds/6738342063943512390/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sayangi-lingkungan.blogspot.com/2009/02/benua-atlantis-itu-ternyata-indonesia.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5987169234011959288/posts/default/6738342063943512390'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5987169234011959288/posts/default/6738342063943512390'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sayangi-lingkungan.blogspot.com/2009/02/benua-atlantis-itu-ternyata-indonesia.html' title='Benua Atlantis itu (Ternyata) Indonesia '/><author><name>denny0214</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15877375447862611766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhoSI_DsGS4z54FdqJXbg2ln57_qhjrAwp_xQ_etL6JAseIPQ4ZQpXvNgFR1E762oGGfdo1RJKWvbrN6rqAyeGzP9fZRs5XYgV8zsJlhEdAncYPBcuz9JVjgxBPVjZpeg/s220/100_3522.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5987169234011959288.post-3145091281266799167</id><published>2009-01-29T18:22:00.000-08:00</published><updated>2009-01-29T18:41:04.037-08:00</updated><title type='text'>Menyelam di Raja Ampat-Papua</title><content type='html'>WOOOWW...&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Keindahan Indonesia dikembangkan oleh asing..Tidak malukah kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjvkk8yK5bqTEZASjTjcvJ0TwqJaBPsFgTGkj0wRySDLF1RBkums_mW9qEZq1bVSihn6pDPg_eDsbEgJxkK8mhCCjgeqOJ31aYkiidNISOaS7R7UzN4w47f6C1xqsFFV9_huYOSeGFZaJ93/s1600-h/ATT00101.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 265px; height: 400px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjvkk8yK5bqTEZASjTjcvJ0TwqJaBPsFgTGkj0wRySDLF1RBkums_mW9qEZq1bVSihn6pDPg_eDsbEgJxkK8mhCCjgeqOJ31aYkiidNISOaS7R7UzN4w47f6C1xqsFFV9_huYOSeGFZaJ93/s400/ATT00101.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5296907065457588402&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgiW80LE4uM9SdignIQCPsSuzrWGz3aKRtqvf1NaWqlh4_3GOLZbuMIobFI4N9-dm3pAU3DeMOxPaHwUmn9WmYY7YBQSVe0B9KkLXVEfl5TTEclwj6ESb81IoDCWoPY5EknAc4UlrJfG6-p/s1600-h/ATT00104.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 199px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgiW80LE4uM9SdignIQCPsSuzrWGz3aKRtqvf1NaWqlh4_3GOLZbuMIobFI4N9-dm3pAU3DeMOxPaHwUmn9WmYY7YBQSVe0B9KkLXVEfl5TTEclwj6ESb81IoDCWoPY5EknAc4UlrJfG6-p/s400/ATT00104.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5296907276678266162&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Apakah ada yang tahu foto-foto tersebut semua diambil dimana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgqPzmIhqtThrMFAdyQ3I9qILL9Zj8KVfWs4bWt0xxKFQ_C9Pec8e5QoxLViwygzrMVzupvY9f-3Icg7EE2bxsGM1InUVWQdNG9NXyj3DNQQ9G59Flzzg6vZwM0MHtwgEy-XgffWecahr-w/s1600-h/ATT00107.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 266px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgqPzmIhqtThrMFAdyQ3I9qILL9Zj8KVfWs4bWt0xxKFQ_C9Pec8e5QoxLViwygzrMVzupvY9f-3Icg7EE2bxsGM1InUVWQdNG9NXyj3DNQQ9G59Flzzg6vZwM0MHtwgEy-XgffWecahr-w/s400/ATT00107.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5296907549775626418&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Foto-foto tersebut adalah foto-foto keindahan bawah laut di perairan raja ampat di daerah barat papua. Mungkin banyak dari anda sekalian yang baru pernah mendengar perairan raja ampat ini? Tetapi sebenarnya Raja Ampat sangat terkenal sekali di kalangan penyelam dan merupakan salah satu surga penyelaman di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjiLnraE92rVbvU_dwLuPCWut2BVzxisUGNJOLa1jQ9sJuK9Cp2i-11S1Gfyhoc1eQR1C5WjPnUkpQ-hj3UPg-mWEzYR4648pMZxbIEOchxREkNxy4M4whMSYhFXOTQxXsZGi7AqMh6JRny/s1600-h/ATT00110.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 299px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjiLnraE92rVbvU_dwLuPCWut2BVzxisUGNJOLa1jQ9sJuK9Cp2i-11S1Gfyhoc1eQR1C5WjPnUkpQ-hj3UPg-mWEzYR4648pMZxbIEOchxREkNxy4M4whMSYhFXOTQxXsZGi7AqMh6JRny/s400/ATT00110.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5296907950143662578&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhjAIK6qXrWrX4Qy40aK8L5FktsO7_Fe94Om6R3QHMbsAku_4irIu8kcsjCddfWKmmv0UNoAP_3a7QiBVCryswSoljwYtXS5yNt2MDbjVWhRu-c7GNTxHGeSOfPD4V2aLb6PrpM3LR_gtCa/s1600-h/ATT00113.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhjAIK6qXrWrX4Qy40aK8L5FktsO7_Fe94Om6R3QHMbsAku_4irIu8kcsjCddfWKmmv0UNoAP_3a7QiBVCryswSoljwYtXS5yNt2MDbjVWhRu-c7GNTxHGeSOfPD4V2aLb6PrpM3LR_gtCa/s400/ATT00113.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5296908775255305202&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Perairan Raja Ampat di Papua memang sejak puluhan tahun lalu memiliki keindahan bawah laut yang luar biasa, bahkan salah satu yang terbaik di dunia. Namun tidak ada satupun dari kita orang indonesia yang mengembangkannya atau bahkan mengetahuinya. Sampai adanya seorang Max Ammer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjrgA8WVhcOWuccRT7eT1ranxaR6Buu9yCAp-XbdqgMx5n-0XHI-caHHVFnhAQnS8rj51Hh5xCwTo4Z-QJbTncsn-7M3rCEbhDIsX7hTVLZEEhf_iI7jAZf5BCghyphenhyphen83M2GIt0zWv_7HCtKq/s1600-h/ATT00116.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 281px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjrgA8WVhcOWuccRT7eT1ranxaR6Buu9yCAp-XbdqgMx5n-0XHI-caHHVFnhAQnS8rj51Hh5xCwTo4Z-QJbTncsn-7M3rCEbhDIsX7hTVLZEEhf_iI7jAZf5BCghyphenhyphen83M2GIt0zWv_7HCtKq/s400/ATT00116.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5296908133049682978&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Max Ammer (di foto atas sebelah kiri) adalah penyelam yang berkewarganegaraan Jerman dan Belanda yang sangat jatuh hati sejak belasan tahun yang lalu akan keindahan bawah laut raja ampat yang kita miliki. Dia jugalah yang akhirnya membuat Resort Papua Diving, yang sejak 1994 hingga sekarang merupakan salah satu tempat tujuan para penyelam dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini website &lt;a href=&quot;http://www.papua-diving.com/&quot;&gt;Papua Diving&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spoiler for papua diving:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgiEL9eDO2D7x3mOsSKBmAmHvZ5qqPa7z_GT5DXsvKrsjVeQNiqWpiSsg6cR1BGcxk-9rxiFus1VIkZw22VngQLJvfBVifx9bMQbbyXIiP_j1zG3xkbjZWu7THVn9H7bMUJnYdrH_0rnt0o/s1600-h/ATT00119.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 268px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgiEL9eDO2D7x3mOsSKBmAmHvZ5qqPa7z_GT5DXsvKrsjVeQNiqWpiSsg6cR1BGcxk-9rxiFus1VIkZw22VngQLJvfBVifx9bMQbbyXIiP_j1zG3xkbjZWu7THVn9H7bMUJnYdrH_0rnt0o/s400/ATT00119.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5296909025236900450&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgxnvNR5e7qh4cfUFan9_KrzUAAvC1Q8XxwY2QsKVz31ZXSaZxpd4qbKjnyvXUJFYj0scnHWvKArNYDv6IhCoZapD2u-nH8pNudQnWzB7OazL4sbzWDLpMQdD4mzpK5IcL30hnp2v_S89fc/s1600-h/ATT00122.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 268px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgxnvNR5e7qh4cfUFan9_KrzUAAvC1Q8XxwY2QsKVz31ZXSaZxpd4qbKjnyvXUJFYj0scnHWvKArNYDv6IhCoZapD2u-nH8pNudQnWzB7OazL4sbzWDLpMQdD4mzpK5IcL30hnp2v_S89fc/s400/ATT00122.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5296909120711227410&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi9C5lMlLav8ldwo-6HbKOl2r2XoxRgwptWsSQqwBTuvqnUccCvfzcxhTOegT0ixm9z6IaE5ea2gEnxR7YAqbAyKUxe2F_9-AlYrWHGmFZ2taKQv9xti2ut3gwhYPly6rpwwH6GpCk0CLx3/s1600-h/ATT00125.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 297px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi9C5lMlLav8ldwo-6HbKOl2r2XoxRgwptWsSQqwBTuvqnUccCvfzcxhTOegT0ixm9z6IaE5ea2gEnxR7YAqbAyKUxe2F_9-AlYrWHGmFZ2taKQv9xti2ut3gwhYPly6rpwwH6GpCk0CLx3/s400/ATT00125.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5296909232589153890&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Max Ammer adalah betul-betul seseorang pengusaha yang mencintai dan mengembangkan daerah sekitar Raja Ampat. Dari 100 orang pekerjanya 90 adalah orang asli papua, dalam membangun papua diving dia menggunakan semua sda dari sekitar hanya semen dan cat saja yang tidak dari tempat tersebut, diapun mengajak wisatawan-wisatawan yang datang untuk ikut mencintai papua, banyak dari wisatawan-wisatawan tersebut yang menjadi donatur tetap untuk sekolah, tempat ibadah, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spoiler for pembangunan papua diving:&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjFItwR7O0O9bPe0CjgUGwOQ8OPjdM8PXAAHNIPvHYA38p63bYCxiJcpaYlu9nGD0_yo-oXU_Uh_SblLkVlO18GDQ3w0dRfPBp-rdZTi47JmWSHREHY5PJho-da8oKC7Qjg5Vl4jjVirBJu/s1600-h/ATT00128.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 265px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjFItwR7O0O9bPe0CjgUGwOQ8OPjdM8PXAAHNIPvHYA38p63bYCxiJcpaYlu9nGD0_yo-oXU_Uh_SblLkVlO18GDQ3w0dRfPBp-rdZTi47JmWSHREHY5PJho-da8oKC7Qjg5Vl4jjVirBJu/s400/ATT00128.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5296909330893040322&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhDKbvjDldG8iel-zKKc-C6t0ducMtWGTIidzuvUwnIVbJa_P04ZLe2bB69Dwg9zVqaw-L0oNNaEwW5HO25vQYVlKyTCBWwrWZPb4Y2Lm9tvemsw2bh6D3PwAjUEBAxYVVU0sKditAUzDGz/s1600-h/ATT00131.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 317px; height: 400px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhDKbvjDldG8iel-zKKc-C6t0ducMtWGTIidzuvUwnIVbJa_P04ZLe2bB69Dwg9zVqaw-L0oNNaEwW5HO25vQYVlKyTCBWwrWZPb4Y2Lm9tvemsw2bh6D3PwAjUEBAxYVVU0sKditAUzDGz/s400/ATT00131.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5296909471580076962&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bahkan karena adanya peran Max Ammer jugalah Raja Ampat sejak tahun 2005 mendapatkan Coral Reef Rehabilitation and Management Program (Coremap) II, suatu program yang dibuat oleh bank dunia bekerja sama dengan lembaga lingkungan global. Di Raja Ampat, program ini mencakup 17 kampung dan melibatkan penduduk lokal. Nelayan juga dilatih membudidayakan ikan kerapu dan rumput laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgA__5c-wIYQZybBHxeL3RY0z3b-NkY0ZHTremJGPLxyagcCINmtfJqlt2i3mka3rb5vcOVWX6trZYBTLE1pVc4fF-ORDxq-FQc7MPEvXOq1pvaWhfhXk0mT6sm9ygyq92J1rbBG79rRpdH/s1600-h/ATT00134.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgA__5c-wIYQZybBHxeL3RY0z3b-NkY0ZHTremJGPLxyagcCINmtfJqlt2i3mka3rb5vcOVWX6trZYBTLE1pVc4fF-ORDxq-FQc7MPEvXOq1pvaWhfhXk0mT6sm9ygyq92J1rbBG79rRpdH/s400/ATT00134.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5296910080390439026&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjuGbvcgA_b5u_UFGjv5OK7iw8mGSmUHe7w1I_RxXftif65j5Kr1dk3xn-G3zgoKW7wkV-tCdkcIx-wWDC2vYjB1fqq1x9P-8501iGZgyIlQXn8ivihvtEzjECER94wHYuaixHOf-a7PKgv/s1600-h/ATT00137.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 266px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjuGbvcgA_b5u_UFGjv5OK7iw8mGSmUHe7w1I_RxXftif65j5Kr1dk3xn-G3zgoKW7wkV-tCdkcIx-wWDC2vYjB1fqq1x9P-8501iGZgyIlQXn8ivihvtEzjECER94wHYuaixHOf-a7PKgv/s400/ATT00137.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5296910663966054770&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Saya sangat berterima kasih kepada orang-orang seperti Max Ammer. Kalau anda ingin tahu betapa warga dunia menghargai Raja Ampat bukalah google dan ketik raja ampat untuk mengetahuinya sendiri. Namun hal yang sangat membuat saya sedih adalah mengapa orang yang begitu mencintai dan mengembangkan keindahan indonesia adalah orang berkewarganegaraan Jerman dan Belanda? Kemana kita sebagai orang-orang indonesia ? Padahal seharusnya itu adalah kewajiban kita sebagai putra putri Indonesia .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg-D8gPIBYLGnEiAFljKo1eL918dcBTrwNHds-_FmngFJSZooRiUML95gPT02uSPjBFfREaxDDDVF1gVkdLnOUvVI0OsYRYXLkwNN6AtxHk7C-Ybr059N0YHz7XMGj3gO5_DRlmslZYiqgu/s1600-h/ATT00140.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg-D8gPIBYLGnEiAFljKo1eL918dcBTrwNHds-_FmngFJSZooRiUML95gPT02uSPjBFfREaxDDDVF1gVkdLnOUvVI0OsYRYXLkwNN6AtxHk7C-Ybr059N0YHz7XMGj3gO5_DRlmslZYiqgu/s400/ATT00140.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5296910781047272722&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dengan tulisan ini saya ingin mengajak agar kita semua dapat mencintai keindahan-keindahan Indonesia kita dan ingin mengembangkannya. Karena masih banyak keindahan-keindahan lain yang belum berkembang atau belum begitu dikembangkan di indonesia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sayangi-lingkungan.blogspot.com/feeds/3145091281266799167/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sayangi-lingkungan.blogspot.com/2009/01/menyelam-di-raja-ampat-papua.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5987169234011959288/posts/default/3145091281266799167'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5987169234011959288/posts/default/3145091281266799167'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sayangi-lingkungan.blogspot.com/2009/01/menyelam-di-raja-ampat-papua.html' title='Menyelam di Raja Ampat-Papua'/><author><name>denny0214</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15877375447862611766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhoSI_DsGS4z54FdqJXbg2ln57_qhjrAwp_xQ_etL6JAseIPQ4ZQpXvNgFR1E762oGGfdo1RJKWvbrN6rqAyeGzP9fZRs5XYgV8zsJlhEdAncYPBcuz9JVjgxBPVjZpeg/s220/100_3522.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjvkk8yK5bqTEZASjTjcvJ0TwqJaBPsFgTGkj0wRySDLF1RBkums_mW9qEZq1bVSihn6pDPg_eDsbEgJxkK8mhCCjgeqOJ31aYkiidNISOaS7R7UzN4w47f6C1xqsFFV9_huYOSeGFZaJ93/s72-c/ATT00101.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5987169234011959288.post-7481764305069719968</id><published>2009-01-28T19:21:00.000-08:00</published><updated>2009-01-28T19:38:36.727-08:00</updated><title type='text'>Pemanasan Global</title><content type='html'>&lt;div  style=&quot;text-align: justify;font-family:arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;Mungkin Anda menduga, udara yang akhir-akhir ini makin panas, bukanlah suatu masalah yang perlu kita risaukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Mana mungkin sih tindakan satu-dua makhluk hidup di jagat semesta bisa mengganggu kondisi planet bumi yang mahabesar ini?&quot; barangkali begitulah Anda berpikir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru-baru ini, Inter-governmental Panel on Cimate Change (IPCC) memublikasikan hasil pengamatan ilmuwan dari berbagai negara. Isinya sangat mengejutkan. Selama tahun 1990-2005, ternyata telah terjadi peningkatan suhu merata di seluruh bagian bumi, antara 0,15 - 0,3ºC. Jika peningkatan suhu itu terus berlanjut, diperkirakan pada tahun 2040 (33 tahun dari sekarang) lapisan es di kutub-kutub bumi akan habis meleleh. Dan jika bumi masih terus memanas, pada tahun 2050 akan terjadi kekurangan air tawar, sehingga kelaparan pun akan meluas di seantero jagat. Udara akan sangat panas, jutaan orang berebut air dan makanan. Napas tersengal oleh asap dan debu. Rumah-rumah di pesisir terendam air laut. Luapan air laut makin lama makin luas, sehingga akhirnya menelan seluruh pulau. Harta benda akan lenyap, begitu pula nyawa manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia, gejala serupa sudah terjadi. Sepanjang tahun 1980-2002, suhu minimum kota Polonia (Sumatera Utara) meningkat 0,17ºC per tahun. Sementara, Denpasar mengalami peningkatan suhu maksimum hingga 0,87ºC per tahun. Tanda yang kasatmata adalah menghilangnya salju yang dulu menyelimuti satu-satunya tempat bersalju di Indonesia, yaitu Gunung Jayawijaya di Papua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil studi yang dilakukan ilmuwan di Pusat Pengembangan Kawasan Pesisir dan Laut, Institut Teknologi Bandung (2007), pun tak kalah mengerikan. Ternyata, permukaan air laut Teluk Jakarta meningkat setinggi 0,8 cm. Jika suhu bumi terus meningkat, maka diperkirakan, pada tahun 2050 daerah-daerah di Jakarta (seperti : Kosambi, Penjaringan, dan Cilincing) dan Bekasi (seperti : Muaragembong, Babelan, dan Tarumajaya) akan terendam semuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan adanya gejala ini, sebagai warga negara kepulauan, sudah seharusnya kita khawatir. Pasalnya, pemanasan global mengancam kedaulatan negara. Es yang meleleh di kutub-kutub mengalir ke laut lepas dan menyebabkan permukaan laut bumi - termasuk laut di seputar Indonesia - terus meningkat. Pulau-pulau kecil terluar kita bisa lenyap dari peta bumi, sehingga garis kedaulatan negara bisa menyusut. Dan diperkirakan dalam 30 tahun mendatang sekitar 2.000 pulau di Indonesia akan tenggelam. Bukan hanya itu, jutaan orang yang tinggal di pesisir pulau kecil pun akan kehilangan tempat tinggal. Begitu pula asset-asset usaha wisata pantai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peneliti senior dari Center for International Forestry Research (CIFOR), menjelaskan, pemanasan global adalah kejadian terperangkapnya radiasi gelombang panjang matahari (disebut juga gelombang panas / inframerah) yang dipancarkan bumi oleh gas-gas rumah kaca (efek rumah kaca adalah istilah untuk panas yang terperangkap di dalam atmosfer bumi dan tidak bisa menyebar). Gas-gas ini secara alami terdapat di udara (atmosfer).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penipisan lapisan ozon juga memperpanas suhu bumi. Karena, makin tipis lapisan lapisan teratas atmosfer, makin leluasa radiasi gelombang pendek matahari (termasuk ultraviolet) memasuki bumi. Pada gilirannya, radiasi gelombang pendek ini juga berubah menjadi gelombang panas, sehingga kian meningkatkan konsentrasi gas rumah kaca tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karbondioksida (CO2) adalah gas terbanyak (75%) penyumbang emisi gas rumah kaca. Setiap kali kita menggunakan bahan bakar fosil (minyak, bensin, gas alam, batubara) untuk keperluan rumah tangga, mobil, pabrik, ataupun membakar hutan, otomatis kita melepaskan CO2 ke udara. Gas lain yang juga masuk peringkat atas adalah metan (CH4,18%), ozone (O3,12%), dan clorofluorocarbon (CFC,14%). Gas metan banyak dihasilkan dari proses pembusukan materi organic seperti yang banyak terjadi di peternakan sapi. Gas metan juga dihasilkan dari penggunaan BBM untuk kendaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, emisi gas CFC banyak timbul dari sistem kerja kulkas dan AC model lama. Bersama gas-gas lain, uap air ikut meningkatkan suhu rumah kaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala sangat kentara dari pemanasan global adalah berubahnya iklim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya, hujan deras masih sering datang, meski kini kita sudah memasuki bulan yang seharusnya sudah terhitung musim kemarau. Menurut perkiraan, dalam 30 tahun terakhir, pergantian musim kemarau ke musim hujan terus bergeser, dan kini jaraknya berselisih nyaris sebulan dari normal. Banyak orang menganggap, banjir besar bulan Februari lalu yang merendam lebih dari separuh DKI Jakarta adalah akibat dari pemanasan global saja. Padahal 35% rusaknya hutan kota dan hutan di Puncak adalah penyebab makin panasnya udara Jakarta . Itu sebabnya, kerusakan hutan di Indonesia bukan hanya menjadi masalah warga Indonesia , melainkan juga warga dunia. Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), mengatakan, Indonesia pantas malu karena telah menjadi Negara terbesar ke-3 di dunia sebagai penyumbang gas rumah kaca dari kebakaran hutan dan pembakaran lahan gambut (yang diubah menjadi permukiman atau hutan industri). Jika kita tidak bisa menyelamatkan mulai dari sekarang, 5 tahun lagi hutan di Sumatera akan habis, 10 tahun lagi hutan Kalimantan yang habis, 15 tahun lagi hutan di seluruh Indonesia tak tersisa. Di saat itu, anak-anak kita tak lagi bisa menghirup udara bersih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita tidak secepatnya berhenti boros energi, bumi akan sepanas planet Mars. Tak akan ada satupun makhluk hidup yang bisa bertahan, termasuk anak-anak kita nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara-cara praktis dan sederhana &#39;mendinginkan&#39; bumi :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;Matikan listrik (jika tidak digunakan, jangan tinggalkan alat elektronik dalam keadaan standby. Cabut charger telepon genggam dari stop kontak. Meski listrik tak mengeluarkan emisi karbon, pembangkit listrik PLN menggunakan bahan baker fosil penyumbang besar emisi). &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;Ganti bohlam lampu ke jenis CFL, sesuai daya listrik. (Meski harganya agak mahal, lampu ini lebih hemat listrik dan awet).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;Bersihkan lampu (debu bisa mengurangi tingkat penerangan hingga 5%). &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;Jika terpaksa memakai AC (tutup pintu dan jendela selama AC menyala. Atur suhu sejuk secukupnya, sekitar 21-24ºC). &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;Gunakan timer (untuk AC, microwave, oven, magic jar, dll). &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;Alihkan panas limbah mesin AC untuk mengoperasikan water-heater. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;Tanam pohon di lingkungan sekitar Anda. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;Jemur pakaian di luar. Angin dan panas matahari lebih baik ketimbang memakai mesin (&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;dryer&lt;/span&gt;) yang banyak mengeluarkan emisi karbon. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;Gunakan kendaraan umum (untuk mengurangi polusi udara). &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;Hemat penggunaan kertas (bahan bakunya berasal dari kayu). &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Say no to plastic. &lt;/span&gt;Hampir semua sampah plastic menghasilkan gas berbahaya ketika dibakar. Atau Anda juga dapat membantu mengumpulkannya untuk didaur ulang kembali. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;Sebarkan berita ini kepada orang-orang di sekitar Anda, agar mereka turut berperan serta dalam menyelamatkan bumi. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;It&#39;s your choice to save the world or not !&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sayangi-lingkungan.blogspot.com/feeds/7481764305069719968/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sayangi-lingkungan.blogspot.com/2009/01/pemanasan-global.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5987169234011959288/posts/default/7481764305069719968'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5987169234011959288/posts/default/7481764305069719968'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sayangi-lingkungan.blogspot.com/2009/01/pemanasan-global.html' title='Pemanasan Global'/><author><name>denny0214</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15877375447862611766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhoSI_DsGS4z54FdqJXbg2ln57_qhjrAwp_xQ_etL6JAseIPQ4ZQpXvNgFR1E762oGGfdo1RJKWvbrN6rqAyeGzP9fZRs5XYgV8zsJlhEdAncYPBcuz9JVjgxBPVjZpeg/s220/100_3522.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>