<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8961524894602524367</id><updated>2024-11-01T01:55:05.677-07:00</updated><category term="Pemulihan dari Hasrat Homoseksual"/><category term="Pemulihan dari Kecanduan Pornografi"/><category term="Bagaimana Membentuk Kelompok Pemulihan?"/><category term="Bergabung dgn Program 12 Langkah"/><category term="Kecanduan Pornografi"/><category term="Kesaksian"/><category term="Mencegah Bunuh Diri"/><category term="Pemulihan dari Kecanduan"/><category term="pemulihan dari kecanduan alkohol"/><category term="12 Langkah untuk Kelompok Sexual Addiction Anonymous"/><category term="8 Prinsip Pemulihan Celebrate Recover"/><category term="Apa itu Kelompok Pemulihan?"/><category term="Awal Pemulihan"/><category term="Biarkan Diri Anda Berduka"/><category term="Celebrate Recovery"/><category term="Celebrate Recovery Bahasa Indonesia"/><category term="Doa Ketentraman Jiwa"/><category term="Doa Pertobatan"/><category term="Humor"/><category term="Jalan Pemulihan dan kesembuhan"/><category term="Kecanduan Alkohol"/><category term="Kecanduan Kerja"/><category term="Kecanduan Seks"/><category term="Kelompok Pemulihan"/><category term="Lepas dari belenggu kecanduan"/><category term="Membantu orang yang berniat bunuh diri"/><category term="Mengatasi Depresi"/><category term="Pemulihan dari Kecanduan Kerja"/><category term="Pemulihan dari Kecanduan Obat Bius"/><category term="Pemulihan dari Kecanduan Obat Terlarang"/><category term="Pemulihan dari Kecanduan Seks"/><category term="Prinsip-Prinsip AA dalam Kelompok Pemulihan"/><category term="Program 12 Langkah"/><category term="Program 12 Langkah dan Prinsip2 Alkitabiah"/><category term="Puisi"/><category term="Rayakan Pemulihan"/><category term="Saran Untuk Pelaksanaan Pertemuan KP"/><category term="Tanda-Tanda Kecanduan Alkohol"/><category term="Tanda-tanda orang yang berniat bunuh diri"/><category term="menghadapi kecanduan bersama-sama"/><category term="pembentukan kelompok tumbuh bersama"/><title type='text'>PEMULIHAN GAMBAR DIRI</title><subtitle type='html'>&quot;Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,-- itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri&quot; (Efesus 2:8-9)</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://pemulihangambardiri.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8961524894602524367/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemulihangambardiri.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8961524894602524367/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25'/><author><name>Ray Maleke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04330152337456131654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhpenaftEeRhdTcOOGXD62gJBKfjFOV6Gr1X0Xf4UD4avD2DZyLxq3g_Vvk0iC5d32n4m0w3W12e6oF761Y_7tjVJzfymkDG7t1hdQLcB3n0Km9sisR4KplE6mH9NmXUA/s220/foto.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>46</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8961524894602524367.post-1702402106410842576</id><published>2012-07-14T08:01:00.000-07:00</published><updated>2012-07-14T08:01:05.760-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Puisi"/><title type='text'>Kepada Tuhan Kumengaku</title><content type='html'>Kepada Tuhan kumengaku segala pelanggaranku.&lt;br /&gt;
KepadaNya aku berseru &#39;tuk selamatkanku. &lt;br /&gt;
Dalam kungkungan dosa aku akan binasa, &lt;br /&gt;
namun dalam kasih karuniaNya aku memperoleh&lt;br /&gt;
belas kasihan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lihatlah duka hambaMu ini ya Allah yang Mahapemurah. &lt;br /&gt;
Sesungguhnya aku ini telah menyakiti hatiMu. &lt;br /&gt;
Segala cela dalam pikiran dan berbuatanku Engkau tahu; &lt;br /&gt;
tak ada yang dapat kusembunyikan dari hadapan mataMu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jiwaku menangis dalam pengembaraannya. &lt;br /&gt;
Di pondok-pondok kesengsaraan ia telah mencari penghiburannya.&lt;br /&gt;
Bahkan di sana ia telah tinggal dalam penyelewengannya,&lt;br /&gt;
seakan tak mau pulang lagi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sana ia mencari kesenangannya, &lt;br /&gt;
dalam kemabukan dan kebutaan hati,&lt;br /&gt;
karena semua yang ada hanya untuk menggembirakan &lt;br /&gt;
tubuh dan pikiran yang merangkai jalan menuju maut. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selamatkanlah aku, ya Allah. &lt;br /&gt;
Jauhkanlah aku dari jerat kejahatan, &lt;br /&gt;
dari keculasan dan kebodohan pikiran-pikiran yang datang padaku&lt;br /&gt;
di kala aku lelah dan patah semangat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ampunilah aku yang berdosa ini. &lt;br /&gt;
Bersihkanlah aku dari pelanggaran-pelanggaranku.&lt;br /&gt;
Dan anugerahkanlah kepadaku hati nurani yang bersih,&lt;br /&gt;
supaya hidupku menyenangkan hatiMu, &lt;br /&gt;
dan doa-doaku naik ke hadiratMu.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemulihangambardiri.blogspot.com/feeds/1702402106410842576/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/8961524894602524367/1702402106410842576?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8961524894602524367/posts/default/1702402106410842576'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8961524894602524367/posts/default/1702402106410842576'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemulihangambardiri.blogspot.com/2012/07/kepada-tuhan-kumengaku.html' title='Kepada Tuhan Kumengaku'/><author><name>Ray Maleke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04330152337456131654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhpenaftEeRhdTcOOGXD62gJBKfjFOV6Gr1X0Xf4UD4avD2DZyLxq3g_Vvk0iC5d32n4m0w3W12e6oF761Y_7tjVJzfymkDG7t1hdQLcB3n0Km9sisR4KplE6mH9NmXUA/s220/foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8961524894602524367.post-777315570243355480</id><published>2011-10-07T20:21:00.000-07:00</published><updated>2011-10-07T20:24:25.505-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pemulihan dari Hasrat Homoseksual"/><title type='text'>Kesaksian: Kasih Allah yang Mengubahkan</title><content type='html'>&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva; font-size: small;&quot;&gt;Sumber Kesaksian: &lt;b&gt;Lukas Bundiyanto&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva; font-size: small;&quot;&gt;Saya Lukas Bundiyanto, anak pertama dari lima bersaudara. Kehidupan  saya yang hancur berantakan di Bali. Sebenarnya saya minggat ke Bali  karena papa saya marah setelah mengetahui saya suka ke tempat pelacuran  di Magelang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kebiasaan ini saya ulangi lagi ketika saya sudah  bekerja di Bali dan tidak hidup bersama dengan pasangan gay saya itu  lagi. Jadi di Bali selain menjalani hubungan sesama jenis, saya juga  beberapa kali pergi ke tempat pelacuran wanita. Semua jenis dosa sudah  saya lakukan. Dari free-sex sampai nge-drugs. Hidup saya benar-benar  hancur. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Awal mengenal kehidupan gay&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ketika  di pesawat jurusan Yogja - Denpasar saya bertemu dengan seorang pria.  Orang ini bertanya saya mau ke mana dan saya menjawab bahwa saya  minggat. Akhirnya orang itu menawarkan diri apakah saya mau tinggal  bersamanya. Saya menyetujuinya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Minggu-minggu pertama tidak ada  apa-apa. Namun memasuki minggu ketiga pria ini melakukan sesuatu yang  &#39;aneh&#39; terhadap saya. Dia mulai menggerayangi tubuh saya. Ternyata dia  seorang gay. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Awalnya saya jijik karena ini adalah awal hubungan  saya dengan sesama jenis. Namun karena sungkan atas pertolongannya  selama ini akhirnya saya ikuti saja keinginannya. Lama-kelamaan saya  jadi menikmati hubungan sejenis itu. Saya hidup bersama dengannya kurang  lebih selama enam bulan. Setelah itu kami pisah karena saya sudah  bekerja dan memiliki penghasilan sendiri. Saya bekerja sebagai tukang  pijat plus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pergi ke gereja&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pada suatu hari  di Minggu pagi di bulan Desember 1997 untuk pertama kalinya saya  menginjakkan kaki saya ke gereja. Saya diajak oleh seorang teman kost  saya yang bernama Esther. Saya tidak tahu kenapa pagi itu saya ada  keinginan untuk pergi ke gereja. Padahal malamnya sampai jam 5 pagi hari  saya baru clubbing ke beberapa diskotik di daerah Kuta. Dan malam itu  ada pemeriksaan narkoba. Saat itu saya membawa ecstasy. Semua kami  digeledah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oleh anugrah dan kemurahan Tuhan saat itu saya lolos.  Karena saya berhasil membuang ecstasy tersebut tanpa diketahui oleh  aparat. Padahal saat itu saya belum mengenal Tuhan Yesus. Sedangkan  teman saya saat itu berhasil ditangkap dan dipenjara selama 6 tahun. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pagi  itu ketika pulang dari gereja saya tidak merasa ada sesuatu yang  spektakuler. Semua berjalan biasa saja. Tapi entah kenapa Minggu  depannya lagi yaitu tanggal 4 Januari 1998 saya punya kerinduan untuk  datang ke gereja itu lagi. Kali ini saya merasa berbeda. Merasa ada  kedamaian di dalam hati saya. Meskipun demikian saya tetap masih  melakukan kewajiban agama saya. Kemudian pada tanggal 11 Januari 1998  adalah Minggu yang ke-3 saya datang ke gereja. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika sedang  kebaktian pada jam 8 pagi saya mendengar ada suara pria yang berkata,  &quot;Saatnya Aku memanggilmu sekarang.&quot; suaraNya jelas sekali. Saya  mendengarnya secara audible. Kemudian saya melihat ke kanan dan ke kiri  saya barangkali ada pria yang berbicara kepada saya. Namun kiri dan  kanan saya adalah wanita. Suara itu saya dengar sampai tiga kali. Dalam  hati saya berkata ini suara Tuhan Yesus. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi saya tidak percaya  saat itu kalau itu suara Tuhan. Suara itu saya abaikan saja. Namun  ketika ada tantangan altar call saya tidak tahu tiba-tiba saya bisa  rebah di tempat duduk saya, kemudian saya bangkit kembali dan berlari ke  depan mimbar. Saat itu yang melayani adalah seorang hamba Tuhan dari  Amerika. Ketika itu berkata (saya baru tahu kalau itu nubuatan setelah  bertobat menerima Tuhan Yesus), &quot;Kamu akan menjadi penyelamat keluargamu  dan menjadi terang buat keluargamu dan bangsa-bangsa.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Mendengar suara Tuhan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Sejak  saat itu, mulai Minggu depannya lagi tanggal 18 Januari 1998 saya punya  kerinduan yang sangat dalam untuk mengenal Tuhan Yesus bahkan dibaptis.  Kemudian saya mulai ikut komsel (di GBI Lembah Pujian namanya Komunitas  Mesianik). Akhirnya saya menyerahkan diri saya untuk dibaptis pada  tanggal 25 April 1998. Saya menerima Tuhan Yesus di dalam keadaan saya  berhutang kurang lebih 40-an juta. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena saya korupsi uang  kantor dan ketahuan setelah diaudit. Akhirnya saya harus mencicil hutang  saya dengan cara gaji saya dipotong. Namun tetap tidak bisa melunasi  hutang saya seluruhnya. Saya hanya bisa melunasi setengahnya. Saya tidak  tahu lagi bagaimana caranya. Ketika sedang mengendarai motor saat  pulang kerja keluarlah nyanyian ini dari mulut saya, &quot;Dia buka jalan  saat tiada jalan...&quot;. Kemudian ada kalimat firman Tuhan yang tiba-tiba  keluar menjadi rhema buat saya yaitu, &quot;Dengan tinggal tenang terletak  kekuatanmu.&quot; Keesokan harinya saya bisa dengan berani menghadap pimpinan  saya mengaku semua kesalahan saya dan dia memberikan kesempatan kepada  saya buat mencicil hutang saya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan dia meminjamkan motornya  buat saya pakai. Saya melihat keajaiban dan pertolongan Tuhan di dalam  hidup saya. Karena orang-orang yang tadinya saya harapkan dapat menolong  saya ternyata tidak dapat membantu. Saat itu saya ingat lagi Firman  Tuhan yang berkata, &quot;Janganlah berharap dan bersandar kepada manusia.&quot;  Saat itu saya menangis dan saya semakin sungguh-sungguh datang kepada  Tuhan. Kemudian saya mulai rajin mengikuti doa malam juga. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pertolongan Tuhan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Dalam  doa malam itu Tuhan kembali membuktikan pertolongannya. Ada seorang ibu  yang mendatangi saya dan berkata, &quot;Tuhan memberitahukan tante bahwa  kamu ada masalah berat, tapi bukan masalah keluarga, pekerjaan atau  pacar tapi keuangan. Berapa jumlahnya?&quot; Awalnya saya tidak mau  menyebutkan jumlahnya karena sungkan, namun setelah didesak saya  sebutkan angka yang masih harus saya selesaikan yaitu hutang saya  sebesar Rp.22 juta. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat itu beliau berkata, &quot;OK, hari Minggu  kamu ambil uangnya. Tante cuma minta kwitansinya aja.&quot; Saat itu saya  menangis. Ternyata enam tahun kemudian beliau baru cerita bahwa uang itu  adalah hasil penjualan tokonya yang ada di Bedugul dan jumlahnya persis  seperti yang saya sebutkan di atas. Hutang saya lunas! Tuhan memang  luar biasa!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun ketika Tuhan menangkap hidup saya, saya mulai  meninggalkan semua dosa-dosa lama. Tidak seketika memang, semuanya  berjalan melalui proses. Saya mulai meninggalkan komunitas saya yang  lama dan mulai membangun hidup yang baru dengan keluarga rohani sejak  saya mengenal kebenaran di dalam Tuhan Yesus. Saya dilayani pelepasan  dari keterikatan saya dengan hubungan sesama jenis dan dosa-dosa lama  saya lainnya. Saya dilayani oleh Ibu I Ketut Labek. Saya mulai ikut  Sekolah Orientasi Melayani, saya ikut komsel dan dengan berjalannya  waktu mulai ambil bagian di dalam pelayanan. Saya angkut-angkut kursi,  kemudian saya menjadi ketua komsel dan aktif di dalam creative ministry.  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Jatuh bangun lagi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Namun kehidupan saya  selanjutnya tidak berjalan dengan mulus. Pada akhir tahun 1999 sampai  awal tahun 2000 saya jatuh lagi di dalam dosa homoseksual. Saya jatuh  lagi karena saya kecewa dan kepahitan dengan orang yang sudah saya  anggap kakak rohani saya sendiri. Padahal saat itu saya sudah  dipercayakan melayani sebagai ketua komsel. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya sudah percaya  kepada dia, tapi waktu itu dia membuat saya tersinggung, sakit hati  sehingga saya jatuh lagi. Pada saat yang bersamaan dengan itu juga  mantan pacar sesama jenis saya menghubungi saya kembali. Sehingga saya  jatuh lagi selama kurang lebih enam bulan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya tidak ke gereja  lagi karena saya dituduh korupsi uang perusahaan. Jadi saya melarikan  diri dari Tuhan dan persekutuan dengan saudara seiman. Saat itu saya  berniat pergi ke Jakarta. Namun Tuhan tidak izinkan sehingga detik-detik  saya mau berangkat ke Jakarta saya mengalami sakit panas yang sangat  tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pemulihan terjadi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Karena  lama-kelamaan saya tidak pernah kelihatan datang ke gereja, beberapa  orang sahabat saya heran. Akhirnya mereka bertanya ada apa dengan saya  dan saya menceritakan semua kejadian yang saya alami. Itulah gunanya  sahabat. Jadi ketika kita menghadapi masa-masa yang buruk dan tidak  menyenangkan merekalah yang menopang kita dan membawa kita bangkit  kembali. Kalau tidak ada mereka saya benar-benar terhilang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya  saya mau datang ke gereja lagi. Dan saya tinggal bersama sahabat saya  yang bernama Suhardiman selama 3 tahun. Dari tahun 2000 sampai tahun  2003. Karena saat itu saya terus dikejar-kejar pasangan gay saya yang  dulu. Satu pelajaran yang saya tangkap adalah ketika kita lemah kita  harus memiliki sahabat yang melindungi dan meng-cover kita. Jadi ketika  kita lemah kita tidak boleh tinggal sendiri. Karena pasti jatuh. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam  sebuah fellowship gereja di Bedugul hubungan saya dengan kakak rohani  saya itu dipulihkan. Memang butuh waktu untuk mengembalikan hubungan  yang sempat retak yaitu kurang lebih setahun sampai Tuhan pulihkan di  Bedugul itu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian saya mulai pelayanan lagi. Saya melayani  di Sekolah Minggu. Tahun 2004 saya mulai pelayanan sekolah minggu ke  daerah-daerah di timur Indonesia seperti di Kupang - NTT. Tahun 2005  saya pelayanan di Waingapu dan Waikabubak. Di sana kami mengadakan KKR  anak. Juni 2006, saya juga pelayanan ke Papua. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada bulan Mei  2005 lalu saya ditahbiskan sebagai Pendeta Pembantu. Karena panggilan  Tuhan yang begitu kuat dalam hidup saya, khususnya di pelayanan anak,  akhirnya saya memutuskan menjadi pelayan Tuhan sepenuh waktu.  Sehari-hari saya melayani sebagai penyiar radio ROCK FM di Lembah Pujian  Bali. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya percaya bahwa Tuhan sudah punya rencana dalam hidup  saya jika saya bisa seperti sekarang ini. Orangtua dan keluarga saya  yang tadinya tidak bisa menerima saya karena saya pindah agama dan ikut  Tuhan Yesus, sekarang malah senang apalagi saya sudah menjadi hamba  Tuhan. Bahkan beberapa waktu yang lalu saya sempat mengajak kedua  orangtua saya berlibur ke Bali, tempat di mana saya mengalami perjumpaan  dengan Tuhan Yesus yang mengubah hidup saya yang tadinya bergelimang  dosa, kemudian dipulihkan dan sekarang diangkat menjadi alat  kerajaanNya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&quot;Buangkanlah  dari padamu segala durhaka yang kamu buat terhadap Aku dan  perbaharuilah hatimu dan rohmu! Mengapakah kamu akan mati, hai kaum  Israel?&quot;(Yehezkiel 18:31)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Sumber: &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva; font-size: small;&quot;&gt;JAWABAN.com&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemulihangambardiri.blogspot.com/feeds/777315570243355480/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/8961524894602524367/777315570243355480?isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8961524894602524367/posts/default/777315570243355480'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8961524894602524367/posts/default/777315570243355480'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemulihangambardiri.blogspot.com/2011/10/kesaksian-kasih-allah-yang-mengubahkan.html' title='Kesaksian: Kasih Allah yang Mengubahkan'/><author><name>Ray Maleke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04330152337456131654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhpenaftEeRhdTcOOGXD62gJBKfjFOV6Gr1X0Xf4UD4avD2DZyLxq3g_Vvk0iC5d32n4m0w3W12e6oF761Y_7tjVJzfymkDG7t1hdQLcB3n0Km9sisR4KplE6mH9NmXUA/s220/foto.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8961524894602524367.post-7767595838560867618</id><published>2011-09-29T22:05:00.000-07:00</published><updated>2011-10-08T18:20:16.859-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pemulihan dari Hasrat Homoseksual"/><title type='text'>Pemulihan dari Perilaku Hmoseksual</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Isu tentang homoseks adalah yang paling kontroversial di zaman sekarang ini, dan karena isu ini sudah dipolitisir sedemikian rupa, pemahaman yang diperlukan untuk mengerti masalah ini menjadi kabur, dan semakin banyak orang yang terjebak dalam debat intelektual yang dipakai dalam retorika berpolitik, dan melupakan mereka yang sedang bergumul dalam masalah ini dan ingin keluar dari padanya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Namun sekarang ini, marilah kita menenangkan pikiran kita dan meredakan kegaduhan dalam hati kita, supaya kita dapat memahami apa sebenarnya yang sedang dialami oleh seseorang yang bergumul dengan ketertarikan pada sesama jenis. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Kita semua tahu bahwa masa remaja adalah masa pencarian jati diri. Pada masa ini fungsi-fungsi seksual pada manusia terbentuk atau menjadi matang. Wanita mulai mengalami menstruasi (haid), yaitu pelepasan luluh dinding rahim dari tubuh. Laki-laki mulai memroduksi sperma yang ketika jumlahnya melebihi ambang batas, tubuh secara spontan mengeluarkannya melalui proses ’mimpi basah.’ Pada bagian-bagian tubuh tertentu, seperti ketiak dan bagian kelamin mulai ditumbuhi bulu-bulu yang menandakan proses kedewasaan. Jerawat datang tak diundang, tinggi badan bertambah dengan cepat, suara laki-laki membesar, semua ini seringkali mendatangkan kekuatiran, kebingungan, rasa tak aman, tak nyaman, dan sebagainya pada remaja. Namun, tentu saja tidak hanya hal-hal yang ’kurang’ menyenangkan itu yang hadir, ada pula rasa ”tak terungkapkan dengan kata” yang banyak kali disebut ”jatuh cinta,” yang umumnya terjadi antara laki-laki dan perempuan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Seiring dengan berjalannya proses ini, remaja putra dan putri mulai memahami bahwa apa yang sedang terjadi pada diri mereka adalah normal. Mereka belajar beradaptasi dan mengembangkan kemampuan untuk berinteraksi sosial dan menjalankan fungsi-fungsi dalam lingkungan pergaulan mereka di rumah dan masyarakat, serta mengatasi tantangan dan masalah yang mereka hadapi. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Akan tetapi, ada juga remaja yang oleh karena pengalaman traumatis mereka di masa kanak-kanak, misalnya karena dilecehkan secara seksual, tidak memiliki figur ayah/ibu, merasa kesepian, tertolak, dan lain sebagainya, serta ditambah oleh pengaruh lingkungan pergaulan, media informasi dan komunikasi, dan kemudian faktor-faktor internal lainnya, mengembangkan suatu bentuk emosi yang sumber pemuasannya bukan dari lawan jenis, melainkan dari sesama jenis. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Tidak semua orang yang mengalami trauma di masa kanak-kanak kemudian mengembangkan emosi semacam ini. Faktor kekuatan jiwa dapat menjadi alasan dari hal ini. Itu sebabnya, keterlibatan faktor-faktor internal, yang bisa berarti menyangkut hal emosional atau biologis, kemungkinan mempengaruhi keputusan seseorang untuk memilih cara hidup homoseks. Hal mengenai kemungkinan terlibatnya faktor-faktor internal inilah yang tak jarang dijadikan alasan oleh orang-orang tertentu untuk mendukung perilaku homoseks. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Namun, jika Anda adalah seorang yang sedang mencari pemulihan dari perilaku hidup homoseks, ada beberapa hal yang Anda perlu ketahui. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Yang pertama adalah Tuhan mengasihi Anda. Hal ini benar, sekalipun semua hal yang dapat Anda ingat dalam hidup Anda hanya mengatakan kebalikannya. Kristus mati untuk pelaku homoseks juga. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Anda mungkin bertanya, kalau demikian, Kristus bisa menerima saya sebagai seorang homoseks? &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Kristus sudah terlebih dahulu menerima kita lepas dari siapa kita dan apa yang sudah kita perbuat dalam hidup kita. Dan karena itu, Ia memanggil kita semua untuk masuk ke dalam hubungan persahabatan denganNya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Ketika kita menerima Kristus di dalam hidup kita, masa lalu kita telah ditebus, dan masa depan kita dijamin. Kita menjadi manusia yang baru; menanggalkan manusia lama kita bersama dendam, amarah, sakit hati, luka batin, kekecewaan, penderitaan, penolakan, benci, dan lain sebagainya; dan ketika Kristus mengangkat semua itu dari hidup kita, kita akan kehilangan semua alasan mengapa kita semua seperti kita sebelum bertemu dengan PribadiNya. Mengapa kita lebih senang mabuk, lebih senang memakai obat-obat terlarang, lebih senang melakukan hal-hal yang tidak senonoh, suka mencuri, tega membunuh, dan lain sebagainya; itu semua karena manusia lama kita masih memerintah. Tetapi ketika terang Kristus hadir di dalam hidup kita, kegelapan di dalamnya lenyap dengan sendirinya. Besar kemungkinan bahwa tubuh kita akan mendesak kita untuk melakukan hal-hal yang mana ia telah dibiasakan, namun alasan untuk menuruti keinginan tubuh kita sudah tidak akan ada lagi, dan belenggu atas hidup kita dihancurkan. Tuhan sudah mengubahkan kita. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Tuhan sanggup melakukan semua ini, tetapi apakah kita mau diubahkan?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Kalau kita ingin keluar dari belenggu homoseks, kita harus mau diubahkan. Hanya dengan cara demikian kuasa Allah mempunyai keluasan untuk membaharui hidup kita yang lama menjadi baru dan bermakna. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Kasih dari siapakah yang telah kita cari-cari di dalam hidup kita? &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Tuhan telah mengasihi kita sebesar Ia rela mati untuk menebus dosa-dosa kita – tapi Ia tidak tinggal dalam alam maut, melainkan Ia bangkit supaya menjadi Tuhan atas orang-orang yang hidup, supaya dengan demikian kita bisa melihat karyaNya di dalam hidup kita. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Apakah kita juga mau mengasihiNya dengan segenap hati kita? &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Tanpa kasih kita kepadaNya, maka semua komitmen dan kesalehan hidup kita pun tidak lain hanya egoisme semata-mata, karena jika demikian adanya, maka tujuan kita adalah diri kita sendiri. Apa yang nampak sebagai pengorbanan pun, takkan memberi faedah pada hubungan kita dengan Dia, karena pada hakikatnya kita mencari pemuasan diri kita sendiri. Hanya dengan sungguh-sungguh mengasihiNya, kita dapat bertumbuh di dalam Dia. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Dan ketika kita bertumbuh bersama dengan Dia, tantangan dan penderitaan apapun tidak akan merampas kita dari padaNya. Tantangan yang kita hadapi dapat membuat kita lemah bahkan terjerembab, tapi anugerah dan kekuatanNya akan mengangkat dan menolong kita terus bertumbuh menjadi serupa dengan Kristus. Sampai waktunya kita pergi kepadaNya, atau jika Ia sendiri datang dan mendapati kita setia, dan kita akan bersama dengan Dia, dan Dia bersama-sama dengan kita. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Jikalau hal ini menjadi kerinduan Anda, dan Anda sendiri merasakan bahwa Allahlah yang sedang memanggil Anda untuk melakukan hal demikian, dengan iman bahwa Allah setia dan tidak membatalkan janji-janjiNya, maka terimalah kasih Tuhan itu ke dalam hati Anda, dan jangan biarkan keraguan atau rasa takut menghalangi keputusan Anda. Rangkullah kekuatan Tuhan, dan melangkahlah. Dengan demikian, Anda memiliki sebuah identitas yang sejati, yang tidak hanya terikat di bumi, tetapi juga di sorga. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Sebagai seorang yang telah lahir baru dan sedang bertumbuh dalam Kristus, carilah persekutuan di mana iman Anda dapat bertumbuh, dan tunjukkanlah buah-buah pertobatan. Hendaklah anugerah yang Tuhan berikan kepada Anda, diterima dengan rendah hati. Bersabarlah dalam bertumbuh, dan ingatlah bahwa pertumbuhan mau tak mau mensyaratkan rasa sakit. Menjadi milik Tuhan bukan berarti semua orang akan mengasihi dan bersikap baik kepada Anda, namun ingatlah bahwa kasih Tuhan kepada kita semua tak berubah, dan Ia mengasihi orang yang berbuat salah pada kita, sama seperti Ia mengasihi kita. Janganlah kita membalas kejahatan dengan kejahatan, namun kalahkanlah kejahatan dengan kabaikan. Mintalah hikmat kepada Tuhan untuk bagaimana membagikan kabar baik yang telah Anda terima kepada orang lain. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemulihangambardiri.blogspot.com/feeds/7767595838560867618/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/8961524894602524367/7767595838560867618?isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8961524894602524367/posts/default/7767595838560867618'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8961524894602524367/posts/default/7767595838560867618'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemulihangambardiri.blogspot.com/2011/09/pemulihan-dari-hasrat-homoseksual.html' title='Pemulihan dari Perilaku Hmoseksual'/><author><name>Ray Maleke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04330152337456131654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhpenaftEeRhdTcOOGXD62gJBKfjFOV6Gr1X0Xf4UD4avD2DZyLxq3g_Vvk0iC5d32n4m0w3W12e6oF761Y_7tjVJzfymkDG7t1hdQLcB3n0Km9sisR4KplE6mH9NmXUA/s220/foto.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8961524894602524367.post-5147519119429997738</id><published>2011-09-21T23:05:00.000-07:00</published><updated>2011-09-22T08:41:04.806-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pemulihan dari Kecanduan Obat Bius"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pemulihan dari Kecanduan Obat Terlarang"/><title type='text'>Pemulihan dari Kecanduan Obat Bius</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Kecanduan obat bius adalah salah satu bentuk kecanduan yang sangat sulit di atasi. Ketika Anda membaca tulisan ini, dan Anda adalah seorang pecandu, mulailah menaruh situasi Anda dalam sebuah sudut pandang: &lt;b&gt;SULIT BUKAN BERARTI TIDAK BISA&lt;/b&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Jikalau sampai pada paragraf ini Anda masih kurang yakin bahwa obat-obat bius sedang menghancurkan hidup Anda, dan Anda merasa tidak memiliki masalah dengan obat-obat bius, tanyakanlah pada diri Anda apakah Anda telah sungguh-sungguh jujur dengan diri Anda sendiri, karena pengakuan bahwa obat-obat bius sedang menghancurkan hidup kita, dan kita tidak lagi bisa mengendalikan hidup kita adalah penting untuk memulai proses pemulihan. Dan proses ini jauh melampaui detoksifikasi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Jikalau Anda telah mengakui bahwa Anda punya masalah, Anda juga perlu tahu bahwa ada hari-hari penuh makna yang tersedia bagi Anda, sekalipun kemungkinan Anda belum bisa melihatnya saat ini. Dan ketahuilah bahwa hari-hari itu adalah jauh lebih baik daripada hiburan sesaat untuk kemudian tinggal dalam penyiksaan yang seperti tak ada akhirnya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Sekarang Anda adalah seorang pecandu, benar, tetapi itu tidak berarti bahwa Anda adalah manusia terburuk di seluruh dunia. Anda telah mengambil jalan yang keliru, dan sekarang Anda ingin memperbaikinya. Berikanlah diri Anda sendiri kesempatan yang merupakan hak Anda, dan bukan sumbangan dari siapa-siapa itu. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Banyak yang terjebak dalam belenggu obat-obat bius bermula dari coba-coba, Anda adalah orang yang paling tahu sejarah hidup Anda dan bagaimana Anda sampai ’mengenal’ racun itu, dan seperti halnya bagi banyak orang hal ini akan menyakitkan, tetapi ijinkanlah diri Anda untuk memutar kembali waktu dan melihat diri Anda di masa lalu. Bagi kita yang memahami arti kecanduan, hal ini akan membantu kita memetakan ’penyakit’ yang begitu tidak kita inginkan, yang bisa kita singkirkan, namun yang juga kita peluk erat-erat karena takut kehilangannya. Kita perlu memahami penyakit ini, memahami diri kita sendiri, dan memahami pilihan-pilihan yang tersedia bagi kita. Dan dengan pertolongan Tuhan, semoga kita bisa memilih yang terbaik bagi diri kita sendiri – Untuk sekarang ini biarlah kita menargetkan diri kita pribadi, nantinya kelak orang-orang lain juga, mungkin keluarga atau kekasih kita, dan mereka akan berbagi sukacita dengan kita dalam proses ini dan sampai ketika kita akhirnya memaknai hidup kita dengan penuh, dan menuai arti darinya.&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Apakah yang membawa kita pada penggunaan obat-obat bius pertama kali? &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Jikalau penyebabnya adalah suatu keadaan yang disebabkan oleh orang-orang disekitar kita, maka kita harus berhenti menyalahkan orang-orang itu, dan mengambil tanggung jawab itu atas diri kita sendiri. Bukan mereka yang menyebabkan Anda membuat pilihan yang keliru, Anda yang membuat pilihan itu bagi diri Anda sendiri. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Jikalau oleh karena satu dan lain hal, pengenalan Anda akan obat-obat bius adalah karena kesengajaan oleh seorang teman (atau teman-teman), atau siapa saja, biarlah Anda lari dari menyalahkan diri Anda sendiri, atau berandai-andai Anda melakukan sesuatu yang berbeda dari kenyataan yang terjadi. Pada situasi ini, kita perlu menerima semuanya ini sebagai kenyataan; kita mengambil tanggung jawab atas apa yang merupakan tanggung jawab kita, dan tidak menyalahkan diri kita atas apa yang ditimpakan kepada kita. Dari kedua hal ini yang hendak kita petik adalah kita mau memaafkan diri kita sendiri dan orang lain dalam kaitan dengan permasalah ini, dan bahwa fokus kita sekarang ini bukan lagi masa lalu, melainkan masa sekarang. Masa lalu adalah masa lalu, sekarang waktunya untuk melihat masa depan; masa depan yang hanya akan berlangsung terlalu singkat, jika kita tidak mengijinkan Allah merubah diri kita dari perilaku yang sedang menghancurkan hidup kita itu. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Jikalau ini bukan kali pertama Anda berhasrat untuk keluar dari belenggu kecanduan obat bius, Anda telah menyadari bahwa niat kita sendiri takkan pernah bisa mengeluarkan kita dari cengkraman pengaruh obat-obatan itu. Kita membutuhkan intervensi Allah dalam hidup kita. Ia yang selama ini memperhatikan kita, sekalipun kita sama sekali tidak mencariNya, bahkan tidak menghiraukanNya sama sekali. Di sinilah kita perlu memahami bahwa kasih Allah bagi kita itu sempurna adanya. KasihNya adalah kasih yang tidak menuntut apa-apa. Ia mengasihi kita karena demikianlah hatiNya adanya. Ia yang juga meneteskan air mata, karena kita yang Ia ciptakan menurut gambarNya sedang melalui penderitaan ini. Penderitaan yang Ia sangat mengerti karena Ia sendiri telah merasakannya, semata-mata oleh karena Ia merindukan persekutuan dengan kita. Salib itu tanda bahwa Tuhan mengerti penderitaan kita, dan bahwa kita boleh memperoleh keyakinan bahwa Ia tidak akan menolak kita, karena memang ”Kristus mati ketika kita masih berdosa” (Roma 5:8). &amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Jikalau Kristus menerima Anda dan mengasihi Anda, maka tidak ada alasan bagi Anda untuk tidak menerima dan mengasihi diri Anda sendiri. Tuhan rela mati untuk setiap kita. Sebegitu berharganya kita di hadapannya, jangan kita menodainya dengan keraguan kita. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Mungkin Anda merasa kurang dikasihi, bahkan mungkin ada orang-orang yang penting bagi Anda yang ”menolak” Anda. Namun, ingatlah bahwa Anda tidak bertanggung jawab untuk hal itu. Anda tidak bisa mengontrol bagaimana orang merasakan perasaannya, karena itu berada di luar kendali Anda. Yang ada di dalam kendali Anda adalah memilih suasana hati yang mencerminkan kedamaian, sirnanya ketakutan, percaya dan bersandar pada Allah. Dari situ akan terpancar kekuatan dalam diri Anda. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Kemungkinan besar Anda menyadari bahwa orang-orang yang mengenal kebiasaan dan tabiat Anda yang lama akan meragukan kekuatan yang mereka lihat muncul dari diri Anda. Maklumilah. Sabarlah dan tekunlah dalam menanti setiap perubahan, hal itu memberi Anda alasan untuk menjalani setiap hari. Dan ketika orang-orang di sekitar Anda menyadari apa yang telah terjadi dalam hidup Anda, hidup mereka pun berubah. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Jangan merasa malu karena kita manusia, dan kita melakukan kesalahan. Terimalah kesalahan sebagai kesalahan dan bukan kegagalan, dan majulah terus; jangan pernah menyerah. Sekarang ini ada fasilitas-fasilitas pemulihan yang sekiranya dapat kita jangkau, jangan kita mencegah diri dari memperoleh manfaatnya. Bentuklah kelompok atau bergabunglah dengan orang-orang yang dengan sungguh-sungguh mencari pemulihan dari kecanduan obat-obatan, dengan demikian Anda bisa ditopang dan menopang orang lain. Mereka yang paling mengerti perasaan yang Anda miliki, karena mereka juga mengalaminya. Dan karena itu, berbagilah. Pengalaman Anda yang menguatkan akan menguatkan mereka, dan kesalahan Anda akan mengingatkan mereka untuk terus waspada, demikian juga sebaliknya. Berusahalah juga untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan di masa lalu, sekiranya mungkin dan bijaksana. Hal ini adalah bukti nyata dari buah-buah pemulihan yang telah menjadi milik Anda. Dan yang paling penting dari semua ini adalah binalah hubungan yang dekat dengan Tuhan. Carilah kehendakNya dalam hidup Anda setiap hari, dan bersyukurlah. Nikmatilah arti memaknai hidup kita dengan penuh, dan menuai buah dari padanya.&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemulihangambardiri.blogspot.com/feeds/5147519119429997738/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/8961524894602524367/5147519119429997738?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8961524894602524367/posts/default/5147519119429997738'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8961524894602524367/posts/default/5147519119429997738'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemulihangambardiri.blogspot.com/2011/09/pemulihan-dari-kecanduan-obat-bius.html' title='Pemulihan dari Kecanduan Obat Bius'/><author><name>Ray Maleke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04330152337456131654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhpenaftEeRhdTcOOGXD62gJBKfjFOV6Gr1X0Xf4UD4avD2DZyLxq3g_Vvk0iC5d32n4m0w3W12e6oF761Y_7tjVJzfymkDG7t1hdQLcB3n0Km9sisR4KplE6mH9NmXUA/s220/foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8961524894602524367.post-8838211180341602997</id><published>2011-07-26T08:25:00.000-07:00</published><updated>2011-07-26T08:42:02.419-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pemulihan dari Hasrat Homoseksual"/><title type='text'>14 Langkah Pemulihan bagi yang bergumul dengan Hasrat Homoseksual</title><content type='html'>&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol start=&quot;1&quot; style=&quot;margin-top: 0in;&quot; type=&quot;1&quot;&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: large;&quot;&gt;Kami mengaku bahwa kami tidak      berdaya menghadapi hasrat homoseksual kami, dan hidup kami tidak dapat      kami kendalikan lagi.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: large;&quot;&gt;Kami percaya akan kasih Allah, yang      mengampuni kami dan menerima kami tanpa memandang siapa kami dan apa yang      telah kami lakukan. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: large;&quot;&gt;Kami belajar untuk melihat suatu      maksud di balik penderitaan kami, bahwa kegagalan hidup kami tidak berada      di luar pengasihan Allah, yakni Dia yang sanggup mengubah kesusahan kami menjadi      kebaikan. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: large;&quot;&gt;Kami percaya bahwa Allah telah      mematahkan kuasa ikatan hasrat homoseksual atas diri kami, dan karena itu      Ia sanggup memulihkan kepribadian kami yang sejati. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: large;&quot;&gt;Kami telah menyadari bahwa kami      telah menerima kebohongan tentang diri kami sendiri, suatu ilusi yang      telah mengurung kami dalam identitas yang palsu. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: large;&quot;&gt;Kami belajar untuk mengklaim kenyataaan      sebenarnya dari hidup kami sebagai manusia, bahwa kami adalah bagian dari      ciptaan Allah yang dirancangNya sebagai hubungan antara perempuan dan      laki-laki, dan Allah memanggil kami untuk menemukan maksud penciptaanNya      itu di dalamNya melalui Yesus Kristus, sebagaimana iman kami memahamiNya. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: large;&quot;&gt;Kami menetapkan hati untuk      mempercayakan hidup kami ke dalam cinta kasih Allah dan untuk hidup dengan      iman, memuji Allah untuk identitas sejati baru kami yang belum kelihatan,      dengan keyakinan bahwa kami akan dapat melihatnya pada saat indah yang      ditetapkan Tuhan sendiri. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: large;&quot;&gt;Sebagai orang-orang yang telah      diampuni, yang bebas dari kutuk, kami mencari dan menyusun daftar hidup      moral kami tanpa takut, dengan ketetapan hati untuk menghancurkan rasa      takut, kebencian yang tersembunyi, dan rasa jijik terhadap dunia.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: large;&quot;&gt;Kami mengaku kepada Allah, kepada      diri kami sendiri, dan kepada seorang lain hakikat sebenarnya dari      kesalahan-kesalahan kami dan dengan rendah hati memohon Allah untuk      mengangkat kerusakan karakter kami. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: large;&quot;&gt;Kami bersedia meminta maaf dan      memperbaiki kesalahan yang telah kami lakukan kepada semua orang yang      telah kami sakiti ketika hal itu adalah bijaksana dan memungkinkan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: large;&quot;&gt;Kami menetapkan hati untuk tidak      lagi hidup dalam ketakutan akan dunia, percaya bahwa kendali Allah yang      berkemenangan mengubah semua yang melawan kami memihak pada kami, membawa keuntungan      dari nestapa yang kami hadapi, dan keteraturan dari bencana. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: large;&quot;&gt;Kami berketetapan hati untuk menjadi      dewasa dalam hubungan kami dengan laki-laki dan perempuan, belajar tentang      arti kemitraan yang setara, tidak mendominasi atau menghamba dalam      ketergantungan pada orang lain.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: large;&quot;&gt;Melalui doa yang berkeyakinan, dan hikmat      dari Firman Tuhan, kami mencari pertumbuhan yang berkelanjutan dalam      hubungan kami dengan &lt;br /&gt;
Allah dan dengan rendah hati menerima tuntunanNya dalam kehidupan kami.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: large;&quot;&gt;Dengan mengalami kebangkitan rohani,      kami membawa pesan ini kepada orang-orang yang bergumul dengan hasrat      homoseksual, dengan kasih yang tulus, tidak menuntut apa-apa, dan untuk      melakukan langkah-langkah ini dalam semua kegiatan kehidupan kami.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: large;&quot;&gt;Diterjemahkan dari 14 Steps Homosexuals Anonymous Fellowship Services&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: large;&quot;&gt;http://www.ha-fs.org/14-steps.htm&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemulihangambardiri.blogspot.com/feeds/8838211180341602997/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/8961524894602524367/8838211180341602997?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8961524894602524367/posts/default/8838211180341602997'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8961524894602524367/posts/default/8838211180341602997'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemulihangambardiri.blogspot.com/2011/07/14-langkah-pemulihan-bagi-yang-bergumul.html' title='14 Langkah Pemulihan bagi yang bergumul dengan Hasrat Homoseksual'/><author><name>Ray Maleke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04330152337456131654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhpenaftEeRhdTcOOGXD62gJBKfjFOV6Gr1X0Xf4UD4avD2DZyLxq3g_Vvk0iC5d32n4m0w3W12e6oF761Y_7tjVJzfymkDG7t1hdQLcB3n0Km9sisR4KplE6mH9NmXUA/s220/foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8961524894602524367.post-7497412136195343327</id><published>2011-07-21T19:18:00.000-07:00</published><updated>2011-07-26T08:26:51.260-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pemulihan dari Hasrat Homoseksual"/><title type='text'>Apakah Homoseksual Itu?</title><content type='html'>&lt;b&gt;Oleh Andrew Comiskey&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;Tingkah  laku homoseks adalah usaha untuk memenuhi kebutuhan normal dalam  mendapatkan kasih sayang, penerimaan dan identitas, melalui keintiman  seksual dengan orang yang berjenis kelamin sama. Walaupun faktor-faktor  yang menentukan perkembangan orientasi seksual merupakan hal yang  kompleks dan terselubung, pengalaman kami menunjukkan bahwa salah satu  akar utama dari homoseksualitas adalah hancurnya ikatan hubungan pada  masa kecil seseorang. Hubungan yang terputus ini mengganggu kemampuan  perkembangan dirinya untuk dengan sehat dapat berhubungan dengan orang  lain sepanjang hidupnya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;Rasa aman seorang anak  bergantung pada tiga hubungan; hubungan dengan ibunya, hubungan dengan  ayahnya, dan hubungan antara kedua orang tuanya. Segala sesuatu yang  mengganggu hubungan ini dapat menimbulkan perasaan tidak aman pada anak,  yang pada akhirnya menghilangkan perasaan dibutuhkan dan didukung yang  sebenarnya sangat vital bagi perkembangan identitas sebagai laki-laki  atau perempuan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;Bila anak tidak mendapatkan atau  bahkan tidak punya hubungan emosional dengan ayah atau ibunya, anak itu  akan mengalami perasaan tidak aman – ia merindukan kedekatan dan  perlindungan yang tidak didapatkannya dari orang tuanya. Atau akan lebih  buruk lagi bila ia pernah mengalami pelecehan seksual. Ia akan semakin  tidak mampu untuk membangun ikatan dengan orang lain.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;Seorang  anak bisa saja memisahkan diri dari orang tuanya atau orang dewasa lain  demi menghindarkan dirinya dari penderitaan atau kekecewaan. Keadaan  ini mungkin akan membuat ia takut akan keintiman, atau mengisolasikan  diri dari orang lain, atau iri hati akan hal-hal yang tak dimilikinya;  dan ini akan semakin menambah perasaan tidak berharga dan tertolak yang  sebelumnya sudah tersimpan di dalam dirinya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;Semua  situasi ini menimbulkan kebutuhan yang sangat besar akan dukungan  (afirmasi) dan kasih sayang. Biasanya ketertarikan dengan seks sejenis  mulai terjadi pada usia sepuluh tahun; hal ini karena emosi, bukan  karena keinginan seks dan tidak terjadi secara sukarela juga. Ketika  telah dewasa secara seksual, kebutuhan ini semakin menggebu dan erotis;  keintiman seksual menjadi sarana utama untuk mendapatkan perasaan  dicintai dan didukung. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;Akibatnya, perbuatan seks  memberikan rasa semu bahwa dia benar-benar diterima dan aman. Semua  yang mendatangkan kasih sayang diterima, orang yang memberikan kasih  sayang dijadikan idola, perasaan yang sakit ditutupi dengan kesenangan,  dan konsep diri sementara dibangkitkan – menjadi kelegaan sesaat dari  &amp;nbsp;kebingungan atas identitas diri.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Mendapatkan &lt;/b&gt;&lt;b&gt;Kelengkapan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;Jadi,  keadaan homoseksual merupakan sebuah akibat dari begitu banyaknya luka,  baik yang nyata atau pun hanya menurut persepsinya saja, yang dialami  anak karena adanya hubungan yang hancur. &amp;nbsp;Tingkah laku homoseks adalah  tindakan yang muncul karena “anak yang sakit hati” ini ingin  memenuhi kebutuhan kasihnya. Mungkin orang itu tidak menyadari bahwa  hubungan seksual tidak akan dapat memenuhi kebutuhan akan kelengkapan  dan keakraban antar sesama, yang merupakan kebutuhan yang paling  mendalam pada jiwa manusia.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;Hasil dari usaha  untuk memenuhi kebutuhan dengan cara hubungan homoseksual adalah  kesepian; orang itu akan semakin terpisah dan hancur dalam kesakitan.  Akibat lainnya adalah kebingungan emosi, menyalahkan Tuhan karena  perasaan terluka dan telah “menciptakan dirinya sebagai homoseksual”.  Semua ini menghalangi kemampuan orang yang mengalaminya untuk dapat  mempercayai Sang Pencipta dan merasakan keakraban yang telah disediakan  olehNya untuk memberikan kenyamanan dan perlindungan atas kebutuhan  terdalam yang&amp;nbsp; belum terpenuhi.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Apakah orang dengan hasrat homoseksual memang lahir begitu?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;Kitab  Suci mengajarkan bahwa Tuhan menginginkan laki-laki dan perempuan  mengalami hubungan yang utuh – yang menghindarkan dari kesepian –  melalui kesatuan dengan pasangan yang berlainan jenis dan merupakan  penolong yang sejati dan pasangan seumur hidup.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;“Maka  Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya…laki-laki dan  perempuan diciptakan-Nya mereka…TUHAN Allah berfirman: ‘Tidak baik,  kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong  baginya, yang sepadan dengan dia.’” (Kejadian 1:27, 2:18)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;Homoseksualitas  adalah hubungan yang salah, seperti dinyatakan dalam Kitab Suci,  &amp;nbsp;bertentangan dengan tujuan kreatif Tuhan atas seksualitas manusia.  Dengan demikian kita bisa pastikan bahwa homoseksualitas bukan hasil  dari penciptaan yang dilakukan oleh Tuhan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;Benarkah  terbentuk sebelum dilahirkan? Sangat banyak penelitian telah dilakukan  untuk melihat potensi genetis maupun peran hormon sebagai penyebab  homoseksualitas. Tidak satu pun yang terbukti. &amp;nbsp;Penelitian masih  berlanjut, dan hampir semua ahli menunjukkan bahwa berbagai hal yang  mempengaruhi itu adalah budaya, asal muasal keluarga, faktor biologis,  dan reaksi seseorang terhadap pengaruh-pengaruh&amp;nbsp; yang ada.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;Kami di Pelayanan &lt;i&gt;Desert Stream&lt;/i&gt;  (di Amerika Serikat) percaya bahwa faktor-faktor biologis memang  mempengaruhi pembentukan kepribadian seseorang. Kepribadian kita  kemudian menentukan sebagian dari bagaimana dan mengapa kita menanggapi  pengaruh yang ada di sekitar kita. Pada beberapa kepribadian, ditambah  faktor-faktor lain yang ada, mungkin memang ada kecenderungan untuk  sedikit lebih mudah berkembang ke arah homoseksual.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Adalah harapan untuk disembuhkan?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;Homoseksualitas  nyata sekali merupakan sebuah kondisi yang berlipat ganda. Dunia yang  rusak menimbulkan luka, ketakutan, kebingungan identitas dan  keterasingan.&amp;nbsp; Orang-orang bereaksi dengan mengambil pilihan yang  berdosa sebagai usaha untuk pulih dari kehancuran dan untuk mendapatkan  penghiburan di tengah deraan rasa sakit dan tekanan kebutuhan. Sayang  tujuannya tetap tidak tercapai; yang semula menjanjikan, ternyata  berakhir pada kenyataan yang sangat mengerikan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;Yesus  Kristus adalah sebuah pilihan jalan keluar. Yesus menyatakan  permasalahannya – yaitu manusia terbatas pada dirinya sendiri – dan  Yesus menawarkan sebuah jalan di mana kita bisa mendapatkan pemenuhan di  dalam Tuhan dan umatNya. Dengan melepaskan kita dari belenggu masa  lalu, Yesus membebaskan kita untuk hidup sebagai suatu ciptaan baru, dan  Roh Suci yang menjalankan semua perubahan yang terjadi dalam hidup kita  itu.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;Rahmat Yesus Kristus adalah cukup bagi  kita, kekuatanNya sangat sesuai dengan kelemahan kita. Ia menyediakan  sebuah dasar yang kuat bagi identitas kita yang baru – menjadi sebuah  pusat yang benar-benar nyata dan dapat dirasakan. Semakin kita dekat  denganNya, kita semakin dimampukan untuk memancarkan gambaranNya atas  kemanusiaan kita dan terus-menerus bertumbuh.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;Tujuan  dari pertumbuhan kita adalah kemerdekaan untuk mengasihi dengan benar:  Suatu hubungan yang intim namun bukan erotis (non-seksual) terhadap  manusia lain yang berjenis kelamin sejenis dengan kita, dan agar mampu  berhadapan dengan lawan jenis kelamin kita tanpa rasa ketakutan atau  ketidaksukaan.&amp;nbsp; Sebagaimana kami di Pelayanan &lt;i&gt;Desert Stream&lt;/i&gt;  yakin bahwa Yesus memberikan kasihNya kepada kita, kami merasakan juga  kekuatanNya mengalir dalam hidup kita dan dalam hidup mereka yang  merindukan kebebasan dari homoseksualitas.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sumber: http://www.pancarananugerah.org/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=21:apakah-homoseksual-itu&amp;amp;catid=24:-homoseksualitas&amp;amp;Itemid=26&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;
Lihat juga: &lt;a href=&quot;http://www.pancarananugerah.org/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=22%3Abuku-kecil-kerajaan-allah-dan-homoseksual&amp;amp;catid=24%3A-homoseksualitas&amp;amp;Itemid=26&amp;amp;showall=1&quot;&gt;Kerajaan Allah dan [Perilaku] Homoseksual&lt;/a&gt; oleh Andrew Comiskey&lt;br /&gt;
Kesaksian-kesaksian dari mereka yang bergumul dengan masalah homoseksualitas dapat ditemukan di www.pancarananugerah.org&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href=&quot;http://www.pancarananugerah.org/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=121:kesaksian-menjangkarkan-hidup-saya&amp;amp;catid=30:-pemulihan-dari-kecenderungan-homoseksual&amp;amp;Itemid=30&quot;&gt;Menjangkarkan Hidup Saya&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href=&quot;http://www.pancarananugerah.org/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=120:kesaksian-pribadi-menjangkau-melampaui-tembok&amp;amp;catid=30:-pemulihan-dari-kecenderungan-homoseksual&amp;amp;Itemid=30&quot;&gt;Menjangkau Melampaui Tembok&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href=&quot;http://www.pancarananugerah.org/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=117:diteror-kebohongan-ditangkap-oleh-kebenaran&amp;amp;catid=30:-pemulihan-dari-kecenderungan-homoseksual&amp;amp;Itemid=30&quot;&gt;Diteror Kebohongan-kebohongan, Ditangkap oleh Kebenaran&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href=&quot;http://www.pancarananugerah.org/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=109:hidup-ibarat-sebuah-perjalanan&amp;amp;catid=30:-pemulihan-dari-kecenderungan-homoseksual&amp;amp;Itemid=30&quot;&gt;Hidup Ibarat Sebuah Perjalanan&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href=&quot;http://www.pancarananugerah.org/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=78:pria-dalam-cermin-oleh-sy-rogers&amp;amp;catid=30:-pemulihan-dari-kecenderungan-homoseksual&amp;amp;Itemid=30&quot;&gt;Pria dalam Cermin oleh Sy Rogers&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href=&quot;http://www.pancarananugerah.org/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=45:kisah-kesaksian-yang-masih-akan-berlanjutan-oleh-cs&amp;amp;catid=30:-pemulihan-dari-kecenderungan-homoseksual&amp;amp;Itemid=30&quot;&gt;Kisah Kesaksian yang masih akan Berlanjut&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemulihangambardiri.blogspot.com/feeds/7497412136195343327/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/8961524894602524367/7497412136195343327?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8961524894602524367/posts/default/7497412136195343327'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8961524894602524367/posts/default/7497412136195343327'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemulihangambardiri.blogspot.com/2011/07/apakah-homoseksual-itu.html' title='Apakah Homoseksual Itu?'/><author><name>Ray Maleke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04330152337456131654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhpenaftEeRhdTcOOGXD62gJBKfjFOV6Gr1X0Xf4UD4avD2DZyLxq3g_Vvk0iC5d32n4m0w3W12e6oF761Y_7tjVJzfymkDG7t1hdQLcB3n0Km9sisR4KplE6mH9NmXUA/s220/foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8961524894602524367.post-3229178934057807176</id><published>2011-05-18T15:30:00.001-07:00</published><updated>2011-06-01T21:27:59.235-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Saran Untuk Pelaksanaan Pertemuan KP"/><title type='text'>Saran Untuk Pelaksanaan Pertemuan KP</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt; mso-outline-level: 3;&quot;&gt;Pertemuan dapat diadakan menurut waktu dan kesempatan yang tersedia bagi anggota-anggota sebuah KP. Ketika pertemuan menjadi lebih teratur, hal itu akan memberikan kesan berkesinambungan dan kestabilan dalam kelompok, yang&amp;nbsp; pada akhirnya berdampak positif pada proses pemulihan di dalam kelompok itu sendiri. Frekuensi pertemuan ditetapkan di dalam KP. &lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;Pertemuan dapat diadakan di rumah salah seorang peserta KP atau di tempat lainnya (mis. gereja, ruang kelas, dll). Karena isi pembicaraan menuntut kerahasiaan, alangkah baiknya tempat pertemuan dapat memberikan privasi kepada para peserta. &lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;Cara pelaksanaannya dapat disesuaikan dengan keadaan masing-masing KP. Sebagai usulan format, seorang moderator/pengarah dapat mengarahkan pertemuan kelompok. Inisiator dapat berperan sebagai pengarah dalam KP (moderator bukan pemimpin). Jika disetujui bersama, anggota KP dapat bergilir menjadi moderator. &lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;Pada hari pertemuan, moderator kelompok dapat berinisiatif menelfon mereka yang belum ada jika mereka tidak memberitahu sebelumnya tidak akan hadir. &amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;Pertemuan dijadwalkan satu jam (atau disesuaikan dengan kebutuhan). Pertemuan diawali dengan doa, kemudian dilanjutkan dengan membaca &lt;a href=&quot;http://pemulihangambardiri.blogspot.com/search/label/8%20Prinsip%20Pemulihan%20Celebrate%20Recover&quot;&gt;Delapan Prinsip CR&lt;/a&gt; dan ayat-ayat paralelnya atau &lt;a href=&quot;http://pemulihangambardiri.blogspot.com/2010/04/dua-belas-langkah-dan-prinsip-prinsip.html&quot;&gt;12 Langkah AA&lt;/a&gt; dengan ayat-ayat paralelnya di dalam Alkitab. &lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;Setelah itu, membaca bersama-sama &lt;a href=&quot;http://pemulihangambardiri.blogspot.com/2010/01/doa-ketentraman-jiwa.html&quot;&gt;Doa Ketentraman Jiwa&lt;/a&gt;. Waktu yang tersedia kemudian digunakan untuk membahas materi yang bertujuan untuk membantu kita memahami hakikat kecanduan kita dan membuka diri pada pemulihan yang berasal dari Tuhan. &lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;Dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, setiap orang diberikan keluasan untuk menanyakan kepada kelompok jika pertanyaan tersebut kurang jelas, atau mengatakan “pass” jika ada yang belum memiliki jawaban. &lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;Setiap pertemuan diakhiri dengan doa. Doa adalah elemen yang sangat penting dalam proses pemulihan, karena di dalam doa terkandung hasrat untuk berbicara kepada Tuhan. Setiap anggota dapat merasa bebas untuk memimpin doa pada awal atau akhir pertemuan. Pemimpin/pembawa doa hendaklah TIDAK ditunjuk, melainkan secara sukarela melakukannya atas inisiatif pribadi.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;Dalam setiap pertemuan KP baiklah kita bersikaplah terbuka pada pimpinan Roh Kudus. Tentang bagaiman Ia turut mengarahkan jalannya pertemuan, dan menggugah hati orang untuk membagikan apa yang ia rasakan. Ketika seseorang membagikan apa yang selama ini terpendam di dalam hatinya, maka saat itu adalah saat yang penting bagi yang lain untuk mendengarkan. Jangan sampai kekuatiran akan waktu atau menyelesaikan materi justru menghalangi kita untuk mendukung orang lain untuk benar-benar mengalami pemulihan yang sementara Tuhan kerjakan di dalam diri masing-masing pribadi di dalam kelompok.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;Perlu diingat bahwa model pelaksanaan pertemuan ini hanyalah sebagai usulan. Setiap kelompok harus menentukan apa yang sesuai dengan keberadaan kelompok itu. Jangan sampai membuat suatu “peraturan” yang hanya mengurangi semangat/menghalangi individu atau kelompok itu sendiri dalam proses pemulihan. &lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemulihangambardiri.blogspot.com/feeds/3229178934057807176/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/8961524894602524367/3229178934057807176?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8961524894602524367/posts/default/3229178934057807176'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8961524894602524367/posts/default/3229178934057807176'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemulihangambardiri.blogspot.com/2011/05/saran-untuk-pelaksanaan-pertemuan-kp.html' title='Saran Untuk Pelaksanaan Pertemuan KP'/><author><name>Ray Maleke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04330152337456131654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhpenaftEeRhdTcOOGXD62gJBKfjFOV6Gr1X0Xf4UD4avD2DZyLxq3g_Vvk0iC5d32n4m0w3W12e6oF761Y_7tjVJzfymkDG7t1hdQLcB3n0Km9sisR4KplE6mH9NmXUA/s220/foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8961524894602524367.post-6460875386520096203</id><published>2011-05-18T15:15:00.000-07:00</published><updated>2011-05-29T10:20:35.106-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Bagaimana Membentuk Kelompok Pemulihan?"/><title type='text'>Bagaimana Membentuk Kelompok Pemulihan?</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt; mso-outline-level: 3;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;Bagaimana memulai sebuah KP tergantung dari situasi di mana ada orang-orang yang ingin memulai kelompok itu. &lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;Ada kelompok pemulihan yang menyatakan bahwa kelompok mereka terbuka bagi siapa saja yang mencari pemulihan dari kecanduan. Dalam hal ini pengorganisasian bersifat umum dan terbuka. &lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;Ada juga yang menekankan perlunya bersikap selektif dalam menyampaikan keberadaan kelompok itu kepada orang-orang. Mereka tidak ingin terjebak dengan banyaknya orang yang ingin menjadi anggota, tetapi kebanyakan di antaranya hanya ingin tahu apa yang dialami orang lain, atau hanya ingin mencari muka saja, atau bahkan bermaksud melihat kemungkinan menyalurkan prilaku kecanduannya dengan orang yang datang ke pertemuan. Bagi mereka orang-orang seperti ini hanya akan membelokkan tujuan utama dari kelompok pemulihan. &lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;Sebuah Kelompok Pemulihan dapat dimulai dengan seorang yang terbeban untuk menghadirkan wadah pelayanan yang menolong orang-orang dengan pergumulan kecanduan. &lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;Sebagai contoh:&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;Penggagas KP mengirimkan email kepada komunitas di mana ia tinggal, menanyakan jika ada yang tertarik membentuk sebuah KP. &lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;Ia kemudian menghubungi mereka yang tertarik untuk bergabung untuk menentukan waktu bertemu. Pada pertemuan pertama itu didiskusikan tentang apa dan bagaimana kelompok pemulihan itu, panduan yang akan dipakai, serta peraturan-peraturan dalam kelompok. &lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;Setelah itu dibicarakan tentang waktu dan tempat pelaksanaan bagi yang ingin berpartisipasi lebih jauh.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;KP dapat dibedakan menjadi KP Terfokus atau KP Terbuka. Kelompok Pemulihan terfokus tersedia untuk orang-orang yang mengalami pergumulan dengan perilaku kecanduan spesifik, seperti alkohol, obat terlarang, pornografi, dll. Sedangkan KP Terbuka tersedia untuk semua orang yang mengalami pergumulan yang berbeda-beda, apakah menyangkut perilaku kecanduan, atau permasalahan hidup lainnya, misalnya depresi, mudah marah, dsb. &lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;Materi yang tersedia dapat disesuaikan dengan situasi yang ada. Celebrate Recovery adalah contoh materi yang dapat diaplikasikan secara umum. Perlu diketahui bahwa kecanduan kita sebenarnya bukan inti dari apa yang kita hadapi, melainkan apa yang menyebabkan atau memicu perilaku kecanduan itu. Ketika kita pelajari bersama, maka masalah-masalah kecanduan, depresi, gangguan emosional, dsb. berkaitan dengan naluri-naluri kita (dan ditambah faktor-faktor lainnya) yang seringkali tanpa kita sadari menguasai kita.&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;Ketersamaran kembali diingatkan. Sebuah KP tidak boleh dihubungkan dengan nama orang (-orang) di dalam kelompok itu. KP tidak mempunyai pemimpin, melainkan seorang moderator yang mengarahkan pertemuan. Seorang inisiator (pemrakarsa) sebuah KP barangkali akan mendapat pertanyaan seperti: “&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;Siapa saja yang akan bergabung&lt;/i&gt;?” Pertanyaan ini dapat dijawab dengan: “&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;Sudah ada beberapa orang&lt;/i&gt; (jikalau memang sudah ada) &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;yang mengatakan tertarik, nanti bisa bertemu mereka pada pertemuan awal&lt;/i&gt;.” Jikalau yang bertanya masih ingin tahu juga siapa-siapa yang akan datang, maka pemrakarsa itu dapat mengatakan, “&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;Itu rahasia/konfidensial&lt;/i&gt;.” atau “&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;Sori, konfirmasinya nanti pada pertemuan awal&lt;/i&gt;.” Langkah ini dengan sendirinya dapat memberikan rasa aman kepada mereka yang kemudian memutuskan untuk bergabung. &lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;Rasa aman dan percaya di dalam sebuah KP sangat penting untuk menentukan efektifitas proses pemulihan mereka yang tergabung di dalamnya. Di dalam sebuah KP, setiap orang dapat mengungkapkan apa yang sedang digumulinya dengan terbuka, tanpa kuatir akan dihakimi oleh orang lain, atau kuatir apa yang diungkapkan diketahui orang lain di luar kelompok itu. Confidentiality (kerahasiaan) adalah hal yang sangat penting dalam setiap KP, dan yang perlu mendapat komitmen dari setiap anggota untuk menjaganya (pengecualian jika orang berangkutan hendak menyakiti diri sendiri atau orang lain.) &lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;Untuk informasi lebih jauh tentang cara pelaksanaan pertemuan dapat dilihat di Saran Untuk Pelaksanaan Pertemuan. &lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemulihangambardiri.blogspot.com/feeds/6460875386520096203/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/8961524894602524367/6460875386520096203?isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8961524894602524367/posts/default/6460875386520096203'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8961524894602524367/posts/default/6460875386520096203'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemulihangambardiri.blogspot.com/2011/05/bagaimana-membentuk-kelompok-pemulihan.html' title='Bagaimana Membentuk Kelompok Pemulihan?'/><author><name>Ray Maleke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04330152337456131654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhpenaftEeRhdTcOOGXD62gJBKfjFOV6Gr1X0Xf4UD4avD2DZyLxq3g_Vvk0iC5d32n4m0w3W12e6oF761Y_7tjVJzfymkDG7t1hdQLcB3n0Km9sisR4KplE6mH9NmXUA/s220/foto.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8961524894602524367.post-8475104541056577204</id><published>2011-05-18T14:46:00.001-07:00</published><updated>2011-05-29T10:20:06.686-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Prinsip-Prinsip AA dalam Kelompok Pemulihan"/><title type='text'>Prinsip-Prinsip AA dalam Kelompok Pemulihan</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt; mso-outline-level: 3;&quot;&gt;Sebuah kelompok yang dimaksudkan sebagai wadah saling menopang dalam mengadapi perilaku kecanduan dapat disebut sebagai Kelompok Pemulihan (KP) dengan melihat bahwa proses pemulihan merupakan proses pertumbuhan, yaitu proses yang tidak terjadi dalam sekejap mata, melainkan sebuah proses. &lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;Dua orang atau lebih yang bertemu untuk saling mendukung dan mendorong satu sama lain dalam pemulihan dari kecanduan dapat disebut sebagai sebuah KP.&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Perlu ditekankan bahwa menghadapi kecanduan bersama orang lain adalah cara yang terbaik untuk keluar dari padanya. &lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;Pertemuan dapat diadakan menurut waktu dan kesempatan masing-masing. Alangkah baiknya jika KP dilaksanakan secara teratur, sehingga memberikan kesan berkesinambungan dan kestabilan dalam pertemuan kelompok. &lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;Salah satu ciri dari pertemuan Kelompok 12 Langkah, seperti yang dirumuskan menjadi salah satu tradisinya, adalah kerahasiaan. Tujuannya adalah menjaga supaya kelompok ini tidak dipengaruhi oleh kepentingan-kepentingan luar, atau “dimanfaatkan” oleh mereka yang berada di dalamnya sehingga membahayakan keberadaan kelompok. Kerahasiaan dilihat sebagai salah satu alasan yang telah membuat kelompok-kelompok AA (Alcoholic Anonymous) bertahan bahkan terus bertumbuh sampai saat ini. &lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;Seperti halnya kelompok AA, perlu disetujui bersama bahwa keberadaan KP penting sebagai wadah pemulihan bagi banyak orang, itu sebabnya upaya perlindungannya perlu diutamakan. Mereka yang membentuk KP hendaklah tidak menggunakan KP untuk mencari ketenaran atau meminta sumbangan dalam bentuk apapun karena dengan demikian bisa membelokkan KP dari tujuannya yang sebenarnya. KP harus bisa menopang diri sendiri untuk diri sendiri. &lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;Hal-hal di atas ini sesuai dengan Twelve Tradition AA:&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt 6pt; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list .5in; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;1.&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Kesejahteraan kita bersama harus diutamakan; pemulihan secara pribadi tergantung dari keutuhan AA. &lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt 6pt; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list .5in; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;2.&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Untuk pencapaian maksud dari kelompok kita, maka hanya ada satu otoritas yang pasti – yaitu Allah Pengasih yang menyatakan diriNya menurut pemahaman nurani kelompok kita. Pemimpin-pemimpin kita hanyalah pelayan-pelayan yang mendapatkan kepercayaan itu; mereka tidak memerintah. &lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt 6pt; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list .5in; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;3.&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Satu-satunya persyaratan untuk menjadi anggota AA adalah keinginan untuk berhenti minum. &lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt 6pt; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list .5in; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;4.&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Setiap kelompok harus mandiri (otonom) [dalam pengambilan keputusan], kecuali dalam hal-hal yang mempengaruhi kelompok lain atau AA secara keseluruhan. &lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt 6pt; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list .5in; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;5.&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Setiap kelompok hanya mempunyai satu tujuan – meneruskan pesan pemulihan kepada para pencandu alkohol yang masih menderita. &lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt 6pt; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list .5in; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;6.&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Sebuah kelompok AA tidak boleh mendukung, membiayai, atau meminjamkan nama AA kepada institusi berkaitan atau perusahaan luar, supaya jangan sampai masalah uang, properti, dan reputasi membelokkan kita dari tujuan yang utama kita. &lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt 6pt; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list .5in; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;7.&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Setiap kelompok AA harus bisa secara penuh mendukung kelompoknya sendiri, tidak menerima sumbangan dari luar. &lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt 6pt; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list .5in; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;8.&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;AA harus senantiasa tetap sebagai non-profesional, akan tetapi pusat pelayanan kami bisa mempekerjakan pekerja khusus. &lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt 6pt; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list .5in; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;9.&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;AA, seperti demikian, tidak boleh dibentuk; tetapi kami bisa membentuk badan pembantu atau panitia yang bertanggung jawab langsung pada yang mereka layani. &lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt 6pt; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list .5in; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;10.&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;AA tidak memiliki pendapat mengenai masalah luar; karena itu nama AA tidak boleh dilibatkan dalam perdebatan publik. &lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt 6pt; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list .5in; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;11.&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Kebijakan dalam hal hubungan masyarakat kita didasarkan pada ketertarikan dan bukan promosi; kita selalu perlu mempertahankan ketersamaran pribadi ketika berbicara pada media, radio, dan film-film. &lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt 6pt; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list .5in; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;12.&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Ketersamaran merupakan dasar rohaniah bagi semua tradisi kita, selalu mengingatkan kita untuk senantiasa menempatkan prinsip-prinsip terlebih dahulu kemudian pribadi-pribadi.&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;Prinsip-prinsip yang diterapkan dalam AA ini dapat menjadi acuan dalam pelaksanaan KP, karena telah terbukti efektif baik dalam kelanjutan organisasi maupun efektifitas pencapaian tujuan kelompok, yaitu pemulihan bagi anggota-anggotanya. &lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemulihangambardiri.blogspot.com/feeds/8475104541056577204/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/8961524894602524367/8475104541056577204?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8961524894602524367/posts/default/8475104541056577204'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8961524894602524367/posts/default/8475104541056577204'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemulihangambardiri.blogspot.com/2011/05/prinsip-prinsip-aa-dalam-kelompok.html' title='Prinsip-Prinsip AA dalam Kelompok Pemulihan'/><author><name>Ray Maleke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04330152337456131654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhpenaftEeRhdTcOOGXD62gJBKfjFOV6Gr1X0Xf4UD4avD2DZyLxq3g_Vvk0iC5d32n4m0w3W12e6oF761Y_7tjVJzfymkDG7t1hdQLcB3n0Km9sisR4KplE6mH9NmXUA/s220/foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8961524894602524367.post-4382159644816949456</id><published>2011-05-18T14:23:00.001-07:00</published><updated>2011-05-18T14:30:11.662-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Apa itu Kelompok Pemulihan?"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kelompok Pemulihan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pemulihan dari Kecanduan"/><title type='text'>Apa itu Kelompok Pemulihan?</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;Suatu penemuan yang luar biasa tentang bagaimana memperoleh hidup yang dipulihkan. Sekelompok orang yang menamakan dirinya Oxford Group mendapati bahwa pemulihan dari kecanduan alkohol dapat terjadi ketika seseorang mengalami kebangkitan rohani dan bersama-sama dengan orang lain mempraktekkan langkah-langkah pemulihan yang kemudian dirumuskan oleh Alcoholics Anonymous (AA) menjadi 12 langkah. Muncul kemudian Celebrate Recovery, sebuah kelompok pemulihan Kristen, mengemukakan delapan prinsip pemulihan alkitabiah berdasarkan Khotbah Di Bukit (Matius 5) yang paralel dengan 12 langkah AA. &lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;Di Indonesia kelompok-kelompok AA sudah bisa ditemukan di beberapa kota besar, termasuk kelompok-kelompok pemulihan lainnya yang mengadopsi pendekatan AA untuk masalah kecanduan spesifik lainnya. Demikian juga Celebrate Recovery mulai meluas untuk menyampaikan berita pemulihan bagi mereka yang sedang terkungkung dalam gelapnya berbagai bentuk kecanduan. Pemulihan Gambar Diri (PGD) adalah salah satu blog yang berkerinduan melanjutkan penemuan mereka itu melalui Kelompok Pemulihan (KP). &lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;KP adalah &lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;wadah pemulihan yang dibentuk secara sukarela dan mandiri oleh orang perorangan yang sedang bergumul dengan masalah kecanduan demi mendapatkan topangan dan dukungan dalam menghadapi masalah kecanduan yang sementara dihadapi&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;. Sebelumnya, banyak orang telah menyangsikan jikalau sekelompok pecandu minuman keras dapat mengorganisir suatu gerakan pemulihan yang akuntable, namun AA telah membuktikannya. Mereka telah membuktikan bahwa dengan mengakui Allah yang Mahakasih dan mengambil langkah-langkah dalam proses pemulihan, maka seseorang dapat hidup lepas dari kecanduannya, dan membantu orang lain untuk mengalami hal yang sama. &lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;Untuk maksud yang sama itu, PGD berkomitmen untuk membagikan pengalaman serta menyediakan bahan-bahan materi yang dapat diakses dengan mudah dan gratis, sehingga kabar baik ini dapat dilanjutkan kepada orang-orang yang masih sedang menderita oleh karena kecanduan.&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;Dalam konteks Indonesia KP dapat diselenggarakan sebagai pertemuan kelompok dalam gereja atau antar gereja (antardenominasi), atau lepas dari hubungan secara langsung dengan denominasi gereja (masyarakat). Dapat pula diselenggarakan di sekolah, kampus-kampus dan universitas.&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Namun hal yang sangat penting untuk diingat senantiasa adalah tujuan utama dari sebuah KP yaitu menjadi suatu wadah pemulihan bagi mereka yang sedang menderita oleh karena kecanduan mereka. Janganlah tujuan ini dinodai dengan upaya-upaya lainnya, sebaik apapun tujuan itu. &lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;Dua orang atau lebih yang bertemu untuk saling mendukung dan mendorong satu sama lain dalam pemulihan dari kecanduan dapat disebut sebagai sebuah KP.&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Perlu ditekankan bahwa menghadapi kecanduan bersama-sama adalah cara yang terbaik untuk keluar dari padanya. &lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;Semua orang yang sedang bergumul dengan kecanduan dapat menjadi anggota sebuah KP, sejauh orang itu berkehendak untuk menghentikan perilaku kecanduannya (Tradisi 3 AA).&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemulihangambardiri.blogspot.com/feeds/4382159644816949456/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/8961524894602524367/4382159644816949456?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8961524894602524367/posts/default/4382159644816949456'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8961524894602524367/posts/default/4382159644816949456'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemulihangambardiri.blogspot.com/2011/05/apa-itu-kelompok-pemulihan.html' title='Apa itu Kelompok Pemulihan?'/><author><name>Ray Maleke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04330152337456131654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhpenaftEeRhdTcOOGXD62gJBKfjFOV6Gr1X0Xf4UD4avD2DZyLxq3g_Vvk0iC5d32n4m0w3W12e6oF761Y_7tjVJzfymkDG7t1hdQLcB3n0Km9sisR4KplE6mH9NmXUA/s220/foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8961524894602524367.post-6921111461359621414</id><published>2011-05-04T17:54:00.000-07:00</published><updated>2011-10-04T17:55:43.914-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="pemulihan dari kecanduan alkohol"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tanda-Tanda Kecanduan Alkohol"/><title type='text'>Tanda-Tanda Kecanduan Alkohol</title><content type='html'>Seorang yang saya kenal mati karena alkohol. Sungguh tragis. Ia  menghancurkan reputasinya, membuat rumah tangganya berantakan, dan  menjadikan hidupnya benar-benar seperti sebuah neraka. Ia tahu bahwa  alkohol telah merampas semua yang indah di dalam hidupnya, namun mengapa  justru botol itu menjadi cinta utamanya, seakan tanpa isinya ia tak  dapat hidup lagi. Contoh ini menggambarkan seorang yang telah kecanduan  alkohol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kecanduan alkohol bearti ketidak-mampuan untuk  berhenti minum minuman alkohol padahal perilaku tersebut telah  menyebabkan hadirnya berbagai dampak negatif terhadap kesehatan pribadi  maupun hubungannya dengan orang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanda-tanda kecanduan alkohol adalah:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
• toleransi yaitu meningkatkan kadar alkohol untuk memperoleh efek yang diharapkan;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
• withdrawal, yaitu perasaan tak nyaman ketika tidak minum minuman berakohol;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
• cenderung minum lebih dari yang diinginkan (ketika mulai minum sudah sulit untuk berhenti);&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
• tidak bisa menghindar dari minum minuman keras dan tak bisa berhenti;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
• melewatkan banyak waktu untuk minum minuman keras;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
• lebih memilih untuk minum dari pada melakukan kegiatan atau tanggung jawab lainnya;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
•  tidak berhenti minum sekalipun telah diperhadapkan dengan masalah  kesehatan, hubungan dengan orang lain menjadi tidak harmonis, pekerjaan  atau sekolah terganggu akibat dari minum minuman keras.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemulihangambardiri.blogspot.com/feeds/6921111461359621414/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/8961524894602524367/6921111461359621414?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8961524894602524367/posts/default/6921111461359621414'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8961524894602524367/posts/default/6921111461359621414'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemulihangambardiri.blogspot.com/2011/05/tanda-tanda-kecanduan-alkohol.html' title='Tanda-Tanda Kecanduan Alkohol'/><author><name>Ray Maleke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04330152337456131654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhpenaftEeRhdTcOOGXD62gJBKfjFOV6Gr1X0Xf4UD4avD2DZyLxq3g_Vvk0iC5d32n4m0w3W12e6oF761Y_7tjVJzfymkDG7t1hdQLcB3n0Km9sisR4KplE6mH9NmXUA/s220/foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8961524894602524367.post-8577473883671521194</id><published>2011-03-03T16:51:00.000-08:00</published><updated>2011-03-03T16:52:26.670-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Biarkan Diri Anda Berduka"/><title type='text'>Biarkan Diri Anda Berduka</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none; clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiaktA3bPGpEAZhEgjBAB7MwquVby0UguDo3fLGC7B9qmp7cDV4X324udOwxFuQf8pfRkRP1FRPVVk9Oe0HZK1PZRM7VCRfkbPqT8rZLZi14QVvIODWCrf4qHd0vd8qmG9eKSa4ZfOslqVF/s1600/62858783_7t3iKZQS.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; cssfloat: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; l6=&quot;true&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiaktA3bPGpEAZhEgjBAB7MwquVby0UguDo3fLGC7B9qmp7cDV4X324udOwxFuQf8pfRkRP1FRPVVk9Oe0HZK1PZRM7VCRfkbPqT8rZLZi14QVvIODWCrf4qHd0vd8qmG9eKSa4ZfOslqVF/s320/62858783_7t3iKZQS.jpg&quot; width=&quot;256&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;Dukacita sepeninggal seorang yang berarti dalam hidup kita adalah hal yang wajar. Kita jangan merasa malu atau berpikir bahwa kita kurang beriman, apabila bila kesedihan atau amarah muncul di dalam diri kita karena seorang yang kita cintai telah berpulang. &lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;Sebuah ungkapan bijaksana bagi mereka yang sedang berduka adalah: “Biarkan diri Anda berduka.” &lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;Kadang kala kita ingin memberi kesan bahwa kita kuat kepada orang lain, termasuk menyenangkan mereka yang berkata kepada kita: “Sudahlah, jangan lagi bersedih.” Namun akan lebih berguna bagi kita apabila kita mengakui pada diri kita sendiri dan orang lain bahwa kita “sedang berduka.”&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;Kita tidak bisa mengingkari rasa dukacita. Tidak dengan menyibukkan diri kita, tidak pula dengan menganggapnya tidak ada. Kita perlu mengingat bahwa dukacita adalah bagian dari hidup, baik laki-laki atau perempuan, dan perlu waktu untuk melewatinya. &lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;Ketika sedang berduka, kita perlu memahami bahwa diri kita sedang menghadapi proses yang rumit. Berbagai tekanan emosi akan kita rasakan, dan sering kali semua itu mempengaruhi pekerjaan dan hubungan kita dengan orang lain. Kita perlu mengetahui bahwa ada berbagai macam perasaan yang dapat menyertai rasa dukacita: kesedihan, amarah, rasa sepi, rasa kehilangan, rasa bersalah, rasa tidak berdaya, mengasihani diri sendiri, depresi, frustrasi, bahkan iman kita terasa lemah. Namun dalam hal-hal itu, hendaklah kita tetapi yakin bahwa pada waktunya dukacita yang kita alami akan tergantikan dengan sukacita yang berasal dari Tuhan. &lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;Menghadapi rasa dukacita berarti kita menerima bahwa kita telah kehilangan. Bagi sebagian orang dukacita dapat berlangsung selama setahun atau dua tahun, ada yang memakan waktu lebih. Berilah diri kita untuk melaluinya dengan tabah. &lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;Temukanlah dukungan dari orang-orang disekitar kita, teristimewa mereka yang telah melalui hal ini. Mereka mengerti ketika air mata mengalir di pipi kita, dan mereka tahu bahwa membiarkan diri kita menangis meringankan rasa sedih di dalam hati kita. Jangan takut untuk menangis, Tuhan merancangkan air mata juga untuk membantu kita menghadapi rasa dukacita. &lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;Jika kita mendapati amarah membungkus rasa dukacita kita, biarkanlah amarah itu mengalir keluar. Jangan kita memendamnya di dalam hati. Ungkapkanlah amarah kita itu dalam kata-kata yang nyaring, dan jikalau melempar batu ke laut dapat mengekspresikan amarah kita, lakukanlah. Sampaikan juga amarah kita kepada Tuhan, Tuhan memahami semua itu. Dengan mengakui amarah kita, kita membuka jalan untuk memberi pengampunan. Pengampunan adalah cara kita membuka tangan untuk menerima kedamaian bagi diri kita sendiri. &lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none; margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjOMkXVAZ2qj9qNLNd2xeOI32Eqzs34B8fzgpPPkS8qotMbvcpb9WFVdL6II7t3bhTI8NPNu0u3h4qqHd43_iIY61zU0Kgkj0NvAC_IMtuBwb7JorAuDQbUFbvOgN8ZSTr5_1Rnx2kSyQGS/s1600/compassion_user_photo_large.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; cssfloat: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; l6=&quot;true&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjOMkXVAZ2qj9qNLNd2xeOI32Eqzs34B8fzgpPPkS8qotMbvcpb9WFVdL6II7t3bhTI8NPNu0u3h4qqHd43_iIY61zU0Kgkj0NvAC_IMtuBwb7JorAuDQbUFbvOgN8ZSTr5_1Rnx2kSyQGS/s1600/compassion_user_photo_large.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Jika rasa dukacita kita membuat kita merasa depresi, kita perlu memahami bahwa hari-hari kita akan terasa sangat sulit, namun teruslah maju. Hargailah sekalipun hal-hal kecil yang kita lakukan setiap hari. Perlakukan diri kita seperti apa yang akan kita lakukan kepada orang lain yang mengalami apa yang kita alami, dan temuilah orang yang dapat mendengarkan keluhan kita, dan memberi kita support. &lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none; margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none; margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;Akan datang saatnya di mana luka di dalam hati kita akan penuh terbalut, dan kenangan-kenangan yang menggugah rasa dukacita kita, akan menjadi rasa terima kasih dan penghargaan akan kenangan-kenangan itu, serta orang yang telah menjadi bagian penting dalam hidup kita. &lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none; margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;Karena Tuhan memahami apa arti dukacita. Itu sebabnya kita bisa meminta seperti Pemazmur: Jiwaku menangis karena duka hati, teguhkanlah aku sesuai dengan firman-Mu. Maz 119:28.&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none; margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none; margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none; margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none; margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;Diadaptasi dari: &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;Giving Yourself Permission to Grieve&lt;/i&gt; by Carol Luebering &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemulihangambardiri.blogspot.com/feeds/8577473883671521194/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/8961524894602524367/8577473883671521194?isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8961524894602524367/posts/default/8577473883671521194'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8961524894602524367/posts/default/8577473883671521194'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemulihangambardiri.blogspot.com/2011/03/biarkan-diri-anda-berduka.html' title='Biarkan Diri Anda Berduka'/><author><name>Ray Maleke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04330152337456131654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhpenaftEeRhdTcOOGXD62gJBKfjFOV6Gr1X0Xf4UD4avD2DZyLxq3g_Vvk0iC5d32n4m0w3W12e6oF761Y_7tjVJzfymkDG7t1hdQLcB3n0Km9sisR4KplE6mH9NmXUA/s220/foto.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiaktA3bPGpEAZhEgjBAB7MwquVby0UguDo3fLGC7B9qmp7cDV4X324udOwxFuQf8pfRkRP1FRPVVk9Oe0HZK1PZRM7VCRfkbPqT8rZLZi14QVvIODWCrf4qHd0vd8qmG9eKSa4ZfOslqVF/s72-c/62858783_7t3iKZQS.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8961524894602524367.post-5728428012711156088</id><published>2010-12-30T17:43:00.000-08:00</published><updated>2011-03-03T16:52:57.712-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pemulihan dari Kecanduan"/><title type='text'>Pemulihan Dari Kecanduan</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;Apakah Anda rindu menemukan ketenangan di dalam hidup Anda? Apakah perilaku kecanduan Anda menghalangi Anda untuk merasakan ketenangan yang Anda dambakan? Berbesar hatilah, tidak ada pencobaan yang melebihi kekuatan kita. &lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;Pertama-tama yang perlu Anda ketahui adalah banyak orang di dunia ini menghadapi masalah yang sama, dan banyak pula di antara mereka yang telah menikmat ketenangan yang mereka dambakan. Ada berbagai macam cerita yang mereka punya, di antaranya adalah tentang pertemuan mereka dengan program 12 Langkah Pemulihan dan Celebrate Recovery. Barangkali cerita ini juga milik Anda. &lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;12 Langkah Pemulihan adalah langkah-langkah yang dirumuskan oleh pendiri kelompok Alcoholics Anonymous (AA) -- (Pecandu Alkohol Tersamar) -- yang mereka temukan dapat membantu para pecandu minuman keras untuk hidup &lt;i&gt;sober&lt;/i&gt; (&lt;i&gt;sobriety&lt;/i&gt; = keadaan yang tidak mabuk); bebas minuman keras.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;Rayakan Pemulihan adalah delapan langkah pemulihan yang didasarkan pada Khotbah Di Bukit (Matius 5) serta paralelnya dengan 12 langkah pemulihan AA. &lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;Kedua metode di atas telah diadaptasi untuk diterapkan dalam kelompok-kelompok pemulihan yang berbeda-beda, seperti kecanduan narkotik, makanan, seks, pornografi, homoseksualitas, dsb. &lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;Ungkapan &quot;langkah-langkah&quot; bisa dengan gampang disalah mengerti, seolah-olah hal ini seperti suatu mekanisme kaku di mana seorang memulai dari langkah pertama, kemudian kedua, dst. Namun jika dilihat lebih dekat, maka pembagiannya ke dalam langkah-langkah ini adalah sebagai penggambaran yang lebih sederhana dari suatu proses yang kompleks. Bandingkan dengan proses seekor ulat menjadi kupu-kupu. Kita katakan dari telur-ulat-kepompong-kupu-kupu. Kita mengenal tahapan-tahapannya, namun pada dasarnya ini adalah suatu proses menyeluruh. &lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;Hal yang sama dengan langkah-langkah pemulihan. Semua langkah-langkah ini adalah sebuah proses menyeluruh yang tumpang-tindih satu dengan yang lain. Semuanya berproses ketika kita memberi diri masuk dalam proses pemulihan. &lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;Gerald May (&lt;i&gt;Addiction and Grace&lt;/i&gt;, 2005) tidak berlebihan ketika ia mengatakan bahwa semua orang mengalami kecanduan. “Kita semua memiliki kecanduan dengan perilaku tertentu, benda-benda tertentu, atau orang-orang tertentu” (h. 3).&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;Hal ini tidak dimaksudkan untuk mengurangi gunung permasalahan yang dialami oleh mereka yang mengalami kecanduan minuman keras, narkotika, seks, pornografi, homoseksualitas, atau yang lainnya. May menekankan bahwa “kecanduan adalah kekuatan fisik terbesar yang melawan hasrat manusia akan Allah (h. 4) dan membuat kita menjadikan objek kecanduan kita sebagai berhala (h. 4). &lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;Namun demikian, menurut May, sekalipun kecanduan merupakan musuh terbesar kita, namun kecanduan dapat menolong kita untuk hidup dalam kasih karunia. Kita memahami kasih karunia Allah yang melimpah itu ketika kita bergumul menghadapi kecanduan (h. 118), dan di mana ada kasih karunia di situ juga ada harapan (h. 5).&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;Perlu kita sadari bersama bahwa kecanduan merupakan suatu keadaan yang kompleks dengan sebab-sebabnya yang kompleks pula. Dengan menyadari kompleksitasnya seseorang dapat terbantu dalam proses pemulihannya. &lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Program 12 Langkah dan Celebrate Recovery dapat membantu kita untuk memahami bentuk kecanduan kita, kebutuhan kita akan anugerah Allah, dan pemulihan yang hanya dapat kita peroleh dengan pertolongan Tuhan. &lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemulihangambardiri.blogspot.com/feeds/5728428012711156088/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/8961524894602524367/5728428012711156088?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8961524894602524367/posts/default/5728428012711156088'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8961524894602524367/posts/default/5728428012711156088'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemulihangambardiri.blogspot.com/2010/12/pemulihan-dari-kecanduan.html' title='Pemulihan Dari Kecanduan'/><author><name>Ray Maleke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04330152337456131654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhpenaftEeRhdTcOOGXD62gJBKfjFOV6Gr1X0Xf4UD4avD2DZyLxq3g_Vvk0iC5d32n4m0w3W12e6oF761Y_7tjVJzfymkDG7t1hdQLcB3n0Km9sisR4KplE6mH9NmXUA/s220/foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8961524894602524367.post-317829589863071302</id><published>2010-12-25T19:01:00.000-08:00</published><updated>2010-12-25T19:02:01.946-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="8 Prinsip Pemulihan Celebrate Recover"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Celebrate Recovery Bahasa Indonesia"/><title type='text'>8 Prinsip Pemulihan Celebrate Recovery</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 10pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-style: italic; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Prinsip 1&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Mengaku bahwa saya bukan Tuhan, bahwa saya tidak berdaya dalam mengatasi kecenderungan saya untuk melakukan apa yang salah, dan hidup saya telah menjadi tidak terkendali. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%; mso-bidi-language: HE;&quot;&gt;Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah (Matius 5:3).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%; mso-bidi-language: HE;&quot;&gt;Prinsip 2&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Dengan sungguh-sungguh percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Ia mempedulikan saya, dan Ia berkuasa untuk memulihkan saya.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%; mso-bidi-language: HE;&quot;&gt; Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur (Matius 5:4).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%; mso-bidi-language: HE;&quot;&gt;Prinsip 3&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Secara sadar memilih untuk menyerahkan seluruh hidup dan kehendak saya ke dalam pemeliharaan dan kendali Tuhan Yesus.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%; mso-bidi-language: HE;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%; mso-bidi-language: HE;&quot;&gt;Berbahagialah orang yang lemah lembut (Matius 5:5).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%; mso-bidi-language: HE;&quot;&gt;Prinsip 4&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Dengan terbuka mengevaluasi diri dan mengakui kesalahan-kesalahan saya kepada Tuhan, kepada diri saya sendiri, dan kepada seorang yang saya percaya.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%; mso-bidi-language: HE;&quot;&gt; Berbahagialah orang yang suci hatinya (Matius 5:8).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%; mso-bidi-language: HE;&quot;&gt;Prinsip 5&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Dengan sukarela menerima perubahan yang Allah hendak kerjakan di dalam hidup saya dan dengan rendah hati memintaNya untuk mengangkat kerusakan karakter dalam diri saya. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%; mso-bidi-language: HE;&quot;&gt;Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran (Matius 5:6).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%; mso-bidi-language: HE;&quot;&gt;Prinsip 6&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Mengevaluasi semua hubungan saya dengan orang lain; mengampuni orang-orang yang telah menyakiti saya dan menebus kesalahan yang saya perbuat terhadap orang lain, kecuali jika untuk melakukannya akan menyakiti mereka atau orang lain. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%; mso-bidi-language: HE;&quot;&gt;Berbahagialah orang yang murah hatinya (Matius 5:7). Berbahagialah orang yang membawa damai (Matius 5:9). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Prinsip 7 &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Menyediakan waktu pribadi bersama Tuhan untuk mengevaluasi diri, membaca Alkitab dan berdoa supaya saya memperoleh pengenalan akan Allah serta kehendakNya di dalam hidup saya, dan untuk memperoleh kekuatan dalam menuruti kehendakNya. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Prinsip 8&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 0pt;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Menyerahkan diri saya untuk dipakai Tuhan menyampaikan Kabar Baik ini kepada orang lain, melalui teladan dan perkataan. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%; mso-bidi-language: HE;&quot;&gt;Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran (Matius 5:10).&lt;span style=&quot;mso-tab-count: 1;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;em&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Calibri;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;Untuk keterangan yang lebih lengkap tentang Celebrate Recovery&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-theme-font: minor-latin; mso-fareast-font-family: SimSun; mso-fareast-language: ZH-CN; mso-hansi-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;® &lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;silahkan lihat di &lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://www.celebraterecovery.com/&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;http://www.celebraterecovery.com/&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemulihangambardiri.blogspot.com/feeds/317829589863071302/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/8961524894602524367/317829589863071302?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8961524894602524367/posts/default/317829589863071302'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8961524894602524367/posts/default/317829589863071302'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemulihangambardiri.blogspot.com/2010/12/8-prinsip-pemulihan-celebrate-recovery.html' title='8 Prinsip Pemulihan Celebrate Recovery'/><author><name>Ray Maleke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04330152337456131654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhpenaftEeRhdTcOOGXD62gJBKfjFOV6Gr1X0Xf4UD4avD2DZyLxq3g_Vvk0iC5d32n4m0w3W12e6oF761Y_7tjVJzfymkDG7t1hdQLcB3n0Km9sisR4KplE6mH9NmXUA/s220/foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8961524894602524367.post-3990230291473442410</id><published>2010-12-25T00:02:00.000-08:00</published><updated>2010-12-30T17:04:08.136-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Bergabung dgn Program 12 Langkah"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Celebrate Recovery"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Jalan Pemulihan dan kesembuhan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Rayakan Pemulihan"/><title type='text'>Celebrate Recovery (Rayakan Pemulihan)</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin: 0in 0in 7.5pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;em&gt;Suatu penemuan yang luar biasa tentang bagaimana memperoleh hidup yang dipulihkan. Sekelompok orang yang menamakan dirinya &lt;span style=&quot;color: #366388;&quot;&gt;Oxford Group&lt;/span&gt; mendapati bahwa pemulihan dari kecanduan alkohol dapat terjadi ketika seseorang mengalami kebangkitan rohani dan bersama-sama dengan orang lain mempraktekkan prinsip-prinsip pemulihan yang kemudian dirumuskan oleh &lt;span style=&quot;color: #366388;&quot;&gt;Alcoholics Anonymous&lt;/span&gt; (AA) menjadi 12 langkah. Prinsip-prinsip pemulihan ini kemudian diadaptasi untuk masalah-masalah kecanduan lainnya, seperti narkotika, seks, pornografi, homoseksualitas, atau yang lainnya&lt;/em&gt;.&amp;nbsp;&lt;em&gt; Muncul kemudian Celebrate Recovery, sebuah kelompok pemulihan Kristen, mengemukakan delapan prinsip pemulihan alkitabiah berdasarkan Khotbah Di Bukit (Matius 5) yang paralel dengan 12 langkah AA.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 10pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Calibri;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Apa itu Celebrate Recovery?&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 10pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Calibri;&quot;&gt;Celebrate Recovery (Rayakan Pemulihan) adalah sebuah program pemulihan bagi pria dan wanita yang sedang bergumul dengan masalah kecanduan. Program ini juga dapat membantu mereka yang bergumul dengan masalah-masalah lain seperti &lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;mudah marah, tidak bisa melakukan aktifitas, depresi ringan, dll. Selain itu, program ini juga dapat membantu orang-orang &lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;yang memiliki hubungan dengan mereka yang sedang mengalami masalah-masalah seperti di atas (mis. suami atau istri, dll). &lt;span style=&quot;mso-tab-count: 1;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 10pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Calibri;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Siapa yang memimpinnya?&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 10pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Calibri;&quot;&gt;Program ini tidak dipimpin secara profesional , dalam pengertian orang yang memimpin sebuah CR melakukannya bukan sebagai pekerjaannya, melainkan karena ia, sebagai seorang yang juga dalam proses pemulihan, telah mengecap suatu pemulihan dari Tuhan dalam menggumuli masalahnya melalui program CR, sehingga telah memiliki pengalaman untuk membantu orang lain mengikuti langkah-langkah dan prinsip-prinsip pemulihan. Ia bertugas untuk membantu menciptakan suasana pemulihan dalam setiap pertemuan, yaitu menciptakan rasa saling percaya dan kesungguh-sungguhan, supaya mereka yang berpartisipasi di dalam pertemuan itu dapat benar-benar merasakan jamahan kasih Tuhan Yesus di dalam kehidupan mereka. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 10pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Calibri;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Apa yang dapat diharapkan dalam pertemuan CR?&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 10pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Calibri;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;Pertemuan CR dapat membantu mereka yang berpartisipasi di dalamnya untuk semakin mengenal diri sendiri, memahami pergumulan dan pemulihan yang dialami oleh orang lain, dan bagaimana bertumbuh dalam kasih dan anugerah Tuhan. &lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 10pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Calibri;&quot;&gt;Pertemuan CR merupakan tempat yang aman di mana seorang dapat membagikan pergumulannya tanpa merasa kuatir akan dihakimi oleh orang lain. Dalam pertemuan CR seseorang mendapat &lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;kesempatan untuk membagikan pengalaman, kekuatan, dan kerinduan kepada orang lain yang juga sedang berada dalam proses pemulihan yang berpusat pada Kristus ini. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 10pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Calibri;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Lampu merah dalam pertemuan CR&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 10pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Calibri;&quot;&gt;Akan tetapi CR &lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;bukan&lt;/b&gt; merupakan tempat untuk memperbaiki orang lain atau diperbaiki oleh orang lain. CR bukan tempat untuk tampil tak bercela atau untuk menghakimi orang lain. CR bukan merupakan tempat untuk memperoleh kesembuhan instan. CR juga tidak menawarkan tempat permanen bagi yang berpartisipasi, apalagi sebagai tempat untuk mencari pacar!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 10pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Calibri;&quot;&gt;CR bukan tempat untuk kegiatan psikoterapi – orang-orang yang memfasilitasi pertemuan CR bukan konselor. Akan tetapi, mereka dapat memberikan arahan jika mereka tahu atau mengenal konselor yang bisa membantu. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 10pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Calibri;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Maksud /tujuan pertemuan CR&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 10pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Calibri;&quot;&gt;CR mendasarkan kedelapan prinsip pemulihannya pada Khotbah di Bukit (Matius 5) dan menggunakan pendekatan 12 langkah pemulihan Alcoholic Anonymous (AA). CR adalah sebuah program pemulihan yang berpusat pada Kristus yang didesain untuk menyediakan suatu lingkungan yang aman dan mendukung bagi mereka yang ingin memperoleh pemulihan dari luka-luka masa lalu, kebiasaan-kebiasaan negatif, sehingga mereka dapat menemukan dan menikmati &lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;kebebasan dalam Kristus. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 10pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Calibri;&quot;&gt;Cari tahu apakah ada pertemuan CR di lingkungan Anda. Jika belum, Anda barangkali dapat menginisiasi sebuah Kelompok Pemulihan. Bagaimana membentuk sebuah kelompok Kelompok Pemulihan? &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 10pt;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin: 0in 0in 10pt;&quot;&gt;&lt;em&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Calibri; font-size: x-small;&quot;&gt;Diadaptasi dari Manhattan Church of Christ&#39;s CR Brochure. Untuk keterangan yang lebih lengkap tentang Celebrate Recovery&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;, &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-theme-font: minor-latin; mso-fareast-font-family: SimSun; mso-fareast-language: ZH-CN; mso-hansi-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;® &lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;silahkan lihat di &lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://www.celebraterecovery.com/&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;http://www.celebraterecovery.com/&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemulihangambardiri.blogspot.com/feeds/3990230291473442410/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/8961524894602524367/3990230291473442410?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8961524894602524367/posts/default/3990230291473442410'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8961524894602524367/posts/default/3990230291473442410'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemulihangambardiri.blogspot.com/2010/12/celebrate-recovery-rayakan-pemulihan.html' title='Celebrate Recovery (Rayakan Pemulihan)'/><author><name>Ray Maleke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04330152337456131654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhpenaftEeRhdTcOOGXD62gJBKfjFOV6Gr1X0Xf4UD4avD2DZyLxq3g_Vvk0iC5d32n4m0w3W12e6oF761Y_7tjVJzfymkDG7t1hdQLcB3n0Km9sisR4KplE6mH9NmXUA/s220/foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8961524894602524367.post-4251468715838526686</id><published>2010-08-27T11:27:00.000-07:00</published><updated>2010-09-21T17:08:05.157-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Bergabung dgn Program 12 Langkah"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Lepas dari belenggu kecanduan"/><title type='text'>Bergabung Dengan Kelompok 12 Langkah</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;Program 12 Langkah lahir dari pergumulan dua orang pecandu alkohol yang ingin lepas dari kecanduan mereka. Bill W dan Dr. Bob mendapati bahwa dengan menggumuli kecanduan alkohol yang mereka alami secara bersama, mereka mendapati kekuatan dalam mengatasinya. Mereka memulai organisasi Alcoholic Anonymous (AA) pada tahun 1935 di Ohio, USA. Ciri khas mereka adalah menerapkan 12 belas langkah yang mereka dapati merupakan tahapan-tahapan efektif dalam menjalani pemulihan dari kecanduan alkohol. Dalam beberapa bulan, sebuah kelompok kecil para pecandu alkohol yang telah berhenti minum telah mengadakan pertemuan secara teratur.&lt;sup&gt;1&lt;/sup&gt; Jumlah mereka terus bertumbuh, sampai pada data tahun 2007, jumlah anggota organisasi ini telah mencapai sekitar 2 juta orang di seluruh dunia.&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam AA Indonesia website dijelaskan bahwa:&lt;sup&gt;3&lt;/sup&gt;&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;Alcoholics Anonymous® adalah perkumpulan pria dan wanita yang berbagi pengalaman, kekuatan dan harapan [antara satu dengan yang lain] sehingga mereka dapat menyelesaikan masalah yang sama yang mereka hadapi dan membantu yang lain untuk pulih dari alkoholisme. &lt;br /&gt;
• Satu-satunya persyaratan untuk keanggotaan adalah keinginan untuk berhenti minum. Tidak ada iuran untuk keanggotaan AA; kami sepenuhnya memenuhi kebutuhan kami melalui kontribusi sendiri. &lt;br /&gt;
• AA tidak beraliansi dengan sekte, denominasi, politik, organisasi dan institusi manapun; tidak berminat untuk terlibat dalam kontroversi, baik mendukung atau menentang aktivitas apapun. &lt;br /&gt;
• Tujuan utama kami adalah untuk tetap tenang (tidak mabuk) dan membantu alkoholik lain untuk mencapai sobriety (keadaan tak mabuk). &lt;/blockquote&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekalipun pada awalnya AA sangat dekat berhubungan dengan sifat kerohanian Kristen, dalam perkembangannya, AA menekankan netralitasnya terhadap agama, politik, organisasi, dsb.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelompok-kelompok AA Kristen tetap memakai tradisi Kekristenan untuk menolong mereka yang kecanduan Alkohol. Hal mana juga dianjurkan di dalam blog ini. (Kelompok lainnya yang berhubungan dengan iman Kristen adalah Celebrate Recovery. Untuk kelompok ini akan ada diskusi tersendiri.) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Metode 12 langkah yang diterapkan untuk mengatasi kecanduan alkohol kemudian diadopsi untuk mengatasi berbagai bentuk kecanduan lainnya, seperti kecanduan obat-obat terlarang/narkotik, kecanduan seks/pornografi, dsb. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi mereka yang sudah sempat mengetahui tentang Program 12 Langkah Alcoholic Anonimous, barangkali bertanya-tanya bagaimana bergabung dengan Kelompok 12 Langkah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelompok 12 Langkah sudah ada di Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Solo, Manado, Bandung, dan Medan.&lt;sup&gt;4&lt;/sup&gt; (Lih. &lt;a href=&quot;http://www.aa-indonesia.org/&quot;&gt;Website AA Indonesia&lt;/a&gt;).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk kelompok Sex Addicts Anonymous (untuk pemulihan dari kecanduan seks&amp;nbsp;dan ketergantungan) telah ada di Jakarta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meeting Contacts:&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://saa-recovery.org/Meetings/OtherCountries/&quot;&gt;http://saa-recovery.org/Meetings/OtherCountries/&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;
Gilles L. - phone:+62 813 8481 1255 email: jakarta.saa@gmail.com &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk lebih lengkap tempat-tempat pertemuan Kelompok 12 Langkah dapat di lihat di:&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.angelfire.com/id/indostep/indomeet.html&quot;&gt;http://www.angelfire.com/id/indostep/indomeet.html&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.angelfire.com/id/indostep/&quot;&gt;http://www.angelfire.com/id/indostep/&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua pertemuan Kelompok 12 Langkah tidak dipungut biaya. Carilah informasi tentang pertemuan yang ingin Anda kunjungi. &quot;Close&quot; meeting berarti khusus untuk mereka yang ingin berhenti dari masalah kecanduan. &quot;Open&quot; meeting berarti terbuka untuk mereka yang ingin mencari tahu tentang Kelompok 12 Langkah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apabila Anda tidak bisa menjangkau tempat-tempat pertemuan tersebut, atau kelompok-kelompok tersebut tidak sesuai dengan pergumulan yang sedang Anda hadapi. Berupayalah untuk memulai sebuah kelompok dengan cara berkonsultasi dengan mereka yang telah berpengalaman, atau yang sedang menjalankan program sejenis (alamat dapat dilihat pada kontak person tempat-tempat pertemuan). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Petunjuk sederhana tentang bagaimana memulai kelompok seperti ini dapat dilihat di: &lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://pemulihangambardiri.blogspot.com/2010/02/bagaimana-membentuk-kelompok-tumbuh.html&quot;&gt;http://pemulihangambardiri.blogspot.com/2010/02/bagaimana-membentuk-kelompok-tumbuh.html&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
End notes:&lt;br /&gt;
&lt;sup&gt;1&lt;/sup&gt; The A.A. Grapevine, Inc. Members of the Clergy as about Alcoholics Anonymous, (1992), 10-11. &lt;br /&gt;
&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt; Alcoholics Anonymous Official Web site of General Service Office. Data per January 1, 2007 &lt;path: http:=&quot;&quot; subpage.cfm?page=&quot;74&quot; www.aa.org=&quot;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;sup&gt;3&lt;/sup&gt; &lt;a href=&quot;http://www.aa-indonesia.org/&quot;&gt;http://www.aa-indonesia.org/&lt;/a&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemulihangambardiri.blogspot.com/feeds/4251468715838526686/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/8961524894602524367/4251468715838526686?isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8961524894602524367/posts/default/4251468715838526686'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8961524894602524367/posts/default/4251468715838526686'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemulihangambardiri.blogspot.com/2010/08/bergabung-dengan-kelompok-12-langkah.html' title='Bergabung Dengan Kelompok 12 Langkah'/><author><name>Ray Maleke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04330152337456131654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhpenaftEeRhdTcOOGXD62gJBKfjFOV6Gr1X0Xf4UD4avD2DZyLxq3g_Vvk0iC5d32n4m0w3W12e6oF761Y_7tjVJzfymkDG7t1hdQLcB3n0Km9sisR4KplE6mH9NmXUA/s220/foto.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8961524894602524367.post-4838777575449387115</id><published>2010-04-21T00:22:00.000-07:00</published><updated>2010-09-10T23:17:56.764-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Program 12 Langkah dan Prinsip2 Alkitabiah"/><title type='text'>Program Dua Belas Langkah dan Prinsip-prinsip Alkitabiah</title><content type='html'>Program Dua Belas Langkah yang diterapkan pada pusat-pusat rehabilitasi Kristen &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;LANGKAH PERTAMA &lt;/strong&gt;adalah mengakui kelemahan kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
KAMI MENGAKU BAHWA KAMI TIDAK BERDAYA DALAM MENGHADAPI KELEMAHAN-KELEMAHAN KAMI AKIBAT DOSA YANG MEMISAHKAN KAMI DARI ALLAH&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;em&gt;Sebab aku tahu, bahwa di dalam aku, yaitu di dalam aku sebagai manusia, tidak ada sesuatu yang baik. Sebab kehendak memang ada di dalam aku, tetapi bukan hal berbuat apa yang baik. Roma 7:18&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;LANGKAH KEDUA &lt;/strong&gt;adalah melibatkan Allah dalam proses pemulihan kita. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
KITA MENGAKUI DENGAN IMAN BAHWA ALLAH BERKUASA DAN SANGGUP MEMULIHKAN KEHIDUPAN KITA. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;em&gt;karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;
&lt;em&gt;Filipi 2:13&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;LANGKAH KETIGA &lt;/strong&gt;adalah menyerahkan diri kita kepada Allah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
KITA MENGAMBIL KEPUTUSAN UNTUK MENYERAHKAN KEPADA ALLAH KEHENDAK DAN HIDUP KITA SELURUHNYA&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;em&gt;Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;
&lt;em&gt;Roma 12:1&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;LANGKAH KEEMPAT &lt;/strong&gt;adalah mengevaluasi diri. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
KITA MENCARI DALAM HIDUP KITA DAN KEMUDIAN MEMBUAT DAFTAR TENTANG AKHLAK KITA TANPA RASA TAKUT. &lt;br /&gt;
(dengan jujur, rendah hati, dan tanpa menghakimi diri sendiri, mengungkapkan pengalaman yang menyakitkan, memalukan, hal-hal atau tindakan yang sulit kita ungkapkan, pikirkan yang terjadi di sepanjang hidup kita). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;em&gt;Marilah kita menyelidiki dan memeriksa hidup kita, dan berpaling kepada TUHAN.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;
&lt;em&gt;Ratapan 3:40&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;LANGKAH KELIMA &lt;/strong&gt;adalah disiplin dalam mengakui setiap kesalahan yang kita lakukan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
MENGAKUI (MEMBERITAHU) KEPADA ALLAH, KEPADA DIRI KITA SENDIRI, DAN SEORANG YANG LAIN HAKIKAT DARI SEBENARNYA DARI KESALAHAN-KESALAHAN KITA. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;em&gt;Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;
&lt;em&gt;Yakobus 5:16&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;LANGKAH KEENAM &lt;/strong&gt;adalah pembaharuan hati kita atau yang juga disebut pertobatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
DENGAN MEMBERIKAN HIDUP KITA KEPADA ALLAH, KITA TELAH SIAP UNTUK MENERIMA ALLAH BEKERJA DI DALAM HIDUP KITA, DAN MENGANGKAT CACAT CELA DALAM KARAKTER KITA.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;em&gt;Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan kamu.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;
&lt;em&gt;Yakobus 4:10&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;LANGKAH KETUJUH &lt;/strong&gt;adalah transformasi dan pembersihan karakter kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
DENGAN RENDAH HATI KITA MEMOHON ALLAH UNTUK MENGANGKAT KELEMAHAN-KELEMAHAN KITA.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;em&gt;Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;
&lt;em&gt;1 Yohanes 1:9&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;LANGKAH KEDELAPAN &lt;/strong&gt;adalah mengevaluasi hubungan kita dengan orang lain dan memiliki kesediaan untuk memperbaiki kesalahan kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
KITA MEMBUAT DAFTAR ORANG-ORANG YANG TELAH KITA SAKITI DAN BERKEHENDAK HATI UNTUK MEMPERBAIKI KESALAHAN-KESALAHAN ITU UNTUK MEREKA. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;em&gt;Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;
&lt;em&gt;Lukas 6:31 &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;LANGKAH KESEMBILAN &lt;/strong&gt;adalah disiplin untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
KITA MEMPERBAIKI KESALAHAN-KESALAHAN KITA PADA MEREKA YANG TELAH KITA SAKITI SEDAPAT MUNGKIN, KECUALI UNTUK MELAKUKANNYA AKAN MENYAKITI MEREKA ATAU ORANG LAIN. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;em&gt;Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu. &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;
&lt;em&gt;Matius 5:23-24 &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;LANGKAH KESEPULUH &lt;/strong&gt;adalah bagaimana tetap berada di dalam proses pemulihan .&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
KITA TERUS MEMBUAT DAFTAR PRIBADI, DAN KETIKA KITA MELAKUKAN KESALAHAN, DENGAN SEGERA KITA MENGAKUINYA. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;em&gt;Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh! &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;
&lt;em&gt;1&amp;nbsp;Korintus 10:12-13 &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;LANGKAH KESEBELAS &lt;/strong&gt;adalah tentang disiplin rohani dalam doa dan perenungan firman Tuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
MELALUI DOA DAN PERENUNGAN FIRMAN TUHAN KITA BERUSAHA MEMBANGUN HUBUNGAN DENGAN ALLAH, DAN BERDOA SUPAYA KITA MENGETAHUI KEHENDAK ALLAH DALAM HIDUP KITA, SERTA DIBERI KEKUATAN UNTUK MELAKSANAKANNYA DALAM HIDUP SEHARI-HARI. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;em&gt;Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;
&lt;em&gt;Kolose 3:16 &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;LANGKAH KEDUABELAS &lt;/strong&gt;adalah melayani.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
DENGAN MENGALAMI KEBANGKITAN ROHANI SEBAGAI AKIBAT DARI LANGKAH-LANGKAH INI, KITA MENCOBA UNTUK MEMBAGIKAN PESAN INI KEPADA ORANG LAIN, DAN MEMPRAKTEKKAN PRINSIP-PRINSIPNYA DI DALAM SEGALA HAL. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;em&gt;Saudara-saudara, kalaupun seorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani, harus memimpin orang itu ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut, sambil menjaga dirimu sendiri, supaya kamu juga jangan kena pencobaan.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;
&lt;em&gt;Galatia 6:1&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;Diadaptasi dari The Christian 12 Step program for Christian 12 Step Recovery in Rehab Centers. &lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://www.12steptreatmentcentres.com/CHRISTIAN_12_STEPS_THE_TWELVE_STEP_PROGRAM_FOR_CHRISTIANS_96.asp&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;Link&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemulihangambardiri.blogspot.com/feeds/4838777575449387115/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/8961524894602524367/4838777575449387115?isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8961524894602524367/posts/default/4838777575449387115'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8961524894602524367/posts/default/4838777575449387115'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemulihangambardiri.blogspot.com/2010/04/dua-belas-langkah-dan-prinsip-prinsip.html' title='Program Dua Belas Langkah dan Prinsip-prinsip Alkitabiah'/><author><name>Ray Maleke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04330152337456131654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhpenaftEeRhdTcOOGXD62gJBKfjFOV6Gr1X0Xf4UD4avD2DZyLxq3g_Vvk0iC5d32n4m0w3W12e6oF761Y_7tjVJzfymkDG7t1hdQLcB3n0Km9sisR4KplE6mH9NmXUA/s220/foto.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8961524894602524367.post-2656567483729729197</id><published>2010-04-08T20:22:00.000-07:00</published><updated>2011-09-29T22:13:55.499-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kecanduan Pornografi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kesaksian"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pemulihan dari Kecanduan Pornografi"/><title type='text'>Pemulihan dari Belenggu Pornografi</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj3WcgtS2hMiCobHeY2m-A4UKMm82Wd4wEKHVobPy77c-aDty7g29-UAIHwivcr5ofJlerzXbkpYuqtafqzeZ532l9Q430yAJfAmYdM_s27_wyt7wEr1fwM0u2-xQPiYbu9dpAxMy6mBI58/s1600/chain.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;150&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj3WcgtS2hMiCobHeY2m-A4UKMm82Wd4wEKHVobPy77c-aDty7g29-UAIHwivcr5ofJlerzXbkpYuqtafqzeZ532l9Q430yAJfAmYdM_s27_wyt7wEr1fwM0u2-xQPiYbu9dpAxMy6mBI58/s200/chain.jpg&quot; width=&quot;200&quot; wt=&quot;true&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Aku mulai mengenal pornografi ketika aku berada dibangku SMA. Waktu itu aku mendapat buku bergambar dari teman. Aku juga mulai melakukan masturbasi setelah mendengar beberapa teman menceritakan pengalaman mereka melakukannya. Aku bahkan memberitahukan seorang temanku bahwa aku melakukan masturbasi supaya ia tahu bahwa aku ini juga tidak beda dengan mereka; aku juga bisa melakukan apa yang mereka lakukan. Setelah menonton film porno dengan membayar uang pada pemilik video aku merasa senang bahwa aku juga telah melihat apa yang diperbicangkan teman-temanku, dan aku seperti tak bisa menunggu untuk menceritakan kepada mereka pengalamanku menonton film porno. Demikianlah pornografi masuk ke dalam hidupku. &lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Satu kali aku pergi mengunjungi tempat kerja ayahku, dan sana aku mendapati satu kardus penuh dengan majalah porno. Ayahku bekerja di lapangan, karena itu aku mulai sering datang untuk melihat majalah-majalah itu. Tak jarang setelahnya melakukan masturbasi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kebiasaan itu terhenti ketika aku mengalami pengalaman rohani yang kusebut “mengalami Allah,” di mana aku membuat komitment untuk menyerahkan hidupku sepenuhnya kepada Kristus. Pada hari itu aku berpuasa, menyesali semua dosa-dosa yang aku telah perbuat. Dengan sadar aku memutuskan untuk tidak lagi melihat pornografi, tidak lagi melakukan masturbasi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku kemudian menjadi aktif dalam kegiatan-kegiatan ibadah. Tiada hari tanpa ibadah, membaca firman Tuhan, dll. Hal yang menakjubkan adalah teman-temanku juga mengalami pengalaman rohani, dan persahabatan kami pun menjadi sangat erat. Oleh karena sikap dan perobahan hidup kami, teman-teman lainnya banyak yang menjadi tertarik, sehingga nampaklah bahwa kehidupan orang muda di lingkungan kami menjadi berbeda dari generasi sebelumnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua berjalan dengan baik, sampai akhirnya aku mulai pacaran. Satu kali aku merasa bahwa keintiman hubungan kami telah membahayakan masa depan kami berdua, dan kami bersepakat untuk ‘break’ sementara. Setelah ‘on’ and ‘off’ beberapa kali akhirnya kami pun putus. Aku harus mengakui bahwa memang di hatiku ada seorang gadis yang lain yang kusuka. Ia tak pernah membalas cintaku. Aku akhirnya menjadi seorang yag double standard, di satu sisi bertekad mempertahankan kekudusan, tetapi di sisi lain aku terus menjalin hubungan dengan pacar-pacarku. Aku tidak pernah sampai melakukan hubungan seks dengan mereka, dan aku merasa bahwa dengan cara itu aku tidak akan menyakiti mereka. Ternyata aku salah besar. Aku sangat menyesalinya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waktu itu aku kembali terjerumus ke dalam pornografi. Aku mendapati majalah di tempat kerja telah dibawanya pulang ke rumah oleh ayahku. Hidupku kembali diisi dengan pornografi sampai aku mulai tidak dapat mengendalikan diriku lagi. Setiap kali rumah dalam keadaan sepi, aku akan melewatkan waktu untuk memandangi gambar-gambar di majalah itu, dan menghayalkannya. Kadang meskipun ada orang dirumah, aku masih berani untuk melakukannya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa kali aku merasa benar-benar jatuh dan jauh dari Tuhan, lalu dengan penuh penyesalan berdoa dan berpuasa supaya Tuhan memulihkanku dan menolongku mengatasi kebiasaanku melihat pornografi. Hanya beberapa hari atau minggu kemudian aku menemukan diriku kembali bersama dengan gambar-gambar itu. Demikian berulang-ulang kali. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suatu kali aku mengetahui bahwa rupanya adikku yang jauh lebih muda dariku sudah mengetahui tentang majalah-majalah itu, sampai mulai membagikannya kepada teman-temannya. Aku merasa sangat terpukul dan sedih karenanya. Aku memutuskan untuk memusnahkan semua majalah itu, tak perduli apa yang akan dikatakan oleh ayahku. Akupun membakar semua majalah itu, dan berharap serta berdoa supaya hari itu adalah akhir dari kebiasaan buruk itu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun aku salah. Hanya beberapa saat kemudian aku menemukan keping VCD porno dilemari penyimpanan barang-barang ayahku – dengan sengaja. Di setiap ada kesempatan, aku pun menghabiskan waktu menonton pornografi. Kembali siklus itu berputar: menonton, berfantasi, masturbasi, rasa bersalah, komitment untuk tidak melakukannya lagi, sampai kembali melihat pornografi lagi. Aku mulai merasa putus asa dengan keberadaanku. Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan. Menceritakannya kepada orang lain seperti tidak mungkin bagiku. Aku merasa sangat malu untuk meminta seorang teman berdoa bagiku. Aku mulai berandai-andai bahwa nanti satu kali kelak aku akan bisa mengatasinya, mungkin ketika aku menikah. (Nanti kemudian aku belajar bahwa menikah pun tidak bearti mengakhiri kecanduan akan pornografi, bahkan banyak rumah tangga yang kandas karena pengaruh pornografi.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hidup kerohanianku mandek karena pornografi. Satu kali aku juga mengetahui bahwa adikku sudah mulai menonton film porno. Aku semakin merasa menyesal. Aku tak ingin hidup adikku dirusak oleh pornografi, saat itu aku kembali menghancurkan keping-keping VCD itu. &lt;br /&gt;
Aku sempat menasihatinya, tetapi aku menyesal dengan apa yang kukatakan padanya, bahwa tontonan ini adalah untuk orang dewasa. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah beberapa lama kudapati lagi keping-keping VCD baru, bukannya menghancurkannya, aku kembali menontonnya. Aku ingin mengatakan kepada adikku, atau ayahku supaya jangan membawa barang haram itu di rumah, tetapi aku diam saja. Di dalam diriku sendiri aku merasa ‘senang’ bahwa mereka memilikinya, karena aku bisa ikut melihatnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menjadi frustrasi karena ketidakmampuanku mengatasi kebiasaanku menonton pornografi. Di luar aku seorang pembina rohani, namun di dalam aku busuk rohani. Aku muak dengan hidup kemunafikanku, tetapi Tuhan tahu bahwa aku ingin lepas dari belenggu itu. Pernah aku sengaja membeli buku untuk mencari tahu bagaimana lepas dari pornografi, namun usahaku sia-sia belaka. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suatu ketika aku mendapat kesempatan untuk melanjutkan studiku. Aku merasa ada secercah harapan untuk lepas dari pornografi. Rumah tempat tinggalku telah dikuasai oleh pornografi, aku tidak akan pernah lepas dari pornografi di rumahku sendiri. Aku merasa sedih dengan rumahku. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun di tempat studiku harapan itu hanya harapan semata. Aku bahkan membahayakan studiku dengan mengakses pornografi dengan menggunakan komputer sekolah. Setelah itu aku merasa sangat takut karena merasa akan dikeluarkan dari sekolah. Perasaan itu terus menghantuiku, namun setelah beberapa lama tidak terjadi apa-apa, aku semakin berani menggunakan computer untuk mengakses pornografi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu kali aku sampai pada kesimpulan bahwa aku membutuhkan seseorang untuk menolongku. Hal ini sangat sukar karena selama kurang lebih sembilan tahun aku tidak pernah membicarakan tentang masalah ini dengan siapa pun. Aku tidak tahu bahwa justru hal itulah yang membuat kecanduan pornografi itu semakin menancapkan jari-jarinya di dalam jiwaku. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menemui seorang dosen yang kutahu adalah seorang yang takut akan Tuhan. Aku mengungkapkan kepadanya pergumulanku dengan pornografi. Ia mendengarkanku dengan penuh perhatian, kemudian kami mengakhiri pertemuan itu dengan berdoa bersama. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berpikir bahwa kelegaan yang kurasakan karena telah mengungkapkan pergumulanku akan melepaskanku dari cengkraman pornografi, namun ternyata tak semudah itu. Setelah hari itu, aku masih jatuh dan jatuh lagi. Sesekali aku menemuinya dan menyampaikan kegagalanku. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu hari dengan putus asa aku menemui dosenku yang telah menjadi seorang mentor dan teman yang kupercaya. Aku menanyakan kepadanya apakah aku benar-benar telah diselamatkan. Aku berpikir barangkali aku ini belum diselamatkan karena aku sepertinya tidak pernah lepas dari belenggu ini. Ia meyakinkanku bahwa keselamatan telah dianugerahkan kepadaku, dan aku perlu terus belajar dan bertumbuh di dalam Tuhan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suatu ketika aku mendapat kesempatan bersama dosenku dan teman-teman yang lain untuk melakukan suatu praktek lapangan. Aku begitu bersemangat untuk mengikuti praktek lapangan itu, karena aku dengar di tempat yang kami tuju sedang terjadi kebangkitan rohani, yang mana penyembuhan ilahi terjadi dan gereja bertumbuh dengan pesat. Harapanku adalah menemui seorang pelayan Tuhan yang bisa memanjatkan doa kelepasan bagiku. Aku berkesimpulan bahwa ketidakmampuanku untuk mengatasi kebiasaan ini adalah akibat roh yang mengikatku. Aku beberapa kali bermimpi dan melihat mereka dalam mimpiku itu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di tempat praktek lapangan itu aku didoakan oleh dua orang hamba Tuhan. Aku merasa bahwa akhirnya aku telah dilepaskan. Namun selang beberapa hari setelah kami kembali, aku melihat pornografi lagi. Aku merasa sangat tersiksa. Hari-hari berikutnya kembali diwarnai dengan lingkaran setan itu. Aku merasa telah menjadikannya sebagai pelarianku dari masalah yang kuhadapi, terutama karena gadis impianku yang tetap enggan untuk mendampingi. Tidak itu saja, aku bahkan menjadikannya ganjaran untuk tugas-tugas yang kuselesaikan. Aku semakin tenggelam dalam dingin dan gelapnya air pornografi yang melingkupiku. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah aku mengetahui bahwa gadis impianku tak memberiku peluang, aku membuka diri untuk kehadiran seseorang yang lain. Aku menyembunyikan kebiasaanku melihat pornografi darinya, sampai suatu ketika aku menyadari bahwa jika Tuhan berkenan kami akan menikah, maka tidak ada kemungkinan lain bahwa pornografi akan menghancurkannya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu ketika aku memutuskan untuk mengatakan kepadanya bahwa aku kecanduan pornografi. Ia sangat terkejut dan tak bisa berkata apa-apa. Aku merasa sangat kecewa dengan reaksinya. Aku meyakinkannya bahwa alasanku memberitahunya adalah karena aku sungguh-sungguh ingin lepas daripadanya. Setelah beberapa saat dalam ketegangan hubungan kami, kami mengambil keputusan untuk berusaha memahami masalah apa yang sedang kami hadapi kali ini dan mencari jalan keluar. Kami sepakat untuk saling mendukung dan menopang dalam doa. Aku pun merasa bahwa aku perlu menyikapi masalah ini dengan sangat serius. Pornografi sedang menghancurkan hidupku. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku pergi menemui seorang konselor dan menyampaikan kepadanya tentang pergumulanku dengan pornografi. Ia pun membantuku mencari akar permasalahannya, termasuk mengenai obsesiku dengan gadis impianku. Ia menunjukkan padaku bagaimana menamai perasaan-perasaan yang mendorongku untuk melihat pornografi dan kemudian mengenalinya, supaya aku dapat menyikapinya dengan tepat. Konseling memberi dampak yang sangat positif, dan aku merasa mengalami kemajuan pesat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang paling aku syukuri adalah pertemuanku dengan seorang teman yang juga bergumul dengan pornografi. Ia telah menikah dengan gadis dambaan hatinya, namun masih bergumul dengan kecanduan pornografi sehingga mengganggu keharmonisan rumah tangganya. Darinya aku mengetahui tentang Merayakan Pemulihan (Celebrate Recovery) yang mengikuti pola Program Duabelas Langkah yang ia sedang ikuti. Peserta program ini adalah mereka yang menghadapi masalah kecanduan. Mereka berkumpul untuk saling menopang dan menguatkan satu dengan yang lain. Ia mengatakan padaku bahwa program yang sedang diikutinya saat ini sudah hampir selesai, dan ia ingin membentuk sebuah kelompok di kampus. Dengan sangat sukacita aku menyampaikan kepadanya niatku untuk bergabung. Ahirnya kami berhasil membentuk sebuah kelompok dengan jumlah anggota empat orang. Seorang di antaranya telah menjadi temanku untuk saling mengingatkan dan saling menopang. Aku terus belajar dan memahami diri melalui percakapan dengan seorang yang kupercaya, yang juga mendoakanku. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di setiap kesempatan yang diberikan, aku menyampaikan terima kasihku kepada Tuhan yang telah mengabulkan doa-doaku. Ia tidak hanya memberikan aku kelepasan dan pemulihan, tetapi juga mengajarkan aku kerendahan hati. Aku masih menghadapi godaan-godaan untuk melihat pornografi, tetapi aku telah menyerahkan diriku dan kelemahanku kepada Tuhan. Ia telah mengasihi aku dengan sempurna. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelepasan dan pemulihan adalah proses yang perlu kita jalani. Ibaratnya seekor ayam yang terjebak pada jaring yang mencoba melepaskan diri sampai menyebabkan kakinya luka. Ketika jaring itu dipotong, ia telah bebas, lepas, namun membutuhkan waktu untuk menyembuhkan luka di kakinya, itulah yang disebut pemulihan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jikalau Anda sedang menghadapi pergumulan untuk lepas dari belenggu pornografi. Janganlah menjadi lemah di dalam iman, melainkan majulah terus. Mintalah kelepasan dari Tuhan, dan percayalah bahwa Anda telah menerimanya dalam proses pemulihan Anda. Temuilah seorang yang Anda percaya untuk membantu Anda menjalani proses pemulihan ini. Tuhan telah menyediakan segala sesuatu untuk mengangkat dan menjadikan Anda alatNya untuk menjangkau orang lain, supaya kita semua memahami betapa besar anugerah Kristus di dalam kehidupan kita semua. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari “Discovery of Recovery”</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemulihangambardiri.blogspot.com/feeds/2656567483729729197/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/8961524894602524367/2656567483729729197?isPopup=true' title='93 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8961524894602524367/posts/default/2656567483729729197'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8961524894602524367/posts/default/2656567483729729197'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemulihangambardiri.blogspot.com/2010/04/kelepasan-dari-belenggu-pornografi.html' title='Pemulihan dari Belenggu Pornografi'/><author><name>Ray Maleke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04330152337456131654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhpenaftEeRhdTcOOGXD62gJBKfjFOV6Gr1X0Xf4UD4avD2DZyLxq3g_Vvk0iC5d32n4m0w3W12e6oF761Y_7tjVJzfymkDG7t1hdQLcB3n0Km9sisR4KplE6mH9NmXUA/s220/foto.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj3WcgtS2hMiCobHeY2m-A4UKMm82Wd4wEKHVobPy77c-aDty7g29-UAIHwivcr5ofJlerzXbkpYuqtafqzeZ532l9Q430yAJfAmYdM_s27_wyt7wEr1fwM0u2-xQPiYbu9dpAxMy6mBI58/s72-c/chain.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>93</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8961524894602524367.post-1619563878848821674</id><published>2010-02-21T22:08:00.000-08:00</published><updated>2011-10-04T17:56:52.739-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="pemulihan dari kecanduan alkohol"/><title type='text'>Pemulihan Bagi Pecandu Alkohol</title><content type='html'>Kecanduan alkohol hanya memberikan dua pilihan: mati karena alkohol atau hidup tanpa alkohol. “Minum seukurnya” adalah suatu tipuan bagi seorang pecandu alkohol. Lambat-laun ia akan kembali ke pola minumnya yang sebelumnya. Banyak kali seorang pecandu alkohol harus mengalami hal yang tragis baru berniat untuk merubah diri: rusaknya organ-organ vital tubuh, kehilangan pekerjaan, rumah tangga berantakan, dsb. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi, untuk merubah diri bukan pula perkara mudah – itu berarti BISA namun memerlukan kesungguhan hati. Seorang pecandu alkohol yang ingin hidupnya dipulihkan dari kecanduan alkohol pertama-tama harus menyadari ketidak-mampuannya untuk mengatasi masalah kecanduannya sendiri. Kita semua membutuhkan kuasa Allah untuk melepaskan kita dari ikatan alkohol yang sedang menghancurkan hidup kita, bahkan mungkin juga orang-orang yang kita kasihi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika Anda merindukan pemulihan ini, mulailah melakukan langkah-langkah pembaharuan di dalam hidup Anda:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pahamilah kasih karunia Allah. Kristus mati bagi kita ketika kita masih berdosa (Roma 5:8). Allah mengasihi kita bukan berdasarkan keberadaan diri kita, melainkan berdasarkan diri Allah sendiri. Ia senantiasa merindukan persekutuan dengan anak-anakNya (bandingkan dengan cerita Anak Yang Hilang – Lukas 15:11-32). Ketika kita kembali kepada Allah, percayalah bahwa Ia menyambut kita kembali dengan sukacita. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Temuilah seseorang yang Anda percayai untuk membantu menjalani proses pemulihan Anda. Seorang yang tidak akan menghakimi Anda, melainkan dengan sukacita mendukung, mendoakan, mendengarkan kegagalan dan keberhasilan Anda, dan menolong Anda dalam proses pemulihan ini. Menceritakan jalan hidup Anda serta kerinduan Anda untuk merubah cara hidup Anda menjadi lebih baik akan membantu Anda melihat di mana diri Anda saat ini, dan masa depan seperti apa yang sekarang ini telah Anda pilih, sebagai lawan dari masa lalu Anda. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pahamilah apa yang menjadi akar masalah di dalam hidup Anda. Seringkali pola hidup kita yang negatif merupakan akibat dari suatu masalah yang mendalam di dalam hidup kita yang belum kita selesaikan. Akhirilah masalah itu dengan mengingat kasih karunia Allah di dalam hidup kita. Penyesalan kita akan cara hidup kita di waktu yang lalu, dapat merupakan tanda penerimaan kita akan pengampunan Allah. Terimalah dengan lapang dada, supaya dengan demikian kita bisa memberikan pengampunan kepada mereka yang telah melakukan kesalahan terhadap kita.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketahuilah bahwa tubuh dan otak Anda telah menyesuaikan diri dengan pola minum Anda, sehingga ketika Anda berhenti minum, tubuh akan memberi reaksi fisik yang harus Anda atasi. Andalkanlah kekuatan Tuhan ketika menghadapi hari-hari ini. Setelah beberapa lama tubuh Anda akan menjadi normal. Namun keinginan untuk kembali minum barangkali akan tetap menemani Anda. Jadikanlah itu pengingat akan kasih karunia Allah di dalam hidup Anda. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dalam hidup yang dipengaruhi Alkohol, Anda sangat mungkin telah merugikan orang lain. Jika memungkinkan, berusahalah untuk memperbaiki apa yang telah Anda perbuat, kecuali untuk melakukannya akan menyebabkan orang lain terluka. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bergabunglah dengan kelompok Kristen/Umum yang dapat membantu Anda menjalani proses pemulihan Anda. Jika tidak ada kelompok seperti itu di lingkungan Anda, barangkali Anda bisa memulainya (&lt;a href=&quot;http://pemulihangambardiri.blogspot.com/2010/02/bagaimana-membentuk-kelompok-tumbuh.html&quot;&gt;lihat bagaimana caranya&lt;/a&gt;. (Jangan merasa bahwa Anda bukan orang Kristen sejati karena masih bergumul dengan keinginan untuk minum minuman beralkohol. Justru dengan pemberian diri Anda untuk mengalami pemulihan dari Tuhan, Anda menunjukkan betapa kasih karunia Allah telah dicurahkan ke dalam hidup Anda.) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika Anda melakukan kesalahan, datanglah kepada Allah dengan kerendahan hati, akuilah kesalahan itu, dan mohonkanlah pengampunanNya. Ia tidak pernah menahan pengampunan bagi kita yang dengan sungguh-sungguh mengakui kesalahan kita (bandingkan 1 Yohanes 1:8,9). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jalanilah setiap hari dengan penuh ungkapan syukur. Hiduplah dekat dengan Tuhan, carilah wajahNya setiap hari. Mohonkanlah kekuatanNya senantiasa dan jangan mengandalkan kekuatan sendiri. Tunjukkanlah belas kasihan kepada orang lain yang sedang menghadapi masalah yang sama, dan bantulah mereka memperoleh hidup yang dipulihkan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...setiap  orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa…Jadi apabila Anak itu  memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka.&quot; (Yohanes 8:34, 36). Hak untuk menjadi anak Allah (Yoh 1:12)&amp;nbsp;&lt;i&gt; &lt;a href=&quot;http://pemulihangambardiri.blogspot.com/2008_02_01_archive.html&quot;&gt;silahkan klik di sini&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemulihangambardiri.blogspot.com/feeds/1619563878848821674/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/8961524894602524367/1619563878848821674?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8961524894602524367/posts/default/1619563878848821674'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8961524894602524367/posts/default/1619563878848821674'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemulihangambardiri.blogspot.com/2010/01/pemulihan-bagi-pecandu-alkohol.html' title='Pemulihan Bagi Pecandu Alkohol'/><author><name>Ray Maleke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04330152337456131654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhpenaftEeRhdTcOOGXD62gJBKfjFOV6Gr1X0Xf4UD4avD2DZyLxq3g_Vvk0iC5d32n4m0w3W12e6oF761Y_7tjVJzfymkDG7t1hdQLcB3n0Km9sisR4KplE6mH9NmXUA/s220/foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8961524894602524367.post-2898985728163899776</id><published>2010-02-20T00:07:00.000-08:00</published><updated>2011-05-22T13:03:30.882-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kecanduan Pornografi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kesaksian"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pemulihan dari Kecanduan Pornografi"/><title type='text'>Bebas dari Belenggu Pornografi</title><content type='html'>Pertama kali saya melihat pornografi adalah ketika saya masih di Sekolah Dasar (SD). Waktu itu ada teman saya yang punya majalah porno. Tidak lama setelah melihat majalah itu saya mulai biasa melakukan masturbasi. Di sekolah menengah, saya mengalami apa yang dialami remaja pada umumnya, tubuh mulai memproduksi hormone, dan waktu itu sering kali saya membiarkan pikiran saya befantasi tentang gadis-gadis. &lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Sewaktu saya kuliah, saya terus mencari di mana saya bisa mendapatkan pornografi. Hubungan saya dengan kekasih saya pada waktu itu sangat dipengaruhi oleh pornografi yang telah saya lihat. Saya dipenuhi oleh keinginan untuk melakukan hubungan seks dan membiarkan diri saya dikendalikan oleh hawa nafsu. Karena saya adalah mahasiswa berprestasi dan punya seorang pacar yang menarik, kesombongan saya menjadi alat yang manjur di tangan iblis. Setelah lulus saya masuk sekolah militer. Saya semakin tenggelam dalam berbagai bentuk pornografi dan terus menjalin hubungan seksual dengan banyak wanita. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya berpikir bahwa menikah akan membantu saya menghentikan kebiasaan saya melihat pornografi dan melakukan masturbasi. Saya salah. Saya teringat bagaimana jantung saya berdebar-debar ketika saya membeli majalah pornografi di Toserba, merasa takut jangan-jangan bertemu dengan seorang anggota jemaat di gereja saya. Pada waktu itu, saya seorang Pembina remaja, akan tetapi perasaan akan tertangkap basah itu tidak cukup untuk menghentikan saya membeli pornografi. Setelah menikmatinya beberapa hari, saya akan membuangnya dengan rasa malu dan jijik, dan berjanji tidak akan melihatnya lagi. setelah beberapa minggu kemudian, saya akan kembali mencarinya lagi. Bukannya membawa kepuasan, itu menyalakan hawa nafsu lebih besar lagi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika saya mempunyai internet, suatu bentuk pencobaan yang baru menerpa saya. Tiba-tiba saya bisa mengunjungi situs pornografi dengan bebas dan tanpa diketahui siapa-siapa, kapanpun saya inginkan. Saya mulai melihat pornografi terus menerus. Saya merencanakan untuk melihat pornografi ketika isteri saya pergi atau ketika ia sudah tidur. Saya mulai dimakan sedikit-demi-sedikit oleh kecanduan saya akan pornografi. Saya tahu bahwa saya harus berhenti, tetapi saya tidak tahu bagaimana. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya tahu Tuhan sudah memanggil-manggil saya supaya saya kembali untuk memiliki hubungan denganNya. Saya merasa Roh Kudus berbicara pada hati dan kesadaran saya. Saya hidup “dua muka.” Di luar saya seorang Kristen yang aktif di gereja, di dalamnya saya seorang pecandu pornografi. Saya tahu bahwa melihat pornografi dan berfantasi seksual adalah salah, tetapi kelihatannya sangat sulit untuk berhenti. Saya bisa bertahan sampai dua tiga bulan tidak melihat pornografi, tetapi kemudian jatuh lagi. seperti sebuah lingkaran yang tak pernah berhenti. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang terjadi dengan diri saya sebenarnya adalah bahwa saya telah membangun sebuah benteng dosa seksual selama bertahun-tahun dengan menggunakan pornografi, berfantasi, dan melakukan masturbasi. Benteng itu telah menjadi hampir-hampir tak terkalahkan. Di dalamnya terdapat ingatan-ingatan yang akan terus-menerus menjadi sumber pencobaan. Kebiasaan saya melihat pornografi melemahkan pernikahan saya dan merusakan kehidupan seksual kami. Saya menjadi lebih terangsang melihat pornografi daripada bersama-sama dengan isteri saya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada satu malam di bulan Juli 1998, sekitar jam 2 pagi, saya tidak bisa tidur. Saya merasakan suatu dorongan kuat di dalam diri saya untuk meminta Tuhan untuk menolong saya supaya terbebas dari kecanduan seks saya. Malam itu, bukannya pergi ke ruang komputer untuk melihat pornografi, saya pergi ke ruang tamu, berlutut untuk berdoa. Saya mengakui dosa saya dan menyampaikan keinginan saya untuk dilepaskan. Saya meminta Tuhan untuk mengampuni saya dan menolong saya. Doa itu adalah doa yang tulus, tidak seperti doa-doa setengah hati yang telah saya panjatkan sebelumnya. Sekalipun tidak ada gemuruh halilintar setelah saya berdoa, saya bisa kembali ke tempat tidur dan terlelap. Pada keesokan harinya, saya menyadari bahwa ada sesuatu yang telah berubah di dalam diri saya! Tuhan telah melakukan sesuatu yang sangat luar biasa di dalam diri saya – saya bukan lagi saya yang lama – entah bagaimana Tuhan mengubahkan saya sehingga saya bisa melawan dorongan untuk melihat pornografi dan melakukan masturbasi. Mulai dari malam itu, saya sungguh-sungguh dibebaskan dari kecanduan seks. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tahun-tahun setelah itu, Tuhan mengajarkan saya tentang bagaimana melangkah dalam kemurnian seksual. Saya belajar tentang segi rohani dari dosa seksual dan cobaan-cobaan lainnya. Saya belajar tentang bagaimana menerima penyembuhan dari Tuhan dan berjalan bersamaNya setiap hari. Saya belajar tentang bagaimana Roh Kudus memainkan peranan yang penting dalam menolong kita hidup sebagai manusia yang baru di dalam Kristus. Saya telah menulis tentang semua hal ini dalam website ini supaya dapat menolong yang lain terhindar dari jeratan kecanduan seks dan berjalan dalam kemenangan yang telah Tuhan siapkan bagi mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau Anda sedang bergumul dengan kecanduan seksual, saya ingin Anda tahu bahwa Anda juga bisa memperoleh kebebasan. Tuhan adalah satu-satunya yang bisa memberikan Anda pertolongan yang dapat diandalkan untuk menghancurkan belenggu kecanduan secara permanen. Tidak ada yang dapat membatasi cara Allah bekerja di dalam hidup Anda jika Anda meminta kepadaNya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diterjemahkan dari The Author’s Story (www.porn-free.org)</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemulihangambardiri.blogspot.com/feeds/2898985728163899776/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/8961524894602524367/2898985728163899776?isPopup=true' title='8 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8961524894602524367/posts/default/2898985728163899776'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8961524894602524367/posts/default/2898985728163899776'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemulihangambardiri.blogspot.com/2010/02/lepas-dari-belenggu-pornografi.html' title='Bebas dari Belenggu Pornografi'/><author><name>Ray Maleke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04330152337456131654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhpenaftEeRhdTcOOGXD62gJBKfjFOV6Gr1X0Xf4UD4avD2DZyLxq3g_Vvk0iC5d32n4m0w3W12e6oF761Y_7tjVJzfymkDG7t1hdQLcB3n0Km9sisR4KplE6mH9NmXUA/s220/foto.jpg'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8961524894602524367.post-3484906027796423844</id><published>2010-01-21T23:11:00.000-08:00</published><updated>2011-07-26T09:22:18.156-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Bagaimana Membentuk Kelompok Pemulihan?"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="menghadapi kecanduan bersama-sama"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="pembentukan kelompok tumbuh bersama"/><title type='text'>Bagaimana Membentuk Kelompok Tumbuh Bersama?</title><content type='html'>Definisi: &lt;i&gt;Kelompok Tumbuh Bersama adalah kumpulan orang-orang yang dengan menyadari akan kasih karunia Allah yang berlaku di dalam kehidupan mereka, bertemu untuk mendalami firman Tuhan, berbagi pengalaman, serta saling mendukung dan mendoakan antara seorang dengan yang lain dalam proses pemulihan karakter dan pertumbuhan menjadi seperti Kristus.&lt;/i&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk memulai sebuah Kelompok Tumbuh Bersama, Anda bisa mengikuti petunjuk sederhana berikut ini: &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
PEMBENTUKAN:&lt;br /&gt;
Umumkanlah di pertemuan-pertemuan atau informasikan kepada orang lain tentang kerinduan Anda untuk memulai sebuah kelompok tumbuh bersama bagi yang mengalami masalah dalam mengatasi kebiasaan-kebiasaan yang tidak diinginkan. Alangkah baiknya jika ada daftar isian dengan alamat/nomor telpon/email yang bisa dihubungi bagi mereka yang berminat. Kelompok yang sedang Anda bentuk ini pertama-tama hendak menawarkan wadah pemulihan bagi mereka yang ingin mengalami pemulihan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hubungilah orang-orang yang mendaftar untuk menetapkan waktu dan tempat pertemuan. Lama pertemuan adalah satu jam (atau sesuai kesepakatan). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
PERSETUJUAN:&lt;br /&gt;
Membuat persetujuan adalah penting. Pertemuan awal adalah membuat kesepakatan bersama bahwa segala sesuatu yang disebutkan di dalam pertemuan kelompok, tidak boleh dibawa keluar – kecuali hal itu telah bersangkutan dengan keselamatan seseorang. Pada awal pertemuan kelompok, setiap anggota perlu menyatakan persetujuan mereka akan hal ini. Jika ada orang yang datang nanti pada pertemuan berikutnya, mereka juga perlu mengetahui tentang persetujuan yang telah dibuat, dan mengambil bagian di dalamnya. Jikalau nantinya ada yang tidak bisa menjaga rahasia, maka seluruh anggota kelompok harus menyatakan sikap untuk tidak menerimanya lagi di dalam kelompok itu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anugerah Allah hendaklah mewarnai setiap pertemuan kelompok di mana keterbukaan dan saling menopang satu dengan yang lain menjadi ciri utamanya. Alkitab katakan: Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. (Yakobus 5:16)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelompok ini harus mampu berdiri sendiri dan menopang diri sendiri. Hal ini penting untuk mencegahnya dari kemungkinan dimanfaatkan untuk maksud dan tujuan yang lain. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
PELAKSANAAN:&lt;br /&gt;
Kelompok pemulihan biasanya dimulai dengan membacakan &lt;a href=&quot;http://pemulihangambardiri.blogspot.com/2010/04/dua-belas-langkah-dan-prinsip-prinsip.html&quot;&gt;12 Langkah Pemulihan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
kemudian diikuti dengan Doa Ketentraman Jiwa:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Doa Ketentraman Jiwa&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya Tuhan, karuniakanlah kepadaku ketentraman jiwa &lt;br /&gt;
untuk menerima hal-hal yang tidak dapat aku ubah; &lt;br /&gt;
Keberanian untuk mengubah hal-hal yang dapat aku ubah; &lt;br /&gt;
dan hikmat untuk membedakan keduanya. &lt;br /&gt;
Hidup sehari demi sehari &lt;br /&gt;
Menikmati satu waktu di setiap saat &lt;br /&gt;
Melihat sengsara sebagai jalan pada kedamaian; &lt;br /&gt;
Sama seperti Dia, menerima dunia yang berdosa ini dengan apa adanya, &lt;br /&gt;
dan percaya bahwa Ia akan membuat segala sesuatunya indah &lt;br /&gt;
jika aku berserah pada kehendakNya; &lt;br /&gt;
supaya aku dapat sedikit berbahagia dalam hidup ini &lt;br /&gt;
dan berlimpah bahagia ketika aku bersamaNya &lt;br /&gt;
selama-lamanya. Amin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian pemimpin kelompok dapat mempersilahkan setiap orang untuk membagikan pengalaman mereka sehubungan dengan kecanduan dan pergumulan yang dihadapi. Tidak&amp;nbsp;diperkenankan memberikan tanggapan kepada satu dengan yang lain. Tujuan dari kelompok ini bukan untuk “memperbaiki” satu dengan yang lain, melainkan saling mendukung dan menopang dalam bergumul menghadapi kecanduan. Jika ada yang hendak disampaikan kepada anggota yang lain, maka hal itu dapat disampaikan secara pribadi di luar pertemuan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirilah dengan setiap pertemuan dengan doa:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Doa Bapa Kami&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bapa kami dalam sorga,&lt;br /&gt;
dikuduskanlah namaMu,&lt;br /&gt;
datanglah KerajaanMu, &lt;br /&gt;
jadilah kehendakMu &lt;br /&gt;
di bumi seperti di sorga.&lt;br /&gt;
Berikanlah kami pada hari ini &lt;br /&gt;
makanan kami yang secukupnya&lt;br /&gt;
dan ampunilah kami akan kesalahan kami&lt;br /&gt;
seperti kami juga mengampuni orang&lt;br /&gt;
yang bersalah kepada kami;&lt;br /&gt;
dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, &lt;br /&gt;
tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat.&lt;br /&gt;
Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan &lt;br /&gt;
dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dalam kelompok yang telah terbentuk, sebaiknya anggotanya dibagi menjadi dua-dua (bandingkan Markus 6:7) untuk saling mengingatkan dan saling mendoakan. Alangkah baiknya jika setiap anggota kelompok memiliki nomor telpon orang-orang yang berada di dalam kelompok itu, supaya dapat saling menelpon ketika sedang menghadapi pergumulan.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemulihangambardiri.blogspot.com/feeds/3484906027796423844/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/8961524894602524367/3484906027796423844?isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8961524894602524367/posts/default/3484906027796423844'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8961524894602524367/posts/default/3484906027796423844'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemulihangambardiri.blogspot.com/2010/02/bagaimana-membentuk-kelompok-tumbuh.html' title='Bagaimana Membentuk Kelompok Tumbuh Bersama?'/><author><name>Ray Maleke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04330152337456131654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhpenaftEeRhdTcOOGXD62gJBKfjFOV6Gr1X0Xf4UD4avD2DZyLxq3g_Vvk0iC5d32n4m0w3W12e6oF761Y_7tjVJzfymkDG7t1hdQLcB3n0Km9sisR4KplE6mH9NmXUA/s220/foto.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8961524894602524367.post-4883804946667689034</id><published>2010-01-20T21:57:00.000-08:00</published><updated>2011-11-03T11:04:53.852-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pemulihan dari Kecanduan Pornografi"/><title type='text'>Pemulihan dari Kecanduan Pornografi</title><content type='html'>&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Pornografi dapat diartikan sebagai penggambaran secara eksplisit dalam bentuk Video/DVD/VCD/foto/desktop screen/poster/gambar/buku/komik/majalah/tulisan cerita/media lainnya on/off-line, elektronik/non-elektronik, yang dibuat untuk menunjukkan secara eksplisit suatu perilaku seksual dengan tujuan untuk membangkitkan gairah seksual.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penelitian telah membuktikan bahwa efek pornografi sama seperti kokain yang dapat menyebabkan kecanduan yang serius dan pergeseran pada emosi dan perilaku sosial. Mary Anne Layden, Co-Director Program Psikopatologi dan Trauma Seksual di Pusat Terapi Kognitif Universitas Pennsylvania, AS, menyatakan bahwa pornografi adalah masalah mental yang paling memprihatinkan di dunia saat ini. Dalam hubungan dengan pandangannya tentang pornografi ia memaparkan bahwa 40% dari pecandu seks kehilangan pasangannya, 58% menderita kerugian finansial yang parah, dan 27% sampai 40% kehilangan pekerjaan atau profesi mereka. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak orang masih menganggap bahwa pornografi adalah hal yang biasa yang tidak mempunyai konsekuensi apa-apa dalam hidup pribadi atau dalam hubungan dengan orang lain. Namun banyak orang telah belajar dari pengalaman mereka mendapati bahwa pemikiran itu keliru dan harus dibayar dengan menanggung kerugian yang begitu besar. Pornografi mempengaruhi mental, emosi dan rohani secara negatif; mengasilkan citra diri yang rapuh dan menyulut masalah-masalah kejiwaan yang abnormal serta memicu perilaku kriminal seperti pemerkosaan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada kenyataannya, mengetahui bahwa pornografi mengakibatkan hal-hal negatif tidak semerta-merta dapat membuat seseorang yang telah terbiasa melihat pornografi dapat menghentikan kebiasaan itu. Bahkan orang-orang yang telah kehilangan pekerjaan, mengalami perceraian, terjebak dalam tindakan kriminal, dsb. oleh karena pornografi masih harus bergumul untuk dapat membebaskan diri dari belenggu ini. Hal ini menunjukkan bagaimana kuatnya candu pornografi dapat mengikat seseorang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada anggapan bahwa kebiasaan melihat pornografi akan berhenti ketika seseorang menikah. Sayangnya kenyataannya tidaklah demikian. Orang yang telah kecanduan pornografi akan terus melihat pornografi sekalipun telah masuk dalam pernikahan. Hubungan seks yang kudus dan diciptakan Allah untuk mencapai tingkat pengenalan jiwa yang paling intim antara suami-istri terancam dikotori oleh fantasi seksual yang muncul dari hasil menyaksikan pornografi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal yang tidak kalah memprihatinkan adalah ketika hubungan seks yang normal tidak lagi memberikan efek yang kita harapan, kita mulai mencari hal-hal yang tidak normal, dan seiring dengan waktu konsep seksualitas kita pun bergeser dan kita menjadi rentan terpengaruh berbagai perilaku seksual yang menyimpang dari menyetujuinya sampai dengan melakukannya. Waspadailah hal ini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jikalau Anda berkerinduan untuk lepas dari ikatan pornografi, langkah penting yang perlu Anda lakukan pertama kali adalah: akuilah bahwa Anda sedang menghadapi masalah melihat pornografi. Hal ini penting untuk dapat sampai pada pemulihan. Apabila Anda masih menyangkal sementara Anda sudah tidak bisa melepaskan diri darinya, maka sulit untuk bisa masuk dalam proses pemulihan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anda barangkali telah berulang-ulang membuat janji pada diri sendiri dan kepada Tuhan bahwa Anda tidak akan melihat pornografi lagi, namun akhirnya jatuh lagi. Anda tidak sendiri, banyak orang yang mengalaminya, dan banyak diantara mereka sudah tiba pada hidup yang dipulihkan oleh Allah. Hal ini menunjukkan kepada Anda bahwa Anda tidak dapat melakukannya sendiri. Anda memerlukan pertolongan Tuhan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jikalau Anda tahu tentang cerita &quot;Anak yang Hilang,&quot; maka Anda bisa mengingat bahwa Tuhan mengasihi Anda. Kita semua telah meninggalkan Allah untuk hidup yang menghancurkan diri kita sendiri dan mendukakan hatiNya, namun ketika kita kembali padaNya, Ia datang berlari dan memeluk kita, tak peduli betapa kotor dan hina kita adanya. Demikianlah kerinduan Allah bagi kita semua. Ia merancangkan hidup yang penuh arti bagi kita. Di sinilah kita memahami kasih karunia Allah, bahwa Kristus mati bagi kita ketika kita masih berdosa (Roma 5:8). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mintalah Allah menempati tempat yang paling utama di dalam hidup Anda. Dengan demikian Anda tak perlu menggunakan pornografi untuk mengisi tempat yang kosong dalam hidup Anda. Dan dengan damai sejahtera dari Tuhan, mulailah melakukan langkah-langkah pembaruan dalam hidup Anda:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Temuilah seorang yang Anda percaya, seorang konselor atau pelayan Tuhan; seorang teman yang tidak akan menghakimi Anda, melainkan dengan sukacita mendukung, mendoakan, mendengarkan kegagalan dan keberhasilan Anda, dan menolong Anda dalam proses pemulihan ini. Langkah ini sangat penting dan menentukan. Anda perlu bantuan orang lain untuk menjalani proses ini. Salah satu halangan yang perlu kita atasi adalah pemikiran bahwa kita bisa mengatasi masalah kita sendiri. Berbagi dengan seorang yang kita percaya membuka gerbang anugerah Allah untuk kita terima dan mengajarkan kita bagaimana membagikan itu kepada orang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hancurkan/musnahkan semua material pornografi yang Anda miliki. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pelajarilah saat-saat di mana Anda merasa terdorong untuk melihat pornografi, apakah ketika Anda merasa bosan, marah, sedih, kecewa, kesepian, dll. atau ketika Anda ingin santai, rekreasi, dll. dan belajarlah untuk melakukan sesuatu yang lain sebagai ganti melihat pornografi. Sesuatu yang merupakan kesenangan atau hobi yang dapat memberikan kepuasan kepada Anda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sadarilah bahwa otak Anda telah merekam pola prilaku dalam melihat pornografi, membutuhkan waktu untuk dapat menetralisirnya. Milikilah kerendahan hati, kesabaran, dan ketekunan dalam proses pemulihan ini, sambil percaya akan kasih karuna Allah dalam hidup Anda, yang tidak Anda dapatkan karena kebaikan atau usaha Anda sendiri, melainkan sebuah pemberian. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Belajarlah tentang diri Anda sendiri, dan bertumbuhlah dalam iman. Serahkanlah kehidupan Anda kepada Allah. Ia tahu kelemahan dan kekuatan Anda. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bergabunglah dengan kelompok Kristen/Umum yang dapat membantu Anda menjalani proses pemulihan Anda. Jika tidak ada kelompok seperti itu di lingkungan Anda, barangkali Anda bisa memulainya. Undanglah mereka yang menghadapi masalah yang sama untuk bertemu secara teratur, berbagi pengalaman dan saling mendukung satu dengan yang lain. (&lt;a href=&quot;http://pemulihangambardiri.blogspot.com/search/label/Bagaimana%20Membentuk%20Kelompok%20Pemulihan%3F&quot;&gt;Bagaimana membentuk Kelompok Tumbuh Bersama?&lt;/a&gt;)</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemulihangambardiri.blogspot.com/feeds/4883804946667689034/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/8961524894602524367/4883804946667689034?isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8961524894602524367/posts/default/4883804946667689034'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8961524894602524367/posts/default/4883804946667689034'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemulihangambardiri.blogspot.com/2010/01/pemulihan-dari-kecanduan-pornografi.html' title='Pemulihan dari Kecanduan Pornografi'/><author><name>Ray Maleke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04330152337456131654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhpenaftEeRhdTcOOGXD62gJBKfjFOV6Gr1X0Xf4UD4avD2DZyLxq3g_Vvk0iC5d32n4m0w3W12e6oF761Y_7tjVJzfymkDG7t1hdQLcB3n0Km9sisR4KplE6mH9NmXUA/s220/foto.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8961524894602524367.post-6364571327103608331</id><published>2010-01-20T20:02:00.000-08:00</published><updated>2010-08-26T22:48:11.561-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pemulihan dari Kecanduan Kerja"/><title type='text'>Kecanduan Kerja</title><content type='html'>Kecanduan kerja dapat diartikan sebagai situasi di mana seseorang menjadi begitu terfokus pada kerja dan membuat dirinya sendiri bekerja melewati batas. Seorang yang menghadapi kecanduan kerja tak henti-hentinya merasa kuatir jika pekerjaannya tidak akan selesai pada waktunya, terus mengejar proyek-proyek, mengejar kesuksesan, dsb. dan secara sadar atau tidak sadar mengabaikan keluarga, kesehatan fisik, interaksi sosial, dll. Banyak ahli jiwa mengkategorikan kecanduan kerja sebagai gejala gangguan kepribadian obsesif-compulsif. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Ambisi yang berlebihan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Salah satu penyebab utama dari kecanduan kerja adalah ambisi yang berlebihan. Banyak orang yang melihat sukses itu sebagai keberhasilan untuk memiliki materi, seperti uang, jabatan, status, dll. Untuk memperoleh hal-hal tersebut mereka terus menerus menimbun diri mereka dengan pekerjaan mereka. Satu-satunya hal yang mereka pedulikan adalah sukses dan hal ini mereka mau melakukan apa saja. Orang-orang yang terjebak dalam pola ini menjadi super perfeksionis sehingga suatu kesalahan sekecil apapun dapat mengundang prilaku negatif, seperti berteriak, bersikap kasar, menjadi panic, dsb. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Pelarian&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Selain obsesi berlebihan, pelarian juga dapat menyebabkan kecanduan kerja. Seseorang yang menjadikan pekerjaannya sebagai pelarian atau penghindaran dari kegagalan di dalam kehidupan pribadinya dapat terjebak dalam kecanduan kerja. Di dalam karier/pekerjaannya ia mencari pujian dan penghargaan dengan terus menerus bekerja. Hal ini menyebabkan ia tidak dapat memberikan perhatian pada hal-hal yang lain, contohnya keluarga, dan untuk menggantikan kekurangan ini ia kembali menenggelamkan diri dalam pekerjaannya, sehingga dengan demikian siklus ini menjadi seperti lingkaran setan yang tak pernah berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Dampak kecanduan kerja&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Apapun penyebab kecanduan kerja, ujung-ujungnya adalah sama. Semakin banyak waktu yang digunakan untuk bekerja, semakin kurang yang waktu yang diberikan untuk istri, anak-anak, orangtua, teman-teman, family, atau hal lainnya. Akibatnya seseorang bisa kehilangan hal-hal yang sebenarnya penting baginya. Ia menjadi terasing dan kemudian menghadapi masalah-masalah yang bersumber dari padanya. Kecanduan kerja dapat juga menyebabkan gangguan fisik dan kejiwaan, misalnya darah tinggi, mudah marah, jantung berdebar-debar, merasa stres terus-menerus, letih, dsb. Jika kecanduan kerja tidak segera mendapat perhatian khusus maka ia berpotensi membawa penyakit yang kronis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Pemulihan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Apabila Anda mengalami kecanduan kerja, segeralah mengambil tindakan. Hal pertama yang perlu dilakukan adalah mengenali dan mengakui bahwa Anda telah kecanduan kerja. Hal ini penting untuk dapat sampai pada pemulihan. Apabila Anda masih menyangkal sementara Anda sudah menjadi seorang pecandu kerja, maka sulit untuk bisa bebas dari padanya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal yang kedua yang perlu Anda lakukan adalah meminta campur tangan Tuhan dalam masalah ini. Hal ini sangat penting untuk dapat menerima pemulihan. Penting untuk diingat bahwa usaha Anda sendiri takkan bisa mengeluarkan Anda dari perilaku kecanduan. Anda membutuhkan kuasa Allah untuk melepaskan Anda. Oleh karena itu, mintalah pertolongan Tuhan supaya Anda dapat terbebas dari perilaku kecanduan kerja yang sedang Anda alami. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal ketiga adalah memahami perilaku Anda. Bertanyalah pada diri Anda sendiri obsesi apa yang mempengaruhi pikiran Anda, hal apa yang Anda coba hindari, atau apa yang coba Anda buktikan. Sejauh mana perilaku kecanduan Anda selama ini telah mempengaruhi kehidupan Anda. Ketika proses pemulihan itu dimulai di dalam diri Anda, Anda juga perlu memastikan bahwa pemulihan itu juga terjadi di dalam diri orang lain dan hubungan yang telah terpengaruh oleh perilaku Anda. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bawalah semua itu di dalam doa kepada Tuhan, serahkanlah kepadaNya semua kegagalan dan kesalahan Anda. Lihatlah juga dimana kebaikan-kebaikan Tuhan dinyatakan di dalam hidup Anda. Mohonkanlah pengampunan atas segala hal yang telah menjadi tak terkendali dan untuk perilaku Anda yang telah membuat orang lain menderita. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ingatlah ketika pekerjaan menjadi yang paling utama di dalam hidup Anda, melebihi segala hal yang lainnya, Anda telah menjadikannya sebagai tuhan dalam hidup Anda. Sekarang Anda tidak ingin hal itu berlangsung terus, karena hal itu merusak kehidupan Anda. Tuhan adalah satu-satunya Allah yang dari padaNya kita memperoleh hidup. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika pikiran Anda hendak menawan Anda dengan segala pekerjaan yang bisa Anda temukan di sana, ingatlah bahwa pekerjaan bukanlah yang memerintah Anda, melainkan Anda yang menentukan prioritas dalam hidup Anda. Ketika Allah mendapat prioritas di dalam hidup kita, segala sesuatunya akan jatuh pada tempatnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ingatlah juga bahwa bukan semata-mata alasan kultis Allah menetapkan satu hari sebagai hari peristirahatan (Sabat), melainkan karena Allah menciptakan kita seturut dengan gambarNya, dan dengan demikian sama seperti Allah menguduskan satu hari untuk beristirahat, demikian juga kita diajar untuk memiliki waktu beristirahat dari pekerjaan kita dan melewatkan waktu berbakti kepadaNya. Hendaklah hari itu mewarnai setiap aktifitas kita, demikian juga setiap hari diwarnai bakti kita kepadaNya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buatlah rencana kerja dengan memperhatikan jadwal kerja. Upayakanlah adanya keseimbangan antara:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;doa – rekreasi – pekerjaan&lt;br /&gt;
keluarga – teman-teman – pekerjaan &lt;br /&gt;
makan – olah raga – istirahat &lt;/blockquote&gt;Hal yang tidak kalah pentingnya adalah temuilah seseorang yang Anda percayai untuk dapat membantu menjalani proses pemulihan Anda. Seorang yang tidak akan menghakimi Anda, melainkan dengan sukacita mendukung dan mendoakan Anda. Jalanilah setiap hari dengan penuh ungkapan syukur. Hiduplah dekat dengan Tuhan, carilah wajahNya setiap hari. Mohonkanlah kekuatanNya senantiasa dan jangan mengandalkan kekuatan sendiri. Tunjukkanlah belas kasihan kepada orang lain yang sedang menghadapi masalah yang sama, dan bantulah mereka memperoleh apa yang telah Anda temukan di dalam Yesus Kristus Tuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Informasi tentang kecanduan kerja diadaptasi dari:&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://lifestyle.iloveindia.com/lounge/workaholism-2186.html&quot;&gt;http://lifestyle.iloveindia.com/lounge/workaholism-2186.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jikalau Anda mempunyai pertanyaan atau tanggapan mengenai artikel ini, silahkan mengirimkan email ke &lt;a href=&quot;mailto:konselinganonim@yahoo.com&quot;&gt;konselinganonim@yahoo.com&lt;/a&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemulihangambardiri.blogspot.com/feeds/6364571327103608331/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/8961524894602524367/6364571327103608331?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8961524894602524367/posts/default/6364571327103608331'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8961524894602524367/posts/default/6364571327103608331'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemulihangambardiri.blogspot.com/2010/01/kecanduan-kerja.html' title='Kecanduan Kerja'/><author><name>Ray Maleke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04330152337456131654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhpenaftEeRhdTcOOGXD62gJBKfjFOV6Gr1X0Xf4UD4avD2DZyLxq3g_Vvk0iC5d32n4m0w3W12e6oF761Y_7tjVJzfymkDG7t1hdQLcB3n0Km9sisR4KplE6mH9NmXUA/s220/foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8961524894602524367.post-4078739983396433557</id><published>2010-01-19T19:52:00.000-08:00</published><updated>2010-12-21T13:36:37.232-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Membantu orang yang berniat bunuh diri"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Mencegah Bunuh Diri"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tanda-tanda orang yang berniat bunuh diri"/><title type='text'>Membantu orang yang berniat bunuh diri</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Tanda-tanda orang yang berniat bunuh diri &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Bunuh diri adalah masalah utama yang muncul sebagai akibat depresi. Lebih dari setengah dari jumlah pelaku bunuh diri menghadapi masalah depresi berat atau klinis. Tidak semua orang yang mengalami depresi punya kecenderungan melakukan bunuh diri, namun kebanyakan orang yang melakukan bunuh diri berada dalam keadaan depresi. Perasaan sedih berkelanjutan yang tidak hilang dalam dua minggu atau lebih dapat didefinisikan sebagai depresi berat.&amp;nbsp;Masalah mental dan penyalahgunaan obat banyak kali juga menandai pelaku bunuh diri. Hal lain yang dapat memicu bunuh diri adalah rasa malu, kurangnya rasa percaya diri, kegagalan, dll. &lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Seseorang yang beresiko berat melakukan bunuh diri seringkali menunjukkan tanda-tanda seperti berikut ini: &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1) Mengancam akan mengakhiri hidupnya, atau menceritakan keinginannya untuk mencelakai diri/melakukan bunuh diri; dan/atau &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2) mencari cara untuk melakukan bunuh diri dengan mencari cara mendapatkan bahan-bahan yang dapat digunakan untuk bunuh diri seperti racun, obat, dsb.; dan/atau &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3) bicara atau menulis tentang kematian, keadaan hampir mati atau bunuh diri, di situasi yang tidak biasanya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4) Tanda-tanda peringatan lainnya adalah: peningkatan dalam penggunaan alkohol atau obat-obatan, kehilangan tujuan hidup, cemas, gelisah, tidak bisa tidur atau tidur terus menerus, merasa terjebak – merasa tak ada jalan keluar dari sesuatu, putus asa, menarik diri dari teman-teman, keluarga, masyarakat, amarah yang tak terkontrol, ingin membalas dendam, bersikap ugal-ugalan atau melakukan aktifitas yang beresiko tanpa memikirkannya lebih dahulu, perubahan mood yang dramatis. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Mencegah bunuh diri &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Banyak dari kejadian bunuh diri sebenarnya dapat dicegah. Sebuah organisasi yang meneliti tentang fenomena bunuh diri di Amerika melaporkan bahwa kebanyakan orang yang punya kecenderungan bunuh diri sangat ingin untuk tetap hidup; mereka hanya tidak mampu melihat alternatif dari masalah yang mereka hadapi. Kebanyakan orang yang cenderung melakukan bunuh diri memberikan peringatan atau tanda ketika mereka bermaksud untuk bunuh diri, hanya kadang kala mereka yang dekat dengan orang-orang ini tidak menyadari pentingnya tanda-tanda itu atau tidak tahu apa yang dapat mereka lakukan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sangat penting untuk diketahui bahwa ketika seseorang mengatakan kepada Anda bahwa ia sedang berpikir untuk melakukan bunuh diri, Anda perlu mengatakan kepadanya dengan jelas dan tegas bahwa Anda tidak ingin ia melakukan bunuh diri. &quot;Saya tidak ingin Anda melakukan bunuh diri.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ajaklah ia bicara secara terbuka tentang apa yang ingin ia lakukan. Tanyakan kepadanya kapan ia merencanakan untuk melakukannya, dan dengan cara bagaimana. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika memungkinkan jelaskan padanya konsekuensi yang dapat ia hadapi jika ia memilih melakukan apa yang ia rencanakan: konsekuensi pada diri sendiri, pada keluarganya, atau orang disekitarnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Doronglah ia untuk mencari pertolongan professional (misalnya psikiater, konselor, dll). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jangan meninggalkan orang yang hendak melakukan bunuh diri sendirian. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang yang sedang mengalami depresi dan berniat bunuh diri membutuhkan dukungan emosional dari teman dan keluarga. Sangat tidak disarankan untuk berdebat dengan orang tersebut tentang apakah bunuh dari adalah benar atau salah. Mereka sedang mengisyaratkan bahwa mereka perlu pertolongan. Kasih dan belas kasihan yang tulus dapat memberi mereka harapan. Sertailah diri Anda dengan doa ketika Anda terlibat dalam membantu seseorang yang berniat bunuh diri. Doakan juga secara pribadi orang yang sedang Anda bantu supaya ia diberi kekuatan dan pengharapan, supaya keluarga dan teman-temannya dapat menjadi support group baginya, serta upaya pertolongan yang ditempuh (mis. konseling, dsb.) dapat membawa pemulihan dari Allah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jikalau Anda kebetulan tahu seseorang yang berniat bunuh diri, mintalah pada Tuhan hikmatNya tentang bagaimana Anda dapat terlibat dalam upaya membantu orang tersebut. Pekalah terhadap bimbingan Tuhan ketika Anda terlibat dalam membantu orang yang berniat bunuh diri. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
handsonhealth-sc.org/page.php?id=964&lt;br /&gt;
aapc.org/practice.cfm&lt;br /&gt;
answers.com/Q/Why_do_some_people_commit_suicide&lt;br /&gt;
suicidology.org/displaycommon.cfm?an=2&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Artikel terkait: &lt;a href=&quot;http://c3i.sabda.org/bagaimana_melayani_orang_yang_memunyai_kecenderungan_bunuh_diri&quot;&gt;Bagaimana Melayani...&lt;/a&gt;</content><link rel='enclosure' type='' href='http://c3i.sabda.org/bagaimana_melayani_orang_yang_memunyai_kecenderungan_bunuh_diri' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemulihangambardiri.blogspot.com/feeds/4078739983396433557/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/8961524894602524367/4078739983396433557?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8961524894602524367/posts/default/4078739983396433557'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8961524894602524367/posts/default/4078739983396433557'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemulihangambardiri.blogspot.com/2010/01/membantu-orang-yang-berniat-bunuh-diri.html' title='Membantu orang yang berniat bunuh diri'/><author><name>Ray Maleke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04330152337456131654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhpenaftEeRhdTcOOGXD62gJBKfjFOV6Gr1X0Xf4UD4avD2DZyLxq3g_Vvk0iC5d32n4m0w3W12e6oF761Y_7tjVJzfymkDG7t1hdQLcB3n0Km9sisR4KplE6mH9NmXUA/s220/foto.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8961524894602524367.post-8947958670892594267</id><published>2010-01-16T21:29:00.000-08:00</published><updated>2010-06-17T22:24:56.749-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Mengatasi Depresi"/><title type='text'>Pemulihan Bagi Yang Mengalami Depresi</title><content type='html'>Depresi adalah gangguan kesehatan mental yang dapat mempengaruhi pola makan, tidur, perasaan, mood, pemikiran, dsb. Depresi berbeda dari sekedar perasaan tak nyaman sesaat, dan bukan disebabkan oleh kelemahan kepribadian. Depresi tidak dapat diatasi dengan kehendak hati atau pikiran. Jika dibiarkan dapat berlangsung berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. Pengobatan dengan antidepresan dan psikoterapi dapat membantu mengatasi gangguan kesehatan mental ini, namun yang tak kalah penting adalah pemulihan jiwa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gejala depresi:&lt;br /&gt;
• Perasaan sedih, kuatir, ‘kosong’ yang berkelanjutan&lt;br /&gt;
• Merasa tak punya harapan, psimis &lt;br /&gt;
• Perasaan bersalah, tak berguna, tak berdaya&lt;br /&gt;
• Tidak tertarik lagi/tak dapat menikmati kesenangan dalam melakukan hobi atau kegiatan lainnya yang disukai&lt;br /&gt;
• Merasa kurang bertenaga, pening, menjadi ‘lambat’&lt;br /&gt;
• Sulit berkonsentrasi, mengingat sesuatu, atau mengambil keputusan&lt;br /&gt;
• Tidak dapat tidur, terjaga di waktu pagi buta, atau bangun kesiangan&lt;br /&gt;
• Selera makan hilang dan/atau berat badan turutn, atau makan berlebihan dan/atau berat badan naik&lt;br /&gt;
• Memikirkan tentang kematian atau bunuh diri; percobaan bunuh diri&lt;br /&gt;
• Tidak tenang, mudah marah&lt;br /&gt;
• Masalah kesehatan fisik yang tak kunjung sembuh sekalipun telah diobati, seperti sakit kepala, gangguan pencernaan, rasa sakit yang kronis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Depresi perlu dipahami secara tepat supaya tidak menyebabkan efek negatif yang lebih jauh. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Depresi tidak mengenal kaya atau miskin, perempuan atau laki-laki, tua atau muda, tidak juga&amp;nbsp;SARA (suku, agama, ras). 340 juta orang di dunia menderita depresi, dan jumlah ini terus meningkat. Satu dari empat perempuan mengalami depresi dan satu dari sepuluh laki-laki menderita depresi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyebab depresi berbeda-beda. Secara umum dapat dipengaruhi oleh dua hal, faktor internal dan faktor external. Faktor internal misalnya genetic, tidak seimbangannya unsur kimia tubuh, pengaruh hormon, penyakit (seperti strok, darah tinggi, kanker, Parkinson). Perubahan fisik juga dapat mempengaruhi munculnya depresi. Orang yang rendah diri dan selalu psimis lebih mudah mengalami depresi, hal ini biasanya melibatkan dendam, amarah, sakit hati akibat perlakuan/pelecehan di masa lalu (unresolved problem). Factor eksternal misalnya: kematian/kehilangan orang yang dikasihi, hubungan yang bermasalah, masalah keuangan, dsb.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wanita seringkali mengalami depresi akibat pengaruh hormon, misalnya perubahan jadwal menstruasi, kehamilan, keguguran, pasca melahirkan, pre-menopause, dan menopause. Wanita juga mengalami situasi yang unik dengan tanggung jawab di rumah dan di tempat pekerjaan, mengasuh anak-anak atau mengurus orang tua. Wanita terlebih khususnya rentan depresi pada waktu setelah melahirkan. Depresi ringan dapat diatasi dengan dengan bantuan perawat kesehatan dan dukungan emosional dari keluarga dan teman-teman, namun jika depresi menjadi akut maka perlu segera dilakukan intervensi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pria yang menyadari bahwa ia mengalami depresi, biasanya menolak pergi ke dokter untuk mendapat perawatan. Pria cenderung menyembunyikan depresi dengan mengkonsumsi minuman keras, atau bekerja sampai melewati batas. Pada pria, lebih daripada putus harapan atau merasa tak berdaya, kebanyakan yang muncul adalah sifat lekas marah, menjadi pemarah, atau putus asa. Pria perlu mendapat bantuan untuk memahami bahwa bantuan professional atau program kesehatan mental dapat membantu mereka memahami depresi sebagai gangguan kesehatan mental yang membutuhkan pengobatan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kebanyakan orang ketika menghadapi depresi, menjadi sangat sensitive dan tertutup. Semua perasaan hatinya dibawa masuk ke dalam ruangan yang pintunya telah tertutup. Semakin banyak hal yang masuk, maka mereka semakin tenggelam bersama seisi ruangan itu atau meledak bersamanya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jikalau Anda merasa bahwa Anda saat ini sedang menghadapi depresi, yang pertama yang perlu Anda lakukan adalah menyerahkan diri Anda sepenuhnya ke dalam kasih sayang dan pemeliharaan Allah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdoalah demikian:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;Ya, Tuhan, Allah, Engkau memperhatikan aku, sekalipun di saat aku merasa aku sendirian. Aku menyerahkan hidupku ke dalam tanganMu, karena aku percaya akan kasihMu yang telah Engkau curahkan lewat Yesus Kristus yang telah mati untuk menebus dosa-dosaku. Tolonglah aku pada saat ini, supaya aku jangan terbenam dalam keputusasaan atau hangus dalam amarah, melainkan dengan hikmatMu aku menerima damai sejahtera yang berasal dari padaMu. Amin. &lt;/blockquote&gt;Ketika Anda membawa diri Anda dalam doa, Anda membuka campur tangan Allah di dalam masalah apapun yang sedang Anda alami. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mintalah juga keberanian dari Tuhan Allah supaya Anda mampu menanyakan kepada diri Anda sendiri penyebab dari situasi yang sedang Anda alami saat ini dan kekuatan serta hikmat untuk memperoleh jawaban terhadap pertanyaan itu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jikalah Anda menemukan sesuatu yang ingin Anda sampaikan kepada Allah, janganlah sungkan atau segan menyampaikan kepada Allah yang tahu apa yang Anda rasakan sebelum Anda mengatakan apa-apa. Ia ingin mendengar apa yang berada di dalam hati, pikiran atau di tubuh Anda. Jangan menyembunyikan apa-apa. Segala kelemahan dan ketidak berdayaan, ketakutan dan kekuatiran, dosa dan rasa malu, atau amarah, dendam dan sakit hati. Apapun yang sedang melingkupi hidup Anda, bawalah kepada Tuhan dan serahkan semuanya kepadaNya (lih. Ibr 4:15). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Anda datang sungguh-sungguh mencari Tuhan di tengah-tengah masalah Anda, Anda akan terkejut melihat bahwa Anda menerima apa yang Anda butuhkan untuk menghadapi masalah itu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jikalau masalah depresi Anda disebabkan oleh faktor ketidak seimbangan kimia tubuh, maka sama seperti flu, Anda perlu obat untuk membantu Anda dalam proses pemulihan Anda. Mintalah nasihat dokter atau professional.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Temuilah seseorang yang Anda percayai untuk dapat membantu menjalani proses pemulihan Anda. Seorang yang tidak akan menghakimi Anda, melainkan dengan sukacita mendukung dan mendoakan Anda. Jalanilah setiap hari dengan penuh ungkapan syukur. Hiduplah dekat dengan Tuhan, carilah wajahNya setiap hari. Mohonkanlah kekuatanNya senantiasa dan jangan mengandalkan kekuatan sendiri. Tunjukkanlah belas kasihan kepada orang lain yang sedang menghadapi masalah yang sama, dan bantulah mereka memperoleh apa yang telah Anda temukan di dalam Yesus Kristus Tuhan.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemulihangambardiri.blogspot.com/feeds/8947958670892594267/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/8961524894602524367/8947958670892594267?isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8961524894602524367/posts/default/8947958670892594267'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8961524894602524367/posts/default/8947958670892594267'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemulihangambardiri.blogspot.com/2010/01/pemulihan-bagi-yang-mengalami-depresi.html' title='Pemulihan Bagi Yang Mengalami Depresi'/><author><name>Ray Maleke</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04330152337456131654</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhpenaftEeRhdTcOOGXD62gJBKfjFOV6Gr1X0Xf4UD4avD2DZyLxq3g_Vvk0iC5d32n4m0w3W12e6oF761Y_7tjVJzfymkDG7t1hdQLcB3n0Km9sisR4KplE6mH9NmXUA/s220/foto.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry></feed>